WorldWideScience

Sample records for logam berat dalam

  1. Kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari, Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward

    2014-08-01

    Full Text Available Pengamatan kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari telah dilakukan pada bulan Juni 2011. Contoh sedimen diambil dengan menggunakan gravity core pada 5 stasiun penelitian. Kandungan logam berat diukur dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat dalam sedimen serta memprediksi kualitas sedimen berdasarkan pendekatan analisis indeks (Indeks geoakumulasi dan Indeks Beban Pencemaran. Hasilnya menunjukkan, kandungan Pb berkisar 3,704-21,892 ppm, Cd 0,784-1,385 ppm, Cu 3,451-12,193 ppm, Zn 24,838-69,973 ppm, dan Ni 37,289-72,329 ppm. Kandungan ke lima logam tersebut masih lebih rendah dari nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup 2010 dan baku mutu sedimen Ontario (Ontario Sediment Guideline 2008. Kandungan logam berat dalam sedimen di Stasiun 4 lebih tinggi dibandingkan dengan Stasiun lainnya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tekstur sedimen di masing-masing stasiun. Stasiun 4 berada di muara sungai dan mempunyai sedimen dengan tekstur berupa lumpur berwarna hitam. Kandungan logam Ni lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, hal ini menunjukkan adanya masukan sedimen dari Teluk Kendari dan Teluk Lasolo yang terbawa oleh arus, disamping yang berasal dari darat yang masuk melalui aliran sungai. Berdasarkan nilai indeks geoakumulasi (I-geo sedimen di perairan ini termasuk kategori tidak tercemar oleh Pb, Cu, Zn, dan Ni (I_geo<0, dan tercemar sedang oleh Cd (1logam berat Pb, Cd, Cu, Zn, dan Ni.

  2. PEMANFAATAN ENERGI GELOMBANG ULTRASONIK DALAM ADSORPSI ION LOGAM BERAT PB (II) DAN CU(II) PADA BIOADSORBEN KARBON AKTIF DARI SEKAM PADI

    OpenAIRE

    M Zakir; Maming, I. Raya; Karim, A.; Santi

    2012-01-01

    Penelitian tentang pemanfaatan energi gelombang ultrasonik dalam adsorpsi ion logam berat Pb2+ dan Cu2+ pada bio-adsorben karbon aktif dari sekam padi telah dilakukan. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah tersedianya data kapasitas adsorpsi dan material karbon aktif dengan kualitas lebih baik dari hasil irradiasi dengan gelombang ultrasonik. Rata-rata kadar abu sekam padi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 20,69%. Karakteristik permukaan (surface characteristics) material karbon...

  3. SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT KITOSAN SERTA PEMANFAATAN SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT PADA LIMBAH CAIR

    OpenAIRE

    St. Fauziah, S.Si., M.Si.

    2005-01-01

    Telah dilakukan penelitian tentang komposit kitosan yang digunakan sebagai adsorben untuk mengadsorpsi logam berat Cu dalam limbah cair sintetik. Komposit kitosan disintesis dengan membuat suatu campuran kitosan dan alumina sebagai zat pendukung (suport matrial). Penelitian dilakukan dengan metode ekperimen dalam laboratorium melalui tahapan, pembuatan subtrat alumina, pembuatan gel kitosan, pelapisan permukaan substrat alumina dengan kitosan, dan filtrasi material kmposit. Karakterisasi ...

  4. SINTESIS TURUNAN POLIEUGENOL SEBAGAI CARRIER BAGI RECOVERY LOGAM BERAT DENGAN TEKNIK MEMBRAN CAIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Cholid Djunaidi

    2012-02-01

    Full Text Available Telah dilakukan sintesis senyawa asam poliuegenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat (suatu turunan polieugenoksi asetat dengan gugus aktif N dari eugenol. Hasil sintesis digunakan sebagai ekstraktan logam berat dengan metode transport membran cair. Analisis struktur polimer yang terbentuk dilakukan dengan spektrometer infra merah, 1H NMR, KLT, dan uji kelarutan. Penentuan berat molekul relatif polimer menggunakan metode viscometer Ubbelohde. Transport logam dilakukan dengan Membran Cair Ruah (BLM menggunakan sel gelas tipe U terhadap campuran logam Cu (II, Fe (III, Ni (II, Cd (II, Zn (II, dan Cr (III kesemuanya dalam bentuk garam klorida. Transport dilakukan pada fasa umpan dan penerima HCl, konsentrasi logam masing-masing 50 ppm. Penentuan konsentrasi ion logam di fasa penerima sebelum dan sesudah transport dilakukan dengan spectrofotometer serapan atom, sedangkan perubahan pH yang menyertai diukur dengan pH meter. Hasil sintesis polieugenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat berupa serbuk amorf berwarna merah bata sampai coklat tua, dengan berat molekul 5.980.854 gram/mol dan 5.602.282 gram/mol. Hasil transport terhadap campuran logam menunjukkan polieugenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat dengan gugus N hasil sintesis mampu mentransferkan campuran logam ke fasa penerima dengan urutan logam hard (Cr (III dan Fe (III > logam borderline (Ni (II, Zn (II dan Cu (II, logam soft Cd (II.

  5. PEMANFAATAN KARBON AKTIF ARANG BATUBARA (KAAB UNTUK MENURUNKAN KADAR ION LOGAM BERAT Cu2+ DAN Ag+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-05-01

    Full Text Available UTILIZATION OF CHAR COAL ACTIVATED CARBON (CCAB FOR HEAVY IONS (Cu2+ AND Ag+ REDUCTION FROM INDUSTRIAL WASTE WATER. Industrial wastewater may contain heavy metals such as Cu and Ag those are harmful to the environment if discharged without pretreatment. One of the methods to reduce heavy metals in wastewater is adsorption, to separate certain components from liquid to the surface of solids. Adsorption is a simple method, but most of the adsorbents are expensive, therefore a cheaper adsorbent is required to reduce the cost of the adsorption process. This work utilized bottom ash as an adsorbent. Bottom ash is a waste of combustion products in the coal industry, which contain potentially harmful materials. Activation of bottom ash was made by soaking in peroxide and continuing by heating at a temperature of 500oC. This study was aimed to determine the influence of process parameters (concentration, pH and processing time to the percentage of amount heavy metals adsorbed, to study the equation isotherm adsorption using Langmuir and Freundlich models, and to calculate the kinetic constants of adsorption based on pseudo -first- order and pseudo-second-order kinetic model. The experiment was conducted in the batch system, where 10 grams bottom ash was mixed with 400 ml of synthetic waste. AAS was used to determine the heavy metals content in the waste solution. The results showed that bottom ash can be used to reduce heavy metals of Cu2+ and Ag+, the optimum condition when the concentration of 25 ppm under acidic conditions, bottom ash was able to adsorb Cu2+ metals ion by 62.79-80.25% at pH 4, and 65.54-85.98% at neutral pH with the same adsorption time of 300 min. For the ion metals Ag+, at acidic solution the metals ion can be adsorbed by 56.51-82.21%, while at neutral pH conditions 59.92-87.55%. Adsorption of bottom ash follows the model of Freundlich isotherm adsorption at acidic and neutral condition, the correlation coefficient (R2obtained was 0.994 for Cu2+ metals ion and 0.984 for the Ag+ metals ion at acidic solution, whereas 0.986 for Cu2+ metals ion and 9.69 for the Ag+ metals ion at neutral pH. Kinetic model of second order rate describe the adsorption process well at acidic and neutral conditions. At the optimum conditions, the correlation coefficient (R2 of 0.998 for Cu2+ and 0.999 for the Ag+ at acidic solution, whereas 0.993 for Cu2+ and 9.998 for the Ag+ at neutral pH were obtained.  Limbah cair industri bisa mengandung ion logam berat seperti Cu2+ dan Ag+ yang berbahaya bagi lingkungan jika dibuang tanpa melalui pengolahan dahulu. Metode yang digunakan untuk mengurangi ion logam berat dalam limbah cair sudah banyak dilakukan, salah satu diantaranya adalah adsorpsi, yaitu memisahkan komponen tertentu dari fluida ke permukaan zat padat. Adsorpsi merupakan metode yang mudah, akan tetapi kebanyakan adsorben yang digunakan harganya mahal, sehingga perlu adanya alternatif adsorben yang murah. Penelitian ini memanfaatkan karbon aktif arang batubara (KAAB sebagai adsorbennya. Arang batubara merupakan limbah hasil pembakaran batubara pada industri, yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi adsorben, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pengaktifan arang batubara dilakukan dengan merendamnya dalam peroxide kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter proses (konsentrasi, pH dan waktu proses terhadap persentase ion logam berat teradsorpsi dalam KAAB, mempelajari persamaan kesetimbangan adsorpsi dengan menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich, dan menghitung konstanta kinetika adsorpsi dengan pendekatan model kinetika pseudo-first-order dan pseudo-second-order. Pelaksanaan penelitian dengan batch, yaitu mengkontakkan 10 gram KAAB dengan 400 ml limbah sintetis. Pengujian kadar ion logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAAB dapat digunakan untuk mengurangi kandungan ion logam berat Cu2+ dan Ag+, pada kondisi optimum saat konsentrasi 25 ppm, KAAB mampu mengadsorpsi ion logam Cu2+ sebesar 64,60-88,89% pada pH asam sedangkan pada pH netral sebesar 67,02-80,25%. Untuk ion logam Ag+ pada pH asam mampu mengadsorpsi ion logam sebesar 69,97-82,21%  sedangkan pada kondisi pH netral sebesar 72,71-87,55%. Adsorpsi KAAB mengikuti model Isoterm adsorpsi Freundlich pada pH asam dan netral, koefisien korelasi (R2 0,994 untuk ion logam Cu2+ dan 0,984 untuk ion logam Ag+saat pH asam, sedangkan pH netral (R2 0,986 untuk ion logam Cu2+ dan 9,69 untuk ion logam Ag+. Kinetika model second-order rate sesuai untuk proses adsorpsi pH asam dan netral, pada kondisi optimum harga koefisien korelasi (R2 >  0,998.

  6. KAJIAN IKATAN HIDROGEN DAN KRISTALINITAS KITOSAN DALAM PROSES ADSORBSI ION LOGAM PERAK (Ag

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    C. Purnawan

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan kajian tentang ikatan hidrogen inter dan intramolekuler kitosan yang dapat menyebabkan perubahan keteraturan dan tingkat kristalinitas polimer kitosan akibat masuknya ion logam Ag ke dalam polimer kitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya ion logam Ag ke dalam polimer kitosan dapat mempengaruhi mempengaruhi ikatan hidrogen inter dan intramolekuler sehingga menyebabkan perubahan keteraturan dan tingkat kristalinitas polimer kitosan. Kristalinitas kitosan meningkat hingga perbandingan Ag/kitosan = 0.25/100 (b/b. Setelah perbandingan Ag/kitosan lebih besar dari 0.25/100 (b/b, kristalinitas kitosan menurun.

  7. KANDUNGAN LOGAM BERAT (Hg, Cd, dan Pb DALAM AIR TANAH PADA PERUMAHAN TIPE KECIL DI JABOTABEK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Athena Athena

    2012-09-01

    Full Text Available A survey of heavy metals (Hg, Cd, Pb in drinking water at small and very small houses was conducted in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi (Jabotabek, in 1992. The purpose of this study was to get information about water quality and environmental condition of water sources at low cost housing and very low cost housing in Jabotabek. Forty to sixty water samples were taken from each location and analyzed by Atomic Absorption Spectrophotometer. The mercury concentration was analyzed using Cold Vapor Technique, whereas Cd and Pb were analized using The Air-acetylene method. Water samples were collected in dry season and rainy season. Interview of the owners of the house and of environmental observation of the water sources were done to get information about the condition of drinking water sources. The highest concentration of mercury detected in Jakarta was in the rainy season (2.50 mg/l. Cadmium and Lead were detected in Bogor, (Cd: 0.26 mg/l in the rainy season and Pb : 0.16 mg/l in dry season. However 41.5% water samples from Jakarta were exceeding the mercury concentration standard, 25.4% water samples from Bogor were exceeding cadmium concentration standard, and 41.1% water samples from Bogor were exceeding lead concentration standard Heavy metals concentration in drinking water at Bekasi and Tangerang were relatively lower than Bogor and Jakarta. The environmental condition of shallow wells in Bekasi and Tangerang were also better than Bogor and Jakarta.

  8. PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES (MART. SOLMS. DALAM PENYISIHAN LOGAM BERAT CHROM (CR PADA LIMBAH ELEKTROPLATING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sumiyati

    2012-02-01

    Full Text Available Effluent that is produce by the electroplating industry, especially nickel chrome plating, contains chromemetal that is carcinogenic. The toxicities from chrome are caused by its ability to dissolve and its mobilityin the environment. An alternative treatment to reduce chrome is called fitoremediasi which uses plants asits indicator; in this case we use water hyacinth.At the preface experiment, we tried to plant mature water hyacinth in electroplating waste. First we tried toplant in 100% waste water in witch we repeated it 3 times. At the 3rd week; day 18; the plants becameyellowish and became wilted. Knowing this fact, we applied the time for our experiment the we were goingto executed, with assuming at the 18th day the plants will become wilted as an indicator that the waterhyacinth are saturated in adsorbing chrome as the heavy metal pollutant. This became the parameter indesigning the time treatment for the plant zone, 4 until 15 days.The treatment was done by making variation in the amount of plants that are planted, which was 0 plants(as the control, 1 plant, 2 plants, 3 plants, and 4 plants; with 3 times repeating at each stage. The result ofthis experiment after 18 days shows the chrome concentration and the efficiently in decreasing theconcentration on each stage. The highest efficiently for each plant was the treatment by 1 plant only. Thehighest efficiently in decreasing the concentration was 78,95% ad it was done by the treatment with 4plants. To get chrom concentration which is fill with the standard, we can add more water hyacinth into thewaste with the balance equivalent or we need the lower beginning concentration.

  9. Pengaruh Penambahan Kaolin Terhadap Reduksi Logam Pb pada Proses Pembakaran Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isdawani Is

    2015-06-01

    Full Text Available Adsorpsi emisi pembakaran briket batubara dengan menggunakan adsorben kaolin telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh rasio adsorben terhadap performa penyerapan SO2 dan logam berat plumbum (Pb. Kaolin dicampur dalam briket batubara dengan variasi massa 2, 4, 6, 8, dan 10%. Briket dibakar pada electrically stainless steel reaction tube pada kondisi temperatur pembakaran yaitu 600, 700, dan 800oC. Analisis kadar pb dilakukan dengan menggunakan atomic absorbtion spectroscopy (AAS Perkin Elmer. Konsentrasi emisi SO2 dalam gas buang dianalisis menggunakan industrial gas combustion and emission analyzer (E4400i. Hasil percobaan dan analisis menunjukkan, bahwa tingginya rasio adsorben dapat menurunkan trend emisi SO2 yang dihasilkan. Pada emisi logam tingkat kejenuhan penyerapan oleh kaolin berada pada rasio adsorben 6%-10%. Kapasitas adsorpsi yang dihasilkan cenderung tinggi pada suhu pembakaran 600oC.

  10. ADSORPSI LOGAM SENG (Zn DAN TIMBAL (Pb PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI KERAMIK OLEH TANAH LIAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cindy Rianti Priadi

    2014-05-01

    Full Text Available ADSORPTION OF ZINC AND LEAD FROM CERAMIC WASTEWATER USING CLAY. Ceramic industry generates glaze wastewater and clay waste. Glaze wastewater contains heavy metal from ceramic painting process which can potentially cause severe pollution problem. Glaze wastewater from PT.X typically contains Cd (0.013 mg/L; Cu (0.033 mg/L; Pb (1.20 mg/L; and Zn (7.00 mg/L. Clay waste used as adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. The present study investigates in bench scale and uses batch adsorption method to determine effective  adsorbent amount and contact time in removing heavy metals in glaze wastewater in order to fulfill the discharge requirement based on regulation of Minister of Environment No.16/2008concerning effluent water standard for ceramic industries. The results showed that the effective adsorbent amount and contact time respectively are 5 g/L and 15 minutes with pH 8 and stirring speed of 150 rpm. Concentration of heavy metal adsorbed are 0,614 mg/L and 2,07 mg/L for lead (Pb and zinc (Zn with removal efficiency up to 61.0% for Pb and 9.8% for Zn.From this study clay waste could be potentially used as an adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. Keywords: adsorption, clay waste, heavy metals Abstrak Industri keramik menghasilkan limbah glasir dan limbah tanah liat. Limbah glasir mengandung logam berat yang berasal dari proses pewarnaan keramik dan berpotensi mencemari lingkungan. Kandungan logam berat pada limbah glasir PT.X yaitu Cd (0,013 mg/L; Cu (0,033 mg/L; Pb (1,20 mg/L; dan Zn (7,00 mg/L. Limbah tanah liat digunakan sebagai adsorben yang berguna mengurangi kadar logam berat pada limbah glasir.Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan metode batch adsorpsi untuk menentukan dosis adsorben dan waktu kontak yang efektif dalam mengolah limbah glasir agar memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2008 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri keramik. Hasil penelitian menunjukan dosis efektif  adsorben sebesar 5 g/L dan waktu kontak 15 menit dengan kondisi pH 8 dan kecepatan pengadukan 150 rpm. Kadar logam setelah diadsorpsi telah mencapai baku mutu yaitu sebesar 0,614 mg/L dan 2,07 mg/L untuk Pb dan Zn dengan efisiensi pengurangan kadar logam Pb sebesar 61% dan Zn sebesar 9,8%. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa limbah tanah liat berpotensi dijadikan adsorben untuk mengurangi kandungan logam pada limbah cair industri keramik. 

  11. PENCEMARAN LOGAM BERAT MERKURI (Hg PADA AIRTANAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thomas Triadi Putranto

    2012-02-01

    Full Text Available The earth consists largely of water because the land area is smaller than the ocean. Human beings on this earthcan not escape the need for water. Water is the main requirement for the process of life on the earth.Relatively clean water that is coveted by men, whether for purposes of daily life, for industrial purposes, for thecleanliness of city sanitation, as well as for agricultural purposes and so forth. Heavy metal pollution is a veryserious issue to be handled, because of adverse environmental and ecosystem in general. Heavy metallic elementis the element which has a density of more than 5 gr/cm3. Hg has a density of 13.55 gr/cm3. Disaster is anoutbreak of Minamata mercury poisoning in people who eat fish contaminated by mercury in Minamata Japan,and this event is known as Minamata Disease. Efforts to tackle the heavy metal pollution can actually be doneusing a chemical process or by microorganism such as microbes and bacteria.

  12. PEMANFAATAN SINGKONG (MANIHOT UTILISSIMA DALAM PEMBUATAN SIROP ISOTONIS UNTUK MENINGKATKAN KESEGARAN JASMANI PADA OLAHRAGAWAN DAN PEKERJA BERAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Sabita Slamet

    2012-11-01

    Full Text Available Produksi singkong relatif berlimpah di beberapa wilayah tertentu di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal, karena belum banyak industri yang mengolah komoditas ini menjadi produk lain yang bernilai ekonomi tinggi. Penelitian pengolahan singkong menjadi produk sebagai sirop minuman isotonik dan pemacu efisiensi metabolisme energi telah dilakukan untuk pemanfaatannya yang lebih tepat guna. Cara pengolahan yaitu melalui hidrolisa asam dan enzim, dan ditambahkan garam isotonik. Setelah diuji organoleptik terhadap rasa, warna dan aromanya, minuman tersebut dicobakan kepada 10 orang karyawan biasa berolahraga secara tetap serta teratur dan kepada 10 orang pekerja berat. Uji efektifitas jasmani dari sirop tersebut yaitu dengan naik turun banku cara Harvard, selama lima menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada karyawan, skor uji naik turun bangku cara Harvard berturut-turut antara I (air putih, II (sirop enzim, III (sirop enzim, dan IV (sirop gula sacharida adalah 68.3, 78.6, 84.6, 84.4 yang secara statistik perbedaannya tidak bermakna. Sedangkan pada golongan pekerja berat, skor uji naik turun bangku Harvard secara statistik terdapat perbedaan bermakna antara I (sirop enzim 62.7 dengan II (sirop asam 91.2, juga antara III (air putih 106.9 dengan IV (sirop gula sacharose 128.3. Kesimpulan yang dapat dikemukakan adalah bahwa perlu penelitian lanjutan dengan menggunakan subjek (n yang lebih banyak.

  13. Hubungan Berat Plasenta Dengan Berat Badan Lahir Bayi di Kota Pariaman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasra Mukhlisan1

    2013-05-01

    Full Text Available AbstrakPertumbuhan janin intrauterine dipengaruhi oleh fungsi plasenta. Plasenta mensuplai oksigen dan makanan dari sirkulasi ibu ke janin dan mengeluarkan sisa metabolisme dari sirkulasi janin ke ibu. Berat plasenta bertambah akibat pertumbuhan vilus plasenta. Vilus-vilus ini berfungsi sebagai tempat pertukaran makanan, oksigen dan zat sisa janin, sehingga berat plasenta akan berperan penting dalam menentukan berat badan lahir bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat plasenta dengan berat badan lahir bayi di Kota Pariaman. Metode penelitian adalah deskriptif dan analitik, sedangkan pengolahan data dilakukan dengan uji korelasi software SPSS 15. Penelitian dilakukan di kota Pariaman dengan menggunakan data ibu melahirkan dari bulan Januari-Juni 2011. Ada 30 orang subjek dalam penelitian ini, didapatkan berat badan lahir bayi rata-rata adalah 2.996,67 gram (SD = 448,36, 4 diantaranya (13,33% memiliki berat badan lahir rendah (BBLR sementara yang lainnya normal. Berat plasenta rata-rata 496,67 gram (SD = 49,01. Berdasarkan hasil uji korelasi, berat plasenta berhubungan dengan berat badan lahir bayi di Kota Pariaman dengan p = 0,00 (<0,05 dan r = 0,784. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berat plasenta memiliki hubungan yang bermakna dengan berat badan lahir bayi di Kota Pariaman dan kekuatan hubungan sedang.Kata kunci: Plasenta, berat plasenta, berat badan lahir bayiAbstractThe intrauterine growth of foetus is affected by the placental function. The functions are supplying oxygen and nutrition from maternal circulation to the foetus and secreting the metabolism residual from foetus circulation to the maternals. The increase of placental and foetus weight occurs in the same time. The villi is the surface for the exchange of nutritions, oxygens, and residual substances of feotus. The goals of this study is to identify the relationship between placental weight and birth weight in Pariaman. The method of this study is descriptive and analytical with correlation test and SPSS 15 was used for data processing. This study was held in Pariaman and pregnant woments data taken from January until June 2011. The results of this study showed that 30 subjects had the average of birth weight was 2,996.67 gram (SD = 448.36, 4 (13.33% were low birth weight, while the others were normal. The average of placental weight was 496.67 gram (SD = 49.01. Based on correlation test, placental weight had relationship with birth weight in Pariaman (p = 0.00 (<0.05 and r = 0.784. The conclusion is placental weight had significant correlation with birth weight in Pariaman and the power of correlation was intermediate.Keywords:Placenta, placental weight, birth weight

  14. DISTRIBUSI CEMARAN LOGAM BERAT KROMIUM (Cr DI SEKITAR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM DESA SUSUT, BANGLI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siaka I M.

    2012-11-01

    Full Text Available An investigation on the distribution of contamination of heavy metals chromium (Cr in around Industrial Metal Coating at Susut Village, Bangli has been carried out. Allegedly contaminated soil by metal chromium (Cr was analyzed by means of AAS (Atomic Absorption Spectroscopy with prior process of digestion method using a mixture of mineral acids, HNO3 and H2O2 (1:1. It was found that, the distribution of heavy metals chromium varied according to the distance (0 – 50 m between the pollutant sources and the sampling locations. The soils collected from West side of the industry contained Cr ranging from 13.4742 to 24.2507 mg/kg, while the soils collected from the North and South sides of the industry contained Cr of 9.9725 – 19.6718 mg/kg and 19.9415 – 25.8771 mg/kg respectively. Moreover, the distribution of Cr showed a positive correlation between depths (0 – 40 cm and the Cr concentrations. The deeper was the soils, the higher the concentration of Cr was. The concentration of Cr ranged from 3.5022 to 30.7174 mg/kg and the highest concentration of Cr was distributed in the depth of 40 cm.

  15. IDENTIFIKASI ZONA PENGURANGAN AIR TANAH BERDASARKAN MODEL 3D GAYA BERAT MIKRO ANTAR WAKTU

    OpenAIRE

    Supriyadi -; WGA Kadir; Sarkowi -; R Herbet

    2014-01-01

    Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa di kota Semarang telah terjadi penurunan muka air tanah di beberapa lokasi. Penelitian menggunakan metoda gaya berat mikro antar waktu (time lapse selama kurun waktu Desember 2003 hingga Juni 2004 di daerah Semarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengaplikasikan metoda gaya berat mikro dalam menentukan zona pengurangan air tanah dataran aluvial Semarang dan melakukan pemodelan 3D menggunakan program Grav3D untuk identifikasi zona pengur a...

  16. Penyisihan Fe dalam Air Tanah Menggunakan Zeolit Alam Banda Aceh Teraktivasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasni Hasni

    2015-06-01

    Full Text Available Kajian ini membahas proses pemisahan logam besi dalam sampel air secara adsorpsi. Secara umum bertujuan untuk melihat pengaruh perlakukan zeolit alam terhadap efisiensi penyisihan logam besi dalam sampel air baku. Proses adsorpsi menggunakan zeolit alam Banda Aceh dengan variasi ukuran partikel 40, 60, 80, dan 100 mesh.  Kadar besi (Fe dalam larutan sampel buatan adalah 1,25 mg/l agar mendekati kadar logam besi sesungguhnya. Kadar sampel asli air tanah dari Desa Alue Peunyareng Kabupaten Aceh Barat sebesar 1,1206 mg/l. Analisis kadar logam besi dilakukan dengan alat spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adsorpsi maksimum diperoleh pada penyerapan dengan zeolit alam berukuran 100 mesh baik untuk sampel asli maupun sampel buatan. Aktivasi zeolit alam menaikkan kemampuan adsorpsi bahan penyerap hingga 154,72%. Kemampuan penyerapan yang dimiliki zeolit alam menurun hingga 92,25% manakala sampel yang diserap berupa air tanah karena sampel masih banyak mengandung bahan pengotor.

  17. Analisis Kekuatan Tangki CNG Ditinjau dengan Material Logam Lapis Komposit pada Kapal Pengangkut Compressed Natural Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Firmansah

    2013-03-01

    Full Text Available Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan pada kekuatan pressure vessel compressed natural gas. Pressure vessel yang digunakan yaitu tipe satu dan tipe tiga, tipe satu adalah tabung menggunakan material logam yaitu Carbon Steel SA 516 Grade 70 dan Aluminium Alloy T6-6061. Pada tabung tipe tiga material menggunakan Aluminium Alloy T6-6061 dengan lapisan Komposit (Carbon Fibre Epoxy pada seluruh tabung (full wrapped. Sudut orientasi serat yang digunakan 54.73560 dan terdiri dari 4 lapis komposit yang membungkus aluminium. Variasi yang dilakukan pada tebal komposit yaitu 25% komposit, 50% komposit, dan 75% komposit. Pressure vessel mendapat perlakuan internal pressure sebesar 125 bar dan temperatur -300C. Analisa dilakukan dengan dua metode yaitu dengan perhitungan manual dan software finite element method (NASTRAN 2010. Dari hasil perhitungan tersebut tabung tipe satu dengan material logam terbukti aman karena memenuhi dari faktor keamanan yang ditentukan tetapi pressure vessel sangat berat. Pada tabung tipe tiga lamina dengan komposisi 75% komposit dan 50% komposit dinyatakan aman karena memenuhi dari kriteria tegangan maksimum. Sedangkan pada komposisi 25% komposit lamina mengalami kegagalan yang disebabkan terlalu rendahnya lapisan komposit. Dari keseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan komposisi ideal pressure vessel yaitu 75% komposit dan 25% aluminium dari tebal keseluruhan sehingga menghasilkan tegangan yang sangat kecil dan memiliki berat yang paling ringan.

  18. Analisis Faktor Relationship Satisfaction Pada Kerjasama Antar UMKM Berbasis Logam di Waru, Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ary Tri Wibowo

    2012-09-01

    Full Text Available Industri berskala mikro, kecil, dan menengah memiliki peranan yang penting di dalam perekonomian Indonesia. Jawa Timur sebagai penyumbang Produk Regional Domestik Bruto terbesar kedua pada tahun 2010 memiliki andil di dalam perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM di Indonesia. Salah satu industri berskala UMKM di Jawa Timur yang sedang berkembang adalah industri berbasis logam di Waru, Sidoarjo. Seiring dengan berjalannya waktu agar dapat bersaing dengan UMKM sejenis dari daerah lain dan produk impor, maka industri berbasis logam harus menguatkan kerjasama di dalam kegiatan industrinya. Untuk menguatkan kerjasama antar UMKM, maka tiap UMKM harus memperhatikan kepuasan di dalam hubungan kerjasamanya (relationship satisfaction. Hasil studi literatur dan observasi awal menunjukkan bahwa faktor benevolence, credibility, opportunism, relationship commitment, dan mutual cooperation berpengaruh terhadap relationship satisfaction. Sehingga pada penelitian ini akan dianalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap relationship satisfaction pada kerjasama antar UMKM di Waru, Sidoarjo dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling. Faktor relationship satisfaction sebagai konstruk endogen dan faktor benevolence, credibility, opportunism, relationship commitment, dan mutual cooperation sebagai konstruk endogen. Masing-masing konstruk tersebut kemudian dilakukan uji confirmatory factor analysis (CFA untuk mengetahui bahwa faktor tersebut berada pada kondisi unidimensionalitas.

  19. HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN STATUS OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR

    OpenAIRE

    Putu Austin Widyasari Wijaya; I Gusti Lanang Sidiartha

    2015-01-01

    Obesitas merupakan kondisi berlebihnya lemak dalam tubuh dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Penelitian di beberapa negara pada tahun 2010, didapatkan 43 juta anak mengalami overweight dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor risiko obesitas yaitu berat badan lahir dengan status obesitas pada anak sekolah dasar. Metode penelitian berupa deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 128 siswa ana...

  20. IDENTIFIKASI ZONA PENGURANGAN AIR TANAH BERDASARKAN MODEL 3D GAYA BERAT MIKRO ANTAR WAKTU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyadi -

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa di kota Semarang telah terjadi penurunan muka air tanah di beberapa lokasi. Penelitian menggunakan metoda gaya berat mikro antar waktu (time lapse selama kurun waktu Desember 2003 hingga Juni 2004 di daerah Semarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengaplikasikan metoda gaya berat mikro dalam menentukan zona pengurangan air tanah dataran aluvial Semarang dan melakukan pemodelan 3D menggunakan program Grav3D untuk identifikasi zona pengur angan air tanah dataran aluvial Semarang. Akusisi metoda gaya berat dilakukan dengan menggunakan alat gravitimeter Lacoste & Romberg tipe G1158 dan G1118 yang dilengkapi dengan alliod 100 untuk mengukur gaya berat tiap stasiun dan gravitimeter Lacoste & Romberg tipe G508 untuk mengukur efek pasang surut terhadap gaya berat. Pemodelan 3D anomali gaya berat mikro time-lapse efek dinamika fluida mampu mengidentifikasi 9 zona pengurangan air tanah yakni sekitar masjid Ataqwa, PRPP, Tugu Muda , Simpang Lima, Jl. Majapahit, Genuk, Tanah Mas, Tanah Putih dan daerah sekitar kelurahan Sendangguwo.The background of this research is that Semarang has experienced the ground water level degradation in some areas. The method used in this research was time lapse microgravity during December 2003 to June 2004. The purpose of the research is to apply the microgravity method in determining the reduction zone of groundwater and alluvial plains Semarang using a 3D modeling by usingGrav3D program to identify the reduction of groundwater zone of alluvial plains in Semarang. The acquisition method of gravity wass done by using a Lacoste & Romberg gravitimeter G1158 and G1118 type equipped with alliod 100 to measure the gravity of each station and Lacoste & Romberg gravitimeter G508 type to measure the tidal effect of the gravity. The 3D modeling microgravity anomaly time-lapse effects of fluid dynamics is able to identify 9 groundwater reduction zones which is about, Ataqwa mosque, PRPP, Tugu Muda, Simpang Lima, Jl. Majapahit, Genuk, Tanah Mas, Tanah Putih, and around Sendangguwo area.

  1. REDUKSI LOGAM BERAT CHROMIUM (VI DENGAN FOTOKATALIS KOMPOSIT TiO2-SiO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Candra Purnawan

    2013-10-01

    Full Text Available AbstractsComposite TiO2-SiO2 has been synthesized using sol-gel process with starting materialsTiCl4 and Na2SiO3. The purposes of this research were to know the effect of compositecomposition, pH solution and UV radiation time for reduced Chromium (VI cations. Theidentification and characterization of composite were done by infrared spectroscopy (IRand X-Ray Diffraction. Condition of Chromium (VI reduction by composite TiO2-SiO2 werecarried out with variation of composite TiO2-SiO2 concentration or the ratio Ti:Si were1:0,1 ; 1:0,5 ; 1:1 ; 1:1,5 ; 1:2. Variation of pH solution in 3,0; 3,5; 4,0; 4,5; 5,0; 5,5; 6,0; 6,5;7,0 and variation of UV radiation times in 2, 4, 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48 hours.The result showed that XRD characteristic of TiO2-SiO2 composite showed 2q peaks at 22.94degrees and 36.24 degrees. IR characteristic of TiO2-SiO2 showed absorption of Ti-O-Si inthe wave number 962 cm-1. The optimum reduction of Chromium (VI cations using TiO2-SiO2 composite in Ti:Si = 1:1 composition, pH 3 and with 18 hours radiation times.

  2. ANALISIS KADAR LOGAM BERAT AIR SUNGAI SEKONYER DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH.

    OpenAIRE

    Maria T. Indarwati; M S Mahendra; I W Arthana

    2012-01-01

    Sekonyer river as west border of Tanjung Puting National Park, is the main flora and fauna preservation areasespecially for orangutan conservation. Part of Sekonyer river upper course around year 1990 to 2002, there was anillegal gold mining (IGM) activity, and in 2002 this IGM was forbidden to be operated because of the use of mercuryfor extracting the gold. In former IGM location, up to this research has been done, the location is still used for silikapuya (sand) mining that is extracted fr...

  3. PENGOLAHAN LIMBAH LOGAM BERAT INDUSTRI TEKSTIL MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2/ARANG AKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kapti Riyani

    2008-05-01

    Full Text Available Study about the use of active charcoal rice straws (AAJP was done in order to decrease heavy metal ion on textile waste water by using photocatalyst AAJP/TiO2. Rice straws were gained from the Banyumas Regency and samples textile waste water from one of textile industry in Pemalang. This study was begun by the making of active charcoal from the rice straws, and then the modification of photocatalyst AAJP/TiO2 was done with the comparison 1:99, 2:98, 3:97, 4:96, 5:95. The test of heavy metal ion photoreduction was done with some parameters such as weight comparison (1:99, 2:98, 3:97, 4:96, 5:95, pH effect (2, 5, 7, 9, 13 and the effect of ray source (sun light and the UV lamp. Analysis of photocatalyst material used SEM and heavy metal ion concentration used AAS. Results show that optimum photocatalyst activity in weight comparison AAJP300oC / TiO2 (1:99 with decrease concentration was 65.02% for heavy metal ion, mean while AAJP700oC / TiO2 (3:97 with decreased concentration of heavy metal ion is 94.50%. Optimal process for heavy metal ion reduction occur at pH 2 with decreased concentration of heavy metal ion for AAJP300oC / TiO2 (1:99 is 99.87% and for AAJP700oC /TiO2 (3:97 is 100%. The source of UV lamp was good for heavy metal ion photoreduction (AAJP300oC/TiO2(1:99 was 99.87% and AAJP700oC/TiO2 (3:97 was 100%

  4. ANALISIS KADAR LOGAM BERAT AIR SUNGAI SEKONYER DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria T. Indarwati

    2012-11-01

    Full Text Available Sekonyer river as west border of Tanjung Puting National Park, is the main flora and fauna preservation areasespecially for orangutan conservation. Part of Sekonyer river upper course around year 1990 to 2002, there was anillegal gold mining (IGM activity, and in 2002 this IGM was forbidden to be operated because of the use of mercuryfor extracting the gold. In former IGM location, up to this research has been done, the location is still used for silikapuya (sand mining that is extracted from the sands by using water from the river, as a result, the waste water wasinundated in the mining area and flows into Sekonyer river. The objectives of this research are first of all, to identifythe heavy metal degree of the water, such as mercury, copper, cadmium, zinc, lead, arsenic, and chrome. The secondone is to identify the source of pollution, and the last one is to identify the potential heavy metal that pollute the water.Composite method was used in collecting the water samples, i.e. in Sekonyer river and the mining location.Water and puya samples were analyzed in Analytical Laboratory of University of Udayana, and then its pollutionindexes were counted, and the quality of the water was fixed based on Third Degree of quality standardized criteria,Government Rule Number 82 Year 2001.The results of the research show that along the Sekonyer river, from upper to lower courses of the river sideswith the following conditions: from the lower course of mining area it was found light pollution with pollution index of2,51, after puya mine it was found heavy pollution with pollution index of 17,84, up to mid of Rimba Orangutan Eco-Lodge with Sekonyer river estuary there were found light pollution with pollution indexes of 3,71; 4,59; and 2,88respectively, but in the junction of Sekonyer river and Ulin river it was found moderate pollution with pollution indexof 5,13, and in Sekonyer river estuary it was found heavy pollution with pollution index of 16,35.It was also found heavy pollution with pollution index of 16,26 in the inundated water in the puya mininglocation . It was also happened to puya in the mining location that was contaminated by heavy metal of mercury in0,1168 ppm and zinc in 0,195 ppm degrees, whilst in Kumai river, upper side of Kumai quay it was found heavypollution with pollution index of 17,42.From the results of the analysis, it can be concluded that the heavy metals was derived from mining area(Aspai, from the sea and also from upper course of Kumai river. The potential metals as the pollutant were cadmium,zinc, lead, and mercury.

  5. STUDI ANALISIS PENGUJIAN LOGAM BERAT PADA BADAN AIR, BIOTA DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA DAS BARITO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Sofarini

    2010-02-01

    Full Text Available This research aimed to determine heavy metal content at water body, sediment and biota, determining plankton what overflows and parameter of water quality which not fulfill standard criterion quality of water in Estuary of Barito River. Result of research showed that heavy metal rate at body of water especially Hg (0,2753 mg/l, and Pb (0,17667 mg/l residing at biota (Giant Prawn have accumulate by heavy metal of Hg. Pb, Cu, As, Cr6+ and Cd. Sediment residing at Estuary of Barito River have accumulate by heavy metal but still under maximum boundary which have been specified. Metal rate residing in boundary sill that is cadmium metal rate (Cd with assess metal range average 0,5655 - 0,8891 ppm, residing in of sill which have been specified equal to 0,3 ppm. Status of water quality at station perception according to Model of STORET categorized is weight, while pursuant to Model of Environmental Quality Index ( EQI categorized as impure territorial water.

  6. HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN STATUS OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Austin Widyasari Wijaya

    2015-01-01

    Full Text Available Obesitas merupakan kondisi berlebihnya lemak dalam tubuh dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Penelitian di beberapa negara pada tahun 2010, didapatkan 43 juta anak mengalami overweight dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor risiko obesitas yaitu berat badan lahir dengan status obesitas pada anak sekolah dasar. Metode penelitian berupa deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 128 siswa anak sekolah dasar (SD. Obesitas pada anak ditentukan menggunakan indikator Body Mass Index (BMI dengan kriteria obesitas persentil BMI ?95. Data dianalisis menggunakan Fishers Exact Test, Risk Estimated, regresi logistik. Sebanyak 43 siswa mengalami obesitas dan hanya 1 diantaranya memiliki berat lahir yang rendah. Hasil uji bivariat didapatkan nilai p=0,585 (p>0,05 dan odd ratio (OR=0,651 (IK 95% 0,066 ; 6,499. Hasil uji multivariat dilakukan terhadap variabel berat badan lahir rendah (BBLR, usia, dan jenis kelamin dan didapatkan nilai p=0,015 (p<0,05 untuk variabel jenis kelamin terhadap status obesitas anak. Nilai OR anak laki-laki obesitas dibandingkan anak perempuan obesitas yaitu OR= 2,558 (IK 95% 1,2 ; 5,4. Berat badan lahir tidak memiliki hubungan terhadap kejadian obesitas pada anak-anak.

  7. PERUBAHAN MASUKAN ENERGI DAN AIR SELAMA BERPUASA RAMADHAN PADA KARYAWAN DENGAN BERAT BADAN NORMAL DAN LEBIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken S.S. Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available Meskipun sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam, pengungkapan hikmah puasa dan perubahan yang terjadi dalam tubuh selama berpuasa Ramadhan selalu berdasarkan hasil penelitian dari negara lain. Untuk itu telah dilakukan penelitian di lingkungan karyawan minyak dan gas di daerah Aceh Utara selama bulan Ramadhan 1416 H (Januari-Maret 1996. Makalah ini merupakan bagian dari hasil penelitian tersebut yang telah dibiayai oleh PT. Arun Natural Gas Liquefaction Co.-Pertamina. Responden adalah karyawan muslim, yang bersedia mengikuti agenda kegiatan penelitian dari awal sampai dengan selesai, sehingga diperoleh masing-masing 48 orang untuk kelompok dengan berat badan normal (IMT=18.5-25.0 dan untuk kelompok berat badan berlebih (IMT>25.0. Dalam makalah ini dilaporkan hasil pencatatan masukan makanan dan air selama 3x24 jam berturut-turut yang dilakukan oleh responden pada setiap minggu pengumpulan data yaitu: dua minggu sebelum Ramadhan (H-1, minggu I (H-2 dan minggu III (H-3 Ramadhan, serta satu bulan setelah Lebaran (H-4. Hasil menunjukkan bahwa pada kedua kelompok terjadi penurunan yang nyata (P<0.05, baik masukan energi maupun air selama berpuasa. Satu bulan setelah Lebaran masukan energi dan air kembali meningkat meskipun masih agak lebih rendah daripada sebelum bulan puasa. Pada saat makan sahur jumlah masukan energi sebesar 36-41% dari total masukan sehari-semalam, sedangkan air sebesar 44-52%. Jika dibandingkan dengan kebutuhan energi berdasarkan AKG orang dewasa dengan aktifitas ringan, maka masukan energi selama bulan Ramadhan hanya mencapai 72% pada kelompok BB-normal, dan hanya 62% pada kelompok BB-lebih. Bagi responden dengan BB-lebih sebaiknya mempertahankan masukan energi seperti dalam bulan puasa agar resiko timbulnya penyakit akibat kelebihan berat badan dapat ditekan.

  8. ANALISIS REGRESI LOGISTIK DALAM PENENTUAN MODEL BERAT BADAN BAYI LAHIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I GUSTI AYU MADE SRINADI

    2012-11-01

    Full Text Available Infant weight at Birth (BBBL is one standard of The Healthy Program with expectation isthe Normal In-fant Weight at Birth ( 2,5 kg. The factors which influence to BBBL are weight,height, parities, ages, hae-moglobin pencentage, blood pressure and education of mothers.This study want to know which factors have major probability and how are the form of the factorsto the BBBL.Data used in this research are mothers data whom give delivery in Govermant Hospital,delivery clinic or delivery nurses.Mothers characteristic shown in data descriptive analysis. Single logistic regression detecteach potential variable to construct the multiple logistic regression model. The variables used forconstruct the multiple logis-tic regression model have significant contribution to the BBBL, thebest model is : P =+ + + + -Model above showed mothers education and mothers activities influences to the BBBL.Odds ratio values for every factors which influenced to the BBBL 2,5 kg compared withBBBL < 2,5 kg find for mothers education (junior high school, senior high school and the degreeof university with proba-bility 2,6414, 22,2936 and 50,5504 times higher than motherseducation for elementary school background.

  9. Hemoprotein dalam Tubuh Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husnil Kadri

    2012-07-01

    Full Text Available Abstrak Hemoprotein adalah protein dengan kandungan hem yang terdapat hampir dalam semua sel manusia, hewan, dan pigmen fotosintesis tumbuhan. Ada berbagai macam hemoprotein yang tersebar luas dalam tubuh manusia, seperti hemoglobin, myoglobin, citoglobin, neuroglobin, dan lain-lain. Semua hemoprotein tersebut memiliki fungsi beragam yang penting untuk berlangsungnya proses metabolisme dalam tubuh. Struktur hem pada pigmen fotosintesis (klorofil tumbuhan sama dengan hemoglobin pada manusia, tetapi ion logam pada klorofil adalah magnesium (Mg sedangkan pada hemoglobin adalah besi (Fe. Perbedaan inilah yang kurang diketahui oleh sebagian masyarakat sehingga ada yang mengira mengkonsumsi klorofil tumbuhan dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hemoprotein manusia dengan klorofil dan fungsi hemoprotein dalam tubuh manusia. Berdasarkan bentuk ion Fe pada gugus hemnya, maka hemoprotein dapat dibagi atas: (1 Hemoprotein yang memiliki ion Fe2+ sehingga mampu mengikat oksigen yaitu; hemoglobin, myoglobin, neuroglobin, dan cytoglobin. (2 Hemoprotein yang memiliki ion Fe3+ sehingga berperan sebagai enzim oksidoreduktase yaitu; Sitokrom P450, Sitokrom yang terlibat dalam fosforilasi oksidatif, katalase, triptopan pirolase, dan NO sintase. Kata kunci: hemoprotein, ion Fe2+, ion Fe3+ Abstract Hemoproteins are proteins containing heme that widely distributed in humans, animals, and photosynthetic pigment of plants. There are many kind of hemoproteins in human body, such as hemoglobin, myoglobin, cytoglobin, neuroglobin, etc. Hemoproteins have the varied functions to keep normal metabolism in the body. Photosynthetic pigment of plants (chlorophyll and humans hemoglobin have the same structure but the metal ions are different. Chlorophyll has magnesium and humans hemoglobin has iron (Fe. Not many people knew this difference, so some people thought if consume chlorophyll will increase blood hemoglobin level. Because of that reason, the objective of this article was to determine the difference between humans hemoprotein and chlorophyll, and the functions of hemoproteins in the human body. Base on Fe ion state in heme group, hemoproteins are divided into: (1 Hemoproteins have ion Fe2+ state that can bind oxygen, such as hemoglobin, myoglobin, neuroglobin, and cytoglobin. (2 Hemoproteins have ion Fe3+ state that act as oxidoreductase enzymes, such as cytochrome P450, cytochromes in oxidative phosphorylation, catalase, tryptophan pyrolase, and NO synthase. Keywords: hemoproteins, ion Fe2+ state, ion Fe3+ state

  10. Kajian histologis infeksi SlNPV terhadap berat badan dan kerusakan membran peritrofik larva Spodopteera litura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DADANG MACHMUDIN

    2011-11-01

    Full Text Available Sanjaya Y, Machmudin D, Kurniawati ND. 2011. Kajian histologis infeksi SlNPV terhadap berat badan dan kerusakan membran peritrofik larva Spodopptera litura. Bioteknologi 8: 78-85. Pengaruh infeksi SlNPV pada berat badan dan kerusakan membran peritrofik larva Spodoptera litura Fab. telah dilakukan. Metode yang digunakan adalah analisis probit, dan berdasarkan LD 50 virus yang terinfeksi untuk mengetahui berat badan dan kerusakan pasca infeksi. Kerusakan struktur histologi yang disebabkan oleh infeksi SlNPV (0, 315, 390, 465, 540 dan 615 PIB/mL diamati setelah 0, 12, 24, 72 dan 96 jam pasca infeksi. Preparasi histologis dibuat dengan metode parafin setelah fiksasi dengan larutan Bouin, kemudian diiris setebal 7 um dan diwarnai dengan Hematoxilin-Eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan SlNPV menyebabkan penurunan konsumsi pangan terutama pada 540 PPIB/mL dengann rata-rata 0,16775 mg. Pengamatan deskriptif pada struktur histologi membran peritrophic yang terkena infeksi SlNPV menunjukkan kecenderungan kerusakan, sementara pada kontrol tidak ada kerusakan sama sekali. Semakin lama paparan virion di dalam lumen midgut maka semakin tinggi terjadinya kerusakan membran peritrofik. Kerusakaan paling parah terjadi 96 jam setelah infeksi. Hasilnya membuktikan bahwa virion haNPV dapat menghancurkan struktur histologi midgut.

  11. Morfologi dan Karakteristik Lapisan Intermetalik Akibat Die Soldering pada Permukaan Baja Cetakan (Dies dalam Proses Pengecoran Tekan Paduan Aluminium Silikon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Harjanto

    2007-01-01

    Full Text Available The major mode which lead to die failure in die casting is die soldering caused by the intimate contact between alloy and die at high temperature. It leads to malfunctioning of die inserts that require replacement or repair, thus causing significant decrease in productivity. The effect of melt temperatures on morphology and characteristic of intermetallic layer such as thickness and hardness of intermetallic layer between die surface and aluminum has been studied. This experiment used as-annealed H13 tool steel as die material which dipped into Al-7%Si alloy at 6800C, 7000C, 7200C and Al-11%Si alloy at 6600C, 6800C, 7000C. High melt temperature favored the growth of intermetallic layer due tp the increasie of the diffusion rate of iron and aluminum atoms. Hence, high melt temperature facilitates die soldering. Abstract in Bahasa Indonesia: Umumnya kerusakan cetakan pada industri die casting disebabkan die soldering yang terjadi pada permukaan cetakan yang mengalami kontak langsung dengan logam cair pada temperatur tinggi. Hal ini dapat menyebabkan perlu diadakannya perbaikan atau penggantian cetakan sehingga menurunkan produktivitas. Untuk itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh temperatur logam cair (melt terhadap morfologi dan karakteristik lapisan intermetalik yaitu ketebalan dan kekerasan lapisan intermetalik yang terbentuk antara permukaan cetakan dan logam cair. Pada penelitian ini digunakan baja H13 as annealed sebagai material cetakan yang dicelup ke dalam paduan Al-7%Si pada temperatur 6800C, 7000C, 7200C dan Al-11%Si pada temperatur 6600C, 6800C, 7000C. Peningkatan temperatur logam cair akan meningkatkan laju difusi pertumbuhan lapisan intermetalik karena laju difusi atom-atom besi dan aluminium meningkat. Sehingga ketebalan dari lapisan intermetalik akan meningkat seiring dengan peningkatan temperatur logam cair. Oleh sebab itu, tinggiya temperatur logam cair mempermudahkan terjadinya die soldering. Kata kunci: Die casting, die soldering, paduan aluminium silikon, temperatur logam cair, lapisan intermetalik.

  12. Teknologi Pembuatan Material Shot Blast untuk Mendukung Industri Pengecoran Logam Nasional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Nurjaman

    2009-01-01

    Full Text Available Shot blast material is a supporting material in foundry which is used at surface finishing process of metal casting. Recently, there is no one of national industry that produce shot blast material, in consequence, the purpose of this research is to lessen the dependence of using shot blast material import by making a shot blast material which improve its hardness exceed the shot blast material import. This research use the raw material from scrap iron with the following composition: C (3.2%, Si (1.18%, Mn (6.1%, Cu (0.35%, Fe (88.7%. The scrap is melted in induction furnace untill melt (hot metal, then the hot metal (1200 oC is tilted into a runner which is connected with pan crucible, which is consisted of 107 holes with diameter of each holes is 10 mm. Hot metal that is leave from the holes, is injected by pressurized water 1.1 atm with the velocity 0.8 m/s, untill obtained grains of shot blast material, then these grains goes into the water tank which it has temperature 40oC. From thermodynamic study, to avoid the happening of the explosion that is arising out because the effect of high temperature difference at injection process beetween water and hot metal, hence the comparison value beetween the mass of water and hot metal equal to 1:4.6. From this research is obtained shot blast material 0.8-3.2 mm with the metallography structure with martensite domination and dispersion of cementite and a little austenit. The hardness value of this material is 54.8 HRC, where this value is larger than shot blast material import (45-50 HRC. Abstract in Bahasa Indonesia: Material shot blast merupakan material pendukung pengecoran logam yang digunakan pada proses surface finishing benda cor logam. Saat ini belum ada satupun industri nasional yang memproduksi material shot blast, karena itu tujuan penelitian ini untuk mengurangi ketergantungan penggunaan material shot blast impor dengan membuat material shot blast yang nilai kekerasannya melebihi material shot blast impor. Penelitian ini menggunakan bahan baku scrap besi dengan komposisi: C (3,2%, Si (1,18%, Mn (6,1%, Cu (0,35% Fe (88,7%. Scrap dilebur dalam tungku induksi hingga mencair (hot metal, lalu hot metal (1200oC di tuang ke dalam runner yang terhubung dengan pan crucible yang terdiri dari 107 buah lubang berukuran 10 mm. Hot metal yang keluar dari lubang tersebut diinjeksi oleh air bertekanan 1,1 atm dengan kecepatan 0,8 m/s, hingga diperoleh butiran material shot blast, lalu butiran itu masuk ke dalam bak air bertemperatur 40oC. Dari kajian termodinamika, untuk menghindari terjadinya resiko ledakan yang timbul akibat diferensiasi temperatur yang tinggi saat proses injeksi, maka besarnya nilai perbandingan massa air dan hot metal sebesar 1:4,6. Dari penelitian ini diperoleh material shot blast berukuran 0,8-3.2 mm dengan struktur metalografi yang didominasi oleh struktur martensit dengan sebaran sementit dan sedikit austenit. Nilai kekerasan material ini adalah 54,8 HRC, dimana nilai ini melebihi nilai kekerasan material shot blast impor (45-50 HRC. Kata kunci: Shot blast, induction furnace, nozzle, hot metal, pengecoran logam.

  13. PERBANDINGAN KEMAMPUAN SILIKA GEL DARI ABU SABUT KELAPA DAN ABU SEKAM PADI UNTUK MENURUNKAN KADAR LOGAM Cd2+

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AF Yusrin

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian mengenai pembuatan silika gel dari bahan baku abu sabut kelapa (ASK dan abu sekam padi (ASP telah dilakukan dengan memanfaatkan kandungan silikanya. Bahan baku ASK dan ASP ditambah larutan NaOH dengan pemanasan dan peleburan pada suhu 500?C selama 30 menit menghasilkan larutan natrium silikat, kemudian larutan natrium silikat masing-masing diasamkan dengan HCl 3 M hingga pH 7 dan dikeringkan hingga menjadi silika gel abu sabut kelapa (SG-ASK dan silika gel abu sekam padi (SG-ASP. Hasil karakterisasi XRD menyatakan bahwa SG-ASK dan SG-ASP menghasilkan silika berbentuk amorf, sedangkan hasil analisis FT-IR menyatakan bahwa silika gel memiliki gugus fungsi Si-OH, Si-O dan Si-H. Hasil penelitian mengenai uji penyerapan ion logam Cd2+ menunjukkan bahwa penyerapan optimum ion logam Cd2+ dalam larutan oleh SG-ASK adalah pada pH 6, waktu kontak 60 menit dan konsentrasi optimum 7,45 ppm. Hasil uji penyerapan optimum ion logam Cd2+ dalam larutan oleh SG-ASP pada pH 7, waktu kontak 90 menit dan konsentrasi optimum 11,78 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan SG-ASP lebih besar dibandingkan dengan kemampuan SG-ASK dalam menurunkan kadar ion logam Cd2+ dalam larutan.Research on the manufacture of gel silica from coconut husk ash (ASK and rice husk ash (ASP has been conducted by utilizing their silica contents. ASK and ASP were added by an NaOH solution, then by heated and melted at temperature 500?C for 30 minutes to produce sodium silicate solution. The solution was then acidified separately with HCl 3 M up to pH 7 and dried into silica gel of coconut husk ash (SG-ASK and silica gel of rice husk ash (SG-ASP. The result of XRD characterization showed that SG-ASK and SG-ASP both produced amorphous silica, while the result of FT-IR analysis showed that silica gel had functional groups of Si-OH, Si-O and Si-H. The research on the test adsorption of Cd2+ metal ions showed that the optimum adsorption of Cd2+ metal ions in solution by SG-ASK was occured at pH of 6, contact time of 60 minutes and concentration optimum of 7.45 ppm. Results of adsorption Cd2+ metal ions in solution by SG-ASP showed that the optimum adsorption was occured at optimum pH of 7, contact time optimum of 90 minutes and concentration of 11.78 ppm. This means that the ability of SG-ASK is larger than the SG-ASP to decrease the levels of Cd2+ metal ions in solution.

  14. PEMANFAATAN KARBON AKTIF ARANG BATUBARA (KAAB) UNTUK MENURUNKAN KADAR ION LOGAM BERAT Cu2+ DAN Ag+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI

    OpenAIRE

    Kusmiyati Kusmiyati; Puspita Adi Lystanto; Kunthi Pratiwi

    2012-01-01

    UTILIZATION OF CHAR COAL ACTIVATED CARBON (CCAB) FOR HEAVY IONS (Cu2+ AND Ag+) REDUCTION FROM INDUSTRIAL WASTE WATER. Industrial wastewater may contain heavy metals such as Cu and Ag those are harmful to the environment if discharged without pretreatment. One of the methods to reduce heavy metals in wastewater is adsorption, to separate certain components from liquid to the surface of solids. Adsorption is a simple method, but most of the adsorbents are expensive, therefore a cheaper adsorben...

  15. TINGKAT BIOKONSENTRASI LOGAM BERAT DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI IKAN MUJAIR (Oreochromis Mossambicus YANG HIDUP DI PERAIRAN TUKAD BADUNG KOTA DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Rahayu Kusumadewi

    2015-08-01

    Full Text Available Tukad Badung River is one of the potential contamination of heavy metal sare very highin the city of Denpasar. Tilapia (Oreochromis mossambicus isa commonspecies of fish found in the river and became the object of fishing by the public. The fish is usually consume das a food ingredient forever yangler. Fish can be used as bio-indicators of chemical contamination in the aquatic environment. Determination of heavy metal bioconcentration and analysis of liver histopathology gills organs and muscles is performed to determine the content of heavy metals Pb, Cd, and Cr+6, and the influence of heavy metal exposure to changes in organ histopathology Tilapia that live in Tukad Badung. In this observational study examined the levels of heavy metal contamination include Pb, Cd and Cr+6 in Tilapia meat with AAS method (Atomic Absorption Spectrofotometric, and observe the histopathological changes in organ preparations gills, liver, and muscle were stained with HE staining (hematoxylin eosin. Low Pb content of the fish that live in Tukad Badung 0.8385 mg/kg and high of 20.2600 mg/kg. The content of heavy metals Pb is above the quality standards specified in ISO 7378 : 2009 in the amount of 0.3 mg / kg. The content of Cr+6 low of 1.1402 mg / kg and the highest Cr+6 is 6.2214 mg / kg. The content of Cr+6 is above the quality standards established in the FAO Fish Circular 764 is equal to 1.0 mg / kg. In fish with Pb bioconcentration of 0.8385 mg / kg and Cr+6 of 1.1402 mg / kg was found that histopathological changes gill hyperplasia and fusion, the liver was found degeneration, necrosis, and fibrosis, and in muscle atrophy found. Histopathologicalchangessuch asedema and necrosis ofthe liveris foundin fishwith Pb bioconcentration of 4.5225mg/kg and Cr+6 amounted to2.5163mg/kg. Bio concentration of heavy metal contamination of lead (Pb and hexavalent chromium (Cr+6 on Tilapia ( Oreochromis mossambicus who lives in Tukad Badung river waters exceed the applicable standard. Histopathological changes occur in organs gills, liver, and muscle as a result of exposure to heavy metals lead and hexavalent chromium. Advised the people not to eat Tilapia that live in Tukad Badung

  16. TINGKAT BIOKONSENTRASI LOGAM BERAT DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI IKAN MUJAIR (Oreochromis Mossambicus) YANG HIDUP DI PERAIRAN TUKAD BADUNG KOTA DENPASAR

    OpenAIRE

    Made Rahayu Kusumadewi; I Wayan Budiarsa Suyasa; I Ketut Berata

    2015-01-01

    Tukad Badung River is one of the potential contamination of heavy metal sare very highin the city of Denpasar. Tilapia (Oreochromis mossambicus) isa commonspecies of fish found in the river and became the object of fishing by the public. The fish is usually consume das a food ingredient forever yangler. Fish can be used as bio-indicators of chemical contamination in the aquatic environment. Determination of heavy metal bioconcentration and analysis of liver histopathology gills organs and mus...

  17. KAJIAN PENYERAPAN LOGAM BERAT AIR RAKSA (Hg DENGAN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF BATUBARA SUB-BITUMINUS YANG DIKARBONISASI (COALITE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Solihin Solihin

    2009-08-01

    Full Text Available One of diversification usage of coal is made for carbon active. The main element in coal which is very useful for carbon active is carbon (C as other raw materials such as bone, coffee bean, coconut shell, etc. This research used carbonized coal from PT.Bukit Asam as a media to absorb methyl mercury (CH3Hg+2 solution. The carbonized coal has iodine number of 386 mg/gram after it was activated at 9000C for 1 hour. It has an adsorption level of 70-80% because the SEM photograph showed a pore size of coarse fraction higher than fine fraction. The degree of saturation is influenced by the grain size of the coal carbon active where the saturation degree of coarse fraction was relatively faster than the fine fraction. Moreover, weightier and bigger debit of carbon active could adsorb higher MeHg concentration.

  18. STUDI GAYA BERAT RELATIF DI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Supriyadi

    2012-01-01

    Full Text Available Gaya berat relatif adalah gaya berat yang diperoleh dari hasil pengukuran gaya berat di suatu tempat. Untuk memperoleh nilaigayaberat absolut dilakukan pengukuran gayaberat yang diikatkan dengan sistem yang sudah ada yang dikenal sebagai SistemPostdam. Sistem ini merupakan jaringan stasiun gayaberat yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengkuran gayaberat relatifdi suatu tempat di permukaan bumi ini. Studi kasus pengukuran gayaberat relatif telah dilakukan di kota Semarang khususnya kotabawah dengan menggunakan alat gravimeter. Sebagai titik ikat atau titik referensi digunakan titik Kop. A. Yani 15 yang terletakTaman Diponegoro depan rumah sakit Elizabeth. Besar gayaberat di titik referensi ini adalah 978099,311 mGal. Gayaberat relatifdihitung dari selisih antara gayaberat absolut dengan gayaberat hasil pengukuran yang sudah dikoreksi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa gayaberat di bagian utara kota Semarang lebih besar dibandingkan dengan bagian selatan. Hal ini sesuaidengan topografi kota Semarang, dimana bagian utara lebih rendah dibandingkan dengan bagian selatan. A relative gravity obtained through a measurement activity of gravity in a certain place. The absolute value of gravity could be drawnby conducting a measurement based on called the existing Postdam system. This system consists of gravity's station network thatcan be used to calculate a relative gravity in a certain place on the earth's surface. A case study on relative gravity was conducted inSemarang, especially downtown area, using a gravimeter. The point Kop. A Yani 15 in Diponegoro Park in front of St ElizabethHospital is used as the reference point. The gravity value in this point is 978099.311mGal. The relative gravity was calculated bydiscrepancy between the absolute value and corrected measured gravity. The study showes that the northern part of Semarangarea has a higher value than that of southern part. This result in line with the fact of Semarang's topography, where the northern areais lower than the southern area.Keywords: relative gravity; absolute gravity; gravimeter

  19. BiosorpsiIon Cu(II) oleh Kulit Buah Kopi (Coffea arabica)

    OpenAIRE

    Parrangan, Yuris Firdayanti

    2016-01-01

    ABSTRAK.Biosorpsi merupakan metode yang efektif untuk menghilangkan ion logam berat dari suatu larutan. Biosorpsi ion logam Cu(II) dengan menggunakan biosorben kulit buah kopi pada variasi ukuran partikel, waktu kontak, pH dan konsentrasi telah diteliti. Konsentrasi ion Cu(II) sebelum dan setelah adsorpsi ditentukan dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Pengaruh pH dalam proses biosorpsi dipelajari pada pH 2-7. Model Langmuir dan Freundlich diguna...

  20. KEUNGGULAN KOMPETITIF INDUSTRI KECIL DI KLASTER INDUSTRI KECIL TRADISIONAL DENGAN PENDEKATAN BERBASIS SUMBER DAYA: STUDI KASUS PENGUSAHA INDUSTRI KECIL LOGAM KIARA CONDONG, BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widjajani Widjajani

    2008-01-01

    Full Text Available Small-scale industries play an important role in the betterment of society. Industrial cluster approach has been used by government as an alternative government policy to increase competitiveness of small-scale industries in Indonesia. An industry cluster consists of core enterprise(s and related enterprises in which the core acts as a pulling agent for the other counterparts. Therefore, developing the core enterprises is expected to increase competitiveness of the whole cluster. This research is a strategy process research, aiming at identifying and modeling strategic behavior of a successful entrepreneur in a metal-making cluster industry at Kiara Condong Bandung, West Java. Based on the literature review, qualitative research methodology is used in this research by combining soft systems methodology (SSM and grounded theory. The major findings of this research indicate four kinds of strategic behavior models, namely behavior model of strategy setting, behavior model of production operations, behavior model of research and development and innovation and behavior model of marketing operations. Abstract in Bahasa Indonesia: Industri kecil mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan klaster industri dicanangkan oleh pemerintah sebagai alternatif kebijakan pemerintah untuk membangun keunggulan kompetitif di industri kecil. Di suatu klaster industri kecil yang terdiri dari unit usaha inti dan unit usaha penunjang, unit usaha inti merupakan gerbong penghela klaster. Oleh karena itu mengembangkan usaha inti sehingga mempunyai keunggulan kompetitif diharapkan dapat mengembangkan klaster secara keseluruhan. Penelitian ini merupakan penelitian proses strategi (strategy process research yang meneliti perilaku strategis manajer pemilik industri kecil dalam mengelola usahanya untuk membangun keunggulan kompetitif dengan pendekatan berbasis sumber daya (Resource-Based View atau RBV dan mengambil studi kasus pengusaha industri kecil yang berhasil di klaster Industri Kecil Tradisional Logam Kiara Condong. Paradigma penelitian yang digunakan adalah interpretatif-induktif-kualitatif dengan penggabungan antara soft systems methodology (SSM dan grounded theory. Hasil dari penelitian ini berupa model konseptual yang menggambarkan proses Industri Kecil Logam di Industri Kecil Tradisional Logam Kiara Condong dalam membangun keunggulan kompetitifnya. Perilaku strategis yang ditemukan pada penelitian ini terdiri dari empat model, yaitu model perilaku penentuan strategi, model perilaku pelaksanaan produksi, model perilaku pelaksanaan litbang dan inovasi, serta model perilaku pelaksanaan pemasaran. Kata kunci:industri kecil, keunggulan kompetitif, perilaku strategis, resource based view (RBV, soft systems methodology (SSM, grounded theory.

  1. Pengaruh Kurang Tidur terhadap Berat Badan pada Tikus Wistar Jantan

    OpenAIRE

    Deby Nelsya Eka Putri; Ellyza Nasrul; Machdawaty Masri

    2015-01-01

    AbstrakPengurangan durasi tidur menurunkan kadar leptin dan meningkatkan kadar ghrelin sehingga merangsang nafsu makan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya obesitas pada manusia. Pada tikus akan menyebabkan peningkatan asupan makanan tetapi terjadi penurunan berat badan yang disebabkan karena aktivitas yang tinggi pada tikus. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kurang tidur 24 jam, 48 jam dan 72 jam terhadap berat badan pada tikus Wistar jantan. Jenis penelitian adalah true...

  2. PENGARUH JENIS ANODA PADA PROSES PEMULIHAN LOGAM NIKEL DARI TIRUAN AIR LIMBAH ELECTROPLATING MENGGUNAKAN SEL ELEKTRODEPOSISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djaenudin Dhaenudin

    2013-11-01

    Full Text Available EFFECT OF ANODES TYPES ON NICKEL RECOVERY FROM SYNTHETIC ELECTROPLATING WASTE ELECTRODEPOSITION CELLS. A study concerning the recovery of nickel from electroplating wastewater artificial solution. The study was conducted with a batch system using electrodeposition cell consisting of two spaces separated by water hyacinth leaf, copper cathode plate, H2SO4 solution anolyte, catholyte solution of NiSO4 plus NaCl supporting electrolyte and anode varied. Electrodeposition performed at the direct current of 5V power for 4 hours each run. The research objective was to obtain the best anode in nickel electrodeposition process of electroplating waste artificial solution. Graphite, stainless steel type AISI 316 and the lead were used as a variation of the anode. Concentration of nickel in the catholyte at baseline 2200 mg/L. The results showed that the anode was a graphite anode with best value decreased by 72.44% nickel concentration, deposition of nickel on the cathode of 0.188 grams and specific energy values ??of 6.1625 kWh/kg.nickel. Telah dilakukan penelitian tentang pemulihan logam nikel dari larutan tiruan air limbah electroplating. Penelitian dilakukan dengan sistem batch menggunakan sel elektrodeposisi yang terdiri dari dua ruang yang dipisahkan dengan daun eceng gondok, katoda pelat tembaga, anolit larutan H2SO4, katolit larutan NiSO4 ditambah elektrolit pendukung larutan NaCl dan anoda divariasikan. Elektrodeposisi dilakukan pada listrik searah sebesar 5V selama 4 jam setiap tempuhan. Tujuan penelitian adalah memperoleh anoda terbaik pada proses elektrodeposisi nikel dari larutan tiruan limbah electroplating. Grafit, Stainless Steel tipe AISI 316 dan timbal digunakan sebagai variasi jenis anoda. Konsentrasi nikel dalam katolit pada awal penelitian 2200 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anoda grafit merupakan anoda yang paling baik dengan nilai penurunan konsentrasi nikel sebesar 72,44%, deposisi nikel di katoda sebesar 0,188 gram dan nilai energi spesifik sebesar 6,1625 kWh/kg.nikel.

  3. Pemaparan merkuri nitrat (Hg (No32 dengan konsentrasi berbeda pada jaringan hati benih ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch: tinjauan histologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munawar Khalil

    2013-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh logam berat merkuri nitrat (Hg(NO32 pada struktur histologis hati benih ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch yang dipelihara di air laut. Analisis struktur jaringan hati dilakukan melalui teknik histologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hg(NO32 memberikan efek negatif pada hati benih ikan. Pada jaringan hati, (Hg(NO32 menyebabkan kerusakan atrophy, necrosis, lapisan antar sel hati berpisah, perlemakan hati, pembengkakan sel yang tidak beraturan, degenerasi pada vacuola, terbentuknya ruang antar sel, hepatitis, sirrhosis dan terdapatnya akumulasi logam berat Hg(NO32 dalam jaringan hati.

  4. Analisa Perubahan Struktur Akibat Heat Treatment pada Logam ST FC Dan Ni-Hard 4

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herwandi Herwandi

    2005-01-01

    Full Text Available To get the quality of metal ST, FC, and Ni-Hard 4 apropriate with the machine of construction will be used through the heat treatment process, because it can change the microstructure of metal. The heat treatment process is being done after analyzed by metallography test, hardness test, and magnetic test. From the result test to got metal ST 70 containing 100 % martensite, hardness 49 HRC and ferromagnetic. The metal FC 30 containing form lamelare, structure A, measure 5-6 and pearlit 100 %. While the metal Ni-Hard 4 containing form lamelare, structure A, measure 5-6 and martensite 100 %. Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk mendapatkan kualitas logam ST, FC dan Ni-Hard 4 yang sesuai dengan konstruksi mesin yang akan digunakan dapat dilakukan dengan proses heat treatment. Karena logam tersebut bila dibenahi heat treatment akan mengalami perubahan struktur yang mempengaruhi sifatnya. Sebelum dan sesudahnya proses heat treatment struktur logam diamati dengan uji metallografi, silanjutkan dengan uji kekerasan dan uji magnetic. Hasil pengujian menunjukkan bahwa logam ST 70 terdiri dari 100% martensit, kekerasannya 49 HRC dan bersifat ferromagnetik. Logam FC 30 berstruktur lamellar, susunan A, ukuran 5-6 dan perlit 100%. Sedangkan logam Ni-Hard 4 mengandung bentuk lamellar, susunan A, ukuran 5-6 dan martensit 100%. Kata kunci : ST, FC, Ni-Hard 4, heat treatment, metallografi, kekerasan, magnet..

  5. Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Karbon Hitam Dan Jumlah Lapisan Serat E-Glass Terhadap Reflection Loss Pada Komposit E-Glass/Ripoxy Untuk Aplikasi Radar Absorbing Structure (Ras

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Ramadhan

    2012-09-01

    Full Text Available Saat ini penelitian tentang radar absorbing structure (RAS dengan menggunakan bahan komposit polimer yang diperkuat serat (FRP yang ditambahkan dengan serbuk penyerap gelombang elektromagnetik menjadi populer karena sifat elektromagnetik dari material tersebut dapat disesuaikan secara efektif hanya dengan menambahkan beberapa serbuk yang dapat menyerap gelombang elektromagnetik, seperti karbon hitam, ferit, besi karbonil, dan lain-lain ke dalam matrik komposit. RAS bekerja tidak hanya sebagai struktur bantalan beban untuk menopang sistem antenna tetapi juga mempunyai peranan penting dalam menyerap gelombang elektromagnetik yang datang dari energi elektromagnetik sebuah sistem pelacak. Dalam penelitian ini, komposit serat E-glass yang diperkuat dengan resin ripoxy dibuat dengan mencapurkan serbuk karbon hitam yang konduktif (Ketjenblack EC300J dengan matrik komposit dan memaksimalkan koefisien penyerapan lebih dari 90 % (lebih dari -10 dB dalam jangkauan frekuensi X-Band (8 12 GHz. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan uji konduktivitas listrik (LCR meter dan Vector Network Analyzer (VNA. Spesimen yang terbaik untuk diaplikasikan sebagai radar absorbing structure (RAS adalah komposit E-glass/ripoxy dengan fraksi berat serbuk karbon hitam 0,02 dan jumlah lapisan serat E-glass 4 lapis dengan nilai ketebalan sebesar 2,1 mm, nilai konduktivitas listrik 8,33 10-6 S/m, dan nilai maksimum reflection loss sebesar -27,123 dB. Kata Kunciserbuk karbon hitam, komposit E-glass/ripoxy, radar absorbing structure

  6. PENENTUAN KANDUNGAN LOGAM Cd DAN Cu DALAM PRODUK IKAN KEMASAN KALENG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hellna Tehubijuluw

    2013-05-01

    Full Text Available Determination of cadmium and copper concentration of canned fish have been done. Some canned fished were taken away from three mercks circulating in a market and marked as RS (the 1st sample, NF(2nd sample, and CP(3rd sample. The aim of this research is to determine of cadmium (Cd and copper (Cu content of canned fish and to compare the content with the standard limit regulated by the Directorate General of Drug and Food Control No: 03725/B/SK/VII/89. Determination of metal concentration was conducted using atomic absorption spectrophotometer (AAS. It was found that Cd concentrations of RS and NF samples are 0.1969 mg/kg and0.0448 mg/kg, respecively while for CP it was not detected. For Cu concentrations of RS, NF, and CP are 3.3303 mg/kg, 4.6130 mg/kg, 3.3047 mg/kg respectively. The results indicated that the samples of the canned fishes have been contaminated with Cd and Cu metals although the levels of those metals are still lower than the maximum limit regulated by the Directorate General of Drug and Food Control No: 03725/B/SK/VII/89 where the maximum limit for Cd and Cu are 0,2 mg.kg and 5.0 mg/kg respectively.

  7. SPESIASI DAN BIOAVAILABILITAS LOGAM Pb DALAM SEDIMEN DI KAWASAN PESISIR SANUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Dian Meita Sari

    2015-06-01

    Full Text Available Total content of Pb metal in sediments has been reported or published frequently, but it could not provide information about various forms of metals contained in sediments and did not show the true metal concentrations involved in the process of bioaccumulation by organisms. Therefore, this study was aimed to determine the bioavailability of Pb metal and speciation the metal in various forms or compounds existing in the sediments. A quantitative analysis of total metal content, Pb in the sediments was initiated performing the digestion method using the mixture of HNO3 and HCl (3:1 in ultrasonic bath at 60 0C for 45 minutes, and continued heating on a hotplate for another 45 minutes at 140 0C. Moreover, analysis of Pb metals as bioavailability fraction was perfomed by single extraction method of EDTA and HCl, while for metal speciation fractions on each phase using Sequential Extraction Technique. Consequently, the metal concentrations of digestion and extraction solutions were measured by using an atomic absorption spectroscopy (AAS technique with the aplication of calibration method. The total concentrations of Pb in sediments collected from Sanur Beach ranged from 139,9945 to 260,1521 mg/kg. The highest bioavailability of Pb obtained in sediments at site II (Sindhu Beach, in which the Pb extracted from sediments was 21.44%. Generally, the Pb metal associated in the sediments at Sanur Beach was bounded in oxidisable organic fraction (2.08 – 3.50%.

  8. PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG LOGAM Cu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochtar Hadiwidodo

    2012-02-01

    Full Text Available The industrial development have been increased together with the increasement of the society need. Theindustrial development will produce another product in the shape of dump that will be throw away to theenvironment. One of the industrial dump was the industrial dump from the copper industry that containshard metal copper (Cu. One of the way to manufacture dump is with the adsorption process of the riceplant dust husk. This research has the aim to know the adsorption ability of the rice plant dust husk indecreasing the concentration of Cu metal in the artificial water dump and it was done with batch processand continuous. The batch experiment use 10, 20, 30 gram adsorben for each media size variation 10-30mesh and 30-50 mesh. Has the highest decreasing efficiency in the weight of 30 gram (30-50 mesh that is52,81%-87,80%. In the continuous experiment, it was done in the column with 2 inch diameter and with222 ml/menit debit. The result was the highest decreasing efficiency until 94,98%-97,10%. Speed constanvalues (k1 0,00743-0,0160 ml/mg.second with adsorp capacity(q0 0,7734-1,3376 mg/g.

  9. PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG LOGAM Cu

    OpenAIRE

    Mochtar Hadiwidodo

    2012-01-01

    The industrial development have been increased together with the increasement of the society need. Theindustrial development will produce another product in the shape of dump that will be throw away to theenvironment. One of the industrial dump was the industrial dump from the copper industry that containshard metal copper (Cu). One of the way to manufacture dump is with the adsorption process of the riceplant dust husk. This research has the aim to know the adsorption ability of the rice pla...

  10. PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI RENGGINANG LORJUK DI KECAMATAN KAMAL BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ummi Kalsum

    2013-10-01

    Full Text Available Atribut sebuah produk dapat menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli sebuah produk. Preferensi konsumen dalam membeli rengginang lorjuk dipengaruhi oleh beberapa atribut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik konsumen dan menganalisis atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk. Penelitian ini dilakukan di daerah Kamal. Sampel diambil dengan menggunakan metode accidental sampling sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode deskripitif kualitatif dan konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk adalah bentuk, harga, berat isi kemasan, jenis dan kemasan. ABSTRACT Attribute of product can be used as consideration of consumer in buying product. Consumer preference in buying rengginang lorjuk is affected by several attributes. Objective of this research is to describe characteristic of consumer and to analyze attributes being considered by consumer in buying rengginang lorjuk. This research was conducted in Kamal. Sample was taken by using method of accidental sampling meanwhile method of data analysis used descriptive qualitative and conjoint. Result of research showed that attributes that most considered by consumer in buying rengginang lorjuk is weight, price, volume, type and packaging.

  11. SINTESIS ZEOLIT DARI ABU DASAR BATUBARADAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN LOGAM MERKURI (II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ma’rifat

    2014-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara dan aplikasinya sebagai adsorbenuntuk logam merkuri (II. Zeolit disintesis dengan metode alkali hidrotermal dan dikarakterisasi menggunakan Spektrofotometer FTIR dan Difraktometer Sinar-X (XRD. Kajian adsorpsi zeolit terhadap logam merkuri (II dilakukan dengan variasi pH,waktu kontak dan konsentrasi merkuri. Karakterisasi FTIR menunjukkan bahwa zeolit telah terbentuk dengan serapan pspesifik pada bilangan gelombang 457,31 cm-1.Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa zeolit hasil sintesis mempunyai struktur material zeolit faujasit yang ditunjukkan dengan difraksi utama pada 6,29°; 26,89°; dan 31,19°. Adsorpsi zeolit terhadap logam merkuri (II optimum terjadi pada pH 6, kesetimbangan adsorpsi cenderung mengikuti pola isoterm Freundlich dengan konstanta yaitu 1,803 x 10-4 mol/gram dan kinetika adsorpsi cenderung mengikuti persamaan pseudo orde dua dengan konstanta laju reaksi (k yaitu 8,687 x 10-3(g/mg min.

