WorldWideScience

Sample records for logam berat dalam

  1. Kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari, Sulawesi Tenggara

    Edward

    2014-08-01

    Full Text Available Pengamatan kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari telah dilakukan pada bulan Juni 2011. Contoh sedimen diambil dengan menggunakan gravity core pada 5 stasiun penelitian. Kandungan logam berat diukur dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat dalam sedimen serta memprediksi kualitas sedimen berdasarkan pendekatan analisis indeks (Indeks geoakumulasi dan Indeks Beban Pencemaran. Hasilnya menunjukkan, kandungan Pb berkisar 3,704-21,892 ppm, Cd 0,784-1,385 ppm, Cu 3,451-12,193 ppm, Zn 24,838-69,973 ppm, dan Ni 37,289-72,329 ppm. Kandungan ke lima logam tersebut masih lebih rendah dari nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup 2010 dan baku mutu sedimen Ontario (Ontario Sediment Guideline 2008. Kandungan logam berat dalam sedimen di Stasiun 4 lebih tinggi dibandingkan dengan Stasiun lainnya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tekstur sedimen di masing-masing stasiun. Stasiun 4 berada di muara sungai dan mempunyai sedimen dengan tekstur berupa lumpur berwarna hitam. Kandungan logam Ni lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, hal ini menunjukkan adanya masukan sedimen dari Teluk Kendari dan Teluk Lasolo yang terbawa oleh arus, disamping yang berasal dari darat yang masuk melalui aliran sungai. Berdasarkan nilai indeks geoakumulasi (I-geo sedimen di perairan ini termasuk kategori tidak tercemar oleh Pb, Cu, Zn, dan Ni (I_geo<0, dan tercemar sedang oleh Cd (1logam berat Pb, Cd, Cu, Zn, dan Ni.

  2. KAJIAN CEMARAN LOGAM BERAT TIMBAL DARI KEMASAN KERTAS BEKAS KE DALAM MAKANAN GORENGAN

    Iis Siti Suwaidah

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe function of packaging is to protect food from contamination that can disrupt, harm and endanger human health. Packaging material could contain dagerous substances such as lead, that could migrate into the food, and consumed by human. Migration test is intended to ensure food safety by controlling the migration rate of unwanted compounds from the packaging into the food. The purposes of the study were to determine lead metal content migrated from packaging made of waste paper into fried foods and to define the model of migrating reaction and and the rate of release. The method of the study were kinetics reaction method using Arrhenius equation and lead analysis method using Atomic Absorption Spectrophotometer. The results showed that there was a number of metallic lead migrated from simulation packaging paper into the simulation fried foods. Increasing temperature and storage time, correspond to the lead levels leached from the packaging increased and showed a linear relationship between storage time and the release. The realising rate of lead agree with first order of kinetics reaction, the plot of the number of lead released toward time produced a straight-line. The constant (K of lead releasing rate in average was 4.97 x 10-3 ppm / min with an activation energy (Ea of 3775.3 cal mol-1K-1.Keywords: lead, used paper packaging, fried foodsABSTRAKFungsi pengemasan pada makanan antara lain untuk melindungi makanan dari kontaminasi yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Bahan pengemas dapat mengandung senyawa berbahaya seperti logam berat timbal yang dapat mencemari makanan, dan dikonsumsi oleh manusia. Uji cemaran ditujukan untuk memastikan keamanan makanan dengan cara mengontrol laju masuk senyawa yang tidak dikehendaki dari kemasan ke dalam makanan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kadar logam timbal yang terikut dari kemasan kertas bekas ke dalam makanan gorengan serta menentukan model reaksi pelepasan dan laju pelepasan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kinetika reaksi melalui persamaan Arrhenius dan metoda analisis penentuan timbal menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah logam timbal yang terlepas atau berpindah dari kemasan kertas simulasi ke dalam makanan gorengan simulasi. Dengan bertambahnya suhu dan waktu penyimpanan, kadar timbal yang terlepas semakin meningkat dan menunjukkan adanya hubungan yang linier antara waktu penyimpanan dengan pelepasan. Laju pelepasan timbal mengikuti kinetika reaksi orde satu, plot antara jumlah pelepasan timbal terhadap waktu penyimpanan diperoleh garis lurus. Konstanta laju pelepasan timbal (K rerata sebesar 4,97 x 10-3 ppm/menit dengan energi aktivasi (Ea sebesar 3775,3 kal mol-1K-1. [Penel Gizi Makan 2014, 37(2: 145-154]Kata kunci: timbal, kemasan kertas bekas, makanan gorengan

  3. PEMANFAATAN ENERGI GELOMBANG ULTRASONIK DALAM ADSORPSI ION LOGAM BERAT PB (II) DAN CU(II) PADA BIOADSORBEN KARBON AKTIF DARI SEKAM PADI

    M Zakir; Maming, I. Raya; Karim, A.; Santi

    2012-01-01

    Penelitian tentang pemanfaatan energi gelombang ultrasonik dalam adsorpsi ion logam berat Pb2+ dan Cu2+ pada bio-adsorben karbon aktif dari sekam padi telah dilakukan. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah tersedianya data kapasitas adsorpsi dan material karbon aktif dengan kualitas lebih baik dari hasil irradiasi dengan gelombang ultrasonik. Rata-rata kadar abu sekam padi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 20,69%. Karakteristik permukaan (surface characteristics) material karbon...

  4. KEMAMPUAN Gracilaria sp. SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI DALAM MENYERAP LOGAM BERAT Pb

    Yudi N Ihsan

    2015-04-01

    Full Text Available Efek negatif dari kegiatan industri telah menyebar tidak hanya di darat tapi juga di ekosistem perairan, termasuk laut. Polusi dari kegiatan industri ke air laut terutama heavymetal, menjadi masalah di seluruh dunia. Penelitian tentang makroalga Gracilaria sp. menyerap Timbal telah dilakukan dalam percobaan 6-hari untuk menyelidiki kemampuan potensial sebagai agen bioremediasi. Penurunan konsentrasi Timbal ditemukan dalam air laut selama percobaan 144 jam diukur dalam suhu kamar. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan dua faktor, amonium dan Timbal (Pb. Memimpin digunakan dalam tiga tingkat (0,0, 0,5, dan 1 ppm dan amonium digunakan dalam satu tingkat (0,5 ppm. Setiap pengobatan menggunakan tiga ulangan. Hasil akhir menunjukkan bahwa konsentrasi Timbal dalam Gracilaria sp. selama pengobatan A (0.00 ppm dari amonium naik ke 0,03 ppm, perlakuan B (0,05 ppm dari amonium naik 0,55 ppm, perlakuan C (0,50 ppm dari amonium naik ke 1,77 ppm dan perlakuan D (1 ppm dari amonium naik ke 2.94 ppm. Konsentrasi Timbal ditemukan dalam air laut menurun secara berkala. Pada periode 96 jam eksperimental, konsentrasi Timbal di semua perawatan mencapai 0.00 ppm.Kata kunci: Ammonium, Bioremediasi, Gracillaria, Timbal (Pb THE ABILITY OF Gracilaria sp. AS BIOREMEDIATION AGENT IN ABSORBING HEAVY METAL PbABSTRACTThe negative effect of industrial activities has been spread out not only in terrestrial but also in aquatic ecosystems, including ocean. The pollution from industrial activities to the seawater especially heavymetal, become problem all over the world. Research on macroalgae Gracilaria sp. to absorb Lead has been conducted in 6-day experiment to investigate the potential ability as bioremediation agent. The decline of Lead concentration found in the seawater during 144 hours experiment measured in room temperature. This experiments used Completely Randomized Design (CRD with two factors, ammonium and Lead (Pb. Lead used in three level (0.0, 0.5, and 1 ppm and ammonium used in one level (0.5 ppm. Each treatment used three replicates. Final results showed that Lead concentration in Gracilaria sp. during treatment A (0.00 ppm of ammonium rises to 0.03 ppm, treatment B (0.05 ppm of ammonium rises to 0.55 ppm, treatment C (0.50 ppm of ammonium rise to 1.77 ppm and treatment D (1 ppm of ammonium rise to 2.94 ppm. The concentration of Lead found in seawater declined periodically. In 96 hours experimental period, the concentration of Lead in all treatments reached 0.00 ppm.Keywords: Ammonium, Bioremediation, Gracillaria, Lead (Pb

  5. SINTESIS TURUNAN POLIEUGENOL SEBAGAI CARRIER BAGI RECOVERY LOGAM BERAT DENGAN TEKNIK MEMBRAN CAIR

    M. Cholid Djunaidi

    2012-02-01

    Full Text Available Telah dilakukan sintesis senyawa asam poliuegenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat (suatu turunan polieugenoksi asetat dengan gugus aktif N dari eugenol. Hasil sintesis digunakan sebagai ekstraktan logam berat dengan metode transport membran cair. Analisis struktur polimer yang terbentuk dilakukan dengan spektrometer infra merah, 1H NMR, KLT, dan uji kelarutan. Penentuan berat molekul relatif polimer menggunakan metode viscometer Ubbelohde. Transport logam dilakukan dengan Membran Cair Ruah (BLM menggunakan sel gelas tipe U terhadap campuran logam Cu (II, Fe (III, Ni (II, Cd (II, Zn (II, dan Cr (III kesemuanya dalam bentuk garam klorida. Transport dilakukan pada fasa umpan dan penerima HCl, konsentrasi logam masing-masing 50 ppm. Penentuan konsentrasi ion logam di fasa penerima sebelum dan sesudah transport dilakukan dengan spectrofotometer serapan atom, sedangkan perubahan pH yang menyertai diukur dengan pH meter. Hasil sintesis polieugenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat berupa serbuk amorf berwarna merah bata sampai coklat tua, dengan berat molekul 5.980.854 gram/mol dan 5.602.282 gram/mol. Hasil transport terhadap campuran logam menunjukkan polieugenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat dengan gugus N hasil sintesis mampu mentransferkan  campuran logam ke fasa penerima dengan urutan logam hard  (Cr (III dan Fe (III > logam borderline (Ni (II, Zn (II dan Cu (II, logam soft Cd (II.

  6. SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT KITOSAN SERTA PEMANFAATAN SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT PADA LIMBAH CAIR

    St. Fauziah, S.Si., M.Si.

    2005-01-01

    Telah dilakukan penelitian tentang komposit kitosan yang digunakan sebagai adsorben untuk mengadsorpsi logam berat Cu dalam limbah cair sintetik. Komposit kitosan disintesis dengan membuat suatu campuran kitosan dan alumina sebagai zat pendukung (suport matrial). Penelitian dilakukan dengan metode ekperimen dalam laboratorium melalui tahapan, pembuatan subtrat alumina, pembuatan gel kitosan, pelapisan permukaan substrat alumina dengan kitosan, dan filtrasi material kmposit. Karakterisasi ...

  7. PEMANFAATAN KARBON AKTIF ARANG BATUBARA (KAAB UNTUK MENURUNKAN KADAR ION LOGAM BERAT Cu2+ DAN Ag+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-05-01

    Full Text Available UTILIZATION OF CHAR COAL ACTIVATED CARBON (CCAB FOR HEAVY IONS (Cu2+ AND Ag+ REDUCTION FROM INDUSTRIAL WASTE WATER. Industrial wastewater may contain heavy metals such as Cu and Ag those are harmful to the environment if discharged without pretreatment. One of the methods to reduce heavy metals in wastewater is adsorption, to separate certain components from liquid to the surface of solids. Adsorption is a simple method, but most of the adsorbents are expensive, therefore a cheaper adsorbent is required to reduce the cost of the adsorption process. This work utilized bottom ash as an adsorbent. Bottom ash is a waste of combustion products in the coal industry, which contain potentially harmful materials. Activation of bottom ash was made by soaking in peroxide and continuing by heating at a temperature of 500oC. This study was aimed to determine the influence of process parameters (concentration, pH and processing time to the percentage of amount heavy metals adsorbed, to study the equation isotherm adsorption using Langmuir and Freundlich models, and to calculate the kinetic constants of adsorption based on pseudo -first- order and pseudo-second-order kinetic model. The experiment was conducted in the batch system, where 10 grams bottom ash was mixed with 400 ml of synthetic waste. AAS was used to determine the heavy metals content in the waste solution. The results showed that bottom ash can be used to reduce heavy metals of Cu2+ and Ag+, the optimum condition when the concentration of 25 ppm under acidic conditions, bottom ash was able to adsorb Cu2+ metals ion by 62.79-80.25% at pH 4, and 65.54-85.98% at neutral pH with the same adsorption time of 300 min. For the ion metals Ag+, at acidic solution the metals ion can be adsorbed by 56.51-82.21%, while at neutral pH conditions 59.92-87.55%. Adsorption of bottom ash follows the model of Freundlich isotherm adsorption at acidic and neutral condition, the correlation coefficient (R2obtained was 0.994 for Cu2+ metals ion and 0.984 for the Ag+ metals ion at acidic solution, whereas 0.986 for Cu2+ metals ion and 9.69 for the Ag+ metals ion at neutral pH. Kinetic model of second order rate describe the adsorption process well at acidic and neutral conditions. At the optimum conditions, the correlation coefficient (R2 of 0.998 for Cu2+ and 0.999 for the Ag+ at acidic solution, whereas 0.993 for Cu2+ and 9.998 for the Ag+ at neutral pH were obtained.  Limbah cair industri bisa mengandung ion logam berat seperti Cu2+ dan Ag+ yang berbahaya bagi lingkungan jika dibuang tanpa melalui pengolahan dahulu. Metode yang digunakan untuk mengurangi ion logam berat dalam limbah cair sudah banyak dilakukan, salah satu diantaranya adalah adsorpsi, yaitu memisahkan komponen tertentu dari fluida ke permukaan zat padat. Adsorpsi merupakan metode yang mudah, akan tetapi kebanyakan adsorben yang digunakan harganya mahal, sehingga perlu adanya alternatif adsorben yang murah. Penelitian ini memanfaatkan karbon aktif arang batubara (KAAB sebagai adsorbennya. Arang batubara merupakan limbah hasil pembakaran batubara pada industri, yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi adsorben, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pengaktifan arang batubara dilakukan dengan merendamnya dalam peroxide kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter proses (konsentrasi, pH dan waktu proses terhadap persentase ion logam berat teradsorpsi dalam KAAB, mempelajari persamaan kesetimbangan adsorpsi dengan menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich, dan menghitung konstanta kinetika adsorpsi dengan pendekatan model kinetika pseudo-first-order dan pseudo-second-order. Pelaksanaan penelitian dengan batch, yaitu mengkontakkan 10 gram KAAB dengan 400 ml limbah sintetis. Pengujian kadar ion logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAAB dapat digunakan untuk mengurangi kandungan ion logam berat Cu2+ dan Ag+, pada kondisi optimum saat konsentrasi 25 ppm, KAAB mampu mengadsorpsi ion logam Cu2+ sebesar 64,60-88,89% pada pH asam sedangkan pada pH netral sebesar 67,02-80,25%. Untuk ion logam Ag+ pada pH asam mampu mengadsorpsi ion logam sebesar 69,97-82,21%  sedangkan pada kondisi pH netral sebesar 72,71-87,55%. Adsorpsi KAAB mengikuti model Isoterm adsorpsi Freundlich pada pH asam dan netral, koefisien korelasi (R2 0,994 untuk ion logam Cu2+ dan 0,984 untuk ion logam Ag+saat pH asam, sedangkan pH netral (R2 0,986 untuk ion logam Cu2+ dan 9,69 untuk ion logam Ag+. Kinetika model second-order rate sesuai untuk proses adsorpsi pH asam dan netral, pada kondisi optimum harga koefisien korelasi (R2 >  0,998.

  8. ANALISIS KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb DI MUARA SUNGAI PORONG

    Dewi Parawita

    2009-10-01

    Full Text Available Laut merupakan tempat bermuaranya semua sungai, baik sungai kecil maupun sungai besar. Pembuangan lumpur lapindo ke laut yang di alirkan melalui muara sungai Porong mengandung logam berat, salah satunya yaitu timbal. Konsentrasi timbal yang melebihi baku mutu akan berpengaruh pada efek negatif biota. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui konsentrasi timbal di muara sungai Porong. Metode yang digunakan adalah observasi, pengambila sampel dilakukan tiga kali tiap minggu pada waktu pagi hari. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa kondisi fisika kimia perairan antara lain : konsentrasi timbal di muara sungai Porong berada jauh di ambang batas dengan nilai konsentrasi timbal yaitu berkisar antara 0-0,490 mg/l, pH berkisar antara 7,6-7,7, suhu berkisar antara 30-32 0C, salinitas berkisar antara 11,3-12,3 ‰, DO berkisar antara 4,7-5,3 mg/l, dan TSS berkisar antara 482,6-926,6 mg/l. Kata Kunci : Konsentrasi, Timbal (Pb, Muara.  HEAVY METAL CONCENTRATION ANALYSIS OF LEAD (Pb IN PORONG RIVER DELTALapindo mud disposed into the sea which is piped through Porong river estuary contain heavy metals, one of which is lead. Lead concentrations that exceeded the quality standard will have the negative effects to biota. The aim of the study was to determine the concentration of lead in the Porong river estuary. The method used is observation, the samples was taken three times per week in the morning. Results of this research showed that the physical condition of the water chemistry, among others: the concentration of lead in the Porong river estuary was above the threshold value of lead concentrations ranging from 0 to 0.490 mg / l, pH ranging from 7.6 to 7.7, the temperature ranging from 30-32 oC, salinity ranged from 11.3 to 12.3 ‰, DO ranged from 4.7 to 5.3 mg / l and TSS ranged from 482.6 to 926.6 mg / l.Keywords: Heavy metals, Concentration, Lead (Pb, Delta

  9. KANDUNGAN LOGAM BERAT DALAM SUMBER AIR MINUM DI DKI JAKARTA

    Inswiasri Suprijanto; Agustina Lubis

    2012-01-01

    Survey on heavy metal pollution in drinking water was conducted in Jakarta from August to Octo­ber 1986. The purpose of this study was to measure the concentration of heavy metals in drinking water served by the Water Supply Enterprise and private dug wells. Ninety water samples from Water Suply Enterprise and 140 samples from Community dug wells were analysed. The mercury concentration was analysed using the Cold Vapour Technique, while other metals (Cd, Cu, Pb, Zn) were analysed using the A...

  10. KAJIAN IKATAN HIDROGEN DAN KRISTALINITAS KITOSAN DALAM PROSES ADSORBSI ION LOGAM PERAK (Ag

    C. Purnawan

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan kajian tentang ikatan hidrogen inter dan intramolekuler kitosan yang dapat menyebabkan perubahan keteraturan dan tingkat kristalinitas polimer kitosan akibat masuknya ion logam Ag ke dalam polimer kitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya ion logam Ag ke dalam polimer kitosan dapat mempengaruhi mempengaruhi ikatan hidrogen inter dan intramolekuler sehingga menyebabkan perubahan keteraturan dan tingkat kristalinitas polimer kitosan. Kristalinitas kitosan meningkat hingga perbandingan Ag/kitosan = 0.25/100 (b/b. Setelah perbandingan Ag/kitosan lebih besar dari 0.25/100 (b/b, kristalinitas kitosan menurun.

  11. Makrozoobentos, Plankton, Bioindikator, Sensitivitas dan efektivitas organisme dan Bahan pencemar organic dan logam berat.

    Nita Rukminasari; J. Tresnati; S. Bin Andy Omar; F. Sitepu

    2013-01-01

    Bentos dan plankton merupakan komponen ekosistem yang berperanan penting dalam menjaga keseimbangan proses-proses yang terjadi dalam ekosistem. Organisme ini, selain bagian dari rantai makanan juga mempunyai peranan dalam proses dekomposisi dan bagian dari siklus berbagai elemen ekosistem (siklus nutrien dan CO2). Organisme ini juga memiliki kemampuan untuk mengabsorpsi bahan pencemar tanpa menyebabkan kematian Dengan demikian, organisme ini berpotensi sebagai indicator terhadap perubahan ku...

  12. Analisis Logam Berat Pb dan Cd dalam Sampel Ikan dan Kerang secara Spektrofotometri Serapan Atom

    Supriatno Supriatno

    2009-06-01

    Full Text Available The analysis of heavy metals Pb and Cd concentrations in fish and oyster have been carried out by atomic absorption spectrophotometer (AAS method. The wet digestion method was used for preparation sample prior to AAS detection. Sample was collected from three different location rivers at Lamnyong, Pantee Pirak and Lumbago. The result showed that the Pb and Cd concentration in fish and oyster at difference location were obtained not difference significantly. Pb and Cd contents in fish and oyster were found below lethal concentration. The AAS instrument was still valid to use as the instrument which is obtained of accuration of 0.65% and precise of 0,019 ppm still lower than threshold value of 1% and 0.04 ppm. Keywords: atomic absorbance spektrophootometry, fish, kerang, heavy metal

  13. PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES (MART. SOLMS. DALAM PENYISIHAN LOGAM BERAT CHROM (CR PADA LIMBAH ELEKTROPLATING

    Sri Sumiyati

    2012-02-01

    Full Text Available Effluent that is produce by the electroplating industry, especially nickel chrome plating, contains chromemetal that is carcinogenic. The toxicities from chrome are caused by its ability to dissolve and it’s mobilityin the environment. An alternative treatment to reduce chrome is called fitoremediasi which uses plants asits indicator; in this case we use water hyacinth.At the preface experiment, we tried to plant mature water hyacinth in electroplating waste. First we tried toplant in 100% waste water in witch we repeated it 3 times. At the 3rd week; day 18; the plants becameyellowish and became wilted. Knowing this fact, we applied the time for our experiment the we were goingto executed, with assuming at the 18th day the plants will become wilted as an indicator that the waterhyacinth are saturated in adsorbing chrome as the heavy metal pollutant. This became the parameter indesigning the time treatment for the plant zone, 4 until 15 days.The treatment was done by making variation in the amount of plants that are planted, which was 0 plants(as the control, 1 plant, 2 plants, 3 plants, and 4 plants; with 3 times repeating at each stage. The result ofthis experiment after 18 days shows the chrome concentration and the efficiently in decreasing theconcentration on each stage. The highest efficiently for each plant was the treatment by 1 plant only. Thehighest efficiently in decreasing the concentration was 78,95% ad it was done by the treatment with 4plants. To get chrom concentration which is fill with the standard, we can add more water hyacinth into thewaste with the balance equivalent or we need the lower beginning concentration.

  14. KANDUNGAN LOGAM BERAT (Hg, Cd, dan Pb DALAM AIR TANAH PADA PERUMAHAN TIPE KECIL DI JABOTABEK

    Athena Athena

    2012-09-01

    Full Text Available A survey of heavy metals (Hg, Cd, Pb in drinking water at small and very small houses was conducted in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi (Jabotabek, in 1992. The purpose of this study was to get information about water quality and environmental condition of water sources at low cost housing and very low cost housing in Jabotabek. Forty to sixty water samples were taken from each location and analyzed by Atomic Absorption Spectrophotometer. The mercury concentration was analyzed using Cold Vapor Technique, whereas Cd and Pb were analized using The Air-acetylene method. Water samples were collected in dry season and rainy season. Interview of the owners of the house and of environmental observation of the water sources were done to get information about the condition of drinking water sources. The highest concentration of mercury detected in Jakarta was in the rainy season (2.50 mg/l. Cadmium and Lead were detected in Bogor, (Cd: 0.26 mg/l in the rainy season and Pb : 0.16 mg/l in dry season. However 41.5% water samples from Jakarta were exceeding the mercury concentration standard, 25.4% water samples from Bogor were exceeding cadmium concentration standard, and 41.1% water samples from Bogor were exceeding lead concentration standard Heavy metals concentration in drinking water at Bekasi and Tangerang were relatively lower than Bogor and Jakarta. The environmental condition of shallow wells in Bekasi and Tangerang were also better than Bogor and Jakarta.

  15. PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES (MART.) SOLMS.) DALAM PENYISIHAN LOGAM BERAT CHROM (CR) PADA LIMBAH ELEKTROPLATING

    Sri Sumiyati; Mochtar Hadiwidodo

    2012-01-01

    Effluent that is produce by the electroplating industry, especially nickel chrome plating, contains chromemetal that is carcinogenic. The toxicities from chrome are caused by its ability to dissolve and it’s mobilityin the environment. An alternative treatment to reduce chrome is called fitoremediasi which uses plants asits indicator; in this case we use water hyacinth.At the preface experiment, we tried to plant mature water hyacinth in electroplating waste. First we tried toplant in 1...

  16. Pengaruh Penambahan Kaolin Terhadap Reduksi Logam Pb pada Proses Pembakaran Batubara

    Isdawani Is

    2015-06-01

    Full Text Available Adsorpsi emisi pembakaran briket batubara dengan menggunakan adsorben kaolin telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh rasio adsorben terhadap performa penyerapan SO2 dan logam berat plumbum (Pb. Kaolin dicampur dalam briket batubara dengan variasi massa 2, 4, 6, 8, dan 10%. Briket dibakar pada electrically stainless steel reaction tube pada kondisi temperatur pembakaran yaitu 600, 700, dan 800oC. Analisis kadar pb dilakukan dengan menggunakan atomic absorbtion spectroscopy (AAS Perkin Elmer. Konsentrasi emisi SO2 dalam gas buang dianalisis menggunakan industrial gas combustion and emission analyzer (E4400i. Hasil percobaan dan analisis menunjukkan, bahwa tingginya rasio adsorben dapat menurunkan trend emisi SO2 yang dihasilkan. Pada emisi logam tingkat kejenuhan penyerapan oleh kaolin berada pada rasio adsorben 6%-10%. Kapasitas adsorpsi yang dihasilkan cenderung tinggi pada suhu pembakaran 600oC.

  17. ADSORPSI LOGAM SENG (Zn DAN TIMBAL (Pb PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI KERAMIK OLEH TANAH LIAT

    Cindy Rianti Priadi

    2014-05-01

    Full Text Available ADSORPTION OF ZINC AND LEAD FROM CERAMIC WASTEWATER USING CLAY. Ceramic industry generates glaze wastewater and clay waste. Glaze wastewater contains heavy metal from ceramic painting process which can potentially cause severe pollution problem. Glaze wastewater from PT.X typically contains Cd (0.013 mg/L; Cu (0.033 mg/L; Pb (1.20 mg/L; and Zn (7.00 mg/L. Clay waste used as adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. The present study investigates in bench scale and uses batch adsorption method to determine effective  adsorbent amount and contact time in removing heavy metals in glaze wastewater in order to fulfill the discharge requirement based on regulation of Minister of Environment No.16/2008concerning effluent water standard for ceramic industries. The results showed that the effective adsorbent amount and contact time respectively are 5 g/L and 15 minutes with pH 8 and stirring speed of 150 rpm. Concentration of heavy metal adsorbed are 0,614 mg/L and 2,07 mg/L for lead (Pb and zinc (Zn with removal efficiency up to 61.0% for Pb and 9.8% for Zn.From this study clay waste could be potentially used as an adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. Keywords: adsorption, clay waste, heavy metals Abstrak Industri keramik menghasilkan limbah glasir dan limbah tanah liat. Limbah glasir mengandung logam berat yang berasal dari proses pewarnaan keramik dan berpotensi mencemari lingkungan. Kandungan logam berat pada limbah glasir PT.X yaitu Cd (0,013 mg/L; Cu (0,033 mg/L; Pb (1,20 mg/L; dan Zn (7,00 mg/L. Limbah tanah liat digunakan sebagai adsorben yang berguna mengurangi kadar logam berat pada limbah glasir.Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan metode batch adsorpsi untuk menentukan dosis adsorben dan waktu kontak yang efektif dalam mengolah limbah glasir agar memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2008 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri keramik. Hasil penelitian menunjukan dosis efektif  adsorben sebesar 5 g/L dan waktu kontak 15 menit dengan kondisi pH 8 dan kecepatan pengadukan 150 rpm. Kadar logam setelah diadsorpsi telah mencapai baku mutu yaitu sebesar 0,614 mg/L dan 2,07 mg/L untuk Pb dan Zn dengan efisiensi pengurangan kadar logam Pb sebesar 61% dan Zn sebesar 9,8%. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa limbah tanah liat berpotensi dijadikan adsorben untuk mengurangi kandungan logam pada limbah cair industri keramik. 

  18. PENCEMARAN LOGAM BERAT MERKURI (Hg PADA AIRTANAH

    Thomas Triadi Putranto

    2012-02-01

    Full Text Available The earth consists largely of water because the land area is smaller than the ocean. Human beings on this earthcan not escape the need for water. Water is the main requirement for the process of life on the earth.Relatively clean water that is coveted by men, whether for purposes of daily life, for industrial purposes, for thecleanliness of city sanitation, as well as for agricultural purposes and so forth. Heavy metal pollution is a veryserious issue to be handled, because of adverse environmental and ecosystem in general. Heavy metallic elementis the element which has a density of more than 5 gr/cm3. Hg has a density of 13.55 gr/cm3. Disaster is anoutbreak of Minamata mercury poisoning in people who eat fish contaminated by mercury in Minamata Japan,and this event is known as Minamata Disease. Efforts to tackle the heavy metal pollution can actually be doneusing a chemical process or by microorganism such as microbes and bacteria.

  19. PEMANFAATAN SINGKONG (MANIHOT UTILISSIMA DALAM PEMBUATAN SIROP ISOTONIS UNTUK MENINGKATKAN KESEGARAN JASMANI PADA OLAHRAGAWAN DAN PEKERJA BERAT

    Dewi Sabita Slamet

    2012-11-01

    Full Text Available Produksi singkong relatif berlimpah di beberapa wilayah tertentu di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal, karena belum banyak industri yang mengolah komoditas ini menjadi produk lain yang bernilai ekonomi tinggi. Penelitian pengolahan singkong menjadi produk sebagai sirop minuman isotonik dan pemacu efisiensi metabolisme energi telah dilakukan untuk pemanfaatannya yang lebih tepat guna. Cara pengolahan yaitu melalui hidrolisa asam dan enzim, dan ditambahkan garam isotonik. Setelah diuji organoleptik terhadap rasa, warna dan aromanya, minuman tersebut dicobakan kepada 10 orang karyawan biasa berolahraga secara tetap serta teratur dan kepada 10 orang pekerja berat. Uji efektifitas jasmani dari sirop tersebut yaitu dengan naik turun banku cara Harvard, selama lima menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada karyawan, skor uji naik turun bangku cara Harvard berturut-turut antara I (air putih, II (sirop enzim, III (sirop enzim, dan IV (sirop gula sacharida adalah 68.3, 78.6, 84.6, 84.4 yang secara statistik perbedaannya tidak bermakna. Sedangkan pada golongan pekerja berat, skor uji naik turun bangku Harvard secara statistik terdapat perbedaan bermakna antara I (sirop enzim 62.7 dengan II (sirop asam 91.2, juga antara III (air putih 106.9 dengan IV (sirop gula sacharose 128.3. Kesimpulan yang dapat dikemukakan adalah bahwa perlu penelitian lanjutan dengan menggunakan subjek (n yang lebih banyak.

  20. Hubungan Berat Plasenta Dengan Berat Badan Lahir Bayi di Kota Pariaman

    Hasra Mukhlisan1

    2013-05-01

    Full Text Available AbstrakPertumbuhan janin intrauterine dipengaruhi oleh fungsi plasenta. Plasenta mensuplai oksigen dan makanan dari sirkulasi ibu ke janin dan mengeluarkan sisa metabolisme dari sirkulasi janin ke ibu. Berat plasenta bertambah akibat pertumbuhan vilus plasenta. Vilus-vilus ini berfungsi sebagai tempat pertukaran makanan, oksigen dan zat sisa janin, sehingga berat plasenta akan berperan penting dalam menentukan berat badan lahir bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat plasenta dengan berat badan lahir bayi di Kota Pariaman. Metode penelitian adalah deskriptif dan analitik, sedangkan pengolahan data dilakukan dengan uji korelasi software SPSS 15. Penelitian dilakukan di kota Pariaman dengan menggunakan data ibu melahirkan dari bulan Januari-Juni 2011. Ada 30 orang subjek dalam penelitian ini, didapatkan berat badan lahir bayi rata-rata adalah 2.996,67 gram (SD = 448,36, 4 diantaranya (13,33% memiliki berat badan lahir rendah (BBLR sementara yang lainnya normal. Berat plasenta rata-rata 496,67 gram (SD = 49,01. Berdasarkan hasil uji korelasi, berat plasenta berhubungan dengan berat badan lahir bayi di Kota Pariaman dengan p = 0,00 (<0,05 dan r = 0,784. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berat plasenta memiliki hubungan yang bermakna dengan berat badan lahir bayi di Kota Pariaman dan kekuatan hubungan sedang.Kata kunci: Plasenta, berat plasenta, berat badan lahir bayiAbstractThe intrauterine growth of foetus is affected by the placental function. The functions are supplying oxygen and nutrition from maternal circulation to the foetus and secreting the metabolism residual from foetus circulation to the maternals. The increase of placental and foetus weight occurs in the same time. The villi is the surface for the exchange of nutritions, oxygens, and residual substances of feotus. The goals of this study is to identify the relationship between placental weight and birth weight in Pariaman. The method of this study is descriptive and analytical with correlation test and SPSS 15 was used for data processing. This study was held in Pariaman and pregnant woment’s data taken from January until June 2011. The results of this study showed that 30 subjects had the average of birth weight was 2,996.67 gram (SD = 448.36, 4 (13.33% were low birth weight, while the others were normal. The average of placental weight was 496.67 gram (SD = 49.01. Based on correlation test, placental weight had relationship with birth weight in Pariaman (p = 0.00 (<0.05 and r = 0.784. The conclusion is placental weight had significant correlation with birth weight in Pariaman and the power of correlation was intermediate.Keywords:Placenta, placental weight, birth weight

  1. DISTRIBUSI CEMARAN LOGAM BERAT KROMIUM (Cr DI SEKITAR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM DESA SUSUT, BANGLI

    Siaka I M.

    2012-11-01

    Full Text Available An investigation on the distribution of contamination of heavy metals chromium (Cr in around Industrial Metal Coating at Susut Village, Bangli has been carried out. Allegedly contaminated soil by metal chromium (Cr was analyzed by means of AAS (Atomic Absorption Spectroscopy with prior process of digestion method using a mixture of mineral acids, HNO3 and H2O2 (1:1. It was found that, the distribution of heavy metals chromium varied according to the distance (0 – 50 m between the pollutant sources and the sampling locations. The soils collected from West side of the industry contained Cr ranging from 13.4742 to 24.2507 mg/kg, while the soils collected from the North and South sides of the industry contained Cr of 9.9725 – 19.6718 mg/kg and 19.9415 – 25.8771 mg/kg respectively. Moreover, the distribution of Cr showed a positive correlation between depths (0 – 40 cm and the Cr concentrations. The deeper was the soils, the higher the concentration of Cr was. The concentration of Cr ranged from 3.5022 to 30.7174 mg/kg and the highest concentration of Cr was distributed in the depth of 40 cm.

  2. IDENTIFIKASI ZONA PENGURANGAN AIR TANAH BERDASARKAN MODEL 3D GAYA BERAT MIKRO ANTAR WAKTU

    Supriyadi -; WGA Kadir; Sarkowi -; R Herbet

    2014-01-01

    Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa di kota Semarang telah terjadi penurunan muka air tanah di beberapa lokasi. Penelitian menggunakan metoda gaya berat mikro antar waktu (time lapse selama kurun waktu Desember 2003 hingga Juni 2004 di daerah Semarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengaplikasikan metoda gaya berat mikro dalam menentukan zona pengurangan air tanah dataran aluvial Semarang dan melakukan pemodelan 3D menggunakan program Grav3D untuk identifikasi zona pengur a...

  3. Penyisihan Fe dalam Air Tanah Menggunakan Zeolit Alam Banda Aceh Teraktivasi

    Hasni Hasni

    2015-06-01

    Full Text Available Kajian ini membahas proses pemisahan logam besi dalam sampel air secara adsorpsi. Secara umum bertujuan untuk melihat pengaruh perlakukan zeolit alam terhadap efisiensi penyisihan logam besi dalam sampel air baku. Proses adsorpsi menggunakan zeolit alam Banda Aceh dengan variasi ukuran partikel 40, 60, 80, dan 100 mesh.  Kadar besi (Fe dalam larutan sampel buatan adalah 1,25 mg/l agar mendekati kadar logam besi sesungguhnya. Kadar sampel asli air tanah dari Desa Alue Peunyareng Kabupaten Aceh Barat sebesar 1,1206 mg/l. Analisis kadar logam besi dilakukan dengan alat spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adsorpsi maksimum diperoleh pada penyerapan dengan zeolit alam berukuran 100 mesh baik untuk sampel asli maupun sampel buatan. Aktivasi zeolit alam menaikkan kemampuan adsorpsi bahan penyerap hingga 154,72%. Kemampuan penyerapan yang dimiliki zeolit alam menurun hingga 92,25% manakala sampel yang diserap berupa air tanah karena sampel masih banyak mengandung bahan pengotor.

  4. Analisis Kekuatan Tangki CNG Ditinjau dengan Material Logam Lapis Komposit pada Kapal Pengangkut Compressed Natural Gas

    Aulia Firmansah

    2013-03-01

    Full Text Available Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan pada kekuatan pressure vessel compressed natural gas. Pressure vessel yang digunakan yaitu tipe satu dan tipe tiga, tipe satu adalah tabung menggunakan material logam yaitu Carbon Steel SA 516 Grade 70 dan Aluminium Alloy T6-6061. Pada tabung tipe tiga material menggunakan Aluminium Alloy T6-6061 dengan lapisan Komposit (Carbon Fibre – Epoxy pada seluruh tabung (full wrapped. Sudut orientasi serat yang digunakan 54.73560 dan terdiri dari 4 lapis komposit yang membungkus aluminium. Variasi yang dilakukan pada tebal komposit yaitu 25% komposit, 50% komposit, dan 75% komposit. Pressure vessel mendapat perlakuan internal pressure sebesar 125 bar dan temperatur -300C. Analisa dilakukan dengan dua metode yaitu dengan perhitungan manual dan software finite element method (NASTRAN 2010. Dari hasil perhitungan tersebut tabung tipe satu dengan material logam terbukti aman karena memenuhi dari faktor keamanan yang ditentukan tetapi pressure vessel sangat berat. Pada tabung tipe tiga lamina dengan komposisi 75% komposit dan 50% komposit dinyatakan aman karena memenuhi dari kriteria tegangan maksimum. Sedangkan pada komposisi 25% komposit lamina mengalami kegagalan yang disebabkan terlalu rendahnya lapisan komposit. Dari keseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan komposisi ideal pressure vessel yaitu 75% komposit dan 25% aluminium dari tebal keseluruhan sehingga menghasilkan tegangan yang sangat kecil dan memiliki berat yang paling ringan.

  5. Analisis Faktor Relationship Satisfaction Pada Kerjasama Antar UMKM Berbasis Logam di Waru, Sidoarjo

    Ary Tri Wibowo

    2012-09-01

    Full Text Available Industri berskala mikro, kecil, dan menengah memiliki peranan yang penting di dalam perekonomian Indonesia. Jawa Timur sebagai penyumbang Produk Regional Domestik Bruto terbesar kedua pada tahun 2010 memiliki andil di dalam perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM di Indonesia. Salah satu industri berskala UMKM di Jawa Timur yang sedang berkembang adalah industri berbasis logam di Waru, Sidoarjo. Seiring dengan berjalannya waktu agar dapat bersaing dengan UMKM sejenis dari daerah lain dan produk impor, maka industri berbasis logam harus menguatkan kerjasama di dalam kegiatan industrinya. Untuk menguatkan kerjasama antar UMKM, maka tiap UMKM harus memperhatikan kepuasan di dalam hubungan kerjasamanya (relationship satisfaction. Hasil studi literatur dan observasi awal menunjukkan bahwa faktor benevolence, credibility, opportunism, relationship commitment, dan mutual cooperation berpengaruh terhadap relationship satisfaction. Sehingga pada penelitian ini akan dianalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap relationship satisfaction pada kerjasama antar UMKM di Waru, Sidoarjo dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling. Faktor relationship satisfaction sebagai konstruk endogen dan faktor benevolence, credibility, opportunism, relationship commitment, dan mutual cooperation sebagai konstruk endogen. Masing-masing konstruk tersebut kemudian dilakukan uji confirmatory factor analysis (CFA untuk mengetahui bahwa faktor tersebut berada pada kondisi unidimensionalitas.

  6. PERANCANGAN DAN PEMBUATAB ALAT UKUR KADAR KROM DALAM AIR DENGAN MENGGUNAKAN PRINSIP SPEKTROSKOPI SERAPAN ATOM

    Tin Yunis Mahfudloh, Mohammad Tirono

    2012-04-01

    Full Text Available Air adalah bahan yang berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Air steril dengan kandungan mineral yang cukup dan tidak terpolusi dapat berperan sebagai cairan yang menata keseimbangan tubuh. Apabila air yang dikosumsi manusia telah tercemar oleh sampah dan limbah industri yang mengandung zat-zat kimia/logam berat yang bersifat racun akan berbahaya Seperti kromium/krom dengan kode kimiawi Cr. Penelitian dilakukan untuk membuat alat ukur kadar krom dalam air dengan metode absorpsi dengan instrumen fotometri. Alat ukur kadar krom dalam air menggunakan prinsip spektroskopi serapan atom terdiri dari 2 sistem, yaitu sistem optik dan sistem elektronik. Sistem optik terdiri dari lampu halogen, filter cahaya dengan panjang gelombang 520.4, kuvet dan sensor photodioda. Sedangkan sistem elektronik terdiri dari ADC 0804, MCU AT89S51 dan LCD.  Prinsip keja alat ini adalah cahaya polikromatis yang dipancarkan oleh lampu halogen akan melewati filter sehingga cahaya polikromatis akan bersifat monokromatis. Cahaya akan melewati air dengan kadar krom 0% untuk mereset reagen dan pelarut kemudian dideteksi oleh sensor sehingga menghasilkan data I0. Setelah dideteksi air  akan bergeser ke atas dan sensor bergeser kebelakang untuk mendeteksi sampel yang mempunyai kadar krom tertentu dan menghasilkan data I1. Di dalam sampel ini terjadi penyerapan intensitas cahaya oleh atom krom. Kemudian data I0 dan I1 akan diolah oleh MCU AT89S51 dan ditampilkan pada LCD. Sampel yang digunakan adalah larutan H2O dengan K2Cr2O7 sebanyak 10 sampel dengan variasi kadar 0%, 1%, 1.5%, 2%, 2.5%, 3%, 3.5%, 4%, 4.5%, dan 5%. Larutan krom diperoleh dengan cara mengencerkan 10gr K2Cr2O7 dalam 100ml H2O sehingga didapatkan K2Cr2O7 10% sebagai larutan stok, selanjutnya untuk mendapatkan K2Cr2O7 dengan kadar tertentu, maka diambil dari larutan stok kemudian diencerkan sampai volume 25 ml sesuai dengan rumus M1 V1 =M 2 V2 Hasil pegujian pada sistem elektronik menunjukkan prosentase penyimpangan rata-rata untuk data I0 dan I1 masing-masing adalah sebesar 1,86% dan 2,67%.   Sedangkan hasil pengujian pada sistem keseluruhan menunjukkan prosentase kesalahan relatif rata-rata sebesar 4,83%. Kata kunci: Krom (Cr, Spektroskopi Serapan, Panjang Gelombang, Cahaya

  7. HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN STATUS OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR

    Putu Austin Widyasari Wijaya; I Gusti Lanang Sidiartha

    2015-01-01

    Obesitas merupakan kondisi berlebihnya lemak dalam tubuh dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Penelitian di beberapa negara pada tahun 2010, didapatkan 43 juta anak mengalami overweight dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor risiko obesitas yaitu berat badan lahir dengan status obesitas pada anak sekolah dasar. Metode penelitian berupa deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 128 siswa ana...

  8. Prediksi Laju Korosi pada Instalasi Pipa Logam Aliran Fluida Cair Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan(JST

    Bangkit Dwijo Saputro

    2013-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tugas akhir dengan judul Prediksi Laju Korosi pada Instalasi Pipa Logam Aliran Fluida Cair Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan. Hal yang biasa dilakukan untuk permasalahan korosi adalah pengurangan laju korosi dengan penambahan inhibitor, pelapisan, penggantian bahan logam dilakukan untuk mengurangi besar nilai laju korosi. Prediksi nilai laju korosi menggunakan jaringan saraf tiruan dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya korosi. Metode prediksi ini menggunakan arsitektur jaringan backpropagation. Arsitektur ini dapat melatih jaringan dengan cepat karena dapat secara otomatis memperbarui bobot untuk mendapatkan tingkat kesalahan yang kecil. Tingkat kesalahan ditinjau dari nilai mean square error (mse. MSE menunjukan performa dari jaringan. Dengan menggunakan 3 layer pada arsitektur jaringan, didapat 9 node pada hidden layer dengan bobot tertentu mampu memberikan nilai performa terbaik dalam pembuatan jaringan. Performa yang didapat dalam jaringan ini mencapai 3,6616e-04. Didapat hasil prediksi hubungan antara laju korosi dengan perubahan suhu, laju aliran dan pH sesuai dengan teori sumber data. Laju korosi akan turun saat pH netral dan saat suhu pada titik tertentu akibat adanya presipitat, sedang laju korosi akan naik seiring naiknya laju aliran.

  9. IDENTIFIKASI ZONA PENGURANGAN AIR TANAH BERDASARKAN MODEL 3D GAYA BERAT MIKRO ANTAR WAKTU

    Supriyadi -

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa di kota Semarang telah terjadi penurunan muka air tanah di beberapa lokasi. Penelitian menggunakan metoda gaya berat mikro antar waktu (time lapse selama kurun waktu Desember 2003 hingga Juni 2004 di daerah Semarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengaplikasikan metoda gaya berat mikro dalam menentukan zona pengurangan air tanah dataran aluvial Semarang dan melakukan pemodelan 3D menggunakan program Grav3D untuk identifikasi zona pengur angan air tanah dataran aluvial Semarang. Akusisi metoda gaya berat dilakukan dengan menggunakan alat gravitimeter Lacoste & Romberg tipe G1158 dan G1118 yang dilengkapi dengan alliod 100 untuk mengukur gaya berat tiap stasiun dan gravitimeter Lacoste & Romberg tipe G508 untuk mengukur efek pasang surut terhadap gaya berat. Pemodelan 3D anomali gaya berat mikro time-lapse efek dinamika fluida mampu mengidentifikasi 9 zona pengurangan air tanah yakni sekitar masjid Ataqwa, PRPP, Tugu Muda , Simpang Lima, Jl. Majapahit, Genuk, Tanah Mas, Tanah Putih dan daerah sekitar kelurahan Sendangguwo.The background of this research is that Semarang has experienced the ground water level degradation in some areas. The method used in this research was time lapse microgravity during December 2003 to June 2004. The purpose of the research is to apply the microgravity method in determining the reduction zone of groundwater and alluvial plains Semarang using a 3D modeling by usingGrav3D program to identify the reduction of groundwater zone of alluvial plains in Semarang. The acquisition method of gravity wass done by using a Lacoste & Romberg gravitimeter G1158 and G1118 type equipped with alliod 100 to measure the gravity of each station and Lacoste & Romberg gravitimeter G508 type to measure the tidal effect of the gravity. The 3D modeling microgravity anomaly time-lapse effects of fluid dynamics is able to identify 9 groundwater reduction zones which is about, Ataqwa mosque, PRPP, Tugu Muda, Simpang Lima, Jl. Majapahit, Genuk, Tanah Mas, Tanah Putih, and around Sendangguwo area.

  10. HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN STATUS OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR

    Putu Austin Widyasari Wijaya

    2015-01-01

    Full Text Available Obesitas merupakan kondisi berlebihnya lemak dalam tubuh dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Penelitian di beberapa negara pada tahun 2010, didapatkan 43 juta anak mengalami overweight dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor risiko obesitas yaitu berat badan lahir dengan status obesitas pada anak sekolah dasar. Metode penelitian berupa deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 128 siswa anak sekolah dasar (SD. Obesitas pada anak ditentukan menggunakan indikator Body Mass Index (BMI dengan kriteria obesitas persentil BMI ?95. Data dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test, Risk Estimated, regresi logistik. Sebanyak 43 siswa mengalami obesitas dan hanya 1 diantaranya memiliki berat lahir yang rendah. Hasil uji bivariat didapatkan nilai p=0,585 (p>0,05 dan odd ratio (OR=0,651 (IK 95% 0,066 ; 6,499. Hasil uji multivariat dilakukan terhadap variabel berat badan lahir rendah (BBLR, usia, dan jenis kelamin dan didapatkan nilai p=0,015 (p<0,05 untuk variabel jenis kelamin terhadap status obesitas anak. Nilai OR anak laki-laki obesitas dibandingkan anak perempuan obesitas yaitu OR= 2,558 (IK 95% 1,2 ; 5,4. Berat badan lahir tidak memiliki hubungan terhadap kejadian obesitas pada anak-anak.  

  11. ANALISIS KADAR LOGAM BERAT AIR SUNGAI SEKONYER DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH.

    Maria T. Indarwati; M S Mahendra; I W Arthana

    2012-01-01

    Sekonyer river as west border of Tanjung Puting National Park, is the main flora and fauna preservation areasespecially for orangutan conservation. Part of Sekonyer river upper course around year 1990 to 2002, there was anillegal gold mining (IGM) activity, and in 2002 this IGM was forbidden to be operated because of the use of mercuryfor extracting the gold. In former IGM location, up to this research has been done, the location is still used for silikapuya (sand) mining that is extracted fr...

  12. REDUKSI LOGAM BERAT CHROMIUM (VI DENGAN FOTOKATALIS KOMPOSIT TiO2-SiO2

    Candra Purnawan

    2013-10-01

    Full Text Available AbstractsComposite TiO2-SiO2 has been synthesized using sol-gel process with starting materialsTiCl4 and Na2SiO3. The purposes of this research were to know the effect of compositecomposition, pH solution and UV radiation time for reduced Chromium (VI cations. Theidentification and characterization of composite were done by infrared spectroscopy (IRand X-Ray Diffraction. Condition of Chromium (VI reduction by composite TiO2-SiO2 werecarried out with variation of composite TiO2-SiO2 concentration or the ratio Ti:Si were1:0,1 ; 1:0,5 ; 1:1 ; 1:1,5 ; 1:2. Variation of pH solution in 3,0; 3,5; 4,0; 4,5; 5,0; 5,5; 6,0; 6,5;7,0 and variation of UV radiation times in 2, 4, 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48 hours.The result showed that XRD characteristic of TiO2-SiO2 composite showed 2q peaks at 22.94degrees and 36.24 degrees. IR characteristic of TiO2-SiO2 showed absorption of Ti-O-Si inthe wave number 962 cm-1. The optimum reduction of Chromium (VI cations using TiO2-SiO2 composite in Ti:Si = 1:1 composition, pH 3 and with 18 hours radiation times.

  13. PENCEMARAN BTEX DAN LOGAM BERAT PADA HUTAN MANGROVE PESISIR TAMBAK LEKOK

    Edyson Indawan

    2009-01-01

    This research was aimed to explore land function changes and contamination levels (BTEX and heavy metals) on the mangrove area. The results of BTEX parameters from soil sample and indentified benzene showed heavy metal contaminations on Plot A, B, C and D were16.30 ppm, 81.30 ppm, 56.90 ppm, and 93.50 ppm respectively, but it was not detected on Plot E. Toluene contaminations was 481 ppm, 824 ppm, 490 ppm, 896 ppm, and 93.50 ppm. It showed that Plot B and D were heavily contaminated. Based...

  14. PENGOLAHAN LIMBAH LOGAM BERAT INDUSTRI TEKSTIL MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2/ARANG AKTIF

    Kapti Riyani

    2008-05-01

    Full Text Available Study about the use of active charcoal rice straws (AAJP was done in order to decrease heavy metal ion on textile waste water by using photocatalyst AAJP/TiO2. Rice straws were gained from the Banyumas Regency and samples textile waste water from one of textile industry in Pemalang. This study was begun by the making of active charcoal from the rice straws, and then the modification of photocatalyst AAJP/TiO2 was done with the comparison 1:99, 2:98, 3:97, 4:96, 5:95. The test of heavy metal ion photoreduction was done with some parameters such as weight comparison (1:99, 2:98, 3:97, 4:96, 5:95, pH effect (2, 5, 7, 9, 13 and the effect of ray source (sun light and the UV lamp. Analysis of photocatalyst material used SEM and heavy metal ion concentration used AAS. Results show that optimum photocatalyst activity in weight comparison AAJP300oC / TiO2 (1:99 with decrease concentration was 65.02% for heavy metal ion, mean while AAJP700oC / TiO2 (3:97 with decreased concentration of heavy metal ion is 94.50%. Optimal process for heavy metal ion reduction occur at pH 2 with decreased concentration of heavy metal ion for AAJP300oC / TiO2 (1:99 is 99.87% and for AAJP700oC /TiO2 (3:97 is 100%. The source of UV lamp was good for heavy metal ion photoreduction (AAJP300oC/TiO2(1:99 was 99.87% and AAJP700oC/TiO2 (3:97 was 100%

  15. ANALISIS KADAR LOGAM BERAT AIR SUNGAI SEKONYER DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH.

    Maria T. Indarwati

    2012-11-01

    Full Text Available Sekonyer river as west border of Tanjung Puting National Park, is the main flora and fauna preservation areasespecially for orangutan conservation. Part of Sekonyer river upper course around year 1990 to 2002, there was anillegal gold mining (IGM activity, and in 2002 this IGM was forbidden to be operated because of the use of mercuryfor extracting the gold. In former IGM location, up to this research has been done, the location is still used for silikapuya (sand mining that is extracted from the sands by using water from the river, as a result, the waste water wasinundated in the mining area and flows into Sekonyer river. The objectives of this research are first of all, to identifythe heavy metal degree of the water, such as mercury, copper, cadmium, zinc, lead, arsenic, and chrome. The secondone is to identify the source of pollution, and the last one is to identify the potential heavy metal that pollute the water.Composite method was used in collecting the water samples, i.e. in Sekonyer river and the mining location.Water and puya samples were analyzed in Analytical Laboratory of University of Udayana, and then its pollutionindexes were counted, and the quality of the water was fixed based on Third Degree of quality standardized criteria,Government Rule Number 82 Year 2001.The results of the research show that along the Sekonyer river, from upper to lower courses of the river sideswith the following conditions: from the lower course of mining area it was found light pollution with pollution index of 2,51, after puya mine it was found heavy pollution with pollution index of 17,84, up to mid of Rimba Orangutan Eco-Lodge with Sekonyer river estuary there were found light pollution with pollution indexes of 3,71; 4,59; and 2,88respectively, but in the junction of Sekonyer river and Ulin river it was found moderate pollution with pollution indexof 5,13, and in Sekonyer river estuary it was found heavy pollution with pollution index of 16,35.It was also found heavy pollution with pollution index of 16,26 in the inundated water in the puya mininglocation . It was also happened to puya in the mining location that was contaminated by heavy metal of mercury in0,1168 ppm and zinc in 0,195 ppm degrees, whilst in Kumai river, upper side of Kumai quay it was found heavypollution with pollution index of 17,42.From the results of the analysis, it can be concluded that the heavy metals was derived from mining area(Aspai, from the sea and also from upper course of Kumai river. The potential metals as the pollutant were cadmium,zinc, lead, and mercury.

  16. PERUBAHAN MASUKAN ENERGI DAN AIR SELAMA BERPUASA RAMADHAN PADA KARYAWAN DENGAN BERAT BADAN NORMAL DAN LEBIH

    Uken S.S. Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available Meskipun sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam, pengungkapan hikmah puasa dan perubahan yang terjadi dalam tubuh selama berpuasa Ramadhan selalu berdasarkan hasil penelitian dari negara lain. Untuk itu telah dilakukan penelitian di lingkungan karyawan minyak dan gas di daerah Aceh Utara selama bulan Ramadhan 1416 H (Januari-Maret 1996. Makalah ini merupakan bagian dari hasil penelitian tersebut yang telah dibiayai oleh PT. Arun Natural Gas Liquefaction Co.-Pertamina. Responden adalah karyawan muslim, yang bersedia mengikuti agenda kegiatan penelitian dari awal sampai dengan selesai, sehingga diperoleh masing-masing 48 orang untuk kelompok dengan berat badan normal (IMT=18.5-25.0 dan untuk kelompok berat badan berlebih (IMT>25.0. Dalam makalah ini dilaporkan hasil pencatatan masukan makanan dan air selama 3x24 jam berturut-turut yang dilakukan oleh responden pada setiap minggu pengumpulan data yaitu: dua minggu sebelum Ramadhan (H-1, minggu I (H-2 dan minggu III (H-3 Ramadhan, serta satu bulan setelah Lebaran (H-4. Hasil menunjukkan bahwa pada kedua kelompok terjadi penurunan yang nyata (P<0.05, baik masukan energi maupun air selama berpuasa. Satu bulan setelah Lebaran masukan energi dan air kembali meningkat meskipun masih agak lebih rendah daripada sebelum bulan puasa. Pada saat makan sahur jumlah masukan energi sebesar 36-41% dari total masukan sehari-semalam, sedangkan air sebesar 44-52%. Jika dibandingkan dengan kebutuhan energi berdasarkan AKG orang dewasa dengan aktifitas ringan, maka masukan energi selama bulan Ramadhan hanya mencapai 72% pada kelompok BB-normal, dan hanya 62% pada kelompok BB-lebih. Bagi responden dengan BB-lebih sebaiknya mempertahankan masukan energi seperti dalam bulan puasa agar resiko timbulnya penyakit akibat kelebihan berat badan dapat ditekan.

  17. Kajian histologis infeksi SlNPV terhadap berat badan dan kerusakan membran peritrofik larva Spodopteera litura

    DADANG MACHMUDIN

    2011-11-01

    Full Text Available Sanjaya Y, Machmudin D, Kurniawati ND. 2011. Kajian histologis infeksi SlNPV terhadap berat badan dan kerusakan membran peritrofik larva Spodopptera litura. Bioteknologi 8: 78-85. Pengaruh infeksi SlNPV pada berat badan dan kerusakan membran peritrofik larva Spodoptera litura Fab. telah dilakukan. Metode yang digunakan adalah analisis probit, dan berdasarkan LD 50 virus yang terinfeksi untuk mengetahui berat badan dan kerusakan pasca infeksi. Kerusakan struktur histologi yang disebabkan oleh infeksi SlNPV (0, 315, 390, 465, 540 dan 615 PIB/mL diamati setelah 0, 12, 24, 72 dan 96 jam pasca infeksi. Preparasi histologis dibuat dengan metode parafin setelah fiksasi dengan larutan Bouin, kemudian diiris setebal 7 um dan diwarnai dengan Hematoxilin-Eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan SlNPV menyebabkan penurunan konsumsi pangan terutama pada 540 PPIB/mL dengann rata-rata 0,16775 mg. Pengamatan deskriptif pada struktur histologi membran peritrophic yang terkena infeksi SlNPV menunjukkan kecenderungan kerusakan, sementara pada kontrol tidak ada kerusakan sama sekali. Semakin lama paparan virion di dalam lumen midgut maka semakin tinggi terjadinya kerusakan membran peritrofik. Kerusakaan paling parah terjadi 96 jam setelah infeksi. Hasilnya membuktikan bahwa virion haNPV dapat menghancurkan struktur histologi midgut.

  18. ANALISIS REGRESI LOGISTIK DALAM PENENTUAN MODEL BERAT BADAN BAYI LAHIR

    I Gusti Ayu Made Srinadi

    2012-01-01

    Infant weight at Birth (BBBL) is one standard of The Healthy Program with expectation isthe Normal In-fant Weight at Birth (³ 2,5 kg). The factors which influence to BBBL are weight,height, parities, ages, hae-moglobin pencentage, blood pressure and education of mother’s.This study want to know which factors have major probability and how are the form of the factorsto the BBBL.Data used in this research are mother’s data whom give delivery in Govermant Hospital,delivery clinic or delivery nur...

  19. ANALISIS REGRESI LOGISTIK DALAM PENENTUAN MODEL BERAT BADAN BAYI LAHIR

    I GUSTI AYU MADE SRINADI

    2012-11-01

    Full Text Available Infant weight at Birth (BBBL is one standard of The Healthy Program with expectation isthe Normal In-fant Weight at Birth (³ 2,5 kg. The factors which influence to BBBL are weight,height, parities, ages, hae-moglobin pencentage, blood pressure and education of mother’s.This study want to know which factors have major probability and how are the form of the factorsto the BBBL.Data used in this research are mother’s data whom give delivery in Govermant Hospital,delivery clinic or delivery nurse’s.Mother’s characteristic shown in data descriptive analysis. Single logistic regression detecteach potential variable to construct the multiple logistic regression model. The variables used forconstruct the multiple logis-tic regression model have significant contribution to the BBBL, thebest model is : P =+ + + + -Model above showed mother’s education and mother’s activities influences to the BBBL.Odds ratio values for every factors which influenced to the BBBL ³ 2,5 kg compared withBBBL < 2,5 kg find for mother’s education (junior high school, senior high school and the degreeof university with proba-bility 2,6414, 22,2936 and 50,5504 times higher than mother’seducation for elementary school background.

  20. Hemoprotein dalam Tubuh Manusia

    Husnil Kadri

    2012-07-01

    Full Text Available Abstrak Hemoprotein adalah protein dengan kandungan hem yang terdapat hampir dalam semua sel manusia, hewan, dan pigmen fotosintesis tumbuhan. Ada berbagai macam hemoprotein yang tersebar luas dalam tubuh manusia, seperti hemoglobin, myoglobin, citoglobin, neuroglobin, dan lain-lain. Semua hemoprotein tersebut memiliki fungsi beragam yang penting untuk berlangsungnya proses metabolisme dalam tubuh. Struktur hem pada pigmen fotosintesis (klorofil tumbuhan sama dengan hemoglobin pada manusia, tetapi ion logam pada klorofil adalah magnesium (Mg sedangkan pada hemoglobin adalah besi (Fe. Perbedaan inilah yang kurang diketahui oleh sebagian masyarakat sehingga ada yang mengira mengkonsumsi klorofil tumbuhan dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hemoprotein manusia dengan klorofil dan fungsi hemoprotein dalam tubuh manusia. Berdasarkan bentuk ion Fe pada gugus hemnya, maka hemoprotein dapat dibagi atas: (1 Hemoprotein yang memiliki ion Fe2+ sehingga mampu mengikat oksigen yaitu; hemoglobin, myoglobin, neuroglobin, dan cytoglobin. (2 Hemoprotein yang memiliki ion Fe3+ sehingga berperan sebagai enzim oksidoreduktase yaitu; Sitokrom P450, Sitokrom yang terlibat dalam fosforilasi oksidatif, katalase, triptopan pirolase, dan NO sintase. Kata kunci: hemoprotein, ion Fe2+, ion Fe3+ Abstract Hemoproteins are proteins containing heme that widely distributed in humans, animals, and photosynthetic pigment of plants. There are many kind of hemoproteins in human body, such as hemoglobin, myoglobin, cytoglobin, neuroglobin, etc. Hemoproteins have the varied functions to keep normal metabolism in the body. Photosynthetic pigment of plants (chlorophyll and human’s hemoglobin have the same structure but the metal ions are different. Chlorophyll has magnesium and human’s hemoglobin has iron (Fe. Not many people knew this difference, so some people thought if consume chlorophyll will increase blood hemoglobin level. Because of that reason, the objective of this article was to determine the difference between human’s hemoprotein and chlorophyll, and the functions of hemoproteins in the human body. Base on Fe ion state in heme group, hemoproteins are divided into: (1 Hemoproteins have ion Fe2+ state that can bind oxygen, such as hemoglobin, myoglobin, neuroglobin, and cytoglobin. (2 Hemoproteins have ion Fe3+ state that act as oxidoreductase enzymes, such as cytochrome P450, cytochromes in oxidative phosphorylation, catalase, tryptophan pyrolase, and NO synthase. Keywords: hemoproteins, ion Fe2+ state, ion Fe3+ state

  1. PERBANDINGAN KEMAMPUAN SILIKA GEL DARI ABU SABUT KELAPA DAN ABU SEKAM PADI UNTUK MENURUNKAN KADAR LOGAM Cd2+

    AF Yusrin

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian mengenai pembuatan silika gel dari bahan baku abu sabut kelapa (ASK dan abu sekam padi (ASP telah dilakukan dengan memanfaatkan kandungan silikanya. Bahan baku ASK dan ASP ditambah larutan NaOH dengan pemanasan dan peleburan pada suhu 500C selama 30 menit menghasilkan larutan natrium silikat, kemudian larutan natrium silikat masing-masing diasamkan dengan HCl 3 M hingga pH 7 dan dikeringkan hingga menjadi silika gel abu sabut kelapa (SG-ASK dan silika gel abu sekam padi (SG-ASP. Hasil karakterisasi XRD menyatakan bahwa SG-ASK dan SG-ASP menghasilkan silika berbentuk amorf, sedangkan hasil analisis FT-IR menyatakan bahwa silika gel memiliki gugus fungsi Si-OH, Si-O dan Si-H. Hasil penelitian mengenai uji penyerapan ion logam Cd2+ menunjukkan bahwa penyerapan optimum ion logam Cd2+ dalam larutan oleh SG-ASK adalah pada pH 6, waktu kontak 60 menit dan konsentrasi optimum 7,45 ppm. Hasil uji penyerapan optimum ion logam Cd2+ dalam larutan oleh SG-ASP pada pH 7, waktu kontak 90 menit dan konsentrasi optimum 11,78 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan SG-ASP lebih besar dibandingkan dengan kemampuan SG-ASK dalam menurunkan kadar ion logam Cd2+ dalam larutan.Research on the manufacture of gel silica from coconut husk ash (ASK and rice husk ash (ASP has been conducted by utilizing their silica contents. ASK and ASP were added by an NaOH solution, then by heated and melted at temperature 500C for 30 minutes to produce sodium silicate solution. The solution was then acidified separately with HCl 3 M up to pH 7 and dried into silica gel of coconut husk ash (SG-ASK and silica gel of rice husk ash (SG-ASP. The result of XRD characterization showed that SG-ASK and SG-ASP both produced amorphous silica, while the result of FT-IR analysis showed that silica gel had functional groups of Si-OH, Si-O and Si-H. The research on the test adsorption of Cd2+ metal ions showed that the optimum adsorption of Cd2+ metal ions in solution by SG-ASK was occured at pH of 6, contact time of 60 minutes and concentration optimum of 7.45 ppm. Results of adsorption Cd2+ metal ions in solution by SG-ASP showed that the optimum adsorption was occured at optimum pH of 7, contact time optimum of 90 minutes and concentration of 11.78 ppm. This means that the ability of SG-ASK is larger than the SG-ASP to decrease the levels of Cd2+ metal ions in solution.

  2. DESAIN EKSPERIMEN PENGARUH ZEOLIT TERHADAP PENURUNAN LIMBAH KADMIUM (Cd

    Merry Siska

    2012-12-01

    Full Text Available Pencemaran lingkungan yang terjadi banyak disebabkan oleh limbah dari logam berat suatu industri, terutama industri pelapisan logam. Logam berat seperti kadmium (Cd merupakan limbah dari pelapisan logam yang memiliki efek negatif bagi makhluk hidup. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan zeolit dalam menurunkan kadar limbah kadmium (Cd dari proses pelapisan logam. Bahan kajian dalam penelitian ini adalah kemampuan zeolit dalam menurunkan limbah kadmium (Cd pada proses pelapisan logam. Penelitian ini menggunakan metode desain eksperimen rancangan acak lengkap untuk mengoptimalkan paduan parameter-parameter dan variabel yang ada dan hal yang berkaitan dengan penetapan baku mutu limbah agar dapat dibuang ke lingkungan. Setelah dilakukan eksperimen dan pengolahan data didapat nilai FHitung (0.22924 < F(Tabel, α, 0.05 (3.49 untuk tingkat kepercayaan 95% dan pada tingkat kepercayaan 99% FHitung (0.22924 < F(Tabel, α, 0.01 (5.95 maka hipotesis yang diajukan ditolak, sehingga hasil ini mengemukakan bahwa zeolit memberikan manfaat yang nyata terhadap penurunan kadar kadmium (Cd limbah pelapisan logam. Disarankan bagi perusahaan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam mengatasi limbah ini, harus ada penggunaan bahan alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi limbah kadmium agar dapat dibuang ke lingkungan dan sesuai ketetapan kementerian lingkungan hidup tanpa mengakibatkan polusi dan merusak ekosistem makhluk hidup lainnya.

  3. STUDI GAYA BERAT RELATIF DI SEMARANG

    - Supriyadi

    2012-01-01

    Full Text Available Gaya berat relatif adalah gaya berat yang diperoleh dari hasil pengukuran gaya berat di suatu tempat. Untuk memperoleh nilaigayaberat absolut dilakukan pengukuran gayaberat yang diikatkan dengan sistem yang sudah ada yang dikenal sebagai SistemPostdam. Sistem ini merupakan jaringan stasiun gayaberat yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengkuran gayaberat relatifdi suatu tempat di permukaan bumi ini. Studi kasus pengukuran gayaberat relatif telah dilakukan di kota Semarang khususnya kotabawah dengan menggunakan alat gravimeter. Sebagai titik ikat atau titik referensi digunakan titik Kop. A. Yani 15 yang terletakTaman Diponegoro depan rumah sakit Elizabeth. Besar gayaberat di titik referensi ini adalah 978099,311 mGal. Gayaberat relatifdihitung dari selisih antara gayaberat absolut dengan gayaberat hasil pengukuran yang sudah dikoreksi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa gayaberat di bagian utara kota Semarang lebih besar dibandingkan dengan bagian selatan. Hal ini sesuaidengan topografi kota Semarang, dimana bagian utara lebih rendah dibandingkan dengan bagian selatan. A relative gravity obtained through a measurement activity of gravity in a certain place. The absolute value of gravity could be drawnby conducting a measurement based on called the existing Postdam system. This system consists of gravity's station network thatcan be used to calculate a relative gravity in a certain place on the earth's surface. A case study on relative gravity was conducted inSemarang, especially downtown area, using a gravimeter. The point Kop. A Yani 15 in Diponegoro Park in front of St ElizabethHospital is used as the reference point. The gravity value in this point is 978099.311mGal. The relative gravity was calculated bydiscrepancy between the absolute value and corrected measured gravity. The study showes that the northern part of Semarangarea has a higher value than that of southern part. This result in line with the fact of Semarang's topography, where the northern areais lower than the southern area.Keywords: relative gravity; absolute gravity; gravimeter

  4. BiosorpsiIon Cu(II) oleh Kulit Buah Kopi (Coffea arabica)

    Parrangan, Yuris Firdayanti

    2016-01-01

    ABSTRAK.Biosorpsi merupakan metode yang efektif untuk menghilangkan ion logam berat dari suatu larutan. Biosorpsi ion logam Cu(II) dengan menggunakan biosorben kulit buah kopi pada variasi ukuran partikel, waktu kontak, pH dan konsentrasi telah diteliti. Konsentrasi ion Cu(II) sebelum dan setelah adsorpsi ditentukan dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Pengaruh pH dalam proses biosorpsi dipelajari pada pH 2-7. Model Langmuir dan Freundlich diguna...

  5. TINGKAT BIOKONSENTRASI LOGAM BERAT DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI IKAN MUJAIR (Oreochromis Mossambicus YANG HIDUP DI PERAIRAN TUKAD BADUNG KOTA DENPASAR

    Made Rahayu Kusumadewi

    2015-08-01

    Full Text Available Tukad Badung River is one of the potential contamination of heavy metal sare very highin the city of Denpasar. Tilapia (Oreochromis mossambicus isa commonspecies of fish found in the river and became the object of fishing by the public. The fish is usually consume das a food ingredient forever yangler. Fish can be used as bio-indicators of chemical contamination in the aquatic environment. Determination of heavy metal bioconcentration and analysis of liver histopathology gills organs and muscles is performed to determine the content of heavy metals Pb, Cd, and Cr+6, and the influence of heavy metal exposure to changes in organ histopathology Tilapia that live in Tukad Badung. In this observational study examined the levels of heavy metal contamination include Pb, Cd and Cr+6 in Tilapia meat with AAS method (Atomic Absorption Spectrofotometric, and observe the histopathological changes in organ preparations gills, liver, and muscle were stained with HE staining (hematoxylin eosin. Low Pb content of the fish that live in Tukad Badung 0.8385 mg/kg and high of 20.2600 mg/kg. The content of heavy metals Pb is above the quality standards specified in ISO 7378 : 2009 in the amount of 0.3 mg / kg. The content of Cr+6 low of 1.1402 mg / kg and the highest Cr+6 is 6.2214 mg / kg. The content of Cr+6 is above the quality standards established in the FAO Fish Circular 764 is equal to 1.0 mg / kg. In fish with Pb bioconcentration of 0.8385 mg / kg and Cr+6 of 1.1402 mg / kg was found that histopathological changes gill hyperplasia and fusion, the liver was found degeneration, necrosis, and fibrosis, and in muscle atrophy found. Histopathologicalchangessuch asedema and necrosis ofthe liveris foundin fishwith Pb bioconcentration of 4.5225mg/kg and Cr+6 amounted to2.5163mg/kg. Bio concentration of heavy metal contamination of lead (Pb and hexavalent chromium (Cr+6 on Tilapia ( Oreochromis mossambicus who lives in Tukad Badung river waters exceed the applicable standard. Histopathological changes occur in organs gills, liver, and muscle as a result of exposure to heavy metals lead and hexavalent chromium. Advised the people not to eat Tilapia that live in Tukad Badung

  6. Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) di Air dan Sedimen Pada Aliran Sungai Percut Provinsi Sumatera Utara

    Husainy, Irfan Al

    2016-01-01

    River is one of water resources utilized by human for many activities in life. This time, the requisite is increasing so people build industry rapidly. This reality caused a lot of adverse effects for quality and the resources include the river, like a heavy metal pollution. This research aim to analyzed the heavy metal of Pb in water dan sediment then determine the quality of the water based on standart quality. The research held on November-Desember 2013 in Percut catchment area, North S...

  7. Pengaruh Mikoriza Arbuskular Terhadap Pertumbuhan dan Serapan Pb dan Cd Tanaman Mucuna pruriens pada Tanah yang Dicemari Logam Berat

    Amnah, Rizky

    2015-01-01

    Rizky Amnah. Effect of Arbuscular Mycorrhiza on Growth and Pb-Cd Uptake of Mucuna pruriens in Soil Contaminated by Heavy Metals. Supervised by Asmarlaili S and T. Sabrina. Heavy metals is one of the causes of decreasing soil quality and toxicity for plant. Heavy metals can not be degraded and accumulate in soil and plant tissues. Arbuscular mycorrhiza is an agent for improving phytoremediation on contaminated soil. Arbuscular mycorrhiza can stimulate heavy metals uptake by plants, reduc...

  8. PEMANFAATAN KARBON AKTIF ARANG BATUBARA (KAAB) UNTUK MENURUNKAN KADAR ION LOGAM BERAT Cu2+ DAN Ag+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI

    Kusmiyati Kusmiyati; Puspita Adi Lystanto; Kunthi Pratiwi

    2012-01-01

    UTILIZATION OF CHAR COAL ACTIVATED CARBON (CCAB) FOR HEAVY IONS (Cu2+ AND Ag+) REDUCTION FROM INDUSTRIAL WASTE WATER. Industrial wastewater may contain heavy metals such as Cu and Ag those are harmful to the environment if discharged without pretreatment. One of the methods to reduce heavy metals in wastewater is adsorption, to separate certain components from liquid to the surface of solids. Adsorption is a simple method, but most of the adsorbents are expensive, therefore a cheaper adsorben...

