WorldWideScience

Sample records for logam berat dalam

  1. ANALISIS LOGAM BERAT Pb DAN Cu DALAM KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PERAIRAN TANJUNG BUNGA MAKASSAR

    OpenAIRE

    Ir Adiba Arief, M. P.

    2004-01-01

    Telah dilakukan penelitian analisis logam berat Pb dan Cu dalam kerang darah (Anadara granosa) di perairan Tanjung Bunga. Kerang darah kelompok ukuran lebih kecil. Kandungan logam Pb berkisar : 1,00 ??? 1,83 mg/kg dan Cu. 0,30 ??? 0,45 mg/kg. Sedang kelompok kerang darah ukuran lebih besar kandungan Pb berkisar : 2,20 ???3,85 mg/kg, dan Cu : 2,04 ??? 2,11 mg/kg. Hasil menunjukkan bahwa kandungan logam berat Cu masih berada di bawah ambang batas untuk kelompok kerang darah ukuran kecil, sed...

  2. Kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari, Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward

    2014-08-01

    Full Text Available Pengamatan kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari telah dilakukan pada bulan Juni 2011. Contoh sedimen diambil dengan menggunakan gravity core pada 5 stasiun penelitian. Kandungan logam berat diukur dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat dalam sedimen serta memprediksi kualitas sedimen berdasarkan pendekatan analisis indeks (Indeks geoakumulasi dan Indeks Beban Pencemaran. Hasilnya menunjukkan, kandungan Pb berkisar 3,704-21,892 ppm, Cd 0,784-1,385 ppm, Cu 3,451-12,193 ppm, Zn 24,838-69,973 ppm, dan Ni 37,289-72,329 ppm. Kandungan ke lima logam tersebut masih lebih rendah dari nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup 2010 dan baku mutu sedimen Ontario (Ontario Sediment Guideline 2008. Kandungan logam berat dalam sedimen di Stasiun 4 lebih tinggi dibandingkan dengan Stasiun lainnya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tekstur sedimen di masing-masing stasiun. Stasiun 4 berada di muara sungai dan mempunyai sedimen dengan tekstur berupa lumpur berwarna hitam. Kandungan logam Ni lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, hal ini menunjukkan adanya masukan sedimen dari Teluk Kendari dan Teluk Lasolo yang terbawa oleh arus, disamping yang berasal dari darat yang masuk melalui aliran sungai. Berdasarkan nilai indeks geoakumulasi (I-geo sedimen di perairan ini termasuk kategori tidak tercemar oleh Pb, Cu, Zn, dan Ni (I_geo<0, dan tercemar sedang oleh Cd (1logam berat Pb, Cd, Cu, Zn, dan Ni.

  3. SINTESIS TURUNAN POLIEUGENOL SEBAGAI CARRIER BAGI RECOVERY LOGAM BERAT DENGAN TEKNIK MEMBRAN CAIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Cholid Djunaidi

    2012-02-01

    Full Text Available Telah dilakukan sintesis senyawa asam poliuegenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat (suatu turunan polieugenoksi asetat dengan gugus aktif N dari eugenol. Hasil sintesis digunakan sebagai ekstraktan logam berat dengan metode transport membran cair. Analisis struktur polimer yang terbentuk dilakukan dengan spektrometer infra merah, 1H NMR, KLT, dan uji kelarutan. Penentuan berat molekul relatif polimer menggunakan metode viscometer Ubbelohde. Transport logam dilakukan dengan Membran Cair Ruah (BLM menggunakan sel gelas tipe U terhadap campuran logam Cu (II, Fe (III, Ni (II, Cd (II, Zn (II, dan Cr (III kesemuanya dalam bentuk garam klorida. Transport dilakukan pada fasa umpan dan penerima HCl, konsentrasi logam masing-masing 50 ppm. Penentuan konsentrasi ion logam di fasa penerima sebelum dan sesudah transport dilakukan dengan spectrofotometer serapan atom, sedangkan perubahan pH yang menyertai diukur dengan pH meter. Hasil sintesis polieugenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat berupa serbuk amorf berwarna merah bata sampai coklat tua, dengan berat molekul 5.980.854 gram/mol dan 5.602.282 gram/mol. Hasil transport terhadap campuran logam menunjukkan polieugenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat dengan gugus N hasil sintesis mampu mentransferkan  campuran logam ke fasa penerima dengan urutan logam hard  (Cr (III dan Fe (III > logam borderline (Ni (II, Zn (II dan Cu (II, logam soft Cd (II.

  4. PEMANFAATAN KARBON AKTIF ARANG BATUBARA (KAAB UNTUK MENURUNKAN KADAR ION LOGAM BERAT Cu2+ DAN Ag+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-05-01

    Full Text Available UTILIZATION OF CHAR COAL ACTIVATED CARBON (CCAB FOR HEAVY IONS (Cu2+ AND Ag+ REDUCTION FROM INDUSTRIAL WASTE WATER. Industrial wastewater may contain heavy metals such as Cu and Ag those are harmful to the environment if discharged without pretreatment. One of the methods to reduce heavy metals in wastewater is adsorption, to separate certain components from liquid to the surface of solids. Adsorption is a simple method, but most of the adsorbents are expensive, therefore a cheaper adsorbent is required to reduce the cost of the adsorption process. This work utilized bottom ash as an adsorbent. Bottom ash is a waste of combustion products in the coal industry, which contain potentially harmful materials. Activation of bottom ash was made by soaking in peroxide and continuing by heating at a temperature of 500oC. This study was aimed to determine the influence of process parameters (concentration, pH and processing time to the percentage of amount heavy metals adsorbed, to study the equation isotherm adsorption using Langmuir and Freundlich models, and to calculate the kinetic constants of adsorption based on pseudo -first- order and pseudo-second-order kinetic model. The experiment was conducted in the batch system, where 10 grams bottom ash was mixed with 400 ml of synthetic waste. AAS was used to determine the heavy metals content in the waste solution. The results showed that bottom ash can be used to reduce heavy metals of Cu2+ and Ag+, the optimum condition when the concentration of 25 ppm under acidic conditions, bottom ash was able to adsorb Cu2+ metals ion by 62.79-80.25% at pH 4, and 65.54-85.98% at neutral pH with the same adsorption time of 300 min. For the ion metals Ag+, at acidic solution the metals ion can be adsorbed by 56.51-82.21%, while at neutral pH conditions 59.92-87.55%. Adsorption of bottom ash follows the model of Freundlich isotherm adsorption at acidic and neutral condition, the correlation coefficient (R2obtained was 0.994 for Cu2+ metals ion and 0.984 for the Ag+ metals ion at acidic solution, whereas 0.986 for Cu2+ metals ion and 9.69 for the Ag+ metals ion at neutral pH. Kinetic model of second order rate describe the adsorption process well at acidic and neutral conditions. At the optimum conditions, the correlation coefficient (R2 of 0.998 for Cu2+ and 0.999 for the Ag+ at acidic solution, whereas 0.993 for Cu2+ and 9.998 for the Ag+ at neutral pH were obtained.  Limbah cair industri bisa mengandung ion logam berat seperti Cu2+ dan Ag+ yang berbahaya bagi lingkungan jika dibuang tanpa melalui pengolahan dahulu. Metode yang digunakan untuk mengurangi ion logam berat dalam limbah cair sudah banyak dilakukan, salah satu diantaranya adalah adsorpsi, yaitu memisahkan komponen tertentu dari fluida ke permukaan zat padat. Adsorpsi merupakan metode yang mudah, akan tetapi kebanyakan adsorben yang digunakan harganya mahal, sehingga perlu adanya alternatif adsorben yang murah. Penelitian ini memanfaatkan karbon aktif arang batubara (KAAB sebagai adsorbennya. Arang batubara merupakan limbah hasil pembakaran batubara pada industri, yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi adsorben, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pengaktifan arang batubara dilakukan dengan merendamnya dalam peroxide kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter proses (konsentrasi, pH dan waktu proses terhadap persentase ion logam berat teradsorpsi dalam KAAB, mempelajari persamaan kesetimbangan adsorpsi dengan menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich, dan menghitung konstanta kinetika adsorpsi dengan pendekatan model kinetika pseudo-first-order dan pseudo-second-order. Pelaksanaan penelitian dengan batch, yaitu mengkontakkan 10 gram KAAB dengan 400 ml limbah sintetis. Pengujian kadar ion logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAAB dapat digunakan untuk mengurangi kandungan ion logam berat Cu2+ dan Ag+, pada kondisi optimum saat konsentrasi 25 ppm, KAAB

  5. Analisis Kualitas Fisiko Kimia dan Kadar Logam Berat pada Ikan Mas (Cyprinus carpio L. dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus L. di Perairan Kaligarang Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Kusuma Dewi

    2014-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas fisiko kimia air sungai Kaligarang dan kandungan logam berat pada ikan mas dan ikan nila yang hidup di sungai tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen lapangan, menggunakan Karamba Jaring Apung. Parameter fisiko-kimia yang diukur adalah suhu, pH, DO, alkalinitas, kesadahan, kecerahan dan kecepatan arus serta kandungan logam berat di air sungai, menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS. Kadar logam berat Cd, Pb dan Hg juga dianalisis pada ikan mas dan ikan nila Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu, pH, DO, alkalinitas, kesadahan, kecerahan dan kecepatan arus masih berada dalam kisaran yang layak bagi kehidupan ikan. Kadar Cd, Pb dan Hg di perairan masing-masing adalah sebesar 0,006 mg/L, 0,01 mg/L dan 0,0006 mg/L. Kadar Cd, Pb dan Hg pada hati ikan nila berturut-turut 0,000407 mg/kg, 0,000812 mg/kg dan 0,000575 mg/kg, sedangkan pada ikan mas 0,000307 mg/kg, 0,000269 mg/kg dan 0,000349 mg/kg. Kesimpulan; air sungai Kaligarang terkontaminasi logam berat Cd, Pb dan Hg dan ikan yang hidup di sungai tersebut telah mengakumulasikan ketiga logam berat tadi. The aim of this study is to determine the quality of water in Kaligarang based on the physicochemical characteristics and heavy metal content in carp and tilapia fish live in the river. This study is a field experiment, by using Karamba floating net; the fish were caught and maintained. The physicochemical parameters of the water measured were temperature, pH, oxygen, alkalinity, hardness and brightness, speed of the flow and content of heavy metals. The heavy metal content was measured using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS. Levels of heavy metals (Cd, Pb and Hg were also analyzed in carp and tilapia. The results showed that temperature, pH, oxygen, alkalinity, hardness, brightness and speed of the flow were still within the appropriate range for the life of the fish. Levels of Cd, Pb and Hg in water were amounted to 0.006 mg/L, 0.01 mg/L and 0.0006 mg/L, respectively. Surprisingly, the levels of Cd, Pb and Hg in liver of tilapia were 0.000407 mg/kg, 0.000812 mg/kg and 0.000575 mg/kg, respectively, whereas in carp were 0.000307 mg/kg, 0.000269 mg/kg and 0.000349 mg/kg, respectively. It can be concluded that, Kaligarang River was contaminated with heavy metals Cd, Pb and Hg. This contamination leads to the accumulation of heavy metals in fish that live in the river.

  6. Aplikasi Metode Group Technology dalam Memperbaiki Tata Letak Mesin untuk Meminimalkan Jarak Perpindahan Bahan (Studi Kasus di Perusahaan Mebel Logam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amelia Amelia

    2007-01-01

    Full Text Available Material handling process is affected by planning and setting layout facility since cost of material handling can reached 30-90% total production cost. In a metal furniture factory products were made without good setting layout facility. The machines and material were set at empty places. Distances between machines were not set so the traffic would get traffic jam. Unfinished material must wait until the number requirement for handling is reached. The layout setting of machines will be set with Group Technology. The methods used are Rank Order Clustering, Similarity Coefficient and p-median. The result of this method can reduce distance of material handling until 68%. Abstract in Bahasa Indonesia: Perencanaan dan pengaturan tata letak pabrik berpengaruh pada proses pemindahan bahan karena biaya proses pemindahaan bahan dapat mencapai 30%-90% dari total biaya produksi. Selama ini sebuah perusahaan mebel logam melakukan proses pembuatan mebel logam berdasarkan lokasi mesin-mesin yang ada. Penempatan penambahan mesin ataupun bahan yang digunakan hanya berdasarkan ruang yang ada. Jarak antara proses (mesin satu dengan yang lain tidak dipertimbangkan sehingga terjadi kesimpangsiuran proses. Bahan setengah jadi harus menunggu hingga jumlah tertentu untuk dipindahkan. Untuk itu dilakukan pengaturan tata letak mesin-mesin yang ada dengan menggunakan Metode Group Techonology. Metode yang digunakan adalah metode Rank Order Clustering, Similarity Coefficient dan p-median. Dengan metode ini jarak perpindahan bahan berhasil dikurangi hingga 68 %. Kata kunci: Group technology, rank order clustering, pengangkutan material.

  7. PENGARUH MEDIUM TERCEMAR LOGAM Pb DAN Cu TERHADAP PERTUMBUHAN Nannochloropsis salina

    OpenAIRE

    Abd.Wahid Wahab; Yusafir Hala; Fibiyanthy

    2012-01-01

    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memanfaatkan fitoplankton Nannochloropsis salina sebagai biosorben untuk ion logam Pb dan Cu di perairan. Pada penelitian ini pemaparan ion logam Pb dan Cu dengan variasi konsentrasi masing-masing 10, 30, dan 50 ppm dilakukan di awal masa pertumbuhan fitoplankton N. salina dalam Medium Conwy pada salinitas 30 ???, aerasi dan pencahayaan kontinyu, serta suhu ruangan 20 ??C. Konsentrasi ion logam ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom ...

  8. Analisis Kekuatan Tangki CNG Ditinjau dengan Material Logam Lapis Komposit pada Kapal Pengangkut Compressed Natural Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Firmansah

    2013-03-01

    Full Text Available Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan pada kekuatan pressure vessel compressed natural gas. Pressure vessel yang digunakan yaitu tipe satu dan tipe tiga, tipe satu adalah tabung menggunakan material logam yaitu Carbon Steel SA 516 Grade 70 dan Aluminium Alloy T6-6061. Pada tabung tipe tiga material menggunakan Aluminium Alloy T6-6061 dengan lapisan Komposit (Carbon Fibre – Epoxy pada seluruh tabung (full wrapped. Sudut orientasi serat yang digunakan 54.73560 dan terdiri dari 4 lapis komposit yang membungkus aluminium. Variasi yang dilakukan pada tebal komposit yaitu 25% komposit, 50% komposit, dan 75% komposit. Pressure vessel mendapat perlakuan internal pressure sebesar 125 bar dan temperatur -300C. Analisa dilakukan dengan dua metode yaitu dengan perhitungan manual dan software finite element method (NASTRAN 2010. Dari hasil perhitungan tersebut tabung tipe satu dengan material logam terbukti aman karena memenuhi dari faktor keamanan yang ditentukan tetapi pressure vessel sangat berat. Pada tabung tipe tiga lamina dengan komposisi 75% komposit dan 50% komposit dinyatakan aman karena memenuhi dari kriteria tegangan maksimum. Sedangkan pada komposisi 25% komposit lamina mengalami kegagalan yang disebabkan terlalu rendahnya lapisan komposit. Dari keseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan komposisi ideal pressure vessel yaitu 75% komposit dan 25% aluminium dari tebal keseluruhan sehingga menghasilkan tegangan yang sangat kecil dan memiliki berat yang paling ringan.

  9. Analisis Faktor Relationship Satisfaction Pada Kerjasama Antar UMKM Berbasis Logam di Waru, Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ary Tri Wibowo

    2012-09-01

    Full Text Available Industri berskala mikro, kecil, dan menengah memiliki peranan yang penting di dalam perekonomian Indonesia. Jawa Timur sebagai penyumbang Produk Regional Domestik Bruto terbesar kedua pada tahun 2010 memiliki andil di dalam perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM di Indonesia. Salah satu industri berskala UMKM di Jawa Timur yang sedang berkembang adalah industri berbasis logam di Waru, Sidoarjo. Seiring dengan berjalannya waktu agar dapat bersaing dengan UMKM sejenis dari daerah lain dan produk impor, maka industri berbasis logam harus menguatkan kerjasama di dalam kegiatan industrinya. Untuk menguatkan kerjasama antar UMKM, maka tiap UMKM harus memperhatikan kepuasan di dalam hubungan kerjasamanya (relationship satisfaction. Hasil studi literatur dan observasi awal menunjukkan bahwa faktor benevolence, credibility, opportunism, relationship commitment, dan mutual cooperation berpengaruh terhadap relationship satisfaction. Sehingga pada penelitian ini akan dianalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap relationship satisfaction pada kerjasama antar UMKM di Waru, Sidoarjo dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling. Faktor relationship satisfaction sebagai konstruk endogen dan faktor benevolence, credibility, opportunism, relationship commitment, dan mutual cooperation sebagai konstruk endogen. Masing-masing konstruk tersebut kemudian dilakukan uji confirmatory factor analysis (CFA untuk mengetahui bahwa faktor tersebut berada pada kondisi unidimensionalitas.

  10. REDUKSI LOGAM BERAT CHROMIUM (VI DENGAN FOTOKATALIS KOMPOSIT TiO2-SiO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Candra Purnawan

    2013-10-01

    Full Text Available AbstractsComposite TiO2-SiO2 has been synthesized using sol-gel process with starting materialsTiCl4 and Na2SiO3. The purposes of this research were to know the effect of compositecomposition, pH solution and UV radiation time for reduced Chromium (VI cations. Theidentification and characterization of composite were done by infrared spectroscopy (IRand X-Ray Diffraction. Condition of Chromium (VI reduction by composite TiO2-SiO2 werecarried out with variation of composite TiO2-SiO2 concentration or the ratio Ti:Si were1:0,1 ; 1:0,5 ; 1:1 ; 1:1,5 ; 1:2. Variation of pH solution in 3,0; 3,5; 4,0; 4,5; 5,0; 5,5; 6,0; 6,5;7,0 and variation of UV radiation times in 2, 4, 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48 hours.The result showed that XRD characteristic of TiO2-SiO2 composite showed 2q peaks at 22.94degrees and 36.24 degrees. IR characteristic of TiO2-SiO2 showed absorption of Ti-O-Si inthe wave number 962 cm-1. The optimum reduction of Chromium (VI cations using TiO2-SiO2 composite in Ti:Si = 1:1 composition, pH 3 and with 18 hours radiation times.

  11. PENGARUH LOGAM BERAT Cd, Pb TERHADAP PERUBAHAN WARNA BATANG DAN DAUN SAYURAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hening Widowati

    2011-04-01

    Full Text Available Cd, Pb heavy metal absorption in aquatic vegetables: Genjer (Limnocharis flava, Kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk dan Selada air (Nasturtium officinale R. Br, studied to see the relationship with green figure scale. The research objective was to identify the accumulated Cd, Pb in the consumed organ vegetable, and their impacts to the levels of green figure scale. The research was undertaken by planting three kinds of the aquatic vegetables to the contaminated pure Cd,pure Pb media, mixture of Cd and Pb with factorial randomized block design. Data were analyzed by factorial One-Way Anova and further test of Duncan and HSD to see the difference of Cd, Pb and green figure scale, regression and correlation to know the contribution of Cd, Pb in influencing the green figure scale. Variety of vegetables, media, organ, and the interaction influences the accumulation of Cd, Pb and level of green figure scale. There is a relationship between Cd, Pb metal accumulation to the level of green figure scale of the aquatic vegetables, with negative correlation that Cd, Pb decreased the vegetable green figure scale.

  12. PENCEMARAN BTEX DAN LOGAM BERAT PADA HUTAN MANGROVE PESISIR TAMBAK LEKOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edyson Indawan

    2009-02-01

    Full Text Available This research was aimed to explore land function changes and contamination levels (BTEX and heavy metals on the mangrove area. The results of BTEX parameters from soil sample and indentified benzene showed heavy metal contaminations on Plot A, B, C and D were16.30 ppm, 81.30 ppm, 56.90 ppm, and 93.50 ppm respectively, but it was not detected on Plot E. Toluene contaminations was 481 ppm, 824 ppm, 490 ppm, 896 ppm, and 93.50 ppm. It showed that Plot B and D were heavily contaminated. Based on EC values of water, it showed that contamination was heavy on Plot B (4.76 us/cm, Plot C (4.67 us/cm, Plot D (4.64 us/cm and Plot E (4.66 us/cm. Based on water samples and detected benzene, it indicated an heavy contamination on Plot A (24.30 ppm, Plot B (8.13 ppm, Plot C (20.20 ppm, Plot D (8.13 ppm, Plot E (8.13 ppm, while toluene (460 ppm, 522 ppm, 509 ppm, 319 ppm, 522 ppm contaminated slightly. Ethylbenzene and Xilene were not detected by gas chromatography. EC value of soil showed that intensive contamination occurred on Plot E (4.81 us/cm. It showed that intensive contamination took place on soil mainly by Pb contamination on Plot C, Plot D, and Plot E (5.98 mg/kg, 7.24 mg/kg, and 6.43 mg/kg. Meanwhile, Plot A and B were slightly contaminated only. The same levels occurred on Cu for all plots, except Plot A (6.22 mg/kg. Zn and Cr did not contaminate, while Ag and Cd were not detected. Water medium was not contaminated by Pb, Cd, Cr, and Zn. Furthermore, Ag and Cu were not detected.

  13. Teknologi Pembuatan Material Shot Blast untuk Mendukung Industri Pengecoran Logam Nasional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Nurjaman

    2009-01-01

    Full Text Available Shot blast material is a supporting material in foundry which is used at surface finishing process of metal casting. Recently, there is no one of national industry that produce shot blast material, in consequence, the purpose of this research is to lessen the dependence of using shot blast material import by making a shot blast material which improve its hardness exceed the shot blast material import. This research use the raw material from scrap iron with the following composition: C (3.2%, Si (1.18%, Mn (6.1%, Cu (0.35%, Fe (88.7%. The scrap is melted in induction furnace untill melt (hot metal, then the hot metal (1200 oC is tilted into a runner which is connected with pan crucible, which is consisted of 107 holes with diameter of each holes is 10 mm. Hot metal that is leave from the holes, is injected by pressurized water 1.1 atm with the velocity 0.8 m/s, untill obtained grains of shot blast material, then these grains goes into the water tank which it has temperature 40oC. From thermodynamic study, to avoid the happening of the explosion that is arising out because the effect of high temperature difference at injection process beetween water and hot metal, hence the comparison value beetween the mass of water and hot metal equal to 1:4.6. From this research is obtained shot blast material Ř0.8-3.2 mm with the metallography structure with martensite domination and dispersion of cementite and a little austenit. The hardness value of this material is 54.8 HRC, where this value is larger than shot blast material import (45-50 HRC. Abstract in Bahasa Indonesia: Material shot blast merupakan material pendukung pengecoran logam yang digunakan pada proses surface finishing benda cor logam. Saat ini belum ada satupun industri nasional yang memproduksi material shot blast, karena itu tujuan penelitian ini untuk mengurangi ketergantungan penggunaan material shot blast impor dengan membuat material shot blast yang nilai kekerasannya melebihi material shot blast impor. Penelitian ini menggunakan bahan baku scrap besi dengan komposisi: C (3,2%, Si (1,18%, Mn (6,1%, Cu (0,35% Fe (88,7%. Scrap dilebur dalam tungku induksi hingga mencair (hot metal, lalu hot metal (1200oC di tuang ke dalam runner yang terhubung dengan pan crucible yang terdiri dari 107 buah lubang berukuran Ř10 mm. Hot metal yang keluar dari lubang tersebut diinjeksi oleh air bertekanan 1,1 atm dengan kecepatan 0,8 m/s, hingga diperoleh butiran material shot blast, lalu butiran itu masuk ke dalam bak air bertemperatur 40oC. Dari kajian termodinamika, untuk menghindari terjadinya resiko ledakan yang timbul akibat diferensiasi temperatur yang tinggi saat proses injeksi, maka besarnya nilai perbandingan massa air dan hot metal sebesar 1:4,6. Dari penelitian ini diperoleh material shot blast berukuran Ř0,8-3.2 mm dengan struktur metalografi yang didominasi oleh struktur martensit dengan sebaran sementit dan sedikit austenit. Nilai kekerasan material ini adalah 54,8 HRC, dimana nilai ini melebihi nilai kekerasan material shot blast impor (45-50 HRC. Kata kunci: Shot blast, induction furnace, nozzle, hot metal, pengecoran logam.

  14. Hubungan panjang berat dan faktor kondisi tiga jenis ikan yang tertangkap di perairan Kuala Gigieng, Aceh Besar, Provinsi Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mulfizar

    2012-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang hubungan panjang-berat dan faktor kondisi ikan yang ditemukan di muara Kuala Gigeng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pola pertumbuhan dan faktor kondisi dari ikan belanak (Mugil cephalus, seriding (Ambassis koopsii dan petek (Leiognathus fasciatus. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak delapan kali pada bulan Juli 2011 dengan menggunakan jaring insang dan jala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan belanak (M. cephalus dan seriding (A. koopsii memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. sementara petek (L. fasciatus memiliki pola pertumbuhan allometrik positif. Selain itu, faktor kondisi berat relatif lebih tinggi dari 100. Dan faktor kondisi Fulton ketiga jenis ikan tidak berbeda nyata. Kondisi muara Kuala Gigeng mengindikasikan secara relatif dalam keadaan baik dan mendukung pertumbuhan ikan.

  15. Morfologi dan Karakteristik Lapisan Intermetalik Akibat Die Soldering pada Permukaan Baja Cetakan (Dies dalam Proses Pengecoran Tekan Paduan Aluminium Silikon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Harjanto

    2007-01-01

    Full Text Available The major mode which lead to die failure in die casting is die soldering caused by the intimate contact between alloy and die at high temperature. It leads to malfunctioning of die inserts that require replacement or repair, thus causing significant decrease in productivity. The effect of melt temperatures on morphology and characteristic of intermetallic layer such as thickness and hardness of intermetallic layer between die surface and aluminum has been studied. This experiment used as-annealed H13 tool steel as die material which dipped into Al-7%Si alloy at 6800C, 7000C, 7200C and Al-11%Si alloy at 6600C, 6800C, 7000C. High melt temperature favored the growth of intermetallic layer due tp the increasie of the diffusion rate of iron and aluminum atoms. Hence, high melt temperature facilitates die soldering. Abstract in Bahasa Indonesia: Umumnya kerusakan cetakan pada industri die casting disebabkan die soldering yang terjadi pada permukaan cetakan yang mengalami kontak langsung dengan logam cair pada temperatur tinggi. Hal ini dapat menyebabkan perlu diadakannya perbaikan atau penggantian cetakan sehingga menurunkan produktivitas. Untuk itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh temperatur logam cair (melt terhadap morfologi dan karakteristik lapisan intermetalik yaitu ketebalan dan kekerasan lapisan intermetalik yang terbentuk antara permukaan cetakan dan logam cair. Pada penelitian ini digunakan baja H13 as annealed sebagai material cetakan yang dicelup ke dalam paduan Al-7%Si pada temperatur 6800C, 7000C, 7200C dan Al-11%Si pada temperatur 6600C, 6800C, 7000C. Peningkatan temperatur logam cair akan meningkatkan laju difusi pertumbuhan lapisan intermetalik karena laju difusi atom-atom besi dan aluminium meningkat. Sehingga ketebalan dari lapisan intermetalik akan meningkat seiring dengan peningkatan temperatur logam cair. Oleh sebab itu, tinggiya temperatur logam cair memper¬mudahkan terjadinya die soldering. Kata kunci: Die casting, die soldering, paduan aluminium silikon, temperatur logam cair, lapisan intermetalik.

  16. PENGARUH JENIS ANODA PADA PROSES PEMULIHAN LOGAM NIKEL DARI TIRUAN AIR LIMBAH ELECTROPLATING MENGGUNAKAN SEL ELEKTRODEPOSISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djaenudin Dhaenudin

    2013-11-01

    Full Text Available EFFECT OF ANODES TYPES ON NICKEL RECOVERY FROM SYNTHETIC ELECTROPLATING WASTE ELECTRODEPOSITION CELLS. A study concerning the recovery of nickel from electroplating wastewater artificial solution. The study was conducted with a batch system using electrodeposition cell consisting of two spaces separated by water hyacinth leaf, copper cathode plate, H2SO4 solution anolyte, catholyte solution of NiSO4 plus NaCl supporting electrolyte and anode varied. Electrodeposition performed at the direct current of 5V power for 4 hours each run. The research objective was to obtain the best anode in nickel electrodeposition process of electroplating waste artificial solution. Graphite, stainless steel type AISI 316 and the lead were used as a variation of the anode. Concentration of nickel in the catholyte at baseline 2200 mg/L. The results showed that the anode was a graphite anode with best value decreased by 72.44% nickel concentration, deposition of nickel on the cathode of 0.188 grams and specific energy values ??of 6.1625 kWh/kg.nickel.   Telah dilakukan penelitian tentang pemulihan logam nikel dari larutan tiruan air limbah electroplating. Penelitian dilakukan dengan sistem batch menggunakan sel elektrodeposisi yang terdiri dari dua ruang yang dipisahkan dengan daun eceng gondok, katoda pelat tembaga, anolit larutan H2SO4, katolit larutan NiSO4 ditambah elektrolit pendukung larutan NaCl dan anoda divariasikan. Elektrodeposisi dilakukan pada listrik searah sebesar 5V selama 4 jam setiap tempuhan. Tujuan penelitian adalah memperoleh anoda terbaik pada proses elektrodeposisi nikel dari larutan tiruan limbah electroplating. Grafit, Stainless Steel  tipe AISI 316 dan timbal digunakan sebagai variasi jenis anoda. Konsentrasi nikel dalam katolit pada awal penelitian 2200 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anoda grafit merupakan anoda yang paling baik dengan nilai penurunan konsentrasi nikel sebesar 72,44%, deposisi nikel di katoda sebesar 0,188 gram dan nilai energi spesifik sebesar 6,1625  kWh/kg.nikel.

  17. EFEKTIVITAS PEMBERIAN MINYAK SAWIT DAN MINYAK LEMURU DALAM MEMPERCEPAT PUBERTAS TIKUS BETINA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirtaati Naima

    2012-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemberian minyak sawit dan minyak lemuru dalam mempercepat pubertas tikus betina, pada parameter peningkatan berat badan, berat ovarium dan perkembangan folikel ovarium. Tikus betina usia 21 hari sebanyak 20 ekor dibagi menjadi 4 kelompok variasi pemberian minyak sawit dan minyak lemuru per oral, yaitu kelompok A (0%+0%, B (3%+3%, C (4%+4%, dan D (5%+5%. Pada akhir penelitian (hari ke-20, dilakukan pengambilan data peningkatan berat badan, berat ovarium, dan perkembangan folikel ovarium. Data dianalisis secara deskripsi dan statistik dengan anava satu arah. Jika terdapat perbedaan, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak sawit dan minyak lemuru dapat mempercepat pubertas tikus betina khususnya dari peningkatan berat badan, berat ovarium, dan perkembangan folikel ovarium. Dosis paling efektif untuk mempercepat pubertas adalah 4% minyak sawit + 4% minyak lemuru. This study was aimed to examine the effectiveness of palm and lemuru oil for the acceleration of female rat puberty, especially in increasing the body weight, the ovarian weight and the follicle development. Twenty female rats aged 21 days were divided into 4 based on the variation of orally feeding palm and lemuru oil, namely group A (0% +0%, B (3% +3%, C (4% +4%, and D (5% +5%. At the twentieth day, data of the increase of the body weight, the ovarian weight and the follicle development were collected and then analyzed descriptively and statistically using one-way ANOVA. For any difference, the Least Significance Difference Test would be performed. The result of this study showed that palm and lemuru oil can accelerate the puberty of female rats. The most effective dose was 4% palm oil and 4% lemuru oil.

  18. Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Karbon Hitam Dan Jumlah Lapisan Serat E-Glass Terhadap Reflection Loss Pada Komposit E-Glass/Ripoxy Untuk Aplikasi Radar Absorbing Structure (Ras

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Ramadhan

    2012-09-01

    Full Text Available Saat ini penelitian tentang radar absorbing structure (RAS dengan menggunakan bahan komposit polimer yang diperkuat serat (FRP yang ditambahkan dengan serbuk penyerap gelombang elektromagnetik menjadi populer karena sifat elektromagnetik dari material tersebut dapat disesuaikan secara efektif hanya dengan menambahkan beberapa serbuk yang dapat menyerap gelombang elektromagnetik, seperti karbon hitam, ferit, besi karbonil, dan lain-lain ke dalam matrik komposit. RAS bekerja tidak hanya sebagai struktur bantalan beban untuk menopang sistem antenna tetapi juga mempunyai peranan penting dalam menyerap gelombang elektromagnetik yang datang dari energi elektromagnetik sebuah sistem pelacak. Dalam penelitian ini, komposit serat E-glass yang diperkuat dengan resin ripoxy  dibuat dengan mencapurkan serbuk karbon hitam yang konduktif (Ketjenblack EC300J dengan matrik komposit dan memaksimalkan koefisien penyerapan lebih dari 90 % (lebih dari -10 dB dalam jangkauan frekuensi X-Band (8 – 12 GHz. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan uji konduktivitas listrik (LCR meter dan Vector Network Analyzer (VNA. Spesimen yang terbaik untuk diaplikasikan sebagai radar absorbing structure (RAS adalah komposit E-glass/ripoxy dengan fraksi berat serbuk karbon hitam  0,02 dan jumlah lapisan serat E-glass  4 lapis dengan nilai ketebalan sebesar 2,1 mm, nilai konduktivitas listrik 8,33 × 10-6 S/m, dan nilai maksimum reflection loss sebesar -27,123 dB. Kata Kunci—serbuk karbon hitam, komposit E-glass/ripoxy, radar absorbing structure

  19. Kandungan Karbon Organik Dan Stok Karbon Dalam Tanih Gambut, Persekitaran Pertanian Kelapa Sawit, Kuala Langat Selatan, Selangor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sahibin Abd. Rahim

    2011-01-01

    Full Text Available Kajian telah dijalankan untuk menentukan kandungan karbon dan stok karbon dalam tanih gambut di kawasan penanaman kelapa sawit di Kampung Tumbuk Darat, Kuala Langat Selatan, Selangor. Sampel tanih gambut telah diambil berdasarkan persampelan dalam plot satu hektar yang telah dibahagikan kepada 16 subplot bersaiz 25x25m. Kajian telah dilakukan pada 20hb Disember 2008. Persampelan telah dilakukan di semua subplot mengikut kedalaman hingga ke tanih mineral. Kandungan karbon organik tanih ditentukan berdasarkan Kaedah Walkley & Black. Penentuan pH dalam tanih: air suling dan pH dalam tanih: KCl dijalankan berdasarkan nisbah 1:2.5 bagi tanih dan air. Kekonduksian elektrik ditentukan di dalam hasil ekstrak gipsum tepu. Kandungan asid humik dan asid fulvik ditentukan dengan kaedah pengasingan molekul asas. Purata nilai kekonduksian elektrik adalah dari 2.50 mScm-1 hingga 2.78 mScm-1. Nilai kekonduksian elektrik meningkat mengikut kedalaman. Purata nilai pH:air suling dan pH:KCl adalah masing-masing dari 3.36 hingga 3.59 dan 2.91 hingga 3.09. Purata nilai pH dalam KCl meningkat sedikit mengikut kedalaman. Purata kandungan karbon organik di dalam tanih berjulat dari 38.25% hingga 42.49%, dengan kandungannya berkurang mengikut kedalaman. Bagi asid humik dan asid fulvik, purata kandungannya masing-masing adalah dari 3.29 hingga 4.24% dan dari 1.10 hingga 2.61%. Purata kandungan kedua-dua jenis asid organik ini berkurangan mengikut kedalaman. Berat tanih yang dikira dalam satu hektar pada kedalaman 80 cm dan mempunyai ketumpatan pukal 0.26 g/cm3 adalah 2080 tan/ha, manakala stok karbonnya adalah 872.72 tan/ha.

  20. Analisa Teknis dan Ekonomis Penggunaan ICCP (Impressed Current Cathodic Protection Dibandingkan dengan Sacrificial Anode dalam Proses Pencegahan Korosi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afif Wiludin

    2013-03-01

    Full Text Available Perlindungan badan kapal  terhadap korosi dengan  menggunakan  metode perlindungan katodik pada prinsipnya adalah sel elektrokimia untuk mengendalikan korosi dengan mengkonsentrasikan reaksi oksigen pada sel galvanik dan menekan korosi pada katoda dalam sel yang sama. Pada proteksi katodik, logam yang akan dilindungi dijadikan katoda dan reaksi oksidasi terjadi di anoda. Ada dua macam cathodic protection yaitu Sacrificial Anode Cathodic Protection (SACP dan Impressed Current Cathodic Protection (ICCP. Dilakukan penelitian tentang analisa teknis dan ekonomis penggunaan ICCP dibandingkan dengan SACP dalam proses pencegahan korosi, kedua sistem dibandingkan dalam jangka 20 tahun, dari segi teknis dengan menggunakan perbandingan perhitungan sesuai standar DnV, yang dibandingkan dari tahap design, tahap instalasi, dan maintenance, dari segi ekonomis perbandingan dibedakan dari tahap pengadaan komponen-komponen sistem, tahap instalasi, dan tahap maintenance. Data perbandingan diperoleh dengan perhitungan sesuai standar, study literature, diskusi dan interview. Hasil perhitungan perbandingan yang diperkirakan selama 20 tahun, dari segi teknis kedua sistem memenuhi standar yang berdasar pada sistem perhitungan standar DnV B-401, sedangkan dari segi ekonomis, biaya untuk sistem ICCP sebesar Rp. 205.405.000,00 dan sistem SACP sebesar Rp. 562.590.000,00, sehingga lebih ekonomis menggunakan sistem ICCP sebesar Rp 357.185.000, 00 atau 63,49% dari biaya untuk sistem SACP

  1. KOSMOLOGI DALAM ARSITEKTUR TORAJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianto Sumalyo

    2001-01-01

    Full Text Available Modernism in architecture always has a concrete, profane and clear concept.On the totally contrary, traditional architecture traditional has an abstract, spiritual and often religious concept or way of thinking. Toraja, an ethnic group in the northern part of South Sulawesi, has a beautiful and unique architecture which is the expression of Aluk Todolo their way of life and religion. The cosmological thinking of Aluk Todolo is expressed in the architecture of Toraja through it's site plan and units orientation, construction, orientation, material, detail, ornament and other architectural aspects. This article summarises the results of researches, seminars and bibliographical studies on the architecture of Toraja,conducted in the department of architecture University of Hasanuddin Makassar cases from three traditional villages (desa adat: Palawa a big traditional village, Ketekesu' one of the most beautiful traditional villages and Siguntu represent a small desa adat, represent the Toraja traditional architecture. Abstract in Bahasa Indonesia : Modernisme dalam arsitektur selalu menunjuk pada hal-hal yang bersifat konkrit, profan dan konsep yang jelas. Sebaliknya tradisional seperti arsitektur tradisional menunjuk pada hal-hal yang bersifat abstrak, spiritual dan bahkan konsep religius atau "way of thinking". Toraja, sebuah kelompok etnik yang tinggal disebelah utara propinsi Sulawesi Selatan, mempunyai bentuk arsitektur tradisional yang unik dan indah, yang merupakan ekspresi dari "Aluk Todolo", agama dan "way of life" nya. Pemikiran kosmologi dan "Aluk Todolo" diekspresikan dalam arsitektur Toraja, baik dalam tata letak ( site plan, orientasi, konstruksi, material bangunan, detail, ornamen dan aspek-aspek arsitektur lainnya. Tulisan ini merupakan hasil ringkasan dari riset, seminar dan studi kepustakaan arsitektur Toraja, yang dilakukan oleh jurusan arsitektur Universitas Hasanuddin, Makasar di tiga desa adat. Palawa (desa tradisional yang besar, Ketekesu (sebuah desa adat yang indah dan Siguntu (desa adat yang kecil tapi mempunyai banyak bangunan arsitektur tradisional Toraja. Kata kunci: Arsitektur Tradidional, Toraja.

  2. INSTRUMEN DERIVATIF: PENGENALAN DALAM STRATEGI MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisa Linawati Utomo

    2000-01-01

    Full Text Available Recent investment inflows through the capital and money market has begun to stimulate the Indonesian economy. New investment instruments are offered by the capital market for the purpose of accomodating investor's risk dan return preferences. Besides stocks and bonds as the primary securities in the capital market, the Indonesian government also issued long-term bonds as its means to obtain capital funds from investors. Derivative securities, such as options and futures, are contractual agreement between two parties to deliver and purchase some specified amount of financial assets or commodity at a specified date and specified price. Option contracts give its holder the right, not the obligation, to do something; while futures contract obligates the transacting parties to perform or fulfill the contract agreement. This paper discusses definition, terminologies related to derivative, profit profile and the use of derivative instruments in the company's hedging strategy. It is essential to note that companies may use different underlying instruments to hedge, such as commodities, gold, stock index, interest rate, and currency. Abstract in Bahasa Indonesia : Arus investasi yang masuk melalui pasar modal dan pasar uang mulai menggairahkan kondisi ekonomi Indonesia. Instrumen-instrumen investasi baru mulai ditawarkan di pasar modal dengan tujuan mengakomodasikan tingkat pengembalian dan risiko tertentu yang dikehendaki oleh para investor. Selain saham dan obligasi sebagai instrumen utama di pasar modal, pemerintah Indonesia juga menerbitkan obligasi sebagai sarana mendapatkan dana. Sekuritas derivatif, seperti option dan futures, merupakan kontrak perjanjian antara dua pihak untuk menjual atau membeli sejumlah aktiva finansial atau komoditas pada tanggal tertentu di masa datang dengan harga yang telah disepakati saat ini. Option atau kontrak opsi memberikan hak, bukan kewajiban, bagi pemegangnya untuk melakukan sesuatu; sedangkan kontrak futures merupakan kewajiban antara dua pihak yang terikat dalam kontrak untuk memenuhi perjanjian dalam kontrak. Tulisan ini akan membahas definisi, terminologi, profil keuntungan dan penggunaan kedua instrumen derivatif tersebut untuk strategi hedging perusahaan. Adapun untuk sarana hedging dapat digunakan komoditas, logam berharga, indeks saham, tingkat suku bunga, dan kurs nilai tukar. Kata kunci: opsi beli, opsi jual, futures/forwards, lindung nila

  3. TIPOGRAFI DALAM DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priscilia Yunita Wijaya

    1999-01-01

    Full Text Available The presence of Visual Communication Design is needed especially in today s information era. Just as its sound%2C the function and goal of visual communication design is to communicate to its mass audience with the right perception. One of its elements that determine the effectiveness of a design is typography. This paper is going to talk about the role of typography and how it effects a design in visual communication design. Abstract in Bahasa Indonesia : Di dalam era informasi saat ini kehadiran desain komunikasi visual sangatlah dibutuhkan. Sesuai dengan namanya%2C desain komunikasi visual mempunyai tujuan untuk mengkomunikasikan pesan yang dapat ditangkap oleh massa dengan benar. Salah satu elemen desain yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan suatu desain dalam berkomunikasi dengan masyarakatnya adalah tipografi. Tulisan ini membahas bagaimana dan apa peran tipografi tersebut dalam desain komunikasi visual.

  4. Elemen psikologi pengguna dalam pengiklanan

    OpenAIRE

    Ishak Mad Shah

    2004-01-01

    Dalam kehidupan seharian, manusia tidak boleh terlepas daripada pengaruh iklan. Media massa, sama ada media cetak atau media elektronik, telah dan semakin banyak memperuntukkan ruang untuk pengiklanan. Kajian yang dilakukan di Amerika Syarikat telah mendapati setiap hari manusia terdedah kepada lebih daripada 3,000 iklan yang dimuatkan dalam media massa dan 200 daripadanya ditayangkan di televisyen (Schultz, 1993). Iklan juga boleh dilihat dengan mudah di dinding-dinding kenderaan, kaset-kase...

  5. REVIEW ON WATER POLLUTION STUDIES IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Hartono

    2012-09-01

    Full Text Available Tulisan ini merupakan tinjauan terhadap lebih dari 60 penelitian yang pernah dilakukan di Indonesia yang berkaitan dengan masalah pencemaran air. Dalam tinjauan ini terungkap bahwa hampir semua jenis sumber air, yaitu sungai, danau, tambak, laut maupun air tanah (misalnya sumur yang pernah diteliti, telah mengalami pencemaran. Pencemarnya terdiri dari semua jenis pencemar, baik bakteriologis, fisis maupun kimiawi. Pencemar bakteriologis terutama datang dari pembuangan tinja manusia. Bukan hanya karena letak sumber air yang berdekatan dengan pembuangan tinja yang menyebabkan pencemaian, melainkan juga karena perilaku masyarakat. Namun dicatat pula bahwa penelitian dalam bidang ini masih terlalu sedikit. Khususnya yang berkaitan dengan besarnya masalah. Pencemar fisis dan kimiawi terutama berasal dari pabrik-pabrik. Yang banyak mendapat perhatian tampaknya adalah logam-logam berat. Walaupun dijumpai kandungan beberapa logam berat dalam air ma­sih di bawah standar, tetapi beberapa yang lain cukup potensial atau telah melewati batas-batas standar dan bahkan telah menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Hal ini terutama dikarena­kan banyaknya pabrik-pabrik yang membuang limbah industrinya langsung ke sungai dan badan-badan air lain tanpa pengolahan terlebih dulu atau dengan pengolahan yang tidak sempurna. Selain deterjen, sampah rumah tangga, pestisida dan pupuk sebagai pencemar, yang masih kurang mendapat perhatian peneliti, akhir-akhir ini muncul masalah baru yang tampaknya lebih menarik minat para peneliti, yaitu intrusi air laut. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan terungkap bahwa masalah ini pun sudah cukup serius, khususnya di daerah dekat pantai.

  6. STRUCTURAL ASSESSMENT AND RESTORATION OF THE LEADEN MOSQUE IN BERAT, ALBANIA

    OpenAIRE

    YARDIM, Yavuz; MUSTAFARAJ, Enea

    2013-01-01

    The city of Berat, one of the oldest in Albania, is located in central Albania. The earliest traces of settlement date from 2600-1800 BC. Even though there is an abundance of cultural heritage monuments, little effort has been made in maintaining and preserving these structures. Frequent seismic activity, regular natural processes as well as human activity are some of the main causes of deterioration of those monuments. This paper aims to introduce a case study in structural assessment based ...

  7. Hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan gabus (Channa striata Bloch, 1793 yang dibesarkan di rawa lebak, Provinsi Sumatera Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Muthmainnah

    2013-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan gabus (Channa striata telah dipelihara di rawa lebak Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin dan Mariana Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan pada Mei hingga November 2013. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat tidak menunjukkan perbedaan nyata antara rawa Sekayu dan Mariana dengan nilai b di bawah nilai 3 yang berarti pertumbuhan ikan gabus tersebut allometrik negatif. Ikan gabus yang dipelihara di rawa lebak Mariana menghasilkan faktor kondisi 0,884 lebih tinggi daripada di rawa lebak Sekayu 0,839, yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan rawa lebak Mariana lebih mendukung untuk pertumbuhan ikan gabus.

  8. PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oviliani Yuliana

    2000-01-01

    Full Text Available The uses of internet in business are for information exchange, product catalog, promotion media, electronic mail, bulletin boards, electronic questioner, and mailing list. Internet can also be used for dialog, discussion, and consultation with customer online, therefore consumer can be proactively and interactively involved in designing, developing, marketing, and selling products. There are 2 methods for marketing products via internet, which are push and pull marketing. The advantages of internet in business strategy are global and interactive communication, information supply; consumer based service; increased cooperation; possibility to open new marketplace, product or services; and integrated the activity on-line. There are 2 applications in electronic commerce, which are business-to-business and business-to-consumer commerce. Electronic commerce payment transaction is arranged by Electronic Funds Transfer system, whereas the data security is governed by Secure Socket Layer, which then be developed to Secure Electronic Transaction. Abstract in Bahasa Indonesia : Internet dalam bisnis digunakan untuk pertukaran informasi, katalog produk, media promosi, surat elektronik, bulletin boards, kuesioner elektronik, dan mailing list. Internet juga bisa digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan konsultasi dengan konsumen secara on-line, sehingga konsumen dapat dilibatkan secara proaktif dan interaktif dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk. Pemasaran lewat internet ada 2 metode, yaitu push dan pull marketing. Keunggulan strategi bisnis yang dapat diperoleh dari internet adalah komunikasi global dan interaktif; menyediakan informasi dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan konsumen; meningkatkan kerja sama; memungkinkan untuk membuka pasar, produk, atau pelayanan baru; serta mengintegrasikan aktivitas secara on-line. Aplikasi Electronic Commerce ada 2, yaitu: Business-to-Consumer dan Business-to-Business Commerce. Pembayaran transaksi electronic commerce diatur dalam Sistem Electronic Funds Transfer, sedangkan keamanan datanya diatur oleh Secure Socket Layer yang dikembangkan menjadi Secure Electronic Transaction. Kata kunci: internet, electronic commerce, business

  9. PLURALITAS AGAMA DALAM KELUARGA JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Prasetyo

    2013-04-01

    Full Text Available Dalam masyarakat Jawa terdapat pemahaman dan pemaknaan sendiri terhadap agama yaitu ”agami ageming aji”. Artinya apa pun agama yang dipeluk sama saja karena semua agama mengajarkan keselamatan. Oleh sebab itu menjadi sebuah fenomena menarik di kalangan masyarakat Jawa karena mereka cenderung lebih toleran dalam menyikapi perbedaaan dan keragaman beragama. Salah satu contoh masyarakat yang menghargai pluralitas agama adalah masyarakat Desa Getas Kaloran Temanggung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang sejumlah keluarga yang dapat menerima pluralitas agama dan toleransi terhadap pluralitas agama dalam keluarga Jawa. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah masyarakat Desa Getas yang memiliki keragaman agama dalam keluarganya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Getas dapat menerima pluralitas agama karena menurut mereka agama adalah urusan pribadi seseorang jadi tidak ada pihak yang dapat memaksakan suatu keyakinan kepada individu lain. Pluralitas agama tersebut tidak menimbulkan masalah berarti karena masyarakat memiliki derajat toleransi yang tinggi antar anggota keluarga, yang ditunjukkan melalui saling menghargai dan mengormati dan tidak mencampuri urusan keagamaan orang lain, serta saling membantu antar anggota keluarga untuk memperlancar kegiatan ibadah masing – masing. In Javanese community there is a specific principle on the meaning of religion, namely ”agami ageming aji”. This pilosophy means whatever religion people believe, it doesn’t matter because they all teach salvation. This is an interesting phenomenon among the Javanese community because they tend to be tolerant in dealing with differences and diversity of religion that happen in one household. The objective of this article is to discuss the practices of religious tolerance found in a rural community of Getas, Kaloran, Temanggung Central Java. Techniques of data collection is done by interviews and observation. The study subjects were villagers of Getas, which has a diversity of religion in families. Based on the research results, it can be concluded that the villagers embrace a tradition of religious pluralism because they think religion is one’s personal affairs so that no party can impose a conviction for another individual. The plurality of religion does not cause significant problems because the public has a high degree of tolerance among family members, which is demonstrated through mutual respect and attitude not to interfere in religious affairs of others, and mutual help among family members to facilitate the worship activities of their relatives.

  10. TIPOGRAFI DALAM DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

    OpenAIRE

    Priscilia Yunita Wijaya

    1999-01-01

    The presence of Visual Communication Design is needed especially in today s information era. Just as its sound%2C the function and goal of visual communication design is to communicate to its mass audience with the right perception. One of its elements that determine the effectiveness of a design is typography. This paper is going to talk about the role of typography and how it effects a design in visual communication design. Abstract in Bahasa Indonesia : Di dalam era informasi saat ini keha...

  11. IDE PEMBAURAN DALAM KARYA SASTRA MELAYU TIONGHOA

    OpenAIRE

    Drs. Mardi Ardi Armin, M.Hum.

    2005-01-01

    Gagasan pembauran dalam karya sastra Melayu-Tionghoa terdapat pada hampir semua karya sastra dalam sejarah sastra Indonesia. Kemunculan yang dominan terdapat pada masa pra kemerdekaan. Pemerintah kolonial telah menjadikan perbedaan ras sebagai bahan adu domba di kalangan rakyat, sehingga masyarakat Melayu Tionghoa mengimbanginya dengan langkah-langkah pembauran, lewat perkawinan sengan masyarakat setempat. Masa Soekarno, satra melayu Tionghoa diberi tempat istimewa. Beliau selalu menerima de...

  12. MELAHIRKAN IMPERATIF MORALITAS DALAM KARYA VISUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Obed Bima Wicandra

    2005-01-01

    Full Text Available Visual aesthetics in visual arts are more and more questioned in the context of open global culture. Works that lead to violence%2C pornography%2C lies%2C and other things far from morality and ethics%2C are faced with public s identity to follow their desire to fulfill their consumtive needs. The blossoming of visual works and their media stimulates the visual creators in expressing ideas and imagination. Created visual works must support a better cultural direction for human life. Faith in its relation to God plays a role in achieveing space for interaction%2C so that visual works can reflect codes or symbols in the cycle of ideology or cultural values that respect the essence of faith. Abstract in Bahasa Indonesia : Estetika visual dalam seni rupa semakin dipertanyakan dalam konteks budaya global yang terbuka. Karya yang menjurus kekerasan%2C pornografi%2C kebohongan dan hal lain yang jauh dari moral dan etika diperhadapkan dengan identitas masyarakat yang mengikuti hasrat dalam memenuhi kebutuhan konsumtifnya. Karya-karya visual yang semakin berkembang beserta dengan medianya merangsang kreator visual dalam menuangkan gagasan dan imajinasi. Bagi peradaban kehidupan manusia%2C karya-karya visual yang dibuat harus mendukung arah peradaban yang lebih baik. Di sini peran iman dalam hubungannya dengan Tuhan mendapat ruang berinteraksi%2C sehingga karya visual yang dihasilkan mencerminkan kode-kode maupun simbol dalam perputaran ideologi atau nilai-nilai budaya yang menjunjung tinggi hakikat keimanan. visual aesthetics%2C moral imperative%2C faith.

  13. Serological survey of Crimean-Congo hemorrhagic fever virus in cattle in Berat and Kolonje, Albania

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ARTA LUGAJ

    2014-06-01

    Full Text Available Crimean–Congo hemorrhagic fever (CCHF is a tick-borne disease caused by the arbovirus Crimean–Congo hemorrhagic fever virus(CCHFV, which is a member of the Nairovirusgenus (family Bunyaviridae. The disease now occurs sporadically throughout much of Africa, Asia, andEurope and results in an approximately 30% fatality rate. Numerous genera of ixodid ticks serve both as vector and reservoir for CCHFV; however, ticks in the genus Hyalommaare particularlyimportant to the ecology of this virus.The aim of this study was to examine the distribution of CCHFV among the cattle in Berat and Kolonje regions in Albania. The data taken in this study indicates for the presence of CCHFV Crimean-Congo hemorrhagic fever virus in these countries. The serum samples were conserved in -20°C and tested with immunological methods using indirect ELISA assay in Friedrich-Loeffler Institute (FLI, Greifswald Germany. Through this technique it was possible to identified IgG antibodies in infected serum samples. From these results in Berat-Terpanwe had an indication about the presence of IgG antibodies in 2 blood samples. 3 serum samples were equivocal and 45 serum samples were negative from the total of 50 serum samples in cattle. While in Kolonje-Erseke the results show the presence of IgG antibodies in 4 blood samples from 54 seum samples in cattle. Respectively the prevalence in these 2 countries in Albania is 4.4% and 8%. These results can clearly proved the presence of CCHFV in livestock in Albania.

  14. PUBLIK FIGUR DALAM IKLAN TESTIMONIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddi Duto Hartanto

    2000-01-01

    Full Text Available Testimonial advertising seemingly identical with famous figure such as artist%2C sportmen or others. They are all branded as "public figure" because they are well known by public. A lot of advertising creators using public figure in order to gain a high brand awareness. Is the use of public figure in testimonial advertising more profitable? Is their able quite representative for the products they represent ? Abstract in Bahasa Indonesia : Iklan testimonial identik dengan tokoh terkenal%2C baik itu artis%2C tokoh masyarakat%2C olahragawan%2C atau yang lainnya. Semuanya di cap sebagai "publik figur%2C" karena sudah dikenal masyarakat.Banyak kreator iklan menggunakan publik figur dengan harapan dapat mencapai brand awareness yang tinggi. Apakah penggunaan publik figur dalam iklan testimonial lebih menguntungkan ?%2C Apakah peran publik figur (sudah mewakili produk yang dibawakan?. testimonial advertising%2C public figure

  15. PENDEKATAN MOLEKULER DALAM METODA KONTRASEPSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasanuddin Hasanuddin

    2012-12-01

    Full Text Available Pada dasarnya metoda kontrasepsi bertujuan untuk mencegah kehamilan. Kehamilan dapat dicegah antara lain dengan menghambat proses fertilisasi. Selama fertilisasi berlangsung terjadi serangkaian proses yang dimulai dari pengikatan (binding antara sperma dan sel telur, reaksi akrosom sampai dengan penyatuan (fusion antara sperma dan sel telur. Ada sejumlah melekul yang terdapat pada permukaan sperma dan sel telur yang diketahui terlibat selama proses pengikatan, reaksi akrosom dan penyatuan antara sperma dan sel telur. Makalah ini akan membahas secara singkat mengenai molekul permukaan garnet (sperma dan sel telur yang terlibat selama fertilisasi sehingga tampak jelas molekul mana yang perlu dihambat interaksinya agar fertilisasi tidak dapat berlangsung. Pendekatan molekuler dalam metoda kontrasepsi diarahkan untuk menghambat interaksi molekul yang terdapat pada permukaan sperma dan sel telur sehingga jika fertilisasi dapat dihambat maka kehamilan pun dapat dicegah.

  16. RISIKO TERJADINYA BERAT BAYI LAHIR RENDAH MENURUT DETERMINAN SOSIAL, EKONOMI DAN DEMOGRAFI DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Setyo Pramono

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR or Low Birth Weight (LBW was one of cases that caused the infant's mortality, and stiff be a health's problem in many countries. It been connected with the period of gestation and maternal's health, and other factors. This study learned about the risks of infant low level's weight determined by social, economic, and demography's factors. Methods: This study analysis used the Indonesia Riskesdas (basic health research data on 2007. 10 variables that has been viewed were: domicile's region, infant's sex, maternal age, maternal occupation, maternal smoking status, health cares accesability, economic's status, parity, and antenatal cares (ANC. Results: The result showed that infant's weight been influenced by infant's sex, parity and ANC. BBLR has been risked on female baby, and on mother who didn't do the ANC. Female baby had 1.3 times risk on BBLR than male baby (OR= 1.346. 95% Cl 1.081-1.677. The baby whose mother didn't do ANC had 2.2 times risk on BBLR than did ANC (OR= 2.179, 95% Cl1.403-3.386. Meanwhile BBLR not related with economic's status.Key words: Riskesdas, LBW, social economic, demography

  17. STUDI PERILAKU KOROSI TEMBAGA DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM ASKORBAT (VITAMIN C DALAM LINGKUNGAN AIR YANG MENGANDUNG KLORIDA DAN SULFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adriana Anteng Anggorowati

    2000-01-01

    Full Text Available Planned Interval Test method conducted in several intervals of times (0-5 days, (0-10 days, (0-15 days, and (10-15 days shows the changes of environment condition and metal corrosion. The changes in the corrosiveness media and the corrosion resistant of the material. The acidity of the media gets lower from 7.6 to 7.1 in the interval of (0-5 days and the conductivity increase during the time interval. The change in acidity is caused by hydrolisis reaction and AA decomposition. During the time interval of (10-15 days a very high corrosion rate was observed due to low pH and high conductivity. The highest efficiency is found in the addition of 150 ppm AA in all different concentration of Cl - and SO4 2- in water. More or less AA concentration, AA has no function as inhibitor. The amount is not enough to form the protective film on the metal surface and some are used to form the chelate compounds with the metal ions. Abstract in Bahasa Indonesia : Pengujian dengan metode Planned-Interval Test dalam interval waktu (0-5 hari, (0-10 hari, (0-15 hari dan (10-15 hari menunjukkan perubahan kondisi lingkungan dan perilaku korosi tembaga. Perubahan kondisi lingkungan ini ditunjukkan oleh penurunan pH dan peningkatan nilai konduktivitas lingkungan. Penurunan pH dari 7,6 ke 7,1 pada interval waktu (0-5 hari karena reaksi hidrolisis dan dekomposisi asam askorbat (AA. Sedangkan nilai konduktivitas yang semakin tinggi disebabkan oleh semakin banyaknya ion-ion terlarut dalam lingkungan. Kedua perubahan ini menimbulkan peningkatan pada korosivitas lingkungan. Korosivitas tertinggi dijumpai pada interval waktu (10-15 hari , terbukti dengan laju korosi paling besar. Efisiensi AA tertinggi untuk semua variasi lingkungan NaCl dan CaSO4 terjadi pada 150 ppm. Kurang atau lebih dari 150 ppm , AA tidak akan berfungsi sebagai inhibitor karena selain jumlah AA yang tidak memadai untuk inhibisi juga dipakai bersama ion logam membentuk senyawa kelat yang meningkatkan laju korosi. Kata kunci: laju korosi, efisiensi inhibisi, asam askorbat

  18. Menggabungkan Beberapa File Dalam SPSS/PC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahrudji Naseh

    2012-09-01

    Full Text Available Pada dasamya piranti lunak komputer dapat dibagi ke dalam lima kelompok besar yaitu pengolah kata, spreadsheet database, statistika dan animasi/desktop. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Piranti lunak dBase 111+ yang merupakan piranti lunak paling populer dalam"database", hanya dapat menampung 128 variabel saja. Oleh karenanya pada suatu kuesioner yang besar seperti Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional atau SKRT (Survei Kesehatan Rumah Tangga, datanya tidak dapat dijadikan satu "file". Biasanya dipecah menjadi banyak "file", umpamanya fileldbf, file2.dbf dan seterusnya.Masalahnya adalah bagaimana menggabung beberapa variabel yang ada di file1.dbf engan beberapa variabel yang ada di file5.dbf? Tulisan ini mencoba membahas masalah tersebut

  19. KEBERWACANAAN VISUAL : MENCERMATI PERAN PEREMPUAN DALAM IKLAN

    OpenAIRE

    Siusana Kweldju

    2001-01-01

    In everyday life%2C we are overwhelmed by visual information. The written information has more limited scope%2C particularly in educational milieu. Visual information is mostly practiced by ads which also exploit women for embellishment resulting in gender bias. Visual discourse needs to studying to educate ourselves in perceiving and interpreting ads at higher level. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam kehidupan sehari-hari informasi visual lebih banyak menerpa kita. Informasi tulis lebih k...

  20. PELAKSANAAN PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM MELINDUNGI KEPENTINGAN PEKERJA/BURUH

    OpenAIRE

    Ariani Arifin

    2013-01-01

    Pelaksanaan penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam melindungi kepentingan pekerja/buruh. 2011. Yang menjadi permasalahan dalam penulisan ini adalah : Bagaimanakah proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam melindungi kepentingan buruh/pekerja? Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi proses penyelesaian hubungan industrial?. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui : proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam melindungi kepentingan b...

  1. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakBelakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan.AbstractLately, the divorce rates both nationally and regionally continues to increase. This is, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aims to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in 2012. Analysis and interpretation of data refers to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings show that most of the research informants do not understand the meaning and purpose of marriage. Various things are presented as the cause of the divorce, such as economic, domestic violence (KDRT, infidelity, and so on, but the most fundamental cause of divorce is the lack of  marital commitment between each partner in achieving the goal of marriage.© 2013 Universitas Negeri Semarang

  2. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2013-01-01

    Full Text Available Belakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan. Lately, the divorce rates both nationally and regionally East Java continues to increase. Similarly, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aimed to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in the year 2012. Analysis and interpretation of data referring to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings showed that most of the research informants do not understand the meaning and purpose of marriage. Various things are presented as the cause of the divorce, such as economic, domestic violence (KDRT, infidelity, and so on, but the most fundamental cause of divorce is the lack of a commitment between each partner in achieving the goal of marriage.

  3. KARAKTER ATRAKTIF DALAM PERANCANGAN TAMAN PETUALANGAN ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renata Heryawati Hess

    2007-01-01

    Full Text Available Learning by adventural games has strongly built in self confidence, emotion defensibility, teamwork, creativity and fast in making decision, leadership, are the effective education system if started as soon as possible. That is in child growing period. The challenge and pleasant caracters, these games need the attractive and dynamic performance buildings. By research and design cooperation between supervisor and the final studio student by the title " Psychological Approach in Building Design: Adventure Park for Kids Case Study", funded by the PHK A-3 Dikti, the performance criteria have been found for design reference. The research has used deductive-inductive method by phenomenology approach to the number of the relevant case studies. By inductive analysis method have found the architectural performance criteria of attractive, safety and dynamic building both cognitive, affective, and psychomotoric consideration. The organic and variative elevation of room and building form, kid's scale and room dimension, warm polychromatic colour compotition, maximalize vegetation and water for landscape, rough texture and circle circulation pattern, strong construction, are the findings for accommodating safety, pleasant, imajinative, and natural building image. Abstract in Bahasa Indonesia : Pembelajaran melalui permainan yang mengandung tantangan dan petualangan membangun karakter kuat dalam hal percaya diri, ketahanan emosi, kerjasama, kecermatan, kecepatan dan kreativitas dalam mengambil keputusan, kepemimpinan, serta sejumlah motivasi lain yang secara prinsip bersifat psikologis. Pendidikan ini bersifat efektif apabila dimulai sedini mungkin, yaitu dari masa anak. Karakternya yang menantang dan menyenangkan, permainan ini menuntut wadah, bangunan, yang dinamis dan atraktif. Bagaimana tolok ukur ungkapan bangunan yang atraktif dan dinamis merupakan arah yang dituju tulisan ini. Melalui penelitian terpadu antara dosen pembimbing dan mahasiswa peserta tugas akhir dengan judul "Pendekatan Psikologis dalam Perancangan Bangunan dengan Studi Kasus Taman Petualangan Anak" atas biaya PHK A-3 Dikti, tolok ukur dapat diperoleh sebagai panduan rancangan. Penelitian ini menggunakan metode deduktif-induktif melalui pendekatan fenomenologis terhadap sejumlah kasus bangunan sejenis. Melalui analisis indukrif telah ditemukan tolok ukur tuntutan arsitektural bangunan yang menjawab atraktivitas dan kedinamisan, serta keamanan pengguna, baik secara kognitf, afektif, maupun psikomotorik. Bentuk masa dan ruang yang organis dengan ketinggian bervariasi, dimensi bangunan berskala anak, komposisi warna polichromatic yang hangat, memaksimalkan komponen landscape dengan vegetasi, air, pola pergerakan yang melingkar, konstruksi yang kokoh, dan tekstur pergerakan yang kasar, merupakan temuan tolok ukur yang dimaksud demi mengakomodasi rasa aman, menyenangkan, mampu membangun imajinasi anak dalam suasana alami. Kata kunci: anak, bermain, atraktif, alami, imajinatif, aman, menyenangkan.

  4. PEMISAHAN ION KROM(III DAN KROM(IV DALAM LARUTAN DENGAN MENGGUNAKAN BIOMASSA ALGA HIJAU SPIROGYRA SUBSALSA SEBAGAI BIOSORBEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Mawardi

    2014-05-01

    Full Text Available Karakteristik pemisahan ion Cr3+ dan Cr6+ dalam larutan melalui proses biosorpsi menggunakan biomassa alga hijau Spirogyra subsalsa dengan sistem batch telah diteliti. Dalam pelaksanaannya diawali dengan melakukan analisis kualitatif gugus fungsi dalam biomassa menggunakan instrumen FTIR, kemudian dipelajari karakteristik pengaruh variabel pH awal larutan, ukuran partikel biosorben, kecepatan pengadukan, pengaruh pemanasan biosorben, laju penyerapan, pengaruh konsentrasi larutan ion logam terhadap kapasitas serapan biomassa alga. Berdasarkan spektra spektroskopi FTIR dapat disimpulkan bahwa  biomassa alga hijau S. Subsalsa mengandung gugus-gugus karboksilat, amina, amida, amino, karbonil dan hidroksil, disamping adanya senyawa silikon, belerang dan fosfor. Hasil penelitian yang diperoleh  memperlihatkan bahwa kapasitas biosorpsi sangat dipengaruhi oleh pH larutan, waktu kontak dan konsentrasi awal larutan. Biosorpsi optimum kation Cr3+ terjadi pada pH 4,0 sedangkan ion Cr6+ terjadi pada pH 2,0 kemudian berkurang dejalan dengan naiknya pH larutan. Perhitungan dengan persamaan Isoterm Langmuir diperoleh data kapasitas serapan maksimum biomassa alga S. subsalsa untuk masing-masing ion Cr3+ dan Cr6+ adalah 1,82 mg (0,035 mmol dan 1,51 mg (0,029 mmol per gram biomassa kering. Kinetika biosorpsi berlangsung relatif cepat, dimana selama selang waktu 30 menit, masing-masing ion terserap sekitar 95,7%; dan 86,5%. Daya serap biomassa juga dipengaruhi kecepatan pengadukan, sedangkan faktor ukuran partikel dan pemanasan biosorben kurang mempengaruhi daya serap biomassa. Key Word : biosorpsi, spirogyra subsalsa, krom(III, krom(VI, sistem batchAbstract Separation of Ion Chromium(III and Chromium(IV In Solution Using Green Algae Biomass Spirogyra subsalsa as Biosorbent. The characteristics of Cr3+andCr6+ ion separation in solution through biosorption process using green algal biomass Spirogyrasubsalsa with batch systems have been investigated. The study began with aqualitative analysis of functional groups in biomass using FTIR instrument, then followed by a study of the characteristics of influences by several variables, such as: the initial pH of the solution,the size of biosorben particles, stirring speed, the effect of heating the biosorben, the rate of absorption, and the effect of metal ion concentration in solution on the absorption capacity of algal biomass. Based on FTIR spectroscopy spectra gave a conclusion that biomass of green algae S.subsalsa contains carboxylate groups, amine, amide, amino, carbonyl and hydroxyl, in addition to silicon, sulfur, and phosphorus compounds. The results showed that the biosorption capacity was strongly influenced by pH, contact time, and initial concentration ofthe solution. The optimum biosorption of Cr3+cation occurred at pH 4.0 while that of Cr6+ions occurred at pH 2.0 and then decreased with the increasing pH of solution. The calculation of Langmuir isotherm equation showed that the maximum absorption capacity of algal biomass S.subsalsa for Cr3+and Cr6+ ion respectively was 1.82mg (0.035 mmol and 1.51 mg (0.029 mmol pergram of dry biomass. The kinetics of biosorption took place relatively quick, in which during the 30minutes time interval, each ion was absorbed approximately 95.7%; and 86.5%. The absorptive capacity of biomass was also influenced by stirring speed, while the size of particles and heating biosorben gave lessinfluence to the absorption of biomass.

  5. PERAN MENGGAMBAR DALAM MEWUJUDKAN IDE KARYA ANIMASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Dwi Waluyanto

    2001-01-01

    Full Text Available Animation had been known since 1940. Although obstructed by limited facilities and simple technologies%2C back then the Walt Disney had successfully produced animation masterpieces such as Pinocchio%2C Snow White%2C etc. In the world of animation%2C technology isn?t the most important player%2C the one who plays the biggest role is the animator. A good animator should be competent in drawing / having good drawing skill. This competency is very important because a good animator is supposedly able to translate ideas in his / her mind into visual in the form of animated pictures. Abstract in Bahasa Indonesia : Animasi sudah dikenal sejak tahun 1940-an. Dengan teknologi yang masih sederhana pada waktu itu%2C Walt Disney antara lain memproduksi film-film masterpiece seperti Pinocchio dan Snow White. Dalam animasi bukan teknologinya yang terpenting%2C tetapi justru tenaga kerjanya (animator. Seorang animator harus memiliki kemampuan menggambar. Hal ini karena seorang animator dituntut mampu menterjemahkan sesuatu dalam pikiran menjadi wujud visual berupa gambar animasi. drawing%2C ideas%2C animation

  6. Keunggulan Model i Dalam Analisis Data DNA FCM

    OpenAIRE

    Mohd Kidin Shahran

    1993-01-01

    Dalam kertas ini model i yang telah dibina oleh Mohd. Kidin [3,4] dibandingkan dengan model seragam, dan model negatif eksponen. Perbandinagn dilakukan melalui penganggaran silang data simulasi sebelum dilakukan ke atas data sebenar.

  7. ASPEK-ASPEK BIAYA DALAM JASA INFORMASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Margono

    2000-01-01

    Full Text Available The value of information depends on its content, how to find it, and how to utilize it to support user's activities. It means that the value of information can only be determined until the information has been received. First step for analyzing such cost are to identify and classify them properly. This classification should be based on the total costs of entire service activities such as direct costs, indirect costs, and some instances of additional costs. The important elements for determining costs that are burdened to users are salaries, raw materials or collection costs, and unexpected costs. The strategy for determining cost of information service in library depends on the aim for offering the services, price of service/product, and the fitness between the needs and the information provided as well as the demand for the services being offered. Although the cost and price of information services could be determined by five approaches -(those are optimal pricing, pricing according to value, pricing for full cost recovery, marginal cost pricing, and free distribution of services information- provider must consider the content of information. It means that the calculation of information service cost should be based not only by fixed and variable costs, but also by the information contents and depreciation of each collection. Abstract in Bahasa Indonesia : Nilai informasi sangat tergantung dari isi, cara perolehan, dan manfaatnya bagi pengguna dalam mendukung aktivitas yang sedang dilakukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai informasi baru dapat ditentukan kemudian setelah informasi itu diperoleh. Langkah awal yang harus ditempuh untuk melakukan analisis biaya adalah dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasi biaya yang dimaksud. Klasifikasi lebih didasarkan pada biaya total dari keseluruhan aktivitas jasa, yang terdiri atas biaya langsung, biaya tidak langsung, dan biaya tambahan. Elemen-elemen yang harus diperhatikan oleh pengelola informasi dalam menentukan besarnya biaya informasi yang akan dibebankan kepada pengguna adalah biaya kerja/upah, biaya bahan atau koleksi, dan biaya tak terduga. Strategi penentuan biaya jasa informasi di perpustakaan sangat ditentukan oleh tujuan jasa yang ditawarkan, harga jasa/produk dan kebutuhan informasi yang berhubungan dengan data yang dicari serta tingkat kebutuhan pasar terhadap jasa yang telah dilakukan. Walaupun sebenarnya besarnya biaya dan harga jasa informasi dapat juga ditentukan melalui lima pendekatan utama, yaitu optimal pricing, pricing according to value, pricing for full cost recovery, marginal cost pricing, dan free distribution of services; namun demikian penentuan biaya pengelola jasa informasi, harus diperhitungkan nilai informasi yang terkandung didalamnya. Oleh sebab itu dalam perhitungan biaya jasa informasi, selain besarnya biaya tetap dan tidak tetap, pengelola juga harus mempertimbangkan besarnya biaya jasa dari sudut isi koleksi yang dimiliki dan besarnya nilai penyusutan dari masing-masing koleksi tersebut. Kata kunci: biaya, jasa informasi, nilai informasi.

  8. KONSEP HARGA POKOK PRODUKSI BERBASIS NILAI KEADILAN DALAM ISLAM

    OpenAIRE

    ALIMUDDIN; Kusumawati, Andi; Ashari, Muhammad; Irdam Ferdiansah, Muhammad

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai keadilan dalam Islam untuk merumuskan konsep harga pokok produksi. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode bayani, burhani, dan irfani. Penelitian ini dilakukan dengan menggali Al-Quran dan As-Sunnah dan aplikasinya pada beberapa perusahaan di beberapa kabupaten dan kota yang di Sulawesi Selatan yang dikelola secara Islami. Dari hasil penelitian diperoleh makna nilai keadilan dalam Islam untuk merumuskan konsep harga pokok produksi, yaitu ...

  9. FIGUR WANITA SEBAGAI PENARIK PANDANG DALAM IKLAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrian D. Hagijanto

    2000-01-01

    Full Text Available In order to gain brand awareness effectively%2C advertiser use unusual and sometimes inappropriate form of creatifity to make their ads more memorable such method includes the use of women s sexual attractions which%2C on the other hand%2C causes in fraction of ethical norms. Will this be called a deviations in ads or a compromise approach to the audience taste? Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk mencapai brand awareness yang lebih tinggi%2C pengiklan harus membuat iklannya menarik%2C lewat kreativitas yang tinggi. Ketika kreativitas itu menggunakan pendekatan yang terjebak oleh pelanggaran norma-norma etis kemasyarakatan -lewat eksploatasi figur wanita dan daya tarik yang melingkupinya-. Akankah kreativitas itu disebut sebagai penyimpangan dalam iklan? Ataukah sah-sah saja sebagai suatu bentuk pendekatan yang menuruti selera pasar. advertisement%2C women s sexual attractions%2C body language

  10. RETRO SEBAGAI WACANA DALAM DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrian Dektisa Hagijanto

    2004-01-01

    Full Text Available For some people%2C it is interesting to reminisce and expose the past. This phenomenon of reviving past trends%2C or called retro%2C becomes part of visual communication design applications. Retro is a past product that is assimilated to something new%2C that of a contemporary product; not only uplifting eclectic spirit%2C revival%2C historicism%2C reconstruction%2C and duplication%2C but also creating unique synergy to attract attention. This paper focuses on retro or recurrence that varies in definitions as a part of the past or even as a creative vitality and catharsis of the postmodern era%2C because it is a medium for appreciation%2C awarding%2C insults%2C and humor in the postmodern discourse. Abstract in Bahasa Indonesia : Bagi sebagian orang%2C masa lalu menarik untuk dikenang dan ditampilkan kembali. Fenomena mengulang trend yang lalu atau disebut retro menjadi bagian aplikasi desain komunikasi visual. Dalam hal ini%2C retro yang merupakan produk masa lalu diasimilasikan dengan kebaruan yang merupakan produk kontemporer%2C tidak hanya mengusung semangat eklektik%2C revival%2C historisisme%2C rekonstruksi%2C dan duplikasi namun juga menciptakan sinergi unik untuk menarik perhatian. Tulisan ini menyoroti tentang retro atau pengulangan%2C yang beragam definisinya baik sebagai bagian dari masa lalu maupun sebagai gejolak kreatif dan katarsis di era pasca modernitas%2C karena merupakan media bagi apresiasi%2C penghargaan%2C sindiran%2C dan lelucon teks dalam diskursus postmodern. retro%2C revival%2C eclecticism%2C postmodernism.

  11. PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM LEMBAGA LEGISLATIF DI KABUPATEN KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktaviani Adhi Suciptaningsih

    2013-04-01

    Full Text Available Partisipasi perempuan dalam politik merupakan bentuk emansipasi yang penting bagi perempuan untuk mencapai kesetaraan gender.Dalam penelitian ini, saya mengeksplorasi bagaimana partisipasi perempuan dalam Lembaga Legislatif di Kabupaten Kendal dan bagaimana peran perempuan dalam penentuan kebijakan di Lembaga Legislatif di Kabupaten Kendal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam Lembaga Legislatif di Kabupaten Kendal masih sangat rendah, dari 45 orang anggota dewan legislatif, hanya 4 orang saja yang perempuan. Padahal jumlah penduduk perempuan lebih banyak daripada penduduk laki-laki. Rendahnya partisipasi perempuan ini disebabkan karena banyaknya kendala yang menghambat perempuan untuk maju berpartisipasi dalam lembaga legislatif, diantaranya kendala psikologis, ekonomi, politik, dan sosial budaya. Yang sedikit inipun tidak memiliki kompetensi yang baik untuk memperjuangkan keadilan jender dalam kebijakan. Akibatnya, banyak kebijakan publik yang belum berperspektif gender.Women’s participation in politics is a important emancipation strategy of women in achieving gender equality. In this article, I seek to discuss the participation of women in the parliamentary body in the district of Kendal and women’s role in determining policy in the district. Method used in this research is observation and interview. Research result shows that women’s participation in Kendal is still low; of the 45 legislative council members, only 4 are women, though the population of women outnumbers male population. The low participation of women roots from many barriers, such as psychological, economic, political, social and cultural barriers. This limited number also does not have enough competence  to pass gender equality policies in the parliament. The consequence of low participation of women is the lack of gender perspective in the policy made by the legislative body.