  12. KARAKTER BENTONIT TERPILAR LOGAM ALUMINIUM PADA VARIASI SUHU KALSINASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toeti Koestiari

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakter bentonit terpilar logam aluminium pada berbagai suhu kalsinasi. Instrumen yang digunakan untuk melihat karakter fisiko-kimia adalah Spektrofotometer IR, X-ray Diffraction dan Gas Sorption Analyzer. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan karakter dari B-Al yang dikalsinasi pada suhu 300, 400, dan 500 oC. Persamaan karakter ketiga B-Al terletak di daerah gugus fungsional pada bilangan gelombang 1636 cm-1 dan 3500-4000 cm-1, serta sesuai dengan hasil XRD untuk lapis SiO2 dan Al2O3 yang tidak mengalami perubahan pada harga d, maupun bentuk pori yang dihasilkan menggunakan GSA. Perbedaan suhu kalsinasi menyebabkan perbedaan bilangan gelombang di daerah sidik jari yaitu adanya pita tajam yang disebabkan oleh banyaknya ion Al3+ di antar lapis terutama pada suhu kalsinasi 500 oC. Jumlah ion Al3+ karena masuknya pemilar menyebabkan perbedaan luas permukaan ditunjukkan juga oleh GSA dengan harga radius pori dan luas permukaan tertinggi terletak pada B-Al/400oC. Dengan demikian bentonit terpilar Al pada suhu kalsinasi 400 oC merupakan hasil yang terbaik ditinjau dari karakter fisiko-kimia.

  13. Pengaruh Kurang Tidur terhadap Berat Badan pada Tikus Wistar Jantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deby Nelsya Eka Putri

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakPengurangan durasi tidur menurunkan kadar leptin dan meningkatkan kadar ghrelin sehingga merangsang nafsu makan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya obesitas pada manusia. Pada tikus akan menyebabkan peningkatan asupan makanan tetapi terjadi penurunan berat badan yang disebabkan karena aktivitas yang tinggi pada tikus. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kurang tidur 24 jam, 48 jam dan 72 jam terhadap berat badan pada tikus Wistar jantan. Jenis penelitian adalah true experimental research dengan rancangan randomized post control group terhadap 14 ekor tikus Wistar yang dibagi atas kelompok kontrol, kelompok perlakuan 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Tikus dikondisikan mengalami paradoxycal sleep deprivation dengan metode modified multiple platform. Asupan makanan diberikan ad libitum dan berat badan diukur setelah pengurangan durasi tidur selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam.Analisis data menggunakan uji Saphiro-Wilk Test dan One-Way ANOVA. Rerata berat badan setelah pengurangan durasi tidur 24 jam adalah 193,617,9 gram; setelah 48 jam 179,617,3 gram; dan setelah 72 jam 176,715,9 gram dibandingkan dengan kontrol 219.611,3 gram. Pengurangan durasi tidur 48 jam dan 72 jam dibandingkan dengan kontrol bermakna (p<0,05. Dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan berat badan pada pengurangan durasi tidur selama 48 jam dan 72 jam.Kata kunci: kurang tidur, berat badan, tikus wistarAbstractSleep deprivation lowers level of leptin and increases level of ghrelin which stimulates appetite and increases the likelihood of obesity in humans. In mice will increases food intake, but decreases the body weight due to high activity in mice. The objective of this study was to examine the effect of sleep deprivation 24 hours, 48 hours and 72 hours on body weight in male Wistar rats. This type of research was a true experimental design research with post randomized control group on 14 Wistar rats were divided into control group, treatment group 24 hours, 48 hours, and 72 hours. Rats conditioned paradoxycal sleep deprivation experienced by the modified multiple platform method. Given ad libitum food intake and body weight were measured after sleep deprivation for 24 hours, 48 hours, and 72 hours. Analysis of the data using the Shapiro-Wilk Test and One-Way ANOVA. The mean of body weight after 24 hour sleep deprivation was 193.617.9 g, after 48 hours was 179.617.3 g, and after 72 hours was 176.715.9 g compared with control was 219.611.3 g. Sleep deprivation 48 hours and 72 hours compared with controls was significant (p<0.05. It can be concluded there was reduction of body weight on sleep deprivation for 48 hours and 72 hours.Keywords: sleep deprivation, weight, rats

  14. Pemanfaatan Zeolit Alam Teraktivasi untuk Adsorpsi Logam Krom (Cr3+

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisanti Emelda

    2013-12-01

    Full Text Available Pertukaran ion antara Cr3+ dan H+ menggunakan zeolit sebagai penukar ion adalah salah satu metode untuk memurnikan air dari ion kromium. Zeolit adalah senyawa aluminosilikat tetrahedral dengan struktur ikatan 3-dimesi, memiliki pori bagian dalam, dan luas permukaan yang tinggi, karena itu dapat digunakan sebagai adsorben. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh waktu kontak optimum, suhu, dan konsentrasi kromium terhadap kapasitas penyerapan. Tahap pertama adalah mencampur zeolit yang telah diaktifkan dengan larutan kromium (10 ppm kromium dalam tangki berpengaduk pada 25oC. Selanjutnya larutan diambil setiap 60 menit hingga konsentrasi residu larutan kromium konstan. Proses adsorpsi dilangsungkan pada suhu berbeda yaitu:  25, 30, 35, 40, 45, dan 50 oC. Untuk uji adsorpsi isotermal, pada suhu dengan hasil penyerapan terbaik divariasikan konsentrasi kromiumnya yaitu: 10, 20, 40, 60, dan 100 ppm. Dosis adsorben yang digunakan adalah 3 gram adsorbent/200 mL larutan krommium dengan kecepatan pengaduk 240 rpm. Larutan kromium dideteksi dengan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS atau Spektroskopi Serapan Atom. Waktu kontak optimum diperoleh 3 jam menggunakan zeolit yang diaktifkan dengan asam, diperoleh nilai adsorpsi optimum 99,275%. Proses adsorpsi berjalan secara eksoterm, memiliki ?Ho = -3.9574,6 J/mol dan ?So = -117.227 J/moloK. Model isotermal adsorpsi mengikuti isoterm Freundlich menurut persamaan Qe = 0,044463C1/2,5125, kapasitas penyerapan Kf = 0,044463 mmol/gram adsorben, dan intensitas adsorpsi n = 2,5125.

  15. Kandungan Karbon Organik Dan Stok Karbon Dalam Tanih Gambut, Persekitaran Pertanian Kelapa Sawit, Kuala Langat Selatan, Selangor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sahibin Abd. Rahim

    2011-01-01

    Full Text Available Kajian telah dijalankan untuk menentukan kandungan karbon dan stok karbon dalam tanih gambut di kawasan penanaman kelapa sawit di Kampung Tumbuk Darat, Kuala Langat Selatan, Selangor. Sampel tanih gambut telah diambil berdasarkan persampelan dalam plot satu hektar yang telah dibahagikan kepada 16 subplot bersaiz 25x25m. Kajian telah dilakukan pada 20hb Disember 2008. Persampelan telah dilakukan di semua subplot mengikut kedalaman hingga ke tanih mineral. Kandungan karbon organik tanih ditentukan berdasarkan Kaedah Walkley & Black. Penentuan pH dalam tanih: air suling dan pH dalam tanih: KCl dijalankan berdasarkan nisbah 1:2.5 bagi tanih dan air. Kekonduksian elektrik ditentukan di dalam hasil ekstrak gipsum tepu. Kandungan asid humik dan asid fulvik ditentukan dengan kaedah pengasingan molekul asas. Purata nilai kekonduksian elektrik adalah dari 2.50 mScm-1 hingga 2.78 mScm-1. Nilai kekonduksian elektrik meningkat mengikut kedalaman. Purata nilai pH:air suling dan pH:KCl adalah masing-masing dari 3.36 hingga 3.59 dan 2.91 hingga 3.09. Purata nilai pH dalam KCl meningkat sedikit mengikut kedalaman. Purata kandungan karbon organik di dalam tanih berjulat dari 38.25% hingga 42.49%, dengan kandungannya berkurang mengikut kedalaman. Bagi asid humik dan asid fulvik, purata kandungannya masing-masing adalah dari 3.29 hingga 4.24% dan dari 1.10 hingga 2.61%. Purata kandungan kedua-dua jenis asid organik ini berkurangan mengikut kedalaman. Berat tanih yang dikira dalam satu hektar pada kedalaman 80 cm dan mempunyai ketumpatan pukal 0.26 g/cm3 adalah 2080 tan/ha, manakala stok karbonnya adalah 872.72 tan/ha.

  16. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan lele dumbo (Clarias gariepinus pada konsentrasi tepung daun jaloh (Salix tetrasperma Roxb yang berbeda dalam pakan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cut Dara Dewi

    2013-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemungkinan pemanfaatan tepung daun jaloh (S. tetrasperma sebagai bahan baku alternatif untuk pakan ikan lele(C. gariepinus. Dalam penelitian ini telah diuji beberapa tingkat proporsi tepung daun jaloh yaitu (0%, 5%, 10%, dan 15% .Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari, yaitu pada pukul 08.00, 12.00 dan 17.00 WIB,sebanyak5%dari berat bobot tubuhnyaselama 35 hari. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian tepung daun jaloh memberikan pengaruh nyata (P0,05. Uji lanjut Duncan’s menunjukkan bahwa perlakuan kontrol (tanpa daun jaloh dalam pakan memberikan hasil terbaik dari segi pertumbuhan mutlak, pertumbuhan harian dan kelangsungan hidup. Oleh karena itu dapat disimpulkan tepung daun jaloh kurang sesuai sebagai bahan baku alternatif dalam pakan ikan lele dumbo.

  17. Analisa Teknis dan Ekonomis Penggunaan ICCP (Impressed Current Cathodic Protection Dibandingkan dengan Sacrificial Anode dalam Proses Pencegahan Korosi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afif Wiludin

    2013-03-01

    Full Text Available Perlindungan badan kapal terhadap korosi dengan menggunakan metode perlindungan katodik pada prinsipnya adalah sel elektrokimia untuk mengendalikan korosi dengan mengkonsentrasikan reaksi oksigen pada sel galvanik dan menekan korosi pada katoda dalam sel yang sama. Pada proteksi katodik, logam yang akan dilindungi dijadikan katoda dan reaksi oksidasi terjadi di anoda. Ada dua macam cathodic protection yaitu Sacrificial Anode Cathodic Protection (SACP dan Impressed Current Cathodic Protection (ICCP. Dilakukan penelitian tentang analisa teknis dan ekonomis penggunaan ICCP dibandingkan dengan SACP dalam proses pencegahan korosi, kedua sistem dibandingkan dalam jangka 20 tahun, dari segi teknis dengan menggunakan perbandingan perhitungan sesuai standar DnV, yang dibandingkan dari tahap design, tahap instalasi, dan maintenance, dari segi ekonomis perbandingan dibedakan dari tahap pengadaan komponen-komponen sistem, tahap instalasi, dan tahap maintenance. Data perbandingan diperoleh dengan perhitungan sesuai standar, study literature, diskusi dan interview. Hasil perhitungan perbandingan yang diperkirakan selama 20 tahun, dari segi teknis kedua sistem memenuhi standar yang berdasar pada sistem perhitungan standar DnV B-401, sedangkan dari segi ekonomis, biaya untuk sistem ICCP sebesar Rp. 205.405.000,00 dan sistem SACP sebesar Rp. 562.590.000,00, sehingga lebih ekonomis menggunakan sistem ICCP sebesar Rp 357.185.000, 00 atau 63,49% dari biaya untuk sistem SACP

  18. Kosmologis Tetabuhan dalam Upacara Ngaben

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Cau Arsana

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1 mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2 menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada-nada merupakan manifestasi dari pemujaan kepada ista dewata sebagai cermin konsep keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos.Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1 mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2 menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada-nada merupakan manifestasi dari pemujaan kepada ista dewata sebagai cermin konsep keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos.

  19. REVIEW ON WATER POLLUTION STUDIES IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Hartono

    2012-09-01

    Full Text Available Tulisan ini merupakan tinjauan terhadap lebih dari 60 penelitian yang pernah dilakukan di Indonesia yang berkaitan dengan masalah pencemaran air. Dalam tinjauan ini terungkap bahwa hampir semua jenis sumber air, yaitu sungai, danau, tambak, laut maupun air tanah (misalnya sumur yang pernah diteliti, telah mengalami pencemaran. Pencemarnya terdiri dari semua jenis pencemar, baik bakteriologis, fisis maupun kimiawi. Pencemar bakteriologis terutama datang dari pembuangan tinja manusia. Bukan hanya karena letak sumber air yang berdekatan dengan pembuangan tinja yang menyebabkan pencemaian, melainkan juga karena perilaku masyarakat. Namun dicatat pula bahwa penelitian dalam bidang ini masih terlalu sedikit. Khususnya yang berkaitan dengan besarnya masalah. Pencemar fisis dan kimiawi terutama berasal dari pabrik-pabrik. Yang banyak mendapat perhatian tampaknya adalah logam-logam berat. Walaupun dijumpai kandungan beberapa logam berat dalam air masih di bawah standar, tetapi beberapa yang lain cukup potensial atau telah melewati batas-batas standar dan bahkan telah menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Hal ini terutama dikarenakan banyaknya pabrik-pabrik yang membuang limbah industrinya langsung ke sungai dan badan-badan air lain tanpa pengolahan terlebih dulu atau dengan pengolahan yang tidak sempurna. Selain deterjen, sampah rumah tangga, pestisida dan pupuk sebagai pencemar, yang masih kurang mendapat perhatian peneliti, akhir-akhir ini muncul masalah baru yang tampaknya lebih menarik minat para peneliti, yaitu intrusi air laut. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan terungkap bahwa masalah ini pun sudah cukup serius, khususnya di daerah dekat pantai.

  20. PENELITIAN INTRUSI AIR LAUT DI KAWASAN SEMARANG UTARA DENGAN METODE GAYA BERAT MIKRO ANTAR WAKTU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Supriyadi

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian intrusi air laut dengan menggunakan metode Gaya berat mikro antar waktu di Semarang Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa fenomena yang selama beberapa tahun terakhir ini terajadi di lokasi penelitian, yaitu amblesan, rob, banjir dan air sumur gali penduduk berasa asin yang disebabkan oleh intrusi air laut. Pengukuran gaya berat menggunakan gravimeter tipe Scintrex Autograv CG-5. Periode pengukuran gaya berat adalah Oktober di 120 titik yang tersebar merata di daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai anomali gayaberat mikro antar waktu selang periode tersebut menunjukkan bahwa ada berberapa daerah yang mempunyai nilai anomali positip yang berkorelasi dengan kenaikan muka air tanah, anomali negatip berkorelasi dengan penurunan muka air tanah, dan nol tidak terjadi perubahan apapun. Selanjutnya untuk memperoleh gambaran tentang dinamika muka air tanah, maka digunakan data gradien vertikal gayaberatmikro antar waktu dan anomalinya menunjukkan hasil sebagai berikut anomali gradien vertikal gayaberat mikro antar waktu bernilai negatip berarti terjadi penurunan muka air tanah, dan sebaliknya jika positip terjadi kenaikan muka air tanah. Hasil interpretasi 3D gaya berat mikro antar waktu dengan menggunakan perangkat lunak Gravblok menunjukkan beberapa daerah seperti Widoharjo dan sekitarnya, perumahan Semarang sekitarnya, dan perumahan Tlogosari sekitarnya telah mengalami intrusi air laut.

  1. INSTRUMEN DERIVATIF: PENGENALAN DALAM STRATEGI MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisa Linawati Utomo

    2000-01-01

    Full Text Available Recent investment inflows through the capital and money market has begun to stimulate the Indonesian economy. New investment instruments are offered by the capital market for the purpose of accomodating investor's risk dan return preferences. Besides stocks and bonds as the primary securities in the capital market, the Indonesian government also issued long-term bonds as its means to obtain capital funds from investors. Derivative securities, such as options and futures, are contractual agreement between two parties to deliver and purchase some specified amount of financial assets or commodity at a specified date and specified price. Option contracts give its holder the right, not the obligation, to do something; while futures contract obligates the transacting parties to perform or fulfill the contract agreement. This paper discusses definition, terminologies related to derivative, profit profile and the use of derivative instruments in the company's hedging strategy. It is essential to note that companies may use different underlying instruments to hedge, such as commodities, gold, stock index, interest rate, and currency. Abstract in Bahasa Indonesia : Arus investasi yang masuk melalui pasar modal dan pasar uang mulai menggairahkan kondisi ekonomi Indonesia. Instrumen-instrumen investasi baru mulai ditawarkan di pasar modal dengan tujuan mengakomodasikan tingkat pengembalian dan risiko tertentu yang dikehendaki oleh para investor. Selain saham dan obligasi sebagai instrumen utama di pasar modal, pemerintah Indonesia juga menerbitkan obligasi sebagai sarana mendapatkan dana. Sekuritas derivatif, seperti option dan futures, merupakan kontrak perjanjian antara dua pihak untuk menjual atau membeli sejumlah aktiva finansial atau komoditas pada tanggal tertentu di masa datang dengan harga yang telah disepakati saat ini. Option atau kontrak opsi memberikan hak, bukan kewajiban, bagi pemegangnya untuk melakukan sesuatu; sedangkan kontrak futures merupakan kewajiban antara dua pihak yang terikat dalam kontrak untuk memenuhi perjanjian dalam kontrak. Tulisan ini akan membahas definisi, terminologi, profil keuntungan dan penggunaan kedua instrumen derivatif tersebut untuk strategi hedging perusahaan. Adapun untuk sarana hedging dapat digunakan komoditas, logam berharga, indeks saham, tingkat suku bunga, dan kurs nilai tukar. Kata kunci: opsi beli, opsi jual, futures/forwards, lindung nila

  2. Kapasitas Adsorpsi Bentonit terhadap Sulfur dan Merkuri secara Simultan pada Pembakaran Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alhamidi Yusran

    2015-12-01

    Full Text Available Pemanfaatan batubara sebagai sumber energi melalui pembakaran langsung akan menghasilkan emisi gas, partikulat trace metal (logam berat dan abu (terutama abu terbang yang akan mencemari udara. Penanganan terhadap pencemaran tersebut merupakan hal yang sangat mendesak. Dalam studi ini ditawarkan penyelesaian secara simultan terhadap emisi SOx dan partikulat logam berat merkuri pada pembakaran batubara peringkat rendah yang ada di Aceh melalui penyerapan menggunakan bentonit alam yang juga terdapat di Aceh (juga di daerah lain di Indonesia. Penggunaan bentonit dapat mengurangi emisi gas SO2 dan partikulat trace metal Hg dalam gas buang dan abu terbang. Bentonit dapat meningkatkan afinitas atau gaya tarik menarik antara Hg dan mineral-mineral dalam bentonit dan sekaligus menurunkan afinitas Hg terhadap S atau SO2. Konsentrasi bentonit dalam kajian ini, tanpa kalsinasi dan langsung dicampur dalam batubara, adalah 0 – 16% dan temperatur pembakaran adalah 700 – 900oC. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa kondisi maksimum penyerapan sulfur dan/atau SO2 serta merkuri terjadi pada kandungan bentonit 6% dan temperatur 700oC.

  3. Same Same But Different Partizipation von ehrenamtlichen Peer-BeraterInnen in der Online-Beratung bei kids-hotline

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emily M. Engelhardt

    2010-04-01

    Full Text Available Eine Vielzahl von Online-Beratungsangeboten fr junge Menschen wird durch erwachsene Fachkrfte betreut. kids-hotline setzt seit ber zehn Jahren bewusst einen Akzent in der etablierten und notwendigen Online-Beratung durch Professionelle: Jugendliche Peer-BeraterInnen ergnzen das Beratungsangebot und richten sich auf Augenhhe an die jungen Ratsuchenden. Der folgende Praxisbericht soll einen Einblick ber das Engagement der Peer-BeraterInnen geben und aufzeigen, welche Mglichkeiten und Chancen in der Partizipation Gleichaltriger liegen. Hier kommen auch die Peer-BeraterInnen selbst zu Wort, indem sie ihr Rollenverstndnis erlutern und beschreiben, was die Mitarbeit fr sie bedeutet. Neben einer Vorstellung des Beratungsangebotes und -ansatzes von kids-hotline wird vor allem die Auswahl, Qualifizierung und Begleitung der Peer-BeraterInnen vorgestellt. Mglicherweise schafft dieser Beitrag einen Impuls fr andere Beratungseinrichtungen, das wertvolle Mitwirken von Jugendlichen zu erwgen.

  4. PROSES KOGNITIF DALAM UNGKAPAN METAFORIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    deli - Nirmala

    2014-09-01

    Full Text Available PROSES KOGNITIF DALAM UNGKAPAN METAFORIS Deli Nirmala deliundip@gmail.com Abstract Speech is produced through cognitive or psychological process, physiological process, and physical process (de Saussure, 1959. The cognitive process is the focus of this study especially in producing metaphorical expressions. This paper is trying to elaborate how the cognitive process happens when someone is producing metaphorical expressions. The data used for explaining the cognitive process are the metaphorical expressions found in bahasa Indonesia. The data were collected randomly from the sources like conversation, news, or bahasa Indonesia used in Indonesian newspapers. The method used is observation and intuition. To analyze, I used identity method, distributional method, and reflective-introspective methods. The result shows that the cognitive process in producing metaphorical process is done by using associative strategies by showing the correspondences between the source concept and the target concept. The correspondences found are those in embodied experiences, characters, functions, characteristics, and strenghts. Proses menghasilkan tuturan meliputi proses kognitif, fisiologis, dan fisik (de Saussure, 1959. Proses kogntif menjadi fokus dalam tulisan ini khususnya dalam proses menghasilkan ungkapan metaforis. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengungkap bagaimana proses kognitif terjadi ketika seseorang menghasilkan ungkapan metaforis. Data yang dijadikan dasar dalam menjelaskan proses kognitif adalah ungkapan metaforis dalam bahasa Indonesia. Data dipilih secara random dari sumber berupa percakapan, berita, bahasa di surat kabar. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan intuisi. Untuk menganalisis, saya menggunakan metode padan, distribusional, dan reflektif-introspektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses kognitif dalam menghasilkan ungkapan metaforis dilakukan dengan strategi asosiatif dengan menunjukkan korespondensi antara konsep sumber dan konsep target. Korespondensi yang ditemukan adalah korespondensi yang ditunjukkan dalam pengalaman yang dialami tubuh, sifat, fungsi, ciri, dan kekuatan. Key Words:cognitive process, associative strategies, conceptual correspondences, metaphorical expressions

  5. PREVALENSI BERAT BADAN BERLEBIH DAN OBESITAS DAN HUBUNGANNYA DENGAN NILAI AKADEMIS PADA REMAJA KELAS SEPULUH SMA N 1 BANGLI TAHUN 2012

    OpenAIRE

    ID Ayu Eka Cahyani; IGL Sidiartha

    2015-01-01

    Prevalensi berat badan berlebih dan obesitas semakin meningkat pada anak dan remaja. Kedua kondisi tersebut berdampak negatif terhadap kesehatan, salah satunya penurunan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi berat berlebih dan obesitas serta hubungannya dengan nilai akademis pada remaja di kelas sepuluh (X) SMA N 1 Bangli tahun 2012. Pendekatan potong lintang dilakukan terhadap sampel populasi berjumlah 217 siswa berusia 14 sampai 17 tahun. Status gizi berat be...

  6. STRUCTURAL ASSESSMENT AND RESTORATION OF THE LEADEN MOSQUE IN BERAT, ALBANIA

    OpenAIRE

    YARDIM, Yavuz; MUSTAFARAJ, Enea

    2013-01-01

    The city of Berat, one of the oldest in Albania, is located in central Albania. The earliest traces of settlement date from 2600-1800 BC. Even though there is an abundance of cultural heritage monuments, little effort has been made in maintaining and preserving these structures. Frequent seismic activity, regular natural processes as well as human activity are some of the main causes of deterioration of those monuments. This paper aims to introduce a case study in structural assessment based ...

  7. PEMBERIAN KITOSAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP BERAT BADAN DAN KADAR TRIGLISERIDA DARAH TIKUS SPRAGUE-DAWLEY YANG DIBERI PAKAN ASAM LEMAK TRANS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdurrahman Ali

    2015-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study was aimed to analyze the effects of chitosan intake on body weight and plasma triglyceride level in Sprague-dawley rats fed by trans fatty acid. This study was an experimental on animal using factorial randomized with post-test only control group design. The samples were 28 male Sprague-dawley rats aged two months old. The samples were divided into one control (K and three treatment groups which received chitosan as much as 0.035 g (P1, 0.045 g (P2, and 0.055 g (P3. The feed was high-fat diet, namely added by melted margarine as a source of trans fatty acid, as much as 1.7 g per day. Intervention was done for 14 and 28 days. Measurement of body weight was done every three days, whereas measurement of triglyceride level was done after 14 and 28 days intervention. The study revealed that feeding of melted margarine in a dose of 1.7 g per day increased body weight of control group as much as 54% after 28 day intervention. The increase was higher than P1, P2, and P3 groups which were elevated by 48.7%, 27.8%, and 38.9% respectively. In addition, after 14 day intervention, the plasma triglyceride levels of control and P1 groups were categorized as hypertriglyceridemia, namely 254.3±49.0 mg/dL and 241.7±58.5 mg/dL respectively. In the meanwhile, the plasma triglyceride levels of P2 (128.3±14.3 mg/dL and P3 (141.3 ± 25.3 were significantly lower than the control and P1 groups. After 28 day intervention, there is no significant difference on plasma triglyceride level among groups (p>0.05, but the triglyceride level of each group was significantly lower than the levels after 14 day intervention (p<0.05.Keywords: body weight, chitosan, trans fatty acids, triglycerideABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian kitosan terhadap berat badan dan kadar trigliserida plasma tikus Sprague-dawley yang diberi pakan asam lemak trans. Penelitian ini merupakan experimental study pada hewan percobaan, menggunakan rancangan kelompok faktorial dengan post test only control group. Sampel penelitian adalah 28 ekor tikus Sprague-dawley jantan berusia dua bulan, dikelompokkan menjadi satu kelompok kontrol (K dan tiga kelompok perlakuan (P dengan penambahan kitosan 0,035 g (P1, 0,045 g (P2, dan 0,055 g (P3 dalam diet yang diberikan. Pakan merupakan diet tinggi asam lemak trans, yaitu dengan penambahan margarin yang dipanaskan sebanyak 1,7 g per hari. Intervensi dilakukan selama 14 dan 28 hari. Berat badan ditimbang setiap tiga hari sementara pengukuran kadar trigliserida dilakukan setelah 14 dan 28 hari perlakuan. Penambahan margarin 1,7 g per hari menjadikan berat badan tikus kelompok kontrol (tanpa kitosan meningkat 54% setelah 28 hari intervensi, lebih tinggi dibandingkan kelompok P1, P2, dan P3 yang masing-masing mengalami kenaikan berat badan 48,7%, 27,8%, dan 38,9%. Setelah 14 hari intervensi, kadar trigliserida plasma tikus kelompok kontrol dan P1 mengalami hipertrigliseridemia, yaitu masing-masing 254,3±49,0 mg/dL dan 241,7±58,5 mg/dL. Sementara itu, kadar trigliserida plasma tikus kelompok P2 (128,3±14,3 mg/dL dan P3 (141,3 ± 25,3 lebih rendah dan berbeda signifikan dibandingkan kelompok kontrol dan P1. Setelah 28 hari intervensi, kadar trigliserida plasma tikus tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p>0,05, tetapi menunjukkan hasil yang lebih rendah dan berbeda signifikan dibandingkan kadar trigliserida setelah 14 hari (p<0,05.Kata kunci: asam lemak trans, berat badan, kitosan, trigliserida

  8. Ragam dan Makna Bahasa dalam Lakon Kintir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Arisona

    2013-11-01

    Full Text Available The Various Language and Meaning on Kintir Drama Play. Ragam dan Makna Bahasa dalam LakonKintir merupakan suatu kajian tentang keragaman bahasa dan maknanya dalam lakon drama. Tujuannya untukmengungkapkan peranan dan makna bahasa Jawa dan bahasa Indonesia yang digunakan dalam lakon Kintir.Kajian ini menggunakan analisis semiotika untuk mengungkap aspek keragaman dan makna bahasa dalam lakonKintir. Lakon Kintir yang dimainkan oleh Kelompok Seni Teku Yogyakarta menggunakan bahasa Jawa dan bahasaIndonesia sebagai strategi untuk mengungkap makna yang lebih kompleks. Analisis menunjukkan, bahwa setiapbahasa memiliki keterbatasan dalam menyampaikan makna ketika menjalankan fungsinya sebagai media ekspresidramatik. Bahasa memiliki karakteristik tersendiri sesuai latar sosial dan budaya yang melahirkannya.

  9. FUNGSI FILSAFAT HUKUM DALAM PENEMUAN DAN PEMBANGUNAN HUKUM DI INDONESIA

    OpenAIRE

    Mustafa Bola

    2011-01-01

    Filsafat hukum merupakan lapisan ilmu hukum tertinggi dalam abstaraksi teoritikal atas gejala hukum. Dalam filsafat hukum berdasarkan lintasan sejarah atau mazhab pemikiran ilmu hukum terbagi dalam beberapa mazhab. Pembangunan hukum di Indonesia dalam kaitannya dengan filsafat hukum terkait dengan teori hukum pembangunan yang pernah dikemukakan oleh Mochtar Kusumaatmadja. Hingga kini eksistensi filsafat hukum dalam pembangunan hukum di indoensia masih diperlukan sebagai sarana pembaharu hukum...

  10. OPTIMASI PEMBUATAN KITOSAN DARI KITIN LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN (Portunus pelagicus UNTUK ADSORBEN ION LOGAM MERKURI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. H. Rahayu

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum faktor suhu dan waktu proses deasetilasi dari khitin cangkang rajungan (Portunus pelagicus menjadi khitosan dan mengetahui pengaruh pH adsorpsi dari khitosan terhadap penurunan jumlah ion merkuri (%. Proses deasetilasi dilakukan dengan memanaskan campuran khitin dengan larutan NaOH 50 % (rasio 1:20 b/v pada suhu 70 oC, 80 oC, 90 oC, dan 100 oC dengan waktu proses masing-masing 30, 60, 90, dan 120 menit. Parameter respon adalah derajad deasetilasi khitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat deasetilasi khitosan tertinggi adalah 79,65 % yang dihasilkan pada suhu  90 oC dan waktu proses 120 menit. Khitosan selanjutnya diuji kemampuan adsorpsinya terhadap ion merkuri pada pH 2, 3, 4, 5, dan 6. Hasil uji aplikasi khitosan sebagai adsorben ion logam merkuri menunjukkan bahwa semakin tinggi pH adsorpsi semakin besar penurunan jumlah ion merkuri (%, dimana hubungan keduanya ditunjukkan dengan persamaan y = 7,50.x + 26,11.

  11. Biofiksasi CO2 Oleh Mikroalga Chlamydomonas sp dalam Photobioreaktor Tubular

    OpenAIRE

    Hadiyanto Hadiyanto; W Widayat

    2014-01-01

    Mikroalga memiliki potensi dalam membiofiksasi CO2 dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kadar CO2 dalam gas pencemar. Pertumbuhan mikroalga sangat dipengaruhi oleh konsentrasi gas CO2 di dalam gas pencemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeetahui kemampuan mikroalga Chlamydomonas sp yang dikultivasi dalam photobioreaktor tubular dalam penyerapan gas CO2 serta untuk mengetahui konsentrasi maksimum gas CO2 dalam umpan untuk memproduksi biomasa mikroalga yang optimal. Percobaan dilakuk...

  12. KANDUNGAN LOGAM BERAT (Pb dan Cd Pada Sawi Hijau (Brassica rapa l. Subsp. Perviridis Bailey Dan Wortel (Daucus Carrota L. Var. Sativa Hoffm YANG BEREDAR DI PASAR KOTA DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Agung Priandoko

    2013-05-01

    Full Text Available Has been doing a research about the content of heavy metals (Pb and Cdin green mustard (Brassica rapa L. subsp. Perviridis Bailey and carrot (DaucusCarrota L. Var. Sativa Hoffm that exist in the market of Denpasar city. Purposeof this research was to know the content of Pb and Cd in green mustard andcarrots that exist in traditional markets (Badung and Kreneng market Denpasarcity that treated by washing and without washing. Content of Pb and Cd in greenmustard and carrots that analyzed by AAS (atomic absorption spectrophotometer.The results of research shows that contents of Pb in green mustard andcarrots that washed and without washed in Kreneng and Badung Market equal to64.71 6.66 ug / g, 69.58 4.61 ug / g, 62.56 6.99 ug / g, 64.96 7:20 ug / g,62.56 6:56 ug / g, 73, 91 2:51 ug / g, 57.17 8:59 ug / g, 59.71 8.93 ug / gdry weight. Content of Cd that washed and without washed equal to SCK 8.81 1.68?g / g, 10, 55 1.78 ug / g, 8.09 1.71 ug / g, 9.30 2:01 ug / g, 8.96 1.72ug / g, 10.09 1:09 ug / g, 7.39 1.6 ug / g 5, 8.14 1.71 ug / g dry weight

  13. Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Pre-Eklampsia Berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurulia Muthi Karima

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPre-eklampsia Berat (PEB masih merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu apabila tidak ditangani secara adekuat. Ada banyak hal yang mempengaruhi terjadinya PEB, beberapa diantaranya adalah usia ibu, paritas, usia kehamilan, jumlah janin, jumlah kunjungan ANC, dan riwayat hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan pre-eklampsia berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang.Penelitian ini menggunakan rancangan case-control study dengan metode analitik observasional. Pengumpulan data dilakukan pada Januari 2013 dengan menggunakan data sekunder, yakni data rekam medik ibu melahirkan dengan pre-eklampsia berat dan tanpa pre-eklampsia di bagian obstetrik dan ginekologi RSUP Dr. M. Djamil, periode 1 Januari 2010 31 Desember 2011. Dari 148 data sampel didapatkan angka distribusi pada variabel riwayat hipertensi yang hanya didapatkan pada ibu dengan PEB. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square diperoleh hasil tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor risiko (usia ibu, paritas, usia kehamilan, jumlah janin, jumlah kunjungan ANC dengan masing-masing nilai p > 0,05. Analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik didapatkan bahwa usia ibu > 35 tahun merupakan faktor risiko terhadap kejadian PEB dengan nilai p = 0,034. Jadi, usia ibu > 35 tahun dan riwayat hipertensi memiliki hubungan terhadap kejadian pre-eklampsia berat.Kata kunci: pre-eklampsia berat, faktor risiko, hipertensiAbstractSevere Pre-eclampsia is one of the contributors of maternal morbidity and mortality if not getting an adequate treatment. There are many things that affect it, such as maternal age, parity, gestational age, number of fetuses, the number of ANC visits, and history of hypertension. The objective of this study was to determine relationship between the risk factors and the incidence of severe pre-eclampsia The design of this research is case-control study with observational analytic methods. The data was collected in January 2013 by using secondary data, maternal medical record data with severe pre-eclampsia and without pre-eclampsia of the obstetrics and gynecology department Dr. M. Djamil, period 1 January 2010-31 December 2011. From 148 samples obtained figures the variable history of hypertension which is only found in women with severe pre-eclampsia. The results of the bivariate analysis using chi square test results obtained there was no significant relationship between risk factors (maternal age, parity, gestational age, number of fetuses, the number of ANC visits with each p value > 0.05. While the results of the multivariate analysis using logistic regression found that maternal age> 35 years was a risk factor for the incidence of severe pre-eclampsia with p = 0.034. Maternal age > 35 years and history of hypertension had a relationship to the incidence of severe pre-eclampsia. Keywords: severe pre-eclampsia, risk factor, hypertension

  14. Konsep Teater Epik Brecht dalam Film Dogville

    OpenAIRE

    Philipus Nugroho Hari Wibowo

    2014-01-01

    Film yang menggunakan panggung sebagai tempat kejadian (setting) masih jarangditemukan di Indonesia. Kalaupun ada film-film tersebut hanyalah mengisahkankehidupan orang-orang teater dengan segala aktivitas kesehariannya, ataumentransformasikan naskah-naskah panggung menjadi sebuah film. Film Dogvillekarya sineas Denmark, Lars von Trier, menggunakan konsep pemanggunganteater dalam penggarapan filmnya.Dalam film tersebut, setting sebuah kota hanyadihadirkan disebuah studio besar (panggung) deng...

  15. PERANAN KEDOKTERAN WISATA DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENALATALAKSANAAN MALARIA PADA KEHAMILAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komang Siska Lestari Sugitha

    2014-12-01

    Full Text Available Malaria adalah  penyakit infeksi yang disebabkan oleh Plasmodium, ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Peningkatan jumlah wisatawan yang bepergian ke daerah tropis, termasuk ibu hamil, meningkatkan insiden malaria pada kehamilan.Malaria pada kehamilan dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Berbagai macam komplikasi yang dapat ditimbulkan antara lain malaria serebral, hipoglikemia, gagal ginjal akut, anemia, edema paru, syok, infeksi bakteria sekunder, dan insufisiensi plasenta yang dapat mengakibatkan retardasi pertumbuhan dan perkembangan janin, abortus, bayi lahir berat badan rendah, malaria kongenital, atau bayi lahir mati. Terdapat kesulitan dalam pemberian obat anti malaria (OAM pada ibu hamil karena terbatasnya data penggunaan beberapa obat pada ibu hamil, resistensi obat, dan efek teratogenik obat terhadap janin.Klorokuin aman untuk semua trimester namun angka resistensi terhadap obat ini tinggi.Kuinin dan Artemisinin-Combination Therapy (ACT adalah obat yang direkomendasikan untuk ibu hamil.Mengingat komplikasi yang dapat ditimbulkan, maka sangat penting dilakukan pencegahan agar wanita hamil terhindar dari infeksi malaria. Edukasi untuk menghindar dari gigitan nyamuk dan penggunaan kemoprofilaksis harus diberikan  saat ibu hamil melakukan konsultasi pre-travel.      

  16. Serological survey of Crimean-Congo hemorrhagic fever virus in cattle in Berat and Kolonje, Albania

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ARTA LUGAJ

    2014-06-01

    Full Text Available CrimeanCongo hemorrhagic fever (CCHF is a tick-borne disease caused by the arbovirus CrimeanCongo hemorrhagic fever virus(CCHFV, which is a member of the Nairovirusgenus (family Bunyaviridae. The disease now occurs sporadically throughout much of Africa, Asia, andEurope and results in an approximately 30% fatality rate. Numerous genera of ixodid ticks serve both as vector and reservoir for CCHFV; however, ticks in the genus Hyalommaare particularlyimportant to the ecology of this virus.The aim of this study was to examine the distribution of CCHFV among the cattle in Berat and Kolonje regions in Albania. The data taken in this study indicates for the presence of CCHFV Crimean-Congo hemorrhagic fever virus in these countries. The serum samples were conserved in -20C and tested with immunological methods using indirect ELISA assay in Friedrich-Loeffler Institute (FLI, Greifswald Germany. Through this technique it was possible to identified IgG antibodies in infected serum samples. From these results in Berat-Terpanwe had an indication about the presence of IgG antibodies in 2 blood samples. 3 serum samples were equivocal and 45 serum samples were negative from the total of 50 serum samples in cattle. While in Kolonje-Erseke the results show the presence of IgG antibodies in 4 blood samples from 54 seum samples in cattle. Respectively the prevalence in these 2 countries in Albania is 4.4% and 8%. These results can clearly proved the presence of CCHFV in livestock in Albania.

  17. Kata Pengantar Redaksi

    OpenAIRE

    Kata Pengantar Redaksi

    2014-01-01

    Para pembaca yang budiman, salah satu industri kecil yang perkembangannya sangat pesat di Baliadalah kerajinan logam. Penggerak utama industri logam adalah para pengrajin dan senimankarya logam, yang terhimpun dalam kelompok pengrajin dan seniman. Selama ini prosespengerjaan yang dilakukan oleh pengrajin biasanya diukur berdasarkan pengalaman dari pekerjapengecoran, karena proses pengerjaan masih tradisional maka ada beberapa parameter yang sulitdikontrol, misalnya temperatur pencairan logam,...

  18. Instrumen Musik Barat dan Gamelan Jawa dalam Iringan Tari Keraton Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.M. Surtihadi

    2014-11-01

    Full Text Available Perpaduan instrumen musik Barat dengan instrumen gamelan Jawa untukmengiringi tari di Keraton Yogyakarta sudah berlangsung sejak lampau. Hingga saatini perpaduan tersebut masih dapat dijumpai. Bermula dari peristiwa kontak budayaBarat dan Timur, instrumen musik Barat telah menjadi bagian dari kelengkapanupacara protokoler Keraton Yogyakarta. Tujuan penulisan ini untuk membuat kajianhistoris perpaduan gamelan Jawa dengan seperangkat instrumen musik orkestraBarat untuk mengiringi pertunjukan tari putri pada bagian kapang-kapang Bedhaya,Srimpi, dan tari putra Lawung Ageng Keraton Yogyakarta. Beberapa instrumenmusik Barat seperti instrumen genderang, tambur (percussion section, instrumengesek (string sections, instrumen tiup kayu (woodwind sections dan tiup logam (brasssections digunakan dalam mengiringi tarian-tarian tersebut di atas. Metode kualitatifanalisis data dipakai untuk mengupas masalah ini. Namun, pendekatan sosial-politikjuga akan dipakai dalam mengulas permasalahan yang terkait. Berdasarkan penelitianini dapat disimpulkan bahwa dampak peristiwa intrik politik yang terjadi di keratonterbukti telah memengaruhi kehidupan keseniannya. Kebutuhan upacara protokoleryang merupakan kegiatan rutin pada saat itu dilengkapi dengan berbagai macamsajian pertunjukan musik untuk menambah hidup suasana pesta dansa dengandiiringi musik berirama waltz. Blend of Western Musical Instruments and Javanese Gamelan in DanceAccompaniment and Protocol Ceremonies of Keraton Yogyakarta. Westernmusical intruments have been combined with the Javanese gamelan instruments toaccompany dances performed in Keraton Yogyakarta (the Yogyakarta Palace. It startedwith the coming of the Western culture which then ‘interacting’ with the East. Sincethen, the Western musical instruments have completed the protocol ceremonies held byKeraton Yogyakarta. The objective to be obtained with this research is to historicallystudy the blend of the Javanese gamelan with the Western orchestra musical instrumentsin accompanying the female dance performances, which are the kapang-kapang partof Bedhaya and Srimpi, and the male one i.e. Lawung Ageng. Some Western musicalinstruments like, drums (percussion sections, strings instruments (string sections,woodwind instruments (woodwind sections and brass (brass sections are used in thosedances shows. The data are analyzed utilizing the qualitative method. The problem willalso be approached socio-politically. It can be concluded that the political intrigue in thepalace has brought about some impacts on the art living in it. Waltz dance is performed toenliven the dance parties and complements the protocol ceremonies as the routine events.

  19. PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oviliani Yuliana

    2000-01-01

    Full Text Available The uses of internet in business are for information exchange, product catalog, promotion media, electronic mail, bulletin boards, electronic questioner, and mailing list. Internet can also be used for dialog, discussion, and consultation with customer online, therefore consumer can be proactively and interactively involved in designing, developing, marketing, and selling products. There are 2 methods for marketing products via internet, which are push and pull marketing. The advantages of internet in business strategy are global and interactive communication, information supply; consumer based service; increased cooperation; possibility to open new marketplace, product or services; and integrated the activity on-line. There are 2 applications in electronic commerce, which are business-to-business and business-to-consumer commerce. Electronic commerce payment transaction is arranged by Electronic Funds Transfer system, whereas the data security is governed by Secure Socket Layer, which then be developed to Secure Electronic Transaction. Abstract in Bahasa Indonesia : Internet dalam bisnis digunakan untuk pertukaran informasi, katalog produk, media promosi, surat elektronik, bulletin boards, kuesioner elektronik, dan mailing list. Internet juga bisa digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan konsultasi dengan konsumen secara on-line, sehingga konsumen dapat dilibatkan secara proaktif dan interaktif dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk. Pemasaran lewat internet ada 2 metode, yaitu push dan pull marketing. Keunggulan strategi bisnis yang dapat diperoleh dari internet adalah komunikasi global dan interaktif; menyediakan informasi dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan konsumen; meningkatkan kerja sama; memungkinkan untuk membuka pasar, produk, atau pelayanan baru; serta mengintegrasikan aktivitas secara on-line. Aplikasi Electronic Commerce ada 2, yaitu: Business-to-Consumer dan Business-to-Business Commerce. Pembayaran transaksi electronic commerce diatur dalam Sistem Electronic Funds Transfer, sedangkan keamanan datanya diatur oleh Secure Socket Layer yang dikembangkan menjadi Secure Electronic Transaction. Kata kunci: internet, electronic commerce, business

  20. KONSTRUKSI BUDAYA DALAM IKLAN: ANALISIS SEMIOTIK TERHADAP KONSTRUKSI BUDAYA DALAM IKLAN "VIVA MANGIR BEAUTY LOTION"

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rajiyem

    2004-06-01

    Full Text Available Sebuah iklan tidak hanya menyampaikan pesan penjualan. Iklan penuh dengan bahasa simbolik, baik pada aspek verbal maupun visualnya. Pendekatan semiotik dapat digunakan untuk menelaah lebih dalam makna di balik kata-kata dan gambar. Konstruksi budaya dalam iklan "Viva Mangir Beauty Lotion" makin mempertegas subordinat perempuan dalam budaya patriarki. Konstruksi kecantikan tubuh perempuan adalah yang memiliki kulit halus, lembut, segar, dan bercahaya. Citra yang ditampilkan memperkuat bahwa perempuan Jawa harus bisa macak, di samping masak dan manak.

  1. Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sagung Adi Sresti Mahayana

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Berat Badan Lahir Rendah (BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 g. BBLRmerupakan prediktor utama angka kesakitan dan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktorrisiko ibu, plasenta, janin dan lingkungan yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR. Penelitian ini bersifat analitikdengan desain cross-sectional dengan mengumpulkan data retrospektif rekam medis ibu yang melahirkan bayi BBLRdi RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Januari sampai Desember 2012. Pada 72 sampel yang didapatkan, faktor risikojanin dengan jenis kelamin laki-laki (61,1% dan status sosioekonomi rendah (52,8% memiliki proporsi yang lebihbesar pada kejadian BBLR. Analisis bivariat chi-square menunjukkan faktor risiko anemia (p=0,001 dan kelainanplasenta (p=0,049 memiliki hubungan statistik yang signifikan terhadap kejadian BBLR prematur dan dismatur.Pengaruh terbesar secara statistik terdapat pada faktor risiko anemia (p=0,001 dan paritas (p=0,022 pada analisismultivariat regresi logistik. Anemia, kelainan plasenta dan paritas merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadapkejadian BBLR prematur dan dismatur di RSUP Dr. M. Djamil Padang.Kata kunci: BBLR, prematur, dismatur, faktor risikoAbstract Low birthweight (LBW is a birth weight under 2500 g. LBW is a major predictor of infant morbidity and mortality.The objective of this study was to determine maternal, placental, fetal and environmental risk factors that influencingLBW. This was a cross-sectional study by obtaining retrospective datas from medical records of mother who deliveredLBW babies at RSUP Dr. M. Djamil Padang from January until December 2012 period. Male fetal sex (61.1% and lowsocioeconomic status (52.8% were found in high rates on total 72 cases of LBW. Chi-square test showed anemia(p=0.001 and placental abnormalities (p=0.049 were statistically significant in LBW with premature and dysmature.Logistic regression test indicates anemia (p=0.001 and parity (p=0.022 are statistically influence LBW. Anemia,placental abnormalities and parity are significant risk factors resulting low birth weight babies with premature anddismature in RSUP Dr. M. Djamil Padang.Keywords: LBW, premature, dysmature, risk factors

  2. Peranan institusi keluarga dalam penjanaan bangsa bertamadun

    OpenAIRE

    Nik Haslinda Nik Hussain; Ratna Roshida Abd. Razak

    2007-01-01

    Artikel ini membincangkan tentang permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat Melayu. Hal ini menjadi suatu keperluan untuk ditangani dalam konteks negara kita sedang menuju ke era pembangunan dan mencapai status negara maju. Justeru itu, peranan keluarga adalah komponen yang paling asas dalam proses pembentukan masyarakat dan negara keseluruhannya. Artikel ini mencadangkan agar pendidikan dijadikan perkara yang paling asas untuk membangunkan umat dan seterusnya menyumbang kepada pemban...

  3. PENDEKATAN MOLEKULER DALAM METODA KONTRASEPSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasanuddin Hasanuddin

    2012-12-01

    Full Text Available Pada dasarnya metoda kontrasepsi bertujuan untuk mencegah kehamilan. Kehamilan dapat dicegah antara lain dengan menghambat proses fertilisasi. Selama fertilisasi berlangsung terjadi serangkaian proses yang dimulai dari pengikatan (binding antara sperma dan sel telur, reaksi akrosom sampai dengan penyatuan (fusion antara sperma dan sel telur. Ada sejumlah melekul yang terdapat pada permukaan sperma dan sel telur yang diketahui terlibat selama proses pengikatan, reaksi akrosom dan penyatuan antara sperma dan sel telur. Makalah ini akan membahas secara singkat mengenai molekul permukaan garnet (sperma dan sel telur yang terlibat selama fertilisasi sehingga tampak jelas molekul mana yang perlu dihambat interaksinya agar fertilisasi tidak dapat berlangsung. Pendekatan molekuler dalam metoda kontrasepsi diarahkan untuk menghambat interaksi molekul yang terdapat pada permukaan sperma dan sel telur sehingga jika fertilisasi dapat dihambat maka kehamilan pun dapat dicegah.

  4. RISIKO TERJADINYA BERAT BAYI LAHIR RENDAH MENURUT DETERMINAN SOSIAL, EKONOMI DAN DEMOGRAFI DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Setyo Pramono

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR or Low Birth Weight (LBW was one of cases that caused the infant's mortality, and stiff be a health's problem in many countries. It been connected with the period of gestation and maternal's health, and other factors. This study learned about the risks of infant low level's weight determined by social, economic, and demography's factors. Methods: This study analysis used the Indonesia Riskesdas (basic health research data on 2007. 10 variables that has been viewed were: domicile's region, infant's sex, maternal age, maternal occupation, maternal smoking status, health cares accesability, economic's status, parity, and antenatal cares (ANC. Results: The result showed that infant's weight been influenced by infant's sex, parity and ANC. BBLR has been risked on female baby, and on mother who didn't do the ANC. Female baby had 1.3 times risk on BBLR than male baby (OR= 1.346. 95% Cl 1.081-1.677. The baby whose mother didn't do ANC had 2.2 times risk on BBLR than did ANC (OR= 2.179, 95% Cl1.403-3.386. Meanwhile BBLR not related with economic's status.Key words: Riskesdas, LBW, social economic, demography

  5. Penambahan Tepung Daun Katuk (Saurupus Androgynus L. Merr dalam Ransum Terhadap Pertambahan Berat Badan dan Lingkar Scrotum Kambing Jantan Peranakan Ettawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedhi Yustendi

    2013-10-01

    Full Text Available The addition of katuk leaf meal (saurupus androgynus l.merr in feeds on body weight gain and scrotal circumference male ettawa grade goats ABSTRACT. This research was aimed to study the effect of addition of katuk leaf meal (Sauropus androgynus L. Merr in feed on body weight gain and scrotal circumference of male Ettawa grade goat. The research lasted for eight months, starting Agustus 2012 to Maret 2013, with feeding trial for two months. Twenty male Ettawa grade goats of 18 to 24 months old, were divided into 4 treatment groups. Treatment groups were added with 0% Katuk leaf meal (R0; 5% (R1; 10% (R2 and 15% (R3, with 5 goats in each replication. Treatment diets were feed in the morning and afternoon for 60 days. Weighing body weight and measuring scrotal circumference was done every week. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA and if there was significantly different, the data were further tested using Duncan multiple range test. The result shows that the body weight gain of the treatment were, R0 (2,39 0,43 kg; R1 (2,84 0,36 kg; R2 (2,85 0,20 kg and R3 (3,42 0,78 kg respectively. Scrotal circumference were, R0 (0,74 0,10 cm; R1 (1,24 0,26 cm; R2 (1,26 0,40 cm dan R3 (1,32 0,32 cm respectively. The result of this research indicated that the addition of katuk leaf meal in feed had significant effects (P<0,05 on body weight gain and scrotal circumference of Ettawa grade goat.

  6. Penambahan Tepung Daun Katuk (Saurupus Androgynus L. Merr) dalam Ransum Terhadap Pertambahan Berat Badan dan Lingkar Scrotum Kambing Jantan Peranakan Ettawa

    OpenAIRE

    Dedhi Yustendi; Dasrul Dasrul; Didy Rachmadi

    2013-01-01

    The addition of katuk leaf meal (saurupus androgynus l.merr) in feeds on body weight gain and scrotal circumference male ettawa grade goats ABSTRACT. This research was aimed to study the effect of addition of katuk leaf meal (Sauropus androgynus L. Merr) in feed on body weight gain and scrotal circumference of male Ettawa grade goat. The research lasted for eight months, starting Agustus 2012 to Maret 2013, with feeding trial for two months. Twenty male Ettawa grade goats of 18 to 24 mo...

  7. FUNGSI PUBLIC RELATIONS DALAM MENJALANKAN AKTIVITAS CORPORATE SOCIAL RESPOSIBILITY

    OpenAIRE

    Iwan Sukoco

    2014-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari fungsi Public Relations (PR) dalam menjalankan aktivitas corporate social responsibility (CSR). Penelitian ini juga mengkaji apakah fungsi PR terlibat dalam aktivitas pelaksanaan, pembinaan, sosialisasi dan promosi serta aktivitas CSR guna menunjang pencapaian tujuan perusaahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan o...

  8. PROSPEK PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Efriyani Sumastuti

    2015-12-01

    Full Text Available Agribusiness sector has an important role in the process of economic development. The contribution of this sector in economic development, areto increase the food production for domestic consumption, become the largest provider of employment, enlarge the market for industries, increase the supply of money for saving and increase the income. Up to now, the role of the agricultural sector in Indonesia is sogreatin supporting the food fullfillmentand providing an employment for farm house holds. The great role and potency of agribusiness sector in realizing the food sustainability still have to face many challenges and complex issues. There should be many efforts for the existance of agribusiness sector. This study will discuss the agribussiness potency, prospects, problems and the efforts that should be done for the food sustainability.Sektor agribisnis mempunyai peranan penting dalam proses pembangunan ekonomi. Kontribusi sektor ini dalam pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan produksi pangan untuk konsumsi domestik, sebagai penyedia tenaga kerja terbesar, memperbesar pasar untuk industri, meningkatkan supply uang tabungan dan meningkatkan devisa. Sampai saat ini, peranan sektor pertanian di Indonesia begitu besar dalam mendukung pemenuhan pangan dan memberikan lapangan kerja bagi rumah tangga petani. Peran dan potensi sektor agribisnis yang demikian besar dalam mewujudkan ketahanan pangan di masa yang akan datang masih harus menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan kompleks. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk tetap eksis. Studi ini akan membahas tentang potensi, prospek, permasalahan serta upaya yang perlu dilakukan sektor agribisnis dalam mewujudkan ketahanan pangan.

  9. MELINDUNGI KEANEKARAGAMAN HAYATI DALAM KERANGKA PROTOKOL NAGOYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mrs. Yulia

    2014-03-01

    Full Text Available The Nagoya Protocol is instrumental in the implementation of access and benefit sharing (ABSin countries with biodiversity. There are however, weaknesses in the implementation of ABS, thisincludes the wide geographical spread of biodiversity and the difficulty in determining the benefittingowner of a certain area. Indonesia as a country blessed with biodiversity, has ratified the NagoyaProtocol through Act No. 11 of 2013, prepared amendment draft for the Patent Act and has further prepared Draft Act on Genetic Resources. In the implementation of the Nagoya Protocal and ABS,Indonesia could refer to Indias experience in applying ABS and adapt such to accord itself withthe Indonesian peoples background.Protokol Nagoya menjadi sarana dalam pelaksanaan access and benefit sharing (ABS bagi negara-negara penyedia keanekaragaman hayati. Di dalam penerapan ABS terdapat kelemahan-kelemahanseperti tersebarnya keanekaragaman hayati dalam geografis yang luas dan sukarnya menentukanpemilik sebagai penerima keuntungan. Indonesia sebagai negara mega keanekaragaman hayati, telahmeratifikasi Protokol Nagoya melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2013, menyiapkan drafamandemen Undang-Undang Paten dan menyiapkan Rancangan Undang-Undang Sumber DayaGenetik. Dalam penerapan Protokol Nagoya dan ABS tersebut, Indonesia dapat mengacu dari pengalamanIndia dalam menerapkan ABS dengan menyesuaikan dengan latar belakang masyarakat Indonesia.

  10. KADAR ZAT GIZI DALAM TEMPE BENGUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indrawati Gandjar

    2012-11-01

    Full Text Available Disamping kacang kedele dan kacang tanah sejumlah kacang-kacangan yang kurang dikenal juga dimakan penduduk daerah-daerah tertentu di Pulau Jawa. Diantaranya biji-biji koro benguk (Mucuna pruriens. Hasil fermentasi dari biji-biji ini dikenal sebagai tempe benguk.Dalam penelitian ini telah digunakan campuran biji koro benguk varitas abu-abu dan varitas hitam dalam perbandingan 1:1.Hasil isolasi mikroflora dari contoh-contoh tempe benguk yang dijual belikan ialah species dari marga (genus Rhizopus. Strain 90 II/3 dari desa Donomulyo Malang Selatan yang diidentifikasi sebagai R. arrhizus menghasilkan tempe benguk yang baik dan dipakai dalam penelitian ini.Telah dilakukan analisa zat gizi kedua varitas biji-biji koro benguk mentah, begitu pula dari substrat sebelum fermentasi dan tempe benguknya. Kadar protein dari tempe benguk dengan strain 90 II/3 ialah 14.1%.Proses perebusan, perendaman dan pengukusan telah menghilangkan seluruh HCN dalam substrat. Dari segi kandungan aflatoksin tempe benguk dalam penelitian ini tidak membahayakan karena kandungannya hanya 1.04 ppb.Hasil fermentasi biji-biji koro benguk dapat merupakan suatu sumber protein murah bagi penduduk yang makanan pokoknya terutama serealia dan umbi-umbian.

  11. PREVALENSI BERAT BADAN BERLEBIH DAN OBESITAS DAN HUBUNGANNYA DENGAN NILAI AKADEMIS PADA REMAJA KELAS SEPULUH SMA N 1 BANGLI TAHUN 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ID Ayu Eka Cahyani

    2015-04-01

    Full Text Available Prevalensi berat badan berlebih dan obesitas semakin meningkat pada anak dan remaja. Kedua kondisi tersebut berdampak negatif terhadap kesehatan, salah satunya penurunan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi berat berlebih dan obesitas serta hubungannya dengan nilai akademis pada remaja di kelas sepuluh (X SMA N 1 Bangli tahun 2012. Pendekatan potong lintang dilakukan terhadap sampel populasi berjumlah 217 siswa berusia 14 sampai 17 tahun. Status gizi berat berlebih dan obesitas ditentukan berdasarkan nilai IMT >1 2 SD dan > 2 SD menurut standar WHO sedangkan nilai akademis diperoleh dari data administrasi sekolah. Variabel perancu nilai akademis yang juga diuji adalah jenis kelamin, pekerjaan orang tua, ketersediaan komputer dan buku pelajaran serta durasi bermain internet dan durasi menonton TV. Hasil penelitian ini didapatkan prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada responden adalah sebesar 7,8% dan 2,8%. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel jenis kelamin, status gizi, ketersediaan komputer, dan durasi bermain internet/gameberhubungan dengan nilai akademis (p < 0,05. Hasil analisis multivariat regresi logistik terhadap variabel tersebut didapatkan variabel yang berhubungan dengan nilai akademis kurang dari rata-rata adalah variabel status gizi berat berlebih dan obesitas (OR 3,79; IK95% 1,36 10,58; p = 0,01 dan jenis kelamin laki-laki (OR 3,03; IK95% 1,70 5,41, p < 0,001. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang kuat antara jenis kelamin laki-laki dan status gizi dengan nilai akademis. Remaja dengan status gizi berat berlebih dan obesitas memiliki kemungkinan yang lebih besar yaitu 3,79 kali untuk memperoleh nilai akademis kurang dari rata-rata.

  12. PENERAPAN DESIGN PATTERN DALAM PERANCANGAN WEB ORDER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    David

    2013-05-01

    Full Text Available Penelitian ini menerapkan Design pattern dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam proses pemesanan yaitu pada proses pencatatan menu pesanan dan pembayaran yang menghasilkan informasi yang kurang akurat. Alat analisis yang digunakan antara lain BPMN, Use Case Diagram, Sequence Diagram, User Interface Diagram, Class Diagram, Component Diagram, dan Deployment Diagram. Penelitian menghasilkan presentation layer berbasis web dengan menggunakan HTML, JavaScript, JQuery, JQueryUI, JSPX, Apache Tiles, dan Spring Web MVC. Business logic layer (backend dikembangkan menggunakan teknologi Java dan Spring Core. Data access layer dikembangkan dengan Spring Data JPA, JPA Hibernate Provider, dan MySQL Server. Deployment dilakukan pada infrastruktur cloud yaitu Cloud Foundry. Sistem web order yang diusulkan memudahkan dalam pemesanan dan pembayaran yang cepat, tepat dan akurat

  13. FUNGSI PENGAWASAN DALAM PENYELENGGARAAN MANAJEMEN KORPORASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sentot Harman Glendoh

    2000-01-01

    Full Text Available The transition from the 20th to the 21st century in Indonesia has been accompanied by great upheavals in the economic and political sectors as reform efforts to bring about a clean, legitimate democracy which is free from corruption, collusion and nepotism have taken place. These efforts have taken place in order to create a just and prosperous society based on Pancasila and the 1945 Basic Laws. In the areas of both business management and public administration, the function of control and oversight, (first introduced by Fayol and Taylor and developed by other researchers, is used to deal with mistakes, errors, discrepancies, leakages, and cheating so that the operation of activities achieves the objective in accordance with the original planning. Corruption, collusion, and nepotism is everywhere in Indonesia, in fact, to the point that Indonesia has the distinction being one of the countries with the highest level of corruption. Beginning with this condition, the writer has taken the topic of "The Role of Control and Oversight in Corporate Management" to give attention to this issue and seek an answer to the question of how to handle these functions in a corporation. Abstract in Bahasa Indonesia : Pergantian abad XX ke abad XXI di Indonesia ditandai peristiwa-peristiwa besar dalam bidang ekonomi yang semakin terpuruk dan peristiwa-peristiwa besar di bidang politik dalam rangka reformasi sebagai upaya mewujudkan cita-cita pemerintahan menjadi bersih, berwibawa, demokratis bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN dalam rangka mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Dalam manajemen, baik manajemen bisnis maupun manajemen publik sejak awal diperkenalkan oleh dua tokoh manajemen terkenal yaitu Fayol dan Taylor yang kemudian disusul ilmuwan lain bahwa fungsi pengawasan diharapkan mampu mengatasi adanya kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, kebocoran, cacat, kecurangan dan sebagainya sehingga pelaksanaan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan. Korupsi, kolusi, dan mepotisme telah merajalela di Indonesia, bahkan pernah diinformasikan bahwa Indonesia berstatus penyandang gelar sebagai negara yang tingkat korupsinya tinggi. Berangkat dari kondisi ini, penulis mengangkat judul "Fungsi Pengawasan dalam Penyelenggaraan Manajemen Korporasi" sebagai kepedulian dalam memecahkan masalah dan mencari jawaban atas pertanyaan bagaimana cara melaksanakan fungsi dalam suatu korporasi. Kata kunci: fungsi pengawasan, manajemen korporasi.

  14. PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGELOLAAN KOPERASIAGRIBISNIS BERORIENTASI BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gema Wibawa Mukti

    2014-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah memberikan pemahaman kepada stakeholder koperasi agribisnis mengenai pentingnya penerapan kewirausahaan dalam manajemen dan pengembangan usaha koperasi. Lokasi Penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Koperasi Mitra Tani Parahyangan. Analisis yang digunakan adalah kualitatif, untuk mengetahui gambaran detail dan mendalam tentang penerapan kewirausahaan dalam koperasi Mitra Tani Parahyangan.Jiwa Kewirausahaan menjadi suatu hal yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis pertanian (Agribisnis, Sifat dan watak seorang agripreneurship adalah memiliki kemauan keras, berani mengambil risiko, jeli dalam melihat peluang usaha yang memiliki prospek yang cerah, senantiasa memperkuat jaringan usaha, memiliki semangat untuk selalu meningkatkan kualitas produk bagi kepuasan konsumen, memiliki cara pandang positif terhadap suatu keadaan dan memiliki sifat kepemimpinan.Koperasi Mitra Tani Parahyangan memiliki Unit Usaha Otonom Hortikultura, Tanaman Pangan, Simpan Pinjam dan Sarana Produksi. Dalam aspek pelayanannya, koperasi Mitra Tani Parahyangan memberikan pelayanan dalam hal on farm, penyediaan sarana produksi (hulu, Pasca panen dan pemasaran (hilir dan juga penunjang. ABSTRACT The purpose of the study was to provide insight to stakeholders about the application of cooperative-preneurship in the cooperative management. Research location determined purposively. This study was conducted using a qualitative approach with a case study techniques, to find out the details and in-depth overview of the application of entrepreneurship within the cooperative Mitra Tani Parahyangan .Entrepreneurship becomes a thing to be possessed by agricultural business , The nature and character of a agripreneurship is risk-taking , keen in seeing a business opportunity that has a promising future , constantly strengthen business networks , have a passion for always improve product quality for customer satisfaction , have a positive outlook on the situation and has leadership qualities.Mitra Tani Parahyangan have Horticulture Business Unit, Plant Food , Savings, Loans and means of production . In the services aspect , Mitra Tani Parahyangan providing service in terms of on-farm , providing the means of production ( upstream , Post- harvest and marketing ( downstream and also supporting .

  15. SENSOR ULTRASONIK SEBAGAI ALAT PENGUKUR KECEPATAN ALIRAN UDARA DALAM PIPA

    OpenAIRE

    K.G. Suastika; M. Nawir; P. Yunus

    2014-01-01

    ABSTRAKEra perkembangan teknologi saat ini telah banyak ditemukan alat-alat inovasi terbaru terutama pada penggunaan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik merupakan gelombang bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz dan biasanya digunakan dalam bidang kelautan (SONAR), kedokteran (USG) maupun dalam bidang industri. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang pengukuran kecepatan aliran udara dalam pipa menggunakan sensor ultrasonik dan gelombang ultrasonik yang digunakan pada pe...

  16. Peran Kemokin dalam Patogenesis Rinitis Alergi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Effy Huriyati

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Rinitis alergi merupakan penyakit dengan insiden yang cukup tinggi diseluruh dunia dengan prevalensi yang semakin meningkat setiap tahun. Patogenesis rinitis alergi melibatkan reaksi imun yang cukup komplek. Tujuan: Mengetahui peranan kemotaktik sitokin (Kemokin dalam patogenesis rinitis alergi. Tinjauan pustaka: Kemokin sebagai kemotaktik sitokin berperan dalam semua tahap reaksi alergi. CC kemokin merupakan subfamili kemokin yang berperan dalam reaksi alergi. Kemokin bekerja pada permukaan sel-sel inflamasi berikatan dengan reseptor. CCR3 merupakan reseptor dengan kadar tertinggi yang ditemukan pada permukaan eosinofil dan eotaxin sebagai ligand yang spesifik bagi CCR3. Kesimpulan: Eotaxin dan reseptor CCR3 adalah faktor yang paling menonjol dalam patogenesis rinitis alergi yang melibatkan eosinophilKata kunci: Reaksi alergi, Th2, CC Kemokin, eosinofil, CCR3AbstractBackground: Allergic rhinitis such a disease with high incidence among the world and its prevalence appears to be increasing every year. The pathogenesis of allergic rhinitis commit complex imunological reaction. Purpose: To know the role of chemotactic cytokine (chemokine in pathogenesis of allergic rhinitis. Literature review: Chemokine as a chemotactics cytokine participate to all allergic reaction stage. CC chemokines were subfamilial chemokines which have role in allergic reaction. They working by binding with receptor on the surface of inflamatory cells. CCR3 is the receptor with the highes level could be found on eosinophil cell membran and eotaxin was the spesific ligand to itt. Conclusion: Eotaxin and CCR3 are the major factor in pathogenesis of allergic rhinitis which is involve eosinophil.Keywords: Allergic reaction, Th2, CC Chemokines, eosinophil, CCR3

  17. Analisa Varians (ANOVA) dalam Penelitian Kesehatan

    OpenAIRE

    Anna Maria Sirait

    2012-01-01

    Suatu penelitian yang mempunyai sampel lebih dari dua, maka tidak dianjurkan memakai t-test karena kemungkinan besar peneliti membuat kesalahan dalam perhitungan-perhitungan, sebaiknya menggunakan Analisa Varians (ANOVA). Uji Anova ini ada yang one-way dan two-way. Uji Anova one-way hanya mempunyai satu faktor ( atau satu variabel independen), sedangkan uji Anova two-way ada dua faktor (atau dua variabel independen).Uji Anova termasuk uji parametrik. Sama halnya dengan uji-uji parametrik lain...

  18. PEMISAHAN ION KROM(III DAN KROM(IV DALAM LARUTAN DENGAN MENGGUNAKAN BIOMASSA ALGA HIJAU SPIROGYRA SUBSALSA SEBAGAI BIOSORBEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Mawardi

    2014-05-01

    Full Text Available Karakteristik pemisahan ion Cr3+ dan Cr6+ dalam larutan melalui proses biosorpsi menggunakan biomassa alga hijau Spirogyra subsalsa dengan sistem batch telah diteliti. Dalam pelaksanaannya diawali dengan melakukan analisis kualitatif gugus fungsi dalam biomassa menggunakan instrumen FTIR, kemudian dipelajari karakteristik pengaruh variabel pH awal larutan, ukuran partikel biosorben, kecepatan pengadukan, pengaruh pemanasan biosorben, laju penyerapan, pengaruh konsentrasi larutan ion logam terhadap kapasitas serapan biomassa alga. Berdasarkan spektra spektroskopi FTIR dapat disimpulkan bahwa biomassa alga hijau S. Subsalsa mengandung gugus-gugus karboksilat, amina, amida, amino, karbonil dan hidroksil, disamping adanya senyawa silikon, belerang dan fosfor. Hasil penelitian yang diperoleh memperlihatkan bahwa kapasitas biosorpsi sangat dipengaruhi oleh pH larutan, waktu kontak dan konsentrasi awal larutan. Biosorpsi optimum kation Cr3+ terjadi pada pH 4,0 sedangkan ion Cr6+ terjadi pada pH 2,0 kemudian berkurang dejalan dengan naiknya pH larutan. Perhitungan dengan persamaan Isoterm Langmuir diperoleh data kapasitas serapan maksimum biomassa alga S. subsalsa untuk masing-masing ion Cr3+ dan Cr6+ adalah 1,82 mg (0,035 mmol dan 1,51 mg (0,029 mmol per gram biomassa kering. Kinetika biosorpsi berlangsung relatif cepat, dimana selama selang waktu 30 menit, masing-masing ion terserap sekitar 95,7%; dan 86,5%. Daya serap biomassa juga dipengaruhi kecepatan pengadukan, sedangkan faktor ukuran partikel dan pemanasan biosorben kurang mempengaruhi daya serap biomassa. Key Word : biosorpsi, spirogyra subsalsa, krom(III, krom(VI, sistem batchAbstract Separation of Ion Chromium(III and Chromium(IV In Solution Using Green Algae Biomass Spirogyra subsalsa as Biosorbent. The characteristics of Cr3+andCr6+ ion separation in solution through biosorption process using green algal biomass Spirogyrasubsalsa with batch systems have been investigated. The study began with aqualitative analysis of functional groups in biomass using FTIR instrument, then followed by a study of the characteristics of influences by several variables, such as: the initial pH of the solution,the size of biosorben particles, stirring speed, the effect of heating the biosorben, the rate of absorption, and the effect of metal ion concentration in solution on the absorption capacity of algal biomass. Based on FTIR spectroscopy spectra gave a conclusion that biomass of green algae S.subsalsa contains carboxylate groups, amine, amide, amino, carbonyl and hydroxyl, in addition to silicon, sulfur, and phosphorus compounds. The results showed that the biosorption capacity was strongly influenced by pH, contact time, and initial concentration ofthe solution. The optimum biosorption of Cr3+cation occurred at pH 4.0 while that of Cr6+ions occurred at pH 2.0 and then decreased with the increasing pH of solution. The calculation of Langmuir isotherm equation showed that the maximum absorption capacity of algal biomass S.subsalsa for Cr3+and Cr6+ ion respectively was 1.82mg (0.035 mmol and 1.51 mg (0.029 mmol pergram of dry biomass. The kinetics of biosorption took place relatively quick, in which during the 30minutes time interval, each ion was absorbed approximately 95.7%; and 86.5%. The absorptive capacity of biomass was also influenced by stirring speed, while the size of particles and heating biosorben gave lessinfluence to the absorption of biomass.

  19. Konsep Teater Epik Brecht dalam Film Dogville

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Philipus Nugroho Hari Wibowo

    2014-11-01

    Full Text Available Film yang menggunakan panggung sebagai tempat kejadian (setting masih jarangditemukan di Indonesia. Kalaupun ada film-film tersebut hanyalah mengisahkankehidupan orang-orang teater dengan segala aktivitas kesehariannya, ataumentransformasikan naskah-naskah panggung menjadi sebuah film. Film Dogvillekarya sineas Denmark, Lars von Trier, menggunakan konsep pemanggunganteater dalam penggarapan filmnya.Dalam film tersebut, setting sebuah kota hanyadihadirkan disebuah studio besar (panggung dengan garis-garis kapur yangdianggap mewakili berbagai macam benda ataupun dinding yang memisahkan satutempat dengan tempat lainnya. Furnitur yang dihadirkan sangat minimalis, hanyabeberapa benda saja yang dihadirkan yang dianggap cukup mengidentifikasikantempat tersebut. Background yang dipakai hanya layar hitam dan putih untukmembedakan adegan malam dan adegan siang. Berdasarkan kesamaan strukturpembentuk yang terdapat dalam film (narasi dan teater, yaitu tema, alur,penokohan, dan setting yang dipaparkan secara deskriptif, dapat dibuktikan bahwaKonsep Teater Epik Brecht yang selama ini diterapkan dalam panggung bisaditerapkan dalam film Dogville.Brechts Concept of EpicTheaterin Dogville Film. Films using the stage as the scene(setting are still rare in Indonesia, even if there are only films that tell us about the lifeof the theatre (stage with all activities of daily life, or transforming the manuscripts stage(theater into a movie. LarsvonTrier, Dannish film maker, made Dogville it uses theconcept of theatrical staging in the process of the film making. In the film, a city settingis just presented in a large studio (stage with the chalk lines are considered to representa wide range of objects or wall that separate sone place to another one. Presenting veryminimalist furniture, only a few objects are presented and sufficient to identify the place.Background screens use only black and white to distinguish the scenes and the scenesduring the night. Based on the similarity of structure formation contained in the film(narrative and the theatre, the themes, Alur, characterizations and settings are presenteddescriptively.Then it can be proved that the Brechts concept of epic theater which hasalready been applied lately on the stage can be applied in Dogville film.

  20. Hibriditas Musik Dangdut dalam Masyarakat Urban

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michael H.B. Raditya

    2014-11-01

    Full Text Available Dangdut, merupakan jenis musik yang mengalami dan menemani perubahanyang terjadi di Indonesia. Eksistensinya menandakan dangdut merupakan jenismusik yang paling bertahan selama beberapa dekade. Konsistensinya yang tidakkunjung memudar memutuskan bahwa dangdut merupakan jenis musik yangdapat mewakili rakyat Indonesia. Eksistensi dan konsistensi dangdut diwujudkandengan adanya proses hibriditas yang dilakukan. Dangdut tidak semata-matabersikeras menjunjung nilai keaslian dangdut, tetapi dangdut selalu mengikutike mana arah perkembangan zaman. Hibriditas menjadi kekuataan dangdut,dan membedakan jenis musik ini dengan yang lain. Dangdut menerima segalaperbedaan, bahkan dangdut memadupadankan seluruh elemen yang ada. Dalammelihat proses hibriditas yang terjadi, habitus musikal menjadi poin terpentingdalam keberadaannya. Habitus yang ada membentuk hibriditas dalam arena-arenayang ada. Memadupadankan konsep habitus dan hibriditas merupakan mediasidalam memecahkan proses eksistensi dangdut. Etnografi, metode penelitian senidan pembacaan sejarah menjadi metode yang digunakan dalam menafsirkanfenomena yang ada. Hasil yang didapat dalam penelitian ini, bahwasanya dangdutsebagai musik hibrid tidak dapat mengacu pada satu gaya saja. Habitus menjadipoin terpenting, terlebih bila halnya terjadi di urban area. Habitus dalam arenaarenatertentu berbaur dan membentuk habitus baru, dan seterusnya. Habitussebagai unsur dalam hibriditasi itu tidak mengarah pada keglobalan semata, tetapijuga kelokalan yang ada.The Hybridity of Dangdut Music in Urban Society. Dangdut is a type of music thatendures and witnesses the transformation which has existed in Indonesia. Its existenceindicates that dangdut is the most durable type of music that has been sustained for somedecades. The consistency of dangdut which is not faded over time, has made dangdutto be a type of music that is able to represent Indonesian people. The existence andconsistency of dangdut can be realized by the hybridity process. Dangdut has adjustedits nature to the respective era instead of maintaining its original nature. The hybridityis the strength of dangdut that is able to differentiate dangdut with other types of music.Dangdut embraces all differences and is even able to matchmake with all other existingelements. In looking at how the hybridity process exists, the musical habitus has beenthe most important element. The habitus has shaped the hybridity in the existing arena.Matchmaking the concept of habitus and the hybridity is the mediation in solving theexistence process of dangdut. The ethnography is the method of art research and historythat have been employed in interpreting the existing phenomena. The finding of thisstudy contends dangdut, as the hybrid music, that cannot refer to only one style. Thehabitus plays as the most important point, in particular in the urban area. In certain arenas, thehabitus mingles and forms the new habitus and etc. The habitus as an element in the hybridity doesnot only merely aim at the globalization, but also at the localization.

  1. Cabaran arah perubahan kini dalam geografi fizikal di Malaysia

    OpenAIRE

    Sharifah Mastura SA

    2005-01-01

    Tujuan kertas ini ialah untuk meninjau arahaliran perubahan kini dalam subdisiplin geografi fizikal seperti yang diamalkan di Jabatan Geografi Universiti Kebangsaan Malaysia dan di dunia luar, terutamanya di United Kingdom. Dalam pada menyerlahkan peripentingnya memanfaatkan kemahiran geoteknologi tercanggih dan terkini seperti teknologi komputer, satelait, GIS dan multi-media kertas ini merumuskan lima bentuk implikasi arahaliran perubahan kini tersebut kepada pengamalan geografi fizikal d...

