WorldWideScience

Sample records for logam berat dalam

  1. Kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari, Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward

    2014-08-01

    Full Text Available Pengamatan kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari telah dilakukan pada bulan Juni 2011. Contoh sedimen diambil dengan menggunakan gravity core pada 5 stasiun penelitian. Kandungan logam berat diukur dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat dalam sedimen serta memprediksi kualitas sedimen berdasarkan pendekatan analisis indeks (Indeks geoakumulasi dan Indeks Beban Pencemaran. Hasilnya menunjukkan, kandungan Pb berkisar 3,704-21,892 ppm, Cd 0,784-1,385 ppm, Cu 3,451-12,193 ppm, Zn 24,838-69,973 ppm, dan Ni 37,289-72,329 ppm. Kandungan ke lima logam tersebut masih lebih rendah dari nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup 2010 dan baku mutu sedimen Ontario (Ontario Sediment Guideline 2008. Kandungan logam berat dalam sedimen di Stasiun 4 lebih tinggi dibandingkan dengan Stasiun lainnya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tekstur sedimen di masing-masing stasiun. Stasiun 4 berada di muara sungai dan mempunyai sedimen dengan tekstur berupa lumpur berwarna hitam. Kandungan logam Ni lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, hal ini menunjukkan adanya masukan sedimen dari Teluk Kendari dan Teluk Lasolo yang terbawa oleh arus, disamping yang berasal dari darat yang masuk melalui aliran sungai. Berdasarkan nilai indeks geoakumulasi (I-geo sedimen di perairan ini termasuk kategori tidak tercemar oleh Pb, Cu, Zn, dan Ni (I_geo<0, dan tercemar sedang oleh Cd (1logam berat Pb, Cd, Cu, Zn, dan Ni.

  2. SINTESIS TURUNAN POLIEUGENOL SEBAGAI CARRIER BAGI RECOVERY LOGAM BERAT DENGAN TEKNIK MEMBRAN CAIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Cholid Djunaidi

    2012-02-01

    Full Text Available Telah dilakukan sintesis senyawa asam poliuegenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat (suatu turunan polieugenoksi asetat dengan gugus aktif N dari eugenol. Hasil sintesis digunakan sebagai ekstraktan logam berat dengan metode transport membran cair. Analisis struktur polimer yang terbentuk dilakukan dengan spektrometer infra merah, 1H NMR, KLT, dan uji kelarutan. Penentuan berat molekul relatif polimer menggunakan metode viscometer Ubbelohde. Transport logam dilakukan dengan Membran Cair Ruah (BLM menggunakan sel gelas tipe U terhadap campuran logam Cu (II, Fe (III, Ni (II, Cd (II, Zn (II, dan Cr (III kesemuanya dalam bentuk garam klorida. Transport dilakukan pada fasa umpan dan penerima HCl, konsentrasi logam masing-masing 50 ppm. Penentuan konsentrasi ion logam di fasa penerima sebelum dan sesudah transport dilakukan dengan spectrofotometer serapan atom, sedangkan perubahan pH yang menyertai diukur dengan pH meter. Hasil sintesis polieugenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat berupa serbuk amorf berwarna merah bata sampai coklat tua, dengan berat molekul 5.980.854 gram/mol dan 5.602.282 gram/mol. Hasil transport terhadap campuran logam menunjukkan polieugenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat dengan gugus N hasil sintesis mampu mentransferkan  campuran logam ke fasa penerima dengan urutan logam hard  (Cr (III dan Fe (III > logam borderline (Ni (II, Zn (II dan Cu (II, logam soft Cd (II.

  3. PEMANFAATAN KARBON AKTIF ARANG BATUBARA (KAAB UNTUK MENURUNKAN KADAR ION LOGAM BERAT Cu2+ DAN Ag+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-05-01

    Full Text Available UTILIZATION OF CHAR COAL ACTIVATED CARBON (CCAB FOR HEAVY IONS (Cu2+ AND Ag+ REDUCTION FROM INDUSTRIAL WASTE WATER. Industrial wastewater may contain heavy metals such as Cu and Ag those are harmful to the environment if discharged without pretreatment. One of the methods to reduce heavy metals in wastewater is adsorption, to separate certain components from liquid to the surface of solids. Adsorption is a simple method, but most of the adsorbents are expensive, therefore a cheaper adsorbent is required to reduce the cost of the adsorption process. This work utilized bottom ash as an adsorbent. Bottom ash is a waste of combustion products in the coal industry, which contain potentially harmful materials. Activation of bottom ash was made by soaking in peroxide and continuing by heating at a temperature of 500oC. This study was aimed to determine the influence of process parameters (concentration, pH and processing time to the percentage of amount heavy metals adsorbed, to study the equation isotherm adsorption using Langmuir and Freundlich models, and to calculate the kinetic constants of adsorption based on pseudo -first- order and pseudo-second-order kinetic model. The experiment was conducted in the batch system, where 10 grams bottom ash was mixed with 400 ml of synthetic waste. AAS was used to determine the heavy metals content in the waste solution. The results showed that bottom ash can be used to reduce heavy metals of Cu2+ and Ag+, the optimum condition when the concentration of 25 ppm under acidic conditions, bottom ash was able to adsorb Cu2+ metals ion by 62.79-80.25% at pH 4, and 65.54-85.98% at neutral pH with the same adsorption time of 300 min. For the ion metals Ag+, at acidic solution the metals ion can be adsorbed by 56.51-82.21%, while at neutral pH conditions 59.92-87.55%. Adsorption of bottom ash follows the model of Freundlich isotherm adsorption at acidic and neutral condition, the correlation coefficient (R2obtained was 0.994 for Cu2+ metals ion and 0.984 for the Ag+ metals ion at acidic solution, whereas 0.986 for Cu2+ metals ion and 9.69 for the Ag+ metals ion at neutral pH. Kinetic model of second order rate describe the adsorption process well at acidic and neutral conditions. At the optimum conditions, the correlation coefficient (R2 of 0.998 for Cu2+ and 0.999 for the Ag+ at acidic solution, whereas 0.993 for Cu2+ and 9.998 for the Ag+ at neutral pH were obtained.  Limbah cair industri bisa mengandung ion logam berat seperti Cu2+ dan Ag+ yang berbahaya bagi lingkungan jika dibuang tanpa melalui pengolahan dahulu. Metode yang digunakan untuk mengurangi ion logam berat dalam limbah cair sudah banyak dilakukan, salah satu diantaranya adalah adsorpsi, yaitu memisahkan komponen tertentu dari fluida ke permukaan zat padat. Adsorpsi merupakan metode yang mudah, akan tetapi kebanyakan adsorben yang digunakan harganya mahal, sehingga perlu adanya alternatif adsorben yang murah. Penelitian ini memanfaatkan karbon aktif arang batubara (KAAB sebagai adsorbennya. Arang batubara merupakan limbah hasil pembakaran batubara pada industri, yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi adsorben, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pengaktifan arang batubara dilakukan dengan merendamnya dalam peroxide kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter proses (konsentrasi, pH dan waktu proses terhadap persentase ion logam berat teradsorpsi dalam KAAB, mempelajari persamaan kesetimbangan adsorpsi dengan menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich, dan menghitung konstanta kinetika adsorpsi dengan pendekatan model kinetika pseudo-first-order dan pseudo-second-order. Pelaksanaan penelitian dengan batch, yaitu mengkontakkan 10 gram KAAB dengan 400 ml limbah sintetis. Pengujian kadar ion logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAAB dapat digunakan untuk mengurangi kandungan ion logam berat Cu2+ dan Ag+, pada kondisi optimum saat konsentrasi 25 ppm, KAAB

  4. Analisis Kualitas Fisiko Kimia dan Kadar Logam Berat pada Ikan Mas (Cyprinus carpio L. dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus L. di Perairan Kaligarang Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Kusuma Dewi

    2014-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas fisiko kimia air sungai Kaligarang dan kandungan logam berat pada ikan mas dan ikan nila yang hidup di sungai tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen lapangan, menggunakan Karamba Jaring Apung.  Parameter fisiko-kimia yang diukur adalah suhu, pH, DO,  alkalinitas, kesadahan, kecerahan dan kecepatan arus serta kandungan logam berat di air sungai, menggunakan metode  Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS.  Kadar logam berat Cd, Pb dan Hg juga dianalisis pada ikan mas dan ikan nila Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu, pH, DO, alkalinitas, kesadahan, kecerahan dan kecepatan arus masih berada dalam  kisaran yang layak bagi kehidupan ikan. Kadar Cd, Pb dan Hg di perairan masing-masing adalah sebesar 0,006 mg/L, 0,01 mg/L dan 0,0006 mg/L.  Kadar Cd, Pb dan Hg pada hati ikan nila berturut-turut 0,000407 mg/kg, 0,000812 mg/kg dan 0,000575 mg/kg, sedangkan pada ikan mas 0,000307 mg/kg, 0,000269 mg/kg dan 0,000349 mg/kg. Kesimpulan; air sungai Kaligarang  terkontaminasi logam berat Cd, Pb dan Hg  dan ikan  yang hidup di  sungai tersebut telah  mengakumulasikan ketiga logam berat  tadi.  The aim of this study is to determine the quality of water in Kaligarang based on the physicochemical characteristics and heavy metal content in carp and tilapia fish live in the river. This study is a field experiment, by using Karamba floating net; the fish were caught and maintained. The physicochemical parameters of the water measured were temperature, pH, oxygen, alkalinity, hardness and brightness, speed of the flow and content of heavy metals. The heavy metal content was measured using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS. Levels of heavy metals (Cd, Pb and Hg were also analyzed in carp and tilapia. The results showed that temperature, pH, oxygen, alkalinity, hardness, brightness and speed of the flow were still within the appropriate range for the life of the fish. Levels of Cd, Pb and Hg in water were amounted to 0.006 mg/L, 0.01 mg/L and 0.0006 mg/L, respectively. Surprisingly, the levels of Cd, Pb and Hg in liver of tilapia were 0.000407 mg/kg, 0.000812 mg/kg and 0.000575 mg/kg, respectively, whereas in carp were 0.000307 mg/kg, 0.000269 mg/kg and 0.000349 mg/kg, respectively. It can be concluded that, Kaligarang River was contaminated with heavy metals Cd, Pb and Hg. This contamination leads to the accumulation of heavy metals in fish that live in the river. 

  5. KANDUNGAN LOGAM BERAT DALAM SUMBER AIR MINUM DI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inswiasri Suprijanto

    2012-09-01

    Full Text Available Survey on heavy metal pollution in drinking water was conducted in Jakarta from August to Octo­ber 1986. The purpose of this study was to measure the concentration of heavy metals in drinking water served by the Water Supply Enterprise and private dug wells. Ninety water samples from Water Suply Enterprise and 140 samples from Community dug wells were analysed. The mercury concentration was analysed using the Cold Vapour Technique, while other metals (Cd, Cu, Pb, Zn were analysed using the Air Acetylene Method by Atomic Absorption Spectrophoto­meter (AAS. The concentration of mercury of 30% samples from Water Suply Enterprise and 44% samples from Dug Wells varied from 0.0002- 0.0024 ppm and 0.0002-0.021 ppm respectively. Pb and Cd were undetectable. The concentration of Cu of 21% samples from Water Supply Enterprise and 1 3% samples from Dug Wells were 0.12 ppm and 0.06 ppm. The concentration of Zn of 81% samples from Water Supply Enterprise and 56% from Dug Wells varied from 0.01 -4.97 ppm and 0-01- 5.59 ppm respec­tively.

  6. KAJIAN DESAIN ELEKTRODA SELEKTIF ION UNTUK LOGAM BERAT Zn, Cd DAN Pb TERHADAP ANALISIS PENCEMARAN SEDIMEN LAUT KAWASAN PESISIR PANTAI MAKASSAR

    OpenAIRE

    Drs. Abd. Wahid Wahab, M.Sc.

    2005-01-01

    Penelitian ini merupakan penelitian tahap pertama dari dua tahap,yang telah dilaksana-kan di Laboratorium Kimia Analitik FMIPA Unhas dan Laboratorium Kimia Analitk Kimia ITB Bandung, meliputi penyiapan alat dan bahan, penyiapan larutan uji coba instrumen dari desain atau pembuatan ESI yang telah dikembangkan. Kajian desain Elektroda Selektif Ion untuk logam berat Zn, Cd dan Pb dari penggunaan membran berpendukung PVC yang dilakukan penelitian untuk larutan standar kosentrasi dari 10-12 M s...

  7. Efek Logam Berat Kadmium Terhadap Apoptosis Melalui Aktivasi Protein Caspase-3 pada Bulu Babi Diadema setosum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dominggus Rumahlatu

    2014-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian mengenai efek logam Cd terhadap apoptosis pada sel bulu babi D. setosum. Penelitian dilakukan di laboratorium Balai LIPI Ambon (Indonesia. Dosis-dosis perlakuan adalah 0.0, 1.0, 3.0, 6.0, 9.0, dan 12.0 µg/L Cd terlarut. Pada tiap perlakuan diulang 7 kali. Usia hewan coba sekitar 8 bulan berbobot 90 gram dengan lingkar tubuh 15 cm. Hewan coba diberi makan lamun. Pengukuran konsentrasi protein caspase-3 dilakukan pada organ hepar dengan metode Caspase Colorimetric Assay Kit dilanjutkan dengan pewarnaan Hematoxilen-Eosin (HE. Data penelitian di-analisis dengan ANAVA tunggal dan uji lanjut dengan MDRS 0.05. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan Cd sangat signifikan meningkatkan kadar protein Caspase-3. Konsentrasi protein Caspase-3 tertinggi pada dosis perlakuan 12 µg/L. Diperlukan kajian lanjutan terkait potensi peningkat-an protein Caspase-3 sebagai satu alternatif biomonitoring pencemaran perairan laut oleh logam Cd. Kata kunci: Cadmium, Diadema setosum, Apoptosis, Caspase-3

  8. KANDUNGAN LOGAM BERAT (Hg, Cd, dan Pb DALAM AIR TANAH PADA PERUMAHAN TIPE KECIL DI JABOTABEK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Athena Athena

    2012-09-01

    Full Text Available A survey of heavy metals (Hg, Cd, Pb in drinking water at small and very small houses was conducted in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi (Jabotabek, in 1992. The purpose of this study was to get information about water quality and environmental condition of water sources at low cost housing and very low cost housing in Jabotabek. Forty to sixty water samples were taken from each location and analyzed by Atomic Absorption Spectrophotometer. The mercury concentration was analyzed using Cold Vapor Technique, whereas Cd and Pb were analized using The Air-acetylene method. Water samples were collected in dry season and rainy season. Interview of the owners of the house and of environmental observation of the water sources were done to get information about the condition of drinking water sources. The highest concentration of mercury detected in Jakarta was in the rainy season (2.50 mg/l. Cadmium and Lead were detected in Bogor, (Cd: 0.26 mg/l in the rainy season and Pb : 0.16 mg/l in dry season. However 41.5% water samples from Jakarta were exceeding the mercury concentration standard, 25.4% water samples from Bogor were exceeding cadmium concentration standard, and 41.1% water samples from Bogor were exceeding lead concentration standard Heavy metals concentration in drinking water at Bekasi and Tangerang were relatively lower than Bogor and Jakarta. The environmental condition of shallow wells in Bekasi and Tangerang were also better than Bogor and Jakarta.

  9. PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES (MART. SOLMS. DALAM PENYISIHAN LOGAM BERAT CHROM (CR PADA LIMBAH ELEKTROPLATING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sumiyati

    2012-02-01

    Full Text Available Effluent that is produce by the electroplating industry, especially nickel chrome plating, contains chromemetal that is carcinogenic. The toxicities from chrome are caused by its ability to dissolve and it’s mobilityin the environment. An alternative treatment to reduce chrome is called fitoremediasi which uses plants asits indicator; in this case we use water hyacinth.At the preface experiment, we tried to plant mature water hyacinth in electroplating waste. First we tried toplant in 100% waste water in witch we repeated it 3 times. At the 3rd week; day 18; the plants becameyellowish and became wilted. Knowing this fact, we applied the time for our experiment the we were goingto executed, with assuming at the 18th day the plants will become wilted as an indicator that the waterhyacinth are saturated in adsorbing chrome as the heavy metal pollutant. This became the parameter indesigning the time treatment for the plant zone, 4 until 15 days.The treatment was done by making variation in the amount of plants that are planted, which was 0 plants(as the control, 1 plant, 2 plants, 3 plants, and 4 plants; with 3 times repeating at each stage. The result ofthis experiment after 18 days shows the chrome concentration and the efficiently in decreasing theconcentration on each stage. The highest efficiently for each plant was the treatment by 1 plant only. Thehighest efficiently in decreasing the concentration was 78,95% ad it was done by the treatment with 4plants. To get chrom concentration which is fill with the standard, we can add more water hyacinth into thewaste with the balance equivalent or we need the lower beginning concentration.

  10. PENGARUH MEDIUM TERCEMAR LOGAM Pb DAN Cu TERHADAP PERTUMBUHAN Nannochloropsis salina

    OpenAIRE

    Abd. Wahid Wahab; Yusafir Hala; Fibiyanthy

    2013-01-01

    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memanfaatkan fitoplankton Nannochloropsis salina sebagai biosorben untuk ion logam Pb dan Cu di perairan. Pada penelitian ini pemaparan ion logam Pb dan Cu dengan variasi konsentrasi masing-masing 10, 30, dan 50 ppm dilakukan di awal masa pertumbuhan fitoplankton N. salina dalam Medium Conwy pada salinitas 30 ???, aerasi dan pencahayaan kontinyu, serta suhu ruangan 20 ??C. Konsentrasi ion logam ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom ...

  11. Hubungan Berat Plasenta Dengan Berat Badan Lahir Bayi di Kota Pariaman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasra Mukhlisan1

    2013-05-01

    Full Text Available AbstrakPertumbuhan janin intrauterine dipengaruhi oleh fungsi plasenta. Plasenta mensuplai oksigen dan makanan dari sirkulasi ibu ke janin dan mengeluarkan sisa metabolisme dari sirkulasi janin ke ibu. Berat plasenta bertambah akibat pertumbuhan vilus plasenta. Vilus-vilus ini berfungsi sebagai tempat pertukaran makanan, oksigen dan zat sisa janin, sehingga berat plasenta akan berperan penting dalam menentukan berat badan lahir bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat plasenta dengan berat badan lahir bayi di Kota Pariaman. Metode penelitian adalah deskriptif dan analitik, sedangkan pengolahan data dilakukan dengan uji korelasi software SPSS 15. Penelitian dilakukan di kota Pariaman dengan menggunakan data ibu melahirkan dari bulan Januari-Juni 2011. Ada 30 orang subjek dalam penelitian ini, didapatkan berat badan lahir bayi rata-rata adalah 2.996,67 gram (SD = 448,36, 4 diantaranya (13,33% memiliki berat badan lahir rendah (BBLR sementara yang lainnya normal. Berat plasenta rata-rata 496,67 gram (SD = 49,01. Berdasarkan hasil uji korelasi, berat plasenta berhubungan dengan berat badan lahir bayi di Kota Pariaman dengan p = 0,00 (<0,05 dan r = 0,784. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berat plasenta memiliki hubungan yang bermakna dengan berat badan lahir bayi di Kota Pariaman dan kekuatan hubungan sedang.Kata kunci: Plasenta, berat plasenta, berat badan lahir bayiAbstractThe intrauterine growth of foetus is affected by the placental function. The functions are supplying oxygen and nutrition from maternal circulation to the foetus and secreting the metabolism residual from foetus circulation to the maternals. The increase of placental and foetus weight occurs in the same time. The villi is the surface for the exchange of nutritions, oxygens, and residual substances of feotus. The goals of this study is to identify the relationship between placental weight and birth weight in Pariaman. The method of this study is descriptive and analytical with correlation test and SPSS 15 was used for data processing. This study was held in Pariaman and pregnant woment’s data taken from January until June 2011. The results of this study showed that 30 subjects had the average of birth weight was 2,996.67 gram (SD = 448.36, 4 (13.33% were low birth weight, while the others were normal. The average of placental weight was 496.67 gram (SD = 49.01. Based on correlation test, placental weight had relationship with birth weight in Pariaman (p = 0.00 (<0.05 and r = 0.784. The conclusion is placental weight had significant correlation with birth weight in Pariaman and the power of correlation was intermediate.Keywords:Placenta, placental weight, birth weight

  12. Analisis Kekuatan Tangki CNG Ditinjau dengan Material Logam Lapis Komposit pada Kapal Pengangkut Compressed Natural Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Firmansah

    2013-03-01

    Full Text Available Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan pada kekuatan pressure vessel compressed natural gas. Pressure vessel yang digunakan yaitu tipe satu dan tipe tiga, tipe satu adalah tabung menggunakan material logam yaitu Carbon Steel SA 516 Grade 70 dan Aluminium Alloy T6-6061. Pada tabung tipe tiga material menggunakan Aluminium Alloy T6-6061 dengan lapisan Komposit (Carbon Fibre – Epoxy pada seluruh tabung (full wrapped. Sudut orientasi serat yang digunakan 54.73560 dan terdiri dari 4 lapis komposit yang membungkus aluminium. Variasi yang dilakukan pada tebal komposit yaitu 25% komposit, 50% komposit, dan 75% komposit. Pressure vessel mendapat perlakuan internal pressure sebesar 125 bar dan temperatur -300C. Analisa dilakukan dengan dua metode yaitu dengan perhitungan manual dan software finite element method (NASTRAN 2010. Dari hasil perhitungan tersebut tabung tipe satu dengan material logam terbukti aman karena memenuhi dari faktor keamanan yang ditentukan tetapi pressure vessel sangat berat. Pada tabung tipe tiga lamina dengan komposisi 75% komposit dan 50% komposit dinyatakan aman karena memenuhi dari kriteria tegangan maksimum. Sedangkan pada komposisi 25% komposit lamina mengalami kegagalan yang disebabkan terlalu rendahnya lapisan komposit. Dari keseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan komposisi ideal pressure vessel yaitu 75% komposit dan 25% aluminium dari tebal keseluruhan sehingga menghasilkan tegangan yang sangat kecil dan memiliki berat yang paling ringan.

  13. Analisis Faktor Relationship Satisfaction Pada Kerjasama Antar UMKM Berbasis Logam di Waru, Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ary Tri Wibowo

    2012-09-01

    Full Text Available Industri berskala mikro, kecil, dan menengah memiliki peranan yang penting di dalam perekonomian Indonesia. Jawa Timur sebagai penyumbang Produk Regional Domestik Bruto terbesar kedua pada tahun 2010 memiliki andil di dalam perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM di Indonesia. Salah satu industri berskala UMKM di Jawa Timur yang sedang berkembang adalah industri berbasis logam di Waru, Sidoarjo. Seiring dengan berjalannya waktu agar dapat bersaing dengan UMKM sejenis dari daerah lain dan produk impor, maka industri berbasis logam harus menguatkan kerjasama di dalam kegiatan industrinya. Untuk menguatkan kerjasama antar UMKM, maka tiap UMKM harus memperhatikan kepuasan di dalam hubungan kerjasamanya (relationship satisfaction. Hasil studi literatur dan observasi awal menunjukkan bahwa faktor benevolence, credibility, opportunism, relationship commitment, dan mutual cooperation berpengaruh terhadap relationship satisfaction. Sehingga pada penelitian ini akan dianalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap relationship satisfaction pada kerjasama antar UMKM di Waru, Sidoarjo dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling. Faktor relationship satisfaction sebagai konstruk endogen dan faktor benevolence, credibility, opportunism, relationship commitment, dan mutual cooperation sebagai konstruk endogen. Masing-masing konstruk tersebut kemudian dilakukan uji confirmatory factor analysis (CFA untuk mengetahui bahwa faktor tersebut berada pada kondisi unidimensionalitas.

  14. IDENTIFIKASI ZONA PENGURANGAN AIR TANAH BERDASARKAN MODEL 3D GAYA BERAT MIKRO ANTAR WAKTU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyadi -

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa di kota Semarang telah terjadi penurunan muka air tanah di beberapa lokasi. Penelitian menggunakan metoda gaya berat mikro antar waktu (time lapse selama kurun waktu Desember 2003 hingga Juni 2004 di daerah Semarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengaplikasikan metoda gaya berat mikro dalam menentukan zona pengurangan air tanah dataran aluvial Semarang dan melakukan pemodelan 3D menggunakan program Grav3D untuk identifikasi zona pengur angan air tanah dataran aluvial Semarang. Akusisi metoda gaya berat dilakukan dengan menggunakan alat gravitimeter Lacoste & Romberg tipe G1158 dan G1118 yang dilengkapi dengan alliod 100 untuk mengukur gaya berat tiap stasiun dan gravitimeter Lacoste & Romberg tipe G508 untuk mengukur efek pasang surut terhadap gaya berat. Pemodelan 3D anomali gaya berat mikro time-lapse efek dinamika fluida mampu mengidentifikasi 9 zona pengurangan air tanah yakni sekitar masjid Ataqwa,  PRPP,  Tugu Muda , Simpang Lima,  Jl. Majapahit, Genuk, Tanah Mas, Tanah Putih dan daerah sekitar kelurahan Sendangguwo. The background of this research is that Semarang has experienced the ground water level degradation in some areas. The method used in this research was time lapse microgravity during December 2003 to June 2004. The purpose of the research is to apply the microgravity method in determining the reduction zone of groundwater and alluvial plains Semarang using a 3D modeling by usingGrav3D program to identify the reduction of groundwater zone of alluvial plains in Semarang. The acquisition method of gravity wass done by using a Lacoste & Romberg gravitimeter G1158 and G1118 type equipped with alliod 100 to measure the gravity of each station and Lacoste & Romberg gravitimeter G508 type to measure the tidal effect of the gravity. The 3D modeling microgravity anomaly time-lapse effects of fluid dynamics is able to identify 9 groundwater reduction zones which is about, Ataqwa mosque, PRPP, Tugu Muda, Simpang Lima, Jl. Majapahit, Genuk, Tanah Mas, Tanah Putih, and around Sendangguwo area.

  15. ANALISIS KADAR LOGAM BERAT AIR SUNGAI SEKONYER DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria T. Indarwati

    2012-11-01

    Full Text Available Sekonyer river as west border of Tanjung Puting National Park, is the main flora and fauna preservation areasespecially for orangutan conservation. Part of Sekonyer river upper course around year 1990 to 2002, there was anillegal gold mining (IGM activity, and in 2002 this IGM was forbidden to be operated because of the use of mercuryfor extracting the gold. In former IGM location, up to this research has been done, the location is still used for silikapuya (sand mining that is extracted from the sands by using water from the river, as a result, the waste water wasinundated in the mining area and flows into Sekonyer river. The objectives of this research are first of all, to identifythe heavy metal degree of the water, such as mercury, copper, cadmium, zinc, lead, arsenic, and chrome. The secondone is to identify the source of pollution, and the last one is to identify the potential heavy metal that pollute the water.Composite method was used in collecting the water samples, i.e. in Sekonyer river and the mining location.Water and puya samples were analyzed in Analytical Laboratory of University of Udayana, and then its pollutionindexes were counted, and the quality of the water was fixed based on Third Degree of quality standardized criteria,Government Rule Number 82 Year 2001.The results of the research show that along the Sekonyer river, from upper to lower courses of the river sideswith the following conditions: from the lower course of mining area it was found light pollution with pollution index of 2,51, after puya mine it was found heavy pollution with pollution index of 17,84, up to mid of Rimba Orangutan Eco-Lodge with Sekonyer river estuary there were found light pollution with pollution indexes of 3,71; 4,59; and 2,88respectively, but in the junction of Sekonyer river and Ulin river it was found moderate pollution with pollution indexof 5,13, and in Sekonyer river estuary it was found heavy pollution with pollution index of 16,35.It was also found heavy pollution with pollution index of 16,26 in the inundated water in the puya mininglocation . It was also happened to puya in the mining location that was contaminated by heavy metal of mercury in0,1168 ppm and zinc in 0,195 ppm degrees, whilst in Kumai river, upper side of Kumai quay it was found heavypollution with pollution index of 17,42.From the results of the analysis, it can be concluded that the heavy metals was derived from mining area(Aspai, from the sea and also from upper course of Kumai river. The potential metals as the pollutant were cadmium,zinc, lead, and mercury.

  16. STUDI ANALISIS PENGUJIAN LOGAM BERAT PADA BADAN AIR, BIOTA DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA DAS BARITO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Sofarini

    2010-02-01

    Full Text Available This research aimed to determine heavy metal content at water body, sediment and biota, determining plankton what overflows and parameter of water quality which not fulfill standard criterion quality of water in Estuary of Barito River. Result of research showed that heavy metal rate at body of water especially Hg (0,2753 mg/l, and Pb (0,17667 mg/l residing at biota (Giant Prawn have accumulate by heavy metal of Hg. Pb, Cu, As, Cr6+ and Cd. Sediment residing at Estuary of Barito River have accumulate by heavy metal but still under maximum boundary which have been specified. Metal rate residing in boundary sill that is cadmium metal rate (Cd with assess metal range average 0,5655 - 0,8891 ppm, residing in of sill which have been specified equal to 0,3 ppm. Status of water quality at station perception according to Model of STORET categorized is weight, while pursuant to Model of Environmental Quality Index ( EQI categorized as impure territorial water.

  17. REDUKSI LOGAM BERAT CHROMIUM (VI DENGAN FOTOKATALIS KOMPOSIT TiO2-SiO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Candra Purnawan

    2013-10-01

    Full Text Available AbstractsComposite TiO2-SiO2 has been synthesized using sol-gel process with starting materialsTiCl4 and Na2SiO3. The purposes of this research were to know the effect of compositecomposition, pH solution and UV radiation time for reduced Chromium (VI cations. Theidentification and characterization of composite were done by infrared spectroscopy (IRand X-Ray Diffraction. Condition of Chromium (VI reduction by composite TiO2-SiO2 werecarried out with variation of composite TiO2-SiO2 concentration or the ratio Ti:Si were1:0,1 ; 1:0,5 ; 1:1 ; 1:1,5 ; 1:2. Variation of pH solution in 3,0; 3,5; 4,0; 4,5; 5,0; 5,5; 6,0; 6,5;7,0 and variation of UV radiation times in 2, 4, 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48 hours.The result showed that XRD characteristic of TiO2-SiO2 composite showed 2q peaks at 22.94degrees and 36.24 degrees. IR characteristic of TiO2-SiO2 showed absorption of Ti-O-Si inthe wave number 962 cm-1. The optimum reduction of Chromium (VI cations using TiO2-SiO2 composite in Ti:Si = 1:1 composition, pH 3 and with 18 hours radiation times.

  18. Hemoprotein dalam Tubuh Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husnil Kadri

    2012-07-01

    Full Text Available Abstrak Hemoprotein adalah protein dengan kandungan hem yang terdapat hampir dalam semua sel manusia, hewan, dan pigmen fotosintesis tumbuhan. Ada berbagai macam hemoprotein yang tersebar luas dalam tubuh manusia, seperti hemoglobin, myoglobin, citoglobin, neuroglobin, dan lain-lain. Semua hemoprotein tersebut memiliki fungsi beragam yang penting untuk berlangsungnya proses metabolisme dalam tubuh. Struktur hem pada pigmen fotosintesis (klorofil tumbuhan sama dengan hemoglobin pada manusia, tetapi ion logam pada klorofil adalah magnesium (Mg sedangkan pada hemoglobin adalah besi (Fe. Perbedaan inilah yang kurang diketahui oleh sebagian masyarakat sehingga ada yang mengira mengkonsumsi klorofil tumbuhan dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hemoprotein manusia dengan klorofil dan fungsi hemoprotein dalam tubuh manusia. Berdasarkan bentuk ion Fe pada gugus hemnya, maka hemoprotein dapat dibagi atas: (1 Hemoprotein yang memiliki ion Fe2+ sehingga mampu mengikat oksigen yaitu; hemoglobin, myoglobin, neuroglobin, dan cytoglobin. (2 Hemoprotein yang memiliki ion Fe3+ sehingga berperan sebagai enzim oksidoreduktase yaitu; Sitokrom P450, Sitokrom yang terlibat dalam fosforilasi oksidatif, katalase, triptopan pirolase, dan NO sintase. Kata kunci: hemoprotein, ion Fe2+, ion Fe3+ Abstract Hemoproteins are proteins containing heme that widely distributed in humans, animals, and photosynthetic pigment of plants. There are many kind of hemoproteins in human body, such as hemoglobin, myoglobin, cytoglobin, neuroglobin, etc. Hemoproteins have the varied functions to keep normal metabolism in the body. Photosynthetic pigment of plants (chlorophyll and human’s hemoglobin have the same structure but the metal ions are different. Chlorophyll has magnesium and human’s hemoglobin has iron (Fe. Not many people knew this difference, so some people thought if consume chlorophyll will increase blood hemoglobin level. Because of that reason, the objective of this article was to determine the difference between human’s hemoprotein and chlorophyll, and the functions of hemoproteins in the human body. Base on Fe ion state in heme group, hemoproteins are divided into: (1 Hemoproteins have ion Fe2+ state that can bind oxygen, such as hemoglobin, myoglobin, neuroglobin, and cytoglobin. (2 Hemoproteins have ion Fe3+ state that act as oxidoreductase enzymes, such as cytochrome P450, cytochromes in oxidative phosphorylation, catalase, tryptophan pyrolase, and NO synthase. Keywords: hemoproteins, ion Fe2+ state, ion Fe3+ state

  19. Kajian histologis infeksi SlNPV terhadap berat badan dan kerusakan membran peritrofik larva Spodopteera litura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DADANG MACHMUDIN

    2011-11-01

    Full Text Available Sanjaya Y, Machmudin D, Kurniawati ND. 2011. Kajian histologis infeksi SlNPV terhadap berat badan dan kerusakan membran peritrofik larva Spodopptera litura. Bioteknologi 8: 78-85. Pengaruh infeksi SlNPV pada berat badan dan kerusakan membran peritrofik larva Spodoptera litura Fab. telah dilakukan. Metode yang digunakan adalah analisis probit, dan berdasarkan LD 50 virus yang terinfeksi untuk mengetahui berat badan dan kerusakan pasca infeksi. Kerusakan struktur histologi yang disebabkan oleh infeksi SlNPV (0, 315, 390, 465, 540 dan 615 PIB/mL diamati setelah 0, 12, 24, 72 dan 96 jam pasca infeksi. Preparasi histologis dibuat dengan metode parafin setelah fiksasi dengan larutan Bouin, kemudian diiris setebal 7 um dan diwarnai dengan Hematoxilin-Eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan SlNPV menyebabkan penurunan konsumsi pangan terutama pada 540 PPIB/mL dengann rata-rata 0,16775 mg. Pengamatan deskriptif pada struktur histologi membran peritrophic yang terkena infeksi SlNPV menunjukkan kecenderungan kerusakan, sementara pada kontrol tidak ada kerusakan sama sekali. Semakin lama paparan virion di dalam lumen midgut maka semakin tinggi terjadinya kerusakan membran peritrofik. Kerusakaan paling parah terjadi 96 jam setelah infeksi. Hasilnya membuktikan bahwa virion haNPV dapat menghancurkan struktur histologi midgut.

  20. Morfologi dan Karakteristik Lapisan Intermetalik Akibat Die Soldering pada Permukaan Baja Cetakan (Dies dalam Proses Pengecoran Tekan Paduan Aluminium Silikon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Harjanto

    2007-01-01

    Full Text Available The major mode which lead to die failure in die casting is die soldering caused by the intimate contact between alloy and die at high temperature. It leads to malfunctioning of die inserts that require replacement or repair, thus causing significant decrease in productivity. The effect of melt temperatures on morphology and characteristic of intermetallic layer such as thickness and hardness of intermetallic layer between die surface and aluminum has been studied. This experiment used as-annealed H13 tool steel as die material which dipped into Al-7%Si alloy at 6800C, 7000C, 7200C and Al-11%Si alloy at 6600C, 6800C, 7000C. High melt temperature favored the growth of intermetallic layer due tp the increasie of the diffusion rate of iron and aluminum atoms. Hence, high melt temperature facilitates die soldering. Abstract in Bahasa Indonesia: Umumnya kerusakan cetakan pada industri die casting disebabkan die soldering yang terjadi pada permukaan cetakan yang mengalami kontak langsung dengan logam cair pada temperatur tinggi. Hal ini dapat menyebabkan perlu diadakannya perbaikan atau penggantian cetakan sehingga menurunkan produktivitas. Untuk itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh temperatur logam cair (melt terhadap morfologi dan karakteristik lapisan intermetalik yaitu ketebalan dan kekerasan lapisan intermetalik yang terbentuk antara permukaan cetakan dan logam cair. Pada penelitian ini digunakan baja H13 as annealed sebagai material cetakan yang dicelup ke dalam paduan Al-7%Si pada temperatur 6800C, 7000C, 7200C dan Al-11%Si pada temperatur 6600C, 6800C, 7000C. Peningkatan temperatur logam cair akan meningkatkan laju difusi pertumbuhan lapisan intermetalik karena laju difusi atom-atom besi dan aluminium meningkat. Sehingga ketebalan dari lapisan intermetalik akan meningkat seiring dengan peningkatan temperatur logam cair. Oleh sebab itu, tinggiya temperatur logam cair memper¬mudahkan terjadinya die soldering. Kata kunci: Die casting, die soldering, paduan aluminium silikon, temperatur logam cair, lapisan intermetalik.

  1. Teknologi Pembuatan Material Shot Blast untuk Mendukung Industri Pengecoran Logam Nasional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Nurjaman

    2009-01-01

    Full Text Available Shot blast material is a supporting material in foundry which is used at surface finishing process of metal casting. Recently, there is no one of national industry that produce shot blast material, in consequence, the purpose of this research is to lessen the dependence of using shot blast material import by making a shot blast material which improve its hardness exceed the shot blast material import. This research use the raw material from scrap iron with the following composition: C (3.2%, Si (1.18%, Mn (6.1%, Cu (0.35%, Fe (88.7%. The scrap is melted in induction furnace untill melt (hot metal, then the hot metal (1200 oC is tilted into a runner which is connected with pan crucible, which is consisted of 107 holes with diameter of each holes is 10 mm. Hot metal that is leave from the holes, is injected by pressurized water 1.1 atm with the velocity 0.8 m/s, untill obtained grains of shot blast material, then these grains goes into the water tank which it has temperature 40oC. From thermodynamic study, to avoid the happening of the explosion that is arising out because the effect of high temperature difference at injection process beetween water and hot metal, hence the comparison value beetween the mass of water and hot metal equal to 1:4.6. From this research is obtained shot blast material Ř0.8-3.2 mm with the metallography structure with martensite domination and dispersion of cementite and a little austenit. The hardness value of this material is 54.8 HRC, where this value is larger than shot blast material import (45-50 HRC. Abstract in Bahasa Indonesia: Material shot blast merupakan material pendukung pengecoran logam yang digunakan pada proses surface finishing benda cor logam. Saat ini belum ada satupun industri nasional yang memproduksi material shot blast, karena itu tujuan penelitian ini untuk mengurangi ketergantungan penggunaan material shot blast impor dengan membuat material shot blast yang nilai kekerasannya melebihi material shot blast impor. Penelitian ini menggunakan bahan baku scrap besi dengan komposisi: C (3,2%, Si (1,18%, Mn (6,1%, Cu (0,35% Fe (88,7%. Scrap dilebur dalam tungku induksi hingga mencair (hot metal, lalu hot metal (1200oC di tuang ke dalam runner yang terhubung dengan pan crucible yang terdiri dari 107 buah lubang berukuran Ř10 mm. Hot metal yang keluar dari lubang tersebut diinjeksi oleh air bertekanan 1,1 atm dengan kecepatan 0,8 m/s, hingga diperoleh butiran material shot blast, lalu butiran itu masuk ke dalam bak air bertemperatur 40oC. Dari kajian termodinamika, untuk menghindari terjadinya resiko ledakan yang timbul akibat diferensiasi temperatur yang tinggi saat proses injeksi, maka besarnya nilai perbandingan massa air dan hot metal sebesar 1:4,6. Dari penelitian ini diperoleh material shot blast berukuran Ř0,8-3.2 mm dengan struktur metalografi yang didominasi oleh struktur martensit dengan sebaran sementit dan sedikit austenit. Nilai kekerasan material ini adalah 54,8 HRC, dimana nilai ini melebihi nilai kekerasan material shot blast impor (45-50 HRC. Kata kunci: Shot blast, induction furnace, nozzle, hot metal, pengecoran logam.

  2. PERBANDINGAN KEMAMPUAN SILIKA GEL DARI ABU SABUT KELAPA DAN ABU SEKAM PADI UNTUK MENURUNKAN KADAR LOGAM Cd2+

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AF Yusrin

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian mengenai pembuatan silika gel dari bahan baku abu sabut kelapa (ASK dan abu sekam padi (ASP telah dilakukan dengan memanfaatkan kandungan silikanya. Bahan baku ASK dan ASP ditambah larutan NaOH dengan pemanasan dan peleburan pada suhu 500?C selama 30 menit menghasilkan larutan natrium silikat, kemudian larutan natrium silikat masing-masing diasamkan dengan HCl 3 M hingga pH 7 dan dikeringkan hingga menjadi silika gel abu sabut kelapa (SG-ASK dan silika gel abu sekam padi (SG-ASP. Hasil karakterisasi XRD menyatakan bahwa SG-ASK dan SG-ASP menghasilkan silika berbentuk amorf, sedangkan hasil analisis FT-IR menyatakan bahwa silika gel memiliki gugus fungsi Si-OH, Si-O dan Si-H. Hasil penelitian mengenai uji penyerapan ion logam Cd2+ menunjukkan bahwa penyerapan optimum ion logam Cd2+ dalam larutan oleh SG-ASK adalah pada pH 6, waktu kontak 60 menit dan konsentrasi optimum 7,45 ppm. Hasil uji penyerapan optimum ion logam Cd2+ dalam larutan oleh SG-ASP pada pH 7, waktu kontak 90 menit dan konsentrasi optimum 11,78 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan SG-ASP lebih besar dibandingkan dengan kemampuan SG-ASK dalam menurunkan kadar ion logam Cd2+ dalam larutan.Research on the manufacture of gel silica from coconut husk ash (ASK and rice husk ash (ASP has been conducted by utilizing their silica contents. ASK and ASP were added by an NaOH solution, then by heated and melted at temperature 500?C for 30 minutes to produce sodium silicate solution. The solution was then acidified separately with HCl 3 M up to pH 7 and dried into silica gel of coconut husk ash (SG-ASK and silica gel of rice husk ash (SG-ASP. The result of XRD characterization showed that SG-ASK and SG-ASP both produced amorphous silica, while the result of FT-IR analysis showed that silica gel had functional groups of Si-OH, Si-O and Si-H. The research on the test adsorption of Cd2+ metal ions showed that the optimum adsorption of Cd2+ metal ions in solution by SG-ASK was occured at pH of 6, contact time of 60 minutes and concentration optimum of 7.45 ppm. Results of adsorption Cd2+ metal ions in solution by SG-ASP showed that the optimum adsorption was occured at optimum pH of 7, contact time optimum of 90 minutes and concentration of 11.78 ppm. This means that the ability of SG-ASK is larger than the SG-ASP to decrease the levels of Cd2+ metal ions in solution.

  3. KAJIAN PENYERAPAN LOGAM BERAT AIR RAKSA (Hg DENGAN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF BATUBARA SUB-BITUMINUS YANG DIKARBONISASI (COALITE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Solihin Solihin

    2009-08-01

    Full Text Available One of diversification usage of coal is made for carbon active. The main element in coal which is very useful for carbon active is carbon (C as other raw materials such as bone, coffee bean, coconut shell, etc. This research used carbonized coal from PT.Bukit Asam as a media to absorb methyl mercury (CH3Hg+2 solution. The carbonized coal has iodine number of ± 386 mg/gram after it was activated at 9000C for 1 hour. It has an adsorption level of 70-80% because the SEM photograph showed a pore size of coarse fraction higher than fine fraction. The degree of saturation is influenced by the grain size of the coal carbon active where the saturation degree of coarse fraction was relatively faster than the fine fraction. Moreover, weightier and bigger debit of carbon active could adsorb higher MeHg concentration.

  4. TINGKAT BIOKONSENTRASI LOGAM BERAT DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI IKAN MUJAIR (Oreochromis Mossambicus YANG HIDUP DI PERAIRAN TUKAD BADUNG KOTA DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Rahayu Kusumadewi

    2015-08-01

    Full Text Available Tukad Badung River is one of the potential contamination of heavy metal sare very highin the city of Denpasar. Tilapia (Oreochromis mossambicus isa commonspecies of fish found in the river and became the object of fishing by the public. The fish is usually consume das a food ingredient forever yangler. Fish can be used as bio-indicators of chemical contamination in the aquatic environment. Determination of heavy metal bioconcentration and analysis of liver histopathology gills organs and muscles is performed to determine the content of heavy metals Pb, Cd, and Cr+6, and the influence of heavy metal exposure to changes in organ histopathology Tilapia that live in Tukad Badung. In this observational study examined the levels of heavy metal contamination include Pb, Cd and Cr+6 in Tilapia meat with AAS method (Atomic Absorption Spectrofotometric, and observe the histopathological changes in organ preparations gills, liver, and muscle were stained with HE staining (hematoxylin eosin. Low Pb content of the fish that live in Tukad Badung 0.8385 mg/kg and high of 20.2600 mg/kg. The content of heavy metals Pb is above the quality standards specified in ISO 7378 : 2009 in the amount of 0.3 mg / kg. The content of Cr+6 low of 1.1402 mg / kg and the highest Cr+6 is 6.2214 mg / kg. The content of Cr+6 is above the quality standards established in the FAO Fish Circular 764 is equal to 1.0 mg / kg. In fish with Pb bioconcentration of 0.8385 mg / kg and Cr+6 of 1.1402 mg / kg was found that histopathological changes gill hyperplasia and fusion, the liver was found degeneration, necrosis, and fibrosis, and in muscle atrophy found. Histopathologicalchangessuch asedema and necrosis ofthe liveris foundin fishwith Pb bioconcentration of 4.5225mg/kg and Cr+6 amounted to2.5163mg/kg. Bio concentration of heavy metal contamination of lead (Pb and hexavalent chromium (Cr+6 on Tilapia ( Oreochromis mossambicus who lives in Tukad Badung river waters exceed the applicable standard. Histopathological changes occur in organs gills, liver, and muscle as a result of exposure to heavy metals lead and hexavalent chromium. Advised the people not to eat Tilapia that live in Tukad Badung

  5. PENGARUH JENIS ANODA PADA PROSES PEMULIHAN LOGAM NIKEL DARI TIRUAN AIR LIMBAH ELECTROPLATING MENGGUNAKAN SEL ELEKTRODEPOSISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djaenudin Dhaenudin

    2013-11-01

    Full Text Available EFFECT OF ANODES TYPES ON NICKEL RECOVERY FROM SYNTHETIC ELECTROPLATING WASTE ELECTRODEPOSITION CELLS. A study concerning the recovery of nickel from electroplating wastewater artificial solution. The study was conducted with a batch system using electrodeposition cell consisting of two spaces separated by water hyacinth leaf, copper cathode plate, H2SO4 solution anolyte, catholyte solution of NiSO4 plus NaCl supporting electrolyte and anode varied. Electrodeposition performed at the direct current of 5V power for 4 hours each run. The research objective was to obtain the best anode in nickel electrodeposition process of electroplating waste artificial solution. Graphite, stainless steel type AISI 316 and the lead were used as a variation of the anode. Concentration of nickel in the catholyte at baseline 2200 mg/L. The results showed that the anode was a graphite anode with best value decreased by 72.44% nickel concentration, deposition of nickel on the cathode of 0.188 grams and specific energy values ??of 6.1625 kWh/kg.nickel.   Telah dilakukan penelitian tentang pemulihan logam nikel dari larutan tiruan air limbah electroplating. Penelitian dilakukan dengan sistem batch menggunakan sel elektrodeposisi yang terdiri dari dua ruang yang dipisahkan dengan daun eceng gondok, katoda pelat tembaga, anolit larutan H2SO4, katolit larutan NiSO4 ditambah elektrolit pendukung larutan NaCl dan anoda divariasikan. Elektrodeposisi dilakukan pada listrik searah sebesar 5V selama 4 jam setiap tempuhan. Tujuan penelitian adalah memperoleh anoda terbaik pada proses elektrodeposisi nikel dari larutan tiruan limbah electroplating. Grafit, Stainless Steel  tipe AISI 316 dan timbal digunakan sebagai variasi jenis anoda. Konsentrasi nikel dalam katolit pada awal penelitian 2200 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anoda grafit merupakan anoda yang paling baik dengan nilai penurunan konsentrasi nikel sebesar 72,44%, deposisi nikel di katoda sebesar 0,188 gram dan nilai energi spesifik sebesar 6,1625  kWh/kg.nikel.

  6. Pemaparan merkuri nitrat (Hg (No32 dengan konsentrasi berbeda pada jaringan hati benih ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch: tinjauan histologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munawar Khalil

    2013-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh logam berat merkuri nitrat (Hg(NO32 pada struktur histologis hati benih ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch yang dipelihara di air laut. Analisis struktur jaringan hati dilakukan melalui teknik histologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hg(NO32 memberikan efek negatif pada hati benih ikan. Pada jaringan hati, (Hg(NO32 menyebabkan kerusakan atrophy, necrosis, lapisan antar sel hati berpisah, perlemakan hati, pembengkakan sel yang tidak beraturan, degenerasi pada vacuola, terbentuknya ruang antar sel, hepatitis, sirrhosis dan terdapatnya akumulasi logam berat Hg(NO32 dalam jaringan hati.

  7. Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Karbon Hitam Dan Jumlah Lapisan Serat E-Glass Terhadap Reflection Loss Pada Komposit E-Glass/Ripoxy Untuk Aplikasi Radar Absorbing Structure (Ras

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Ramadhan

    2012-09-01

    Full Text Available Saat ini penelitian tentang radar absorbing structure (RAS dengan menggunakan bahan komposit polimer yang diperkuat serat (FRP yang ditambahkan dengan serbuk penyerap gelombang elektromagnetik menjadi populer karena sifat elektromagnetik dari material tersebut dapat disesuaikan secara efektif hanya dengan menambahkan beberapa serbuk yang dapat menyerap gelombang elektromagnetik, seperti karbon hitam, ferit, besi karbonil, dan lain-lain ke dalam matrik komposit. RAS bekerja tidak hanya sebagai struktur bantalan beban untuk menopang sistem antenna tetapi juga mempunyai peranan penting dalam menyerap gelombang elektromagnetik yang datang dari energi elektromagnetik sebuah sistem pelacak. Dalam penelitian ini, komposit serat E-glass yang diperkuat dengan resin ripoxy  dibuat dengan mencapurkan serbuk karbon hitam yang konduktif (Ketjenblack EC300J dengan matrik komposit dan memaksimalkan koefisien penyerapan lebih dari 90 % (lebih dari -10 dB dalam jangkauan frekuensi X-Band (8 – 12 GHz. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan uji konduktivitas listrik (LCR meter dan Vector Network Analyzer (VNA. Spesimen yang terbaik untuk diaplikasikan sebagai radar absorbing structure (RAS adalah komposit E-glass/ripoxy dengan fraksi berat serbuk karbon hitam  0,02 dan jumlah lapisan serat E-glass  4 lapis dengan nilai ketebalan sebesar 2,1 mm, nilai konduktivitas listrik 8,33 × 10-6 S/m, dan nilai maksimum reflection loss sebesar -27,123 dB. Kata Kunci—serbuk karbon hitam, komposit E-glass/ripoxy, radar absorbing structure

  8. SPESIASI DAN BIOAVAILABILITAS LOGAM Pb DALAM SEDIMEN DI KAWASAN PESISIR SANUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Dian Meita Sari

    2015-06-01

    Full Text Available Total content of Pb metal in sediments has been reported or published frequently, but it could not provide information about various forms of metals contained in sediments and did not show the true metal concentrations involved in the process of bioaccumulation by organisms. Therefore, this study was aimed to determine the bioavailability of Pb metal and speciation the metal in various forms or compounds existing in the sediments. A quantitative analysis of total metal content, Pb in the sediments was initiated performing the digestion method using the mixture of HNO3 and HCl (3:1 in ultrasonic bath at 60 0C for 45 minutes, and continued heating on a hotplate for another 45 minutes at 140 0C. Moreover, analysis of Pb metals as bioavailability fraction was perfomed by single extraction method of EDTA and HCl, while for metal speciation fractions on each phase using Sequential Extraction Technique. Consequently, the metal concentrations of digestion and extraction solutions were measured by using an atomic absorption spectroscopy (AAS technique with the aplication of calibration method. The total concentrations of Pb in sediments collected from Sanur Beach ranged from 139,9945 to 260,1521 mg/kg. The highest bioavailability of Pb obtained in sediments at site II (Sindhu Beach, in which the Pb extracted from sediments was 21.44%. Generally, the Pb metal associated in the sediments at Sanur Beach was bounded in oxidisable organic fraction (2.08 – 3.50%.

  9. Kandungan Karbon Organik Dan Stok Karbon Dalam Tanih Gambut, Persekitaran Pertanian Kelapa Sawit, Kuala Langat Selatan, Selangor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sahibin Abd. Rahim

    2011-01-01

    Full Text Available Kajian telah dijalankan untuk menentukan kandungan karbon dan stok karbon dalam tanih gambut di kawasan penanaman kelapa sawit di Kampung Tumbuk Darat, Kuala Langat Selatan, Selangor. Sampel tanih gambut telah diambil berdasarkan persampelan dalam plot satu hektar yang telah dibahagikan kepada 16 subplot bersaiz 25x25m. Kajian telah dilakukan pada 20hb Disember 2008. Persampelan telah dilakukan di semua subplot mengikut kedalaman hingga ke tanih mineral. Kandungan karbon organik tanih ditentukan berdasarkan Kaedah Walkley & Black. Penentuan pH dalam tanih: air suling dan pH dalam tanih: KCl dijalankan berdasarkan nisbah 1:2.5 bagi tanih dan air. Kekonduksian elektrik ditentukan di dalam hasil ekstrak gipsum tepu. Kandungan asid humik dan asid fulvik ditentukan dengan kaedah pengasingan molekul asas. Purata nilai kekonduksian elektrik adalah dari 2.50 mScm-1 hingga 2.78 mScm-1. Nilai kekonduksian elektrik meningkat mengikut kedalaman. Purata nilai pH:air suling dan pH:KCl adalah masing-masing dari 3.36 hingga 3.59 dan 2.91 hingga 3.09. Purata nilai pH dalam KCl meningkat sedikit mengikut kedalaman. Purata kandungan karbon organik di dalam tanih berjulat dari 38.25% hingga 42.49%, dengan kandungannya berkurang mengikut kedalaman. Bagi asid humik dan asid fulvik, purata kandungannya masing-masing adalah dari 3.29 hingga 4.24% dan dari 1.10 hingga 2.61%. Purata kandungan kedua-dua jenis asid organik ini berkurangan mengikut kedalaman. Berat tanih yang dikira dalam satu hektar pada kedalaman 80 cm dan mempunyai ketumpatan pukal 0.26 g/cm3 adalah 2080 tan/ha, manakala stok karbonnya adalah 872.72 tan/ha.

  10. KADAR LOGAM Cu, Pb, Cd DAN Cr DALAM IKAN SEGAR DAN KERANG DARI TELUK JAKARTA TAHUN 1995/1996

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inswiasri Inswiasri

    2012-09-01

    Full Text Available A study on trace metal concentration in freshfish and shellfish from Jakarta bay was conducted in order to know trace metal contamination in freshfish and shellfish consumed by Jakarta community. This study was carried out for JO months. Samples were taken from fish market and fishpond at Muara Angke once in a month. These metals were determined by Atomic Absorption Spectrophotometer using nitrogen-acetylen flame for Cr and the others (Cu, Pb and Cd using air-acetylen flames. The results showed that average concentration of these metals in freshfish and shellfish were not exceeding the permissible concentration except Cd in shellfish. The average concentration of Cd in shellfish was 0,45 ± 0,05 ppm, higher than the permissible concentration and the concentration of these metals in dry season were higher than rainy season.

  11. Analisa Teknis dan Ekonomis Penggunaan ICCP (Impressed Current Cathodic Protection Dibandingkan dengan Sacrificial Anode dalam Proses Pencegahan Korosi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afif Wiludin

    2013-03-01

    Full Text Available Perlindungan badan kapal  terhadap korosi dengan  menggunakan  metode perlindungan katodik pada prinsipnya adalah sel elektrokimia untuk mengendalikan korosi dengan mengkonsentrasikan reaksi oksigen pada sel galvanik dan menekan korosi pada katoda dalam sel yang sama. Pada proteksi katodik, logam yang akan dilindungi dijadikan katoda dan reaksi oksidasi terjadi di anoda. Ada dua macam cathodic protection yaitu Sacrificial Anode Cathodic Protection (SACP dan Impressed Current Cathodic Protection (ICCP. Dilakukan penelitian tentang analisa teknis dan ekonomis penggunaan ICCP dibandingkan dengan SACP dalam proses pencegahan korosi, kedua sistem dibandingkan dalam jangka 20 tahun, dari segi teknis dengan menggunakan perbandingan perhitungan sesuai standar DnV, yang dibandingkan dari tahap design, tahap instalasi, dan maintenance, dari segi ekonomis perbandingan dibedakan dari tahap pengadaan komponen-komponen sistem, tahap instalasi, dan tahap maintenance. Data perbandingan diperoleh dengan perhitungan sesuai standar, study literature, diskusi dan interview. Hasil perhitungan perbandingan yang diperkirakan selama 20 tahun, dari segi teknis kedua sistem memenuhi standar yang berdasar pada sistem perhitungan standar DnV B-401, sedangkan dari segi ekonomis, biaya untuk sistem ICCP sebesar Rp. 205.405.000,00 dan sistem SACP sebesar Rp. 562.590.000,00, sehingga lebih ekonomis menggunakan sistem ICCP sebesar Rp 357.185.000, 00 atau 63,49% dari biaya untuk sistem SACP

  12. Kosmologis Tetabuhan dalam Upacara Ngaben

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Cau Arsana

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1 mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2 menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada-nada merupakan manifestasi dari pemujaan kepada ista dewata sebagai cermin konsep keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos. Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1 mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2 menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada-nada merupakan manifestasi dari pemujaan kepada ista dewata sebagai cermin konsep keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos.

  13. KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BATUBARA PERINGKAT RENDAH, CANGKANG SAWIT DAN CAMPURANNYA DALAM FLUIDIZED BED BOILER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahidin Mahidin

    2012-02-01

    Full Text Available Penggunaan biomassa di unit pembangkit tenaga listrik sudah banyak dilaporkan oleh banyak peneliti dan praktisi. Tetapi, data untuk pembakaran cangkang sawit baik sebagai bahan bakar utama maupun pendamping sangat terbatas. Dalam studi ini, karakteristik pembakaran batubara peringkat rendah, cangkang sawit dan campurannya dalam fluidized bed boiler sudah dipelajari. Pada pembakaran batubara/cangkang sawit parameter pembakaran seperti konsentrasi gas, temperatur unggun dan efisiensi pembakaran dikaji terhadap efek udara berlebih (rasio udara/bahan bakar dan ukuran partikel. Dalam pembakaran campuran, parameter-parameter tersebut dikaji terhadap pengaruh udara berlebih dan komposisi bahan bakar. Hasil percobaan menunjukkan bahwa efisiensi pembakaran maksimum untuk pembakaran batubara didapatkan pada udara berlebih tinggi (50% dan ukuran partikel kecil (60+ mesh. Sedikit perbedaan teramati pada temperatur unggun dimana nilai maksimum muncul pada udara berlebih rendah (30% tetapi ukuran partikel sama. Seperti yang diharapkan, fenomena yang sama juga terjadi untuk pembakaran cangkang sawit. Lebih lanjut, pada pembakaran campuran efisiensi pembakaran maksimum juga terjadi pada udara berlebih tinggi (50% dan rasio bahan bakar (% berat 50:50 untuk ukuran partikel 60+ mesh. Sama halnya dengan pembakaran batubara, temperatur unggun maksimum juga terlihat pada udara berlebih 30% dan rasio cangkang/batubara 20:80.

  14. INSTRUMEN DERIVATIF: PENGENALAN DALAM STRATEGI MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisa Linawati Utomo

    2000-01-01

    Full Text Available Recent investment inflows through the capital and money market has begun to stimulate the Indonesian economy. New investment instruments are offered by the capital market for the purpose of accomodating investor's risk dan return preferences. Besides stocks and bonds as the primary securities in the capital market, the Indonesian government also issued long-term bonds as its means to obtain capital funds from investors. Derivative securities, such as options and futures, are contractual agreement between two parties to deliver and purchase some specified amount of financial assets or commodity at a specified date and specified price. Option contracts give its holder the right, not the obligation, to do something; while futures contract obligates the transacting parties to perform or fulfill the contract agreement. This paper discusses definition, terminologies related to derivative, profit profile and the use of derivative instruments in the company's hedging strategy. It is essential to note that companies may use different underlying instruments to hedge, such as commodities, gold, stock index, interest rate, and currency. Abstract in Bahasa Indonesia : Arus investasi yang masuk melalui pasar modal dan pasar uang mulai menggairahkan kondisi ekonomi Indonesia. Instrumen-instrumen investasi baru mulai ditawarkan di pasar modal dengan tujuan mengakomodasikan tingkat pengembalian dan risiko tertentu yang dikehendaki oleh para investor. Selain saham dan obligasi sebagai instrumen utama di pasar modal, pemerintah Indonesia juga menerbitkan obligasi sebagai sarana mendapatkan dana. Sekuritas derivatif, seperti option dan futures, merupakan kontrak perjanjian antara dua pihak untuk menjual atau membeli sejumlah aktiva finansial atau komoditas pada tanggal tertentu di masa datang dengan harga yang telah disepakati saat ini. Option atau kontrak opsi memberikan hak, bukan kewajiban, bagi pemegangnya untuk melakukan sesuatu; sedangkan kontrak futures merupakan kewajiban antara dua pihak yang terikat dalam kontrak untuk memenuhi perjanjian dalam kontrak. Tulisan ini akan membahas definisi, terminologi, profil keuntungan dan penggunaan kedua instrumen derivatif tersebut untuk strategi hedging perusahaan. Adapun untuk sarana hedging dapat digunakan komoditas, logam berharga, indeks saham, tingkat suku bunga, dan kurs nilai tukar. Kata kunci: opsi beli, opsi jual, futures/forwards, lindung nila

  15. STRUCTURAL ASSESSMENT AND RESTORATION OF THE LEADEN MOSQUE IN BERAT, ALBANIA

    OpenAIRE

    YARDIM, Yavuz; MUSTAFARAJ, Enea

    2013-01-01

    The city of Berat, one of the oldest in Albania, is located in central Albania. The earliest traces of settlement date from 2600-1800 BC. Even though there is an abundance of cultural heritage monuments, little effort has been made in maintaining and preserving these structures. Frequent seismic activity, regular natural processes as well as human activity are some of the main causes of deterioration of those monuments. This paper aims to introduce a case study in structural assessment based ...

  16. Serological survey of Crimean-Congo hemorrhagic fever virus in cattle in Berat and Kolonje, Albania

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ARTA LUGAJ

    2014-06-01

    Full Text Available Crimean–Congo hemorrhagic fever (CCHF is a tick-borne disease caused by the arbovirus Crimean–Congo hemorrhagic fever virus(CCHFV, which is a member of the Nairovirusgenus (family Bunyaviridae. The disease now occurs sporadically throughout much of Africa, Asia, andEurope and results in an approximately 30% fatality rate. Numerous genera of ixodid ticks serve both as vector and reservoir for CCHFV; however, ticks in the genus Hyalommaare particularlyimportant to the ecology of this virus.The aim of this study was to examine the distribution of CCHFV among the cattle in Berat and Kolonje regions in Albania. The data taken in this study indicates for the presence of CCHFV Crimean-Congo hemorrhagic fever virus in these countries. The serum samples were conserved in -20°C and tested with immunological methods using indirect ELISA assay in Friedrich-Loeffler Institute (FLI, Greifswald Germany. Through this technique it was possible to identified IgG antibodies in infected serum samples. From these results in Berat-Terpanwe had an indication about the presence of IgG antibodies in 2 blood samples. 3 serum samples were equivocal and 45 serum samples were negative from the total of 50 serum samples in cattle. While in Kolonje-Erseke the results show the presence of IgG antibodies in 4 blood samples from 54 seum samples in cattle. Respectively the prevalence in these 2 countries in Albania is 4.4% and 8%. These results can clearly proved the presence of CCHFV in livestock in Albania.

  17. PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oviliani Yuliana

    2000-01-01

    Full Text Available The uses of internet in business are for information exchange, product catalog, promotion media, electronic mail, bulletin boards, electronic questioner, and mailing list. Internet can also be used for dialog, discussion, and consultation with customer online, therefore consumer can be proactively and interactively involved in designing, developing, marketing, and selling products. There are 2 methods for marketing products via internet, which are push and pull marketing. The advantages of internet in business strategy are global and interactive communication, information supply; consumer based service; increased cooperation; possibility to open new marketplace, product or services; and integrated the activity on-line. There are 2 applications in electronic commerce, which are business-to-business and business-to-consumer commerce. Electronic commerce payment transaction is arranged by Electronic Funds Transfer system, whereas the data security is governed by Secure Socket Layer, which then be developed to Secure Electronic Transaction. Abstract in Bahasa Indonesia : Internet dalam bisnis digunakan untuk pertukaran informasi, katalog produk, media promosi, surat elektronik, bulletin boards, kuesioner elektronik, dan mailing list. Internet juga bisa digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan konsultasi dengan konsumen secara on-line, sehingga konsumen dapat dilibatkan secara proaktif dan interaktif dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk. Pemasaran lewat internet ada 2 metode, yaitu push dan pull marketing. Keunggulan strategi bisnis yang dapat diperoleh dari internet adalah komunikasi global dan interaktif; menyediakan informasi dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan konsumen; meningkatkan kerja sama; memungkinkan untuk membuka pasar, produk, atau pelayanan baru; serta mengintegrasikan aktivitas secara on-line. Aplikasi Electronic Commerce ada 2, yaitu: Business-to-Consumer dan Business-to-Business Commerce. Pembayaran transaksi electronic commerce diatur dalam Sistem Electronic Funds Transfer, sedangkan keamanan datanya diatur oleh Secure Socket Layer yang dikembangkan menjadi Secure Electronic Transaction. Kata kunci: internet, electronic commerce, business

  18. KONSTRUKSI BUDAYA DALAM IKLAN: ANALISIS SEMIOTIK TERHADAP KONSTRUKSI BUDAYA DALAM IKLAN "VIVA MANGIR BEAUTY LOTION"

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rajiyem

    2004-06-01

    Full Text Available Sebuah iklan tidak hanya menyampaikan pesan penjualan. Iklan penuh dengan bahasa simbolik, baik pada aspek verbal maupun visualnya. Pendekatan semiotik dapat digunakan untuk menelaah lebih dalam makna di balik kata-kata dan gambar. Konstruksi budaya dalam iklan "Viva Mangir Beauty Lotion" makin mempertegas subordinat perempuan dalam budaya patriarki. Konstruksi kecantikan tubuh perempuan adalah yang memiliki kulit halus, lembut, segar, dan bercahaya. Citra yang ditampilkan memperkuat bahwa perempuan Jawa harus bisa macak, di samping masak dan manak.

  19. Set Bersifat-Q Dalam Ruang Topologi

    OpenAIRE

    Abu Osman bin Md Tap

    1993-01-01

    Kertas ini mengkaji sifat-Q yang merupakan kekalisan tukar tertib pengoperasi tutupan dan pedalaman dalam ruang topologi. Sifat-Q dikekalkan di bawah pengoperasi peluaran, homeomorfisa dan hasil darab.

  20. PENDEKATAN MOLEKULER DALAM METODA KONTRASEPSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasanuddin Hasanuddin

    2012-12-01

    Full Text Available Pada dasarnya metoda kontrasepsi bertujuan untuk mencegah kehamilan. Kehamilan dapat dicegah antara lain dengan menghambat proses fertilisasi. Selama fertilisasi berlangsung terjadi serangkaian proses yang dimulai dari pengikatan (binding antara sperma dan sel telur, reaksi akrosom sampai dengan penyatuan (fusion antara sperma dan sel telur. Ada sejumlah melekul yang terdapat pada permukaan sperma dan sel telur yang diketahui terlibat selama proses pengikatan, reaksi akrosom dan penyatuan antara sperma dan sel telur. Makalah ini akan membahas secara singkat mengenai molekul permukaan garnet (sperma dan sel telur yang terlibat selama fertilisasi sehingga tampak jelas molekul mana yang perlu dihambat interaksinya agar fertilisasi tidak dapat berlangsung. Pendekatan molekuler dalam metoda kontrasepsi diarahkan untuk menghambat interaksi molekul yang terdapat pada permukaan sperma dan sel telur sehingga jika fertilisasi dapat dihambat maka kehamilan pun dapat dicegah.

  1. RISIKO TERJADINYA BERAT BAYI LAHIR RENDAH MENURUT DETERMINAN SOSIAL, EKONOMI DAN DEMOGRAFI DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Setyo Pramono

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR or Low Birth Weight (LBW was one of cases that caused the infant's mortality, and stiff be a health's problem in many countries. It been connected with the period of gestation and maternal's health, and other factors. This study learned about the risks of infant low level's weight determined by social, economic, and demography's factors. Methods: This study analysis used the Indonesia Riskesdas (basic health research data on 2007. 10 variables that has been viewed were: domicile's region, infant's sex, maternal age, maternal occupation, maternal smoking status, health cares accesability, economic's status, parity, and antenatal cares (ANC. Results: The result showed that infant's weight been influenced by infant's sex, parity and ANC. BBLR has been risked on female baby, and on mother who didn't do the ANC. Female baby had 1.3 times risk on BBLR than male baby (OR= 1.346. 95% Cl 1.081-1.677. The baby whose mother didn't do ANC had 2.2 times risk on BBLR than did ANC (OR= 2.179, 95% Cl1.403-3.386. Meanwhile BBLR not related with economic's status.Key words: Riskesdas, LBW, social economic, demography

  2. Penggunaan Fungsi Spline Sebagai Satu Kaedah Pendekatan Dalam Geodesi

    OpenAIRE

    Abd. Majid bin A. Kadir

    1985-01-01

    Latar belakang ringkas fungsi Spline kubik dijelaskan dan disusuli dengan beberapa penggunaannya dalam bidang geodesi. Antaranya, penggunaan fungsi Spline kubik dalam interpolasi, penyelesaian formula kamilan geodetik dan prediksi graviti diberikan.

  3. Penggunaan Fungsi Spline Sebagai Satu Kaedah Pendekatan Dalam Geodesi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abd. Majid bin A. Kadir

    1985-06-01

    Full Text Available Latar belakang ringkas fungsi Spline kubik dijelaskan dan disusuli dengan beberapa penggunaannya dalam bidang geodesi. Antaranya, penggunaan fungsi Spline kubik dalam interpolasi, penyelesaian formula kamilan geodetik dan prediksi graviti diberikan.

  4. Penentuan Bilangan Sambungan Dalam Mesin Hiperkubus Menerusi Persamaan Beza

    OpenAIRE

    Baharom Sanugi

    1993-01-01

    Persamaan beza telah banyak digunakan dalam memodelkan masalah diskret. Kertas ini mengemukakan suatu penggunaan masalah beza bagi menentukan bilangan sambungan dalam satu mesin hiperkubus. Beberapa maklumat mengenai sambungan hiperkubus dan terminologi yang berkaitan dihurai sebelum persamaan beza yang berkaitan diterbitkan. Penyelesaian yang diperolehi sah untuk sebarang bilangan pemproses dalam hiperkubus yang ditentukan.

  5. MELINDUNGI KEANEKARAGAMAN HAYATI DALAM KERANGKA PROTOKOL NAGOYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mrs. Yulia

    2014-03-01

    Full Text Available The Nagoya Protocol is instrumental in the implementation of access and benefit sharing (ABS in countries with biodiversity. There are however, weaknesses in the implementation of ABS, this includes the wide geographical spread of biodiversity and the difficulty in determining the benefitting owner of a certain area. Indonesia as a country blessed with biodiversity, has ratified the Nagoya Protocol through Act No. 11 of 2013, prepared amendment draft for the Patent Act and has further  prepared Draft Act on Genetic Resources. In the implementation of the Nagoya Protocal and ABS, Indonesia could refer to India’s experience in applying ABS and adapt such to accord itself with the Indonesian people’s background. Protokol Nagoya menjadi sarana dalam pelaksanaan access and benefit sharing (ABS bagi negara-negara penyedia keanekaragaman hayati. Di dalam penerapan ABS terdapat kelemahan-kelemahan seperti tersebarnya keanekaragaman hayati dalam geografis yang luas dan sukarnya menentukan pemilik sebagai penerima keuntungan. Indonesia sebagai negara mega keanekaragaman hayati, telahmeratifikasi Protokol Nagoya melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2013, menyiapkan drafamandemen Undang-Undang Paten dan menyiapkan Rancangan Undang-Undang Sumber Daya Genetik. Dalam penerapan Protokol Nagoya dan ABS tersebut, Indonesia dapat mengacu dari pengalamanIndia dalam menerapkan ABS dengan menyesuaikan dengan latar belakang masyarakat Indonesia.

  6. FUNGSI PENGAWASAN DALAM PENYELENGGARAAN MANAJEMEN KORPORASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sentot Harman Glendoh

    2000-01-01

    Full Text Available The transition from the 20th to the 21st century in Indonesia has been accompanied by great upheavals in the economic and political sectors as reform efforts to bring about a clean, legitimate democracy which is free from corruption, collusion and nepotism have taken place. These efforts have taken place in order to create a just and prosperous society based on Pancasila and the 1945 Basic Laws. In the areas of both business management and public administration, the function of control and oversight, (first introduced by Fayol and Taylor and developed by other researchers, is used to deal with mistakes, errors, discrepancies, leakages, and cheating so that the operation of activities achieves the objective in accordance with the original planning. Corruption, collusion, and nepotism is everywhere in Indonesia, in fact, to the point that Indonesia has the distinction being one of the countries with the highest level of corruption. Beginning with this condition, the writer has taken the topic of "The Role of Control and Oversight in Corporate Management" to give attention to this issue and seek an answer to the question of how to handle these functions in a corporation. Abstract in Bahasa Indonesia : Pergantian abad XX ke abad XXI di Indonesia ditandai peristiwa-peristiwa besar dalam bidang ekonomi yang semakin terpuruk dan peristiwa-peristiwa besar di bidang politik dalam rangka reformasi sebagai upaya mewujudkan cita-cita pemerintahan menjadi bersih, berwibawa, demokratis bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN dalam rangka mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Dalam manajemen, baik manajemen bisnis maupun manajemen publik sejak awal diperkenalkan oleh dua tokoh manajemen terkenal yaitu Fayol dan Taylor yang kemudian disusul ilmuwan lain bahwa fungsi pengawasan diharapkan mampu mengatasi adanya kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, kebocoran, cacat, kecurangan dan sebagainya sehingga pelaksanaan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan. Korupsi, kolusi, dan mepotisme telah merajalela di Indonesia, bahkan pernah diinformasikan bahwa Indonesia berstatus penyandang gelar sebagai negara yang tingkat korupsinya tinggi. Berangkat dari kondisi ini, penulis mengangkat judul "Fungsi Pengawasan dalam Penyelenggaraan Manajemen Korporasi" sebagai kepedulian dalam memecahkan masalah dan mencari jawaban atas pertanyaan bagaimana cara melaksanakan fungsi dalam suatu korporasi. Kata kunci: fungsi pengawasan, manajemen korporasi.

  7. PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGELOLAAN KOPERASIAGRIBISNIS BERORIENTASI BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gema Wibawa Mukti

    2014-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah memberikan pemahaman kepada stakeholder koperasi agribisnis mengenai pentingnya penerapan kewirausahaan dalam manajemen dan pengembangan usaha koperasi. Lokasi Penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Koperasi Mitra Tani Parahyangan. Analisis yang digunakan adalah kualitatif, untuk mengetahui gambaran detail dan mendalam tentang penerapan kewirausahaan dalam koperasi Mitra Tani Parahyangan.Jiwa Kewirausahaan menjadi suatu hal yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis pertanian (Agribisnis, Sifat dan watak seorang agripreneurship adalah memiliki kemauan keras, berani mengambil risiko, jeli dalam melihat peluang usaha yang memiliki prospek yang cerah, senantiasa memperkuat jaringan usaha, memiliki semangat untuk selalu meningkatkan kualitas produk bagi kepuasan konsumen, memiliki cara pandang positif terhadap suatu keadaan dan memiliki sifat kepemimpinan.Koperasi Mitra Tani Parahyangan memiliki Unit Usaha Otonom Hortikultura, Tanaman Pangan, Simpan Pinjam dan Sarana Produksi. Dalam aspek pelayanannya, koperasi Mitra Tani Parahyangan memberikan pelayanan dalam hal on farm, penyediaan sarana produksi (hulu, Pasca panen dan pemasaran (hilir dan juga penunjang. ABSTRACT The purpose of the study was to provide insight to stakeholders about the application of cooperative-preneurship in the cooperative management. Research location determined purposively. This study was conducted using a qualitative approach with a case study techniques, to find out the details and in-depth overview of the application of entrepreneurship within the cooperative Mitra Tani Parahyangan .Entrepreneurship becomes a thing to be possessed by agricultural business , The nature and character of a agripreneurship is risk-taking , keen in seeing a business opportunity that has a promising future , constantly strengthen business networks , have a passion for always improve product quality for customer satisfaction , have a positive outlook on the situation and has leadership qualities.Mitra Tani Parahyangan have Horticulture Business Unit, Plant Food , Savings, Loans and means of production . In the services aspect , Mitra Tani Parahyangan providing service in terms of on-farm , providing the means of production ( upstream , Post- harvest and marketing ( downstream and also supporting .

  8. Ketuhanan dan manusia dalam pembentukan peradaban manusia menurut perspektif islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadilah bt. Zaini

    2004-06-01

    Full Text Available Hubungan antara Tuhan dengan manusia dan hubungan antara manusia dengan manusia amat penting dalam kehidupan setiap hamba Allah s.w.t. Allah telah menetapkan takdir ke atas semua hamba-hamba-Nya dan takdir yang ditetapkan ini tidak boleh diubah-ubah. Takdir pula mempunyai pendirian yang tersendiri dalam menilai dan mengatur kehidupan harian. Konsep-konsep ini bertepatan dengan syariah dan ada pula yang bertentangan dengan hukum. Oleh itu, historiografi Islam memainkan peranan penting dalam membantu manusia memahami konsep takdir untuk menentukan bentuk kehidupan manusia dan turut memahami peranan manusia juga dalam bentuk kehidupannya sendiri. Jesteru, perkaitan hubungan antara manusia dan Allah s.w.t itu amat jelas dalam menentukan halatuju kehidupan yang harmoni yang sentiasa berlandaskan Al-Quran dan Al-Sunnah agar konsep usaha, doa dan tawakal sentiasa menjadi landasan dalam mengatur kehidupan seseorang insan yang bergelar mukmin.