  12. Biofiksasi CO2 Oleh Mikroalga Chlamydomonas sp dalam Photobioreaktor Tubular

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadiyanto Hadiyanto

    2014-05-01

    Full Text Available Mikroalga memiliki potensi dalam membiofiksasi CO2 dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kadar CO2 dalam gas pencemar. Pertumbuhan mikroalga sangat dipengaruhi oleh konsentrasi gas CO2 di dalam gas pencemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeetahui kemampuan mikroalga Chlamydomonas sp yang dikultivasi dalam photobioreaktor tubular dalam penyerapan gas CO2 serta untuk mengetahui konsentrasi maksimum gas CO2 dalam umpan untuk memproduksi biomasa mikroalga yang optimal. Percobaan dilakukan dnegan memvariasi laju alir dari 0.03 -0.071 L/menit dan konsentrasi CO2 dalam umpan 10-30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomasa mikroalga dapat diproduksi dengan maksimal dengan konsentrasi gas CO2 20% dengan laju alir 0.07 L/min. Semakin tinggi laju alir maka produksi biomasa alga semakin besar. Kecepatan pertumbuhan alga maksimum terjadi pada 0.31 /hari. Pada konsentrasi gas CO2 30%, terjadi substrate inhibition yang disebabkan carbon dalam bentuk ion bicarbonate tidak dapat dikonsumsi lagi di dalam kultur alga. Kata kunci : Mikroalga, chlamydomonas sp, biofiksasi CO2, biogas Abstract Microalgae have a potential for CO2 biofixation and therefore can be used to reduce the CO2 concentration in the gas pollutants. Moreover, microalgae growth is strongly affected by the concentration of CO2 in the exhaust gas pollutants. The objective of this research was to investigate the ability of microalgae Chlamydomonas sp which was cultivated in a tubular photobioreactor for CO2 absorption as well as to determine the maximum concentration of CO2 in the feed gas to obtain optimum microalgae biomass. The experiments were performed by varying the gas flow rate of 0.03 -0.071 L / min and the concentration of CO2 in the feed of 10-30%. The results showed that the maximum biomass of microalgae can be produced with CO2 concentration of 20% vol with a flow rate of 0.07 L / min. The result also showed that increasing the gas flow rate, the greater of the production of algal biomass and the maximum algae growth rate occurred at 0.31 / day. At a concentration of 30% CO2 gas, it occurs a substrate inhibition due to inefficient of bicarbonate use by algae culture.

  13. PARTISIPASI PENGGUNA DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (TELAAH LITERATUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyo Hari Adi

    2006-01-01

    Full Text Available User participation in information system development was found to be the important factor that influenced the system success. Researches found that user participation influenced the system success indirectly through the user satisfaction. The results show the importance of accommodating the users' needs and requirements by involving them to participate in the system development to get the system success. However, the use of the terminology of user satisfaction is not so correct in relation with certain stage of information system development. Most of the users in the implementation stage need the understanding rather than expertise to operate the system. That was the reason why some researches used the terminology of user understanding rather than user expertise to measure their satisfaction in the related stage. Abstract in Bahasa Indonesia : Partisipasi pengguna dalam pengembangan sistem informasi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap suksesnya sebuah sistem. Beberapa penelitian menemukan bahwa partisipasi pengguna berhubungan secara tidak langsung berhubungan dengan kesuksessan sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa betapa pentingnya mengakomodasi kebutuhan dan keinginan dengan melibatkan pengguna untuk berpartisipasi dalam pengembangan sebuah sistem. Bagaimanapun juga, penggunaan istilah kepuasan pengguna tidak tepat dalam kaitannya dengan kepastian pengembangan sistem informasi. Kebanyakan dari pengguna dalam tahap implementasi membutuhkan pemahaman dibanding keahlian dalam mengoperasikan sistem itu. Oleh karena itu beberapa penelitian lebih menggunakan istilah pemahaman pengguna dibandingkan dengan keahlian pengguna untuk mengukur kepuasan. Kata kunci: partisispasi pengguna, kepuasan pengguna, keahlian pengguna, pemahaman pengguna.

  14. PERANAN KEYWORD (KATA KUNCI DALAM IKLAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddi Duto Hartanto

    1999-01-01

    Full Text Available In the early 1996%2C Sanaflu launched the newest commercial ad themed Fireman. Most people will recognize and remember the words "Belum Tahu Dia?." %2C a keyword that everybody : from children to older people of many classes in the society%2C certainly has repeated. Even a keyword is already concerned as something which can promote a product. Yet%2C not all keyword give advantages to product%2C keyword can be so familiar to everybody but is the products good in the selling market ? We often notice that keyword are usually put to compare products in the same kind%2C is this good ? This keyword thing is interesting to discuss in the topic of how far the role of a keyword in the success of commercial ad. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada awal tahun 1996%2C Sanaflu meluncurkan iklan terbaru bertema pemadam kebakaran. Semua orang akan tahu dan ingat kalimat " Belum Tahu Dia?" sebuah keyword (kata kunci yang mulai anak kecil sampai orang tua dari berbagai golongan kelas ekonomi pasti pernah menirukannya. Bahkan keyword sudah dianggap sesuatu yang bisa mengangkat produk. Tidak semua keyword menguntungkan produk%2C keyword boleh terkenal tapi apakah produknya juga laku terjual ? Banyak kita jumpai keyword dijadikan suatu pembanding produk sejenis sesama kompetitor%2C apakah ini menguntungkan ? Keyword (kata kunci inilah yang menarik untuk dibahas sampai sejauh mana peranannya dalam menunjang keberhasilan iklan.

  15. Keperluan, Kepentingan Dan Sumbangan Perancangan Pendidikan Dalam Pembangunan Ekonomi Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasnah Ali

    2009-01-01

    Full Text Available Perancangan rapi yang dibuat oleh Malaysia telah berjaya membawa negara ke tahap yang agak memuaskan berbanding dengan negara membangun yang lain. Perancangan pembangunan negara bermula dengan Rangka Rancangan Jangka Panjang Pertama (RRJP 1 sehingga Rangka Rancangan Jangka Panjang Ketiga (RRJP 3 yang meliputi dasar utama pembangunan seperti Dasar Ekonomi Baru (DEB, Dasar Pembangunan Nasional (DPN dan Dasar Wawasan Negara (DWN. Sehingga kini semua dasar telah menampakkan kesan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan telah diperincikan melalui rancangan lima tahun. Selepas pembentukan Malaysia pada tahun 1963, struktur pendidikan telah berubah di mana rancangan pendidikan dihubungkaitkan dengan memperkukuhkan sistem pendidikan negara dan membina perpaduan sosial, ekonomi dan politik. DEB mempunyai hubungan yang rapat dengan sistem pendidikan negara. Sebelum tahun 1970, sebilangan besar bumiputera lemah dalam pendidikan menyebabkan hanya segelintir sahaja yang mempunyai peluang untuk mendapatkan pekerjaan bagi memenuhi gunatenaga mahir manusia dalam berbagai-bagai profesion yang diperlukan. Pendidikan dan pembangunan sumber manusia adalah kunci kepada peningkatan daya saing negara. Kertas kerja ini menganalisis kepentingan sektor pendidikan dalam setiap rancangan pembangunan lima tahun dan sumbangannya kepada pembangunan ekonomi negara. Kajian empirik juga dilakukan untuk menentukan kesan keberkesanan perbelanjaan pendidikan terhadap pertumbuhan Keluaran Dalam Negara Kasar (KDNK. Kajian mendapati dalam setiap rancangan pembangunan lima tahun bermula dari Rancangan Malaysia Pertama hingga ke rancangan terkini, aspek pendidikan dan pembangunan sumber manusia memang sentiasa ditekankan. Dasar pembangunan sumber manusia terutama sekali bahagian pendidikan dan latihan menjadi semakin penting lebih-lebih lagi dengan peralihan ekonomi Malaysia daripada intensif buruh kepada intensif modal dan intensif teknologi. Peruntukan yang tinggi juga telah diberikan kepada sektor ini dan telah memberikan banyak kesan positif seperti pengurangan kemiskinan dan penstrukturan semula masyarakat bagi menegakkan DEB, DPN dan DWN.

  16. ASPEK PERPAJAKAN DALAM PRAKTEK TRANSFER PRICING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yenni Mangoting

    2000-01-01

    Full Text Available Transfer pricing is defined as a special price for sale that is used in exchange of interdivisional to record the revenue of the selling division and expense of the buying division. The main goal of transfer pricing is to evaluate and measure the performance of a company. But transfer pricing is often used by multinational companies to minimize tax paid through the re-engineering of price transferred among divisions. The key to a successful practice of transfer pricing from tax standpoint is the existence of related parties transactions. Related parties is relationship between one company with other company and this relationship happens because of such relationship between each company does not exist naturally.To regulate the tranfer pricing practice, the regulations govern the authority to realocate transfer price among divisions that have related parties transactions. Abstract in Bahasa Indonesia : Transfer pricing didefenisikan sebagai suatu harga jual khusus yang dipakai dalam pertukaran antardivisional untuk mencatat pendapatan divisi penjual (selling division dan biaya divisi pembeli (buying division. Tujuan utama dari transfer pricing adalah mengevaluasi dan mengukur kinerja perusahaan. Tetapi sering juga transfer pricing digunakan oleh perusahaan-perusahaan multinasional untuk meminimalkan jumlah pajak yang dibayar melalui rekayasa harga yang ditransfer antardivisi. Kunci utama keberhasilan transfer pricing dari sisi pajak adalah adanya transaksi karena adanya hubungan istimewa. Hubungan istimewa merupakan hubungan kepemilikan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain dan hubungan ini terjadi karena adanya keterkaitan satu pihak dengan pihak lain yang tidak terdapat pada hubungan biasa. Untuk mengatur transfer pricing ini, undang-undang memberikan kewenangan kepada pihak fiskus untuk menentukan kembali jumlah harga transfer antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Kata kunci: transfer pricing, hubungan istimewa, perusahaan multinasional, perpajakan.

  17. PENGGUNAAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK PEMILIHAN PORTFOLIO SAHAM DALAM MODEL MARKOWITZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvia Rostianingsih

    2005-01-01

    Full Text Available Modern portfolio theory is based on asumption that investor can choose his proportion asset in portfolio, so they can minimize the risk and maximize the return. This paper presents the use of genetic algorithm (GA to optimize the choice of share portfolio in markowitz model by representing the efficient set portfolio. GA represent the efficient set using undirect representation to avoid infeasible solution and penalty function. From the implementation, it can be concluded that GA is one of methods which is able to obtain optimum point from portfolio. Abstract in Bahasa Indonesia : Teori portofolio modern mendasarkan teorinya pada asumsi bahwa investor bertindak secara rasional dengan memilih proporsi asetnya dalam sebuah portofolio sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan resiko dan memaksimalkan return. Dalam paper ini penulis mencoba menyajikan penggunaan algoritma genetika (Genetic Algorithm/GA untuk optimasi pemilihan portofolio saham dalam model markowitz dengan cara merepresentasikannya sebagai kumpulan portofolio yang efisien (the efficient set portofolio. GA merepresentasikan kumpulan yang effisien ini dengan menggunakan representasi tidak langsung untuk menghindari solusi yang tidak feasible dan fungsi penalti. Dari hasil yang telah diimplementasikan dapat disimpulkan bahwa GA dapat digunakan sebagai salah satu metode yang cukup berhasil dalam menemukan titik optimum dari sebuah portofolio. Kata kunci: markowitz, teori portofolio, algoritma genetika.

  18. KONSEP PENGAUDITAN DALAM LINGKUNGAN PENGELOHAN DATA AKUNTANSI TERKOMPUTERISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulius Jogi Christiawan

    2000-01-01

    Full Text Available Auditing concept pertaining to the assessment of control risk, control testing and substantive testing related to the collection of evidence. Used of Electronic Data Processing (EDP into processing of accounting data has effects on controls and the audit trail. The independent auditor must evaluate these effects on the element of the control structure and must be aware of how EDP may change the audit trail. Additional controls that have been specified in response to the effects of EDP on the processing of accounting data include general and application control. Computer auditor, the computer and computer testing can play major roles in controls and substantive testing. Abstract in Bahasa Indonesia : Konsep pengauditan berkaitan dengan menilai resiko pengendalian, uji pengendalian dan pengujian substantif berkenaan dengan pengumpulan bukti guna mendukung pendapat auditor independen. Penggunaan Electronic Data Processing (EDP dalam pemrosessan data akuntansi memiliki pengaruh terhadap pengendalian dan jejak audit. Auditor independen harus mengevaluasi pengaruh ini dalam kaitannya dengan struktur pengendalian dan menyadari bagaimana EDP mempengaruhi jejak Audit. Pengendalian tambahan yang seharusnya ada untuk merespon pengaruh penggunaan EDP dalam pemrosessan data akuntansi dikenal dengan Pengendalian Umum dan Pengendalian Aplikasi. Auditor komputer, komputer dan pengujian komputer memegang peranan penting dalam pengujian pengendalian dan pengujian substantif. Kata kunci: pengauditan, pengendalian umum, pengendalian aplikasi, pengujian pengendalian, pengujian substantif.

  19. UPAYA MENCAPAI LOYALITAS KONSUMEN DALAM PERSPEKTIF SUMBER DAYA MANUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Ferrinadewi

    2004-01-01

    Full Text Available Service is a very unique area because its differences. In this area human elements is extremly important because its role in achieving company' main goal which is to gain more loyal consumer since loyal consumer will lead to greater competitive advantange. This research aim to describe and find out the effect of human elements on customer loyalty through customer satisfaction and trust. We use path analysis to test the research model and the result suggest that employee reliability is the most important variable among human elements in gaining customer loyalty through customer satisfaction and trust. It also suggest the important role of customer' trust to customer satisfaction. In order to gain loyal consumer from human resources management perspective, service organization needs to develop its intellectual capital. Abstract in Bahasa Indonesia : Jasa adalah bidang yang sangat unik karena perbedaannya bila di bandingkan bidang usaha lain. Dalam bidang jasa, elemen manusia sangat penting karena perannya dalam upaya mencapai kesetiaan konsumen yang akan mengarah kepada keunggulan kompetitif perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan dan menemukan pengaruh elemen manusia terhadap kesetiaan konsumen melalui kepuasan konsumen dan kepercayaan. Analisa yang digunakan untuk menguji hipotesa adalah Path Analysis. Ditemukan dalam studi ini bahwa kehandalan karyawan merupakan variabel yang paling penting dalam upaya memperoleh konsumen yang setia melalui kepuasan dan kepercayaan. Ditemukan juga peran kepercayaan konsumen terhadap kepuasan konsumen. Menurut perspektif manajemen sumber daya manusia untuk memperoleh konsumen yang loyal perusahaan perlu mengembangkan modal intelektualnya. Kata kunci: Jasa, Loyalitas Konsumen, Sumber Daya Manusia.

  20. BIOMETRIC SECURITY: ALTERNATIF PENGENDALIAN DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERKOMPUTERISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Josua Tarigan

    2004-01-01

    Full Text Available As organization search more secure authentication method for user access, biometric security technology is gaining more and more attention. The implementation of biometric security technology in accounting information systems was physical access, virtual access, e-commerce applications and covert suveillance. There are three phase when an organization implementation biometric technology: strategic planning and budgeting, developing a system reliability plan and documentation. The challenges will face when develop biometric technology as control in accounting information system are standardization, hybrid technology uses, life cycle management. Abstract in Bahasa Indonesia : Adanya keinginan setiap organisasi untuk mencari metode pengamanan authentication yang lebih untuk akses user, dijawab dengan adanya teknologi biometric security yang mendapat perhatian yang cukup besar bagi organisasi. Implementasi teknologi biometric security cukup luas dalam sistem informasi akuntansi yaitu sebagai pengendalian pada physical access, virtual access, e-commerce applications dan covert surveillance. Dalam mengimplementasikan teknologi biometric, ada tiga tahapan yang harus dilakukan organisasi, yakni strategic planning and budgeting, developing a system reliability plan dan documentation. Tantangan yang akan dihadapi dalam mengembangkan teknologi biometric sebagai pengendalian dalam sistem informasi akuntansi yakni standarisasi, aplikasi teknologi hybrid dan manajemen siklus hidup pada biometric security. Kata kunci: authentication, akses user dan biometric security.

  1. EFEKTIVITAS Bacillus thuringiensis H-14 STRAIN LOKAL DALAM BUAH KELAPA TERHADAP LARVA Anopheles sp dan Culex sp di KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Blondine Ch. P

    2013-07-01

    Full Text Available Abstrak Bacillus thuringiensis serotipe H-14 strain lokal adalah bakteri patogen bersifat target spesifiknya larva nyamuk, aman bagi mamalia dan lingkungan. Penelitian bertujuan menentukan efektivitas B. thuringiensis H-14 strain lokal yang dikembangbiakkan dalam buah kelapa untuk pengendalian larva Anopheles sp dan Culex sp. Rancangan eksperimental semu, terdiri dari kelompok perlakuan dan kontrol. Bacillus thuringiensis H-14 strain lokal dikembangbiakan dalam10 buah kelapa umur 6–8 bulan, dengan berat kira-kira 1 kg, telah berisi air kelapa sekitar 400-500 ml/buah kelapa yang diperoleh dari Desa Klaces, Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Diinkubasi selama 14 hari pada temperatur kamar dan ditebarkan di 6 kolam yang menjadi habitat perkembangbiakan larva nyamuk dengan luas berkisar 3–100 m2.Hasil yang diperoleh menunjukkan efektivitas B. thuringiensis H-14 strain lokal terhadap larva Anopheles sp dan Culex sp selama 1 hari sesudah penebaran kematian larva berturut-turut sebesar 80–100% dan 79,31–100%. Sedangkan pada hari ke-14 sebesar 69,30–76,71% dan 67,69–86,04%. Buah kelapa dapat digunakan sebagai media lokal alternatif untuk pengembangbiakan B. thuringiensis H-14 strain lokal Kata kunci: B. thuringiensis H-14,  strain  lokal, buah kelapa, pengendalian larva Abstract Bacillus thuringiensis serotype H-14 local strain is pathogenic bacteria which specific  target to mosquito larvae. It is safe for mammals and enviroment. The aims of this study was to determine the effectivity of B. thuringiensis H-14 local strain which culturing in thecoconut wates against Anopheles sp and Culex sp mosquito larvae. This research is quasi experiment which consist of treated  and control groups. Bacillus thuringiensis H-14 local strain was cultured in 10 coconuts with 6–8 months age with weight around 1 kg that contained were approximately 400-500 ml/coconut were taken from Klaces village, Kampung Laut. After that the coconuts incubated for 14 days in the room temperatur and applied to 6 ponds breeding habitat larvae with the width of samples  from  3–100 m2 . The results showed the effectivity of B. thuringiensis H-14 local strain against Anopheles sp and Culex sp mosquito larvae until 1 day after applied the larvae mortalities were 80–100% dan 79,31–100% respectively. Fourteen days after applied were 69,30–76,71% and 67,69–86,04%. Coconut water can be used as  alternative local media to culture B. thuringiensis local strain. Key words : B. thuringiensis H-14,  local strain, coconut, larvae control

  2. Cabaran arah perubahan kini dalam geografi fizikal di Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sharifah Mastura SA

    2005-08-01

    Full Text Available Tujuan kertas ini ialah untuk meninjau arahaliran perubahan kini dalam subdisiplin geografi fizikal seperti yang diamalkan di Jabatan Geografi Universiti Kebangsaan Malaysia dan di dunia luar, terutamanya di United Kingdom. Dalam pada menyerlahkan peripentingnya memanfaatkan kemahiran geoteknologi tercanggih dan terkini seperti teknologi komputer, satelait, GIS dan multi-media kertas ini merumuskan lima bentuk implikasi arahaliran perubahan kini tersebut kepada pengamalan geografi fizikal di Universiti Kebangsaan khususnya dan Malaysia umumnya: (1 kajian-kajian gunaan dan pengurusan boleh menjadi tempat pertemuan geografi fizikal dan geografi manusia; (2 ahli geografi fizikal perlu meningkatkan pengetahuan saintifik mereka demi mencapai kecemerlangan; (3 peri pentingnya georafi fizikal diperkasakan state of the art geotechnologies demi meningkatkan ketepatan penyukatan dan pemantauan; (4 perlunya kurikulum geografi fizikal di rombak supaya dapat memuatkan kaedah penyelidikan baru, kemahiran menyelesaikan masalah, pemikiran kritikal, dan etika terpuji; (5 perlunya diseimbangkan antara pendekatan menyeluruh (holism dan pengkhususan (specialism antara ketiga-tiga komponen utama geografi fizikal iaitu geomorfologi, kajiklim dan biogeografi.

  3. Studi Implementasi Six Sigma dalam Sistem Inventori Galangan Kapal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elwin Elwin

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam industri galangan kapal terdapat bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi yang merupakan macam-macam bentuk dari persediaan dan berhubungan dengan stok, ketika persediaan tidak dikelola dengan benar maka akan terjadi pembengkakkan biaya/pengeluaran biaya yang tidak dibutuhkan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kondisi inventori di PT. Dok dan Perkapalan Surbaya, untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya variabilitas output six sigma dan mengurangi defect pada sistem inventori dengan menggunakan metode six sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control,. Berdasarkan perhitungan Material Pipa mengalami defect sebesar 50.98% dengan nilai sigma 1.48, Material Elbow mengalami defect sebesar 89.80% dengan nilai sigma 0.33, Material Flange mengalami defect sebesar 71.99% dengan nilai sigma 0.90, Material Paking mengalami defect sebesar 13.12% dengan nilai sigma 2.74 dan Material Mur mengalami defect sebesar 17.26% dengan nilai sigma 2.57. Sesuai dengan perhitungan reorder point for the inventory untuk masing-masing material, maka dapat diketahui bahwa material Pipa reoder point adalah 58 lonjor, elbow 100 buah, flange 168 buah, paking 24 buah dan mur 946 buah. Nilai sigma yang diperoleh dalam perhitungan tingkat persediaan masih jauh dari nilai yang seharusnya dapat dicapai oleh suatu perusahaan (6?, sehingga dilakukan tahap Improve dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA, pembuat SOP Pengendalian persediaan material dengan format baru serta galangan perlu melakukan perhitungan reorder point.  

  4. KEARIFAN LOKAL ADAT MASYARAKAT SUNDA DALAM HUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN ALAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Indrawardana

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskusikan kearifan lokal adat masyarakat Sunda dalam hubungan dengan lingkungan alam. Penelitian dilakukan secara kualitatif terhadap masyarakat Sunda Kanekes. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pada dasarnya kearifan lokal masyarakat Sunda Kanekes disarikan dari pengalaman masyarakat Sunda lama yang sangat akrab dengan lingkungannya dan sudah lama hidup dalam budaya masyarakat peladang. Kearifan lokal adat, suatu kondisi sosial dan budaya yang didalamnya terkandung khasanah nilai-nilai budaya yang menghargai dan adaptif dengan alam sekitar, dan tertata secara ajeg dalam suatu tatanan adat istiadat suatu masyarakat. Walau sering dianggap kuno, nilai-nilai yang mereka ajarkan dan praktek yang mereka jalankan masih merupakan cara yang terbaik untuk memelihara lingkungan di zaman post-modern. The objective of this study is to discuss the wisdom of indigenous traditional Sundanese community in relation to natural environment. The research is done qualitatively in Kanekes Sundanese traditional community. The research found that the distinguished Kanekes local knowledge regarding to the environment is creatively developed by the community from their everyday exepriences of living with natures, being friends with nature and their experience as farming communities. The local wisdom of Kanekes community, which contains cultural values of respect and adaptive to the environment, and life based upon traditional norms. Though often stereotyped as primitive, their living values and practices of life are still the best instrument to conserve environment in post-modern age.

  5. MASKULINITAS PEREMPUAN DALAM IKLAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN CITRA SOSIAL PEREMPUAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cons. Tri Handoko

    2005-01-01

    Full Text Available In Indonesia%2C women models appear in advertisements not far away from their ray construction which resemble with their experiences in society. They are appeared as the other%2C subordinate%2C and live in the domestic region. However%2C in the late of 90?s till now%2C some advertisements have been appearing women models outside of general construction about femininity concepts: weak%2C delicate%2C passive%2C modest%2C submissive%2C charming%2C etc.; but masculine: rational%2C strong%2C intelligent%2C and explicit. The globalization of information and communication which also have impact to people?s thinking pattern which influence to advertisemenst themes as well. Such as feminism concepts become themes of advertisements%2C at least educate community that masculinity is not just belong to men. Abstract in Bahasa Indonesia : Di Indonesia%2C penampilan model perempuan dalam iklan tidak jauh dari konstruksi bias gender yang mirip dialami mereka pula di kehidupan bermasyarakat. Mereka ditampilkan sebagai the other%2C disubordinasikan%2C dan masih di wilayah domestik. Namun sejak akhir 90-an sampai saat ini%2C beberapa iklan mulai berani menampilkan model perempuan di luar konstruksi umum tersebut. Mereka ditampilkan tidak lagi sesuai dengan konstruksi umum tentang arti feminin: lemah lembut%2C lemah fisik%2C halus%2C pasif%2C rendahan hati%2C submisif%2C bersikap manis%2C dan sejenisnya; namun maskulin: rasional%2C kuat%2C cerdas%2C dan tegas. Globalisasi informasi dan komunikasi memberi pengaruh pada pola pikir manusia yang berpengaruh juga pada tema-tema iklan. Contohnya seperti iklan yang bertema kesetaraan gender sedikit banyak membantu pembelajaran masyarakat akan nilai-nilai maskulinitas yang tidak hanya boleh ?dimiliki? laki-laki saja. masculine%2C woman%2C advertisement%2C gender.

  6. HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN SIKAP DAN PERILAKU ANAK SD DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Woro Riyadina

    2012-10-01

    Full Text Available Sumber Daya Manusia (SDM yang berkualitas harus didukung dengan lingkungan dan sarana yang sesuai untuk aktivitasnya. Hubungan antara kondisi lingkungan sekolah dengan sikap perilaku anak sekolah dalam proses belajar mengajar belum diperhatikan. Survei ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan fisik sekolah dengan sikap dan perilaku anak sekolah dasar dalam proses belajar mengajar di sekolah.

  7. PENGARUH FRAMING, TANGGUNG JAWAB DAN PENGALAMAN DALAM PEMBUATAN EPUTUSAN PEMBERIAN KRIDIT

    OpenAIRE

    Sahmuddin, S. E.

    2003-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah pengalaman mempunyai pengaruh jika informasi di framing terhadap keputusan pemberian kredit, dan apakah pengalaman mempunyai tanggung jawab terhadap keputusan pemberian kredit. Dalam penelitian ini digunakan data primer dengan junlah responden 240, menggunakan metode penelitian empiris dalam desain laboratorium. Sampel penelitian adalah mahasiswa pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Perbankan STIM-Nitro Makassar yang diproksi sebagai ...

  8. PENGARUH FRAMING, TANGGUNG JAWAB DAN PENGALAMAN DALAM PPEMBUATAN KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT

    OpenAIRE

    Sahmuddin, S. E.

    2004-01-01

    Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah pengalaman mempunyai pengaruh jika informasi di framing terhadap keputusan pemberian kridit, dan apakah pengalaman mempunyai hubungan dengan tanggungjawab terhadap keputusan pemberian kridit. Dalam penelitian ini digunkan data primer dengan jumlah responden 240, menggunakan metode ppenelitian empiris dalam desain laboratorium. Sampel penelitian adalah mahasiswa pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Perbankan STIM-Nitro Makassar yang diproksi sebag...

  9. GARIS BESAR PSIKOLOGI TRANSPERSONAL: PANDANGAN TENTANG MANUSIA DAN METODE PENGGALIAN TRANSPERSONAL SERTA APLIKASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN

    OpenAIRE

    Mujidin Mujidin

    2012-01-01

    AbstrakPsikologi Transpersonal merupakan aliran baru dalam Psikologi. PsiklogiTranspersonal  mendeklarasikan diri sebagai Madzhab Ke Empat  Psikologi. Psikologitranspersonal, yang sekarang diperkenalkan sebagai madzhab keempat dalam lapanganpsikologi, memulai khususnya ditingkat universitas, juga menjalar di dunia pendidikan. Tahun1969, jurnal Psikologi transpersonal diterbitkan. Tahun 1973, perkumpulan psikologitranspersonal pertama mengadakan konsferensi di Meulo Park, California. Pada ta...

  10. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU BIROKRASI DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKSANAAN KEBERSIHAN DI KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    Nurlina

    2003-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang faktor-faktor yang mem-pengaruhi perilaku birokrasi dalam implementasi kebijaksanaan kebersihan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif tipe analisis deskriptif, untuk memperoleh data sesui dengan tema penelitian ini, maka dilakukan dengan beberepa teknik pengumpulan data antara lain dengan obserwasi dan wawancara di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pengelolaan kebersihan di Kota Makassar terjadi perbedaa...

  11. Pengurusan Artistik: Kajian Mengenai Peranan Set Selaku Tenaga Kreatif Dalam Seni Persembahan Pentas Di Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sabzali Musa Kahn

    2011-01-01

    Full Text Available Penulisan ini adalah berkaitan perkembangan kreativiti dan pengurusan organisasi seni persembahan pentas iaitu teater moden yang merangkumi perancangan rekabentuk, sumber manusia dan kreativiti dalam sesuatu pementasan. Pengurusan seni persembahan mempunyai peranannya tersendiri dalam menyumbang kepada sesuatu seni pementasan yang berkesan. Ia secara langsung melibatkan aktiviti rekabentuk yang harus dilalui oleh pereka set dan pasukan dalam menghasilkan sesebuah rekaan dan binaan set teater yang mantap. Kajian ini dilakukan di Istana Budaya, Kuala Lumpur pada 2006. Kaedah yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif (temubual. Hasil penyelidikan ini dapat membantu memgumpulkan data serta menganalisisnya demi mengutarakan hujah-hujah dan jawapan yang tepat dan berfeadah. Hasil dari kajian ini mendapati bahawa pereka set dan pasukan dalam produksi berperanan penting bagi menghasilkan sesebuah produksi yang mantap dan bermutu.Objektif utama artikel ini ialah untuk mengenalpasti psikologi pemikiran dan dorongan kerja yang wujud antara pereka set dan ahli pasukan dalam organisasi produksi teater di Istana Budaya. Artikel ini juga untuk mengenalpasti pemantauan dalam rekaan dan binaan set antara pereka set dan ahli pasukan dalam organisasi produksi teater di Istana Budaya. Penyelidik telah mengenalpasti tiga aspek penting yang harus diberi perhatian oleh pereka set dan pasukan produksi dalam proses menghasilkan rekaan dan binaan set. Penggunaan carta morfologi untuk setiap peringkat akan membantu bagi menghasilkan keberkesanan proses rekaan dan binaan set untuk sesebuah persembahan. Penggunaan templet petak lukisan yang berupa storyboard dapat membantu menghasilkan kejelasan visual setiap proses bagi semua peringkat produksi yang akan dipersembahkan. Dan kepelbagaian kepakaran dan pengetahuan pereka set penting bagi menghasilkan sesuatu rekaan dan binaan set yang mantap dalam persembahan.

  12. CONTEMPORARY THEORY SEBAGAI PENDEKATAN ALTERNATIF DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KONSOLIDASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juniarti Juniarti

    2001-01-01

    Full Text Available Consolidated financial statements must be prepared if one of the combining entities obtain control over another. These reports should not be biased in favor of any group and must be based on the underlying substance of the economic events. There are some approaches or methods in preparing consolidated financial statements such as parent company theory, entity theory, proportional consolidation and contemporary theory. Certain problems and inconsistency in accounting procedures under each method arise in case the company owns less than 100% shares of the subsidiaries. Moreover there is no concencus among theorists which approach should be applied. Eventhough the pros and cons in arguing the proper approach has been going on in dabate, this paper attempts to set forth theoretical investigation to support the argumentation that contemporary theory is more appropriate approach. Abstract in Bahasa Indonesia : Laporan keuangan konsolidasi harus disusun jika salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Laporan tersebut tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi. Terdapat beberapa pendekatan atau metode yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi seperti parent company theory, entity theory, proportional consolidation dan contemporary theory. Masalah dan inkonsistensi dalam prosedur akuntansi dengan menggunakan masing-masing prosedur tersebut muncul jika kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang dari 100%. Selain itu masih belum ada kesepakatan dari para teoritisi di bidang akuntansi mengenai metode yang harus diterapkan. Meskipun pro dan kontra dalam memperdebatkan pendekatan mana yang lebih sesuai terus berlangsung, tulisan ini mencoba mengetengahkan kajian teoritis untuk mendukung argumentansi bahwa contemporary theory merupakan pendekatan yang lebih sesuai. Kata kunci: laporan keuangan konsolidasi, penggabungan perusahaan, pendekatan.

  13. Pola Pendidikan Informal dalam Organisasi Mahasiswa Ekstra Universiter

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bangun Setiyawan Nugroho

    2015-02-01

    Full Text Available Abstract: This study aims to determine the underlying causes of informal education in the Student Organizations Extra university (OMEU successfully reproduces many Indonesian leaders and what patterns of informal education in the association OMEU. The research approach used is qualitative case study research tradition, in this case the researchers used a multi-case. Sources of data in this study primarily obtained from informants who are leaders HMI, GMNI, and PMII in Malang. Data collection techniques used were interviewed, observation and documentation. The analysis technique used is the data management; reading and making notes; describe, classify, and interpretation; and present and visualize. The results of this study that (1 informal education in OMEU produce many leaders of Indonesia, (2 pattern of informal education in OMEU an interaction that occurs continu-ously between individuals, communities, and the environment.Key Words: patterns of informal education, extra student organizations university Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab yang mendasari pendidikan informal dalam Organisasi Mahasiswa Ekstra Universiter (OMEU berhasil mereproduksi banyak pemimpin bangsa Indonesia dan seperti apa pola pendidikan informal dalam pergaulan OMEU. Pendekatan pe-nelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tradisi penelitian studi kasus, peneliti menggunakan multi kasus. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari para informan yang merupakan tokoh HMI, GMNI, dan PMII di Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah pengelolaan data; membaca dan membuat catatan; mendiskripsikan, mengklasifikasi, dan menginterpretasi; serta menyajikan dan memvisualisasikan. Hasil penelitian ini bahwa (1 pendidikan informal di OMEU menghasilkan banyak pemimpin bangsa Indonesia, (2 Pola pendidikan informal di OMEU merupakan interaksi yang terjadi secara terus menerus antara individu-individu, komunitas, dan lingkungan.Kata kunci: pola pendidikan informal, organisasi mahasiswa ekstra universiter

  14. POTENSI JENDELA DALAM MEMINIMALKAN INTRUSI KEBISINGAN: SEBUAH STUDI AWAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christina E. Mediastika

    2005-01-01

    Full Text Available Low cost domestic building of warm humid climate depends very much on natural ventilation, and thus large openings. However, since adjacent street transforms into potential noise source, the openings will be critical points for noise intrusion. Opening design strategies is then of importance to adopt. Prior to this investigation, a computational simulation has been carried out to calculate ventilation rates within building to meet airflow requirement, which shows that there are three type of windows suitable to be employed. These windows, i.e. casement, top-hung and jalousie, were then to be examined of doing task in reducing noise ingress. The research shows indication rather than conclusion that jalousie window insignificantly offers better noise reduction than the two others do. Some unconsidered factors are predicted having effect on this result. Abstract in Bahasa Indonesia : Bangunan domestik sederhana, seperti rumah tinggal, yang berlokasi di negara tropis lembab seperti Indonesia, sangat bergantung pada keberadaan jendela demi kelangsungan ventilasi alami. Seiring pertumbuhan fungsi jalan di depan bangunan, jendela juga meupakan titik kritis terjadinya intrusi kebisingan dari jalan ke dalam bangunan. Oleh karenanya, perlu ditempuh kompromi desain jendela untuk kepentingan ventilasi dan reduksi kebisingan. Penelitian sebelumnya terhadap 3 model jendela menunjukkan bahwa ketiga jendela tersebut mampu mensuplai tingkat ventilasi yang disyaratkan. Pada penelitian ini ketiga model jendela tersebut kemudian diuji kemampuannya dalam mereduksi kebisingan melalui proses uji lapangan. Ketiga model tersebut adalah jendela casement, top-hung dan jalusi. Namun demikian, keterbatasan dana dan sumber daya telah menyebabkan beberapa faktor belum dapat diuji dalam penelitian ini. Faktor-faktor tersebut menyebabkan perbedaan hasil pengujian antara tiga jendela tersebut kurang signifikan. Hal ini menyebabkan penelitian belum dapat menghasilkan kesimpulan yang cukup valid. Namun demikian, muncul indikasi bahwa jendela jalusi mampu meminimalkan intrusi kebisingan sedikit lebih baik dibandingkan dua model jendela yang lain. Kata kunci: ventilasi alami, intrusi kebisingan, jendela jalusi.

  15. PENTINGNYA PERILAKU KONSUMEN DALAM MENCIPTAKAN IKLAN YANG EFEKTIF

    OpenAIRE

    Ani Wijayanti Suhartono

    2004-01-01

    Advertising is one of the stages is marketing. Without advertising%2C many products would not reach through to the distributors or sellers%2C moreover the consumers. Consumer behavior has increasingly become more varied%2C and influenced by a number of factors. To create an effective ad%2C one needs to research consumer behavior based on aspects of culture%2C society%2C personality%2C and psychology. Abstract in Bahasa Indonesia : Periklanan merupakan salah satu tahap dalam pemasaran. Tanpa p...

  16. PERANAN PAGUYUBAN TIONGHOA PURBALINGGA DALAM PELESTARIAN TRADISI CAP GO MEHPERANAN PAGUYUBAN TIONGHOA PURBALINGGA DALAM PELESTARIAN TRADISI CAP GO MEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Fitriyani

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan peran Paguyuban Tionghoa Purbalingga (PTP dalam menjaga kebudayaan Tionghoa, khususnya tradisi Cap Go Meh. Sebelum  Paguyuban Tionghoa Purbalingga terbentuk, perayaan Cap Go Meh hanya dirayakan dalam lingkup keluarga dan di dalam rumah saja, akan tetapi setelah adanya Paguyuban Tionghoa Purbalingga tradisi ini dirayakan secara terbuka sehingga tidak hanya golongan Tionghoa yang merasakan akan tetapi juga masyarakat Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di kabupaten Purbalingga. Menggunakan bentuk analisis interaktif, penelitian ini menghasilkan fakta-fakta sebagai berikut. Bentuk-bentuk pelestarian tradisi Cap Go Meh meliputi perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan tradisi Cap Go Meh. Makna tradisi Cap Go Meh bagi masyarakat Tionghoa Purbalingga adalah wujud syukur, dan sarana berkumpul. Tradisi ini mengandung nilai 8 Jalan Kebenaran bagi golongan Tionghoa sesuai ajaran Tridharma Tionghoa yaitu kesetiaan (loyality, integritas (integrity, kesopanan (propriety, kebenaran moral (righteousness, kehormatan (honour, bakti (filial piety, kebajikan (kindness, kasih sayang (love.The objective of this study is to describe the role of Chinese Society of Purbalingga (PTP in conserving Chinese culture, especially the tradition of Cap Go Meh. Before the establishment of the Chinese Society of Purbalingga, Cap Go Meh was celebrated only in the sphere of family and home, but after the Chinese Society of Purbalingga was established, the tradition was celebrated openly so that not only the Chinese but also people of Purbalingga can feel its presence. The study method used is qualitative approach and the research sites is in the district Purbalingga. Using the form of interactive analysis, this research found the following facts. Preservation of Cap Go Meh tradition include these practices: protection, development, and utilization of Cap Go Meh tradition. The meaning of Cap Go Meh tradition for the Chinese community in Purbalingga is an act of gratitude, and means of assembly. Besides, this tradition contains the value of 8 way sof truth according to the teachings of the Chinese Tridharma, loyality, integrity,  propriety, righteousness, honor, filial piety, kindness, and love.

  17. Efek Durasi Pencahayaan Pada Sistem HRAR Untuk Menurunkan Kandungan Minyak Solar Dalam Air Limbah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Puspitasari

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak di dalam air limbah industri perminyakan umumnya bersifat toksik terhadap mikroorganisme dan mengganggu proses pengolahan secara biologis. Sistem HRAR diperkirakan dapat mengatasi hambatan tersebut melalui proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perpanjangan waktu pencahayaan pada kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak di dalam limbah. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi durasi pencahayaan dan variasi penambahan volume minyak solar yang ditambahkan ke dalam reaktor. Variasi durasi pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan selama 12 jam dan pencahayaan selama 24 jam. Sedangkan penambahan volume minyak solar ke dalam masing-masing reaktor adalah sebesar 346 ppm, 519 ppm dan 692 ppm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan konsentrasi minyak dibandingkan pencahayaan selama 24 jam. Hal ini dapat terlihat dari baiknya pertumbuhan alga dan bakteri di dalam reaktor serta tingginya penurunan konsentrasi minyak solar di dalamnya. Penurunan konsentrasi minyak solar terbaik terdapat pada reaktor dengan penambahan minyak solar sebesar 346 ppm. Pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 12 jam terjadi penurunan konsentrasi minyak sebesar 78,4%. Sedangkan penurunan kandungan minyak solar pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 24 jam adalah sebesar 73,9%.

  18. PEMANFAATAN PELEPAH SAWIT SEBAGAI SUMBER HIJAUAN DALAM RANSUM SAPI POTONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhaita Nurhaita

    2015-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemanfaatan pelepah sawit sebagai sumber hijauan dalam ransum sapi potong. Pelepah sawit yang telah diamoniasi digunakan sebagai pengganti 100% rumput dengan suplementasi nutrient precursor mikroba rumen yaitu daun ubi kayu, mineral Sulfur dan Fosfor Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ransum perlakuan dan 4 kelompok sapi sebagai ulangan. Sebagai perlakuan adalah ransum A= yaitu rumput lapangan, sebagai kontrol, B = pelepah sawit amoniasi , C= pelepah sawit amoniasi + suplementasi 5% daun ubi kayu, D = pelepah sawit amoniasi + suplementasi 0,4% mineral S dan 0,27% mineral P, dan E= pelepah sawit amoniasi + suplementasi mineral S,P dan daun ubi kayu. Parameter yang diukur adalah 1 Konsumsi bahan kering, dan 2 Pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering, namun berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan. Pertambahan bobot badan terendah ditemukan pada ransum pelepah sawit amoniasi tanpa suplementasi (perlakuan B namun pertambahan bobot badan pada ransum perlakuan C, D dan E hampir sama dengan perlakuan A yang menggunakan rumput. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan pelepah sawit amoniasi dengan suplementasi daun ubi kayu dan mineral S, dan P dapat menggantikan 100% rumput dalam ransum ternak sapi dan memberikan performan yang sama dengan ransum kontrol (rumput

  19. Risiko Ancaman Akidah dalam Isu Penciptaan Sel Gamet Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Syairah, M.M.

    2012-06-01

    Full Text Available Pembentukan sel gamet adalah satu proses semulajadi yang berlaku secara alami. Sel gamet dihasilkan melalui proses spesifik yang diistilahkan sebagai gametogenesis. Gametogenesis merujuk kepada proses penghasilan kedua-dua sel gamet lelaki dan perempuan. Sel sperma manusia terhasil melalui proses yang dinamakan spermatogenesis, manakala sel ovum pula terhasil daripada satu proses khusus dipanggil oogenesis. Walaupun pada asasnya kewujudan sel-sel gamet ini adalah melalui proses fisiologi normal, namun dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang terutamanya dalam bidang sains perubatan, kini telah wujud beberapa penemuan yang membolehkan sel sperma dan sel ovum ‘dicipta’ di dalam makmal bagi tujuan perubatan dan juga untuk kajian saintifik. Penemuan yang agak mengejutkan ini sebenarnya telah mencetuskan perdebatan hebat di kalangan para pengkaji ilmu. Percanggahan pendapat yang bersandarkan kepada pegangan agama, nilai serta etika kemanusiaan yang berbeza telah mengundang pelbagai reaksi berhubung perkara ini. Artikel ini akan mengupas lebih lanjut mengenai isu-isu permasalahan dan penerimaan teknologi ini berdasarkan kepada penerimaan dari sudut syarak dan akidah Islam.

  20. METROSEKSUALITAS DALAM IKLAN SEBAGAI WACANA GAYA HIDUP POSMODERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cons. Tri Handoko

    2004-01-01

    Full Text Available Nowdays Metrosexual is becoming an interesting topic not just in the fashion field but also in the public. Metrosexual is the product of consumption-advertisement-lifestyle hegemonic. The growing of Metrosexual lifestyle because of synergic cooperation between producers of postmodern culture and media also advertising to create new needs for male. In advertisements%2C metrosexual models are appeared to promote products of consumption lifestyles%2C spectacle%2C body (taste and image. Clearly%2C advertisements no longer offer product functions but also relate to image of surface and style%2C with the result that nowdays metrosexual identity not just a trend but has become a new social identity. Abstract in Bahasa Indonesia : Metroseksual saat ini menjadi wacana aktual di dunia fashion juga di masyarakat luas. Metroseksual adalah produk dari hegemonitas konsumsi-iklan-gaya hidup. Gaya hidup metroseksual ini tumbuh dan berkembang tidak lepas dari adanya sinergi antara produsen ?ideologi? budaya posmodern dalam ?kerjasamanya? dengan media serta iklan untuk menciptakan kebutuhan baru pada kaum pria. Dalam iklan-iklan tersebut%2C sosok metroseksual dihadirkan untuk menawarkan produk dari gaya hidup konsumtif%2C tubuh (cita rasa%2C dan citra. Jelasnya iklan tidak lagi menjual fungsionalitas produk namun juga telah dikaitkan dengan tampilan permukaan dan gaya%2C sehingga saat ini identitas metroseksual menjadi tidak hanya sekedar trend namun telah menjadi sebuah identitas sosial yang baru.

  1. PERANAN EYE CATHCER DALAM IKLAN DAN MASALAH PENCARIANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nova Kristiana

    2007-01-01

    Full Text Available Eye Cathcer represents one of the determinant factors for succeeding in an advertisement. The main objective in advertising is to get positive response from the consumer, to use the product offered, through advertisements and to position the product image in the consumer’s mind. Advertisements that go to and fro have various styles from the products offered. Advertisers also must think deeper on how to attract consumers so that the products offered are appropriate towards the sales target. This article will discuss the attraction in the different kinds of ads and how to look for attraction in the ads. Abstract in Bahasa Indonesia: Eye cathcer merupakan salah satu faktor penentu berhasil tidaknya suatu iklan. Tujuan utama beriklan adalah memunculkan respons positif konsumen untuk memakai produk yang ditawarkan melalui iklan dan memposisikan image produk di benak konsumen. Iklan yang berlalu-lalang memiliki berbagai macam daya tarik dari produk yang ditawarkan. Pengiklan juga harus berpikir lebih dalam untuk menarik konsumen supaya produk yang ditawarkan sesuai dengan target penjualan. Tulisan ini akan membahas daya tarik apa saja yang ada dalam iklan dan bagaimana cara mencari daya tarik yang ada pada iklan tersebut. Kata kunci: eye cathcer, iklan, konsumen

  2. PENGARUH BOARD DIVERSITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF CORPORATE GOVERNANCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Kusumastuti

    2007-01-01

    Full Text Available Board diversity is one the issue related to corporate governance. Board diversity shall influence Board of Directors composition. In this research, board diversity is measured by 5 variables, i.e. women in board, minority race availability, outsider directors, age, and educational background, with board and company measurement control variables. Company value is measured by utilizing Tobin's Q ratio. The research samples are taken from 48 manufacturing companies listed at Jakarta Stock Exchange in 2005. This research shows that board diversity members influencing to company value. Abstract in Bahasa Indonesia : Persebaran anggota dewan (board diversity merupakan salah satu isu yang terkait dengan corporate governance. Board diversity akan mempengaruhi komposisi dewan direksi yang nantinya akan mempengaruhi implementasi corporate governance. Dalam penelitian ini, board diversity diukur dengan 5 variabel, yaitu keberadaan dewan direksi wanita, keberadaan etnis Tionghoa dalam anggota dewan (sebagai proksi dari minoritas, proporsi outside directors, usia anggota dewan direksi, dan latar belakang pendidikan anggota dewan, dengan ukuran dewan dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Sedangkan nilai perusahaan diukur dengan menggunakan rasio Tobin's Q. Sampel penelitian ini adalah 48 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran anggota dewan (board diversity berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kata kunci: persebaran aggota dewan, corporate governance, nilai perusahaan, tobin's Q.

  3. IMAJI DAN PERAN MEDIA DESAIN DALAM PROSES DESAIN ARSITEKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joyce M. Laurens

    2003-01-01

    Full Text Available Architectural forms are created by human minds. Because of this they are tied tightly to the perceptual experience and concept of designer. Designers are creating images and models for thought and communication, through which the intentions of a design idea may be captured and transmitted, so that the concepts can be understood, and perceived as reality. In a creative design process, a wide range of media are applied. It plays an important role, not only in conveying architectural messages and but also in operating as a catalyst to explore design ideas. This paper discusses the role of design media on the reception and conception of the architectural message. Abstract in Bahasa Indonesia : Bentuk arsitektur diciptakan oleh pikiran manusia. Oleh karena itu bentuk-bentuk arsitektur sangat terkait pada pengalaman dan konsep perseptual perancangnya. Perancang menciptakan imaji-imaji dan model bagi pemikiran dan komunikasi sedemikian rupa agar gagasan desainnya dapat ditangkap dan dipancarkan, sehingga pada akhirnya konsep arsitek bisa dimengerti dan diterima sebagai realitas. Dalam proses desain kreatif, beragam jenis media desain dapat digunakan. Media ini memainkan peran penting bukan hanya sebagai pengantar informasi atau pesan arsitektural saja, akan tetapi juga berperan sebagai katalisator dalam menggali dan mengembangkan gagasan desain. Tulisan ini akan menelaah peran media desain tersebut terhadap penerimaan dan konsepsi pesan arsitektural. Kata kunci: desain arsitektur, imaji-persepsi, komunikasi

  4. ARSITEKTUR VERNAKULAR INDONESIA Perannya Dalam Pengembangan Jati Diri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiranto Wiranto

    1999-01-01

    Full Text Available Vernacular architecture is derived from The Folk Architecture.The Folk Architecture is born by the ethnical community ,anchored by tradition. Vernacular architecture usually concerned with the cosmology,way of life and life style of the ethnical community, it would be an alternative answer of modernization. Modernization,the development of Technology and the social-economical interaction would like to get some modern needs .Vernacular Architecture is a translation of tradition and also it haves identities which can be increased by inovation and creativity in syncretism or eclectism.The syncretism or eclectism of Indonesian vernacular architecture would be a strand of post modernism in the form of Neo-Vernacular architecture. Vernacular architecture have been proposed as one of the vehicles toward the evolution of Indonesian architecture with National identity. Abstract in Bahasa Indonesia : Arsitektur Vernakular tumbuh dari arsitektur rakyat,yang lahir dari masyarakat etnik dan berjangkar pada Tradisi etnik.Dengan demikian Arsitektur tersebut sejalan dengan paham kosmologi,pandangan hidup, gaya hidup dan memiliki tampilan khas sebagai cerminan jati diri yang dapat dikembangkan secara inovatif kreatif dalam pendekatan sinkretis ataupun eklektis. Modernisasi dan kemajuan teknologi serta interaksi sosial ekonomi menuntut kehadiran Arsitektur yang mampu berdialog dengan tuntutan baru.Sinkretisme .arsitektur vernakular Indonesia merupakan potensi yang memberi sumbangan pada "post modernisme" dalam tampilan arsitektur "Neo-Vernakular".Dengan demikian diharapkan Arsitektur Vernakular menjadi salah satu jembatan menuju evolusi arsitektur Indonesia modern yang tetap berjati diri dan berakar pada tradisi. Kata kunci : Arsitektur adalah sebuah produk Budaya Bangsa.

  5. PRODUCT DATA MANAGEMENT DALAM KAITAN DENGAN CAD/CAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bernardo Nugroho Yahya

    2004-01-01

    Full Text Available The future industry is the one who can manage the information system. Today, communication technology and distributed system computerization already have the ability to implement system that able to exchange and share information between different users. Product Data Management (PDM is an up-to-date and excellent method on managing the exchange and share of information. PDM is able to integrate and manage data analyzing process and documentation of the related product component physically. By adjusting the CAD/CAM on certain condition, the PDM will function maximally by using the information based on STEP (Standard for the Exchange of Product Data model. This article will explain the relationship between PDM system and CAD/CAM on industry. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem informasi merupakan ujung tombak sebuah perusahaan yang unggul di masa depan. Komputerisasi dengan sistem yang terdistribusi dan teknologi komunikasi saat ini memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan sistem yang dapat menukar dan men-share informasi antar user yang berbeda. Teknologi yang mendapat cukup perhatian luas dalam hal pertukaran dan sharing informasi ini adalah Product Data Management (PDM. PDM dapat mengintegrasikan dan mengatur proses pengolahan data dan dokumen teknik yang berhubungan dengan komponen fisik produk yang bersangkutan. PDM akan berfungsi maksimal apabila kesesuaian dengan CAD/CAM diatur sedemikian rupa, dihubungkan dengan informasi berbasiskan STEP (Standard for the Exchange of Product Data model. Artikel ini akan menjelaskan hubungan antara sistem PDM dengan CAD/CAM dalam industri. Kata kunci: PDM, Manajemen Data, CAD/CAM, STEP.

  6. PENELITIAN DISOLUSI DAN PENETAPAN KADAR METRONIDAZOL DALAM SEDIAAN GENERIK DAN BEBERAPA SEDIAAN DENGAN NAMA DAGANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pudji Lestari

    2012-10-01

    Full Text Available Sediaan metronidazol dalam bentuk tablet, selain generik berlogo juga tersedia dengan nama dagang. Untuk memasyarakatkan obat generik berlogo diperlukan informasi tentang mutu obat yang bersangkutan. Mutu obat generik berlogo yang sering dipertanyakan perlu dimantapkan dengan berbagai data laboratorium. Untuk itu, kami lakukan penelitian disolusi dan penetapan kadar metronidazol dalam setiap generik berlogo dan beberapa sediaan dengan nama dagang menggunakan metode yang tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi IV, 1995. Penelitian ini dilakukan terhadap satu sediaan generik dan tiga sediaan dengan nama dagang (A, B dan C.

  7. Peter Winzen: Das Ende der Kaiserherrlichkeit. Die Skandalprozesse um die homosexuellen Berater Wilhelms II. 1907–1909. Köln u.a.: Böhlau Verlag 2010.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Julian Herbert Köck

    2011-03-01

    Full Text Available Peter Winzen versucht in vorliegender Studie zu beweisen, dass Kanzler von Bülow hinter der Harden-Eulenburg-Affäre steckte. Der Publizist Harden beschuldigte in mehreren Artikeln einige der Freunde und Berater von Wilhelm II. der Homosexualität, was zu einer Reihe von Skandalprozessen führte. Winzens Argumentation kann in diesem Punkt nicht überzeugen, gleichzeitig zeichnet er aber den Verlauf der Affäre und ihre politischen Ursachen und Wirkungen unter Verwendung einer Fülle an Quellen sehr anschaulich nach. Das Buch eignet sich damit als Einführung in das Thema, für die Forschung, insbesondere für die Genderforschung, wird es dagegen wohl nicht von größerer Bedeutung sein.In this present study, Peter Winzen tries to prove that chancellor von Bülow was behind the Harden-Eulenburg affair. In several articles, the journalist Harden accused several friends and counselors of Wilhelm II. of homosexuality, which led to a number of scandalous processes. Regarding this point, Winzen’s line of argument fails to convince; at the same time, however, he vividly traces the course of the affair and its political causes and effects using a multitude of resources. Thus, the book is a suitable introduction to the topic. However, it will probably not be of major importance for research, particularly gender research.

  8. RE-IMAJINASI KE-INDONESIA-AN DALAM KONTEKS ‘NETWORK SOCIETY’

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Wulan Pujiriyani

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakTulisan ini berusaha untuk mengungkap pengalaman keindonesiaan yang dihadapkan pada realitas kehidupan yang mengglobal. Dalam rangka memperoleh pemahaman yang lebih jauh tentang pemaknaan identitas keindonesiaan, tulisan ini akan mengacu pada pemaknaan identitas secara individual yaitu bagaimana individu merumuskan identitas keindonesiaannya, bagaimana identitas tersebut dibangun serta representasi identitas keindonesiaan yang kemudian muncul. Untuk mengaitkan dengan pemaknaan identitas secara global, konteks identitas yang dimunculkan dalam tulisan ini adalah identitas yang dirumuskan oleh subjek penelitian yang memiliki pengalaman tinggal di luar negeri. Hal ini terkait dengan konteks network society yang menandai semakin cairnya batas-batas teritorial. Dalam konteks mobilitas inilah identitas keindonesiaan atau seringkali dilekatkan dengan ‘nasionalisme’ seseorang, seringkali dipertanyakan. Pengalaman tinggal di luar negeri ini dijadikan frame untuk melihat bagaimana identitas keindonesiaan itu menemukan makna yang sebenarnya ketika dihadapkan pada identitas-identitas dalam jaringan masyarakat yang meluas.

  9. Pemurnian kreativiti dalam pendidikan prasekolah sebagai asas pembinaan bangsa malaysia yang kreatif: Suatu kupasan awal

    OpenAIRE

    Othman b. A. Kassim; Mohd Azhar b. Abd. Hamid

    2004-01-01

    Kreativiti merupakan mauduk dan agenda penting dalam mana-mana orientasi pendidikan di dunia. Institusi pendidikan merupakan tempat terpenting untk menyuburkan bakat dan kebolehan kreatif pelajar. Banyak negara di dunia seperti Amerika Syarikat, Jerman, Swedan, Jepun, Singapura dan Korea Selatan memberi penekanan dalam sistem pendidikan prasekolah hingga peringkat pendidikan tinggi. Justeru, negara-negara yang disebutkan tadi, khususnya Amerika Syarikat berusaha melahirkan sumber manusia krea...

  10. Pemurnian kreativiti dalam pendidikan prasekolah sebagai asas pembinaan bangsa malaysia yang kreatif: Suatu kupasan awal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Othman b. A. Kassim

    2004-06-01

    Full Text Available Kreativiti merupakan mauduk dan agenda penting dalam mana-mana orientasi pendidikan di dunia. Institusi pendidikan merupakan tempat terpenting untk menyuburkan bakat dan kebolehan kreatif pelajar. Banyak negara di dunia seperti Amerika Syarikat, Jerman, Swedan, Jepun, Singapura dan Korea Selatan memberi penekanan dalam sistem pendidikan prasekolah hingga peringkat pendidikan tinggi. Justeru, negara-negara yang disebutkan tadi, khususnya Amerika Syarikat berusaha melahirkan sumber manusia kreatif yang mampu mengangkat martabat dan dignity bangsa itu. Hal ini di akui oleh pakar-pakar sains pemikiran kreatif seperti Amabile (1992, Swartz (1989, Buzan (2002, De Bono (1971, Leong (1998, dan ramai lagi. Amabile (1992, misalnya menyifatkan institusi pendidikan. Khususnya pendidikan prasekolah merupakan tempat paling penting untuk memupuk alam kreativiti di kalangan kanak-kanak. Selanjunya, Cropley (2001, menegaskan bahawa pendidikan awal kanak-kanak sangat memerlukan persekitaran dan motivasi yang amat signifikan bagi meralisasikan bakat dan kemahirankreativiti kanak-kanak. Namun begitu, menurut de Bono (1970, tanpa prime mover (dibaca sebagai pendidikyang menggerakkan persekitaran yang kondusif untuk berkreativiti, maka sukar untuk para pelajar untuk berkreasi dengan selasa dan selamat. sungguhpun begitu, Prime mover yang dimaksudkan oleh de Bono itu ialah pendidik yang dibekali dengan pengetahuan dan kemahiran kreativiti. Pendidik yang tidak memiliki kemahiran dan pengetahuan kreativiti sukar untuk merealisasikan suasana, ruang, dan pengalaman kreatif dalam pengajaran dan pembelajarannya. Oleh yang demikian, kertas kerja konseptual ini akan mengupas agenda pemurnian kretiviti dalam pendidikan prasekolah serta kesannya terhadap pembinaan bangsa Malaysia yang kreatif. Justeru, kami akan memulakan dengan kupasan terma-terma penting kertas kerja ini seperti pemurnian kreativiti, bangsa Malaysia yang kreatif serta komponen- proses kreativiti kanak-kanak prasekolah. Selain itu, kertas kerja ini akan memberi tumpuan terhadap motivasi bagi mengharmonikan kreativiti dalam aktiviti pengajaran dan pembelajaran pada peringkat prasekolah. Selanjutnya, kertas kerja ini akan menggagaskan persekitaran yang kondusif serta teknk-teknik yang spesifik dalam pemurnian kreativiti dalam aktiviti pendidikan prasekolah. Akhirnya, kertas kerja ini akan melakarkan model pemurnian kreativiti yang sesuai dalam konteks pendidikan prasekolah.

  11. STRATEGI KELANGSUNGAN HIDUP SOPIR ANGKOT DALAM BUDAYA PERKOTAAN DI KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    Muhammad Basir

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan tentang strategi-strategi yang dilakukan oleh para sopir Angkot dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya di dalam budaya perkotaan di Kota makassar; wujud resistensi para sopir terhadap dominasi budaya di Kota Makassar; dan peranan lembaga-lembaga terkait terhadap keberadaan para sopir angkot di Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar, dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah Studi Pustaka, Observ...

  12. HAM DALAM TRADISI LISAN MASYARAKAT BUGIS MAKASSAR (Sebuah Tinjauan Analisis Wacana Kritis)

    OpenAIRE

    Wahyuddin, S. S.

    2005-01-01

    Penelitian ini merupakan sebuah usaha untuk melakukan penggalian nilai-nilai lokal masyarakat Bugis-Makassar yang berhubungan dengan konsep HAM internasional. Dalam penelitian ini pengambilan data dilakukan dari tradisi lisan yang berupa wawancara dengan beberapa masyarakat yang diaanggap layak dari Kabupaten Wajo dan Gowa. Data lain diambil dari tradisi lisan yang sudah ditulis dalam lontaraq Data yang sudah terkumpul kemudian di interpretasi dengan menggunakan pendekatan analisis wacana...

  13. SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR DALAM KERANGKA KERJA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bernardo Nugroho Yahya

    2001-01-01

    Full Text Available The value of an information is more valuable than the value of an investment. To make in information needs a system that can produce an accurate & priceless information. Management Information System needs to be defined more details to get a specific information, especially for production activity (manufacturing. Manufacture Information System can support the whole manufacture activity to make a good product in means of time, cost and also quality. Abstract in Bahasa Indonesia : Nilai sebuah informasi lebih berharga daripada nilai investasi. Oleh karena itu, dalam membuat sebuah informasi diperlukan sebuah sistem yang dapat membuat sebuah informasi yang tepat dan akurat. Sistem Informasi Manajemen perlu didefinisikan lebih detail untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik, khususnya untuk kegiatan produksi (manufaktur. Sistem Informasi Manufaktur dapat mendukung kegiatan manufaktur secara keseluruhan untuk menghasilkan produk yang baik dari segi waktu, biaya dan kualitas. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen, Sistem Informasi Manufaktur.

  14. PENTINGNYA PERILAKU KONSUMEN DALAM MENCIPTAKAN IKLAN YANG EFEKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Wijayanti Suhartono

    2004-01-01

    Full Text Available Advertising is one of the stages is marketing. Without advertising%2C many products would not reach through to the distributors or sellers%2C moreover the consumers. Consumer behavior has increasingly become more varied%2C and influenced by a number of factors. To create an effective ad%2C one needs to research consumer behavior based on aspects of culture%2C society%2C personality%2C and psychology. Abstract in Bahasa Indonesia : Periklanan merupakan salah satu tahap dalam pemasaran. Tanpa periklanan%2C berbagai produk tidak akan dapat mengalir ke para distributor atau penjual apalagi ke konsumen. Perilaku konsumen semakin lama semakin beraneka ragam%2C dipengaruhi beberapa faktor. Untuk menciptakan iklan yang efektif diperlukan riset perilaku konsumen yang didasarkan pada faktor budaya%2C sosial%2C pribadi serta psikologis advertising%2C consumer behavior.

  15. PERAN BADAN REINTEGRASI DAMAI ACEH DALAM PROSES GENCATAN SENJATA, DEMOBILISASI, DAN REINTEGRASI DI ACEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Fakhrurrazi

    2013-04-01

    Full Text Available Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRDA didirikan berdasarkan Nota Kesepahaman Helsinki yang ditandatangani 15 Agustus 2005, khususnya pasal 3.2 yang menyatakan tentang reintegrasi bekas anggota GAM. Beragam upaya reintegrasi telah dilakukan oleh pemerintah melalui pendekatan ekonomi, sosial, budaya, politik dan keamanan. Namun beragam hambatan muncul dalam proses reintegrasi mantan anggota GAM serta dalam implementasi proses tersebut yang dikawal oleh BRDA.Menggunakan konsep analisis wacana, dalam penelitian ini, penulis berupaya menggambarkan peran BRDA dalam proses reintegrasi mantan anggota GAM kedalam masyarakat serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Hasil penelitan menunjukkan bahwa muncul berbagai hambatan dalam proses reintegrasi mantan anggota GAM yakni hambatan dalam bidang ekonomi; hambatan dalam bidang politik, hukum dan keamanan; serta hambatan dalam bidang sosial budaya. BRDA juga terlihat belum optimal dalam menangani proses reintegrasi, masih terdapat banyak kekurangan.Aceh Peace Reintegration Institution (APRI was established based on Helsinki Memorandum of Understanding signed on August 15, 2005, especially article 3.2 states about reintegration of GAM (Freedom Aceh Movement ex-combatant. Various reintegration efforts have been done by the overnment through economic, social, cultural, political, and security approaches. However, many obstacles appeared in the process of reintegration of ex GAM combatant, and in the management of this process by Aceh Peace Reintegration Institution (BRDA. Using the concept of discourse analysis, in this research, the author attempts to describe the role of BRDA in the reintegration process of GAM ex-combatant to adapt in society and how Aceh Peace Reintegration Institution as the authority board managing the reintegration process play its role. Using the concepts of conflict and integration, the study seeks to describe the process of reintegration of former GAM members into society and the obstacles encountered in the process of reintegration. Research results indicate that there were many obstacles in the process of reintegration of former GAM members, they are barriers in economic field; barriers in politics, law and security, barriers in social and cultural field. BRDA was also seen not optimal in dealing with the reintegration process, there are still many shortcomings.

  16. AMANDEMEN PASAL 18 BUTIR (B PENYEDIAAN RUANG MEROKOK DALAM GEDUNG DALAM IMPLEMENTASI PERGUB DKI JAKARTA NO. 75/2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuslely Usman

    2013-05-01

    Full Text Available Latar Belakang: Berbagai bukti ilmiah mendorong tercetusnya kebijakan menciptakan udara bersih dalam ruang tertutupdi tempat kerja dan perlindungan masyarakat umum dari paparan asap rokok orang lain. Pemerintah DKI Jakarta telahmempelopori upaya perlindungan masyarakat sebagai perokok pasif melalui PERDA no. 2/2005 tentang PengendalianPencemaran Udara. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan Pergub No. 75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok/KDMdan keputusan BPLHD Jakarta no. 68/2006, sejak 6 April 2006. Metode: Studi kualitatif dilaku-kan untuk mengamatiimplementasi kebijakan gubernur no. 75/2005 di tiga mall yang dipilih secara purposive, dengan metode studi kasus yaitumall yang mengimplikasikan KDM. Informan meliputi; kepala dan staff kantor BPLHD Jakarta Selatan, pihak pengelolamall, penanggung jawab keamanan dan KDM di mall serta pemilik kios. Akan dianalisis pula gambaran faktor pemicu,faktor pemungkin dan faktor pendorong yang berhubungan dengan implementasi KDM di mall. Hasil: Pelaksanaan Pergubno. 75/2005 cukup baik tapi belum optimal. Adanya kebijakan area bebas asap rokok 100% pada UU RI no. 36 tentangKesehatan yang memiliki posisi hukum yang lebih tinggi, membuat penyediaan ruang merokok di dalam gedung (pasal18 ayat b Pergub no. 75/2005. dan klausul terkait tentang itu menjadi tidak berlaku. Masih kurang koordinasi dalammengembangkan dan mengawasi pelaksanaan KDM karena keterbatasan fasilitas/infrastruktur BPLHD dan pengelola mall.Kesimpulan: Faktor-faktor yang memperkuat pelaksanaan KDM di mall di Jakarta Selatan adalah dukungan dari parapemimpin dari pemerintah dan pengelola mall dan kesamaan visi/misi pengusaha. Sanksi pelanggaran KDM sebaiknyadiarahkan pada pemimpin dan/atau penanggung jawab tempat usaha di mana aturan KDM berlaku (sesuai pasal 27pergub no. 75/2005.

  17. AIR SEBAGAI SUBYEK DALAM DESAIN ARSITEKTUR Kasus telaah: Istana Alhambra Granada

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Esterlita Devi Hendrayani

    2002-01-01

    Full Text Available Water has always been imperative for life, since the very beginning, the birth, growth, survival, to the death, water always play an important role. In whatever kind of form, water has the character and potency to increase the quality of human life or to destroy it. Water is well responsive against natural forces, such as storm, rain, lightning and thunder, it could change in a sudden from a still and calm condition to a new powerful force, which could evoke certain human emotion. With this character and potency, water contribute to the dynamic of the architecture which incorporates it, placed as subject to architectural composition, not merely as object to meet the physical human needs. Through analyzing the Alhambra palace which is known as the locus classicus of the use of water in architectural design, a reflection can be made, whether water has been placed as subject in an architectural composition or just as something routine. Abstract in Bahasa Indonesia : Air adalah sesuatu yang tidak dapat dilepaskan dalam segala aspek kehidupan manusia, mulai dari awal kehidupan, kelahiran, pertumbuhan, perjuangan hidup hingga kematian. Dalam wujud apapun air mempunyai karakter dan potensi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia atau merusakkannya. Air begitu responsif terhadap kekuatan alam seperti, badai, hujan lebat, kilat dan petir; ia dapat dengan tiba-tiba berubah dari keadaan tenang menjadi kekuatan baru yang mampu membangkitkan emosi tertentu. Dengan mengenal karakter dan potensi inilah, maka air dapat menjadi komponen dinamis dalam arsitektur, dapat berperan sebagai subjek dalam desain komposisi arsitektural, bukan hanya semata-mata sebagai objek guna memenuhi kebutuhan fisik manusia saja. Air dapat menjadi urat nadi dalam komposisi arsitektur. Melalui telaah desain istana Alhambra, yang dikenal sebagai locus classicus bagi penggunaan air dalam desain arsitektur, maka kita dapat melakukan refleksi apakah telah menempatkan air sebagai subyek dalam desain arsitektur, atau hanya sebagai suatu rutinitas saja. Kata kunci: Air, Komponen Komposisi Arsitektural, Makna.

  18. PROSEDUR PENGELASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartono Yudo

    2012-03-01

    Full Text Available Welding Procedure atau prosedur pengelasan merupakan hal yang sangat penting di dalam pengelasan. Sebelum pengelasan dilapangan dilaksanakan harus dirinci secara tertulis semua hal yang menjadi persyaratan pengelasan yaitu: pemilihan logam induk, logam las, jenis las, tipe sambungan, urutan pengelasan, tanda-tanda pengelasan, pengawasan sebelum pengelasan, selama pengelasan dan setelah pengelasan, serta spesifikasi semua bahan dan alat yang digunakan .Dengan adanya prosedur pengelasan ini dapat dihindari kesalahan dalam pelaksanaan pengelasan.

  19. ASPEK IKLIM DALAM DESAIN BANGUNAN DI KAWASAN KONSERVASI KOTA JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achsien Hidajat

    2008-01-01

    Full Text Available Colonialism periode in Indonesia left many old buildings especially in North Jakarta which they were put into a conservation buildings`s area by gouverment of Jakarta at present time. The arrival of the colonialism brought architectural styles to the buildings that they build. Also the buildings styles that were influenced at past time in Europe. More than 3 centuries of colonialism in Nusantara left many buildings with many buildings`s conceptional and design which represent the time. Architectural designing with 4 seasons of Europe brings differences to architectural design with 2 seasons of Nusantara. Tropical area such as Jakarta which has wet-hot season gives sun-shine and rains along the year. It means high temperature and humidity at the same time will really influence the buildings. Concerns to local`s wise in designing the buildings at colonialsm periode, we could read the architecs`s conceptional to gain the adaptive and compromized design with local climate. Abstract in Bahasa Indonesia: Periode kolonialisasi di daerah Jakarta khususnya banyak meninggalkan jejak yang dapat dilihat pada beberapa gedung di kawasan Jakarta Utara, yang mana pada saat ini oleh pemerintah setempat dijadikan kawasan konservasi kota. Kedatangan kaum kolonial tersebut membawa serta pengaruh-pengaruh langgam arsitektur yang saat itu sedang berkembang di benua Eropa. Masa kolonialisasi lebih dari 3 abad selain meninggalkan banyak gedung di seantero Nusantara, meninggalkan juga jejak aneka konsep dan disain Langgam arsitektur dari Eropa yang berhawa dingin dengan 4 musim akan sangat berbeda dengan keadaan daerah berhawa panas dan lembab (tropis-lembab seperti daerah Jakarta yang beriklim tropis-lembab. Daerah beriklim tropis-lembab- seperti pada umumnya di Nusantara- ditandai dengan melimpahnya cahaya matahari serta hujan sepanjang tahun. Hal ini berarti daerah tropis-lembab akan selalu mengalami suhu panas dibarengi kelembaban yang tinggi pula. Dikaitkan dengan kearifan dalam mendisain gedung, pada perjalanan kolonialisasi dengan rentang waktu 3 abad lebih tersebut bisa terbaca bagaimana usaha arsitek gedung-gedung pada masanya berusaha adaptif dan berkompromi dengan iklim setempat. Kata kunci: Langgam arsitektur, periode kolonialisasi, iklim setempat, usaha adaptif dan kompromistis, kearifan dalam mendisain.

  20. IMPLEMENTASI CASE BASE REASONING PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KESEHATAN UNTUK PENANGANAN DINI PADA KECELAKAAN DENGAN METODE HERBAL

    OpenAIRE

    Rima Nurasmi

    2012-01-01

    Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, semakin berat pula kemampuan komputer dalam membantu menyelesaikan permasalahan di berbagai bidang di antaranya adalah sistem pendukung keputusan berbasis komputer, seperti pada pengambilan keputusan dalam penanganan dini pada kecelakaan dalam lingkup rumah tangga. Perlu penanganan atau pertolongan segera agar terhindar dari kondisi yang lebih parah, dalam penanganan ini dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman herbal. Kebanyakan masyarak...

  1. PAGAR UNTUK MENGURANGI INTRUSI POLUSI DEBU HALUS KE DALAM BANGUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thomas J. Scanlon

    2001-01-01

    Full Text Available The effects of fence in reducing particulate matter concentration from street traffic to adjacent buildings (i.e. houses were studied by using computational fluid dynamics. A variety of fence property: porosity, height,positions relative to the house and wind direction were investigated related to a constant set of weather data of a hot-humid country (i.e. Indonesia. This investigation shows that a solid fence, which is close proximity to the building, will give a considerable particulate matter reduction carried by an oblique wind direction of up to 11%. Abstract in Bahasa Indonesia : Ide dasar bahwa penyebaran suatu zat dapat dikurangi atau dihalangi dengan sistem bloking diuji dengan menggunakan metode komputasi dinamika fluida (CFD. Keragaman kondisi fisik pembatas antara sumber zat dan penerima zat meliputi : kerapatan, besaran (tinggi dan panjang, perletakan terhadap bangunan/jalan dan arah angin diuji pengaruhnya terhadap kemampuan mengurangi penyebaran debu halus dari jalan raya ke dalam bangunan yang lokasinya berdekatan dengan jalan tersebut. Kondisi cuaca yang menyertai pengujian dikhususkan pada kondisi iklim tropis lembab. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pagar pembatas yang terbuat dari bahan dengan kerapatan 100% mampu mengurangi penyebaran debu halus di balik pagar sampai 11 %. Kata kunci: konsentrasi debu halus, pagar pembatas, kerapatan, jarak halaman, bangunan, CFD.

  2. Efektivitas Perpaduan Komponen Anggaran dalam Prosedur Anggaran: Pengujian Kontinjensi Matching

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Nizarul Alim

    2008-01-01

    Full Text Available This study investigates effect of matching among budget components in budgeting procedure on managerial performance. Budget component include budget participation, budget target, budget revision, and budget evaluation. Research finding shows that participation doesn’t have impact on budget goal. Fit between budget goal and budget revision and budget evaluation have positive effect on managerial performance but not significant. While budget revision and budget evaluation has significant effect. Empirical evidences indicate that budget revision and budget evaluation are not contingency factors of budget goal difficulty. Research suggests investigating strategic planning as contingency factor of budget procedure. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek¬tivitas perpaduan antar komponen anggaran dengan pengujian kontinjensi matching dengan argumen bahwa penganggaran merupakan suatu prosedur yang berurutan dan saling terkait antar komponen anggaran. Komponen anggaran yang diteliti meliputi: partisipasi anggaran, sasaran anggaran, revisi anggaran dan evaluasi anggaran. Penelitian membuktikan, bahwa partisipasi tidak berpengaruh signifi¬kan terhadap sasaran anggaran. Demikian pula sasaran anggaran tidak ber¬pengaruh terhadap kinerja manajerial. Untuk partisipasi sasaran, revisi anggaran, evaluasi anggaran dan interaksinya secara bersama mempunyai pengaruh signifikan ter¬hadap kinerja manajerial meskipun tidak signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini perlu penelitian lebih lanjut tentang faktor desain organisasional yang mungkin ber¬pengaruh pada prosedur anggaran dalam proses pengendalian manajemen, seperti proses peren¬cana¬an strategi (strategic planning. Kata kunci: komponen anggaran, kontinjensi dan kinerja manajerial

  3. MODAL SOSIAL DAN PEMILIHAN DUKUN DALAM PROSES PERSALINAN: APAKAH RELEVAN?

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meredian Alam

    2010-06-01

    Full Text Available Pemanfaatan dukun beranak dipandang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kematian ibu di Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa salah satu penyebab kecenderungan pemilihan dukun adalah adanya jampi-jampi dan doa-doa tertentu yang dilakukan dukun pada saat persalinan. Namun, analisis terhadap faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya kecenderungan ini belum banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menggali peran dari modal sosial terhadap pemilihan persalinan menggunakan dukun. Penelitian ini menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS tahun 2007. Modal sosial diukur dari kohesivitas masyarakat dan kepercayaan sosial sementara faktor demografi ibu diukur dari status perkawinan, status pekerjaan, dan pendidikan. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan yang diantara variabel. Untuk mengetahui efek dari variabel modal sosial dan demografi terhadap pemanfaatan dukun digunakan uji regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan modal sosial di masyarakat memiliki hubungan yang bermakna dengan pemanfaatan dukun beranak di Indonesia. Untuk faktor demografi, tingkat pendidikan rendah berasosiasi dengan persalinan menggunakan dukun. Faktor yang mendorong pemilihan persalinan menggunakan dukun sangat kompleks. Pemahaman terhadap konteks sosial di masyarakat seharusnya menjadi bahan pertimbangan penting dalam menurunkan angka kematian ibu.

  4. Hubungan Antara Psikopathi, Psikopatologi Dan Estim Kendiri Dalam Kalangan Remaja Perempuan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khaidzir Hj Ismail

    2007-01-01

    Full Text Available Kajian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara psikopathi, psikopatologi dan estim kendiri. Dalam kajian ini, seramai 82 remaja perempuan telah dipilih dari beberapa buah sekolah menengah di Melaka (min umur 16.3 tahun, julat umur 14-17 tahun telah ditadbirkan dengan soal selidik Antisocial Process Screening Device, Symptoms Checklist-90-Revised dan Rosenberg Self-esteem Scale. Keputusan kajian menunjukkan tret psikopathi, psikopatologi dan estim kendiri tidak mempunyai korelasi yang signifikan( r = -0.009, r=0.087, dan r = 0.114. Oleh itu, estim kendiri dan psikopatologi bukan peramal yang baik kepada tret psikopathi. Kajian ini telah mencadangkan aspek lain dalam tret psikopathi seperti perbezaan jantina, pengaruh rakan, keluarga dan cara asuhan ibu bapa perlu diambil kira dalam kajian pada masa depan. Selain itu, rawatan untuk psikopathi perlu mengambil kira latar belakang subjek dan menggunakan pendekatan yang multidimensi.

  5. Minda objektif – dimensi gerhana dalam persoalan kesejahteraan dan hubungan Indonesia-Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amriah Buang

    2009-01-01

    Full Text Available Minda objektif ialah kesanggupan meneliti pokok persoalan menurut fakta. Fakta ertinya kenyataan sebagaimana yang berlaku. Tesis kertas ini ialah bahawa sekian banyak perbicaraan permasalahan kesejahteraan dalam hubungan dua hala Indonesia-Malaysia dewasa ini adalah berpunca dari pendekatan yang kurang menghormati dan meraikan pemikiran yang objektif, pemikiran yang berlandaskan fakta. Kertas ini merujuk kepada dua kes utama untuk menunjukkan bagaimana minda yang kurang objektif telah mengeruhkan keadaan dan seterusnya hubungan Indonesia-Malaysia. Satu, kes pembantu rumah Indonesia di Malaysia, dan satu lagi kes meningkatnya jenayah di Malaysia akibat kehadiran pekerja asing Indonesia. Kertas ini juga melakarkan jalan keluar yang menghargai minda objektif kerana di dalam penyerlahan kembali minda yang objektif inilah letaknya harapan realistik dalam memurnikan kembali hubungan dua negara serumpun ini.