  2. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PRASARANA JALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadjar - Judiono

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRACT   This research has been conducted based on the reality about the lack fulfillment of road infrastructure for community, although in the development the transportation got higher budget then other, so the Participation of Society in Road Infrastructure Development need to be investigated further. The aim of this research to know the clearer picture about the society involvement in road development process, through further investigation to society participation in Road Infrastructure Development efforts and the process of participation emerge. The results showed that Society Participation in Road Infrastructure Development proportional with the society’s will for the better road infrastructure. The wills depends on experience, knowledge, and education directly or undirectly. The participation form proportional their own and some thing that they can do, while the participation emerge process along with society wish to get their result of their effort. One cause of society willing to participate in development is their authority, if they have very little authority then they reluctant to participate, while the improvement programs for road infrastructure that have been done give little authority to the society. Implementation process for road infrastructure that oriented to society participation and interest should give much authority to society appropriate with their knowledge, skill and education that can support the program.   Keywords: participation, infrastructure, development   ABSTRAK   Penelitian ini dilakukan atas dasar kenyataan tentang masih belum terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan prasarana jalan, meskipun sebenarnya dalam pelaksanaan pembangunan, sekor transportasi telah mendapatkan porsi penganggaran yang lebih tinggi dibanding dengan sekor-sektor lain,  oleh karena itu Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Prasarana jalan perlu dikaji lebih dalam. Tujuan Penelitian ini antara lain untuk mengetahui gambaran yang jelas mengenai keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan jalan, melalui pengkajian yang lebih dalam terhadap partisipasi masyarakat dalam usaha pembangunan prasarana jalan dan proses munculnya partisipasi masyarakat tersebut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Patisipasi Masyarakat terhadap usaha pembangunan prasarana jalan sebanding dengan besarnya keinginan masyarakat terhadap ketersediaan prasarana jalan yang lebih baik. Keinginan masyarakat tersebut tergantung pada pengalaman, pengetahuan dan pendidikan yang mereka peroleh baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Bentuk partisipasi masyarakat sebanding dengan apa yang dimilikinya dan apa yang dapat diusahakannya, sedangkan proses munculnya partisipasi masyarakat sejalan dengan munculnya harapan masyarakat untuk dapat memetik buah dari apa yang telah dilakukannya. Salah satu sebab dari kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan adalah otoritas yang mereka miliki, apabila sedikit sekali otoritas yang mereka miliki maka yang terjadi adalah keengganan untuk berpartisipasi, sedangkan program-program peningkatan jalan yang telah dilakukan sangat sedikit memberi wewenang kepada masyarakat secara langsung. Proses pelaksanaan pembangunan prasarana jalan yang berorientasi kepada kepentingan dan partisipasi masyarakat adalah pelaksanaan pembangunan yang memberikan otoritas sebesar-besarnya kepada masyarakat sesuai dengan pengetahuan, ketrampilan dan pendidikan yang dapat mendukung kelancaran program.   Kata kunci: partisipasi, pembangunan, prasarana

  3. Pengaruh Islam dalam Kesenian Setrek di Magelang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Langen Bronto Sutrisno

    2013-11-01

    Full Text Available Setrek adalah jenis kesenian tradisional terbangan atau slawatan yang berfungsi sebagai media dakwah agamaIslam. Sebagai jenis kesenian tradisional slawatan, perpaduan unsur-unsur estetis seni yang bernafaskan Islamdengan unsur-unsur estetis kesenian rakyat tradisional merupakan akulturasi budaya yang mencerminkan bentukkreativitas lokal. Pengaruh seni Islam tidak dimaksudkan untuk merubah wujud keseluruhan koreografi nya, tetapilebih merupakan formalitas nilai Islam dalam wajah kesenian tradisional untuk tujuan dakwah. Oleh karena itubentuk penyajiannya tetap dalam format tradisi dengan sedikit sentuhan nafas Islam. Misalnya penyajian gerak tarihampir tidak dijumpai nafas Islam kecuali gerak takbiratul ihram Allohu Akbar, tokoh Kyai Bain yang merupakanrefresentasi seorang ulama dengan tata busana khas Islam, iringan diberi nafas Islam dengan syair-syair kitab AlBarjanzi dilengkapi instrumen terbang dan jidor mewakili musik Islam. Nafas Islam sebenarnya lebih merupakanlegalitas spirit Islam dalam kesenian setrek dengan harapan semua pemain dan penonton dapat mengamalkan agamaIslam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu media dakwah dapat dilihat dalam setiap ungkapan nilainilaiajaran Islam berkait dengan Tuhan Allah SWT dan Rosul-Nya Nabi Muhammad SAW. Dengan demikiansetiap gerak dan musik iringan atau syair dalam kesenian setrek harus dijiwai nilai-nilai ajaran Islam. Ikon-ikondemikian penting untuk dipahami agar mereka dapat selamat hidup di dunia dan di akhirat. Kehadiran agama Islamdalam nafas perkembangan kesenian setrek tampak memperkaya penampilannya, sehingga kehadiran kesenian inidalam kehidupan masyarakat semakin menumbuhkan kualitas dalam beragama Islam, meskipun disadari sisa-sisakepercayaan kuno masih mewarnai kesenian setrek, seperti atraksi ndas-ndasan yang berupa atraksi mengimitasibinatang. Variasi atraksi arak-arakan ndas-ndasan dengan mengelilingi dusun bertujuan untuk mengusir pengaruhroh-roh jahat.Keywords: setrek, kesenian Islam, slawatan.ABSTRACTIslam infl uence on Setrek art in Magelang. Setrek is a type of traditional terbangan art or slawatan (Islamicsong that serves as a medium for preaching Islam. As a kind of traditional slawatan art, it seems to blend Islamic aestheticelements with aesthetic traditional elements which become a form of cultural acculturation refl ecting the local creativity.The infl uence of Islamic art is not intended to change the overall form of the choreography, but the Islamic elements aremore of Islamic value formality in the form of traditional arts for the purpose of preaching Islam religion. Therefore, theform of presentation remains in the format of Islamic tradition. For example, the presentation of dance movement hardlyfi nds Islam infl uence except takbiratul ihram Allohu Akbar, KyaiBain as the representation of Islam priest wearing typicalIslamic outfi t; the music is also Islamic with given poems from Al Barjanzis book equipped with terbang and jidor. Islaminfl uence is actually more of a Islamic spirit legacy in setrek art with the hope that all the players and audience can practiceIslam in their daily lives. Therefore, the preaching media of Islam can be seen in any expression of Islamic values in relationto Allah SWT and His diciplesNabi Muhammad SAW. Thus every movement and musical accompaniment or poem insetrek art should be imbued the values of Islam. Icons, thus, are important to understand so that the people can live safelyin this world and in the hereafter. The presence of Islam in the breath of the setrek artistic development looks enriching itsperformance, so the presence of this art among the people living in Kedungan III improves the quality of embracing Islam,although there are the remnants of ancient beliefs which still characterize setrek art, such as ndas-ndasan attraction in theform of imitating animal . Variations in ndas-ndasan attraction parade around the village aims to expel the infl uence ofevil spirits.Keywords: setrek, Islam music, slawatan.

  4. STATUS GIZI IBU SEBELUM HAMIL SEBAGAI PREDIKSI BERAT DAN PANJANG BAYI LAHIR DI KECAMATAN BOGOR TENGAH, KOTA BOGOR: STUDI KOHOR PROSPEKTIF TUMBUH KEMBANG ANAK TAHUN 2012 - 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anies Irawati

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTWeight and length at birth are the good indicators to evaluate the possibility of survival, growth, and chronic disease as adults. This analysis aims to assess the effect of maternal nutritional status as pre-pregnant and pregnant on birth weight and length of infants at risk of chronic disease in adulthood. The design of this study was a prospective cohort, starting from pre pregnancy, during pregnancy until infant birth. Data analysis used multiple logistic regression. The result showed that 6 percent of infants birth weight <2500 g and 26.4 percent of infants birth weight to chronic disease risk (<3000 g. Approximately 30.1 percent of infants stunted at birth (<48 cm and 62.6 percent infants at birth length <50 cm (standard WHO 2006. Mean of height pre-pregnancy is 151.95.6 cm and mean of body mass index (BMI pre-pregnancy is 20.63.1 kg/m2. Maternal BMI pre-pregnancy is a major risk factor for birth weight infants < 3000 g after controlled by maternal height, weight gain during pregnancy, maternal age, parity, diarrhea, energy and protein intake and sex of the baby. Maternal height is a major risk factor for infant birth length (<50 cm after controlled by pre-pregnant maternal BMI, maternal age, parity, weight gain during pregnancy, diarrhea, energy and protein intake. Conclusions, maternal nutritional status is a risk factor for pre-pregnant weight and birth length.Keywords: infant, birth weight, body mass index, length, maternalABSTRAKBerat dan panjang saat lahir merupakan indikator yang baik untuk melihat kemungkinan kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan penyakit kronis ketika dewasa. Analisis ini bertujuan menilai pengaruh status gizi ibu ketika pra hamil dan hamil terhadap berat dan panjang bayi lahir yang berisiko pada penyakit kronis ketika dewasa. Disain penelitian adalah kohor prospektif sejak ibu pra hamil sampai bayi lahir. Studi kohor ini dimulai sejak tahun 2012 dan direncanakan berlanjut sampai tahun 2030. Data yang dianalisis adalah data tahun 2012 2013 pada 220 ibu dan bayi. Analisis data menggunakan regresi logistik ganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekitar 6 persen bayi lahir dengan berat <2500 g dan 26,4 persen bayi lahir dengan berat <3000 g. Sekitar 30,1 persen bayi lahir pendek (<48 cm dan 62,6 persen bayi lahir dengan panjang lahir <50 cm (standard WHO 2006. Rerata TB pra hamil 151,95,6 cm dan rerata Indeks Massa Tubuh (IMT pra hamil 20,63,1 kg/m2. IMT ibu pra hamil merupakan faktor risiko utama berat bayi lahir <3000 g setelah dikontrol variabel tinggi badan ibu, pertambahan berat badan selama hamil, umur ibu, paritas, sakit diare, konsumsi energi dan protein serta jenis kelamin bayi. Tinggi badan ibu merupakan faktor risiko utama panjang lahir <50 cm setelah dikontrol variabel IMT ibu pra hamil, umur ibu, paritas, pertambahan berat badan selama hamil, sakit diare, konsumsi energi dan protein. Status gizi ibu pra-hamil merupakan faktor risiko berat dan panjang bayi lahir. [Penel Gizi Makan 2014, 37(2: 119-128]Kata kunci: bayi, berat lahir, indeks massa tubuh, panjang lahir, wanita hamil

  5. PENURUNAN KADAR MANGAN (Mn) DALAM AIR SUMUR DENGAN METODE AERASI DAN PENYARINGAN

    OpenAIRE

    Ruslan, SKM

    2005-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Mangan (Mn) dalam air sumur pompa tangan sebalum perlakuan, mengetahui kadar Mangan dalam air sumur pompa tangan setelah aerasi dan pengedapan, dan mengetahui efektifitas metode aerasi, pengendapan dan penyaringan dalam menurunkan kadar Mangan (Mn) dalam air sumur. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan pre ??? post tes desain. Sample penelitian diambil dengan system grap sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh dari d...

  6. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakBelakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan.AbstractLately, the divorce rates both nationally and regionally continues to increase. This is, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aims to describe the causes of divorce, and the couples commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in 2012. Analysis and interpretation of data refers to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings show that most of the research informants do not understand the meaning and purpose of marriage. Various things are presented as the cause of the divorce, such as economic, domestic violence (KDRT, infidelity, and so on, but the most fundamental cause of divorce is the lack of marital commitment between each partner in achieving the goal of marriage. 2013 Universitas Negeri Semarang

  7. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2013-01-01

    Full Text Available Belakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan. Lately, the divorce rates both nationally and regionally East Java continues to increase. Similarly, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aimed to describe the causes of divorce, and the couples commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in the year 2012. Analysis and interpretation of data referring to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings showed that most of the research informants do not understand the meaning and purpose of marriage. Various things are presented as the cause of the divorce, such as economic, domestic violence (KDRT, infidelity, and so on, but the most fundamental cause of divorce is the lack of a commitment between each partner in achieving the goal of marriage.

  8. KARAKTER ATRAKTIF DALAM PERANCANGAN TAMAN PETUALANGAN ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renata Heryawati Hess

    2007-01-01

    Full Text Available Learning by adventural games has strongly built in self confidence, emotion defensibility, teamwork, creativity and fast in making decision, leadership, are the effective education system if started as soon as possible. That is in child growing period. The challenge and pleasant caracters, these games need the attractive and dynamic performance buildings. By research and design cooperation between supervisor and the final studio student by the title " Psychological Approach in Building Design: Adventure Park for Kids Case Study", funded by the PHK A-3 Dikti, the performance criteria have been found for design reference. The research has used deductive-inductive method by phenomenology approach to the number of the relevant case studies. By inductive analysis method have found the architectural performance criteria of attractive, safety and dynamic building both cognitive, affective, and psychomotoric consideration. The organic and variative elevation of room and building form, kid's scale and room dimension, warm polychromatic colour compotition, maximalize vegetation and water for landscape, rough texture and circle circulation pattern, strong construction, are the findings for accommodating safety, pleasant, imajinative, and natural building image. Abstract in Bahasa Indonesia : Pembelajaran melalui permainan yang mengandung tantangan dan petualangan membangun karakter kuat dalam hal percaya diri, ketahanan emosi, kerjasama, kecermatan, kecepatan dan kreativitas dalam mengambil keputusan, kepemimpinan, serta sejumlah motivasi lain yang secara prinsip bersifat psikologis. Pendidikan ini bersifat efektif apabila dimulai sedini mungkin, yaitu dari masa anak. Karakternya yang menantang dan menyenangkan, permainan ini menuntut wadah, bangunan, yang dinamis dan atraktif. Bagaimana tolok ukur ungkapan bangunan yang atraktif dan dinamis merupakan arah yang dituju tulisan ini. Melalui penelitian terpadu antara dosen pembimbing dan mahasiswa peserta tugas akhir dengan judul "Pendekatan Psikologis dalam Perancangan Bangunan dengan Studi Kasus Taman Petualangan Anak" atas biaya PHK A-3 Dikti, tolok ukur dapat diperoleh sebagai panduan rancangan. Penelitian ini menggunakan metode deduktif-induktif melalui pendekatan fenomenologis terhadap sejumlah kasus bangunan sejenis. Melalui analisis indukrif telah ditemukan tolok ukur tuntutan arsitektural bangunan yang menjawab atraktivitas dan kedinamisan, serta keamanan pengguna, baik secara kognitf, afektif, maupun psikomotorik. Bentuk masa dan ruang yang organis dengan ketinggian bervariasi, dimensi bangunan berskala anak, komposisi warna polichromatic yang hangat, memaksimalkan komponen landscape dengan vegetasi, air, pola pergerakan yang melingkar, konstruksi yang kokoh, dan tekstur pergerakan yang kasar, merupakan temuan tolok ukur yang dimaksud demi mengakomodasi rasa aman, menyenangkan, mampu membangun imajinasi anak dalam suasana alami. Kata kunci: anak, bermain, atraktif, alami, imajinatif, aman, menyenangkan.

  9. KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Bakar M.Luddin

    2014-06-01

    Abstrak: Kinerja Kepala Sekolah dalam Kegiatan Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kinerja kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Penelitian dilaksanakan di SMU Negeri 2 Kota Binjai, dengan memergunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, koordinator bimbingan dan konseling, dan guru pembimbing. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara mendalam, dan kajian dokumen, dan selanjutnya dianalisis setelah melalui proses triangulasi antarsubjek dan informasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja kepala sekolah terkait dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling masih belum sepenuhnya sebagaimana yang diharapkan. Kepala sekolah perlu meningkatkan kinerjanya dalam menjalankan fungsi koordinasi dan kepengawasan untuk mencapai kegiatan bimbingan dan konseling yang efektif.

  10. Konsep Manusia Baru Berdasarkan Perspektif Paulus Dalam Efesus 4:17-32 Dan Implementasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darius Darius

    2013-10-01

    Full Text Available Tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, menjelaskan konsepbiblika mengenai manusia baru dalam perspektif Efesus pasal 4:17-32. Kedua,menjelaskan implementasi manusia baru dalam kehidupan orang percaya.Penulisan karya ilmiah ini menggunakan hermeneutika metode eksegesisAlkitab dan penelitian literatur, dan teknik pengumpulan data yang digunakan olehpenulis ialah mengadakan penelitian atau observasi terhadap Alkitab, dan sebagaisumber pendukung yaitu buku-buku, majalah, naskah, program bible study, daneksplorasi internet yang ada hubungannya dengan konsep manusia baru.Adapun kesimpulan karya ilmiah Konsep Manusia Baru BerdasarkanPerspektif Paulus Dalam Efesus 4:17-32 Dan Implementasinya Dalam KehidupanOrang Percaya adalah: Pertama, manusia lama adalah manusia yang berjalanberdasarkan pengertiannya sendiri, tidak mengenal Allah, memiliki pikiran yang siasia,pengertiannya digelapkan, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, memilikihati yang degil, hati tumpul, sehingga menyerahkan dirinya kepada hawa nafsu danmengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Kedua, manusia baru adalahmanusia yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dankekudusan, di mana orang-orang yang percaya kepada Kristus memiliki kedudukanbaru yaitu dari kebinasaan dipindahkan kepada hidup yang kekal dan manusia yangterus diperbaharui serta dipersatukan dengan Kristus. Ketiga, sebagai manusia barudi dalam Kristus, orang percaya tidak lagi menjadi senjata-senjata kelaliman tetapisebaliknya menjadi senjata-senjata kebenaran dan hidup memuliakan Allah.

  11. Kerangka Pembangunan Regional dalam Agenda 21: Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan

    OpenAIRE

    Landiyanto, Erlangga Agustino; wardaya, Wirya

    2005-01-01

    Selama ini, aktifitas pembangunan yang terfokus pada pertumbuhan mengakibatkan dampak negatif dan meyebabkan penurunan kondisi ekologi dan deplesi sumber daya alam. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya alam nasional dan lingkungan di masa mendatang harus didasarkan pada aspek penting pada produksi dan ruang aktifitas untuk konservasi dan kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, analisis dalam makalah ini difokuskan dalam perumusan acuan serta penyusunan kerangka neraca sumber daya alam dan...

  12. KONSEP HARGA POKOK PRODUKSI BERBASIS NILAI KEADILAN DALAM ISLAM

    OpenAIRE

    ALIMUDDIN; Kusumawati, Andi; ASHARI, MUHAMMAD; Irdam Ferdiansah, Muhammad

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai keadilan dalam Islam untuk merumuskan konsep harga pokok produksi. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode bayani, burhani, dan irfani. Penelitian ini dilakukan dengan menggali Al-Quran dan As-Sunnah dan aplikasinya pada beberapa perusahaan di beberapa kabupaten dan kota yang di Sulawesi Selatan yang dikelola secara Islami. Dari hasil penelitian diperoleh makna nilai keadilan dalam Islam untuk merumuskan konsep harga pokok produksi, yaitu ...

  13. MODEL PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENGEMBANGKAN JIWA WIRAUSAHA SISWA SMK UNGGULAN

    OpenAIRE

    Rafika Bayu Kusumandari

    2015-01-01

    Konsep pendidikan wirausaha yang diterapkan di SMK diharapkan mampu mencetak wirausaha-wirausaha muda.Tujuan penelitian sebagai berikut: 1) Mendeskripsikan model pendidikan kewirausahaan dalam mencetak jiwa wirausaha siswa SMK Unggulan di Kota Semarang dan 2) Mendeskripsikan efektivitas model pendidikan kewirausahaan dalam mencetak jiwa wirausaha siswa SMK Unggulan di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptifdengan jenis studi eksplanatif yang diarahkan untuk m...

  14. MANAJEMEN KONFLIK SOSIAL DALAM MASYARAKAT NELAYAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ANTONY - WIJAYA

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Kota Bengkulu serta bagaimana konflik kedua kelompok nelayan tersebut diselesaikan oleh Pemerintah Kota dan Pemerintah Propinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Pasar Bengkulu yang merupakan kelurahan terbanyak masyarakat nelayan tradisionalnya dan Kelurahan Kandang yang merupakan kelurahan terbanyak kelompok nelayan modernnya, dan konflik yang terjadi sejak tahun 1985 hingga tahun 1999 selalu melibatkan masyarakat nelayan di kedua kelurahan tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis data dari Strauss-Corbin melalui 3 tahapan analisis yaitu : Kode Pembuka (Open Coding, Kode Analisis (Axial Coding dan Pemilihan Kode (Selective Coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern disebabkan oleh beberapa faktor : (1 masih beroperasinya alat tangkap trawl (jaring pukat harimau yang dilarang penggunaannya oleh pemerintah; (2 pelanggaran jalur penangkapan; (3 perbedaan teknologi penangkapan; (4 kurang optimalnya fungsi dan peran kelembagaan atau institusi pemerintah; dan (5 belum tegasnya pelaksanaan hukum dan peraturan perikanan. Konflik yang terjadi antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Kota Bengkulu dapat diselesaikan melalui upaya-upaya : (1 Kapal-kapal trawl dilarang untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan nelayan tradisional (0-3 mil laut, jika memang tetap beroperasi, nelayan tradisional menghendaki adanya kontribusi kepada para nelayan tradisional berupa 5 % dari hasil tangkapan nelayan modern: (2 Penetapan jalur penangkapan yang jelas bagi nelayan tradisional dan bagi nelayan modern, sehingga tidak terjadi lagi pelanggaran jalur penangkapan; (3 Sikap tegas dari Pemerintah Provinsi dan Kota Bengkulu terhadap segala macam pelanggaran yang terjadi; (4 Kemitraan usaha antara nelayan tradisional dengan nelayan modern. Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kota maupun Pemerintah Propinsi Bengkulu dalam menyelesaikan konflik yang terjadi tersebut adalah melalui upaya-upaya sebagai berikut : (1 Masih bersifat insidentil, dimana pemerintah baru turun tangan jika konflik yang terjadi telah berbentuk benturan fisik seperti : penyerangan kapal-kapal di tengah laut, penyerangan rumah nelayan dan sebagainya, sedang upaya pra konflik terjadi dalam rangka mengantisipasinya belum ada yang dilakukan oleh pemerintah; (2 Pasca konflik terjadi, pemerintah melakukan pengawasan terhadap kegiatan para nelayan terutama nelayan modern, melalui tim yang dibentuk oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Propvinsi Bengkulu berkoordinasi dengan Polresta dan AL agar tidak ada lagi yang mengoperasikan alat tangkap yang telah dilarang penggunaannya; (3 Memanggil para perwakilan nelayan tradisional dan perwakilan nelayan modern untuk berdamai dan bermusyawarah untuk menyelesaikan konflik yang telah terjadi selama ini; (4 Bantuan kapal motor kepada kelompok nelayan tradisional untuk digunakan sebagai tindakan pengawasan terhadap kegiatan nelayan modern dalam melakukan penangkapan ikan. Kata kunci: Nelayan, konflik sosial

  15. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Masyarakat Multietnik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Serli Mauru

    2015-02-01

    Full Text Available Abstract: This study aims to describe: (1 Variety Indonesian and determinants, and (2 Symptoms language code appears and the determining factor in the multi-ethnic community residential complexes interactions BTN North Palu. This research approach is qualitative approach. Data in the form of verbal data with observation instruments and interview guides. The results of this study: (1 Variety Indonesian used in residential complex interactions multiethnic society Palu BTN North consists of the official variety, variety of business, casual variety, and variety of the familiar, and the determinants of the use of Indonesian diversity in housing complex interactions multiethnic society BTN Northern Palu consists of background factors said event, said participants, said destination, said series/ topic, said the tone, norms said, the type of speech; (2 symptoms consist of code switching language and mixed code, and a code over the determinants of changes in said situation, the presence of a third person, switching the subject, and the speaker wants emphasis, and the deciding factor is the limited use of mixed code and the code use the term more popular.Key Words: language, interaction, communities, multiethnicAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1 Ragam bahasa Indonesia dan faktor penentunya, dan (2 Gejala kode bahasa yang muncul dan faktor penentunya dalam interaksi masyarakat multietnik kompleks perumahan BTN Palu Utara. Pendekatan penelitian ini adalah pende-katan kualitatif. Data berupa data verbal dengan instrumen observasi dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini: (1 Ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam interaksi masyarakat multietnik kompleks perumahan BTN Palu Utara terdiri atas ragam resmi, ragam usaha, ragam santai, dan ragam akrab, dan faktor penentu penggunaan ragam bahasa Indonesia dalam interaksi masyarakat multietnik kompleks perumahan BTN Palu Utara terdiri atas faktor latar peristiwa tutur, peserta tutur, tujuan tutur, rangkaian tutur /topik, nada tutur, norma tutur, tipe tutur; (2 gejala bahasa terdiri atas alih kode dan campur kode, dan faktor penentu alih kode berupa perubahan situasi tutur, kehadiran orang ketiga, peralihan pokok pembicaraan, dan penekanan keinginan penutur, dan faktor penentu campur kode adalah keterbatasan penggunaan kode dan penggunaan istilah yang lebih populer.Kata kunci: bahasa, interaksi, masyarakat, multietnik

  16. ASPEK-ASPEK BIAYA DALAM JASA INFORMASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Margono

    2000-01-01

    Full Text Available The value of information depends on its content, how to find it, and how to utilize it to support user's activities. It means that the value of information can only be determined until the information has been received. First step for analyzing such cost are to identify and classify them properly. This classification should be based on the total costs of entire service activities such as direct costs, indirect costs, and some instances of additional costs. The important elements for determining costs that are burdened to users are salaries, raw materials or collection costs, and unexpected costs. The strategy for determining cost of information service in library depends on the aim for offering the services, price of service/product, and the fitness between the needs and the information provided as well as the demand for the services being offered. Although the cost and price of information services could be determined by five approaches -(those are optimal pricing, pricing according to value, pricing for full cost recovery, marginal cost pricing, and free distribution of services information- provider must consider the content of information. It means that the calculation of information service cost should be based not only by fixed and variable costs, but also by the information contents and depreciation of each collection. Abstract in Bahasa Indonesia : Nilai informasi sangat tergantung dari isi, cara perolehan, dan manfaatnya bagi pengguna dalam mendukung aktivitas yang sedang dilakukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai informasi baru dapat ditentukan kemudian setelah informasi itu diperoleh. Langkah awal yang harus ditempuh untuk melakukan analisis biaya adalah dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasi biaya yang dimaksud. Klasifikasi lebih didasarkan pada biaya total dari keseluruhan aktivitas jasa, yang terdiri atas biaya langsung, biaya tidak langsung, dan biaya tambahan. Elemen-elemen yang harus diperhatikan oleh pengelola informasi dalam menentukan besarnya biaya informasi yang akan dibebankan kepada pengguna adalah biaya kerja/upah, biaya bahan atau koleksi, dan biaya tak terduga. Strategi penentuan biaya jasa informasi di perpustakaan sangat ditentukan oleh tujuan jasa yang ditawarkan, harga jasa/produk dan kebutuhan informasi yang berhubungan dengan data yang dicari serta tingkat kebutuhan pasar terhadap jasa yang telah dilakukan. Walaupun sebenarnya besarnya biaya dan harga jasa informasi dapat juga ditentukan melalui lima pendekatan utama, yaitu optimal pricing, pricing according to value, pricing for full cost recovery, marginal cost pricing, dan free distribution of services; namun demikian penentuan biaya pengelola jasa informasi, harus diperhitungkan nilai informasi yang terkandung didalamnya. Oleh sebab itu dalam perhitungan biaya jasa informasi, selain besarnya biaya tetap dan tidak tetap, pengelola juga harus mempertimbangkan besarnya biaya jasa dari sudut isi koleksi yang dimiliki dan besarnya nilai penyusutan dari masing-masing koleksi tersebut. Kata kunci: biaya, jasa informasi, nilai informasi.

  17. Teologi Biblika Perjanjian Baru Tentang Hakim Yang Akan Datang: Kajian Tentang Eskatologi Dalam Perjanjian Baru Dan Implementasinya Dalam Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Simon Rumante

    2011-04-01

    Full Text Available Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: Untuk mengetahuisejauh mana topik eskatologi telah mendapat perhatian yang cukup dalam pembelajaranPAK di sekolah khususnya di SD dan SMP. Menjelaskan bagaimana seharusnyapengimplementasian topik eskatologi dalam pembelajaran PAK di sekolah khususnya diSD dan SMP.Metode penelitian yang digunakan dalam rangka penulisan ini adalah penelitianpustaka (Library Research yakni pengumpulan data dari buku-buku seperti yangtercantum dalam Daftar Pustaka.Berdasarkan pemaparan singkat di atas, maka penulis menyimpulan bahwa:Pertama, Pengajaran tentang eskatologi dalam PAK di sekolah khususnya di SD danSMP sangat penting tetapi masih sangat kurang mendapat perhatian. Hal itu jelas bilakita memerhatikan kurikulum PAK yang tidak mencantumkan topik eskatologi sebagaisalah satu materi pokok. Kedua, Dalam rangka pengimplementasian topik eskatologidalam pengajaran PAK di sekolah, maka hal-hal yang harus ditekankan adalah nasihatuntuk berjaga-jaga, bekerja dengan setia, pelita kita harus tetap menyala danmengembangkan talenta yang diberikan oleh Tuhan.

  18. Paruman Tapakan Barong dalam Ritual Tapak Pertiwi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Dana

    2013-11-01

    Full Text Available Paruman Tapakan Barong on Tapak Pertiwi Ritual. Ritual tapak pertiwi siklus pelaksanaan ritual tahunandalam perhitungan kalender Bali, diselenggarakan terpusat dalam Paruman Tapakan Barong di Pura Natar SariApuan. Pelaksanaan ritual ini dihadiri oleh berbagai bentuk tapakan barong yang datang dari berbagai daerah sewilayah Bali Tengah yang memperoleh kekuatan pasupati di Pura Natar Sari Apuan. Aktivitas ritual ini bermaknamenyatunya kekuatan dewa sebagai simbol (purusa dengan dewi pertiwi simbol (pradana. Pertemuan keduaunsur kekuatan suci itu melahirkan gerak kehidupan, menyucikan alam semesta dari segala pengaruh negatif yangmengancam hidup dan kehidupan umat manusia di alam semesta ini. Oleh karena itu, masyarakat Hindu di Balimenghadirkan berbagai bentuk ritual keagamaan untuk menghormati menyatunya energi alam positif dan negatifdalam beragam wujud, termasuk ritual tapak pertiwi.

  19. Musik Internal dan Eksternal dalam Kesenian Randai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rustiyanti

    2015-03-01

    Full Text Available Kehidupan musik pada masyarakat Minangkabau tidak terlepas adanya peranan serta fungsi yang melekat pada kesenian Randai. Melalui pendekatan etnomusikologi, tulisan ini menelaah peranan musik internal dan eksternal dalam kesenian Randai. Kesenian ini menggunakan medium seni ganda atau kolektif karena didukung oleh beberapa cabang seni antara lain tari, musik, teater, sastra, dan rupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik iringan dalam Randai terbagi menjadi dua, yaitu musik internal dan musik eksternal. Musik internal adalah musik atau bunyi-bunyian yang berasal dari anggota tubuh manusia (penari, misalnya tepukan tangan, petik jari, tepuk dada, siulan, hentakan kaki ke tanah dan sebagainya, sedangkan musik eksternal adalah bunyi-bunyian atau suara yang berasal dari alat musik atau instrumen seperti talempong, gandang, saluang, dan rabab.The Role of Internal and External Music in the Arts of Randai. The musical life in Minangkabau society is inseparable from its roles and functions which attach to the arts of Randai. Through the ethnomusicology approach, this paper examines the role of internal and external music in the art of Randai. Considering its sustainability and amendment, the musicality is the identity of Minangkabau society so that the sustainability of the music can be run in accordance with the dynamics of society today. Among the types of arts in Minangkabau, Randai is an art form that uses multiple or collective art medium for it is supported by several branches of the arts, including dance, music, theater arts, literary arts, and fine arts. The results of this study is more focused on the art of music. Musical accompaniment in Randai is divided into two, namely internal and external music. The internal music is the music or the sounds that come from the human body (a dancer, for example, clapping, finger picking, patting the chest, whistling, stomping on the ground, and so on, while the external music is the sounds emanating from the tools of music or instruments, such as talempong, gandang, saluang, and rabab.

  20. Analisis Pengaruh Instrumen Moneter Terhadap Stabilitas Besaran Moneter Dalam Sistem Moneter Ganda Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Misfah Bayuni

    2014-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh instrumen moneter yaitu Sertifikat Bank Indonesia (SBI dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS terhadap stabilitas besaran moneter, komponen besaran moneter dan hubungan besaran terhadap IHK dalam sistem moneter ganda di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi Vector Auto Regression (VAR dan Vector Error Correction Model (VECM. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah besaran moneter, SBI rate, SBIS return dan IHK. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perubahan pada besaran moneter stabil dalam jangka pendek. Perubahan pada SBI dan SBIS tidak terdefinisi dalam jangka panjang. Selanjutnya pada komponen besaran moneter, hanya tabungan yang stabil dan berpengaruh dalam jangka panjang. Sedangkan variabel lainnya, hanya stabil dan efektif dalam jangka pendek. Selain itu, hubungan perubahan besaran moneter dengan perubahan IHK hanya stabil dalam jangka pendek, dan tidak terdefinisi dalam jangka panjang.JEL Classifications : E5, E58, E42Keywords : SBI, SBIS, besaran moneter, dan sistem moneter ganda.

  1. PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM LEMBAGA LEGISLATIF DI KABUPATEN KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktaviani Adhi Suciptaningsih

    2013-04-01

    Full Text Available Partisipasi perempuan dalam politik merupakan bentuk emansipasi yang penting bagi perempuan untuk mencapai kesetaraan gender.Dalam penelitian ini, saya mengeksplorasi bagaimana partisipasi perempuan dalam Lembaga Legislatif di Kabupaten Kendal dan bagaimana peran perempuan dalam penentuan kebijakan di Lembaga Legislatif di Kabupaten Kendal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam Lembaga Legislatif di Kabupaten Kendal masih sangat rendah, dari 45 orang anggota dewan legislatif, hanya 4 orang saja yang perempuan. Padahal jumlah penduduk perempuan lebih banyak daripada penduduk laki-laki. Rendahnya partisipasi perempuan ini disebabkan karena banyaknya kendala yang menghambat perempuan untuk maju berpartisipasi dalam lembaga legislatif, diantaranya kendala psikologis, ekonomi, politik, dan sosial budaya. Yang sedikit inipun tidak memiliki kompetensi yang baik untuk memperjuangkan keadilan jender dalam kebijakan. Akibatnya, banyak kebijakan publik yang belum berperspektif gender.Women’s participation in politics is a important emancipation strategy of women in achieving gender equality. In this article, I seek to discuss the participation of women in the parliamentary body in the district of Kendal and women’s role in determining policy in the district. Method used in this research is observation and interview. Research result shows that women’s participation in Kendal is still low; of the 45 legislative council members, only 4 are women, though the population of women outnumbers male population. The low participation of women roots from many barriers, such as psychological, economic, political, social and cultural barriers. This limited number also does not have enough competence  to pass gender equality policies in the parliament. The consequence of low participation of women is the lack of gender perspective in the policy made by the legislative body.

  2. PERANAN BAPPEDA DALAM PENINGKATAN KUALITAS PERENCANAAN PARTISIPATIF PADA SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KOTA BLITAR

    OpenAIRE

    Much. Taufik; Heru - Ribawanto; Ismani HP - -

    2012-01-01

    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendiskripsikan kedudukan dan peranan BAPPEDA dalam proses pembangunan daerah di Kota Blitar. (2) Untuk mengetahui dan menganalisis penerapan perencanaan partisipatif di dalam system perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar. (3) Untuk mengetahui dan menganalisis peranan BAPPEDA dalam upaya peningkatan kualitas perencanaan partisipatif pada system perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar. (4) Untuk mengidentifikasi kendala-kendala yan...

  3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Di Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik

    OpenAIRE

    Hadi Suroso; Abdul Hakim; Irwan Noor

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk melihat derajat partisipasi atau kekuasaan yang dimiliki masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dalam Musrenbangdes di Desa Banjaran dan juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan masyarakat berpartisipasi dalam perencanaan pembangunann desa melalui Musrenbangdes. Metode yang digunakan ialah kuantitaif eksplanasi untuk menguji dan menjelaskan hubungan keaktifan masyarakat berpartisipasi dalam Musrenbangdes dengan faktor internal dan...

  4. Biofiksasi CO2 Oleh Mikroalga Chlamydomonas sp dalam Photobioreaktor Tubular

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadiyanto Hadiyanto

    2014-05-01

    Full Text Available Mikroalga memiliki potensi dalam membiofiksasi CO2 dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kadar CO2 dalam gas pencemar. Pertumbuhan mikroalga sangat dipengaruhi oleh konsentrasi gas CO2 di dalam gas pencemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeetahui kemampuan mikroalga Chlamydomonas sp yang dikultivasi dalam photobioreaktor tubular dalam penyerapan gas CO2 serta untuk mengetahui konsentrasi maksimum gas CO2 dalam umpan untuk memproduksi biomasa mikroalga yang optimal. Percobaan dilakukan dnegan memvariasi laju alir dari 0.03 -0.071 L/menit dan konsentrasi CO2 dalam umpan 10-30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomasa mikroalga dapat diproduksi dengan maksimal dengan konsentrasi gas CO2 20% dengan laju alir 0.07 L/min. Semakin tinggi laju alir maka produksi biomasa alga semakin besar. Kecepatan pertumbuhan alga maksimum terjadi pada 0.31 /hari. Pada konsentrasi gas CO2 30%, terjadi substrate inhibition yang disebabkan carbon dalam bentuk ion bicarbonate tidak dapat dikonsumsi lagi di dalam kultur alga. Kata kunci : Mikroalga, chlamydomonas sp, biofiksasi CO2, biogas Abstract Microalgae have a potential for CO2 biofixation and therefore can be used to reduce the CO2 concentration in the gas pollutants. Moreover, microalgae growth is strongly affected by the concentration of CO2 in the exhaust gas pollutants. The objective of this research was to investigate the ability of microalgae Chlamydomonas sp which was cultivated in a tubular photobioreactor for CO2 absorption as well as to determine the maximum concentration of CO2 in the feed gas to obtain optimum microalgae biomass. The experiments were performed by varying the gas flow rate of 0.03 -0.071 L / min and the concentration of CO2 in the feed of 10-30%. The results showed that the maximum biomass of microalgae can be produced with CO2 concentration of 20% vol with a flow rate of 0.07 L / min. The result also showed that increasing the gas flow rate, the greater of the production of algal biomass and the maximum algae growth rate occurred at 0.31 / day. At a concentration of 30% CO2 gas, it occurs a substrate inhibition due to inefficient of bicarbonate use by algae culture.

  5. PARTISIPASI PENGGUNA DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (TELAAH LITERATUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyo Hari Adi

    2006-01-01

    Full Text Available User participation in information system development was found to be the important factor that influenced the system success. Researches found that user participation influenced the system success indirectly through the user satisfaction. The results show the importance of accommodating the users' needs and requirements by involving them to participate in the system development to get the system success. However, the use of the terminology of user satisfaction is not so correct in relation with certain stage of information system development. Most of the users in the implementation stage need the understanding rather than expertise to operate the system. That was the reason why some researches used the terminology of user understanding rather than user expertise to measure their satisfaction in the related stage. Abstract in Bahasa Indonesia : Partisipasi pengguna dalam pengembangan sistem informasi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap suksesnya sebuah sistem. Beberapa penelitian menemukan bahwa partisipasi pengguna berhubungan secara tidak langsung berhubungan dengan kesuksessan sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa betapa pentingnya mengakomodasi kebutuhan dan keinginan dengan melibatkan pengguna untuk berpartisipasi dalam pengembangan sebuah sistem. Bagaimanapun juga, penggunaan istilah kepuasan pengguna tidak tepat dalam kaitannya dengan kepastian pengembangan sistem informasi. Kebanyakan dari pengguna dalam tahap implementasi membutuhkan pemahaman dibanding keahlian dalam mengoperasikan sistem itu. Oleh karena itu beberapa penelitian lebih menggunakan istilah pemahaman pengguna dibandingkan dengan keahlian pengguna untuk mengukur kepuasan. Kata kunci: partisispasi pengguna, kepuasan pengguna, keahlian pengguna, pemahaman pengguna.

  6. KAJIAN HUKUM PERAN APOTEKER DALAM SAINTIFIKASI JAMU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharmiati Suharmiati

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: The Regulation of Minister of Health, Permenkes 003/MENKES/PER/2010 on scientification of herbal medicine also elucidate to regulation on human resources and recording, yet the regulation has not analyzed roles of pharmacists. The study aimed to determine roles of pharmacists associated with the legislation on scientification of herbal medicine. Methods: tt was conducted in 3 (three municipality of Surabaya, Yogyakarta and Denpasar, with respondents among pharmacists especial/y whom practice in community pharmacy Data were col/ected by discussion to have conclusions on argumentation of law then fol/owed by round table discussion with experts in law, professional organization of pharmacist (Ikatan Apoteker lndonesia and The National Commisions of scientification herbal medicine. Results: Results showed that the roles and responsibilities of pharmacists in scientification of herbal medicine compose of process on formulating/supplying simplicia and storage, prescription services including screening prescriptions, medication preparation, compounding, label/ing, packaging of drugs, drug delivery, and drug information, counseling, monitoring drug use, promotion and education, home care as well as recording and reporting. The analysis concluded that it needs special regulation pharmacist roles on scientification of herbal medicine complementary to Permenkes No. 03/2010 to elucidate more detaiIs the roles of pharmacists to the preparation of service-based research in health care facilities (c1inics herbal medicine and scientification of herbal medicine, the synergy to conventional treatment and enhance use of nature medicines as traditional health care. The addition Permenkes needs to include Record Pharmaceutical Formulations (Pharmaceutical Record conducted by a pharmacist on scientification of herbal medicine. Recommendation: tt is recommended that in addition to Permenkes 003/MENKES/PER/2010 it requires complementary Permenkes to regulate pharmacists on scientification of herbal medicine that differs from pharmacists in general, as consist of curriculum related to scientification of herbal medicine in Pharmacy group and stressing the col/aboration between physicians and pharmacists for program activity on scientification of herbal medicine in accordance to the Republic of lndonesia affairs. Key words: roles of pharmacists, scientification of herbal medicine, Permenkes 003/Menkes/2010 ABSTRAK Permenkes No. 03/MENKES/PER/2010 tentang saintifikasi jamu antara lain menjelaskan tentang tujuan pengaturan ketenagaan serta pencatatan tentang saintifikasi jamu, namun dalam Permenkes tersebut belum dikaji tentang peran dari apoteker. Tujuan dari peneitian ini untuk mengkaji peran apoteker terkait dengan peraturan perundang-undangan tentang saintifikasijamu. Penelitian dilakukan di 3 (tiga kota yaitu Surabaya, Yogyakarta dan Denpasar, dengan sasaran penelitian apoteker khususnya yang praktik di farmasi komunitas dengan cara diskusi untuk dibuat kesimpulan berupa argumentasi hukum, selanjutnya dilaksanakan Round Table Discussion (RTD dengan pakar Hukum, organisasi profesi (Ikatan Apoteker lndonesia dan Komisi Nasional Saintifikasi Jamu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dan tanggung jawab apoteker dalam saintifikasi jamu meliputi proses pembuatan/penyediaan simplisia dan penyimpanan, pelayanan resep mencakup skrining resep, penyiapan obat, peracikan, pemberian etiket, pemberian kemasan obat, penyerahan obat, dan Informasi obat, konseling. monitoring penggunaan obat. promosi dan edukasi, home care. serta pencatatan dan pelaporan. Dari analisis perundang-undangan disimpulkan bahwa diperlukan Permenkes khusus yang menjabarkan peran Apoteker saintifikasi Jamu yang komplementer dengan Permenkes No. 03/2010 dan diperinci secara jelas tentang peran apoteker saintifikasi jamu tentang preparasi jamu, sinergi dengan pengobatan konvensional dan meningkatkan penggunaan obat bahan alam sebagai pelayanan kesehatan tradisional. Di samping itu di dalam Permenkes khusus tersebut perlu dicantumkan tentang P

  7. SURROGATE MOTHER DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr. Muntaha

    2013-04-01

    Full Text Available The development of science and technology, in particular in the field of health, has already recently brought a huge advantage and problem in human life. An example of technological marvel that not only requires deep legal thoughts but also at the same time solution is the bio-medical technology advancement of surrogacy. Surrogacy deals with human’s inclination towards reproductive activity. However, it opens up legal complication, in particular with regards to the potential commission of a criminal action as well as to the notion of doctor’s liability. Perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan yang semakin maju dan pesat telah membawa berbagai manfaat dan masalah dalam kehidupan manusia dewasa ini. Salah satu perkembangan yang tidak hanya membutuhkan pemikiran di bidang hukum, tetapi juga sekaligus solusinya adalah mengenai kecanggihan teknologi bio-medis surrogate mother. Surrogacy menyentuh sisi kemanusiaan seorang insan terhadap reproduksi. Akan tetapi, lembaga surrogacy juga membawa komplikasi hukum terutama terkait dengan potensi tindak pidana dan dengan persoalan tanggung jawab dokter.

  8. Keperluan, Kepentingan Dan Sumbangan Perancangan Pendidikan Dalam Pembangunan Ekonomi Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasnah Ali

    2009-01-01

    Full Text Available Perancangan rapi yang dibuat oleh Malaysia telah berjaya membawa negara ke tahap yang agak memuaskan berbanding dengan negara membangun yang lain. Perancangan pembangunan negara bermula dengan Rangka Rancangan Jangka Panjang Pertama (RRJP 1 sehingga Rangka Rancangan Jangka Panjang Ketiga (RRJP 3 yang meliputi dasar utama pembangunan seperti Dasar Ekonomi Baru (DEB, Dasar Pembangunan Nasional (DPN dan Dasar Wawasan Negara (DWN. Sehingga kini semua dasar telah menampakkan kesan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan telah diperincikan melalui rancangan lima tahun. Selepas pembentukan Malaysia pada tahun 1963, struktur pendidikan telah berubah di mana rancangan pendidikan dihubungkaitkan dengan memperkukuhkan sistem pendidikan negara dan membina perpaduan sosial, ekonomi dan politik. DEB mempunyai hubungan yang rapat dengan sistem pendidikan negara. Sebelum tahun 1970, sebilangan besar bumiputera lemah dalam pendidikan menyebabkan hanya segelintir sahaja yang mempunyai peluang untuk mendapatkan pekerjaan bagi memenuhi gunatenaga mahir manusia dalam berbagai-bagai profesion yang diperlukan. Pendidikan dan pembangunan sumber manusia adalah kunci kepada peningkatan daya saing negara. Kertas kerja ini menganalisis kepentingan sektor pendidikan dalam setiap rancangan pembangunan lima tahun dan sumbangannya kepada pembangunan ekonomi negara. Kajian empirik juga dilakukan untuk menentukan kesan keberkesanan perbelanjaan pendidikan terhadap pertumbuhan Keluaran Dalam Negara Kasar (KDNK. Kajian mendapati dalam setiap rancangan pembangunan lima tahun bermula dari Rancangan Malaysia Pertama hingga ke rancangan terkini, aspek pendidikan dan pembangunan sumber manusia memang sentiasa ditekankan. Dasar pembangunan sumber manusia terutama sekali bahagian pendidikan dan latihan menjadi semakin penting lebih-lebih lagi dengan peralihan ekonomi Malaysia daripada intensif buruh kepada intensif modal dan intensif teknologi. Peruntukan yang tinggi juga telah diberikan kepada sektor ini dan telah memberikan banyak kesan positif seperti pengurangan kemiskinan dan penstrukturan semula masyarakat bagi menegakkan DEB, DPN dan DWN.

  9. KESTABILAN IODIUM DALAM GARAM PADA BERBAGAI TIPE DAN RESEP MASAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ance Murdiana Dahro

    2012-11-01

    Full Text Available Dalam jangka panjang fortifikasi garam dianggap cara yang paling tepat guna dan ekonomis untuk menanggulangi masalah kekurangan iodium. Dalam kaitan tersebut perlu diketahui kestabilan iodium dalam garam yang ditambahkan kedalam masakan dari berbagai tipe dan resep di tingkat lapangan. Sampel berupa masakan yang berasal dari 6 kota di 6 provinsi di Indonesia, banyak dikonsumsi dan dijual di tempat yang banyak dikunjungi orang. Penentuan sampel masakan dilakukan setelah pengujian garam yang digunakan dengan menggunakan pereaksi Iodinatest buatan Indofarma. Bila setelah penambahan pereaksi pada garam timbul warna ungu menandakan bahwa garam tersebut mengandung iodium, masakan ituu kemudian ditetapkan sebagai sampel. Jumlah garam yang ditambahkan diketahui dari wawancara dengan penjual makanan tersebut. Jumlah iodium dalam garam yang ditambahkan kedalam masakan diketahui setelah dilakukan analisis garam di laboratorium. Dari iodium yang tersisa dalam makanan dapat dihitung jumlah iodium yang hilang. Dibuat pula beberapa masakan serupa dengan menggunakan resep asli di laboratorium (simulasi. Pelepasan iodium dari makanan dilakukan melalui dua tahap yaitu digestasi kering lalu dilanjutkan dengan digestasi cara basah. Penetapan iodium dilakukan dengan reaksi "Sandell Kolthoff'. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah iodium yang tersisa pada umumnya amat rendab (dibawah 50 ug/100 gram masakan. Tiap jenis masakan bervariasi dalam keasaman, jenis dan jumlah bumbu yang ditambahkan. Iodium yang rusak/hilang dari masakan tipe asam yang dimasak atau tidak dimasak (contoh kuah empek-empek atau asinan sekitar 60-85%, dari masakan bersantan tapi dimasak tidak lama (contoh soto santan sekitar 40-50%, dari masakan bersantan dikeringkan (contoh rendang sekitar 60-70%, dari masakan yang digoreng (contoh sambal hijau sekitar 45-60%, dari masakan yang diolah tidak lama (contoh sayur tettu, rujak cingur sekitar 40-50%, sedangkan dari masakan yang dimasak lebih dari 10 jam (contoh gudeg sekitar 60-68%. Rata-rata iodium yang hilang dari beberapa masakan yang dibuat di laboratorium (simulasi yaitu rendang, sambal cabe hijau, kuah empek-empek, gudeg, sayur asam dan asinan masing-masing adalah 75%, 62%, 68%, 70%, 61%, dan 80%.

  10. Musik sebagai Wujud Eksistensi dalam Gelaran World Cup

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michael HB Raditya

    2014-11-01

    Full Text Available We Are One atau Ole Ola merupakan lagu resmi dari gelaran World Cup. Setiap World Cupmempunyai lagu resminya ditiap gelarannya. Dalam keberlangsungannya, setiap lagu world cupmembutuhkan pertimbangan dalam pembentukannya. Aspek-aspek seperti budaya, sosial, politikdan lainya menjadi alasan penting dalam pembentukannya. Pembentukan Ole Ola didasarkan padaproses hibriditas budaya lokal dan global. Perpaduan samba dan hip hop menjadi variant dalampembentukannya. Perpaduan tersebut membentuk identitas untuk lagu itu sendiri, dan untuk gelaranworld cup. Eksistensi dari lagu sehingga makin terasa karena perpaduan yang membentuk identitas.Terlebih lagu tersebut tercipta tidak hanya karena gelaran, tetapi mempunyai fungsi dan guna untukmasyarakat. Musik sebagai media dalam mengkonstruksi pesan atas kepentingan. Musik membentukidentitas, dan mempunyai eksistensi dalam keberlangsungannya. Musik tidak lagi hanya berfungsisebagai musik saja, tetapi musik mempunyai peran dalam pembentukan identitas dan menjamineksistensi.Music as a form of Existance in the World Cup Performance. We are one or Ole Ola is the officialsong of the world cup performance. Every world cup has its official song in each event. In its development ofexistance, every song in world cup needs requires of consideration for creating process. Aspects such as cultural,social, politics and others become the important reason for creation. The creating proses of Ole Ola song isbased on the local and global cultural hybridity. The combination of samba and hip hop is a primary varianton creating process. The combination creates an identity for the song itself, and for world cup identity. Theexistance of Ole Ola is stronger because the combination may create the new identity. Moreover, the songcreated is not only for the event, but also has a function and purpose to society. Music is as a medium inconstructing the messages of interest. Music creates an identity, and has an existance in its continuty. Musicis not only for music itself, but also has a role in creating identity and ensures the existance.

  11. SENSOR ULTRASONIK SEBAGAI ALAT PENGUKUR KECEPATAN ALIRAN UDARA DALAM PIPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.G. Suastika

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKEra perkembangan teknologi saat ini telah banyak ditemukan alat-alat inovasi terbaru terutama pada penggunaan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik merupakan gelombang bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz dan biasanya digunakan dalam bidang kelautan (SONAR, kedokteran (USG maupun dalam bidang industri. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang pengukuran kecepatan aliran udara dalam pipa menggunakan sensor ultrasonik dan gelombang ultrasonik yang digunakan pada penelitian ini adalah gelombang ultrasonik yang memiliki frekuensi kerja sebesar 300 kHz. Prinsip pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode waktu tempuh gelombang ultrasonik (time of flight dengan memanfaatkan perubahan karakteristik gelombang ultrasonik ketika melewati kondisi aliran udara yang berbeda yaitu upstream dan downstream. Selain itu, sebagai pembanding (tingkat akurasi dalam penelitian ini digunakan alat pengukur kecepatan aliran udara standar yaitu anemometer. Dari hasil penelitian didapat bahwa tingkat akurasi sebesar 99% dan dengan korelasi sebesar 0,99 (korelasi sangat tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sensor ultrasonik valid dan dapat digunakan sebagai perangkat pengukur kecepatan aliran udara dalam pipa. ABSTRACTThe newest innovation instruments applying ultrasonic wave have been found in this technology era. Ultrasonic wave is the sound of wave is the sound wave having frequency above 20.000 Hz and is usually used in oceanic field (SONAR, medical (USG and industrial fields. This research measured the air velocity in pipe by using ultrasonic sensor. The ultrasonic wave used was the one which has frequency of 300 kHz. The Principle of measurement applied the method of elapsed time of ultrasonic wave (time of flight by considering the change of ultrasonic wave when passing different air flow condition: upstream and downstream. Besides, the anemometer was used as the accuracy comparator. The result showed that accuracy was 99% and the correlation was 0.99 (very high correlation.It was concluded that the ultrasonic sensor was valid and can be used as measuring instrument of air flow velocity in pipe.

  12. EFEKTIVITAS Bacillus thuringiensis H-14 STRAIN LOKAL DALAM BUAH KELAPA TERHADAP LARVA Anopheles sp dan Culex sp di KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Blondine Ch. P

    2013-07-01

    Full Text Available Abstrak Bacillus thuringiensis serotipe H-14 strain lokal adalah bakteri patogen bersifat target spesifiknya larva nyamuk, aman bagi mamalia dan lingkungan. Penelitian bertujuan menentukan efektivitas B. thuringiensis H-14 strain lokal yang dikembangbiakkan dalam buah kelapa untuk pengendalian larva Anopheles sp dan Culex sp. Rancangan eksperimental semu, terdiri dari kelompok perlakuan dan kontrol. Bacillus thuringiensis H-14 strain lokal dikembangbiakan dalam10 buah kelapa umur 6–8 bulan, dengan berat kira-kira 1 kg, telah berisi air kelapa sekitar 400-500 ml/buah kelapa yang diperoleh dari Desa Klaces, Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Diinkubasi selama 14 hari pada temperatur kamar dan ditebarkan di 6 kolam yang menjadi habitat perkembangbiakan larva nyamuk dengan luas berkisar 3–100 m2.Hasil yang diperoleh menunjukkan efektivitas B. thuringiensis H-14 strain lokal terhadap larva Anopheles sp dan Culex sp selama 1 hari sesudah penebaran kematian larva berturut-turut sebesar 80–100% dan 79,31–100%. Sedangkan pada hari ke-14 sebesar 69,30–76,71% dan 67,69–86,04%. Buah kelapa dapat digunakan sebagai media lokal alternatif untuk pengembangbiakan B. thuringiensis H-14 strain lokal Kata kunci: B. thuringiensis H-14,  strain  lokal, buah kelapa, pengendalian larva Abstract Bacillus thuringiensis serotype H-14 local strain is pathogenic bacteria which specific  target to mosquito larvae. It is safe for mammals and enviroment. The aims of this study was to determine the effectivity of B. thuringiensis H-14 local strain which culturing in thecoconut wates against Anopheles sp and Culex sp mosquito larvae. This research is quasi experiment which consist of treated  and control groups. Bacillus thuringiensis H-14 local strain was cultured in 10 coconuts with 6–8 months age with weight around 1 kg that contained were approximately 400-500 ml/coconut were taken from Klaces village, Kampung Laut. After that the coconuts incubated for 14 days in the room temperatur and applied to 6 ponds breeding habitat larvae with the width of samples  from  3–100 m2 . The results showed the effectivity of B. thuringiensis H-14 local strain against Anopheles sp and Culex sp mosquito larvae until 1 day after applied the larvae mortalities were 80–100% dan 79,31–100% respectively. Fourteen days after applied were 69,30–76,71% and 67,69–86,04%. Coconut water can be used as  alternative local media to culture B. thuringiensis local strain. Key words : B. thuringiensis H-14,  local strain, coconut, larvae control

  13. ELECTRONIC COMMERCE: TANTANGAN KOMPETENSI AKUNTAN DALAM MENGHADAPI ISU INTERNAL KONTROL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyarini Santosa

    2002-01-01

    Full Text Available The emerging of the internet and world wide web as enabler of electronic commerce has resulted in some complexities for accountants in conducting their engagement. In electronic commerce, which trading activities have been facilitated with computer network such as intranet, extranet or internet, internal control structure has become more complicated than those without network. Confidentiality, integrity, authenticity and non-repudiation are some of the major complex issues in the application of electronic commerce these days.Those complexities, which do not occur in non computer-based trading, are based on the fact that electronic commerce not only involves accounting disiplines but also technical comprehension from other diciplines. Accountants find difficulties in facing the internal control issues in computer-based information system environment, especially in a situation that business has already been implementing computer network in conducting its primary and support activities. This article will discuss material related to the current issues of internal control structure, the implication of electronic commerce on internal control structure and opportunities for accountants. Abstract in Bahasa Indonesia : Kemunculan internet dan world wide web sebagai dasar berkembangnya perdagangan elektronik atau electronic commerce telah menimbulkan permasalahan yang cukup pelik bagi seorang akuntan dalam menjalankan penugasannya. Dalam lingkungan perdagangan yang sudah memanfaatkan jaringan komputer, baik dalam kapasitasnya sebagai intranet, extranet, maupun internet, sistem pengendalian internal menjadi semakin rumit. Beberapa isu seperti keamanan dan keaslian transaksi yang dulunya nampak sederhana dalam lingkungan yang tidak berbasis komputer, sekarang menjadi sangat kompleks. Dalam electronic commerce, isu-isu tersebut dikenal dengan istilah confidentiality, integrity, authenticity, non-repudiation dan sebagainya. Kekompleksan ini dikarenakan hal-hal tersebut tidak bisa lagi dilihat hanya dari disiplin akuntansi atau bisnis semata, tetapi juga mengarah dan melibatkan pemahaman permasalah teknis yang menginjak disiplin ilmu di luar akuntansi. Hal ini tidak jarang menimbulkan kegagapan akuntan dalam menghadapi masalah-masalah pengendalian internal dalam lingkungan sistem akuntansi berbasis komputer, apalagi jika bisnis telah memanfaatkan jaringan komputer dalam melakukan aktifitas utama dan aktifitas pendukung administratif akuntansinya. Artikel ini akan membahas materi-materi yang terkait dengan isu-isu baru diseputar pengendalian internal, implikasi e-commerce terhadap pengendalian internal dan peluang yang dimiliki oleh akuntan. Kata kunci: pengendalian internal, e-commerce, confidentiality, integrity, authenticity, non-repudiation.

  14. Pendidikan sebagai Perekrut dalam Komunitas Terbayang: Analisa Wacana dalam Film Denias Senandung di Atas Awan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Katarina Rima Melati

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memahami wacana politik dan negara yang dibentukoleh sebuah film. Film Denias, Senandung Di Atas Awan (DSAW dipilih sebagaistudi kasus karena film ini pernah menjadi film terbaik Indonesia dan mewakiliIndonesia dalam seleksi piala Oscar 2008. Berdasarkan hasil penelitian dapatdipahami bahwa menjadi sebuah negara adalah membayangkan sebuah komunitasyang dibangun dengan unit politik yang sama dan melalui sentimen sebagai sesamawarga negara. Proses ini bukannya selalu berjalan mulus, malahan salah saturesikonya adalah tercabutnya nilai-nilai otentisitas kedaerahan yang telah mengakardalam sebuah komunitas untuk kemudian distandarisasi agar kokoh sebagaibangunan bernama negara. Imaginasi proyek negara ini diusung terus menerusmelalui wacana pembentukan nasionalisme kebangsaan salah satunya adalahmelalui sistem pendidikan yang dilembagakan dalam bentuk sekolah. Film DSAWmemberi gambaran bagaimana pendidikan terutama di lingkungan sekolah menjadiagenda politik dalam memasukkan ideologi kebangsaan termasuk dengan atributatributkenegaraan seperti militer melalui anggota Kopassus; budaya melalui bahasaIndonesia; pembentukan oposisi biner antara Jawa yang telah maju dibandingkandengan Papua yang tertinggal; termasuk Freeport sebagai representasi dari kapital.Film DSAW menjadi contoh bagi pembentukan bayangan komunitas sebagaikesatuan yang direkrut melalui ideologi-ideologi bahkan doktrin-doktrin yang adadalam sistem pendidikan.The Education as a Means of Recruiting in the Imagined Community: TheDiscourse Analysis in Denias Movie, Senandung di Atas Awan. This study aimsto understand the political and state discourse formed by a movie. Denias movie ischosen as a case study because it has ever been the best Indonesian movie and representedIndonesia in the selection of 2008 Oscar Award. Based on the research result, it can beunderstood that being a nation is such a way of imagining a community built with asimilar political unit, and through out sentiments of being fellow citizens. The processdoes not always go smoothly, but one of the main risks is the dispossession of the valuesof regional authenticity which has deeply rooted in a certain community and then beenstandardized for being the strong nation. The imagination of the country project hasbeen carried continuously through the formation of nationalism discourse. One of whichis through the education system instituted in the form of school. DSAW movie illustrateshow education, especially in the school environment, becomes the political agenda inincorporating the ideology of nationality, including the state attributes such as: themilitary through Kopassus members; Indonesian culture through Bahasa Indonesia; theformation of a binary opposition between the well-developed Java in comparison withthe lagged Papua; including Freeport as the capital representation.DSAW movie becomes the example for the formation of the imagined community as awhole recruited through ideologies even the existed doctrines in the education system.

  15. ASPEK PERPAJAKAN DALAM PRAKTEK TRANSFER PRICING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yenni Mangoting

    2000-01-01

    Full Text Available Transfer pricing is defined as a special price for sale that is used in exchange of interdivisional to record the revenue of the selling division and expense of the buying division. The main goal of transfer pricing is to evaluate and measure the performance of a company. But transfer pricing is often used by multinational companies to minimize tax paid through the re-engineering of price transferred among divisions. The key to a successful practice of transfer pricing from tax standpoint is the existence of related parties transactions. Related parties is relationship between one company with other company and this relationship happens because of such relationship between each company does not exist naturally.To regulate the tranfer pricing practice, the regulations govern the authority to realocate transfer price among divisions that have related parties transactions. Abstract in Bahasa Indonesia : Transfer pricing didefenisikan sebagai suatu harga jual khusus yang dipakai dalam pertukaran antardivisional untuk mencatat pendapatan divisi penjual (selling division dan biaya divisi pembeli (buying division. Tujuan utama dari transfer pricing adalah mengevaluasi dan mengukur kinerja perusahaan. Tetapi sering juga transfer pricing digunakan oleh perusahaan-perusahaan multinasional untuk meminimalkan jumlah pajak yang dibayar melalui rekayasa harga yang ditransfer antardivisi. Kunci utama keberhasilan transfer pricing dari sisi pajak adalah adanya transaksi karena adanya hubungan istimewa. Hubungan istimewa merupakan hubungan kepemilikan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain dan hubungan ini terjadi karena adanya keterkaitan satu pihak dengan pihak lain yang tidak terdapat pada hubungan biasa. Untuk mengatur transfer pricing ini, undang-undang memberikan kewenangan kepada pihak fiskus untuk menentukan kembali jumlah harga transfer antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Kata kunci: transfer pricing, hubungan istimewa, perusahaan multinasional, perpajakan.

  16. Penentu deposit dalam sistem perbankan Islam di Malaysia

    OpenAIRE

    Shim Man Kit

    2011-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi deposit permintaan dalam sistem perbankan Islam (SPI) di Malaysia. Kajian ini dijalankan menggunakan ujian kointegrasi dan Model Vektor Pembetulan Ralat (VECM) untuk melihat kesignifikan pembolehubah dengan permintaan deposit. Hasil kajian menunjukkan wujudnya hubungan antara permintaan deposit dengan kadar pulangan deposit perbankan Islam, kadar faedah deposit tabungan bank perdagangan, kadar inflasi serta output negara. Dal...

  17. BIOMETRIC SECURITY: ALTERNATIF PENGENDALIAN DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERKOMPUTERISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Josua Tarigan

    2004-01-01

    Full Text Available As organization search more secure authentication method for user access, biometric security technology is gaining more and more attention. The implementation of biometric security technology in accounting information systems was physical access, virtual access, e-commerce applications and covert suveillance. There are three phase when an organization implementation biometric technology: strategic planning and budgeting, developing a system reliability plan and documentation. The challenges will face when develop biometric technology as control in accounting information system are standardization, hybrid technology uses, life cycle management. Abstract in Bahasa Indonesia : Adanya keinginan setiap organisasi untuk mencari metode pengamanan authentication yang lebih untuk akses user, dijawab dengan adanya teknologi biometric security yang mendapat perhatian yang cukup besar bagi organisasi. Implementasi teknologi biometric security cukup luas dalam sistem informasi akuntansi yaitu sebagai pengendalian pada physical access, virtual access, e-commerce applications dan covert surveillance. Dalam mengimplementasikan teknologi biometric, ada tiga tahapan yang harus dilakukan organisasi, yakni strategic planning and budgeting, developing a system reliability plan dan documentation. Tantangan yang akan dihadapi dalam mengembangkan teknologi biometric sebagai pengendalian dalam sistem informasi akuntansi yakni standarisasi, aplikasi teknologi hybrid dan manajemen siklus hidup pada biometric security. Kata kunci: authentication, akses user dan biometric security.

  18. PERBEDAAN PENDEKATAN KUANTITATIF DENGAN PENDEKATAN KUALITATIF DALAM METODE PENELITIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukas S. Musianto

    2002-01-01

    Full Text Available Quantitative and qualitative methods are most different, especially in their axioms and their characteristics. In the past, they were separate from each other. This paper analyzes those differences so that in the future, comprehensive methods such as envisioned by Brennan allow the two types of methodologies to be used together in research. In the past, because of the differences in the two methods, especially in basic concepts and aspects, usually only the quantitative or qualitative method was used. The situation in universities in Indonesia shows that the qualitative method is a relatively new approach and that until now, most research has been applied quantitative research, since there are few experts in the qualitative method. Abstract in Bahasa Indonesia : Metode kuantitatif dan kualitatif memang berbeda, terutama dalam axioma dan cirri-cirinya. Pada masa lalu, kedua metode tersebut dipisahkan. Artikel ini menganlisa tentang perbedaan-perbedaan tersebut, agar pada masa depan, metode yang menyeluruh seperti yang diusulkan oleh Brennan dapat dikembangkan bersama dalam penelitian. Pada masa lalu juga, oleh karena berbagai perbedaan yang ada antara dua metode, terutama dari segi konsep-konsep dasar serta berbagai aspek dari masing-masing metode, maka biasanya hanya salah satu pendekatan digunakan dalam penelitian. Keadaan dalam universitas-universitas di Indonesia menunjukkan bahwa metode kualitatif menjadi pendekatan yang relative lebih baru dan sampai sekarang, sebagian besar penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif karena jumlah orang yang sungguh memahami metode kualtitatif masih sedikit. Kata kunci: metode kualitatif, metode kuantitatif.

  19. MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DALAM SPEKTRUM BLUE OCEAN STRATEGY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardia Mardia

    2015-03-01

    Full Text Available Abstract: The Islamic higher educations are undergoing important changes involving the development of missions and reorganization of management, with implications for their quality education in the midst of complexity. The main study of this article highlights the importance of governance quality in Islamic higher education in the face of complexity from the perspective of Blue Ocean Strategy. It can be concluded that to win in the future, Islamic higher educations must stop competing each other. The only way to beat the competition is to stop trying to beat the competition. Blue Ocean Strategy to be one of the alternatives in the management of educational institutions to create distinctive adavantage and competitiveness based graduates. Abstrak: Pendidikan tinggi Islam mengalami perubahan signifikan pada pengembangan misi dan reorganisasi manajemen yang mempengaruhi kualitas pendidikan di era kompleksitas. Kompleksitas tersebut tidak dapat diprediksi dan mempengaruhi munculnya gejala disorientasi nilai, disharmoni sosial, dan peran disfungsional. Pokok kajian tulisan ini menyorot pentingnya tatakelola pendidikan tinggi Islam bermutu dalam perspektif Blue Ocean Strategy dalam menghadapi kompleksitas. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif teoritis dan praktis. Temuan penelitian adalah untuk berdaya saing di masa depan, pendidikan tinggi Islam harus berhenti bersaing satu sama lain. Satu-satunya cara untuk mengalahkan kompetisi adalah berhenti berusaha memenangi kompetisi. Blue Ocean Strategy menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan lembaga pendidikan dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan unggul.

  20. UPAYA MENCAPAI LOYALITAS KONSUMEN DALAM PERSPEKTIF SUMBER DAYA MANUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Ferrinadewi

    2004-01-01

    Full Text Available Service is a very unique area because its differences. In this area human elements is extremly important because its role in achieving company' main goal which is to gain more loyal consumer since loyal consumer will lead to greater competitive advantange. This research aim to describe and find out the effect of human elements on customer loyalty through customer satisfaction and trust. We use path analysis to test the research model and the result suggest that employee reliability is the most important variable among human elements in gaining customer loyalty through customer satisfaction and trust. It also suggest the important role of customer' trust to customer satisfaction. In order to gain loyal consumer from human resources management perspective, service organization needs to develop its intellectual capital. Abstract in Bahasa Indonesia : Jasa adalah bidang yang sangat unik karena perbedaannya bila di bandingkan bidang usaha lain. Dalam bidang jasa, elemen manusia sangat penting karena perannya dalam upaya mencapai kesetiaan konsumen yang akan mengarah kepada keunggulan kompetitif perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan dan menemukan pengaruh elemen manusia terhadap kesetiaan konsumen melalui kepuasan konsumen dan kepercayaan. Analisa yang digunakan untuk menguji hipotesa adalah Path Analysis. Ditemukan dalam studi ini bahwa kehandalan karyawan merupakan variabel yang paling penting dalam upaya memperoleh konsumen yang setia melalui kepuasan dan kepercayaan. Ditemukan juga peran kepercayaan konsumen terhadap kepuasan konsumen. Menurut perspektif manajemen sumber daya manusia untuk memperoleh konsumen yang loyal perusahaan perlu mengembangkan modal intelektualnya. Kata kunci: Jasa, Loyalitas Konsumen, Sumber Daya Manusia.

  1. UPAYA GURU SEJARAH DALAM MENYIASATI TUNTUTAN PEMANFAATAN ICT DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutiyah Sutiyah

    2013-01-01

    Full Text Available This study aims to analyze the use of ICT, the obstacles and the efforts made by teachers in the learning of history. It took place at Senior High School in Surakarta using interviews, observation and document review methods. The results show that there are teachers who are really active but there are also some others who are very rare in using ICT. Generally ICT especially the Internet is used by the teachers to supplement the materials that do not exist in textbooks and to search for images as a learning medium, especially those that can not be made by them. For students, the source of the Internet is to fulfill the tasks given by the teacher. The obstacles encountered by the history teachers in dealing with the progress of ICT in the learning of history come from the teachers, students, schools, and students’ parents. The efforts conducted by the history teachers to address those obstacles are by giving assignments, asking for help from others and completing the software.Keywords: history teacher, ICT, learning of history  Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan ICT, kendala-kendala dan upaya yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran sejarah. Penelitian mengambil lokasi di SMA Kota Surakarta dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada guru yang begitu aktif tetapi masih ada pula yang sangat jarang menggunakan ICT. Secara umum ICT terutama internet digunakan oleh guru untuk melengkapi materi yang belum ada di buku teks dan untuk mencari gambar sebagai media pembelajaran, khususnya gambar yang tidak bisa dibuat sendiri. Bagi siswa, sumber dari internet adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan guru. Kendala yang ditemui guru sejarah dalam menyiasati kemajuan ICT pada pembelajaran sejarah berasal dari guru, siswa, sekolah, dan orang tua siswa. Upaya yang dilakukan guru sejarah untuk mengatasi kendala-kendala itu adalah dengan penugasan, meminta bantuan orang lain dan melengkapi perangkat lunak. Kata kunci: guru sejarah, ICT, pembelajaran sejarah

  2. EPISTEMOLOGI TASAWUF DALAM PEMIKIRAN FIQH AL-SYARN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftahul Huda

    2015-04-01

    Full Text Available In the study of Islamic law, epistemology constitutes a fundamental aspect of the law upon which the legitimate concept of the law is based. Epistemology becomes the root of debates regarding the truth of legal reasoning among Muslims who often made a truth clam about their own superior episteme. This causes discrepancies amongst them. This dispute was what al-Syarn found in his time. As a famous jurist, he sought to resolve it and offered a new theory of law. He contends that the arguments underlying the debates about the epistemology of Islamic law flawed. He wants to demonstrate that the arguments do not fit into the tradition of Islamic thought. This study examines al-Syarns thought in the epistemology of Islamic law. It discusses four issues: the valid path to the knowledge about sharia, kashf as a source of knowledge, the path to the kashf, and the position and relation of reason, tradition and intuition in Islamic law.Abstrak: Epistemologi merupakan hal yang fundamental karena dari situlah legitimasi dari konsep-konsep hukum syariah bersumber. Di situ pula akar perdebatan tentang kebenaran hasil ijtihad yang sering diklaim secara eksklusif oleh kelompok-kelompok umat Islam sehingga berdampak buruk bagi hubungan dan solidaritas sosial di antara mereka. Fakta seperti itulah yang disaksikan al-Syarn sepanjang hayatnya. Sebagai faqih terkemuka, dia merasa terpanggil untuk memberikan alternatif solusi teoretik atas masalah ini demi kemaslahatan umat. Setelah melakukan kajian yang panjang, akhirnya dia berkesimpulan bahwa sesungguhnya semua klaim eksklusif tentang kebenaran dan superioritas system episteme tertentu adalah tidak memiliki argumen yang benar-benar meyakinkan, baik dalam tradisi keilmuan umat Islam maupun dalam perspektif sosiologis. Dalam tulisan ini konsep al-Syarn mengenai Epistemologi syariah dideskripsikan dalam empat pokok pemikirannya yaitu tentang; jalan yang sah menuju pengetahuan syariah, kasyf sebagai sumber pengetahuan, jalan menuju Kasyf serta mengenai posisi dan hubungan antara tradisi, rasio dan intuisi dalam konteks pembahasan tentang hukum Islam.

  3. Proses Berpikir Mahasiswa dalam Menyusun Bukti Matematis dengan Strategi Semantik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdussakir Abdussakir

    2015-03-01

    Full Text Available Abstract: This study is aimed to reveal the thinking process in proof construction performed by students with semantic strategy. This study use descriptive-qualitative approach. The thinking process of students will be analyzed using theoretical framework of David Tall about the three worlds of mathematical thinking. The result are three ways of thinking in semantic strategy, namely (1 started from formal world then move into the symbolic or embodied-symbolic world with possibility of more than once and ends within or outside of the formal world, (2 started from symbolic world or embodied-symbolic world then move to the formal world with possibility of more than once and ends within or outside of the formal world, and (3 all thinking processes performed outside of formal world that does not obtain formal proof.Key Words: thinking process, mathematical proof, semantic strategyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses berpikir mahasiswa dalam menyusun bukti matematis dengan strategi semantik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskiptif-kualitatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja David Tall tentang tiga dunia berpikir matematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam kemungkinan jalur dalam strategi semantik ditinjau dari teori tiga dunia berpikir matematis. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga jalur berpikir mahasiswa dalam menyusun bukti matematis dengan strategi semantik, yaitu (1 bermula dari dunia berpikir formal berpindah ke dunia berpikir wujud-simbolik atau dunia berpikir simbolik dengan proses perpindahan dimungkinkan lebih dari satu kali dan berakhir di dalam atau di luar dunia berpikir formal, (2 bermula dari dunia berpikir wujud simbolik atau dunia berpikir simbolik (non RSP lalu pindah ke dunia berpikir formal dengan proses perpindahan dimungkinkan lebih dari satu kali dan berakhir di dalam atau di luar dunia berpikir formal, dan (3 semua proses berpikir terjadi di luar dunia berpikir formal.Kata kunci: proses berpikir, bukti matematis, strategi semantik

  4. KOMPETENSI MAHASISWA IPA DALAM MERENCANAKAN PENELITIAN ILMIAH BIDANG SAINS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N. R. Dewi

    2012-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi mahasiswa IPA dalam merencanakan penelitian ilmiah bidang sains. Penelitian dilakukan di Program studi IPA  FMIPA UNNES pada semester gasal tahun 2011, dengan subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah praktikum IPA Dasar  di program studi pendidikan IPA FMIPA. Subjek penelitian berjumlah 53 mahasiswa. Data kompetensi mahasiswa dikumpulkan melalui lembar kerja yang dibagikan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase kompetensi dasar merencanakan penelitian ilmiah dalam bidang sains adalah 67% yang  masuk dalam kategori cukup. Dua hal yang masih sangat perlu diperhatikan oleh mahasiswa calon guru IPA dalam merencanakan penelitian ilmiah bidang sains, yaitu. Menentukan langkah-langkah kerja dan menentukan cara menganalisis data.  Dengan mengukur kompetensi mahasiswa IPA dalam merancang penelitian ilmiah bidang sains hasilnya dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan cara meningkatkan kemempuan merencanakan penelitian ilmiah bidang sains bagi calon guru IPA.The purpose of this study was to determine the competence of science students in the planning of scientific research in science. The study was conducted in science courses in semester odd UNNES Natural Science in 2011, with research subjects are students who take courses in basic science lab in science education courses Mathematics and Natural Sciences. Research subjects numbered 53 students. Data were collected through student competency worksheets distributed to respondents. The results showed that the average percentage of basic competencies to plan scientific research in the sciences was 67% who fall into the category enough. Two things still need to be considered by a prospective student science teachers in the planning of scientific research fields of science, that is. Determine the work steps and determine how to analyze data. By measuring student competency in designing science science scientific research results can be used as a basis for determining how to improve the scientific research plan kemempuan science for prospective science teachers.

  5. UPAYA PENINGKATAN KARAKTER SISWA SMA DALAM PERMAINAN BOLA BASKET MELALUI MODEL TPSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titis Nurina

    2014-04-01

    Full Text Available Pembelajaran pendidikan jasmani dalam model TPSR lebih menekankan pada kondisi siswa dan pendekatannya juga berorientasi kepada aktualisasi diri dan rekonstruksi sosial siswa di dalam pembelajaran permainan bola basket. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter tanggung jawab, kerja sama, dan percaya diri siswa putri kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan model TPSR dalam pembelajaran permainan bola basket. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian adalah seluruh siswa putri kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 3 yang berjumlah sembilan siswa. Analisis data menggunakan analisis diskriptif, kualitatif, dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran TPSR dapat meningkatkan karakter tanggung jawab dan kerja sama dalam pembel-ajaran permainan bola basket yang berdampak pada kepercayaan diri siswa putri kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang dapat dilihat dari peningkatan nilai keterampilan psikomotor, kognitif, dan afektif siswa. Kata Kunci: TPSR, karakter, permainan bola basket

  6. Implementasi Logika Fuzzy Untuk Pilot Agent Dalam Simulator Pengendali Lalu Lintas Udara (ATC Simulator

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elisa Usada

    2014-07-01

    Full Text Available Pilot agent memungkinkan objek pesawat di dalam sebuah simulator pengendali lalu lintas udara memiliki tingkah laku (behaviour. Pilot agent dalam simulator ini dirancang untuk dapat merespon gejala cuaca yang diberikan oleh administrator atau instruktur sebelum simulator dijalankan. Respon pilot agent terhadap cuaca buruk kemudian ditampilkan sebagai suatu permasalahan yang harus diatasi oleh pengguna simulator. Gejala cuaca buruk yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah wet microburst. Pilot dalam dunia nyata memperkirakan kemungkinan munculnya wet microburst dengan memperhatikan visualisasi cuaca di sekitarnya dan laporan cuaca yang diterima. Parameter gejala wet microburst yang digunakan dibatasi pada parameter intensitas hujan dan perbedaan suhu udara dengan titik embun (dew point spread. Respon pilot agent dibangun menggunakan metode penalaran Fuzzy Reasoning. Hasil reasoning yang dihasilkan dalam penelitian ini selanjutnya dibandingkan dengan hasil reasoning MATLAB untuk mengetahui apakah algoritma yang dihasilkan berjalan dengan baik. Dari hasil perbandingan menunjukkan reasoning yang dihasilkan dalam penelitian ini berjalan dengan baik.