  9. TINGKAT BIOKONSENTRASI LOGAM BERAT DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI IKAN MUJAIR (Oreochromis Mossambicus) YANG HIDUP DI PERAIRAN TUKAD BADUNG KOTA DENPASAR

    Made Rahayu Kusumadewi; I Wayan Budiarsa Suyasa; I Ketut Berata

    2015-01-01

    Tukad Badung River is one of the potential contamination of heavy metal sare very highin the city of Denpasar. Tilapia (Oreochromis mossambicus) isa commonspecies of fish found in the river and became the object of fishing by the public. The fish is usually consume das a food ingredient forever yangler. Fish can be used as bio-indicators of chemical contamination in the aquatic environment. Determination of heavy metal bioconcentration and analysis of liver histopathology gills organs and mus...

  10. KEUNGGULAN KOMPETITIF INDUSTRI KECIL DI KLASTER INDUSTRI KECIL TRADISIONAL DENGAN PENDEKATAN BERBASIS SUMBER DAYA: STUDI KASUS PENGUSAHA INDUSTRI KECIL LOGAM KIARA CONDONG, BANDUNG

    Widjajani Widjajani

    2008-01-01

    Full Text Available Small-scale industries play an important role in the betterment of society. Industrial cluster approach has been used by government as an alternative government policy to increase competitiveness of small-scale industries in Indonesia. An industry cluster consists of core enterprise(s and related enterprises in which the core acts as a pulling agent for the other counterparts. Therefore, developing the core enterprises is expected to increase competitiveness of the whole cluster. This research is a strategy process research, aiming at identifying and modeling strategic behavior of a successful entrepreneur in a metal-making cluster industry at Kiara Condong Bandung, West Java. Based on the literature review, qualitative research methodology is used in this research by combining soft systems methodology (SSM and grounded theory. The major findings of this research indicate four kinds of strategic behavior models, namely behavior model of strategy setting, behavior model of production operations, behavior model of research and development and innovation and behavior model of marketing operations. Abstract in Bahasa Indonesia: Industri kecil mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan klaster industri dicanangkan oleh pemerintah sebagai alternatif kebijakan pemerintah untuk membangun keunggulan kompetitif di industri kecil. Di suatu klaster industri kecil yang terdiri dari unit usaha inti dan unit usaha penunjang, unit usaha inti merupakan gerbong penghela klaster. Oleh karena itu mengembangkan usaha inti sehingga mempunyai keunggulan kompetitif diharapkan dapat mengembangkan klaster secara keseluruhan. Penelitian ini merupakan penelitian proses strategi (strategy process research yang meneliti perilaku strategis manajer pemilik industri kecil dalam mengelola usahanya untuk membangun keunggulan kompetitif dengan pendekatan berbasis sumber daya (Resource-Based View atau RBV dan mengambil studi kasus pengusaha industri kecil yang berhasil di klaster Industri Kecil Tradisional Logam Kiara Condong. Paradigma penelitian yang digunakan adalah interpretatif-induktif-kualitatif dengan penggabungan antara soft systems methodology (SSM dan grounded theory. Hasil dari penelitian ini berupa model konseptual yang menggambarkan proses Industri Kecil Logam di Industri Kecil Tradisional Logam Kiara Condong dalam membangun keunggulan kompetitifnya. Perilaku strategis yang ditemukan pada penelitian ini terdiri dari empat model, yaitu model perilaku penentuan strategi, model perilaku pelaksanaan produksi, model perilaku pelaksanaan litbang dan inovasi, serta model perilaku pelaksanaan pemasaran. Kata kunci:industri kecil, keunggulan kompetitif, perilaku strategis, resource based view (RBV, soft systems methodology (SSM, grounded theory.

  11. Pengaruh Kurang Tidur terhadap Berat Badan pada Tikus Wistar Jantan

    Deby Nelsya Eka Putri; Ellyza Nasrul; Machdawaty Masri

    2015-01-01

    AbstrakPengurangan durasi tidur menurunkan kadar leptin dan meningkatkan kadar ghrelin sehingga merangsang nafsu makan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya obesitas pada manusia. Pada tikus akan menyebabkan peningkatan asupan makanan tetapi terjadi penurunan berat badan yang disebabkan karena aktivitas yang tinggi pada tikus. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kurang tidur 24 jam, 48 jam dan 72 jam terhadap berat badan pada tikus Wistar jantan. Jenis penelitian adalah true...

  12. Pemaparan merkuri nitrat (Hg (No32 dengan konsentrasi berbeda pada jaringan hati benih ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch: tinjauan histologi

    Munawar Khalil

    2013-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh logam berat merkuri nitrat (Hg(NO32 pada struktur histologis hati benih ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch yang dipelihara di air laut. Analisis struktur jaringan hati dilakukan melalui teknik histologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hg(NO32 memberikan efek negatif pada hati benih ikan. Pada jaringan hati, (Hg(NO32 menyebabkan kerusakan atrophy, necrosis, lapisan antar sel hati berpisah, perlemakan hati, pembengkakan sel yang tidak beraturan, degenerasi pada vacuola, terbentuknya ruang antar sel, hepatitis, sirrhosis dan terdapatnya akumulasi logam berat Hg(NO32 dalam jaringan hati.

  13. Studi Dampak Arsen (As Dan Kadmium (Cd Terhadap Penurunan Kualitas Lingkungan

    Festri Festri Istarani

    2014-03-01

    Full Text Available Arsen memiliki berbagai macam warna sesuai dengan bentuknya, yakni arsen trioksida (As2O3 berwarna putih, dan berwarna abu-abu namun jarang ditemukan bentuk seperti ini. Kadmium merupakan salah satu logam berat yang berwarna putih perak. Kadmium sering dipakai pada industri pelapisan logam, dan merupakan hasil akhir dalam industri pengolahan biji logam. Kadmium mempunyai efek buruk terhadap lingkungan dan manusia, karena dapat mengakibatkan kanker payudara, gangguan pernafasan, gagal ginjal serta kematian. Kasus yang terjadi di dunia, yaitu kasus pencemaran arsen di Bangladesh pencemaran kadmium yakni itai-itai disease yang terjadi di Jepang.Peraturan dan perundang-undangan telah banyak mengatur mengenai pencegahan hingga penanganan logam berat oleh industri, yakni PP no. 18 tahun 1999 juncto PP no. 85 tahun 1999 tentang Limbah B3, serta PP No. 74 tahun 2001 tentang bahan berbahaya dan beracun turut mengatur limbah yang dapat merusak lingkungan tersebut. Berbagai dampak di atas yang mendasari adanya penulisan literatur ini. Penulisan ini dibuat dengan berdasar atas berbagai jurnal-jurnal, artikel baik nasional mau pun internasional yang berkaitan dengan logam berat arsen dan kadmium. Sehingga masyarakat mampu mengenali jenis logam berat serta dampak yang akan ditimbulkan terhadap lingkungan dan dirinya sendiri. Pada akhirnya, masyarakat dapat mengelola keberadaan limbah dengan baik dan menjaga lingkungan dari dampak yang tidak diinginkan.

  14. Analisa Perubahan Struktur Akibat Heat Treatment pada Logam ST FC Dan Ni-Hard 4

    Herwandi Herwandi

    2005-01-01

    Full Text Available To get the quality of metal ST, FC, and Ni-Hard 4 apropriate with the machine of construction will be used through the heat treatment process, because it can change the microstructure of metal. The heat treatment process is being done after analyzed by metallography test, hardness test, and magnetic test. From the result test to got metal ST 70 containing 100 % martensite, hardness 49 HRC and ferromagnetic. The metal FC 30 containing form lamelare, structure A, measure 5-6 and pearlit 100 %. While the metal Ni-Hard 4 containing form lamelare, structure A, measure 5-6 and martensite 100 %. Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk mendapatkan kualitas logam ST, FC dan Ni-Hard 4 yang sesuai dengan konstruksi mesin yang akan digunakan dapat dilakukan dengan proses heat treatment. Karena logam tersebut bila dibenahi heat treatment akan mengalami perubahan struktur yang mempengaruhi sifatnya. Sebelum dan sesudahnya proses heat treatment struktur logam diamati dengan uji metallografi, silanjutkan dengan uji kekerasan dan uji magnetic. Hasil pengujian menunjukkan bahwa logam ST 70 terdiri dari 100% martensit, kekerasannya 49 HRC dan bersifat ferromagnetik. Logam FC 30 berstruktur lamellar, susunan A, ukuran 5-6 dan perlit 100%. Sedangkan logam Ni-Hard 4 mengandung bentuk lamellar, susunan A, ukuran 5-6 dan martensit 100%. Kata kunci : ST, FC, Ni-Hard 4, heat treatment, metallografi, kekerasan, magnet..

  15. Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Karbon Hitam Dan Jumlah Lapisan Serat E-Glass Terhadap Reflection Loss Pada Komposit E-Glass/Ripoxy Untuk Aplikasi Radar Absorbing Structure (Ras

    Rizal Ramadhan

    2012-09-01

    Full Text Available Saat ini penelitian tentang radar absorbing structure (RAS dengan menggunakan bahan komposit polimer yang diperkuat serat (FRP yang ditambahkan dengan serbuk penyerap gelombang elektromagnetik menjadi populer karena sifat elektromagnetik dari material tersebut dapat disesuaikan secara efektif hanya dengan menambahkan beberapa serbuk yang dapat menyerap gelombang elektromagnetik, seperti karbon hitam, ferit, besi karbonil, dan lain-lain ke dalam matrik komposit. RAS bekerja tidak hanya sebagai struktur bantalan beban untuk menopang sistem antenna tetapi juga mempunyai peranan penting dalam menyerap gelombang elektromagnetik yang datang dari energi elektromagnetik sebuah sistem pelacak. Dalam penelitian ini, komposit serat E-glass yang diperkuat dengan resin ripoxy dibuat dengan mencapurkan serbuk karbon hitam yang konduktif (Ketjenblack EC300J dengan matrik komposit dan memaksimalkan koefisien penyerapan lebih dari 90 % (lebih dari -10 dB dalam jangkauan frekuensi X-Band (8 12 GHz. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan uji konduktivitas listrik (LCR meter dan Vector Network Analyzer (VNA. Spesimen yang terbaik untuk diaplikasikan sebagai radar absorbing structure (RAS adalah komposit E-glass/ripoxy dengan fraksi berat serbuk karbon hitam 0,02 dan jumlah lapisan serat E-glass 4 lapis dengan nilai ketebalan sebesar 2,1 mm, nilai konduktivitas listrik 8,33 10-6 S/m, dan nilai maksimum reflection loss sebesar -27,123 dB. Kata Kunciserbuk karbon hitam, komposit E-glass/ripoxy, radar absorbing structure

  16. PENENTUAN KANDUNGAN LOGAM Cd DAN Cu DALAM PRODUK IKAN KEMASAN KALENG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA)

    Hellna Tehubijuluw; Eirene.G. Fransina; Semuel Simra Pada

    2013-01-01

    Determination of cadmium and copper concentration of canned fish have been done. Some canned fished were taken away from three mercks circulating in a market and marked as RS (the 1st sample), NF(2nd sample), and CP(3rd sample). The aim of this research is to determine of  cadmium (Cd) and copper (Cu) content of canned fish and to compare the content with the standard limit regulated by the Directorate General of Drug and Food Control No: 03725/B/SK/VII/89. Determination of metal concentratio...

  17. PENENTUAN KANDUNGAN LOGAM Cd DAN Cu DALAM PRODUK IKAN KEMASAN KALENG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA

    Hellna Tehubijuluw

    2013-05-01

    Full Text Available Determination of cadmium and copper concentration of canned fish have been done. Some canned fished were taken away from three mercks circulating in a market and marked as RS (the 1st sample, NF(2nd sample, and CP(3rd sample. The aim of this research is to determine of  cadmium (Cd and copper (Cu content of canned fish and to compare the content with the standard limit regulated by the Directorate General of Drug and Food Control No: 03725/B/SK/VII/89. Determination of metal concentration was conducted using  atomic absorption spectrophotometer (AAS. It was found that Cd concentrations of RS and  NF samples are 0.1969 mg/kg and0.0448 mg/kg, respecively while for  CP it was not detected. For Cu concentrations of  RS, NF, and CP are 3.3303 mg/kg, 4.6130 mg/kg, 3.3047 mg/kg  respectively. The results indicated that the samples of the canned fishes  have been contaminated with Cd and Cu metals although the levels of those metals are still lower than  the maximum limit regulated by the Directorate General of Drug and Food Control No: 03725/B/SK/VII/89 where the maximum limit for Cd and  Cu are 0,2 mg.kg and 5.0 mg/kg respectively.    

  18. SPESIASI DAN BIOAVAILABILITAS LOGAM Pb DALAM SEDIMEN DI KAWASAN PESISIR SANUR

    Sri Dian Meita Sari

    2015-06-01

    Full Text Available Total content of Pb metal in sediments has been reported or published frequently, but it could not provide information about various forms of metals contained in sediments and did not show the true metal concentrations involved in the process of bioaccumulation by organisms. Therefore, this study was aimed to determine the bioavailability of Pb metal and speciation the metal in various forms or compounds existing in the sediments. A quantitative analysis of total metal content, Pb in the sediments was initiated performing the digestion method using the mixture of HNO3 and HCl (3:1 in ultrasonic bath at 60 0C for 45 minutes, and continued heating on a hotplate for another 45 minutes at 140 0C. Moreover, analysis of Pb metals as bioavailability fraction was perfomed by single extraction method of EDTA and HCl, while for metal speciation fractions on each phase using Sequential Extraction Technique. Consequently, the metal concentrations of digestion and extraction solutions were measured by using an atomic absorption spectroscopy (AAS technique with the aplication of calibration method. The total concentrations of Pb in sediments collected from Sanur Beach ranged from 139,9945 to 260,1521 mg/kg. The highest bioavailability of Pb obtained in sediments at site II (Sindhu Beach, in which the Pb extracted from sediments was 21.44%. Generally, the Pb metal associated in the sediments at Sanur Beach was bounded in oxidisable organic fraction (2.08 – 3.50%.

  19. PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG LOGAM Cu

    Mochtar Hadiwidodo

    2012-02-01

    Full Text Available The industrial development have been increased together with the increasement of the society need. Theindustrial development will produce another product in the shape of dump that will be throw away to theenvironment. One of the industrial dump was the industrial dump from the copper industry that containshard metal copper (Cu. One of the way to manufacture dump is with the adsorption process of the riceplant dust husk. This research has the aim to know the adsorption ability of the rice plant dust husk indecreasing the concentration of Cu metal in the artificial water dump and it was done with batch processand continuous. The batch experiment use 10, 20, 30 gram adsorben for each media size variation 10-30mesh and 30-50 mesh. Has the highest decreasing efficiency in the weight of 30 gram (30-50 mesh that is52,81%-87,80%. In the continuous experiment, it was done in the column with 2 inch diameter and with222 ml/menit debit. The result was the highest decreasing efficiency until 94,98%-97,10%. Speed constanvalues (k1 0,00743-0,0160 ml/mg.second with adsorp capacity(q0 0,7734-1,3376 mg/g.

  20. PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG LOGAM Cu

    Mochtar Hadiwidodo

    2012-01-01

    The industrial development have been increased together with the increasement of the society need. Theindustrial development will produce another product in the shape of dump that will be throw away to theenvironment. One of the industrial dump was the industrial dump from the copper industry that containshard metal copper (Cu). One of the way to manufacture dump is with the adsorption process of the riceplant dust husk. This research has the aim to know the adsorption ability of the rice pla...

  1. PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI RENGGINANG LORJUK DI KECAMATAN KAMAL BANGKALAN

    Ummi Kalsum

    2013-10-01

    Full Text Available Atribut sebuah produk dapat menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli sebuah produk. Preferensi konsumen dalam membeli rengginang lorjuk dipengaruhi oleh beberapa atribut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik konsumen dan menganalisis atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk. Penelitian ini dilakukan di daerah Kamal. Sampel diambil dengan menggunakan metode accidental sampling sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode deskripitif kualitatif dan konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk adalah bentuk, harga, berat isi kemasan, jenis dan kemasan. ABSTRACT Attribute of product can be used as consideration of consumer in buying product. Consumer preference in buying rengginang lorjuk is affected by several attributes. Objective of this research is to describe characteristic of consumer and to analyze attributes being considered by consumer in buying rengginang lorjuk. This research was conducted in Kamal. Sample was taken by using method of accidental sampling meanwhile method of data analysis used descriptive qualitative and conjoint. Result of research showed that attributes that most considered by consumer in buying rengginang lorjuk is weight, price, volume, type and packaging.

  2. PENGARUH JENIS ANODA PADA PROSES PEMULIHAN LOGAM NIKEL DARI TIRUAN AIR LIMBAH ELECTROPLATING MENGGUNAKAN SEL ELEKTRODEPOSISI

    Djaenudin Dhaenudin

    2013-11-01

    Full Text Available EFFECT OF ANODES TYPES ON NICKEL RECOVERY FROM SYNTHETIC ELECTROPLATING WASTE ELECTRODEPOSITION CELLS. A study concerning the recovery of nickel from electroplating wastewater artificial solution. The study was conducted with a batch system using electrodeposition cell consisting of two spaces separated by water hyacinth leaf, copper cathode plate, H2SO4 solution anolyte, catholyte solution of NiSO4 plus NaCl supporting electrolyte and anode varied. Electrodeposition performed at the direct current of 5V power for 4 hours each run. The research objective was to obtain the best anode in nickel electrodeposition process of electroplating waste artificial solution. Graphite, stainless steel type AISI 316 and the lead were used as a variation of the anode. Concentration of nickel in the catholyte at baseline 2200 mg/L. The results showed that the anode was a graphite anode with best value decreased by 72.44% nickel concentration, deposition of nickel on the cathode of 0.188 grams and specific energy values ​​of 6.1625 kWh/kg.nickel.   Telah dilakukan penelitian tentang pemulihan logam nikel dari larutan tiruan air limbah electroplating. Penelitian dilakukan dengan sistem batch menggunakan sel elektrodeposisi yang terdiri dari dua ruang yang dipisahkan dengan daun eceng gondok, katoda pelat tembaga, anolit larutan H2SO4, katolit larutan NiSO4 ditambah elektrolit pendukung larutan NaCl dan anoda divariasikan. Elektrodeposisi dilakukan pada listrik searah sebesar 5V selama 4 jam setiap tempuhan. Tujuan penelitian adalah memperoleh anoda terbaik pada proses elektrodeposisi nikel dari larutan tiruan limbah electroplating. Grafit, Stainless Steel  tipe AISI 316 dan timbal digunakan sebagai variasi jenis anoda. Konsentrasi nikel dalam katolit pada awal penelitian 2200 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anoda grafit merupakan anoda yang paling baik dengan nilai penurunan konsentrasi nikel sebesar 72,44%, deposisi nikel di katoda sebesar 0,188 gram dan nilai energi spesifik sebesar 6,1625  kWh/kg.nikel.

  3. SINTESIS ZEOLIT DARI ABU DASAR BATUBARADAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN LOGAM MERKURI (II

    Ma’rifat

    2014-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara dan aplikasinya sebagai adsorbenuntuk logam merkuri (II. Zeolit disintesis dengan metode alkali hidrotermal dan dikarakterisasi menggunakan Spektrofotometer FTIR dan Difraktometer Sinar-X (XRD. Kajian adsorpsi zeolit terhadap logam merkuri (II dilakukan dengan variasi pH,waktu kontak dan konsentrasi merkuri. Karakterisasi FTIR menunjukkan bahwa zeolit telah terbentuk dengan serapan pspesifik pada bilangan gelombang 457,31 cm-1.Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa zeolit hasil sintesis mempunyai struktur material zeolit faujasit yang ditunjukkan dengan difraksi utama pada 6,29°; 26,89°; dan 31,19°. Adsorpsi zeolit terhadap logam merkuri (II optimum terjadi pada pH 6, kesetimbangan adsorpsi cenderung mengikuti pola isoterm Freundlich dengan konstanta yaitu 1,803 x 10-4 mol/gram dan kinetika adsorpsi cenderung mengikuti persamaan pseudo orde dua dengan konstanta laju reaksi (k yaitu 8,687 x 10-3(g/mg min.

  4. Hubungan Jenis Organ dan Jumlah Organ yang Mengalami Gangguan dengan Prognosis dan Outcome pada Pasien Malaria Falciparum Berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Riche Anggresti

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakMalaria merupakan penyakit tropik infeksi yang dapat menyebabkan kematian. Angka kematian malaria meningkat terutama pada malaria berat karena progresifitas penyakit sangat cepat menyebabkan kematian antara 18-72 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis organ dan jumlah organ yang mengalami gangguan dengan prognosis dan out come pada pasien malaria falciparum berat. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari 2014 sampai Maret 2014 di bagian Rekam Medik RSUP Dr. M. Djamil Padang. Populasi penelitian ini adalah pasien malaria falciparum sebanyak sebanyak 37 orang dengan sampel sebanyak 13 orang dari populasi yang memenuhi kriteria sampel malaria falciparum berat. Analisis data menggunakan uji chi square dengan p<0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (92,3% pasien malaria falciparum berat mengalami gangguan organ, dimana jenis organ yang mengalami gangguan paling banyak (68,75% adalah hati dan masih terdapat pasien yang mengalami gangguan tiga organ sebanyak 8,3%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara adanya gangguan organ dengan prognosis (p = 0,03, pasien malaria falciparum berat dengan gangguan organ otak, hati, limpa dan ginjal, dengan satu jenis organ atau lebih akan mengalami prognosis buruk. Tidak terdapat hubungan antara adanya gangguan organ dengan outcome (p = 1,00, pasien yang mengalami malaria falciparum berat dengan gangguan organ otak dan hati keluar dalam keadaan sembuh (outcome sembuh, dan terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah organ dengan outcome (p = 0,02. Sedikitnya jumlah sampel, diharapkan ada penelitian selanjutnya dengan populasi dan jumlah sampel yang lebih banyak.Kata kunci: malaria falciparum berat, jenis organ, jumlah organ, prognosis, outcome.AbstractMalaria is tropic infection disease able to cause death. Mortality increases in severe malaria because progress of disease very quickly cause death in 18-72 hour. Target of this research is to know relation disfunction type organ and amount organ with prognosis and outcomes at severe malaria falciparum patient. This research was did use observational analytic with cross sectional design in January 2014 until March 2014 at the medical records RSUP M. Djamil Padang. Population in this research is malaria falcifarum patient there are 37 people with sampel is 13 one who represent population fulfilling criterion of sampel. Analysis by chi square with p<0.05. Result of research showed that most (92.3% severe malaria falciparum patient experience disfunction of organ, where disfunction type organ at most (68.75% is liver and still there are patient have three organ disfunction is 8.3%. Inferential that there are relation/ having a meaning of between existence of organ disfunction with prognosis (p = 0.03, severe malaria falciparum patient with disfunction brain, liver, kidney and spleen, with one organ type or more will experience of ugly prognosis. There are was no relation between existence of disfunction organ with outcome (p = 1.00, severe malaria falciparum patient with disfunction brain and liver, go out in a state of recovering (outcome recover, and there are having relation between amount of disfunction organ with outcome (p = 0.02. At least the amount of sampel, expected by there is research hereinafter with amount and population of sampel which is more and RSUP M. Djamil Padang shoud completing medical records.Keywords: severe malaria falciparum, type organ, amount of organ, prognosis, outcome

  5. KARAKTER BENTONIT TERPILAR LOGAM ALUMINIUM PADA VARIASI SUHU KALSINASI

    Toeti Koestiari

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakter bentonit terpilar logam aluminium pada berbagai suhu kalsinasi. Instrumen yang digunakan untuk melihat karakter fisiko-kimia adalah Spektrofotometer IR, X-ray Diffraction dan Gas Sorption Analyzer. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan karakter dari B-Al yang dikalsinasi pada suhu 300, 400, dan 500 oC. Persamaan karakter ketiga B-Al terletak di daerah gugus fungsional pada bilangan gelombang 1636 cm-1 dan 3500-4000 cm-1, serta sesuai dengan hasil XRD untuk lapis SiO2 dan Al2O3 yang tidak mengalami perubahan pada harga d, maupun bentuk pori yang dihasilkan menggunakan GSA. Perbedaan suhu kalsinasi menyebabkan perbedaan bilangan gelombang di daerah sidik jari yaitu adanya pita tajam yang disebabkan oleh banyaknya ion Al3+ di antar lapis terutama pada suhu kalsinasi 500 oC. Jumlah ion Al3+ karena masuknya pemilar menyebabkan perbedaan luas permukaan ditunjukkan juga oleh GSA dengan harga radius pori dan luas permukaan tertinggi terletak pada B-Al/400oC. Dengan demikian bentonit terpilar Al pada suhu kalsinasi 400 oC merupakan hasil yang terbaik ditinjau dari karakter fisiko-kimia.

  6. Hemoprotein dalam Tubuh Manusia

    Husnil Kadri

    2012-01-01

    Abstrak Hemoprotein adalah protein dengan kandungan hem yang terdapat hampir dalam semua sel manusia, hewan, dan pigmen fotosintesis tumbuhan. Ada berbagai macam hemoprotein yang tersebar luas dalam tubuh manusia, seperti hemoglobin, myoglobin, citoglobin, neuroglobin, dan lain-lain. Semua hemoprotein tersebut memiliki fungsi beragam yang penting untuk berlangsungnya proses metabolisme dalam tubuh. Struktur hem pada pigmen fotosintesis (klorofil) tumbuhan sama dengan hemoglobin...

  7. Pengaruh Kurang Tidur terhadap Berat Badan pada Tikus Wistar Jantan

    Deby Nelsya Eka Putri

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakPengurangan durasi tidur menurunkan kadar leptin dan meningkatkan kadar ghrelin sehingga merangsang nafsu makan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya obesitas pada manusia. Pada tikus akan menyebabkan peningkatan asupan makanan tetapi terjadi penurunan berat badan yang disebabkan karena aktivitas yang tinggi pada tikus. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kurang tidur 24 jam, 48 jam dan 72 jam terhadap berat badan pada tikus Wistar jantan. Jenis penelitian adalah true experimental research dengan rancangan randomized post control group terhadap 14 ekor tikus Wistar yang dibagi atas kelompok kontrol, kelompok perlakuan 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Tikus dikondisikan mengalami paradoxycal sleep deprivation dengan metode modified multiple platform. Asupan makanan diberikan ad libitum dan berat badan diukur setelah pengurangan durasi tidur selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam.Analisis data menggunakan uji Saphiro-Wilk Test dan One-Way ANOVA. Rerata berat badan setelah pengurangan durasi tidur 24 jam adalah 193,6±17,9 gram; setelah 48 jam 179,6±17,3 gram; dan setelah 72 jam 176,7±15,9 gram dibandingkan dengan kontrol 219.6±11,3 gram. Pengurangan durasi tidur 48 jam dan 72 jam dibandingkan dengan kontrol bermakna (p<0,05. Dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan berat badan pada pengurangan durasi tidur selama 48 jam dan 72 jam.Kata kunci: kurang tidur, berat badan, tikus wistarAbstractSleep deprivation lowers level of leptin and increases level of ghrelin which stimulates appetite and increases the likelihood of obesity in humans. In mice will increases food intake, but decreases the body weight due to high activity in mice. The objective of this study was to examine the effect of sleep deprivation 24 hours, 48 hours and 72 hours on body weight in male Wistar rats. This type of research was a true experimental design research with post randomized control group on 14 Wistar rats were divided into control group, treatment group 24 hours, 48 hours, and 72 hours. Rats conditioned paradoxycal sleep deprivation experienced by the modified multiple platform method. Given ad libitum food intake and body weight were measured after sleep deprivation for 24 hours, 48 hours, and 72 hours. Analysis of the data using the Shapiro-Wilk Test and One-Way ANOVA. The mean of body weight after 24 hour sleep deprivation was 193.6±17.9 g, after 48 hours was 179.6±17.3 g, and after 72 hours was 176.7±15.9 g compared with control was 219.6±11.3 g. Sleep deprivation 48 hours and 72 hours compared with controls was significant (p<0.05. It can be concluded there was reduction of body weight on sleep deprivation for 48 hours and 72 hours.Keywords: sleep deprivation, weight, rats

  8. TINJAUAN YURIDIS ADANYA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA SEBAGAI ALASAN UNTUK MELAKUKAN PERCERAIAN

    Dian Ety Mayasari

    2014-03-01

    Full Text Available In marriage between husband and wife disputes often occur not infrequently accompanied by violence perpetrated by one party and led to divorce. One of the reasons that lead to divorce in Article 19 of Government Regulation No. 9 of 1975 was particularly severe cruelty or mistreatment to harm others. When one of the victims of domestic violence and can show strong evidence in the trial as well as husband and wife can not live together in a household, then the divorce petition can be granted court pursuant to Article 39 paragraph (1 of Law No. 1 of 1974. Dalam perkawinan antara suami dan istri sering terjadi perselisihan yang tidak jarang disertai dengan kekerasan yang dilakukan oleh salah satu pihak dan mengakibatkan terjadinya perceraian. Salah satu alasan yang menyebabkan perceraian dalam Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 adalah salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan orang lain. Ketika salah satu korban kekerasan dalam rumah tangga dan dapat menunjukkan bukti yang kuat dalam persidangan serta suami dan istri tidak bisa hidup bersama dalam sebuah rumah tangga, maka permohonan perceraian dapat diberikan sidang pengadilan berdasarkan ketentuan Pasal 39 ayat (1 UU No. 1 Tahun 1974.

  9. SIFAT MEKANIK KOMPOSIT COKELAT BATANG DENGAN FILLER BIJI METE

    P A Wiguna; M. P. Aji; A. Yulianto

    2015-01-01

    Bahan komposit yang banyak dijumpai di masyarakat umumnya terbuat dari material berat seperti, logam, keramik, atau polimer. Pada bahan pangan terdapat pula yang termasuk ke dalam kategori material komposit, diantaranya adalah cracker, cookie, kue pie, chasew chocolate, dan lain sebagianya. Diantara komposit bahan pangan tersebut yang paling banyak digemari sebagai makanan camilan adalah  cokelat. Hal menarik yang dikaji pada studi ini berkaitan dengan sifat mekanik komposit cokelat yaitu kek...

  10. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Sutikno -; S. E. Sukiswo; S. S. Dany

    2012-01-01

    Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentuka...

  11. Penggunaan Load Cell Pada Jembatan Timbang Sebagai Sensor Pengukur Berat ( Aplikasi di PT. Medisafe Technologies )

    Zulfadhli

    2010-01-01

    Jembatan Timbang yang menggunakan Load Cell sebagai penyangga dan juga sensor pengukur berat adalah instrumen yang digunakan di PT. Medisafe Technologies. Jembatan timbang ini berfungsi untuk menimbang berat dari truk pengangkut bahan baku untuk membuat sarung tangan (Latex). Adapun prinsip pengukuran yang dilakukan oleh Load Cell menggunakan prinsip tekanan yang memanfaatkan Strain Gage sebagai pengindera (sensor). Strain Gage adalah sebuah transducer pasif yang merubah suatu pergeseran m...

  12. Pemanfaatan Zeolit Alam Teraktivasi untuk Adsorpsi Logam Krom (Cr3+

    Lisanti Emelda

    2013-12-01

    Full Text Available Pertukaran ion antara Cr3+ dan H+ menggunakan zeolit sebagai penukar ion adalah salah satu metode untuk memurnikan air dari ion kromium. Zeolit adalah senyawa aluminosilikat tetrahedral dengan struktur ikatan 3-dimesi, memiliki pori bagian dalam, dan luas permukaan yang tinggi, karena itu dapat digunakan sebagai adsorben. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh waktu kontak optimum, suhu, dan konsentrasi kromium terhadap kapasitas penyerapan. Tahap pertama adalah mencampur zeolit yang telah diaktifkan dengan larutan kromium (10 ppm kromium dalam tangki berpengaduk pada 25oC. Selanjutnya larutan diambil setiap 60 menit hingga konsentrasi residu larutan kromium konstan. Proses adsorpsi dilangsungkan pada suhu berbeda yaitu:  25, 30, 35, 40, 45, dan 50 oC. Untuk uji adsorpsi isotermal, pada suhu dengan hasil penyerapan terbaik divariasikan konsentrasi kromiumnya yaitu: 10, 20, 40, 60, dan 100 ppm. Dosis adsorben yang digunakan adalah 3 gram adsorbent/200 mL larutan krommium dengan kecepatan pengaduk 240 rpm. Larutan kromium dideteksi dengan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS atau Spektroskopi Serapan Atom. Waktu kontak optimum diperoleh 3 jam menggunakan zeolit yang diaktifkan dengan asam, diperoleh nilai adsorpsi optimum 99,275%. Proses adsorpsi berjalan secara eksoterm, memiliki ?Ho = -3.9574,6 J/mol dan ?So = -117.227 J/moloK. Model isotermal adsorpsi mengikuti isoterm Freundlich menurut persamaan Qe = 0,044463C1/2,5125, kapasitas penyerapan Kf = 0,044463 mmol/gram adsorben, dan intensitas adsorpsi n = 2,5125.

  13. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan lele dumbo (Clarias gariepinus pada konsentrasi tepung daun jaloh (Salix tetrasperma Roxb yang berbeda dalam pakan

    Cut Dara Dewi

    2013-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemungkinan pemanfaatan tepung daun jaloh (S. tetrasperma sebagai bahan baku alternatif untuk pakan ikan lele(C. gariepinus. Dalam penelitian ini telah diuji beberapa tingkat proporsi tepung daun jaloh yaitu (0%, 5%, 10%, dan 15% .Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari, yaitu pada pukul 08.00, 12.00 dan 17.00 WIB,sebanyak5%dari berat bobot tubuhnyaselama 35 hari. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian tepung daun jaloh memberikan pengaruh nyata (P0,05. Uji lanjut Duncan’s menunjukkan bahwa perlakuan kontrol (tanpa daun jaloh dalam pakan memberikan hasil terbaik dari segi pertumbuhan mutlak, pertumbuhan harian dan kelangsungan hidup. Oleh karena itu dapat disimpulkan tepung daun jaloh kurang sesuai sebagai bahan baku alternatif dalam pakan ikan lele dumbo.

  14. Gambaran Kejadian Persalinan Disfungsional pada Pasien Anemia dalam Kehamilan di RSUP Dr. M. Djamil Periode 2010–2012

    Mega Redha Putri

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPersalinan disfungsional (distosia akibat kelainan tenaga merupakan masalah persalinan dunia dan merupakan salah satu indikasi dilakukannya intervensi selama persalinan dengan tingkat kekerapan kejadian sebesar 4-40%. Persalinan disfungsional dapat disebabkan oleh anemia dalam kehamilan. Kekuatan kontraksi uterus atau his ibu hamil dengan anemia kurang dari normal, lemah dan dalam durasi yang pendek sehingga tidak cukup kuat untuk melahirkan janin dan ibu hamil akan cepat lelah, akibatnya persalinan dapat mengalami perlambatan atau terhenti. Semakin berat anemia, semakin berat manifestasi klinis yang muncul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian persalinan disfungsional pada pasien anemia dalam kehamilan berdasarkan derajat anemia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data retrospektif bagian rekam medik RSUP. Dr. M. Djamil Padang periode 2010-2012. Data yang digunakan sebanyak 61 sampel. Hasil penelitian menunjukkan distribusi kejadian persalinan disfungsional paling tinggi pada anemia derajat ringan yaitu sebanyak 4 orang (8,7%, anemia derajat sedang sebanyak 1 orang (8,3% dan anemia derajat berat 0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat anemia dalam kehamilan tidak mempengaruhi angka kejadian persalinan disfungsional.Kata kunci: anemia dalam kehamilan, persalinan disfungsional, distosia, ibu hamil AbstractDysfunctional labor (dystocia due to abnormal labor is a worldwide labor problem and one of the indications for intervention during labor with prevalence rate 4-40%. Dysfunctional labor can be caused by anemia in pregnancy. The strength of uterine contractions or his in pregnant women with anemia is less than normal, weak and short in duration so it is not strong enough to bear the fetus and the pregnant women will get tired, causing a slow or stopped. The more severe anemia, the more severe clinical manifestations appear. The objective of this study was to know the incidence of dysfunctional labor in patients with anemia on pregnancy based on the degree of anemia in Dr. M. Djamil Hospital Padang. This research was a descriptive study using retrospective data from medical record of Dr M. Djamil Hospital Padang on period 2010-2012. The samples used were 61 samples. The results showed the distribution of the high incidence of dysfunctional labor is mild anemia as many as 4 people (8.7%, on moderate anemia is 1 person (8.3% and there is none on the severe degree (0%. The study shows that the degree of anemia in preganacy doesn’t affect the incidence of dysfunctional labor.Keywords: anemia in pregnancy, dysfunctional labor, dystocia, pregnant woman

  15. Analisa Teknis dan Ekonomis Penggunaan ICCP (Impressed Current Cathodic Protection Dibandingkan dengan Sacrificial Anode dalam Proses Pencegahan Korosi

    Afif Wiludin

    2013-03-01

    Full Text Available Perlindungan badan kapal  terhadap korosi dengan  menggunakan  metode perlindungan katodik pada prinsipnya adalah sel elektrokimia untuk mengendalikan korosi dengan mengkonsentrasikan reaksi oksigen pada sel galvanik dan menekan korosi pada katoda dalam sel yang sama. Pada proteksi katodik, logam yang akan dilindungi dijadikan katoda dan reaksi oksidasi terjadi di anoda. Ada dua macam cathodic protection yaitu Sacrificial Anode Cathodic Protection (SACP dan Impressed Current Cathodic Protection (ICCP. Dilakukan penelitian tentang analisa teknis dan ekonomis penggunaan ICCP dibandingkan dengan SACP dalam proses pencegahan korosi, kedua sistem dibandingkan dalam jangka 20 tahun, dari segi teknis dengan menggunakan perbandingan perhitungan sesuai standar DnV, yang dibandingkan dari tahap design, tahap instalasi, dan maintenance, dari segi ekonomis perbandingan dibedakan dari tahap pengadaan komponen-komponen sistem, tahap instalasi, dan tahap maintenance. Data perbandingan diperoleh dengan perhitungan sesuai standar, study literature, diskusi dan interview. Hasil perhitungan perbandingan yang diperkirakan selama 20 tahun, dari segi teknis kedua sistem memenuhi standar yang berdasar pada sistem perhitungan standar DnV B-401, sedangkan dari segi ekonomis, biaya untuk sistem ICCP sebesar Rp. 205.405.000,00 dan sistem SACP sebesar Rp. 562.590.000,00, sehingga lebih ekonomis menggunakan sistem ICCP sebesar Rp 357.185.000, 00 atau 63,49% dari biaya untuk sistem SACP

  16. Perilaku Fobia dalam Komunikasi Intrapersonal

    Sibarani, Reno Caesar Olivier

    2014-01-01

    Penelitian ini berjudul Perilaku Fobia dalam Komunikasi Intrapersonal (Studi Deskriptif Kualitatif Proses Komunikasi Intrapersonal Hipnoterapi dalam Mengubah Prilaku Fobia di Klinik Tranzcare Jakarta). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik hipnoterapis di klinik Tranzcare, untuk mengetahui alasan informan menjadi hipnoterapis dan untuk mengetahui proses komunikasi intrapersonal hipnoterapi dalam mengubah perilaku fobia. Hipnoterapi adalah sebuah metode tera...

  17. KADAR LOGAM Cu, Pb, Cd DAN Cr DALAM IKAN SEGAR DAN KERANG DARI TELUK JAKARTA TAHUN 1995/1996

    Inswiasri Inswiasri

    2012-09-01

    Full Text Available A study on trace metal concentration in freshfish and shellfish from Jakarta bay was conducted in order to know trace metal contamination in freshfish and shellfish consumed by Jakarta community. This study was carried out for JO months. Samples were taken from fish market and fishpond at Muara Angke once in a month. These metals were determined by Atomic Absorption Spectrophotometer using nitrogen-acetylen flame for Cr and the others (Cu, Pb and Cd using air-acetylen flames. The results showed that average concentration of these metals in freshfish and shellfish were not exceeding the permissible concentration except Cd in shellfish. The average concentration of Cd in shellfish was 0,45 ± 0,05 ppm, higher than the permissible concentration and the concentration of these metals in dry season were higher than rainy season.

  18. KADAR LOGAM Cu, Pb, Cd DAN Cr DALAM IKAN SEGAR DAN KERANG DARI TELUK JAKARTA TAHUN 1995/1996

    Inswiasri Inswiasri; A. Tri Tugaswati; Agustina Lubis

    2012-01-01

    A study on trace metal concentration in freshfish and shellfish from Jakarta bay was conducted in order to know trace metal contamination in freshfish and shellfish consumed by Jakarta community. This study was carried out for JO months. Samples were taken from fish market and fishpond at Muara Angke once in a month. These metals were determined by Atomic Absorption Spectrophotometer using nitrogen-acetylen flame for Cr and the others (Cu, Pb and Cd) using air-acetylen flames. The results sho...

  19. REVIEW ON WATER POLLUTION STUDIES IN INDONESIA

    Bambang Hartono

    2012-09-01

    Full Text Available Tulisan ini merupakan tinjauan terhadap lebih dari 60 penelitian yang pernah dilakukan di Indonesia yang berkaitan dengan masalah pencemaran air. Dalam tinjauan ini terungkap bahwa hampir semua jenis sumber air, yaitu sungai, danau, tambak, laut maupun air tanah (misalnya sumur yang pernah diteliti, telah mengalami pencemaran. Pencemarnya terdiri dari semua jenis pencemar, baik bakteriologis, fisis maupun kimiawi. Pencemar bakteriologis terutama datang dari pembuangan tinja manusia. Bukan hanya karena letak sumber air yang berdekatan dengan pembuangan tinja yang menyebabkan pencemaian, melainkan juga karena perilaku masyarakat. Namun dicatat pula bahwa penelitian dalam bidang ini masih terlalu sedikit. Khususnya yang berkaitan dengan besarnya masalah. Pencemar fisis dan kimiawi terutama berasal dari pabrik-pabrik. Yang banyak mendapat perhatian tampaknya adalah logam-logam berat. Walaupun dijumpai kandungan beberapa logam berat dalam air masih di bawah standar, tetapi beberapa yang lain cukup potensial atau telah melewati batas-batas standar dan bahkan telah menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Hal ini terutama dikarenakan banyaknya pabrik-pabrik yang membuang limbah industrinya langsung ke sungai dan badan-badan air lain tanpa pengolahan terlebih dulu atau dengan pengolahan yang tidak sempurna. Selain deterjen, sampah rumah tangga, pestisida dan pupuk sebagai pencemar, yang masih kurang mendapat perhatian peneliti, akhir-akhir ini muncul masalah baru yang tampaknya lebih menarik minat para peneliti, yaitu intrusi air laut. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan terungkap bahwa masalah ini pun sudah cukup serius, khususnya di daerah dekat pantai.

  20. KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BATUBARA PERINGKAT RENDAH, CANGKANG SAWIT DAN CAMPURANNYA DALAM FLUIDIZED BED BOILER

    Mahidin Mahidin

    2012-02-01

    Full Text Available Penggunaan biomassa di unit pembangkit tenaga listrik sudah banyak dilaporkan oleh banyak peneliti dan praktisi. Tetapi, data untuk pembakaran cangkang sawit baik sebagai bahan bakar utama maupun pendamping sangat terbatas. Dalam studi ini, karakteristik pembakaran batubara peringkat rendah, cangkang sawit dan campurannya dalam fluidized bed boiler sudah dipelajari. Pada pembakaran batubara/cangkang sawit parameter pembakaran seperti konsentrasi gas, temperatur unggun dan efisiensi pembakaran dikaji terhadap efek udara berlebih (rasio udara/bahan bakar dan ukuran partikel. Dalam pembakaran campuran, parameter-parameter tersebut dikaji terhadap pengaruh udara berlebih dan komposisi bahan bakar. Hasil percobaan menunjukkan bahwa efisiensi pembakaran maksimum untuk pembakaran batubara didapatkan pada udara berlebih tinggi (50% dan ukuran partikel kecil (60+ mesh. Sedikit perbedaan teramati pada temperatur unggun dimana nilai maksimum muncul pada udara berlebih rendah (30% tetapi ukuran partikel sama. Seperti yang diharapkan, fenomena yang sama juga terjadi untuk pembakaran cangkang sawit. Lebih lanjut, pada pembakaran campuran efisiensi pembakaran maksimum juga terjadi pada udara berlebih tinggi (50% dan rasio bahan bakar (% berat 50:50 untuk ukuran partikel 60+ mesh. Sama halnya dengan pembakaran batubara, temperatur unggun maksimum juga terlihat pada udara berlebih 30% dan rasio cangkang/batubara 20:80.

  1. PENELITIAN INTRUSI AIR LAUT DI KAWASAN SEMARANG UTARA DENGAN METODE GAYA BERAT MIKRO ANTAR WAKTU

    - Supriyadi

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian intrusi air laut dengan menggunakan metode Gaya berat mikro antar waktu di Semarang Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa fenomena yang selama beberapa tahun terakhir ini terajadi di lokasi penelitian, yaitu amblesan, rob, banjir dan air sumur gali penduduk berasa asin yang disebabkan oleh intrusi air laut. Pengukuran gaya berat menggunakan gravimeter tipe Scintrex Autograv CG-5. Periode pengukuran gaya berat adalah Oktober di 120 titik yang tersebar merata di daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai anomali gayaberat mikro antar waktu selang periode tersebut menunjukkan bahwa ada berberapa daerah yang mempunyai nilai anomali positip yang berkorelasi dengan kenaikan muka air tanah, anomali negatip berkorelasi dengan penurunan muka air tanah, dan nol tidak terjadi perubahan apapun. Selanjutnya untuk memperoleh gambaran tentang dinamika muka air tanah, maka digunakan data gradien vertikal gayaberatmikro antar waktu dan anomalinya menunjukkan hasil sebagai berikut anomali gradien vertikal gayaberat mikro antar waktu bernilai negatip berarti terjadi penurunan muka air tanah, dan sebaliknya jika positip terjadi kenaikan muka air tanah. Hasil interpretasi 3D gaya berat mikro antar waktu dengan menggunakan perangkat lunak Gravblok menunjukkan beberapa daerah seperti Widoharjo dan sekitarnya, perumahan Semarang sekitarnya, dan perumahan Tlogosari sekitarnya telah mengalami intrusi air laut.

  2. Kapasitas Adsorpsi Bentonit terhadap Sulfur dan Merkuri secara Simultan pada Pembakaran Batubara

    Alhamidi Yusran

    2015-12-01

    Full Text Available Pemanfaatan batubara sebagai sumber energi melalui pembakaran langsung akan menghasilkan emisi gas, partikulat trace metal (logam berat dan abu (terutama abu terbang yang akan mencemari udara. Penanganan terhadap pencemaran tersebut merupakan hal yang sangat mendesak. Dalam studi ini ditawarkan penyelesaian secara simultan terhadap emisi SOx dan partikulat logam berat merkuri pada pembakaran batubara peringkat rendah yang ada di Aceh melalui penyerapan menggunakan bentonit alam yang juga terdapat di Aceh (juga di daerah lain di Indonesia. Penggunaan bentonit dapat mengurangi emisi gas SO2 dan partikulat trace metal Hg dalam gas buang dan abu terbang. Bentonit dapat meningkatkan afinitas atau gaya tarik menarik antara Hg dan mineral-mineral dalam bentonit dan sekaligus menurunkan afinitas Hg terhadap S atau SO2. Konsentrasi bentonit dalam kajian ini, tanpa kalsinasi dan langsung dicampur dalam batubara, adalah 0 – 16% dan temperatur pembakaran adalah 700 – 900oC. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa kondisi maksimum penyerapan sulfur dan/atau SO2 serta merkuri terjadi pada kandungan bentonit 6% dan temperatur 700oC.

  3. Same Same But Different Partizipation von ehrenamtlichen Peer-BeraterInnen in der Online-Beratung bei kids-hotline

    Emily M. Engelhardt

    2010-04-01

    Full Text Available Eine Vielzahl von Online-Beratungsangeboten fr junge Menschen wird durch erwachsene Fachkrfte betreut. kids-hotline setzt seit ber zehn Jahren bewusst einen Akzent in der etablierten und notwendigen Online-Beratung durch Professionelle: Jugendliche Peer-BeraterInnen ergnzen das Beratungsangebot und richten sich auf Augenhhe an die jungen Ratsuchenden. Der folgende Praxisbericht soll einen Einblick ber das Engagement der Peer-BeraterInnen geben und aufzeigen, welche Mglichkeiten und Chancen in der Partizipation Gleichaltriger liegen. Hier kommen auch die Peer-BeraterInnen selbst zu Wort, indem sie ihr Rollenverstndnis erlutern und beschreiben, was die Mitarbeit fr sie bedeutet. Neben einer Vorstellung des Beratungsangebotes und -ansatzes von kids-hotline wird vor allem die Auswahl, Qualifizierung und Begleitung der Peer-BeraterInnen vorgestellt. Mglicherweise schafft dieser Beitrag einen Impuls fr andere Beratungseinrichtungen, das wertvolle Mitwirken von Jugendlichen zu erwgen.

  4. Flour Dalam Pencegahan Karies Gigi

    Sofyan A. Lubis

    2008-01-01

    Fluor adalah bahan yang terdapat dalam makanan dan air minum, fluor ini merupakan bahan mineral yang terdapat didalam tanah. Sumber-sumber utama dari fluor ini adalah air terutama air dari sumur-sumur yang dalam. Fluor ini juga dapat dijumpai didalam bahan makanan seperti : daging, buah-buahan, sayuran, biji- bijian dan juga didalam daun teh. Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi, yaitu enamel, dentin dan sementufn, yang disebabkan oleh aktivitas suatu bakteri dalam suatu karbohi...

  5. PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA SEBAGAI UPAYA PERTAMA DAN TERAKHIR DALAM PENYELESAIAN PELANGGARAN BERAT HAK ASASI MANUSIA DI TINGKAT NASIONAL

    Lina Hastuti

    2012-09-01

    Full Text Available This article is to examine national courts as a forum first and final settlement of the case enforcement as a gross violation of human rights and that mechanism. Research that is theoretical research, encourage a fuller understanding of the conceptual basis of the principles of law and the process of finding the rule of law, legal principles and legal doctrines in order to answer the legal issues at hand. Based on Presidential Decree No. 53 of 2001 and Act No. 26 of 2004 established an ad hoc human rights court in East Timor, to prosecute accused perpetrators responsible for gross human rights abuses in East Timor after the popular consultation in 1999 and the results are very far from expectations. The cause of the failure of the judicial process can be grouped in the legal and non-legal factors. Legal factors are many weaknesses Act No. 26 of 2004. In addition, law enforcement officers are not credible, so that the resulting decisions do not fulfil international standards as an impartial tribunal and sense of fairness to all parties. While the non-legal factors associated with the political aspects, such as perceived political will is lacking. National mechanisms should be the first and last attempt to resolve as a gross violation of human rights, so there will be no interference from the international court because of the inability and unwillingness of Indonesia.

  6. PREVALENSI BERAT BADAN BERLEBIH DAN OBESITAS DAN HUBUNGANNYA DENGAN NILAI AKADEMIS PADA REMAJA KELAS SEPULUH SMA N 1 BANGLI TAHUN 2012

    ID Ayu Eka Cahyani; IGL Sidiartha

    2015-01-01

    Prevalensi berat badan berlebih dan obesitas semakin meningkat pada anak dan remaja. Kedua kondisi tersebut berdampak negatif terhadap kesehatan, salah satunya penurunan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi berat berlebih dan obesitas serta hubungannya dengan nilai akademis pada remaja di kelas sepuluh (X) SMA N 1 Bangli tahun 2012. Pendekatan potong lintang dilakukan terhadap sampel populasi berjumlah 217 siswa berusia 14 sampai 17 tahun. Status gizi berat be...

  7. INSTRUMEN DERIVATIF: PENGENALAN DALAM STRATEGI MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN

    Lisa Linawati Utomo

    2000-01-01

    Full Text Available Recent investment inflows through the capital and money market has begun to stimulate the Indonesian economy. New investment instruments are offered by the capital market for the purpose of accomodating investor's risk dan return preferences. Besides stocks and bonds as the primary securities in the capital market, the Indonesian government also issued long-term bonds as its means to obtain capital funds from investors. Derivative securities, such as options and futures, are contractual agreement between two parties to deliver and purchase some specified amount of financial assets or commodity at a specified date and specified price. Option contracts give its holder the right, not the obligation, to do something; while futures contract obligates the transacting parties to perform or fulfill the contract agreement. This paper discusses definition, terminologies related to derivative, profit profile and the use of derivative instruments in the company's hedging strategy. It is essential to note that companies may use different underlying instruments to hedge, such as commodities, gold, stock index, interest rate, and currency. Abstract in Bahasa Indonesia : Arus investasi yang masuk melalui pasar modal dan pasar uang mulai menggairahkan kondisi ekonomi Indonesia. Instrumen-instrumen investasi baru mulai ditawarkan di pasar modal dengan tujuan mengakomodasikan tingkat pengembalian dan risiko tertentu yang dikehendaki oleh para investor. Selain saham dan obligasi sebagai instrumen utama di pasar modal, pemerintah Indonesia juga menerbitkan obligasi sebagai sarana mendapatkan dana. Sekuritas derivatif, seperti option dan futures, merupakan kontrak perjanjian antara dua pihak untuk menjual atau membeli sejumlah aktiva finansial atau komoditas pada tanggal tertentu di masa datang dengan harga yang telah disepakati saat ini. Option atau kontrak opsi memberikan hak, bukan kewajiban, bagi pemegangnya untuk melakukan sesuatu; sedangkan kontrak futures merupakan kewajiban antara dua pihak yang terikat dalam kontrak untuk memenuhi perjanjian dalam kontrak. Tulisan ini akan membahas definisi, terminologi, profil keuntungan dan penggunaan kedua instrumen derivatif tersebut untuk strategi hedging perusahaan. Adapun untuk sarana hedging dapat digunakan komoditas, logam berharga, indeks saham, tingkat suku bunga, dan kurs nilai tukar. Kata kunci: opsi beli, opsi jual, futures/forwards, lindung nila

  8. PEMBERIAN KITOSAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP BERAT BADAN DAN KADAR TRIGLISERIDA DARAH TIKUS SPRAGUE-DAWLEY YANG DIBERI PAKAN ASAM LEMAK TRANS

    Abdurrahman Ali

    2015-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study was aimed to analyze the effects of chitosan intake on body weight and plasma triglyceride level in Sprague-dawley rats fed by trans fatty acid. This study was an experimental on animal using factorial randomized with post-test only control group design. The samples were 28 male Sprague-dawley rats aged two months old. The samples were divided into one control (K and three treatment groups which received chitosan as much as 0.035 g (P1, 0.045 g (P2, and 0.055 g (P3. The feed was high-fat diet, namely added by melted margarine as a source of trans fatty acid, as much as 1.7 g per day. Intervention was done for 14 and 28 days. Measurement of body weight was done every three days, whereas measurement of triglyceride level was done after 14 and 28 days intervention. The study revealed that feeding of melted margarine in a dose of 1.7 g per day increased body weight of control group as much as 54% after 28 day intervention. The increase was higher than P1, P2, and P3 groups which were elevated by 48.7%, 27.8%, and 38.9% respectively. In addition, after 14 day intervention, the plasma triglyceride levels of control and P1 groups were categorized as hypertriglyceridemia, namely 254.3±49.0 mg/dL and 241.7±58.5 mg/dL respectively. In the meanwhile, the plasma triglyceride levels of P2 (128.3±14.3 mg/dL and P3 (141.3 ± 25.3 were significantly lower than the control and P1 groups. After 28 day intervention, there is no significant difference on plasma triglyceride level among groups (p>0.05, but the triglyceride level of each group was significantly lower than the levels after 14 day intervention (p<0.05.Keywords: body weight, chitosan, trans fatty acids, triglycerideABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian kitosan terhadap berat badan dan kadar trigliserida plasma tikus Sprague-dawley yang diberi pakan asam lemak trans. Penelitian ini merupakan experimental study pada hewan percobaan, menggunakan rancangan kelompok faktorial dengan post test only control group. Sampel penelitian adalah 28 ekor tikus Sprague-dawley jantan berusia dua bulan, dikelompokkan menjadi satu kelompok kontrol (K dan tiga kelompok perlakuan (P dengan penambahan kitosan 0,035 g (P1, 0,045 g (P2, dan 0,055 g (P3 dalam diet yang diberikan. Pakan merupakan diet tinggi asam lemak trans, yaitu dengan penambahan margarin yang dipanaskan sebanyak 1,7 g per hari. Intervensi dilakukan selama 14 dan 28 hari. Berat badan ditimbang setiap tiga hari sementara pengukuran kadar trigliserida dilakukan setelah 14 dan 28 hari perlakuan. Penambahan margarin 1,7 g per hari menjadikan berat badan tikus kelompok kontrol (tanpa kitosan meningkat 54% setelah 28 hari intervensi, lebih tinggi dibandingkan kelompok P1, P2, dan P3 yang masing-masing mengalami kenaikan berat badan 48,7%, 27,8%, dan 38,9%. Setelah 14 hari intervensi, kadar trigliserida plasma tikus kelompok kontrol dan P1 mengalami hipertrigliseridemia, yaitu masing-masing 254,3±49,0 mg/dL dan 241,7±58,5 mg/dL. Sementara itu, kadar trigliserida plasma tikus kelompok P2 (128,3±14,3 mg/dL dan P3 (141,3 ± 25,3 lebih rendah dan berbeda signifikan dibandingkan kelompok kontrol dan P1. Setelah 28 hari intervensi, kadar trigliserida plasma tikus tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p>0,05, tetapi menunjukkan hasil yang lebih rendah dan berbeda signifikan dibandingkan kadar trigliserida setelah 14 hari (p<0,05.Kata kunci: asam lemak trans, berat badan, kitosan, trigliserida

  9. OPTIMASI PEMBUATAN KITOSAN DARI KITIN LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN (Portunus pelagicus UNTUK ADSORBEN ION LOGAM MERKURI

    L. H. Rahayu

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum faktor suhu dan waktu proses deasetilasi dari khitin cangkang rajungan (Portunus pelagicus menjadi khitosan dan mengetahui pengaruh pH adsorpsi dari khitosan terhadap penurunan jumlah ion merkuri (%. Proses deasetilasi dilakukan dengan memanaskan campuran khitin dengan larutan NaOH 50 % (rasio 1:20 b/v pada suhu 70 oC, 80 oC, 90 oC, dan 100 oC dengan waktu proses masing-masing 30, 60, 90, dan 120 menit. Parameter respon adalah derajad deasetilasi khitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat deasetilasi khitosan tertinggi adalah 79,65 % yang dihasilkan pada suhu  90 oC dan waktu proses 120 menit. Khitosan selanjutnya diuji kemampuan adsorpsinya terhadap ion merkuri pada pH 2, 3, 4, 5, dan 6. Hasil uji aplikasi khitosan sebagai adsorben ion logam merkuri menunjukkan bahwa semakin tinggi pH adsorpsi semakin besar penurunan jumlah ion merkuri (%, dimana hubungan keduanya ditunjukkan dengan persamaan y = 7,50.x + 26,11.

  10. Bahasa Figuratif Dalam Fajar Sarawak

    Hamidah Abdul Wahab

    2012-01-01

    Fajar Sarawak merupakan surat khabar bahasa Melayu pertama yang diterbitkan di bumi Kenyalang pada tahun 1930 menerusi usaha Muhammad Rakawi bin Yusuf. Dengan objektifnya untuk memberi “perkhabaran am, pengajaran, pengetahuan dan penghiburan” kepada pembaca, akhbar ini lahir dengan bahasa yang sesuai dengan zamannya dalam mengungkapkan hal-hal agama, politik dan sosial. Aspek bahasa akan ditonjolkan dalam penelitian ini bagi mengetengahkan corak bahasa penulis Fajar Sarawak. Justeru, peneliti...

  11. PROSES KOGNITIF DALAM UNGKAPAN METAFORIS

    deli - Nirmala

    2014-09-01

    Full Text Available PROSES KOGNITIF DALAM  UNGKAPAN METAFORIS Deli Nirmala deliundip@gmail.com Abstract Speech is produced through cognitive or psychological process, physiological process, and physical process (de Saussure, 1959. The cognitive process is the focus of this study especially in producing metaphorical expressions. This paper is trying to elaborate how the cognitive process happens when someone is producing metaphorical expressions. The data used for explaining the cognitive process are the metaphorical expressions found in bahasa Indonesia. The data were collected randomly from the sources like conversation, news, or bahasa Indonesia used in Indonesian newspapers. The method used is observation and intuition. To analyze, I used identity method, distributional method, and reflective-introspective methods. The result shows that the cognitive process in producing metaphorical process is done by using associative strategies by showing the correspondences between the source concept and the target concept. The correspondences found are those in embodied experiences, characters, functions, characteristics, and strenghts.   Proses menghasilkan tuturan meliputi proses kognitif, fisiologis, dan fisik (de Saussure, 1959. Proses kogntif menjadi fokus dalam tulisan ini khususnya dalam proses menghasilkan ungkapan metaforis. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengungkap bagaimana proses kognitif terjadi ketika seseorang menghasilkan ungkapan metaforis. Data yang dijadikan dasar dalam menjelaskan proses kognitif adalah ungkapan metaforis dalam bahasa Indonesia. Data dipilih secara random dari sumber berupa percakapan, berita, bahasa di surat kabar. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan intuisi. Untuk menganalisis, saya menggunakan metode padan, distribusional, dan reflektif-introspektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses kognitif dalam menghasilkan ungkapan metaforis dilakukan dengan strategi asosiatif dengan menunjukkan korespondensi  antara konsep sumber dan konsep target. Korespondensi yang ditemukan adalah korespondensi yang ditunjukkan dalam pengalaman yang dialami tubuh, sifat,  fungsi, ciri, dan kekuatan. Key Words:cognitive process, associative strategies, conceptual correspondences, metaphorical expressions

  12. ASURANSI DALAM PANDANGAN ULAMA FIKIH KONTEMPORER

    Abdur Rauf

    2016-01-01

    Dalam khazanah fiqh Islam klasik permasalahan asuransi dalam bentuk implementasinya yang sekarang ini memang belum dikenal, karena itu tidak didapatkan status hukumnya dalam kitab-kitab mereka. Namun demikian, kajian tentang asuransi dalam perspektif Islam kontemporer sebenarnya sudah cukup banyak dilakukan oleh para ahli hukum, baik ahli hukum Islam secara khusus maupun ahli ekonomi Islam secara umum. Mengingat asuransi ini adalah masalah yang relatif baru yang belum ada kejelasan status huk...

  13. Kewalian Dalam Tasawuf Nusantara

    Yunasril Ali

    2013-12-01

    Full Text Available Abstract : This article discusses the doctrine of Sainthood (al-walāyah which has a strong basis in the Qur’an and adīth and it has been elaborated systematically through Ibn ‘Arabi’s vast and complex teachings. While in the study of Sufism in the archipelago, the term saint (walī has been known along with the spread of Islam began in the archipelago, and it refers to two meanings; as the person who has the occulties as the implications of the sanctity and walī as the ruler of a particular region. Regardless the definition and scope, the true doctrine of sainthood can not be separated from the teaching of the prophetic and apostolic message which implies the human world is not only the physical realm, but there is a metaphysical world that has not been known to human and from which the physical world is controlled.Keywords : saint (walī, miracles, Muhammadan light (Nūr Muhammadi, sainthood, prophethood, seal of the saint Abstrak : Artikel ini mendiskusikan dokrin Kewalian (al-walāyah yang mempunyai basis yang kuat dalam al-Qur’an dan hadis dan isu ini secara sistematis dibahas melalui ajaran Ibn ‘Arabi yang kompleks. Sementara dalam kajian tasawuf di Nusantara, sebutan wali ini sudah mulai dikenal bersamaan dengan masuknya Islam ke negeri ini yang mengacu kepada dua pengertian, wali sebagai orang yang memiliki kesaktian-kesaktian (occulties sebagai implikasi dari kekeramatan dan wali sebagai penguasa wilayah tertentu. Terlepas dari pengertian dan cakupannya, ajaran kewalian yang sesungguhnya tidak lepas dari ajaran tentang kenabian dan kerasulan yang menyiratkan pesan bahwa dunia manusia bukan hanya dunia material yang identik dengan kenikmatan hedonis, tetapi di balik dunia fisik terdapat dunia metafisik yang belum banyak diketahui manusia dan dari sanalah dunia fisik ini dikendalikan.Kata-kata Kunci : wali, karamah, Nur Muhammad, kewalian, kenabian, penutup para wali.

  14. Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Pre-Eklampsia Berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Nurulia Muthi Karima

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPre-eklampsia Berat (PEB masih merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu apabila tidak ditangani secara adekuat. Ada banyak hal yang mempengaruhi terjadinya PEB, beberapa diantaranya adalah usia ibu, paritas, usia kehamilan, jumlah janin, jumlah kunjungan ANC, dan riwayat hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan pre-eklampsia berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang.Penelitian ini menggunakan rancangan case-control study dengan metode analitik observasional. Pengumpulan data dilakukan pada Januari 2013 dengan menggunakan data sekunder, yakni data rekam medik ibu melahirkan dengan pre-eklampsia berat dan tanpa pre-eklampsia di bagian obstetrik dan ginekologi RSUP Dr. M. Djamil, periode 1 Januari 2010 31 Desember 2011. Dari 148 data sampel didapatkan angka distribusi pada variabel riwayat hipertensi yang hanya didapatkan pada ibu dengan PEB. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square diperoleh hasil tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor risiko (usia ibu, paritas, usia kehamilan, jumlah janin, jumlah kunjungan ANC dengan masing-masing nilai p > 0,05. Analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik didapatkan bahwa usia ibu > 35 tahun merupakan faktor risiko terhadap kejadian PEB dengan nilai p = 0,034. Jadi, usia ibu > 35 tahun dan riwayat hipertensi memiliki hubungan terhadap kejadian pre-eklampsia berat.Kata kunci: pre-eklampsia berat, faktor risiko, hipertensiAbstractSevere Pre-eclampsia is one of the contributors of maternal morbidity and mortality if not getting an adequate treatment. There are many things that affect it, such as maternal age, parity, gestational age, number of fetuses, the number of ANC visits, and history of hypertension. The objective of this study was to determine relationship between the risk factors and the incidence of severe pre-eclampsia The design of this research is case-control study with observational analytic methods. The data was collected in January 2013 by using secondary data, maternal medical record data with severe pre-eclampsia and without pre-eclampsia of the obstetrics and gynecology department Dr. M. Djamil, period 1 January 2010-31 December 2011. From 148 samples obtained figures the variable history of hypertension which is only found in women with severe pre-eclampsia. The results of the bivariate analysis using chi square test results obtained there was no significant relationship between risk factors (maternal age, parity, gestational age, number of fetuses, the number of ANC visits with each p value > 0.05. While the results of the multivariate analysis using logistic regression found that maternal age> 35 years was a risk factor for the incidence of severe pre-eclampsia with p = 0.034. Maternal age > 35 years and history of hypertension had a relationship to the incidence of severe pre-eclampsia. Keywords: severe pre-eclampsia, risk factor, hypertension

  15. KANDUNGAN LOGAM BERAT (Pb dan Cd Pada Sawi Hijau (Brassica rapa l. Subsp. Perviridis Bailey Dan Wortel (Daucus Carrota L. Var. Sativa Hoffm YANG BEREDAR DI PASAR KOTA DENPASAR

    Deni Agung Priandoko

    2013-05-01

    Full Text Available Has been doing a research about the content of heavy metals (Pb and Cdin green mustard (Brassica rapa L. subsp. Perviridis Bailey and carrot (DaucusCarrota L. Var. Sativa Hoffm that exist in the market of Denpasar city. Purposeof this research was to know the content of Pb and Cd in green mustard andcarrots that exist in traditional markets (Badung and Kreneng market Denpasarcity that treated by washing and without washing. Content of Pb and Cd in greenmustard and carrots that analyzed by AAS (atomic absorption spectrophotometer.The results of research shows that contents of Pb in green mustard andcarrots that washed and without washed in Kreneng and Badung Market equal to64.71 6.66 ug / g, 69.58 4.61 ug / g, 62.56 6.99 ug / g, 64.96 7:20 ug / g,62.56 6:56 ug / g, 73, 91 2:51 ug / g, 57.17 8:59 ug / g, 59.71 8.93 ug / gdry weight. Content of Cd that washed and without washed equal to SCK 8.81 1.68?g / g, 10, 55 1.78 ug / g, 8.09 1.71 ug / g, 9.30 2:01 ug / g, 8.96 1.72ug / g, 10.09 1:09 ug / g, 7.39 1.6 ug / g 5, 8.14 1.71 ug / g dry weight

  16. Keadilan Islam dalam Persoalan Gender

    M. Hajir Mutawakkil

    2014-03-01

    Full Text Available Kesetaraan gender merupakan salah satu agenda utama gerakan feminisme. Sejak masuknya wacana gender ke dalam Islam, beberapa pemikir muslim ikut terpengaruh isu tersebut, dan hendak memaksakan konsep kesetaraan gender ke dalam ajaran Islam. Mereka berpandangan bahwa Islam yang datang pada masa Nabi itu memiliki kesamaan dengan konsep kesetaraan yang dibawa feminisme. Bahkan, aturan yang berlandaskan keadilan yang dibawa Islam itu, mengandung semangat kesetaraan. Akhirnya banyak dari teks-teks hukum dan ayat-ayat yang telah mengatur hubungan antara pria dan wanita dalam Islam dikaji ulang, dibongkar, dan diubah agar sesuai dengan perspektif kesetaraan gender. Permasalahannya, konsep kesetaraan banyak yang tidak sejalan bahkan bertentangan dengan konsep keadilan. Pertama, titik tekannya. Yang menjadi titik tekan dalam kesetaraan gender adalah persamaan kuantitas yang harus diperoleh, sehingga mengabaikan perbedaan antar laki-laki dan perempuan. Sementara dalam keadilan terpenuhinya kebutuhan tiap individu yang sesuai dengan karakteristik dan kapasitas masing-masing. Kedua, orientasinya. Kesetaraan berupaya meruntuhkan budaya patriarkat dan menuntut persamaan dan kebebasan. Sementara keadilan berusaha menyeimbangkan budaya patriarkat dan matriarkat sehingga laki-laki dan perempuan dapat menjalankan perannya secara harmonis sebagai khalifah dengan sangat baik. Ketiga, pandangan terhadap perempuan. Feminisme memandang laki-laki dan perempuan merupakan dua entitas yang berbeda. Sementara Islam memandang laki-laki dan perempuan adalah kesatuan yang berpasangan. Atas dasar itulah, maka konsep kesetaraan tidak dapat disamakan dengan keadilan.

  17. Ragam dan Makna Bahasa dalam Lakon Kintir

    Nanang Arisona

    2013-11-01

    Full Text Available The Various Language and Meaning on Kintir Drama Play. Ragam dan Makna Bahasa dalam LakonKintir merupakan suatu kajian tentang keragaman bahasa dan maknanya dalam lakon drama. Tujuannya untukmengungkapkan peranan dan makna bahasa Jawa dan bahasa Indonesia yang digunakan dalam lakon Kintir.Kajian ini menggunakan analisis semiotika untuk mengungkap aspek keragaman dan makna bahasa dalam lakonKintir. Lakon Kintir yang dimainkan oleh Kelompok Seni Teku Yogyakarta menggunakan bahasa Jawa dan bahasaIndonesia sebagai strategi untuk mengungkap makna yang lebih kompleks. Analisis menunjukkan, bahwa setiapbahasa memiliki keterbatasan dalam menyampaikan makna ketika menjalankan fungsinya sebagai media ekspresidramatik. Bahasa memiliki karakteristik tersendiri sesuai latar sosial dan budaya yang melahirkannya.

  18. FUNGSI FILSAFAT HUKUM DALAM PENEMUAN DAN PEMBANGUNAN HUKUM DI INDONESIA

    Mustafa Bola

    2011-01-01

    Filsafat hukum merupakan lapisan ilmu hukum tertinggi dalam abstaraksi teoritikal atas gejala hukum. Dalam filsafat hukum berdasarkan lintasan sejarah atau mazhab pemikiran ilmu hukum terbagi dalam beberapa mazhab. Pembangunan hukum di Indonesia dalam kaitannya dengan filsafat hukum terkait dengan teori hukum pembangunan yang pernah dikemukakan oleh Mochtar Kusumaatmadja. Hingga kini eksistensi filsafat hukum dalam pembangunan hukum di indoensia masih diperlukan sebagai sarana pembaharu hukum...

  19. Kata Pengantar Redaksi

    Kata Pengantar Redaksi

    2014-01-01

    Para pembaca yang budiman, salah satu industri kecil yang perkembangannya sangat pesat di Baliadalah kerajinan logam. Penggerak utama industri logam adalah para pengrajin dan senimankarya logam, yang terhimpun dalam kelompok pengrajin dan seniman. Selama ini prosespengerjaan yang dilakukan oleh pengrajin biasanya diukur berdasarkan pengalaman dari pekerjapengecoran, karena proses pengerjaan masih tradisional maka ada beberapa parameter yang sulitdikontrol, misalnya temperatur pencairan logam,...

  20. Serological survey of Crimean-Congo hemorrhagic fever virus in cattle in Berat and Kolonje, Albania

    ARTA LUGAJ

    2014-06-01

    Full Text Available Crimean–Congo hemorrhagic fever (CCHF is a tick-borne disease caused by the arbovirus Crimean–Congo hemorrhagic fever virus(CCHFV, which is a member of the Nairovirusgenus (family Bunyaviridae. The disease now occurs sporadically throughout much of Africa, Asia, andEurope and results in an approximately 30% fatality rate. Numerous genera of ixodid ticks serve both as vector and reservoir for CCHFV; however, ticks in the genus Hyalommaare particularlyimportant to the ecology of this virus.The aim of this study was to examine the distribution of CCHFV among the cattle in Berat and Kolonje regions in Albania. The data taken in this study indicates for the presence of CCHFV Crimean-Congo hemorrhagic fever virus in these countries. The serum samples were conserved in -20°C and tested with immunological methods using indirect ELISA assay in Friedrich-Loeffler Institute (FLI, Greifswald Germany. Through this technique it was possible to identified IgG antibodies in infected serum samples. From these results in Berat-Terpanwe had an indication about the presence of IgG antibodies in 2 blood samples. 3 serum samples were equivocal and 45 serum samples were negative from the total of 50 serum samples in cattle. While in Kolonje-Erseke the results show the presence of IgG antibodies in 4 blood samples from 54 seum samples in cattle. Respectively the prevalence in these 2 countries in Albania is 4.4% and 8%. These results can clearly proved the presence of CCHFV in livestock in Albania.

  1. Biofiksasi CO2 Oleh Mikroalga Chlamydomonas sp dalam Photobioreaktor Tubular

    Hadiyanto Hadiyanto; W Widayat

    2014-01-01

    Mikroalga memiliki potensi dalam membiofiksasi CO2 dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kadar CO2 dalam gas pencemar. Pertumbuhan mikroalga sangat dipengaruhi oleh konsentrasi gas CO2 di dalam gas pencemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeetahui kemampuan mikroalga Chlamydomonas sp yang dikultivasi dalam photobioreaktor tubular dalam penyerapan gas CO2 serta untuk mengetahui konsentrasi maksimum gas CO2 dalam umpan untuk memproduksi biomasa mikroalga yang optimal. Percobaan dilakuk...

  2. DISTRIBUSI ALIRAN DALAM REAKTOR BERKANAL MIKRO

    Y. W. Budhi

    2012-01-01

    Full Text Available Reaktor mikro telah menempatkan diri pada posisi yang diminati dalam pengembangan teknologi reaktor modern yang memiliki karakteristik pokok dalam hal percepatan laju perpindahan massa dan panas yang berlipat ganda. Dengan dimensi yang berskala mikron, distribusi aliran dari pipa induk menuju masing-masing kanal merupakan salah satu persoalan penting untuk menjamin keseragaman aliran di setiap kanal. Makalah ini mengkaji distribusi aliran dalam lima model reaktor dan mempelajari karakteristik pemanasan awal dari keadaan dingin (cold start. Fokus ditujukan dalam shift converter yang mengkonversikan CO menjadi CO2 agar tidak meracuni katalis dalam sel bahan bakar. Selanjutnya pada model reaktor dengan distribusi terbaik, karakteristik cold start up ditelaah lebih mendalam melalui teknik reaksi kimia tak tunak. Hasil studi menunjukkan bahwa start up pada shift converter dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat yang menunjukkan bahwa secara praktis unit reaktor mikro ini dapat diterapkan.