  6. ILUSTRASI IKLAN CETAK DENGAN PENDEKATAN AFEKTIF DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENERIMAAN DAN INGATAN KHALAYAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cons. Tri Handoko

    2003-01-01

    Full Text Available Illustrations in print advertisements have function to attract and hold the attention of the audiences beside influence their acceptance and memory. Recently%2C illustrations of print advertisements have been using affective approaches by using appeal to anxiety%2C appeal to sorrow%2C appeal to warmth%2C appeal to equity%2C and appeal to sex influencing audiences acceptance and memory. Abstract in Bahasa Indonesia : Ilustrasi dalam iklan cetak selain berfungsi sebagai daya tarik dan penahan perhatian khalayak juga dapat mempengaruhi penerimaan dan ingatan khalayak terhadap pesan iklan. Dalam perkembangannya dewasa ini iklan cetak telah banyak memanfaatkan pendekatan afektif dalam ilustrasinya dengan menggunakan daya tarik ketakutan/kekuatiran%2C kesedihan/penderitaan%2C kehangat-an%2C persamaan derajat%2C serta pendekatan daya tarik seks untuk mempengaruhi penerimaan dan ingatan khalayak. Advertisements illustrations%2C affective approach

  7. Mata Air sebagai Kawasan Suci (Sebuah Kearifan Lokal dalam Pelestarian Sumber Daya Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Ayu Alit Laksmiwati

    2012-11-01

    Full Text Available Kearifan lokal merupakan kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar padafilosofi, nilai-nilai, etika, cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional untukmengelola sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber dayabudaya secaraberkelanjutan. Salah satu kearifan lokal dalam masyarakat Bali adalah adanya persepsitentang kawasan-kawasan suci. Dalam masyarakat Bali terdapat berbagai perangkatkepercayaan tradisional yang merupakan bagian yang terintegrasi dari sistem kepercayaanAgama Hindu yang terbukti memberikan nilai positif bagi kelestarian dan pelestarianlingkungan.Berdasarkan pandangan Hindu sumber-sumber air atau tempat yang banyak menampungair dianggap sebagai salah satu tempat suci. Air yang murni (suci baik dari kelembutan (mataair, danau, campuhan (pertemuan dua buah sungai atau anak sungai loloan (pertemuansungai dengan laut mempunyai kekuatan yang menyucikan.Air merupakan salah satu unsur penting dalam upacara keagamaan Hindu. Untukmembuat tirta, air biasanya diambil dari mata air tertentu. Pada saat-saat tertentu (misalnyaHari Raya Nyepi masyarakat Hindu melakukan upacara melasti ke sumber-sumber air,seperti danau, campuhan, atau ke laut.Air sungai atau mata air dalam fungsinya sebagai tirta, dalam prosesi upacara dipakaiuntuk memerciki bagian kepala, tubuh, dan kemudian diminum. Karena itu, air sungai ataumata air harus tetap bersih dan tidak tercemar. Karena fungsinya tersebut masyarakat selaluberusaha untuk menjaga agar kondisi atau kualitas air tetap terjaga. Jadi secara sadar atau puntidak mereka telah melakukan penjagaan dan konservasi terhadap lingkungan mata air.Bagi krama subak air sangat bermakna dalam kehidupan mereka . Secara teknis airmerupakan sumber daya yang sangat penting bagi mereka agar dapat melaksanakan aktivitaskehidupan bertani. Secara religius mata air diyakini sebagai sumber kesejahteraan mereka.Hal ini dapat dilihat melalui aktivitas-aktivitas keagamaan yang dilakukan petani selaluberorientasi pada pura-pura yang terletak pada sumber-sumber air utama, yaitu Pura UlunSuwi dan Pura Ulun Danu.

  8. PERAN DUKUN BAYI DALAM MENUNJANG KESEHATAN IBU DAN ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasnodihardjo Kasnodihardjo

    2014-10-01

    Full Text Available AbstrakHasil analisis Riskesdas 2010 menggambarkan bahwa Kabupaten Bantul Yogyakarta termasuk 10 besar dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang mempunyai Indek Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM cukup baik yaitu sebesar 0,69148. IPKM yang merupakan komposit yang menggambarkan kemajuan pembangunan kesehatan termasuk di dalamnya kesehatan ibu dan anak. Jika mendasarkan pada asumsi bahwa ada hubungan yang signifikan kemajuan ekonomi suatu masyarakat dengan tingginya status kesehatan masyarakat maka untuk daerah Bantul menjadikan suatu pertanyaan, karena jumlah keluarga pra-sejahtera atau keluarga miskin di kabupaten tersebut masih cukup tinggi. Oleh karena itu perlu diungkap berbagai faktor endogen; salah satunya faktor sosial budaya yang diduga ikut berperan menunjang status kesehatan masyarakat di kabupaten tersebut. Daerah penelitian dikonsentrasikan di desa Gadingsari Kecamatan Sanden Bantul Yogyakarta, yang mana kasus kematian bayi dan balita sedikit. Data berupa berbagai informasi budaya kaitannya dengan KIA dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada sejumlah informan yang terdiri dari ibu-ibu yang sedang hamil, ibu-ibu pernah melahirkan dan atau sedang mempunyai bayi atau anak balita, sejumlah tokoh masyarakat dan beberapa warga masyarakat yang dianggap mengetahui tentang budaya setempat. Selain wawancara juga dilakukan pengamatan terhadap sejumlah obyek yang berkaitan dengan KIA. Hasil wawancara dimasukan ke dalam tabel matrik informasi esensial untuk menemukan berbagai informasi yang erat kaitannya dengan KIA. Analisa hasil secara diskriptif kualitatif. Salah satu hasil penelitian menggambarkan masih adanya kepercayaan dan keterikatan masyarakat kepada dukun bayi. Dukun bayi walaupun tidak lagi melakukan pemeriksaan kehamilan dan menolong persalinan, namun masih dibutuhkan jasanya untuk memijat ibu sehabis bersalin dan bayi setelah dilahirkan, membantu ibu dalam menangani bayi setelah dilahirkan dan memberikan nasehat tentang hal-hal yang berkaitan dengan KIA, ini tentunya ikut berperan menunjang KIA di desa Gadingsari Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul Yogyakarta.Kata Kunci : dukun bayi, Kesehatan Ibu dan AnakAbstractThe results of the analysis of Basic Health Research in 2010 showed that Bantul District of Yogyakarta Province, is one of the 10 Districts / Municipalities in Indonesia bearing good Community Health Development Index of 0.69148. Community Health Development Index (CHDI is a composite that describes the progress of health development, including maternal and child health. Based on the assumption that there is a significant relationship economic development of community and hight status of health as shown by the CHDI , it is a draws a question, because the preposperous and poor families in the district are quite high. Therefore, it is should be determine what are the various endogenous factors, such as socio-cultural factors; among those factors might play an important role in supporting the health status of the community. This study was concentrated in the rural village of Gadingsari Sanden, Bantul District in the Province of Yogyakarta, which has low cases of infant and child mortality. Data on the various culture practices in relation with mother and child health were collected through in-depth interviews. The informan were pregnant women, women whohave given births, or those who have babies or toddlers. Onther informants were community leaders and some members of the community considered familier with local culture. Alongside with interviews, observations were also conducted on the number of objects related to mother and child health. The results was qualitative descriptive analysis. The result of the study illustrates although perform its role antenatal care and attending births,TBAs is still needed to massage of mothers and infant, and give advice another matters related to MCH.Keywords : traditional birth attendans, Maternal and Child Health Care

  9. FAKTOR DETERMINAN BUDAYA KESEHATAN DALAM PENULARAN PENYAKIT TB PARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niniek Lely Pratiwi

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: TB DO TS Strategy policy as the government's efforts in order to decrease TB patients is facilitated through the state budget cost resources, budget, global foreign aid fund, and the WHO. This qualitative study aimed to determinan poeing on cultural efforts in the prevention of pulmonary TB disease. Method of data collection participatory observation, in-depth interviews in patients with pulmonary TB and families, health care workers in the provinces, and districts. FGD on public figures, cross-sector and NGOs. Research sites in the city of Pariaman, West Lombok district and the district Rote Ndao NTT. Results:The results showed cultural determinants of health factors on the prevalence of pulmonary TB disease is a public perception of ilness Roe Ndao district, that of pulmonary TB disease as a hereditary disease, infectious disease and "Hosse". Norma betel nut as a treat for guests, custom home Sel, Sei traditional beliefs of newborns who smoked for 40 days with ground floor houses almost 50% of the population. Norms, stigma society in urban areas Pariaman, pulmonary TB disease as a disease because Tamakan, due to use-for others who are not happy, as evidenced by the habits, behavior of people carelessly throw spit spot. In western Sumatra, the city of Pariaman norms, fear of stigma, shame as people with TB, so there are many people who call it the perception of pain as a disease of old Cough, cough 40 days, dry cough, and asthma. Confidence/belief communities in the western province of NTB Lombok district who think if drinking water used Kiai progenitor Ishmael receive healing. Supervisory personnel selection as taking medication/PMO less in accordance with existing social structures in local communities, tribes sasak NTB, Rote tribe. Recommendalion: is required from a variety of participatory other NGOs, in an integrated cross-sector to perform the preventive, promotive control TB disease of the housing ministry, social ministry and education ministry Improvement program of passive case finding by health workers to be pro active case finding by cadres who require training. Key words: Culture, Independence, TB DOTS, proactive case findingABSTRAK Kebijakan Strategi TB DOTS sebagai upaya pemerintah dalam rangka penurunan penderita TB difasilitasi melalui sumber biaya APBN, APBD, bantuan luar negeri global fund, dan WHO. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji faktor determiansi budaya kesehatan dalam pencegahan penularan penyakit TB paru. Cara pengumpulan data observasi partisipatori, wawancara mendalam pada penderita TB paru dan keluarga, pada petugas kesehatan di provinsi, dan kabupaten. FGD pada tokoh masyarakat, lintas sektor dan LSM. Lokasi penelitian di Kota Pariaman, kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Rote Ndao NTT. Hasil penelitian menunjukkan faktor determinan Budaya kesehatan terhadap prevalensi penyakit TB paru adalah persepsi ilness masyarakat kabupaten Roe Ndao, bahwa penyakit TB paru sebagai penyakit keturunan, penyakit Hossa dan tidak menular. Norma sirih pinang sebagai suguhan bagi tamu, rumah adat Sel, kepercayaan adat Sei bayi baru lahir yang diasap selama 40 hari dengan rumah lantai tanah hampir 50% penduduk. Norma, stigma masyarakat di daerah kota Pariaman, penyakit TB paru sebagai penyakit karena Tamakan, akibat diguna-guna orang lain yang tidak senang, terbukti dengan kebiasaan, perilaku masyarakat membuang ludah sembarangan tempat. Di Sumatera barat, kota Pariaman norma, stigma takut, malu sebagai penderita TB, sehingga masih banyak persepsi sakit masyarakat yang menyebutnya sebagai penyakit Batuk lama, batuk 40 hari, batuk kering, dan penyakit asma. Kepercayaan/belief masyarakat di kabupaten Lombok barat provinsi NTB yang beranggapan bila minum bekas air minum Kiai datuk Ismail memperoleh kesembuhan. Pemilihan sebagai tenaga Pengawas makan obatlPMO kurang sesuai dengan struktur sosial yang ada di masyarakat setempat, suku sasak NTB, suku Rote. Rekomendasi diperlukan partisipatori dari berbagai LSM yang lainnya, lintas sektor untuk secara terpadu

  10. KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TB PARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niniek Lely Pratiwi

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Prevention of tuberculosis, particularly pulmonary tuberculosis in lndonesia was started in 1969, but the number of pulmonary TB patients is increasing. Methods:Ethnographic qualitative study aims to assess the independence of the community effort in preventing pulmonary TB disease transmission. Methods: of data collection participatory observation, in-depth interviews with informants pulmonary TB patients and families. Research sites in the city of Pariaman, West Lombok district and the district Rote Ndao NTT. Results:The analysis of four independent indicators of the knowledge society is stilllow considering that most of the informants consider pulmonary TB disease as a hereditary disease, and infectious diseases as the people in the district Hossa Rote Ndao. Illness perceptions of people in the city of Pariaman, pulmonary TB disease as a disease because "ismeken", due to use-for others who are not happy ln the town of West Lombok fear of stigma, shame as people with TB, so there are many people who call it the perception of illness as a disease of old cough, dry cough of 40 days, and asthma. Confidence/trust society still depends on health workers, yet there are cadres who provide direct counseling on prevention of transmission. Capability community is lacking, people still believe in the health care workers to provide counseling. Selection of the PMO staff (Supervisors taking medication were not appropriate to the social structures that exist in society Lobar districts with 'sasak' social structure, then the host teacher, 'Kyai' can be as social support surrounding communities. 'Kyai' expected to affect the mindset of people, motivate people to air PHBs. Rote Ndao district as a social support from church leaders as well as the city of Pariaman, a descendant of the king, can motivate people. Participatory community by providing prevention counseling in a variety of pulmonary TB disease or group of containers carried on a group of new religious NGOs, Asiyah, churches, Muhammadiyah. Recommendation:Required an increase in participatory community of various other NGOs, in an integrated cross-sector to perform the preventive, promotive control of pulmonary TB disease by promoting the re-socialization of the glass roof house design, conduct prevention. Key words: Community on People Self Care, TB OOTS, Pro active Ca se Finding ABSTRAK Penanggulangan tuberculosis, khususnya TB paru di lndonesia telah dimulai sejak tahun 1969, namun jumlah penderita TB paru semakin meningkat. Penelitian kualitatif etnografis ini bertujuan untuk mengkaji upaya kemandirian masyarakat dalam upaya pencegahan penularan penyakit TB paru. Cara pengumpulan data observasi partisipatori, wawancara mendalam dengan informan penderita TB paru dan keluarga. Lokasi penelitian di Kota Pariaman, kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Rote Ndao NTT. Hasil analisis dari 4 indikator kemandirian masyarakat dari sisi knowledge masih rendah mengingat bahwa sebagian besar informan menganggap penyakit TB paru sebagai penyakit keturunan, dan tidak menular. Penyakit Hossa sebutan masyarakat di kabupaten Rote Ndao. Persepsi illness masyarakat di kota Pariaman, penyakit TB paru sebagai penyakit karena "temeken", akibat diguna-guna orang lain yang tidak senang. Di kota Lombok Barat stigma takut, malu sebagai penderita TB, sehingga masih banyak persepsi illness masyarakat yang menyebutnya sebagai penyakit batuk lama, batuk kering 40 hari, dan penyakit asma. Kepercayaan/trust masyarakat masih tergantung pada petugas kesehatan, belum ada kader yg memberikan penyuluhan langsung tentang pencegahan penularan. Kemampuan/ capacity masyarakat masih sangat kurang, masyarakat masih lebih percaya pada petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan. Pemilihan sebagai tenaga PMO (Pengawas makan obat kurang sesuai dengan struktur sosial yang ada di masyarakat. Kabupaten Lobar dengan struktur sosial masyarakat sasak maka tuan guru, Kyai dapat sebagai social support masyarakat disekitarnya. Kyai diharapkan dapat memengaruhi pola pikir masyarakat, memo

  11. STUDI RUANG BERSAMA DALAM RUMAH SUSUN BAGI PENGHUNI BERPENGHASILAN RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Darmiwati

    2000-01-01

    Full Text Available Surabaya, to be considered from the national scope, they have an important role/function for the development of its district; whereas from regional scope, they have acted as development central for its province. Since the city,s condition was not ready toaccept this situation, then this makes aresult to many dirty/improper places every where, as it has been caused by the low income work-seeker,need for house. So, as one alternative for making the city propely, we have done many improvement from every aspect, i.e. : by developing those illegal/improper location and further to place the occupants from those illegal/improper places/location to the stories houses. The results of this observation have shown the following ; this gathering room is necessary tobe built up ; this gathering room should be placed relatively close to the house location ; this gathering room, from religious side, could be approved ; this gathering room is necessary to be built up for fulfilling the human life purpose (e.g.: washing, bathroom/toilet, whereas the facility for cloth - drying ; this gathering cooking room, is still necessery for occupant but the condition will be made more privately. Abstract in Bahasa Indonesia : Secara nasional, Surabaya berperan dalam pembangunan wilayah; sedangkan lingkup regional sebagai pusat pengembangan wilayah propinsi, konsekwensinya timbul arus urbanisasi besar-besaran dari desa ke kota. Disebabkan kondisi kota tidak siap menerima, timbul kekumuhan karena pencari kerja membutuhkan tempat tinggal. Peremajaan merupakan alternatif menertibkan kota, dan menempatkan warga kedalam Rumah Susun. Disimpulkan bahwa ; adanya ruang bersama, tetap diperlukan ; keberadaan ruang bersama, sebaiknya yang penempatannya relatif dekat hunian warga ; keberadaan ruang bersama, untuk kegiatan "keagamaan", dapat diterima sebagaimana adanya ; keberadaan ruang bersama, untuk menunjang kehidupan warga (cuci,kamar mandi/WC masih diperlukan ; keberadaan dapur bersama, masih diperlukan warga, dan sebaiknya lebih bersifat pribadi. Kata kunci: rumah susun, penghuni berpenghasilan rendah, ruang bersama.

  12. KARAKTER FISIK DAN SOSIAL REALESTAT DALAM TINJAUAN GERAKAN NEW URBANISM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Timoticin Kwanda

    2001-01-01

    Full Text Available Rapid urbanization will be critical to urban environments. The immediate and most critical urban environment problems facing several big cities, such as Jakarta and Surabaya, what are referred to as the "brown" problems, among them: lack of safe water, pollution from vehicles and industrial facilities, and congestion. To cope with these urban environmental problems, New Urbanism through the Traditional Neighborhood Development (TND believes that it will cure the problems by pedestrian oriented planning, encouraging people to drive less, mixed land uses, higher density, then traffice congestion is reduced,and mitigate air pollution. Moreover, the other physical and social characters are mixed housing types, front porches, more park that will encourage more interaction, then restore a sense of community. Based on this concept, this paper discusses the physical and social characters of real estates in Jakarta and Surabaya. The results show that real estate developments in these suburban areas is one of the causes of urban environment problems. Abstract in Bahasa Indonesia : Cepatnya urbanisasi akan menyebabkan lingkungan perkotaan yang kritis. Masalah lingkungan kritis yang dihadapi oleh kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya adalah apa yang disebut dengan masalah "warna coklat" yaitu kurangnya air yang sehat, polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor dan industri, serta kemacetan lalu lintas. Untuk menyelesaikan masalah lingkungan ini, gerakan New Urbanism melalui konsep Traditional Neighborhood Development (TND percaya bahwa masalah lingkungan ini dapat diatasi dengan perencanaan permukiman yang berorientasi pada pejalan kaki, multi fungsi, kepadatan tinggi, sehingga mengurangi kendaraan bermotor dan berakibat pada berkurangnya kemacetan lalu lintas dan polusi udara. Karakter fisik dan sosial lainnya adalah multi tipe rumah, taman publik yang lebih banyak dan rumah berteras depan yang akan mendorong interaksi sosial dalam lingkungan perumahan. Berdasarkan konsep ini, tulisan ini membahas karakter fisik dan sosial realestat di kota Jakarta dan Surabaya. Hasilnya menunjukan bahwa pengembangan realestat di kota-kota ini merupakan salah satu penyebab masalah-masalah lingkungan yang ada di perkotaan. Kata kunci: new urbanism, realestat.

  13. ATRIBUT PRODUK YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM PEMBELIAN KOSMETIK DAN PENGARUHNYA PADA KEPUASAN KONSUMEN DI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Ferrinadewi

    2005-01-01

    Full Text Available Cosmetique is a unique product since it contain a spesific usage risk to the consumer regardless its social benefit. Consumer tend to consider more in its attribute in order to reduce the risk. The purpose of this study is to determine which attribute are most important perceived by the consumer in choosing cosmetique. The results are used in gap analysis to evaluate customerr satisfaction. We also conducted factor analysis, and use its resutl in simple regresion to find out the effect of each factor to overal satisfaction. As a result, there are three factor which consumer perceived as the most important attributse which are quality, risk, and brand. Quality and Brand factor both influencing overal customer satisfaction in cosmetique consumption greater then Risk factor. Abstract in Bahasa Indonesia : Kosmetik adalah produk yang unik karena mengandung resiko penggunaan bagi konsumen disamping manfaat sosialnya. Konsumen cenderung untuk mempertimbangkan atribut-atribunya dalam rangka mengurangi resiko yang mungkin dihadapinya. Tujuan dari studi ini adalah untuk menentukan attribut produk manakah yang dinilai konsumen menjadi atribut terpenting dalam memilih kosmetik. Kemudian hasilnya digunakan dalam analisis gap untuk mengevaluasi kepuasan konsumen. Studi ini juga menggunakan analisa faktor untuk kemudia dianalisis lebih lanjut dengan regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh setiap faktor terhadap kepuasan konsumen. Hasilnya, terdapat 3 faktor atribut yang dinilai penting oleh konsumen dalam pemilihan kosmetik yaitu faktor kualitas, resiko dan merek. Faktor kualitas dan faktor merek berpengaruh lebih besar terhadap kepuasan konsumen kosmetik daripada faktor resiko. Kata kunci: atribut produk, kosmetik, kepuasan konsumen.

  14. Pembelajaran Kooperatif TAI dan Game Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Pemahaman Konsep Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Any Herawati

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini mendeskripsikan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualized (TAI dan game puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep fungsi komposisi dan fungsi invers di SMA Negeri 3 Malang. Penelitian ini merupakan pene-litian tindakan kelas dengan pendekatan mix research, yang terjadi dalam tiga siklus. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012 SMA Negeri 3 Malang yang berjumlah 33 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Data berupa motivasi belajar dan pemahaman konsep belajar siswa. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif TAI dan game puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika, dan pembelajaran tersebut terbagi dalam sembilan tahap, yaitu (1 tahap persiapan yang meliputi persiapan materi, menentukan skor dasar, dan pembentukan kelompok, (2 tahap penyajian materi, (3 tahap belajar individual, (4 tahap belajar kelompok, (5 tahap diskusi kelas, (6 tahap tes individu, (7 penerapan bahan ajar game puzzle, (8 tahap penghargaan ke-lompok, dan (9 guru memberi tes akhir (ulangan harian sesuai dengan kompetensi yang ditentukan. Motivasi belajar siswa meningkat dari siklus ke siklus, respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif TAI dan game puzzle adalah sangat positif. Kata kunci: pembelajaran kooperatif TAI, motivasi belajar, game puzzle, pemahaman konsep

  15. Perhitungan Kesiapan Jaringan IP dalam Mendukung Aplikasi Konferensi Video Berbasis Desktop Menggunakan OpNet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfan Nur Ihsan

    2012-09-01

    Full Text Available Artikel ini menunjukkan bagaimana OPNET dapat dimanfaatkan untuk menilai kesiapan jaringan IP yang ada untuk mendukung konferensi video berbasis desktop. Sampai saat ini, OPNET tidak memiliki fitur built-in untuk mendukung konferensi video. Tugas akhir ini memodelkan sebuah perusahaan dengan tiga lantai, dimana setiap lantai terdapat subnet. Tugas akhir ini mempertimbangkan dua jenis traffic video, yaitu ukuran paket video tetap dan sebenarnya. Dari hasil uji simulasi dapat diketahui jumlah sesi konferensi video yang dapat didukung oleh jaringan IP dengan mempertimbangkan batas bandwidth dan delay. Skenario kedua mempunyai traffic video yang terkirim dalam pps lebih besar 0,0514% dari skenario pertama. Sedangkan untuk traffic suara yang terkirim dalam pps pada skenario pertama lebih besar 1,7149% dari skenario kedua. Skenario kedua mempunyai traffic video yang terkirim dalam Bps lebih besar 4,9646% dari skenario pertama. Sedangkan untuk traffic suara yang terkirim dalam Bps pada skenario pertama lebih besar 0,2547% dari skenario kedua. Sesi konferensi video yang didukung jaringan dengan dibatasi bandwidth pada skenario kedua lebih besar 2,439% dari skenario pertama. Sedangkan sesi konferensi video yang didukung jaringan dengan dibatasi delay pada skenario kedua lebih besar 4,7619% dari skenario pertama.

  16. Suplemen Panduan Guru dalam Pengembangan Pembelajaran Tematik Kompetensi Dasar Matematika Kelas IV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isti Hidayah

    2013-12-01

    Full Text Available AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran Matematika Sekolah Dasar (SD dengan penguatan tahapan enaktif-ikonik-simbolik berbantuan serang-kaian pertanyaan produktif. Perangkat pembelajaran berupa Panduan Guru sebagai suple-men dalam mengembangkan rancangan pembelajaran tematik kompetensi dasar (KD Ma-tematika kelas IV semester gasal. Penelitian ini telah menghasilkan Panduan Guru dengan perangkatnya, yaitu alat peraga sebagai representasi enaktif; media visual dalam bentuk po-werpoint sebagai representasi ikonik; lembar kegiatan peserta didik (LKPD dan lembar tu-gas peserta didik (LTPD, serta kartu masalah (contextual problem. Produk yang telah di-hasilkan akan membantu guru dalam mengembangkan rancangan pembelajaran dalam im-plementasi Kurikulum 2013. Hasil implementasi menunjukkan bahwa produk penelitian be-rupa Suplemen Panduan Guru membantu guru dalam mengembangkan rancangan dan pe-laksanaan pembelajaran dengan pendekatan ilmiah. Penyempurnaan Suplemen difokuskan pada keterpaduan aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan.Kata kunci: suplemen panduan guru; pembelajaran tematik KD Matematika; contextual                         problem   AbstractThe purpose of this research is to develop elementary mathematics learning devices with reinforcement stages enactive-iconic-symbolic aidednquestion series of productive to strengthen the ability of solving Mathematics problem students since early. A learning device Teacher’s Guide as a supplement in developing basic competencies thematic lesson plan fourth grade Math odd semester. This research has produced a Teacher’s Guide with the device; witch is a representation enactive prop; visual media in the form of PowerPoint as iconic representations; students’ activity sheets (LKPD and students’ task sheet (LTPD, and card problems (contextual problem. The benefit of this research that has been produced to assist teachers in developing lesson plan curriculum implementation in 2013. Research products in the form of Teacher's Guide Supplement to help teachers in developing the design and implementation of learning with a scientific approach. Suggested improvements focused integration aspects of attitudes, skills, and knowledge. Keywords:     supplement of teacher guides, thematic learning of Mathematics based                         competencies, contextual problems. 

  17. KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBIAYAAN USAHA PEMBIBITAN TERNAK SAPI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idha Susanti

    2014-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study was aimed to determine the effectiveness of policies on cattle breeding financing, to determine the factors that could influence the distribution of credit schemes and formulate advices and recommendations to enhance the effectiveness of kredit  usaha  pembibitan  sapi/KUPS credit  scheme distribution and absorption. This study was using a descriptive evaluation method to obtain an overall view of the loan program implementation. The obtained data were analyzed using gap analysis to evaluate the implementation of targeted credit scheme distribution as well as the target, systemic analysis to obtain the effectiveness of the program, correspondence analysis was used to obtain community feedback and regulatory impact assessment analysis to determine recommendations for the credit programs. The result showed that the effectiveness of the program is lower than the policy’s objectives. The public give high responses to this policy, but there are many obstacles were faced by the breeders. The influencing factors were banks, government and cattle breeding business itself. The recommendations are (1 the increasing bank support at the local level, (2 the reduction the overlapping governmental programs, (3 increasing farmers’ ability in accessing banks’ support, and (4 improving the credit policy by using two subsidized pattern program.Keywords: goverment policy analysis, kredit usaha pembibitan sapi/KUPS, regulatory impact assessmentABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kebijakan pemerintah terhadap pembiayaan pembibitan sapi, melihat faktor-faktor yang memengaruhi penyaluran skim kredit, dan merumuskan saran dan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas  penyaluran  dan penyerapan skim kredit kredit usaha pembibitan sapi/KUPS. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi deskriptif untuk mendapatkan gambaran menyeluruh dari pelaksanaan program kredit. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis gap untuk mengevaluasi realisasi penyaluran dan target yang telah ditetapkan, analisis kesisteman untuk mengetahui efektivitas program, analisis persepsi responden untuk memperoleh umpan balik  masyarakat dan analisis regulatory impact assessment untuk menentukan saran dan rekomendasi untuk program kredit tersebut. Hasil menunjukkan bahwa efektivitas program kredit lebih rendah daripada tujuan pencapaiannya. Tanggapan masyarakat terhadap kebijakan ini sangat besar tetapi terdapat banyak kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha pembibitan. Faktor-faktor yang memengaruhi adalah perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha pembibitan itu sendiri. Rekomendasi terhadap program skim kredit ini adalah (1 meningkatkan dukungan dari bank, (2 pengurangan program pemerintah yang tumpang tindih, (3 meningkatkan kemampuan petani dalam mengakses bank, dan (4 meningkatkan penyaluran kredit dengan menggunakan program pola dua  subsidi.Kata kunci: analisis kebijakan, kredit usaha pembibitan sapi/KUPS, regulatory impact assessment

  18. CLAVIA (Sarana Komunikasi dan Pengembangan Hukum) Fakultas Hukum Univ.45 Makassar TANGGUNGJAWAB HUKUM DOKTER DAN PERAWAT DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT

    OpenAIRE

    I N D A R, I. N. D. A. R.; Darmawansyah, Darmawansyah

    2002-01-01

    Dalam dwi decade terakhir, terdapat banyak kasus dalam bidang pelayanan kesehatan, dimana pasien dan atau keluarganya menuntut dokter maupun rumah sakit. Bermula dari kasus dr.Setianingrum di Pati tahun 1984, kasus Pluit tahun 1987, kasus Chandra tahun 1988 (Guwandi, 1994), terakhir kasus dr. Dody Sujono Adipraja dan dr. Dicky R.Effendi tahu 2002 (Kompas 25 Juli 2002), Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor kesesuaian tindakan dokter dan perawat di rumah sakit dan ketentuan hokum dalam pe...

  19. PROFIL RESIDU PESTISIDA DITIOKARBAMAT DALAM TOMAT DAN SELADA PADA TINGKAT KONSUMEN DI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Mutiatikum

    2012-10-01

    Full Text Available Penggunaan pestisida untuk meningkatkan produksi hasil pertanian menunjukkan adanya residu pestisida dalam komoditi pertanian. Pemaparan pestisida pada manusia dapat menimbulkan keracunan, baik akut maupun kronis bergantung pada lamanya pemaparan. Tomat dan selada adalah sayuran yang biasa dikonsumsi langsung tanpa dimasak lebih dahulu sebagai makanan, seperti lalaban, burger. salad. juice dan sebagainya Monitoring terhadap makanan tersebut dilakukan dengan cara sampling ke pasar-pasar yang berada di Jakarta. Kemudian, ditentukan kadar residu pestisida dengan menggunakan kromatografi gas (GC. Hasil analisis residu pestisida ditiokarbamat dalam tomat, terdeteksi pada semua contoh makanan dengan kadar antara 0,66- 22,27 mg/kg. Sedangkan pada selada antara 0,43- 18,57 mg/kg (BMR tomat 3 dan selada 5. 41,67% dari yang disampling melebihi BMR baik tomat maupun selada.   Kata Kunci  : Ditiokarbamat (Pestisida

  20. GARIS BESAR PSIKOLOGI TRANSPERSONAL: PANDANGAN TENTANG MANUSIA DAN METODE PENGGALIAN TRANSPERSONAL SERTA APLIKASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mujidin Mujidin

    2012-11-01

    Full Text Available AbstrakPsikologi Transpersonal merupakan aliran baru dalam Psikologi. PsiklogiTranspersonal  mendeklarasikan diri sebagai Madzhab Ke Empat  Psikologi. Psikologitranspersonal, yang sekarang diperkenalkan sebagai madzhab keempat dalam lapanganpsikologi, memulai khususnya ditingkat universitas, juga menjalar di dunia pendidikan. Tahun1969, jurnal Psikologi transpersonal diterbitkan. Tahun 1973, perkumpulan psikologitranspersonal pertama mengadakan konsferensi di Meulo Park, California. Pada tahun yangsama juga diadakan konsferensi psikologi transpersonal dan pendidikan, di universitasNortherm, Illionis, banyak para pendidik tertarik tentang psikologi transpersonal yang berasaldari berbagai negara.Konsep utama manusia menurut Psikologi Transpersonal, bahwa manusia tidak hanyamempunyai kesadaran psiko-fisis, psko-kognitif atau psikohumanistik, namun juga manusiamempunyai kesadaran yang terdalam dan tinggi sifatnya.Sedangkan metode  psikologi transpersonal, oleh karena berbeda sama sekali denganmetode pada aliran psikologi yang sudah kita kenal sekalam ini. Metode itu antara lain Zen,semedi,    Psikosintesis, Yoga, sufisme, dan Budisme, ZenKata kunci: psikologi transpersonal, kesadaran, emosi

  1. DETERMINASI LINGKUNGAN DALAM PEMILIHAN SITUS MEGALITIK TINCO SEBAGAI PUSAT AWAL BERDIRINYA KERAJAAN SOPPENG

    OpenAIRE

    Drs. Akin Duli, M.Hum.

    2005-01-01

    Berbagai macam jenis temuan tinggalan budaya di situs Tinco membuka peluang untuk diteliti secara mendalam terutama untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendidikan dan identitas budaya lokal. Dalam pene-litian ini digunakan pendekatan lingkungan untuk merekontruksi lingkungan sosial masyarakat pendukungnya. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa, faktor lingkungan fisik nampaknya menjadi salah satu pertimbangan dala...

  2. ILUSTRASI IKLAN CETAK DENGAN PENDEKATAN AFEKTIF DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENERIMAAN DAN INGATAN KHALAYAK

    OpenAIRE

    Cons. Tri Handoko

    2003-01-01

    Illustrations in print advertisements have function to attract and hold the attention of the audiences beside influence their acceptance and memory. Recently%2C illustrations of print advertisements have been using affective approaches by using appeal to anxiety%2C appeal to sorrow%2C appeal to warmth%2C appeal to equity%2C and appeal to sex influencing audiences acceptance and memory. Abstract in Bahasa Indonesia : Ilustrasi dalam iklan cetak selain berfungsi sebagai daya tarik dan penahan p...

  3. ANALISIS KEBIJAKSANAAN REDAKSI TELEVISI REPUBLIK INDONESIA (TVRI) MAKASSAR DALAM MENYIARKAN BERITA

    OpenAIRE

    Alem Febri Sonni, S.Sos.

    2003-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijaksanaan redaksi TVRI Makassar dan untuk menguraikan faktor-faktor yang menyebabkan kurang menariknya tayangan berita TVRI Makassar. Teknik penentuan samplenya dilakukan secara purposive sampling yaitu dengan menentukan informan yang dinilai nampu dan layak memberikan data dan informasi terhadap masalah yang menjadi fokus penelitian. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Editor In Chief, Chief Duty Editor, wartawan dan ...

  4. KAJIAN KRITIS PRAKTIK ANAK MENONTON FILM KARTUN DI TELEVISI DALAM AKTIFITAS KESEHARIAN DI BANYUWANGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reny Triwardani

    2007-01-01

    Full Text Available This research was held in 2006 for six months. It has been done because the audience was considering become the power to determine the Television program strength. As we know the audience has an important position in mediated communication, they are equal with communicator or text. The research of Television audience is to complete the studies about Television; however text will be meaningful if they deliver by the new communicator. Children are the research object in order to know how much Television become a part of daily life, especially Television programmed that broadcast the cartoon. This research involves three children with different social culture as an informant that lives in Banyuwangi. The research focus is analyze the practical of watching television activity of those three children and what kind of matter that negotiate and integrated in their daily life. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 selama enam bulan ini dilakukan karena penonton dianggap menjadi kekuatan penentu bagi keberlangsungan suatu program televisi. Seperti kita ketahui bahwa penonton memiliki posisi penting dalam proses komunikasi bermedia (mediated communication sebanding dengan komunikator maupun teks dan penelitian audiens televisi dilakukan untuk melengkapi kajian tentang televisi, karena bagaimanapun juga pesan (teks yang disampaikan oleh pembuat pesan (komunikator baru akan bermakna ketika sampai ke mata penonton. Anak menjadi objek penelitian untuk mengetahui seberapa banyak televisi menjadi bagian dari keseharian hidup mereka, terutama acara televisi yang menayangkan film-film kartun. Dengan menggunakan 3 anak dengan latar belakang sosial dan budaya yang berbeda sebagai informan yang berada di Banyuwangi, fokus perhatian dalam analisis ini adalah praktik menonton program film kartun yang dilakukan ketiga anak tersebut dan hal-hal apa sajakah yang ternegosiasikan di dalam praktik menonton yang terintegrasi dalam keseharian mereka. Kata kunci: audiens, anak, televisi, menonton, film kartun.

  5. INFORMALITAS DALAM FORMALITAS PADA RUANG TERBUKA PUBLIK (Studi Kasus Lapangan Gasibu, Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RR Dhian Damajani

    2007-01-01

    Full Text Available Gasibu square plays an important role for the Bandung City. At the beginning, this open space was formally designed as part of government complex buildings (Kompleks Gedung Sate. For last ten years, this public space has achieved its ultimate position in its diversity and participants. Various activities such as economic, social, political, cultural and religion held there which are daily, weekly, monthly, and yearly. One of the most interesting activities is The Sunday Market which is probably the biggest Sunday market in Indonesia. This spontaneous market activity is a phenomena of urban vernacular which happened at the other part of the city of Bandung. Discourse in informality and formality of public space become an important issues which has to be treated carefully. Abstract in Bahasa Indonesia : Lapangan Gasibu saat ini memiliki peran yang sangat penting bagi Kota Bandung. Pada awalnya, ruang terbuka ini dirancang sebagai ruang publik formal sebagai bagian dari Kompleks Gedung Sate. Dalam sepuluh tahun terakhir, ruang terbuka publik ini menduduki tempat teratas dalam hal jumlah maupun keragaman aktivitasnya. Beragam kegiatan ekonomi, sosial, politik, budaya termasuk keagamaan diselenggarakan di area ini baik harian, mingguan, maupun bulanan. Salah satu kegiatan yang menarik adalah pasar minggu yang mungkin merupakan pasar minggu terbesar di Indonesia. Pasar yang terjadi secara spontan ini adalah sebuah fenomena urban vernakular yang terjadi pula di bagian lain di Kota Bandung. Saat ini, wacana informalitas dalam formalitas ruang publik menjadi isu penting yang harus ditempatkan pada posisi yang tepat. Kata kunci: informalitas-formalitas; lapangan gasibu; urban-vernakular

  6. Kriteria Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Kawasan Cagar Budaya (Studi Kasus: Kawasan Cagar Budaya Peneleh, Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nindy Rosita Dewi

    2013-09-01

    Full Text Available Perkembangan suatu kota yang berdampak pada perubahan fisik kawasan bersejarah menyebabkan dibutuhkannya suatu upaya pelestarian kawasan cagar budaya dengan partisipasi masyarakat di dalamnya. Sehingga dapat terwujud suatu konsep pelestarian cagar budaya yang berkelanjutan. Dalam mencapai tujuan penelitian, dilakukan empat tahapan analisa, yaitu identifikasi perubahan fisik dan lingkungan kawasan cagar budaya, identifikasi karakteristik partisipasi masyarakat sesuai dengan tingkat perubahan, penentuan bentuk pelestarian kawasan cagar budaya sesuai dengan tingakt perubahan dan partisipasi masyarakat, dan penentuan kriteria partisipasi masyarakat dalam pelestarian kawasan cagar budaya di Peneleh. Dengan demikian diperoleh hasil penelitian berupa tiga tipologi perubahan fisik dan lingkungan, yaitu Tipologi Perubahan Sedang pada Embong Purnomo dan Undaan Kulon, Tipologi Perubahan Kecil pada Kampung Plampitan, dan Tipologi Tidak Ada Perubahan pada Kampung Pandean. Karakteristik partisipasi masyarakat pada tiap tipologi ini berbeda-beda. Bentuk pelestarian yang diarahkan pada tiap tipologi disesuaikan dengan karakteristik partisipasi masyarakat yang dimiliki. Kriteria partisipasi masyarakat dalam pelestarian kawasan cagar budaya adalah adanya pengurus harian cagar budaya, adanya peningkatan pemahaman mengenai perawatan cagar budaya dan jaring asrpirasi secara rutin oleh pemerintah dengan didampingi komunitas peduli cagar budaya pada masyarakat

  7. Faktor yang Berpengaruh dalam Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Perikanan di Pulau Poteran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dira Arumsani

    2014-09-01

    Full Text Available Pulau Poteran memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakatnya, yaitu pada sektor perikanan. Namun masih terdapat beberapa kendala dalam pengembangannya tersebut, yaitu dari sarana prasarana perikanan yang kurang memadai, keterbatasan pemahaman sumber daya manusia, modal, serta kelembagaan. Oleh karena itu perlu untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh dalam pengembangan sektor perikanan pada masing-masing wilayahnya, sehingga selanjutnya akan diketahui bagaimana pengembangan ekonomi lokal di wilayah penelitian sesuai dengan faktor-faktor tersebut. Berdasarkan hasil analisis korelasi didapatkan variabel yang memiliki hubungan dengan variabel dependen meliputi: self esteem, jumlah nelayan, hasil produksi, biaya operasional, aksesibilitas, keterkaitan antar sektor, tingkat pendidikan, biaya tetap, pendapatan masyarakat, peran pemerintah, ketersediaan unit pemasaran, basic needs, keterjangkauan harga, full employment, self esteem, biaya operasional, dan ketersediaan unit pengolahan. Selanjutnya dari hasil analisis regresi didapatkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan sektor perikanan antara lain: pendapatan masyarakat, basic needs, self esteem, keterkaitan antar sektor, jumlah nelayan, hasil produksi, tingkat pendidikan, biaya operasional, aksesibilitas, ketersediaan unit pengolahan, dan ketersediaan unit pemasaran.

  8. Penerapan Analisis Input Output dan ANP dalam Penentuan Prioritas Pengembangan Sub Sektor Industri di Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Try Mardiantony

    2012-09-01

    Full Text Available Struktur perekonomian wilayah yang relatif maju ditandai oleh semakin besarnya peran sektor industri dan jasa dalam menopang perekonomian wilayah tersebut. Sektor ini telah menggantikan peran sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja dan sumber pendapatan wilayah. Namun, kontribusi sektor industri terhadap PDB terus menurun hingga 24,11% pada triwulan I 2011. Harapan baru bagi industri nasional muncul ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI di bulan Mei 2011. Salah satu dari 3 strategi utama MP3EI adalah mengembangkan koridor-koridor ekonomi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Pulau Jawa sebagai salah satu koridor difokuskan sebagai pendorong industri dan jasa nasional. Jawa Timur sebagai provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi di atas pertumbuhan ekonomi nasional memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Pemilihan sektor industri yang potensial menjadi penting karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki, di antaranya sumber daya manusia, sumber daya alam, teknologi, dan finansial. Kriteria yang digunakan untuk menentukan sektor industri unggulan yaitu: share output; share PDRB; keterkaitan; dampak multiplier; serta pertumbuhan sektoral. Sektor industri yang terpilih akan dilakukan analisis SWOT yang dikombinasikan dengan metode ANP untuk menentukan strategi pengembangan yang paling tepat untuk diterapkan

  9. Gelatin dalam Elektrolit Gel terhadap Ketebalan dan Kekuatan Lekat Lapisan Krom pada Baja dengan Metode Elektroplating

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kikin Hermanto

    2015-03-01

    Full Text Available Elektroplating pada dunia industri banyak dimanfaatkan untuk melakukan pelapisan terhadap benda kerja dengan cara pencelupan benda kerja dalam larutan elektrolit. Cara ini dirasa kurang efektif bila digunakan pada benda kerja yang telah terpasang pada rangkaian kerjanya, sehingga penelitian tentang elektrolit gel ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode alternatif elektroplating, yaitu elektrolit gel. Elektrolit gel merupakan metode elektroplating tanpa perlu melakukan pencelupan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi H2CrO4 (250 g/l; 300 g/l; 350 g/l dan gelatin sebagai gelling agent (40,5 g/l; 81 g/l; 121,5 g/l dalam elektrolit gel H2CrO4 terhadap ketebalan dan kualitas lapisan krom hasil elektroplating pada baja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi asam kromat dalam elektrolit gel akan meningkatkan ketebalan deposit krom sedangkan penambahan konsentrasi gelatin akan menurunkan ketebalan deposit krom. Penambahan konsentrasi asam kromat akan menurunkan nilai kelekatan deposit krom pada spesimen, sedangkan penambahan konsentrasi gelatin akan mencapai nilai kelekatan maksimalnya pada konsentrasi 81 g/l dan penambahan konsentrasi gelatin melebihi konsentrasi tersebut akan menyebabkan penurunan nilai kelekatan.

  10. Keperluan Sokongan Emosional Dalam Kalangan Anak Dewasa Yang Menjaga Warga Tua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asnarulkhadi Abu Samah

    2011-01-01

    Full Text Available Peningkatan bilangan warga tua di Malaysia (60 tahun ke atas akan mencapai jumlah 2.2 juta orang atau 9.5% menjelang 2020. Statistik juga menunjukkan bahawa kadar kelahiran semakin menurun beberapa dekad kebelakangan ini. Statistik ini menggambarkan satu dimensi baru berkaitan penjagaan warga tua dalam kalangan anak dewasa. Anak-anak dewasa pula, selain menghadapi bebanan untuk menyara keluarga sendiri, terpaksa menyara orang tua mereka yang kos kesihatan semakin hari semakin meningkat. Artikel ini meninjau aspek sokongan emosi dan timbal balik dalam hubungan anak dewasa (penjaga dengan warga tua dengan menggunakan pendekatan teori pertukaran sosial. Kaedah survei digunakan dari bulan November 2008 hingga Januari 2009 untuk mengumpul data daripada 640 orang anak dewasa daripada etnik Melayu, Cina dan India. Dapatan kajian menunjukkan 65% anak dewasa bandar dan 59.7% anak dewasa luar bandar yang menjaga warga tua ialah anak dewasa perempuan yang majoritinya telah berkahwin dan mempunyai anak antara satu ke tiga orang. Majoriti responden luar bandar (92.8% dan 43.1% responden bandar tinggal bersama warga tua yang dijaga mereka dan kerelaan untuk menjadi penjaga kepada warga tua merupakan pilihan mereka sendiri. Pasangan penjaga merupakan pemberi bantuan fizikal dan emosi utama dalam proses penjagaan warga tua.

  11. PARALEL BLOK FAKTORISASI QR DALAM SISTEM MEMORI TERSEBAR MULTIKOMPUTER BERBASIS MPI-LINUX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Rochman

    2007-01-01

    Full Text Available This paper will present the implementation of parallel block factorization QR with Compact WY form. The parallel program has written in the SPMD (Single Program Multiple Data style and use MPI (Message Passing Interface library for communication. The program was successfully run in distributed memory system, with four computers. The Speedup was increase significantly long with increasing the number of processor and increasing the size of matrix: 1.47 for two processors, 1.84 for three processors and 2.13 for four processors. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam tulisan ini akan dipaparkan implementasi dari paralel Blok Faktorisasi QR dengan bentuk Compact WY. Program paralel ditulis dalam model SPMD (Single Program Multiple Data dan memanfaatkan pustaka MPI (Message Passing Interface untuk komunikasi. Program ini sukses dijalankan dalam sistem memori tersebar, dengan empat komputer. Terjadi peningkatan kinerja (speedup yang berarti seiring dengan penambahan jumlah prosesor dan penambahan ukuran matriks: 1.47 untuk dua prosesor, 1.84 untuk tiga prosesor dan 2.13 untuk empat prosesor.

  12. Jejak Keindahan Watak Para Nabi dan Keutamaan Manusia dalam Teks Butir-butir Mutiara Hikmah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trisna Trisna

    2014-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meneliti jejak keindahan watak para nabi dan keutamaan ma-nusia dalam teks Butir-butir Mutiara Hikmah. Fokus penelitian ini ada dua macam, yaitu isi teks (1 jejak keindahan watak para nabi yakni Nabi Yusuf AS, Nabi Ayyub AS, dan Nabi Muhammad SAW, dan (2 keutamaan manusia yang diciptakan Allah SWT dari semua makhluk di alam semesta ini kare-na akal yang paling utama yang ada dalam tubuh manusia, tujuh kebagusan yang diciptakan Allah, manusia diciptakan seperti susunan Falak dan Buruj. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau simpulan-simpulan yang disampaikan secara verbal dengan  menggunakan model kajian interpretasi teks hermeneutika Ricoeur. Hasil pe-nelitian adalah: (1 jejak keindahan watak para nabi yakni Nabi Yusuf AS, Nabi Ayyub AS, dan Nabi Muhammad SAW, dan (2 keutamaan manusia yang diciptakan Allah SWT dari semua makhluk di alam semesta ini karena akal yang paling utama yang ada dalam tubuh manusia, tujuh kebagusan yang diciptakan Allah, manusia diciptakan seperti susunan Falak dan Buruj.Kata kunci: jejak keindahan watak para nabi, keutamaan manusia, teks, hermeneutika

  13. Pengaruh Kadar TiO2 Terhadap Kekuatan Bending Komposit Serbuk Al/TiO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilik Dwi Setyana

    2005-01-01

    Full Text Available Aluminum fine powder as the matrix and TiO2 as the reinforcement is known as Al/metal matrix composite, that can be produced by powder metallurgy. The research of Al/TiO2 MMC with various content of reinforcement was 0, 2, 4, 6 and 8% weight of TiO2. Green body was produced with variuos compacting pressures 400 and 500 MPa, then sintered at 550 oC for 5 hour. Optical and SEM were used to observe the microstructures. Mechanical properties of the specimens including Brinell hardness and modulus of rupture by four point bending. The results of the research show that Brinell hardness number, modulus of rupture and density of composites increases with increasing compacting pressure. The optimum properties were achieved on the composites containing 4% weight of TiO2 were modulus of rupture was 82 kg/mm2, hardness was 42 BHN and density 2.57 gr/cm3 with compacting pressure of 500 MPa. Abstract in Bahasa Indonesia : Aluminium serbuk sebagai matrik dan TiO2 sebagai penguat dikenal sebagai bahan komposit matrik logam (MMC, yang dapat diproduksi dengan teknik metalurgi serbuk. Dalam penelitian ini komposit Al/TiO2 dengan variasi penambahan unsur penguat sebesar 0, 2, 4, 6 dan 8% berat TiO2. Pembentukan green body dengan tekanan kompaksi 400 dan 500 MPa, dan proses sinter pada suhu 550 OC selama 2 jam. Pengujian meliputi uji bending dan kekerasan brinell, pengamatan srtuktur mikro menggunakan SEM dan mikroskop optik. Hasil penelitian menunjukan kekerasan dan kekuatan bending meningkat dengan meningkatnya tekanan kompaksi. Komposisi optimum dicapai pada komposisi Al/TiO2 4% berat, dengan kekuatan bending sebesar 82 kg/mm2 dan kekerasan 42 BHN pada pembentukan dengan tekanan kompaksi 500 MPa. Kata kunci: metalurgi serbuk, Al/TiO2, Komposit.

  14. Studi Etnobotani Famili Zingiberaceae dalam Kehidupan Masyarakat Lokal di Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi, Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salpa Hartanto

    2014-09-01

    Full Text Available Kecamatan Pangean di Kabupaten Kuantan Singingi memiliki sejarah yang lama dalam pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya sebagai bahan makanan, obat atau prosesi ritual. Penelitian ini bertujuan memperlihatkan peranan Zingiberaceae oleh Masyarakat di Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi dan untuk kajian botani, etnomedisin, etnoekonomi, etnofarmakologi, etnoekologi serta etnoantropologi. Pengumpulan data dihasilkan dengan menggunakan kuisioner terhadap Masyarakat yang mengetahui manfaat Zingiberaceae dalam kehidupan sehari-hari, spesimen famili Zingiberaceae dikumpulkan dari lapangan. Karakter morpologi dikoreksi untuk identifikasi spesimen. Total dari sebelas spesies yang ditemukan adalah Curcuma Domestica, Zingiber officinale, Kaemferia galanga, Alpinia galanga, Zingiber cassumunar, Curcuma xanthoriza, Zingiber argenteum, Costus spesiosus, Zingiber sp., Globba pendula dan Alpinia mutica. Secara umum, semua spesies ini berperawakan herba. Dokumentasi kajian etnomedisin yang menggunakan famili Zingiberaceae dengan tumbuhan obat lainnya untuk memperoleh dosis yang tepat. Kajian etnoekonomi memiliki nilai ekonomi yang rendah dari famili Zingiberaceae. Kajian etnoekologi menunjukkan bahwa famili Zingiberaceae lebih banyak dibudidayakan dalam penggunaannya daripada berasal dari hutan, sedangkan dalam bidang antropologi, masyarakat memanfaatkan famili ini untuk ritual tertentu. Famili ini juga memberikan efek farmakologi jika masyarakat tidak memiliki takaran dan penyajian yang tepat. Pangean District in Kuantan Singingi has long history in using variuos kinds of plant in their daily life, either for food, medicine or rituals. The study was aimed to reveal the role of Zingiberaceae by the society of Subdistrict of Pangean, District of Kuantan Singingi, Riau Province, and to study the botany, as well as the role of plants in ethnomedicine, ethnoeconomy, ethnopharmacology, ethnoecology and ethnoanthropology fields. Data collection was conducted by distributing quetionaires to people who know the use of Zingiberaceae in daily life, the Zingiberaceae specimens were collected from the field. Morphological characters were carefully examined for species identification. A total of eleven Zingiberaceae species were identified in this study i.e Curcuma Domestica, Zingiber officinale, Kaemferia galanga, Alpinia galanga, Zingiber cassumunar, Curcuma xanthoriza, Zingiber argenteum, Costus spesiosus, Zingiber sp., Globba pendula and Alpinia mutica. Generally, all of these species were herbaceous. Ethnomedicine study documented the use of Zingiberaceae with other medicinal plants to get accurate dosage. Ethnoeconomic study revealed the low economic value of Zingibeaceae. Ethnoecological study showed that the cultivated Zingiberace was more common used than wild species, while the study of ethnoanthropology showed that people used some Zingiberaceae for specific rituals. This family give farmacological effect if the people didn’t use the correct dosage and preparation.

  15. ANALISIS KARAKTER DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI KOTA BANDA ACEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abubakar -

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian ini bertujuan membahas problem-problem dalam pengintegrasian karakter dan kearifan lokal dalam sosiologi. Penelitian dilakukan di kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pengajar belum faham dan tidak menguasai bagaimana membuat rencana pembelajaran  yang sarat dengan nilai-nilai lokal yang perlu dipahami dan diteladani oleh semua pihak sebagai panduan hidupnya,  yang  dijalankan selama ini adalah apa yang telah lama dilakukan, dengan muatan materi yang sangat umum dari buku-buku nasional, bahkan ada yang berpendapat materi dari nilai-nilai lokal tidak diperlukan dengan berbagai alasan,  padahal sesungguhnya apa yang tersurat dalam teori universal faktanya banyak bertebaran pada masyarakat sekitar, usaha pemberdayaan gurupun masih minim, dengan kondisi yang demikian pembelajaran sosiologi pada SMA Kota Banda Aceh belum berbasis lokal,  yang  sedang digalakkan oleh pemerintah daerah sesuai Qanun (perda Nomor 5 Tahun 2000,  Qanun Nomor 6 Tahun 2000  dan UUPA Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Daerah Aceh. AbstractThis study aims to discuss the problems in the integration of character and wisdom in sociology  learning. The study was conducted in the city of Banda Aceh. The results show that many teachers do not understand and have not mastered the way to make a lesson plan that is loaded with local values??. Learning is not yet based upon lokal wisdom, even some teachers argued that the material of lokal values ??is not necessary for various reasons. Teacher empowerment is still minimum. Therefore, the mandate of Qanun ( regulation No. 5 of 2000 , Qanun No. 6 in 2000 and UUPA No. 11 2006 on Regional Government of Aceh for adoption of lokal wisdom has not been achieved. © 2013 Universitas Negeri Semarang

  16. PERAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DALAM MENGUBAH PERILAKU MASYARAKAT MENUJU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supratman Sukowati

    2012-10-01

    Full Text Available Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Pada tahun 1948, Badan Kesehatan Dunia/WHO menyepakati bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah hak fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. Perubahan pemahaman konsep sehat dan sakit serta makin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menggugurkan paradigma kesehatan lama yang mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif digantikan paradigma pembangunan kesehatan baru, yaitu Paradigma Sehat yang bersifat proaktif. Dalam Indonesia sehat 2010, yang diharapkan adalah lingkungan yang kondusif, ditunjang dengan perilaku masyarakat yang proaktif serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan percepatan perbaikan derajat kesehatan masyarakat, diperlukan strategi pem­bangunan kesehatan, sasaran serta kebijaksanaan pembangunan kesehatan yang berkesinambungan, berkelanjutan, menyeluruh, merata dan terintegrasi. Dalam pembangunan kesehatan, tenaga kesehatan masyarakat merupakan bagian dari sumber daya manusia yang sangat penting perannya guna meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi pada pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Untuk itu perlu dipersiapkan tenaga terlatih di bidang promosi kesehatan termasuk pakar yang memahami sosiologi, antropologi, perilaku, ilmu penyuluhan dan lain-lain. Di samping itu, tenaga kesehatan masyarakat juga dapat berperan di­ bidang kuratif dan rehabilitatif. Tenaga kesehatan masyarakat mempunyai peran strategis dalam mengubah perilaku masyarakat menjadi kondusif terhadap Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS melalui promosi kesehatan. Promosi yang dilakukan perlu mengikuti 4 tahapan yaitu: 1 memperkenalkan gagasan dan teknik perilaku sehat, 2 melakukan identifikasi dan mengembangkan strategi perubahan perilaku sehat, 3. memotivasi masyarakat sehingga terjadi perubahan perilaku sehat dan 4 memahami cara berkomunikasi serta merancang program komunikasi.

  17. PERNIKAHAN DINI, PERCERAIAN, DAN PERNIKAHAN ULANG: SEBUAH TELAAH DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhadi -

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan penelitian sosiologis dan antropologis tentang pernikahan dan perceraian dengan menggunakan perspektif komprehensif. Penelitian yang sudah ada tentang pernikahan dini, perceraian, dan pernikahan ulang dianalisi dan dikelompokkan dalam perpektif fungsional, perspektif konflik, dan perspektif interaksionisme simbolik ini.Penelitian dilakukan terhadap 12 judul penelitian pernikahan dini, 10 judul penelitian perceraian, dan 3 judul penelitian pernikahan ulang. Fenomena pernikahan dini, perceraian dan nikah ulang ternyata memiliki relasi kompleks terhadap kehidupan sosial. Relasi tersebut diantaranya; beragamnya realitas sosial yang melahirkan perceraian, perceraian untuk meraih kekuasaan, terdapat redefinisi bahwa perceraian itu pilihan rasional. Perpektif sosiologi yang sering digunakan dalam penelitian perkawinan dan perceraian adalah perspektif fungsional dan perspektif konflik, diperlukan kajian dengan pendekatan interaksionisme simbolik untuk menghasilkan nuansa baru dalam kajian perkawinan.The objective of this study is to map the existing sociological and anthropological researches about marriage and divorce using a comprehensive perspective. Existing research on early marriage, divorce, and remarriage are analyzed and grouped into functional perspective,  conflict perspective and  symbolic interactionist perspective. Twelve research reports on early marriage, 10 research  titles on divorce and 3  titles on remarriage are analysed. The phenomenon of early marriage, divorce and re-marriage appears to have a complex relationship to social life. The relationship for exampple include the diverse factors that contribute to divorce, the use of divorce to gain power, the redefinition of divorce as rational choice and so on. Sociological perspective often used in the study of marriage and divorce is a functional and conflict perspective. It is necessary to study the symbolic interactionism approach to produce a new nuance in the study of marriage.

  18. EKSISTENSI GRUP MUSIK KASIDAH “NASIDA RIA” SEMARANG DALAM MENGHADAPI MODERNISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Cholifah

    2013-04-01

    Full Text Available Grup musik Kasidah Nasida Ria adalah grup musik bercirikan keIslaman dari Kota Semarang yang cukup legendaris. Seiring dengan berkembangnya musik-musik modern, grup musik ini menghadapi tantangan baru yang mempengaruhi eksistensinya. Tujuan penelitian ini adalah membahas bagaimana eksistensi grup musik Kasidah Nasida Ria Semarang dalam menghadapi modernisasi, serta faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penghambat perkembangan grup musik ini dalam menghadapi modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah grup musik Kasidah Nasida Ria Semarang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grup musik Kasidah Nasida Ria Semarang masih eksis, terbukti masih tampil di televisi dan di berbagai acara. Eksistensi ini didukung oleh motivasi dari pimpinan dan para personel; sifat syairnya yang religius; tanggapan masyarakat; dan faktor lingkungan. Walaupun masih eksis, grup Kasidah Nasidaria mengalami masa surut karena adanya faktor penghambat antara lain, kurangnya publikasi dan promosi, isu-isu yang tidak bertangggung jawab;  plagiarisme, serta persaingan dengan jenis musik lain. Grup musik Kasidah Nasidaria Semarang perlu lebih terbuka terhadap perkembangan teknologi serta berinovasi dalam kesenian keagamaan agar mampu bertahan. Pemerintah juga perlu melakukan pembinaan untuk mengembangkan kesenian-kesenian keagamaan. Nasida Ria is a popular kasidah music group based in Semarang. This group has strong Islamic character and has spawned many hits. Along with the development of modern music, the band is facing new challenges that affect their existence.The objective of this study is to discuss how the existence of Music Group Kasidah Nasida Ria Semarang in present modernization as well as the factors driving and inhibiting the development of this band in facing modernization. In this study, the author uses a qualitative approach. Data collection techniques are observation, interview and documentation. The study shows that the Music Group of Kasidah Nasida Ria Semarang still exist. It is proven by their performance on television and at various public social events. The existence of this group is supported by the motivation of the leadership and personnel; the religious message of their songs; and the support from community and environment. Although it still exists, the group experienced regress because of the inhibiting factors such as capability; lack of publicity and promotion, irresponsible issues; plagiarism, as well as competition with other genres of music. Seeing the challenge of modernization, thus, the Music Group of Kasidah Nasidaria Semarang needs to be more open to technological developments and innovations in religious art in order to survive. The Government also needs to provide guidance to develop religious arts.

  19. STUDI PERBANDINGAN PERFORMANCE ALGORITMA HEURISTIK POUR TERHADAP MIXED INTEGER PROGRAMMING DALAM MENYELESAIKAN PENJADWALAN FLOWSHOP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tessa Vanina Soetanto

    2004-01-01

    Full Text Available This paper presents a study about new heuristic algorithm performance compared to Mixed Integer Programming (MIP method in solving flowshop scheduling problem to reach minimum makespan. Performance appraisal is based on Efficiency Index (EI, Relative Error (RE and Elapsed Runtime. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menyajikan penelitian tentang performance algoritma heuristik Pour terhadap metode Mixed Integer Programming (MIP dalam menyelesaikan masalah penjadwalan flowshop dengan tujuan meminimalkan makespan. Penilaian performance dilakukan berdasarkan nilai Efficiency Index (EI, Relative Error (RE dan Elapsed Runtime. Kata kunci: flowshop, makespan, algoritma heuristik Pour, Mixed Integer Programming.

  20. Studi Eksperimen Aliran Melintasi Silinder Sirkular Tunggal Dengan Bodi Pengganggu Berbentuk Silinder Yang Tersusun Tandem Dalam Saluran Sempit Berpenampang Bujur Sangkar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akbar Masyian Makka

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam beberapa aplikasi dunia teknik, bluff body ditempatkan di dalam saluran dengan berbagai pengaturan, misalkan saja penempatan sebuah silinder dengan diameter kecil sabagai pengontrol aliran sebelum melewati bluff body utama. Hal tersebut biasanya dilakukan untuk mengurangi atau mereduksi gaya yang diakibatkan fluida pada bluff body utama. Gaya-gaya yang ditimbulkan antara lain gaya geser, gaya normal, dan gaya hambat. Adapun penggunaan saluran sempit turut mempengaruhi karakteristik fluida. Hal ini yang mendasari adanya eksperimen aliran fluida melintasi silinder sirkular dengan bodi pengganggu ditempatkan di depannya dalam saluran sempit.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aliran yang melintasi silinder sirkular dalam saluran sempit. Penelitian ini juga melihat pengaruh sebuah bodi pengganggu, yang memiliki rasio d/D=0.16, terhadap reduksi gaya drag yang dapat dilihat dari penurunan pressure drop. Variasi dalam eksperimen ini adalah rasio jarak gap L/D=1.0; 1.5; 2.0; 2.5; 3.0; 3.5; 4.0. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan cara meletakkan susunan bodi pengganggu (d=4mm di depan silinder sirkular (D=25mm dalam saluran sempit berpenampang bujur sangkar (h=125mm. Pengujian dilakukan di dalam wind tunnel dengan bilangan Reynolds sebesar 1 ×105, 1.28 × 105dan 1.56 × 105. Hasil eksperimen diperoleh adalah Karakteristik aliran berupa pressure drop (?P .Dari data tersebut dapatterlihat pengaruh bodi pengganggu terhadap pressure drop.

  1. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PROPERTI DI CITRARAYA SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Njo Anastasia

    2005-01-01

    Full Text Available Since June 2003, CitraRaya Surabaya Housing was developed by means of Singaporean City concept that was a reposition of the old concept namely Autonomous City. Along with the new concept, the development and management were adjusted to Singaporean appearances and standards. Factor analysis of property attributes consisting of; location, price, physical appearance, image of the developer, and concept of Singaporean City, shows that CitraRayaâ??s consumers primary consideration to purchase a house is not the Singaporean City Concept, but the price factor; while the primary consideration to purchase a parcel of land is indeed the Singaporean City concept. Abstract in Bahasa Indonesia : Sejak Juni 2003 perumahan CitraRaya Surabaya dikembangkan dengan konsep Kota Singapura yang merupakan reposisi dari konsep lama yaitu Kota Mandiri. Dengan konsep baru ini, pengembangan dan manajemen kota disesuaikan dengan penampilan dan standar Singapura. Dengan menggunakan analisa faktor terhadap atribut-atribut properti yang terdiri dari lokasi, harga, tampilan fisik properti, image developer, dan konsep Kota Singapura, diperoleh bahwa yang merupakan pertimbangan utama konsumen CitraRaya di Surabaya dalam pembelian rumah bukanlah konsep Kota Singapura namun faktor harga, sedangkan pertimbangan utama konsumen dalam pembelian kavling adalah faktor konsep kota Singapura.

  2. Peningkatan Insulasi Akustik Dinding Luar Kamar Hotel Studi Kasus Di Dalam Bandar Udara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Benny Adi Nugraha

    2013-09-01

    Full Text Available Dinding luar merupakan komponen bangunan pertama yang digunakan untuk mereduksi bising dari lingkungan luar. Suatu ruangan yang terdapat pada lingkungan Bandar Udara dikatakan nyaman apabila memiliki nilai LA01 = 35 dB dan LA10 = 30 dB. Dalam penelitian tentang peningkatan imsulasi akustik dinding luar kamar hotel, studi kasus di dalam bandar udara ini dilakukan pengukuran nilai insulasi akustik yang ada pada dinding luar kamar hotel di daerah tersebut. Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah untuk mendesain ulang dinding luar dengan menentukan spesifikasi dinding dan jendela agar sesuai dengan lingkungan dan memenuhi nilai standar yang telah ditetapkan dengan menggunakan metode SRI (Sound Reduction Index. Hasil desain alternatif yang memakai material dinding beton setebal 20 cm dan jendela mati dengan kaca ganda ukuran 6mm/100mm/8mm pada dinding luar mampu mereduksi bising dari luar sebesar 54,59 dB. Pengurangan dengan nilai LA01 dan LA10 sudah mendekati nilai standar yang ditentukan oleh badan standar Eropa.

  3. Klaster Pengembangan Industri Berbasis Perkebunan dalam Pengembangan Wilayah di Provinsi Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adinda Putri Siagian

    2013-09-01

    Full Text Available Sektor strategis yang menentukanwilayah berkembang dengan cepat adalah sektor basis dan sektor industri.Provinsi Aceh memiliki laju pertumbuhan wilayah lambat karena termasuk 10 provinsi termiskin di Indonesia.Provinsi Aceh memiliki sektor basis pertanian khususnya subsektor perkebunan sebagai penopang ekonomi di luar sektor migas.Sedangkan kondisi sektor industri (non migas belum memberi kontribusi ekonomi signifikan.Upaya peningkatan laju pertumbuhan wilayah Aceh perlu didukung oleh adanya pengembangan industri berbasis perkebunan.Maka perlu adanya penentuan klaster wilayah pengembangan industri berbasis perkebunan dalam pengembangan wilayah di Provinsi Aceh.Tahapan penelitian terdiri atas 1 Penentuan jenis komoditas unggulan perkebunan Aceh dan 2 Pembagian klaster wilayah pengembangan industri berbasis perkebunan dalam Provinsi Aceh.Metode penelitian menggunakan teknik analisa Location Quotient (LQ, Shift-Share Analysis (SSA, Quartil,dan Hierarchihal Cluster.Hasil penelitian didapatkan jenis komoditas unggulan perkebunan Aceh adalah Karet, Kakao, Kelapa Sawit. Pembagian Klaster pengembangan wilayah industri :1 Klaster wilayah pengembangan industri I berbasis bahan baku terdiri dari Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Utara, 2 Klaster wilayah pengembangan industri II berbasis pemasaran terdiri atas Kabupaten/Kota Aceh Singkil, Aceh Besar, Banda Aceh, Lhokseumawe, Pidie, Bireuen, 3 Klaster wilayah pengembangan industri III berbasis tenaga kerja meliputi Kabupaten/Kota Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Gayo Lues, Bener Meriah, Simeulue, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Langsa, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Subulussalam dan Aceh Barat

  4. Pengaruh Intensitas Kesertaan dalam Program Pendidikan Nonformal terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rifa’Atul Machmudah

    2014-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas kesertaan dalam program pendidikan nonformal seperti bimbingan belajar (bimbel, les privat, kursus, belajar mandiri, dan bel-ajar dengan teman sebaya terhadap prestasi belajar siswa SMA Kota Malang. Penelitian ini mengguna-kan rancangan kuantitatif dengan desain korelasional yang dilanjutkan dengan regresi lima variabel. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified proportional random sampling. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif, regresi sederhana, dan regresi ganda. Ha-sil penelitian jurusan IPA sumbangan efektif (determinasi intensitas mengikuti bimbel sebesar 17,1%, les privat 12,5%, kursus 4,8%, dan belajar mandiri 1,2%, jurusan IPS sumbangan efektif (deter-minasi intensitas mengikuti bimbel sebesar 32,6%, les privat 6,2%, kursus 2,4%, belajar mandiri 10,2%, dan belajar kelompok 0,1%, jurusan Bahasa sumbangan efektif (determinasi intensitas mengi-kuti bimbel sebesar 0,4%, les privat 0,8%, kursus 0,3%, belajar mandiri 9,3%, dan belajar kelompok 1,3%. Jika diregresi secara ganda maka sumbangan efektif program pendidikan nonformal informal jurusan IPA sebesar 32,2%, pada jurusan IPS sebesar 13,3%, dan pada jurusan Bahasa sebesar 88,7%, posisi relatif prestasi akademik, tingkat kelulusan, dan status sosial ekonomi pada kategori menengah, rencana tindak lanjut pasca pendidikan formal adalah melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Kata kunci: pendidikan nonformal, bimbingan belajar, pendidikan luar sekolah

  5. Masalah Pelaksanaan Program Kesehatan di Daerah dan Informasi yang Dibutuhkan Dalam Upaya Penanggulangannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anorital Anorital

    2012-09-01

    Full Text Available Secara umum hasil-hasil penelitian kesehatan belum sepenuhnya mendukung kebutuhan program baik di tingkat pusat maupun daerah. Untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satu upaya adalah melibatkan para pelaksana program kesehatan (di daerah dalam mengidentifikasi masalah pada program kesehatan yang dilaksanakan selama PJP I khususnya pada Repelita V dan informasi yang dibutuhkan dalam upaya pemecahan dan penanggulangannya. Untuk menjawab pernyataan tersebut, telah dilakukan suatu studi deskriptif guna mengetahui sampai seberapa banyak jumlah masalah yang terdapat pada program prioritas yang ada pada unit eselon I Depkes yang dilaksanakan di seluruh propinsi di Indonesia. Studi ini mencakup 27 propinsi, sebanyak 17 propinsi (63% mengembalikan formulir isian dengan jumlah program prioritas sebanyak 43 program dari 6 unit eselon I Depkes, dan telah diidentifikasi sebanyak 320 item masalah serta 400 item informasi yang dibutuhkan agar dapat dilakukan upaya peningkatan program kesehatan pada masa awal PJP II. Hasil yang diperoleh dari studi ini menunjukkan bahwa lebih dari 56% masalah-masalah yang ada merupakan masalah yang terdapat pada teknis substantif, sedangkan jenis informasi yang dibutuhkan ternyata 37,7% adalah informasi yang dibutuhkan untuk peningkatan program.

  6. Pengaruh pupuk kandang dan NPK terhadap populasi bakteri Azotobacter dan Azospirillum dalam tanah pada budidaya cabai (Capsicum annum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MUJIYATI

    2009-11-01

    Full Text Available Mujiyati, Supriyadi. 2009. Pengaruh pupuk kandang dan NPK terhadap populasibakteri Azotobacter dan Azospirillum dalam tanah pada budidaya cabai (Capsicumannum. Bioteknologi 6: 63-69. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan populasi bakteri Azotobacter dan Azospirillum akibat pemberian pupuk kandang. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan: (i tanpa pupuk sebagai kontrol, (ii dengan pupuk kandang, (iii dengan pupuk NPK. Data dikumpulkan secara eksperimen dengan menanam cabai pada beberapa petak percobaan dengan perlakuan penggunaan pupuk sebanyak tiga kali ulangan. Data yang dikumpulkan terdiri atas jumlah populasi Azotobacter dan Azospirillum, kandungan nitrogen dalam tanah dan hasil cabai. Percobaan lapangan dilakukan di Desa Gathak, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Data primer dari hasil penelitian di analisis dengan uji ANAVA dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan pupuk kandang dapat meningkatkan populasi bakteri Azotobacter (0,02% dan Azospirillum (0,46% apabila dibandingkan kontrol, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah dalam waktu yang cukup lama yaitu dengan meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah. Kandungan nitrogen total tanah setelah diberi pupuk kandang juga meningkat dan sangat bermanfaat untuk bahan penyusun tubuh tumbuhan.

  7. HUBUNGAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN, DAN SIKAP, DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN ANTI NYAMUK DI KELURAHAN KUTOWINANGUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.A. Wigati

    2013-02-01

    Full Text Available Abstract. There are various selections of household insecticides in the community. So far socialization on appropriate method of using household insecticide has never been undertaken. The majority of heterogenous community of Kutowinangun village have the habit of using household insecticide. Based on this condition the problem of the study is how community behaves in relation to the use of household insecticide. The aim of study was to describe community behavior include knowledge, attitude and their practice in the use of household insecticide . The study used descriptive analytical. method to identify community behavior was done by closed questionnaire. Population of the study were community of Kutowinangun village, Salatiga Municipality whereas samples were taken using quota sampling technique. Information on community behavior was obtained quantitatively and qualitatively. Out of 100 respondents, only 72 respondents that use of mosquito repellent. Users of aerosol insecticides were 28%, repellent insecticide 8%, Mosquito coils were 36% and electric mat insecticide were 42%.  Knowledge of respondents was 62% is adequate; but only 36% had supportive attitude toward the use of mosquito repellent. Users of household insecticides sometimes read the label of mosquito repellent package (58 % at the frequency of spray  once a day (36.3%. Most of them did not wash their hand after using household insecticide (54%, and they were kept insecticide on the floor (> 40%. Knowledge and attitudes influence people's behavior with a p value <0.05. Keywords: Knowledge, Attitude, practice,  household insecticide . Abstrak. Berbagai jenis insektisida rumah tangga sudah banyak beredar di masyarakat. Sosialisasi tentang cara penggunaan insektisida rumah tangga yang tepat dosis dan cara penggunaan sampai saat ini tidak pernah dilakukan. Sebagian besar masyarakat Kelurahan Kutowinangun memiliki kebiasaan menggunakan insektisida rumah tangga. Berdasarkan hal tersebut maka masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perilaku masyarakat dalam penggunaan insektisida rumah tangga (anti nyamuk. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan perilaku masyarakat meliputi pengetahuan, sikap dan praktek mereka dalam penggunaan insektisida rumah tangga. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Metode untuk mengidentifikasi perilaku masyarakat dilakukan melalui kuesioner tertutup. Populasi penelitian adalah masyarakat Kelurahan Kutowinangun, Kota Salatiga sedangkan sampel diambil dengan teknik quota sampling. Informasi tentang perilaku masyarakat diperoleh secara kuantitatif dan kualitatif. Dari 100 responden, hanya 72 responden yang menggunakan anti nyamuk. Pengguna insektisida (anti nyamuk aerosol adalah sejumlah 28%, repellent sejumlah 8%, anti nyamuk bakar sebanyak 36% dan insektisida elektrik adalah sebanyak 42%. Pengetahuan responden sebagian besar (62% adalah cukup, tetapi hanya 36% dari responden yang memiliki sikap mendukung terhadap pemanfaatan anti nyamuk. Praktik perilaku masyarakat dalam membaca label kemasan anti nyamuk sebagian besar (58% menyatakan kadang-kadang saja, sedangkan frekuensi penggunaan anti nyamuk semprot sebagian besar (36,3% adalah sekali dalam sehari. Kebanyakan dari masyarakat tidak mencuci tangan mereka setelah menggunakan insektisida rumah tangga (54%, dan mereka meletakkan insektisida di lantai (> 40%. Pengetahuan dan Sikap berpengaruh terhadap perilaku masyarakat dengan p value < 0.05. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Praktik, insektisida rumah tangga

  8. RELASI KUASA ANTARA PERHUTANI DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN DI BANYUMAS: KEPENTINGAN BISNIS VS COMMUNITY EMPOWERMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Rosyadi

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan masyarakat dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH dalam merespons orientasi Perhutani yang memprioritaskan pengembangan usaha (profits/bisnis daripada pemberdayaan masyarakat desa hutan. Pendekatan studi menggunakan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMDH tidak dilibatkan secara signifikan dalam perencanaan program pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM. Lebih dari 12 tahun, Perhutani masih menjadi aktor dominan dengan kekuasaan besar menentukan pemangku kepentingan mana yang dikehendaki untuk terlibat dalam perencanaan programnya. Akibatnya, LMDH (masyarakat merasa Perhutani tidak lagi menganggap serius peran LMDH dalam proses pengelolaan program-program PHBM. Dengan kata lain, peran LMDH hanya ada diatas kertas tetapi realitasnya tidak banyak berperan. Perhutani lebih fokus mengejar target keuntungan untuk kepentingan perusahaan tetapi di pihak lain tidak meningkatkan pembagian peran dengan LMDH sebagai mitra sejajar dalam program PHBM. This paper explores the power relations between state and society, specifically, after 12 years of implementing the policy of community-based forest management (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat, known as PHBM. It investigates how villagers and its local institutions (Lembaga Masyarakat Desa Hutan, LMDH, and street-level bureaucracy (SLB responses toward the current development of State Forest Cooperation (Perum Perhutani, SFC orientation in generating profit rather than the people and the planet/environment. The result shows that the villagers through LMDHs are, in fact, never closely engagein planning PHBM activities. Over 12 years, the SFC is still become the dominant actor who have dominant power in determining which stakeholders that they wanted to be involved in planning PHBM activities. Consequently, LMDH feels that SFC is reluctant in taking seriously the roles of LMDH in planning the PHBM activities. SFC is pursuing their target in generating benefits merely for their own benefits without taking LMDH in as their equal partner in PHBM activities.

