WorldWideScience

Sample records for zat warna tekstil

  1. Degradasi Zat Warna Pada Limbah Cair Industri Tekstil Dengan Metode Fotokatalitik Menggunakan Nanokomposit Tio2 – Zeolit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Naimah

    2014-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian degradasi zat warna pada limbah cair industri tekstil menggunakan metode fotokatalitik dengan penambahan nanokomposit TiO2 - zeolit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas kemampuan nanokomposit dalam mendegradasi zat warna serta parameter-parameter yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Zeolit alam diaktivasi terlebih dahulu sebelum dikompositkan dengan TiO2. Perbandingan TiO2 : zeolit yang digunakan pada pembuatan nanokomposit adalah 100:0, 20:80, 40:60, 50:50, 60:40, dan 0:100. Percobaan pendahuluan dilakukan dengan menggunakan limbah cair tekstil buatan yang dibuat dari pewarna Synolon yellow S- G6LS (untuk warna kuning dan B/Blue R 150% special (untuk warna biru, sedangkan limbah cair industri tekstil diambil dari salah satu industri di Bogor. Waktu degradasi zat warna dilakukan dalam reaktor fotokatalitik selama 180 menit. Pada perbandingan TiO2 : zeolit 40:60 didapatkan degradasi zat warna tekstil buatan berwarna kuning maksimal adalah 99,9 % dan zat warna tekstil buatan berwarna biru maksimal 99,8%. Analisis warna menggunakan spektrofotometer dan HPLC. Nanokomposit TiO2 : zeolit 40 : 60 merupakan perbandingan optimal sehingga digunakan pada uji coba limbah cair industri tekstil. Degradasi maksimal warna kuning dengan pengolahan fotokatalitik yang ditambahkan nanokomposit pada limbah cair industri tekstil sebesar 98,4%, sedangkan untuk parameter uji zat organik, TSS, TDS, BOD, COD, dan lemak/minyak diperoleh nilai di bawah baku mutu yang dipersyaratkan. 

  2. Peningkatan Kesejahteraan Perajin Batik Tulis Melalui Penerapan Teknologi Pemungutan Zat Warna Alam

    OpenAIRE

    Prima Astuti Handayani; Catur Rini Widyastuti; Adhi Setiawan

    2013-01-01

    Seiring kemajuan teknologi zat warna alam tergeser oleh keberadaan zat warna sintetis. Penggunaan zat warna alam masih tetap dijaga keberadaannya khususnya pada pembatikan. Kain batik yang menggunakan zat warna alam memiliki nilai jual yang tinggi karena memiliki nilai seni dan warna khas, tidak bersifat karsiogenik, ramah lingkungan serta berkesan etnik dan eksklusif. Zat warna alam coklat untuk pewarnaan batik dapat diperoleh dari kulit soga tingi melalui proses ekstraksi dengan pelarut eta...

  3. Identifikasi Zat Warna Rhodamine B Pada Lipstik Berwarna Merah

    OpenAIRE

    A.H., Mukaromah; E.T., Maharani

    2008-01-01

    Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi zat warna Rhodamine B pada lipsttk. Populasi Penelitian adalah sediaan lipstik yang berwarna merah dengan harga kurang atau sama dengan Rp 5000,00 (12 merk) dan sediaan lipstik yang berwarna merah dengan harga lebih Rp 5000,00 (13 merk) yang dijual di Pasar Johar Semarang. Masing-masing sediaan lipstik diambil 40 % dari total populasi secara acak. Metode yang digunakan untuk mangidentifikasi zat warna Rhodamine B adalah metode kromatograf...

  4. Peningkatan Kesejahteraan Perajin Batik Tulis Melalui Penerapan Teknologi Pemungutan Zat Warna Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Astuti Handayani

    2013-02-01

    Full Text Available Seiring kemajuan teknologi zat warna alam tergeser oleh keberadaan zat warna sintetis. Penggunaan zat warna alam masih tetap dijaga keberadaannya khususnya pada pembatikan. Kain batik yang menggunakan zat warna alam memiliki nilai jual yang tinggi karena memiliki nilai seni dan warna khas, tidak bersifat karsiogenik, ramah lingkungan serta berkesan etnik dan eksklusif. Zat warna alam coklat untuk pewarnaan batik dapat diperoleh dari kulit soga tingi melalui proses ekstraksi dengan pelarut etanol. Tujuan spesifik dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah perajin batik Desa Pandan Kabupaten Rembang mampu membuat zat warna batik dari alam, untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Metode yang dilakukan meliputi metode ceramah mengenai pembuatan zat warna; metode praktek tentang proses pembuatan zat warna dari kulit soga tingi; metode tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana peserta mampu menerima atau terlibat dalam kegiatan, dan evaluasi untuk memperoleh gambaran penafsiran dan analisis untuk memperoleh simpulan dari semua kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilaksanakan.

  5. Pengaruh Konsentrasi Tawas terhadap Ketuaan dan Ketahanan Luntur Warna pada Pencelupan Kain Sutera dengan Zat Warna Gambir

    OpenAIRE

    Dwi Suheryanto; Tri Haryanto

    2016-01-01

    Zar warna gambir diperoleh dari hasil ekstrak tanaman gambir yang merupakan saah satu tanaman komoditi ekspor unggulan Sumatera Barat yang memberikan devisa cukup besar dengan prospek pengembangan yang cukup baik. Zat warna gambir adalah zat wama alam jenis mordan-dye dan  tidak tahan terhadap garam yang dipakai dalam pencucian. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian memegang peranan penting dan sebagai penentu kualitas produk batik. Untuk meningkatkan kualitas hasil celupan zat warna gamb...

  6. Pengaruh Konsentrasi Tawas Terhadap Ketuaan Dan Ketahanan Luntur Warna Pada Pencelupan Kain Sutera Dengan Zat Warna Gambir

    OpenAIRE

    Suheryanto, Dwi; Haryanto, Tri

    2008-01-01

    Zar warna gambir diperoleh dari hasil ekstrak tanaman gambir yang merupakan saah satu tanaman komoditi ekspor unggulan Sumatera Barat yang memberikan devisa cukup besar dengan prospek pengembangan yang cukup baik. Zat warna gambir adalah zat wama alam jenis mordan-dye dan tidak tahan terhadap garam yang dipakai dalam pencucian. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian memegang peranan penting dan sebagai penentu kualitas produk batik. Untuk meningkatkan kualitas hasil celupan zat warna gamb...

  7. Penggunaan Zat Warna Alam untuk Kulit Non Konvensional

    OpenAIRE

    Kasmudjiastuti, Emiliana

    2006-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan zat warna alam pada kulit non konvensional dengan mordan yang ramah lingkungan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : bahan baku berupa kulit biawak, kulit ular kobra, dan kulit ikan kakap awet kering, bahan pewarna dari ekstrak larutan kayu secang, tegeran, nangka, mahoni dan tingi, bahan penyamak krom dan syntan, alum sebagai mordan serta bahan pembantu untuk penyamakan. Tahapan penelitian meliputi persiapan ekstrak larutan zat w...

  8. Pengaruh Konsentrasi Tawas terhadap Ketuaan dan Ketahanan Luntur Warna pada Pencelupan Kain Sutera dengan Zat Warna Gambir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Suheryanto

    2016-04-01

    Full Text Available Zar warna gambir diperoleh dari hasil ekstrak tanaman gambir yang merupakan saah satu tanaman komoditi ekspor unggulan Sumatera Barat yang memberikan devisa cukup besar dengan prospek pengembangan yang cukup baik. Zat warna gambir adalah zat wama alam jenis mordan-dye dan  tidak tahan terhadap garam yang dipakai dalam pencucian. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian memegang peranan penting dan sebagai penentu kualitas produk batik. Untuk meningkatkan kualitas hasil celupan zat warna gambir pada kain sutera, maka perlu dilakukan penelitian penggunaan tawas sebagai zat fiksator pada proses pencelupan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan tawas terhadap ketuaan dan ketahanan luntur warna pencelupan kain sutera dengan zat warna gambir. Konsentrasi tawas yang digunakan adalah 30 gram/I, 50 gram/I dan 70 gram/I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada pengaruh yang nyata pada penggunaan tawas 30 gram/I, 50 gram/I dan 70 gram/I terhadap ketuaan warna kain sutera yang dicelup dengan zat warna gambir menghasilkan ketuaan warna yang berbeda dengan kain sutera yang tidak difiksasi. Tidak ada pengaruh yang nyata pada penggunaan konsentrasi tawas 30 gram/I, 50 gram/I dan 70 gram/l terhadap ketahanan luntur warna ditinjau dari perubahan warna pada kain sutera yang dicelup dengan zat warna gambir. Kain sutera yang difiksasi dengan tawas 70 gram/l menghasilkan warna yang lebih tua bila dibandingkan dengan kain sutera yang difiksasi dengan tawas 30 gram/l dan 50 gram/l.Kata kunci : fiksator, konsentrasi tawas, ketuaan warna, ketahanan luntur warna, zat warna gambir.

  9. Studi Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Zat Fiksasi Terhadap Kualitas Warna Kain Batik Dengan Pewarna Alam Limbah Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum)

    OpenAIRE

    Amalia, Rizka; Akhtamimi, Iqbal

    2016-01-01

    Pewarnaan kain batik dapat dilakukan dengan menggunakan zat warna alami dan zat warna sintetis. Keunggulan zat warna alam antara lain lebih murah, ramah lingkungan, dan menghasilkan warna yang khas. Salah satu zat warna alam yang berasal dari limbah yang dapat dimanfaatkan adalah limbah kulit buah rambutan. Kelemahan dari penggunaan pewarna alam yaitu ketahanan luntur warna dan intesitas (ketuaan) warna yang relatif kurang baik. Penggunaan zat fiksasi adalah salah alternatif untuk memecahkan ...

  10. SINTESIS KOMPOSIT KITOSAN-SILIKA DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA TEKTIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Warlan Sugiyo

    2011-02-01

    Full Text Available Sintesis kitosan-silika dilakukan terhadap kitosan penambahan silika dengan mengkarakteristik komposit yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan silika pada larutan kitosan terhadap permeabilitas dan daya adsorpsinya terhadap zat warna tekstil Direct Blue 86. Pembuatan komposit menggunakan dua macam cara, yang pertama menggunakan media kertas saring dan yang kedua tanpa menggunakan kertas saring. Pembuatan komposit dengan menggunakan kertas saring memakai proses perendaman. Pembuatan komposit tanpa menggunakan kertas saring dilakukan dengan metode pencetakan membran. Membran komposit yang dihasilkan dikarakteristik dengan menggunakan foto SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan silika pada larutan kitosan membuat komposit menjadi porogen sehingga fluks permeat dan permeabilitas air menjadi tinggi. Permeabilitas komposit secara keseluruhan dipengaruhi bagaimana pori-pori komposisi tersusun. Komposit yang terbuat dari kertas saring mempunyai daya adsorpsi yang lebih baik dibandingkan dengan komposit yang tanpa kertas saring.

  11. Teknik Pewarnaan Agel dengan Zat Warna Alam dari Daun Jati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eustasia Sri Murwati

    2011-04-01

    Full Text Available ABSTRAKAgel (Corypha gebanga BL merupakan jenis tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia dan telah dimanfaatkan oleh para perajin untuk dibuat menjadi berbagai jenis barang kerajinan bernilai ekonomis. Namun proses pewarnaan yang sering digunakan selama ini adalah pewarnaan menggunakan zat warna sintetis yang kurang ramah lingkungan. Hal ini terjadi karena masih banyak kendala dalam pewarnaan alam, salah satunya adalah warna yang didapatkan menjadi kusam. Untuk itu diperlukan penelitian teknik pewarnaan yang tepat untuk memperoleh hasil yang optimal. Daun jati dipilih menjadi bahan dasar zat warna alam karena jumlah yang melimpah di Indonesia, regenerasi yang cukup cepat dibandingkan bahan pewarna alam dari kayu, dan termasuk jenis zat warna yang memiliki afinitas besar terhadap serat selulose. Penelitian ini bertujuan memperoleh suhu, lama perendaman, dan proses mordan yang tepat untuk pewarnaan agel dengan zat warna alam dari daun jati. Metoda eksperimental dengan tahapan; penelitian bahan baku, uji kekuatan tarik sebelum dan sesudah diwarna, diproses mordan, diwarna dengan variasi suhu (60°C, 80°C, 100°C dan waktu pencelupan 30 menit, pengujian (ketahanan luntur warna terhadap cuci, gosok, dan sinar matahari, dan ketuaan warna. Hasil pengujian ketuaan warna pada suhu 100°C didapatkan warna paling tua (penyerapan optimal dengan %T (Transmitansi terkecil, suhu 80°C %T lebih tinggi dari pada suhu 100°C, dan pada suhu 60° C %T memiliki nilai tertinggi dengan warna kurang tua. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap cuci,gosok, dan sinar matahari baik. Sesudah pewarnaan tidak menurunkan kekuatan tarik.Kata kunci: agel, daun jati, ketuaan warna, suhu,warna alamABSTRACTAgel (Corypha gebanga BL grow widely in Indonesia and has been used by craftmen as material for various kinds of valuable handicrafts. However the coloring process of agel still use the staining with synthetic dyes that are less environmentally friendly. It is caused by

  12. Aplikasi Zat Warna Alam Pada Tenunan Serat Doyo Untuk Produk Kerajinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dana Kurnia Syabana

    2013-06-01

    Full Text Available AbstrakIsu global akan bahan baku, proses dan produk yang ramah lingkungan semakin berkembang. Pemanfaatan serat alam non tekstil sebagai bahan baku dan penggunaan pewarnaan alam merupakan salah satu alternatif cara untuk menghasilkan produk ramah lingkungan. Tanaman doyo merupakan penghasil serat alam yang telah dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan tenun. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan proses pewarnaan alami pada tenunan serat doyo yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan pencelupan panas selama 30 menit menggunakan zat warna alam seperti Tingi, Tegeran dan Jalawe dengan rasio konsentrasi 1:10 fiksasi tawas (50g/l, kapur (40g/l dan tunjung (20g/l. Hasil pencelupan pada tenunan serat doyo diuji ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari menggunakan standar skala abu-abu. Dari pengujian diperoleh hasil bahwa ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari pada tenunan serat doyo untuk pewarnaan Tingi dan Tegeran berada pada skala 5 (baik sekali, sementara pengunaan pewarna Jalawe dengan fiksasi kapur dan campuran kapur-tunjung berada pada skala 4-5 (baik. Dari skala hasil uji ini dapat disimpulkan bahwa pewarnaan alam dapat diterapkan pada serat doyo. Kata Kunci: zat warna alam, serat doyo, uji ketahanan luntur warna terhadap cahaya AbstractGlobal issue of raw materials, processes and products that are environmentally friendly growing. Using of Non Textile natural fiber as raw material and natural dying are one of alternatives way to produce friendly products. Doyo Plant is producing natural fibers that have been used as raw material weaving craft. The purpose of this research is to apply the process of natural dyeing in an environmentally friendly woven fiber doyo. The research was conducted by immersion heat for 30 minutes using natural dyes such as Tingi, tegeran and Jalawe with concentration ratio 1:10 fixation alum (50g / l, lime (40g / l and Tunjung (20g / l. The result of dyeing woven fiber doyo tested

  13. Pengaruh Ekstraksi Zat Warna Alam dan Fiksasi Terhadap Ketahanan Luntur Warna pada Kain Batik Katun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKKain katun merupakan jenis kain yang terbuat dari serat kapas, mempunyai sifat mudah menyerap  bahan alami maupun kimia dan banyak digunakan untuk bahan media batik. Telah dilakukan penelitian ekstraksi pada lima jenis zat warna alam dengan menggunakan air. Variasi antara bahan pembawa zat warna dengan air adalah 1 : 6 dan 1 : 8. Fiksasi dilakukan dengan menggunakan kapur, tunjung, tawas, campuran kapur dengan tetes dan tanpa fiksasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan air pada ekstraksi dan bahan fiksasi terhadap ketahanan luntur warna pada kain. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstraksi zat warna alam dari daun indigo, daun mangga, kulit kayu nangka, kulit buah manggis dan biji buah kesumba dengan menggunakan air sebanyak 6 dan 8 bagian, memberikan hasil yang tidak jauh berbeda. Jenis zat warna alam dan bahan fiksasi yang diaplikasikan untuk pembatikan kain katun yang memberikan ketahanan luntur baik adalah: kulit buah manggis dengan fiksasi kapur, tawas dan tanpa fiksasi, biji buah kesumba/bixa dengan fiksasi tunjung dan tawas, kulit kayu nangka dengan fiksasi tunjung, daun mangga dengan fiksasi tawas. Daun indigo mempunyai ketahanan luntur warna yang baik sampai sangat baik terhadap pencucian, tetapi kurang baik sampai baik terhadap sinar terang hari. Penggunaan fiksasi campuran kapur dan tetes tebu menghasilkan ketahanan luntur warna pencucian dan sinar terang hari lebih rendah dibanding fiksasi dengan kapur. Ketahanan luntur dari kelima zat warna alam terhadap pencucian lebih baik dibanding ketahanan luntur terhadap sinar terang hari. Kata kunci: zat warna alam, ekstraksi, fiksasi, katunABSTRACTThe cotton fabric is a type of fabric made from cotton fiber, its easily absorbed material both natural and chemical, and widely used as a material for batik.Research extraction of five types of natural dyes made with a variety of colour materials carrier and the use of water is 1:6 and 1:8. Fixation of color on

  14. FOTODEGRADASI ZAT WARNA TARTRAZIN LIMBAH CAIR INDUSTRI MIE MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2 - SINAR MATAHARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Windy Dwiasi

    2014-05-01

    Full Text Available Salah satu dampak negatif perkembangan industri mie di Indonesia adalah timbulnya pencemaran lingkungan dari limbah cair industri mie yang masih mengandung zat organik seperti zat warna tartrazin. Penurunan kadar zat warna tartrazin dalam limbah cair mie dapat diupayakan dengan cara mendegradasi zat warna tartrazin melalui proses fotodegradasi dengan metode fotokatalis. Pada penelitian ini telah dilakukan fotodegradasi zat warna tartrazin dalam limbah cair mie menggunakan fotokatalis TiO2. Perlakuan meliputi pengaruh variasi waktu kontak dan pH terhadap aktivitas fotokatalis TiO2 menggunakan sinar UV dan sinar matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fotokatalitik yang terbaik untuk TiO2 adalah pada kondisi limbah cair mie dengan pH 2, dan waktu kontak 1 jam. Persentase penurunan kadar tartrazin dengan menggunakan lampu UV adalah sebesar 56,81%, sedangkan dengan penyinaran sinar matahari sebesar 61,64 %.