  3. PERANAN KEDOKTERAN WISATA DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENALATALAKSANAAN MALARIA PADA KEHAMILAN

    Komang Siska Lestari Sugitha

    2014-12-01

    Full Text Available Malaria adalah  penyakit infeksi yang disebabkan oleh Plasmodium, ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Peningkatan jumlah wisatawan yang bepergian ke daerah tropis, termasuk ibu hamil, meningkatkan insiden malaria pada kehamilan.Malaria pada kehamilan dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Berbagai macam komplikasi yang dapat ditimbulkan antara lain malaria serebral, hipoglikemia, gagal ginjal akut, anemia, edema paru, syok, infeksi bakteria sekunder, dan insufisiensi plasenta yang dapat mengakibatkan retardasi pertumbuhan dan perkembangan janin, abortus, bayi lahir berat badan rendah, malaria kongenital, atau bayi lahir mati. Terdapat kesulitan dalam pemberian obat anti malaria (OAM pada ibu hamil karena terbatasnya data penggunaan beberapa obat pada ibu hamil, resistensi obat, dan efek teratogenik obat terhadap janin.Klorokuin aman untuk semua trimester namun angka resistensi terhadap obat ini tinggi.Kuinin dan Artemisinin-Combination Therapy (ACT adalah obat yang direkomendasikan untuk ibu hamil.Mengingat komplikasi yang dapat ditimbulkan, maka sangat penting dilakukan pencegahan agar wanita hamil terhindar dari infeksi malaria. Edukasi untuk menghindar dari gigitan nyamuk dan penggunaan kemoprofilaksis harus diberikan  saat ibu hamil melakukan konsultasi pre-travel.      

  4. Pemeriksaan Kandungan Logam Merkuri, Timbal, dan Kadmium dalam Daging Rajungan Segar yang Berasal dari TPI Gabion Belawan Secara Spektrofotometri Serapan Atom

    Lubis, Hayati; Aman, Chalikuddin

    2010-01-01

    A research has been done to determine the quantitative of mercury (Hg), lead (Pb), and cadmium (Cd) in meat of crab which was taken from TPI Gabion Belawan. The determination of the metals was done by qualitative and quantitative methods. Qualitative analysis by using Na2S 10% b/v and dithizone 0,005% b/v reagent at the diffrent pH. The reaction with Na2S 10% b/v reagent will occur turbidity to the metals, where as with the dithizone 0,005% b/v reagent for Hg is not give a change of colour ch...

  5. Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Sagung Adi Sresti Mahayana

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Berat Badan Lahir Rendah (BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 g. BBLRmerupakan prediktor utama angka kesakitan dan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktorrisiko ibu, plasenta, janin dan lingkungan yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR. Penelitian ini bersifat analitikdengan desain cross-sectional dengan mengumpulkan data retrospektif rekam medis ibu yang melahirkan bayi BBLRdi RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Januari sampai Desember 2012. Pada 72 sampel yang didapatkan, faktor risikojanin dengan jenis kelamin laki-laki (61,1% dan status sosioekonomi rendah (52,8% memiliki proporsi yang lebihbesar pada kejadian BBLR. Analisis bivariat chi-square menunjukkan faktor risiko anemia (p=0,001 dan kelainanplasenta (p=0,049 memiliki hubungan statistik yang signifikan terhadap kejadian BBLR prematur dan dismatur.Pengaruh terbesar secara statistik terdapat pada faktor risiko anemia (p=0,001 dan paritas (p=0,022 pada analisismultivariat regresi logistik. Anemia, kelainan plasenta dan paritas merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadapkejadian BBLR prematur dan dismatur di RSUP Dr. M. Djamil Padang.Kata kunci: BBLR, prematur, dismatur, faktor risikoAbstract Low birthweight (LBW is a birth weight under 2500 g. LBW is a major predictor of infant morbidity and mortality.The objective of this study was to determine maternal, placental, fetal and environmental risk factors that influencingLBW. This was a cross-sectional study by obtaining retrospective datas from medical records of mother who deliveredLBW babies at RSUP Dr. M. Djamil Padang from January until December 2012 period. Male fetal sex (61.1% and lowsocioeconomic status (52.8% were found in high rates on total 72 cases of LBW. Chi-square test showed anemia(p=0.001 and placental abnormalities (p=0.049 were statistically significant in LBW with premature and dysmature.Logistic regression test indicates anemia (p=0.001 and parity (p=0.022 are statistically influence LBW. Anemia,placental abnormalities and parity are significant risk factors resulting low birth weight babies with premature anddismature in RSUP Dr. M. Djamil Padang.Keywords: LBW, premature, dysmature, risk factors

  6. PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENEGAKAN HUKUM DI LAUT

    Manuputty, Alma; Sumardi, Juajir; Mr. Maskun; Latif, Birkah; Ramli, Rafika Nurul Ramadani

    2013-01-01

    Masyarakat memainkan peranan yang sangat penting dalam penegakan hukum di laut. Peran serta masyarakat diwujudkan dalam bentuk pemberian informasi tentang dugaan kejahatan di laut kepada Lantamal VI dan Polairut Makassar yang merupakan instansi terkait penegakan hukum di laut. Akan tetapi, dalam melaksanakan peran serta masyarakat tersebut, faktor ekonomi m enjadi faktor penghambat utama yang dihadapi masyarakat dalam mewujudkan peran serta dimaksud. Alasan himpitan ekono...

  7. Instrumen Musik Barat dan Gamelan Jawa dalam Iringan Tari Keraton Yogyakarta

    R.M. Surtihadi

    2014-11-01

    Full Text Available Perpaduan instrumen musik Barat dengan instrumen gamelan Jawa untukmengiringi tari di Keraton Yogyakarta sudah berlangsung sejak lampau. Hingga saatini perpaduan tersebut masih dapat dijumpai. Bermula dari peristiwa kontak budayaBarat dan Timur, instrumen musik Barat telah menjadi bagian dari kelengkapanupacara protokoler Keraton Yogyakarta. Tujuan penulisan ini untuk membuat kajianhistoris perpaduan gamelan Jawa dengan seperangkat instrumen musik orkestraBarat untuk mengiringi pertunjukan tari putri pada bagian kapang-kapang Bedhaya,Srimpi, dan tari putra Lawung Ageng Keraton Yogyakarta. Beberapa instrumenmusik Barat seperti instrumen genderang, tambur (percussion section, instrumengesek (string sections, instrumen tiup kayu (woodwind sections dan tiup logam (brasssections digunakan dalam mengiringi tarian-tarian tersebut di atas. Metode kualitatifanalisis data dipakai untuk mengupas masalah ini. Namun, pendekatan sosial-politikjuga akan dipakai dalam mengulas permasalahan yang terkait. Berdasarkan penelitianini dapat disimpulkan bahwa dampak peristiwa intrik politik yang terjadi di keratonterbukti telah memengaruhi kehidupan keseniannya. Kebutuhan upacara protokoleryang merupakan kegiatan rutin pada saat itu dilengkapi dengan berbagai macamsajian pertunjukan musik untuk menambah hidup suasana pesta dansa dengandiiringi musik berirama waltz. Blend of Western Musical Instruments and Javanese Gamelan in DanceAccompaniment and Protocol Ceremonies of Keraton Yogyakarta. Westernmusical intruments have been combined with the Javanese gamelan instruments toaccompany dances performed in Keraton Yogyakarta (the Yogyakarta Palace. It startedwith the coming of the Western culture which then ‘interacting’ with the East. Sincethen, the Western musical instruments have completed the protocol ceremonies held byKeraton Yogyakarta. The objective to be obtained with this research is to historicallystudy the blend of the Javanese gamelan with the Western orchestra musical instrumentsin accompanying the female dance performances, which are the kapang-kapang partof Bedhaya and Srimpi, and the male one i.e. Lawung Ageng. Some Western musicalinstruments like, drums (percussion sections, strings instruments (string sections,woodwind instruments (woodwind sections and brass (brass sections are used in thosedances shows. The data are analyzed utilizing the qualitative method. The problem willalso be approached socio-politically. It can be concluded that the political intrigue in thepalace has brought about some impacts on the art living in it. Waltz dance is performed toenliven the dance parties and complements the protocol ceremonies as the routine events.

  8. Konsep Teater Epik Brecht dalam Film Dogville

    Philipus Nugroho Hari Wibowo

    2014-01-01

    Film yang menggunakan panggung sebagai tempat kejadian (setting) masih jarangditemukan di Indonesia. Kalaupun ada film-film tersebut hanyalah mengisahkankehidupan orang-orang teater dengan segala aktivitas kesehariannya, ataumentransformasikan naskah-naskah panggung menjadi sebuah film. Film Dogvillekarya sineas Denmark, Lars von Trier, menggunakan konsep pemanggunganteater dalam penggarapan filmnya.Dalam film tersebut, setting sebuah kota hanyadihadirkan disebuah studio besar (panggung) deng...

  9. RISIKO TERJADINYA BERAT BAYI LAHIR RENDAH MENURUT DETERMINAN SOSIAL, EKONOMI DAN DEMOGRAFI DI INDONESIA

    Mochammad Setyo Pramono

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR or Low Birth Weight (LBW was one of cases that caused the infant's mortality, and stiff be a health's problem in many countries. It been connected with the period of gestation and maternal's health, and other factors. This study learned about the risks of infant low level's weight determined by social, economic, and demography's factors. Methods: This study analysis used the Indonesia Riskesdas (basic health research data on 2007. 10 variables that has been viewed were: domicile's region, infant's sex, maternal age, maternal occupation, maternal smoking status, health cares accesability, economic's status, parity, and antenatal cares (ANC. Results: The result showed that infant's weight been influenced by infant's sex, parity and ANC. BBLR has been risked on female baby, and on mother who didn't do the ANC. Female baby had 1.3 times risk on BBLR than male baby (OR= 1.346. 95% Cl 1.081-1.677. The baby whose mother didn't do ANC had 2.2 times risk on BBLR than did ANC (OR= 2.179, 95% Cl1.403-3.386. Meanwhile BBLR not related with economic's status.Key words: Riskesdas, LBW, social economic, demography

  10. PENDEKATAN EDUTAINMENT DALAM PEMBELAJARAN IPA SD

    Aldarmono Aldarmono

    2015-09-01

    Full Text Available Pendekatan edutainment pada hakikatnya pembelajaran mengutamakan permainan yang menghibur dalam pembelajaran. Sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan.Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan yang berakumulasi dan tersusun mengenai alam dan gejalanya. Pada hakikatnya IPA sebagai produk, IPA sebagai proses, dan IPA sebagai sikap ilmiah, ketiga-tiganya harus diwujudkan dalam pembelajaran. Dalam pendekatan edutainment IPA SD pada dasarnya upaya mewujudkan suatu pembelajaran menyenangkan yang berorientasi pada siswa dalam mencari dan menemukan konsep, prinsip, dan fakta IPA. Pembelajara IPA melibatkan keterampilan proses, yakni metode ilmiah dalam menemukan sebuah pengetahuan. Adapun metode ilmiah IPA antara lain menggunakan langkah sebagai berikut; mendefinfisikan masalah, mengumpulkan informasi yang sesuai, menyusun hipotesis, menguji hipotesis, merekam dan menganalisa data, dan menarik kesimpulan.

  11. Peranan Pendidikan Global dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

    Nina Oktarina

    2011-01-01

    Pendidikan global memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berkualitas diharapkan mampu bersaing di tengah era globalisasi. Era globalisasi membawa tantangan-tantangan baru yang harus dijawab oleh pendidikan. Perubahan global meminta perubahan di dalam pengelolaan hidup dan masyarakat termasuk dalam bidang pendidikan. Perubahan di dalam visi dan strategi pendidikan dalam rangka mempersiapkan manusia-manusia Indonesia untuk ...

  12. PREVALENSI BERAT BADAN BERLEBIH DAN OBESITAS DAN HUBUNGANNYA DENGAN NILAI AKADEMIS PADA REMAJA KELAS SEPULUH SMA N 1 BANGLI TAHUN 2012

    ID Ayu Eka Cahyani

    2015-04-01

    Full Text Available Prevalensi berat badan berlebih dan obesitas semakin meningkat pada anak dan remaja. Kedua kondisi tersebut berdampak negatif terhadap kesehatan, salah satunya penurunan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi berat berlebih dan obesitas serta hubungannya dengan nilai akademis pada remaja di kelas sepuluh (X SMA N 1 Bangli tahun 2012. Pendekatan potong lintang dilakukan terhadap sampel populasi berjumlah 217 siswa berusia 14 sampai 17 tahun. Status gizi berat berlebih dan obesitas ditentukan berdasarkan nilai IMT >1 – 2 SD dan > 2 SD menurut standar WHO sedangkan nilai akademis diperoleh dari data administrasi sekolah. Variabel perancu nilai akademis yang juga diuji adalah jenis kelamin, pekerjaan orang tua, ketersediaan komputer dan buku pelajaran serta durasi bermain internet dan durasi menonton TV. Hasil penelitian ini didapatkan prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada responden adalah sebesar 7,8% dan 2,8%. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel jenis kelamin, status gizi, ketersediaan komputer, dan durasi bermain internet/gameberhubungan dengan nilai akademis (p < 0,05. Hasil analisis multivariat regresi logistik terhadap variabel tersebut didapatkan variabel  yang berhubungan dengan nilai akademis  kurang dari rata-rata adalah variabel status gizi berat berlebih dan obesitas (OR 3,79; IK95% 1,36 – 10,58; p = 0,01 dan jenis kelamin laki-laki (OR 3,03; IK95% 1,70 – 5,41, p < 0,001. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang kuat antara jenis kelamin laki-laki dan status gizi dengan nilai akademis. Remaja dengan status gizi berat berlebih dan obesitas memiliki kemungkinan yang lebih besar yaitu 3,79 kali untuk memperoleh nilai akademis kurang dari rata-rata.    

  13. KONSTRUKSI BUDAYA DALAM IKLAN: ANALISIS SEMIOTIK TERHADAP KONSTRUKSI BUDAYA DALAM IKLAN "VIVA MANGIR BEAUTY LOTION"

    Rajiyem

    2004-06-01

    Full Text Available Sebuah iklan tidak hanya menyampaikan pesan penjualan. Iklan penuh dengan bahasa simbolik, baik pada aspek verbal maupun visualnya. Pendekatan semiotik dapat digunakan untuk menelaah lebih dalam makna di balik kata-kata dan gambar. Konstruksi budaya dalam iklan "Viva Mangir Beauty Lotion" makin mempertegas subordinat perempuan dalam budaya patriarki. Konstruksi kecantikan tubuh perempuan adalah yang memiliki kulit halus, lembut, segar, dan bercahaya. Citra yang ditampilkan memperkuat bahwa perempuan Jawa harus bisa macak, di samping masak dan manak.

  14. Spiritualitas Islam dalam Trilogi Kosmos

    Munawir Haris

    2015-03-01

    Full Text Available Abstract: Human beings are mysterious. Although various studies about humans have been conducted, they fail to totally comprehend them. Therefore, studies about humans are always interesting topics, especially if they attempt to reveal non-physical aspects of humans.  One way to look at this neglected aspect is to study spiritual dimensions of humans. Base on their explorations to the Qur’an and hadith, Muslim scholars propose a theory of three cosmos: macrocosmos, microcosmos and metacosmos. Macrocosmos represents the Universe. Microcosmos is human beings and metacosmos is concerned with Allah. These are three cosmologies that Muslims have to find from the scriptural texts so they can understand the central role of human beings in preserving balanced relationships among these three worlds. The Qur’an, for example, gives allegories and signs that Muslims must explore their deep meanings to gain wisdom and get closer to the Creator.Abstrak: Ada banyak dimensi misteri dalam diri manusia. Meski banyak kajian atas manusia oleh para sarjana dan filsuf, namun studi-studi mereka gagal memahami keseluruhan dimensi tersebut. Oleh karena itu, studi tentang manusia selalu menarik, terutama jika dikaitkan dengan sisi non-fisiknya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan kajian spiritualitas manusia. Dengan mendasarkan pada al-Qur’an dan hadis, para sarjana kosmolog Muslim menawarkan konsep tiga dunia; makrokomos, mikrokosmos dan metakosmos. Makrokosmos adalah dunia atau alam raya. Mikrokosmos adalah manusia sedangkan metakosmos berkaitan dengan Allah. Orang-orang Islam kemudian mengeksplorasi rahasia-rahasia di balik al-Qur’an dan hadis untuk mendapatkan makna mengenai peran utama mereka dalam dunia kosmos tersebut dan dalam rangka mengetahui tugas mereka menjaga hubungan antarkosmos. Usaha ini diyakani mampu mengantarkan manusia menjadi bijak dan akan dekat kepada Allah.

  15. PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BISNIS

    Oviliani Yuliana

    2000-01-01

    Full Text Available The uses of internet in business are for information exchange, product catalog, promotion media, electronic mail, bulletin boards, electronic questioner, and mailing list. Internet can also be used for dialog, discussion, and consultation with customer online, therefore consumer can be proactively and interactively involved in designing, developing, marketing, and selling products. There are 2 methods for marketing products via internet, which are push and pull marketing. The advantages of internet in business strategy are global and interactive communication, information supply; consumer based service; increased cooperation; possibility to open new marketplace, product or services; and integrated the activity on-line. There are 2 applications in electronic commerce, which are business-to-business and business-to-consumer commerce. Electronic commerce payment transaction is arranged by Electronic Funds Transfer system, whereas the data security is governed by Secure Socket Layer, which then be developed to Secure Electronic Transaction. Abstract in Bahasa Indonesia : Internet dalam bisnis digunakan untuk pertukaran informasi, katalog produk, media promosi, surat elektronik, bulletin boards, kuesioner elektronik, dan mailing list. Internet juga bisa digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan konsultasi dengan konsumen secara on-line, sehingga konsumen dapat dilibatkan secara proaktif dan interaktif dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk. Pemasaran lewat internet ada 2 metode, yaitu push dan pull marketing. Keunggulan strategi bisnis yang dapat diperoleh dari internet adalah komunikasi global dan interaktif; menyediakan informasi dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan konsumen; meningkatkan kerja sama; memungkinkan untuk membuka pasar, produk, atau pelayanan baru; serta mengintegrasikan aktivitas secara on-line. Aplikasi Electronic Commerce ada 2, yaitu: Business-to-Consumer dan Business-to-Business Commerce. Pembayaran transaksi electronic commerce diatur dalam Sistem Electronic Funds Transfer, sedangkan keamanan datanya diatur oleh Secure Socket Layer yang dikembangkan menjadi Secure Electronic Transaction. Kata kunci: internet, electronic commerce, business

  16. Problematika Putusan Hakim dalam Perkara Pembatalan Perjanjian

    Nindyo Pramono

    2012-02-01

    Full Text Available The rapid development of international business law requires judges to re-scrutinise principles of contract law in the Civil Code. Therefore, principles of good faith, protection of third-party, retroaction, and restoration to pre-contract position will be analysed to provide objectively constructive feedback for judges when hearing over request for contract annulment.  Pesatnya perkembangan hukum bisnis internasional mengharuskan hakim untuk mempelajari kembali asas-asas hukum perjanjian dalam KUHPerdata. Prinsipprinsip itikad baik, perlindungan bagi pihak ketiga, retroaktif, dan kembali ke keadaan semula akan dianalisis dalam tulisan ini sehingga memberikan konstruksi obyektif kepada hakim dalam memutus permohonan pembatalan perjanjian agar jangan sampai menimbulkan perkara baru.

  17. Kisah Adam dalam Literatur Muslim Indonesia

    Ismatu Ropi

    2014-03-01

    Full Text Available Buku yang ditulis oleh Steenbrink kali ini berupaya membuktikan sebuah hipotesis bahwa betapapun berasal dari sumber yang sama, Al-Qur'an dan Hadits, kisah Adam dalam tradisi Islam di Asia Tenggara mengalami proses pengkayaan orang sangat luar biasa dan tentunya dalam beberapa hal sangat berbeda dengan apa yang dipotret oleh kedua sumber ajaran Islam itu sendiri. Selain itu, sebagaimana terungkap dalam pendahuluan buku, karya ini berupaya mengklarifikasi kemungkinan adanya persamaan dan kesinambungan antara Yahudi, Kristen, dan Islam sebagai agama-agama Ibrahim (Abrahamic religions.Copyright (c 2014 by SDI. All right reserved.DOI: 10.15408/sdi.v6i2.735

  18. Penambahan Tepung Daun Katuk (Saurupus Androgynus L. Merr dalam Ransum Terhadap Pertambahan Berat Badan dan Lingkar Scrotum Kambing Jantan Peranakan Ettawa

    Dedhi Yustendi

    2013-10-01

    Full Text Available The addition of katuk leaf meal (saurupus androgynus l.merr in feeds on body weight gain and scrotal circumference  male ettawa grade goats ABSTRACT. This research was aimed to study the effect of addition of katuk leaf meal (Sauropus androgynus L. Merr  in feed on body weight gain and scrotal circumference of male Ettawa grade goat. The research lasted for eight months, starting Agustus 2012 to Maret 2013, with feeding trial for two months. Twenty male Ettawa grade goats of 18 to 24 months old, were divided into 4 treatment groups. Treatment groups were added with 0% Katuk leaf meal (R0;  5% (R1;  10%  (R2 and 15%  (R3, with 5  goats in each replication. Treatment diets were feed in the morning and afternoon for 60 days. Weighing body weight and measuring scrotal circumference was done every week. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA and if there was significantly different, the data were further tested using Duncan multiple range test. The result shows that the body weight gain of the treatment were, R0 (2,39 ± 0,43 kg; R1 (2,84 ± 0,36 kg; R2 (2,85 ± 0,20 kg and R3 (3,42 ± 0,78 kg respectively. Scrotal circumference were, R0 (0,74 ± 0,10 cm; R1 (1,24 ± 0,26 cm; R2 (1,26 ± 0,40 cm dan R3 (1,32 ± 0,32 cm respectively. The result of this research indicated that the addition of katuk leaf meal in feed had significant effects (P<0,05 on body weight gain and scrotal circumference of Ettawa grade goat.

  19. Penambahan Tepung Daun Katuk (Saurupus Androgynus L. Merr) dalam Ransum Terhadap Pertambahan Berat Badan dan Lingkar Scrotum Kambing Jantan Peranakan Ettawa

    Dedhi Yustendi; Dasrul Dasrul; Didy Rachmadi

    2013-01-01

    The addition of katuk leaf meal (saurupus androgynus l.merr) in feeds on body weight gain and scrotal circumference  male ettawa grade goats ABSTRACT. This research was aimed to study the effect of addition of katuk leaf meal (Sauropus androgynus L. Merr)  in feed on body weight gain and scrotal circumference of male Ettawa grade goat. The research lasted for eight months, starting Agustus 2012 to Maret 2013, with feeding trial for two months. Twenty male Ettawa grade goats of 18 to 24 mo...

  20. ASURANSI DALAM PANDANGAN ULAMA FIKIH KONTEMPORER

    Abdur Rauf

    2016-02-01

    Full Text Available Dalam khazanah fiqh Islam klasik permasalahan asuransi dalam bentuk implementasinya yang sekarang ini memang belum dikenal, karena itu tidak didapatkan status hukumnya dalam kitab-kitab mereka. Namun demikian, kajian tentang asuransi dalam perspektif Islam kontemporer sebenarnya sudah cukup banyak dilakukan oleh para ahli hukum, baik ahli hukum Islam secara khusus maupun ahli ekonomi Islam secara umum. Mengingat asuransi ini adalah masalah yang relatif baru yang belum ada kejelasan status hukumnya pada masa pra Islam, maka perdebatan yang terjadi sekitar hukum asuransipun tidak bisa dielakkan. Sebagian ulama ada yang mengharamkannya dengan alasan adanya unsur riba, sama dengan perjudian, mengandung penipuan, ekploitasi, dan lain-lain.DOI: 10.15408/aiq.v2i2.2489

  1. Nilai-nilai Oposisi dalam Hadis Nabawi

    M Ridwan Hasbi

    2014-12-01

    Full Text Available Oposisi merupakan suatu yang sangat fenomenal dan urgen disaat instrumen bernegara sekarang ini dihadapkan kepada sistem demokrasi. Landasan nilai-nilai oposisi adalah memperbaiki yang batil, meluruskan perilaku yang keluar dari norma agama, menyanggah yang tidak benar serta mengajak kepada kebaikan dalam bentuk taushiyah. Pertumbuhan oposisi begitu pesat dan menjadi bahan pembicaraan yang dilematis antara kalangan yang mengharamkannya dengan menganggap bahwa nilai-nilai oposisi adalah suatu penghianatan, dan kalangan yang membolehkannya dengan dasar bahwa oposisi adalah kewajiban menyampaikan kebaikan serta mencegah keburukan. Dalam hadis terdapat dua arahan, yakni suruhan untuk taat serta sabar terhadap pemimpin yang keluar dari jalur kebenaran, dan suruhan untuk melakukan oposisi. Nilainilai oposisi itu terpola dalam amar ma‘ruf nahi munkar dalam sifat global dan terdapat aplikasi para khulafa al-Rashidin yang menganjurkannya. Kedua kalangan ini melandaskan pendapat mereka kepada hadis Nabawi sebagai pijakan realitas oposisi menjadi haram dan halal.

  2. IDE PEMBAURAN DALAM KARYA SASTRA MELAYU TIONGHOA

    Drs. Mardi Ardi Armin, M.Hum.

    2005-01-01

    Gagasan pembauran dalam karya sastra Melayu-Tionghoa terdapat pada hampir semua karya sastra dalam sejarah sastra Indonesia. Kemunculan yang dominan terdapat pada masa pra kemerdekaan. Pemerintah kolonial telah menjadikan perbedaan ras sebagai bahan adu domba di kalangan rakyat, sehingga masyarakat Melayu Tionghoa mengimbanginya dengan langkah-langkah pembauran, lewat perkawinan sengan masyarakat setempat. Masa Soekarno, satra melayu Tionghoa diberi tempat istimewa. Beliau selalu menerima de...

  3. Peranan institusi keluarga dalam penjanaan bangsa bertamadun

    Nik Haslinda Nik Hussain; Ratna Roshida Abd. Razak

    2007-01-01

    Artikel ini membincangkan tentang permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat Melayu. Hal ini menjadi suatu keperluan untuk ditangani dalam konteks negara kita sedang menuju ke era pembangunan dan mencapai status negara maju. Justeru itu, peranan keluarga adalah komponen yang paling asas dalam proses pembentukan masyarakat dan negara keseluruhannya. Artikel ini mencadangkan agar pendidikan dijadikan perkara yang paling asas untuk membangunkan umat dan seterusnya menyumbang kepada pemban...

  4. PENDEKATAN MOLEKULER DALAM METODA KONTRASEPSI

    Hasanuddin Hasanuddin

    2012-12-01

    Full Text Available Pada dasarnya metoda kontrasepsi bertujuan untuk mencegah kehamilan. Kehamilan dapat dicegah antara lain dengan menghambat proses fertilisasi. Selama fertilisasi berlangsung terjadi serangkaian proses yang dimulai dari pengikatan (binding antara sperma dan sel telur, reaksi akrosom sampai dengan penyatuan (fusion antara sperma dan sel telur. Ada sejumlah melekul yang terdapat pada permukaan sperma dan sel telur yang diketahui terlibat selama proses pengikatan, reaksi akrosom dan penyatuan antara sperma dan sel telur. Makalah ini akan membahas secara singkat mengenai molekul permukaan garnet (sperma dan sel telur yang terlibat selama fertilisasi sehingga tampak jelas molekul mana yang perlu dihambat interaksinya agar fertilisasi tidak dapat berlangsung. Pendekatan molekuler dalam metoda kontrasepsi diarahkan untuk menghambat interaksi molekul yang terdapat pada permukaan sperma dan sel telur sehingga jika fertilisasi dapat dihambat maka kehamilan pun dapat dicegah.

  5. PERANAN WANITA TANI-TERNAK DALAM MENUNJANG PEREKONOMIAN NASIONA

    Hasan, Syamsuddin

    2008-01-01

    Peranan kaum wanita Indonesia cukup besar andilnya dalam pembangunan ekonomi Bangsa terutama dalam bidang Peternakan mulai dari hulu ke hilir. Banyak studi yang menunjukkan bahwa tingginya peran wanita dalam usaha tani-ternak. Di beberapa negara di Asia Tenggara; seperti; Thailand, Philipina dan Malaysia wanita memberikan kontribusi sekitar 1/3 (sepertiga) dari total tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian dalam arti luas termasuk sektor peternakan.Bahkan, di Indonesia, Srilangka dan...

  6. Pengaruh Kandungan Udara Dalam Gas SF6 Terhadap Kekuatan Dielektrik

    Hutauruk, Leonardo

    2012-01-01

    Secara teknis gas SF6 yang diisikan ke dalam peralatan listrik (misalnya CB) dapat bercampur dengan udara. Ketidakmurnian gas SF6 sudah tentu akan mempengaruhi KD gas itu sendiri sehingga berpengaruh pada kerja koefisien kerja peralatan yang menggunakan gas SF6 tersebut. Bercampurnya udara dalam gas SF6 dapat terjadi akibat ketidaktelitian teknisi pada saat pengisian gas SF6 ke dalam peralatan listrik. Tugas akhir ini bertujuan untuk meneliti pengaruh kandungan udara di dalam gas SF6 terha...

  7. Penerapan Tipografi dalam Sistem Signage pada Interior Ruang Publik

    Ulli Aulia Ruki; Amarena Nediari

    2014-01-01

    Sistem signage diaplikasikan pada sebuah interior ruang publik dengan memerhatikan dasar tipografi. Manfaat signage adalah memberikan kemudahan para pengguna ruang publik dalam mencapai tujuan saat mereka berada di dalam sebuah bangunan. Hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sistem signage adalah kejelasan bentuk huruf serta kemudahan untuk dibaca. Masih banyak desainer yang kurang memerhatikan desain signage, sehingga terkadang desainnya memberikan kesan hanya s...

  8. Aplikasi Media Sosial Dalam Pembelajaran Bahasa Inggeris: Persepsi Pelajar Universiti

    Kee-Man Chuah

    2013-01-01

    Kewujudan pelbagai aplikasi berasaskan media sosial telah menawarkan satu wadah yang baik untuk para pengajar memaksimumkan penggunaan aplikasi tersebut dalam pendidikan. Kajian ini mengenal pasti persepsi pelajar tentang penggunaan aplikasi media sosial dalam pengajaran Bahasa Inggeris yang melibatkan sejumlah 100 orang pelajar prasiswazah yang mengikuti kursus pengukuhan Bahasa Inggeris. Mereka dikehendaki untuk melibatkan diri dalam aktiviti-aktiviti berasaskan media sosial yang dijalankan...

  9. PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI RENGGINANG LORJUK DI KECAMATAN KAMAL BANGKALAN

    Ummi Kalsum; Elys Fauziyah; Taufik Rizal Dwi Adi Nugroho

    2013-01-01

    Atribut sebuah produk dapat menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli sebuah produk. Preferensi konsumen dalam membeli rengginang lorjuk dipengaruhi oleh beberapa atribut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik konsumen dan menganalisis atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk. Penelitian ini dilakukan di daerah Kamal. Sampel diambil dengan menggunakan metode accidental sampling sedangkan metode analisis data yang digunakan adala...

  10. FUNGSI PUBLIC RELATIONS DALAM MENJALANKAN AKTIVITAS CORPORATE SOCIAL RESPOSIBILITY

    Iwan Sukoco

    2014-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari fungsi Public Relations (PR) dalam menjalankan aktivitas corporate social responsibility (CSR). Penelitian ini juga mengkaji apakah fungsi PR terlibat dalam aktivitas pelaksanaan, pembinaan, sosialisasi dan promosi serta aktivitas CSR guna menunjang pencapaian tujuan perusaahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan o...

  11. MELINDUNGI KEANEKARAGAMAN HAYATI DALAM KERANGKA PROTOKOL NAGOYA

    Mrs. Yulia

    2014-03-01

    Full Text Available The Nagoya Protocol is instrumental in the implementation of access and benefit sharing (ABS in countries with biodiversity. There are however, weaknesses in the implementation of ABS, this includes the wide geographical spread of biodiversity and the difficulty in determining the benefitting owner of a certain area. Indonesia as a country blessed with biodiversity, has ratified the Nagoya Protocol through Act No. 11 of 2013, prepared amendment draft for the Patent Act and has further  prepared Draft Act on Genetic Resources. In the implementation of the Nagoya Protocal and ABS, Indonesia could refer to India’s experience in applying ABS and adapt such to accord itself with the Indonesian people’s background. Protokol Nagoya menjadi sarana dalam pelaksanaan access and benefit sharing (ABS bagi negara-negara penyedia keanekaragaman hayati. Di dalam penerapan ABS terdapat kelemahan-kelemahan seperti tersebarnya keanekaragaman hayati dalam geografis yang luas dan sukarnya menentukan pemilik sebagai penerima keuntungan. Indonesia sebagai negara mega keanekaragaman hayati, telahmeratifikasi Protokol Nagoya melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2013, menyiapkan drafamandemen Undang-Undang Paten dan menyiapkan Rancangan Undang-Undang Sumber Daya Genetik. Dalam penerapan Protokol Nagoya dan ABS tersebut, Indonesia dapat mengacu dari pengalamanIndia dalam menerapkan ABS dengan menyesuaikan dengan latar belakang masyarakat Indonesia.

  12. KADAR ZAT GIZI DALAM TEMPE BENGUK

    Indrawati Gandjar

    2012-11-01

    Full Text Available Disamping kacang kedele dan kacang tanah sejumlah kacang-kacangan yang kurang dikenal juga dimakan penduduk daerah-daerah tertentu di Pulau Jawa. Diantaranya biji-biji koro benguk (Mucuna pruriens. Hasil fermentasi dari biji-biji ini dikenal sebagai tempe benguk.Dalam penelitian ini telah digunakan campuran biji koro benguk varitas abu-abu dan varitas hitam dalam perbandingan 1:1.Hasil isolasi mikroflora dari contoh-contoh tempe benguk yang dijual belikan ialah species dari marga (genus Rhizopus. Strain 90 II/3 dari desa Donomulyo Malang Selatan yang diidentifikasi sebagai R. arrhizus menghasilkan tempe benguk yang baik dan dipakai dalam penelitian ini.Telah dilakukan analisa zat gizi kedua varitas biji-biji koro benguk mentah, begitu pula dari substrat sebelum fermentasi dan tempe benguknya. Kadar protein dari tempe benguk dengan strain 90 II/3 ialah 14.1%.Proses perebusan, perendaman dan pengukusan telah menghilangkan seluruh HCN dalam substrat. Dari segi kandungan aflatoksin tempe benguk dalam penelitian ini tidak membahayakan karena kandungannya hanya 1.04 ppb.Hasil fermentasi biji-biji koro benguk dapat merupakan suatu sumber protein murah bagi penduduk yang makanan pokoknya terutama serealia dan umbi-umbian.

  13. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengembangan Bisnis Pos

    Azwar Aziz

    2015-03-01

    Full Text Available Teknologi informasi memiliki kekuatan untuk mengembangkan industri dan mentransformasikan bagaimana bisnis dijalankan. Berbagai perusahaan terkemuka telah memanfaatkan teknologi informasi dalam melakukan pemikiran ulang strategi bisnis. Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik bahwa pemanfaatan teknologi informasi berperan penting dalam perdagangan dan pertumbuhan perekonomian nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kemudian pengertian teknologi informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisis, dan menyebarkan informasi. Dalam kajian ini menggunakan metodologi penelitian dengan pendekatan kualitatif dan didukung data kuantitatif serta teknik analisis adalah deskritif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa bisnis pos dilaksanakan oleh PT. Pos Indonesia dan perusahaan jasa titipan, perusahan tersebut telah memanfaatkan teknologi informasi dalam pengembangan bisnis pos, seperti PT. Pos Indonesia telah menggunakan layanan online kiriman uang yang sampai dengan hitungan menit dan layanan trace dan tracking. Selanjutnya perusahaan jasa titipan telah mengembangankan layanan online dengan menggunakan SMS untuk mengecek perjalanan surat. Kendala utama dalam pemanfaatan teknologi informasi adalah biaya yang sangat besar membuat jaringan online dan pengadaaan perangkat. Dari sisi pengguna layanan pos, masyarakat sudah menggunakan layanan pos yang berbasis teknologi informasi. 

  14. PROSPEK PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN

    Efriyani Sumastuti

    2015-12-01

    Full Text Available Agribusiness sector has an important role in the process of economic development. The contribution of this sector in economic development, areto increase the food production for domestic consumption, become the largest provider of employment, enlarge the market for industries, increase the supply of money for saving and increase the income. Up to now, the role of the agricultural sector in Indonesia is sogreatin supporting the food fullfillmentand providing an employment for farm house holds. The great role and potency of agribusiness sector in realizing the food sustainability still have to face many challenges and complex issues. There should be many efforts for the existance of agribusiness sector. This study will discuss the agribussiness potency, prospects, problems and the efforts that should be done for the food sustainability.Sektor agribisnis mempunyai peranan penting dalam proses pembangunan ekonomi. Kontribusi sektor ini dalam pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan produksi pangan untuk konsumsi domestik, sebagai penyedia tenaga kerja terbesar, memperbesar pasar untuk industri, meningkatkan supply uang tabungan dan meningkatkan devisa. Sampai saat ini, peranan sektor pertanian di Indonesia begitu besar dalam mendukung pemenuhan pangan dan memberikan lapangan kerja bagi rumah tangga petani. Peran dan potensi sektor agribisnis yang demikian besar dalam mewujudkan ketahanan pangan di masa yang akan datang masih harus menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan kompleks. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk tetap eksis. Studi ini akan membahas tentang potensi, prospek, permasalahan serta upaya yang perlu dilakukan sektor agribisnis dalam mewujudkan ketahanan pangan.

  15. PENERAPAN DESIGN PATTERN DALAM PERANCANGAN WEB ORDER

    David

    2013-05-01

    Full Text Available Penelitian ini menerapkan Design pattern dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam proses pemesanan yaitu pada proses pencatatan menu pesanan dan pembayaran yang menghasilkan informasi yang kurang akurat. Alat analisis yang digunakan antara lain BPMN, Use Case Diagram, Sequence Diagram, User Interface Diagram, Class Diagram, Component Diagram, dan Deployment Diagram. Penelitian menghasilkan presentation layer berbasis web dengan menggunakan HTML, JavaScript, JQuery, JQueryUI, JSPX, Apache Tiles, dan Spring Web MVC. Business logic layer (backend dikembangkan menggunakan teknologi Java dan Spring Core. Data access layer dikembangkan dengan Spring Data JPA, JPA Hibernate Provider, dan MySQL Server. Deployment dilakukan pada infrastruktur cloud yaitu Cloud Foundry. Sistem web order yang diusulkan memudahkan dalam pemesanan dan pembayaran yang cepat, tepat dan akurat

  16. Minat Masyarakat dalam Menggunakan Smart Appliances

    Diah Yuniarti

    2015-03-01

    Full Text Available Harga sumber energi yang semakin naik dari tahun ke tahun dan kemajuan teknologi telah mendorong perkembangan smart grid. Smart appliance merupakan salah satu komponen penting dalam smart grid. Penerapan smart appliance sejalan dengan kebijakan untuk mengurangi konsumsi energi, mengurangi emisi karbon dan penyediaan energi dari energi terbarukan. Penetrasi telepon bergerak turut memudahkan manajemen energi dan otomatisasi home appliance. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis minat masyarakat, yang merupakan aktor aktif dalam konsumsi dan manajemen energi di rumah tangga. Data penelitian dianalisis  dengan menggunakan metode structural equation modeling (SEM Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel enjoyment memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat dalam menggunakan smart appliance. Sedangkan, variabel compatibility ease of use, relative advantage dan image tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan smart appliance.

  17. KADAR ZAT GIZI DALAM ONCOM

    Dewi Sabita Slamet

    2012-11-01

    Full Text Available Kadar zat gizi dalam ontjom. (The nutrient content of "ontjom". Two kinds of "ontjom" were analyzed for their nutrient composition. In one, peanut presscake, and in the other residue left in the manufacture of soybean curd (tofu, was the basic material. Both were fermented with molds. The first type is known as "ontjom hitam" (black ontjom, the other is called "ontjom merah"  (red ontjom. Samples were bought in three markets in the city of Bogor. The average composition was as follows. Black ontjom: moisture 77.1 gc/c, ash 1.4 g%, protein 8.6 g%, fat 3.6 g% and iron 55.7 mg%. Red ontjom: moisture 80.7 g%, ash 0.8 g%, protein 4.9 g%, fat 2.3 g% and iron 9.6 mg%. Tulisan ini mengutarakan hasil analisa dua jenis oncom yang diperoleh dari tiga pasar di kota Bogor, dengan maksud melengkapi data yang pernah dikumpulkan, dan kemudian dapat menjadi bahan guna penyempurnaan Daftar Komposisi Bahan Makanan Indonesia.

  18. STATUS GIZI IBU SEBELUM HAMIL SEBAGAI PREDIKSI BERAT DAN PANJANG BAYI LAHIR DI KECAMATAN BOGOR TENGAH, KOTA BOGOR: STUDI KOHOR PROSPEKTIF TUMBUH KEMBANG ANAK TAHUN 2012 - 2013

    Anies Irawati

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTWeight and length at birth are the good indicators to evaluate the possibility of survival, growth, and chronic disease as adults. This analysis aims to assess the effect of maternal nutritional status as pre-pregnant and pregnant on birth weight and length of infants at risk of chronic disease in adulthood. The design of this study was a prospective cohort, starting from pre pregnancy, during pregnancy until infant birth. Data analysis used multiple logistic regression. The result showed that 6 percent of infants birth weight <2500 g and 26.4 percent of infants birth weight to chronic disease risk (<3000 g. Approximately 30.1 percent of infants stunted at birth (<48 cm and 62.6 percent infants at birth length <50 cm (standard WHO 2006. Mean of height pre-pregnancy is 151.9±5.6 cm and mean of body mass index (BMI pre-pregnancy is 20.6±3.1 kg/m2. Maternal BMI pre-pregnancy is a major risk factor for birth weight infants < 3000 g after controlled by maternal height, weight gain during pregnancy, maternal age, parity, diarrhea, energy and protein intake and sex of the baby. Maternal height is a major risk factor for infant birth length (<50 cm after controlled by pre-pregnant maternal BMI, maternal age, parity, weight gain during pregnancy, diarrhea, energy and protein intake. Conclusions, maternal nutritional status is a risk factor for pre-pregnant weight and birth length.Keywords: infant, birth weight, body mass index, length, maternalABSTRAKBerat dan panjang saat lahir merupakan indikator yang baik untuk melihat kemungkinan kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan penyakit kronis ketika dewasa. Analisis ini bertujuan menilai pengaruh status gizi ibu ketika pra hamil dan hamil terhadap berat dan panjang bayi lahir yang berisiko pada penyakit kronis ketika dewasa. Disain penelitian adalah kohor prospektif sejak ibu pra hamil sampai bayi lahir. Studi kohor ini dimulai sejak tahun 2012 dan direncanakan berlanjut sampai tahun 2030. Data yang dianalisis adalah data tahun 2012 – 2013 pada 220 ibu dan bayi. Analisis data menggunakan regresi logistik ganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekitar 6 persen bayi lahir dengan berat <2500 g dan 26,4 persen bayi lahir dengan berat <3000 g. Sekitar 30,1 persen bayi lahir pendek (<48 cm dan 62,6 persen bayi lahir dengan panjang lahir <50 cm (standard WHO 2006. Rerata TB pra hamil 151,9±5,6 cm dan rerata Indeks Massa Tubuh (IMT pra hamil 20,6±3,1 kg/m2. IMT ibu pra hamil merupakan faktor risiko utama berat bayi lahir <3000 g setelah dikontrol variabel tinggi badan ibu, pertambahan berat badan selama hamil, umur ibu, paritas, sakit diare, konsumsi energi dan protein serta jenis kelamin bayi. Tinggi badan ibu merupakan faktor risiko utama panjang lahir <50 cm setelah dikontrol variabel IMT ibu pra hamil, umur ibu, paritas, pertambahan berat badan selama hamil, sakit diare, konsumsi energi dan protein. Status gizi ibu pra-hamil merupakan faktor risiko berat dan panjang bayi lahir. [Penel Gizi Makan 2014, 37(2: 119-128]Kata kunci: bayi, berat lahir, indeks massa tubuh, panjang lahir, wanita hamil

  19. Implementasi Student Centered Learning dalam Praktikum Fisika Dasar

    Rudy K.

    2011-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk mengimplementasikan student centered learning dalam praktikum fisika dasar. Berdasarkan pengalaman di jurusan fisika Unesa selama ini, kendala yang dijumpai adalah masih banyak mahasiswa yang belum dapat mandiri dalam melaksanakan kegiatan praktikumnya karena lebih banyak menunggu penjelasan dari pembimbing dan kurang berinisiatif dalam menyelesaikan masalah praktikumnya. Student centered learning (SCL merupakan strategi pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai subyek aktif dan mandiri yang bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajarannya. Memperhatikan karakteristik praktikum yang lebih mengarah pada pengembangan keterampilan ilmiah (hard skills dan soft skills mahasiswa dalam mengidentifikasi gejala dan menyelesaikan masalah perlu dilakukan pendekatan pembelajaran yang inovatif yang dapat mengembangkan keterampilan ilmiah mahasiswa secara maksimal. Untuk mengatasi keadaan tersebut, telah diujicobakan suatu mekanisme implementasi SCL dalam praktikum fisika dasar yang diharapkan dapat mengoptimalkan keterampilan praktikum mahasiswa. Efektivitas mekanisme kegiatan praktikum dengan pendekatan SCL tersebut dilihat berdasarkan sejauhmana sasaran yang diinginkan tersebut tercapai. Hasil implementasi student centered learning dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: 1 Atribut-atribut student centered learning yang dapat diintegrasikan ke dalam praktikum fisika dasar meliputi: kerja kelompok, diskusi, menulis, presentasi, dan pemecahan masalah. 2 Atribut-atribut softs skills mahasiswa yang bersesuaian dengan atribut-atribut student centered learning yang diintegrasikan ke dalam praktikum fisika dasar adalah: kerjasama merupakan penekanan dari kegiatan kerja kelompok, manajemen diri merupakan penekanan dari kegiatan diskusi, komunikasi tulis merupakan penekanan dari kegiatan menulis, komunikasi lisan merupakan penekanan dari kegiatan presentasi, berfikir kritis dan analitis merupakan penekanan dari pemecahan pemecahan masalah. 3 Mekanisme implementasi student centered learning dalam praktikum fisika dasar melalui kegiatan yang meliputi: pralaboratorium, praktikum, pelaporan, dan presentasi. Implementasi student centered learning dalam praktikum fisika dasar tersebut dapat mendukung keterampilan praktikum. Mekanisme implementasi SCL dalam praktikum fisika dasar tersebut cukup efektif dalam membekali keterampilan praktikum yang harus dimiliki mahasiswa. 4 Mekanisme implementasi student centered learning dalam praktikum fisika dasar tersebut cukup efisien digunakan, karena mahasiswa maupun pembimbing praktikum dapat menggunakan waktu dan peralatan praktikum yang tersedia dengan baik.

  20. PENGARUH KEBUDAYAAN KONTEMPORER DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR MAL

    Freddy H. Istanto

    2000-01-01

    Full Text Available Market is traditionally known as the place where the seller and the buyers meet. In its development, it grows to be big shopping centers and even malls. Along with it, the concept of market has also changed within this building. It is not only the place where the transaction between the sellers and the buyers happen but also it expands to be the one where each person has turned to be the "player" in the nowadays "cultural-theatre". Being the designers, the architect is challenged to respond the changing pattern in the society by making use of the building. Abstract in Bahasa Indonesia : Pasar dikenal sebagai tempat dimana penjual dan pembeli bertemu. Dalam perkembangan lebih lanjut muncul pusat-pusat pertokoan yang sangat besar sampai hadirnya shopping-mall. Di dalam bangunan inilah konsep pasar secara tradisional telah berkembang, tidak saja tempat transaksi antara penjual dan pembeli, tetapi telah melebar menjadi tempat dimana setiap individu telah menjadi "pemain" di dalam sebuah teater kebudayaan masa kini. Arsitek sebagai perancang bangunan harus menyikapi perubahan-perubahan perilaku yang terjadi di masyarakat dalam menggunakan bangunannya. Kata kunci: kebudayaan kontemporer, arsitek, arsitektur mal, kebudayaan milenium tiga.

  1. PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGELOLAAN KOPERASIAGRIBISNIS BERORIENTASI BISNIS

    Gema Wibawa Mukti

    2014-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah memberikan pemahaman kepada stakeholder koperasi agribisnis mengenai pentingnya penerapan kewirausahaan dalam manajemen dan pengembangan usaha koperasi. Lokasi Penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Koperasi Mitra Tani Parahyangan. Analisis yang digunakan adalah kualitatif, untuk mengetahui gambaran detail dan mendalam tentang penerapan kewirausahaan dalam koperasi Mitra Tani Parahyangan.Jiwa Kewirausahaan menjadi suatu hal yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis pertanian (Agribisnis, Sifat dan watak seorang agripreneurship adalah memiliki kemauan keras, berani mengambil risiko, jeli dalam melihat peluang usaha yang memiliki prospek yang cerah, senantiasa memperkuat jaringan usaha, memiliki semangat untuk selalu meningkatkan kualitas produk bagi kepuasan konsumen, memiliki cara pandang positif terhadap suatu keadaan dan memiliki sifat kepemimpinan.Koperasi Mitra Tani Parahyangan memiliki Unit Usaha Otonom Hortikultura, Tanaman Pangan, Simpan Pinjam dan Sarana Produksi. Dalam aspek pelayanannya, koperasi Mitra Tani Parahyangan memberikan pelayanan dalam hal on farm, penyediaan sarana produksi (hulu, Pasca panen dan pemasaran (hilir dan juga penunjang. Abstract The purpose of the study was to provide insight to stakeholders about the application of cooperative-preneurship in the cooperative management. Research location determined purposively. This study was conducted using a qualitative approach with a case study techniques, to find out the details and in-depth overview of the application of entrepreneurship within the cooperative Mitra Tani Parahyangan .Entrepreneurship becomes a thing to be possessed by agricultural business , The nature and character of a agripreneurship is risk-taking , keen in seeing a business opportunity that has a promising future , constantly strengthen business networks , have a passion for always improve product quality for customer satisfaction , have a positive outlook on the situation and has leadership qualities.Mitra Tani Parahyangan have Horticulture Business Unit, Plant Food , Savings, Loans and means of production . In the services aspect , Mitra Tani Parahyangan providing service in terms of on-farm , providing the means of production ( upstream , Post- harvest and marketing ( downstream and also supporting.

  2. Musik sebagai Wujud Eksistensi dalam Gelaran World Cup

    Michael HB Raditya

    2014-01-01

    We Are One atau “Ole Ola” merupakan lagu resmi dari gelaran World Cup. Setiap World Cupmempunyai lagu resminya ditiap gelarannya. Dalam keberlangsungannya, setiap lagu world cupmembutuhkan pertimbangan dalam pembentukannya. Aspek-aspek seperti budaya, sosial, politikdan lainya menjadi alasan penting dalam pembentukannya. Pembentukan Ole Ola didasarkan padaproses hibriditas budaya lokal dan global. Perpaduan samba dan hip hop menjadi variant dalampembentukannya. Perpaduan tersebut membentuk id...

  3. EFEKTIVITAS PENGARUH BESARAN BIAYA PROMOSI DALAM PENGHIMPUNAN DANA PIHAK KETIGA

    Puji Lestari

    2016-02-01

    Full Text Available Promosi merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahan dalam memasarkan produk jasa. Kegiatan promosi bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan dengan konsumen, melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian atau penggunaan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Hal ini dilakukan dengan menggunakan alat-alat promosiDOI: 10.15408/aiq.v1i2.2461

  4. SENSOR ULTRASONIK SEBAGAI ALAT PENGUKUR KECEPATAN ALIRAN UDARA DALAM PIPA

    K.G. Suastika; M. Nawir; P. Yunus

    2014-01-01

    ABSTRAKEra perkembangan teknologi saat ini telah banyak ditemukan alat-alat inovasi terbaru terutama pada penggunaan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik merupakan gelombang bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz dan biasanya digunakan dalam bidang kelautan (SONAR), kedokteran (USG) maupun dalam bidang industri. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang pengukuran kecepatan aliran udara dalam pipa menggunakan sensor ultrasonik dan gelombang ultrasonik yang digunakan pada pe...

  5. KAJIAN DAN TERAPAN KONSEP FISIKA DALAM DESAIN TUNGKU SEKAM

    A. Suhandi; D Rusdiana; Irzaman -

    2014-01-01

    ABSTRAKTelah dilakukan kajian dan penerapan konsep Fisika dalam menyempurnakan desain tungku sekam. Konsep-konsep Fisika yang dikaji meliputi konsep pembakaran dan transfer panas. Hasil kajian mengindikasikan bahwa konsentrasi udara dalam badan tungku sekam mengendalikan pembakaran sekam, proses transfer panas dan pelepasan gas buang yang dihasilkan. Pengaturan konsentrasi udara dalam ruang bakar tungku direalisasikan dengan cara memasang sirip saluran udara. Tujuan penelitian ini adalah untu...

  6. PEMISAHAN ION KROM(III DAN KROM(IV DALAM LARUTAN DENGAN MENGGUNAKAN BIOMASSA ALGA HIJAU SPIROGYRA SUBSALSA SEBAGAI BIOSORBEN

    M Mawardi

    2014-05-01

    Full Text Available Karakteristik pemisahan ion Cr3+ dan Cr6+ dalam larutan melalui proses biosorpsi menggunakan biomassa alga hijau Spirogyra subsalsa dengan sistem batch telah diteliti. Dalam pelaksanaannya diawali dengan melakukan analisis kualitatif gugus fungsi dalam biomassa menggunakan instrumen FTIR, kemudian dipelajari karakteristik pengaruh variabel pH awal larutan, ukuran partikel biosorben, kecepatan pengadukan, pengaruh pemanasan biosorben, laju penyerapan, pengaruh konsentrasi larutan ion logam terhadap kapasitas serapan biomassa alga. Berdasarkan spektra spektroskopi FTIR dapat disimpulkan bahwa biomassa alga hijau S. Subsalsa mengandung gugus-gugus karboksilat, amina, amida, amino, karbonil dan hidroksil, disamping adanya senyawa silikon, belerang dan fosfor. Hasil penelitian yang diperoleh memperlihatkan bahwa kapasitas biosorpsi sangat dipengaruhi oleh pH larutan, waktu kontak dan konsentrasi awal larutan. Biosorpsi optimum kation Cr3+ terjadi pada pH 4,0 sedangkan ion Cr6+ terjadi pada pH 2,0 kemudian berkurang dejalan dengan naiknya pH larutan. Perhitungan dengan persamaan Isoterm Langmuir diperoleh data kapasitas serapan maksimum biomassa alga S. subsalsa untuk masing-masing ion Cr3+ dan Cr6+ adalah 1,82 mg (0,035 mmol dan 1,51 mg (0,029 mmol per gram biomassa kering. Kinetika biosorpsi berlangsung relatif cepat, dimana selama selang waktu 30 menit, masing-masing ion terserap sekitar 95,7%; dan 86,5%. Daya serap biomassa juga dipengaruhi kecepatan pengadukan, sedangkan faktor ukuran partikel dan pemanasan biosorben kurang mempengaruhi daya serap biomassa. Key Word : biosorpsi, spirogyra subsalsa, krom(III, krom(VI, sistem batchAbstract Separation of Ion Chromium(III and Chromium(IV In Solution Using Green Algae Biomass Spirogyra subsalsa as Biosorbent. The characteristics of Cr3+andCr6+ ion separation in solution through biosorption process using green algal biomass Spirogyrasubsalsa with batch systems have been investigated. The study began with aqualitative analysis of functional groups in biomass using FTIR instrument, then followed by a study of the characteristics of influences by several variables, such as: the initial pH of the solution,the size of biosorben particles, stirring speed, the effect of heating the biosorben, the rate of absorption, and the effect of metal ion concentration in solution on the absorption capacity of algal biomass. Based on FTIR spectroscopy spectra gave a conclusion that biomass of green algae S.subsalsa contains carboxylate groups, amine, amide, amino, carbonyl and hydroxyl, in addition to silicon, sulfur, and phosphorus compounds. The results showed that the biosorption capacity was strongly influenced by pH, contact time, and initial concentration ofthe solution. The optimum biosorption of Cr3+cation occurred at pH 4.0 while that of Cr6+ions occurred at pH 2.0 and then decreased with the increasing pH of solution. The calculation of Langmuir isotherm equation showed that the maximum absorption capacity of algal biomass S.subsalsa for Cr3+and Cr6+ ion respectively was 1.82mg (0.035 mmol and 1.51 mg (0.029 mmol pergram of dry biomass. The kinetics of biosorption took place relatively quick, in which during the 30minutes time interval, each ion was absorbed approximately 95.7%; and 86.5%. The absorptive capacity of biomass was also influenced by stirring speed, while the size of particles and heating biosorben gave lessinfluence to the absorption of biomass.

  7. Analisa Varians (ANOVA) dalam Penelitian Kesehatan

    Anna Maria Sirait

    2012-01-01

    Suatu penelitian yang mempunyai sampel lebih dari dua, maka tidak dianjurkan memakai t-test karena kemungkinan besar peneliti membuat kesalahan dalam perhitungan-perhitungan, sebaiknya menggunakan Analisa Varians (ANOVA). Uji Anova ini ada yang one-way dan two-way. Uji Anova one-way hanya mempunyai satu faktor ( atau satu variabel independen), sedangkan uji Anova two-way ada dua faktor (atau dua variabel independen).Uji Anova termasuk uji parametrik. Sama halnya dengan uji-uji parametrik lain...

  8. Customer Service Dan Peningkatan Pelayanan (Studi Deskriptif Peranan Customer Service dalam meningkatkan pelayanan BCA Kcp. Medan)

    Simamora, Wuri Handayani

    2015-01-01

    Penelitian ini berjudul “Customer Service dan Peningkatan Pelayanan (Studi Deskriptif Peranan Customer Service dalam meningkatkan Pelayanan BCA Kcp. Medan)”. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas Customer Service dalam mempromosikan kartu kredit BCA, mengetahui tanggapan para nasabah dalam menerima pelayanan yang diberikan oleh para Customer Service dan untuk mengetahui bangaimana peranan Customer Service dalam meningkatkan pelayanan sehingga meningkatkan penjualan Produk BCA....

  9. Matematik Di Dalam Industri: Perancangan Dan Rekabentuk Sistem-sistem Telekomunikasi

    M. Naim Yunus

    1992-01-01

    Sebarang perancangan dan rekabentuk sistem-sistem telekomunikasi biasanya melibatkan isu-isu mengenai penggunaan secara optimum sumber-sumber yang terhad. Di dalam kertas ini saya cuba untuk menghuraikan di dalam bahasa yang mudah difahami oleh semua orang, beberapa sumbangan penting matematik di dalam telekomunikasi. Masa depan matematik di dalam telekomunikasi juga disentuh secara ringkas.

  10. ANALISIS KOMPETENSI PROFESIONAL GURU ADMINISTRASI PERKANTORAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMK TAMTAMA PREMBUN KABUPATEN KEBUMEN

    Diah Ayu

    2016-01-01

    Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan: 1) Kompetensi profesional guru administrasi perkantoran dalam proses pembelajaran, 2) Penerapan kompetensi profesional guru administrasi perkantoran dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif persentase. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa X, XI, XII program keahlian Administrasi Perkantoran. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel sejumlah 60 siswa. Metode p...

  11. Kesiapan Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK dalam Mendukung WiMAX

    Awangga Febian Surya A.

    2015-03-01

    Full Text Available Studi ini membahas tentang kesiapan industri perangkat TIK  dalam negeri dalam mendukung teknologi WiMAX. Dari sisi industri TIK, keberadaan teknologi 4G memberi peluang usaha baru dalam mengembangkan perangkat yang mendukung teknologi 4G dalam hal ini  WiMAX, sehingga perlu dilihat bagaimana kesiapan industri TIK tersebut. Hal ini berkaitan dengan kepopuleran teknologi tersebut dalam masyarakat yang memicu industri TIK untuk bersaing dalam pengembangan perangkat teknologi WiMAX. Industri TIK memiliki tempat strategis dalam kelangsungan teknologi baru dalam hal ini teknologi WiMAX. Oleh karena itu dalam studi ini akan dilihat kesiapan industri TIK dalam mendukung teknologi 4G WiMAX dengan cara pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada sampel industri perangkat TIK dalam negeri. Dalam studi ini dihasilkan index kesiapan diantara sampel industri TIK dalam hal kesiapan dalam mendukung teknologi WiMAX selain itu terlihatnya kendala-kendala dalam siklus produksi. Dari beberapa sampel tersebut beberapa perusahaan TIK lokal telah memiliki kesiapan dalam memproduksi perangkat WiMAX secara kontinu.

  12. KETERWAKILAN POLITIK PEREMPUAN (STUDI TENTANG PERAN PEREMPUAN DALAM LEMBAGA LEGISLATIF

    Gustiana A. Kambo; Muhammad Al-Hamid; Sukri Tamma; Ariana Yunus

    2013-01-01

    Penelitain ini bertujuan untuk untuk memahami kompleksitas dinamika di lembaga perwakilan politik di legislatif, yang diperuntukkan untuk mengetahui bagaimana keterwakilan politik perempuan dalam lembaga legislatif, apakah keterwakilan politik tersebut dalam wujud perannya dijalankan semaksimal mungkin dan apakah keterwakilan tersebut mengalami hambatan dari budaya patriakri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dijalankan oleh perempuan di lembaga perwakilan lebih bersifat substanti...

  13. Cabaran arah perubahan kini dalam geografi fizikal di Malaysia

    Sharifah Mastura SA

    2005-01-01

    Tujuan kertas ini ialah untuk meninjau arahaliran perubahan kini dalam subdisiplin geografi fizikal seperti yang diamalkan di Jabatan Geografi Universiti Kebangsaan Malaysia dan di dunia luar, terutamanya di United Kingdom. Dalam pada menyerlahkan peripentingnya memanfaatkan kemahiran geoteknologi tercanggih dan terkini seperti teknologi komputer, satelait, GIS dan multi-media kertas ini merumuskan lima bentuk implikasi arahaliran perubahan kini tersebut kepada pengamalan geografi fizikal d...

  14. GIS dalam pendidikan geografi di Malaysia: Cabaran dan potensi

    Habibah Lateh; Vasugiammai Muniandy

    2011-01-01

    Teknologi Maklumat dan Komunikasi (ICT) kini menjadi tunjang dalam merangka sistem pendidikan di Malaysia. Pengenalan KBSR dan KBSM merupakan reformasi pendidikan yang terbesar di Malaysia. Pendidikan di Malaysia sentiasa diselaraskan dengan kehendak pasaran dunia, iaitu bertujuan menghasilkan modal insan kelas pertama. Program Pengkomputeran Sekolah berjaya melengkapkan prasarana sekolah dengan makmal komputer. Integrasi ICT dalam subjek-subjek di sekolah mula dilaksanakan. Namun, sebarannya...

  15. Konsep Teater Epik Brecht dalam Film Dogville

    Philipus Nugroho Hari Wibowo

    2014-11-01

    Full Text Available Film yang menggunakan panggung sebagai tempat kejadian (setting masih jarangditemukan di Indonesia. Kalaupun ada film-film tersebut hanyalah mengisahkankehidupan orang-orang teater dengan segala aktivitas kesehariannya, ataumentransformasikan naskah-naskah panggung menjadi sebuah film. Film Dogvillekarya sineas Denmark, Lars von Trier, menggunakan konsep pemanggunganteater dalam penggarapan filmnya.Dalam film tersebut, setting sebuah kota hanyadihadirkan disebuah studio besar (panggung dengan garis-garis kapur yangdianggap mewakili berbagai macam benda ataupun dinding yang memisahkan satutempat dengan tempat lainnya. Furnitur yang dihadirkan sangat minimalis, hanyabeberapa benda saja yang dihadirkan yang dianggap cukup mengidentifikasikantempat tersebut. Background yang dipakai hanya layar hitam dan putih untukmembedakan adegan malam dan adegan siang. Berdasarkan kesamaan strukturpembentuk yang terdapat dalam film (narasi dan teater, yaitu tema, alur,penokohan, dan setting yang dipaparkan secara deskriptif, dapat dibuktikan bahwaKonsep Teater Epik Brecht yang selama ini diterapkan dalam panggung bisaditerapkan dalam film Dogville. Brecht’s Concept of EpicTheaterin Dogville Film. Films using the stage as the scene(setting are still rare in Indonesia, even if there are only films that tell us about the lifeof the theatre (stage with all activities of daily life, or transforming the manuscripts stage(theater into a movie. LarsvonTrier, Dannish film maker, made Dogville – it uses theconcept of theatrical staging in the process of the film making. In the film, a city settingis just presented in a large studio (stage with the chalk lines are considered to representa wide range of objects or wall that separate sone place to another one. Presenting veryminimalist furniture, only a few objects are presented and sufficient to identify the place.Background screens use only black and white to distinguish the scenes and the scenesduring the night. Based on the similarity of structure formation contained in the film(narrative and the theatre, the themes, Alur, characterizations and settings are presenteddescriptively.Then it can be proved that the Brecht’s concept of epic theater which hasalready been applied lately on the stage can be applied in Dogville film.

  16. KARAKTERISASI KESALAHAN BERPIKIR SISWA DALAM MENGONSTRUKSI KONSEP MATEMATIKA

    Subanji -

    2014-06-01

    Abstrak: Karakterisasi Kesalahan Berpikir Siswa dalam Mengonstruksi Konsep Matematika. Penelitian mixed method ini dilakukan terhadap 391 siswa kelas IX SMP dan bertujuan untuk mengkarak­terisasi kesalahan berpikir siswa dalam mengonstruksi konsep tentang operasi bilangan bulat dan pecahan, bentuk aljabar, geometri, akar dan pangkat dua, dan fungsi. Subjek adalah 391 siswa SMP kelas IX dari 4 Kabupaten/Kota. Pengembangan instrument didasarkan pada kurikulum yang berlaku di SMP pada bidang bilangan, aljabar, dan geometri. Digunakan instrumen utama dan instrumen pelacak. Instrumen utama berupa beberapa pernyataan matematika yang harus dijustifikasi benar-salahnya oleh siswa beserta alasannya. Instrumen pelacak digunakan untuk memperkuat alasan siswa dalam menjawab soal utama, yang berisi pernyataan dan alasan, dan siswa diminta menjustifikasi benar-salahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kesalahan berpikir siswa dalam mengonstruksi konsep matematika mencakup kesalahan berpikir pseudo-benar dan pseudo-salah, berpikir analogi, menempatkan konsep, dan dalam berpikir logis.

  17. Pengaruh Islam dalam Kesenian Setrek di Magelang

    Langen Bronto Sutrisno

    2013-11-01

    Full Text Available Setrek adalah jenis kesenian tradisional terbangan atau slawatan yang berfungsi sebagai media dakwah agamaIslam. Sebagai jenis kesenian tradisional slawatan, perpaduan unsur-unsur estetis seni yang bernafaskan Islamdengan unsur-unsur estetis kesenian rakyat tradisional merupakan akulturasi budaya yang mencerminkan bentukkreativitas lokal. Pengaruh seni Islam tidak dimaksudkan untuk merubah wujud keseluruhan koreografi nya, tetapilebih merupakan formalitas nilai Islam dalam wajah kesenian tradisional untuk tujuan dakwah. Oleh karena itubentuk penyajiannya tetap dalam format tradisi dengan sedikit sentuhan nafas Islam. Misalnya penyajian gerak tarihampir tidak dijumpai nafas Islam kecuali gerak takbiratul ihram Allohu Akbar, tokoh Kyai Ba’in yang merupakanrefresentasi seorang ulama dengan tata busana khas Islam, iringan diberi nafas Islam dengan syair-syair kitab AlBarjanzi dilengkapi instrumen terbang dan jidor mewakili musik Islam. Nafas Islam sebenarnya lebih merupakanlegalitas spirit Islam dalam kesenian setrek dengan harapan semua pemain dan penonton dapat mengamalkan agamaIslam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu media dakwah dapat dilihat dalam setiap ungkapan nilainilaiajaran Islam berkait dengan Tuhan Allah SWT dan Rosul-Nya Nabi Muhammad SAW. Dengan demikiansetiap gerak dan musik iringan atau syair dalam kesenian setrek harus dijiwai nilai-nilai ajaran Islam. Ikon-ikondemikian penting untuk dipahami agar mereka dapat selamat hidup di dunia dan di akhirat. Kehadiran agama Islamdalam nafas perkembangan kesenian setrek tampak memperkaya penampilannya, sehingga kehadiran kesenian inidalam kehidupan masyarakat semakin menumbuhkan kualitas dalam beragama Islam, meskipun disadari sisa-sisakepercayaan kuno masih mewarnai kesenian setrek, seperti atraksi ndas-ndasan yang berupa atraksi mengimitasibinatang. Variasi atraksi arak-arakan ndas-ndasan dengan mengelilingi dusun bertujuan untuk mengusir pengaruhroh-roh jahat.Keywords: setrek, kesenian Islam, slawatan.ABSTRACTIslam infl uence on Setrek art in Magelang. Setrek is a type of traditional terbangan art or slawatan (Islamicsong that serves as a medium for preaching Islam. As a kind of traditional slawatan art, it seems to blend Islamic aestheticelements with aesthetic traditional elements which become a form of cultural acculturation refl ecting the local creativity.The infl uence of Islamic art is not intended to change the overall form of the choreography, but the Islamic elements aremore of Islamic value formality in the form of traditional arts for the purpose of preaching Islam religion. Therefore, theform of presentation remains in the format of Islamic tradition. For example, the presentation of dance movement hardlyfi nds Islam infl uence except takbiratul ihram Allohu Akbar, KyaiBa’in as the representation of Islam priest wearing typicalIslamic outfi t; the music is also Islamic with given poems from Al Barjanzi’s book equipped with terbang and jidor. Islaminfl uence is actually more of a Islamic spirit legacy in setrek art with the hope that all the players and audience can practiceIslam in their daily lives. Therefore, the preaching media of Islam can be seen in any expression of Islamic values in relationto Allah SWT and His diciplesNabi Muhammad SAW. Thus every movement and musical accompaniment or poem insetrek art should be imbued the values of Islam. Icons, thus, are important to understand so that the people can live safelyin this world and in the hereafter. The presence of Islam in the breath of the setrek artistic development looks enriching itsperformance, so the presence of this art among the people living in Kedungan III improves the quality of embracing Islam,although there are the remnants of ancient beliefs which still characterize setrek art, such as ndas-ndasan attraction in theform of imitating animal . Variations in ndas-ndasan attraction parade around the village aims to expel the infl uence ofevil spirits.Keywords: setrek, Islam music, slawatan.

  18. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PRASARANA JALAN

    Fadjar - Judiono

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRACT   This research has been conducted based on the reality about the lack fulfillment of road infrastructure for community, although in the development the transportation got higher budget then other, so the Participation of Society in Road Infrastructure Development need to be investigated further. The aim of this research to know the clearer picture about the society involvement in road development process, through further investigation to society participation in Road Infrastructure Development efforts and the process of participation emerge. The results showed that Society Participation in Road Infrastructure Development proportional with the society’s will for the better road infrastructure. The wills depends on experience, knowledge, and education directly or undirectly. The participation form proportional their own and some thing that they can do, while the participation emerge process along with society wish to get their result of their effort. One cause of society willing to participate in development is their authority, if they have very little authority then they reluctant to participate, while the improvement programs for road infrastructure that have been done give little authority to the society. Implementation process for road infrastructure that oriented to society participation and interest should give much authority to society appropriate with their knowledge, skill and education that can support the program.   Keywords: participation, infrastructure, development   ABSTRAK   Penelitian ini dilakukan atas dasar kenyataan tentang masih belum terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan prasarana jalan, meskipun sebenarnya dalam pelaksanaan pembangunan, sekor transportasi telah mendapatkan porsi penganggaran yang lebih tinggi dibanding dengan sekor-sektor lain,  oleh karena itu Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Prasarana jalan perlu dikaji lebih dalam. Tujuan Penelitian ini antara lain untuk mengetahui gambaran yang jelas mengenai keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan jalan, melalui pengkajian yang lebih dalam terhadap partisipasi masyarakat dalam usaha pembangunan prasarana jalan dan proses munculnya partisipasi masyarakat tersebut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Patisipasi Masyarakat terhadap usaha pembangunan prasarana jalan sebanding dengan besarnya keinginan masyarakat terhadap ketersediaan prasarana jalan yang lebih baik. Keinginan masyarakat tersebut tergantung pada pengalaman, pengetahuan dan pendidikan yang mereka peroleh baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Bentuk partisipasi masyarakat sebanding dengan apa yang dimilikinya dan apa yang dapat diusahakannya, sedangkan proses munculnya partisipasi masyarakat sejalan dengan munculnya harapan masyarakat untuk dapat memetik buah dari apa yang telah dilakukannya. Salah satu sebab dari kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan adalah otoritas yang mereka miliki, apabila sedikit sekali otoritas yang mereka miliki maka yang terjadi adalah keengganan untuk berpartisipasi, sedangkan program-program peningkatan jalan yang telah dilakukan sangat sedikit memberi wewenang kepada masyarakat secara langsung. Proses pelaksanaan pembangunan prasarana jalan yang berorientasi kepada kepentingan dan partisipasi masyarakat adalah pelaksanaan pembangunan yang memberikan otoritas sebesar-besarnya kepada masyarakat sesuai dengan pengetahuan, ketrampilan dan pendidikan yang dapat mendukung kelancaran program.   Kata kunci: partisipasi, pembangunan, prasarana

  19. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Budhy Prianto

    2013-01-01

    Full Text Available Belakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan. Lately, the divorce rates both nationally and regionally East Java continues to increase. Similarly, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aimed to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in the year 2012. Analysis and interpretation of data referring to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings showed that most of the research informants do not understand the meaning and purpose of marriage. Various things are presented as the cause of the divorce, such as economic, domestic violence (KDRT, infidelity, and so on, but the most fundamental cause of divorce is the lack of a commitment between each partner in achieving the goal of marriage.

  20. DIFUSI INOVASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

    Kokom Komalasari

    2016-02-01

    Full Text Available Abstract: Diffusing Innovation in Contextual Teaching-Learning of Civic Education. This study aimed to describe the implementation, constraints and resistance, and also factors that should be considered in diffusing contextual teaching-learning innovation. The studyemployed both quantitative and qualitative approaches. The population of this research was students of Junior High Schools in West Java with a sample consisting of 1004 students, and 16 civic education teachers who participated in Competence-based Inte­grated Training. The results show that the implementation of contextual teaching-learning in West Java fell into the category of average. Cooperation was the most frequently applied, while direct experience and authentic assessment were the least. There were constraints and resistance in implementing contextual teaching-learning related to teachers' competence, school climate, and cultural change. Therefore, factors of teachers, students, facilities, expenses, curriculum, school climate, parents and society should be taken into account. Abstrak: Difusi Inovasi Pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan, kendala, resistensi, serta faktor yang harus diperhatikan dalam difusi inovasi pembelajaran kontekstual. Proses penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan pola "the dominant-less dominat design" dari Creswell. Pendekatan kuantitatif menggunakan survei dan pendekatan kualitatif menggunakan wawancara. Populasi penelitian adalah siswa SMP se-Jawa Barat dengan sampel 1.004 siswa dan 16 guru Pendidikan Kewarganegaraan yang telah mengikuti pelatihan ter­integrasi berbasis kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran kontekstual di Jawa Barat termasuk kategori sedang/cukup. Kerjasama paling tinggi penerapannya, pengalaman langsung dan asesmen otentik paling rendah penerapannya. Terdapat kendala dan resistensi dalam pelaksanaan pembela­jaran kontekstual yang terkait kemampuan guru, iklim sekolah, serta perubahan budaya. Oleh karena itu harus diperhatikan faktor guru, siswa, fasilitas, biaya, kurikulum, iklim sekolah, orang tua, dan masyarakat.