  9. PERANAN UNIVERSITAS DALAM MEMOTIVASI SARJANA MENJADI YOUNG ENTREPRENEURS (Seri Penelitian Kewirausahaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yohnson Yohnson

    2003-01-01

    Full Text Available The role of university to motivate the fresh graduate to be young entrepreneurs is very important to increase the number of entrepreneurs. Be Increasing of young entrepreneurs will decrease unemployment and it will even open more job vacancies. How the university can produce young entrepreneurs. The role of university is explained by some expert of entrepreneurship .One of them is explained by Thomas Zimmerer . He explained that one factor that triggers the growth of entrepreneurship is educational entrepreneurship. Mr.Douglas.A Gray suggested that people should start their own business as soon as possible. For example, when the students are still studying in the university they can try to start their own business. By empirical data, research has been done to Petra Christian University Student about the dominant factor that influences the student to be young entrepreneurs. The result of the research shows that the dominant factor is opportunity. Therefore the university should play it's roles which are giving information about the advantages of becoming entrepreneurs, giving educational entrepreneurship and providing some activities where they can practice their knowledge and feel the entrepreneurship world. With those roles of the university, young entrepreneurs can be produce successfully. Abstract in Bahasa Indonesia : Peranan Universitas dalam memotivasi sarjana menjadi wirausahawan muda sangat penting dalam menumbuhkan jumlah wirausahawan . Dengan meningkatnya wirausahawan dari kalangan sarjana akan mengurangi pertambahan jumlah pengangguran bahkan menambah jumlah lapangan pekerjaan. Pertanyaannya adalah bagaimana pihak universitas dapat mencetak wirausahawan muda. Peranan universitas dijelaskan oleh beberapa pendapat para ahli bidang kewirausahaan .Salah satunya dijelaskan oleh Thomas Zimmerer bahwa salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan adalah pendidikan kewirausahaan. Selain itu Douglas A.Gray menyarankan untuk memulai usaha sejak dini misalnya pada waktu masih kuliah . Sedangkan data secara empirical juga didapatkan melalui penelitian yang dilakukan pada alumni Universitas Kristen Petra tentang faktor paling dominan memotivasi alumni menjadi wirausahawan. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa faktor kesempatan yang mendorong alumni memutuskan menjadi wirausahawan. Jadi pihak universitas berperan menjadi pemberi informasi tentang kesempatan apa yang akan didapat jika menjadi wirausahawan, serta memberikan pendidikan kewirausahaan dan memberikan wadah bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmunya dengan mendirikan bisnis kecil di lokasi universitas. Peranan universitas sangat menentukan tercetaknya wirausahawan muda yang handal. Kata kunci: wirausahawan, motivasi, peranan universitas

  10. Analisa Karakteristik Distribusi Tekanan dan Kecepatan Pada Bodi Aerodinamika Airfoil Dengan Metoda Panel Dalam Fenomena

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herman Sasongko

    2003-01-01

    Full Text Available The aerodynamics characteristics of a body are the most important in the subject of aerodynamics application in which is intended to get the aerodynamically body profile. This research was performed on both a symmetrical model of NACA Airfoil and Joukowski Airfoil. In this research, the analysis of aerodynamics characteristics had been performed by using Smith-Hess' panel method that distributes both the source flow and the vortex flow along the surface of airfoil to get the velocity distribution, in which is used to get the pressure distribution on the surface of airfoil. The parameters used as the aerodynamics characteristics are the coefficient of pressure distribution (Cp and the coefficient of lift (Cl. The research results show that the accuracy level of panel method in analyzing the aerodynamics characteristics is high quite. It could be proved by the graphical visualization of software simulation. This visualization met the trend line of the available charts, hence, the greater of pressure difference between upper and lower surface of airfoil, the bigger of lift. Furthermore, the chart of lift coefficient (Cl to the angle of attack is linear. The pressure difference was trigged by some factors including the variance of attack angle and the maximum thickness of airfoil. Furthermore, in the geometric of airfoil profile, the difference between the NACA Airfoil and the Joukowski Airfoil is on their sharper trailing edge. Abstract in Bahasa Indonesia : Karakteristik aerodinamika suatu benda uji merupakan suatu hal yang sangat penting dalam bidang ilmu aplikasi aerodinamika yang ditujukan untuk mendapatkan bentuk benda yang aerodinamis. Penelitian karakteristik aerodinamika ini dilakukan pada benda uji simetrik NACA Airfoil dan Joukowski Airfoil. Dalam penelitian ini, analisa karakteristik aerodinamika dilakukan dengan metoda panel Smith-Hess yang mendistribusikan aliran source dan aliran vortex di sepanjang kontur airfoil untuk mendapatkan distribusi kecepatan, yang kemudian digunakan untuk mendapatkan distribusi tekanan pada kontur airfoil. Parameter yang digunakan sebagai karakteristik aerodinamika adalah koefisien distribusi tekanan (Cp, koefisien lift (Cl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keakuratan metoda panel di dalam analisa karakteristik aerodinamika cukup tinggi, dengan terlihatnya hasil grafik dari simulasi software yang dapat mengikuti trend line atau alur dari grafik pembanding yang telah ada sebelumnya, demikian dengan semakin besarnya perbedaan tekanan (pressure difference antara bagian atas dengan bagian bawah kontur airfoil maka akan menimbulkan lift yang semakin besar, sedangkan grafik koefisien lift (Cl terhadap sudut serang adalah linier. Perbedaan tekanan dipicu oleh beberapa faktor, misalnya perubahan sudut serang, dan perubahan ketebalan maksimum yang dimiliki airfoil. Sedangkan untuk geometri penyusun airfoil, perbedaan antara NACA Airfoil dengan Joukowski Airfoil terletak pada bentuk trailing edge-nya yang lebih lancip. Kata kunci: karakteristik aerodinamika, NACA Airfoil, Joukowski Airfoil, metoda panel Smith-Hess, koefisien distribusi tekanan, koefisien lift.

  11. PERAN ORANG TIONGHOA DALAM PERDAGANGAN DAN HIDUP PEREKONOMIAN DALAM MASYARAKAT (Studi Kepustakaan dan Studi Kasus tentang Interaksi Etnik Tionghoa dan Pribumi di Bidang Perekonomian di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukas S. Musianto

    2003-01-01

    Full Text Available The economic function of the Chinese has been existing since many centuries ago. This function has close relationship with "Jati Diri" of a businessman or an entrepreneur in the economic activities. Besides, the context of the social cultural and political interaction which has been prevailing for centuries, will condense to form the "Jati Diri" of a Chinese in Indonesia community. This must have positive or negative influences in a community. A sample with an application on the ethical interaction in Surabaya completes this contextual thinking. The projection to overcome it is our assignment in our nation economics, between the community and the government. Abstract in Bahasa Indonesia : Fungsi orang Tionghoa dalam dunia perekonomian telah terasa berabad-abad yang lampau. Fungsi ini erat berhubungan dengan jati diri suatu wirausaha di bidang perekonomian. Di samping itu konteks interaksi sosial budaya dan politis yang telah berabad-abad lamanya, akan mengkristal memupuk jati diri seorang Tionghoa di tanah air dan masyarakat besar Indonesia. Barang tentu ini bersifat positif atau pun negatif bagi suatu komunitas tertentu. Suatu contoh dengan aplikasi pada interaksi etnik di Surabaya, melengkapi pemikiran kontekstual ini. Proyeksi untuk menanggulanginya menjadi tugas bersama pada aspek perekonomian bangsa antara masyarakat dan pemerintah. Kata kunci:perdagangan, perekonomian, pasar, Tionghoa, Bumi Putera, globalisme.

  12. Pengaruh Aerasi dan Sumber Nutrien terhadap Kemampuan Alga Filum Chlorophyta dalam Menyerap Karbon (Carbon Sink untuk Mengurangi Emisi CO2 di Kawasan Perkotaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lancur Setoaji

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian terkait mitigasi pemanasan global, khususnya dalam penyerapan karbon dioksida (CO2, menjadi fokus utama di kalangan ilmuwan dunia. Secara alamiah, karbon dioksida dapat diserap oleh tumbuhan hijau, laut, karbonasi batuan kapur, dan alga. Pigmen hijau dalam alga atau klorofil dapat menyerap karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Alga memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga cocok digunakan sebagai carbon sink. Penelitian terkait carbon sink ini bertujuan untuk menentukan kemampuan rata-rata serapan CO2 oleh alga di kawasan perkotaan dan menentukan pengaruh aerasi dan variasi sumber N terhadap pertumbuhan dan perkembangan alga. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan reaktor dengan proses batch. Sampel alga yang digunakan didapatkan dari hasil pengembangbiakan yang bersumber dari perairan di kawasan perkotaan. Penelitian ini menggunakan dua variabel uji, yaitu aerasi dan sumber nutrien. Jumlah karbon dioksida yang diserap didapatkan dari perbandingan stoikiometri pada reaksi fotosintesis.  Berdasarkan perbandingan stoikiometri tersebut diketahui bahwa 1 gram sel alga yang terbentuk sebanding dengan 1,92 gram CO2 yang diserap. Dari hasil penelitian, alga dengan penambahan pupuk urea dapat menyerap 4,87 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,84 mg CO2/hari dengan aerasi. Sedangkan alga dengan penambahan pupuk NPK dapat menyerap 3,61 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,01 mg CO2/hari dengan aerasi.

  13. FINANCIAL VALUE ADDED: SUATU PARADIGMA DALAM PENGUKURAN KINERJA DAN NILAI TAMBAH PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rr. Iramani

    2005-01-01

    Full Text Available One of alternative concept for measuring financial performance is Economic Value Added (EVA. Beside that a value added-based approach that has not regularly been studied empirically is that using Financial Value Added (FVA. This paper tries to explain in detail how to measure business performance and value added based on FVA related to financial management decisions. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu konsep penilaian kinerja keuangan yang sudah mulai banyak ditelaah adalah Economic Value Added (EVA. Sedangkan Konsep nilai tambah perusahaan yang belum banyak dikaji Financial Value Added (FVA. Paper ini akan menjelaskan secara detail bagaimana mengukur kinerja dan nilai tambah perusahaan berdasarkan FVA yang dikaitkan dengan keputusan-keputusan dalam majemen keuangan. Namun sebelumnya akan dijelaskan pengukuran dengan menggunakan rasio keuangan dan EVA. Kata kunci: financial ratio, economic value added, financial value added

  14. Potensi Daur Ulang dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rezi Adriwan Giandi Iskandar Sumantri

    2015-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menentukan potensi timbulan sampah organik, potensi daur ulang dan menentukan rekomendasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Jabon. Penelitian ini dilakukan pada 2 aspek yaitu aspek teknis dan aspek masyarakat. Untuk aspek teknis melakukan sampling timbulan, komposisi dan densitas sampah rumah tangga, sentra industri tempe dan kerupuk, peternakan ayam dan bebek. Sedangkan untuk aspek masyarakat menyebarkan kuisioner yang berisikan kategori pengetahuan, sikap dan perilaku yang kemudian akan diolah dengan metode likert scale dan chi kuadrat. Jumlah responden rumah tangga berjumlah 100 KK yang tersebar di 3 desa. Rata-rata timbulan sampah yang dihasilkan untuk sampah rumah tangga adalah 0,27 kg/org/hari, sentra industri tempe 28.639,16 kg/hari, sentra industri kerupuk 9.766,83 kg/hari, peternakan ayam 166,70 kg/hari dan peternakan bebek 630,15 kg/hari.

  15. PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS BERBASIS PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATERI KALOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Y. Astuti

    2013-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS berbasis pendekatan inkuiri terbimbing dalam pembelajaran kooperatif yang layak dan efektif. Data penelitian ini adalah hasil validasi dari validator dan hasil uji coba yang dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKS hasil pengembangan berkategori baik. Keterampilan proses meningkat sehingga dapat dikatakan LKS yang dikembangkan ini layak dan efektif. This research aims to generate Student Worksheet (LKS-based guided inquiry approach in cooperative learning feasible and effective. The data of this study is the result of the validation from validator and the test results were analyzed by qualitative and quantitative descriptive techniques. Validation results show that the worksheet has developed the good category. Process skills increased so that it can be said that developed worksheet is feasible and effective.

  16. BAHAN AKTIF DALAM KOMBINASI OBAT FLU DAN BATUK-PILEK, DAN PEMILIHAN OBAT FLU YANG RASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Gitawati

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakFlu, salesma atau batuk pilek adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA akibat virus, merupakan self-limiting disease dan hanya memerlukan pengobatan simtomatik. Obat-obat yang digunakan adalah obat bebas, umumnya dalam bentuk kombinasi tetap, dengan komposisi zat aktif bervariasi. Tulisan ini bertujuan mengkaji bahan aktif dalam preparat flu kombinasi tetap dan pemilihan obat flu yang rasional. Kajian dilakukan secara cross-sectional dengan sumber data berasal dari 56 referensi berupa buku, panduan, jurnal/artikel on-line maupun publikasi tercetak, menggunakan kata kunci ”common cold, cough, over-the-counter drugs, non-prescription, self-medication, analgetics, sympathomimetics, antihistamines, decongestant, antibiotics, immunomodulators, food supplement, flu, dan batuk-pilek”.Diperoleh sejumlah 191 preparat kombinasi tetap berbentuk tablet dan sirup yang diindikasikan untuk mengurangi gejala flu (common-cold, dengan komposisi zat aktif utama antihistamin dan dekongestan. Komponen tambahan lainnya adalah analgesik, antitusif, ekspektoran, stimulan. Kekuatan (strength dosis tiap komponen masih sesuai dengan dosis yang direkomendasi, namun tercatat masih ada preparat dengan dosis dekongestan (fenilpropanolamin yang lebih tinggi dari yang direkomendasi. Tidak ada preparat tunggal yang mampu mengatasi semua gejala flu sekaligus, sehingga preparat flu kombinasi menjadi pilihan utama. Dalam menggunakan preparat flu kombinasi perlu memilihproduk yang tepat dan rasional sesuai dengan gejala spesifik, karena kemungkinan tidak semua zat aktif dalam komposisi produk obat flu diperlukan oleh penderita.Kata kunci: flu, batuk-pilek, komposisi obat flu, simtomatik.AbstractFlu or common-cold is an acute upper respiratory tract infection mainly caused by virus, and a self-limiting disease which is requires only symptomatic treatments to alleviate the symptoms. Common-cold medication is usually an OTC drug and a fixed-dose combination of various active ingredients. The purpose of this paper is to review the active ingredients in cold medicines and how to select the medicines rationally. This review is conducted cross-sectional with data sources derived from 56 references in the form of books, guidelines, on-line journals/articles or printed publications, using the keywords: common cold, cough, over-the-counter (OTC drugs, non-prescription, self-medication, analgesics,sympathomimetics, antihistamines, decongestants, antibiotics, immunomodulators, food supplements, flu, and batukpilek.It is obtained about 191 fixed-dose combination of tablet and syrup which is indicated for reducing the symptoms of common-cold. The main active ingredients of the fixed-dose combination are antihistamines and decongestants. An additional component is an analgesic, antitussive, expectorant and stimulant. The doses strength of each component isin accordance with the recommended dose, but noted there is still a dose preparation with decongestants (phenylpropanolamine higher than recommended. No single cold preparations were able to overcome all the symptoms of flu at once, so the flu combination product becomes the primary of choice. When using a common-cold combinationproduct, it is important to select a product most suited to the individual and specific symptoms, as possibly not all the active ingredients are necessary for the patient.Keywords: flu, common-cold, composition of common-cold product, symptomatic

  17. Studi Implementasi Six Sigma pada Tahap Fabrikasi dalam Proses Pembangunan Kapal Baru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jauhary Tsulastsy Yanuar

    2013-03-01

    Full Text Available Proses produksi pada tahap fabrikasi dalam proses pembangunan kapal baru masih memiliki masalah defect pada output proses produksi berupa defect dimension yang menyebabkan rework (pekerjaan tambahan. Tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan besarnya sigma proses tahap fabrikasi dari sebuah galangan kapal yang menjadi studi kasus, mengidentifikasi penyebab yang mempengaruhi defect, dan menentukan upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimasi defect menggunakan metode six sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Berdasarkan perhitungan menggunakan lembar kerja perhitungan sigma yang dikeluarkan oleh pivotal resources, komponen plate mengalami defect dimension sebesar 0,36% untuk hasil marking dan 0,48% untuk hasil proses cutting menghasilkan nilai sigma 2,2074, komponen bracket mengalami defect dimension sebesar 0,28% untuk hasil marking dan 0,40% untuk hasil cutting menghasilkan nilai sigma 2,3429, komponen stiffener mengalami defect dimension sebesar 0,20% untuk hasil marking dan 0,24% untuk hasil cutting menghasilkan nilai sigma 2,6771, dan  komponen clip (collar plate mengalami defect dimension sebesar 0,28% untuk hasil marking dan 0,36% untuk hasil cutting menghasilkan nilai sigma 2,4171. Berdasarkan hasil analisa, nilai sigma tersebut masih jauh dari nilai yang seharusnya dapat dicapai oleh suatu perusahaan (6? disebabkan oleh faktor antara lain keterampilan SDM yang belum memadai saat ini, PMS (Planned Maintenance System yang berjalan tidak sesuai prosedur, dan tidak dilakukannya pendokumentasian/kontrol pada setiap komponen hasil tahap fabrikasi. Dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis yang dikorelasikan dengan berbagai analisa, diperoleh solusi antara lain diperlukannya training/pelatihan untuk meningkatkan skill/kemampuan SDM baru, dijalankannya PMS sesuai prosedur, dan menghidupkan kembali tim QC yang tergabung dalam keorganisasian bengkel fabrikasi. Implementasi six sigma dilakukan secara periodik dengan mengevaluasi hasil rencana perbaikan.

  18. PENDEKATAN INTEGRASI DENGAN BASIS BIAYA ELEMENTER: ALTERNATIF PENGAKUAN PENDAPATAN DALAM KONSTRUKSI JANGKA PANJANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Narsa

    1999-01-01

    Full Text Available Profit is one of any indicator that used for performance evaluation of management. For fair presentation of revenue as important variable, the accurate measurement method needed. We must be sure that the revenue recognition and matching principle were follow. Revenue recognition for long term construction usually uses the percentage of completion method with two approaches, like physical approach and cost approach. Unfortunately, both physical approach and cost approach include seriously disadvantages. The effect of this disadvantages, that the profit as performance indicators were bias or distorted. What are disadvantages that exist in the percentage of completion method? Is the integration approach more accurate and can eliminate the disadvantages of the old one, so the revenue for the current period more accurate, fair and realistically?. Abstract in Bahasa Indonesia : Laba adalah salah satu indikator yang acapkali dipergunakan sebagai dasar untuk mengukur keberhasilan seorang manajer. Oleh karena itu salah satu faktor pembentuk laba yaitu pendapatan harus diukur dengan wajar, dan harus dipastikan telah mengikuti prinsip-prinsip pengakuan pendapatan dan penandingan. Dalam pengakuan pendapatan untuk perusahaan konstruksi jangka panjang, penggunaan mentode persentase penyelesaian konvensional baik pendekatan fisik maupun biaya, ternyata mengandung kelemahan yang cukup serius, terutama jika dikaitkan dengan prinsip-prinsip pengakuan pendapatan dan penandingan. Akibatnya laba sebagai ukuran kinerja menjadi bias. Kelemahan-kelemahan apa saja yang terdapat dalam metode tersebut? Apakah pendekatan integratif dapat menutupi kelemahan-kelemahan tersebut, sehingga pendapatan yang diakui pada periode berjalan lebih realistis untuk mencerminkan kinerja yang sesungguhnya? Kata kunci: prinsip pengakuan pendapatan, prinsip penandingan, persentase penyelesaian dan pendekatan integrasi

  19. ALGORITMA RC4 DALAM PROTEKSI TRANSMISI DAN HASIL QUERY UNTUK ORDBMS POSTGRESQL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuri Ariyanto

    2009-01-01

    Full Text Available In this research will be worked through about how cryptography RC4's algorithm implementation in protection to query result and of query, security by encryption and descryption up to both is in network. Implementation of this research which is build software in client that function access databases that is placed by the side of server. Software that building to have facility for encryption and descryption query result and of query that is sent from client goes to server and. transmission query result and of query can secure its security. Well guaranted transmission security him of query result and of query can be told to succeed if success software can encryption query result and of query which transmission so that in the event of scanning to both, scanning will not understand data content. Conclusion of this research that is woke up software succeed encryption query and result of query which transmission between application of client and of server databases. Abstract in Bahasa Indonesia: Pada penelitian ini dibahas mengenai bagaimana mengimplementasikan algoritma kriptografi RC4 dalam proteksi terhadap query dan hasil query, pengamanan dilakukan dengan cara melakukan enkripsi dan dekripsi selama keduanya berada di dalam jaringan. Pengimplementasian dari penelitian ini yaitu membangun sebuah software yang akan diletakkan di sisi client yang berfungsi mengakses database yang diletakkan di sisi server. Software yang dibangun memiliki fasilitas untuk mengenkripsi dan mendektipsi query dan hasil query yang dikirimkan dari client ke server dan juga sebaliknya. Dengan demikian tramsmisi query dan hasil query dapat terjamin keamanannya.Terjaminnya keamanan transmisi query dan hasil query dapat dikatakan berhasil jika software berhasil mengenkripsi query dan hasil query yang ditransmisikan sehingga apabila terjadi penyadapan terhadap keduanya, penyadap tidak akan mengerti isi data tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu software yang dibangun berhasil mengenkripsi query dan hasil query yang ditransmisikan antara aplikasi client dan server database. Kata kunci: enkripsi, transmisi, RC4, query, database

  20. Peran Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Siswa Mata Pelajaran IPS di SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mujiatin Setyana

    2015-02-01

    Full Text Available Abstract: This study aims to explain: 1 teachers’ understanding of social skills in social studies at SMK; 2 the role of social studies teachers in vocational schools were in designing learning social studies students develop social skills; 3 the implementation of learning undertaken by teachers in vocational IPS that can develop social skills; 4 assessment conducted in vocational teachers in so-cial studies is to develop social skills. The study used a qualitative descriptive research design with case study. The techniques used were interviews, observation and documentationThe results showed: teachers’ understanding of the lack of social skills; RPP has not led to the development of social skills, cooperative learning models used in the learning is not maximized; assessment conducted by a social studies teacher tends cognitive, while the affective and psychomotor assessment ignored.Key Words: roles of teachers, the learning of social studies, social skills Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan 1 pemahaman guru tentang keterampilan sosial pada mata pelajaran IPS di SMK; 2 peran guru-guru IPS di SMK dalam merancang pembelajaran IPS yang mengembangkan keterampilan sosial siswa; 3 pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru IPS di SMK yang dapat mengembangkan keterampilan sosial; 4 penilaian yang dilakukan guru-guru di SMK pada mata pelajaran IPS yang mengembangkan keterampilan sosial. Penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Teknik yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: pemahaman guru tentang keterampilan sosial kurang; RPP belum mengarah pada pengembangan keterampilan sosial, model cooperative learning yang digunakan dalam pembelajaran belum maksimal; penilaian yang dilakukan oleh guru IPS cenderung kognitif, sedangkan penilaian afektif dan psikomotor diabaikan.Kata kunci: peran guru, pembelajaran IPS, keterampilan sosial

  1. Pengaruh Posisi Pipa Segi Empat dalam Aliran Fluida Terhadap Perpindahan Panas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kaprawi Kaprawi

    2007-01-01

    Full Text Available A rectangular pipe is placed perpendicularly to viscous fluid flow which has higher temperature. The positions of a rectangular pipe in the flow are one of the rectangular wall placed perpendicularly to the flow, one of the corner of rectangular pipe placed to the direction of coming flow and one of the corner with angle of less or greater than 90o placed to the direction of coming flow. With numerical study by using Finite Volume Method, is obtained that the position of pipe in which one of the corner directed to the coming flow has good heat transfer when compared with rectangular pipe of which one of the rectangular side directed perpendicularly to the coming flow. More the angle of corner will give more the heat transfer and vice versa. Every variation of 15o of wall angle of pipe makes the variation of heat transfer approximatly 1.5%. Abstract in Bahasa Indonesia: Sebuah pipa berpenampang segi empat dipasang melintang dalam aliran fluida viskos yang bertemperatur lebih tinggi. Posisi pipa dalam aliran yaitu salah satu bidang pipa tegak lurus dengan datangnya aliran, salah satu sudut pipa diarahkan dengan datangnya aliran dan sudut pipa yang lebih besar atau lebih kecil dari 90o diarahkan dengan datangnya aliran. Melalui studi numerik dengan Metode Volume Hingga, didapatkan bahwa posisi pipa dengan salah satu sudut segi empatnya diarahkan ke datangnya aliran mempunyai perpindahan panas lebih baik dibanding dengan pipa yang mana salah satu dindingnya dipasang tegak lurus dengan aliran. Semakin besar sudut pipa yang diarahkan ke aliran maka semakin besar perpindahan panasnya, dan sebaliknya. Setiap perubahan sudut pipa segi empat 15o akan membuat perubahan perpindahan panas sekitar 1,5%. Kata kunci: Fluid velocity, rectangular pipe, flow, heat transfer, finite volume method.

  2. KADAR C-ERBB2 DALAM SERUM DAN SALIVA PASIEN KANKER PAYUDARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Sulistiowati

    2015-01-01

    Full Text Available AbstractC-erbB2 used as a marker for determining treatment and prognosis of breast cancer. The most often method used to evaluate c-erbB2 in tissue samples is by immunohistochemistry (IHC. Another method to evaluate c-erbB2 is measure the level of ECD (extra cellular domain c-erbB2 were detached from the cell surface in serum and saliva. Saliva is used as a diagnostic tool because it can be collected noninvasive, easy. This study aimed to evaluate the levels of c-erbB2 in serum and saliva breast cancer patients compared to controls and to assess the possibility of the use of saliva as an alternative sample examination biomarker. The study using cross sectional design, implemented at Dharmais hospital of April-December 2012. The sample consisted of 55 subject of cancer patients and 56 controls. Specimens were taken from both groups, levels of c-erbB2 serum and saliva were measured by ELISA (cut off value ?30 ng/ml and the results compared to c-erbB2 IHC. Serum and salivary level of c-erbB2 increased at 10,9% and 7,3% of breast cancer patients. The levels of c-erbB2 in serum and saliva patients was higher than controls. Salivary levels of c-erbB2 correlated with serum (r=0.31. Sensitivity of serum c-erbB2 38% and 13% for saliva, spesivicity of 91% for both. PPV 50% and NPV 86% at serum, PPV 25% and NPV 82% at saliva. C-erbB2 can be detected in the serum and saliva and its overexpressed in 7-11% of breast cancer patients. Saliva may have potensial use as an alternative sample examination biomarkers in breast cancer.Keywords : C-Erbb2 ; Serum; Saliva; Breast CancerAbstrakPemeriksaan c-erbB2 berguna dalam menentukan terapi dan prognosis pasien kanker payudara. Carapaling sering untuk mengevaluasi ekspresi protein c-erbB2 dalam sampel jaringan adalah imunohistokimia (IHK. Cara lainnya adalah dengan menilai kadar ECD (extra cellular domain c-erbB2 dalam serum dan saliva yang terlepas dari permukaan sel. Saliva digunakan sebagai spesimen diagnosis karena dapat dikumpulkan secara non-invasif, mudah, tanpa peralatan khusus untuk mengumpulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar c-erbB2 dalam serum dan saliva pada pasien kanker payudara dibandingkan dengan kontrol serta menilai kemungkinan penggunaan saliva sebagai spesimen alternatif pemeriksaan penanda pada kanker payudara. Penelitian menggunakandesain cross sectional analitik, dilaksanakan di RS kanker Dharmais dari April-Desember 2012. Sampel terdiri dari: 55 subjek kelompok pasien kanker dan 56 kelompok kontrol. Spesimen diambil dari serum dan saliva kedua kelompok, kadar c-erbB2 diukur dengan metode ELISA dengan cut off value ?30 ng/ml, kemudian hasil kadar c-erbB2 dibandingkan dengan c-erbB2 jaringan (IHK. Amplifikasi c-erbB2 jaringan terjadi pada 14,5% pasien kanker payudara sedangkan kadar c-erbB2 serum dan saliva meningkat pada 10,9% dan 7,3% pasien. Kadar rata-rata c-erbB2 serum dan saliva pada kelompok pasien kanker payudara lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Kadar c-erbB2 dalam saliva berkorelasi dengan kadar c-erbB2 serum (r=0,31. Sensitifitas c-erbB2 pada serum 38%, 13% pada saliva. Spesifisitas serum dan saliva masing-masing 91% dengan PPV 50%, NPV 86% pada serum dan PPV 25%, NPV 82% pada saliva. C-erbB2 dapat terdeteksi di dalam serum dan saliva, mengalami overekspresi pada 7-11% pasien kanker payudara. Saliva merupakan sampel yang potensial digunakan sebagai sampel pemeriksaan biomarker kanker payudara.Kata kunci : C-Erbb2; Saliva; Serum; Kanker Payudara

  3. ANALISIS PREDIKSI MOTION SICKNESS INCIDENCE (MSI PADA KAPAL CATAMARAN 1000 GT DALAM TAHAP DESAIN AWAL (INITIAL DESIGN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardi Santoso

    2015-02-01

    Full Text Available Gerakan kapal terombang – ambing atau naik turun di laut lepas yang diakibatkan oleh ombak yang besar dan terus menerus dapat mengakibatkan gejala sakit berupa kepala pusing, mual bahkan muntah yang seringkali diistilahkan sebagai mabuk laut (sea sickness atau motion sickness.  Pada kapal penumpang(ferrykondisi ini menjadi suatu persyaratan penting yang harus dipertimbangkan dalam proses desain. Dalam penelitian ini dilakukan kajian terhadap hasil perhitungan dan simulasi percepatan vertikal gerakan kapal catamaran 1000GT sehingga bisa dilihat unjuk kerja kapal terhadap kenyamanan penumpang. Kenyamanan pada penumpang dilihat dari indeks jumlah penumpang yang mengalami mabuk laut pada periode tertentu dengan mengacu pada standard ISO-2631/1997. Perhitungan dan simulasi dilakukan pada beberapat titik di kapal untuk melihat percepatan vertikal yang terjadi. Dari hasil simulasi didapatkan pengaruh dari lokasi pengukuran, durasi dan arah ombak terhadap persentase jumlah penumpang yang mengalami gejala mabuk laut atau motion sickness incidence (MSI.

  4. PENGGUNAAN CAMPURAN MAKANAN DAN BAHAN ALAMI TANAMAN DALAM BENTUK FORMULASI PEREKAT UNTUK MENARIK HAMA PASCA PANEN PADA PENYIMPANAN BIJI KAKAO

    OpenAIRE

    Sylvia Sjam; Untung Surapati; Melina

    2007-01-01

    Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi populasi hama pasca panen adalah menggunakan campuran antara makanan dan bahan alami tanaman yang bersifat antraktan yang diformulasikan dalam bentuk perekat. Kelebihan penggunaan makanan yang bersifat atraktan yaitu mampu menarik beberapa jenis hama pasca panen apalagi jika dikombinasikan dengan bahan alami tanaman yang juga bersifat atraktan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas formulasi perekat atraktan terhadap ...

  5. KESIAPAN PEMERINTAH DAERAH DALAM RANGKA PENGALIHAN PBB-P2 SEBAGAI PAJAK DAERAH PADA KABUPATEN/KOTA PROPINSI SULAWESI SELATAN

    OpenAIRE

    Mediaty; Darwis; Syahrir; Rahmawati HS

    2012-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kesiapan pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan dalam pengalihan PBB-P2 menjadi pajak daerah dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala pengalihan PBB-P2 menjadi pajak daerah.. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif (descriptive analysis) yaitu pemerintah daerah yang menjadi responden akan diteliti mengenai pemenuhan syarat-syarat yang harus dipersiapkan sebelum pengalihan PBB-P2 menjadi pa...

  6. Konsep Fiqah Malaysia dalam Perundangan Islam: Satu Pengenalan (The Concept of Malaysian Fiqah in Islamic Law: An Introduction)

    OpenAIRE

    Rahimin Affandi Abd. Rahim; Shamsiah Mohamad; Paizah Ismail; Nor Hayati Mohd Dahlal

    2010-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan sifat dinamik konsep fiqah dalam sistem perundangan Islam Malaysia yang menekankan kepentingan hubungan dengan Allah dan sesama makhluk. Teori utama yang digunakan adalah teori epistemologi hukum Islam yang menetapkan bahawa sifat kelestarian sistem hukum Islam hanya boleh dicapai melalui pembentukan kerangka epistemologi (apa, bagaimana dan untuk tujuan apa) yang jelas. Bagi mencapai objektif, kajian ini menggunakan kaedah pengumpulan data primer dan da...

  7. MODEL INTEGRASI ATRIBUT ASESMEN FORMATIF (IAAF DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SEL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN BERPIKIR ANALITIK MAHASISWA CALON GURU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Saptono

    2013-04-01

    Full Text Available Dalam studi ini dikembangkan model integrasi atribut asesmen formatif (IAAF dalam pembelajaran Biologi Sel untuk mengembangkan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa calon guru Biologi. Atribut asesmen formatif yang diintegrasikan adalah collaboration, self-assessment, peer-assessment, dan feedback & learning progression. Model yang dikembangkan mencakup pembelajaran interaktif, pembuatan bagan konsep, dan reviu artikel jurnal internasional. Dimensi yang diukur dalam studi ini adalah perkembangan kemampuan mahasiswa membuat bagan konsep, kemampuan mahasiswa melakukan reviu artikel, dan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa. Hasil studi mengindikasikan bahwa Model IAAF dapat mengembangkan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa. In this study developed a model of integration of formative assessment attributes (IAAF in Cell Biology learning to develop reasoning skills and analytical thinking Biology student teachers. Attributes of formative assessment that  integrated is collaboration, self-assessment, peer-assessment, and feedback & learning progression. The model developed includes interactive learning, graphing concepts, and review articles of international journal. Dimensions measured in this study is the development of students’ ability to make a chart of concept, the ability of student conduct review of articles, and the ability to reason and think analytically students. The study results indicate that the IAAF model can develop reasoning skills and analytic thinking students.

  8. SUATU PENDEKATAN BARU DALAM PRODUCT DEVELOPMENT COSTING UNTUK BARANG-BARANG INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monika Kussetya Ciptani

    1999-01-01

    Full Text Available In the very competitive bussiness environment, the company ability to create or develop its product is an important thing to keep. With the competitivenes of each product, especially industrial product, each product has a short life-cycle. The life-cycle of an industrial product become shorter because of the technology used in its development phase. This will be one of many factors that encourage industrial company to develop their product, besides the profitability factor that many companies achieve for. In industrial product development process, companies use many method to develop its product and shorten their industrial product life-cycle, but it is still difficult to obtain cost which incur to develop an industrial product. An industrial company has to know exactly its product development costs and determine its most expensive production activities in order to plan future financial performance and identify potential improvements. Using life-cycle costing, a company can anticipate the costs which occur in each phase of product life-cycle and determine the product cost of new industrial product which has been developed accurately. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam persaingan dunia bisnis yang sangat ketat, kemampuan perusahaan untuk dapat menciptakan atau mengembangkan produk baru sangat diperlukan. Dengan semakin ketatnya persaingan antar perusahaan tersebut produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan akan memiliki jangka waktu (umur tertentu di pasaran. Khusus untuk barang-barang industri, daur hidup produk industri akan memiliki kecenderungan umur hidup yang semakin pendek terutama didukung dengan adanya perkembangan teknologi yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong dilakukannya proses pengembangan produk industri selain faktor laba (profit yang diperoleh oleh perusahaan dengan melakukan usaha pengembangan produk. Dalam usaha pengembangan produk untuk barang-barang industri, perusahaan menggunakan berbagai metode untuk memperpendek siklus pengembangan produk industrinya. Meskipun demikian perusahaan masih tetap mengalami kesulitan didalam menentukan biaya-biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pengembangan produk industri yang masih berada pada tahap perkembangan produk. Suatu perusahaan industri haruslah mengetahui berapa biaya-biaya yang diperlukan untuk pengembangan produk yang dilakukannya dan menentukan tingkat aktivitas pengembangan produk industri yang membutuhkan biaya paling besar agar dapat melakukan perencanaan dan pengendalian biaya atas produk industri baru yang dikembangkannya. Dengan menggunakan sistem produk life-cycle costing perusahaan akan dapat mengantisipasi besarnya biaya yang muncul pada tiap-tiap tahap daur hidup produk dan melakukan pembebanan yang akurat atas produk industri baru yang dihasilkannya. Kata kunci : produk industri, barang konsumsi, pengembangan produk, daur hidup produk, biaya berdasar daur hidup produk, pengembangan produk industri baru

  9. MODEL KEPEMIMPINAN DAN SUASANA AKADEMIK DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMA DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahyo Budi Utomo

    2012-01-01

    Full Text Available This study develop a model of leadership and academic atmosphere in high school history teaching in the city of Semarang. The data obtained from field studies using a Likert scale questionnaire that was developed from theoretical constructs and indicators. Data analysis conducted by the SmartPLS program. Modeling results indicate that some of the constructs of transformational leadership has not developed fully understood by the teacher of history, especially in the construct of simplification, facilitation, and commitment. Furthermore, an alternative model was developed to see another positive trend in order to find a better model fit. The results of the analysis of alternative models tested had a composite reliability values ​​greater than 0.80 (T count > 1.99 at 0.05 significance level so that it can be concluded that the model has good reliability. In contrast, the contribution of aspects of leadership to the academic atmosphere is relatively small and likely not significant due to poor understanding of the respondents so that should be given training for teachers related to this aspect of transformational leadership.Keywords: leadership, transformational, academic atmosphere, teaching high school historyPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kepemimpinan dan suasana akademik dalam pembelajaran sejarah SMA di kota Semarang. Data didapatkan dari studi lapangan menggunakan angket skala Likert yang dikembangkan dari konstruk dan indikator teoretis. Analisis data menggunakan program SmartPLS. Hasil pemodelan menunjukkan beberapa konstruk yang dikembangkan dari kepemimpinan transformasional belum dipahami sepenuhnya oleh guru sejarah, utamanya pada konstruk simplifikasi, fasilitasi, dan komitmen. Lebih lanjut, model alternatif dikembangkan untuk melihat kecenderungan lain yang positif dalam rangka mencari model yang lebih fit. Hasil analisis model alternatif yang diuji memiliki nilai komposit reliabilitas lebih besar dari 0,80 (T hitung > 1,99 pada taraf signifikansi 0,05 sehingga dapat disimpulkan model memiliki reliabilitas yang baik. Sebaliknya, kontribusi aspek kepemimpinan terhadap suasana akademik relatif kecil dan cenderung tidak signifikan karena pemahaman responden yang kurang baik sehingga perlu diberikan pelatihan bagi guru terkait aspek kepemimpinan transformasional ini.Kata Kunci: kepemimpinan, transformasional, suasana akademik, pembelajaran sejarah

  10. Nilai Keislaman dalam Novel Syahadat Cinta Karya Taufiqurrahman Al-Azizy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hariyani Hariyani

    2015-02-01

    Full Text Available Abstract: This study aimed to examine the Islamic values contained in the Syahadat Cinta novel by Taufiqurrahman Al-Azizy. The focus of this study were (1 the value of faith; (2 the value obedient worship; and (3 the value of good moral. Metode used in this research is interpretitif. The results of the study include three things. First, research the value of faith, are (1 the value of faith in God; (2 Faith in angels; (3 Faith in the Book of Allah; (4 Faith in the prophets and apostles; (5 Faith in the end; (6 Faith in the qada and qadar. Secondly, the research value of obedient worship are: (1 obey thaharah worship; (2 obey praying; (3 obey zakat; (4 obey the fasting; (5 devout hajj. Third, research on the value of good moral are (1 character to God; (2 character to yourself; (3 character to the family; (4 character to the neighbors and the community; and (5 character to the environment. The value of much revealed is the value of faith in God because this novel tells the story of the faith of a someone who emigrated from the wrong path toward the right path.Key Words: islamic values, novel Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti nilai keislaman yang terdapat dalam novel Syahadat Cinta karya Taufiqurrahman Al-Azizy. Fokus penelitian ini adalah (1 nilai keimanan; (2 nilai ketaatibadahan; dan (3 nilai keakhlakmuliaan. Metode yang digunakan dalam penelitian  ini adalah penelitian interpretitif. Hasil penelitian mencakup tiga hal. Pertama, penelitian nilai keimanan yaitu (1 nilai iman kepada Allah; (2 iman kepada malaikat; (3 iman kepada kitab Allah; (4 iman kepada nabi dan rasul;  (5 iman kepada hari akhir; (6 iman kepada qada dan qadar.  Kedua, penelitian nilai ketaatibadahan  yaitu (1 taat ibadah thaharah; (2 taat ibadah shalat; (3 taat ibadah zakat; (4 taat ibadah puasa; (5 taat ibadah haji . Ketiga, penelitian terhadap nilai keakhlakmuliaan yaitu (1 akhlak kepada Allah; (2 akhlak kepada diri sendiri; (3 akhlak kepada keluarga; (4 akhlak kepada tetangga dan masyarakat; dan (5 akhlak kepada lingkungan. Nilai yang banyak diungkap adalah nilai keimanan kepada Allah karena novel ini mengisahkan jalan keimanan seorang tokoh yang berhijrah dari jalan yang salah menuju jalan yang benar. Kata kunci: nilai keislaman, novel

  11. DUALISME DALAM SEKTOR MANUFAKTUR INDONESIA: SEBUAH UJI HIPOTESIS DENGAN ANALISIS INPUT-OUTPUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Suman

    2006-01-01

    Full Text Available According to standard literature on development economics, development processes may cause dualism. Dualism means that there are huge sectors (or regions with modern technology as well as small sectors (or regions with traditional technology. As far as development policies are concerned, the dualism is a disturbing problem. Because dualism reflects inequality and may cause socially ramified impacts. Alleviating tension of dualism implicitly should becomes a goal of policy makers. If we assume that the level of industrial (manufacturing technology is measured in term of capital-labor ratio, the increases in capital-labor ratio in manufacturing represent an improvement in industrial technological capability. Thus, under the paradigm of dual-industrial growth, the problem Indonesia faces is whether or not the growth of capital-intensive industries exceeds those of labor-intensive ones. So, the central problem sent to this research is: Does dualism within manufacturing sectors exist? By employing the input-output analysis, this research finds Indonesian manufacturing sector can be considered dualistic in its size and export-import structure. There are significant disparity between capital-intensive industries and labor-intensive ones. Abstract in Bahasa Indonesia : Menurut literatur standard ekonomika pembangunan, proses pembangunan ekonomi bisa menyebabkan dualisme. Dualisme berarti ada sektor besar dengan kemampuan modern berdampingan dan tumbuh bersamaan dengan sektor kecil dengan kemampuan tradisional. Dualisme ekonomi ini bisa berdampak sosial sebab ia mencerminkan ketimpangan (inequality. Sehingga secara implisit meredakan tensi dualisme merupakan salah satu tujuan kebijakan ekonomi. Jika dianggap bahwa level kemampuan sektor industri diukur dengan rasio modal per tenaga kerja, maka peningkatan rasio ini mencerminkan peningkatan kapabilitas teknologi sektor industri. Jadi, menurut paradigma dual-industrial growth, masalah yang dihadapi Indonesia adalah: "Adakah dualisme di dalam sektor manufaktur?" Dengan menerapkan analisis input-output, studi ini melihat bahwa sektor manufaktur Indonesia dapat dianggap dualistis dalam hal besarnya dan struktur eskpor-impornya. Di samping itu, adan disparitas yang signifikan antara kelompok industri padat modal dan kelompok industri padat karya. Kata kunci:. dualisme, perubahan struktural, input-output analisis.

  12. PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DALAM PENANAMAN NILAI BUDAYA MELALUI PENDIDIKAN FORMAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulfikri Anas

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi gagasan penggunaan pendekatan brain based learning dalam penanaman nilai budaya melalui pendidikan formal. Undang-Undang  menyatakan dengan tegas bahwa pendidikan adalah upaya sadar untuk mengembangkan potensi setiap siswa agar menjadi warga negara yang cerdas, kreatif dan berakhlak mulia.  Nilai-nilai budaya  mengkondisikan manusia untuk hidup saling menghargai dengan berbagai nilai-nilai yang diyakini bersama. Seyogyanya kehidupan menjadi harmonis karena semua yang melingkupi kehidupan manusia menggiring ke arah sana. Akan tetapi mengapa tatakrama, kreatifitas, kemandirian dan ciri-ciri kemanusiaan lainnya menjadi memudar? Dunia pendidikan termasuk yang paling disoroti. Berbagai pendapat ekstrim menyatakan, pendidikan telah mencabut anak dari akar budayanya. Penyebabnya adalah pembelajaran yang monoton, mengekang, dan mempoisisikan anak sebagai obyek pembelajaran, bukan subyek yang aktif. Untuk mengembalikan fungsi pendidikan ke arah yang diharapkan, harus diciptakan iklim pembelajaran yang semirip mungkin dengan kehidupan nyata serta pengintegrasian kurikulum dengan hal-hal nyata dalam kehidupan. Kondisi ini akan mendorong  peserta didik  untuk berkembang dan menjadi anak-anak yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia. Hal inilah yang menjadi salah satu sasaran penerapan brain based learning. The objective of this study is to explore ​​the use of brain based learning approach in character education ​​through formal education. Law insists that education is a conscious effort to develop the potential of every student to become a smart, creative, and noble citizen. Cultural values suggest human condition to live with mutual respect with different values ​​shared together. If this condition is achieved, a harmonious life for all human life can be realized. However, why manners, creativity, independence and other human traits is fading? Education is among the most highlighted. Some extreme opinions has highlighted that the education has uprooted children from their cultural roots. This is caused by monotone and curbing learning, which places child as an object of learning, rather than active subjects. To restore the function of education in the direction expected, the learning climate must be created as closely as possible to real life as well as the integration of curriculum with real things in life. This condition will encourage learners to develop and become intelligent, creative, and noble children. This has become one of the target of the application of the brain based learning.

  13. ANALISA INVESTASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PENGEMBANGAN LAPANGAN GOLF DAN PERUMAHAN CITRARAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Njo Anastasia

    2001-01-01

    Full Text Available Investment in the real estate sector has a great risk, therefore a developer needs to do investment analysis before making a decision. The decision is made by considering the returns from two investment alternatives. The first alternative examined is a 9-hole golf course and housing in proximity to the golf. The second alternative is residential property. Given the above conditions, the purpose of this research is to help the developer to make the proper investment decision, based on which alternative has the higher return. Two data collection methods are used in this research, including interviews and a survey which was done by distributing questionnaires to develop a profile of golfers and purchasers as well as potential residential purchasers. Forecasting analysis using the Holt-Winters model was used for forecasting the number of golfers. The Box-Jenkins model was utilized to forecast residential sales. The forecasting results were used for cash flow analysis. The results show that the first alternative produces a higher IRR (25,16% per year and NPV of Rp.25.056.800.000 , relative to the the second alternative with an IRR of 16,72% per year and NPV of Rp.4.794.945.000. Thus, the first alternative, a 9-hole golf course and housing in proximity to the golf, was selected. Abstract in Bahasa Indonesia : Investasi di bidang real estat mengandung risiko besar, sehingga pengembang perlu melakukan analisa investasi sebelum mengambil keputusan. Pengambilan keputusan adalah dengan mempertimbangkan tingkat pengembalian dua alternatif investasi. Alternatif pertama adalah properti 9-hole lapangan golf dan perumahan dalam bentuk kavling golf. Alternatif kedua adalah properti perumahan saja. Dengan kondisi di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah membantu pengembang untuk memutuskan menginvestasikan dananya di alternatif pertama jika tingkat pengembalian investasinya lebih tinggi dibanding alternatif kedua. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan menyebarkan kuesioner untuk menganalisa deskripsi pemain golf dan pembeli serta calon pembeli rumah. Kemudian melakukan analisa peramalan dengan model Holt-Winters untuk meramalkan jumlah pemain golf dan model Box-Jenkins untuk meramalkan penjualan rumah. Dengan analisa permalan tersebut maka dilakukan analisa arus kas. Setelah melakukan analisa-analisa diatas, maka hasil penelitian menunjukkan alternatif pertama memiliki IRR 25,16% per tahun dan NPV Rp.25.056.800.000 lebih besar dari alternatif kedua yang IRR-nya 16,72% per tahun dan NPV Rp.4.794.945.000. Jadi keputusan investasi adalah pada alternatif pertama yaitu properti, 9-hole lapangan golf dan perumahan dalam bentuk kavling golf. Kata kunci: investasi, risiko, 9-hole lapangan golf, kavling golf, perumahan, tingkat pengembalian.

  14. PERUBAHAN MUTU DAN UMUR SIMPAN SUP DAUN TORBANGUN (Colues amboinicus Lour DALAM KEMASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Warsiki

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACTTorbangun leaves soup is one of the traditional diets commonly consumed by lactating mothers among the Batak society. The soup is believed to increase breast milk production and helps recovery process after the mother giving birth. Unfortunately, until now the soup is only served directly after cooking thereby limits its usefulness. Given the potential of the soup is quite important, the preservation of the cooked soup needs to be done so that the soup can be consumed at anytimeany time. This study aims to determine the shelf life of torbangun soup in a variety of packaging and at various storage temperatures. The soup is stored at three different temperatures (3-5oC, 10-12oC and 27-30oC and in 3 types of packaging namely polyethylene terephthalate (PET, polypropylene (PP and cans. Changes in product quality during storage are analyzed and estimated the shelf life of products. The results show that the soup stored at the 3-5oC and 10-12oC has longer shelf life compared to 27-30oC (day 8 vs day 3. In addition, the cans are the best packing among other packaging materials.Key words: torbangun leaf, Coleus amboinicus Lour, soup, shelf lifeABSTRAKSup daun Torbangun torbangun adalah salah satu makanan tradisional yang biasa dikonsumsi oleh ibu menyusuidi kalangan masyarakat Batak. Sup ini diyakini dapat meningkatkan produksi ASI dan membantu proses pemulihan setelah ibu melahirkan. Sayangnya, sampai saat ini sup daun torbangun hanya disajikan langsung setelah dimasak sehingga membatasi kegunaannya. Mengingat potensi sup ini cukup penting, penggunaan bahan pengawet pada sup matang perlu dilakukan agar sup ini dapat dikonsumsi kapan saja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur simpan sup torbangun dalam berbagai kemasan dan pada berbagai suhu penyimpanan. Pada penelitian ini sup disimpan pada tiga suhu berbeda (3-5oC, 10-12oC dan 27-30oC dan di simpan dalam tiga jenis kemasan yaitu polietilen tereftalat (PET, polypropylene (PP dan kaleng. Perubahan kualitas produk selama penyimpanan dianalisis dan dilakukan perkiraan umur simpan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sup yang disimpan pada suhu 3-5oC dan 10-12oC memiliki umur simpan lebih lama diban- dingkan dengan sup yang disimpan pada suhu 27-30oC (8 hari vs 3 hari. Selain itu kaleng adalah kemasan terbaik di antara bahan kemasan lainnya.Kata kunci: daun torbangun, Coleus amboinicus Lour, sup, umur simpan

  15. Kematian Akibat Pneumonia Berat pada Anak Balita

    OpenAIRE

    Diah Asri Wulandari; Sri Sudarwati; Adi Utomo Suardi; Reni Ghrahani D. M.; Kartasasmita, Cissy B.

    2013-01-01

    Pneumonia is one of the leading causes of morbidity and mortality in children, mainly in developing countries with a 10–15 times higher mortality rate than developed countries. The aim of the study was to know the mortality rate and its risk factors among under five years old children who were hospitalized due to severe pneumonia. This cross-sectional study was conducted to 1 to 59 months old children with pneumonia at the Department of Pediatric Dr. Hasan Sadikin Bandung Hospital from Nove...

  16. Penerapan Metode Lean Gainsharing Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Kinerja Karyawan Dengan Meningkatkan Produktivitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Ulfa

    2012-09-01

    Full Text Available Untuk menghasilkan produk ataupun jasa yang baik maka diperlukan proses produksi serta karyawan yang handal dan untuk meningkatkan produktivitas sebuah perusahaan ialah dengan meningkatkan produktivitas seluruh karyawan. Untuk menciptakan produktivitas yang tinggi maka perlu diperhatikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. Karyawan akan memperoleh insentif dari biaya penghematan yang diperoleh dari meminimasi jumlah waste, sistem pemberian insentif yang diberikan dengan menggunakan metode Gainsharing dimana insentif yang diberikan kepada karyawan dikarenakan peningkatan produktivitas. Penggunaan VALSAT dapat memetakan waste dan mempermudah dalam pembuatan proses perbaikan. Pada  pembobotan detail mapping dengan metode VALSAT diperoleh tiga tools yaitu pada Proces Activity Mapping, Quality Filter Mapping dan Supply Chain Response Matrix. Proses produksi perusahaan  digambarkan melalui Big Picture Mapping. Waste Unnappropriate Process, Inventory dan Defect merupakan waste berpengaruh pada proses produksi, guna meningkatkan produktivitas perusahaan dengan memberikan dua Alternatif perbaikan yaitu dengan memberikan pelatihan bagi karyawan dan memberi tim pengawas untuk mengawasi proses produksi. Dari hasil perbaikan didapatkan peningkatan produktivitas. Penghematan biaya yang diperoleh perusahaan sebesar Rp 22.946.015 dan dilakukkan pembagian insentif berdasarkan Metode Gainsharing sebesar 30% untuk perusahaan dan 70% untuk karyawan.

  17. Karakteristik pantai Taman Nasional Wakatobi dalam mendukung potensi wisata bahari: Studi kasus Pulau Wangiwangi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Purbani

    2014-08-01

    Full Text Available Kabupaten Wakatobi dengan pusat pemerintahan di Pulau Wangiwangi memiliki sumberdaya alam yang sangat potensial dengan pantainya yang landai dan berpasir putih, membujur dari utara ke selatan dan posisinya sangat strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan jenis pantai di Pulau Wangiwangi dan memetakan kondisi pantai di Pulau Wangiwangi serta mengidentifikasikan potensi wisatanya . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung dan analisis spasial. Pengamatan observasi langsung diterapkan untuk mengukur lebar pantai, panjang pantai dan berm menggunakan alat ukur meteran, sedangkan kemiringan pantai dengan kompas geologi. Hasil dari pengamatan pantai digunakan untuk membuat analisis spasial sehingga diperoleh Peta jenis karakteristik pantai. Proses pengolahan mengunakan ARC GIS 9,3. Kondisi pantai Pulau Wangiwangi berdasarkan geologi (litologi penyusun didominasi oleh Batu Gamping Koral (Limestone, morfologi terdiri atas Relief Tinggi dan Relief Sedang sedangkan karakteristik pantai Pulau Wang-Wangi terdiri dari Pantai berpasir,. Pantai berpasir bercampur fragmen karang dan. Pantai bertebing karang. Lokasi Pantai Berpasir di Pantai Waha dan Pantai Cemara. Pantai Berpasir bercampur fragmen karang berada di Pantai Wapia, Pantai Patuno, Pulau Matahora, sedangkan Pantai bertebing karang tersebar di Pantai Weki, Pulau Kapotan, Bungi dan Batutobengko. Potensi wisata pantai dapat diusulkan pada jenis pantai berpasir dan pantai berpasir bercampur fragmen karang. Objek wisata antara lain berenang, berjemur dan memancing.

  18. PENELITIAN KANDUNGAN ORGANOFOSFAT DALAM TOMAT DAN SLADA YANG BEREDAR DI BEBERAPA JENIS PASAR DI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukmayati Alegantina

    2012-10-01

    Full Text Available Organofosfat adalah golongan pestisida yang disukai oleh petani karena mempunyai daya basmi yang kuat, cepat dan hasilnya terlihat jelas pada tanaman. Departemen Pertanian menganjurkan pemakaian pestisida ini karena sifat organofosfat yang mudah hilang di alam. Meskipun demikian residu pestisida organofosfat pada manusia dapat menimbulkan keracunan baik akut maupun kronis, hal ini disebabkan oleh sifat akumulatif dari residu pestisida organofosfat. Pengambilan sampel tomat dan slada dilakukan secara purposive yang diambil dari pasar tradisional dan pasar swalayan di lima wilayah Jakarta. Tiap wilayah ditetapkan 1 pasar tradisional dan 1 pasar swalayan serta 1 pasar Induk dan 1 Hipermarket. Pestisida organosfat yang diuji adalah diazinon, klorfirifos, metidation, fention, fenitroin, fenthoat, profenofos, protiofos, triazofos, metamidofos dan dimethoat. Penetapan kadar residu pestisida dilakukan dengan menggunakan kromatografi gas chromapact CP-9001, kolom CP-sil 13 CB, 30m x 0,5 mm fused silica WCOT, aliran gas pembawa : Nitrogen UHP = 14,05mllmin (110 Kpa, hidrogen: 4,5 ml/min, udara tekan : 70 ml/min.Hasil penelitian menunjukkan pestisida golongan organofosfat dalam tomat dan slada negatif.   Kata Kunci : Pestisida organofosfat, Tomat, Slada

  19. PENDEKATAN MODEL REA DALAM PERANCANGAN DATABASE SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oviliani Yenty Yuliana

    2001-01-01

    Full Text Available Normalization concept in database is necessary in support in the computerized Accounting Information Systems (AIS. Entity Relationship Model (E-R Model is usually used to design database as a common tool. However the rule of drawing E-R Model diagram is not so clear, therefore it make difficulty for data designer to construct normalization database. REA Model is a further development of E-R Model. REA Model using give-to-get principle that makes more easily to construct data model. This paper discuss the logical and physical view data, schema, REA Model, how to construct REA diagram, database design stages and how accountant participate in database design, as well as how to implement REA model into relational database specifically for revenue cycle Abstract in Bahasa Indonesia : Database yang memenuhi aturan normalisasi diperlukan untuk menunjang Sistem Informasi Akuntansi (SIA terkomputerisasi. Alat yang biasa digunakan untuk merancang database adalah Entity Relationship Model (Model E-R. Namun aturan penggambaran diagram tidak begitu jelas, sehingga mempersulit perancang data untuk membentuk database yang memenuhi aturan normalisasi. Model REA merupakan pengembangan dari Model E-R. Model REA menerapkan prinsip give-to-get, sehingga mempermudah pembentukan model data. Dalam tulisan ini dibahas Logical dan Physical View data, schema, Model REA, menyusun diagram REA, tahap-tahap perancangan database dan peran serta akuntan, serta cara mengimplementasikan Model REA ke database relasional, khususnya pada siklus pendapatan. Kata kunci: Database, Model E-R, Model REA, SIA, Siklus Pendapatan

  20. PENDEKATAN PERILAKU-LINGKUNGAN DALAM PERANCANGAN PEMUKIMAN KOTA Panduan desain bagi pencegahan tindak kriminal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joyce M.Laurens

    2006-01-01

    Full Text Available The increase of crime statistics in urban residential area, and the fact that there is no particular guidance for Indonesian architects which explicitly refers to crime prevention, leads the Housing Development Research Centre, Department of Housing and Regional Infrastructure, to promote a research, which aims to set out guidance dealing with principles of crime prevention in urban housing. In reference to the situational approach, or more specifically as "crime prevention through environmental design", this research studies the relationship between building typo-morphology and environmental behaviour. The case study, -urban residential areas with high, medium dan low crime statistics-, shows that environment can be manipulated to reduce opportunities for commiting crime. Abstract in Bahasa Indonesia : Meningkatnya tindak kriminal di kawasan perumahan kota, serta belum adanya panduan bagi perancang di Indonesia yang mengacu pada usaha mencegah terjadinya tindak kriminal, mendasari penelitian yang diprakarsai oleh Pusat Penelitian Pengembangan Pemukiman, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Penelitian ini dibuat untuk menyusun panduan desain dengan prinsip pencegahan tindak kriminal di pemukiman kota. Dengan mengacu pada pendekatan situasional, atau secara spesifik dikenal sebagai "pencegahan tindak kriminal melalui perancangan lingkungan" (Crime Prevention Through Environmental Design-CPTED, penelitian ini mempelajari hubungan antara tipologi bangunan dan morfologi kawasan dengan perilaku lingkungan. Dari obyek studi, -kawasan dengan tingkat kriminalitas tinggi, sedang dan rendah-, terlihat bahwa lingkungan dapat berperan dalam mengurangi peluang terjadinya tindak kriminal. Kata kunci: perilaku lingkungan, kriminalitas, perancangan pemukiman kota

  1. MEMPREDIKSI POLA PERUBAHAN TEMPERATUR DALAM RUMAH TROPIS LEMBAB DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ANALOGI ELEKTRIK SATU DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sangkertadi Sangkertadi

    2002-01-01

    Full Text Available This study concern in the application of a simplified heat transfer model for simulation of thermal behaviour of tropical buildings. The model is to be integrated to a transient simulation program TRNSYS. The objective of this study is to predict the variable of indoor air temperature due to outdoors environmental climatic. The first case is about the comparison of the model with other model from ASHRAE (i.e. Transfer Function Method. The second case is the application of the model for a thermal simulation of a 7-zones typical tropical house. The simulation results (indoor air temperature and surfaces temperature are to be then compared to the results from field measurement. The comparison shows that there is similarity between those two approaches. Abstract in Bahasa Indonesia : Studi ini diarahkan pada validasi dan penggunaan suatu model perhitungan perpindahan panas sederhana satu dimensi untuk memprediksi perubahan suhu udara dalam ruang rumah beriklim tropis lembab. Model tersebut adalah model analogi elektrik yang dapat dipakai untuk membuat simulasi perpindahan panas pada kondisi tak-stedi.Pada penerapan di kasus pertama, hasil perhitungan dengan model sederhana tersebut dibandingkan terhadap perhitungan dengan model lainnya yaitu model TFM (Transfer Function Method dari ASHRAE (American Society of Heating, Referigerating and Air conditioning Engineers. Pada penerapan di kasus kedua, dilakukan pembandingan terhadap hasil pengukuran pada kasus rumah tinggal 7 zona. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil perhitungan dengan model sederhana tersebut dibandingkan terhadap hasil perhitungan dengan model TFM maupun terhadap hasil pengukuran di lapangan.

  2. MAJOR HYSTOCOMPATIBILITY COMPLEX: STRUKTUR, FUNGSI, HUBUNGAN DENGAN PENYAKIT DAN PEMANFAATAN DALAM RESPON IMUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Basundari Sri Utama

    2012-10-01

    Full Text Available Respon imun terhadap antigen asing dapat terjadi karena kemampuan dari organisme untuk membedakan "non self" dengan "self", sehingga dapat terhindar dari efek patogen dari antigen yang masuk. Hal ini terjadi karena kemampuan polimorfisme dari komponen molekul yang terdapat pada permukaan sel presentan pada saat proses respon imun terjadi. Komponen molekul tersebut disebut MHC (Major Hystocompatibility Complex pada tikus diberi kode H-2 atau HLA (Human Leucocyt Antifen pada manusia. Pengkode genetik MHC pada tikus terletak pada kromosom 17, pada manusia terletak pada kromosom 6. MHC tersebar pada hampir semua permukaan sel tubuh. Pada tikus MHC kelas 1 terdapat sel-sel yang berinti, platelet dan sel darah merah. Pada manusia terdapat pada sel-sel yang berinti dan platelet. MHC pada tikus terutama terdapat pada sel B, makrofag, sel epithel, sel limfosit T. Pada manusia terutama terdapat pada sel B dan makrofag. Fungsi MHC kelas I diantaranya adalah reaksi penolakan jaringan, stimulasi produksi antibodi, proses interaksi antigen dengan sel T. MHC kelas II diperlukan dalam proses presentasi antigen. Pengetahuan tentang MHC/HLA seseorang, dapat dipakai untuk memperkirakan risiko seseorang mendapatkan penyakit yang bersifat herediter atau kelainan imunologik. Dengan mengetahui bahwa MHC/HLA hanya dapat mengikat peptida, hal ini dapat dimanfaatkan untuk pencegahan reaksi alergi.

  3. KAJIAN DESAIN SENSOR KIMIA : ESI-SULFIT DAN ESI-SULFAT TERHADAP MONITORING PENCEMARAN ION FOSFAT,SULFIT DAN SULFAT DALAM AIR TAMBAK DI KABUPATEN MAROS.

    OpenAIRE

    Syahruddin Kasim; St, Fauziah

    2007-01-01

    Telah dilakukan penelitian Kajian Desain Sensor Kimia: ESI-Sulfit dan ESI-Sulfat terhadap Monitoring Pencamarang Ion Fosfat, Sulfit dan Sulfat dalam air Tambak di Kabupaten Maros. Tujuan Penelitian Tahun I : 1) Desain Elektroda Selektif Ion (ESI) untuk ion fosfat, sulfit dan sulfat yang cukup selaktif dan sensitif; 2) Membuat ESI-Fosfat, ESI-Sulfit dan ESI-Sulfat dan timbal dalam bentuk tipe Kawat Terlapis dan tipe Tabung; 3) Menentukan optimasi ESI-Fosfat, ESI-Sulfit dan ESI-Fos...

  4. PERLETAKAN STASIUN KERETA API DALAM TATA RUANG KOTA-KOTA DI JAWA (KHUSUSNYA JAWA TIMUR PADA MASA KOLONIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handinoto Handinoto

    1999-01-01

    Full Text Available Railway Company in Indonesia started in 1860's. They were held by both government (SS- Staad Spoorwegen and private (NIS, etc. The same happened as in Europe after rev. industry, railway station's placement as new kind of building became very important in urban planning. Faster progression,in railway services in Indonesia in the begining 20 th century, that reached almost all of town in Java; caused railway station's placement, either in larger city or Kabupaten city will be importance. In the end of 19 th and 20 th century, railway transportation was one of important infrastructure.But in the second part of 20 th century, after independence, the roadway progression caused railway services become come down, so railway stations were careless. In the end of 20 th century, the dense of roadway in Java caused railway's function raise again. In general towns has been develop, so railway station placement which been though exactly in urban planning, become to make trouble for city trafic. The scoupe of this paper covered about the placement of railway station in the past, as input for development city in Java for the future. Abstract in Bahasa Indonesia : Per kereta api an di Indonesia baru dimulai pada th. 1860 an. Perusahaan kereta api ditangani oleh dua instansi yaitu oleh pihak pemerintah (seperti: S.S - Staad Spoorwegen dan pihak swasta (seperti :NIS - Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij, dan sebagainya. Seperti halnya di Eropa setelah revolusi industri, perletakkan stasiun sebagai suatu jenis bangunan baru, menjadi sangat penting dalam tata ruang kota. Dengan makin majunya per kereta api an di Indonesia pada awal abad ke 20, yang hampir mencapai seluruh kota di Jawa, maka penempatan stasiun kereta api baik di kota-kota besar maupun kota Kabupaten menjadi suatu pemikiran yang penting. Pada akhir abad ke 19 dan abad ke 20, angkutan dengan kereta api, menjadi salah satu sarana yang sangat penting, baik angkutan barang maupun manusia. Tapi pada bagian kedua abad 20, setelah kemerdekaan, karena kemajuan jalan darat, peran kereta api menjadi menurun, sehingga stasiun kereta api menjadi merana. Di akhir abad 20, karena padatnya arus lalu lintas jalan darat di P. Jawa, peran kereta api menjadi hidup kembali. Kota-kota pada umumnya telah berkembang pesat, sehingga letak stasiun kereta api yang dulunya telah dipikirkan dengan sangat baik sekali dalam tata ruang kotanya, sekarang menjadi masalah dalam pengaturan lalu lintas kota. Tulisan ini membahas tentang perletakkan stasiun kereta api dimasa lampau sebagai masukan dalam pemikiran perkembangan kota-kota di Jawa untuk masa mendatang. Kata kunci: Stasiun kereta api, Tata ruang kota.

  5. Suplementasi Serat Pangan Karagenan dalam Diet untuk Memperbaiki Parameter Lipid Darah Mencit Hiperkolesterolemia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Apri Astuti

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak Karagenan merupakan bahan pangan alamiah yang mengandung serat cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh serat pangan karagenan pada parameter lipid darah mencit jantan hiperkolesterolemia. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Universitas Pendidikan Indonesia dan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor pada bulan Agustus 2011 sampai Maret 2012. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif; mencit normokolesterolemia yang diberikan pakan standar, kontrol positif; mencit hiperkolesterolemia tanpa suplementasi karagenan, kelompok perlakuan; kelompok mencit hiperkolesterolemia yang diberikan suplementasi karagenan 15%, 30%, dan 46%. Kadar serat makanan tidak larut pada masing-masing pakan mencit percobaan ialah 6,92; 8,75; 10,48; 12,27; dan 14,05%. Parameter yang diukur ialah bobot badan, konsentrasi kolesterol total serum, hati, dan feses, serta kadar trigliserida, high density lipoprotein (HDL, low density lipoprotein (LDL,dan glukosa dalam serum. Hasil penelitian menunjukkan suplementasi karagenan sebesar 46% menurunkan bobot badan sebesar 7,99%, kadar total kolesterol sebesar 18,78%, trigliserida sebesar 17,53%, dan LDL sebesar 71,33%, serta meningkatkan HDL sebesar 15,59?20,47%. Suplementasi serat pangan karagenan dapat menurunkan kandungan kolesterol hati sebesar 38,46% dan meningkatkan pembuangan kolesterol melalui feses sebesar 57,07%. Suplementasi serat pangan karagenan sebesar 46% dalam diet hiperkolesterolemik dapat memperbaiki parameter lipid darah mencit hiperkolesterolemia. Abstract The Carrageenan Dietary Fiber Suplementation in Feed to Improving BloodLipid Parameters of Hypercholesterolemic Mice.Carrageenan is example of food with high content of fiber. An experiment was conducted to study the effects of carrageenan supplementations on blood lipid parameters of hypercholesterolemic male mice. The experiment were done at animal cages Departemen of Biology Education, Indonesia University of Education and Fisiology Laboratory Faculty of Veteriner Medicine, Bogor Agricultural Institute on August 2011 until March 2012. The experimental mice were assigned into a completely randomized design with 5 treatments i.e., negative control group; normocholesterolemic mice fed with a standard diet, positive control group; hypercholesterolemic mice fed with a standard diet without carrageenan supplementation, treatments group; hypercholesterolemic mice feds with supplemented with 15%, 30%, and 46% carrageenan. The nonsoluble content of dietary fiber in the experimental treatments were 6.92, 8.75, 10.48, 12.27, and 14.05%, respectively. The parameters measured were body weight, cholesterol levels of blood serum, liver and feces, triglyceride, high density lipoprotein (HDL, low density lipoprotein (LDL and glucose levels. Supplementation of carrageenanas a source of dietary fiber increased serum HDL concentrations, and decreased body weight, serum cholesterol, triglyceride, and LDL concentrations of hypercholesterolemic male mice without a significant effect on serum glucose consentrations. Hypercholesterolemic mice fed with a supplemented with 46% carrageenan decreased body weight by 7.99%, total serum cholesterol by 18.78%, triglyceride by 17.53%, LDL by 71.33%, and increased HDL by 15.59?20.47%. Carrageenan supplementation reduce liver cholesterol levels by 38.46% and increased cholesterol excretion through feces by 57.07%. Supplementation of 46% carrageenan in hipercholesterolemic fed is effective in improving blood lipid parameters of hypercholesterolemic male mice.

  6. Studi Perbandingan Kinerja Anoda Korban Paduan Aluminium dengan Paduan Seng dalam Lingkungan Air Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soejono Tjitro

    1999-01-01

    Full Text Available There are two kinds of sacrificial anodes available to protect steel structure in the marine environment; they are zinc and aluminum alloy. This research studies their performance by conducting galvanic corrosion test in the substitute ocean water. The performance evaluated covers potential of protection, galvanic current, capacity and efficiency, the rate of anode consumption, the induction time, and their corrosion form. The result shows that aluminum alloy has galvanic current and anode capacity higher than the zinc alloy. It is also found that this alloy gives the higher efficiency and shows the lower anode consumption rate than the zinc alloy. From the macro photographs, it is found that these two alloys corrode locally by pitting formation. Abstract in Bahasa Indonesia : Terdapat dua jenis paduan anoda korban yang digunakan untuk memproteksi struktur baja karbon di lingkungan air laut, yaitu paduan aluminium dan paduan seng. Penelitian ini bertujuan mempelajari kinerja dua jenis anoda korban tersebut dengan melakukan uji korosi galvanik dalam lingkungan pengganti air laut. Kinerja yang diukur adalah potensial proteksi, arus galvanik, kapasitas anoda, efisiensi anoda, laju konsumsi anoda, waktu induksi, dan pola korosi anoda. Hasil penelitian menunjukkan anoda korban paduan aluminium menghasilkan arus galvanik dan kapasitas anoda yang lebih besar daripada paduan seng. Demikian pula efisiensi paduan aluminium lebih baik dan laju konsumsinya lebih rendah daripada paduan seng. Dengan foto makro tampak bahwa pola korosi yang terjadi pada kedua jenis paduan menunjukkan anoda korban tidak terkorosi secara merata, melainkan terjadinya korosi pitting pada permukaannya. Kata kunci : proteksi katodik, anoda korban, lingkungan pengganti air laut.

  7. STUDI EFEKTIFITAS PENGGUNAAN TUNED MASS DAMPER PADA STRUKTUR GEDUNG DALAM MEREDUKSI RESPONS DINAMIK AKIBAT BEBAN SEISMIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Freddy Gunawan

    2003-01-01

    Full Text Available One of the approaches to reduce excessive oscillation on buildings due to dynamic forces is by installing a mechanical device called tuned mass damper (TMD. This paper presents a study on the effectiveness of TMDs installed on the top story of 1, 5, 10, and 15-story buildings excited by earthquake accelerograms of El Centro 1940, Denpasar 1981, and Pacoima 1971. Two-dimensional linear-elastic shear building model with TMD on the top is used in performing dynamic analysis. The effectiveness of the TMD is evaluated by comparing the responses: displacement, inter-story drift, and acceleration, with and without TMD. The results of the study show that the responses are generally damped. However, in some cases the responses could be larger, thus using of TMD for reducing seismic response should be reconsidered. Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk mengatasi masalah guncangan yang berlebihan pada struktur gedung akibat beban dinamis, telah dikembangkan konsep kontrol pada struktur dengan menggunakan Tuned Mass Damper (TMD. Tulisan ini menyajikan studi efektifitas TMD yang dipasang pada struktur gedung 1, 5, 10, dan 15 tingkat yang dikenai akselerogram gempa-gempa El Centro 1940, Denpasar 1981, dan Pacoima 1971 (modifikasi. Dalam melakukan analisis dinamis, struktur dimodelkan sebagai bangunan geser elastis linier dua dimensi dengan TMD pada lantai teratas. Efektifitas TMD dievaluasi dengan membandingkan respons perpindahan, simpangan antar tingkat, dan percepatan dari struktur tanpa dan dengan TMD. Massa TMD ditetapkan sebesar 1%, 2%, dan 3% dari massa struktur utamanya. Hasil studi menunjukkan umumnya respons struktur dapat teredam. Meskipun demikian, pada beberapa kasus dapat terjadi respons struktur bertambah besar, sehingga penggunaan TMD untuk mereduksi respons akibat gempa perlu dipertimbangkan lagi

  8. Pengaruh Ketebalan Media dan Rate filtrasi pada Sand Filter dalam Menurunkan Kekeruhan dan Total Coliform

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Maryani

    2014-09-01

    Full Text Available Pada penelitian ini dilakukan proses filtrasi dengan menggunakan sand filter sebagai salah satu metode dalam pengolahan air bersih. Pada sand filter proses penyaringan terjadi pada media filter yang sangat halus, seperti media filter pada unit slow sand filter. Kecepatan penyaringan yang diinginkan pada sand filter ini adalah kecepatan seperti pada unit rapid sand filter. Sehingga sand filter ini adalah penggabungan antara kelebihan yang dimiliki slow sand filter dan rapid sand filter. Variasi pada penelitian ini yaitu: tebal media pasir 80 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam, tebal media pasir 80 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam, tebal media pasir 100 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam, tebal media pasir 100 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam, tebal media pasir 120 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam dan tebal media pasir 120 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam. Pada penelitian ini digunakan air baku yaitu air Kali Surabaya dengan nilai rata-rata total coliform 90.000 per 100 ml sampel dan nilai rata-rata kekeruhan 87,4 NTU. Dihasilkan bahwa penyisihan total coliform pada variasi tebal media 120 cm dan rate filtrasi 5 m3/m2/jam dengan nilai efisiensi sebesar 99% dan kekeruhan paling baik terjadi pada variasi panjang variasi tebal media 100 cm dan rate filtrasi 5 m3/m2/jam dengan nilai efisiensi sebesar 98,27%.

  9. Perbandingan umbi iles-iles dan singkong sebagai substrat fermentasi Saccharomyces cerevisiae dalam produksi bioetanol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    KUSMIYATI

    2010-11-01

    Full Text Available Kusmiyati. 2010. Perbandingan umbi iles-iles dan singkong sebagai substrat fermentasi Saccharomyces cerevisiae dalam produksi bioetanol. Bioteknologi 7: 63-72. Produksi bioetanol meningkat dengan cepat karena merupakan energi terbarukan untuk mengatasi krisis energi yang disebabkan oleh habisnya minyak fosil. Produksi bioetanol skala besar di industri umumnya menggunakan bahan baku seperti tebu, jagung, dan ubi kayu yang juga diperlukan sebagai sumber makanan. Oleh karena itu, banyak studi pada proses bioetanol terkait dengan penggunaan bahan baku yang tidak bersaing dengan pasokan makanan. Salah satu alternatif bahan baku dapat dimanfaatkan untuk produksi bioetanol adalah bahan berpati yang tersedia secara lokal yaitu iles-iles (Amorphophallus mueller Blum. Kandungan karbohidrat umbi iles-iles sekitar 71,12% yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan umbi singkong (83,47%. Pengaruh berbagai bahan awal, konsentrasi pati, pH, waktu fermentasi dipelajari. Konversi dari bahan berpati menjadi etanol memiliki tiga langkah, pencairan dan sakarifikasi dilakukan dengan ?-amilase dan amyloglucosidase kemudian difermentasi dengan ragi S.cerevisiaie. Bioetanol tertinggi diperoleh pada variabel berikut rasio pati: air = 1:4; likuifaksi dengan 0,40 mL ?-amilase (4h; sakarifikasi dengan amyloglucosidase 0,40 mL (40h; fermentasi dengan 10 mL S.cerevisiae (72h memproduksi bioetanol 69,81 g/L dari singkong sementara 53,49 g/L dari umbi iles-iles. Pada kondisi optimum, gula total dihasilkan 33.431 g/L dari ubi kayu sementara 16.175 g/L dari umbi iles-iles. Pengaruh pH menunjukkan bahwa etanol yang dihasilkan terbaik diperoleh pada pH fermentasi 5,5 baik untuk ubi kayu maupun umbi iles-iles. Hasil studi menunjukkan bahwa umbi iles-iles menjanjikan sebagai bahan baku bioetanol karena menghasilkan bioetanol hampir sama dengan ubi kayu.

  10. Evaluasi Fungsi Insinerator Dalam Memusnahkan Limbah B3 Di Rumah Sakit NI Dr.Ramelan Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jahn Leonard Saragih

    2013-09-01

    Full Text Available Pengelolaan limbah padat B3 di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan sangat penting diperhatikan karena dapat berdampak buruk apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu diperlukan adanya penelitian untuk mengidentifikasi jumlah timbulan dan penanganan limbah padat B3, mengevaluasi manajemen, penyimpanan sementara serta mengevaluasi proses insinerasi. Evaluasi fungsi incinerator di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan dilakukan dengan meneliti jumlah timbulan limbah B3, kapasitas pembakaran insinerator, suhu pembakaran insinerator, densitas limbah dan abu pembakaran, dan tes TCLP residu pembakaran incinerator Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan. Dalam penelitian ini, Rumkital Dr. Ramelan memusnahkan limbah dengan incinerator. Limbah B3 yang dihasilkan Rumkital Dr. Ramelan dimusnakan dengan satu incinerator dengan type KAMINE TYPE BDR-INC 10. Limbah yang dimusnahkan di Rumkital Dr. Ramelan berasal dari Rumkital Dr. Ramelan dan Lantamal Perak. Setelah dilakukan penelitian langsung selama 14 hari berturut-turut, didapatkan bahwa rata-rata timbulan limbah B3 di Rumkital Dr. Ramelan adalah 89.98 Kg/hari dan dengan densitas rata-rata limbah ialah 166,67 kg/m3. Tinggat removal dari pembakaran limbah dengan incinerator di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan ialah 82,63%. Pengelolaan abu sisa incinerator Rumkital Dr. Ramelan belum sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dari penelitian yang dilakukan yaitu pengujian kandungan abu incinerator, solidifikasi abu incinerator dengan perbandingan semen:abu adalah 1:3 dan uji TCLP, didapatkan bahwa limbah abu sisa insinerator Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya, dapat ditimbun pada landfill kategori I sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal No.4 Tahun 1995.