  15. Review: Sumber dan Pemanfaatan Zat Warna Alam untuk Keperluan Industri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAKPada umumnya pewarna sintetis memiliki beberapa keunggulan antara lain; jenis warna beragam dengan rentang warna luas, ketersediaan terjamin, cerah, stabil, tidak mudah luntur, tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, daya mewarnai kuat, mudah diperoleh, murah, ekonomis, dan mudah digunakan. Namun demikian penggunaan pewarna sintetis dapat menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan serta berpengaruh kurang baik terhadap semua bentuk kehidupan. Pewarna alami bersifat tidak beracun, mudah terurai, dan ramah lingkungan. Sumber utama pewarna alami adalah tumbuhan dan mikroorganisme, warna yang dihasilkan beragam seperti; merah, oranye, kuning, biru, dan coklat. Kelompok penting senyawa kimia pewarna alami adalah karotenoid, flavonoid, tetrapirroles, dan xantofil. Pewarna alami dapat digunakan pada industri tekstil, makanan, farmasi, kosmetik, kerajinan dan penyamakan kulit. Peningkatan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan, menjadikan pewarna alami sebagai pewarna yang dianjurkan, disamping itu produk industri dengan pewarna alami memiliki pasar yang baik. Kata Kunci: pewarna alami, sumber, senyawa kimia, kegunaan ABSTRACTIn general, synthetic dyes have several advantages, among others; a variety of colors with wide color range, availability is assured, bright, stable, not easily fade, resistant to various environmental conditions, strong coloring power, easily available, cheap, economical, and easy to use. However, the use of synthetic dyes can cause health and environmental problems as well as the unfavorable impact of all forms of life. Natural dyes are non-toxic, biodegradable, and environmentally friendly. The main sources of natural dyes are plants and microorganisms, which produced a variety of colors such as; red, orange, yellow, blue, and brown. An important group of chemical compounds of natural dyes are carotenoids, flavonoids, tetrapirroles, and xantophylls. Natural dyes can be used in the textile industry, food

  16. Penelitian Nilai Beban Pencemaran Pada Beberapa Ekstrak Zat Warna Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kun Lestari

    2016-04-01

    Full Text Available Zat Pewarna Alam (ZWA akan direkomendasikan sebagai pewarna yang ramah baik bagi lingkungan maupun kesehatan, disebabkan karena kandungan komponen alaminya mempunyai nilai beban pencemaran yang rendah, mudah terdegradasi secara biologis dan tidak beracun. Pernyataan tersebut perlu diyakinkan kebenarannya. Telah dilakukan pengujian terhadap ekstrak pekat (0,75-1,00° Be dari 13 jenis sumber ZWA dari beberapa daerah di Indonesia yaitu: bakau, secang. sonokeling. bayam, markisa. bengkirai, nangka, pinus, kruing, kara benguk, tingi, tegeran dan mengkudu. Bahan pencemaran dinyatakan terhadap nilai BOD5, COD dan kandungan Fe (besi dalam ekstrak pekat yang telah tersimpan selama ±12 bulan. Dari hasil pengujian terlihat bahwa kadar BOD5 dan COD dari 13 jenis ekstrak ZWA mempunyai nilai 1700 mg/l. Tujuh jenis ekstrak ZWA yaitu ekstrak dari kayu nangka, kayu pinus. kayu kruing, kulit kara benguk, kulit kayu tingi, kayu tegeran dan akar mengkudu mempunyai nilai BOD5 dan COD 1000 mg/l, sedangkan ekstrak kulit batang bakau, kayu secang, kayu sonokeling, kayu buyam, kulit buah markisa dan kayu bengkirai mempunyai nilai BOD5 dan COD antara 1100 - 1700 mg/I. Dibandingkan dengan beban pencemaran yang diakibatkan oleh limbah cair pada pencelupan batik menggunakan zat warna sintetis (ZWS seperti Indigosol yang mempunyai nilai BOD5 = 3.053 mg/I, COD = 10.230 mg/I, dan Naphtol yang mempunyai nilai BOD5 = 5.411 mg/I, COD= 19.921 mg/I maka beban pencemaran ekstrak pekat ZWA masih jauh lebih kecil. Melihat perbandingan COD/BOD5 (=1,3-1,6, beban pencemaran ekstrak pekat ZWA dapat dikelompokkan ke dalam golongan air limbah rumah tangga (COD/BOD5 (2.Zat Pewarna Alam (ZWA akan direkomendasikan sebagai pewarna yang ramah baik bagi lingkungan maupun kesehatan, disebabkan karena kandungan komponen alaminya mempunyai nilai beban pencemaran yang rendah, mudah terdegradasi secara biologis dan tidak beracun. Pernyataan tersebut perlu diyakinkan kebenarannya. Telah dilakukan

  17. Limbah Serutan Kayu Matoa (Pometia Pinnata) Sebagai Zat Warna Alam Pada Kain Batik Serat Selulosa

    OpenAIRE

    Haerudin, Agus; Farida, Farida Farida

    2017-01-01

    Potensi limbah sumber daya alam di Indonesia hususnya limbah kayu-kayuan sangat melimpah yang selama ini belum dimanfaatkan dan belum miliki nilai jual yang sangat tinggi, salah satunya serutan kayu matoa. Pada penelitian ini mencoba melakukan ekperimen limbah serutan kayu matoa dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku zat warna alam yang akan diaplikasikan pada kain batik serat selulosa.Tujuan dari penelitian ini ingin melihat arah warna yang dihasilkan dari ekstraksi limbah serutan kayu mato...

  18. ISOLASI DAN KARAKTERISASI JAMUR PENDEGRADASI ZAT PEWARNA TEKSTIL (Isolation and Characterization of dye-degrading Fungi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erni Martani

    2011-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Industri tekstil tidak saja menghasilkan sandang yang merupakan kebutuhan primer manusia, tetapi juga mengeluarkan limbah yang berpotensi sebagai penyebab pencemaran lingkungan. Komponen utama limbah industri ini adalah berbagai jenis zat pewarna tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat-isolat jamur yang mampu mendegradasi beberapa jenis zat pewarna tekstil. Isolasi dilakukan menggunakan metode surface plating di atas medium Potato Dextrose Agar, dan seleksi kemampuan degradasi pewarna berdasarkan atas toleransi terhadap konsentrasi zat pewarna, serta besar dan kecepatan dekolorisasi beberapa jenis zat pewarna. Sebagai parameter awal digunakan enam zat pewarna tekstil. Isolat-isolat unggul kemudian diidentifikasi awal berdasar atas morfologi mikroskopis terhadap miseliumnya. Dalam penelitian ini juga digunakan beberapa kultur murni jamur pembusuk putih sebagai pembanding. Dalam penelitian ini digunakan limbah cair dan padat beberapa industri tekstil dan industri pulp & paper, tanah gambut dari Kalimantan Tengah dan Riau, tanah sekitar Tempat Pembuangan Sampah Akhir, serta tanah seresah hutan. Dari berbagai sumber tersebut diperoleh 101 isolat jamur. Uji dekolorisasi kualitatif terhadap 6 zat pewarna menghasilkan 6 isolat unggul yang mampu mendekolorisasi lebih dari tiga jenis pewarna dengan kecepatan relatif tinggi. Masing-masing isolat unggul memiliki spesifikasi dalam daya dekolorisasi terhadap ke 6 jenis pewarna. Identifikasi awal terhadap isolat unggul menunjukkan bahwa mereka berasal dari genus Aspergillus, Cladosporium, Penicillium dan Stachybotrys. Sedangkan uji terhadap kultur jamur pembusuk putih sebagai pembanding menghasilkan 2 kultur unggul, yaitu: Phanerochaete chrysosporium dan Pleurotus ostreatus. Secara umum kemampuan dekolorisasi isolat-isolat jamur kebanyakan masih di bawah kemampuan kedua kultur murni tersebut, namun beberapa isolat justru memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan kultur pembanding

  19. STUDI PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI ZAT FIKSASI TERHADAP KUALITAS WARNA KAIN BATIK DENGAN PEWARNA ALAM LIMBAH KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium Lappaceum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizka Amalia

    2016-12-01

    Full Text Available Pewarnaan kain batik dapat dilakukan dengan menggunakan zat warna alami dan zat warna sintetis. Keunggulan zat warna alam antara lain lebih murah, ramah lingkungan, dan menghasilkan warna yang khas. Salah satu zat warna alam yang berasal dari limbah yang dapat dimanfaatkan adalah limbah kulit buah rambutan. Kelemahan dari penggunaan pewarna alam yaitu ketahanan luntur warna dan intesitas (ketuaan warna yang relatif kurang baik. Penggunaan zat fiksasi adalah salah alternatif untuk memecahkan masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan konsentrasi dan jenis zat fiksasi kapur, tawas dan tunjung pada proses fiksasi terhadap daya tahan luntur dan penodaan warna kain batik katun yang dicelup dengan zwa ekstrak kulit buah rambutan. Bahan yang digunakan adalah kain batik katun yang dicelup dengan ekstrak zwa kulit buah rambutan, kemudian dilanjutkan pengerjaan fiksasi pada larutan kapur dengan variasi konsentrasi 5 g/l, 25 g/l dan 45 g/l pada setiap zat fiksasi sebagai variabel bebas dan variabel terikat yaitu ketahanan luntur dan penodaan warna terhadap pencucian. Hasil uji ketahanan luntur dan penodaan warna menunjukkan bahwa penggunaan zat fiksasi tawas didapatkan nilai ketahanan luntur yang lebih baik dibandingkan dengan zat fiksasi kapur dan tunjung sedangkan pada konsentrasi zat fiksasi yang berbeda menunjukkan bahwa pada penggunaan konsentrasi bahan fiksasi yang lebih tinggi (25% dan 45%, nilai greyscale dan stainingscale akan semakin baik.Kata kunci : rambutan, pewarna alam, kain, fiksasi

  20. LIMBAH SERUTAN KAYU MATOA (Pometia pinnata SEBAGAI ZAT WARNA ALAM PADA KAIN BATIK SERAT SELULOSA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Haerudin

    2017-06-01

    Full Text Available Potensi limbah sumber daya alam di Indonesia hususnya limbah kayu-kayuan sangat melimpah yang selama ini belum dimanfaatkan dan belum miliki nilai jual yang sangat tinggi, salah satunya serutan kayu matoa. Pada penelitian ini mencoba melakukan ekperimen limbah serutan kayu matoa dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku zat warna alam yang akan diaplikasikan pada kain batik serat selulosa.Tujuan dari  penelitian ini ingin melihat arah warna yang dihasilkan dari ekstraksi limbah serutan kayu matoa dengan melakukan beberapa perlakuan variasi suhu ekstrkasi 75°C dan 100°C dengan pelarut air, dalam suasana larutan celup pH asam 4 dan pH basa 10, serta perlakuan mordan akhir tawas 70 g/l dan tunjung 30 g/l, dari hasil ekperiment dilakukan uji beda warna (L, a, b dan uji ketahanan luntur warna pada pencucian.            Hasil uji beda warna (L,a,b pencelupan kayu matoa pada kain katun menghasilkan beda warna dengan kain standar uji dimana secara visualisasi dengan perlakuan suasana celup pH asam dengan mordan akhir tawas menghasilkan arah warna coklat sedang, dan dengan perlakuan mordan akhir tunjung menghasilkan arah warna coklat tua. Pada perlakuan suasana larutan celup pH basa dengan perlakuan mordan akhir tawas menghasilkan arah warna coklat muda serta dengan perlakuan mordan akhir tunjung mendapatkan arah warna coklat sedang. Dari hasil uji ketahanan luntur warna pada pencucian secara umum nilai yang diperoleh 4-5 dalam kategori baik.  

  1. Ekstraksi Dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami Dari Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-sinensis L) Dan Bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa L)

    OpenAIRE

    Siregar, Yusraini Dian Inayati; Nurlela, Nurlela

    2011-01-01

    Ekstraksi dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami dari Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) dan Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L) telah dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengekstraksi bunga kembang sepatu dan bunga rosella dengan mencari temperatur dan konsentrasi yang optimum untuk mendapatkan pigmen dari bunga kembang sepatu dan bunga rosella dengan pelarut air dan etanol, selain itu dilakukan juga uji stabilitas zat warna. Analisa kadar zat warna dilakukan dengan metode spektr...

  2. PEMANFAATAN ZAT WARNA ALAM DARI LIMBAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN KAKAO SEBAGAI BAHAN PEWARNA KAIN BATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian pemanfaatan limbah perkebunan kelapa sawit dan kakao sebagai bahan pewarna pada batik bertujuan untuk menggali sumber daya alam limbah perkebunan yang belum dimanfaatkan dan mencoba bahan baku baru untuk pewarna batik. Limbah perkebunan cangkang kelapa sawit dan kulit buah kakao merupakan sisa hasil proses pengolahan yang tidak termasuk dalam produk utama yang dianggap berpotensi menjadi beban pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Kegiatan ini dibatasi pada pengambilan zat warna dari cangkang kelapa sawit dan kulit buah kakao dengan memakai pelarut air dan pelarut organik. Zat warna alam yang diperoleh digunakan sebagai pewarna pembatikan pada kain katun dan sutera. Fiksasi dilakukan dengan tiga jenis fiksator yaitu tawas, kapur dan tunjung. Pewarnaan dilakukan pada kain katun dan sutera dengan sistem celupan dingin sebanyak enam kali. Pengujian dilakukan terhadap ketahanan luntur warna akibat pencucian dan gosokan, arah dan beda warna. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan rata-rata menunjukan hasil cukup sampai baik sekali (3-5. Nilai kelunturan warna terhadap pencucian pada kain katun dengan pewarna cangkang kelapa sawit lebih baik daripada kulit buah kakao. Arah warna cangkang kelapa sawit menunjukkan warna coklat muda sampai coklat tua, sedang kulit buah kakao memberikan arah warna abu-abu sampai coklat tua. Pembacaan uji beda warna diperoleh rata-rata warna berada pada daerah antara kuning ke merah. Kata Kunci: cangkang kelapa sawit, kulit buah kakao, warna alam, batik  ABSTRACTUtilization of plantation waste as batik dyes research aims to explore the plantation waste potential asraw materials for batik dyeing. Plantation waste of palmkernel shell and cocoa fruit peel are side products of the main process thatbecome environmental pollution if not managed properly. This activity is restricted to making dyes from palmkernel shells and cocoa fruit peel by using water

  3. PEMANFAATAN KULIT KAYU ANGSANA (Pterocarpus indicus SEBAGAI SUMBER ZAT WARNA ALAM PADA PEWARNAAN KAIN BATIK SUTERA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Wiji Lestari

    2017-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian pemanfaatan kulit kayu angsana (Pterocarpus indicus sebagai sumber zat warna alam untuk pewarnaan kain batik sutera. Ekstraksi ZWA dilakukan dengan pelarut air dengan variasi suhu ekstraksi 75 °C dan 100 °C. Pewarnaan zat warna alam kemudian diaplikasikan pada kain batik sutera pada kondisi pencelupan asam (pH 4 dan basa (pH 10. Mordan awal yang digunakan adalah tawas dan jirak. Diakhir pewarnaan alam dilakukan fiksasi dengan menggunakan tawas dan tunjung. Berdasar hasil penelitian, kulit kayu angsana terbukti dapat digunakan sebagai sumber zat warna alam untuk batik sutera. Ketuaan warna paling tinggi diperoleh pada pewarnaan batik sutera dengan menggunakan mordan jirek pada suhu ekstraksi 100 °C dalam kondisi pencelupan basa dengan fiksator tunjung. Arah warna yang dihasilkan adalah coklat tua pada suasana pencelupan asam dengan fiksasi tunjung, coklat kemerahan pada suasana  pencelupan asam fiksasi tawas, coklat kemerahan pada suasana  pencelupan basa fiksasi tawas dan coklat tanah pada suasana  pencelupan basa dengan fiksasi tunjung. Hasil uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian dari sampel pewarnaan menunjukkan kualitas baik yaitu pada skala 4-5 (Baik. Study on utilizationof angsana (Pterocarpus indicus as natural dye for silk batik has been conducted. The study was aimed to determine the quality of the natural dyeing of the bark of angsana by use jirak (Symplocos fasciculata Zoll. and alum as the natural mordant. Extraction of natural dye was carried out using water by varying the extraction temperature of 75 and 100 °C. The coloration was applied to silk batik at both acid (pH 4 and basic (pH 6 impregnations. The mordant employed  were alum and jirak. The last stage was fixation using alum and ferrosulfate. Based on the results, angsana was proved to be used as a source of natural dyes for silk batik. The highest color intensity was obtained by using angsana bark extract and jirak as mordant at

  4. ADSORPSI-DESORPSI ZAT WARNA AZO JENIS REMAZOL BLACK B MENGGUNAKAN MEMBRAN POLIELEKTROLIT (PEC KITOSAN-PEKTIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Sri Ayuni

    2016-08-01

    Full Text Available Abstrak Sekitar 2-50% dari zat warna azo yang digunakan selama proses pencelupan ini tidak mengikat serat dan langsung dilepaskan ke lingkungan melalui instalasi pengolahan limbah. Hal ini perlu dilakukan pengolahan limbah cair yang mengandung zat warna azo jenis Remazol Black B sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum membran PEC kitosan-pektin yang dapat digunakan untuk mengadsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black B .Untuk memperoleh kondisi optimum akan dilakukan adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black B dengan variasi waktu kontak (5-150 menit, pH (5-9 dan konsentrasi larutan zat warna azo jenis Remazol Black B (5, 10, 15, 20, dan 25 mg/L. Untuk mengetahui karakteristik zat warna jenis Remazol Black B oleh membran PEC kitosan-pektin di analisis dengan persamaan isoterm adsorpsi Langmuir dan isoterm adsorpsi Freundlich sedangkan daya adsorpsi maksimum dari membran PEC kitosan pektin ditentukan dari kurva berdasarkan karakteristik membran yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black B terjadi pada kondisi optimum dengan pH 5, waktu 120 menit dan konsentrasi larutan zat warna azo jenis Remazol Black B 10 mg/L (62,75 %. Pola adsorpsi mengikuti pola adsorpsi isoterm Freundlich dengan daya adsorpsi maksimum 0,02 (mg/g. Untuk efisiensi desorpsi maksimal diperoleh pada larutan NaCl 1 M (11,17 % Kata Kunci: adsorpsi, membran polielektrolit kitosan pektin, Remazol Black B Abstract Azo dyes produced approximately 2-50% from dying process were thrown through effluent to the environment without any treatment. The objective of this research were to know the optimum condition of PEC chitosan pectin membrane using to adsorp Remazol Black B with various contact time (5-150 min, pH (5-9 and Remazol Black B concentration (5, 10, 15, 20, dan 25 mg/L. Adsorption charactheristic of Remazol Black B by PEC chitosan pectin membrane were determined by Langmuir and

  5. PENGGUNAAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA PROCION MERAH DARI INDUSTRI SONGKET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melyza Fitri Permanda Sari

    2017-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian penggunaan karbon aktif dari ampas tebu untuk menyerap zat warna procion merah dari industri songket. Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan proses karbonisasi pada temperatur 4500C selama 2 jam, karbon aktif yang dihasilkan dilakukan karakterisasi FTIR untuk mengetahui gugus fungsinya serta karakterisasi BET untuk mengetahui luas permukan. Kondisi optimum adsorpsi karbon aktif dari ampas tebu terhadap procion merah dilakukan dengan beberapa variabel, meliputi waktu kontak, berat karbon aktif, dan pH. Hasil karakterisasi FTIR pada karbon aktif dari ampas tebu memiliki gugus fungsi -CO- dan –OH, sedangkan karakterisasi BET karbon aktif dari ampas tebu sebesar 29,2 m2/g. Kondisi optimum adsorpsi karbon aktif dari ampas tebu diperoleh waktu kontak 90 menit dengan berat karbon aktif 0,1 g dan pH optimum 5. Karbon aktif dari ampas tebu mengikuti isotherm Langmuir, efektifitas penyerapan zat warna procion merah dari limbah cair industri songket oleh karbon aktif dari ampas tebu dalam kondisi optimum, sebesar 76,3%.

  6. Ekstraksi dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami dari Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L dan Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusraini Dian Inayati Siregar

    2017-03-01

    Full Text Available Ekstraksi dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami dari Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L dan Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L telah dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengekstraksi bunga kembang sepatu dan bunga rosella dengan mencari temperatur dan konsentrasi yang optimum untuk mendapatkan pigmen dari bunga kembang sepatu dan bunga rosella dengan pelarut air dan etanol, selain itu dilakukan juga uji stabilitas zat warna. Analisa kadar zat warna dilakukan dengan metode spektrofotometri. Hasil ekstrasi optimum menggunakan metode maserasi dengan pelarut air  adalah pada temperatur 90°C dan dengan pelarut etanol pada konsentrasi 96 %.Uji stabilitas warna memberikan hasil sebagai berikut: a Kondisi penyimpanan, sinar matahari dan sinar lampu dapat mempengaruhi stabilitas zat warna ekstrak Hibiscus rosa-sinensis L dan Hibiscus sabdariffa L dengan meningkatnya nilai absorbansi pada kedua ekstrak. b Penambahan oksidator, H2O2 dapat mempengaruhi stabilitas zat warna ekstrak Hibiscus rosa-sinensis L dan Hibiscus sabdariffa L dengan perubahan dari ekstrak berwarna menjadi ekstrak tidak berwarna karena menghasilkan turunan asam benzoat. c Nilai pH yang semakin meningkat, dari pH 4 ke pH 5, mempengaruhi stabilitas zat warna ekstrak Hibiscus rosa-sinensis L dan Hibiscus sabdariffa L dengan perubahan ekstrak berwarna menjadi tidak berwarna karena terbentuknya basa kuinodal.   Kata Kunci: Ekstraksi, Hibiscus rosa-sinensis L, Hibiscus sabdariffa L, Spektrofotometri UV-Vis

  7. Ekstraksi Kayu Nangka (Artocarpus heterophyllus lam dengan Pelarut Etanol sebagai Pewarna Tekstil Menggunakan Metode Microwave-Assisted Extraction

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhaniar Rulandri Widoretno

    2017-01-01

    Full Text Available Seiring berkembangnya teknologi menyebabkan kebanyakan industri tekstil di Indonesia lebih memilih menggunakan pewarna sintetis pada proses pewarnaan kain. Pada kenyataannya pewarna sintetis dapat berdampak negatif karena bersifat toxic bagi kesehatan pekerja dan lingkungan. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan penggunaan zat warna alami. Salah satu potensi yang belum termanfaatkan di Indonesia adalah limbah kayu nangka dari industri meubel, kayu nangka sendiri mengandung zat warna yang memberikan pigmen warna kuning sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber bahan pewarna alami. Dalam penelitian ini bahan yang akan diekstraksi adalah kayu nangka (Artocarpus heterophyllus lam dengan ukuran serbuk antara 35 mesh – 60 mesh. Proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 96% sebanyak 200 mL. Ekstraksi dengan menggunakan metode Microwave-Assisted Extraction dilakukan pada kondisi operasi yang berbeda, yakni meliputi perbandingan rasio bahan terhadap pelarut (0,02; 0,04; 0,06; 0,08; 0,1 g/mL, daya microwave (100; 264; 400; 600: 800 watt, serta waktu ekstraksi (10; 20; 30; 40; 50; 60; 70: 80; 90 menit. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh yield optimum sebesar 3,39% pada daya 400 watt, 3,67% pada rasio bahan terhadap pelarut 0,02 g/mL, dan 3,49% pada waktu ekstraksi 30 menit dengan daya microwave 600 watt. Hasil pengujian pewarnaan pada tekstil menunjukkan bahwa pewarna alami kayu nangka dapat digunakan sebagai pewarna pewarna tekstil karena dapat memberikan hasil pewarnaan yang permanen.