  9. Satu Teknik Baru Dalam Pengendalian Kekangan-kekangan Mudah

    OpenAIRE

    Rio Hirowati Shariffudin

    1991-01-01

    Kewujudan kekangan dalam masalah pengoptimuman tidak linear menjadi masalah pengoptimuman lebih rumit lagi. Di antara bentuk-bentuk kekangan ialah pembatasan di atas dan di bawah bagi sesuatu pembolehubah itu. Dalam kertas kerja ini, satu teknik baru bagi pengendalian kekangan-kekangan mudah diberi, iaitu satu cara baru diperkatakan bagi menentukan kekangan-kekangan mudah mana yang aktif dan yang mana pasif. Satu masalah contoh disertakan untuk menunjukkan prestasi teknik ini dalam menentukan...

  10. Peran Kemokin dalam Patogenesis Rinitis Alergi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Effy Huriyati

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Rinitis alergi merupakan penyakit dengan insiden yang cukup tinggi diseluruh dunia dengan prevalensi yang semakin meningkat setiap tahun. Patogenesis rinitis alergi melibatkan reaksi imun yang cukup komplek. Tujuan: Mengetahui peranan kemotaktik sitokin (Kemokin dalam patogenesis rinitis alergi. Tinjauan pustaka: Kemokin sebagai kemotaktik sitokin berperan dalam semua tahap reaksi alergi. CC kemokin merupakan subfamili kemokin yang berperan dalam reaksi alergi. Kemokin bekerja pada permukaan sel-sel inflamasi berikatan dengan reseptor. CCR3 merupakan reseptor dengan kadar tertinggi yang ditemukan pada permukaan eosinofil dan eotaxin sebagai ligand yang spesifik bagi CCR3. Kesimpulan: Eotaxin dan reseptor CCR3 adalah faktor yang paling menonjol dalam patogenesis rinitis alergi yang melibatkan eosinophilKata kunci: Reaksi alergi, Th2, CC Kemokin, eosinofil, CCR3 AbstractBackground: Allergic rhinitis such a disease with high incidence among the world and its prevalence appears to be increasing every year. The pathogenesis of allergic rhinitis commit complex imunological reaction. Purpose: To know the role of chemotactic cytokine (chemokine in pathogenesis of allergic rhinitis. Literature review: Chemokine as a chemotactics cytokine participate to all allergic reaction stage. CC chemokines were subfamilial chemokines which have role in allergic reaction. They working by binding with receptor on the surface of inflamatory cells. CCR3 is the receptor with the highes level could be found on eosinophil cell membran and eotaxin was the spesific ligand to itt. Conclusion: Eotaxin and CCR3 are the major factor in pathogenesis of allergic rhinitis which is involve eosinophil.Keywords: Allergic reaction, Th2, CC Chemokines, eosinophil, CCR3

  11. Hibriditas Musik Dangdut dalam Masyarakat Urban

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michael H.B. Raditya

    2014-11-01

    Full Text Available Dangdut, merupakan jenis musik yang mengalami dan menemani perubahanyang terjadi di Indonesia. Eksistensinya menandakan dangdut merupakan jenismusik yang paling bertahan selama beberapa dekade. Konsistensinya yang tidakkunjung memudar memutuskan bahwa dangdut merupakan jenis musik yangdapat mewakili rakyat Indonesia. Eksistensi dan konsistensi dangdut diwujudkandengan adanya proses hibriditas yang dilakukan. Dangdut tidak semata-matabersikeras menjunjung nilai keaslian dangdut, tetapi dangdut selalu mengikutike mana arah perkembangan zaman. Hibriditas menjadi kekuataan dangdut,dan membedakan jenis musik ini dengan yang lain. Dangdut menerima segalaperbedaan, bahkan dangdut memadupadankan seluruh elemen yang ada. Dalammelihat proses hibriditas yang terjadi, habitus musikal menjadi poin terpentingdalam keberadaannya. Habitus yang ada membentuk hibriditas dalam arena-arenayang ada. Memadupadankan konsep habitus dan hibriditas merupakan mediasidalam memecahkan proses eksistensi dangdut. Etnografi, metode penelitian senidan pembacaan sejarah menjadi metode yang digunakan dalam menafsirkanfenomena yang ada. Hasil yang didapat dalam penelitian ini, bahwasanya dangdutsebagai musik hibrid tidak dapat mengacu pada satu gaya saja. Habitus menjadipoin terpenting, terlebih bila halnya terjadi di urban area. Habitus dalam arenaarenatertentu berbaur dan membentuk habitus baru, dan seterusnya. Habitussebagai unsur dalam hibriditasi itu tidak mengarah pada keglobalan semata, tetapijuga kelokalan yang ada. The Hybridity of Dangdut Music in Urban Society. Dangdut is a type of music thatendures and witnesses the transformation which has existed in Indonesia. Its existenceindicates that dangdut is the most durable type of music that has been sustained for somedecades. The consistency of dangdut which is not faded over time, has made dangdutto be a type of music that is able to represent Indonesian people. The existence andconsistency of dangdut can be realized by the hybridity process. Dangdut has adjustedits nature to the respective era instead of maintaining its original nature. The hybridityis the strength of dangdut that is able to differentiate dangdut with other types of music.Dangdut embraces all differences and is even able to matchmake with all other existingelements. In looking at how the hybridity process exists, the musical habitus has beenthe most important element. The habitus has shaped the hybridity in the existing arena.Matchmaking the concept of habitus and the hybridity is the mediation in solving theexistence process of dangdut. The ethnography is the method of art research and historythat have been employed in interpreting the existing phenomena. The finding of thisstudy contends dangdut, as the hybrid music, that cannot refer to only one style. The habitus plays as the most important point, in particular in the urban area. In certain arenas, thehabitus mingles and forms the new habitus and etc. The habitus as an element in the hybridity doesnot only merely aim at the globalization, but also at the localization.

  12. Matematik Di Dalam Industri: Perancangan Dan Rekabentuk Sistem-sistem Telekomunikasi

    OpenAIRE

    M. Naim Yunus

    1992-01-01

    Sebarang perancangan dan rekabentuk sistem-sistem telekomunikasi biasanya melibatkan isu-isu mengenai penggunaan secara optimum sumber-sumber yang terhad. Di dalam kertas ini saya cuba untuk menghuraikan di dalam bahasa yang mudah difahami oleh semua orang, beberapa sumbangan penting matematik di dalam telekomunikasi. Masa depan matematik di dalam telekomunikasi juga disentuh secara ringkas.

  13. Pengaruh Islam dalam Kesenian Setrek di Magelang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Langen Bronto Sutrisno

    2013-11-01

    Full Text Available Setrek adalah jenis kesenian tradisional terbangan atau slawatan yang berfungsi sebagai media dakwah agamaIslam. Sebagai jenis kesenian tradisional slawatan, perpaduan unsur-unsur estetis seni yang bernafaskan Islamdengan unsur-unsur estetis kesenian rakyat tradisional merupakan akulturasi budaya yang mencerminkan bentukkreativitas lokal. Pengaruh seni Islam tidak dimaksudkan untuk merubah wujud keseluruhan koreografi nya, tetapilebih merupakan formalitas nilai Islam dalam wajah kesenian tradisional untuk tujuan dakwah. Oleh karena itubentuk penyajiannya tetap dalam format tradisi dengan sedikit sentuhan nafas Islam. Misalnya penyajian gerak tarihampir tidak dijumpai nafas Islam kecuali gerak takbiratul ihram Allohu Akbar, tokoh Kyai Ba’in yang merupakanrefresentasi seorang ulama dengan tata busana khas Islam, iringan diberi nafas Islam dengan syair-syair kitab AlBarjanzi dilengkapi instrumen terbang dan jidor mewakili musik Islam. Nafas Islam sebenarnya lebih merupakanlegalitas spirit Islam dalam kesenian setrek dengan harapan semua pemain dan penonton dapat mengamalkan agamaIslam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu media dakwah dapat dilihat dalam setiap ungkapan nilainilaiajaran Islam berkait dengan Tuhan Allah SWT dan Rosul-Nya Nabi Muhammad SAW. Dengan demikiansetiap gerak dan musik iringan atau syair dalam kesenian setrek harus dijiwai nilai-nilai ajaran Islam. Ikon-ikondemikian penting untuk dipahami agar mereka dapat selamat hidup di dunia dan di akhirat. Kehadiran agama Islamdalam nafas perkembangan kesenian setrek tampak memperkaya penampilannya, sehingga kehadiran kesenian inidalam kehidupan masyarakat semakin menumbuhkan kualitas dalam beragama Islam, meskipun disadari sisa-sisakepercayaan kuno masih mewarnai kesenian setrek, seperti atraksi ndas-ndasan yang berupa atraksi mengimitasibinatang. Variasi atraksi arak-arakan ndas-ndasan dengan mengelilingi dusun bertujuan untuk mengusir pengaruhroh-roh jahat.Keywords: setrek, kesenian Islam, slawatan.ABSTRACTIslam infl uence on Setrek art in Magelang. Setrek is a type of traditional terbangan art or slawatan (Islamicsong that serves as a medium for preaching Islam. As a kind of traditional slawatan art, it seems to blend Islamic aestheticelements with aesthetic traditional elements which become a form of cultural acculturation refl ecting the local creativity.The infl uence of Islamic art is not intended to change the overall form of the choreography, but the Islamic elements aremore of Islamic value formality in the form of traditional arts for the purpose of preaching Islam religion. Therefore, theform of presentation remains in the format of Islamic tradition. For example, the presentation of dance movement hardlyfi nds Islam infl uence except takbiratul ihram Allohu Akbar, KyaiBa’in as the representation of Islam priest wearing typicalIslamic outfi t; the music is also Islamic with given poems from Al Barjanzi’s book equipped with terbang and jidor. Islaminfl uence is actually more of a Islamic spirit legacy in setrek art with the hope that all the players and audience can practiceIslam in their daily lives. Therefore, the preaching media of Islam can be seen in any expression of Islamic values in relationto Allah SWT and His diciplesNabi Muhammad SAW. Thus every movement and musical accompaniment or poem insetrek art should be imbued the values of Islam. Icons, thus, are important to understand so that the people can live safelyin this world and in the hereafter. The presence of Islam in the breath of the setrek artistic development looks enriching itsperformance, so the presence of this art among the people living in Kedungan III improves the quality of embracing Islam,although there are the remnants of ancient beliefs which still characterize setrek art, such as ndas-ndasan attraction in theform of imitating animal . Variations in ndas-ndasan attraction parade around the village aims to expel the infl uence ofevil spirits.Keywords: setrek, Islam music, slawatan.

  14. PENURUNAN KADAR MANGAN (Mn) DALAM AIR SUMUR DENGAN METODE AERASI DAN PENYARINGAN

    OpenAIRE

    Ruslan, SKM

    2005-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Mangan (Mn) dalam air sumur pompa tangan sebalum perlakuan, mengetahui kadar Mangan dalam air sumur pompa tangan setelah aerasi dan pengedapan, dan mengetahui efektifitas metode aerasi, pengendapan dan penyaringan dalam menurunkan kadar Mangan (Mn) dalam air sumur. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan pre ??? post tes desain. Sample penelitian diambil dengan system grap sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh dari d...

  15. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2013-01-01

    Full Text Available Belakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan. Lately, the divorce rates both nationally and regionally East Java continues to increase. Similarly, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aimed to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in the year 2012. Analysis and interpretation of data referring to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings showed that most of the research informants do not understand the meaning and purpose of marriage. Various things are presented as the cause of the divorce, such as economic, domestic violence (KDRT, infidelity, and so on, but the most fundamental cause of divorce is the lack of a commitment between each partner in achieving the goal of marriage.

  16. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakBelakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan.AbstractLately, the divorce rates both nationally and regionally continues to increase. This is, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aims to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in 2012. Analysis and interpretation of data refers to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings show that most of the research informants do not understand the meaning and purpose of marriage. Various things are presented as the cause of the divorce, such as economic, domestic violence (KDRT, infidelity, and so on, but the most fundamental cause of divorce is the lack of  marital commitment between each partner in achieving the goal of marriage.© 2013 Universitas Negeri Semarang

  17. Keberagamaan Otentik dalam Al-Qur’an

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamim Ilyas

    2015-03-01

    Full Text Available AbstractMulti-dimensional crisis experienced by the muslims are related to their religiosity. To overcome the crisis, they need develop authentic religiosity. This research examines the authentic type of religiosity taught by the Qur’an with the method of tafsir (Qur’anic interpretation. The study found that the religiosity taught by the Qur’an is ethicalreligiosity which manifests in two frameworks: works and capacity. The first framework consists of two works: first, total surrender in God in term of comprehending and submitting to God’s will manifested in His qauliyya (speech, kauniyya (universe, and tarikhiyya (history verses. Second, following the milla (religion of Abraham. The secondframework consists of five capacities: muhsin (social capacity, hanif (moral capacity,muslim (intelectual capacity, qanit (spiritual capacity, and syakir (personal capacity.Keywords: Authentic religiosity, Islam, the Qur’anAbstrakKrisis multi dimensi yang dialami umat Islam berhubungan dengan keberagamaan mereka. Untuk mengatasinya mereka harus mengembangkan keberagamaan otentik. Penelitian ini mengkaji tipe keberagamaan otentik yang diajarkan al-Qur’an denganmetode tafsir. Ditemukan bahwa tipe keberagamaan yang diajarkan al-Qur’an adalah keberagamaan etis yang terwujud dalam dua kerangka: amal dan kapasitas. Kerangka pertama terdiri atas dua amal. Pertama, berserah diri kepada Allah dalam pengertianmemahami dan tunduk kepada kehendak-Nya yang diungkapkan dalam ayat-ayat qauliyah, kauniyah dan tarikhiyah. Kedua, mengikuti Millah Ibrahim. Kemudian kerangka kedua terdiri atas lima kapasitas: muhsin (kapasitas sosial, hanif (kapasitas moral, muslim (kapasitas kecendekiaan, qanit (kapasitas spiritual dan syakir (kapasitas personal.Kata kunci: Keberagamaan otentik, Islam, al-Qur’an

  18. KARAKTER ATRAKTIF DALAM PERANCANGAN TAMAN PETUALANGAN ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renata Heryawati Hess

    2007-01-01

    Full Text Available Learning by adventural games has strongly built in self confidence, emotion defensibility, teamwork, creativity and fast in making decision, leadership, are the effective education system if started as soon as possible. That is in child growing period. The challenge and pleasant caracters, these games need the attractive and dynamic performance buildings. By research and design cooperation between supervisor and the final studio student by the title " Psychological Approach in Building Design: Adventure Park for Kids Case Study", funded by the PHK A-3 Dikti, the performance criteria have been found for design reference. The research has used deductive-inductive method by phenomenology approach to the number of the relevant case studies. By inductive analysis method have found the architectural performance criteria of attractive, safety and dynamic building both cognitive, affective, and psychomotoric consideration. The organic and variative elevation of room and building form, kid's scale and room dimension, warm polychromatic colour compotition, maximalize vegetation and water for landscape, rough texture and circle circulation pattern, strong construction, are the findings for accommodating safety, pleasant, imajinative, and natural building image. Abstract in Bahasa Indonesia : Pembelajaran melalui permainan yang mengandung tantangan dan petualangan membangun karakter kuat dalam hal percaya diri, ketahanan emosi, kerjasama, kecermatan, kecepatan dan kreativitas dalam mengambil keputusan, kepemimpinan, serta sejumlah motivasi lain yang secara prinsip bersifat psikologis. Pendidikan ini bersifat efektif apabila dimulai sedini mungkin, yaitu dari masa anak. Karakternya yang menantang dan menyenangkan, permainan ini menuntut wadah, bangunan, yang dinamis dan atraktif. Bagaimana tolok ukur ungkapan bangunan yang atraktif dan dinamis merupakan arah yang dituju tulisan ini. Melalui penelitian terpadu antara dosen pembimbing dan mahasiswa peserta tugas akhir dengan judul "Pendekatan Psikologis dalam Perancangan Bangunan dengan Studi Kasus Taman Petualangan Anak" atas biaya PHK A-3 Dikti, tolok ukur dapat diperoleh sebagai panduan rancangan. Penelitian ini menggunakan metode deduktif-induktif melalui pendekatan fenomenologis terhadap sejumlah kasus bangunan sejenis. Melalui analisis indukrif telah ditemukan tolok ukur tuntutan arsitektural bangunan yang menjawab atraktivitas dan kedinamisan, serta keamanan pengguna, baik secara kognitf, afektif, maupun psikomotorik. Bentuk masa dan ruang yang organis dengan ketinggian bervariasi, dimensi bangunan berskala anak, komposisi warna polichromatic yang hangat, memaksimalkan komponen landscape dengan vegetasi, air, pola pergerakan yang melingkar, konstruksi yang kokoh, dan tekstur pergerakan yang kasar, merupakan temuan tolok ukur yang dimaksud demi mengakomodasi rasa aman, menyenangkan, mampu membangun imajinasi anak dalam suasana alami. Kata kunci: anak, bermain, atraktif, alami, imajinatif, aman, menyenangkan.

  19. FAKTOR DETERMINAN NASABAH DALAM PEMILIHAN BANK SYARIAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Mursid

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki beberapa faktor yang berpengaruh terhadap nasabah dalam memilih bank syariah yaitu teknologi, motif religius, dan kualitas layanan.Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrument untuk mengumpulkan data.Kuesioner dibagikan kepada nasabah aktif bank syariah di Kota Semarang yang terdiri dari 100 responden.Data dianalisa menggunakan validitas dan reliabilitas untuk mengevaluasi kuesioner dan menggunakan regresi linier untuk mengevaluasi faktor-faktor yang berpengaruh dari variabel tersebut.Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi, motif religius, dan kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap nasabah dalam memilih bank syariah. The objective of the study was to investigate several factorswhich influenced the customersto select sharia/ Islamic bank, they weretechnology, religious motivation, and service quality. The data were collected by questionare as the instrument.The questionnaires were distributed to 100 respondents as the active customers of sharia bank in Semarang. The data were analysed by validity and reliability test to evaluate the questionare and by linier regretion to evaluate the influential factors of those variables. The result showedthat technology, religious motivation, and service quality significantly influencedthe customers

  20. Keunggulan Model i Dalam Analisis Data DNA FCM

    OpenAIRE

    Mohd Kidin Shahran

    1993-01-01

    Dalam kertas ini model i yang telah dibina oleh Mohd. Kidin [3,4] dibandingkan dengan model seragam, dan model negatif eksponen. Perbandinagn dilakukan melalui penganggaran silang data simulasi sebelum dilakukan ke atas data sebenar.

  1. KONSEP HARGA POKOK PRODUKSI BERBASIS NILAI KEADILAN DALAM ISLAM

    OpenAIRE

    ALIMUDDIN; Kusumawati, Andi; ASHARI, MUHAMMAD; Irdam Ferdiansah, Muhammad

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai keadilan dalam Islam untuk merumuskan konsep harga pokok produksi. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode bayani, burhani, dan irfani. Penelitian ini dilakukan dengan menggali Al-Quran dan As-Sunnah dan aplikasinya pada beberapa perusahaan di beberapa kabupaten dan kota yang di Sulawesi Selatan yang dikelola secara Islami. Dari hasil penelitian diperoleh makna nilai keadilan dalam Islam untuk merumuskan konsep harga pokok produksi, yaitu ...

  2. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Masyarakat Multietnik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Serli Mauru

    2015-02-01

    Full Text Available Abstract: This study aims to describe: (1 Variety Indonesian and determinants, and (2 Symptoms language code appears and the determining factor in the multi-ethnic community residential complexes interactions BTN North Palu. This research approach is qualitative approach. Data in the form of verbal data with observation instruments and interview guides. The results of this study: (1 Variety Indonesian used in residential complex interactions multiethnic society Palu BTN North consists of the official variety, variety of business, casual variety, and variety of the familiar, and the determinants of the use of Indonesian diversity in housing complex interactions multiethnic society BTN Northern Palu consists of background factors said event, said participants, said destination, said series/ topic, said the tone, norms said, the type of speech; (2 symptoms consist of code switching language and mixed code, and a code over the determinants of changes in said situation, the presence of a third person, switching the subject, and the speaker wants emphasis, and the deciding factor is the limited use of mixed code and the code use the term more popular.Key Words: language, interaction, communities, multiethnicAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1 Ragam bahasa Indonesia dan faktor  penentunya, dan (2 Gejala kode bahasa yang muncul dan faktor penentunya dalam interaksi masyarakat multietnik kompleks perumahan BTN Palu Utara. Pendekatan penelitian ini adalah pende-katan kualitatif. Data berupa data verbal dengan instrumen observasi dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini: (1 Ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam interaksi masyarakat multietnik kompleks perumahan BTN Palu Utara terdiri atas ragam resmi, ragam usaha, ragam santai, dan ragam akrab, dan faktor penentu penggunaan ragam bahasa Indonesia dalam interaksi masyarakat multietnik kompleks perumahan BTN Palu Utara terdiri atas faktor latar peristiwa tutur, peserta tutur, tujuan tutur, rangkaian tutur /topik, nada tutur,  norma tutur, tipe tutur; (2 gejala bahasa terdiri atas alih kode dan campur kode, dan faktor penentu alih kode berupa perubahan situasi tutur, kehadiran orang ketiga, peralihan pokok pembicaraan, dan penekanan keinginan penutur, dan faktor penentu campur kode adalah keterbatasan penggunaan kode dan penggunaan istilah yang lebih populer.Kata kunci: bahasa, interaksi, masyarakat, multietnik

  3. ASPEK-ASPEK BIAYA DALAM JASA INFORMASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Margono

    2000-01-01

    Full Text Available The value of information depends on its content, how to find it, and how to utilize it to support user's activities. It means that the value of information can only be determined until the information has been received. First step for analyzing such cost are to identify and classify them properly. This classification should be based on the total costs of entire service activities such as direct costs, indirect costs, and some instances of additional costs. The important elements for determining costs that are burdened to users are salaries, raw materials or collection costs, and unexpected costs. The strategy for determining cost of information service in library depends on the aim for offering the services, price of service/product, and the fitness between the needs and the information provided as well as the demand for the services being offered. Although the cost and price of information services could be determined by five approaches -(those are optimal pricing, pricing according to value, pricing for full cost recovery, marginal cost pricing, and free distribution of services information- provider must consider the content of information. It means that the calculation of information service cost should be based not only by fixed and variable costs, but also by the information contents and depreciation of each collection. Abstract in Bahasa Indonesia : Nilai informasi sangat tergantung dari isi, cara perolehan, dan manfaatnya bagi pengguna dalam mendukung aktivitas yang sedang dilakukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai informasi baru dapat ditentukan kemudian setelah informasi itu diperoleh. Langkah awal yang harus ditempuh untuk melakukan analisis biaya adalah dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasi biaya yang dimaksud. Klasifikasi lebih didasarkan pada biaya total dari keseluruhan aktivitas jasa, yang terdiri atas biaya langsung, biaya tidak langsung, dan biaya tambahan. Elemen-elemen yang harus diperhatikan oleh pengelola informasi dalam menentukan besarnya biaya informasi yang akan dibebankan kepada pengguna adalah biaya kerja/upah, biaya bahan atau koleksi, dan biaya tak terduga. Strategi penentuan biaya jasa informasi di perpustakaan sangat ditentukan oleh tujuan jasa yang ditawarkan, harga jasa/produk dan kebutuhan informasi yang berhubungan dengan data yang dicari serta tingkat kebutuhan pasar terhadap jasa yang telah dilakukan. Walaupun sebenarnya besarnya biaya dan harga jasa informasi dapat juga ditentukan melalui lima pendekatan utama, yaitu optimal pricing, pricing according to value, pricing for full cost recovery, marginal cost pricing, dan free distribution of services; namun demikian penentuan biaya pengelola jasa informasi, harus diperhitungkan nilai informasi yang terkandung didalamnya. Oleh sebab itu dalam perhitungan biaya jasa informasi, selain besarnya biaya tetap dan tidak tetap, pengelola juga harus mempertimbangkan besarnya biaya jasa dari sudut isi koleksi yang dimiliki dan besarnya nilai penyusutan dari masing-masing koleksi tersebut. Kata kunci: biaya, jasa informasi, nilai informasi.

  4. Musik Internal dan Eksternal dalam Kesenian Randai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rustiyanti

    2015-03-01

    Full Text Available Kehidupan musik pada masyarakat Minangkabau tidak terlepas adanya peranan serta fungsi yang melekat pada kesenian Randai. Melalui pendekatan etnomusikologi, tulisan ini menelaah peranan musik internal dan eksternal dalam kesenian Randai. Kesenian ini menggunakan medium seni ganda atau kolektif karena didukung oleh beberapa cabang seni antara lain tari, musik, teater, sastra, dan rupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik iringan dalam Randai terbagi menjadi dua, yaitu musik internal dan musik eksternal. Musik internal adalah musik atau bunyi-bunyian yang berasal dari anggota tubuh manusia (penari, misalnya tepukan tangan, petik jari, tepuk dada, siulan, hentakan kaki ke tanah dan sebagainya, sedangkan musik eksternal adalah bunyi-bunyian atau suara yang berasal dari alat musik atau instrumen seperti talempong, gandang, saluang, dan rabab. The Role of Internal and External Music in the Arts of Randai. The musical life in Minangkabau society is inseparable from its roles and functions which attach to the arts of Randai. Through the ethnomusicology approach, this paper examines the role of internal and external music in the art of Randai. Considering its sustainability and amendment, the musicality is the identity of Minangkabau society so that the sustainability of the music can be run in accordance with the dynamics of society today. Among the types of arts in Minangkabau, Randai is an art form that uses multiple or collective art medium for it is supported by several branches of the arts, including dance, music, theater arts, literary arts, and fine arts. The results of this study is more focused on the art of music. Musical accompaniment in Randai is divided into two, namely internal and external music. The internal music is the music or the sounds that come from the human body (a dancer, for example, clapping, finger picking, patting the chest, whistling, stomping on the ground, and so on, while the external music is the sounds emanating from the tools of music or instruments, such as talempong, gandang, saluang, and rabab.

  5. PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM LEMBAGA LEGISLATIF DI KABUPATEN KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktaviani Adhi Suciptaningsih

    2013-04-01

    Full Text Available Partisipasi perempuan dalam politik merupakan bentuk emansipasi yang penting bagi perempuan untuk mencapai kesetaraan gender.Dalam penelitian ini, saya mengeksplorasi bagaimana partisipasi perempuan dalam Lembaga Legislatif di Kabupaten Kendal dan bagaimana peran perempuan dalam penentuan kebijakan di Lembaga Legislatif di Kabupaten Kendal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam Lembaga Legislatif di Kabupaten Kendal masih sangat rendah, dari 45 orang anggota dewan legislatif, hanya 4 orang saja yang perempuan. Padahal jumlah penduduk perempuan lebih banyak daripada penduduk laki-laki. Rendahnya partisipasi perempuan ini disebabkan karena banyaknya kendala yang menghambat perempuan untuk maju berpartisipasi dalam lembaga legislatif, diantaranya kendala psikologis, ekonomi, politik, dan sosial budaya. Yang sedikit inipun tidak memiliki kompetensi yang baik untuk memperjuangkan keadilan jender dalam kebijakan. Akibatnya, banyak kebijakan publik yang belum berperspektif gender.Women’s participation in politics is a important emancipation strategy of women in achieving gender equality. In this article, I seek to discuss the participation of women in the parliamentary body in the district of Kendal and women’s role in determining policy in the district. Method used in this research is observation and interview. Research result shows that women’s participation in Kendal is still low; of the 45 legislative council members, only 4 are women, though the population of women outnumbers male population. The low participation of women roots from many barriers, such as psychological, economic, political, social and cultural barriers. This limited number also does not have enough competence  to pass gender equality policies in the parliament. The consequence of low participation of women is the lack of gender perspective in the policy made by the legislative body.

  6. KAJIAN HUKUM PERAN “APOTEKER” DALAM SAINTIFIKASI JAMU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharmiati Suharmiati

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: The Regulation of Minister of Health, Permenkes 003/MENKES/PER/2010 on scientification of herbal medicine also elucidate to regulation on human resources and recording, yet the regulation has not analyzed roles of pharmacists. The study aimed to determine roles of pharmacists associated with the legislation on scientification of herbal medicine. Methods: tt was conducted in 3 (three municipality of Surabaya, Yogyakarta and Denpasar, with respondents among pharmacists especial/y whom practice in community pharmacy Data were col/ected by discussion to have conclusions on argumentation of law then fol/owed by round table discussion with experts in law, professional organization of pharmacist (Ikatan Apoteker lndonesia and The National Commisions of scientification herbal medicine. Results: Results showed that the roles and responsibilities of pharmacists in scientification of herbal medicine compose of process on formulating/supplying simplicia and storage, prescription services including screening prescriptions, medication preparation, compounding, label/ing, packaging of drugs, drug delivery, and drug information, counseling, monitoring drug use, promotion and education, home care as well as recording and reporting. The analysis concluded that it needs special regulation pharmacist roles on scientification of herbal medicine complementary to Permenkes No. 03/2010 to elucidate more detaiIs the roles of pharmacists to the preparation of service-based research in health care facilities (c1inics herbal medicine and scientification of herbal medicine, the synergy to conventional treatment and enhance use of nature medicines as traditional health care. The addition Permenkes needs to include Record Pharmaceutical Formulations (Pharmaceutical Record conducted by a pharmacist on scientification of herbal medicine. Recommendation: tt is recommended that in addition to Permenkes 003/MENKES/PER/2010 it requires complementary Permenkes to regulate pharmacists on scientification of herbal medicine that differs from pharmacists in general, as consist of curriculum related to scientification of herbal medicine in Pharmacy group and stressing the col/aboration between physicians and pharmacists for program activity on scientification of herbal medicine in accordance to the Republic of lndonesia affairs. Key words: roles of pharmacists, scientification of herbal medicine, Permenkes 003/Menkes/2010 ABSTRAK Permenkes No. 03/MENKES/PER/2010 tentang saintifikasi jamu antara lain menjelaskan tentang tujuan pengaturan ketenagaan serta pencatatan tentang saintifikasi jamu, namun dalam Permenkes tersebut belum dikaji tentang peran dari apoteker. Tujuan dari peneitian ini untuk mengkaji peran apoteker terkait dengan peraturan perundang-undangan tentang saintifikasijamu. Penelitian dilakukan di 3 (tiga kota yaitu Surabaya, Yogyakarta dan Denpasar, dengan sasaran penelitian apoteker khususnya yang praktik di farmasi komunitas dengan cara diskusi untuk dibuat kesimpulan berupa argumentasi hukum, selanjutnya dilaksanakan Round Table Discussion (RTD dengan pakar Hukum, organisasi profesi (Ikatan Apoteker lndonesia dan Komisi Nasional Saintifikasi Jamu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dan tanggung jawab apoteker dalam saintifikasi jamu meliputi proses pembuatan/penyediaan simplisia dan penyimpanan, pelayanan resep mencakup skrining resep, penyiapan obat, peracikan, pemberian etiket, pemberian kemasan obat, penyerahan obat, dan Informasi obat, konseling. monitoring penggunaan obat. promosi dan edukasi, home care. serta pencatatan dan pelaporan. Dari analisis perundang-undangan disimpulkan bahwa diperlukan Permenkes khusus yang menjabarkan peran Apoteker saintifikasi Jamu yang komplementer dengan Permenkes No. 03/2010 dan diperinci secara jelas tentang peran apoteker saintifikasi jamu tentang preparasi jamu, sinergi dengan pengobatan konvensional dan meningkatkan penggunaan obat bahan alam sebagai pelayanan kesehatan tradisional. Di samping itu di dalam Permenkes khusus tersebut perlu dicantumkan tentang P

  7. „Untersuchung zur Identifizierung von Kommunikationsmerkmalen textbasierter Beratung bei Essstörungen“ - eine qualitative Inhaltsanalyse der Antworttexte der Online-Berater des ab-server

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susanne Fritsch

    2010-04-01

    Full Text Available Da es bisher kaum Untersuchungen über Merkmale und Mechanismen der Online?Beratung bei Essstörungen gibt, ist Ziel der nachfolgenden Diplomarbeit, anhand einer qualitativen Inhaltsanalyse der Antworttexte der Online?Berater, zentrale Kommunikationsmerkmale und ?strukturen in den Beraterantworten zu identifizieren und zu Kategorien zusammen zufassen. Dabei werden die Antworttexte der Online?Beratung durch eine präzise Textanalyse methodisch?inhaltlich strukturiert und klassifiziert, um sie anschließend einer Prüfung im Hinblick auf die Einhaltung der in den Richtlinien der DFE e.V. verankerten Qualitätskriterien für die Online?Beratung zu unterziehen. Die, aus der Verknüpfung der Richtlinien und der Analyse der Antworttexte der Online?Berater abgeleiteten Beratungsziele: Vermittlung von Information, Entwicklung Problembewusstsein hinsichtlich Erkrankung und Aktivierung ins professionelle Hilfesystem, sowie der Beratungsstruktur: Begrüßung, Spiegelung, Intervention und Abschluss, sollten sich in den aufgestellten Kategorien des Kategoriensystems wiederfinden. Die vorliegende Arbeit soll einen Beitrag zur besseren theoretischen Fundierung der Online?Beratung im allgemeinen und zur Qualitätssicherung bzw. ?verbesserung des Online?Beratungsangebotes des ab?server im Sinne der Zielgruppe im besonderen leisten.

  8. Biofiksasi CO2 Oleh Mikroalga Chlamydomonas sp dalam Photobioreaktor Tubular

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadiyanto Hadiyanto

    2014-05-01

    Full Text Available Mikroalga memiliki potensi dalam membiofiksasi CO2 dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kadar CO2 dalam gas pencemar. Pertumbuhan mikroalga sangat dipengaruhi oleh konsentrasi gas CO2 di dalam gas pencemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeetahui kemampuan mikroalga Chlamydomonas sp yang dikultivasi dalam photobioreaktor tubular dalam penyerapan gas CO2 serta untuk mengetahui konsentrasi maksimum gas CO2 dalam umpan untuk memproduksi biomasa mikroalga yang optimal. Percobaan dilakukan dnegan memvariasi laju alir dari 0.03 -0.071 L/menit dan konsentrasi CO2 dalam umpan 10-30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomasa mikroalga dapat diproduksi dengan maksimal dengan konsentrasi gas CO2 20% dengan laju alir 0.07 L/min. Semakin tinggi laju alir maka produksi biomasa alga semakin besar. Kecepatan pertumbuhan alga maksimum terjadi pada 0.31 /hari. Pada konsentrasi gas CO2 30%, terjadi substrate inhibition yang disebabkan carbon dalam bentuk ion bicarbonate tidak dapat dikonsumsi lagi di dalam kultur alga. Kata kunci : Mikroalga, chlamydomonas sp, biofiksasi CO2, biogas Abstract Microalgae have a potential for CO2 biofixation and therefore can be used to reduce the CO2 concentration in the gas pollutants. Moreover, microalgae growth is strongly affected by the concentration of CO2 in the exhaust gas pollutants. The objective of this research was to investigate the ability of microalgae Chlamydomonas sp which was cultivated in a tubular photobioreactor for CO2 absorption as well as to determine the maximum concentration of CO2 in the feed gas to obtain optimum microalgae biomass. The experiments were performed by varying the gas flow rate of 0.03 -0.071 L / min and the concentration of CO2 in the feed of 10-30%. The results showed that the maximum biomass of microalgae can be produced with CO2 concentration of 20% vol with a flow rate of 0.07 L / min. The result also showed that increasing the gas flow rate, the greater of the production of algal biomass and the maximum algae growth rate occurred at 0.31 / day. At a concentration of 30% CO2 gas, it occurs a substrate inhibition due to inefficient of bicarbonate use by algae culture.

  9. PARTISIPASI PENGGUNA DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (TELAAH LITERATUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyo Hari Adi

    2006-01-01

    Full Text Available User participation in information system development was found to be the important factor that influenced the system success. Researches found that user participation influenced the system success indirectly through the user satisfaction. The results show the importance of accommodating the users' needs and requirements by involving them to participate in the system development to get the system success. However, the use of the terminology of user satisfaction is not so correct in relation with certain stage of information system development. Most of the users in the implementation stage need the understanding rather than expertise to operate the system. That was the reason why some researches used the terminology of user understanding rather than user expertise to measure their satisfaction in the related stage. Abstract in Bahasa Indonesia : Partisipasi pengguna dalam pengembangan sistem informasi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap suksesnya sebuah sistem. Beberapa penelitian menemukan bahwa partisipasi pengguna berhubungan secara tidak langsung berhubungan dengan kesuksessan sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa betapa pentingnya mengakomodasi kebutuhan dan keinginan dengan melibatkan pengguna untuk berpartisipasi dalam pengembangan sebuah sistem. Bagaimanapun juga, penggunaan istilah kepuasan pengguna tidak tepat dalam kaitannya dengan kepastian pengembangan sistem informasi. Kebanyakan dari pengguna dalam tahap implementasi membutuhkan pemahaman dibanding keahlian dalam mengoperasikan sistem itu. Oleh karena itu beberapa penelitian lebih menggunakan istilah pemahaman pengguna dibandingkan dengan keahlian pengguna untuk mengukur kepuasan. Kata kunci: partisispasi pengguna, kepuasan pengguna, keahlian pengguna, pemahaman pengguna.

  10. Aplikasi Media Sosial Dalam Pembelajaran Bahasa Inggeris: Persepsi Pelajar Universiti

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kee-Man Chuah

    2013-07-01

    Full Text Available Kewujudan pelbagai aplikasi berasaskan media sosial telah menawarkan satu wadah yang baik untuk para pengajar memaksimumkan penggunaan aplikasi tersebut dalam pendidikan. Kajian ini mengenal pasti persepsi pelajar tentang penggunaan aplikasi media sosial dalam pengajaran Bahasa Inggeris yang melibatkan sejumlah 100 orang pelajar prasiswazah yang mengikuti kursus pengukuhan Bahasa Inggeris. Mereka dikehendaki untuk melibatkan diri dalam aktiviti-aktiviti berasaskan media sosial yang dijalankan dalam laman e-pembelajaran kursus tersebut selama 10 minggu. Pada penghujung minggu ke-10, borang soal selidik diberikan kepada pelajar untuk mengenal pasti persepsi mereka tentang aktiviti-aktiviti yang telah dijalankan. Dapatan kajian menunjukkan para pelajar berpendapat Wiki telah membantu penulisan mereka, manakala video YouTube banyak digunakan untuk meningkatkan penguasaan kemahiran bertutur. Selain itu, kumpulan perbincangan Facebook dianggap berguna untuk pembelajaran tatabahasa dan perkataan. Twitter pula hanya digunakan untuk menerima informasi tentang definisi perkataan. Perbincangan tentang kekuatan dan kelemahan media sosial dalam pembelajaran Bahasa Inggeris dan cadangan untuk meningkatkan potensi aplikasi tersebut juga disertakan.

  11. SURROGATE MOTHER DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr. Muntaha

    2013-04-01

    Full Text Available The development of science and technology, in particular in the field of health, has already recently brought a huge advantage and problem in human life. An example of technological marvel that not only requires deep legal thoughts but also at the same time solution is the bio-medical technology advancement of surrogacy. Surrogacy deals with human’s inclination towards reproductive activity. However, it opens up legal complication, in particular with regards to the potential commission of a criminal action as well as to the notion of doctor’s liability. Perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan yang semakin maju dan pesat telah membawa berbagai manfaat dan masalah dalam kehidupan manusia dewasa ini. Salah satu perkembangan yang tidak hanya membutuhkan pemikiran di bidang hukum, tetapi juga sekaligus solusinya adalah mengenai kecanggihan teknologi bio-medis surrogate mother. Surrogacy menyentuh sisi kemanusiaan seorang insan terhadap reproduksi. Akan tetapi, lembaga surrogacy juga membawa komplikasi hukum terutama terkait dengan potensi tindak pidana dan dengan persoalan tanggung jawab dokter.

  12. Musik sebagai Wujud Eksistensi dalam Gelaran World Cup

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michael HB Raditya

    2014-11-01

    Full Text Available We Are One atau “Ole Ola” merupakan lagu resmi dari gelaran World Cup. Setiap World Cupmempunyai lagu resminya ditiap gelarannya. Dalam keberlangsungannya, setiap lagu world cupmembutuhkan pertimbangan dalam pembentukannya. Aspek-aspek seperti budaya, sosial, politikdan lainya menjadi alasan penting dalam pembentukannya. Pembentukan Ole Ola didasarkan padaproses hibriditas budaya lokal dan global. Perpaduan samba dan hip hop menjadi variant dalampembentukannya. Perpaduan tersebut membentuk identitas untuk lagu itu sendiri, dan untuk gelaranworld cup. Eksistensi dari lagu sehingga makin terasa karena perpaduan yang membentuk identitas.Terlebih lagu tersebut tercipta tidak hanya karena gelaran, tetapi mempunyai fungsi dan guna untukmasyarakat. Musik sebagai media dalam mengkonstruksi pesan atas kepentingan. Musik membentukidentitas, dan mempunyai eksistensi dalam keberlangsungannya. Musik tidak lagi hanya berfungsisebagai musik saja, tetapi musik mempunyai peran dalam pembentukan identitas dan menjamineksistensi.Music as a form of Existance in the World Cup Performance. We are one or Ole Ola is the officialsong of the world cup performance. Every world cup has its official song in each event. In its development ofexistance, every song in world cup needs requires of consideration for creating process. Aspects such as cultural,social, politics and others become the important reason for creation. The creating proses of Ole Ola song isbased on the local and global cultural hybridity. The combination of samba and hip hop is a primary varianton creating process. The combination creates an identity for the song itself, and for world cup identity. Theexistance of Ole Ola is stronger because the combination may create the new identity. Moreover, the songcreated is not only for the event, but also has a function and purpose to society. Music is as a medium inconstructing the messages of interest. Music creates an identity, and has an existance in its continuty. Musicis not only for music itself, but also has a role in creating identity and ensures the existance.

  13. SENSOR ULTRASONIK SEBAGAI ALAT PENGUKUR KECEPATAN ALIRAN UDARA DALAM PIPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.G. Suastika

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKEra perkembangan teknologi saat ini telah banyak ditemukan alat-alat inovasi terbaru terutama pada penggunaan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik merupakan gelombang bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz dan biasanya digunakan dalam bidang kelautan (SONAR, kedokteran (USG maupun dalam bidang industri. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang pengukuran kecepatan aliran udara dalam pipa menggunakan sensor ultrasonik dan gelombang ultrasonik yang digunakan pada penelitian ini adalah gelombang ultrasonik yang memiliki frekuensi kerja sebesar 300 kHz. Prinsip pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode waktu tempuh gelombang ultrasonik (time of flight dengan memanfaatkan perubahan karakteristik gelombang ultrasonik ketika melewati kondisi aliran udara yang berbeda yaitu upstream dan downstream. Selain itu, sebagai pembanding (tingkat akurasi dalam penelitian ini digunakan alat pengukur kecepatan aliran udara standar yaitu anemometer. Dari hasil penelitian didapat bahwa tingkat akurasi sebesar 99% dan dengan korelasi sebesar 0,99 (korelasi sangat tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sensor ultrasonik valid dan dapat digunakan sebagai perangkat pengukur kecepatan aliran udara dalam pipa. ABSTRACTThe newest innovation instruments applying ultrasonic wave have been found in this technology era. Ultrasonic wave is the sound of wave is the sound wave having frequency above 20.000 Hz and is usually used in oceanic field (SONAR, medical (USG and industrial fields. This research measured the air velocity in pipe by using ultrasonic sensor. The ultrasonic wave used was the one which has frequency of 300 kHz. The Principle of measurement applied the method of elapsed time of ultrasonic wave (time of flight by considering the change of ultrasonic wave when passing different air flow condition: upstream and downstream. Besides, the anemometer was used as the accuracy comparator. The result showed that accuracy was 99% and the correlation was 0.99 (very high correlation.It was concluded that the ultrasonic sensor was valid and can be used as measuring instrument of air flow velocity in pipe.

  14. ELECTRONIC COMMERCE: TANTANGAN KOMPETENSI AKUNTAN DALAM MENGHADAPI ISU INTERNAL KONTROL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyarini Santosa

    2002-01-01

    Full Text Available The emerging of the internet and world wide web as enabler of electronic commerce has resulted in some complexities for accountants in conducting their engagement. In electronic commerce, which trading activities have been facilitated with computer network such as intranet, extranet or internet, internal control structure has become more complicated than those without network. Confidentiality, integrity, authenticity and non-repudiation are some of the major complex issues in the application of electronic commerce these days.Those complexities, which do not occur in non computer-based trading, are based on the fact that electronic commerce not only involves accounting disiplines but also technical comprehension from other diciplines. Accountants find difficulties in facing the internal control issues in computer-based information system environment, especially in a situation that business has already been implementing computer network in conducting its primary and support activities. This article will discuss material related to the current issues of internal control structure, the implication of electronic commerce on internal control structure and opportunities for accountants. Abstract in Bahasa Indonesia : Kemunculan internet dan world wide web sebagai dasar berkembangnya perdagangan elektronik atau electronic commerce telah menimbulkan permasalahan yang cukup pelik bagi seorang akuntan dalam menjalankan penugasannya. Dalam lingkungan perdagangan yang sudah memanfaatkan jaringan komputer, baik dalam kapasitasnya sebagai intranet, extranet, maupun internet, sistem pengendalian internal menjadi semakin rumit. Beberapa isu seperti keamanan dan keaslian transaksi yang dulunya nampak sederhana dalam lingkungan yang tidak berbasis komputer, sekarang menjadi sangat kompleks. Dalam electronic commerce, isu-isu tersebut dikenal dengan istilah confidentiality, integrity, authenticity, non-repudiation dan sebagainya. Kekompleksan ini dikarenakan hal-hal tersebut tidak bisa lagi dilihat hanya dari disiplin akuntansi atau bisnis semata, tetapi juga mengarah dan melibatkan pemahaman permasalah teknis yang menginjak disiplin ilmu di luar akuntansi. Hal ini tidak jarang menimbulkan kegagapan akuntan dalam menghadapi masalah-masalah pengendalian internal dalam lingkungan sistem akuntansi berbasis komputer, apalagi jika bisnis telah memanfaatkan jaringan komputer dalam melakukan aktifitas utama dan aktifitas pendukung administratif akuntansinya. Artikel ini akan membahas materi-materi yang terkait dengan isu-isu baru diseputar pengendalian internal, implikasi e-commerce terhadap pengendalian internal dan peluang yang dimiliki oleh akuntan. Kata kunci: pengendalian internal, e-commerce, confidentiality, integrity, authenticity, non-repudiation.

  15. Pemantapan komponen akhlak dalam pendidikan islam bagi menangani era globalisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ASMAWATI BTE SUHID

    2005-12-01

    Full Text Available Pendidikan akhlak merupakan wadah penting untuk merungkai permasalahan akhlak dan melahirkan manusia yang baik. Penekanan pendidikan akhlak dalam Pendidikan Islam adalah jelas. Ini kerana Pendidikan Islam antara lainnya bertujuan membangun dan melahirkan insan secara bersepadu dan seimbang demi merealisasikan fungsi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi. Artikel ini membincangkan beberapa persoalan berkaitan dengan pemantapan komponen akhlak terkini dalam era globalisasi khususnya di peringkat prauniversiti. Beberapa kekuatan dan kelemahan di peringkat tersebut akan diperhalusi. Sehubungan dengan itu, penulis turut mencadangkan kaedah penyelesaian yang sewajarnya.

  16. EFEKTIVITAS Bacillus thuringiensis H-14 STRAIN LOKAL DALAM BUAH KELAPA TERHADAP LARVA Anopheles sp dan Culex sp di KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Blondine Ch. P

    2013-07-01

    Full Text Available Abstrak Bacillus thuringiensis serotipe H-14 strain lokal adalah bakteri patogen bersifat target spesifiknya larva nyamuk, aman bagi mamalia dan lingkungan. Penelitian bertujuan menentukan efektivitas B. thuringiensis H-14 strain lokal yang dikembangbiakkan dalam buah kelapa untuk pengendalian larva Anopheles sp dan Culex sp. Rancangan eksperimental semu, terdiri dari kelompok perlakuan dan kontrol. Bacillus thuringiensis H-14 strain lokal dikembangbiakan dalam10 buah kelapa umur 6–8 bulan, dengan berat kira-kira 1 kg, telah berisi air kelapa sekitar 400-500 ml/buah kelapa yang diperoleh dari Desa Klaces, Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Diinkubasi selama 14 hari pada temperatur kamar dan ditebarkan di 6 kolam yang menjadi habitat perkembangbiakan larva nyamuk dengan luas berkisar 3–100 m2.Hasil yang diperoleh menunjukkan efektivitas B. thuringiensis H-14 strain lokal terhadap larva Anopheles sp dan Culex sp selama 1 hari sesudah penebaran kematian larva berturut-turut sebesar 80–100% dan 79,31–100%. Sedangkan pada hari ke-14 sebesar 69,30–76,71% dan 67,69–86,04%. Buah kelapa dapat digunakan sebagai media lokal alternatif untuk pengembangbiakan B. thuringiensis H-14 strain lokal Kata kunci: B. thuringiensis H-14,  strain  lokal, buah kelapa, pengendalian larva Abstract Bacillus thuringiensis serotype H-14 local strain is pathogenic bacteria which specific  target to mosquito larvae. It is safe for mammals and enviroment. The aims of this study was to determine the effectivity of B. thuringiensis H-14 local strain which culturing in thecoconut wates against Anopheles sp and Culex sp mosquito larvae. This research is quasi experiment which consist of treated  and control groups. Bacillus thuringiensis H-14 local strain was cultured in 10 coconuts with 6–8 months age with weight around 1 kg that contained were approximately 400-500 ml/coconut were taken from Klaces village, Kampung Laut. After that the coconuts incubated for 14 days in the room temperatur and applied to 6 ponds breeding habitat larvae with the width of samples  from  3–100 m2 . The results showed the effectivity of B. thuringiensis H-14 local strain against Anopheles sp and Culex sp mosquito larvae until 1 day after applied the larvae mortalities were 80–100% dan 79,31–100% respectively. Fourteen days after applied were 69,30–76,71% and 67,69–86,04%. Coconut water can be used as  alternative local media to culture B. thuringiensis local strain. Key words : B. thuringiensis H-14,  local strain, coconut, larvae control

  17. Pendidikan sebagai Perekrut dalam Komunitas Terbayang: Analisa Wacana dalam Film Denias Senandung di Atas Awan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Katarina Rima Melati

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memahami wacana politik dan negara yang dibentukoleh sebuah film. Film Denias, Senandung Di Atas Awan (DSAW dipilih sebagaistudi kasus karena film ini pernah menjadi film terbaik Indonesia dan mewakiliIndonesia dalam seleksi piala Oscar 2008. Berdasarkan hasil penelitian dapatdipahami bahwa menjadi sebuah negara adalah membayangkan sebuah komunitasyang dibangun dengan unit politik yang sama dan melalui sentimen sebagai ‘sesamawarga negara’. Proses ini bukannya selalu berjalan mulus, malahan salah saturesikonya adalah tercabutnya nilai-nilai otentisitas kedaerahan yang telah mengakardalam sebuah komunitas untuk kemudian distandarisasi agar kokoh sebagaibangunan bernama negara. Imaginasi proyek negara ini diusung terus menerusmelalui wacana pembentukan nasionalisme kebangsaan salah satunya adalahmelalui sistem pendidikan yang dilembagakan dalam bentuk sekolah. Film DSAWmemberi gambaran bagaimana pendidikan terutama di lingkungan sekolah menjadiagenda politik dalam memasukkan ideologi kebangsaan termasuk dengan atributatributkenegaraan seperti militer melalui anggota Kopassus; budaya melalui bahasaIndonesia; pembentukan oposisi biner antara Jawa yang telah maju dibandingkandengan Papua yang tertinggal; termasuk Freeport sebagai representasi dari kapital.Film DSAW menjadi contoh bagi pembentukan bayangan komunitas sebagaikesatuan yang direkrut melalui ideologi-ideologi bahkan doktrin-doktrin yang adadalam sistem pendidikan. The Education as a Means of Recruiting in the Imagined Community: TheDiscourse Analysis in Denias Movie, Senandung di Atas Awan. This study aimsto understand the political and state discourse formed by a movie. Denias movie ischosen as a case study because it has ever been the best Indonesian movie and representedIndonesia in the selection of 2008 Oscar Award. Based on the research result, it can beunderstood that being a nation is such a way of imagining a community built with asimilar political unit, and through out sentiments of being ‘fellow citizens’. The processdoes not always go smoothly, but one of the main risks is the dispossession of the valuesof regional authenticity which has deeply rooted in a certain community and then beenstandardized for being the strong nation. The imagination of the country project hasbeen carried continuously through the formation of nationalism discourse. One of whichis through the education system instituted in the form of school. DSAW movie illustrateshow education, especially in the school environment, becomes the political agenda inincorporating the ideology of nationality, including the state attributes such as: themilitary through Kopassus members; Indonesian culture through Bahasa Indonesia; theformation of a binary opposition between the well-developed Java in comparison with the lagged Papua; including Freeport as the capital representation.DSAW movie becomes the example for the formation of the imagined community as awhole recruited through ideologies even the existed doctrines in the education system.

  18. ASPEK PERPAJAKAN DALAM PRAKTEK TRANSFER PRICING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yenni Mangoting

    2000-01-01

    Full Text Available Transfer pricing is defined as a special price for sale that is used in exchange of interdivisional to record the revenue of the selling division and expense of the buying division. The main goal of transfer pricing is to evaluate and measure the performance of a company. But transfer pricing is often used by multinational companies to minimize tax paid through the re-engineering of price transferred among divisions. The key to a successful practice of transfer pricing from tax standpoint is the existence of related parties transactions. Related parties is relationship between one company with other company and this relationship happens because of such relationship between each company does not exist naturally.To regulate the tranfer pricing practice, the regulations govern the authority to realocate transfer price among divisions that have related parties transactions. Abstract in Bahasa Indonesia : Transfer pricing didefenisikan sebagai suatu harga jual khusus yang dipakai dalam pertukaran antardivisional untuk mencatat pendapatan divisi penjual (selling division dan biaya divisi pembeli (buying division. Tujuan utama dari transfer pricing adalah mengevaluasi dan mengukur kinerja perusahaan. Tetapi sering juga transfer pricing digunakan oleh perusahaan-perusahaan multinasional untuk meminimalkan jumlah pajak yang dibayar melalui rekayasa harga yang ditransfer antardivisi. Kunci utama keberhasilan transfer pricing dari sisi pajak adalah adanya transaksi karena adanya hubungan istimewa. Hubungan istimewa merupakan hubungan kepemilikan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain dan hubungan ini terjadi karena adanya keterkaitan satu pihak dengan pihak lain yang tidak terdapat pada hubungan biasa. Untuk mengatur transfer pricing ini, undang-undang memberikan kewenangan kepada pihak fiskus untuk menentukan kembali jumlah harga transfer antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Kata kunci: transfer pricing, hubungan istimewa, perusahaan multinasional, perpajakan.

  19. UPAYA GURU SEJARAH DALAM MENYIASATI TUNTUTAN PEMANFAATAN ICT DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutiyah Sutiyah

    2013-01-01

    Full Text Available This study aims to analyze the use of ICT, the obstacles and the efforts made by teachers in the learning of history. It took place at Senior High School in Surakarta using interviews, observation and document review methods. The results show that there are teachers who are really active but there are also some others who are very rare in using ICT. Generally ICT especially the Internet is used by the teachers to supplement the materials that do not exist in textbooks and to search for images as a learning medium, especially those that can not be made by them. For students, the source of the Internet is to fulfill the tasks given by the teacher. The obstacles encountered by the history teachers in dealing with the progress of ICT in the learning of history come from the teachers, students, schools, and students’ parents. The efforts conducted by the history teachers to address those obstacles are by giving assignments, asking for help from others and completing the software.Keywords: history teacher, ICT, learning of history  Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan ICT, kendala-kendala dan upaya yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran sejarah. Penelitian mengambil lokasi di SMA Kota Surakarta dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada guru yang begitu aktif tetapi masih ada pula yang sangat jarang menggunakan ICT. Secara umum ICT terutama internet digunakan oleh guru untuk melengkapi materi yang belum ada di buku teks dan untuk mencari gambar sebagai media pembelajaran, khususnya gambar yang tidak bisa dibuat sendiri. Bagi siswa, sumber dari internet adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan guru. Kendala yang ditemui guru sejarah dalam menyiasati kemajuan ICT pada pembelajaran sejarah berasal dari guru, siswa, sekolah, dan orang tua siswa. Upaya yang dilakukan guru sejarah untuk mengatasi kendala-kendala itu adalah dengan penugasan, meminta bantuan orang lain dan melengkapi perangkat lunak. Kata kunci: guru sejarah, ICT, pembelajaran sejarah

  20. PENGGUNAAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK PEMILIHAN PORTFOLIO SAHAM DALAM MODEL MARKOWITZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvia Rostianingsih

    2005-01-01

    Full Text Available Modern portfolio theory is based on asumption that investor can choose his proportion asset in portfolio, so they can minimize the risk and maximize the return. This paper presents the use of genetic algorithm (GA to optimize the choice of share portfolio in markowitz model by representing the efficient set portfolio. GA represent the efficient set using undirect representation to avoid infeasible solution and penalty function. From the implementation, it can be concluded that GA is one of methods which is able to obtain optimum point from portfolio. Abstract in Bahasa Indonesia : Teori portofolio modern mendasarkan teorinya pada asumsi bahwa investor bertindak secara rasional dengan memilih proporsi asetnya dalam sebuah portofolio sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan resiko dan memaksimalkan return. Dalam paper ini penulis mencoba menyajikan penggunaan algoritma genetika (Genetic Algorithm/GA untuk optimasi pemilihan portofolio saham dalam model markowitz dengan cara merepresentasikannya sebagai kumpulan portofolio yang efisien (the efficient set portofolio. GA merepresentasikan kumpulan yang effisien ini dengan menggunakan representasi tidak langsung untuk menghindari solusi yang tidak feasible dan fungsi penalti. Dari hasil yang telah diimplementasikan dapat disimpulkan bahwa GA dapat digunakan sebagai salah satu metode yang cukup berhasil dalam menemukan titik optimum dari sebuah portofolio. Kata kunci: markowitz, teori portofolio, algoritma genetika.

  1. BIOMETRIC SECURITY: ALTERNATIF PENGENDALIAN DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERKOMPUTERISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Josua Tarigan

    2004-01-01

    Full Text Available As organization search more secure authentication method for user access, biometric security technology is gaining more and more attention. The implementation of biometric security technology in accounting information systems was physical access, virtual access, e-commerce applications and covert suveillance. There are three phase when an organization implementation biometric technology: strategic planning and budgeting, developing a system reliability plan and documentation. The challenges will face when develop biometric technology as control in accounting information system are standardization, hybrid technology uses, life cycle management. Abstract in Bahasa Indonesia : Adanya keinginan setiap organisasi untuk mencari metode pengamanan authentication yang lebih untuk akses user, dijawab dengan adanya teknologi biometric security yang mendapat perhatian yang cukup besar bagi organisasi. Implementasi teknologi biometric security cukup luas dalam sistem informasi akuntansi yaitu sebagai pengendalian pada physical access, virtual access, e-commerce applications dan covert surveillance. Dalam mengimplementasikan teknologi biometric, ada tiga tahapan yang harus dilakukan organisasi, yakni strategic planning and budgeting, developing a system reliability plan dan documentation. Tantangan yang akan dihadapi dalam mengembangkan teknologi biometric sebagai pengendalian dalam sistem informasi akuntansi yakni standarisasi, aplikasi teknologi hybrid dan manajemen siklus hidup pada biometric security. Kata kunci: authentication, akses user dan biometric security.

  2. PERBEDAAN PENDEKATAN KUANTITATIF DENGAN PENDEKATAN KUALITATIF DALAM METODE PENELITIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukas S. Musianto

    2002-01-01

    Full Text Available Quantitative and qualitative methods are most different, especially in their axioms and their characteristics. In the past, they were separate from each other. This paper analyzes those differences so that in the future, comprehensive methods such as envisioned by Brennan allow the two types of methodologies to be used together in research. In the past, because of the differences in the two methods, especially in basic concepts and aspects, usually only the quantitative or qualitative method was used. The situation in universities in Indonesia shows that the qualitative method is a relatively new approach and that until now, most research has been applied quantitative research, since there are few experts in the qualitative method. Abstract in Bahasa Indonesia : Metode kuantitatif dan kualitatif memang berbeda, terutama dalam axioma dan cirri-cirinya. Pada masa lalu, kedua metode tersebut dipisahkan. Artikel ini menganlisa tentang perbedaan-perbedaan tersebut, agar pada masa depan, metode yang menyeluruh seperti yang diusulkan oleh Brennan dapat dikembangkan bersama dalam penelitian. Pada masa lalu juga, oleh karena berbagai perbedaan yang ada antara dua metode, terutama dari segi konsep-konsep dasar serta berbagai aspek dari masing-masing metode, maka biasanya hanya salah satu pendekatan digunakan dalam penelitian. Keadaan dalam universitas-universitas di Indonesia menunjukkan bahwa metode kualitatif menjadi pendekatan yang relative lebih baru dan sampai sekarang, sebagian besar penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif karena jumlah orang yang sungguh memahami metode kualtitatif masih sedikit. Kata kunci: metode kualitatif, metode kuantitatif.

  3. Kestabilan Kaedah Multilangkah Dalam Pelaksanaan Secara Praktikal Menggunakan Lelaran Newton

    OpenAIRE

    Saiman Mat Baok; Mohammad Suleiman; Fudziah Ismail

    1994-01-01

    Diketahui bahawa persamaan ralat yang terhasil apabila kaedah multilangkah umum dengan lelaran titik tetap digunakan kepada PPB mempunyai satu polinomial cirian yang menggandingkan syarat penumpuan dan syarat kestabilan. Sebaliknya dalam pelaksanaan praktikal bagi kaedah FBB dengan lelaran Nwewton, poinomial cirian itu adalah semata-mata kerana syarat kestabilan.

  4. RAMUAN HERBAL SEBAGAI FEED ADDITIVE DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA BROILER

    OpenAIRE

    Laily Agustina

    2013-01-01

    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar potensi ramuan herbal baik dalam bentuk cair dan serbuk sebagai alternatif mensubstitusi antibiotik untuk memacu pertumbuhan broiler dan kegunaan penelitian adalah memanfaatkan ramuan herbal dalam bentuk cair dan serbuk sebagai pusaka asli bangsa Indonesia untuk menekan biaya obat-obatan dan sebagai alternatif mensubstitusi antibiotik sintetik menghindari resiko negatif pengunaan antibiotik dalam memacu pertumbuhan broiler. Secara in vi...

  5. KAJIAN DAN TERAPAN KONSEP FISIKA DALAM DESAIN TUNGKU SEKAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Suhandi

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKTelah dilakukan kajian dan penerapan konsep Fisika dalam menyempurnakan desain tungku sekam. Konsep-konsep Fisika yang dikaji meliputi konsep pembakaran dan transfer panas. Hasil kajian mengindikasikan bahwa konsentrasi udara dalam badan tungku sekam mengendalikan pembakaran sekam, proses transfer panas dan pelepasan gas buang yang dihasilkan. Pengaturan konsentrasi udara dalam ruang bakar tungku direalisasikan dengan cara memasang sirip saluran udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh jumlah sirip saluran udara terhadap efisiensi tungku. Proses penelitian dilakukan dengan cara menguji penggunaan tungku sekam dalam proses memasak 20 liter air. Berdasarkan data-data massa sekam yang digunakan, massa air, energi spesifik air, kalor yang dibutuhkan untuk memasak tiap satuan waktu, dan kandungan energi dalam bahan bakar sekam, efisiensi tungku sekam dapat dihitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi tungku sekam bergantung pada jumlah sirip lubang udara yang dipasang. Untuk ukuran tungku sekam yang digunakan dalam penelitian, efisiensi optimum  terjadi ketika jumlah sirip lubang udara berjumlah empat buah, dengan capaian efisiensi sebesar 20,25 %. ABSTRACTA study and an application of physics concepts in refining husk stove design have been done. The examined physicsconcepts include the concept of combustion and heat transfer. Results of the study indicated that the concentration of air in the stove combustion chamber could control husk burning processes, heat transfer and release of exhaust gasses produced.The management of air concentration in the stovecombustion chamber was realized by installing the fin air inlets.This research was conducted to investigate the effect of the number of fins air inlets to stove efficiency.The research process was done by testing the use of rice husk stove in the cooking of 20 liters of water. Based on the data of husk mass, water mass, the specific energy of water, the energy needed to cook per unit time, and the energy content in the fuel ash, rice husk stove efficiency can be calculated.The result of this research indicated that efficiency of husk stove depended on the number of installed fins air inlets. For a size  of husk stove used in this reasearch, the optimum efficiency occurredwhen the number of fin air inlets was four pieces, with an efficiency achievement of 20,25 %.

  6. Tumpang Tindih: Sebuah Komposisi Musik Dalam Interpretasi Personal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Warsana -

    2013-11-01

    Full Text Available Komposisi musik ini merupakan bagian dari relfeksi pengalaman masa kecil penulis ketika harus menghafalhuruf Jawa Hanacaraka. Sebagai rangsang awal dalam karya ini adalah ide dari legenda Ajisaka tentang menciptakanhuruf Jawa Hanacaraka. Ketidakpastian dalam satu keputusan memunculkan keputusan baru adalah gambaran tatanan kehidupan dewasa ini oleh karena bahasa serta sikap dalam mengambil tindakan yang tumpang tindih. Dalam komposisi ini Hanacaraka yang terdiri dari 20 kata diaktualisasikan ke dalam beberapa instrumen musik dan sumber bunyi dengan karakter yang berbeda. Komposisi ini memadukan instrumen gong, bonang, pralon, othokothok, klonthongan sapi, serta pengolahan huruf Jawa Hanacaraka. Komposisi ini memperhatikan tiga elemen musik yakni ritme, melodi, dan harmoni dengan pola permainan sukat yang berbeda. Penyajian komposisi sebagai sebuah pertunjukan dapat dinikmati secara audio maupun visual. Oleh karena itu, diperlukan penggarapan baik penyajian musikal maupun non musikal. Dengan mengacu pada pertunjukan teater maka diperlukan stage, agar terjadi komunikasi antara penonton dengan pemain dalam satu arah pandang mata.Kata kunci: tumpang tindih, hanacarakaABSTRACTThe Tumpang Tindih: A Music Composition. Observing the current reality of twisted, overlap, and unstructured life becomes the theme of this composition. Music composition entitled “Overlapping” represents the part of the writer’srefl ective experience on his childhood when he must memorize Javanese letters of Hanacaraka. The diffi culty in learningand memorizing the Javanese letters becomes the basic idea of the birth of his composition. The Legend of Ajisaka aboutcreating the Javanese letters of Hanacaraka becomes the stimulus of an early idea in this composition. The uncertainty inone decision which emerges another new decision is a description of life arrangement nowadays because of the overlapping of the language and attitude. In this composition, Hanacaraka with 20 letters is actualized into some musical instruments and sound with different characters. This composition combines the gong instrument, bonang, “pralon”- hard pipe, othokothok – a traditional children’s toy, “klontongan sapi”- the bell horn by the ox, and also the Javanese letters of Hanacaraka arrangement. All the sound mentioned above; then is composed into three music elements, namely the existence of rhythm, melody, and harmony with different “sukat”- measure such as 3/4, 4/4, 5/4, 7/4. This composition is presented as a performance, which can be appreciated through audio and visual. Therefore, a good musical and non- musical arrangement is necessarily used. Referring to the theatre performance, hence a stage is needed in order to be a direct communication media for the audience and players.Keywords: overlapping, hanacaraka

  7. PERAN PENGUKURAN KINERJA DALAM MENDUKUNG GOOD GOVERNANCE DALAM PERSPEKTIF AGENCY THEORY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Samsul Ulum

    2012-03-01

    Full Text Available Hasil akhir yang diharapkan oleh rakyat sebagai dasar dalam menjalankan pemerintah baik pusat dan pemerintah daerah adalah pembentukan pemerintahan yang baik. Untuk mencapai tujuan ini, kita perlu pengukuran kinerja yang jelas sebagai informasi untuk disampaikan kepada publik. Melalui teori keagenan, peran pengukuran kinerja dapat dipetakan dengan jelas, menyediakan apa, mengapa dibutuhkan, yang harus membuat dan menerima informasi, dan untuk apa informasi diberikan, dan bagaimana peran pengukuran kinerja untuk mendukung pembentukan pemerintahan yang baik. The final result expected by the people as the principal in running the government both central and local government is the establishment of good governance. To achieve this goal, we need a clear performance measurement as information to be conveyed to the public. Through the agency theory, the role of performance measurement can be mapped out clearly, which provides what, why needed, who should make and receive information, and what for the information is provided, and how the role of performance measurement to support the establishment of good governance.

  8. Cabaran arah perubahan kini dalam geografi fizikal di Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sharifah Mastura SA

    2005-08-01

    Full Text Available Tujuan kertas ini ialah untuk meninjau arahaliran perubahan kini dalam subdisiplin geografi fizikal seperti yang diamalkan di Jabatan Geografi Universiti Kebangsaan Malaysia dan di dunia luar, terutamanya di United Kingdom. Dalam pada menyerlahkan peripentingnya memanfaatkan kemahiran geoteknologi tercanggih dan terkini seperti teknologi komputer, satelait, GIS dan multi-media kertas ini merumuskan lima bentuk implikasi arahaliran perubahan kini tersebut kepada pengamalan geografi fizikal di Universiti Kebangsaan khususnya dan Malaysia umumnya: (1 kajian-kajian gunaan dan pengurusan boleh menjadi tempat pertemuan geografi fizikal dan geografi manusia; (2 ahli geografi fizikal perlu meningkatkan pengetahuan saintifik mereka demi mencapai kecemerlangan; (3 peri pentingnya georafi fizikal diperkasakan state of the art geotechnologies demi meningkatkan ketepatan penyukatan dan pemantauan; (4 perlunya kurikulum geografi fizikal di rombak supaya dapat memuatkan kaedah penyelidikan baru, kemahiran menyelesaikan masalah, pemikiran kritikal, dan etika terpuji; (5 perlunya diseimbangkan antara pendekatan menyeluruh (holism dan pengkhususan (specialism antara ketiga-tiga komponen utama geografi fizikal iaitu geomorfologi, kajiklim dan biogeografi.

  9. Sistem tagal dalam industri pelancongan: Manfaat kepada komuniti

    OpenAIRE

    Jurry Foo@ Jurry bt. F. Michael

    2011-01-01

    Sistem tagal adalah satu kaedah pengurusan biosfera yang popular di Sabah. Ia juga dikenali sebagai bombon yang bermaksud jangan dalam bahasa Kadazandusun. Melalui sistem ini, penggunaan sumber semulajadi atau kawasan tertentu dihadkan bagi tujuan pemuliharaan dan bagi memastikan kewujudan sumber tersebut secara berterusan. Pada hari ini, komuniti Kg. Luanti Baru telah mengambil inisiatif mengintegrasikan sistem tagal sebagai sebuah produk pelancongan. Ini merupakan salah satu pendekatan dal...

  10. Studi Implementasi Six Sigma dalam Sistem Inventori Galangan Kapal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elwin Elwin

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam industri galangan kapal terdapat bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi yang merupakan macam-macam bentuk dari persediaan dan berhubungan dengan stok, ketika persediaan tidak dikelola dengan benar maka akan terjadi pembengkakkan biaya/pengeluaran biaya yang tidak dibutuhkan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kondisi inventori di PT. Dok dan Perkapalan Surbaya, untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya variabilitas output six sigma dan mengurangi defect pada sistem inventori dengan menggunakan metode six sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control,. Berdasarkan perhitungan Material Pipa mengalami defect sebesar 50.98% dengan nilai sigma 1.48, Material Elbow mengalami defect sebesar 89.80% dengan nilai sigma 0.33, Material Flange mengalami defect sebesar 71.99% dengan nilai sigma 0.90, Material Paking mengalami defect sebesar 13.12% dengan nilai sigma 2.74 dan Material Mur mengalami defect sebesar 17.26% dengan nilai sigma 2.57. Sesuai dengan perhitungan reorder point for the inventory untuk masing-masing material, maka dapat diketahui bahwa material Pipa reoder point adalah 58 lonjor, elbow 100 buah, flange 168 buah, paking 24 buah dan mur 946 buah. Nilai sigma yang diperoleh dalam perhitungan tingkat persediaan masih jauh dari nilai yang seharusnya dapat dicapai oleh suatu perusahaan (6?, sehingga dilakukan tahap Improve dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA, pembuat SOP Pengendalian persediaan material dengan format baru serta galangan perlu melakukan perhitungan reorder point.  

  11. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mengurangi Angka Pengangguran Di Kabupaten Sampang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Nur Azizah

    2015-07-01

    Full Text Available Pengangguran di negara Indonesia merupakan permasahan yang sulit dihilangkan dari kehidupan manusia, akan tetapi permasalahan pengangguran tidak dibiarkan begitu saja. Tingginya tingkat pengangguran disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya besarnya angkatan kerja yang tidak seimbang dengan kesempatan kerja serta tingkat pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki masyarakat Indonesia sangat rendah. Penelitian ini memberikan gambaran tentang pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sampang sekaligus menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat. Berdasarkan hasil pembahasan dari penelitian dapat disimpulkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui pelayanan publik dengan anggaran APBN dimana jenis kegiatan meliputi Teknologi Tepat Guna (TTG, Padat Karya dan Tenaga Kerja Mandiri(TKM yang bertujuan untuk mengupayakan ketersediaan kesempatan kerja disektor informal bagi para pencari kerja melalui pembentukan kelompok usaha kecil dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia. Fokus kegiatan ini adalah memfasilitasi pelayanan program kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu tahap seleksi lokasi, sosialisasi pemberdayaan masyarakat, proses pemberdayaan masyarakat, pemandirian masyarakat, monitoring dan evaluasi. Hasil yang dicapai dari keseluruhan program kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasimampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sampang lebih kurang 3%. Faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi angka pengangguran adalah : faktor pendukung meliputi ketersediaan anggaran APBN, adanya komitmen Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, adanya semangat kebersamaan dan gotong royong, adanya pihak lain seperti UPT BLK Kabupaten Sumenep. Sedangkan faktor penghambat meliputi lemahnya koordinasii kerja, kurang optimalnya sosialisasi dan kurangnya tenaga pendamping/fasilitator.

  12. Peter Winzen: Das Ende der Kaiserherrlichkeit. Die Skandalprozesse um die homosexuellen Berater Wilhelms II. 1907–1909. Köln u.a.: Böhlau Verlag 2010.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Julian Herbert Köck

    2011-03-01

    Full Text Available Peter Winzen versucht in vorliegender Studie zu beweisen, dass Kanzler von Bülow hinter der Harden-Eulenburg-Affäre steckte. Der Publizist Harden beschuldigte in mehreren Artikeln einige der Freunde und Berater von Wilhelm II. der Homosexualität, was zu einer Reihe von Skandalprozessen führte. Winzens Argumentation kann in diesem Punkt nicht überzeugen, gleichzeitig zeichnet er aber den Verlauf der Affäre und ihre politischen Ursachen und Wirkungen unter Verwendung einer Fülle an Quellen sehr anschaulich nach. Das Buch eignet sich damit als Einführung in das Thema, für die Forschung, insbesondere für die Genderforschung, wird es dagegen wohl nicht von größerer Bedeutung sein.In this present study, Peter Winzen tries to prove that chancellor von Bülow was behind the Harden-Eulenburg affair. In several articles, the journalist Harden accused several friends and counselors of Wilhelm II. of homosexuality, which led to a number of scandalous processes. Regarding this point, Winzen’s line of argument fails to convince; at the same time, however, he vividly traces the course of the affair and its political causes and effects using a multitude of resources. Thus, the book is a suitable introduction to the topic. However, it will probably not be of major importance for research, particularly gender research.

  13. Relasi Gramatikal BahasaMelayu Klasik dalam Hikajat ‘Abdullah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Yusdi

    2012-11-01

    Full Text Available Beberapa orang ahli linguistik telah mengkaji naskah Bahasa Melayu Klasik namun naskah BMK pada Hikajat ‘Abdullah yang berkenaan dengan Relasi Gramatikal belum pernah dilakukan hingga sekarang ini. Penelitian dan pembahasan tentang tipologi sintaksis BMK secara khusus belum menjadi perhatian para peneliti dan pengamat BMK dengan kerangka kerja sesuai dengan tipologi linguistik. Penelitian ini membahas perihal relasi gramatikal dengan kerangka kerja linguistis Adapun yang menjadi pokok bahasan dalam disertasi ini ialah “Bagaimana Relasi Gramatikal” saling berhubungan dalam BMK yang terdapat pada Hikajat ‘Abdullah. Selain dengan pembahasan yang dilandasi dengan teori tipologi linguistik, penelaahan data penelitian ini juga dilakukan dengan teori tata bahasa formal yaitu Tata bahasa Relasional (TR dan pembahasan ini juga melibatkan peran semantis yang tercakup pada sebuah bangunan sintaksis secara keseluruhan sehingga orang tidak kehilangan momentum dan masih menyadari bahwa bahasa adalah maujud hak milik umat manusia yang berartikulasi ganda, yaitu bentuk (bunyi di satu pihak dan arti (makna di pihak lain. Sasaran pembahasan ini dititik beratkan pada tataran sintaksis namun dengan tidak meninggalkan sama sekali keberterimaan semantis seperti yang disebutkan di atas tadi. Adapun di antara pokok persoalan yang dianalisis tersebut ialah masalah akusativitas, ergativitas, dan medialitas. Adapun tujuan utama penelitian ini ialah menganalisis dan membahas sifat-perilaku gramatikal yang pada gilirannya memperlihatkan peran semantis juga pada tataran sintaktis BMK HABAKM. Dengan demikian, dapatlah ditentukan relasi gramatikal dan peran semantis dari segi tipologi sintaksis BMK HABAKM ini.Setelah menelaah data yang ada pada BMK HABAKM secara tipolgis, dapat disimpulkan bahwa, secara sintaktis, BMK HABAKM memperlakukan S sama dengan A, dan perlakuan yang berbeda dikenakan pada P (S = A, ? P. Oleh karena itu, BMK HABAKM termasuk kelompok bahasa yang bervivot S/A. Sistem relasi gramatikal yang seperti ini membuktikan bahwa BMK pada saat Hikajat ‘Abdullah itu ditulis berkaidah sintaksis sebagai bahasa yang bertipologi nominatif-akusatif. Kalau diamati dengan teliti, perilaku A dan P verba intransitif dalam bahasa ini, kemudian dihubungkan dengan S secara semantis dengan pemakaiannya, kelihatanlah bahwa BMK HABAKM tergolong dalam bahasa yang bersistem Sa dan Sp sebagaisub-bahagian S. Pemarkahan morfologis menunjukkan bahwa terdapat S terpilah (split dan S alir (fluid dalam BMK dengan verbanya sebagai poros. Dengan demikian, secara tipologis, BMK lebih merupakan bahasa nominatif-akusatif yang menurunkan diatesis aktif >< pasif karena secara morfosintaktis dimarkahi oleh pola Sintaksis SPvt + (men- >< di- O daripada bahasa ergatif yang menurunkan diatesis ergatif dan anti-pasif itu. Pengkajian tipologis yang menempatkan BMK sebagai bahasa nominatif-akusatif, secara sintaktis, membuktikan bahwa terdapat dua perbandingan penting dalam menentukan tipologi BMK: (i perbandingan klausa intransitif dan klausa transitif, (ii perbandingan peran semantik A dan P pada klausa intransitif. Dengan mempertimbangkan betapa penting perilaku relasi gramatikal, peran semantis, dan juga fungsi (komunikatif pragmatis pada klausa BMK, maka ada baiknya kajian tipologi sintaksis diteruskan dengan kajian tipologi fungsional.Jika dikaitkan dengan fungsi pragmatis, maka BMK termasuk bahasa yang menonjolkan/mementingkan subjek. Dengan perkataan lain, konstruksi dasar klausa BMK lebih tepat diperlakukan sebagai “Subjek-Predikat” daripada sebagai “Topik-Komen”. Sebagai bahasa yang bertiopologi sintaktis nominatif-akusatif BMK HABAKM mengenal diatesis aktif (diatesis dasar >< diatesis pasif (diatesis turunan, ergatif, dan diatesis medial.