  11. PENGARUH MEDIA KOMUNIKASI MASSA TERHADAP POPULAR CULTURE DALAM KAJIAN BUDAYA/CULTURAL STUDIES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bing Bedjo Tanudjaja

    2007-01-01

    Full Text Available Cultural studies (including social studies differs than the conventional modern cultural studies. Cultural studies cannot be examined and understood based on modern epistemology, because the basic asumptions of the two are very much influenced by postmodern thoughts. There is incommensurability between the two because of the different worldview and language games. If modern cultural studies is objective, universal, monocultural, and has single identity, then cultural studies sees culture as plural, multicultural, complex, and has constructed identity, that is dynamic, different, interactive, and intensively effecting others. Pop culture, which has more attention in cultural studies, is a place where consciousness is being fought for. This situation cannot be separated from the growth of the information and the globalization eras that tend to bring the world into a global world. Abstract in Bahasa Indonesia: Cultural Studies atau kajian budaya adalah model kajian budaya (termasuk sosial yang berbeda dengan kajian budaya modern (konvensional. Cultural Studies tidak dapat diteliti dan pahami berdasarkan epistemologi modern, karena asumsi-asumsi dasar kedua kajian ini sangat dipengaruhi oleh pemikiran posmodern. Ada prinsip ketidakterbandingan (incommensurability antara kajian budaya modern dengan Cultural studies, karena perbedaan pandangan dunia dan language games-nya. Jika karakter kajian budaya modern bersifat obyektif, universal, monokultural, dun beridentitas tunggal, maka cultural Studies memandang budaya bersifat plural, multikultural, kompleks, identitas terkonstruksi, dinamis, berbeda, interaktif, dan saling berpengaruh secara intens. Budaya pop, yang mendapat perhatian berlebih dalam kajian budaya, merupakan medan di mana kesadaran diperebutkan. Situasi ini tentu tidak dapat dipisahkan dan berkembangnya era informasi dan era globalisasi yang cenderung membawa dunia menjadi desa global. Kata kunci: cultural studies, multikultural, budaya pop.

  12. Pembuatan Sistem Informasi Pendidikan dan Pelatihan dalam Jabatan Berbasis Web pada Bagian Pengembangan Pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmat Gerhantara

    2013-09-01

    Full Text Available Sebagai organisasi yang dinamis, Direktorat Jenderal Perbendaharaan sering mengalami perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhan atas perbendaharaan negara. Oleh sebab itu, seluruh pegawai dituntut untuk bisa dengan cepat beradaptasi dengan perubahan – perubahan yang terjadi pada Ditjen Perbendaharaan tersebut. Proses Adaptasi tersebut dilaksanakan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat dalam jabatan. Pada Direktorat Jenderal (Ditjen Perbendaharaan pelaksanaan diklat dalam jabatan selama ini diadministrasikan oleh Bagian Pengembangan Pegawai Sekretariat Ditjen (Setditjen Perbendaharaan. Proses administrasi selama ini dilakukan dengan semi manual, dimana permintaan dan pendaftaran calon peserta diklat dilakukan secara manual. Sedangkan untuk administrasi data peserta maupun lulusan proses diklat telah menggunakan aplikasi desktop yang bersifat stand-alone. Telah dirancang sebuah sistem informasi mengenai pendidikan dan pelatihan berbasis web yang mengambil sumber dari proses bisnis yang ditetapkan pada Bagian Pengembangan Pegawai Sekretariat Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Proses perancangan yang dilakukan berbasis pada iconix process yang tersusun atas proses analisa kebutuhan, Penyusunan Domain Model, Use Case Diagram, Robustness Diagram, Sequence Diagram, Class Diagram dan GUI Storyboard. Hasil dari tulisan ini adalah sebuah prototipe sistem informasi pendidikan dan pelatihan berbasis web yang dapat digunakan untuk melakukan proses automasi pendaftaran serta administrasi hasil diklat yang telah dilaksanakan.

  13. Identifikasi Variabel Untuk Mendukung Kinerja Pusat-Pusat Kegiatan Dalam Pengembangan Komoditas Unggulan Tongkol Di Wilayah Pesisir Timur Provinsi Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muthmainnah -

    2013-09-01

    Full Text Available Wilayah Pesisir Timur merupakan salah satu wilayah pengembangan (WP di Provinsi Aceh yang memiliki keunggulan pada sektor primer salah satunya sub sektor perikanan. Struktur hirarki pusat kegiatan WP terdiri dari pusat kegiatan nasional (PKN, pusat kegiatan wilayah (PKW dan pusat kegiatan lokal PKL yang memliki peran sebagai pusat pertumbuhan dan mendukung pengembangan wilayah termasuk pengembangan komoditi unggulan. Namun demikian keunggulan pada sub sektor perikanan belum mendapat dukungan dalam hal pengembanganya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi kinerja pusat kegiatan dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan perikanan. Untuk menjawab tujuan ini dilakukan tiga tahapan penelitian yaitu penentuan komoditas unggulan perikanan dengan analisa location quotient (LQ dan shift share analysis (SSA. Tahapan kedua, melihat kondisi aliran nilai tambah komoditi unggulan di pusat kegiatan dengan analisa deskriptif, dan analisa variabel pengaruh kinerja dengan analisa pengkodean (coding. Hasil analisa awal dengan LQ dan SSA menunjukkan bahwa komoditi Tongkol merupakan komoditi unggulan WP Pesisir Timur. Sementara pada analisis deskriptif aliran nilai tambah menunjukkan tidak terjadinya pertambahan nilai bagi komoditi unggulan. Terakhir, analisa kualitatif coding ditemukan bahwa variabel yang mempengaruhi kinerja pusat kegiatan WP Pesisir Timur terhadap pengembangan komoditi unggulan Tongkol yaitu ketersedian jumlah pasar, ketersedian jumlah industri pengolahan, ketersedian jumlah jenis industri pengolahan, ketersediaan jaringan transportasi, ketersedian prasarana listrik dan ketersedian prasarana air bersih.

  14. The relationships of forest biodiversity and rattan jernang (Deamonorops draco sustainable harvesting by Anak Dalam tribe in Jambi, Sumatra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ANDRIO ADIWIBOWO

    Full Text Available Adiwibowo A, Sulasmi IS. 2012. Relationships of forest biodiversity and rattan jernang (Deamonorops draco sustainable harvesting by Anak Dalam tribe in Jambi, Sumatra. Biodiversitas 13: 00-00. Conservation of tropical trees can be achieved if supported by the sustainable use of forest by community live nearby through harvesting of non timber woods, for instance rattan. Furthermore, rattan jernang individuals and trees have significant associations. Therefore, objective of this paper is to investigate the utilization of rattan jernang (Deamonorops draco Wild related to the forest tree biodiversity by Anak Dalam tribe in several villages in Jambi, Sumatra. The study has identified that populations of Deamonorops draco were varied among villages, ranged from 40 to 71 clumps in the forests and up to 500 clumps in plantations. Moreover, 73 individual trees consisted of 32 species were identified as rattan host and conserved by the community. Dialium platyespalyum. Quercus elmeri, and Adinandra dumosa were rattan host trees with the highest populations. Meanwhile, a biodiversity of non-host trees consisted of 30 individual trees from 16 species. Interviews revealed that traditional harvesters have acknowledged that trees have significant important ecological roles for the rattan livelihood and therefore it is very important to conserve the forests for the sustainability of harvest in the future. Furthermore, to secure the availability of rattan, the traditional harvesters had started rattan plantation.

  15. The Synonymy of the Story and the Message in Abdullah Hussain’s Novel Masuk ke dalam Cahaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ungku Maimunah Mohd. Tahir

    2013-06-01

    Full Text Available When Abdullah Hussain’s novel Masuk ke dalam Cahaya, which won a consolation prize in an Islamic novel-writing competition in 1983, first met its reading public in the same year, there was no home-grown analytical framework, one dedicated to the Islamic worldview, to evaluate its literary merit and worthiness as an Islamic novel. But now there is the recently and locally-produced Persuratan Baru which, in consonant with Islamic precepts, prioritises true knowledge, and distinguishes between discourse and story, the former to articulate knowledge and the latter to develop and disseminate the knowledge so articulated. It also introduces, in ascending order of literary worthiness, the three categories of persuratan, sastera and picisan with persuratan and picisan occupying the highest and lowest strata respectively. With Persuratan Baru as its critical tool, the article examines the novel’s objective, and the extent to and manner in which the objective realised has been put to the service of disseminating true knowledge. The article argues that Masuk ke dalam Cahaya dismisses discourse as irrelevant, and presents the story and the message or knowledge as synonymous entities. In so doing, the novel prevails as a work of sastera for which story-making and the story serve as its main literary preoccupation.

  16. PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER DALAM MENUNJANG KEGIATAN PENJADWALAN REPARASI KAPAL DI GALANGAN PT. DOK DAN PERKAPALAN KODJA BAHARI (PERSERO UNIT PRODUKSI JAKARTA II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-04-01

    Full Text Available Dalam dunia industri maritim, proses penjadwalan reparasi kapal adalah kegiatan rutin yang selalu dilakukan sebelum kapal masuk dan di reparasi di galangan. Selama ini proses permohonan pekerjaan reparasi kapal di galangan pada umumnya masih dilakukan secara manual dengan birokrasi yang rumit, dimana pihak owner harus mengirimkan Surat Permintaan Perbaikan (Docking Tahunan dan melengkapi segala macam dokumen serta daftar reparasi yang dibutuhkan kepada pihak galangan. Pihak galangan kurang optimal dalam pemantauan dan pengendalian permohonan reparasi kapal, karena antara satu bagian dengan bagian lain masih saling terpisah dan belum terintegrasi, seringkali mengalami kesulitan untuk menentukan metode perencanaan proyek reparasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem informasi yang terintegrasi multiuser yang berbasis web yang sesuai dengan kebutuhan user untuk memudahkan proses pelayanan dan efisiensi operasional yang optimum. Pengembangan aplikasi dimulai dengan identifikasi kebutuhan sistem yang menghasilkan desain sistem, yang didefinisikan dengan Data Flow Diagram (DFD, Entity Relationship Diagram (ERD, Use Case Diagram. Implementasi aplikasi berdasarkan desain sistem diterapkan pada lingkungan web dengan MySQL dan PHP. Dengan adanya sistem informasi ini proses memasukkan data yang dibutuhkan dalam proses permohonan reparasi kapal oleh pihak owner dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, sehingga dapat menghemat biaya dan waktu. Selanjutnya pihak galangan dapat segera memproses untuk menentukan metode perencanaan penjadwalan proyek reparasi. Selain itu, inventarisasi informasi data pribadi owner, data ukuran utama kapal, data item yang akan di reparasi dari pihak owner ke pihak galangan tersimpan dalam database serta menghasilkan bermacam-macam laporan yang dapat dicetak maupun dilihat oleh user, sesuai dengan hak akses user tersebut.

  17. PERENCANAAN STRATEGI DALAM UPAYA MENYELARASKAN TUJUAN ORGANISASI DAN TUJUAN KARYAWAN DENGAN PENDEKATAN TOTAL PERFORMANCE SCORECARD (Studi Kasus Departemen Internal Audit Perusahaan Minyak dan Gas Bumi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    T. Yuri Zagloel puslit

    2008-01-01

    Full Text Available The competition in industry is getting harder, where companies face changes in their environment. So that organization must increase their performance and show their ability to win the competition. This tight competition makes organization has to own innovation where employees grow according to change. In the effort of improving organization performance, it must be an harmony between organization and individual objectives. This research in the oil company Indonesia aims to harmonize it based on Total Performance Scorecard (TPS. This harmonization is done through several phases with the results of a communication among organizational Balance scorecard, scorecard section and Individual Performance plan. These things become a integrated strategic planning of the company. This integrated plan means in the process of planning, it involves departments, sections, and all employees. The advantages are to make sure all employees understand the objective of their departments and their sections, whereas they involve in the process and the implementation of the strategy. Abstract in Bahasa Indonesia: Untuk menghadapi persaingan, umumnya kalangan industri terus berupaya untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja. Dalam upaya peningkatan kinerja organisasi, keselarasan antara tujuan organisasi dengan tujuan setiap individu yang ada dalam organisasi merupakan hal yang penting. Penelitian di sebuah perusahaan minyak dan gas bumi ini bertujuan untuk menyelaraskan tujuan organisasi dengan tujuan individu dengan menggunakan pendekatan Total Performance Scorecard. Pendekatan ini mempunyai kekhasan yaitu menyelaraskan tujuan organisasi dengan tujuan individu yang tergambar dalam hubungan antara Organizational Balanced Scorecard, Scorecard Section dan rencana kinerja individu. Hubungan tersebut dapat menjadi rancangan strategi yang terintegrasi bagi perusahaan, yang dalam perumusannya melibatkan pihak departemen, seksi, serta seluruh karyawan yang berada didalamnya. Hal ini dapat meningkatkan kepastian bahwa para karyawan mengerti dan mendukung tujuan dari departemen dan seksi tempatnya bekerja, dimana mereka ikut terlibat dalam proses pembuatan dan pelaksanaan strategi tersebut. Kata kunci: Total Performance Scorecard (TPS, Organizational Balanced Scorecard (OBSC, Personal Balanced Scorecard (PBSC.

  18. Komparasi Kemampuan Pemecahan Masalah pada Pembelajaran PBL dan RME dalam Setting INNOMATTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shofiayuningtyas Yusuf

    2013-12-01

    Full Text Available AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian proses pembelajaran dengan RPP yang dibuat guru, apakah terdapat perbedaan serta manakah yang lebih baik antara pembela-jaran dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME dan Problem Based Learn-ing (PBL pada siswa kelas VII materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam setting model pelatihan INNOMATTS dengan quasi experi-mental design. Data kemampuan pemecahan masalah dianalisis menggunakan uji proporsi dan uji beda rata-rata. Hasil yang diperoleh yakni terdapat kesesuaian langkah-langkah setiap pendekatan yang digunakan dengan RPP yang dibuat guru. Berdasarkan uji proporsi, diper-oleh lebih dari 85 % siswa kedua kelas eksperimen mencapai nilai ketuntasan belajar indivi-du, yaitu 70. Selain itu, diperoleh adanya perbedaan hasil kemampuan pemecahan masalah antar kedua kelas eksperimen dan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen II le-bih baik daripada siswa kelas eksperimen I. Kata Kunci:      RME; Kemampuan Pemecahan Masalah; Komparasi; INNOMATTS; PBL.  AbstractThe purpose of this study was determining the conformance between the steps of each ap-proach used towards contained suitability of teacher’s lesson plans, whether there is a difference and which is better between learning approaches of Realistic Mathematics Education (RME and Problem Based Learning (PBL in grade VII with One Variable Linear Inequalities material can achieve mastery learning. The implementation of the learning is done in the setting of the INNOMATTS training model with quasi experimental design. The problem solving data is analyzed by proportion test and independent t test. The test results was obtained that there is conformance between the steps of each approach used towards contained suitability of teacher’s lesson plans. Basec on proportion test, the result was more than 85% of students in each experiment class achieved mastery learning with the passing grade is 70. From the t test, was showed that there is difference of average similarity of the both classes and 2nd experiment class was better than the 1st experiment class.  Keywords:          Comparation; RME; PBL; Problem Solving Ability; INNOMATTS

  19. TINJAUAN YURIDIS PARA PIHAK DALAM TRANSAKSI PENGAMBILAN ATAU TRANSFER DANA MELALUI MESIN ANJUNGAN TUNAI MANDIRI (ATM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Augustinus Simanjuntak

    2007-01-01

    Full Text Available According to civil code or Burgerlijk Wetboek (BW, article 1320, there are four legal conditions of business contract must be fulfilled by parties. One of condition is agreement. Based on this condition, the position of each parties must be equal at the same level. Besides, each parties must be exist and make effective communication before get in to that agreement. Commonly, every subjects in business transaction need dealing process first between one to another party, and than the parties goes to delivering or transfering the object of transaction. At least they have to know each other first if transaction will be implemented. But, this legal term is not fully found in one of banking transaction facilities that is automatic teller machine as we called Anjungan Tunai Mandiri (ATM. The legal issue which come out from this transaction system is particularly regarding to the subjects or parties. Every time the customer goes to ATM, she or he will not find another party existing there. It means that customer do transaction without presence of bank party. So, if ATM has broken and the balance in costumer account has decreased for debit, bank does not always liable for the costumer loss. Abstract in Bahasa Indonesia : Menurut pasal 1320 Kitab Undang-undang Hukum Perdata atau Burgerlijk Wetboek (BW, ada empat syarat sahnya suatu kontrak bisnis yang harus dipenuhi oleh para pihak. Salah satunya ialah kesepakatan. Berdasarkan syarat ini, posisi para pihak harus sejajar pada tingkat yang sama. Selain itu, masing-masing pihak harus eksis dan melakukan komunikasi yang efektif sebelum mencapai kesepakatan. Lazimnya, setiap subjek dalam transaksi bisnis membutuhkan proses persetujuan terlebih dahulu antara pihak yang satu dengan pihak lainnya, dan kemudian para pihak menuju pada penyerahan atau pemindahan objek transaksi. Paling tidak, mereka harus saling mengetahui bila transaksi akan dilaksanakan. Tetapi, syarat hukum ini tidak sepenuhnya ditemukan di salah satu fasilitas transaksi bank, yaitu automatic teller machine atau yang biasa disebut mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM. Permasalahan hukum yang timbul dari sistem transaksi ini adalah terkait dengan subjek atau para pihak. Setiap waktu nasabah pergi ke mesin ATM, ia tidak akan menemukan pihak lain berada di sana. Itu artinya bahwa nasabah melakukan transaksi tanpa kehadiran perwakilan pihak bank. Oleh karena itu, jika mesin ATM rusak dan saldo nasabah sudah berkurang karena sempat terdebet maka bank tidak selalu mau bertanggungjawab atas uang nasabah yang hilang itu. Kata kunci: transaksi, para pihak, kesepakatan, mesin ATM, kerugian nasabah.

  20. PENERAPAN ARSITEKTUR MULTI-TIER DENGAN DCOM DALAM SUATU SISTEM INFORMASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kartika Gunadi

    2001-01-01

    Full Text Available Information System implementation using two-tier architecture result lack in several critical issues : reuse component, scalability, maintenance, and data security. The multi-tiered client/server architecture provides a good resolution to solve these problems that using DCOM technology . The software is made by using Delphi 4 Client/Server Suite and Microsoft SQL Server V. 7.0 as a database server software. The multi-tiered application is partitioned into thirds. The first is client application which provides presentation services. The second is server application which provides application services, and the third is database server which provides database services. This multi-tiered application software can be made in two model. They are Client/Server Windows model and Client/Server Web model with ActiveX Form Technology. In this research is found that making multi-tiered architecture with using DCOM technology can provide many benefits such as, centralized application logic in middle-tier, make thin client application, distributed load of data process in several machines, increases security with the ability in hiding data, dan fast maintenance without installing database drivers in every client. Abstract in Bahasa Indonesia : Penerapan sistem informasi menggunakan two-tier architecture mempunyai banyak kelemahan : penggunaan kembali komponen, skalabilitas, perawatan, dan keamanan data. Multi-tier Client-Server architecture mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah ini dengan DCOM teknologi. Perangkat lunak ini dapat dibuat menggunakan Delphi 4 Client/Server Suite dan Microsoft SQL Server 7.0 sebagai perangkat lunak database. Aplikasi program multi-tier ini dibagi menjadi tiga partisi. Pertama adalah aplikasi client menyediakan presentasi servis, kedua aplikasi server menyediakan servis aplikasi, dan ketiga aplikasi database menyediakan database servis. Perangkat lunak aplikasi multi-tier ini dapat dibuat dalam dua model, yaitu client/server windows model dan client/server web model dengan activeX Form teknologi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pembuatan arsitektur multi-tier dengan DCOM teknologi memiliki banyak keuntungan seperti, memusatkan logika aplikasi pada middle-tier, membuat thin client aplikasi, mendistribusikan beban proses data pada beberapa mesin, meningkatkan keamanan dengan kemampuan menyembunyikan data, cepatnya perawatan dengan tanpa instalasi database driver pada setiap client. Kata kunci: multi-tier clien-server, architecture, DCOM, active form.

  1. IMPLEMENTASI TQM BERORIENTASI HARD SKILL DAN SOFT SKILL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMA DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahyo Budi Utomo

    2011-10-01

    Full Text Available This study aims to introduce the implementation of hardskill and softskill oriented TQM in teacher’s learning of history in Senior High School in Semarang. The research model are structural fit model and significance of relationship between TQM implementation model, PDSA cycle, the model analysis of fish bone, continuous improvement , hard skills and soft skills and qualified history learning is the main target of research. Data was obtained from field studies using Likert scale questionnaire developed from the constructs and theoretical construct indicator. Analysis performed using software models SmartPLS. Implementation of PDSA cycle correlated 0879 to the implementation of fish bone analysis, correlates 0830 PDSA cycle to continuously improvement , while continuously improvement  correlated 0441 and 0749 against the hard skills to soft skills. Soft skills to hard skills correlate of 0329, while the correlation of hard skills to qualified history learning is at 0673. The developed qualityfied history learning need support from  the realization of the continuous (continuously improvement and optimal orientation of hard skills. Keywords: model, TQM, PDSA, the analysis of fish bone, hard skills, soft skills, learning the history of quality  Kajian ini bertujuan mengenalkan model implementasi TQM yang berorientasi pada hardskill dan softskill dalam pembelajaran sejarah di sekolah atas Semarang pada para guru. Sebagai model penelitian, model struktural fit dan signifikasi  dari korelasi antara model implementasi TQM, siklus PDSA, model analisis tulang ikan, perbaikan terus-menerus, hard skill dan soft skill, dan pembelajaran sejarah bermutu (PSB menjadi target utama penelitian. Data didapatkan dari studi lapangan menggunakan angket skala Likert yang dikembangkan dari konstruk dan indicator konstruk teoretis. Analisis menggunakan program SmartPLS. Implementasi siklus PDSA berkorelasi 0879 terhadap implementasi model analisis tulang ikan, berkorelasi 0830 antara siklus PDSA dengan perbaikan terus-menerus, kemudian perbaikan terus menerus berkorelasi 0441 dan 0749 terhadap hard skill dan soft skill. Soft skill dengan hard skill berkorelasi 0329, sedangkan korelasi hard skill dengan pembelajaran sejarah bermutu adalah 0673. Pembelajaran sejarah bermutu yang dikembangkan membutuhkan dukungan melalui realisasi terhadap perbaikan terus menerud dan berorientasi pada hard skill.   Kata kunci: Model TQM, analisis tulang ikan, hard skill, soft skill, pembelajaran sejarah bermutu  

  2. DINAMIKA SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT BADUY DALAM MENGELOLA HUTAN DAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunggung Senoaji

    2010-08-01

    Full Text Available Baduy community is a Sundanese ethnic isolating themselves around Kendeng Mountains, South Banten. They occupy an area about 5101.8 hectares of land in which the property rights were granted from the government. The people strictly adhere to their customary rules and norms. The increase of population has resulted in changes in social and cultural aspect of this community. Hence, this study aimed to investigate social and cultural dynamics of Baduy community in managing its forests and environments. The technique of Partisipatory Rural Apraisal surveys were employed in the study. Data were collected by conducting participating observations and open in-depth interviews in the Kanekes Village, Leuwidamar, Lebak, Banten. The results showed that there have been some dynamic changes in terms of social and cultural of the community in managing their forests and environment. These changes were believed to be initiated by the decrease of availability of cultivated areas due to the population growth. The Baduy community started adjusting their ways of life in order to survive. Customary rules (pikukuh karuhun which were originally applicable to all people have been shifting. The evidence was clear from the obvious differences in the life of the people of Baduy-Luar and Baduy-Dalam. There has been, for example, an alteration in the people’s status in the society. It was all community members that have to obey the pikukuh karuhun rules. However, currently Baduy-Luar community has also been helping to maintain the persistence of Baduy-Dalam’s pikukuh karuhun. Basic rules that must be followed by Baduy’s people include farming procedures and post-productions, the treatment to the forest and environment, and the implementation of the Sunda Wiwitan pillars. These customary rules were absolutely compulsory for the Baduy-Dalam’s people. However, there are some exceptions for Baduy-Luar community members, particularly in relations to fulfilling their daily life necessities. Some socio-cultural changes in the life of Baduy’s people include dress codes, the use of manufactured goods, land preparation methods, variety of cultivated crops and plantations, the use of transportation means, and the design of residential buildings.

  3. PRODUKSI ANTIBIOTIKA OLEH Bacillus subtilis M10 DALAM MEDIA UREA-SORBITOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supartono Supartono

    2012-04-01

    Full Text Available PRODUCTION OF ANTIBIOTICS BY Bacillus subtilis M10 IN UREA-SORBITOL MEDIUM. Infection diseases still become the main health problems that suffered by people in Indonesia. Besides, there were many pathogen bacteria found to be resistant to the some antibiotics. Therefore, the efforts to get a new antibiotic require to be done continuously. A new local strain of Bacillus subtilis BAC4 has been known producing an antibiotic that inhibit Serratia marcescens ATCC 27117 growth. To make efficient the local strain, mutation on Bacillus subtilis BAC4 was done by using acridine orange and a mutant cell of Bacillus subtilis M10 that overproduction for producing antibiotic was obtained. Nevertheless, the production kinetics of antibiotic by this mutant has not been reported. The objective of this research was to study the production kinetics of antibiotic by Bacillus subtilis M10 mutant. The production of antibiotic was conducted using batch fermentation and antibiotic assay was performed with agar absorption method using Serratia marcescens ATCC 27117 as bacteria assay. Research result provided that Bacillus subtilis M10 mutant with overproduction of antibiotic produced an antibiotic since 8th hour’s fermentation and optimum of it production was at 14th hours after inoculation.  Penyakit infeksi masih menjadi masalah yang utama diderita oleh masyarakat Indonesia. Di samping itu, banyak bakteri patogen yang ditemukan resisten terhadap beberapa antibiotika. Oleh karena itu, upaya-upaya untuk mendapatkan antibiotika baru perlu dilakukan secara terus-menerus. Suatu galur lokal baru Bacillus subtilis BAC4 teridentifikasi memproduksi senyawa antibiotika yang menghambat pertumbuhan Serratia marcescens ATCC27117. Untuk memberdayakan galur tersebut, terhadap Bacillus subtilis BAC4 dilakukan mutasi dengan larutan akridin oranye dan diperoleh mutan Bacillus subtilis M10 yang memproduksi antibiotika berlebihan. Namun, kinetika produksi antibiotika oleh Bacillus subtilis M10 belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika produksi antibiotika oleh mutan Bacillus subtilis M10. Bacillus subtilis M10 difermentasikan ke dalam media urea-sorbitol dan diamati kemampuan produksi antibiotikanya menggunakan Serratia marcescens ATCC 2711 sebagai bakteri uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutan Bacillus subtilis M10 memproduksi antibiotika sejak jam ke 8, dan produksi optimumnya terjadi pada jam ke 14 setelah inokulasi.

  4. Hubungan Corporate Governance, Corporate Social Responsibilities dan Corporate Financial Performance Dalam Satu Continuum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Etty Murwaningsari

    2009-01-01

    Full Text Available This research aims to identify the influence of Good Corporate Governance, represented by institutional ownership and managerial ownership, on Corporate Social Responsibility and Corporate Financial Performance, and also to observe the possible influence of Corporate Social Responsibility on Corporate Financial Performance. This research examines 126 manufacturing companies which are listed in Indonesian Stock Exchange (ISX and have issued an audited financial statement for 2006. The statistical method used to test the hypothesis is Path Analysis. The result suggests that Good Corporate Governance influences both the disclosure of Corporate Social Responsibility and Corporate Financial Performance and that Corporate Social Responsibility significantly influences Corporate Financial Performance. The result also suggests that CEO Tenure, the controlling variable, holds a significant influence on the disclosure of Corporate Social Responsibility. Yet, there is no strong evidence to support the type of industries as an influencing factor of Corporate Social Responsibility. Furthermore, we found that the latter condition would also apply when we analyze the influence of Corporate Secretary and Nomination and Remuneration Committee on Corporate Financial Performance. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh antara struktur Coorporate Governance yang diproksikan sebagai kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial terhadap corporate social responsibility dan corporate social responsibility terhadap corporate financial performance. Penelitian menggunakan data sekunder dari laporan tahunan 2006 perusahaan publik yang terdapat di Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM Bursa Efek Indonesia (BEI. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 126 perusahaan. Melalui pendekatan analisa jalur (path analysis menunjukkan Good Corporate Governance yaitu kepemilikan managerial dan institusional mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan Good Corporate Governance yang diamati melalui kepemilikan managerial dan institusional, mempunyai pengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR. Pengujian variabel control, yaitu CEO Tenure mempunyai pengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR. Sedangkan jenis Industri tidak mempunyai pengaruh terhadap CSR. Untuk Corporate Secretary dan Komite Nominasi dan Remunerasi juga tidak mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan. Kata kunci: corporate governance, corporate social responsibility, corporate financial performance, kepemilikan institusional, kepemilkan mangerial, CEO tenure, corporate secretary, komite nominasi dan remunerasi

  5. Kontribusi Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Faktor AIK dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas II/3 SMPN 2 Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasrullah Nasrullah

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggunakan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan antusiasme, intensitas aktivitas, dan kecakapan siswa dalam pembelajaran matematika. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian tindakan kelas dipilih sebagai jenis penelitian yang berlangsung selama dua siklus. Setiap siklus memuat tahapan diantaranya: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Makassar, dengan subjek siswa kelas II/3 sebanyak 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi model pembelajaran berbasis proyek, bukan hanya meningkatkan antusiasme, intensitas, dan kecakapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika, tetapi juga membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran yang diberikan. Secara statistik, persentase antusiasme berubah dari 58,7% (sedang menjadi 80,7% (tinggi; persentase intensitas berubah dari 46,9% (kurang menjadi 77,3% (tinggi; persentase kecakapan berubah dari 18,7% (sangat kurang menjadi 64% (sedang. Kemudian rerata untuk hasil belajar siklus I ke siklus II meningkat dari 8,26 menjadi 8,27. Terdapat kenaikan 0,01. Kata kunci: Model Pembelajaran Berbasis Proyek, antusiasme, intensitas, dan kecakapan  AbstractThis study aims to apply project-based learning model to enhance enthusiasm, activity intensity, and students competencies on learning mathematics. Making this aim, classroom action research is chosen for two cycles. Each of cycle consist of planning, action, observation, and reflection. It was held at SMPN 2 Makassar with subject of 45 graders in class II/3. The result shows that contribution of the model, not only to trigger entushiasm, intensity, and competency in which students are engaging with activities of learning mathematics, but to facilitate students improving comprehension about subject matter. Statistically, the percentage of enthusiasm, intensity, and competencies are changing from 58,7% (fair to 80,7% (high, 46,9% (low to 77,3% (high, and 18,7% (very low to 64% (fair, respectively. Subsequently, the average of learning result from cycle I to cycle II increase from 8,26 to 8,27. There exists slight increase as 0,01. Keywords:     project-based learning model, enthusiasm, intensity, and competency 

  6. PENGGUNAAN METODE BY PURCHASE DAN POOLING OF INTEREST DALAM RANGKA PENGGABUNGAN USAHA (BUSINESS COMBINATION DAN EFEKNYA TERHADAP PAJAK PENGHASILAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yenni Mangoting

    1999-01-01

    Full Text Available Business combination incurred if two or more separate company join to be one economic entity. There are some reasons which taken by companies to have business combination. They are cost advantage, lower risk, fewer operating delays, avoidance of takeovers, acquisition of intangible assets and another reason. There are two methods of business combination, they are purchase method and pooling by interest. Purchase method based on assumption that business combination is a transaction whether one entity is acquired net assets from other companies who joined. Pooling of interest method based on assumption that there is a unity of the ownership of companies. The assets and liabilities of the new entity after combination is the same with the total book value of assets and liabilities of both companies before combinations. The impact of business combination for taxation depend on method used by. The implementation of purchase method will create difference between market value and book value, that is taxable income. On the contrary, the implementation of pooling of interest method will not create any taxable income since this method uses the book value to appraise company. Abstract in Bahasa Indonesia : Penggabungan usaha (business combination terjadi jika dua atau lebih usaha yang terpisah bersama-sama menjadi satu entitas ekonomis. Ada beberapa sebab yang dijadikan sebagai alasan oleh perusahaan dalam melakukan penggabungan usaha yaitu manfaat biaya, risiko lebih rendah, penundaan operasi lebih sedikit, mencegah pengambilalihan, akusisi harta tidak berwujud dan alasan-alasan lainnya. Ada dua metode yang bisa digunakan dalam penggabungan usaha yaitu metode pembelian dan metode penyatuan kepentingan. Metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi dimana suatu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang bergabung. Pada metode penyatuan kepentingan, diasumsikan bahwa kepemilikan perusahaan-perusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan secara relatif tetap tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru, selanjutnya pada metode penyatuan kepentingan aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya. Apabila penggabungan yang dilakukan dengan menggunakan metode purchase, maka selisih antara nilai wajar (market value dan nilai buku (book value aktiva adalah penghasilan yang merupakan objek pajak. Sedangkan apabila penggabungan badan usaha menggunakan metode pooling of interest tidak akan menimbulkan objek pajak penghasilan, karena harta perusahaan dinilai berdasarkan nilai buku (book value. Perusahaan yang memilih melakukan penggabungan dengan menggunakan metode ini diharuskan memenuhi beberapa persyaratan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Kata kunci: restrukturisasi, metode by purchase, metode pooling of interest, taxable income

  7. PERBEDAAN CARA PENGIRISAN DAN PENGERINGAN TERHADAP KANDUNGAN MINYAK ATSIRI DALAM JAHE MERAH (Zingeber officinale Roscoe.Sunti Valeton

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Almasyhuri Almasyhuri

    2013-02-01

    Full Text Available Abstract. Red Ginger (Zingeber Roscoe.Sunti Valeton often used as a health drink and materials of traditional medicine in Indonesia. Ginger is used as a drug commonly colds, digestive disorders, analgesic, antipyretic and anti-inflammatory because it contains oil. Ginger also contains phenolic antioxidants. In the form of fresh ginger, ginger has a large volume, while also easily damaged and are relatively difficult to transport. This study was made of red ginger powder in dry form. The purpose of this study to obtain data about the different ways of slicing and drying on essential oils and phenolic content in red ginger. The method used is fresh red ginger after cleaning of dirt, thinly sliced approximately 3 mm thickness incision in two ways, namely transverse (slices and longitudinal (split. Then each dried ginger slices in three ways, namely by winds, sunlight and oven temperature of 55° C. Drying is done until dry with a moisture content below 12%. Finely powdered dried ginger, and then performed the analysis of water content, volatile oil and total phenols. The results showed the drying time with drying oven for a minimum compared with solar thermal or winds. Drying significantly affect essential oil content and total phenols in red ginger. Way of slicing effect on levels of essential oils but do not have real impact on the amount of phenol. To get dry ginger essential oil content and relatively high phenol, it can be done by way of longitudinal (split and oven dried Key words: Red Ginger (Zingeber officinale Roscoe.Sunti Valeton, drying, volatile oil and total phenol Abstrak. Jahe merah (Zingeber officinale Roscoe.Sunti Valeton banyak digunakansebagai minuman kesehatan dan bahan obat tradisional di Indonesia.  Biasa jahe digunakan sebagai obat masuk angin, gangguan pencernaan, analgesic, antipiretik dan anti inflamasi karena memiliki kandungan minyak atsiri. Jahe juga memiliki kandungan fenol yang bersifat antioksidan. Dalam bentuk rimpang segar, jahe mempunyai volume yang besar, disamping juga mudah rusak dan transportasinya relatif sulit. Penelitian ini telah membuat bubuk  jahe merah dalam bentuk kering . Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data tentang perbedaan cara pengirisan dan pengeringan terhadap kandungan minyak atsiri dan fenol dalam jahe merah.  Metode yang digunakan adalah jahe merah segar setelah dibersihkan  dari kotoran, diiris tipis-tipis lebih kurang ketebalan 3 mm dengan dua cara pengirisan, yaitu melintang dan membujur. Kemudian masing-masing irisan jahe dikeringkan dengan tiga cara, yaitu dengan diangin-angin, sinar matahari dan oven suhu 550 C. Pengeringan dilakukan sampai kering  dengan kadar air di bawah 12%.  Jahe kering dibuat  bubuk halus, lalu dilakukan analisis  kadar air,  minyak atsiri dan total fenol. Hasil penelitian menunjukkan  waktu  pengeringan dengan oven paling singkat dibandingkan  pengeringan dengan panas matahari atau diangin-angin. Cara pengeringan berpengaruh nyata terhadap  kadar minyak atsiri dan total fenol dalam jahe merah. Cara pengirisan berpengaruh terhadap kadar minyak atsiri tetapi tidak bepengaruh nyata terhadap jumlah fenol. Untuk mendapatkan jahe kering dengan kandungan minyak atsiri dan fenol relative tinggi maka dapat dilakukan dengan  pengirisan cara membujur (split dan dikeringkan dengan oven. Kata kunci: Jahe merah (Zingeber officinale Roscoe.Sunti Valeton, pengeringan, minyak atsiri dan total fenol.

  8. PENINGKATAN PERANSERTA MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DBD (PSN-DBD DI DUA KELURAHAN DI KOTA PALU, SULAWESI TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sitti Chadijah

    2012-07-01

    Full Text Available Dengue hemorrhagic fever (DHF is still one of the most important public health problem in Indonesia. Disease control efforts have been widely carried out, such as larvaciding, fogging focus, and mosquito breeding control. The efforts will be performing well if its involves community participation. The objectives of this study was to enhance community participation in the implementation of the mosquito control program of Dengue Hemorrhagic fever in Palupi and Singgani villages, Palu. The research design is a quasi experimental to analyze the difference between two approach, i.e. larvae surveyors (in Indonesia called as Jumantik empowerment and the participation of the community leadres (in Indonesia called Ketua RT. Mosquito larvae survey was conducted with a single larval method. The population in this tsudy is all house in the two villages. Sample are consist of 100 houses in each village which were randomly selected. The result showed that during the first larvae survey in Palupi village, the larva-free rate (ABJ was 68% with the result of CI, HI and BI were 20.81%, 32% and 46 respectively. In the village of Siranindi, the number of larva-free rate was 78%, with CI 19.64%, HI 22% and BI 33. At the seven weeks after the intervention with community participation  suggests that the larva-free rate in Palupi village was became 89%, with the number of CI 3.67%, HI 11% and BI 1%. While in Siranindi village, the larva-free rate was 85% with the CI, HI and BI were 8.4%, 15% and 21% respectively. According to that result, the most effective of community participation on DHF vector control is larva monitors (jumantik empowerment.AbstrakDemam berdarah dengue (DBD masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling penting masyarakat di Indonesia. Upaya pengendalian penyakit telah banyak dilakukan, seperti larvaciding, fokus fogging, dan pengendalian nyamuk berkembang biak. Upaya ini akan lebih baik jika  melibatkan partisipasi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program pengendalian nyamuk demam berdarah Dengue di Palupi dan desa-desa Singgani, Palu. Desain penelitian adalah kuasi eksperimental untuk menganalisis perbedaan antara dua pendekatan, yaitu surveyor larva (di Indonesia disebut sebagai Jumantik pemberdayaan dan partisipasi masyarakat leadres (di Indonesia disebut Ketua RT. Larva nyamuk survei dilakukan dengan metode larva tunggal. Populasi dalam penelitian ini adalah semua rumah di dua desa. Sampel terdiri dari 100 rumah di setiap desa yang dipilih secara acak. Hasilnya menunjukkan bahwa selama survei larva pertama di desa Palupi, larva yang bebas nilai (ABJ adalah 68% dengan hasil CI, HI dan BI 20,81%, 32% dan 46 masing-masing. Di desa Siranindi, jumlah larva yang bebas nilai adalah 78%, 19,64% dengan CI, HI 22% dan BI 33. Pada tujuh minggu setelah intervensi dengan partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa tingkat larva-bebas dalam Palupi desa menjadi 89%, dengan jumlah 3,67% CI, HI dan BI 11% 1%. Sementara di Siranindi desa, tingkat larva-bebas adalah 85% dengan CI, HI dan BI 8,4%, 15% dan 21% masing-masing. Menurut hasil itu, yang paling efektif partisipasi pemberdayaab masyarakat dalam pengendalian vektor DBD adalah larva surveyor (jumantik.

  9. Pengaruh Milling Time Terhadap Pembentukan Intermetalik ?-TiAl Sebagai Reinforced Dalam Metal Matrix Composite (MMCs Hasil Mechanical Alloying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Badrus Soleh

    2013-03-01

    Full Text Available Paduan TiAl mempunyai berbagai keunggulan dalam sifat mekanik serta sifat termal. Senyawa intermetalik ?-TiAl mempunyai sifat mekanik dan sifat termal yang sangat baik sehingga sesuai apabila diaplikasikan sebagai penguat pada metal matrix composite (MMCs. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis paduan TiAl sehingga terbentuk  fasa intermetalik ?-TiAl yang homogen. Sintesa dilakukan dengan metode mechanical alloying menggunakan modification horizontal ball mill dengan komposisi paduan Ti-36%wt Al dan variasi milling time 0,10,20 jam dengan kecepatan tetap 350rpm. Hasil milling dikompaksi dan di-annealing pada temperatur 9000C selama 30menit.  Fasa intermetalik ?-TiAl terbentuk setelah proses mechanical alloying 20 jam. Hasil pengujian difraksi sinar X menunjukkan ukuran kristal sebesar 198.92Ĺ pada fasa ?-TiAl, memiliki kekerasan 678,1HV.

  10. SEX-ROLE STEREOTYPE DALAM REKRUTMEN PEGAWAI AKUNTANSI DAN KEUANGAN: OBSERVASI TERHADAP POLA REKRUITMEN TERBUKA DI MEDIA MASA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Narsa

    2006-01-01

    Full Text Available A Sex-role stereotype is the belief that differing traits and abilities make men and women particularly well suited to different roles. The objectives of this research were to know if there is stereotype gender prerequisite in recruitment of finance and accounting staff. Observation conducted to advertisement for job opening at Jawa Pos news paper during four months and ten days. We found amounted 301 vacancies for finance and accounting staff. Result of these study show companies that want to recruit staff tend to bias for the gender issues. Companies that require sex tend to men orientation for the specific job and women for the other. This reflects there are sex-role stereotype in the recruitment process of finance and accounting staff. Good Job specification should not be discriminative about the gender. The Restrictive may be expense of the firm that is losing potential candidate. Sex requires have to base on logic consideration and about many job characteristic and environment. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi bias gender dalam penentuan spesifikasi/qualifikasi karyawan bidang akuntansi dan keuangan dalam proses rekrutmen. Data diperoleh melalui observasi mengenai iklan rekruitmen tenaga akuntansi dan keuangan yang dipublikasikan secara terbuka di Harian Pagi Jawa Pos yang terbit di Jawa Timur, khususnya Surabaya selama 4 bulan 10 hari. Total ada 301 formasi jabatan dan bidang pekerjaan yang diiklankan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan para pengguna tenaga akuntansi cenderung mempersyaratkan jenis kelamin. Jenis kelamin laki-laki secara dominan lebih dipersyaratkan hampir untuk semua bidang akuntansi kecuali untuk spesifikasi administrasi dan staf akuntanai. Hasil ini mencerminkan esensi dari Sex-role stereotypes bahwa spesifikasi pekerjaan tertentu sesuai untuk jenis kelamin tertentu. Kata kunci: sex-role stereotype, rekruitmen, akuntansi dan keuangan

  11. Studi Eksperimental Pengaruh Model Sistem Saluran Dan Variasi Temperatur Tuang Terhadap Prosentase Porositas, Kekerasan Dan Harga Impact Pada Pengecoran Adc 12 Dengan Metode Lost Foam Casting

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Restu Yanuar Salam

    2015-03-01

    Full Text Available Metode pengecoran lost foam merupakan metode yang tergolong baru dalam industri pengecoran logam. Pada saat ini belum banyak industri pengecoran logam yang menggunakan metode ini dalam memproduksi benda cor. Sedikitnya industri yang menerapkan metode pengecoran ini, yang mendorong untuk melakukan percobaan pengecoran dengan menggunakan metode lost foam, dengan melakukan perbedaan variasi temperatur tuang dan variasi model sistem saluran. Proses pengecoran dengan metode lost foam ini menggunakan styrofoam sebagai polanya, yang ditanam dalam cetakan yang berisi pasir silika kering (tanpa pengikat kemudian cetakan digetarkan untuk memadatkan pasir. Ketika logam cair dimasukkan ke dalam cetakan, maka styrofoam akan menguap sampai cetakan tersebut terisi penuh oleh logam cair. Dalam penelitian ini, parameter yang digunakan adalah model sistem saluran dan variasi temperatur tuang terhadap kualitas hasil coran, diantaranya kekerasan, harga impact, prosentase porositas dan struktur mikro. Material yang digunakan dalam pengecoran ini adalah ADC (Aluminium Die Casting 12. Parameter pertama yaitu model sistem saluran meliputi saluran samping, saluran bawah, saluran bawah dengan 2 gate dan saluran bawah dengan 3 gate dengan temperatur tuang konstan 700°C. Parameter kedua yaitu variasi perbedaan temperatur tuang antara 700°C, 750°C, 800°C dan 850°C dengan sistem saluran samping. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa sistem saluran samping memiliki prosentase cacat porositas paling sedikit dibanding sistem saluran lainnya yaitu sebesar 2,7535% dan memiliki harga impact rata-rata paling besar yaitu 0,0275 J/mm2 pada potongan 1 dan 0,0660 J/mm2 pada potongan 2. Variasi temperatur tuang berpengaruh terhadap banyaknya cacat porositas dan harga impact rata-rata. Temperatur tuang 700°C dibanding temperatur tuang yang lain memiliki cacat porositas paling sedikit dan harga impact rata-rata paling besar yaitu 0,0275 J/mm2 pada potongan 1 dan 0,0660 J/mm2 pada potongan 2. Namun dari hasil pengujian kekerasan baik pada parameter model sistem saluran dan variasi temperatur tuang tidak dapat menunjukan perbedaan yang jelas.

  12. IMPLEMENTASI METODE 5S PADA LEAN SIX SIGMA DALAM PROSES PEMBUATAN MUR BAUT VERSING (Studi Kasus di CV. Desra Teknik Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adriansyah Adriansyah

    2007-01-01

    Full Text Available The objective of this research was to minimize processing time in manufacturing using 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke method. As well as quality, processing time is one of the important points to consider. Improvement had been done in every step of the process to achieve 3.4 defect per million (DPM. Although 6s had not been achieved yet, but 5S method in Lean Sigma have already improved the production process Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan penggunaan Metoda 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke dalam meminimalkan waktu proses pembuatan produk. Selain kualitas produk, waktu proses merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Perbaikan dari setiap proses dilakukan agar didapat 3,4 kegagalan persejuta (DPM. Walaupun 6s belum tercapai, tapi penerapan metoda 5S dalam Lean Sigma sudah menunjukkan perbaikan pada proses yang dilakukan. Kata kunci: 5S, six sigma, lean sigma

  13. Meminimalisir Hambatan Belajar Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Pembuktian Suatu Tautologi Pada Mata Kuliah Analisis Real I dengan Memberdayakan Penalaran yang Berasaskan Prinsip Reductio Ad Absurdum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wuryanto -

    2011-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menekan seminimal mungkin hambatan belajar yang dialamioleh sebagian besar mahasiswa terutama dalam menyelesaikan soal -soal pembuktian suatutautologi. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan meningkatkanfrekuensi pengerjaan soal pembuktian suatu tautologi dengan berasaskan penalaran reductioad absurdum yang senantiasa bertolak dari sebuah pengandaian bahwa yang benar adalahingkaran dari tautologi , namun pada akhirnya pengandaian itu harus dicabut, karena , denganberangkat dari sebuah asumsi yang mengingkari kebenaran suatu tautologi, ternyatamemunculkan sebuah kontradiksi . Pada dasarnya penalaran yang berasaskan reductio adabsurdum adalah sebuah alternatif untuk mencapai akhir bukti kebenaran suatutautologi yang tertuang baik dalam bentuk implikasi maupun bi-implikasi melalui bukti taklangsung. Ketika seseorang tak dapat secara langsung memberdayakan hipotesis yangdipunyai untuk mencapai akhir bukti bahwa pernyataan “ jika x bersifat P maka x bersifat Q”merupakan suatu tautologi , ia masih punya kesempatan untuk membuktikan kebenaran daripernyataan “ jika x bersifat P maka x bersifat Q” apabila ia berhasil menunjukkan bahwapernyataan “ada x yang bersifat P tetapi x tidak bersifat Q” merupakan suatu kontradiksi.Dari hasil penelitian ini memberi petunjuk bahwa pembelajaran Analisis Real 1 yangdisertai tindakan berupa pemberdayaan penalaran berasaskan prinsip reductio ad absurdum,berhasil menekan hambatan belajar mahasiswa dalam mengerjakan dengan benar soal-soalpembuktian suatu tautologi, yang ditengarai adanya peningkatan ketajaman berfikirmahasiswa dalam menyusun premis-premis dengan logika yang benar untuk mencapai akhirsuatu bukti yang absah, meskipun baru sebatas kenaikan jumlah mahasiswa berkemampuanakademik cukup dari yang semula memperoleh nilai D pada Angkatan 97 meningkatmencapai nilai C pada Angkatan 98, dan penurunan jumlah mahasiswa berkemampuanakademik sedang dari yang semula memperoleh nilai E pada Angkatan 97 meningkatmencapai nilai D dan bahkan ada yang mencapai nilai C pada Angkatan 98. Kata Kunci : Tautologi, reductio ad absurdum, kontradiksi, implikasi, bi-implikasi

  14. ANALISIS DATA GEOGRAFIK DALAM PENENTUAN LETAK DAN KAPASITAS POMPA BANJIR YANG EFEKTIF DI AREAL KAMPUS DAN PERUMAHAN ITS-SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Martanti Sinarsasi

    2004-01-01

    Full Text Available Nowdays, flood should not be a problem for a big city like Surabaya. But in the reality, some areas still have this problem, including ITS's area. There are some areas in which the water stucks and can't flow anywhwere in a long enough period, eventhough they have five pumps of flood. The analysis is based on some factors, the elevations data and the closest point of the waste water channel. The lowest elevation from every area is a place where the water can't flow anywhere, so we must place the pump to the area. The waste water channel also a factor to determine the pump's location. The closer the flood's pump to the waste water channel, the easier the stuck water in lowest areas can be pumped to the big water's stream. The software has already benchmarked with the exist pump's location. The calculation result from the expresion shows that the calculation is appropiate with the manual calculation. It shows that we can use the system to find the efective pump's location and calculate the capacity of the flood's pump technically. Abstract in Bahasa Indonesia : Saat ini, banjir semestinya sudah bukan merupakan masalah, terutama bagi kota besar seperti Surabaya. Tetapi kenyataannya, beberapa areal masih juga mempunyai masalah tersebut, tidak terkecuali areal ITS. Masih ditemukan beberapa areal yang mengalami genangan air cukup lama, padahal telah terpasang lima pompa banjir. Analisis dipengaruhi oleh beberapa faktor serta pemberian bobot pada data elevasi dan titik terdekat saluran pembuangan air. Elevasi terendah di setiap areal adalah tempat genangan air terjadi, oleh sebab itu pemasangan pompa banjir selalu berada di tempat tersebut. Saluran pembuangan air juga merupakan faktor dalam penentuan letak pompa banjir. Semakin dekat pompa banjir dengan saluran pembuangan air, maka air yang terkumpul pada setiap areal dapat dipompa ke saluran besar. Perangkat lunak yang telah dibuat telah diujicobakan dan kemudian dibandingkan dengan letak pompa banjir yang telah ada. Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus yang telah ada, menunjukkan bahwa perhitungan perangkat lunak ini telah sesuai dengan perhitungan manual yang didapatkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem dapat dimanfaatkan dalam mencari letak pompa banjir yang efektif dan menghitung kapasitas pompa banjir secara teknis. Kata kunci: letak pompa, kapasitas pompa, banjir.

  15. Konsep Fiqah Malaysia dalam Perundangan Islam: Satu Pengenalan (The Concept of Malaysian Fiqah in Islamic Law: An Introduction

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahimin Affandi Abd. Rahim

    2010-01-01

    Full Text Available Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan sifat dinamik konsep fiqah dalam sistem perundangan Islam Malaysia yang menekankan kepentingan hubungan dengan Allah dan sesama makhluk. Teori utama yang digunakan adalah teori epistemologi hukum Islam yang menetapkan bahawa sifat kelestarian sistem hukum Islam hanya boleh dicapai melalui pembentukan kerangka epistemologi (apa, bagaimana dan untuk tujuan apa yang jelas. Bagi mencapai objektif, kajian ini menggunakan kaedah pengumpulan data primer dan data sekunder yang dianalisis kemudiannya bagi membentuk teori konsep fiqah semasa yang lebih bersesuaian dengan realiti Malaysia. Hasil kajian ini mendapati konsep fiqah semasa telah mula difahami oleh masyarakat Malaysia. Namun begitu, kelangkaan masih lagi wujud dalam soal pemantapan konsep fiqah semasa ini dari segi kerangka konsep, rasionaliti, pendekatan dan epistemologi, yang sepatutnya dijalankan oleh pihak Institusi Pengajian Tinggi Awam (IPTA di Malaysia. Untuk itu, kajian ini telah cuba mengemukakan jalan penyelesaian kepada usaha pemantapan ini.This study aims to demonstrate the dynamism of the concept of Islamic fiqah in Malaysian Islamic law that emphasises the importance of the relationship between Allah and human beings. In this regard, this study hopes to show the dynamism of fiqah as a concept in Malaysia's Islamic legal system. The primary theory used here is the epistemology of Islamic law which determines that the sustainability of Islamic law can only be achieved by developing an epistemological framework (what, how and for what purpose in a clear manner. In order to achieve this objective, the study had collected both primary and secondary data. The data was subsequently analysed to formulate a contemporary theory of Islam fiqah that is better suited to Malaysian reality. The findings show that the proposed concept of contemporary Islamic fiqah has begun to be understood by Malaysian society. However, the reinforcement of the contemporary fiqah concept is still rarely undertaken in terms of the concept framework, rationality, approach and epistemology that should have been done by the institutions of higher learning in Malaysia. For this purpose, this study has attempted to offer solutions to the effort of reinforcing the said concept.

  16. Analisa ekonomi budidaya kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus dan kerapu bebek (Cromileptes altivelis dalam keramba jaring apung di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farok Afero

    2012-04-01

    Full Text Available Penelitian ini menyajikan analisa ekonomi budidaya kerapu macan dan bebek dengan skala produksi yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa budidaya kerapu macan dalam skala kecil, dengan proyeksi 5 tahun menghasilkan arus kas kumulatif negatif sebesar –Rp. 18.102.650 dan NPV negatif –Rp. 22.059.576. Peningkatan skala produksi (skala menengah meningkatan keuntungan (proyeksi aliran kas kumulatif selama 5 tahun sebesar Rp. 198.320.673, NPV sebesar Rp. 105.578.440, B/C 1,25; IRR 88%, dan jangka waktu pengembalian modal selama 0,99 tahun, sedangkan untuk skala besar (dengan proyeksi 5 tahun menghasilkan kas kumulatif sebesar Rp. 707.746.923; NPV sebesar Rp. 406.801.749, B/C 1,33; IRR 157%, dan jangka waktu pengembalian modal selama 0,57 tahun. Analisis ekonomi kerapu bebek pada skala produksi yang berbeda menunjukkan kas kumulatif positif, NPV positif, ratio manfaat-biaya (B/C lebih tinggi dari 2, IRR lebih dari 300% dan jangka waktu pengembalian modal kurang dari satu tahun. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa sintasan kehidupan lebih 80% akan meningkatkan kas kumulatif dan NPV pada budidaya kerapu macan skala kecil. Selain itu, peningkatan profitabilitas berkaitan dengan penurunan biaya produksi, peningkatan produksi dan harga produk.

  17. Analisis Teknis dan Ekonomis Pemasangan Towing kite dalam Upaya Penghematan Bahan Bakar pada Tanker 6500 DWT di Wilayah Perairan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andik Eko Saputro

    2013-03-01

    Full Text Available Semakin menipisnya ketersediaan sumber energi mengakibatkan harga bahan bakar minyak menjadi tinggi. Kenaikan harga bahan bakar minyak ini berdampak pada dunia maritime. Hal ini dikarenakan kapal merupakan salah satu alat transportasi yang menggunakan bahan bakar minyak dalam jumlah besar. Berangkat dari permasalahan tersebut, tugas akhir ini mencoba menghadirkan satu solusi untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak dengan cara memanfaatkan potensi energi angin di wilayah perairan Indonesia. energi angin tersebut digunakan sebagai penggerak towing kite yang dipasang pada Tanker 6500 DWT untuk memberikan tambahan daya dorong pada kapal dan mengurangi beban kerja mesin induk pada saat kapal beroperasi. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan tipe dan ukuran towing kite yang optimum serta memiliki biaya investasi yang rendah dari beberapa jenis dan ukuran towing kite. Analisis kerja towing kite yang dilakukan adalah pada kecepatan kapal 12 knot, kecepatan angin 10,9 knot dan sudut vektor relative angin terhadap laju kapal sebesar 45°. Dari hasil analisis didapatkan towing kite yang optimum untuk dipasang di kapal adalah Skysails SKS 320 tipe Flexyfoil. Dengan menggunakan rumus teoritis didapatkan penghematan bahan bakar akibat pemasangan towing kite sebesar 3,0234 ton untuk sekali trip atau 99,7813 ton per tahun. Berdasar hasil analisis ekonomis, dengan biaya investasi sebesar Rp. 5.690.917.960 pemasangan towing kite diperkirakan dapat tercapai Break Even Point pada tahun ke 9 dari 20 tahun investasi.

  18. Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Dimensi Cil Dalam (Internal Chill Terhadap Cacat Penyusutan (Shrinkage Pada Pengecoran Aluminium 6061

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhadi Ginanjar Kusuma

    2014-09-01

    Full Text Available Aluminium merupakan salah satu material yang semakin banyak dimanfaatkan terutama pada industri komponen mesin. Cacat pada hasil cor sangat dihindari karena akan berpengaruh pada kualitas hasil yang merubah dimensi dan sifat mekanik dari benda hasil cor. Shrinkage merupakan cacat yang terjadi karena perbedaan kecepatan pendinginan pada benda cor. Penambahan variasi ukuran dimensi cil dalam (internal chill bertujuan untuk menganalisa pengaruh perubahan dimensi terhadap cacat shrinkage pada pengecoran. Penelitian pembuatan benda coran dilakukan dengan menggunakan bahan coran aluminium 6061 dengan menggunakan metode pengecoran pasir. Sistem saluran yang digunakan menggunakan ketentuan AFS. Jenis saluran yang digunakan adalah horizontal parting-line, serta pasir cetak dengan komposisi pasir silica 89%, bentonit 7,5%, dan air 3,5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penggunaan dimensi internal chill terhadap prosentase jumlah cacat shrinkage dengan diameter 15, 20, dan 25 secara berurutan sebesar 3,82, 1,28, dan 1,01%. Penggunaan variasi dimensi internal chill pada pengecoran benda yang semakin diperbesar dapat berfungsi dengan baik serta menggeser lokasi cacat penyusutan menjauhi internal chill. Grafik yang didapatkan dari pengukuran pada internal chill diameter 25 mm (daerah yang mengalami prosentase cacat terkecil memiliki kemampuan menyerap panas lebih baik daripada diameter 15 dan 20 mm.

  19. Studi Perancangan Degaussing System untuk Melindungi Kapal Perang Tipe OPV 90m dari Medan Magnet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emil Faridhan Primaseta

    2012-09-01

    Full Text Available Degaussing system adalah suatu sistem yang digunakan pada bagian logam atau perangkat elektronik yang beresiko medan magnetik. Pada kapal militer sistem ini digunakan untuk menghindari ranjau magnetik maupun torpedo yang menggunakan medan magnet sebagai sensor pendeteksi logam ketika kapal sedang berpatroli maupun sedang berperang. Dari studi literatur yang dilakukan, dapat diketahui bagaimana cara instalasi degaussing system pada kapal dan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk sistem tersebut. Degaussing system yang didesain pada skripsi ini mempunyai kekuatan medan magnet sebesar 27,5 Tesla dengan daya sebesar 12 kW. Desain koil diletakkan pada lambung kapal tepat dibawah garis air untuk mendapatkan daya hantar magnet yang baik. Berat dari instalasi untuk degaussing system ini adalah 1040 kg.

  20. Studi Experimental Penggunaan Venturi Scrubber dan Cyclonic Separator Untuk Meningkatkan Kinerja pada Sistem Exhaust Gas Recirculation (EGR dalam Menurunkan NOX pada Motor Diesel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsu Dlukha N

    2012-09-01

    Full Text Available Salah satu cara yang efektif untuk mengurangi NOX adalah dengan menggunakan metode Exhaust Gas Recirculation (EGR. Dengan metode EGR, oksigen yang masuk ke ruang bakar akan berkurang sehingga NOX dapat diturunkan dengan signifikan, akan tetapi power dari mesin tersebut juga akan berkurang dan Particulate Matter (PM akan naik secara signifikan. Dalam penelitian ini dibahas penggunaan EGR yang telah di optimalkan dengan penambahan venturi scrubber dan cyclonic separator, tujuannya mengurangi NOX tanpa meningkatkan PM. Hasil pengujian menunjukkan NOX turun sebesar 48.89% dan PM turun dari 69,87%  menjadi 9.87%.

  1. METODE ANALISIS KUANTITATIF RASIONALISTIK DALAM MENENTUKAN KARAKTERISTIK RUANG UNTUK ARAHAN RANCANGAN KAWASAN URBAN (Studi Kasus Jl. Kemasan, Kotagede

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Poerwadi Poerwadi

    2008-01-01

    Full Text Available Kotagede is the historical site of Mataram Islam great city who build until 1532. This district has justify as international conservation district on ’Yogyakarta Declaration and Kotagede Declaration’ at Yogyakarta 1996, in ‘Asia and West Pacific Network Urban Conservation (APWNUC’ workshop and symposium 4th. Kotagede distric characteristic threatened because rapid physical function change as impact of economical growing and productive economical oriented. It nescessary to analysis the urban space characteristic that appropriate with this distinctiveness visual distric space. This research use rasionalistic quantitative method in order to find the image of distric space characteristic. Variables of analysis are street floor as horizontal bottom enclosure and street wall as vertical enclosure. JMP program and pixelate Adobe Photoshop use to process research data. Output of the analysis is distric space characteristic on Jl. Kemasan, include outline, facade rythem and quality of street space Abstract in Bahasa Indonesia: Kotagede adalah situs bersejarah peninggalan Kotaraja Kerajaan Mataram Islam yang berdiri sejak tahun 1532 M. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi tingkat internasional dalam ’Yogyakarta Declaration and Kotagede Declaration’ di Yogyakarta melalui workshop dan simposium ke 4 oleh Asia and West Pacific Network Urban Consevation (AWPNUC pada tahun 1996. Karakteristik kawasan Kotagede terancam akibat percepatan perubahan fungsi fisik sebagai dampak pertumbuhan ekonomi dan perubahan pemilikan yang berorientasi ekonomi produktif. Perlu dilakukan analisa karakteristik ruang kawasan yang sesuai dengan ciri visual ruang kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode rasionalistik untuk mendapatkan gambaran karakteristik ruang kawasan secara kuantitatif. Analisa dilakukan dengan variabel lantai ruang jalan (street floor dan dinding pembatas sebagai pelingkup ruang jalan (street Wall. Pengolahan data dilakukan secara digital dengan program komputer JMP dan pixelate Adobe Photoshop. Hasil analisis merupakan temuan karakteristik di Jl. Kemasan, terhadap outline, irama bukaan bangunan dan kualitas ruang jalan yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun arahan rancangan kawasan. Kata kunci: jalan kemasan kotagede, konservasi, karakteristik.

  2. PEMBELAJARAN IPS DALAM REALITA DI ERA KTSP: STUDI EKSPLORASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPS PADA JENJANG SMP DI KABUPATEN PATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Sutrisna

    2011-10-01

    Full Text Available Application of KTSP as a curriculum based on competency requires the implementation of strategies and methods that can deliver a number of learners achieving a particular competence. IPS as a subject who has a noble purpose, namely to prepare students to be good citizens, should be taught to students through appropriate strategies and methods by utilizing various media sources and learning. Most social studies teachers still promote the use of expository strategies in presenting lessons of Social Science education and the use of resources and learning media are minimal. Environment, as a laboratory of IPS is not utilized properly.The study shows that most teachers still tend to use expository teaching strategies, use of resources and learning media that are less varied, and integrated approaches to teaching social studies can not be realized by the teachers due to various constraints.   Keywords: learning, IPS, junior school, KTSP   Penerapan KTSP sebagai kurikulum berbasis kompetensi membutuhkan penerapan strategi dan metode yang dapat memberikan sejumlah peserta didik mencapai kompetensi tertentu. IPS sebagai subjek yang memiliki tujuan mulia, yaitu untuk mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang baik, harus diajarkan kepada siswa melalui strategi yang tepat dan metode dengan memanfaatkan berbagai sumber media dan pembelajaran. Kebanyakan guru IPS masih menggunakan strategi ekspositori dalam menyajikan meteri pelajaran IPS dengan menggunakan sumber daya dan media pembelajaran yang minimal. Lingkungan sekitar, sebagai laboratorium IPS tidak digunakan menunjukkan pembelajaran yang baik. Kebanyakan guru masih cenderung untuk menggunakan strategi pengajaran ekspositori, penggunaan sumber daya dan media pembelajaran yang kurang bervariasi, dan pendekatan terpadu untuk mengajar IPS, sehingga tidak dapat direalisasikan oleh para guru karena berbagai kendala.   Kata kunci: pembelajaran, IPS, SMP, KTSP  

  3. Clustering Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM dalam Menentukan Kebijakan Bantuan Badan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Surabaya dengan Menggunakan Metode Self-Organizing Map (SOM dan K-Means

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahyo Aji Nugroho

    2012-09-01

    Full Text Available Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM adalah bentuk usaha yang dilakukan masyarakat dengan modal terbatas dalam upaya menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan perekonomian rakyat dan mengurangi tingkat pengangguran di masyarakat. Salah satu cara dengan membina para pelaku KSM agar dapat meningkatkan usahanya serta memiliki potensi yang cukup strategis dalam  perekonomian daerah. Selain itu KSM yang merupakan awal dari pertumbuhan badan usaha kecil, dapat meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Perkembangan KSM di Surabaya cukup pesat namun belum semuanya bisa mendapatkan bantuan  dikarenakan belum bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Untuk meningkatkan jumlaj usaha KSM  yang diperlukan saat ini adalah permodalan,  pelatihan,dan pemasaran . Pada penelitian ini akan dilakukan klastering UKM di Surabaya dengan menggunakan metode Self-Organizing feature Map (SOM  yang diintegrasikan dengan metode K-means. Dengan hasil klaster tersebut akan dihasilkan beberapa golongan karakteristik KSM. Setelah itu hasil tersebut akan dianalisa karakeriktik setiap golongannya. Setelah dilakukan penelitian terdapat 6 golongan klaster yang didapatkan setelah dilakukan perhintungan dengan SOM dan Kmeans yang memiliki karakteristik berbeda-beda Berdasarkan data perkembangan KSM yang telah dilakukan proses klaster 80% para pelaku KSM telah dapat melakukan produksi, dan namun hanya 65% yang dapat melakukan pemasaran secara aktif.

  4. Pengaruh Lama Miling Terhadap Sifat Absorpsi Material Penyimpan Hidrogen MgH2 yang Dikatalisasi Dengan Fe (The Role of Milling Time on the Absorption Behaviour of MgH2 Catalyzed by Fe)

    OpenAIRE

    Mustanir Mustanir; Zulkarnain Jalil

    2009-01-01

    Hidrida logam berbasis MgH2 dengan sisipan 1 wt% katalis Fe telah berhasil disintesis dengan teknik ball milling. Hasil proses miling selama 80 jam menunjukkan bahwa ukuran butir material telah membentuk struktur nanokristal. Hal ini ditunjukkan oleh profil difraksi sinar-X dimana terjadi pelebaran puncakpuncak difraksinya dengan meningkatnya waktu miling. Hasil uji absorpsi secara gravimetrik diketahui bahwa MgH2 berkatalis 1 wt% Fe mampu menyerap hydrogen sebesar 5,5 wt% dalam ...

  5. Blended Counseling – Neue Herausforderungen für BeraterInnen (und Ratsuchende!

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefanie Weiß

    2012-04-01

    Full Text Available According to Nestmann (2008, S. 13 "in the future, e-counseling, online counseling and counseling chats will ... be part of psychosocial advisors' daily routine. (... "Blended Counseling", in which face-to-face sessions alternate with electronic communication, will likewise shape the future of counseling in social work." To encourage and enable synergy between online and offline counseling, the present parallel structures of face-to-face counseling and online counseling must continue to merge.In this article, the authors examine the future positioning of online counseling as an integrated form of counseling in social work. The article is based on the scientific findings of Stefanie Weiß's masters thesis on the topic of "Blended Counseling" and on the insights gained from a work-shop jointly conducted during the Fachforum Online-Beratung conference. The article provides an in-depth discussion of the emerging concept of "Blended Counseling" and encourages critical reflection of the reader's own (online counseling experience. In addition, meaningful suggestions are made for the on-going merger of face-to-face counseling and online counseling.

  6. TERAPI BERHENTI MEROKOK (STUDI KASUS 3 PEROKOK BERAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atik Triratnawati

    2005-06-01

    Full Text Available Smoking Cessation Therapy. Cigarettes are regarded as being highly addictive. Consequently, if the smoker quits their habit, they will feel physically and mentally stressed. The purpose of this research is to understand, successful methods of quitting smoking, and factors which ease quitting smoking. It is also hoped to be able to lay a base for and bring into reality every element of society to create a social etiquette in smoking. Research using qualitative method bycase studies among 3 smokers was undertaken in 2004. The criteria of the informant was age more than 40 years old, married, successfully in smoking cessation, and 10 years more as a smoker. The interview to informants was hold by recorder. The principle model of successful quitting smoking was the strong will and determination of the smokersthemselves. The reasons to stop smoking were also health, religious organisation, and, family factors. Health factors are related with disease suffered by the informants such as hypertension, fever, cough and headache. Religious organisation factors are related to religious organization that prohibit to smoke. Family factors were related to the family of the informants who followed in their footprints as smokers. Besides that, the informants also had young children whoshould not be exposed to cigarette smoke. The methods used by the informants to smoke cessation were therapy, changing behavior, and positive encouragement. All the above incidents resulted in a smoker quitting their habit. The wisdom behind all this is a smoker who has a strong will to quit smoking.

  7. Karakteristik Dengue Berat yang Dirawat di Pediatric Intensive Care Unit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dzulfikar D. Lukmanul Hakim

    2012-09-01

    Full Text Available Dengue viral infections affect all age groups and produce a spectrum of clinical illness that ranges from asymptomatic to severe and occasionally fatal disease. Severe dengue characterized by plasma leakage, hemoconcentration, and hemostatic disorder. The aim of this study was to know the characteristic of severe dengue patients admitted to Pediatric Intensive Care Unit (PICU Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung during January 2009 to December 2010. This was a retrospective descriptive study based on the data collected from the medical records. Twenty-one severe dengue cases in two years were admitted 15/21 girls and 6/21 boys, and 5/21 of them died during hospitalization because of dengue shock syndrome (DSS and disseminated intravascular coagulation (DIC. Most of them were 1?5 years old with good nutritional status. Hepatomegaly was found in all cases with mean hematocrit was 38%. In this research, the most manifestation of severe dengue were DSS (15/21, DIC (11/21, encephalopathy (6/21, pleural effusion (5/21, myocarditis (3/21, and acute respiratory distress syndrome (3/21. In conclusions, severe dengue are more common in girls, 1–5 years old, and well-nourished children. The most common clinical manifestation of severe dengue are shock, disseminated intravascular coagulation, and encephalopathy.

  8. Evaluasi dan Perancangan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3 Dalam Rangka Perbaikan Safety Behaviour Pekerja (Studi Kasus : PT. X, Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhinar Tiara Luckyta

    2012-09-01

    Full Text Available Kecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan yang melekat dalam dunia industri. Di Indonesia penyebab tingginya angka kecelakaan kerja salah satunya disebabkan karena kurangnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3. PT. X, merupakan perusahaan yang belum menerapkan SMK3 sedangkan lingkungan kerja perusahaan cukup mengandung potensi bahaya. Kecelakaan kerja sering terjadi dikarenakan pekerja sering melakukan tindakan tidak aman (unsafe behaviour. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi SMK3 perusahaan dan mendapatkan penyebab dari unsafe behaviour pekerja dengan menggunakan root cause analysis serta solusi perbaikan digunakan HFMEA. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 46 kriteria SMK3 belum terpenuhi. Sedangkan penyebab dari unsafe behaviour pekerja adalah fasilitas dan APD yang tidak nyaman untuk digunakan, suhu ruangan yang panas, kurangnya safety sign, kurangnya fungsi kontrol manajemen, dan tidak adanya peraturan yang tegas. Selain itu penelitian ini juga menghasilkan rancangan dan prosedur SMK3 yang mengacu pada Permenaker 05/MEN/1996

  9. Perempuan Minangkabau dalam Politik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurwani Idris

    2010-06-01

    Full Text Available The aim of this study is to investigate Minangkabau women in politics who are well known for their egalitarian characteristics and have a central position in their community. There is a great gap between women representation and equality. In general, women's political representation and position in local politics are still low in West Sumatera. In fact, there is no causal relationship between women's egalitarian characteristics and their position in politics. In other words, the egalitarian characteristics do not significantly influence votes they may have in general election, since share of votes may depend greatly on electoral processes, such as recruitment systems; relationship with voters and social network with social organizations; relevant regulations providing more opportunities and facilitating women in their efforts to accomplish the elected post. To succeed in politics, they must have high interests in politics and make optimal efforts in a progressive and sustainable way.

  10. Bahasa Dalam Karya Ilmiah

    OpenAIRE

    Hartisari

    2010-01-01

    A scientific language is a realization of the scientific work. The scientific work has characteristic to be objective, impersonal or nirpersonal, technique and practice. Besides, the scientific language is realized in writing. Thus, the scientific language realizes those five characteristics. This writing describes the realization of the scientific language which can be the report of research, essay, scientific article. The usage of the standard Indonesian language in scientific text is ...

  11. KOSMOLOGI DALAM ARSITEKTUR TORAJA

    OpenAIRE

    Yulianto Sumalyo

    2001-01-01

    Modernism in architecture always has a concrete, profane and clear concept.On the totally contrary, traditional architecture traditional has an abstract, spiritual and often religious concept or way of thinking. Toraja, an ethnic group in the northern part of South Sulawesi, has a beautiful and unique architecture which is the expression of Aluk Todolo their way of life and religion. The cosmological thinking of Aluk Todolo is expressed in the architecture of Toraja through it's site plan and...

  12. KOMPOSISI DALAM SENI FOTOGRAFI

    OpenAIRE

    Yekti Herlina

    2007-01-01

    The art of photography is not only a simple record of the real world, but becomes a complex creation of art and an image medium that also gives meaning and message. The quality of a good photo is not only becouse of its clear picture but also because of its proper lighting and also its good composition. Composition contains the elements of an image in a format. An image can be produced more effectively and meaningfully with an understanding of good composition. Composition is an instrument fo...

  13. Akronim dalam Bahasa Arab

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Sufyan

    2011-02-01

    Full Text Available Abreviation is a morphemic process. In Arabic one of the abreviation processes is annaht. This process plays a significant role in the development of Arabic in general, and its vocabulary in particular.The result shows that structurally annaht in Arabic derives from combining two or more elements into one word; this process occurs either by eliminating a fart of the elements of the consonanst or combining all of the elements, written/pronounced as one syllable/phonem. Annaht can be formed frm words, phrases and sentences. Semantically, the meanings of the determining elements forming annaht and those of the annaht itself have either direct or indirect relationship. The meaning of annaht can be synonymous with, more specific, more general than or associated with that of the determining elements.

  14. Avatar, Identitas dalam Cyberspace

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Nala Damayanti

    2013-01-01

    Full Text Available Human dependence on technology will have implications for a new culture of communication. Culture is related to the person behind the presence of elements of verbal or visual communication through internet media. Communication established via the Internet, known as cyberspace, allows the presence of a person in a variety of virtual identities. These identities emerge through verbal and visual appearances. They have names and shapes but can be present in any kind of form, commonly called avatars. The identity of a person can be represented by a number of different avatars capable of having more than one party at the same time. Communication that exists in cyberspace exceed time and space. The presence of these identities clearly indicates a relationship model that has a specific purpose. It could be a model of social relations that promote friendship, excitement, a sense of play, a critical mind or with other purposes. But the presence of such virtual identity cannot simply be equated with human beings as their personal identity in the real world, because in cyberspace, identity is plural and fluid. It can even be made with a hidden agenda.

  15. Biomassa, kandungan klorofil dan nitrogen daun dua varietas cabai (Capsicum annum pada berbagai perlakuan pemupukan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DASIYEM FATHONAH

    2009-05-01

    Full Text Available Fathonah D, Sugiyarto. 2009. Pengaruh IAA dan GA3 terhadap pertumbuhan dan kandungan saponin purwaceng (Pimpinella alpina. Bioteknologi 6: 21-28. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji (i pengaruh IAA dan GA3 dengan konsentrasi yang berbeda untuk pertumbuhan tanaman dan (ii saponin yang terkandung di dalam daun Pimpinella alpina. Penelitian dilakukan di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada Juli-November 2007. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor digunakan untuk menganalisis percobaan ini. Pertama memberikan perlakuan IAA dan GA3, kedua memberikan perlakuan IAA dan GA3 dengan konsentrasi berbeda. Percobaan diulang tiga kali. Variabel yang diukur adalah pertumbuhan tanaman yang terdiri dari jumlah daun, tinggi tanaman, lebar daun, berat basah maupun berat kering; serta senyawa kimia metabolit sekunder dalam bentuk saponin. Hasil penelitian ditelaah dengan Analisis Varian (ANAVA, kemudian dilanjutkan ke Uji Jarak Berganda Duncan pada tingkat 5% untuk mengetahui perbedaan nyata antara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian IAA dan GA3 yang berbeda mempengaruhi pertumbuhan P. alpina. Pada variabel tinggi, berat basah dan berat kering tanaman perlakuan GA3 yang optimal adalah 50 ppm, jumlah daun optimal dalam perlakuan GA3 adalah 50 ppm dimana lebar daun optimal pada perlakuan IAA adalah 200 ppm dan pada perlakuan GA3 adalah 75 ppm, sedangkan kadar saponin optimal adalah perlakuan IAA 200 ppm dan GA3 25 ppm.

  16. Karakteristik Perpindahan Panas dan Penurunan Tekanan Sirip-sirip Pin Silinder Tirus Susunan Segaris dan Selang-seling dalam Saluran Segi Empat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Istanto

    2010-01-01

    Full Text Available This research was conducted to investigate the characteristics of heat transfer and pressure drop of tapered cylindrical pin fins array in the rectangular channel. The pin fins were arranged either inline or staggered. The average temperature of base plate surface was kept constant at 60oC. Pin fins were made of duralumin having the dimension of 75 mm of height, base and tip diameter 12.7 and 7 mm respectively, and the distance inter-fin pitch in the spanwise direction, Sx/D, was kept constant at 2.95. The parameters of this research were Reynolds number 3,100 – 39,200 for the inline array and 3,095 – 37,741 for the staggered array based on averaged inlet air velocity and hydraulic diameter, and the distance between the inter-fin pitch in the streamwise direction, Sy/D, was varied at 1.97, 2.36, 2.95, and 3.94. The research result shows that for both fin arrangements increasing Reynolds number and decreasing the distance Sy/D increases Nusselt number, that means increases heat transfer rate where it reaches maximum at Sy/D = 2.36. The values of pressure drop (?P and friction factor (f decreases with increasing Sy/D. Abstract in Bahasa Indonesia; Penelitian ini dilakukan untuk menguji karakteristik perpindahan panas dan penurunan tekanan dari susunan sirip-sirip pin silinder tirus dalam saluran udara segiempat. Sirip-sirip pin disusun secara segaris dan selang-seling. Temperatur rata-rata permukaan plat dasar dijaga konstan sebesar 60oC. Sirip-sirip pin terbuat terbuat dari bahan duralumin dengan tinggi 75 mm, diameter dasar dan diameter ujung berturut-turut 12,7 mm dan 7 mm, dan jarak antar titik pusat sirip dalam arah melintang aliran udara, Sx/D konstan, sebesar 2,95. Parameter-parameter dalam penelitian ini adalah bilangan Reynolds antara 3.100 hingga 39.200 pada susunan segaris dan antara 3.095 hingga 37.741 pada susunan selang-seling berdasarkan kecepatan aliran udara masuk rata-rata dan diameter hidrolik, dan jarak antar titik pusat sirip arah aliran udara, Sy/D, divariasi sebesar 1,97, 2,36, 2,95, dan 3,94. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kedua susunan sirip pin, peningkatan bilangan Reynolds dan semakin kecil jarak Sy/D akan meningkatkan bilangan Nusselt, yang berarti meningkatkan laju perpindahan panas, dimana mencapai maksimum pada Sy/D = 2,36. Nilai penurunan tekanan dan faktor gesekan menurun dengan meningkatnya Sy/D. Kata kunci: Sirip pin, silinder tirus, bilangan Reynolds, bilangan Nusselt, faktor gesekan.