  8. Perbedaan Teknik Mordanting terhadap Hasil Pencelupan Zat Warna Alam Ekstrak Daun Sambang Darah (Excoecaria Cochinchinensis) dengan Mordan Tawas pada Bahan Sutera

    OpenAIRE

    Sulityowati, Dwi Oktarina; Adriani, Adriani; Novrita, Sri Zulfia

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan warna (hue), gelap terang warna (value) dan kerataan warna pada hasil pencelupan bahan sutera menggunakan ekstrak daun sambang darah (Excoecaria cochinchinensis) dengan mordan tawas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Data yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari 15 orang panelis, kemudian data yang terkumpul diolah dan dianalisis menggunakan ANOVA dan Persentase. Warna yang dihasilkan pada pencelupan bahan sutera me...

  9. PENGOLAHAN PRIMER LIMBAH TEKSTIL DENGAN ELEKTROKOAGULASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lieke Riadi

    2014-12-01

    Full Text Available Limbah industri tekstil di area pinggir kota Surabaya mempunyai karakteristik perbandingan COD dan BOD = 5.57. Limbah jenis ini sulit untuk dibiodegradasi. Studi ini mempelajari tekonologi elektrokoagulasi untuk mengolah limbah tekstil dengan menurunkan intensitas warna, Total Suspended Solid (TSS dan Chemical Oxygen Demand (COD. Percobaan batch pada suhu kamar dilakukan untuk mempelajari pengaruh pH, jarak elektroda terhadap penurunan warna,TSS dan COD dan membandingkan biaya operasinya jika menggunakan pengolahan kimia.Effisiensi penurunan tertinggi untuk warna (91.96%,  TSS (49.17%, dan COD (29.67% terjadi pada pH awal 4.0 dan jarak elektroda 2 cm dengan  elektroda Al/Al. Waktu optimum penurunan intensitas warna dalah 10 menit. Laju penurunan COD adalah : -dC/dt = 0.0053 C +0.056 , dengan C adalah konsentrasi COD. Jumlah sludge yang dihasilkan daripengolahan elektrokoagulasi  3.4 % lebih kecil dibandingkan menggunakan bahan kimia. Biaya yang digunakan untuk pengolahan dengan elektrokoagulasi 52.35 % lebih murah dibandingkan jika menggunakan koagulasi dengan bahan kimia ( tawas. Kata kunci : elektrokoagulasi, penurunan warna, penurunan TSS, laju degradasi COD, imbah tekstil Abstract Waste water from textile industry which is located in one suburb of Surabaya city as characteristic which the ratio of COD to BOD was 5.57. This type of waste water is difficult to be biodegraded. This study investigated elektrokoagulasi technology to treat textile waste water by removing color, total suspended solid, and Chemical Oxygen Demand. Batch experiment at room temperature was carried out to study the effect of pH, electrode distance for color, TSS and COD removal. This study also tried to compare the operation cost between elektrokoagulasi and chemical processes. The best removal efficiencies by Al electrodes was 91.96 % for color, 49.17 % for TSS and 29.67 % for COD which were under initial pH 4.0 and electrodes distance 2 cm. The optimum operation

  10. Kemikalier i tekstiler

    DEFF Research Database (Denmark)

    Larsen, Henrik Fred; Helweg, Christian; Rathmann Pedersen, Anne

    Rapporten indeholder en kortlægning af hvilke kemiske stoffer, der muligvis kan forekomme i færdige tekstiler og en screening af deres miljø- og sundhedsfarlighed. 22 stykker tekstiler på det danske marked er blevet analyseret i et laboratorium for de kemiske stoffer der vurderes udfra screeninge...

  11. Kajian Pengelolaan Limbah Uji Pada Laboratorium Uji Tekstil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusreni Hastuti

    2016-04-01

    Full Text Available AbstrakDalam kajian ini akan dibahas mengenai jenis limbah yang dihasilkan oleh Laboratorium Uji Tekstil, pemanfaatan dan cara pengelolaan limbah. Pada pengujian tekstil digunakan contoh uji (tekstil dan bahan kimia. Pada kegiatan pengujian ini dihasilkan limbah contoh uji yang berupa limbah serat, benang, potongan kain dan limbah uji tekstil berupa air limbah. Alternatif pemanfaatan limbah dari sisa contoh uji dan bekas uji digunakan sebagai bahan untuk membuat berbagai macam dan jenis produk kerajinan yang berbahan baku tekstil. Limbah serat, benang digunakan untuk pengisi bantal, boneka sebagai pengganti dakron. Limbah potongan kain yang berukuran 50 cm x 50 cm dan 10 cm x 10 cm bisa digunakan untuk taplak meja, korden, tas, sarung bantal dan sebagainya, limbah kain yang berukuran kecil digunakan untuk pengisi bantal. Air limbah bekas pengujian tekstil mengandung zat kimia seperti larutan pencuci, larutan keringat asam & basa. Air limbah bekas pengujian tidak dapat digunakan kembali namun dilakukan pengelolaan sebelum dibuang ke lingkungan.Kata kunci: pengujian tekstil, pengelolaan limbah AbstractThis study will discuss the types of waste produced by the Textile Testing Laboratory, utilization and management of waste.  Textile testing use samples (textiles and chemicals. In this testing activity generated waste test sample in the form of waste fibers, yarns, fabrics and waste pieces of test textile wastewater. Waste from the rest of the test sample and the former test are  used as material for making various kinds and types of handicraft products. Waste of  fiber, yarn are used to fill pillows, dolls instead of dacron. Waste pieces of fabric measuring 50 cm x 50 cm and 10 cm x 10 cm can be used for tablecloths, curtains, bags, pillowcases and so on, small-sized waste fabric is used for stuffing. Former textile testing containe chemicals such as wash solution, a solution of acid & alkaline perspiration. Wastewater former test is not

  12. PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGEMBAN PADA PEWARNAAN ALAM BATIK KAIN CAMPURAN CHIEF VALUE OF COTTON (CVC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Haerudin

    2016-12-01

    Full Text Available Mekanisme pewarnaan alam pada batik untuk kain campuran chief value of cotton (CVC membutuhkan suatu zat pengemban (Carrier  yang berfungsi membuka pori-pori serat, sehingga dapat meningkatkan daya difusi zat warna pada serat, salah satu komersial zat pengemban yang umum digunakan adalah carrier T59. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan konsentrasi  Carrier T59 pada pewarnaan alam batik kain campuran CVC, dilihat dari hasil evaluasi uji ketahanan luntur warna pada pencucian dan gosokan serta hasil uji ketuaan warna. Metode yang digunakan ekperimen variasi carrier T59 dengan dua perlakuan proses iring cuci dan tidak cuci. Dari hasil pengamatan didapatkan dimana penambahan konsentrasi carrier T59 memberikan pengaruh pada nilai uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian, gosokan dan ketuaan warna konsentrasi carreir T59 yang paling baik pada konsentrasi 10 gram/liter. Tingkat ketuaan warna meningkat dengan ada penambahan konsentrasi carrier. Proses iring cuci dan tidak cuci setelah proses simultan tidak banyak memberikan pengaruh karena tidak ada kenaikan nilai uji yang signifikan.Kata kunci : Kain Campuran CVC, Zat Pengemban (Carrier, Zat Warna Alam, Batik. 

  13. PENGGUNAAN ZAT ADITIF RAMSOL DALAM MENINGKATKAN MUTU GARAM RAKYAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahfud Efendy

    2013-04-01

    Full Text Available Garam merupakan benda yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembuatannya metode tradisional belum mampu untuk memenuhi kebutuhan garam nasional non industri. Oleh karena itu adanya pengembangan teknologi yang tepatguna, efektif, efisien, serta ramah lingkungan mutlak diperlukan dalam membantu proses pembuatan garam. Adapun tujuan penelitiannya yakni  untuk mendapatkan teknik/metode yang tepat dalam mengaplikasikan zat aditif (ramsol yang telah beredar di masyarakat. Penelitian ini menggunakan zat aditif (ramsol produksi PT. Sumber Alam Niagamas Indramayu Jawa Barat dan air tua (20oBe dengan perlakuan: tanpa zat aditif (kontrol (R0; metode Indramayu (R1 dan metode Madura (R2 yang dilakukan pada rumah demplot beralas terpal plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat aditif garam (ramsol memiliki pengaruh dalam proses pembentukan kristal garam. Kualitas (bau, rasa, warna garam yang dihasilkan secara visual lebih bagus. Metode madura (colok merupakan teknik terbaik dalam menghasilkan garam Kata kunci: zat aditif, ramsol, mutu, garam rakyat

  14. SENYAWA KIMIA DAN ARAH WARNA KAYU SECANG (Caesalpinia sappan Linn DAN GAMBIR (Uncaria gambir PADA BERBAGAI KONDISI EKSTRAKSI UNTUK PEWARNAAN BATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2017-05-01

    Full Text Available ABSTRAKTumbuhan pembawa warna mengandung senyawa kimia yang berbeda beda baik jumlah maupun jenis senyawanya. Senyawa-senyawa dominan pembawa warna mempunyai ketahanan tertentu pada berbagai kondisi suhu . Suhu ekstraksi zat warna alam dari tumbuhan mempengaruhi arah warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dan arah warna kayu secang dan gambir. Ekstraksi zat warna alam dilakukan pada berbagai variasi suhu pemanasan yaitu 50 oC, 75 oC, 100 oC dan perendaman dalam alkohol selama 7 (tujuh hari pada suhu kamar. Zat warna alam yang diperoleh diaplikasikan untuk pewarna batik pada kain katun dan sutera. Arah warna ditentukan melalui fiksasi menggunakan tawas, kapur dan tujung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ekstraksi berpengaruh pada senyawa kimia zat warna alam kayu secang dan gambir.  Jumlah senyawa zat warna alam pada kayu secang semakin berkurang seiring dengan peningkatan suhu ekstraksi.  Pada gambir jumlah senyawa zat warna paling banyak diperoleh pada suhu ekstraksi 75 oC. Senyawa zat warna dominan pada kayu secang adalah cyclohexanone sedang pada gambir  adalah methyl 3,4 dideutero 3 nonenoate 3. Arah warna kayu secang merah sampai merah kecoklatan dan pada gambir warna kecoklatan sampai coklat tua.ABSTRACTColor bearing plant contains chemical compounds that vary both the number and types of compounds. Compounds dominant color carriers having different resistance at various temperature conditions. The temperature of the extraction of natural dyes from plants affects the direction of color. This study aims to determine the content of chemical compounds and direction color of Caesalpinia sappan Linn and Uncaria gambir. Extraction of natural dyes made at various heating temperature is 50 ° C, 75 ° C, 100 ° C and soaking in alcohol for seven (7 days at room temperature. Natural dyes obtained is applied to dye batik on cotton and silk. Directions color is determined by fixation using alum, lime and

  15. Ketidaksadaran Kolektif Akan Warna dan Bidang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anna Josefin

    2016-07-01

    Full Text Available Warna dan bidang merupakan bahasa dasar yang dimiliki oleh setiap zat yang tampak di muka bumi ini. Warna dan bidang juga menjadi bahasa yang utama dalam memahami suatu karya seni rupa. Melalui jurnal ini, persepsi warna dan bidang pada manusia dipaparkan lebih lanjut. Kandinsky, seorang penteori warna, memaparkan bahwa warna tertentu memiliki kecocokan dengan bentuk tertentu. Menurutnya hal itu sudah ada dalam persepsi alam bawah sadar setiap manusia. Dia melakukan percobaan untuk membuktikannya pada beberapa orang secara acak di tempat tinggalnya. Dalam jurnal ini, penelitian yang dilakukan Kandinsky kembali dilakukan, namun objek penelitian dialihkan pada anak-anak. Hal ini dilakukan agar data yang diambil lebih dapat mewakili persepsi awal manusia. Tujuannya untuk membuktikan teori Kandinsky akan warna dan bidang dengan persepsi awal manusia.  Dengan mengetahui persepsi warna dan bidang pula apresiator dapat memahami dan memandang sebuah karya seni dengan persepsi berbeda.Keywords: bawah sadar; bentuk; kolektif; persepsi; seni rupa Kandnsky; warna.Collective Subconscious of Color and FormAbstract. Color and form provide the basic language for every substance on earth. Color and form are also the main language for understanding works of art. In this research, color and form perception in humans is further investigated. Kandinsky, a color theorist, stated that certain colors match a particular shape. He said these matches exist in the perception of the subconscious of every human being. In order to prove this, he conducted an experiment on a number of random subjects in his residence. In this paper, the research that was conducted by Kandinsky was replicated, but the research object was changed to children. This change was made so that the collected data may represent the initial perception of human beings. The goal was to prove Kandinsky’s theory that color and form belong to the initial perception of human beings. By knowing color and

  16. Penggunaan zat warna alam untuk kulit non konvensional

    OpenAIRE

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2006-01-01

    The objective of this experiment was to apply the natural dyes for non conventional leather with mordant environmental friendly. This research used lizard skins, cobra skins and kakap fish skins from dried preservation; woods extract of secang, tegeran, nangka, mahoni and tinggi; chrome and syntan as tanning agent; alum as mordant and material additives for tanning. The methods of this research were preparation of solution extract, tanning and testing. The principles of dyeing with the natura...

  17. Penggunaan zat warna alam untuk kulit non konvensional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2006-07-01

    Full Text Available The objective of this experiment was to apply the natural dyes for non conventional leather with mordant environmental friendly. This research used lizard skins, cobra skins and kakap fish skins from dried preservation; woods extract of secang, tegeran, nangka, mahoni and tinggi; chrome and syntan as tanning agent; alum as mordant and material additives for tanning. The methods of this research were preparation of solution extract, tanning and testing. The principles of dyeing with the natural dyes used natural dyes withoud mixed dyestuffs and mordant environtment friendly. The research results showed that the natural dyes from secang woods, tegeran woods, nangka woods, mahoni woods and tingi bark were acid dyes with pH of 4 – 5 and they could be applied on lizard skins, cobra skins and kakap fish skins. The natural dyes from mahoni woods had superior acid resistance (sulphate acid, formic acid and acetate acid, the value was 4/5 (grey scale and also they had the dry and wet rub fastness which were better than those of natural dyes from secang, tegeran, nangka, and tinggi.

  18. PENGARUH TEMPERATUR EKSTRAKSI ZAT WARNA ALAM DAUN JATI TERHADAP KUALITAS DAN ARAH WARNA PADA BATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudi Satria

    2016-12-01

    Full Text Available Negative impacts especially synthetic dye carcinogenic effect on the environment and the user so natural coloring is now starting to be used because environmentally friendly. The influence of temperature variations on the quality and color direction using natural color teak leaves for batik cloth needs to be examined because the color of the fabric will decline due pelorodan process. The young leaves teak (Tectona grandis have a wide and large size, used to dye woven materials, have reddish brown color. The method used was variation temperature extraction of 50°C, 75°C and 100°C, fixation of alum, lime, prusi and lotus as well as testing the quality and direction of color. Variations in temperature extraction of teak leaves on cotton fabric and silk using a waterbath expected to know the quality and direction of the colors in batik. Results of testing the fastness to light and washing 40°C for extraction of teak leaf temperature of 50°C, 75°C and 100°C in cotton and silk with fixation alum, lime, prusi or lotus shows good scale with a value of 4 or 4-5. Natural color solution teak leaves with extraction temperature of 100°C resulted in the highest wavelength is 788.50 nm and the absorbance of the total of 0.1402 Abs. Color direction that produced show reddish color will be more visible at 100°C with a fixation alum or lime while prusi or lotus browned.

  19. SISTEM PENGENALAN CITRA JENIS-JENIS TEKSTIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Fadlil

    2012-04-01

    Full Text Available Sistem pengenalan untuk identifikasi tekstil berbasis komputer merupakan proses memasukkan informasi berupa citra kain ke dalam komputer. Selanjutnya komputer menterjemahkan serta mengidentifikasi jenis kain tersebut. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan sistem identifikasi tekstil yang memanfatkan mikroskop digital untuk akuisisi data citra kain. Selanjutnya dilakukan pemrosesan awal, ekstraksi ciri dan pengklasifikasi. Pada pengembangan sistem ini terdiri 2 yaitu tahap penetuan pola standar referensi dan pengujian. Data yang digunakan sebagai standar refrensi sebanyak 5 sampel untuk masing-masing jenis kain yaitu blacu, finished dan rajut. Sedangkan untuk pengujian unjuk kerja sistem menggunakan 100 sampel untuk masingmasing jenis kain. Pengujian unjuk kerja sistem dilakukan dengan melakukan variasi ukuran citra dan metode metrik jarak. Hasil pengujian sistem identifikasi citra kain menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi sebesar 93% untuk ukuran citra asli 600x800 dengan metode ekstraksi ciri histogram dan teknik klasifikasi metrik jarak Squared Chi Squared.

  20. Sifat Tahan Luntur dan Intensitas Warna Kain Sutera Dengan Pewarna Alam Gambir (Uncaria gambir Roxb Pada Kondisi Pencelupan dan Jenis Fiksator Yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Failisnur Failisnur

    2014-06-01

    Full Text Available Gambier (Uncaria gambir Roxb contains tannin compounds that can be used as a dye for textile products. Tannins are complex compounds in plant tissues when reacted with certain metal ions will form a specific colour. Result of strength and colour direction depend on dyeing condition and kind of fixator in fixation process. Purpose of the research to decide a right of dyeing condition and kind of fixator which were desired in order to produce colour variation, colour strength value, and a good colour fastness. The dyeing was conducted in hot condition (60-70ºC in room temperature (27-30ºC with fixator Al2(SO43, CaO,, and FeSO4. Result of the research was found a colour direction that was variative enough on silk fabrics started from yellow, golden yellow, brownish red, brown, moss green until blackish green. The optimum condition was obtained in hot dyeing (60-70ºC, kind of fixator CaO that produced intensity and higher darkness colour (K/S value as high as 19.174 and colour fastness of washing 40oC, bright light and heat pressure was good and very good (4-5.ABSTRAK Gambir (Uncaria gambir Roxb mengandung senyawa tanin yang dapat digunakan sebagai pewarna pada produk tekstil. Tanin merupakan senyawa komplek pada jaringan tumbuhan yang bila direaksikan dengan ion-ion logam tertentu akan membentuk warna yang spesifik. Intensitas dan arah warna kain yang dihasilkan sangat ditentukan oleh kondisi saat pencelupan dan jenis fiksator pada proses fiksasi. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kondisi pencelupan yang tepat dan pemilihan jenis fiksator yang diinginkan dalam menghasilkan variasi warna, nilai intensitas dan ketahanan luntur warna yang baik. Pencelupan dilakukan dalam suasana panas (60-70ºC dan pada suhu kamar (27-30ºC, dengan pembangkit warna (fiksator Al2(SO43 (tawas, CaO(kapur tohor dan FeSO4 (tunjung.  Hasil penelitian didapatkan arah warna yang cukup variatif pada kain sutera mulai dari kuning, kuning keemasan, merah kecoklatan

  1. PERBANDINGAN DESAIN IPAL ANAEROBIC BIOFILTER DENGAN ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR UNTUK LIMBAH CAIR TEKSTIL DI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yogie Restu Firmansyah

    2017-01-01

    Full Text Available Effluen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL di Pabrik Tekstil X belum memenuhi kriteria yang ada, terutama untuk masalah warna. Sistem pengolahan IPAL menggunakan Anaerobic Biofilter memiliki kelebihan menyisihkan bahan organik yang tinggi, kebutuhan lahan yang relatif tidak besar, dan biaya operasi yang murah dibandingkan dengan sistem lumpur aktif yang menggunakan proses aerasi. Rotating Biological Contactor (RBC juga memiliki kelebihan yang sama dengan anaerobic biofilter. Perbandingan antara kedua sistem tersebut diperlukan untuk mengetahui sistem yang paling efektif untuk mengolah air limbah di Pabrik Textil X. Pengolahan adsorbsi batok arang kelapa dipilih untuk menghilangkan warna. Perencanaan ini dilakukan dengan menggunakan metode yang sistematis dimulai pengumpulan data primer dan sekunder yang berupa data karakteristik dan debit air limbah, lalu dilakukan perhitungan dan penggambaran Detail Engineering Desan (DED, volume pekerjaan dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB, setelah itu dilakukan pembahasan untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan dari unit anaerobic Biofilter yang dilengkapi adsorbsi arang batok kelapa dan Rotating Biological Contactor yang dilengkapi adsorbsi arang batok kelapa, lalu diambil kesimpulan dan saran yang relevan dengan tujuan dari perancanaan ini. Dari perhitungan DED didapat dimensi untuk masing masing unit IPAL sebagai berikut Bak ekualisasi (2,6 m x 2,6 m x 2 m, Septic tank (1,75 m x 1,5m x 2,5m, Anaerobic Filter 4 kompartemen (4,5m x 2,5m x 2,5m, , RBC 2 shaft  (2,75m x 2,75 m x 1m, Adsorbsi (3,5 mx 6,75m x 0,55m. Biaya investasi alternative 1 sebesar Rp   700.193.694,29, biaya operasi sebesar Rp 50.222.462,40, biaya perawatan sebesar Rp 3.495.000,00. Alternatif 2 biaya investasi sebesar Rp 777.526.655,53, biaya operasi sebesar Rp Rp 53.012.599,20  , biaya perawatan sebesar Rp 3.495.000,00. Kelebihan anaerobic filter adalah biaya investasi yang lebih kecil, kebutuhan lahan yang lebih sedikit yaitu

  2. Deteksi Kematangan Buah Pisang Berdasarkan Fitur Warna Citra Kulit Pisang Menggunakan Metode Transformasi Ruang Warna HIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indarto

    2017-05-01

    Full Text Available Pengolahan citra mempunyai peranan penting di berbagai bidang. Aplikasi pengolahan citra berkaitan dengan pemrosesan citra berkaitan dengan transformasi warna. Dalam paper ini dijelaskan mengenai metode transformasi warna HSI untuk deteksi pisang dan mengklasifikasikan dalam fase kematangan. Data dalam penelitian ini menggunakan citra pisang ambon yang diambil dengan kamera yang nantinya akan diambil sebagian (cropping pada kulit, yang kemudian akan diekstrak ciri warnanya, dan dihitung tingkat kadar warna dari R (red, G (green, dan B (blue dan diubah ke HSI. Berdasarkan input pelatihan deteksi jenis warna kulit pisang ambon diperoleh dari pengolahan citra dengan metode transformasi warna HSI. Dari hasil penelitian 20 sampel buah dimana 10 buah pisang ambon mentah dan 10 buah pisang ambon matang dengan dihitung nilai rata-rata maksimal dan minimal H dan S diperoleh akurasi kesesuaian sebesar 85%.