  14. PERAN SUMBER DAYA DALAM MENINGKATKAN PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP PRODUKVITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lena Ellitan

    2003-01-01

    Full Text Available With increasing global competition for manufacturers, interest has grown among researchers and practitioners in the role of technology in assisting firms to maintain their competitive advantage. Technology adoption is a powerful force for industrialization, increasing productivity, supporting growth, and improving the standards of living. One of the issues raised on the relationship between technology and competitive advantage is whether the relationship is the same for all organizations with abundant or scarce resources. This study focused on the role of resources on the technology-productivity relationship. Data were collected through mailed questionnaires to the CEO of Indonesian manufacturing firms. This study finds that soft technology have positive impacts on productivity. Furthermore, availability of resources is found to significantly moderate the relationship between technology and productivity. Abstract in Bahasa Indonesia : Dengan meningkatnya persaingan global diantara perusahaan manufaktur, perhatian peneliti dan praktisi semakin meningkat terhadap peran teknologi dalam membantu perusahaan untuk mempertahankan keunggulan kompetitif. Pengambilgunaan teknologi merupakan kekuatan untuk melakukan industrialisasi, meningkatkan produktivitas, dan memperbaiki standar hidup suatu negara. Suatu isu yang muncul dalam pembahasan mengenai hubungan teknologi dengan kinerja adalah apakah hubungan antara teknologi dengan kinerja akan sama bagi perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan dengan sumber daya yang berlimpah atau sumberdaya yang langka. Studi ini memfokuskan pada peran ketersediaan sumber daya terhadap hubungan teknologi-produktivitas. Data dikumpulkan melalui survey surat yang ditujukan kepada pimpinan perusahaan. Studi ini menemukan bahwa hanya teknologi lunak yang berpengaruh signifikan terhadap produktivitas. Lebih jauh lagi, ketersediaan sumber daya terbukti secara signifikan memoderasi hubungan antara teknologi dengan produktivitas. Kata kunci: Teknologi, Sumberdaya, Produktivitas.

  15. CONTEMPORARY THEORY SEBAGAI PENDEKATAN ALTERNATIF DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KONSOLIDASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juniarti Juniarti

    2001-01-01

    Full Text Available Consolidated financial statements must be prepared if one of the combining entities obtain control over another. These reports should not be biased in favor of any group and must be based on the underlying substance of the economic events. There are some approaches or methods in preparing consolidated financial statements such as parent company theory, entity theory, proportional consolidation and contemporary theory. Certain problems and inconsistency in accounting procedures under each method arise in case the company owns less than 100% shares of the subsidiaries. Moreover there is no concencus among theorists which approach should be applied. Eventhough the pros and cons in arguing the proper approach has been going on in dabate, this paper attempts to set forth theoretical investigation to support the argumentation that contemporary theory is more appropriate approach. Abstract in Bahasa Indonesia : Laporan keuangan konsolidasi harus disusun jika salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Laporan tersebut tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi. Terdapat beberapa pendekatan atau metode yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi seperti parent company theory, entity theory, proportional consolidation dan contemporary theory. Masalah dan inkonsistensi dalam prosedur akuntansi dengan menggunakan masing-masing prosedur tersebut muncul jika kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang dari 100%. Selain itu masih belum ada kesepakatan dari para teoritisi di bidang akuntansi mengenai metode yang harus diterapkan. Meskipun pro dan kontra dalam memperdebatkan pendekatan mana yang lebih sesuai terus berlangsung, tulisan ini mencoba mengetengahkan kajian teoritis untuk mendukung argumentansi bahwa contemporary theory merupakan pendekatan yang lebih sesuai. Kata kunci: laporan keuangan konsolidasi, penggabungan perusahaan, pendekatan.

  16. POTENSI JENDELA DALAM MEMINIMALKAN INTRUSI KEBISINGAN: SEBUAH STUDI AWAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christina E. Mediastika

    2005-01-01

    Full Text Available Low cost domestic building of warm humid climate depends very much on natural ventilation, and thus large openings. However, since adjacent street transforms into potential noise source, the openings will be critical points for noise intrusion. Opening design strategies is then of importance to adopt. Prior to this investigation, a computational simulation has been carried out to calculate ventilation rates within building to meet airflow requirement, which shows that there are three type of windows suitable to be employed. These windows, i.e. casement, top-hung and jalousie, were then to be examined of doing task in reducing noise ingress. The research shows indication rather than conclusion that jalousie window insignificantly offers better noise reduction than the two others do. Some unconsidered factors are predicted having effect on this result. Abstract in Bahasa Indonesia : Bangunan domestik sederhana, seperti rumah tinggal, yang berlokasi di negara tropis lembab seperti Indonesia, sangat bergantung pada keberadaan jendela demi kelangsungan ventilasi alami. Seiring pertumbuhan fungsi jalan di depan bangunan, jendela juga meupakan titik kritis terjadinya intrusi kebisingan dari jalan ke dalam bangunan. Oleh karenanya, perlu ditempuh kompromi desain jendela untuk kepentingan ventilasi dan reduksi kebisingan. Penelitian sebelumnya terhadap 3 model jendela menunjukkan bahwa ketiga jendela tersebut mampu mensuplai tingkat ventilasi yang disyaratkan. Pada penelitian ini ketiga model jendela tersebut kemudian diuji kemampuannya dalam mereduksi kebisingan melalui proses uji lapangan. Ketiga model tersebut adalah jendela casement, top-hung dan jalusi. Namun demikian, keterbatasan dana dan sumber daya telah menyebabkan beberapa faktor belum dapat diuji dalam penelitian ini. Faktor-faktor tersebut menyebabkan perbedaan hasil pengujian antara tiga jendela tersebut kurang signifikan. Hal ini menyebabkan penelitian belum dapat menghasilkan kesimpulan yang cukup valid. Namun demikian, muncul indikasi bahwa jendela jalusi mampu meminimalkan intrusi kebisingan sedikit lebih baik dibandingkan dua model jendela yang lain. Kata kunci: ventilasi alami, intrusi kebisingan, jendela jalusi.

  17. MODEL PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENGEMBANGKAN JIWA WIRAUSAHA SISWA SMK UNGGULAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rafika Bayu Kusumandari

    2015-07-01

    Full Text Available Konsep pendidikan wirausaha yang diterapkan di SMK diharapkan mampu mencetak wirausaha-wirausaha muda.Tujuan penelitian sebagai berikut: 1 Mendeskripsikan model pendidikan kewirausahaan dalam mencetak jiwa wirausaha siswa SMK Unggulan di Kota Semarang dan 2 Mendeskripsikan efektivitas model pendidikan kewirausahaan dalam mencetak jiwa wirausaha siswa SMK Unggulan di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptifdengan jenis studi ekspla­natif yang diarahkan untuk mengembangkan dan menghasilkan suatu model pembelajaran. Pembelajaran kewirausahaan pada siswa kelas XII jurusan teknik komputer dan jaringan di SMK Negeri 7 Semarang tahun ajaran 2011/2012 dimana sebanyak 28 siswa (39,44% memperoleh prestasi yang cukup baik, sebanyak 27 siswa (38,03% memperoleh prestasi belajar yang baik, sebanyak 10 siswa (14,08% dengan prestasi belajar yang kurang, sebanyak 5 siswa (7,04% dengan prestasi belajar yang amat baik sedangkan yang termasuk dalam kategori sangat kurang sebanyak 1 siswa (1,41%. Jadi rata-rata pres­tasi siswa pada pembelajaran kewirausahaan pada siswa kelas XII jurusan teknik komputer dan jaringan di SMK Negeri 7 Semarangtermasuk dalam kategori baik.The concept of entrepreneurship education applied in SMK is expected to create new young entre­preneurs. The purposes of this study are to describe the educational model formotivating the students to have entrepreneurial spirit in outstanding vocational schools in Semarang and todescribe the effecti­veness of educational model in creating students’ entrepreneurship spirit. The study uses explanative descriptive method which is for developing a teaching and learning model. Enterpreneurship teaching and learning for the students of XII class majoring at technic of computer and software in SMKN 7 Semarang for the period of 2011/2012 has made good achievement. It shows that 39,44% students or 28 students’ achievement is good enough, 27 students (38,03% received good academic achievement, 10 students (14.08% have less educational achievement., 5 students (7.04% have very good learning achievement and only1 student (1.41 % has poor academic achievement. It can be concluded that the average academic achievement ofclass XII students majoring at computer and networks in SMK Negeri Semarang 7 is categorized as good

  18. KINERJA KATALIS Ag/Al2O3 UNTUK REDUKSI NOx

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rakhman Sarwono

    2012-02-01

    Full Text Available NOx merupakan hasil samping dari suatu reaksi pembakaran. NOx merupakan gas yang beracun sangat berbahaya terhadap kesehatan manusia dan hewan bila terhirup pada waktu bernafas. Untuk mengurangi kadar NOx pada gas buang, banyak penelitian diarahkan pada reduksi NOx dengan katalis secara selektif dengan hidrokarbon dan oksigen berlebihan. Katalis yang digunakan adalah katalis alumina (Al2O3 yang didapat dari katalis komersial (AlO1-7 dan katalis hasil sintesa (ALOA. Katalis Ag/Al2O3 didapat dengan memasukkan logam Ag ke dalam alumina (Al2O3 dengan cara impregnasi dengan larutan perak nitrat. Katalis diuji aktifitasnya pada reaktor fixed bed yang diluarnya terdapat pemanas yang bisa diatur suhunya. Reaktan seperti gas NO, C2H4  dan oksigen dimasukkan kedalam reaktor dengan laju yang ditentukan. Hasil reaksi dianalisa dengan gas chromatography dan dicatat pada recorder, selanjutnya bisa ditentukan kuantitas dan prosentase konversinya. Katalis alumina  ALOA mempunyai kemampuan mereduksi NO dengan konversi  sekitar 40-45% gas NO menjadi N2. Loading logam perak (Ag kedalam Al2O3 sebesar 2-3% berat menambah daya reduksi NO menjadi sekitar 45-50% pada suhu 500oC. Pada umpan NO + C2H4  + O2  reaksi reduksi terjadi pada suhu 300oC, sedangkan pada umpan NO + C2H4   (tanpa oksigen reaksi reduksi baru terjadi pada suhu 450oC, dengan demikian adanya oksigen sangat berperan dalam proses reduksi NOx. Reaksi peruraian C2H4 menjadi COx berkebalikan dengan kinerja katalis pada proses reduksi NOx

  19. Efek Durasi Pencahayaan Pada Sistem HRAR Untuk Menurunkan Kandungan Minyak Solar Dalam Air Limbah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Puspitasari

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak di dalam air limbah industri perminyakan umumnya bersifat toksik terhadap mikroorganisme dan mengganggu proses pengolahan secara biologis. Sistem HRAR diperkirakan dapat mengatasi hambatan tersebut melalui proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perpanjangan waktu pencahayaan pada kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak di dalam limbah. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi durasi pencahayaan dan variasi penambahan volume minyak solar yang ditambahkan ke dalam reaktor. Variasi durasi pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan selama 12 jam dan pencahayaan selama 24 jam. Sedangkan penambahan volume minyak solar ke dalam masing-masing reaktor adalah sebesar 346 ppm, 519 ppm dan 692 ppm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan konsentrasi minyak dibandingkan pencahayaan selama 24 jam. Hal ini dapat terlihat dari baiknya pertumbuhan alga dan bakteri di dalam reaktor serta tingginya penurunan konsentrasi minyak solar di dalamnya. Penurunan konsentrasi minyak solar terbaik terdapat pada reaktor dengan penambahan minyak solar sebesar 346 ppm. Pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 12 jam terjadi penurunan konsentrasi minyak sebesar 78,4%. Sedangkan penurunan kandungan minyak solar pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 24 jam adalah sebesar 73,9%.

  20. SEMAUN DALAM BAYANG-BAYANG PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1899-1923

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Wirawan

    2011-10-01

    Full Text Available The background of Semaun life between 1899-1923 is influenced by the hands of the Dutch colonial government power, either directly or indirectly. His father who worked as a stone breaker at the Railway Bureau economically place them as disadvantaged and exploited social groups. Because they are only used as cheap labor. In the stratification of society in East Java, Dutch East Indies in particular, the Semaun is categorized as abangan Islamic family which is in everyday social intercourse are socially marginalized. Politically, Semaun family is not counted, except within the framework of the political interests of rulers in achieving its goals. In the field of education, Semaun can achieve it despite the limitations. Key words: Semaun, educational, economic, social and political   Latar belakang kehidupan Semaun antara 1899-1923 dipengaruhi oleh tangan-tangan kekuasaan pemerintah kolonial Belanda, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ayahnya yang bekerja sebagai pemecah batu di Jawatan Kereta Api Surabaya secara ekonomi menempatkannya pada golongan masyarakat kurang mampu dan tereksploitasi. Karena mereka hanya dijadikan tenaga kerja murah. Dalam stratifikasi masyarakat di Hindia Belanda khususnya Jawa Timur, keluarga Semaun masuk dalam kalangan Islam abangan yang dalam pergaulan sehari-hari termarginalisasi secara sosial. Secara politis, keluarga Semaun tidak masuk hitungan, kecuali dalam kerangka kepentingan politik penguasa dalam mencapai tujuannya. Dalam bidang pendidikan, Semaun dapat meraihnya walaupun dalam keterbatasan.   Kata kunci: Semaun, pendidikan, ekonomi, sosial dan politik.  

  1. Risiko Ancaman Akidah dalam Isu Penciptaan Sel Gamet Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Syairah, M.M.

    2012-06-01

    Full Text Available Pembentukan sel gamet adalah satu proses semulajadi yang berlaku secara alami. Sel gamet dihasilkan melalui proses spesifik yang diistilahkan sebagai gametogenesis. Gametogenesis merujuk kepada proses penghasilan kedua-dua sel gamet lelaki dan perempuan. Sel sperma manusia terhasil melalui proses yang dinamakan spermatogenesis, manakala sel ovum pula terhasil daripada satu proses khusus dipanggil oogenesis. Walaupun pada asasnya kewujudan sel-sel gamet ini adalah melalui proses fisiologi normal, namun dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang terutamanya dalam bidang sains perubatan, kini telah wujud beberapa penemuan yang membolehkan sel sperma dan sel ovum ‘dicipta’ di dalam makmal bagi tujuan perubatan dan juga untuk kajian saintifik. Penemuan yang agak mengejutkan ini sebenarnya telah mencetuskan perdebatan hebat di kalangan para pengkaji ilmu. Percanggahan pendapat yang bersandarkan kepada pegangan agama, nilai serta etika kemanusiaan yang berbeza telah mengundang pelbagai reaksi berhubung perkara ini. Artikel ini akan mengupas lebih lanjut mengenai isu-isu permasalahan dan penerimaan teknologi ini berdasarkan kepada penerimaan dari sudut syarak dan akidah Islam.

  2. PRODUCT DATA MANAGEMENT DALAM KAITAN DENGAN CAD/CAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bernardo Nugroho Yahya

    2004-01-01

    Full Text Available The future industry is the one who can manage the information system. Today, communication technology and distributed system computerization already have the ability to implement system that able to exchange and share information between different users. Product Data Management (PDM is an up-to-date and excellent method on managing the exchange and share of information. PDM is able to integrate and manage data analyzing process and documentation of the related product component physically. By adjusting the CAD/CAM on certain condition, the PDM will function maximally by using the information based on STEP (Standard for the Exchange of Product Data model. This article will explain the relationship between PDM system and CAD/CAM on industry. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem informasi merupakan ujung tombak sebuah perusahaan yang unggul di masa depan. Komputerisasi dengan sistem yang terdistribusi dan teknologi komunikasi saat ini memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan sistem yang dapat menukar dan men-share informasi antar user yang berbeda. Teknologi yang mendapat cukup perhatian luas dalam hal pertukaran dan sharing informasi ini adalah Product Data Management (PDM. PDM dapat mengintegrasikan dan mengatur proses pengolahan data dan dokumen teknik yang berhubungan dengan komponen fisik produk yang bersangkutan. PDM akan berfungsi maksimal apabila kesesuaian dengan CAD/CAM diatur sedemikian rupa, dihubungkan dengan informasi berbasiskan STEP (Standard for the Exchange of Product Data model. Artikel ini akan menjelaskan hubungan antara sistem PDM dengan CAD/CAM dalam industri. Kata kunci: PDM, Manajemen Data, CAD/CAM, STEP.

  3. ARSITEKTUR VERNAKULAR INDONESIA Perannya Dalam Pengembangan Jati Diri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiranto Wiranto

    1999-01-01

    Full Text Available Vernacular architecture is derived from The Folk Architecture.The Folk Architecture is born by the ethnical community ,anchored by tradition. Vernacular architecture usually concerned with the cosmology,way of life and life style of the ethnical community, it would be an alternative answer of modernization. Modernization,the development of Technology and the social-economical interaction would like to get some modern needs .Vernacular Architecture is a translation of tradition and also it haves identities which can be increased by inovation and creativity in syncretism or eclectism.The syncretism or eclectism of Indonesian vernacular architecture would be a strand of post modernism in the form of Neo-Vernacular architecture. Vernacular architecture have been proposed as one of the vehicles toward the evolution of Indonesian architecture with National identity. Abstract in Bahasa Indonesia : Arsitektur Vernakular tumbuh dari arsitektur rakyat,yang lahir dari masyarakat etnik dan berjangkar pada Tradisi etnik.Dengan demikian Arsitektur tersebut sejalan dengan paham kosmologi,pandangan hidup, gaya hidup dan memiliki tampilan khas sebagai cerminan jati diri yang dapat dikembangkan secara inovatif kreatif dalam pendekatan sinkretis ataupun eklektis. Modernisasi dan kemajuan teknologi serta interaksi sosial ekonomi menuntut kehadiran Arsitektur yang mampu berdialog dengan tuntutan baru.Sinkretisme .arsitektur vernakular Indonesia merupakan potensi yang memberi sumbangan pada "post modernisme" dalam tampilan arsitektur "Neo-Vernakular".Dengan demikian diharapkan Arsitektur Vernakular menjadi salah satu jembatan menuju evolusi arsitektur Indonesia modern yang tetap berjati diri dan berakar pada tradisi. Kata kunci : Arsitektur adalah sebuah produk Budaya Bangsa.

  4. PREFERENSI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN MI INSTAN DI KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andri Mulyadi

    2014-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi proses keputusan pembelian dan menganalisis atribut yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian mi instan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bangkalan. Sampel diambil dengan metode Cluster Sampling. Data dianalisis dengan metode diskriptif kualitatif dan konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses keputusan pembelian mi terdiri dari beberapa tahapan yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, proses pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Sedangkan kombinasi atribut yang diinginkan oleh konsumen dalam pembelian mi instan secara berurutan adalah kemasan plastik, harga Rp. 1.750, bentuk bulat, bentuk kemasan kotak, rasa gurih, berukuran 100 gr, dan berwarna kuning. ABSTRACT The Goals of this research are to identify the process of purchasing decision and analyze the attribute which is considered by consumer in purchasing instant noodle. The Samples are taken with cluster sampling method. The data are analyzed with the qualitative descriptive and conjoint methods. The result shows that the process of noodle purchasing decision consists several stage. They are the need introduction, the information seach, the purchasing process, and the behavior after purchasing. While the attribute combination which is wanted by consumer in instant noodle purchasing are the plastic packaging, the price approximately Rp. 1,750, the rounded shape, the square packaging shape, the savory flavor, the size approximately 100 gram, and the yellow color.

  5. PENGARUH BOARD DIVERSITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF CORPORATE GOVERNANCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Kusumastuti

    2007-01-01

    Full Text Available Board diversity is one the issue related to corporate governance. Board diversity shall influence Board of Directors composition. In this research, board diversity is measured by 5 variables, i.e. women in board, minority race availability, outsider directors, age, and educational background, with board and company measurement control variables. Company value is measured by utilizing Tobin's Q ratio. The research samples are taken from 48 manufacturing companies listed at Jakarta Stock Exchange in 2005. This research shows that board diversity members influencing to company value. Abstract in Bahasa Indonesia : Persebaran anggota dewan (board diversity merupakan salah satu isu yang terkait dengan corporate governance. Board diversity akan mempengaruhi komposisi dewan direksi yang nantinya akan mempengaruhi implementasi corporate governance. Dalam penelitian ini, board diversity diukur dengan 5 variabel, yaitu keberadaan dewan direksi wanita, keberadaan etnis Tionghoa dalam anggota dewan (sebagai proksi dari minoritas, proporsi outside directors, usia anggota dewan direksi, dan latar belakang pendidikan anggota dewan, dengan ukuran dewan dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Sedangkan nilai perusahaan diukur dengan menggunakan rasio Tobin's Q. Sampel penelitian ini adalah 48 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran anggota dewan (board diversity berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kata kunci: persebaran aggota dewan, corporate governance, nilai perusahaan, tobin's Q.

  6. Perancangan Pembahagian Harta Semasa Hidup dalam Islam: Konsep dan Kepentingannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Husni Hasbulah

    2015-06-01

    Full Text Available Perancangan terhadap pembahagian harta semasa hidup adalah aspek yang harus dipraktikkan dengan lebih meluas. Melalui perancangan pembahagian harta ia mampu menjaga kepentingan pemilik dan bakal penerima-penerima harta sama ada semasa hidup mahupun selepas kematian. Memahami dasar perancangan pembahagian harta berasaskan al-Quran dan hadis mampu memberi panduan kepada orang Islam dalam memahami keperluan dan kepentingan merancang harta semasa hidup. Oleh itu, artikel ini akan mengupas antaranya konsep perancangan harta semasa hidup, kedudukan dan nilai-nilainya dalam Islam dan kepentingannya. Melalui kupasan tersebut, ia mampu memberikan impak terhadap pembahagian harta orang Islam yang seharusnya melihat aspek perancangan semasa hidup adalah sesuatu yang amat penting untuk dipraktikkan dengan lebih meluas. Apatah lagi dengan pelbagai isu yang berlaku berkaitan pembahagian harta di kalangan orang Islam pada masa kini yang memerlukan kepada penyelesaian secara komprehensif dan sistematik. Di akhir penulisan ini, penulis menerangkan bahawa melalui perancangan pembahagian harta yang dibuat semasa hidup tanpa perlu menunggu kepada kematian mampu untuk mengurangkan beberapa permasalahan yang berlaku di kalangan orang Islam berkaitan dengan soal pembahagian harta.

  7. RE-IMAJINASI KE-INDONESIA-AN DALAM KONTEKS ‘NETWORK SOCIETY’

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Wulan Pujiriyani

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakTulisan ini berusaha untuk mengungkap pengalaman keindonesiaan yang dihadapkan pada realitas kehidupan yang mengglobal. Dalam rangka memperoleh pemahaman yang lebih jauh tentang pemaknaan identitas keindonesiaan, tulisan ini akan mengacu pada pemaknaan identitas secara individual yaitu bagaimana individu merumuskan identitas keindonesiaannya, bagaimana identitas tersebut dibangun serta representasi identitas keindonesiaan yang kemudian muncul. Untuk mengaitkan dengan pemaknaan identitas secara global, konteks identitas yang dimunculkan dalam tulisan ini adalah identitas yang dirumuskan oleh subjek penelitian yang memiliki pengalaman tinggal di luar negeri. Hal ini terkait dengan konteks network society yang menandai semakin cairnya batas-batas teritorial. Dalam konteks mobilitas inilah identitas keindonesiaan atau seringkali dilekatkan dengan ‘nasionalisme’ seseorang, seringkali dipertanyakan. Pengalaman tinggal di luar negeri ini dijadikan frame untuk melihat bagaimana identitas keindonesiaan itu menemukan makna yang sebenarnya ketika dihadapkan pada identitas-identitas dalam jaringan masyarakat yang meluas.

  8. Tinjauan Teologis-Antropologis Terhadap Peran Agama Oleh Manusia Dalam Mengembangkan Nilai–Nilai Kemanusiaan Di Era-postmodernisme

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ezra Tari

    2012-04-01

    Full Text Available Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis memiliki tujuan yakni: Pertama,Menguraikan Kajian teoritis Postmodernisme . Kedua, Memaparkan sumbangsih agama didalam Postmodernisme. Ketiga, Memaparkan peran agama dalam mengembangkan nilainilaikemanusiaan di era postmodernisme berdasarkan tinjauan teologis-antropologis.Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode penelitianpustaka yang berkaitan dengan persoalan yang ditulis. Data primer yang digunakanadalah buku-buku yang berkaitan langsung dengan objek penelitian, data dariinternet, karangan yang tidak diterbitkan serta beberapa sumber yang menyangkuttopik yang diteliti.Dalam penelitian ini memperoleh hasil bahwa sumbangsih postmodernisme bagiagama, yakni paradigma berpikir dan cara beragama yang baru, dialog dan cara beragamayang baru melalui kemanusiaan titik pijak yang baru. Manusia mempunyai hubungan denganrealitas tertinggi yakni Allah. Sebab, modernisme melupakan sisi manusia yang lain yaknikesadaran akan kekuatan yang diluar dirinya. Identitas manusia, ditentukan oleh dimensihubungannya dengan Tuhan dan hubungannya dengan sesama. Dalam hal ini agamadan sain bekerja sama dalam membangun dan membuat manusia sejahtera.

  9. Pemantauan keberkesanan pembangunan wilayah Malaysia dalam aspek penduduk tempatan di Iskandar Malaysia

    OpenAIRE

    Rosmiza Mohd Zainol; Amriah Buang; Asmah Ahmad; Abdul Rahim Md. Nor; Rosniza Aznie Hj. Che Rose

    2011-01-01

    Konsep pembangunan wilayah melibatkan perubahan dalam masyarakat dan sistem sosial daripada keadaan yang dianggap tidak memuaskan kepada keadaan yang lebih baik akibat beberapa kriteria yang seragam dalam lingkungan yang dibentuk. Sejak merdeka, Malaysia telah membangun dengan pesat dan kejayaan ini terbukti dengan kemajuan fizikal yang telah dicapai sehingga kini. Kemajuan lazimnya diukur berdasarkan faktor ekonomi dengan pendapatan per kapita digunakan sebagai petunjuk utama. Walau bagaiman...

  10. Pemurnian kreativiti dalam pendidikan prasekolah sebagai asas pembinaan bangsa malaysia yang kreatif: Suatu kupasan awal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Othman b. A. Kassim

    2004-06-01

    Full Text Available Kreativiti merupakan mauduk dan agenda penting dalam mana-mana orientasi pendidikan di dunia. Institusi pendidikan merupakan tempat terpenting untk menyuburkan bakat dan kebolehan kreatif pelajar. Banyak negara di dunia seperti Amerika Syarikat, Jerman, Swedan, Jepun, Singapura dan Korea Selatan memberi penekanan dalam sistem pendidikan prasekolah hingga peringkat pendidikan tinggi. Justeru, negara-negara yang disebutkan tadi, khususnya Amerika Syarikat berusaha melahirkan sumber manusia kreatif yang mampu mengangkat martabat dan dignity bangsa itu. Hal ini di akui oleh pakar-pakar sains pemikiran kreatif seperti Amabile (1992, Swartz (1989, Buzan (2002, De Bono (1971, Leong (1998, dan ramai lagi. Amabile (1992, misalnya menyifatkan institusi pendidikan. Khususnya pendidikan prasekolah merupakan tempat paling penting untuk memupuk alam kreativiti di kalangan kanak-kanak. Selanjunya, Cropley (2001, menegaskan bahawa pendidikan awal kanak-kanak sangat memerlukan persekitaran dan motivasi yang amat signifikan bagi meralisasikan bakat dan kemahirankreativiti kanak-kanak. Namun begitu, menurut de Bono (1970, tanpa prime mover (dibaca sebagai pendidikyang menggerakkan persekitaran yang kondusif untuk berkreativiti, maka sukar untuk para pelajar untuk berkreasi dengan selasa dan selamat. sungguhpun begitu, Prime mover yang dimaksudkan oleh de Bono itu ialah pendidik yang dibekali dengan pengetahuan dan kemahiran kreativiti. Pendidik yang tidak memiliki kemahiran dan pengetahuan kreativiti sukar untuk merealisasikan suasana, ruang, dan pengalaman kreatif dalam pengajaran dan pembelajarannya. Oleh yang demikian, kertas kerja konseptual ini akan mengupas agenda pemurnian kretiviti dalam pendidikan prasekolah serta kesannya terhadap pembinaan bangsa Malaysia yang kreatif. Justeru, kami akan memulakan dengan kupasan terma-terma penting kertas kerja ini seperti pemurnian kreativiti, bangsa Malaysia yang kreatif serta komponen- proses kreativiti kanak-kanak prasekolah. Selain itu, kertas kerja ini akan memberi tumpuan terhadap motivasi bagi mengharmonikan kreativiti dalam aktiviti pengajaran dan pembelajaran pada peringkat prasekolah. Selanjutnya, kertas kerja ini akan menggagaskan persekitaran yang kondusif serta teknk-teknik yang spesifik dalam pemurnian kreativiti dalam aktiviti pendidikan prasekolah. Akhirnya, kertas kerja ini akan melakarkan model pemurnian kreativiti yang sesuai dalam konteks pendidikan prasekolah.

  11. Kehidupan Wayang Orang Sriwedari dalam Perspektif Determinasi Penari Rol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hersapandi Hersapandi

    2013-11-01

    Full Text Available Penari rol atau penari bintang dalam Wayang Orang memiliki kualifi kasi sangat baik dalam menjalankan perannya, penguasaan keterampilan dan pengetahuan yang tinggi, dan kemampuan mengembangkan karakter peran yang dilakukan. Keterampilan kompetitif unggul tentu menjadi ikon untuk menyerap perhatian audien. Ikon peran terletak pada penonton. Oleh karena itu, seorang penari bintang perlu memiliki semangat tersebut untuk memotivasi kehidupan kelompok Wayang Orang. Kemampuan aktingnya mencerminkan suatu totalitas kesenian aktor dalam kehidupan pribadinya, yaitu untuk menjaga kualitas seorang penari profesional kuat sebagai agen. Aktor ini sering tampak melindungi karismanya. Dia selalu mencoba untuk melakukan sebanyak mungkin, sehingga ia tidak perlu membuat penari baru lainnya untuk menggantikannya. Alasannya adalah penari baru dianggap sebagai pesaing yang dapat menggantikan posisi potensi ekonomi. Semangat kinerja Wayang Orang adalah kualitas artistik penari bintang yang menyatakan simbol dan nilai artistik yang diperlukan oleh para penonton.Kata kunci: Wayang Orang, bintang penari, manajemen seni.ABSTRACTSriwedari Wayang Orang Performance. The term “rol” dancer or star dancer refers to the main dancer who becomes the star in wayang orang. It has an excellent qualifi cation in performing his/her role, an excellent mastery of knowledge and skills, and capability of developing the characters of the role that s/he performs. His/her superior competitive skills certainly become an icon for absorbing the audiens’ attention. Since the icon role lies on the audience, a star dancer needs to have such skills to motivate the life of the wayang orang group. As an agent, his/her acting skills have refl ected a totality of the actor’s artistry in his/her private life, i.e. to keep professional dancer’s quality stronger as a whole.The agent has as individudal and inttelectual integrity as a professional actor. The actor often seems to protect his charisma. S/he always tries to perform as many times as possible, so s/he does not need other new dancers to replace him/her. The reason is that the new dancers are considered as competitors who may replace his/her position and certainly his/her economic potentials as well. The spirit of wayang orang performance is the star dancer’s artistic quality expressing the symbols and artistic values needed by the audience.Key words: wayang orang, art management, star dancer.

  12. Kebijakan dalam Penentuan dan Pendanaan Modal Kerja Perusahaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Miswanto

    2012-10-01

    Full Text Available Abstract: Policy in Determining and Financing Company’s Working Capital. In funding working capital, a company can use hedging policy, conservative policy, and aggressive policy. In relation to long-term versus short-term financing, temporary versus permanent current assets, and the trade-off between risk and profitability, it can be concluded that when the temporary current assets are financed by short-term financing they have moderate risk and profitability, when the temporary current assets are financed by long-term financing they have low risk and profitability, when the permanent current assets are financed by short-term funding they have high risk and profitability, and when the permanent current assets are financed by long-term financing they have moderate risk-profitability. To measure the performance of the working capital management, the working capital position of the company needs to be analyzed. By using the data presented on the balance sheet and income statement, the company can carry out the analysis of working capital performance using financial ratio analysis on working capital, analysis of the funding sources and use of funding statement, and analysis of the company's cash flow statement. Keywords: liquidity, capital, financing, profitability, and risk Abstrak: Kebijakan dalam Penentuan dan Pendanaan Modal Kerja Perusahaan. Dalam mendanai modal kerja, perusahaan dapat menggunakan kebijakan hedging, kebijakan konservatif, dan kebijakan agresif. Dalam hubungannya antara pendanaan jangka pendek versus jangka panjang, aktiva lancar temporer versus permanen, dan trade-off antara risiko dan profitabilitas diperoleh kesimpulan bahwa jika aktiva lancar temporer dibiayai dengan pendanaan jangka pendek memiliki risiko dan profitabilitas moderat, jika aktiva lancar temporer dibiayai dengan pendanaan jangka panjang memiliki risiko dan profitabilitas rendah, jika aktiva lancar permanen dibiayai dengan pendanaan jangka pendek memiliki risiko dan profitabilitas tinggi, dan jika aktiva lancar permanen dibiayai dengan pendanaan jangka panjang memiliki risiko dan profitabilitas moderat. Untuk mengukur kinerja manajemen modal kerja, posisi modal kerja perusahaan perlu dianalisis. Dengan menggunakan data yang tersaji pada neraca dan laporan laba rugi, perusahaan dapat melakukan analisis kinerja modal kerja dengan menggunakan analisis rasio keuangan pada modal kerja, analisis pada laporan sumber dan penggunaan dana, dan analisis pada laporan aliran kas perusahaan.   Kata kunci: likuiditas, modal, pendanaan, profitabilitas, dan risiko

  13. STRATEGI TERCAPAINYA KETAHANAN PANGAN DALAM KETERSEDIAAN PANGAN DI TINGKAT REGIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isbandi dan

    2014-10-01

    Full Text Available Kebutuhan pangan di Indonesia untuk saat ini belum dapat tercukupi karena, pertanian di Indonesia belum bisa dikelola dengan baik, untuk saat ini peran para petani sangat dibutuhkan guna untuk meningkatkan produktivitas pangan di Indonesia. Melihat permasalahan di atas tujuan tulisan ini untuk mengetahui bagaimana strategi tercapainya ketahanan pangan dalam ketersediaan pangan secara nasional yang dapat disiasati dengan ketersediaan pangan, mengembangkan kelembagaan, solusi diversifikasi pangan secara nasional sehingga dapat terwujud ketahanan pangan dan tidak ketergantungan pada pangan pokok masyarakat. Pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa Indonesia mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama seperti diamanatkan oleh Undang Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa Pemerintah menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan,masyarakat menyelenggarakan proses produksi dan penyediaan, perdagangan, distribusi serta berperan sebagai konsumen yang berhak memperoleh pangan yang cukup dalam jumlah dan mutu, aman, bergizi, beragam, merata, dan terjangkau oleh daya beli masyarakat. Kecukupan pangan untuk kepentingan masyarakat secara nasional, tercapainya target kecukupan pangan dengan adanya sistem ketahanan pangan di Indonesia secara komprehensif meliputi empat sub-sistem, yaitu: ketersediaan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup untuk seluruh masyarakat secara nasional, distribusi pangan yang lancar, harga pangan murah dan terjangkau oleh lapisan masyarakat secara nasional, merata keseluruh daerah-daerah di Indonesia, konsumsi pangan setiap individu terpenuhi kecukupan gizi seimbang dapat menikmati yang berdampak pada kecukupan pangan dengan baik dan status gizi masyarakat Indonesia terpenuhi secara regional. ABSTRACT Food needs in Indonesia to date can not be fulfilled because of agriculture in Indonesia can not be managed well, for now the role of farmers is urgently needed to increase food productivity in Indonesia. Looking at the above problems purpose of this paper to find out how to achieve food security strategy in the national food availability can be circumvented by ketersdiaan food, develop institutional, food diversification solutions nationally to enable the creation of food security and reliance on staple foods. Food is an essential and strategic commodity for Indonesia since food is a basic human need that must be met by the government and the community together as mandated by Law No. 7 of 1996 concerning food. Mentioned in the Act Government organized setting, coaching, control and supervision, while community organizing production processes and supply, trading, distribution and function as consumers are entitled to adequate food in quantity and quality, safe, nutritious, diverse, equitable, and affordable by the community. Food security for the benefit of the national community, the achievement of food sufficiency targets with a system of food security in Indonesia comprehensively covers four sub-systems, namely: the availability of food in sufficient quantity and type for the entire national community, lancer food distribution, food prices cheap and affordable by the national society, evenly throughout the regions in Indonesia, each individual food consumption is met can enjoy a balanced nutrition that impact on the food security and nutritional status of both the people of Indonesia met nationally.

  14. APLIKASI PPI8255 DALAM SISTEM ANTRIAN ELEKTRONIK BERBASIS KOMPUTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gst. Ag. Pt. Raka Agung

    2012-05-01

    Full Text Available Teknologi perangkat kontrol berkembang sangat pesat, mengikuti kebutuhan hidup manusia. Perangkat kontrol semakin banyak dibutuhkan untuk membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari. Telah diketahui bersama, bahwa komputer dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, diantaranya sebagai pusat kontrol peralatan-peralatan tertentu yang diantarmukakan pada port masukkan dan keluaran (I/O port. Dengan perantaraan IC PPI 8255 dapat dibuat suatu sistem antrian berbasis komputer. Komponen pendukung lainnya adalah driver sevensegment, display seven segmen, printer, sound card dan saklar tekan, dengan memakai bahasa pemrograman Delphi. Dengan menggunakan sistem antrian ini diharapkan dapat membantu kenyamanan dan ketertiban suatu antrian pada pelayanan publik yang ramai. Aplikasi sistem ini adalah pada antrian layanan bank, rumah sakit, ataupun jasa layanan umum lainnya

  15. Tradisi keilmuan dan pendidikan dalam tamadun melayu di nusantara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd Koharuddin b. Mohd Balwi

    2004-06-01

    Full Text Available Kertas ini mengyelongkar tradisi keilmuan dan keintelektualan dalam tamadun Melayu di Nusantara. Masyarakat Melayu yang tersebar luar di alam Melayu atau Nusantara ini telah memiliki tradisi keilmuan dan pendidikan yang menjadi teras kepada kemunculan tamaduan yang tinggi dan cemerlang. Tradisi keilmuan ini kemudiannya menjadi marak melalui kedatangan Islam di Nusantara apabila ia merevolosikan tradisi ini kerana Islam memang amat manganjurkan kepada keilmuan dan keintelektualan. gelombang ini kemudiannya melahirkan beberapa kerajaan Islam yang menjadikan pendidikan keilmuan sebagai suatu yang amat penting dan amat digalakkan. Kemudiannya, lahirlah Pasai, Melaka, Acheh Demak, dan lain-lain menjadi pusat keilmuan dan pendidikan di Nusantara. Teratak keilmuan dan pendidikan ini telah melahirkan tokoh-tokoh Melayu yang tersohor sepanjang zaman. Lantaran, ketinggian ketamadunan Melayu tidak terletak kepada kehebatan budaya meterialnya, sebaliknya terletak kepada kehebatan dan ketinggian tradisi keilmuan dan keintelektualannya. Tradisi keilmuan dan pendidikan merupakan tradisi umat Melayu-Islam sepanjang zaman.

  16. Pengaruh Penambahan Glukosa Sebagai Co-substrate dalam Pengolahan Air Limbah Minyak Solar Menggunakan Sistem High Rate Alga Reactor (HRAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laksmisari Rakhma Putri

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak dalam air limbah umumnya relatif sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme pada pengolahan air limbah secara biologis. Sistem alga dalam High Rate Alga Reactor (HRAR telah banyak dikembangkan dan digunakan sebagai pengolah air limbah domestik dan industri. Aplikasi sistem alga dalam HRAR ini dicoba untuk diaplikasikan dalam pengolahan air limbah mengandung minyak solar. Penelitian dilakukan untuk mengkaji kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar dengan penambahan glukosa sebagai co-substrate. Penambahan co-substrate diperkirakan dapat mendorong bakteri untuk memberikan suplai karbondioksida pada mikroalga. Penelitian ini dilakukan dengan dua variabel penelitian yaitu konsentrasi minyak solar sebesar 381 ppm dan 830 ppm dalam air limbah dan konsentrasi co-substrate berupa gula sebesar 5 gram, 7 gram, dan 10 gram ke dalam 18 Liter air pada reaktor. Setiap dua hari sekali selama 14 hari akan diambil sampel untuk kemudian dilakukan analisis masing-masing parameter. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi kinerja HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar adalah sebesar 84,27%. Efisiensi tertinggi ini didapatkan pada reaktor dengan variasi penambahan minyak solar 830 ppm dan co-substrate sebesar 10 gram ke dalam 18 Liter yang memiliki nilai COD 586,67 mg/L. Pada konsentrasi minyak solar sebesar 830 ppm, penambahan co-substrate memberikan pengaruh pada efisiensi penurunan kandungan minyak solar. Semakin besar penambahan co-substrate, semakin besar efisiensi penurunan kandungan minyak solar.

  17. Rim-ba: Karya Tari Hasil Refleksi Kehidupan Suku Anak Dalam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarjiwo Sarjiwo

    2013-11-01

    Full Text Available Karya tari “Rim-ba” merupakan hasil dari refl eksi penata tari terhadap kehidupan Suku Anak Dalam (Orang Rimba di Bukit Duabelas Propinsi Jambi. Hutan yang menjadi habitat dan tempat bernaung Suku Anak Dalam semakin sempit areanya. Hal tersebut disebabkan oleh adanya penebangan liar (illegal logging maupun perluasan lahan perkebunan sawit. Tema yang diangkat dalam garapan karya tari ini adalah perjuangan hidup orang rimba. Bentuk penyajiannya simbolis representasional yang terbagi dalam empat adegan, yaitu adegan satu (introduksi tentang keterbelakangan, adegan dua tentang ritus orang rimba, adegan tiga tentang aktivitas mata pencaharian orang rimba, dan adegan empat tentang perusakan rimba. Karya tari ini didukung oleh empat orang penari. Gerak tari berorientasi pada perilaku kehidupan sehari-hari orang rimba. Musik pengiring merupakan musik hasil editing secara digital dengan software nuendo dengan memasukkan unsur suara vocal. Tata rupa pentas berdasarpada atmosfi r suasana hutan, meliputi property instalasi kayu, akar sulur gantungan dan dedaunan. Busana yangdikenakan menyerupai busana asli Suku Anak Dalam yang sudah dimodifi kasi. Sedangkan tata cahaya yangdigunakan berorientasi pada nuansa cahaya alam.Kata kunci: rimba, suku anak dalam, bukit duabelasABSTRACT“Rim-ba”: A Dance refl ecting the Life of Anak Dalam Tribe. Rimba dance is the result of the choreographer’srefl ection on the life of Anak Dalam tribe (forest people / Orang Rimba in Bukit Duabelas, Jambi province. The forestwhich is the habitat of the tribe is shrinking. This is due to the illegal logging and palm oil agriculture expansion. Thetheme of the dance is about the struggle of forest people in their life. The symbolic, choreographic representation is dividedinto four acts; the fi rst act introduces the underdeveloped condition of the people; the second act shows the rituals practiced by the forest people; the third act shows how the forest people earn their living; and the fi nal act visualizes the forest destruction. The dance is performed by four dancers. The dance movement orientates on the daily behaviors of the forestpeople. The accompanying music is composed and edited digitally by applying nuendo software and inserting vocal element in the software. The stage decoration shows a forest setting which includes wooden property, hanging roots and leaves. The dancers’ costumes resemble the original clothes of Anak Dalam tribe along with some modifi cations, whereas the lighting arrangement is based on natural lighting nuance.Key words: anak dalam dance, bukit duabelas

  18. AIR SEBAGAI SUBYEK DALAM DESAIN ARSITEKTUR Kasus telaah: Istana Alhambra Granada

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Esterlita Devi Hendrayani

    2002-01-01

    Full Text Available Water has always been imperative for life, since the very beginning, the birth, growth, survival, to the death, water always play an important role. In whatever kind of form, water has the character and potency to increase the quality of human life or to destroy it. Water is well responsive against natural forces, such as storm, rain, lightning and thunder, it could change in a sudden from a still and calm condition to a new powerful force, which could evoke certain human emotion. With this character and potency, water contribute to the dynamic of the architecture which incorporates it, placed as subject to architectural composition, not merely as object to meet the physical human needs. Through analyzing the Alhambra palace which is known as the locus classicus of the use of water in architectural design, a reflection can be made, whether water has been placed as subject in an architectural composition or just as something routine. Abstract in Bahasa Indonesia : Air adalah sesuatu yang tidak dapat dilepaskan dalam segala aspek kehidupan manusia, mulai dari awal kehidupan, kelahiran, pertumbuhan, perjuangan hidup hingga kematian. Dalam wujud apapun air mempunyai karakter dan potensi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia atau merusakkannya. Air begitu responsif terhadap kekuatan alam seperti, badai, hujan lebat, kilat dan petir; ia dapat dengan tiba-tiba berubah dari keadaan tenang menjadi kekuatan baru yang mampu membangkitkan emosi tertentu. Dengan mengenal karakter dan potensi inilah, maka air dapat menjadi komponen dinamis dalam arsitektur, dapat berperan sebagai subjek dalam desain komposisi arsitektural, bukan hanya semata-mata sebagai objek guna memenuhi kebutuhan fisik manusia saja. Air dapat menjadi urat nadi dalam komposisi arsitektur. Melalui telaah desain istana Alhambra, yang dikenal sebagai locus classicus bagi penggunaan air dalam desain arsitektur, maka kita dapat melakukan refleksi apakah telah menempatkan air sebagai subyek dalam desain arsitektur, atau hanya sebagai suatu rutinitas saja. Kata kunci: Air, Komponen Komposisi Arsitektural, Makna.

  19. KERBAU UNTUK LELUHUR: DIMENSI HORIZONTAL DALAM RITUS KEMATIAN PADA AGAMA MERAPU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunawan Gunawan

    2013-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menggali makna yang terkandung dalam ritual mengorbankan kerbau dalam ritus kematian pada agama Marapu. Pengamatan dilakukan pada masyarakat Sumba penganut agama merapu. Fenomena keagamaan dalam masyarakat secara antropologis dapat dilihat dari aras sakral dan profan. Aras sakral menempatkan fenomena keagamaan dalam hubungan vertikal antara manusia dengan tuhan sebagai pemilik kekuatan adikodrati. Sedangkan pada aras profan melihat fenomena keagamaan dalam hubungan horisontal yang terbangun dalam relasi sosial antar pendukungnya. Tulisan ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari aras sakral dan profan tidaklah terpisah sama sekali. Aktifitas yang tampaknya profan ternyata terkait dengan wilayah sakral seperti yang terjadi pada masyarakat Sumba. Keberadaan ternak khususnya kerbau menjadi penghubung antara wilayah sakral dan profan. Memelihara ternak, khususnya kerbau merupakan aktifitas sehari-hari yang bersifat profan namun menjadi sakral manakala kerbau hadir dalam ritual kematian. Sehingga secara nyata aktifitas profan dalam memelihara ternak khususnya kerbau akan menjamin tetap tegaknya agama Marapu. The objective of this study is to reveal the meaning behind the sacrifice of buffalo in the death rituals of Merapu religion. The observation was done among Sumba community, the followers of Merapu religion. Religious phenomena in the anthropological community can be seen from the sacred and profane dimension. In sacred level, religious phenomenon builds the vertical relationship between man and God as the owner of supernatural power. While the level of profane views religious phenomena in a horizontal relationship built within particular social relations. This paper shows that in the level of everyday life, the sacred and the profane are not separated at all as best exemplified by Sumba community ritual of buffalo sacrifice. Seemingly profane activities were related to the sacred as exemplified by Sumba people particularly the followers of Merapu belief. The presence of livestock especially buffaloes became a liaison between the sacred and the profane. Livestock, particularly buffalo are daily profane activities, but when the buffalo are present in the death ritual, they become sacred. Profane activities in raising livestock especially the buffalo ensures the upholding of Marapu belief.

  20. Pengaruh Prosentase Solvent Non Polar dalam Campuran Pelarut terhadap Pemisahan Senyawa Non Polar dari Minyak Nyamplung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Anggraini

    2014-03-01

    Full Text Available Minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum oil dikenal sebagai minyak yang tidak dapat dikonsumsi. Oleh sebab itu, penelitian tentang minyak ini kebanyakan hanya terfokus pada konversi minyak menjadi biodiesel. Pada penelitian ini, diharapkan agar trigliserida (senyawa non polar terpisah dengan resin beracun yang ada di dalam minyak nyamplung itu sendiri, dengan tujuan agar minyak nyamplung bisa dikonsumsi oleh manusia. Minyak nyamplung sendiri disinyalir mengandung senyawa anti HIV dan anti tumor yang sangat berfungsi bagi manusia. Resin beracun yang terdapat dalam minyak ini diidentifikasi sebagai phthalic acid ester (PAE. Trigliserida dalam minyak nyamplung sendiri berkisar antara 70-80%, sehingga jika trigliserida ini dapat terpisah dengan baik dari PAE atau komponen lain yang berbahaya dalam minyak nyamplung, bukan tidak mungkin minyak nyamplung nantinya akan dapat dikonsumsi oleh manusia. Proses isolasi trigliserida dimulai dengan memisahkan senyawa yang diinginkan dari lipid menggunakan ekstraksi pelarut-pelarut dengan dua macam variable solvent yaitu : n-hexane-methanol serta petroleum eter-methanol. Pemilihan pelarut berdasarkan atas nilai kepolaran yang dimilikinya karena solvent yang saling larut tidak dapat digunakan dalam ekstraksi ini. Rasio jumlah solvent non polar dan polar ini juga divariasikan, yaitu : 100:0, 75:25, 50:50 dan 0:100.

  1. MODAL SOSIAL DAN PEMILIHAN DUKUN DALAM PROSES PERSALINAN: APAKAH RELEVAN?

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meredian Alam

    2010-06-01

    Full Text Available Pemanfaatan dukun beranak dipandang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kematian ibu di Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa salah satu penyebab kecenderungan pemilihan dukun adalah adanya jampi-jampi dan doa-doa tertentu yang dilakukan dukun pada saat persalinan. Namun, analisis terhadap faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya kecenderungan ini belum banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menggali peran dari modal sosial terhadap pemilihan persalinan menggunakan dukun. Penelitian ini menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS tahun 2007. Modal sosial diukur dari kohesivitas masyarakat dan kepercayaan sosial sementara faktor demografi ibu diukur dari status perkawinan, status pekerjaan, dan pendidikan. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan yang diantara variabel. Untuk mengetahui efek dari variabel modal sosial dan demografi terhadap pemanfaatan dukun digunakan uji regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan modal sosial di masyarakat memiliki hubungan yang bermakna dengan pemanfaatan dukun beranak di Indonesia. Untuk faktor demografi, tingkat pendidikan rendah berasosiasi dengan persalinan menggunakan dukun. Faktor yang mendorong pemilihan persalinan menggunakan dukun sangat kompleks. Pemahaman terhadap konteks sosial di masyarakat seharusnya menjadi bahan pertimbangan penting dalam menurunkan angka kematian ibu.

  2. Menentukan Faktor Yang Berpengaruh Dalam Persebaran Pencemaran Industri Migas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arina Marta Setya Putri

    2014-03-01

    Full Text Available Kegiatan industri migas merupakan kegiatan yang memiliki potensi yang sangat besar dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur. Namun kegiatan industri migas di Indonesia juga menimbulkan dampak negatif yaitu kerusakan lingkungan. Lapangan migas Banyu Urip merupakan salah satu lapangan migas yang berada pada Kabupaten Bojonegoro dengan perusahaan migas yang beroperasi yaitu PT Exxon Mobil. Dengan memperhatikan hal tersebut maka dibutuhkanlah pengendalian ruang untuk kawasan industri migas untuk meminimalisasi persebaran pencemaran. Identifikasi faktor berpengaruh dalam persebaran pencemaranperlu dilakukan sebagai awalan pengendalian ruang. Proses identifikasi ini dilakukan melalui proses deskriptif kualitatif. Untuk prioritasi faktor, analisa AHP digunakan dengan mempertimbangkan nilai kepentingan stakeholder. Hasil yang didapatkan yaitu faktor yang mempengaruhi persebaran pencemaran oleh industri migas dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu tanah, air dan udara. Faktor yang sangat berpengaruh pada tanah yaitu kemiringan tanah dengan bobot faktornya 0.310. Pada aspek air, faktor yang sangat berpengaruh yaitu sistem drainase dengan nilai 0.618. Sedangkan pada udara, faktor yang sangat berpengaruh yaitu jenis vegetasi dengan nilai 0.669. Dari ketiga aspek yang ada tersebut yaitu tanah, air, dan udara, aspek dengan tingkat persebaran yang paling cepat yaitu aspek udara dengan bobot nilainya yaitu 0,518.

  3. PAGAR UNTUK MENGURANGI INTRUSI POLUSI DEBU HALUS KE DALAM BANGUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thomas J. Scanlon

    2001-01-01

    Full Text Available The effects of fence in reducing particulate matter concentration from street traffic to adjacent buildings (i.e. houses were studied by using computational fluid dynamics. A variety of fence property: porosity, height,positions relative to the house and wind direction were investigated related to a constant set of weather data of a hot-humid country (i.e. Indonesia. This investigation shows that a solid fence, which is close proximity to the building, will give a considerable particulate matter reduction carried by an oblique wind direction of up to 11%. Abstract in Bahasa Indonesia : Ide dasar bahwa penyebaran suatu zat dapat dikurangi atau dihalangi dengan sistem bloking diuji dengan menggunakan metode komputasi dinamika fluida (CFD. Keragaman kondisi fisik pembatas antara sumber zat dan penerima zat meliputi : kerapatan, besaran (tinggi dan panjang, perletakan terhadap bangunan/jalan dan arah angin diuji pengaruhnya terhadap kemampuan mengurangi penyebaran debu halus dari jalan raya ke dalam bangunan yang lokasinya berdekatan dengan jalan tersebut. Kondisi cuaca yang menyertai pengujian dikhususkan pada kondisi iklim tropis lembab. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pagar pembatas yang terbuat dari bahan dengan kerapatan 100% mampu mengurangi penyebaran debu halus di balik pagar sampai 11 %. Kata kunci: konsentrasi debu halus, pagar pembatas, kerapatan, jarak halaman, bangunan, CFD.

  4. Efektivitas Perpaduan Komponen Anggaran dalam Prosedur Anggaran: Pengujian Kontinjensi Matching

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Nizarul Alim

    2008-01-01

    Full Text Available This study investigates effect of matching among budget components in budgeting procedure on managerial performance. Budget component include budget participation, budget target, budget revision, and budget evaluation. Research finding shows that participation doesn’t have impact on budget goal. Fit between budget goal and budget revision and budget evaluation have positive effect on managerial performance but not significant. While budget revision and budget evaluation has significant effect. Empirical evidences indicate that budget revision and budget evaluation are not contingency factors of budget goal difficulty. Research suggests investigating strategic planning as contingency factor of budget procedure. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek¬tivitas perpaduan antar komponen anggaran dengan pengujian kontinjensi matching dengan argumen bahwa penganggaran merupakan suatu prosedur yang berurutan dan saling terkait antar komponen anggaran. Komponen anggaran yang diteliti meliputi: partisipasi anggaran, sasaran anggaran, revisi anggaran dan evaluasi anggaran. Penelitian membuktikan, bahwa partisipasi tidak berpengaruh signifi¬kan terhadap sasaran anggaran. Demikian pula sasaran anggaran tidak ber¬pengaruh terhadap kinerja manajerial. Untuk partisipasi sasaran, revisi anggaran, evaluasi anggaran dan interaksinya secara bersama mempunyai pengaruh signifikan ter¬hadap kinerja manajerial meskipun tidak signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini perlu penelitian lebih lanjut tentang faktor desain organisasional yang mungkin ber¬pengaruh pada prosedur anggaran dalam proses pengendalian manajemen, seperti proses peren¬cana¬an strategi (strategic planning. Kata kunci: komponen anggaran, kontinjensi dan kinerja manajerial

  5. Hubungan Antara Psikopathi, Psikopatologi Dan Estim Kendiri Dalam Kalangan Remaja Perempuan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khaidzir Hj Ismail

    2007-01-01

    Full Text Available Kajian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara psikopathi, psikopatologi dan estim kendiri. Dalam kajian ini, seramai 82 remaja perempuan telah dipilih dari beberapa buah sekolah menengah di Melaka (min umur 16.3 tahun, julat umur 14-17 tahun telah ditadbirkan dengan soal selidik Antisocial Process Screening Device, Symptoms Checklist-90-Revised dan Rosenberg Self-esteem Scale. Keputusan kajian menunjukkan tret psikopathi, psikopatologi dan estim kendiri tidak mempunyai korelasi yang signifikan( r = -0.009, r=0.087, dan r = 0.114. Oleh itu, estim kendiri dan psikopatologi bukan peramal yang baik kepada tret psikopathi. Kajian ini telah mencadangkan aspek lain dalam tret psikopathi seperti perbezaan jantina, pengaruh rakan, keluarga dan cara asuhan ibu bapa perlu diambil kira dalam kajian pada masa depan. Selain itu, rawatan untuk psikopathi perlu mengambil kira latar belakang subjek dan menggunakan pendekatan yang multidimensi.

  6. Minda objektif – dimensi gerhana dalam persoalan kesejahteraan dan hubungan Indonesia-Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amriah Buang

    2009-01-01

    Full Text Available Minda objektif ialah kesanggupan meneliti pokok persoalan menurut fakta. Fakta ertinya kenyataan sebagaimana yang berlaku. Tesis kertas ini ialah bahawa sekian banyak perbicaraan permasalahan kesejahteraan dalam hubungan dua hala Indonesia-Malaysia dewasa ini adalah berpunca dari pendekatan yang kurang menghormati dan meraikan pemikiran yang objektif, pemikiran yang berlandaskan fakta. Kertas ini merujuk kepada dua kes utama untuk menunjukkan bagaimana minda yang kurang objektif telah mengeruhkan keadaan dan seterusnya hubungan Indonesia-Malaysia. Satu, kes pembantu rumah Indonesia di Malaysia, dan satu lagi kes meningkatnya jenayah di Malaysia akibat kehadiran pekerja asing Indonesia. Kertas ini juga melakarkan jalan keluar yang menghargai minda objektif kerana di dalam penyerlahan kembali minda yang objektif inilah letaknya harapan realistik dalam memurnikan kembali hubungan dua negara serumpun ini.

  7. KAJIAN KADAR RESIDU DETERGEN, FOSFAT DAN KLORIDA DALAM AIR SUNGAI MAMASA DI KABUPATEN MAMASA SECARA

    OpenAIRE

    Musa Ramang

    2012-01-01

    Analisis kadar residu detergen, fosfat dan klorida dalam air Sungai Mamasa telah dilakukan. Residu detergen diekstraksi dengan kloroform dan kadar residu dalam ekstrak yang diperoleh diukur secara spektrofotometri pada panjang gelombang 650 nm. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kadar residu detergen pada lokasi pertama (persawahan) adalah 2,76 mg/L, lokasi kedua (perkotaan) adalah 2,97 mg/L, lokasi ketiga (Desa Karangan) adalah 2,53 mg/L, lokasi keempat (Desa Minanga I) adalah 7,25 mg/L d...

  8. FAKTOR DETERMINAN BUDAYA KESEHATAN DALAM PENULARAN PENYAKIT TB PARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niniek Lely Pratiwi

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: TB DO TS Strategy policy as the government's efforts in order to decrease TB patients is facilitated through the state budget cost resources, budget, global foreign aid fund, and the WHO. This qualitative study aimed to determinan poeing on cultural efforts in the prevention of pulmonary TB disease. Method of data collection participatory observation, in-depth interviews in patients with pulmonary TB and families, health care workers in the provinces, and districts. FGD on public figures, cross-sector and NGOs. Research sites in the city of Pariaman, West Lombok district and the district Rote Ndao NTT. Results:The results showed cultural determinants of health factors on the prevalence of pulmonary TB disease is a public perception of ilness Roe Ndao district, that of pulmonary TB disease as a hereditary disease, infectious disease and "Hosse". Norma betel nut as a treat for guests, custom home Sel, Sei traditional beliefs of newborns who smoked for 40 days with ground floor houses almost 50% of the population. Norms, stigma society in urban areas Pariaman, pulmonary TB disease as a disease because Tamakan, due to use-for others who are not happy, as evidenced by the habits, behavior of people carelessly throw spit spot. In western Sumatra, the city of Pariaman norms, fear of stigma, shame as people with TB, so there are many people who call it the perception of pain as a disease of old Cough, cough 40 days, dry cough, and asthma. Confidence/belief communities in the western province of NTB Lombok district who think if drinking water used Kiai progenitor Ishmael receive healing. Supervisory personnel selection as taking medication/PMO less in accordance with existing social structures in local communities, tribes sasak NTB, Rote tribe. Recommendalion: is required from a variety of participatory other NGOs, in an integrated cross-sector to perform the preventive, promotive control TB disease of the housing ministry, social ministry and education ministry Improvement program of passive case finding by health workers to be pro active case finding by cadres who require training. Key words: Culture, Independence, TB DOTS, proactive case findingABSTRAK Kebijakan Strategi TB DOTS sebagai upaya pemerintah dalam rangka penurunan penderita TB difasilitasi melalui sumber biaya APBN, APBD, bantuan luar negeri global fund, dan WHO. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji faktor determiansi budaya kesehatan dalam pencegahan penularan penyakit TB paru. Cara pengumpulan data observasi partisipatori, wawancara mendalam pada penderita TB paru dan keluarga, pada petugas kesehatan di provinsi, dan kabupaten. FGD pada tokoh masyarakat, lintas sektor dan LSM. Lokasi penelitian di Kota Pariaman, kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Rote Ndao NTT. Hasil penelitian menunjukkan faktor determinan Budaya kesehatan terhadap prevalensi penyakit TB paru adalah persepsi ilness masyarakat kabupaten Roe Ndao, bahwa penyakit TB paru sebagai penyakit keturunan, penyakit Hossa dan tidak menular. Norma sirih pinang sebagai suguhan bagi tamu, rumah adat Sel, kepercayaan adat Sei bayi baru lahir yang diasap selama 40 hari dengan rumah lantai tanah hampir 50% penduduk. Norma, stigma masyarakat di daerah kota Pariaman, penyakit TB paru sebagai penyakit karena Tamakan, akibat diguna-guna orang lain yang tidak senang, terbukti dengan kebiasaan, perilaku masyarakat membuang ludah sembarangan tempat. Di Sumatera barat, kota Pariaman norma, stigma takut, malu sebagai penderita TB, sehingga masih banyak persepsi sakit masyarakat yang menyebutnya sebagai penyakit Batuk lama, batuk 40 hari, batuk kering, dan penyakit asma. Kepercayaan/belief masyarakat di kabupaten Lombok barat provinsi NTB yang beranggapan bila minum bekas air minum Kiai datuk Ismail memperoleh kesembuhan. Pemilihan sebagai tenaga Pengawas makan obatlPMO kurang sesuai dengan struktur sosial yang ada di masyarakat setempat, suku sasak NTB, suku Rote. Rekomendasi diperlukan partisipatori dari berbagai LSM yang lainnya, lintas sektor untuk secara terpadu

  9. KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TB PARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niniek Lely Pratiwi

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Prevention of tuberculosis, particularly pulmonary tuberculosis in lndonesia was started in 1969, but the number of pulmonary TB patients is increasing. Methods:Ethnographic qualitative study aims to assess the independence of the community effort in preventing pulmonary TB disease transmission. Methods: of data collection participatory observation, in-depth interviews with informants pulmonary TB patients and families. Research sites in the city of Pariaman, West Lombok district and the district Rote Ndao NTT. Results:The analysis of four independent indicators of the knowledge society is stilllow considering that most of the informants consider pulmonary TB disease as a hereditary disease, and infectious diseases as the people in the district Hossa Rote Ndao. Illness perceptions of people in the city of Pariaman, pulmonary TB disease as a disease because "ismeken", due to use-for others who are not happy ln the town of West Lombok fear of stigma, shame as people with TB, so there are many people who call it the perception of illness as a disease of old cough, dry cough of 40 days, and asthma. Confidence/trust society still depends on health workers, yet there are cadres who provide direct counseling on prevention of transmission. Capability community is lacking, people still believe in the health care workers to provide counseling. Selection of the PMO staff (Supervisors taking medication were not appropriate to the social structures that exist in society Lobar districts with 'sasak' social structure, then the host teacher, 'Kyai' can be as social support surrounding communities. 'Kyai' expected to affect the mindset of people, motivate people to air PHBs. Rote Ndao district as a social support from church leaders as well as the city of Pariaman, a descendant of the king, can motivate people. Participatory community by providing prevention counseling in a variety of pulmonary TB disease or group of containers carried on a group of new religious NGOs, Asiyah, churches, Muhammadiyah. Recommendation:Required an increase in participatory community of various other NGOs, in an integrated cross-sector to perform the preventive, promotive control of pulmonary TB disease by promoting the re-socialization of the glass roof house design, conduct prevention. Key words: Community on People Self Care, TB OOTS, Pro active Ca se Finding ABSTRAK Penanggulangan tuberculosis, khususnya TB paru di lndonesia telah dimulai sejak tahun 1969, namun jumlah penderita TB paru semakin meningkat. Penelitian kualitatif etnografis ini bertujuan untuk mengkaji upaya kemandirian masyarakat dalam upaya pencegahan penularan penyakit TB paru. Cara pengumpulan data observasi partisipatori, wawancara mendalam dengan informan penderita TB paru dan keluarga. Lokasi penelitian di Kota Pariaman, kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Rote Ndao NTT. Hasil analisis dari 4 indikator kemandirian masyarakat dari sisi knowledge masih rendah mengingat bahwa sebagian besar informan menganggap penyakit TB paru sebagai penyakit keturunan, dan tidak menular. Penyakit Hossa sebutan masyarakat di kabupaten Rote Ndao. Persepsi illness masyarakat di kota Pariaman, penyakit TB paru sebagai penyakit karena "temeken", akibat diguna-guna orang lain yang tidak senang. Di kota Lombok Barat stigma takut, malu sebagai penderita TB, sehingga masih banyak persepsi illness masyarakat yang menyebutnya sebagai penyakit batuk lama, batuk kering 40 hari, dan penyakit asma. Kepercayaan/trust masyarakat masih tergantung pada petugas kesehatan, belum ada kader yg memberikan penyuluhan langsung tentang pencegahan penularan. Kemampuan/ capacity masyarakat masih sangat kurang, masyarakat masih lebih percaya pada petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan. Pemilihan sebagai tenaga PMO (Pengawas makan obat kurang sesuai dengan struktur sosial yang ada di masyarakat. Kabupaten Lobar dengan struktur sosial masyarakat sasak maka tuan guru, Kyai dapat sebagai social support masyarakat disekitarnya. Kyai diharapkan dapat memengaruhi pola pikir masyarakat, memo

  10. Pengaruh Konsentrasi Nutrien dan Konsentrasi Bakteri Pada Produksi Alga Dalam Sistem Bioreaktor Proses Batch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Minarti Oktafiani

    2013-09-01

    Full Text Available Bertambahnya populasi penduduk sebanding dengan meningkatnya kebutuhan manusia, sehingga berdampak negatif terhadap peningkatan kebutuhan akan energi khususnya energi yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi. Oleh sebab itu diperlukan energi alternatif sebagai pengganti bahan baku minyak bumi. Salah satu energi alternatif yang digunakan sebagai pengganti bahan baku minyak bumi adalah biodiesel. Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi nutrien dan konsentrasi bakteri pada produksi alga dalam sistem bioreaktor proses batch. Pada penelitian tugas akhir ini menggunakan dua variabel yaitu variabel pertama dengan penambahan nutrien (N dan P dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak tiga variasi konsentrasi yaitu 7,5 mg/L, 15 mg/L, 30 mg/L dan variabel kedua penambahan bakteri dengan menggunakan biakan bakteri dari saluran drainase sebanyak tiga variasi konsentrasi yaitu 50 mL, 100 mL, 150 mL. Dalam penelitian ini juga menambahkan mixing pompa sebagai pengadukan selama 24 jam dan waktu pencahayaan dengan bantuan cahaya lampu flourescent selama 12 jam. Penelitian ini dilakukan didalam ruangan. Waktu dalam penelitian tugas akhir ini dilakukan selama 14 hari dengan dua kali running dan waktu kontak 10 hari. Parameter yang akan diteliti dalam penelitian ini terbagi menjadi dua bagian yaitu parameter utama dan parameter tambahan. Parameter tersebut adalah konsentrasi MLSS/MLVSS, N-amonia, N-nitrat, Fosfat, Klorofil a sebagai parameter utama sedangkan untuk pH, suhu dan DO sebagai parameter tambahan.Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil kondisi optimum penambahan konsentrasi nutrien dan konsentrasi bakteri yang dilakukan didalam ruangan yaitu penambahan nutrien sebesar 7,5 mg/L dan bakteri sebesar 150 mL,karena memiliki nilai klorofil a yang seimbang dibandingkan reaktor yang lainnya. Oleh sebab itu, penambahan nutrien dan bakteri yang tepat dapat memproduksi alga dengan jumlah yang optimal di dalam ruangan.

  11. PEMBELAJARAN KEBENCANAAN ALAM BERVISI SETS TERINTEGRASI DALAM MATA PELAJARAN FISIKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Rusilowati

    2015-09-01

    Full Text Available Kearifan lokal merupakan nilai-nilai yang berlaku dalam suatu mayarakat, yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam bertingkah laku sehari-hari, serta menggambarkan cara bersikap dan bertindak untuk merespons perubahan-perubahan yang khas dalam ingkungan fisik maupun kultural. Kearifan lokal yang ada di setiap daerah di Inonesia merupakan satu aset atau harta terpendam bagi bangsa Indonesia yang harus digali dan terus dipertahankan sebagai satu kesatuan dalam hidup dan kehidupan semua masyarakat Indonesia. Tujuan penulisan artikel ini adalah menentukan cara (1 menanamkan kearifan lokal bagi generasi muda, (2 mendesiminasikan kearifan lokal dilakukan melalui  pendidikan. Metode penelitian analisis kepustakaan. Hasil analisis menyimpulkan salah satu cara menanamkan kearifan lokal dengan mengaitkannya pada pembelajaran Fisika terintegrasi kebencanaan alam bervisi  Science Environment Technology and Society (SETS. Desiminasi kearifan lokal dapat dilakukan melalui pendidikan, termasuk dalam  pembelajaran dan penelitian kependidikan, serta penulisan artikel di media. Local wisdom is the values prevailing in a society, which is believed to be true and become a reference in the daily activity, and describe how to behave and act in response to specific changes in physical and cultural environment. Local wisdom in every region in Indonesia is an asset or a hidden treasure for the nation of Indonesia to be collected and maintained as a unity in life and the lives of all the people of Indonesia. The purpose of writing this article is to determine how to (1 embed local wisdom to the younger generation, (2 disseminate local wisdom through education. Analysis of the literature research method. Results of the analysis concluded one way of instilling local wisdom by associating the natural disaster integrated physics learning in the vision of Environment Science Technology and Society (SETS. Dissemination of local wisdom can be done through education, including the teaching and educational research, as well as writing articles in the media.

  12. KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBIAYAAN USAHA PEMBIBITAN TERNAK SAPI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idha Susanti

    2014-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study was aimed to determine the effectiveness of policies on cattle breeding financing, to determine the factors that could influence the distribution of credit schemes and formulate advices and recommendations to enhance the effectiveness of kredit  usaha  pembibitan  sapi/KUPS credit  scheme distribution and absorption. This study was using a descriptive evaluation method to obtain an overall view of the loan program implementation. The obtained data were analyzed using gap analysis to evaluate the implementation of targeted credit scheme distribution as well as the target, systemic analysis to obtain the effectiveness of the program, correspondence analysis was used to obtain community feedback and regulatory impact assessment analysis to determine recommendations for the credit programs. The result showed that the effectiveness of the program is lower than the policy’s objectives. The public give high responses to this policy, but there are many obstacles were faced by the breeders. The influencing factors were banks, government and cattle breeding business itself. The recommendations are (1 the increasing bank support at the local level, (2 the reduction the overlapping governmental programs, (3 increasing farmers’ ability in accessing banks’ support, and (4 improving the credit policy by using two subsidized pattern program.Keywords: goverment policy analysis, kredit usaha pembibitan sapi/KUPS, regulatory impact assessmentABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kebijakan pemerintah terhadap pembiayaan pembibitan sapi, melihat faktor-faktor yang memengaruhi penyaluran skim kredit, dan merumuskan saran dan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas  penyaluran  dan penyerapan skim kredit kredit usaha pembibitan sapi/KUPS. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi deskriptif untuk mendapatkan gambaran menyeluruh dari pelaksanaan program kredit. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis gap untuk mengevaluasi realisasi penyaluran dan target yang telah ditetapkan, analisis kesisteman untuk mengetahui efektivitas program, analisis persepsi responden untuk memperoleh umpan balik  masyarakat dan analisis regulatory impact assessment untuk menentukan saran dan rekomendasi untuk program kredit tersebut. Hasil menunjukkan bahwa efektivitas program kredit lebih rendah daripada tujuan pencapaiannya. Tanggapan masyarakat terhadap kebijakan ini sangat besar tetapi terdapat banyak kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha pembibitan. Faktor-faktor yang memengaruhi adalah perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha pembibitan itu sendiri. Rekomendasi terhadap program skim kredit ini adalah (1 meningkatkan dukungan dari bank, (2 pengurangan program pemerintah yang tumpang tindih, (3 meningkatkan kemampuan petani dalam mengakses bank, dan (4 meningkatkan penyaluran kredit dengan menggunakan program pola dua  subsidi.Kata kunci: analisis kebijakan, kredit usaha pembibitan sapi/KUPS, regulatory impact assessment

  13. VISUALISASI PETA KONTUR DALAM SUDUT PANDANG TIGA DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jimmy Jimmy

    2006-01-01

    Full Text Available A Contour map is commonly displayed in two dimensional view, where the earth's contours captured from above the earth. A Two dimensional contour map often difficult to express the earth's surface velocity. The problem arose when trying to visualize a contour map in three dimension environment, is about how to connect each contour lines that exist within the two dimensional contour map. In order to solve that problem, writer creates an algorithm that able to convert earth's coordinate data into a collection of polygonal mesh data. Conversion process is done by using a square polygon web. At the beginning, the square polygon web was set flat at the height of 0 meter. Then, every vertex on the square polygon web must be altered to the same height as the height of the contour map at the same coordinate. Experiments conducted shows that the square polygon web, which the height has been altered, able to display earth's contours in three-dimensional view. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada umumnya peta kontur disajikan dalam sudut pandang dua dimensi, dimana kontur dilihat dari atas permukaan bumi. Penyajian peta kontur secara dua dimensi sering kali sulit memberikan gambaran mengenai ketinggian dari permukaan bumi yang sedang diamati. Permasalahan yang muncul ketika akan melakukan visualisasi peta kontur secara tiga dimensi adalah bagaimana cara menghubungkan garis kontur yang satu dengan yang lain. Permasalahan tersebut muncul karena sering kali data peta kontur yang didapat hanya berupa data koordinat bumi dari tiap kontur yang ada. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, penulis membuat sebuah algoritma yang dapat meng-konversi kumpulan data koordinat bumi menjadi kumpulan data koordinat mesh polygon yang merupakan komponen penyusun objek tiga dimensi. Pembentukan data koordinat mesh polygon dilakukan dengan memanfaatkan sebuah jaringan poligon bujur sangkar yang menutupi seluruh daerah peta kontur. Pertama-tama, jaringan poligon bujur sangkar diletakkan mendatar pada ketinggian 0 meter. Kemudian tiap vertex pada jaringan poligon bujur sangkar akan diubah ketinggiannya sesuai dengan ketinggian peta kontur pada koordinat sumbu X dan Y yang sama dengan koordinat X dan Y vertex. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jaringan poligon, yang ketinggian tiap vertexnya telah disesuaikan dengan ketinggian peta kontur, dapat menggambarkan kontur permukaan bumi secara tiga dimensi. Kata kunci: peta kontur, koordinat bumi, konversi, mesh polygon, tiga dimensi.

  14. Tipe Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Geometri Analitik Berdasar Newman’s Error Analysis (NEA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Junaedi

    2014-06-01

    Full Text Available Kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh pola penyelesaian soal pada saat mahasiswa duduk di bangku sekolah. Hasil pengamatan menujukkan bahwa masih terdapat mahasiswa yang tidak malakukan tindakan apapun terhadap soal pembuktian, meskipun hanya  pada tahapan understand the problem. NEA merupakan kerangka kerja dengan  prosedur diagnostik sederhana, yang meliputi (1 decoding, (2 comprehension, (3 transformation, (4 process skill, dan (5 encoding. Metode diagnostik  yang dikembangkan Newman ini digunakan  untuk mengidentifikasi kategori  kesalahan terhadap jawaban dari sebuah tes uraian.  Sehingga bagaimana deskripsi jenis kesalahan mahasiswa dalam  menyelesaikan soal-soal pembuktian pada mata kuliah Geometri Analitik berdasarkan Newman’s Error Analysis (NEA, dan apa saja penyebab kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal pembuktian, khususnya pada mata kuliah  Geometri Analitik, menarik untuk dibahas dalam tulisan ini.