  17. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP AUDIENCE TERHADAP PRODUCT/BRAND PLACEMENT DALAM ACARA TV (STUDI KASUS INDONESIAN IDOL 2007 & MAMAMIA SHOW 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leonid Julivan Rumambi

    2008-01-01

    Full Text Available Product/brand placement is not such a new matter in the marketing world, including in Indonesia in the last few years. These practice have been conducted at 1920 by cigarette's company in USA, while on the success story can be found on E.T (Extra-Terrestrial: the movie by 1982 presenting Reese's Pieces candy. Product/brand placement can be found widely in various medium starting from movies, TV shows, comics, games, video clip, etc. Today, various TV shows like 'Akademi Fantasi Indosiar (AFI', 'Indonesian Idol', 'Mamamia Show', 'Kontes Dangdut Indonesia (KDI', 'Empat Mata', 'Katakan Cinta', 'I-Gosip' & 'Cek & Ricek' are popular to advertise and become alternative medium for product / brand placement. In order to make the right decisions by conducting product/brand placement especially in TV shows, the company should know & understand several factors that influence audience attitude towards product/brand placement. Based on article entitled 'audience attitude towards product placement in movies: a case from Turkey' as a referred journal, the result of the research conducted have been formed four factors influencing attitude of audience toward product/brand placement. The four factors are 'attention', 'acceptance', 'reference' and 'ethics & regulation' with total variance explained equal to 53,53%. By conducting principal component factor analysis for this research, there are five factors influencing audience attitude toward product/brand placement formed with the total variance explained equal to 63,823 %. Three among other formed factors have several similar variables with the factor in the referred journal, while the two other factors compiled with only two variable/statement item for each. The percentage of each factor were 'acceptance' (18,923%, ethics & regulation (14,978%, attention (13,844%, reference (9,139% and interest (6,939%. The result of this research tried to conclude and give some input related with the final result of the main factors analysis only. This result of factors analysis can be categorized as minimum factors which are responsible for maximum variance in order to support another research. Abstract in Bahasa Indonesia : Product/brand placement bukan merupakan hal baru dalam dunia pemasaran, termasuk di Indonesia setidaknya beberapa tahun terakhir. Dalam dunia perfilman di Amerika Serikat praktek inipun sudah bisa ditemukan pada tahun 1920 an oleh perusahaan rokok, sedangkan sebuah fenomena product/brand placement yang dianggap sebagai salah satu puncak keberhasilan metode ini adalah film E.T: The Extra-Terrestrial pada tahun 1982 yang menampilkan permen Reese's Pieces. Aplikasi product/brand placement dapat ditemukan secara luas di berbagai variasi medium mulai dari film, acara televisi dengan berbagai format tayangan, komik, video games, video klip, dll. Di Indonesia berbagai format acara televisi sudah mulai menjalankan product/brand placement seperti pada 'Akademi Fantasi Indosiar' AFI, 'Indonesian Idol', 'Mamamia Show', 'Kontes Dangdut Indonesia (KDI', 'Empat Mata', 'Katakan Cinta', 'I-Gosip' & 'Cek & Ricek' serta berbagai acara populer yang lain. Dalam aplikasinya terdapat tantangan bagi sponsor maupun perusahaan terkait (baik itu production house, perusahaan televisi/broadcaster, percetakan, grup musik, dll untuk bisa mengetahui faktor-faktor utama yang mempengaruhi sikap audience terhadap product/ brand placement serta seberapa besar kontribusi masing-masing faktor yang ada. Adapun berdasarkan artikel pedoman yang digunakan penelitian ini dihasilkan empat faktor yang mempengaruhi, yaitu attention, acceptance, reference serta ethics & regulation dengan the explained variance sebesar 53,53%. Aplikasinya lebih lanjut ternyata menghasilkan lima faktor yang tersusun dari 23 variabel/item pernyataan yang sudah ada. Dari kelima faktor yang dihasilkan tiga diantaranya masih memiliki sebagian variabel pembentuk/ penyusunnya yang terdahulu seperti pada artikel jurnal (faktor attention, acceptance serta ethics & regulation, sedangkan dua faktor yang lain yang hanya disusun dari mas

  18. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit RBD Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga ?-Alumina (CaO/MgO/ ?-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niar Kurnia Julianti

    2014-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan katalis heterogen. Penelitian ini mengembangkan katalis berpromotor ganda berpenyangga y-alumina (CaO/MgO/y-Al2O3 dalam reaktor fluidized bed. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO dan MgO pada y-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor. Kemudian, katalis dioven selama 12 jam pada suhu 110C dan dikalsinasi pada suhu 700 C selama 5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk proses transesterifikasi dengan ratio molar minyak metanol 1:36; variabel massa katalis 4, 7, 10, 13, 16 gram; laju alir reaktan 4, 7, 10, 13, 16 ml/menit; dan suhu 125, 150, 175, 200, 225 C. Dimana yield dan % konversi terbaik dari penelitian diperoleh sebesar 0,642 gr biodiesel/gr minyak dan 63,975% pada massa katalis 16 gram, suhu 225 C dan laju alir reaktan 4 ml/menit.

  19. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga ?-Alumina (CaO/KI/?-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunu R Puspitaningati

    2013-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan penggunaan katalis heterogen untuk menggantikan penggunaan katalis homogen. Penelitian ini mengembangkan katalis CaO/KI?-Al2O3­. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO pada ?-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor selama 3 jam lalu impregnasi KI selama 3 jam. Kemudian, dioven selama 12 jam pada suhu 110oC dan dikalsinasi pada suhu 650oC selama 4,5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk membantu proses transesterifikasi biodiesel dengan variable massa katalis, rasio molar minyak dan metanol, dan suhu. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa biodiesel dapat diproduksi melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis CaO/KI/?-Al2O3­ dalam reaktor fluidized bed. Kemurnian tertinggi dari biodiesel yang didapatkan yaitu sebesar 99,17%. Yield dan konversi tertinggi sebesar 97,19% dan 96,89%  didapatkan pada penggunaan massa katalis 16 gram dan rasio molar minyak dan metanol 1 : 36 serta kondisi operasi suhu 225oC dan laju alir umpan 6 ml/menit (waktu tinggal 8 jam memiliki densitas sebesar 0,853 gr/ml serta viskositas sebesar 5,53 mm2/s (cSt.

  20. Integrasi Pendidikan Karakter Melalui Inkuiri dengan Lesson Study dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas VII SMPN I Singosari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elly Lailatul Budur

    2014-06-01

    Full Text Available Pembelajaran inkuiri memungkinkan siswa dilibatkan secara aktif berpikir dan menemukan pengertian yang ingin diketahuinya. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat fakta-fakta, tetapi hasil dari penemuan sendiri. Hasil pengamatan awal menunjuk-kan bahwa siswa  di SMP Negeri 1 Singosari masih cenderung menghafal pelajaran sehingga kurang memiliki keterampilan proses. Karakter siswa seperti dalam tujuan pendidikan nasional juga masih ja-uh dari harapan yang diinginkan Penelitian dilakukan untuk meningkatkan sikap ilmiah dan hasil bel-ajar kognitif siswa melalui integrasi pendidikan karakter dengan metode inkuiri terbimbing dan lesson study siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singosari. Jenis Penelitian adalah penelitian dengan model Les-son Study menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada masing-masing sikap ilmiah. Persentase ketuntasan hasil belajar kognitif siswa ju-ga terjadi peningkatan. Dengan demikian disarankan agar guru dapat menerapkan pembelajaran in-kuiri sebagai salah satu variasi metode pembelajaran yang disesuaikan dengan materi yang akan di-sampaikan. Selain itu lesson study perlu diterapkan secara efektif dan menjadi budaya sekolah. Kata kunci: pendidikan karakter, inkuiri, lesson study, sikap ilmiah, hasil belajar kognitif

  1. PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT SHIGELLA (DISENTRI PADA MASYARAKAT DI JAKARTA UTARA, DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunanti Zalbawi

    2012-10-01

    Full Text Available Di Indonesia proporsi penderita diare dengan Shigella (disentri dilaporkan berkisar antara 5-15%. Proporsi Shigella yang menjadi berat belum jelas. Sindrom disentri terdiri dari kumpulan gejala diare dengan darah dan lendir dalam feses dan adanya tenesmus. Dalam tata laksana kasus diare yang ditetapkan Sub.Direktorat P2.Diare, K&PP Ditjen.PPM & PLP Depkes Rl. (selanjutnya disebut Tata laksana Diare Akut semua diare berdarah dikatagorikan sebagai disentri sesuai batasan WHO. Disentri berat adalah disentri yang disertai komplikasi.Telah dilakukan penelitian tentang perilaku dan sosial budaya penganggulangan penyakit Shigella di Jakarta Utara. Tujuan umum penelitian itu adalah untuk melihat perilaku pencarian pengobatan dan pencegahan terhadap penyakit Shigella (disentri dan penyakit diare lainnya oleh masyarakat serta untuk mengetahui penerimaan masyarakat pada pemberian vaksin Shigella.Tulisan ini merupakan sebagian dari hasil penelitian dan membahas tentang perilaku pencegahan penyakit Shigella (disentri menurut masyarakat di Jakarta Utara, DKI Jakarta. 

  2. PEMUTIHAN ENCENG GONDOK MENGGUNAKAN H2O2 DENGAN KATALISATOR NATRIUM BIKARBONAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Susetyo Retnowati

    2011-07-01

    Full Text Available Batang enceng gondok (Eichornia crasipess dapat digunakan sebagai bahan baku kerajinan seperti tas, atau digunakan sebagai pengganti rotan dalam industri mebel.Untuk mendapatkan warna yang lebih cerah, umumnya batang  enceng gondok kering yang berwarna coklat diputihkan  dengan perendaman dalam larutan yang mengandung oksidator. Pada penelitian ini, oksidator yang dipakai adalah hidrogen peroksida, suatu oksidator yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan oksidator lainnya. Oksidator ini dilarutkan dalam pelarut yang berupa campuran etanol-air. Untuk lebih mempercepat proses pemutihan, juga ditambahkan katalisator NaHCO3 yang dapat bereaksi dengan hidrogen peroksida membentuk peroksidamonokarbonat yang lebih reaktif. Hasil enceng gondok yang putih dan cerah, serta mempunyai kuat tarik cukup tinggi, diperoleh  pada proses pemutihan selama 3 jam dalam larutan etanol-air dengan perbandingan volume 0,36 yang mengandung H2O2 dan NaHCO3 dengan konsentrasi 4 % berat dan 1,95 g/L.

  3. STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN BETON SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL PASIR LAUT DAN AIR LAUT

    OpenAIRE

    Andi Muhammad, Hamka

    2013-01-01

    Beton Self Compacting Concrete (SCC) adalah beton segar yang sangat plastis dan mudah mengalir karena berat sendirinya mengisi keseluruh cetakan yang dikarenakan beton tersebut memiliki sifat-sifat untuk memadat sendiri, tanpa adanya bantuan alat penggetar untuk pemadatan. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan beton SCC yang menggunakan pasir laut sebagai pengganti agregat halus dan air laut sebagai air pencampur yang diambil dari Pantai Barombong Kabupaten Gowa...

  4. KONTRIBUSI HEWAN MAMALIA SAPI, KERBAU, KUDA, BABI DAN ANJING DALAM PENULARAN SCHISTOSOMIASIS DI KECAMATAN LINDU KABUPATEN SIGI PROPINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunawan Gunawan

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakSchistosomiasis merupakan penyakit parasitik jaringan yang terabaikan. Schistosomiasis adalah penyakit parasitik yang bersifat zoonosis, selain menginfeksi manusia juga menginfeksi hewan mamalia lainnya. Ada 13 mamalia yang diketahui dapat terinfeksi oleh schistosomiasis antara lain sapi(Bos sundaicus, kerbau (Bubalus bubalis, kuda (Equus cabalus, anjing (Canis familiaris, babi (Sus sp, musang (Vivera tangalunga, rusa (Carvus timorensis, dan berbagai jenis tikus (Rattus exulans, R. hoffmani, R. chysomomusrallus, R. marmosurus, R norvegicus, R palallae. Di Indonesia schistosomiasis disebabkan oleh cacing Schistosoma japonicum dan hanya ditemukan endemik di Sulawesi Tengah yaitu di dataran tinggi Lindu, Napu dan Bada.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi reservoir dalam penularan schistosomiasis di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah. Metode penelitian ini adalah deskriptif observational dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data primer dilakukan dengan mengobservasi mamalia yang berisiko,dengan pengambilan dan pemeriksaan sampel tinja hewan mamali tersebut. Sejumlah 219 sampel tinja hewan mamalia yang terdiri dari sapi, kerbau, anjing, babi dan kuda diperiksa dengan menggunakan metode sentrifugasi formalin-eter. Dari hasil pemeriksaan tinja yang dilakukan dilaboratorium Parasitologi Balai Litbang P2B2 Donggala sebanyak 54 sampel tinja hewan mamalia (sapi, kerbau, anjing, babi dan kuda positif terinfeksi S.japonicum.Kata kunci : Schistosomiasis, hewan mamalia, Schistosoma japonicumAbstractSchistosomiasis is one of neglected parasitic diseaseds and also a zoonosic disease, in addition to humans it also infect mammals. There were 13 known mammals that can be infected by schistosomiasis, i.e. cattle (Bos sundaicus, buffalo (Bubalus bubalis, horse (Equus Cabalus, dog (Canis familiaris, pig(Sus sp, civet cat(Vivera tangalunga, deer (Cervus timorensis, and various types of rat (Rattus exulans, R. hoffmani, R. chysomomusrallus, R. marmosurus, R. norvegicus, R. palallae. In Indonesia schistosomiasis is caused by Schistosoma japonicum and is only found in three endemic areas in the highlands of Central Sulawesi i.e Lindu valley, Napu and Bada, in the province of Central Sulawesi. The intermediate host is a amphibious snail, Ocomelania hupensis lindoensis. This study was aimed to determine the contribution of mammals in the transmission of schistosomiasis in Lindu Valley endemic areas, District Sigi. Method of this study was descriptive observational and cross sectional. Primary data were collected by observing the risk, retrieval and examination of stool samples of mammals. A total of 219 stool samples of cows, buffaloes, dogs, pigs and horses were examined using formalin - ether centrifugation method.Stool examination were conducted in the Parasitology Laboratory, Vector Borne Diseases Research Unit, NIHRD, Donggala. The results shown that a total of 54 stool samples of mammals (cows, buffaloes, dogs, pigs and horses, all were positive with S.japonicum eggs.Keyword : Schistosomiasis, mammals, Schistosoma japonicum

  5. PERAN SUMBER DAYA DALAM MENINGKATKAN PENGARUH TEKNOLOGI KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN SOSIAL EKONOMI BURUH WANITA SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA (Studi Kasus pada Buruh Tembakau di Kabupaten Jember

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isti Fadah

    2004-01-01

    Full Text Available Attendance of medium and large industry give a new alternative on opening woman work opportunity. But on these industry is needed a certain skill in order to use woman worker in a productive manner. The object of this research are to know social economy and demographi characteristic of woman worker in district of Jember, a work intencity different among married and un married woman worker, contribution of woman worker salary to family income and, factors influence work intencity of married woman worker. Total sample are 60 respondents ( 45 respondents are married and 15 are un married woman. The Technics sampling is simple random sampling. The researcher uses structure interview. After collected data, the researcher analyse them by using statistic descriptive, "t test" paired two sample for means and multiple regression analysis. The result of it is there is a work intencity different among married and un married woman worker. And simultantly all of independent variables namely woman worker days salary (X1, number of their child (X2 and distance from their house to work place (X3 have significant influence to work intencity of married woman worker (Y . Abstract in Bahasa Indonesia : Kehadiran industri besar dan sedang memberikan alternatif baru dalam membuka kesempatan kerja bagi wanita. Namun untuk dapat bekerja pada industri-industri ini diperlukan ketrampilan untuk memungkinkan penggunaan tenaga kerja wanita secara produktif. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui karakteristik demografi dan sosial ekonomi buruh wanita di Kabupaten Jember, perbedaan intensitas kerja dari buruh wanita yang berstatus kawin dan yang tidak kawin, besarnya kontribusi yang diberikan oleh pekerja wanita terhadap pendapatan keluarga, dan hubungannya dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. total sampelnya ada 60 (terdiri dari 45 responden berstatus kawin dan 15 berstatus belum kawin. Teknik samplingnya adalah metode acak sederhana. Metode pengumpulan data dengan wawancara berstruktur. Setelah data terkumpul maka dilakukan analisis statistik deskriptif, uji "t" berpasangan dan analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan ada perbedaan intensitas kerja antara buruh wanita yang berstatus kawin dan yang berstatus belum kawin. Hasil analisis regresi menunjukkan secara simultan seluruh variabel bebasnya yang meliputi (X1 upah per hari yang diterima oleh buruh wanita, (X2 jumlah anak yang dimiliki buruh wanita, serta (X3 jarak dari rumah tempat tinggalnya ke tempat kerja, berpengaruh signifikan terhadap intensitas kerja buruh wanita ( Y yang telah berstatus kawin. Kata kunci : buruh wanita, kontribusi, pendapatan keluarga.

  6. KAJIAN PERAN MANGANESE-CONTAINING SUPER OXIDE DISMUTASE (MNSOD DALAM REGULASI EKSPRESI HYPOXIA INDUCIBLE FACTOR-1? (HIF-1? PADA KEADAAN HIPOKSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masagus Zainuri

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakKekurangan suplai oksigen pada jaringan disebut hipoksia. Sel tumor sering mengalami hipoksia dan menjadi tidak responsif terhadap terapi. Keadaan hipoksia pada jaringan tumor perlu ditanggulangi agar keberhasilan terapi tumor dapat  ditingkatkan.  Pada keadaan hipoksia,  factor  Hypoxia Inducible Factor-1?  (HIF-1? berperan  penting  dalam pengendalian respon selular. Ekspresi gen HIF-1? sangat dipengaruhi oleh status redoks sel. Enzim MnSOD merupakan enzim antioksidan endogen yang berperan sebagai scavenger O2.-yang menghasilkan H2O2 dan O2 , sehingga aktivitas MnSOD akan mempengaruhi status redoks dari sel. Melalui O2.-dan H2O2, MnSOD memiliki peran biphasic terhadap regulasi ekspresi gen HIF-1?, sehingga dapat menekan dampak hipoksia pada jaringan. Sampai saat ini MnSOD belum dimanfaatkan  sebagai  terapi  pendukung  pada  terapi tumor  dan  perlu  dilakukan  banyak  eksperimen  untuk mengeksplorasi potensi MnSOD sebagai terapi adjuvant alternative untuk terapi tumor.Kata Kunci : MnSOD, HIF-1?, Superoksida (O2.-, Hidrogen Peroksida (H2O2AbstractInsufficient oxygen supply in tissue is named hypoxia. Tumor cells frequentlyexperience tissue hypoxia, therefore it becomes irresponsive to the main therapy. Hypoxia of tumor tissue needs to be solved to improve the tumor therapy succeed. In hypoxia, Hypoxia Inducible Factor-1? (HIF-1? plays an essential role in controlling the cellular responses. HIF-1?  gene  expression  is  influenced  by  the  redox stateof the cells. MnSOD enzyme is an endogenous antioxidant enzyme that acting as an O2.-scavenger that producing H2O2 and O2, so that MnSOD activity would affect the redox state of the cells. ViaO2.-and H2O2, MnSOD has a biphasic role for gene expression of HIF-1? regulation and reducing the tissue hypoxia effect. Recently, MnSOD is not an adjuvant therapy for tumor treatment yet, and some experiments are needed to explore MnSOD potential as an alternative adjuvant therapy for tumor treatment.Keywords : MnSOD, HIF-1?, Superoxide (O2.-, Hydrogen Peroxide (H2O2

  7. Macerated Alfalfa Forage For Beef And Dairy Cattle

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarno

    2001-05-01

    Full Text Available Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki faedah pemecahan batang alfalfa pada saat dipanen di daerah prairi terhadap lama pengeringan, sifat-sifat nutrisi pada saat disimpan dan nilai nutrisi pakan. Alfalfa pada awal pertumbuhan bunga dipanen menggunakan salah satu dari dua mesin. : mesin convensional, (CONV atau dengan mesin pemecah batang yang mempunyai empat tingkat pemecahan (LIGHT : ringan,LIGHT + : agak berat, SEVERE : berat dan SEVERE+ : sangat berat. Selama pengeringan, perlakuan LIGHT + s.d. SEVERE+ mencapai kadar Bahan Kering (BK 45 % dan 80% dalam waktu masing-masing hanya sekitar 2 jam dan 9-11 jam, dibanding CONV, yang mencapai kadar BK tersebut berturut-turut dlm waktu 6 dan 54 jam. Padet sapi pedaging mengonsumsi BK silase 13 % lebih banyak dan memperoleh pertambahan bobot badan harian 22.7% lebih berat (P<0.05 jika batang alfalfa dipecah pada saat dipanen(SEVERE, dibanding tidak (CONV , pada awal pertumbuhan selama 21 hari. Sapi perah Holstein betina awal laktasi yang diberi ransum yang mengandung silase dan hay dari alfalfa yang batangnya dipecah pada saat dipanen memproduksi susu dengan kandungan gizi yang sama disbanding batang. Namun demikian, kelompok sapi yang diberi ransum yang mengandung alfalfa yang terpecah batangnya memberikan bobot hidup yang lebih berat dan nilai kondisi tubuh yang lebih baik (P<0.05 pada saat akhir penelitian laktasi selama 14 minggu. (Animal Production 3(2: 83-90 (2001 Key Words : Alfalfa, maceration, wilting time, silage, hay, dairy, beef.

  8. PERADILAN BERBASIS HARMONI DALAM DALAM GUYUB BUDAYA LAMAHOLOT - FLORES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karolus Kopong Medan

    2012-02-01

    Full Text Available This study tried to offer a new theoretic perspective about settlement form of criminal case. Through law anthropolgy study by using etnography approach and hermeneutic analysis method, this study more strengthen the faith that the final goal of every court process is not only to determine who is wrong and who is right, but also to find out the justice and the truth. But, additionally judicial process has to make a harmony or rebuild a social relation among the victims of conflict. Even, a social harmony that was built is managed generally as individual, and collective context, and as also vertically to the Almighty God. The judicial orientation with rich philosophy of harmony can be applied to social sphere, because actually the harmony value is everybody’s dream in the world.

  9. PENGARUH VISKOSITAS DAN LAJU ALIR TERHADAP HIDRODINAMIKA DAN PERPINDAHAN MASSA DALAM PROSES PRODUKSI ASAM SITRAT DENGAN BIOREAKTOR AIR-LIFT DAN KAPANG Aspergilus Niger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kristinah Haryani

    2012-04-01

    Full Text Available  EFFECT OF VISCOSITY AND FLOW RATE ON THE HYDRODYNAMICS AND MASS TRANSFER ON CITRIC ACID PRODUCTION USING Aspergilus Niger YEAST IN AN AIR-LIFT BIOREACTOR. Citric acid is an important organic acid that has many advantages used in foods, drinks, pharmaceuticals industries. Waste of pine apple (covers and core of the fruit still have high contents of glucose and sucrose components, that these are potentially used as basic material for making citric acid by means of fermentation using Aspergillus niger. The reactor to do so is a reactor air-lift external loop with 88 cm in height, 45.41 cm2 in riser area, and 2.01 cm2 in downcomer area. This research is intended to study the influence of volumetric flow and viscosity upon mass transfer in the fermentation process of citric. The variable factors are concentration of total sugar (5 to 25% and of volumetric flow of gas 9.4 to 23.3 cc/second. A dynamic method used to measure of the constants transfer  of gas-fluid mass where oxygen concentration soluted is measured every 30 second using DO meter device. Result of this research shows that the increase of viscosity causes the decrease of hold up gas and fluid circulation speed of the fluid, and the decrease of the constants of mass transfer. The increase of air speed flow will cause the increase of hold up gas and fluid circulation speed, and constants of mass transfer. Relation of the constraints of mass transfer to volumetric flow and viscosity is formulated as follow    Asam sitrat adalah asam organik penting yang sangat banyak kegunaannya seperti untuk industri makanan, minuman, farmasi, dan sebagainya. Limbah nanas (kulit dan bonggol masih mengandung kadar glukosa dan sukrosa yang cukup tinggi, sehingga sangat potensial sebagai bahan baku pembuatan asam sitrat dengan cara fermentasi bantuan kapang Aspergillus niger. Reaktor yang digunakan adalah reactor air-lift external loop. Reaktor yang digunakan berdimensi tinggi 88 cm, luas daerah riser 46,41 cm2, dan luas daerah downcomer 2,01 cm2. Penelitian ini mempelajari pengaruh laju alir dan viskositas terhadap proses perpindahan massa dalam proses fermentasi asam sitrat. Variabel berubah adalah konsentrasi gula total (5-25% dan laju alir gas 9,4-23,3 cc/detik. Metode untuk pengukuran konstanta perpindahan massa gas-cair dengan metode dinamik, dimana konsentrasi oksigen terlarut diukur tiap 30 detik menggunakan alat DO meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan viskositas mengakibatkan penurunan hold up gas dan laju sirkulasi cairan, juga penurunan konstanta perpindahan massa. Kenaikan laju alir udara akan mengakibatkan kenaikan hold up gas, laju sirkulasi cairan, konstanta perpindahan massa. Hubungan konstanta perpindahan massa terhadap laju alir dan viskositas diperoleh persamaan

  10. PAJAK PENGHASILAN DALAM SEBUAH KEBIJAKSANAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yenni Mangoting

    2001-01-01

    Full Text Available Tax is a transfer of resources to the public sector under compulsion that taxable with tax regulation without receipt of a specific benefit of equal value, in order to accomplish some of a nation's economic and social objectives. Collecting of tax should be based on equality concept. Indonesian tax system is based on the concept of horizontal and vertical equality. There is some tax policies in relation with Income Tax. They are kind of tax levied, who's the taxpayer, which one will become tax objects, tariff of Income Tax and tax procedures. Abstract in Bahasa Indonesia : Pajak adalah iuran kepada negara yang dapat dipaksakan, yang terutang menurut peraturan perundang-undangan, tanpa mendapatkan prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk. Pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran umum sehubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan. Pemungutan pajak harus sesuai dengan prinsip keadilan. Sistem perpajakan Indonesia menganut prinsip keadilan horizontal dan keadilan vertikal. Ada kebijaksanaan-kebijaksanaan penting yang terkait dengan sistem perpajakan Indonesia. Kebijaksanaan tersebut adalah : jenis pajak yang akan dipungut, siapa yang menjadi subyek pajak, apa saja yang menjadi obyek pajak, tarif Pajak Penghasilan dan prosedur pajak. Kata kunci: pajak, prinsip kemampuan untuk membayar, benefit principle, keadilan horizontal, keadilan vertikal, obyek pajak, subyek pajak, tarif Pajak Penghasilan.

  11. FAKTOR KEBUDAYAAN DALAM PENENTUAN POSITIONING

    OpenAIRE

    Lesie Yuliadewi

    1999-01-01

    The culture is the important part to influent people s attitudes like the way they have seen or thinked. Usually%2C people will learn some thing faster than the other%2C because it has been related with their past experience. That is why%2C the culture become one of the most important thing in advertising and it have great influence for the brand image of the consumers. So the consumers can be easily remember the products that have been advertising. Last%2C all of it%2C will change the sales ...

  12. Metafora Dalam Bahasa Batak Toba

    OpenAIRE

    Silalahi, Roswita

    2010-01-01

    Metaphor is widely used in everyday life: in conversations, newspapers, magazines, songs, pamphlets advertisements, so that some people say that language are metaphoric. In semantic cognitive approach, the meaning of language is associated with mental issue, metaphor considered to be an important matter in categorizing world and human thinking process, as a tool to conceptualize abstract experience domain to concrete one. In Batak Toba language, found various metaphors wit...

  13. IKLAN TELEVISI DALAM PERSEPSI KOMUNIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddi Duto Hartanto

    2000-01-01

    Full Text Available Private televisions have taken a role in the fast growing of advertising world in Indonesia. The ascent of the private televisions with their commercial programs has shifted the position of printed and radio commercials. All programs in the television such as entertaintment%2C news%2C movies%2C quizzes%2C etc. are inseparable with TV commercials. Through these commercials%2C advertising producers and their creative team expect their commercials%2C advertising producers and their creative team expect their works perceived by the public. accordingly%2C TV commercial creators should give a clear perception of the ad they made. Abstract in Bahasa Indonesia : Berkembang pesatnya dunia periklanan di Indonesia tidak terlepas dari peranan televisi swasta. Munculnya televisi swasta dengan iklan televisinya berhasil menggeser posisi iklan media cetak dan radio. Setiap tayangan hiburan%2C informasi%2C film%2C kuis dan lain-lain tidak bisa dipisahkan dari iklan. Melalui iklan televisi ini%2C para produsen dan kreator iklan berharap hasil karyanya dapat diterima komunikan. Untuk itu kreator iklan. harus dapat memberikan persepsi yang jelas tentang iklan yang dibuatnya. tv commercials%2C advertisement perception.

  14. PUBLIK FIGUR DALAM IKLAN TESTIMONIAL

    OpenAIRE

    Deddi Duto Hartanto

    2000-01-01

    Testimonial advertising seemingly identical with famous figure such as artist%2C sportmen or others. They are all branded as "public figure" because they are well known by public. A lot of advertising creators using public figure in order to gain a high brand awareness. Is the use of public figure in testimonial advertising more profitable? Is their able quite representative for the products they represent ? Abstract in Bahasa Indonesia : Iklan testimonial identik dengan tokoh terkenal%2C bai...

  15. PERSPEKTIF GENDER DALAM REPRESENTASI IKLAN

    OpenAIRE

    Arief Agung Suwasana

    2001-01-01

    Reconstructing women to obtain a role equal to that of man requires cognizance on how to reconstruct the dominant ideology of patriarch. Ads representation plays as a means of legitimating or preserving ideology and social phenomena. However%2C ultimately%2C the ads representation also reflects social culture. Abstract in Bahasa Indonesia : Kesadaran untuk merekonstruksi perempuan memperoleh peran yang setara dengan laki-laki memang memerlukan penyadaran bagaimana merekonstruksi dominasi ideo...

  16. AMBIVALENSI DALAM MENCARI SARANG ANGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulitin Sungkowati

    2010-02-01

    Full Text Available This paper aims at explaining the ambivalences in the novel Mencari Sarang Angin (MSA written by Suparto Brata. The ambivalences found in MSA are seen not only in the space and time movement, but also in the dialects of European (Dutch and Javanese culture. The space and time movement points back at a space and time that will be left. Although the European culture is placed in a higher position as compared to Javanese culture, it can't move up Javanese culture easily. In relation to the position between European and Javanese, or between the colonialist and the colony, the ambivalences have occured not only between receiving European logic and keeping Javanese philosophy and between receiving democratic values and feudalism, but also between monogamy and polygamy marriage. The relation is not one that ignores each other, but it the one that creates third space, it is the hybrid of Javanese and European culture.

  17. PERANAN GULMA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komang S. Padma Dewi W.

    2012-11-01

    Full Text Available Life creates and maintains environmental conditions as such, that is necessary tosupport life itself. Weeds, as part of living beings, are not plants out place, or out of time, butrather plants which their meanings, roles, and importances, for man in particular and life ingeneral are still unknown. The existence of weeds is not only for their spatial and trophicniches, but also for their multidimentional (in balancing environmental quality and geneticniches. Therefore, weed control must be part of efforts in vegetation management. Variousefforts in weed management, in particular those with herbicides, from their production,distribution, storage, and applications must be based on their environmental feasibility, andnot just their economic and technological feasibilities.The development of weed management technology must be supported by scientificand technological studies, but the results must be translated in a simple and practical way forthe users and the farmers, since only simple innovations easy to understand and easy toimplement that will motivate efforts for a better cultural practices.

  18. IKLAN TELEVISI DALAM PERSEPSI KOMUNIKAN

    OpenAIRE

    Deddi Duto Hartanto

    2000-01-01

    Private televisions have taken a role in the fast growing of advertising world in Indonesia. The ascent of the private televisions with their commercial programs has shifted the position of printed and radio commercials. All programs in the television such as entertaintment%2C news%2C movies%2C quizzes%2C etc. are inseparable with TV commercials. Through these commercials%2C advertising producers and their creative team expect their commercials%2C advertising producers and their creative team...

  19. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800? C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  20. Serological survey of Crimean-Congo hemorrhagic fever virus in cattle in Berat and Kolonje, Albania

    OpenAIRE

    ARTA LUGAJ; MYNYR KONI; MARC MERTENS; MARTIN GROSCHUP; KRISTAQ BERXHOLI

    2014-01-01

    Crimean–Congo hemorrhagic fever (CCHF) is a tick-borne disease caused by the arbovirus Crimean–Congo hemorrhagic fever virus(CCHFV), which is a member of the Nairovirusgenus (family Bunyaviridae). The disease now occurs sporadically throughout much of Africa, Asia, andEurope and results in an approximately 30% fatality rate. Numerous genera of ixodid ticks serve both as vector and reservoir for CCHFV; however, ticks in the genus Hyalommaare particularlyimportant to the ecology of this vir...

  1. Erupsi Gigi Sulung pada Anak dengan Riwayat Lahir Prematur, Berat Badan Lahir Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Willyanti Syarif Soewondo

    2014-03-01

    Full Text Available Growth and development of the teeth are parts of growth and development of the body. It is influenced by genetic and environmental factors. Prenatal environment might cause premature birth and disturbances of teeth development. The purpose of this research was to find out the time of deciduous teeth eruption in premature born children with low birth weight/LBW. This was a cross-sectional study, conducted in January to June 2009 in Dental Hospital Faculty of Dentistry Universitas Padjadjaran. Subjects were children aged 4–30 months with prematurely born low birth weight and normal birth weight as control. The technique was consecutive admissions; 49 prematurely born LBW children (gestational age 2,500 grams. Deciduous teeth eruption was determinated by the number of erupted teeth. Linear corelation regression analysis and t- student test were used in this research. The results showed that there was a significant correlation between deciduous teeth eruption and age, (p<0.01 and deciduous teeth eruption in prematurely born children with LBW was significantly delayed (p<0.01. In conclusion, deciduous teeth eruption in prematurely born LBW children was significantly delayed.

  2. PENGARUH ENERGI-PROTEIN RASIO (EPR) RANSUM LOKAL YANG BERBEDA TERHADAP PERFORMA DAN BERAT KARKAS BROILER

    OpenAIRE

    Nompo, Syamsuddin; Pantjawidjaja, Suhendra

    2011-01-01

    Latterly most published research concerning the poultry production is an increasingly important part of agriculture, but it also were the highest producers of ammonia gas (NH3) emissions of all domesticated species. One potential strategy for reducing NH3 emission is by formulating diets to precisely meet the nutrient needs. The objective of this study was to determine the effects of energy-protein ratio (EPR) using different local diets on performance and carcass weight of broilers. A total ...

  3. Erupsi Gigi Sulung pada Anak dengan Riwayat Lahir Prematur, Berat Badan Lahir Rendah

    OpenAIRE

    Willyanti Syarif Soewondo; Sjarif Hidajat Effendi

    2014-01-01

    Growth and development of the teeth are parts of growth and development of the body. It is influenced by genetic and environmental factors. Prenatal environment might cause premature birth and disturbances of teeth development. The purpose of this research was to find out the time of deciduous teeth eruption in premature born children with low birth weight/LBW. This was a cross-sectional study, conducted in January to June 2009 in Dental Hospital Faculty of Dentistry Universitas Padjadjaran. ...

  4. Perbandingan Efektivitas Natrium Laktat dengan Manitol untuk Menurunkan Tekanan Intrakranial Penderita Cedera Kepala Berat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zafrullah Arifin

    2012-03-01

    Full Text Available Increasing of intracranial pressure still a main cause of death in head injury patient. A new osmotic therapy probably an alternative to decrease intracranial pressure. A prospective randomized double blind study was done in 20 severe head injury in Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung emergency unit during February–July 2009. Subjects were divided in 2 groups, the first group was treated by natrium lactate and the second group was mannitol. We measured intracranial pressure, lactate concentration, potassium and natrium concentration before and after treatment. The statistical analysis were performed by using Shapiro-Wilk test for distribution analysis and paired t-test or Wilcoxon test for mean comparison using statistical products and solution services (SPSS program. Intracranial pressure decreased in natrium lactate group (p<0.001 with increased of lactate concentration (p=0.035. In mannitol group we get a decreased in intracranial pressure (p=0.005, and in lactate concentration (p=0.135. No significant changed of potassium and natrium concentration in each group. No significant intracranial decrease for natrium lactate versus mannitol was apreciated (p=0.417, but a significant different in lactate concentration (p=0.016. We noticed lactate concentration in natrium lactate had a higher increase. In conclusions, we noticed a significant intracranial pressure decreased by manitol as same as natrium lactate treatment. Natrium lactate administration was increasing lactate concentration significantly than mannitol done. No significant difference in natrium and potassium was noticed in both groups.

  5. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BAYI LAHIR DENGAN BERAT BADAN RENDAH (Analisis Lanjut SDKI, 1994

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Setyowati

    2012-09-01

    Full Text Available Efforts to improve human quality should start early from intra uterine growth which depends on the mothers health status including safe reproduction. Low birth weight is one of the risk factors that influences infant mortality especially during perinatal periods. The objective of this analysis is to study the factors which influence low birth weight such as socio economic charactersitics (mother's education, mother's occupation, and economic status, biomedical factors (age, parity, pregnancy history and antenatal care (frequency, assistance during antenatal care, gestational age at first antenatal Source of data for the analysis were obtained from the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS, 1994. The data were analysed by using descriptive and inferential statistics (logistic-regression The results showed that only 47,5% children born in the last five years preceeding the survey have their birth weight taken. Among children with recorded birth weight 7,1 % have low birth weight. Twenty one percent of low birth weight infants were born premature. Four out of 9 variables which were suspected as risk factors were frequency of antenatal care less than 3 times (OR=1,40, mothers with only primary education (OR=l,29, mother aged less than 20 years (OR=l,28 and previous pregnancy history with abortion/ stillbirth (OR—1,38. Considering the above mentioned factors it is recommended: a To promote health education especially to mothers from low socio economic status particularly, about fetal growth and recognition of early signs of high risk, b to start antenatal care in the first trimester with minimal frequency of 4 times during gestation period, c plan the parity during the safe reproduction age (20-34 years, and d to improve social and family supports by upgrading woman's education level as well as economic status so that they have better access to health services.

  6. Studi Eksperimen Pengaruh Ukuran Partikel Batubara Pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Fanani

    2014-03-01

    Full Text Available Desain suatu PLTU salah satunya dibuat berdasarkan kualitas batubara yang akan digunakan sebagai bahan bakar. Pada PLTU batubara dibakar didalam boiler, didalam boiler terdapat pulverizer yang berfungsi untuk menghaluskan batubara dan menambah pasokan batubara kedalam boiler jika batubara didalam boiler memiliki nilai heating value rendah. Dengan menggunakan batubara dengan kualitas rendah maka suplai batubara yang dibutuhkan untuk memanaskan boiler  akan semakin banyak, hal ini bisa mengakibatkan kerja dari pulverizer akan semakin berat. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil batubara terbersa didunia. Namun hampir 80% batubara yang dihasilkan tergolong batubara rendah dan sedang [1] . Untuk meningkatkan nilai kalor batubara perlu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air dalam batubara. Eksperimen dilakukan dengan mengeringkan batubara didalam chamber dengan temperature udara 550C, sudut blade 200 dan massa pengeringan sebanyak 600gram, variasi ukuran partikel batubara 5mm, 10mm, 15mm. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang berat batubara setiap satu menit sebanyak 5 kali  , dua menit sebanyak 3 kali, dan lima menit sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh berupa relative humidity udara, temperature udara, berat sampel basah dan berat sampel kering. Pengambilan data berat sampel kering dilakukan berdasarkan standart ASTM D5142 dengan pengeringan pada temperatur 1050C selama 3 jam. Dari hasil eksperimen didapat bahwa proses pelepasan massa uap air paling banyak terjadi pada lima menit pertama yang ditandai dengan penurunan moisture content paling besar. Pada partikel batubara ukuran 5mm,10mm,15mm didapat moisture content terendah berturut-turut sebesar  6,48 %, 7,66 %, 7,47 %. Untuk laju pengeringan didapat nilai terendah berturut-turut sebesar 0,062 gram/menit, 0,104 gram/menit, 0,023 gram/menit,  sedangkan selisih humidity ratio ( ?2-?1 didapat nilai terendah berturut turut sebesar 0,0072gram/kg dry air, 0,0713 gram/kg dry air, 0,1372 gram/kgdry air.

  7. MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN PADA JEMAAH HAJI DI INDONESIA TAHUN 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Oemiyati

    2013-08-01

    Full Text Available Latar Belakang: Dalam pelayanan kesehatan jemaah haji di embarkasi dan debarkasi diperlukan tenaga kesehatan dalam jumlah, jenis, kualifi kasi yang sesuai, yang diharapkan mampu menampilkan kinerja yang optimal dalam menekan angka kesakitan dan kematian jemaah haji. Banyak masalah terjadi dalam pelayanan kesehatan jemaah haji, selain faktor jemaah haji dengan mayoritas tingkat social ekonomi yang rendah sehingga sulit diberi pengertian, faktor yang terpenting adalah dari tenaga kesehatan itu sendiri. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah agar tersedia kajian tentang manajemen pelayanan kesehatan jemaah haji berdasarkan beban kerja dalam rangka meningkatkan efektifi tas dan mutu pelayanan kesehatan haji di embarkasi dan debarkasi pada tahun 2010. Metode: Penelitian ini merupakan sub set dari penelitian kualitatif yang dilakukan pada tahun 2010 pada semua embarkasi dan debarkasi seluruh Indonesia (ada 15 embarkasi/debarkasi. Variabel yang akan dianalisis yaitu SDM kesehatan, Manajemen pelayanan kesehatan, dan Beban kerja SDMkesehatan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan triangulasi antara petugas, jemaah dan peneliti. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM kesehatan umumnya dokter, perawat dan bidan yang mayoritas berasal dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, dinas kesehatan dan BTKL. Pelayanan kesehatan secara umum dilakukan selama satu setengah sampai dua jam untuk sekitar 300–400 jemaah haji. Untuk pelayanan kesehatan semua melakukan anamnesa, namun untuk pemeriksaan fisik ada berbagai perbedaan antar embarkasi. Beban kerja agak berat pada embarkasi besar,namun cukup untuk embarkasi sedang, dengan pembiayaan yang diberlakukan sama.

  8. PENGARUH PENGGUNAAN GAS PELINDUNG ARGON GRADE A DAN GRADE C TERHADAP KEKUATAN TARIK LASAN SAMBUNGAN BUTT PADA MATERIAL KAPAL ALUMINIUM 5083

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartono Yudo

    2012-04-01

    Full Text Available Material aluminum 5083 banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. Jika dilakukan pengelasan untuk penyambungan material aluminum 5083 akan terdapat kekurangsempurnaan hasil  pengelasanya ditinjau dari kekuatanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kekuatan tarik hasil las material aluminum 5083 dengan menggunakan dua jenis gas pelindung yang berbeda yakni argon grade A dan argon grade C. Pada perancangan percobaan ini menggunakan material kapal aluminium crew boat KM. Pan Maitime dengan LOA (length over all 35 m, yaitu material aluminium 5083 dengan ketebalan 6 mm dengan Elektrode ER 5356 sesuai rekomdeasi ANSI/ AWS spesification A 5 10/ A 5 10 M dengan  proses pengelasan MIG (metal inert gas. Hasil penelitian menunjukan  bahwa penggunaan gas pelindung argon grade C sebagai gas pelindung pengelasan material aluminum 5083 memiliki kekuatan tarik yang lebih besar 57,89 %  untuk spesimen sambungan las dan 19,85 %  untuk spesimen logam las (weld metal daripada gas pelindung argon grade A. Dimana kekuatan tarik (s rata-rata spesimen sambungan las menggunakan argon grade C adalah 202.5 N/mm2, dan spesimen sambungan las menggunakan argon grade A adalah 128.25 N/mm2, sedangkan untuk kekuatan tarik (s rata-rata spesimen logam las menggunakan argon grade C adalah 299,01 N/mm2, dan spesimen logam las menggunakan argon grade A adalah  249,47 N/mm2. Selain pengujian juga dilakukan analisa menggunakan software Nastran 4.5  dengan hasil tegangan spesimen 111,40 N/mm2 untuk beban tarik 7700 N yang terjadi pada sambungan las.

  9. Struktur Mikro Las Baja C-Mn Hasil Pengelasan Busur Terendam dengan Variasi Masukan Panas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharno Suharno

    2008-01-01

    Full Text Available This research aims to study the effect of heat input of submerged arc welding on the microstructure of weld metal made from C-Mn steel. The study focused on the formation of acicular ferrite which could improve weld mechanical properties. The welding process was carried out using various heat inputs, i.e. 3.99 kJ/mm, 3.19 kJ/mm, 2.12 kJ/mm, and 1.77 kJ/mm. Microstructural examinations were performed using optical microscope and scanning electron microscope (SEM. Results show that the weld metal welded with heat input 2.12 kJ/mm produces more acicular ferrite than grain boundary and Widmanstatten ferrite. It is evident that this acicular ferrite nucleates on inclusions in the forms of SiO2, TiO, and Al2O3. Abstract in Bahasa Indoensia: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh masukan panas proses las busur rendam pada struktur mikro logam las baja C-Mn. Struktur mikro dengan bentuk acicular ferrite merupakan struktur yang dapat meningkatkan sifat mekanis logam las. Proses pengelasan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan empat macam masukan panas yang berbeda, yaitu 3,99 kJ/mm, 3,19 kJ/mm, 2,12 kJ/mm, dan 1,77 kJ/mm. Struktur mikro yang terbentuk diuji dengan mikroskop optik dan scanning electron microscope (SEM. Hasilnya menunjukkan bahwa logam las dengan masukan panas 2,12 kJ/mm mempunyai jumlah struktur acicular ferrite lebih besar dari pada grain boundary ferrite dan widmanstatten ferrite. Hal ini disebabkan oleh adanya nukleasi dari inklusi yang berbentuk SiO2, TiO, dan Al2O3. Kata kunci: masukan panas, acicular ferrite, sifat mekanis

  10. Pengaruh Variasi Komposisi Serbuk Kayu Dengan Pengikat Semen Pada Pasir Cetak Terhadap Cacat Porositas Dan Kekasaran Permukaan Hasil Pengecoran Aluminium Alloy 6061

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatkhur M Rohman

    2014-09-01

    Full Text Available Proses pengecoran dilakukan dengan cara mencairkan logam dalam dapur pelebur, kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan dibiarkan membeku hingga dapat dikeluarkan dari dalam cetakan. Faktor yang berpengaruh terhadap kualitas hasil pengecoran cetakan pasir, diantaranya adalah komposisi cetakan pasir dan perancangan sistem saluran (gatting system. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh variasi komposisi serbuk kayu dengan pengikat semen pada pasir cetak terhadap cacat porositas dan kekasaran permukaan hasil pengecoran aluminium alloy 6061. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah aluminium Alloy 6061 dan komposisi semen dan air sebesar 6%, komposisi serbuk kayu sebesar 1%, 2%, 3%, 4%, 5% dan 6%  komposisi pasir silika sebesar 87%, 86%, 85%, 84%, 83% dan 82%. Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai uji permeabilitas pasir cetak cenderung bertambah seiring dengan bertambahnya serbuk kayu. Nilai uji kompresi pasir cetak cenderung berkurang seiring dengan bertambahnya serbuk kayu.. Nilai pengujian porositas benda hasil coran didapatkan nilai terkecil terletak pada komposisi serbuk kayu 6% dan nilainya sebesar 0,25%, sedangkan nilai pengujian porositas benda hasil coran terbesar terletak pada komposisi serbuk kayu 1% dengan nilai sebesar 4,96%. Nilai pengujian kekasaran permukaan benda hasil coran didapatkan nilai terkecil terletak pada komposisi serbuk kayu 6% dan nilainya sebesar 0,06µm, sedangkan nilai pengujian kekasaran permukaan benda hasil coran terbesar terletak pada komposisi serbuk kayu 1% dengan nilai sebesar 2,00µm.

  11. BIAS GENDER: MASALAH UTAMA DALAM INTERPRETASI ARKEOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mimi Savitri

    2007-06-01

    Full Text Available Gender bias is an important theme in Gender Archaeology. It is influenced by modern people thinking and it has influenced archaeological interpretation for a long time. As a result, archaeological interpretation of past society is not objective. This problem should be solved to reach an objective interpretation of people’s life in the past. The author argues that gender bias in archaeology can be solved by actively criticizing androcentrism and paying more attention to men and women’s relationship in the past.

  12. Agama dalam Tentukur Antropologi Simbolik Clifford Geertz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusri Mohamad Ramli

    2012-06-01

    Full Text Available Clifford Geertz can be regarded as one of the most influential figures in religious studies, particularly in the field of anthropology. His unique symbolic anthropology approach had attracted researchers because of his emphasis on deductive reasoning in explaining the meaning of religion and in viewing cultural values that exist in religion. Research based on the content analysis of his works found that Clifford Geertz thought very strongly influenced by Ibn Khaldun as both of them emphasize on the practical reality of religious phenomena in the society. These symbols are then making a cultural system of what we call religion.

  13. PROBLEMA ANOMALI DALAM INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sautma Ronni Basana

    2003-01-01

    Full Text Available This study on Initial Public Offerings (IPO showed that IPO stocks on average were underpriced, underperformed in the long run aftermarket and the Hot and Cold market cycle was present. These phenomenom can be explained by among others, the following: Asymetric Information, Winner's Curse, Traditional-Ibbotson, and Signalling Equilibrium Phenomenom. However, all of these can't give a satisfactory explanation because they were based on the price which existed on the secondary market (Underpriced Theory. The Withdrawn IPO (WIPO theory tried to explain the IPO anomaly differently so that the IPO anomaly could be explained clearly. Abstract in Bahasa Indonesia : Studi tentang Penawaran Saham Perdana (IPO menunjukkan saham-saham IPO secara rata-rata mengalami Underpriced, kinerja jangka panjang yang jelek dan adanya siklus pasar "Hot" dan "Cold". Ada beberapa penjelasan terhadap fenomena tersebut, antara lain: Informasi Asimetri, WinnerCurse, Tradisional-Ibbotson, Signaling Equilibrium Phenomenom tetapi semuanya belum memuaskan karena berdasarkan pada basis harga yang ada di pasar sekunder (Teori Underpriced. Teori Withdrawn IPO (WIPO mencoba menjelaskan fenomena anomali IPO dengan cara yang berbeda sehingga fenomena anomali IPO dapat dijelaskan secara tuntas. Kata kunci: Penawaran Saham Perdana (IPO, Underpriced, Withdrawn IPO (WIPO.

  14. PERAN WAKAF DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rozalinda Rozalinda

    2014-05-01

    Full Text Available Women have an important contribution to the economy. Contribution of women in the micro, small and medium enterprises (SMEs is quite large. Is a small micro economic activities became the choice of most members of society, particularly women's groups, they are many involve in industrial activities crafts and home industries. Development of waqaf money to acquire a strategically. Endowments money can be invested and distributed to economically empower women entrepreneurs through micro-finance and business assistance. Cash waqaf management institutions to empower women by providing working capital and business development Keywords : Women, Mikro finance, enpowerment, entrepreneurshipCopyright © 2012 by Kafa`ah All right reservedDOI : 10.15548/jk.v2i1.40

  15. Islam dalam Oposisi Demokratis di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AE Priyono

    2014-03-01

    Full Text Available This article is a review of the book "Democracy and Diffusion: Transnational Lesson Drawing among Indonesian Pro-Democracy Actors" by Uhlin unders (87 Lund Political Studies, Department of Political Science, Lund University, 1995.Anders Uhlin publication of a book which was originally a dissertation at the University of Lund, Sweden, is motivated by the noisy atmosphere of a critique of theories of political regime transitions. Uhlin himself considered that the transition theories suffer from a bias towards the view as if democracy is only relevant in any political environment, and because it always implies the need for democratization of the regime transformation. Broader issues concerning democratization of civil-society, which often does not imply a transition regime, tend to be ignored by the theories of transition. That's why he said, the transition to democracy should be analyzed in conjunction with developments in the wider community.Copyright (c 2014 by SDI. All right reserved.DOI: 10.15408/sdi.v2i4.826

  16. Keindahan Versus Narsisme dalam Undangan Pernikahan

    OpenAIRE

    Maria Nala Damayanti

    2010-01-01

    One type of graphic design product that is quite popular in the community is a wedding invitation, because generally people who get married make them. Invitations are usually printed at a certain amount and sent to relatives and friends to various parts of the city and even the country. Lately models of wedding invitations decorated by the bride and groom photos are frequently encountered. A variety of poses and styles of the couple’s intimacy that have been personal property then spread an...

  17. Keindahan Versus Narsisme dalam Undangan Pernikahan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Nala Damayanti

    2010-01-01

    Full Text Available One type of graphic design product that is quite popular in the community is a wedding invitation, because generally people who get married make them. Invitations are usually printed at a certain amount and sent to relatives and friends to various parts of the city and even the country. Lately models of wedding invitations decorated by the bride and groom photos are frequently encountered. A variety of poses and styles of the couple’s intimacy that have been personal property then spread and become publicly owned. Invitations ultimately serve also as a 'show off' or 'advertising' media. In developmental psychology, the tendency of individuals to ostentatiously self exhibit is a personality disorder known as narcissistic. Is the trend of stylish invitation designs as described above can be regarded as a form of narcissism will be questioned. This topic will be further investigated by a review by social psychology. On the other hand, this kind of design can reflect the interests of consumers towards the beauty of wedding invitations. The extent to which these things are related, will be explored in this paper.

  18. KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DALAM ADAT MINANGKABAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahima Zakia

    2011-01-01

    Full Text Available Adat Minangkabau has the values of equality and gender justice. Men and women based on the status and function are given rights, obligations and responsibilities in proportion. Fairness and equality of cover sako and pusako heritage, as well as participation in decision making. Women as Bundo Kanduang has domestik and public roles. The man is like the proverbial "tali tigo sapilin". Keywords : Gender, adat Minangkabau, sako, pusako, dan pengambil   keputusanCopyright © 2011 by Kafa`ah All right reservedDOI : 10.15548/jk.v1i1.39

  19. KEINDAHAN DAN ORNAMENTASI DALAM PERSPEKTIF ARSITEKTUR ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulia Eka Putrie, Atik Hosiah

    2012-09-01

    Full Text Available This study discusses about the Islamic view from al-Quran and al-Hadith about beauty and its application in the form of architectural ornamentation of the building. This is done to obtain the basic philosophical as well as corridors for the implementation of the beauty in the building, as well as to restore the function of ornamentation itself. Of this study obtained an understanding that displayed beauty should still consider the values of Islam, namely the value of the benefit, harm avoidance, tauhid, cleanliness, and so forth. Between the harm to be avoided in the ornamentation of the mosque is a tendency to exaggerate (mubadzir, depiction of animate beings, disturbance of concentration, intention to brag, luxury, causing difficulty in maintaining cleanliness in the future, and so forth. The expression of beauty can also be done through simplicity, moderation, harmony with nature, concern for human needs and society, and conformity with the rules set by God Almighty and His Messenger.   Keywords:  Ornamentation, mosque, islamic architecture, beauty

  20. KERAGAMAN FUNGSI TANAMAN PAKAN DALAM SISTEM PERKEBUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmi Dianita

    2014-06-01

    Full Text Available Herbaceous forages in plantation system could be categorized into two groups that are  native and introduction species. These groups are species which have adaptability to ecophysiological condition as the growth of plantation trees. Some of these native species have multi functions/benefits. Inspite of as forage with good quality properties and used as amandement, these forage have nutraceuticals (phytochemical function; it has active compound which roles as curing and preventing disease and also as pesticide. These active compounds may be formed as alkaloids, flavonoids, saponin and tannin. These active compound also found in introduction species such as Arachis pintoi which known have active compound from alkaloids and flavonoids that roles as antimicrobial/ natural pesticide which come from root and as antioxidant which found in leaves. The latest research found that there is an increase of these active compounds by arbuscular mycorrhizal fungi inoculation. This fungi known has benefits for enhancement root system and nutrient absorbtion for plant in integration system.

  1. KONSEP MANUSIA DALAM SISTEM PENDIDIKAN ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinasril Amir

    2012-11-01

    Full Text Available Education concept closely relates to humans’ concept themselves. How humans’ concept will relate to their concept on education because the education itself is an effort to direct humans’ concept. Islamic concept on education is a holistic unit. This paper describes the humans’ concept that has dignity, well in nature, multidimentional, and multipotential. Thus, the Islamic education attempts to direct students become self-confidence, creative and innovative in developing their capabilities. New education system in Islam is determined by new concept on Islamic thinking.

  2. ETIKA KONSUMSI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Bahri S.

    2014-12-01

    Full Text Available This paper deals with consumption behavior in society; how to consume as recommended by Islam; and how should consumption behavior in the view of Islamic economics. Based on the results of the analysis, we concluded as follows: 1 Consumption behavior should pay attention to the aspects of the categories of needs asprimary needs, secondary needs and tertiary needs in accordance with the spirit of al-maq??d al-syar?’ah. In the view of Islam, consumption behavior should avoid isr?f and tab??r behavior in using their income to meet their life needs. In the aspect of comsuming any kind of food, the Muslims should always comsume the halal and the toyyib food. Consumption behavior in Islamic economics aims at achieving both the aspect of material and the aspect of spriruality, these two aspects will be achieved by maximizing the value of the use of each item in consumption.

  3. PERAN MENGGAMBAR DALAM MEWUJUDKAN IDE KARYA ANIMASI

    OpenAIRE

    Heru Dwi Waluyanto

    2001-01-01

    Animation had been known since 1940. Although obstructed by limited facilities and simple technologies%2C back then the Walt Disney had successfully produced animation masterpieces such as Pinocchio%2C Snow White%2C etc. In the world of animation%2C technology isn?t the most important player%2C the one who plays the biggest role is the animator. A good animator should be competent in drawing / having good drawing skill. This competency is very important because a good animator is supposedly ...

  4. PENOLAKAN DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    FX Nadar

    2005-06-01

    Full Text Available This paper discusses refusals in English and in Indonesian and is presented within the framework of pragmatics. The goal is to describe and compare the language politeness strategies used in refusals of both languages. Three hundred and ninety refusals in English and 390 refusals in Indonesian were used as data corpus. Both languages employ some strategies found in Brown and Levinson’s compiled language politeness strategies. However, as compared to refusals in Indonesian, more refusals in English are expressed in single speech acts and combination of two speech acts. Fewer refusals are expressed in combination of three and four speech acts. Refusals in English and in Indonesian also have different inclination in the use of speech act types to express refusals.

  5. KANDUNGAN KOLESTEROL DALAM BERBAGAI BAHAN MAKANAN HEWANI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Saidin

    2012-09-01

    Full Text Available The risk of consuming large quantities of food containing cholesterol has been widely known by the community. However, information concerning cholesterol content in a variety of foods originating from animal tissue is not very well known. By knowing the cholesterol content of food products, people could restrict or prevent their consumption of high cholesterol food and select foods with a low cholesterol content. The cholesterol content of various foods originating from animal tissues, such as beef, mutton, broiler and domestic chicken meat, entrails (liver, heart, kidney and intestines, skin, tail part and eggs and fish (salt water and fresh water had been investigated. Cholesterol content was analysed using David Sleighton's method, which was a modification from Abell et. al. The study revealed that the cholesterol content of every 100 g wet weight meat of domestic chiken was similar to that of broiler chicken, 116 mg and 110 mg respectively. Cholesterol content of broiler chiken entrails was higher than that of domestic chicken. The highest cholesterol content of broiler chicken entrails was liver (529 mg/100 g and the lowest was heart (171 mg/100 g, while for domestic chicken, the highest was kidney (336 mg/100 g and the lowest was heart (164 mg/100 g. Egg yolk cholesterol content of domestic chicken was 922 mg/100 g nearly two folds of broiler chicken's egg which was 485 mg/100 g. The highest content of cholesterol among salt water animals was shrimp (179 mg/100 g and the lowest was pomfret (97 mg/100 g, while for fresh water fishes the highest was catfish (94 mg/100 g and the lowest was mujair (52 mg/100 g.

  6. PERANAN CYBORG DALAM FILM “I, ROBOT“

    OpenAIRE

    Deddi Duto Hartanto

    2006-01-01

    Cyborg is a human reconstruction with the use of sophisticated technology. Cyborgs are made to move just like real humans. The application of cyborgs is through futuristic movies. This technology is the basis of our dreams that is beyond that also a detailed representation illustrated by the film directors and producers that try to bring people to step into the future's reality. The film I Robot gives detail about the robot-human relationship, where human involvement is replaced by the robots...

  7. Model Pemangku Kepentingan dalam Keberhasilan Proyek

    OpenAIRE

    Herry Pintardi Chandra; Indarto; Putu Artama Wiguna, I.; Kaming, Peter F.

    2011-01-01

    Stakeholder condition is particularly important to reach project success. The objective of this study is to investigate the stakeholder conditions which are suggested in three parts; stakeholder impact, stakeholder engagement, and stakeholder psychological empowerment on project success. The data obtained from a questionnaire survey administered to 197 respondents for initial research, 204 for main research, and 5 construction companies for validation research by using structural equation mod...

  8. DIKSI DAN POLA SINTAKSIS DALAM PEPATAH ACEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Santoso

    2007-10-01

    Full Text Available This paper aims at describing the diction and the sentence forms of Aceh’s aphorism. Aphorism is one of the Aceh culture used by society until now. Aphorism is sometimes used as a term to describe the way in which a person pronounces the words, particularly the degree of clarity of his or her speech.. In other words, as a communication model aphorism has a specific structure of syntax. Singular and plural syntax can be found in Aceh aphorism. The words may express many meanings such as comparison, confirmation, negation, and antonym.

  9. KRITERIA TANAH TERLANTAR DALAM PERATURAN PERUNDANGAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyanto

    2010-01-01

    Full Text Available When the State grants the person or legal entity is always accompanied by the obligations set forth in the BAL and the decision letter granting rights. Therefore prohibited from abandoning their land rights holders, and if the rights holders to abandon their land, the BAL has set the legal consequences of the disappearance of the relevant land rights and legal termination and affirmed as the soil directly controlled by the State. Criteria for determining the land has been abandoned, both under Customary Law, Islamic Law, Agrarian Law, Government Regulation No 36, 1998 and also No. 11, 2010 is substantially the same which includes wasteland Object land rights, land rights and management that have a basic mastery land; These lands are not cultivated, not utilized or not utilized in accordance with the circumstances, or the nature and purpose of the rights or basic mastery Therefore land should be maintained. To determine whether a field or farm land has been declared abandoned, the only criterion according to customary law used a specific period.

  10. Kadar TNF-? dalam Zalir Peritoneal Penderita Endometriosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TEDJA DANUDJA OEPOMO

    2005-11-01

    Full Text Available The aim of this research was to expose the role of tumor necrotic factor alpha (TNF-? in the pathogenetic endometriosis. This research had been done in dr. Muwardi Hospital Surakarta. Twenty patients undergoing laparoscopic operation because of endometriosis indication (Group I, 20 women (aged 23 to 40 who undergo interval sterilization by means of laparoscopic technique (Group II. During laparoscopic operation, peritoneal fluid is taken to examine TNF-? by ELISA technique. The results indicated that by independent t-test, a significant difference of concentration of TNF-? in the peritoneal fluid is found between endometriosis patients and normal women (who are sterilized (P=0.00. By chi-square test, the Ratio Odds value 171 shows that the high concentration of TNF-? will increase the possibility of endometriosis 171 times rather than the low TNF-?. It could be concluded the high concentration of TNF-? is the risk factor of endometriosis in comparison with the low TNF-?. It shows that quite possibly TNF-? has a role in the pathogenic endometriosis.

  11. Agama dalam Tentukur Antropologi Simbolik Clifford Geertz

    OpenAIRE

    Yusri Mohamad Ramli

    2012-01-01

    Clifford Geertz can be regarded as one of the most influential figures in religious studies, particularly in the field of anthropology. His unique symbolic anthropology approach had attracted researchers because of his emphasis on deductive reasoning in explaining the meaning of religion and in viewing cultural values that exist in religion. Research based on the content analysis of his works found that Clifford Geertz thought very strongly influenced by Ibn Khaldun as both of them emphasize ...

  12. KODE BUDAYA DALAM PUISI JAWA MODERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Nugroho

    2009-06-01

    Full Text Available The modern Javanese poem “Wengi ing Pinggir Bengawan” (The Night in the River Side is a poem with a background taken from the “wayang” story in the Javanesse culture. That poem is loaded with a dialogue between the figures Kunthi, the mother, and Adipati Awangga,the son. This paper explores the meaning of the poem using the cultural code analysis.

  13. PENGARUH GAYA KALIGRAFI DALAM DESAIN LOGOTYPE

    OpenAIRE

    Elisabeth Christine Yuwono

    2005-01-01

    Generally%2C group of Calligraphies are divided into two groups: Eastern and Western calligraphy. Eastern calligraphy is divided into East Asia/oriental calligraphy (China%2C Japan%2C Korea) and Middle east (Arab). Western calligraphy is divided into Europe and America. Calligraphy styles sometimes are adapted by companies and products for their logotypes. Indian%2C Javanese and various other letters which have etnicity characteristics as a matter of fact might be categorizing into calligraph...

  14. Umat dalam Kontes Perumusan Identitas Muslim Filipina

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dadi Darmadi

    2014-03-01

    Full Text Available This theme is discerningly discussed by George C. Decasa, in this book derived from his doctoral dissertation, which he currently completed from the Gregorran UIniversity, Rome, Italy. Decasa begins his work with an over flowing elaboration of the word umma. He follows Fazlur Rabman's recommendation to study the meanings of umma in various Qur'anic verses in the order of their revelation to get a full understanding of the term. Decasa impressively uses a phenomenological approach in understanding the interpretation of Qur'anic exegesis of the word umma. Employing a contextual historical reading enables him to figure out the reflections of umma in some different particular historical contexts. In the context of the Qur'an, as shown in its varied commentaries, umma as a religious community, is likely open to various interpretations. In general, however, the term umma in the Qur'an reflects a reference to humankind as one community. The mainstream of belief in Islamic tradition is that God sent prophets to different peoples at different times, where they preached one religion and one religious community. In particular, the term umma may also suggest People of the Book (Ahl al-Kitab, Abraham and certainly Muslim community.Copyright (c 2014 by SDI. All right reserved.DOI: 10.15408/sdi.v6i3.727

  15. KARAKTER ATRAKTIF DALAM PERANCANGAN TAMAN PETUALANGAN ANAK

    OpenAIRE

    Renata Heryawati Hess; Hastuti Saptorini

    2007-01-01

    Learning by adventural games has strongly built in self confidence, emotion defensibility, teamwork, creativity and fast in making decision, leadership, are the effective education system if started as soon as possible. That is in child growing period. The challenge and pleasant caracters, these games need the attractive and dynamic performance buildings. By research and design cooperation between supervisor and the final studio student by the title " Psychological Approach in Building Design...

  16. STRATEGI PELESTARIAN TANAMAN OBAT DALAM PERSPEKTIF BUDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Adiputra

    2012-11-01

    Full Text Available The traditional medicine still exists in Bali; it is supported by the fact that some plants are used for traditional drugs. Up now, the Balinese traditional medicine still functions. It is as an element of Balinese culture. As a consequence of development in general, there is a shift in land-use. It is assumed, that some of medicinal plants will exctinctive. It is a fact; the young generation is not familiar with the medicinal plants. Not all of the medicinal plants have been studied, its effect as well its active compound. Eventually, there is a trend in Balinese society, that they are favor of horticulture, by making use of medicinal plants. That is become a stepping stone for conservation of the medicinal plants. In relation to that, a walk-through survey was conducted in 20 households, 26 out of house yards, 10 governmental offices, 10 stars hotels, and five segments of median road in Denpasar. The goals are: to know the total number of horticultures planted, kind of the medicinal plants used as horticultures. The results found are as follows: 1 there are about 190 names of plants for horticultures; 2 many of the medicinal plants are used for the horticultures; 3 the horticultures are planted in house yards, out of house yards, government offices stars hotels and median road; 4 through horticultures some of the scarcely medicinal plants could be preserved. The conclusions could be drawn are: 1 the horticultures make use of local existing-medicinal plants; 2 for horticultures it is also imported from other islands; and 3 the horticultures could be used as a strategy for medicinal plants conservation in Bali. For further study the followings suggestions are addressed: a all of the medicinal plants in Bali used for horticultures; b more attempt must be focused on the existence of medicinal plants in Bali; c the idea for establishing medicinal plants park in Bali, needs support from all stake holders, for natural resources conservation and preservation. The preserved medicinal plants will be good as an asset for education, tourism and social-cultural aspect as well.

  17. Model Pemangku Kepentingan dalam Keberhasilan Proyek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herry Pintardi Chandra

    2011-01-01

    Full Text Available Stakeholder condition is particularly important to reach project success. The objective of this study is to investigate the stakeholder conditions which are suggested in three parts; stakeholder impact, stakeholder engagement, and stakeholder psychological empowerment on project success. The data obtained from a questionnaire survey administered to 197 respondents for initial research, 204 for main research, and 5 construction companies for validation research by using structural equation modeling (SEM with program AMOS 16. The results indicated that stakeholder psychological empowerment applying of the ability to perform has a significant influence on project success measured by quality performance. On the other hand, stakeholder engagement reflected by engagement scope has no significant influence on project success

  18. EROTISME DALAM TEKS SASTRA JAWA KUNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soeharto Mangkusudarmo

    2005-02-01

    Full Text Available Old Javanese literature which is well-known until the present is expressed in either prose or poetry (kakawin . Old Javanese literature, kakawin, must comply with certain norms for example it must convey stones that portray battles, the beauty of nature and love . The portrayal of love expresses eroticism which radiates a sense of pornography. This is caused by the misinterpretation in appraising the erotic scenes . In discussing eroticism it is also important to consider the cultural background of the poet, sang kawi.

  19. EVALUASI KESUKSESAN APLIKASI KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM ORGANISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sebtina Mulya Fitriasmi

    2013-04-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan menguji ulang model kesuksesan sistem DeLone dan McLean (2003 pada konteks kesuksesan knowledge management system (KMS. Model ini memasukkan variabel keterlibatan pengguna untuk mengukur kepuasan pengguna, serta faktor organisasional, yaitu leadership dan reward untuk memprediksi penggunaan KMS. Desain penelitian adalah deskriptif-konfirmatori dengan pendekatan survei. Data diambil secara cross­sectional dari 200 karyawan pengguna aplikasi KM Bank Indonesia. Sampling secara non-probabilitas dengan teknik purposive sampling. Hasil perhitungan Partial Least Square menunjukkan kualitas sistem berpengaruh positif terhadap penggunaan KMS. Kualitas pengetahuan, faktor organisasional, dan kepuasan pengguna tidak berpengaruh positif terhadap penggunaan. Pengujian anteseden kepuasan pengguna menunjukkan kualitas pengetahuan, dan keterlibatan pengguna berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, serta kualitas sistem tidak berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna. Lebih jauh lagi, penggunaan dan kepuasan pengguna secara bersama berpengaruh positif terhadap manfaat bersih. The study aims to reexamine success system model by DeLeon and McLean (2003 at Knowledge Management System (KMS success context. This model includes user involvement variable to measure user satisfaction. This study also takes account of organizational factors, which is leadership and reward to predict KMS application. Research design of this study is descriptive-confirmatory with survey approach. Primary data which is used are cross-sectional data from 200 respondents who are Bank Indonesia employees who use KMS. Non probability sampling procedure is conducted with purposive sampling. Partial Least Square is used for data analysis. The result shows that the system quality has positive effect to user. Quality of knowledge and user involvement influence have positive influence on user satisfaction, meanwhile system quality do not have positive effect to user satisfaction. Furthermore, the use and user satisfaction have positive effect simultaneously to net benefit.

  20. Adopsi Model Competency Based Training dalam Kewirausahaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Santra

    2009-01-01

    Full Text Available The aim of the research is improving the teaching method in entrepreneurship subject. This research adopted the competency based training (CBT into the entrepreneurship. The major task in this research is formulated and designed the entrepreneurship competency. Entrepreneurship competency indicated by Personal, Strategic and Situational and Business competence. All of entrepreneurship competences are described into sub topic of competence. After designing and formulating the game and simulation the research continuing to implement the competency based training in the real class. The time consumed to implementing the CBT one semester, starting on September 2006 to early February 2007. The lesson learnt from the implementation period, the CBT could improve the student competence in Personal, Situational Strategic and Business. The three of the competencies are important for the success entrepreneur. It is a sign of application of “Kurikulum Berbasis Kompetensi”. There are many evidences to describe the achievement of the CBT in entrepreneurship subject. Firstly, physically achievement, that all of the student’s business plan could became the real business. The evidences are presented by picture of the student’s real business. Secondly theoretically achievement, that the Personal, Situational Strategic and Business competence statistically have significant relation with Business Plan even Real Business quality. The effect of the Personal, Situational Strategic and Business competence to Business Plan quality is 84.4%. and, to the Real Business quality 77.2%. The statistic’s evidence suggests that the redesign of the entrepreneurship subject is the right way. The content of the entrepreneur competence (Personal, Situational and Strategic and Business competence have impact to the student to conduct and running for own business.

  1. PERANAN CYBORG DALAM FILM “I, ROBOT“

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddi Duto Hartanto

    2006-01-01

    Full Text Available Cyborg is a human reconstruction with the use of sophisticated technology. Cyborgs are made to move just like real humans. The application of cyborgs is through futuristic movies. This technology is the basis of our dreams that is beyond that also a detailed representation illustrated by the film directors and producers that try to bring people to step into the future's reality. The film I Robot gives detail about the robot-human relationship, where human involvement is replaced by the robots, and it is the humans' fault that the robots are able to fight them. Abstract in Bahasa Indonesia: Cyborg adalah salah satu hasil rekayasa manusia dengan menggunakan teknologi canggih. Cyborg dibuat digerakkan seperti manusia secara real. Aplikasi dari cyborg munculnya film–film dengan menggambarkan suasana masa depan . Teknologi inilah yang menjadi dasar impian manusia tidak hanya mimpi saja, tapi sebuah presentasi yang dipaparkan secara detail oleh para sutradara dan produser film mencoba mengajak manusia menginjak realitas masa depan. Film I Robot memaparkan bagaimana hubungan robot dan manusia, dimana peran manusia tergantikan peran robot, karena kesalahan manusialah robot bisa melawan manusia. Kata kunci: cyborg, representasi cyborg.

  2. SENI GERAK DALAM PERTUNJUKAN WAYANG TINJAUAN ESTETIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmoko

    2004-08-01

    Full Text Available Movement art in the puppet performances is often mentioned as sabetan. Puppet movement art, that contains rules, norms, guidance (orientation is convention that is observed and referred to guidance the dalang artists when they move the puppets. One of the convention of movement in the puppet performance is udanagara. Udanegara, that contains ethics and aesthetic, is the rules of speaking, attitude, and action for actors in the puppet performance. Puppet movement include among others paying homage, walking, running, dancing, flying and fighting. That puppet movement is based on social class of puppet, age of puppet, class of puppet, and mood of expression of puppet. Therefore, the movement art of the puppet adopts basic wiraga(true or false action in the puppet movement, wirasa true or false feeling of puppet movement, and wirama (true or false rhythm in the puppet movement. Method in this research will be conducted step by step: collection data (to watch of puppet performance on television, live performance, dialogue with dalang artist, analysis of data, literary research, conclusion and reporting of the research. This research concludes: puppet movement has of two meanings, large (totality of puppet movement and narrow (fighting; puppet movement refers to the conventions (norms, oriented by dalang artists (udanegara; basic of puppetmovement refers to social class of puppet, age of puppet, class of puppet, and mood of expression of puppet; now, puppet movement becomes more and more creative and dynamic. The development of puppet movement in line with the way of thinking of society that is more improved, critical, and dynamic.

  3. BAYI SEBAGAI MODEL ILUSTRASI DALAM IKLAN CETAK

    OpenAIRE

    Cons. Tri Handoko

    2004-01-01

    Babies as illustration models are not only appeared in baby?s daily needs products advertisements%2C for instance baby?s foods%2C drinks%2C and equipments as well but they are also appeared in non baby?s daily needs products. Relate in print advertisement illustrations%2C babies as illustration models not just have functions pointing out babies as consumers%2C models (visual aid) but also function as attraction%2C product?s image representation and product?s value enumerator. Abstract in...

  4. HERMENEUTIKA GADAMER DALAM STUDI TEOLOGI POLITIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faisal Attamimi

    2012-12-01

    Full Text Available This article discusses Gadamer's hermeneutics in the study of political theology. The question of meaning is at the heart of hermeneutic study. The significance or meaning comes from the German word "meinen" which means "in the mind or true". Thus, the meaning of a text, actions, relationships, and so on is what is in the mind of the author in implementing or generating text. According to Gadamer's hermeneutics, the meaning is never involved any of the elements (agents and intentions, but the two elements that must be interpreted (acts, texts and the like and its interpreter. The Gadamer outlook is what will be used in the view of political realities, particularly the relation between religion and state in the context of Indonesian-ness.

  5. ESTETISISME DAN DILEMA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM IKLAN

    OpenAIRE

    Moeljadi Pranata

    2001-01-01

    The development in women%5C%27s role is constructed by ads%5C%27 aestheticism and women%5C%27s attitude. Aestheticism provokes bad taste advertisement reducing woman as a mere biological object. Capitalistic system and structure has encouraged women to compete in social arena and subordination of women by men as well as conflicts among women. The empowerment of women%5C%27s role in ads can be achieved by generating the awareness on women not to part in stereotype establishing which inflicts w...

  6. MELAHIRKAN IMPERATIF MORALITAS DALAM KARYA VISUAL

    OpenAIRE

    Obed Bima Wicandra

    2005-01-01

    Visual aesthetics in visual arts are more and more questioned in the context of open global culture. Works that lead to violence%2C pornography%2C lies%2C and other things far from morality and ethics%2C are faced with public s identity to follow their desire to fulfill their consumtive needs. The blossoming of visual works and their media stimulates the visual creators in expressing ideas and imagination. Created visual works must support a better cultural direction for human life. Faith in ...

  7. Peningkatkan Penetrasi Pengelasan pada Las TIG (Tungsten Inert Gas Menggunakan Pengaruh Medan Elektromagnetik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ario Sunar Baskoro

    2013-01-01

    Full Text Available Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG adalah salah satu pengelasan yang memiliki kelebihan dari berbagai macam proses pengelasan yang membutuhkan kepresisian dan mutu yang baik. Pengelasan TIG banyak digunakan untuk pengelasan pelat tipis karena pem¬bentukan busur yang kecil dan area yang dipanasi menjadi minimal sehingga mengurangi masalah penggunaan energi listrik dan distorsi pada pelat. Pada penelitian ini dilakukan percobaan dengan meletakkan solenoid magnetik di sekeliling obor las TIG. Pemanfaatan medan elektromagnetik ini dilakukan pada keadaan statis dan dinamis. Fenomena yang terbentuk akan diamati dengan menggunakan kamera sehingga diketahui pengaruh efek medan elektromagnetik bagi efiensi pengelasan pada saat pencairan logam las. Hasil dari penelitian menunjukkan pengaruh dari efek elektromagnetik pada pembentukan busur yang lebih stabil dan mengecil dengan penetrasi las yang dalam. Pengelasan ini juga menggunakan daya yang lebih rendah sehingga didapatkan efisiensi pemakaian energi listrik dan membatasi pemanasan yang lebih tinggi.

  8. Studi Eksperimen Pengaruh Jenis Saluran pada Aluminium Sand Casting terhadap Porositas Produk Toroidal Piston

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Mahendra Pratama

    2012-09-01

    Full Text Available Komponen mesin yang menggunakan aluminium sebagai bahan utama produksi semakin banyak digunakan. Hal ini dikarenakan alumunium lebih ringan namun memiliki kekuatan yang relatif tinggi daripada jenis material lain. Proses pengecoran alumunium dengan cetakan pasir harus dilakukan dengan teliti untuk memperoleh produk cor yang berkualitas baik. Namun, beberapa kali dijumpai adanya cacat pada hasil coran, salah satunya adalah porositas. Salah satu cara untuk mencegah porositas adalah dengan penggunaan sistem saluran yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu penelitian untuk mencari pengaruh variasi sistem saluran yang tepat pada aluminium sand casting terhadap porositas hasil coran. Dalam penelitian ini dilakukan proses pengecoran pasir untuk membuat toroidal piston. Pola berbentuk toroidal piston, sistem saluran, rangka cetak dan rangka inti terbuat dari kayu dilakukan pada langkah pertama. Langkah kedua menyiapkan pasir cetak dengan komposisi pasir silika (bekas daur ulang 50% + pasir baru 50%, bentonit 7.5% (aktif, dan air 3.5%. Langkah ketiga adalah perakitan cetakan dengan menyusun pola dan sistem saluran ke dalam rangka cetak yang ditimbun dengan pasir cetak hingga dihasilkan rongga cetak. Sistem saluran yang digunakan akan divariasikan menjadi Top Gating System, Parting Line Gating System, dan Bottom Gating System. Setelah cetakan selasai dibuat, langkah keempat adalah proses pengeringan cetakan selama dua minggu. Langkah kelima adalah proses peleburan logam, penuangan logam, kemudian proses pembekuan dilakukan pada temperatur ruangan selama 24 jam, dilanjutkan pembongkaran cetakan. Langkah keenam adalah proses inspeksi terhadap porositas secara kualitatif dan kuantitatif. Pengukuran porositas kuantitatif dengan cara menghitung perbandingan volume porositas terhadap volume total spesimen, dan pengukuran porositas kualitatif dengan mengambil foto porositas di bagian surface dan sub-surface. Dari penelitian ini didapatkan bahwa hasil coran parting line gating system memiliki harga porositas paling rendah bila dibandingkan hasil coran jenis sistem saluran yang lain. Akan tetapi, hasil coran parting line gating system memiliki penyusutan yang paling besar dari pada hasil coran jenis saluran yang lain.