  1. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Budhy Prianto

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakBelakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan.AbstractLately, the divorce rates both nationally and regionally continues to increase. This is, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aims to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in 2012. Analysis and interpretation of data refers to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings show that most of the research informants do not understand the meaning and purpose of marriage. Various things are presented as the cause of the divorce, such as economic, domestic violence (KDRT, infidelity, and so on, but the most fundamental cause of divorce is the lack of  marital commitment between each partner in achieving the goal of marriage.© 2013 Universitas Negeri Semarang

  2. Elastisitas Hukum Nikah dalam Perspektif Hadits

    Ridwan Hasbi

    2011-06-01

    Full Text Available Nikah merupakan satu sunnah (ajaran Rasulullah SAW yang sangat dianjurkannya, sampai beliau mengatakan “orang yang tidak mau menikah dengan tanpa alasan yang Syar`i, dimasukkan kedalam kategori bukan dari pengikutnya”. Kalau begitu posisi dari anjuran Rasulullah SAW dan larangan Tabattul (membujang menjadikan pernikahan sebagai salah satu tanda beriman kepadanya, dan bahkan dapat menjadi salah satu upaya untuk menyempurnakan iman. Hukum nikah disaat mengacu pada hadits Nabi tidak menunjukkan pada satu ketetapan hukum, sehingga membuat nikah elastis pada wajib, sunat, mubah, makruh dan haram dalam ketetapan hukum.

  3. Urgensi Tauhid dalam Membangun Epistemologi Islam

    Bambang Irawan

    2015-10-01

    Full Text Available The reform efforts undertaken by contemporary Muslim thinkers have so far not been able to alter significantly the presence of Muslim which seems in the shadow of western progress in the context of science. This condition is due to the effect of undermining of Western thought through their epistemology packaging. Of course, we cannot blame the West as they have their own paradigm which is different with the Islamic paradigm in developing knowledge. Accordingly, the questions arise: why Muslim scholars are not working hard to build an epistemology that carries the message of monotheism; why they are hurry to accept the truth of Western epistemology without a fundamental review on revelation, so they become loyal followers of Western theories and concepts. Thus, the greatest challenge for Muslim scientists today is how to find a comprehensive formulation of the various theories of knowledge that can be accepted by all people, so that Islamic science is not only free from the shadow of imperialism of Western epistemology, but is able to reflect in a concrete concept of Islam as ‘rahmatan lil ‘alamin’. This paper seeks to reorient the meaning of monotheism in the development epistemology of science which is featured with theocentric-humanism, that is, in addition to spiritual oriented (tawhid it is also able to accommodate the interests of human beings (amal.Dalam konteks ilmu pengetahuan, upaya reformasi yang dilakukan oleh pemikir Muslim kontemporer sejauh ini belum mampu mengubah secara signifikan bayang-bayang kemajuan Barat. Kondisi ini disebabkan oleh efek pemikiran Barat yang dikemas dalam epistemologi mereka. Tentu saja, kita tidak bisa menyalahkan Barat karena mereka memiliki paradigma dan tolok ukur sendiri yang berbeda dengan paradigma Islam dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, pertanyaan yang muncul, mengapa sarjana Muslim tidak bekerja keras untuk membangun sebuah epistemologi yang membawa pesan tauhid, mengapa mereka terburu-buru untuk menerima kebenaran epistemologi Barat tanpa melakukan telaah berdasar pada wahyu, sehingga mereka menjadi pengikut setia teori dan konsep Barat. Dengan demikian, tantangan terbesar bagi para ilmuwan Islam saat ini adalah bagaimana menemukan formulasi yang komprehensif dari berbagai teori pengetahuan yang bisa diterima oleh semua orang, sehingga ilmu Islam tidak hanya bebas dari bayang-bayang imperialisme epistemologi Barat, namun mampu secara total mencerminkan konsep yang konkret, tentamg Islam sebagai obor penerang (huda yang dibawa oleh Rasulullah sebagai ‘rahmatan lil’ alamin’. Tulisan ini berusaha untuk melakukan re-oreintasi dan rethinking makna tauhid dalam perkembangan epistemologi ilmu pengetahuan yang ditampilkan bersamaan dengan aspek teosentris-humanisme, yaitu, selain berorientasi pada aspek spiritual (tauhid juga mampu mengakomodasi kepentingan manusia (amal.

  4. Diskursus Akhlak dalam Filsafat Mulla Sadra

    Thuba Kermani

    2014-06-01

    Full Text Available Abstract : In Mulla Sadra’s system of thought, the discussion of  philosophy of  moral (ethics, morality, the nature of morality and matters related, that is the soul (nafs and the spirit, is not a short discussion. All forms of action and the nature of malakah imprinted in the human psyche that will participate in the world hereafter. Therefore, some of the matters of the soul is a postulate of science of moral. Yet despite the differences in the ethics’s school of thoughts, it can be said that almost Muslim philosophers agree to the connection of moral with the perfection of soul. And the foundation of moral questions rests on the principle of perfection of the soul and the effects of the moral act. Without them, there will be no perfect rational and philosophical explanations of the good and bad character. However, in understanding how the process of perfection of the soul through moral acts, it is necessary to understand the perfection of the soul and make it a goal for human.Keywords : philosophy of moral, science of moral, theoretical reasoning, practical reasoning, intuition, meta-ethics. Abstrak : Dalam  struktur  pemikiran Mulla Sadra pembahasan  filsafat  akhlak,  akhlak,  sifat-sifat akhlak dan  hal yang berkaitan  dengannya,  yaitu  jiwa  (nafs dan ruh, bukan  pembahasan  yang  ringkas. Segala bentuk tindakan dan sifat malakah yang terpatri dalam jiwa manusia akan menyertainya di alam akhirat kelak. Oleh karena itu  sebagian  dari  persoalan-persoalan  jiwa  merupakan  postulat  ilmu  akhlak.  Namun  meskipun  terdapat perbedaan dalam aliran-aliran pemikiran filsafat akhlak, dapat dikatakan hampir semua filsuf Islam sepakat bahwa akhlak berkaitan dengan kesempurnaan jiwa. Dan fondasi persoalan-persoalan akhlak bersandar pada prinsip kesempurnaan jiwa dan pengaruh dari perbuatan akhlak. Tanpa hal itu, penjelasan rasional dan filosofis atas kebaikan dan keburukan akhlak tidak akan sempurna. Bagaimanapun juga, dalam memahami bagaimana proses kesempurnaan jiwa melalui perbuatan-perbuatan akhlak, perlu untuk memahami kesempurnaan jiwa dan menjadikannya sebagai tujuan bagi diri manusia.Kata-kata Kunci : filsafat akhlak, ilmu akhlak, akal teori, akal praktis, jiwa, intuisi, meta-etika.

  5. KARAKTER ATRAKTIF DALAM PERANCANGAN TAMAN PETUALANGAN ANAK

    Renata Heryawati Hess

    2007-01-01

    Full Text Available Learning by adventural games has strongly built in self confidence, emotion defensibility, teamwork, creativity and fast in making decision, leadership, are the effective education system if started as soon as possible. That is in child growing period. The challenge and pleasant caracters, these games need the attractive and dynamic performance buildings. By research and design cooperation between supervisor and the final studio student by the title " Psychological Approach in Building Design: Adventure Park for Kids Case Study", funded by the PHK A-3 Dikti, the performance criteria have been found for design reference. The research has used deductive-inductive method by phenomenology approach to the number of the relevant case studies. By inductive analysis method have found the architectural performance criteria of attractive, safety and dynamic building both cognitive, affective, and psychomotoric consideration. The organic and variative elevation of room and building form, kid's scale and room dimension, warm polychromatic colour compotition, maximalize vegetation and water for landscape, rough texture and circle circulation pattern, strong construction, are the findings for accommodating safety, pleasant, imajinative, and natural building image. Abstract in Bahasa Indonesia : Pembelajaran melalui permainan yang mengandung tantangan dan petualangan membangun karakter kuat dalam hal percaya diri, ketahanan emosi, kerjasama, kecermatan, kecepatan dan kreativitas dalam mengambil keputusan, kepemimpinan, serta sejumlah motivasi lain yang secara prinsip bersifat psikologis. Pendidikan ini bersifat efektif apabila dimulai sedini mungkin, yaitu dari masa anak. Karakternya yang menantang dan menyenangkan, permainan ini menuntut wadah, bangunan, yang dinamis dan atraktif. Bagaimana tolok ukur ungkapan bangunan yang atraktif dan dinamis merupakan arah yang dituju tulisan ini. Melalui penelitian terpadu antara dosen pembimbing dan mahasiswa peserta tugas akhir dengan judul "Pendekatan Psikologis dalam Perancangan Bangunan dengan Studi Kasus Taman Petualangan Anak" atas biaya PHK A-3 Dikti, tolok ukur dapat diperoleh sebagai panduan rancangan. Penelitian ini menggunakan metode deduktif-induktif melalui pendekatan fenomenologis terhadap sejumlah kasus bangunan sejenis. Melalui analisis indukrif telah ditemukan tolok ukur tuntutan arsitektural bangunan yang menjawab atraktivitas dan kedinamisan, serta keamanan pengguna, baik secara kognitf, afektif, maupun psikomotorik. Bentuk masa dan ruang yang organis dengan ketinggian bervariasi, dimensi bangunan berskala anak, komposisi warna polichromatic yang hangat, memaksimalkan komponen landscape dengan vegetasi, air, pola pergerakan yang melingkar, konstruksi yang kokoh, dan tekstur pergerakan yang kasar, merupakan temuan tolok ukur yang dimaksud demi mengakomodasi rasa aman, menyenangkan, mampu membangun imajinasi anak dalam suasana alami. Kata kunci: anak, bermain, atraktif, alami, imajinatif, aman, menyenangkan.

  6. KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING

    Abu Bakar M.Luddin

    2014-06-01

    Abstrak: Kinerja Kepala Sekolah dalam Kegiatan Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kinerja kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Penelitian dilaksanakan di SMU Negeri 2 Kota Binjai, dengan memergunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, koordinator bimbingan dan konseling, dan guru pembimbing. Data di­kumpulkan dengan observasi, wawancara mendalam, dan kajian dokumen, dan selanjutnya dianalisis sete­lah melalui proses triangulasi antarsubjek dan informasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja kepala sekolah terkait dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling masih belum sepenuhnya sebagaimana yang diharapkan. Kepala sekolah perlu meningkatkan kinerjanya dalam menjalankan fungsi koordinasi dan kepengawasan untuk mencapai kegiatan bimbingan dan konseling yang efektif.

  7. Beberapa Model Statistik Dalam Penelitian Kesehatan/Kedokteran

    Syarudji Naseh

    2012-09-01

    Full Text Available Beberapa paket program bagi pemakai komputer pribadi, dipersiapkan khusus untuk biostatistik, yaitu ilmu statistik yang diterapkan dalam dunia kesehatan dan kedokteran. Piranti lunak tersebut antara lain BMDP, Epiinfo, Epilog, MULTLR dan Epistat.Adanya paket-paket khusus ini me­nunjukkan bahwa ada metoda statistik atau model statistik yang digunakan khusus dalam bidang biostatistik/epidemiologi atau pada lingkungan yang lebih luas, yakni penelitian kesehatan/kedokteran. Hal ini disebabkan karena jenis data dalam penelitian kesehatan agak berbeda dengan jenis data yang umum didapat.

  8. PENGEMBANGAN EMOTIONAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMK UNTUK MEMPERSIAPKAN PESERTA DIDIK DALAM MENGHADAPI TANTANGAN KERJA DI ERA GLOBALISASI

    Nina Oktarina

    2011-06-01

    Full Text Available Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Kualitas sumber daya manusia tergantung pada kualitas pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, terbuka dan demokratis. Tujuan dari Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta memiliki rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dalam rangka membantu peserta didik guna mengikuti perkembangan iptek dan menjawab tantangan di masa depan, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK telah dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pelaksanaan KBK menuntut guru untuk lebih inovatif dalam proses pembelajaran siswa, pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru akan tetapi berpusat pada siswa. Seperti halnya dalam pembelajaran ekonomi di SMK siswa tidak lagi menjadi pihak yang pasif menerima materi tetapi aktif dalam PBM. Sehingga siswa tidak hanya paham terhadap materi pelajaran akan tetapi juga dapat menghubungkannya dengan kondisi  yang ada di masyarakat. Untuk itu  pengembangan Emotional Intelligence (EI dalam pembelajaran ekonomi di SMK dapat dijadikan sebagai suatu alternatif dalam proses pembelajaran untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi tantangan kerja di masa depan. Pengembangan Emotional Intelligence diperlukan supaya siswa memiliki kecakapan hidup (life skill. Kata kunci : emotional intelligence, peserta didik, life skill

  9. Konsep Manusia Baru Berdasarkan Perspektif Paulus Dalam Efesus 4:17-32 Dan Implementasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya

    Darius Darius

    2013-10-01

    Full Text Available Tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, menjelaskan konsepbiblika mengenai manusia baru dalam perspektif Efesus pasal 4:17-32. Kedua,menjelaskan implementasi manusia baru dalam kehidupan orang percaya.Penulisan karya ilmiah ini menggunakan hermeneutika metode eksegesisAlkitab dan penelitian literatur, dan teknik pengumpulan data yang digunakan olehpenulis ialah mengadakan penelitian atau observasi terhadap Alkitab, dan sebagaisumber pendukung yaitu buku-buku, majalah, naskah, program bible study, daneksplorasi internet yang ada hubungannya dengan konsep manusia baru.Adapun kesimpulan karya ilmiah Konsep Manusia Baru BerdasarkanPerspektif Paulus Dalam Efesus 4:17-32 Dan Implementasinya Dalam KehidupanOrang Percaya adalah: Pertama, manusia lama adalah manusia yang berjalanberdasarkan pengertiannya sendiri, tidak mengenal Allah, memiliki pikiran yang siasia,pengertiannya digelapkan, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, memilikihati yang degil, hati tumpul, sehingga menyerahkan dirinya kepada hawa nafsu danmengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Kedua, manusia baru adalahmanusia yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dankekudusan, di mana orang-orang yang percaya kepada Kristus memiliki kedudukanbaru yaitu dari kebinasaan dipindahkan kepada hidup yang kekal dan manusia yangterus diperbaharui serta dipersatukan dengan Kristus. Ketiga, sebagai manusia barudi dalam Kristus, orang percaya tidak lagi menjadi senjata-senjata kelaliman tetapisebaliknya menjadi senjata-senjata kebenaran dan hidup memuliakan Allah.

  10. Sihir dalam Pandangan Al-Qur’an

    Hurmain Hurmain

    2014-06-01

    Full Text Available Sihir adalah perbuatan ajaib yang dilakukan dengan pesona dan kekuatan ajaib (gunaguna, mantra atau jampi yang digunakan untuk tujuan tertentu, seperti penangkal dan mencelakai orang lain. Karena itu sihir bisa menimbulkan dampak beraneka ragam, seperti sakit, kematian, kebencian, gairah syahwat dan penceraian serta perselingkuhan. Dalam Al-Qur’an tidak kurang dari 30 ayat bicara mengenai sihir. Antara lain surat Al-Baqarah ayat 102 yang menjadi fokus telaah ini. Asbabunuzul ayat ini, diatarbelakangi tuduhan kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad saw. bahwa ajaran yang dikembangkan belia itu, adalah sihir, lalu turun ayat 102 Al-Baqarah ini. Dalam ayat ini Allah menceritakan perbuatan sihir orang Yahudi di zaman Nabi Sulaiman. Tujuan mereka memutar balikkan fakta dan pembangkangan terhadap kitab Taurat yang benar. Dan ilmu sihir yang mereka kembangkan, tidak ada relevansinya dengan ajaran Nabi Sulaiman. Mempelajari ilmu sihir menurut sebagian ulama tafsir, adalah boleh yang dilarang menggunakan ilmu itu untuk kejahatan. Menurut para ahli tafsir, ilmu sihir termasuk ilmu yang tercela, merugikan bagi diri si penyihir dan yang terkena sihir. Karena itu kedua belah pihak bisa dikenakan sebagai sikap penolakan kebenaran atau kekafiran.

  11. Kedudukan Badan Hukum Asing Dalam Pemilikan Tanah Di Indonesia

    Iwan Permadi

    2013-09-01

    Full Text Available Badan hukum asing adalah merupakan salah satu subyek hukum yang sah di Indonesia, sehingga badan hukum asing diperkenankan untuk mendirikan Perseroan di Indonesia.  Kedudukan badan hukum asing dalam pemilikan tanah di Indonesia adalah dengan menjadi pemegang hak pakai dan hak sewa. Kedudukan badan hukum asing dalam pembagian badan hukum di Indonesia adalah termasuk badan hukum privat dan publik, dengan alasan yaitu secara eksplisit dinyatakan bahwa badan hukum asing dapat memiliki modal yaitu berupa modal asing untuk berinventasi di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan boleh menjadi pendiri perseroan sesuai dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Hal ini masuk dalam kategori badan hukum privat dan Hak pakai dapat diberikan kepada badan perwakilan negara asing dan organisasi internasional yang tidak menjalankan usaha atau kegiatan untuk memperoleh penghasilan. Hal ini masuk dalam kategori badan hukum publik.Kata kunci: badan hukum asing, tanah, indonesia

  12. Kesiapan Operator Seluler dalam Mengimplementasikan Teknologi Long Term Evolution (LTE

    Sri Ariyanti

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kesiapan operator seluler dalam mengimplementasikan teknologi Long Term Evolution (LTE. Model penelitian dengan menggunakan mengadopsi teknik Net Readiness Framwork. Adapun kriteria pengukurannya terdiri dari Leadership, Governance, Competencies dan Technology. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada operator seluler di Indonesia dan melakukan wawancara kepada regulator. Kajian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Axis, PT. HCPT dan PT. Telkomsel mempunyai tingkat kesiapan LTE Visionary yang berarti perusahaan sangat antusias dalam perubahan dan lebih dahulu mengambil resiko untuk mengimplementasikan LTE dalam organisasinya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan proses bisnis perusahaan. PT. Indosat dan PT. XL mempunyai nilai kesiapan LTE leader  yang berarti perusahaan mampu mengadaptasi perubahan dan menginspirasi organsiasi lain dalam penerapan LTE. PT. Smartfren pada tingkat kesiapan LTE savvy yang berarti operator seluler memahami sebab dan efek dari perubahan dari munculnya LTE terhadap organisasi, namun belum melakukan adaptasi.

  13. Kedudukan Badan Hukum Asing Dalam Pemilikan Tanah Di Indonesia

    Iwan Permadi

    2013-01-01

    Badan hukum asing adalah merupakan salah satu subyek hukum yang sah di Indonesia, sehingga badan hukum asing diperkenankan untuk mendirikan Perseroan di Indonesia.  Kedudukan badan hukum asing dalam pemilikan tanah di Indonesia adalah dengan menjadi pemegang hak pakai dan hak sewa. Kedudukan badan hukum asing dalam pembagian badan hukum di Indonesia adalah termasuk badan hukum privat dan publik, dengan alasan yaitu secara eksplisit dinyatakan bahwa badan hukum asing dapat memiliki modal yaitu...

  14. Kerangka Pembangunan Regional dalam Agenda 21: Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan

    Landiyanto, Erlangga Agustino; wardaya, Wirya

    2005-01-01

    Selama ini, aktifitas pembangunan yang terfokus pada pertumbuhan mengakibatkan dampak negatif dan meyebabkan penurunan kondisi ekologi dan deplesi sumber daya alam. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya alam nasional dan lingkungan di masa mendatang harus didasarkan pada aspek penting pada produksi dan ruang aktifitas untuk konservasi dan kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, analisis dalam makalah ini difokuskan dalam perumusan acuan serta penyusunan kerangka neraca sumber daya alam dan...

  15. MODEL PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENGEMBANGKAN JIWA WIRAUSAHA SISWA SMK UNGGULAN

    Rafika Bayu Kusumandari

    2015-01-01

    Konsep pendidikan wirausaha yang diterapkan di SMK diharapkan mampu mencetak wirausaha-wirausaha muda.Tujuan penelitian sebagai berikut: 1) Mendeskripsikan model pendidikan kewirausahaan dalam mencetak jiwa wirausaha siswa SMK Unggulan di Kota Semarang dan 2) Mendeskripsikan efektivitas model pendidikan kewirausahaan dalam mencetak jiwa wirausaha siswa SMK Unggulan di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptifdengan jenis studi eksplanatif yang diarahkan untuk m...

  16. Beberapa Model Statistik Dalam Penelitian Kesehatan/Kedokteran

    Syarudji Naseh; Bambang Sukana, SKM

    2012-01-01

    Beberapa paket program bagi pemakai komputer pribadi, dipersiapkan khusus untuk biostatistik, yaitu ilmu statistik yang diterapkan dalam dunia kesehatan dan kedokteran. Piranti lunak tersebut antara lain BMDP, Epiinfo, Epilog, MULTLR dan Epistat.Adanya paket-paket khusus ini me­nunjukkan bahwa ada metoda statistik atau model statistik yang digunakan khusus dalam bidang biostatistik/epidemiologi atau pada lingkungan yang lebih luas, yakni penelitian kesehatan/kedokteran. Hal ini disebabkan kar...

  17. Studi Peran Industri Perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK dalam Pengembangan Teknologi WiMAX di Indonesia

    Awangga Febian Surya A

    2015-03-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi yang pesat mendorong industri dalam negeri untuk bangkit mencoba bersaing dengan industri asing yang telah terlebih dahulu ada. Studi ini akan menggambarkan bagaimana peran industri dalam negeri dalam pengembangan teknologi telekomunikasi dalam hal ini WiMAX untuk menyaingi pihak asing. Dari sisi industri TIK, keberadaan teknologi 4G memberi peluang usaha baru dalam mengembangkan perangkat yang mendukung teknologi 4G dalam hal ini  WiMAX, sehingga perlu dilihat bagaimana kesiapan industri TIK tersebut. Industri TIK memiliki tempat strategis dalam kelangsungan teknologi baru dalam hal ini teknologi WiMAX. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada narasumber dari pihak industri perangkat TIK dalam negeri, studi memperihatkan gambaran industri dalam negeri dalam mempersiapkan dirinya untuk mendukung perkembanga teknologi WiMAX.

  18. Teologi Biblika Perjanjian Baru Tentang Hakim Yang Akan Datang: Kajian Tentang Eskatologi Dalam Perjanjian Baru Dan Implementasinya Dalam Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah

    Simon Rumante

    2011-04-01

    Full Text Available Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: Untuk mengetahuisejauh mana topik eskatologi telah mendapat perhatian yang cukup dalam pembelajaranPAK di sekolah khususnya di SD dan SMP. Menjelaskan bagaimana seharusnyapengimplementasian topik eskatologi dalam pembelajaran PAK di sekolah khususnya diSD dan SMP.Metode penelitian yang digunakan dalam rangka penulisan ini adalah penelitianpustaka (Library Research yakni pengumpulan data dari buku-buku seperti yangtercantum dalam Daftar Pustaka.Berdasarkan pemaparan singkat di atas, maka penulis menyimpulan bahwa:Pertama, Pengajaran tentang eskatologi dalam PAK di sekolah khususnya di SD danSMP sangat penting tetapi masih sangat kurang mendapat perhatian. Hal itu jelas bilakita memerhatikan kurikulum PAK yang tidak mencantumkan topik eskatologi sebagaisalah satu materi pokok. Kedua, Dalam rangka pengimplementasian topik eskatologidalam pengajaran PAK di sekolah, maka hal-hal yang harus ditekankan adalah nasihatuntuk berjaga-jaga, bekerja dengan setia, pelita kita harus tetap menyala danmengembangkan talenta yang diberikan oleh Tuhan.

  19. ASPEK-ASPEK BIAYA DALAM JASA INFORMASI

    Tri Margono

    2000-01-01

    Full Text Available The value of information depends on its content, how to find it, and how to utilize it to support user's activities. It means that the value of information can only be determined until the information has been received. First step for analyzing such cost are to identify and classify them properly. This classification should be based on the total costs of entire service activities such as direct costs, indirect costs, and some instances of additional costs. The important elements for determining costs that are burdened to users are salaries, raw materials or collection costs, and unexpected costs. The strategy for determining cost of information service in library depends on the aim for offering the services, price of service/product, and the fitness between the needs and the information provided as well as the demand for the services being offered. Although the cost and price of information services could be determined by five approaches -(those are optimal pricing, pricing according to value, pricing for full cost recovery, marginal cost pricing, and free distribution of services information- provider must consider the content of information. It means that the calculation of information service cost should be based not only by fixed and variable costs, but also by the information contents and depreciation of each collection. Abstract in Bahasa Indonesia : Nilai informasi sangat tergantung dari isi, cara perolehan, dan manfaatnya bagi pengguna dalam mendukung aktivitas yang sedang dilakukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai informasi baru dapat ditentukan kemudian setelah informasi itu diperoleh. Langkah awal yang harus ditempuh untuk melakukan analisis biaya adalah dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasi biaya yang dimaksud. Klasifikasi lebih didasarkan pada biaya total dari keseluruhan aktivitas jasa, yang terdiri atas biaya langsung, biaya tidak langsung, dan biaya tambahan. Elemen-elemen yang harus diperhatikan oleh pengelola informasi dalam menentukan besarnya biaya informasi yang akan dibebankan kepada pengguna adalah biaya kerja/upah, biaya bahan atau koleksi, dan biaya tak terduga. Strategi penentuan biaya jasa informasi di perpustakaan sangat ditentukan oleh tujuan jasa yang ditawarkan, harga jasa/produk dan kebutuhan informasi yang berhubungan dengan data yang dicari serta tingkat kebutuhan pasar terhadap jasa yang telah dilakukan. Walaupun sebenarnya besarnya biaya dan harga jasa informasi dapat juga ditentukan melalui lima pendekatan utama, yaitu optimal pricing, pricing according to value, pricing for full cost recovery, marginal cost pricing, dan free distribution of services; namun demikian penentuan biaya pengelola jasa informasi, harus diperhitungkan nilai informasi yang terkandung didalamnya. Oleh sebab itu dalam perhitungan biaya jasa informasi, selain besarnya biaya tetap dan tidak tetap, pengelola juga harus mempertimbangkan besarnya biaya jasa dari sudut isi koleksi yang dimiliki dan besarnya nilai penyusutan dari masing-masing koleksi tersebut. Kata kunci: biaya, jasa informasi, nilai informasi.

  20. MANAJEMEN KONFLIK SOSIAL DALAM MASYARAKAT NELAYAN

    ANTONY - WIJAYA

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Kota Bengkulu serta bagaimana konflik kedua kelompok nelayan tersebut diselesaikan oleh Pemerintah Kota dan Pemerintah Propinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Pasar Bengkulu yang merupakan kelurahan terbanyak masyarakat nelayan tradisionalnya dan Kelurahan Kandang yang merupakan kelurahan terbanyak kelompok nelayan modernnya, dan konflik yang terjadi sejak tahun 1985 hingga tahun 1999 selalu melibatkan masyarakat nelayan di kedua kelurahan tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis data dari Strauss-Corbin melalui 3 tahapan analisis yaitu : Kode Pembuka (Open Coding, Kode Analisis (Axial Coding dan Pemilihan Kode (Selective Coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern disebabkan oleh beberapa faktor : (1 masih beroperasinya alat tangkap trawl (jaring pukat harimau yang dilarang penggunaannya oleh pemerintah; (2 pelanggaran jalur penangkapan; (3 perbedaan teknologi penangkapan; (4 kurang optimalnya fungsi dan peran kelembagaan atau institusi pemerintah; dan (5 belum tegasnya pelaksanaan hukum dan peraturan perikanan. Konflik yang terjadi antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Kota Bengkulu dapat diselesaikan melalui upaya-upaya : (1 Kapal-kapal trawl dilarang untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan nelayan tradisional (0-3 mil laut, jika memang tetap beroperasi, nelayan tradisional menghendaki adanya kontribusi kepada para nelayan tradisional berupa 5 % dari hasil tangkapan nelayan modern: (2 Penetapan jalur penangkapan yang jelas bagi nelayan tradisional dan bagi nelayan modern, sehingga tidak terjadi lagi pelanggaran jalur penangkapan; (3 Sikap tegas dari Pemerintah Provinsi dan Kota Bengkulu terhadap segala macam pelanggaran yang terjadi; (4 Kemitraan usaha antara nelayan tradisional dengan nelayan modern. Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kota maupun Pemerintah Propinsi Bengkulu dalam menyelesaikan konflik yang terjadi tersebut adalah melalui upaya-upaya sebagai berikut : (1 Masih bersifat insidentil, dimana pemerintah baru turun tangan jika konflik yang terjadi telah berbentuk benturan fisik seperti : penyerangan kapal-kapal di tengah laut, penyerangan rumah nelayan dan sebagainya, sedang upaya pra konflik terjadi dalam rangka mengantisipasinya belum ada yang dilakukan oleh pemerintah; (2 Pasca konflik terjadi, pemerintah melakukan pengawasan terhadap kegiatan para nelayan terutama nelayan modern, melalui tim yang dibentuk oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Propvinsi Bengkulu berkoordinasi dengan Polresta dan AL agar tidak ada lagi yang mengoperasikan alat tangkap yang telah dilarang penggunaannya; (3 Memanggil para perwakilan nelayan tradisional dan perwakilan nelayan modern untuk berdamai dan bermusyawarah untuk menyelesaikan konflik yang telah terjadi selama ini; (4 Bantuan kapal motor kepada kelompok nelayan tradisional untuk digunakan sebagai tindakan pengawasan terhadap kegiatan nelayan modern dalam melakukan penangkapan ikan. Kata kunci: Nelayan, konflik sosial

  1. Analisis Pengaruh Instrumen Moneter Terhadap Stabilitas Besaran Moneter Dalam Sistem Moneter Ganda Di Indonesia

    Eva Misfah Bayuni

    2014-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh instrumen moneter yaitu Sertifikat Bank Indonesia (SBI dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS terhadap stabilitas besaran moneter, komponen besaran moneter dan hubungan besaran terhadap IHK dalam sistem moneter ganda di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi Vector Auto Regression (VAR dan Vector Error Correction Model (VECM. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah besaran moneter, SBI rate, SBIS return dan IHK. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perubahan pada besaran moneter stabil dalam jangka pendek. Perubahan pada SBI dan SBIS tidak terdefinisi dalam jangka panjang. Selanjutnya pada komponen besaran moneter, hanya tabungan yang stabil dan berpengaruh dalam jangka panjang. Sedangkan variabel lainnya, hanya stabil dan efektif dalam jangka pendek. Selain itu, hubungan perubahan besaran moneter dengan perubahan IHK hanya stabil dalam jangka pendek, dan tidak terdefinisi dalam jangka panjang.JEL Classifications : E5, E58, E42Keywords : SBI, SBIS, besaran moneter, dan sistem moneter ganda.

  2. Paruman Tapakan Barong dalam Ritual Tapak Pertiwi

    I Wayan Dana

    2013-11-01

    Full Text Available Paruman Tapakan Barong on Tapak Pertiwi Ritual. Ritual tapak pertiwi siklus pelaksanaan ritual tahunandalam perhitungan kalender Bali, diselenggarakan terpusat dalam Paruman Tapakan Barong di Pura Natar SariApuan. Pelaksanaan ritual ini dihadiri oleh berbagai bentuk tapakan barong yang datang dari berbagai daerah sewilayah Bali Tengah yang memperoleh kekuatan pasupati di Pura Natar Sari Apuan. Aktivitas ritual ini bermaknamenyatunya kekuatan dewa sebagai simbol (purusa dengan dewi pertiwi simbol (pradana. Pertemuan keduaunsur kekuatan suci itu melahirkan gerak kehidupan, menyucikan alam semesta dari segala pengaruh negatif yangmengancam hidup dan kehidupan umat manusia di alam semesta ini. Oleh karena itu, masyarakat Hindu di Balimenghadirkan berbagai bentuk ritual keagamaan untuk menghormati menyatunya energi alam positif dan negatifdalam beragam wujud, termasuk ritual tapak pertiwi.

  3. PENGARUH INDEPENDENSI, KOMPETENSI, DAN PROSEDUR AUDIT TERHADAP TANGGUNG JAWAB DALAM PENDETEKSIAN FRAUD

    Khoirul Fuad

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dari auditor mengenai tanggung jawab dalam mendeteksi fraud, ada tiga variable yang digunakan untuk menguji persepsi ini yaitu independensi, kompetensi dan prosedur audit. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu dalam bentuk kuesioner dengan menggunakan pertanyaan terbuka dan tertutup yang dinyatakan dengan skala likert 1 sampai 5. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di BPK dan BP...

  4. PERBANDINGAN ESTIMASI KESALAHAN PENGUKURAN STANDARD SETTING DALAM PENILAIAN KOMPETENSI AKUNTANSI SMK

    Sebastianus Widanarto Prijowuntato; Djemari Mardapi; Budiyono Budiyono

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kesalahan pengukuran pada metode Angoff, Ebel, dan Bookmark dalam penilaian kompetensi Akuntnasi jenjang SMK di DIY yang digunakan standard setter dalam menentukan cut score. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah respon peserta Ujian Nasional Praktik Akuntansi Paket 2 tahun ajaran 2011/2012 dengan 338 siswa. Guru-guru yang terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD) berjumlah sembilan orang yang ter...

  5. Hak Waris Anak Laki-laki dalam Al-Qur'an dan Hadis

    Zikri Darussamin

    2013-01-01

    Dari perspektif gender ahli waris dapat dibedakan kepada dua kelompok, yaitu; ahli waris laki-laki dan ahli waris perempuan . Ahli waris perempuan termasuk dalam kelompok zawil furudh, yaitu hak bagiannya dalam pewarisan sudah ditentukan secara pasti . Sementara hak kewarisan laki-laki, khususnya anak laki-laki dikelompokkan kedalam 'ashabat, yaitu ahli waris yang bagiannya tidak pasti. lsyarat tentang bagian yang akan diperoleh 'ashabat hanya terdapat dalam surat ai-Baqarah ayat 11 dan dalam...

  6. Musik Internal dan Eksternal dalam Kesenian Randai

    Sri Rustiyanti

    2015-03-01

    Full Text Available Kehidupan musik pada masyarakat Minangkabau tidak terlepas adanya peranan serta fungsi yang melekat pada kesenian Randai. Melalui pendekatan etnomusikologi, tulisan ini menelaah peranan musik internal dan eksternal dalam kesenian Randai. Kesenian ini menggunakan medium seni ganda atau kolektif karena didukung oleh beberapa cabang seni antara lain tari, musik, teater, sastra, dan rupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik iringan dalam Randai terbagi menjadi dua, yaitu musik internal dan musik eksternal. Musik internal adalah musik atau bunyi-bunyian yang berasal dari anggota tubuh manusia (penari, misalnya tepukan tangan, petik jari, tepuk dada, siulan, hentakan kaki ke tanah dan sebagainya, sedangkan musik eksternal adalah bunyi-bunyian atau suara yang berasal dari alat musik atau instrumen seperti talempong, gandang, saluang, dan rabab. The Role of Internal and External Music in the Arts of Randai. The musical life in Minangkabau society is inseparable from its roles and functions which attach to the arts of Randai. Through the ethnomusicology approach, this paper examines the role of internal and external music in the art of Randai. Considering its sustainability and amendment, the musicality is the identity of Minangkabau society so that the sustainability of the music can be run in accordance with the dynamics of society today. Among the types of arts in Minangkabau, Randai is an art form that uses multiple or collective art medium for it is supported by several branches of the arts, including dance, music, theater arts, literary arts, and fine arts. The results of this study is more focused on the art of music. Musical accompaniment in Randai is divided into two, namely internal and external music. The internal music is the music or the sounds that come from the human body (a dancer, for example, clapping, finger picking, patting the chest, whistling, stomping on the ground, and so on, while the external music is the sounds emanating from the tools of music or instruments, such as talempong, gandang, saluang, and rabab.

  7. PERANAN BAPPEDA DALAM PENINGKATAN KUALITAS PERENCANAAN PARTISIPATIF PADA SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KOTA BLITAR

    Much. Taufik; Heru - Ribawanto; Ismani HP - -

    2012-01-01

    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendiskripsikan kedudukan dan peranan BAPPEDA dalam proses pembangunan daerah di Kota Blitar. (2) Untuk mengetahui dan menganalisis penerapan perencanaan partisipatif di dalam system perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar. (3) Untuk mengetahui dan menganalisis peranan BAPPEDA dalam upaya peningkatan kualitas perencanaan partisipatif pada system perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar. (4) Untuk mengidentifikasi kendala-kendala yan...

  8. Eksposisi Analytic Hierarchy Process Dalam Riset Operasi: Cara Efektif untuk Pengambilan Keputusan

    Iryanto

    2010-01-01

    Sejak lama manusia berusaha untuk mendapatkan metode yang tepat dalam melakukan peramalan yang lebih efektif. Setelah menggunakan logika berpikir yang sistematis, manusia akhirnya menemukan metode yang terbukti secara empiris dan selalu mendekati kebenaran. Ilmu matematika akhirnya menjadi salah satu pedoman manusia dalam menentukan kebijakan keputusannya. Salah satu bidang ilmu yang menyatukan matematika dan logika dalam kerangka pemecahan masalah adalah Riset Operasi (Operation Research). K...

  9. Analisis Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Membeli Produk Herbalife Pada PT. Herbalife Cabang Aviari Batam

    Ginting, Nia Novriana

    2013-01-01

    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara produk (product), harga (pricing), promosi (promotion) terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk Herbalife pada PT. Herbalife Cabang Aviari Batam. Menyadari akan pentingnya pelanggan dalam menentukan kesuksesan suatu usaha maka PT. Herbalife Cabang Aviari Batam menggunakan bauran pemasaran yang ada semaksimal mungkin dalam usaha untuk menciptakan keputusan pembelian konsumen terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan kh...

  10. Keterampilan TIK Guru Produktif SMK di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Implementasinya dalam Pembelajaran

    Herry Fitriyadi

    2013-01-01

    Full Text Available Abstrak: Keterampilan TIK Guru Produktif SMK di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Implementasinya dalam Pembelajaran. Guru sebagai aktor utama dalam proses pendidikan dituntut harus dengan cepat memperbaharui pengetahuan, keterampilan, dan kompetensinya dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK, tak terkecuali guru produktif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK, dalam realitas masih minimnya implementasi TIK dalam pembelajaran dan adanya kendala internal dan eksternal SMK dalam pelaksanaan program TIK. Berdasarkan hal-hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menginvestigasi penguasaan keterampilan TIK guru produktif SMK dan implementasi TIK dalam pembelajaran produktif SMK, serta mengidentifikasi kendala-kendala yang menjadi penghambat implementasi TIK dalam pembelajaran produktif SMK di Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan. Kesimpulan hasil penelitian ini sebagai berikut: 1 Keterampilan TIK guru produktif SMK secara keseluruhan termasuk dalam kategori rendah. 2 Implementasi TIK dalam pembelajaran produktif SMK secara keseluruhan termasuk dalam kategori menengah. 3 Kendala-kendala implementasi TIK dalam pembelajaran produktif SMK berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah, pendanaan program, pengembangan profesional di bidang TIK, ketersediaan sumber daya TIK, dan penggunaan TIK di sekolah. Kata kunci: keterampilan TIK, implementasi TIK

  11. IDENTIFIKASI GAYA KOGNITIF (COGNITIVE STYLE PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR

    Aldarmono Aldarmono

    2012-09-01

    Full Text Available Keberhasilan pendidik dalam proses pembelajaran sangat ditentukan sejauhmana ia memahami karakteristik peserta didiknya. Kemampuan pendidik dalam hal ini sangat penting yaitu bagaimaan pendidik mampu mengidentifikasi karakter-karakter masing-masing individu. Perbedaan karatakter tersebut berpengaruh besar terhadap belajar mereka sesuai dengan gaya atau cara  masing-masing yang sudah barang tentu berbeda antara anak yang satu dengan yang lainnya. Implikasinya dari karakter peserta didik yang begitu variatif mendorong pendidik menerapkan strategi, model maupun metode pembelajaran yang efektif untuk disesuaikan dengan karakter masing-masing anak didik. Dari berbagai macam karakter yang dimiliki anak didik tersebut yang tidak kalah penting yaitu gaya kognitif dalam belajar. Gaya kognitif merupakan salah satu karakter anak didik yang sangat penting dan berpengaruh terutama terhadap pencapaian prestasi belajar mereka. Gaya kognitif berkaitan dengan bagaimana mereka belajar melalui cara-cara sendiri yang melekat dan menjadi kekhasan pada masing-masing individu. Gaya kognitif sangat erat kaitannya dengan bagaimana cara menerima dan memproses segala informasi khususnya dalam pembelajaran. Berbagai kecenderungan-kecenderungan dalam belajar mereka dapat didentifikasi dan kemudian diklasifikasi apakah anak tersebut termasuk gaya kognitif field Independent (berpikir cenderung memiliki kemandirian pandangan ataukah filed dependent (ketergantungan pandangan. Selama ini seperti yang nampak di lapangan praktek pendidikan tidak begitu memandang penting karateristik peserta didik. Sehingga masih sangat jarang pendidik yang memiliki kemampuan dan keterampilan mengungkap dan mengtahui berbagai karakteristik peserta didiknya dalam belajar. Yang terpenting bagaimana materi yang disampaikan kepada peserta didik dapat kuasai tanpa memperhatikan karakter masing-masing. Sehingga yang terjadi pendidik cenderung menyama ratakan karakter masing-masing anak yang begitu bervariasi yang berbeda satu dan lainnya. Hal demikian ini dapat diketahui dari strategi, model, dan metode pembelajaran yang nampak monoton yang mereka terapkan dalam proses pembelajaran.

  12. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Di Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik

    Hadi Suroso; Abdul Hakim; Irwan Noor

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk melihat derajat partisipasi atau kekuasaan yang dimiliki masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dalam Musrenbangdes di Desa Banjaran dan juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan masyarakat berpartisipasi dalam perencanaan pembangunann desa melalui Musrenbangdes. Metode yang digunakan ialah kuantitaif eksplanasi untuk menguji dan menjelaskan hubungan keaktifan masyarakat berpartisipasi dalam Musrenbangdes dengan faktor internal dan...

  13. PENGARUH PRESTASI BELAJAR, LINGKUNGAN KELUARGA, DAN KEAKTIFAN SISWA DALAM BUSINESS CENTRE TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XI SMK PGRI TEGAL

    Kristi Puspa Wardani; Widiyanto

    2015-01-01

    Motivasi siswa untuk menjadi seorang wirausaha dipengaruhi oleh prestasi belajar, lingkungan keluarga, dan keaktifan siswa dalam business centre. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: bagaimana kondisi variabel prestasi belajar, lingkungan keluarga, keaktifan siswa dalam business centre, motivasi berwirausaha dan sebesar besar pengaruh prestasi belajar, lingkungan keluarga, dan keaktifan siswa dalam business centre terhadap motivasi berwirausaha siswa baik secara parsial maupun simultan. ...

  14. EFEKTIVITAS Bacillus thuringiensis H-14 STRAIN LOKAL DALAM BUAH KELAPA TERHADAP LARVA Anopheles sp dan Culex sp di KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP

    Blondine Ch. P

    2013-07-01

    Full Text Available Abstrak Bacillus thuringiensis serotipe H-14 strain lokal adalah bakteri patogen bersifat target spesifiknya larva nyamuk, aman bagi mamalia dan lingkungan. Penelitian bertujuan menentukan efektivitas B. thuringiensis H-14 strain lokal yang dikembangbiakkan dalam buah kelapa untuk pengendalian larva Anopheles sp dan Culex sp. Rancangan eksperimental semu, terdiri dari kelompok perlakuan dan kontrol. Bacillus thuringiensis H-14 strain lokal dikembangbiakan dalam10 buah kelapa umur 6–8 bulan, dengan berat kira-kira 1 kg, telah berisi air kelapa sekitar 400-500 ml/buah kelapa yang diperoleh dari Desa Klaces, Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Diinkubasi selama 14 hari pada temperatur kamar dan ditebarkan di 6 kolam yang menjadi habitat perkembangbiakan larva nyamuk dengan luas berkisar 3–100 m2.Hasil yang diperoleh menunjukkan efektivitas B. thuringiensis H-14 strain lokal terhadap larva Anopheles sp dan Culex sp selama 1 hari sesudah penebaran kematian larva berturut-turut sebesar 80–100% dan 79,31–100%. Sedangkan pada hari ke-14 sebesar 69,30–76,71% dan 67,69–86,04%. Buah kelapa dapat digunakan sebagai media lokal alternatif untuk pengembangbiakan B. thuringiensis H-14 strain lokal Kata kunci: B. thuringiensis H-14,  strain  lokal, buah kelapa, pengendalian larva Abstract Bacillus thuringiensis serotype H-14 local strain is pathogenic bacteria which specific  target to mosquito larvae. It is safe for mammals and enviroment. The aims of this study was to determine the effectivity of B. thuringiensis H-14 local strain which culturing in thecoconut wates against Anopheles sp and Culex sp mosquito larvae. This research is quasi experiment which consist of treated  and control groups. Bacillus thuringiensis H-14 local strain was cultured in 10 coconuts with 6–8 months age with weight around 1 kg that contained were approximately 400-500 ml/coconut were taken from Klaces village, Kampung Laut. After that the coconuts incubated for 14 days in the room temperatur and applied to 6 ponds breeding habitat larvae with the width of samples  from  3–100 m2 . The results showed the effectivity of B. thuringiensis H-14 local strain against Anopheles sp and Culex sp mosquito larvae until 1 day after applied the larvae mortalities were 80–100% dan 79,31–100% respectively. Fourteen days after applied were 69,30–76,71% and 67,69–86,04%. Coconut water can be used as  alternative local media to culture B. thuringiensis local strain. Key words : B. thuringiensis H-14,  local strain, coconut, larvae control

  15. Biofiksasi CO2 Oleh Mikroalga Chlamydomonas sp dalam Photobioreaktor Tubular

    Hadiyanto Hadiyanto

    2014-05-01

    Full Text Available Mikroalga memiliki potensi dalam membiofiksasi CO2 dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kadar CO2 dalam gas pencemar. Pertumbuhan mikroalga sangat dipengaruhi oleh konsentrasi gas CO2 di dalam gas pencemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeetahui kemampuan mikroalga Chlamydomonas sp yang dikultivasi dalam photobioreaktor tubular dalam penyerapan gas CO2 serta untuk mengetahui konsentrasi maksimum gas CO2 dalam umpan untuk memproduksi biomasa mikroalga yang optimal. Percobaan dilakukan dnegan memvariasi laju alir dari 0.03 -0.071 L/menit dan konsentrasi CO2 dalam umpan 10-30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomasa mikroalga dapat diproduksi dengan maksimal dengan konsentrasi gas CO2 20% dengan laju alir 0.07 L/min. Semakin tinggi laju alir maka produksi biomasa alga semakin besar. Kecepatan pertumbuhan alga maksimum terjadi pada 0.31 /hari. Pada konsentrasi gas CO2 30%, terjadi substrate inhibition yang disebabkan carbon dalam bentuk ion bicarbonate tidak dapat dikonsumsi lagi di dalam kultur alga. Kata kunci : Mikroalga, chlamydomonas sp, biofiksasi CO2, biogas Abstract Microalgae have a potential for CO2 biofixation and therefore can be used to reduce the CO2 concentration in the gas pollutants. Moreover, microalgae growth is strongly affected by the concentration of CO2 in the exhaust gas pollutants. The objective of this research was to investigate the ability of microalgae Chlamydomonas sp which was cultivated in a tubular photobioreactor for CO2 absorption as well as to determine the maximum concentration of CO2 in the feed gas to obtain optimum microalgae biomass. The experiments were performed by varying the gas flow rate of 0.03 -0.071 L / min and the concentration of CO2 in the feed of 10-30%. The results showed that the maximum biomass of microalgae can be produced with CO2 concentration of 20% vol with a flow rate of 0.07 L / min. The result also showed that increasing the gas flow rate, the greater of the production of algal biomass and the maximum algae growth rate occurred at 0.31 / day. At a concentration of 30% CO2 gas, it occurs a substrate inhibition due to inefficient of bicarbonate use by algae culture.

  16. PARTISIPASI PENGGUNA DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (TELAAH LITERATUR

    Priyo Hari Adi

    2006-01-01

    Full Text Available User participation in information system development was found to be the important factor that influenced the system success. Researches found that user participation influenced the system success indirectly through the user satisfaction. The results show the importance of accommodating the users' needs and requirements by involving them to participate in the system development to get the system success. However, the use of the terminology of user satisfaction is not so correct in relation with certain stage of information system development. Most of the users in the implementation stage need the understanding rather than expertise to operate the system. That was the reason why some researches used the terminology of user understanding rather than user expertise to measure their satisfaction in the related stage. Abstract in Bahasa Indonesia : Partisipasi pengguna dalam pengembangan sistem informasi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap suksesnya sebuah sistem. Beberapa penelitian menemukan bahwa partisipasi pengguna berhubungan secara tidak langsung berhubungan dengan kesuksessan sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa betapa pentingnya mengakomodasi kebutuhan dan keinginan dengan melibatkan pengguna untuk berpartisipasi dalam pengembangan sebuah sistem. Bagaimanapun juga, penggunaan istilah kepuasan pengguna tidak tepat dalam kaitannya dengan kepastian pengembangan sistem informasi. Kebanyakan dari pengguna dalam tahap implementasi membutuhkan pemahaman dibanding keahlian dalam mengoperasikan sistem itu. Oleh karena itu beberapa penelitian lebih menggunakan istilah pemahaman pengguna dibandingkan dengan keahlian pengguna untuk mengukur kepuasan. Kata kunci: partisispasi pengguna, kepuasan pengguna, keahlian pengguna, pemahaman pengguna.

  17. PEMANFAATAN KIT OPTIK SEBAGAI WAHANA DALAM PENINGKATAN SIKAP ILMIAH SISWA

    - Wahyudi

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini mengkaji bagaimana bentuk kegiatan pemanfaatan kit yang dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa, serta sikapsikapilmiah apa saja yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan kit dalam pembelajaran. Penelitian tindakan kelas inidilaksanakan dalam empat siklus dengan memanfaatkan kit optik pada pokok bahasan optika geometri. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peningkatan sikap ilmiah dapat dilakukan dengan mengembangkan perangkat kegiatan pemanfaatan kitOptik dalam pembelajaran, meliputi: rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP yang berorientasi pada aktivitas belajar siswa,berupa pembiasaan bersikap ilmiah dengan melakukan kerja ilmiah, lembar kerja siswa (LKS yang dirancang dengan pendekataninquiry yang menjadi arah serta panduan bagi siswa dalam bekerja ilmiah. Sikap ilmiah yang dapat dikembangkan dalam penelitianini adalah objektif, kritis, ulet, rendah hati, dapat bekerjasama dengan orang lain dan pandangan positif terhadap kegagalan. This Classroom action research discusses how activities of kit optic utilization can improve students' scientific attitudes and whatscientific attitudes can be developed in their learning. This research is conducted in four cycles that applies kit optic as the maintopic in optical geometry. The result shows that students' scientific attitudes can be improved by implementing specific units ofactivity in kit optic utilization in students' learning. They consist of RPP (The Plan for Teaching Implementation with the orientationof students' learning activities in the forms of developing students' habit of scientific attitude in scientific project and students' paperwork through inquiry approach. This research suggests that kit optic utilization improves students' scientific attitudes of beingobjective, critical, perseverance, modest, cooperative, and optimistic toward failures.Keywords: kit optic, scientific attitudes, optical geometry, scientific attitude

  18. MODEL ANTARMUKA AUGMENTED REALITY INTERAKTIF MENGGUNAKAN APPRECIATIVE LEARNING DALAM APLIKASI PEMBELAJARAN AKSARA JAWA

    Noor Ageng Setiyanto

    2016-03-01

    Full Text Available Teknologi Augmented Reality telah banyak digunakan dalam media pembelajaran sebagai media yang dapat membantu proses pembelajaran. Namun, peran sebagian besar penerapan teknologi Augmented Reality tersebut hanya sebatas sebagai elemen interaktif dan visual saja tanpa memiliki arah ke aktivitas pembelajaran yang terkonsep. Dalam pembelajaran bahasa dan huruf, dalam hal ini adalah aksara Jawa, aktivitas pembelajaran yang terkonsep adalah salah satu faktor vital untuk keberhasilan tujuan pembelajaran. Aksara Jawa sebagai bagian dari budaya bangsa perlu diperkenalkan sejak dini sehingga dimasukkan dalam kurikulum di sekolah. Penelitian ini membahas tentang model antarmuka manusia dan komputer berbasis augmented reality yang menyajikan aktivitas pembelajaran yang terkonsep. Konsep yang digunakan dalam pengembangan aktivitas pembelajaran adalah Appreciative Learning yang mempunyai empat tahapan dalam pengembangan aktivitas, yaitu Discovery, Design, Destiny dan Dream. Hasil dari penelitian ini adalah model aktivitas yang dirancang untuk penerapan Augmented Reality dalam pembelajaran aksara Jawa. Kata Kunci : antarmuka manusia komputer, Augmented Reality, pendidikan, Appreciative Learning.

  19. KESTABILAN IODIUM DALAM GARAM PADA BERBAGAI TIPE DAN RESEP MASAKAN

    Ance Murdiana Dahro

    2012-11-01

    Full Text Available Dalam jangka panjang fortifikasi garam dianggap cara yang paling tepat guna dan ekonomis untuk menanggulangi masalah kekurangan iodium. Dalam kaitan tersebut perlu diketahui kestabilan iodium dalam garam yang ditambahkan kedalam masakan dari berbagai tipe dan resep di tingkat lapangan. Sampel berupa masakan yang berasal dari 6 kota di 6 provinsi di Indonesia, banyak dikonsumsi dan dijual di tempat yang banyak dikunjungi orang. Penentuan sampel masakan dilakukan setelah pengujian garam yang digunakan dengan menggunakan pereaksi Iodinatest buatan Indofarma. Bila setelah penambahan pereaksi pada garam timbul warna ungu menandakan bahwa garam tersebut mengandung iodium, masakan ituu kemudian ditetapkan sebagai sampel. Jumlah garam yang ditambahkan diketahui dari wawancara dengan penjual makanan tersebut. Jumlah iodium dalam garam yang ditambahkan kedalam masakan diketahui setelah dilakukan analisis garam di laboratorium. Dari iodium yang tersisa dalam makanan dapat dihitung jumlah iodium yang hilang. Dibuat pula beberapa masakan serupa dengan menggunakan resep asli di laboratorium (simulasi. Pelepasan iodium dari makanan dilakukan melalui dua tahap yaitu digestasi kering lalu dilanjutkan dengan digestasi cara basah. Penetapan iodium dilakukan dengan reaksi "Sandell Kolthoff'. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah iodium yang tersisa pada umumnya amat rendab (dibawah 50 ug/100 gram masakan. Tiap jenis masakan bervariasi dalam keasaman, jenis dan jumlah bumbu yang ditambahkan. Iodium yang rusak/hilang dari masakan tipe asam yang dimasak atau tidak dimasak (contoh kuah empek-empek atau asinan sekitar 60-85%, dari masakan bersantan tapi dimasak tidak lama (contoh soto santan sekitar 40-50%, dari masakan bersantan dikeringkan (contoh rendang sekitar 60-70%, dari masakan yang digoreng (contoh sambal hijau sekitar 45-60%, dari masakan yang diolah tidak lama (contoh sayur tettu, rujak cingur sekitar 40-50%, sedangkan dari masakan yang dimasak lebih dari 10 jam (contoh gudeg sekitar 60-68%. Rata-rata iodium yang hilang dari beberapa masakan yang dibuat di laboratorium (simulasi yaitu rendang, sambal cabe hijau, kuah empek-empek, gudeg, sayur asam dan asinan masing-masing adalah 75%, 62%, 68%, 70%, 61%, dan 80%.

  20. Keperluan, Kepentingan Dan Sumbangan Perancangan Pendidikan Dalam Pembangunan Ekonomi Malaysia

    Hasnah Ali

    2009-01-01

    Full Text Available Perancangan rapi yang dibuat oleh Malaysia telah berjaya membawa negara ke tahap yang agak memuaskan berbanding dengan negara membangun yang lain. Perancangan pembangunan negara bermula dengan Rangka Rancangan Jangka Panjang Pertama (RRJP 1 sehingga Rangka Rancangan Jangka Panjang Ketiga (RRJP 3 yang meliputi dasar utama pembangunan seperti Dasar Ekonomi Baru (DEB, Dasar Pembangunan Nasional (DPN dan Dasar Wawasan Negara (DWN. Sehingga kini semua dasar telah menampakkan kesan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan telah diperincikan melalui rancangan lima tahun. Selepas pembentukan Malaysia pada tahun 1963, struktur pendidikan telah berubah di mana rancangan pendidikan dihubungkaitkan dengan memperkukuhkan sistem pendidikan negara dan membina perpaduan sosial, ekonomi dan politik. DEB mempunyai hubungan yang rapat dengan sistem pendidikan negara. Sebelum tahun 1970, sebilangan besar bumiputera lemah dalam pendidikan menyebabkan hanya segelintir sahaja yang mempunyai peluang untuk mendapatkan pekerjaan bagi memenuhi gunatenaga mahir manusia dalam berbagai-bagai profesion yang diperlukan. Pendidikan dan pembangunan sumber manusia adalah kunci kepada peningkatan daya saing negara. Kertas kerja ini menganalisis kepentingan sektor pendidikan dalam setiap rancangan pembangunan lima tahun dan sumbangannya kepada pembangunan ekonomi negara. Kajian empirik juga dilakukan untuk menentukan kesan keberkesanan perbelanjaan pendidikan terhadap pertumbuhan Keluaran Dalam Negara Kasar (KDNK. Kajian mendapati dalam setiap rancangan pembangunan lima tahun bermula dari Rancangan Malaysia Pertama hingga ke rancangan terkini, aspek pendidikan dan pembangunan sumber manusia memang sentiasa ditekankan. Dasar pembangunan sumber manusia terutama sekali bahagian pendidikan dan latihan menjadi semakin penting lebih-lebih lagi dengan peralihan ekonomi Malaysia daripada intensif buruh kepada intensif modal dan intensif teknologi. Peruntukan yang tinggi juga telah diberikan kepada sektor ini dan telah memberikan banyak kesan positif seperti pengurangan kemiskinan dan penstrukturan semula masyarakat bagi menegakkan DEB, DPN dan DWN.

  1. Musik sebagai Wujud Eksistensi dalam Gelaran World Cup

    Michael HB Raditya

    2014-11-01

    Full Text Available We Are One atau “Ole Ola” merupakan lagu resmi dari gelaran World Cup. Setiap World Cupmempunyai lagu resminya ditiap gelarannya. Dalam keberlangsungannya, setiap lagu world cupmembutuhkan pertimbangan dalam pembentukannya. Aspek-aspek seperti budaya, sosial, politikdan lainya menjadi alasan penting dalam pembentukannya. Pembentukan Ole Ola didasarkan padaproses hibriditas budaya lokal dan global. Perpaduan samba dan hip hop menjadi variant dalampembentukannya. Perpaduan tersebut membentuk identitas untuk lagu itu sendiri, dan untuk gelaranworld cup. Eksistensi dari lagu sehingga makin terasa karena perpaduan yang membentuk identitas.Terlebih lagu tersebut tercipta tidak hanya karena gelaran, tetapi mempunyai fungsi dan guna untukmasyarakat. Musik sebagai media dalam mengkonstruksi pesan atas kepentingan. Musik membentukidentitas, dan mempunyai eksistensi dalam keberlangsungannya. Musik tidak lagi hanya berfungsisebagai musik saja, tetapi musik mempunyai peran dalam pembentukan identitas dan menjamineksistensi.Music as a form of Existance in the World Cup Performance. We are one or Ole Ola is the officialsong of the world cup performance. Every world cup has its official song in each event. In its development ofexistance, every song in world cup needs requires of consideration for creating process. Aspects such as cultural,social, politics and others become the important reason for creation. The creating proses of Ole Ola song isbased on the local and global cultural hybridity. The combination of samba and hip hop is a primary varianton creating process. The combination creates an identity for the song itself, and for world cup identity. Theexistance of Ole Ola is stronger because the combination may create the new identity. Moreover, the songcreated is not only for the event, but also has a function and purpose to society. Music is as a medium inconstructing the messages of interest. Music creates an identity, and has an existance in its continuty. Musicis not only for music itself, but also has a role in creating identity and ensures the existance.

  2. SENSOR ULTRASONIK SEBAGAI ALAT PENGUKUR KECEPATAN ALIRAN UDARA DALAM PIPA

    K.G. Suastika

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKEra perkembangan teknologi saat ini telah banyak ditemukan alat-alat inovasi terbaru terutama pada penggunaan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik merupakan gelombang bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz dan biasanya digunakan dalam bidang kelautan (SONAR, kedokteran (USG maupun dalam bidang industri. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang pengukuran kecepatan aliran udara dalam pipa menggunakan sensor ultrasonik dan gelombang ultrasonik yang digunakan pada penelitian ini adalah gelombang ultrasonik yang memiliki frekuensi kerja sebesar 300 kHz. Prinsip pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode waktu tempuh gelombang ultrasonik (time of flight dengan memanfaatkan perubahan karakteristik gelombang ultrasonik ketika melewati kondisi aliran udara yang berbeda yaitu upstream dan downstream. Selain itu, sebagai pembanding (tingkat akurasi dalam penelitian ini digunakan alat pengukur kecepatan aliran udara standar yaitu anemometer. Dari hasil penelitian didapat bahwa tingkat akurasi sebesar 99% dan dengan korelasi sebesar 0,99 (korelasi sangat tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sensor ultrasonik valid dan dapat digunakan sebagai perangkat pengukur kecepatan aliran udara dalam pipa. ABSTRACTThe newest innovation instruments applying ultrasonic wave have been found in this technology era. Ultrasonic wave is the sound of wave is the sound wave having frequency above 20.000 Hz and is usually used in oceanic field (SONAR, medical (USG and industrial fields. This research measured the air velocity in pipe by using ultrasonic sensor. The ultrasonic wave used was the one which has frequency of 300 kHz. The Principle of measurement applied the method of elapsed time of ultrasonic wave (time of flight by considering the change of ultrasonic wave when passing different air flow condition: upstream and downstream. Besides, the anemometer was used as the accuracy comparator. The result showed that accuracy was 99% and the correlation was 0.99 (very high correlation.It was concluded that the ultrasonic sensor was valid and can be used as measuring instrument of air flow velocity in pipe.

  3. SURROGATE MOTHER DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INDONESIA

    Mr. Muntaha

    2013-04-01

    Full Text Available The development of science and technology, in particular in the field of health, has already recently brought a huge advantage and problem in human life. An example of technological marvel that not only requires deep legal thoughts but also at the same time solution is the bio-medical technology advancement of surrogacy. Surrogacy deals with human’s inclination towards reproductive activity. However, it opens up legal complication, in particular with regards to the potential commission of a criminal action as well as to the notion of doctor’s liability. Perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan yang semakin maju dan pesat telah membawa berbagai manfaat dan masalah dalam kehidupan manusia dewasa ini. Salah satu perkembangan yang tidak hanya membutuhkan pemikiran di bidang hukum, tetapi juga sekaligus solusinya adalah mengenai kecanggihan teknologi bio-medis surrogate mother. Surrogacy menyentuh sisi kemanusiaan seorang insan terhadap reproduksi. Akan tetapi, lembaga surrogacy juga membawa komplikasi hukum terutama terkait dengan potensi tindak pidana dan dengan persoalan tanggung jawab dokter.

  4. ELECTRONIC COMMERCE: TANTANGAN KOMPETENSI AKUNTAN DALAM MENGHADAPI ISU INTERNAL KONTROL

    Setyarini Santosa

    2002-01-01

    Full Text Available The emerging of the internet and world wide web as enabler of electronic commerce has resulted in some complexities for accountants in conducting their engagement. In electronic commerce, which trading activities have been facilitated with computer network such as intranet, extranet or internet, internal control structure has become more complicated than those without network. Confidentiality, integrity, authenticity and non-repudiation are some of the major complex issues in the application of electronic commerce these days.Those complexities, which do not occur in non computer-based trading, are based on the fact that electronic commerce not only involves accounting disiplines but also technical comprehension from other diciplines. Accountants find difficulties in facing the internal control issues in computer-based information system environment, especially in a situation that business has already been implementing computer network in conducting its primary and support activities. This article will discuss material related to the current issues of internal control structure, the implication of electronic commerce on internal control structure and opportunities for accountants. Abstract in Bahasa Indonesia : Kemunculan internet dan world wide web sebagai dasar berkembangnya perdagangan elektronik atau electronic commerce telah menimbulkan permasalahan yang cukup pelik bagi seorang akuntan dalam menjalankan penugasannya. Dalam lingkungan perdagangan yang sudah memanfaatkan jaringan komputer, baik dalam kapasitasnya sebagai intranet, extranet, maupun internet, sistem pengendalian internal menjadi semakin rumit. Beberapa isu seperti keamanan dan keaslian transaksi yang dulunya nampak sederhana dalam lingkungan yang tidak berbasis komputer, sekarang menjadi sangat kompleks. Dalam electronic commerce, isu-isu tersebut dikenal dengan istilah confidentiality, integrity, authenticity, non-repudiation dan sebagainya. Kekompleksan ini dikarenakan hal-hal tersebut tidak bisa lagi dilihat hanya dari disiplin akuntansi atau bisnis semata, tetapi juga mengarah dan melibatkan pemahaman permasalah teknis yang menginjak disiplin ilmu di luar akuntansi. Hal ini tidak jarang menimbulkan kegagapan akuntan dalam menghadapi masalah-masalah pengendalian internal dalam lingkungan sistem akuntansi berbasis komputer, apalagi jika bisnis telah memanfaatkan jaringan komputer dalam melakukan aktifitas utama dan aktifitas pendukung administratif akuntansinya. Artikel ini akan membahas materi-materi yang terkait dengan isu-isu baru diseputar pengendalian internal, implikasi e-commerce terhadap pengendalian internal dan peluang yang dimiliki oleh akuntan. Kata kunci: pengendalian internal, e-commerce, confidentiality, integrity, authenticity, non-repudiation.

  5. Kajian Hukum tentang Penerapan Pembuktian Sederhana dalam Perkara Kepailitan Asuransi

    Erma Defiana Putriyanti

    2012-02-01

    Full Text Available Commercial courts’ judges are still strictly observing summary proof principle when trying insolvency proceedings against insurance companies. Since insurance companies are vital for our economy, the Ministry of Finance needs to formulate certain measurement and consideration that ought to be met prior to filing insolvency case to commercial courts. Pembuktian sederhana dalam perkara kepailitan perusahaan asuransi masih diterapkan secara kaku oleh hakim-hakim niaga. Sebagai lembaga keuangan yang vital dalam perekonomian bangsa, Kementerian Keuangan selaku otoritas tertinggi di bidang keuangan perlu menyusun tolok ukur dan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang harus dipenuhi sebelum kasus kepailitan perusahaan asuransi dapat diajukan ke pengadilan niaga.

  6. Pendidikan sebagai Perekrut dalam Komunitas Terbayang: Analisa Wacana dalam Film Denias Senandung di Atas Awan

    Katarina Rima Melati

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memahami wacana politik dan negara yang dibentukoleh sebuah film. Film Denias, Senandung Di Atas Awan (DSAW dipilih sebagaistudi kasus karena film ini pernah menjadi film terbaik Indonesia dan mewakiliIndonesia dalam seleksi piala Oscar 2008. Berdasarkan hasil penelitian dapatdipahami bahwa menjadi sebuah negara adalah membayangkan sebuah komunitasyang dibangun dengan unit politik yang sama dan melalui sentimen sebagai ‘sesamawarga negara’. Proses ini bukannya selalu berjalan mulus, malahan salah saturesikonya adalah tercabutnya nilai-nilai otentisitas kedaerahan yang telah mengakardalam sebuah komunitas untuk kemudian distandarisasi agar kokoh sebagaibangunan bernama negara. Imaginasi proyek negara ini diusung terus menerusmelalui wacana pembentukan nasionalisme kebangsaan salah satunya adalahmelalui sistem pendidikan yang dilembagakan dalam bentuk sekolah. Film DSAWmemberi gambaran bagaimana pendidikan terutama di lingkungan sekolah menjadiagenda politik dalam memasukkan ideologi kebangsaan termasuk dengan atributatributkenegaraan seperti militer melalui anggota Kopassus; budaya melalui bahasaIndonesia; pembentukan oposisi biner antara Jawa yang telah maju dibandingkandengan Papua yang tertinggal; termasuk Freeport sebagai representasi dari kapital.Film DSAW menjadi contoh bagi pembentukan bayangan komunitas sebagaikesatuan yang direkrut melalui ideologi-ideologi bahkan doktrin-doktrin yang adadalam sistem pendidikan. The Education as a Means of Recruiting in the Imagined Community: TheDiscourse Analysis in Denias Movie, Senandung di Atas Awan. This study aimsto understand the political and state discourse formed by a movie. Denias movie ischosen as a case study because it has ever been the best Indonesian movie and representedIndonesia in the selection of 2008 Oscar Award. Based on the research result, it can beunderstood that being a nation is such a way of imagining a community built with asimilar political unit, and through out sentiments of being ‘fellow citizens’. The processdoes not always go smoothly, but one of the main risks is the dispossession of the valuesof regional authenticity which has deeply rooted in a certain community and then beenstandardized for being the strong nation. The imagination of the country project hasbeen carried continuously through the formation of nationalism discourse. One of whichis through the education system instituted in the form of school. DSAW movie illustrateshow education, especially in the school environment, becomes the political agenda inincorporating the ideology of nationality, including the state attributes such as: themilitary through Kopassus members; Indonesian culture through Bahasa Indonesia; theformation of a binary opposition between the well-developed Java in comparison with the lagged Papua; including Freeport as the capital representation.DSAW movie becomes the example for the formation of the imagined community as awhole recruited through ideologies even the existed doctrines in the education system.

  7. ASPEK PERPAJAKAN DALAM PRAKTEK TRANSFER PRICING

    Yenni Mangoting

    2000-01-01

    Full Text Available Transfer pricing is defined as a special price for sale that is used in exchange of interdivisional to record the revenue of the selling division and expense of the buying division. The main goal of transfer pricing is to evaluate and measure the performance of a company. But transfer pricing is often used by multinational companies to minimize tax paid through the re-engineering of price transferred among divisions. The key to a successful practice of transfer pricing from tax standpoint is the existence of related parties transactions. Related parties is relationship between one company with other company and this relationship happens because of such relationship between each company does not exist naturally.To regulate the tranfer pricing practice, the regulations govern the authority to realocate transfer price among divisions that have related parties transactions. Abstract in Bahasa Indonesia : Transfer pricing didefenisikan sebagai suatu harga jual khusus yang dipakai dalam pertukaran antardivisional untuk mencatat pendapatan divisi penjual (selling division dan biaya divisi pembeli (buying division. Tujuan utama dari transfer pricing adalah mengevaluasi dan mengukur kinerja perusahaan. Tetapi sering juga transfer pricing digunakan oleh perusahaan-perusahaan multinasional untuk meminimalkan jumlah pajak yang dibayar melalui rekayasa harga yang ditransfer antardivisi. Kunci utama keberhasilan transfer pricing dari sisi pajak adalah adanya transaksi karena adanya hubungan istimewa. Hubungan istimewa merupakan hubungan kepemilikan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain dan hubungan ini terjadi karena adanya keterkaitan satu pihak dengan pihak lain yang tidak terdapat pada hubungan biasa. Untuk mengatur transfer pricing ini, undang-undang memberikan kewenangan kepada pihak fiskus untuk menentukan kembali jumlah harga transfer antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Kata kunci: transfer pricing, hubungan istimewa, perusahaan multinasional, perpajakan.

  8. Etika Kepedulian : Welas Asih Dalam Tindakan Moral

    Yeremias Jena

    2014-06-01

    Full Text Available Abstract : Compassion in ethical discourse is used to describe the attitudes and actions of moral agent in helping the vulnerables and the suffering. Discourse around compassion generally focused on whether compassion is an attitude of sympathy or empathy, or it is the attitude of compassion derived from an altruistic attitude which is inherent in intelligent being. This paper argues that compassion is realized only in the context of ethics of care. For that reason, the paper will first distinguish simpaty from empathy and contextualize them within the realm of altruism. At the same time this approach plays the role of criticizing emotive ethics of David Hume and Kantian ethics which is attacked by Kantian ethics as heteronomous.Keywords : sympathy, empathy, altruism, epiphanic experience, caring encounters, care ethicsAbstrak : Sikap welas asih (compassion dalam diskursus etika digunakan untuk mendeskripsikan sikap dan tindakan moral menolong sesama yang rentan dan menderita. Diskursus seputar sikap welas asih umumnya difokuskan pada apakah sikap tersebut adalah bagian dari sikap simpati atau empati? Atau, apakah sikap welas asih adalah wujud dari sikap altruistik yang umumnya dimiliki makhluk hidup berperasaan dan berinteligensi? Tulisan ini pertama-tama akan menunjukkan bahwa sikap welas asih lebih dekat dengan konsep dan sikap simpati. Untuk memahami hal ini, pembedaannya dengan empati akan dikemukakan. Di atas semuanya itu, sikap welas asih (simpati dan empati dibedakan juga dari sikap altruistik manusia. Melalui tulisan ini akan ditunjukkan pula bahwa hanya melalui etika kepedulian (ethics of care kita dapat memahami welas asih sebagai sikap dan tindakan moral. Ini sekaligus menjadi kritik tajam terhadap etika Humean yang terlalu memuja perasaan moral dan etika Kantian yang menghojat emosi atau perasaan moral sebagai etika manusia heteronom.Kata kunci : Simpati, Empati, Altruisme, Pengalaman epifani, Perjumpaan penuh belas kasih, Etika kepedulian

  9. Penerapan Metoda Penelitian Kualitatif dalam Bidang Kesehatan Gigi (Studi Pustaka

    Peter Andreas

    2015-11-01

    Full Text Available Pada umumnya penelitian dengan manusia sebagai subyek penelitian menginginkan hasil yang pasti dengan bekerja menggunakan angka-angka statistik yang dapat menggambarkan ukuran tertentu. Akan tetapi manusia tidak hanya terdiri dari unsur fisik saja, melainkan juga unsur psikis yang bersifat abstrak dan hukum-hukumnya yang bersifat nisbi (tidak pasti. Oleh karenanya manusia sebagai subyek dan sekaligus obyek penelitian sifatnya sangat heterogen. Untuk masalah-masalah penelitian yang tidak dapat dipecahkan atau dijawab dengan penelitian kuantitatif, maka pemilihan metoda penelitian kualitatif layak dilakukan. Dengan metoda penelitian kualitatif maka manusia sebagai subyek dan sekaligus obyek penelitian akan dilihat secara utuh (holistik. Alasan konsepsual, praktis, dan pragmatis menjadi alasan penggunaan penelitian kualitatif. Dengan melihat ciri-ciri yang ada dalam penelitian kualitatif maka kita dapat menerapkannya dibidang kesehatan gigi dalam upaya menggali gagasan, mengembangkan dan memahami hasil penelitian kuantitatif, serta sebagai metoda pengumpulan data primer. Metoda penelitian kualitatif memungkinkan kita menyelidiki konsep-konsep yang dalam pendekatan penelitian lainnya, intinya akan hilang. Konsep-konsep seperti rasa sakit, cemas, dan harapan dapat diselidiki sebagaimana orang-orang yang sesungguhnya dalam kehidupan mereka sehari-hari.    