  15. INOVASI PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM DAN ECENG GONDOK DIKOMBINASI DENGAN BIOTEKNOLOGI MIKORIZA BENTUK GRANUL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A Asngad

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah membuat formula pupuk organik limbah dari campuran kotoran ayam dan eceng gondok sebagai pupuk organik dasar dan memproduksi pupuk organik unggul kombinasi pupuk organik dasar dan pupuk hayati spora CMA dalam kemasan granul. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dan analisis laboratorium dilakukan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas hara pupuk yang dihasilkan, serta kandungan logam berat. Pupuk secara diskriptif dibandingkan dengan baku mutu pupuk organik menurut SK Mentan 2009. Hasil analisis hara makro dan mikro, serta logam berat pada pupuk organik dasar sudah memenuhi persyaratan baku mutu pupuk organik. Perbanyakan pupuk  hayati CMA diperoleh 35 butir spora CMA/gram. Formula pembuatan campuran pupuk organik dasar: 2 kotoran ayam, 1 eceng gondok. Pupuk tersebut ditambah dengan 1 kg inokulum CMA atau pupuk hayati, 0,5 kg clay merah, 0,5 kg fosfat alam, 0,25 kg clay putih; 500 cc air. Hasil analisis hara makro dan mikro, campuran pupuk organik dasar dan hayati yang telah digranul sesuai dengan standar pupuk organik dari SK Mentan 2009. Disimpulkan bahwa campuran pupuk organik dari bahan dasar (kotoran ayam dan gulma air, yang ditambah dengan pupuk hayati dapat digunakan sebagai alternatif pengganti pupuk anorganik. Pupuk granul lebih efisien dan efektif digunakan untuk berbagai campuran dan di lapang. The research objective is to make the formula of organic fertilizer from water weed and chicken poop mixture as the basic organic fertilizer and to produce excellent organic fertilizer from the combination of basic organic fertilizer and biologic CMA spore fertilizer in a granule package. The study was conducted with an experimental method and laboratory analysis to determine the quantity and quality of fertilizer nutrients and heavy metal content that was descriptively compared to the standard organic fertilizer by SK Mentan 2009. The results showed that the quantity and quality of the fertilizer research was appropriate according to the standard quality of organic fertilizer. The propagation of CMA bio fertilizer was obtained from 35 spores /gram. The  mixture formula of organic fertilizer was 1 kg of chicken poop, water weed, 0.5 kg of red clay, 0.5 kg of phosphate; 1 kg of inoculum CMA; 0.25 kg of white clay; 500 cc of water. The result of micro and macro nutrients of the fertilizer mixture was appropriate of SK  2009. It can be concluded that the mixture of organic fertilizer (chicken poop and water weed and biologic fertilizer can be used as an alternative to replace the  inorganic fertilizer , while the granule fertilizer was determined efficiently and effectively as the mixture compound. 

  16. Proses Kreatif Teater Garasi Yogyakarta Dalam Lakon Waktu Batu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Iswantara

    2013-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini memahami konsep dan proses kreatif Teater Garasi Yogyakarta (TGY. TGY merupakan salah satu kelompok teater kontemporer Indonesia yang cukup fenomenal. Puluhan karya TGY telah disajikan dihadapan penonton baik di tingkat lokal maupun nasional. Penelitian difokuskan pada faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi situasi kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan kelompok TGY. Teori kreativitas, perbandingan seni, semiotika dan manajemen seni digunakan untuk membedah permasalahan yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TGY berada dalam lingkungan perteateran Yogyakarta yang syarat dengan teater tradisional melakukan ‘pemberontakan’ artistik. Sebagai organisasi seni teater kontemporer, TGY memiliki visi dan misi yang jelas. Melalui ‘laboratorium penciptaan teater’ TGY mampu menghasilkan satu maha karya pertunjukan lakon Waktu Batu (WB. Pertunjukan lakon WB terdiri tiga sub judul: ‘Waktu Batu 1, Kisah-kisah yang Bertemu di Ruang Tunggu’; ‘Waktu Batu 2, Ritus Seratus Kecemasan dan Wajah Siapa yang Terbelah’; dan ‘Waktu Batu 3, Deus ex Machina dan Perasaan-perasaan Padamu’. Karya ini inspiratif karena memakan waktu empat tahun proses kreatifnya, digerakkan oleh insan-insan muda dan dipentaskan road show di berbagai kota di Indonesia dan Singapura.Kata kunci: Teater Garasi, kesenian Yogyakarta, Waktu Batu.ABSTRACTThe Creative Process of Garasi Theater Yogyakarta for the Story of Waktu Batu. The aims of this research is to understand the creative concept and process of Garasi Theater Yogyakarta. It is one of the phenomenal Indonesian contemporary groups of theater. Some of its works have already been performed in front of local and national audiences as well. This research mainly focuses on the internal and external factors which have influnced the condusive situation towards the development and popularity of Garasi Theater Yogyakarta. In order to solve the problems formulated in the research, the theory of creativity and the comparison between semiotic and management arts were actively used. The result of the research showed that Garasi Theater Yogyakarta has a traditional characteristic developed in a theater community of Yogyakarta and soon afterwards it has carried out such an artistic rebellion. The Garasi Theater Yogyakarta is as a group of contemporary theatre which has very clear vision and mission. By doing the creative work through a laboratory of theatrical production, Garasi Theater Yogyakarta was able to create a masterpiece of a performance entitled Waktu Batu. The performance of Waktu Batu consists of three sub-titles, namely: ‘Waktu Batu 1, Kisah-kisah yang Bertemu di Ruang Tunggu’; ‘Waktu Batu 2, Ritus Seratus Kecemasan dan Wajah Siapa yang Terbelah’; dan ‘Waktu Batu 3, Deus ex Machina dan Perasaan-perasaan Padamu’. This theatrical work can be said as an inspirative work in which it took four years in its creative process, had been activated by youngsters, and had been performed by means of a road-show program through some cities in Indonesia and Singapore.Keywords: Garasi Theater, Yogyakarta arts, Waktu Batu

  17. GARIS BESAR PSIKOLOGI TRANSPERSONAL: PANDANGAN TENTANG MANUSIA DAN METODE PENGGALIAN TRANSPERSONAL SERTA APLIKASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mujidin Mujidin

    2012-11-01

    Full Text Available AbstrakPsikologi Transpersonal merupakan aliran baru dalam Psikologi. PsiklogiTranspersonal  mendeklarasikan diri sebagai Madzhab Ke Empat  Psikologi. Psikologitranspersonal, yang sekarang diperkenalkan sebagai madzhab keempat dalam lapanganpsikologi, memulai khususnya ditingkat universitas, juga menjalar di dunia pendidikan. Tahun1969, jurnal Psikologi transpersonal diterbitkan. Tahun 1973, perkumpulan psikologitranspersonal pertama mengadakan konsferensi di Meulo Park, California. Pada tahun yangsama juga diadakan konsferensi psikologi transpersonal dan pendidikan, di universitasNortherm, Illionis, banyak para pendidik tertarik tentang psikologi transpersonal yang berasaldari berbagai negara.Konsep utama manusia menurut Psikologi Transpersonal, bahwa manusia tidak hanyamempunyai kesadaran psiko-fisis, psko-kognitif atau psikohumanistik, namun juga manusiamempunyai kesadaran yang terdalam dan tinggi sifatnya.Sedangkan metode  psikologi transpersonal, oleh karena berbeda sama sekali denganmetode pada aliran psikologi yang sudah kita kenal sekalam ini. Metode itu antara lain Zen,semedi,    Psikosintesis, Yoga, sufisme, dan Budisme, ZenKata kunci: psikologi transpersonal, kesadaran, emosi

  18. PERBEDAAN SOSIALISASI ANTARA SISWA KELAS AKSELERASI DAN KELAS REGULER DALAM LINGKUNGAN PERGAULAN DI SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Sekar Ayu Asmadi Alsa Herlina Siwi Widiana

    2012-11-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan sosialisasiantara siswa kelas akselerasi dan kelas regular. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa darikelas akselerasi dan 18 siswa dari kelas regular di Sekolah Menengah Pertama MuhammadiyahII Yogyakarta. Subjek dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompokkontrol.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental  The Pretest-posttest ControlGroup Design, yaitu desain eksperimen yang dilakukan dengan jalan melakukan pengukuranatau observasi awal sebelum perlakuan diberikan (pretest dan setelah perlakuan ( posttestpada kelompok eksperimen (siswa kelas akselerasi dan kelompok kontrol (siswa kelas regular.Pada penelitian ini analisis data yang dilakukan berdasarkan gained score,  hal tersebutdilakukan dengan asumsi bahwa penelitian ini dilakukan pada dua kelompok yang memilikikondisi awal yang berbeda.Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan ditolak,yakni tidak ada perbedaan sosialisasi antara siswa kelas akselerasi dan regular. (t = 0,594,p >0,05Kata kunci : sosialisasi, kelas akselerasi, kelas regular

  19. ILUSTRASI IKLAN CETAK DENGAN PENDEKATAN AFEKTIF DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENERIMAAN DAN INGATAN KHALAYAK

    OpenAIRE

    Cons. Tri Handoko

    2003-01-01

    Illustrations in print advertisements have function to attract and hold the attention of the audiences beside influence their acceptance and memory. Recently%2C illustrations of print advertisements have been using affective approaches by using appeal to anxiety%2C appeal to sorrow%2C appeal to warmth%2C appeal to equity%2C and appeal to sex influencing audiences acceptance and memory. Abstract in Bahasa Indonesia : Ilustrasi dalam iklan cetak selain berfungsi sebagai daya tarik dan penahan p...

  20. PENGGUNAAN MATLAB SIMULINK DALAM PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN PENUKAR KUASA MOD PENSUISAN (PKMP) UNTUK PELAJAR PRA - SISWAZAH

    OpenAIRE

    Nasrudin Abd Rahim; Yushaizad Yusof

    2010-01-01

    Elektronik kuasa telah dijadikan kursus asas jabatan untuk para pelajar pra-siswazah program kejuruteraan elektrik dan elektronik di UKM. Untuk membantu para pelajar memahami kursus ini dengan lebih mudah, pantas dan berkesan; proses pembelajaran dan pengajaran berasaskan sistem pemodelan dan penyelakuan komputer diperkenalkan.Pendekatan ini adalah alternatif kepada latihan amali di makmal yang berkos tinggi. Kertas kerja ini membincangkan penggunaan perisian Matlab Simulink dalam memodel pen...

  1. METODE DESTRUKSI BASAH UNTUK ANALISIS MIKROMINERAL Fe, Zn DAN Mn DALAM SAYURAN KUBIS DAN SAWI HIJAU

    OpenAIRE

    Syahruddin Kasim, S.Si.

    2005-01-01

    Analisis kandungan mineral Fe, Zn dan Mn pada daun kubis dan sawi hijau, dilakukan dengan metode destruksi kering. Pemisahan senyawa-senyawa karbon dari masing-masing contoh dilakukan dengan menggunakan tanur pada suhu 500??C. Senyawa anorganik dilarutkan dengan penambahan asam nitrat setelah pengabuan. Penentan kosentrasi meineral dalm contoh menggunakan spktroskopi serapan atom dengan metode kurva kalibrasi standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendungan Fe dalam daun kubis 0,184 ...

  2. TINJAUAN ULANG MATERI AJAR GERAK LURUS BERATURAN MELALUI PERCOBAAN GRAVITY CURRENT DALAM SKALA LABORATORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. K. Wardani

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKDalam konteks problem-based learning, salah satu masalah belajar fisika di sekolah dan di universitas adalah keterkaitan antara materi ajar dan fenomena alam dalam kehidupan sehari-hari masih minimum. Siswa, mahasiswa, guru, dan dosen masih mengalami kesulitan dalam memberikan contoh nyata GLB. Penelitian ini meninjau ulang materi ajar gerak lurus beraturan melalui percobaan gravity current sebagai sistem dua fluida dengan beda kerapatan di laboratorium dalam upaya mencari contoh nyata sistem fisis yang bergerak sepanjang garis lurus dengan kecepatan tetap. Penelitian ini dapat dipandang sebagai model proses intrusi air laut di estuari, tempat pertukaran massa air laut dan air sungai. Fokus penelitian adalah membuktikan bahwa gravity current bergerak dengan kecepatan tetap dan menentukan faktor-faktor dinamik kecepatan. Pengukuran akurat waktu tempuh dan tinggi permukaan air dalam tangki percobaan memberikan kecepatan tak-berdimensi gravity current sebesar 0,45 ± 0,03 dengan beda kerapatan massa dan tinggi awal permukaan air merupakan dua faktor dinamik penentu kecepatan. ABSTRACTIn the context of problem-based learning, one of learning difficulties in physics at schools and universities is theminimum relevance of learning materials to natural phenomena. School and university students still have difficulties in giving real examples of uniform motion. This research examines uniform motion by performing laboratory experiments on gravity current as a system of two fluids with different densities. The experiments were designed to provide a factual case of a moving system with constant speed and to model salt intrusion in an estuary, where sea water and river stream meets. The research focused on the dynamics of gravity currents and determines factors affecting the speed. Based on measurements of travel time and initial height of water surface in all experiments, the results showed that the non-dimensional speed was found to be 0.45 ± 0.03 and the density difference and the water height were crucial dynamic factors defining velocity.

  3. STUDI AWAL APLIKASI TEORI FUZZY SET PADA PERUSAHAAN READYMIX CONCRETE DALAM MEMILIH PEMASOK MATERIAL BETON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sentosa Limanto

    2005-01-01

    Full Text Available Material supply has a very important role in construction process. Material supply process require suitable and reliable supplier. In this study, fuzzy set theory is used as the appraisal and selection process of material suppliers to supply materials needed to produce concrete mix in a ready mix company. Sinusoidal, Blockley, and Baldwin models are used. This research uses three variables as qualifications, which are quality, performance, and payment. With these qualifications, ready mix concrete company can appraise material suppliers to be selected. It is shown that quality can be represented by Sinusoidal model, performance by Blockley model, and payment by Baldwin model, while the appropriate defuzzification method is maximum composite method. Abstract in Bahasa Indonesia : Aktivitas yang mempunyai peranan penting dalam proses pelaksanaan proyek konstruksi adalah penyediaan material. Proses penyediaan material memerlukan pemasok yang sesuai dan dapat diandalkan. Dalam studi ini dicoba untuk menggunakan teory fuzzy set dalam proses penelitian dan pemilihan pemasok material untuk adonan beton suatu perusahaan readymix concrete. Model yang dipergunakan adalah model Sinusoidal, Blockley dan Baldwin. Kualifikasi yang digunakan dipengaruhi oleh tiga variabel penentu yaitu variabel kualitas, performa dan pembayaran. Dengan kualifikasi tersebut perusahaan readymix concrete bisa menilai para supplier material yang akan dipakai perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian melalui variabel kualitas dapat diwakili oleh model Sinusoidal, untuk variabel performa diwakili oleh model Blockley dan variabel pembayaran diwakili oleh model Baldwin, sedangkan metode defuzifikasi yang sesuai adalah metode maksimum komposit.

  4. Kriteria Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Kawasan Cagar Budaya (Studi Kasus: Kawasan Cagar Budaya Peneleh, Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nindy Rosita Dewi

    2013-09-01

    Full Text Available Perkembangan suatu kota yang berdampak pada perubahan fisik kawasan bersejarah menyebabkan dibutuhkannya suatu upaya pelestarian kawasan cagar budaya dengan partisipasi masyarakat di dalamnya. Sehingga dapat terwujud suatu konsep pelestarian cagar budaya yang berkelanjutan. Dalam mencapai tujuan penelitian, dilakukan empat tahapan analisa, yaitu identifikasi perubahan fisik dan lingkungan kawasan cagar budaya, identifikasi karakteristik partisipasi masyarakat sesuai dengan tingkat perubahan, penentuan bentuk pelestarian kawasan cagar budaya sesuai dengan tingakt perubahan dan partisipasi masyarakat, dan penentuan kriteria partisipasi masyarakat dalam pelestarian kawasan cagar budaya di Peneleh. Dengan demikian diperoleh hasil penelitian berupa tiga tipologi perubahan fisik dan lingkungan, yaitu Tipologi Perubahan Sedang pada Embong Purnomo dan Undaan Kulon, Tipologi Perubahan Kecil pada Kampung Plampitan, dan Tipologi Tidak Ada Perubahan pada Kampung Pandean. Karakteristik partisipasi masyarakat pada tiap tipologi ini berbeda-beda. Bentuk pelestarian yang diarahkan pada tiap tipologi disesuaikan dengan karakteristik partisipasi masyarakat yang dimiliki. Kriteria partisipasi masyarakat dalam pelestarian kawasan cagar budaya adalah adanya pengurus harian cagar budaya, adanya peningkatan pemahaman mengenai perawatan cagar budaya dan jaring asrpirasi secara rutin oleh pemerintah dengan didampingi komunitas peduli cagar budaya pada masyarakat

  5. PENELITIAN DISOLUSI DAN PENETAPAN KADAR ISOSORBID DINITRAT DALAM SEDIAAN GENERIK DAN SEDIAAN INOVATOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Alegantina

    2012-10-01

    Full Text Available Sediaan isosorbid dinitrat dalam bentuk tablet, selain dengan nama generik juga tersedia dengan nama dagang. Untuk memasyarakatkan obat generik berlogo (OGB diperlukan informasi tentang mutu OGB tersebut guna meyakinkan bahwa mutu obat generik tidak lebih rendah dari mutu padanannya dengan nama dagang. Kondisi ekonomi pada masa krisis menjadikan harga obat sangat mahal sehingga informasi mutu OGB diharapkan akan meningkatkan penggunaan OGB oleh praktisi kesehatan dan masyarakat. Karena itu, diperlukan data laboratorium, antara lain profil disolusi, uji disolusi, dan penetapan kadar sediaan obat tersebut yang merupakan salah satu parameter mutu. Untuk itu, telah dilakukan uji disolusi dan penetapan kadar sediaan generik dan sediaan dengan nama dagang (inovator tablet isosorbid dinitrat 5 mg. Uji disolusi dan penetapan kadar dilakukan menggunakan metode yang tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi IV. 1995. Pengambilan sampel dilakukan pada semua pabrik yang memproduksi obat generik berlogo dan satu pabrik inovator, dari tiap pabrik diambil 3 sampel. Hasil uji disolusi tablet isosorbit dinitrat generik menunjukkan bahwa semua sampel mempunyai profil disolusi yang sama dengan tablet isosorbid dinitrat inovator. Kadar tablet isosorbid dinitrat generik dari 2 pabrik masing-masing 102,42% dan 99,86% . Sedangkan, kadar tablet isosorbid dinitrat inovator 99,73%. Itu berarti tidak ada beda nyata serta berada dalam batas yang dipersyaratkan Farmakope Indonesia Edisi IV. 1995.   Kata Kunci :  Disolusi, ISDN

  6. PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK DI KOTA MALANG: DALAM PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trisakti Handayani

    2012-11-01

    Full Text Available Keputusan pemerintah untuk merevitalisasi dan mengelompokkan organisasi perempuan di bawah departemen dalam federasi mengakibatkan lahirnya Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK, yaitu organisasi yang mewadahi perempuan yang tidak berada di bawah departemen. Kehadiran PKK selain diharapkan mampu membawa keluarga pada kondisi sejahtera dan mandiri, juga mampu membebaskan perempuan dari belenggu budaya patriarkhi. Namun, kenyataannya PKK belum sepenuhnya mampu mengubah kondisi keluarga dan perempuan, sehingga belum terwujud kesetaraan dan keadilan gender. Adanya kesenjangan ini menyebabkan perlunya melakukan penelitian terhadap PKK, khususnya di kota Malang. Penelitian ini bertujuan mengkaji: (1 faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya PKK; (2 paradigma kelembagaan yang dikembangkan PKK; dan (3 makna PKK dikaitkan dengan kesetaraan dan keadilan gender.Penelitian ini mengambil lokasi di kota Malang, dengan subjek: PKK kota Malang, kecamatan Lowokwaru dan kelurahan Lowokwaru. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data melalui: observasi partisipasi, wawancara dan, pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan interpretatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya PKK adalah: politik, ekonomi, sosial dan budaya. Faktor ekonomi merupakan faktor paling berpengaruh pada awal kemunculan PKK, namun dalam perkembangannya faktor politik menjadi dominan karena terjadinya politisasi gerakan perempuan; (2 paradigma kelembagaan yang dikembangkan PKK adalah paradigma dari atas ke bawah (top down dan bergerak dari konsep pendidikan, pembinaan, dan pemberdayaan; (3 makna PKK dikaitkan dengan kesetaraan dan keadilan gender, yaitu makna keharmonisan, makna solidaritas, makna keadilan, makna keselarasan, dan makna keseimbangan.

  7. INFORMALITAS DALAM FORMALITAS PADA RUANG TERBUKA PUBLIK (Studi Kasus Lapangan Gasibu, Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RR Dhian Damajani

    2007-01-01

    Full Text Available Gasibu square plays an important role for the Bandung City. At the beginning, this open space was formally designed as part of government complex buildings (Kompleks Gedung Sate. For last ten years, this public space has achieved its ultimate position in its diversity and participants. Various activities such as economic, social, political, cultural and religion held there which are daily, weekly, monthly, and yearly. One of the most interesting activities is The Sunday Market which is probably the biggest Sunday market in Indonesia. This spontaneous market activity is a phenomena of urban vernacular which happened at the other part of the city of Bandung. Discourse in informality and formality of public space become an important issues which has to be treated carefully. Abstract in Bahasa Indonesia : Lapangan Gasibu saat ini memiliki peran yang sangat penting bagi Kota Bandung. Pada awalnya, ruang terbuka ini dirancang sebagai ruang publik formal sebagai bagian dari Kompleks Gedung Sate. Dalam sepuluh tahun terakhir, ruang terbuka publik ini menduduki tempat teratas dalam hal jumlah maupun keragaman aktivitasnya. Beragam kegiatan ekonomi, sosial, politik, budaya termasuk keagamaan diselenggarakan di area ini baik harian, mingguan, maupun bulanan. Salah satu kegiatan yang menarik adalah pasar minggu yang mungkin merupakan pasar minggu terbesar di Indonesia. Pasar yang terjadi secara spontan ini adalah sebuah fenomena urban vernakular yang terjadi pula di bagian lain di Kota Bandung. Saat ini, wacana informalitas dalam formalitas ruang publik menjadi isu penting yang harus ditempatkan pada posisi yang tepat. Kata kunci: informalitas-formalitas; lapangan gasibu; urban-vernakular

  8. MODEL ADSORPSI LANGMUIR GAS DINITROGEN MONOKSIDA DALAM SISTEM BIOFILTER DENGAN MEDIUM PUPUK KOMPOS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tania Surya Utami

    2012-04-01

    Full Text Available  LANGMUIR ADSORPTION MODEL FOR DINITROGEN MONOXIDE IN BIOFILTER SYSTEM USING COMPOST FERTILIZER MEDIUM. Nitrous oxide (N2O is mostly emitted from various industrial processes and agricultural activities. This gas causes serious environmental problems and is considered as a dangerous pollutant. In the past, traditional control technologies, such as Selective Catalytic Reduction (SCR and Selective Non-Catalytic Reduction (SNCR, were applied to control N2O emissions in some industries. However, these two processes required high temperatures and the use of catalysts. Economic and technical constraints in SCR and SNCR methods motivated researchers to develop new, cost-effective processes to remove N2O. Biofiltration is an emerging technology that offers a number of advantages over traditional methods of air pollution control. The purpose of this research is to modelise the biofiltration experimental results into the Langmuir adsorption model. This research is conducted in laboratory scale biofilter column, with parameters studied are effect of biofilter length and N2O gas flowrate. The result of the model is simulated into sensitivity analysis. The average Langmuir constant obtained in the model of the research is 16.006 liter/mol. Dinitrogen Monoksida (N2O merupakan emisi dari proses industri dan kegiatan pertanian. Gas tersebut merupakan gas polutan berbahaya dan menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Sebelumnya, teknologi kontrol tradisional seperti Selective Catalytic Reduction (SCR dan Selective Non-Catalytic Reduction (SNCR digunakan untuk mengontrol emisi N2O pada kegiatan-kegiatan industri. Akan tetapi, kedua proses ini membutuhkan suhu yang tinggi dan penggunaan katalis. Adanya masalah dari segi ekonomi dan teknis memotivasi peneliti untuk mengembangkan teknologi baru yang lebih murah dan efisien untuk menghilangkan N2O dari gas buangan. Pengolahan N2O secara biologis dalam proses biofiltrasi adalah salah satu alternatif ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam pengelolaan emisi industri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil biofiltrasi gas N2O dengan medium pupuk kompos dalam bentuk model adsorpsi Langmuir. Penelitian dilakukan dalam kolom biofilter skala laboratorium, dan parameter-parameter yang diteliti adalah pengaruh dari ketinggian biofilter dan laju alir gas N2O. Hasil dari pemodelan kemudian disimulasikan dalam analisis sensitivitas. Nilai konstanta Langmuir rata-rata yang didapatkan dari pemodelan penelitian ini adalah 16,006 liter/mol.

  9. Studi Etnobotani Famili Zingiberaceae dalam Kehidupan Masyarakat Lokal di Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi, Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salpa Hartanto

    2014-11-01

    Full Text Available Kecamatan Pangean di Kabupaten Kuantan Singingi memiliki sejarah yang lama dalam pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya sebagai bahan makanan, obat atau prosesi ritual. Penelitian ini bertujuan memperlihatkan peranan Zingiberaceae oleh Masyarakat di Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi dan untuk kajian botani, etnomedisin, etnoekonomi, etnofarmakologi, etnoekologi serta etnoantropologi. Pengumpulan data dihasilkan dengan menggunakan kuisioner terhadap Masyarakat yang mengetahui manfaat Zingiberaceae dalam kehidupan sehari-hari, spesimen famili Zingiberaceae dikumpulkan dari lapangan. Karakter morpologi dikoreksi untuk identifikasi spesimen. Total dari sebelas spesies yang ditemukan adalah Curcuma Domestica, Zingiber officinale, Kaemferia galanga, Alpinia galanga, Zingiber cassumunar, Curcuma xanthoriza, Zingiber argenteum, Costus spesiosus, Zingiber sp., Globba pendula dan Alpinia mutica. Secara umum, semua spesies ini berperawakan herba. Dokumentasi kajian etnomedisin yang menggunakan famili Zingiberaceae dengan tumbuhan obat lainnya untuk memperoleh dosis yang tepat. Kajian etnoekonomi memiliki nilai ekonomi yang rendah dari famili Zingiberaceae. Kajian etnoekologi menunjukkan bahwa famili Zingiberaceae lebih banyak dibudidayakan dalam penggunaannya daripada berasal dari hutan, sedangkan dalam bidang antropologi, masyarakat memanfaatkan famili ini untuk ritual tertentu. Famili ini juga memberikan efek farmakologi jika masyarakat tidak memiliki takaran dan penyajian yang tepat.Pangean District in Kuantan Singingi has long history in using variuos kinds of plant in their daily life, either for food, medicine or rituals. The study was aimed to reveal the role of Zingiberaceae by the society of Subdistrict of Pangean, District of Kuantan Singingi, Riau Province, and to study the botany, as well as the role of plants in ethnomedicine, ethnoeconomy, ethnopharmacology, ethnoecology and ethnoanthropology fields. Data collection was conducted by distributing quetionaires to people who know the use of Zingiberaceae in daily life, the Zingiberaceae specimens were collected from the field. Morphological characters were carefully examined for species identification. A total of eleven Zingiberaceae species were identified in this study i.e Curcuma Domestica, Zingiber officinale, Kaemferia galanga, Alpinia galanga, Zingiber cassumunar, Curcuma xanthoriza, Zingiber argenteum, Costus spesiosus, Zingiber sp., Globba pendula and Alpinia mutica. Generally, all of these species were herbaceous. Ethnomedicine study  documented the use of Zingiberaceae with other medicinal plants to get accurate dosage. Ethnoeconomic study revealed the low economic value of Zingibeaceae. Ethnoecological study showed that the cultivated Zingiberace was more common used than wild species, while the study of  ethnoanthropology showed that people used some Zingiberaceae for specific rituals. This family give farmacological effect if the people didn’t use the correct dosage and preparation.  

  10. Struktur, Fungsi, dan Makna Talempong Bundo dalam Upacara Maanta Padi Saratuih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilma Sriwulan

    2014-11-01

    Full Text Available Talempong bundo adalah istilah untuk permainan musik talempong oleh sekelompok musisiperempuan di Nagari Singkarak Minangkabau. Permainan musik ini hanya dipertunjukkan dalamupacara maanta padi saratuih, yaitu upacara persembahan hasil panen yang dilakukan oleh perempuanperempuandari pihak induak bako dalam rangkaian tradisi perkawinan anak pisangnya. Dalam upacaraini induak bako menjemput anak pisang, membawanya ke rumah bako, kemudian mengantarkankembali dengan arak-arakan maanta padi saratuih. Talempong bundo merupakan satu-satunya musikprosesi yang dihadirkan dalam upacara itu, dan hingga saat ini kehadirannya masih dijunjung tinggioleh masyarakat setempat. Fokus dari tulisan ini menjelaskan latar belakang kehadiran talempong bundodi dalam upacara maanta padi saratuih, melacak dan menjelaskan struktur talempong bundo dan relasiantar struktur secara fungsional, dan kemudian menjelaskan makna talempong bundo dalam upacaratersebut. Melalui teori fungsionalisme struktural A.R. Radcliffe-Brown dibantu dengan teori simbolVictor Turner diperoleh pemahaman bahwa prosesi arak-arakan maanta padi saratuih yang didukungoleh bunyi-bunyian talempong bundo mengumandangkan kepada masyarakat bahwa eksistensi pihakinduak bako masih fenomenal di daerah tersebut. Talempong bundo merupakan simbol eksistensipihak induak bako dalam konteks legitimasi terhadap anak pisangnya. Keberadaan talempong bundodalam upacara maanta padi saratuih merupakan representasi sistem matrilineal dalam masyarakatMinangkabau di Nagari SingkarakThe Structure, Function, and Meaning of Talempong Bundo in the Ceremony of MaantaPadi Saratuih. Talempong bundo is a term that is used for music performace of talempong by some femalemusicians in Nagari Singkarak, Minangkabau. The music is typically performed only in the ceremony ofmaanta padi saratuih, namely an offering ceremony for a rice harvest that is made by some women of induakbako in a context of their anak pisang, a tradition of its marriage ceremony. In this induak bako ceremony,anak pisang is picked up, taken to rumah bako, and then returned back with maanta padi saratuih procession.It is interesting that talempong bundo is the only ritual music that is played in the ceremony, and until nowits existence is respected so much by the local community. The focus of this research is to explain a backgroundof talempong bundo in the ceremony of maanta padi saratuih, to search and explore a structure of talempongbundo and inter-structure functionally, and then to describe the meaning of talempong bundo in the ceremonyof maanta padi saratuih. With A.R. Radcliffe Brown’s structural functionalism theory, supported by VictorTurner’s symbol theory, it can be accepted that maanta padi saratuih procession enlivened by talempongbundo music performance announces to people of Nagari Singkarak specifically and Minangkabau peoplegenerally that induak bako’s existence is still phenomenon in this area. Talempong bundo is a symbol ofexistence of induak bako’s side for her legitimacy toward her anak pisang. Finally, an abstract reads that talempong bundo’s existence in the ceremony of maanta padi saratuih is a proof of matrilineal kinship systemamong Minangkabau community in Nagari Singkarak.

  11. TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DALAM MENGKONSUMSI OBAT DAN MENGHINDARI FAKTOR RISIKO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARANGKAN II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kadek Agus Putra Udayana

    2015-04-01

    Full Text Available Berdasarkan laporan data di Puskesmas Banjarangkan II tahun 2012, kasus hipertensi menempati posisi ketiga penyakit tersering dengan jumlah 1429 kasus atau 12,2% dari total kasus. Hipertensi mulai menjadi perhatian lebih serius ketika proporsi hipertensi mulai menunjukkan peningkatan sejak tahun 2010. Terapi Hipertensi merupakan proses yang berkesinambungan dan sekitar 50% dari pasien tidak meminum obat yang diresepkan seperti yang direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pada pasien hipertensi dalam memakai obat antihipertensi dan menghindari faktor-faktor risiko di wilayah kerja Puskesmas Banjarangkan II. Adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan terhadap penyusunan dan perbaikan program Puskesmas Banjarangkan II utamanya dalam meningkatkan manajemen kasus hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif cross-sectional, jumlah sampel sebanyak 28, dengan teknik pengambilan sampel accidental/blocking. Subjek penelitian adalah pasien hipertensi yang mengunjungi Puskesmas Banjarangkan II pada bulan Maret 2013. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuisioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan SPSS 16. Hasil dan Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kepatuhan pada pasien hipertensi dalam meminum obat antihipertensi adalah 46,4%. Tingkat kepatuhan pasien dalam mengontrol faktor risiko hipertensi, seperti menghindari merokok 75%, menghindari konsumsi alkohol 75%, mengurangi konsumsi makanan asin 67,9%, dan aktivitas fisik/execise 42,9%. Saran dari penilitian ini adalah diperlukan seorang Pengawas Minum Obat (PMO bagi pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Banjarangkan II mengingat rendahnya tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi. Selain itu, mengingat tingginya prevalensi hipertensi dan rendahnya kesadaran pasien hipertensi dalam melakukan aktivitas fisik/olahraga, perlu dilakukan intervensi misalnya senam dan promosi kesehatan pada kelompok masyarakat yang berisiko tinggi.

  12. PERNIKAHAN DINI, PERCERAIAN, DAN PERNIKAHAN ULANG: SEBUAH TELAAH DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhadi -

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan penelitian sosiologis dan antropologis tentang pernikahan dan perceraian dengan menggunakan perspektif komprehensif. Penelitian yang sudah ada tentang pernikahan dini, perceraian, dan pernikahan ulang dianalisi dan dikelompokkan dalam perpektif fungsional, perspektif konflik, dan perspektif interaksionisme simbolik ini.Penelitian dilakukan terhadap 12 judul penelitian pernikahan dini, 10 judul penelitian perceraian, dan 3 judul penelitian pernikahan ulang. Fenomena pernikahan dini, perceraian dan nikah ulang ternyata memiliki relasi kompleks terhadap kehidupan sosial. Relasi tersebut diantaranya; beragamnya realitas sosial yang melahirkan perceraian, perceraian untuk meraih kekuasaan, terdapat redefinisi bahwa perceraian itu pilihan rasional. Perpektif sosiologi yang sering digunakan dalam penelitian perkawinan dan perceraian adalah perspektif fungsional dan perspektif konflik, diperlukan kajian dengan pendekatan interaksionisme simbolik untuk menghasilkan nuansa baru dalam kajian perkawinan.The objective of this study is to map the existing sociological and anthropological researches about marriage and divorce using a comprehensive perspective. Existing research on early marriage, divorce, and remarriage are analyzed and grouped into functional perspective,  conflict perspective and  symbolic interactionist perspective. Twelve research reports on early marriage, 10 research  titles on divorce and 3  titles on remarriage are analysed. The phenomenon of early marriage, divorce and re-marriage appears to have a complex relationship to social life. The relationship for exampple include the diverse factors that contribute to divorce, the use of divorce to gain power, the redefinition of divorce as rational choice and so on. Sociological perspective often used in the study of marriage and divorce is a functional and conflict perspective. It is necessary to study the symbolic interactionism approach to produce a new nuance in the study of marriage.

  13. ANALISIS KARAKTER DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI KOTA BANDA ACEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abubakar -

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian ini bertujuan membahas problem-problem dalam pengintegrasian karakter dan kearifan lokal dalam sosiologi. Penelitian dilakukan di kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pengajar belum faham dan tidak menguasai bagaimana membuat rencana pembelajaran  yang sarat dengan nilai-nilai lokal yang perlu dipahami dan diteladani oleh semua pihak sebagai panduan hidupnya,  yang  dijalankan selama ini adalah apa yang telah lama dilakukan, dengan muatan materi yang sangat umum dari buku-buku nasional, bahkan ada yang berpendapat materi dari nilai-nilai lokal tidak diperlukan dengan berbagai alasan,  padahal sesungguhnya apa yang tersurat dalam teori universal faktanya banyak bertebaran pada masyarakat sekitar, usaha pemberdayaan gurupun masih minim, dengan kondisi yang demikian pembelajaran sosiologi pada SMA Kota Banda Aceh belum berbasis lokal,  yang  sedang digalakkan oleh pemerintah daerah sesuai Qanun (perda Nomor 5 Tahun 2000,  Qanun Nomor 6 Tahun 2000  dan UUPA Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Daerah Aceh. AbstractThis study aims to discuss the problems in the integration of character and wisdom in sociology  learning. The study was conducted in the city of Banda Aceh. The results show that many teachers do not understand and have not mastered the way to make a lesson plan that is loaded with local values??. Learning is not yet based upon lokal wisdom, even some teachers argued that the material of lokal values ??is not necessary for various reasons. Teacher empowerment is still minimum. Therefore, the mandate of Qanun ( regulation No. 5 of 2000 , Qanun No. 6 in 2000 and UUPA No. 11 2006 on Regional Government of Aceh for adoption of lokal wisdom has not been achieved. © 2013 Universitas Negeri Semarang

  14. PERAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DALAM MENGUBAH PERILAKU MASYARAKAT MENUJU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supratman Sukowati

    2012-10-01

    Full Text Available Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Pada tahun 1948, Badan Kesehatan Dunia/WHO menyepakati bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah hak fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. Perubahan pemahaman konsep sehat dan sakit serta makin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menggugurkan paradigma kesehatan lama yang mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif digantikan paradigma pembangunan kesehatan baru, yaitu Paradigma Sehat yang bersifat proaktif. Dalam Indonesia sehat 2010, yang diharapkan adalah lingkungan yang kondusif, ditunjang dengan perilaku masyarakat yang proaktif serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan percepatan perbaikan derajat kesehatan masyarakat, diperlukan strategi pem­bangunan kesehatan, sasaran serta kebijaksanaan pembangunan kesehatan yang berkesinambungan, berkelanjutan, menyeluruh, merata dan terintegrasi. Dalam pembangunan kesehatan, tenaga kesehatan masyarakat merupakan bagian dari sumber daya manusia yang sangat penting perannya guna meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi pada pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Untuk itu perlu dipersiapkan tenaga terlatih di bidang promosi kesehatan termasuk pakar yang memahami sosiologi, antropologi, perilaku, ilmu penyuluhan dan lain-lain. Di samping itu, tenaga kesehatan masyarakat juga dapat berperan di­ bidang kuratif dan rehabilitatif. Tenaga kesehatan masyarakat mempunyai peran strategis dalam mengubah perilaku masyarakat menjadi kondusif terhadap Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS melalui promosi kesehatan. Promosi yang dilakukan perlu mengikuti 4 tahapan yaitu: 1 memperkenalkan gagasan dan teknik perilaku sehat, 2 melakukan identifikasi dan mengembangkan strategi perubahan perilaku sehat, 3. memotivasi masyarakat sehingga terjadi perubahan perilaku sehat dan 4 memahami cara berkomunikasi serta merancang program komunikasi.

  15. EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR TERHADAP PEMAHAMAN SISWA PADA KONSEP ENERGI DALAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Linuwih

    2014-07-01

    Full Text Available Telah dilakukan pembelajaran fisika melalui penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR pada pokok bahasan konsep energi dalam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa dan efektivitas model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR terhadap pemahaman siswa pada konsep energi dalam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen kependidikan (educational experiment research, dengan rancangan pre test-post test control group design. Subjek penelitian adalah dua kelompok belajar yang terdiri atas 32 siswa (eksperimen dan 32 siswa (kontrol kelas XI IPA di SMA N 2 Ungaran tahun ajaran 2013/2014. Data dianalisis menggunakan uji gain dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa dan hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR dalam pembelajaran fisika SMA efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa.ABSTRACTThe physics learning on concept of the internal energy was carried out through application of Auditory Intellectually Repetition (AIR learning model. This study aimed to determining the improvement of students’ concept understanding and the effectiveness of Auditory Intellectually Repetition (AIR learning model on students’ understanding of the internal energy concept. The research used educational experiment research with pre test-post test control group design. The subject of research consisted of 32 students in eksperimental group and 32 students in control group of XI IPA SMA N 2 Ungaran, academic year 2013/2014. The data were analyzed by using gain test and t test. The result showed that there was an increase of students’ concept understanding and the outcome of students’ cognitive learning. Based on the result, it can be concluded that the application of Auditory Intellectually Repetition (AIR learning model in teaching physics in high school was an effective way to enhance students’ concept understanding.

  16. Kajian Aspek Ketidaksadaran dalam Karya Seni Rupa Indonesia Periode 2000-2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Damajanti

    2014-11-01

    Full Text Available Pada era seni rupa kontemporer, pembacaan karya tidak lagi hanya terbatas padahasil analisis dan interpretasi unsur-unsur formal, namun juga mempertimbangkanketerkaitannya dengan psikobiografi seniman sehingga dapat memberikan gambaranyang lebih lengkap tentang karakter seni rupa yang multifaset. Penelitian inidirancang untuk mengidentifikasi representasi aspek ketidaksadaran dalam karya senirupa Indonesia dan menginterpretasikan simbol-simbolnya. Seniman yang karyanyadipilih sebagai studi kasus dalam penelitian ini adalah I Gusti Ayu Kadek Murniasih,Entang Wiharso, dan Ugo Untoro. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatanmultidisiplin (psikologi seni dan semiotika. Berdasarkan hasil analisis, aspekketidaksadaran yang direpresentasikan melalui simbol-simbol visual yang khas dalamkarya ketiga seniman cenderung lahir dari pengalaman traumatik yang melahirkanketakutan, kesakitan, dan agresi. Melukis bagi ketiganya adalah proses katarsis,media untuk mensublimasikan/memperhalus dorongan-dorongan naluri ketakutan,kesakitan, dan agresi ke dalam bentuk karya yang dapat diterima dan diapresiasidengan baik oleh masyarakat. A Study on Unconsciousness Aspect in the 2000-2011 Works of Indonesia VisualArt. In the era of contemporary visual art, the works of art cannot be read merelylimited to the analysis and interpretation of the formal elements but have to include theconsideration about the artist’s psychobiography so that there will be a more completepicture about the multifaceted visual arts. This research is carried out to identify therepresentation of the unconsciousness aspect in the works of visual arts and then interpretthe symbols. The selected samples are the works of I Gusti Ayu Kadek Murniasih,Entang Wiharso, and Ugo Untoro. The multidisciplinary (art psychology and semioticsapproach is applied within the qualitative method used. Based on the analysis result,the unconsciousness aspect represented in unique visual symbols in the works of thethree artists is originated in their traumatic experiences which generate fear, pain, andaggression. For them, painting is their catharsis process, the media to sublime/smoothentheir impulse of fear, pain, and aggression so that the society can accept and appreciatetheir works.

  17. Keprakan dalam Pertunjukan Wayang Gaya Yogyakarta: Studi Kasus Pementasan Ki Hadi Sugito

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ign. Nuryanta Putra

    2015-03-01

    Full Text Available Keprakan adalah bunyi yang dihasilkan oleh cempala tangan atau cempala kaki yang dipukulkan pada kotak wayang dalam pertunjukan wayang. Keprakan menjadi bagian dari karawitan pedalangan dan memiliki peran penting dalam membangun estetika pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami teknik dan pola keprakan dalam pertunjukan wayang. Data diperoleh melalui pengamatan pada dua puluh pertunjukan wayang yang dipergelarkan oleh Ki Hadi Sugito. Analisis musikal dilakukan dengan cara melihat hubungan antara keprakan dengan jenis gending dan suasana adegan yang diciptakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bunyi keprak memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai penanda atau aba-aba dari dalang kepada para pengrawit dan memberikan suasana dramatik sehingga pertunjukan terasa hidup. Pola keprakan terbentuk dari dua unsur yaitu neteg dan mlatuk. Dari dua pola ini berkembang pola permainan lainnya seperti mbanyu tumetes, ngeceg, nisir, nduduk, dan geter. Keprakan in Yogyakarta Wayang Style: A Case Study on Ki Hadi Sugito’s Wayang Performance. Keprakan is the sound produced by hand or foot cempala slapped on the puppets box in a wayang performance. Keprakan becomes part of the music for wayang and has an important role in building a performing aesthetic. This study aims to describe and understand the keprakan techniques and patterns in wayang performance. The data are obtained through observations on twenty of Ki Hadi Sugito’s  wayang performances. The musical analysis is done by looking at the relationship between keprakan with the musical types and the created atmosphere scene. Based on this study, it can be concluded that the keprak sound has two main functions, namely as signs or clues from the puppet master to the musicians, and to provide a dramatic atmosphere. Keprakan pattern is formed of two elements, namely neteg and mlatuk. Of these two patterns produce other patterns such as mbanyu tumetes, ngeceg, nisir, nduduk, and geter.

  18. SIMULASI PENGARUH KONSENTRASI BIOMASSA PADA LUMPUR AKTIF TERHADAP PENYISIHAN COD DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. E. Palupi

    2012-02-01

    Full Text Available Proses pengolahan limbah cair dengan bioreaktor membran terendam (BRMt, mempunyai banyak keuntungan dibandingkan proses lumpur aktif konvensional, karena prosesnya lebih sederhana, tidak memerlukan bak sedimentasi sekunder dan kandungan solid dalam efluen (permeat hampir tidak ada. Dalam proses ini melibatkan tiga fasa yaitu padat (biomassa dan komponen-komponen limbah, cair (air dan gas (udara untuk aerasi, dimana degradasi biologis yang terjadi sangat dipengaruhi oleh transfer massa lintas membran, sehingga diperlukan analisa teoritis terhadap proses degradasi limbah pada BRMt dengan model matematis yang dapat menjelaskan fenomena sistemnya, yaitu laju degradasi limbah (SS dan XS, laju pertumbuhan biomassa heterotrop (XBH, laju pembentukan SMP (soluble microbial product, kelarutan oksigen (SO, dan jumlah senyawa organik inert (SI dan XI. Penelitian ini bersifat simulasi yang menggabungkan antara model matematis aktivitas biologis dan performance membran menjadi satu model yang dapat digunakan untuk menghitung COD total pada setiap waktu. Hasil simulasi divalidasi dengan hasil analisa laboratorium dengan limbah cair domestik sintetis sebagai umpan. Secara teoritis, proses degradasi limbah BRMt terdiri dari tujuh komponen yang saling terkait yaitu Ss, Xs, XBH, SSMP, SO, SI dan XI. Model matematis yang diperoleh dapat menjelaskan fenomena terjadinya degradasi limbah domestik sintesis dan akumulasi partikulat inert. Simulasi menunjukkan hasil yang cukup bagus untuk memprediksikan pengolahan limbah cair dengan lumpur aktif dan separasi membran dalam satu reaktor. Dibandingkan dengan hasil percobaan, ditemukan nilai parameter baru untuk pengolahan limbah domestik sintesis dengan lumpur aktif, yaitu YH  = 0,46; ?H = 1,5 hari-1; bH = 10,5 hari-1; KS = 1000 g COD/m3; KOH =0,5 g O2/m3; KSMP =15 g COD/m3.

  19. Studi Eksperimen pada Investment Casting dengan Komposisi Ceramic Shell yang Berbeda dalam Pembuatan Produk Toroidal Piston

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Setiyono

    2012-09-01

    Full Text Available Piston yang terbuat dari bahan paduan aluminium dapat dibuat dengan investment casting. Porositas dan kekasaran permukaan yang tinggi sering terjadi pada produk cor hasil investment casting. Salah satu penyebabnya adalah kualitas ceramic shell yang kurang baik, sehingga diperlukan penelitian tentang komposisi ceramic shell pada investment casting terhadap kualitas produk, kekasaran permukaan, dan porositas produk cor. Eksperimen untuk membuat produk toroidal piston dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama adalah pembuatan master pola, cetakan pola dari silicon rubber, duplikasi pola lilin, dan perakitan pohon lilin. Tahap kedua pembuatan ceramic slurry dengan komposisi: tipe 1 (95% alumina dan 5%  gipsum, tipe 2 (90% alumina dan 10%  gipsum, tipe 3 (85% alumina dan 15%  gipsum, dan tipe 4 (80% alumina dan 20%  gipsum. Proses coating pada pohon lilin dilakukan hingga ketebalan 10 mm ( 5x pelapisan primer dengan ceramic slurry dan 3x pelapisan sekunder dengan pasir silika. Tahap ketiga adalah dewaxing pada temperatur 120şC, kemudian sintering pada temperatur 25 - 340şC dan 340 - 730şC dengan masing-masing  holding time 30 menit. Tahap keempat adalah pengecoran dengan temperatur 700°C. Hasil produk cor dilakukan pengukuran kekasaran permukaan dengan Surface Roughness Tester dan pengukuran porositas kuantitatif dilakukan dengan cara menghitung perbandingan volume porositas terhadap volume total spesimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan gipsum dalam ceramic slurry sebesar 5% dan 10% telah menghasilkan porositas mikro, sedangkan 15% dan 20% menghasilkan porositas mikro dan rongga udara pada produk cor. Selain itu, penambahan gipsum dalam ceramic slurry (5% hingga 20% menghasilkan kekasaran permukaan dari 7,71?m meningkat hingga 11,36?m dan porositas produk cor dari 5,16% meningkat hingga 15,38%.

  20. TINGKAT AFEKSI SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DENGAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maryam Lamadirisi

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat afeksi siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi Contextual Teaching and Learning (CTL. Penelitian dilakukan terhadap  siswa kelas XII IPS SMA Negeri I Touluaan yang mendapatkan pelajaran Sosiologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan kesan siswa yang umumnya positif terhadap pembelajaran Sosiologi dengan menggunakan pendekatan CTL. Dampak positif di sini berarti bahwa pendekatan pembelajaran ini menarik dan tidak membosankan. Umumnya, siswa berpendapat bahwa pembelajaran sosiologi dengan pendekatan CTL memberikan arti signifikan karena apa yang dipelajari adalah tentang fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya, siswa merasa senang, bahkan sangat menikmati model pembelajaran CTL. CTL membuat siswa menjadi aktif di kelas dan dapat memberikan pendapat sesuai dengan pengalaman mereka dalam kehidupan nyata di masyarakat.The purpose of this study is to analyze the affection and enthusiasm of the students in Sociology learning using Contextual Teaching and Learning (CTL strategy. Research is conducted on senior high school students from social studies class XII, SMAN I Touluaan, who has Sociology subject in its curriculum. Data collection was done by using observation, interview and documentation. This study found that students are generally give positive impression of sociology learning by using CTL approach. The positive impact here means that the learning approach is interesting and the participation is high. Generally, the students argued that the teaching of sociology with the CTL approach gives a significant meaning because it studies about the social phenomena that occur in everyday life. Generally, students feel happy, even enjoyed using CTL learning model. CTL enables students to be active in class and can give an opinion in accordance with their experience in real life in the community

  1. EKSISTENSI GRUP MUSIK KASIDAH “NASIDA RIA” SEMARANG DALAM MENGHADAPI MODERNISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Cholifah

    2013-04-01

    Full Text Available Grup musik Kasidah Nasida Ria adalah grup musik bercirikan keIslaman dari Kota Semarang yang cukup legendaris. Seiring dengan berkembangnya musik-musik modern, grup musik ini menghadapi tantangan baru yang mempengaruhi eksistensinya. Tujuan penelitian ini adalah membahas bagaimana eksistensi grup musik Kasidah Nasida Ria Semarang dalam menghadapi modernisasi, serta faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penghambat perkembangan grup musik ini dalam menghadapi modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah grup musik Kasidah Nasida Ria Semarang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grup musik Kasidah Nasida Ria Semarang masih eksis, terbukti masih tampil di televisi dan di berbagai acara. Eksistensi ini didukung oleh motivasi dari pimpinan dan para personel; sifat syairnya yang religius; tanggapan masyarakat; dan faktor lingkungan. Walaupun masih eksis, grup Kasidah Nasidaria mengalami masa surut karena adanya faktor penghambat antara lain, kurangnya publikasi dan promosi, isu-isu yang tidak bertangggung jawab;  plagiarisme, serta persaingan dengan jenis musik lain. Grup musik Kasidah Nasidaria Semarang perlu lebih terbuka terhadap perkembangan teknologi serta berinovasi dalam kesenian keagamaan agar mampu bertahan. Pemerintah juga perlu melakukan pembinaan untuk mengembangkan kesenian-kesenian keagamaan. Nasida Ria is a popular kasidah music group based in Semarang. This group has strong Islamic character and has spawned many hits. Along with the development of modern music, the band is facing new challenges that affect their existence.The objective of this study is to discuss how the existence of Music Group Kasidah Nasida Ria Semarang in present modernization as well as the factors driving and inhibiting the development of this band in facing modernization. In this study, the author uses a qualitative approach. Data collection techniques are observation, interview and documentation. The study shows that the Music Group of Kasidah Nasida Ria Semarang still exist. It is proven by their performance on television and at various public social events. The existence of this group is supported by the motivation of the leadership and personnel; the religious message of their songs; and the support from community and environment. Although it still exists, the group experienced regress because of the inhibiting factors such as capability; lack of publicity and promotion, irresponsible issues; plagiarism, as well as competition with other genres of music. Seeing the challenge of modernization, thus, the Music Group of Kasidah Nasidaria Semarang needs to be more open to technological developments and innovations in religious art in order to survive. The Government also needs to provide guidance to develop religious arts.

  2. Perkawinan di Bawah Umur dalam Perspektif Hukum Pidana dan Hukum Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr. Supriyadi

    2012-02-01

    Full Text Available Most Islamic scholars agree that underage marriage is permissible under certain conditions. Furthermore, supported by the fact that our legal system does not incriminate such marriage and there is still controversy in the society regarding this issue, underage marriage should not be criminalized in the future laws. Kebanyakan ulama Muslim sepakat bahwa pernikahan di bawah umur halal dengan beberapa syarat. Dengan demikian, didukung dengan fakta bahwa sistem hukum kita tidak mengkriminalisasi pernikahan seperti itu dan bahwa isu ini masih menjadi perdebatan di masyarakat, pernikahan dini tidak boleh dikriminalisasi dalam hukum yang akan datang.

  3. Ibadah Kontemporer: Sebuah Analisis Reflektif Terhadap Lahirnya Budaya Populer Dalam Gereja Masa Kini

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yohanis Luni Tumanan

    2015-03-01

    Full Text Available Ibarat dua buah sisi mata uang, musik dan ibadah tidak dapat dipisahkan dalam sebuah tata ibadah gereja. Ibadah merupakan salah satu cara jemaat untuk berhubungan dengan Pencipta secara dramatis-simbolis. Thomas G. Long mengatakan bahwa konteks bergereja dewasa ini adalah perang gaya baru, yaitu perang ibadah. Fenomena ini dipengaruhi oleh derasnya arus “budaya pop” yang mampir dalam ibadah gereja, yaitu dengan munculnya Christian Contemporary Music (CCM. Hal ini ditandai dengan wajah segar dalam berbagai bidang pelayanan yang peka terhadap pasar (market sensitive yaitu peka dengan keinginan orang-orang di zaman ini, termasuk ibadah yang ditata untuk menarik pengunjung gereja. Penggunaan musik Kristen kontemporer dengan peralatan combo band, gaya musik dan aransemennya seperti musik populer umumnya tersebut kemudian merefleksikan sebuah ibadah yang disebut sebagai ibadah kontemporer (contemporary worship yang sifatnya dinamis dan penuh antusiasme. Namun, kita tidak boleh kehilangan nilai-nilai hakiki yaitu kebenaran Alkitab untuk menata dan mengembangkan ibadah gereja dalam menghadapi derasnya arus “budaya pop”.Like two sides of the same coin, music and worship in a church service cannot be separated. Worship is one way for the congregation to relate to the Creator in a dramatic-symbolic manner. Thomas G. Long declares that in the context of the contemporary church there is a new style war, that is the worship war. This phenomena has been influenced by the swift current of  “pop culture” which made its appearancein church worship with the advent of Christian Contemporary Music (CCM. This brought a fresh face to various aspects of ministry which were market sensitive, that is sensitive to the desires of contemporary people, including worship services designed to attract church visitors. Contemporary Christian music uses a full band and the musical style and arrangements of popular music, which is reflected in a worship service called a contemporary worship service whose nature is dynamic and full of enthusiasm. Yet, the Christian church cannot lose essential values, such as using biblical truth as a basis for ordering and developing the church worship service, when facing of the swift current of  “pop culture.”

  4. STUDI PERBANDINGAN PERFORMANCE ALGORITMA HEURISTIK POUR TERHADAP MIXED INTEGER PROGRAMMING DALAM MENYELESAIKAN PENJADWALAN FLOWSHOP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tessa Vanina Soetanto

    2004-01-01

    Full Text Available This paper presents a study about new heuristic algorithm performance compared to Mixed Integer Programming (MIP method in solving flowshop scheduling problem to reach minimum makespan. Performance appraisal is based on Efficiency Index (EI, Relative Error (RE and Elapsed Runtime. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menyajikan penelitian tentang performance algoritma heuristik Pour terhadap metode Mixed Integer Programming (MIP dalam menyelesaikan masalah penjadwalan flowshop dengan tujuan meminimalkan makespan. Penilaian performance dilakukan berdasarkan nilai Efficiency Index (EI, Relative Error (RE dan Elapsed Runtime. Kata kunci: flowshop, makespan, algoritma heuristik Pour, Mixed Integer Programming.

  5. TINGKAT HIDUP DAN PERTUMBUHAN AVOKAD HASIL SAMBUNG PUCUK ENTRES YANG DISIMPAN DALAM PELEPAH BATANG PISANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lazarus Agus Sukamto

    2014-01-01

    Full Text Available Buah avokad mempunyai kandungan nutrisi yang sangat baik bagi masyarakat khususnya kandungan lemak tidak jenuh dan protein yang tertinggi bila dibandingkan jenis buah lain. Untuk tujuan komersial, tanaman avokad perlu diperbanyak secara vegetatif untuk memperoleh bibit yang telah terbukti kualitas dan kuantitas tinggi, serta berbuah lebih awal. Keberhasilan penyambungan sangat dipengaruhi oleh kesegaran entres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan dan pertumbuhan sambungan tanaman avokad dengan menggunakan entres yang disimpan dalam pelepah batang pisang selama dua hingga sembilan hari. Parameter pengamatan meliputi persentase tingkat hidup sambungan, pertumbuhan panjang, jumlah daun, jumlah cabang, dan panjang percabangan batang atas setiap bulan sampai enam bulan. Data pertumbuhan dianalisis secara statistik dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Lama penyimpanan entres berpengaruh terhadap tingkat hidup hasil sambungan dan pertumbuhan batang atas avokad. Rerata tingkat hidup bibit sambungan avokad terus menurun dari 99,5% pada umur satu bulan sampai 71% pada umur enam bulan setelah penyambungan, tetapi tidak mengalami penurunan setelah lima bulan penyambungan. Penyimpanan entres avokad dalam pelepah pisang dapat dipertahankan kesegarannya selama sembilan hari, yaitu tingkat hidup sambungan 60% - 84% enam bulan setelah penyambungan. Ada kecenderungan bahwa makin lama penyimpanan entres, makin menurun pertumbuhan batang atas avokad; sebaliknya makin lama umur penyambungan, makin meningkat pertumbuhan batang atas avokad, kecuali jumlah cabangnya yang relatif tidak meningkat setelah dua bulan penyambungan.

  6. Klaster Pengembangan Industri Berbasis Perkebunan dalam Pengembangan Wilayah di Provinsi Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adinda Putri Siagian

    2013-09-01

    Full Text Available Sektor strategis yang menentukanwilayah berkembang dengan cepat adalah sektor basis dan sektor industri.Provinsi Aceh memiliki laju pertumbuhan wilayah lambat karena termasuk 10 provinsi termiskin di Indonesia.Provinsi Aceh memiliki sektor basis pertanian khususnya subsektor perkebunan sebagai penopang ekonomi di luar sektor migas.Sedangkan kondisi sektor industri (non migas belum memberi kontribusi ekonomi signifikan.Upaya peningkatan laju pertumbuhan wilayah Aceh perlu didukung oleh adanya pengembangan industri berbasis perkebunan.Maka perlu adanya penentuan klaster wilayah pengembangan industri berbasis perkebunan dalam pengembangan wilayah di Provinsi Aceh.Tahapan penelitian terdiri atas 1 Penentuan jenis komoditas unggulan perkebunan Aceh dan 2 Pembagian klaster wilayah pengembangan industri berbasis perkebunan dalam Provinsi Aceh.Metode penelitian menggunakan teknik analisa Location Quotient (LQ, Shift-Share Analysis (SSA, Quartil,dan Hierarchihal Cluster.Hasil penelitian didapatkan jenis komoditas unggulan perkebunan Aceh adalah Karet, Kakao, Kelapa Sawit. Pembagian Klaster pengembangan wilayah industri :1 Klaster wilayah pengembangan industri I berbasis bahan baku terdiri dari Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Utara, 2 Klaster wilayah pengembangan industri II berbasis pemasaran terdiri atas Kabupaten/Kota Aceh Singkil, Aceh Besar, Banda Aceh, Lhokseumawe, Pidie, Bireuen, 3 Klaster wilayah pengembangan industri III berbasis tenaga kerja meliputi Kabupaten/Kota Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Gayo Lues, Bener Meriah, Simeulue, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Langsa, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Subulussalam dan Aceh Barat

  7. IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONFLIK KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VIII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Setyowati

    2012-05-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi pendekatan konflik kognitif dalam pembelajaran fisikapokok bahasan tekanan pada siswa kelas VIII terhadap kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep dan hasil belajar kognitifsiswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Setelah dilakukan pengambilan sampel secara random sampling,diperoleh kelas VIIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIC sebagai kelas kontrol. Dari analisis uji rata-rata dua pihak atau uji tdiperoleh harga t tabel < t hitung yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap rata-rata kemampuan berpikir kritis,pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif kedua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi pendekatankonflik kognitif pada pokok bahasan tekanan efektif digunakan dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, pemahamankonsep dan hasil belajar kognitif siswa kelas VIIISMP. This experiment research aims to examine the influence of cognitive conflict approach application to physics lesson with pressuretopic on critical thinking ability, concept understanding and cognitive learning achievement of the student. The random samplingused resulted class VIIIC as control group and VIIIB as experiment group. The t-test was performed to analyse the average ofcritical thinking ability, concept understanding and cognitive learning achievement of both groups. It was concluded thatimplementation of cognitive conflict approach to physics lesson with pressure topic can grow critical thinking ability, conceptunderstanding and cognitive learning achievement of the JHS student.Keyword: cognitive conflict approach, critical thinking ability, concept understanding, cognitive learning achievement

  8. Pengaruh Intensitas Kesertaan dalam Program Pendidikan Nonformal terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rifa’Atul Machmudah

    2014-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas kesertaan dalam program pendidikan nonformal seperti bimbingan belajar (bimbel, les privat, kursus, belajar mandiri, dan bel-ajar dengan teman sebaya terhadap prestasi belajar siswa SMA Kota Malang. Penelitian ini mengguna-kan rancangan kuantitatif dengan desain korelasional yang dilanjutkan dengan regresi lima variabel. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified proportional random sampling. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif, regresi sederhana, dan regresi ganda. Ha-sil penelitian jurusan IPA sumbangan efektif (determinasi intensitas mengikuti bimbel sebesar 17,1%, les privat 12,5%, kursus 4,8%, dan belajar mandiri 1,2%, jurusan IPS sumbangan efektif (deter-minasi intensitas mengikuti bimbel sebesar 32,6%, les privat 6,2%, kursus 2,4%, belajar mandiri 10,2%, dan belajar kelompok 0,1%, jurusan Bahasa sumbangan efektif (determinasi intensitas mengi-kuti bimbel sebesar 0,4%, les privat 0,8%, kursus 0,3%, belajar mandiri 9,3%, dan belajar kelompok 1,3%. Jika diregresi secara ganda maka sumbangan efektif program pendidikan nonformal informal jurusan IPA sebesar 32,2%, pada jurusan IPS sebesar 13,3%, dan pada jurusan Bahasa sebesar 88,7%, posisi relatif prestasi akademik, tingkat kelulusan, dan status sosial ekonomi pada kategori menengah, rencana tindak lanjut pasca pendidikan formal adalah melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Kata kunci: pendidikan nonformal, bimbingan belajar, pendidikan luar sekolah

  9. PENGGUNAAN MEDIA SIRKUIT CERDIK BERBASIS CHEMO-EDUTAINMENT DALAM PEMBELAJARAN LARUTAN ASAM BASA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Priatmoko

    2012-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sirkuit cerdik terhadap hasil belajar siswa dalam  pembelajaran kimia materi pokok larutan asam basa. Sirkuit cerdik adalah sebuah media permainan yang merupakan pengembangan media chemo edutainment. Hasil analisis ini menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Selain itu, hasil analisis data observasi menunjukkan bahwa hasil belajar afektif dan psikomotorik kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Kelas eksperimen mencapai ketuntasan klasikal sedangkan kelas kontrol belum. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan sirkuit cerdik berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dalam  pembelajaran kimia materi pokok larutan asam basa.This research is find out the influence of the use of smart circuit to the students’ learning result in the Chemistry subject acid and base learning subject. Smart circuit is a playing media based on chemo edutainment development. Analysis result shows that there is a difference of the learning result between experiment group and control group. The observation analysis result also shows that the affective and psicomotor learning result of experiment group is better that control group. Experiment group can achieve classical completeness while control group can’t. Based on the research result it can be concluded that the use of smart circuit brings positive influence to the students’ learning result in the Chemistry subject acid and base learning subject.

  10. "CROSS-SECTIONAL VS LONGITUDINAL": PILIHAN RANCANGAN WAKTU DALAM PENELITIAN PERUMAHAN PERMUKIMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Allis Nurdini

    2006-01-01

    Full Text Available Cross-sectional and longitudinal are terminology related to assessment of time-design in research process. Both of them have different characteristics and implication when used in research, especially in housing and settlement research. However, the differences between them rarely understood or unrealized by the researcher when they plan or do the research, especially on its implication to the data collection and analysis. This paper explain the distinction of them and its implication to the researches, show the implementation precedent on housing researches, and descript how to define appropriate research time-design according to its goal and its influence condition. Abstract in Bahasa Indonesia : Cross-sectional dan longitudinal adalah istilah yang berkaitan dengan penetapan rancangan waktu dalam pelaksanaan penelitian. Kedua pilihan rancangan ini memiliki karakteristik serta implikasi yang berbeda bila digunakan dalam penelitian, khususnya penelitian perumahan dan permukiman. Namun, perbedaan kedua rancangan ini seringkali tidak dipahami atau tidak disadari oleh para peneliti perumahan permukiman ketika merencanakan maupun melaksanakan penelitiannya, terutama implikasinya terhadap pengumpulan serta analisis data yang diperolehnya. Tulisan ini bermaksud menjelaskan perbedaan kedua rancangan waktu penelitian tersebut serta implikasinya bagi penelitian, menampilkan preseden penggunaannya pada penelitian perumahan dan permukiman, serta memaparkan petunjuk pemilihan rancangan waktu penelitian sesuai dengan tujuan dan kondisi-kondisi yang mempengaruhi jalannya penelitian. Kata kunci: rancangan waktu penelitian, cross-sectional, longitudinal, perumahan dan permukiman.

  11. Simulasi MCNP5 dalam Eksperimen Kritikalitas Larutan Plutonium Uranium Nitrat Dengan Reflektor Air dan Polyethelene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinan A.

    2011-12-01

    Full Text Available Banyak perangkat kritik dibangun untuk memenuhi kebutuhan studi fenomena kecelakaan kritikalitas pada larutan fisil di fasilitas daur bahan bakar nuklir. Salah satu diantaranya adalah perangkat kritik SCAMP. Di perangkat ini dikerjakan eksperimen kritikalitas menggunakan bejana silindris stainless steel berisi larutan plutonium uranium nitrat (Pu ditambah U nitrat. Sebanyak 7 eksperimen didemonstrasikan dengan reflektor air di semua sisi permukaan bejana larutan kecuali di bagian atas bejana. Makalah ini membahas simulasi transport Monte Carlo MCNP5 dalam eksperimen kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat dengan reflektor air dan polyethylene. Simulasi MCNP5 dengan pustaka ENDF/BVI memberikan hasil yang paling dekat dengan data eksperimen terutama pada kasus A untuk varian geometri 4. Dibandingkan pustaka ENDF/BV, perhitungan kritikalitas dengan pustaka ENDF/B-VI memberikan hasil lebih dekat dengan perhitungan MONK dimana bias perhitungannya kurang dari 0,44%, khususnya pada kasus A namun pada kasus B dan C simulasi MCNP5dengan pustaka ENDF/BV memberikan hasil dengan kecenderungan lebih baik dibandingkan pustaka ENDFB/VI dengan bias perhitungan kurang dari 2,67% dan kurang dari 1,13%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa MCNP5 telah menunjukkan reliabilitasnya dalam simulasi kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat.

  12. STUDI KUALITATIF PENGETAHUAN DAN PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA SALATIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwik Trapsilowati

    2012-09-01

    Full Text Available Prioritas program pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD, yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSN yang pelaksanaannya melibatkan peran serta masyarakat. Salah satu perilaku masyarakat dipengaruhi oleh faktor pendorong, yaitu faktor yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lain yang merupakan kelompok referensi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan tokoh masyarakat tentang DBD dan perannya di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalui Diskusi Kelompok Terarah (DKT dengan peserta 8-10 orang dalam satu kelompok. Informan penelitian ini adalah tokoh masyarakat yang berada pada tiga wilayah endemis DBD di Kota Salatiga. Data yang diperoleh diolah berdasar analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan telah mengetahui tentang gejala, penular dan pencegahan serta pemberantasan DBD. Mereka menyampaikan berbagai informasi tentang DBD yang diperoleh dari media massa baik cetak maupun elektronik kepada masyarakat di wilayahnya, informasi tersebut disampaikan pada saat pertemuan rutin yang diadakan setiap bidan. Pembinaan dan perhatian dari sektor kesehatan terhadap kegiatan yang dilakukan informan masih kurang, sedangkan dari sektor lain belum dilakukan, pengetahuan tokoh masyarakat sudah cukup baik dan peran mereka cukup besar di masyarakat sekitarnya.   Kata kunci: pengetahuan, peran, tokoh masyarakat, pemberantasan DBD.

  13. Kompetensi Higiene-Sanitasi Siswa dalam Pengolahan dan Penyajian Makanan di SMK Bidang Keahlian Tata Boga di Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Masdarini

    2014-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian untuk mengungkap dan mendeskripsikan pemahaman, sikap, dan unjuk kerja higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan di SMK Bidang Keahlian Tata Boga di Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian siswa di SMK Bidang Keahlian Tata Boga di Bali yang berjumlah 198 orang. Instru-men penelitian yang digunakan adalah tes pengetahuan, angket, dan lembar observasi. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik deskriptif dengan menggunakan formula persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 pemahaman higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan di SMK Bidang Keahlian Keahlian Tata Boga di Bali 82,89% termasuk kategori sangat baik; (2 Sikap higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan di SMK Bidang Keahlian Tata Bo-ga di Bali 84,36% termasuk kategori sangat baik; (3 Unjuk kerja higiene-sanitasi siswa dalam pengolah-an dan penyajian makanan di SMK Bidang Keahlian Tata Boga di Bali 90,20% termasuk kategori sa-ngat baik. Kata kunci: pemahaman, sikap, unjuk kerja, prinsip-prinsip higiene-sanitasi, SMK, pengolahan dan penyajian makanan

  14. Pengaruh Variasi Mikroorganisme dan Pelarut Dalam Produksi Etanol Dari Nira Tebu (Sachharum officinarum Dengan Proses Fermentasi Ekstraktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusfa Anugrah Baihaki

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak bumi (BBM didunia semakin tahun mengalami peningkatan tajam. Salah satu energi alternatif yang didorong pemerintah Indonesia adalah dengan memproduksi bioetanol. Salah satu bahan yang sangat berpotensial sebagai bahan baku utama dalam pembuatan bioetanol adalah nira batang tebu. Upaya peningkatan produktivitas etanol dilakukan secara kontinyu dikarenakan pada fermentasi konvensional terdapat kendala pada produktivitas dan konsentrasi etanol yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk produksi etanol dengan keunggulan keterpaduan proses dan rendah energi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar desain untuk rancang bangun skala industri kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa terbaik dari variasi mikroorganisme dan pelarut yang digunakan dalam memproduksi etanol dengan proses fermentasi ekstraktif dan untuk mengetahui karakteristik kinerja sistem fermentasi kontinyu dalam bioreaktor packed bed dengan variasi mikroorganisme. Dalam penelitian ini digunakan macam variasi mikroorganisme Zymomonasmobilis A3 termutasi dan campuran Saccharomyces cerevisiae dan Pichiastipitis dengan sistem tanpa recycle dan pelarut n-Amyl Alcohol. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa proses fermentasi kontinyu dan ekstraksi tanpa recycle menggunakan Zymomonas mobilis A3 dan pelarut n-Amyl Alkohol memberikan hasil produktivitas dan yield yang terbaik, yaitu sebesar 133,417 g/l.jam dan 35,049%.

  15. ANALISIS PEMANFAATAN RUANG DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL (STUDI KASUS PULAU PASI, KABUPATEN SELAYAR)

    OpenAIRE

    Ali, Syamsu Alam; Jompa, Jamaluddin; Ilyas, Syahruni

    2011-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi umum dan potensi ekosistem laut yang ada di sekitar Pulau Pasi, menganalisa pola pemanfaatan ruang wilayah pesisir dan laut di sekitar Pulau Pasi bagi peruntukan budidaya laut, wisata alam, konservasi dan penangkapan, serta memberikan alternatif zonasi dalam pengelolaan Pulau Pasi berdasarkan kondisi, potensi dan kesesuaian pemanfaatan ruang. Penelitian dilakukan di Pulau Pasi Kabupaten Selayar. Metode pengumpulan dat...

  16. PENGGUNAAN MEMBRAN SERAT BERONGGA SEBAGAI AERATOR DALAM SISTEM KULTIVASI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BIOMASSA DAN BIOFIKSASI CO2 DARI Chlorella vulgaris

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D Dianursanti

    2015-06-01

    Full Text Available Pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim, sebagian besar disebabkan karena merebaknya gas CO2.  Pemanfaatan mikroalga Chlorella sp. untuk mereduksi gas CO2 menjadi potensi yang menjanjikan. Hal ini mengingat, bahwa Chlorella dapat dengan efisien mereduksi CO2 karena mereka dapat tumbuh dengan cepat dan mudah diadaptasikan ke dalam rekayasa sistem fotobioreaktor. Dalam penelitian ini akan diupayakan pengaturan sistem aerasi berfilter untuk kultivasi Chlorella vulgaris dalam reaktor agar proses transfer massa gas CO2 dalam kultur mikroalga menjadi lebih baik. Dengan demikian nilai KLa (CO2 menjadi salah satu parameter penentu dalam peningkatan produksi biomassa Chlorella. Nilai KLa yang tinggi menunjukkan proses transfer massa CO2 yang lebih baik dalam kultur mikroalga. Namun nilai KLa (CO2 yang terlalu besar sangat mungkin menyebabkan terjadinya shear stress pada alga.Dengan menggunakan membran serat berongga sebagai aerator, permasalahan shear stress pada alga dapat dihindari. Dengan diameter pori yang sangat kecil, membran ini dapat memberikan laju alir dan transfer massa CO2 dalam kultur yang optimal, tanpa menimbulkan efek shear strees. Dengan demikian penggunaan membran ini dapat menghasilkan produktivitas Chlorella yang lebih baik serta dapat meningkatkan kemampuan biofiksasi CO2 selama proses kultivasinya. Penggunaan membran serat berongga sebagai aerator telah terbukti mampu meningkatkan produksi biomassa C. vulgaris  sebesar 27,2 %. Abstract Global warming triggering climate change is largely due to the presence of CO2. Utilization of microalgae Chlorella vulgaris to reduce CO2 gas is potential as it efficiently reduces CO2while growing quickly and adapting to the photobioreactor systems engineering. This study explored filter aeration system settings for cultivating C. vulgaris in the reactor thus mass transfer of CO2 in microalgae cultures becomes more efficient. Value of KLa (CO2 is one of the parameters in determining increase in biomass production of Chlorella. The higher the value of KLa, isthe better the process of mass transfer of CO2would be, but also the greater shear stress on algae would be. By using hollow fiber membrane as aerators, shear stress on the algae problem can be avoided. With a very small pore diameter, the membrane may provide the flow rate and the mass transfer of CO2 in the optimal culture without shear stress effect on algae. Thus the use of these membranes may result in better productivity and Chlorella may enhance the ability of CO2 fixation during the cultivation. The use of hollow fiber membrane as aerators has shown to increase the production of biomass C. vulgaris by 27.2%.

  17. HUBUNGAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN, DAN SIKAP, DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN ANTI NYAMUK DI KELURAHAN KUTOWINANGUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.A. Wigati

    2013-02-01

    Full Text Available Abstract. There are various selections of household insecticides in the community. So far socialization on appropriate method of using household insecticide has never been undertaken. The majority of heterogenous community of Kutowinangun village have the habit of using household insecticide. Based on this condition the problem of the study is how community behaves in relation to the use of household insecticide. The aim of study was to describe community behavior include knowledge, attitude and their practice in the use of household insecticide . The study used descriptive analytical. method to identify community behavior was done by closed questionnaire. Population of the study were community of Kutowinangun village, Salatiga Municipality whereas samples were taken using quota sampling technique. Information on community behavior was obtained quantitatively and qualitatively. Out of 100 respondents, only 72 respondents that use of mosquito repellent. Users of aerosol insecticides were 28%, repellent insecticide 8%, Mosquito coils were 36% and electric mat insecticide were 42%.  Knowledge of respondents was 62% is adequate; but only 36% had supportive attitude toward the use of mosquito repellent. Users of household insecticides sometimes read the label of mosquito repellent package (58 % at the frequency of spray  once a day (36.3%. Most of them did not wash their hand after using household insecticide (54%, and they were kept insecticide on the floor (> 40%. Knowledge and attitudes influence people's behavior with a p value <0.05. Keywords: Knowledge, Attitude, practice,  household insecticide . Abstrak. Berbagai jenis insektisida rumah tangga sudah banyak beredar di masyarakat. Sosialisasi tentang cara penggunaan insektisida rumah tangga yang tepat dosis dan cara penggunaan sampai saat ini tidak pernah dilakukan. Sebagian besar masyarakat Kelurahan Kutowinangun memiliki kebiasaan menggunakan insektisida rumah tangga. Berdasarkan hal tersebut maka masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perilaku masyarakat dalam penggunaan insektisida rumah tangga (anti nyamuk. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan perilaku masyarakat meliputi pengetahuan, sikap dan praktek mereka dalam penggunaan insektisida rumah tangga. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Metode untuk mengidentifikasi perilaku masyarakat dilakukan melalui kuesioner tertutup. Populasi penelitian adalah masyarakat Kelurahan Kutowinangun, Kota Salatiga sedangkan sampel diambil dengan teknik quota sampling. Informasi tentang perilaku masyarakat diperoleh secara kuantitatif dan kualitatif. Dari 100 responden, hanya 72 responden yang menggunakan anti nyamuk. Pengguna insektisida (anti nyamuk aerosol adalah sejumlah 28%, repellent sejumlah 8%, anti nyamuk bakar sebanyak 36% dan insektisida elektrik adalah sebanyak 42%. Pengetahuan responden sebagian besar (62% adalah cukup, tetapi hanya 36% dari responden yang memiliki sikap mendukung terhadap pemanfaatan anti nyamuk. Praktik perilaku masyarakat dalam membaca label kemasan anti nyamuk sebagian besar (58% menyatakan kadang-kadang saja, sedangkan frekuensi penggunaan anti nyamuk semprot sebagian besar (36,3% adalah sekali dalam sehari. Kebanyakan dari masyarakat tidak mencuci tangan mereka setelah menggunakan insektisida rumah tangga (54%, dan mereka meletakkan insektisida di lantai (> 40%. Pengetahuan dan Sikap berpengaruh terhadap perilaku masyarakat dengan p value < 0.05. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Praktik, insektisida rumah tangga

  18. APLIKASI GOOGLE MAPS API DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG PARIWISATA BERBASIS WEB (STUDI KASUS : KABUPATEN SIDOARJO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mashita Enggar Kusuma

    2015-06-01

    Full Text Available Potensi pariwisata di Indonesia membentang luas dari Propinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Propinsi Papua dengan segala keanekaragaman obyek pariwisata, seni budaya dan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pariwisata yang mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat (Portal Nasional RI. Agar jumlah wisatawan terus meningkat dan tidak mengalami kejenuhan terhadap objek wisata, perlu adanya pengembangan dalam bidang pariwisata. Agar mendapat hasil yang optimal, pengembangan dalam bidang kepariwisataan tidak hanya didukung oleh satu pihak tetapi merupakan kerjasama dari berbagai pihak, baik kalangan usaha (swasta, tokoh adat (budaya maupun pihak pemerintah serta keterlibatan masyarakat lokal. Keterlibatan  atau partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata selanjutnya dikenal sebagai pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan atau community-based tourism development. Salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata dan membutuhkan pengembangan secara partisipatif adalah Kabupaten Sidoarjo. Dalam mewujudkan strategi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan atau community-based tourism development, penelitian ini mencoba menggabungkan teknologi SIG berbasis Web (WebSIG dengan Google Maps API untuk menyajikan informasi dan menyediakan fitur agar masyarakat Kabupaten Sidoarjo dapat berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian ini berupa Sistem Informasi Pariwisata Kabupaten Sidoarjo berbasis WebSIG yang menyajikan informasi pariwisata dengan tampilan peta berupa peta satelit dan peta terrain yang dilengkapi fitur untuk melengkapi informasi, menambahkan lokasi, mencari objek wisata, dan memberi penilaian terhadap tampilan web. Pemberian penilaian dilakukan dengan kuisioner uji kebergunaan yang meliputi lima komponen yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction. Hasil rekapitulasi kuisioner uji kebergunaan dari 25 responden dengan waktu tayang 10-17 November 2014 menunjukkan presentase 70,69% sehingga website dikategorikan layak.