  7. KESIAPAN GURU SD DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK-INTEGRATIF PADA KURIKULUM 2013 DI DIY

    OpenAIRE

    Muhammad Nur Wangid; Ali Mustadi; Vera Yuli Erviana; Slamet Arifin

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan guru Sekolah Dasar (SD) dalam menerapkan Kurikulum 2013 khususnya dalam pembelajaran tematik-integratif di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian survei. Populasi penelitian adalah guru kelas I dan IV yang terdapat di wilayah DIY. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 182 guru SD yang berasal dari 49 SD negeri dan 15 SD swasta yang dijadikan pilot project berdasarkan d...

  8. RAMUAN HERBAL SEBAGAI FEED ADDITIVE DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA BROILER

    OpenAIRE

    Laily Agustina

    2013-01-01

    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar potensi ramuan herbal baik dalam bentuk cair dan serbuk sebagai alternatif mensubstitusi antibiotik untuk memacu pertumbuhan broiler dan kegunaan penelitian adalah memanfaatkan ramuan herbal dalam bentuk cair dan serbuk sebagai pusaka asli bangsa Indonesia untuk menekan biaya obat-obatan dan sebagai alternatif mensubstitusi antibiotik sintetik menghindari resiko negatif pengunaan antibiotik dalam memacu pertumbuhan broiler. Secara in vi...

  9. PENINGKATAN KADAR GERANIOL DALAM MINYAK SEREH WANGI DAN APLIKASINYA SEBAGAI BIO ADDITIVE GASOLINE

    OpenAIRE

    Widi Astuti; Nur Nalindra Putra

    2014-01-01

    Sereh wangi merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak mengandung geraniol. Geraniol merupakan senyawa penyedia oksigen sehingga minyak sereh wangi dimungkinkan dapat digunakan sebagai bio additive gasoline. Penelitian ini bertujuan  meningkatkan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi dan menggunakannya sebagai bio additive gasoline.Penelitian dilakukan dalam  tiga tahap, yaitu  pemungutan minyak sereh wangi dari daun sereh wangi, peningkatan kadar geraniol dalam minyak...

  10. Profil Peneliti Badan Litbang Kesehatan Dalam Komputasi: Unit Komputasi - Badan Litbang Kesehatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    dr. Zainul Bakri, M.Sc

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam rangka memberi dukungan terhadap pembangunan kesehatan, Badan Litbang Kesehatan dituntut untuk terus menerus memberi dukunganinformasi bagi pelaksana program Departemen Kesehatan. Kualitas dan informasi yang disampaikan diantaranya sangat ditentukan oleh kualitas peneiiti dilingkungan Badan Litbang Kesehatan.Dalam waktu yang sama, teknologi komputasi terus berkembang, kemajuan dalam bidang ini memungkinkan peneiiti untuk melakukan penelitian lebih cepat dan ruang lingkup yang lebih luas. Kemudahan penggunaan komputer memungkinkan peneiiti melakukan kegiatan lebih mandiri mulai dan tahap awal, selama kegiatan penelitian, sampai dengan tahap akhir dalam menyampaikan hasil penelitiannya.

  11. Tumpang Tindih: Sebuah Komposisi Musik Dalam Interpretasi Personal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Warsana -

    2013-11-01

    Full Text Available Komposisi musik ini merupakan bagian dari relfeksi pengalaman masa kecil penulis ketika harus menghafalhuruf Jawa Hanacaraka. Sebagai rangsang awal dalam karya ini adalah ide dari legenda Ajisaka tentang menciptakanhuruf Jawa Hanacaraka. Ketidakpastian dalam satu keputusan memunculkan keputusan baru adalah gambaran tatanan kehidupan dewasa ini oleh karena bahasa serta sikap dalam mengambil tindakan yang tumpang tindih. Dalam komposisi ini Hanacaraka yang terdiri dari 20 kata diaktualisasikan ke dalam beberapa instrumen musik dan sumber bunyi dengan karakter yang berbeda. Komposisi ini memadukan instrumen gong, bonang, pralon, othokothok, klonthongan sapi, serta pengolahan huruf Jawa Hanacaraka. Komposisi ini memperhatikan tiga elemen musik yakni ritme, melodi, dan harmoni dengan pola permainan sukat yang berbeda. Penyajian komposisi sebagai sebuah pertunjukan dapat dinikmati secara audio maupun visual. Oleh karena itu, diperlukan penggarapan baik penyajian musikal maupun non musikal. Dengan mengacu pada pertunjukan teater maka diperlukan stage, agar terjadi komunikasi antara penonton dengan pemain dalam satu arah pandang mata.Kata kunci: tumpang tindih, hanacarakaABSTRACTThe Tumpang Tindih: A Music Composition. Observing the current reality of twisted, overlap, and unstructured life becomes the theme of this composition. Music composition entitled Overlapping represents the part of the writersrefl ective experience on his childhood when he must memorize Javanese letters of Hanacaraka. The diffi culty in learningand memorizing the Javanese letters becomes the basic idea of the birth of his composition. The Legend of Ajisaka aboutcreating the Javanese letters of Hanacaraka becomes the stimulus of an early idea in this composition. The uncertainty inone decision which emerges another new decision is a description of life arrangement nowadays because of the overlapping of the language and attitude. In this composition, Hanacaraka with 20 letters is actualized into some musical instruments and sound with different characters. This composition combines the gong instrument, bonang, pralon- hard pipe, othokothok a traditional childrens toy, klontongan sapi- the bell horn by the ox, and also the Javanese letters of Hanacaraka arrangement. All the sound mentioned above; then is composed into three music elements, namely the existence of rhythm, melody, and harmony with different sukat- measure such as 3/4, 4/4, 5/4, 7/4. This composition is presented as a performance, which can be appreciated through audio and visual. Therefore, a good musical and non- musical arrangement is necessarily used. Referring to the theatre performance, hence a stage is needed in order to be a direct communication media for the audience and players.Keywords: overlapping, hanacaraka

  12. Cabaran arah perubahan kini dalam geografi fizikal di Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sharifah Mastura SA

    2005-08-01

    Full Text Available Tujuan kertas ini ialah untuk meninjau arahaliran perubahan kini dalam subdisiplin geografi fizikal seperti yang diamalkan di Jabatan Geografi Universiti Kebangsaan Malaysia dan di dunia luar, terutamanya di United Kingdom. Dalam pada menyerlahkan peripentingnya memanfaatkan kemahiran geoteknologi tercanggih dan terkini seperti teknologi komputer, satelait, GIS dan multi-media kertas ini merumuskan lima bentuk implikasi arahaliran perubahan kini tersebut kepada pengamalan geografi fizikal di Universiti Kebangsaan khususnya dan Malaysia umumnya: (1 kajian-kajian gunaan dan pengurusan boleh menjadi tempat pertemuan geografi fizikal dan geografi manusia; (2 ahli geografi fizikal perlu meningkatkan pengetahuan saintifik mereka demi mencapai kecemerlangan; (3 peri pentingnya georafi fizikal diperkasakan state of the art geotechnologies demi meningkatkan ketepatan penyukatan dan pemantauan; (4 perlunya kurikulum geografi fizikal di rombak supaya dapat memuatkan kaedah penyelidikan baru, kemahiran menyelesaikan masalah, pemikiran kritikal, dan etika terpuji; (5 perlunya diseimbangkan antara pendekatan menyeluruh (holism dan pengkhususan (specialism antara ketiga-tiga komponen utama geografi fizikal iaitu geomorfologi, kajiklim dan biogeografi.

  13. Semangat Islam Dalam Kebudayaan Orang Bugis-Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Hamid

    2006-06-01

    Full Text Available Pembahasan masalah semangat dan etos sosial tidak terlepas dari jangkauan sistem budayamasyarakat. Sistem budaya adalah abstrak, tak dapat dilihat dan diraba, ia identik pada komunitas,berada di kepala dan sukma tiap orang dalam komunitas tersebut, terdiri atas konsep-konsep, gagasanide-ide dan kepercayaan yang diterima setiap orang dari hasil perkembangan kebudayaannya. Sadaratau tidak sadar, manusia terpengaruh dan menerima berbagai warisan, ajaran, kepercayaan dan ideologitertentu dan hasil kerja komunitasnya melalui internalisasi sejak ia lahir dari dalam rumah tangga sertapengeruh dari lingkungan hidupnya tempat manusia tersebut bertumbuh. Kalau tradisi budayamasyarakat telah diserapi oleh setiap orang, maka perilakunya hampir menjadi otomatis, tanpa disadariperilakunya itu sudah diterima secara sosial.

  14. PERAN PENGUKURAN KINERJA DALAM MENDUKUNG GOOD GOVERNANCE DALAM PERSPEKTIF AGENCY THEORY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Samsul Ulum

    2012-03-01

    Full Text Available Hasil akhir yang diharapkan oleh rakyat sebagai dasar dalam menjalankan pemerintah baik pusat dan pemerintah daerah adalah pembentukan pemerintahan yang baik. Untuk mencapai tujuan ini, kita perlu pengukuran kinerja yang jelas sebagai informasi untuk disampaikan kepada publik. Melalui teori keagenan, peran pengukuran kinerja dapat dipetakan dengan jelas, menyediakan apa, mengapa dibutuhkan, yang harus membuat dan menerima informasi, dan untuk apa informasi diberikan, dan bagaimana peran pengukuran kinerja untuk mendukung pembentukan pemerintahan yang baik. The final result expected by the people as the principal in running the government both central and local government is the establishment of good governance. To achieve this goal, we need a clear performance measurement as information to be conveyed to the public. Through the agency theory, the role of performance measurement can be mapped out clearly, which provides what, why needed, who should make and receive information, and what for the information is provided, and how the role of performance measurement to support the establishment of good governance.

  15. Sistem tagal dalam industri pelancongan: Manfaat kepada komuniti

    OpenAIRE

    Jurry Foo@ Jurry bt. F. Michael

    2011-01-01

    Sistem tagal adalah satu kaedah pengurusan biosfera yang popular di Sabah. Ia juga dikenali sebagai bombon yang bermaksud jangan dalam bahasa Kadazandusun. Melalui sistem ini, penggunaan sumber semulajadi atau kawasan tertentu dihadkan bagi tujuan pemuliharaan dan bagi memastikan kewujudan sumber tersebut secara berterusan. Pada hari ini, komuniti Kg. Luanti Baru telah mengambil inisiatif mengintegrasikan sistem tagal sebagai sebuah produk pelancongan. Ini merupakan salah satu pendekatan dal...

  16. Contoh Penggunaan "Anova" Satu Arah Dalam Bidang Kesehatan

    OpenAIRE

    Syahrudji Naseh

    2012-01-01

    Untuk menguji hipotesis apakah dari dua atau lebih populasi yang bebas mempunyai nilai rata-rata hitung yang sama atau tidak, digunakan ANOVA (Analysis of Variances) satu arah yang biasa disebut sebagai ONEWAY ANOVA. Dengan demikian, metoda statistika ini sudah termasuk analisis "multivariate" tetapi terbatas hanya untuk menguji satu faktor saja. Di dalam ilmu Rancangan Percobaan (Experimental Design), analisis ini dikenal pula sebagai RAL (Rancangan Acak Lengkap) atau "Compeletely Rand...

  17. INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AKUNTANSI (INSPIRASI) DIARY (SOLUSI KONSERVASI MORAL)

    OpenAIRE

    Kardiyem -

    2013-01-01

    Pendidikan yang dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (pasal 3). Namun kenyataannya, Kondisi sosial, kultural masyarakat kita akhir-akhir ini memang mengkhawatirkan. Masyarakat kita menghadapi krisis kronis dan perilaku positif hilang terma...

  18. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mengurangi Angka Pengangguran Di Kabupaten Sampang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Nur Azizah

    2015-07-01

    Full Text Available Pengangguran di negara Indonesia merupakan permasahan yang sulit dihilangkan dari kehidupan manusia, akan tetapi permasalahan pengangguran tidak dibiarkan begitu saja. Tingginya tingkat pengangguran disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya besarnya angkatan kerja yang tidak seimbang dengan kesempatan kerja serta tingkat pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki masyarakat Indonesia sangat rendah. Penelitian ini memberikan gambaran tentang pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sampang sekaligus menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat. Berdasarkan hasil pembahasan dari penelitian dapat disimpulkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui pelayanan publik dengan anggaran APBN dimana jenis kegiatan meliputi Teknologi Tepat Guna (TTG, Padat Karya dan Tenaga Kerja Mandiri(TKM yang bertujuan untuk mengupayakan ketersediaan kesempatan kerja disektor informal bagi para pencari kerja melalui pembentukan kelompok usaha kecil dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia. Fokus kegiatan ini adalah memfasilitasi pelayanan program kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu tahap seleksi lokasi, sosialisasi pemberdayaan masyarakat, proses pemberdayaan masyarakat, pemandirian masyarakat, monitoring dan evaluasi. Hasil yang dicapai dari keseluruhan program kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasimampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sampang lebih kurang 3%. Faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi angka pengangguran adalah : faktor pendukung meliputi ketersediaan anggaran APBN, adanya komitmen Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, adanya semangat kebersamaan dan gotong royong, adanya pihak lain seperti UPT BLK Kabupaten Sumenep. Sedangkan faktor penghambat meliputi lemahnya koordinasii kerja, kurang optimalnya sosialisasi dan kurangnya tenaga pendamping/fasilitator.

  19. Reuse dan Reduce dalam Penciptaan Aksesoris Multifungsi Berbahan Tekstil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfi Luviani

    2014-11-01

    Full Text Available Penciptaan aksesoris multifungsi dipandang penting di tengah gempuran produkaksesoris mass production dari China yang menyerbu konsumen Indonesia. Aksesorismultifungsi berbahan tekstil dengan konsep reuse dan reduce berdasarkan ide ecofriendly ini mencoba menawarkan sebuah alternatif dalam suatu produk aksesoris,serta turut serta berpartisipasi dalam ide karya seni yang ramah lingkungan.Metode yang dipakai dalam pembuatannya adalah eksplorasi, eksperimen, danmelalui proses perwujudan. Penciptaan karya aksesoris multifungsi ini diharapkandapat memperkaya dunia aksesoris di Indonesia, sehingga masyarakat tidak lagimemandang aksesoris sebagai sebuah pernak-pernik yang tidak penting, melainkanmampu menjadi ide yang kritis tentang produk yang ramah lingkungan sertamemberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia perhiasan dan fashion diIndonesia.Reuse and Reduce on Creating Multifunctional Textile Accessories. The creationof multifunctional accesorries is important in order to encounter the mass productionof Chinese accessories coming to Indonesia in the recent years. These multifunctionalaccessories made of textile with the concept of reuse and reduce which are based on theeco-friendly idea try to offer a different perspective of accessory products and to participatein creating the eco-friendly products as well. The research methods which have been usedare the exploration, experimentation, and materialization. This creation is expected to beable to enrich the accessories world in Indonesia, so the community would not perceiveaccessories merely as something unimportant anymore, yet it could be an object thatbrings a critical idea about the eco-friendly artworks/products. Also, it can give a positivecontribution for the development of fashion and jewelry worlds in Indonesia.

  20. Studi Implementasi Six Sigma dalam Sistem Inventori Galangan Kapal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elwin Elwin

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam industri galangan kapal terdapat bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi yang merupakan macam-macam bentuk dari persediaan dan berhubungan dengan stok, ketika persediaan tidak dikelola dengan benar maka akan terjadi pembengkakkan biaya/pengeluaran biaya yang tidak dibutuhkan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kondisi inventori di PT. Dok dan Perkapalan Surbaya, untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya variabilitas output six sigma dan mengurangi defect pada sistem inventori dengan menggunakan metode six sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control,. Berdasarkan perhitungan Material Pipa mengalami defect sebesar 50.98% dengan nilai sigma 1.48, Material Elbow mengalami defect sebesar 89.80% dengan nilai sigma 0.33, Material Flange mengalami defect sebesar 71.99% dengan nilai sigma 0.90, Material Paking mengalami defect sebesar 13.12% dengan nilai sigma 2.74 dan Material Mur mengalami defect sebesar 17.26% dengan nilai sigma 2.57. Sesuai dengan perhitungan reorder point for the inventory untuk masing-masing material, maka dapat diketahui bahwa material Pipa reoder point adalah 58 lonjor, elbow 100 buah, flange 168 buah, paking 24 buah dan mur 946 buah. Nilai sigma yang diperoleh dalam perhitungan tingkat persediaan masih jauh dari nilai yang seharusnya dapat dicapai oleh suatu perusahaan (6?, sehingga dilakukan tahap Improve dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA, pembuat SOP Pengendalian persediaan material dengan format baru serta galangan perlu melakukan perhitungan reorder point.

  1. Inovasi Fonologis dan Variasi Leksikal dalam Bahasa Bugis Dialek Sinjai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herawati A. Paduai

    2014-01-01

    Full Text Available This paper is about innovation in Buginese language that is used in Sinjai Regency. The result of the study indicates that there are six vowel phonemes and 21 consonant phonemes. Two kinds of phonological variations are found: vowel variations, namely, [e] ~ [i], [a] ~ [i], [o] ~ [u], [a] ~ [|], and [o] ~ [|], and consonant variations, namely, [k] ~ [g], and [w] ~ [h]. The lexical variation indicates the following linguistic phenomena: onomatiology, aphaeresis, syncope, epenthesis, prothesis, and metathesis. The result indicates that there are lexical items different from those of the standard Buginese language but have similarities with Konjo language. Dalam makalah ini dibahas mengenai inovasi dalam bahasa Bugis dialek Sinjai. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat 6 fonem vokal dan 21 fonem konsonan dalam bahasa Bugis dialek Sinjai. Ditemukan juga dua jenis variasi fonologis, yaitu variasi fonem vokal: [e] ~ [i], [a] ~ [i], [o] ~ [u], [a] ~ [|], dan [o] ~ [|], serta variasi konsonan: [k] ~ [g], dan [w] ~ [h]. Variasi leksikal yang ditemukan meliputi beberapa gejala kebahasaan, yaitu: onomasiologis, aferesis, sinkope, epentesis, protesis, dan metatesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak leksikon bahasa Bugis dialek Sinjai berbeda dengan bahasa Bugis standar, tetapi mirip dengan leksikon bahasa Konjo.

  2. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  3. KINERJA KATALIS Ag/Al2O3 UNTUK REDUKSI NOx

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rakhman Sarwono

    2012-02-01

    Full Text Available NOx merupakan hasil samping dari suatu reaksi pembakaran. NOx merupakan gas yang beracun sangat berbahaya terhadap kesehatan manusia dan hewan bila terhirup pada waktu bernafas. Untuk mengurangi kadar NOx pada gas buang, banyak penelitian diarahkan pada reduksi NOx dengan katalis secara selektif dengan hidrokarbon dan oksigen berlebihan. Katalis yang digunakan adalah katalis alumina (Al2O3 yang didapat dari katalis komersial (AlO1-7 dan katalis hasil sintesa (ALOA. Katalis Ag/Al2O3 didapat dengan memasukkan logam Ag ke dalam alumina (Al2O3 dengan cara impregnasi dengan larutan perak nitrat. Katalis diuji aktifitasnya pada reaktor fixed bed yang diluarnya terdapat pemanas yang bisa diatur suhunya. Reaktan seperti gas NO, C2H4 dan oksigen dimasukkan kedalam reaktor dengan laju yang ditentukan. Hasil reaksi dianalisa dengan gas chromatography dan dicatat pada recorder, selanjutnya bisa ditentukan kuantitas dan prosentase konversinya. Katalis alumina ALOA mempunyai kemampuan mereduksi NO dengan konversi sekitar 40-45% gas NO menjadi N2. Loading logam perak (Ag kedalam Al2O3 sebesar 2-3% berat menambah daya reduksi NO menjadi sekitar 45-50% pada suhu 500oC. Pada umpan NO + C2H4 + O2 reaksi reduksi terjadi pada suhu 300oC, sedangkan pada umpan NO + C2H4 (tanpa oksigen reaksi reduksi baru terjadi pada suhu 450oC, dengan demikian adanya oksigen sangat berperan dalam proses reduksi NOx. Reaksi peruraian C2H4 menjadi COx berkebalikan dengan kinerja katalis pada proses reduksi NOx

  4. Peter Winzen: Das Ende der Kaiserherrlichkeit. Die Skandalprozesse um die homosexuellen Berater Wilhelms II. 19071909. Kln u.a.: Bhlau Verlag 2010.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Julian Herbert Kck

    2011-03-01

    Full Text Available Peter Winzen versucht in vorliegender Studie zu beweisen, dass Kanzler von Blow hinter der Harden-Eulenburg-Affre steckte. Der Publizist Harden beschuldigte in mehreren Artikeln einige der Freunde und Berater von Wilhelm II. der Homosexualitt, was zu einer Reihe von Skandalprozessen fhrte. Winzens Argumentation kann in diesem Punkt nicht berzeugen, gleichzeitig zeichnet er aber den Verlauf der Affre und ihre politischen Ursachen und Wirkungen unter Verwendung einer Flle an Quellen sehr anschaulich nach. Das Buch eignet sich damit als Einfhrung in das Thema, fr die Forschung, insbesondere fr die Genderforschung, wird es dagegen wohl nicht von grerer Bedeutung sein.In this present study, Peter Winzen tries to prove that chancellor von Blow was behind the Harden-Eulenburg affair. In several articles, the journalist Harden accused several friends and counselors of Wilhelm II. of homosexuality, which led to a number of scandalous processes. Regarding this point, Winzens line of argument fails to convince; at the same time, however, he vividly traces the course of the affair and its political causes and effects using a multitude of resources. Thus, the book is a suitable introduction to the topic. However, it will probably not be of major importance for research, particularly gender research.

  5. Relasi Gramatikal BahasaMelayu Klasik dalam Hikajat Abdullah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Yusdi

    2012-11-01

    Full Text Available Beberapa orang ahli linguistik telah mengkaji naskah Bahasa Melayu Klasik namun naskah BMK pada Hikajat Abdullah yang berkenaan dengan Relasi Gramatikal belum pernah dilakukan hingga sekarang ini. Penelitian dan pembahasan tentang tipologi sintaksis BMK secara khusus belum menjadi perhatian para peneliti dan pengamat BMK dengan kerangka kerja sesuai dengan tipologi linguistik. Penelitian ini membahas perihal relasi gramatikal dengan kerangka kerja linguistis Adapun yang menjadi pokok bahasan dalam disertasi ini ialah Bagaimana Relasi Gramatikal saling berhubungan dalam BMK yang terdapat pada Hikajat Abdullah. Selain dengan pembahasan yang dilandasi dengan teori tipologi linguistik, penelaahan data penelitian ini juga dilakukan dengan teori tata bahasa formal yaitu Tata bahasa Relasional (TR dan pembahasan ini juga melibatkan peran semantis yang tercakup pada sebuah bangunan sintaksis secara keseluruhan sehingga orang tidak kehilangan momentum dan masih menyadari bahwa bahasa adalah maujud hak milik umat manusia yang berartikulasi ganda, yaitu bentuk (bunyi di satu pihak dan arti (makna di pihak lain. Sasaran pembahasan ini dititik beratkan pada tataran sintaksis namun dengan tidak meninggalkan sama sekali keberterimaan semantis seperti yang disebutkan di atas tadi. Adapun di antara pokok persoalan yang dianalisis tersebut ialah masalah akusativitas, ergativitas, dan medialitas. Adapun tujuan utama penelitian ini ialah menganalisis dan membahas sifat-perilaku gramatikal yang pada gilirannya memperlihatkan peran semantis juga pada tataran sintaktis BMK HABAKM. Dengan demikian, dapatlah ditentukan relasi gramatikal dan peran semantis dari segi tipologi sintaksis BMK HABAKM ini.Setelah menelaah data yang ada pada BMK HABAKM secara tipolgis, dapat disimpulkan bahwa, secara sintaktis, BMK HABAKM memperlakukan S sama dengan A, dan perlakuan yang berbeda dikenakan pada P (S = A, ? P. Oleh karena itu, BMK HABAKM termasuk kelompok bahasa yang bervivot S/A. Sistem relasi gramatikal yang seperti ini membuktikan bahwa BMK pada saat Hikajat Abdullah itu ditulis berkaidah sintaksis sebagai bahasa yang bertipologi nominatif-akusatif. Kalau diamati dengan teliti, perilaku A dan P verba intransitif dalam bahasa ini, kemudian dihubungkan dengan S secara semantis dengan pemakaiannya, kelihatanlah bahwa BMK HABAKM tergolong dalam bahasa yang bersistem Sa dan Sp sebagaisub-bahagian S. Pemarkahan morfologis menunjukkan bahwa terdapat S terpilah (split dan S alir (fluid dalam BMK dengan verbanya sebagai poros. Dengan demikian, secara tipologis, BMK lebih merupakan bahasa nominatif-akusatif yang menurunkan diatesis aktif >< pasif karena secara morfosintaktis dimarkahi oleh pola Sintaksis SPvt + (men- >< di- O daripada bahasa ergatif yang menurunkan diatesis ergatif dan anti-pasif itu. Pengkajian tipologis yang menempatkan BMK sebagai bahasa nominatif-akusatif, secara sintaktis, membuktikan bahwa terdapat dua perbandingan penting dalam menentukan tipologi BMK: (i perbandingan klausa intransitif dan klausa transitif, (ii perbandingan peran semantik A dan P pada klausa intransitif. Dengan mempertimbangkan betapa penting perilaku relasi gramatikal, peran semantis, dan juga fungsi (komunikatif pragmatis pada klausa BMK, maka ada baiknya kajian tipologi sintaksis diteruskan dengan kajian tipologi fungsional.Jika dikaitkan dengan fungsi pragmatis, maka BMK termasuk bahasa yang menonjolkan/mementingkan subjek. Dengan perkataan lain, konstruksi dasar klausa BMK lebih tepat diperlakukan sebagai Subjek-Predikat daripada sebagai Topik-Komen. Sebagai bahasa yang bertiopologi sintaktis nominatif-akusatif BMK HABAKM mengenal diatesis aktif (diatesis dasar >< diatesis pasif (diatesis turunan, ergatif, dan diatesis medial.

  6. Pola Pendidikan Informal dalam Organisasi Mahasiswa Ekstra Universiter

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bangun Setiyawan Nugroho

    2015-02-01

    Full Text Available Abstract: This study aims to determine the underlying causes of informal education in the Student Organizations Extra university (OMEU successfully reproduces many Indonesian leaders and what patterns of informal education in the association OMEU. The research approach used is qualitative case study research tradition, in this case the researchers used a multi-case. Sources of data in this study primarily obtained from informants who are leaders HMI, GMNI, and PMII in Malang. Data collection techniques used were interviewed, observation and documentation. The analysis technique used is the data management; reading and making notes; describe, classify, and interpretation; and present and visualize. The results of this study that (1 informal education in OMEU produce many leaders of Indonesia, (2 pattern of informal education in OMEU an interaction that occurs continu-ously between individuals, communities, and the environment.Key Words: patterns of informal education, extra student organizations university Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab yang mendasari pendidikan informal dalam Organisasi Mahasiswa Ekstra Universiter (OMEU berhasil mereproduksi banyak pemimpin bangsa Indonesia dan seperti apa pola pendidikan informal dalam pergaulan OMEU. Pendekatan pe-nelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tradisi penelitian studi kasus, peneliti menggunakan multi kasus. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari para informan yang merupakan tokoh HMI, GMNI, dan PMII di Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah pengelolaan data; membaca dan membuat catatan; mendiskripsikan, mengklasifikasi, dan menginterpretasi; serta menyajikan dan memvisualisasikan. Hasil penelitian ini bahwa (1 pendidikan informal di OMEU menghasilkan banyak pemimpin bangsa Indonesia, (2 Pola pendidikan informal di OMEU merupakan interaksi yang terjadi secara terus menerus antara individu-individu, komunitas, dan lingkungan.Kata kunci: pola pendidikan informal, organisasi mahasiswa ekstra universiter

  7. Peran Mukti Ali dalam Pengembangan Toleransi Antar Agama di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairah Husin

    2014-06-01

    Full Text Available Agama sebagai sasaran kajian penelitian sudah banyak dilakukan oleh para sarjana disiplin ilmu. Mereka melakukan penelitian terhadap berbagai aspek dari agama, baik aspek ide maupun aspek perwujudan dalam kenyataan. Dimulai dari keyakinan dan ajaran yang dimiliki oleh suatu agama hingga pengaruh agama pada kehidupan masyarakat pemeluk agama tersebut. Kalau yang dimaksud metode dalam ilmu perbandingan agama adalah cara untuk memperoleh dan mamahami kebenaran agama dari realitas empiris, atau lebih tepatnya kebenaran ilmiah agamis, maka pendekatan tiada lain adalah suatu sikap ilmiah (persepsi dari seorang yang harus ditunjukkan untuk menemukan kebenaran ilmiah yang hendak diperoleh. Dengan demikian pendekatan sifatnya umum. Dalan suatu pendekatan tertentu dapat digunakan bermacammacam metode, umpamanya seorang Sosiolog akan mengkaji agama pasti akan menerapkan pendekatan metode-metode sosiologis. Begitu pula Sejarawan, Antropolog, Fenomenolog, dan lain-lain akan menerapkan pendekatan dan metode sesuai dengan latar belakang keahliannya. Maka sasaran ideal dari beberapa pendekatan adalah memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta agama, dan bertujuan untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta tersebut dengan menggunakan kesangsian sistematis. Pendekatan keilmuan dalam meneliti agama mencoba mendeskripsikan dunia pemeluk agama secara apa adanya (das sein, bukan didasarkan semestinya secara normatif (das sollen. Dengan demikian, pendekatan keilmuan yang empiris ini menggunakan dan mengadaptasi pendekatanpendekatan ilmu-ilmu sosial dan budaya. Dari sekian tokoh ilmu Perbandingan Agama, kebanyakan dari mereka merupakan ilmuwan Barat. Namun demikian ada juga beberapa tokoh perbandingan agama dari duni Islam, antara lain adalah Prof. Dr. H.A. Mukti Ali, Ibnu Hazm dan As-Syahrastani. Sementara Ibnu Hazm Al Andalusy dan As-Syahrastani merupakan tokoh-tokoh Perbaga Muslim dari zaman klasik zaman ketika Perbaga belum terbentuk sebagai studi ilmu yang mapan maka Mukti Ali merupakan sedikit bila bukan satusatunya di antara tokoh ilmuwan yang berkutat menekuni disiplin secara saintifik Perbaga di zaman modern. Maka di sinilah nilai penting dari tulisan ini.

  8. CONTEMPORARY THEORY SEBAGAI PENDEKATAN ALTERNATIF DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KONSOLIDASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juniarti Juniarti

    2001-01-01

    Full Text Available Consolidated financial statements must be prepared if one of the combining entities obtain control over another. These reports should not be biased in favor of any group and must be based on the underlying substance of the economic events. There are some approaches or methods in preparing consolidated financial statements such as parent company theory, entity theory, proportional consolidation and contemporary theory. Certain problems and inconsistency in accounting procedures under each method arise in case the company owns less than 100% shares of the subsidiaries. Moreover there is no concencus among theorists which approach should be applied. Eventhough the pros and cons in arguing the proper approach has been going on in dabate, this paper attempts to set forth theoretical investigation to support the argumentation that contemporary theory is more appropriate approach. Abstract in Bahasa Indonesia : Laporan keuangan konsolidasi harus disusun jika salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Laporan tersebut tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi. Terdapat beberapa pendekatan atau metode yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi seperti parent company theory, entity theory, proportional consolidation dan contemporary theory. Masalah dan inkonsistensi dalam prosedur akuntansi dengan menggunakan masing-masing prosedur tersebut muncul jika kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang dari 100%. Selain itu masih belum ada kesepakatan dari para teoritisi di bidang akuntansi mengenai metode yang harus diterapkan. Meskipun pro dan kontra dalam memperdebatkan pendekatan mana yang lebih sesuai terus berlangsung, tulisan ini mencoba mengetengahkan kajian teoritis untuk mendukung argumentansi bahwa contemporary theory merupakan pendekatan yang lebih sesuai. Kata kunci: laporan keuangan konsolidasi, penggabungan perusahaan, pendekatan.

  9. POTENSI JENDELA DALAM MEMINIMALKAN INTRUSI KEBISINGAN: SEBUAH STUDI AWAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christina E. Mediastika

    2005-01-01

    Full Text Available Low cost domestic building of warm humid climate depends very much on natural ventilation, and thus large openings. However, since adjacent street transforms into potential noise source, the openings will be critical points for noise intrusion. Opening design strategies is then of importance to adopt. Prior to this investigation, a computational simulation has been carried out to calculate ventilation rates within building to meet airflow requirement, which shows that there are three type of windows suitable to be employed. These windows, i.e. casement, top-hung and jalousie, were then to be examined of doing task in reducing noise ingress. The research shows indication rather than conclusion that jalousie window insignificantly offers better noise reduction than the two others do. Some unconsidered factors are predicted having effect on this result. Abstract in Bahasa Indonesia : Bangunan domestik sederhana, seperti rumah tinggal, yang berlokasi di negara tropis lembab seperti Indonesia, sangat bergantung pada keberadaan jendela demi kelangsungan ventilasi alami. Seiring pertumbuhan fungsi jalan di depan bangunan, jendela juga meupakan titik kritis terjadinya intrusi kebisingan dari jalan ke dalam bangunan. Oleh karenanya, perlu ditempuh kompromi desain jendela untuk kepentingan ventilasi dan reduksi kebisingan. Penelitian sebelumnya terhadap 3 model jendela menunjukkan bahwa ketiga jendela tersebut mampu mensuplai tingkat ventilasi yang disyaratkan. Pada penelitian ini ketiga model jendela tersebut kemudian diuji kemampuannya dalam mereduksi kebisingan melalui proses uji lapangan. Ketiga model tersebut adalah jendela casement, top-hung dan jalusi. Namun demikian, keterbatasan dana dan sumber daya telah menyebabkan beberapa faktor belum dapat diuji dalam penelitian ini. Faktor-faktor tersebut menyebabkan perbedaan hasil pengujian antara tiga jendela tersebut kurang signifikan. Hal ini menyebabkan penelitian belum dapat menghasilkan kesimpulan yang cukup valid. Namun demikian, muncul indikasi bahwa jendela jalusi mampu meminimalkan intrusi kebisingan sedikit lebih baik dibandingkan dua model jendela yang lain. Kata kunci: ventilasi alami, intrusi kebisingan, jendela jalusi.

  10. MODEL PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENGEMBANGKAN JIWA WIRAUSAHA SISWA SMK UNGGULAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rafika Bayu Kusumandari

    2015-07-01

    Full Text Available Konsep pendidikan wirausaha yang diterapkan di SMK diharapkan mampu mencetak wirausaha-wirausaha muda.Tujuan penelitian sebagai berikut: 1 Mendeskripsikan model pendidikan kewirausahaan dalam mencetak jiwa wirausaha siswa SMK Unggulan di Kota Semarang dan 2 Mendeskripsikan efektivitas model pendidikan kewirausahaan dalam mencetak jiwa wirausaha siswa SMK Unggulan di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptifdengan jenis studi eksplanatif yang diarahkan untuk mengembangkan dan menghasilkan suatu model pembelajaran. Pembelajaran kewirausahaan pada siswa kelas XII jurusan teknik komputer dan jaringan di SMK Negeri 7 Semarang tahun ajaran 2011/2012 dimana sebanyak 28 siswa (39,44% memperoleh prestasi yang cukup baik, sebanyak 27 siswa (38,03% memperoleh prestasi belajar yang baik, sebanyak 10 siswa (14,08% dengan prestasi belajar yang kurang, sebanyak 5 siswa (7,04% dengan prestasi belajar yang amat baik sedangkan yang termasuk dalam kategori sangat kurang sebanyak 1 siswa (1,41%. Jadi rata-rata prestasi siswa pada pembelajaran kewirausahaan pada siswa kelas XII jurusan teknik komputer dan jaringan di SMK Negeri 7 Semarangtermasuk dalam kategori baik.The concept of entrepreneurship education applied in SMK is expected to create new young entrepreneurs. The purposes of this study are to describe the educational model formotivating the students to have entrepreneurial spirit in outstanding vocational schools in Semarang and todescribe the effectiveness of educational model in creating students entrepreneurship spirit. The study uses explanative descriptive method which is for developing a teaching and learning model. Enterpreneurship teaching and learning for the students of XII class majoring at technic of computer and software in SMKN 7 Semarang for the period of 2011/2012 has made good achievement. It shows that 39,44% students or 28 students achievement is good enough, 27 students (38,03% received good academic achievement, 10 students (14.08% have less educational achievement., 5 students (7.04% have very good learning achievement and only1 student (1.41 % has poor academic achievement. It can be concluded that the average academic achievement ofclass XII students majoring at computer and networks in SMK Negeri Semarang 7 is categorized as good

  11. INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AKUNTANSI (INSPIRASI DIARY (SOLUSI KONSERVASI MORAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kardiyem -

    2013-05-01

    Full Text Available Pendidikan yang dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (pasal 3. Namun kenyataannya, Kondisi sosial, kultural masyarakat kita akhir-akhir ini memang mengkhawatirkan. Masyarakat kita menghadapi krisis kronis dan perilaku positif hilang termakan zaman digantikan produksi perilaku negatif yang cenderung destruktif. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pendidikan karakter menjadi semakin mendesak untuk diterapkan dalam lembaga pendidikan kita. Sekolah merupakan salah satu wadah yang tepat untuk mengembangkan pendidikan karakter bagi anak. Belajar Akuntansi tidak hanya sekedar terampil dalam berhitung, tetapi juga menumbuhkan karakter rasional, jujur, obyektif, kontrol diri, progesif, keterbukaan pada aneka pendapat, eksploratif, dan ketekunan lewat pelajaran Akuntansi. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan metode khusus dalam upaya mempersiapkan dan mengintregasikan seluruh nilai-nilai pendidikan serta karakter agar terjadi keseimbangan antara penguasaan bidang ilmu akuntansi dengan kemampuan non-akademik merupakan amanahnya untuk meningkatkan kualitas kehidupan bangsa. Inspirasi Diary dimanfaatkan untuk menginternalisasi pendidikan karakter pada siswa. Desain inspirasi diary adalah pembukuan uang saku siswa dan rencana pengembangan diri dan di evaluasi oleh guru. Adanya pembukuan mengenai uang saku maka peseta didik akan mengenal pendidikan cara mempertanggung jawabkan keuangan orang tua, kasih sayang terhadap orang tua, disiplin, tanggung jawab sikap hemat dan saling menghormati dan lain-lain. National Education System in Indonesia aims at developing a student’ potentials in order to become a human being who is faithful and devoted to God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative, and independent. Furthermore, he is also expected to be a democratic and responsible citizen. However, the reality shows that social conditions and society cultures these days arealarming. Our society is facing a crisis of chronic. Moreover, positive behavior is replaced by the negative behavior that tends to be destructive. Character is one of national education goals. Character education is becoming increasingly urgent to be applied in our educational institutions. Character must be built and developed.Learning Accounting does not only focuson math, but also onhaving rational character, honesty, objectiveness, self-control, progressiveness,open minded to various opinions, exploratory minded, and dilligence. Therefore, an inspring diary needs to be applied for internalizing the character education. The design of inspiring diary is about bookkeeping for students’ pocket money and a plan for developing students’ potentials which are evaluated by teachers. It aims for giving lessons to the students about responsibility, love, discipline, trhiftiness, and having respect to the others

  12. Efek Durasi Pencahayaan Pada Sistem HRAR Untuk Menurunkan Kandungan Minyak Solar Dalam Air Limbah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Puspitasari

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak di dalam air limbah industri perminyakan umumnya bersifat toksik terhadap mikroorganisme dan mengganggu proses pengolahan secara biologis. Sistem HRAR diperkirakan dapat mengatasi hambatan tersebut melalui proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perpanjangan waktu pencahayaan pada kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak di dalam limbah. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi durasi pencahayaan dan variasi penambahan volume minyak solar yang ditambahkan ke dalam reaktor. Variasi durasi pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan selama 12 jam dan pencahayaan selama 24 jam. Sedangkan penambahan volume minyak solar ke dalam masing-masing reaktor adalah sebesar 346 ppm, 519 ppm dan 692 ppm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan konsentrasi minyak dibandingkan pencahayaan selama 24 jam. Hal ini dapat terlihat dari baiknya pertumbuhan alga dan bakteri di dalam reaktor serta tingginya penurunan konsentrasi minyak solar di dalamnya. Penurunan konsentrasi minyak solar terbaik terdapat pada reaktor dengan penambahan minyak solar sebesar 346 ppm. Pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 12 jam terjadi penurunan konsentrasi minyak sebesar 78,4%. Sedangkan penurunan kandungan minyak solar pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 24 jam adalah sebesar 73,9%.

  13. SEMAUN DALAM BAYANG-BAYANG PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1899-1923

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Wirawan

    2011-10-01

    Full Text Available The background of Semaun life between 1899-1923 is influenced by the hands of the Dutch colonial government power, either directly or indirectly. His father who worked as a stone breaker at the Railway Bureau economically place them as disadvantaged and exploited social groups. Because they are only used as cheap labor. In the stratification of society in East Java, Dutch East Indies in particular, the Semaun is categorized as abangan Islamic family which is in everyday social intercourse are socially marginalized. Politically, Semaun family is not counted, except within the framework of the political interests of rulers in achieving its goals. In the field of education, Semaun can achieve it despite the limitations. Key words: Semaun, educational, economic, social and political   Latar belakang kehidupan Semaun antara 1899-1923 dipengaruhi oleh tangan-tangan kekuasaan pemerintah kolonial Belanda, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ayahnya yang bekerja sebagai pemecah batu di Jawatan Kereta Api Surabaya secara ekonomi menempatkannya pada golongan masyarakat kurang mampu dan tereksploitasi. Karena mereka hanya dijadikan tenaga kerja murah. Dalam stratifikasi masyarakat di Hindia Belanda khususnya Jawa Timur, keluarga Semaun masuk dalam kalangan Islam abangan yang dalam pergaulan sehari-hari termarginalisasi secara sosial. Secara politis, keluarga Semaun tidak masuk hitungan, kecuali dalam kerangka kepentingan politik penguasa dalam mencapai tujuannya. Dalam bidang pendidikan, Semaun dapat meraihnya walaupun dalam keterbatasan.   Kata kunci: Semaun, pendidikan, ekonomi, sosial dan politik.  

  14. PERANAN BAPPEDA DALAM PENINGKATAN KUALITAS PERENCANAAN PARTISIPATIF PADA SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KOTA BLITAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Much. Taufik

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1 Untuk mendiskripsikan kedudukan dan peranan BAPPEDA dalam proses pembangunan daerah di Kota Blitar. (2 Untuk mengetahui dan menganalisis penerapan perencanaan partisipatif di dalam system perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar. (3 Untuk mengetahui dan menganalisis peranan BAPPEDA dalam upaya peningkatan kualitas perencanaan partisipatif pada system perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar. (4 Untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi oleh BAPPEDA didalam meningkatkan kualitas perencanaan partisipatif pada system perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar dan sekaligus langkah-langkah yang diambil untuk menanggulanginya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang lebih mengedepankankan proses dari pada hasil penelitian, sehingga bukan kebenaran mutlak yang dicari tetapi pemahaman mendalam tentang sesuatu yang diteliti. Secara deskriptif berarti penelitian ini ingin menggambarkan secara mendalam suatu obyek penelitian, yakni pengembangan perencanaan partisipatif dalam perencanaan pembangunan daerah melalui peranan Badan Perencana Pembangunan Kota Blitar. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kedudukan BAPPEDA Kota Blitar dalam proses pembangunan daerah sangat kuat, secara normative mempunyai akses yang sangat kuat kepada penentu kebijakan di lingkungan pemerintah Daerah. Dalam proses pembangunan daerah, BAPPEDA Kota Blitar juga sangat dominan karena untuk melaksanakan tugas dan fungsi baik secara struktural maupun secara fungsional karena telah berperan secara aktif sebagai perencana, pengkoordinasi dan sekaligus sebagai pengendali pelaksanaan pembangunan daerah. Hal itu dapat dilakukan dengan berbagai upaya yaitu dengan optimalisasi terhadap sumber daya yang ada di Bappeda. Pelaksanaan perencanaan partisipatif pada Sistem perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar sudah berjalan sesuai dengan dasar-dasar perencanaan pembangunan partisipatif, namun secara substantive masih terdapat beberapa kekurangan yang harus dibenahi. Upaya peningkatan kualitas perencanaan partisipatif pada sistem perencanaan pembangunan daerah oleh BAPPEDA Kota Blitar telah diupayakan agar dapat berjalan secara sistemik dan menyeluruh dalam arti dapat mencakup berbagai faktor dasar yang diperlukan bagi terlaksananya sebuah program. BAPPEDA berperan dalam proses peningkatan kualitas perencanaan partisipatif pada sistem perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar baik sebagai perumus kebijakan maupun dalam operasionalisasinya. Kata kunci: perencanaan partisipatif, BAPPEDA, OTODA

  15. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Di Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadi Suroso

    2014-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat derajat partisipasi atau kekuasaan yang dimiliki masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dalam Musrenbangdes di Desa Banjaran dan juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan masyarakat berpartisipasi dalam perencanaan pembangunann desa melalui Musrenbangdes. Metode yang digunakan ialah kuantitaif eksplanasi untuk menguji dan menjelaskan hubungan keaktifan masyarakat berpartisipasi dalam Musrenbangdes dengan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan melalui Musrenbangdes di Desa Banjaran masih sampai pada anak tangga Penentraman yaitu tangga ke lima dari delapan anak tangga partisipasi masyarakat Arnstein atau masih dalam derajat Pertanda Partisipasi (Degrees of Tokenism. Dari beberapa faktor internal dan eksternal yang diuji menunjukkan hanya usia, tingkat pendidikan,jenis pekerjaan, komunikasi dan kepemimpinan yang mempunyai hubungan, sedangkan tingkat penghasilan dan lamanya tinggal dalam desa tidak mempunyai hubungan yang berarti. Hal ini menunjukkan ada perbedaan tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa melalui Musrenbangdes bila di lihat dari tingkat pendidikan, tingkat komunikasi, usia, jenis pekerjaan dan tingkat kepemimpinan. Sedangkan untuk tingkat penghasilan dan lamanya tinggal masyarakat dalam desa menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Kata kunci: Perencanaan Pembangunan Partisipatif, Derajat Partisipasi, Musrenbangdes

  16. Pengajaran Tentang Ibadah Berdasarkan Surat Ibrani 10:19-25 Dan Implimentasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya Pada Masa Kini

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tison Tison

    2013-04-01

    Full Text Available Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, Untuk menganalisis dan menafsirkan pengajaran tentang ibadahmenurut Ibrani 10:19-25. Kedua, Untuk membahas bagaimana mengimplementasikanpengajaran tentang ibadah dalam kehidupan orang percaya pada masa kini.Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitiannaskah Alkitab yaitu: Pertama, Metode analisis kitab, dalam hal ini menggunakanmetode penelitian yang mencakup teologi eksegesis dan kajian Alkitab untukmemahami teks yang sesuai dengan konsep yang ada dalam surat Ibrani 10:19-25. Danmenggunakan metode penelitian literatur. Kedua, Komparasi, yaitu mengadakanperbandingan-perbandingan untuk melihat kesamaan atau perbedaan pengajarantentang ibadah.Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah mengenai pengajarantentang ibadah berdasarkan surat Ibrani 10:19-25 dan implimentasinya dalamkehidupan orang percaya pada masa kini, maka penulis dapat menarik kesimpulansebagai berikut: Pertama, setiap orang percaya harus mengerti dasar-dasar ibadahorang percaya yaitu darah Yesus yang telah dicurahkan bagi umat manusia yang jugatelah menjadi pengganti korban persembahan untuk datang menghampiri Allah danYesus sebagai Imam Besar. Kedua, dalam ibadah setiap orang percaya harusmemiliki sikap hati yang tulus iklhas, keyakinan iman, hati yang sudah dibasuh danberpegang pada pengakuan pengharapan pada Yesus. Ketiga, dalam ibadah, setiaporang percaya harus memiliki hati yang menyembah karena penyembahan adalah halyang paling utama untuk menyatakan hormat dan tunduk kepada Allah atas karya-Nya bagi hidup orang percaya. Keempat, dalam ibadah, setiap orang percaya harushidup dalam kekudusan, karena dalam kekudusanlah orang percaya layak dihadapanAllah.

  17. Kepentingan Pertumbuhan Premis Kitar Semula Dalam Pengurusan Sisa Di Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zaini Sakawi

    2008-01-01

    Full Text Available Pembangunan pesat Wilayah Bandar Metropolitan Lembah Klang Langat ke atas bandar pinggirannya banyak memberi perubahan ke atas pertumbuhan petempatan, sosio-ekonomi, pengangkutan dan perhubungan, serta kualiti alam sekitar fizikal. Perubahan yang berlaku ini bukan sahaja memberi impak ke atas pertumbuhan penduduk, penggunaan ruang, masalah sosial, perpindahan jabatan kerajaan, institusi, dan peningkatan taraf ekonomi, tetapi impak ke atas alam sekitar. Dalam erti lain, limpahan pembangunan ini memberi impak positif dan negatif ke atas perubahan aspek fizikal, sosial dan ekonomi kawasan sekitarnya. Artikel ini akan membincangkan perubahan impak pembangunan Wilayah Bandar Metropolitan ini ke atas perubahan alam sekitar, khususnya peningkatan pertumbuhan premis kitar semula di sekitar kawasan pentadbiran Majlis Daerah Kuala Langat (MDKL. Perubahan yang berlaku ini akan dilihat dari segi jumlah premis yang menjalankan kitar semula, jenis bahan yang dibeli untuk dikitar semula dan penglibatan pihak premis dalam menjalankan operasi kitar semula. Kajian ini telah dilakukan di sepanjang bulan Oktober-Disember 2007. Analisis kajian berdasarkan jumlah premis kitar semula yang berdaftar di bawah majlis daerah. Senarai semak telah digunakan untuk mengenalpasti jenis bahan yang dikumpul dan kilang tempat aktiviti kitar semula dilakukan. Dapatan kajian mendapati pertumbuhan premis kitar semula berperanan sebagai fenomena langsung yang membantu mengurangkan kuantiti sisa buangan pepejal ke tapak pelupusan dan penjana ekonomi kepada penduduk sekitar dan premis kitar semula.

  18. Risiko Ancaman Akidah dalam Isu Penciptaan Sel Gamet Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Syairah, M.M.

    2012-06-01

    Full Text Available Pembentukan sel gamet adalah satu proses semulajadi yang berlaku secara alami. Sel gamet dihasilkan melalui proses spesifik yang diistilahkan sebagai gametogenesis. Gametogenesis merujuk kepada proses penghasilan kedua-dua sel gamet lelaki dan perempuan. Sel sperma manusia terhasil melalui proses yang dinamakan spermatogenesis, manakala sel ovum pula terhasil daripada satu proses khusus dipanggil oogenesis. Walaupun pada asasnya kewujudan sel-sel gamet ini adalah melalui proses fisiologi normal, namun dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang terutamanya dalam bidang sains perubatan, kini telah wujud beberapa penemuan yang membolehkan sel sperma dan sel ovum dicipta di dalam makmal bagi tujuan perubatan dan juga untuk kajian saintifik. Penemuan yang agak mengejutkan ini sebenarnya telah mencetuskan perdebatan hebat di kalangan para pengkaji ilmu. Percanggahan pendapat yang bersandarkan kepada pegangan agama, nilai serta etika kemanusiaan yang berbeza telah mengundang pelbagai reaksi berhubung perkara ini. Artikel ini akan mengupas lebih lanjut mengenai isu-isu permasalahan dan penerimaan teknologi ini berdasarkan kepada penerimaan dari sudut syarak dan akidah Islam.

  19. MEMAHAMI ISR’LIYYT DALAM PENAFSIRAN AL-QURAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2015-03-01

    Full Text Available Abstract: Isrliyyt, mostly, known as non-muslim based narration, particularly Jewish, which is later inserted into Islamic tradition and thoughts. Some mufassirs utilize this narration as a method of interpeting Quran and it unavoidably arises controversy between the classic muslim scholars and the modern one. However, the dispute between both groups should be carefully discussed and wisely selected. In doing so, their debate could contribute some positive and negative points for Islam and muslim developments.Abstrak: Isrliyyt kerap dimaknai sebagai kisah yang bersumber dari non-muslim dan masuk ke dalam ranah pemikiran Islam dengan menekankan Yahudilah sebagai sumber utamanya. Keberadaan isrliyyt oleh sebagian mufassir dijadikan sebagai salah satu sarana penafsiran al-Quran, menimbulkan pro dan kontra antara ulama salaf dan khalaf. Memperhatikan sikap pro dan kontra antara kedua kelompok tersebut, kiranya perlu disikapi dengan mempertimbangkan aspek positif dan negatif bagi Islam dan umatnya, sehingga tidak perlu tergesa-gesa bersikap apriori, sebagaimana juga perlu bersikap selektif dan tidak bergegas menerimanya, merupakan sikap arif dalam menghadapi dua sikap yang sama-sama sulit diterima atau ditolak.

  20. PREFERENSI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN MI INSTAN DI KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andri Mulyadi

    2014-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi proses keputusan pembelian dan menganalisis atribut yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian mi instan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bangkalan. Sampel diambil dengan metode Cluster Sampling. Data dianalisis dengan metode diskriptif kualitatif dan konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses keputusan pembelian mi terdiri dari beberapa tahapan yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, proses pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Sedangkan kombinasi atribut yang diinginkan oleh konsumen dalam pembelian mi instan secara berurutan adalah kemasan plastik, harga Rp. 1.750, bentuk bulat, bentuk kemasan kotak, rasa gurih, berukuran 100 gr, dan berwarna kuning. ABSTRACT The Goals of this research are to identify the process of purchasing decision and analyze the attribute which is considered by consumer in purchasing instant noodle. The Samples are taken with cluster sampling method. The data are analyzed with the qualitative descriptive and conjoint methods. The result shows that the process of noodle purchasing decision consists several stage. They are the need introduction, the information seach, the purchasing process, and the behavior after purchasing. While the attribute combination which is wanted by consumer in instant noodle purchasing are the plastic packaging, the price approximately Rp. 1,750, the rounded shape, the square packaging shape, the savory flavor, the size approximately 100 gram, and the yellow color.

  1. ARSITEKTUR VERNAKULAR INDONESIA Perannya Dalam Pengembangan Jati Diri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiranto Wiranto

    1999-01-01

    Full Text Available Vernacular architecture is derived from The Folk Architecture.The Folk Architecture is born by the ethnical community ,anchored by tradition. Vernacular architecture usually concerned with the cosmology,way of life and life style of the ethnical community, it would be an alternative answer of modernization. Modernization,the development of Technology and the social-economical interaction would like to get some modern needs .Vernacular Architecture is a translation of tradition and also it haves identities which can be increased by inovation and creativity in syncretism or eclectism.The syncretism or eclectism of Indonesian vernacular architecture would be a strand of post modernism in the form of Neo-Vernacular architecture. Vernacular architecture have been proposed as one of the vehicles toward the evolution of Indonesian architecture with National identity. Abstract in Bahasa Indonesia : Arsitektur Vernakular tumbuh dari arsitektur rakyat,yang lahir dari masyarakat etnik dan berjangkar pada Tradisi etnik.Dengan demikian Arsitektur tersebut sejalan dengan paham kosmologi,pandangan hidup, gaya hidup dan memiliki tampilan khas sebagai cerminan jati diri yang dapat dikembangkan secara inovatif kreatif dalam pendekatan sinkretis ataupun eklektis. Modernisasi dan kemajuan teknologi serta interaksi sosial ekonomi menuntut kehadiran Arsitektur yang mampu berdialog dengan tuntutan baru.Sinkretisme .arsitektur vernakular Indonesia merupakan potensi yang memberi sumbangan pada "post modernisme" dalam tampilan arsitektur "Neo-Vernakular".Dengan demikian diharapkan Arsitektur Vernakular menjadi salah satu jembatan menuju evolusi arsitektur Indonesia modern yang tetap berjati diri dan berakar pada tradisi. Kata kunci : Arsitektur adalah sebuah produk Budaya Bangsa.

  2. Perancangan Pembahagian Harta Semasa Hidup dalam Islam: Konsep dan Kepentingannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Husni Hasbulah

    2015-06-01

    Full Text Available Perancangan terhadap pembahagian harta semasa hidup adalah aspek yang harus dipraktikkan dengan lebih meluas. Melalui perancangan pembahagian harta ia mampu menjaga kepentingan pemilik dan bakal penerima-penerima harta sama ada semasa hidup mahupun selepas kematian. Memahami dasar perancangan pembahagian harta berasaskan al-Quran dan hadis mampu memberi panduan kepada orang Islam dalam memahami keperluan dan kepentingan merancang harta semasa hidup. Oleh itu, artikel ini akan mengupas antaranya konsep perancangan harta semasa hidup, kedudukan dan nilai-nilainya dalam Islam dan kepentingannya. Melalui kupasan tersebut, ia mampu memberikan impak terhadap pembahagian harta orang Islam yang seharusnya melihat aspek perancangan semasa hidup adalah sesuatu yang amat penting untuk dipraktikkan dengan lebih meluas. Apatah lagi dengan pelbagai isu yang berlaku berkaitan pembahagian harta di kalangan orang Islam pada masa kini yang memerlukan kepada penyelesaian secara komprehensif dan sistematik. Di akhir penulisan ini, penulis menerangkan bahawa melalui perancangan pembahagian harta yang dibuat semasa hidup tanpa perlu menunggu kepada kematian mampu untuk mengurangkan beberapa permasalahan yang berlaku di kalangan orang Islam berkaitan dengan soal pembahagian harta.

  3. PENGARUH BOARD DIVERSITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF CORPORATE GOVERNANCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Kusumastuti

    2007-01-01

    Full Text Available Board diversity is one the issue related to corporate governance. Board diversity shall influence Board of Directors composition. In this research, board diversity is measured by 5 variables, i.e. women in board, minority race availability, outsider directors, age, and educational background, with board and company measurement control variables. Company value is measured by utilizing Tobin's Q ratio. The research samples are taken from 48 manufacturing companies listed at Jakarta Stock Exchange in 2005. This research shows that board diversity members influencing to company value. Abstract in Bahasa Indonesia : Persebaran anggota dewan (board diversity merupakan salah satu isu yang terkait dengan corporate governance. Board diversity akan mempengaruhi komposisi dewan direksi yang nantinya akan mempengaruhi implementasi corporate governance. Dalam penelitian ini, board diversity diukur dengan 5 variabel, yaitu keberadaan dewan direksi wanita, keberadaan etnis Tionghoa dalam anggota dewan (sebagai proksi dari minoritas, proporsi outside directors, usia anggota dewan direksi, dan latar belakang pendidikan anggota dewan, dengan ukuran dewan dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Sedangkan nilai perusahaan diukur dengan menggunakan rasio Tobin's Q. Sampel penelitian ini adalah 48 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran anggota dewan (board diversity berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kata kunci: persebaran aggota dewan, corporate governance, nilai perusahaan, tobin's Q.

  4. AKIBAT PEMILIHAN FORUM DALAM KONTRAK YANG MEMUAT KLAUSA ARBITRASE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sutiyoso

    2012-07-01

    Full Text Available Our research attempts to understand the absolute competence of arbitration and its development in practice as well as the effect of the parties' choice of jurisdiction in a contract containing arbitration clause. This research is expected to be able to explain the competence dispute between arbitration and court to justiciables. We find that choice in jurisdiction would negate the rights of the parties to submit their dispute to district court. In practice, deviation where courts may ignore the arbitration clause, the parties' good faith and consistency of the court play a significant role to further develop the arbitration process.Penelitian yuridis-normatif ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi absolut arbitrase dan perkembangannya dalam praktik, serta akibat hukum pilihan forum dalam kontrak berklausula arbitrase bagi para pihak yang berpekara. Penelitian ini diharapkan dapat menerangkan para pencari keadilan perihal sengketa kewenangan mengadili antara arbitrase dan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan forum akan meniadakan hak para pihak dan sikap pengadilan yang konsisten memiliki peranan besar untuk mengembangkan arbitrase.

  5. Proses Scaffolding Berdasarkan Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Program Linear dengan Menggunakan Mapping Mathematic

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustaqim Mustaqim

    2014-04-01

    Full Text Available Diagnosis kesulitan merupakan hal yang lebih penting bagi guru dalam mengajar. Dengan melakukan diagnosis, guru dapat mengetahui di bagian mana siswa mengalami kesulitan dan kemudian memberikan alternatif solusi tepat. Diagnosis bisa dilakukan dengan menggunakan mapping mathe-matic. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Agribisnis Ternak Ruminansia SMKN I Maesan Bondowoso sebanyak 6 siswa yang dipilih berdasarkan kesalahan dalam tes diagnosis dan kemampuan komunikasi. Data penelitian ini adalah hasil karya siswa, rekaman selama tes dan proses scaffolding, catatan penting, dan lembaran scaffolding. Akumulasi data dilakukan dengan uji teknik, wawancara, dan memberikan scaffolding. Pemberian scaffolding dalam penelitian ini seperti dalam strategi scaffolding yang dinyatakan oleh Anghilery. Aktivitas analisis data adalah langkah reduksi data, langkah penyajian data, dan langkah kesimpulan data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pemberian scaffolding di bagian sulit yang dialami siswa dapat mengurangi/menghilangkan kesulitan siswa.Kata kunci: diagnosis, mapping mathematic, scaffolding

  6. Tinjauan Teologis-Antropologis Terhadap Peran Agama Oleh Manusia Dalam Mengembangkan NilaiNilai Kemanusiaan Di Era-postmodernisme

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ezra Tari

    2012-04-01

    Full Text Available Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis memiliki tujuan yakni: Pertama,Menguraikan Kajian teoritis Postmodernisme . Kedua, Memaparkan sumbangsih agama didalam Postmodernisme. Ketiga, Memaparkan peran agama dalam mengembangkan nilainilaikemanusiaan di era postmodernisme berdasarkan tinjauan teologis-antropologis.Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode penelitianpustaka yang berkaitan dengan persoalan yang ditulis. Data primer yang digunakanadalah buku-buku yang berkaitan langsung dengan objek penelitian, data dariinternet, karangan yang tidak diterbitkan serta beberapa sumber yang menyangkuttopik yang diteliti.Dalam penelitian ini memperoleh hasil bahwa sumbangsih postmodernisme bagiagama, yakni paradigma berpikir dan cara beragama yang baru, dialog dan cara beragamayang baru melalui kemanusiaan titik pijak yang baru. Manusia mempunyai hubungan denganrealitas tertinggi yakni Allah. Sebab, modernisme melupakan sisi manusia yang lain yaknikesadaran akan kekuatan yang diluar dirinya. Identitas manusia, ditentukan oleh dimensihubungannya dengan Tuhan dan hubungannya dengan sesama. Dalam hal ini agamadan sain bekerja sama dalam membangun dan membuat manusia sejahtera.

  7. STRATEGI KELANGSUNGAN HIDUP SOPIR ANGKOT DALAM BUDAYA PERKOTAAN DI KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    Muhammad Basir

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan tentang strategi-strategi yang dilakukan oleh para sopir Angkot dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya di dalam budaya perkotaan di Kota makassar; wujud resistensi para sopir terhadap dominasi budaya di Kota Makassar; dan peranan lembaga-lembaga terkait terhadap keberadaan para sopir angkot di Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar, dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah Studi Pustaka, Observ...

  8. EFEKTIVITAS BAPPEDA DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KOTA PADANG DI ERA OTONOMI DAERAH

    OpenAIRE

    Desril - Tafria; Suryadi - -; HR. Riyadi - Soeprapto (alm)

    2012-01-01

    ABSTRAK BAPPEDA adalah salah satu unsur/lembaga yang ada di daerah yang mempunyai fungsi penting dalam kegiatan perencanaan pembangunan di daerah. Begitu pentingnya fungsi lembaga ini maka dapat dikatakan bahwa berhasil tidaknya pelaksanaan Koordinasi Perencanaan pembangunan di daerah terutama di era otonomi daerah ditentukan oleh effektivitas Bappeda dalam menjalankan fungsi-fungsinya. Oleh karenanya peningkatan kualitas kinerja Bappeda Kota Padang perlu untuk dibenahi atau ditingkatkan da...

  9. Perancangan Strategik Islam: Pengamalan Usaha Perancangan Pembangunan Dalam Pendidikan Tinggi Di Malaysia

    OpenAIRE

    Syarifah Nurolazan Shaikh Ahmad; Nur Tasnim Ismail; Sharifah Hayaati Syed Ismail al-Qudsy

    2013-01-01

    Perbincangan mengenai perancangan strategik telah lama diperkatakan dalam sistem pentadbiran moden sejak tahun 1960 lagi. Namun masih belum terdapat perbincangan secara terperinci berkenaan perancangan strategik Islam. Oleh itu, kertas kerja ini akan mengemukakan beberapa elemen perancangan strategik Islam yang dianggap penting berdasarkan Al-Quran, sunah dan lipatan sejarah Islam. Hal ini berdasarkan keupayaan Islam dalam menyelesaikan segala permasalahan semasa merentasi benua Islam dan Ero...

  10. Pemantauan keberkesanan pembangunan wilayah Malaysia dalam aspek penduduk tempatan di Iskandar Malaysia

    OpenAIRE

    Rosmiza Mohd Zainol; Amriah Buang; Asmah Ahmad; Abdul Rahim Md Nor; Rosniza Aznie Hj. Che Rose

    2011-01-01

    Konsep pembangunan wilayah melibatkan perubahan dalam masyarakat dan sistem sosial daripada keadaan yang dianggap tidak memuaskan kepada keadaan yang lebih baik akibat beberapa kriteria yang seragam dalam lingkungan yang dibentuk. Sejak merdeka, Malaysia telah membangun dengan pesat dan kejayaan ini terbukti dengan kemajuan fizikal yang telah dicapai sehingga kini. Kemajuan lazimnya diukur berdasarkan faktor ekonomi dengan pendapatan per kapita digunakan sebagai petunjuk utama. Walau bagaiman...

  11. SIMULASI PENGARUH KONSENTRASI BIOMASSA PADA LUMPUR AKTIF TERHADAP PENYISIHAN COD DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

    OpenAIRE

    A. E. Palupi; Nurmuafix Nurmuafix; S. A. Hastono; M. A. Syukur; A. Widjaja; Ali Altway

    2012-01-01

    Proses pengolahan limbah cair dengan bioreaktor membran terendam (BRMt), mempunyai banyak keuntungan dibandingkan proses lumpur aktif konvensional, karena prosesnya lebih sederhana, tidak memerlukan bak sedimentasi sekunder dan kandungan solid dalam efluen (permeat) hampir tidak ada. Dalam proses ini melibatkan tiga fasa yaitu padat (biomassa dan komponen-komponen limbah), cair (air) dan gas (udara untuk aerasi), dimana degradasi biologis yang terjadi sangat dipengaruhi oleh transfer massa li...

  12. Pemurnian kreativiti dalam pendidikan prasekolah sebagai asas pembinaan bangsa malaysia yang kreatif: Suatu kupasan awal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Othman b. A. Kassim

    2004-06-01

    Full Text Available Kreativiti merupakan mauduk dan agenda penting dalam mana-mana orientasi pendidikan di dunia. Institusi pendidikan merupakan tempat terpenting untk menyuburkan bakat dan kebolehan kreatif pelajar. Banyak negara di dunia seperti Amerika Syarikat, Jerman, Swedan, Jepun, Singapura dan Korea Selatan memberi penekanan dalam sistem pendidikan prasekolah hingga peringkat pendidikan tinggi. Justeru, negara-negara yang disebutkan tadi, khususnya Amerika Syarikat berusaha melahirkan sumber manusia kreatif yang mampu mengangkat martabat dan dignity bangsa itu. Hal ini di akui oleh pakar-pakar sains pemikiran kreatif seperti Amabile (1992, Swartz (1989, Buzan (2002, De Bono (1971, Leong (1998, dan ramai lagi. Amabile (1992, misalnya menyifatkan institusi pendidikan. Khususnya pendidikan prasekolah merupakan tempat paling penting untuk memupuk alam kreativiti di kalangan kanak-kanak. Selanjunya, Cropley (2001, menegaskan bahawa pendidikan awal kanak-kanak sangat memerlukan persekitaran dan motivasi yang amat signifikan bagi meralisasikan bakat dan kemahirankreativiti kanak-kanak. Namun begitu, menurut de Bono (1970, tanpa prime mover (dibaca sebagai pendidikyang menggerakkan persekitaran yang kondusif untuk berkreativiti, maka sukar untuk para pelajar untuk berkreasi dengan selasa dan selamat. sungguhpun begitu, Prime mover yang dimaksudkan oleh de Bono itu ialah pendidik yang dibekali dengan pengetahuan dan kemahiran kreativiti. Pendidik yang tidak memiliki kemahiran dan pengetahuan kreativiti sukar untuk merealisasikan suasana, ruang, dan pengalaman kreatif dalam pengajaran dan pembelajarannya. Oleh yang demikian, kertas kerja konseptual ini akan mengupas agenda pemurnian kretiviti dalam pendidikan prasekolah serta kesannya terhadap pembinaan bangsa Malaysia yang kreatif. Justeru, kami akan memulakan dengan kupasan terma-terma penting kertas kerja ini seperti pemurnian kreativiti, bangsa Malaysia yang kreatif serta komponen- proses kreativiti kanak-kanak prasekolah. Selain itu, kertas kerja ini akan memberi tumpuan terhadap motivasi bagi mengharmonikan kreativiti dalam aktiviti pengajaran dan pembelajaran pada peringkat prasekolah. Selanjutnya, kertas kerja ini akan menggagaskan persekitaran yang kondusif serta teknk-teknik yang spesifik dalam pemurnian kreativiti dalam aktiviti pendidikan prasekolah. Akhirnya, kertas kerja ini akan melakarkan model pemurnian kreativiti yang sesuai dalam konteks pendidikan prasekolah.

  13. Kehidupan Wayang Orang Sriwedari dalam Perspektif Determinasi Penari Rol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hersapandi Hersapandi

    2013-11-01

    Full Text Available Penari rol atau penari bintang dalam Wayang Orang memiliki kualifi kasi sangat baik dalam menjalankan perannya, penguasaan keterampilan dan pengetahuan yang tinggi, dan kemampuan mengembangkan karakter peran yang dilakukan. Keterampilan kompetitif unggul tentu menjadi ikon untuk menyerap perhatian audien. Ikon peran terletak pada penonton. Oleh karena itu, seorang penari bintang perlu memiliki semangat tersebut untuk memotivasi kehidupan kelompok Wayang Orang. Kemampuan aktingnya mencerminkan suatu totalitas kesenian aktor dalam kehidupan pribadinya, yaitu untuk menjaga kualitas seorang penari profesional kuat sebagai agen. Aktor ini sering tampak melindungi karismanya. Dia selalu mencoba untuk melakukan sebanyak mungkin, sehingga ia tidak perlu membuat penari baru lainnya untuk menggantikannya. Alasannya adalah penari baru dianggap sebagai pesaing yang dapat menggantikan posisi potensi ekonomi. Semangat kinerja Wayang Orang adalah kualitas artistik penari bintang yang menyatakan simbol dan nilai artistik yang diperlukan oleh para penonton.Kata kunci: Wayang Orang, bintang penari, manajemen seni.ABSTRACTSriwedari Wayang Orang Performance. The term rol dancer or star dancer refers to the main dancer who becomes the star in wayang orang. It has an excellent qualifi cation in performing his/her role, an excellent mastery of knowledge and skills, and capability of developing the characters of the role that s/he performs. His/her superior competitive skills certainly become an icon for absorbing the audiens attention. Since the icon role lies on the audience, a star dancer needs to have such skills to motivate the life of the wayang orang group. As an agent, his/her acting skills have refl ected a totality of the actors artistry in his/her private life, i.e. to keep professional dancers quality stronger as a whole.The agent has as individudal and inttelectual integrity as a professional actor. The actor often seems to protect his charisma. S/he always tries to perform as many times as possible, so s/he does not need other new dancers to replace him/her. The reason is that the new dancers are considered as competitors who may replace his/her position and certainly his/her economic potentials as well. The spirit of wayang orang performance is the star dancers artistic quality expressing the symbols and artistic values needed by the audience.Key words: wayang orang, art management, star dancer.

  14. KEBIJAKAN DALAM PENENTUAN DAN PENDANAAN MODAL KERJA PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miswanto Miswanto

    2012-10-01

    Full Text Available Abstract: Policy in Determining and Financing Companys Working Capital. In funding working capital, a company can use hedging policy, conservative policy, and aggressive policy. In relation to long-term versus short-term financing, temporary versus permanent current assets, and the trade-off between risk and profitability, it can be concluded that when the temporary current assets are financed by short-term financing they have moderate risk and profitability, when the temporary current assets are financed by long-term financing they have low risk and profitability, when the permanent current assets are financed by short-term funding they have high risk and profitability, and when the permanent current assets are financed by long-term financing they have moderate risk-profitability. To measure the performance of the working capital management, the working capital position of the company needs to be analyzed. By using the data presented on the balance sheet and income statement, the company can carry out the analysis of working capital performance using financial ratio analysis on working capital, analysis of the funding sources and use of funding statement, and analysis of the company's cash flow statement. Keywords: liquidity, capital, financing, profitability, and risk Abstrak: Kebijakan dalam Penentuan dan Pendanaan Modal Kerja Perusahaan. Dalam mendanai modal kerja, perusahaan dapat menggunakan kebijakan hedging, kebijakan konservatif, dan kebijakan agresif. Dalam hubungannya antara pendanaan jangka pendek versus jangka panjang, aktiva lancar temporer versus permanen, dan trade-off antara risiko dan profitabilitas diperoleh kesimpulan bahwa jika aktiva lancar temporer dibiayai dengan pendanaan jangka pendek memiliki risiko dan profitabilitas moderat, jika aktiva lancar temporer dibiayai dengan pendanaan jangka panjang memiliki risiko dan profitabilitas rendah, jika aktiva lancar permanen dibiayai dengan pendanaan jangka pendek memiliki risiko dan profitabilitas tinggi, dan jika aktiva lancar permanen dibiayai dengan pendanaan jangka panjang memiliki risiko dan profitabilitas moderat. Untuk mengukur kinerja manajemen modal kerja, posisi modal kerja perusahaan perlu dianalisis. Dengan menggunakan data yang tersaji pada neraca dan laporan laba rugi, perusahaan dapat melakukan analisis kinerja modal kerja dengan menggunakan analisis rasio keuangan pada modal kerja, analisis pada laporan sumber dan penggunaan dana, dan analisis pada laporan aliran kas perusahaan. Kata kunci: likuiditas, modal, pendanaan, profitabilitas, dan risiko

  15. ANALISIS ALGORITMA INSERTION SORT, MERGE SORT DAN IMPLEMENTASINYA DALAM BAHASA PEMROGRAMAN C++

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Hendra Saptadi

    2013-07-01

    Full Text Available Makalah ini mengetengahkan kajian implementasi dan performa proses pengurutan menggunakan dua algoritma yang berbeda, yaitu Insertion Sort dan Merge Sort. Pada tahap pertama, kedua algoritma tersebut diimplementasikan dalam bahasa C++ untuk mengurutkan sejumlah angka yang diketikkan oleh pengguna. Pada tahap kedua, kode sumber untuk kedua algoritma tersebut diubah untuk dapat mengurutkan angka yang dihasilkan secara acak dengan jumlah angka sebanyak permintaan dari pengguna. Untuk mengetahui seberapa baik performa dalam mengurutkan data, maka dalam tahap terakhir, kedua algoritma tersebut mengurutkan sejumlah angka acak dengan rentang jumlah yang sudah ditentukan dan hasilnya kemudian dibandingkan. Dari eksperimen yang sudah dilakukan, algoritma merge sort telah memperlihatkan performa yang lebih baik, khususnya untuk jumlah data yang banyak (> 10000. Adapun algoritma insertion sort memiliki keuntungan dalam hal kompleksitas algoritma yang lebih rendah terutama dalam kondisi best case dan karena tidak menggunakan rutin rekursi dalam proses pengurutan, maka tidak membutuhkan ruang penyimpanan atau memori sebanyak algoritma Merge Sort. Kata kunci : Algoritma, Insertion Sort, Merge Sort, Performa, Bahasa C++

  16. Pengaruh Penambahan Glukosa Sebagai Co-substrate dalam Pengolahan Air Limbah Minyak Solar Menggunakan Sistem High Rate Alga Reactor (HRAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laksmisari Rakhma Putri

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak dalam air limbah umumnya relatif sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme pada pengolahan air limbah secara biologis. Sistem alga dalam High Rate Alga Reactor (HRAR telah banyak dikembangkan dan digunakan sebagai pengolah air limbah domestik dan industri. Aplikasi sistem alga dalam HRAR ini dicoba untuk diaplikasikan dalam pengolahan air limbah mengandung minyak solar. Penelitian dilakukan untuk mengkaji kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar dengan penambahan glukosa sebagai co-substrate. Penambahan co-substrate diperkirakan dapat mendorong bakteri untuk memberikan suplai karbondioksida pada mikroalga. Penelitian ini dilakukan dengan dua variabel penelitian yaitu konsentrasi minyak solar sebesar 381 ppm dan 830 ppm dalam air limbah dan konsentrasi co-substrate berupa gula sebesar 5 gram, 7 gram, dan 10 gram ke dalam 18 Liter air pada reaktor. Setiap dua hari sekali selama 14 hari akan diambil sampel untuk kemudian dilakukan analisis masing-masing parameter. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi kinerja HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar adalah sebesar 84,27%. Efisiensi tertinggi ini didapatkan pada reaktor dengan variasi penambahan minyak solar 830 ppm dan co-substrate sebesar 10 gram ke dalam 18 Liter yang memiliki nilai COD 586,67 mg/L. Pada konsentrasi minyak solar sebesar 830 ppm, penambahan co-substrate memberikan pengaruh pada efisiensi penurunan kandungan minyak solar. Semakin besar penambahan co-substrate, semakin besar efisiensi penurunan kandungan minyak solar.

  17. STRATEGI TERCAPAINYA KETAHANAN PANGAN DALAM KETERSEDIAAN PANGAN DI TINGKAT REGIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isbandi dan

    2014-10-01

    Full Text Available Kebutuhan pangan di Indonesia untuk saat ini belum dapat tercukupi karena, pertanian di Indonesia belum bisa dikelola dengan baik, untuk saat ini peran para petani sangat dibutuhkan guna untuk meningkatkan produktivitas pangan di Indonesia. Melihat permasalahan di atas tujuan tulisan ini untuk mengetahui bagaimana strategi tercapainya ketahanan pangan dalam ketersediaan pangan secara nasional yang dapat disiasati dengan ketersediaan pangan, mengembangkan kelembagaan, solusi diversifikasi pangan secara nasional sehingga dapat terwujud ketahanan pangan dan tidak ketergantungan pada pangan pokok masyarakat. Pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa Indonesia mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama seperti diamanatkan oleh Undang Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa Pemerintah menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan,masyarakat menyelenggarakan proses produksi dan penyediaan, perdagangan, distribusi serta berperan sebagai konsumen yang berhak memperoleh pangan yang cukup dalam jumlah dan mutu, aman, bergizi, beragam, merata, dan terjangkau oleh daya beli masyarakat. Kecukupan pangan untuk kepentingan masyarakat secara nasional, tercapainya target kecukupan pangan dengan adanya sistem ketahanan pangan di Indonesia secara komprehensif meliputi empat sub-sistem, yaitu: ketersediaan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup untuk seluruh masyarakat secara nasional, distribusi pangan yang lancar, harga pangan murah dan terjangkau oleh lapisan masyarakat secara nasional, merata keseluruh daerah-daerah di Indonesia, konsumsi pangan setiap individu terpenuhi kecukupan gizi seimbang dapat menikmati yang berdampak pada kecukupan pangan dengan baik dan status gizi masyarakat Indonesia terpenuhi secara regional. ABSTRACT Food needs in Indonesia to date can not be fulfilled because of agriculture in Indonesia can not be managed well, for now the role of farmers is urgently needed to increase food productivity in Indonesia. Looking at the above problems purpose of this paper to find out how to achieve food security strategy in the national food availability can be circumvented by ketersdiaan food, develop institutional, food diversification solutions nationally to enable the creation of food security and reliance on staple foods. Food is an essential and strategic commodity for Indonesia since food is a basic human need that must be met by the government and the community together as mandated by Law No. 7 of 1996 concerning food. Mentioned in the Act Government organized setting, coaching, control and supervision, while community organizing production processes and supply, trading, distribution and function as consumers are entitled to adequate food in quantity and quality, safe, nutritious, diverse, equitable, and affordable by the community. Food security for the benefit of the national community, the achievement of food sufficiency targets with a system of food security in Indonesia comprehensively covers four sub-systems, namely: the availability of food in sufficient quantity and type for the entire national community, lancer food distribution, food prices cheap and affordable by the national society, evenly throughout the regions in Indonesia, each individual food consumption is met can enjoy a balanced nutrition that impact on the food security and nutritional status of both the people of Indonesia met nationally.