  10. MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DALAM SPEKTRUM BLUE OCEAN STRATEGY

    Mardia Mardia

    2015-03-01

    Full Text Available Abstract: The Islamic higher educations are undergoing important changes involving the development of missions and reorganization of management, with implications for their quality education in the midst of complexity. The main study of this article highlights the importance of governance quality in Islamic higher education in the face of complexity from the perspective of Blue Ocean Strategy. It can be concluded that to win in the future, Islamic higher educations must stop competing each other. The only way to beat the competition is to stop trying to beat the competition. Blue Ocean Strategy to be one of the alternatives in the management of educational institutions to create distinctive adavantage and competitiveness based graduates. Abstrak:  Pendidikan tinggi Islam mengalami perubahan signifikan pada pengembangan misi dan reorganisasi manajemen yang mempengaruhi kualitas pendidikan di era kompleksitas. Kompleksitas tersebut tidak dapat diprediksi dan mempengaruhi munculnya gejala disorientasi nilai, disharmoni sosial, dan peran disfungsional. Pokok kajian tulisan ini menyorot pentingnya tatakelola pendidikan tinggi Islam bermutu dalam perspektif Blue Ocean Strategy dalam menghadapi kompleksitas. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif teoritis dan praktis. Temuan penelitian adalah untuk berdaya saing di masa depan, pendidikan tinggi Islam harus berhenti bersaing satu sama lain. Satu-satunya cara untuk mengalahkan kompetisi adalah berhenti berusaha memenangi kompetisi. Blue Ocean Strategy menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan lembaga pendidikan dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan unggul.

  11. DAMPAK PENGGUNAAN PENGUKUR KINERJA DAN EVALUASI DALAM KEMAMPUAN STRATEGIS ORGANISASI

    Ewing Yuvisa Ibrani

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah peran pengukuran kinerja dapat memfasilitasi keputusan dan hubungannya dengan evaluasi umpan balik dan umpan kedepan serta dapat mempengaruhi kemampuan dalam menghasilkan kemampuan baru sehingga dapat mempengaruhi hasil kinerja SBU. Penelitian ini dilakukan pada 88 Perusahaan dibidang industri kimia di Serang dan Cilegon, Banten, dengan objek penelitian adalah manajer produksi dan manajer pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sur...

  12. BIOMETRIC SECURITY: ALTERNATIF PENGENDALIAN DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERKOMPUTERISASI

    Josua Tarigan

    2004-01-01

    Full Text Available As organization search more secure authentication method for user access, biometric security technology is gaining more and more attention. The implementation of biometric security technology in accounting information systems was physical access, virtual access, e-commerce applications and covert suveillance. There are three phase when an organization implementation biometric technology: strategic planning and budgeting, developing a system reliability plan and documentation. The challenges will face when develop biometric technology as control in accounting information system are standardization, hybrid technology uses, life cycle management. Abstract in Bahasa Indonesia : Adanya keinginan setiap organisasi untuk mencari metode pengamanan authentication yang lebih untuk akses user, dijawab dengan adanya teknologi biometric security yang mendapat perhatian yang cukup besar bagi organisasi. Implementasi teknologi biometric security cukup luas dalam sistem informasi akuntansi yaitu sebagai pengendalian pada physical access, virtual access, e-commerce applications dan covert surveillance. Dalam mengimplementasikan teknologi biometric, ada tiga tahapan yang harus dilakukan organisasi, yakni strategic planning and budgeting, developing a system reliability plan dan documentation. Tantangan yang akan dihadapi dalam mengembangkan teknologi biometric sebagai pengendalian dalam sistem informasi akuntansi yakni standarisasi, aplikasi teknologi hybrid dan manajemen siklus hidup pada biometric security. Kata kunci: authentication, akses user dan biometric security.

  13. PENERAPAN PEMBELAJARAN EKSPERIENSIAL DALAM MENGEMBANGKAN SELF-REGULATED LEARNING

    Darmiany Darmiany

    2016-02-01

    Full Text Available Abstract: Implementing Experiential Learning to Promote Students’ Self-regulatedness. This study tries to investigate how experiential learning can promote students’ Self-regulatedness. A classroom action research has incorporated training and the utilization of meta-cognition, motivation and learning behaviour that was believed to be effective since it epitomizes the behaviour of a life-long learner. It could be concluded that implementation of this classroom action research had progressively approximated the criterion of success in three cycles. More and more students became highly motivated to make the best journal possible which has also affected the quality of their learning activities in doing independent study by seeking additional reference, holding discussions with classmates, and submitting more useful topics. Abstrak: Penerapan Pembelajaran Eksperiensial dalam Mengembangkan Self-Regulated Learning. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pembelajaran eksperiensial agar mahasiswa menggunakan self-regulated learning (SRL dalam belajar. Penelitian tindakan kelas tiga siklus dilakukan terhadap satu kelas Perkembangan Peserta Didik (52 mahasiswa di Universitas Negeri Malang. Belajar eksperiensial melalui empat tahap secara siklikal yaitu concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, dan active experimentation berhasil membantu mahasiswa untuk menerapkan SRL dalam belajar. Siklus pertama, 88,5% mahasiswa tidak menggunakan SRL dalam belajar. Siklus kedua penggunaan SRL meningkat mencapai 87%. Peningkatan cukup signifikan terjadi pada siklus ketiga,yakni mencapai 94,2%.

  14. Penentu deposit dalam sistem perbankan Islam di Malaysia

    Shim Man Kit

    2011-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi deposit permintaan dalam sistem perbankan Islam (SPI) di Malaysia. Kajian ini dijalankan menggunakan ujian kointegrasi dan Model Vektor Pembetulan Ralat (VECM) untuk melihat kesignifikan pembolehubah dengan permintaan deposit. Hasil kajian menunjukkan wujudnya hubungan antara permintaan deposit dengan kadar pulangan deposit perbankan Islam, kadar faedah deposit tabungan bank perdagangan, kadar inflasi serta output negara. Dal...

  15. PENGGUNAAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK PEMILIHAN PORTFOLIO SAHAM DALAM MODEL MARKOWITZ

    Silvia Rostianingsih

    2005-01-01

    Full Text Available Modern portfolio theory is based on asumption that investor can choose his proportion asset in portfolio, so they can minimize the risk and maximize the return. This paper presents the use of genetic algorithm (GA to optimize the choice of share portfolio in markowitz model by representing the efficient set portfolio. GA represent the efficient set using undirect representation to avoid infeasible solution and penalty function. From the implementation, it can be concluded that GA is one of methods which is able to obtain optimum point from portfolio. Abstract in Bahasa Indonesia : Teori portofolio modern mendasarkan teorinya pada asumsi bahwa investor bertindak secara rasional dengan memilih proporsi asetnya dalam sebuah portofolio sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan resiko dan memaksimalkan return. Dalam paper ini penulis mencoba menyajikan penggunaan algoritma genetika (Genetic Algorithm/GA untuk optimasi pemilihan portofolio saham dalam model markowitz dengan cara merepresentasikannya sebagai kumpulan portofolio yang efisien (the efficient set portofolio. GA merepresentasikan kumpulan yang effisien ini dengan menggunakan representasi tidak langsung untuk menghindari solusi yang tidak feasible dan fungsi penalti. Dari hasil yang telah diimplementasikan dapat disimpulkan bahwa GA dapat digunakan sebagai salah satu metode yang cukup berhasil dalam menemukan titik optimum dari sebuah portofolio. Kata kunci: markowitz, teori portofolio, algoritma genetika.

  16. Interaksi\tRasionalitas Teknis dalam Pemikiran Hadis Kontemporer

    M Ridwan Hasbi

    2013-05-01

    Full Text Available Transmisi periwayatan hadis dari Rasulullah sampai pada tahap kodifikasinya merupakan sebuah realitas yang berkaitan dengan redaks ionalisasi wahyu, kewenangan dan validitasnya. Tahap selanjutnya aplikasi hadis dalam ajaran Islam dengan pemahaman yang berputar antara tekstual dan kontekstual yang berformulasi pada penggunaan rasio secara terbatas terikat dengan kaidah • kaidah dan atau liberal. Kontek pemikiran hadis kontemporer menjelaskan perlunya rasio dalam pemahaman hadis yang disebabkan perubahan kondisi sosio• historis, mobilitas sosial, dan kemajuan zaman. Dinamika pemikiran ini dipolapada rasionalitas teknis,yakni penggunaan akal terhadap hadis dalam merealisasikan ajaran Islam yang "sholeh likulli zamanin wa makanin" dengan memilih sarana yang terbaik dalam menggapai tujuan tersebut tapi tidak keluar dari kaidah yang mu'tabarah. Konstruksi interaksi pemikiran ini dihadapkan pada maqashid dan maslahah, juga •umum al•lafzi dan khusus al-Sabab, kedua masalah ini dipolarisasi pada dinamika bahwa penjabaran dan pemahaman rasionalitas teks bersifat teknis dengan sarana dua sayap akal dan teks yang tidak beroposisi untuk sampai pada pemikiran yang flekisibel, variasi dan tidak stalis

  17. KONSEP PENGAUDITAN DALAM LINGKUNGAN PENGELOHAN DATA AKUNTANSI TERKOMPUTERISASI

    Yulius Jogi Christiawan

    2000-01-01

    Full Text Available Auditing concept pertaining to the assessment of control risk, control testing and substantive testing related to the collection of evidence. Used of Electronic Data Processing (EDP into processing of accounting data has effects on controls and the audit trail. The independent auditor must evaluate these effects on the element of the control structure and must be aware of how EDP may change the audit trail. Additional controls that have been specified in response to the effects of EDP on the processing of accounting data include general and application control. Computer auditor, the computer and computer testing can play major roles in controls and substantive testing. Abstract in Bahasa Indonesia : Konsep pengauditan berkaitan dengan menilai resiko pengendalian, uji pengendalian dan pengujian substantif berkenaan dengan pengumpulan bukti guna mendukung pendapat auditor independen. Penggunaan Electronic Data Processing (EDP dalam pemrosessan data akuntansi memiliki pengaruh terhadap pengendalian dan jejak audit. Auditor independen harus mengevaluasi pengaruh ini dalam kaitannya dengan struktur pengendalian dan menyadari bagaimana EDP mempengaruhi jejak Audit. Pengendalian tambahan yang seharusnya ada untuk merespon pengaruh penggunaan EDP dalam pemrosessan data akuntansi dikenal dengan Pengendalian Umum dan Pengendalian Aplikasi. Auditor komputer, komputer dan pengujian komputer memegang peranan penting dalam pengujian pengendalian dan pengujian substantif. Kata kunci: pengauditan, pengendalian umum, pengendalian aplikasi, pengujian pengendalian, pengujian substantif.

  18. UPAYA MENCAPAI LOYALITAS KONSUMEN DALAM PERSPEKTIF SUMBER DAYA MANUSIA

    Erna Ferrinadewi

    2004-01-01

    Full Text Available Service is a very unique area because its differences. In this area human elements is extremly important because its role in achieving company' main goal which is to gain more loyal consumer since loyal consumer will lead to greater competitive advantange. This research aim to describe and find out the effect of human elements on customer loyalty through customer satisfaction and trust. We use path analysis to test the research model and the result suggest that employee reliability is the most important variable among human elements in gaining customer loyalty through customer satisfaction and trust. It also suggest the important role of customer' trust to customer satisfaction. In order to gain loyal consumer from human resources management perspective, service organization needs to develop its intellectual capital. Abstract in Bahasa Indonesia : Jasa adalah bidang yang sangat unik karena perbedaannya bila di bandingkan bidang usaha lain. Dalam bidang jasa, elemen manusia sangat penting karena perannya dalam upaya mencapai kesetiaan konsumen yang akan mengarah kepada keunggulan kompetitif perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan dan menemukan pengaruh elemen manusia terhadap kesetiaan konsumen melalui kepuasan konsumen dan kepercayaan. Analisa yang digunakan untuk menguji hipotesa adalah Path Analysis. Ditemukan dalam studi ini bahwa kehandalan karyawan merupakan variabel yang paling penting dalam upaya memperoleh konsumen yang setia melalui kepuasan dan kepercayaan. Ditemukan juga peran kepercayaan konsumen terhadap kepuasan konsumen. Menurut perspektif manajemen sumber daya manusia untuk memperoleh konsumen yang loyal perusahaan perlu mengembangkan modal intelektualnya. Kata kunci: Jasa, Loyalitas Konsumen, Sumber Daya Manusia.

  19. KOMPETENSI MAHASISWA IPA DALAM MERENCANAKAN PENELITIAN ILMIAH BIDANG SAINS

    N. R. Dewi

    2012-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi mahasiswa IPA dalam merencanakan penelitian ilmiah bidang sains. Penelitian dilakukan di Program studi IPA  FMIPA UNNES pada semester gasal tahun 2011, dengan subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah praktikum IPA Dasar  di program studi pendidikan IPA FMIPA. Subjek penelitian berjumlah 53 mahasiswa. Data kompetensi mahasiswa dikumpulkan melalui lembar kerja yang dibagikan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase kompetensi dasar merencanakan penelitian ilmiah dalam bidang sains adalah 67% yang  masuk dalam kategori cukup. Dua hal yang masih sangat perlu diperhatikan oleh mahasiswa calon guru IPA dalam merencanakan penelitian ilmiah bidang sains, yaitu. Menentukan langkah-langkah kerja dan menentukan cara menganalisis data.  Dengan mengukur kompetensi mahasiswa IPA dalam merancang penelitian ilmiah bidang sains hasilnya dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan cara meningkatkan kemempuan merencanakan penelitian ilmiah bidang sains bagi calon guru IPA.The purpose of this study was to determine the competence of science students in the planning of scientific research in science. The study was conducted in science courses in semester odd UNNES Natural Science in 2011, with research subjects are students who take courses in basic science lab in science education courses Mathematics and Natural Sciences. Research subjects numbered 53 students. Data were collected through student competency worksheets distributed to respondents. The results showed that the average percentage of basic competencies to plan scientific research in the sciences was 67% who fall into the category enough. Two things still need to be considered by a prospective student science teachers in the planning of scientific research fields of science, that is. Determine the work steps and determine how to analyze data. By measuring student competency in designing science science scientific research results can be used as a basis for determining how to improve the scientific research plan kemempuan science for prospective science teachers.

  20. Proses Berpikir Mahasiswa dalam Menyusun Bukti Matematis dengan Strategi Semantik

    Abdussakir Abdussakir

    2015-03-01

    Full Text Available Abstract: This study is aimed to reveal the thinking process in proof construction performed by students with semantic strategy. This study use descriptive-qualitative approach. The thinking process of students will be analyzed using theoretical framework of David Tall about the three worlds of mathematical thinking. The result are three ways of thinking in semantic strategy, namely (1 started from formal world  then move into the symbolic or embodied-symbolic world with possibility of more than once and ends within or outside of the formal world, (2 started from symbolic world or embodied-symbolic world then move to the formal world with possibility of more than once and ends within or outside of the formal world, and (3 all thinking processes performed outside of formal world that does not obtain formal proof.Key Words: thinking process, mathematical proof, semantic strategy Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses berpikir mahasiswa dalam menyusun bukti matematis dengan strategi semantik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskiptif-kualitatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja David Tall tentang tiga dunia berpikir matematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam kemungkinan jalur dalam strategi semantik ditinjau dari teori tiga dunia berpikir matematis. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga jalur berpikir mahasiswa dalam menyusun bukti matematis dengan strategi semantik, yaitu (1 bermula dari dunia berpikir formal berpindah ke dunia berpikir wujud-simbolik atau dunia berpikir simbolik dengan proses perpindahan dimungkinkan lebih dari satu kali dan berakhir di dalam atau di luar dunia berpikir formal, (2 bermula dari dunia berpikir wujud simbolik atau dunia berpikir simbolik (non RSP lalu pindah ke dunia berpikir formal dengan proses perpindahan dimungkinkan lebih dari satu kali dan berakhir di dalam atau di luar dunia berpikir formal, dan (3 semua proses berpikir terjadi di luar dunia berpikir formal.Kata kunci: proses berpikir, bukti matematis, strategi semantik

  1. INDUKTIVISME SEBAGAI BASIS PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM

    Masdar Hilmy

    2015-03-01

    Full Text Available Abstract: This paper analyses how inductive paradigm has been misperceived and mistreated by Muslims, and discusses the extent to which the inductive paradigm and the deductive one has long been competing to one another throughout the development of science in Islam. This paper argues that the backwardness of Muslim civilization is due to the fact that the inductive paradigm has long been neglected and has been misperceived by Muslim scientists as a Western type entity which should be deconstructed and, therefore, should be put aside. This attitude stems from the Muslims’ attitude towards the Qur’an and Hadith as direct sources of modern science, scientific corpuses from which modern theories of sciences emanate. In order to achieve an advancement of science, Muslims do not have any choice other than treating the inductive paradigm properly as an epistemological as well as methodological apparatus in developing sciences either natural sciences, social humanities and religious as well as Islamic studies.Abstrak: Makalah ini menganalisis bagaimana paradigma induktif telah dianggap dan diperlakukan salah oleh umat Islam, dan membahas sejauh mana paradigma induktif dan deduktif telah lama bersaing satu sama lain dalam kancah perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Penulis berpendapat bahwa keterbelakangan peradaban Muslim dikarenakan paradigma induktif telah diabaikan oleh para ilmuwan Muslim, dan dipahami salah sebagai milik-Barat yang harus didekonstruksi dan dikesampingkan. Sikap ini berasal dari sikap umat Islam yang memperlakukan al-Qur’an dan hadis sebagai dua sumber ilmu, corpus ilmiah sumber teori-teori modern dalam ilmu. Demi kemajuan ilmu pengetahuan, umat Islam tidak punya pilihan lain selain memperlakukan paradigma induktif secara benar sebagai alat epistemologis sekaligus metodologis dalam mengembangkan sains dalam komunitas Muslim baik ilmu alam, sosial humaniora maupun studi agama serta studi Islam.

  2. Peter Winzen: Das Ende der Kaiserherrlichkeit. Die Skandalprozesse um die homosexuellen Berater Wilhelms II. 19071909. Kln u.a.: Bhlau Verlag 2010.

    Julian Herbert Kck

    2011-03-01

    Full Text Available Peter Winzen versucht in vorliegender Studie zu beweisen, dass Kanzler von Blow hinter der Harden-Eulenburg-Affre steckte. Der Publizist Harden beschuldigte in mehreren Artikeln einige der Freunde und Berater von Wilhelm II. der Homosexualitt, was zu einer Reihe von Skandalprozessen fhrte. Winzens Argumentation kann in diesem Punkt nicht berzeugen, gleichzeitig zeichnet er aber den Verlauf der Affre und ihre politischen Ursachen und Wirkungen unter Verwendung einer Flle an Quellen sehr anschaulich nach. Das Buch eignet sich damit als Einfhrung in das Thema, fr die Forschung, insbesondere fr die Genderforschung, wird es dagegen wohl nicht von grerer Bedeutung sein.In this present study, Peter Winzen tries to prove that chancellor von Blow was behind the Harden-Eulenburg affair. In several articles, the journalist Harden accused several friends and counselors of Wilhelm II. of homosexuality, which led to a number of scandalous processes. Regarding this point, Winzens line of argument fails to convince; at the same time, however, he vividly traces the course of the affair and its political causes and effects using a multitude of resources. Thus, the book is a suitable introduction to the topic. However, it will probably not be of major importance for research, particularly gender research.

  3. UPAYA PENINGKATAN KARAKTER SISWA SMA DALAM PERMAINAN BOLA BASKET MELALUI MODEL TPSR

    Titis Nurina

    2014-04-01

    Full Text Available Pembelajaran pendidikan jasmani dalam model TPSR lebih menekankan pada kondisi siswa dan pendekatannya juga berorientasi kepada aktualisasi diri dan rekonstruksi sosial siswa di dalam pembelajaran permainan bola basket. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter tanggung jawab, kerja sama, dan percaya diri siswa putri kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan model TPSR dalam pembelajaran permainan bola basket. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian adalah seluruh siswa putri kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 3 yang berjumlah sembilan siswa. Analisis data menggunakan analisis diskriptif, kualitatif, dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran TPSR dapat meningkatkan karakter tanggung jawab dan kerja sama dalam pembel-ajaran permainan bola basket yang berdampak pada kepercayaan diri siswa putri kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang dapat dilihat dari peningkatan nilai keterampilan psikomotor, kognitif, dan afektif siswa. Kata Kunci: TPSR, karakter, permainan bola basket

  4. Implementasi Logika Fuzzy Untuk Pilot Agent Dalam Simulator Pengendali Lalu Lintas Udara (ATC Simulator

    Elisa Usada

    2014-07-01

    Full Text Available Pilot agent memungkinkan objek pesawat di dalam sebuah simulator pengendali lalu lintas udara memiliki tingkah laku (behaviour. Pilot agent dalam simulator ini dirancang untuk dapat merespon gejala cuaca yang diberikan oleh administrator atau instruktur sebelum simulator dijalankan. Respon pilot agent terhadap cuaca buruk kemudian ditampilkan sebagai suatu permasalahan yang harus diatasi oleh pengguna simulator. Gejala cuaca buruk yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah wet microburst. Pilot dalam dunia nyata memperkirakan kemungkinan munculnya wet microburst dengan memperhatikan visualisasi cuaca di sekitarnya dan laporan cuaca yang diterima. Parameter gejala wet microburst yang digunakan dibatasi pada parameter intensitas hujan dan perbedaan suhu udara dengan titik embun (dew point spread. Respon pilot agent dibangun menggunakan metode penalaran Fuzzy Reasoning. Hasil reasoning yang dihasilkan dalam penelitian ini selanjutnya dibandingkan dengan hasil reasoning MATLAB untuk mengetahui apakah algoritma yang dihasilkan berjalan dengan baik. Dari hasil perbandingan menunjukkan reasoning yang dihasilkan dalam penelitian ini berjalan dengan baik.

  5. Kekeliruan Makna Kata Sifat Dalam Kalangan Remaja Sarawak: Satu Tinjauan Awal

    Wan Robiah Meor Osman; Rosnah Mustafa; Salina Pit

    2013-01-01

    Masyarakat Melayu Sarawak merupakan salah satu sub-etnik terbesar di Sarawak. Masyarakat ini bertutur dalam dialek Melayu Sarawak yang mempunyai variasi mengikut daerah atau kawasan geografi masing-masing. Dalam era modenisasi yang dipayungi oleh kepelbagaian etnik dilihat terdapat kosa kata dialek Melayu Sarawak yang mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Oleh hal demikian, makalah ini meneliti kekeliruan makna kata sifat dalam kalangan remaja Melayu Sarawak. Kajian ini memanfaatkan soal sel...

  6. KESIAPAN GURU SD DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK-INTEGRATIF PADA KURIKULUM 2013 DI DIY

    Muhammad Nur Wangid; Ali Mustadi; Vera Yuli Erviana; Slamet Arifin

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan guru Sekolah Dasar (SD) dalam menerapkan Kurikulum 2013 khususnya dalam pembelajaran tematik-integratif di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian survei. Populasi penelitian adalah guru kelas I dan IV yang terdapat di wilayah DIY. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 182 guru SD yang berasal dari 49 SD negeri dan 15 SD swasta yang dijadikan pilot project berdasarkan d...

  7. PENINGKATAN KADAR GERANIOL DALAM MINYAK SEREH WANGI DAN APLIKASINYA SEBAGAI BIO ADDITIVE GASOLINE

    Widi Astuti; Nur Nalindra Putra

    2014-01-01

    Sereh wangi merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak mengandung geraniol. Geraniol merupakan senyawa penyedia oksigen sehingga minyak sereh wangi dimungkinkan dapat digunakan sebagai bio additive gasoline. Penelitian ini bertujuan  meningkatkan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi dan menggunakannya sebagai bio additive gasoline.Penelitian dilakukan dalam  tiga tahap, yaitu  pemungutan minyak sereh wangi dari daun sereh wangi, peningkatan kadar geraniol dalam minyak...

  8. Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Saman Karya Ayu Utami: Pendekatan Psikoanalisis Sigmund Freud

    Saputra, Joko

    2015-01-01

    Psikologi dalam sastra mengandung kejadian-kejadian yang tampak lewat perilaku tokoh-tokohnya. Melalui perilaku tokoh-tokohnya akan tampak konflik batin yang dialami oleh masing-masing tokoh dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik batin tokoh utama berdasarkan peristiwa-peristiwa yang dialaminya dalam novel Saman Karya Ayu Utami. Untuk memperoleh hasil tersebut dipergunakan teori psikologi sastra dengan penerapan teori-teori psikoanalisis Sigmund Freud. Metode pe...

  9. STRATEGI PENCITRAAN MEREK DALAM PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK (Studi Kasus di Pt. Radio Permata Swaranusa)

    Adhyaksa, Ranggi Radix

    2014-01-01

    Penelitian dengan judul “Strategi Penciptaan Merek dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik” merupakan sebuah studi kasus yang dilakukan di PT Radio Permata Swaranusa atau yang lebih dikenal dengan I-Radio Jogja. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana konsep interaksionisme simbolik melalui self image dan situational self image dapat dipakai dalam riset pemasaran. Serta untuk mengetahui deskripsi dari PT Radio Permata Swaranusa dalam menciptakan merek (branding). Secara garis besar...

  10. Eksistensi Seni Grafis Monoprint dalam Kesenirupaan Yogyakarta

    Bayu Aji Suseno

    2014-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah ingin memahami persoalan yang muncul dalameksistensi seni grafis monoprint seniman Yogyakarta. Pertanyaan yang diajukan(1 apakah cetak monoprint merupakan suatu bentuk penyimpangan terhadapkaidah seni grafis konvensional; (2 bagaimana pengaruh booming lukisan dalamkeberadaan praktik seni grafis monoprint. Keberadaan praktik monoprint sejalandengan perkembangan seni rupa kontemporer yang merespons kekayaan teknik danmedium baru, yang disertai dengan konsep pemikiran seniman yang lebih plural.Namun, proses kreatif pegrafis tersebut seringkali dipandang kritis dan sinis olehsebagian pihak karena karya yang dihasilkan oleh seniman tidak hanya ada satuedisi (eksklusif seperti lukisan. Dalam rentang waktu tahun 2008 sampai 2011,beberapa seniman yang bermukim di Yogyakarta mengadakan pameran tunggalseni grafis monoprint. Kota Yogyakarta memiliki sejumlah seniman muda yangmenekuni praktek cetak tersebut, antara lain: Andre Tanama, Ariswan Adhitama,Irwanto Lentho, dan T.A Sitompul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktikseni grafis monoprint ternyata mampu bersaing dengan lukisan. Pengaruh boominglukisan menjadikan seni ini bukan lagi merupakan satu pencarian jati-diri, namunsebagai satu alternatif bentuk komoditas dengan label seni rupa modern The Existence of Monoprint Art in Yogyakarta. The existence of monoprint practicegrows in line with the development of the contemporary art that responds the inventionof new techniques and media accompanied by the artists’ more pluralistic thinking.Unluckily, the creative process of the monoprint artist is often critically judged andcynically looked at by some people because the work produced by the artist is only oneedition (exclusive, just like painting. From 2008 to 2011, several artists living inYogyakarta held a solo exhibition of monoprint. Yogyakarta has a number of young artistswho devote their life to practice the art of printing, among others are Andre Tanama,Ariswan Adhitama, Irwanto Lentho, and TA Sitompul. This study is intended to findout whether monoprint making practice is considered as a deviation of the graphic artconventional rules and how the painting booming influences the monorprint existence.From the analysis, it can be inferred that a monoprint is capable of competing a paintingand the booming of painting is no longer considered as a search of identity but more as analternative of commodity form with the label of modern visual art.

  11. Profil Peneliti Badan Litbang Kesehatan Dalam Komputasi: Unit Komputasi - Badan Litbang Kesehatan

    dr. Zainul Bakri, M.Sc

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam rangka memberi dukungan terhadap pembangunan kesehatan, Badan Litbang Kesehatan dituntut untuk terus menerus memberi dukunganinformasi bagi pelaksana program Departemen Kesehatan. Kualitas dan informasi yang disampaikan diantaranya sangat ditentukan oleh kualitas peneiiti dilingkungan Badan Litbang Kesehatan.Dalam waktu yang sama, teknologi komputasi terus berkembang, kemajuan dalam bidang ini memungkinkan peneiiti untuk melakukan penelitian lebih cepat dan ruang lingkup yang lebih luas. Kemudahan penggunaan komputer memungkinkan peneiiti melakukan kegiatan lebih mandiri mulai dan tahap awal, selama kegiatan penelitian, sampai dengan tahap akhir dalam menyampaikan hasil penelitiannya.

  12. ANALISIS KOMPETENSI PROFESIONAL GURU ADMINISTRASI PERKANTORAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMK TAMTAMA PREMBUN KABUPATEN KEBUMEN

    Diah Ayu

    2016-03-01

    Full Text Available Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan: 1 Kompetensi profesional guru administrasi perkantoran dalam proses pembelajaran, 2 Penerapan kompetensi profesional guru administrasi perkantoran dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif persentase. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa X, XI, XII program keahlian Administrasi Perkantoran. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel sejumlah 60 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru administrasi perkantoran dalam proses pembelajaran menunjukkan bahwa 76% dalam kriteria baik. Guru sudah menerapkan kompetensi profesional dalam proses pembelajaran dari indikator keterampilan membuka dan menutup pelajaran sebesar 73% dalam kriteria baik. Indikator keterampilan menjelaskan sebesar 83% dalam kriteria sangat baik. Indikator keterampilan bertanya sebesar 78% dalam kriteria baik. Indikator keterampilan memberi penguatan sebesar 70% dalam kriteria baik. Indikator keterampilan menggunakan media pembelajaran sebesar 63% dalam kriteria baik. Indikator membimbing diskusi kelompok sebesar 81% dalam kriteria baik. Indikator keterampilan mengelola kelas sebesar 85% dalam kriteria sangat baik. Indikator keterampilan mengadakan variasi sebesar 80% dalam kriteria baik. Indikator keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil sebesar 75% dalam kriteria baik. The purpose of this research is to analyze and describe: 1 teacher's professional competence of the administrative offices in the learning process in vocational Enlisted Prembun Kebumen, (2 Is the professional competence of teachers office administration already applied in the process of learning in vocational Enlisted Prembun Kebumen. The population is students of class X, XI, XII Administrative skills program. Sampling using Slovin formula obtained a sample of 60 students. Methods of data collection using questionnaires and documentation. The data analysis technique used is descriptive analisiss percentage. The results showed that the administrative office professional competence of teachers in the learning process showed that 76% in both criteria. Teachers have implemented professional competence in the learning process of opening and closing the skills indicators lessons by 73% in both criteria. Indicators skills explain 83% said very good. Indicator questioning skills by 78% in both criteria. Indicators skills provide reinforcement of 70% in both criteria. Indicators skills using instructional media by 63% in both criteria. Indicators to guide group discussions said to be high at 81%. Indicators of skills by 85% to be very good. Indicators of skills held by 80% of variation in both criteria. Indicators of teaching individual skills and small group of 75% in both

  13. Hak Waris Anak Laki-laki dalam Al-Qur'an dan Hadis

    Zikri Darussamin

    2013-09-01

    Full Text Available Dari perspektif gender ahli waris dapat dibedakan kepada dua kelompok, yaitu; ahli waris laki-laki dan ahli waris perempuan . Ahli waris perempuan termasuk dalam kelompok zawil furudh, yaitu hak bagiannya dalam pewarisan sudah ditentukan secara pasti . Sementara hak kewarisan laki-laki, khususnya anak laki-laki dikelompokkan kedalam 'ashabat, yaitu ahli waris yang bagiannya tidak pasti. lsyarat tentang bagian yang akan diperoleh 'ashabat hanya terdapat dalam surat ai-Baqarah ayat 11 dan dalam hadis Rasulullah riwayat lbnu Abbas. Akan tetapi, ketika kedua nash tersebut diselaraskan telah menimbulkan diskusi panjang di kalangan ulama sejak masa sahabat dan sampai sekarangpun diskusi itu masih belum selesai

  14. Tumpang Tindih: Sebuah Komposisi Musik Dalam Interpretasi Personal

    Warsana -

    2013-11-01

    Full Text Available Komposisi musik ini merupakan bagian dari relfeksi pengalaman masa kecil penulis ketika harus menghafalhuruf Jawa Hanacaraka. Sebagai rangsang awal dalam karya ini adalah ide dari legenda Ajisaka tentang menciptakanhuruf Jawa Hanacaraka. Ketidakpastian dalam satu keputusan memunculkan keputusan baru adalah gambaran tatanan kehidupan dewasa ini oleh karena bahasa serta sikap dalam mengambil tindakan yang tumpang tindih. Dalam komposisi ini Hanacaraka yang terdiri dari 20 kata diaktualisasikan ke dalam beberapa instrumen musik dan sumber bunyi dengan karakter yang berbeda. Komposisi ini memadukan instrumen gong, bonang, pralon, othokothok, klonthongan sapi, serta pengolahan huruf Jawa Hanacaraka. Komposisi ini memperhatikan tiga elemen musik yakni ritme, melodi, dan harmoni dengan pola permainan sukat yang berbeda. Penyajian komposisi sebagai sebuah pertunjukan dapat dinikmati secara audio maupun visual. Oleh karena itu, diperlukan penggarapan baik penyajian musikal maupun non musikal. Dengan mengacu pada pertunjukan teater maka diperlukan stage, agar terjadi komunikasi antara penonton dengan pemain dalam satu arah pandang mata.Kata kunci: tumpang tindih, hanacarakaABSTRACTThe Tumpang Tindih: A Music Composition. Observing the current reality of twisted, overlap, and unstructured life becomes the theme of this composition. Music composition entitled “Overlapping” represents the part of the writer’srefl ective experience on his childhood when he must memorize Javanese letters of Hanacaraka. The diffi culty in learningand memorizing the Javanese letters becomes the basic idea of the birth of his composition. The Legend of Ajisaka aboutcreating the Javanese letters of Hanacaraka becomes the stimulus of an early idea in this composition. The uncertainty inone decision which emerges another new decision is a description of life arrangement nowadays because of the overlapping of the language and attitude. In this composition, Hanacaraka with 20 letters is actualized into some musical instruments and sound with different characters. This composition combines the gong instrument, bonang, “pralon”- hard pipe, othokothok – a traditional children’s toy, “klontongan sapi”- the bell horn by the ox, and also the Javanese letters of Hanacaraka arrangement. All the sound mentioned above; then is composed into three music elements, namely the existence of rhythm, melody, and harmony with different “sukat”- measure such as 3/4, 4/4, 5/4, 7/4. This composition is presented as a performance, which can be appreciated through audio and visual. Therefore, a good musical and non- musical arrangement is necessarily used. Referring to the theatre performance, hence a stage is needed in order to be a direct communication media for the audience and players.Keywords: overlapping, hanacaraka

  15. KAJIAN DAN TERAPAN KONSEP FISIKA DALAM DESAIN TUNGKU SEKAM

    A. Suhandi

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKTelah dilakukan kajian dan penerapan konsep Fisika dalam menyempurnakan desain tungku sekam. Konsep-konsep Fisika yang dikaji meliputi konsep pembakaran dan transfer panas. Hasil kajian mengindikasikan bahwa konsentrasi udara dalam badan tungku sekam mengendalikan pembakaran sekam, proses transfer panas dan pelepasan gas buang yang dihasilkan. Pengaturan konsentrasi udara dalam ruang bakar tungku direalisasikan dengan cara memasang sirip saluran udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh jumlah sirip saluran udara terhadap efisiensi tungku. Proses penelitian dilakukan dengan cara menguji penggunaan tungku sekam dalam proses memasak 20 liter air. Berdasarkan data-data massa sekam yang digunakan, massa air, energi spesifik air, kalor yang dibutuhkan untuk memasak tiap satuan waktu, dan kandungan energi dalam bahan bakar sekam, efisiensi tungku sekam dapat dihitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi tungku sekam bergantung pada jumlah sirip lubang udara yang dipasang. Untuk ukuran tungku sekam yang digunakan dalam penelitian, efisiensi optimum  terjadi ketika jumlah sirip lubang udara berjumlah empat buah, dengan capaian efisiensi sebesar 20,25 %. ABSTRACTA study and an application of physics concepts in refining husk stove design have been done. The examined physicsconcepts include the concept of combustion and heat transfer. Results of the study indicated that the concentration of air in the stove combustion chamber could control husk burning processes, heat transfer and release of exhaust gasses produced.The management of air concentration in the stovecombustion chamber was realized by installing the fin air inlets.This research was conducted to investigate the effect of the number of fins air inlets to stove efficiency.The research process was done by testing the use of rice husk stove in the cooking of 20 liters of water. Based on the data of husk mass, water mass, the specific energy of water, the energy needed to cook per unit time, and the energy content in the fuel ash, rice husk stove efficiency can be calculated.The result of this research indicated that efficiency of husk stove depended on the number of installed fins air inlets. For a size  of husk stove used in this reasearch, the optimum efficiency occurredwhen the number of fin air inlets was four pieces, with an efficiency achievement of 20,25 %.

  16. Metode Hermeunetik dalam Penafsiran Al-Qur'an

    Akhyar Hamzah

    2013-05-01

    Full Text Available Memahami teks al-qur'an dengan hanya dari segi gramatika, asal-usul kala, aspek sastra, dan aspek linguistik lainnya tidak cukup untuk menjawab kebutuhan pemahaman atas teks itu sendiri. karena sangat memungkinkan untuk memberikan peluang beberapa kosa kata yang baru dapat dipahami belakangan setelah munculnya teks kauniyah maupun humaniora. Hal ini berarti memberikan lndikasi bahwa sesungguhnya kemajuan ilmu pengetahuan memiliki peran penting dalam upaya memahami teks­ teks al -Our'an. Oleh karena itu penggunaan metode hermeneutik dalam penafsiran al-Qur'an bertujuan untuk menghayati dunia teks yang bernuansa masa lalu dengan dunia empiris saat ini. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan keduanya agar dapat menjawab semua persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat saat ini

  17. Cabaran arah perubahan kini dalam geografi fizikal di Malaysia

    Sharifah Mastura SA

    2005-08-01

    Full Text Available Tujuan kertas ini ialah untuk meninjau arahaliran perubahan kini dalam subdisiplin geografi fizikal seperti yang diamalkan di Jabatan Geografi Universiti Kebangsaan Malaysia dan di dunia luar, terutamanya di United Kingdom. Dalam pada menyerlahkan peripentingnya memanfaatkan kemahiran geoteknologi tercanggih dan terkini seperti teknologi komputer, satelait, GIS dan multi-media kertas ini merumuskan lima bentuk implikasi arahaliran perubahan kini tersebut kepada pengamalan geografi fizikal di Universiti Kebangsaan khususnya dan Malaysia umumnya: (1 kajian-kajian gunaan dan pengurusan boleh menjadi tempat pertemuan geografi fizikal dan geografi manusia; (2 ahli geografi fizikal perlu meningkatkan pengetahuan saintifik mereka demi mencapai kecemerlangan; (3 peri pentingnya georafi fizikal diperkasakan state of the art geotechnologies demi meningkatkan ketepatan penyukatan dan pemantauan; (4 perlunya kurikulum geografi fizikal di rombak supaya dapat memuatkan kaedah penyelidikan baru, kemahiran menyelesaikan masalah, pemikiran kritikal, dan etika terpuji; (5 perlunya diseimbangkan antara pendekatan menyeluruh (holism dan pengkhususan (specialism antara ketiga-tiga komponen utama geografi fizikal iaitu geomorfologi, kajiklim dan biogeografi.

  18. Semangat Islam Dalam Kebudayaan Orang Bugis-Makassar

    Abu Hamid

    2006-06-01

    Full Text Available Pembahasan masalah semangat dan etos sosial tidak terlepas dari jangkauan sistem budaya masyarakat. Sistem budaya adalah abstrak, tak dapat dilihat dan diraba, ia identik pada komunitas, berada di kepala dan sukma tiap orang dalam komunitas tersebut, terdiri atas konsep-konsep, gagasan ide-ide dan kepercayaan yang diterima setiap orang dari hasil perkembangan kebudayaannya. Sadar atau tidak sadar, manusia terpengaruh dan menerima berbagai warisan, ajaran, kepercayaan dan ideologi tertentu dan hasil kerja komunitasnya melalui internalisasi sejak ia lahir dari dalam rumah tangga serta pengeruh dari lingkungan hidupnya tempat manusia tersebut bertumbuh. Kalau tradisi budaya masyarakat telah diserapi oleh setiap orang, maka perilakunya hampir menjadi otomatis, tanpa disadari perilakunya itu sudah diterima secara sosial.

  19. Musik Keroncong Campur Sari dalam Pluralitas Budaya Masyarakat Sawahlunto

    Yon Hendry

    2013-01-01

    Artikel ini membahas fenomena musik keroncong campur sari yang berkembang di daerah Sawahlunto. Untukmemahami fenomena ini digunakan studi kasus pada Orkes Keroncong Campur Sari Irama Masa Sawahlunto.Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa musik Keroncong Campur Sari yang hidup di dalam masyarakatSawahlunto sangat berbeda dengan yang hidup di Jawa. Alat musik yang digunakan mengakomodasi alat musikdari berbagai etnis yang hampir mewakili semua etnis masyarakat yang hidup di Sawahlunto. Kondi...

  20. INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AKUNTANSI (INSPIRASI) DIARY (SOLUSI KONSERVASI MORAL)

    Kardiyem -

    2013-01-01

    Pendidikan yang dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (pasal 3). Namun kenyataannya, Kondisi sosial, kultural masyarakat kita akhir-akhir ini memang mengkhawatirkan. Masyarakat kita menghadapi krisis kronis dan perilaku positif hilang terma...

  1. APLIKASI PPI8255 DALAM SISTEM ANTRIAN ELEKTRONIK BERBASIS KOMPUTER

    I Gst. Ag. Pt. Raka Agung; I Putu Mahendra Wiadnyana

    2012-01-01

    Teknologi perangkat kontrol berkembang sangat pesat, mengikuti kebutuhan hidup manusia. Perangkat kontrol semakin banyak dibutuhkan untuk membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari. Telah diketahui bersama, bahwa komputer dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, diantaranya sebagai pusat kontrol peralatan-peralatan tertentu yang diantarmukakan pada port masukkan dan keluaran (I/O port). Dengan perantaraan IC PPI 8255 dapat dibuat suatu sistem antrian berbasis komputer. Komponen pendukun...

  2. Sistem tagal dalam industri pelancongan: Manfaat kepada komuniti

    Jurry Foo@ Jurry bt. F. Michael

    2011-01-01

    Sistem tagal adalah satu kaedah pengurusan biosfera yang popular di Sabah. Ia juga dikenali sebagai bombon yang bermaksud jangan dalam bahasa Kadazandusun. Melalui sistem ini, penggunaan sumber semulajadi atau kawasan tertentu dihadkan bagi tujuan pemuliharaan dan bagi memastikan kewujudan sumber tersebut secara berterusan. Pada hari ini, komuniti Kg. Luanti Baru telah mengambil inisiatif mengintegrasikan sistem tagal sebagai sebuah produk pelancongan. Ini merupakan salah satu pendekatan dal...

  3. Pelaksanaan Peraturan Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana Gunung Api Merapi

    Heribertus Jaka Triyana; Richo Andi Wibowo

    2012-01-01

    This paper describes the implementation of the public participation rule in the disaster management of Merapi volcano. The regulation desires for a shift of paradigm from centralized disaster management to participative disaster management. This study shows the government has not shifted from the old paradigm of centralized disaster management.  Tulisan ini menggambarkan pelaksanaan aturan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana gunung api Merapi. Peraturan menginginkan pergeseran...

  4. Contoh Penggunaan "Anova" Satu Arah Dalam Bidang Kesehatan

    Syahrudji Naseh

    2012-01-01

    Untuk menguji hipotesis apakah dari dua atau lebih populasi yang bebas mempunyai nilai rata-rata hitung yang sama atau tidak, digunakan ANOVA (Analysis of Variances) satu arah yang biasa disebut sebagai ONEWAY ANOVA. Dengan demikian, metoda statistika ini sudah termasuk analisis "multivariate" tetapi terbatas hanya untuk menguji satu faktor saja. Di dalam ilmu Rancangan Percobaan (Experimental Design), analisis ini dikenal pula sebagai RAL (Rancangan Acak Lengkap) atau "Compeletely Rand...

  5. Kajian Hukum tentang Penerapan Pembuktian Sederhana dalam Perkara Kepailitan Asuransi

    Erma Defiana Putriyanti; Tata Wijayanta

    2012-01-01

    Commercial courts’ judges are still strictly observing summary proof principle when trying insolvency proceedings against insurance companies. Since insurance companies are vital for our economy, the Ministry of Finance needs to formulate certain measurement and consideration that ought to be met prior to filing insolvency case to commercial courts. Pembuktian sederhana dalam perkara kepailitan perusahaan asuransi masih diterapkan secara kaku oleh hakim-hakim niaga. Sebagai lembaga keuangan y...

  6. Tradisi keilmuan dan pendidikan dalam tamadun melayu di nusantara

    Mohd. Koharuddin b. Mohd. Balwi

    2004-01-01

    Kertas ini mengyelongkar tradisi keilmuan dan keintelektualan dalam tamadun Melayu di Nusantara. Masyarakat Melayu yang tersebar luar di alam Melayu atau Nusantara ini telah memiliki tradisi keilmuan dan pendidikan yang menjadi teras kepada kemunculan tamaduan yang tinggi dan cemerlang. Tradisi keilmuan ini kemudiannya menjadi marak melalui kedatangan Islam di Nusantara apabila ia merevolosikan tradisi ini kerana Islam memang amat manganjurkan kepada keilmuan dan keintelektualan. gelombang in...

  7. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mengurangi Angka Pengangguran Di Kabupaten Sampang

    Rina Nur Azizah

    2015-07-01

    Full Text Available Pengangguran di negara Indonesia merupakan permasahan yang sulit dihilangkan dari kehidupan manusia, akan tetapi permasalahan pengangguran tidak dibiarkan begitu saja. Tingginya tingkat pengangguran disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya besarnya angkatan kerja yang tidak seimbang dengan kesempatan kerja serta tingkat pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki masyarakat Indonesia sangat rendah. Penelitian ini memberikan gambaran tentang pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sampang sekaligus menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat. Berdasarkan hasil pembahasan dari penelitian dapat disimpulkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui pelayanan publik dengan anggaran APBN dimana jenis kegiatan meliputi Teknologi Tepat Guna (TTG, Padat Karya dan Tenaga Kerja Mandiri(TKM yang bertujuan untuk mengupayakan ketersediaan kesempatan kerja disektor informal bagi para pencari kerja melalui pembentukan kelompok usaha kecil dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia. Fokus kegiatan ini adalah memfasilitasi pelayanan program kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu tahap seleksi lokasi, sosialisasi pemberdayaan masyarakat, proses pemberdayaan masyarakat, pemandirian masyarakat, monitoring dan evaluasi. Hasil yang dicapai dari keseluruhan program kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasimampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sampang lebih kurang 3%. Faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi angka pengangguran adalah : faktor pendukung meliputi ketersediaan anggaran APBN, adanya komitmen Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, adanya semangat kebersamaan dan gotong royong, adanya pihak lain seperti UPT BLK Kabupaten Sumenep. Sedangkan faktor penghambat meliputi lemahnya koordinasii kerja, kurang optimalnya sosialisasi dan kurangnya tenaga pendamping/fasilitator.

  8. Reuse dan Reduce dalam Penciptaan Aksesoris Multifungsi Berbahan Tekstil

    Alfi Luviani

    2014-11-01

    Full Text Available Penciptaan aksesoris multifungsi dipandang penting di tengah gempuran produkaksesoris mass production dari China yang menyerbu konsumen Indonesia. Aksesorismultifungsi berbahan tekstil dengan konsep reuse dan reduce berdasarkan ide ecofriendly ini mencoba menawarkan sebuah alternatif dalam suatu produk aksesoris,serta turut serta berpartisipasi dalam ide karya seni yang ramah lingkungan.Metode yang dipakai dalam pembuatannya adalah eksplorasi, eksperimen, danmelalui proses perwujudan. Penciptaan karya aksesoris multifungsi ini diharapkandapat memperkaya dunia aksesoris di Indonesia, sehingga masyarakat tidak lagimemandang aksesoris sebagai sebuah pernak-pernik yang tidak penting, melainkanmampu menjadi ide yang kritis tentang produk yang ramah lingkungan sertamemberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia perhiasan dan fashion diIndonesia.Reuse and Reduce on Creating Multifunctional Textile Accessories. The creationof multifunctional accesorries is important in order to encounter the mass productionof Chinese accessories coming to Indonesia in the recent years. These multifunctionalaccessories made of textile with the concept of reuse and reduce which are based on theeco-friendly idea try to offer a different perspective of accessory products and to participatein creating the eco-friendly products as well. The research methods which have been usedare the exploration, experimentation, and materialization. This creation is expected to beable to enrich the accessories world in Indonesia, so the community would not perceiveaccessories merely as something unimportant anymore, yet it could be an object thatbrings a critical idea about the eco-friendly artworks/products. Also, it can give a positivecontribution for the development of fashion and jewelry worlds in Indonesia.

  9. Inovasi Fonologis dan Variasi Leksikal dalam Bahasa Bugis Dialek Sinjai

    Herawati A. Paduai

    2014-01-01

    Full Text Available This paper is about innovation in Buginese language that is used in Sinjai Regency. The result of the study indicates that there are six vowel phonemes and 21 consonant phonemes. Two kinds of phonological variations are found: vowel variations, namely, [e] ~ [i], [a] ~ [i], [o] ~ [u], [a] ~ [|], and [o] ~ [|], and consonant variations, namely, [k] ~ [g], and [w] ~ [h]. The lexical variation indicates the following linguistic phenomena: onomatiology, aphaeresis, syncope, epenthesis, prothesis, and metathesis. The result indicates that there are lexical items different from those of the standard Buginese language but have similarities with Konjo language. Dalam makalah ini dibahas mengenai inovasi dalam bahasa Bugis dialek Sinjai. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat 6 fonem vokal dan 21 fonem konsonan dalam bahasa Bugis dialek Sinjai. Ditemukan juga dua jenis variasi fonologis, yaitu variasi fonem vokal: [e] ~ [i], [a] ~ [i], [o] ~ [u], [a] ~ [|], dan [o] ~ [|], serta variasi konsonan: [k] ~ [g], dan [w] ~ [h]. Variasi leksikal yang ditemukan meliputi beberapa gejala kebahasaan, yaitu: onomasiologis, aferesis, sinkope, epentesis, protesis, dan metatesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak leksikon bahasa Bugis dialek Sinjai berbeda dengan bahasa Bugis standar, tetapi mirip dengan leksikon bahasa Konjo.

  10. Studi Implementasi Six Sigma dalam Sistem Inventori Galangan Kapal

    Elwin Elwin

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam industri galangan kapal terdapat bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi yang merupakan macam-macam bentuk dari persediaan dan berhubungan dengan stok, ketika persediaan tidak dikelola dengan benar maka akan terjadi pembengkakkan biaya/pengeluaran biaya yang tidak dibutuhkan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kondisi inventori di PT. Dok dan Perkapalan Surbaya, untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya variabilitas output six sigma dan mengurangi defect pada sistem inventori dengan menggunakan metode six sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control,. Berdasarkan perhitungan Material Pipa mengalami defect sebesar 50.98% dengan nilai sigma 1.48, Material Elbow mengalami defect sebesar 89.80% dengan nilai sigma 0.33, Material Flange mengalami defect sebesar 71.99% dengan nilai sigma 0.90, Material Paking mengalami defect sebesar 13.12% dengan nilai sigma 2.74 dan Material Mur mengalami defect sebesar 17.26% dengan nilai sigma 2.57. Sesuai dengan perhitungan reorder point for the inventory untuk masing-masing material, maka dapat diketahui bahwa material Pipa reoder point adalah 58 lonjor, elbow 100 buah, flange 168 buah, paking 24 buah dan mur 946 buah. Nilai sigma yang diperoleh dalam perhitungan tingkat persediaan masih jauh dari nilai yang seharusnya dapat dicapai oleh suatu perusahaan (6σ, sehingga dilakukan tahap Improve dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA, pembuat SOP Pengendalian persediaan material dengan format baru serta galangan perlu melakukan perhitungan reorder point.  

  11. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  12. IDENTIFIKASI KAPASITAS PETERNAK DALAM ADOPSI TEKNOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN SAPI POTONG YANG TERINTEGRASI DENGAN PADI

    Agustina Abdullah; M.Aminawar1; A.Hamid Hoddi; Hikmah M. Ali; Jasmal A. Syamsu

    2012-01-01

    Penelitian bertujuan untuk mengindentifikasi kapasitas peternak dalam pengembangan sapi potong yang terintegrasi dengan padi untuk meningkatkan pemanfaatan sumberdaya yang ada yaitu limbah jerami padi dan kotoran ternak agar memiliki nilai tambah melalui inovasi teknologi pengolahan dan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan produktivitas usaha. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan. Penentuan petani peternak sebagai responden secara acak yang dihitung ...

  13. KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BATUBARA PERINGKAT RENDAH, CANGKANG SAWIT DAN CAMPURANNYA DALAM FLUIDIZED BED BOILER

    Mahidin Mahidin; Khairil Khairil; Adisalamun Adisalamun; Asri Gani

    2012-01-01

    Penggunaan biomassa di unit pembangkit tenaga listrik sudah banyak dilaporkan oleh banyak peneliti dan praktisi. Tetapi, data untuk pembakaran cangkang sawit baik sebagai bahan bakar utama maupun pendamping sangat terbatas. Dalam studi ini, karakteristik pembakaran batubara peringkat rendah, cangkang sawit dan campurannya dalam fluidized bed boiler sudah dipelajari. Pada pembakaran batubara/cangkang sawit parameter pembakaran seperti konsentrasi gas, temperatur unggun dan efisiensi pembakaran...

  14. Studi Awal Perencanaan Jumlah Kebutuhan BTS dalam Penerapan Menara Bersama Telekomunikasi di Kota Palangka Raya

    Ari Gunadi Palilu

    2015-03-01

    Full Text Available Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi komunikasi bergerak (seluler saat ini semakin meningkat, hal ini terlihat dari semakin banyak dibangunnya menara  telekomunikasi,   terutama   di   Kota  Palangka  Raya. Menara telekomunikasi yang merupakan faktor pendukung dari layanan telekomunikasi seluler terus-menerus dibangun sebagai bentuk dari kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi. Dalam pembangunan menara telekomunikasi tentunya harus memperhatikan beberapa syarat-syarat umum seperti yang terdapat dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementrian Pekerjaan Umum Nomor:06/SE/Dr/2011 tentang Petunjuk Teknis Kriteria Lokasi Menara Telekomunikasi, yang salah satu syaratnya ialah harus memperhatikan aspek estetika ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah kebutuhan Base Transceiver Station (BTS sebagai bentuk awal dalam penerapan pembangunan menara telekomunikasi sebagai menara bersama. Untuk mencapai tujuan tersebut, perhitungan jumlah pelanggan seluler dan kapasitas trafik menjadi metode perencanaan yang dibutuhkan dalam menentukan jumlah BTS dan menara bersama telekomunikasi dalam kurun waktu 5 (lima tahun ke depan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi awal bagi pemerintah kota Palangka Raya dalam membuat suatu perencanaan atau pedoman dalam pembangunan dan pemberian izin pendirian menara telekomunikasi yang nantinya akan menjadi suatu regulasi mengenai menara telekomunikasi, sehingga pembangunan menara bersama dapat tertata dengan baik dengan tetap memperhatikan kualitas layanan bagi masyarakat.

  15. Peranan Call Center dalam Meningkatkan Kepuasan Pelanggan(Simpati) pada PT Telekomunikasi Selluler Medan.

    Lumban Gaol, Arni Mei

    2011-01-01

    Telkomsel adalah singkatan dari Telekomunikasi Selluler. Pada mulanya Telkomsel adalah nama layanan dan jasa sistem komunikasi bergerak selluler Global System Mobile (GSM) yang dikeluarkan oleh PT Telkom. Laju perkembangan teknologi yang berkembang pesat dengan semakin banyaknya pilihan produk bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya dan tidak semua perusahaan berhasil dalam bersaing dan menguasi pasar sesuai target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu dibut...

  16. EPISTEMOLOGI TASAWUF DALAM PEMIKIRAN FIQH AL-SYA‘RÂNÎ

    Miftahul Huda

    2015-04-01

    Full Text Available In the study of Islamic law, epistemology constitutes a fundamental aspect of the law upon which the legitimate concept of the law is based. Epistemology becomes the root of debates regarding the truth of legal reasoning among Muslims who often made a truth clam about their own superior episteme. This causes discrepancies amongst them. This dispute was what al-Sya‘rânî found in his time. As a famous jurist, he sought to resolve it and offered a new theory of law. He contends that the arguments underlying the debates about the epistemology of Islamic law flawed. He wants to demonstrate that the arguments do not fit into the tradition of Islamic thought. This study examines al-Sya‘rânî’s thought in the epistemology of Islamic law. It discusses four issues: the valid path to the knowledge about shari’a, kashf as a source of knowledge, the path to the kashf, and the position and relation of reason, tradition and intuition in Islamic law.Abstrak:  Epistemologi merupakan hal yang fundamental karena dari situlah legitimasi dari konsep-konsep hukum syariah bersumber. Di situ pula akar perdebatan tentang kebenaran hasil ijtihad yang sering diklaim secara eksklusif oleh kelompok-kelompok umat Islam sehingga berdampak buruk bagi hubungan dan solidaritas sosial di antara mereka. Fakta seperti itulah yang disaksikan al-Sya‘rânî sepanjang hayatnya. Sebagai faqih terkemuka, dia merasa terpanggil untuk memberikan alternatif solusi teoretik atas masalah ini demi kemaslahatan umat. Setelah melakukan kajian yang panjang, akhirnya dia berkesimpulan bahwa sesungguhnya semua klaim eksklusif tentang kebenaran dan superioritas system episteme tertentu adalah tidak memiliki argumen yang benar-benar meyakinkan, baik dalam tradisi keilmuan umat Islam maupun dalam perspektif  sosiologis. Dalam tulisan ini konsep al-Sya‘rânî mengenai Epistemologi syariah dideskripsikan dalam empat pokok pemikirannya yaitu tentang; jalan yang sah menuju pengetahuan syariah, kasyf sebagai sumber pengetahuan, jalan menuju Kasyf serta mengenai posisi dan hubungan antara tradisi, rasio dan intuisi dalam konteks pembahasan tentang hukum Islam.

  17. Implikasi Konsep Dan Desain Kurikulum Dalam Tugas Pembinaan Warga Jemaat

    Junihot M. Simanjuntak

    2014-10-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya para pendidik Kristen memahami konsep dan desain kurikulum dalam kaitannya dengan tugas pembinaan jemaat dan memaknainya sebagai tugas yang mendesak. Memakai metode deskriptif-analitis, penulis memaparkan konsep pembinaan warga jemaat, konsep dan desain kurikulum dalam pembinaan warga gereja. Hasil studi ini menunjukkan 1 Secara umum konsep pembinaan warga gereja di mana tujuan-tujuan pendidikan Kristen harus dimulai dari penegasan tentang Allah yang diperkenalkan melalui Kristus dalam Alkitab; 2 Konsep dan desain kurikulum dalam pembinaan warga gereja, dengan menyimak begitu banyak segi dari peran kurikulum, maka gereja tidak mungkin lagi mengabaikan tugas ini. Maka guru PAK di sekolah dan perguruan tinggi juga harus memikirkan pengembangan kurikulum. Salah satu aspek penting dari guru berkompetensi ialah kemampuannya dalam memahami, mengelola kurikulum dan pembelajaran. Di gereja, para pengerja dan pemimpinnya harus belajar merencanakan dan mengembangkan kurikulum pelayanan berbagai kategori dan kelompok warga gereja.Kata-kata kunci: konsep, desain, kurikulum, tugas, pembinaan, gereja, warga jemaatThis article aims to explain the importance for Christian educators to understand the concept and design of curriculum in relationship to the task of teaching a congregation and understand it as an urgent task.  Using the descriptive-analytic method, the writer explains the concept of teaching a congregation, and the concept and design of curriculum in teaching a congregation.  The results of this study show 1 Generally, concerning the concept of teaching a congregation, the goals of Christian education must begin with the statement about God, who is known through Christ in the Bible; 2 Concerning the concept and design of curriculum in teaching a congregation, including understanding the many-faceted role of curriculum, the church can no longer neglect this task. Accordingly, Christian education teachers both in schools and universities must think about curriculum development. One of the important aspects of a competent teacher is the capability to comprehend, organize curriculum, and teach.  In the church, the staff and leaders must learn how to plan and develop curriculum to minister to the various categories and groups in the congregation. 

  18. Efek Durasi Pencahayaan Pada Sistem HRAR Untuk Menurunkan Kandungan Minyak Solar Dalam Air Limbah

    Dian Puspitasari

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak di dalam air limbah industri perminyakan umumnya bersifat toksik terhadap mikroorganisme dan mengganggu proses pengolahan secara biologis. Sistem HRAR diperkirakan dapat mengatasi hambatan tersebut melalui proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perpanjangan waktu pencahayaan pada kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak di dalam limbah. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi durasi pencahayaan dan variasi penambahan volume minyak solar yang ditambahkan ke dalam reaktor. Variasi durasi pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan selama 12 jam dan pencahayaan selama 24 jam. Sedangkan penambahan volume minyak solar ke dalam masing-masing reaktor adalah sebesar 346 ppm, 519 ppm dan 692 ppm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan konsentrasi minyak dibandingkan pencahayaan selama 24 jam. Hal ini dapat terlihat dari baiknya pertumbuhan alga dan bakteri di dalam reaktor serta tingginya penurunan konsentrasi minyak solar di dalamnya. Penurunan konsentrasi minyak solar terbaik terdapat pada reaktor dengan penambahan minyak solar sebesar 346 ppm. Pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 12 jam terjadi penurunan konsentrasi minyak sebesar 78,4%. Sedangkan penurunan kandungan minyak solar pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 24 jam adalah sebesar 73,9%.

  19. Peran Mukti Ali dalam Pengembangan Toleransi Antar Agama di Indonesia

    Khairah Husin

    2014-06-01

    Full Text Available Agama sebagai sasaran kajian penelitian sudah banyak dilakukan oleh para sarjana disiplin ilmu. Mereka melakukan penelitian terhadap berbagai aspek dari agama, baik aspek ide maupun aspek perwujudan dalam kenyataan. Dimulai dari keyakinan dan ajaran yang dimiliki oleh suatu agama hingga pengaruh agama pada kehidupan masyarakat pemeluk agama tersebut. Kalau yang dimaksud metode dalam ilmu perbandingan agama adalah cara untuk memperoleh dan mamahami kebenaran agama dari realitas empiris, atau lebih tepatnya “kebenaran ilmiah agamis”, maka pendekatan tiada lain adalah suatu sikap ilmiah (persepsi dari seorang yang harus ditunjukkan untuk menemukan kebenaran ilmiah yang hendak diperoleh. Dengan demikian pendekatan sifatnya umum. Dalan suatu pendekatan tertentu dapat digunakan bermacammacam metode, umpamanya seorang Sosiolog akan mengkaji agama pasti akan menerapkan pendekatan metode-metode sosiologis. Begitu pula Sejarawan, Antropolog, Fenomenolog, dan lain-lain akan menerapkan pendekatan dan metode sesuai dengan latar belakang keahliannya. Maka sasaran ideal dari beberapa pendekatan adalah memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta agama, dan bertujuan untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta tersebut dengan menggunakan kesangsian sistematis. Pendekatan keilmuan dalam meneliti agama mencoba mendeskripsikan dunia pemeluk agama secara apa adanya (das sein, bukan didasarkan semestinya secara normatif (das sollen. Dengan demikian, pendekatan keilmuan yang empiris ini menggunakan dan mengadaptasi pendekatanpendekatan ilmu-ilmu sosial dan budaya. Dari sekian tokoh ilmu Perbandingan Agama, kebanyakan dari mereka merupakan ilmuwan Barat. Namun demikian ada juga beberapa tokoh perbandingan agama dari duni Islam, antara lain adalah Prof. Dr. H.A. Mukti Ali, Ibnu Hazm dan As-Syahrastani. Sementara Ibnu Hazm Al Andalusy dan As-Syahrastani merupakan tokoh-tokoh Perbaga Muslim dari zaman klasik – zaman ketika Perbaga belum terbentuk sebagai studi ilmu yang mapan – maka Mukti Ali merupakan sedikit – bila bukan satusatunya – di antara tokoh ilmuwan yang berkutat menekuni disiplin secara saintifik Perbaga di zaman modern. Maka di sinilah nilai penting dari tulisan ini.

  20. CONTEMPORARY THEORY SEBAGAI PENDEKATAN ALTERNATIF DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KONSOLIDASI

    Juniarti Juniarti

    2001-01-01

    Full Text Available Consolidated financial statements must be prepared if one of the combining entities obtain control over another. These reports should not be biased in favor of any group and must be based on the underlying substance of the economic events. There are some approaches or methods in preparing consolidated financial statements such as parent company theory, entity theory, proportional consolidation and contemporary theory. Certain problems and inconsistency in accounting procedures under each method arise in case the company owns less than 100% shares of the subsidiaries. Moreover there is no concencus among theorists which approach should be applied. Eventhough the pros and cons in arguing the proper approach has been going on in dabate, this paper attempts to set forth theoretical investigation to support the argumentation that contemporary theory is more appropriate approach. Abstract in Bahasa Indonesia : Laporan keuangan konsolidasi harus disusun jika salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Laporan tersebut tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi. Terdapat beberapa pendekatan atau metode yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi seperti parent company theory, entity theory, proportional consolidation dan contemporary theory. Masalah dan inkonsistensi dalam prosedur akuntansi dengan menggunakan masing-masing prosedur tersebut muncul jika kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang dari 100%. Selain itu masih belum ada kesepakatan dari para teoritisi di bidang akuntansi mengenai metode yang harus diterapkan. Meskipun pro dan kontra dalam memperdebatkan pendekatan mana yang lebih sesuai terus berlangsung, tulisan ini mencoba mengetengahkan kajian teoritis untuk mendukung argumentansi bahwa contemporary theory merupakan pendekatan yang lebih sesuai. Kata kunci: laporan keuangan konsolidasi, penggabungan perusahaan, pendekatan.

  1. POTENSI JENDELA DALAM MEMINIMALKAN INTRUSI KEBISINGAN: SEBUAH STUDI AWAL

    Christina E. Mediastika

    2005-01-01

    Full Text Available Low cost domestic building of warm humid climate depends very much on natural ventilation, and thus large openings. However, since adjacent street transforms into potential noise source, the openings will be critical points for noise intrusion. Opening design strategies is then of importance to adopt. Prior to this investigation, a computational simulation has been carried out to calculate ventilation rates within building to meet airflow requirement, which shows that there are three type of windows suitable to be employed. These windows, i.e. casement, top-hung and jalousie, were then to be examined of doing task in reducing noise ingress. The research shows indication rather than conclusion that jalousie window insignificantly offers better noise reduction than the two others do. Some unconsidered factors are predicted having effect on this result. Abstract in Bahasa Indonesia : Bangunan domestik sederhana, seperti rumah tinggal, yang berlokasi di negara tropis lembab seperti Indonesia, sangat bergantung pada keberadaan jendela demi kelangsungan ventilasi alami. Seiring pertumbuhan fungsi jalan di depan bangunan, jendela juga meupakan titik kritis terjadinya intrusi kebisingan dari jalan ke dalam bangunan. Oleh karenanya, perlu ditempuh kompromi desain jendela untuk kepentingan ventilasi dan reduksi kebisingan. Penelitian sebelumnya terhadap 3 model jendela menunjukkan bahwa ketiga jendela tersebut mampu mensuplai tingkat ventilasi yang disyaratkan. Pada penelitian ini ketiga model jendela tersebut kemudian diuji kemampuannya dalam mereduksi kebisingan melalui proses uji lapangan. Ketiga model tersebut adalah jendela casement, top-hung dan jalusi. Namun demikian, keterbatasan dana dan sumber daya telah menyebabkan beberapa faktor belum dapat diuji dalam penelitian ini. Faktor-faktor tersebut menyebabkan perbedaan hasil pengujian antara tiga jendela tersebut kurang signifikan. Hal ini menyebabkan penelitian belum dapat menghasilkan kesimpulan yang cukup valid. Namun demikian, muncul indikasi bahwa jendela jalusi mampu meminimalkan intrusi kebisingan sedikit lebih baik dibandingkan dua model jendela yang lain. Kata kunci: ventilasi alami, intrusi kebisingan, jendela jalusi.

  2. Pola Pendidikan Informal dalam Organisasi Mahasiswa Ekstra Universiter

    Bangun Setiyawan Nugroho

    2015-02-01

    Full Text Available Abstract: This study aims to determine the underlying causes of informal education in the Student Organizations Extra university (OMEU successfully reproduces many Indonesian leaders and what patterns of informal education in the association OMEU. The research approach used is qualitative case study research tradition, in this case the researchers used a multi-case. Sources of data in this study primarily obtained from informants who are leaders HMI, GMNI, and PMII in Malang. Data collection techniques used were interviewed, observation and documentation. The analysis technique used is the data management; reading and making notes; describe, classify, and interpretation; and present and visualize. The results of this study that (1 informal education in OMEU produce many leaders of Indonesia, (2 pattern of informal education in OMEU an interaction that occurs continu-ously between individuals, communities, and the environment.Key Words: patterns of informal education, extra student organizations university Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab yang mendasari pendidikan informal dalam Organisasi Mahasiswa Ekstra Universiter (OMEU berhasil mereproduksi banyak pemimpin bangsa Indonesia dan seperti apa pola pendidikan informal dalam pergaulan OMEU. Pendekatan pe-nelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tradisi penelitian studi kasus, peneliti menggunakan multi kasus. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari para informan yang merupakan tokoh HMI, GMNI, dan PMII di Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah pengelolaan data; membaca dan membuat catatan; mendiskripsikan, mengklasifikasi, dan menginterpretasi; serta menyajikan dan memvisualisasikan. Hasil penelitian ini bahwa (1 pendidikan informal di OMEU menghasilkan banyak pemimpin bangsa Indonesia, (2 Pola pendidikan informal di OMEU merupakan interaksi yang terjadi secara terus menerus antara individu-individu, komunitas, dan lingkungan.Kata kunci: pola pendidikan informal, organisasi mahasiswa ekstra universiter

  3. INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AKUNTANSI (INSPIRASI DIARY (SOLUSI KONSERVASI MORAL

    Kardiyem -

    2013-05-01

    Full Text Available Pendidikan yang dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (pasal 3. Namun kenyataannya, Kondisi sosial, kultural masyarakat kita akhir-akhir ini memang mengkhawatirkan. Masyarakat kita menghadapi krisis kronis dan perilaku positif hilang termakan zaman digantikan produksi perilaku negatif yang cenderung destruktif. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pendidikan karakter menjadi semakin mendesak untuk diterapkan dalam lembaga pendidikan kita. Sekolah merupakan salah satu wadah yang tepat untuk mengembangkan pendidikan karakter bagi anak. Belajar Akuntansi tidak hanya sekedar terampil dalam berhitung, tetapi juga menumbuhkan karakter rasional, jujur, obyektif, kontrol diri, progesif, keterbukaan pada aneka pendapat, eksploratif, dan ketekunan lewat pelajaran Akuntansi. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan metode khusus dalam upaya mempersiapkan dan mengintregasikan seluruh nilai-nilai pendidikan serta karakter agar terjadi keseimbangan antara penguasaan bidang ilmu akuntansi dengan kemampuan non-akademik merupakan amanahnya untuk meningkatkan kualitas kehidupan bangsa. Inspirasi Diary dimanfaatkan untuk menginternalisasi pendidikan karakter pada siswa. Desain inspirasi diary adalah pembukuan uang saku siswa dan rencana pengembangan diri dan di evaluasi oleh guru. Adanya pembukuan mengenai uang saku maka peseta didik akan mengenal pendidikan cara mempertanggung jawabkan keuangan orang tua, kasih sayang terhadap orang tua, disiplin, tanggung jawab sikap hemat dan saling menghormati dan lain-lain. National Education System in Indonesia aims at developing a student’ potentials in order to become a human being who is faithful and devoted to God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative, and independent. Furthermore, he is also expected to be a democratic and responsible citizen. However, the reality shows that social conditions and society cultures these days arealarming. Our society is facing a crisis of chronic. Moreover, positive behavior is replaced by the negative behavior that tends to be destructive. Character is one of national education goals. Character education is becoming increasingly urgent to be applied in our educational institutions. Character must be built and developed.Learning Accounting does not only focuson math, but also onhaving rational character, honesty, objectiveness, self-control, progressiveness,open minded to various opinions, exploratory minded, and dilligence. Therefore, an inspring diary needs to be applied for internalizing the character education. The design of inspiring diary is about bookkeeping for students’ pocket money and a plan for developing students’ potentials which are evaluated by teachers. It aims for giving lessons to the students about responsibility, love, discipline, trhiftiness, and having respect to the others

  4. Penerapan Hukum Pidana dalam Perkara Pencemaran Nama Baik

    Mr. Supriyadi

    2012-02-01

    Full Text Available Libel is criminalised under Article 310 Penal Code and Art. 27(3 and 45(1 Act 11/2008. Supreme Court commonly hands suspended sentence for offenders found guilty of libel. Judges should consider freedom of speech and journalism, consumer and patient rights, and rights to gain information before rendering guilty verdicts. Pencemaran nama baik diatur dalam Pasal 310 KUHP serta Pasal 27(3 dan 45(1 UU 11/2008. Mahkamah Agung biasanya menjatuhkan pidana bersyarat bagi terdakwa pencemaran nama baik. Hakim harus mempertimbangkan kemerdekaan pers dan berpendapat, hak konsumen dan pasien, serta hak untuk mendapatkan informasi sebelum menjatuhkan putusan pemidanaan.