  3. Peran Industri Dan Produk Tekstil Pada Kelestarian Sumberdaya Lingkungan Perairan DAS Citarum

    OpenAIRE

    sudradjat, ade

    2002-01-01

    Telah diketahui bahwa sebagian besar industri yang beroperasi di DAS Citarum adalah industri tekstil, yang sebagian besar belum mengolah limbahnya dengan baik dan membuangnya ke DAS Citarum. Oleh karena itulah maka tidak mengherankan jika keberadaan industri- industri tekstil tersebut sering dinyatakan sebagai salah satu penyebab utama tercemarnya kualitas lingkungan perairan DAS Citarum.Untuk mengetahui dengan benar tentang peran industri tekstil di DAS Citarum maka paper ini disusun. Paper ...

  4. PERAN INDUSTRI DAN PRODUK TEKSTIL PADA KELESTARIAN SUMBERDAYA LINGKUNGAN PERAIRAN DAS CITARUM

    OpenAIRE

    sudradjat, ade

    2011-01-01

    Telah diketahui bahwa sebagian besar industri yang beroperasi di DAS Citarum adalah industri tekstil, yang sebagian besar belum mengolah limbahnya dengan baik dan membuangnya ke DAS Citarum. Oleh karena itulah maka tidak mengherankan jika keberadaan industri- industri tekstil tersebut sering dinyatakan sebagai salah satu penyebab utama tercemarnya kualitas lingkungan perairan DAS Citarum.Untuk mengetahui dengan benar tentang peran industri tekstil di DAS Citarum maka paper ini disusun. Paper ...

  5. KELAINAN PATOLOGI PADA MENCIT DAN TIKUS DISEBABKAN ZAT WARNA RHODAMINE B DAN METANIL YELLOW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan T. Budiarso

    2012-09-01

    Full Text Available PATHOLOGICAL LESIONS IN MICE AND RATS CAUSED BY DYESTUFFS RHODAMINE B AND METANIL YELLOW. Rhodamine B and Metanil Yellow are 2 non-edible dyestuffs which are widely used for coloring snacks and drinks in Jakarta. These substances are reportedly toxic for human beings, however no data on acute or chronic intoxications are available so far. Groups of mice and rats were fed with either Rhodamine B or Metanil Yellow. The doses of these dyestuffs varied from 0.5 mg to 1350 mg per kilogram body weight. These animals were dcvided into 3 different experimental groups, respectively acute, subacute and chronic toxicity tests. Clinical signs included discoloration of the skin and its intensity depended upon the concentration of the dyestuffs used. The body weight gain of the test animals were consistently lower than those of the controls. Some animals became agressive and cannibalism occurred. Pathological lesions consisted of unthriftiness, focal liver inflammation, hydronephrosis, hepatoma and lymphoma. Considering the results of the experiments, it is justified to warn that the wide use of Rhodamine B and Metanil Yellow for food coloring might be hazardous for human health.

  6. Penggunaan Unit Slow Sand Filter, Ozon Generator dan Rapid Sand Filter Skala Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Kualitas Air Sumur Dangkal Menjadi Air Layak Minum (Parameter Zat Organik dan Deterjen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindya Prawita Sari

    2014-09-01

    Full Text Available Air sumur merupakan air tanah yang sering kali digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Air sumur dengan kadar organik dan deterjen tinggi tidak layak dikonsumsi masyarakat karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Selain itu, adanya zat organik dan deterjen mempengaruhi warna dan bau air sumur sehingga tidak layak konsumsi. Slow sand filter merupakan unit pengolahan yang mampu meremoval zat organik pada air. Slow sand filter dan rapid sand filter tidak menggunakan bahan kimia dalam proses pengolahan sehingga lebih ekonomis dan efektif. Sedangkan ozon, efektif digunakan untuk meremoval zat organik yang ada dalam air dengan mengubah rantai zat organik menjadi lebih sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan slow sand filter, ozon generator dan rapid sand filter dalam menyisihkan beban deterjen dan zat organik pada air sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi removal pada unit slow sand filter untuk beban organik dan deterjen sebesar 57,6% dan 60,5 %, pada unit ozonasi sebesar 47,4% dan 17,5%, dan pada unit rapid sand filter sebesar 50,0% dan 50,9 %.

  7. WARNA SEBAGAI IDENTITAS MEREK PADA WEBSITE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wirania Swasty

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak Website merupakan salah satu alat komunikasi berupa pemasaran-online interaktif yang dirancang untuk melibatkan pelanggan agar dapat meningkatkan kesadaran dan citra merek, atau memicu penjualan produk dan jasa. Website relatif terjangkau terutama bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM. Permasalahan yang dihadapi UMKM di antaranya lemahnya kegiatan branding dan promosi serta kurang ahli dalam penguasaan teknologi. Menjembatani hal ini, maka diperlukan studi mengenai identitas merek pada website. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akan pemanfaatan warna dalam identitas merek yang diaplikasikan pada website perusahaan. Diharapkan studi ini dapat berguna bagi UMKM dalam membangun merek dan melakukan program pemasaran dengan memanfaatkan warna identitas.Studi diawali dengan pengumpulan data melalui tinjauan literatur terkait dengan warna dan desain antarmuka website. Observasi kemudian dilakukan pada tiga website (zananachips.com, sneaklinid.com, dan kandurastudio.com sebagai studi kasus, yang merupakan situs resmi UMKM dari Bandung. UMKM yang digunakan sebagai studi kasus dipilih secara acak dari berbagai industri (makanan, layanan, dan kerajinan. Kuesioner yang dibagikan kepada responden secara acak kepada warga Kota Bandung dan sekitarnya. Dari studi ini terungkap bahwa Zanana dinilai telah berhasil memanfaatkan peranan warna dalam membangun merek. Studi ini juga menyarankan bahwa penerapan warna yang konsisten juga dapat menjadi faktor penentu suatu sistem identitas visual. Kata Kunci: identitas, merek, UMKM, warna, website Abstract Website is one of communication tool in the form of interactive online marketing which is designed to engage the customer in order to increase awareness and brand image, or trigger sales of products and services. Website relatively affordable, especially for Small and Medium Enterprises (SMEs. The problem faced by SMEs are weak branding and promotional activities as well as the lack of experts

  8. KETERSEDIAAN BILOGIS MIKROKAPSUL ZAT BESI UNTUK FORTIFIKASI GANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komari Komari

    2012-11-01

    Full Text Available Mikrokapsul zat besi yang dikembangkan dengan menggunakan teknik spray cooling diteliti ketersediaan biologisnya pada hewan percobaan menggunakan metoda repletion. Mikrokapsul tersebut mengandung zat besi 7.2% dan sebagai kontrol digunakan senyawa ferosulfat. Pada awal masa depletion, tikus percobaan yang telah berumur 4 minggu diberi ransum rendah zat besi (sekitar 10 ppm selama 14 hari, setelah tikus-tikus memasuki masa repletion diberi ransum mengandung kadar zat besi tinggi (54 ppm yang berasal dari mikrokapsul zat besi atau ferosulfat. Tikus yang diberi ransum rendah zat besi menunjukkan kadar hemoglobin sekitar 11.4 g/dl. Sedangkan setelah diberikan ransum dengan kadar zat besi tinggi kadar hemoglobinnya meningkat menjadi sekitar 15.13 g/dl - 15.43 g/dl. Dengan demikian nilai ketersediaan biologisnya yang dinyatakan dalam Relative Biological Value sebesar 109. Keuntungan pembuatan mikrokapsul menggunakan teknik spray cooling adalah membran mikrokapsul dapat dipilih senyawa gizi (lemak, sehingga mikrokapsul tersebut mudah dicerna dan mutu zat besi yang dikandungnya tidak berubah.

  9. WARNA LOKAL MELAYU PADA NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    maya dewi kurnia

    2017-05-01

    Full Text Available Novel Ayah karya Andrea Hirata yang diterbitkan tahun 2015 menarik untuk dibaca sekaligus dianalisis. Karya tersebut satu dari beberapa novel yang mengandung warna lokal. Ada pun warna lokal yang ditonjolkan adalah melayu. Melayu sebagai sebuah kelompok memiliki karakteristik. Melayu identik dengan islam, adat istiadat, dan bahasa tetapi juga lekat dengan kemiskinan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.  Untuk itulah penulis tertarik menelitinya. Berdasarkan hal itu penelitian ini bertujuan untuk: (1 mendeskripsikan gambaran warna lokal melayu pada novel Ayah karya Andrea Hirata; (2 mendeskripsikan kehidupan masyarakat melayu Belitung.  Dengan penelitian ini diharapkan masyarakat mengenal lebih dalam tentang melayu sekaligus memberi referensi penelitian sastra terkait warna lokal. Sumber data penelitian ini adalah novel Ayah karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan teknik analisis isi. Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat.   Kata Kunci: Ayah, Andrea Hirata, Melayu, Antropologi Sastra

  10. Penguraian Zat Warna Tartrazin pada Limbah Pencucian Mie Aceh Secara Ozonolisis dan Penyinaran Matahari dengan Penambahan Katalis ZnO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bhayu Gita Bhernama

    2017-12-01

    Full Text Available People's habits in consuming Aceh noodles make the noodle industry grow rapidly, but the waste treatment process becomes less effective. In the process of making the noodles, dye waste is produced in the form of tartrazine dye and need to be processed before being disposed into the environment. The research purpose was to describe the decomposition of tartrazine using ozonolysis and solar radiation methods as one of the solutions in the waste treatment process. The use of ZnO as catalyst is to accelerate the decomposition reaction of the noodle washing wastes. The results of the analysis concluded that ozonolysis methods are more effective in decomposing tartrazine in the noodle wash wasted by solar irradiation method. The sun exposure decomposed tartrazine by 99.74% using 0.015 g ZnO for 150 min and tartrazine content obtained 0.022 mg/L with a sunlight intensity of 1.24 x 1016 cm-2 s-1. Ozonolisis exposure decomposed tartrazine by 98.68% using 0.020 g ZnO for 12 minutes and tartrazine content obtained 0.112 mg / L.

  11. KOMPOSISI ZAT GIZI TEMPE YANG DIFORTIFIKASI ZAT BESI DAN VITAMIN A PADA TEMPE MENTAH DAN MATANG (Nutritional Composition of Soyben Tempeh Fortified with Iron and Vitamin A on Uncook and Cook Soyben Tempeh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahayu Astuti

    2014-07-01

    pada tempe mentah maupun masak. Pada tempe mentah, meningkatnya kadar zat besi perlakuan meningkatkan kadar zat besi tempe fortifikasi meskipun tidak signifikan. Kadar protein dan lemak menurun secara bermakna setelah diolah (dibacem (p0,05. Kata kunci: Tempe terfortifikasi, zat besi, vitamin A, komposisi zat gizi

  12. KADAR ZAT GIZI DALAM TEMPE BENGUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indrawati Gandjar

    2012-11-01

    Full Text Available Disamping kacang kedele dan kacang tanah sejumlah kacang-kacangan yang kurang dikenal juga dimakan penduduk daerah-daerah tertentu di Pulau Jawa. Diantaranya biji-biji koro benguk (Mucuna pruriens. Hasil fermentasi dari biji-biji ini dikenal sebagai tempe benguk.Dalam penelitian ini telah digunakan campuran biji koro benguk varitas abu-abu dan varitas hitam dalam perbandingan 1:1.Hasil isolasi mikroflora dari contoh-contoh tempe benguk yang dijual belikan ialah species dari marga (genus Rhizopus. Strain 90 II/3 dari desa Donomulyo Malang Selatan yang diidentifikasi sebagai R. arrhizus menghasilkan tempe benguk yang baik dan dipakai dalam penelitian ini.Telah dilakukan analisa zat gizi kedua varitas biji-biji koro benguk mentah, begitu pula dari substrat sebelum fermentasi dan tempe benguknya. Kadar protein dari tempe benguk dengan strain 90 II/3 ialah 14.1%.Proses perebusan, perendaman dan pengukusan telah menghilangkan seluruh HCN dalam substrat. Dari segi kandungan aflatoksin tempe benguk dalam penelitian ini tidak membahayakan karena kandungannya hanya 1.04 ppb.Hasil fermentasi biji-biji koro benguk dapat merupakan suatu sumber protein murah bagi penduduk yang makanan pokoknya terutama serealia dan umbi-umbian.

  13. Ambient Noise Tomography in Koyna-Warna region.

    Science.gov (United States)

    Rohilla, S.; Rao, N. P.; Gerstoft, P.; Yao, H.; Fang, H.; Davulluri, S.

    2017-12-01

    In the present study Ambient Noise tomography has been done in the Koyna-Warna region of western India to decipher the complex structural setting and its linkage to the seismogenesis in this unique Reservoir Triggered Seismicity zone. The 3-D velocity model obtained from the study clearly brings out the lateral and vertical variations of shear velocity in the region down to a depth of about 10 km. In the Koyna region, seismicity distribution along the NNE-SSW trending Donachiwada fault zone is seen coinciding with a low velocity zone between two competent zones with a very high velocity > 4.0 km/s. The seismicity between the Koyna and Warna regions roughly trending NW-SE can be clearly seen in the NE-SW depth sections coinciding with a low velocity zone interspersed between two high velocity zones. The most active seismicity cluster south of the Warna Lake correlates with a near-vertical velocity discontinuity with a contrast of about 0.5 km/s is seen in an EW depth section. The study has helped in delineating the major fault zones of the Koyna-Warna region and enabled understanding the seismogenesis with respect to the structural controls in a RTS enviroment.

  14. Pengembangan Pelatihan Pengangkutan Zat Radioaktif untuk Pemangku Kepentingan yang Terkait

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Triagung Edi Hermawan

    2017-12-01

    Full Text Available Abstract Ionizing radiation, that exposed by radioactive material as part of the nuclear energy, has been used in some activities, such as in research and development, medical, and industries fields. The radioactive material utilization needs transportation supporting activities. Transport of radioactive material is a transfer of radioactive material from one place to another place through a public area, use inland, sea, or air transportation mode. Radioactive material is existent in public area when transportation is executing needs compliance with established radiation safety and security standards. By the reasons, it is needed comprehension and competency standards for each related stake holder on transport activities. A literature study on the development of training on the transport of radioactive material for each related stakeholder has been conducted. The competency standards should include knowledge, skills, and attitudes aspect. An identified competency standards should be expressed in to training subjects, includes introduction, radiation safety technical aspects, handling of radioactive material packaged in custom area, security technical aspect, procedures for escorting of dangerous goods, management system, emergency preparedness and response, administrative procedural, and practical session for handling of radioactive material packaged. For each training, subjects should be created detail basic competencies and working success indicators as a basic for developing of curricula, syllabus, teaching material and planning. Keywords: training, radioactive material, ionizing radiation, transportation Abstrak Radiasi pengion yang dipancarkan zat radioaktif sebagai bagian dari tenaga nuklir telah dimanfaatkan di berbagai bidang kegiatan, meliputi penelitian dan pengembangan, kesehatan, serta industri. Kegiatan penggunaan zat radioaktif memerlukan dukungan pengangkutan zatradioaktif. Pengangkutan zat radioaktif merupakan pemindahan zat

  15. KERAGAAN WARNA IKAN CLOWN BIAK (Amphiprion percula POPULASI ALAM DAN BUDIDAYA BERDASARKAN ANALISIS GAMBAR DIGITAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruby Vidia Kusumah

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan warna ikan clown Biak (Amphiprion percula populasi alam dan budidaya berdasarkan analisis gambar digital sebagai dasar upaya pemuliaannya. Gambar digital diambil dari koleksi ikan clown Biak Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali; serta pengumpul ikan hias di Denpasar, Bali menggunakan kamera digital Canon EOS 600D. Pola warna dikarakterisasi secara visual terhadap variasi strip hitam dan putih pada dasar badan oranye, jenis warna dianalisis menggunakan ImageJ 1.49s, persentase penutupan warna dilakukan dengan Adobe Photoshop CS5. Pola warna dikarakterisasi oleh strip hitam tebal, tipis, gelap, pudar, terputus, bergabung, serta strip putih normal, pelana, spot, melebar, dan terputus. Warna hitam alam dikarakterisasi oleh hue (H: 300-60º, saturation (S: 8%-56%, brightness (B: 3%-19%, sedangkan budidaya H: 300-23º, S: 9%-71%, B: 4%-20%. Warna oranye alam H: 19-33º, S: 88%-98%, B: 47%-85%, dan budidaya H: 14-29º, S: 86%-99%, B: 38%-82%. Warna putih alam H: 36-270º; S: 1%-13%, B: 66%-88%, dan budidaya H: 0-229º, S: 0%-14%, B: 55%-87%. Persentase penutupan warna badan didominasi warna oranye dengan rata-rata 45% untuk populasi alam dan 57% untuk populasi budidaya. Keragaan warna ikan clown Biak dapat diarahkan pada pembentukan strain misbar, picasso, spot (domino, dan onyx. Metode analisis gambar digital sangat potensial digunakan untuk analisis keragaan warna ikan hias.

  16. KAWASAN CIGONDEWAH TERKAIT SARANA PRASARANA LINGKUNGAN TERBANGUN SEBAGAI KAWASAN WISATA TEKSTIL DI KOTA BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karto Wijaya

    2017-12-01

    Hadi, S. P. (2001. Manusia dan Lingkungan. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Jaya, I. (2007. Pengelolaan Lingkungan Kawasan Wisata Danau Lebo Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Universitas Diponegoro. Sudjarto, D. (1985. Diktat Kuliah Perencanaan Kota Baru. Bandung: ITB. Sugandhy, A. (1999. Penataan Ruang dalam Pengelolaan Lingkungan hidup. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Undang-undang No. 9 tahun 1990. (1990. Undang-undang Republik Indonesia Nomo 9 tahun 1990. Wijaya, K., Setioko, B., & Murtini, T. W. (2015. Pengaruh Perubahan Fungsi Lingkungan Binaan terhadap Citra Kawasan Wisata Tekstil Cigondewah Kota Bandung. Jurnal Arsitektur Komposisi, 11(2, 67–75. Retrieved from ojs.uay.ac.id

  17. KERAGAAN WARNA IKAN CLOWN BIAK (Amphiprion percula) POPULASI ALAM DAN BUDIDAYA BERDASARKAN ANALISIS GAMBAR DIGITAL

    OpenAIRE

    Ruby Vidia Kusumah; Sawung Cindelaras; Anjang Bangun Prasetio

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan warna ikan clown Biak (Amphiprion percula) populasi alam dan budidaya berdasarkan analisis gambar digital sebagai dasar upaya pemuliaannya. Gambar digital diambil dari koleksi ikan clown Biak Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali; serta pengumpul ikan hias di Denpasar, Bali menggunakan kamera digital Canon EOS 600D. Pola warna dikarakterisasi secara visual terhadap varias...

  18. Characterization of the ZAT1p zinc transporter from Arabidopsis thaliana in microbial model organisms and reconstituted proteoliposomes.

    Science.gov (United States)

    Bloss, Tanja; Clemens, Stephan; Nies, Dietrich H

    2002-03-01

    The ZAT1p zinc transporter from Arabidopsis thaliana (L.) Heynh. is a member of the cation diffusion facilitator (CDF) protein family. When heterologously expressed in Escherichia coli, ZAT1p bound zinc in a metal blot. Binding of zinc occurred mainly to the hydrophilic amino acid region from H182 to H232. A ZAT1p/ZAT1p*Delta(M1-I25) protein mixture was purified and reconstituted into proteoliposomes. Uptake of zinc into the proteoliposomes did not require a proton gradient across the liposomal membrane. ZAT1p did not transport cobalt, and transported cadmium at only 1% of the zinc transport rate. ZAT1p functioned as an uptake system for 65Zn2+ in two strains of the Gram-negative bacterium Ralstonia metallidurans, which were different in their content of zinc-efflux systems. The ZAT1 gene did not rescue increased zinc sensitivity of a Delta ZRC1single-mutant strain or of a Delta ZRC1 Delta COT1 double-mutant strain of Saccharomyces cerevisiae, but ZAT1 complemented this phenotype in a Delta SpZRC1 mutant strain of Schizosaccharomyces pombe.