  19. PENGEMBANGAN PERANGKAT PERKULIAHAN EKSPERIMEN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA CALON GURU DALAM MENDESAIN KEGIATAN PRAKTIKUM FISIKA DI SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. S. Wattimena

    2014-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat perkuliahan eksperimen fisika yang dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa calon guru dalam mendesain kegiatan praktikum fisika SMA. Mixed methods research melalui embedded experimental model dengan strategi embedded, digunakan sebagai metode penelitian sebagai tahap pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu; yang melibatkan mahasiswa program studi Pendidikan Fisika salah satu LPTK di Maluku. Perangkat perkuliahan yang dikembangkan diadaptasikan dari pola pembelajaran kreatif yang disebut sebagai Aspek Keterampilan Berpikir Kreatif (AKBK; aktivitas mahasiswa dalam mendesain kegiatan praktikum diarahkan pada Indikator Kegiatan Dalam Bereksperimen (IKDB. Pemahaman konsep fisika mahasiswa diukur berdasarkan taksonomi Bloom revisi. Hasil penelitian menunjukkan, terjadi peningkatan AKBK mahasiswa untuk setiap IKDB pada kriteria sedang; serta peningkatan pemahaman konsep-konsep dasar fisika mahasiswa untuk indikator mencontohkan, mengklasifikasikan, dan menjelaskan pada kriteria sedang. Disimpulkan bahwa perangkat perkuliahan eksperimen fisika yang dikembangkan dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mendesain kegiatan praktikum fisika berdasarkan cakupan materi yang terukur.ABSTRACTThis study aimed to develop the lectures instrument of physics experiment to improve the creativity of preservice teachers in designing a high school physics lab activities. Mixed methods research through the embedded experimental models with embedded strategy, was used as a method of research, a stage of quantitative and qualitative data collection at a time, involving students of Physical Education courses one LPTK in Maluku. The developed lectures instrument adapted from creative learning pattern was referred to as Creative Thinking Skills aspect (CTSA, while student activity in the design of practical activities were directed at Activity Indicator In Experiment (SIEI. Understanding the concept of physics students was measured based on the revised Bloom's taxonomy. The results showed an increase in students CTSA for each SIEI on the criteria of being; as well as an improve understanding of the basic concepts of physics students to cite, classify, and explain indicators. It was concluded that the developed lectures instrument of physics experiment can enhance student creativity in the design of physics experiment activities based on the coverage of the measured material.

  20. RELASI KUASA ANTARA PERHUTANI DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN DI BANYUMAS: KEPENTINGAN BISNIS VS COMMUNITY EMPOWERMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Rosyadi

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan masyarakat dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH dalam merespons orientasi Perhutani yang memprioritaskan pengembangan usaha (profits/bisnis daripada pemberdayaan masyarakat desa hutan. Pendekatan studi menggunakan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMDH tidak dilibatkan secara signifikan dalam perencanaan program pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM. Lebih dari 12 tahun, Perhutani masih menjadi aktor dominan dengan kekuasaan besar menentukan pemangku kepentingan mana yang dikehendaki untuk terlibat dalam perencanaan programnya. Akibatnya, LMDH (masyarakat merasa Perhutani tidak lagi menganggap serius peran LMDH dalam proses pengelolaan program-program PHBM. Dengan kata lain, peran LMDH hanya ada diatas kertas tetapi realitasnya tidak banyak berperan. Perhutani lebih fokus mengejar target keuntungan untuk kepentingan perusahaan tetapi di pihak lain tidak meningkatkan pembagian peran dengan LMDH sebagai mitra sejajar dalam program PHBM. This paper explores the power relations between state and society, specifically, after 12 years of implementing the policy of community-based forest management (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat, known as PHBM. It investigates how villagers and its local institutions (Lembaga Masyarakat Desa Hutan, LMDH, and street-level bureaucracy (SLB responses toward the current development of State Forest Cooperation (Perum Perhutani, SFC orientation in generating profit rather than the people and the planet/environment. The result shows that the villagers through LMDHs are, in fact, never closely engagein planning PHBM activities. Over 12 years, the SFC is still become the dominant actor who have dominant power in determining which stakeholders that they wanted to be involved in planning PHBM activities. Consequently, LMDH feels that SFC is reluctant in taking seriously the roles of LMDH in planning the PHBM activities. SFC is pursuing their target in generating benefits merely for their own benefits without taking LMDH in as their equal partner in PHBM activities.

  1. PERANAN UNIVERSITAS DALAM MEMOTIVASI SARJANA MENJADI YOUNG ENTREPRENEURS (Seri Penelitian Kewirausahaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yohnson Yohnson

    2003-01-01

    Full Text Available The role of university to motivate the fresh graduate to be young entrepreneurs is very important to increase the number of entrepreneurs. Be Increasing of young entrepreneurs will decrease unemployment and it will even open more job vacancies. How the university can produce young entrepreneurs. The role of university is explained by some expert of entrepreneurship .One of them is explained by Thomas Zimmerer . He explained that one factor that triggers the growth of entrepreneurship is educational entrepreneurship. Mr.Douglas.A Gray suggested that people should start their own business as soon as possible. For example, when the students are still studying in the university they can try to start their own business. By empirical data, research has been done to Petra Christian University Student about the dominant factor that influences the student to be young entrepreneurs. The result of the research shows that the dominant factor is opportunity. Therefore the university should play it's roles which are giving information about the advantages of becoming entrepreneurs, giving educational entrepreneurship and providing some activities where they can practice their knowledge and feel the entrepreneurship world. With those roles of the university, young entrepreneurs can be produce successfully. Abstract in Bahasa Indonesia : Peranan Universitas dalam memotivasi sarjana menjadi wirausahawan muda sangat penting dalam menumbuhkan jumlah wirausahawan . Dengan meningkatnya wirausahawan dari kalangan sarjana akan mengurangi pertambahan jumlah pengangguran bahkan menambah jumlah lapangan pekerjaan. Pertanyaannya adalah bagaimana pihak universitas dapat mencetak wirausahawan muda. Peranan universitas dijelaskan oleh beberapa pendapat para ahli bidang kewirausahaan .Salah satunya dijelaskan oleh Thomas Zimmerer bahwa salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan adalah pendidikan kewirausahaan. Selain itu Douglas A.Gray menyarankan untuk memulai usaha sejak dini misalnya pada waktu masih kuliah . Sedangkan data secara empirical juga didapatkan melalui penelitian yang dilakukan pada alumni Universitas Kristen Petra tentang faktor paling dominan memotivasi alumni menjadi wirausahawan. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa faktor kesempatan yang mendorong alumni memutuskan menjadi wirausahawan. Jadi pihak universitas berperan menjadi pemberi informasi tentang kesempatan apa yang akan didapat jika menjadi wirausahawan, serta memberikan pendidikan kewirausahaan dan memberikan wadah bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmunya dengan mendirikan bisnis kecil di lokasi universitas. Peranan universitas sangat menentukan tercetaknya wirausahawan muda yang handal. Kata kunci: wirausahawan, motivasi, peranan universitas

  2. PENERAPAN KONSEP PERENCANAAN DAN POLA JALAN DALAM PERENCANAAN REALESTAT 1 DI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Timoticin Kwanda

    2000-01-01

    Full Text Available Planning concepts and road patterns are two main elements in real estate planning. Theoretically, in real estate planning there are three planning concepts, such as neo-traditional or conventional concept, cluster and Planned Unit Development (PUD. Of the 53 real estates in Surabaya, mostly (92,45% apply neo-traditional concepts. This circumstance is understood, because first the other concepts are not known in the development period of 1970-1990, and secondly because that the scale of development is relatively small, less than 200 ha. On the other hand, the PUD concept is already developed during the 1991-2000 period, firstly in BOTABEK areas and then in Surabaya, especially in large scale real estates. For the implementation of road patterns, either in the 1970-1990 period or the 1991-2000 period, the grid road pattern is commonly applied which is 48 real estates (90,56% of the total of 53 real estates in Surabaya. This road pattern is dominantly used for efficient and practical reasons in subdivision. By using this pattern, a square shape of lot is obtained that is conformed the market condition in Indonesia. Because of practical (design and belief (feng-shui reasons, consumers are not interested in irregular shape and wider frontage of lots. Abstract in Bahasa Indonesia : Konsep perencanaan dan pola jalan merupakan dua hal utama dalam perencanaan realestat. Secara teori dalam perencanaan realestat terdapat tiga (3 konsep perencanaan yaitu konsep neotradisional atau konvensional, cluster dan Planned Unit Development (PUD. Dari 53 realestat yang ada di Surabaya sebagian besar (92,45% menerapkan konsep neotraditional. Hal ini dapat dipahami, pertama karena konsep yang lain belum dikenal pada masa pengembangan tahun 1970-1990, kedua karena skala pengembangannya yang relatif kecil, dibawah 200 ha. Sedangkan pada masa tahun 1991-2000, konsep PUD sudah berkembang pada awalnya di kawasan BOTABEK dan kemudian di Surabaya terutama pada realestat skala besar. Untuk penerapan pola jalan, baik pada masa 1970-1990 maupun pada masa 1991-2000, pola jalan grid yang paling banyak diterapkan yaitu sebanyak 48 realestat (90,56% dari 53 realestat yang ada. Penerapkan pola jalan ini lebih banyak dilakukan karena lebih praktis dan efisien dalam penataan kapling. Dengan pola ini akan diperoleh bentuk kapling empat persegi yang relatif lebih sesuai dengan kondisi pasar di Indonesia. Karena alasan praktis (desain dan kepercayaan (feng-shui, konsumen tidak berminat dengan bentuk kapling yang tak beraturan dan kapling dengan sisi depan yang lebih panjang dari sisi belakang. Kata kunci: realestat, pola jalan.

  3. Pengaruh Aerasi dan Sumber Nutrien terhadap Kemampuan Alga Filum Chlorophyta dalam Menyerap Karbon (Carbon Sink untuk Mengurangi Emisi CO2 di Kawasan Perkotaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lancur Setoaji

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian terkait mitigasi pemanasan global, khususnya dalam penyerapan karbon dioksida (CO2, menjadi fokus utama di kalangan ilmuwan dunia. Secara alamiah, karbon dioksida dapat diserap oleh tumbuhan hijau, laut, karbonasi batuan kapur, dan alga. Pigmen hijau dalam alga atau klorofil dapat menyerap karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Alga memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga cocok digunakan sebagai carbon sink. Penelitian terkait carbon sink ini bertujuan untuk menentukan kemampuan rata-rata serapan CO2 oleh alga di kawasan perkotaan dan menentukan pengaruh aerasi dan variasi sumber N terhadap pertumbuhan dan perkembangan alga. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan reaktor dengan proses batch. Sampel alga yang digunakan didapatkan dari hasil pengembangbiakan yang bersumber dari perairan di kawasan perkotaan. Penelitian ini menggunakan dua variabel uji, yaitu aerasi dan sumber nutrien. Jumlah karbon dioksida yang diserap didapatkan dari perbandingan stoikiometri pada reaksi fotosintesis.  Berdasarkan perbandingan stoikiometri tersebut diketahui bahwa 1 gram sel alga yang terbentuk sebanding dengan 1,92 gram CO2 yang diserap. Dari hasil penelitian, alga dengan penambahan pupuk urea dapat menyerap 4,87 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,84 mg CO2/hari dengan aerasi. Sedangkan alga dengan penambahan pupuk NPK dapat menyerap 3,61 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,01 mg CO2/hari dengan aerasi.

  4. PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADASEKTOR INDUSTRI DALAM KATTANNYA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA DI KAWASAN INDUSTRI, KABUPATEN SERANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Trihandoyo

    2012-09-01

    Full Text Available Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3 pada sektor industri dalam kaitannya dengan jumlah kecelakaan kerja. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui: pengetahuan sikap dan perilaku karyawan industri terhadap program K-3; keadaan lingkungan kerja pada perusahaan; status dan pola penyakit yang terjadi pada sektor industri; pembagian shift kerja dalam kaitannya dengan absensi kcryawan dan kesehatan kerja; jumlah kecelakaan yang terjadi dalam satu taliun terakhir; dan menemukan model intervensi sistem pelaksanaan program K-3. Penelitian ini merupakan studi Cross Sectional terhadap program K-3 serta wilayah lingkungan industri untuk mengetahui seberapa jauh efektivitas pelaksanaan K-3 di sektor industri. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Serang, pada 3 (tiga skala industri, yaitu industri kecil, industri sedang/menengah dan industri besar. Dari skala industri tersebut, dipilih 6 (enam jenis industri secara classified random sampling yang masing-masing diambil 2 (dua industri skala kecil, 2 (dua industri skala sedang/menengah, dan 2 (dua industri skala besar. Secara umum, tingkat pengetahuan pekerja tentang kegunaan alat pelindung diri keselamatan dan kesehatan kerja cukup tinggi (82,3%. Namun, yang inengaku selalu mempergunakan hanya 41,7%. Sedangkan, tingkat penyediaan alat tersebut oleh pengusaha juga sudah cukup memadai (87,6%. Shift kerja tetap dibutuhkan dalam rangka efektivitas dan efisiensi dan tingkat absensi tertinggi pada pagi hari, menyusul malam dan siang hari. Alasan tidak masuk kerja/absen yang banyak dikemukakan adalah dikarenakan sakit. Kecelakaan kerja banyak terjadi pada pekerja industri skala kecil (26,9%. Angka kesakitan pekerja dalam kurun waktu 1 tahun terakhir cukup tinggi (51,2% dengan pola penyakit yang bervariasi; yang tertinggi pekerja mengeluhkan pusing (34,4%, kemudian batuk (16,7%, dan yang terrendah adalah gatal-gatal (1,0%. Lingkungan kerja menunjukan kondisi cukup baik, baik dari segi kebersihan lingkungan kerja maupun sirkulasi udara dalam ruangan kerja. Dengan metode intervensi pelaksanaan program K-3 yang telah dibuat, diliarapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan karyawan/buruh, memperkecil angka kecelakaan kerja serta meningkatkan produktivitas kerja.

  5. SISTEM PENGUKURAN PARTIAL DISCHARGE PADA MODEL VOID DALAM PVC ( POLYVINYL CHLORIDE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Syakur

    2012-05-01

    Full Text Available Kerusakan awal pada suatu sistem isolasi ditandai dengan adanya peristiwa Partial Discharge (PD. PD merupakan bentuk pelepasan muatan listrik yang terjadi hanya pada sebagian sistem isolasi yang dapat mengawali kegagalan isolasi secara sempurna. Untuk mengetahui mekanisme PD yang terjadi pada bahan isolasi, maka dilakukan pengukuran.Pada makalah ini dipresentasikan hasil pengukuran PD skala laboratorium, pada model void dengan sampel bahan isolasi PVC berupa lembaran setebal 100 μm menggunakan elektroda metode II CIGRE.Hasil pengukuran masih terbatas ditunjukkan dalam bentuk gambar – gambar pulsa PD yang direkam melalui osiloskop GDS 2000 buatan GW Instek. Untuk keperluan penyimpanan data hasil pengukuran, osiloskop tersebut dihubungkan melalui kabel data USB ke Notebook..

  6. BAHAN AKTIF DALAM KOMBINASI OBAT FLU DAN BATUK-PILEK, DAN PEMILIHAN OBAT FLU YANG RASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Gitawati

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakFlu, salesma atau batuk pilek adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA akibat virus, merupakan self-limiting disease dan hanya memerlukan pengobatan simtomatik. Obat-obat yang digunakan adalah obat bebas, umumnya dalam bentuk kombinasi tetap, dengan komposisi zat aktif bervariasi. Tulisan ini bertujuan mengkaji bahan aktif dalam preparat flu kombinasi tetap dan pemilihan obat flu yang rasional. Kajian dilakukan secara cross-sectional dengan sumber data berasal dari 56 referensi berupa buku, panduan, jurnal/artikel on-line maupun publikasi tercetak, menggunakan kata kunci ”common cold, cough, over-the-counter drugs, non-prescription, self-medication, analgetics, sympathomimetics, antihistamines, decongestant, antibiotics, immunomodulators, food supplement, flu, dan batuk-pilek”.Diperoleh sejumlah 191 preparat kombinasi tetap berbentuk tablet dan sirup yang diindikasikan untuk mengurangi gejala flu (common-cold, dengan komposisi zat aktif utama antihistamin dan dekongestan. Komponen tambahan lainnya adalah analgesik, antitusif, ekspektoran, stimulan. Kekuatan (strength dosis tiap komponen masih sesuai dengan dosis yang direkomendasi, namun tercatat masih ada preparat dengan dosis dekongestan (fenilpropanolamin yang lebih tinggi dari yang direkomendasi. Tidak ada preparat tunggal yang mampu mengatasi semua gejala flu sekaligus, sehingga preparat flu kombinasi menjadi pilihan utama. Dalam menggunakan preparat flu kombinasi perlu memilihproduk yang tepat dan rasional sesuai dengan gejala spesifik, karena kemungkinan tidak semua zat aktif dalam komposisi produk obat flu diperlukan oleh penderita.Kata kunci: flu, batuk-pilek, komposisi obat flu, simtomatik.AbstractFlu or common-cold is an acute upper respiratory tract infection mainly caused by virus, and a self-limiting disease which is requires only symptomatic treatments to alleviate the symptoms. Common-cold medication is usually an OTC drug and a fixed-dose combination of various active ingredients. The purpose of this paper is to review the active ingredients in cold medicines and how to select the medicines rationally. This review is conducted cross-sectional with data sources derived from 56 references in the form of books, guidelines, on-line journals/articles or printed publications, using the keywords: common cold, cough, over-the-counter (OTC drugs, non-prescription, self-medication, analgesics,sympathomimetics, antihistamines, decongestants, antibiotics, immunomodulators, food supplements, flu, and batukpilek.It is obtained about 191 fixed-dose combination of tablet and syrup which is indicated for reducing the symptoms of common-cold. The main active ingredients of the fixed-dose combination are antihistamines and decongestants. An additional component is an analgesic, antitussive, expectorant and stimulant. The doses strength of each component isin accordance with the recommended dose, but noted there is still a dose preparation with decongestants (phenylpropanolamine higher than recommended. No single cold preparations were able to overcome all the symptoms of flu at once, so the flu combination product becomes the primary of choice. When using a common-cold combinationproduct, it is important to select a product most suited to the individual and specific symptoms, as possibly not all the active ingredients are necessary for the patient.Keywords: flu, common-cold, composition of common-cold product, symptomatic

  7. PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS BERBASIS PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATERI KALOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Y. Astuti

    2013-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS berbasis pendekatan inkuiri terbimbing dalam pembelajaran kooperatif yang layak dan efektif. Data penelitian ini adalah hasil validasi dari validator dan hasil uji coba yang dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKS hasil pengembangan berkategori baik. Keterampilan proses meningkat sehingga dapat dikatakan LKS yang dikembangkan ini layak dan efektif. This research aims to generate Student Worksheet (LKS-based guided inquiry approach in cooperative learning feasible and effective. The data of this study is the result of the validation from validator and the test results were analyzed by qualitative and quantitative descriptive techniques. Validation results show that the worksheet has developed the good category. Process skills increased so that it can be said that developed worksheet is feasible and effective.

  8. Gambaran Laboratorium Leukemia Kronik di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muthia Rendra

    2013-09-01

    Full Text Available AbstrakLeukemia merupakan penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang ditandai oleh proliferasi sel-sel darah putih, dengan manifestasi adanya sel-sel abnormal dalam darah tepi. Pada tahun 2006, leukemia berada pada urutan ke-5 dari keseluruhan penderita kanker di Indonesia. Leukemia kronik merupakan leukemia yang paling sering terjadi pada dewasa dan lanjut usia. Secara umum leukemia kronik diklasifikasikan atas Leukemia Granulositik Kronik (LGK dan Leukemia Limfositik Kronik (LLK. Leukemia kronik yang perjalanannya lambat dan diiringi oleh gejala yang tidak khas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran laboratorium leukemia kronik di bagian Peyakit Dalam RSUP DR. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Instalasi Rekam Medik RSUP Dr. M. Djamil Padang berupa data pasien leukemia kronik yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang sejak 1 Januari 2010 – 31 Desember 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 16 kasus leukemia granulositik kronik terdapat 37,5% pasien mengalami anemia sedang, 100% leukositosis, jumlah trombosit dapat menurun, normal, dan meningkat dengan presentase masing-masing 25%, 25%, dan 50%. Gambaran eritrosit sebagian besar normositik anisositosis. Separuh pemeriksaan darah tepi menunjukkan peningkatan persentasi mielosit, 31,25% menunjukkan peningkatan persentasi metamielosit dan eosinofil, serta sebagian besar menunjukkan presentasi blast. Sedangkan gambaran sumsum tulang hiperseluler, penekanan eritropoetik, mielopoetik hiperaktif, dan trombopoetik dalam batas normal. Leukemia limfositik kronik yang terdiri dari 1 kasus menunjukkan gambaran laboratorium berupa anemia sedang, leukositosis, trombositopenia, gambaran eritrosit nomokrom anisositosis, peningkatan jumlah leukosit, peningkatan jumlah limfosit, presentasi smudge cell, dan ditemukan presentasi blast pada darah tepi, tetapi selularitas tidak dapat dinilai.Kata kunci: leukemia kronik, darah tepi, BMPAbstractLeukemia is a malignant disease of blood cells derived from the bone marrow characterized by the proliferation of white blood cells, with the manifestation of the abnormal cells in the peripheral blood. In 2006, leukemia was ranked 5th of all cancer patients in Indonesia. Chronic leukemia is the most common leukemia in adult and the elderly. In general, chronic leukemia classified on chronic myelocytic leukemia (CML and chronic lymphocytic leukemia (CLL. The onset of chronic leukemia is insidious and accompanied by symptoms that are not typical, this research aims to describe the laboratory findings of chronic leukemia patients treated at Internal Medicine Department of Dr. M. Djamil Hospital Padang.This research is a retrospective descriptive research. The instruments used in this research are the secondary data derived from the Medical Record Departement Dr. M. Djamil Hospital Padang in the form of leukemia chronic patients’ data who were treated in Internal Medicine Department of Dr. M. Djamil Hospital Padang since January 1st 2010 – December 31st 2012. The results of this research showed that of 16 cases of chronic myelocytic leukemia contained 37.5% of the patients had moderate anemia, leukocytosis 100%, platelet count can be decreased, normal, and increased the percentage of each 25%, 25%, and 50%. The morphology of erythrocytes mostly normocytic anisocytosis. Half of peripheral blood examination showed an increase in the percentage of myelocyte, 31.25% showed an increase in the percentage metamyelocyte and eosinophils, as well as most of the shows presentation blast. The bone marrow are hypercellular, compressing erythropoietic, myelopoietic hyperactivity and thrombopoietic mostly normal in number. Chronic lymphocytic leukemia consisting of 1 case shows the laboratory findings are moderate anemia, leukocytosis, thrombocytopenia, the morphology of erythrocyte is normochromic anisocytosis, leukocytes increase in number, increase in the

  9. IDENTIFIKASI POLA SOSIO-KULTURAL NYEGARA GUNUNG DI BALI UTARA (DALAM PERSPEKTIF TRIHITA KARANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Pageh dan Ida Bagus Rai

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasibudaya nyegara-gunung di Bali Utara, untuk dapatdijadikan payung penelitian, pengabdian masyarakat danpengembangan Lembaga Pusat kajian Budaya UndikshaSingaraja. Penelitian menggunakan pendekatan kajianbudaya (cultural studies sehingga terasa mengigit danmungkin sangat berbeda dengan studi budaya yangmenggunakan pendekatan struktural fungsional dalamstudi budaya. Data dikumpulkan menggunakan langkahlangkahpenelitian ilmu sosial budaya, dianalisis dan dibuatfakta baru untuk menumbuhkan daya kritis di kalanganpembacanya. Teori “eko-sosio-relegius” (nyegara-gunungdan trihita karana dikaitkan dengan sejarah dan kehidupantradisi yang menjadi pola budaya di Bali Utara.Hasil penelitian menemukan banyak pola budaya secarakritis dapat diteliti dan dijadikan tema penelitian untukmenghasilkan paket wisata nyegara-gunung di Bali Utara.Klasifikasi wilayah menggunakan pikiran Grader (1930-an yang membagi Bali Utara menjadi tiga bagian yaituBuleleng Timur-Tengah dan Barat, dengan menjadikanPura Segara (Ratu Ayu Syahbandar sebagai patokandikaitkan dengan derah hulunya dan daerah kekuasaannyasecara tradisional. Tampak pola budayanya terkait denganritual wali dalam tradisi nyegara gunung di Bali Utara,terutama di Buleleng Timur dan Tengah. Relasi kuasa dimasa lalu sangat kental dalam tradisi nyegara-gunung itu.Di Buleleng Barat ditemukan ada desa tanpa memilikipalemahan (Sumberklampok, dengan demikian dapatdijadikan kasus bahwa ada desa yang tidak berdasarkan Trihita Karana, karena tanahnya terkait dengan kontrakerfach zaman Belanda dan berlanjut sampai erakemerdekaan ini. Hutan Bali barat sebagai daerah HuluBuleleng Barat dan Negara sudah tidak dapat dikatakansebagai Taman Hutan Bali Barat lagi karena telah dirambaholeh manusia pascareformasi, yang butuh perhatian semuapihak. Identifikasi ini baru hanya yang terkait denganbudaya nyegara-gunung sehingga hanya sebagian kecilnyasaja, sedangkan tema yang lainnya masih butuh penelitianlebih lanjut. Besar harapan kami agar hasil penelitian inidapat dijadikan penelitian payung di Pusat kajian Budayadi bawah naungan Lemlit Undiksha.

  10. Kajian Fisika Aliran Material Granular Dedak Gandum Di Dalam Saluran Microfluidic

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Perima -

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi mikroelektronik telah melahirkan suatu cabang ilmu baru yaitu microfluidics. Teknologi ini dapat memanipulasi instrumentasi laboratorium menjadi satu chip. Proses pembuatan chip diawali dengan pembuatan mask kemudian dilanjutkan dengan pencetakan master untuk kemudian dituangkan larutan Polydimethil siloxane (PDMS dan diikatkan dengan kaca melalui teknologi plasma. Kemudian setelah chip dibuat, dilakukanuji microfluidics dengan melewatkan campuran material granular dedak gandum dan air di dalam saluran chip tersebut dengan kecepatan 5,000 ?l/jam dan pola aliran direkam dengan menggunakan kamera kecepatan tinggi. Dari hasil rekaman, gambar dianalisis dengan menggunakan persamaan Navier-Stokes dan dilakukan simulasi untuk dapat menduga pola aliran yang terjadi di dalam saluran.Kesimpulan yang didapatkan menunjukkan bahwa aliran fluida yang diperoleh bersifat non-newtonian, dan partikel dedak gandum memiliki sifat tabrakan inleastik. The development of microelectronic technology leads to a new technology branch, namely microfluidics. This technology can manipulate a complicated laboratory instrument into a single chip. The process of making chip starts with making mask, molding a master, pouring of Polydimethilsiloxane (PDMS into the master, and then making the bonding between the PDMS and glass by using plasma technology. The next step is microfluidics testing by passing the mixing of granular material wheatbran and dionized water through the chip’s channel with the speed of 5,000 ?l/hour, and recording the flow of fluid by using high speed camera. The result was then analyzed by Navier-Stokes equation and employed the simulation to predict the flow inside the chip. It can be concluded that the characteristics of fluid’s flow found are non-newtonian fluid and the wheatbran particle has inelastic collision.

  11. Studi Implementasi Six Sigma pada Tahap Fabrikasi dalam Proses Pembangunan Kapal Baru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jauhary Tsulastsy Yanuar

    2013-03-01

    Full Text Available Proses produksi pada tahap fabrikasi dalam proses pembangunan kapal baru masih memiliki masalah defect pada output proses produksi berupa defect dimension yang menyebabkan rework (pekerjaan tambahan. Tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan besarnya sigma proses tahap fabrikasi dari sebuah galangan kapal yang menjadi studi kasus, mengidentifikasi penyebab yang mempengaruhi defect, dan menentukan upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimasi defect menggunakan metode six sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Berdasarkan perhitungan menggunakan lembar kerja perhitungan sigma yang dikeluarkan oleh pivotal resources, komponen plate mengalami defect dimension sebesar 0,36% untuk hasil marking dan 0,48% untuk hasil proses cutting menghasilkan nilai sigma 2,2074, komponen bracket mengalami defect dimension sebesar 0,28% untuk hasil marking dan 0,40% untuk hasil cutting menghasilkan nilai sigma 2,3429, komponen stiffener mengalami defect dimension sebesar 0,20% untuk hasil marking dan 0,24% untuk hasil cutting menghasilkan nilai sigma 2,6771, dan  komponen clip (collar plate mengalami defect dimension sebesar 0,28% untuk hasil marking dan 0,36% untuk hasil cutting menghasilkan nilai sigma 2,4171. Berdasarkan hasil analisa, nilai sigma tersebut masih jauh dari nilai yang seharusnya dapat dicapai oleh suatu perusahaan (6? disebabkan oleh faktor antara lain keterampilan SDM yang belum memadai saat ini, PMS (Planned Maintenance System yang berjalan tidak sesuai prosedur, dan tidak dilakukannya pendokumentasian/kontrol pada setiap komponen hasil tahap fabrikasi. Dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis yang dikorelasikan dengan berbagai analisa, diperoleh solusi antara lain diperlukannya training/pelatihan untuk meningkatkan skill/kemampuan SDM baru, dijalankannya PMS sesuai prosedur, dan menghidupkan kembali tim QC yang tergabung dalam keorganisasian bengkel fabrikasi. Implementasi six sigma dilakukan secara periodik dengan mengevaluasi hasil rencana perbaikan.

  12. Pengaruh Posisi Pipa Segi Empat dalam Aliran Fluida Terhadap Perpindahan Panas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kaprawi Kaprawi

    2007-01-01

    Full Text Available A rectangular pipe is placed perpendicularly to viscous fluid flow which has higher temperature. The positions of a rectangular pipe in the flow are one of the rectangular wall placed perpendicularly to the flow, one of the corner of rectangular pipe placed to the direction of coming flow and one of the corner with angle of less or greater than 90o placed to the direction of coming flow. With numerical study by using Finite Volume Method, is obtained that the position of pipe in which one of the corner directed to the coming flow has good heat transfer when compared with rectangular pipe of which one of the rectangular side directed perpendicularly to the coming flow. More the angle of corner will give more the heat transfer and vice versa. Every variation of 15o of wall angle of pipe makes the variation of heat transfer approximatly 1.5%. Abstract in Bahasa Indonesia: Sebuah pipa berpenampang segi empat dipasang melintang dalam aliran fluida viskos yang bertemperatur lebih tinggi. Posisi pipa dalam aliran yaitu salah satu bidang pipa tegak lurus dengan datangnya aliran, salah satu sudut pipa diarahkan dengan datangnya aliran dan sudut pipa yang lebih besar atau lebih kecil dari 90o diarahkan dengan datangnya aliran. Melalui studi numerik dengan Metode Volume Hingga, didapatkan bahwa posisi pipa dengan salah satu sudut segi empatnya diarahkan ke datangnya aliran mempunyai perpindahan panas lebih baik dibanding dengan pipa yang mana salah satu dindingnya dipasang tegak lurus dengan aliran. Semakin besar sudut pipa yang diarahkan ke aliran maka semakin besar perpindahan panasnya, dan sebaliknya. Setiap perubahan sudut pipa segi empat 15o akan membuat perubahan perpindahan panas sekitar 1,5%. Kata kunci: Fluid velocity, rectangular pipe, flow, heat transfer, finite volume method.

  13. Efek Shot Peening Terhadap Korosi Retak Tegang (SCC Baja Karbon Rendah dalam Lingkungan Air Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Badaruddin

    2005-01-01

    Full Text Available The aim of this study is to investigate the effect of shot peening on stress corrosion cracking of a low carbon steel in ocean water environment. The dimension of specimens were prepared in accordance with the ASTM G39. The hardness testing was carried out using microvickers with 0,25 kgf load in the longitudinal direction. The corrosion cracking test was immersed into artificial sea water for about 7 months. The test shows that the pitting corrosion is dominantly nucleated at the metal film interface. The biggest pitting corrosion was occurred under the static loading of 70 for the specimens unpeened. The presence of pitting corrosion promotes stress corrosion cracking. The cracking has a intergranular branched morphology which is typical for the chloride cracking of low carbon steel Abstract in Bahasa Indonesia : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh shot peening terhadap korosi retak tegang baja karbon rendah dalam lingkungan air laut yang mengandung 3,5 % NaCl. Dimensi spesimen uji korosi dibuat berdasarkan standar ASTM G39. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan mikrovickres dengan beban 0,25kgf pada arah ketebalan bahan. Uji korosi dilakukan dengan mencelupkan dalam air laut buatan selama 7 bulan. Hasil pengujian menunjukan bahwa spesimen uji cenderung lebih dominan terserang korosi sumuran (pitting corrosion. Korosi sumuran yang terbesar terdapat pada spesimen uji tanpa shot peening pada pembebanan static 70%. Terbentuknya korosi sumuran menjadi pemicu terbentuknya korosi retak tegang. Bentuk retak yang terdapat pada daerah korosi sumuran adalah intergranular bercabang yang merupakan hasil serangan klorida pada baja karbon rendah. Kata kunci: shot peening, korosi sumuran, korosi retak tegang.

  14. ALGORITMA RC4 DALAM PROTEKSI TRANSMISI DAN HASIL QUERY UNTUK ORDBMS POSTGRESQL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuri Ariyanto

    2009-01-01

    Full Text Available In this research will be worked through about how cryptography RC4's algorithm implementation in protection to query result and of query, security by encryption and descryption up to both is in network. Implementation of this research which is build software in client that function access databases that is placed by the side of server. Software that building to have facility for encryption and descryption query result and of query that is sent from client goes to server and. transmission query result and of query can secure its security. Well guaranted transmission security him of query result and of query can be told to succeed if success software can encryption query result and of query which transmission so that in the event of scanning to both, scanning will not understand data content. Conclusion of this research that is woke up software succeed encryption query and result of query which transmission between application of client and of server databases. Abstract in Bahasa Indonesia: Pada penelitian ini dibahas mengenai bagaimana mengimplementasikan algoritma kriptografi RC4 dalam proteksi terhadap query dan hasil query, pengamanan dilakukan dengan cara melakukan enkripsi dan dekripsi selama keduanya berada di dalam jaringan. Pengimplementasian dari penelitian ini yaitu membangun sebuah software yang akan diletakkan di sisi client yang berfungsi mengakses database yang diletakkan di sisi server. Software yang dibangun memiliki fasilitas untuk mengenkripsi dan mendektipsi query dan hasil query yang dikirimkan dari client ke server dan juga sebaliknya. Dengan demikian tramsmisi query dan hasil query dapat terjamin keamanannya.Terjaminnya keamanan transmisi query dan hasil query dapat dikatakan berhasil jika software berhasil mengenkripsi query dan hasil query yang ditransmisikan sehingga apabila terjadi penyadapan terhadap keduanya, penyadap tidak akan mengerti isi data tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu software yang dibangun berhasil mengenkripsi query dan hasil query yang ditransmisikan antara aplikasi client dan server database. Kata kunci: enkripsi, transmisi, RC4, query, database

  15. ANALISA VARIABEL INTRINSIK, LINGKUNGAN, DAN JARAK DALAM PENILAIAN RUMAH PERISTIRAHATAN DI GRAHA PUNCAK TRAWAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Njo Anastasia

    2002-01-01

    Full Text Available The market comparison method of valuation compares the value of property with a group of properties that have similar characteristics and which have recently sold. If there is a difference, then adjustments are made for the variables that are different. The purpose of this research is to determine if there is a difference between appraisers and buyers using intrinsic, environmental, and distance variables to set market value for villas in the Graha Puncak Trawas development. This research uses a questionnaire for both appraisers and buyers. Each is asked to determine their ranking for the three above variables. The data obtained is analysed using Kendall Concordance method. The result of this study shows that there is a difference in preference between appraisers and buyers. Appraisers first consider environmental variables then intrinsic variables, but the buyers first consider intrinsic variables then environmental variables. Distance variables are not found to be too important. Abstract in Bahasa Indonesia : Penilaian menggunakan metode data pasar adalah membandingkan properti yang dinilai dengan properti lain yang sejenis dan baru saja terjual. Jika terjadi perbedaan maka dilakukan penyesuaian pada variabel-variabel yang membedakan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat apakah ada perbedaan preferensi antara penilai dan pembeli dalam penggunaan variabel intrinsik, lingkungan, dan jarak dalam menentukan nilai pasar rumah peristirahatan di Graha Puncak Trawas. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk disebarkan pada penilai dan pembeli. Kemudian masing-masing pihak menentukan ranking terhadap ketiga variabel di atas. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan Uji Konkordasi Kendall. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan preferensi antara penilai dan pembeli. Penilai lebih mempertimbangkan variabel lingkungan kemudian variabel intrinsik, sedangkan pembeli lebih mempertimbangkan variabel intrinsik kemudian variabel lingkungan. Sedangkan variabel jarak dianggap tidak terlalu penting. Kata kunci: penyesuaian, intrinsik, lingkungan, jarak.

  16. Konsep Fiqah Malaysia dalam Perundangan Islam: Satu Pengenalan (The Concept of Malaysian Fiqah in Islamic Law: An Introduction)

    OpenAIRE

    Rahimin Affandi Abd. Rahim; Shamsiah Mohamad; Paizah Ismail; Nor Hayati Mohd Dahlal

    2010-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan sifat dinamik konsep fiqah dalam sistem perundangan Islam Malaysia yang menekankan kepentingan hubungan dengan Allah dan sesama makhluk. Teori utama yang digunakan adalah teori epistemologi hukum Islam yang menetapkan bahawa sifat kelestarian sistem hukum Islam hanya boleh dicapai melalui pembentukan kerangka epistemologi (apa, bagaimana dan untuk tujuan apa) yang jelas. Bagi mencapai objektif, kajian ini menggunakan kaedah pengumpulan data primer dan da...

  17. PENGGUNAAN PARTIAL LEAST SQUARE REGRESSION (PLSR UNTUK MENGATASI MULTIKOLINEARITAS DALAM ESTIMASI KLOROFIL DAUN TANAMAN PADI DENGAN CITRA HIPERSPEKTRAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdi Sukmono

    2015-02-01

    Full Text Available Klorofil merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis. Tanaman sehat yang mampu tumbuh maksimum umumnya  memiliki jumlah klorofil yang lebih besar daripada tanaman yang tidak sehat. Dalam Estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan airborne hiperspektral dibutuhkan model khusus untuk mendaaptkan akurasi yang baik. Citra Hhiperspektral mempunyai ratusan band dan julat yang sempit pada setiap bandnya, sehingga mempunyai kemampuan yang cukup baik untuk estimasi klorofil. Akan tetapi karena julat yang cukup sempit ini menyebabkan adanya efek multikolinearitas. Objek dari penelitian ini mengembangkan reflektan in situ menjadi model  estimasi kandungan klorofil tanaman padi untuk citra airborne hiperspektral dengan menggunakan metode partial least square regression untuk menghilangkan efek multikolinearitas.  Dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik hubungan reflektan dan klorofil dipilih band-band yang berhungan dan efektif untuk estimasi klorofil. Dari hasil seleksi tersebut terpilih 44 band yang efektif untuk estimasi kandungan klorofil daun tanaman padi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan mertode PLSR dapat menghasilkan model yang cukup baik untuk estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan nilai Koefisien determinasi (R2 mencapai 0.75 pada PC no 11 dan mempunyai RMSE sebesar 1.44 SPAD unit. Validasi menggunakan data citra airborne hiperspektral menghasilkan RMSE sebesar 1.07 SPAD Unit.

  18. Penurunan Kandungan Zat Kapur dalam Air Tanah dengan Menggunakan Media Zeolit Alam dan Karbon Aktif Menjadi Air Bersih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gianina Qurrata Dinora

    2013-09-01

    Full Text Available Salah satu syarat kimia yang harus dipenuhi dalam air bersih adalah kesadahan. Salah satu penyebab utama terjadinya kesadahan adalah kandungan Ca2+ (kesadahan kalsium atau biasanya disebut air kapur. Selain kandungan air kapur yang tinggi, penyebab air tanah tidak dapat langsung digunakan adalah kadungan besi dan mangan yang tinggi pula. Untuk itu, dibutuhkan unit filter skala rumah tangga yang dapat menjadi pengolahan alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Penelitian ini  bertujuan untuk mendapatkan komposisi media filter yang efektif dan effisien untuk penyisihan kesadahan kalsium, Fe, dan Mn dalam air tanah dan mendapatkan waktu breakthrough. Media filter yang digunakan pada penelitian ini adalah media zeolit alam dan karbon aktif disusun secara stratifikasi dengan perbandingan ketinggian pada masing-masing reaktor filter. Media filter tersebut akan dialiri dengan tiga variasi konsentrasi kesdahan kalsium. Hasil dari penelitian ini, didapatkan komposisi media yang paling efektif dalam menurunkan kandungan kesadahan kalsium adalah komposisi III dengan perbandingan ketinggian media zeolit alam dan karbon aktif sebesar 30 cm : 60 cm. Pada variasi konsentrasi 1 mampu melakukan penyisihan sebesar 96,52%, konsentrasi 2 mampu melakukan penyisihan sampai 94,67%, dan konsentrasi 3 mampu melakukan penyisihan sebesar 90,22%

  19. MODEL INTEGRASI ATRIBUT ASESMEN FORMATIF (IAAF DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SEL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN BERPIKIR ANALITIK MAHASISWA CALON GURU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Saptono

    2013-04-01

    Full Text Available Dalam studi ini dikembangkan model integrasi atribut asesmen formatif (IAAF dalam pembelajaran Biologi Sel untuk mengembangkan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa calon guru Biologi. Atribut asesmen formatif yang diintegrasikan adalah collaboration, self-assessment, peer-assessment, dan feedback & learning progression. Model yang dikembangkan mencakup pembelajaran interaktif, pembuatan bagan konsep, dan reviu artikel jurnal internasional. Dimensi yang diukur dalam studi ini adalah perkembangan kemampuan mahasiswa membuat bagan konsep, kemampuan mahasiswa melakukan reviu artikel, dan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa. Hasil studi mengindikasikan bahwa Model IAAF dapat mengembangkan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa. In this study developed a model of integration of formative assessment attributes (IAAF in Cell Biology learning to develop reasoning skills and analytical thinking Biology student teachers. Attributes of formative assessment that  integrated is collaboration, self-assessment, peer-assessment, and feedback & learning progression. The model developed includes interactive learning, graphing concepts, and review articles of international journal. Dimensions measured in this study is the development of students’ ability to make a chart of concept, the ability of student conduct review of articles, and the ability to reason and think analytically students. The study results indicate that the IAAF model can develop reasoning skills and analytic thinking students.

  20. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno -

    2012-05-01

    Full Text Available Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.

  1. SUATU PENDEKATAN BARU DALAM PRODUCT DEVELOPMENT COSTING UNTUK BARANG-BARANG INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monika Kussetya Ciptani

    1999-01-01

    Full Text Available In the very competitive bussiness environment, the company ability to create or develop its product is an important thing to keep. With the competitivenes of each product, especially industrial product, each product has a short life-cycle. The life-cycle of an industrial product become shorter because of the technology used in its development phase. This will be one of many factors that encourage industrial company to develop their product, besides the profitability factor that many companies achieve for. In industrial product development process, companies use many method to develop its product and shorten their industrial product life-cycle, but it is still difficult to obtain cost which incur to develop an industrial product. An industrial company has to know exactly its product development costs and determine its most expensive production activities in order to plan future financial performance and identify potential improvements. Using life-cycle costing, a company can anticipate the costs which occur in each phase of product life-cycle and determine the product cost of new industrial product which has been developed accurately. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam persaingan dunia bisnis yang sangat ketat, kemampuan perusahaan untuk dapat menciptakan atau mengembangkan produk baru sangat diperlukan. Dengan semakin ketatnya persaingan antar perusahaan tersebut produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan akan memiliki jangka waktu (umur tertentu di pasaran. Khusus untuk barang-barang industri, daur hidup produk industri akan memiliki kecenderungan umur hidup yang semakin pendek terutama didukung dengan adanya perkembangan teknologi yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong dilakukannya proses pengembangan produk industri selain faktor laba (profit yang diperoleh oleh perusahaan dengan melakukan usaha pengembangan produk. Dalam usaha pengembangan produk untuk barang-barang industri, perusahaan menggunakan berbagai metode untuk memperpendek siklus pengembangan produk industrinya. Meskipun demikian perusahaan masih tetap mengalami kesulitan didalam menentukan biaya-biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pengembangan produk industri yang masih berada pada tahap perkembangan produk. Suatu perusahaan industri haruslah mengetahui berapa biaya-biaya yang diperlukan untuk pengembangan produk yang dilakukannya dan menentukan tingkat aktivitas pengembangan produk industri yang membutuhkan biaya paling besar agar dapat melakukan perencanaan dan pengendalian biaya atas produk industri baru yang dikembangkannya. Dengan menggunakan sistem produk life-cycle costing perusahaan akan dapat mengantisipasi besarnya biaya yang muncul pada tiap-tiap tahap daur hidup produk dan melakukan pembebanan yang akurat atas produk industri baru yang dihasilkannya. Kata kunci : produk industri, barang konsumsi, pengembangan produk, daur hidup produk, biaya berdasar daur hidup produk, pengembangan produk industri baru

  2. DUALISME DALAM SEKTOR MANUFAKTUR INDONESIA: SEBUAH UJI HIPOTESIS DENGAN ANALISIS INPUT-OUTPUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Suman

    2006-01-01

    Full Text Available According to standard literature on development economics, development processes may cause dualism. Dualism means that there are huge sectors (or regions with modern technology as well as small sectors (or regions with traditional technology. As far as development policies are concerned, the dualism is a disturbing problem. Because dualism reflects inequality and may cause socially ramified impacts. Alleviating tension of dualism implicitly should becomes a goal of policy makers. If we assume that the level of industrial (manufacturing technology is measured in term of capital-labor ratio, the increases in capital-labor ratio in manufacturing represent an improvement in industrial technological capability. Thus, under the paradigm of dual-industrial growth, the problem Indonesia faces is whether or not the growth of capital-intensive industries exceeds those of labor-intensive ones. So, the central problem sent to this research is: Does dualism within manufacturing sectors exist? By employing the input-output analysis, this research finds Indonesian manufacturing sector can be considered dualistic in its size and export-import structure. There are significant disparity between capital-intensive industries and labor-intensive ones. Abstract in Bahasa Indonesia : Menurut literatur standard ekonomika pembangunan, proses pembangunan ekonomi bisa menyebabkan dualisme. Dualisme berarti ada sektor besar dengan kemampuan modern berdampingan dan tumbuh bersamaan dengan sektor kecil dengan kemampuan tradisional. Dualisme ekonomi ini bisa berdampak sosial sebab ia mencerminkan ketimpangan (inequality. Sehingga secara implisit meredakan tensi dualisme merupakan salah satu tujuan kebijakan ekonomi. Jika dianggap bahwa level kemampuan sektor industri diukur dengan rasio modal per tenaga kerja, maka peningkatan rasio ini mencerminkan peningkatan kapabilitas teknologi sektor industri. Jadi, menurut paradigma dual-industrial growth, masalah yang dihadapi Indonesia adalah: "Adakah dualisme di dalam sektor manufaktur?" Dengan menerapkan analisis input-output, studi ini melihat bahwa sektor manufaktur Indonesia dapat dianggap dualistis dalam hal besarnya dan struktur eskpor-impornya. Di samping itu, adan disparitas yang signifikan antara kelompok industri padat modal dan kelompok industri padat karya. Kata kunci:. dualisme, perubahan struktural, input-output analisis.

  3. Perkembangan Pola Pemecahan Masalah Anak Usia Sekolah dalam Memecahkan Permasalahan Ilmu Pengetahuan Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E. Juliyanto

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian yang mengungkap pola pemecahan masalah sudah banyak dilakukan, tetapi belum ada yang mengungkap perkembangan pola pemecahan masalah manusia, khususnya untuk pemecahan masalah dalam bidang fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan pola pemecahan masalah pada anak usia sekolah. Data penelitian diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara dengan mengajukan permasalahan yang berkaitan dengan fisika dalam kehidupan sehari-hari. Jenis Penelitian ini adalah studi perkembangan dengan metode Cross-Sectional. Subyek penelitian ini berjumlah 25 orang anak usia sekolah kelas IV SD hingga kelas XII SMA, dengan mengambil tiga orang setiap tingkatan kelas kecuali kelas XII SMA yang hanya diambil satu orang. Hasil studi ini menunjukkan pada anak rentang kelas IV SD hingga XII SMA ditemukan empat pola pemecahan masalah, yaitu Intuitive Problem Solving, Primitive Problem Solving, Hipotetic Problem Solving, dan Expert Problem Solving. Pola-pola tersebut menunjukkan sebuah tahapan perkembangan pemecahan masalah pada anak usia sekolah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan memecahkan masalah berkembang seiring perkembangan manusia. ABSTRACTThere are many study to reveal pattern of problem solving, but there is no study that reveal the development of human problem solving, especially in physics problem solving. This study aims  at describing the development of problem solving pattern of school-age children. Data were obtained through a written test and interview by asking question related to daily physics problem. This study was study of the development that used the Cross-Sectional method. Subject of this study were 25 school-age children of fourth grade until twelfth grade. There were three students taken from each grade level except the twelfth grade which was only supports by onestudent. Results of this study showed that there were four patterns of problem solving of fourth grade until twelfth grade children, those were Intuitive Problem Solving, Primitive Problem Solving, Hipotetic Problem Solving,  and Expert Problem Solving. This patterns showed a stage of problem solving development of school-age children. It was concluded that problem solving ability grows during the development of human.

  4. PERUBAHAN MUTU DAN UMUR SIMPAN SUP DAUN TORBANGUN (Colues amboinicus Lour DALAM KEMASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Warsiki

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACTTorbangun leaves soup is one of the traditional diets commonly consumed by lactating mothers among the Batak society. The soup is believed to increase breast milk production and helps recovery process after the mother giving birth. Unfortunately, until now the soup is only served directly after cooking thereby limits its usefulness. Given the potential of the soup is quite important, the preservation of the cooked soup needs to be done so that the soup can be consumed at anytimeany time. This study aims to determine the shelf life of torbangun soup in a variety of packaging and at various storage temperatures. The soup is stored at three different temperatures (3-5oC, 10-12oC and 27-30oC and in 3 types of packaging namely polyethylene terephthalate (PET, polypropylene (PP and cans. Changes in product quality during storage are analyzed and estimated the shelf life of products. The results show that the soup stored at the 3-5oC and 10-12oC has longer shelf life compared to 27-30oC (day 8 vs day 3. In addition, the cans are the best packing among other packaging materials.Key words: torbangun leaf, Coleus amboinicus Lour, soup, shelf lifeABSTRAKSup daun Torbangun torbangun adalah salah satu makanan tradisional yang biasa dikonsumsi oleh ibu menyusuidi kalangan masyarakat Batak. Sup ini diyakini dapat meningkatkan produksi ASI dan membantu proses pemulihan setelah ibu melahirkan. Sayangnya, sampai saat ini sup daun torbangun hanya disajikan langsung setelah dimasak sehingga membatasi kegunaannya. Mengingat potensi sup ini cukup penting, penggunaan bahan pengawet pada sup matang perlu dilakukan agar sup ini dapat dikonsumsi kapan saja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur simpan sup torbangun dalam berbagai kemasan dan pada berbagai suhu penyimpanan. Pada penelitian ini sup disimpan pada tiga suhu berbeda (3-5oC, 10-12oC dan 27-30oC dan di simpan dalam tiga jenis kemasan yaitu polietilen tereftalat (PET, polypropylene (PP dan kaleng. Perubahan kualitas produk selama penyimpanan dianalisis dan dilakukan perkiraan umur simpan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sup yang disimpan pada suhu 3-5oC dan 10-12oC memiliki umur simpan lebih lama diban- dingkan dengan sup yang disimpan pada suhu 27-30oC (8 hari vs 3 hari. Selain itu kaleng adalah kemasan terbaik di antara bahan kemasan lainnya.Kata kunci: daun torbangun, Coleus amboinicus Lour, sup, umur simpan

  5. ANALISIS YURIDIS MULTI AKAD DALAM PEMBIAYAAN PENGALIHAN HUTANG PADA PT BANK BRISYARIAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Destri Budi Nugraheni

    2015-10-01

    Full Text Available PT Bank BRISyariah Bank uses two types of multiple akad in take over financing which are 3 (three independent akad: akad qardh, purchase agreement, and akad murabahah, and the other one is akad hawalah wal murabahah which are also a multiple akad, a combination between akad hawalah and akad murabahah. Akad qardh used as a basis for granting loans to customers to repay the loan at a conventional bank, and then customer and purchase agreement to sell its assets which are no longer bound as collateral, to the bank. Customer then sell the assets through murabaha financing agreement.  PT Bank BRISyariah menggunakan dua jenis multi akad dalam transaksi pengalihan hutang yaitu tiga akad yang berdiri sendiri yaitu akad qardh, perjanjian jual beli, dan akad pembiayaan murabahah, serta akad hawalah wal murabahah yang juga merupakan multi akad, perpaduan akad hawalah dan akad murabahah. Akad qardh digunakan sebagai dasar pemberian pinjaman kepada nasabah untuk melunasi kreditnya di bank konvensional, selanjutnya nasabah dengan perjanjian jual beli menjual asetnya yang sudah tidak lagi terikat sebagai jaminan hutang, kepada bank syariah. Hasil penjualan digunakan nasabah untuk melunasi qardh-nya kemudian menjual aset melalui akad pembiayaan murabahah, sehingga Bank berhak mendapatkan margin keuntungan.

  6. Penerapan Metode Lean Gainsharing Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Kinerja Karyawan Dengan Meningkatkan Produktivitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Ulfa

    2012-09-01

    Full Text Available Untuk menghasilkan produk ataupun jasa yang baik maka diperlukan proses produksi serta karyawan yang handal dan untuk meningkatkan produktivitas sebuah perusahaan ialah dengan meningkatkan produktivitas seluruh karyawan. Untuk menciptakan produktivitas yang tinggi maka perlu diperhatikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. Karyawan akan memperoleh insentif dari biaya penghematan yang diperoleh dari meminimasi jumlah waste, sistem pemberian insentif yang diberikan dengan menggunakan metode Gainsharing dimana insentif yang diberikan kepada karyawan dikarenakan peningkatan produktivitas. Penggunaan VALSAT dapat memetakan waste dan mempermudah dalam pembuatan proses perbaikan. Pada  pembobotan detail mapping dengan metode VALSAT diperoleh tiga tools yaitu pada Proces Activity Mapping, Quality Filter Mapping dan Supply Chain Response Matrix. Proses produksi perusahaan  digambarkan melalui Big Picture Mapping. Waste Unnappropriate Process, Inventory dan Defect merupakan waste berpengaruh pada proses produksi, guna meningkatkan produktivitas perusahaan dengan memberikan dua Alternatif perbaikan yaitu dengan memberikan pelatihan bagi karyawan dan memberi tim pengawas untuk mengawasi proses produksi. Dari hasil perbaikan didapatkan peningkatan produktivitas. Penghematan biaya yang diperoleh perusahaan sebesar Rp 22.946.015 dan dilakukkan pembagian insentif berdasarkan Metode Gainsharing sebesar 30% untuk perusahaan dan 70% untuk karyawan.

  7. PENELITIAN KANDUNGAN ORGANOFOSFAT DALAM TOMAT DAN SLADA YANG BEREDAR DI BEBERAPA JENIS PASAR DI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukmayati Alegantina

    2012-10-01

    Full Text Available Organofosfat adalah golongan pestisida yang disukai oleh petani karena mempunyai daya basmi yang kuat, cepat dan hasilnya terlihat jelas pada tanaman. Departemen Pertanian menganjurkan pemakaian pestisida ini karena sifat organofosfat yang mudah hilang di alam. Meskipun demikian residu pestisida organofosfat pada manusia dapat menimbulkan keracunan baik akut maupun kronis, hal ini disebabkan oleh sifat akumulatif dari residu pestisida organofosfat. Pengambilan sampel tomat dan slada dilakukan secara purposive yang diambil dari pasar tradisional dan pasar swalayan di lima wilayah Jakarta. Tiap wilayah ditetapkan 1 pasar tradisional dan 1 pasar swalayan serta 1 pasar Induk dan 1 Hipermarket. Pestisida organosfat yang diuji adalah diazinon, klorfirifos, metidation, fention, fenitroin, fenthoat, profenofos, protiofos, triazofos, metamidofos dan dimethoat. Penetapan kadar residu pestisida dilakukan dengan menggunakan kromatografi gas chromapact CP-9001, kolom CP-sil 13 CB, 30m x 0,5 mm fused silica WCOT, aliran gas pembawa : Nitrogen UHP = 14,05mllmin (110 Kpa, hidrogen: 4,5 ml/min, udara tekan : 70 ml/min.Hasil penelitian menunjukkan pestisida golongan organofosfat dalam tomat dan slada negatif.   Kata Kunci : Pestisida organofosfat, Tomat, Slada

  8. MAJOR HYSTOCOMPATIBILITY COMPLEX: STRUKTUR, FUNGSI, HUBUNGAN DENGAN PENYAKIT DAN PEMANFAATAN DALAM RESPON IMUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Basundari Sri Utama

    2012-10-01

    Full Text Available Respon imun terhadap antigen asing dapat terjadi karena kemampuan dari organisme untuk membedakan "non self" dengan "self", sehingga dapat terhindar dari efek patogen dari antigen yang masuk. Hal ini terjadi karena kemampuan polimorfisme dari komponen molekul yang terdapat pada permukaan sel presentan pada saat proses respon imun terjadi. Komponen molekul tersebut disebut MHC (Major Hystocompatibility Complex pada tikus diberi kode H-2 atau HLA (Human Leucocyt Antifen pada manusia. Pengkode genetik MHC pada tikus terletak pada kromosom 17, pada manusia terletak pada kromosom 6. MHC tersebar pada hampir semua permukaan sel tubuh. Pada tikus MHC kelas 1 terdapat sel-sel yang berinti, platelet dan sel darah merah. Pada manusia terdapat pada sel-sel yang berinti dan platelet. MHC pada tikus terutama terdapat pada sel B, makrofag, sel epithel, sel limfosit T. Pada manusia terutama terdapat pada sel B dan makrofag. Fungsi MHC kelas I diantaranya adalah reaksi penolakan jaringan, stimulasi produksi antibodi, proses interaksi antigen dengan sel T. MHC kelas II diperlukan dalam proses presentasi antigen. Pengetahuan tentang MHC/HLA seseorang, dapat dipakai untuk memperkirakan risiko seseorang mendapatkan penyakit yang bersifat herediter atau kelainan imunologik. Dengan mengetahui bahwa MHC/HLA hanya dapat mengikat peptida, hal ini dapat dimanfaatkan untuk pencegahan reaksi alergi.

  9. MEMPREDIKSI POLA PERUBAHAN TEMPERATUR DALAM RUMAH TROPIS LEMBAB DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ANALOGI ELEKTRIK SATU DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sangkertadi Sangkertadi

    2002-01-01

    Full Text Available This study concern in the application of a simplified heat transfer model for simulation of thermal behaviour of tropical buildings. The model is to be integrated to a transient simulation program TRNSYS. The objective of this study is to predict the variable of indoor air temperature due to outdoors environmental climatic. The first case is about the comparison of the model with other model from ASHRAE (i.e. Transfer Function Method. The second case is the application of the model for a thermal simulation of a 7-zones typical tropical house. The simulation results (indoor air temperature and surfaces temperature are to be then compared to the results from field measurement. The comparison shows that there is similarity between those two approaches. Abstract in Bahasa Indonesia : Studi ini diarahkan pada validasi dan penggunaan suatu model perhitungan perpindahan panas sederhana satu dimensi untuk memprediksi perubahan suhu udara dalam ruang rumah beriklim tropis lembab. Model tersebut adalah model analogi elektrik yang dapat dipakai untuk membuat simulasi perpindahan panas pada kondisi tak-stedi.Pada penerapan di kasus pertama, hasil perhitungan dengan model sederhana tersebut dibandingkan terhadap perhitungan dengan model lainnya yaitu model TFM (Transfer Function Method dari ASHRAE (American Society of Heating, Referigerating and Air conditioning Engineers. Pada penerapan di kasus kedua, dilakukan pembandingan terhadap hasil pengukuran pada kasus rumah tinggal 7 zona. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil perhitungan dengan model sederhana tersebut dibandingkan terhadap hasil perhitungan dengan model TFM maupun terhadap hasil pengukuran di lapangan.

  10. PENDEKATAN PERILAKU-LINGKUNGAN DALAM PERANCANGAN PEMUKIMAN KOTA Panduan desain bagi pencegahan tindak kriminal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joyce M.Laurens

    2006-01-01

    Full Text Available The increase of crime statistics in urban residential area, and the fact that there is no particular guidance for Indonesian architects which explicitly refers to crime prevention, leads the Housing Development Research Centre, Department of Housing and Regional Infrastructure, to promote a research, which aims to set out guidance dealing with principles of crime prevention in urban housing. In reference to the situational approach, or more specifically as "crime prevention through environmental design", this research studies the relationship between building typo-morphology and environmental behaviour. The case study, -urban residential areas with high, medium dan low crime statistics-, shows that environment can be manipulated to reduce opportunities for commiting crime. Abstract in Bahasa Indonesia : Meningkatnya tindak kriminal di kawasan perumahan kota, serta belum adanya panduan bagi perancang di Indonesia yang mengacu pada usaha mencegah terjadinya tindak kriminal, mendasari penelitian yang diprakarsai oleh Pusat Penelitian Pengembangan Pemukiman, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Penelitian ini dibuat untuk menyusun panduan desain dengan prinsip pencegahan tindak kriminal di pemukiman kota. Dengan mengacu pada pendekatan situasional, atau secara spesifik dikenal sebagai "pencegahan tindak kriminal melalui perancangan lingkungan" (Crime Prevention Through Environmental Design-CPTED, penelitian ini mempelajari hubungan antara tipologi bangunan dan morfologi kawasan dengan perilaku lingkungan. Dari obyek studi, -kawasan dengan tingkat kriminalitas tinggi, sedang dan rendah-, terlihat bahwa lingkungan dapat berperan dalam mengurangi peluang terjadinya tindak kriminal. Kata kunci: perilaku lingkungan, kriminalitas, perancangan pemukiman kota

  11. Karakteristik pantai Taman Nasional Wakatobi dalam mendukung potensi wisata bahari: Studi kasus Pulau Wangiwangi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Purbani

    2014-08-01

    Full Text Available Kabupaten Wakatobi dengan pusat pemerintahan di Pulau Wangiwangi memiliki sumberdaya alam yang sangat potensial dengan pantainya yang landai dan berpasir putih, membujur dari utara ke selatan dan posisinya sangat strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan jenis pantai di Pulau Wangiwangi dan memetakan kondisi pantai di Pulau Wangiwangi serta mengidentifikasikan potensi wisatanya . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung dan analisis spasial. Pengamatan observasi langsung diterapkan untuk mengukur lebar pantai, panjang pantai dan berm menggunakan alat ukur meteran, sedangkan kemiringan pantai dengan kompas geologi. Hasil dari pengamatan pantai digunakan untuk membuat analisis spasial sehingga diperoleh Peta jenis karakteristik pantai. Proses pengolahan mengunakan ARC GIS 9,3. Kondisi pantai Pulau Wangiwangi berdasarkan geologi (litologi penyusun didominasi oleh Batu Gamping Koral (Limestone, morfologi terdiri atas Relief Tinggi dan Relief Sedang sedangkan karakteristik pantai Pulau Wang-Wangi terdiri dari Pantai berpasir,. Pantai berpasir bercampur fragmen karang dan. Pantai bertebing karang. Lokasi Pantai Berpasir di Pantai Waha dan Pantai Cemara. Pantai Berpasir bercampur fragmen karang berada di Pantai Wapia, Pantai Patuno, Pulau Matahora, sedangkan Pantai bertebing karang tersebar di Pantai Weki, Pulau Kapotan, Bungi dan Batutobengko. Potensi wisata pantai dapat diusulkan pada jenis pantai berpasir dan pantai berpasir bercampur fragmen karang. Objek wisata antara lain berenang, berjemur dan memancing.

  12. Hubungan antara komunikasi dalam organisasi dengan kepuasan kerja, prestasi kerja dan komitmen kerja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. BALAN RATHAKRISHNAN

    2006-06-01

    Full Text Available Kajian ini bertujuan untuk melihat hubungan komunikasi dalam organisasi (komunikasi ke atas, komunikasi mendatar dan komunikasi ke bawah dengan kepuasan kerja, prestasi kerja dan komitmen kepada organisasi di kalangan pekerja. Rekabentuk kajian ini adalah berbentuk kajian lapangan. Subjek kajian adalah terdiri daripada 155 orang kakitangan di salah sebuah Institusi Pengajian Tinggi Awam. Alat kajian terdiri daripada empat alat ukuran psikometrik iaitu alat ukuran proses komunikasi, Minnesota Satisfaction Questionaire (MSQ, Organizational Commitment Quetionaire (OCQ, dan soal selidik penilaian prestasi. Keempat-empat alat psikometrik ini juga telah diuji kebolehpercayaan dan kesahihannya. Hasil kajian menunjukkan bahawa terdapat hubungan positif yang signifikan di antara ketiga-tiga jenis komunikasi (komunikasi ke atas, komunikasi mendatar dan komunikasi ke bawah dengan kepuasan kerja. Jenis komunikasi mendatardan jenis komunikasi ke bawah mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan komitmen organisasi tetapi jenis komunikasi ke atas didapati tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan komitmen organisasi. Dapatan juga menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan di antara ketiga-tiga jenis komunikasi (ke atas, mendatar dan ke bawah dengan prestasi kerja. Kepuasan kerja juga didapati mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan prestasi kerja dan juga kepuasan kerja didapati mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan komitmen organisasi.

  13. KAJIAN DESAIN SENSOR KIMIA : ESI-SULFIT DAN ESI-SULFAT TERHADAP MONITORING PENCEMARAN ION FOSFAT,SULFIT DAN SULFAT DALAM AIR TAMBAK DI KABUPATEN MAROS.

    OpenAIRE

    Syahruddin Kasim; ST. Fauziah

    2007-01-01

    Telah dilakukan penelitian Kajian Desain Sensor Kimia: ESI-Sulfit dan ESI-Sulfat terhadap Monitoring Pencamarang Ion Fosfat, Sulfit dan Sulfat dalam air Tambak di Kabupaten Maros. Tujuan Penelitian Tahun I : 1) Desain Elektroda Selektif Ion (ESI) untuk ion fosfat, sulfit dan sulfat yang cukup selaktif dan sensitif; 2) Membuat ESI-Fosfat, ESI-Sulfit dan ESI-Sulfat dan timbal dalam bentuk tipe Kawat Terlapis dan tipe Tabung; 3) Menentukan optimasi ESI-Fosfat, ESI-Sulfit dan ESI-Fos...

  14. PERLETAKAN STASIUN KERETA API DALAM TATA RUANG KOTA-KOTA DI JAWA (KHUSUSNYA JAWA TIMUR PADA MASA KOLONIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handinoto Handinoto

    1999-01-01

    Full Text Available Railway Company in Indonesia started in 1860's. They were held by both government (SS- Staad Spoorwegen and private (NIS, etc. The same happened as in Europe after rev. industry, railway station's placement as new kind of building became very important in urban planning. Faster progression,in railway services in Indonesia in the begining 20 th century, that reached almost all of town in Java; caused railway station's placement, either in larger city or Kabupaten city will be importance. In the end of 19 th and 20 th century, railway transportation was one of important infrastructure.But in the second part of 20 th century, after independence, the roadway progression caused railway services become come down, so railway stations were careless. In the end of 20 th century, the dense of roadway in Java caused railway's function raise again. In general towns has been develop, so railway station placement which been though exactly in urban planning, become to make trouble for city trafic. The scoupe of this paper covered about the placement of railway station in the past, as input for development city in Java for the future. Abstract in Bahasa Indonesia : Per kereta api an di Indonesia baru dimulai pada th. 1860 an. Perusahaan kereta api ditangani oleh dua instansi yaitu oleh pihak pemerintah (seperti: S.S - Staad Spoorwegen dan pihak swasta (seperti :NIS - Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij, dan sebagainya. Seperti halnya di Eropa setelah revolusi industri, perletakkan stasiun sebagai suatu jenis bangunan baru, menjadi sangat penting dalam tata ruang kota. Dengan makin majunya per kereta api an di Indonesia pada awal abad ke 20, yang hampir mencapai seluruh kota di Jawa, maka penempatan stasiun kereta api baik di kota-kota besar maupun kota Kabupaten menjadi suatu pemikiran yang penting. Pada akhir abad ke 19 dan abad ke 20, angkutan dengan kereta api, menjadi salah satu sarana yang sangat penting, baik angkutan barang maupun manusia. Tapi pada bagian kedua abad 20, setelah kemerdekaan, karena kemajuan jalan darat, peran kereta api menjadi menurun, sehingga stasiun kereta api menjadi merana. Di akhir abad 20, karena padatnya arus lalu lintas jalan darat di P. Jawa, peran kereta api menjadi hidup kembali. Kota-kota pada umumnya telah berkembang pesat, sehingga letak stasiun kereta api yang dulunya telah dipikirkan dengan sangat baik sekali dalam tata ruang kotanya, sekarang menjadi masalah dalam pengaturan lalu lintas kota. Tulisan ini membahas tentang perletakkan stasiun kereta api dimasa lampau sebagai masukan dalam pemikiran perkembangan kota-kota di Jawa untuk masa mendatang. Kata kunci: Stasiun kereta api, Tata ruang kota.

  15. POTENSI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia Mangostana L. DALAM MENURUNKAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA PADA TIKUS WISTAR YANG MENGKONSUMSI ETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Widya Astuti

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK: Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol yang bila dikonsumsi dalam waktu yang lama akan mengakibatkan peningkatan peroksidasi lipid dan Reactive Oxygen Species (ROS. Salah satu peredam radikal bebas di dalam tubuh yaitu senyawa antioksidan. Kulit buah manggis (Garcinia Mangostana L. merupakan salah satu sumber dari senyawa antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan potensi ekstrak etanol kulit buah manggis dalam menurunkan kadar malondialdehid (MDA pada tikus wistar yang mengkonsumsi etanol. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan pre and post test control group design. Setiap kelompok diberikan etanol 30% selama 14 hari dan hari berikutnya diberikan ekstrak etanol kulit buah manggis dengan dosis 0 mg/kg BB (kontrol, 50 mg/kg BB (P1, 75 mg/kg BB (P2 dan 100 mg/kg BB (P3 selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol kulit buah manggis dapat menurunkan kadar MDA dalam darah tikus wistar setelah konsumsi etanol sebesar 40,36%, 53,05% dan 74,48 % pada masing perlakuan di atas.  ABSTACT: Alcohol beverage is a drink containing ethanol that if it is consumed in a long period of time can lead to lipid peroxidation and liver damage beginning with the increase of Reactive Oxygen Species (ROS. Antioxidant compounds are free radical scavengers. The rind of mangosteen (Garcinia Mangostana L. is one of the source of antioxidant compounds. This study was aimed to prove the potencial of ethanol extract of mangosteen’s rind in reducing the level of malondialdehyde in wistar rats due to intake of ethanol. The study was performed using a pre- and post-test control group desain. Each group was forced to take a solution of ethanol 30% for 14 days followed by taking ethanol extract of mangosteen’s rind with dose of 0 mg/kg (control, 50 mg/kg (P1, 75 mg/kg (P2, and 100 mg/kg (P3 for 14 days. The results showed that the ethanol extract of mangosteen’s rind significantly reduced malondialdehyde levels in wistar rat bloods by 40.36%, 53.05%, and 74.48% respectively in group P1, P2 and P3. 

  16. PERILAKU IBU HAMIL DALAM MEMERIKSAKAN KEHAMILAN TRIMESTER PERTAMA DI PUSKESMAS PASANGGRAHAN, JAKARTA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Ketut Aryastami

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: First antenatal visit during at early pregnancy is very important. According to Riskesdas 2010, access of pregnant women for the first antenatal visit was 72.3%. Indeed a proper visit of four times during pregnancy was only achieving 61.4%. This study was conducted to understand the reasons behind such situation. Methods: This study has a qualitative design implementing in-depth interviews to ward the informans. Interview with the key informant was done in the purpose of information triangulation. This study was conducted at Pasanggrahan Health Center in South Jakarta. Informans who are 10 pregnant women were selected purposively Results: The results showed, as a predisposing factors, mothers' age, education, occupation and number of pregnancy have no affluence to mother's behavior to seek antenatal care at a proper time. Mothers' knowledge of health and pregnancy bring about better behavior towards self care, good food and seeking antenatal care earlier, though they did it in the other health care facilities instead. Inconversely, lacking knowledge of breasfeeding attributed mothers having negative perception, hence did not breastfed exclusively Conclusion: The enabling factors enforcing mothers late to visit the health center for her pregnancy were the availability of other health care facilities such as private midwive and c1inics closer to their residence. In addition, mothers came to health center when their pregnancy almost due as for delivery preparation and reason for cheaper in cost. Finally, it is recommended that there should be sunction implemented to the health care providers who did not gave mother the 'KIA' maternal booklet due to the reasons that the first visit done by the mother can be proved by owing the book. Other recommendation is that education about the risks of pregnancy as a consequence of married should be begun early before time to pregnancy or at younger age. Scientific recommendation is, similar study need to be conducted for the rural setting presumably worse condition may more possible. Key words: maternal behavior, antenatal care, health centre ABSTRAK Kunjungan antenatal pertama pada usia kehamilan sebelum tiga bulan sangatlah penting. Menurut hasil Riskesdas 2010 akses ibu hamil yang memeriksakan kehamilan dengan tenaga kesehatan pada trimester 1 (K1-trimester 1 adalah 72,3 persen dan pemeriksaan tepat waktu dengan kunjungan minimal empat kali adalah 61,4%. Penelitian ini dilakukan untk mengetahui alasan-alasan ibu hamil tidak melakukan kunjungan antenatal sejak dini. Disain studi adalah studi kualitatif yaitu menggali informasi secara mendalam terhadap informan; wawancara dengan informan kunci dan triangulasi informasi. Studi bertempat di Puskesmas Kecamatan Pasanggrahan, Jakarta Selatan. Informan dipilih secara purposive sebanyak 10 orang atau hingga pertanyaan mengalami tingkat kejenuhan. Hasil studi menunjukkan, sebagai factor pemicu, karakteristik ibu hamil yaitu umur, pendidikan, pekerjaan dan jumlah kehamilan tidak berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam pencarian pelayanan antenatal tepat waktu. Pengetahuan kesehatan ibu tentang kehamilan berpengaruh terhadap perilaku ibu untuk lebih memperhatikan kesehatannya, makan teratur dan memeriksakan kehamilan sejak dini, meskipun kunjungan pertama kali tidak di puskesmas. Namun sebaliknya, pengetahuan yang sekilas tentang ASI tidak diikuti dengan perilaku positif dalam pemberian ASI secara ekslusif. Terlambatnya ibu hamil datang ke puskesmas disebabkan hadirnya factor pemungkin, yaitu adanya fasilitas kesehatan/bidan praktik dekat rumah. Ibu baru berkunjung ke puskesmas ketika usia kehamilannya sudah tua, sekaligus sebagai persiapan persalinan. Faktor yang memperkuat terlambatnya responden datang ke puskesmas berhubungan dengan kedekatan atau jarak dengan fasilitas kesehatan lainnya. Puskesmas baru dikunjungi ketika informan sudah mendekati masa bersalin karena biayanya murah. Sebagai rekomendasi adalah kewajiban pemberian buku KIA di manapun ibu hamil periksa untuk pertamakalinya perlu dipertega

  17. PENETAPAN KADAR ARTEMISININ DALAM EKSTRAK HEKSAN TANAMAN Artemisia annua L. MENGGUNAKAN METODE DENSITOMETRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Isnawati

    2013-05-01

    Full Text Available Abstrak Penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena angka kesakitan penyakit ini masih cukup tinggi. Kinin dan klorokuin masih merupakan obat malaria yang banyak digunakan masyarakat di dunia, namun telah mengalami resisten. Artemisinin dan derivatnya merupakan obat yang digunakan terhadap plasmodium yang resisten terhadap klorokuin. Artemisinin diperoleh dari ekstrak tanaman Artemisia Annua L. Tanaman ini berasal dari daratan China namun dapat dibudidayakan di BPTO Tawangmangu. Penetapan kadar artemisinin menggunakan metode densitometri yang telah divalidasi. Ekstraksi heksan Artemisia annua L dilakukan fraksinasi dengan menggunakan acetonitril. Fraksi acetonitril  di uji dengan menggunakan KLT dengan fasa diam silica gel 60 GF254 dan eluen hexan: etil asetat (4:1 guna mengidentifikasi artemisinin. Pemisahan lebih lanjut dilakukan dengan kromatografi kolom dengan fase diam silika gel dan fase geraknya yaitu n-heksan: etil asetat (4:1. Eluat yang diperoleh diujikan pada plat KLT silica gel 60 GF254 menggunakan eluen yang sama dengan sebelumnya. Eluat yang mempunyai Rf sama digabung menjadi satu fraksi dan ditetapkan kadar artemisinin menggunakan densitometri beserta validasi metodenya. Hasil validasi metode menunjukkan bahwa linearitas dengan koefisien korelasi 0,998, batas deteksi 0,028mg/mL dan batas kuantitasi 0,094mg/mL dan nilai simpangan baku relatif artemisinin memenuhi persyaratan untuk presisi yaitu lebih kecil dari 2%. Hasil perolehan kembali untuk artemisinin adalah 100,08%. Kadar artemisinin dalam ekstrak heksan herba Artemisia annua L dengan metode densitometri sebesar 0,46% dan kadar artemisinin dalam herba Artemisia annua L. 0,02% Kata Kunci: Artemisinin, Artemisia annua L, ekstrak heksan daun Artemisia annua L, Densitometri. Abstract Malaria desease is still problem health people in Indonesia, because morbiditas rate is high. Kinin and Klorokuin are used by most of people in the world, but it were resistance. Artemisinin and it’s derivate are used against resistance’s plasmodium. Artemisinin is isolation from Artemisia Annua L. plant. This is Chinese original plan but is cultivated in BPTO Tawangmangu. Artemisinin content determination in heksane extract from Artemisa annua using validated densitometry method. Artemisinin extract can be obtained by soxletasi using hexane and then fractionation was done by using acetonitril. This acetonitril extract is concentrated by rotary evaporator and artemisinin detection use thin layer chromatography with silica gel 60 GF 254 and eluen hexan :etil acetate (4:1. Separation was done by colloumm chromatography with silica gel and eluen hexane : etil acetate (4:1. Eluat which is content artemisinin determinated with the same way. Eluat with same Rf is fused and determination content using validated densitometry method. The validation result showed that linieritas with correlation coefficient is 0,9998, detection limit is 0,028 mg/ml, detection quantitation limit is 0,094 mg/ml, and deviation relative at least 2%. Recovery result artemisinin is 100,08%. Artemisinin content in heksane extract from Artemisia annua L with denisitometry method is 0,0850 grm and Artemisinin content in Artemisia annua L plant is 0,02% Key words: Artemisinin, Artemisia annua L, hexane extract Artemisia annua L, Densitometry method

  18. PENGGUNAAN MEDIA KOMIK DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI PADA POKOK BAHASAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Kurnia Wardani

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi proses dan tahapan pembelajaran Sosiologi pokok bahasan masyarakat multikultural dengan menggunakan media komik di SMAN I Bawang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Bawang  Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mesti melakukan persiapan sebelum pembelajaran dengan menyiapkan atau memilih komik tepat. Penelitian menunjukkan bahwa  siswa lebih senang pembelajaran dengan media komik tersebut dibanding dengan metode konvensional ceramah. Saat guru meminta siswa untuk membaca komik, siswa terlihat tertib. Semua siswa membaca komik dengan semangat karena di dalam komik terdapat gambar-gambar yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan kata-kata yang digunakan merupakan kata-kata yang mudah dipahami. Siswa pun dengan aktif merespon apa yang mereka diskusikan. Pada saat diskusi kelompok berlangsung, siswa terlihat aktif. Kelompok satu menanggapi kelompok yang lain. Dari data tersebut, berarti komik yang diterapkan  dapat menunjang aktivitas belajar siswa. The objective of this study is to explore the processes and stages of learning the subject Sociology multicultural society by using comics as learning medium at SMAN I Bawang. The subjects were students of class XI IPS 2 SMAN 1 Bawang. The results show that teachers should make preparations before learning by preparing or selecting appropriate comics. Research also shows that students prefer to study with the comic medium compared with the conventional lecture method. When the teacher asks students to read a comic, students look enthusiatic. All students read the comics with the comic enthusiastically because there are images that relate to everyday life and the words used are words that are easily understood. Students also actively respond to what they were discussing. At last group discussions, students were active. The group responded to the other one. From these data, the comic is applied to support the students’ learning activities.