  5. MODEL PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENGEMBANGKAN JIWA WIRAUSAHA SISWA SMK UNGGULAN

    Rafika Bayu Kusumandari

    2015-07-01

    Full Text Available Konsep pendidikan wirausaha yang diterapkan di SMK diharapkan mampu mencetak wirausaha-wirausaha muda.Tujuan penelitian sebagai berikut: 1 Mendeskripsikan model pendidikan kewirausahaan dalam mencetak jiwa wirausaha siswa SMK Unggulan di Kota Semarang dan 2 Mendeskripsikan efektivitas model pendidikan kewirausahaan dalam mencetak jiwa wirausaha siswa SMK Unggulan di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptifdengan jenis studi ekspla­natif yang diarahkan untuk mengembangkan dan menghasilkan suatu model pembelajaran. Pembelajaran kewirausahaan pada siswa kelas XII jurusan teknik komputer dan jaringan di SMK Negeri 7 Semarang tahun ajaran 2011/2012 dimana sebanyak 28 siswa (39,44% memperoleh prestasi yang cukup baik, sebanyak 27 siswa (38,03% memperoleh prestasi belajar yang baik, sebanyak 10 siswa (14,08% dengan prestasi belajar yang kurang, sebanyak 5 siswa (7,04% dengan prestasi belajar yang amat baik sedangkan yang termasuk dalam kategori sangat kurang sebanyak 1 siswa (1,41%. Jadi rata-rata pres­tasi siswa pada pembelajaran kewirausahaan pada siswa kelas XII jurusan teknik komputer dan jaringan di SMK Negeri 7 Semarangtermasuk dalam kategori baik.The concept of entrepreneurship education applied in SMK is expected to create new young entre­preneurs. The purposes of this study are to describe the educational model formotivating the students to have entrepreneurial spirit in outstanding vocational schools in Semarang and todescribe the effecti­veness of educational model in creating students’ entrepreneurship spirit. The study uses explanative descriptive method which is for developing a teaching and learning model. Enterpreneurship teaching and learning for the students of XII class majoring at technic of computer and software in SMKN 7 Semarang for the period of 2011/2012 has made good achievement. It shows that 39,44% students or 28 students’ achievement is good enough, 27 students (38,03% received good academic achievement, 10 students (14.08% have less educational achievement., 5 students (7.04% have very good learning achievement and only1 student (1.41 % has poor academic achievement. It can be concluded that the average academic achievement ofclass XII students majoring at computer and networks in SMK Negeri Semarang 7 is categorized as good

  6. PERANAN BAPPEDA DALAM PENINGKATAN KUALITAS PERENCANAAN PARTISIPATIF PADA SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KOTA BLITAR

    Much. Taufik

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1 Untuk mendiskripsikan kedudukan dan peranan BAPPEDA dalam proses pembangunan daerah di Kota Blitar. (2 Untuk mengetahui dan menganalisis penerapan perencanaan partisipatif di dalam system perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar. (3 Untuk mengetahui dan menganalisis peranan BAPPEDA dalam upaya peningkatan kualitas perencanaan partisipatif pada system perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar. (4 Untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi oleh BAPPEDA didalam meningkatkan kualitas perencanaan partisipatif pada system perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar dan sekaligus langkah-langkah yang diambil untuk menanggulanginya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang lebih mengedepankankan proses dari pada hasil penelitian, sehingga bukan kebenaran mutlak yang dicari tetapi pemahaman mendalam tentang sesuatu yang diteliti. Secara deskriptif berarti penelitian ini ingin menggambarkan secara mendalam suatu obyek penelitian, yakni pengembangan perencanaan partisipatif dalam perencanaan pembangunan daerah melalui peranan Badan Perencana Pembangunan Kota Blitar. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kedudukan BAPPEDA Kota Blitar dalam proses pembangunan daerah sangat kuat, secara normative mempunyai akses yang sangat kuat kepada penentu kebijakan di lingkungan pemerintah Daerah. Dalam proses pembangunan daerah, BAPPEDA Kota Blitar juga sangat dominan karena untuk melaksanakan tugas dan fungsi baik secara struktural maupun secara fungsional karena telah berperan secara aktif sebagai perencana, pengkoordinasi dan sekaligus sebagai pengendali pelaksanaan pembangunan daerah. Hal itu dapat dilakukan dengan berbagai upaya yaitu dengan optimalisasi terhadap sumber daya yang ada di Bappeda. Pelaksanaan perencanaan partisipatif pada Sistem perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar sudah berjalan sesuai dengan dasar-dasar perencanaan pembangunan partisipatif, namun secara substantive masih terdapat beberapa kekurangan yang harus dibenahi. Upaya peningkatan kualitas perencanaan partisipatif pada sistem perencanaan pembangunan daerah oleh BAPPEDA Kota Blitar telah diupayakan agar dapat berjalan secara sistemik dan menyeluruh dalam arti dapat mencakup berbagai faktor dasar yang diperlukan bagi terlaksananya sebuah program. BAPPEDA berperan dalam proses peningkatan kualitas perencanaan partisipatif pada sistem perencanaan pembangunan daerah di Kota Blitar baik sebagai perumus kebijakan maupun dalam operasionalisasinya. Kata kunci: perencanaan partisipatif, BAPPEDA, OTODA

  7. Pengajaran Tentang Ibadah Berdasarkan Surat Ibrani 10:19-25 Dan Implimentasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya Pada Masa Kini

    Tison Tison

    2013-04-01

    Full Text Available Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, Untuk menganalisis dan menafsirkan pengajaran tentang ibadahmenurut Ibrani 10:19-25. Kedua, Untuk membahas bagaimana mengimplementasikanpengajaran tentang ibadah dalam kehidupan orang percaya pada masa kini.Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitiannaskah Alkitab yaitu: Pertama, Metode analisis kitab, dalam hal ini menggunakanmetode penelitian yang mencakup teologi eksegesis dan kajian Alkitab untukmemahami teks yang sesuai dengan konsep yang ada dalam surat Ibrani 10:19-25. Danmenggunakan metode penelitian literatur. Kedua, Komparasi, yaitu mengadakanperbandingan-perbandingan untuk melihat kesamaan atau perbedaan pengajarantentang ibadah.Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah mengenai pengajarantentang ibadah berdasarkan surat Ibrani 10:19-25 dan implimentasinya dalamkehidupan orang percaya pada masa kini, maka penulis dapat menarik kesimpulansebagai berikut: Pertama, setiap orang percaya harus mengerti dasar-dasar ibadahorang percaya yaitu darah Yesus yang telah dicurahkan bagi umat manusia yang jugatelah menjadi pengganti korban persembahan untuk datang menghampiri Allah danYesus sebagai Imam Besar. Kedua, dalam ibadah setiap orang percaya harusmemiliki sikap hati yang tulus iklhas, keyakinan iman, hati yang sudah dibasuh danberpegang pada pengakuan pengharapan pada Yesus. Ketiga, dalam ibadah, setiaporang percaya harus memiliki hati yang menyembah karena penyembahan adalah halyang paling utama untuk menyatakan hormat dan tunduk kepada Allah atas karya-Nya bagi hidup orang percaya. Keempat, dalam ibadah, setiap orang percaya harushidup dalam kekudusan, karena dalam kekudusanlah orang percaya layak dihadapanAllah.

  8. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Di Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik

    Hadi Suroso

    2014-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat derajat partisipasi atau kekuasaan yang dimiliki masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dalam Musrenbangdes di Desa Banjaran dan juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan masyarakat  berpartisipasi dalam perencanaan pembangunann desa melalui Musrenbangdes. Metode yang digunakan ialah kuantitaif eksplanasi untuk menguji dan menjelaskan hubungan keaktifan masyarakat berpartisipasi dalam Musrenbangdes dengan  faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan melalui Musrenbangdes di Desa Banjaran masih sampai pada anak tangga Penentraman yaitu tangga ke lima dari delapan anak tangga partisipasi masyarakat Arnstein atau masih dalam derajat Pertanda Partisipasi (Degrees of Tokenism. Dari beberapa faktor internal dan eksternal yang diuji menunjukkan hanya usia, tingkat pendidikan,jenis pekerjaan, komunikasi dan kepemimpinan yang mempunyai hubungan, sedangkan tingkat penghasilan dan lamanya tinggal dalam desa tidak mempunyai hubungan yang berarti. Hal ini menunjukkan ada perbedaan tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa melalui Musrenbangdes bila di lihat dari tingkat pendidikan, tingkat komunikasi, usia, jenis pekerjaan dan tingkat kepemimpinan. Sedangkan untuk tingkat penghasilan dan lamanya tinggal masyarakat dalam desa menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Kata kunci: Perencanaan Pembangunan Partisipatif, Derajat Partisipasi, Musrenbangdes

  9. Risiko Ancaman Akidah dalam Isu Penciptaan Sel Gamet Manusia

    Siti Syairah, M.M.

    2012-06-01

    Full Text Available Pembentukan sel gamet adalah satu proses semulajadi yang berlaku secara alami. Sel gamet dihasilkan melalui proses spesifik yang diistilahkan sebagai gametogenesis. Gametogenesis merujuk kepada proses penghasilan kedua-dua sel gamet lelaki dan perempuan. Sel sperma manusia terhasil melalui proses yang dinamakan spermatogenesis, manakala sel ovum pula terhasil daripada satu proses khusus dipanggil oogenesis. Walaupun pada asasnya kewujudan sel-sel gamet ini adalah melalui proses fisiologi normal, namun dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang terutamanya dalam bidang sains perubatan, kini telah wujud beberapa penemuan yang membolehkan sel sperma dan sel ovum ‘dicipta’ di dalam makmal bagi tujuan perubatan dan juga untuk kajian saintifik. Penemuan yang agak mengejutkan ini sebenarnya telah mencetuskan perdebatan hebat di kalangan para pengkaji ilmu. Percanggahan pendapat yang bersandarkan kepada pegangan agama, nilai serta etika kemanusiaan yang berbeza telah mengundang pelbagai reaksi berhubung perkara ini. Artikel ini akan mengupas lebih lanjut mengenai isu-isu permasalahan dan penerimaan teknologi ini berdasarkan kepada penerimaan dari sudut syarak dan akidah Islam.

  10. Kepentingan Pertumbuhan Premis Kitar Semula Dalam Pengurusan Sisa Di Malaysia

    Zaini Sakawi

    2008-01-01

    Full Text Available Pembangunan pesat Wilayah Bandar Metropolitan Lembah Klang Langat ke atas bandar pinggirannya banyak memberi perubahan ke atas pertumbuhan petempatan, sosio-ekonomi, pengangkutan dan perhubungan, serta kualiti alam sekitar fizikal. Perubahan yang berlaku ini bukan sahaja memberi impak ke atas pertumbuhan penduduk, penggunaan ruang, masalah sosial, perpindahan jabatan kerajaan, institusi, dan peningkatan taraf ekonomi, tetapi impak ke atas alam sekitar. Dalam erti lain, limpahan pembangunan ini memberi impak positif dan negatif ke atas perubahan aspek fizikal, sosial dan ekonomi kawasan sekitarnya. Artikel ini akan membincangkan perubahan impak pembangunan Wilayah Bandar Metropolitan ini ke atas perubahan alam sekitar, khususnya peningkatan pertumbuhan premis kitar semula di sekitar kawasan pentadbiran Majlis Daerah Kuala Langat (MDKL. Perubahan yang berlaku ini akan dilihat dari segi jumlah premis yang menjalankan kitar semula, jenis bahan yang dibeli untuk dikitar semula dan penglibatan pihak premis dalam menjalankan operasi kitar semula. Kajian ini telah dilakukan di sepanjang bulan Oktober-Disember 2007. Analisis kajian berdasarkan jumlah premis kitar semula yang berdaftar di bawah majlis daerah. Senarai semak telah digunakan untuk mengenalpasti jenis bahan yang dikumpul dan kilang tempat aktiviti kitar semula dilakukan. Dapatan kajian mendapati pertumbuhan premis kitar semula berperanan sebagai fenomena langsung yang membantu mengurangkan kuantiti sisa buangan pepejal ke tapak pelupusan dan penjana ekonomi kepada penduduk sekitar dan premis kitar semula.

  11. PENGARUH BOARD DIVERSITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF CORPORATE GOVERNANCE

    Sari Kusumastuti

    2007-01-01

    Full Text Available Board diversity is one the issue related to corporate governance. Board diversity shall influence Board of Directors composition. In this research, board diversity is measured by 5 variables, i.e. women in board, minority race availability, outsider directors, age, and educational background, with board and company measurement control variables. Company value is measured by utilizing Tobin's Q ratio. The research samples are taken from 48 manufacturing companies listed at Jakarta Stock Exchange in 2005. This research shows that board diversity members influencing to company value. Abstract in Bahasa Indonesia : Persebaran anggota dewan (board diversity merupakan salah satu isu yang terkait dengan corporate governance. Board diversity akan mempengaruhi komposisi dewan direksi yang nantinya akan mempengaruhi implementasi corporate governance. Dalam penelitian ini, board diversity diukur dengan 5 variabel, yaitu keberadaan dewan direksi wanita, keberadaan etnis Tionghoa dalam anggota dewan (sebagai proksi dari minoritas, proporsi outside directors, usia anggota dewan direksi, dan latar belakang pendidikan anggota dewan, dengan ukuran dewan dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Sedangkan nilai perusahaan diukur dengan menggunakan rasio Tobin's Q. Sampel penelitian ini adalah 48 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran anggota dewan (board diversity berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kata kunci: persebaran aggota dewan, corporate governance, nilai perusahaan, tobin's Q.

  12. ARSITEKTUR VERNAKULAR INDONESIA Perannya Dalam Pengembangan Jati Diri

    Wiranto Wiranto

    1999-01-01

    Full Text Available Vernacular architecture is derived from The Folk Architecture.The Folk Architecture is born by the ethnical community ,anchored by tradition. Vernacular architecture usually concerned with the cosmology,way of life and life style of the ethnical community, it would be an alternative answer of modernization. Modernization,the development of Technology and the social-economical interaction would like to get some modern needs .Vernacular Architecture is a translation of tradition and also it haves identities which can be increased by inovation and creativity in syncretism or eclectism.The syncretism or eclectism of Indonesian vernacular architecture would be a strand of post modernism in the form of Neo-Vernacular architecture. Vernacular architecture have been proposed as one of the vehicles toward the evolution of Indonesian architecture with National identity. Abstract in Bahasa Indonesia : Arsitektur Vernakular tumbuh dari arsitektur rakyat,yang lahir dari masyarakat etnik dan berjangkar pada Tradisi etnik.Dengan demikian Arsitektur tersebut sejalan dengan paham kosmologi,pandangan hidup, gaya hidup dan memiliki tampilan khas sebagai cerminan jati diri yang dapat dikembangkan secara inovatif kreatif dalam pendekatan sinkretis ataupun eklektis. Modernisasi dan kemajuan teknologi serta interaksi sosial ekonomi menuntut kehadiran Arsitektur yang mampu berdialog dengan tuntutan baru.Sinkretisme .arsitektur vernakular Indonesia merupakan potensi yang memberi sumbangan pada "post modernisme" dalam tampilan arsitektur "Neo-Vernakular".Dengan demikian diharapkan Arsitektur Vernakular menjadi salah satu jembatan menuju evolusi arsitektur Indonesia modern yang tetap berjati diri dan berakar pada tradisi. Kata kunci : Arsitektur adalah sebuah produk Budaya Bangsa.

  13. REFORMA AGRARIA BERPARADIGMA PANCASILA DALAM PENATAAN KEMBALI POLITIK AGRARIA NASIONAL

    Yanis Maladi

    2013-04-01

    Full Text Available Basic Agrarian Law Act (BAL of 1960 which sets out the foundation for agrarian reform fails to solve Indonesia’s many land-related problems. In addition to the fact that its mandate has not been implemented, there are a cornucopia of inferior rules under the BAL that run afoul with the Pancasila and the 1945 Constitution. This normative research employs library research method. Library research was carried out by studying documented materials. We find that an agrarian reform which encapsulates the paradigm of Pancasila is yet to be realised given the many irregularities found in the implementation. We conclude that the affirmation and the revitalization of Pancasila values in the national agrarian politics is of utmost necessity. Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA 1960 sebagai induk reforma agraria belum mampu menjadi jawaban atas permasalahan agraria di Indonesia. Selain karena banyak amanatnya belum dilaksanakan, banyak juga aturan-aturan di bawahnya yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945. Penelitian ini merupakan penelitian normatif, yaitu penelitian yang didasarkan pada penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan merujuk pada bahan-bahan yang didokumentasikan dengan alat studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan reforma agraria berparadigma Pancasila belum mampu diwujudkan karena banyak ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, sangat mendesak adanya penegasan dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila di dalam politik agraria nasional. 

  14. MASALAH KEADILAN PELAKSANAAN KEWAJIBAN VIRUS SHARING DALAM SISTEM IHR

    Aktieva Tri Tjitrawati

    2013-04-01

    Full Text Available The implementation of obligations under GISN is considered very unfair by the Government of Indonesia, so the Government stated that it is necessary to halt the delivery of sample virus to WHO until some provisions related to virus sharing and vaccine benefits are amended. In the perception of the Government, this unfair situation is a result of injustice mechanism under the GISN and IHR. New concepts are required to make changes to realize the global influenza disease surveillance system is more fair, equitable, transparent. Pelaksanaan kewajiban virus sharing dalam GISN dianggap sangat tidak adil oleh Pemerintah Indonesia, sehingga perlu diambil langkah penghentian pengiriman sample virus sampai ada perubahan oleh WHO terhadap ketentuan mengenai virus sharing dan vaccine benefits. Persepsi mengenai kerugian yang dialami oleh Pemerintah Indonesia itu merupakan wujud dari ketidakadilan yang terjadi dalam sistem GISN dan IHR. Diperlukan konsep-konsep baru untuk melakukan perubahan untuk mewujudkan sistem pencegahan penularan penyakit influenza global yang lebih berkesetaraan, transparan dan adil.

  15. PRODUCT DATA MANAGEMENT DALAM KAITAN DENGAN CAD/CAM

    Bernardo Nugroho Yahya

    2004-01-01

    Full Text Available The future industry is the one who can manage the information system. Today, communication technology and distributed system computerization already have the ability to implement system that able to exchange and share information between different users. Product Data Management (PDM is an up-to-date and excellent method on managing the exchange and share of information. PDM is able to integrate and manage data analyzing process and documentation of the related product component physically. By adjusting the CAD/CAM on certain condition, the PDM will function maximally by using the information based on STEP (Standard for the Exchange of Product Data model. This article will explain the relationship between PDM system and CAD/CAM on industry. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem informasi merupakan ujung tombak sebuah perusahaan yang unggul di masa depan. Komputerisasi dengan sistem yang terdistribusi dan teknologi komunikasi saat ini memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan sistem yang dapat menukar dan men-share informasi antar user yang berbeda. Teknologi yang mendapat cukup perhatian luas dalam hal pertukaran dan sharing informasi ini adalah Product Data Management (PDM. PDM dapat mengintegrasikan dan mengatur proses pengolahan data dan dokumen teknik yang berhubungan dengan komponen fisik produk yang bersangkutan. PDM akan berfungsi maksimal apabila kesesuaian dengan CAD/CAM diatur sedemikian rupa, dihubungkan dengan informasi berbasiskan STEP (Standard for the Exchange of Product Data model. Artikel ini akan menjelaskan hubungan antara sistem PDM dengan CAD/CAM dalam industri. Kata kunci: PDM, Manajemen Data, CAD/CAM, STEP.

  16. Psikoanalisa Islam, Menggali Struktur Psikis Manusia dalam Perspektif Islam

    Lalu Heri Afrizal

    2014-09-01

    Full Text Available Pengaruh Teori Psikoanalisa Sigmund Freud dalam kajian psikologi modern cukup dominan mewarnai ilmu pengetahuan secara umum yang berbicara tentang manusia, seperti kedokteran, filsafat, agama, seni, sastra, antropologi, maupun politik. Padahal teori-teori Freud tentang konsep manusia, yang menjadi basis utama dalam mengkaji prilaku dan kejiwaan manusia, sangat dipengaruhi oleh doktrin ateisme yang dianutnya. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Sebab, ketika psikologi semacam ini diajarkan dan diyakini oleh umat Islam yang belum sadar terhadap paradigma psikologi modern, maka akan menjadi masalah. Padahal doktrin-doktrin di dalamnya sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Sementara itu, kajian-kajian ilmuwan Muslim kontemporer mengenai hal ini belum banyak mewarnai. Oleh karena itu,sangat diperlukan kajian mendalam mengenai ilmu psikologi yang berbasis pandangan hidup Islam, sehingga ditemukan konsep manusia yang utuh dan islami. Tulisan ini mencoba mengkaji permasalahan psikologi melalui kajian tematis-analitis terhadap teks-teks al-Qur’an dan al-Hadits. Sebagai perbandingan, kajian dimulai dengan mengungkap konsep manusia menurut Psikoanalisa Sigmund Freud, kemudian disusul pembahasan tentang struktur psikis manusia menurut Islam.

  17. AKIBAT PEMILIHAN FORUM DALAM KONTRAK YANG MEMUAT KLAUSA ARBITRASE

    Bambang Sutiyoso

    2012-07-01

    Full Text Available Our research attempts to understand the absolute competence of arbitration and its development in practice as well as the effect of the parties' choice of jurisdiction in a contract containing arbitration clause. This research is expected to be able to explain the competence dispute between arbitration and court to justiciables. We find that choice in jurisdiction would negate the rights of the parties to submit their dispute to district court. In practice, deviation where courts may ignore the arbitration clause, the parties' good faith and consistency of the court play a significant role to further develop the arbitration process.Penelitian yuridis-normatif ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi absolut arbitrase dan perkembangannya dalam praktik, serta akibat hukum pilihan forum dalam kontrak berklausula arbitrase bagi para pihak yang berpekara. Penelitian ini diharapkan dapat menerangkan para pencari keadilan perihal sengketa kewenangan mengadili antara arbitrase dan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan forum akan meniadakan hak para pihak dan sikap pengadilan yang konsisten memiliki peranan besar untuk mengembangkan arbitrase.

  18. Perancangan Pembahagian Harta Semasa Hidup dalam Islam: Konsep dan Kepentingannya

    Muhamad Husni Hasbulah

    2015-06-01

    Full Text Available Perancangan terhadap pembahagian harta semasa hidup adalah aspek yang harus dipraktikkan dengan lebih meluas. Melalui perancangan pembahagian harta ia mampu menjaga kepentingan pemilik dan bakal penerima-penerima harta sama ada semasa hidup mahupun selepas kematian. Memahami dasar perancangan pembahagian harta berasaskan al-Quran dan hadis mampu memberi panduan kepada orang Islam dalam memahami keperluan dan kepentingan merancang harta semasa hidup. Oleh itu, artikel ini akan mengupas antaranya konsep perancangan harta semasa hidup, kedudukan dan nilai-nilainya dalam Islam dan kepentingannya. Melalui kupasan tersebut, ia mampu memberikan impak terhadap pembahagian harta orang Islam yang seharusnya melihat aspek perancangan semasa hidup adalah sesuatu yang amat penting untuk dipraktikkan dengan lebih meluas. Apatah lagi dengan pelbagai isu yang berlaku berkaitan pembahagian harta di kalangan orang Islam pada masa kini yang memerlukan kepada penyelesaian secara komprehensif dan sistematik. Di akhir penulisan ini, penulis menerangkan bahawa melalui perancangan pembahagian harta yang dibuat semasa hidup tanpa perlu menunggu kepada kematian mampu untuk mengurangkan beberapa permasalahan yang berlaku di kalangan orang Islam berkaitan dengan soal pembahagian harta.

  19. ADSORPSI ION CU(II MENGGUNAKAN PASIR LAUT TERAKTIVASI H2SO4 DAN TERSALUT Fe2O3

    DS Pambudi

    2014-11-01

    Full Text Available Pasir laut merupakan bahan alam yang melimpah. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, pasir dapat dimanfaatkan sebagai penjerap ion logam berat mengingat 30% lebih dari volumenya adalah pori-pori. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II menggunakan pasir laut kontrol, pasir laut teraktivasi H2SO4, pasir laut tersalut Fe2O3, serta pasir laut teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3. Ada dua macam pasir laut yang digunakan, yaitu pasir hitam dan pasir putih. Kajian yang dilakukan meliputi optimasi adsorben pada variasi pH, konsentrasi ion logam, dan waktu kontak. Optimasi pH diperoleh pada pH 7, optimasi konsentasi ion logam diperoleh 250 ppm untuk pasir hitam dan 200 ppm untuk pasir putih, dan optimasi waktu diperoleh 60 menit untuk pasir hitam dan 90 menit untuk pasir putih. Kapasitas adsorpsi pasir laut teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3 dalam menyerap ion logam tembaga sebesar 24,8634 mg/g untuk pasir hitam dan 19,8854 mg/g untuk pasir putih. Sebanyak 6,5 g pasir hitam teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3 digunakan untuk menyerap limbah pada konsentrasi Cu(II sebesar 2960,32 ppm dengan persentase teradsorpsi sebesar 94,70%. Sedangkan pada pasir putih teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3, sebanyak 8 g pasir digunakan untuk menyerap limbah dengan konsentrasi Cu(II sebesar 2984,13 ppm, hasilnya menunjukkan 92,56% ion logam Cu(II teradsorp. Sea sand is abundant natural materials. In addition to be used as a building material, sand can be utilized as heavy metal ion adsorbent, because it has quite a lot of pores, i.e 30% more than its volume. The purpose of this study was to determine the adsorption capacity of Cu(II ions using sea sand alone as control, H2SO4-activated sea sand, Fe2O3-coated sea sand, as well as H2SO4-activated and Fe2O3-coated sea sand. Two kinds of sea sand have been used in the research, i.e the black sand and the white sand. Studies were performed to examine the optimization of the adsorbent at various pH levels, metal ion concentrations, and adsorption contact time. The optimization of pH was obtained at pH 7, metal ion concentrations was obtained at 250 ppm in the black sand and 200 ppm in the white sand, and the optimation of contact time was 60 minutes for the black sand and 90 minutes for the white sand. The adsorption capacity of the H2SO4-activated and Fe2O3-coated sea sand to absorb copper ions was 24.8634 mg/g for the black sand and 19.8854 mg/g for the white sand. A total of 6.5 g of H2SO4-activated and Fe2O3-coated black sand were used to adsorb waste at 2960.32 ppm of C(II concentration with the adsorbance percentage of 94.70%. Whereas a total of 8 g of H2SO4-activated and Fe2O3-coated white sand can adsorb waste with concentration of Cu(II at 2984.13 ppm, and as much as 92.56% of Cu (II metal ions were adsorbed.

  20. Penggunaan Frekuensi 2,4 GHz dalam Keperluan Internet Wireless Studi Kasus Yogyakarta

    Sri Ariyanti

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penggunaan frekuensi 2.4 GHz dalam keperluan internet wireless di daerah Yogyakarta, mengetahui kendala yang dihadapi penyelenggara internet wireless (ISP dalam memanfaatkan frekuensi 2.4 GHz dan mengetahui tanggapan pengguna internet wireless agar frekuensi 2.4 GHz dapat dimanfaatkan secara maksimal. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dengan melakukan in-depth interview kepada Balai monitoring frekuensi dan penyelenggara internet wireless yang menggunakan frekuensi 2.4 GHz. Berdasarkan hasil penelitian kondisi penggunaan frekuensi 2.4 GHz pada daerah Yogyakarta masih belum sesuai dengan peraturan yang ditetapkan dalam KM No.2 tahun 2005. Kendala yang dihadapi ISP dalam menggunakan frekuensi 2.4 GHz yaitu banyaknya interferensi yang terjadi. Agar frekuensi 2.4 GHz dapat dimanfaatkan secara maksimal maka peralatan yang digunakan harus disertifikasi terlebih dahulu, dilakukan pengawasan terhadap daya pancar dan penggunaannya mempunyai skill di bidang jaringan internet wireless.

  1. Proses Scaffolding Berdasarkan Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Program Linear dengan Menggunakan Mapping Mathematic

    Mustaqim Mustaqim

    2014-04-01

    Full Text Available Diagnosis kesulitan merupakan hal yang lebih penting bagi guru dalam mengajar. Dengan melakukan diagnosis, guru dapat mengetahui di bagian mana siswa mengalami kesulitan dan kemudian memberikan alternatif solusi tepat. Diagnosis bisa dilakukan dengan menggunakan mapping mathe-matic. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Agribisnis Ternak Ruminansia SMKN I Maesan Bondowoso sebanyak 6 siswa yang dipilih berdasarkan kesalahan dalam tes diagnosis dan kemampuan komunikasi. Data penelitian ini adalah hasil karya siswa, rekaman selama tes dan proses scaffolding, catatan penting, dan lembaran scaffolding. Akumulasi data dilakukan dengan uji teknik, wawancara, dan memberikan scaffolding. Pemberian scaffolding dalam penelitian ini seperti dalam strategi scaffolding yang dinyatakan oleh Anghilery. Aktivitas analisis data adalah langkah reduksi data, langkah penyajian data, dan langkah kesimpulan data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pemberian scaffolding di bagian sulit yang dialami siswa dapat mengurangi/menghilangkan kesulitan siswa.Kata kunci: diagnosis, mapping mathematic, scaffolding

  2. Tinjauan Teologis-Antropologis Terhadap Peran Agama Oleh Manusia Dalam Mengembangkan NilaiNilai Kemanusiaan Di Era-postmodernisme

    Ezra Tari

    2012-04-01

    Full Text Available Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis memiliki tujuan yakni: Pertama,Menguraikan Kajian teoritis Postmodernisme . Kedua, Memaparkan sumbangsih agama didalam Postmodernisme. Ketiga, Memaparkan peran agama dalam mengembangkan nilainilaikemanusiaan di era postmodernisme berdasarkan tinjauan teologis-antropologis.Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode penelitianpustaka yang berkaitan dengan persoalan yang ditulis. Data primer yang digunakanadalah buku-buku yang berkaitan langsung dengan objek penelitian, data dariinternet, karangan yang tidak diterbitkan serta beberapa sumber yang menyangkuttopik yang diteliti.Dalam penelitian ini memperoleh hasil bahwa sumbangsih postmodernisme bagiagama, yakni paradigma berpikir dan cara beragama yang baru, dialog dan cara beragamayang baru melalui kemanusiaan titik pijak yang baru. Manusia mempunyai hubungan denganrealitas tertinggi yakni Allah. Sebab, modernisme melupakan sisi manusia yang lain yaknikesadaran akan kekuatan yang diluar dirinya. Identitas manusia, ditentukan oleh dimensihubungannya dengan Tuhan dan hubungannya dengan sesama. Dalam hal ini agamadan sain bekerja sama dalam membangun dan membuat manusia sejahtera.

  3. ANALISA PRAKTEK AKUNTANSI KREATIF DALAM KONTEKS BUDAYA ORGANISASI PT. BUMI DAN PANDANGAN ISLAM (KHUSUSNYA AJARAN AMANAH DALAM MENYIKAPI PRAKTEK TERSEBUT

    Widarto - -

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAKS Tuntutan pasar pada perusahaan untuk membuat keuntungan sering menyebabkan praktek akuntansi kreatif, sehingga terjadi penurunan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Kebijakan yang diambil oleh manajemen selalu menguntungkan pihak majority shareholder sebagai controlling. Budaya kerja telah mempengaruhi praktek akuntansi kreatif perusahaan, hal ini disebabkan adanya tuntutan dan campur tangannya direksi dalam akuntansi. Praktek ini bertujuan untuk mengiliminasi tindakan direksi agar transaksi yang mereka jalankan sesuai dengan kaidah akuntansi yang benar. Dengan demikian bagian akuntansi harus berusaha menyiapkan adanya data-data pendukung transaksi tersebut. Akuntansi kreatif yang dijalankan seputar manajemen laba dan SPE. Praktek manajemen laba maupun SPE lebih mengarah pada praktek yang mementingkan pihak manajemen yang didalamnya ada direksi sebagai controlling. Perilaku ini tidak terlepas dari keberadaan para manajer yang diangkat dan direkrut oleh direksi, sehingga dalam pemahaman amanah, manajer merasa harus loyal pada direksi. Namun jika dilihat dari hakekat amanah yang datangnya dari Allah, maka perilaku manajer maupun direksi diatas telah menunjukan perilaku yang tidak sesuai dengan hakekat amanah yang sesungguhnya. Pengkhianatan amanah merupakan tindakan yang dilarang agama, dan larangan ini hukumnya adalah haram jika dikerjakan.   Kata kunci :   agency theory, budaya,  praktek akuntansi kreatif, dan perilaku amanah.

  4. Penerapan Undang-Undang Hak Cipta Dalam Bidang Karya Sinematografi (Studi Di Kota Medan)

    Sembiring, Ega Pranata

    2012-01-01

    Usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam rangka perlindungan karya cipta dinilai belum membuahkan hasil yang maksimal. Berbagai macam pelanggaran terus berlangsung seperti pembajakan terhadap karya cipta, mengumumkan, mengedarkan, maupun menjual karya cipta orang lain tanpa seizin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta. Masyarakat Indonesia sendiri dalam mengapresiasi ketentuan hak cipta dirasakan masih sangat rendah misalnya ada anggapan bahwa perbuatan orang yang melakukan jual-...

  5. EFEKTIVITAS BAPPEDA DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KOTA PADANG DI ERA OTONOMI DAERAH

    Desril - Tafria; Suryadi - -; HR. Riyadi - Soeprapto (alm)

    2012-01-01

    ABSTRAK BAPPEDA adalah salah satu unsur/lembaga yang ada di daerah yang mempunyai fungsi penting dalam kegiatan perencanaan pembangunan di daerah. Begitu pentingnya fungsi lembaga ini maka dapat dikatakan bahwa berhasil tidaknya pelaksanaan Koordinasi Perencanaan pembangunan di daerah terutama di era otonomi daerah ditentukan oleh effektivitas Bappeda dalam menjalankan fungsi-fungsinya. Oleh karenanya peningkatan kualitas kinerja Bappeda Kota Padang perlu untuk dibenahi atau ditingkatkan da...

  6. Perancangan Strategik Islam: Pengamalan Usaha Perancangan Pembangunan Dalam Pendidikan Tinggi Di Malaysia

    Syarifah Nurolazan Shaikh Ahmad; Nur Tasnim Ismail; Sharifah Hayaati Syed Ismail al-Qudsy

    2013-01-01

    Perbincangan mengenai perancangan strategik telah lama diperkatakan dalam sistem pentadbiran moden sejak tahun 1960 lagi. Namun masih belum terdapat perbincangan secara terperinci berkenaan perancangan strategik Islam. Oleh itu, kertas kerja ini akan mengemukakan beberapa elemen perancangan strategik Islam yang dianggap penting berdasarkan Al-Quran, sunah dan lipatan sejarah Islam. Hal ini berdasarkan keupayaan Islam dalam menyelesaikan segala permasalahan semasa merentasi benua Islam dan Ero...

  7. Contoh Penggunaan Uji t Dalam Bidang Kesehatan Untuk Satu Kelompok Data

    Syahrudji Naseh

    2012-01-01

    Dari sekian banyak buku statistika, dapat disimpulkan bahwa hanya ada dua bagian besar yang dibahas dalam statistika induktif, yaitu masalah estimasi (perkiraan) dan masalah uji hipotesis. Sementara itu, dapat juga disimpulkan bahwa uji hipotesis yang populer hanya terdiri dari uji t, uji kai-kuadrat (chi - square) dan uji F. Tulisan ini mencoba memperkenalkan contoh penggunaan uji t dalam bidang kesehatan untuk satu kelompok data, terutama bagi yang belum biasa menggunakannya.

  8. Video Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Dalam Rangka Mendukung Keberhasilan Penerapan Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar

    Agustiningsih, Agustiningsih

    2016-01-01

    Tujuan  kurikulum 2013 akan dapat terwujud apabila didukung dengan beberapa faktor (kunci kesuksesan) yang salah satunya ialah kreativitas guru yang disesuaikan dengan kemajuan IPTEK. Kemajuan IPTEK, memberikan ruang kepada guru untuk dapat menciptakan berbagai variasi media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.  Pada buku siswa dan buku guru, sudah ada contoh media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran hanya masih terbatas pada media visual. Video ...

  9. Lakon sebagai Media Transformasi Penyampaian Pesan Sosial dalam Pertunjukan Wayang Orang

    Andi Wicaksono

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan menjelaskan transformasi isu aktual dalam manyarakattentang ide dan gagasan dalam pe-nyanggit-an lakon. Penelitian dilakukan dengancara pembacaan pertunjukan lakon “Sêsaji Raja Suya” sajian Paguyuban WayangOrang Panca Budaya menggunakan teori bangunan lakon wayang. Sanggit lakonyang ditemukan dikaitkan dengan konteks masyarakat saat ini untuk menunjukkantransformasi isu aktual di masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanggit lakon yang disajikan berbeda de...

  10. Pemurnian kreativiti dalam pendidikan prasekolah sebagai asas pembinaan bangsa malaysia yang kreatif: Suatu kupasan awal

    Othman b. A. Kassim

    2004-06-01

    Full Text Available Kreativiti merupakan mauduk dan agenda penting dalam mana-mana orientasi pendidikan di dunia. Institusi pendidikan merupakan tempat terpenting untk menyuburkan bakat dan kebolehan kreatif pelajar. Banyak negara di dunia seperti Amerika Syarikat, Jerman, Swedan, Jepun, Singapura dan Korea Selatan memberi penekanan dalam sistem pendidikan prasekolah hingga peringkat pendidikan tinggi. Justeru, negara-negara yang disebutkan tadi, khususnya Amerika Syarikat berusaha melahirkan sumber manusia kreatif yang mampu mengangkat martabat dan dignity bangsa itu. Hal ini di akui oleh pakar-pakar sains pemikiran kreatif seperti Amabile (1992, Swartz (1989, Buzan (2002, De Bono (1971, Leong (1998, dan ramai lagi. Amabile (1992, misalnya menyifatkan institusi pendidikan. Khususnya pendidikan prasekolah merupakan tempat paling penting untuk memupuk alam kreativiti di kalangan kanak-kanak. Selanjunya, Cropley (2001, menegaskan bahawa pendidikan awal kanak-kanak sangat memerlukan persekitaran dan motivasi yang amat signifikan bagi meralisasikan bakat dan kemahirankreativiti kanak-kanak. Namun begitu, menurut de Bono (1970, tanpa prime mover (dibaca sebagai pendidikyang menggerakkan persekitaran yang kondusif untuk berkreativiti, maka sukar untuk para pelajar untuk berkreasi dengan selasa dan selamat. sungguhpun begitu, Prime mover yang dimaksudkan oleh de Bono itu ialah pendidik yang dibekali dengan pengetahuan dan kemahiran kreativiti. Pendidik yang tidak memiliki kemahiran dan pengetahuan kreativiti sukar untuk merealisasikan suasana, ruang, dan pengalaman kreatif dalam pengajaran dan pembelajarannya. Oleh yang demikian, kertas kerja konseptual ini akan mengupas agenda pemurnian kretiviti dalam pendidikan prasekolah serta kesannya terhadap pembinaan bangsa Malaysia yang kreatif. Justeru, kami akan memulakan dengan kupasan terma-terma penting kertas kerja ini seperti pemurnian kreativiti, bangsa Malaysia yang kreatif serta komponen- proses kreativiti kanak-kanak prasekolah. Selain itu, kertas kerja ini akan memberi tumpuan terhadap motivasi bagi mengharmonikan kreativiti dalam aktiviti pengajaran dan pembelajaran pada peringkat prasekolah. Selanjutnya, kertas kerja ini akan menggagaskan persekitaran yang kondusif serta teknk-teknik yang spesifik dalam pemurnian kreativiti dalam aktiviti pendidikan prasekolah. Akhirnya, kertas kerja ini akan melakarkan model pemurnian kreativiti yang sesuai dalam konteks pendidikan prasekolah.

  11. Pemantauan keberkesanan pembangunan wilayah Malaysia dalam aspek penduduk tempatan di Iskandar Malaysia

    Rosmiza Mohd Zainol; Amriah Buang; Asmah Ahmad; Abdul Rahim Md Nor; Rosniza Aznie Hj. Che Rose

    2011-01-01

    Konsep pembangunan wilayah melibatkan perubahan dalam masyarakat dan sistem sosial daripada keadaan yang dianggap tidak memuaskan kepada keadaan yang lebih baik akibat beberapa kriteria yang seragam dalam lingkungan yang dibentuk. Sejak merdeka, Malaysia telah membangun dengan pesat dan kejayaan ini terbukti dengan kemajuan fizikal yang telah dicapai sehingga kini. Kemajuan lazimnya diukur berdasarkan faktor ekonomi dengan pendapatan per kapita digunakan sebagai petunjuk utama. Walau bagaiman...

  12. STRATEGI KELANGSUNGAN HIDUP SOPIR ANGKOT DALAM BUDAYA PERKOTAAN DI KOTA MAKASSAR

    Muhammad Basir

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan tentang strategi-strategi yang dilakukan oleh para sopir Angkot dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya di dalam budaya perkotaan di Kota makassar; wujud resistensi para sopir terhadap dominasi budaya di Kota Makassar; dan peranan lembaga-lembaga terkait terhadap keberadaan para sopir angkot di Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar, dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah Studi Pustaka, Observ...

  13. SIMULASI PENGARUH KONSENTRASI BIOMASSA PADA LUMPUR AKTIF TERHADAP PENYISIHAN COD DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

    A. E. Palupi; Nurmuafix Nurmuafix; S. A. Hastono; M. A. Syukur; A. Widjaja; Ali Altway

    2012-01-01

    Proses pengolahan limbah cair dengan bioreaktor membran terendam (BRMt), mempunyai banyak keuntungan dibandingkan proses lumpur aktif konvensional, karena prosesnya lebih sederhana, tidak memerlukan bak sedimentasi sekunder dan kandungan solid dalam efluen (permeat) hampir tidak ada. Dalam proses ini melibatkan tiga fasa yaitu padat (biomassa dan komponen-komponen limbah), cair (air) dan gas (udara untuk aerasi), dimana degradasi biologis yang terjadi sangat dipengaruhi oleh transfer massa li...

  14. Analisis Mengenai Tanggung Jawab Pelaku Usaha Dalam Memberikan Informasi Produk Melalui Transaksi E-Commerce (Studi Pada AUTO 2000-Medan)

    Manurung, Naomi C. A

    2015-01-01

    Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis tentang jual beli secara online yang dikenal dengan e-commerce. Hal ini dikarenakan perkembangan dan kemajuan internet telah mendorong di bidang teknologi informasi, sehingga penggunaan internet yang semakin luas dalam kegiatan bisnis telah mengubah pandangan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli yang pada awalnya bersifat tradisional beralih menjadi transaksi jual beli dengan menggunakan media internet. Dalam penulisa...

  15. MODEL PENYULUHAN FARMERS CAPACITY BUILDING DALAM INTRODUKSI TEKNOLOGI PADA INTEGRATED FARMING SYSTEM POLA SAPI POTONG DAN PADI BERBASIS ZERO WASTE

    Agustina Abdullah; Ali, Hikmah M.; Syamsu, Jasmal A.

    2014-01-01

    Penelitian dilakukan dalam dua tahun. Tujuan penelitian pada tahun kedua adalah a). membangun model penyuluhan farmers capacity building dalam introduksi teknologi pada integrated farming system pola sapi potong dan padi berbasis zero waste, b). aplikasi model penyuluhan farmers capacity building dalam introduksi teknologi pada integrated farming system pola sapi potong dan padi berbasis zero waste. Penelitian tahun kedua digunakan data pada tahun pertama yang terkait dengan kondis...

  16. ANALISIS ALGORITMA INSERTION SORT, MERGE SORT DAN IMPLEMENTASINYA DALAM BAHASA PEMROGRAMAN C++

    Arief Hendra Saptadi

    2013-07-01

    Full Text Available Makalah ini mengetengahkan kajian implementasi dan performa proses pengurutan menggunakan dua algoritma yang berbeda, yaitu Insertion Sort dan Merge Sort. Pada tahap pertama, kedua algoritma tersebut diimplementasikan dalam bahasa C++ untuk mengurutkan sejumlah angka yang diketikkan oleh pengguna. Pada tahap kedua, kode sumber untuk kedua algoritma tersebut diubah untuk dapat mengurutkan angka yang dihasilkan secara acak dengan jumlah angka sebanyak permintaan dari pengguna. Untuk mengetahui seberapa baik performa dalam mengurutkan data, maka dalam tahap terakhir, kedua algoritma tersebut mengurutkan sejumlah angka acak dengan rentang jumlah yang sudah ditentukan dan hasilnya kemudian dibandingkan. Dari eksperimen yang sudah dilakukan, algoritma merge sort telah memperlihatkan performa yang lebih baik, khususnya untuk jumlah data yang banyak (> 10000. Adapun algoritma insertion sort memiliki keuntungan dalam hal kompleksitas algoritma yang lebih rendah terutama dalam kondisi best case dan karena tidak menggunakan rutin rekursi dalam proses pengurutan, maka tidak membutuhkan ruang penyimpanan atau memori sebanyak algoritma Merge Sort. Kata kunci : Algoritma, Insertion Sort, Merge Sort, Performa, Bahasa C++

  17. Perubahan Identitas Tekstual dalam Hasil Terjemahan dan Permasalahan Keberterimaannya: Kasus Teks Eksposisi

    Rochayah Machali

    2013-05-01

    Full Text Available Translation can be defined as the replacement of textual material in one language (SL by equivalent textual material in another language (TL. The term ‘textual’ means that the input for the translation process is ‘text’, rather than individual sentences. A text is a unit of language in use. It best regarded as a semantic unit, which is encoded in sentences. The encoding involves a planned activity that involves seven aspects (called ‘segi’ in this article. The aspects have been used to compare the original text or SL text (TSu and its translated versions or TL texts (TSa. The findings indicate that the textual changes affect the identity of the text to some degree, in particular aspects of ‘informativity’ and ‘relevance’ embodied in the text identity.   Penerjemahan dapat didefinisikan sebagai penggantian bahan tekstual dalam bahasa sumber (SL dengan bahan tekstual yang sepadan dalam bahasa sasaran (TL. Istilah tekstual berarti bahwa masukan untuk proses penerjemahan adalah teks, bukan kalimat-kalimat yang terpisah. Sebuah teks merupakan unit dalam penggunaan bahasa. Unit tersebut dapat dipandang sebagai unit semantik yang disandikan dalam kalimat-kalimat. Penyandian merupakan sebuah kegiatan yang terencana yang meliputi tujuh aspek yang disebut ‘segi’ dalam artikel ini. Aspek-aspek tersebut digunakan untuk membandingkan teks asli (TSu dan versi terjemahan (TSa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tekstual yang terjadi sedikit banyak mempengaruhi identitas teks, khususnya aspek-aspek ‘informativity’ dan ‘relevance’ yang terwujud dalam identitas teks.

  18. Pengaruh Kadar TiO2 Terhadap Kekuatan Bending Komposit Serbuk Al/TiO2

    Lilik Dwi Setyana

    2005-01-01

    Full Text Available Aluminum fine powder as the matrix and TiO2 as the reinforcement is known as Al/metal matrix composite, that can be produced by powder metallurgy. The research of Al/TiO2 MMC with various content of reinforcement was 0, 2, 4, 6 and 8% weight of TiO2. Green body was produced with variuos compacting pressures 400 and 500 MPa, then sintered at 550 oC for 5 hour. Optical and SEM were used to observe the microstructures. Mechanical properties of the specimens including Brinell hardness and modulus of rupture by four point bending. The results of the research show that Brinell hardness number, modulus of rupture and density of composites increases with increasing compacting pressure. The optimum properties were achieved on the composites containing 4% weight of TiO2 were modulus of rupture was 82 kg/mm2, hardness was 42 BHN and density 2.57 gr/cm3 with compacting pressure of 500 MPa. Abstract in Bahasa Indonesia : Aluminium serbuk sebagai matrik dan TiO2 sebagai penguat dikenal sebagai bahan komposit matrik logam (MMC, yang dapat diproduksi dengan teknik metalurgi serbuk. Dalam penelitian ini komposit Al/TiO2 dengan variasi penambahan unsur penguat sebesar 0, 2, 4, 6 dan 8% berat TiO2. Pembentukan green body dengan tekanan kompaksi 400 dan 500 MPa, dan proses sinter pada suhu 550 OC selama 2 jam. Pengujian meliputi uji bending dan kekerasan brinell, pengamatan srtuktur mikro menggunakan SEM dan mikroskop optik. Hasil penelitian menunjukan kekerasan dan kekuatan bending meningkat dengan meningkatnya tekanan kompaksi. Komposisi optimum dicapai pada komposisi Al/TiO2 4% berat, dengan kekuatan bending sebesar 82 kg/mm2 dan kekerasan 42 BHN pada pembentukan dengan tekanan kompaksi 500 MPa. Kata kunci: metalurgi serbuk, Al/TiO2, Komposit.

  19. Pengaruh Penambahan Glukosa Sebagai Co-substrate dalam Pengolahan Air Limbah Minyak Solar Menggunakan Sistem High Rate Alga Reactor (HRAR

    Laksmisari Rakhma Putri

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak dalam air limbah umumnya relatif sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme pada pengolahan air limbah secara biologis. Sistem alga dalam High Rate Alga Reactor (HRAR telah banyak dikembangkan dan digunakan sebagai pengolah air limbah domestik dan industri. Aplikasi sistem alga dalam HRAR ini dicoba untuk diaplikasikan dalam pengolahan air limbah mengandung minyak solar. Penelitian dilakukan untuk mengkaji kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar dengan penambahan glukosa sebagai co-substrate. Penambahan co-substrate diperkirakan dapat mendorong bakteri untuk memberikan suplai karbondioksida pada mikroalga. Penelitian ini dilakukan dengan dua variabel penelitian yaitu konsentrasi minyak solar sebesar 381 ppm dan 830 ppm dalam air limbah dan konsentrasi co-substrate berupa gula sebesar 5 gram, 7 gram, dan 10 gram ke dalam 18 Liter air pada reaktor. Setiap dua hari sekali selama 14 hari akan diambil sampel untuk kemudian dilakukan analisis masing-masing parameter. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi kinerja HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar adalah sebesar 84,27%. Efisiensi tertinggi ini didapatkan pada reaktor dengan variasi penambahan minyak solar 830 ppm dan co-substrate sebesar 10 gram ke dalam 18 Liter yang memiliki nilai COD 586,67 mg/L. Pada konsentrasi minyak solar sebesar 830 ppm, penambahan co-substrate memberikan pengaruh pada efisiensi penurunan kandungan minyak solar. Semakin besar penambahan co-substrate, semakin besar efisiensi penurunan kandungan minyak solar.

  20. KEBIJAKAN DALAM PENENTUAN DAN PENDANAAN MODAL KERJA PERUSAHAAN

    Miswanto Miswanto

    2012-10-01

    Full Text Available Abstract: Policy in Determining and Financing Company’s Working Capital. In funding working capital, a company can use hedging policy, conservative policy, and aggressive policy. In relation to long-term versus short-term financing, temporary versus permanent current assets, and the trade-off between risk and profitability, it can be concluded that when the temporary current assets are financed by short-term financing they have moderate risk and profitability, when the temporary current assets are financed by long-term financing they have low risk and profitability, when the permanent current assets are financed by short-term funding they have high risk and profitability, and when the permanent current assets are financed by long-term financing they have moderate risk-profitability. To measure the performance of the working capital management, the working capital position of the company needs to be analyzed. By using the data presented on the balance sheet and income statement, the company can carry out the analysis of working capital performance using financial ratio analysis on working capital, analysis of the funding sources and use of funding statement, and analysis of the company's cash flow statement. Keywords: liquidity, capital, financing, profitability, and risk   Abstrak: Kebijakan dalam Penentuan dan Pendanaan Modal Kerja Perusahaan. Dalam mendanai modal kerja, perusahaan dapat menggunakan kebijakan hedging, kebijakan konservatif, dan kebijakan agresif. Dalam hubungannya antara pendanaan jangka pendek versus jangka panjang, aktiva lancar temporer versus permanen, dan trade-off antara risiko dan profitabilitas diperoleh kesimpulan bahwa jika aktiva lancar temporer dibiayai dengan pendanaan jangka pendek memiliki risiko dan profitabilitas moderat, jika aktiva lancar temporer dibiayai dengan pendanaan jangka panjang memiliki risiko dan profitabilitas rendah, jika aktiva lancar permanen dibiayai dengan pendanaan jangka pendek memiliki risiko dan profitabilitas tinggi, dan jika aktiva lancar permanen dibiayai dengan pendanaan jangka panjang memiliki risiko dan profitabilitas moderat. Untuk mengukur kinerja manajemen modal kerja, posisi modal kerja perusahaan perlu dianalisis. Dengan menggunakan data yang tersaji pada neraca dan laporan laba rugi, perusahaan dapat melakukan analisis kinerja modal kerja dengan menggunakan analisis rasio keuangan pada modal kerja, analisis pada laporan sumber dan penggunaan dana, dan analisis pada laporan aliran kas perusahaan.   Kata kunci: likuiditas, modal, pendanaan, profitabilitas, dan risiko

  1. Kehidupan Wayang Orang Sriwedari dalam Perspektif Determinasi Penari Rol

    Hersapandi Hersapandi

    2013-11-01

    Full Text Available Penari rol atau penari bintang dalam Wayang Orang memiliki kualifi kasi sangat baik dalam menjalankan perannya, penguasaan keterampilan dan pengetahuan yang tinggi, dan kemampuan mengembangkan karakter peran yang dilakukan. Keterampilan kompetitif unggul tentu menjadi ikon untuk menyerap perhatian audien. Ikon peran terletak pada penonton. Oleh karena itu, seorang penari bintang perlu memiliki semangat tersebut untuk memotivasi kehidupan kelompok Wayang Orang. Kemampuan aktingnya mencerminkan suatu totalitas kesenian aktor dalam kehidupan pribadinya, yaitu untuk menjaga kualitas seorang penari profesional kuat sebagai agen. Aktor ini sering tampak melindungi karismanya. Dia selalu mencoba untuk melakukan sebanyak mungkin, sehingga ia tidak perlu membuat penari baru lainnya untuk menggantikannya. Alasannya adalah penari baru dianggap sebagai pesaing yang dapat menggantikan posisi potensi ekonomi. Semangat kinerja Wayang Orang adalah kualitas artistik penari bintang yang menyatakan simbol dan nilai artistik yang diperlukan oleh para penonton.Kata kunci: Wayang Orang, bintang penari, manajemen seni.ABSTRACTSriwedari Wayang Orang Performance. The term “rol” dancer or star dancer refers to the main dancer who becomes the star in wayang orang. It has an excellent qualifi cation in performing his/her role, an excellent mastery of knowledge and skills, and capability of developing the characters of the role that s/he performs. His/her superior competitive skills certainly become an icon for absorbing the audiens’ attention. Since the icon role lies on the audience, a star dancer needs to have such skills to motivate the life of the wayang orang group. As an agent, his/her acting skills have refl ected a totality of the actor’s artistry in his/her private life, i.e. to keep professional dancer’s quality stronger as a whole.The agent has as individudal and inttelectual integrity as a professional actor. The actor often seems to protect his charisma. S/he always tries to perform as many times as possible, so s/he does not need other new dancers to replace him/her. The reason is that the new dancers are considered as competitors who may replace his/her position and certainly his/her economic potentials as well. The spirit of wayang orang performance is the star dancer’s artistic quality expressing the symbols and artistic values needed by the audience.Key words: wayang orang, art management, star dancer.

  2. INOVASI PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM DAN ECENG GONDOK DIKOMBINASI DENGAN BIOTEKNOLOGI MIKORIZA BENTUK GRANUL

    A Asngad

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah membuat formula pupuk organik limbah dari campuran kotoran ayam dan eceng gondok sebagai pupuk organik dasar dan memproduksi pupuk organik unggul kombinasi pupuk organik dasar dan pupuk hayati spora CMA dalam kemasan granul. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dan analisis laboratorium dilakukan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas hara pupuk yang dihasilkan, serta kandungan logam berat. Pupuk secara diskriptif dibandingkan dengan baku mutu pupuk organik menurut SK Mentan 2009. Hasil analisis hara makro dan mikro, serta logam berat pada pupuk organik dasar sudah memenuhi persyaratan baku mutu pupuk organik. Perbanyakan pupuk  hayati CMA diperoleh 35 butir spora CMA/gram. Formula pembuatan campuran pupuk organik dasar: 2 kotoran ayam, 1 eceng gondok. Pupuk tersebut ditambah dengan 1 kg inokulum CMA atau pupuk hayati, 0,5 kg clay merah, 0,5 kg fosfat alam, 0,25 kg clay putih; 500 cc air. Hasil analisis hara makro dan mikro, campuran pupuk organik dasar dan hayati yang telah digranul sesuai dengan standar pupuk organik dari SK Mentan 2009. Disimpulkan bahwa campuran pupuk organik dari bahan dasar (kotoran ayam dan gulma air, yang ditambah dengan pupuk hayati dapat digunakan sebagai alternatif pengganti pupuk anorganik. Pupuk granul lebih efisien dan efektif digunakan untuk berbagai campuran dan di lapang. The research objective is to make the formula of organic fertilizer from water weed and chicken poop mixture as the basic organic fertilizer and to produce excellent organic fertilizer from the combination of basic organic fertilizer and biologic CMA spore fertilizer in a granule package. The study was conducted with an experimental method and laboratory analysis to determine the quantity and quality of fertilizer nutrients and heavy metal content that was descriptively compared to the standard organic fertilizer by SK Mentan 2009. The results showed that the quantity and quality of the fertilizer research was appropriate according to the standard quality of organic fertilizer. The propagation of CMA bio fertilizer was obtained from 35 spores /gram. The  mixture formula of organic fertilizer was 1 kg of chicken poop, water weed, 0.5 kg of red clay, 0.5 kg of phosphate; 1 kg of inoculum CMA; 0.25 kg of white clay; 500 cc of water. The result of micro and macro nutrients of the fertilizer mixture was appropriate of SK  2009. It can be concluded that the mixture of organic fertilizer (chicken poop and water weed and biologic fertilizer can be used as an alternative to replace the  inorganic fertilizer , while the granule fertilizer was determined efficiently and effectively as the mixture compound. 

  3. SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR DALAM KERANGKA KERJA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

    Bernardo Nugroho Yahya

    2001-01-01

    Full Text Available The value of an information is more valuable than the value of an investment. To make in information needs a system that can produce an accurate & priceless information. Management Information System needs to be defined more details to get a specific information, especially for production activity (manufacturing. Manufacture Information System can support the whole manufacture activity to make a good product in means of time, cost and also quality. Abstract in Bahasa Indonesia : Nilai sebuah informasi lebih berharga daripada nilai investasi. Oleh karena itu, dalam membuat sebuah informasi diperlukan sebuah sistem yang dapat membuat sebuah informasi yang tepat dan akurat. Sistem Informasi Manajemen perlu didefinisikan lebih detail untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik, khususnya untuk kegiatan produksi (manufaktur. Sistem Informasi Manufaktur dapat mendukung kegiatan manufaktur secara keseluruhan untuk menghasilkan produk yang baik dari segi waktu, biaya dan kualitas. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen, Sistem Informasi Manufaktur.

  4. Tradisi keilmuan dan pendidikan dalam tamadun melayu di nusantara

    Mohd Koharuddin b. Mohd Balwi

    2004-06-01

    Full Text Available Kertas ini mengyelongkar tradisi keilmuan dan keintelektualan dalam tamadun Melayu di Nusantara. Masyarakat Melayu yang tersebar luar di alam Melayu atau Nusantara ini telah memiliki tradisi keilmuan dan pendidikan yang menjadi teras kepada kemunculan tamaduan yang tinggi dan cemerlang. Tradisi keilmuan ini kemudiannya menjadi marak melalui kedatangan Islam di Nusantara apabila ia merevolosikan tradisi ini kerana Islam memang amat manganjurkan kepada keilmuan dan keintelektualan. gelombang ini kemudiannya melahirkan beberapa kerajaan Islam yang menjadikan pendidikan keilmuan sebagai suatu yang amat penting dan amat digalakkan. Kemudiannya, lahirlah Pasai, Melaka, Acheh Demak, dan lain-lain menjadi pusat keilmuan dan pendidikan di Nusantara. Teratak keilmuan dan pendidikan ini telah melahirkan tokoh-tokoh Melayu yang tersohor sepanjang zaman. Lantaran, ketinggian ketamadunan Melayu tidak terletak kepada kehebatan budaya meterialnya, sebaliknya terletak kepada kehebatan dan ketinggian tradisi keilmuan dan keintelektualannya. Tradisi keilmuan dan pendidikan merupakan tradisi umat Melayu-Islam sepanjang zaman.

  5. BERBAGAI BENTUK PENGAWASAN KEBIJAKAN DAERAH DALAM ERA OTONOMI LUAS

    Enny Nurbaningsih

    2011-02-01

    Full Text Available Following the abolishment of all controlling measures except repressive control, decentralisation triggers fundamental changes in local government administration. Tight control may obstruct regions’ autonomy and hamper central-regional relation. Proportional control is indispensable for balancing out local governments’ freedom. All monitoring measures outside Act 32/2004 are unwarranted without improvement of legal instruments at central government.Dengan menghapuskan semua bentuk pengawasan kecuali pengawasan represif, desentralisasi menciptakan perubahan fundamental dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pengawasan yang ketat dapat mengekang daerah dan mengganggu hubungan pusat-daerah. Pengawasan otonomi yang proporsional diperlukan sebagai penyeimbang kebebasan pemerintahan daerah. Bentuk pengawasan di luar UU 32/2004 cenderung berlebihan tanpa perbaikan instrumen hukum tingkat pusat.

  6. KAJIAN HUKUM PERAN “APOTEKER” DALAM SAINTIFIKASI JAMU

    Suharmiati Suharmiati

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: The Regulation of Minister of Health, Permenkes 003/MENKES/PER/2010 on scientification of herbal medicine also elucidate to regulation on human resources and recording, yet the regulation has not analyzed roles of pharmacists. The study aimed to determine roles of pharmacists associated with the legislation on scientification of herbal medicine. Methods: tt was conducted in 3 (three municipality of Surabaya, Yogyakarta and Denpasar, with respondents among pharmacists especial/y whom practice in community pharmacy Data were col/ected by discussion to have conclusions on argumentation of law then fol/owed by round table discussion with experts in law, professional organization of pharmacist (Ikatan Apoteker lndonesia and The National Commisions of scientification herbal medicine. Results: Results showed that the roles and responsibilities of pharmacists in scientification of herbal medicine compose of process on formulating/supplying simplicia and storage, prescription services including screening prescriptions, medication preparation, compounding, label/ing, packaging of drugs, drug delivery, and drug information, counseling, monitoring drug use, promotion and education, home care as well as recording and reporting. The analysis concluded that it needs special regulation pharmacist roles on scientification of herbal medicine complementary to Permenkes No. 03/2010 to elucidate more detaiIs the roles of pharmacists to the preparation of service-based research in health care facilities (c1inics herbal medicine and scientification of herbal medicine, the synergy to conventional treatment and enhance use of nature medicines as traditional health care. The addition Permenkes needs to include Record Pharmaceutical Formulations (Pharmaceutical Record conducted by a pharmacist on scientification of herbal medicine. Recommendation: tt is recommended that in addition to Permenkes 003/MENKES/PER/2010 it requires complementary Permenkes to regulate pharmacists on scientification of herbal medicine that differs from pharmacists in general, as consist of curriculum related to scientification of herbal medicine in Pharmacy group and stressing the col/aboration between physicians and pharmacists for program activity on scientification of herbal medicine in accordance to the Republic of lndonesia affairs. Key words: roles of pharmacists, scientification of herbal medicine, Permenkes 003/Menkes/2010 ABSTRAK Permenkes No. 03/MENKES/PER/2010 tentang saintifikasi jamu antara lain menjelaskan tentang tujuan pengaturan ketenagaan serta pencatatan tentang saintifikasi jamu, namun dalam Permenkes tersebut belum dikaji tentang peran dari apoteker. Tujuan dari peneitian ini untuk mengkaji peran apoteker terkait dengan peraturan perundang-undangan tentang saintifikasijamu. Penelitian dilakukan di 3 (tiga kota yaitu Surabaya, Yogyakarta dan Denpasar, dengan sasaran penelitian apoteker khususnya yang praktik di farmasi komunitas dengan cara diskusi untuk dibuat kesimpulan berupa argumentasi hukum, selanjutnya dilaksanakan Round Table Discussion (RTD dengan pakar Hukum, organisasi profesi (Ikatan Apoteker lndonesia dan Komisi Nasional Saintifikasi Jamu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dan tanggung jawab apoteker dalam saintifikasi jamu meliputi proses pembuatan/penyediaan simplisia dan penyimpanan, pelayanan resep mencakup skrining resep, penyiapan obat, peracikan, pemberian etiket, pemberian kemasan obat, penyerahan obat, dan Informasi obat, konseling. monitoring penggunaan obat. promosi dan edukasi, home care. serta pencatatan dan pelaporan. Dari analisis perundang-undangan disimpulkan bahwa diperlukan Permenkes khusus yang menjabarkan peran Apoteker saintifikasi Jamu yang komplementer dengan Permenkes No. 03/2010 dan diperinci secara jelas tentang peran apoteker saintifikasi jamu tentang preparasi jamu, sinergi dengan pengobatan konvensional dan meningkatkan penggunaan obat bahan alam sebagai pelayanan kesehatan tradisional. Di samping itu di dalam Permenkes khusus tersebut perlu dicantumkan tentang Pharmaceutical Record yang dilakukan oleh seorang apoteker saintifikasi jamu. Disarankan di samping Permenkes 003/MENKES/PER/2010 diperlukan Permenkes pendamping yang mengatur tentang apoteker Saintifikasi Jamu yang berbeda dari apoteker pada umumnya, memasukkan secara khusus kurikulum yang terkait dengan Saintifikasi jamu di pendidikan rumpun ilmu kesehatan, termasuk Farmasi serta menegaskan kolaborasi antara dokter dan apoteker dalam gerakan program Saintifikasi Jamu demi kepentingan NKRI. Kata kunci; peran apoteker, saintifikasi jamu, Permenkes 003/Menkes/2010

  7. Culture Shock Dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya Pada Mahasiswa Asal Malaysia Di Medan (Studi Kasus Pada Mahasiswa Asal Malaysia Di Universitas Sumatera Utara)

    Pinem, Emma Violita

    2011-01-01

    Penelitian ini berjudul Culture Shock dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya Pada Mahasiswa Malaysia di Medan (Studi Kasus Pada Mahasiswa Malaysia di Universitas Sumatera Utara). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui culture shock dalam interaksi komunikasi antarbudaya pada mahasiswa Malaysia di USU, dalam hal ini juga mengenai reaksi dan upaya mengatasi culture shock tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang memusatkan diri secara intensif terhadap suat...

  8. PERAN PNPM DALAM UPAYA MOBILITASI MASYARAKAT MISKIN DI KOTA SEMARANG

    Rafika Bayu Kusumandari

    2015-12-01

    Full Text Available This study aimed to describe the role of PNPM Mandiri in the economic and social aspects in an attempt social mobility for the poor, and describes the driving and inhibiting social mobility PNPM efforts for the poor. This study used a qualitative approach. The research was conducted in the Village Mangunsari, District Gunungpati, Semarang. In PNPM program, the activities fostered the activities of Tridaya (Engineering / Environmental, Social and Economic. Guidance for each village conducted at BKM respective wards. From the research, it can be concluded that: (1 PNPM program is effective enough to mobilize poverty in the city of Semarang with Tridaya’s program. (2 Increasing public welfare with the PNPM program. And (3 However, the PNPM has not been able to make people aware not to consider themselves poor. Advice: Need for a more intensive coaching to the public the awareness to not call them poor, and this program would be very good if implemented continually.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan PNPM Mandiri pada aspek ekonomi dan aspek sosial dalam upaya mobilitas sosial bagi masyarakat miskin; dan mendeskripsikan pendorong dan penghambat PNPM dalam usaha mobilitas sosial bagi masyarakat miskin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Pada program PNPM ini, kegiatan yang dibina pada kegiatan Tri daya (Teknik / Lingkungan, Sosial dan Ekonomi. Pembinaan untuk masing-masing kelurahan dilakukan pada BKM masing-masing kelurahan. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa : (1 Program PNPM cukup efektif untuk memobilisasi kemiskinan di Kota Semarang dengan program Tri dayanya. (2 Kesejahte­raan masyarakat semakin meningkat dengan adanya program PNPM. Dan (3 Namun demikian, adanya PNPM belum bias menyadarkan masyarakat untuk tidak menganggap dirinya miskin. Saran: Perlu adanya pembinaan yang lebih intensif kepada masyarakat akan kesadaran untuk tidak menyebut dirinya miskin, dan program ini akan sangat bagus jika dilaksanakan secara berlanjut.

  9. PROBLEM PENDIDIKAN VIDEO GAMES DALAM PERSPEKTIF TEORI SIMULACRA JEAN BAUDRILLARD

    Siti Murtiningsih, Joko Siswanto, M. Mukhtasar Syamsudin

    2013-05-01

    Full Text Available Abstract: Education Problems of Video Games in the Perspective of Jean Baudrillards Theory of Simulacra. In the era of digital age, we are witnessing how video games penetrate childrens daily life and it is believed to have some impacts on their cognitive and affective processes. Referring to hermeneutical approach, the present library research seeks to answer the question whether video games create a real identity or simply forge false consciousness in children. In the first step, the data were collected from bibliographical sources that related to data. In the second step, the data were analyzed to examine the pedagogical-philosophical properties of the video games. The results indicate that video games change the way children view the world. Video games present the world as hiper-reality. Bu putting aside the negative values and maximizing the positive ones, the understanding of hiper-reality allows for the inculcation of children. Abstrak: Problem Pendidikan Video Games dalam Perspectif Teori Simulacra Jean Baudrillard. Permainan video games diyakini berdampak positif sekaligus negatif pada proses kognitif dan afektif anak.-anak. Terutama, video games berpengaruh pada proses internalisasi nilai-nilai dan pembentukan identitas mereka. Teknologi virtual yang disajikan oleh video games, seperti didekati oleh teori simulacra Jean Baudrillard, menyuguhkan jebakan akan realitas palsu. Melalui riset pustaka dengan metode "filsafat hermeneutis", dianalisis data untuk membangun refleksi filsafat pendidikan atas permainan video games itu. Hasil penelitian ini menyatakan video games menyuguhkan sebuah hiper-realitas dari simulasi realitas, atau simulacra dalam teori Jean Baudrillard. Simulacra adalah dunia yang terbentuk dari salinan realitas, yang menjadi acuan melebihi realitas asli. Disimpulkan bahwa video games menjadi semacam ruang konseptual, yang dibentuk oleh simulacra. Dengan mengenali hakikat hiper-realitas, video games dapat menjadi alat transfer pengetahuan dan pengalaman bagi anak-anak secara positif, dengan mengeliminasi dampaknya yang negatif.

  10. STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN DALAM MENGHADAPI KEMISKINAN

    Slamet Widodo

    2009-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempetakan strategi nafkah yang dilakukan oleh rumah tangga nelayan miskin berdasarkan dua basis nafkah, yaitu sektor perikanan dan sektor non perikanan. Strategi nafkah yang merupakan kombinasi antara modal dan sumberdaya manusia tersebut dipengaruhi oleh sistem sosial masyarakat yang berlaku. Penelitian ini juga ditujukan untuk menganalisis sistem sosial yang mempengaruhi rumah tangga nelayan miskin dalam mengkombinasikan modal dan sumberdaya manusia yang dimilikinya. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive yaitu di wilayah Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Penentuan lokasi penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa di Kecamatan Kwanyar terdapat beberapa desa yang termasuk wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama penduduknya adalah nelayan. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Persepsi dan kondisi kemiskinan di perdesaan (rural ditunjukkan dengan ciri atau indikator yakni kepemilikan aset baik natura, rumah, ternak, emas maupun simpanan uang. Selain itu kemiskinan ditandai oleh ketiadaan akses terhadap  pendidikan dan kesehatan yang layak. Strategi nafkah yang dilakukan selama ini dapat dibedakan menjadi strategi ekonomi dan strategi sosial. Strategi ekonomi meliputi sektor perikanan dan sektor non perikanan. Pada sektor perikanan, nelayan miskin berusaha meningkatkan jumlah tangkapan dengan cara memperpanjang waktu tangkap dan memperluas wilayah tangkapan. Sedangkan upayah penghematan biaya dilakukan dengan mengoplos bahan bakar mesin yang seharusnya solar menjadi solar dan minyak tanah. Pola perpindahan ke sektor non perikanan juga mulai menggejala terutama pada generasi muda. Sedangkan strategi sosial yang dilakukan adalah dengan berhutang, menabung dan menggadaikan perhiasan. Kata kunci : rumah tangga, kemiskinan,nelayan, pesisir, strategi nafkah. 

  11. PROFIL METAKOGNISI SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH TERBUKA

    Muhammad Sudia1

    2014-09-01

    Full Text Available Abstract: The Profile of Metacognition of Junior High School Students in Solving Open Problems. This study was aimed to reveal the profile of metacognition of junior high school students with impulsive-reflective cognitive style in solving open-problems concerning plan-figure-geometry. This study was con­ducted at the seventh grade of Junior High School and the subjects were one student of impulsive cog­nitive style and one student of reflective cognitive style and both had relatively similar mathematics ability. The data were collected through test and interview. The results show that students, either the impulsive or reflective cognitive style, have similar metacognition style profile in the step of understanding the prob­lems but they were different in the stage of arranging the plan of problem solving, executing the plan for solving problem, and re-evaluating the result of the problem solving. Keywords: metacognition profile, cognitive style, open-problem Abstrak: Profil Metakognisi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil metakognisi siswa SMP yang bergaya kognitif impulsif dan kognitif reflektif dalam memecahkan masalah terbuka materi geometri bangun datar. Penelitian ini dilakukan di kelas VII SMP dengan subjek satu siswa bergaya kognitif impulsif dan satu siswa bergaya kognitif reflektif dan keduanya memiliki kemampuan matematika relatif sama. Data dikumpulkan dengan cara pemberian tes dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penafsiran data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek impulsif dan subjek reflektif memiliki profil meta­kognisi yang sama pada tahap memahami masalah, dan berbeda profil metakognisinya pada tahap mem­buat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali hasil pemecahan masalah. Kata kunci: metakognisi, gaya kognitif, masalah-terbuka

  12. PENGUKURAN RISIKO BISNIS DAN RISIKO PENDANAAN DALAM PERUSAHAAN

    Miswanto Miswanto

    2013-04-01

    Full Text Available Abstrak: Pengukuran Risiko Bisnis dan Risiko Pendanaan dalam Perusahaan. Dalam melakukan pengambilan keputusan leverage, manajer keuangan tidak cukup hanya memperhatikan laba, melainkan juga risiko yang ditimbulkan. Risiko dapat berupa risiko bisnis, risiko pendanaan, dan risiko total. Pengukurannya dapat dilakukan dengan pendekatan statistika dan pendekatan pasar. Menurut pendekatan statistika, risiko total diukur dengan Koefisien Variasi EPS, atau dihitung dari Koefisien Variasi EBIT kali Degree of Financial Leverage (DFL. Risiko bisnis diukur dengan Koefisien Variasi EBIT, dan risiko pendanaan diukur dengan Koefisien Variasi EPS dikurangi dengan Koefisien Variasi EBIT. Menurut pendekatan pasar, risiko total diukur dengan beta leverage firm, risiko bisnis diukur dengan beta unleveraged firm, dan risiko pendanaan diukur dari beta leverage firm dikurangi dengan beta unleverage firm. Melalui pendekatan pasar dapat diperoleh adanya keterkaitan yang berupa trade-off antara risiko leverage dan return yang diharapkan.   Kata kunci: beta, bisnis, laba, leverage, pendanaan, dan risiko   Abstract:  Business and Financial Risk Measurement in the Firms. In making decisions on leverage, financial managers is not enough to pay attention to the earnings, but should also pay attention to the risks. The risks can be business risk, financial risk, and total risk. They can be measured either by statistical or market approach. With the statistical approach, the total risk is measured by the coefficient of variation of EPS, or calculated from the coefficient of variation of EBIT times the Degree of Financial Leverage (DFL. Business risk is measured by the coefficient of variation of EBIT, and financial risk is measured by the coefficient of variation of EPS reduced coefficient of variation of EBIT. With the market approach, the total risk is measured by beta leverage firm, business risk measured by beta unleveraged firm, and financial risk obtained by reducing beta leverage firm by beta unleveraged firm. Through market approach a trade-off relationship between risk and expected return in leverage can be obtained.   Keywords: beta, business, earnings, leverage, financing, and risk

  13. Komunikasi “Social Marketing” Dalam Proses Difusi Inovasi Revitalisasi Banjar Masyarakat Lombok (Studi Kasus Banjar Temolan, Dusun Gerumpung, Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur)

    Fanty Pratiwi Meita; Bambang Dwi Prasetyo; Sanggar Kanto

    2014-01-01

    Penelitian ini dilatar belakangi oleh keinginan peneliti untuk mengetahui mengenai  komunikasi “social marketing” adopsi difusi inovasi revitalisasi Banjar Temolan Dusun Gerumpung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis komunikasi social marketing membentuk difusi inovasi dalam revitalisasi Banjar Temolan, serta mengetahui dan menganalisis adopsi difusi inovasi dalam revitalisasi Banjar Temolan. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kualitatif na...