  9. Pengaruh Penambahan Grafit terhadap Sifat Tarik, Stabilitas Termal dan Konduktivitas Listrik Komposit Vinil Ester/Grafit sebagai Pelat Bipolar Membran Penukar Proton Sel Bahan Bakar (PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galang Wisnu Wardana

    2014-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 80% dari volume, 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grafit terhadap sifat, stabilitas termal  dan konduktivitas listrik komposit vinil ester/grafit. Matriks yang digunakan adalah epoxy vinil ester (EVE dan novolac vinil ester (NVE. Filler yang digunakan adalah grafit dengan kadar grafit 20 dan 40%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur  50, 100,  150, 200, 250oC selama dua jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan grafit  dapat menurunkan Modulus Young, sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik  tertinggi EVE adalah 16.6 MPa sedangkan NVE 10.7 MPa, sedangkan 40% 3.0 MPa untuk EVE dan 2.95 MPa untuk NVE. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan grafit, data 40% grafit menunjukkan  berat sisa pada 800? C senilai 47% untuk EVE maupun NVE. Penambahan grafit juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 40% grafit  yaitu 1,1 S.Cm-1 untuk EVE dan 0.93 untuk NVE.

  10. Brugia timori INFECTION IN LEKEBAI, FLORES: clinical aspects

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arbain Joesoef

    2012-09-01

    Full Text Available Pengamatan filariasis pada penduduk Nualolo-Lekebai, Pulau Flores telah dilakukan pada bulan Februari 1975. Kampung Nualolo-Lekebai berpenduduk 680 jiwa, pekerjaan bertani dan menganut agama Nasrani. Kebiasaan hidup di antara penduduk di daerah ini adalah menyerahkan pelaksanaan pekerjaan berat pada kaum wanita, baik di rumah ataupun di kebun. Dalam perjalanan jauh baik ke kebun atau ke pasar, kaum wanitanya selalu berjalan kaki sedangkan kaum prianya menunggang kuda. Sejumlah 80% dari penduduk kampung ini telah diperiksa terhadap infeksi parasit filaria dan terhadap gejala filariasis. Dari hasil yang ditemukan ternyata penduduk kampung ini menderita infeksi Brugia timori dengan angka derajat infeksi sebesar 7.0% dan angka derajat elephantiasis sebesar 10.3%. Hal yang menarik yang ditemukan dalam pengamatan ini adalah tingginya angka derajat elephantiasis pada kaum wanita dibandingkan dengan pada kaum pria. Fenomena ini mungkin disebabkan oleh kebiasaan hidup kaum wanita di daerah ini sehari-hari yang bekerja lebih berat dan berjalan kaki lebih sering dan lebih jauh dibandingkan kaum prianya.

  11. Pola Pertumbuhan Fisik pada Anak-anak Suku Arfak Papua Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elda Irma Jeanne Joice Kawulur

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak Pola pertumbuhan tinggi dan berat badan merefleksikan status nutrisi dan kondisi kesehatan suatu populasi. Penilaian pola pertumbuhan dan status nutrisi pada anak dan remaja sangat diperlukan karena selama periode pertumbuhan ini, terdapat periode transisi dari masa bayi hingga dewasa yang ditandai oleh lonjakan pertumbuhan, kematangan ciri kelamin sekunder, dan perubahan proporsi tubuh yang dramatis. Studi cross-sectional status pertumbuhan fisik dilakukan terhadap 514 anak Arfak, terdiri atas 231anak perempuan usia 6-19 tahun dan 283 anak laki-laki usia 6-23 tahun, di daerah Manokwari Provinsi Papua Barat. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pola pertumbuhan besar tubuh anak Arfak. Pengukuran antropometri meliputi tinggi badan dalam satuan (cm dan berat badan dalam satuan (kg. Kurva pertumbuhan dari variabel tersebut menunjukkan peningkatan menurut umur baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan. Laju pertumbuhan berat badananak Arfak pada fase yuwana lebih tinggi dari populasi lain, yaitu India, Purwakarta dan Karawang, kecuali populasi Amerika. Abstract Growth Pattern of Body Dimension of Arfak Children. Growth pattern of body height and weight reflect the nutritional status and health condition of a population. Assessment of growth pattern and nutritional status of children and adolescence is urgently needed because during this growth period there is a transition period frominfant to adult with fast growth spurt, secondary sexual character maturation, and dramatic body proportion change. A cross-sectional study of the physical growth status was done to 514Arfak children consisted of 231 girls aged 6-19 years and 283 boys aged 6-23 years, in Manokwari, West Papua Province.The study was conducted to find out the growth pattern of the body size of Arfak children. Anthropometry measurement consists of body height (cm and body weight (kg. Growth charts of these variables showed increase with age in both sexes. Growth rate of body weight of Arfak children at juvenile phase was higher than those of other populations, such as India, Purwakarta, and Karawang, except American population.

  12. Studi Keandalan Struktur Jembatan Sungai Tello (Lama) Berdasarkan Beban Lalu Lintas Umum dan Trailer Super Berat dengan Metode Moving Load

    OpenAIRE

    Amir, Ashadi

    2013-01-01

    A Lot of Bridge Structure on Indonesia lately got mechanical structure of failure like collapse and vanish. For example Bridge of Kutai Kartanegara, Bridge of Mayoa (Central Sulawesi), Bridge of Bamba Batulappa Pinrang, Bridge of Toddopuli (Makassar) and many others due to natural disaster or because the operational load is too high, more than maximum load design for the bridge. In effort to reduce the bridge failure at this country, needed to make an assessment study of bridges for generally...

  13. KONSTRUKSI REALITAS POLITIK DALAM MEDIA MASSA (Studi Pesan Politik Dalam Media Cetak Pada Masa Pemilu 1999

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ibnu Hamad

    2004-04-01

    Full Text Available During the 1999-campaign period generally the mass media in Indonesia constructed political parties like a music group; and present the politicians acts as celebrities. At that time, national newspapers describe political parties as the instrument to harvested masses. Meanwhile the political partyfunctions, as broker within the clearinghouse of ideas in the democratic lives didn’t appear within the political party’s discourse. In spite of the media have different interests one each other in news making the political parties, such as ideological, idealism, political, and economic or market factors.

  14. KONSEP PEMERINTAHAN DALAM ALQURAN: ANALISIS MAKNA KHAL?FAH DALAM PERSPEKTIF FIQH POLITIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abd. Gani Jumat

    2014-06-01

    Full Text Available This article discusses the concept of governance in the Koran. Key terms that will be elaborated is the term Caliphate and derivation by using the approach of political fiqh. In the Koran, there are other terms that also connotes leadership, among others: im?m, ?l? al-Amr, and al-Sul??n. The use of these terms in accordance with their respective context. But the term is more often used by the caliphs of God for the meaning of power and authority. However, in essence, the Qur'an as the revelation of God's holy, does not contain or explain the system and political order of government or a particular form of state that must be used by Muslims, but it only contains the basic values of ethics and political morality to serve as a guide in the national and state .

  15. Pembuatan Gliserol Karbonat Dari Gliserol Dengan Katalis Berbasis Nikel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktarinda Damayanti

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin berkembangnya penggunaan biodesel sebagai bahan bakar yang bersifat renewable mendorong bertambahnya jumlah gliserol di pasaran sebagai produk samping reaksi pembuatan biodesel. Upaya peningkatan nilai jual gliserol dilakukan dengan pengolahan gliserol menjadi produk turunannya, salah satunya gliserol karbonat. Gliserol karbonat memiliki fungsi sebagai bahan baku polimer, surfaktan, emulsifier dan sebagainya yang juga bersifat biodegradable. Gliserol karbonat dapat diperoleh melalui reaksi karboksilasi katalitik antara gliserol dengan urea. Reaksi ini dilakukan dalam reactor batch dilengkapi yang dilengkapi dengan pompa. Gliserol, urea dan katalis dimasukkan dalam reaktor, kemudian dipanaskan. Saat suhu operasi tercapai, pompa vakum dinyalakan vakum untuk mengeliminasi gas ammonia yang terbentuk sebagai produk samping. Penelitian ini diawali dengan seleksi 3 jenis katalis yakni Ni powder, Ni yang diambil dari NiCl2.6H2O dan Ni/?Al2O3, jumlah katalis yang digunakan dalam seleksi sebesar 3%  dengan suhu proses 150oC selama 4 jam. Hasil yang terbaik adalah katalis Ni/?Al2O3 dengan konversi gliserol 38,88% dan yield gliserol karbonat 23,56%. Kemudian dilakukan uji pengaruh jumlah katalis 1%, 3% & 5% dari berat gliserol dengan menggunakan Ni/?Al2O3. Hasil terbaik pada berat katalis 5% dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat 27,83%. Penelitian dilanjutkan dengan seleksi suhu proses antara 100oC, 125oC, 150oC, 175oC & 200oC. Pada seleksi ini terpilih suhu 150oC yang menghasilkan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%. Berikutnya adalah mengetahui pengaruh waktu terhadap konversi gliserol dan yield gliserol karbonat dengan variable 0 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Hasil terbaik diperoleh pada 4 jam proses dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%.

  16. Perubahaan mikroanatomi pada insang dan ginjal kerang air tawar (Anodonta woodiana terhadap paparan kadmium.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    FUAD FITRIAWAN

    2011-05-01

    Full Text Available Fitriawan F, Sutarno, Sunarto. 2011. Perubahaan mikroanatomi pada insang dan ginjal kerang air tawar (Anodonta woodiana terhadap paparan kadmium. Bioteknologi 8: 42-52. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat akumulasi, perubahan struktur mikroanatomi setelah perlakuan logam berat Cd pada insang dan ginjal A. woodiana. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap (5 x 3 berupa besarnya paparan Cd (0 ppm, 0,5 ppm, 11 ppm, 5 ppm, 10 ppm dan waktu pemaparan Cd (setelah 7 hari, 14 hari, dan 30 hari. Parameter pengujian mencakup uji akumulasi Cd pada insang dan ginjal dengan metode AAS, dan abnormalitas insang dan ginjal akibat akumulasi Cd dengan metode preparasi. Analisis akumulasi Cd pada insang dan ginjal menggunakan analisis varian (ANAVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut jarak berganda Duncan (DMRT. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pemberian beberapa perlakuan Cd terhadap koontrol insang dan ginjal A. wooodiana signifiikan sebesar 4775,3 > 0,000 dan 60150,3 > 00,000 dengan taraf signifikansi rata-rata 5% (P<0,05 yang ditandai dengan perubahan struktur mikroanatomi pada insang berupa edema, hiperplasia, fusi lamella, nekrosis hingga atropi. Sedangkan pada ginjal berupa edema, hiperplasia dan nekrosis pada tubulus, glommerulus, dan mineralisasi pada sel darah hingga mengalami pendarahan.

  17. PENCEMARAN DI WILAYAH TAMBANG EMAS RAKYAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inswiasri Inswiasri

    2012-09-01

    Full Text Available  Kajian tentang pencemaran di wilayah tambang emas rakyat perlu dilakukan untuk mendapatkan gambaran sejauh mana kegiatan proses penambangan emas yang dilakukan oleh masyarakat berisiko mencemari lingkungan. Kajian dilakukan terhadap hasil penelitian di beberapa negara yaitu; Brazil, Equador, Peru Selatan, Nevada, California, Papua New Guinea, Ghana, Queenland Australia, Mongolia, Tanzania, Bolivia, Zimbabwe, Philipina, Lao PDR, Sudan, Afrika Selatan, Pilipina, Indonesia. Beberapa penelitian tentang tambang emas rakyat memfokuskan pada studi penggunaan bahan berbahaya logam Hg seperti, Hg yang terbuang ke lingkungan, kadar Hg dalam sumber air minum dan ikan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan tambang emas rakyat di berbagai wilayah mempunyai kesamaan yaitu menggunakan Hg untuk proses amalgamisasi. Akibat amalgamisasi tersebut, sering muncul pencemaran Hg di lingkungan pada saat amalgamisasi dan pemijaran sehingga mengkontaminasi sumber air minum dan ikan yang sangat diperlukan oleh masyarakat sekitar tambang. Oleh karena itu monitoring lingkungan sangat diperlukan sebagai peringatan dini bila terjadi pencemaran. Kajian tentang cost and benefit kegiatan tambang emas belum ada yang melakukan. Di masa mendatang kajian cost and benefit sangat diperlukan untuk dasar penyusunan kebijakan kegiatan lambang emas rakyat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan untuk menjaga pencemaran jangan sampai meluas, perlu ada sentralisasi (tata ruang kegiatan proses pengolahan tambang rakyat. Penggunaan alat (retort-amalgam dalam pemijaran emas perlu dilakukan agar dapat mengurangi pencemaran Hg. Penyuluhan kepada masyarakat tentang bahayanya Hg perlu dilakukan. Bagi tenaga kesehatan perlu ada pelatihan surveilans risiko kesehatan masyarakat akibat pencemaran Hg di wilayah tambang emas rakayat. Kata kunci: Tambang emas rakyat, pencemaran 

  18. OPTIMASI PENGAMBILAN DAN PENATAAN ULANG BARANG DI GUDANG DENGAN PENERAPAN STACK MENGGUNAKAN METODE GENETIC ALGORITHM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Resmana Lim

    2004-01-01

    Full Text Available Industrial field which getting more advance needs computer to help them. In industrial field, computer will make something get easier, fetching and reordering goods in warehouse is including here. A software including that needs have been made by writers. This software is specified for a warehouse which goods stored in plates at the rack in the warehouse. To reordering goods, writers use the Genetic Algorithm, which will process making population, finding the fitness cost with counting the vast and weight of the goods, sorting, immigration, cross over, and mutation. With this software, user can also check the condition of the warehouse in two and three dimensions, using OpenGL. This optimation software have been tried and give fitness cost average up to 90%, this software have been succeed to operate the function. Abstract in Bahasa Indonesia : Dunia industri yang semakin maju membutuhkan komputer sebagai alat bantu utama. Sistem komputerisasi di dalam dunia industri akan membuat beberapa hal menjadi lebih mudah, antara lain dalam pengambilan barang dan penataan ulang barang di gudang. Suatu perangkat lunak untuk keperluan tersebut telah dibuat oleh penulis. Perangkat lunak yang dibuat ini dikhususkan untuk gudang yang barang-barangnya disimpan dalam palet-palet pada rak di gudang. Penataan ulang barang ini menggunakan algoritma genetika, yang akan melalui proses pembuatan populasi awal, pencarian fitness cost dengan memperhitungkan luas area dan berat barang, pengurutan data, imigrasi, persilangan, dan mutasi. Melalui perangkat lunak ini, user juga dapat melihat kondisi gudang secara baik secara 2 dimensi ataupun 3 dimensi, yang dalam pengerjaannya menggunakan OpenGL. Sistem dari perangkat lunak yang dibuat ini sudah diuji coba dan memberikan nilai rata-rata fitness cost di atas 90%, ini berarti perangkat lunak ini telah sukses dalam menjalankan fungsinya. Kata kunci: penataan barang, pengambilan barang dari gudang, penataan ulang barang, rak, palet, Algoritma Genetika, imigrasi, persilangan, mutasi, OpenGL.

  19. DUA PULUH LIMA TAHUN KERJA SAMA DEPKES RI DENGAN NAMRU-2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suriadi Gunawan

    2012-09-01

    Full Text Available Buletin nomor ini diterbitkan untuk memperingati 25 tahun kerja sama antara Departemen Kesehatan RI dan U.S. Naval Medical Research Unit No. 2 (NAMRU-2. Kerja sama ini telah menghasilkan sumbangan yang sangat berharga untuk peningkatan kesehatan baik di Indonesia maupun di dunia, khususnya di negara sedang berkembang. Hasil evaluasi vaksin typhoid dan cara pengobatan malaria serta dehidrasi berat akibat diare adalah beberapa contoh dari kerja sama ini yang sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit dan kematian. Hasil kerja sama dalam 20 tahun pertama telah diseminarkan dalam tahun 1990 dan dipublikasikan dalam suatu nomor khusus buletin ini. Dengan staf yang terdiri dari 20 orang asing, dan 140 orang Indonesia, NAMRU-2 telah melaksanakan berbagai penelitian di berbagai daerah bersama peneliti Badan Litbangkes, Universitas, Angkatan Bersenjata serta dinas kesehatan setempat. Lebih dari 400 publikasi ilmiah telah dihasilkan oleh kerja sama ini. Dalam lima tahun terakhir penelitian berbagai aspek malaria di Irian Jaya antara lain telah menghasilkan peta resistensi obat malaria dan penemuan manfaat primakuin sebagai obat profilaksis yang aman dan relatif murah. Uji coba fase III vaksin tifoid oral Ty21a telah dilaksanakan di Sumatra Selatan, sedangkan suatu vaksin kolera oral, CVD 103 HgR, sedang diuji coba fase III di Jakarta. Penelitian genotype HIV di Indonesia yang telah dilaksanakan bersama Universitas Indonesia dan Dinas Kesehatan ABRI telah membantu memperjelas epidemi HIV/AIDS di Indonesia. Penelitian lapangan mengenai hepatitis E di Kalimantan dan Japanese Encephalitis di Bali telah memperjelas penularan dan risiko penyakit tersebut. Badan Litbangkes dan NAMRU akan melanjutkan kerjasama penelitian dan pelatihan di bidang penyakit menular dalam masa lima tahun yang akan datang. Beberapa bidang yang akan mendapat perhatian ialah surveilans berbagai penyakit infeksi yang baru dan timbul kembali (new and reemerging infections, uji coba berbagai vaksin (antara lain enterotoxigenic E. coli, hepatitis E, malaria, imunologi dan pengobatan malaria, penularan dan imunopatogenesis DHF serta epidemiologi genetik HIV.

  20. Analisa Perbandingan Biaya dan Waktu Bangunan Konstruksi Baja Menggunakan Sistem Pre-Engineering Building dan Sistem Konvensional Pada Proyek Pabrik Fober Cement Boards Mojosari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Kurniawan Eka Putra

    2015-03-01

    Full Text Available Bangunan konstruksi baja pada umumnya menggunakan sistem konvensional dengan elemen utama adalah hot rollet wf standar yang biasa kita jumpai dipasaran yang lebih berat dari non prismatic yang kemudian dilakukan fabrikasi dilapangan. Metode ini sudah banyak diterapkan dalam pelaksanaan konstruksi baja. Seiring berkembangnya teknologi dan inovasi dibidang konstruksi terdapat alternatif metode konstruksi lain yang dikembangkan untuk menghasilkan konstruksi baja yang lebih murah, implementasi yang efisien dan cepat dengan meminimal resiko kesalahan (akurasi, serta menghasilkan metode erection yang dilakukan secara bertahap, relatif mudah dan cepat. Metode yang dapat diterapkan ini yaitu dinamakan dengan metode konstruksi baja pre-engineering building. Tujuan untuk melakukan perbandingan metode konstruksi baja konvensional dan pre-engineering building dari aspek biaya dan waktu. Proyek yang djadikan objek penelitian adalah Pembangunan Pabrik Fibre Cement Board Mojosari. Masing-masing metode akan dihitung biaya dan waktu pelaksanaan berdasarkan pelaksanaan teknis metode tersebut. Dari hasil perbandingan akan didapat biaya dan waktu yang diperlukan untuk metode konvensional dan pre-engineering building. Dari analisa perhitungan biaya dan waktu pada proyek pembangunan pabrik fibre cement boards didapat hasil untuk pekerjaan bangunan konstruksi baja dengan sistem pre-engineering building dengan biaya sebesar Rp. 1.674.677.166,65 dalam waktu 40 hari dan sistem konvensional dengan biaya sebesar Rp. 2.269.651.094,- dalam waktu 78 hari.

  1. ANALISA SIFAT MEKANIK PADUAN ALUMINIUM SEBAGAI RANGKA JENDELA KAPAL DI PERUSAHAAN PENGECORAN LOGAM CV. SETIA KAWAN KOTA TEGAL DENGAN CETAKAN TIDAK PERMANEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kiryanto Kiryanto

    2013-01-01

    Full Text Available Shiping components necessary are needed nowadays. For that many minor industry develop. One of them is CV. Setia Kawan Tegal City which is one of central metal cast company which main product is ship component but product that produced by CV. Setia Kawan has not comply but JIS or SNI standart. Based on that, this final project purposed to now tensil test and material composition include from the material that produced by CV. Setia Kawan. Materials which used is pure elbow Aluminium, Aluminium Plat, brake Canvas and used pan. Those materials must pass some process before tested, melting process, casting process than extracting from mould with use permanent mould. After that the next process which done is tensil test. Beside tensil test material also pass material composition test. Tensil test result shows that Aluminium and Break canvas has the best materials quallity and fullfell JIS and SNI standart about 13,18 kg/mm˛ for Aluminium Plate with used pan fusion about 10,46 kg/mm˛. Where as for elbow Aluminium and Aluminium Plate fot it about 8,84 kg/mm˛ and 10,33 kg/mm˛. For the materials composition test result with passed melting process, elbow aluminium and brake canvas and Aluminium Plate with used plan have fullfelled standart both JIS and SNI which each content about 92,46% and 99,43%. For elbow Aluminium and Aluminium Plate each content about 99,43% and 98,46% but material give not pass standart. Where as pure materilas has not passed melting process for Aluminium and Aluminium Plate doesn’t meet standart both have its content 98,33% and 99,59%. For breake canvas and used panthose about materials comply SNI and JIS standart with content 84,68% and 97,66%.

  2. PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT SHIGELLA (DISENTRI DI JAKARTA UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sapardiyah Santoso

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian telah dilakukan di Kecamatan Tanjung Priok dan Kecamatan Koja, Jakarta Utara, mengenai perilaku dan sosial budaya dalam penanggulangan penyakit shigella (disentri. Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi masyarakat Jakarta Utara mengenai penyakit shigella (disentri. Rancangan penelitian cross sectional. Responden berumur diatas 22 tahun laki-laki dan perempuan dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan koesioner terstruktur kepada 500 responden (250 laki-laki dan 250 wanita. Analisis data menggunakan SPSS. Hasil, menurut responden laki-laki dan perempuan. Masyarakat menganggap serius penyakit shigella (disentri berkisar antara 72,4% - 77,6%. Masyarakat cukup peduli terhadap penyakit tersebut berkisar antara 59,6% - 63,2%. Masyarakat menganggap sakit shigella (disentri lebih berat dari penyakit diare lainnya berkisar antara 67,2% - 71,2%. Kelompok mudah terserang penyakit tersebut adalah balita berkisar antara 85,2% - 86,6%, anak 6 -14 tahun berkisar antara 79,2% -80,8%, bayi 0-1 tahun berkisar antara 79,6% - 86,4%. Lama waktu sembuh yang mengatakan seminggu berkisar antara 54,0% - 55,6%. Penyakit tersebut berpengaruh terhadap sosial ekonomi keluarga dan dianggap serius berkisar antara 52,4% - 53,6%. Biaya bila sakit shigella (disentri ringan maupun berat dianggap mahal berkisar antara 33, 6% - 39,2%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat menganggap peduli dan serius terhadap penyakit shigella (disentri karena dianggap lebih parah dari diare lainnya dan pengobatannya dianggap mahal baik shigella (disentri ringan maupun berat.

  3. PLASTIC WASTE CONVERSION TO LIQUID FUELS OVER MODIFIED-RESIDUAL CATALYTIC CRACKING CATALYSTS: MODELING AND OPTIMIZATION USING HYBRID ARTIFICIAL NEURAL NETWORK – GENETIC ALGORITHM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istadi Istadi

    2012-04-01

    Full Text Available The plastic waste utilization can be addressed toward different valuable products. A promising technology for the utilization is by converting it to fuels. Simultaneous modeling and optimization representing effect of reactor temperature, catalyst calcinations temperature, and plastic/catalyst weight ratio toward performance of liquid fuel production was studied over modified catalyst waste. The optimization was performed to find optimal operating conditions (reactor temperature, catalyst calcination temperature, and plastic/catalyst weight ratio that maximize the liquid fuel product. A Hybrid Artificial Neural Network-Genetic Algorithm (ANN-GA method was used for the modeling and optimization, respectively. The variable interaction between the reactor temperature, catalyst calcination temperature, as well as plastic/catalyst ratio is presented in surface plots. From the GC-MS characterization, the liquid fuels product was mainly composed of C4 to C13 hydrocarbons.KONVERSI LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR CAIR DENGAN METODE PERENGKAHAN KATALITIK MENGGUNAKAN KATALIS BEKAS YANG TERMODIFIKASI: PEMODELAN DAN OPTIMASI MENGGUNAKAN GABUNGAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN GENETIC ALGORITHM. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai tinggi. Salah satu teknologi yang menjanjikan adalah dengan mengkonversikannya menjadi bahan bakar. Permodelan, simulasi dan optimisasi simultan yang menggambarkan efek dari suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis terhadap kinerja produksi bahan bakar cair telah dipelajari menggunakan katalis bekas termodifikasi Optimisasi ini ditujukan untuk mencari kondisi operasi optimum (suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis yang memaksimalkan produk bahan bakar cair. Metode Hybrid Artificial Neural Network-Genetic Algorithm (ANN-GA telah digunakan untuk permodelan dan optimisasi simultan tersebut. Inetraksi antar variabel suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis digambarkan dalam bentuk plot surface. Berdasarkan karakterisasi GC-MS, produk bahan bakar yang diperoleh terdiri dari komponen-komponen hidrokarbon C4-C13.

  4. PENYAKIT MENULAR SEKSUAL AKIBAT JAMUR, PROTOZOA, DAN PARASIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Max Joseph Herman

    2012-09-01

    Full Text Available Berbagai penyakit akibat hubungan seksual (PHS selain yang disebabkan oleh bakteri, klamidia, virus, dan mikroplasma, juga mungkin disebabkan oleh jamur, protozoa dan parasit, antara lain kandidiasis, trikomoniasis, giardiasis, amebiasis, kudis, dan kutu pubis. Diagnosis PHS yang tepat dan pasti sangat penting karena mcmiliki konotasi sosial dan biasanya diperoleh melalui pemeriksaan mikroskopik, pembenihan bakteriologis atau virologis. Sedangkan penatalaksanaan PHS bergantung pada infeksi masing-masing individu, tetapi secara umum apabila PHS sendiri tidak/kurang serius seperti trikomoniasis atau ektoparasit maka tidak perlu pengamatan pasangan seksual meskipun harus diobati juga karena hampir pasti ia juga terinfeksi. Sebagian besar PHS lain demikian berat (dalam kasus gonore resistensi terhadap antibiotika merupakan masalah sehingga semua kontak seksual harus ditelusuri dan diobati, khususnya pada gonore, sifilis dan AIDS.

  5. Uji teratogenik ekstrak Pandanus conoideus varietas buah kuning terhadap perkembangan embrio tikus putih (Rattus norvegicus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    LINTAL MUNA

    2011-11-01

    Full Text Available Muna L, Astirin OP, Sugiyarto. 2011. Uji teratogenik ekstrak Pandanus conoideus varietas buah kuning terhadap perkembangan embrio tikus putih (Rattus norvegicus. Bioteknologi 8: 65-77. Penelitiian ini betujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian ekstrak Pandanus conoideus Lam. var. buah kuning terhadap persentase fetus hidup, kematian intrauterus, berat dan panjang fetus, keadaan morfologi fetus, serta struktur skeleton fetus tikus putih. Dalam penelitian ini diggunakan 25 tikus bunting yang dibagi menjadi lima kelompok secara acak, sehingga masing-masing kelompok terdiri dari lima ekor tikus. Setiap kelompok diberi dosis yang berbeda. P1 (kontrol diberi 1 mL minyak wijen, P2 , P3, P4 dan P5 diberi ekstrak masing-masing: 0,02 mL, 0,04 mL, 0,08 mL dan 0,16 mL. Ekstrak tersebut diberikan secara oral pada kebuntingan hari ke 5 sampai hari ke 17 (fase organogenesis. Pengamatan dilakukan pada hari ke 18 dengan cara bedah sesar untuk menggambil fetus dari uterus. Morfologi fetu s diamati setelah fetus dikeluarkan dari uterus, sedangkan untuk pengamatan struktur skeleton dibuat preparat wholemount dengan pewarnaan ganda Alcian blue dan Allizarrin Red-S. Hasil percobaan diianalisis dengan ANAVA satu jalur. Hasil penelitiann menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tidak berpengaruh terhadap persentase fetus hidup, kematian intrauterus, serta berat dan panjang fetus (P?0,05. Pemberian ekstrak pada induk mengakibatkan kecacatan skeleton (lordosis fetus pada dosis 0,16 mL dan menghambat osifikasi fetus.

  6. Analisa Ketangguhan dan Struktur Mikro pada Daerah Las dan HAZ Hasil Pengelasan Sumerged Arc Welding pada Baja SM 490

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusa Asra Yuli Wardana

    2006-01-01

    Full Text Available Submerged Arc Welding (SAW is one of method for welding process which used for the extensions of heavy construction, for example bridge construction. Broadness usage of SAW caused by welding process can be done automatically and have high reliability. Microstructure and toughness properties of weld metal were influenced by many factors such as chemical composition, heat input, filler, fluks, etc. This research aim to study influence of heat input. Welding Process was carried out using SAW with the material is SM 490, filler type used was EH 14 and the heat input were varied at 2,1 kJ/mm, 3,16 kJ/mm and 4,3 kJ/mm. The Results of this research show that an increase on heat input leads to coarsening the microstructure on the weld metal. A maximum percentage of Acicular Ferrite and hence the highest impact toughness were achieved at weld metal with heat input 2,1 kJ/mm where it's 50 joule with transition temperature -10 oC. The highest toughness with transition temperature 20 oC were obtained at heat input 3,16 kJ/mm where toughness was 117 joule. Abstract in Bahasa Indonesia : Pengelasan dengan menggunakan metode Sumerged Arc Welding (SAW adalah pengelasan yang banyak digunakan untuk penyambungan konstruksi berat, misalnya jembatan, perpipaan den bangunan. Luasnya penggunaan metode ini dikarenakan dapat dilakukan secara otomatis dan memiliki keandalan yang tinggi. Struktur mikro dan ketangguhan las dipengaruhi oleh banyak faktor seperti komposisi kimia logam las, input panas, filler, fluks dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur mikro dan ketangguhan hasil pengelasan SAW pada bahan baja karbon rendah. Percobaan dilakukan menggunakan bahan baja SM 490 dan filler jenis EH 14 sedangkan input panas yang digunakan adalah 2,1 kJ/mm, 3,16 kJ/mm, dan 4,3 kJ/mm. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pembesaran ukuran butir logam induk untuk setiap penaikan input panas. Pada heat input 2,1 kJ/mm menunjukkan jumlah Ferit Accicular yang lebih banyak, sehingga memberikan nilai ketangguhan las tertinggi pada suhu transisi -10 0C sebesar 50 joule dan pada suhu 20 0C ketangguhan las tertinggi pada masukan panas 3,16 kJ/mm sebesar 117 joule. Kata kunci: Sumerged arc welding, ketangguhan, input panas.

  7. Pencegahan Terjadinya Retak Panas pada Proses Pengecoran Squeeze Benda Tipis Al-Si

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfendri Elfendri

    2009-01-01

    Full Text Available Solidification of molten metal in squeeze casting was done under high pressure condition. It will produce small grains and decrease porosity of product but have high probability of hot crack. Hot crack depend on silicon content, molding and pouring temperature of squeeze cast parameters. The aim of this research is to analize silicon content, melt temperature and mold temperature on hot crack to eliminate this defect on production of thin wall of Al-Si. Hydraulic pressure of 135 MPa is applied to forge molten metal of aluminum-silicon alloys. Mold temperature from 220 to 330 0C, pouring temperature from 665 to 885 0C and silicon content from 0.45 to 6.04 % weight were considered. Hot crack length and cracking index were used to indicate the dimension of hot crack. The increasing of silicon content decreases hot crack length and cracking index of thin wall. The increasing of pouring and mold temperature increases hot crack length and cracking index of thin wall. Combination of the higher silicon content, the lowest melt and mold temperature produced the flawless thin wall squeeze cast of hot crack. Abstract in Bahasa Indonesia: Pengecoran squeeze Al-Si adalah proses pengecoran dimana logam cair Al-Si dibekukan dibawah tekanan tinggi sehingga akan menghasilkan produk dengan butir halus dan menekan jumlah cacat porositas namun cendrung mengalami retak panas. Parameter kandungan silikon Al-Si, temperatur tuang dan cetakan mempengaruhi terjadinya retak panas pada benda cor tipis Al-Si. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kandungan silikon Al-Si, temperatur tuang dan cetakan terhadap terjadinya retak panas pada proses pengecoran squeeze benda tipis Al-Si sehingga tindakan pencegahan bisa dilakukan pada proses produksi. Pengecoran squeeze ini menggunakan penekan hidrolik bertekanan 135 MPa. Temperatur yang dipakai adalah 220, 275 dan 330 0C untuk cetakan dan 665, 775 dan 885 0C untuk logam cair. Kandungan silikon material mengunakan tiga variasi yaitu: 0,45, 3,22 dan 6,04 % berat. Panjang dan indeks retak panas digunakan sebagai indikator terukur retak panas. Peningkatan kandungan silikon akan menurunkan panjang dan indeks retak panas benda cor tipis Al-Si. Peningkatan temperatur tuang dan cetakan akan meningkatkan panjang dan indeks retak panas benda cor tipis Al-Si. Kombinasi temperatur tuang dan cetakan rendah serta komposisi silikon tinggi akan menghasilkan benda cor tipis Al-Si bebas retak panas. Kata kunci: Al-Si, pengecoran squeeze, retak panas.

  8. UJI POTENSI Gliocladium sp TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lina Herlina

    2013-09-01

    Full Text Available Mikroorganisme tanah seperti Gliocladium sp dapat bertindak sebagai dekomposer dan juga sebagai agen pengendali hayati patogen tanaman hal ini memberikan harapan untuk mengurangi penggunaan pupuk dan fungisida sintetik. Tujuan penelitian untuk menguji potensi biofertililzer Gliocladium sp terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. Variabel bebas yaitu bioferlizer Gliocladium sp dengan dosis (g/tanaman 0,50, 100, 150, dan 200 .Variabel tergantung adalah pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah tinggi tanaman, kandungan klorofil a dan b. Parameter hasil tanaman yang diukur adalah berat buah setelah panen. Hasil uji Anava satu jalan menunjukkan bahwa pemberian Gliocladium sp perpengaruh terhadap tinggi tanaman, kandungan klorofil a dan klorofil b, berat tomat . Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa dosis 100, g 150 g dan 200 g tidak berbeda signifikan terhadap tinggi tanaman, dosis 150g dan 200 g tidak berbedan nyata dalam pembentukan klorofil a dan klorofil b. Pemberian Gliocladium dosis 150g paling tinggi terhadap berat buah. Simpulan dalam penelitian ini bahwa pemberian Gliokompos sp berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. Soil microorganisms such as Gliocladium sp. can play role in the decomposition and can also become the biological control of pathogenic plants. The animal is potentially reduce the use of fertilizers and synthetic fungidid. The aim of the study was to test the potential effect of biofertililzer Gliocladium sp. on the growth and production of tomatoes. The independent variables was biofertilizer Gliocladium sp. at various dosages (g/plant of 0, 50, 100, 150, dan 200. The dependent variables were the growth and the production of tomatoes. The growth parameter measured were plant height, as well as a and b chlorophyl contents. The crop parameter was the fruit weight post-harvest. A one-way anova showed that Gliocladium sp. affected the plant height, the a and b chlorophyl contents, and the tomato weight. The Duncan’s post-hoc test showed that there was no significant difference on plant height among 100g, 150g and 200g treatment dosages, and 150g and 200g treatment dosages do not affect the formation of a and b chlorophyl. The Gliocladium dosage of 150g was the strongest in influencing the fruit weight. It was concluded that the administration of Gliokompos sp. affects the growth and production of tomatoes.

  9. Civil Islam atau Uncivil State: Masalah Demokratisasi dalam Masyarakat Muslim

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Mujani

    2014-03-01

    Full Text Available Hefner, in his book entitled Civil Islam, proposes Indonesia as a relevant case in the debate among students of Muslim society and democracy as to whether Islam is inimical to democracy. He argues that Indonesian Muslims are more likely to support a democratic political system because civil Islam, that is a set of beliefs within the Muslim community that supports the separation of religious and political authority, pluralism and tolerance of fellow (non-Muslim citizens and their beliefs, is persistent. From a political culture approach to democracy, this culture is crucial for the emergence and consolidation of democracy. This book overstates the significance of civil Islam in the case of Indonesia, and cannot explain the fact that democracy is a rare phenomenon in the Muslim world, including in Indonesian history.Copyright (c 2014 by SDI. All right reserved.DOI: 10.15408/sdi.v8i2.692

  10. PERANAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DALAM MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI BUDAYA

    OpenAIRE

    Nababan, Tongam Sihol

    2009-01-01

    National Education System is always influenced by some social dynamics. One of them is cultural values which need to be developed. The development of cultural values aims to support the national identity and national cultures. Therefore, national education is hoped to develop the national cultures by civilizing them to the students and schooling should play the role to civilize the culture values. The existence of value crisis is caused by the poor education as a process of civilizing.

  11. TEORI KONFLIK DALAM PERSFEKTIF HUKUM ISLAM: INTERKONEKSI ISLAM DAN SOSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hayat

    2013-12-01

    Full Text Available Religion as an ideology in society is believed to allow it to become a paradigm as a solution to conflicts. Islam is a rahmat li al-?lam?n religion in the life of mankind with conflicts settlement construction in the community as connectivity with customary law (ethics, moral values, character, and culture and state laws that in fact emerged from the discourse of Islamic law. Religion becomes a balancing of social conflicts that arise from a variety of indicators, because Islam is a legal consensus that includes a variety of conditions and situations of society. Therefore, Islam as a principle regulator of human order become a theory of conflict resolution in the minds of some scientists that suggests an existence of Islam in it

  12. Efektivitas Asam Asetat dalam Ekstraksi Asam Fitat Pollard

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. Hernaman

    2007-08-01

    Full Text Available Phytate is commonly high in cereals grain. This compound can be extracted with acid solution. The purpose of this study is to extract phytic acid from pollard using acetic acid at the concentration of 0.1, 0.5, 1, and 5%. Pollard was fractionated using vibrator ball mill to evaluate the distribution of phytic acid in the particle of pollard. One percent of acetic acid was used to extract phytic acid from pollard at ratio of 1:1; 1:1.5; 1:2; and 1:3. The fraction having particle size of 16, 30 and 50 mesh had similar phytic acid content. The results indicated that phytic acid content of these fractions was higher than that of 100 and 400 mesh fractions. Whole pollard had higher phytic acid content than its fractions. Phytic acid in pollard can be extracted by 1% acetic acid solution. Extraction of phytic acid from pollard using 1% acetic acid solution at ratio of 1:3 produced 23.83 g/kg.

  13. Realitas Ungkapan Bahasa Dalam Konteks Filsafat Bahasa: Sebuah Tafsiran

    OpenAIRE

    Lubis, Swesana Mardia

    2010-01-01

    This article provides an analysis of language expression in the view of philosophy. Whether or not, language is a very prominent aspect in implementing as well as understanding the essence of philosophy since language is an expression of social living. It gives more than what we expect such as what we need, what we want and who we are inherent in the communicative means of language. Thus this article tries to describe the interpretation of language reality in the face of language philosophy.

  14. Jejak-jejak Imperial dalam Beragam Nasionalisme Asia Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ihsan Ali-Fauzi

    2013-12-01

    Full Text Available Anthony Reid, Imperial Alchemy: Nationalism and Political Identity in Southeast Asia (New York: Cambridge University Press. 2010, xiii + 248 pages.Reid has long been widely known as a senior historian with a specialty in the history of Aceh, Sumatra, and the Indonesian revolution. Recently, he has begun to write about the history of Southeast Asia. Inspired by French historian Fernand Braudel, this work presents what Reid calls a “total history” of this region. In this approach wars, royal dynasties, and foreign traders are not prioritized over the diets, health, and pastimes of ordinary people. Through this work, Reid has begun to strengthen the study of Southeast Asia. As one of the pioneers and masters of the study of Asia and the Pacific, particularly Southeast Asia, Reid is uniquely positioned to offer new insights about this region’s history. In this book, Reid offers a new understanding of the historical data collected on the link between ethnic identity, nationalism, and history of Southeast Asia.Copyright (c 2014 by SDI. All right reserved.DOI: 10.15408/sdi.v20i3.516

  15. POTRET PEREMPUAN MINANGKABAU DALAM ERA GLOBALISASI; SEBUAH REFLEKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    zaiyardam zaiyardam

    2012-07-01

    Full Text Available In a global life today, the contradictions in life seems to be the law of nature. Life will continue to change, the changes that can form the remains such and the changes may also be permanent.The important fact is  when people get many blessings from God, and the grace that he or she used to get as asset to make changes. In the context of women, they who are lucky to do many actions toward people are not lucky, so it can  be a seed  for change. Every small shape, the seeds of change that take  place continuously, the power will be  toobstruct it. The effort to improve the quality of human life especially for women who are not fortunate to do with the plan. Copyright © 2012 by Kafa`ah All right reservedDOI : 10.15548/jk.v2i2.62

  16. PELESTARIAN ALAM DALAM ARSITEKTUR : MASALAH DAN USULAN PEMECAHANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murni Rachmawati

    2010-08-01

    Full Text Available As a built environment, architecture had faced the challenges that must be answered in 21st century. The most ever whelmingly urgent crisis facing mankind is the degradation of the natural environment. The fragility of the natural environment comes to the fore as a compelling principle for the revitalization of architecture. This study intended to formulate theory or principle that leads architecture to faced the challenge. This is a library research, with logical argumentation & critical methods and Jurgen Habermas strategy. The result hope to be a theoretical alternative in architecture, especially for revitalization in nature and architecture.

  17. PENERAPAN HUKUM DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TRANSAKSI ELEKTRONIK DI PERADILAN UMUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahadi Wasi Bintoro

    2011-05-01

    Full Text Available This research is study about law construction of forming electronic contract in transaction that exploiting information technology and law of evidence that applying for electronic document. and to explaing its, researcher use statue approach, conceptual approach and case approach, that is included in the approach method in legal research. Pursuant to research which have been done, agreement in e-commerce is form when there is an acceptance from buyer by electrically or when the buyer signing a digital signature. Evidence law of electronic document that form in e-commerce and e-banking have strength of perfect verification as pukka act, as long as it is using security system which is difficult technically to be able to infiltrate or leaked by other party, while electronic document from transfer of company document to electronic media have strength of perfect verification. In the case of dispute in e-commerce, e-banking dispute and dispute of company document which have been transferred in the form of electronic media, hence can be raised by evidence appliance in the form of written evidence appliance, eyewitness, presupposition, confession, oath, and expert eyewitness to strengthen electronic document. But that way, rule of law not yet been given by comprehensively.

  18. PENDEKATAN HERMENEUTIK DALAM PENEGAKAN HUKUM (UPAYA DEKONSTRUKSI TERHADAP POSITIVISME HUKUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermansyah

    2009-05-01

    Full Text Available Law enforcement is one of great problem in our development country. Law itself; often misused by agent of law enforcement, likely police, attorneys even judge. If it’s traced, that the beginning problem is the strong of positivism as paradigm in life of law, where the law itself only as state of law where the interpretation of law stressing on certainty only. Hermeneutics, especially critical hermeneutic, an offered in law enforcement.

  19. Prospek Pengelolaan Lingkungan Dalam Upaya Pengendalian Serangga Kesehatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Boesri

    2010-06-01

    Full Text Available Environment is an important media for the life of all creatures in this world. It al-ways changes accordingly based onto the nature change and human act. Its control mosqui-to has been done for the purpose of reducing the transmission’s source, by establishing Pan-ama Canal on 1904-1907, Polentine Marsh Project in Italy on 1930, Water Irrigation pro-gram for Tennese Valley Authority (TVA in USA on 1935-1945 and Aedes aegypti control in each water content for housesholds needs in Brazil, on 1930. By that time (1939-1944, DDT was starting to spread out in Italy. Those methods were used to control Pediculus sp. This factor created ups and downs on the methods application

  20. PEMBELAJARAN NEUROSAINS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK PADA PONDOK PESANTREN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erniati

    2015-06-01

    Full Text Available Learning neuroscience offers an alternative to the development of intelligence potential learners linguistic and logical through physical movement, rohamiah, physical, interpersonal, intrapersonal, naturalist and existential. The learning system includes morality codes of learners are packed in Islamic boarding school education curriculum with teaching presentation of cognitive, affective and psychomotor. Islamic education boarding school curriculum neurosains apply learning methods for the development of intellect learners so in the formation of character can maximize the performance of sense. In neuroscience of learning, students are given the opportunity to actively construct knowledge through learning. Thus, neuroscience learning combined with a variety of disciplines so integrated into the mainstream of the formation of character.

  1. PERAN PEPOHONAN DALAM PENINGKATAN PRODUKSI TERNAK RUMINANSIA: PENDEKATAN ILMIAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I.M Mastika

    2014-06-01

    Full Text Available Trees and shrubs plantation are very potential and important in producing sustainable green biomass, and have high protein content and high digestibility.  Some of them are legume which are important in catching nitrogen from the air to enriched the soil nitrogen. Trees are also catching more sun energy radiation which is latter converted into animal feeds. Other roles of this plant is part of them such as leaves, fruits, barks and roots containing saponin/sapogenin or tannin which are useful as defaunating agent. It was well documented that rumen protozoa reduced ruminant productivity. From the reports available either in vitro or in vivo it was proved that saponin could to some extent reduced or depressed protozoa rumen population. Indonesia needs some  experts effort to identify and recording those plants that could play roles as natural defaunating agent, as well as provide green biomass for ruminant. The overall conditions above will provide an ample opportunities for research for students or experties.

  2. KEBIJAKAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Sabri

    2013-07-01

    Full Text Available Human beings as individuals and social beings are constantly faced with various problems or issues that they encounter in almost every side of life.  Precise decision making is required to overcome these problems so that all of the alternative solutions can be achieved optimally.  One’s position in an organization or institution has often been distracted by some polices and decision, and therefore, he or she has to consider solutions while keeping the organization runs well.   This is so because in every organization whether big and small, the changing of situation  such as personnel shift  has often raised conflict and misunderstanding.  These problems must be avoided or clarified.  Policy and decision making in substantive Islamic education is not too much different from the common theories of policy and decision-making. However, the policy and decision-making in Islamic education is more focused on the principles outlined in the Quran and the Hadith of the Prophet (Peace be upon him. Copyright © 2013 by Al-Ta'lim All right reservedDOI: 10.15548/jt.v20i2.34

  3. POLITIK PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONFIGURASI SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamlan

    2013-06-01

    Full Text Available Islamic education in Indonesia has undergone changes and developments in the political map of national education. Changes and the development of Islamic education is influenced by the interests of political ideology and other interests in state policy-making. This is reflected by the establishment of various national education policy of the state of the position of Islamic education in the national education system since the time of Sukarno until the reign of Reform Order.

  4. PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBALISASI DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aziza Meria

    2012-02-01

    Full Text Available The vision and mission of Islamic education is rahmatan lil ‘alamiin, that makes Islamic education as guidance to direct the human being becomes chaliph in the world. The aim of government decre on national education system 2003 is to filterize the negative impacts of globalization which will lose national identity. The possible solution to overcome this negative effect is the teacher as well as educator should become a good model for students, discuss good topic, supervise the students continually, conduct regular supervision, and provide balance between reward and punishment.

  5. Rasuah Dalam Karya Sastera Melayu Klasik: Satu Analisis Semantik Kognitif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nor Hashimah Jalaluddin

    2008-01-01

    Full Text Available Syed Hussein Alatas has given seven typologies of corruption namely, nepotism, investive, defensive, transactive, autogenic, blackmail and supportive. The typologies listed are based on personal observation. This article attempts to formalize these corruption typologies using a cognitive semantics approach. Based on the classical literary works such as Sejarah Melayu, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Terung Pipit and Hikayat Raja Pasai, the concept of corruption will be explicated. The meaning extension of corruption in Malay can be divided into core meaning, peripheral meaning and sub-peripheral meaning. Cognitive mechanisms, especially the conceptual metaphor such as container schema, force schema, link schema, and hierarchical schema are utilized in explaining the corruption typologies in depth. Subsequently, this article attempts to relate the phenomena of corruption with contemporary Malay mind. The perception of ‘membalas budi’ (to pay back in return has made the concept of corruption ambiguous, in fact ‘halal’ (permissible in the eyes of the Malays.

  6. ETIKA KEBIJAKSANAAN DALAM AJARAN BUDI PEKERTI LUHUR PENGHAYAT KEPERCAYAAN KEJAWEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwardi

    2010-07-01

    Full Text Available This article aims to describe wisdom etic in the dedactic of budi pekerti luhur on Javanese believe (vivify. The description is provided using ethnographic analytic on the actualization of budi pekerti luhur on Javanese believe. The data collection was held by taking participant observation and indepth interview with the informant using snowballing method. The study shows that budi pekerti luhur on Javanese believe can be categorized into two matters: The first, wisdom etic in congregation level i.c. life that always attitude of: (1 pasrah, submit to God totally (sumarah, and (2the honest and sincere. The second, help mutual. This wisdom etic as actualization of concept tapa ngrame. Tapa ngrame conducted by sepi ing pamrih spirit than as shape of world view on memayu hayuning bawana. This way vivify believe that their the next time life can achievement of the desired high level on manunggaling kawula-Gusti.

  7. POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEDIDIK ANAK MELESTARIKAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Ayu Gde Yadnyawati

    2010-02-01

    Full Text Available Environment is a part of the child\\'s life. In the environment, students live and interact in the chain of life, called ecosystems. Interdependence between biotic and abiotic environment can not be avoided. That is the law of nature that must be faced by the children as belonging to live beings part of biotic groups. During life, the child can not avoid the natural environment and socio-cultural environment. The interaction of these two different environments is always happening in filling the child\\'s life. The family is the neighborhood children. Families play important roles as first and foremost educators. Habits, social attitudes, and creativity of children are affected by parents involvement. Education in this family would not be separated from environmental influences. Therefore, parenting manner is very important role in helping children for environmental preservation.

  8. KEDUDUKAN QANUN BIDANG SUMBERDAYA ALAM DALAM SISTEM HUKUM NASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Efendi Idris

    2014-01-01

    Full Text Available The whole of the qanun of natural resources in Aceh is enacted based on the competence of its enactment granted by some nation laws. Therefore, the position of it in terms of natural resources in nation legal system is equal to other regional laws that is as a rule in running regional autonomy as an implementing law from the nigher rule. Thus, in the enactment must follow the principles of qanun enactment as a part of national legal system

  9. METROSEKSUALITAS DALAM IKLAN SEBAGAI WACANA GAYA HIDUP POSMODERN

    OpenAIRE

    Cons. Tri Handoko

    2004-01-01

    Nowdays Metrosexual is becoming an interesting topic not just in the fashion field but also in the public. Metrosexual is the product of consumption-advertisement-lifestyle hegemonic. The growing of Metrosexual lifestyle because of synergic cooperation between producers of postmodern culture and media also advertising to create new needs for male. In advertisements%2C metrosexual models are appeared to promote products of consumption lifestyles%2C spectacle%2C body (taste) and image. Clearly%...

  10. STRUKTUR PASAR PERSAINGAN PERBANKAN INDONESIA DALAM PERIODE KONSOLIDASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutardjo Sutardjo

    2011-11-01

    Full Text Available The objective of this study is to investigate evidence of market structure and to analyze market structure variables that influence bank revenue in the Indonesian banking market during the consolidation era. The Hirschman-Herfindahl (HHI and Concentration Ratio Four (CR4 indices indicated decreasing trend and low level of market concentration. The test of market competition by using Panzar-Rosse approach at industry level indicating a monopolistic competition behaviors among banks. In addition,the market for interest-based income is found to be more competitive than that of for fee-based income. The study also suggest that during the consolidation period, input price of banks product seems higher. In addition, the study conclude that there is no indication of changes of the Indonesian banking market structure in the period of 1999-2009. The result of partial analysis also indicate a monopolistic competition behaviors among banks according to their ownership status. Accordingly, the market for non interest based income is found to be more competitive than that of interest based income for the Joint Venture Bank (Bank Campuran and the Foreign Bank (Bank Asing.Keywords : Market Structure, HHI, CR4, Panzar and Rosse

  11. Penggunaan Aplikasi Bantuan (Sakpa Dalam Mempermudah Pembuatan Laporan Keuangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oky Dwi Nurhayati

    2012-11-01

    Full Text Available Financial treasure at each agency is required to prepare financial statements which will be reconciled with the KPPN (Office of the State Treasury. The Treasurer shall make an accurate and in accordance with the provisions, it is necessary to review and analysis prior to the report. The reconciliation process must be manually where satker come back and forth to merekon KPPN same data that is not very efficient for satker less far away. So KPPN has done groundbreaking steps to overcome that is through the internet and applications prarekonsiliasi help the SAKPA. SAKPA application is an application used to process data in the User Authorization Budget Accounting System (SAKPA. SAKPA application developed by the Directorate of Treasury Systems as one of the Directorate under the auspices of the Directorate General of Treasury application was developed with the aim Provides ease of the Government Accounting Standard Reporting on Budget User Authorization unit.

  12. PERANAN EYE CATHCER DALAM IKLAN DAN MASALAH PENCARIANNYA

    OpenAIRE

    Nova Kristiana

    2007-01-01

    Eye Cathcer represents one of the determinant factors for succeeding in an advertisement. The main objective in advertising is to get positive response from the consumer, to use the product offered, through advertisements and to position the product image in the consumer’s mind. Advertisements that go to and fro have various styles from the products offered. Advertisers also must think deeper on how to attract consumers so that the products offered are appropriate towards the sales target. ...

  13. KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAM UPAYA PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    So Woong Kim

    2013-03-01

    Full Text Available Law Number 32 Year 2009 on Environmental Protection and Management ( UUPPLH that have entered criminal provisions in Chapter XV , which consists of 23 chapters. Provision of punishment is much more complete and detailed than the Law Number 23 Year 1997 on the old Environmental Law, but still a lot of things that need to be addressed in the UUPPLH. The results showed that the enforcement of the criminal law to an act of formal law has a special event, because it relates to the principle ultimum, meaning that the effective use of criminal law to an act of formal law enforcement have to wait until the administration declared is no longer effective. To avoid difficulties in the enforcement of environmental law, the legislation specifically about formal law should be drafted clearly, firmly, not interpretations. Authors attempt to compare with Environmental Law in South Korea, in order to find a refinement of Law Number 32 of 2009.

  14. Peran Agama Islam Dalam Penanggulangan Demam Berdarah Dengue

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Boesri

    2012-09-01

    Full Text Available Demam Berdarah Dengue (DBD merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan belum ditemukan obatnya.Penyakit DBD disebab­kan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang berkembang-biak di tempat penampungan air yang biasa dipergunakan sehari-hari seperti bak mandi, tempayan, drum dan genangan air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah.Karena sampai saat ini masih belum ditemukan obatnya, maka perlu dicari cara yang efektif untuk pencegahannya, salah satunya pendekatan agama.

  15. Efektivitas Asam Asetat dalam Ekstraksi Asam Fitat Pollard

    OpenAIRE

    I. Hernaman; T. Toharmat; W Manalu; P.I. Pudjiono

    2007-01-01

    Phytate is commonly high in cereals grain. This compound can be extracted with acid solution. The purpose of this study is to extract phytic acid from pollard using acetic acid at the concentration of 0.1, 0.5, 1, and 5%. Pollard was fractionated using vibrator ball mill to evaluate the distribution of phytic acid in the particle of pollard. One percent of acetic acid was used to extract phytic acid from pollard at ratio of 1:1; 1:1.5; 1:2; and 1:3. The fraction having particle size of 16,...

  16. RELASI JARINGAN ORGANISASI PEMUDA DALAM PEMILIHAN GUBERNUR SUMATERA UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muryanto Amin

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatari oleh munculnya para ”preman” sebagai aktor lokal di Sumatera Utara yang berperan mendukung Syamsul Arifin sebagai calon Gubernur Sumatera Utara tahun 2008. Sebagian aktor lokal itu berasal dari kader Pemuda Pancasila. Mereka mengandalkan kekerasan dan uang yang dimiliki untuk memperoleh serta memaksimalkan akses sumber daya dari pemerintah daerah. Untuk menjelaskan model relasi jaringan yang digunakan Pemuda Pancasila sebagai modal memenangkan calon gubernur yang didukung, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan studi kasus dan analisis tipologi dipilih sebagai sebagai cara untuk menyusun interpretasi atas data tertulis, wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model relasi yang terjalin antara Pemuda Pancasila dengan birokrasi, pengusaha, dan media cetak lokal dilakukan atas dasar hubungan yang saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme. Jalinan relasi jaringan tersebut dilakukan dengan cara yang beragam, saling mengait, dan penuh intrik untuk mempertahankan akses kekuasaan dan memanfaatkan sumber daya yang dikuasai. Pemuda Pancasila tetap ingin memperoleh akses sumber daya yang dikuasai negara di tingkat lokal. Sementara, para pejabat birokrasi, pengusaha, dan pengelola media cetak lokal membutuhkan kekuatan Pemuda Pancasila untuk mempertahankan kekuasaan dan usaha mereka seperti menghindari ancaman dan menjaga keamanan di lokasi-lokasi kekuasaan dan usaha mereka. The background of this study is the emergence of “gangsters”—some of whom were cadres of Pemuda Pancasila—as local actors who played an important role to support Syamsul Arifin as governor candidates in North Sumatera. They rely intimidated with violence and money to gain access resources from the local government and maximize them. This study used qualitative methods that would explain network relation models of Pemuda Pacasila used as capital backed winning candidate for governor. The qualitative analysis with typology technique is chosen as a way to arrange interpretations on data—written materials, in depth interviews, and observations. The findings showed that the network relation models among Pemuda Pancasila, bureaucracy, businessman, and local print media was performed based on mutualistic symbiosis. Interwoven network of relationships is done in stepwise manner, interlocking, full of intrigue, and power to maintain access and utilize resources owned. Pemuda Pancasila still want to gain resources accsess that local state controlled. While bureaucrats, businessman, and local media managers need strength of Pemuda Pancasila to maintain their power and attempt to avoid such threats and security at sites and their efforts.

  17. ALETRNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DALAM SENGKETA TRANSAKSI ELEKTRONIK (E-COMMERCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rochani Urip Salami

    2013-01-01

    Full Text Available In e-commerce transactions in cyberspace it is possible occur a dispute as well as dispute occur within a legal relationship which is done conventionally. The more numerous and widely distributed activities of trade, then the frequency of occurrence of dispute be high and it means there'll be a dispute that must be solved. Dispute resolution itself basically qualifying to dispute resolution by peaceful and dispute resolution in adversarial. Resolving disputes peacefully is better known with concensus. While the dispute resolution in adversial, better known as resolution of disputes by a third party who is not involved in the dispute. The form of peaceful dispute resolution is negotiation, mediation and conciliation, while resolution form adversial is through the courts or the arbitral institutions. Dispute resolution in accordance with the philosophy of the inception of e-commerce is through negotiation, mediation, conciliation and arbitration.

  18. ANALISIS TUJUAN PENGELOLAAN DAN KEBUTUHAN DALAM PENGEMBANGAN DANAU SENTANI JAYAPURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Auldry F. Walukow

    2011-02-01

    Full Text Available The destruction of nature is caused by the wrong human’s point of view towards neighbourhoods. Ecofeminism assumes the caused factor of nature destruction comes from patriarchy culture which more on dualistic logic, hierarchy and the fight for domination. The thought of patriarchy causes destruction of nature and oppression of woman. Ecofeminism thought is interesting to be researched because it offers alternative vision which more sociable and gender balanced. The aim of this research is to explicit, critically evaluate, formulate concept of ecofemisthics ethics thought comprehensively and to reveal new vision relating to keep forest preservation. The chosen literature is analyzed using philosophy method: description, interpretation, and holistic. The result of this research shows that nature preservation is lasting and oppression towards woman is stopped if society abandoned patriarchy thought. Ecofeminism develops the concept of care ethics holistically, interactively, non-reduction, and participatively. Principe of ethics which need to be concerned are responsibility towards the whole biosphere, cosmic solidarity, keeping balance with nature, equal relation, careens and simplicity. The excess of ecofeminism succed in realizing the danger of patriarchy thought towards woman and nature. The weakness of it is that it generalizes and universalizes feministhics values uniformity towards all women instead of a priory negative towards the quality of masculinity values. Ecofeminism develops human moral responsibility based on women special experiences.

  19. ANALISIS KEBIJAKAN DALAM PENEMPATAN TENAGA DOKTER DAN DOKTER GIGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Turniani Laksmiarti

    2012-11-01

    Full Text Available Background: The need estimate for the doctors at 2007-2010 is 70.782 person and dentist 25.953 persons. With than the amount to prepare until 2006 year the doctors was 44.584 person and dentist 11.289 person. So that the estimate until 2010 year to increasing necessary needs the doctor opinion 6500 persons, dentist 3500 persons every years (Development and Influence Human Resources of Health Services, Department of Health RI, 2007. The want completed and consequence boundary the formation, the government in the district for the research that the recruitment with the contract system. The aims for the research was to be analysis for the policy the doctors and dentist placement in district: Sumenep, Bondowoso, Badung, Karangasem and Kediri town. Methods: The research design is descriptive, the data taking cross sectional method. Research population was The Employe District Services (BKD, Head Officer of Health in District, the second person in officer of health, Human Resourses in officer of health for 5 the district reearch. To take the sample was porpusif random random sampling. Results: The research amount was the policy difference for the Ministry of Health decree number 1199/MenKes/PER/X/2004 and number 1540/MenKes/SK/X/1/2002, within the Ministry of Health decree number 1199/MenKes/PER/X/2004 to include the measuring contract for doctors was given allowance practice and to produced part the contract. The Ministry of Health decree number 1540, 2005 year to be account the moment loyalty during the 3 year. In the Government Regulation number 37, 1991 year to opposite commission the doctors for the employee did not decided during the moment loyalty, during the accomplishment doctors within did not decided was accomplishment the moment loyalty, and could not to be length (pasal 3 ayat 1 - ayat 2, so that UU number 23, 2002 year to opposite to be entitled Menistry to take the doctors. Key words: Ministry of Health Policy, Policy Analysis, Policy Implementation

  20. RESEPSI KASIDAH BURDAH AL-BŰSHÎRY DALAM MASYARAKAT PESANTREN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadlil Munawwar Manshur

    2006-06-01

    Full Text Available Qashîdah Burdah is a religious literary work that got an honor reception from the people around the world. Therefore, it is no wonder that Qashîdah Burdah could attract wide interest from the world community in the form of scientific study; Qashîdah Burdah recital in the religious ceremony; consumer’s reception in the recording industry and art performance, comments and translation from the Arabic into various kinds of the world languages: English, French, Spanish, Italian, Dutch, and German. The Nordic languages cover of Norway, Sweden, Denmark, Iceland, and Finland. The next is Russian, Turk, Persian, Urdu, Swahili, Chinese, Indonesian and other languages in Nusantara, i.e., Sundanese, Javanese, and Acehnese.

  1. Performansi Algoritma CODEQ dalam Penyelesaian Vehicle Routing Problem

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annisa Kesy Garside

    2014-01-01

    Full Text Available Genetic Algorithm, Tabu Search, Simulated Annealing, and Ant Colony Optimization showed a good performance in solving vehicle routing problem. However, the generated solution of those algorithms was changeable regarding on the input parameter of each algorithm. CODEQ is a new, parameter free meta-heuristic algorithm that had been successfully used to solve constrained optimization problems, integer programming, and feed-forward neural network. The purpose of this research are improving CODEQ algorithm to solve vehicle routing problem and testing the performance of the improved algorithm. CODEQ algorithm is started with population initiation as initial solution, generated of mutant vector for each parent in every iteration, replacement of parent by mutant when fitness function value of mutant is better than parent’s, generated of new vector for each iteration based on opposition value or chaos principle, replacement of worst solution by new vector when fitness function value of new vector is better, iteration ceasing when stooping criterion is achieved, and sub-tour determination based on vehicle capacity constraint. The result showed that the average deviation of the best-known and the best-test value is 6.35%. Therefore, CODEQ algorithm is good in solving vehicle routing problem.

  2. ASPEK IKLIM DALAM DESAIN BANGUNAN DI KAWASAN KONSERVASI KOTA JAKARTA

    OpenAIRE

    Achsien Hidajat

    2008-01-01

    Colonialism periode in Indonesia left many old buildings especially in North Jakarta which they were put into a conservation buildings`s area by gouverment of Jakarta at present time. The arrival of the colonialism brought architectural styles to the buildings that they build. Also the buildings styles that were influenced at past time in Europe. More than 3 centuries of colonialism in Nusantara left many buildings with many buildings`s conceptional and design which represent the time. Archit...

  3. PENGARUH TIPE JENDELA TERHADAP POLA ALIRAN UDARA DALAM RUANG

    OpenAIRE

    Kindangen, Jefrey I.

    2003-01-01

    Windows are of primary concern as vehicles for getting air into and out of buildings, and they must be chosen carefully for their air-controlling characteristics. In present study, we modelled two types of window: horizontal centre-pivot and top edge-hung types with 30, 45 and 60 degrees of shutter's inclinations, kept the same for inlet and outlet. Numerical simulation used to study the turbulent airflow in two dimensions has been carried out in order to analyse the effect of windows types o...

  4. PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA DAERAH DALAM MEWUJUDKAN SISTEM KETAHANAN NASIONAL

    OpenAIRE

    Dadang Garnida; Sjafri Mangkuprawira; Aji Hermawan; Bomer Pasaribu

    2011-01-01

    Leadership is a phenomenon of society, nation, and state which influence and characterize the life of society, nation, and state. Leadership is also one of all functions which can push both the realization of national ideas and national objectives, and national security and defense system. This research seeks for a strategic leadership model which can be implemented in all provinces in Indonesia, and which will influence all of provincial leaders, especially governors, in order to improve th...

  5. KAJIAN ASPEK LINGKUNGAN DALAM PENGEMBANGAN AGROEKOWISATA PADA SISTEM SUBAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumiyati Sumiyati

    2013-02-01

    Full Text Available Along with the development of the tourism in Bali, one of the phenomena occurs was that the land conversion to the non-agricultural land and pollution, and increased water demand not only for irrigation. These conditions affect the sustainability of the subak system. One strategy to support the sustainability of the subak system is the synergy between agriculture (Subak to tourism, which developed agroecotourism on the subak system. It must consider the physical and social environment. The purpose of this study is to analyze the existing condition of Subak in Bali and if it made the development agroecotourism on the subak systems. This is about the quality of irrigation water, the physical condition of irrigation facilities, subak system facilities, and socio-cultural conditions of subak system. Water quality in Subak Anggabaya, Subak Lodtunduh, and Subak Padanggalak with the development of Kertalangu agrotourism, is in good condition. It could be argued that if made ??the development of agroecotourism on the subak systems, irrigation water quality can still be maintained in good condition are used for agriculture. The value of physical conditions on Subak Anggabaya was 2.00 (moderate and at the Subak Lodtunduh are 2.00. With the development of agroecotourism on the subak systems be 2.21 on Subak Anggabaya and 2.23 on Subak Lodtunduh. A Socio cultural condition on subak system management to support the development of agroecotourism area, at Subak Anggabaya was 2.00 (moderate and at the Subak Lodtunduh are 2.23 (between moderate and good. With expected agroecotourism visitors activities can provide positive influence (3.00 to the local community and the socio cultural conditions of subak system can increase or better.

  6. PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA DAERAH DALAM MEWUJUDKAN SISTEM KETAHANAN NASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dadang Garnida

    2011-09-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 st1\\:*{behavior:url(#ieooui } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Leadership is a phenomenon of society, nation, and state which influence and characterize the life of society, nation, and state. Leadership is also one of all functions which can push both the realization of national ideas and national objectives, and national security and defense system. This research seeks for a strategic leadership model which can be implemented in all provinces in Indonesia, and which will influence all of provincial leaders, especially governors, in order to improve the strength of the National Security System (NSS. The collected quantitative and qualitative data were selected and analized descriptively and analitically by the use of descriptive analysis and multivariate regression, to meet the objective of this research. The result of this study shows that the leadership of a governor has a significant and positive influence upon national security and defense system and, therefore, it maybe concluded that a strong leadership of a governor will provide his local area with positive effect, namely, there will be an establishment of a strong and realiable system of national security and defense.   Keywords: Leadership, Province, Governor, National Security and Defense System, Multivariate Regression

  7. PENINGKATAN KUALITAS TANAH DALAM MEWUJUDKAN PRODUKTIVITAS LAHAN PERTANIAN SECARA BERKELANJUTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Adnyana

    2011-02-01

    Full Text Available Soil survey and analysis for evaluating soil quality was done at paddy soil of Tabanan regency, to rehabilitate the soil quality on physically, chemically, and biologically, respectively, and for increased the sustainable productivity. Soil samples were collected from top soil (0-20 cm and subsoil (20-60 cm, selected on composite sampling. In this study, the soil characteristics analyzed is: soil texture, caution exchange capacity, base saturated, organic matter, P and K contents. Analysis results showed that most of Tabanan regency paddy soil had a medium physical-quality, very low to low chemical-quality, low biological-quality, and low productivity. To implementation the land agriculture productivity, could be increased the soil quality with integrated fertilization recommendation by combined inorganic fertilizers (Urea and SP-36 and organic fertilizers (manure and straw with suitable dosage.

  8. Tranformasi Fragmen Dna Kromosom Xanthomonas Campestris ke dalam Escherichia Coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wibowo Mangunwardoyo

    2002-04-01

    Full Text Available Research on DNA transformation of Xanthomonas campestris into Escherichia coli DH5?? using plasmid vector Escherichia coli (pUC19. was carried out. DNA chromosome was isolated using CTAB method, alkali lysis method was used to isolate DNA plasmid. Both of DNA plasmid and chromosome were digested using restriction enzyme EcoRI. Competent cell was prepared with CaCl2 and heat shock method for transformation procedure. The result revealed transformation obtain 5 white colonies, with transformation frequency was 1,22 x 10-8 colony/competent cell. Electrophoresis analysis showed the DNA fragment (insert in range 0.5 – 7,5 kb. Further research should be carried out to prepare the genomic library to obtain better result of transformant.

  9. Kuaso betino rimbo: Potret perempuan dalam keluarga rimba

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Syarifin

    2015-04-01

    Full Text Available The relation between masculinity and femininity in the jungle family has a vital position. In inheritance case, a divorce, either life or death, causes several rights that belong to women such as child custody, property split (community or separate property. This nature resource inheritance status covers an ownership, utilization, and distribution for example in agricultural or hunted resource. However, social changes affect female (batino role in a domestic field. She takes care not only for women responsibilities such as child care, household task, cooking and serving the husband, but also takes care of men’s responsibilities such as providing water from the river, collecting wood, farming and other activities that men should do.    

  10. BUDAYA SENSOR-DIRI DALAM KEBEBASAN PERS DI JEPANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ilya Revianti Sudjono Sunarwinadi

    2006-06-01

    Full Text Available Freedom of the press and freedom of expression are formally guaranteed on the Constitution of Japan, therefore to be expected that the press and people in general have their independency vis a vis the state. The Japanese media people feel that those freedoms have been practiced, and the particular article of the constitution has been regarded as a norm by the media. But some opinions have also emerged that freedom of the press in Japan is in fact controlled in some ways by those in power. This notion is perhaps related to the practice of “self-censorship” that has been commonly thought of the Japanese media. This practice is seen in this work as closely linked to Japan’s traditional cultural philosophy. The Japan media make it as an “obligation” for themselves to voluntarily regard things related to the imperial family as something very sensitive to be touched upon. There are limitations that cannot be breached. Violations will mean that they will be sanctioned by other fellow members of the’ kisha kurabbu’ or socially punished by the public. Sometimes self-censorship is implemented by the media out of their fear of right wingers or the ruling party.

  11. DARI RITUAL KE PANGGUNG PERTUNJUKAN: PERKEMBANGAN TARI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tati Narawati

    2004-10-01

    Full Text Available There are three primary functions of dance in human life, i.e., for ritual,for personal entertainment, and for aesthetic presentation. All dance experts believe that the oldest function of dance in human life is for ritual. Dance is needed on the occasion of birth, circumcision, marriage, death, war, changes of the moon and sickness. Bali is the richest island of dance in Indonesia and known as "paradise in the world of arts. The Balinese dance ritual dances for gods, for spirits of the ancestors, for religious seers, for human beings, and also for the underworld spirits. Indonesia is rich in dance for personal entertainment, such as tayuban in Central and East Java, Jaipongan in West Java, gandrung in East Java, joget in Bali, ronggeng Melayu in Sumatera, etc. The development of urban population with sufficient income has influenced the development of dance as aesthetic presentation, because the urban people, categorized as the cultural consumers, need some aesthetic entertainment for their leisure time. The best country in the world whose amazing development of her dance as aesthetic presentation is the United States of America and New York is widely known as "the mecca of performing arts".

  12. SISTEM PERTANGGUNGJAWABAN PERKARA KORUPSI DALAM RANGKA PERCEPATAN PENYELAMATAN UANG NEGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jawade Hafidz

    2011-02-01

    Full Text Available Regulations governing the crime of corruption has changed several times. This is done to reach a modus operandi of various criminal acts of corruption and minimize the legal gaps that can be used as an excuse for the perpetrators of corruption to be able to detach himself from the shackles of law. Investigation, prosecution and examination before the court in a corruption case precedence over any other case to completion as soon as possible. In the Law of Criminal Acts of Corruption, the loss state is enough to capture perpetrators of corruption. Perpetrators of corruption have the right to prove that he did not commit corruption. Even so, the prosecutor still must prove the charges. Greater accountability of corruption, namely the possibility of imposition of penalty in absentia, the possibility of seizure of goods that had been seized for a defendant who has died before a verdict can not be changed again, the formulation of a broad scope of the offense, the expansion of the interpretation of the word "embezzle "the offense of embezzlement.

  13. PERAN BANK INDONESIA DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PERBANKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budiyono

    2011-02-01

    Full Text Available Management activity in banking area Indonesia have strategic role to support national development execution. Referring to the mentioned, hence in face of national economy growth which is complex progressively and also financial system which progressively go forward, to be needed by adjustment of policy in economic area is including banking sector, adjustment needed in line with international banking norm growth. Law which have been invited in the Act No. 7, 1992 as have been altered and added with Act No. 10, 1998 about Banking, related to problem of doing an injustice to banking, this law is expected can close over lacking of found on previous law.

  14. ANALISIS BIAYA PROJEK KONSTRUKSI DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF SYARIAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Sedayu

    2012-03-01

    Full Text Available The monetary circulation in construction projects is very important to be analyse and evaluated from the perspective of islamic law. This is so because most construction companies were indicated practicing some methods which have no basis in Islam. Some of them are even legally done some practice which considered as forbidden in Islam, such as dishonesty, manipulations, and injustice acts. Moreover, in Indonesia most of construction companies are using a foreign method from the former collonial government. The methods are found to be generating conflicts between persons in the project, and therefore could damage the social relationship of human being. BOW Analysis, and SNI which developed from BOW are still used in Indonesia. Those methods are not able yet to stand for some essential human rights, especially for the projects’ labor. The same condition happens too in the modern-world analysis which have coeffecients in determining worker fee, such as Weibull Analysis. This very sophisticated analysis is unable to answer the economic problems of society. All these methods were developed under the capitalistic framework which only intended to obtain more individual benefit, without considering the loss resulted to other people’s lives. Labor’s payment is very low in this capitalistic construction analysis. They are assumed similar to machines and equipments which has a range of productivity. If they became unproductive after some period of time, they can be thrown easily without considering their lives needs. On the other side, economic system in Islamic law is provided with some solutions to answer all social and economical problems in the society. Shariah economic and management system which is applied in a construction corporation’s system analysis and accountancy will bring great advantages, whether for its labor and company, or for society in general. Within the shariah construction management, all parties will reach Allah’s blessing and gain benefits in both worldly life and the hereafter.

  15. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG DALAM BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Indriasih

    2012-11-01

    Full Text Available Decentralization in health sector has enable to identify many health problems, population characteristics, and locally and more specific incidences. Health problems can be categorized based on geographic areas (national. regional,and local. The Geographic Information System (GIS is one of tools for depicting the seventy of health problems and identifying health determinants specifically, as inputs for decision making process, also for epidemiological analysis and public health management. The basic framework of GIS is identification of Input, storage, data processing and output. The GIS main application consist of 1 the spatial description of a health event, 2 risk factors, high risk groups, and high risk areas identification, 3 health situation analysis, diseases pattern analysis, 4 surveillance and monitoring of public health, 5 the planning and programming of health activities; and (5 evaluation on health intervention. In Indonesia, the GIS hasbeen used in many work divisions of Ministry of Health, especially for diseases surveillance mapping. Beside the GIS is able to perform high quality products such as map, graph, and tables. The GIS map can be in the different form of various types and contents. The quality of GIS map depends on geographical precision, the representation of object's pattern and color; definition of the event which will be presented. Usually, the presentation format is developed by combining map, graph and table. Simplification on GIS data management, integration with public health data, and availability of GIS user friendly software will support policy making process according to geographical position. This article presents case in 1997-2001, on the spread of malaria cases in Ciamis District concentrated in some villages in southern coast, where mangrove forest and lagoon are usually found. It tends to spread from west to the east. Malaria cases spread mostly inareas at the height between 0-100 meters above sea level, and just a few cases were found in areas at more than 100meters above sea level. Finally, the capability of GIS to manage spatial data is enable to perform various scenarios as conducting strategic analysis. In order to minimaze bias and uncertain results, it recommends to conduct GIS analysis by multidiscipline members. It should be reminded that the final objective of GIS application in health sector is to improve the ability in plannmg, diagnosing, and intervention of health problems in many governmental administration level due tosupport the achievement of health development goals. Key words: geographic information system, public health, policy making process

  16. PENURUNAN KADAR KHROM DALAM AIR MENGGUNAKAN CARA PENUKAR ION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukar Sukar

    2012-09-01

    Full Text Available Chromium hexavalent compound, Cr (VI are irritant and corrosive, and are absorbed by ingestion through the skin and by inhalation. The extensive use of Cr (VI compounds in many industrial processes makes those compounds exist in the industrial effluent and may contaminate the rivers. To minimize water pollution, the effluent should be treated first before discharged to rivers. The chromates ion-exchange recovery processes are usualy carried out at an acidic pH. This study was carried out to provide a better process of chromate removal capacity than another process including precipitation, extraction, absorption, and adsorption. Twenty minutes contact time at pH 2 was the optimum recovery by the constant Reynold number.

  17. Suplementasi Kolin Klorida dalam Ransum untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ayam Broiler

    OpenAIRE

    Sumiati; W. Hermana; A. Afiati

    2006-01-01

    Cholin (?-hydroxyethyl-trimethylammonium hydroxide) is a constituent of phospholipids, can interfere the metabolism process that affects the growth. Sometimes cholin in a diet does not meet the animal requirement because of its low availability. The objective of the research was to study the effect of cholin chloride supplementation in the diets on broiler performance. A completely randomized design with 4 treatments and 4 replications were used in the experiment on broiler chicks reared up ...

  18. POSISI NA? DALAM IJTIHAD ‘UMAR IBN KHA???B

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fahmi Jawwas

    2013-12-01

    Full Text Available This article discusses the position of the na? in the ijtihad of ‘Umar ibn Kha???b. ‘Umar is a companion of the Prophet who is known to have insight and intelligence. He is known by Muslims as the father of the mujtahid. Courage in ijtihad sometimes spawned debate among scholars. Some have even considered that aspect of ijtihad put the benefit greater than the na?. This is because the results of ijtihad impressed-for some people-contrary to what is contained in the passage, both the Qur'an and Sunnah. Is it true that ‘Umar ibn Kha???b rule out na? in ijtihad such allegations as scholars? While on the other hand, 'Umar was a man who got recognition by the Prophet over his intelligence in understanding the religion (Islam. This is what will be examined in this paper.