  19. Identifikasi dan Penentuan Kadar Boraks dalam Lontong yang Dijual di Pasar Raya Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizki Amelia

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakKeamanan makanan merupakan salah satu masalah yang harus mendapatkan perhatian terutama di negara berkembang seperti Indonesia, karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab produsen pangan terhadap mutu dan keamanan makanan terutama pada industri kecil atau industri rumah tangga. Hal ini menyebabkan produsen sering menambahkan bahan kimia ke dalam produk makanan, salah satunya boraks. Konsumsi boraks dapat menyebabkan mual, muntah, kanker bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan penentuan kadar boraks pada lontong yang dijual di Pasar Raya Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Laboratorium FMIPA Universitas Andalas Padang dari bulan Januari sampai bulan Desember 2013. Identifikasi dan penentuan kadar boraks dilakukan terhadap 10 sampel lontong yang diambil secara random. Metoda yang digunakan adalah metoda titrasi dan menggunakan larutan standar NaOH. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 10 sampel, didapatkan tidak ada satupun sampel lontong yang mengandung boraks.Kata kunci: boraks, lontong, titrasiAbstractThe food safety is one of problems that should get attention, especially in developing countries like Indonesia, because it can gives a negative impact for health. The cause is lack of knowledge, skill, and responsibility for the quality and safety of food, especially in small industries or home industry. It causes producers often add chemicals to food products, one of which borax. Consumption of borax can cause nausea, vomiting, cancer and even death. This research was to identify and determination of borax in lontong which sold at Pasar Raya Padang. This was a descriptive study at The Chemistry Laboratory, Andalas University Padang from January to December 2013. The identification and determination of borax on 10 samples of lontong taken by random. The method used is titration method using a standard solution of NaOH. The results of the research showed that 10 samples of lontong didn’t contain borax.Keywords: borax, lontong, titration

  20. Identifikasi Daerah Kawasan Rentan Tanah Longsor Dalam KSN Gunung Merapi di Kabupaten Sleman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novia Destriani

    2013-09-01

    Full Text Available Meningkatnya potensi bencana tanah longsor dalam Kawasan Strategis Nasional Gunung Merapi Kabupaten Sleman diakibatkan oleh hasil erupsi Gunung Merapi, curah hujan, dan erosi sungai. Hal ini menyebabkan kerugian material, korban jiwa, kerusakan infrastruktur, sektor sosial, sektor ekonomi dan mengakibatkan lahan-lahan produktif (pertanian dan hutan lindung mengalami penurunan daya dukung (carrying capacity termasuk beberapa kawasan permukiman, pariwisata, budidaya dan lindung yang ditetapkan pemerintah daerah sebagai kawasan strategis nasional dan kawasan strategis provinsi. Adapun metode penelitiannya yaitu mengidentifikasi kawasan rawan tanah longsor berdasarkan tingkat kerentanan masyarakatnya. Prosesnya dengan dua tahapan analisa yaitu menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan longsor dengan analisa deskriptif yang kemudian dibobotkan dengan analisis AHP dan perhitungan stakeholder. Selanjutnya dianalisa dengan weighted overlay yang menghasilkan zonasi tingkat kerentanan masyarakat dengan zona sangat rentan yaitu Kecamatan Kalasan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah diperolehnya zona tingkat kerentanan kawasan terhadap tanah longsor dari zona sangat rentan-zona tidak rentan. Zona sangat rentan ini diperoleh dari masing-masing faktor kerentanan yang dioverlay sehingga menghasilkan zona sangat rentan untuk setiap kerentanan (lingkungan, fisik, sosial, dan ekonomi.Pada kerentanan lingkungan zona sangat rentan berada di Kecamatan Cangkringan dengan luas kerentanan mencapai 4.799 ha, untukkerentanan fisik zona sangat rentannya berada di Kecamatan Kalasan dengan luas kerentanan mencapai 3.584 ha, sedangkan untuk kerentanan sosial dengan zona sangat rentan berada di Kecamatan Kalasan dengan luas kerentanan mencapai 3.584 ha, dankerentanan ekonomi zona sangat rentannya berada di Kecamatan Cangkringan dengan luas kerentanan mencapai 4.799 ha. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa zona sangat rentan pada overlay masing-masing kerentanan berada di Kecamatan Kalasan dengan luas area kerentanan mencapai 26,76 km2 dari total wilayah penelitian 274,1125 km2.

  1. Teknik Stimulasi dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini melalui Lirik Lagu Dolanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ana Rosmiati

    2014-11-01

    Full Text Available Media musik melalui lirik lagu dolanan anak dapat membantu pembentukan karakater padaanak usia dini. Anak-anak dapat merasakan kehadiran musik sebagai sarana untuk menemani aktivitasdalam bermain. Teknik stimulasi melalui media musik ternyata memiliki dampak positif dalamperkembangan pembentukan emosional anak. Anak-anak bisa terkontrol emosinya dari kebiasaanyang tidak baik. Penelitian ini memakai teknik stimulasi melalui pemaknaan lirik lagu dolanan anakyang dapat membentuk karakter anak pada usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifkualitatif yang mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat, sertahubungan antara fenomena yang diselidiki. Penelitian ini mengidentifikasikan contoh pemaknaanlagu dolanan anak yang dapat membantu dalam pembentukan karakter pada anak-usia dini. Anakdapat menggali nilai-nilai kehidupan dari makna pada lirik lagu dolanan berupa nilai pendidikan,pengetahuan, religius, sosial, dan budaya.The Stimulation Technique on the Character Education of Early Age Children through theLyrics of Children’s Song. The music media through the children’s song lyrics can help building the childrencharacter of the early age children. Children can feel the presence of the music as the media for accompanyingthe children’s play activities. The stimulation technique through the music media, in fact, has the positiveimpact in developing the children emotional building. The children are able to control their emotion awayfrom the bad habits. The aim of the research is to find the appropriate stimulation technique through theunderstanding of the children’s song lyrics which can be used to build children character in the early age.This research uses a qualitative descriptive method describing systematic, factual, and accurate informationon the facts, nature, and the relationship between the phenomena investigated. The result of the researchhas been identified by some examples of children’s songs which can help children in their character buildingsince the early age. Children can explore their values of life from the meanings on the children’s song lyricswhich consist of values on education, knowledge, religious, social, and culture.

  2. Evaluasi Fungsi Insinerator Dalam Memusnahkan Limbah B3 Di Rumah Sakit NI Dr.Ramelan Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jahn Leonard Saragih

    2013-09-01

    Full Text Available Pengelolaan limbah padat B3 di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan sangat penting diperhatikan karena dapat berdampak buruk apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu diperlukan adanya penelitian untuk mengidentifikasi jumlah timbulan dan penanganan limbah padat B3, mengevaluasi manajemen, penyimpanan sementara serta mengevaluasi proses insinerasi. Evaluasi fungsi incinerator di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan dilakukan dengan meneliti jumlah timbulan limbah B3, kapasitas pembakaran insinerator, suhu pembakaran insinerator, densitas limbah dan abu pembakaran, dan tes TCLP residu pembakaran incinerator Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan. Dalam penelitian ini, Rumkital Dr. Ramelan memusnahkan limbah dengan incinerator. Limbah B3 yang dihasilkan Rumkital Dr. Ramelan dimusnakan dengan satu incinerator dengan type KAMINE TYPE BDR-INC 10. Limbah yang dimusnahkan di Rumkital Dr. Ramelan berasal dari Rumkital Dr. Ramelan dan Lantamal Perak. Setelah dilakukan penelitian langsung selama 14 hari berturut-turut, didapatkan bahwa rata-rata timbulan limbah B3 di Rumkital Dr. Ramelan adalah 89.98 Kg/hari dan dengan densitas rata-rata limbah ialah 166,67 kg/m3. Tinggat removal dari pembakaran limbah dengan incinerator di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan ialah 82,63%. Pengelolaan abu sisa incinerator Rumkital Dr. Ramelan belum sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dari penelitian yang dilakukan yaitu pengujian kandungan abu incinerator, solidifikasi abu incinerator dengan perbandingan semen:abu adalah 1:3 dan uji TCLP, didapatkan bahwa limbah abu sisa insinerator Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya, dapat ditimbun pada landfill kategori I sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal No.4 Tahun 1995.

  3. Pengaruh Ketebalan Media dan Rate filtrasi pada Sand Filter dalam Menurunkan Kekeruhan dan Total Coliform

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Maryani

    2014-09-01

    Full Text Available Pada penelitian ini dilakukan proses filtrasi dengan menggunakan sand filter sebagai salah satu metode dalam pengolahan air bersih. Pada sand filter proses penyaringan terjadi pada media filter yang sangat halus, seperti media filter pada unit slow sand filter. Kecepatan penyaringan yang diinginkan pada sand filter ini adalah kecepatan seperti pada unit rapid sand filter. Sehingga sand filter ini adalah penggabungan antara kelebihan yang dimiliki slow sand filter dan rapid sand filter. Variasi pada penelitian ini yaitu: tebal media pasir 80 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam, tebal media pasir 80 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam, tebal media pasir 100 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam, tebal media pasir 100 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam, tebal media pasir 120 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam dan tebal media pasir 120 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam. Pada penelitian ini digunakan air baku yaitu air Kali Surabaya dengan nilai rata-rata total coliform 90.000 per 100 ml sampel dan nilai rata-rata kekeruhan 87,4 NTU. Dihasilkan bahwa penyisihan total coliform pada variasi tebal media 120 cm dan rate filtrasi 5 m3/m2/jam dengan nilai efisiensi sebesar 99% dan kekeruhan paling baik terjadi pada variasi panjang variasi tebal media 100 cm dan rate filtrasi 5 m3/m2/jam dengan nilai efisiensi sebesar 98,27%.

  4. Perubahan pola pencaharian nafkah dalam kaitannya dengan persepsi masyarakat pedalaman terhadap pendidikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Suwarno

    2012-10-01

    Full Text Available Abstract: Changes in subsistence patterns in relation to the perception of rural communities towards education. This study aims to describe the pattern of subsistence in rural communities before and after roads and bridges built, and a shift in the perception of rural communities towards education before and after the construction of infrastructure. The phenomenological perspective qualitative research was conducted on Bakumpai people in Tumbang Samba Central Kalimantan. Data collection techniques include in-depth interviews and participatory observation. The study found that after roads and bridges were built, the people did not anymore work in illegal logging, illegal gold mining, in Prau Kelotok, but they changed working in the field of travelling, transportation of goods, trade, agriculture and horticulture, freshwater (rivers fisheries, and other services; there was a growing awareness in public perception that children need to be more intelligent and being educated in higher school level to seek knowledge in the hope of being useful person to the society, the nation, and the country. Keywords: Subsistence Patterns, Education, Rural Community Abstrak: Perubahan pola pencaharian nafkah dalam kaitannya dengan persepsi masyarakat pedalaman terhadap pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola pencaharian nafkah masyarakat pedalaman sebelum dan sesudah dibangun jalan raya dan jembatan, dan pergeseran persepsi masyarakat pedalaman terhadap pendidikan sebelum dan setelah adanya pembangunan infrastruktur. Penelitian kualitatif perspektif fenomenologi ini dilakukan pada kelompok masyarakat Bakumpai di Tumbang Samba Kalimantan Tengah. Teknik pengambilan data meliputi pengamatan partisipasi dan wawancara mendalam. Penelitian menemukan bahwa setelah infrastruktur jalan dan jembatan dibangun, masyarakat tidak lagi sebagai penebang kayu illegal, bekerja di penambangan emas illegal, bekerja di prau kelotok, tetapi mereka beralih bekerja di bidang travel, angkutan barang, bekerja pada sektor perdagangan, pertanian dan perkebunan, perikanan air tawar (sungai, dan jasa lainnya; persepsi masyarakat sudah tumbuh kesadaran bahwa anak harus lebih cerdas, lebih tinggi bersekolah guna mencari ilmu dengan harapan menjadi orang yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara.   Kata Kunci: Pola Pencaharian Nafkah, Pendidikan, Masyarakat Pedalaman

  5. Retorik dan Makna Ideologis Karya Instalasi dalam Film Opera Jawa Garin Nugroho

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christian Budiman

    2013-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Film Opera Jawa karya Garin Nugroho mencoba memadukan berbagai bidang dan genre seni di dalamnya. Melalui kolaborasi dengan sejumlah maestro seni, mulai dari seni vokal dan musik Jawa, seni kostum, seni tari, sampai dengan seni instalasi yang digarap oleh para perupa seperti Entang Wiharso, Nindityo Adipurnomo, dan kawan-kawan, boleh dikatakan bahwa Opera Jawa merupakan sebuah fi lm yang sangat peduli akan visualitas. Berdasarkan pada pembacaan semiotis atas karya-karya instalasi ini di dalam konteks adegan-adegan yang terkait, dapat diketahui bahwa signifi kasi karya-karya instalasi ini pada tataran pesan simbolik telah mengedepankan konotator-konotator utama yang berupa fi gur-fi gur retorik seperti metafora, metonimi, simbol, dan personifi kasi; sementara pada dimensi ideologisnya pun tersingkap beberapa petanda konotatif utama yang sangat signifikan perannya bagi proses pemahaman atas film ini.   Kata kunci: seni instalasi, signifi kasi, retorik, ideologi. ABSTRACT The rhetorical and ideological meaning of the installation works in Opera Jawa Film by Garin Nugroho. Opera Jawa fi lm by Garin Nugroho tries to combine many kinds of art fi eld and its genre. The collaborative project carried out by some arts maestros - from the singing art and Javanese music, fashion, and the dancing art, to the installation art which was carried out by some artists, such as Entang Wiharso, Nindito Adipurnomo, and friends – could give the most signifi cant effect to Opera Jawa which pays more attention to visualization. Based on the semiotic reading to the installation works in the contexts of interrelated scenes, it can be known that the signifi cance of the installation works on the symbolic of the message level has emphasized the main connotations which consist of the rhetorical fi gures such as: metaphor, metonymy, symbol, and personifi cation. On the other hand, based on the ideological dimension, the main connotative signs which are regarded very signifi cant for the understanding process on this fi lm can be clearly exposed. Keywords: Installation art, rhetoric, Javanese opera.

  6. Pemanfaatan Bentonit Dan Karbon Sebagai Support Katalis NiO-MgO Pada Hidrogenasi Gliserol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferlyna Sari

    2014-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya produksi biodiesel maka gliserol kasar yang merupakan produk samping dari reaksi transesterifikasi dari minyak nabati juga semakin besar. Salah satu cara yang dikembangkan untuk memanfaatkan gliserol adalah dengan mengubahnya menjadi propilen glikol (1,2-propanadiol melalui proses hidrogenasi menggunakan katalis heterogen (padat. Dalam penelitian ini digunakan katalis padat NiO-MgO dengan support bentonit dan karbn aktif dalam hidrogenasi gliserol untuk mengetahui pengaruh jumlah katalis, berat promote terhadap bentonit atau karbon, suhu, serta waktu reaksi terhadap besarnya konversi gliserol dan yield propilen glikol yang dihasilkan. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan, yaitu preparasi katalis dan pembuatan propilen glikol. Preparasi katalis dilakukan melalui proses impregnasi dan kalsinasi. Kemudian dilakukan proses pembuatan propilen glikol di dalam reaktor batch berpengaduk dengan berat katalis, berat promoter terhadap bentonit dan karbon aktif, suhu, serta waktu reaksi sesuai variabel. Produk hasil proses hidrogenasi dipisahkan dari katalis, lalu menganalisa kadar gliserol sisa dengan menggunakan metode titrimetri dan propilen glikol terbentuk menggunakan analisa gas chromatography (GC. Konversi gliserol terbaik pada proses hidrogenasi gliserol menjadi propylene glycol dengan katalis NiO-MgO/Bentonit dan NiO-MgO/Karbon masing-masing sebesar 50,419% dan 52,882% pada kondisi suhu 200°C, tekanan 200 psi dengan 20% berat promote terhadap katalis dan 7%berat katalis selama 2 jam. Yield propylene glycol terbaik dengan menggunakan katalis NiO-MgO/Bentonit sebesar 8,1848% pada kondisi suhu 220°C dengan 10% berat promote terhadap katalis dan 7%berat katalis selama 3 jam, sedangkan pada katalis NiO-MgO/Karbon diperoleh yield terbaik sebesar 7,2607% pada kondisi suhu 200°C dengan 5% berat promote terhadap katalis dan 7%berat katalis selama 3 jam.

  7. PERANAN GAYA KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN SEMANGAT DAN KEGAIRAHAN KERJA KARYAWAN DI TOSERBA SINAR MAS SIDOARJO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eddy Madiono Sutanto

    2000-01-01

    Full Text Available Leadership represents something that should be possessed by each leader of an organization. The effectiveness of a leader is determined by his ability to influence and direct the members of the organization. In order test the style of leadership which is effective at Toserba Sinar Mas in Sidoarjo, this research seeks to determine the relationship of leadership style with enthusiasm and excitement for work. In this study, it is found that the most effective leadership style is leadership which is adapted to the situation of the people being led. There is an indication that enthusiasm and excitement (measured by the level of absenteeism and worker turnover for work may decline as a result of unfavorable leadership. Abstract in Bahasa Indonesia : Kepemimpinan merupakan suatu hal yang seharusnya dimiliki oleh setiap pemimpin organisasi. Efektivitas seorang pemimpin ditentukan oleh kepiawaiannya mempengaruhi dan mengarahkan para anggotanya. Di dalam rangka untuk menguji gaya kepemimpinan yang efektif di Toserba Sinar Mas, Sidoarjo, maka penelitian ini dilakukan untuk membuktikan hubungan antara gaya kepemimpinan dengan semangat dan kegairahan kerja. Di dalam penelitian ini diungkapkan bahwa gaya kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi dari orang-orang yang dipimpin. Indikasi turunnya semangat dan kegairahan kerja ditunjukkan dengan tingginya tingkat absensi dan perpindahan karyawan. Hal itu timbul sebagai akibat dari kepemimpinan yang tidak disenangi. Kata kunci: gaya kepemimpinan, semangat kerja, kegairahan kerja, tingkat absensi, tingkat perpindahan

  8. Identifikasi Variabel Untuk Mendukung Kinerja Pusat-Pusat Kegiatan Dalam Pengembangan Komoditas Unggulan Tongkol Di Wilayah Pesisir Timur Provinsi Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muthmainnah -

    2013-09-01

    Full Text Available Wilayah Pesisir Timur merupakan salah satu wilayah pengembangan (WP di Provinsi Aceh yang memiliki keunggulan pada sektor primer salah satunya sub sektor perikanan. Struktur hirarki pusat kegiatan WP terdiri dari pusat kegiatan nasional (PKN, pusat kegiatan wilayah (PKW dan pusat kegiatan lokal PKL yang memliki peran sebagai pusat pertumbuhan dan mendukung pengembangan wilayah termasuk pengembangan komoditi unggulan. Namun demikian keunggulan pada sub sektor perikanan belum mendapat dukungan dalam hal pengembanganya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi kinerja pusat kegiatan dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan perikanan. Untuk menjawab tujuan ini dilakukan tiga tahapan penelitian yaitu penentuan komoditas unggulan perikanan dengan analisa location quotient (LQ dan shift share analysis (SSA. Tahapan kedua, melihat kondisi aliran nilai tambah komoditi unggulan di pusat kegiatan dengan analisa deskriptif, dan analisa variabel pengaruh kinerja dengan analisa pengkodean (coding. Hasil analisa awal dengan LQ dan SSA menunjukkan bahwa komoditi Tongkol merupakan komoditi unggulan WP Pesisir Timur. Sementara pada analisis deskriptif aliran nilai tambah menunjukkan tidak terjadinya pertambahan nilai bagi komoditi unggulan. Terakhir, analisa kualitatif coding ditemukan bahwa variabel yang mempengaruhi kinerja pusat kegiatan WP Pesisir Timur terhadap pengembangan komoditi unggulan Tongkol yaitu ketersedian jumlah pasar, ketersedian jumlah industri pengolahan, ketersedian jumlah jenis industri pengolahan, ketersediaan jaringan transportasi, ketersedian prasarana listrik dan ketersedian prasarana air bersih.

  9. Studi Efisiensi Sistem Prasedimentasi dan Subsurface Flow Wetland dalam Menurunkan Kadar Kekeruhan, Zat Organik, Nitrat, Fosfat, dan Total Coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trio Agustika

    2013-12-01

    Full Text Available Terdapat beberapa kandungan dalam air seperti kekeruhan, zat organik, nitrat, fosfat, dan total coli. Kandungan-kandungan tersebut dijadikan parameter dalam menentukan kualitas air. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji efektifitas penurunan kadar kekeruhan, nitrat, fosfat, zat organik, dan total coli pada Sungai Jagir di sekitar Taman Boezem Wonorejo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sistem Prasedimentasi dan Subsurface Flow Wetland dengan variasi umur tanaman mangrove dan ukuran media pada wetland. Umur mangrove yang digunakan adalah 3 bulan dan 6 bulan. Sedangkan ukuran media yang digunakan adalah 16-32 mesh dan 32-50 mesh. Penilitian ini dilaksanakan selama dua minggu. Dari hasil penelitian didapatkan penurunan paling optimum sebagai berikut, kekeruhan sebesar 99,6%, sebesar 46,07% pada zat organik, sebesar 69,8% pada Nitrat, sebesar 76,19% pada Fosfat, dan pada Total coli sebesar 99,2%. Penurunan kadar tersebut disebabkan adanya proses filtrasi yang terjadi pada media pasir, dan juga adanya proses penyerapan nutrien yang dilakukan oleh tanaman mangrove itu sendiri.

  10. PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER DALAM MENUNJANG KEGIATAN PENJADWALAN REPARASI KAPAL DI GALANGAN PT. DOK DAN PERKAPALAN KODJA BAHARI (PERSERO UNIT PRODUKSI JAKARTA II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-04-01

    Full Text Available Dalam dunia industri maritim, proses penjadwalan reparasi kapal adalah kegiatan rutin yang selalu dilakukan sebelum kapal masuk dan di reparasi di galangan. Selama ini proses permohonan pekerjaan reparasi kapal di galangan pada umumnya masih dilakukan secara manual dengan birokrasi yang rumit, dimana pihak owner harus mengirimkan Surat Permintaan Perbaikan (Docking Tahunan dan melengkapi segala macam dokumen serta daftar reparasi yang dibutuhkan kepada pihak galangan. Pihak galangan kurang optimal dalam pemantauan dan pengendalian permohonan reparasi kapal, karena antara satu bagian dengan bagian lain masih saling terpisah dan belum terintegrasi, seringkali mengalami kesulitan untuk menentukan metode perencanaan proyek reparasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem informasi yang terintegrasi multiuser yang berbasis web yang sesuai dengan kebutuhan user untuk memudahkan proses pelayanan dan efisiensi operasional yang optimum. Pengembangan aplikasi dimulai dengan identifikasi kebutuhan sistem yang menghasilkan desain sistem, yang didefinisikan dengan Data Flow Diagram (DFD, Entity Relationship Diagram (ERD, Use Case Diagram. Implementasi aplikasi berdasarkan desain sistem diterapkan pada lingkungan web dengan MySQL dan PHP. Dengan adanya sistem informasi ini proses memasukkan data yang dibutuhkan dalam proses permohonan reparasi kapal oleh pihak owner dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, sehingga dapat menghemat biaya dan waktu. Selanjutnya pihak galangan dapat segera memproses untuk menentukan metode perencanaan penjadwalan proyek reparasi. Selain itu, inventarisasi informasi data pribadi owner, data ukuran utama kapal, data item yang akan di reparasi dari pihak owner ke pihak galangan tersimpan dalam database serta menghasilkan bermacam-macam laporan yang dapat dicetak maupun dilihat oleh user, sesuai dengan hak akses user tersebut.

  11. Perbandingan Levofloxacin dengan Ciprofloxacin Peroral dalam Menurunkan Leukosituria Sebagai Profilaksis Isk pada Kateterisasi di RSUP. Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marwazi Sofyan

    2014-01-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi saluran kemih (ISK adalah keadaan ketika kuman tumbuh dan berkembang biak di dalam saluran kemih dalam jumlah yang bermakna. Diagnosis ISK ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis bakteriuria dan leukosituria. ISK pasca kateterisasi merupakan penyebab terbesar infeksi nosokomial, dengan sumber kuman bisa dari penyebaran ascending (seperti penggunaan kateter, hematogen maupun limfogen. Antibiotik profilaksis perlu diberikan untuk mencegah infeksi, mengingat tingginya kemungkinan ISK pasca kateterisasi. Flouroquinolon saat ini masih direkomendasikan untuk profilaksis ISK, namun akhir-akhir ini banyak laporan tentang resistensi terhadap golongan ini, terutama ciprofloxacin. Ciprofloxacin adalah golongan fluoroquinolon generasi kedua sedangkan Levofloxacin merupakan generasi ketiga. Di RSUP DR M Djamil, khususnya di SMF Urologi belum ada data mengenai perbandingan keefektifan levofloxacin dan ciprofloxacin ini terhadap profilaksis ISK. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian keefektifan levofloxacin dibandingkan dengan ciprofloxacin dalam menurunkan insiden leukosituria sebagai profilaksis ISK pada pasien yang dipasang kateter Foley. Metode: Subjek diambil dari 30 pasien yang akan dipasang kateter Foley, yang dibagi atas dua kelompok atas 15 pasien. Setelah pemasangan dilakukan urinalisis untuk menentukan kadar leukosit <10/LPB, lalu diberi Levofoloxacin 750 mg dan Ciprofloxacin 750 mg secara oral pada masing-masing kelompok. Tiga hari kemudian dilakukan urinalisis ulang. Hasil Penelitian: Tidak didapatkan perbedaan bermakna dalam kadar lekosit urin antara kedua kelompok baik pada hari pemasangan kateter (p Fisher = 0,159 atau pun tiga hari kemudian (p fisher = 0,097. Penurunan kadar lekosit urin juga tidak bermakna antara kelompok Levofloxacin dan Ciprofloxacin (Chi-square = 1,222; P>5%. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan keefektifan antara Levofloxacin oral 750 mg dengan Ciprofloxacin oral 750 mg dalam menurunkan insiden leukosituria sebagai terapi profilaksis terhadap ISK pada pasien yang dipasang Foley catheter.Kata kunci: Levofloxacin, Ciprofloxacin, Leukosituria.AbstractUrinary tract infection (UTI occurred when bacteria grow and multiply in the urinary tract in significant quamtities. The diagnosis of UTI is confirmed by clinical manifestations with bacteriuria and leukocyturia. Post-catheterization UTI is the biggest cause of nosocomial infection, with the bacteria spread in ascending (such as the use of catheter, haematogenous or lymphogenous fashions. Prophylactic antibiotic is needed to prevent infection because the probability of post-catheterization UTI is high. Fluoroquinolone is currently recommended for UTI prophylaxis, however, reports about resistance to it is accumulating, especially ciprofloxacin. Ciprofloxacin is the second generation fluoroquinolone, and the later addition is Levofloxacin as the third generation fluoroquinolone. At RSUP Dr. M. Djamil, notably at the Urology section, no data is available regarding the comparison of the effectiveness between the two generations. It is therefore a research on this efficacy between those antibiotics in lowering the incidence of leukocyturia as the measure to prevent UTI in patients with Foley catheter. Method: Subjects are 30 patients with Foley catheter, divided into two groups of 15 patients each. After insertion of catheter, urinalysis was performed to determine that the lecocyte count was less than 10 per high power field of the microscope, and each group then received either Ciprofloxacin or Levofloxacin, 750 mg orally. Urinalysis was repeated three days after the catheter wa inserted. Results: No significant differnce was found in urinary leucocyte count between the two groups, either on the day cathete was inserted (p Fisher = 0.159 or three days after (p Fisher 0.097. There was no significant difference on the reduction of lucocyte count among the two groups (chi-square = 1.222; P>5%. Conclusion: There was no difference in effectiveness between oraly administered 750 mg Levofloxacin and 750 mg Ciprof

  12. PERENCANAAN STRATEGI DALAM UPAYA MENYELARASKAN TUJUAN ORGANISASI DAN TUJUAN KARYAWAN DENGAN PENDEKATAN TOTAL PERFORMANCE SCORECARD (Studi Kasus Departemen Internal Audit Perusahaan Minyak dan Gas Bumi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    T. Yuri Zagloel puslit

    2008-01-01

    Full Text Available The competition in industry is getting harder, where companies face changes in their environment. So that organization must increase their performance and show their ability to win the competition. This tight competition makes organization has to own innovation where employees grow according to change. In the effort of improving organization performance, it must be an harmony between organization and individual objectives. This research in the oil company Indonesia aims to harmonize it based on Total Performance Scorecard (TPS. This harmonization is done through several phases with the results of a communication among organizational Balance scorecard, scorecard section and Individual Performance plan. These things become a integrated strategic planning of the company. This integrated plan means in the process of planning, it involves departments, sections, and all employees. The advantages are to make sure all employees understand the objective of their departments and their sections, whereas they involve in the process and the implementation of the strategy. Abstract in Bahasa Indonesia: Untuk menghadapi persaingan, umumnya kalangan industri terus berupaya untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja. Dalam upaya peningkatan kinerja organisasi, keselarasan antara tujuan organisasi dengan tujuan setiap individu yang ada dalam organisasi merupakan hal yang penting. Penelitian di sebuah perusahaan minyak dan gas bumi ini bertujuan untuk menyelaraskan tujuan organisasi dengan tujuan individu dengan menggunakan pendekatan Total Performance Scorecard. Pendekatan ini mempunyai kekhasan yaitu menyelaraskan tujuan organisasi dengan tujuan individu yang tergambar dalam hubungan antara Organizational Balanced Scorecard, Scorecard Section dan rencana kinerja individu. Hubungan tersebut dapat menjadi rancangan strategi yang terintegrasi bagi perusahaan, yang dalam perumusannya melibatkan pihak departemen, seksi, serta seluruh karyawan yang berada didalamnya. Hal ini dapat meningkatkan kepastian bahwa para karyawan mengerti dan mendukung tujuan dari departemen dan seksi tempatnya bekerja, dimana mereka ikut terlibat dalam proses pembuatan dan pelaksanaan strategi tersebut. Kata kunci: Total Performance Scorecard (TPS, Organizational Balanced Scorecard (OBSC, Personal Balanced Scorecard (PBSC.

  13. TINJAUAN YURIDIS PARA PIHAK DALAM TRANSAKSI PENGAMBILAN ATAU TRANSFER DANA MELALUI MESIN ANJUNGAN TUNAI MANDIRI (ATM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Augustinus Simanjuntak

    2007-01-01

    Full Text Available According to civil code or Burgerlijk Wetboek (BW, article 1320, there are four legal conditions of business contract must be fulfilled by parties. One of condition is agreement. Based on this condition, the position of each parties must be equal at the same level. Besides, each parties must be exist and make effective communication before get in to that agreement. Commonly, every subjects in business transaction need dealing process first between one to another party, and than the parties goes to delivering or transfering the object of transaction. At least they have to know each other first if transaction will be implemented. But, this legal term is not fully found in one of banking transaction facilities that is automatic teller machine as we called Anjungan Tunai Mandiri (ATM. The legal issue which come out from this transaction system is particularly regarding to the subjects or parties. Every time the customer goes to ATM, she or he will not find another party existing there. It means that customer do transaction without presence of bank party. So, if ATM has broken and the balance in costumer account has decreased for debit, bank does not always liable for the costumer loss. Abstract in Bahasa Indonesia : Menurut pasal 1320 Kitab Undang-undang Hukum Perdata atau Burgerlijk Wetboek (BW, ada empat syarat sahnya suatu kontrak bisnis yang harus dipenuhi oleh para pihak. Salah satunya ialah kesepakatan. Berdasarkan syarat ini, posisi para pihak harus sejajar pada tingkat yang sama. Selain itu, masing-masing pihak harus eksis dan melakukan komunikasi yang efektif sebelum mencapai kesepakatan. Lazimnya, setiap subjek dalam transaksi bisnis membutuhkan proses persetujuan terlebih dahulu antara pihak yang satu dengan pihak lainnya, dan kemudian para pihak menuju pada penyerahan atau pemindahan objek transaksi. Paling tidak, mereka harus saling mengetahui bila transaksi akan dilaksanakan. Tetapi, syarat hukum ini tidak sepenuhnya ditemukan di salah satu fasilitas transaksi bank, yaitu automatic teller machine atau yang biasa disebut mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM. Permasalahan hukum yang timbul dari sistem transaksi ini adalah terkait dengan subjek atau para pihak. Setiap waktu nasabah pergi ke mesin ATM, ia tidak akan menemukan pihak lain berada di sana. Itu artinya bahwa nasabah melakukan transaksi tanpa kehadiran perwakilan pihak bank. Oleh karena itu, jika mesin ATM rusak dan saldo nasabah sudah berkurang karena sempat terdebet maka bank tidak selalu mau bertanggungjawab atas uang nasabah yang hilang itu. Kata kunci: transaksi, para pihak, kesepakatan, mesin ATM, kerugian nasabah.

  14. Hubungan Corporate Governance, Corporate Social Responsibilities dan Corporate Financial Performance Dalam Satu Continuum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Etty Murwaningsari

    2009-01-01

    Full Text Available This research aims to identify the influence of Good Corporate Governance, represented by institutional ownership and managerial ownership, on Corporate Social Responsibility and Corporate Financial Performance, and also to observe the possible influence of Corporate Social Responsibility on Corporate Financial Performance. This research examines 126 manufacturing companies which are listed in Indonesian Stock Exchange (ISX and have issued an audited financial statement for 2006. The statistical method used to test the hypothesis is Path Analysis. The result suggests that Good Corporate Governance influences both the disclosure of Corporate Social Responsibility and Corporate Financial Performance and that Corporate Social Responsibility significantly influences Corporate Financial Performance. The result also suggests that CEO Tenure, the controlling variable, holds a significant influence on the disclosure of Corporate Social Responsibility. Yet, there is no strong evidence to support the type of industries as an influencing factor of Corporate Social Responsibility. Furthermore, we found that the latter condition would also apply when we analyze the influence of Corporate Secretary and Nomination and Remuneration Committee on Corporate Financial Performance. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh antara struktur Coorporate Governance yang diproksikan sebagai kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial terhadap corporate social responsibility dan corporate social responsibility terhadap corporate financial performance. Penelitian menggunakan data sekunder dari laporan tahunan 2006 perusahaan publik yang terdapat di Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM Bursa Efek Indonesia (BEI. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 126 perusahaan. Melalui pendekatan analisa jalur (path analysis menunjukkan Good Corporate Governance yaitu kepemilikan managerial dan institusional mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan Good Corporate Governance yang diamati melalui kepemilikan managerial dan institusional, mempunyai pengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR. Pengujian variabel control, yaitu CEO Tenure mempunyai pengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR. Sedangkan jenis Industri tidak mempunyai pengaruh terhadap CSR. Untuk Corporate Secretary dan Komite Nominasi dan Remunerasi juga tidak mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan. Kata kunci: corporate governance, corporate social responsibility, corporate financial performance, kepemilikan institusional, kepemilkan mangerial, CEO tenure, corporate secretary, komite nominasi dan remunerasi

  15. DINAMIKA SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT BADUY DALAM MENGELOLA HUTAN DAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunggung Senoaji

    2010-08-01

    Full Text Available Baduy community is a Sundanese ethnic isolating themselves around Kendeng Mountains, South Banten. They occupy an area about 5101.8 hectares of land in which the property rights were granted from the government. The people strictly adhere to their customary rules and norms. The increase of population has resulted in changes in social and cultural aspect of this community. Hence, this study aimed to investigate social and cultural dynamics of Baduy community in managing its forests and environments. The technique of Partisipatory Rural Apraisal surveys were employed in the study. Data were collected by conducting participating observations and open in-depth interviews in the Kanekes Village, Leuwidamar, Lebak, Banten. The results showed that there have been some dynamic changes in terms of social and cultural of the community in managing their forests and environment. These changes were believed to be initiated by the decrease of availability of cultivated areas due to the population growth. The Baduy community started adjusting their ways of life in order to survive. Customary rules (pikukuh karuhun which were originally applicable to all people have been shifting. The evidence was clear from the obvious differences in the life of the people of Baduy-Luar and Baduy-Dalam. There has been, for example, an alteration in the people’s status in the society. It was all community members that have to obey the pikukuh karuhun rules. However, currently Baduy-Luar community has also been helping to maintain the persistence of Baduy-Dalam’s pikukuh karuhun. Basic rules that must be followed by Baduy’s people include farming procedures and post-productions, the treatment to the forest and environment, and the implementation of the Sunda Wiwitan pillars. These customary rules were absolutely compulsory for the Baduy-Dalam’s people. However, there are some exceptions for Baduy-Luar community members, particularly in relations to fulfilling their daily life necessities. Some socio-cultural changes in the life of Baduy’s people include dress codes, the use of manufactured goods, land preparation methods, variety of cultivated crops and plantations, the use of transportation means, and the design of residential buildings.

  16. IMPLEMENTASI TQM BERORIENTASI HARD SKILL DAN SOFT SKILL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMA DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahyo Budi Utomo

    2011-10-01

    Full Text Available This study aims to introduce the implementation of hardskill and softskill oriented TQM in teacher’s learning of history in Senior High School in Semarang. The research model are structural fit model and significance of relationship between TQM implementation model, PDSA cycle, the model analysis of fish bone, continuous improvement , hard skills and soft skills and qualified history learning is the main target of research. Data was obtained from field studies using Likert scale questionnaire developed from the constructs and theoretical construct indicator. Analysis performed using software models SmartPLS. Implementation of PDSA cycle correlated 0879 to the implementation of fish bone analysis, correlates 0830 PDSA cycle to continuously improvement , while continuously improvement  correlated 0441 and 0749 against the hard skills to soft skills. Soft skills to hard skills correlate of 0329, while the correlation of hard skills to qualified history learning is at 0673. The developed qualityfied history learning need support from  the realization of the continuous (continuously improvement and optimal orientation of hard skills. Keywords: model, TQM, PDSA, the analysis of fish bone, hard skills, soft skills, learning the history of quality  Kajian ini bertujuan mengenalkan model implementasi TQM yang berorientasi pada hardskill dan softskill dalam pembelajaran sejarah di sekolah atas Semarang pada para guru. Sebagai model penelitian, model struktural fit dan signifikasi  dari korelasi antara model implementasi TQM, siklus PDSA, model analisis tulang ikan, perbaikan terus-menerus, hard skill dan soft skill, dan pembelajaran sejarah bermutu (PSB menjadi target utama penelitian. Data didapatkan dari studi lapangan menggunakan angket skala Likert yang dikembangkan dari konstruk dan indicator konstruk teoretis. Analisis menggunakan program SmartPLS. Implementasi siklus PDSA berkorelasi 0879 terhadap implementasi model analisis tulang ikan, berkorelasi 0830 antara siklus PDSA dengan perbaikan terus-menerus, kemudian perbaikan terus menerus berkorelasi 0441 dan 0749 terhadap hard skill dan soft skill. Soft skill dengan hard skill berkorelasi 0329, sedangkan korelasi hard skill dengan pembelajaran sejarah bermutu adalah 0673. Pembelajaran sejarah bermutu yang dikembangkan membutuhkan dukungan melalui realisasi terhadap perbaikan terus menerud dan berorientasi pada hard skill.   Kata kunci: Model TQM, analisis tulang ikan, hard skill, soft skill, pembelajaran sejarah bermutu  

  17. PENERAPAN ARSITEKTUR MULTI-TIER DENGAN DCOM DALAM SUATU SISTEM INFORMASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kartika Gunadi

    2001-01-01

    Full Text Available Information System implementation using two-tier architecture result lack in several critical issues : reuse component, scalability, maintenance, and data security. The multi-tiered client/server architecture provides a good resolution to solve these problems that using DCOM technology . The software is made by using Delphi 4 Client/Server Suite and Microsoft SQL Server V. 7.0 as a database server software. The multi-tiered application is partitioned into thirds. The first is client application which provides presentation services. The second is server application which provides application services, and the third is database server which provides database services. This multi-tiered application software can be made in two model. They are Client/Server Windows model and Client/Server Web model with ActiveX Form Technology. In this research is found that making multi-tiered architecture with using DCOM technology can provide many benefits such as, centralized application logic in middle-tier, make thin client application, distributed load of data process in several machines, increases security with the ability in hiding data, dan fast maintenance without installing database drivers in every client. Abstract in Bahasa Indonesia : Penerapan sistem informasi menggunakan two-tier architecture mempunyai banyak kelemahan : penggunaan kembali komponen, skalabilitas, perawatan, dan keamanan data. Multi-tier Client-Server architecture mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah ini dengan DCOM teknologi. Perangkat lunak ini dapat dibuat menggunakan Delphi 4 Client/Server Suite dan Microsoft SQL Server 7.0 sebagai perangkat lunak database. Aplikasi program multi-tier ini dibagi menjadi tiga partisi. Pertama adalah aplikasi client menyediakan presentasi servis, kedua aplikasi server menyediakan servis aplikasi, dan ketiga aplikasi database menyediakan database servis. Perangkat lunak aplikasi multi-tier ini dapat dibuat dalam dua model, yaitu client/server windows model dan client/server web model dengan activeX Form teknologi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pembuatan arsitektur multi-tier dengan DCOM teknologi memiliki banyak keuntungan seperti, memusatkan logika aplikasi pada middle-tier, membuat thin client aplikasi, mendistribusikan beban proses data pada beberapa mesin, meningkatkan keamanan dengan kemampuan menyembunyikan data, cepatnya perawatan dengan tanpa instalasi database driver pada setiap client. Kata kunci: multi-tier clien-server, architecture, DCOM, active form.

  18. PRODUKSI ANTIBIOTIKA OLEH Bacillus subtilis M10 DALAM MEDIA UREA-SORBITOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supartono Supartono

    2012-04-01

    Full Text Available PRODUCTION OF ANTIBIOTICS BY Bacillus subtilis M10 IN UREA-SORBITOL MEDIUM. Infection diseases still become the main health problems that suffered by people in Indonesia. Besides, there were many pathogen bacteria found to be resistant to the some antibiotics. Therefore, the efforts to get a new antibiotic require to be done continuously. A new local strain of Bacillus subtilis BAC4 has been known producing an antibiotic that inhibit Serratia marcescens ATCC 27117 growth. To make efficient the local strain, mutation on Bacillus subtilis BAC4 was done by using acridine orange and a mutant cell of Bacillus subtilis M10 that overproduction for producing antibiotic was obtained. Nevertheless, the production kinetics of antibiotic by this mutant has not been reported. The objective of this research was to study the production kinetics of antibiotic by Bacillus subtilis M10 mutant. The production of antibiotic was conducted using batch fermentation and antibiotic assay was performed with agar absorption method using Serratia marcescens ATCC 27117 as bacteria assay. Research result provided that Bacillus subtilis M10 mutant with overproduction of antibiotic produced an antibiotic since 8th hour’s fermentation and optimum of it production was at 14th hours after inoculation.  Penyakit infeksi masih menjadi masalah yang utama diderita oleh masyarakat Indonesia. Di samping itu, banyak bakteri patogen yang ditemukan resisten terhadap beberapa antibiotika. Oleh karena itu, upaya-upaya untuk mendapatkan antibiotika baru perlu dilakukan secara terus-menerus. Suatu galur lokal baru Bacillus subtilis BAC4 teridentifikasi memproduksi senyawa antibiotika yang menghambat pertumbuhan Serratia marcescens ATCC27117. Untuk memberdayakan galur tersebut, terhadap Bacillus subtilis BAC4 dilakukan mutasi dengan larutan akridin oranye dan diperoleh mutan Bacillus subtilis M10 yang memproduksi antibiotika berlebihan. Namun, kinetika produksi antibiotika oleh Bacillus subtilis M10 belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika produksi antibiotika oleh mutan Bacillus subtilis M10. Bacillus subtilis M10 difermentasikan ke dalam media urea-sorbitol dan diamati kemampuan produksi antibiotikanya menggunakan Serratia marcescens ATCC 2711 sebagai bakteri uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutan Bacillus subtilis M10 memproduksi antibiotika sejak jam ke 8, dan produksi optimumnya terjadi pada jam ke 14 setelah inokulasi.

  19. Kontinuitas dan Perubahan Sawer Panganten dalam Upacara Perkawinan Adat Sunda Kontemporer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cepi Irawan

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memahami peristiwa saweran yang terjadi dalammasyarakat Sunda kontemporer. Penelitian dilakukan dengan pengamatan terlibatpada upacara perkawinan yang berlangsung dalam masyarakat Sunda yang tinggaldi kota. Peristiwa nyawer atau sawer dilaksanakan pada waktu upacara perkawinanadat Sunda setelah akad nikah. Upacara ini dilengkapi dengan benda-benda simbolikyang mempunyai nilai ritual seperti mantera atau rajah. Sawer yang bentukaktivitasnya berupa penyampaian nasihat kepada mempelai melalui lagu-lagu yangdinyanyikan oleh juru sawer dengan seni mamaos sebagai sarananya. Sawer ataunyawer mempunyai arti air jatuh memercik, sesuai dengan praktek juru sawer yangmenabur-naburkan perlengkapan nyawer seolah-olah memercikkan air kepadamempelai serta kepada semua yang hadir dan ikut menyaksikan di sekelilingnya.Acara seperti ini disebut nyawer karena dilakukan di panyaweran atau taweuranatau cucuran atap. berdasarkan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa pada saatini telah terjadi perubahan-perubahan, baik dari segi tempat pertunjukan, waktupelaksanaan, materi lagu yang dibawakan, dan juru sawer yang melaksanakannya.Meskipun demikian, acara sawer ini sampai sekarang masih terus dilaksanakan olehmasyarakat Sunda kontemporer. Continuity and Change of Sawer Art in the Sundanese Tradition WeddingCeremony. The sawer art is a kind of song that has a free meter, accompanied by themusical instruments of kacapi (both the kacapi indung and the kacapi rincik and eitherthe flute or the rebab (a two-stringed musical instrument. One of the functions of thisart is to become a part of the ceremonial activities in the Sundanese wedding ceremony.It is performed after the marriage ceremony. In this case, the sawer art is carried out byusing a technique served with beverage refreshment (ditambul or songs sung withoutany musical accompaniments. Marriage is considered to be sunnah (optional and it isdetermined by human beings based on the spiritual and physical needs. The marriageceremony is the most vital part in the process. After the marriage ceremony is over,there are other ceremonies to be carried out. These extra ceremonies do not belong tothe religious rule, instead they are parts of the old Sundanese customs which exist untilthe present time and perpetuated by many Sundanese people. They include the saweror nyawerthrough which an activity is done by giving a message to the newly-marriedcouple through songs presented by the jurusawer. From time to time, the sawer art stillexists with its strong tradition and it spreads throughout West Java, especially Priangan. Some people have this art as their profession. There have been some changes in theSundanese wedding tradition, i.e. those concerning time, place, equipment and thepeople organizing it.

  20. Dinamika Kerukunan Intern Umat Islam Dalam Relasi Etnisitas Dan Agama Di Kalteng

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Tri Haryanto

    2015-03-01

    Full Text Available AbstrakAgama Islam dianut oleh sebagian besar penduduk Kalimantan Tengah yang terdiri dari berbagai etnis seperti Dayak, Banjar, Jawa, Madura, dan lainnya. Penelitian ini mengkaji dinamika hubungan intern umat Islam dalam konteks relasi etnisitas dan agama di Kalimantan Tengah. Permasalahannya adalah bagaimana dinamika hubungan inten umat Islam, faktor pendukung kerukunan, dan strategi adaptasi membangun harmoni di Kalimanta Tengah. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion (FGD, dan telaah dokumen. Hubungan intern umat Islam di Kalimantan Tengah diwarnai dengan tanggapan terhadap konflik etnistahun 2001 antara Etnis Dayak dan Madura. Faktor yang mendukung kerukunan yang tercapai saat ini antara lain adanya daya tawar budaya, simbiosisme ekonomi, peran tokoh masyarakat, dan peran pemerintah. Adapun strategi adaptasi yang dilakukan untuk memelihara harmoni dilakukan secara kultural dengan revitalisasidan akulturasi budaya dan nilai-nilai lokal, serta secara struktural dengan politik uniformitas baik yang dilakukan oleh pranata Adat Dayak maupun pemerintah Kalimantan Tengah.Kata kunci: Kerukunan, Budaya Dominan, Politik Uniformitas, Strategi Adaptasi AbstractIslam is professed by the majority of people in Central Kalimantan who consists of various ethnic groups such as the Dayak, Banjar, Javanese, Madurese, and others. This study discusses about the dynamics of internal relationship among Muslim in the context of the relationship of ethnicity and religion in Central Kalimantan. The problems are how the dynamics of the internal relationship amongst Muslims in CentralKalimantan and what factors are supporting to the reconciliation and adaptation strategies to build harmony amongst them. This research was carried out with the qualitative approach in which data were collected through interviews, observation, Focus Group Discussions (FGD, and document review. The results of the study showthat the internal relations among Muslims in Central Kalimantan was coloured by the responses to the ethnic conflict in 2001 between Dayaknese and Madurese. The study can also reveal that the factors which support to the achieved-harmony today are include the bargaining power of the culture, economic simbiosism, the roles of both community leaders and the local goventment. The adaptation strategies carried out to maintain the harmony were conducted in two ways: culturally (revitalizing and acculturating cultures and local values and structurally (political uniformity which is performed not only by the social institution of Dayaknese but also by the localgovernment of Central Kalimantan.Keywords: Harmony, Dominant Culture, Politics Uniformity, Adaptation Strategies

  1. Kontribusi Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Faktor AIK dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas II/3 SMPN 2 Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasrullah Nasrullah

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggunakan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan antusiasme, intensitas aktivitas, dan kecakapan siswa dalam pembelajaran matematika. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian tindakan kelas dipilih sebagai jenis penelitian yang berlangsung selama dua siklus. Setiap siklus memuat tahapan diantaranya: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Makassar, dengan subjek siswa kelas II/3 sebanyak 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi model pembelajaran berbasis proyek, bukan hanya meningkatkan antusiasme, intensitas, dan kecakapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika, tetapi juga membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran yang diberikan. Secara statistik, persentase antusiasme berubah dari 58,7% (sedang menjadi 80,7% (tinggi; persentase intensitas berubah dari 46,9% (kurang menjadi 77,3% (tinggi; persentase kecakapan berubah dari 18,7% (sangat kurang menjadi 64% (sedang. Kemudian rerata untuk hasil belajar siklus I ke siklus II meningkat dari 8,26 menjadi 8,27. Terdapat kenaikan 0,01. Kata kunci: Model Pembelajaran Berbasis Proyek, antusiasme, intensitas, dan kecakapan  AbstractThis study aims to apply project-based learning model to enhance enthusiasm, activity intensity, and students competencies on learning mathematics. Making this aim, classroom action research is chosen for two cycles. Each of cycle consist of planning, action, observation, and reflection. It was held at SMPN 2 Makassar with subject of 45 graders in class II/3. The result shows that contribution of the model, not only to trigger entushiasm, intensity, and competency in which students are engaging with activities of learning mathematics, but to facilitate students improving comprehension about subject matter. Statistically, the percentage of enthusiasm, intensity, and competencies are changing from 58,7% (fair to 80,7% (high, 46,9% (low to 77,3% (high, and 18,7% (very low to 64% (fair, respectively. Subsequently, the average of learning result from cycle I to cycle II increase from 8,26 to 8,27. There exists slight increase as 0,01. Keywords:     project-based learning model, enthusiasm, intensity, and competency 

  2. ANALISIS RESPON KONSUMEN TERHADAP FAKTOR-FAKTOR MARKETING MIX DALAM PEMBELIAN PRODUKLUWAK WHITE KOFFIE DI PASAR SWALAYAN KOTA SURAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yesi Krista Karnasih

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor marketing mix dan variabel-variabel yang dominan dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk Luwak White Koffie instan di pasar swalayan Kota Surakarta serta posisi produk Luwak White Koffie terhadap produk pesaing. Metode dasar dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan teknik survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah judgment sampling. Metode analisis data yang digunakan antara lain analisis faktor dan perceptual map. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa ada 4 faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memutuskan pembelian luwak white koffie yaitu faktor produk, faktor aroma dan rasa, faktor tempat, dan faktor promosi. Variabel-variabel yang dominan dipertimbangkan konsumen adalah variabel merek pada faktor produk, variabel rasa pada faktor aroma dan rasa, variabel penataan di swalayan pada faktor tempat dan variabel tampilan iklan pada faktor promosi. Posisi produk Luwak White Koffie instan dibandingkan dengan produk pesaing melalui perceptual map menempati posisi unggul untuk atribut merek, rasa, kecepatan alir, isi pesan iklan, dan tampilan iklan. ABSTRACT This research aims to determine the marketing mix factors and dominant variables which considered by consumers into buying instant Luwak White Koffie at supermarket in Surakarta City and Luwak White Koffie product position against competitor products. The basic method in this study was analytical descriptive with survey techniques. Location research determined purposively. The sampling method used was judgment sampling. Data analysis methods used include factor analysis and perceptual map. The data used is primary data and secondary data. The results of factor analysis showed that there are four factors that are considered by consumers to buy products Luwak White Koffie instant at supermarket in Surakarta City. The factor based on the priority is products factor, aroma and flavor factor, places factor and promotion factor. The dominant variables were considered by consumers into buying products Luwak White Koffie instant at supermarket in Surakarta city by the value of factor loading is the brand on the product factor, flavor variable on aroma and flavor factor, display in supermarkets on places factor and display ads on the promotion factor. Position of Luwak White Koffie instant compared to competitors' products through perceptual map position, excellent for the brand attributes, flavor, flow rate, the content of advertising messages, and the display ads.

  3. Pengaruh Milling Time Terhadap Pembentukan Intermetalik ?-TiAl Sebagai Reinforced Dalam Metal Matrix Composite (MMCs Hasil Mechanical Alloying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Badrus Soleh

    2013-03-01

    Full Text Available Paduan TiAl mempunyai berbagai keunggulan dalam sifat mekanik serta sifat termal. Senyawa intermetalik ?-TiAl mempunyai sifat mekanik dan sifat termal yang sangat baik sehingga sesuai apabila diaplikasikan sebagai penguat pada metal matrix composite (MMCs. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis paduan TiAl sehingga terbentuk  fasa intermetalik ?-TiAl yang homogen. Sintesa dilakukan dengan metode mechanical alloying menggunakan modification horizontal ball mill dengan komposisi paduan Ti-36%wt Al dan variasi milling time 0,10,20 jam dengan kecepatan tetap 350rpm. Hasil milling dikompaksi dan di-annealing pada temperatur 9000C selama 30menit.  Fasa intermetalik ?-TiAl terbentuk setelah proses mechanical alloying 20 jam. Hasil pengujian difraksi sinar X menunjukkan ukuran kristal sebesar 198.92Ĺ pada fasa ?-TiAl, memiliki kekerasan 678,1HV.

  4. FAKTOR –FAKTOR PENDUKUNG KEPATUHAN ORANG DENGAN HIV AIDS (ODHA DALAM MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL DI KOTA BANDUNG DAN CIMAHI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuyun Yuniar

    2013-08-01

    Full Text Available Abstract Adherence to ARV (antiretroviral was aimed to siginificantly prolong the life expectancy of people living with HIV AIDS (PLHIV. ARVs fight against the infection by slowing down the reproduction of HIV in human body. This research aimed to identify the internal and external factors that support adherence to ARV therapy.  Submit : 25-05-2012  Review : 26-06-2012 Review : 10-07-2012 revisi : 10–09-2012 This research was a qualitative research conducted in Bandung and Cimahi districts, West Java province from September to November 2011. Data collected by doing in depth interview with related stakeholders, they were district health office staffs in Bandung and Cimahi, Local AIDS Commission staffs in Bandung and Cimahi, Bungsu hospital in Bandung, Cibabat hospital in Cimahi, NGO staff, and 10 PLHIVs who ever or still consuming ARV. Data were analyzed descriptively by triangulation and content analysis methods. It was concluded that the internal supporting factors of adherence to ARV were the motivation to live longer, the eagerness to get cured and to be healthy, considering ARV as vitamin, and the faith in their own religion. Besides, the availability of ARV and social supports were other supporting factors. The social supports were support from family, responsibility and affection for their children, willingness to get married, support from peer groups, NGO staffs, and religion figures, and good relationship with health provider staffs. The internal factors should be improved by motivating PLHIVs while external factors should include family, peer groups, NGO staff and health provider, provide better accessibility and affordability to ARV, and educate the society. Keywords: PLHIV, Adherence, ARV Abstrak Kepatuhan Penggunaan ARV (antiretroviral merupakan salah satu faktor yang dapat memperpanjang umur harapan hidup ODHA (orang dengan HIV AIDS secara bermakna. ARV bekerja melawan infeksi dengan cara memperlambat reproduksi HIV dalam tubuh. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ODHA dalam mengkonsumsi ARV. Studi ini merupakan penelitian kualitatif di Kota Bandung dan Kota Cimahi, provinsi Jawa Barat dari bulan September–November 2011. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pihak-pihak yang terkait dalam penanggulangan AIDS yaitu Dinkes Kota Bandung dan Cimahi, KPA Daerah Kota Bandung dan Cimahi, RS Bungsu dan RS Cibabat, LSM PKBI Jawa Barat serta ODHA yang pernah atau masih menggunakan ARV. Jumlah ODHA yang diwawancara sebanyak 10 orang. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan metoda triangulasi dan content analysis. Hasil analisis mengungkapkan bahwa faktor faktor pendukung kepatuhan minum ARV yang berasal dari dalam diri sendiri yaitu motivasi untuk hidup, keinginan sembuh/sehat, menganggap obat sebagai vitamin dan keyakinan terhadap agama. Selain itu faktor ketersediaan obat ARV dan dukungan sosial juga mendukung kepatuhan ODHA. Faktor dukungan sosial yaitu dukungan keluarga, rasa tanggung jawab dan kasih sayang terhadap anak, keinginan menikah, dukungan teman-teman di KDS (Kelompok Dukungan Sebaya, LSM dan dari tokoh agama serta hubungan baik dengan tenaga kesehatan. Faktor internal perlu ditingkatkan dengan memotivasi ODHA. Faktor eksternal ditingkatkan dengan melibatkan peran keluarga, KDS, LSM dan tenaga kesehatan serta memperbaiki akses, keterjangkauan dan edukasi kepada masyarakat. Kata Kunci : ODHA, Kepatuhan, ARV

  5. ADSORPSI Pb2+ DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL MENGGUNAKAN SISTEM ADSORPSI KOLOM DENGAN BAHAN ISIAN ABU LAYANG BATUBARA SERBUK DAN GRANULAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2015-07-01

    Full Text Available Batubara  merupakan  salah  satu  sumber energi  alternatif  yang murah. Oleh karena itu,  penggunaan  batubara  di  Indonesia meningkat pesat  setiap  tahunnya. Penggunaan batubara  ini  menghasilkan  limbah  yang  dapat mencemari lingkungan baik limbah gas  seperti   CO2, NOX,  CO,  SO2,  hidrokarbon  maupun  limbah  padat  yang berupa abu  layang dan  abu  dasar. Abu  layang  mengandung SiO2, Al2O3,  dan sisa karbon yang tidak terbakar sehingga potensial digunakan sebagai adsorben. Pada penelitian ini, kemampuan adsorpsi abu layang ditingkatkan melalui aktivasi termal dan diuji untuk menjerap ion Pb2+ dalam limbah cair artifisial. Adsorpsi dilakukan pada sistem kolom yang berlangsung kontinyu menggunakan bahan isian abu layang teraktivasi, dalam bentuk serbuk dan granular, pada laju alir influen yang bervariasi. Hasilnya, laju alir mempengaruhi nilai kapasitas (qo, konstanta thomas (KtH dan waktu breakthrough.Kata Kunci : Pb2+ , adsorpsi, abu layang, breakthrough Coal is one of the inexpensive alternative energy. Therefore, the usage of coal in indonesia has been increased every year. It produces waste that can pollute the environment including gases waste such as CO2, NOX, CO, SO2, hydrocarbons and solid waste including fly ash and bottom ash. Coal fly ash is composed of  SiO2, Al2O3 and unburned carbon that enables it to act as a potential adsorbent. In this research, the adsorption capasity has increased by thermal activation and used to adsorp Pb2+ ion in wastewater.  The adsorption was carried out in packed column contains powder and granular activated fly ash. In the system, flow rate was varied.  The results show that flow rate influences adsorption capacity, Thomas constant and breakthrough time.Keywords: Pb2+, adsorption, coal fly ash, breakthrough

  6. Studi Efisiensi Sistem Prasedimentasi dan Free Water Surface Wetland dalam Menurunkan Kadar Nitrat, Fosfat, Kekeruhan, Zat Organik dan Total Coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raden Kokoh Haryo Putro

    2013-12-01

    Full Text Available Boezem Wonorejo saat ini telah dikembangkan menjadi tempat wisata yaitu Ekowisata Mangrove. Sampai saat ini pihak pengelola boezem masih kesulitan dalam penyediaan air bersihnya Sungai Jagir yang mengalir di sekitar wilayah Ekowisata tersebut merupakan sumber air permukaan yang berpotensi sebagai pemenuhan kebutuhan tersebut secara kuantitatif. Agar dapat terpenuhi secara kualitatif, maka Perlu dilakukan penelitian awal untuk mengetahui efisiensi penurunan kadar Nitrat, Fosfat, Zat Organik, Kekeruhan maupun Total Coli. Dalam penelitian ini akan digunakan rangkaian suatu sistem pengolahan Prasedimentasi dan Free Water Surface wetland skala laboratoium, Dengan variabel ukuran media pasir (16-32 mesh dan lolos 32 mesh dan umur mangrove (3 bulan dan 6 bulan yang akan di analisis di laboratorium Teknik Lingkungan ITS.  Dari hasil analisis didapat removal maksimum  untuk kekeruhan pada prasedimentasi 46,5%, sedangkan pada wetland yaitu pada media pasir mesh 16-32 dan mangrove 6 bulan yaitu 94,8%. Presentase maksimum removal nitrat pada prasedimentasi yaitu 17,8%, removal maksimum pada wetland dengan mangrove 6 bulan dan media pasir lolos 32 mesh yaitu 53,6%. Pada mangrove sendiri removal makismum terdapat pada umur 6 bulan dengan besar removal 36,5%. Removal maksimum fosfat terbesar pada prasedimentasi yaitu 64,3%, untuk Reaktor Wetland yaitu pada wetland dengan mangrove 6 bulan dan media pasir lolos mesh 32 sebesar 90,5%. Untuk . Mangrovenya sendiri mampu meremoval maksimum pada umur 6 bulan dengan besar 53,8%. Presentase removal maksimum zat organik pada prasedimentasi sebesar 35,7%, pada reaktor wetland sebesar 21,8% dengan ukuran media pasir mesh 16-32 dan umur mangrove 3 bulan.

  7. IMPLEMENTASI METODE 5S PADA LEAN SIX SIGMA DALAM PROSES PEMBUATAN MUR BAUT VERSING (Studi Kasus di CV. Desra Teknik Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adriansyah Adriansyah

    2007-01-01

    Full Text Available The objective of this research was to minimize processing time in manufacturing using 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke method. As well as quality, processing time is one of the important points to consider. Improvement had been done in every step of the process to achieve 3.4 defect per million (DPM. Although 6s had not been achieved yet, but 5S method in Lean Sigma have already improved the production process Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan penggunaan Metoda 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke dalam meminimalkan waktu proses pembuatan produk. Selain kualitas produk, waktu proses merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Perbaikan dari setiap proses dilakukan agar didapat 3,4 kegagalan persejuta (DPM. Walaupun 6s belum tercapai, tapi penerapan metoda 5S dalam Lean Sigma sudah menunjukkan perbaikan pada proses yang dilakukan. Kata kunci: 5S, six sigma, lean sigma

  8. KAJIAN DESAIN ELEKTRODA ENZIM URICASE,GLUKOSA OKSIDASE, DAN KOLESTEROL OKSIDASE SEBAGAI BIOSENSOR UNTUK ANALISIS ASAM URAT, GLUKOSA, DAN KOLESTEROL DALAM KOMPONEN BIOLOGI

    OpenAIRE

    Abdul Karim; L.Musa Ramang

    2007-01-01

    Telah dilakukan penelitian kajian desain elektroda enzim uricase, glukosa oksidase, dan kolesterol oksidase sebagai biosensor untuk analisis asam urat, glukosa, dan kolesterol dalam komponen biologi. Elektoda enzim tipe kawat terlapis dibuat dengan melapisi kawat Pt dengan membran sellulosa asetat 20 %, glutaral dehid 15,20 dan 25 % dan enzim uricase, glukosa oksidase dan kolesterol oksidase. Hasil pengukuran konsentrasi asam urat, glukosa dan kolesterol standar secara potensiometri dan v...

  9. Pemanfaatan Biji Asam Jawa (TamarindusIndica sebagai Koagulan Alternatif dalam Proses Menurunkan Kadar COD dan BOD dengan Studi Kasus pada Limbah Cair Industri Tempe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gary Intan Ramadhani

    2013-03-01

    Full Text Available Biji asam jawa yang selama ini jarang dimanfaatkan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk pengolahan limbah cair yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.  Kandungan polisakarida dalam biji asam jawa (Tamarindus Indica merupakan koagulan alami yang terbukti cukup efektif dalam peningkatan kualitas air limbah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh biji asam jawa sebagai koagulan pada limbah cair industri tempe sehingga diperoleh hasil yang optimum. Adapun yang dimaksud dengan hasil optimum yaitu dengan tercapainya penurunan kadar COD, BOD, dan TSS pada limbah cair yang digunakan sesuai dengan baku mutu dan kondisi yang tidak membahayakan lingkungan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, TSS, kadar COD dan BOD dengan membandingkan dari tiap-tiap variasi. Variabel penelitian yang digunakan adalah pemberian dosis biji asam jawa sebagai koagulan dengan variasi (500, 1500, 2500, 3500 mg/l, kecepatan putaran pada proses koagulasi-flokulasi dan lama pengadukan lambat (flokulasi. Pada penelitian ini, terdapat korelasi antara dosis koagulan dan kecepatan pengadukan yang diberikan terhadap efisiensi penurunan kadar BOD, COD dan TSS. Dosis optimum yang diperoleh yaitu 1500 mg/l limbah. Sedangkan hasil optimum diperoleh pada kecepatan koagulasi 180 rpm selama 1 menit dan flokulasi 80 rpm dengan lama waktu pengadukan 45 menit.

  10. Studi Perancangan Degaussing System untuk Melindungi Kapal Perang Tipe OPV 90m dari Medan Magnet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emil Faridhan Primaseta

    2012-09-01

    Full Text Available Degaussing system adalah suatu sistem yang digunakan pada bagian logam atau perangkat elektronik yang beresiko medan magnetik. Pada kapal militer sistem ini digunakan untuk menghindari ranjau magnetik maupun torpedo yang menggunakan medan magnet sebagai sensor pendeteksi logam ketika kapal sedang berpatroli maupun sedang berperang. Dari studi literatur yang dilakukan, dapat diketahui bagaimana cara instalasi degaussing system pada kapal dan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk sistem tersebut. Degaussing system yang didesain pada skripsi ini mempunyai kekuatan medan magnet sebesar 27,5 Tesla dengan daya sebesar 12 kW. Desain koil diletakkan pada lambung kapal tepat dibawah garis air untuk mendapatkan daya hantar magnet yang baik. Berat dari instalasi untuk degaussing system ini adalah 1040 kg.

  11. PERANAN WANITA MELAYU DALAM PROSES PENJAGAAN IBU BAPA TUA: DILEMA DAN CABARAN DALAM ERA GLOBALISASI (ROLES OF MALAY WOMEN IN THE PROCESS OF CARING FOR ELDERLY PARENTS: DILEMMA AND CHALLENGES IN THE ERA OF GLOBALISATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khadijah Alavi

    2010-01-01

    Full Text Available Peningkatan bilangan warga tua (60 tahun ke atas di beberapa negara Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia semakin membimbangkan. Kepadatan penduduk warga tua di Malaysia dijangka akan meningkat kepada 2.2 juta orang pada tahun 2020. Statistik juga menunjukkan bahawa kadar kelahiran terus menurun beberapa dekad kebelakangan ini. Statistik ini menghuraikan satu fenomena global berkaitan dengan anak dewasa yang menjaga ibu bapa tua mereka. Fenomena anak dewasa yang menggalas beban penjagaan (kerjaya, menjaga keluarga sendiri, dan menjaga ibu bapa tua kurang dikaji dan diperbincangkan. Artikel ini meninjau pengalaman penjagaan yang dilalui oleh anak dewasa (wanita yang menjaga warga tua dengan menggunakan teori peranan. Pengumpulan data telah dilaksanakan terhadap 8 orang responden menggunakan kaedah temu bual mendalam dan 399 orang responden menggunakan kaedah tinjauan. Hasil kajian daripada kedua-dua pendekatan menunjukkan bahawa wanita lebih banyak terlibat dalam penjagaan warga tua. Ibu bapa tua juga mengharapkan bantuan dan sokongan daripada anak perempuan. Fenomena ini boleh memberi implikasi kepada kerjaya wanita, keluarga dan pembangunan negara. Artikel ini merumuskan bahawa dalam era globalisasi, majikan perlu mengambil kira masa anjal di tempat kerja, peningkatan sistem sokongan formal dan informal bagi membantu wanita dalam mengharungi dilema dan cabaran penjagaan warga tua, anak, keluarga dan kerjaya wanita, di samping untuk mencapai masyarakat penyayang dan budaya ikram yang boleh dipupuk seiring dengan pembangunan negara maju.A drastic increase in the number of elderly people (above 60 years in several countries in Southeast Asia including Malaysia and Indonesia has raised concerns. The numbers of elderly population in Malaysia are projected to grow to 2.2 million by the year 2020. Statistics also shows that the birth rate in Malaysia has been decreasing in the last few decades. Both these statistics describe a global phenomenon relating to the caring for elderly parents by adult children. Challenges faced by adult children who are taking care of their elderly parents (i.e., career, care of their own family, and care of elderly parents have not been analysed or discussed widely. This article discusses the experience of adult children (daughters who are taking care of their elderly parents by using role theory. The data collection was done using in-depth interview method on 8 respondents and the survey method on 399 respondents both of which were conducted by enumerators. The survey and in-depth interview results show that daughters are more involved in caring for their elderly parents. The elderly parents also expect help and support from their daughters more than from their sons. This phenomenon will have negative implications on women's career, family and nation development. This article concludes that employers should take into consideration more flexible hours, increase formal and informal support for the working women who are caring for their elderly parents and family in achieving our goal as a caring society in a developed nation.

  12. PENGEMBANGAN “CELS” DALAM EKSPERIMEN FISIKA DASAR UNTUK MENGEMBANGKAN PERFORMANCE SKILLS DAN MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Samsudin

    2012-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan keterampilan kinerja (performance skills mahasiswa dalam bereksperimen melalui Combination Experiment Laboratory by Simulation (CELS pada eksperimen elastisitas untuk benda tegar. CELS merupakan kegiatan eksperimen yang memadukan antara eksperimen verifikatif dengan eksperimen berbasis multimedia komputer baik berupa simulasi komputer maupun video yang dikembangkan dari internet. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R and D dengan subjek penelitian adalah mahasiswa Eksperimen Fisika Dasar di salah satu LPTK Jawa Barat. Langkah-langkah dalam penelitian pengembangan ini, yaitu: analisis kebutuhan, desain perkuliahan, pengembangan media, evaluasi produk (validasi ahli, one to one evaluation, small goup evaluation, dan field evaluation, dan hasil produk CELS. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi belajar mahasiswa dan lembar pengamatan berbasis performance assessment (penilaian kinerja. Analisis data menggunakan analisis skala sikap atau skala Likert (1, 2, dan 3 untuk menghasilkan persentase pencapaian motivasi belajar dan analisis dengan Rating Scale (skala 4 dan skala 5 untuk penilaian kinerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan CELS dapat me-ningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan mengembangkan kemampuan kinerja mahasiswa yang meliputi aspek: mempersiapkan alat dan bahan, melaksanakan (melakukan eksperimen, dan menggunakan hasil pengukuran untuk menarik kesimpulan.The prurposes of the research were to improve learning motivation and develop performance skills of students in doing experiment through the use of Combination Experiment Laboratory by Simulation (CELS on elasticity experiment of rigid body. CELS is an experiment activity combining between verification and computer-based experiments including either computer simulation or video developed from the internet. This research used R&D method and its research subjects were “Basic Physics Experiment” students of an education institute located in West Java. The research stages developed were analyzing the need, designing the course, developing the media, evaluating the product consisting of expert validation, one to one evaluation, small group evaluation and field evaluation, and producing CELS final product.  Research data were gathered by using student learning motivation questionnaire and performance assessment based observation sheet. The Liker scale analysis was used in order to gain the percentage of learning motivation achievement, while the rating scale was used to gather performance assessment. The result showed that the use of CELS can increase the learning motivation of the students and develop performance skills of students including preparing tools and material, performing the experiment and using the measurement result to derive the conclusion.

  13. SINTESIS NANOSERAT POLI(VINIL ALKOHOL DALAM BENTUK LEMBARAN DENGAN PEMINTAL ELEKTRIK MULTI NOZEL DAN KOLEKTOR DRUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Y. Nuryantini

    2014-07-01

    Full Text Available Sistem pemintalan elektrik jarum tunggal dan kolektor bidang memiliki kelemahan, yaitu laju produksi yang rendah. Untuk mengatasinya digunakan sistem jarum banyak yang berjejer (multi nozel dan kolektor berbentuk silinder berputar (kolektor drum. Banyaknya jarum dimaksudkan untuk menambah laju produksi, kolektor drum berputar dimaksudkan agar dihasilkan nanoserat dalam bentuk lembaran yang seragam. Tujuan penelitian adalah untuk menguji pengaruh medan listrik pada proses pemintalan elektrik multi nozel dan kolektor drum berputar, serta mengontrol morfologi nanoserat poli(vinil alkohol/PVA yang dihasilkan dengan cara mengubah laju alir larutan. Hasil penelitian yang didapat adalah: (1 telah berhasil dibuat nanoserat PVA dalam bentuk lembaran yang menumpuk di kolektor drum, (2 pada pemintalan elektrik dengan sistem multi nozel terjadi distorsi medan listrik pada ujung jarum yang menyebabkan serat pada kolektor tidak rata, (3 morfologi nanoserat PVA yang dihasilkan pada laju alir 0,4 dan 0,6 ml/jam banyak mengandung butiran, sedangkan pada laju alir 0,8 ml/jam jumlah butiran berkurang.ABSTRACTElectrospinning system with single needle and planar collector has the disadvantage of a low productivity. To overcome this problem drum collector and multi-nozzle system were employed. The multi-nozzle system was used to improve the production rate, while the drum collector was used for maintaining the uniformity of the size. The purposes of this study were to examine the influence of electric field in the electrospinning process and to control the morphology of the obtained poly(vinyl alcohol/PVA nanofibers by changing the solution flow rate. The obtained results were: (1 PVA nanofibers membrane have been successfully produced stacked on the drum collector, (2 distortion of the electric field at the tip of the needle was occurred, which results in inhomogeneous thickness of the stacked nanofibers, and (3 the morphology of the obtained nanofibers at the flow rates of 0.4 and 0.6 ml/hour have many beads while at 0.8 ml/hour the number of beads decreased.