  14. AIR SEBAGAI SUBYEK DALAM DESAIN ARSITEKTUR Kasus telaah: Istana Alhambra Granada

    Esterlita Devi Hendrayani

    2002-01-01

    Full Text Available Water has always been imperative for life, since the very beginning, the birth, growth, survival, to the death, water always play an important role. In whatever kind of form, water has the character and potency to increase the quality of human life or to destroy it. Water is well responsive against natural forces, such as storm, rain, lightning and thunder, it could change in a sudden from a still and calm condition to a new powerful force, which could evoke certain human emotion. With this character and potency, water contribute to the dynamic of the architecture which incorporates it, placed as subject to architectural composition, not merely as object to meet the physical human needs. Through analyzing the Alhambra palace which is known as the locus classicus of the use of water in architectural design, a reflection can be made, whether water has been placed as subject in an architectural composition or just as something routine. Abstract in Bahasa Indonesia : Air adalah sesuatu yang tidak dapat dilepaskan dalam segala aspek kehidupan manusia, mulai dari awal kehidupan, kelahiran, pertumbuhan, perjuangan hidup hingga kematian. Dalam wujud apapun air mempunyai karakter dan potensi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia atau merusakkannya. Air begitu responsif terhadap kekuatan alam seperti, badai, hujan lebat, kilat dan petir; ia dapat dengan tiba-tiba berubah dari keadaan tenang menjadi kekuatan baru yang mampu membangkitkan emosi tertentu. Dengan mengenal karakter dan potensi inilah, maka air dapat menjadi komponen dinamis dalam arsitektur, dapat berperan sebagai subjek dalam desain komposisi arsitektural, bukan hanya semata-mata sebagai objek guna memenuhi kebutuhan fisik manusia saja. Air dapat menjadi urat nadi dalam komposisi arsitektur. Melalui telaah desain istana Alhambra, yang dikenal sebagai locus classicus bagi penggunaan air dalam desain arsitektur, maka kita dapat melakukan refleksi apakah telah menempatkan air sebagai subyek dalam desain arsitektur, atau hanya sebagai suatu rutinitas saja. Kata kunci: Air, Komponen Komposisi Arsitektural, Makna.

  15. ANALISA KRITIS PRAKTEK AKUNTANSI KREATIF DALAM KONTEKS BUDAYA ORGANISASI PT. BUMI DAN PANDANGAN ISLAM DALAM MENYIKAPI PRAKTEK TERSEBUT

    Widarto - -

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Tuntutan pasar pada perusahaan untuk membuat keuntungan sering menyebabkan praktek akuntansi kreatif, sehingga terjadi penurunan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Kebijakan yang diambil oleh manajemen selalu menguntungkan pihak majority shareholder sebagai controlling. Budaya kerja telah mempengaruhi praktek akuntansi kreatif perusahaan, hal ini disebabkan adanya tuntutan dan campur tangannya direksi dalam akuntansi. Praktek ini bertujuan untuk mengiliminasi tindakan direksi agar transaksi yang mereka jalankan sesuai dengan kaidah akuntansi yang benar. Dengan demikian bagian akuntansi harus berusaha menyiapkan adanya data-data pendukung transaksi tersebut. Akuntansi kreatif yang dijalankan seputar manajemen laba dan SPE. Praktek manajemen laba maupun SPE lebih mengarah pada praktek yang mementingkan pihak manajemen yang didalamnya ada direksi sebagai controlling. Perilaku ini tidak terlepas dari keberadaan para manajer yang diangkat dan direkrut oleh direksi, sehingga dalam pemahaman amanah, manajer merasa harus loyal pada direksi. Namun jika dilihat dari hakekat amanah yang datangnya dari Allah, maka perilaku manajer maupun direksi diatas telah menunjukan perilaku yang tidak sesuai dengan hakekat amanah yang sesungguhnya. Pengkhianatan amanah merupakan tindakan yang dilarang agama, dan larangan ini hukumnya adalah haram jika dikerjakan.   Kata kunci :   agency theory,   praktek akuntansi kreatif, dan perilaku amanah.   ABSTRACT Profit management and SPE have induced any practices which are oriented on the management interests, in which the direction as cotrolling agent. These behavior are due to the manager promoted by the direction, so their thinking about “amanah” tend to the direction interest. In relation to the “amanah” phylosophy which is come from Allah swt., an above hehavior of manager and direction suggest any unsuitable behavior. Discrepancy actions from the  amanah are haram. Keywords: creative accuntancy, corporate culture

  16. STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN BUKU TULIS SISWA MELALUI SOCIAL MEDIA DALAM PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS (Analisis Deskriptif Kualitatif Strategi Komunikasi Pemasaran Buku Tulis Siswa melalui Twitter dalam Pembentukan Brand Awareness)

    WIJAYA, LINDA ANDRIANA

    2014-01-01

    Media sosial dimanfaatkan oleh perusahaan untuk berkomunikasi dalam mempromosikan suatu produk dan mengenalkan produk tersebut kepada konsumennya. Melalui media sosial, sebuah perusahaan dapat memanfaatkannya sebagai salah satu media untuk mengenalkan kesadaran merek (brand awareness) terhadap khalayak umum lebih luas. Membentuk sebuah kesadaran merek (brand awareness) merupakan tujuan awal dari perusahaan yang memiliki produk yang baru dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Buku Tulis ...

  17. KINERJA PELAYANAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF NEW PUBLIK MANAGEMENT (NPM) (STUDI MODEL PELAYANAN BERFOKUS PELANGGAN PADA PDAM KOTA MAKASSAR

    Hamsinal et.al

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan; (1) untuk menganalisis dan mendeskripsikan kinerja Wilayah-Wilayah Pelayanan PDAM Kota Makassar dalam hal pemberian pelayanan publik kepada pelanggan; (2) Untuk mendeskripsikan kesenjangan antara kinerja Wilayah Pelayanan PDAM Kota Makassar dengan harapan para pelanggan; (3) untuk menganalisis dan mendeskripsikan upaya peningkatan kinerja Wilayah Pelayanan PDAM Kota Makassar dalam menghilangkan kesenjangan pelayanan publik kepada pelanggan. Metode penelitian kualitat...

  18. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERDESAAN DALAM PEMBANGUNAN (Studi Kasus Perempuan Di Desa Samboja Kuala, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara)

    Farida Hydro Foilyani; Adam - Idris; Bambang - Swasto

    2012-01-01

    ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah belum diikutsertakannya perempuan perdesaan di dalam berbagai aspek pembangunan, sehingga mereka perlu diberdayakan agar dapat berfungsi sebagai subyek maupun obyek di dalam pembangunan, baik sebagai perencana, pengambil keputusan, pelaksana, maupun masyarakat dan menikmati hasil pembangunan secara merata. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendiskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan aspek-aspek yang berhubungan dengan: (1) Latar bel...

  19. KONSISTENSI PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN DALAM PENINGKATAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS OTONOMI DAERAH: STUDI KASUS KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SULAWESI SELATAN)

    1) Nursini, 2

    2011-01-01

    Studi ini bertujuan untuk: (i) mengembangkan model konsistensi antara perencanaan dan penganggaran melalui pengkajian tingkat konsistensi antara perencanaan dan penganggaran dan ketepatan penetapan indikator kinerja; (ii) meningkatkan kapasitas dan kapabilitas aparat pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan dan penganggaran dan melaksanakannya secara konsisten dalam rangka mewujudkan efesiensi dan efektifitas penyelenggaraan otonomi daerah melalui pengkajian kelayakan dan efektifitas pen...

  20. ANALISIS KEMAMPUAN BAMBU TALLANG Schyzostachyum branchyladum Kurz. DALAM MENGABSORPSI KARBON DIOKSIDA DI KECAMATAN BUNTAO??? RANTEBUA KABUPATEN TORAJA UTARA

    MAHDALIFAH

    2014-01-01

    Penelitian ???Analisis Kemampuan Bambu Tallang Schizostachyum branchyladum Kurz. Dalam mengabsorpsi Karbon dioksida di Kecamatan Buntao??? Rantebua Kabupaten Toraja Utara???, telah dilakukan pada bulan Nopember 2013 - Januari 2014, yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan bambu tallang dalam mengabsorpsi karbon dioksida di Kecamatan Buntao??? Rantebua kabupaten Toraja Utara. Analisis sampel daun dilakukan dengan Metode Nelson Somogy yang menggunakan alat spektrofotometri untuk mengetahui kad...

  1. PENDEKATAN FALSAFAH SAINS AL-QUR’AN DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN KEBANGSAAN

    Abdul Hafiz Mat Tuah

    2015-12-01

    Full Text Available Negara yang membangun seperti Malaysia masih dibelenggu dengan fenomena permasalahan pendidikan. Usaha yang dilaksanakan oleh Kementerian Pelajaran Malaysia dalam sistem pendidikan telah membawa pada tranformasi yang besar dalam kurikulum pendidikan kebangsaan. Melakukan beberapa perubahan pada sistem pendidikan perlu dilakukan bagi merealisasikan hasrat dan tujuan selaras dengan Falsafah Pendidikan Negara. Faktor ini berdasarkan pada pembentukan masyarakat masa depan akan lahir dari generasi yang terlatih dengan bentuk pendidikan masa kini. Kurikulum sekolah juga memerlukan pendekatan Sains al-Qur’an untuk melahirkan siswa yang dapat mengimbangi antara duniawi dan ukhrawi. Hal ini amat penting karena dalam kurikulum pendidikan kebangsaan ada menekankan pada aspek insan yang seimbang dan harmonis dari segi intelek, rohani, emosi, dan jasmani berdasarkan kepercayaan dan kepatuhan kepada Tuhan. Selain itu, pengaplikasian sains al-Qur’an dalam kurikulum menunjukkan bahwa sains dan al-Qur’an tidak boleh dipisahkan. Fokus kajian ini merujuk kepada falsafah sains al-Qur’an agar sains al-Qur’an dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan kebangsaan.

  2. Tinjauan Teologis Tentang Takut Akan Tuhan Berdasarkan Kitab Amsal Dan Implementasinya Dalam Hidup Kekristenan

    Ril Tampasigi

    2012-04-01

    Full Text Available Sebagai tujuan penelitian adalah Untuk memaparkan konsep Takut akanTUHAN berdasarkan kitab Amsal, Untuk menjelaskan manfaat dari TakutakanTUHAN. Dan Untuk menjelaskan implementasinya dalam kehidupan Kekristenansetiap hari.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatifyaitu metode penelitian Kepustakaan (library research, terhadap berbagai sumberdata antara lain: Alkitab, tafsiran-tafsiran kitab Amsal dan buku-buku yangmembahas tentang Takut akan TUHAN serta penulis menggunakan metode eksegesis.Yang disusun secara deskriptif untuk mencapai sasaran dan tujuan penulisan.Dalam penelitian ini, ditemukan hasil bahwa Kekristenan seharusnya hidupberdasarkan takut akan TUHAN dengan menyadari akan kemahakuasaan-Nya,kekudusan-Nya, kemahahadiran-Nya dan kemahatahuanNya dalam setiap aspekkehidupan manusia lewat tindakan dan perilaku manusia. Banyak hal dalam duniaini yang akan membuat manusia merasa takut dan gentar, baik itu ketakutanterhadap sesamanya manusia maupun ketakutan terhadap hal-hal yang lainnya.Takutakan TUHAN merupakan suatu perasaan takut yang positif bukan negatif.Takutakan TUHAN bukan seperti perasaan takut yang dialami oleh manusiaterhadap hal-hal yang biasa, tetapi takutakan TUHAN merupakan penghormatanmanusia terhadap TUHAN.

  3. PENGEMBANGAN SANDPILE MODEL UNTUK MEMPREDIKSI SISTEM YANG DALAM KONDISI CHAOTIC

    Saiful Bukhori

    2007-01-01

    Full Text Available Chaotic condition or dynamic system (in physics is a condition that a system always grows. In a system that has chaotic condition, a method to predicti the future condition is needed. This method is important to support the decision for industry or organization.Chaotic condition also has happened in the industry or organizations that will launch a new product. Launching the new product not only influence this new product but also influence the product in the market. Sand pile model is an algorithm that designed wit illustration of sand pile in the real life. In this research a sand pile model for solved the chaotic condition is developed. The result of this research shows that sand pile model algorithm can be used to solve the chaotic condition with pay attention of add inside, rounds and surface parameters. Abstract in Bahasa Indonesia : Keadaan chaotic atau dalam ilmu fisika disebut sebagai dynamic system merupakan kondisi dimana sistem selalu berkembang. Pada sistem yang memiliki kondisi chaotic ini dibutuhkan metode yang cukup rumit untuk memprediksi kondisi yang akan datang, padahal prediksi merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk menentukan suatu keputusan yang diambil suatu perusahaan atau organisasi yang berpengaruh pada kondisi yang direncanakan. Keadaan chaotic ini juga terjadi apabila suatu perusahaan atau organisasi akan meluncurkan produk baru atau fitur tambahan dari suatu produk yang sudah ada. Peluncuran suatu produk baru atau fitur tambahan dari produk yang sudah ada tidak hanya mempengaruhi produk yang akan diluncurkan, akan tetapi juga mempengaruhi produk yang sudah ada. Sandpile model merupakan algoritma yang dibuat dengan mengilustrasikan prinsip bagaimana perilaku sandpile pada real-life. Pada penelitian ini dikembangkan sandpile model untuk memecahkan keadaan chaotic pada saat perusahaan atau organisasi akan meluncurkan produk baru atau fitur tambahan dari suatu produk yang sudah ada. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa algoritma sandpile model merupakan salah satu algoritma yang dapat digunakan untuk memprediksi sistem yang dalam kondisi chaotic dengan memperhatikan parameter add Inside, parameter rounds dan parameter Surface. Kata kunci: Sandpile model, parameter add inside, parameter rounds, parameter surface.

  4. DAMPAK PENGGUNAAN PENGUKUR KINERJA DAN EVALUASI DALAM KEMAMPUAN STRATEGIS ORGANISASI

    Ewing Yuvisa Ibrani

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah peran pengukuran kinerja dapat memfasilitasi keputusan dan hubungannya dengan evaluasi umpan balik dan umpan kedepan serta dapat mempengaruhi kemampuan dalam menghasilkan kemampuan baru sehingga dapat mempengaruhi hasil kinerja SBU. Penelitian ini dilakukan pada 88 Perusahaan dibidang industri kimia di Serang dan Cilegon, Banten, dengan objek penelitian adalah manajer produksi dan manajer pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan pengumpulan data primer berupa kuesioner. Pemilihan sampel yang diuji dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, terpilih 47 responden sebagai sampel penelitian. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan Partial Least Square (PLS. Hasil dari penelitian ini adalah (1 Peran pengukuran kinerja memfasilitasi keputusan dan mempengaruhi keputusan mempunyai hubungan positif signifikan dengan evaluasi umpan balik dan umpan kedepan, (2 Terdapat hubungan yang positif signifikan antara evaluasi umpan balik dengan kemampuan yang ada. (3 Terdapat hubungan yang positif signifikan antara evaluasi umpan kedepan dengan kemampuan baru, (4 Terdapat hubungan yang positif signifikan antara kemampuan yang ada dengan kemampuan baru, dan (5 Terdapat hubungan yang positif signifikan antara kemampuan yang ada dengan Kinerja SBU saat ini. This study aims to examine whether the role of performance measurement can facilitate decision and its relation to the evaluation of feedback and can affect the ability to produce new capabilities that can affect the outcome of the SBU performance. This study was conducted on 88 Companies in the field of chemical industry in Serang and Cilegon, Banten. The objects of research is the production manager and marketing manager. This study employs survey research with primary data collection in the form of questionnaires. Selection of samples tested in this study uses a purposive sampling method by selecting 47 respondents as samples. Research hypothesis testing uses Partial Least Square (PLS. The results of this study were; (1 facilitate the role of performance measurement and influence decision-making has a significant positive relationship with the evaluation feedback, (2 There is a significant positive relationship between the evaluation feedback with existing capabilities, (3 there is a significant positive relationship between the evaluation of the feed forward with new capabilities, (4 there is a significant positive relationship between existing capabilities with new capabilities, and (5 there is a significant positive relationship between performance capabilities with the current SBU.

  5. ASPEK IKLIM DALAM DESAIN BANGUNAN DI KAWASAN KONSERVASI KOTA JAKARTA

    Achsien Hidajat

    2008-01-01

    Full Text Available Colonialism periode in Indonesia left many old buildings especially in North Jakarta which they were put into a conservation buildings`s area by gouverment of Jakarta at present time. The arrival of the colonialism brought architectural styles to the buildings that they build. Also the buildings styles that were influenced at past time in Europe. More than 3 centuries of colonialism in Nusantara left many buildings with many buildings`s conceptional and design which represent the time. Architectural designing with 4 seasons of Europe brings differences to architectural design with 2 seasons of Nusantara. Tropical area such as Jakarta which has wet-hot season gives sun-shine and rains along the year. It means high temperature and humidity at the same time will really influence the buildings. Concerns to local`s wise in designing the buildings at colonialsm periode, we could read the architecs`s conceptional to gain the adaptive and compromized design with local climate. Abstract in Bahasa Indonesia: Periode kolonialisasi di daerah Jakarta khususnya banyak meninggalkan jejak yang dapat dilihat pada beberapa gedung di kawasan Jakarta Utara, yang mana pada saat ini oleh pemerintah setempat dijadikan kawasan konservasi kota. Kedatangan kaum kolonial tersebut membawa serta pengaruh-pengaruh langgam arsitektur yang saat itu sedang berkembang di benua Eropa. Masa kolonialisasi lebih dari 3 abad selain meninggalkan banyak gedung di seantero Nusantara, meninggalkan juga jejak aneka konsep dan disain Langgam arsitektur dari Eropa yang berhawa dingin dengan 4 musim akan sangat berbeda dengan keadaan daerah berhawa panas dan lembab (tropis-lembab seperti daerah Jakarta yang beriklim tropis-lembab. Daerah beriklim tropis-lembab- seperti pada umumnya di Nusantara- ditandai dengan melimpahnya cahaya matahari serta hujan sepanjang tahun. Hal ini berarti daerah tropis-lembab akan selalu mengalami suhu panas dibarengi kelembaban yang tinggi pula. Dikaitkan dengan kearifan dalam mendisain gedung, pada perjalanan kolonialisasi dengan rentang waktu 3 abad lebih tersebut bisa terbaca bagaimana usaha arsitek gedung-gedung pada masanya berusaha adaptif dan berkompromi dengan iklim setempat. Kata kunci: Langgam arsitektur, periode kolonialisasi, iklim setempat, usaha adaptif dan kompromistis, kearifan dalam mendisain.

  6. KONTRIBUSI PBB PERTAMBANGAN MIGAS BAGI DAERAH PENGHASIL DALAM PELAKSANAAN DESENTRALISASI

    Yunus Gunawan

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kendala penyaluran dana bagi hasil PBB pertambangan migas dan kontribusi bagi kabupaten/kota penghasil SDA migas. Realisasi penerimaan PBB kabupaten/kota penghasil SDA migas setiap tahunnya mengalami kenaikan rata-rata sebesar 44 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pengenaan PBB pertambangan migas menemui kendala dalam penyalurannya. Kendala pada penentuan kabupaten/kota yang berhak atas PBB pertambangan migas, masalah “under value” pengenaan PBB pertambangan migas, terutama pada penggunaan harga jual minyak yang masih dibawah harga jual minyak sesuai APBN-P serta ketidaktahuan mekanisme pengenaan PBB pertambangan migas. PBB pertambangan migas memberikan kontribusi yang besar kepada kabupaten/kota penghasil SDA migas. Peranan pengenaan PBB pertambangan migas dalam lima tahun terakhir memberikan peran yang signifikan rata-rata sebesar 206 persen dari total PAD dan 11 persen dari total sisi penerimaan daerah. Hal ini sangat bertolak belakang dengan semangat otonomi daerah apabila dilihat dari porsi total PAD kabupaten/kota penghasil SDA migas terhadap total penerimaan daerah kabupaten/kota penghasil SDA migas yang hanya menyumbang 5 persen. This study aims to identify the obstacles in the allocation of fund from oil and gas mining property tax evenlyand its contributionfor kabupaten or kota that yields oil and gas. The revenue of kabupaten or kota that has oil and gas mining increases every year. It is 44 percent on the average. The results show that the meachanism of tax levyhas some obstatcles. They are problems in determining Kabupaten or kota that has right for having the fund from oil and gas mining property tax, the under value problem oftax levy, the lack of knowledge in managing the mechanism of tax levy. The oil and gas mining property tax gives great contribution for kabupaten or city that yields oil and gas. The tax contributes significantly at 206% of PAD (local revenue total and 11% of the kabupaten or kota revenue. It is on the contrary to the motivation of region autonomy since PAD (local revenue of Kabupaten or Kota that yields oil and gas only contribute 5%

  7. ELITE TRADISIONAL DALAM PERGUMULAN SISTEM RELIGIO POLITICAL POWER

    Hermanu Joebagio

    2012-07-01

    Full Text Available This study was aimed to describe: (1 the relation among political groups in the system of religio political power, (2 the political system when dealing with foreign trade organization (VOC, and also (3 the political system encouraging vertical mobility of the Javanese society. This research employed historical methods, and the data were collected from both primary and secondary sources. Meanwhile, the reconstruction of historiography greatly regarded diachronic and synchronic aspects. The results of this study showed that religio political power was produced by the process of Islamization. In that political system, there was equality of position between the rulers and the ulama. The ulama as a representation of the people, bring about the consequence that all public policy must be approved by them. Political system is equal to ‘descending of power’. This political system underwent a political change when the central government moved to rural Java, that is changed into nomadism and schizophrenia, because of the strong subordination and repression to the ulama and the opposition groups. The political violence would not build vertical mobility of Javanese people both in education and economic development. Furthermore, this system would face difficulty when deling with the strategy of ex-nihilo by VOC. Key words: religio political power, Islamization, the ulama, ex-nihilo, vertical mobility  Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1 relasi antar kelompok politik dalam sistem religio political power, (2 sistem politik itu ketika berhadapan dengan organisasi dagang asing, dan (3 sistem politik itu memacu mobilitas vertikal masyarakat Jawa. Riset ini menggunakan adalah metode sejarah, dan pengumpulan data melalui sumber primer dan sekunder. Sementara itu rekonstruksi sejarah utamakan segi diakronik dan sinkronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem religio political power adalah hasil dari proses Islamisasi. Dalam sistem politik itu terdapat kesejajaran kedudukan antara penguasa dan ulama. Ulama sebagai representasi rakyat memiliki konsekuensi setiap kebijakan publik perlu mendapat persetujuan ulama. Sistem politik mempunyai bentuk yang sama dengan descending of power. Sistem politik ini mengalami perubahan ketika pusat pemerintahan berpindah di pedalaman Jawa, yakni menjadi nomadisme dan schizophrenia, karena kuatnya represi terhadap ulama dan kelompok oposisi. Kekerasan politik itu tidak akan membangun mobilitas vertikal masyarakat Jawa, baik bidang pendidikan maupun pembangunan ekonomi. Bahkan akan menghadapi kesulitan ketika berhadapan dengan strategi ex-nihilo VOC. Kata kunci: religio political power, Islamisasi, ulama, ex-nihilo, dan mobilitas vertikal    

  8. ADSORPSI ION CU(II) MENGGUNAKAN PASIR LAUT TERAKTIVASI H2SO4 DAN TERSALUT Fe2O3

    DS Pambudi; AT Prasetya; W. Sumarni

    2014-01-01

    Pasir laut merupakan bahan alam yang melimpah. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, pasir dapat dimanfaatkan sebagai penjerap ion logam berat mengingat 30% lebih dari volumenya adalah pori-pori. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II) menggunakan pasir laut kontrol, pasir laut teraktivasi H2SO4, pasir laut tersalut Fe2O3, serta pasir laut teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3. Ada dua macam pasir laut yang digunakan, yaitu pasir hitam dan pasir putih. ...

  9. Minda objektif – dimensi gerhana dalam persoalan kesejahteraan dan hubungan Indonesia-Malaysia

    Amriah Buang

    2009-01-01

    Full Text Available Minda objektif ialah kesanggupan meneliti pokok persoalan menurut fakta. Fakta ertinya kenyataan sebagaimana yang berlaku. Tesis kertas ini ialah bahawa sekian banyak perbicaraan permasalahan kesejahteraan dalam hubungan dua hala Indonesia-Malaysia dewasa ini adalah berpunca dari pendekatan yang kurang menghormati dan meraikan pemikiran yang objektif, pemikiran yang berlandaskan fakta. Kertas ini merujuk kepada dua kes utama untuk menunjukkan bagaimana minda yang kurang objektif telah mengeruhkan keadaan dan seterusnya hubungan Indonesia-Malaysia. Satu, kes pembantu rumah Indonesia di Malaysia, dan satu lagi kes meningkatnya jenayah di Malaysia akibat kehadiran pekerja asing Indonesia. Kertas ini juga melakarkan jalan keluar yang menghargai minda objektif kerana di dalam penyerlahan kembali minda yang objektif inilah letaknya harapan realistik dalam memurnikan kembali hubungan dua negara serumpun ini.

  10. Hubungan Antara Psikopathi, Psikopatologi Dan Estim Kendiri Dalam Kalangan Remaja Perempuan

    Khaidzir Hj Ismail

    2007-01-01

    Full Text Available Kajian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara psikopathi, psikopatologi dan estim kendiri. Dalam kajian ini, seramai 82 remaja perempuan telah dipilih dari beberapa buah sekolah menengah di Melaka (min umur 16.3 tahun, julat umur 14-17 tahun telah ditadbirkan dengan soal selidik Antisocial Process Screening Device, Symptoms Checklist-90-Revised dan Rosenberg Self-esteem Scale. Keputusan kajian menunjukkan tret psikopathi, psikopatologi dan estim kendiri tidak mempunyai korelasi yang signifikan( r = -0.009, r=0.087, dan r = 0.114. Oleh itu, estim kendiri dan psikopatologi bukan peramal yang baik kepada tret psikopathi. Kajian ini telah mencadangkan aspek lain dalam tret psikopathi seperti perbezaan jantina, pengaruh rakan, keluarga dan cara asuhan ibu bapa perlu diambil kira dalam kajian pada masa depan. Selain itu, rawatan untuk psikopathi perlu mengambil kira latar belakang subjek dan menggunakan pendekatan yang multidimensi.

  11. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Masyarakat dalam Memilih Lokasi Hunian Peri Urban Surabaya di sidoarjo

    Media Ayesha Serlin

    2013-09-01

    Full Text Available Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak Urban Sprawl dari pertumbuhan Kota Surabaya. Kebutuhan lahan permukiman yang semakin terbatas dan mahalnya lahan permukiman di daerah Kota Surabaya terutama yang berada di pusat kota membuat masyakarat lebih memilih bermukim di daerah pinggiran kota Surabaya yaitu Kecamatan Waru dan Kecamatan Taman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih lokasi hunian Peri Urban Surabaya di Sidoarjo. Pada jenis penelitian ini menggunakan pendekatan positivistik dengan jenis deskriptif.  Dari hasil didapat 9 faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih lokasi hunian antara lain: Aksesibilitas (Kemudahan menuju pertokoan  Ketersediaan air bersih, Ketersediaan Fasilitas Pertokoan, Ketersediaan Fasilitas Peribadatan (mushola, Keindahan (Kebersihan, Aksesibilitas (Kemudahan menuju angkutan umum , Aksesibilitas (Kemudahan menuju sekolah, Ketersediaan jaringan listrik,  Harga Lahan/Rumah. Dengan demikian, Aksesibilitas menjadi faktor primer dalam pemilihan lokasi hunian peri urban Surabaya di Sidoarjo

  12. Minda objektif dimensi gerhana dalam persoalan kesejahteraan dan hubungan Indonesia-Malaysia

    Amriah Buang

    2009-01-01

    Full Text Available Minda objektif ialah kesanggupan meneliti pokok persoalan menurut fakta. Fakta ertinya kenyataan sebagaimana yang berlaku. Tesis kertas ini ialah bahawa sekian banyak perbicaraan permasalahan kesejahteraan dalam hubungan dua hala Indonesia-Malaysia dewasa ini adalah berpunca dari pendekatan yang kurang menghormati dan meraikan pemikiran yang objektif, pemikiran yang berlandaskan fakta. Kertas ini merujuk kepada dua kes utama untuk menunjukkan bagaimana minda yang kurang objektif telah mengeruhkan keadaan dan seterusnya hubungan Indonesia-Malaysia. Satu, kes pembantu rumah Indonesia di Malaysia, dan satu lagi kes meningkatnya jenayah di Malaysia akibat kehadiran pekerja asing Indonesia. Kertas ini juga melakarkan jalan keluar yang menghargai minda objektif kerana di dalam penyerlahan kembali minda yang objektif inilah letaknya harapan realistik dalam memurnikan kembali hubungan dua negara serumpun ini.

  13. INTERAKSI BIROKRASI PEMERINTAH DAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN (Sinergi Birokrasi Pemerintah dengan Lembaga Pengembangan Industri Pedesaan (LPIP dalam Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Muncar, Banyuwangi

    Andrianus - Resi

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena yang ditunjukkan oleh LSM-LSM, yaitu visi dan misi mereka yang jelas mulai berpihak pada pengembangan masyarakat. Pada masa orde baru keberadaan mereka lebih banyak diposisikan sebagai lembaga yang selalu merepotkan setiap kebijakan pemerintah. Sinergi atau pola kerja sama yang baik antara Birokrasi Pemerintah dan (LSM LPIP sangat penting dalam memberdayakan masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Memperoleh informasi yang akurat tentang respon masyarakat terhadap upaya pembangunan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun LSM; 1. Menemukan kendala-kendala yang dihadapi baik oleh birokrasi pemerintah maupun LSM dalam mengimplementasikan kebijakan dan program pembangunan di tingkat lokal; 2. Mengetahui kekuatan dan kelemahan dari sinergi antara (LSM LPIP Surabaya dengan Birokrasi Pemerintah Daerah dalam memecahkan permasalahan pembangunan masyarakat pesisir; 3. Mendeskripsikan pemahaman dan respon masyarakat terhadap upaya pemberdayaan yang dilakukan LSM dan Birokrasi Pemerintah; 4. Menyodorkan alternatif pemecahan masalah bagi peningkatan peran birokrasi pemerintahan daerah dalam pelaksanaan pembangunan yang sejalan dengan bingkai pemberdayaan. 5. Memperoleh informasi yang akurat tentang respon masyarakat terhadap upaya pembangunan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun LSM Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mendalam tentang permasalahan yang akan diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1 LSM LPIP dalam menangani beberapa konflik menawarkan pendekatan yang berbeda, yaitu memakai strategi pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dengan melibatkan mereka (tokoh masyarakat, birokrasi, pengusaha sebagai mediator; 2 hubungan kerja sama antara Pemerintah Daerah Banyuwangi dengan LSM LPIP telah berjalan dengan mencapai hasil yang relatif memuaskan dalam memberdayakan masyarakat pesisir. Hal ini terjadi karena ada kerja sama yang saling mendukung terhadap program dan sasaran yang ingin dicapai; 3 sinergi antara LSM dengan Pemerintah Daerah adalah agar Birokrasi Pemerintah bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan dinamisator dalam pembangunan masyarakat. Dalam pembangunan daerah aparat birokrasi tidak akan mampu menjangkau seluruh kebutuhan pembangunan khususnya dibidang sosial ekonomi tanpa melakukan pola kemitraan dengan pihak lain termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM. Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat pesisir ABSTRACT This research is backgrounded by any trends of Non Governmental Organization (NGO about their vision and mission, which tend into the society development. At new era, they are positioned as institution, which always disturbs government policies. The synergy between government bureaucracy and LPIP is important in empowering rural societies. This research aims (1 to find the obstacles of government bureaucrasy or NGO on implementing the policy and developing program in local area; (2 to understand the strengths and weakness from synergy between NGO LPIP Surabaya with Local Government bureaucrasy on solving development problem of society which faced by them; (3 to describe the understanding and society response on the empowerment which done by NGO and government bureaucrasy; (4 to give some solving alternatives to local government bureaucrasy role increasing on executing the consistent development with the list of empowerment; (5 to get information, about society response on developing efforts which done by government or NGO. The research method used in this research is qualitative descriptive, that is research which aim to get further description about the problem. The results of this research show that NGO LPIP, which handles some conflicts, offered different approach, by using approach strategy, which places society as important actor by involving them (society figure, brirocracy and the entrepreneur as mediator. relationship between Local Go

  14. Mata Air sebagai Kawasan Suci (Sebuah Kearifan Lokal dalam Pelestarian Sumber Daya Alam

    Ida Ayu Alit Laksmiwati

    2012-11-01

    Full Text Available Kearifan lokal merupakan kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar padafilosofi, nilai-nilai, etika, cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional untukmengelola sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber dayabudaya secaraberkelanjutan. Salah satu kearifan lokal dalam masyarakat Bali adalah adanya persepsitentang kawasan-kawasan suci. Dalam masyarakat Bali terdapat berbagai perangkatkepercayaan tradisional yang merupakan bagian yang terintegrasi dari sistem kepercayaanAgama Hindu yang terbukti memberikan nilai positif bagi kelestarian dan pelestarianlingkungan.Berdasarkan pandangan Hindu sumber-sumber air atau tempat yang banyak menampungair dianggap sebagai salah satu tempat suci. Air yang murni (suci baik dari kelembutan (mataair, danau, campuhan (pertemuan dua buah sungai atau anak sungai loloan (pertemuansungai dengan laut mempunyai kekuatan yang menyucikan.Air merupakan salah satu unsur penting dalam upacara keagamaan Hindu. Untukmembuat tirta, air biasanya diambil dari mata air tertentu. Pada saat-saat tertentu (misalnyaHari Raya Nyepi masyarakat Hindu melakukan upacara melasti ke sumber-sumber air,seperti danau, campuhan, atau ke laut.Air sungai atau mata air dalam fungsinya sebagai tirta, dalam prosesi upacara dipakaiuntuk memerciki bagian kepala, tubuh, dan kemudian diminum. Karena itu, air sungai ataumata air harus tetap bersih dan tidak tercemar. Karena fungsinya tersebut masyarakat selaluberusaha untuk menjaga agar kondisi atau kualitas air tetap terjaga. Jadi secara sadar atau puntidak mereka telah melakukan penjagaan dan konservasi terhadap lingkungan mata air.Bagi krama subak air sangat bermakna dalam kehidupan mereka . Secara teknis airmerupakan sumber daya yang sangat penting bagi mereka agar dapat melaksanakan aktivitaskehidupan bertani. Secara religius mata air diyakini sebagai sumber kesejahteraan mereka.Hal ini dapat dilihat melalui aktivitas-aktivitas keagamaan yang dilakukan petani selaluberorientasi pada pura-pura yang terletak pada sumber-sumber air utama, yaitu Pura UlunSuwi dan Pura Ulun Danu.

  15. MODAL SOSIAL DAN PEMILIHAN DUKUN DALAM PROSES PERSALINAN: APAKAH RELEVAN?

    Meredian Alam

    2010-06-01

    Full Text Available Pemanfaatan dukun beranak dipandang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kematian ibu di Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa salah satu penyebab kecenderungan pemilihan dukun adalah adanya jampi-jampi dan doa-doa tertentu yang dilakukan dukun pada saat persalinan. Namun, analisis terhadap faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya kecenderungan ini belum banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menggali peran dari modal sosial terhadap pemilihan persalinan menggunakan dukun. Penelitian ini menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS tahun 2007. Modal sosial diukur dari kohesivitas masyarakat dan kepercayaan sosial sementara faktor demografi ibu diukur dari status perkawinan, status pekerjaan, dan pendidikan. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan yang diantara variabel. Untuk mengetahui efek dari variabel modal sosial dan demografi terhadap pemanfaatan dukun digunakan uji regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan modal sosial di masyarakat memiliki hubungan yang bermakna dengan pemanfaatan dukun beranak di Indonesia. Untuk faktor demografi, tingkat pendidikan rendah berasosiasi dengan persalinan menggunakan dukun. Faktor yang mendorong pemilihan persalinan menggunakan dukun sangat kompleks. Pemahaman terhadap konteks sosial di masyarakat seharusnya menjadi bahan pertimbangan penting dalam menurunkan angka kematian ibu.

  16. Efektivitas Perpaduan Komponen Anggaran dalam Prosedur Anggaran: Pengujian Kontinjensi Matching

    M. Nizarul Alim

    2008-01-01

    Full Text Available This study investigates effect of matching among budget components in budgeting procedure on managerial performance. Budget component include budget participation, budget target, budget revision, and budget evaluation. Research finding shows that participation doesn’t have impact on budget goal. Fit between budget goal and budget revision and budget evaluation have positive effect on managerial performance but not significant. While budget revision and budget evaluation has significant effect. Empirical evidences indicate that budget revision and budget evaluation are not contingency factors of budget goal difficulty. Research suggests investigating strategic planning as contingency factor of budget procedure. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek¬tivitas perpaduan antar komponen anggaran dengan pengujian kontinjensi matching dengan argumen bahwa penganggaran merupakan suatu prosedur yang berurutan dan saling terkait antar komponen anggaran. Komponen anggaran yang diteliti meliputi: partisipasi anggaran, sasaran anggaran, revisi anggaran dan evaluasi anggaran. Penelitian membuktikan, bahwa partisipasi tidak berpengaruh signifi¬kan terhadap sasaran anggaran. Demikian pula sasaran anggaran tidak ber¬pengaruh terhadap kinerja manajerial. Untuk partisipasi sasaran, revisi anggaran, evaluasi anggaran dan interaksinya secara bersama mempunyai pengaruh signifikan ter¬hadap kinerja manajerial meskipun tidak signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini perlu penelitian lebih lanjut tentang faktor desain organisasional yang mungkin ber¬pengaruh pada prosedur anggaran dalam proses pengendalian manajemen, seperti proses peren¬cana¬an strategi (strategic planning. Kata kunci: komponen anggaran, kontinjensi dan kinerja manajerial

  17. PENERAPAN PROSEDUR SAVI DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA PRAKTIS

    C. Rudy Prihantoro

    2012-05-01

    Full Text Available Abstract: SAVI Procedure to Improve Speaking Skills. The study is aimed at improving students speaking skills by applying SAVI approach. The subjects were seventh grade students of SMP Negeri 92 Jakarta. The study was based on a classroom action research involving two cycles. The first cycle used CTL approach and the second cycle used SAVI approach. The activities include identifying problems, setting the focus, and description of the data of each cycle. Each cycle includes planning, implementation, obser­vation, and reflection. The study involves three elements, namely researchers, teachers as collaborators, and the class consisting of 37 students. The results show that there is an increase in their speaking skills based on applying SAVI. Abstrak: Penerapan Prosedur SAVI dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara Praktis. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa dengan menerapkan pendekatan SAVI. Subjeknya adalah siswa kelas VII SMP Negeri 92 Jakarta. Penelitian ini menerapkan dua siklus, yaitu siklus I menggunakan pendekatan CTL dan siklus II menggunakan pendekatan SAVI. Kegiatan penelitian meliputi identifikasi masalah, menetapkan fokus, deskripsi data siklus. Deskripsi siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan SAVI dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbicara praktis.

  18. PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENYELENGGARAAN SMK DI DIY

    Moch. Alip

    2013-09-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini bertujuan menggali informasi tentang bagaimana realisasi peran Komite Sekolah SMK di DIY sebagai bahan kaji ulang mekanisme kerja dan peranannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif feno-menologis rancangan multisitus yang dipilih berdasarkan dua pertimbangan, yaitu: objek penelitian tidak dimanipulasi dan data berupa kata-kata, kalimat, paragraf, dan dokumen. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengkajian dokumen, kemudian dianalisis secara induktif dan terus-menerus, melalui penggolongan, klasifikasi, dan reduksi. Subjek adalah pengurus komite sekolah terbaik di setiap Kabupaten/Kota di DIY berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite sekolah terpilih sangat aktif, namun belum melaksanakan semua perannya secara optimal, yaitu sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan sebagai mediator. Komite sekolah nampak sangat aktif dalam mendukung kebijakan sekolah tentang pengumpulan dana sekolah, cukup aktif sebagai mediator antara sekolah dengan DUDI, dan aktif sebagai pemberi pertimbangan, namun kurang aktif sebagai badan pengontrol dan belum ada yang mengembangkan mekanisme kontrol. Kondisi demikian kemungkinan terjadi karena komite dibentuk dan difasilitasi oleh kepala sekolah serta pengurus komite adalah mantan pengurus badan pendukung penyelenggaraan pendidikan yang perannya memang sebagai badan pendukung. Kata kunci: peran komite sekolah

  19. PAGAR UNTUK MENGURANGI INTRUSI POLUSI DEBU HALUS KE DALAM BANGUNAN

    Thomas J. Scanlon

    2001-01-01

    Full Text Available The effects of fence in reducing particulate matter concentration from street traffic to adjacent buildings (i.e. houses were studied by using computational fluid dynamics. A variety of fence property: porosity, height,positions relative to the house and wind direction were investigated related to a constant set of weather data of a hot-humid country (i.e. Indonesia. This investigation shows that a solid fence, which is close proximity to the building, will give a considerable particulate matter reduction carried by an oblique wind direction of up to 11%. Abstract in Bahasa Indonesia : Ide dasar bahwa penyebaran suatu zat dapat dikurangi atau dihalangi dengan sistem bloking diuji dengan menggunakan metode komputasi dinamika fluida (CFD. Keragaman kondisi fisik pembatas antara sumber zat dan penerima zat meliputi : kerapatan, besaran (tinggi dan panjang, perletakan terhadap bangunan/jalan dan arah angin diuji pengaruhnya terhadap kemampuan mengurangi penyebaran debu halus dari jalan raya ke dalam bangunan yang lokasinya berdekatan dengan jalan tersebut. Kondisi cuaca yang menyertai pengujian dikhususkan pada kondisi iklim tropis lembab. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pagar pembatas yang terbuat dari bahan dengan kerapatan 100% mampu mengurangi penyebaran debu halus di balik pagar sampai 11 %. Kata kunci: konsentrasi debu halus, pagar pembatas, kerapatan, jarak halaman, bangunan, CFD.

  20. PEMETAAN KETERAMPILAN ESENSIAL LABORATORIUM DALAM KEGIATAN PRAKTIKUM EKOLOGI

    D. Maknun

    2012-04-01

    Full Text Available Keterampilan esensial laboratorium adalah keterampilan dasar sebagai prasyarat pengembangan keterampilan selanjutnya, berupa sejumlah prosedur, proses dan metode yang digunakan ilmuwan ketika mengkonstruksi pengetahuan dan memecahkan masalah dalam kerja ilmiah. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tes, angket, dan wawancara. Sampel diambil secara acak sederhana. Rata-rata tingkat penguasaan keterampilan esensial lab mahasiswa 35,50%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji profil kompetensi keterampilan esensial lab mahasiswa calon guru biologi. Essential laboratory skill is a basic skill as the condition to develop the following skill for example procedure, process, and method which are usually used to construct the knowledge and to solve the problems in scientific work. This research applied descriptive quantitative as the research method and used test, questionnaire, and interview as the research instrument. It used simple random sampling method. The average of students’ laboratory essential skill achievement level is 35,50%. This research is aimed to analyze the competency profile of essential laboratory skill for biology teacher candidate.

  1. MODEL ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI JEMBER

    Sukidin Sukidin

    2015-04-01

    Full Text Available Abstrak    : Model Analytical Network Process (ANP dalam Pengembangan Pariwisata di Jember. Penelitian ini mengkaji kebijakan pengembangan pariwisata di Jember, terutama kebijakan pengembangan agrowisata perkebunan kopi dengan menggunakan Jember Fashion Carnival (JFC sebagai event marketing. Metode yang digunakan adalah soft system methodology dengan menggunakan metode analitis jaringan (Analytical Network Process. Penelitian ini menemukan bahwa pengembangan pariwisata di Jember masih dilakukan dengan menggunakan pendekatan konvensional, belum terkoordinasi dengan baik, dan lebih mengandalkan satu even (atraksi pariwisata, yakni JFC, sebagai lokomotif daya tarik pariwisata Jember. Model pengembangan konvensional ini perlu dirancang kembali untuk memperoleh pariwisata Jember yang berkesinambungan. Kata kunci: pergeseran paradigma, industry pariwisata, even pariwisata, agrowisata Abstract: Analytical Network Process (ANP Model in the Tourism Development in Jember. The purpose of this study is to conduct a review of the policy of tourism development in Jember, especially development policies for coffee plantation agro-tourism by using Jember Fashion Carnival (JFC as event marketing. The research method used is soft system methodology using Analytical Network Process. The result shows that the tourism development in Jember is done using a conventional approach, lack of coordination, and merely focus on a single event tourism, i.e. the JFC, as locomotive tourism attraction in Jember. This conventional development model needs to be redesigned to reach Jember sustainable tourism development. Keywords: paradigm shift, tourism industry, agro-tourism

  2. Pengaruh Ketebalan Isolasi Kabel Listrik dalam Pipa PVC terhadap Kesetimbangan Suhu Kabel

    Simanjuntak, Thanks F.

    2016-01-01

    Arus listrik yang mengalir pada sebuah kabel selama selang waktu tertentu akan menimbulkan panas pada kabel. Panas pada kabel akan meningkat seiring bertambahnya waktu hingga mencapai kondisi setimbang (stedy state). Pada tugas akhir akan dibahas pengaruh ketebalan isolasi kabel berdiameter 1 mm2 yang dimasukkan ke dalam pipa PVC. Ketebalan isolasi kabel dibuat bervariasi yaitu 2.07 mm, 2.62 mm, dan 2,99 mm. Kabel tersebut dimasukkan ke dalam pipa PVC dengan diameter yang berbeda yaitu 0.5 in...

  3. PENERAPAN AKAD WAKALAH BI AL-UJRAH DALAM INDUSTRI ASURANSI DAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH LAINNYA

    Deni Purnama

    2012-06-01

    Dalam praktiknya, penerapan akad wakalah bi al-ujrah di perusahaan asuransi di mana dana premi yang masuk dalam asuransi syariah masih merupakan dana peserta setelah dikurangi fee perusahaan atas jasa pengelolaan. Ketika terjadi klaim, perusahaan tidak mengeluarkan dana untuk klaim tersebut dari kas perusahaan, tetapi dari diambil dari dana tabungan peserta (tabarru‟, sedangkan untuk penerapan di lembaga-lembaga keuangan lainnya dapat diaplikasikan pada transaksi transfer, kliring, dan RTGS, Letter of Credit (L/C Impor Syariah, Letter of Credit (L/C Ekspor Syariah, Investasi Reksadana Syariah, Pembiayaan Rekening Koran Syariah, Sukuk Wakalah, Wakalah bi al-Istismar

  4. Kedudukan Asas Efisiensi Pemungutan Pajak dalam Hukum Acara Perpajakan di Indonesia

    Adrianto Dwi Nugroho

    2012-02-01

    Full Text Available Procedural tax legislations in Indonesia have been formulated as to ensure that the principle possesses supremacy above other principles, such as equality. However, in order to maintain integrity of the tax system, such legislations were also formulated as to provide flexibility for tax administrators in enforcing the most proper measure, administrative or criminal, in each case.Hukum acara perpajakan di Indonesia dirancang untuk memastikan prinsip kedaulatan berada di atas prinsip-prinsip yang lain, seperti kesetaraan. Namun, dalam rangka Menjaga penyatuan sistem perpajakan, produk legislasi juga telah dirumuskan untuk memberikan fleksibilitas kepada pemungut pajak dalam menegakkan hukum berdasarkan standar yang tepat, baik administratif maupun pidana pada setiap perkara perpajakan.

  5. PARTISIPASI POLITIK NU DAN KADER MUSLIMAT DALAM LINTAS SEJARAH

    Munawir Haris

    2015-12-01

    Full Text Available Abstract: Political movement of Nahdhatul Ulama’ (NU as a religious organization and NU Women Cadre (Muslimat NU as an autonomous body appeared in the trajectory of the national history. The problem that arised was that to what the extent NU had  participated in national politics and how big Muslimat NU’s representation was in national politics. Through a typology approach, this article explored the political contributions of NU and NU Women Cadre in the trajectory of the national history. A lot of data indicated that NU and muslimat NU had taken part both passively and actively in national politics. In the colonial era, typologically NU took part as passive participant, but in the next period, it took part in the form of non-conventional active participants.This active participant apparently showed its participation when NU issued Jihad Resolution to defend Indonesian independence. Its participation was then allied   with Masjumi, but then it built its own political party independently. The passive participation of  NU Women Cadres (Muslimat began to be recognized in 1938, and then it just began to be recognized as active participant in 1946.  Women of NU became active participants to promote gender equality in 1954. Five years later, it became galdiator participant, and began to show its gender roles simultaneously by raising the strategic issues aimed at enforcing the rights, resources of human being and aspirations for women to participate in public life, including practical politics.الملخص :ظهرت الحركة السياسية لنهضة العلماء كجمعية دينية والمنظمة التابعة لها " المسلمات" عبر التاريخ. والسؤال المطروح هو ما مدى اشتراك "نهضة العلملاء" في السياسة الوطنية ومدى وكليّة المسلمات في المجال السياسي. حاولت هذه المقالة – بالمدخل التجنيسي – دراسة الاسهام السياسي  ل"نهضة العلماء" و "المسلمات" في تاريخ الشعب الإندونيسي. دلّت البايانات المتنوّعة على أن جمعية "نهضة العلماء " و " المسلمات " اشتركتا اشتراكا مباشرا وغير المباشر في السياسة الوطنية، لكنّ في المرحلة بعدها اتّخذت شكل الاشتراك المباشر غير التقليدية. ظهر هذا الاشتراك المباشر حيث أعلن مشروعية الجهاد لحماية استقلال إندونيسيا. وكان هذا الاشتراك   عن طريق حزب "ماشومي" وفي المرحلة بعدها أسس الحزب السياسي مستقلا. بدأ الاشتراك غير الماشر ل"المسلمات" سنة 1938ويُعدّ اشتراكها مباشرا بداية من السنة 1954م. وفي السنوات الخمس بعد هذه المرحلة أصبحت هي جمعية مشاركة وعرضت دورها الجنسي متواصلا بطرح المسائل المهمة تهدف إلى تقوية حقوق المرأة، وموارد القوّة لها، واختياراتها للاشتراك في المجتمع وفي مجال السياسة.Abstrak: Gerakan politiik NU sebagai sebuah organisasi keagamaan dan Muslimat NU sebagai badan otonom nampak dalam lintasan sejarah bangsa. Problem yang muncul adalah sejauh mana partisipasi NU dalam politik nasional dan seberapa besar keterwakilan muslimat NU dalam politik. Melalui pendekatan tipologi, Tulisan ini akan mengeksplorasi kontribusi politik NU dan Muslimat NU dalam lintasan sejarah bangsa. Beragam data menunjukkan bahwa NU dan muslimat NU berpartisipasi pasif dan aktif dalam politik nasional. Pada masa kolonial NU masuk dalam tipologi partisipan pasif, namun dalam masa berikutnya mengambil bentuk partisipan aktif yang non-konvesional. Partisipan aktif ini nampak jelas ketika NU mengeluarkan Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan. Partisipasi ini kemudian disalurkan melalui Masyumi, lalu mendirikan parpol secara mandiri. Partisipasi pasif Muslimat NU mulai diakui pada tahun 1938, dan baru diakui sebagai partisipan aktif pada tahun 1946. Muslimat menjadi partisipan aktif yang memperjuangkan kesetaraan gender pada tahun 1954. Lima tahun kemudian Muslimat menjadi galdiator participant, dan mulai menunjukkan peran gendernya secara simultan dengan mengangkat isu-isu strategis yang bertujuan untuk penguatan hak, sumber daya dan aspirasi bagi perempuan untuk berpartisipasi di ranah publik termasuk politik praktis.Keywords: NU, muslimat, partisipasi, politik, Indonesia.

  6. Makna Bait Allah dalam 1 Korintus 3:16-17 dan Implikasinya bagi orang Percaya Masa Kini

    Herman Lesmana

    2014-04-01

    Full Text Available Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah adalah: Pertama, untuk mengetahui pengertian yang benartentang konsep orang percaya adalah bait Allah seperti yang dijelaskan dalam 1Korintus 3:16-17. Kedua, untuk memberikan gambaran implikasi makna Bait Allahdalam kehidupan orang percaya masa kini.Kesimpulan karya ilmiah ini adalah: Pertama, Bait Allah berarti kumpulanorang percaya. Sebagai kumpulan orang percaya, maka Bait Allah terdiri dari orangorangyang percaya kepada Kristus. Kedua, Bait Allah adalah tempat kediamanAllah. Dalam surat Korintus ini, kehadiran Allah ditengah-tengah umat-Nyadiungkapkan dalam kehadiran Roh-Nya. Ketiga, Bait Allah itu harus dipelihara. BaitAllah sebagai bangunan milik Allah tidak boleh dibinasakan atau dihancurkandengan cara apapun. Bait Allah harus dijaga kemurniannya dan keberadaannyasebagai tempat yang menyatakan kebenaran Allah. Keempat, Bait Allah itu kudus.Bait Allah sebagai orang percaya dikatakan kudus karena mereka adalah milik Allahdan Allah berdiam di dalam mereka.Implikasi makna Bait Allah tersebut bagi orang percaya masa kini adalah:Pertama, Orang percaya masa kini patut hidup dalam kesatuan. Kedua, hidup dalampenyembahan. Ketiga, hidup dalam kekudusan. Sebagai Bait Allah rohani, orangpercaya masa kini patut hidup dalam kekudusan yang sejati. Keempat, hidup dalampelayanan. Pelayanan adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada setiap orangpercaya sesuai dengan karunia yang dimilikinya.

  7. Efektivitas Website Sebagai Media E-Government dalam Meningkatkan Pelayanan Elektronik Pemerintah Daerah (Studi Pada Website Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang

    Santy Nurina Aprilia

    2014-10-01

    Full Text Available Latar Belakang Penelitian ini adalah semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerintah dituntut untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan public khususnya pelayanan publik berupa layanan elektronik atau e-service, khususnya dalam hal ini adalah website, dimana website pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi media e-government sebagai sarana interaksi antara pemerintah dengan masyarakat maupun mempermudah layanan elektronik. Penulisan Tesis dengan judul Efektivitas Website Sebagai Media E-government dalam Meningkatkan Pelayanan Elektronik Pemerintah Daerah (Studi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang merupakan sebuah studi dimana dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui seberapa efektif website pemerintah daerah sebagai media e-government. Tujuan Penelitian ini adalah: Untuk menjelaskan dan menganalisis efektivitas website sebagai media e-government dalam meningkatkan pelayanan elektronik pemerintah daerah di Kabupaten Jombang; Untuk menjelaskan dan menganalisis faktor pendukung efektivitas website sebagai media e-government dalam meningkatkan pelayanan elektronik pemerintah daerah di Kabupaten Jombang; Untuk menjelaskan dan menganalisis faktor penghambat efektivitas website sebagai media e-government dalam meningkatkan pelayanan elektronik pemerintah daerah di Kabupaten Jombang. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa website Pemerintah Kabupaten Jombang telah efektif sebagai media pemberi informasi kepada masyarakat, namun belum efektif sebagai media dalam memberikan pelayanan publik secara elektronik (e-service seperti mendownload blangko, formulir, dll. Kata kunci: Efektivitas, E-government, E-service, Media, Teknologi Informasi, Website

  8. DOMESTIFIKASI PEREMPUAN SAMIN DALAM KHASANAH MASYARAKAT ISLAM MODERN

    Mukodi Mukodi

    2015-12-01

    Full Text Available Abstract: The dominance is a term that is owned by a variety of entities ranging from the lowest social strata up to those who have the highest power in public domain, even in the global public organization. The domination of the lowest domain up to the highest one can be transformed into a variety of issues including the role of someone in the public domain. Problems will arise when the role of men are much more dominant than women as shown in Samin community in Blora. Based on  the concept of gender, this study tried to dismantle and explore the myths of Samin  community and the commodity of Saminisme in Blora. The women of  Samin were still placed as a sub-ordinate of  men, that is, the Samin community in the village of Kelopo Dhuwur, called Wong Sikep (people of Sikep; Wong Samin who, in a particular level, still showed strong patriarchal culture in daily life, especially the issue of the concept of matchmaking in marriage and marriage itself. This condition was as a result of low level of their education which led to weakness of involvement of Samin women in public spaces. The local culture of this community had constructed domestication of women. Samin women's empowerment efforts had been done in two ways by its stakeholders, namely, Samin myth demolition and removal Saminisme commodities. The success and the positive effect of these two efforts had reached their attainment, although the results still  showed  the minimum  ideal outcome.الملخص :إن موضوع "الهيمنة" أصبح لشتى الجهات من المجتمعات، من الجهة الإجتماعية السفلى إلى ولاية السلطة العليا بل وفي المنظمات العالمية. ظهرت هذه الهيمنة – من المستوى السافل إلى العالي – في شتّى الأشياء ومنها دور المرء في المجتمع. نشأت المشكلة إذا كانت هيمنة الرجل على المرأة أشد بالنسبة للمرأة، كما وقع هذا في المجتمع "سامين" بلورا. حاولت هذه الدراسة – بالمنظور الجنسي- كشف وعرض ودراسة أسطورة مجتمع "سامين" وبضاعة "السامينية" في بلورا. -كانت المرأة في المجتمع "سامين " إلى الآن تحت هيمنة الرجل . أظهر المجتمع الساميني في – جوانب خاصة – قوة ثقافة الهيمنة في حياتهم اليومية، خاصة في اختيار الزوجة والنكاح. وقع هذا بسبب قلتهم الحصول على التربية وأدى إلى ضعف دور المرأة السامينية في المجتمع. صوّرت الثقافة المحلية لهذا المجتمع " أن المرأة ربّة البيت". توالت المحاولات من الجهات المعنية لترقية النساء السامينيات عن طريقتين، 1 نسف وإزالة أسطورة "السامين"، 2 وإزالة بضائعية السامين. نجحت هذه المحاولات إلى حدّ ما، لكن لم يكن مقنعا للجميع.Abstrak: Dominasi merupakan terma yang dimiliki oleh beragam entitas dari mulai ranah sosial terendah sampai pada wilayah kekuasaan tertinggi, bahkan dalam ranah oraganisasi global. Dominasi dari ranah terendah sampai tertinggi ini dapat menjelma dalam beragam hal termasuk peran seseorang dalam ranah publik. Problem akan muncul ketika dominasi peranan kaum laki-laki begitu kontras dibandingkan kaum perempuan sebagaimana nampak dalam masyarakat Samin di Blora. Melalui konsep gender kajian ini mencoba untuk membongkar dan megeksplorasi mitos masyarakat Samin dan komoditi Saminisme di Blora. Kaum perempun Samin hingga kini masih ditempatkan sebagai sub-ordinat laki-laki. komunitas Samin di Desa Kelopo Dhuwur, yang disebut dengan Wong Sikep, Wong Samin dalam tataran tertentu masih menampilkan kuatnya budaya patriarki dalam kehidupan keseharian khususnya persoalan perjodohan dan  perkawinan. Kondisi ini akibat dari rendahnya tingkat pendidikan yang memicu lemahnya keterlibatan perempuan Samin di ruang publik. Budaya lokal komunitas ini mengkonstruksikan domestikasi perempuan. Upaya pemberdayaan perempuan Samin oleh para pemangku kepentingan masih tetap dilakukan melalui dua cara, yakni pembongkaran mitos Samin, dan penghilangan komiditi Saminisme. Keberhasilan dan efek positif dari dua upaya ini telah terbukti, walaupun belum menunjukkan capaian yang ideal.Keywords: domestifikasi perempuan, Samin Surosentiko, Blora, Islam modern. 

  9. INTERAKSI BIROKRASI PEMERINTAH DAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN (Sinergi Birokrasi Pemerintah dengan Lembaga Pengembangan Industri Pedesaan (LPIP) dalam Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Muncar, Banyuwangi )

    Andrianus - Resi; Soesilo - Zauhar; Ismani H.P - -

    2012-01-01

    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena yang ditunjukkan oleh LSM-LSM, yaitu visi dan misi mereka yang jelas mulai berpihak pada pengembangan masyarakat. Pada masa orde baru keberadaan mereka lebih banyak diposisikan sebagai lembaga yang selalu merepotkan setiap kebijakan pemerintah. Sinergi atau pola kerja sama yang baik antara Birokrasi Pemerintah dan (LSM) LPIP sangat penting dalam memberdayakan masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1). Memperoleh i...

  10. FAKTOR DETERMINAN BUDAYA KESEHATAN DALAM PENULARAN PENYAKIT TB PARU

    Niniek Lely Pratiwi

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: TB DO TS Strategy policy as the government's efforts in order to decrease TB patients is facilitated through the state budget cost resources, budget, global foreign aid fund, and the WHO. This qualitative study aimed to determinan poeing on cultural efforts in the prevention of pulmonary TB disease. Method of data collection participatory observation, in-depth interviews in patients with pulmonary TB and families, health care workers in the provinces, and districts. FGD on public figures, cross-sector and NGOs. Research sites in the city of Pariaman, West Lombok district and the district Rote Ndao NTT. Results:The results showed cultural determinants of health factors on the prevalence of pulmonary TB disease is a public perception of ilness Roe Ndao district, that of pulmonary TB disease as a hereditary disease, infectious disease and "Hosse". Norma betel nut as a treat for guests, custom home Sel, Sei traditional beliefs of newborns who smoked for 40 days with ground floor houses almost 50% of the population. Norms, stigma society in urban areas Pariaman, pulmonary TB disease as a disease because Tamakan, due to use-for others who are not happy, as evidenced by the habits, behavior of people carelessly throw spit spot. In western Sumatra, the city of Pariaman norms, fear of stigma, shame as people with TB, so there are many people who call it the perception of pain as a disease of old Cough, cough 40 days, dry cough, and asthma. Confidence/belief communities in the western province of NTB Lombok district who think if drinking water used Kiai progenitor Ishmael receive healing. Supervisory personnel selection as taking medication/PMO less in accordance with existing social structures in local communities, tribes sasak NTB, Rote tribe. Recommendalion: is required from a variety of participatory other NGOs, in an integrated cross-sector to perform the preventive, promotive control TB disease of the housing ministry, social ministry and education ministry Improvement program of passive case finding by health workers to be pro active case finding by cadres who require training. Key words: Culture, Independence, TB DOTS, proactive case findingABSTRAK Kebijakan Strategi TB DOTS sebagai upaya pemerintah dalam rangka penurunan penderita TB difasilitasi melalui sumber biaya APBN, APBD, bantuan luar negeri global fund, dan WHO. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji faktor determiansi budaya kesehatan dalam pencegahan penularan penyakit TB paru. Cara pengumpulan data observasi partisipatori, wawancara mendalam pada penderita TB paru dan keluarga, pada petugas kesehatan di provinsi, dan kabupaten. FGD pada tokoh masyarakat, lintas sektor dan LSM. Lokasi penelitian di Kota Pariaman, kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Rote Ndao NTT. Hasil penelitian menunjukkan faktor determinan Budaya kesehatan terhadap prevalensi penyakit TB paru adalah persepsi ilness masyarakat kabupaten Roe Ndao, bahwa penyakit TB paru sebagai penyakit keturunan, penyakit Hossa dan tidak menular. Norma sirih pinang sebagai suguhan bagi tamu, rumah adat Sel, kepercayaan adat Sei bayi baru lahir yang diasap selama 40 hari dengan rumah lantai tanah hampir 50% penduduk. Norma, stigma masyarakat di daerah kota Pariaman, penyakit TB paru sebagai penyakit karena Tamakan, akibat diguna-guna orang lain yang tidak senang, terbukti dengan kebiasaan, perilaku masyarakat membuang ludah sembarangan tempat. Di Sumatera barat, kota Pariaman norma, stigma takut, malu sebagai penderita TB, sehingga masih banyak persepsi sakit masyarakat yang menyebutnya sebagai penyakit Batuk lama, batuk 40 hari, batuk kering, dan penyakit asma. Kepercayaan/belief masyarakat di kabupaten Lombok barat provinsi NTB yang beranggapan bila minum bekas air minum Kiai datuk Ismail memperoleh kesembuhan. Pemilihan sebagai tenaga Pengawas makan obatlPMO kurang sesuai dengan struktur sosial yang ada di masyarakat setempat, suku sasak NTB, suku Rote. Rekomendasi diperlukan partisipatori dari berbagai LSM yang lainnya, lintas sektor untuk secara terpadu

  11. STUDI RUANG BERSAMA DALAM RUMAH SUSUN BAGI PENGHUNI BERPENGHASILAN RENDAH

    Ratna Darmiwati

    2000-01-01

    Full Text Available Surabaya, to be considered from the national scope, they have an important role/function for the development of its district; whereas from regional scope, they have acted as development central for its province. Since the city,s condition was not ready toaccept this situation, then this makes aresult to many dirty/improper places every where, as it has been caused by the low income work-seeker,need for house. So, as one alternative for making the city propely, we have done many improvement from every aspect, i.e. : by developing those illegal/improper location and further to place the occupants from those illegal/improper places/location to the stories houses. The results of this observation have shown the following ; this gathering room is necessary tobe built up ; this gathering room should be placed relatively close to the house location ; this gathering room, from religious side, could be approved ; this gathering room is necessary to be built up for fulfilling the human life purpose (e.g.: washing, bathroom/toilet, whereas the facility for cloth - drying ; this gathering cooking room, is still necessery for occupant but the condition will be made more privately. Abstract in Bahasa Indonesia : Secara nasional, Surabaya berperan dalam pembangunan wilayah; sedangkan lingkup regional sebagai pusat pengembangan wilayah propinsi, konsekwensinya timbul arus urbanisasi besar-besaran dari desa ke kota. Disebabkan kondisi kota tidak siap menerima, timbul kekumuhan karena pencari kerja membutuhkan tempat tinggal. Peremajaan merupakan alternatif menertibkan kota, dan menempatkan warga kedalam Rumah Susun. Disimpulkan bahwa ; adanya ruang bersama, tetap diperlukan ; keberadaan ruang bersama, sebaiknya yang penempatannya relatif dekat hunian warga ; keberadaan ruang bersama, untuk kegiatan "keagamaan", dapat diterima sebagaimana adanya ; keberadaan ruang bersama, untuk menunjang kehidupan warga (cuci,kamar mandi/WC masih diperlukan ; keberadaan dapur bersama, masih diperlukan warga, dan sebaiknya lebih bersifat pribadi. Kata kunci: rumah susun, penghuni berpenghasilan rendah, ruang bersama.

  12. KONTRIBUSI MODAL SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEDAGANG KAKI LIMA PASCARELOKASI

    Eko Handoyo

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakArtikel ini membahas kontribusi modal sosial terhadap peningkatan kesejahteraan pedagang kaki lima (PKL. Penelitian dilakukan di Kota Semarang. Wilayah PKL yang diteliti adalah jalan Menteri Soepeno. Pemerintah Kota Semarang merelokasi PKL di wilayah Jalan Pahlawan ke jalan Menteri Supeno sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan Kota Semarang sebagai pusat perdagangan dan jasa berskala internasional. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya peran modal sosial bagi pedagang kaki lima untuk bertahan di masa-masa sulit seperti relokasi. PKL yang dipindahkan ke jalan Menteri Soepeno dapat menerima kebijakan pemkot dan berdaptasi secara sosial dan ekonomi dengan lingkungan baru. Modal sosial, utamanya trust dan networking berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang. Untuk meningkatkan kesejahteraan PKL, pemerintah kota perlu mendukung dan mengembangkan modal sosial yang telah mereka miliki.AbstractThis article discusses the contribution of social capital to the welfare of street vendors (PKL. The study was conducted in the city of Semarang. The subject of study is the street vendors in Menteri Soepeno Street Semarang. Semarang city government relocate the street vendors in the area from Jalan Pahlawan to Menteri Supeno as part of its effort to realize the Semarang city as a center of international trade and services. The result shows the importance of the role of social capital for street traders has to survive in difficult times such as relocation. PKL transferred to the road Soepeno Minister can receive local government policies and adapt socially and economically to the new environment. Social capital, particularly trust and networking contribute to improve the welfare of traders. This study concludes that to improve the welfare of street vendors, the city government needs to support and develop the street vendors social capital. 2013 Universitas Negeri Semarang

  13. Musik Keroncong Campur Sari dalam Pluralitas Budaya Masyarakat Sawahlunto

    Yon Hendry

    2013-11-01

    Full Text Available Artikel ini membahas fenomena musik keroncong campur sari yang berkembang di daerah Sawahlunto. Untukmemahami fenomena ini digunakan studi kasus pada Orkes Keroncong Campur Sari Irama Masa Sawahlunto.Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa musik Keroncong Campur Sari yang hidup di dalam masyarakatSawahlunto sangat berbeda dengan yang hidup di Jawa. Alat musik yang digunakan mengakomodasi alat musikdari berbagai etnis yang hampir mewakili semua etnis masyarakat yang hidup di Sawahlunto. Kondisi demikianpula yang menjadi alasan bahwa kesenian tersebut tidak bernama Campur Sari seperti di Jawa. Meskipun masihmenggunakan istilah campur sari, tetapi pola permainan musiknya dan repertoar lagunya pun merupakanpercampuran dari berbagai tradisi masyarakat yang hidup di dalamnya. Dengan demikian jelas bahwa pluralismemasyarakat Sawahlunto di sini terrefl eksikan pada pluralisme alat musik dan permainan orkesnya.Kata kunci: keroncong, campursari, musik tradisi.ABSTRACT Keroncong Campur Sari Music in Pluralism Sawahlunto People. This article mainly discusses about thekeroncong music phenomenon, campur sari, that has been developed well in Sawahlunto. In order to understand thisphenomenon, a case study was used for the research in campur sari keroncong orchestra “Irama Masa” Sawahlunto.Based on the research, it can be concluded that there is a signifi cant difference between the keroncong music campursari in Sawahlunto and in Java. The music instruments used for campur sari are those which accommodate some musicinstruments from the ethnic groups live in Sawahlunto. Based on this characteristic, therefore, the name of this keroncongmusic is not similar to the music that is well known in Java, Campur Sari. Although the name of campur sari is stillbeing used, but basically, the pattern in performing the music and its repertory are based on the mixing of many culturalaspects of people living there. Therefore, the pluralism of people in Sawahlunto is refl ected clearly on the pluralism of music instruments and of the orchestra performance.Keywords: keroncong, campur sari, traditional music.

  14. KARAKTER FISIK DAN SOSIAL REALESTAT DALAM TINJAUAN GERAKAN NEW URBANISM

    Timoticin Kwanda

    2001-01-01

    Full Text Available Rapid urbanization will be critical to urban environments. The immediate and most critical urban environment problems facing several big cities, such as Jakarta and Surabaya, what are referred to as the "brown" problems, among them: lack of safe water, pollution from vehicles and industrial facilities, and congestion. To cope with these urban environmental problems, New Urbanism through the Traditional Neighborhood Development (TND believes that it will cure the problems by pedestrian oriented planning, encouraging people to drive less, mixed land uses, higher density, then traffice congestion is reduced,and mitigate air pollution. Moreover, the other physical and social characters are mixed housing types, front porches, more park that will encourage more interaction, then restore a sense of community. Based on this concept, this paper discusses the physical and social characters of real estates in Jakarta and Surabaya. The results show that real estate developments in these suburban areas is one of the causes of urban environment problems. Abstract in Bahasa Indonesia : Cepatnya urbanisasi akan menyebabkan lingkungan perkotaan yang kritis. Masalah lingkungan kritis yang dihadapi oleh kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya adalah apa yang disebut dengan masalah "warna coklat" yaitu kurangnya air yang sehat, polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor dan industri, serta kemacetan lalu lintas. Untuk menyelesaikan masalah lingkungan ini, gerakan New Urbanism melalui konsep Traditional Neighborhood Development (TND percaya bahwa masalah lingkungan ini dapat diatasi dengan perencanaan permukiman yang berorientasi pada pejalan kaki, multi fungsi, kepadatan tinggi, sehingga mengurangi kendaraan bermotor dan berakibat pada berkurangnya kemacetan lalu lintas dan polusi udara. Karakter fisik dan sosial lainnya adalah multi tipe rumah, taman publik yang lebih banyak dan rumah berteras depan yang akan mendorong interaksi sosial dalam lingkungan perumahan. Berdasarkan konsep ini, tulisan ini membahas karakter fisik dan sosial realestat di kota Jakarta dan Surabaya. Hasilnya menunjukan bahwa pengembangan realestat di kota-kota ini merupakan salah satu penyebab masalah-masalah lingkungan yang ada di perkotaan. Kata kunci: new urbanism, realestat.

  15. PROSPEK PENEMPATAN PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG MENGIKAT INDONESIA DALAM HIERARKI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN INDONESIA

    Mr. Aminoto

    2015-02-01

    Full Text Available This research aims to know understand the prospects to include international treaties binding to Indonesia in the hierarchy of Indonesian statutory regulations, from the aspects of urgency and challenges. This research is a legal research. Therefore, the data collecting method applied for this research mainly focuses on literature reseach. These materials will be analyzed with a statutory, and comparative approach. The analysis of this research concluded that: Firstly, there were seven reasons of urgency to place international treaties in the hierarchy of statutory regulations and Secondly, there were four main challenges to place international treaties in the hierarchy of statutory regulations. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang penempatan perjanjian internasional yang mengikat Indonesia dalam hierarki peraturan perundang-undangan yang terdiri dari aspek urgensi dan tantangan. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis. Pengumpulan sumber-sumber penelitian menggunakan penelitian kepustakaan (literature reseach dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan perbandingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, adatujuh alasan utama urgensi penempatan perjanjian internasional dalam hierarki Peraturan Perundang-undangan Indonesia; dan Kedua, ada empat tantangan dalam penempatan perjanjian internasional dalam hierarki peraturan perundang-undangan Indonesia.

  16. KAJIAN JENDER DALAM KEIKUTSERTAAN PADA PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) DI KABUPATEN MAROS

    Dr. Ir. H. Baharuddin Mappangaja, M.Sc.

    2004-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepedulian pelaksana (instansi Kerhutanan dan pihak-pihak terkait) pembangunan HKM dalam pemberdayaan masyarakat lokal baik laki-laki maupun perempuan (terutama perempuan) yang tercermin dari tingkat kesejahteraan (manfaat), akses, keyakinan (pemahaman), partisipasi dan kontrol yang diterima masyarakat dari proyek HKM tersebut dari perspektif jender. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui wawancara, observasi, diskusi group terfokus...

  17. PERAN PEMERINTAH DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN LAPANGAN GOLF KINTAMANI DENGAN PRINSIP PARIWISATA BERKELANJUTAN

    Rila Hilma

    2013-01-01

    Dalam merencanakan pembangunan destinasi wisata, diperlukan beberapa aspek terkait dengan peran serta pemerintah, masyarakat sekitar, dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Wacana pembangunan lapangan golf di kaldera Gunung Batur seyogyanya dipertimbangkan berdasarkan hasil kajian pihak berkompeten. Kajian itu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak menimbulkan masalah baru yang muncul ketika pembangunan lapangan golf dilakukan. Di atas itu semua, segala kajian yang dilakukan ak...

  18. Hubungan Antara Peranan Pengurus dalam Program Kerjaya dengan Pembangunan Kelakuan Proaktif Pekerja

    Azman, I; Wan Aishah, W.M.N.; Nurrul Hayati, A.; Hasan Al-Banna, M; Raja Rizal Iskandar, R.H.

    2015-01-01

    Menurut kajian literatur terkini yang berkaitan dengan pengurusan dan pembangunan modal insan berdasarkan perspektif Islam, pengurus biasanya memainkan tiga peranan utama dalam pembangunan program kerjaya pekerja: autonomi kerja, perancangan kerjaya dan kepimpinan. Kajian yang dilaksanakan baru-baru ini mendapati bahawa kemampuan pengurus merangka autonomi kerja, merancang program kerjaya dan memimpin pekerja dengan teratur dapat membantu meningkatkan sikap da...