  19. CORAK PENAFSIRAN M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atik Wartini

    2014-06-01

    Full Text Available This article examines the patterns of M. Quraish Shihab’s interpretation in his work Tafsir Al-Misbah. From the beginning it appears that Tafsir al-Misbah uses multidipliner approach in assessing and interpreting the Koran. So that, it is can be concluded that M. Quraish Shihab is subjectivist position. It can be seen from his styles of interpretation often strengthened by historical data as the data interpretation or sometimes data cited from other holy scriptures such as Gospel and the Book of the Law. The later is cited to use as a comparison in order to strengthen his interpretation argument over the verses of Qur'an . Nowadays, these types of interpretation effort are quite influential in understanding the Qur'an. although the progression of the new interpretation is measured based on the ability of the developing community.

  20. SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR DALAM KERANGKA KERJA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

    OpenAIRE

    Bernardo Nugroho Yahya

    2001-01-01

    The value of an information is more valuable than the value of an investment. To make in information needs a system that can produce an accurate & priceless information. Management Information System needs to be defined more details to get a specific information, especially for production activity (manufacturing). Manufacture Information System can support the whole manufacture activity to make a good product in means of time, cost and also quality. Abstract in Bahasa Indonesia : Nilai se...

  1. URGENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGEMBANGAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salmiwati Wati

    2013-02-01

    Full Text Available The function of Islamic education as one of compulsory subjects is to form the students’ character in order to be obedience and tolerance muslims. Thus, they can accept multicultural system and reject any form of oppresses because of diversity. It can be specifically seen from the objective of the lesson which aims to create Indonesian citizens to be  diligent worshipers,  good ,  knowledge, intelligent, honest, wise, discipline, and tolerance muslims. They also should keep the harmony and develop religion and culture in the schools.

  2. PENGARUSUTAMAAN KESEHATAN LINGKUNGAN DALAM PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MANUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadi Siswanto

    2012-09-01

    Full Text Available The physical, biological and social environment  give a big influence on health status (wellbeing. The good and healthy environment and health are the basic rights. However, in implementing those as rights and the importance of environmental  health, there is a problem. The problem  is the inappropriateness between  th decide policy and implementation on  the field.  The environmental health seems to be  separated  from  the business  process of health services. The  infrastructure   of  environmental health is not yet adequates. The objectives of study are to know  (1 environmental health's pesrspektive in health  efforts, (2 shifting of environmental health perspective and (3 perspectives  and efforts implemented  in improving life quality. This study is a qualitative research and using the method and analysis through literature study,  documents  and phenomenon  and  be completed by the information  from  six  informants  related  to  the  policy formulation, endorsement  and implementation. The research reveals  that first from the  historical  perspective,  human  life cannot  be separated  from the environmental condition.  From the past, it is realized that  there  is a relation between nature and environment and the incidence of disease. Second, from the health perspective basic change happens which is the alteration  of health view. Initially health oriented to disease, disability and weakness then changes to the view of productive  physically, mentally and socially healthy. This change is equivalent with the paradigm change which is from sick paradigm  to healthy  paradigm  and the perspective change of the role of environment and environmental health. The environment  is initially considered  limited to its relation with the incidence of disease. The conducted effort is aimed to prevent and break the chain of disease occurrence. Third, as a conceptual  changed, but in the field implemented  efforts have not been shifted conforming  to paradigm change and still in a marginal. Based on this study, it is recommended  to place the environmental health as a mainstream in the policy field and in its implementation as a value, socio-cultural and ecological system in the health, education and environment sector. Keyword: health,environmental ltealtlz and mainstream

  3. Civil disobedience dalam kalangan pengundi Cina di Malaysia

    OpenAIRE

    Kartini Aboo Talib Khalid; Suhana Saad1,

    2011-01-01

    Malaysia adalah sebuah negara multi-etnik. Parti-parti politik yang ditubuhkan juga cenderung mengikut identiti etnik masing-masing. Misalnya Barisan Nasional (BN) merupakan parti pemerintah yang cenderung berasaskan etnik dan terdiri daripada Parti Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO) mewakili kaum Melayu, Malaysian Chinese Associasion (MCA) yang mewakili etnik Cina dan Malaysian Indian Congress (MIC) yang mewakili etnik India begitu juga dengan parti-parti politik di Sabah dan Sarawak yang menj...

  4. PENATAAN TAMAN DALAM KAJIAN BALI SEBAGAI PULAU TAMAN YANG BERBUDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Dewa Putu Darma

    2012-11-01

    Full Text Available Bali is one of famous tourism object in the world. To realize Bali as a park island ofculture, it is necessary to be attention in improvement Bali itself. Between human being andnature are interlocked to make Bali as a park island. In fact at the field that the arrangementof park in Bali has not reflected life culture of Balinese people, where the used of plants hasnot referenced for the kinds of the plats which is used to religion ceremony, holy building,medicines an so on, According to the result of the research the selection of the kinds of theplants is used to arrange the park in Bali, have inventarization as 105 kinds. To realize Balias park island of culture so government, private and people to needed.

  5. TEKNOLOGI ZONE AGROEKOLOGI DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Adnyana

    2012-11-01

    Full Text Available Technology of agroecologycal zonning is a land evaluation to using specific areaespecially in agriculture with friendly environment. Agroecologycal zonning based onfisically environment elements i.e., climate, physiography and landform, soil resources,vegetation and land use. Alternative commodities that will be devolloped based on socialeconomy factors. In area with stable land using (East and centre of Buleleng thecommodities that will be choised : adaptive, profitable, and acceptability. In area with not yetstable land using (west of Buleleng will be purposed with agroecologycal zonning as (1 atslopping area for suitable and profitable annual cropping, (2 at hilly area for multiplecropping, (3 in mountainous area with slope < 40% for multiple cropping and estate,whereas, if slope >40% and elevation >700 m over the sea level for plants conservation.

  6. PRODUCT DATA MANAGEMENT DALAM KAITAN DENGAN CAD/CAM

    OpenAIRE

    Bernardo Nugroho Yahya

    2004-01-01

    The future industry is the one who can manage the information system. Today, communication technology and distributed system computerization already have the ability to implement system that able to exchange and share information between different users. Product Data Management (PDM) is an up-to-date and excellent method on managing the exchange and share of information. PDM is able to integrate and manage data analyzing process and documentation of the related product component physically. B...

  7. Pengaruh Etika Bisnis Terhadap Kejahatan Korporasi dalam Lingkup Kejahatan Bisnis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfina Lebrine S.

    2010-01-01

    Full Text Available Much of our lives and daily routines are affected by corporate activities. Business ethics (also known as corporate ethics is a form of applied ethics or professional ethics that examine ethical principles and moral or ethical problems that arise in a business environment.Corporate crime as a part of bussines crime refers to crimes committed either by a corporation or by individuals that may be identified with a corporation or other business entity. Corporate crime demonstrates the destructive impact on politics, environment, consumers, workers, stakeholders, foreign policy and future generations.

  8. MODERNISME DAN REFORMISME DALAM PEMBINAAN HUKUM ISLAM DAN PRANATA SOSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bahdar

    2013-12-01

    Full Text Available This paper describes the development of modernism and reformism in Islamic law and social institutions. This study is directed to the existence of Islamic law in the midst of social change. Islamic law is eternal is faced with an ever-changing social reality, has attracted serious attention in many scientific experts. It is a debate among scholars orientalis is about environmental adaptability of Islamic law with the social development of society. Society always change with the change of time and place, while sharia law final and eternal nature. In connection with the issue, it is questionable whether Islamic law can be developed and can accommodate the interests of humanity that is always moving forward. Or whether only follow God set eternity.

  9. Syingir: Transformasi Puisi Arab ke dalam Puisi Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hindun

    2012-02-01

    Full Text Available Syingir is a advice poem that uses the daily Javanese Language and sung individually or together. Syingir developed in pesantren [lslamic boarding school] or in Islamic region, in Central Java and East Java. The creators are kyai or da'i. This poem created to spread the teachings of Islam including akidah, syariah, and muamalah by means of an easy to remember so it was easy to be understood. In terms of firm, syingir closer to the pattern of traditional Arabic poem, syi'ir known as the pattern of al-Khalil. Usage that pattern was caused by penyingir are kiais that had been familiar with ilmul arudl wal-'-qafiyah, the science of rhythm and rhyme in Arabic poetry. While in the term of content, syingir as a religious message is the transformation of the contents of the Arabic poetry which is at-ta'lim (education.

  10. Performansi Algoritma CODEQ dalam Penyelesaian Vehicle Routing Problem

    OpenAIRE

    Annisa Kesy Garside; Satya Sudaningtyas

    2014-01-01

    Genetic Algorithm, Tabu Search, Simulated Annealing, and Ant Colony Optimization showed a good performance in solving vehicle routing problem. However, the generated solution of those algorithms was changeable regarding on the input parameter of each algorithm. CODEQ is a new, parameter free meta-heuristic algorithm that had been successfully used to solve constrained optimization problems, integer programming, and feed-forward neural network. The purpose of this research are improving CODEQ ...

  11. PENERAPAN PRINSIP TANGGUNG GUGAT DALAM PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DALAM RANGKA IMPLEMENTASI TRIPLE BOTTOM LINE DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Misahardi Milamarta

    2012-01-01

    Full Text Available The goal of this research is to determine the application of the accountability principle in the implementation of corporate social responsibility within the framework of implementation of triple bottom line in Indonesia. It is a normative legal research using secondary dan primary data. Seconda-ry data obtained through libabry research, while the primary data obtained through in-depth interviews. To ensure the data validity is used the criticism source. Data were analyzed using editing analysis style. The results of this study indicate that the application of an accountability principle is not easy. Standard or criteria that must be applied in case relating to the application of an accountability principle should clearly and objectively.

  12. RELASI HUKUM DENGAN KEKUASAAN: MELIHAT HUKUM DALAM PERSPEKTIF REALITASRELASI HUKUM DENGAN KEKUASAAN: MELIHAT HUKUM DALAM PERSPEKTIF REALITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    FX. Adji Samekto

    2013-01-01

    Full Text Available Autonomous law reflects enforceability of modern legal system which is promoting the achievement of formal justice and has biased value on the weak, the poor and the marginalized. Limitations of autonomous law further encourages the birth of responsive law, legal typology which reflects an effort to the substantive justice. Discourse about responsive law actually extremely close to the idea of progressive law offers by Satjipto Rahardjo. In the context of this progressive law indeed we are invited to think out of the box of autonomous law way of thinking. Thinking about out of the box here is that we are not constrained by the way of thinking only in modern legal systems - which reflect autonomous law - and consider that it is the most correct way of thinking, as proven autonomous law in practice of modern legal system is only able to realize the formal justice. Meaning contained in these progressive laws can explain the typology meaning of responsive law. Based on analysis study, the application of legal typology of repressive law, autonomous law and responsive law to the community can be carried out by the authorities at the same time depending on that typology of society.

  13. PEMERIKSAAN RESIDU PESTISIDA DALAM KOMODITI BERAS YANG BERASAL DARI BEBERAPA KOTA DALAM UPAYA PENETAPAN BATAS MAKSIMUM PESTISIDA (BMR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Mutiatikum

    2012-09-01

    Full Text Available It has researched that the residual pesticide in rice commodities with come from Cianjur, Semarang and Surabaya markets. The test examined using HPLC (High Pressure Liquid Chromatography method. The result of the test that come from some kind of Indonesia people and is calculated  pattern of Indonesia people. The result of test, the karbofuran has detected 0,0296 - 0,0755 mg/kg and according to BMR level allowable minimum consume around 0,02 mg/kglday, which is ADI level 0,01 mg/kg/day from cereal.   Kata Kunci : Residual pesticide, Rice

  14. DAMPAK PEMBERIAN TABLET ZAT BESI (Fe PADA IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (Analisis Lanjut SDKI 1994

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Magdarina Destri Agtini

    2012-09-01

    Full Text Available The prevalence of low birth weight (LBW in Indonesia varied between 2.1 - 17.2%. At the end of Five years Development Plan V (Repelita V it was 15.0%, and is expected to decrease to 10.0% by the end of Repelita VI. Low Birth Weight infant (less than 2500 grm is an important issue, because of its relationship with the survival and health status of the infant in the future. The prevalence of anemia in pregnant women is 63.5%. The cause of anemia is mostly iron deficiency. The need of iron in pregnant women is quite high which is an average of 800 mg during pregnancy. Daily food contains 10 - 20 mg iron but the human body can absorb only less than 10.0%. To overcome the problem, iron pills distribution program is implemented. The iron pills contain 200 mg ferro sulfate and 0.25 mg folic acid, and are given to all pregnant women who visit Community Health Centres (Puskesmas and Integrated Health Service Posts (Posyandu. Each pregnant women is expected to have at least 90 iron pills during the pregnancy. The objective of further analysis of the Demographic and Health Survey 1994 is to obtain information on the impact of iron pills on low birth weight. Among the 1689 weighted children born in 1994, there were 6.7% (112 children with low birth weight. The percentage of low birth weight (10.6% in the mothers who did not take the iron pills is the highest, followed by mothers who took less than 90 pills (6.0% and the lowest percentage of low birth weight is found among mothers who took the least iron pills (5.9%, and statistically the difference is significant at p=0.0271. Among mothers who weighted their new born children, 14.6% did not take iron pills during pregnancy, only 26.1% mothers who took at least 90 iron pills during pregnancy. There is variation among the number of iron pills taken. Iron pill is useful for pregnant women. Based on the pills consumed by the pregnant women, the risk for having low birth weight infant for mother who did not take pills compared with those who take at least 90 pills is 3.5 times (95% CI: 1.41 - 9.09 in Java Bali, 10.3 times (95% CI: 1.11-14.29 for mothers with education Junior High School and 2.7 times (95% CI: 1.11 - 6.66 for mothers who give birth for the first child.Based on the number of pills taken by pregnant women, risk for Low Birth Weight in urban and rural area is not different, in Java Bali and as outer Java Bali. To reduce the Low Birth Weght, it is important to intensify monitoring, educating, informating on the importance of iron pills with balanced nutrition through health attendant and community key person and involvement of private company through mass media. It is important to have examination of women before she get pregnant and give proper treatment to the diseases which can worsen the anemia during pregnancy. It is also important to do special research on the high risk of anemia by considerating factors which determine low birth weight in the effort of promoting the health of pregnant women and the infants, so that specific and or appropriate methods of intervention can be developed and applied. 

  15. Perbandingan Kadar Soluble Fms-Like Tyrosine Kinase 1 (SFLT1 Serum Kehamilan Normal dengan Preeklamsi Berat Serta Hubungannya dengan Tekanan Darah dan Derajat Proteinuria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amillia Siddiq

    2009-09-01

    Full Text Available Prediction and early detection of preeclampsia is very important to reduce maternal and perinatal morbidity and mortality. This research was to find out the difference of serum sFlt1 level between normal pregnancy and severe preeclampsia (SPE and to determine the correlation of serum sFlt1 level with blood pressure as well as the degree of proteinuria. This was an analytic observational cross sectional study. Measurement of serum sFlt1 level using ELISA. >Statistical analysis was performed by using chi square, t test, Mann-Whitney test, Spearman Rank correlation coefficient and diagnostic test for cut-off point determination.The characteristics of the subjects in both groups were not statistically different (p>0.05. There was a significant difference in sFlt1 level between SPE group and control group (3,827±471 pg/mL and 2,708±441 pg/mL subsequently; p<0.05. There were significant association between sFlt1 level and systolic blood pressure (p=0.042; p<0.05 ; between sFlt1 level and diastolic blood pressure (p=0.041; p<0.05; and between sFlt1 level and degree of proteinuria (p=0.012; p<0.05. The cut-off point of sFlt1 level to differentiate SPE from normal pregnancy was 2,815 pg/mL with sensitivity of 97.1%, specificity 42% and accuracy of 69.6%.There is statistically significant difference of sFlt1 level in SPE compared to normal pregnancy. Significant association is noted between sFlt1 level and systolic and diastolic blood pressure, as well as degree of proteinuria. The cut-off point of sFlt1 level is 2,815 pg/mL.

  16. Pengaruh Konsentrasi Karbon Terhadap Performa Elektrokimia Anoda Liti2(Po43 Untuk Aplikasi Baterai Ion Lithium Tipe Aqueous Elektrolit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zeddy Argasani

    2014-09-01

    Full Text Available Salah satu sistem penyimpanan energi terbarukan yang banyak digunakan dewasa ini adalah rechargeable lithium-ion battery. Pada rechargeable lithium-ion battery terdapat 4 bagian utama yang salah satunya adalah bagian anoda. Anoda yang dipakai adalah LiTi2(PO43 dengan tipe NASICON yang dilakukan proses conductive coating yang menggunakan sukrosa dengan pemanasan 600?C selama 3 jam didalam atmosfer argon untuk membentuk coating karbon LiTi2(PO43/C sehingga meningkatkan performa elektrokimia yaitu dalam hal kapasitas material LiTi2(PO43. Hasil persentase berat karbon yang terdapat pada LiTi2(PO43/C diidentifikasi dengan Carbon Analyzer didapat dengan kadar karbon 8%, 13%, dan 17.2%. Dari hasil CV, penambahan karbon coating dapat meningkatkan stabilitas, konduktifitas elektronik, kapasitas, dan performa siklik material LiTi2(PO43/C di dalam aqueous elektrolit. Pada hasil charge-discharge, penambahan karbon coating yang tepat dapat membawa ion lithium berinterkalasi secara mudah dan didapatkan kapasitas charge tertinggi dari LiTi2(PO43 8% C yaitu sebesar 45.9 mAh/g dengan kapasitas yang hilang sebesar 53.4% setelah 100 siklik.

  17. PEMBUATAN GULA NON KARSINOGENIK NON KALORI DARI DAUN STEVIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Buchori

    2011-07-01

    Full Text Available Stevia merupakan bahan pemanis selain tebu dengan kelebihan tingkat kemanisan 200 – 300 kali dari gula tebu dan diperoleh dari estrak daun stevia. Pembuatan gula stevia dilakukan dengan metode ekstraksi untuk mengambil stevioside kemudian dipekatkan dengan cara evaporasi lalu dikristalisasi sehingga diperoleh kristal stevioside. Dalam penelitian ini dicari pengaruh suhu (45°C; 50°C; 55°C, pengaruh waktu ekstraksi (1 ; 1,5 ; 2 jam, serta pengaruh jenis solvent yang digunakan (metanol, etanol, aseton terhadap berat gula yang didapatkan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tinggi suhu maka jumlah produk yang terekstrak semakin banyak, baik untuk solvent metanol maupun etanol. Sedangkan untuk solvent aseton kondisi optimum dicapai pada suhu 50°C. Untuk waktu ekstraksi, semakin lama waktu ekstraksi jumlah produk yang terekstrak semakin banyak. Untuk jenis solvent yang digunakan, metanol lebih banyak mengekstrak produk dibanding etanol maupun aseton. Produk yang diperoleh mempunyai range pH antara 5,2 – 5,5, titik leleh antara 196 – 198 °C, dan densitas antara 1,43 – 1,67, dimana harga-harga tersebut berada di dalam range pH, titik leleh, dan densitas gula stevia.

  18. Perbandingan Kinerja Sistem Kontrol Berumpan Balik Feedback Dengan Sistem Kontrol Berumpan Maju Feedfoward Pada Jaringan Penukar Panas Heat Exchanger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fendy Santoso

    2003-01-01

    Full Text Available In industrial process, there are many variables that must be controlled. Control Action can be done manually by operator, but because in industrial process contains hundred of variables that must be controlled, so the consequence is hundred of operators are needed. Therefore the best way is applied automatic s control in industrial process. Process heat is used for many various applications. Temperatures depend on industry type, such as high heat up to 1500 oC. Chemical industry is an example of industry with temperature range between 500-600oC. Non-iron metal industry, and hydrogen production are applications that use temperature range between 600 - 1000oC This paper explained about the comparison between feedfoward and feedback control system on heat exchanger plant. After mathematical models can be obtained, the next step was to simulate system performance by using Matlab. From the simulation result, was obtained that every control strategy had its strength and weaknesses. So their combination will give better response. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam proses industri terdapat banyak variabel yang harus dikontrol. Tindakan kontrol dapat dilakukan secara manual oleh operator, tetapi karena dalam proses industri terdapat ratusan variabel yang harus dikontrol, sehingga konsekuensinya dibutuhkan ratusan operator. Karenanya langkah yang paling tepat adalah menerapkan kontrol otomatis dalam proses industri. Panas proses digunakan untuk banyak aplikasi yang bervariasi. Persyaratan suhu tergantung pada jenis industri meliputi, suhu tinggi sampai sekitar 1500oC. Industri kimia adalah contoh industri dengan suhu antara 500-600oC. Industri logam non besi, serta produksi hidrogen adalah aplikasi-aplikasi yang menggunakan suhu antara 600 - 1000oC. Paper ini membahas perbandingan kinerja sistem kontrol dengan umpan maju (feedfoward dengan umpan balik (feedback untuk pengendalian panas pada plant heat exchanger. Langkah awal dalam simulasi adalah penurunan model matematis. Setelah itu dilakukan simulasi dengan menggunakan program Matlab. Dari hasil simulasi terlihat bahwa tiap-tiap strategi kontrol mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Sehingga penggabungan keduanya akan menghasilkan respon yang lebih baik. Kata kunci: sistem kontrol, umpan balik, umpan maju, jaringan penukar panas.

  19. Rancang Bangun Maximum Power Point Tracking pada Panel Photovoltaic Berbasis Logika Fuzzy di Buoy Weather Station

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Prima Juliansyah Putra

    2013-09-01

    Full Text Available Salah satu aplikasi yang sering digunakan dalam bidang energi terbarukan adalah panel photovoltaic. Panel ini memiliki prinsip kerja berdasarkan efek photovoltaic dimana lempengan logam akan menghasilkan energi listrik apabila diberi intensitas cahaya. Untuk menghasilkan daya keluaran panel yang maksimal, maka diperlukan suatu algoritma yang biasa disebut Maximum Power Point Tracking (MPPT.MPPT yang diterapkan pada sistem photovoltaic berfungsi untuk mengatur nilai tegangan keluaran panel sehingga titik ker-janya beroperasi pada kondisi maksimal. Algoritma MPPT pada panel ini telah dilakukan dengan menggunakan logika fuzzy melalui mikrokontroler Arduino Uno sebagai pem-bangkit sinyal Pulse Width Modulation (PWM yang akan dikirimkan menuju DC-DC Buck Boost Converter. Keluaran dari buck boost converterakan dihubungkan secara langsung dengan buoy weather station untuk menyuplai energi listrik tiap komponen yang berada di dalamnya. Untuk menguji performansi dari algoritma MPPT yang telah dirancang, maka sistem akan diuji menggunakan variasi beban antara metode direct-coupled dengan MPPT menggunakan logika fuzzy. Hasil pengujian menunjukkan bahwa MPPT dengan logika fuzzy dapat menghasilkan daya maksimum daripada direct-coupled. Pada sistem panel photovoltaic ini memiliki range efisiensi 33.07589 % hingga 74.25743 %. Daya mak-simal dapat dicapai oleh sistem untuk tiap variasi beban dan efisiensi maksimal dapat dicapai pada beban 20 Ohm dari hasil pengujian sistem MPPT.

  20. Produksi Hidrogen dari Gliserol dengan metode Pemanasan Konvensional Berbasis ?-Alumina

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitria Fatmawati

    2014-09-01

    Full Text Available Sumber energi alternatif diperlukan karena menipisnya cadangan bahan bakar fosil. Salah satu sumber energi alternatif adalah biodiesel. Penggunaan biodiesel dalam skala besar akan menghasilkan gliserol yang melimpah sebagai produk samping yang juga menghasilkan harga yang lebih rendah dan biodiesel dengan harga jual yang tinggi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah untuk mengkonversi gliserol menjadi produk yang bernilai ekonomis, salah satunya adalah hidrogen. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu persiapan katalis dan reaksi katalitik. Ada 2 jenis katalis yang digunakan yaitu ?-Al2O3 dan Ni/?-Al2O3.Tahapan pada proses reaksi katalitik, yaitu memasukkan reaktan berupa larutan gliserol P.A. 85% berat sebanyak 20 ml ke dalam tangki pemanas. Kemudian memanaskan reaktan tersebut pada suhu 290oC. Larutan gliserol akan menguap dan mengalir melalui pipa menuju reaktor yang berisi 2 gram katalis dengan variabel suhu 200, 225, 250, 275, dan 300oC. Selanjutnya vapor akan dikondensasi sehingga diperoleh destilat dan non condensable gas. Data yang diperoleh adalah konsentrasi gliserol sisa dan konsentrasi hidrogen yang dianalisis menggunakan GC. Dari hasil penelitian didapatkan pengaruh suhu reaksi dan jenis katalis terhadap konversi dan yield produk. Pengaruh jenis katalis terhadap konversi gliserol dan yield menunjukkan bahwa katalis Ni/?-Al2O3 menghasilkan lebih besar daripada ?-Al2O3. Konversi gliserol tertinggi dicapai pada suhu 225oC sebesar 96,799% menggunakan 2 gram katalis Ni/?-Al2O3. Yield hidrogen tertinggi diperoleh pada suhu 250oC menggunakan 2 gram katalis ?-Al2O3, yaitu sebesar 0,000214 gram H2/gram gliserol.

  1. INFLASI DI INDONESIA : SUMBER-SUMBER PENYEBAB DAN PENGENDALIANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adwin Surja Atmadja

    1999-01-01

    Full Text Available The monetary crisis that happens among the ASEAN countries including Indonesia has cause the broken of the national economical aspects. The monetary crisis causes the imported inflation, which is the result of the sharp depreciation of rupiah exchange rate toward the foreign exchange rate. This condition can cause the heavy inflation pressure for Indonesia. The inflation phenomenon in Indonesia actually is not the short-term phenomena. That is only happens incidentally. In fact, the same general problem also happens in others developing countries. The inflation problem in Indonesia is the kind of long-term inflation that caused by the structural of economic obstacles that still occur in Indonesia. As the result, the reconstruction of inflation problem in Indonesia is not enough to be accomplished only with monetary instruments, which usually tend to be in short-term. Therefore, the reconstruction in the real sector with the main target to eliminate the nation structural economic obstacles also needed in order to improve the national economy of Indonesia. Abstract in Bahasa Indonesia : Krisis moneter yang melanda negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, telah menyebabkan rusaknya sendi-sendi perekonomian nasional. Krisis moneter menyebabkan terjadinya imported inflation sebagai akibat dari terdepresiasinya secara tajam nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, yang selanjutnya mengakibatkan tekanan inflasi yang berat bagi Indonesia. Fenomena inflasi di Indonesia sebenarnya semata-mata bukan merupakan suatu fenomena jangka pendek saja dan yang terjadi secara situasional, tetapi seperti halnya yang umum terjadi pada negara-negara yang sedang berkembang lainnya, masalah inflasi di Indonesia lebih pada masalah inflasi jangka panjang karena masih terdapatnya hambatan-hambatan struktural dalam perekonomian negara. Dengan demikian, maka pembenahan masalah inflasi di Indonesia tidak cukup dilakukan dengan menggunakan instrumen-instrumen moneter saja, yang umumnya bersifat jangka pendek, tetapi juga dengan melakukan pembenahan di sektor riil, yaitu dengan target utama mengeliminasi hambatan-hambatan struktural yang ada dalam perekonomian nasional. Kata kunci : inflasi, structural bottleneck.

  2. Studi Pengaruh Pembebanan Statis dan Dinamis Terhadap Pondasi Dangkal dengan Perkuatan Tiang Buis dari Komposisi Optimal Beton yang Menggunakan Material Limbah di Kabupaten Gresik (Pemodelan di Laboratorium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jaka Propika

    2012-09-01

    Full Text Available Tanah merupakan bagian penting dalam suatu konstruksi yang mempunyai fungsi menyangga konstruksi di atasnya. Salah satunya adalah tanah alluvial yang ada di Kabupaten Gresik. Tanah alluvial merupakan tanah lempung yang memiliki nilai kembang susut yang cukup tinggi, sehingga belum tentu tanah tersebut baik digunakan untuk pendukung kekuatan struktur. Tidak mengherankan apabila sering terjadi naik turunnya tanah pada pondasi bangunan rumah sederhana tiga lantai yang diakibatkan penurunan tanah. Dalam perkembangan konstruksi saat ini, kebutuhan material konstruksi semakin meningkat sehingga menghasilkan inovasi-inovasi baru teknologi konstruksi. Adanya berbagai material baru yang diambil dari limbah-limbah industri yang bisa digunakan sebagai pengganti beberapa material yang lain. Beberapa limbah industri yang masih bisa dimanfaatkan adalah flyash, batu putih, dan copper slag, yang ada di Kabupaten Gresik. Penelitian ini akan dilaksanakan di laboratorium dengan menggunakan tanah yang dikondisikan seperti tanah di daerah Gresik, yaitu tanah yang dibuat dari campuran pasir 66,34% bentonit 33,66% dengan nilai LL 62,43%. Pemodelan pondasi yaitu model segitiga dan persegi (L/B = 2 dengan/tanpa perkuatan tiang buis beton dengan beban arah vertikal sebesar 10 kg, 20kg, 30kg, 40kg. Pondasi dengan komposisi campuran 50%:50% memiliki penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan komposisi campuran 80% flyash:20% semen. Luas telapak pondasi yang lebih kecil (persegi L/B= 2 memiliki penurunan lebih besar dibandingkan dengan luas telapak besar (segitiga. Pondasi tanpa perkuatan memiliki penurunan terbesar dari pada pondasi dengan perkuatan dan penurunan pondasi pada percepatan gempa 0,2g lebih besar dari pada 0,15g dan semakin besar volume berat tanah (?t, geser tanah (C, derajat kejenuhan (Sr, dan porositas (n penurunan besar sedangkan semakin kecil angka pori (e penurunan besar.

  3. PROGRESS IN DIARRHEAL DISEASE RESEARCH AT NAMRU-2 IN COLLABORATION WITH BADAN LITBANGKES AND RSPI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E. Richie

    2012-09-01

    Full Text Available Penyakit diare termasuk kolera masih merupakan masalah kesehatan yang penting untuk Indonesia. Kejadian luar biasa (KLB "muntah-berak" masih terus dilaporkan dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi keadaan ini adalah menemukan suatu vaksin yang aman, praktis dan terjangkau harganya. CVD-103 adalah strain V. cholerae yang sebagian besar gen penyebab diare, toksin subunit A, telah dibuang. Pada penelitian dengan peserta anak-anak di Jakarta, CVD 103-HgR ternyata memberikan kenaikan antibodi dan dapat diterima baik oleh anak-anak Indonesia berusia 5-9 tahun dan 25-59 bulan. Di samping itu pemeriksaan sampel bakteriologik dari lingkungan dekat tempat kediaman peserta dengan menggunakan teknik yang peka untuk mendeteksi V. cholerae, tidak menemukan adanya strain vaksin. Suatu penelitian lapangan dengan tujuan untuk menilai kemanjuran dosis tunggal vaksin oral kolera CVD 103-HgR untuk pencegahan kolera secara klinis selama tiga tahun, telah dimulai didaerah Jakarta Utara pada tahun 1993. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menetapkan kemanjuran vaksin terhadap berbagai kelompok umur, terhadap kolera berat, serta membandingkan kemanjurannya pada peserta dengan golongan darah O. Jumlah penduduk yang ikut dalam penilaian vaksin ini adalah 67.000 peserta sukarela. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diketahui pada akhir tahun 1996.Di samping penelitian tentang vaksin kolera, NAMRU dan Badan Litbangkes juga telah ikut serta dalam berbagai penelitian WHO, misalnya tentang larutan garam oralit (ORS yang dilakukan di RS Karantina/RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso. Salah satu penelitian terakhir adalah manfaat larutan ORS dengan osmolaritas rendah pada tahun 1994. Hasil penelitian ini telah mendorong WHO untuk melaksanakan penelitian dengan larutan yang sama di berbagai pusat penelitian (multicenter pada tahun 1995 sebelum mengusulkan suatu perubahan formulasi larutan ORS secara global.

  4. Studi Kinetika Pembentukan Karaginan dari Rumput Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Fathmawati

    2014-03-01

    Full Text Available Karaginan merupakan senyawa polisakarida galaktosa.Senyawa-senyawa polisakarida mudah terhidrolisis dalam larutan yang bersifat asam dan stabil dalam suasana basa.Karaginan juga merupakan senyawa hidrokoloid yang terdiri atas ester kalium, natrium, magnesium dan kalium sulfat dengan galaktosa 3,6 anhidrogalaktosa kopolimer. Karaginan adalah suatu bentuk polisakarida linear dengan berat molekul di atas 100 kDa atau berkisar antara 100-800 ribu Da.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variabel konsentrasi NaOH dan konsentrasi rumput laut terhadap rendemen karaginan pada ekstraksi basa rumput laut, mempelajari pengaruh variabel suhu dan waktu terhadap rendemen karaginan pada ekstraksi basa rumput laut, mempelajari kinetika reaksi pembentukan karaginan dari rumput laut.Analisa identifikasi karaginan dengan menggunakan spektrofotometri FTIR menunjukkan bahwa jenisnya adalah kappa karaginan dan iota karaginan.Semakin besar konsentrasi NaOH, rate pembentukan karaginan semakin meningkat. Semakin besar suhu ekstraksi, rate pembentukan karaginan semakin meningkat. Dengan persamaan reaksi rate adalah rp = k’CAn , harga Ea (E.Spinosum NaOH 6% = 43989,37 J/mol, dan harga Ea (E.Cottoni NaOH 6%= 43066,52  J/mol. Untuk harga k masing-masing pada saat NaOH 6%, yaitu:E. Spinosum : k 80 oC  = 3,2949072;k 85 oC = 3,7439337; c. k 90 oC = 5,5655806. E. Cottoni :k 80 oC  = 0,04925;  k 85 oC = 0,0577; dan k 90 oC = 0,08249. Dari hasil penelitian yang di dapat, kecepatan reaksi pada E. Spinosum dan E. Cottoni ditetapkan orde reaksi 1,5.

  5. MODEL PERADILAN RESTORATIF DALAM SISTEM PERADILAN ANAK (Kajian tentang Praktik Mediasi Pelaku dan Korban dalam Proses Peradilan Anak di Wilayah Hukum Balai Pemasyarakatan Purwokerto

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angkasa Angkasa

    2009-09-01

    Full Text Available Legal fundament of implementation of restorative justice in the phase investigation of juvenile justice system in Indonesia stated in article 5 sentence (1 Law No. 8 Year 1981 concerning KUHAP; article 42 Law No. 3 Year 1997 concerning juvenile court, article 16 sentence ( 1 letter (l, sentence (2 and article 18 Law No. 2 Year 2002 concerning Police Department of Republic of Indonesia, Confidential Telegram of Kabareskrim No. Pol. TR/359/DIT,I/VI/2008. Mediation Perpetrator and Victim in the course of Jurisdiction of Child in jurisdiction territory of prison in Purwokerto, in the form of peace among victim and perpetrator of this child, is conducted in inspection phase, is in prosecution phase and inspection of justice have never been conducted by mediation. Implementation of Mediation in case of child in Jurisdiction territory of Bapas Purwokerto, not yet earned a Restorative Justice Model. This Matter is based on fact that goals of this mediation practice tend to only aim to decontrol continuation.

  6. Perbandingan Hasil Tangkapan Purse Seine dengan Alat Bantu Lampu Neon Dalam Air dan Kombinasi Rumpun Daun Lontar-Lampu Neon Dalam Air Di Perairan Jeneponto.

    OpenAIRE

    Hajar, M. Abduh Ibnu

    2004-01-01

    Comparation of caught fish from purse seine with underwater neon light device and the combination of underwater neon light-rumpon of palm leaves in Jeneponto waters. Addition of fish attracting device on fishing gear has been applied for purse seine. Two units of device had been experimented to compare the volume offish caught by purse seine, i.e. underwater neon light and combination of underwater neon light with rumpon of palm leaves. The purse seines were operated during night time, and th...

  7. Pembuatan Kristal Tembaga Sulfat Pentahidrat (CuSO4.5H2O dari Tembaga Bekas Kumparan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitrony Fitrony

    2013-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari proses pembuatan kristal CuSO4.5H2O dari bahan baku Cu bekas kumparan; mempelajari pengaruh suhu reaksi, pengadukan, dan seeding terhadap kristal CuSO4.5H2O yang dihasilkan; dan membuktikan kristal hasil percobaan berupa kristal CuSO4.5H2O yang dihasilkan. Bahan baku yang dipakai yaitu berupa kawat tembaga bekas kumparan dinamo. Penelitian ini mencakup penanganan produk dan persiapan bahan baku. Sebelum digunakan, bahan baku logam dibersihkan dari pengotor lalu dipotong kecil-kecil yang bertujuan agar mempermudah dan mempercepat proses pelarutan tembaga dengan HNO3. Setelah pelarutan, larutan direaksikan dengan H2SO4 pekat yang sudah diencerkan pada suhu tertentu. Kemudian dilakukan kristalisasi disertai dengan pengadukan. Dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kristal CuSO4.5H2O dengan 99% yield dan ukuran kristal rata-rata 0,7 mm dapat dibuat dari tembaga bekas kumparan dengan suhu reaksi 90şC, penambahan seed, dan pengadukan kristalisasi 500 rpm. Semakin tinggi suhu reaksi maka kelarutan CuSO4 dalam air semakin besar sehingga semakin banyak yield kristal yang dihasilkan. Kecepatan pengadukan cenderung tidak mempengaruhi yield kristal yang dihasilkan, namun berpengaruh terhadap ukuran kristal. Pengadukan akan membuat ukuran kristal lebih kecil daripada tanpa pengadukan. Pengondisian seeding dapat menaikkan yield kristal sekitar 10,72 – 27,13 % jika dibandingkan dengan non seeding dikarenakan terjadinya heterogeneous nucleation. Berdasarkan analisa XRD, kristal CuSO4.5H2O hasil percobaan sesuai dengan data standard XRD kode referensi 01-072-2355.

  8. Pembuatan Fuel dari Liquid Hasil Pirolisis Plastik Polipropilen Melalui Proses Reforming Dengan Katalis NiO/?-Al2O3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahendra Fajri Nugraha

    2013-09-01

    Full Text Available Estimasi jumlah timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 38,5 juta ton/tahun. Melihat dari sifat penyusun plastik yang tersusun dari komponen hidrokarbon minyak bumi, maka limbah plastik sangat berpotensi untuk dikonversi menjadi BBM. Tujuan penelitian ini Mempelajari proses konversi limbah plastik khususnya jenis polipropilen (PP menjadi fuel serta pengaruh berbagai macam komposisi katalis NiO/?-Al2O3, temperatur, laju alir reaktan pada reactor reforming terhadap kualitas fuel (yield aromatis yang dihasilkan. Pada penelitian ini bahan baku yang digunakan merupakan plastik jenis Polipropilen (PP. Pada penelitian ini minyak yang telah dihasilkan pada proses pirolisis selanjutnya akan di reforming. Pada penelitian ini digunakan logam NiO dengan penyangga ?-Al2O3 (NiO/?-Al2O3 sebagai katalis untuk proses reforming minyak hasil pirolisis plastik polipropilen. Variabel penelitian meliputi Loading Ni (% massa : 6; 10; 14, Laju alir (ml/jam : 2I7; 500; 690, Suhu reaksi (oC : 400; 450; 500. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa diketahui bahwa % yield aromatis terbesar pada proses reforming minyak hasil pirolisis plastik polipropilen dihasilkan dengan kondisi operasi 14 % loading Ni pada katalis, temperatur reforming 500oC serta laju reaktan sebesar 217 mL/jam. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini, hasil terbaik didapat pada variabel flowlaju terendah dan variabel suhu tertinggi. Kondisi operasi efektif dalam pembuatan fuel pada proses reforming diperoleh saat loading Ni pada katalis NiO/?-Al2O3 14 %, temperatur reforming 400oC serta laju reaktan 500 mL/jam.

  9. Effort to Enhance Early Detection for Vulnerable Pregnancy by Midwives Through Complete Fulfillment of Maternal and Child Health (MCH Bookin Bangkalan East Java Year 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ristrini Ristrini

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAKLatar Belakang:Buku KIA salah satu alat deteksi dini risiko tinggi ibu hamil. Cakupan deteksi dini risiko tinggi tahun 2011 dan 2012 di Kabupaten Bangkalan masih di bawah target yaitu 12%. Berdasarkan SDKI 2012 rata-rata angka kematian ibu (AKI tercatat mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup. Rata-rata kematian ini jauh melonjak dibanding hasil SDKI 2007 yang mencapai 228 per 100 ribu. Tujuan penelitian:Mengetahui motivasi bidan, beban kerja, dan bidan terlatih dalam kelengkapan pengisian buku KIA. Metode: Penelitian observasional, desain crossectional. Pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Data sekunder diperoleh dari ketersediaan buku KIA, pelatihan, pembinaan bidan dan kelengkapan pengisian buku KIA pada ibu hamil dan ibu bayi yang baik pengisiannya di Puskesmas Kedundung, Kabupaten Bangkalan. Sampel bidan yang menjalankan tugas di puskesmas lebih dari 1 tahun keatas dan pendidikan minimal DIII Kebidanan. Kelengkapan pengisian buku KIA dilihat pada lembar isian identitas keluarga, menyambut persalinan, catatan kesehatan ibu hamil, catatan kesehatan ibu bersalin, catatan kesehatan ibu nifas, keterangan lahir, KMS, pemeriksaan neonatus, catatan kesehatan anak, pemberian vitamin A. Hasil: Kelengkapan pengisian buku KIA pada ibu hamil dan ibu bayi yang baik pengisiannya di Puskesmas Geger yaitu 0,66 (kategori baik adalah 0,51–1,00. Puskesmas Kedundung kurang baik yaitu 0,34 (kategori kurang baik 0,00–0,50. Motivasi bidan di Puskesmas Geger sebagian besar motivasinya kurang (50,0%, beban kerja selama ini berat (83,3%. Di Puskesmas Kedundung sebagian besar bidan motivasi baik (66,7% danbeban kerja tidak berat atau kurang berat. Pelatihan bidan dalam 2 tahun terakhir ini tidak pernah mengikuti atau diadakan pelatihan tentang pengisian buku KIA oleh Dinas Kesehatan maupun oleh Puskesmas. Saran: Puskesmas agar membentuk tim kerja tingkat puskesmas sesuai program yang dijalankan untuk meringankan beban kerja bidan. Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan agar memberikan penghargaan bagi bidan yang berprestasi.Kata kunci:Kelengkapan Pengisian Buku KIA, Deteksi Dini Risiko Tinggi, Ibu Hamil ABSTRACTBackground:MCH book is a tool for early detection for vulnerable gravida. Meanwhile, the utilization of MCH book was still low. The target achieved for early detection was 12% out of 20% from 2011 to 2012. Based on SDKI 2012 duka, the average maternal mortality rate reached 359 per 100.000 live births, increased significantly from the data of SDKI 2007 which reached 228 per 100.000 live births. Methods:This study was observational with cross sectional design. Both quantitative and qualitative data were collected. Secondary data were collected by the availability of MCH book, midwives training, supervisions, and complete fulfillment of MCH book. Populations in Puskesmas Kedundung and Puskesmas Geger Bangkalan District. The samples were midwives with more than one year working and graduated from DIII (diploma. The complete fulfillment of MCH book was identified from family identity, delivery preparation, gravida medical record, antenatal medical record, postnatal medical record, KMS (Booklet to Infant Nutritional Status Detection, Neonatus medical record, infant medical record, vitamin A supplementary. Result: The complete fulfillments were in Puskesmas Geger 0.66 (category: good 0.51–1.00 and Puskesmas Kedundung 0.35 (category: low 0.00–0.50. Midwives’ Motivations were low (50.0% and midwives workload were high (66.7% at Puskesmas Geger. Midwives were highly motivated (66.7% and their workloads are fair. Recomendation: make group of work and allocate the job description properly to assist midwives workload. In addition, health office of Bangkalan should give reward to those who do the work excellently.Key words:complete fulfilment of MCH book, early detection of highrisk pregnancy, pregnant women

  10. Pengaruh Jenis Katalis terhadap Kekuatan Tarik dan Stabilitas Termal Polidimetilsiloksan (PDMS untuk Lapisan Pelindung Baja AISI 1050

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Atha Illah

    2013-03-01

    Full Text Available Polisiloksan adalah polimer yang paling banyak digunakan sebagai lapisan pelindung pada baja karena memiliki sifat yang unggul dibandingkan polimer lain. Polidimetilsiloksan (PDMS adalah salah satu  keluarga polisiloksan yang paling banyak digunakan dalam bentuk karet Room-Temperature Vulcanization (RTV. Pada penelitian ini, PDMS divulkanisir menggunakan katalis Bluesil Catalyst 60R (komersial, NaOH 2 M, H2SO4 2 M, Poli aminoamid, dan Red 683 (komersial dengan variasi komposisi masing-masing katalis 2 - 10 wt%. Katalis yang bisa membentuk karet silikon hanyalah Bluesil Catalyst 60R dan Red 683. Pada percobaannya, waktu pematangan semakin cepat seiring bertambahnya komposisi katalis yang diberikan. Elastisitas karet silikon sangat tinggi, karena sifat inilah karet silikon tidak pecah ketika diuji fleksural hingga 180o. Hasil pengujian tarik menunjukkan karet dengan Bluesil Catalyst 60R 6wt% memiliki kekuatan tarik paling optimum yaitu 1,625 MPa. Penambahan Bluesil Catalyst 60R 10wt% juga memberikan nilai kestabilan termal  karet silikon yang paling baik, berat sisanya adalah 39,172 % pada temperatur 800oC.

  11. A STUDY ON THE EFFECTS ADMINISTRATION OF ONE DOSE OF 300.000 I.U. ORAL VITAMIN A AND DEWORMING FOR PREVENTION AND TREATMENT OF VITAMIN A DEFICIENCY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsudin Samsudin

    2012-09-01

    Full Text Available Suatu penyelidikan tentang pencegahan dan pengobatan defisiensi citamin A pada anak-anak prasekolah telah dikerjakan didesa Tegal dan Iwul, Bogor dengan memberikan preparat vitamin A oral dosis tinggi. Preparat tersebut mengandung emulsi retinyl-palminate 300.000 I.U. yang dicampur dengan 100 I.U. citamin E (tocopheryl acetate. Dua golongan anak yaitu 100 tanpa dan 75 dengan xerophthalmia dipergunakan untuk studi tersebut. Mereka dibagi lagi dalam 4 kelompok. Kelompok pertama diberikan hanya vitamin A oral. Kelompok kedua diberikan obat cacing (deworming terlebih dahulu sebelum diberikan vitamin A oral, dengan combantrin (pyrantel pamoate single dose 10 mg/kg. berat badan. Kelompok ketiga diberi obat cacing dan placebo dan kelompok keempat hanya diberi placebo. Ternyata pada pemeriksaan setelah 6 dan 12 bulan kemudian semua anak tanpa xerophthalmia tetap terlindung dari xeropthalmia setelah diberikan vitamin A baik dengan atau tanpa deworming terlebih dahulu. Sedangkan 5-8 persen anak dengan xerophthalmia tidak dapat disembuhkan. Obat ca­cing tidak jelas menunjukkan pengaruhnya untuk memperbaiki penggunaan oral vitamin A, tetapi obat cacing dan vitamin A oral tersebut menunjukkan pengaruh baik terhadap keadaan gizi. Sedangkan terhadap kejadian penyakit, pengaruhnya tidak begitu jelas.

  12. Pengolahan Lumpur Tinja Pada Sludge Drying Bed IPLT Keputih Menjadi bahan Bakar Alternatif Dengan Metode Biodrying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Rizkiyah Lestari

    2013-09-01

    Full Text Available Lumpur tinja memiliki kandungan kadar organik yang tinggi, sehingga lumpr tinja berpotensi dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Dalam penelitian ini, lumpur tinja diolah dengan proses biodrying. Pada pengolahan lumpur tinja akan dianalisis pengaruh variasi air flow rate dan waktu tinggal terhadap perubahan suhu, penurunan kadar air, serta potensi lumpur tinja sebagai bahan bakar alternatif. Variasi pemberian air flow rate sebesar 25 liter/menit dan 15 liter/menit. Pada tiap variasi pemberian air flow rate akan dikenakan variasi waktu detensi selama 7, 14 dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukan air flow rate 25 liter/menit, kadar air dan nilai karbon akhirnya mencapai 80,9% dan 40,40% selama 7 hari; 13,65% dan 39,76% selama 14 hari; 10,53% dan 38,90% selama 21 hari. Pada reaktor dengan pemberian air flow rate 15 liter/menit kadar air dan nilai karbon akhirnya  mencapai 86,19% dan 39,41% selama 7 hari; 81,29% dan 38,41% selama 14 hari; 67,90% dan 35,77% selama 21 hari. Berdasarkan nilai kalor aktual, waktu detensi optimum diperoleh selama 18 hari dengan air flow rate 25 liter/menit tiap 0,23 kg berat kering atau setara dengan 6,52 m3 jam-1 kg-1. Pada kondisi tersebut nilai kalor aktual sebesar 3767,28 cal/gram.

  13. THE EVER FAILING COUNTER MOVEMENT: THE CASE OF LOW CLASS WOMEN MIGRATION AT GROBOGAN, CENTRAL JAVA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Marhaeni P. Astuti

    2008-06-01

    Full Text Available Tulisan ini merupakan sebagian kecil data hasil penelitian yang dilakukan di Godong, Grobogan Jawa Tengah, tentang migrasi yang dilakukan oleh perempuan di Godong ke Malaysia dan Singapura sebagai TKW. Perempuan Godong yang umumnya miskin, berpendidikan rendah, harus menanggung beban kemiskinan dan mencari jalan keluar dari kemiskinan dengan bermigrasi. Hal ini mereka lakukan karena suami—yang secara konstruksi sosial—dianggap sebagai pencari nafkah utama, tidak memiliki pekerjaan tetap, menganggur karena PHK, dan menyempitnya lahan pertanian sehingga terjadi pengurangan buruh tani. Perempuan miskin di Godong sebagai TKW di luar negeri memiliki beban yang sangat berat, sebagai pencari nafkah utama dan harus tetap kukuh mempertahankan keberlangsungan hidup rumah tangganya. Tak jarang pengorbanan mereka tak mendapat penghargaan sebagaimana layaknya. Penghargaan yang mereka dapatkan di mata masyarakat adalah penghargaan sosial semu. Penghargaan yang didapatkan hanyalah sebatas uang yang dihasilkan dan segera setelah mereka kembali di desa tak ada status baru untuk mereka. Mereka tetap miskin, dan tidak mempunyai peran dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, meski mereka merupakan sumber nafkah utama. Gerakan tandingan yang dilakukan oleh perempuan godong untuk mencari nafkah selalu gagal meningkatkan status dan peran mereka.

  14. Rancangan Nozzle Waterjet untuk Meningkatkan Kecepatan pada Tank BMP-3F (Infantry Fighting Vehicle

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yhoga S. Wardanu

    2013-03-01

    Full Text Available Di awal tahun 2008, indonesia melakuka kegiatan besar-besaran dalam menguatkan sistem pertahanan negara dengan memproduksi dan membeli kendaraan tempur. Salah satu kendaraan yang dibeli adalah tank amphibi BMP-3F, tank kelas berat buatan rusia ini hampir dikatakan sempurna karena pembaharuan sistem kendaraan dan kekuatan jelajahnya. Tetapi kendaraan ini apabila dioperasikan di air hanya mencapai kecepatan 10 km/h,oleh karena itu akan dilakukan perancangan nozzle waterjet untuk dapat meningkatkan kecepatan renang dari tank BMP-3F. Oleh karena itu akan dilakukan beberapa variasi nozzle yang akan dianalisa menggunakan CFD yakni variasi mengenai diameter nozzle dari kondisi awal 140 mm hingga menjadi 100 mm, serta perbedaan sudut nozzle yang nantinya akan membentuk cone, dari 10 hingga 40. Dari hasil analisa yang dilakukan kecepatan dan thrust tertinggi dihasilkan oleh nozzle yang berbentuk cone dengan sudut kemiringan 40yakni menghasilkan thrust sebesar 122,271 kilo Newton dengan kecepatan renang sebesar 17,27 km/h pada saat thrust deduction factor sebesar 0,3076.

  15. AKUMULASI LISTRIK STATIS PADA GELAS PLASTIK PRODUKSI MESIN INJECTION MOLDING: PENGARUH KELEMBABAN UDARA, TEMPERATUR, DAN BAHAN ADITIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratnawati Ratnawati

    2014-12-01

    Full Text Available Akumulasi listrik statis pada gelas polipropilena hasil produksi mesin injection molding dapat menyebabkan gelas memiliki gaya elektrostatik dan tidak dapat turun secara gravitasi. Masalah ini menghambat aplikasi gelas pada mesin pengisian air minum dalam kemasan (AMDK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelembaban udara, temperatur, dan penambahan bahan aditif TiO2 terhadap potensial listrik permukaan gelas polipropilena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensial listrik permukaan dipengaruhi oleh kelembaban udara ruang produksi, temperatur, dan penambahan TiO2. Potensial listrik permukaan semakin kecil dengan naiknya kelembaban udara. Setelah kelembaban mencapai 68% potensial listrik permukaan cenderung konstan. Ditinjau dari beda potensial (DV antara permukaan dua gelas, kelembaban optimum adalah 67-68%, yang ditandai dengan beda potensial yang paling rendah. Beda potensial ? 5,2 kV menyebabkan gelas cepat turun, beda potensial 5,2 kV < DV ? 6,7 kV menyebabkan gelas turun dengan lambat, dan DV ? 6,7 kV menyebabkan gelas sangat lambat turun atau menempel. Potensial listrik turun dengan naiknya temperatur. Potensial listrik statis permukaan hanya sedikit turun akibat penambahan 0,75% berat TiO2. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan gelas dengan potensial listrik permukaan rendah dapat menaikkan kecepatan mesin pengisian AMDK menjadi 220-250 rpm dan 140-160 rpm, masing-masing untuk mesin pengisian gelas 180 ml dan 225 ml.

  16. HUBUNGAN ANTARA JUMLAH EOSINOFIL DARAH DAN FAAL PARU PADA PENDERITA ASMA DI BP4 SURAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Syahril Mansyur

    2012-10-01

    Full Text Available Konsensus Internasional yang dikeluarkan oleh Global Initiative for Asthma (GINA mendefinisikan asma sebagai suatu inflamasi kronik saluran nafas dengan berbagai saluran inflamasi yang memegang peranan, terutama sel mast, eosinofil dan limfosit T. Inflamasi saluran nafas ini dapat dinilai secara langsung dengan mengukur jumlah eosinofil dan eosinophyllic cationic protein (ECP atau secara tidak langsung dengan mengukur eosinofil darah. Jumlah eosinofil sputum dan darah meningkat dan sering berhubungan dengan beratnya derajat asma.Untuk mengetahui hubungan (korelasi antara jumlah eosinofil darah dan faal paru (VEP1= Volume Ekspirasi Paksa detik I penderita asma.Penelitian cross sectional, pasien rawat jalan di BP4 Surakarta pada bulan Agustus - Oktober 2005. Subyek penelitian penderita asma tidak dalam serangan, usia 13 - 60 tahun. Pengambilan sampel dengan cara Consecutive (QUOTA sampling, diperoleh 62 sampel.Nilai korelasi antara VEP1 dengan eosinofil darah pada Asma Persisten Ringan(APR r=0,043, p=0,900, Asma Persisten Sedang (APS r=-0,036, p=0,849, Asma Persisten Berat (APB r=0,333, p=0,151 dan  pada total sampel r=0,033, p=0,797, Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara jumlah eosinofil darah dan faal paru penderita asma.   Kata kunci. Asma, eosinofil, VEP1

  17. Pengaruh Lama Miling Terhadap Sifat Absorpsi Material Penyimpan Hidrogen MgH2 yang Dikatalisasi Dengan Fe (The Role of Milling Time on the Absorption Behaviour of MgH2 Catalyzed by Fe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustanir Mustanir

    2009-12-01

    Full Text Available Hidrida logam berbasis MgH2 dengan sisipan 1 wt% katalis Fe telah berhasil disintesis dengan teknik ball milling. Hasil proses miling selama 80 jam menunjukkan bahwa ukuran butir material telah membentuk struktur nanokristal. Hal ini ditunjukkan oleh profil difraksi sinar-X dimana terjadi pelebaran puncakpuncak difraksinya dengan meningkatnya waktu miling. Hasil uji absorpsi secara gravimetrik diketahui bahwa MgH2 berkatalis 1 wt% Fe mampu menyerap hydrogen sebesar 5,5 wt% dalam waktu ~20 menit pada temperatur 300 oC. Hasil ini sekaligus memperlihatkan bahwa sejumlah kecil katalis Fe bekerja secara baik dalam memperbaiki sifat absorpsi material penyimpan hydrogen berbasis Mg.(Metal hydrides are of great interest as hydrogen storage media especially for automotive application. Hydrides of magnesium and magnesium alloys are particularly attractive as they combine potentially high hydrogen storage capacities, 7.6 wt%. But, unfortunately, the sorption properties are poor. For example, conventional hydrogenation of magnesium requires prolonged treatment at temperatures of 300 oC and above. Here, we report the absorption properties of MgH2 catalyzed with a small amount of Fe element (1wt% under argon atmosphere prepared by ball milling in 80 hours. As the results, it showed the influence of milling time on the absortion kinetics of material which could absorp hydrogen in amount 5.5 within 20 minutes at 300 oC. It is obvious that longer milling time and small amount of catalyst could improve the sorption properties of Mg-based hydrides. © 2009 BCREC UNDIP. All rights reserved[Received: 13rd November 2009, Revised: 25th December 2009, Accepted: 31st December 2009][How to Cite: M. Mustanir, Z. Jalil. (2009. Pengaruh Lama Miling Terhadap Sifat Absorpsi Material Penyimpan Hidrogen MgH2 yang Dikatalisasi Dengan Fe (The Role of Milling Time on the Absorption Behaviour of MgH2 Catalyzed by Fe. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 4(2: 69-72. doi:10.9767/bcrec.4.2.32.69-72][How to Link/ DOI: http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.4.2.32.69-72

  18. Pengaruh Lama Miling Terhadap Sifat Absorpsi Material Penyimpan Hidrogen MgH2 yang Dikatalisasi Dengan Fe (The Role of Milling Time on the Absorption Behaviour of MgH2 Catalyzed by Fe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustanir Mustanir

    2009-12-01

    Full Text Available Hidrida logam berbasis MgH2 dengan sisipan 1 wt% katalis Fe telah berhasil disintesis dengan teknik ball milling. Hasil proses miling selama 80 jam menunjukkan bahwa ukuran butir material telah membentuk struktur nanokristal. Hal ini ditunjukkan oleh profil difraksi sinar-X dimana terjadi pelebaran puncakpuncak difraksinya dengan meningkatnya waktu miling. Hasil uji absorpsi secara gravimetrik diketahui bahwa MgH2 berkatalis 1 wt% Fe mampu menyerap hydrogen sebesar 5,5 wt% dalam waktu ~20 menit pada temperatur 300 oC. Hasil ini sekaligus memperlihatkan bahwa sejumlah kecil katalis Fe bekerja secara baik dalam memperbaiki sifat absorpsi material penyimpan hydrogen berbasis Mg.(Metal hydrides are of great interest as hydrogen storage media especially for automotive application. Hydrides of magnesium and magnesium alloys are particularly attractive as they combine potentially high hydrogen storage capacities, 7.6 wt%. But, unfortunately, the sorption properties are poor. For example, conventional hydrogenation of magnesium requires prolonged treatment at temperatures of 300 oC and above. Here, we report the absorption properties of MgH2 catalyzed with a small amount of Fe element (1wt% under argon atmosphere prepared by ball milling in 80 hours. As the results, it showed the influence of milling time on the absortion kinetics of material which could absorp hydrogen in amount 5.5 within 20 minutes at 300 oC. It is obvious that longer milling time and small amount of catalyst could improve the sorption properties of Mg-based hydrides. © 2009 BCREC UNDIP. All rights reserved[Received: 13rd November 2009, Revised: 25th December 2009, Accepted: 31st December 2009][How to Cite: M. Mustanir, Z. Jalil. (2009. Pengaruh Lama Miling Terhadap Sifat Absorpsi Material Penyimpan Hidrogen MgH2 yang Dikatalisasi Dengan Fe (The Role of Milling Time on the Absorption Behaviour of MgH2 Catalyzed by Fe. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 4(2: 69-72.  doi:10.9767/bcrec.4.2.7112.69-72][How to Link/ DOI: http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.4.2.7112.69-72 || or local: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/bcrec/article/view/7112

  19. PENGENDALIAN HAMA PADA TANAMAN KUBIS DENGAN SISTEM TANAM TUMPANGSARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Seto Pandu Kristanto

    2013-08-01

    Full Text Available [ENGLISH]The research of pest control at cabbage plant by inter cropping system was done at Semboro village, Semboro town, Jember Regency. The aim of this research is to find out the most effective inter cropping system to overcome the cabbage plant’s pest problem. This research uses randomized block design (RBD with six treatments and each treatment is repeated five times. The treatments are planting monoculture cabbage, inter cropping cabbage with chili, inter cropping cabbage with marigold, inter cropping cabbage with sweet basil, inter cropping cabbage with eggplant, and inter cropping cabbage with tomato. The results shows that none of the treatments are sufficienly effective to reduce the population of both caterpillar pest, Crociodolomia binotalis or Plutella xylostella. The average population of Crociodolomia binotalis at cabbage with sweet basil’s inter cropping is lower than monoculture cabbage that is 0,89 tail/plant. The average population of Plutella xylostella for each treatment did not give a substantial different. The inter cropping of cabbage with sweet basil produces the highest weight per crop, that is 1,11 Kg/krop with grade II crop quality. Keywords: Cabbage; Crocidolomia binotalis; Plutella xylostella; inter cropping  [INDONESIAN] Penelitian pengendalian hama pada kubis dengan sistem tanam tumpangsari dilakukan di desa Semboro Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis tumpangsari yang efektif dalam mengendalikan hama tanaman kubis. Rancangan yang dipergunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan enam perlakuan dan diulang sebanyak lima kali. Perlakuan yang digunakan yaitu penanaman kubis monokultur, kubis tumpangsari dengan cabai rawit, kubis tumpangsari dengan kenikir, kubis tumpangsari dengan selasih, kubis tumpangsari dengan terung, dan kubis tumpangsari dengan tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan tidak efektif dalam menekan populasi hama ulat Crocidolomia binotalis maupun ulat Plutella xylostella. Rata-rata populasi Crocidolomia binotalis pada tumpangsari kubis dan selasih hasilnya lebih rendah dibandingkan kubis monokultur yaitu 0.89 ekor/tanaman. Rata-rata populasi Plutella xylostella pada masing-masing perlakuan menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata. Perlakuan tumpangsari kubis dan selasih menghasilkan berat per krop paling tinggi, yaitu 1.11 Kg/krop dengan kriteria mutu II. Kata Kunci: Kubis; Crocidolomia binotalis; Plutella xylostella; tumpangsari  How to citate: Kristanto SP, Sutjipto, Soekarto. 2013. Pengendalian hama pada tanaman kubis dengan sistem tanam tumpangsari. Berkala Ilmiah Pertanian 1(1: 7-9.

  20. BUDAYA ORGANISASI UNJUK RASA DI PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sentot Harman Glendoh

    2000-01-01

    Full Text Available Labor demonstrations have occurred at various companies, at various places throughout the Republic of Indonesia, the news of which can be read in the print media, as well as seen and heard via electronic media such as television and radio. Cases of labor demonstrations at companies are closely related to the organizational culture which views people as a resource and company asset in achieving goals and obtaining benefits for the welfare of all, including the owner and all the workers, hopefully with the end result of increased welfare of society at large across the country of Indonesia. Owners and workers in a company need to be aware that labor demonstrations, though not forbidden, can influence operations and even cause loss to the business. Owners and workers should seek to avoid confrontational and destructive behavior, because they are partners who should always work together closely in seeing that the duties in the company go smoothly and in the right direction, and that the weight each must carry is equal. If owners and workers of a company can be harmonious in their work and share profits according to the ability of the company so that there is not a greater gap between them, then actually, labor demonstrations need not occur. Abstract in Bahasa Indonesia : Unjuk rasa karyawan telah terjadi di berbagai perusahaan, di berbagai tempat di wilayah Republik Indonesia, yang beritanya dapat dibaca di berbagai media cetak serta yang dapat dilihat dan didengar melalui media elektronik televisi dan radio. Kasus-kasus unjuk rasa karyawan perusahaan terkait erat dengan budaya organisasi yang memperhatikan manusia sebagai sumber daya dan aset perusahaan dalam mencapai tujuan dan mencari untung untuk kesejahteraan bersama yaitu pengusaha dan seluruh karyawan yang sekaligus dapat diharapkan untuk kemakmuran masyarakat disekitarnya dan seluruh bangsa Indonesia. Para pengusaha dan karyawan perusahaan perlu menyadari bahwa unjuk rasa walaupun tidak dilarang, namun berpengaruh bagi kelancaran operasional bahkan merugikan usahanya. Para pengusaha dan karyawan seyogyanya menghindari perilaku konfrontatif dan destruktif, karena pengusaha dan karyawan merupakan mitra kerja yang seharusnya selalu menggalang kerja sama yang erat dalam mengemban tugas perusahaan berjalan seiring dan sejalan, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Kalau pengusaha dan karyawan perusahaan dapat rukun dalam bekerja dan dapat membagi keuntungan yang tidak menimbulkan kesenjangan menurut kemampuan perusahaan, maka sebenarnya unjuk rasa tidak perlu terjadi. Kata kunci: budaya organisasi, unjuk rasa karyawan

  1. Produksi Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Au/HZSM-5 dan Kompositnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tillotama Anindita Sari

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak menyebabkan cadangan minyak bumi semakin menipis sehingga perlu adanya pengembangan bahan lain sebagai sumber bahan bakar alternatif yang dapat menggantikannya. Salah satu produk energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui adalah biofuel. Perubahan minyak sawit menjadi biofuel salah satunya adalah dengan proses perengkahan katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dimana dalam penelitian ini akan dipelajari kondisi operasi dan  unjuk kerja katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada reaksi perengkahan minyak sawit menjadi biofuel. Penelitian ini diharapakan mampu menghasilkan teknologi pembuatan katalis baru dan teknologi proses baru dalam proses produksi biofuel pada proses perengkahan katalitik asam palmitat dari minyak sawit. Pada penelitian ini biofuel telah berhasil diperoleh pada proses perengkahan minyak sawit menggunakan katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada berbagai temperatur dan laju alir gas N2. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu sintesa katalis, karakterisasi katalis dan proses perengkahan katalitik. Au/HZSM-5 disintesa dengan metode Plank dan katalis komposit disentesa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Qjang Tang et all. Hasil yang telah berhasil disintesa dikarakterisasi dengan Energy Difraction X-Ray (EDX, X-Ray Difraction (XRD dan Brunaur Emmet Teller (BET. Dari hasil karakterisasi dapat disimpulkan bahwa katalis yang telah disintetis telah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai katalis pada proses perengkahan. Proses perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed dengan berat katalis yang digunakan sebanyak 2 gram dan proses perengkahan dimulai saat gas N2 dialirkan selama 60 menit. Proses perengkahan dilakukan pada variasi temperatur 350-550 °C dan laju alir gas N2 90-400 ml/min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang diperoleh untuk katalis Au/HZSM-5 yield tertinggi kerosene 25,24%, gasoline 15,69% dan diesel 10,71% pada temperatur reaktor 500 °C dengan laju alir  gas N2 90 ml/min. Untuk katalis Komposit (HZSM-5/MCM-41 yield tertinggi diesel 26,53%, kerosene 19,26% dan gasoline 6,41% pada temperatur 450 °C laju alir 300 ml/min serta pada temperatur 350 °C dengan laju alir 90 ml/min dengan yield diesel tertinggi 24,38%, kerosene 18,84% dan gasoline 4,41%.

  2. KARAKTERISTIK PERUBAHAN PROTEIN BIJI MELINJO (GNETUM GNEMON PADA AWAL PERKECAMBAHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adrian Syawaluddin Siregar

    2013-11-01

    Full Text Available [ENGLISH] Protein was one of macromolecule in seed which played an important role in the process of germination. Storage protein in seed was hydrolyzed to amino acid which are then used in the translation process for a genetic message interpretating and protein building in pre-germination process. Pre-Germination was the first step of germination that have many biochemical changes. The objectives of this research was to know biochemical characteristic of soluble protein and protein pattern of melinjo seed during pre-germination. Two varieties of melinjo seed Gentong and Kerikil was used in this research with three stages of treatment (initial seed, 3 weeks warm stratification seed and 1 month seed seedling. Seed samples are extracted to determine total soluble protein and protein pattern with 15 % SDS-PAGE. The results showed that total soluble protein have a change different at each stage of the treatment. Protein patterns analysis indicates band protein with molecular weight 66 kDa and 14 kDa change during pre-germination. Keywords: Melinjo Seed; Pre-Germination; Protein; SDS-PAGE [INDONESIAN] Protein merupakan salah satu makromolekul dalam biji yang berperan penting pada proses perkecambahan. Protein yang tersimpan pada biji dihidrolisis menjadi asam amino yang kemudian digunakan dalam proses translasi untuk menginterpretasi suatu pesan genetik dan membentuk protein dalam proses awal perkecambahan. Awal perkecambahan adalah tahapan pertama dari proses perkecambahan dimana perubahan biokimia telah banyak terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik perubahan kandungan protein terlarut dan pola protein biji tanaman melinjo pada awal perkecambahan. Penelitian ini menggunakan 2 varietas biji melinjo yaitu varietas Gentong dan Kerikil dengan tiga tahap perlakuan yaitu biji awal, biji setelah perlakuan stratifikasi hangat selama 3 minggu dan biji setelah 1 bulan semai. Sampel biji melinjo diekstrak untuk menentukan kandungan protein terlarut dan pola protein menggunakan 15% SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein terlarut mengalami perubahan yang berbeda pada setiap tahap perlakuan. Analisa pola protein menunjukkan adanya 2 jenis pita protein yang mengalami perubahan pada awal perkecambahan yaitu protein dengan berat molekul 66 kDa dan 14 kDa. Kata Kunci: Biji Melinjo; Awal Perkecambahan; Protein; SDS-PAGE How to citate: Siregar AS, TA Siswoyo, B Sukowardojo. 2013. Karakteristik perubahan protein biji melinjo (Gnetum gnemon pada awal perkecambahan. Berkala Ilmiah Pertanian 1(2: 24-26.

  3. PELESTARIAN SUBAK DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN KEARIFAN LOKAL MENUJU KETAHANAN PANGAN DAN HAYATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Gst.Ag.Gde Eka Martiningsih

    2013-02-01

    Full Text Available This paper  present in accordance with the field research findings (empirical data, observation conducted by the writer. This research  is a case study  in   Subak Wangaya Betan (SWB focus on preserving  Subak through revitalizing  local knowledge .  Now a days it is very rare researches  focus on local knowledge  roles in Subak, how ever  in fact its very important to empower local knowledge in strong cultural community. SWB is one of successful subak in Bali on preserving local knowledge to be a core rule on sustainable agriculture. Many debates on issue that Bali only focus on tourism industry will be refused when SWB will nominate by UNESCO being one of natural cultural heritage of Bali province. The focus of this research is to observe how SWB still exist and developed preserving their activities on agriculture areas and how strugling of SWB face of many dispute of environment and natural  disaster.  The findings of this research are the involvement of  local knowledge activities and  ritual  on somehow  was ignorance, but in fact its very tough to consolidate community to encourage their awreness of environment problem. In order to get food security and biosecurity interest, the research need to more deeper observe the implementation of the rituals activities and local knowledge roles in the reality of farmer life.

  4. MEMPERTAHANKAN TUJUAN PERATURAN DAFTAR NEGATIF INVESTASI DALAM MENGENDALIKAN DOMINASI KEPEMILIKAN ASING (STUDI KASUS PADA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulistyowati

    2014-05-01

    Full Text Available Indonesia’s Investment Law and Negative Investment List (DNI are not applicable to capital market transactions. Interpreted literally, this means foreign investors can arbitrarily increase their share participation in a company by engaging capital market transactions. This is not acceptable since the government puts a limit on foreign shares participation in certain business sectors. This normative-empiric study discusses practices in telecommunication industry that deviate from DNI, the conse-quences, and viable solutions. We found that literal interpretation is inconsistent to the objective of the DNI. We offer alternative approach that is more applicable and suitable to the given objec-tives.

  5. PENDEKATAN "BREAK-EVEN POINT" DALAM PEMBERIAN SANTUNAN PASIEN RAWAT TINGGAL DI RUMAH SAKIT UMUM MADIUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wasis Budiarto

    2012-09-01

    Full Text Available Following the study "Cost Analysis of BPDPK members admitted at the Regency Hospitals of Madiun, Ponorogo and Magetan, in 1984" a break-even point (BEP approach was conducted. The purpose of the analysis was to support the idea of reimbursing all expenses needed to hospitalize a BPDPK member in the 3rd class, as long as an equilibrium of budget allocation and realization of the needs of the patient was achieved. Secondary data obtained from the study mentioned above were analysed. Only data of the Re­gency Hospital of Madiun was taken. Out of 563 cases mentioned in the previous study, 350 or 62.2 % was included in the analysis. It covered 10 most frequent cases admitted in the hospital. Three kinds of budget allocations were considered : 1 the available funds, 2 realization of the budget (used funds and 3 funds to reimburse claims. Three alternatives were put forward, a BEP is reached above all needs of patients, where all ex­penses can be reimbursed by BPDPK. If the available funds equal, b BEP is reached at 318 cases or 90.8 % if all patients are treated at the VIP class but if they are treated in the 2nd or 3rd class, BEP is reached above 100 % (more than 350 cases, or with available funds BPDPK is only able ro reimburse 318 cases. If the available funds equal, c if all cases are treated in the VIP class. BEP is reached at 170 cases (48.6 %, if treated in the 2nd class BEP is reached at 285 cases (81.3 %, but if all cases are treated in the 3rd blass, BEP is reached at 309 cases (88.4 %. The components for medicines at the VIP, 2nd and 3rd clases are respectively 16.4 %, 35.2 %. and 36.5 %. The components for board and lodging are respectively 81.8 %, 61,8 % and 601 %. From the above figures it is justified to reimburse all expenses, if a member is treated in the 3rd class, but for those who are treated in the VIP class, for board and lodging only a portion is reimbursed.

  6. PERUMUSAN KETENTUAN PIDANA DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH (Studi di Kabupaten Purbalingga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Fauzan,

    2008-05-01

    Full Text Available Article 143 section (2 Law Number 32 Years 2004 concerning Local Government contending that by law can load six-month coop crime threat at longest or maximun Rp. 50.000.000,00 ( fifty million rupiah. While in section ( 3 the law give authority to local goverment to load the crime in the out off the this regulation. This regulation by itself give authority at local government to specify crime threat or maximal penalty. Even give crime threat besides the crime serve a sentence and penalty. The Result this research that in the reality Rule of Crime in Local Regulation in Purbalingga still not yet applied the mentioned, is even found also not clear of arrangement of rule of crime in Local Regulation Sub-Province of Purbalingga, like: boundary inexistence upper and lower in rule of crime, there is no him clarity of qualifikasi glare at alternative, or cumulative or alternatif-cumulatif, there is no him rule of attempt penalization. What for the reason this research give recommendation for this local regulation.

  7. PERANAN PROFITABILITAS, SUKU BUNGA, INFLASI DAN NILAI TUKAR DALAM MEMPENGARUHI PASAR MODAL INDONESIA SELAMA KRISIS EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mudji Utami

    2003-01-01

    Full Text Available The economic crisis which had happening in Indonesia since 1997 has already given significant effect. Stock price decreased dramatically as well as its transaction volume. Boedie, et.all and Weston and Brigham state that there are many factor influence stock price such as profitability, interest rate, inflation and exchange rate. This, the aim of this research is to find at whether profitability, interest rate, inflation and exchange rate have significant effect to fluctuation of the stock price within the economic crisis in Indonesia. The result of this research proves that the change of profitability, interest rate, inflation and exchange rate have significant influence to the fluctuation of company stock price within the period of the economic crisis. Partially, only interest rate and exchange rate have significant effect to stock price in the period of the economic crisis. Abstract in Bahasa Indonesia : Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sejak tahun 1997 telah mempunyai pengaruh yang sangat signifikan. Harga-harga saham turun secara tajam demikian pula dengan volume transaksi. Boedie, Weston dan Brigham menyatakan bahwa beberapa faktor mempengaruhi harga saham, seperti profitabilitas, suku bunga, inflasi dan nilai tukar. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah profitabilitas, suku bunga, inflasi dan nilai tukar mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham selama krisis ekonomi di Indonesia. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perubahan profitabilitas, suku bunga, inflasi dan nilai tukar mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham badan usaha selama periode krisis ekonomi. Secara parsial hanya suku bunga dan nilai tukar mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap harga saham selama periode krisis ekonomi tersebut. Kata kunci: profitabilitas, suku bunga, inflasi, nilai tukar.

  8. KAUKUS LINGKUNGAN DPRD DALAM MEMPERJUANGKAN KEPENTINGAN LINGKUNGAN DAN MENCAPAI AGENDA POLITIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Suarna

    2012-11-01

    Full Text Available Efforts made to achieve clean and healty environment should not merely put on the responsility of executive institutions only, but also all stakeholders who have concerned on environment including house of representatives. The Environmental Caucus of the house representative are expected to improve survailance, budgetting, as well as release of pro-environment regulations which are predominantly related to environmental management. On carrying out sustainable development, providing main attention on environment on any decisions and regulations made is a must. Therefore the existence of Environmental Caucus of the house representative is important because the institution can push any parties to make decission which are pro to the environment on the parliament levels. If we look at the challenge and chance faced by the Environmental Caucus of the house representative, strong commitment needed by their members to fight for pro-environment supporters and take environmental problems as priority on their political agenda.

  9. Mitos Kelas Menengah ke Atas dalam Desain Iklan Politik Risma-Bambang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Bahruddin

    2012-01-01

    Full Text Available Local elections (pilkada in the entire territory of Indonesia affect the huge presence of the candidate's political advertising. This study examines myths about the middle to upper class in political advertising design of Risma-Bambang who won the mayoral election of Surabaya in 2010. This advertising design is interesting to study because it has a different concept of political advertising in general (out of the mainstream. The other candidate's political advertising design accentuate the face image in attracting potential voters in contras to political advertising design of Risma- Bambang that shous just a lot of display symbols that are accompanied with the tagline "Not The Others". Using a semiotic analysis from Roland Barthes, the results of this study indicate that in order to create the myth of middle to upper class in Surabaya, political advertising of Risma-Bambang has been labeled with the symbols of sandal slippers, penguin, and reading a book. This myth is known after doing an analysis of the paradigmatic, syntagmatic, denotation, and connotation in political advertising design of Risma-Bambang. The myth of the middle to upper class is imaged with intelligence, relaxing, and fun through these symbols.

  10. KEKERASAN VIGILANTISM DALAM TATANAN SOSIAL: SEBUAH USULAN KERANGKA ANALISIS KEKERASAN DARI KASUS AMERIKA, AFRIKA, DAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cho Youn Mee

    2005-02-01

    Full Text Available This article examines vigilantism as a framework to see various violence cases in Indonesia, and through which tries to open a scope for further discussion about building a scheme of violence study in general . Vigilantism is analyzed on its stance in the established socio-political order and defined as establishment violence . Various case materials from America, Africa and Indonesia are offered in this analytical framework .

  11. Mitos Kelas Menengah ke Atas dalam Desain Iklan Politik Risma-Bambang

    OpenAIRE

    Muh. Bahruddin

    2012-01-01

    Local elections (pilkada) in the entire territory of Indonesia affect the huge presence of the candidate's political advertising. This study examines myths about the middle to upper class in political advertising design of Risma-Bambang who won the mayoral election of Surabaya in 2010. This advertising design is interesting to study because it has a different concept of political advertising in general (out of the mainstream). The other candidate's political advertising design accentuate the ...

  12. Relasi dan Negosiasi Ideologis dalam Naga Sasra dan Sabuk Inten Karya S.H. Mintardja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Supriyanto

    2011-02-01

    Full Text Available Naga Sasra dan Sabuk Inten--the silat story-- is built based on various ideological confrontation. It is assumed that this text has a close relation with extra situation because in outside the text, the political and social situation was facing similar ideological confrontations. Th eproblems are how ideology play in the artistic structure of the text and how are the relation and negotiation pattern of the ideologies. An artistic space is constructed by semantic fields and a place for seedbed of various ideologies. The dominant odeology is feodalism in a text. Negotiation and relation for ideology can be a way to grashep hegemonic ideology. The myth is the medium to relate capitalistic ideology. In extra-textual, capitalism is hegemonic ideology. The genetics of the text originates from capitalism class.