  19. Pencarian Ruang Warna Kulit Manusia Berdasarkan Nilai Karakteristik (λ Matrik Window Citra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putra Pandu Adikara

    2014-07-01

    Full Text Available Abstrak Perkembangan transaksi dan distribusi data yang sangat besar, terutama saat teknologi informasi dan komunikasi melalui  web bisa dijangkau oleh siapa saja menggunakan perangkat yang semakin beragam, membuat pengguna memerlukan aplikasi yang serba mudah untuk digunakan. Diantaranya adalah identifikasi obyek yang berada dalam data multimedia berupa teks, gambar maupun suara. Deteksi warna, terutama deteksi warna kulit manusia adalah tahap awal identifikasi keberadaan manusia pada citra 2 dimensi. Terdapat sejumlah metode untuk menentukan apakah suatu pixel pada gambar tersebut merupakan warna kulit manusia. Penelitian sebelumnya telah membuat ruang warna berbasis pixel diantaranya adalah ruang warna RGB, normalisasi RGB, HIS/HSV, TSL, YCbCr dll. Suatu matrik bujur sangkar NxN mempunyai nilai karakteristik (λ sebanyak N dimana nilai masing-masing berupa bilangan real. Suatu citra dapat dipecah menjadi M matrik bujur sangkar dan kemudian dicari nilai λ  nya. Penelitian ini akan mencari ruang warna kulit manusia berdasarkan nilai karakteristik (ƛ matrik window citra. Dari hasil pengujian hamper semua warna kulit dapat dideteksi, namun image untuk warna kulit yang tidak mencolok beberapa obyek pada image dapat ditampilkan dengan baik meskipun bukan kulit. Kata kunci: Citra Kulit, Nilai Karakteristik (λ, Matrik Window Abstract The development of the transaction and distribution of huge data, especially when the information technology and communication via the web can be reached by anyone using the increasingly diverse, making the user requires an application that completely easy to use. Among them is the identification of objects that are in the multimedia data such as text, images and sound. Color detection, particularly the detection of human skin color is an early stage identification of human presence on the 2-dimensional image. There are a number of methods to determine whether a pixel in the image is the color of human skin

  20. PENGARUH LAJU PENUMPUKAN DAN KELEMBABAN FESES BURUNG WALET (Aerodramus fuciphagus PADA PERUBAHAN WARNA SARANG WALET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Iriyani

    2013-03-01

    Full Text Available Saat ini belum banyak diketahui faktor penyebab pembentukan warna merah pada sarang burung walet,  dan bagaimana teknik pembentukan warna merah pada sarang burung walet tersebut. Diduga penumpukan feses mempengaruhi perubahan warna pada sarang. Penelitian ini bertujuan mengukur banyaknya feses yang dihasilkan burung walet dalam satu periode pembentukan sarang, mengobservasi pengaruh jumlah dan kelembaban feses terhadap pembentukan warna merah pada sarang. Penelitian eksploratif ini dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Laboratorium Instrumen Jurusan Kimia FMIPA UNESA dan di rumah burung walet Sidayu Gresik selama 18 minggu (Nopember 2009-Maret 2010. Hasil penelitian menunjukkan feses burung walet pada awal pembentukan sarang menunjukkan jumlah yang sangat sedikit 2,16±0,90 g/minggu (minggu ke-4 dan sarang walet masih menunjukkan warna putih. Sedangkan warna merah terbentuk pada pada minggu ke-14 dengan jumlah feses walet 41,85±4,48 g/minggu. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa dengan feses walet 250 gr dan kelembaban 80% terjadi perubahan warna sarang merah pada hari ke-11. Pembentukan warna merah sarang burung walet terjadi secara bertahap dengan peningkatan jumlah feses. Kesimpulan penelitian ini adalah keberadaan feses dan kelembaban feses walet menjadi faktor penentu dalam pembentukan warna merah pada sarang burung walet. Edible swallow’s nests with red color are rare and preferred by its consumers. Besides factors affecting the coloration of the birds’ nests are not well-known. It is suspected that the amount of bird’s fecal influence the nest color. Therefore, the aim of this research are to prove that swallow’s fecal  can influence the establishment of red color in swallow’s nest; to measure the amount of fecal matter produced in a single swallow bird nest formation period; and to observe the effect of the amount of feces and humidity on the formation of red color of the nest. Explorative research was done at the

  1. APLIKASI ANIMASI INTERAKTIF PENCAMPURAN TIGA WARNA PRIMER DAN PENGENALAN BENTUK GEOMETRI PADA PAUD AL-MUSLIMUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mayya Nurbayanti Shobary

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - The development of Interactive animation application mixing three colors and introduction of geometric shapes for early childhood, aims to increase learning tool for parents and teachers to attract the attention of children to learn about colors and shapes using interactive animation application. Application built using the concept of PAUD Al-Muslimun in educating early childhood in knowing the result of mixing three primary colors and geometric shapes. The development of application take an example of how theachers in educating early childhood that began with the introduction of color and shapes, and practice how to mix the primary three colors, by showing interisting picture related to colors and shapes are introduced. Data collection methods used for this study is the direct observation of the teaching and learning activities from the perspective of teachers, children and parents to get an idea of the optimal design of an application built on. The development of Interactive animation application mixing three primary colors and introduction of geometric shapes for early childhood for early childhood through the five steps, analyzing, designing, implemeting, testing, and revision errors or shortfall. In this application there are learning processes knowing the primary color and introduction of geometric shapes with support interactive buttons, interesting picture and audio to enhance the absorption of early childhood to the contents of the material, learning and display concerned and to help parents or teachers role in educating children once more creative . Keywords: Applications, Animation, Interactive, Early Childhood Abstrak - Pembangunan aplikasi animasi interaktif pencampuran tiga warna primer dan pengenalan bentuk geometri untuk anak usia dini, bertujuan untuk menambah sarana pembelajaran untuk orang tua dan guru dalam menarik perhatian anak untuk belajar mengenal warna dan bentuk dengan menggunakan aplikasi animasi interaktif

  2. Pengaruh Komposisi Resin Alami Terhadap Suhu Pelorodan Lilin Untuk Batik Warna Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivin Atika

    2013-07-01

    Full Text Available AbstrakLilin batik merupakan komponen yang penting dalam pembuatan batik warna alam. Selama ini, lilin yang beredar di pasaran adalah untuk pewarna sintetis. Lilin tersebut membutuhkan suhu yang tinggi untuk proses pelorodannya. Suhu pelorodan yang tinggi mengakibatkan warna alam menjadi luntur. Penelitian Pengaruh Komposisi Resin Alami Terhadap Suhu Pelorodan Lilin Untuk Batik Warna Alam bertujuan untuk mendapatkan komposisi lilin klowong yang sesuai untuk proses pembuatan batik warna alam. Kegiatan ini dibatasi pada penelitian komposisi lilin klowong dengan melakukan variasi berat resin alami yaitu damar matakucing, gondorukem, suhu pelorodan 60, 80, 100 ⁰C dan jenis kain katun prima, primisima. Dari hasil penelitian didapatkan komposisi lilin klowong untuk  batik warna alam yang baik dengan komposisi damar mata kucing (1 bag.; gondorukem (3 bag.; kote (2 bag.; parafin (1 bag.; lilin bekas (2 bag.; dan kendal (1 bag.. Lilin batik tersebut memiliki titik leleh campuran 38 ⁰C serta jumlah lilin terlepas 80 % pada suhu pelorodan 60 ⁰C dan 100 % pada suhu pelorodan 80 ⁰C. Kata kunci: lilin klowong batik, warna alam, komposisi AbstractBatik wax is important component of natural batik making. These times, the market wax is suitable only for synthetic colorant. These wax needs higher temperature on wax removing process. High temperature wax removal process can cause the natural color to exceed. Identification of Natural Resin Composition Effect on Wax Removing Temperature For Batik Natural Dye aims to obtain suitable composition of klowong wax for natural batik dyeing process. This activity is limited to the identification of klowong wax composition by varying the natural resins weight damar matakucing, gondorukem, wax removing process temperature 60, 80, 100 ⁰C and kind of cotton cloth prima, primisima. From the results obtained good klowong wax for natural batik dyeing with material  compositions: damar mata kucing (1 pc.; gondorukem

  3. MODEL PERUBAHAN WARNA KERIPIK BUAH SELAMA PENGGORENGAN VAKUM Model of Fruit Flaky Color Change during Vacuum Frying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jamaluddin Jamaluddin

    2012-05-01

    Full Text Available The natural colour of fruit flaky product is one of specific property prefered by consumer. To maintain the natural colourof the fruit flaky during frying, it is necessary to pay attention the characteristic changes of raw material and control the process in order not to have much changes to get the intended colour. The objective of this research is to develop empirically mathematical model of fruit flaky colour changes during vacuum frying process by considering the change of water and sucrose contents in the product. Sample of the research were jack fruits fried in the temperature of 70–100OC, frying duration of 15–60 minutes, and vacuum pressure of 13-23 kPa. The observed parameters are colour (L, colour (a, colour (b, water and sukrose contents before and after frying. The result showed that colour changes (L, a and b were influenced by free water vaporization and sukrose decreasing in product, so empirically, the developed mathematical model of colour changes (L, a and b can be used to predict fruit flaky colour changes during vacuum frying. ABSTRAK Warna alami pada produk keripik buah adalah merupakan salah satu sifat khas yang disukai oleh konsumen, untukmempertahankan warna alami keripik buah agar tidak banyak mengalami perubahan selama dalam penggorengan, perlu diperhatikan perubahan karakteristik bahan baku dan pengendalian proses, agar warna keripik buah yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan secara empirik model matematik perubahan warna keripik buah selama dalam proses penggorengan vakum dengan mempertimbangkan ke dalam model perubahan kadar air dan kadar sukrosa di dalam padatan. Sampel penelitian adalah buah nangka digoreng pada suhu70-100 OC, lama penggorengan 15-60 menit dan tekanan vakum 13-23 kPa. Parameter yang diamati adalah warna (L, warna (a, warna (b, kadar air dan kadar sukrosa sebelum dan setelah sampel digoreng. Hasil penelitian menunjukkan perubahan warna L, a

  4. Identifikasi Kedalaman Laut (Bathymetry berdasarkan Warna Permukaan Laut pada Citra Satelit menggunakan Metode ANFIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diwan Mukti Pambuko

    2013-10-01

    mengetahui warna permukaan pada posisi tersebut dapat dibuat sebuah sistem yang bisa mengidentifikasi kedalaman laut pada posisi tertentu dari warna pada permukaan laut tersebut. Sistem yang dibangun ini menggunakan data kedalaman laut hasil pengukuran manual dan dipadukan dengan data gambar satelit pada posisi yang sama. Kemudian dilakukan proses learning menggunakan teknik Neuro-Fuzzy dengan metode ANFIS (Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System dengan kinerja model identifikasi dapat diketahui dari nilai MAPE (Mean Absolute Percentage Error dan MSE (Mean Square Error. Hasil dari pembuatan model identifikasi, diperoleh sistem yang dapat melakukan identifikasi sangat baik dengan error yang diperoleh pada saat proses pengujian sebesar MAPE 9.0024 % dan MSE 0.0034. Kata kunci: bathymetry, citra satelit, neuro-fuzzy, ANFIS

  5. ANALISIS PERBANDINGAN KEMAMPUAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN ANTARA ANALISIS ALTMAN, ANALISIS OHLSON DAN ANALISIS ZMIJEWSKI PADA SEKTOR INDUSTRI TEKSTIL YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2008-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bethani Suryawardani

    2016-03-01

      Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara Altman Modifikasi Model, Model Zmijewski dan Model Ohlson dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan Tekstil dan Garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2008 sampai 2012. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif untuk menjelaskan dan membandingkan tiga metode untuk prediksi kebangkrutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Metode Ohlson (O-Score terbukti lebih akurat dalam memprediksi kebangkrutan (kesulitan keuangan, terutama untuk Industri Tekstil dan Garmen karena memiliki akurasi yang lebih tinggi yaitu dengan tingkat probabilitas akurasi 97,8%, itu dibuktikan dengan hasil perhitungan, dimana hanya perusahaan HDTX pada tahun 2011 yang tidak diprediksi bangkrut di masa depan. Sedangkan metode Altman Modifikasi (Z" Score hanya dapat memprediksi kondisi kesulitan keuangan (financial distress untuk perusahaan dengan akurasi 73,3%. Model Zmijewski (X-Score dapat memprediksi kebangkrutan bagi perusahaan sebesar 60% selama periode penelitian.   Kata Kunci: Kebangkrutan, Altman Modifikasi, Ohlson, Zmijewski, Kesulitan Keuangan

  6. Preferensi Aedes aegypti Meletakkan Telur pada Berbagai Warna Ovitrap di Laboratorium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Agus Nurjana

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRACTDengue Haemograffic fever is a vector borne disease which caused outbreaks and death. There is no applied vaccine until now, so the effort of prevention and control is to terminate chain of infection mosquito breeding. Factors which influenced  the female mosquitoe to lay their eggsare type of container, color, water, temperature, water source, humidity and environment condition. This study was conducted to determine the preferences of Ae. aegypti mosquitoes to lay aggs in various colors ovitrap in the laboratory of Balai Litbang P2B2 Donggala, January until March 2015. Three repetitions with plastic cup black, blue, white, yellow and pink have been performed with water and filter pappers. 30 mosquitoes blood saturation included in the containers with various colors. The result showed that most of female mosquito laid their eggs in plastic cup black (53,2%. ANOVA analysis showed that the diversity of colors ovitrap produce different the number of eggs Ae. aegypti in each type of countainer color. It is recommended to use black ovitrap for controling populations of Ae, aegypti in environment with regular monitoring.Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang sering menimbulkan wabah dan dapat menyebabkan kematian. Sampai saat ini belum ditemukan vaksin sehingga pemberantasannya masih didasarkan pada pemutusan mata rantai penularan seperti pemberantasan sarang nyamuk. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses bertelur nyamuk antara lain adalah jenis wadah, warna wadah, air, suhu, sumber air, kelembaban dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui preferensi nyamuk Ae. aegypti untuk meletakkan telur pada berbagai warna ovitrap di Laboratorium Balai Litbang P2B2 Donggala bulan Januari sampai Maret 2015. Tiga kali pengulangan dengan mangkok plastik yang berwarna hitam, hijau, biru, putih, kuning dan merah muda. Nyamuk jenuh darah sebanyak 30 ekor dimasukkan kedalam kandang yang berisi mangkok plastik berbagai warna

  7. UJI COBA TEKNOLOGI BIOFILM KONSORSIUM BAKTERI PADA REAKTOR SEMIANAEROB-AEROB UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI INDUSTRI PENCELUPAN TEKSTIL SKALA RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Ketut Sastrawidana

    2013-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas teknologi biofilm konsorsium bakteri pada  reaktor semianaerob-aerob ntuk mengolah air limbah pencelupan tekstil. Bakteri pada reaktor semianaerob terdiri dari  Aeromonas sp. Pseudomonas sp, dan Flavobacterium sp. sedangkan pada reaktor aerob terdiri dari Vibrio sp. Plesiomonas sp. dan Enterobacter sp. Perombakan proses pertumbuhan terlekat diawali dengan menumbuhkan konsorsium bakteri pada masing-masing reaktor selama 10  hari menggunakan pada batu vulkanik merah sebagai media pelekatan bakteri. Setelah terbentuk biofilm,selanjutnya digunakan untuk merombak limbah denagn waktu tinggal limbah 2 hari. Hasil penelitian menunjukkan teknologi biofilm cukup efektif diaplikasikan pada skala lapang menghasilkan efisiensi perombakan TSS, BOD dan COD secara berturut-turut sebesar 84,7%; 80,56% dan 90,40%. Uji toksisitas air limbah tekstil menggunakan ikan nila dengan waktu paparan 3 hari menunjukkan bahwa air limbah tekstil sebelum diolah berkatagori toksik ringan dengan nilai EC50 adalah 88,80% sedangkan setelah diolah dalam reaktor biofilm konsorsium bakteri sistem anaerob-aerob selama 2 hari menjadi katagori tidak toksik dengan nilai EC50 sebesar 101,64%. Dengan demikian, pengolahan limbah tektil dengan sistem kombinasi anaerob-aerob menghasilkan kualitas limbah dengan kriteria sudah memenuhi baku mutu untuk dibuang ke lingkungan.

  8. Paparan zat besi pada ekspresi protein spesifik extracellular polymeric substance biofilm Aggregatibacter actinomycetemcomitans

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marchella Hendrayanti W

    2014-06-01

    Full Text Available Background: The study of biofilms bacteria could be an alternative of preventive treatment in reducing prevalence of aggressive periodontitis in the community, because biofilm protects the bacteria from environmental conditions, including the attack of immune system and antimicrobial. Aggregatibacter actinomycetemcomitans is a major cause of bacterial aggressive periodontitis. Purpose: This study aims to examine the iron exposure to specific protein expression of extracellular polymeric substance (EPS of Aggregatibacter actinomycetemcomitans biofilm. Methods: Protein containing EPS biofilm was isolated from cultures of A.actinomycetemcomitans. The protein was processed through several procedures: electrophoresis , electroelution , immunization of rabbits , serum isolation , and purification of antibodies. After the Western blotting procedure the antibody was used. Protein containing EPS biofilms exposed to iron, then once again isolated from cultures of A. actinomycetemcomitans. The electrophoresis and Western blotting were done on the isolated protein. Results: The result showed that the the expression of specific proteins in EPS biofilm decreased in response to iron exposure. Conclusions: Iron exposure could influenced the specific protein expression in EPS biofilm of Aggregatibacter actinomycetemcomitans.Latar belakang: Penelitian terhadap bakteri biofilm dapat menjadi alternatif perawatan preventif dalam menurunkan prevalensi periodontitis agresif di masyarakat, karena biofilm melindungi bakteri terhadap kondisi lingkungan, termasuk serangan sistem imun dan antimikroba. Aggregatibacter actinomycetemcomitans merupakan bakteri penyebab utama periodontitis agresif. Tujuan: Studi ini bertujuan meneliti paparan zat besi terhadap ekspresi protein spesifik extracellular polymeric substance (EPS Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Metode: Protein yang mengandung EPS biofilm diisolasi dari kultur A. actinomycetemcomitans. Protein yang diisolasi

  9. KERAGAAN WARNA DAN GENOTIPE CALON INDUK (F0 IKAN CLOWN (Amphiprion sp. STRAIN BLACK PERCULA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruby Vidia Kusumah

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mengkaji keragaan fenotipe warna tubuh dan genotipe calon induk (F0 ikan clown (Amphiprion sp. strain black percula.  Sebanyak 36 ekor calon induk ikan clown black percula diperoleh dari populasi budidaya Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL Ambon yang memiliki persentase penutupan hitam tinggi.  Warna dianalisis dengan teknik analisis gambar digital menggunakan software ImageJ 1.50f.  Gambar digital didokumentasikan menggunakan kamera Canon EOS 600D.  Keragaan warna diamati menurut pola, persentase penutupan, dan jenis (profil warna digital.  Konversi nilai mean Red (R, mean Green (G, dan mean Blue (B menjadi nilai mean Hue (H, mean Saturation (S, dan mean Brightness (B dilakukan dengan bantuan Color Picker (Foreground Color pada software Adobe Photoshop versi 12.0 x64.  Keragaan genotipe dianalisis dengan teknik RAPD.  Heterozigositas dan persentase polimorfisme dikalkulasi menggunakan software TFPGA.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon induk ikan black percula generasi F0 memiliki pola warna yang bervariasi dengan persentase penutupan warna hitam berkisar 47-63%.  Jenis warna digital hitam dikarakterisasi oleh nilai H: 240-20º, S: 4-48%, B: 10-26%; putih (H: 0-300º, S: 1-7%, B: 48-69%; dan oranye (H: 15-25º, S: 73-91%, B: 40-64%.  Analisis RAPD menunjukkan bahwa primer OPA18 menghasilkan 3 fragmen (berukuran 600-3000 bp; OPZ 9 sebanyak 5 fragmen (berukuran 500-2500 bp; dan OPZ 5 sebanyak 3 fragmen (berukuran 400-3000 bp.  Heterozigositas dan persentase polimorfisme termasuk cukup tinggi, yakni 0,3060 dan 88%.  Untuk mendapatkan strain warna black percula yang diinginkan, tahap seleksi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan persentase penutupan warna hitam serta memperoleh pola warna putih unik. [Color and genotype performance of black percula strain clown fish (Amphiprion sp. broodstock (F0. By Ruby Vidia Kusumah, Anjang Bangun Prasetio, Eni Kusrini, Erma Primanita Hayuningtyas and Sawung

  10. The study of environmental carrying capacity for sustainable tourism in Telaga Warna Telaga Pengilon Nature Park, Dieng Plateu, Central Java

    Science.gov (United States)

    Melat Aryasa, Alexander; Nur Bambang, Azis; Muhammad, Fuad

    2017-06-01

    The increasing in quantity of the tourists visiting Telaga Warna Telaga Pengilon Nature Park, Dieng Plateau, Central Java, can cause a potential threat toward the conservation sustainability of the tourist attraction and the surrounding area. The utilization of conservation area for tourist attraction has to be carried out based on the principal of Environmental Carrying Capacity so that it will not affect the ecosystem. This study aims to determine the value of Telaga Warna Telaga Pengilon Nature Park environmental carrying capacity as a conservation area used for tourism activities. The environmental carrying capacities calculated in this study were physical carrying capacity, real carrying capacity, and effective carrying capacity. Results of this research show that the physical carrying capacity of The Telaga Warna Telaga Pengilon Nature Park was 31,302 visitors, the real capacity was 869 visitors/day and the effective carrying capacity was 579 visitors/day. Thus, the sustainable tourism development strategy is needed to manage the everlasting natural resources.