  14. Analisis Teknis dan Ekonomis Pemasangan Towing kite dalam Upaya Penghematan Bahan Bakar pada Tanker 6500 DWT di Wilayah Perairan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andik Eko Saputro

    2013-03-01

    Full Text Available Semakin menipisnya ketersediaan sumber energi mengakibatkan harga bahan bakar minyak menjadi tinggi. Kenaikan harga bahan bakar minyak ini berdampak pada dunia maritime. Hal ini dikarenakan kapal merupakan salah satu alat transportasi yang menggunakan bahan bakar minyak dalam jumlah besar. Berangkat dari permasalahan tersebut, tugas akhir ini mencoba menghadirkan satu solusi untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak dengan cara memanfaatkan potensi energi angin di wilayah perairan Indonesia. energi angin tersebut digunakan sebagai penggerak towing kite yang dipasang pada Tanker 6500 DWT untuk memberikan tambahan daya dorong pada kapal dan mengurangi beban kerja mesin induk pada saat kapal beroperasi. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan tipe dan ukuran towing kite yang optimum serta memiliki biaya investasi yang rendah dari beberapa jenis dan ukuran towing kite. Analisis kerja towing kite yang dilakukan adalah pada kecepatan kapal 12 knot, kecepatan angin 10,9 knot dan sudut vektor relative angin terhadap laju kapal sebesar 45°. Dari hasil analisis didapatkan towing kite yang optimum untuk dipasang di kapal adalah Skysails SKS 320 tipe Flexyfoil. Dengan menggunakan rumus teoritis didapatkan penghematan bahan bakar akibat pemasangan towing kite sebesar 3,0234 ton untuk sekali trip atau 99,7813 ton per tahun. Berdasar hasil analisis ekonomis, dengan biaya investasi sebesar Rp. 5.690.917.960 pemasangan towing kite diperkirakan dapat tercapai Break Even Point pada tahun ke 9 dari 20 tahun investasi.

  15. Estimasi limbah organik dan daya dukung perairan dalam upaya pengelolaan terumbu karang di perairan Pulau Semak Daun Kepulauan Seribu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wan Mansur

    2013-12-01

    Full Text Available Kegiatan Sea ranching sangat tergantung kondisi ekologi terutama ekositem terumbu karang. Dengan adanya aktivitas keramba jaring apung yang terdapat di perairan Pulau Semak Daun memiliki potensi untuk menghasilkan limbah pakan bersama dengan limbah organik yang berasal dari berbagai kegiatan di darat dan apabila tidak terkendali dengan baik akan menyebabkan terjadinya eutrofikasi sehingga menyebabkan degradasi terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Menggunakan Analisis dilakukan terhadap estimasi limbah organik dan analisis daya dukung perairan. Hasil penelitian menunjukkan estimasi beban limbah budidaya jaring apung yang masuk ke perairan Pulau Semak Daun yaitu sebesar 1.178,1 Kg /ton ikan produksi (N 243,9 Kg/ton ikan dan P 54,1 Kg/ton ikan. Estimasi limbah antropogenik dari daratan sekitar pulau Semak Daun diperoleh 4.167 Kg N dan 1.738,8 Kg P. Berdasarkan pendekatan beban limbah N, daya dukung lingkungan perairan Pulau Semak Daun untuk pengembangan KJA ikan kerapu adalah 32 unit (192 petak KJA atau 2 ha dari 9,99 ha luasan yang sesuai untuk kegiatan KJA. Berdasarkan ketersediaan oksigen terlarut, daya dukung perairan diperoleh 28 unit (168 petak KJA atau 1,6 ha dari 9,99 ha luasan yang sesuai untuk KJA.

  16. NILAI VERNAKULAR DALAM PENATAAN LINGKUNGAN PADA PERMUKIMAN LERENG GUNUNG (Studi di Desa Kapencar, Lereng Gunung Sindoro, Wonosobo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    VG Sri Rejeki

    2007-01-01

    Full Text Available The plateau settlement is one typology of settlement in Java. Some theory about the it have been presented the problem solving of contour or sloping land, but not discuss about the strategy of climatic solution yet. At Kapencar Village we founded some phenomenas of problem solving naturally. Some strategies are 1 the building typologies have the jogan as strategy to multy activities and the pogo as strategy to suport the tobacco and corn own activities. 2 The cut and fill construstion as the strategy of sloping land. 3 The pebble became the building material locally, that it put from yard themselves. 4 The little ventilation and the zink material as the strategy of the too cold and high humidity climate. Abstract in Bahasa Indonesia : Permukiman di dataran tingi merupakan salah satu tipe permukiman di Jawa. Selama ini teori dan konsep permukiman lerengan yang berkembang sebatas membahas tentang bentuk kontur/ kelerengan. Tetapi belum mendiskusikan tentang strategi menyelesailan masalah iklim secara vernakular. Di Desa Kapencar ditemukan beberapa fenomena strategi penyelesaian masalah secara natural oleh masyarakat. Beberapa temuan yang dapat dijadikan pembahasan antara lain 1 adanya tipologi rumah dengan prioritas ruang jogan multi fungsi dan pogo, sebagai strategi mendukung kegiatan berladang tembakau dan jagung. 2 penyelesaian kontur diselesaikan dengan cut â?? fill,. 3 penggunaan batu alam sebagai bahan lokal, diambil dalam pekarangan sendiri, 4 sesedikit mungkin lubang di rumah dan pemilihan bahan seng , sebagai strategi mengarasi suhu dingin dan kelembaban tinggi di lokasi tersebut. Kata kunci: Permukiman, lereng gunung, bahan bangunan, iklim, tipologi.

  17. Analisa ekonomi budidaya kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus dan kerapu bebek (Cromileptes altivelis dalam keramba jaring apung di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farok Afero

    2012-04-01

    Full Text Available Penelitian ini menyajikan analisa ekonomi budidaya kerapu macan dan bebek dengan skala produksi yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa budidaya kerapu macan dalam skala kecil, dengan proyeksi 5 tahun menghasilkan arus kas kumulatif negatif sebesar –Rp. 18.102.650 dan NPV negatif –Rp. 22.059.576. Peningkatan skala produksi (skala menengah meningkatan keuntungan (proyeksi aliran kas kumulatif selama 5 tahun sebesar Rp. 198.320.673, NPV sebesar Rp. 105.578.440, B/C 1,25; IRR 88%, dan jangka waktu pengembalian modal selama 0,99 tahun, sedangkan untuk skala besar (dengan proyeksi 5 tahun menghasilkan kas kumulatif sebesar Rp. 707.746.923; NPV sebesar Rp. 406.801.749, B/C 1,33; IRR 157%, dan jangka waktu pengembalian modal selama 0,57 tahun. Analisis ekonomi kerapu bebek pada skala produksi yang berbeda menunjukkan kas kumulatif positif, NPV positif, ratio manfaat-biaya (B/C lebih tinggi dari 2, IRR lebih dari 300% dan jangka waktu pengembalian modal kurang dari satu tahun. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa sintasan kehidupan lebih 80% akan meningkatkan kas kumulatif dan NPV pada budidaya kerapu macan skala kecil. Selain itu, peningkatan profitabilitas berkaitan dengan penurunan biaya produksi, peningkatan produksi dan harga produk.

  18. ALTERNATIF PETA BATAS LAUT DAERAH BERDASARKAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 76 TAHUN 2012 (STUDI KASUS : SENGKETA PULAU GALANG PERBATASAN ANTARA KOTA SURABAYA DAN KABUPATEN GRESIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ria Widiastuty

    2015-02-01

    Full Text Available Batas kewenangan daerah di laut, memiliki arti penting bagi kabupaten/kota dan pemerintah propinsi terkait dengan penyelenggaraan otonomi daerah. Batas daerah yang tidak jelas dapat memicu konflik di wilayah perbatasan dan menghambat penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah. Bila tidak segera diselesaikan maka berpotensi menurunkan tingkat pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Penetapan batas laut daerah diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan pemberian hak sehingga dapat menghindari konflik yang akan terjadi. Pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 76 tahun 2012 dijelaskan bahwa pembagian wilayah kewenangan propinsi sejauh 12 mil dan sepertiganya adalah wilayah kabupaten/kota. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan batas pengelolaan laut di sekitar daerah perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik yang terdapat sebuah pulau hasil endapan Kali Lamong yaitu Pulau Galang. Pulau ini sedang menjadi konflik dan menjadi perebutan hak milik antar dua daerah tersebut. Hasil penelitian ini adalah peta batas pengelolaan laut di sekitar daerah Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik dengan berbagai alternatif penarikan batas yang sesuai dengan pedoman penegasan batas secara kartometrik pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 76 tahun 2012 dengan menggunakan prinsip equidistance dan median line. Dalam penelitian ini terdapat empat alternatif diantaranya, penarikan garis batas laut jika Pulau Galang dianggap tidak ada, penarikan garis batas laut jika Pulau Galang dibagi sama luas, penarikan garis batas laut jika Pulau Galang masuk Kota Surabaya dan penarikan garis batas laut jika Pulau Galang masuk Kabupaten Gresik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kejelasan kepemilikkan Pulau Galang dan kejelasan administrasi batas laut daerah sangat dibutuhkan karena keberadaan pulau ini berpengaruh terhadap batas pengelolaan laut daerah antara Kota Surabaya maupun Kabupaten Gresik secara keseluruhan.

  19. Studi Experimental Penggunaan Venturi Scrubber dan Cyclonic Separator Untuk Meningkatkan Kinerja pada Sistem Exhaust Gas Recirculation (EGR dalam Menurunkan NOX pada Motor Diesel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsu Dlukha N

    2012-09-01

    Full Text Available Salah satu cara yang efektif untuk mengurangi NOX adalah dengan menggunakan metode Exhaust Gas Recirculation (EGR. Dengan metode EGR, oksigen yang masuk ke ruang bakar akan berkurang sehingga NOX dapat diturunkan dengan signifikan, akan tetapi power dari mesin tersebut juga akan berkurang dan Particulate Matter (PM akan naik secara signifikan. Dalam penelitian ini dibahas penggunaan EGR yang telah di optimalkan dengan penambahan venturi scrubber dan cyclonic separator, tujuannya mengurangi NOX tanpa meningkatkan PM. Hasil pengujian menunjukkan NOX turun sebesar 48.89% dan PM turun dari 69,87%  menjadi 9.87%.

  20. METODE ANALISIS KUANTITATIF RASIONALISTIK DALAM MENENTUKAN KARAKTERISTIK RUANG UNTUK ARAHAN RANCANGAN KAWASAN URBAN (Studi Kasus Jl. Kemasan, Kotagede

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Poerwadi Poerwadi

    2008-01-01

    Full Text Available Kotagede is the historical site of Mataram Islam great city who build until 1532. This district has justify as international conservation district on ’Yogyakarta Declaration and Kotagede Declaration’ at Yogyakarta 1996, in ‘Asia and West Pacific Network Urban Conservation (APWNUC’ workshop and symposium 4th. Kotagede distric characteristic threatened because rapid physical function change as impact of economical growing and productive economical oriented. It nescessary to analysis the urban space characteristic that appropriate with this distinctiveness visual distric space. This research use rasionalistic quantitative method in order to find the image of distric space characteristic. Variables of analysis are street floor as horizontal bottom enclosure and street wall as vertical enclosure. JMP program and pixelate Adobe Photoshop use to process research data. Output of the analysis is distric space characteristic on Jl. Kemasan, include outline, facade rythem and quality of street space Abstract in Bahasa Indonesia: Kotagede adalah situs bersejarah peninggalan Kotaraja Kerajaan Mataram Islam yang berdiri sejak tahun 1532 M. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi tingkat internasional dalam ’Yogyakarta Declaration and Kotagede Declaration’ di Yogyakarta melalui workshop dan simposium ke 4 oleh Asia and West Pacific Network Urban Consevation (AWPNUC pada tahun 1996. Karakteristik kawasan Kotagede terancam akibat percepatan perubahan fungsi fisik sebagai dampak pertumbuhan ekonomi dan perubahan pemilikan yang berorientasi ekonomi produktif. Perlu dilakukan analisa karakteristik ruang kawasan yang sesuai dengan ciri visual ruang kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode rasionalistik untuk mendapatkan gambaran karakteristik ruang kawasan secara kuantitatif. Analisa dilakukan dengan variabel lantai ruang jalan (street floor dan dinding pembatas sebagai pelingkup ruang jalan (street Wall. Pengolahan data dilakukan secara digital dengan program komputer JMP dan pixelate Adobe Photoshop. Hasil analisis merupakan temuan karakteristik di Jl. Kemasan, terhadap outline, irama bukaan bangunan dan kualitas ruang jalan yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun arahan rancangan kawasan. Kata kunci: jalan kemasan kotagede, konservasi, karakteristik.

  1. PEMBELAJARAN IPS DALAM REALITA DI ERA KTSP: STUDI EKSPLORASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPS PADA JENJANG SMP DI KABUPATEN PATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Sutrisna

    2011-10-01

    Full Text Available Application of KTSP as a curriculum based on competency requires the implementation of strategies and methods that can deliver a number of learners achieving a particular competence. IPS as a subject who has a noble purpose, namely to prepare students to be good citizens, should be taught to students through appropriate strategies and methods by utilizing various media sources and learning. Most social studies teachers still promote the use of expository strategies in presenting lessons of Social Science education and the use of resources and learning media are minimal. Environment, as a laboratory of IPS is not utilized properly.The study shows that most teachers still tend to use expository teaching strategies, use of resources and learning media that are less varied, and integrated approaches to teaching social studies can not be realized by the teachers due to various constraints.   Keywords: learning, IPS, junior school, KTSP   Penerapan KTSP sebagai kurikulum berbasis kompetensi membutuhkan penerapan strategi dan metode yang dapat memberikan sejumlah peserta didik mencapai kompetensi tertentu. IPS sebagai subjek yang memiliki tujuan mulia, yaitu untuk mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang baik, harus diajarkan kepada siswa melalui strategi yang tepat dan metode dengan memanfaatkan berbagai sumber media dan pembelajaran. Kebanyakan guru IPS masih menggunakan strategi ekspositori dalam menyajikan meteri pelajaran IPS dengan menggunakan sumber daya dan media pembelajaran yang minimal. Lingkungan sekitar, sebagai laboratorium IPS tidak digunakan menunjukkan pembelajaran yang baik. Kebanyakan guru masih cenderung untuk menggunakan strategi pengajaran ekspositori, penggunaan sumber daya dan media pembelajaran yang kurang bervariasi, dan pendekatan terpadu untuk mengajar IPS, sehingga tidak dapat direalisasikan oleh para guru karena berbagai kendala.   Kata kunci: pembelajaran, IPS, SMP, KTSP  

  2. SIFAT MEKANIK KOMPOSIT COKELAT BATANG DENGAN FILLER BIJI METE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P A Wiguna

    2015-07-01

    Full Text Available Bahan komposit yang banyak dijumpai di masyarakat umumnya terbuat dari material berat seperti, logam, keramik, atau polimer. Pada bahan pangan terdapat pula yang termasuk ke dalam kategori material komposit, diantaranya adalah cracker, cookie, kue pie, chasew chocolate, dan lain sebagianya. Diantara komposit bahan pangan tersebut yang paling banyak digemari sebagai makanan camilan adalah  cokelat. Hal menarik yang dikaji pada studi ini berkaitan dengan sifat mekanik komposit cokelat yaitu kekuatan tekan dari komposit tersebut. Komposit ini terbuat dari bahan makanan cokelat dengan variasi  fraksi massa mete sebagai filler yaitu 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, dan 29%. Matriks yang digunakan adalah cokelat jenis dark chocolate. Sifat mekanik yang dikaji adalah kuat tekan pada komposit cokelat batang. Parameter ini diukur untuk mengetahui ukuran maksimum beban yang dapat diterima komposit tersebut. Komposit yang memiliki kekuatan tekan terbesar ada pada cokelat batang dengan fraksi massa mete 29 % yaitu sebesar 2,81 MPa. Hal ini menunjukkan  bahwa variasi fraksi massa mete berpengaruh pada sifat mekanik material komposit karena berkaitan dengan perilaku distribusi partikel. Kuat tekan komposit cokelat teramati meningkat dengan kenaikan jumlah biji mete pada cokelat batang.Generally, the composite materials found in the civilization are made from heavy materials, e.g. metals, ceramics, and polymers. In fact, the composite material also found in food, such as crackers, cookies, pies, and cashew chocolates. Cashew chocolates usually consumed as the most favourite snack. The most interesting object from this study is related with the mechanical composite characteristic of the chocolate, i.e. compressive strength. Chocolate composite is made from chocolate with variety of cashew mass fraction as the filler, i.e. 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, and 29%. In this study, the composite matrix was a dark chocolate, whereas the mechanical characteristic determined was a compressive strength of the chocolate bar.  This parameter was calculated to determine the maximum weight which could be received by the composite. The result showed that the composite had the biggest compressive strength (2.81 MPa was a chocolate bar with mass fraction of cashew 29%. It indicated that variation of cashew mass fraction affected the mechanical characteristic of composite. It was also related to the particle distribution performance. The compressive strength value of chocolate was greater together with the increase of the quantity of cashew nut.   

  3. Pengaruh Timbal (Pb Terhadap Kadar MDA Serum Tikus Putih Jantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endrinaldi .

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakTimbal (Pb merupakan logam berat bersifat toksik yang konsentrasinya di lingkungan saat ini dipandang sebagai zat berbahaya. Pb dalam bentuk senyawa berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, emisi industry dan dari penggunaan cat bangunan yang mengandung Pb. Toksisitas Pb menghambat enzim yang berperan sebagai antioksidan dan merusak sel hati.Tujuan studi ini adalah untuk melihat pengaruh timbal (Pb terhadap kadar malondialdehid (MDA tikus putih jantan. Desain penelitian ini adalah eksperimental menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan dengan pemberian Pb asetat dengan dosis konsentrasi 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB selama 26 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan rerata kadar MDA serum secara bermakna (p < 0,05, setelah pemberian Pb asetat selama 26 hari. Peningkatan kadar MDA secara bermakna terjadi antara kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberi dosis 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB.Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah bahwa pemberian Pb asetat meningkatkan kadar MDA serum tikus.Kata kunci: Pb asetat, MDAAbstractLead (Pb is atoxi cheavy metal concentrationsin the environment are now seenas a dangerous substance. Pb in the form of compounds derived from burningmotor vehicle fuel. Pb toxicityinhibitsan enzyme that acts as an antioxidant and liver cell damage.The purpose of this study was to observe the effect of lead (Pb on levels of malondialdehyde (MDA male whiterats. Experimental research design was used 25 white male rats were divided into five groups, namely the control group and the group treated with the administration of Pb acetate at a dose concentration of 5, 10, 20, and 40 mg / kg body weight for 26 days.The results showed an average increase in level of MDA, after administration of Pb acetate for 26 days were significantly (p <0.05. Increase in level of MDA of serum were significantly (p <0.05 occurred between the control group compared with the group of mice given a dose of 5, 10, 20 and 40 mg / kg bw.The conclusion from this study is that the administration of Pb acetate can increase the level of MDA serum mice.Keywords: Pb acetate, MDA

  4. Perbedaan Kadar HSP90 pada Preeklamsi Berat dengan Kehamilan Normal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soetrisno

    2015-06-01

    Full Text Available Severe pre-eclampsia is the second highest cause of maternal mortality. Free radicals that stimulate heat shock protein 90 (HSP 90 are believed to determine severe pre-eclampsia. HSP90 is an important protein that helps the establishment and maintenance of other proteins. It also increases the life time of cells after various pathological conditions (chaperone function. The chaperone function is the adaptation key factor to endogenous stress in tissues. By recognizing HSP90 level in early detection of severe pre-eclampsia, prevention and management can be started early. This study aimed to prove that the HSP90 level in pregnancy with severe pre-eclampsia is higher than normal pregnancy. This was a quantitative study using cross sectional approach by testing the HSP90 level. The study was conducted during the period of September to November 2013, at the Obstetrics and Gynecological Unit, Moewardi Hospital Surakarta and Prodia Laboratory Jakarta. The number of subjects was 30 patients, consisting of 15 normal pregnant mothers and 15 pregnant mothers with pre-eclampsia . The calculation of serum HSP90 level was conducted using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA. Data were analyzed using t-test using SPSS for Windows version 17 for Windows. The mean of HSP90 in the severe pre-eclampsia group was 131.91±26.66 while the mean in the normal pregnancy group was 80.28±13.39 with p=0.00 (p<0.05. Level of HSP90 serum in severe pre-eclampsia is higher than in normal pregnancy, due to the occurrence of oxidative stress in severe pre-eclampsia

  5. Blended Counseling – Neue Herausforderungen für BeraterInnen (und Ratsuchende!

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefanie Weiß

    2012-04-01

    Full Text Available According to Nestmann (2008, S. 13 "in the future, e-counseling, online counseling and counseling chats will ... be part of psychosocial advisors' daily routine. (... "Blended Counseling", in which face-to-face sessions alternate with electronic communication, will likewise shape the future of counseling in social work." To encourage and enable synergy between online and offline counseling, the present parallel structures of face-to-face counseling and online counseling must continue to merge.In this article, the authors examine the future positioning of online counseling as an integrated form of counseling in social work. The article is based on the scientific findings of Stefanie Weiß's masters thesis on the topic of "Blended Counseling" and on the insights gained from a work-shop jointly conducted during the Fachforum Online-Beratung conference. The article provides an in-depth discussion of the emerging concept of "Blended Counseling" and encourages critical reflection of the reader's own (online counseling experience. In addition, meaningful suggestions are made for the on-going merger of face-to-face counseling and online counseling.

  6. PENGEMBANGAN PROGRAM VRML (VIRTUAL REALITY MODELLING LANGUAGE UNTUK E-LEARNING BERBASIS WEB TERINTEGRASI DALAM PHP-MySQL MATA KULIAH ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA POKOK BAHASAN SISTEM TATA SURYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azwar Anas

    2012-01-01

    Full Text Available Pemahaman tentang fenomena sistem tata surya  membutuhkan daya imaginasi yang cukup. Hal ini merupakan salah satu kesulitan dalam memahami materi tentang sistem tata surya, sehingga diperlukan adanya visualisasi untuk membantu mengatasi kesulitan tersebut. Salah satu visualisasi adalah dengan menggunakan program visualisasi 3D. Pembuatan program diawali dengan identifikasi masalah dan persiapan perangkat lunak. Dalam hal ini program yang digunakan adalah VRML(Virtual Reality Modelling Language. Pelaksanaan pembuatan program dimulai dengan memodelkan gejala-gejala fisis yang terkait dengan fenomena sistem tata surya. Bahasa pemrograman VRML hanya mampu melakukan perhitungan dasar yang sangat sederhana. Untuk perhitungan data yang kompleks digunakan bantuan Microsoft Office Excel. Data yang dihasilkan dari perhitungan menggunakan Microsoft Office Excel kemudian dimasukkan ke dalam list program VRML. Hasil penelitian berupa pemodelan sistem tata surya yang diintergrasikan dalam e-learning berbasis web. Untuk menampilkan hasil program ini digunakan browser Cortona VRML player. Tampilan 3D yang dihasilkan menarik dan interaktif. User dapat mengamati model 3D dari berbagai sudut pengamatan dengan menggunakan toolbar yang tersedia pada browser. Kata kunci : VRML, visualisasi 3D, sistem tata surya

  7. KARAKTERISASI DAN AKTIVITAS KATALITIK BERBAGAI VARIASI KOMPOSISI KATALIS Ni DAN ZnBr2 DALAM ?-Al2O3 UNTUK ISOMERISASI DAN HIDROGENASI (R-(+-SITRONELAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ED Iftitah

    2014-06-01

    Full Text Available Pengaruh sifat dan karakter berbagai variasi komposisi katalis Ni dan ZnBr2 yang terimpregnasi dalam ?-Al2O3 terhadap aktivitas dan selektivitasnya untuk reaksi isomerisasi dan hidrogenasi (R-(+-Sitronelal telah dilakukan. Dalam penelitian ini, terdapat tiga jenis variasi komposisi Ni dan ZnBr2 dalam ?-Al2O3, yaitu: A1=Ni/ZnBr2/?-Al2O3 (3:2, A2=Ni/ZnBr2/?-Al2O3 (1:1 dan A3=Ni/ZnBr2/?-Al2O3 (2:3. Katalis dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD, Brunauer-Emmett-Teller (BET surface area, dan SEM-EELS. Luas area permukaan spesifik dan porositasnya ditentukan berdasarkan adsorption-desorption gas nitrogen pada 77 K. Distribusi dan volume pori ditentukan dengan desorption isotherm pada P/Po ? 0,3. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara karakter dan sifat katalis dengan aktivitas katalitiknya terhadap produk isomerisasi dan hidrogenasi (R-(+-Sitronelal. Uji aktivitas dilakukan dalam sebuah reaktor mini dengan 0,5 g katalis dan 3 mL (R-(+-Sitronelal menggunakan atmosfir gas N2 dan/atau H2 dalam waktu 5 dan 24 jam masing-masing pada suhu 90 dan 120 °C. Komposisi katalis, pemilihan jenis atmosfir gas dan suhu sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan selektivitas pembentukan produk isomerisasi dan hidrogenasi. Konversi (R-(+-Sitronelal tertinggi ditunjukkan oleh katalis A3=Ni/ZnBr2/?-Al2O3 (2:3 dengan kondisi reaksi selama 5 jam (4 jam N2 + 1 jam H2 pada suhu 90 °C dan 24 jam (4 jam N2 + 20 jam H2 pada suhu 120 °C. The influence of catalyst properties and characteristics of Ni and ZnBr2 catalysts impregnated in ?-Al2O3 on the activity and selectivity of (R-(+-Citronellal isomerisation and hydrogenation has been done. In this study, there were three sets of Ni and ZnBr2 in ?-Al2O3 with various composition, they were A1=Ni/ZnBr2/?-Al2O3 (3:2, A2=Ni/ZnBr2/?-Al2O3 (1:1, A3=Ni/ZnBr2/?-Al2O3 (2:3. The catalysts were characterized using X-ray diffraction (XRD, Brunauer-Emmett-Teller (BET surface area and SEM-EELS. The catalysts spesific surface area and porosity determined by adsorption-desorption of dinitrogen at 77 K. Pore distribution and volume were determined by the desorption isotherm at P/Po ? 0.3. The result showed that there was correlation between the catalyst characteristics and catalytic activity to (R-(+-Citronellal isomerisation and hydrogenation product. The activity test were performed in a mini fixed bed reactor with 0.5 g of catalyst and 3 mL of (R-(+-Citronellal using N2 and/or H2 gas atmosphere in 5 and 24 hours at each temperature 90 and 120 oC. The catalyst composition of the choice of gas atmosphere and temperature greatly influenced the activity as well as the selectivity of isomerisation and hydrogenation product formation. The highest conversion was achieved for A3=Ni/ZnBr2/?-Al2O3 (2:3 with complete conversion of (R-(+-Citronellal were obtained when it was running in 5 hours (4 hours N2 + 1 hour H2 at 90 oC and 24 hours (4 hours N2 + 20 hour H2 at 120 oC.

  8. Asosiasi Keragaman Lokus DNA Mikrosatelit DRB3 Gen Bola dengan Berat Badan Induk dan Berat Lahir Pedet pada Sapi Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Nyoman Trinayani

    2013-11-01

    Full Text Available Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Genomic selection has a high potency to improve the genetic quality of Bali cattle. In effort to find out a molecular marker or DNA segment which is linked with a certain phenotype, we examined the association between BoLa-DRB3 microsatellite polymorphism and dam body weight and birth weight of calves in Bali cattle. A total of 40 dams from Abuan Village, the District of Susut was investigated. The total DNA was extracted with QIAamp DNA blood mini kit. The locus was amplified using PCR technique with a 54OC annealing temperature.. Alleles were separated through PAGE 6%, and visualized with silver staining. We found 10 alleles which their length varied from 145 bp to 233 bp. Allele 195 had the highest frequency that was 35.0%. The HE, HO, PIC were 0.821, 0.875, and 0.791 consecutively. Statistical analysis showed that the polymorphism of DRB3 microsatellite had a marginally significant association (p < 0.1 to the dam body weight. However, it had no significant association to the birth weight of the calves. The results of the research reflect that the DRB3-BoLA gene has a weak potency in controlling the body weight. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; line-height:150%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

  9. Peningkatan Prestasi Peserta Didik dalam Menentukan Akar Pangkat Dua dan Pangkat Tiga Bilangan Bulat dengan Teknik Taksiran Cermat (TTC Di Kelas VII SMP Negeri 1 Tenggarang Tahun Pelajaran 2011/2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Hariyadi

    2012-06-01

    Full Text Available Peserta didik secara input kurang dalam penguasaan konsep matematika,  utamanya operasi hitung dasar pada bilangan bulat. Beberapa instrumen dan indikasi yang mendukung keadaan tersebut antara lain; 1    rata-rata nilai  pretes matematika peserta didik baru pada materi operasional dasar  bilangan bulat  disetiap awal tahun pelajaran, tidak lebih dari  5,00;  2 sejak tahun 2005 SMP Negeri 1 Tenggarang menjadi satu-satunya sekolah di kabupaten Bondowoso yang mendapatkan program Bridging Course dari pemerintah pusat didasarkan dari masih rendahnya tingkat kelulusan dan prestasi peserta didiknya. Sampel penelitian adalah  kelas VII C SMP Negeri 1 Tenggarang Tahun Pelajaran 2011/2012. Masalahnya adalah apakah Teknik Taksiran Cermat (TTC dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik dalam menentukan akar kuadrat bilangan bulat kuadrat sempurna dan akar pangkat tiga bilangan bulat kubik? Pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan penelitian ini menggunakan dua skenario pembelajaran yaitu RPP model 1 pada kegiatan inti TM dan RPP model 2 pada kegiatan TM remidial. Hasil pembelajaran dari dua model skenario pembelajaran, berdasarkan pengamatan proses; 1 Eksplorasi; respon peserta didik untuk menjawab pertanyaan kuis dalam waktu tidak lebih dari 3 menit tiap soal ada peningkatan dari 13 % menjadi 54,5 %; Ketepatan menjawab dengan benar soal kuis tidak lebih dari 3 menit tiap soal ada peningkatan dari 60% menjadi 83,3 %; 2 Elaborasi; keaktifan peserta didik dalam kelompok dari kurang aktif menjadi aktif; Ketepatan kelompok dalam mempresentasikan dengan benar soal-soal LKS ada peningkatan dari 40 % menjadi 80 %. Evaluasi keberhasilan pembelajaran; jumlah ketuntasan ada peningkatan dari 21,7 %  menjadi 100 % orang.

  10. ANALISA UNJUK KERJA SISTEM V-BLAST PADA KANAL FREQUENCY SELECTIVE FADING DALAM RUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN MODULASI J-ary QAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Harta

    2012-05-01

    Full Text Available Sistem V-BLAST (Vertikal BLAST merupakan salah satu sistem komunikasi tanpa kabel (wireless yang dapat meningkatkan kapasitas sistem dengan menggunakan antena pemancar dan penerima yang lebih dari satu, yang dikenal dengan multi elemen antenna. Dalam Vertikal BLAST ini, menggunakan modulasi J-ary QAM, dimana masing-masing pemancar dan penerima menggunakan J-ary QAM dan bentuk diagram konstelasi sinyal yang sama. Propagasi gelombang radio dari pemancar ke penerima pada sistem V-BLAST yang terjadi didalam ruangan (indoor dapat menimbulkan fading. Frequency selective fading merupakan salah satu bentuk fading yang dapat mengakibatkan interferensi antar simbol (ISI.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sistem V-BLAST yang menggunakan tingkat modulasi 4-QAM memiliki unjuk kerja yang lebih baik dari sistem dengan tingkat modulasi 8-QAM atau 16-QAM. Semakin tinggi nilai rms delay spread yang dinormalisasi, unjuk kerja sistem V-BLAST akan semakin buruk untuk seluruh tingkat modulasi QAM (J-ary QAM yang digunakan.

  11. PENGARUH KONSENTRASI BUAH CABAI MERAH (Capsicum annum L. DAN BUAH CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L. DALAM PRODUKSI BIOGAS DARI SAMPAH ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khamdan Cahyari

    2014-10-01

    Full Text Available Meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia berdampak positif bagi peningkatan jumlah pasar tradisional dan komoditas perdagangannya. Namun, permasalahan sampah yang ditimbulkan oleh kegiatan perdagangan tersebut masih belum dapat ditangani dengan baik. Tidak hanya itu, sampah pasar tradisional yang hanya ditimbun di area tempat pembuangan akhir (TPA telah menyebabkan pencemaran lingkungan berupa kontaminasi air tanah, emisi gas rumah kaca dan masalah kesehatan. Sampah pasar tradisional memiliki potensi yang besar untuk diolah menjadi biogas melalui metode anaerobic digestion. Dengan adanya mikroorganisme, proses ini mampu mendegradasi sampah organik menjadi bahan organik yang stabil dan biogas (metana dan karbondioksida. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses tersebut adalah adanya senyawa-senyawa antibiotik yang terkandung dalam sampah. Senyawa capsaicinoid dalam sampah buah cabai merupakan senyawa yang berperan dalam rasa pedas cabai memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja mikroorganisme dalam mendegradasi sampah menjadi biogas. Pengaruh konsentrasi buah cabai terhadap produksi biogas ini belum banyak diteliti dan diketahui sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menentukan konsentrasi minimal yang menyebabkan proses inhibisi (penghambatan.Hasil penelitian membuktikan adanya pengaruh konsentrasi buah cabai (capsaicinoid terhadap produksi biogas. Sampah pasar tradisional dengan konsentrasi 8 g VS/liter yang diumpankan terhadap konsorsium mikroorganisme tanpa adanya buah cabai menghasilkan yield biogas yang lebih tinggi dibandingkan dengan sampah yang tercampur buah cabai. Semakin tinggi konsentrasi buah cabai semakin besar pengaruh penghambatannya (inhibition. Hal ini ditunjukkan dengan menurunnya yield biogas yang dihasilkan. Konsentrasi buah cabai yang menghasilkan yield optimal diperoleh pada nilai konsentrasi 5 dan 8 g VS/liter untuk cabai merah dan cabai rawit secara berturut-turut. Yield tertinggi biogas dan gas metana ialah  35 dan 12 ml/g VS (cabai rawit. Persentase reduksi VS relatif cukup tinggi mencapai 75%.The rising of Indonesian welfare has a positive impact towards the number of traditional market and its commodity. However, the problem of waste as a result of the market activity still not handled properly. Moreover, the waste of traditional market which remains in the landfill resulted in pollution such as groundwater contamination, green house emission and also health problems.The waste of traditional market has a big potential to be processed as biogas through anaerobic digestion method. With the presence of microorganism, this process is capable of degrading organic waste into stable organic material and biogas (methane and carbon dioxyde. One of the factor which affecting the process are the antibiotic components contained by the waste. Capsaicinoid which found in chili is the component which responsible to provide the spicy taste, has a negative effect towards the microorganism in degrading the waste into biogas. The effect of chili towards biogas production is not widely known that needs to be investigated, therefore a research needs to be conducted to determine the minimum concentration which resulted in inhibition process. The research result shows the influence of the concentration of chili (capsaicinoid towards biogas production. Traditional market waste with 8g VS/litre which exposed to microorganism without the existence of chili reulted in higher amount of biogas than the one which mixed with chili. The bigger the concentration of chili, the bigger the inhibition. This is demonstrated by the the decreasing number of the yield of the biogas. The concentration of chili which can resulted in optimal yield production obtained at concentration value of 5 and 8 g VS/ litre for red chili and cayenne pepper respectively. The highest yield of biogas and methane are 35 and 12 ml/g VS (cayenne pepper. The VS reduction percentage is relatively high to 75%.

  12. Evaluasi dan Perancangan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3 Dalam Rangka Perbaikan Safety Behaviour Pekerja (Studi Kasus : PT. X, Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhinar Tiara Luckyta

    2012-09-01

    Full Text Available Kecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan yang melekat dalam dunia industri. Di Indonesia penyebab tingginya angka kecelakaan kerja salah satunya disebabkan karena kurangnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3. PT. X, merupakan perusahaan yang belum menerapkan SMK3 sedangkan lingkungan kerja perusahaan cukup mengandung potensi bahaya. Kecelakaan kerja sering terjadi dikarenakan pekerja sering melakukan tindakan tidak aman (unsafe behaviour. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi SMK3 perusahaan dan mendapatkan penyebab dari unsafe behaviour pekerja dengan menggunakan root cause analysis serta solusi perbaikan digunakan HFMEA. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 46 kriteria SMK3 belum terpenuhi. Sedangkan penyebab dari unsafe behaviour pekerja adalah fasilitas dan APD yang tidak nyaman untuk digunakan, suhu ruangan yang panas, kurangnya safety sign, kurangnya fungsi kontrol manajemen, dan tidak adanya peraturan yang tegas. Selain itu penelitian ini juga menghasilkan rancangan dan prosedur SMK3 yang mengacu pada Permenaker 05/MEN/1996

  13. PERBANDINGAN ANALISIS KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI ELUASI GRADIEN DENGAN ISOKRATIK PADA PENENTUAN VITAMIN B1, B2 DAN B6 DALAM SEDIAAN SIRUP MULTIVITAMIN SECARA SIMULTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Kasih Ariani

    2015-06-01

    Full Text Available ABSTRAK: Vitamin B terutama B1 (Tiamin, B2 (Riboflavin, dan B6 (Piridoksin sering terkandung dalam sirup multivitamin sehingga diperlukan analisis untuk mendeteksi secara simultan dalam campuran. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan analisis vitamin B1, B2, dan B6 dalam sirup multivitamin secara simultan dengan kromatografi cair kinerja tinggi eluasi gradien dan isokratik, menggunakan kolom C18, panjang 15 cm, dan dengan pelarut campuran metanol: air : asam asetat glasial (10:90:1. Fase gerak adalah campuran natrium heksan sulfonat 5 mM dalam asam asetat glasial 0,5% dengan metanol yang dicampur secara gradien. Kondisi optimum metode gradien diperoleh pada laju alir 2,0 mL/menit, panjang gelombang 280 nm dengan waktu retensi 3,441 menit untuk piridoksin; 4,985 menit untuk riboflavin dan 7,393 menit untuk tiamin dengan resolusi 2,272 antara riboflavin dan piridoksin. Hasil uji presisi riboflavin dan piridoksin menggunakan metode isokratik (campuran natrium heksan sulfonat 5 mM dengan metanol dengan perbandingan 70 : 30 masing-masing dengan RSD adalah 1,377 dan 1,376 sedangkan metode gradien adalah 0,693 dan 0,825. Uji linearitas ketiga vitamin menggunakan dua metode isokratik dan gradien memenuhi persyaratan dengan R2 = 0,999. Kata kunci : Vitamin B, sirup multivitamin, kromatografi cair kinerja tinggi ABSTRACT: The aim of this research is to compare the simultaneous analytical results of B1 (Tiamin, B2 (Riboflavin, and B6 (Piridoxin in multivitamin syrup between gradient and isocratic methods using high performance liquid chromatography (HPLC. The separation was performed on 15 cm length of C18 column and a mixture of methanol, water and glacial acetate acid with ratio of 10:90:1 was used as solvent. The eluent was a mixture of methanol and 5 mM sodium hexane sulfonate in 0.5% glacial acetate acid and gradually mixed using 2 different pumps. The optimal analytical conditions for gradient method were found to be 2,0 mL/min of flow rate and 280 nm of wavelength. On this gradient method, the vitamins were completely separated with retention times of 3.441 minutes, 4.985 minutes, and 7.393 minutes for piridoxin, riboflavin and tiamin respectively. Meanwhile, isocratic method (mixture of 5 mM sodium hexane sulfonate with metanol of 70 : 30 on the same conditions can only separate riboflavin and piridoxin. The RSD values for riboflavin and piridoxin were 1.377% and 1.376% respectively on isocratic methods and 0.693% and 0.825% respectively on gradient method. The linearity of both methods have fulfilled the requirement of R2 values that are higher than 0.999 for all vitamins. Keywords: B Vitamins, Multivitamin Syrup, High Performance Liquid Chromatography

  14. Perempuan Minangkabau dalam Politik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurwani Idris

    2010-06-01

    Full Text Available The aim of this study is to investigate Minangkabau women in politics who are well known for their egalitarian characteristics and have a central position in their community. There is a great gap between women representation and equality. In general, women's political representation and position in local politics are still low in West Sumatera. In fact, there is no causal relationship between women's egalitarian characteristics and their position in politics. In other words, the egalitarian characteristics do not significantly influence votes they may have in general election, since share of votes may depend greatly on electoral processes, such as recruitment systems; relationship with voters and social network with social organizations; relevant regulations providing more opportunities and facilitating women in their efforts to accomplish the elected post. To succeed in politics, they must have high interests in politics and make optimal efforts in a progressive and sustainable way.

  15. KOMPOSISI DALAM SENI FOTOGRAFI

    OpenAIRE

    Yekti Herlina

    2007-01-01

    The art of photography is not only a simple record of the real world, but becomes a complex creation of art and an image medium that also gives meaning and message. The quality of a good photo is not only becouse of its clear picture but also because of its proper lighting and also its good composition. Composition contains the elements of an image in a format. An image can be produced more effectively and meaningfully with an understanding of good composition. Composition is an instrument fo...

  16. MULTIKULTURALISME DALAM WACANA ALQURAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusli Azhari

    2012-06-01

    Full Text Available The paper deals with the concept of multiculturalism from the Quranic perspective. It is argued that since the beginning, the Quran recognised and appreciated diversity based on race, religion, culture, and so on. Even, the Quran itself was revealed in the multicultural context. The epistemological basis for multiculturalism in the discourse of the Quran is “human dignity”, from which emerge a set of basic rights that must be respected and protected, which becomes an ethical foundation of multiculturalism. As a consequence of protecting the basic rights, the concept of justice and equality comes to surface. Since human beings are created as sacred and equal, hurting them and their rights is violation to universal humanity. Therefore, to achieve peace, toleration is necessary. To do this task, the strategy of anti-discrimination and prejudice reduction to different groups based on ethnicity, race, culture, and religion—is highly necessary to be established according to local context.

  17. Algoritma Berkebarangkalian dalam Pengoptimuman

    OpenAIRE

    Siska Candra Ningsih; Yosza Dasril; Ismail Bin Mohd

    2005-01-01

    This article discusses the efficiency of the probabilistic algorithm for determining the optimal point of global optimization problems. Randomness and normality tests were conducted to verify that the optimization problem constitutes a Wiener process. Furthermore, two numerical examples are given with different gamma values to illustrate the efficiency of the algorithm.

  18. ?IKMAH DALAM PERSFEKTIF ALQURAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhyiddin Tahir

    2012-06-01

    Full Text Available The Qur’an is admitted by Muslims as a collection of God's words which have been recorded in the form of a book. The word ?ikmah is one of the words repeatedly stated in the Qur’an, but the word will have its own meaning, when coupled with specific words in the Qur’an. Therefore, the use of the word in the Qur'an should be interpreted and understood. That understanding can be extracted from the Qur'an itself, which is also considered the ?ikmah because it is full of wisdom that should be applied, both in individual life and in the social life.

  19. Akronim dalam Bahasa Arab

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Sufyan

    2011-02-01

    Full Text Available Abreviation is a morphemic process. In Arabic one of the abreviation processes is annaht. This process plays a significant role in the development of Arabic in general, and its vocabulary in particular.The result shows that structurally annaht in Arabic derives from combining two or more elements into one word; this process occurs either by eliminating a fart of the elements of the consonanst or combining all of the elements, written/pronounced as one syllable/phonem. Annaht can be formed frm words, phrases and sentences. Semantically, the meanings of the determining elements forming annaht and those of the annaht itself have either direct or indirect relationship. The meaning of annaht can be synonymous with, more specific, more general than or associated with that of the determining elements.

  20. Bahasa Dalam Karya Ilmiah

    OpenAIRE

    Hartisari

    2010-01-01

    A scientific language is a realization of the scientific work. The scientific work has characteristic to be objective, impersonal or nirpersonal, technique and practice. Besides, the scientific language is realized in writing. Thus, the scientific language realizes those five characteristics. This writing describes the realization of the scientific language which can be the report of research, essay, scientific article. The usage of the standard Indonesian language in scientific text is ...

  1. GENDER DALAM TINJAUAN TAFSIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zaitunah Subhan

    2012-01-01

    Full Text Available The  justice gender of issues continues to be voiced. The justice is the most central ideas as well as the highest goal is preached by every religion. Principal of mission of the al Qur’an Islamic Holy Book was revealed to free mankind from all forms of discrimination and oppression. Interpretations is the key to unlock the beauty of meaning which savings in the Qur'an.Keywords : Gender, Tafsir PerspectiveCopyright © 2012 by Kafa`ah All right reservedDOI : 10.15548/jk.v2i1.34

  2. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP AUDIENCE TERHADAP PRODUCT/BRAND PLACEMENT DALAM ACARA TV (STUDI KASUS INDONESIAN IDOL 2007 & MAMAMIA SHOW 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leonid Julivan Rumambi

    2008-01-01

    Full Text Available Product/brand placement is not such a new matter in the marketing world, including in Indonesia in the last few years. These practice have been conducted at 1920 by cigarette's company in USA, while on the success story can be found on E.T (Extra-Terrestrial: the movie by 1982 presenting Reese's Pieces candy. Product/brand placement can be found widely in various medium starting from movies, TV shows, comics, games, video clip, etc. Today, various TV shows like 'Akademi Fantasi Indosiar (AFI', 'Indonesian Idol', 'Mamamia Show', 'Kontes Dangdut Indonesia (KDI', 'Empat Mata', 'Katakan Cinta', 'I-Gosip' & 'Cek & Ricek' are popular to advertise and become alternative medium for product / brand placement. In order to make the right decisions by conducting product/brand placement especially in TV shows, the company should know & understand several factors that influence audience attitude towards product/brand placement. Based on article entitled 'audience attitude towards product placement in movies: a case from Turkey' as a referred journal, the result of the research conducted have been formed four factors influencing attitude of audience toward product/brand placement. The four factors are 'attention', 'acceptance', 'reference' and 'ethics & regulation' with total variance explained equal to 53,53%. By conducting principal component factor analysis for this research, there are five factors influencing audience attitude toward product/brand placement formed with the total variance explained equal to 63,823 %. Three among other formed factors have several similar variables with the factor in the referred journal, while the two other factors compiled with only two variable/statement item for each. The percentage of each factor were 'acceptance' (18,923%, ethics & regulation (14,978%, attention (13,844%, reference (9,139% and interest (6,939%. The result of this research tried to conclude and give some input related with the final result of the main factors analysis only. This result of factors analysis can be categorized as minimum factors which are responsible for maximum variance in order to support another research. Abstract in Bahasa Indonesia : Product/brand placement bukan merupakan hal baru dalam dunia pemasaran, termasuk di Indonesia setidaknya beberapa tahun terakhir. Dalam dunia perfilman di Amerika Serikat praktek inipun sudah bisa ditemukan pada tahun 1920 an oleh perusahaan rokok, sedangkan sebuah fenomena product/brand placement yang dianggap sebagai salah satu puncak keberhasilan metode ini adalah film E.T: The Extra-Terrestrial pada tahun 1982 yang menampilkan permen Reese's Pieces. Aplikasi product/brand placement dapat ditemukan secara luas di berbagai variasi medium mulai dari film, acara televisi dengan berbagai format tayangan, komik, video games, video klip, dll. Di Indonesia berbagai format acara televisi sudah mulai menjalankan product/brand placement seperti pada 'Akademi Fantasi Indosiar' AFI, 'Indonesian Idol', 'Mamamia Show', 'Kontes Dangdut Indonesia (KDI', 'Empat Mata', 'Katakan Cinta', 'I-Gosip' & 'Cek & Ricek' serta berbagai acara populer yang lain. Dalam aplikasinya terdapat tantangan bagi sponsor maupun perusahaan terkait (baik itu production house, perusahaan televisi/broadcaster, percetakan, grup musik, dll untuk bisa mengetahui faktor-faktor utama yang mempengaruhi sikap audience terhadap product/ brand placement serta seberapa besar kontribusi masing-masing faktor yang ada. Adapun berdasarkan artikel pedoman yang digunakan penelitian ini dihasilkan empat faktor yang mempengaruhi, yaitu attention, acceptance, reference serta ethics & regulation dengan the explained variance sebesar 53,53%. Aplikasinya lebih lanjut ternyata menghasilkan lima faktor yang tersusun dari 23 variabel/item pernyataan yang sudah ada. Dari kelima faktor yang dihasilkan tiga diantaranya masih memiliki sebagian variabel pembentuk/ penyusunnya yang terdahulu seperti pada artikel jurnal (faktor attention, acceptance serta ethics & regulation, sedangkan dua faktor yang lain yang hanya disusun dari mas

  3. ISOLASI, IDENTIFIKASI, DAN ELUSIDASI STRUKTUR SENYAWA ALKALOID DALAM EKSTRAK METANOL-ASAM NITRAT DARI BIJI MAHONI BEBAS MINYAK (Swietenia macrophylla, King

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Mursiti

    2014-06-01

    Full Text Available Abstrak __________________________________________________________________________________________ Telah dilakukan penelitian tentang isolasi, identifikasi, dan elusidasi struktur  senyawa alkaloid dalam ekstrak metanol-asam nitrat dari biji mahoni bebas minyak (Swietenia macrophylla King. Biji mahoni diambil minyaknya dengan cara ekstraksi soxhlet menggunakan pelarut petroleum eter selama 8 jam. Isolasi senyawa alkaloid menggunakan metanol dan larutan asam nitrat 10%. Sebanyak satu gram ampas biji mahoni bebas minyak dicampur dengan 1 mL larutan asam nitrat 10%, kemudian ditambah 5 mL metanol dalam erlenmeyer bertutup disertai pengocokan selama 5 menit pada suhu 60oC menggunakan penangas air, setelah itu disaring, ditambah 1 mL larutan amonia 10%, kemudian disaring, dan dipekatkan. Ekstrak kemudian dianalisis dengan KLT, kemudian dipisahkan dengan kromatografi kolom. Sebagai penyerap pada kolom digunakan silika gel 40, panjang kolom 27 cm, diameter 2,8 cm, eluen yang digunakan  adalah kloroform:metanol (95:5, dan jumlah tetesan 15-20  per menit. Setiap fraksi yang diperoleh dari kromatografi kolom dianalisis dengan KLT menggunakan lampu UV. Uji alkaloid menggunakan pereaksi Dragendorff 130 dan 132. Fraksi yang positif merupakan fraksi yang mengandung alkaloid. Kemudian fraksi ini dianalisis lebih lanjut untuk identifikasi struktur dengan GC, spektrometer IR, UV, dan 1HNMR. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam ekstrak diperkirakan terdapat senyawa alkaloid yakni 3,4,5-trietil-6-metoksi-2-metil-1,2-dihidro-piridin.   Abstract __________________________________________________________________________________________ It has been conducted a research on the isolation, identification and structural elucidation of alkaloid compounds in methanol-nitric acid extract of the oil-free mahogany seeds (Swietenia macrophylla, King. The oil was taken from mahogany seed by Soxhlet extraction and using petroleum ether solvent for 8 hours, while the isolation of alkaloid compound used methanol and 10 % nitric acid solution. A gram of oil-free mahogany slag was mixed with 1 mL of 10 % nitric acid solution, then it was added with 5 mL of methanol in a cap erlenmeyer and stirred for 5 min at 60 °C by using water bath, after that it was filtered and added by 1 mL of 10 % ammonia solution, then it was filtered and concentrated. The extract was analyzed by TLC and separated by column chromatography. As absorbent, it used silica gel column 40 with length of 27 cm, diameter 2.8 cm, while the eluent that was used was chloroform : methanol (95:5, and the number of droplets was 15-20 per minute. Each fraction obtained from column chromatography was analyzed by TLC using UV light. While, alkaloids test was analyzed by using Dragendorff reagent 130 and 132. Positive fraction is the fraction containing alkaloids, then this fraction was analyzed further more to identify the structure by using GC, IR spectrometer, UV and 1HNMR. The analysis showed that the extract was estimated that there are alkaloid compounds consisting of 3,4,5-triethyl-6-methoxy-2-methyl-1,2-dihydro-pyridine.

  4. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit RBD Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga ?-Alumina (CaO/MgO/ ?-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niar Kurnia Julianti

    2014-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan katalis heterogen. Penelitian ini mengembangkan katalis berpromotor ganda berpenyangga y-alumina (CaO/MgO/y-Al2O3 dalam reaktor fluidized bed. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO dan MgO pada y-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor. Kemudian, katalis dioven selama 12 jam pada suhu 110C dan dikalsinasi pada suhu 700 C selama 5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk proses transesterifikasi dengan ratio molar minyak metanol 1:36; variabel massa katalis 4, 7, 10, 13, 16 gram; laju alir reaktan 4, 7, 10, 13, 16 ml/menit; dan suhu 125, 150, 175, 200, 225 C. Dimana yield dan % konversi terbaik dari penelitian diperoleh sebesar 0,642 gr biodiesel/gr minyak dan 63,975% pada massa katalis 16 gram, suhu 225 C dan laju alir reaktan 4 ml/menit.

  5. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga ?-Alumina (CaO/KI/?-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunu R Puspitaningati

    2013-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan penggunaan katalis heterogen untuk menggantikan penggunaan katalis homogen. Penelitian ini mengembangkan katalis CaO/KI?-Al2O3­. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO pada ?-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor selama 3 jam lalu impregnasi KI selama 3 jam. Kemudian, dioven selama 12 jam pada suhu 110oC dan dikalsinasi pada suhu 650oC selama 4,5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk membantu proses transesterifikasi biodiesel dengan variable massa katalis, rasio molar minyak dan metanol, dan suhu. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa biodiesel dapat diproduksi melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis CaO/KI/?-Al2O3­ dalam reaktor fluidized bed. Kemurnian tertinggi dari biodiesel yang didapatkan yaitu sebesar 99,17%. Yield dan konversi tertinggi sebesar 97,19% dan 96,89%  didapatkan pada penggunaan massa katalis 16 gram dan rasio molar minyak dan metanol 1 : 36 serta kondisi operasi suhu 225oC dan laju alir umpan 6 ml/menit (waktu tinggal 8 jam memiliki densitas sebesar 0,853 gr/ml serta viskositas sebesar 5,53 mm2/s (cSt.

  6. STUDI KOMPARASI SIFAT FOTOKATALIS DAN AGLOMERITAS NANOPARTIKEL TIO2 SEBAGAI PENGARUH DISPERSANT ETILEN GLIKOL DAN TRITON X 100 DALAM DIRT-FREE PAINT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Sawitri

    2014-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi dispersant terhadap stabilitas fotokatalis dan aglomeritas nanopartikel TiO2 sebagai optimasi dirt-free paint, yaitu bahan komposit cat yang mempunyai sifat anti noda dan mampu membersihkan dirinya sendiri (self-cleaning dengan bantuan cahaya dan air. Dispersant yang digunakan Etilen Glikol dan Triton X 100. Komposisi massa TiO2 2% massa cat, dengan perbandingan anatase : rutile sebesar 90:10. Pengujian yang dilakukan meliputi uji DSC, XRD, FTIR, uji self-cleaning, dan SEM-EDX. Dari uji self-cleaning dengan dua macam pengotor, diperoleh hasil bahwa untuk pengotor lumpur, sampel terbaik adalah sampel dengan dispersant Etilen Glikol, dengan selisih luas pengotor 35,77%. Untuk pengotor pewarna makanan, sampel TiO2 dengan dispersant Triton X 100 memiliki selisih luas pengotor 17,64%. Hasil uji SEM-EDX menunjukkan ukuran partikel TiO2 rata-rata untuk cat tanpa dispersant adalah 132.02 nm, dan dengan dispersant Etilen Glikol menjadi 118.54 nm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bahan dispersant dapat menimbulkan sifat self cleaning, serta mampu mendispersikan TiO2 di dalam cat dengan baik.

  7. EFEK PENAMBAHAN ION TARTRATE TERHADAP ELEKTRODEPOSISI Mn-Cu PADA PIPA BAJA KARBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Warlinda Eka Triastuti

    2013-01-01

    Full Text Available Sistem perpipaan pada kapal laut menunjang seluruh sistem dalam kapal. Pipa-pipa ini merupakan tempat mengalirnya uap ataupun cairan yang berupa air, bahan bakar ataupun minyak pelumas. Tekanan, temperatur dan jenis fluida yang mengalir dalam pipa dapat mengakibatkan korosi yang akhirnya mempengaruhi kekuatan dan umur pipa. Salah satu metode untuk menurunkan laju korosi yaitu penggunaan anoda korban. Jenis anoda korban yang digunakan dalam penelitian ini adalah paduan mangan-tembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan karakter korosi elektrodeposisi Mn-Cu pada baja AISI 1020.  Proses elektroplating dilakukan dan dengan tanpa penambahan surfaktan potassium sodium tartrate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrodeposisi Mn-Cu yang dihasilkan dari proses pelapisan pada baja AISI 1020 dengan penambahan  potassium sodium memiliki performance yang lebih baik karene logam Mn-Cu menempel pada permukaan baja lebih merata. Laju korosi terendah sebesar 1.116 mpy pada waktu deposisi 180 detik.

  8. EFFECT OF TRADITIONAL BIRTH ATTENDANT TRAINING ON MATERNAL KNOWLEDGE OF PREGNANCY AND NEWBORN RISK FACTORS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. F. Peeters

    2012-09-01

    Full Text Available Sebagai bagian dari studi intervensi di Tanjungsari, telah dilaksanakan dua survai di suatu kecamatan di Jawa Barat. Tujuan survai adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan mengenai faktor-faktor risiko dari penduduk wanita usia reproduktif dalam kecamatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat pengetahuan yang cukup tinggi pada responden mengenai faktor-faktor risiko, yang kurang diketahui sebagai faktor-faktor risiko ialah berat badan lahir, penurunan berat badan bayi baru lahir, panjang badan, lingkaran lengan atas dan kelahiran kembar. Dapat disimpulkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan cukup tinggi, masih perlu diusahakan peningkatan pengetahuan tersebut. Pengetahuan saja belum cukup untuk terjadinya pembahan dalam perilaku. Faktor yang menunjang untuk melaksanakan rujukan seperti perbaikan jalan dan transportasi, tersedianya pelayanan kesehatan dan perbaikan sosial ekonomi juga sangat penting untuk berubahnya perilaku rujukan.

  9. PENGAMBILAN AIR DARI SISTEM ISOPROPIL ALKOHOL – AIR DENGAN DISTILASI ADSORPTIF MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM DAN SILIKA GEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silviana Silviana

    2011-07-01

    Full Text Available Isopropil alkohol (IPA merupakan pelarut umum yang digunakan di industri. Secara ekonomi, dalam penggunaan pelarut perlu diupayakan proses pengambilan kembali pelarut tersebut. Kendala pengambilan kembali pelarut IPA dalam sistem IPA–air adalah sistem tersebut membentuk azeotrop. Untuk itu, penelitian ini mengkaji proses pengambilan air dalam sistem IPA–air melalui proses distilasi adsorptif menggunakan adsorben zeolit alam dan silika gel sebagai adsorbennya. Percobaan dilakukan dengan variabel tetap volume umpan sebesar 200 ml, dan variabel berubah jenis adsorben (zeolit alam dan silika gel dan komposisi umpan IPA (70, 73, 75, 80 %-b. Proses distilasi adsoprsi dijalankan selama 30 menit sampai keluar produk, selanjutunya pengambilan produk untuk dianalisa tiap 5 menit dengan analisa gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan adsorben silika gel lebih efektif dan selektif menyerap air daripada zeolit alam. Dan didapat kondisi optimum penggunaan silika gel komposisi umpan adalah 75% berat IPA dalam larutan hingga kemurnian IPA hingga 91,6% pada menit ke dua puluh.

  10. Studi Numerik Interaksi Vortex-Induced Vibrations (VIV antara Empat Silinder Tegak Fleksibel dengan Konfigurasi In-Line Square dalam Aliran Uniform

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shade Rahmawati

    2012-09-01

    Full Text Available Vortex-induced Vibration (VIV di sekitar sekelompok silinder adalah suatu fenomena yang umum ditemui pada aplikasi teknik saat ini, seperti aliran fluida yang melewati kabel, struktur lepas pantai, dan lain sebagainya. VIV dapat menyebabkan berkurangnya umur operasi suatu equipment dan dapat berakibat pada kecelakaan atau kegagalan operasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami mekanisme terjadinya VIV dan rangkaian interaksi fluida-struktur dalam rangka meningkatkan kualitas desain equipment. Makalah ini menyajikan studi numeris tiga dimensi (3-D aliran laminar di sekitar empat silinder tegak fleksibel dalan konfigurasi in-line square. Penelitian difokuskan pada pengaruh spacing ratio (S*x dan S*y, aspect ratio (L/D, dan Reynold Number (Re terhadap karakteristik aliran tiga dimensi di sekitar silinder. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa pada small spacing ratio, nilai koefisien gaya lift (CL dan koefisien gaya drag (CD cenderung mengecil karena mendapat pengaruh redaman dari silinder lain, namun kemudian kembali normal pada konfigurasi di atas critical spacing ratio 3.5D. Perpindahan silinder yang terjadi sangat kecil dengan A/D maksimum searah aliran sebesar 0.00053, dan A/D maksimum tegak lurus aliran sebesar 0.0003. Variasi aspect ratio memberikan efek penurunan nilai CL pada downstream cylinder pada spacing ratio 3.5-5. Sedangkan pengaruh variasi Reynold Number yang semakin besar memberikan nilai CD dan CL yang semakin menurun, dan sebaliknya besarnya displacement silinder yang terjadi semakin meningkat. Pada Re=100 dan Re=200, VIV yang terjadi pada upstream cylinder adalah in-line vibrations, sedangkan downstream cylinder mengalami cross-flow vibrations. Pada Re=300, baik upstream maupun downstream cylinder mengalami in-line vibrations.

  11. Karakteristik Penderita Dispepsia Fungsional yang Mengalami Kekambuhan di Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sumatera Barat Tahun 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yui Muya

    2015-07-01

    Full Text Available AbstrakDispepsia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemui dokter dalam praktek sehari-hari. Prevalensi dispepsia fungsional di Inggris mencapai 23,8%, sedangkan di Amerika Serikat 15%. Di Indonesia belum terdapat prevalensi penyakit ini secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita dispepsia yang mengalami kekambuhan di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sumatera Barat tahun 2011. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 63 data penderita tetapi sampel yang memenuhi syarat hanya 42 penderita. Proporsi tertinggi penderita dispepsia adalah kelompok umur 46-55 tahun (38,1%, jenis kelamin perempuan (64,3%, suku minang (97,6%, agama Islam (100%, tingkat pendidikan akademik/PT (50,0%, pekerjaan ibu rumah tangga (35,7%, dan status telah kawin (71,4%. Kepada praktisi kesehatan atau dokter lini pertama agar dapat memaksimalkan usaha-usaha promosi kesehatan, sehingga masyarakat mendapat pengetahuan terutama mengenai sindrom dispepsia fungsional.Kata kunci: dispepsia fungsional, karakteristik penderita, kekambuhan AbstractDyspepsia is one of the common health problems that found by the doctors in daily practice. Prevalence rate of functional dyspepsia in the England is about 23.8% while in United Stated is about 15%. In Indonesia, there has been no overall disease prevalence. The objective of this study was to investigate the characteristics of hospitalized patients with dyspepsia who have a relapse at Dr M. Djamil Hospital Padang, West Sumatra in 2011. This study uses descriptive cross sectional design. Population data were 63 patients but only 42 samples were taken. The highest proportion of dyspeptic patients was 46-55 years age group (38.1%, female (64.3%, ethnic Minang (97.6%, Moslem (100%, education level Academic (50.0%, Housewife (35.7%, and Married (71.4%. Health practitioners or physician in order to maximize the health promotion efforts, so that people get the knowledge, especially regarding functional dyspepsia syndrome.Keywords: functional dyspepsia, patient characteristics, relapsing

  12. KONTRIBUSI HEWAN MAMALIA SAPI, KERBAU, KUDA, BABI DAN ANJING DALAM PENULARAN SCHISTOSOMIASIS DI KECAMATAN LINDU KABUPATEN SIGI PROPINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunawan Gunawan

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakSchistosomiasis merupakan penyakit parasitik jaringan yang terabaikan. Schistosomiasis adalah penyakit parasitik yang bersifat zoonosis, selain menginfeksi manusia juga menginfeksi hewan mamalia lainnya. Ada 13 mamalia yang diketahui dapat terinfeksi oleh schistosomiasis antara lain sapi(Bos sundaicus, kerbau (Bubalus bubalis, kuda (Equus cabalus, anjing (Canis familiaris, babi (Sus sp, musang (Vivera tangalunga, rusa (Carvus timorensis, dan berbagai jenis tikus (Rattus exulans, R. hoffmani, R. chysomomusrallus, R. marmosurus, R norvegicus, R palallae. Di Indonesia schistosomiasis disebabkan oleh cacing Schistosoma japonicum dan hanya ditemukan endemik di Sulawesi Tengah yaitu di dataran tinggi Lindu, Napu dan Bada.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi reservoir dalam penularan schistosomiasis di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah. Metode penelitian ini adalah deskriptif observational dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data primer dilakukan dengan mengobservasi mamalia yang berisiko,dengan pengambilan dan pemeriksaan sampel tinja hewan mamali tersebut. Sejumlah 219 sampel tinja hewan mamalia yang terdiri dari sapi, kerbau, anjing, babi dan kuda diperiksa dengan menggunakan metode sentrifugasi formalin-eter. Dari hasil pemeriksaan tinja yang dilakukan dilaboratorium Parasitologi Balai Litbang P2B2 Donggala sebanyak 54 sampel tinja hewan mamalia (sapi, kerbau, anjing, babi dan kuda positif terinfeksi S.japonicum.Kata kunci : Schistosomiasis, hewan mamalia, Schistosoma japonicumAbstractSchistosomiasis is one of neglected parasitic diseaseds and also a zoonosic disease, in addition to humans it also infect mammals. There were 13 known mammals that can be infected by schistosomiasis, i.e. cattle (Bos sundaicus, buffalo (Bubalus bubalis, horse (Equus Cabalus, dog (Canis familiaris, pig(Sus sp, civet cat(Vivera tangalunga, deer (Cervus timorensis, and various types of rat (Rattus exulans, R. hoffmani, R. chysomomusrallus, R. marmosurus, R. norvegicus, R. palallae. In Indonesia schistosomiasis is caused by Schistosoma japonicum and is only found in three endemic areas in the highlands of Central Sulawesi i.e Lindu valley, Napu and Bada, in the province of Central Sulawesi. The intermediate host is a amphibious snail, Ocomelania hupensis lindoensis. This study was aimed to determine the contribution of mammals in the transmission of schistosomiasis in Lindu Valley endemic areas, District Sigi. Method of this study was descriptive observational and cross sectional. Primary data were collected by observing the risk, retrieval and examination of stool samples of mammals. A total of 219 stool samples of cows, buffaloes, dogs, pigs and horses were examined using formalin - ether centrifugation method.Stool examination were conducted in the Parasitology Laboratory, Vector Borne Diseases Research Unit, NIHRD, Donggala. The results shown that a total of 54 stool samples of mammals (cows, buffaloes, dogs, pigs and horses, all were positive with S.japonicum eggs.Keyword : Schistosomiasis, mammals, Schistosoma japonicum

  13. ANALISA KEKUATAN TARIK PENYAMBUNGAN PELAT DENGAN KETEBALAN BERBEDA PADA TYPE SAMBUNGAN BUTT JOINT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A.F. Zakki

    2012-04-01

    Full Text Available Pengelasan merupakan suatu cara untuk menyambung dua buah logam tanpa mengurangi kekuatan dan bentuk material logam tersebut. Pengerjaan Pengelasan memiliki porsi 1/3 dari seluruh pengerjaan pembuatan kapal. Sambungan tumpul atau butt joint adalah jenis sambungan yang paling efisien dan salah satu sambungan yang terbanyak diaplikasikan pada pengerjaan pengelasan konstruksi kapal. Penyambungan pelat dengan type butt joint pada umumnya dijumpai antara pelat yang mempunyai ketebalan yang sama, tetapi didaerah tertentu sering juga dijumpai penyambungan antara pelat yang berbeda ketebalan. Pada penyambungan jenis ini ditemukan dua macam metode dalam penyambungannya, yaitu dengan menyamakan ketebalan pelat pada tepi yang akan dilas (Chamfering dan tanpa menyamakan ketebalannya(non-Chamfering sehingga dari kedua metode tersebut akan dibandingkan kekuatan tarik sambungannya disertai analisis teknis dan biayanya. Dari hasil penelitian yang dilakukan di didapatkan hasil tegangan Tarik, tegangan luluh, dan perpanjangan dari kedua metode penyambungan yaitu antara metode Chamfering dan non-Chamfering memiliki hasil pengujian yang relatif sama dan memiliki persamaan pula  yaitu di daerah yang mempunyai ketebalan pelat yang lebih tipis (pelat berketebalan 6 mm hal ini membuktikan kekuatan sambungan las dari metode Chamfering dan non-Chamfering lebih besar dari pada kekuatan material/logam induknya masing-masing. Ditinjau dari segi analisa biaya menunjukkan perlakuan dengan metode Chamfeing merupakan metode yang lebih efisien dibandingkan metode non-Chamfering . 

  14. KAJIAN INTERAKSI ION Co2+ DENGANSELULOSA DARI SERBUK GERGAJIKAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risfidian Mohadi

    2013-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan pemisahan selulosa dari serbuk gergaji kayu dengan menggunakan metanol dan HCldengan konsentrasi1%, 3%, 7%, dan 11%(v/v dalam waktu 3 jam. Selulosa hasil pemisahan dikarakterisasi dengan spektroskopi FT-IR untuk selanjutnya digunakan sebagai adsorben ion logam Co2+ dalam medium air. Proses adsorpsi dipelajari melalui berbagai waktu interaksi, variasi konsentrasi, dan desorpsi terpisah. Spektrum infra merah menunjukan bahwa selulosa hasil pemisahan dari serbuk gergaji kayu dengan konsentrasi asam 5% memiliki kemiripan dengan spektrum inframerah selulosa standar. Konstanta laju adsorpsi ion logam Co2+ pada selulosa hasil pemisahan sebesar2.10-4 denganenergy adsorpsi sebesar 31,54 kJ/molserta pada serbuk gergaji kayu sebesar 4.10-4 dengan energy adsorpsi31,00kJ/mol. Kapasitas adsorpsi ion logam Co2+pada selulosa hasil pemisahan sebesar 0,55 x10-4 mol/g dan 0,09 x10-4mol/g untuk serbuk gergaji kayu. Desorpsi terpisah ion logam Co2+ menggunakan H2O, Na-EDTA, Amonium asetat, dan HCl menunjukan interaksi yang kuat ion logam Co2+ pada selulosa dan serbuk kayu. Separation of cellulosefrom wood sawdust using methanol and hydrocloric acid in acid concentrations of 1%, 3%, 7%, dan 11%(v/v for 3 hours has been carried out. The cellulose was characterized using FT-IR spectroscopy and used as adsorbent for Co2+ metal ion in aqueous medium. Adsorption process was studied by varying the interaction time, concentration of solution, and desorption. The FT-IR spectrum of cellulose obtained from wood using 5% HCl has similarity withFT-IR spectrum of the standardcellulose. The adsorption rate constant and adsorption energy ofCo2+on cellulose obtained from wood sawdustare 2.10-4 and31,54 kJ/mol respectively,meanwhile those values are4.10-4  and 31.00 kJ/mol respectively on raw wood sawdust.The adsorption capacity  of cellulose andof wood sawdust are 0,55 x10-4 mol/g and 0,09 x10-4mol/g, respectively.The separated desorption of Co2+ metal ion using H2O, Na-EDTA, Amonium acetic, and HCl showedthat Co2+wasstrongly bound to cellulose and wood sawdust.

  15. Reaksi Antara Gliserol dan o-Metoksi Fenol Dalam Suasana Basa dan Asam Sebagai Upaya Pendahuluan Pemanfaatan Gliserol dari Produk Samping Produksi Biodiesel Untuk Pembuatan Obat Batuk Gliseril Guaiakolat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ritmaleni Ritmaleni

    2013-11-01

    Full Text Available Berbagai kondisi reaksi basa dan asam termasuk penggunaan asam Lewis telah diaplikasikan pada reaksi antara gliserol dan o-metoksi fenol sebagai upaya dalam pemanfaatan gliserol dari hasil samping produksi biodiesel berbahan dasar minyak jelantah. Reaksi ini nantinya akan digunakan pada pembuatan obat batuk gliseril guaiakolat. Kondisi reaksi yang dilakukan belum menghasilkan suatu reaksi yang berjalan secara optimal sehingga masih diperlukan penelitian berikutnya. Some reaction conditions in basic and acid including Lewis acid have been applied on the reaction between glycerol and o-methoxy phenol. This study is an attempt to use glycerol as by-product of waste cooking oil-based biodiesel production. This reaction will be applied for synthesizing of cough medicine named glyceryl guaiacolate. Based on the results obtained, the reaction conditions applied were still not fit yet for optimum reactionand need to be found in the further study.

  16. TRANSISI EPIDEMIOLOGI DI INDONESIA DALAM DUA DEKADE TERAKHIR DAN IMPLIKASI PEMELIHARAAN KESEHATAN MENURUT SURVEI KESEHATAN RUMAH TANGGA, SURKESNAS, RISKESDAS (1986-2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarimawar Djaja

    2013-02-01

    Full Text Available Abstract The result of cause of death from several national health surveys could provide an analysis of the epidemiological transition in Indonesia as well as health care efforts to improve public health. Material taken from the Household Health Survey (HHS 1986, 1992, 1995, National Heath Survey (Surkesnas 2001, Baseline Health Research (Riskesdas 2007 using cross-sectional method for the death over a period of one year before the survey in selected households. The sample of the 1986 HHS comes from 7 provinces covering 56,900 households (HH based on stratified random sampling technique. Household Health Survey sample in 1992, 1995, 2001, 2007 using a Susenas core sample that include 65,664 HH, 206,240 HH, 211,168 HH, 258,366 HH, taken by Probability Proportional to Size method. Cause of death data was collected by quesioner using verbal autopsy technique and was classified based on ICD-9 and ICD-10. Ongoing epidemiological transition period continues in Indonesia and unfinished, this Epidemiological Transition has started earlier in Java-Bali, more powerful, and run faster than in outer Java-Bali. Regions reduction of the burden of disease is focused on communicable diseases and non-communicable diseases. In Java Bali region, the burden to overcome non communicable diseases is greater than the burden to overcome communicable disease. In outer Java Bali region, the burden to handle communicable disease including maternal and perinatal disorder is greater than in Java Bali region. The Government responsibility to ensure equitable health care for all citizens, to improve the quality of health care resources and to arrange performance of duty are evenly distributed throughout Indonesia. Key words: epidemiological transition, diseases, region AbstrakPenyakit penyebab kematian hasil dari beberapa kali survei kesehatan yang bersifat nasional dapat memberikan analisis transisi epidemiologi di Indonesia serta upaya pemeliharaan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bahan berasal dari hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT 1986, 1992, 1995, Surkesnas 2001, Riskesdas 2007 menggunakan metode potong lintang (cross-sectional untuk peristiwa kematian dalam kurun waktu satu tahun pada masing-masing survei tersebut di rumah tangga terpilih.  Besar sampel SKRT 1986 berasal dari 7 provinsi yang mencakup 56.900 rumah tangga (RT berdasarkan stratified random sampling technique. Sampel SKRT 1992, 1995, Surkesnas 2001, Riskesdas 2007 menggunakan sampel Susenas Kor yang mencakup 65.664 RT, 206.240 RT, 211.168 RT, 258.366 RT, diambil dengan menggunakan metode Probability Proportional to Size (PPS. Data penyebab kematian dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan teknik autopsi verbal dan diklasifikasi berdasarkan ICD ke 9 dan 10. Masa transisi epidemiologi sedang terus berjalan di Indonesia dan belum selesai,  masa transisi ini telah dimulai di Jawa Bali lebih awal, lebih kuat, serta berjalan lebih cepat dibandingkan di wilayah luar Jawa Bali.  Pengurangan beban penyakit difokuskan pada penyakit menular dan tidak menular. Beban untuk mengatasi penyakit tidak menular di wilayah Jawa Bali lebih besar daripada beban untuk mengatasi penyakit menular. Beban penanganan penyakit menular termasuk penyakit maternal dan gangguan pada masa perinatal lebih besar di luar Jawa Bali daripada di Jawa Bali. Pemerintah wajib merealisasikan jaminan pemeliharaan kesehatan yang berkeadilan bagi seluruh penduduk, peningkatan kualitas sumber daya tenaga kesehatan dan pengaturan pelaksanaan penugasan yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Kata kunci: transisi epidemiologi, penyakit, wilayah

  17. PENGARUH VISKOSITAS DAN LAJU ALIR TERHADAP HIDRODINAMIKA DAN PERPINDAHAN MASSA DALAM PROSES PRODUKSI ASAM SITRAT DENGAN BIOREAKTOR AIR-LIFT DAN KAPANG Aspergilus Niger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kristinah Haryani

    2012-04-01

    Full Text Available  EFFECT OF VISCOSITY AND FLOW RATE ON THE HYDRODYNAMICS AND MASS TRANSFER ON CITRIC ACID PRODUCTION USING Aspergilus Niger YEAST IN AN AIR-LIFT BIOREACTOR. Citric acid is an important organic acid that has many advantages used in foods, drinks, pharmaceuticals industries. Waste of pine apple (covers and core of the fruit still have high contents of glucose and sucrose components, that these are potentially used as basic material for making citric acid by means of fermentation using Aspergillus niger. The reactor to do so is a reactor air-lift external loop with 88 cm in height, 45.41 cm2 in riser area, and 2.01 cm2 in downcomer area. This research is intended to study the influence of volumetric flow and viscosity upon mass transfer in the fermentation process of citric. The variable factors are concentration of total sugar (5 to 25% and of volumetric flow of gas 9.4 to 23.3 cc/second. A dynamic method used to measure of the constants transfer  of gas-fluid mass where oxygen concentration soluted is measured every 30 second using DO meter device. Result of this research shows that the increase of viscosity causes the decrease of hold up gas and fluid circulation speed of the fluid, and the decrease of the constants of mass transfer. The increase of air speed flow will cause the increase of hold up gas and fluid circulation speed, and constants of mass transfer. Relation of the constraints of mass transfer to volumetric flow and viscosity is formulated as follow    Asam sitrat adalah asam organik penting yang sangat banyak kegunaannya seperti untuk industri makanan, minuman, farmasi, dan sebagainya. Limbah nanas (kulit dan bonggol masih mengandung kadar glukosa dan sukrosa yang cukup tinggi, sehingga sangat potensial sebagai bahan baku pembuatan asam sitrat dengan cara fermentasi bantuan kapang Aspergillus niger. Reaktor yang digunakan adalah reactor air-lift external loop. Reaktor yang digunakan berdimensi tinggi 88 cm, luas daerah riser 46,41 cm2, dan luas daerah downcomer 2,01 cm2. Penelitian ini mempelajari pengaruh laju alir dan viskositas terhadap proses perpindahan massa dalam proses fermentasi asam sitrat. Variabel berubah adalah konsentrasi gula total (5-25% dan laju alir gas 9,4-23,3 cc/detik. Metode untuk pengukuran konstanta perpindahan massa gas-cair dengan metode dinamik, dimana konsentrasi oksigen terlarut diukur tiap 30 detik menggunakan alat DO meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan viskositas mengakibatkan penurunan hold up gas dan laju sirkulasi cairan, juga penurunan konstanta perpindahan massa. Kenaikan laju alir udara akan mengakibatkan kenaikan hold up gas, laju sirkulasi cairan, konstanta perpindahan massa. Hubungan konstanta perpindahan massa terhadap laju alir dan viskositas diperoleh persamaan

  18. REAKSI KATALITIS ESTERIFIKASI ASAM OLEAT DAN METANOL MENJADI BIODIESEL DENGAN METODE DISTILASI REAKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-01-01

    Full Text Available Biodiesel is an alternative diesel fuel that is produced from vegetable oils and animal fats. Generally, it is formed by trans etherification reaction of triglycerides in the vegetable oil or animal fat with an alcohol. In this work, etherification reaction was carried out using oleic acid, methanol and sulphuric acid as a catalyst by reactive distillation method. In order to determine the best conditions for biodiesel production by reactive distillation, the experiments were carried out at different temperature (1000C, 1200C, 1500C and 1800C using methanol/oleic acid molar ratios (1:1, 5:1, 6:1, 7:1, 8:1, catalyst/ oleic acid molar ratios (0.5%wt, 1%wt, 1.5%wt and 2%wt and reaction times (15, 30, 45, 60, 75 and 90 minutes. Result show that at temperature 1800C, methanol/oleic acid molar ratio of 8:1, amount of catalyst 1% for 90 minute reaction time gives the highest conversion of oleic acid above 0.9581. Biodiesel product from oleic acid was analyzed by ASTM (American Standard for Testing Material. The results show that the biodiesel produced has the quality required to be a diesel substitute. Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil yang diproduksi dari bahan baku minyak nabati dan lemak hewan. Secara umum biodiesel diproduksi melalui reaksi transesterifikasi minyak nabati atau lemak hewan dan alkohol. Pada penelitian ini proses esterifikasi pada pembuatan biodiesel menggunakan bahan baku asam oleat murni (99%, metanol dan katalis asam sulfat dengan metode distilasi reaktif. Distilasi reaktif merupakan penggabungan antara proses reaksi dan proses pemisahan dalam satu unit proses sehingga memungkinkan diperoleh biodiesel dengan kemurnian yang tinggi. Variabel yang dipelajari pada penelitian ini adalah temperatur (1000C, 1200C, 1500C, 1800C, jumlah katalis H2SO4 (0,5% berat, 1% berat, 1,5% berat, 2% berat, rasio metanol : asam oleat dinyatakan 1:1, 5:1, 6:1, 7:1, 8:1 (dalam % berat terhadap konversi asam oleat serta. Berdasarkan hasil penelitian, konversi maksimum yang dapat dicapai sebesar 0,9581 pada kondisi reaksi berat katalis H2SO4 1% berat, rasio metanol:asam oleat 8:1 dan suhu reaksi 1800C. Berdasarkan hasil analisa ASTM, biodiesel yang diperoleh memenuhi standar bahan bakar cair dan dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti petroleum diesel.