  18. Tradisi keilmuan dan pendidikan dalam tamadun melayu di nusantara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd Koharuddin b. Mohd Balwi

    2004-06-01

    Full Text Available Kertas ini mengyelongkar tradisi keilmuan dan keintelektualan dalam tamadun Melayu di Nusantara. Masyarakat Melayu yang tersebar luar di alam Melayu atau Nusantara ini telah memiliki tradisi keilmuan dan pendidikan yang menjadi teras kepada kemunculan tamaduan yang tinggi dan cemerlang. Tradisi keilmuan ini kemudiannya menjadi marak melalui kedatangan Islam di Nusantara apabila ia merevolosikan tradisi ini kerana Islam memang amat manganjurkan kepada keilmuan dan keintelektualan. gelombang ini kemudiannya melahirkan beberapa kerajaan Islam yang menjadikan pendidikan keilmuan sebagai suatu yang amat penting dan amat digalakkan. Kemudiannya, lahirlah Pasai, Melaka, Acheh Demak, dan lain-lain menjadi pusat keilmuan dan pendidikan di Nusantara. Teratak keilmuan dan pendidikan ini telah melahirkan tokoh-tokoh Melayu yang tersohor sepanjang zaman. Lantaran, ketinggian ketamadunan Melayu tidak terletak kepada kehebatan budaya meterialnya, sebaliknya terletak kepada kehebatan dan ketinggian tradisi keilmuan dan keintelektualannya. Tradisi keilmuan dan pendidikan merupakan tradisi umat Melayu-Islam sepanjang zaman.

  19. PERAN PNPM DALAM UPAYA MOBILITASI MASYARAKAT MISKIN DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rafika Bayu Kusumandari

    2015-12-01

    Full Text Available This study aimed to describe the role of PNPM Mandiri in the economic and social aspects in an attempt social mobility for the poor, and describes the driving and inhibiting social mobility PNPM efforts for the poor. This study used a qualitative approach. The research was conducted in the Village Mangunsari, District Gunungpati, Semarang. In PNPM program, the activities fostered the activities of Tridaya (Engineering / Environmental, Social and Economic. Guidance for each village conducted at BKM respective wards. From the research, it can be concluded that: (1 PNPM program is effective enough to mobilize poverty in the city of Semarang with Tridayas program. (2 Increasing public welfare with the PNPM program. And (3 However, the PNPM has not been able to make people aware not to consider themselves poor. Advice: Need for a more intensive coaching to the public the awareness to not call them poor, and this program would be very good if implemented continually.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan PNPM Mandiri pada aspek ekonomi dan aspek sosial dalam upaya mobilitas sosial bagi masyarakat miskin; dan mendeskripsikan pendorong dan penghambat PNPM dalam usaha mobilitas sosial bagi masyarakat miskin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Pada program PNPM ini, kegiatan yang dibina pada kegiatan Tri daya (Teknik / Lingkungan, Sosial dan Ekonomi. Pembinaan untuk masing-masing kelurahan dilakukan pada BKM masing-masing kelurahan. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa : (1 Program PNPM cukup efektif untuk memobilisasi kemiskinan di Kota Semarang dengan program Tri dayanya. (2 Kesejahteraan masyarakat semakin meningkat dengan adanya program PNPM. Dan (3 Namun demikian, adanya PNPM belum bias menyadarkan masyarakat untuk tidak menganggap dirinya miskin. Saran: Perlu adanya pembinaan yang lebih intensif kepada masyarakat akan kesadaran untuk tidak menyebut dirinya miskin, dan program ini akan sangat bagus jika dilaksanakan secara berlanjut.

  20. PROBLEM PENDIDIKAN VIDEO GAMES DALAM PERSPEKTIF TEORI SIMULACRA JEAN BAUDRILLARD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Murtiningsih, Joko Siswanto, M. Mukhtasar Syamsudin

    2013-05-01

    Full Text Available Abstract: Education Problems of Video Games in the Perspective of Jean Baudrillards Theory of Simulacra. In the era of digital age, we are witnessing how video games penetrate childrens daily life and it is believed to have some impacts on their cognitive and affective processes. Referring to hermeneutical approach, the present library research seeks to answer the question whether video games create a real identity or simply forge false consciousness in children. In the first step, the data were collected from bibliographical sources that related to data. In the second step, the data were analyzed to examine the pedagogical-philosophical properties of the video games. The results indicate that video games change the way children view the world. Video games present the world as hiper-reality. Bu putting aside the negative values and maximizing the positive ones, the understanding of hiper-reality allows for the inculcation of children. Abstrak: Problem Pendidikan Video Games dalam Perspectif Teori Simulacra Jean Baudrillard. Permainan video games diyakini berdampak positif sekaligus negatif pada proses kognitif dan afektif anak.-anak. Terutama, video games berpengaruh pada proses internalisasi nilai-nilai dan pembentukan identitas mereka. Teknologi virtual yang disajikan oleh video games, seperti didekati oleh teori simulacra Jean Baudrillard, menyuguhkan jebakan akan realitas palsu. Melalui riset pustaka dengan metode "filsafat hermeneutis", dianalisis data untuk membangun refleksi filsafat pendidikan atas permainan video games itu. Hasil penelitian ini menyatakan video games menyuguhkan sebuah hiper-realitas dari simulasi realitas, atau simulacra dalam teori Jean Baudrillard. Simulacra adalah dunia yang terbentuk dari salinan realitas, yang menjadi acuan melebihi realitas asli. Disimpulkan bahwa video games menjadi semacam ruang konseptual, yang dibentuk oleh simulacra. Dengan mengenali hakikat hiper-realitas, video games dapat menjadi alat transfer pengetahuan dan pengalaman bagi anak-anak secara positif, dengan mengeliminasi dampaknya yang negatif.

  1. PENGUKURAN RISIKO BISNIS DAN RISIKO PENDANAAN DALAM PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miswanto Miswanto

    2013-04-01

    Full Text Available Abstrak: Pengukuran Risiko Bisnis dan Risiko Pendanaan dalam Perusahaan. Dalam melakukan pengambilan keputusan leverage, manajer keuangan tidak cukup hanya memperhatikan laba, melainkan juga risiko yang ditimbulkan. Risiko dapat berupa risiko bisnis, risiko pendanaan, dan risiko total. Pengukurannya dapat dilakukan dengan pendekatan statistika dan pendekatan pasar. Menurut pendekatan statistika, risiko total diukur dengan Koefisien Variasi EPS, atau dihitung dari Koefisien Variasi EBIT kali Degree of Financial Leverage (DFL. Risiko bisnis diukur dengan Koefisien Variasi EBIT, dan risiko pendanaan diukur dengan Koefisien Variasi EPS dikurangi dengan Koefisien Variasi EBIT. Menurut pendekatan pasar, risiko total diukur dengan beta leverage firm, risiko bisnis diukur dengan beta unleveraged firm, dan risiko pendanaan diukur dari beta leverage firm dikurangi dengan beta unleverage firm. Melalui pendekatan pasar dapat diperoleh adanya keterkaitan yang berupa trade-off antara risiko leverage dan return yang diharapkan.   Kata kunci: beta, bisnis, laba, leverage, pendanaan, dan risiko   Abstract:  Business and Financial Risk Measurement in the Firms. In making decisions on leverage, financial managers is not enough to pay attention to the earnings, but should also pay attention to the risks. The risks can be business risk, financial risk, and total risk. They can be measured either by statistical or market approach. With the statistical approach, the total risk is measured by the coefficient of variation of EPS, or calculated from the coefficient of variation of EBIT times the Degree of Financial Leverage (DFL. Business risk is measured by the coefficient of variation of EBIT, and financial risk is measured by the coefficient of variation of EPS reduced coefficient of variation of EBIT. With the market approach, the total risk is measured by beta leverage firm, business risk measured by beta unleveraged firm, and financial risk obtained by reducing beta leverage firm by beta unleveraged firm. Through market approach a trade-off relationship between risk and expected return in leverage can be obtained.   Keywords: beta, business, earnings, leverage, financing, and risk

  2. Rim-ba: Karya Tari Hasil Refleksi Kehidupan Suku Anak Dalam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarjiwo Sarjiwo

    2013-11-01

    Full Text Available Karya tari Rim-ba merupakan hasil dari refl eksi penata tari terhadap kehidupan Suku Anak Dalam (Orang Rimba di Bukit Duabelas Propinsi Jambi. Hutan yang menjadi habitat dan tempat bernaung Suku Anak Dalam semakin sempit areanya. Hal tersebut disebabkan oleh adanya penebangan liar (illegal logging maupun perluasan lahan perkebunan sawit. Tema yang diangkat dalam garapan karya tari ini adalah perjuangan hidup orang rimba. Bentuk penyajiannya simbolis representasional yang terbagi dalam empat adegan, yaitu adegan satu (introduksi tentang keterbelakangan, adegan dua tentang ritus orang rimba, adegan tiga tentang aktivitas mata pencaharian orang rimba, dan adegan empat tentang perusakan rimba. Karya tari ini didukung oleh empat orang penari. Gerak tari berorientasi pada perilaku kehidupan sehari-hari orang rimba. Musik pengiring merupakan musik hasil editing secara digital dengan software nuendo dengan memasukkan unsur suara vocal. Tata rupa pentas berdasarpada atmosfi r suasana hutan, meliputi property instalasi kayu, akar sulur gantungan dan dedaunan. Busana yangdikenakan menyerupai busana asli Suku Anak Dalam yang sudah dimodifi kasi. Sedangkan tata cahaya yangdigunakan berorientasi pada nuansa cahaya alam.Kata kunci: rimba, suku anak dalam, bukit duabelasABSTRACTRim-ba: A Dance refl ecting the Life of Anak Dalam Tribe. Rimba dance is the result of the choreographersrefl ection on the life of Anak Dalam tribe (forest people / Orang Rimba in Bukit Duabelas, Jambi province. The forestwhich is the habitat of the tribe is shrinking. This is due to the illegal logging and palm oil agriculture expansion. Thetheme of the dance is about the struggle of forest people in their life. The symbolic, choreographic representation is dividedinto four acts; the fi rst act introduces the underdeveloped condition of the people; the second act shows the rituals practiced by the forest people; the third act shows how the forest people earn their living; and the fi nal act visualizes the forest destruction. The dance is performed by four dancers. The dance movement orientates on the daily behaviors of the forestpeople. The accompanying music is composed and edited digitally by applying nuendo software and inserting vocal element in the software. The stage decoration shows a forest setting which includes wooden property, hanging roots and leaves. The dancers costumes resemble the original clothes of Anak Dalam tribe along with some modifi cations, whereas the lighting arrangement is based on natural lighting nuance.Key words: anak dalam dance, bukit duabelas

  3. AIR SEBAGAI SUBYEK DALAM DESAIN ARSITEKTUR Kasus telaah: Istana Alhambra Granada

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Esterlita Devi Hendrayani

    2002-01-01

    Full Text Available Water has always been imperative for life, since the very beginning, the birth, growth, survival, to the death, water always play an important role. In whatever kind of form, water has the character and potency to increase the quality of human life or to destroy it. Water is well responsive against natural forces, such as storm, rain, lightning and thunder, it could change in a sudden from a still and calm condition to a new powerful force, which could evoke certain human emotion. With this character and potency, water contribute to the dynamic of the architecture which incorporates it, placed as subject to architectural composition, not merely as object to meet the physical human needs. Through analyzing the Alhambra palace which is known as the locus classicus of the use of water in architectural design, a reflection can be made, whether water has been placed as subject in an architectural composition or just as something routine. Abstract in Bahasa Indonesia : Air adalah sesuatu yang tidak dapat dilepaskan dalam segala aspek kehidupan manusia, mulai dari awal kehidupan, kelahiran, pertumbuhan, perjuangan hidup hingga kematian. Dalam wujud apapun air mempunyai karakter dan potensi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia atau merusakkannya. Air begitu responsif terhadap kekuatan alam seperti, badai, hujan lebat, kilat dan petir; ia dapat dengan tiba-tiba berubah dari keadaan tenang menjadi kekuatan baru yang mampu membangkitkan emosi tertentu. Dengan mengenal karakter dan potensi inilah, maka air dapat menjadi komponen dinamis dalam arsitektur, dapat berperan sebagai subjek dalam desain komposisi arsitektural, bukan hanya semata-mata sebagai objek guna memenuhi kebutuhan fisik manusia saja. Air dapat menjadi urat nadi dalam komposisi arsitektur. Melalui telaah desain istana Alhambra, yang dikenal sebagai locus classicus bagi penggunaan air dalam desain arsitektur, maka kita dapat melakukan refleksi apakah telah menempatkan air sebagai subyek dalam desain arsitektur, atau hanya sebagai suatu rutinitas saja. Kata kunci: Air, Komponen Komposisi Arsitektural, Makna.

  4. KINERJA PELAYANAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF NEW PUBLIK MANAGEMENT (NPM) (STUDI MODEL PELAYANAN BERFOKUS PELANGGAN PADA PDAM KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    Hamsinal et.al

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan; (1) untuk menganalisis dan mendeskripsikan kinerja Wilayah-Wilayah Pelayanan PDAM Kota Makassar dalam hal pemberian pelayanan publik kepada pelanggan; (2) Untuk mendeskripsikan kesenjangan antara kinerja Wilayah Pelayanan PDAM Kota Makassar dengan harapan para pelanggan; (3) untuk menganalisis dan mendeskripsikan upaya peningkatan kinerja Wilayah Pelayanan PDAM Kota Makassar dalam menghilangkan kesenjangan pelayanan publik kepada pelanggan. Metode penelitian kualitat...

  5. KONSISTENSI PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN DALAM PENINGKATAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS OTONOMI DAERAH: STUDI KASUS KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SULAWESI SELATAN)

    OpenAIRE

    1) Nursini, 2

    2011-01-01

    Studi ini bertujuan untuk: (i) mengembangkan model konsistensi antara perencanaan dan penganggaran melalui pengkajian tingkat konsistensi antara perencanaan dan penganggaran dan ketepatan penetapan indikator kinerja; (ii) meningkatkan kapasitas dan kapabilitas aparat pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan dan penganggaran dan melaksanakannya secara konsisten dalam rangka mewujudkan efesiensi dan efektifitas penyelenggaraan otonomi daerah melalui pengkajian kelayakan dan efektifitas pen...

  6. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERDESAAN DALAM PEMBANGUNAN (Studi Kasus Perempuan Di Desa Samboja Kuala, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara)

    OpenAIRE

    Farida Hydro Foilyani; Adam - Idris; Bambang - Swasto

    2012-01-01

    ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah belum diikutsertakannya perempuan perdesaan di dalam berbagai aspek pembangunan, sehingga mereka perlu diberdayakan agar dapat berfungsi sebagai subyek maupun obyek di dalam pembangunan, baik sebagai perencana, pengambil keputusan, pelaksana, maupun masyarakat dan menikmati hasil pembangunan secara merata. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendiskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan aspek-aspek yang berhubungan dengan: (1) Latar bel...

  7. KERBAU UNTUK LELUHUR: DIMENSI HORIZONTAL DALAM RITUS KEMATIAN PADA AGAMA MERAPU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunawan Gunawan

    2013-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menggali makna yang terkandung dalam ritual mengorbankan kerbau dalam ritus kematian pada agama Marapu. Pengamatan dilakukan pada masyarakat Sumba penganut agama merapu. Fenomena keagamaan dalam masyarakat secara antropologis dapat dilihat dari aras sakral dan profan. Aras sakral menempatkan fenomena keagamaan dalam hubungan vertikal antara manusia dengan tuhan sebagai pemilik kekuatan adikodrati. Sedangkan pada aras profan melihat fenomena keagamaan dalam hubungan horisontal yang terbangun dalam relasi sosial antar pendukungnya. Tulisan ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari aras sakral dan profan tidaklah terpisah sama sekali. Aktifitas yang tampaknya profan ternyata terkait dengan wilayah sakral seperti yang terjadi pada masyarakat Sumba. Keberadaan ternak khususnya kerbau menjadi penghubung antara wilayah sakral dan profan. Memelihara ternak, khususnya kerbau merupakan aktifitas sehari-hari yang bersifat profan namun menjadi sakral manakala kerbau hadir dalam ritual kematian. Sehingga secara nyata aktifitas profan dalam memelihara ternak khususnya kerbau akan menjamin tetap tegaknya agama Marapu. The objective of this study is to reveal the meaning behind the sacrifice of buffalo in the death rituals of Merapu religion. The observation was done among Sumba community, the followers of Merapu religion. Religious phenomena in the anthropological community can be seen from the sacred and profane dimension. In sacred level, religious phenomenon builds the vertical relationship between man and God as the owner of supernatural power. While the level of profane views religious phenomena in a horizontal relationship built within particular social relations. This paper shows that in the level of everyday life, the sacred and the profane are not separated at all as best exemplified by Sumba community ritual of buffalo sacrifice. Seemingly profane activities were related to the sacred as exemplified by Sumba people particularly the followers of Merapu belief. The presence of livestock especially buffaloes became a liaison between the sacred and the profane. Livestock, particularly buffalo are daily profane activities, but when the buffalo are present in the death ritual, they become sacred. Profane activities in raising livestock especially the buffalo ensures the upholding of Marapu belief.

  8. Tinjauan Teologis Tentang Takut Akan Tuhan Berdasarkan Kitab Amsal Dan Implementasinya Dalam Hidup Kekristenan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ril Tampasigi

    2012-04-01

    Full Text Available Sebagai tujuan penelitian adalah Untuk memaparkan konsep Takut akanTUHAN berdasarkan kitab Amsal, Untuk menjelaskan manfaat dari TakutakanTUHAN. Dan Untuk menjelaskan implementasinya dalam kehidupan Kekristenansetiap hari.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatifyaitu metode penelitian Kepustakaan (library research, terhadap berbagai sumberdata antara lain: Alkitab, tafsiran-tafsiran kitab Amsal dan buku-buku yangmembahas tentang Takut akan TUHAN serta penulis menggunakan metode eksegesis.Yang disusun secara deskriptif untuk mencapai sasaran dan tujuan penulisan.Dalam penelitian ini, ditemukan hasil bahwa Kekristenan seharusnya hidupberdasarkan takut akan TUHAN dengan menyadari akan kemahakuasaan-Nya,kekudusan-Nya, kemahahadiran-Nya dan kemahatahuanNya dalam setiap aspekkehidupan manusia lewat tindakan dan perilaku manusia. Banyak hal dalam duniaini yang akan membuat manusia merasa takut dan gentar, baik itu ketakutanterhadap sesamanya manusia maupun ketakutan terhadap hal-hal yang lainnya.Takutakan TUHAN merupakan suatu perasaan takut yang positif bukan negatif.Takutakan TUHAN bukan seperti perasaan takut yang dialami oleh manusiaterhadap hal-hal yang biasa, tetapi takutakan TUHAN merupakan penghormatanmanusia terhadap TUHAN.

  9. PENDEKATAN FALSAFAH SAINS AL-QURAN DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN KEBANGSAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Hafiz Mat Tuah

    2015-12-01

    Full Text Available Negara yang membangun seperti Malaysia masih dibelenggu dengan fenomena permasalahan pendidikan. Usaha yang dilaksanakan oleh Kementerian Pelajaran Malaysia dalam sistem pendidikan telah membawa pada tranformasi yang besar dalam kurikulum pendidikan kebangsaan. Melakukan beberapa perubahan pada sistem pendidikan perlu dilakukan bagi merealisasikan hasrat dan tujuan selaras dengan Falsafah Pendidikan Negara. Faktor ini berdasarkan pada pembentukan masyarakat masa depan akan lahir dari generasi yang terlatih dengan bentuk pendidikan masa kini. Kurikulum sekolah juga memerlukan pendekatan Sains al-Quran untuk melahirkan siswa yang dapat mengimbangi antara duniawi dan ukhrawi. Hal ini amat penting karena dalam kurikulum pendidikan kebangsaan ada menekankan pada aspek insan yang seimbang dan harmonis dari segi intelek, rohani, emosi, dan jasmani berdasarkan kepercayaan dan kepatuhan kepada Tuhan. Selain itu, pengaplikasian sains al-Quran dalam kurikulum menunjukkan bahwa sains dan al-Quran tidak boleh dipisahkan. Fokus kajian ini merujuk kepada falsafah sains al-Quran agar sains al-Quran dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan kebangsaan.

  10. Pengaruh Prosentase Solvent Non Polar dalam Campuran Pelarut terhadap Pemisahan Senyawa Non Polar dari Minyak Nyamplung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Anggraini

    2014-03-01

    Full Text Available Minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum oil dikenal sebagai minyak yang tidak dapat dikonsumsi. Oleh sebab itu, penelitian tentang minyak ini kebanyakan hanya terfokus pada konversi minyak menjadi biodiesel. Pada penelitian ini, diharapkan agar trigliserida (senyawa non polar terpisah dengan resin beracun yang ada di dalam minyak nyamplung itu sendiri, dengan tujuan agar minyak nyamplung bisa dikonsumsi oleh manusia. Minyak nyamplung sendiri disinyalir mengandung senyawa anti HIV dan anti tumor yang sangat berfungsi bagi manusia. Resin beracun yang terdapat dalam minyak ini diidentifikasi sebagai phthalic acid ester (PAE. Trigliserida dalam minyak nyamplung sendiri berkisar antara 70-80%, sehingga jika trigliserida ini dapat terpisah dengan baik dari PAE atau komponen lain yang berbahaya dalam minyak nyamplung, bukan tidak mungkin minyak nyamplung nantinya akan dapat dikonsumsi oleh manusia. Proses isolasi trigliserida dimulai dengan memisahkan senyawa yang diinginkan dari lipid menggunakan ekstraksi pelarut-pelarut dengan dua macam variable solvent yaitu : n-hexane-methanol serta petroleum eter-methanol. Pemilihan pelarut berdasarkan atas nilai kepolaran yang dimilikinya karena solvent yang saling larut tidak dapat digunakan dalam ekstraksi ini. Rasio jumlah solvent non polar dan polar ini juga divariasikan, yaitu : 100:0, 75:25, 50:50 dan 0:100.

  11. ESTETIKA TARIAN SARA DOUDA DALAM MASYARAKAT ADAT LOLI (SEBUAH PENDEKATAN LINGUISTIK KEBUDAYAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulistyastuti Sutomo

    2015-01-01

    Full Text Available Not only does art have self-fullfillment, but it also has axiological benefits both socially, culturally, religiously, and economiclally. So does Sara Douda dance. Sara Douda aesthetics is first contained in its whole dance movements. In addition, it can also be found in the whole dance equipments. Moreover, this dance aesthetics may also be contained in the verbal symbols in the speech forms prior to the dance performance. However, both verbal and non-verbal aesthetical forms are incorporated by the pieces of socio-cultural and religious values in the Loli community about their honoring their ancestors, having social harmony, and highly respecting each other among the community members. This study uses a cultural linguistic approach to find out and to review the aesthetics of Sara Douda dance. Seni memang memiliki kepenuhan dalam dirinya sendiri. Tetapi ia juga sekaligus punya faedah aksiologis, baik secara sosial, kultural, religius maupun secara ekonomis. Tarian Sara Douda pun demikian. Estetika Sara Douda pertama-tama ada dalam semua gerak tariannya. Juga dalam seluruh perlengkapan tarian tersebut. Bukan itu saja, estetika tarian ini juga ada dalam simbol-simbol verbal berupa tuturan menjelang tarian. Tetapi baik bentuk-bentuk estetisasi nonverbal maupun verbal, sama-sama disatukan oleh kepingan-kepingan nilai-nilai sosio-kultural dan religius masyarakat Loli tentang penghormatan kepada leluhur, tentang harmoni sosial, dan tentang penghargaan yang tinggi terhadap satu sama lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan linguistik kebudayaan demi menemukan dan menelaah estetika dalam tarian Sara Douda

  12. DAMPAK PENGGUNAAN PENGUKUR KINERJA DAN EVALUASI DALAM KEMAMPUAN STRATEGIS ORGANISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ewing Yuvisa Ibrani

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah peran pengukuran kinerja dapat memfasilitasi keputusan dan hubungannya dengan evaluasi umpan balik dan umpan kedepan serta dapat mempengaruhi kemampuan dalam menghasilkan kemampuan baru sehingga dapat mempengaruhi hasil kinerja SBU. Penelitian ini dilakukan pada 88 Perusahaan dibidang industri kimia di Serang dan Cilegon, Banten, dengan objek penelitian adalah manajer produksi dan manajer pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan pengumpulan data primer berupa kuesioner. Pemilihan sampel yang diuji dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, terpilih 47 responden sebagai sampel penelitian. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan Partial Least Square (PLS. Hasil dari penelitian ini adalah (1 Peran pengukuran kinerja memfasilitasi keputusan dan mempengaruhi keputusan mempunyai hubungan positif signifikan dengan evaluasi umpan balik dan umpan kedepan, (2 Terdapat hubungan yang positif signifikan antara evaluasi umpan balik dengan kemampuan yang ada. (3 Terdapat hubungan yang positif signifikan antara evaluasi umpan kedepan dengan kemampuan baru, (4 Terdapat hubungan yang positif signifikan antara kemampuan yang ada dengan kemampuan baru, dan (5 Terdapat hubungan yang positif signifikan antara kemampuan yang ada dengan Kinerja SBU saat ini.This study aims to examine whether the role of performance measurement can facilitate decision and its relation to the evaluation of feedback and can affect the ability to produce new capabilities that can affect the outcome of the SBU performance. This study was conducted on 88 Companies in the field of chemical industry in Serang and Cilegon, Banten. The objects of research is the production manager and marketing manager. This study employs survey research with primary data collection in the form of questionnaires. Selection of samples tested in this study uses a purposive sampling method by selecting 47 respondents as samples. Research hypothesis testing uses Partial Least Square (PLS. The results of this study were; (1 facilitate the role of performance measurement and influence decision-making has a significant positive relationship with the evaluation feedback, (2 There is a significant positive relationship between the evaluation feedback with existing capabilities, (3 there is a significant positive relationship between the evaluation of the feed forward with new capabilities, (4 there is a significant positive relationship between existing capabilities with new capabilities, and (5 there is a significant positive relationship between performance capabilities with the current SBU.

  13. ADSORPSI ION CU(II MENGGUNAKAN PASIR LAUT TERAKTIVASI H2SO4 DAN TERSALUT Fe2O3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DS Pambudi

    2014-11-01

    Full Text Available Pasir laut merupakan bahan alam yang melimpah. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, pasir dapat dimanfaatkan sebagai penjerap ion logam berat mengingat 30% lebih dari volumenya adalah pori-pori. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II menggunakan pasir laut kontrol, pasir laut teraktivasi H2SO4, pasir laut tersalut Fe2O3, serta pasir laut teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3. Ada dua macam pasir laut yang digunakan, yaitu pasir hitam dan pasir putih. Kajian yang dilakukan meliputi optimasi adsorben pada variasi pH, konsentrasi ion logam, dan waktu kontak. Optimasi pH diperoleh pada pH 7, optimasi konsentasi ion logam diperoleh 250 ppm untuk pasir hitam dan 200 ppm untuk pasir putih, dan optimasi waktu diperoleh 60 menit untuk pasir hitam dan 90 menit untuk pasir putih. Kapasitas adsorpsi pasir laut teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3 dalam menyerap ion logam tembaga sebesar 24,8634 mg/g untuk pasir hitam dan 19,8854 mg/g untuk pasir putih. Sebanyak 6,5 g pasir hitam teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3 digunakan untuk menyerap limbah pada konsentrasi Cu(II sebesar 2960,32 ppm dengan persentase teradsorpsi sebesar 94,70%. Sedangkan pada pasir putih teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3, sebanyak 8 g pasir digunakan untuk menyerap limbah dengan konsentrasi Cu(II sebesar 2984,13 ppm, hasilnya menunjukkan 92,56% ion logam Cu(II teradsorp. Sea sand is abundant natural materials. In addition to be used as a building material, sand can be utilized as heavy metal ion adsorbent, because it has quite a lot of pores, i.e 30% more than its volume. The purpose of this study was to determine the adsorption capacity of Cu(II ions using sea sand alone as control, H2SO4-activated sea sand, Fe2O3-coated sea sand, as well as H2SO4-activated and Fe2O3-coated sea sand. Two kinds of sea sand have been used in the research, i.e the black sand and the white sand. Studies were performed to examine the optimization of the adsorbent at various pH levels, metal ion concentrations, and adsorption contact time. The optimization of pH was obtained at pH 7, metal ion concentrations was obtained at 250 ppm in the black sand and 200 ppm in the white sand, and the optimation of contact time was 60 minutes for the black sand and 90 minutes for the white sand. The adsorption capacity of the H2SO4-activated and Fe2O3-coated sea sand to absorb copper ions was 24.8634 mg/g for the black sand and 19.8854 mg/g for the white sand. A total of 6.5 g of H2SO4-activated and Fe2O3-coated black sand were used to adsorb waste at 2960.32 ppm of C(II concentration with the adsorbance percentage of 94.70%. Whereas a total of 8 g of H2SO4-activated and Fe2O3-coated white sand can adsorb waste with concentration of Cu(II at 2984.13 ppm, and as much as 92.56% of Cu (II metal ions were adsorbed.

  14. Minda objektif dimensi gerhana dalam persoalan kesejahteraan dan hubungan Indonesia-Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amriah Buang

    2009-01-01

    Full Text Available Minda objektif ialah kesanggupan meneliti pokok persoalan menurut fakta. Fakta ertinya kenyataan sebagaimana yang berlaku. Tesis kertas ini ialah bahawa sekian banyak perbicaraan permasalahan kesejahteraan dalam hubungan dua hala Indonesia-Malaysia dewasa ini adalah berpunca dari pendekatan yang kurang menghormati dan meraikan pemikiran yang objektif, pemikiran yang berlandaskan fakta. Kertas ini merujuk kepada dua kes utama untuk menunjukkan bagaimana minda yang kurang objektif telah mengeruhkan keadaan dan seterusnya hubungan Indonesia-Malaysia. Satu, kes pembantu rumah Indonesia di Malaysia, dan satu lagi kes meningkatnya jenayah di Malaysia akibat kehadiran pekerja asing Indonesia. Kertas ini juga melakarkan jalan keluar yang menghargai minda objektif kerana di dalam penyerlahan kembali minda yang objektif inilah letaknya harapan realistik dalam memurnikan kembali hubungan dua negara serumpun ini.

  15. Hubungan Antara Psikopathi, Psikopatologi Dan Estim Kendiri Dalam Kalangan Remaja Perempuan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khaidzir Hj Ismail

    2007-01-01

    Full Text Available Kajian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara psikopathi, psikopatologi dan estim kendiri. Dalam kajian ini, seramai 82 remaja perempuan telah dipilih dari beberapa buah sekolah menengah di Melaka (min umur 16.3 tahun, julat umur 14-17 tahun telah ditadbirkan dengan soal selidik Antisocial Process Screening Device, Symptoms Checklist-90-Revised dan Rosenberg Self-esteem Scale. Keputusan kajian menunjukkan tret psikopathi, psikopatologi dan estim kendiri tidak mempunyai korelasi yang signifikan( r = -0.009, r=0.087, dan r = 0.114. Oleh itu, estim kendiri dan psikopatologi bukan peramal yang baik kepada tret psikopathi. Kajian ini telah mencadangkan aspek lain dalam tret psikopathi seperti perbezaan jantina, pengaruh rakan, keluarga dan cara asuhan ibu bapa perlu diambil kira dalam kajian pada masa depan. Selain itu, rawatan untuk psikopathi perlu mengambil kira latar belakang subjek dan menggunakan pendekatan yang multidimensi.

  16. INTERAKSI BIROKRASI PEMERINTAH DAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN (Sinergi Birokrasi Pemerintah dengan Lembaga Pengembangan Industri Pedesaan (LPIP dalam Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Muncar, Banyuwangi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrianus - Resi

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena yang ditunjukkan oleh LSM-LSM, yaitu visi dan misi mereka yang jelas mulai berpihak pada pengembangan masyarakat. Pada masa orde baru keberadaan mereka lebih banyak diposisikan sebagai lembaga yang selalu merepotkan setiap kebijakan pemerintah. Sinergi atau pola kerja sama yang baik antara Birokrasi Pemerintah dan (LSM LPIP sangat penting dalam memberdayakan masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Memperoleh informasi yang akurat tentang respon masyarakat terhadap upaya pembangunan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun LSM; 1. Menemukan kendala-kendala yang dihadapi baik oleh birokrasi pemerintah maupun LSM dalam mengimplementasikan kebijakan dan program pembangunan di tingkat lokal; 2. Mengetahui kekuatan dan kelemahan dari sinergi antara (LSM LPIP Surabaya dengan Birokrasi Pemerintah Daerah dalam memecahkan permasalahan pembangunan masyarakat pesisir; 3. Mendeskripsikan pemahaman dan respon masyarakat terhadap upaya pemberdayaan yang dilakukan LSM dan Birokrasi Pemerintah; 4. Menyodorkan alternatif pemecahan masalah bagi peningkatan peran birokrasi pemerintahan daerah dalam pelaksanaan pembangunan yang sejalan dengan bingkai pemberdayaan. 5. Memperoleh informasi yang akurat tentang respon masyarakat terhadap upaya pembangunan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun LSM Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mendalam tentang permasalahan yang akan diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1 LSM LPIP dalam menangani beberapa konflik menawarkan pendekatan yang berbeda, yaitu memakai strategi pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dengan melibatkan mereka (tokoh masyarakat, birokrasi, pengusaha sebagai mediator; 2 hubungan kerja sama antara Pemerintah Daerah Banyuwangi dengan LSM LPIP telah berjalan dengan mencapai hasil yang relatif memuaskan dalam memberdayakan masyarakat pesisir. Hal ini terjadi karena ada kerja sama yang saling mendukung terhadap program dan sasaran yang ingin dicapai; 3 sinergi antara LSM dengan Pemerintah Daerah adalah agar Birokrasi Pemerintah bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan dinamisator dalam pembangunan masyarakat. Dalam pembangunan daerah aparat birokrasi tidak akan mampu menjangkau seluruh kebutuhan pembangunan khususnya dibidang sosial ekonomi tanpa melakukan pola kemitraan dengan pihak lain termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM. Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat pesisir ABSTRACT This research is backgrounded by any trends of Non Governmental Organization (NGO about their vision and mission, which tend into the society development. At new era, they are positioned as institution, which always disturbs government policies. The synergy between government bureaucracy and LPIP is important in empowering rural societies. This research aims (1 to find the obstacles of government bureaucrasy or NGO on implementing the policy and developing program in local area; (2 to understand the strengths and weakness from synergy between NGO LPIP Surabaya with Local Government bureaucrasy on solving development problem of society which faced by them; (3 to describe the understanding and society response on the empowerment which done by NGO and government bureaucrasy; (4 to give some solving alternatives to local government bureaucrasy role increasing on executing the consistent development with the list of empowerment; (5 to get information, about society response on developing efforts which done by government or NGO. The research method used in this research is qualitative descriptive, that is research which aim to get further description about the problem. The results of this research show that NGO LPIP, which handles some conflicts, offered different approach, by using approach strategy, which places society as important actor by involving them (society figure, brirocracy and the entrepreneur as mediator. relationship between Local Go

  17. MODEL ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI JEMBER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukidin Sukidin

    2015-04-01

    Full Text Available Abstrak    : Model Analytical Network Process (ANP dalam Pengembangan Pariwisata di Jember. Penelitian ini mengkaji kebijakan pengembangan pariwisata di Jember, terutama kebijakan pengembangan agrowisata perkebunan kopi dengan menggunakan Jember Fashion Carnival (JFC sebagai event marketing. Metode yang digunakan adalah soft system methodology dengan menggunakan metode analitis jaringan (Analytical Network Process. Penelitian ini menemukan bahwa pengembangan pariwisata di Jember masih dilakukan dengan menggunakan pendekatan konvensional, belum terkoordinasi dengan baik, dan lebih mengandalkan satu even (atraksi pariwisata, yakni JFC, sebagai lokomotif daya tarik pariwisata Jember. Model pengembangan konvensional ini perlu dirancang kembali untuk memperoleh pariwisata Jember yang berkesinambungan. Kata kunci: pergeseran paradigma, industry pariwisata, even pariwisata, agrowisata Abstract: Analytical Network Process (ANP Model in the Tourism Development in Jember. The purpose of this study is to conduct a review of the policy of tourism development in Jember, especially development policies for coffee plantation agro-tourism by using Jember Fashion Carnival (JFC as event marketing. The research method used is soft system methodology using Analytical Network Process. The result shows that the tourism development in Jember is done using a conventional approach, lack of coordination, and merely focus on a single event tourism, i.e. the JFC, as locomotive tourism attraction in Jember. This conventional development model needs to be redesigned to reach Jember sustainable tourism development. Keywords: paradigm shift, tourism industry, agro-tourism

  18. MODAL SOSIAL DAN PEMILIHAN DUKUN DALAM PROSES PERSALINAN: APAKAH RELEVAN?

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meredian Alam

    2010-06-01

    Full Text Available Pemanfaatan dukun beranak dipandang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kematian ibu di Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa salah satu penyebab kecenderungan pemilihan dukun adalah adanya jampi-jampi dan doa-doa tertentu yang dilakukan dukun pada saat persalinan. Namun, analisis terhadap faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya kecenderungan ini belum banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menggali peran dari modal sosial terhadap pemilihan persalinan menggunakan dukun. Penelitian ini menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS tahun 2007. Modal sosial diukur dari kohesivitas masyarakat dan kepercayaan sosial sementara faktor demografi ibu diukur dari status perkawinan, status pekerjaan, dan pendidikan. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan yang diantara variabel. Untuk mengetahui efek dari variabel modal sosial dan demografi terhadap pemanfaatan dukun digunakan uji regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan modal sosial di masyarakat memiliki hubungan yang bermakna dengan pemanfaatan dukun beranak di Indonesia. Untuk faktor demografi, tingkat pendidikan rendah berasosiasi dengan persalinan menggunakan dukun. Faktor yang mendorong pemilihan persalinan menggunakan dukun sangat kompleks. Pemahaman terhadap konteks sosial di masyarakat seharusnya menjadi bahan pertimbangan penting dalam menurunkan angka kematian ibu.

  19. Menentukan Faktor Yang Berpengaruh Dalam Persebaran Pencemaran Industri Migas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arina Marta Setya Putri

    2014-03-01

    Full Text Available Kegiatan industri migas merupakan kegiatan yang memiliki potensi yang sangat besar dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur. Namun kegiatan industri migas di Indonesia juga menimbulkan dampak negatif yaitu kerusakan lingkungan. Lapangan migas Banyu Urip merupakan salah satu lapangan migas yang berada pada Kabupaten Bojonegoro dengan perusahaan migas yang beroperasi yaitu PT Exxon Mobil. Dengan memperhatikan hal tersebut maka dibutuhkanlah pengendalian ruang untuk kawasan industri migas untuk meminimalisasi persebaran pencemaran. Identifikasi faktor berpengaruh dalam persebaran pencemaranperlu dilakukan sebagai awalan pengendalian ruang. Proses identifikasi ini dilakukan melalui proses deskriptif kualitatif. Untuk prioritasi faktor, analisa AHP digunakan dengan mempertimbangkan nilai kepentingan stakeholder. Hasil yang didapatkan yaitu faktor yang mempengaruhi persebaran pencemaran oleh industri migas dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu tanah, air dan udara. Faktor yang sangat berpengaruh pada tanah yaitu kemiringan tanah dengan bobot faktornya 0.310. Pada aspek air, faktor yang sangat berpengaruh yaitu sistem drainase dengan nilai 0.618. Sedangkan pada udara, faktor yang sangat berpengaruh yaitu jenis vegetasi dengan nilai 0.669. Dari ketiga aspek yang ada tersebut yaitu tanah, air, dan udara, aspek dengan tingkat persebaran yang paling cepat yaitu aspek udara dengan bobot nilainya yaitu 0,518.

  20. Efektivitas Perpaduan Komponen Anggaran dalam Prosedur Anggaran: Pengujian Kontinjensi Matching

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Nizarul Alim

    2008-01-01

    Full Text Available This study investigates effect of matching among budget components in budgeting procedure on managerial performance. Budget component include budget participation, budget target, budget revision, and budget evaluation. Research finding shows that participation doesnt have impact on budget goal. Fit between budget goal and budget revision and budget evaluation have positive effect on managerial performance but not significant. While budget revision and budget evaluation has significant effect. Empirical evidences indicate that budget revision and budget evaluation are not contingency factors of budget goal difficulty. Research suggests investigating strategic planning as contingency factor of budget procedure. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas perpaduan antar komponen anggaran dengan pengujian kontinjensi matching dengan argumen bahwa penganggaran merupakan suatu prosedur yang berurutan dan saling terkait antar komponen anggaran. Komponen anggaran yang diteliti meliputi: partisipasi anggaran, sasaran anggaran, revisi anggaran dan evaluasi anggaran. Penelitian membuktikan, bahwa partisipasi tidak berpengaruh signifikan terhadap sasaran anggaran. Demikian pula sasaran anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Untuk partisipasi sasaran, revisi anggaran, evaluasi anggaran dan interaksinya secara bersama mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial meskipun tidak signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini perlu penelitian lebih lanjut tentang faktor desain organisasional yang mungkin berpengaruh pada prosedur anggaran dalam proses pengendalian manajemen, seperti proses perencanaan strategi (strategic planning. Kata kunci: komponen anggaran, kontinjensi dan kinerja manajerial

  1. PAGAR UNTUK MENGURANGI INTRUSI POLUSI DEBU HALUS KE DALAM BANGUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thomas J. Scanlon

    2001-01-01

    Full Text Available The effects of fence in reducing particulate matter concentration from street traffic to adjacent buildings (i.e. houses were studied by using computational fluid dynamics. A variety of fence property: porosity, height,positions relative to the house and wind direction were investigated related to a constant set of weather data of a hot-humid country (i.e. Indonesia. This investigation shows that a solid fence, which is close proximity to the building, will give a considerable particulate matter reduction carried by an oblique wind direction of up to 11%. Abstract in Bahasa Indonesia : Ide dasar bahwa penyebaran suatu zat dapat dikurangi atau dihalangi dengan sistem bloking diuji dengan menggunakan metode komputasi dinamika fluida (CFD. Keragaman kondisi fisik pembatas antara sumber zat dan penerima zat meliputi : kerapatan, besaran (tinggi dan panjang, perletakan terhadap bangunan/jalan dan arah angin diuji pengaruhnya terhadap kemampuan mengurangi penyebaran debu halus dari jalan raya ke dalam bangunan yang lokasinya berdekatan dengan jalan tersebut. Kondisi cuaca yang menyertai pengujian dikhususkan pada kondisi iklim tropis lembab. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pagar pembatas yang terbuat dari bahan dengan kerapatan 100% mampu mengurangi penyebaran debu halus di balik pagar sampai 11 %. Kata kunci: konsentrasi debu halus, pagar pembatas, kerapatan, jarak halaman, bangunan, CFD.

  2. PEMETAAN KETERAMPILAN ESENSIAL LABORATORIUM DALAM KEGIATAN PRAKTIKUM EKOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Maknun

    2012-04-01

    Full Text Available Keterampilan esensial laboratorium adalah keterampilan dasar sebagai prasyarat pengembangan keterampilan selanjutnya, berupa sejumlah prosedur, proses dan metode yang digunakan ilmuwan ketika mengkonstruksi pengetahuan dan memecahkan masalah dalam kerja ilmiah. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tes, angket, dan wawancara. Sampel diambil secara acak sederhana. Rata-rata tingkat penguasaan keterampilan esensial lab mahasiswa 35,50%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji profil kompetensi keterampilan esensial lab mahasiswa calon guru biologi. Essential laboratory skill is a basic skill as the condition to develop the following skill for example procedure, process, and method which are usually used to construct the knowledge and to solve the problems in scientific work. This research applied descriptive quantitative as the research method and used test, questionnaire, and interview as the research instrument. It used simple random sampling method. The average of students’ laboratory essential skill achievement level is 35,50%. This research is aimed to analyze the competency profile of essential laboratory skill for biology teacher candidate.

  3. Mata Air sebagai Kawasan Suci (Sebuah Kearifan Lokal dalam Pelestarian Sumber Daya Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Ayu Alit Laksmiwati

    2012-11-01

    Full Text Available Kearifan lokal merupakan kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar padafilosofi, nilai-nilai, etika, cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional untukmengelola sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber dayabudaya secaraberkelanjutan. Salah satu kearifan lokal dalam masyarakat Bali adalah adanya persepsitentang kawasan-kawasan suci. Dalam masyarakat Bali terdapat berbagai perangkatkepercayaan tradisional yang merupakan bagian yang terintegrasi dari sistem kepercayaanAgama Hindu yang terbukti memberikan nilai positif bagi kelestarian dan pelestarianlingkungan.Berdasarkan pandangan Hindu sumber-sumber air atau tempat yang banyak menampungair dianggap sebagai salah satu tempat suci. Air yang murni (suci baik dari kelembutan (mataair, danau, campuhan (pertemuan dua buah sungai atau anak sungai loloan (pertemuansungai dengan laut mempunyai kekuatan yang menyucikan.Air merupakan salah satu unsur penting dalam upacara keagamaan Hindu. Untukmembuat tirta, air biasanya diambil dari mata air tertentu. Pada saat-saat tertentu (misalnyaHari Raya Nyepi masyarakat Hindu melakukan upacara melasti ke sumber-sumber air,seperti danau, campuhan, atau ke laut.Air sungai atau mata air dalam fungsinya sebagai tirta, dalam prosesi upacara dipakaiuntuk memerciki bagian kepala, tubuh, dan kemudian diminum. Karena itu, air sungai ataumata air harus tetap bersih dan tidak tercemar. Karena fungsinya tersebut masyarakat selaluberusaha untuk menjaga agar kondisi atau kualitas air tetap terjaga. Jadi secara sadar atau puntidak mereka telah melakukan penjagaan dan konservasi terhadap lingkungan mata air.Bagi krama subak air sangat bermakna dalam kehidupan mereka . Secara teknis airmerupakan sumber daya yang sangat penting bagi mereka agar dapat melaksanakan aktivitaskehidupan bertani. Secara religius mata air diyakini sebagai sumber kesejahteraan mereka.Hal ini dapat dilihat melalui aktivitas-aktivitas keagamaan yang dilakukan petani selaluberorientasi pada pura-pura yang terletak pada sumber-sumber air utama, yaitu Pura UlunSuwi dan Pura Ulun Danu.

  4. Kedudukan Asas Efisiensi Pemungutan Pajak dalam Hukum Acara Perpajakan di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adrianto Dwi Nugroho

    2012-02-01

    Full Text Available Procedural tax legislations in Indonesia have been formulated as to ensure that the principle possesses supremacy above other principles, such as equality. However, in order to maintain integrity of the tax system, such legislations were also formulated as to provide flexibility for tax administrators in enforcing the most proper measure, administrative or criminal, in each case.Hukum acara perpajakan di Indonesia dirancang untuk memastikan prinsip kedaulatan berada di atas prinsip-prinsip yang lain, seperti kesetaraan. Namun, dalam rangka Menjaga penyatuan sistem perpajakan, produk legislasi juga telah dirumuskan untuk memberikan fleksibilitas kepada pemungut pajak dalam menegakkan hukum berdasarkan standar yang tepat, baik administratif maupun pidana pada setiap perkara perpajakan.

  5. Pengaruh Kadar TiO2 Terhadap Kekuatan Bending Komposit Serbuk Al/TiO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilik Dwi Setyana

    2005-01-01

    Full Text Available Aluminum fine powder as the matrix and TiO2 as the reinforcement is known as Al/metal matrix composite, that can be produced by powder metallurgy. The research of Al/TiO2 MMC with various content of reinforcement was 0, 2, 4, 6 and 8% weight of TiO2. Green body was produced with variuos compacting pressures 400 and 500 MPa, then sintered at 550 oC for 5 hour. Optical and SEM were used to observe the microstructures. Mechanical properties of the specimens including Brinell hardness and modulus of rupture by four point bending. The results of the research show that Brinell hardness number, modulus of rupture and density of composites increases with increasing compacting pressure. The optimum properties were achieved on the composites containing 4% weight of TiO2 were modulus of rupture was 82 kg/mm2, hardness was 42 BHN and density 2.57 gr/cm3 with compacting pressure of 500 MPa. Abstract in Bahasa Indonesia : Aluminium serbuk sebagai matrik dan TiO2 sebagai penguat dikenal sebagai bahan komposit matrik logam (MMC, yang dapat diproduksi dengan teknik metalurgi serbuk. Dalam penelitian ini komposit Al/TiO2 dengan variasi penambahan unsur penguat sebesar 0, 2, 4, 6 dan 8% berat TiO2. Pembentukan green body dengan tekanan kompaksi 400 dan 500 MPa, dan proses sinter pada suhu 550 OC selama 2 jam. Pengujian meliputi uji bending dan kekerasan brinell, pengamatan srtuktur mikro menggunakan SEM dan mikroskop optik. Hasil penelitian menunjukan kekerasan dan kekuatan bending meningkat dengan meningkatnya tekanan kompaksi. Komposisi optimum dicapai pada komposisi Al/TiO2 4% berat, dengan kekuatan bending sebesar 82 kg/mm2 dan kekerasan 42 BHN pada pembentukan dengan tekanan kompaksi 500 MPa. Kata kunci: metalurgi serbuk, Al/TiO2, Komposit.

  6. DOMESTIFIKASI PEREMPUAN SAMIN DALAM KHASANAH MASYARAKAT ISLAM MODERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukodi Mukodi

    2015-12-01

    Full Text Available Abstract: The dominance is a term that is owned by a variety of entities ranging from the lowest social strata up to those who have the highest power in public domain, even in the global public organization. The domination of the lowest domain up to the highest one can be transformed into a variety of issues including the role of someone in the public domain. Problems will arise when the role of men are much more dominant than women as shown in Samin community in Blora. Based on  the concept of gender, this study tried to dismantle and explore the myths of Samin  community and the commodity of Saminisme in Blora. The women of  Samin were still placed as a sub-ordinate of  men, that is, the Samin community in the village of Kelopo Dhuwur, called Wong Sikep (people of Sikep; Wong Samin who, in a particular level, still showed strong patriarchal culture in daily life, especially the issue of the concept of matchmaking in marriage and marriage itself. This condition was as a result of low level of their education which led to weakness of involvement of Samin women in public spaces. The local culture of this community had constructed domestication of women. Samin women's empowerment efforts had been done in two ways by its stakeholders, namely, Samin myth demolition and removal Saminisme commodities. The success and the positive effect of these two efforts had reached their attainment, although the results still  showed  the minimum  ideal outcome.الملخص :إن موضوع "الهيمنة" أصبح لشتى الجهات من المجتمعات، من الجهة الإجتماعية السفلى إلى ولاية السلطة العليا بل وفي المنظمات العالمية. ظهرت هذه الهيمنة – من المستوى السافل إلى العالي – في شتّى الأشياء ومنها دور المرء في المجتمع. نشأت المشكلة إذا كانت هيمنة الرجل على المرأة أشد بالنسبة للمرأة، كما وقع هذا في المجتمع "سامين" بلورا. حاولت هذه الدراسة – بالمنظور الجنسي- كشف وعرض ودراسة أسطورة مجتمع "سامين" وبضاعة "السامينية" في بلورا. -كانت المرأة في المجتمع "سامين " إلى الآن تحت هيمنة الرجل . أظهر المجتمع الساميني في – جوانب خاصة – قوة ثقافة الهيمنة في حياتهم اليومية، خاصة في اختيار الزوجة والنكاح. وقع هذا بسبب قلتهم الحصول على التربية وأدى إلى ضعف دور المرأة السامينية في المجتمع. صوّرت الثقافة المحلية لهذا المجتمع " أن المرأة ربّة البيت". توالت المحاولات من الجهات المعنية لترقية النساء السامينيات عن طريقتين، 1 نسف وإزالة أسطورة "السامين"، 2 وإزالة بضائعية السامين. نجحت هذه المحاولات إلى حدّ ما، لكن لم يكن مقنعا للجميع.Abstrak: Dominasi merupakan terma yang dimiliki oleh beragam entitas dari mulai ranah sosial terendah sampai pada wilayah kekuasaan tertinggi, bahkan dalam ranah oraganisasi global. Dominasi dari ranah terendah sampai tertinggi ini dapat menjelma dalam beragam hal termasuk peran seseorang dalam ranah publik. Problem akan muncul ketika dominasi peranan kaum laki-laki begitu kontras dibandingkan kaum perempuan sebagaimana nampak dalam masyarakat Samin di Blora. Melalui konsep gender kajian ini mencoba untuk membongkar dan megeksplorasi mitos masyarakat Samin dan komoditi Saminisme di Blora. Kaum perempun Samin hingga kini masih ditempatkan sebagai sub-ordinat laki-laki. komunitas Samin di Desa Kelopo Dhuwur, yang disebut dengan Wong Sikep, Wong Samin dalam tataran tertentu masih menampilkan kuatnya budaya patriarki dalam kehidupan keseharian khususnya persoalan perjodohan dan  perkawinan. Kondisi ini akibat dari rendahnya tingkat pendidikan yang memicu lemahnya keterlibatan perempuan Samin di ruang publik. Budaya lokal komunitas ini mengkonstruksikan domestikasi perempuan. Upaya pemberdayaan perempuan Samin oleh para pemangku kepentingan masih tetap dilakukan melalui dua cara, yakni pembongkaran mitos Samin, dan penghilangan komiditi Saminisme. Keberhasilan dan efek positif dari dua upaya ini telah terbukti, walaupun belum menunjukkan capaian yang ideal.Keywords: domestifikasi perempuan, Samin Surosentiko, Blora, Islam modern. 

  7. Makna Bait Allah dalam 1 Korintus 3:16-17 dan Implikasinya bagi orang Percaya Masa Kini

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herman Lesmana

    2014-04-01

    Full Text Available Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah adalah: Pertama, untuk mengetahui pengertian yang benartentang konsep orang percaya adalah bait Allah seperti yang dijelaskan dalam 1Korintus 3:16-17. Kedua, untuk memberikan gambaran implikasi makna Bait Allahdalam kehidupan orang percaya masa kini.Kesimpulan karya ilmiah ini adalah: Pertama, Bait Allah berarti kumpulanorang percaya. Sebagai kumpulan orang percaya, maka Bait Allah terdiri dari orangorangyang percaya kepada Kristus. Kedua, Bait Allah adalah tempat kediamanAllah. Dalam surat Korintus ini, kehadiran Allah ditengah-tengah umat-Nyadiungkapkan dalam kehadiran Roh-Nya. Ketiga, Bait Allah itu harus dipelihara. BaitAllah sebagai bangunan milik Allah tidak boleh dibinasakan atau dihancurkandengan cara apapun. Bait Allah harus dijaga kemurniannya dan keberadaannyasebagai tempat yang menyatakan kebenaran Allah. Keempat, Bait Allah itu kudus.Bait Allah sebagai orang percaya dikatakan kudus karena mereka adalah milik Allahdan Allah berdiam di dalam mereka.Implikasi makna Bait Allah tersebut bagi orang percaya masa kini adalah:Pertama, Orang percaya masa kini patut hidup dalam kesatuan. Kedua, hidup dalampenyembahan. Ketiga, hidup dalam kekudusan. Sebagai Bait Allah rohani, orangpercaya masa kini patut hidup dalam kekudusan yang sejati. Keempat, hidup dalampelayanan. Pelayanan adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada setiap orangpercaya sesuai dengan karunia yang dimilikinya.

  8. Efektivitas Website Sebagai Media E-Government dalam Meningkatkan Pelayanan Elektronik Pemerintah Daerah (Studi Pada Website Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santy Nurina Aprilia

    2014-10-01

    Full Text Available Latar Belakang Penelitian ini adalah semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerintah dituntut untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan public khususnya pelayanan publik berupa layanan elektronik atau e-service, khususnya dalam hal ini adalah website, dimana website pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi media e-government sebagai sarana interaksi antara pemerintah dengan masyarakat maupun mempermudah layanan elektronik. Penulisan Tesis dengan judul Efektivitas Website Sebagai Media E-government dalam Meningkatkan Pelayanan Elektronik Pemerintah Daerah (Studi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang merupakan sebuah studi dimana dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui seberapa efektif website pemerintah daerah sebagai media e-government. Tujuan Penelitian ini adalah: Untuk menjelaskan dan menganalisis efektivitas website sebagai media e-government dalam meningkatkan pelayanan elektronik pemerintah daerah di Kabupaten Jombang; Untuk menjelaskan dan menganalisis faktor pendukung efektivitas website sebagai media e-government dalam meningkatkan pelayanan elektronik pemerintah daerah di Kabupaten Jombang; Untuk menjelaskan dan menganalisis faktor penghambat efektivitas website sebagai media e-government dalam meningkatkan pelayanan elektronik pemerintah daerah di Kabupaten Jombang. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa website Pemerintah Kabupaten Jombang telah efektif sebagai media pemberi informasi kepada masyarakat, namun belum efektif sebagai media dalam memberikan pelayanan publik secara elektronik (e-service seperti mendownload blangko, formulir, dll. Kata kunci: Efektivitas, E-government, E-service, Media, Teknologi Informasi, Website

  9. KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TB PARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niniek Lely Pratiwi

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Prevention of tuberculosis, particularly pulmonary tuberculosis in lndonesia was started in 1969, but the number of pulmonary TB patients is increasing. Methods:Ethnographic qualitative study aims to assess the independence of the community effort in preventing pulmonary TB disease transmission. Methods: of data collection participatory observation, in-depth interviews with informants pulmonary TB patients and families. Research sites in the city of Pariaman, West Lombok district and the district Rote Ndao NTT. Results:The analysis of four independent indicators of the knowledge society is stilllow considering that most of the informants consider pulmonary TB disease as a hereditary disease, and infectious diseases as the people in the district Hossa Rote Ndao. Illness perceptions of people in the city of Pariaman, pulmonary TB disease as a disease because "ismeken", due to use-for others who are not happy ln the town of West Lombok fear of stigma, shame as people with TB, so there are many people who call it the perception of illness as a disease of old cough, dry cough of 40 days, and asthma. Confidence/trust society still depends on health workers, yet there are cadres who provide direct counseling on prevention of transmission. Capability community is lacking, people still believe in the health care workers to provide counseling. Selection of the PMO staff (Supervisors taking medication were not appropriate to the social structures that exist in society Lobar districts with 'sasak' social structure, then the host teacher, 'Kyai' can be as social support surrounding communities. 'Kyai' expected to affect the mindset of people, motivate people to air PHBs. Rote Ndao district as a social support from church leaders as well as the city of Pariaman, a descendant of the king, can motivate people. Participatory community by providing prevention counseling in a variety of pulmonary TB disease or group of containers carried on a group of new religious NGOs, Asiyah, churches, Muhammadiyah. Recommendation:Required an increase in participatory community of various other NGOs, in an integrated cross-sector to perform the preventive, promotive control of pulmonary TB disease by promoting the re-socialization of the glass roof house design, conduct prevention. Key words: Community on People Self Care, TB OOTS, Pro active Ca se Finding ABSTRAK Penanggulangan tuberculosis, khususnya TB paru di lndonesia telah dimulai sejak tahun 1969, namun jumlah penderita TB paru semakin meningkat. Penelitian kualitatif etnografis ini bertujuan untuk mengkaji upaya kemandirian masyarakat dalam upaya pencegahan penularan penyakit TB paru. Cara pengumpulan data observasi partisipatori, wawancara mendalam dengan informan penderita TB paru dan keluarga. Lokasi penelitian di Kota Pariaman, kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Rote Ndao NTT. Hasil analisis dari 4 indikator kemandirian masyarakat dari sisi knowledge masih rendah mengingat bahwa sebagian besar informan menganggap penyakit TB paru sebagai penyakit keturunan, dan tidak menular. Penyakit Hossa sebutan masyarakat di kabupaten Rote Ndao. Persepsi illness masyarakat di kota Pariaman, penyakit TB paru sebagai penyakit karena "temeken", akibat diguna-guna orang lain yang tidak senang. Di kota Lombok Barat stigma takut, malu sebagai penderita TB, sehingga masih banyak persepsi illness masyarakat yang menyebutnya sebagai penyakit batuk lama, batuk kering 40 hari, dan penyakit asma. Kepercayaan/trust masyarakat masih tergantung pada petugas kesehatan, belum ada kader yg memberikan penyuluhan langsung tentang pencegahan penularan. Kemampuan/ capacity masyarakat masih sangat kurang, masyarakat masih lebih percaya pada petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan. Pemilihan sebagai tenaga PMO (Pengawas makan obat kurang sesuai dengan struktur sosial yang ada di masyarakat. Kabupaten Lobar dengan struktur sosial masyarakat sasak maka tuan guru, Kyai dapat sebagai social support masyarakat disekitarnya. Kyai diharapkan dapat memengaruhi pola pikir masyarakat, memo

  10. INTERAKSI BIROKRASI PEMERINTAH DAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN (Sinergi Birokrasi Pemerintah dengan Lembaga Pengembangan Industri Pedesaan (LPIP) dalam Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Muncar, Banyuwangi )

    OpenAIRE

    Andrianus - Resi; Soesilo - Zauhar; Ismani H.P - -

    2012-01-01

    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena yang ditunjukkan oleh LSM-LSM, yaitu visi dan misi mereka yang jelas mulai berpihak pada pengembangan masyarakat. Pada masa orde baru keberadaan mereka lebih banyak diposisikan sebagai lembaga yang selalu merepotkan setiap kebijakan pemerintah. Sinergi atau pola kerja sama yang baik antara Birokrasi Pemerintah dan (LSM) LPIP sangat penting dalam memberdayakan masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1). Memperoleh i...

  11. INOVASI PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM DAN ECENG GONDOK DIKOMBINASI DENGAN BIOTEKNOLOGI MIKORIZA BENTUK GRANUL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A Asngad

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah membuat formula pupuk organik limbah dari campuran kotoran ayam dan eceng gondok sebagai pupuk organik dasar dan memproduksi pupuk organik unggul kombinasi pupuk organik dasar dan pupuk hayati spora CMA dalam kemasan granul. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dan analisis laboratorium dilakukan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas hara pupuk yang dihasilkan, serta kandungan logam berat. Pupuk secara diskriptif dibandingkan dengan baku mutu pupuk organik menurut SK Mentan 2009. Hasil analisis hara makro dan mikro, serta logam berat pada pupuk organik dasar sudah memenuhi persyaratan baku mutu pupuk organik. Perbanyakan pupuk  hayati CMA diperoleh 35 butir spora CMA/gram. Formula pembuatan campuran pupuk organik dasar: 2 kotoran ayam, 1 eceng gondok. Pupuk tersebut ditambah dengan 1 kg inokulum CMA atau pupuk hayati, 0,5 kg clay merah, 0,5 kg fosfat alam, 0,25 kg clay putih; 500 cc air. Hasil analisis hara makro dan mikro, campuran pupuk organik dasar dan hayati yang telah digranul sesuai dengan standar pupuk organik dari SK Mentan 2009. Disimpulkan bahwa campuran pupuk organik dari bahan dasar (kotoran ayam dan gulma air, yang ditambah dengan pupuk hayati dapat digunakan sebagai alternatif pengganti pupuk anorganik. Pupuk granul lebih efisien dan efektif digunakan untuk berbagai campuran dan di lapang. The research objective is to make the formula of organic fertilizer from water weed and chicken poop mixture as the basic organic fertilizer and to produce excellent organic fertilizer from the combination of basic organic fertilizer and biologic CMA spore fertilizer in a granule package. The study was conducted with an experimental method and laboratory analysis to determine the quantity and quality of fertilizer nutrients and heavy metal content that was descriptively compared to the standard organic fertilizer by SK Mentan 2009. The results showed that the quantity and quality of the fertilizer research was appropriate according to the standard quality of organic fertilizer. The propagation of CMA bio fertilizer was obtained from 35 spores /gram. The  mixture formula of organic fertilizer was 1 kg of chicken poop, water weed, 0.5 kg of red clay, 0.5 kg of phosphate; 1 kg of inoculum CMA; 0.25 kg of white clay; 500 cc of water. The result of micro and macro nutrients of the fertilizer mixture was appropriate of SK  2009. It can be concluded that the mixture of organic fertilizer (chicken poop and water weed and biologic fertilizer can be used as an alternative to replace the  inorganic fertilizer , while the granule fertilizer was determined efficiently and effectively as the mixture compound. 

  12. STUDI RUANG BERSAMA DALAM RUMAH SUSUN BAGI PENGHUNI BERPENGHASILAN RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Darmiwati

    2000-01-01

    Full Text Available Surabaya, to be considered from the national scope, they have an important role/function for the development of its district; whereas from regional scope, they have acted as development central for its province. Since the city,s condition was not ready toaccept this situation, then this makes aresult to many dirty/improper places every where, as it has been caused by the low income work-seeker,need for house. So, as one alternative for making the city propely, we have done many improvement from every aspect, i.e. : by developing those illegal/improper location and further to place the occupants from those illegal/improper places/location to the stories houses. The results of this observation have shown the following ; this gathering room is necessary tobe built up ; this gathering room should be placed relatively close to the house location ; this gathering room, from religious side, could be approved ; this gathering room is necessary to be built up for fulfilling the human life purpose (e.g.: washing, bathroom/toilet, whereas the facility for cloth - drying ; this gathering cooking room, is still necessery for occupant but the condition will be made more privately. Abstract in Bahasa Indonesia : Secara nasional, Surabaya berperan dalam pembangunan wilayah; sedangkan lingkup regional sebagai pusat pengembangan wilayah propinsi, konsekwensinya timbul arus urbanisasi besar-besaran dari desa ke kota. Disebabkan kondisi kota tidak siap menerima, timbul kekumuhan karena pencari kerja membutuhkan tempat tinggal. Peremajaan merupakan alternatif menertibkan kota, dan menempatkan warga kedalam Rumah Susun. Disimpulkan bahwa ; adanya ruang bersama, tetap diperlukan ; keberadaan ruang bersama, sebaiknya yang penempatannya relatif dekat hunian warga ; keberadaan ruang bersama, untuk kegiatan "keagamaan", dapat diterima sebagaimana adanya ; keberadaan ruang bersama, untuk menunjang kehidupan warga (cuci,kamar mandi/WC masih diperlukan ; keberadaan dapur bersama, masih diperlukan warga, dan sebaiknya lebih bersifat pribadi. Kata kunci: rumah susun, penghuni berpenghasilan rendah, ruang bersama.

  13. KONTRIBUSI MODAL SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEDAGANG KAKI LIMA PASCARELOKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Handoyo

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakArtikel ini membahas kontribusi modal sosial terhadap peningkatan kesejahteraan pedagang kaki lima (PKL. Penelitian dilakukan di Kota Semarang. Wilayah PKL yang diteliti adalah jalan Menteri Soepeno. Pemerintah Kota Semarang merelokasi PKL di wilayah Jalan Pahlawan ke jalan Menteri Supeno sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan Kota Semarang sebagai pusat perdagangan dan jasa berskala internasional. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya peran modal sosial bagi pedagang kaki lima untuk bertahan di masa-masa sulit seperti relokasi. PKL yang dipindahkan ke jalan Menteri Soepeno dapat menerima kebijakan pemkot dan berdaptasi secara sosial dan ekonomi dengan lingkungan baru. Modal sosial, utamanya trust dan networking berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang. Untuk meningkatkan kesejahteraan PKL, pemerintah kota perlu mendukung dan mengembangkan modal sosial yang telah mereka miliki.AbstractThis article discusses the contribution of social capital to the welfare of street vendors (PKL. The study was conducted in the city of Semarang. The subject of study is the street vendors in Menteri Soepeno Street Semarang. Semarang city government relocate the street vendors in the area from Jalan Pahlawan to Menteri Supeno as part of its effort to realize the Semarang city as a center of international trade and services. The result shows the importance of the role of social capital for street traders has to survive in difficult times such as relocation. PKL transferred to the road Soepeno Minister can receive local government policies and adapt socially and economically to the new environment. Social capital, particularly trust and networking contribute to improve the welfare of traders. This study concludes that to improve the welfare of street vendors, the city government needs to support and develop the street vendors social capital. 2013 Universitas Negeri Semarang

  14. Hubungan Negara-Masyarakat dalam Proses Pembentukan Daerah Otonom di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Damopolii

    2014-12-01

    Full Text Available Tuntutan pembentukan daerah otonom di Indonesia dewasa ini semakin intensif dan masif. Seringkali diartikulasikan sebagai tuntutan politik tanpa melihat urgensi administratif sehingga cenderung mengesampingkan hakekat otonomi daerah dan tujuan desentralisasi. Otonomi daerah masih dipahami sebatas hak daerah memperoleh otonomi, tanpa memperhitungkan kapasitas daerah dalam berotonomi. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis latar belakang tuntutan pembentukan, proses pembentukan, dan partisipasi masyarakat dalam proses pembentukan daerah otonom di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisa model Mills dan Huberman melalui langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan; pertama, latar belakang tuntutan pembentukan sebagai upaya lokalisasi kekuasaan untuk menciptakan pusat kekuasaan baru di daerah dan faktor gerakan sosial yang dipicu konflik sosial berbasis etnik, gerakan reaksioner, pembandingan dengan pencapaian daerah lain, serta adanya peluang politik. Kedua, proses pembentukan terbagi dalam tiga tahap yakni sosialisasi dan konsolidasi elit, pemekaran desa dan kecamatan, serta pendekatan dan komunikasi politik di semua tingkatan. Pada aspek keterpenuhan syarat sebagaimana diatur UU 32/2004 dan PP 78/2007, daerah ini telah memenuhi syarat administratif dan fisik namun belum memenuhi syarat teknis. Ketiga, partisipasi masyarakat dilakukan dalam bentuk musyawarah, pengumpulan dana dan hibah tanah atau bangunan, serta pemasangan atribut pemekaran, sehingga secara keseluruhan telah ada pertanda partisipasi walaupun belum sampai pada derajat kendali warga. Kata kunci: Gerakan sosial,Lokalisasi kekuasaan, Partisipasi masyarakat, Pembentukan daerah otonom

  15. KAJIAN JENDER DALAM KEIKUTSERTAAN PADA PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) DI KABUPATEN MAROS

    OpenAIRE

    Dr. Ir. H. Baharuddin Mappangaja, M.Sc.

    2004-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepedulian pelaksana (instansi Kerhutanan dan pihak-pihak terkait) pembangunan HKM dalam pemberdayaan masyarakat lokal baik laki-laki maupun perempuan (terutama perempuan) yang tercermin dari tingkat kesejahteraan (manfaat), akses, keyakinan (pemahaman), partisipasi dan kontrol yang diterima masyarakat dari proyek HKM tersebut dari perspektif jender. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui wawancara, observasi, diskusi group terfokus...

  16. PERAN PEMERINTAH DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN LAPANGAN GOLF KINTAMANI DENGAN PRINSIP PARIWISATA BERKELANJUTAN

    OpenAIRE

    Rila Hilma

    2013-01-01

    Dalam merencanakan pembangunan destinasi wisata, diperlukan beberapa aspek terkait dengan peran serta pemerintah, masyarakat sekitar, dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Wacana pembangunan lapangan golf di kaldera Gunung Batur seyogyanya dipertimbangkan berdasarkan hasil kajian pihak berkompeten. Kajian itu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak menimbulkan masalah baru yang muncul ketika pembangunan lapangan golf dilakukan. Di atas itu semua, segala kajian yang dilakukan ak...

  17. Hubungan Antara Peranan Pengurus dalam Program Kerjaya dengan Pembangunan Kelakuan Proaktif Pekerja

    OpenAIRE

    Azman, I; Wan Aishah, W.M.N.; Nurrul Hayati, A.; Hasan Al-Banna, M; Raja Rizal Iskandar, R.H.

    2015-01-01

    Menurut kajian literatur terkini yang berkaitan dengan pengurusan dan pembangunan modal insan berdasarkan perspektif Islam, pengurus biasanya memainkan tiga peranan utama dalam pembangunan program kerjaya pekerja: autonomi kerja, perancangan kerjaya dan kepimpinan. Kajian yang dilaksanakan baru-baru ini mendapati bahawa kemampuan pengurus merangka autonomi kerja, merancang program kerjaya dan memimpin pekerja dengan teratur dapat membantu meningkatkan sikap da...

  18. MODEL AUTHENTIC SELF-ASSESSMENT DALAM PENGEMBANGAN EMPLOYABILITY SKILLS MAHASISWA PENDIDIKAN TINGGI VOKASI

    OpenAIRE

    I Made Suarta; Nyoman Sentosa Hardika; I Gusti Ngurah Sanjaya; I Wayan Basi Arjana

    2015-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat penilaian guna mengevaluasi capaian employability skills yang diintegrasikan dalam pembelajaran aplikasi basis data. Model penilaian yang dikembangkan merupakan kombinasi dari penilaian diri sendiri dan penilaian otentik, diusulkan dengan sebutan model authentic self-assessment. Langkah-langkah pengembangan model authentic self-assessment meliputi penentuan standar, penentuan tugas otentik, pembuatan kriteria, dan pembuatan rubrik. Hasil pe...

  19. HEGEMONI NEGARA DAN RESISTENSI PEREMPUAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NI NYOMAN SUKENI, SH. MSi.

    2012-11-01

    Full Text Available Program keluarga berencana dicanangkan berwawasan gender, namun dalampelaksanannya terjadi ketimpangan. Jumlah akseptor perempuan lebih banyakdibandingkan akseptor laki-laki. Oleh sebab itu lebih banyak pula perempuan yangmenderita efek samping menarik untuk diteliti dengan merumuskan masalah sebagaiberikut. Bagaimanakah bentuk, faktor pendorong dan dampak hegemoni negara sertaresistensi perempuan dalam pelaksanaan program keluarga berencana?Penelitian ini bertujuan mewujudkan kesetaraan gender dalam pelaksanaanprogram keluarga berencana dan meminimalkan efek samping bagi akseptor. Data digalidengan wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis data secara kualitatif. Dataterdiri atas data kualitatif didukung data kuantitatif yang bersumber dari informan dankepustakaan. Teori yang diaplikasikan yakni : teori hegemoni Gramsci, feminismeradikal Dworkin, teori feminisme Gandhi, dan teori perlawanan De Witt.Hasil penelitian menggambarkan 1 Hegemoni negara diwujudkan dalam bentukpenyosialisasian dan anjuran penggunaan alat kontrasepsi yang lebih banyak untukperempuan, melalui sistem banjar dan klinik. 2 Faktor-faktor pendorong terjadinyahegemoni adalah faktor ideologi, ekonomi, penyediaan alat kontrasepsi, lokasi sosialisasi,dan kebijakan pemerintah. 3 Dampak positif hegemoni terhadap negara dapatmenurunkan jumlah penduduk secara bertahap. Hegemoni negara juga berdampak positifterhadap pasangan usia subur dalam membentuk keluarga kecil. Hegemoni negara selainberdampak positif terhadap perempuan secara fisik, psikhis, aktivitas, dan ekonomi. 4Resistensi perempuan terhadap hegemoni negara berbentuk: tidak mau menggunakanalat kontrasepsi, berhenti menggunakan alat kontrasepsi, dan mengganti alat kontrasepsidengan sistem kalender. Berdasarkan temuan di atas disarankan agar dilakukan penelitianlanjutan yang sejenis dengan lingkup yang lebih luas yang berkaitan dengan penyebabterjadinya efek samping.

  20. INTEGRASI KAKAO ??? SAPI DALAM PENGELOLAAN KEBUN BERKELANJUTAN SISTEM ZERO-WASTE

    OpenAIRE

    Sikstus Gusli; Daniel-Useng; Hikmah Ali; Darmawan

    2012-01-01

    Kakao (Theobroma cacao) dan sapi bali (Bos sondaicus) merupakan dua komoditas strategis nasional. Kebanyakan masyarakat mengusahakan komoditas ini secara monokultur, padahal keduanya bisa diintegrasikan untuk memberikan nilai tambah dan profitabilitas yang tinggi serta berkelanjutan. Kami meneliti kesetimbangan dinamis biomasa dan besarnya limbah pakan dalam kebun kakao yang diintegrasikan dengan sapi dengan sistem ???zero waste???. Penelitian dilaksanakan di kebun kakao masyarakat di Kabup...

  1. Pengaruh Konsentrasi Nutrien dan Konsentrasi Bakteri Pada Produksi Alga Dalam Sistem Bioreaktor Proses Batch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Minarti Oktafiani

    2013-09-01

    Full Text Available Bertambahnya populasi penduduk sebanding dengan meningkatnya kebutuhan manusia, sehingga berdampak negatif terhadap peningkatan kebutuhan akan energi khususnya energi yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi. Oleh sebab itu diperlukan energi alternatif sebagai pengganti bahan baku minyak bumi. Salah satu energi alternatif yang digunakan sebagai pengganti bahan baku minyak bumi adalah biodiesel. Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi nutrien dan konsentrasi bakteri pada produksi alga dalam sistem bioreaktor proses batch. Pada penelitian tugas akhir ini menggunakan dua variabel yaitu variabel pertama dengan penambahan nutrien (N dan P dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak tiga variasi konsentrasi yaitu 7,5 mg/L, 15 mg/L, 30 mg/L dan variabel kedua penambahan bakteri dengan menggunakan biakan bakteri dari saluran drainase sebanyak tiga variasi konsentrasi yaitu 50 mL, 100 mL, 150 mL. Dalam penelitian ini juga menambahkan mixing pompa sebagai pengadukan selama 24 jam dan waktu pencahayaan dengan bantuan cahaya lampu flourescent selama 12 jam. Penelitian ini dilakukan didalam ruangan. Waktu dalam penelitian tugas akhir ini dilakukan selama 14 hari dengan dua kali running dan waktu kontak 10 hari. Parameter yang akan diteliti dalam penelitian ini terbagi menjadi dua bagian yaitu parameter utama dan parameter tambahan. Parameter tersebut adalah konsentrasi MLSS/MLVSS, N-amonia, N-nitrat, Fosfat, Klorofil a sebagai parameter utama sedangkan untuk pH, suhu dan DO sebagai parameter tambahan.Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil kondisi optimum penambahan konsentrasi nutrien dan konsentrasi bakteri yang dilakukan didalam ruangan yaitu penambahan nutrien sebesar 7,5 mg/L dan bakteri sebesar 150 mL,karena memiliki nilai klorofil a yang seimbang dibandingkan reaktor yang lainnya. Oleh sebab itu, penambahan nutrien dan bakteri yang tepat dapat memproduksi alga dengan jumlah yang optimal di dalam ruangan.

  2. PENGARUH INDEPENDENSI, KOMPETENSI, DAN PROSEDUR AUDIT TERHADAP TANGGUNG JAWAB DALAM PENDETEKSIAN FRAUD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khoirul Fuad

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dari auditor mengenai tanggung jawab dalam mendeteksi fraud, ada tiga variable yang digunakan untuk menguji persepsi ini yaitu independensi, kompetensi dan prosedur audit. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu dalam bentuk kuesioner dengan menggunakan pertanyaan terbuka dan tertutup yang dinyatakan dengan skala likert 1 sampai 5. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di BPK dan BPKP Provinsi Jawa Tengah, pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan teknik random sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 65 auditor, dengan total kuesioner yang bisa digunakan sebanyak 58 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa X1 berpengaruh positif terhadap Y dengan nilai signifikansi 0,013, X2 juga berpengaruh positif terhadap Y dengan nilai signifikansi 0,002 sedangkan X3 berpengaruh negative terhadap Y dengan nilai signifikansi 0,535.This research aims to understand the perception of auditors responsibility in detecting fraud, there are three of variable used to test this perception that is independence, competence and an auditing procedure. The data used in this research is primary data which are in the form of the questionnaire by using the question open and closed expressed with likert scale of 1 to 5 . Population that is used in this research is auditor BPK and BPKP that work in Central Java Province, the sample collection in this research technique using random sampling and obtained the number of samples from 65 auditors, with a total of the questionnaire can be used as many as 58 people. The result of this research shows that positive affect on the X1 significance 0,013 with the value of Y, X2 also affect the value of significance to Y with positive 0,002, while X3 0,535 with the significance of the negative influence to Y.