  11. ANEMIA DAN ANEMIA GIZI BESI PADA KEHAMILAN: HUBUNGANNYA DENGAN ASUPAN PROTEIN DAN ZAT GIZI MIKRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Handayani Utami

    2015-03-01

    Full Text Available Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan pada wanita hamil. Zat besi dianggap sebagai salah satu zat gizi mikro yang berperan terhadap terjadinya anemia. Kekurangan gizi besi dalam tingkat lanjut dapat menyebabkan anemia, yang disebut sebagai anemia gizi besi. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis perbedaan antara asupan protein dan gizi mikro serta menghitung odd ratio (OR kejadian anemia dan anemia gizi besi akibat asupan protein dan gizi mikro pada wanita hamil di lokasi studi. Analisis ini merupakan analisa dari data studi kohor Tumbuh Kembang anak pada tahun pertama, yang dilaksanakan di Kelurahan Kebon Kalapa dan Ciwaringin, Kota Bogor yang dianalisa menggunakan disainkasus kontrol. Sebanyak 47 ibu hamil menjadi sampel dalam analisa ini. Kategori untuk anemia yaitu apabila kadar hemoglobin (Hb ibu hamil ≤11 g/dL. Kekurangan gizi besi dikategorikan apabila kadar serum transferrin reseptor (sTfR diatas 4.4 mg/L. Sedangkan Anemia Gizi Besi dikategorikan apabila memiliki kadar Hb < 11 g/dL dan sTfr > 4.4 mg/L. Tes one way anova digunakan untuk menganalisa adanya perbedaan asupan energi, protein dan zat gizi mikro antara ibu hamil yang mengalami anemia, anemia gizi besi maupun yang normal. Odd ratio dianalisa dengan menggunakan uji chi square. Nilai signifikan ditentukan apabila nilai p value < 0.05 dan perhitungan OR> 1. 27.7% dari ibu hamil di lokasi studi mengalami anemia, 14.9% tergolong dalam anemia ringan, 10.6% anemia sedang dan 2.1% anemia berat. Anemia gizi besi dialami oleh 17% dari wanita hamil. Terdapat hubungan yang signifikan antara keparahan anemia dan terjadinya anemia gizi besi. Tidak ditemukan perbedaan antara asupan protein, besi, folate dan zink pada wanita yang mengalami anemia, anemia gizi besi maupun yang normal. Akan tetapi terdapat kecenderungan bahwa asupan zat besi dan seng pada ibu yang anemia dan anemia gizi besi lebih rendah daripada ibu yang normal. Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan pada ibu

  12. PEMODELAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK BARANG JADI TEKSTIL BERDASARKAN PENDEKATAN SIMULASI SISTEM DINAMIK PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KOTA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunung Nurhasanah

    2012-10-01

    Full Text Available Pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM hingga saat ini terus meningkat, berdasarkan data dari Departemen Perindustrian (2004 dinyatakan jumlah IKM pada tahun 2002 adalah 2,55 juta unit usaha dan pada tahun 2003 meningkat menjadi 3 juta unit usaha. Berarti telah terjadi laju pertumbuhan IKM sebesar 15% pertahun. Sehingga hal ini menunjukkan tingginya persaingan yang terjadi di antara IKM. Kemampuan IKM dalam persaingan di dunia industri tidak terlepas dari  kemampuan penerapan strategi pemasaran yang digunakan. Strategi pemasaran  merupakan salah satu kunci keberhasilan IKM dalam meningkatkan jumlah penjualan produknya. Berdasarkan data dari Departemen Perindustrian (2004 diketahui bahwa IKM produk  barang jadi tekstil memiliki laju pertumbuhan  ekspor tertinggi, yaitu sebesar 23,49% pertahun. Hal ini menunjukkan bahwa IKM  produk barang jadi tekstil merupakan suatu industri yang potensial untuk terus dijaga keberlangsungan hidupnya. Akan tetapi yang menjadi permasalahan IKM produk  barang jadi tekstil adalah lemahnya kekontinyuan keberadaan industri tersebut.  Beberapa industri yang muncul tidak mempunyai siklus hidup bisnis yang lama, salah satu faktor penyebabnya adalah ketidak mampuan IKM dalam meningkatkan  penjualan karena lemahnya strategi pemasaran. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka penelitian tentang pemodelan strategi pemasaran untuk IKM sangat penting untuk dilakukan. Penelitian  ini bertujuan untuk  menentukan kebijakan  strategi  pemasaran produk barang jadi tekstil Industri Kecil Menengah di Kota Bogor  berdasarkan  pendekatan simulasi sistem dinamik yang dibantu oleh perangkat lunak Power Simulation. Pengolahan data dilakukan dengan memetakan posisi IKM  dengan menggunakan pendekatan Matriks BCG (Boston Consulting Group dimana posisi IKM sebagai obyek penelitian tersebut akan terpetakan kedalam posisi   Bintang (Star, Sapi Perah (Cash  Cow, Tanda tanya (Question Mark dan Anjing  (Dogs. Sebelumnya

  13. Aplikasi Microwave untuk Disinfestasi Tribolium castaneum (Herbst. serta Pengaruhnya terhadap Warna dan Karakteristik Amilografi Terigu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Pratiwi Rasyid

    2017-09-01

    Full Text Available This study aimed to determine the amount of microwave energy used for the disinfestation of T. castaneum and to observe its effect on discoloration and amilographic characteristic of treated wheat flour. Damages due to T. castaneum attack during storage caused physical and chemical changes in the wheat flour. The physical damage from this attack wasthe color change of the wheat flour, whereas chemical damage was caused by lipase enzyme activity and benzokuinon derived from the secretion of T. castaneum. The study was conducted on the wheat flour that was unfumigated in it smilling stage. The contamination of the wheat flour was artificially made by giving cultured T. castaneum, which were consisted of 10 males and 10 females, into 50 g as well as 100 g of wheat flour. After 42 days of storage time, the study showed that the mortality rate of untreated samples was 0 % both for 50 g and 100 g samples. The moisture showed an increase, while color-brightness level and viscosity peak were decreased. All of samples that were treated by 23.76 kJ, 24.00 kJ, 31.68 kJ and 36.00 kJ of microwave energy indicated 100% mortality of T. castaneum, whereas the color brightness, the amilographic peak, and moisture were decreased both on the mass of 50 g and 100 g after H+42 storage time.   ABSTRAK Aplikasi microwave telah dipelajari untuk disinfestasi Tribolium castaneum (Herbst. dan pengaruhnya terhadap karakteristik warna dan amilografi tepung terigu. Kerusakan karena serangan T. castaneum selama penyimpanan menyebabkan terjadinya perubahan fisik dan kimiawi tepung. Kerusakan fisik berupa terjadinya perubahan warna tepung, sedangkan kerusakan kimiawi karena adanya aktifitas enzim lipase dan benzokuinon yang berasal dari hasil sekresi T. castaneum. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tepung yang tidak di fumigasi pada tahap milling. Kontaminasi pun dilakukan dengan memberikan biakan T. castaneum masing-masing 10 jantan dan 10 betina ke dalam 50 g dan 100 g

  14. Senyawa Flavonoida, Fenil Propanoida dan Alkaloida

    OpenAIRE

    Sovia Lenny

    2006-01-01

    06003489 Sebagian besar senyawa organik bahan alam adalah senyawa-senyawa aromatik. senyawa-senyawa ini tersebar luas sebagai zat warna alam yang menyebabkan warna pada bunga, kayu pohon tropis, bermacam-macam kapang dan lumut termasuk zat warna alizarin, oleh Sovia Lenny

  15. SEGMENTASI WARNA UNTUK EKSTRAKSI SIMBOL DAN KARAKTER PADA CITRA RAMBU LALU LINTAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aryuanto Sutedjo

    2012-05-01

    Full Text Available Penelitian ini membahas teknik segmentasi warna berbasis RGB Chromaticity Diagram ternormalisasi, untuk ekstraksi simbol dan karakter pada citra rambu lalu lintas. Teknik yang diusulkan adalah memisahkan warna biru pada latar belakang rambu petunjuk lalu lintas. Hal tersebut dilakukan dengan memanfaatkan histogram yang dikembangkan pada diagram kromatisitas untuk penentuan nilai ambang segmentasi secara otomatis. Selain itu, teknik morfologi citra dan proyeksi histogram digunakan untuk ekstraksi simbol dan karakter. Dari hasil eksperimen diperoleh bahwa teknik yang diusulkan dapat mengekstrak simbol dan karakter dengan rata-rata ekstraksi 97.3%. This research describes a normalized color segmentation technique based on RGB Chromaticity Diagram, for the extraction of symbols and characters in the image of the traffic signs. The proposed technique is to separate the blue color of the background traffic signs. This is done by using a histogram that was developed in the chromaticity diagram for the determination of the threshold value segmentation automatically. In addition, the image morphology technique and projection histogram are used for the extraction of symbols and characters. From the experimental results obtained that the proposed technique can extract symbols and characters with an average extraction is 97.3%.

  16. Processing of noisy magnetotelluric time series from Koyna-Warna seismic region, India: a systematic approach

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ujjal K. Borah

    2015-06-01

    Full Text Available Rolling array pattern broad band magnetotelluric (MT data was acquired in the Koyna-Warna (Maharashtra, India seismic zone during 2012-14 field campaigns. The main objective of this study is to identify the thickness of the Deccan trap in and around the Koyna-Warna seismic zone and to delineate the electrical nature of the sub-basalt. The MT data at many places got contaminated with high tension power line noise due to Koyna hydroelectric power project. So, in the present study an attempt has been made to tackle this problem due to 50 Hz noise and their harmonics and other cultural noise using commercially available processing software MAPROS. Remote site was running during the entire field period to stand against the cultural noise problem. This study is based on Fast Fourier Transform (FFT and mainly focuses on the behaviour of different processing parameters, their interrelations and the influences of different processing methods concerning improvement of the S/N ratio of noisy data. Our study suggests that no single processing approach can give desirable transfer functions, however combination of different processing approaches may be adopted while processing culturally affected noisy data.

  17. PENINGKATAN KUALITAS WARNA KUNING DAN MERAH SERTA PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOI MELALUI PENGAYAAN TEPUNG KEPALA UDANG DALAM PAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Subamia

    2016-04-01

    Full Text Available Ikan hias koi merupakan salah satu produk perikanan yang budidayanya telah dikuasai oleh petani ikan di beberapa daerah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas warna benih ikan hias koi melalui pengayaan tepung kepala udang dalam pakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan dosis tepung kepala udang dalam formulasi pakan sebagai sumber karotenoid yaitu: 0% (kontrol, 5%, 10%, 15%. Pakan yang diberikan diformulasikan dengan isoprotein (30%, dan isolipid (15%. Ikan yang digunakan adalah benih dan ditempatkan dalam hapa-hapa di kolam. Pengamatan yang dilakukan selama pemeliharaan adalah parameter kualitas warna yang dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan TCF (Toca Color Finder, sedangkan pengukuran kuantitatifnya dilakukan dengan pengukuran total karotenoid pakan dan jaringan tubuh ikan. Selain itu, dilakukan pula pengamatan parameter pertumbuhan panjang, dan bobot yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas warna pada ikan koi optimal pada pemberian tepung kepala udang sebesar 10% dicirikan dari nilai warna kuning dan merah. Selama penelitian juga diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik bobot dan panjang tubuh, dan sintasan pada semua perlakuan.

  18. KLASIFIKASI CITRA PORNO DENGAN ALGORITMA C 4.5 BERBASIS MODEL WARNA YCbCr DAN SHAPE DETECTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Rizki Ariyanto

    2016-06-01

    Full Text Available Konten internet dapat berupa pornografi atau jebakan pornografi dengan tujuankorban anak di bawah umur. Tahun 2010 sebesar 97% remaja pernah mengaksescontent pronografi, dimana hal terebut berpengaruh negatif terhadap perkembangananak dan remaja. Dengan demikian akses terhadap pornografi oleh anak perlu dijaga.Beberapa penelitian telah menghasilkan aplikasi pendeteksi pornografi denganberbagai metode, seperti model warna YCbCr, shape descriptor yang saling mandiri.Dalam tulisan ini kami menyajikan klasifikasi citra porno dengan menggunakanalgoritma C 4.5 dan Shape descriptor berbasis model warna YCbCr. Klasifikasi denganC 4.5 merupakan tambahan metode perbaikan pada Shape Descriptor dan model warnaYCbCr dan di harapkan dapat secara presisi mengklasifikasikan citra porno dan bukan.Hasil dari percobaan terhadap 40 citra 8 bit dengan dimensi 256X256 yang terbagimenjadi citra porno, berbikini, mug shots dan non-porno, metode di atas dapatmengklasifikasikan True Positives (TP 16, False Positives (FP 10, False Negatives (FN 4,True Negatives (TN 10 dengan akurasi 65%, error rate 35%, precision 0,615, recall 0,8 sertanilai Root Mean Squared Error (RMSE 0,59.Semakin banyak data training semakin akurathasil dari testingnya, walaupun dalam beberapa kasus metode di atas belum akurat danhanya mengenail 3 dari 10 citra mug shots atau sebesar 43%.Kata Kunci: c 4.5, shape descriptor, model warna ycbcr, citra pornografi

  19. PENGARUH LINGKUNGAN SUHU TINGGI DAN SUHU RENDAH TERHADAP KONSUMSI ZAT GIZI DAN STATUS GIZI ORANG DEWASA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fithia Dyah Puspitasari

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe imbalance nutrition intake for a long term period can cause changes in weight, body composition andmay alter health problem. The environment temperature can affect the 24 Hours Energy Expenditure (24-hEE magnitude. This research was aimed to investigate the differences of adult's nutrient intake pattern inhigh-temperature and low-temperature area. Research was held in high-temperature area (Jakarta and lowtemperaturearea (Tawangmangu. Frequency distribution analysis was done to obtain the respondentcharacteristics, while bivariat test was done to determine the difference of energy consumption rate andnutritions. The results showed that the subjects in high-temperature area consumed higher total protein,total vitamin B2 and total calcium than the subjects in low-temperature area. Subject in low-temperaturearea consumed more partial calcium compare to subjects in high-temperature area. There was a signifiCantdifference in average of total vitamin A intake between less and overweight group (p=0,049; normal andoverweight group (p=0,007 and between overweight and obese group (p=0,004.Keywords: Nutrient intake, nutrition status, environment temperature ABSTRAKKetidakseimbangan asupan zat gizi pada jangka waktu yang lama mengakibatkan perubahan berat badan,komposisi tubuh dan memungkinan timbulnya gangguan kesehatan. Suhu lingkungan mempengaruhibesaran 24 Hours Energy Expenditure (24-h EE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan polakonsumsi zat gizi orang dewasa di lingkungan bersuhu tinggi dan lingkungan bersuhu rendah. Penelitiandilakukan di area bersuhu tinggi (Jakarta dan area bersuhu rendah (Tawangmangu. Analisis distribusifrekuensi dilakukan untuk mengetahui karakteristik responden sedangkan uji bivariat dilakukan untukmengetahui beda jumlah konsumsi energi dan zat gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek padaarea suhu tinggi mengonsumsi protein total, vitamin B2 total dan kalsium total lebih banyak

  20. Perbandingan Zat Besi dengan dan Tanpa Vitamin C terhadap Kadar Hemoglobin Wanita Usia Subur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Anggriani Utama

    2013-03-01

    Full Text Available Anemia pada wanita pekerja masih merupakan masalah kesehatan yang dapat menurunkan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan zat besi dengan dan tanpa vitamin C terhadap kadar hemoglobin. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasy Experimental dengan Pre Test and Post Test Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 600 orang dan sampel berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara, pemeriksaan hemoglobin, dan data sekunder. Pada kelompok perlakuan diberi tablet zat besi dan dVitamin C, pada kelompok kontrol hanya diberi tablet zat besi. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian tablet zat besi dengan dan tanpa vitamin C, satu kapsul perminggu.Nilai rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok kontrol pada sebelum intervensi yaitu 9,15 gram/dL dan setelah intervensi meningkat menjadi 10,19 gram/dL. Pada kelompok perlakuan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 9,5 gram/dL dan meningkat menjadi 11,44 gram/dL sesudah inter- vensi. Hasil uji T berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan pada nilai mean kadar hemoglobin pada kelompok kontrol dan perlakuan (nilai p = 0,000. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu masukan perencanaan dan evaluasi program gizi yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan pola hidup sehat wanita pekerja di PT Sarana Mandiri Mukti Kepahiang. Anemia in women workers, remains a health problem that can reduce work productivity. The study aimed to compare iron with and without vitamin C to hemoglobin levels. Quasy experimental research was conducted with pre test and post test control group design. Study population were of 600 people and 60 people as sample with random sampling technique. Data was collected through observations, interviews, examination of hemoglobin and secondary data. In the treatment group were given iron and plus Vitamin C, in the control group were given

  1. Tıbbi ve Aromatik Bitkilerin Antibakteriyel Aktivitesi ve Tekstil Sektöründe Kullanımı

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hülya KESİCİ GÜLER

    2015-11-01

    Full Text Available Özet: İnsanların doğala yönelmesi ile birlikte tıbbi ve aromatik bitkilere ilgi gün geçtikçe artmaktadır. Tıbbi aromatik bitkiler, hastalıkları önlemek ve iyileştirmek, sağlığı devam ettirmek için insanlık tarihinin başlangıcından beri ilaç olarak kullanılan bitkilerdir. Bu bitkilerin kullanımları ilaç, gıda, meşrubat, kozmetik sanayi, sabun ve parfüm üretiminde sınırlı kalmamış, günümüzde organik tarım ve hayvancılıkta kullanımları artış göstermektedir. Ayrıca günümüzde farklı özelliklerinden dolayı birçok sektörde de kullanılmaya başlanmıştır. Bunlardan bir tanesi de tekstil sektörüdür. Tıbbi ve aromatik bitkiler barındırdıkları antibakteriyel özellik sayesinde sentetik tekstil bitim maddelerine alternatif oluşturmaktadır. Tekstilde kullanılacak antibakteriyel maddelerden beklenen en önemli özelliklerden bir tanesi kullanılan maddenin insan ve çevre sağlığını olumsuz etkilememesi ve tekstil mamulünün diğer özelliklerini olumsuz yönde değiştirmemesidir. Bu nedenle son yıllarda çevre dostu ve doğal esaslı antibakteriyel maddelerin eldesi ve tekstil uygulamalarına olan ilgi hızla artmaktadır. Buna bağlı olarak yapılan çalışmada; tıbbi ve aromatik bitkilerin antibakteriyel aktivitesinin çeşitli yöntemlerle belirlenmesi ve tekstil sektöründe antibakteriyel bitim maddesi olarak kullanımı araştırılmıştır. Anahtar kelimeler: Tıbbi ve aromatik bitkiler, antibakteriyel aktivite, tekstil Antibacterial Activity of Medicinal and Aromatic Plants and Utilization in Textile Industry Abstract: Interest in medicinal and aromatic plants increases along with day by day with natural demands of people. Medicinal and aromatic plants, that are used for protecting and healing illness, and continving the human health, since the beginning of humanity. These plants are used not only in medicine, food, beverage, cosmetic industry, soap and perfume

  2. Engineering drought tolerant tomato plants over-expressing BcZAT12 gene encoding a C₂H₂ zinc finger transcription factor.

    Science.gov (United States)

    Rai, Avinash Chandra; Singh, Major; Shah, Kavita

    2013-01-01

    Efficient genetic transformation of cotyledonary explants of tomato (Solanum lycopersicum, cv. H-86, Kashi vishesh) was obtained. Disarmed Agrobacterium tumifaciens strain GV 3101 was used in conjugation with binary vector pBinAR containing a construct consisting of the coding sequence of the BcZAT12 gene under the regulatory control of the stress inducible Bclea1a promoter. ZAT12 encodes a C₂H₂ zinc finger protein which confers multiple abiotic stress tolerance to plants. Integration of ZAT12 gene into nuclear genome of individual kanamycin resistant transformed T₀ tomato lines was confirmed by Southern blot hybridization with segregation analysis of T(1) plants showing Mendelian inheritance of the transgene. Expression of ZAT12 in drought-stressed transformed tomato lines was verified in T₂ generation plants using RT-PCR. Of the six transformed tomato lines (ZT1-ZT6) the transformants ZT1 and ZT5 showed maximum expression of BcZAT12 gene transcripts when exposed to 7 days drought stress. Analysis of relative water content (RWC), electrolyte leakage (EL), chlorophyll colour index (CCI), H₂O₂ level and catalase activity suggested that tomato BcZAT12 transformants ZT1 and ZT5 have significantly increased levels of drought tolerance. These results suggest that BcZAT12 transformed tomato cv. H-86 has real potential for molecular breeding programs aimed at augmenting yield of tomato in regions affected with drought stress. Copyright © 2012 Elsevier Ltd. All rights reserved.