  19. FAKTOR KEBUDAYAAN DALAM PENENTUAN POSITIONING

    OpenAIRE

    Lesie Yuliadewi

    1999-01-01

    The culture is the important part to influent people s attitudes like the way they have seen or thinked. Usually%2C people will learn some thing faster than the other%2C because it has been related with their past experience. That is why%2C the culture become one of the most important thing in advertising and it have great influence for the brand image of the consumers. So the consumers can be easily remember the products that have been advertising. Last%2C all of it%2C will change the sales ...

  20. IKLAN TELEVISI DALAM PERSEPSI KOMUNIKAN

    OpenAIRE

    Deddi Duto Hartanto

    2000-01-01

    Private televisions have taken a role in the fast growing of advertising world in Indonesia. The ascent of the private televisions with their commercial programs has shifted the position of printed and radio commercials. All programs in the television such as entertaintment%2C news%2C movies%2C quizzes%2C etc. are inseparable with TV commercials. Through these commercials%2C advertising producers and their creative team expect their commercials%2C advertising producers and their creative team...

  1. PROFESIONALISME POLISI DALAM PENEGAKAN HUKUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Raharjo

    2011-09-01

    Full Text Available Violence is often done by police in the investigation to get a confession the suspect. This behavior has become a habit that can be referenced from various research results, which are caused by lack of supervisory agency investigation, an incomplete legal instruments, the protection of the institution, and the unprofessional attitude of the police. This situation causes no chance to fight for a suspect his rights and the perpetrators of violence inaccessible. Professionalism associated with standardized moral issues into the code of conduct, and any violation of ethics code indicates a problem in the body of moral police. There should be a moral improvement in the investigator for investigation can take place properly and correctly according to expectations.

  2. Keefektifan Organisasi dalam Pemberdayaan Sekolah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Busthomi Ibrohim

    2009-03-01

    Full Text Available In relation with the school, it may be stressed that effectiveness of the school is in its specified procedure to develop a consistent organization based on the need which centralized on the school principal managerial process. Because, the system, management, as well as school procedure and its organizational development lay on the hand of the principal, who is then considered as the evaluation standard. This managerial process can be judged from the function of organizational structure optimally, teachers performance, professional school personnel, the development of learning activity, the implementation of rule and regulation, academic development and the achievement of education aim. Due to this reason, the more skillful is the principal, teacher, and other school personnel the more effective and efficient the whole school system and its management. The main requirement of organizational effectiveness is by understanding various methods how an organization is effective. In this case the manager of an organization is not only to identify various dimensions of critical institutional performance, but to mobile the organization towards effectiveness. The effective school models consist of three levels; school, class, and the student background.

  3. Evidensialitas Dalam Bahasa Melayu Serdang

    OpenAIRE

    Zein, Tengku Thyrhaya

    2010-01-01

    This work attempts to present the semantic category of epistemic modality, evidentially, which involves the sources of information such as degree of reliability, belief, inference, sensory evidence, hearsay evidence, general expectation, induction, and deduction in the Serdang Malay Language (SML), especially in the text of Serdang Malay Oral Literature (SMOL). It concludes that the information of belief and inference are dominant in SML but degree of reliability and gener...

  4. Persepsi Waqif dalam Berwakaf Tunai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuke Rahmawati

    2015-10-01

    Full Text Available One of the provision contained in the act 41 year 2004 on Waqf is the permissibility of giving waqf in cash. This article describes various perceptions, taking into account of the strenghts, weaknesses, opportunities, and challenges of cash waqf. Opportunity factors include the management and empowerment opportunities cash waqf as a form of new investment. The concept of fiqh is flexible and dynamic, therefore the waqf as a great potential to be developed according to the needs of the time. Aside of that is disadvantage factors such as absence of the Muslim's opinion on the issueDOI: 10.15408/aiq.v5i1.2112

  5. Feng Shui dalam Mendesain Logo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monica

    2011-03-01

    Full Text Available A good logo is a reflection of a corporate identity, vision and mission, as well as a summary of the company's character. Feng shui is the ancient Chinese science of topography is believed to affect the success of making a good logo. According to Feng shui, every color, shape, letters, and numbers can affect the energy contained in the company logo. And these factors also have a grouping of the elements of each, a case of elements of earth, metal, fire, wood, and water. If the combination of the elements is wrong, it will create a destructive energy flowing so that hamper the pace of corporate fortunes. With the approach of the study and literature review, this article will explain how the relationship between the selection of colors, shapes, letters, and numbers in accordance with Feng Shui and may still have some artistic value.

  6. BUDAYA DAERAH DALAM ERA DESENTRALISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhartono W. Pranoto

    2005-10-01

    Full Text Available Basically, the local culture is an asset of an ethnic group that must be maintained. It must be assumed that the cultural receivers do not neglect the high value of local wisdom. During the era of decentralization, the local culture seems to be strengthened of the state law in order to become a pin point of local enrichment. On the other hand, the local culture, that can be said as traditionalism, will stand side by side with modernism which sponsored by globalization. It means that local culture will be alive forever in the era is decentralization though external attack such globalization is going on.

  7. PENGGUNAAN KONTRAS WARNA DALAM FOTOGRAFI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    John Felix

    2010-09-01

    Full Text Available Photography now is a science that attract many people from those who learn it jus for hobby or those who wish to enter the industry. Since human found a way to record colors in photographic meaning, photographers face a new challenge on how to compose colors and what is the effect of using the chosen color. This article explain how to apply colors not just as a way to make a photograph looks as what human sees but also as a visual element to give an emphasis to the main subject and still looks comfortable to the eye of the viewer.

  8. Perancangan Logo dalam Dunia Desain

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monica

    2013-03-01

    Full Text Available Since the beginning logo recognized, it already has experienced development in terms of reasoning aspect. At the beginning logo meant words, mind, symbol, image, and semiotic, then changes into flag, signature, and symbol, which indirectly can provide the identity, information, and persuasion that eventually functions as media for marketing. In the design world, it always appears questions about the importance of a logo should be designed. Here is the thing discussed through the description of the function of a logo and the process of designing a logo. Because not all the redesign of an existing logo will bring better imaging results although the main goal of designing a logo is for positive things.

  9. Representasi Perempuan dalam Industri Sinema

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Edi Irawan

    2014-05-01

    Full Text Available Studies on the presence and the role of women in film industry are interesting to observe. Physically, women exist and play role in the world of film industry, as old as the film itself. In terms of quantity, the number of women seen on screen is also not inferior to men seen in the film. The issue is precisely whether the presence and nearly with the same quantity with men, women are enough to give meaning to the quality of the film itself. Article used literature study, to see how the literatures interrelate several theories of mass communication, especially those raised on the issue of representation. Conclusions or results of the study for this paper are womens presence and participation as well as comparable quantity of them with men in film industry do not have a lot contribution to the improvement of the quality of the film industry itself. This relates to the women who exist and participate in the film industry rely only on certain physical size of the body and woman is only as a complement to sweeten the mere presence of a movie.

  10. STORYBOARD DALAM PEMBUATAN MOTION GRAPHIC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satrya Mahardhika

    2013-09-01

    screenplay, character, environment design and storyboards. The storyboard will be determined through camera angles, blocking, sets, and many supporting roles involved in a scene. Storyboard is also useful as a production reference in recording or taping each scene in sequence or as an efficient priority. The example used is an ad creation using motion graphic animation storyboard which has an important role as a blueprint for every scene and giving instructions to make the transition movement, layout, blocking, and defining camera movement that everything should be done periodically in animation production. Planning before making the animation or motion graphic will make the job more organized, presentable, and more efficient in the process.

  11. Kitaran Harga Dalam Industri Ternakan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Normah Maan

    1994-12-01

    Full Text Available This paper discuss price and production model concerning a livestock industri which gives rise to a system of felay differential equations, as proposed by Larson[8]. In this model it is assumed that the demand curve is liunera , a lag between planned and (and propotional to realized production, and that the rate of change of breeding is propotional to the derivation of price from equilibrium. We prove that there exists sinusodial solutions, which shows that exists price cycle in livestock industries, as conjectured by Larson. The sinusodial solutions can be obtained by using the method of step.

  12. ANDRAGOGI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Hasyim

    2015-06-01

    Full Text Available The objective of this study is to get empirical evidence whether there is a significant difference between the class which is taught by andragogy technique and which is taught by conventional technique. This article describes that technique is one of the important factors in conducting Arabic class. This study categorized as an experimental research. The data is collected by giving the test for both experimental and conventional class. The result of the study shows that experimental class which is taught by applying andragogy technique get higher score than the conventional one. Means that Al-Ittihad Islamic Boarding School get higher score than Ulil Albâb. It seems that technique influences the quality of teaching and learning Arabic.

  13. Observasi Dalam Mencipta Karya Seni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nick

    2012-03-01

    Full Text Available In the beginning of creating a work of art, an observation of the problem is needed. A new representation of an existing form, would not become a newness if not display novelty and actuality, as it will only produce something similar, and repetition, so it will not be a result of creativity.

  14. KEDUDUKAN INDIVIDU DALAM HUKUM INTERNASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heribertus Jaka Triyana

    2015-02-01

    Full Text Available Rethinking of the role of person or individuals in international law has become more significant due to the development of branches of international law; the international criminal law, international human rights law and international humanitarian law. This essay focuses on issue of law enforcement of individuals responsibility toward international wrongful acts, mechanisms and their futher development. Historical development is used as a point of view in this essay to reach conclusion of the role of individuals in international law.

  15. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800? C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  16. PRODUKSI BIODIESEL BERKEMURNIAN TINGGI DARI CRUDE PALM OIL (CPO DENGAN TERTRAHIDROFURAN-FAST SINGLE-PHASE PROCESS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    O. Rachmaniah

    2012-02-01

    Full Text Available Reaksi transesterifikasi dalam proses pembuatan biodiesel merupakan reaksi yang lambat karena berlangsung dalam sistem dua fase. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penambahan co-solvent yang tidak reaktif. Penambahan co-solvent bertujuan untuk membentuk sistem satu fase. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mempelajari pengaruh penambahan co-solvent THF terhadap metil ester yang dihasilkan pada reaksi transesterifikasi pembuatan biodiesel dari crude palm oil (CPO. Adapun variabel yang dipelajari adalah molar ratio minyak terhadap metanol, jumlah THF dan jumlah katalis yang digunakan, serta waktu reaksi. Selain itu, dilakukan pula reaksi transesterifikasi tanpa penambahan co-solvent (metode konvensional sebagai pembanding. Reaksi dilakukan skala laboratorium menggunakan labu alas bulat berleher tiga dilengkapi pendingin balik, termometer dan pengaduk magnetik. Suhu reaksi dijaga pada 30oC menggunakan penangas air dan tekanan atmosferik. Hasil penelitian menunjukkan reaksi transeterifikasi dengan penambahan co-solvent berlangsung lebih cepat dibandingkan reaksi konvensional. Transesterifikasi dengan penambahan co-solvent menghasilkan kadar metil ester lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Kadar metil ester tertinggi (98,42% dicapai saat penambahan THF:metanol = 2:1, molar ratio CPO:metanol = 1:6 dan katalis NaOH 0,5%-berat. Pemakaian katalis 1,3%-berat memberikan kadar metil ester lebih tinggi dibandingkan saat pemakaian katalis 0,5%-berat (kenaikan rata-rata kadar metil ester sebesar 3-4%. Peningkatan ratio THF:metanol  hingga 2:1 hanya memberikan  kenaikan kadar metil ester sebesar 1,47%.

  17. 102 Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(1 Pola Komplikasi Kronis Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap di Bagian Penyakit Dalam RS. Dr. M. Djamil Padang Januari 2011 - Desember 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Amelisa Edwina

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakDiabetes Melitus (DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. DM tipe 2 adalah yang paling sering ditemukan. Komplikasi kronis DM tipe 2 yaitu mikrovaskular dan makrovaskular yang dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang insidensi penderita DM tipe 2 dengan komplikasi kronis. Penelitian deskriptif ini dilakukan dengan mengambil data pada rekam medik penderita DM tipe 2 dengan komplikasi kronis yang dirawat inap di bagian Penyakit Dalam RS.Dr. M. Djamil, Padang Januari 2011-Desember 2012. Penelitian dilakukan dari Februari 2013-April 2013 di bagian rekam medik RS. Dr. M. Djamil Padang. Data didapatkan sebanyak 261 pasien, dari jumlah tersebut didapatkan 197 pasien memiliki komplikasi kronis DM tipe 2. Data dikategorikan berdasarkan jenis komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita dengan komplikasi kronis makrovaskular (66,5% dan mikrovaskular (81,7%. Terdapat perubahan insidensi dalam dua tahun yaitu dari tahun 2011 dengan 2012. Komplikasi kronis yang paling sering terjadi adalah nefropati diabetik (42,6% pada perempuan <60 tahun.Kata kunci: diabetes melitus, komplikasi mikrovaskular, komplikasi makrovaskularAbstractDiabetes mellitus is a group of metabolic diseases with characterized by hyperglycemia. Type 2 diabetes is the most common disease in the world. Chronic complications of type 2 diabetes are microvascular and macrovascular complications that can reduce the quality of life of patients. The objective of this study was to obtain a picture of the incidence of type 2 diabetic chronic complications. This descriptive study was conducted by taking medical record data of hospitalized type 2 diabetic patients with chronic complications inInternal Medicine Department Dr. M. Djamil hospital, Padang on January 2011-December 2012. The study was conducted from February 2013-April 2013 at the hospital medical record Dr. M. Djamil, Padang. This study was conducted on 261 patients, from that number 197 patients have chronic complications of type 2 diabetes mellitus. Data were categorized by type of macrovascular and microvascular complications.The results showed that patients with chronic complications of macrovascular (66,5% and microvascular (81,7%. There is a change in incidence from 2011 to 2012. The most common of chronic complications is diabetic nephropathy (42.6%. Chronic microvascular and macrovascular complications are different incidence in two years, the most common is diabetic nephropathy which often occurs in women <60 years.Keyword: diabetes mellitus, microvascular complication, macrovacular complication.

  18. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BAYI LAHIR DENGAN BERAT BADAN RENDAH (Analisis Lanjut SDKI, 1994

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Setyowati

    2012-09-01

    Full Text Available Efforts to improve human quality should start early from intra uterine growth which depends on the mothers health status including safe reproduction. Low birth weight is one of the risk factors that influences infant mortality especially during perinatal periods. The objective of this analysis is to study the factors which influence low birth weight such as socio economic charactersitics (mother's education, mother's occupation, and economic status, biomedical factors (age, parity, pregnancy history and antenatal care (frequency, assistance during antenatal care, gestational age at first antenatal Source of data for the analysis were obtained from the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS, 1994. The data were analysed by using descriptive and inferential statistics (logistic-regression The results showed that only 47,5% children born in the last five years preceeding the survey have their birth weight taken. Among children with recorded birth weight 7,1 % have low birth weight. Twenty one percent of low birth weight infants were born premature. Four out of 9 variables which were suspected as risk factors were frequency of antenatal care less than 3 times (OR=1,40, mothers with only primary education (OR=l,29, mother aged less than 20 years (OR=l,28 and previous pregnancy history with abortion/ stillbirth (OR—1,38. Considering the above mentioned factors it is recommended: a To promote health education especially to mothers from low socio economic status particularly, about fetal growth and recognition of early signs of high risk, b to start antenatal care in the first trimester with minimal frequency of 4 times during gestation period, c plan the parity during the safe reproduction age (20-34 years, and d to improve social and family supports by upgrading woman's education level as well as economic status so that they have better access to health services.

  19. Studi Eksperimen Pengaruh Ukuran Partikel Batubara Pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Fanani

    2014-03-01

    Full Text Available Desain suatu PLTU salah satunya dibuat berdasarkan kualitas batubara yang akan digunakan sebagai bahan bakar. Pada PLTU batubara dibakar didalam boiler, didalam boiler terdapat pulverizer yang berfungsi untuk menghaluskan batubara dan menambah pasokan batubara kedalam boiler jika batubara didalam boiler memiliki nilai heating value rendah. Dengan menggunakan batubara dengan kualitas rendah maka suplai batubara yang dibutuhkan untuk memanaskan boiler  akan semakin banyak, hal ini bisa mengakibatkan kerja dari pulverizer akan semakin berat. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil batubara terbersa didunia. Namun hampir 80% batubara yang dihasilkan tergolong batubara rendah dan sedang [1] . Untuk meningkatkan nilai kalor batubara perlu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air dalam batubara. Eksperimen dilakukan dengan mengeringkan batubara didalam chamber dengan temperature udara 550C, sudut blade 200 dan massa pengeringan sebanyak 600gram, variasi ukuran partikel batubara 5mm, 10mm, 15mm. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang berat batubara setiap satu menit sebanyak 5 kali  , dua menit sebanyak 3 kali, dan lima menit sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh berupa relative humidity udara, temperature udara, berat sampel basah dan berat sampel kering. Pengambilan data berat sampel kering dilakukan berdasarkan standart ASTM D5142 dengan pengeringan pada temperatur 1050C selama 3 jam. Dari hasil eksperimen didapat bahwa proses pelepasan massa uap air paling banyak terjadi pada lima menit pertama yang ditandai dengan penurunan moisture content paling besar. Pada partikel batubara ukuran 5mm,10mm,15mm didapat moisture content terendah berturut-turut sebesar  6,48 %, 7,66 %, 7,47 %. Untuk laju pengeringan didapat nilai terendah berturut-turut sebesar 0,062 gram/menit, 0,104 gram/menit, 0,023 gram/menit,  sedangkan selisih humidity ratio ( ?2-?1 didapat nilai terendah berturut turut sebesar 0,0072gram/kg dry air, 0,0713 gram/kg dry air, 0,1372 gram/kgdry air.

  20. Uji Efek Antibakteri Minyak Jintan Hitam (Nigella Sativa Dalam Kapsul yang Dijual Bebas Selama Tahun 2012 di Kota Padang Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gezha Utama Putra

    2015-07-01

    Full Text Available AbstrakJintan Hitam atau Nigella sativa diketahui memiliki kemampuan sebagai antibakteri, seperti terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kedua bakteri ini memiliki sifat yang berbeda namun memiliki kesamaan dari penyakit yang disebabkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efek antibakteri produk minyak jintan hitam (Nigella sativa dalam bentuk kapsul antara bakteri Staphylococcus aureus dan Escherechia coli secara in vitro. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2012 - Desember 2012 di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini menunjukkan bahwa semua sampel jintan hitam yang digunakan tidak memiliki efek antibakteri terhadap Escherichia coli dan semua sampel tersebut memiliki efek antibakteri yang bervariasi pada Staphylococcus aureus. Analisis Anova menunjukkan bahwa masing-masing sampel minyak Nigella sativa memberikan efek berbeda secara signifikan pada pertumbuhan Staphylococcus aureus, bahkan enam diantaranya memiliki efek yang lebih baik daripada Cepoperazon (25 mm sebagai kontrol yang digunakan.Kata kunci: Nigella sativa, efek antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia coli. AbstractBlack Cumin or Nigella sativa known have the capability as antibacterial, such as to Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Both of these bacteria have different properties but have similarities from diseases they may cause. The objective of this study was to compare anti-bacterial effects of black cumin oil (Nigella sativa which has been packaged in capsules towards Staphylococcus aureus and Escherichia coli in vitro The research was conducted in January 2012 to December 2012 at the Microbiology laboratory, Medicine Faculty of Andalas University. The results of this research indicate that all black cumin samples that are used did not have antibacterial effect against Escherichia coli and all samples had antibacterial effects on Staphylococcus aureus with germ-free area that size varies. Anova analysis results indicate that each of Nigella sativa gives differ effects significantly on Staphylococcus aureus growth, even six of them have better effect than Cepoperazon (25 mm were used as controls.Keywords: Nigella sativa, antibacterial effect, Staphylococcus aureus, Escherichia coli

  1. PROCESS SIMULATION AND QUALITY EVALUATION IN INCREMENTAL SHEET FORMING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meftah Hrairi

    2011-12-01

    Full Text Available Single Point Incremental Forming (SPIF is a promising sheet-metal-forming process that permits the manufacturing of small to medium-sized batches of complex parts at low cost. It allows metal forming to work in the critical ‘necking-to-tearing' zone which results in a strong thinning before failure if the process is well designed. Moreover, the process is complex due to the number of variables involved. Thus, it is not possible to consider that the process has been well assessed; several remaining aspects need to be clarified. The objective of the present paper is to study some of these aspects, namely, the phenomenon of the wall thickness overstretch along depth and the effect of the tool path on the distribution of the wall thickness using finite element simulations.Abstrak: Pembentukan Tokokan Mata Tunggal (Single Point Incremental Forming (SPIF merupakan satu proses pembentukan kepingan logam yang membolehkan pembuatan dalam jumlah yang kecil hingga sederhana, bahagian-bahagian yang kompleks pada kos yang rendah. Jika proses ini direka dengan baik, kaedah ini membolehkan pembentukan logam yang baik terhasil. Jika tidak, semasa peringkat zon kritikal ‘perleheran-ke-pengoyakan' menyebabkan penipisan keterlaluan yang boleh menyebabkan logam tersebut rosak. Tambahan pula, proses ini agak kompleks, kerana ia melibatkan beberapa pemboleh ubah. Maka, walaupun proses ini telah dinilaikan seeloknya; masih terdapat beberapa aspek lain yang perlu diperjelaskan. Objektif kertas ini dibentangkan adalah untuk mengkaji beberapa aspek tertentu, seperti, ketebalan dinding regangan berlebihan di sepanjang kedalaman dan kesan tool path (beberapa siri posisi koordinat untuk menentukan pergerakan alatan memotong ketika operasi memesin terhadap pengagihan ketebalan dinding menggunakan simulasi unsur terhingga.

  2. PENGARUH PENGGUNAAN GAS PELINDUNG ARGON GRADE A DAN GRADE C TERHADAP KEKUATAN TARIK LASAN SAMBUNGAN BUTT PADA MATERIAL KAPAL ALUMINIUM 5083

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartono Yudo

    2012-04-01

    Full Text Available Material aluminum 5083 banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. Jika dilakukan pengelasan untuk penyambungan material aluminum 5083 akan terdapat kekurangsempurnaan hasil  pengelasanya ditinjau dari kekuatanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kekuatan tarik hasil las material aluminum 5083 dengan menggunakan dua jenis gas pelindung yang berbeda yakni argon grade A dan argon grade C. Pada perancangan percobaan ini menggunakan material kapal aluminium crew boat KM. Pan Maitime dengan LOA (length over all 35 m, yaitu material aluminium 5083 dengan ketebalan 6 mm dengan Elektrode ER 5356 sesuai rekomdeasi ANSI/ AWS spesification A 5 10/ A 5 10 M dengan  proses pengelasan MIG (metal inert gas. Hasil penelitian menunjukan  bahwa penggunaan gas pelindung argon grade C sebagai gas pelindung pengelasan material aluminum 5083 memiliki kekuatan tarik yang lebih besar 57,89 %  untuk spesimen sambungan las dan 19,85 %  untuk spesimen logam las (weld metal daripada gas pelindung argon grade A. Dimana kekuatan tarik (s rata-rata spesimen sambungan las menggunakan argon grade C adalah 202.5 N/mm2, dan spesimen sambungan las menggunakan argon grade A adalah 128.25 N/mm2, sedangkan untuk kekuatan tarik (s rata-rata spesimen logam las menggunakan argon grade C adalah 299,01 N/mm2, dan spesimen logam las menggunakan argon grade A adalah  249,47 N/mm2. Selain pengujian juga dilakukan analisa menggunakan software Nastran 4.5  dengan hasil tegangan spesimen 111,40 N/mm2 untuk beban tarik 7700 N yang terjadi pada sambungan las.

  3. Struktur Mikro Las Baja C-Mn Hasil Pengelasan Busur Terendam dengan Variasi Masukan Panas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharno Suharno

    2008-01-01

    Full Text Available This research aims to study the effect of heat input of submerged arc welding on the microstructure of weld metal made from C-Mn steel. The study focused on the formation of acicular ferrite which could improve weld mechanical properties. The welding process was carried out using various heat inputs, i.e. 3.99 kJ/mm, 3.19 kJ/mm, 2.12 kJ/mm, and 1.77 kJ/mm. Microstructural examinations were performed using optical microscope and scanning electron microscope (SEM. Results show that the weld metal welded with heat input 2.12 kJ/mm produces more acicular ferrite than grain boundary and Widmanstatten ferrite. It is evident that this acicular ferrite nucleates on inclusions in the forms of SiO2, TiO, and Al2O3. Abstract in Bahasa Indoensia: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh masukan panas proses las busur rendam pada struktur mikro logam las baja C-Mn. Struktur mikro dengan bentuk acicular ferrite merupakan struktur yang dapat meningkatkan sifat mekanis logam las. Proses pengelasan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan empat macam masukan panas yang berbeda, yaitu 3,99 kJ/mm, 3,19 kJ/mm, 2,12 kJ/mm, dan 1,77 kJ/mm. Struktur mikro yang terbentuk diuji dengan mikroskop optik dan scanning electron microscope (SEM. Hasilnya menunjukkan bahwa logam las dengan masukan panas 2,12 kJ/mm mempunyai jumlah struktur acicular ferrite lebih besar dari pada grain boundary ferrite dan widmanstatten ferrite. Hal ini disebabkan oleh adanya nukleasi dari inklusi yang berbentuk SiO2, TiO, dan Al2O3. Kata kunci: masukan panas, acicular ferrite, sifat mekanis

  4. Tinjauan terhadap tailing mengandung unsur pencemar Arsen (As, Merkuri (Hg, Timbal (Pb, dan Kadmium (Cd dari sisa pengolahan bijih logam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Zulkifli Herman

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol1no1.20064aWhen tailing of a mining activity is discharged into either landscape or river body, the pollutan element wastes are possible to disperse within those areas and may cause pollution on environment. The environment pollution hazards of arsenic (As, mercury (Hg, lead (Pb and cadmium (Cd probably occurred if tailing with the content of those elements is not handled properly. Particularly in the tropical regions, higher rates of chemical weathering and bio-chemical activity will contribute a rapid mobilization of the most potentially toxic elements.One of adverse health effects from arsenic to human life is in the case of arsenic-contained drinking waters exceed the threshold limit value. As a result, it will create chronic symptoms of toxicity within the human body such as gastro-intestinal irritation, nerve damage and tissue wastage. Tailing originated from amalgamation processing of gold ore enables its mercury waste to disperse in the vicinity of mining area and may form environment pollution by either organic or inorganic mercury. The pollution would be more hazardous to human health if mercury element in the water body transform biochemically into a compound of methylmercury. There is a variety of mechanisms by micro-organism which can bring about the formation of the very toxic methylmercury species, particularly with regard to its uptake by fish. Effects to the human health from the organic mercury include the blood-brain barrier and upsetting the metabolism of the nervous system. Whilst the main toxic effect of inorganic mercury is disruption the functions of kidneys and liver within human body. Most mining activity of base metal may discharge tailing with a significant lead (Pb content. Lead is a cumulative poison, hence absorbing this element by human body with particularly exceeding its threshold limit value will bind strongly to a large number of molecules such as amino acids, haemoglobin, many enzymes, RNA and DNA. Then it will bring into disruption of many metabolic pathways, blood hypertension, hyperactivity and brain damage. Problems of cadmium could arise from a lead-zinc mining and smelting operation, from where pollution due to cadmium-contained tailing with additional aerial pollution associates with cadmium-contained fumes and particles. The toxic effects of cadmium to human health are suffering from lumbago-type pains, bone damage with multiple fractures of the softened bones and kidney failure.    

  5. Pengaruh Variasi Komposisi Serbuk Kayu Dengan Pengikat Semen Pada Pasir Cetak Terhadap Cacat Porositas Dan Kekasaran Permukaan Hasil Pengecoran Aluminium Alloy 6061

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatkhur M Rohman

    2014-09-01

    Full Text Available Proses pengecoran dilakukan dengan cara mencairkan logam dalam dapur pelebur, kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan dibiarkan membeku hingga dapat dikeluarkan dari dalam cetakan. Faktor yang berpengaruh terhadap kualitas hasil pengecoran cetakan pasir, diantaranya adalah komposisi cetakan pasir dan perancangan sistem saluran (gatting system. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh variasi komposisi serbuk kayu dengan pengikat semen pada pasir cetak terhadap cacat porositas dan kekasaran permukaan hasil pengecoran aluminium alloy 6061. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah aluminium Alloy 6061 dan komposisi semen dan air sebesar 6%, komposisi serbuk kayu sebesar 1%, 2%, 3%, 4%, 5% dan 6%  komposisi pasir silika sebesar 87%, 86%, 85%, 84%, 83% dan 82%. Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai uji permeabilitas pasir cetak cenderung bertambah seiring dengan bertambahnya serbuk kayu. Nilai uji kompresi pasir cetak cenderung berkurang seiring dengan bertambahnya serbuk kayu.. Nilai pengujian porositas benda hasil coran didapatkan nilai terkecil terletak pada komposisi serbuk kayu 6% dan nilainya sebesar 0,25%, sedangkan nilai pengujian porositas benda hasil coran terbesar terletak pada komposisi serbuk kayu 1% dengan nilai sebesar 4,96%. Nilai pengujian kekasaran permukaan benda hasil coran didapatkan nilai terkecil terletak pada komposisi serbuk kayu 6% dan nilainya sebesar 0,06µm, sedangkan nilai pengujian kekasaran permukaan benda hasil coran terbesar terletak pada komposisi serbuk kayu 1% dengan nilai sebesar 2,00µm.

  6. Peningkatkan Penetrasi Pengelasan pada Las TIG (Tungsten Inert Gas Menggunakan Pengaruh Medan Elektromagnetik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ario Sunar Baskoro

    2013-01-01

    Full Text Available Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG adalah salah satu pengelasan yang memiliki kelebihan dari berbagai macam proses pengelasan yang membutuhkan kepresisian dan mutu yang baik. Pengelasan TIG banyak digunakan untuk pengelasan pelat tipis karena pem¬bentukan busur yang kecil dan area yang dipanasi menjadi minimal sehingga mengurangi masalah penggunaan energi listrik dan distorsi pada pelat. Pada penelitian ini dilakukan percobaan dengan meletakkan solenoid magnetik di sekeliling obor las TIG. Pemanfaatan medan elektromagnetik ini dilakukan pada keadaan statis dan dinamis. Fenomena yang terbentuk akan diamati dengan menggunakan kamera sehingga diketahui pengaruh efek medan elektromagnetik bagi efiensi pengelasan pada saat pencairan logam las. Hasil dari penelitian menunjukkan pengaruh dari efek elektromagnetik pada pembentukan busur yang lebih stabil dan mengecil dengan penetrasi las yang dalam. Pengelasan ini juga menggunakan daya yang lebih rendah sehingga didapatkan efisiensi pemakaian energi listrik dan membatasi pemanasan yang lebih tinggi.

  7. Brugia timori INFECTION IN LEKEBAI, FLORES: clinical aspects

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arbain Joesoef

    2012-09-01

    Full Text Available Pengamatan filariasis pada penduduk Nualolo-Lekebai, Pulau Flores telah dilakukan pada bulan Februari 1975. Kampung Nualolo-Lekebai berpenduduk 680 jiwa, pekerjaan bertani dan menganut agama Nasrani. Kebiasaan hidup di antara penduduk di daerah ini adalah menyerahkan pelaksanaan pekerjaan berat pada kaum wanita, baik di rumah ataupun di kebun. Dalam perjalanan jauh baik ke kebun atau ke pasar, kaum wanitanya selalu berjalan kaki sedangkan kaum prianya menunggang kuda. Sejumlah 80% dari penduduk kampung ini telah diperiksa terhadap infeksi parasit filaria dan terhadap gejala filariasis. Dari hasil yang ditemukan ternyata penduduk kampung ini menderita infeksi Brugia timori dengan angka derajat infeksi sebesar 7.0% dan angka derajat elephantiasis sebesar 10.3%. Hal yang menarik yang ditemukan dalam pengamatan ini adalah tingginya angka derajat elephantiasis pada kaum wanita dibandingkan dengan pada kaum pria. Fenomena ini mungkin disebabkan oleh kebiasaan hidup kaum wanita di daerah ini sehari-hari yang bekerja lebih berat dan berjalan kaki lebih sering dan lebih jauh dibandingkan kaum prianya.

  8. Pengaruh Penambahan Grafit terhadap Sifat Tarik, Stabilitas Termal dan Konduktivitas Listrik Komposit Vinil Ester/Grafit sebagai Pelat Bipolar Membran Penukar Proton Sel Bahan Bakar (PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galang Wisnu Wardana

    2014-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 80% dari volume, 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grafit terhadap sifat, stabilitas termal  dan konduktivitas listrik komposit vinil ester/grafit. Matriks yang digunakan adalah epoxy vinil ester (EVE dan novolac vinil ester (NVE. Filler yang digunakan adalah grafit dengan kadar grafit 20 dan 40%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur  50, 100,  150, 200, 250oC selama dua jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan grafit  dapat menurunkan Modulus Young, sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik  tertinggi EVE adalah 16.6 MPa sedangkan NVE 10.7 MPa, sedangkan 40% 3.0 MPa untuk EVE dan 2.95 MPa untuk NVE. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan grafit, data 40% grafit menunjukkan  berat sisa pada 800? C senilai 47% untuk EVE maupun NVE. Penambahan grafit juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 40% grafit  yaitu 1,1 S.Cm-1 untuk EVE dan 0.93 untuk NVE.

  9. Pola Pertumbuhan Fisik pada Anak-anak Suku Arfak Papua Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elda Irma Jeanne Joice Kawulur

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak Pola pertumbuhan tinggi dan berat badan merefleksikan status nutrisi dan kondisi kesehatan suatu populasi. Penilaian pola pertumbuhan dan status nutrisi pada anak dan remaja sangat diperlukan karena selama periode pertumbuhan ini, terdapat periode transisi dari masa bayi hingga dewasa yang ditandai oleh lonjakan pertumbuhan, kematangan ciri kelamin sekunder, dan perubahan proporsi tubuh yang dramatis. Studi cross-sectional status pertumbuhan fisik dilakukan terhadap 514 anak Arfak, terdiri atas 231anak perempuan usia 6-19 tahun dan 283 anak laki-laki usia 6-23 tahun, di daerah Manokwari Provinsi Papua Barat. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pola pertumbuhan besar tubuh anak Arfak. Pengukuran antropometri meliputi tinggi badan dalam satuan (cm dan berat badan dalam satuan (kg. Kurva pertumbuhan dari variabel tersebut menunjukkan peningkatan menurut umur baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan. Laju pertumbuhan berat badananak Arfak pada fase yuwana lebih tinggi dari populasi lain, yaitu India, Purwakarta dan Karawang, kecuali populasi Amerika. Abstract Growth Pattern of Body Dimension of Arfak Children. Growth pattern of body height and weight reflect the nutritional status and health condition of a population. Assessment of growth pattern and nutritional status of children and adolescence is urgently needed because during this growth period there is a transition period frominfant to adult with fast growth spurt, secondary sexual character maturation, and dramatic body proportion change. A cross-sectional study of the physical growth status was done to 514Arfak children consisted of 231 girls aged 6-19 years and 283 boys aged 6-23 years, in Manokwari, West Papua Province.The study was conducted to find out the growth pattern of the body size of Arfak children. Anthropometry measurement consists of body height (cm and body weight (kg. Growth charts of these variables showed increase with age in both sexes. Growth rate of body weight of Arfak children at juvenile phase was higher than those of other populations, such as India, Purwakarta, and Karawang, except American population.

  10. KONSEP WANPRESTASI DALAM HUKUM PERJANJIAN DAN KONSEP UTANG DALAM HUKUM KEPAILITAN (STUDI KOMPARATIF DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERJANJIAN DAN KEPAILITAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Samuel Kurniawan

    2014-03-01

    Full Text Available Based on the assumption default is debt, the settlement of default case in contract law by using mechanisms of the law of Bankruptcy’s has become a new phenomenon in Indonesian business world. Though it is not infrequently the defendant of bankruptcy intentionally default to reply the counterparty that had already  been  in  default  (exceptio  inadimpleti  contractus  situation.  So  the research problem of this thesis is: Is the concept of default on the law of treaties can be fully applied to the concept of debt in bankruptcy law? This research used normative legal research methods by using statue approach, case-based approach, comparative approach and the conceptual approach. Analysis of legal materials is done with a qualitative approach to the exploratory nature of interpretive techniques, systematic, evaluative, constructive and argumentative. The results showed that not all defaults can be expressed as a debt in bankruptcy Law, except if the intended achievement is an achievement in the field of business activity (accounts payable. Default is determined from the agreement, regardless of whether there has been an exchange of rights and obligations or not, while the concept of debt has to be determined from the exchange between the rights and obligations which just happens sided (unilateral halt though it is not preceded by a written agreement. Beside that, in contract law, tort only accountable to the creditors who have made a covenant only, but in bankruptcy law, the settlement will involve and affect a whole other creditors as well.

  11. Analisis Potensi Penggunaan Integrated Tug Barge Untuk Short Sea Shipping Studi Kasus: Pantura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iksan Ade Kurniawan

    2012-09-01

    Full Text Available Jalur jalan raya Pantai Utara (Pantura adalah jalur vital bagi distribusi barang di Pulau Jawa. Kendaraan bermuatan berat menjadi penguna utama dalam jalur ini. Sering terjadinya kemacetan, kejadian alam, dan kegiatan lokal yang memperlambat arus barang yang sehingga menyebabkan pemilik barang harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan barang tersebut. Penggunaan Integrated Tug Barge (ITB dalam pelayaran coastal atau short sea shipping bisa menjadi pilihan alternatif melihat sibuknya jalur pantura. Dengan keunggulan pada payloadnya yang besar dan draft yang rendah maka ITB bisa sandar di pelabuhan manapun di Pantai Utara Pulau Jawa. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui potensi penggunaan ITB pada jalur pantura dan mengetahui moda transportasi yang cocok untuk digunakan dalam jalur ini. Untuk mencari moda tersebut digunakan metode komparasi tiap tiap moda yang menjadi pelaku dalam jalur Pantura dan dibandingkan dengan moda ITB untuk kemudian dicari kemungkinan penggunaan ITB sebagai alternatif pengangkutan muatan barang di jalur Pantura Hasil perhitungan menunjukkan bahwa potensi penggunaan ITB sebagai sarana alternatif pengangkutan barang efektif di jalur pantura untuk koridor Surabaya - Jakarta. ITB mampu untuk melayani potensi muatan tersebut dengan biaya angkut yang lebih murah dibandingkan dengan moda lain, yaitu: 15,9% lebih murah dari moda truk, 15,6% lebih murah dari moda kereta api, dan 10,5% lebih murah dari moda kapal. Kapasitas angkut ITB yang sesuai untuk koridor ini adalah yang berkapasitas 450 TEU menggunakan mekanisme operasi drop and swap.

  12. TUNTUTAN HAK DALAM PERSIDANGAN PERKARA PERDATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahadi Wasi Bintoro

    2010-05-01

    Full Text Available Procedure of private law in Indonesia have experiencing of some growths, for the example is the mechanism of suing which it's not arranged in Het Herzeine Indonesich Reglement, such as class action, legal standing, citizen lawsuit or actio popularis. This article is study to the difference characteristic of suing in procedure of private law in Indonesia. Pursuant to analysis result, the mechanism of ordinary suing is the mechanism suing by the plaintiff to the sued as effect of contempt of court or break a promise which it have generated loss to plaintiff. Class action is the mechanism of suing by numerous plaintiff which it raised by class representative, that representing his own and his group member, with demand in the form of indemnation. Suing of non government organization (NGO or legal standing is the mechanism of proffering suing by NGO as collision effect or existence of contempt of court which done by the people which arranged in statues. Citizen lawsuit or actio popularis is a suing that raised by citizen to state, as effect of existence of contempt of court, in the form of neglected the civil rights. Its purpose is formed the law order immediately.

  13. Isra Mikraj dalam Naskah-Naskah Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryadi Suryadi

    2015-09-01

    Full Text Available Th.C. van de Meij and N. Lambooij (eds. & transls.; with the assistance of Oman Fathurrahman, The Malay Hikayat Mi‘r?j Nabi Muhammad: The Prophet Muhammad’s Nocturnal Journey to Heaven and Hell. Leiden - Boston: Brill, 2014, xii +210 pp. (Bibliotheca Indonesica Vol. 37. ISBN 978 90 04 27661 8 (hardback, 978 90 04 27775 5  (e-book.This book provides readers with the Romanization and English translation of an Indonesian manuscript, Cod. Or. 1713, which is held at Leiden University Library in the Netherlands. Written in the eighteenth century and using Jawi script, the text focuses on the Prophet Muhammad’s nocturnal journey to heaven and hell. It is the last leg of the prophet’s two-part miraculous night journey which is well known in the Indonesian and Malay languages as Isra Mikraj Nabi Muhammad. In Indonesia, with the majority of its people embracing Islam, the story – as well as other stories about Muhammad’s life – have been much repeatedly retold by preachers in prayer houses without boredom and enthusiastically listened to with heart by audiences. This story significantly influences Indonesian Muslims’ conception of the ideal living in the world and their perception of the afterlife. Muhammad in his journey rode the heavenly steed of buraq to the seventh stage of the sky (langit ketujuh, where many ordinary Muslims belief hell and heaven are situated. This journey became the focus of the transcribed and translated text, suggesting Nusantara Muslims’ astonishment at this amazing story.DOI: 10.15408/sdi.v22i2.1923

  14. GENDER DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN PEMBAHARUAN M. SYAHRUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulfatmi Ulfatmi

    2013-01-01

    Full Text Available This following article discusses the reform ideas by modern Muslim thinkers. His name is M. Shahrur. His idea is important to consider because it provides another alternative to the impasse mind of the Muslims society. Traditional interpretations are often indifferent to the values of justice and equality sued by him. Therefore, he is often considered a controversial figure. In this paper, the idea of renewal Shahrur just discussed with regard to gender relations, genitalia and polygamy. Finally, the authors want to show that the idea of this update is a reflection of the melting of the ice in the world have Muslim society thought.Keywords : Reform, M. Shahrur, controversial, gender relationCopyright © 2013 by Kafa`ah All right reservedDOI : 10.15548/jk.v3i1.68

  15. PEMIKIRAN POLITIK RASYID RIDHA DALAM FIQH MUNAKAHAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Khoirul Hadi

    2013-12-01

    Full Text Available This article discusses the political thought of Rida Muhammad Rashid Rida in his work in the field of Fiqh Muhakahat. There are several themes that will be discussion, among them: Nationalism in Rida view, the state system, Islamic and Western modernity, and political thought of Rida in fiqh munakahat. In the fiqh mun?kah?t, Ridha still confined by the influence of classical scholars, such as not being allowed to marry a Muslim woman with a non-Muslim (Ahl al-Kit?b. Though the social context between the communities in the past different with the social context in the Ridha lifetime. This is what apparently needs to be studied carefully.

  16. Tabung Haji Malaysia dalam Perspektif Ekonomi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhasanah Nurhasanah

    2015-11-01

    Full Text Available The entity of Malay Muslims provide a heightened awareness to practice the teachings of Islam. Hajj as one of the fifth pillar of Islam is a priority agenda of empire since the early nineteenth century. The maintenance of Hajj initally became sultan competence as a symbil of Islam in the Malay leadership. This is because the Malay customs affairs and the affairs of the religion of Islam to be the competence of the king, not the government or the British Empire.DOI: 10.15408/aiq.v3i2.2128

  17. PROBLEMATIKA ASAS RETROAKTIF DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Raharjo

    2008-01-01

    Full Text Available One of the fundamental principles of criminal law is the principle of legality. This principle of prohibition enforcement consequences subsided (non-retroactive a criminal law. In its development, this principle was deviation, especially for the crimes that fall into that category gross human rights violations. Constitutional Court decision to cancel the implementation regulation No. subsided. Law No. 2/2002 or Law No. 16/2003 closed the possibility of other criminal regulations made retroactive. Retroactive provisions of the (retroactive in Indonesia is only possible for the gross human rights violations as defined in Law No. 39/1999 or Law No. 26/2000. This issue becomes complicated when the crime occurred a new type will cause a lot of casualties but no criminal laws that govern them. Will restrictions on retroactive application of the principle is so tight to let the victim fall.

  18. PENGARUH KEBUDAYAAN KONTEMPORER DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR MAL

    OpenAIRE

    Freddy H. Istanto

    2000-01-01

    Market is traditionally known as the place where the seller and the buyers meet. In its development, it grows to be big shopping centers and even malls. Along with it, the concept of market has also changed within this building. It is not only the place where the transaction between the sellers and the buyers happen but also it expands to be the one where each person has turned to be the "player" in the nowadays "cultural-theatre". Being the designers, the architect is challenged to respond t...

  19. KERAGAMAN FUNGSI TANAMAN PAKAN DALAM SISTEM PERKEBUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmi Dianita

    2014-06-01

    Full Text Available Herbaceous forages in plantation system could be categorized into two groups that are  native and introduction species. These groups are species which have adaptability to ecophysiological condition as the growth of plantation trees. Some of these native species have multi functions/benefits. Inspite of as forage with good quality properties and used as amandement, these forage have nutraceuticals (phytochemical function; it has active compound which roles as curing and preventing disease and also as pesticide. These active compounds may be formed as alkaloids, flavonoids, saponin and tannin. These active compound also found in introduction species such as Arachis pintoi which known have active compound from alkaloids and flavonoids that roles as antimicrobial/ natural pesticide which come from root and as antioxidant which found in leaves. The latest research found that there is an increase of these active compounds by arbuscular mycorrhizal fungi inoculation. This fungi known has benefits for enhancement root system and nutrient absorbtion for plant in integration system.

  20. Character Debitur Bank Syariah dalam Memenuhi Kewajiban

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saparuddin Siregar

    2013-04-01

    Full Text Available Observing the NPF ratio of  Syariah Banking which is compare with the NPL in Conventional Banking, it is found out that NPF usually higher than the NPL. Syariah Banking is a Bank which applies the Islamic morality in approaching or interacting with it’s customer. This kind of  approaching will bring in or encourage a good character of  customer, but it’s questionable why the NPF still high. Weber’s theory explain that there is a relationship between religion and behavior, so this research will describe what are the causal factor of  NPF, what are the character’s of  the debtor in sharia banking and try to analyze how the correspondence of  the Weber’s theory in this field. This research is a kind of socio religious research which use statistical descriptive analysis. The population of this research is the all of sharia bank in north sumatera, which took BPRS Puduarta Insani addresses in Kabupaten Deli Serdang as a sample. Source of data are documents, records such a list of  non performing financing on the Agustus 2011. Besides collecting the information through study documents, some interviews to officers and staff  are conducted. The results of  this study shows that the factors influenced the NPF are bad character (37%, followed by uncomfortable condition (27% and lack of collateral (20%. capacity only influ- enced 10%, while capital only 6%. The Decreasing of NPF in BPRS by religious approach, good fight, and high pressure, have positive effect for the NPF. By this research Weber’s theory has correspondence with the empirical fact.

  1. APLIKASI PSIKOLOGI POSITIF DALAM DUNIA BISNIS

    OpenAIRE

    Juneman Juneman

    2012-01-01

    This article exploits the application of positive psychology in business both on individual and group levels. Due to its recent emergence in Psychology and Business, the author will outline the definition of positive psychology, critics in this field as well as summary of the impacts of positive psychology. The highlight is given to the 'open source' as a latest robust approach to be implemented in business. Further research that addresses some challenges related to the definition of happines...

  2. MEDIASI SEBAGAI BASIS DALAM PENYELESAIAN PERKARA PIDANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Raharjo

    2008-02-01

    Full Text Available Litigation model on criminal justice process can’t give satisfy and justice to offender and victim crime, so must be reform. Criminal Justice System is a network of criminal justice by using criminal law as ultimate material. The resolution of criminal cases at the time in Indonesia based on KUHAP (Act No. 8/1981 is recognized as litigation model. On KUHAP, non litigation model on criminal cases resolution is unknown, but based data research in Central Java, we are concluding that criminal cases resolution through non litigation model can be enable in Indonesia. For offender and victim, they can look for by way and place other. Non litigation model of criminal cases resolution can answer weakness on litigation model and show that existence of justice in many room; and according to pluralism in our constitutional, this model ought to accommodate in criminal justice system.

  3. Adopsi Model Competency Based Training dalam Kewirausahaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Santra

    2009-01-01

    Full Text Available The aim of the research is improving the teaching method in entrepreneurship subject. This research adopted the competency based training (CBT into the entrepreneurship. The major task in this research is formulated and designed the entrepreneurship competency. Entrepreneurship competency indicated by Personal, Strategic and Situational and Business competence. All of entrepreneurship competences are described into sub topic of competence. After designing and formulating the game and simulation the research continuing to implement the competency based training in the real class. The time consumed to implementing the CBT one semester, starting on September 2006 to early February 2007. The lesson learnt from the implementation period, the CBT could improve the student competence in Personal, Situational Strategic and Business. The three of the competencies are important for the success entrepreneur. It is a sign of application of “Kurikulum Berbasis Kompetensi”. There are many evidences to describe the achievement of the CBT in entrepreneurship subject. Firstly, physically achievement, that all of the student’s business plan could became the real business. The evidences are presented by picture of the student’s real business. Secondly theoretically achievement, that the Personal, Situational Strategic and Business competence statistically have significant relation with Business Plan even Real Business quality. The effect of the Personal, Situational Strategic and Business competence to Business Plan quality is 84.4%. and, to the Real Business quality 77.2%. The statistic’s evidence suggests that the redesign of the entrepreneurship subject is the right way. The content of the entrepreneur competence (Personal, Situational and Strategic and Business competence have impact to the student to conduct and running for own business.

  4. Konsep Keadilan dalam Sistem Peradilan Perdata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elisabeth Nurhaini Butarbutar

    2012-02-01

    Full Text Available Conflict on civil matters is an absolute competency of District Court. Judiciary system includes all items in relating with a judge assignment giving justice to the justiciable through the conviction. A court judges according to law and should not make discrimination. The provision becomes a principle for civil judge to process the conflict matter which is submitted on him/her. The justice concept on the civil judiciary system is a justice which is given by a judge during the judiciary on civil conflict, to produce a conviction. In the conflict of civil matter, it known as audi et alteram partem and to each his own principle. Audi et alteram partem principle. It means that giving to that every person on conflict should be equally treated. To each his own principle, it means that every person take everything as his own. In implementation, it look both of principles is contradiction each other. Because in the law system should not have any conflict, so both of the principle should be exist in the the conflict of civil matters.

  5. KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DALAM ADAT MINANGKABAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahima Zakia

    2011-01-01

    Full Text Available Adat Minangkabau has the values of equality and gender justice. Men and women based on the status and function are given rights, obligations and responsibilities in proportion. Fairness and equality of cover sako and pusako heritage, as well as participation in decision making. Women as Bundo Kanduang has domestik and public roles. The man is like the proverbial "tali tigo sapilin". Keywords : Gender, adat Minangkabau, sako, pusako, dan pengambil   keputusanCopyright © 2011 by Kafa`ah All right reservedDOI : 10.15548/jk.v1i1.39

  6. Proses Pengambilan Keputusan dalam Perspektif Ibn Taimiyyah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shobahussurur Shobahussurur

    2010-03-01

    Full Text Available An important problem in the discourse of Islamic political study is the problem of decision-making process within the political order of a country. Does Islam follow a view of absolutism in the decision making process. How does representative institutions decision become a constitutional decision. What is the form of consultation can be done to get the best decision. Almost all forms of Islamic political thought agree to make syűrâ (consultation system, consulting as a tool to create a state decision. Yet, the debate is on the problems that can be decided or determined through the mechanism of the syűrâ. For Ibn Taymiyyah, people are the main owners of state power. Determination of choice for power players and the way of power are completely in the hands of the people. They are the owners of the leadership in general. They are entitled to elect and dismiss the leader, as they also decide the broad outlines of state policy that must be done by him. Moreover, the authority outlines is not on the leader, but on the whole people. However, the syűrâ is not like the promoted Western liberal democracy. It has its characteristics, traits and principles.

  7. Penggunaan internet dalam menyalurkan maklumat korporat

    OpenAIRE

    Noor Azizi bin Ismail; Mohd. Noor Azli bin Ali Khan

    2007-01-01

    Makalah ini cuba meneliti sorotan literatur mengenai pelaporan kewangan menerusi internet (PKMI). Bidang kajian ini dipelopori oleh sarjana barat yang mendapati bahawa terdapat beberapa laman web di Sweden telah dibangunkan sebelum tahun 1995 (Hedlin, 1999). Manakala di Malaysia, bidang ini turut mendapat perhatian para sarjana mulai tahun 1999. Makalah ini turut membentangkan beberapa sub tema kajian terdahulu yang boleh dibahagikan kepada beberapa komponen utama iaitu pelaporan menerusi int...

  8. HERMENEUTIKA GADAMER DALAM STUDI TEOLOGI POLITIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faisal Attamimi

    2012-12-01

    Full Text Available This article discusses Gadamer's hermeneutics in the study of political theology. The question of meaning is at the heart of hermeneutic study. The significance or meaning comes from the German word "meinen" which means "in the mind or true". Thus, the meaning of a text, actions, relationships, and so on is what is in the mind of the author in implementing or generating text. According to Gadamer's hermeneutics, the meaning is never involved any of the elements (agents and intentions, but the two elements that must be interpreted (acts, texts and the like and its interpreter. The Gadamer outlook is what will be used in the view of political realities, particularly the relation between religion and state in the context of Indonesian-ness.

  9. KANDUNGAN KOLESTEROL DALAM BERBAGAI BAHAN MAKANAN HEWANI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Saidin

    2012-09-01

    Full Text Available The risk of consuming large quantities of food containing cholesterol has been widely known by the community. However, information concerning cholesterol content in a variety of foods originating from animal tissue is not very well known. By knowing the cholesterol content of food products, people could restrict or prevent their consumption of high cholesterol food and select foods with a low cholesterol content. The cholesterol content of various foods originating from animal tissues, such as beef, mutton, broiler and domestic chicken meat, entrails (liver, heart, kidney and intestines, skin, tail part and eggs and fish (salt water and fresh water had been investigated. Cholesterol content was analysed using David Sleighton's method, which was a modification from Abell et. al. The study revealed that the cholesterol content of every 100 g wet weight meat of domestic chiken was similar to that of broiler chicken, 116 mg and 110 mg respectively. Cholesterol content of broiler chiken entrails was higher than that of domestic chicken. The highest cholesterol content of broiler chicken entrails was liver (529 mg/100 g and the lowest was heart (171 mg/100 g, while for domestic chicken, the highest was kidney (336 mg/100 g and the lowest was heart (164 mg/100 g. Egg yolk cholesterol content of domestic chicken was 922 mg/100 g nearly two folds of broiler chicken's egg which was 485 mg/100 g. The highest content of cholesterol among salt water animals was shrimp (179 mg/100 g and the lowest was pomfret (97 mg/100 g, while for fresh water fishes the highest was catfish (94 mg/100 g and the lowest was mujair (52 mg/100 g.

  10. Ilusi Optis dalam Dunia Seni dan Desain

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jonata Witabora

    2012-09-01

    Full Text Available Visual is everything to do with vision. The ability of our brain to interpret visual is what we call visual perception. In the development of art and design, many artists and designers study visual perception and embody it in their works. One part of visual perception which attracts artists and made as the base on their work is optical illusion. This, in turn creates new streams in the world of art and design. Optical illusion is an anomaly in visual perception, a deceiving experience occurs beyond the control of the observer. Article maps out what optical illusions is, and identify a variety of optical illusions and their application in art and design.

  11. TEORI KOMPENSASI MARAH DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Wigati

    2013-11-01

    Full Text Available AbstracNormally, there are three basic emotions of human beings since the human born, such as emotionally upset, excited and scared. Angry compensation theory is a theory that the human ability to divert the anger feelings that arise and it is human nature given by God. The compensation can be received directly or indirectly,  Prinsiply,  in direct competition if the person able to control their feeling of temper it’s can  protect  them  from  all diseases  such as;  heart disease, hypertension and others. In other hand, indirect compensation which is person will get the reward from the God that heaven will be included, and will be increased in rank highest, including pious, looks wise and admired by many people. Angry in man is something that is natural from God that cannot be removed by anyone but can be managed positively angry. Angry that someone means the positive impact will be more assertive and respected, can improve a person's self confidence and can overcome fear if someone can manage angry emotions well. Keywords: Angry, Compensation, Islamic

  12. Dinamika Akad dalam Transaksi Ekonomi Syariah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmawati Rahmawati

    2015-11-01

    Full Text Available Transaction is one of law products (sharia and jurisprudence that has a lot of development in accordance to human dynamics of the classical period to the present day. In the future, it will always envolve to follow the dynamics of economic system by maintaining the substance in the middle of economical global contentions. Transaction becomes one of Islamic and sharia (revelation product law to ensure human welfare. As a norm, transactions in Islamic finance or Islamic economics can be fused into the world economic system. This can be a filtering and balancing for the economical system that runs stable towards the benefit of all parties.DOI: 10.15408/aiq.v3i1.2207

  13. EROTISME DALAM TEKS SASTRA JAWA KUNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soeharto Mangkusudarmo

    2005-02-01

    Full Text Available Old Javanese literature which is well-known until the present is expressed in either prose or poetry (kakawin . Old Javanese literature, kakawin, must comply with certain norms for example it must convey stones that portray battles, the beauty of nature and love . The portrayal of love expresses eroticism which radiates a sense of pornography. This is caused by the misinterpretation in appraising the erotic scenes . In discussing eroticism it is also important to consider the cultural background of the poet, sang kawi.

  14. Deradikalisasi Islam dalam Perspektif Pendidikan Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuly Qodir

    2013-06-01

    Full Text Available Physical or non physical terrorism is a form of radicalization that is considered the most extreme for applying new methods of relative in radicalization religion. The ideological war which is considered as the most advanced form of radicalization is a continuation of the religious world and the radicalization of form since 2000 in Indonesia. To reduce the various forms of religious radicalisation, the formal education is developed in Indonesia. The religious radicalization is a variant of the extreme movement that could be detrimental to Muslim in Indonesia based on data of literature, media studies and field observations.

  15. IDEAL Problem Solving dalam Pembelajaran Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eny Susiana

    2012-01-01

    Full Text Available Most educators agree that problem solving is among the most meaningful and importantkinds of learning and thingking. That is, the central focus of learning and instructionshould be learning to solve problems. There are several warrants supporting that claims.They are authenticity, relevance, problem solving engages deeper learning angtherefore enhances meaning making, and constructed to represent problems (problemsolving is more meaningful. It is the reason why we must provide teaching and learningto make student’s problem solving skill in progress. There are many informationprocessingmodels of problem solving, such as simplified model of the problem-solvingprocess by Gicks, Polya’s problem solving process etc. One of them is IDEAL problemsolving. Each letter of IDEAL is stand for an aspect of thinking that is important forproblem solving. IDEAL is identify problem, Define Goal, Explore possible strategies,Anticipate outcme and Act, and Look back and learn. Using peer interaction andquestion prompt in small group in IDEAL problem solving teaching and Learning canimprove problem solving skill.Kata kunci: IDEAL Problem Solving, Interaksi Sebaya, Pertanyaan Penuntun, KelompokKecil.

  16. Penggunaan Elemen Visual Garis dalam Fotografi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    John Felix

    2011-03-01

    Full Text Available Photography now is a science that attracts many people from those who learn it jus for hobby or those who wish to enter the industry. Since human found a way to record light and colors in photographic meaning, the challenge to produce photographic work is increase. Besides composing the light, photographers have to face a challenge on how to compose visual elements and what is the effect of using the chosen elements. This article explain how to apply one of visual elements, the line, in photographic work, as a visual element that is not only capable of giving emphasis to the main subject,but also as a visual element that can make a photograph looks comfortable to the eye of the viewer.

  17. HUBUNGAN GENDER DALAM REPRESENTASI IKLAN TELEVISI

    OpenAIRE

    Arief Agung Suasana

    2001-01-01

    Gender discourse up to now still have become the main subject to come up for discussion. As long we keep questioning of the gender innequalities%2C there are the others which feel suffer a ideologocal loss. For example in the whole of advertising businees%2C women have been involved with the advertisement in a variety of ways ? as consumers%2C subject%2C and as object of representation%2C even women have become as commercial comodity. To appreciate the fact that women often bring up out of th...

  18. CITRA PERUSAHAAN DALAM TAYANGAN ACARA TELEVISI LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Donny Perdana de Keizer

    2010-09-01

    Full Text Available This paper is about effectiveness imaging event through shows in television local, TVRI Yogyakarta, as government television media main based in Yogyakarta. Limited national budget as TVRI Yogyakartas only capital to hold productions in addition to government regulation and limited commercial productions, urges managers to be more creative in creating cooperation chances due to increase income. TVRI, which now as Public Broadcasting Organization, serves public interest with allocated budget by the Nation. Producers creativity determines the amount of show sponsors support. There are many ways to maximize its income as a part of imaging in the community. The imaging is not just through advertisement or public service announcement, but also through picture, logo, and sound.

  19. ETIKA KONSUMSI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Bahri S.

    2014-12-01

    Full Text Available This paper deals with consumption behavior in society; how to consume as recommended by Islam; and how should consumption behavior in the view of Islamic economics. Based on the results of the analysis, we concluded as follows: 1 Consumption behavior should pay attention to the aspects of the categories of needs asprimary needs, secondary needs and tertiary needs in accordance with the spirit of al-maq??d al-syar?’ah. In the view of Islam, consumption behavior should avoid isr?f and tab??r behavior in using their income to meet their life needs. In the aspect of comsuming any kind of food, the Muslims should always comsume the halal and the toyyib food. Consumption behavior in Islamic economics aims at achieving both the aspect of material and the aspect of spriruality, these two aspects will be achieved by maximizing the value of the use of each item in consumption.

  20. TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leny Marlina

    2013-11-01

    Full Text Available AbstracTrust is a very significant thing in a management. Good management is supported by good leadership. Leadership stands on the foundation of trust. When confidence fragile, then the leader will soon collapse. Similar to a standing leadership in education on the basis of trust. Therefore, the most fundamental and important when being a leader is to instill confidence in the members or subordinates because of the way that a leader will be respected and honored in an organization. Planting a sense of trust in subordinates leadership is influenced by the type of person and the type of leadership style depends on the person. Keywords: Leadership, Education, Management

  1. Model Pemangku Kepentingan dalam Keberhasilan Proyek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herry Pintardi Chandra

    2011-01-01

    Full Text Available Stakeholder condition is particularly important to reach project success. The objective of this study is to investigate the stakeholder conditions which are suggested in three parts; stakeholder impact, stakeholder engagement, and stakeholder psychological empowerment on project success. The data obtained from a questionnaire survey administered to 197 respondents for initial research, 204 for main research, and 5 construction companies for validation research by using structural equation modeling (SEM with program AMOS 16. The results indicated that stakeholder psychological empowerment applying of the ability to perform has a significant influence on project success measured by quality performance. On the other hand, stakeholder engagement reflected by engagement scope has no significant influence on project success

  2. KEINDAHAN DAN ORNAMENTASI DALAM PERSPEKTIF ARSITEKTUR ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulia Eka Putrie, Atik Hosiah

    2012-09-01

    Full Text Available This study discusses about the Islamic view from al-Quran and al-Hadith about beauty and its application in the form of architectural ornamentation of the building. This is done to obtain the basic philosophical as well as corridors for the implementation of the beauty in the building, as well as to restore the function of ornamentation itself. Of this study obtained an understanding that displayed beauty should still consider the values of Islam, namely the value of the benefit, harm avoidance, tauhid, cleanliness, and so forth. Between the harm to be avoided in the ornamentation of the mosque is a tendency to exaggerate (mubadzir, depiction of animate beings, disturbance of concentration, intention to brag, luxury, causing difficulty in maintaining cleanliness in the future, and so forth. The expression of beauty can also be done through simplicity, moderation, harmony with nature, concern for human needs and society, and conformity with the rules set by God Almighty and His Messenger.   Keywords:  Ornamentation, mosque, islamic architecture, beauty

  3. KRITERIA TANAH TERLANTAR DALAM PERATURAN PERUNDANGAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyanto

    2010-01-01

    Full Text Available When the State grants the person or legal entity is always accompanied by the obligations set forth in the BAL and the decision letter granting rights. Therefore prohibited from abandoning their land rights holders, and if the rights holders to abandon their land, the BAL has set the legal consequences of the disappearance of the relevant land rights and legal termination and affirmed as the soil directly controlled by the State. Criteria for determining the land has been abandoned, both under Customary Law, Islamic Law, Agrarian Law, Government Regulation No 36, 1998 and also No. 11, 2010 is substantially the same which includes wasteland Object land rights, land rights and management that have a basic mastery land; These lands are not cultivated, not utilized or not utilized in accordance with the circumstances, or the nature and purpose of the rights or basic mastery Therefore land should be maintained. To determine whether a field or farm land has been declared abandoned, the only criterion according to customary law used a specific period.

  4. Agama dalam Tentukur Antropologi Simbolik Clifford Geertz

    OpenAIRE

    Yusri Mohamad Ramli

    2012-01-01

    Clifford Geertz can be regarded as one of the most influential figures in religious studies, particularly in the field of anthropology. His unique symbolic anthropology approach had attracted researchers because of his emphasis on deductive reasoning in explaining the meaning of religion and in viewing cultural values that exist in religion. Research based on the content analysis of his works found that Clifford Geertz thought very strongly influenced by Ibn Khaldun as both of them emphasize ...

  5. ESTETISISME DAN DILEMA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM IKLAN

    OpenAIRE

    Moeljadi Pranata

    2001-01-01

    The development in women%5C%27s role is constructed by ads%5C%27 aestheticism and women%5C%27s attitude. Aestheticism provokes bad taste advertisement reducing woman as a mere biological object. Capitalistic system and structure has encouraged women to compete in social arena and subordination of women by men as well as conflicts among women. The empowerment of women%5C%27s role in ads can be achieved by generating the awareness on women not to part in stereotype establishing which inflicts w...

  6. WHITE SPACE DALAM IKLAN DI MEDIA CETAK

    OpenAIRE

    Andrian D. Hagijanto

    1999-01-01

    Readers are often unware of advertisments published in print media%2C therefore the elements of communication design composed in the promotion process fail to reach the objectives. One of the methods use to gain attention from the readers so they focus their vision to the advertisment is by presenting the lay out using white space. This article is to discuss about white space in media advertisments%2C especially newspaper and magazines. Abstract in Bahasa Indonesia : Iklan pada media cetak te...

  7. KEAJAIBAN CIPTAAN DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nangsari Ahmad

    2012-11-01

    Full Text Available AbstractMan presented on this earth - to borrow a term in computer science - with a hardware and software. The brain is the hardware and the software is reasonable. According recognized expert neuroscience (neuroscience has 100 biliun brain nerve cells (neurons, and each cell can make 20,000 relationships. Relationships that determine a person's potential. In addition, human beings are endowed almighty with a software, the reason (thought. The reason to process data from the five senses (data entry of hearing, sight, smell, taste, touch or sense to mind that are stored in the brain as a "memory" after a reasonable pack, mostly, in the symbols language and all the accessories (intonation, rhythm, sound pressure, movement, expression, facial expressions, body language and others. Apparently only people who have that ability. Animals also communicate, but do not use the language, at least, are not as effective as human language. Humans use language not only to communicate but also to other things, such as man can cure himself of the disease in misery with positive thinking. They also determine the attitude, spirit, ideals, hopes, and their establishment in the language, which is then stored as a memory in the brain there. In addition, human blessed with multiple intelligences and three ways of thinking (psychological, emotional, mental or spiritual. The implications of all this for learning, and even education as a whole, is very large. At best a teacher would not work membelajarkan students, if the students did not want membelajarkan himself. Teacher is a facilitator, motivator, and dynamic. Educating is managing learner’s conscience so that he became dignified and powerful members of society to society, nation, homeland and nation. Keywords: wonders of creation, learning and implication 

  8. Beberapa Penganggar Kukuh Dalam Model Linear Teritlak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nor Aishah Hamzah

    1999-06-01

    Full Text Available Several robust estimators as alternative to Maximum Likelihood Estimator in Generalized Linear Models(GLMs in the presence of outlying observations is discussed. These robust estimators are generalization of the Mestimator and Least Median of Squares (LMS in the linear model. A simulation study when the response is from the Gamma distribution will be carried out to compare the robustness of these estimators when the data is contaminated. A real example will be revisited.

  9. Beberapa Penganggar Kukuh Dalam Model Linear Teritlak

    OpenAIRE

    Nor Aishah Hamzah

    1999-01-01

    Several robust estimators as alternative to Maximum Likelihood Estimator in Generalized Linear Models(GLMs) in the presence of outlying observations is discussed. These robust estimators are generalization of the Mestimator and Least Median of Squares (LMS) in the linear model. A simulation study when the response is from the Gamma distribution will be carried out to compare the robustness of these estimators when the data is contaminated. A real example will be revisited.

  10. PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Arifin

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakThere are some problems in Islamic education either theoretically or practically. Based on its theoretical problem, it have not been definite the ontological Islamic education source and there was a dichotomy in Islamic education epistemology which is caused the separation of religion science and general science. Based on its practical problem, there was some moral degradation of the students in some Islamic institutions. This article describes the Islamic education analysis based on philosophical science perspective (ontology, epistemology, and axiology and describes the solutions from those problems.There were some conclusions taken from the description above; 1 based on Islamic education ontological theory, there are two kinds of science as they are material substance science and non-material substance science. 2 based on Islamic education epistemological theory, there are two kinds of science as they are kasbi science and ladunni science. 3 based on Islamic education axiological theory, there are two functions of science as they are beneficial for human being in real life and after life.  Keywords: Islamic education ontology, epistemology, axiology

  11. Emotional Abuse dalam Hubungan Suami-Istri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Greta Vidya Paramita

    2012-03-01

    Full Text Available In a marriage relationship, generally husband and wife has the commitment to live together and make each other happy. A spouse is expected to be a sparring partner, one who will always be there to share the good and bad times. Unfortunately, this situation doesn't always happen. One of the factors leading to this unhappiness is the presence of emotional abuse. Emotional abuse is a psychological violence which has the contribution in decreasing the victims self-confidence. Article describes various patterns of emotional abuse, characteristic of the abuser, consequences of the abuse, and how to respond to the abuse. There are also some suggestions to prevent or either cope the emotional abuse. The method used in this research is literature study. As a conclusion, emotional abuse in marriage relationship can be prevented by getting to know the partner personalities before the marriage. If emotional abuse occurs in a husband and wife relationship, the victim alone or together with the partner should seek professional help.

  12. PENGARUH GAYA KALIGRAFI DALAM DESAIN LOGOTYPE

    OpenAIRE

    Elisabeth Christine Yuwono

    2005-01-01

    Generally%2C group of Calligraphies are divided into two groups: Eastern and Western calligraphy. Eastern calligraphy is divided into East Asia/oriental calligraphy (China%2C Japan%2C Korea) and Middle east (Arab). Western calligraphy is divided into Europe and America. Calligraphy styles sometimes are adapted by companies and products for their logotypes. Indian%2C Javanese and various other letters which have etnicity characteristics as a matter of fact might be categorizing into calligraph...

  13. Struktur Frasa Adjektival Dalam Bahasa Indonesia

    OpenAIRE

    Mulyadi

    2010-01-01

    This article discusses the internal structure of adjectival phrase in Bahasa Indonesia. The study of this phrase structure applies X-bar theory as one of the generative syntax subtheories. The research corpus is gained from the writen resources and analysed by using distributional method. From the data analysis results it is showed that general properties of adjectival phrase structure in Bahasa Indonesia basically consist of specifier + nucleus + complement + adjunct. The gra...

  14. PERAN WAKAF DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rozalinda Rozalinda

    2014-05-01

    Full Text Available Women have an important contribution to the economy. Contribution of women in the micro, small and medium enterprises (SMEs is quite large. Is a small micro economic activities became the choice of most members of society, particularly women's groups, they are many involve in industrial activities crafts and home industries. Development of waqaf money to acquire a strategically. Endowments money can be invested and distributed to economically empower women entrepreneurs through micro-finance and business assistance. Cash waqaf management institutions to empower women by providing working capital and business development Keywords : Women, Mikro finance, enpowerment, entrepreneurshipCopyright © 2012 by Kafa`ah All right reservedDOI : 10.15548/jk.v2i1.40

  15. Kerangka Kerja Ekonofisika dalam Basel II

    OpenAIRE

    Situngkir, Hokky; Surya, Yohanes

    2006-01-01

    The paper elaborates some analytical opportunities for econophysics in the implementation of Basel II documents for banking. We see this chances by reviewing some methodologies proposed by the econophysicists in the three important aspects of risk management: the market risk, credit risk, and operational risk.

  16. PEMANFAATAN METODE AERASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH BERMINYAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Arsawan

    2012-11-01

    Full Text Available Oily waste can pollute environment. One of the method used to process the oily waste is aerationmethod. This researce is carried out by taking oily waste PT. Indonesia Power Business Unit Electric PowerStation Bali at Pasanggaran Denpasar, aimed at increase quality of the waste.The sampel used is waste of PT. Indonesia Power Electric Power Station Business Unit of Bali. Thesampel is intercepted and retained in a retaining box, and 11,12 litters are then taken to be put intotreatment tank. Aeration treatment duration given varies, such as 12 hours, 24 hours, 48 hours, and 72 hoursfor the sampel with air flow speed of 0,6m/s. The treatment is also done with adding sampel with mud of 1%of the whole sampel volume. The relation between Aerating duration with oil contents, oil layer, BOD value,COD value, TDS value and TSS value will be analyzed with simple correlation and descriptive analysis.Aeration treatment can reduce the contents of oil in waste and separate oil accumulated in the waterso that the oil can be depressed up. Aeration treatment can also lower BOD value, COD value, TDS valueand TSS value because giving oxygen in to waste will meet the needs of oxygen of disentanglingmicroorganism in the waste water and the needs of oxygen for oxidation of chemicals in the waste.Therefore, aeration treatment can increase quality of the waste.

  17. Pendidikan Islam dalam Konsep Prophetic Intelligence

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hayat

    2013-12-01

    Full Text Available Intelligence has connectivity to the educational process as a concrete step in the development of human character as caliph in the world to think of all God ‘s creation. Islamic education teaches a life of meaning to the concept of “amar ma’ruf nahi mungkar”. It is really clear that various concepts in Islamic education are not adjusted enough with the development period that is increasingly sophisticated and globalized. Islamic civilization has been built since the Prophet Muhammad SAW, and other thinkers in teaching a sense of knowledge that is based on Al- Quran and Al - Hadits as the main guideline. Prophetic Intelligence provides illustration that in transforming education through the concrete steps for being “insan Kamil” that is “rahmatan lil alamin”. Intelligence Prophetic provides illustration that in transforming education through the concrete steps for being ‘Insan Kamil’ that is ‘rahmatan lil alamin’.

  18. PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERADABAN INDUSTRI FASHION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Mustami

    2015-06-01

    Full Text Available This article discusses the concept Apparel in Islamic education . Which is currently a lot of variety of fashion in dress. Although the general function of clothes is a human genitalia cover and protect the body from the heat of the sun. However hijab at this time not just cover the nakedness , but rather as a fashion style that became a common thing now is infecting the womenfolk including Muslim. Ranging from clothes, pants, until hijab began in innovation so as to attract the eye. Although it is not yet represent the shape and fashion model/standard clothes, but felt able to express Islamic education in the dressing (hijab and a fashion model/Islamic clothing. Obviously keep on religious norms, ethical and moral teachings. Substance of clothing in Islam is polite in accordance with the values of Islamic Education.