  3. VISUALISASI PETA KONTUR DALAM SUDUT PANDANG TIGA DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jimmy Jimmy

    2006-01-01

    Full Text Available A Contour map is commonly displayed in two dimensional view, where the earth's contours captured from above the earth. A Two dimensional contour map often difficult to express the earth's surface velocity. The problem arose when trying to visualize a contour map in three dimension environment, is about how to connect each contour lines that exist within the two dimensional contour map. In order to solve that problem, writer creates an algorithm that able to convert earth's coordinate data into a collection of polygonal mesh data. Conversion process is done by using a square polygon web. At the beginning, the square polygon web was set flat at the height of 0 meter. Then, every vertex on the square polygon web must be altered to the same height as the height of the contour map at the same coordinate. Experiments conducted shows that the square polygon web, which the height has been altered, able to display earth's contours in three-dimensional view. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada umumnya peta kontur disajikan dalam sudut pandang dua dimensi, dimana kontur dilihat dari atas permukaan bumi. Penyajian peta kontur secara dua dimensi sering kali sulit memberikan gambaran mengenai ketinggian dari permukaan bumi yang sedang diamati. Permasalahan yang muncul ketika akan melakukan visualisasi peta kontur secara tiga dimensi adalah bagaimana cara menghubungkan garis kontur yang satu dengan yang lain. Permasalahan tersebut muncul karena sering kali data peta kontur yang didapat hanya berupa data koordinat bumi dari tiap kontur yang ada. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, penulis membuat sebuah algoritma yang dapat meng-konversi kumpulan data koordinat bumi menjadi kumpulan data koordinat mesh polygon yang merupakan komponen penyusun objek tiga dimensi. Pembentukan data koordinat mesh polygon dilakukan dengan memanfaatkan sebuah jaringan poligon bujur sangkar yang menutupi seluruh daerah peta kontur. Pertama-tama, jaringan poligon bujur sangkar diletakkan mendatar pada ketinggian 0 meter. Kemudian tiap vertex pada jaringan poligon bujur sangkar akan diubah ketinggiannya sesuai dengan ketinggian peta kontur pada koordinat sumbu X dan Y yang sama dengan koordinat X dan Y vertex. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jaringan poligon, yang ketinggian tiap vertexnya telah disesuaikan dengan ketinggian peta kontur, dapat menggambarkan kontur permukaan bumi secara tiga dimensi. Kata kunci: peta kontur, koordinat bumi, konversi, mesh polygon, tiga dimensi.

  4. KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBIAYAAN USAHA PEMBIBITAN TERNAK SAPI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idha Susanti

    2014-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study was aimed to determine the effectiveness of policies on cattle breeding financing, to determine the factors that could influence the distribution of credit schemes and formulate advices and recommendations to enhance the effectiveness of kredit usaha pembibitan sapi/KUPS credit scheme distribution and absorption. This study was using a descriptive evaluation method to obtain an overall view of the loan program implementation. The obtained data were analyzed using gap analysis to evaluate the implementation of targeted credit scheme distribution as well as the target, systemic analysis to obtain the effectiveness of the program, correspondence analysis was used to obtain community feedback and regulatory impact assessment analysis to determine recommendations for the credit programs. The result showed that the effectiveness of the program is lower than the policys objectives. The public give high responses to this policy, but there are many obstacles were faced by the breeders. The influencing factors were banks, government and cattle breeding business itself. The recommendations are (1 the increasing bank support at the local level, (2 the reduction the overlapping governmental programs, (3 increasing farmers ability in accessing banks support, and (4 improving the credit policy by using two subsidized pattern program.Keywords: goverment policy analysis, kredit usaha pembibitan sapi/KUPS, regulatory impact assessmentABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kebijakan pemerintah terhadap pembiayaan pembibitan sapi, melihat faktor-faktor yang memengaruhi penyaluran skim kredit, dan merumuskan saran dan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas penyaluran dan penyerapan skim kredit kredit usaha pembibitan sapi/KUPS. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi deskriptif untuk mendapatkan gambaran menyeluruh dari pelaksanaan program kredit. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis gap untuk mengevaluasi realisasi penyaluran dan target yang telah ditetapkan, analisis kesisteman untuk mengetahui efektivitas program, analisis persepsi responden untuk memperoleh umpan balik masyarakat dan analisis regulatory impact assessment untuk menentukan saran dan rekomendasi untuk program kredit tersebut. Hasil menunjukkan bahwa efektivitas program kredit lebih rendah daripada tujuan pencapaiannya. Tanggapan masyarakat terhadap kebijakan ini sangat besar tetapi terdapat banyak kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha pembibitan. Faktor-faktor yang memengaruhi adalah perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha pembibitan itu sendiri. Rekomendasi terhadap program skim kredit ini adalah (1 meningkatkan dukungan dari bank, (2 pengurangan program pemerintah yang tumpang tindih, (3 meningkatkan kemampuan petani dalam mengakses bank, dan (4 meningkatkan penyaluran kredit dengan menggunakan program pola dua subsidi.Kata kunci: analisis kebijakan, kredit usaha pembibitan sapi/KUPS, regulatory impact assessment

  5. PENGGUNAAN PARTIAL LEAST SQUARE REGRESSION (PLSR) UNTUK MENGATASI MULTIKOLINEARITAS DALAM ESTIMASI KLOROFIL DAUN TANAMAN PADI DENGAN CITRA HIPERSPEKTRAL

    OpenAIRE

    Abdi Sukmono; Sawitri Subiyanto

    2015-01-01

    Klorofil merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis. Tanaman sehat yang mampu tumbuh maksimum umumnya memiliki jumlah klorofil yang lebih besar daripada tanaman yang tidak sehat. Dalam Estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan airborne hiperspektral dibutuhkan model khusus untuk mendaaptkan akurasi yang baik. Citra Hhiperspektral mempunyai ratusan band dan julat yang sempit pada setiap bandnya, sehingga mempunyai kemampuan yang cukup baik untuk estimasi klorofil. Ak...

  6. FAKTOR DETERMINAN BUDAYA KESEHATAN DALAM PENULARAN PENYAKIT TB PARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niniek Lely Pratiwi

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: TB DO TS Strategy policy as the government's efforts in order to decrease TB patients is facilitated through the state budget cost resources, budget, global foreign aid fund, and the WHO. This qualitative study aimed to determinan poeing on cultural efforts in the prevention of pulmonary TB disease. Method of data collection participatory observation, in-depth interviews in patients with pulmonary TB and families, health care workers in the provinces, and districts. FGD on public figures, cross-sector and NGOs. Research sites in the city of Pariaman, West Lombok district and the district Rote Ndao NTT. Results:The results showed cultural determinants of health factors on the prevalence of pulmonary TB disease is a public perception of ilness Roe Ndao district, that of pulmonary TB disease as a hereditary disease, infectious disease and "Hosse". Norma betel nut as a treat for guests, custom home Sel, Sei traditional beliefs of newborns who smoked for 40 days with ground floor houses almost 50% of the population. Norms, stigma society in urban areas Pariaman, pulmonary TB disease as a disease because Tamakan, due to use-for others who are not happy, as evidenced by the habits, behavior of people carelessly throw spit spot. In western Sumatra, the city of Pariaman norms, fear of stigma, shame as people with TB, so there are many people who call it the perception of pain as a disease of old Cough, cough 40 days, dry cough, and asthma. Confidence/belief communities in the western province of NTB Lombok district who think if drinking water used Kiai progenitor Ishmael receive healing. Supervisory personnel selection as taking medication/PMO less in accordance with existing social structures in local communities, tribes sasak NTB, Rote tribe. Recommendalion: is required from a variety of participatory other NGOs, in an integrated cross-sector to perform the preventive, promotive control TB disease of the housing ministry, social ministry and education ministry Improvement program of passive case finding by health workers to be pro active case finding by cadres who require training. Key words: Culture, Independence, TB DOTS, proactive case findingABSTRAK Kebijakan Strategi TB DOTS sebagai upaya pemerintah dalam rangka penurunan penderita TB difasilitasi melalui sumber biaya APBN, APBD, bantuan luar negeri global fund, dan WHO. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji faktor determiansi budaya kesehatan dalam pencegahan penularan penyakit TB paru. Cara pengumpulan data observasi partisipatori, wawancara mendalam pada penderita TB paru dan keluarga, pada petugas kesehatan di provinsi, dan kabupaten. FGD pada tokoh masyarakat, lintas sektor dan LSM. Lokasi penelitian di Kota Pariaman, kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Rote Ndao NTT. Hasil penelitian menunjukkan faktor determinan Budaya kesehatan terhadap prevalensi penyakit TB paru adalah persepsi ilness masyarakat kabupaten Roe Ndao, bahwa penyakit TB paru sebagai penyakit keturunan, penyakit Hossa dan tidak menular. Norma sirih pinang sebagai suguhan bagi tamu, rumah adat Sel, kepercayaan adat Sei bayi baru lahir yang diasap selama 40 hari dengan rumah lantai tanah hampir 50% penduduk. Norma, stigma masyarakat di daerah kota Pariaman, penyakit TB paru sebagai penyakit karena Tamakan, akibat diguna-guna orang lain yang tidak senang, terbukti dengan kebiasaan, perilaku masyarakat membuang ludah sembarangan tempat. Di Sumatera barat, kota Pariaman norma, stigma takut, malu sebagai penderita TB, sehingga masih banyak persepsi sakit masyarakat yang menyebutnya sebagai penyakit Batuk lama, batuk 40 hari, batuk kering, dan penyakit asma. Kepercayaan/belief masyarakat di kabupaten Lombok barat provinsi NTB yang beranggapan bila minum bekas air minum Kiai datuk Ismail memperoleh kesembuhan. Pemilihan sebagai tenaga Pengawas makan obatlPMO kurang sesuai dengan struktur sosial yang ada di masyarakat setempat, suku sasak NTB, suku Rote. Rekomendasi diperlukan partisipatori dari berbagai LSM yang lainnya, lintas sektor untuk secara terpadu melakukan upaya preventif, promotif penanggulangan penyakit TB dari Kementerian perumahan, kem.en~erian s~sial dan kementerian pendidikan. Peningkatan program dari passive case finding oleh petugas kesehatan menjedi proective case finding oleh kader yang memerlukan pelatihan.Kata kunci; Budaya, Kemandirian, TB DOTS, pro active case finding

  7. Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Rizal

    2013-01-01

    Full Text Available Abstract: The Thinking Process of Primary-school Students of Different Sexes in Estimating Arithmetic Problems. This case study is intended to explore the thinking process of the fifth-year students of different sexes in estimating arithmetic problems. Two students, one male and one female, belonging to the high achievers in a mathematics test were selected for the study and then interviewed, assigned to solve arithmetic problems, and finally asked to think aloud their thinking process. The study reveals that the thinking process of both the male and female subjects is in the form of accommodation as they approached the arithmetic problems by repeatedly reading the tasks. Though employing the same thinking process, in the planning stage, the male subject made use of rounding and compatible number strategies, whereas the female one used only rounding strategy. In implementing the plan, the male subject employed mental counting through assimilation, but the female one used algorithm through accommodation. In the evaluating stage, the male subject traced back his work through mental counting, while the female one utilized reverse operations. Abstrak: Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin. Penelitian ini ingin mendeskripsikan proses berpikir siswa laki-laki dan perempuan yang berkemampuan matematika tinggi dalam melakukan estimasi. Penelitian dilakukan di kelas V SD, dengan subjek satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang memiliki skor 75 ke atas dalam tes kemampuan matematika. Data dikumpulkan dengan wawancara, pemberian tes dan think aloud. Analisis dilakukan dengan menelaah seluruh data, reduksi data, pengolompokan data, kategorisasi, pengkodean, dan pemeriksaan kredibilitas data dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir keduanya adalah akomodasi. Dalam membuat rencana, laki-laki menggunakan rounding dan compatible number strategy, sedangkan perempuan menggunakan rounding strategy. Dalam melaksanakan rencana, laki-laki berhitung secara mental melalui proses berpikir asimilasi, sedangkan perempuan berhitung menggunakan algoritma melalui proses berpikir akomodasi. Dalam mengecek pekerjaan, laki-laki menelusuri dengan berhitung mental, sedangkan perempuan menggunakan operasi balikan.

  8. ADSORPSI ION CU(II) MENGGUNAKAN PASIR LAUT TERAKTIVASI H2SO4 DAN TERSALUT Fe2O3

    OpenAIRE

    DS Pambudi; AT Prasetya; W. Sumarni

    2014-01-01

    Pasir laut merupakan bahan alam yang melimpah. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, pasir dapat dimanfaatkan sebagai penjerap ion logam berat mengingat 30% lebih dari volumenya adalah pori-pori. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II) menggunakan pasir laut kontrol, pasir laut teraktivasi H2SO4, pasir laut tersalut Fe2O3, serta pasir laut teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3. Ada dua macam pasir laut yang digunakan, yaitu pasir hitam dan pasir putih. ...

  9. Proses Kreatif Teater Garasi Yogyakarta Dalam Lakon Waktu Batu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Iswantara

    2013-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini memahami konsep dan proses kreatif Teater Garasi Yogyakarta (TGY. TGY merupakan salah satu kelompok teater kontemporer Indonesia yang cukup fenomenal. Puluhan karya TGY telah disajikan dihadapan penonton baik di tingkat lokal maupun nasional. Penelitian difokuskan pada faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi situasi kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan kelompok TGY. Teori kreativitas, perbandingan seni, semiotika dan manajemen seni digunakan untuk membedah permasalahan yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TGY berada dalam lingkungan perteateran Yogyakarta yang syarat dengan teater tradisional melakukan pemberontakan artistik. Sebagai organisasi seni teater kontemporer, TGY memiliki visi dan misi yang jelas. Melalui laboratorium penciptaan teater TGY mampu menghasilkan satu maha karya pertunjukan lakon Waktu Batu (WB. Pertunjukan lakon WB terdiri tiga sub judul: Waktu Batu 1, Kisah-kisah yang Bertemu di Ruang Tunggu; Waktu Batu 2, Ritus Seratus Kecemasan dan Wajah Siapa yang Terbelah; dan Waktu Batu 3, Deus ex Machina dan Perasaan-perasaan Padamu. Karya ini inspiratif karena memakan waktu empat tahun proses kreatifnya, digerakkan oleh insan-insan muda dan dipentaskan road show di berbagai kota di Indonesia dan Singapura.Kata kunci: Teater Garasi, kesenian Yogyakarta, Waktu Batu.ABSTRACTThe Creative Process of Garasi Theater Yogyakarta for the Story of Waktu Batu. The aims of this research is to understand the creative concept and process of Garasi Theater Yogyakarta. It is one of the phenomenal Indonesian contemporary groups of theater. Some of its works have already been performed in front of local and national audiences as well. This research mainly focuses on the internal and external factors which have influnced the condusive situation towards the development and popularity of Garasi Theater Yogyakarta. In order to solve the problems formulated in the research, the theory of creativity and the comparison between semiotic and management arts were actively used. The result of the research showed that Garasi Theater Yogyakarta has a traditional characteristic developed in a theater community of Yogyakarta and soon afterwards it has carried out such an artistic rebellion. The Garasi Theater Yogyakarta is as a group of contemporary theatre which has very clear vision and mission. By doing the creative work through a laboratory of theatrical production, Garasi Theater Yogyakarta was able to create a masterpiece of a performance entitled Waktu Batu. The performance of Waktu Batu consists of three sub-titles, namely: Waktu Batu 1, Kisah-kisah yang Bertemu di Ruang Tunggu; Waktu Batu 2, Ritus Seratus Kecemasan dan Wajah Siapa yang Terbelah; dan Waktu Batu 3, Deus ex Machina dan Perasaan-perasaan Padamu. This theatrical work can be said as an inspirative work in which it took four years in its creative process, had been activated by youngsters, and had been performed by means of a road-show program through some cities in Indonesia and Singapore.Keywords: Garasi Theater, Yogyakarta arts, Waktu Batu

  10. GARIS BESAR PSIKOLOGI TRANSPERSONAL: PANDANGAN TENTANG MANUSIA DAN METODE PENGGALIAN TRANSPERSONAL SERTA APLIKASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mujidin Mujidin

    2012-11-01

    Full Text Available AbstrakPsikologi Transpersonal merupakan aliran baru dalam Psikologi. PsiklogiTranspersonal mendeklarasikan diri sebagai Madzhab Ke Empat Psikologi. Psikologitranspersonal, yang sekarang diperkenalkan sebagai madzhab keempat dalam lapanganpsikologi, memulai khususnya ditingkat universitas, juga menjalar di dunia pendidikan. Tahun1969, jurnal Psikologi transpersonal diterbitkan. Tahun 1973, perkumpulan psikologitranspersonal pertama mengadakan konsferensi di Meulo Park, California. Pada tahun yangsama juga diadakan konsferensi psikologi transpersonal dan pendidikan, di universitasNortherm, Illionis, banyak para pendidik tertarik tentang psikologi transpersonal yang berasaldari berbagai negara.Konsep utama manusia menurut Psikologi Transpersonal, bahwa manusia tidak hanyamempunyai kesadaran psiko-fisis, psko-kognitif atau psikohumanistik, namun juga manusiamempunyai kesadaran yang terdalam dan tinggi sifatnya.Sedangkan metode psikologi transpersonal, oleh karena berbeda sama sekali denganmetode pada aliran psikologi yang sudah kita kenal sekalam ini. Metode itu antara lain Zen,semedi, Psikosintesis, Yoga, sufisme, dan Budisme, ZenKata kunci: psikologi transpersonal, kesadaran, emosi

  11. MATERI POKOK PASAR DAN PEMBENTUKAN HARGA PASAR BAGI SISWA DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN KONSTRUKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Widodo

    2011-06-01

    Full Text Available Pembelajaran konstruktif memandang bahwa pengetahuan sebagai hasil belajar merupakan konstruksi kenyataan melalui kegiatan siswa sebagai subyek belajar. Hal ini berarti siswa dengan segala potensinya memiliki struktur kognitif dari hasil pengalaman dan pengetahuannya tentang pasar dan harga pasar. Struktur kognitif itulah yang kemudian melalui proses asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi, setelah menerima materi baru dari guru tentang pasar dan harga pasar, akan menghasilkan struktur kognitif baru yang lebih sempurna dan kompleks. Posisi guru adalah sebagai fasilitator, mediator, dan dinamisator yang membantu siswa dalam mengkonstruksikan pengalaman dan pengetahuan baru selama belajar. Strategi relevansi sangat diperlukan agar materi pokok tentang pasar dan pembentukan harga pasar dapat terintegrasi ke dalam struktur kognitif siswa sehingga memberikan manfaat dan dapat diterima secara logis. Kata kunci: pembelajaran konstruktif; struktur logis; proses berpikir; dan relevansi.

  12. PERBEDAAN SOSIALISASI ANTARA SISWA KELAS AKSELERASI DAN KELAS REGULER DALAM LINGKUNGAN PERGAULAN DI SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Sekar Ayu Asmadi Alsa Herlina Siwi Widiana

    2012-11-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan sosialisasiantara siswa kelas akselerasi dan kelas regular. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa darikelas akselerasi dan 18 siswa dari kelas regular di Sekolah Menengah Pertama MuhammadiyahII Yogyakarta. Subjek dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompokkontrol.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental The Pretest-posttest ControlGroup Design, yaitu desain eksperimen yang dilakukan dengan jalan melakukan pengukuranatau observasi awal sebelum perlakuan diberikan (pretest dan setelah perlakuan ( posttestpada kelompok eksperimen (siswa kelas akselerasi dan kelompok kontrol (siswa kelas regular.Pada penelitian ini analisis data yang dilakukan berdasarkan gained score, hal tersebutdilakukan dengan asumsi bahwa penelitian ini dilakukan pada dua kelompok yang memilikikondisi awal yang berbeda.Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan ditolak,yakni tidak ada perbedaan sosialisasi antara siswa kelas akselerasi dan regular. (t = 0,594,p >0,05Kata kunci : sosialisasi, kelas akselerasi, kelas regular

  13. ANALISIS PERILAKU KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK PATUNG KAYU PADA TOKO KERAJINAN (ART SHOP KECAMATAN SUKAWATI, GIANYAR, BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka - Sulistyawati

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1 faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu; (2 Faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Lokasi penelitian ditetapkan di Kecamatan Gianyar Bali karena merupakan pusat industri kerajinan patung kayu di Bali dan mempunyai pasar sampai ke luar negeri. Toko kerajinan (art shop patung kayu di Kecamatan Sukawati jumlah cukup banyak dan terus berkembang, toko kerajinan (art shop letaknya terpusat, berjejer dan saling berdekatan. Kecamatan Sukawati terletak dalam jalur utama ke arah timur seperti obyek wisata Ubud, Istana Presiden Tampak Siring, Goa Gajah, Kintamani serta obyek wisata lainnya. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh wisatawan mancanegara yang berkunjung pada toko kerajinan (art shop patung kayu di Kecamatan Sukawati Gianyar Bali. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, dengan demikian siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dan memenuhi syarat yang ditentukan dapat digunakan sebagai responden. Sedangkan jumlah sampel yang diperlukan jika dianalisis dengan menggunakan analisis faktor adalah paling sedikit 4 atau 5 kali jumlah variabel yang diteliti. Karena jumlah variabel yang diteliti sebanyak 20 maka sampel ditetapkan 100 responden. Alat analisa yang digunakan adalah analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu dan analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 variabel dapat direduksi menjadi 17 variabel yang tersebar dalam 6 faktor. Tiga variabel dikeluarkan dari model karena tidak memenuhi kriteria MSA > 0,5 yaitu variabel potongan harga (X12 dan dua variabel tidak memenuhi kriteria, dimana communality <0,5 yaitu variabel saluran distribusi (X16 dan variabel sarana lain (X20. Dari uji analisis faktor diperoleh hasil bahwa dari 17 variabel yang ditahan di dalam model dan mengelompokkan ke dalam 6 faktor merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Faktor-faktor tersebut adalah faktor harga dengan eigen value 4,63653, faktor promosi dengan eigen value 3,15352, faktor referensi dengan eigen value 1,87740, faktor produk dengan eigen value 1,58539, faktor budaya dengan eigen value 1,34874 dan faktor kondisi fisik dengan eigen value 1,10984. Dengan analisis regresi berganda diketahui 74% keputusan pembelian patung kayu dipengaruhi oleh enam faktor sebagai variabel independen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor di luar model analisis yang diduga diantaranya adalah adanya perubahan selera konsumen yang ingin kembali menyatu dengan alam dan peristiwa politik Indonesia yang kurang mendukung bagi kunjungan wisatawan mancanegara. Hal ini terlihat dari nilai koefisien determinasi (R2 sebesar 0,74504. Model ini juga digunakan untuk mengetahui faktor mana yang berpengaruh paling dominan di antara 6 faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Dari hasil regresi dapat diketahui bahwa dari enam faktor sebagai variabel independen yang dianalisis, secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung=45,29365 > Ftabel =2,29 signifikan pada a=5%. Kemudian dari enam faktor tersebut dapat pula diketahui bahwa faktor produk merupakan faktor yang berpengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian. Hal ini ditunjukkan dalam nilai thitung sebesar 8,594 (tertinggi di antara enam faktor yang mempengaruhi konsumen. Kata kunci: perilaku konsumen, keputusan, patung kayu.

  14. METODE DESTRUKSI BASAH UNTUK ANALISIS MIKROMINERAL Fe, Zn DAN Mn DALAM SAYURAN KUBIS DAN SAWI HIJAU

    OpenAIRE

    Syahruddin Kasim, S.Si.

    2005-01-01

    Analisis kandungan mineral Fe, Zn dan Mn pada daun kubis dan sawi hijau, dilakukan dengan metode destruksi kering. Pemisahan senyawa-senyawa karbon dari masing-masing contoh dilakukan dengan menggunakan tanur pada suhu 500??C. Senyawa anorganik dilarutkan dengan penambahan asam nitrat setelah pengabuan. Penentan kosentrasi meineral dalm contoh menggunakan spktroskopi serapan atom dengan metode kurva kalibrasi standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendungan Fe dalam daun kubis 0,184 ...

  15. ILUSTRASI IKLAN CETAK DENGAN PENDEKATAN AFEKTIF DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENERIMAAN DAN INGATAN KHALAYAK

    OpenAIRE

    Cons. Tri Handoko

    2003-01-01

    Illustrations in print advertisements have function to attract and hold the attention of the audiences beside influence their acceptance and memory. Recently%2C illustrations of print advertisements have been using affective approaches by using appeal to anxiety%2C appeal to sorrow%2C appeal to warmth%2C appeal to equity%2C and appeal to sex influencing audiences acceptance and memory. Abstract in Bahasa Indonesia : Ilustrasi dalam iklan cetak selain berfungsi sebagai daya tarik dan penahan p...

  16. Pemberdayaan Guru dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatag Yuli Eko Siswono

    2013-07-01

    Full Text Available Abstract: Empowering Mathematics Teachers to Improve Creative Thinking of Elementary-School Students. This experimental study is intended to develop mathematics teachers competences in designing teaching and learning strategies that enhance students creative thinking. In addition, the study portrays teachers creative thinking as well as their competences in planning and implementing problem-solving and problem-posing teaching models. Utilizing a pre-test post-test single group design, this study involved mathematics teachers of the third, fourth, and sixth grades of two elementary schools. The results suggest that the teachers creative thinking is of good level; they are creative enough in solving and posing mathematical problems as reflected in their mean score of 92.6. Their competences in planning and implementinglie in good category. Overall, it can be concluded that the teachers are professionally empowered in develo ping students creative thinking. Abstrak: Pemberdayaan Guru dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD. Implementasi pembelajaran matematika di SD untuk mendorong berpikir kreatif masih lemah. Penelitian ini bertujuan memberdayakan guru-guru SD dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang memberi bekal kemampuan berpikir kreatif dan memberikan gambaran kemampuan berpikir kreatif guru dan kemampuannya merencanakan serta mengimplementasikan model pembelajaran pengajuan dan pemecahan masalah matematika. Penelitian eksperimen rancangan pretes postes kelompok tunggal sekaligus deskriptif dilakukan terhadap masing-masing dua guru kelas III, IV, dan V SD di kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif guru SD berada pada tingkat lebih dari cukup kreatif, dan hasil rata-rata kemampuannya dalam memecahkan dan membuat soal adalah 92,6. Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran termasuk kategori lebih dari baik. Disimpulkan bahwa guru telah berdaya dan mem iliki kemampuan mengembangkan pembelajaran yang mendorong berpikir kreatif siswa.

  17. PENGADAAN TANAH DALAM PEMBANGUNAN JARINGAN JALAN LINGKAR SELATAN DI KABUPATEN BANTUL

    OpenAIRE

    Hery Listyawati

    2011-01-01

    Land acquisition is a very important activity in any kind of development programs, such as the South Ring Road Highway. Although land acquisition has been started since 2008, the project has not been completed. This research focuses on applying the principle of land acquisition to achieve the programs objectives. Pembebasan tanah adalah aktivitas yang sangat penting dalam setiap jenis program pembangunan, seperti Jaringan Jalan Lingkar Selatan. Meskipun pembebasan tanah sudah dimulai sejak t...

  18. Peranan kod etika dalam profesion perakuanan : Satu kajian empirikal di Malaysia.

    OpenAIRE

    Maisarah bt. Hj. Mohamed Saat

    2003-01-01

    Kajian ini cuba melihat peranan dan pengaruh kod etika yang dikeluarkan oleh badan profesional perakaunan Malaysia ke atas tingkahlaku akauntan dan bakal akauntan dalam melaksanakan tugas mereka. Data primer dikutip melalui temubual dan soal selidik yang diedarkan kepada akauntan dan bakal akauntan di firma audit tempatan. Kajian mendapati kod etika tidak begitu memberi kesan kepada tingkahlaku etika akauntan dan bakal akauntan. Majoriti responden berpendapat, kod etika jarang dapat membantu ...

  19. INTERVENING DEONTOLOGI MORAL EVALUATION AUDITOR DALAM PENGARUHNYA PEMBUATAN KEPUTUSAN BERBASIS ETIS DENGAN PERKEMBANGAN MORAL COGNITIVE

    OpenAIRE

    Emrinaldi Nur DP; Volta Diyanto

    2014-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh time pressure, risiko audit, perkembangan moral kognitif dan deontologi evaluasi moral yang menjadi tanda dini prosedur audit off dari karakteristik individu sisi dalam membuat keputusan etis. Penelitian ini menggunakan sikap berhenti prematur prosedur audit ketergantungan . Baru-baru ini sikap tidak etis ini tampaknya menjadi hal yang berisiko karena menunjukkan bahwa auditor tidak konsisten tentang bertanggung jawab dan etika merek...

  20. PENGGUNAAN MATLAB SIMULINK DALAM PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN PENUKAR KUASA MOD PENSUISAN (PKMP) UNTUK PELAJAR PRA - SISWAZAH

    OpenAIRE

    Nasrudin Abd Rahim; Yushaizad Yusof

    2010-01-01

    Elektronik kuasa telah dijadikan kursus asas jabatan untuk para pelajar pra-siswazah program kejuruteraan elektrik dan elektronik di UKM. Untuk membantu para pelajar memahami kursus ini dengan lebih mudah, pantas dan berkesan; proses pembelajaran dan pengajaran berasaskan sistem pemodelan dan penyelakuan komputer diperkenalkan.Pendekatan ini adalah alternatif kepada latihan amali di makmal yang berkos tinggi. Kertas kerja ini membincangkan penggunaan perisian Matlab Simulink dalam memodel pen...

  1. TINJAUAN ULANG MATERI AJAR GERAK LURUS BERATURAN MELALUI PERCOBAAN GRAVITY CURRENT DALAM SKALA LABORATORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. K. Wardani

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKDalam konteks problem-based learning, salah satu masalah belajar fisika di sekolah dan di universitas adalah keterkaitan antara materi ajar dan fenomena alam dalam kehidupan sehari-hari masih minimum. Siswa, mahasiswa, guru, dan dosen masih mengalami kesulitan dalam memberikan contoh nyata GLB. Penelitian ini meninjau ulang materi ajar gerak lurus beraturan melalui percobaan gravity current sebagai sistem dua fluida dengan beda kerapatan di laboratorium dalam upaya mencari contoh nyata sistem fisis yang bergerak sepanjang garis lurus dengan kecepatan tetap. Penelitian ini dapat dipandang sebagai model proses intrusi air laut di estuari, tempat pertukaran massa air laut dan air sungai. Fokus penelitian adalah membuktikan bahwa gravity current bergerak dengan kecepatan tetap dan menentukan faktor-faktor dinamik kecepatan. Pengukuran akurat waktu tempuh dan tinggi permukaan air dalam tangki percobaan memberikan kecepatan tak-berdimensi gravity current sebesar 0,45 0,03 dengan beda kerapatan massa dan tinggi awal permukaan air merupakan dua faktor dinamik penentu kecepatan.ABSTRACTIn the context of problem-based learning, one of learning difficulties in physics at schools and universities is theminimum relevance of learning materials to natural phenomena. School and university students still have difficulties in giving real examples of uniform motion. This research examines uniform motion by performing laboratory experiments on gravity current as a system of two fluids with different densities. The experiments were designed to provide a factual case of a moving system with constant speed and to model salt intrusion in an estuary, where sea water and river stream meets. The research focused on the dynamics of gravity currents and determines factors affecting the speed. Based on measurements of travel time and initial height of water surface in all experiments, the results showed that the non-dimensional speed was found to be 0.45 0.03 and the density difference and the water height were crucial dynamic factors defining velocity.

  2. UPAYA GURU DALAM MENGATASI HAMBATAN PEMBELAJARAN SEJARAH PADA KTSP DI SMP NEGERI 39 SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukluk Alfi Hidayah

    2011-10-01

    Full Text Available Application of KTSP is expected to ward off the perception of learning history that is felt very boring and less meaningful. Based on the results of research carried out in SMP Negeri 39 Semarang, it shows that the curriculum encourages teachers to improve their creativity by having the ability to plan learning according to curriculum. Teacher’s creativity can also be seen from how he/she overcomes learning problems in a one and a half hour of history class. On of the problem is student’s boredom making teacher cut the learning hour to 40 minutes. Second, problem related to the lack of media, such as pictures of history, atlas and proper KTSP books. So far, teacher use books relevant to KRSP, accompanied by some efforts which are very useful in understanding student learning history. The minimum limit that must be achieved is 65 and it has relatively been achieved.   Keywords: KTSP, learning barriers, history  Penerapan KTSP diharapkan untuk menangkal persepsi belajar sejarah yang dirasakan sangat membosankan dan kurang bermakna. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 39 Semarang bahwa kurikulum mendorong guru untuk meningkatkan kreativitas mereka dengan memiliki kemampuan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum, kreativitas guru juga dapat dilihat dari pelaksanaan dalam mengatasi hambatan belajar yang sekitar satu sejaah jam pelajaran siswa sangat memberatkan, pelajaran guru berusaha mengurangi jam hingga 40 menit, kedua kendala dalam hal media minim, dengan media mengubah gambar sejarah, Atlas, untuk buku KTSP yang sesuai, sejauh ini guru menggantinya dengan buku-buku yang relevan dengan KTSP. Upaya guru dapat dilihat keberhasilannya dengan aktivitas siswa dan semangat berpartisipasi dalam belajar sejarah. Dalam belajar sejarah batas-batas yang harus dicapai siswa penguasaan minimum adalah 65, dan relatif telah tercapai.   Kata kunci: KTSP, pembelajaran hambatan, sejarah  

  3. INTERVENSI ERGONOMI DALAM PEMBELAJARAN SAINS MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL SISWA SD 1 SANGSIT KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Wijana

    2014-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan intervensi ergonomi dalam pembelajaran sains untuk menurunkan keluhan muskuloskeletal siswa SD. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi eksperimental dengan rancangan randomized pre-test and post-test control group design. Pada kelompok kontrol pembelajarannya dengan cara konvensional (tanpa intervensi ergonomi dan kelompok eksperimen dengan intervensi ergonomi. Intervensi ergonomi dalam pembelajaran sains mengacu pada pendekatan ergonomi (PE yakni gabungan antara SHIP dan TTG. Implementasi dari hal ini adalah melakukan perbaikan dan atau penataan terhadap instrumental input, environmental input dan porcess, sedangkan untuk di kelompok kontrol tidak dilakukan intervensi ergonomi, di mana kondisi instrumental input, environmental input dan process berlangsung secara konvensional. Pengambilan sampel dilakukan secara random. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney dengan taraf signifikansi 5 %. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah (1 intervensi ergonomi dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal siswa SD (p < 0,05; (2 Hasil pengukuran dengan nordic body map pada kelompok kontrol terjadi keluhan pada otot pinggang (86,1%, otot pantat (86,1%, otot punggung (84,8%, otot lengan atas kiri (78,8%, otot lengan atas kanan (67,9%, otot siku kanan (78,2%, otot siku kiri (74,6%, paha kanan (76,9%, paha kiri (75,7%, otot betis kanan (66,1%, otot betis kiri (64,2%, otot pergelangan kaki kanan (67,3%, dan otot pergelangan kaki kiri (65,5%. Dengan demikian dapat disarankan bahwa intervensi ergonomi dalam pembelajaran dengan menggunakan PE sebaiknya diterapkan dalam pembelajaran sains di SD karena telah terbukti dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal.[MEDICINA 2009;40:11-20].

  4. Gambaran NAFLD pada Pasien dengan Sindrom Metabolik di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang

    OpenAIRE

    Nadila Andam Astari; Eva Decroli; Eti Yerizel

    2015-01-01

    AbstrakSindrom metabolik adalah kumpulan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang terjadi secara bersamaan pada seorang individu, antara lain: peningkatan glukosa darah puasa, obesitas sentral, dislipidemia, dan hipertensi. Salah satu manifestasi sindrom metabolik adalah non alcoholic fatty liver disease (NAFLD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran NAFLD pada pasien dengan sindrom metabolik di poliklinik penyakit dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bersifat de...

  5. PENGEMBANGAN KOLEKSI TUMBUHAN KEBUN RAYA DAERAH DALAM KERANGKA STRATEGI KONSERVASI TUMBUHAN DI INDONESIA

    OpenAIRE

    Danang Wahyu Purnomo; Mahat Magandhi; Farid Kuswantoro; Rosniati Apriani Risna; Joko Ridho Witono

    2015-01-01

    Sebagai bagian dari kebun raya dunia, Kebun Raya Indonesia (KRI) memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan upaya konservasi tumbuhan yang ada di Indonesia. Hingga tahun 2010, empat kebun raya yang dikelola oleh LIPI hanya mampu mengkonservasi sekitar 21% dari seluruh tumbuhan terancam Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan Kebun Raya Daerah (KRD) untuk mengkonservasi tumbuhan pada tiap daerah di Indonesia. Makalah ini bertujuan untuk untuk mengetahui capaian KRD dalam konservasi...

  6. Makna Kata Kharis Berdasarkan Surat Efesus 2:8 dan Implementasinya dalam Kehidupan Orang Percaya Masa Kini

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rose Melly Merang

    2012-10-01

    Full Text Available Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, untuk menganalisis dan menafsirkan makna di balik kata kharisberdasarkan Efesus 2:8. Kedua, untuk membahas bagaimana mengimplementasikankharis dalam kehidupan orang-orang percaya masa kini.Dalam penulisan penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian naskahAlkitab, yaitu dengan kajian eksegesis Alkitab untuk menemukan makna teks yangsesuai dengan konsep yang ada dalam surat Efesus 2: 8. Penulis mengadakanpenelitian literatur (library research, terhadap berbagai sumber atau naskah-naskahyang memiliki korelasi dengan judul, antara lain: buku tafsiran-tafsiran kitab Efesusdan buku-buku yang berhubungan dengan kata kasih karunia yang disusun secaraeksposisi untuk mencapai maksud, sasaran dan tujuan penulisan.Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah tentang makna katakharis berdasarkan Efesus 2:8 dan implementasinya dalam kehidupan orang percayamasa kini, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, kasihkarunia adalah kehadiran Allah melalui Yesus Kristus ke dalam dunia, mati untukmenyelamatkan manusia, Ia bangkit dari kematian untuk memberi kemenangan bagiorang percaya dan Ia menyediakan tempat di sorga bagi orang yang percaya kepada-Nya. Kedua, kasih karunia merupakan anugerah keselamatan yang dianugerahkanoleh Allah secara cuma-cuma kepada manusia berdosa yang seharusnya dihukum dandimurkai oleh Allah. Ketiga, kasih karunia merupakan kemerdekaan yang Allahberikan bagi manusia atas dosa, melepaskan dari kuasa iblis, memulihkan manusiauntuk kembali bersekutu dengan Allah. Keempat, kasih karunia Allah merupakanpengampunan-Nya bagi orang berdosa yang datang bertobat kepada-Nya dengansungguh-sungguh. Kelima, kasih karunia adalah kuasa Allah melalui kehadiran RohKudus yang memberdayakan setiap orang percaya untuk melawan godaan dosa,melakukan kehendak Allah, hidup dalam kekudusan dan memberi kemampuanmelayani Tuhan serta menghadapi setiap masalah.

  7. Studi Alkitab Terhadap Sunat Dalam Roma 2:25-29; 3:1 Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Kristen Masa Kini

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brian Marpay

    2011-04-01

    Full Text Available Dalam penulisan ini ada beberapa tujuan yang ditetapkan dan yang ingin dicapaiserta merupakan dasar materi ini yaitu: Pertama, untuk menggali pandangan RasulPaulus tentang sunat dalam Roma 2:25-29; 3:1. Kedua, untuk menjawab implikasikebenaran sunat bagi kehidupan Kristen masa kini menurut teologi Perjanjian Baru.Adapun metode yang dipakai dalam penulisan ini: Pertama, penelitian kualitatifatau mencari makna sunat berdasarkan Surat Roma 2:25-29; 3:1. Sistematikapenulisannya ialah, literatur tentang surat Roma, literatur tentang sunat, teologi RasulPaulus. Kedua, eksegesis hermeneutika tentang sunat berdasarkan Roma 2:25-29; 3:1.Teknik pengumpulan data ialah inventarisasi, evaluasi kritis. Teknik analisis data ialahinterpretasi, dan komparasi serta menulis hasilnya secara deskriptif.Berdasarkan uraian tentang studi Alkitab terhadap sunat dalam Roma 2:25-29 ;3:1 dan implikasi bagi kehidupan Kristen masa kini, maka dengan ini penulismengemukakan secara praktis beberapa hasil sebagai kesimpulanya: Pertama, sunatlahiriah tidak berfaedah ketika seseorang masih hidup dalam dosa dan tidak menaatiFirman Tuhan. Kedua, sunat lahiriah hanya sebatas simbolis, sedangkan sunat hatisangat perlu dalam hidup kekristenan. Ketiga, Sunat yang dilakukan secara lahiriah(sarx yakni pada tubuh atau daging hanya sebatas aturan atau tradisi. Keempat, sunathati ialah sebuah situasi di mana seseorang yang sebelumnya hidup dalam dosa namunatas dasar kesadaran akan dosa atau pelanggaran, mempersilahkan Allah untuk masukdalam hatinya, membersihkan hidupnya dari segala dosa (mengerat/menyunatkanhatinya bagi Allah sehingga dapat menjalin intimasi dengan Allah yang kudus. Kelima,sunat sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tuhan memakai para tenaga medis untukmenyingkapkan kebenaran. Allah tidak merancang sunat sebagai alasan medis, tetapisunat sangat bermanfaat secara medis.

  8. Keperluan Sokongan Emosional Dalam Kalangan Anak Dewasa Yang Menjaga Warga Tua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asnarulkhadi Abu Samah

    2011-01-01

    Full Text Available Peningkatan bilangan warga tua di Malaysia (60 tahun ke atas akan mencapai jumlah 2.2 juta orang atau 9.5% menjelang 2020. Statistik juga menunjukkan bahawa kadar kelahiran semakin menurun beberapa dekad kebelakangan ini. Statistik ini menggambarkan satu dimensi baru berkaitan penjagaan warga tua dalam kalangan anak dewasa. Anak-anak dewasa pula, selain menghadapi bebanan untuk menyara keluarga sendiri, terpaksa menyara orang tua mereka yang kos kesihatan semakin hari semakin meningkat. Artikel ini meninjau aspek sokongan emosi dan timbal balik dalam hubungan anak dewasa (penjaga dengan warga tua dengan menggunakan pendekatan teori pertukaran sosial. Kaedah survei digunakan dari bulan November 2008 hingga Januari 2009 untuk mengumpul data daripada 640 orang anak dewasa daripada etnik Melayu, Cina dan India. Dapatan kajian menunjukkan 65% anak dewasa bandar dan 59.7% anak dewasa luar bandar yang menjaga warga tua ialah anak dewasa perempuan yang majoritinya telah berkahwin dan mempunyai anak antara satu ke tiga orang. Majoriti responden luar bandar (92.8% dan 43.1% responden bandar tinggal bersama warga tua yang dijaga mereka dan kerelaan untuk menjadi penjaga kepada warga tua merupakan pilihan mereka sendiri. Pasangan penjaga merupakan pemberi bantuan fizikal dan emosi utama dalam proses penjagaan warga tua.

  9. INFORMALITAS DALAM FORMALITAS PADA RUANG TERBUKA PUBLIK (Studi Kasus Lapangan Gasibu, Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RR Dhian Damajani

    2007-01-01

    Full Text Available Gasibu square plays an important role for the Bandung City. At the beginning, this open space was formally designed as part of government complex buildings (Kompleks Gedung Sate. For last ten years, this public space has achieved its ultimate position in its diversity and participants. Various activities such as economic, social, political, cultural and religion held there which are daily, weekly, monthly, and yearly. One of the most interesting activities is The Sunday Market which is probably the biggest Sunday market in Indonesia. This spontaneous market activity is a phenomena of urban vernacular which happened at the other part of the city of Bandung. Discourse in informality and formality of public space become an important issues which has to be treated carefully. Abstract in Bahasa Indonesia : Lapangan Gasibu saat ini memiliki peran yang sangat penting bagi Kota Bandung. Pada awalnya, ruang terbuka ini dirancang sebagai ruang publik formal sebagai bagian dari Kompleks Gedung Sate. Dalam sepuluh tahun terakhir, ruang terbuka publik ini menduduki tempat teratas dalam hal jumlah maupun keragaman aktivitasnya. Beragam kegiatan ekonomi, sosial, politik, budaya termasuk keagamaan diselenggarakan di area ini baik harian, mingguan, maupun bulanan. Salah satu kegiatan yang menarik adalah pasar minggu yang mungkin merupakan pasar minggu terbesar di Indonesia. Pasar yang terjadi secara spontan ini adalah sebuah fenomena urban vernakular yang terjadi pula di bagian lain di Kota Bandung. Saat ini, wacana informalitas dalam formalitas ruang publik menjadi isu penting yang harus ditempatkan pada posisi yang tepat. Kata kunci: informalitas-formalitas; lapangan gasibu; urban-vernakular

  10. EKSISTENSI HUKUM DELIK ADAT DALAM PERSPEKTIF PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA DI MALUKU TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reimon Supusesa

    2012-07-01

    Full Text Available This research studies the Sasi traditional value in the Maluku Tengah adat community and investigates its possible role in reshaping and renewing Indonesian national criminal law. Sasi is a collection of regulation that is formed by member of adat community. Failure to comply with sasi would be punished according to the relevant sasi regulations. The drafting of a new national penal code that extend the punishable offense to include those regulated by adat and religious law as long as positive law has not regulated the offense is expected to serve the society’s legal awareness. Studi ini mengangkat nilai-nilai tradisional Adat Sasi yang hidup dalam masyarakat adat Maluku Tengah sebagai salah satu bahan hukum dalam upaya pembentukan dan pembaharuan hukum pidana nasional. Sasi adalah suatu aturan yang disepakati bersama oleh anggota masyarakat adat untuk ditaati bersama, apabila dilanggar maka akan memperoleh sanksi atau hukuman sesuai dengan peraturan-peraturan sasi yang telah disepakati. Pembentukan RUU KUHP nasional yang memperluas dasar patut dipidananya suatu perbuatan ke ranah nilai-nilai hukum adat dan agama sepanjang perbuatan tersebut belum diatur dalam undang-undang diharapkan dapat selaras dengan kesadaran hukum masyarakat.

  11. KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA POSTER DAN MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERPIDATO SISWA SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wirayudha Pramana Bhakti

    2014-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi (1 perbedaan keefektifan antara penggunaan media mind mapping dengan pembelajaran tanpa media dalam pembelajaran keterampilan berpidato siswa SMK, (2 perbedaan keefektifan antara penggunaan media poster dengan pembelajaran tanpa media dalam pembelajaran keterampilan berpidato siswa SMK, serta (3 perbedaan keefektifan penggunaan media poster dengan media mind mapping dalam pembelajaran keterampilan berpidato siswa SMK. Desain eksperimen yang digunakan adalah Randomized Pretest-Postest Control Group Design, dengan dua kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X jurusan otomotif SMK Diponegoro Depok, Sleman, Yogyakarta. Penentuan kelompok kontrol dan eksperimen dilakukan secara random. Pengumpulan data penenelitian melalui lembar penilaian performansi keterampilan berpidato. Instrumen divalidasi dengan uji validitas isi yang melibatkan expert judgment. Data dianalisis dengan Anava dilanjutkan dengan uji Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 media mind mapping lebih efektif dibandingkan pembelajaran tanpa media pembelajaran, (2 media poster lebih efektif dibandingkan pembelajaran tanpa media pembelajaran, (3 media mind mapping merupakan media yang paling efektif dibandingkan dengan media poster dan pembelajaran tanpa media. Kata Kunci: keefektifan, pembelajaran, poster, mind mapping, berpidato

  12. PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK DI KOTA MALANG: DALAM PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trisakti Handayani

    2012-11-01

    Full Text Available Keputusan pemerintah untuk merevitalisasi dan mengelompokkan organisasi perempuan di bawah departemen dalam federasi mengakibatkan lahirnya Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK, yaitu organisasi yang mewadahi perempuan yang tidak berada di bawah departemen. Kehadiran PKK selain diharapkan mampu membawa keluarga pada kondisi sejahtera dan mandiri, juga mampu membebaskan perempuan dari belenggu budaya patriarkhi. Namun, kenyataannya PKK belum sepenuhnya mampu mengubah kondisi keluarga dan perempuan, sehingga belum terwujud kesetaraan dan keadilan gender. Adanya kesenjangan ini menyebabkan perlunya melakukan penelitian terhadap PKK, khususnya di kota Malang. Penelitian ini bertujuan mengkaji: (1 faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya PKK; (2 paradigma kelembagaan yang dikembangkan PKK; dan (3 makna PKK dikaitkan dengan kesetaraan dan keadilan gender.Penelitian ini mengambil lokasi di kota Malang, dengan subjek: PKK kota Malang, kecamatan Lowokwaru dan kelurahan Lowokwaru. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data melalui: observasi partisipasi, wawancara dan, pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan interpretatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya PKK adalah: politik, ekonomi, sosial dan budaya. Faktor ekonomi merupakan faktor paling berpengaruh pada awal kemunculan PKK, namun dalam perkembangannya faktor politik menjadi dominan karena terjadinya politisasi gerakan perempuan; (2 paradigma kelembagaan yang dikembangkan PKK adalah paradigma dari atas ke bawah (top down dan bergerak dari konsep pendidikan, pembinaan, dan pemberdayaan; (3 makna PKK dikaitkan dengan kesetaraan dan keadilan gender, yaitu makna keharmonisan, makna solidaritas, makna keadilan, makna keselarasan, dan makna keseimbangan.

  13. STUDI AWAL APLIKASI TEORI FUZZY SET PADA PERUSAHAAN READYMIX CONCRETE DALAM MEMILIH PEMASOK MATERIAL BETON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sentosa Limanto

    2005-01-01

    Full Text Available Material supply has a very important role in construction process. Material supply process require suitable and reliable supplier. In this study, fuzzy set theory is used as the appraisal and selection process of material suppliers to supply materials needed to produce concrete mix in a ready mix company. Sinusoidal, Blockley, and Baldwin models are used. This research uses three variables as qualifications, which are quality, performance, and payment. With these qualifications, ready mix concrete company can appraise material suppliers to be selected. It is shown that quality can be represented by Sinusoidal model, performance by Blockley model, and payment by Baldwin model, while the appropriate defuzzification method is maximum composite method. Abstract in Bahasa Indonesia : Aktivitas yang mempunyai peranan penting dalam proses pelaksanaan proyek konstruksi adalah penyediaan material. Proses penyediaan material memerlukan pemasok yang sesuai dan dapat diandalkan. Dalam studi ini dicoba untuk menggunakan teory fuzzy set dalam proses penelitian dan pemilihan pemasok material untuk adonan beton suatu perusahaan readymix concrete. Model yang dipergunakan adalah model Sinusoidal, Blockley dan Baldwin. Kualifikasi yang digunakan dipengaruhi oleh tiga variabel penentu yaitu variabel kualitas, performa dan pembayaran. Dengan kualifikasi tersebut perusahaan readymix concrete bisa menilai para supplier material yang akan dipakai perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian melalui variabel kualitas dapat diwakili oleh model Sinusoidal, untuk variabel performa diwakili oleh model Blockley dan variabel pembayaran diwakili oleh model Baldwin, sedangkan metode defuzifikasi yang sesuai adalah metode maksimum komposit.

  14. PENERAPAN MULTI-CRITERIA DECISION MAKING DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN SISTEM PERAWATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ronald E. Stok

    2000-01-01

    Full Text Available The selecting of the right maintenance system strategy can give an optimum result in achieving productivity of a production process. The right method is needed in choosing this strategy, so that the decision-maker can make the right decision. Methods used in the selecting of the maintenance system strategy is Multi Criteria Decision-Making, especially Analytical Hierarchy Process (AHP, and Heuristic Method. Heuristic method is used to decide the most critical criteria in the choosing of processing system strategy. Abstract in Bahasa Indonesia : Pemilihan strategi sistem perawatan yang tepat dapat memberikan hasil yang optimum dalam pencapaian produktivitas suatu proses produksi. Didalam pemilihan strategi ini diperlukan suatu metode yang tepat agar decision maker dapat membuat keputusan yang tepat. Metode yang digunakan dalam pemilihan strategi sistem perawatan adalah Multi-Criteria Decision Making, khususnya Analytical Hierarchy Process( AHP dan Metode Heuristic.Metode Heuristic digunakan untuk menetukan kriteria yang paling kritis dalam pemilihan strategi sistem perawatan. Kata kunci: analytical hierarchy process, perawatan

  15. PRINSIP 6C (CHARACTER, CAPACITY, CAPITAL, CONDITION OF ECONOMY, COLLATERAL DAN CONSTRAINT DALAM WIRAUSAHA MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henny Sri Astuty

    2015-04-01

    Full Text Available Abstrak: Prinsip 6C (Character, Capacity, Capital, Condition of Economy, Collateral dan Constraint dalam Wirausaha Mahasiswa. Kegiatan wirausaha yang sekarang banyak dilakukan oleh mahasiswa memiliki sisi positif maupun negatif, dari yang berhasil kuliah dan wirausahanya hingga yang gagal semuanya. Untuk ini diperlukan pemahaman tentang prinsip enam C (character, capacity, capital, condition of economy, collateral and constraint yang akan membantu mahasiswa sebagai bekal dalam melakukan kegiatan usahanya. Banyak faktor yang diperoleh dalam prinsip ini yaitu aspek manajemen, pemasaran, produksi, dan keuangan. Kata Kunci: prinsip 6c, wirausaha, mahasiswa Abstract: 6C Principles (Character, Capacity, Capital, Condition of Economy, Collateral and Constraint in Entrepreneurial Students. Entrepreneurial activity that is widely performed by students has two different stories. Some of them are successful on the other hand, the rest of them are fail. Accordingly, it is required an understanding of the 6C principles of the six C (character, capacity, capital, condition of economy, collateral and constraints which will help the students as a preparation in conducting their business activities. Many factors obtained in this principle namely: management, marketing, production, and financial aspects. Keywords: 6C principles, entrepreneurs, students

  16. STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOMODITAS PADI DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN JEMBER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardito Atmaka Aji

    2014-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe purpose of this study were to: 1 analyze the strengths, weaknesses, opportunities and threats to develop paddy commodities in an effort to improve food security; 2 analyze alternative formulation of appropriate strategies for the development of paddy in an effort to improve food security; 3 determine the strategic priorities that should be selected for paddy development in an effort to improve food security; 4 provide policy recommendations for central/local government to improve food security. SWOT analysis was used to determine the alternative strategies that can be implemented by the government. QSPM analysis was used to determine the choice of strategy in developing paddy agribusiness priorities in Jember. Descriptive method was used to describe a case study at the Department of Agriculture Jember with 35 people as samples. Motivation of farmers was the main strength of the Jember government. The main weakness that should be corrected was the weak financial condition. The main opportunities were the increase in rice demand, while the main threat was the paddy pest attack. Alternative strategies that could be undertaken by the government include: 1 Intensification of rice farming, 2 Synergy between farmers, industries and government, 3 Strengthening the local food policies that favor the farmers, 4 Revitalization of facilities and infrastructure, 5 product differentiation. The strategy which became the top priority in this study was rice farming intensification strategy.Keywords: food security, Jember, QSPM, rice, SWOTABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah 1 menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk mengembangan komoditas padi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan; 2 melakukan analisis rumusan alternatif strategi yang tepat untuk pengembangan komoditas padi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan; 3 menentukan prioritas strategi yang seharusnya dipilih untuk pengembangan komoditas padi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan; 4 memberikan rekomendasi kebijakan yang harus dilakukan pemerintah pusat/ daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan. Analisis SWOT digunakan untuk menentukan alternatif strategi yang dapat dilakukan pemerintah. Analisis QSPM berfungsi menentukan pilihan strategi prioritas dalam mengembangkan agribisnis padi di Kabupaten Jember. Metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan studi kasus pada Dinas Pertanian Kabupaten Jember dengan sampel responden sebanyak 35 orang. Motivasi petani merupakan kekuatan utama yang dimiliki oleh pemerintah Kabupaten Jember. Kelemahan utama yang harus diperbaiki adalah kondisi finansial yang lemah. Peluang utama yang dimiliki adalah peningkatan permintaan beras dan ancaman utamanya berupa serangan organisme pengganggu tanaman. Alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah diantaranya: 1 Intensifikasi usahatani padi, 2 Sinergi antara petani, pengusaha dan pemerintah, 3 Penguatan kebijakan pangan daerah yang berpihak kepada petani, 4 Revitalisasi sarana dan prasarana, 5 Diferensiasi produk. Strategi yang menjadi prioritas utama dalam penelitian ini adalah strategi intensifikasi usaha tani padi.Kata kunci: ketahanan pangan, Jember, SWOT, padi, QSPM

  17. MODEL ADSORPSI LANGMUIR GAS DINITROGEN MONOKSIDA DALAM SISTEM BIOFILTER DENGAN MEDIUM PUPUK KOMPOS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tania Surya Utami

    2012-04-01

    Full Text Available  LANGMUIR ADSORPTION MODEL FOR DINITROGEN MONOXIDE IN BIOFILTER SYSTEM USING COMPOST FERTILIZER MEDIUM. Nitrous oxide (N2O is mostly emitted from various industrial processes and agricultural activities. This gas causes serious environmental problems and is considered as a dangerous pollutant. In the past, traditional control technologies, such as Selective Catalytic Reduction (SCR and Selective Non-Catalytic Reduction (SNCR, were applied to control N2O emissions in some industries. However, these two processes required high temperatures and the use of catalysts. Economic and technical constraints in SCR and SNCR methods motivated researchers to develop new, cost-effective processes to remove N2O. Biofiltration is an emerging technology that offers a number of advantages over traditional methods of air pollution control. The purpose of this research is to modelise the biofiltration experimental results into the Langmuir adsorption model. This research is conducted in laboratory scale biofilter column, with parameters studied are effect of biofilter length and N2O gas flowrate. The result of the model is simulated into sensitivity analysis. The average Langmuir constant obtained in the model of the research is 16.006 liter/mol. Dinitrogen Monoksida (N2O merupakan emisi dari proses industri dan kegiatan pertanian. Gas tersebut merupakan gas polutan berbahaya dan menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Sebelumnya, teknologi kontrol tradisional seperti Selective Catalytic Reduction (SCR dan Selective Non-Catalytic Reduction (SNCR digunakan untuk mengontrol emisi N2O pada kegiatan-kegiatan industri. Akan tetapi, kedua proses ini membutuhkan suhu yang tinggi dan penggunaan katalis. Adanya masalah dari segi ekonomi dan teknis memotivasi peneliti untuk mengembangkan teknologi baru yang lebih murah dan efisien untuk menghilangkan N2O dari gas buangan. Pengolahan N2O secara biologis dalam proses biofiltrasi adalah salah satu alternatif ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam pengelolaan emisi industri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil biofiltrasi gas N2O dengan medium pupuk kompos dalam bentuk model adsorpsi Langmuir. Penelitian dilakukan dalam kolom biofilter skala laboratorium, dan parameter-parameter yang diteliti adalah pengaruh dari ketinggian biofilter dan laju alir gas N2O. Hasil dari pemodelan kemudian disimulasikan dalam analisis sensitivitas. Nilai konstanta Langmuir rata-rata yang didapatkan dari pemodelan penelitian ini adalah 16,006 liter/mol.

  18. Studi Etnobotani Famili Zingiberaceae dalam Kehidupan Masyarakat Lokal di Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi, Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salpa Hartanto

    2014-11-01

    Full Text Available Kecamatan Pangean di Kabupaten Kuantan Singingi memiliki sejarah yang lama dalam pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya sebagai bahan makanan, obat atau prosesi ritual. Penelitian ini bertujuan memperlihatkan peranan Zingiberaceae oleh Masyarakat di Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi dan untuk kajian botani, etnomedisin, etnoekonomi, etnofarmakologi, etnoekologi serta etnoantropologi. Pengumpulan data dihasilkan dengan menggunakan kuisioner terhadap Masyarakat yang mengetahui manfaat Zingiberaceae dalam kehidupan sehari-hari, spesimen famili Zingiberaceae dikumpulkan dari lapangan. Karakter morpologi dikoreksi untuk identifikasi spesimen. Total dari sebelas spesies yang ditemukan adalah Curcuma Domestica, Zingiber officinale, Kaemferia galanga, Alpinia galanga, Zingiber cassumunar, Curcuma xanthoriza, Zingiber argenteum, Costus spesiosus, Zingiber sp., Globba pendula dan Alpinia mutica. Secara umum, semua spesies ini berperawakan herba. Dokumentasi kajian etnomedisin yang menggunakan famili Zingiberaceae dengan tumbuhan obat lainnya untuk memperoleh dosis yang tepat. Kajian etnoekonomi memiliki nilai ekonomi yang rendah dari famili Zingiberaceae. Kajian etnoekologi menunjukkan bahwa famili Zingiberaceae lebih banyak dibudidayakan dalam penggunaannya daripada berasal dari hutan, sedangkan dalam bidang antropologi, masyarakat memanfaatkan famili ini untuk ritual tertentu. Famili ini juga memberikan efek farmakologi jika masyarakat tidak memiliki takaran dan penyajian yang tepat.Pangean District in Kuantan Singingi has long history in using variuos kinds of plant in their daily life, either for food, medicine or rituals. The study was aimed to reveal the role of Zingiberaceae by the society of Subdistrict of Pangean, District of Kuantan Singingi, Riau Province, and to study the botany, as well as the role of plants in ethnomedicine, ethnoeconomy, ethnopharmacology, ethnoecology and ethnoanthropology fields. Data collection was conducted by distributing quetionaires to people who know the use of Zingiberaceae in daily life, the Zingiberaceae specimens were collected from the field. Morphological characters were carefully examined for species identification. A total of eleven Zingiberaceae species were identified in this study i.e Curcuma Domestica, Zingiber officinale, Kaemferia galanga, Alpinia galanga, Zingiber cassumunar, Curcuma xanthoriza, Zingiber argenteum, Costus spesiosus, Zingiber sp., Globba pendula and Alpinia mutica. Generally, all of these species were herbaceous. Ethnomedicine study documented the use of Zingiberaceae with other medicinal plants to get accurate dosage. Ethnoeconomic study revealed the low economic value of Zingibeaceae. Ethnoecological study showed that the cultivated Zingiberace was more common used than wild species, while the study of ethnoanthropology showed that people used some Zingiberaceae for specific rituals. This family give farmacological effect if the people didnt use the correct dosage and preparation.

  19. Struktur, Fungsi, dan Makna Talempong Bundo dalam Upacara Maanta Padi Saratuih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilma Sriwulan

    2014-11-01

    Full Text Available Talempong bundo adalah istilah untuk permainan musik talempong oleh sekelompok musisiperempuan di Nagari Singkarak Minangkabau. Permainan musik ini hanya dipertunjukkan dalamupacara maanta padi saratuih, yaitu upacara persembahan hasil panen yang dilakukan oleh perempuanperempuandari pihak induak bako dalam rangkaian tradisi perkawinan anak pisangnya. Dalam upacaraini induak bako menjemput anak pisang, membawanya ke rumah bako, kemudian mengantarkankembali dengan arak-arakan maanta padi saratuih. Talempong bundo merupakan satu-satunya musikprosesi yang dihadirkan dalam upacara itu, dan hingga saat ini kehadirannya masih dijunjung tinggioleh masyarakat setempat. Fokus dari tulisan ini menjelaskan latar belakang kehadiran talempong bundodi dalam upacara maanta padi saratuih, melacak dan menjelaskan struktur talempong bundo dan relasiantar struktur secara fungsional, dan kemudian menjelaskan makna talempong bundo dalam upacaratersebut. Melalui teori fungsionalisme struktural A.R. Radcliffe-Brown dibantu dengan teori simbolVictor Turner diperoleh pemahaman bahwa prosesi arak-arakan maanta padi saratuih yang didukungoleh bunyi-bunyian talempong bundo mengumandangkan kepada masyarakat bahwa eksistensi pihakinduak bako masih fenomenal di daerah tersebut. Talempong bundo merupakan simbol eksistensipihak induak bako dalam konteks legitimasi terhadap anak pisangnya. Keberadaan talempong bundodalam upacara maanta padi saratuih merupakan representasi sistem matrilineal dalam masyarakatMinangkabau di Nagari SingkarakThe Structure, Function, and Meaning of Talempong Bundo in the Ceremony of MaantaPadi Saratuih. Talempong bundo is a term that is used for music performace of talempong by some femalemusicians in Nagari Singkarak, Minangkabau. The music is typically performed only in the ceremony ofmaanta padi saratuih, namely an offering ceremony for a rice harvest that is made by some women of induakbako in a context of their anak pisang, a tradition of its marriage ceremony. In this induak bako ceremony,anak pisang is picked up, taken to rumah bako, and then returned back with maanta padi saratuih procession.It is interesting that talempong bundo is the only ritual music that is played in the ceremony, and until nowits existence is respected so much by the local community. The focus of this research is to explain a backgroundof talempong bundo in the ceremony of maanta padi saratuih, to search and explore a structure of talempongbundo and inter-structure functionally, and then to describe the meaning of talempong bundo in the ceremonyof maanta padi saratuih. With A.R. Radcliffe Browns structural functionalism theory, supported by VictorTurners symbol theory, it can be accepted that maanta padi saratuih procession enlivened by talempongbundo music performance announces to people of Nagari Singkarak specifically and Minangkabau peoplegenerally that induak bakos existence is still phenomenon in this area. Talempong bundo is a symbol ofexistence of induak bakos side for her legitimacy toward her anak pisang. Finally, an abstract reads thattalempong bundos existence in the ceremony of maanta padi saratuih is a proof of matrilineal kinship systemamong Minangkabau community in Nagari Singkarak.

  20. Analisis Kesiapan Industri Manufaktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK Dalam Negeri Untuk Mendukung Implementasi Green-ICT Pada Sektor Telekomunikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Yuniarti

    2015-03-01

    Full Text Available Industri TIK merupakan bagian dari industri masa depan yang terdiri atas industri perangkat, infrastruktur/jaringan dan aplikasi/konten. Akhir-akhir ini, aspek lingkungan menjadi pertimbangan dalam menciptakan kesinambungan industri, termasuk industri TIK atau yang dikenal dengan istilah TIK hijau. Implementasi TIK Hijau pada penyelenggara telekomunikasi masih menemui beberapa kendala yaitu efisiensi rendah dan investasi tinggi pada penggunaan perangkat TIK berbasis energi alternatif. Selain itu, rencana implementasi TIK Hijau di lembaga pemerintah maupun swasta masih dibayangi isu terkait kekuatan industri dalam negeri. Penelitian ini bertujuan mengukur kesiapan industri manufatur TIK dalam negeri untuk mendukung implementasi TIK Hijau pada sektor telekomunikasi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan indikator attitude, policy, practice, technology dan governance yang dimodifikasi pada Green IT Readiness Model oleh Molla, Alemayehu, et.al. Berdasarkan analisis LSR, secara umum lima responden industri manufaktur dikategorikan memiliki sikap positif. Indikator yang perlu mendapatkan perhatian dari responden yang tergolong memiliki sikap negatif adalah indikator policy dan governance.

  1. TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DALAM MENGKONSUMSI OBAT DAN MENGHINDARI FAKTOR RISIKO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARANGKAN II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kadek Agus Putra Udayana

    2015-04-01

    Full Text Available Berdasarkan laporan data di Puskesmas Banjarangkan II tahun 2012, kasus hipertensi menempati posisi ketiga penyakit tersering dengan jumlah 1429 kasus atau 12,2% dari total kasus. Hipertensi mulai menjadi perhatian lebih serius ketika proporsi hipertensi mulai menunjukkan peningkatan sejak tahun 2010. Terapi Hipertensi merupakan proses yang berkesinambungan dan sekitar 50% dari pasien tidak meminum obat yang diresepkan seperti yang direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pada pasien hipertensi dalam memakai obat antihipertensi dan menghindari faktor-faktor risiko di wilayah kerja Puskesmas Banjarangkan II. Adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan terhadap penyusunan dan perbaikan program Puskesmas Banjarangkan II utamanya dalam meningkatkan manajemen kasus hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif cross-sectional, jumlah sampel sebanyak 28, dengan teknik pengambilan sampel accidental/blocking. Subjek penelitian adalah pasien hipertensi yang mengunjungi Puskesmas Banjarangkan II pada bulan Maret 2013. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuisioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan SPSS 16. Hasil dan Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kepatuhan pada pasien hipertensi dalam meminum obat antihipertensi adalah 46,4%. Tingkat kepatuhan pasien dalam mengontrol faktor risiko hipertensi, seperti menghindari merokok 75%, menghindari konsumsi alkohol 75%, mengurangi konsumsi makanan asin 67,9%, dan aktivitas fisik/execise 42,9%. Saran dari penilitian ini adalah diperlukan seorang Pengawas Minum Obat (PMO bagi pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Banjarangkan II mengingat rendahnya tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi. Selain itu, mengingat tingginya prevalensi hipertensi dan rendahnya kesadaran pasien hipertensi dalam melakukan aktivitas fisik/olahraga, perlu dilakukan intervensi misalnya senam dan promosi kesehatan pada kelompok masyarakat yang berisiko tinggi.

  2. PENGGUNAAN LEAFLET DALAM PENDIDIKAN GIZI DAN PENGARUHNYA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilowati Herman

    2012-11-01

    Full Text Available Selama ini pendidikan gizi umumnya belum memanfaatkan alat bantu pendidikan gizi secara optimal. Selain itu pesan-pesan pendidikan gizi terkadang belum dirancang dengan seksama, sesuai dengan kebutuhan sasaran. Tidak jarang dijumpai pesan yang terlalu banyak, umum atau tidak terarah. Penyampaian pesan-pesan pendidikan gizi yang dilakukan secara berulang dan disertai penggunaan alat bantu pendidikan yang dirancang dengan baik, dapat mempermudah sasaran pendidikan menangkap dan mengerti isi pesan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menilai perubahan tingkat pengetahuan gizi sebagai hasil dari paket pendidikan gizi yang terarah dengan menggunakan alat bantu pendidikan berupa leaflet yana dibawa pulang oleh sasaran pendidikan. Sasaran pendidikan adalah ibu-ibu dari anak Balita penderita gizi buruk (KKP berat pengunjung Klinik Gizi, Puslitbang Gizi, Bogor. Kelompok pembanding adalah juga ibu-ibu dari anak Balita penderita gizi buruk pengunjung Klinik Gizi yang sama dan kepadanya juga diberikan pendidikan gizi dengan isi pesan sama, tetapi tidak diberi alat bantu pendidikan berupa leaflet. Hasil penelitian menunjukkan babwa perubahan tingkat pengetahuan gizi ibu-ibu yang diberi leaflet, lebih baik daripada pengetahuan gizi ibu-ibu kelompok pembanding.

  3. IJTIHAD HAKIM DALAM PENYELESAIAN PERKARA HARTA BERSAMA DI MAHKAMAH SYARIYAH BANDA ACEH (Analisis dengan Pendekatan Ushul Fiqh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mursyid Mursyid

    2014-12-01

    Full Text Available Ketentuan UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam tentang harta bersama mengatur bahwa sebelum warisandibagi kepada ahli waris, maka harta bersama antara suami dan istridibagi dengan cara 50% bagi suami dan 50% istri. Namun bagaimanadengan praktik pembagian harta bersama pada Mahkamah SyariyahBanda Aceh dalam penyelesaian perkara harta bersama di MahkamahSyariyah Banda Aceh para apakah hakim hanya mendasarkanputusannya pada UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan KompilasiHukum Islam saja ataukah juga mempertimbangkan hukum Islam yanghidup dalam masyarakat Aceh. Hal inilah yang menjadi fokus kajian daripenelitian ini dengan arah utama pembahasan diarahkan pada duapertanyaan pokok, yaitu Perkara apa saja yang ditangani oleh MahkamahSyariyah Banda Aceh dalam kaitannya dengan harta bersama? DanBagaimana ijtihad hakim dalam penyelesaian perkara harta bersama padaMahkamah Syariyah Banda Aceh, apakah para hakim hanyamendasarkan putusannya pada UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 danKompilasi Hukum Islam saja atau juga mempertimbangkan praktekpembagian harta bersama dalam masyarakat Aceh? Untuk membahaspermasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian lapangandan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Untuk datalapangan, penulis lebih dominan menggunakan metode wawancara(indepth interview dan studi dokumentasi. Hasil Pembahasanmenunjukkan bahwa Perkara harta bersama yang masuk ke MahkamahSyariyah Banda Aceh pada tahun 2010 terdapat 4 perkara harta bersamadari 550 perkara secara umum. Pada tahun 2011 terdapat 5 perkara hartabersama dari 815 perkara secara umum dan pada tahun 2012 terdapat 10perkara harta bersama dari 433 perkara secara umum. Adapun IjtihadHakim dalam penyelesaian perkara harta bersama pada MahkamahSyariyah Banda Aceh didasarkan pada pada pertimbangan ketentuan tentang harta bersama yang diatur dalam UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Selain dua ketentuan tersebut, Hakim pada Mahkamah Syariyah Banda Aceh juga mendasarkan putusannya dalam menyelesaikan perkara harta bersama pada beberapa pertimbangan hakim, yaitu; Al-Qur?n dan ?ad?th (Hukum syara, pendapat fuqaha, kondisi sosiologis masyarakat Aceh, kebutuhan istri, kebutuhan anak, pendidikan anak dan adanya kesepakatan bersama antara kedua pihak yang berperkara.Keywords: Ijtihad Hakim, harta Bersama dan Mahkamah Syariyah

  4. PENGARUH ALIH FUNGSI BANGUNAN CAGAR BUDAYA LAWANG SEWU SEMARANG DALAM PERSEPSI MASYARAKAT UNTUK MEWUJUDKAN TUJUAN REVITALISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iin Maryati

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi karena Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Kota Semarang yang layak untuk direvitalisasi dalam upaya melestarikannya dan agar tetap fungsional. Telah banyak berbagai usulan alih fungsi Lawang Sewu, diantaranya adalah menjadi hotel, pusat perbelanjaan dan menjadi perkantoran. Pada tahun 2009 diputuskan untuk direvitalisasi menjadi galeri, temporary exhibition room dan menjadi objek wisata heritage. Kemudian dari hal-hal tersebut muncul sebuah tujuan penelitian yaitu mengetahui adanya pengaruh alih fungsi menjadi temporary exhibition room, gallery, dan tetap menjadi objek wisata heritage dalam persepsi masyarakat untuk mewujudkan tujuan revitalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif rasionalistik. Melakukan pengumpulan data salah satunya menggunakan kuesioner yang disebar pada responden. Kemudian diuji menggunakan beberapa langkah uji statistik, salah satunya dengan uji path analysis yang digunakan untuk melihat ada tidaknya pengaruh alih fungsi sebagai variabel mediator dalam persepsi masyarakat untuk mewujudkan tujuan revitalisasi. Pemaknaan hasil temuan menunjukan adanya pengaruh alih fungsi dalam persepsi masyarakat untuk mewujudkan tujuan revitalisasi yang dijelaskan berdasarkan teori yang telah dipaparkan dalam kajian pustaka serta kondisi di lapangan. Kesimpulan yang dapat diperoleh dengan adanya pengaruh alih fungsi dalam persepsi masyarakat untuk mewujudkan tujuan revitalisasi adalah aspek-aspek alih fungsi harus diperhatikan dengan serius bagi berbagai pihak yang akan melakukan kegiatan revitalisasi.[The Influences of Revitalization Heritage Building Lawang Sewu Semarang in Public Opinion to Realize Revitalization Purpose] Lawang Sewu is one of heritage building in Semarang which suitable to have a conservation, especially revitalization to keep the existency of the building. There are a lot of opinions to revitalize Lawang Sewu. Between 2004-2006 this site is going to be used as a hotel, shopping center and full office. Finally in 2009 there was a conclution that Lawang Sewu would be revitalized into gallery, temporary exhibition room and heritage tourist destination. One of the purpose of revitalization is the type of function could give benefits for public, and the heritage building doesn’t become an exclusive place. So the new function that selected has to be a support for the revitalization purpose (Priatmojo, 2009. Thats all the background of this research.The research method that be used is quantitative method. From collecting data’s and using questionnaire for the respondences. The next step is testing those data’s with several test which one of them is path analysis or called Sobel test. Path analysis is an analytic system to see whether the influence of the new function in a heritage building exist as a mediator variable in public opinion to realize revitalization purpose.The result shows that there is influences of a new function in public opinion to realize revitalization purpose. It is explained and based the theory which has been explained in review of the literature and the real situation. It comes to the conclusion that influences is the aspect which need to be taken seriously by who does the revitalization.

  5. EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR TERHADAP PEMAHAMAN SISWA PADA KONSEP ENERGI DALAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Linuwih

    2014-07-01

    Full Text Available Telah dilakukan pembelajaran fisika melalui penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR pada pokok bahasan konsep energi dalam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa dan efektivitas model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR terhadap pemahaman siswa pada konsep energi dalam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen kependidikan (educational experiment research, dengan rancangan pre test-post test control group design. Subjek penelitian adalah dua kelompok belajar yang terdiri atas 32 siswa (eksperimen dan 32 siswa (kontrol kelas XI IPA di SMA N 2 Ungaran tahun ajaran 2013/2014. Data dianalisis menggunakan uji gain dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa dan hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR dalam pembelajaran fisika SMA efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa.ABSTRACTThe physics learning on concept of the internal energy was carried out through application of Auditory Intellectually Repetition (AIR learning model. This study aimed to determining the improvement of students concept understanding and the effectiveness of Auditory Intellectually Repetition (AIR learning model on students understanding of the internal energy concept. The research used educational experiment research with pre test-post test control group design. The subject of research consisted of 32 students in eksperimental group and 32 students in control group of XI IPA SMA N 2 Ungaran, academic year 2013/2014. The data were analyzed by using gain test and t test. The result showed that there was an increase of students concept understanding and the outcome of students cognitive learning. Based on the result, it can be concluded that the application of Auditory Intellectually Repetition (AIR learning model in teaching physics in high school was an effective way to enhance students concept understanding.

  6. PERNIKAHAN DINI, PERCERAIAN, DAN PERNIKAHAN ULANG: SEBUAH TELAAH DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhadi -

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan penelitian sosiologis dan antropologis tentang pernikahan dan perceraian dengan menggunakan perspektif komprehensif. Penelitian yang sudah ada tentang pernikahan dini, perceraian, dan pernikahan ulang dianalisi dan dikelompokkan dalam perpektif fungsional, perspektif konflik, dan perspektif interaksionisme simbolik ini.Penelitian dilakukan terhadap 12 judul penelitian pernikahan dini, 10 judul penelitian perceraian, dan 3 judul penelitian pernikahan ulang. Fenomena pernikahan dini, perceraian dan nikah ulang ternyata memiliki relasi kompleks terhadap kehidupan sosial. Relasi tersebut diantaranya; beragamnya realitas sosial yang melahirkan perceraian, perceraian untuk meraih kekuasaan, terdapat redefinisi bahwa perceraian itu pilihan rasional. Perpektif sosiologi yang sering digunakan dalam penelitian perkawinan dan perceraian adalah perspektif fungsional dan perspektif konflik, diperlukan kajian dengan pendekatan interaksionisme simbolik untuk menghasilkan nuansa baru dalam kajian perkawinan.The objective of this study is to map the existing sociological and anthropological researches about marriage and divorce using a comprehensive perspective. Existing research on early marriage, divorce, and remarriage are analyzed and grouped into functional perspective,  conflict perspective and  symbolic interactionist perspective. Twelve research reports on early marriage, 10 research  titles on divorce and 3  titles on remarriage are analysed. The phenomenon of early marriage, divorce and re-marriage appears to have a complex relationship to social life. The relationship for exampple include the diverse factors that contribute to divorce, the use of divorce to gain power, the redefinition of divorce as rational choice and so on. Sociological perspective often used in the study of marriage and divorce is a functional and conflict perspective. It is necessary to study the symbolic interactionism approach to produce a new nuance in the study of marriage.