  19. Pembelajaran Kooperatif TAI dan Game Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Pemahaman Konsep Matematika

    Any Herawati

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini mendeskripsikan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualized (TAI dan game puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep fungsi komposisi dan fungsi invers di SMA Negeri 3 Malang. Penelitian ini merupakan pene-litian tindakan kelas dengan pendekatan mix research, yang terjadi dalam tiga siklus. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012 SMA Negeri 3 Malang yang berjumlah 33 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Data berupa motivasi belajar dan pemahaman konsep belajar siswa. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif TAI dan game puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika, dan pembelajaran tersebut terbagi dalam sembilan tahap, yaitu (1 tahap persiapan yang meliputi persiapan materi, menentukan skor dasar, dan pembentukan kelompok, (2 tahap penyajian materi, (3 tahap belajar individual, (4 tahap belajar kelompok, (5 tahap diskusi kelas, (6 tahap tes individu, (7 penerapan bahan ajar game puzzle, (8 tahap penghargaan ke-lompok, dan (9 guru memberi tes akhir (ulangan harian sesuai dengan kompetensi yang ditentukan. Motivasi belajar siswa meningkat dari siklus ke siklus, respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif TAI dan game puzzle adalah sangat positif. Kata kunci: pembelajaran kooperatif TAI, motivasi belajar, game puzzle, pemahaman konsep

  20. HEGEMONI NEGARA DAN RESISTENSI PEREMPUAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG BALI

    NI NYOMAN SUKENI, SH. MSi.

    2012-11-01

    Full Text Available Program keluarga berencana dicanangkan berwawasan gender, namun dalampelaksanannya terjadi ketimpangan. Jumlah akseptor perempuan lebih banyakdibandingkan akseptor laki-laki. Oleh sebab itu lebih banyak pula perempuan yangmenderita efek samping menarik untuk diteliti dengan merumuskan masalah sebagaiberikut. Bagaimanakah bentuk, faktor pendorong dan dampak hegemoni negara sertaresistensi perempuan dalam pelaksanaan program keluarga berencana?Penelitian ini bertujuan mewujudkan kesetaraan gender dalam pelaksanaanprogram keluarga berencana dan meminimalkan efek samping bagi akseptor. Data digalidengan wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis data secara kualitatif. Dataterdiri atas data kualitatif didukung data kuantitatif yang bersumber dari informan dankepustakaan. Teori yang diaplikasikan yakni : teori hegemoni Gramsci, feminismeradikal Dworkin, teori feminisme Gandhi, dan teori perlawanan De Witt.Hasil penelitian menggambarkan 1 Hegemoni negara diwujudkan dalam bentukpenyosialisasian dan anjuran penggunaan alat kontrasepsi yang lebih banyak untukperempuan, melalui sistem banjar dan klinik. 2 Faktor-faktor pendorong terjadinyahegemoni adalah faktor ideologi, ekonomi, penyediaan alat kontrasepsi, lokasi sosialisasi,dan kebijakan pemerintah. 3 Dampak positif hegemoni terhadap negara dapatmenurunkan jumlah penduduk secara bertahap. Hegemoni negara juga berdampak positifterhadap pasangan usia subur dalam membentuk keluarga kecil. Hegemoni negara selainberdampak positif terhadap perempuan secara fisik, psikhis, aktivitas, dan ekonomi. 4Resistensi perempuan terhadap hegemoni negara berbentuk: tidak mau menggunakanalat kontrasepsi, berhenti menggunakan alat kontrasepsi, dan mengganti alat kontrasepsidengan sistem kalender. Berdasarkan temuan di atas disarankan agar dilakukan penelitianlanjutan yang sejenis dengan lingkup yang lebih luas yang berkaitan dengan penyebabterjadinya efek samping.

  1. Relasi Laki-Laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Wahyuddin, S.S.

    2013-01-01

    Jika mencoba menelisik pandangan dominan yang berkembang di kalangan umat Islam, kita akan menemukan bahwa memang terdapat sebuah cara pandang yang menempatkan laki-laki lebih superior dibanding perempuan, atau kita sebut cara pandang ini "pandangan patriarkal" (patriarchal). Pandangan ini bukan tanpa dasar, melainkan memiliki rujukan dalam al Qur'an sendiri yang tentu saja penafsirannya berkembang.

  2. PERPINDAHAN PANAS DAN MASSA PADA PENGEMBUNAN CAMPURAN METANOL-PROPANOL-UDARA DALAM KONDENSOR TEGAK

    Sarto Sarto

    2012-02-01

    Full Text Available Pengembunan campuran uap dan gas melibatkan mekanisme perpindahan panas dan massa secara simultan yang sangat rumit sehingga pendekatan teoritis terhadap peristiwanya belum cukup untuk diterapkan pada perancangan kondensor. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh persamaan semi-empirik yang sederhana dan cukup teliti sebagai dasar memperkirakan koefisien perpindahan panas dan massa proses pengembunan campuran metanol(1-propanol(2-udara. Percobaan pengembunan dilakukan di dalam kondensor pipa ganda tegak sepanjang 1,7 m. Ukuran pipa luar dan dalam berturut-turut sebesar 50 mm dan 25 mm. Campuran uap dan gas dialirkan dari atas melalui anulus sedangkan air pendingin dialirkan di dalam pipa dari bawah sehingga sistem menjadi berlawanan arah. Data percobaan meliputi kecepatan alir dan suhu air pendingin, komposisi dan suhu campuran uap-gas, kecepatan alir dan suhu kondensat, kecepatan alir udara, dan tekanan sistem. Koefisien perpindahan panas dan massa dievaluasi melalui model matematik yang disusun berdasarkan neraca massa dan panas yang diselesaikan secara simultan. Hasil penelitian dinyatakan dalam bentuk bilangan tak berdimensi yaitu Nu=19,9297(1-yn2,9164Re0,8142Pr1/3. Adapun hubungan fungsional bilangan Sherwood yang merupakan bentuk bilangan tak berdimensi koefisien perpindahan massa dinyatakan dengan persamaan Sh1=15,1042(1-yn2,9696Re0,8068Sc1/3 dan Sh2=5,7227(1-yn2,9916Re0,8113 Sc1/3

  3. INTEGRASI KAKAO ??? SAPI DALAM PENGELOLAAN KEBUN BERKELANJUTAN SISTEM ZERO-WASTE

    Sikstus Gusli; Daniel-Useng; Hikmah Ali; Darmawan

    2012-01-01

    Kakao (Theobroma cacao) dan sapi bali (Bos sondaicus) merupakan dua komoditas strategis nasional. Kebanyakan masyarakat mengusahakan komoditas ini secara monokultur, padahal keduanya bisa diintegrasikan untuk memberikan nilai tambah dan profitabilitas yang tinggi serta berkelanjutan. Kami meneliti kesetimbangan dinamis biomasa dan besarnya limbah pakan dalam kebun kakao yang diintegrasikan dengan sapi dengan sistem ???zero waste???. Penelitian dilaksanakan di kebun kakao masyarakat di Kabup...

  4. MODEL AUTHENTIC SELF-ASSESSMENT DALAM PENGEMBANGAN EMPLOYABILITY SKILLS MAHASISWA PENDIDIKAN TINGGI VOKASI

    I Made Suarta; Nyoman Sentosa Hardika; I Gusti Ngurah Sanjaya; I Wayan Basi Arjana

    2015-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat penilaian guna mengevaluasi capaian employability skills yang diintegrasikan dalam pembelajaran aplikasi basis data. Model penilaian yang dikembangkan merupakan kombinasi dari penilaian diri sendiri dan penilaian otentik, diusulkan dengan sebutan model authentic self-assessment. Langkah-langkah pengembangan model authentic self-assessment meliputi penentuan standar, penentuan tugas otentik, pembuatan kriteria, dan pembuatan rubrik. Hasil pe...

  5. PERPINDAHAN PANAS DAN MASSA PADA PENGEMBUNAN CAMPURAN METANOL-PROPANOL-UDARA DALAM KONDENSOR TEGAK

    Sarto Sarto; Bambang Soehendro; I Made Bendiyasa; Rochmadi Rochmadi

    2012-01-01

    Pengembunan campuran uap dan gas melibatkan mekanisme perpindahan panas dan massa secara simultan yang sangat rumit sehingga pendekatan teoritis terhadap peristiwanya belum cukup untuk diterapkan pada perancangan kondensor. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh persamaan semi-empirik yang sederhana dan cukup teliti sebagai dasar memperkirakan koefisien perpindahan panas dan massa proses pengembunan campuran metanol(1)-propanol(2)-udara. Percobaan pengembunan dilakukan di dalam kondensor...

  6. Hubungan Negara-Masyarakat dalam Proses Pembentukan Daerah Otonom di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

    Lukman Damopolii

    2014-12-01

    Full Text Available Tuntutan pembentukan daerah otonom di Indonesia dewasa ini semakin intensif dan masif. Seringkali diartikulasikan sebagai tuntutan politik tanpa melihat urgensi administratif sehingga cenderung mengesampingkan hakekat otonomi daerah dan tujuan desentralisasi. Otonomi daerah masih dipahami sebatas hak daerah memperoleh otonomi, tanpa memperhitungkan kapasitas daerah dalam berotonomi. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis latar belakang tuntutan pembentukan, proses pembentukan, dan partisipasi masyarakat dalam proses pembentukan daerah otonom di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisa model Mills dan Huberman melalui langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan; pertama, latar belakang tuntutan pembentukan sebagai upaya lokalisasi kekuasaan untuk menciptakan pusat kekuasaan baru di daerah dan faktor gerakan sosial yang dipicu konflik sosial berbasis etnik, gerakan reaksioner, pembandingan dengan pencapaian daerah lain, serta adanya peluang politik. Kedua, proses pembentukan terbagi dalam tiga tahap yakni sosialisasi dan konsolidasi elit, pemekaran desa dan kecamatan, serta pendekatan dan komunikasi politik di semua tingkatan. Pada aspek keterpenuhan syarat sebagaimana diatur UU 32/2004 dan PP 78/2007, daerah ini telah memenuhi syarat administratif dan fisik namun belum memenuhi syarat teknis. Ketiga, partisipasi masyarakat dilakukan dalam bentuk musyawarah, pengumpulan dana dan hibah tanah atau bangunan, serta pemasangan atribut pemekaran, sehingga secara keseluruhan telah ada pertanda partisipasi walaupun belum sampai pada derajat kendali warga. Kata kunci: Gerakan sosial,Lokalisasi kekuasaan, Partisipasi masyarakat, Pembentukan daerah otonom

  7. PENINGKATAN KEMAMPUAN DIVERGENT THINKING DENGAN MENERAPKAN MODIFIED FREE INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN SAINS

    Asri Widowati

    2013-01-01

    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mengungkapkan strategi perbaikan untuk mengefektifkan penerapan pendekatan modified free inquiry sebagai upaya peningkatan kemampuan divergent thinking dalam pembelajaran sains, dan respons siswa terhadap pembelajaran sains dengan menerapkan pendekatan modified free inquiry. Subjek penelitian adalah siswa kelas XC SMA PIRI 1 Yogyakarta. Berdasarkan hasil refleksi awal menunjukkan siswa bersikap pasif saat diskusi, memberikan jawaban yang textbook dan se...

  8. Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja Industri, Kompetensi Keahlian, dan Intensitas Pendidikan Kewirausahaan dalam Keluarga terhadap Kesiapan Berwirausaha

    Maureen Evita Santi

    2014-01-01

    Penelitian bertujuan untuk mengukur kesiapan berwirausaha siswa ditinjau dari variabel pengalaman praktik kerja industri, kompetensi keahlian dan intensitas pendidikan kewirausahaan dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII SMK Negeri 1 Purwosari di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Pengambilan sampel sebanyak 162 siswa ditentukan dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Metode pengum-pulan data menggunakan angket d...

  9. KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TB PARU

    Niniek Lely Pratiwi

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Prevention of tuberculosis, particularly pulmonary tuberculosis in lndonesia was started in 1969, but the number of pulmonary TB patients is increasing. Methods:Ethnographic qualitative study aims to assess the independence of the community effort in preventing pulmonary TB disease transmission. Methods: of data collection participatory observation, in-depth interviews with informants pulmonary TB patients and families. Research sites in the city of Pariaman, West Lombok district and the district Rote Ndao NTT. Results:The analysis of four independent indicators of the knowledge society is stilllow considering that most of the informants consider pulmonary TB disease as a hereditary disease, and infectious diseases as the people in the district Hossa Rote Ndao. Illness perceptions of people in the city of Pariaman, pulmonary TB disease as a disease because "ismeken", due to use-for others who are not happy ln the town of West Lombok fear of stigma, shame as people with TB, so there are many people who call it the perception of illness as a disease of old cough, dry cough of 40 days, and asthma. Confidence/trust society still depends on health workers, yet there are cadres who provide direct counseling on prevention of transmission. Capability community is lacking, people still believe in the health care workers to provide counseling. Selection of the PMO staff (Supervisors taking medication were not appropriate to the social structures that exist in society Lobar districts with 'sasak' social structure, then the host teacher, 'Kyai' can be as social support surrounding communities. 'Kyai' expected to affect the mindset of people, motivate people to air PHBs. Rote Ndao district as a social support from church leaders as well as the city of Pariaman, a descendant of the king, can motivate people. Participatory community by providing prevention counseling in a variety of pulmonary TB disease or group of containers carried on a group of new religious NGOs, Asiyah, churches, Muhammadiyah. Recommendation:Required an increase in participatory community of various other NGOs, in an integrated cross-sector to perform the preventive, promotive control of pulmonary TB disease by promoting the re-socialization of the glass roof house design, conduct prevention. Key words: Community on People Self Care, TB OOTS, Pro active Ca se Finding ABSTRAK Penanggulangan tuberculosis, khususnya TB paru di lndonesia telah dimulai sejak tahun 1969, namun jumlah penderita TB paru semakin meningkat. Penelitian kualitatif etnografis ini bertujuan untuk mengkaji upaya kemandirian masyarakat dalam upaya pencegahan penularan penyakit TB paru. Cara pengumpulan data observasi partisipatori, wawancara mendalam dengan informan penderita TB paru dan keluarga. Lokasi penelitian di Kota Pariaman, kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Rote Ndao NTT. Hasil analisis dari 4 indikator kemandirian masyarakat dari sisi knowledge masih rendah mengingat bahwa sebagian besar informan menganggap penyakit TB paru sebagai penyakit keturunan, dan tidak menular. Penyakit Hossa sebutan masyarakat di kabupaten Rote Ndao. Persepsi illness masyarakat di kota Pariaman, penyakit TB paru sebagai penyakit karena "temeken", akibat diguna-guna orang lain yang tidak senang. Di kota Lombok Barat stigma takut, malu sebagai penderita TB, sehingga masih banyak persepsi illness masyarakat yang menyebutnya sebagai penyakit batuk lama, batuk kering 40 hari, dan penyakit asma. Kepercayaan/trust masyarakat masih tergantung pada petugas kesehatan, belum ada kader yg memberikan penyuluhan langsung tentang pencegahan penularan. Kemampuan/ capacity masyarakat masih sangat kurang, masyarakat masih lebih percaya pada petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan. Pemilihan sebagai tenaga PMO (Pengawas makan obat kurang sesuai dengan struktur sosial yang ada di masyarakat. Kabupaten Lobar dengan struktur sosial masyarakat sasak maka tuan guru, Kyai dapat sebagai social support masyarakat disekitarnya. Kyai diharapkan dapat memengaruhi pola pikir masyarakat, memotivasi masyarakat agar ber PHBS. Kabupaten Rote Ndao sebagai social support dari tokoh gereja demikian pula dengan kota Pariaman, keturunan raja, dapat memotivasi masyarakatnya. Partisipatori masyarakat dengan memberikan penyuluhan pencegahan penularan penyakit TB paru dalam berbagai wadah atau kelompok baru terlaksana pada kelompok LSM agama, Asiyah, gereja, Muhammadiyah. Diperlukan upaya kemandirian masyarakat melalui peningkatan partisipatori masyarakat dari berbagai LSM yang lainnya, lintas sektor untuk secara terpadu melakukan upaya preventif, promotif penanggulangan penyakit TB paru dengan menggalakkan kembali sosialisasi rancangan rumah genting kaca, ventilasi rumah yang memadai dan perilaku pencegahan penularan dengan PHBS. Kata kunci; Kemandirian, TB DOTS, pro active case finding

  10. Maqāmāt Dalam Manthiq Al-Thayr Al-Attār

    Syamsun Ni`am

    2015-12-01

    Full Text Available Abstract : Attār is one to be accounted amongst the greatest sufi poets of Persia sufis in the history of Sufism who has notable contibution to the esoteric Islam (Sufism. He packed his mystical teachings in the form of poetry and verse, -to be more interactive and expressive- though his teachings are not different with his predecessors, particularly of those who inspired by the principle of mystical union; and Attār is among the Sufis who have managed to reach the highest peak in the mystical journey. According to Attār , there are seven valleys that must be passed by spiritual traveler (sālik in his mystical journey, as mentioned in Manthiq al-Thayr. In this work he use the language of poetry to reveal the process of a servant to God through the stages (maqāmāt, and Attār  gives the parable maqāmāt is like a bird -burung flying looking for the king. Attār call maqāmāt is the term valleys, of which there are seven valleys.Keywords : Maqāmāt, seven valleys, fanā’, divine loveAbstrak : Attar adalah salah satu sufi besar Persia yang pernah dikenal dalam sejarah tasawuf. Attār telah banyak memberikan kontribusi pemikirannya dalam khasanah keilmuan Islam esoteris (tasawuf. Ia mengemas ajaran tasawufnya dalam bentuk puisi dan syair, —sehingga tampak lebih menarik— meskipun ajaran-ajaran yang disampaikan kurang lebih sama dengan para sufi pendahulunya, terutama yang menganut paham mystical union; dan Attār adalah di antara sufi yang telah berhasil mencapai puncak tertinggi dalam perjalanan mistisnya itu. Menurut Attār, ada tujuh lembah yang harus dilalui sālik dalam menempuh perjalanan mistisnya, sebagaimana disebutkan dalam Manthiq al-Thayr. Dalam karyanya ini, Attār menggunakan bahasa puisi dan syair untuk mengungkap proses seorang hamba menuju Tuhan melalui tahapan-tahapan (Maqāmāt, dan Attār memberikan perumpamaan maqāmāt tersebut seperti burung-burung yang terbang mencari rajanya. Attār  menyebut maqāmāt tersebut dengan istilah lembah-lembah, yang jumlahnya ada tujuh lembahKata-kata Kunci: Maqāmāt, tujuh lembah, fanā’, cinta ilahi

  11. PENGARUH INDEPENDENSI, KOMPETENSI, DAN PROSEDUR AUDIT TERHADAP TANGGUNG JAWAB DALAM PENDETEKSIAN FRAUD

    Khoirul Fuad

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dari auditor mengenai tanggung jawab dalam mendeteksi fraud, ada tiga variable yang digunakan untuk menguji persepsi ini yaitu independensi, kompetensi dan prosedur audit. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu dalam bentuk kuesioner dengan menggunakan pertanyaan terbuka dan tertutup yang dinyatakan dengan skala likert 1 sampai 5. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di BPK dan BPKP Provinsi Jawa Tengah, pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan teknik random sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 65 auditor, dengan total kuesioner yang bisa digunakan sebanyak 58 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa X1 berpengaruh positif terhadap Y dengan nilai signifikansi 0,013, X2 juga berpengaruh positif terhadap Y dengan nilai signifikansi 0,002 sedangkan X3 berpengaruh negative terhadap Y dengan nilai signifikansi 0,535. This research aims to understand the perception of auditors responsibility in detecting fraud, there are three of variable used to test this perception that is independence, competence and an auditing procedure. The data used in this research is primary data which are in the form of the questionnaire by using the question open and closed expressed with likert scale of 1 to 5 . Population that is used in this research is auditor BPK and BPKP that work in Central Java Province, the sample collection in this research technique using random sampling and obtained the number of samples from 65 auditors, with a total of the questionnaire can be used as many as 58 people. The result of this research shows that positive affect on the X1 significance 0,013 with the value of Y, X2 also affect the value of significance to Y with positive 0,002, while X3 0,535 with the significance of the negative influence to Y.

  12. Pengaruh Konsentrasi Nutrien dan Konsentrasi Bakteri Pada Produksi Alga Dalam Sistem Bioreaktor Proses Batch

    Minarti Oktafiani

    2013-09-01

    Full Text Available Bertambahnya populasi penduduk sebanding dengan meningkatnya kebutuhan manusia, sehingga berdampak negatif terhadap peningkatan kebutuhan akan energi khususnya energi yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi. Oleh sebab itu diperlukan energi alternatif sebagai pengganti bahan baku minyak bumi. Salah satu energi alternatif yang digunakan sebagai pengganti bahan baku minyak bumi adalah biodiesel. Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi nutrien dan konsentrasi bakteri pada produksi alga dalam sistem bioreaktor proses batch. Pada penelitian tugas akhir ini menggunakan dua variabel yaitu variabel pertama dengan penambahan nutrien (N dan P dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak tiga variasi konsentrasi yaitu 7,5 mg/L, 15 mg/L, 30 mg/L dan variabel kedua penambahan bakteri dengan menggunakan biakan bakteri dari saluran drainase sebanyak tiga variasi konsentrasi yaitu 50 mL, 100 mL, 150 mL. Dalam penelitian ini juga menambahkan mixing pompa sebagai pengadukan selama 24 jam dan waktu pencahayaan dengan bantuan cahaya lampu flourescent selama 12 jam. Penelitian ini dilakukan didalam ruangan. Waktu dalam penelitian tugas akhir ini dilakukan selama 14 hari dengan dua kali running dan waktu kontak 10 hari. Parameter yang akan diteliti dalam penelitian ini terbagi menjadi dua bagian yaitu parameter utama dan parameter tambahan. Parameter tersebut adalah konsentrasi MLSS/MLVSS, N-amonia, N-nitrat, Fosfat, Klorofil a sebagai parameter utama sedangkan untuk pH, suhu dan DO sebagai parameter tambahan.Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil kondisi optimum penambahan konsentrasi nutrien dan konsentrasi bakteri yang dilakukan didalam ruangan yaitu penambahan nutrien sebesar 7,5 mg/L dan bakteri sebesar 150 mL,karena memiliki nilai klorofil a yang seimbang dibandingkan reaktor yang lainnya. Oleh sebab itu, penambahan nutrien dan bakteri yang tepat dapat memproduksi alga dengan jumlah yang optimal di dalam ruangan.

  13. ESTETIKA TARIAN SARA DOUDA DALAM MASYARAKAT ADAT LOLI (SEBUAH PENDEKATAN LINGUISTIK KEBUDAYAAN

    Sulistyastuti Sutomo

    2015-01-01

    Full Text Available Not only does art   have   self-fullfillment, but  it also has axiological  benefits both socially, culturally, religiously, and economiclally.  So does Sara Douda dance.  Sara Douda aesthetics  is first contained  in its whole dance movements. In addition, it  can also be found in the whole dance equipments.  Moreover,  this dance aesthetics  may  also be contained in the verbal symbols in the speech forms  prior to the dance performance. However,  both verbal and non-verbal aesthetical forms are incorporated by the pieces of socio-cultural and  religious values in the Loli community about  their honoring their ancestors,  having social harmony, and  highly respecting each other among the community members. This study uses a cultural linguistic approach to find out and to review the aesthetics of Sara Douda dance.   Seni memang memiliki kepenuhan dalam dirinya sendiri. Tetapi ia juga sekaligus punya faedah aksiologis, baik secara sosial, kultural, religius maupun secara ekonomis. Tarian Sara Douda pun demikian. Estetika Sara Douda pertama-tama ada dalam semua gerak tariannya. Juga dalam seluruh perlengkapan tarian tersebut. Bukan itu saja, estetika tarian ini juga ada dalam simbol-simbol verbal berupa tuturan menjelang tarian. Tetapi baik bentuk-bentuk estetisasi nonverbal maupun verbal, sama-sama disatukan oleh kepingan-kepingan nilai-nilai sosio-kultural dan religius masyarakat Loli tentang penghormatan kepada leluhur, tentang harmoni sosial, dan tentang penghargaan yang tinggi terhadap satu sama lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan linguistik kebudayaan demi menemukan dan menelaah estetika dalam tarian Sara Douda

  14. PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADASEKTOR INDUSTRI DALAM KATTANNYA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA DI KAWASAN INDUSTRI, KABUPATEN SERANG

    Bagus Trihandoyo; Hendrianto Trisnowibowo; Wahyu Pudji Nugraheni

    2012-01-01

    Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) pada sektor industri dalam kaitannya dengan jumlah kecelakaan kerja. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui: pengetahuan sikap dan perilaku karyawan industri terhadap program K-3; keadaan lingkungan kerja pada perusahaan; status dan pola penyakit yang terjadi pada sektor industri; pembagian shift kerja dalam kaitannya dengan absensi kcryawan dan kesehatan kerja; jumlah kecelaka...

  15. ANALISIS RESPON KONSUMEN TERHADAP FAKTOR-FAKTOR MARKETING MIX DALAM PEMBELIAN PRODUKLUWAK WHITE KOFFIE DI PASAR SWALAYAN KOTA SURAKARTA

    Yesi Krista Karnasih; Mohd. Harisudin; Suprapto

    2014-01-01

    Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor marketing mix dan variabel-variabel yang dominan dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk Luwak White Koffie instan di pasar swalayan Kota Surakarta serta posisi produk Luwak White Koffie terhadap produk pesaing. Metode dasar dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan teknik survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah judgment sampling. Metode analisis data...

  16. PENGGUNAAN PARTIAL LEAST SQUARE REGRESSION (PLSR) UNTUK MENGATASI MULTIKOLINEARITAS DALAM ESTIMASI KLOROFIL DAUN TANAMAN PADI DENGAN CITRA HIPERSPEKTRAL

    Abdi Sukmono; Sawitri Subiyanto

    2015-01-01

    Klorofil merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis. Tanaman sehat yang mampu tumbuh maksimum umumnya  memiliki jumlah klorofil yang lebih besar daripada tanaman yang tidak sehat. Dalam Estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan airborne hiperspektral dibutuhkan model khusus untuk mendaaptkan akurasi yang baik. Citra Hhiperspektral mempunyai ratusan band dan julat yang sempit pada setiap bandnya, sehingga mempunyai kemampuan yang cukup baik untuk estimasi klorofil. Ak...

  17. Komunikasi Antarbudaya Dan Hubungan Yang Harmonis (Studi Korelasional tentang Peranan Komunikasi Antarbudaya dalam Menjalin Hubungan yang Harmonis antara Etnis Tamil dan Non Tamil di Kelurahan Polonia

    Panduwinarsih, Pina

    2010-01-01

    Penelitian ini berjudul Komunikasi Antarbudaya dan Hubungan yang Harmonis (Studi Korelasional tentang Peranan Komunikasi Antarbudaya dalam Menjalin Hubungan yang Harmonis antara Etnis Tamil dan Non Tamil di Kelurahan Polonia) Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan antara peranan komunikasi antarbudaya dalam menjalin hubungan yang harmonis antara etnis Tamil dan non Tamil dengan menggunakan perspektif dari faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam proses komunikasi an...

  18. PERBANDINGAN ANALISIS KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI ELUASI GRADIEN DENGAN ISOKRATIK PADA PENENTUAN VITAMIN B1, B2 DAN B6 DALAM SEDIAAN SIRUP MULTIVITAMIN SECARA SIMULTAN

    Ni Luh Kasih Ariani; Ni Made Suaniti; James Sibarani

    2015-01-01

    ABSTRAK: Vitamin B terutama B1 (Tiamin), B2 (Riboflavin), dan B6 (Piridoksin) sering terkandung dalam sirup multivitamin sehingga diperlukan analisis untuk mendeteksi secara simultan dalam campuran. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan analisis vitamin B1, B2, dan B6 dalam sirup multivitamin secara simultan dengan kromatografi cair kinerja tinggi eluasi gradien dan isokratik, menggunakan kolom C18, panjang 15 cm, dan dengan pelarut campuran metanol: air : asam asetat glasial (10:90:1). ...

  19. KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBIAYAAN USAHA PEMBIBITAN TERNAK SAPI

    Idha Susanti

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study was aimed to determine the effectiveness of policies on cattle breeding financing, to determine the factors that could influence the distribution of credit schemes and formulate advices and recommendations to enhance the effectiveness of kredit  usaha  pembibitan  sapi/KUPS credit  scheme distribution and absorption. This study was using a descriptive evaluation method to obtain an overall view of the loan program implementation. The obtained data were analyzed using gap analysis to evaluate the implementation of targeted credit scheme distribution as well as the target, systemic analysis to obtain the effectiveness of the program, correspondence analysis was used to obtain community feedback and regulatory impact assessment analysis to determine recommendations for the credit programs. The result showed that the effectiveness of the program is lower than the policy’s objectives. The public give high responses to this policy, but there are many obstacles were faced by the breeders. The influencing factors were banks, government and cattle breeding business itself. The recommendations are (1 the increasing bank support at the local level, (2 the reduction the overlapping governmental programs, (3 increasing farmers’ ability in accessing banks’ support, and (4 improving the credit policy by using two subsidized pattern program.Keywords: goverment policy analysis, kredit usaha pembibitan sapi/KUPS, regulatory impact assessmentABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kebijakan pemerintah terhadap pembiayaan pembibitan sapi, melihat faktor-faktor yang memengaruhi penyaluran skim kredit, dan merumuskan saran dan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas  penyaluran  dan penyerapan skim kredit kredit usaha pembibitan sapi/KUPS. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi deskriptif untuk mendapatkan gambaran menyeluruh dari pelaksanaan program kredit. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis gap untuk mengevaluasi realisasi penyaluran dan target yang telah ditetapkan, analisis kesisteman untuk mengetahui efektivitas program, analisis persepsi responden untuk memperoleh umpan balik  masyarakat dan analisis regulatory impact assessment untuk menentukan saran dan rekomendasi untuk program kredit tersebut. Hasil menunjukkan bahwa efektivitas program kredit lebih rendah daripada tujuan pencapaiannya. Tanggapan masyarakat terhadap kebijakan ini sangat besar tetapi terdapat banyak kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha pembibitan. Faktor-faktor yang memengaruhi adalah perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha pembibitan itu sendiri. Rekomendasi terhadap program skim kredit ini adalah (1 meningkatkan dukungan dari bank, (2 pengurangan program pemerintah yang tumpang tindih, (3 meningkatkan kemampuan petani dalam mengakses bank, dan (4 meningkatkan penyaluran kredit dengan menggunakan program pola dua  subsidi.Kata kunci: analisis kebijakan, kredit usaha pembibitan sapi/KUPS, regulatory impact assessment

  20. Kompetensi Siswa SMK dalam Mengestimasi Biaya Komponen Bangunan Gedung

    Bada Haryadi

    2004-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1 tingkat kompetensi mengestimasi biaya komponen bangunan; tingkat kemampuan membaca gambar teknik; tingkat pengetahuan teknik bangunan; tingkat pengetahuan dasar matematika; dan tingkat pengalaman praktek lapangan siswa SMK Program Studi Bangunan Gedung, (2 hubungan antara ubalian kemampuan membaca gambar tekmk, pengetahuan teknik bangunan, pengetahuan dasar matematika dan pengalaman praktek lapangan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dcngan kompetensi mengestimasi biaya komponen bangunan dari siswa SMK Program Studi Bangunan Gedung, (3 besamya bobot sumbangan yang diberikan ubahan kemampuan membaca gambar teknik, pengetahuan tekmk bangunan, pengetahuan dasar matematika dan pengalaman praktek lapangan terhadap kompetensi mengestimasi biaya komponen bangunan dari siswa SMK Program Studi Bangunan Gedung. Populasi penelitian adalah siswa kelas 3 (SMK 3 tahun dan kelas 4 (SMK 4 tahun Program Studi Bangunan Gedung yang telah melaksanakan praktek kerja lapangan atau telah melaksanakan PSG tahun ajaran 1998/1999. Pengambilan sampel dilakukan dcngan teknik proportional random sampling dari jumlah populasi sebesar 294. Dcngan menggunakan rumus Cohen dan standard kesalahan 5 %, ditetapkan sampel sebesar 135 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan tes dan angket. Tes digunakan untuk pengumpulan data tentang kompetensi mengestimasi biaya, kemampuan membaca gambar teknik, pengetahuan teknik bangunan, pengetahuan dasar matematika, sedang angket digunakan untuk pengumpulan data tentang pengalaman praktek lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah: (1 analisis deskriptip, (2 analisis korelasi parsial, dan (3 analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1 pada umumnya siswa SMK program Studi Bangunan Gedung memiliki tingkat kemampuan mengestimasi biaya komponen bangunan gedung, kemampuan membaca gambar teknik, pengetahuan teknik bangunan, pengetahuan dasar matematika cukup baik. Sedang pengalaman praktek lapangan yang dimiliki masih tergolong rendah, (2 terdapat hubungan yang positip dan signifikan antara kompetensi mengestimasi biaya komponen bangunan gedung dengan: kemampuan membaca gambar teknik (r= 0,35, pengetahuan teknik bangunan (r = 0,34, pengeta-huan dasar matematika (r = 0,35, dan pengalaman praktek lapangan (r = 0,38, (3 secara bersama-sama terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan membaca gambar teknik, pengetahuan teknik bangunan, pengetahuan dasar matematika dan pengalaman praktek lapangan dengan kompetensi mengestimasi biaya komponen bangunan gedung siswa SMK Program Studi Bangunan Gedung di Daerah Istimewa Yogyakarta (R = 0,57. Besamya sumbangan efektif masing-masing variabel bebas terhadap kompetensi siswa dalam mengestimasi biaya komponen bangunan gedung secara berturut-tunit adalah: kemampuan membaca gambar teknik sebesar 12,19%, pengetahuan teknik bangunan sebesar 8,79%, pengetahuan dasar matematika sebesar 6,11% dan pengalaman praktek lapangan sebesar 5,65%.

  1. EFEKTIVITAS BAPPEDA DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KOTA PADANG DI ERA OTONOMI DAERAH

    Desril - Tafria

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   BAPPEDA adalah salah satu unsur/lembaga yang ada di daerah yang mempunyai fungsi penting dalam kegiatan perencanaan pembangunan di daerah. Begitu pentingnya fungsi lembaga ini maka dapat dikatakan bahwa berhasil tidaknya pelaksanaan Koordinasi Perencanaan pembangunan di daerah terutama di era otonomi daerah ditentukan oleh effektivitas Bappeda dalam menjalankan fungsi-fungsinya. Oleh karenanya peningkatan kualitas kinerja Bappeda Kota Padang perlu untuk dibenahi atau ditingkatkan dalam pengkoordinasian pada instansi terkait. Berangkat dari fenomena sebagaimana tersebut diatas, penelitian ini bertujuan untuk : 1 mengetahui efektivitas Bappeda Kota Padang dalam menjalankan fungsi-fungsinya guna menyelenggarakan Koordinasi Perencanaan pembangunan di daerah : 2 mengetahui faktor-faktor penghambat efektivitas fungsi Bappeda  Kota Padang dalam menyelenggarakan koordinasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah dalam penyusunan program/proyek Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengambil setting atau lokasi penelitian di Kantor Bappeda Kota Padang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis dengan pola interaktif sebagaimana yang dikembangan oleh Miles dan Huberman (1992 yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan data atau verfikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa 1 Untuk mengoptimalkan fungsi Bappeda di era otonomi daerah dapat dilakukan dengan jalan mengefektivitaskan fungsi Bappeda dalam penyelenggaraan koordinasi perencanaan pembangunan di daerah, peningkatan penyusunan RAPBD serta pelaksanaan fungsi monitoring dan evalusi semua kegiatan; 2 Faktor-faktor penghambat efektivitas fungsi Bappeda dalam menyelenggarakan koordinasi pembangunan di daerah adalah kurangnya profesionalisme staf, kurangnya sarana dan prasarana, struktur dan prosedur kerja serta sistem informasi.   Kata kunci: koordinasi, BAPPEDA, OTODA ABSTRACT   BAPPEDA is one of institution in a region that has an important role in the Regional development planning coordination. Function of this institution is very important that one could say that the successful of the development planning coordination implementation or not in a region, especially in the autonomy era, is more relied on the effectiveness of the Bappeda in performing its functions. Therefore, development of performance quality of the Bappeda needs to be improved or increased by coordination with related agentscies Started from the phenomenon given above, this was study aimed to: (1 know the effectiveness of the Bappeda of the Padang Municipality in performing its functions to enforce the development planning coordinations in the region; 2 know factors inhibiting the effectiveness of the BAPPEDA function of the Padang Municipality in enforcing development and planning coordination in making program/project. This research utilized qualitative approach by taking location at the Bappeda office, Padang Municipality. Collecting is conducted by using interview, observation and documentation methods. Data analysis in this research used interactive pattern analysis as developed by Miles and Hubberman (1992 including data reduction, data presentation, and drawing conclusion or verification. Result of the study showed that: (1 to optimize the Bappeda function in the autonomy era can be done by increasing the effectiveness of the Bappeda function in enforcement the development planning coordination in the region, improving APBD composition and implementation of monitoring function and evaluation of all activities; 2 factors inhibiting the effectiveness of theBappeda function in enforcing the development coordination in the region are low of professionalism of staffs, less of tool and equipment, weak of structure and working procedure and information system.   Keywords: coordination, BAPPEDA, OTODA

  2. Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin

    Muh. Rizal

    2013-01-01

    Full Text Available Abstract: The Thinking Process of Primary-school Students of Different Sexes in Estimating Arithmetic Problems. This case study is intended to explore the thinking process of the fifth-year students of different sexes in estimating arithmetic problems. Two students, one male and one female, belonging to the high achievers in a mathematics test were selected for the study and then interviewed, assigned to solve arithmetic problems, and finally asked to think aloud their thinking process. The study reveals that the thinking process of both the male and female subjects is in the form of accommodation as they ap­proached the arithmetic problems by repeatedly reading the tasks. Though employing the same thinking process, in the planning stage, the male subject made use of rounding and compatible number strategies, whereas the female one used only rounding strategy. In implementing the plan, the male subject em­ployed mental counting through assimilation, but the female one used algorithm through accommoda­tion. In the evaluating stage, the male subject traced back his work through mental counting, while the female one utilized reverse operations. Abstrak: Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin. Penelitian ini ingin mendeskripsikan proses berpikir siswa laki-laki dan perempuan yang berkemampuan matematika tinggi dalam melakukan estimasi. Penelitian dilakukan di kelas V SD, dengan subjek satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang memiliki skor 75 ke atas dalam tes kemampuan matematika. Data dikumpulkan dengan wawancara, pemberian tes dan think aloud. Analisis dilakukan dengan menelaah seluruh data, reduksi data, pengolompokan data, kategorisasi, pengkodean, dan pemeriksaan kredibilitas data dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir keduanya adalah akomodasi. Dalam membuat rencana, laki-laki menggunakan rounding dan compatible number strategy, sedangkan perempuan menggunakan rounding strategy. Dalam me­laksanakan rencana, laki-laki berhitung secara mental melalui proses berpikir asimilasi, sedangkan perem­puan berhitung menggunakan algoritma melalui proses berpikir akomodasi. Dalam mengecek pekerjaan, laki-laki menelusuri dengan berhitung mental, sedangkan perempuan menggunakan operasi balikan.

  3. PERAN SUMBER DAYA MANUSIA KOPERASI (SDMK DALAM ASPEK PENILAIAN MANAJEMEN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI

    Wahyu Setyorini

    2016-02-01

    Full Text Available Penilaian kesehatan pada Koperasi Karyawan Pura Group menunjukkan kategori “CUKUP SEHAT” dengan skor terlemah pada aspek manajemen. Hal ini mengindikasikan adanya kelemahan dalam manajemen Koperasi Karyawan Pura Group.Manajemen berkaitan dengan Sumber Daya Manusia Koperasi (SDMK, sehingga penelitian ditujukan untuk mengetahui bagaimana peran dari Sumber Daya Manusia Koperasi (SDMK.Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan peran manajer Koperasi adalah; (a membuat kebijakan yang disetujui oleh pengurus; (b mengelola modal dan asset yang dimiliki Koperasi; (c menjaga komunikasi dengan anggota Koperasi dan karyawan dibawahnya, dan (d mengawasi dan menilai prestasi kerja karyawan-karyawan Koperasi. Sedangkan peran karyawan Koperasi adalah: (a berkompetensi dalam pekerjaan yang dilakukan; (b memiliki kemampuan komunikasi yang efektif; (c memiliki kesopanan dalam interaksinya di dalam Koperasi, dan (d memahami kebutuhan anggota Koperasi. Dan peran anggota Koperasi adalah: (a memenuhi semua kewajiban dan melunasi segala pembayaran kepada Koperasi, dan (b mematuhi keputusan mayoritas atau menaati keputusan yang dihasilkan dalam Rapat Anggota Tahunan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran SDM Koperasi Karyawan Pura Group masih belum optimal jika dibandingkan dengan potensi yang ada. Hal tersebut dikarenakan lemahnya pengelolaan manajerial Koperasi dan lampiran-lampiran yang mendukung penilaian kesehatan Koperasi tidak terdokumentasi dengan jelas. Cooperative health assessment conducted in Cooperative Employees of Pura Group showed the achievement of the category "HEALTHY ENOUGH". The weakest scores is in the aspect of management. This indicates weaknesses in its management which related to Human Resources Cooperative. This research aimed to find out how the role of the Human Resources Cooperative. The research method used in this research is descriptive qualitative and done by observation, interview and documentation. Results from the study showed the role of managers Cooperative are; (a create an operational policy approved by the board; (b managing capital and assets owned cooperatives; (c maintain communication with cooperative members and employees below, and (d monitor and assess the performance of employees Cooperative. Then the role of employees Cooperative are: (a competent in the work performed; (b have effective communication skills; (c have the decency in his interactions in the Cooperative, and (d understand the needs of cooperative members. And the role of cooperative members are: (a fulfill all obligations and settle all payments to cooperatives, and (b abide by the majority decision or comply with the decision resulting in the Annual Member Meeting.The conclusion from this study showed that the human resources’ role is unoptimal. This is due to a weak managerial Cooperative and the appendices that support in decreasing score of health cooperative assessment is not well documented.

  4. ANALISIS PERILAKU KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK PATUNG KAYU PADA TOKO KERAJINAN (ART SHOP KECAMATAN SUKAWATI, GIANYAR, BALI

    Eka - Sulistyawati

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui: (1 faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu; (2 Faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Lokasi penelitian ditetapkan di Kecamatan Gianyar Bali karena merupakan pusat industri kerajinan patung kayu di Bali dan mempunyai pasar sampai ke luar negeri. Toko kerajinan (art shop patung kayu di Kecamatan Sukawati jumlah cukup banyak dan terus berkembang, toko kerajinan (art shop letaknya terpusat, berjejer dan saling berdekatan. Kecamatan Sukawati terletak dalam jalur utama ke arah timur seperti obyek wisata Ubud, Istana Presiden Tampak Siring, Goa Gajah, Kintamani serta obyek wisata lainnya. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh wisatawan mancanegara yang berkunjung pada toko kerajinan (art shop patung kayu di Kecamatan Sukawati Gianyar Bali. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, dengan demikian siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dan memenuhi syarat yang ditentukan dapat digunakan sebagai responden. Sedangkan jumlah sampel yang diperlukan jika dianalisis dengan menggunakan analisis faktor adalah paling sedikit 4 atau 5 kali jumlah variabel yang diteliti. Karena jumlah variabel yang diteliti sebanyak 20 maka sampel ditetapkan 100 responden. Alat analisa yang digunakan adalah analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu dan analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 variabel dapat direduksi menjadi 17 variabel yang tersebar dalam 6 faktor. Tiga variabel dikeluarkan dari model karena tidak memenuhi kriteria MSA > 0,5 yaitu variabel potongan harga (X12 dan dua variabel tidak memenuhi kriteria, dimana communality <0,5 yaitu variabel saluran distribusi (X16 dan variabel sarana lain (X20. Dari uji analisis faktor diperoleh hasil bahwa dari 17 variabel yang ditahan di dalam model dan mengelompokkan ke dalam 6 faktor merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Faktor-faktor tersebut adalah faktor harga dengan eigen value 4,63653, faktor promosi dengan eigen value 3,15352, faktor referensi dengan eigen value 1,87740, faktor produk dengan eigen value 1,58539, faktor budaya dengan eigen value 1,34874 dan faktor kondisi fisik dengan eigen value 1,10984. Dengan analisis regresi berganda diketahui 74% keputusan pembelian patung kayu dipengaruhi oleh enam faktor sebagai variabel independen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor di luar model analisis yang diduga diantaranya adalah adanya perubahan selera konsumen yang ingin kembali menyatu dengan alam dan peristiwa politik Indonesia yang kurang mendukung bagi kunjungan wisatawan mancanegara. Hal ini terlihat dari nilai koefisien determinasi (R2 sebesar 0,74504. Model ini juga digunakan untuk mengetahui faktor mana yang berpengaruh paling dominan di antara 6 faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Dari hasil regresi dapat diketahui bahwa dari enam faktor sebagai variabel independen yang dianalisis, secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung=45,29365 > Ftabel =2,29 signifikan pada a=5%. Kemudian dari enam faktor tersebut dapat pula diketahui bahwa faktor produk merupakan faktor yang berpengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian. Hal ini ditunjukkan dalam nilai thitung sebesar 8,594 (tertinggi di antara enam faktor yang mempengaruhi konsumen.   Kata kunci: perilaku konsumen, keputusan, patung kayu.

  5. PENGARUH PRESTASI BELAJAR, LINGKUNGAN KELUARGA, DAN KEAKTIFAN SISWA DALAM BUSINESS CENTRE TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XI SMK PGRI TEGAL

    Kristi Puspa Wardani

    2015-06-01

    Full Text Available Motivasi siswa untuk menjadi seorang wirausaha dipengaruhi oleh prestasi belajar, lingkungan keluarga, dan keaktifan siswa dalam business centre. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: bagaimana kondisi variabel prestasi belajar, lingkungan keluarga, keaktifan siswa dalam business centre, motivasi berwirausaha dan sebesar besar pengaruh prestasi belajar, lingkungan keluarga, dan keaktifan siswa dalam business centre terhadap motivasi berwirausaha siswa baik secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 59 siswa yang terdiri dari kelas XI SMK PGRI Tegal, karena penelitian ini merupakan penelitian populasi sehingga semua populasi dijadikan sampel penelitian. Variabel yang diteliti yaitu variabel prestasi belajar, lingkungan keluarga, dan keaktifan siswa dalam business centre sebagai variabel bebas, dan motivasi berwirausaha siswa sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskripsi persentase dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel prestasi belajar dalam kategori sangat baik dengan rata-rata skor sebesar 66,15, lingkungan keluarga dalam kategori baik dengan rata-rata skor sebesar 47,73, keaktifan siswa siswa dalam business centre dalam kategori sangat baik dengan rata-rata skor sebesar 14,24 dan motivasi berwirausaha siswa dalam kategori sangat baik dengan rata-rata skor sebesar 39,20. Uji regresi menunjukkan hasil uji parsial untuk prestasi belajar diperoleh thitung sebesar 2,287 dengan signifikansi 0,030 < 0,05, lingkungan keluarga diperoleh thitung sebesar 3,343 dengan signifikansi 0,001 < 0,05, keaktifan siswa dalam business centre diperoleh thitung sebesar 4,020 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 berarti H0 ditolak dan Ha1, Ha2, Ha3 diterima. Besarnya pengaruh secara parsial untuk variabel prestasi belajar sebesar 41,6%, lingkungan keluarga sebesar 44%, dan keaktifan siswa dalam business centre sebesar 45% secara simultan sebesar 63% selebihnya 37% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Students’ motivation to become entrepreneur was influenced by academic achievement, family environment, and their activeness in business center. The problems in this research were: (1 how is the condition of the variable academic achievement, family environment, and entrepreneurial motivation, (2 how much is the influence of academic achievement, family environment, and activeness in business center towards the students’ entrepreneurial motivation both partially and simultaneously. The population of the research consisted of 59 students Grade XI in SMK PGRI Tegal. Because this research is a population research, all the members of the population group served as the samples in this research. The examined variables were the students’ academic achievement, family environment, and their activeness in business center which served as the independent variables and students’ entrepreneurial motivation which served as the dependent variable. Method of data collection used in this research were questionnaire ad documentation. The collected data was analyzed using percentage description and double regression. The results of the research showed that academic achievement variable was in excellent category with average score 66.15, family environment was in good category with average score 47.73, students’ activeness in business center was in excellent category with average score 14.24 and students’ entrepreneurial motivation in excellent category with average score 39.20. Regression test showed partial test result for academic achievement thitung 2.287 with significance 0.030 < 0.05, family environment thitung 3.343 with significance 0.001 < 0.05, students’ activeness in business center thitung 4.020 with significance 0.000 < 0.05 which meant H0 was rejected and Ha1, Ha2, Ha3 were approved. The partial influence of academic achievement variable was 41.6 %, family environment was 44%, and students’ activeness in business center was 45 %. Simultaneously, the influence was 63% consisted of the variables and the rest 37% was consisted of the factors other than being included in this research.

  6. NYALAP-NYAUR: MODEL TATAKELOLA PERGELARAN WAYANG JEKDONG DALAM HAJATAN TRADISI JAWATIMURAN

    Wisma Nugraha Christianto Rich

    2012-06-01

    Full Text Available Pergelaran Wayang Jekdong di komunitas tradisi Jawatimuran hidup subur dalam kebiasaan penyelenggaraan hajatan. Hajatan dilaksanakan oleh individu, keluarga, kelompok keluarga, lembaga dusun, dan/atau desa. Wayang Jekdong adalah seni pertunjukan wayang kulit purwa yang hidup dan berkembang dari rakyat untuk rakyat desa dan kampung di Jombang, Majakerta, Sidoarjo, Gresik, Surabaya, Pasuruan, Lamongan, dan Malang. Kelangsungan praktik hajatan dan pergelaran Wayang Jekdong didukung oleh tradisi buwuhan (sumbang-menyumbang dengan sistem nyalap-nyaur (memberi dan mengembalikan. Oleh karena itu, tata kelola modal sosial berperan strategis bagi dalang dalam mengembangkan kelangsungan pergelaran Wayang Jekdong. Demikian pula halnya dengan anggota masyarakat Jawatimuran yang masih melembagakan penyelenggaraan hajatan senantiasa mengelola modal sosialnya demi resiprositas dan solidaritas sosial.

  7. GARIS BESAR PSIKOLOGI TRANSPERSONAL: PANDANGAN TENTANG MANUSIA DAN METODE PENGGALIAN TRANSPERSONAL SERTA APLIKASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN

    Mujidin Mujidin

    2012-11-01

    Full Text Available AbstrakPsikologi Transpersonal merupakan aliran baru dalam Psikologi. PsiklogiTranspersonal  mendeklarasikan diri sebagai Madzhab Ke Empat  Psikologi. Psikologitranspersonal, yang sekarang diperkenalkan sebagai madzhab keempat dalam lapanganpsikologi, memulai khususnya ditingkat universitas, juga menjalar di dunia pendidikan. Tahun1969, jurnal Psikologi transpersonal diterbitkan. Tahun 1973, perkumpulan psikologitranspersonal pertama mengadakan konsferensi di Meulo Park, California. Pada tahun yangsama juga diadakan konsferensi psikologi transpersonal dan pendidikan, di universitasNortherm, Illionis, banyak para pendidik tertarik tentang psikologi transpersonal yang berasaldari berbagai negara.Konsep utama manusia menurut Psikologi Transpersonal, bahwa manusia tidak hanyamempunyai kesadaran psiko-fisis, psko-kognitif atau psikohumanistik, namun juga manusiamempunyai kesadaran yang terdalam dan tinggi sifatnya.Sedangkan metode  psikologi transpersonal, oleh karena berbeda sama sekali denganmetode pada aliran psikologi yang sudah kita kenal sekalam ini. Metode itu antara lain Zen,semedi,    Psikosintesis, Yoga, sufisme, dan Budisme, ZenKata kunci: psikologi transpersonal, kesadaran, emosi

  8. PROFIL RESIDU PESTISIDA DITIOKARBAMAT DALAM TOMAT DAN SELADA PADA TINGKAT KONSUMEN DI DKI JAKARTA

    D. Mutiatikum

    2012-10-01

    Full Text Available Penggunaan pestisida untuk meningkatkan produksi hasil pertanian menunjukkan adanya residu pestisida dalam komoditi pertanian. Pemaparan pestisida pada manusia dapat menimbulkan keracunan, baik akut maupun kronis bergantung pada lamanya pemaparan. Tomat dan selada adalah sayuran yang biasa dikonsumsi langsung tanpa dimasak lebih dahulu sebagai makanan, seperti lalaban, burger. salad. juice dan sebagainya Monitoring terhadap makanan tersebut dilakukan dengan cara sampling ke pasar-pasar yang berada di Jakarta. Kemudian, ditentukan kadar residu pestisida dengan menggunakan kromatografi gas (GC. Hasil analisis residu pestisida ditiokarbamat dalam tomat, terdeteksi pada semua contoh makanan dengan kadar antara 0,66- 22,27 mg/kg. Sedangkan pada selada antara 0,43- 18,57 mg/kg (BMR tomat 3 dan selada 5. 41,67% dari yang disampling melebihi BMR baik tomat maupun selada.   Kata Kunci  : Ditiokarbamat (Pestisida

  9. PROFIL PESERTA SENI PERNAFASAN TENAGA DALAM SATRIA NUSANTARA MENURUT FOTO KIRLIAN

    Haryadi Suparto

    2012-09-01

    Full Text Available Moto Satria Nusantara (SN yaitu sembuh-sehat-saudara telah lama dikenal, dipelajari dan dilaksanakan. Bukti yang menunjukkan adanya perubahan sesudah mengikuti Seni Pernapasan Tenaga Dalam (SPTD secara medis telah banyak dilaporkan baik melalui pemeriksaan fisik, laboratorium maupun pemeriksaan medis lain.Dalam studi ini kecuali pemeriksaan darah juga dilakukan pemeriksaan lain antara lain pemeriksaan dengan foto Kirlian pada 25 pelatih dan 39 peserta pra dasar pria. Pemeriksaan foto Kirlian dilakukan sekali pada pagi hari sesudah meditasi dan sebelum latihan. Pemotretan hanya dilakukan pada ujung dari telunjuk, jari tengah dan jari manis pada tangan kanan yang berarti hanya meliputi keadaan usus besar, persyarafan, peredaran darah dan kelenjar endokrin. Makalah ini merupakan salah satu laporan dari studi di atas yang mengulas secara deskriptif profil peserta SPTD dilihat dari pemeriksaan foto Kirlian. 

  10. MATERI POKOK PASAR DAN PEMBENTUKAN HARGA PASAR BAGI SISWA DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN KONSTRUKTIF

    Joko Widodo

    2011-06-01

    Full Text Available Pembelajaran konstruktif memandang bahwa pengetahuan sebagai hasil belajar merupakan konstruksi kenyataan melalui kegiatan siswa sebagai subyek belajar. Hal ini berarti siswa dengan segala potensinya memiliki struktur kognitif dari hasil pengalaman dan pengetahuannya tentang pasar dan harga pasar. Struktur kognitif itulah yang kemudian melalui proses asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi, setelah menerima materi baru dari guru tentang pasar dan harga pasar, akan menghasilkan struktur kognitif baru yang lebih sempurna dan kompleks. Posisi guru adalah sebagai fasilitator, mediator, dan dinamisator yang membantu siswa dalam mengkonstruksikan pengalaman dan pengetahuan baru selama belajar. Strategi relevansi sangat diperlukan agar materi pokok tentang pasar dan pembentukan harga pasar dapat terintegrasi ke dalam struktur kognitif siswa sehingga memberikan manfaat dan dapat diterima secara logis. Kata kunci: pembelajaran konstruktif; struktur logis; proses berpikir; dan relevansi.

  11. Studi Alkitab Terhadap Sunat Dalam Roma 2:25-29; 3:1 Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Kristen Masa Kini

    Brian Marpay

    2011-04-01

    Full Text Available Dalam penulisan ini ada beberapa tujuan yang ditetapkan dan yang ingin dicapaiserta merupakan dasar materi ini yaitu: Pertama, untuk menggali pandangan RasulPaulus tentang sunat dalam Roma 2:25-29; 3:1. Kedua, untuk menjawab implikasikebenaran sunat bagi kehidupan Kristen masa kini menurut teologi Perjanjian Baru.Adapun metode yang dipakai dalam penulisan ini: Pertama, penelitian kualitatifatau mencari makna sunat berdasarkan Surat Roma 2:25-29; 3:1. Sistematikapenulisannya ialah, literatur tentang surat Roma, literatur tentang sunat, teologi RasulPaulus. Kedua, eksegesis hermeneutika tentang sunat berdasarkan Roma 2:25-29; 3:1.Teknik pengumpulan data ialah inventarisasi, evaluasi kritis. Teknik analisis data ialahinterpretasi, dan komparasi serta menulis hasilnya secara deskriptif.Berdasarkan uraian tentang studi Alkitab terhadap sunat dalam Roma 2:25-29 ;3:1 dan implikasi bagi kehidupan Kristen masa kini, maka dengan ini penulismengemukakan secara praktis beberapa hasil sebagai kesimpulanya: Pertama, sunatlahiriah tidak berfaedah ketika seseorang masih hidup dalam dosa dan tidak menaatiFirman Tuhan. Kedua, sunat lahiriah hanya sebatas simbolis, sedangkan sunat hatisangat perlu dalam hidup kekristenan. Ketiga, Sunat yang dilakukan secara lahiriah(sarx yakni pada tubuh atau daging hanya sebatas aturan atau tradisi. Keempat, sunathati ialah sebuah situasi di mana seseorang yang sebelumnya hidup dalam dosa namunatas dasar kesadaran akan dosa atau pelanggaran, mempersilahkan Allah untuk masukdalam hatinya, membersihkan hidupnya dari segala dosa (mengerat/menyunatkanhatinya bagi Allah sehingga dapat menjalin intimasi dengan Allah yang kudus. Kelima,sunat sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tuhan memakai para tenaga medis untukmenyingkapkan kebenaran. Allah tidak merancang sunat sebagai alasan medis, tetapisunat sangat bermanfaat secara medis.

  12. Makna Kata Kharis Berdasarkan Surat Efesus 2:8 dan Implementasinya dalam Kehidupan Orang Percaya Masa Kini

    Rose Melly Merang

    2012-10-01

    Full Text Available Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, untuk menganalisis dan menafsirkan makna di balik kata kharisberdasarkan Efesus 2:8. Kedua, untuk membahas bagaimana mengimplementasikankharis dalam kehidupan orang-orang percaya masa kini.Dalam penulisan penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian naskahAlkitab, yaitu dengan kajian eksegesis Alkitab untuk menemukan makna teks yangsesuai dengan konsep yang ada dalam surat Efesus 2: 8. Penulis mengadakanpenelitian literatur (library research, terhadap berbagai sumber atau naskah-naskahyang memiliki korelasi dengan judul, antara lain: buku tafsiran-tafsiran kitab Efesusdan buku-buku yang berhubungan dengan kata kasih karunia yang disusun secaraeksposisi untuk mencapai maksud, sasaran dan tujuan penulisan.Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah tentang makna katakharis berdasarkan Efesus 2:8 dan implementasinya dalam kehidupan orang percayamasa kini, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, kasihkarunia adalah kehadiran Allah melalui Yesus Kristus ke dalam dunia, mati untukmenyelamatkan manusia, Ia bangkit dari kematian untuk memberi kemenangan bagiorang percaya dan Ia menyediakan tempat di sorga bagi orang yang percaya kepada-Nya. Kedua, kasih karunia merupakan anugerah keselamatan yang dianugerahkanoleh Allah secara cuma-cuma kepada manusia berdosa yang seharusnya dihukum dandimurkai oleh Allah. Ketiga, kasih karunia merupakan kemerdekaan yang Allahberikan bagi manusia atas dosa, melepaskan dari kuasa iblis, memulihkan manusiauntuk kembali bersekutu dengan Allah. Keempat, kasih karunia Allah merupakanpengampunan-Nya bagi orang berdosa yang datang bertobat kepada-Nya dengansungguh-sungguh. Kelima, kasih karunia adalah kuasa Allah melalui kehadiran RohKudus yang memberdayakan setiap orang percaya untuk melawan godaan dosa,melakukan kehendak Allah, hidup dalam kekudusan dan memberi kemampuanmelayani Tuhan serta menghadapi setiap masalah.

  13. Proses Kreatif Teater Garasi Yogyakarta Dalam Lakon Waktu Batu

    Nur Iswantara

    2013-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini memahami konsep dan proses kreatif Teater Garasi Yogyakarta (TGY. TGY merupakan salah satu kelompok teater kontemporer Indonesia yang cukup fenomenal. Puluhan karya TGY telah disajikan dihadapan penonton baik di tingkat lokal maupun nasional. Penelitian difokuskan pada faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi situasi kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan kelompok TGY. Teori kreativitas, perbandingan seni, semiotika dan manajemen seni digunakan untuk membedah permasalahan yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TGY berada dalam lingkungan perteateran Yogyakarta yang syarat dengan teater tradisional melakukan ‘pemberontakan’ artistik. Sebagai organisasi seni teater kontemporer, TGY memiliki visi dan misi yang jelas. Melalui ‘laboratorium penciptaan teater’ TGY mampu menghasilkan satu maha karya pertunjukan lakon Waktu Batu (WB. Pertunjukan lakon WB terdiri tiga sub judul: ‘Waktu Batu 1, Kisah-kisah yang Bertemu di Ruang Tunggu’; ‘Waktu Batu 2, Ritus Seratus Kecemasan dan Wajah Siapa yang Terbelah’; dan ‘Waktu Batu 3, Deus ex Machina dan Perasaan-perasaan Padamu’. Karya ini inspiratif karena memakan waktu empat tahun proses kreatifnya, digerakkan oleh insan-insan muda dan dipentaskan road show di berbagai kota di Indonesia dan Singapura.Kata kunci: Teater Garasi, kesenian Yogyakarta, Waktu Batu.ABSTRACTThe Creative Process of Garasi Theater Yogyakarta for the Story of Waktu Batu. The aims of this research is to understand the creative concept and process of Garasi Theater Yogyakarta. It is one of the phenomenal Indonesian contemporary groups of theater. Some of its works have already been performed in front of local and national audiences as well. This research mainly focuses on the internal and external factors which have influnced the condusive situation towards the development and popularity of Garasi Theater Yogyakarta. In order to solve the problems formulated in the research, the theory of creativity and the comparison between semiotic and management arts were actively used. The result of the research showed that Garasi Theater Yogyakarta has a traditional characteristic developed in a theater community of Yogyakarta and soon afterwards it has carried out such an artistic rebellion. The Garasi Theater Yogyakarta is as a group of contemporary theatre which has very clear vision and mission. By doing the creative work through a laboratory of theatrical production, Garasi Theater Yogyakarta was able to create a masterpiece of a performance entitled Waktu Batu. The performance of Waktu Batu consists of three sub-titles, namely: ‘Waktu Batu 1, Kisah-kisah yang Bertemu di Ruang Tunggu’; ‘Waktu Batu 2, Ritus Seratus Kecemasan dan Wajah Siapa yang Terbelah’; dan ‘Waktu Batu 3, Deus ex Machina dan Perasaan-perasaan Padamu’. This theatrical work can be said as an inspirative work in which it took four years in its creative process, had been activated by youngsters, and had been performed by means of a road-show program through some cities in Indonesia and Singapore.Keywords: Garasi Theater, Yogyakarta arts, Waktu Batu

  14. PENGADAAN TANAH DALAM PEMBANGUNAN JARINGAN JALAN LINGKAR SELATAN DI KABUPATEN BANTUL

    Hery Listyawati

    2011-01-01

    Land acquisition is a very important activity in any kind of development programs, such as the South Ring Road Highway. Although land acquisition has been started since 2008, the project has not been completed. This research focuses on applying the principle of land acquisition to achieve the programs objectives. Pembebasan tanah adalah aktivitas yang sangat penting dalam setiap jenis program pembangunan, seperti Jaringan Jalan Lingkar Selatan. Meskipun pembebasan tanah sudah dimulai sejak t...

  15. Tingkat Keberhasilan Siswa SMKT dalam Pelaksanaan PSG di Provinsi Sulawesi Tenggara

    Alimuddin Sa'ban Miru; Sukamto Sukamto

    2004-01-01

    Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan siswa persentasenya berada pada taraf sedang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ubahan ketersediaan fasilitas praktik industri memberi kontribusi yang paling tinggi terhadap tingkat keberhasilan siswa dalam pelaksanaan PSG, yakni 6,7 persen. Kemudian, secara berturut-turut diketahui keterlibatan pembimbing industri sebesar 5,6 persen, keterlibatan kepala sekolah sebesar 3,1 persen, ketersediaan fasilitas praktik sekolah se...

  16. Pengaruh Pemakaian Baking Soda Dalam Pasta Gigi Terhadap pH Saliva

    Magdalena Siregar

    2008-01-01

    Baking soda sebagai bahan dasar pernbuat pasta gigi, mempunyai kemampuan sebagai buffer dalam menetralisir asam mulut sehingga dapat mencegah kerusakan pada gigi. Saat ini banyak beredar di pasaran bermacam-macam pasta gigi dengan berbagai merk dan jenis bahan kimia yang terkandung didalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan dan pengaruh pemakaian pasta gigi yang mengandung baking soda terhadap pH saliva sebelum dilakukan penyikatan gigi dan setelah dilakukan penyikatan...

  17. INTERVENSI ERGONOMI DALAM PEMBELAJARAN SAINS MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL SISWA SD 1 SANGSIT KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG

    Nyoman Wijana

    2014-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan intervensi ergonomi dalam pembelajaran sains untuk menurunkan keluhan muskuloskeletal siswa SD. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi eksperimental dengan rancangan randomized pre-test and post-test control group design. Pada kelompok kontrol pembelajarannya dengan cara konvensional (tanpa intervensi ergonomi dan kelompok eksperimen dengan intervensi ergonomi. Intervensi ergonomi dalam pembelajaran sains mengacu pada pendekatan ergonomi (PE yakni gabungan antara SHIP dan TTG. Implementasi dari hal ini adalah melakukan perbaikan dan atau penataan terhadap instrumental input, environmental input dan porcess, sedangkan untuk di kelompok kontrol tidak dilakukan intervensi ergonomi, di mana kondisi instrumental input, environmental input dan process berlangsung secara konvensional. Pengambilan sampel dilakukan secara random. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney dengan taraf signifikansi 5 %. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah (1 intervensi ergonomi dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal siswa SD  (p < 0,05; (2 Hasil pengukuran dengan nordic body map pada kelompok kontrol terjadi keluhan pada otot pinggang (86,1%, otot pantat (86,1%, otot punggung (84,8%, otot lengan atas kiri (78,8%, otot lengan atas kanan (67,9%, otot siku kanan (78,2%, otot siku kiri (74,6%, paha kanan (76,9%, paha kiri (75,7%, otot betis kanan  (66,1%, otot betis kiri (64,2%, otot pergelangan kaki kanan (67,3%, dan otot pergelangan kaki kiri (65,5%. Dengan demikian dapat disarankan bahwa intervensi ergonomi dalam pembelajaran dengan menggunakan PE sebaiknya diterapkan dalam pembelajaran sains di SD karena telah terbukti dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal.[MEDICINA 2009;40:11-20].  

  18. Gambaran NAFLD pada Pasien dengan Sindrom Metabolik di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Nadila Andam Astari; Eva Decroli; Eti Yerizel

    2015-01-01

    AbstrakSindrom metabolik adalah kumpulan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang terjadi secara bersamaan pada seorang individu, antara lain: peningkatan glukosa darah puasa, obesitas sentral, dislipidemia, dan hipertensi. Salah satu manifestasi sindrom metabolik adalah non alcoholic fatty liver disease (NAFLD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran NAFLD pada pasien dengan sindrom metabolik di poliklinik penyakit dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bersifat de...

  19. UPAYA GURU DALAM MENGATASI HAMBATAN PEMBELAJARAN SEJARAH PADA KTSP DI SMP NEGERI 39 SEMARANG

    Lukluk Alfi Hidayah

    2011-10-01

    Full Text Available Application of KTSP is expected to ward off the perception of learning history that is felt very boring and less meaningful. Based on the results of research carried out in SMP Negeri 39 Semarang, it shows that the curriculum encourages teachers to improve their creativity by having the ability to plan learning according to curriculum. Teacher’s creativity can also be seen from how he/she overcomes learning problems in a one and a half hour of history class. On of the problem is student’s boredom making teacher cut the learning hour to 40 minutes. Second, problem related to the lack of media, such as pictures of history, atlas and proper KTSP books. So far, teacher use books relevant to KRSP, accompanied by some efforts which are very useful in understanding student learning history. The minimum limit that must be achieved is 65 and it has relatively been achieved.   Keywords: KTSP, learning barriers, history  Penerapan KTSP diharapkan untuk menangkal persepsi belajar sejarah yang dirasakan sangat membosankan dan kurang bermakna. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 39 Semarang bahwa kurikulum mendorong guru untuk meningkatkan kreativitas mereka dengan memiliki kemampuan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum, kreativitas guru juga dapat dilihat dari pelaksanaan dalam mengatasi hambatan belajar yang sekitar satu sejaah jam pelajaran siswa sangat memberatkan, pelajaran guru berusaha mengurangi jam hingga 40 menit, kedua kendala dalam hal media minim, dengan media mengubah gambar sejarah, Atlas, untuk buku KTSP yang sesuai, sejauh ini guru menggantinya dengan buku-buku yang relevan dengan KTSP. Upaya guru dapat dilihat keberhasilannya dengan aktivitas siswa dan semangat berpartisipasi dalam belajar sejarah. Dalam belajar sejarah batas-batas yang harus dicapai siswa penguasaan minimum adalah 65, dan relatif telah tercapai.   Kata kunci: KTSP, pembelajaran hambatan, sejarah  

  20. Peranan kod etika dalam profesion perakuanan : Satu kajian empirikal di Malaysia.

    Maisarah bt. Hj. Mohamed Saat

    2003-01-01

    Kajian ini cuba melihat peranan dan pengaruh kod etika yang dikeluarkan oleh badan profesional perakaunan Malaysia ke atas tingkahlaku akauntan dan bakal akauntan dalam melaksanakan tugas mereka. Data primer dikutip melalui temubual dan soal selidik yang diedarkan kepada akauntan dan bakal akauntan di firma audit tempatan. Kajian mendapati kod etika tidak begitu memberi kesan kepada tingkahlaku etika akauntan dan bakal akauntan. Majoriti responden berpendapat, kod etika jarang dapat membantu ...

  1. IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REKRUITMEN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM PERSPEKTIF GOOD GOVERNANCE

    Amirullah - -

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRACT   This research is conducted to figure out how the process implementation of recruitment policy of civil servant candidate which is frequently in conduction become public focus because the impression a rouse is it become a place for corruption, collusion and nepotism  practice. This kind of impression will always emerge activity of levying of civil of public servant candidate it not conducted transparently and accountability. So the principle of openness become very urgent representing one of point in good governance. The main problems taken as focus in this research are: (1 The role of actor in implementation of recruitment policy of civil public  servant  candidate covering: announcement, registration, administrative selection, academic test, academic test result inspection, determination the pass of  participants  and placement. (2 Supporting factor and barrier factor in the implementation of recruitment policy civil public servant candidate. (3 The taken by Government of Enrekang Regency in realizing good governance connection to the recruitment process of civil public servant candidate covering: transparency, information and accountability. The study used qualitative research method. Data collection using interview technique, and the documentation, with informant selected is local Secretary, for example as the chief of selection committee civil public servant candidate in Enrekang Regency and all off committee members directly involved in committee, Data analysis using interactive analysis model  from Milis and Hubermen. The results obtained in this research are: The role actor in implementing the recruitment policy civil public servant candidate, but in Enrekang Regency. The announcement. The execution still not yet fully transparent or still in limited scale, the deadline of registration which should be 15 days were in fact only 13 days. The lack of clearness of the contain of the announcement caused 353 applicants, do not pass in the administration selection. The academic test is still have character of common knowledge, there is deviling test based on education/majority qualification. The inspection have been conducted according to the ongoing rule. The pass determination the result of inspection pass sent to Regent at the determination meeting. The placement of the civil public servant candidate in to the work unit, some of them were not match with the formation determined by Enrekang Regent before. Stimulus factors (a accountability of human resource, (b fund support and material support, (c the coordination and the involvement of related institutions,  (d the local authority in execute the recruitment.  Barrier factors, (a very short time problem, (b the committee having trouble in accepting application letter because the were directly brought to the committee secretary and the time had to be verified too. The effort taken government of Enrekang Regency in realizing good governance related to accordingly the recruitment process of civil public servant candidate covering transparency, information and accountability, can be seen trough the decisions of Enrekang Regency about the formation determination and education qualification related to the officer needs analysis, and the until the determination of academic test result had been wide spread through announcement of Enrekang Regent, and also the existence of seriousness in executing entire activity chains of officer levying , so that the target to recruit or fill formation have succeeded. From this research results it is suggested the following:  In order to make the change of society broader to apply, it is better if the announcement, using multi media whether printed media or electronic. It is also the proffering deadline is matched to the on going rule. In term of the test conduction should be better there were material test division according to qualification of education and mayors. It’s also better be given an alternative to applicant to usher direct or can also send the application letter trough the closest Post officer and Giro. And for the in future government of Enrekang Regency, more improve it’s commitment, so that the implementation of those principal really can be felt by society start from the announcement until the final process activity of levying civil public servant candidate.   Keywords:  good governance, public servant, recruitment     ABSTRAK   Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses implementasi kebijakan rekrutmen calon pegawai negeri sipil yang sering kali dalam pelaksanaanya menjadi sorotan masyarakat karena kesan yang timbul adalah menjadi ajang praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Kesan semacam ini akan selalu muncul bilamana  dalam kegiatan   pengadaan calon pegawai negeri sipil tidak dilakukan secara transparan dan berakuntabilitas. Jadi, prinsip keterbukaan menjadi hal yang sangat urgen yang merupakan salah satu point dalam good governance. Pokok permasalahan yang dijadikan fokus dalam penelitian ini adalah: (1 Peran aktor dalam mengimplementasikan kebijakan rekrutmen calon pegawai negeri sipil yang meliputi: pengumuman, pendaftaran, seleksi administrasi, tes akademik, pemeriksaan hasil tes akademik,penentuan kelulusan peserta tes dan penempatan. (2 Faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasikan kebijakan rekrutmen calon pegawai negeri sipil. (3 Upaya yang ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Enrekang dalam mewujudkan good governance sekaitan dengan proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil yang meliputi: transparansi, informasi dan akuntabilitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dengan  teknik  wawancara, dan dokumentasi, dengan penentuan  informan  awal yang dipilih adalah  Sekretaris Daerah,  selaku Ketua Panitia  Seleksi Calon  Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Enrekang serta seluruh  panitia  yang  terlibat langsung  dalam   kepanitian. Analisis data menggunakan analisis model  interaktif dari Milis dan Huberman. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: Peran aktor dalam mengimplemetasikan kebijakan rekrutmen calon pegawai negeri sipil di Kabupaten Enrekang masih belum sepenuhnya transparan atau masih dalam skala yang terbatas, batas waktu pendaftaran yang semestinya 15 hari ternyata hanya 13 hari. Kurang jelasnya isi pengumuman mengakibatkan 353 (tiga ratus lima puluh tiga pelamar dinyatakan tidak lulus dalam seleksi administrasi. Pelaksanaan tes akademik, masih bersifat pengetahuan umum tidak ada pemilahan tes berdasarkan kualifikasi pendidikan/jurusan. Pemeriksaan hasil tes, sudah dilakasanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Penentuan kelulusan, hasil pemeriksaan disampaikan kepada Bupati pada saat rapat penentuan kelulusan. Penempatan calon pegawai ne