  3. EVALUASI KUALITAS WARNA IKAN KLOWN Amphiprion percula Lacepède 1802 TANGKAPAN ALAM DAN HASIL BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukarman Sukarman

    2018-01-01

    Full Text Available Kualitas warna ikan klown hasil budidaya lebih rendah dibandingkan tangkapan alam, hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, namun belum ada data ilmiah sebagai dasar untuk melakukan perbaikan. Tujuan penelitian adalah menganalisis dan mengevaluasi kualitas warna ikan klown (Amphiprion percula hasil tangkapan alam dibandingkan dengan hasil budidaya. Kualitas warna diukur pada dua zona: zona-I kulit berwarna oranye antara insang dengan band warna putih pada tengah badan dan zona-II adalah bagian kulit warna oranye antara band putih tengah badan dengan band warna putih pada pangkal ekor, dengan parameter nilai L* (lightness, a* (redness, b* (yellowness, C (chroma, H (Hue. Analisis total karotenoid (TC dilakukan pada kulit kedua zona, sirip pektoral, sirip dorsal, sirip kaudal, dan serum darah. Analisis kromatografi lapis tipis (KLT dilakukan pada kulit dan sirip untuk mengonfirmasi jenis karotenoid dalam kulit dan sirip. Data kualitas warna dianalisis menggunakan t-test, hubungan kualitas warna dengan TC dianalisis dengan regresi sederhana, dan analisis deskriptif untuk hasil KLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas warna ikan klown tangkapan alam lebih baik dibanding budidaya, didukung oleh tingginya total karotenoid pada kulit zona-I, kulit zona-II, sirip pektoral, sirip dorsal, sirip kaudal, dan serum darah berturut-turut 51,64; 51,24; 136,40; 124,37; 194,18 mg/kg; dan 2,2 mg/mL; pada ikan hasil budidaya berurut-turut 2,5; 3,5; 8,45; 10,01; 23,43 mg/kg; dan 0,8 mg/mL. Hasil KLT menunjukkan bahwa jenis karotenoid pada kulit dan sirip ikan klown adalah astaxanthin, serta satu jenis karotenoid diduga zeaxanthin. Berdasarkan hasil penelitian, maka perlu ditambahkan pigmen karotenoid, dan prekursor pigmen lainnya melalui pakan untuk ikan klown budidaya. The color quality of cultured clownfish is not as good as the wild one. However, it’s influenced by several factors. However, but there is not enough scientific data to be used as the basis

  4. Kahramanmaraş İlindeki Tekstil Firmalarının Dış Ticaret Yapısı

    OpenAIRE

    AKBAY, Cuma; DOĞAROĞLU, Sibel

    2016-01-01

    Bu araştırmada Kahramanmaraş ilinde faaliyet gösteren tekstil firmalarının dış ticaret yapısı incelenerek mevcut yapının ortaya konulması yanında; işletmelerin dış ticaret yapısının büyüklüklerini doğrudan nasıl etkilediğinin, işletmelerin dış ticaret yapısı ve Kahramanmaraş ilinde tekstil firmalarında ithalat-ihracat işlemlerinin profesyonel durumunun, dış ticaret biriminin öneminin, dış ticarette ihtiyaç duyulan bilgilerin, işletmelerin geçmiş yıllarda dış ticarette karşılaşmış olduğu sorun...

  5. Komposit Nano TiO2 Dengan PCC, Zeolit atau Karbon Aktif Untuk Menurunkan Total Krom dan Zat Organik Pada Air Limbah Industri Penyamakan Kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bumiarto Nugroho Jati

    2012-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk menurunkan total krom dan zat organik pada limbah industri penyamakan kulit dengan menggunakan nano TiO2 yang dikompositkan dengan adsorben karbon aktif, zeolit, dan precipitated calcium carbonate (PCC dalam suatu reaktor fotokatalitik yang disusun secara batch dan dilengkapi dengan 6 buah lampu UV dan magnetic stirrer. Penurunan kadar krom total diukur dengan menggunakan Atomic Absorption Spectro-photometer (AAS dan penurunan zat organik dianalisa dengan menggunakan titrasi permanganatometri. Hasil penelitian menunjukkan pengolahan terbaik untuk penurunan kadar krom total adalah dengan menggunakan komposit TiO2:PCC = 8:2 yang dapat menurunkan total krom hampir 100% pada menit ke-170 dengan konsentrasi awal 214,35 mg/L. Untuk penurunan kadar zat organik, pengolahan terbaik dengan menggunakan komposit TiO2:PCC = 9:1 yang dapat menurunkan kadar zat organik hingga 100% pada menit ke-180. 

  6. Investigating the temporal variations of the time-clustering behavior of the Koyna-Warna (India) reservoir-triggered seismicity

    International Nuclear Information System (INIS)

    Telesca, Luciano

    2011-01-01

    Research highlights: → Time-clustering behaviour in seismicity can be detected by applying the Allan Factor. → The reservoir-induced seismicity at Koyna-Warna (India) is time-clusterized. → Pre- and co-seismic increases of the time-clustering degree are revealed. - Abstract: The time-clustering behavior of the 1996-2005 seismicity of Koyna-Warna region (India), a unique site where reservoir-triggered earthquakes have been continuously occurring over the last about 50 year, has been analyzed. The scaling exponent α, estimated by using the Allan Factor method, a powerful tool to investigate clusterization in point processes, shows co-seismic and pre-seismic enhancements associated with the occurrence of the major events.

  7. Structure of the Koyna-Warna Seismic Zone, Maharashtra, India: A possible model for large induced earthquakes elsewhere

    Science.gov (United States)

    Catchings, Rufus D.; Dixit, M.M.; Goldman, Mark R.; Kumar, S.

    2015-01-01

    The Koyna-Warna area of India is one of the best worldwide examples of reservoir-induced seismicity, with the distinction of having generated the largest known induced earthquake (M6.3 on 10 December 1967) and persistent moderate-magnitude (>M5) events for nearly 50 years. Yet, the fault structure and tectonic setting that has accommodated the induced seismicity is poorly known, in part because the seismic events occur beneath a thick sequence of basalt layers. On the basis of the alignment of earthquake epicenters over an ~50 year period, lateral variations in focal mechanisms, upper-crustal tomographic velocity images, geophysical data (aeromagnetic, gravity, and magnetotelluric), geomorphic data, and correlation with similar structures elsewhere, we suggest that the Koyna-Warna area lies within a right step between northwest trending, right-lateral faults. The sub-basalt basement may form a local structural depression (pull-apart basin) caused by extension within the step-over zone between the right-lateral faults. Our postulated model accounts for the observed pattern of normal faulting in a region that is dominated by north-south directed compression. The right-lateral faults extend well beyond the immediate Koyna-Warna area, possibly suggesting a more extensive zone of seismic hazards for the central India area. Induced seismic events have been observed many places worldwide, but relatively large-magnitude induced events are less common because critically stressed, preexisting structures are a necessary component. We suggest that releasing bends and fault step-overs like those we postulate for the Koyna-Warna area may serve as an ideal tectonic environment for generating moderate- to large- magnitude induced (reservoir, injection, etc.) earthquakes.

  8. GARAM GUNUNG ASAL KRAYAN SEBAGAI ZAT ADITIF UNTUK MENSTABILKAN KLOROFIL SAYURAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herman Herman

    2012-12-01

    Full Text Available Garam Gunung Asal Krayan yang terdapat pada wilayah utara pulau Kalimantan dipercaya oleh masyarakat setempat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti darah tinggi, kencing manis, penyakit kulit serta beberapa penyakit lainnya. Sayur yang menggunakan garam gunung terlihat lebih segar atau nampak tidak layu dan kesegarannya tahan lama dibandingkan dengan menggunakan garam biasa. Dilakukan penelitian untuk mengetahui efek garam gunung asal Krayan terhadap stabilitas sayuran dilihat dari perubahan kadar klorofilnya dengan beberapa perlakuan. Klorofil diukur absorbannya dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 649 nm dan 665 nm. Didapatkan hasil waktu penyimpanan sayuran yang menggunakan garam gunung asal Krayan yang masih mendekati klorofil sayuran segar adalah pada saat selesai pengolahan (0 jam yaitu sebesar 22,11 ppm. Perubahan warna pada sayuran yang menggunakan garam gunung asal Krayan lebih lambat dibandingkan dengan garam biasa. Kata Kunci : Garam gunung Krayan, sayuran, klorofil

  9. MODEL MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS GAYA BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K. Wiyono

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model multimedia interaktif berbasis gaya belajar dalam meningkatkan penguasaan konsep pendahuluan fisika zat padat mahasiswa calon guru. Metode eksperimen dengan desain control group pretest-posttest design dilaksanakan terhadap 37 mahasiswa kelas eks-perimen dan 36 mahasiswa kelas kontrol di LPTK Sumatera Selatan. Instrumen berupa kuesioner gaya belajar, tes pilihan ganda, angket dan lembar observasi. Uji t beda rerata digunakan melihat peningkatan penguasaan konsep mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tertinggi terjadi pada gaya belajar visual sebesar 83,0 (kategori tinggi dan terendah pada gaya belajar kinestetik sebesar 66,3 (ketegori sedang. Peningkatan penguasaan konsep kelas eksperimen 74 (kategori tinggi dan kelas kontrol 47 (ketegori sedang. Disimpulkan bahwa penggunaan  multimedia interaktif berbasis gaya belajar lebih efektif daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan penguasaan konsep pendahuluan fisika zat padat.This study aims to see the effect of interactive multimedia model based learning styles to improve the concept mastery introductory solid state physics prospective teachers. Experimental methods with pretest posttes control group design implemented of 37 students in the experimental class and 36 students in the control class LPTK South Sumatra. Instruments of learning styles questionnaires, multiple choice tests, questionnaires and observation sheets. The mean difference t test used to see an increase in student concepts of mastery. The results showed that the highest increase occurred in the visual learning style that is equal to 83.0 (high category and the lowest at 66.3 for kinesthetic learning styles (medium category. Increased concept of mastery class experiments 74 (high category and a control class 47 (medium category. Concluded that the use of interactive multimedia-based learning style is more effective than conventional learning in

  10. Information Needs of Textile Industry: Methodological Approach Tekstil Endüstrisinin Enformasyon Gereksinimleri: Metodolojik Yaklaşım

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oya Gürdal

    1998-03-01

    Full Text Available Up till now various user studies were made to show the information needs and the information use habits of the industrial firms. With the same objective, a user survey is realized in the Turkish textile industry. The research that has been done in Turkey and other world countries show that users does not know the presence of information sources and I or channels and the information needed is retrieved randomely or with difficulty. However, there is a very important relationship between the comprehension of the importance of information for the fulfilment of industrial activities and establishment and use of information sources / channels and/or information centers. Endüstriyel işletmelerin enformasyon gereksinimlerini ve bu kesimin bilgi merkezlerini kullanma alışkanlıklarını belirlemek üzere çeşitli "kullanıcı incelemeleri" (survey çalışmaları yapılmaktadır. Bu çalışmada da aynı amaçla, Türk tekstil sektörü baz alınarak endüstriyel survey araştırması gerçekleştirilmiştir. Dünyada ve bizde yapılan çalışmalar göstermektedir ki mevcut olan enformasyon kaynakları ve / veya kanallarının varlığı kullanıcılar tarafından bilinmemekte, bu nedenle de gereksinilen enformasyona güçlükle ya da rastlantısal biçimde erişilmektedir. Bununla birlikte endüstriyel aktiviteler için enformasyonun öneminin kavranması ile enformasyon kaynakları/kanalları ve / veya bilgi merkezlerinin oluşumu ve kullanımı arasında önemli bir bağ bulunmaktadır.

  11. Investigations to the suitability of a computer-aided design system for mechanical construction in the ZAT of KFA Juelich

    International Nuclear Information System (INIS)

    Schoerner, M.; Koch, R.; Cordewiner, H.J.; Bachner, E.

    1983-06-01

    There is an extensive range of CAD systems in the marketplace which have been developed by various institutions for different types of applications and for different products, in some cases linked to specific hardware. Apart from such obvious features like prices, rates of sale and computer performance, other criteria such as documentation, ease of adaption and expansion, which are, as a rule, difficult to judge and quantify, play a decisive role. As an optimal CAD system does not exist in respect of every type of application the intended usage must be taken seriously into consideration when selecting a CAD system. On the basis of fundamental investigations of the suitability of CAD for the department for mechanical construction of ZAT at the KFA Juelich, the requirements and special needs of the construction process in the ZAT have been examined. In a short survey of the available CAD-systems a pre choice on the basis of some definitive musts has been made. The performance profile of the remaining systems has been thouroughly investigated and compared with the requirements of the ZAT. Thus the necessary decisions can be made on the basis of documented assessments. (orig.) [de

  12. ANALISIS OPINION SHOPPING, SIZE, LIQUIDITY, KUALITAS AUDIT TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR TEKSTIL DAN GARMENT YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2010-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kevin Martio

    2014-03-01

    Full Text Available Opini audit yang diberikan oleh auditor merupakan informasi penting bagi pengguna laporan keuangan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris mengenai beberapa faktor yang dapat digunakan untuk memprediksi probabilitas opini audit going concern. Variable yang digunakan dalam penelitian ini adalah opinion shopping, size, liquidity, dan kualitas audit. Studi ini pada perusahaan manufaktur sektor tekstil dan garment yang listing di BEI periode 2010-2013. Metode pengambilan Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan 60 sampel yang telah mengalami pengamatan selama 4 tahun. Teknik analisis yang digunakan yaitu dengan regresi logistik. Penelitian ini membuktikan bahwa opinion shopping, size, dan liquidity berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern dan dan kualitas audit berpengaruh positif terhadap opini audit going concern.

  13. REAL TIME TRACKING OBYEK BERGERAK DENGAN WEBCAM BERBASIS WARNA DENGAN METODE BACKGROUND SUBTRACTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Tri Jaka Harjanta

    2017-07-01

    Full Text Available Proses tracking obyek pada real time  video adalah salah satu topik yang penting dalam kajian suveillance system (Dhananjaya, Rama, and Thimmaiah 2015. deteksi dan ekstraksi informasi serta pelacakan obyek atau benda bergerak adalah sebagai salah satu bentuk aplikasi dari computer vision. Beberapa aplikasi yang memanfaatkan metode tracking object atau benda bergerak antara lain adalah UAV (Unmanned Aerial Vehicle surveillance atau lebih dikenal dengan mesin/kendaraan tak berawak, Indoor Monitoring system adalah sistem monitoring keadaan dalam ruangan, serta memonitor trafik lalu lintas yang dapat mengamati pergerakan semua benda dalam keadaan real time. Tracking obyek dalam keadaan real time banyak hal yang perlu diperhatikan dan perlu diperhitungkan dimana semua parameter dan noise atau gangguan object di sekitarnya yang tidak perlu kita amati namun berada dalam satu bagian bersama obyek yang kita amati. Dalam penelitian ini metode yang akan digunakan adalah background subtraction untuk pendeteksian serta tracking obyek dan benda bergerak secara real time berbasis warna dengan memanfaatkan kamera webcam dan menggunakan pustaka opensource OpenCv.

  14. Analisis Variasi Warna Terhadap Kualitas Daya Serap dan Kuat Tarik Tissue Napkin Paper

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ragil Meita Alfathy

    2017-10-01

    Full Text Available Tisu telah menjadi kebutuhan sehari–hari masyarakat dunia karena tisu merupakan benda pembersih praktis yang dapat dibawa kemana–mana. Inovasi yang dilakukan oleh para produsen adalah dengan memberikan corak motif bahkan warna untuk menambah nilai estetika dari tisu terutama pada tissue napkin paper atau kertas tisu serbet. Seiring berjalannya waktu, nilai estetika pada tissue napkin paper menjadi pertimbangan utama konsumen dalam pemilihan tisu dibandingkan fungsi utama kertas tissue napkin paper sebagai alat pembersih sehingga konsumen melupakan kualitas fisik dari tissue napkin paper. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi perbedaan kuat tarik dan daya serap tissue napkin paper dengan dan tanpa colourant. Tissue napkin paper dihitung volume air yang terserap secara radial dan gaya yang dibutuhkan tisu dengan luas permukaan 0,042m2  untuk merobeknya, sehingga diketahui bahwa tissue napkin berwana merah, hijau, kuning dan putih memiliki persentase kualitas daya serap secara berturut-turut 38,89%, 42,78%, 41,67%, 46,67%  dan daya kuat tarik 78,3N/m2; 103,3N/m2; 140,4N/m2; 141,5N/m2. Colourant mengubah struktur pore menjadi lebih sempit dan jarak permukaan serat selulosa menjadi semakin panjang. Sehingga terjadi penurunan daya serap dan kuat tarik tissue napkins paper dengan colourant meskipun tidak dalam taraf yang signifikan.

  15. Termiškai aktyvių membraninių tekstilės medžiagų plazminis apdorojimas siekiant superhidrofobiškumo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adam TWARDOWSKI

    2012-06-01

    Full Text Available Specialios paskirties lauko drabužiai turi atitikti aukštus patvarumo, šiluminės ištaigos ir drėgmės pernašos reikalavimus. Šiems tikslams dažnai naudojamos membraninės termiškai aktyvios tekstilės medžiagos. Siekiant pagerinti šių tekstilės medžiagų išvaizda, gali būti naudojami įvairūs poveikiai, užtikrinantys superhidrofobinį savaime besivalantį paviršių (žinomą kaip lotoso efektas. Įgyvendinant šią idėją, buvo atlikti žėrinčiojo išlydžio radijo dažnio inertinių dujų bei angliavandenilių dujų plazmos poveikio pramoninėms medžiagoms tyrimai. Gauti geri rezultatai tiriant savaiminio valymosi savybes empiriškai, tam naudojant dulkes ir kietąsias daleles. Skirtingos poveikio sąlygos buvo lyginamos matuojant kontaktinį vandens drėkinimo kampą. Daugeliu atvejų paveiktų medžiagų kontaktinis kampas buvo gerokai didesnis nei pradinių medžiagų. Didžiausia kampo vertė siekė 155°. Paviršiaus ištirtas naudojant skenuojamąjį elektroninį mikroskopą (SEM bei SEM-EDX spektroskopiją. Silikoorganinių dujų plazma apdoroto pluošto paviršiuje aptiktas plonas būdingos sferinės struktūros sluoksnis.DOI: http://dx.doi.org/10.5755/j01.ms.18.2.1920

  16. Gambaran Zat Pewarna Merah pada Saus Cabai yang Terdapat pada Jajanan yang Dijual di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Padang Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ilham Rizka Putra

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakSaat ini, semakin banyak produsen makanan menggunakan zat pewarna yang sudah dilarang penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran zat pewarna pada saus cabai yang terdapat pada jajanan yang dijual di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Padang Utara pada bulan November 2013 - Februari 2014. Penelitian dilaksanakan di Balai Laboratorium kesehatan Padang. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 25 sampel yang diambil dari pedagang makanan jajanan saus cabai yang terdapat di SD Negeri pada kecamatan Padang Utara. Pemeriksaan dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan pereaksi kimia NaOH 10%, NH4OH 10%, HCl pekat dan H2SO4 pekat serta dilanjutkan dengan metoda kromatografi kertas untuk mendapatkan jenis zat pewarna yang terdapat didalam jajanan saus cabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 sampel (40% mengandung Rhodamin B dan 15 sampel (60% yang diizinkan penggunaannya. yaitu Erytrosin. Rata-Rata kadar Erytrosin dalam saus cabai adalah 639,5% dari 300 mg/kg sampel yang diizinkan.Kata kunci: saus cabai, zat pewarna berbahaya, kadar zat pewarnaAbstractNowadays more and more food manufacturers use dyes that have been banned uses. Applied this study is to describe the dye contained in the chili sauce snacks sold in Elementary School District of the northern desert in November 2013-February 2014. This research was conducted in Health Laboratoratorium Padang. The method used a descriptive with a sample size of 25 samples taken from street food vendors chili sauce found in the districts of SD Negeri Kecamatan Padang Utara. Examination conducted qualitatively by using chemical reagents NaOH 10%, 10% NH4OH, and concentrated HCl and concentrated H2SO4 followed by paper chromatography method to get the type of dye contained in chili sauce snacks.The results showed that 10 samples (40% containing Rhodamine B and 15 samples (60% which allowed determination of use, Erytrosin. Concentration

  17. Pengaruh Kecukupan Zat Gizi dan Stimulasi Pola Asuh terhadap Kesehatan Intelegensi pada Anak Baduta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Junaidi Junaidi