  7. SIMULASI PENGARUH KONSENTRASI BIOMASSA PADA LUMPUR AKTIF TERHADAP PENYISIHAN COD DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. E. Palupi

    2012-02-01

    Full Text Available Proses pengolahan limbah cair dengan bioreaktor membran terendam (BRMt, mempunyai banyak keuntungan dibandingkan proses lumpur aktif konvensional, karena prosesnya lebih sederhana, tidak memerlukan bak sedimentasi sekunder dan kandungan solid dalam efluen (permeat hampir tidak ada. Dalam proses ini melibatkan tiga fasa yaitu padat (biomassa dan komponen-komponen limbah, cair (air dan gas (udara untuk aerasi, dimana degradasi biologis yang terjadi sangat dipengaruhi oleh transfer massa lintas membran, sehingga diperlukan analisa teoritis terhadap proses degradasi limbah pada BRMt dengan model matematis yang dapat menjelaskan fenomena sistemnya, yaitu laju degradasi limbah (SS dan XS, laju pertumbuhan biomassa heterotrop (XBH, laju pembentukan SMP (soluble microbial product, kelarutan oksigen (SO, dan jumlah senyawa organik inert (SI dan XI. Penelitian ini bersifat simulasi yang menggabungkan antara model matematis aktivitas biologis dan performance membran menjadi satu model yang dapat digunakan untuk menghitung COD total pada setiap waktu. Hasil simulasi divalidasi dengan hasil analisa laboratorium dengan limbah cair domestik sintetis sebagai umpan. Secara teoritis, proses degradasi limbah BRMt terdiri dari tujuh komponen yang saling terkait yaitu Ss, Xs, XBH, SSMP, SO, SI dan XI. Model matematis yang diperoleh dapat menjelaskan fenomena terjadinya degradasi limbah domestik sintesis dan akumulasi partikulat inert. Simulasi menunjukkan hasil yang cukup bagus untuk memprediksikan pengolahan limbah cair dengan lumpur aktif dan separasi membran dalam satu reaktor. Dibandingkan dengan hasil percobaan, ditemukan nilai parameter baru untuk pengolahan limbah domestik sintesis dengan lumpur aktif, yaitu YH = 0,46; ?H = 1,5 hari-1; bH = 10,5 hari-1; KS = 1000 g COD/m3; KOH =0,5 g O2/m3; KSMP =15 g COD/m3.

  8. ANALISIS KARAKTER DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI KOTA BANDA ACEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abubakar -

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian ini bertujuan membahas problem-problem dalam pengintegrasian karakter dan kearifan lokal dalam sosiologi. Penelitian dilakukan di kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pengajar belum faham dan tidak menguasai bagaimana membuat rencana pembelajaran yang sarat dengan nilai-nilai lokal yang perlu dipahami dan diteladani oleh semua pihak sebagai panduan hidupnya, yang dijalankan selama ini adalah apa yang telah lama dilakukan, dengan muatan materi yang sangat umum dari buku-buku nasional, bahkan ada yang berpendapat materi dari nilai-nilai lokal tidak diperlukan dengan berbagai alasan, padahal sesungguhnya apa yang tersurat dalam teori universal faktanya banyak bertebaran pada masyarakat sekitar, usaha pemberdayaan gurupun masih minim, dengan kondisi yang demikian pembelajaran sosiologi pada SMA Kota Banda Aceh belum berbasis lokal, yang sedang digalakkan oleh pemerintah daerah sesuai Qanun (perda Nomor 5 Tahun 2000, Qanun Nomor 6 Tahun 2000 dan UUPA Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Daerah Aceh.AbstractThis study aims to discuss the problems in the integration of character and wisdom in sociology learning. The study was conducted in the city of Banda Aceh. The results show that many teachers do not understand and have not mastered the way to make a lesson plan that is loaded with local values??. Learning is not yet based upon lokal wisdom, even some teachers argued that the material of lokal values ??is not necessary for various reasons. Teacher empowerment is still minimum. Therefore, the mandate of Qanun ( regulation No. 5 of 2000 , Qanun No. 6 in 2000 and UUPA No. 11 2006 on Regional Government of Aceh for adoption of lokal wisdom has not been achieved. 2013 Universitas Negeri Semarang

  9. PERAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DALAM MENGUBAH PERILAKU MASYARAKAT MENUJU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supratman Sukowati

    2012-10-01

    Full Text Available Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Pada tahun1948, Badan Kesehatan Dunia/WHO menyepakati bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah hak fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. Perubahan pemahaman konsep sehat dan sakit serta makin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menggugurkan paradigma kesehatan lama yang mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif digantikan paradigma pembangunan kesehatan baru, yaitu Paradigma Sehat yang bersifat proaktif. Dalam Indonesia sehat 2010, yang diharapkan adalah lingkungan yang kondusif, ditunjangdengan perilaku masyarakat yang proaktif serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan percepatan perbaikan derajat kesehatan masyarakat, diperlukan strategi pembangunan kesehatan, sasaran serta kebijaksanaan pembangunan kesehatan yang berkesinambungan, berkelanjutan, menyeluruh, merata dan terintegrasi. Dalam pembangunan kesehatan, tenaga kesehatan masyarakat merupakan bagian dari sumber daya manusia yang sangat penting perannya guna meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi pada pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Untuk itu perlu dipersiapkan tenaga terlatih di bidang promosi kesehatan termasuk pakar yang memahami sosiologi, antropologi, perilaku, ilmu penyuluhan dan lain-lain. Di samping itu, tenaga kesehatan masyarakat juga dapat berperan di bidang kuratif dan rehabilitatif. Tenaga kesehatan masyarakat mempunyai peran strategis dalam mengubah perilaku masyarakat menjadi kondusif terhadap Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS melalui promosi kesehatan. Promosi yang dilakukan perlu mengikuti 4 tahapan yaitu: 1 memperkenalkan gagasan dan teknik perilaku sehat, 2 melakukan identifikasi dan mengembangkan strategi perubahan perilaku sehat, 3. memotivasi masyarakat sehingga terjadi perubahan perilaku sehat dan 4 memahami cara berkomunikasi serta merancang program komunikasi.

  10. KECAKAPAN KEMAMPU-KERJAAN SISWA SMK BERTARAF INTERNASIONAL DAN PENGEMBANGANNYA DALAM PEMBELAJARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi A Agus Sudjimat

    2011-11-01

    Full Text Available Abstract: Employability Skill of SMK-BI Students and Its Development in Learning. This study aims at describing teachers' perceptions toward the importance of acquisition and development, level of acquisition, and efforts to improve employability skill of international standard vocational high school students. data are colected from teachers in two SMK-BIs in Malang, and from the documents. The study reveals that all teachers agree on the importance of developing employability skill for the SMK-BI students. The teachers acknowledged that the employability skill was integrated into the vocational instructional program and that the level of the students' employability skill was fair. The main constraints in developing the students' employability skills are the low level of teachers' understanding and the absence of the curriculum and the manuals. Abstrak: Kecakapan Kemampu-kerjaan Siswa SMK Bertaraf Internasional dan Pengembangannya dalam Pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap implemen­tasi, dimensi, tingkat penguasaan, kendala, dan pentingnya penguasaan dan pengembangan kecakapan kemampu-kerjaan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Berstandar Internasional (SMK-BI. Data dikum­pulkan melalui angket yang diberikan kepada guru dari 2 SMK-BI di Kabupaten Malang, yang dilanjut­kan dengan studi dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang penguasaan dan pengembangan kecakapan kemampu-kerjaan sangatlah penting, yang implementasinya dapat terintegrasi dalam pembelajaran. Mereka juga menyatakan bahwa tingkat kemampu-kerjaan siswanya cukup baik. Kendala dalam mengembangkan kemampuan ini terletak pada rendahnya pengeta­huan guru dan tidak adanya kurikulum dan panduan.

  11. Keprakan dalam Pertunjukan Wayang Gaya Yogyakarta: Studi Kasus Pementasan Ki Hadi Sugito

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ign. Nuryanta Putra

    2015-03-01

    Full Text Available Keprakan adalah bunyi yang dihasilkan oleh cempala tangan atau cempala kaki yang dipukulkan pada kotak wayang dalam pertunjukan wayang. Keprakan menjadi bagian dari karawitan pedalangan dan memiliki peran penting dalam membangun estetika pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami teknik dan pola keprakan dalam pertunjukan wayang. Data diperoleh melalui pengamatan pada dua puluh pertunjukan wayang yang dipergelarkan oleh Ki Hadi Sugito. Analisis musikal dilakukan dengan cara melihat hubungan antara keprakan dengan jenis gending dan suasana adegan yang diciptakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bunyi keprak memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai penanda atau aba-aba dari dalang kepada para pengrawit dan memberikan suasana dramatik sehingga pertunjukan terasa hidup. Pola keprakan terbentuk dari dua unsur yaitu neteg dan mlatuk. Dari dua pola ini berkembang pola permainan lainnya seperti mbanyu tumetes, ngeceg, nisir, nduduk, dan geter.Keprakan in Yogyakarta Wayang Style: A Case Study on Ki Hadi Sugitos Wayang Performance. Keprakan is the sound produced by hand or foot cempala slapped on the puppets box in a wayang performance. Keprakan becomes part of the music for wayang and has an important role in building a performing aesthetic. This study aims to describe and understand the keprakan techniques and patterns in wayang performance. The data are obtained through observations on twenty of Ki Hadi Sugitos wayang performances. The musical analysis is done by looking at the relationship between keprakan with the musical types and the created atmosphere scene. Based on this study, it can be concluded that the keprak sound has two main functions, namely as signs or clues from the puppet master to the musicians, and to provide a dramatic atmosphere. Keprakan pattern is formed of two elements, namely neteg and mlatuk. Of these two patterns produce other patterns such as mbanyu tumetes, ngeceg, nisir, nduduk, and geter.

  12. Kajian Aspek Ketidaksadaran dalam Karya Seni Rupa Indonesia Periode 2000-2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Damajanti

    2014-11-01

    Full Text Available Pada era seni rupa kontemporer, pembacaan karya tidak lagi hanya terbatas padahasil analisis dan interpretasi unsur-unsur formal, namun juga mempertimbangkanketerkaitannya dengan psikobiografi seniman sehingga dapat memberikan gambaranyang lebih lengkap tentang karakter seni rupa yang multifaset. Penelitian inidirancang untuk mengidentifikasi representasi aspek ketidaksadaran dalam karya senirupa Indonesia dan menginterpretasikan simbol-simbolnya. Seniman yang karyanyadipilih sebagai studi kasus dalam penelitian ini adalah I Gusti Ayu Kadek Murniasih,Entang Wiharso, dan Ugo Untoro. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatanmultidisiplin (psikologi seni dan semiotika. Berdasarkan hasil analisis, aspekketidaksadaran yang direpresentasikan melalui simbol-simbol visual yang khas dalamkarya ketiga seniman cenderung lahir dari pengalaman traumatik yang melahirkanketakutan, kesakitan, dan agresi. Melukis bagi ketiganya adalah proses katarsis,media untuk mensublimasikan/memperhalus dorongan-dorongan naluri ketakutan,kesakitan, dan agresi ke dalam bentuk karya yang dapat diterima dan diapresiasidengan baik oleh masyarakat.A Study on Unconsciousness Aspect in the 2000-2011 Works of Indonesia VisualArt. In the era of contemporary visual art, the works of art cannot be read merelylimited to the analysis and interpretation of the formal elements but have to include theconsideration about the artists psychobiography so that there will be a more completepicture about the multifaceted visual arts. This research is carried out to identify therepresentation of the unconsciousness aspect in the works of visual arts and then interpretthe symbols. The selected samples are the works of I Gusti Ayu Kadek Murniasih,Entang Wiharso, and Ugo Untoro. The multidisciplinary (art psychology and semioticsapproach is applied within the qualitative method used. Based on the analysis result,the unconsciousness aspect represented in unique visual symbols in the works of thethree artists is originated in their traumatic experiences which generate fear, pain, andaggression. For them, painting is their catharsis process, the media to sublime/smoothentheir impulse of fear, pain, and aggression so that the society can accept and appreciatetheir works.

  13. Studi Eksperimen pada Investment Casting dengan Komposisi Ceramic Shell yang Berbeda dalam Pembuatan Produk Toroidal Piston

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Setiyono

    2012-09-01

    Full Text Available Piston yang terbuat dari bahan paduan aluminium dapat dibuat dengan investment casting. Porositas dan kekasaran permukaan yang tinggi sering terjadi pada produk cor hasil investment casting. Salah satu penyebabnya adalah kualitas ceramic shell yang kurang baik, sehingga diperlukan penelitian tentang komposisi ceramic shell pada investment casting terhadap kualitas produk, kekasaran permukaan, dan porositas produk cor. Eksperimen untuk membuat produk toroidal piston dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama adalah pembuatan master pola, cetakan pola dari silicon rubber, duplikasi pola lilin, dan perakitan pohon lilin. Tahap kedua pembuatan ceramic slurry dengan komposisi: tipe 1 (95% alumina dan 5% gipsum, tipe 2 (90% alumina dan 10% gipsum, tipe 3 (85% alumina dan 15% gipsum, dan tipe 4 (80% alumina dan 20% gipsum. Proses coating pada pohon lilin dilakukan hingga ketebalan 10 mm ( 5x pelapisan primer dengan ceramic slurry dan 3x pelapisan sekunder dengan pasir silika. Tahap ketiga adalah dewaxing pada temperatur 120C, kemudian sintering pada temperatur 25 - 340C dan 340 - 730C dengan masing-masing holding time 30 menit. Tahap keempat adalah pengecoran dengan temperatur 700C. Hasil produk cor dilakukan pengukuran kekasaran permukaan dengan Surface Roughness Tester dan pengukuran porositas kuantitatif dilakukan dengan cara menghitung perbandingan volume porositas terhadap volume total spesimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan gipsum dalam ceramic slurry sebesar 5% dan 10% telah menghasilkan porositas mikro, sedangkan 15% dan 20% menghasilkan porositas mikro dan rongga udara pada produk cor. Selain itu, penambahan gipsum dalam ceramic slurry (5% hingga 20% menghasilkan kekasaran permukaan dari 7,71?m meningkat hingga 11,36?m dan porositas produk cor dari 5,16% meningkat hingga 15,38%.

  14. TINGKAT AFEKSI SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DENGAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maryam Lamadirisi

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat afeksi siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi Contextual Teaching and Learning (CTL. Penelitian dilakukan terhadap  siswa kelas XII IPS SMA Negeri I Touluaan yang mendapatkan pelajaran Sosiologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan kesan siswa yang umumnya positif terhadap pembelajaran Sosiologi dengan menggunakan pendekatan CTL. Dampak positif di sini berarti bahwa pendekatan pembelajaran ini menarik dan tidak membosankan. Umumnya, siswa berpendapat bahwa pembelajaran sosiologi dengan pendekatan CTL memberikan arti signifikan karena apa yang dipelajari adalah tentang fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya, siswa merasa senang, bahkan sangat menikmati model pembelajaran CTL. CTL membuat siswa menjadi aktif di kelas dan dapat memberikan pendapat sesuai dengan pengalaman mereka dalam kehidupan nyata di masyarakat.The purpose of this study is to analyze the affection and enthusiasm of the students in Sociology learning using Contextual Teaching and Learning (CTL strategy. Research is conducted on senior high school students from social studies class XII, SMAN I Touluaan, who has Sociology subject in its curriculum. Data collection was done by using observation, interview and documentation. This study found that students are generally give positive impression of sociology learning by using CTL approach. The positive impact here means that the learning approach is interesting and the participation is high. Generally, the students argued that the teaching of sociology with the CTL approach gives a significant meaning because it studies about the social phenomena that occur in everyday life. Generally, students feel happy, even enjoyed using CTL learning model. CTL enables students to be active in class and can give an opinion in accordance with their experience in real life in the community

  15. STRATEGI PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DALAM BERKOPERASI DI SMK NEGERI 1 PATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anik Hindayani

    2012-06-01

    Full Text Available Dalam organisasi strategi sangat penting digunakan, supaya usaha yang dijalankan bisa berhasil dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Besar kecilnya usaha apabila tidak didukung dengan strategi yang baik, maka hasilnya juga tidak akan memuaskan. Begitu juga dengan koperasi sekolah, yang termasuk usaha kecil, walaupun tidak berbadan hukum, yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya yaitu para siswa SMK Negeri 1 Pati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi siwa dalam kegiatan koperasi; strategi apa yang digunakan oleh SMK N 1 Pati dalam meningkatkan partipasi siswa dan sehingga koperasi sekolah Taruna Niaga masih tetap berjalan dengan baik. Data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan SMK Negeri 1 Pati belum sepenuhnya sejalan dengan tujuan koperasi secara umum yang semestinya juga sebagai tujuan koperasi sekolah SMK Negeri 1 Pati karena yang dilibatkan dalam kegiatan koperasi sekolah hanya siswa akuntansi, tujuan koperasi sekolah secara umum yang dicapai SMK Negeri 1 Pati dengan baik adalah koperasi sekolah sebagai sarana untuk mendapatkan alat-alat kebutuhan sekolah, dan memupuk rasa cinta pada sekolah. The organization used the strategy is very important, so that businesses can run successfully and in accordance with what is expected. The size of the business if not supported by good strategy, then the result would not be satisfactory. So the cooperative school, which includes small businesses, although not a legal entity, which aims for the welfare of its members are students of SMK Negeri 1 Pati. This study aims to analyze the participation of Siwa in cooperative activities; what strategies are used by SMKN 1 Pati in improving partipasi school students and so cooperative �Midshipman Commerce� is still going well. The data used are the primary data collected through questionnaires. These results indicate that the strategy used SMK Negeri 1 Pati not fully consistent with the goals of cooperatives in general as well as the proper purpose of the cooperative school SMK Negeri 1 Pati for a school to be involved in cooperative accounting students only, the general purpose of the cooperative school which achieved vocational State 1 Pati is a cooperative school as a means to get the tools the school needs, and foster a love of school.

  16. Pemisahan Campuran Etanol-Oktanol-Air dengan Metode Distilasi dalam Structured Packing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adesya Abdullah

    2014-09-01

    Full Text Available Keberadaan bahan bakar minyak (BBM yang merupakan bahan bakar berbahan fosil sudah menjadi suatu kebutuhan utama masyarakat dunia, namun keberadaannya saat ini semakin menipis. Salah satu potensi yang relatif besar adalah pengembangan bioetanol menggunakan metode fermentasi ekstraktif. Hasil bioetanol dari metode fermentasi ekstraktif masih rendah, yaitu sekitar 15% sehingga diperlukan penelitian untuk pemurniannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kadar etanol tertinggi dengan metode distilasi dalam structured packing. Dari hasil penelitian didapatkan pada variabel suhu 80?C pada porositas 20%, 40% dan 60% didapatkan kadar etanol sebesar 88,24% ; 91,95% dan 85,85%.

  17. Perkawinan di Bawah Umur dalam Perspektif Hukum Pidana dan Hukum Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr. Supriyadi

    2012-02-01

    Full Text Available Most Islamic scholars agree that underage marriage is permissible under certain conditions. Furthermore, supported by the fact that our legal system does not incriminate such marriage and there is still controversy in the society regarding this issue, underage marriage should not be criminalized in the future laws. Kebanyakan ulama Muslim sepakat bahwa pernikahan di bawah umur halal dengan beberapa syarat. Dengan demikian, didukung dengan fakta bahwa sistem hukum kita tidak mengkriminalisasi pernikahan seperti itu dan bahwa isu ini masih menjadi perdebatan di masyarakat, pernikahan dini tidak boleh dikriminalisasi dalam hukum yang akan datang.

  18. Ibadah Kontemporer: Sebuah Analisis Reflektif Terhadap Lahirnya Budaya Populer Dalam Gereja Masa Kini

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yohanis Luni Tumanan

    2015-03-01

    Full Text Available Ibarat dua buah sisi mata uang, musik dan ibadah tidak dapat dipisahkan dalam sebuah tata ibadah gereja. Ibadah merupakan salah satu cara jemaat untuk berhubungan dengan Pencipta secara dramatis-simbolis. Thomas G. Long mengatakan bahwa konteks bergereja dewasa ini adalah perang gaya baru, yaitu perang ibadah. Fenomena ini dipengaruhi oleh derasnya arus “budaya pop” yang mampir dalam ibadah gereja, yaitu dengan munculnya Christian Contemporary Music (CCM. Hal ini ditandai dengan wajah segar dalam berbagai bidang pelayanan yang peka terhadap pasar (market sensitive yaitu peka dengan keinginan orang-orang di zaman ini, termasuk ibadah yang ditata untuk menarik pengunjung gereja. Penggunaan musik Kristen kontemporer dengan peralatan combo band, gaya musik dan aransemennya seperti musik populer umumnya tersebut kemudian merefleksikan sebuah ibadah yang disebut sebagai ibadah kontemporer (contemporary worship yang sifatnya dinamis dan penuh antusiasme. Namun, kita tidak boleh kehilangan nilai-nilai hakiki yaitu kebenaran Alkitab untuk menata dan mengembangkan ibadah gereja dalam menghadapi derasnya arus “budaya pop”.Like two sides of the same coin, music and worship in a church service cannot be separated. Worship is one way for the congregation to relate to the Creator in a dramatic-symbolic manner. Thomas G. Long declares that in the context of the contemporary church there is a new style war, that is the worship war. This phenomena has been influenced by the swift current of  “pop culture” which made its appearancein church worship with the advent of Christian Contemporary Music (CCM. This brought a fresh face to various aspects of ministry which were market sensitive, that is sensitive to the desires of contemporary people, including worship services designed to attract church visitors. Contemporary Christian music uses a full band and the musical style and arrangements of popular music, which is reflected in a worship service called a contemporary worship service whose nature is dynamic and full of enthusiasm. Yet, the Christian church cannot lose essential values, such as using biblical truth as a basis for ordering and developing the church worship service, when facing of the swift current of  “pop culture.”

  19. STUDI PERBANDINGAN PERFORMANCE ALGORITMA HEURISTIK POUR TERHADAP MIXED INTEGER PROGRAMMING DALAM MENYELESAIKAN PENJADWALAN FLOWSHOP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tessa Vanina Soetanto

    2004-01-01

    Full Text Available This paper presents a study about new heuristic algorithm performance compared to Mixed Integer Programming (MIP method in solving flowshop scheduling problem to reach minimum makespan. Performance appraisal is based on Efficiency Index (EI, Relative Error (RE and Elapsed Runtime. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menyajikan penelitian tentang performance algoritma heuristik Pour terhadap metode Mixed Integer Programming (MIP dalam menyelesaikan masalah penjadwalan flowshop dengan tujuan meminimalkan makespan. Penilaian performance dilakukan berdasarkan nilai Efficiency Index (EI, Relative Error (RE dan Elapsed Runtime. Kata kunci: flowshop, makespan, algoritma heuristik Pour, Mixed Integer Programming.

  20. Pengaruh Variasi Mikroorganisme dan Pelarut Dalam Produksi Etanol Dari Nira Tebu (Sachharum officinarum Dengan Proses Fermentasi Ekstraktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusfa Anugrah Baihaki

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak bumi (BBM didunia semakin tahun mengalami peningkatan tajam. Salah satu energi alternatif yang didorong pemerintah Indonesia adalah dengan memproduksi bioetanol. Salah satu bahan yang sangat berpotensial sebagai bahan baku utama dalam pembuatan bioetanol adalah nira batang tebu. Upaya peningkatan produktivitas etanol dilakukan secara kontinyu dikarenakan pada fermentasi konvensional terdapat kendala pada produktivitas dan konsentrasi etanol yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk produksi etanol dengan keunggulan keterpaduan proses dan rendah energi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar desain untuk rancang bangun skala industri kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa terbaik dari variasi mikroorganisme dan pelarut yang digunakan dalam memproduksi etanol dengan proses fermentasi ekstraktif dan untuk mengetahui karakteristik kinerja sistem fermentasi kontinyu dalam bioreaktor packed bed dengan variasi mikroorganisme. Dalam penelitian ini digunakan macam variasi mikroorganisme Zymomonasmobilis A3 termutasi dan campuran Saccharomyces cerevisiae dan Pichiastipitis dengan sistem tanpa recycle dan pelarut n-Amyl Alcohol. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa proses fermentasi kontinyu dan ekstraksi tanpa recycle menggunakan Zymomonas mobilis A3 dan pelarut n-Amyl Alkohol memberikan hasil produktivitas dan yield yang terbaik, yaitu sebesar 133,417 g/l.jam dan 35,049%.

  1. Kompetensi Higiene-Sanitasi Siswa dalam Pengolahan dan Penyajian Makanan di SMK Bidang Keahlian Tata Boga di Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Masdarini

    2014-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian untuk mengungkap dan mendeskripsikan pemahaman, sikap, dan unjuk kerja higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan di SMK Bidang Keahlian Tata Boga di Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian siswa di SMK Bidang Keahlian Tata Boga di Bali yang berjumlah 198 orang. Instru-men penelitian yang digunakan adalah tes pengetahuan, angket, dan lembar observasi. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik deskriptif dengan menggunakan formula persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 pemahaman higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan di SMK Bidang Keahlian Keahlian Tata Boga di Bali 82,89% termasuk kategori sangat baik; (2 Sikap higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan di SMK Bidang Keahlian Tata Bo-ga di Bali 84,36% termasuk kategori sangat baik; (3 Unjuk kerja higiene-sanitasi siswa dalam pengolah-an dan penyajian makanan di SMK Bidang Keahlian Tata Boga di Bali 90,20% termasuk kategori sa-ngat baik.Kata kunci: pemahaman, sikap, unjuk kerja, prinsip-prinsip higiene-sanitasi, SMK, pengolahan dan penyajian makanan

  2. Tingkat Adaptasi Kepemimpinan Kepala Sekolah Menghadapi Situasi dalam Pengambilan Keputusan Strategik: Studi di SMP Kota Semarang 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Yulianto

    2011-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mengatahui karakteristik kepemimpinan Kepala SMP dalam melakukan adaptasi dengan lingkungan kerja dan Mengetahui peran serta yang diberikan seluruh anggota sekolah dalam pengambilan keputusan strategis kepada Kepala SMP.Sasaran studi ini dipilih berdasarkan teknik representative purposive sampling, yaitu  sebanyak 16 SMP di kota Semarang serta dengan purposive (syarat yaitu telah menerapkan MBS . Model analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan model LASI (Leadership Adaptability and Style Inventory. Pembahasan Analisis Situasional. Pada pembahasan ini adalah mengenai deskripsi gaya kepemimpinan Kepala SMP terkait dengan lingkungan yang ada di lingkungannya. Indikator pada gaya kepemimpinan ini adalah tingkat penyelesaian pekerjaan (perilaku tugas serta hubungan personal dan organisasi (interaksional baik secara individu maupun kelompok. Dari hasil data primer yang didapat, sesuai dengan 12 situasi dalam variabel LASI. Pembahasan Analisis Situasiona .Pada pembahasan ini adalah mengenai deskripsi gaya kepemimpinan Kepala SMP terkait dengan lingkungan yang ada di lingkungannya. Indikator pada gaya kepemimpinan ini adalah tingkat penyelesaian pekerjaan (perilaku tugas serta hubungan personal dan organisasi (interaksional baik secara individu maupun kelompok. Dari hasil data primer yang didapat, sesuai dengan 12 situasi dalam variabel LASI maka dapat diinterpresikan sebagai berikut Kata Kunci: Kepemimpinan Adaptif, Model LASI,MBS

  3. ANALISIS PEMANFAATAN RUANG DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL (STUDI KASUS PULAU PASI, KABUPATEN SELAYAR)

    OpenAIRE

    Ali, Syamsu Alam; Jompa, Jamaluddin; Ilyas, Syahruni

    2011-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi umum dan potensi ekosistem laut yang ada di sekitar Pulau Pasi, menganalisa pola pemanfaatan ruang wilayah pesisir dan laut di sekitar Pulau Pasi bagi peruntukan budidaya laut, wisata alam, konservasi dan penangkapan, serta memberikan alternatif zonasi dalam pengelolaan Pulau Pasi berdasarkan kondisi, potensi dan kesesuaian pemanfaatan ruang. Penelitian dilakukan di Pulau Pasi Kabupaten Selayar. Metode pengumpulan dat...

  4. IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONFLIK KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VIII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Setyowati

    2012-05-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi pendekatan konflik kognitif dalam pembelajaran fisikapokok bahasan tekanan pada siswa kelas VIII terhadap kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep dan hasil belajar kognitifsiswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Setelah dilakukan pengambilan sampel secara random sampling,diperoleh kelas VIIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIC sebagai kelas kontrol. Dari analisis uji rata-rata dua pihak atau uji tdiperoleh harga t tabel < t hitung yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap rata-rata kemampuan berpikir kritis,pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif kedua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi pendekatankonflik kognitif pada pokok bahasan tekanan efektif digunakan dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, pemahamankonsep dan hasil belajar kognitif siswa kelas VIIISMP. This experiment research aims to examine the influence of cognitive conflict approach application to physics lesson with pressuretopic on critical thinking ability, concept understanding and cognitive learning achievement of the student. The random samplingused resulted class VIIIC as control group and VIIIB as experiment group. The t-test was performed to analyse the average ofcritical thinking ability, concept understanding and cognitive learning achievement of both groups. It was concluded thatimplementation of cognitive conflict approach to physics lesson with pressure topic can grow critical thinking ability, conceptunderstanding and cognitive learning achievement of the JHS student.Keyword: cognitive conflict approach, critical thinking ability, concept understanding, cognitive learning achievement

  5. Masalah Pelaksanaan Program Kesehatan di Daerah dan Informasi yang Dibutuhkan Dalam Upaya Penanggulangannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anorital Anorital

    2012-09-01

    Full Text Available Secara umum hasil-hasil penelitian kesehatan belum sepenuhnya mendukung kebutuhan program baik di tingkat pusat maupun daerah. Untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satu upaya adalah melibatkan para pelaksana program kesehatan (di daerah dalam mengidentifikasi masalah pada program kesehatan yang dilaksanakan selama PJP I khususnya pada Repelita V dan informasi yang dibutuhkan dalam upaya pemecahan dan penanggulangannya. Untuk menjawab pernyataan tersebut, telah dilakukan suatu studi deskriptif guna mengetahui sampai seberapa banyak jumlah masalah yang terdapat pada program prioritas yang ada pada unit eselon I Depkes yang dilaksanakan di seluruh propinsi di Indonesia. Studi ini mencakup 27 propinsi, sebanyak 17 propinsi (63% mengembalikan formulir isian dengan jumlah program prioritas sebanyak 43 program dari 6 unit eselon I Depkes, dan telah diidentifikasi sebanyak 320 item masalah serta 400 item informasi yang dibutuhkan agar dapat dilakukan upaya peningkatan program kesehatan pada masa awal PJP II. Hasil yang diperoleh dari studi ini menunjukkan bahwa lebih dari 56% masalah-masalah yang ada merupakan masalah yang terdapat pada teknis substantif, sedangkan jenis informasi yang dibutuhkan ternyata 37,7% adalah informasi yang dibutuhkan untuk peningkatan program.

  6. Analisis HBU dalam Penentuan Pemanfaatan Lahan Kosong pada Kawasan Segitiga Koridor Lingkar Timur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wika Eka Syahfardyn

    2013-09-01

    Full Text Available Persoalan mengenai lahan kosong perlu dicermati secara mendalam, dikarenakan keberadaan dari lahan kosong tersebut akan menimbulkan inefisiensi penggunaan lahan yang dapat menghambat masyarakat atau pihak terkait dalam mendapatkan manfaat optimal dari suatu lahan. Tujuan dari penelitian ini untuk merumuskan optimalisasi pemanfaatan lahan kosong pada koridor Lingkar Timur Sidoarjo.Dalam penelitian ini diperlukan dua sasaran untuk mencapai tujuan penelitian, yakni (1mengidentifikasi kebutuhan akan kegiatan apakah yang berpotensi untuk berkembang pada wilayah penelitian, untuk mencapai sasaran tersebut digunakan alat analisis scoring. Pada tahap ini dilakukan skoring untuk masing-masing jenis pemanfaatan lahan dengan menggunakan skala likert, (2menguji kelayakan pemanfaatan lahan, untuk mencapai sasaran ini digunakan analisis Highest an Best Use. Pada tahap ini nanti akan ditentukan jenis alternatif pemanfaatan lahan manakah yang paling berpotensi untuk berkembang dan yang memiliki nilai penggunaan lahan tertinggi dan terbaik pada wilayah penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah alternatif pemanfaatan lahan sebagai komplek pergudangan merupakan pemanfaatan lahan yang paling optimal dan potensial untuk diimplementasikan pada lokasi penelitian, guna mendapatkan peningkatan nilai lahan tertinggi dan terbaik

  7. Klaster Pengembangan Industri Berbasis Perkebunan dalam Pengembangan Wilayah di Provinsi Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adinda Putri Siagian

    2013-09-01

    Full Text Available Sektor strategis yang menentukanwilayah berkembang dengan cepat adalah sektor basis dan sektor industri.Provinsi Aceh memiliki laju pertumbuhan wilayah lambat karena termasuk 10 provinsi termiskin di Indonesia.Provinsi Aceh memiliki sektor basis pertanian khususnya subsektor perkebunan sebagai penopang ekonomi di luar sektor migas.Sedangkan kondisi sektor industri (non migas belum memberi kontribusi ekonomi signifikan.Upaya peningkatan laju pertumbuhan wilayah Aceh perlu didukung oleh adanya pengembangan industri berbasis perkebunan.Maka perlu adanya penentuan klaster wilayah pengembangan industri berbasis perkebunan dalam pengembangan wilayah di Provinsi Aceh.Tahapan penelitian terdiri atas 1 Penentuan jenis komoditas unggulan perkebunan Aceh dan 2 Pembagian klaster wilayah pengembangan industri berbasis perkebunan dalam Provinsi Aceh.Metode penelitian menggunakan teknik analisa Location Quotient (LQ, Shift-Share Analysis (SSA, Quartil,dan Hierarchihal Cluster.Hasil penelitian didapatkan jenis komoditas unggulan perkebunan Aceh adalah Karet, Kakao, Kelapa Sawit. Pembagian Klaster pengembangan wilayah industri :1 Klaster wilayah pengembangan industri I berbasis bahan baku terdiri dari Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Utara, 2 Klaster wilayah pengembangan industri II berbasis pemasaran terdiri atas Kabupaten/Kota Aceh Singkil, Aceh Besar, Banda Aceh, Lhokseumawe, Pidie, Bireuen, 3 Klaster wilayah pengembangan industri III berbasis tenaga kerja meliputi Kabupaten/Kota Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Gayo Lues, Bener Meriah, Simeulue, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Langsa, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Subulussalam dan Aceh Barat

  8. PENGGUNAAN MEDIA SIRKUIT CERDIK BERBASIS CHEMO-EDUTAINMENT DALAM PEMBELAJARAN LARUTAN ASAM BASA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Priatmoko

    2012-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sirkuit cerdik terhadap hasil belajar siswa dalam  pembelajaran kimia materi pokok larutan asam basa. Sirkuit cerdik adalah sebuah media permainan yang merupakan pengembangan media chemo edutainment. Hasil analisis ini menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Selain itu, hasil analisis data observasi menunjukkan bahwa hasil belajar afektif dan psikomotorik kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Kelas eksperimen mencapai ketuntasan klasikal sedangkan kelas kontrol belum. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan sirkuit cerdik berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dalam  pembelajaran kimia materi pokok larutan asam basa.This research is find out the influence of the use of smart circuit to the students’ learning result in the Chemistry subject acid and base learning subject. Smart circuit is a playing media based on chemo edutainment development. Analysis result shows that there is a difference of the learning result between experiment group and control group. The observation analysis result also shows that the affective and psicomotor learning result of experiment group is better that control group. Experiment group can achieve classical completeness while control group can’t. Based on the research result it can be concluded that the use of smart circuit brings positive influence to the students’ learning result in the Chemistry subject acid and base learning subject.

  9. Pengaruh Intensitas Kesertaan dalam Program Pendidikan Nonformal terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RifaAtul Machmudah

    2014-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas kesertaan dalam program pendidikan nonformal seperti bimbingan belajar (bimbel, les privat, kursus, belajar mandiri, dan bel-ajar dengan teman sebaya terhadap prestasi belajar siswa SMA Kota Malang. Penelitian ini mengguna-kan rancangan kuantitatif dengan desain korelasional yang dilanjutkan dengan regresi lima variabel. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified proportional random sampling. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif, regresi sederhana, dan regresi ganda. Ha-sil penelitian jurusan IPA sumbangan efektif (determinasi intensitas mengikuti bimbel sebesar 17,1%, les privat 12,5%, kursus 4,8%, dan belajar mandiri 1,2%, jurusan IPS sumbangan efektif (deter-minasi intensitas mengikuti bimbel sebesar 32,6%, les privat 6,2%, kursus 2,4%, belajar mandiri 10,2%, dan belajar kelompok 0,1%, jurusan Bahasa sumbangan efektif (determinasi intensitas mengi-kuti bimbel sebesar 0,4%, les privat 0,8%, kursus 0,3%, belajar mandiri 9,3%, dan belajar kelompok 1,3%. Jika diregresi secara ganda maka sumbangan efektif program pendidikan nonformal informal jurusan IPA sebesar 32,2%, pada jurusan IPS sebesar 13,3%, dan pada jurusan Bahasa sebesar 88,7%, posisi relatif prestasi akademik, tingkat kelulusan, dan status sosial ekonomi pada kategori menengah, rencana tindak lanjut pasca pendidikan formal adalah melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.Kata kunci: pendidikan nonformal, bimbingan belajar, pendidikan luar sekolah

  10. KETIDAKSEIMBANGAN HAK DAN KEWAJIBAN ANTARA INVESTOR ASING DENGAN PEKERJA INDONESIA DALAM PENGATURAN PENANAMAN MODAL DAN KETENAGAKERJAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mrs. Sulistyowati

    2015-10-01

    Full Text Available This research purports to identify and find the form of imparity on the rights and obligations of the foreigninvestors and Indonesian workers in Indonesian regulations of investment law. The imparity is shown in: (idiscrepancies in minimum wage among employee working in foreign investment and domestic investment;(ii rights and obligations; as well as (iii legal culture which perceives Indonesian employee as one ofthe production factors. Such imparity, however, are not without purpose. It is aimed to complete verticalharmonization to avoid overlapping regulations. Nonetheless, the author finds this imparity still bringmore favour to the foreign investors.Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi dan menemukan bentuk-bentuk ketidakseimbangan hakdan kewajiban antara penanam modal asing dan pekerja Indonesia dalam peraturan perundang-undanganmengenai penanaman modal. Ketidakseimbangan tampak pada: (i upah minimum yang sama terhadappekerja Indonesia baik yang bekerja di PMA maupun PMDN; (ii hak dan kewajiban; serta (iii budayahukum yang menganggap pekerja Indonesia sebagai salah satu faktor produksi yang sama halnya denganfaktor produksi lainnya. Ketidakseimbangan ini bukanlah tanpa tujuan. Ketidakseimbangan yang adaditujukan untuk menciptakan harmonisasi vertikal dalam rangka menghindari kebijakan yang tumpangtindih. Hanya saja, penulis berpendapat bahwa ketidakseimbangan ini masih lebih menguntungkanpenanam modal asing.

  11. PENERAPAN NORMA DAN ASAS-ASAS HUKUM ADAT DALAM PRAKTIK PERADILAN PERDATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr. Sulastriyono

    2012-07-01

    Full Text Available This research was descriptive research. Secondary and primary data were analysed qualitatively. The result of the research shows that mostly, the application of adat law norm and principles appear in the domain of private, contract, marital, and inheritance law. The adat law norms which are frequently used as judge considerations are the right of spouse on the matrimonial property, the guardian of a child under his mother, and the status of ex-wife as the heir of her former husband. We also identify a number of adat law principles, which include the clear (terang, cash (tunai, real (konkret and familiarity (kekeluargaan. Application of adat law is necessary owing to the normative legislative obligation. In practice, judges need to ensure that adat law norms are consistent with the applicable civil procedure.Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu melukiskan fakta obyek penelitian. Data primer dan sekunder dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma hukum adat yang dijadikan dasar pertimbangan putusan hakim adalah istri berhak atas harta bersama, anak kecil diasuh ibu yang bercerai, dan istri adalah ahli waris mendiang suaminya. Asas hukum adat yang mendasari putusan hakim mencakup asas terang, tunai, konkrit dan kekeluargaan. Alasan hakim menerapkan norma dan asas hukum adat dikarenakan kewajiban normatif dari undang-undang dan dalam upaya membentuk yurisprudensi. Namun, praktiknya tidak mudah sehingga hakim harus melakukan harmonisasi ke dalam hukum acara positif.

  12. "CROSS-SECTIONAL VS LONGITUDINAL": PILIHAN RANCANGAN WAKTU DALAM PENELITIAN PERUMAHAN PERMUKIMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Allis Nurdini

    2006-01-01

    Full Text Available Cross-sectional and longitudinal are terminology related to assessment of time-design in research process. Both of them have different characteristics and implication when used in research, especially in housing and settlement research. However, the differences between them rarely understood or unrealized by the researcher when they plan or do the research, especially on its implication to the data collection and analysis. This paper explain the distinction of them and its implication to the researches, show the implementation precedent on housing researches, and descript how to define appropriate research time-design according to its goal and its influence condition. Abstract in Bahasa Indonesia : Cross-sectional dan longitudinal adalah istilah yang berkaitan dengan penetapan rancangan waktu dalam pelaksanaan penelitian. Kedua pilihan rancangan ini memiliki karakteristik serta implikasi yang berbeda bila digunakan dalam penelitian, khususnya penelitian perumahan dan permukiman. Namun, perbedaan kedua rancangan ini seringkali tidak dipahami atau tidak disadari oleh para peneliti perumahan permukiman ketika merencanakan maupun melaksanakan penelitiannya, terutama implikasinya terhadap pengumpulan serta analisis data yang diperolehnya. Tulisan ini bermaksud menjelaskan perbedaan kedua rancangan waktu penelitian tersebut serta implikasinya bagi penelitian, menampilkan preseden penggunaannya pada penelitian perumahan dan permukiman, serta memaparkan petunjuk pemilihan rancangan waktu penelitian sesuai dengan tujuan dan kondisi-kondisi yang mempengaruhi jalannya penelitian. Kata kunci: rancangan waktu penelitian, cross-sectional, longitudinal, perumahan dan permukiman.

  13. Simulasi MCNP5 dalam Eksperimen Kritikalitas Larutan Plutonium Uranium Nitrat Dengan Reflektor Air dan Polyethelene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinan A.

    2011-12-01

    Full Text Available Banyak perangkat kritik dibangun untuk memenuhi kebutuhan studi fenomena kecelakaan kritikalitas pada larutan fisil di fasilitas daur bahan bakar nuklir. Salah satu diantaranya adalah perangkat kritik SCAMP. Di perangkat ini dikerjakan eksperimen kritikalitas menggunakan bejana silindris stainless steel berisi larutan plutonium uranium nitrat (Pu ditambah U nitrat. Sebanyak 7 eksperimen didemonstrasikan dengan reflektor air di semua sisi permukaan bejana larutan kecuali di bagian atas bejana. Makalah ini membahas simulasi transport Monte Carlo MCNP5 dalam eksperimen kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat dengan reflektor air dan polyethylene. Simulasi MCNP5 dengan pustaka ENDF/BVI memberikan hasil yang paling dekat dengan data eksperimen terutama pada kasus A untuk varian geometri 4. Dibandingkan pustaka ENDF/BV, perhitungan kritikalitas dengan pustaka ENDF/B-VI memberikan hasil lebih dekat dengan perhitungan MONK dimana bias perhitungannya kurang dari 0,44%, khususnya pada kasus A namun pada kasus B dan C simulasi MCNP5dengan pustaka ENDF/BV memberikan hasil dengan kecenderungan lebih baik dibandingkan pustaka ENDFB/VI dengan bias perhitungan kurang dari 2,67% dan kurang dari 1,13%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa MCNP5 telah menunjukkan reliabilitasnya dalam simulasi kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat.

  14. MAKNA BAHASA PROPAGANDA DALAM WACANA (SPANDUK DAN BALIHO TUNTUTAN OTONOMI KHUSUS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Kajian Semiotik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Kusno

    2015-09-01

    Full Text Available The study aims to analyze the use of propaganda discourse of special autonomous province of East Kalimantan. Propaganda using the power of manipulation and deception message dazzling as a means of negotiation with the aim of convincing people to embrace a stream, attitude, or direction of certain actions. Framework in this study primarily using semiotic Roland Barthes. The method used in this study is semiotics Barthes with devices on denotative, connotative, and myths. Data of this research is the use of language on banners and billboards special autonomy Kaltim. Meaning of the first and second generate a third meaning that as one of the East Kalimantan province in Indonesia's rich natural resources. Penelitian bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa propaganda wacana otonomi khusus Provinsi Kaltim. Propaganda menggunakan manipulasi dan daya tipuan pesan yang mempesona sebagai sarana negosiasi dengan tujuan meyakinkan orang agar menganut suatu aliran, sikap, atau arah tindakan tertentu. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini utamanya menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika Barthes dengan perangkat mengenai denotatif, konotatif, dan mitos. Data penelitian ini berupa penggunaan bahasa pada spanduk dan baliho otonomi khusus Kaltim. Makna pertama dan kedua menghasilkan makna ketiga bahwa Kalimantan Timur sebagai salah satu Provinsi di Indonesia yang kaya sumber daya alam.

  15. PERAN PEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR TANAH OLEH BAKTERI E. COLI DI KOTA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Winarni

    2014-03-01

    Full Text Available This study is an empirical legal research that uses primary and secondary data. The result of this study is to be used f or the handling of E. coli contamination where it is the government srole to procure chlorine diffusers and monitor the quality of drinking water. The high level ofcontamination caused by the E. coli bacteria is due to the poor sanitation system and the closeproximity of wells to septic tanks. Meanwhile, other constraints faced by the government include the lackof routine monitoring, lack of sanitation workers, and lack of proper implementation of the standardtechnical guidance on Procedures Planning Septic Tank with Absorption Systems.Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang menggunakan data primer dan sekunder. Hasilpenelitian ini adalah dalam rangka penanggulangan pencemaran bakteri E. coli dimana Pemerintahberperan dalam pengadaan alat chlorine diffuser, sosialisasi hidup bersih, pengawasan kualitas air minum, dan sebagainya. Tingginya pencemaran bakteri E. coli dikarenakan sistem sanitasi yang buruk, dan jarakyang dekat antara sumur dengan saluran septic tank. Sementara itu kendala yang dihadapi antara lainPemerintah tidak melakukan pengawasan secara rutin, terbatasnya petugas sanitasi, tidak dilaksanakannyapetunjuk teknis SNI tentang Tata Cara Perencanaan Tangki Septik dengan Sistem Resapan.Kata Kunci: peran pemerintah, pencemaran, bakteri E. coli.

  16. STUDI KUALITATIF PENGETAHUAN DAN PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA SALATIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwik Trapsilowati

    2012-09-01

    Full Text Available Prioritas program pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD, yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSN yang pelaksanaannya melibatkan peran serta masyarakat. Salah satu perilaku masyarakat dipengaruhi oleh faktor pendorong, yaitu faktor yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lain yang merupakan kelompok referensi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan tokoh masyarakat tentang DBD dan perannya di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalui Diskusi Kelompok Terarah (DKT dengan peserta 8-10 orang dalam satu kelompok. Informan penelitian ini adalah tokoh masyarakat yang berada pada tiga wilayah endemis DBD di Kota Salatiga. Data yang diperoleh diolah berdasar analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan telah mengetahui tentang gejala, penular dan pencegahan serta pemberantasan DBD. Mereka menyampaikan berbagai informasi tentang DBD yang diperoleh dari media massa baik cetak maupun elektronik kepada masyarakat di wilayahnya, informasi tersebut disampaikan pada saat pertemuan rutin yang diadakan setiap bidan. Pembinaan dan perhatian dari sektor kesehatan terhadap kegiatan yang dilakukan informan masih kurang, sedangkan dari sektor lain belum dilakukan, pengetahuan tokoh masyarakat sudah cukup baik dan peran mereka cukup besar di masyarakat sekitarnya. Kata kunci: pengetahuan, peran, tokoh masyarakat, pemberantasan DBD.

  17. TINGKAT HIDUP DAN PERTUMBUHAN AVOKAD HASIL SAMBUNG PUCUK ENTRES YANG DISIMPAN DALAM PELEPAH BATANG PISANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lazarus Agus Sukamto

    2014-01-01

    Full Text Available Buah avokad mempunyai kandungan nutrisi yang sangat baik bagi masyarakat khususnya kandungan lemak tidak jenuh dan protein yang tertinggi bila dibandingkan jenis buah lain. Untuk tujuan komersial, tanaman avokad perlu diperbanyak secara vegetatif untuk memperoleh bibit yang telah terbukti kualitas dan kuantitas tinggi, serta berbuah lebih awal. Keberhasilan penyambungan sangat dipengaruhi oleh kesegaran entres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan dan pertumbuhan sambungan tanaman avokad dengan menggunakan entres yang disimpan dalam pelepah batang pisang selama dua hingga sembilan hari. Parameter pengamatan meliputi persentase tingkat hidup sambungan, pertumbuhan panjang, jumlah daun, jumlah cabang, dan panjang percabangan batang atas setiap bulan sampai enam bulan. Data pertumbuhan dianalisis secara statistik dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Lama penyimpanan entres berpengaruh terhadap tingkat hidup hasil sambungan dan pertumbuhan batang atas avokad. Rerata tingkat hidup bibit sambungan avokad terus menurun dari 99,5% pada umur satu bulan sampai 71% pada umur enam bulan setelah penyambungan, tetapi tidak mengalami penurunan setelah lima bulan penyambungan. Penyimpanan entres avokad dalam pelepah pisang dapat dipertahankan kesegarannya selama sembilan hari, yaitu tingkat hidup sambungan 60% - 84% enam bulan setelah penyambungan. Ada kecenderungan bahwa makin lama penyimpanan entres, makin menurun pertumbuhan batang atas avokad; sebaliknya makin lama umur penyambungan, makin meningkat pertumbuhan batang atas avokad, kecuali jumlah cabangnya yang relatif tidak meningkat setelah dua bulan penyambungan.

  18. PENGGUNAAN MEMBRAN SERAT BERONGGA SEBAGAI AERATOR DALAM SISTEM KULTIVASI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BIOMASSA DAN BIOFIKSASI CO2 DARI Chlorella vulgaris

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D Dianursanti

    2015-06-01

    Full Text Available Pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim, sebagian besar disebabkan karena merebaknya gas CO2. Pemanfaatan mikroalga Chlorella sp. untuk mereduksi gas CO2 menjadi potensi yang menjanjikan. Hal ini mengingat, bahwa Chlorella dapat dengan efisien mereduksi CO2 karena mereka dapat tumbuh dengan cepat dan mudah diadaptasikan ke dalam rekayasa sistem fotobioreaktor. Dalam penelitian ini akan diupayakan pengaturan sistem aerasi berfilter untuk kultivasi Chlorella vulgaris dalam reaktor agar proses transfer massa gas CO2 dalam kultur mikroalga menjadi lebih baik. Dengan demikian nilai KLa (CO2 menjadi salah satu parameter penentu dalam peningkatan produksi biomassa Chlorella. Nilai KLa yang tinggi menunjukkan proses transfer massa CO2 yang lebih baik dalam kultur mikroalga. Namun nilai KLa (CO2 yang terlalu besar sangat mungkin menyebabkan terjadinya shear stress pada alga.Dengan menggunakan membran serat berongga sebagai aerator, permasalahan shear stress pada alga dapat dihindari. Dengan diameter pori yang sangat kecil, membran ini dapat memberikan laju alir dan transfer massa CO2 dalam kultur yang optimal, tanpa menimbulkan efek shear strees. Dengan demikian penggunaan membran ini dapat menghasilkan produktivitas Chlorella yang lebih baik serta dapat meningkatkan kemampuan biofiksasi CO2 selama proses kultivasinya. Penggunaan membran serat berongga sebagai aerator telah terbukti mampu meningkatkan produksi biomassa C. vulgaris sebesar 27,2 %. Abstract Global warming triggering climate change is largely due to the presence of CO2. Utilization of microalgae Chlorella vulgaris to reduce CO2 gas is potential as it efficiently reduces CO2while growing quickly and adapting to the photobioreactor systems engineering. This study explored filter aeration system settings for cultivating C. vulgaris in the reactor thus mass transfer of CO2 in microalgae cultures becomes more efficient. Value of KLa (CO2 is one of the parameters in determining increase in biomass production of Chlorella. The higher the value of KLa, isthe better the process of mass transfer of CO2would be, but also the greater shear stress on algae would be. By using hollow fiber membrane as aerators, shear stress on the algae problem can be avoided. With a very small pore diameter, the membrane may provide the flow rate and the mass transfer of CO2 in the optimal culture without shear stress effect on algae. Thus the use of these membranes may result in better productivity and Chlorella may enhance the ability of CO2 fixation during the cultivation. The use of hollow fiber membrane as aerators has shown to increase the production of biomass C. vulgaris by 27.2%.

  19. ANALISIS FAKTORFAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN KOSMETIKA DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK PEMUTIH WAJAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indarti - -

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh keinginan wanita tampil lebih cantik dengan kulit yang putih dan bersih, sehingga muncul produk kosmetika pemutih wajah. Dengan munculnya banyak produk pemutih wajah ini maka konsumen dihadapkan pada berbagai faktor untuk pengambilan keputusan pembelian produk kosmetika pemutih wajah. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: Tujuan pertama adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam mengambil keputusan pembelian produk kosmetik pemutih wajah. Tujuan Kedua adalah untuk mengetahui pengaruh faktor kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, sikap, motivasi, dan persepsi terhadap keputusan pembelian kosmetik pemutih wajah. Tujuan Ketiga adalah untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian kosmetik pemutih wajah. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 02 Agustus 2002 sampai dengan 15 Oktober 2002. Responden yang diambil dari penelitian ini adalah mahasiswi yang sudah menggunakan produk kosmetik pemutih wajah sampai dengan saat ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling dan accidental sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisa Faktor dan Analisis Regresi Berganda. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada 18 variabel yaitu tingkat sosial, tingkat pendapatan, tingkat selera, pengalaman teman kampus, pengalaman tetangga, pengalaman sahabat karib, peran ibu, saudara kandung, famili, merek baru, merek sama, keamanan, trend atau mode, kepercayaan, kecantikan, kemasan, kualitas dan harga. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1 Terdapat 6 faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswi dalam memutuskan membeli kosmetik wajah. Keenam faktor yang dipertimbangkan adalah faktor keluarga dan sikap yang meliputi keamanan, merek baru, peran ibu dan saudara kandung; faktor motivasi meliputi kemasan, harga, dan kualitas; faktor motivasi meliputi mode dan kepercayaan; faktor kelompok referensi meliputi pengalaman tetangga dan sahabat karib; faktor kelas sosial meliputi tingkat selera dan tingkat sosial, faktor kecantikan meliputi keamanan dan merek lama. 2 Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa ke enam faktor yaitu faktor keluarga dan sikap, faktor persepsi, faktor motivasi, faktor kelompok referensi, faktor tingkat sosial faktor kecantikan secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk kosmetik pemutih wajah. 3 Secara parsial faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian kosmetik pemutih wajah adalah faktor sikap dan keluarga (F1, faktor persepsi (F2, faktor motivasi (F3, faktor kelas sosial (F4. Dari keempat faktor tersebut yang paling dominan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian kosmetik pemutih wajah adalah faktor persepsi, secara operasional ditunjukkan oleh kemasan (X16, kualitas (X17, dan harga ( X18. Mengingat besarnya proporsi atau sumbangan variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 84,80% dan sisanya masih terdapat sebesar 15.20% variabel bebas yang tidak ikut diteliti, maka bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan variabel yang lebih luas misalnya memasukkan faktor sensitif kulit, kesehatan kulit dan sebagainya. Kata kunci: faktor-faktor yang dipertimbangkan, keputusan pembelian ABSTRACT The womens desire to be more beautiful in their appearance with clean and clear and white skin, thus it is supported by the emerged of facial whitening series. As many as these facial whitening series, the customers were facing certain directions I order to making decision of facial whitening series products. Purposes of this study are: first, to know what kind of factors that are related to customers consideration on buying the cosmetics product of facial whitening series. Second, to know the relationship among social groups, references group, family, attitude, motivation, and perception toward the decision of buying the cosmetics product of facial whitening series.

  20. HUBUNGAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN, DAN SIKAP, DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN ANTI NYAMUK DI KELURAHAN KUTOWINANGUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.A. Wigati

    2013-02-01

    Full Text Available Abstract. There are various selections of household insecticides in the community. So far socialization on appropriate method of using household insecticide has never been undertaken. The majority of heterogenous community of Kutowinangun village have the habit of using household insecticide. Based on this condition the problem of the study is how community behaves in relation to the use of household insecticide. The aim of study was to describe community behavior include knowledge, attitude and their practice in the use of household insecticide . The study used descriptive analytical. method to identify community behavior was done by closed questionnaire. Population of the study were community of Kutowinangun village, Salatiga Municipality whereas samples were taken using quota sampling technique. Information on community behavior was obtained quantitatively and qualitatively. Out of 100 respondents, only 72 respondents that use of mosquito repellent. Users of aerosol insecticides were 28%, repellent insecticide 8%, Mosquito coils were 36% and electric mat insecticide were 42%. Knowledge of respondents was 62% is adequate; but only 36% had supportive attitude toward the use of mosquito repellent. Users of household insecticides sometimes read the label of mosquito repellent package (58 % at the frequency of spray once a day (36.3%. Most of them did not wash their hand after using household insecticide (54%, and they were kept insecticide on the floor (> 40%. Knowledge and attitudes influence people's behavior with a p value <0.05. Keywords: Knowledge, Attitude, practice, household insecticide . Abstrak. Berbagai jenis insektisida rumah tangga sudah banyak beredar di masyarakat. Sosialisasi tentang cara penggunaan insektisida rumah tangga yang tepat dosis dan cara penggunaan sampai saat ini tidak pernah dilakukan. Sebagian besar masyarakat Kelurahan Kutowinangun memiliki kebiasaan menggunakan insektisida rumah tangga. Berdasarkan hal tersebut maka masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perilaku masyarakat dalam penggunaan insektisida rumah tangga (anti nyamuk. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan perilaku masyarakat meliputi pengetahuan, sikap dan praktek mereka dalam penggunaan insektisida rumah tangga. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Metode untuk mengidentifikasi perilaku masyarakat dilakukan melalui kuesioner tertutup. Populasi penelitian adalah masyarakat Kelurahan Kutowinangun, Kota Salatiga sedangkan sampel diambil dengan teknik quota sampling. Informasi tentang perilaku masyarakat diperoleh secara kuantitatif dan kualitatif. Dari 100 responden, hanya 72 responden yang menggunakan anti nyamuk. Pengguna insektisida (anti nyamuk aerosol adalah sejumlah 28%, repellent sejumlah 8%, anti nyamuk bakar sebanyak 36% dan insektisida elektrik adalah sebanyak 42%. Pengetahuan responden sebagian besar (62% adalah cukup, tetapi hanya 36% dari responden yang memiliki sikap mendukung terhadap pemanfaatan anti nyamuk. Praktik perilaku masyarakat dalam membaca label kemasan anti nyamuk sebagian besar (58% menyatakan kadang-kadang saja, sedangkan frekuensi penggunaan anti nyamuk semprot sebagian besar (36,3% adalah sekali dalam sehari. Kebanyakan dari masyarakat tidak mencuci tangan mereka setelah menggunakan insektisida rumah tangga (54%, dan mereka meletakkan insektisida di lantai (> 40%. Pengetahuan dan Sikap berpengaruh terhadap perilaku masyarakat dengan p value < 0.05. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Praktik, insektisida rumah tangga

  1. RELASI KUASA ANTARA PERHUTANI DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN DI BANYUMAS: KEPENTINGAN BISNIS VS COMMUNITY EMPOWERMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Rosyadi

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan masyarakat dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH dalam merespons orientasi Perhutani yang memprioritaskan pengembangan usaha (profits/bisnis daripada pemberdayaan masyarakat desa hutan. Pendekatan studi menggunakan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMDH tidak dilibatkan secara signifikan dalam perencanaan program pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM. Lebih dari 12 tahun, Perhutani masih menjadi aktor dominan dengan kekuasaan besar menentukan pemangku kepentingan mana yang dikehendaki untuk terlibat dalam perencanaan programnya. Akibatnya, LMDH (masyarakat merasa Perhutani tidak lagi menganggap serius peran LMDH dalam proses pengelolaan program-program PHBM. Dengan kata lain, peran LMDH hanya ada diatas kertas tetapi realitasnya tidak banyak berperan. Perhutani lebih fokus mengejar target keuntungan untuk kepentingan perusahaan tetapi di pihak lain tidak meningkatkan pembagian peran dengan LMDH sebagai mitra sejajar dalam program PHBM.This paper explores the power relations between state and society, specifically, after 12 years of implementing the policy of community-based forest management (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat, known as PHBM. It investigates how villagers and its local institutions (Lembaga Masyarakat Desa Hutan, LMDH, and street-level bureaucracy (SLB responses toward the current development of State Forest Cooperation (Perum Perhutani, SFC orientation in generating profit rather than the people and the planet/environment. The result shows that the villagers through LMDHs are, in fact, never closely engagein planning PHBM activities. Over 12 years, the SFC is still become the dominant actor who have dominant power in determining which stakeholders that they wanted to be involved in planning PHBM activities. Consequently, LMDH feels that SFC is reluctant in taking seriously the roles of LMDH in planning the PHBM activities. SFC is pursuing their target in generating benefits merely for their own benefits without taking LMDH in as their equal partner in PHBM activities.

  2. APLIKASI GOOGLE MAPS API DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG PARIWISATA BERBASIS WEB (STUDI KASUS : KABUPATEN SIDOARJO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mashita Enggar Kusuma

    2015-06-01

    Full Text Available Potensi pariwisata di Indonesia membentang luas dari Propinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Propinsi Papua dengan segala keanekaragaman obyek pariwisata, seni budaya dan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pariwisata yang mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat (Portal Nasional RI. Agar jumlah wisatawan terus meningkat dan tidak mengalami kejenuhan terhadap objek wisata, perlu adanya pengembangan dalam bidang pariwisata. Agar mendapat hasil yang optimal, pengembangan dalam bidang kepariwisataan tidak hanya didukung oleh satu pihak tetapi merupakan kerjasama dari berbagai pihak, baik kalangan usaha (swasta, tokoh adat (budaya maupun pihak pemerintah serta keterlibatan masyarakat lokal. Keterlibatan atau partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata selanjutnya dikenal sebagai pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan atau community-based tourism development. Salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata dan membutuhkan pengembangan secara partisipatif adalah Kabupaten Sidoarjo. Dalam mewujudkan strategi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan atau community-based tourism development, penelitian ini mencoba menggabungkan teknologi SIG berbasis Web (WebSIG dengan Google Maps API untuk menyajikan informasi dan menyediakan fitur agar masyarakat Kabupaten Sidoarjo dapat berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian ini berupa Sistem Informasi Pariwisata Kabupaten Sidoarjo berbasis WebSIG yang menyajikan informasi pariwisata dengan tampilan peta berupa peta satelit dan peta terrain yang dilengkapi fitur untuk melengkapi informasi, menambahkan lokasi, mencari objek wisata, dan memberi penilaian terhadap tampilan web. Pemberian penilaian dilakukan dengan kuisioner uji kebergunaan yang meliputi lima komponen yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction. Hasil rekapitulasi kuisioner uji kebergunaan dari 25 responden dengan waktu tayang 10-17 November 2014 menunjukkan presentase 70,69% sehingga website dikategorikan layak.

  3. PENGEMBANGAN PERANGKAT PERKULIAHAN EKSPERIMEN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA CALON GURU DALAM MENDESAIN KEGIATAN PRAKTIKUM FISIKA DI SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. S. Wattimena

    2014-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat perkuliahan eksperimen fisika yang dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa calon guru dalam mendesain kegiatan praktikum fisika SMA. Mixed methods research melalui embedded experimental model dengan strategi embedded, digunakan sebagai metode penelitian sebagai tahap pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu; yang melibatkan mahasiswa program studi Pendidikan Fisika salah satu LPTK di Maluku. Perangkat perkuliahan yang dikembangkan diadaptasikan dari pola pembelajaran kreatif yang disebut sebagai Aspek Keterampilan Berpikir Kreatif (AKBK; aktivitas mahasiswa dalam mendesain kegiatan praktikum diarahkan pada Indikator Kegiatan Dalam Bereksperimen (IKDB. Pemahaman konsep fisika mahasiswa diukur berdasarkan taksonomi Bloom revisi. Hasil penelitian menunjukkan, terjadi peningkatan AKBK mahasiswa untuk setiap IKDB pada kriteria sedang; serta peningkatan pemahaman konsep-konsep dasar fisika mahasiswa untuk indikator mencontohkan, mengklasifikasikan, dan menjelaskan pada kriteria sedang. Disimpulkan bahwa perangkat perkuliahan eksperimen fisika yang dikembangkan dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mendesain kegiatan praktikum fisika berdasarkan cakupan materi yang terukur.ABSTRACTThis study aimed to develop the lectures instrument of physics experiment to improve the creativity of preservice teachers in designing a high school physics lab activities. Mixed methods research through the embedded experimental models with embedded strategy, was used as a method of research, a stage of quantitative and qualitative data collection at a time, involving students of Physical Education courses one LPTK in Maluku. The developed lectures instrument adapted from creative learning pattern was referred to as Creative Thinking Skills aspect (CTSA, while student activity in the design of practical activities were directed at Activity Indicator In Experiment (SIEI. Understanding the concept of physics students was measured based on the revised Bloom's taxonomy. The results showed an increase in students CTSA for each SIEI on the criteria of being; as well as an improve understanding of the basic concepts of physics students to cite, classify, and explain indicators. It was concluded that the developed lectures instrument of physics experiment can enhance student creativity in the design of physics experiment activities based on the coverage of the measured material.

  4. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP Dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Anggaran di Daerah (Studi Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuning Hindriani

    2013-08-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini menganalisis dan menginterpretasikan pelaksanaan SPIP dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran di Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun. Metode penelitian menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu metode pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan lembaga yang menjalankan sistem pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya dengan tehnik wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan SPIP di Dinas Kesehatan terbatas pada internalisasi SPIP ke dalam seluruh proses kerja di organisasi, melalui unsur lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Pada Lingkungan Pengendalian, belum didukung komitmen pimpinan untuk menerapkan SPIP sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Penilaian Risiko, belum dilakukan pemetaan yang terdokumentasi; Kegiatan Pengendalian, pelaksanaan review masih terbatas pada formalitas pemenuhan terhadap permintaan data dari DPKD; informasi sebagai alat komunikasi yang efektif dengan tingkat akurasi tinggi melalui laporan-laporan program/kegiatan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan perencanaan selanjutnya, namun masih diperlukan adanya pembaharuan-pembaharuan dalam sistem informasi yang digunakan; dan Pemantauan dilakukan sebagai upaya meminimalisir penyimpangan dan efektifitas pencapaian tujuan organisasi, namun tindaklanjut rekomendasi monitoring oleh APIP masih belum mendapatkan prioritas dalam penanganannya. Proses internalisasi SPIP perlu di dukung dengan penerapan hard control berupa Standard Operating Procedure (SOP dan Satuan Tugas (SATGAS implementasi SPIP. Sehingga dapat menjamin pengelolaan keuangan yang handal, melalui: 1 Penguatan komitmen pimpinan dan semua pihak; 3 Pelaksanaan review sebagai bahan acuan perbaikan tahun yang akan datang; 4 Melakukan inovasi-inovasi baru dalam penerapan teknologi informasi, dan 5 memperhatikan rekomendasi tindak lanjut monitoring oleh APIP. Kata Kunci: Pelaksanaan anggaran,  SPIP

  5. INTERSEKSI HUKUM INTERNASIONAL DAN HUKUM NASIONAL TERHADAP PERLINDUNGAN LINGKUNGAN LAUT DALAM KEGIATAN PEMBANGUNAN KOTA TEPI PANTAI (WATER FRONT CITY) DI INDONESIA

    OpenAIRE

    Juajir Sumardi; Mr. Maskun; Birkah Latif; Laode Abd. Gani

    2014-01-01

    Juajir Sumardi, Maskun, Birkah Latif, dan Laode Abd. Gani. Interseksi Hukum Internasional dan Hukum Nasional Terhadap Perlindungan Lingkungan Laut dalam Kegiatan Pembangunan Kota Tepi Pantai (Water Front City) di Indonesia, bertujuan untuk membangun harmonisasi antara Hukum Internasional dan Hukum Nasional Indonesia dalam melindungi lingkungan laut dari kerusakan yang diakibatkan oleh pembangunan perkotaan yang mengusung konsep Kota Tepi Pantai (Water Front City) di Indonesia. Lokasi peneliti...

  6. KETERKAITAN PRODUK DAN PELAKU DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS HORTIKULTURA UNGGULAN DI PROVINSI ACEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyanti Kasimin

    2014-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze the factors that affect the level of production and horticultural income in Aceh Province. Moreover, some obstacles encountered in the development of agribusiness were analyzed and the relationship of actors in leading horticultural agribusiness development in Aceh was examined. Sample was 81 respondents, consisting of farmers, middlemen, agricultural extensions, community leaders, and researchers. T-test, regression and slices of opinion between the various stakeholders were used in this research. The results showed that horticultural production is influenced by the availability of the means of production and technology, while revenue is affected by the sales price and the cost of marketing. Products linkage appeared to be low due to low farmer access to inputs, high pest and disease, and the low sale price. Linkage between actors was also low due to the high dependence of the upstream actors towards downstream actors, the discontent of upstream actors against the payment system of downstream actors, and distrust of downstream actors towards product quality and continuity. Hence, it is necessary for the improvement of policy development and eradication of pests and assistance the means of production, improved selling prices, product quality, and market information.Keywords: agribusiness development, superior holiticulture, locality and synergicABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat produksi dan pendapatanhortikultura di Provinsi Aceh. Selain itu, juga ditelaah beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan agribisnis serta menelaah keterkaitan pelaku dalam pengembangan agribisnis hortikultura unggulan di Aceh. Sampel berjumlah 81 responden, terdiri atas petani, pedagang perantara, penyuluh  pertanian, tokoh masyarakat, dan peneliti. Uji t, regresi berganda dan irisan pendapat antara berbagai pemangku kepentingan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi hortikultura dipengaruhi oleh ketersediaan sarana produksi dan teknologi, sedangkan pendapatan dipengaruhi oleh harga jual dan biaya pemasaran. Keterkaitan produk terlihat rendah disebabkan rendahnya akses petani terhadap sarana produksi, tingginya serangan hama dan penyakit, serta rendahnya harga jual. Keterkaitan antar pelaku juga rendah karena ketergantungan yang tinggi pelaku hulu terhadap pelaku hilir, ketidakpuasan  pelaku hulu terhadap sistem pembayaran pelaku hilir, serta ketidakpercayaan pelaku hilir terhadap kualitas dan kontinuitas produk. Oleh kareba itu, diperlukan kebijakan untuk peningkatan pembinaan dan pemberantasan hama penyakit serta bantuan sarana produksi, perbaikan harga jual, mutu produk, dan informasi pasar.  Kata kunci: pengembangan agribisnis, hortikultura unggulan, lokalitas dan sinergitas

  7. MODEL DINAMIS SUPPLY CHAIN BERAS BERKELANJUTAN DALAM UPAYA KETAHANAN PANGAN NASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mahbubi

    2014-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study was aimed to 1 identify the basic system of rice supply chain, 2 design a conceptual system and formulate a model of rice supply chain to achieve rice food security and 3 identify the sustainability behavior of the rice supply chain systems for the next 30 years from the aspects of economical revenue, social welfare and environment. Dynamic model was used to analyze the data. Referring to a variety of technical indicators achievement in the blueprint of national food security, several policy scenarios were used in the analysis of the behavior of rice supply chain systems until 2042 in economical revenue, social welfare and the environment aspects. The results of this study showed that the self-sufficiency of rice will continue until 2042 (the end of the studys simulation. It also showed that in the long run, national rice food security will be disrupted if the government does not stop the conversion of agricultural land. Therefore, the government needs to issue a policy related to the conversion of agricultural land, especially paddy fields for infrastructure development.Keywords: rice, sustainable, food security, dynamic models, supply chainABSTRAKTujuan Penelitian adalah 1 mengidentifikasi sistem dasar supply chain beras, 2 menyusun konseptual sistem dan formulasi model supply chain beras untuk pencapaian ketahanan pangan nasional, serta 3 mengetahui perilaku sistem supply chain beras untuk 30 tahun kedepan tetap berkelanjutan dilihat dari aspek pendapatan ekonomi, sosial dan lingkungan. Analisis data menggunakan model dinamis. Beberapa skenario dalam analisis perilaku supply chain beras sampai tahun 2042 dilihat dari aspek pendapatan ekonomi, sosial dan lingkungan mengacu pada indikator pencapaian dalam blue print ketahanan pangan nasional. Hasil penelitian ini, swasembada pangan beras akan berkelanjutan sampai 2042 (akhir dari simulasi penelitian ini. Dalam jangka panjang, ketahanan pangan beras nasional akan terganggu jika pemerintah tidak menghentikan konversi lahan pertanian. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan penghentian atau pengetatan konversi lahan pertanian khususnya lahan sawah untuk pembangunan infrastruktur.Kata kunci: beras, berkelanjutan, ketahanan pangan, model dinamis, supply chain

  8. PERANAN UNIVERSITAS DALAM MEMOTIVASI SARJANA MENJADI YOUNG ENTREPRENEURS (Seri Penelitian Kewirausahaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yohnson Yohnson

    2003-01-01

    Full Text Available The role of university to motivate the fresh graduate to be young entrepreneurs is very important to increase the number of entrepreneurs. Be Increasing of young entrepreneurs will decrease unemployment and it will even open more job vacancies. How the university can produce young entrepreneurs. The role of university is explained by some expert of entrepreneurship .One of them is explained by Thomas Zimmerer . He explained that one factor that triggers the growth of entrepreneurship is educational entrepreneurship. Mr.Douglas.A Gray suggested that people should start their own business as soon as possible. For example, when the students are still studying in the university they can try to start their own business. By empirical data, research has been done to Petra Christian University Student about the dominant factor that influences the student to be young entrepreneurs. The result of the research shows that the dominant factor is opportunity. Therefore the university should play it's roles which are giving information about the advantages of becoming entrepreneurs, giving educational entrepreneurship and providing some activities where they can practice their knowledge and feel the entrepreneurship world. With those roles of the university, young entrepreneurs can be produce successfully. Abstract in Bahasa Indonesia : Peranan Universitas dalam memotivasi sarjana menjadi wirausahawan muda sangat penting dalam menumbuhkan jumlah wirausahawan . Dengan meningkatnya wirausahawan dari kalangan sarjana akan mengurangi pertambahan jumlah pengangguran bahkan menambah jumlah lapangan pekerjaan. Pertanyaannya adalah bagaimana pihak universitas dapat mencetak wirausahawan muda. Peranan universitas dijelaskan oleh beberapa pendapat para ahli bidang kewirausahaan .Salah satunya dijelaskan oleh Thomas Zimmerer bahwa salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan adalah pendidikan kewirausahaan. Selain itu Douglas A.Gray menyarankan untuk memulai usaha sejak dini misalnya pada waktu masih kuliah . Sedangkan data secara empirical juga didapatkan melalui penelitian yang dilakukan pada alumni Universitas Kristen Petra tentang faktor paling dominan memotivasi alumni menjadi wirausahawan. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa faktor kesempatan yang mendorong alumni memutuskan menjadi wirausahawan. Jadi pihak universitas berperan menjadi pemberi informasi tentang kesempatan apa yang akan didapat jika menjadi wirausahawan, serta memberikan pendidikan kewirausahaan dan memberikan wadah bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmunya dengan mendirikan bisnis kecil di lokasi universitas. Peranan universitas sangat menentukan tercetaknya wirausahawan muda yang handal. Kata kunci: wirausahawan, motivasi, peranan universitas

  9. PENERAPAN KONSEP PERENCANAAN DAN POLA JALAN DALAM PERENCANAAN REALESTAT 1 DI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Timoticin Kwanda

    2000-01-01

    Full Text Available Planning concepts and road patterns are two main elements in real estate planning. Theoretically, in real estate planning there are three planning concepts, such as neo-traditional or conventional concept, cluster and Planned Unit Development (PUD. Of the 53 real estates in Surabaya, mostly (92,45% apply neo-traditional concepts. This circumstance is understood, because first the other concepts are not known in the development period of 1970-1990, and secondly because that the scale of development is relatively small, less than 200 ha. On the other hand, the PUD concept is already developed during the 1991-2000 period, firstly in BOTABEK areas and then in Surabaya, especially in large scale real estates. For the implementation of road patterns, either in the 1970-1990 period or the 1991-2000 period, the grid road pattern is commonly applied which is 48 real estates (90,56% of the total of 53 real estates in Surabaya. This road pattern is dominantly used for efficient and practical reasons in subdivision. By using this pattern, a square shape of lot is obtained that is conformed the market condition in Indonesia. Because of practical (design and belief (feng-shui reasons, consumers are not interested in irregular shape and wider frontage of lots. Abstract in Bahasa Indonesia : Konsep perencanaan dan pola jalan merupakan dua hal utama dalam perencanaan realestat. Secara teori dalam perencanaan realestat terdapat tiga (3 konsep perencanaan yaitu konsep neotradisional atau konvensional, cluster dan Planned Unit Development (PUD. Dari 53 realestat yang ada di Surabaya sebagian besar (92,45% menerapkan konsep neotraditional. Hal ini dapat dipahami, pertama karena konsep yang lain belum dikenal pada masa pengembangan tahun 1970-1990, kedua karena skala pengembangannya yang relatif kecil, dibawah 200 ha. Sedangkan pada masa tahun 1991-2000, konsep PUD sudah berkembang pada awalnya di kawasan BOTABEK dan kemudian di Surabaya terutama pada realestat skala besar. Untuk penerapan pola jalan, baik pada masa 1970-1990 maupun pada masa 1991-2000, pola jalan grid yang paling banyak diterapkan yaitu sebanyak 48 realestat (90,56% dari 53 realestat yang ada. Penerapkan pola jalan ini lebih banyak dilakukan karena lebih praktis dan efisien dalam penataan kapling. Dengan pola ini akan diperoleh bentuk kapling empat persegi yang relatif lebih sesuai dengan kondisi pasar di Indonesia. Karena alasan praktis (desain dan kepercayaan (feng-shui, konsumen tidak berminat dengan bentuk kapling yang tak beraturan dan kapling dengan sisi depan yang lebih panjang dari sisi belakang. Kata kunci: realestat, pola jalan.

  10. PENINGKATAN KADAR GERANIOL DALAM MINYAK SEREH WANGI DAN APLIKASINYA SEBAGAI BIO ADDITIVE GASOLINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2014-10-01

    Full Text Available Sereh wangi merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak mengandung geraniol. Geraniol merupakan senyawa penyedia oksigen sehingga minyak sereh wangi dimungkinkan dapat digunakan sebagai bio additive gasoline. Penelitian ini bertujuan  meningkatkan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi dan menggunakannya sebagai bio additive gasoline.Penelitian dilakukan dalam  tiga tahap, yaitu  pemungutan minyak sereh wangi dari daun sereh wangi, peningkatan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi dan aplikasi minyak sereh wangi yang mengandung geraniol tinggi sebagai bio aditive gasoline.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemungutan minyak sereh wangi yang dilakukan dengan metode distilasi uap menghasilkan rendemen sebesar 0,76% dengan kadar geraniol 5,36%.Kadar geraniol dapat ditingkatkan menjadi 21,78% melalui proses distilasi vakum pada suhu 120oC. Pengujian minyak sereh wangi dengan kadar geraniol tinggi sebagai bio additive gasoline meliputi uji performa dan efisiensi konsumsi bahan bakar dengan variasi perbandingan volume gasoline dengan bio additive. Hasilnya, penambahan minyak sereh wangi dengan perbandingan volume gasoline ; minyak sereh wangi = 1000:2 mampu meningkatkan power mesin dari 7,8HP menjadi 8,6HP. Sementara, pada pengujian efisiensi bahan bakar, penambahan minyak sereh wangi dengan perbandingan volume gasoline : minyak sereh wangi = 1000:2 dapat meningkatkan efisiensi mesin sebesar 10,8%. Citronella contains geraniol which is an oxygen provider substances, so it may be used as bio additive. The purpose of this research  is to increase geraniol content in citronella oil and use it as a gasoline bio additive. This research is conducted  in three steps including take the citronella oil from citronella leaf, increase geraniol content in citronella oil and use citronella oil as a gasoline bio additive. The result show that citronella oil produced from citronella leaf using vapor distillation method contains geraniol by 5.36%. The content can be increase using vacuum distillation  up to 21.78 % at temperature of 120oC. The citronella oil test as a gasoline bio additive including  performance test and fuel efficiency test with gasoline-bio additive ratio as variable. The addition of citronella oil to gasoline with the volume ratio of gasoline : citronella oil = 1000:2  increases machine power from 7.8 HP to 8.6 HP and fuel efficiency up to 10.8 %.

  11. Analisa Karakteristik Distribusi Tekanan dan Kecepatan Pada Bodi Aerodinamika Airfoil Dengan Metoda Panel Dalam Fenomena

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herman Sasongko

    2003-01-01

    Full Text Available The aerodynamics characteristics of a body are the most important in the subject of aerodynamics application in which is intended to get the aerodynamically body profile. This research was performed on both a symmetrical model of NACA Airfoil and Joukowski Airfoil. In this research, the analysis of aerodynamics characteristics had been performed by using Smith-Hess' panel method that distributes both the source flow and the vortex flow along the surface of airfoil to get the velocity distribution, in which is used to get the pressure distribution on the surface of airfoil. The parameters used as the aerodynamics characteristics are the coefficient of pressure distribution (Cp and the coefficient of lift (Cl. The research results show that the accuracy level of panel method in analyzing the aerodynamics characteristics is high quite. It could be proved by the graphical visualization of software simulation. This visualization met the trend line of the available charts, hence, the greater of pressure difference between upper and lower surface of airfoil, the bigger of lift. Furthermore, the chart of lift coefficient (Cl to the angle of attack is linear. The pressure difference was trigged by some factors including the variance of attack angle and the maximum thickness of airfoil. Furthermore, in the geometric of airfoil profile, the difference between the NACA Airfoil and the Joukowski Airfoil is on their sharper trailing edge. Abstract in Bahasa Indonesia : Karakteristik aerodinamika suatu benda uji merupakan suatu hal yang sangat penting dalam bidang ilmu aplikasi aerodinamika yang ditujukan untuk mendapatkan bentuk benda yang aerodinamis. Penelitian karakteristik aerodinamika ini dilakukan pada benda uji simetrik NACA Airfoil dan Joukowski Airfoil. Dalam penelitian ini, analisa karakteristik aerodinamika dilakukan dengan metoda panel Smith-Hess yang mendistribusikan aliran source dan aliran vortex di sepanjang kontur airfoil untuk mendapatkan distribusi kecepatan, yang kemudian digunakan untuk mendapatkan distribusi tekanan pada kontur airfoil. Parameter yang digunakan sebagai karakteristik aerodinamika adalah koefisien distribusi tekanan (Cp, koefisien lift (Cl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keakuratan metoda panel di dalam analisa karakteristik aerodinamika cukup tinggi, dengan terlihatnya hasil grafik dari simulasi software yang dapat mengikuti trend line atau alur dari grafik pembanding yang telah ada sebelumnya, demikian dengan semakin besarnya perbedaan tekanan (pressure difference antara bagian atas dengan bagian bawah kontur airfoil maka akan menimbulkan lift yang semakin besar, sedangkan grafik koefisien lift (Cl terhadap sudut serang adalah linier. Perbedaan tekanan dipicu oleh beberapa faktor, misalnya perubahan sudut serang, dan perubahan ketebalan maksimum yang dimiliki airfoil. Sedangkan untuk geometri penyusun airfoil, perbedaan antara NACA Airfoil dengan Joukowski Airfoil terletak pada bentuk trailing edge-nya yang lebih lancip. Kata kunci: karakteristik aerodinamika, NACA Airfoil, Joukowski Airfoil, metoda panel Smith-Hess, koefisien distribusi tekanan, koefisien lift.

  12. Pengaruh Aerasi dan Sumber Nutrien terhadap Kemampuan Alga Filum Chlorophyta dalam Menyerap Karbon (Carbon Sink untuk Mengurangi Emisi CO2 di Kawasan Perkotaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lancur Setoaji

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian terkait mitigasi pemanasan global, khususnya dalam penyerapan karbon dioksida (CO2, menjadi fokus utama di kalangan ilmuwan dunia. Secara alamiah, karbon dioksida dapat diserap oleh tumbuhan hijau, laut, karbonasi batuan kapur, dan alga. Pigmen hijau dalam alga atau klorofil dapat menyerap karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Alga memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga cocok digunakan sebagai carbon sink. Penelitian terkait carbon sink ini bertujuan untuk menentukan kemampuan rata-rata serapan CO2 oleh alga di kawasan perkotaan dan menentukan pengaruh aerasi dan variasi sumber N terhadap pertumbuhan dan perkembangan alga. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan reaktor dengan proses batch. Sampel alga yang digunakan didapatkan dari hasil pengembangbiakan yang bersumber dari perairan di kawasan perkotaan. Penelitian ini menggunakan dua variabel uji, yaitu aerasi dan sumber nutrien. Jumlah karbon dioksida yang diserap didapatkan dari perbandingan stoikiometri pada reaksi fotosintesis. Berdasarkan perbandingan stoikiometri tersebut diketahui bahwa 1 gram sel alga yang terbentuk sebanding dengan 1,92 gram CO2 yang diserap. Dari hasil penelitian, alga dengan penambahan pupuk urea dapat menyerap 4,87 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,84 mg CO2/hari dengan aerasi. Sedangkan alga dengan penambahan pupuk NPK dapat menyerap 3,61 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,01 mg CO2/hari dengan aerasi.

  13. KAJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN KOTA SEMARANG TAHUN 2005 DALAM PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD DARI PERSPEKTIF PROSES INTERNAL DAN PERSPEKTIF PEMBELAJARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evi Sulistyorini

    2012-09-01

    Full Text Available Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang berpotensi terjadinya kejadian luar biasa (KLB. Trend kasus DBD mengalami peningkatan baik nasional. Provinsi Jawa Tengah, maupun Kota Semarang dalam lima tahun terakhir. Pengukuran kinerja instansi pemerintah, khususnya dalam pengendalian DBD saat ini menggunakan LAKIP dengan indikator inputs, outputs. outcomes, benefits, dan impacts. LAKIP tersebut belum melihat adanya indikator proses. Pada pemerintahan yang berfokus masyarakat, indikator proses dapat diukur dengan menggunakan Balanced Scorecard (BSC, khususnya perspektif proses internal dan perspektif pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pelayanan dan penanganan keluhan dalam perspektif proses internal, serta mengetahui pelatihan, pembimbingan, serta pemberdayaan karyawan dari perspektif pembelajaran dalam pengendalian DBD. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan studi kasus. Data primer diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD dan divalidasi dengan teknik triangulasi metode, yaitu wawancara mendalam. Subyek penelitian ini adalah organisasi Dinas Kesehatan Kota Semarang. Cara penentuan subyek tersebut menggunakan purposive sampling. Data dianalisa secara kualitatif dengan cara koding. Hasil penelitian diketahui bahwa dari perspektif proses internal pengendalian DBD dilakukan dengan mengacu pada SPM, proses pelayanan dituangkan dalam bentuk flow chart, dan untuk memberikan pelayanan yang bermutu telah dibentak tim penanganan keluhan masyarakat. Dari perspektif pembelajaran diketahui bahwa peningkatan profesionalisme dan kemampuan karyawan dilakukan dengan pembimbingan secara berjenjang dan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk studi lanjut. Pemberian lugas dan pendelegasian wewenang dalam pemberdayaan karyawan sudah dilakukan dengan melihat permasalahan dan kemampuan karyawan, umpan balik dan penghargaan diberikan sebagai upaya peningkatan motivasi karyawan. Kata Kunci: pengendalian DBD, kinerja dinas kesehatan, perspektif proses internal dan perspektif pembelajaran, balanced scorecard.

  14. PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADASEKTOR INDUSTRI DALAM KATTANNYA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA DI KAWASAN INDUSTRI, KABUPATEN SERANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Trihandoyo

    2012-09-01

    Full Text Available Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3 pada sektor industri dalam kaitannya dengan jumlah kecelakaan kerja. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui: pengetahuan sikap dan perilaku karyawan industri terhadap program K-3; keadaan lingkungan kerja pada perusahaan; status dan pola penyakit yang terjadi pada sektor industri; pembagian shift kerja dalam kaitannya dengan absensi kcryawan dan kesehatan kerja; jumlah kecelakaan yang terjadi dalam satu taliun terakhir; dan menemukan model intervensi sistem pelaksanaan program K-3. Penelitian ini merupakan studi Cross Sectional terhadap program K-3 serta wilayah lingkungan industri untuk mengetahui seberapa jauh efektivitas pelaksanaan K-3 di sektor industri. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Serang, pada 3 (tiga skala industri, yaitu industri kecil, industri sedang/menengah dan industri besar. Dari skala industri tersebut, dipilih 6 (enam jenis industri secara classified random sampling yang masing-masing diambil 2 (dua industri skala kecil, 2 (dua industri skala sedang/menengah, dan 2 (dua industri skala besar. Secara umum, tingkat pengetahuan pekerja tentang kegunaan alat pelindung diri keselamatan dan kesehatan kerja cukup tinggi (82,3%. Namun, yang inengaku selalu mempergunakan hanya 41,7%. Sedangkan, tingkat penyediaan alat tersebut oleh pengusaha juga sudah cukup memadai (87,6%. Shift kerja tetap dibutuhkan dalam rangka efektivitas dan efisiensi dan tingkat absensi tertinggi pada pagi hari, menyusul malam dan siang hari. Alasan tidak masuk kerja/absen yang banyak dikemukakan adalah dikarenakan sakit. Kecelakaan kerja banyak terjadi pada pekerja industri skala kecil (26,9%. Angka kesakitan pekerja dalam kurun waktu 1 tahun terakhir cukup tinggi (51,2% dengan pola penyakit yang bervariasi; yang tertinggi pekerja mengeluhkan pusing (34,4%, kemudian batuk (16,7%, dan yang terrendah adalah gatal-gatal (1,0%. Lingkungan kerja menunjukan kondisi cukup baik, baik dari segi kebersihan lingkungan kerja maupun sirkulasi udara dalam ruangan kerja. Dengan metode intervensi pelaksanaan program K-3 yang telah dibuat, diliarapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan karyawan/buruh, memperkecil angka kecelakaan kerja serta meningkatkan produktivitas kerja.

  15. PELATIHAN TEKNIK PELAPISAN LOGAM DENGAN METODE ELEKTROPLATING UNTUK INDUSTRI KERAJINAN LOGAM DI KAMASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    PRIAMBADI PRIAMBADI

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRACT Electroplating is a metal or non-metal coating process with electrolyze that use direct current (DC and electrolyte (chemical solution that has a function as medium to supply metal ions. The function of electroplating are protecting metal from corrotion attack, adding surface hardness and improving quality of metal surface. Electroplating process basically has four steps; cleaning, washing, coating and protecting. For a quality result, the coating process need a right and optimum condition of operation, such as, a right concentration of electrolyte, a right voltage or current, and a right temperature.

  16. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno -

    2012-05-01

    Full Text Available Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.

  17. BAHAN AKTIF DALAM KOMBINASI OBAT FLU DAN BATUK-PILEK, DAN PEMILIHAN OBAT FLU YANG RASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Gitawati

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakFlu, salesma atau batuk pilek adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA akibat virus, merupakan self-limiting disease dan hanya memerlukan pengobatan simtomatik. Obat-obat yang digunakan adalah obat bebas, umumnya dalam bentuk kombinasi tetap, dengan komposisi zat aktif bervariasi. Tulisan ini bertujuan mengkaji bahan aktif dalam preparat flu kombinasi tetap dan pemilihan obat flu yang rasional. Kajian dilakukan secara cross-sectional dengan sumber data berasal dari 56 referensi berupa buku, panduan, jurnal/artikel on-line maupun publikasi tercetak, menggunakan kata kunci ”common cold, cough, over-the-counter drugs, non-prescription, self-medication, analgetics, sympathomimetics, antihistamines, decongestant, antibiotics, immunomodulators, food supplement, flu, dan batuk-pilek”.Diperoleh sejumlah 191 preparat kombinasi tetap berbentuk tablet dan sirup yang diindikasikan untuk mengurangi gejala flu (common-cold, dengan komposisi zat aktif utama antihistamin dan dekongestan. Komponen tambahan lainnya adalah analgesik, antitusif, ekspektoran, stimulan. Kekuatan (strength dosis tiap komponen masih sesuai dengan dosis yang direkomendasi, namun tercatat masih ada preparat dengan dosis dekongestan (fenilpropanolamin yang lebih tinggi dari yang direkomendasi. Tidak ada preparat tunggal yang mampu mengatasi semua gejala flu sekaligus, sehingga preparat flu kombinasi menjadi pilihan utama. Dalam menggunakan preparat flu kombinasi perlu memilihproduk yang tepat dan rasional sesuai dengan gejala spesifik, karena kemungkinan tidak semua zat aktif dalam komposisi produk obat flu diperlukan oleh penderita.Kata kunci: flu, batuk-pilek, komposisi obat flu, simtomatik.AbstractFlu or common-cold is an acute upper respiratory tract infection mainly caused by virus, and a self-limiting disease which is requires only symptomatic treatments to alleviate the symptoms. Common-cold medication is usually an OTC drug and a fixed-dose combination of various active ingredients. The purpose of this paper is to review the active ingredients in cold medicines and how to select the medicines rationally. This review is conducted cross-sectional with data sources derived from 56 references in the form of books, guidelines, on-line journals/articles or printed publications, using the keywords: common cold, cough, over-the-counter (OTC drugs, non-prescription, self-medication, analgesics,sympathomimetics, antihistamines, decongestants, antibiotics, immunomodulators, food supplements, flu, and batukpilek.It is obtained about 191 fixed-dose combination of tablet and syrup which is indicated for reducing the symptoms of common-cold. The main active ingredients of the fixed-dose combination are antihistamines and decongestants. An additional component is an analgesic, antitussive, expectorant and stimulant. The doses strength of each component isin accordance with the recommended dose, but noted there is still a dose preparation with decongestants (phenylpropanolamine higher than recommended. No single cold preparations were able to overcome all the symptoms of flu at once, so the flu combination product becomes the primary of choice. When using a common-cold combinationproduct, it is important to select a product most suited to the individual and specific symptoms, as possibly not all the active ingredients are necessary for the patient.Keywords: flu, common-cold, composition of common-cold product, symptomatic

  18. SISTEM PENGUKURAN PARTIAL DISCHARGE PADA MODEL VOID DALAM PVC ( POLYVINYL CHLORIDE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Syakur

    2012-05-01

    Full Text Available Kerusakan awal pada suatu sistem isolasi ditandai dengan adanya peristiwa Partial Discharge (PD. PD merupakan bentuk pelepasan muatan listrik yang terjadi hanya pada sebagian sistem isolasi yang dapat mengawali kegagalan isolasi secara sempurna. Untuk mengetahui mekanisme PD yang terjadi pada bahan isolasi, maka dilakukan pengukuran.Pada makalah ini dipresentasikan hasil pengukuran PD skala laboratorium, pada model void dengan sampel bahan isolasi PVC berupa lembaran setebal 100 μm menggunakan elektroda metode II CIGRE.Hasil pengukuran masih terbatas ditunjukkan dalam bentuk gambar – gambar pulsa PD yang direkam melalui osiloskop GDS 2000 buatan GW Instek. Untuk keperluan penyimpanan data hasil pengukuran, osiloskop tersebut dihubungkan melalui kabel data USB ke Notebook..

  19. Gambaran Laboratorium Leukemia Kronik di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muthia Rendra

    2013-09-01

    Full Text Available AbstrakLeukemia merupakan penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang ditandai oleh proliferasi sel-sel darah putih, dengan manifestasi adanya sel-sel abnormal dalam darah tepi. Pada tahun 2006, leukemia berada pada urutan ke-5 dari keseluruhan penderita kanker di Indonesia. Leukemia kronik merupakan leukemia yang paling sering terjadi pada dewasa dan lanjut usia. Secara umum leukemia kronik diklasifikasikan atas Leukemia Granulositik Kronik (LGK dan Leukemia Limfositik Kronik (LLK. Leukemia kronik yang perjalanannya lambat dan diiringi oleh gejala yang tidak khas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran laboratorium leukemia kronik di bagian Peyakit Dalam RSUP DR. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Instalasi Rekam Medik RSUP Dr. M. Djamil Padang berupa data pasien leukemia kronik yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang sejak 1 Januari 2010 31 Desember 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 16 kasus leukemia granulositik kronik terdapat 37,5% pasien mengalami anemia sedang, 100% leukositosis, jumlah trombosit dapat menurun, normal, dan meningkat dengan presentase masing-masing 25%, 25%, dan 50%. Gambaran eritrosit sebagian besar normositik anisositosis. Separuh pemeriksaan darah tepi menunjukkan peningkatan persentasi mielosit, 31,25% menunjukkan peningkatan persentasi metamielosit dan eosinofil, serta sebagian besar menunjukkan presentasi blast. Sedangkan gambaran sumsum tulang hiperseluler, penekanan eritropoetik, mielopoetik hiperaktif, dan trombopoetik dalam batas normal. Leukemia limfositik kronik yang terdiri dari 1 kasus menunjukkan gambaran laboratorium berupa anemia sedang, leukositosis, trombositopenia, gambaran eritrosit nomokrom anisositosis, peningkatan jumlah leukosit, peningkatan jumlah limfosit, presentasi smudge cell, dan ditemukan presentasi blast pada darah tepi, tetapi selularitas tidak dapat dinilai.Kata kunci: leukemia kronik, darah tepi, BMPAbstractLeukemia is a malignant disease of blood cells derived from the bone marrow characterized by the proliferation of white blood cells, with the manifestation of the abnormal cells in the peripheral blood. In 2006, leukemia was ranked 5th of all cancer patients in Indonesia. Chronic leukemia is the most common leukemia in adult and the elderly. In general, chronic leukemia classified on chronic myelocytic leukemia (CML and chronic lymphocytic leukemia (CLL. The onset of chronic leukemia is insidious and accompanied by symptoms that are not typical, this research aims to describe the laboratory findings of chronic leukemia patients treated at Internal Medicine Department of Dr. M. Djamil Hospital Padang.This research is a retrospective descriptive research. The instruments used in this research are the secondary data derived from the Medical Record Departement Dr. M. Djamil Hospital Padang in the form of leukemia chronic patients data who were treated in Internal Medicine Department of Dr. M. Djamil Hospital Padang since January 1st 2010 December 31st 2012. The results of this research showed that of 16 cases of chronic myelocytic leukemia contained 37.5% of the patients had moderate anemia, leukocytosis 100%, platelet count can be decreased, normal, and increased the percentage of each 25%, 25%, and 50%. The morphology of erythrocytes mostly normocytic anisocytosis. Half of peripheral blood examination showed an increase in the percentage of myelocyte, 31.25% showed an increase in the percentage metamyelocyte and eosinophils, as well as most of the shows presentation blast. The bone marrow are hypercellular, compressing erythropoietic, myelopoietic hyperactivity and thrombopoietic mostly normal in number. Chronic lymphocytic leukemia consisting of 1 case shows the laboratory findings are moderate anemia, leukocytosis, thrombocytopenia, the morphology of erythrocyte is normochromic anisocytosis, leukocytes increase in number, increase in the

  20. DAYA DUKUNG LAHAN DAN TUMBUHAN PAKAN DALAM PENGEMBANGAN KOMUDITAS UNGGULAN PETERNAKAN DI KABUPATEN GIANYAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    W. Suarna

    2015-06-01

    Full Text Available Kabupaten Gianyar di Provinsi Bali memiliki luas 36.800 ha yang terbagi menjadi tujuh kecamatan. Meskipun Kabupaten Gianyar dikenal sebagai kabupaten yang memiliki berbagai jenis kesenian, Gianyar juga menyimpan potensi besar untuk pengembangan tumbuhan pakan mendukung komuditas unggulan peternakan. Komuditas peternakan di Provinsi Bali yang tercakup dalam 40 komuditas unggulan nasional adalah sapi daging, kambing, babi, ayam kampung, dan ayam ras. Analisis LQ telah dilakuan terhadap berbagai komuditas ternak yang ada di Kabupaten Gianyar (data Tahun 2013. Jika dicermati share kecamatan terhadap kabupaten dari berbagai komuditas ternak yang ada di Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa kabupaten Gianyar memiliki keunggulan komparatif yang cukup tinggi dilihat dari sub sektor peternakan. Sapi bali sangat cocok dikembangkan di kecamatan Payangan dan di Kecamatan Tegalalang. Lokus pengembangan ternak tersebut merupakann calon wilayah sentra produksi untuk komuditas ternak sapi di Kabupaten Gianyar. Hal tersebut juga terkait dengan potensi ketersediaan pakan hijauan dimana kecamatan Tegalalang dan Payangan memiliki potensi besar untuk pengembangan hijauan.

  1. KETERAMPILAN ESENSIAL DAN KOMPETENSI MOTORIK LABORATORIUM MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI DALAM KEGIATAN PRAKTIKUM EKOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djohar Maknun

    2012-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji profil keterampilan esensial dan kompetensi motorik lab mahasiswa calon guru biologi. Kenyataan data penelitian menunjukkan bahwa kompetensi keterampilan esensial lab mahasiswa masih rendah. Keterampilan esensial lab juga belum sepenuhnya diajarkan secara optimal dalam praktikum ekologi. Rata-rata tingkat penguasaan keterampilan esensial lab mahasiswa 35,50%, sedangkan kompetensi motorik lab-nya sebesar 59,6%.   The purpose of this study was to examine the profile of skills and competencies essential motor prospective teachers of biology lab students. Simple random sample is taken. The fact the data showed that the essential skills lab competency of students is still low. Essential skills lab is also not fully taught in the lab optimally ecology. The average level of student mastery of essential skills lab 35.50%, while the motor competence of his lab at 59.6%.

  2. ANALISA VARIABEL INTRINSIK, LINGKUNGAN, DAN JARAK DALAM PENILAIAN RUMAH PERISTIRAHATAN DI GRAHA PUNCAK TRAWAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Njo Anastasia

    2002-01-01

    Full Text Available The market comparison method of valuation compares the value of property with a group of properties that have similar characteristics and which have recently sold. If there is a difference, then adjustments are made for the variables that are different. The purpose of this research is to determine if there is a difference between appraisers and buyers using intrinsic, environmental, and distance variables to set market value for villas in the Graha Puncak Trawas development. This research uses a questionnaire for both appraisers and buyers. Each is asked to determine their ranking for the three above variables. The data obtained is analysed using Kendall Concordance method. The result of this study shows that there is a difference in preference between appraisers and buyers. Appraisers first consider environmental variables then intrinsic variables, but the buyers first consider intrinsic variables then environmental variables. Distance variables are not found to be too important. Abstract in Bahasa Indonesia : Penilaian menggunakan metode data pasar adalah membandingkan properti yang dinilai dengan properti lain yang sejenis dan baru saja terjual. Jika terjadi perbedaan maka dilakukan penyesuaian pada variabel-variabel yang membedakan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat apakah ada perbedaan preferensi antara penilai dan pembeli dalam penggunaan variabel intrinsik, lingkungan, dan jarak dalam menentukan nilai pasar rumah peristirahatan di Graha Puncak Trawas. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk disebarkan pada penilai dan pembeli. Kemudian masing-masing pihak menentukan ranking terhadap ketiga variabel di atas. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan Uji Konkordasi Kendall. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan preferensi antara penilai dan pembeli. Penilai lebih mempertimbangkan variabel lingkungan kemudian variabel intrinsik, sedangkan pembeli lebih mempertimbangkan variabel intrinsik kemudian variabel lingkungan. Sedangkan variabel jarak dianggap tidak terlalu penting. Kata kunci: penyesuaian, intrinsik, lingkungan, jarak.

  3. Studi Implementasi Six Sigma pada Tahap Fabrikasi dalam Proses Pembangunan Kapal Baru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jauhary Tsulastsy Yanuar

    2013-03-01

    Full Text Available Proses produksi pada tahap fabrikasi dalam proses pembangunan kapal baru masih memiliki masalah defect pada output proses produksi berupa defect dimension yang menyebabkan rework (pekerjaan tambahan. Tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan besarnya sigma proses tahap fabrikasi dari sebuah galangan kapal yang menjadi studi kasus, mengidentifikasi penyebab yang mempengaruhi defect, dan menentukan upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimasi defect menggunakan metode six sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Berdasarkan perhitungan menggunakan lembar kerja perhitungan sigma yang dikeluarkan oleh pivotal resources, komponen plate mengalami defect dimension sebesar 0,36% untuk hasil marking dan 0,48% untuk hasil proses cutting menghasilkan nilai sigma 2,2074, komponen bracket mengalami defect dimension sebesar 0,28% untuk hasil marking dan 0,40% untuk hasil cutting menghasilkan nilai sigma 2,3429, komponen stiffener mengalami defect dimension sebesar 0,20% untuk hasil marking dan 0,24% untuk hasil cutting menghasilkan nilai sigma 2,6771, dan komponen clip (collar plate mengalami defect dimension sebesar 0,28% untuk hasil marking dan 0,36% untuk hasil cutting menghasilkan nilai sigma 2,4171. Berdasarkan hasil analisa, nilai sigma tersebut masih jauh dari nilai yang seharusnya dapat dicapai oleh suatu perusahaan (6? disebabkan oleh faktor antara lain keterampilan SDM yang belum memadai saat ini, PMS (Planned Maintenance System yang berjalan tidak sesuai prosedur, dan tidak dilakukannya pendokumentasian/kontrol pada setiap komponen hasil tahap fabrikasi. Dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis yang dikorelasikan dengan berbagai analisa, diperoleh solusi antara lain diperlukannya training/pelatihan untuk meningkatkan skill/kemampuan SDM baru, dijalankannya PMS sesuai prosedur, dan menghidupkan kembali tim QC yang tergabung dalam keorganisasian bengkel fabrikasi. Implementasi six sigma dilakukan secara periodik dengan mengevaluasi hasil rencana perbaikan.

  4. Pengaruh Posisi Pipa Segi Empat dalam Aliran Fluida Terhadap Perpindahan Panas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kaprawi Kaprawi

    2007-01-01

    Full Text Available A rectangular pipe is placed perpendicularly to viscous fluid flow which has higher temperature. The positions of a rectangular pipe in the flow are one of the rectangular wall placed perpendicularly to the flow, one of the corner of rectangular pipe placed to the direction of coming flow and one of the corner with angle of less or greater than 90o placed to the direction of coming flow. With numerical study by using Finite Volume Method, is obtained that the position of pipe in which one of the corner directed to the coming flow has good heat transfer when compared with rectangular pipe of which one of the rectangular side directed perpendicularly to the coming flow. More the angle of corner will give more the heat transfer and vice versa. Every variation of 15o of wall angle of pipe makes the variation of heat transfer approximatly 1.5%. Abstract in Bahasa Indonesia: Sebuah pipa berpenampang segi empat dipasang melintang dalam aliran fluida viskos yang bertemperatur lebih tinggi. Posisi pipa dalam aliran yaitu salah satu bidang pipa tegak lurus dengan datangnya aliran, salah satu sudut pipa diarahkan dengan datangnya aliran dan sudut pipa yang lebih besar atau lebih kecil dari 90o diarahkan dengan datangnya aliran. Melalui studi numerik dengan Metode Volume Hingga, didapatkan bahwa posisi pipa dengan salah satu sudut segi empatnya diarahkan ke datangnya aliran mempunyai perpindahan panas lebih baik dibanding dengan pipa yang mana salah satu dindingnya dipasang tegak lurus dengan aliran. Semakin besar sudut pipa yang diarahkan ke aliran maka semakin besar perpindahan panasnya, dan sebaliknya. Setiap perubahan sudut pipa segi empat 15o akan membuat perubahan perpindahan panas sekitar 1,5%. Kata kunci: Fluid velocity, rectangular pipe, flow, heat transfer, finite volume method.

  5. STUDI SIMULASI MENGGUNAKAN FUZZY C-MEANS DALAM MENGKLASIFIKASI KONSTRUK TES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rukli Rukli

    2013-01-01

    Full Text Available Tulisan ini memperkenalkan metode fuzzy c-means dalam mengklasifikasi konstruk tes. Untuk memverifikasi sifat unidimensional suatu tes biasanya menggunakan analisis faktor sebagai bagian dari statistik parametrik dengan beberapa persyaratan yang ketat sedangkan metode fuzzy c-means termasuk metode heuristik yang tidak memerlukan persyaratan yang ketat. Studi simulasi penelitian ini menggunakan dua metode yakni analisis faktor menggunakan program SPSS dan fuzzy c-means menggunakan program Matlab. Data simulasi menggunakan tipe data dikotomi dan politomi yang dibangkitkan lewat prog-ram Microsoft Office Excel dengan desain 2 kategori, yakni: tiga butir soal dengan banyak peserta tes 10, dan 30 butir soal dengan banyak peserta tes 100. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode fuzzy c-means lebih memberikan gambaran pengelompokan secara deskriptif dan dinamis pada semua desain yang telah dibuat dalam memverifikasi unidimensional pada suatu tes. Kata kunci: fuzzy c-means, analisis faktor, unidimensional _____________________________________________________________ SIMULATION STUDY USING FUZZY C-MEANS FOR CLASIFYING TEST CONSTRUCTION Abstract This paper introduces the fuzzy c-means method for classifying the test constructs. To verify the unidimensional a test typically uses factor analysis as part of parametric statistics with some strict requirements, while fuzzy c-means methods including method heuristic that do not require strict require-ments. Simulation comparison between the method of factor analysis using SPSS program and fuzzy c-means methods using Matlab. Simulation data using data type dichotomy and politomus generated through Microsoft Office Excel programs each with a number of 3 items using the number of participants 10 tests, while the number of 30 test items using the number as many as 100 participants. The simulation results show that the fuzzy c-means method provides a more descriptive and dyna-mic grouping of all the designs that have been made in verifying the unidimensional as a test. Keywords: fuzzy c-means, factor analysis, unidimensional

  6. Kajian Fisika Aliran Material Granular Dedak Gandum Di Dalam Saluran Microfluidic

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Perima -

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi mikroelektronik telah melahirkan suatu cabang ilmu baru yaitu microfluidics. Teknologi ini dapat memanipulasi instrumentasi laboratorium menjadi satu chip. Proses pembuatan chip diawali dengan pembuatan mask kemudian dilanjutkan dengan pencetakan master untuk kemudian dituangkan larutan Polydimethil siloxane (PDMS dan diikatkan dengan kaca melalui teknologi plasma. Kemudian setelah chip dibuat, dilakukanuji microfluidics dengan melewatkan campuran material granular dedak gandum dan air di dalam saluran chip tersebut dengan kecepatan 5,000 ?l/jam dan pola aliran direkam dengan menggunakan kamera kecepatan tinggi. Dari hasil rekaman, gambar dianalisis dengan menggunakan persamaan Navier-Stokes dan dilakukan simulasi untuk dapat menduga pola aliran yang terjadi di dalam saluran.Kesimpulan yang didapatkan menunjukkan bahwa aliran fluida yang diperoleh bersifat non-newtonian, dan partikel dedak gandum memiliki sifat tabrakan inleastik.The development of microelectronic technology leads to a new technology branch, namely microfluidics. This technology can manipulate a complicated laboratory instrument into a single chip. The process of making chip starts with making mask, molding a master, pouring of Polydimethilsiloxane (PDMS into the master, and then making the bonding between the PDMS and glass by using plasma technology. The next step is microfluidics testing by passing the mixing of granular material wheatbran and dionized water through the chips channel with the speed of 5,000 ?l/hour, and recording the flow of fluid by using high speed camera. The result was then analyzed by Navier-Stokes equation and employed the simulation to predict the flow inside the chip. It can be concluded that the characteristics of fluids flow found are non-newtonian fluid and the wheatbran particle has inelastic collision.

  7. Efek Shot Peening Terhadap Korosi Retak Tegang (SCC Baja Karbon Rendah dalam Lingkungan Air Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Badaruddin

    2005-01-01

    Full Text Available The aim of this study is to investigate the effect of shot peening on stress corrosion cracking of a low carbon steel in ocean water environment. The dimension of specimens were prepared in accordance with the ASTM G39. The hardness testing was carried out using microvickers with 0,25 kgf load in the longitudinal direction. The corrosion cracking test was immersed into artificial sea water for about 7 months. The test shows that the pitting corrosion is dominantly nucleated at the metal film interface. The biggest pitting corrosion was occurred under the static loading of 70 for the specimens unpeened. The presence of pitting corrosion promotes stress corrosion cracking. The cracking has a intergranular branched morphology which is typical for the chloride cracking of low carbon steel Abstract in Bahasa Indonesia : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh shot peening terhadap korosi retak tegang baja karbon rendah dalam lingkungan air laut yang mengandung 3,5 % NaCl. Dimensi spesimen uji korosi dibuat berdasarkan standar ASTM G39. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan mikrovickres dengan beban 0,25kgf pada arah ketebalan bahan. Uji korosi dilakukan dengan mencelupkan dalam air laut buatan selama 7 bulan. Hasil pengujian menunjukan bahwa spesimen uji cenderung lebih dominan terserang korosi sumuran (pitting corrosion. Korosi sumuran yang terbesar terdapat pada spesimen uji tanpa shot peening pada pembebanan static 70%. Terbentuknya korosi sumuran menjadi pemicu terbentuknya korosi retak tegang. Bentuk retak yang terdapat pada daerah korosi sumuran adalah intergranular bercabang yang merupakan hasil serangan klorida pada baja karbon rendah. Kata kunci: shot peening, korosi sumuran, korosi retak tegang.

  8. ALGORITMA RC4 DALAM PROTEKSI TRANSMISI DAN HASIL QUERY UNTUK ORDBMS POSTGRESQL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuri Ariyanto

    2009-01-01

    Full Text Available In this research will be worked through about how cryptography RC4's algorithm implementation in protection to query result and of query, security by encryption and descryption up to both is in network. Implementation of this research which is build software in client that function access databases that is placed by the side of server. Software that building to have facility for encryption and descryption query result and of query that is sent from client goes to server and. transmission query result and of query can secure its security. Well guaranted transmission security him of query result and of query can be told to succeed if success software can encryption query result and of query which transmission so that in the event of scanning to both, scanning will not understand data content. Conclusion of this research that is woke up software succeed encryption query and result of query which transmission between application of client and of server databases. Abstract in Bahasa Indonesia: Pada penelitian ini dibahas mengenai bagaimana mengimplementasikan algoritma kriptografi RC4 dalam proteksi terhadap query dan hasil query, pengamanan dilakukan dengan cara melakukan enkripsi dan dekripsi selama keduanya berada di dalam jaringan. Pengimplementasian dari penelitian ini yaitu membangun sebuah software yang akan diletakkan di sisi client yang berfungsi mengakses database yang diletakkan di sisi server. Software yang dibangun memiliki fasilitas untuk mengenkripsi dan mendektipsi query dan hasil query yang dikirimkan dari client ke server dan juga sebaliknya. Dengan demikian tramsmisi query dan hasil query dapat terjamin keamanannya.Terjaminnya keamanan transmisi query dan hasil query dapat dikatakan berhasil jika software berhasil mengenkripsi query dan hasil query yang ditransmisikan sehingga apabila terjadi penyadapan terhadap keduanya, penyadap tidak akan mengerti isi data tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu software yang dibangun berhasil mengenkripsi query dan hasil query yang ditransmisikan antara aplikasi client dan server database. Kata kunci: enkripsi, transmisi, RC4, query, database

  9. KAJIAN INTERAKSI ION Co2+ DENGANSELULOSA DARI SERBUK GERGAJIKAYU

    OpenAIRE

    Risfidian Mohadi; Nurlisa Hidayati; Adi Saputra; Aldes Lesbani

    2013-01-01

    Telah dilakukan pemisahan selulosa dari serbuk gergaji kayu dengan menggunakan metanol dan HCldengan konsentrasi1%, 3%, 7%, dan 11%(v/v) dalam waktu 3 jam. Selulosa hasil pemisahan dikarakterisasi dengan spektroskopi FT-IR untuk selanjutnya digunakan sebagai adsorben ion logam Co2+ dalam medium air. Proses adsorpsi dipelajari melalui berbagai waktu interaksi, variasi konsentrasi, dan desorpsi terpisah. Spektrum infra merah menunjukan bahwa selulosa hasil pemisahan dari serbuk gergaji kayu den...

  10. Political scientists discuss Ukraine, berate Moscow

    Index Scriptorium Estoniae

    2004-01-01

    Leedus toimunud demokraatia ja Euroopa integratsiooni teemalisel konverentsil, arutleti muu hulgas olukorra le Ukrainas. Paljud osalised olid nus, et Ukraina sndmused vivad mjutada demokraatia arengut kogu endise Nukogude Liidu piirkonnas

  11. MODEL ANALISIS EVALUASI DIRI UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU IPA DALAM MERANCANG PENGEMBANGAN LABORATORIUM DI SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E. Peniati

    2013-10-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengembangkan model analisis evaluasi diri laboratorium dan mengukur kemampuan mahasiswa dalam merancang pengembangan laboratorium setelah menerapkan model yang dikembangkan. Metode yang digunakan penelitian dan pengembangan. Sesuai hasil penelitian maka dapat disimpulkan model yang dikembangkan mendapatkan penilaian layak dan efektif diterapkan dalam perkuliahan pengelolaan dan teknik laboratorium IPA. The research aims to develop a model of self-evaluation laboratory analysis and measure student ability in designing development laboratory after applying the developed model. The method used research and development. According to the results of research it can be concluded that the model was developed to get a decent assessment and effective management applied in the lecture and laboratory techniques Science.

  12. SINTESIS ADSORBEN BERBASIS LIGNOSELULOSA DARI KAYU RANDU (Ceiba pentandraL.) UNTUK MENJERAP Pb(II) DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL

    OpenAIRE

    Widi Astuti; Nova Susilowati

    2014-01-01

    Pada penelitian ini, limbah kayu randu digunakan sebagai adsorben untuk menjerap ion Pb (II) dalam larutan. Kayu randu yang telah direaksikan dengan NaOH dikarakterisasi dan diuji kemampuan adsorpsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada serbuk kayu hasil reaksi dengan NaOH terlihat adanya pori dengan bentuk dan ukuran yang lebih seragam dengan luas permukaan spesifik 7,420 m2/g dan diameter pori 0.3 nm. Adsorpsi mencapai kesetimbangan pada 120 menit dengan kemampuan penjerapan sebesar 2...

  13. Konsep Fiqah Malaysia dalam Perundangan Islam: Satu Pengenalan (The Concept of Malaysian Fiqah in Islamic Law: An Introduction)

    OpenAIRE

    Rahimin Affandi Abd. Rahim; Shamsiah Mohamad; Paizah Ismail; Nor Hayati Mohd Dahlal

    2010-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan sifat dinamik konsep fiqah dalam sistem perundangan Islam Malaysia yang menekankan kepentingan hubungan dengan Allah dan sesama makhluk. Teori utama yang digunakan adalah teori epistemologi hukum Islam yang menetapkan bahawa sifat kelestarian sistem hukum Islam hanya boleh dicapai melalui pembentukan kerangka epistemologi (apa, bagaimana dan untuk tujuan apa) yang jelas. Bagi mencapai objektif, kajian ini menggunakan kaedah pengumpulan data primer dan da...

  14. Penurunan Kandungan Zat Kapur dalam Air Tanah dengan Menggunakan Media Zeolit Alam dan Karbon Aktif Menjadi Air Bersih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gianina Qurrata Dinora

    2013-09-01

    Full Text Available Salah satu syarat kimia yang harus dipenuhi dalam air bersih adalah kesadahan. Salah satu penyebab utama terjadinya kesadahan adalah kandungan Ca2+ (kesadahan kalsium atau biasanya disebut air kapur. Selain kandungan air kapur yang tinggi, penyebab air tanah tidak dapat langsung digunakan adalah kadungan besi dan mangan yang tinggi pula. Untuk itu, dibutuhkan unit filter skala rumah tangga yang dapat menjadi pengolahan alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media filter yang efektif dan effisien untuk penyisihan kesadahan kalsium, Fe, dan Mn dalam air tanah dan mendapatkan waktu breakthrough. Media filter yang digunakan pada penelitian ini adalah media zeolit alam dan karbon aktif disusun secara stratifikasi dengan perbandingan ketinggian pada masing-masing reaktor filter. Media filter tersebut akan dialiri dengan tiga variasi konsentrasi kesdahan kalsium. Hasil dari penelitian ini, didapatkan komposisi media yang paling efektif dalam menurunkan kandungan kesadahan kalsium adalah komposisi III dengan perbandingan ketinggian media zeolit alam dan karbon aktif sebesar 30 cm : 60 cm. Pada variasi konsentrasi 1 mampu melakukan penyisihan sebesar 96,52%, konsentrasi 2 mampu melakukan penyisihan sampai 94,67%, dan konsentrasi 3 mampu melakukan penyisihan sebesar 90,22%

  15. Analisis Pengaruh Monetary Policy Shock Terhadap Jumlah Deposito Perbankan Islam Dalam Sistem Perbankan Ganda: Studi Kasus Indonesia Dan Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ade Mutiah

    2014-03-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah ingin menguji secara empiris, apakah perilaku nasabah perbankan Islam di Indonesia dan di Malaysia terpengaruh oleh kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh bank sentral pada masingmasing negara. Selain itu, apakah negara dengan karakteristik ekonomi dan kebijakan yang hampir sama – Indonesia dan Malaysia -, akan menghasilkan perilaku nasabah terhadap deposito perbankan Islam yang sama atau tidak. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah yang pertama , metode ekonometrika VAR (Vector Auto Regression yang bila terjadi kointegrasi pada data yang stasioner di 1st difference akan dilanjutkan pada VECM (Vector Error Correction Models dan yang kedua, analisis elastisitas permintaan deposito perbankan Islam terhadap variabel-variabel yang diuji dalam penelitian ini pada periode Januari 2005 sampai dengan Desember 2009. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa dalam jangka panjang variabel moneter di Indonesia berpengaruh secara signifikan terhadap deposito perbankan Islam. Berbeda dengan di Malaysia di mana variable moneter tidak berpengaruh secara signifikan terhadap deposito perbankan Islam. Begitupun hasil analisis elastisitas permintaan deposito perbankan Islam di kedua negara. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa deposito perbankan Islam di Indonesia lebih sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter, dibandingkan dengan yang ada di Malaysia.JEL Classifications : E41, E52, G21.Keywords : Kebijakan Moneter; Deposito; Perbankan Islam; VECM; Elastisitas.

  16. PENGGUNAAN PARTIAL LEAST SQUARE REGRESSION (PLSR UNTUK MENGATASI MULTIKOLINEARITAS DALAM ESTIMASI KLOROFIL DAUN TANAMAN PADI DENGAN CITRA HIPERSPEKTRAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdi Sukmono

    2015-02-01

    Full Text Available Klorofil merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis. Tanaman sehat yang mampu tumbuh maksimum umumnya memiliki jumlah klorofil yang lebih besar daripada tanaman yang tidak sehat. Dalam Estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan airborne hiperspektral dibutuhkan model khusus untuk mendaaptkan akurasi yang baik. Citra Hhiperspektral mempunyai ratusan band dan julat yang sempit pada setiap bandnya, sehingga mempunyai kemampuan yang cukup baik untuk estimasi klorofil. Akan tetapi karena julat yang cukup sempit ini menyebabkan adanya efek multikolinearitas. Objek dari penelitian ini mengembangkan reflektan in situ menjadi model estimasi kandungan klorofil tanaman padi untuk citra airborne hiperspektral dengan menggunakan metode partial least square regression untuk menghilangkan efek multikolinearitas. Dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik hubungan reflektan dan klorofil dipilih band-band yang berhungan dan efektif untuk estimasi klorofil. Dari hasil seleksi tersebut terpilih 44 band yang efektif untuk estimasi kandungan klorofil daun tanaman padi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan mertode PLSR dapat menghasilkan model yang cukup baik untuk estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan nilai Koefisien determinasi (R2 mencapai 0.75 pada PC no 11 dan mempunyai RMSE sebesar 1.44 SPAD unit. Validasi menggunakan data citra airborne hiperspektral menghasilkan RMSE sebesar 1.07 SPAD Unit.

  17. MODEL INTEGRASI ATRIBUT ASESMEN FORMATIF (IAAF DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SEL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN BERPIKIR ANALITIK MAHASISWA CALON GURU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Saptono

    2013-04-01

    Full Text Available Dalam studi ini dikembangkan model integrasi atribut asesmen formatif (IAAF dalam pembelajaran Biologi Sel untuk mengembangkan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa calon guru Biologi. Atribut asesmen formatif yang diintegrasikan adalah collaboration, self-assessment, peer-assessment, dan feedback & learning progression. Model yang dikembangkan mencakup pembelajaran interaktif, pembuatan bagan konsep, dan reviu artikel jurnal internasional. Dimensi yang diukur dalam studi ini adalah perkembangan kemampuan mahasiswa membuat bagan konsep, kemampuan mahasiswa melakukan reviu artikel, dan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa. Hasil studi mengindikasikan bahwa Model IAAF dapat mengembangkan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa. In this study developed a model of integration of formative assessment attributes (IAAF in Cell Biology learning to develop reasoning skills and analytical thinking Biology student teachers. Attributes of formative assessment that  integrated is collaboration, self-assessment, peer-assessment, and feedback & learning progression. The model developed includes interactive learning, graphing concepts, and review articles of international journal. Dimensions measured in this study is the development of students’ ability to make a chart of concept, the ability of student conduct review of articles, and the ability to reason and think analytically students. The study results indicate that the IAAF model can develop reasoning skills and analytic thinking students.

  18. ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMILIH JASA LAYANAN OPERATOR MOBILE PHONE YANG BERBASIS CDMA DAN GSM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Demitri Marvin Kadhaffi

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAKS Tujuan penelitian ini adalah (1 menganalisis faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih suatu jasa layanan operator mobile phone (baik CDMA maupun GSM, (2 menganalsis variabel dominan yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih jasa layanan operator Jenis penelitian ini adalah applied research dengan metode penelitian studi kausal. Penelitian ini ditujukan pada segmen pelajar dan mahasiswa di Kota Malang yang termasuk kelompok Net Generations (yang lahir antara tahun 1977-1997 dengan batas minimal umur untuk responden adalah 17 tahun. Kerangka Sampel untuk penelitian ini adalah pengguna kartu CDMA dan GSM sebanyak 175 responden. Tehnik Sampling yang digunakan adalah desain sampel non probability dengan metode purposive sample yang kedua yaitu quota sampling. Metode analisa data yang digunakan adalah analisa faktor dan analisa diskriminan Hasil analisa faktor terhadap 34 variabel diperoleh 7 faktor baru, yang diberi label sebagai berikut : (1 faktor citra produk (2 faktor pelayanan, (3 faktor pengaruh lingkungan, (4 faktor promosi,(5 faktor individual, (6 faktor harga, dan (7 faktor proses. Dari analisa diskriminan diperoleh hasil yang bertentangan dengan hipotesis yaitu ternyata variabel harga bukan merupakan variabel yang dominan dalam membedakan perilaku pelanggan operator CDMA dengan GSM. Mereka lebih sensitif terhadap proses produk. Hal ini mengarahkan pelanggan untuk kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai kelompok smart. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa untuk membangun keunggulan bersaing operator harus meraih keunggulan posisional melalui diferensiasi content jasa yang dihasilkan yaitu berupa proses, sebagai hasil dari aplikasi positioning produk. Kata kunci: perilaku konsumen, jasa layanan, mobile phone ABSTRACT Objective of this research are (1 to identify factors that customer consider in choosing mobile phone operator service (whether CDMA and GSM, (2 to identify dominant variable that influences consumer behavior. Kind of this research is applied research with a research method of causal study. This research is intended to student and university student segments in Malang City, which these are included into Net Generation group (born between 1977-1997 with age minimal limitation for respondent of 17 years. Sample framework for this research is user of CDMA and GSM cards of 175 respondents. Moreover, for its sample technique used is non-probability sampling with purposive sample method, and the second is quota sampling. Extraction result of 34 variables are seven new factors, which are labeled as follow: (1 product image factor, (2 service factor, (3 environment influence factor, (4 promotion factor, (5 individual factor, (6 price factor, and (7 process factor. From discriminant analysis, the contrary result with the hypothesis is found, that is price variable, rather than dominant variable in differentiating consumer behavior of CDMA operator to GSM operator. They are more sensitive to product process. Product image to persue subscriber for student of SMU and university as subscriber Smart group. Research result conclude are to build competitive advantage, the operator must be to get positional advantage as differentiation content service which result are process, as result from product positioning aplication. Keyword : costumer behaviour, service, mobile phone

  19. PENERAPAN KONSEP FUZZY DALAM VARIABLE-CENTERED INTELLIGENT RULE SYSTEM (Studi Kasus: Pemilihan Jurusan di Chinese University of Hongkong

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfan Subakti

    2006-01-01

    Full Text Available Variable-Centered Intelligent Rule System (VCIRS is a system which is inspired by Rule-based System (RBS and Ripple Down Rules (RDR. The system architecture is adapted from RBS, while from RDR this system obtained its advantages. The system organized Rule Base (RB in a special structure so that easy knowledge building, powerful knowledge inferencing and evolutionally system performance refining can be obtained in the same time. In this paper, the architecture of VCIRS is used to build an expert system for helping students to choose a department at a university. The application of this expert system is able to handle fuzzy concepts (e.g., such as good, high or rather high which is a prominent part of sentences in natural language. This system is able to cope with exact values, fuzzy (or inexact values and combined reasoning, allowing fuzzy and normal terms to be freely mixed in the rules and facts. An application example in this paper is a RBS which is employed fuzzy logic and fuzzy number for inexact reasoning. It uses two inexact basic concepts, i.e., fuzziness and uncertainty. A case study presented here is the department admission at Chinese University of Hongkong, formed in a RB containing with fuzzy and normal terms. From experiments performed, there's the proper result obtained comparing with the result from Z-II system (i.e., a comprehensive expert system builder tool developed by Chinese University of Hongkong which is this paper refers to. So that the conclusion is a fuzzy VCIRS proposed here, is working properly and producing the right and true results. Abstract in Bahasa Indonesia : Variable-Centered Intelligent Rule System (VCIRS adalah sistem yang terinspirasi dari Rule-based System (RBS dan Ripple Down Rules (RDR. Arsitektur sistem diadaptasi dari RBS dan ia mengambil kelebihan-kelebihan dari RDR. Sistem ini mengorganisasikan basis aturan dalam sebuah struktur yang spesial sehingga kemudahan pembangunan pengetahuan, penelusuran pengetahuan yang kuat, dan perbaikan unjuk kerja sistem yang selalu berkembang dapat diperoleh pada waktu yang sama. Dalam paper ini, arsitektur VCIRS dimanfaatkan untuk membangun sebuah sistem pakar yang dapat membantu calon mahasiswa memilih jurusan pada suatu Perguruan Tinggi. Aplikasi sistem pakar ini dapat menangani konsep fuzzy seperti good, high, atau rather high, yang merupakan bagian kalimat yang sangat berarti dalam bahasa sehari-hari. Sistem ini dapat menangani nilai yang tepat/teliti, nilai fuzzy (atau tidak tepat/tidak teliti, dan jenis pertimbangan gabungan, serta mengijinkan istilah fuzzy dan istilah normal untuk digabungkan secara bebas dalam aturan dan fakta. Contoh aplikasi dalam paper ini adalah sebuah sistem berbasis aturan yang menggunakan logika fuzzy dan bilangan fuzzy untuk jenis pertimbangan yang tidak tepat/tidak teliti. Sistem ini menggunakan dua konsep dasar ketidaktepatan/ketidaktelitian, yaitu fuzziness dan uncertainty. Kasus dalam penelian ini adalah pemilihan jurusan di Chinese University of Hongkong dalam bentuk basis aturan yang didalamnya mengandung istilah fuzzy dan istilah normal. Dari uji coba yang dilakukan, didapat hasil yang sesuai dengan hasil dari sistem Z-II, yaitu alat bantu pembangun sistem pakar komprehensif yang dikembangkan di Chinese University of Hongkong, yang menjadi acuan dari paper ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fuzzy VCIRS dapat bekerja dengan baik, serta memberikan hasil yang benar dan dapat dipercaya. Kata kunci: rule-based systems, VCIRS, knowledge building, knowledge inferencing, knowledge refining, logika fuzzy, bilangan fuzzy.

  20. DUALISME DALAM SEKTOR MANUFAKTUR INDONESIA: SEBUAH UJI HIPOTESIS DENGAN ANALISIS INPUT-OUTPUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Suman

    2006-01-01

    Full Text Available According to standard literature on development economics, development processes may cause dualism. Dualism means that there are huge sectors (or regions with modern technology as well as small sectors (or regions with traditional technology. As far as development policies are concerned, the dualism is a disturbing problem. Because dualism reflects inequality and may cause socially ramified impacts. Alleviating tension of dualism implicitly should becomes a goal of policy makers. If we assume that the level of industrial (manufacturing technology is measured in term of capital-labor ratio, the increases in capital-labor ratio in manufacturing represent an improvement in industrial technological capability. Thus, under the paradigm of dual-industrial growth, the problem Indonesia faces is whether or not the growth of capital-intensive industries exceeds those of labor-intensive ones. So, the central problem sent to this research is: Does dualism within manufacturing sectors exist? By employing the input-output analysis, this research finds Indonesian manufacturing sector can be considered dualistic in its size and export-import structure. There are significant disparity between capital-intensive industries and labor-intensive ones. Abstract in Bahasa Indonesia : Menurut literatur standard ekonomika pembangunan, proses pembangunan ekonomi bisa menyebabkan dualisme. Dualisme berarti ada sektor besar dengan kemampuan modern berdampingan dan tumbuh bersamaan dengan sektor kecil dengan kemampuan tradisional. Dualisme ekonomi ini bisa berdampak sosial sebab ia mencerminkan ketimpangan (inequality. Sehingga secara implisit meredakan tensi dualisme merupakan salah satu tujuan kebijakan ekonomi. Jika dianggap bahwa level kemampuan sektor industri diukur dengan rasio modal per tenaga kerja, maka peningkatan rasio ini mencerminkan peningkatan kapabilitas teknologi sektor industri. Jadi, menurut paradigma dual-industrial growth, masalah yang dihadapi Indonesia adalah: "Adakah dualisme di dalam sektor manufaktur?" Dengan menerapkan analisis input-output, studi ini melihat bahwa sektor manufaktur Indonesia dapat dianggap dualistis dalam hal besarnya dan struktur eskpor-impornya. Di samping itu, adan disparitas yang signifikan antara kelompok industri padat modal dan kelompok industri padat karya. Kata kunci:. dualisme, perubahan struktural, input-output analisis.

  1. ANALISA INVESTASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PENGEMBANGAN LAPANGAN GOLF DAN PERUMAHAN CITRARAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Njo Anastasia

    2001-01-01

    Full Text Available Investment in the real estate sector has a great risk, therefore a developer needs to do investment analysis before making a decision. The decision is made by considering the returns from two investment alternatives. The first alternative examined is a 9-hole golf course and housing in proximity to the golf. The second alternative is residential property. Given the above conditions, the purpose of this research is to help the developer to make the proper investment decision, based on which alternative has the higher return. Two data collection methods are used in this research, including interviews and a survey which was done by distributing questionnaires to develop a profile of golfers and purchasers as well as potential residential purchasers. Forecasting analysis using the Holt-Winters model was used for forecasting the number of golfers. The Box-Jenkins model was utilized to forecast residential sales. The forecasting results were used for cash flow analysis. The results show that the first alternative produces a higher IRR (25,16% per year and NPV of Rp.25.056.800.000 , relative to the the second alternative with an IRR of 16,72% per year and NPV of Rp.4.794.945.000. Thus, the first alternative, a 9-hole golf course and housing in proximity to the golf, was selected. Abstract in Bahasa Indonesia : Investasi di bidang real estat mengandung risiko besar, sehingga pengembang perlu melakukan analisa investasi sebelum mengambil keputusan. Pengambilan keputusan adalah dengan mempertimbangkan tingkat pengembalian dua alternatif investasi. Alternatif pertama adalah properti 9-hole lapangan golf dan perumahan dalam bentuk kavling golf. Alternatif kedua adalah properti perumahan saja. Dengan kondisi di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah membantu pengembang untuk memutuskan menginvestasikan dananya di alternatif pertama jika tingkat pengembalian investasinya lebih tinggi dibanding alternatif kedua. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan menyebarkan kuesioner untuk menganalisa deskripsi pemain golf dan pembeli serta calon pembeli rumah. Kemudian melakukan analisa peramalan dengan model Holt-Winters untuk meramalkan jumlah pemain golf dan model Box-Jenkins untuk meramalkan penjualan rumah. Dengan analisa permalan tersebut maka dilakukan analisa arus kas. Setelah melakukan analisa-analisa diatas, maka hasil penelitian menunjukkan alternatif pertama memiliki IRR 25,16% per tahun dan NPV Rp.25.056.800.000 lebih besar dari alternatif kedua yang IRR-nya 16,72% per tahun dan NPV Rp.4.794.945.000. Jadi keputusan investasi adalah pada alternatif pertama yaitu properti, 9-hole lapangan golf dan perumahan dalam bentuk kavling golf. Kata kunci: investasi, risiko, 9-hole lapangan golf, kavling golf, perumahan, tingkat pengembalian.

  2. Perkembangan Pola Pemecahan Masalah Anak Usia Sekolah dalam Memecahkan Permasalahan Ilmu Pengetahuan Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E. Juliyanto

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian yang mengungkap pola pemecahan masalah sudah banyak dilakukan, tetapi belum ada yang mengungkap perkembangan pola pemecahan masalah manusia, khususnya untuk pemecahan masalah dalam bidang fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan pola pemecahan masalah pada anak usia sekolah. Data penelitian diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara dengan mengajukan permasalahan yang berkaitan dengan fisika dalam kehidupan sehari-hari. Jenis Penelitian ini adalah studi perkembangan dengan metode Cross-Sectional. Subyek penelitian ini berjumlah 25 orang anak usia sekolah kelas IV SD hingga kelas XII SMA, dengan mengambil tiga orang setiap tingkatan kelas kecuali kelas XII SMA yang hanya diambil satu orang. Hasil studi ini menunjukkan pada anak rentang kelas IV SD hingga XII SMA ditemukan empat pola pemecahan masalah, yaitu Intuitive Problem Solving, Primitive Problem Solving, Hipotetic Problem Solving, dan Expert Problem Solving. Pola-pola tersebut menunjukkan sebuah tahapan perkembangan pemecahan masalah pada anak usia sekolah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan memecahkan masalah berkembang seiring perkembangan manusia.ABSTRACTThere are many study to reveal pattern of problem solving, but there is no study that reveal the development of human problem solving, especially in physics problem solving. This study aims at describing the development of problem solving pattern of school-age children. Data were obtained through a written test and interview by asking question related to daily physics problem. This study was study of the development that used the Cross-Sectional method. Subject of this study were 25 school-age children of fourth grade until twelfth grade. There were three students taken from each grade level except the twelfth grade which was only supports by onestudent. Results of this study showed that there were four patterns of problem solving of fourth grade until twelfth grade children, those were Intuitive Problem Solving, Primitive Problem Solving, Hipotetic Problem Solving, and Expert Problem Solving. This patterns showed a stage of problem solving development of school-age children. It was concluded that problem solving ability grows during the development of human.

  3. SUATU PENDEKATAN BARU DALAM PRODUCT DEVELOPMENT COSTING UNTUK BARANG-BARANG INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monika Kussetya Ciptani

    1999-01-01

    Full Text Available In the very competitive bussiness environment, the company ability to create or develop its product is an important thing to keep. With the competitivenes of each product, especially industrial product, each product has a short life-cycle. The life-cycle of an industrial product become shorter because of the technology used in its development phase. This will be one of many factors that encourage industrial company to develop their product, besides the profitability factor that many companies achieve for. In industrial product development process, companies use many method to develop its product and shorten their industrial product life-cycle, but it is still difficult to obtain cost which incur to develop an industrial product. An industrial company has to know exactly its product development costs and determine its most expensive production activities in order to plan future financial performance and identify potential improvements. Using life-cycle costing, a company can anticipate the costs which occur in each phase of product life-cycle and determine the product cost of new industrial product which has been developed accurately. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam persaingan dunia bisnis yang sangat ketat, kemampuan perusahaan untuk dapat menciptakan atau mengembangkan produk baru sangat diperlukan. Dengan semakin ketatnya persaingan antar perusahaan tersebut produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan akan memiliki jangka waktu (umur tertentu di pasaran. Khusus untuk barang-barang industri, daur hidup produk industri akan memiliki kecenderungan umur hidup yang semakin pendek terutama didukung dengan adanya perkembangan teknologi yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong dilakukannya proses pengembangan produk industri selain faktor laba (profit yang diperoleh oleh perusahaan dengan melakukan usaha pengembangan produk. Dalam usaha pengembangan produk untuk barang-barang industri, perusahaan menggunakan berbagai metode untuk memperpendek siklus pengembangan produk industrinya. Meskipun demikian perusahaan masih tetap mengalami kesulitan didalam menentukan biaya-biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pengembangan produk industri yang masih berada pada tahap perkembangan produk. Suatu perusahaan industri haruslah mengetahui berapa biaya-biaya yang diperlukan untuk pengembangan produk yang dilakukannya dan menentukan tingkat aktivitas pengembangan produk industri yang membutuhkan biaya paling besar agar dapat melakukan perencanaan dan pengendalian biaya atas produk industri baru yang dikembangkannya. Dengan menggunakan sistem produk life-cycle costing perusahaan akan dapat mengantisipasi besarnya biaya yang muncul pada tiap-tiap tahap daur hidup produk dan melakukan pembebanan yang akurat atas produk industri baru yang dihasilkannya. Kata kunci : produk industri, barang konsumsi, pengembangan produk, daur hidup produk, biaya berdasar daur hidup produk, pengembangan produk industri baru

  4. PERUBAHAN MUTU DAN UMUR SIMPAN SUP DAUN TORBANGUN (Colues amboinicus Lour DALAM KEMASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Warsiki

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACTTorbangun leaves soup is one of the traditional diets commonly consumed by lactating mothers among the Batak society. The soup is believed to increase breast milk production and helps recovery process after the mother giving birth. Unfortunately, until now the soup is only served directly after cooking thereby limits its usefulness. Given the potential of the soup is quite important, the preservation of the cooked soup needs to be done so that the soup can be consumed at anytimeany time. This study aims to determine the shelf life of torbangun soup in a variety of packaging and at various storage temperatures. The soup is stored at three different temperatures (3-5oC, 10-12oC and 27-30oC and in 3 types of packaging namely polyethylene terephthalate (PET, polypropylene (PP and cans. Changes in product quality during storage are analyzed and estimated the shelf life of products. The results show that the soup stored at the 3-5oC and 10-12oC has longer shelf life compared to 27-30oC (day 8 vs day 3. In addition, the cans are the best packing among other packaging materials.Key words: torbangun leaf, Coleus amboinicus Lour, soup, shelf lifeABSTRAKSup daun Torbangun torbangun adalah salah satu makanan tradisional yang biasa dikonsumsi oleh ibu menyusuidi kalangan masyarakat Batak. Sup ini diyakini dapat meningkatkan produksi ASI dan membantu proses pemulihan setelah ibu melahirkan. Sayangnya, sampai saat ini sup daun torbangun hanya disajikan langsung setelah dimasak sehingga membatasi kegunaannya. Mengingat potensi sup ini cukup penting, penggunaan bahan pengawet pada sup matang perlu dilakukan agar sup ini dapat dikonsumsi kapan saja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur simpan sup torbangun dalam berbagai kemasan dan pada berbagai suhu penyimpanan. Pada penelitian ini sup disimpan pada tiga suhu berbeda (3-5oC, 10-12oC dan 27-30oC dan di simpan dalam tiga jenis kemasan yaitu polietilen tereftalat (PET, polypropylene (PP dan kaleng. Perubahan kualitas produk selama penyimpanan dianalisis dan dilakukan perkiraan umur simpan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sup yang disimpan pada suhu 3-5oC dan 10-12oC memiliki umur simpan lebih lama diban- dingkan dengan sup yang disimpan pada suhu 27-30oC (8 hari vs 3 hari. Selain itu kaleng adalah kemasan terbaik di antara bahan kemasan lainnya.Kata kunci: daun torbangun, Coleus amboinicus Lour, sup, umur simpan

  5. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK UNTUK MEREDUKSI DESKRIPSI LINGUISTIK DALAM RULE FUZZY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus Noertjahyana

    2001-01-01

    Full Text Available In every application that uses fuzzy system, there is always some numerical data which come from the fuzzy system itself. Those data called the fuzzy rule are useful to determine the fuzzy term from each fuzzy variable. Generally, the numbers of fuzzy rule are almost unlimited. Since the fuzzy rule consists of the numerical data, it will be difficult to interpret the fuzzy rule. Hence, linguistic description is required to interpret the rule. Linguistic description can be defined as the process of changing from numerical data to alphabetical letters that enable the system maker to understand the rule. However, even though the rule has become the linguistic description, the numbers of rules are still huge. Consequently, the difficulty in interpreting the rule will still happen for the next fuzzy process. Eventually, certain method is demanded to turn the process become more simple. The process of producing this program is aimed to give the reader some ideas of how to turn the linguistic description on fuzzy rule to become more simple. Generally, the program will produce the process of interpreting the linguistic description and turn them by using two choices of algorithms afterward. The result of this program will be in the form of table that contains the linguistic description already been turned to be more simple. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada setiap aplikasi yang menggunakan suatu sistem Fuzzy, selalu terdapat data-data numerik yang berasal dari sistem tersebut untuk menentukan fuzzy set dari masing-masing variabel fuzzy. Data-data numerik ini seringkali disebut sebagai rule fuzzy. Jumlah dari rule fuzzy ini biasanya sangat banyak. Karena rule-rule tersebut berupa data numerik maka sulit sekali untuk proses pembacaannya. Untuk itulah diperlukan deskripsi linguistik untuk masing-masing rule tersebut. Deskripsi linguistik yang dimaksud adalah proses perubahan dari data-data numerik menjadi deretan huruf alphabet yang dapat dengan mudah dimengerti oleh pembuat sistem. Walaupun sudah diterjemahkan menjadi deskripsi linguistik, tetaplah jumlahnya sangat banyak, sehingga hal ini akan menyebabkan kesulitan di dalam mengolah data-data yang banyak tersebut pada proses fuzzy selanjutnya. Untuk itulah diperlukan suatu cara untuk mereduksi deskripsi linguistik tersebut supaya menjadi lebih sederhana. Dengan demikian maka dapat mempermudah proses selanjutnya. Pembuatan program ini ditujukan untuk membantu dalam mereduksi deskripsi linguistik pada rule fuzzy, sehingga menjadi lebih sederhana. Program akan melakukan proses pembaacan deskripsi linguistik kemudian mereduksinya dengan menggunakan pilihan dua algoritma. Hasil dari program adalah berupa tabel yang berisi tentang deskripsi linguistik yang sudah direduksi. Kata kunci: sistem fuzzy, deskripsi linguistik.

  6. School Culture Organizational in Improving to the Teacher Performance -Budaya Organisasi Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paulus Mikku Ate

    2015-02-01

    Full Text Available Abstract: The purpose of this research to know the process of the formation of organizational culture in improving teacher performance. This study used qualitative methods with multicase study design. Location of the study in two private schools in Southwest Sumba, East Nusa Tenggara, data collection is done by interview, observation and documentation. Analysis of the data using an interactive model Milles and Huberman, and crosscase inductive analysis Conceptually The results are influenced school organizational culture core values embraced, lived, and implanted the founders, replacement, and leader; organizational culture affects the teachers performance; and efforts to perpetuate the culture of the organization through the determination of the leaders by the foundation, the use of uniforms, discipline, and implement celebrations.Key Words: organizational culture, teacher performanceAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses terbentuknya budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Lokasi penelitian di dua sekolah swasta di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Milles dan Huberman, dan analisis lintas kasus secara induktif konseptual. Hasil penelitian adalah budaya organisasi sekolah dipengaruhi nilai-nilai pokok yang dianut, dihidupi, dan ditanamkan para pendiri, pengganti, dan pemimpin; budaya organisasi mempengaruhi kinerja guru; dan upaya melanggengkan budaya organisasi melalui penentuan pemimpin oleh yayasan, penggunaan seragam, penegakan disiplin, dan melaksanakan perayaan. Kata kunci: budaya organisasi, kinerja guru

  7. Aplikasi Algoritma Biseksi dan Newton-Raphson dalam Menaksir Nilai Volatilitas Implied

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komang Dharmawan

    2012-11-01

    Full Text Available Volatilitas adalah suatu besaran yang mengukuran seberapa jauh suatu harga sahambergerak dalam suatu periode tertentu dapat juga diartikan sebagai persentase simpanganbaku dari perubahan harga harian suatu saham. Menurut teori yang dikembangkan oleh Black-Scholes in 1973, semua harga opsi dengan underlying asset dan waktu jatuh tempo yang samatetapi memiliki nilai exercise yang berbeda akan memiliki nilai volatilitas implied yang sama.Model Black-Scholes dapat dipakai mengestimasi nilai volatilitas implied dari suatu sahamdengan mencari sulusi numerik dari persamaan invers dari model Black-Scholes. Makalah inimendemonstrasikan bagaimana menghitung nilai volatilitas implied suatu saham dengan mengasumsikanbahwa model Black-schole adalah benar dan suatu kontrak opsi dengan denganumur kontrak yang sama akan memiliki harga yang sama. Menggunakan data harga opsi SonyCorporation (SNE, Cisco Systems, Inc (CSCO, dan Canon, Inc (CNJ diperoleh bahwa, ImpliedVolatility memberikan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga opsi darivolatilitas yang dihitung dari data historis. Selain itu, dari hasil iterasi yang diperoleh, metodeNewton-Raphson lebih cepat konvergen dibandingkan dengan metode Bisection.

  8. MEMPREDIKSI POLA PERUBAHAN TEMPERATUR DALAM RUMAH TROPIS LEMBAB DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ANALOGI ELEKTRIK SATU DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sangkertadi Sangkertadi

    2002-01-01

    Full Text Available This study concern in the application of a simplified heat transfer model for simulation of thermal behaviour of tropical buildings. The model is to be integrated to a transient simulation program TRNSYS. The objective of this study is to predict the variable of indoor air temperature due to outdoors environmental climatic. The first case is about the comparison of the model with other model from ASHRAE (i.e. Transfer Function Method. The second case is the application of the model for a thermal simulation of a 7-zones typical tropical house. The simulation results (indoor air temperature and surfaces temperature are to be then compared to the results from field measurement. The comparison shows that there is similarity between those two approaches. Abstract in Bahasa Indonesia : Studi ini diarahkan pada validasi dan penggunaan suatu model perhitungan perpindahan panas sederhana satu dimensi untuk memprediksi perubahan suhu udara dalam ruang rumah beriklim tropis lembab. Model tersebut adalah model analogi elektrik yang dapat dipakai untuk membuat simulasi perpindahan panas pada kondisi tak-stedi.Pada penerapan di kasus pertama, hasil perhitungan dengan model sederhana tersebut dibandingkan terhadap perhitungan dengan model lainnya yaitu model TFM (Transfer Function Method dari ASHRAE (American Society of Heating, Referigerating and Air conditioning Engineers. Pada penerapan di kasus kedua, dilakukan pembandingan terhadap hasil pengukuran pada kasus rumah tinggal 7 zona. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil perhitungan dengan model sederhana tersebut dibandingkan terhadap hasil perhitungan dengan model TFM maupun terhadap hasil pengukuran di lapangan.

  9. MAJOR HYSTOCOMPATIBILITY COMPLEX: STRUKTUR, FUNGSI, HUBUNGAN DENGAN PENYAKIT DAN PEMANFAATAN DALAM RESPON IMUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Basundari Sri Utama

    2012-10-01

    Full Text Available Respon imun terhadap antigen asing dapat terjadi karena kemampuan dari organisme untuk membedakan "non self" dengan "self", sehingga dapat terhindar dari efek patogen dari antigen yang masuk. Hal ini terjadi karena kemampuan polimorfisme dari komponen molekul yang terdapat pada permukaan sel presentan pada saat proses respon imun terjadi. Komponen molekul tersebut disebut MHC (Major Hystocompatibility Complex pada tikus diberi kode H-2 atau HLA (Human Leucocyt Antifen pada manusia. Pengkode genetik MHC pada tikus terletak pada kromosom 17, pada manusia terletak pada kromosom 6. MHC tersebar pada hampir semua permukaan sel tubuh. Pada tikus MHC kelas 1 terdapat sel-sel yang berinti, platelet dan sel darah merah. Pada manusia terdapat pada sel-sel yang berinti dan platelet. MHC pada tikus terutama terdapat pada sel B, makrofag, sel epithel, sel limfosit T. Pada manusia terutama terdapat pada sel B dan makrofag. Fungsi MHC kelas I diantaranya adalah reaksi penolakan jaringan, stimulasi produksi antibodi, proses interaksi antigen dengan sel T. MHC kelas II diperlukan dalam proses presentasi antigen. Pengetahuan tentang MHC/HLA seseorang, dapat dipakai untuk memperkirakan risiko seseorang mendapatkan penyakit yang bersifat herediter atau kelainan imunologik. Dengan mengetahui bahwa MHC/HLA hanya dapat mengikat peptida, hal ini dapat dimanfaatkan untuk pencegahan reaksi alergi.

  10. PENDEKATAN PERILAKU-LINGKUNGAN DALAM PERANCANGAN PEMUKIMAN KOTA Panduan desain bagi pencegahan tindak kriminal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joyce M.Laurens

    2006-01-01

    Full Text Available The increase of crime statistics in urban residential area, and the fact that there is no particular guidance for Indonesian architects which explicitly refers to crime prevention, leads the Housing Development Research Centre, Department of Housing and Regional Infrastructure, to promote a research, which aims to set out guidance dealing with principles of crime prevention in urban housing. In reference to the situational approach, or more specifically as "crime prevention through environmental design", this research studies the relationship between building typo-morphology and environmental behaviour. The case study, -urban residential areas with high, medium dan low crime statistics-, shows that environment can be manipulated to reduce opportunities for commiting crime. Abstract in Bahasa Indonesia : Meningkatnya tindak kriminal di kawasan perumahan kota, serta belum adanya panduan bagi perancang di Indonesia yang mengacu pada usaha mencegah terjadinya tindak kriminal, mendasari penelitian yang diprakarsai oleh Pusat Penelitian Pengembangan Pemukiman, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Penelitian ini dibuat untuk menyusun panduan desain dengan prinsip pencegahan tindak kriminal di pemukiman kota. Dengan mengacu pada pendekatan situasional, atau secara spesifik dikenal sebagai "pencegahan tindak kriminal melalui perancangan lingkungan" (Crime Prevention Through Environmental Design-CPTED, penelitian ini mempelajari hubungan antara tipologi bangunan dan morfologi kawasan dengan perilaku lingkungan. Dari obyek studi, -kawasan dengan tingkat kriminalitas tinggi, sedang dan rendah-, terlihat bahwa lingkungan dapat berperan dalam mengurangi peluang terjadinya tindak kriminal. Kata kunci: perilaku lingkungan, kriminalitas, perancangan pemukiman kota

  11. ANALISIS YURIDIS MULTI AKAD DALAM PEMBIAYAAN PENGALIHAN HUTANG PADA PT BANK BRISYARIAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Destri Budi Nugraheni

    2015-10-01

    Full Text Available PT Bank BRISyariah Bank uses two types of multiple akad in take over financing which are 3 (threeindependent akad: akad qardh, purchase agreement, and akad murabahah, and the other one is akad hawalah wal murabahah which are also a multiple akad, a combination between akad hawalah and akad murabahah. Akad qardh used as a basis for granting loans to customers to repay the loan at a conventional bank, and then customer and purchase agreement to sell its assets which are no longer bound as collateral, to the bank. Customer then sell the assets through murabaha financing agreement.PT Bank BRISyariah menggunakan dua jenis multi akad dalam transaksi pengalihan hutang yaitu tiga akadyang berdiri sendiri yaitu akad qardh, perjanjian jual beli, dan akad pembiayaan murabahah, serta akad hawalah wal murabahah yang juga merupakan multi akad, perpaduan akad hawalah dan akad murabahah. Akad qardh digunakan sebagai dasar pemberian pinjaman kepada nasabah untuk melunasi kreditnya di bank konvensional, selanjutnya nasabah dengan perjanjian jual beli menjual asetnya yang sudah tidak lagi terikat sebagai jaminan hutang, kepada bank syariah. Hasil penjualan digunakan nasabah untuk melunasi qardh-nya kemudian menjual aset melalui akad pembiayaan murabahah, sehingga Bank berhak mendapatkan margin keuntungan.

  12. PENELITIAN KANDUNGAN ORGANOFOSFAT DALAM TOMAT DAN SLADA YANG BEREDAR DI BEBERAPA JENIS PASAR DI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukmayati Alegantina

    2012-10-01

    Full Text Available Organofosfat adalah golongan pestisida yang disukai oleh petani karena mempunyai daya basmi yang kuat, cepat dan hasilnya terlihat jelas pada tanaman. Departemen Pertanian menganjurkan pemakaian pestisida ini karena sifat organofosfat yang mudah hilang di alam. Meskipun demikian residu pestisida organofosfat pada manusia dapat menimbulkan keracunan baik akut maupun kronis, hal ini disebabkan oleh sifat akumulatif dari residu pestisida organofosfat. Pengambilan sampel tomat dan slada dilakukan secara purposive yang diambil dari pasar tradisional dan pasar swalayan di lima wilayah Jakarta. Tiap wilayah ditetapkan 1 pasar tradisional dan 1 pasar swalayan serta 1pasar Induk dan 1 Hipermarket. Pestisida organosfat yang diuji adalah diazinon, klorfirifos, metidation, fention, fenitroin, fenthoat, profenofos, protiofos, triazofos, metamidofos dan dimethoat. Penetapan kadar residu pestisida dilakukan dengan menggunakan kromatografi gas chromapact CP-9001, kolom CP-sil 13 CB, 30m x 0,5 mm fused silica WCOT, aliran gas pembawa : Nitrogen UHP = 14,05mllmin (110 Kpa, hidrogen: 4,5 ml/min, udara tekan : 70 ml/min.Hasil penelitian menunjukkan pestisida golongan organofosfat dalam tomat dan slada negatif. Kata Kunci : Pestisida organofosfat, Tomat, Slada

  13. PENDEKATAN MODEL REA DALAM PERANCANGAN DATABASE SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oviliani Yenty Yuliana

    2001-01-01

    Full Text Available Normalization concept in database is necessary in support in the computerized Accounting Information Systems (AIS. Entity Relationship Model (E-R Model is usually used to design database as a common tool. However the rule of drawing E-R Model diagram is not so clear, therefore it make difficulty for data designer to construct normalization database. REA Model is a further development of E-R Model. REA Model using give-to-get principle that makes more easily to construct data model. This paper discuss the logical and physical view data, schema, REA Model, how to construct REA diagram, database design stages and how accountant participate in database design, as well as how to implement REA model into relational database specifically for revenue cycle Abstract in Bahasa Indonesia : Database yang memenuhi aturan normalisasi diperlukan untuk menunjang Sistem Informasi Akuntansi (SIA terkomputerisasi. Alat yang biasa digunakan untuk merancang database adalah Entity Relationship Model (Model E-R. Namun aturan penggambaran diagram tidak begitu jelas, sehingga mempersulit perancang data untuk membentuk database yang memenuhi aturan normalisasi. Model REA merupakan pengembangan dari Model E-R. Model REA menerapkan prinsip give-to-get, sehingga mempermudah pembentukan model data. Dalam tulisan ini dibahas Logical dan Physical View data, schema, Model REA, menyusun diagram REA, tahap-tahap perancangan database dan peran serta akuntan, serta cara mengimplementasikan Model REA ke database relasional, khususnya pada siklus pendapatan. Kata kunci: Database, Model E-R, Model REA, SIA, Siklus Pendapatan

  14. Hubungan antara komunikasi dalam organisasi dengan kepuasan kerja, prestasi kerja dan komitmen kerja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. BALAN RATHAKRISHNAN

    2006-06-01

    Full Text Available Kajian ini bertujuan untuk melihat hubungan komunikasi dalam organisasi (komunikasi ke atas, komunikasi mendatar dan komunikasi ke bawah dengan kepuasan kerja, prestasi kerja dan komitmen kepada organisasi di kalangan pekerja. Rekabentuk kajian ini adalah berbentuk kajian lapangan. Subjek kajian adalah terdiri daripada 155 orang kakitangan di salah sebuah Institusi Pengajian Tinggi Awam. Alat kajian terdiri daripada empat alat ukuran psikometrik iaitu alat ukuran proses komunikasi, Minnesota Satisfaction Questionaire (MSQ, Organizational Commitment Quetionaire (OCQ, dan soal selidik penilaian prestasi. Keempat-empat alat psikometrik ini juga telah diuji kebolehpercayaan dan kesahihannya. Hasil kajian menunjukkan bahawa terdapat hubungan positif yang signifikan di antara ketiga-tiga jenis komunikasi (komunikasi ke atas, komunikasi mendatar dan komunikasi ke bawah dengan kepuasan kerja. Jenis komunikasi mendatardan jenis komunikasi ke bawah mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan komitmen organisasi tetapi jenis komunikasi ke atas didapati tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan komitmen organisasi. Dapatan juga menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan di antara ketiga-tiga jenis komunikasi (ke atas, mendatar dan ke bawah dengan pres