    2017-05-01

    Full Text Available The public health center in Darul Kamal has data on under-five children enrolled in 14 integrated service posts of 708 infants in December 2011 with malnutrition rate of 23,0%, short of 41,0% and 25,7% of underweight children. The research aims to determine the influence of the influence of energy and nutrient adequacy and stimulation of family care pattern on the health of intelligence in children. The research is analytical with a cross sectional approach, conducted on September 1 until December 20, 2013. The sample is all children aged 0-24 months registered at 14 integrated service post in Darul Kamal district taken by total sampling method that is 297 child. Types of data are the adequacy of energy and nutrients collected by the method of FFSQ, stimulation of family care patterns and intelligence health of children collected by interview using questionnaires. The results showed that there was no influence of the level of energy sufficiency, carbohydrate, and fat with the health level of intelligence. In that case, the influence of the level of protein adequacy and the level of stimulation of family care pattern with the level of intelligence child health. The conclusion of a child that the level of intelligence health is less influenced by the lack of good stimulation of family parenting and lack of protein adequacy. Suggestion to midwife of it Darul Kamal to be able to increase counseling about the role of stimulation of parenting for the health of child intelligence to a mother of the toddler. Keywords: Energy and nutrients, health intelligence, parenting Puskesmas Darul Kamal memiliki data balita yang terdaftar di 14 Posyandu sebanyak 708 balita pada bulan Desember 2011 dengan angka gizi kurang sebesar 23,0%, pendek sebesar 41,0% dan balita kurus sebesar 25,7%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh kecukupan energi dan zat gizi serta stimulasi pola asuh keluarga terhadap kesehatan intelegensia pada anak baduta

  18. KANDUNGAN ZAT GIZI MAKRO DAN VITAMIN PRODUK BUAH PEDADA (SONNERATIA CASEOLARIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruth Dwi Elsa Manalu

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACT Mangrove (Sonneratia caseolaris grows in brackish waters.Its fruits, pedada, contains beneficial vitamin and has not been processed to jam and syrup. This study was aimed to determine the composition of macro nutrient and vitamin A, B1, B2, C of pedada and its products. Design of the study was complete randomized design of two replications. The results showed that proximate composition based on dried basis was 9.2 percent protein, 4.8 percent fat, and 77.6 percent carbohydrate. Macronutrient content of jam and syrup was lower than that of fresh fruit, except for carbohydrate. Vitamin A content in 100 g of pedada was 11.21 (RE and in jam and syrup was 1.27 (RE and 0.64 (RE respectively. Vitamin B1 content in 100 g of fresh pedada was 5.04 mg, while in jam and syrup were 4.2 mg and 6.72 mg, respectively. Vitamin B2 content in 100 g of fresh pedada was 7.65 mg, while in jam and syrup were 1.94 mg and 1.12 mg, respectively. Vitamin C content in 100 g of fresh pedada was 56.74 mg and decreased to 12.20 mg and 17.08 mg in jam and syrup, respectively. Pedada and its products could contribute as source of macro and micro nutrient in the diet of community. Keywords: pedada (sonneratia caseolaris, pedada’s jam, pedada’s syrup, vitamin ABSTRAK Mangrove (Sonneratia caseolaris tumbuh di perairan payau. Buahnya, pedada, mengandung vitamin, dan belum pernah diolah menjadi selai dan sirup. Penelitian ini bertujuan menentukan komposisi zat gizi makro dan potensi vitamin A, B1, B2, C dalam buah pedada dan produk olahannya. Desain penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi proksimat buah pedada segar berdasarkan bobot kering adalah 9,2 persen protein, 4,8 persen lemak, dan 77,6 persen karbohidrat. Kandungan zat gizi makro pada produk selai dan sirup lebih rendah, sedangkan kandungan karbohidratnya lebih tinggi. Kandungan vitamin A dalam 100 g pedada segar sebesar 11,21 (RE dan setelah

  19. Eksplorasi Kearifan Lokal Masyarakat dalam Mengonsumsi Pangan Sumber Zat Goitrogenik terhadap Gangguan Akibat Kekurangan Yodium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Wahyu Ningtyas

    2014-02-01

    Full Text Available Selain kekurangan yodium, penyebab lain gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY di Kabupaten Jember adalah faktor goitrogenik tiosianat. Tiosianat adalah hasil detoksifikasi sianida. Sianida banyak terkandung pada beberapa sayuran yang biasa dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kebiasaan konsumsi dan cara pengolahan pangan sumber zat goitrogenik sebagai solusi mengatasi GAKY di Kabupaten Jember. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui focus grup discussion dilengkapi dengan semi-kuantitatif formulir frekuensi makan. Data yang terkumpul diolah dengan content analysis. Ada empat kelompok FGD yang diikuti 6 – 9 ibu rumah tangga yang terpilih melalui metode maximum variation sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2012 – April 2013. Daun singkong, daun pepaya, rebung, sawi pahit, kubis dan selada air adalah sayuran sumber zat goitrogenik yang dikonsumsi harian dengan porsi yang cukup besar disebabkan faktor kesukaan dan kebiasaan oleh masyarakat Jember. Kadar sianida yang terkandung pada sayuran di kabupaten Jember berkisar 0,010 – 0,4 ppm dalam keadaan segar, tertinggi pada singkong dan terendah pada gambas dan kubis. Kadar sianidanya menjadi 0,18 – 0,0001 ppm setelah beberapa cara pengolahan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jember. Blansing/kulup adalah cara mereduksi kadar sianida yang paling baik dibandingkan cara pengolahan lain yang biasa dilakukan masyarakat Jember seperti rebus, tumis, goreng dan kukus. Other caused of iodine deficiency disorder (IDD that was identified in Jember Regency is thiocyanate goitrogenic factor. Thiocyanate is the result of detoxification from cyanide content in some common vegetables consumed which consume daily. The purpose of this study was to explore goitrogenic food consumption habits and processing as a solution to overcome IDD in Jember Regency. Using a qualitative approach, data collection is done through focus

  20. Analýza zatěžovací zkoušky piloty

    OpenAIRE

    Ponížil, Cyril

    2017-01-01

    V České republice je k posouzení pilot používána metoda podle Masopusta. Tato metoda je založena na statistickém zpracování rozsáhlého souboru dat ze zatěžovacích zkoušek pilot. Posouzení pilot je pak díky použití regresních součinitelů poměrně komplikované a málo přehledné. Zahraniční normy naopak obvykle využívají přímo stanovených hodnot mezního napětí na patě piloty a maximálního smykového napětí na plášti piloty. Postup pro stanovení únosnosti pilot se tímto značně zjednodušuje. V diplom...

  1. Perubahan asupan zat gizi tidak berpengaruh terhadap lama rawat inap pada pasien dewasa di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurmala Nurmala

    2016-08-01

    Full Text Available ABSTRACTBackground: Adequate nutrient intake for in patients is much required in efforts to prevent declining nutrition status during hospitalization. Malnutrition may occur before hospitalization due to the disease or inadequate nutrient intake; however malnutrition may also occur during hospitalization. The result of a preliminary study shows that 75% of patients undergo declining nutrition status during hospitalization. Nutrition is an integral part of medication or recovery process and shortens length of stay.Objectives: To identify effect of changes in nutrient intake to nutrition status and length of stay of adult in patients.Methods: The study was observational with prospective cohort approach using subject that got inadequate intake (<80% in the beginning of hospitalization as exposed group and those that got adequate intake (≥80% in the beginning of hospitalization as non exposed group. Assessment of inpatients was made after three days in hospital and then comparison was made to average intake prior to discharge.Results: Changes in intake and nutritional status did not significantly (p>0.05 affect length of stay of adult inpatients at internal medicine and neurology wards of Dr.Sardjito Hospital Yogyakarta. Nutrition therapy significantly (p=0.04 affected change in nutritional status of in patients with RR=2.24.Conclusions: Changes in intake and nutritional status did not affect length of stay. Nutrition therapy affected as much as 2.24 times to changes in nutritional status of adult inpatients at internal medicine and neurology wards of Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta.KEYWORDS: length of stay, nutritional status, nutrient intake, nutrition therapyABSTRAKLatar belakang: Asupan zat gizi yang cukup bagi pasien sangat diperlukan untuk mencegah penurunan status gizi selama dirawat di rumah sakit. Malnutrisi juga dapat terjadi sejak sebelum masuk rumah sakit karena penyakit yang diderita maupun asupan zat gizi yang tidak adekuat, namun

  2. Penggunaan Hukum Hagen-Poiseuille dalam Penentuan Koefisien Viskositas Zat Cair dengan Prinsip Kontrol Berat Berbantuan Software Logger Pro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lia Adini

    2017-10-01

    Full Text Available Pengukuran koefisien viskositas zat cair menggunakan hukum Hagen-Poiseuille dengan metode Microcomputer Based Laboratory telah dilakukan. Viskositas merupakan ukuran penolakan fluida terhadap perubahan bentuk di bawah tekanan shear. Hukum Hagen-Poiseuille digunakan dalam penelitian ini karena zat cair yang digunakan merupakan zat cair Newtonian. Tangki viskometer kapiler yang dikaitkan ke sensor gaya diisi zat cair untuk kemudian dialirkan keluar melalui pipa kapiler dengan panjang (9,8±0,09×10-2 m dan diameter dalam (2,1620±0,0096 ×10-3 m. Data penurunan massa zat cair direkam menggunakan sensor gaya buatan Vernier Tecnology dan analisis fitting data menggunakan software Logger Pro. Nilai karakteristik waktu diperoleh dari hasil fitting data digunakan untuk perhitungan koefisien viskositas zat cair menggunakan hukum Hagen-Poiseuille. Dari percobaan ini diperoleh nilai koefisien viskositas air sebesar (1,063±0,113 mPa.s yang sesuai dengan nilai acuan teori yaitu 1,002 mPa.s, oli SAE 10W-30 sebesar (79,01±8,90 Pa.s sesuai dengan nilai acuan teori 76,8 Pa.s, dan gliserin sebesar (593,4±56,7 mPa.s sesuai dengan nilai acuan teori 612 mPa.s.Measurement of liquid viscosity coefficient using Hagen-Poiseuille law with Microcomputer-Based Laboratory method has been done. Viscosity is the fluid declination measure of form changes under sheer pressure. Hagen-Poiseuille law is used in this study because the liquid used is a Newtonian liquid. Capillary viscometer tanks attached to force sensors are filled with liquid to be streamed out through capillary tubes of length (9.8 ± 0.09 × 10-2 m and the inner diameter (2.1620 ± 0.0096 × 10-3 m. Data on the mass degradation of liquids was recorded using a Vernier Technology force sensor while the data fitting analysis using Logger Pro software. The time characteristic values which obtained from the data fittings are used in the calculation of the liquid viscosity coefficient using Hagen-Poiseuille law

  3. Pengenalan Bahasa Isyarat dengan Metode Segmentasi Warna Kulit dan Center of Gravity

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wawan Kurniawan

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak Bahasa isyarat (sign language merupakan bahasa yang menggunakan gerakan tangan dan gerak bibir untuk menjelaskan sebuah arti. Untuk itu perlu adanya dibuat suatu sistem yang dapat menghubungkan penderita cacat tunarungu dengan manusia normal. Penelitian aplikasi pengenalan bahasa isyarat secara real-time banyak mengalami kendala, faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain, besarnya tingkat kemiripan data citra latih, proses pelacakan (tracking terutama pada segmentasi objek dengan latar belakang (background sehingga hasil capture tidak terinterprestasikan maksimal. Penelitian ini menggunakan metode pelacakan (tracking yakni segmentasi warna kulit dan center of gravity (COG berhasil melacak (tracking gerakan tangan dari setiap frame, serta metode deteksi tepi dan PCA sebagai ekstraksi ciri, dan pengenalannya menggunakan pendekatan jaringan syaraf tiruan  back propagation. Hasil dari pengujian sistem ini dapat mengenali 26 huruf isyarat, tingkat akurasi pengenalan isyarat tangan 83,43%. Pada berbagai kondisi pencahayan dan jarak objek ke kamera, system ini mengalami perubahan tingkat pengenalan sehingga diperlukan jarak ideal dan tingkat penerangan yang baik. Aplikasi ini perlu adanya pengembangan lebih lanjut terutama pada proses pelacakan dan identifikasi. Kata kunci—Pelacakan, Ekstraksi ciri, Pengenalan isyarat tangan   Abstract Sign language is a language that uses hand gestures and lip movements to explain the meaning. For that there needs to be created a system that can connect the disabled with normal human hearing impairment. The study of sign language recognition applications in real-time experience any problems, the factors that affect, among others, high level of similarity of training image data, the process of tracking, especially on the segmentation of objects with the background so the results do not capture the maximum interpretation. This research uses the tracking method the skin color segmentation and center of

  4. PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF OCTANE BOOSTER X TERHADAP KINERJA DAN EMISI GAS BUANG KENDARAAN SEPEDA MOTOR TIPE ALL NEW CBR150R

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Yuditia Rahmadian

    2017-11-01

    Full Text Available Proses pembakaran pada kendaraan bermotor sangat mempengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan dan efisiensi pembakaran pada mesin itu sendiri. Zat aditif merupakan bahan yang ditambahkan pada bahan bakar, baik mesin bensin maupun mesin diesel. Zat aditif digunakan sebagai anti knocking akibat pembakaran yang tidak sempurna dan meningkatakan angka oktan untuk bahan bakar bensin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi penggunaan zat aditif Octane Booster terhadap kinerja mesin motor CBR150R tahun 2014 menggunakan Dyno test, gas analyzer dan tes konsumsi bahan bakar. Berdasarkan eksperimen didapatkan bahwa campuran komposisi OB2 (1 liter pertamax ditambah 3 ml zat aditif Octane Booster membuat daya dan torsi meningkat menjadi 12.54 kW @10500 rpm dan 12.17 Nm @y500 rpm, serta menurunkan kadar CO menjadi 0.08 % Vol, HC menjadi 129 ppm Vol, O2 menjadi 2.68 % Vol dan menaikkan kadar CO2 menjadi 9.82 % Vol dan masih berada di bawah ambang batas dari ketentuan pemerintah. Komposisi tersebut juga menurunkan tingkat konsumsi bahan bakar menjadi 22.73 ,l/km yang membuat kendaraan menjadi lebih irit.

  5. ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN SERAT MENURUT STATUS GIZI ANAK USIA 6-12 TAHUN DI PULAU SULAWESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wulan Agustina

    2015-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThe aimed of this study was to determine the differences intake of macro-nutrients (protein, fat, carbohydrates and fiber with respect to their nutritional status of children aged 6-12 years. This study was used secondary data Riskesdas 2010. The number of subjects was 2,987 children aged 6-12 years in Sulawesi Island. Body Mass Index for Age (BMI/U was used to measure the nutritional status. Independent sample t-test and analysis of variance were applied to answer the research questions. The result showed that most of subjects were male (58.7%, living in rural areas (50.2%, and with low economic status (54.1%. In regard to protein intake, most of the children age 6 years was about 80-99% Recommended Dietary Intake (RDA. On the contrary, most of children 7-9 years and 10-12 years were below 70% RDA. There were no differences intake of macro-nutrients (protein, fat, carbohydrates and fiber to the nutritional status of children aged 6-12 years (p>0.05. This study found that most of the children were suffering macro-nutrients intake regardless their nutritional status. Therefore, we need to have a good program to monitor nutritional status of school children.Keywords: nutrient intake, nutritional status, school age children 6-12 yearABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan zat gizi makro (protein, lemak, karbohidrat dan serat terhadap status gizi pada anak usia 6-12 tahun. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2010 dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah anak usia 6-12 tahun dengan status gizi kurus, normal, dan gemuk menurut IMT/U di Pulau Sulawesi tahun 2010 berjumlah 2.087 orang. Pengujian statistik menggunakan independent sample t-test dan Anova. Sebagian besar subjek berjenis kelamin laki-laki (58,7%, tinggal di perdesaan (50,2%, dan berstatus ekonomi rendah (54,1%. Rata-rata asupan protein pada kelompok umur 6 tahun termasuk kategori sedang (80-99% AKG namun pada usia 7-9 tahun

  6. H(2 enhances arabidopsis salt tolerance by manipulating ZAT10/12-mediated antioxidant defence and controlling sodium exclusion.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanjie Xie

    Full Text Available BACKGROUND: The metabolism of hydrogen gas (H(2 in bacteria and algae has been extensively studied for the interesting of developing H(2-based fuel. Recently, H(2 is recognized as a therapeutic antioxidant and activates several signalling pathways in clinical trials. However, underlying physiological roles and mechanisms of H(2 in plants as well as its signalling cascade remain unknown. METHODOLOGY/PRINCIPAL FINDINGS: In this report, histochemical, molecular, immunological and genetic approaches were applied to characterize the participation of H(2 in enhancing Arabidopsis salt tolerance. An increase of endogenous H(2 release was observed 6 hr after exposure to 150 mM NaCl. Arabidopsis pretreated with 50% H(2-saturated liquid medium, mimicking the induction of endogenous H(2 release when subsequently exposed to NaCl, effectively decreased salinity-induced growth inhibition. Further results showed that H(2 pretreatment modulated genes/proteins of zinc-finger transcription factor ZAT10/12 and related antioxidant defence enzymes, thus significantly counteracting the NaCl-induced reactive oxygen species (ROS overproduction and lipid peroxidation. Additionally, H(2 pretreatment maintained ion homeostasis by regulating the antiporters and H(+ pump responsible for Na(+ exclusion (in particular and compartmentation. Genetic evidence suggested that SOS1 and cAPX1 might be the target genes of H(2 signalling. CONCLUSIONS: Overall, our findings indicate that H(2 acts as a novel and cytoprotective regulator in coupling ZAT10/12-mediated antioxidant defence and maintenance of ion homeostasis in the improvement of Arabidopsis salt tolerance.

  7. Optimasi Pencelupan Kain Batik Katun Dengan Pewarna Alam Tingi (Ceriops Tagal) Dan Indigofera SP

    OpenAIRE

    Pujilestari, Titiek

    2017-01-01

    Pencelupan menggunakan zat warna alam pada proses pembuatan batik dilakukan berulang kali agar dihasilkan warna yang kuat. Sedangkan, penyerapan warna oleh serat kain dibatasi oleh kejenuhan serat. Pencelupan berulang tanpa memperhatikan hasil yang diperoleh dapat menambah biaya, tenaga, dan waktu proses pewarnaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengulangan pencelupan yang optimum dalam menghasilkan warna kain batik katun yang kuat. Penelitian dilakukan menggunakan media kain katu...

  8. SYNTHESIS OF ZnO-AC COMPOSITE AND ITS USE IN REDUCING TEXTILE DYES CONCENTRATIONS OF METHYLENE BLUE AND CONGO RED BY PHOTODEGRADATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Diantariani

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK: Telah dilakukan penelitian mengenai minimalisasi konsentrasi zat warna tekstil metilen biru (MB dan congo red (CR melalui fotodegradasi menggunakan komposit ZnO-Arang aktif (ZnO-AC. Penelitian meliputi sintesis seng oksida (ZnO dengan berbagai rasio pelarut (air:etanol, pembuatan komposit ZnO-AC, dan penerapan komposit untuk mengurangi konsentrasi MB dan CR dalam limbah buatan melalui proses fotodegradasi. Karakterisasi dari partikel ZnO hasil sintesis dilakukan dengan Fourier Transformed Infra Red (FTIR, X-Ray Diffraction (XRD, dan Scanning Electron Microscope (SEM. Fotodegradasi zat warna tekstil MB dan CR dilakukan dengan memaparkan campuran zat warna dan komposit di bawah radiasi sinar ultraviolet. Intensitas warna sebelum dan sesudah fotodegradasi ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer sinar tampak. Hasil menunjukkan bahwa semakin besar rasio pelarut air:etanol yang digunakan dalam sintesis ZnO, semakin mudah, cepat dan semakin banyak jumlah ZnO yang terbentuk. Spektra FTIR dari ZnO hasil sintesis menunjukkan adanya gugus fungsi Zn-O, O-H, N-H, C-H, dan C-O. Semua puncak difraksi dari ZnO hasil sintesis yang pada 2 31,79-31,91, 34,45-34,57, dan 36,27-36,40 sesuai dengan ZnO Wurtzite fase heksagonal. Karakterisasi ZnO dengan SEM menunjukkan bahwa bentuk partikel ZnO adalah bulat dan ukuran partikelnya berkisar 220,5 nm sampai 1222 nm. Bentuk partikel yang paling mendekati bulat dihasilkan oleh perlakuan sintesis dengan rasio pelarut etanol: air sebanyak 150 mL:150 mL. Persentase fotodegradasi dari MB dan CR dengan komposit ZnO-AC lebih besar dibandingkan dengan kontrol (tanpa komposit ZnO-AC, dengan persentase tertinggi diberikan oleh komposit yang terbuat dari ZnO yang disintesis dengan rasio pelarut air : etanol sebesar 150 mL:150 mL.   ABSTRACT: Research on minimization of textile dyes concentration of methylene blue (MB and congo red (CR through photodegradation using ZnO-Activated Carbon (ZnO-AC composite has been done

  9. Teori Warna: Penerapan Lingkaran Warna dalam Berbusana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meilani Meilani

    2013-04-01

    Full Text Available Understanding and application of color theory in the color wheel to create a harmonious color has been researched and developed from ancient times. Until now, the color theory that often used by practitioners of design like, graphic designer, interior designer, fashion designer and etc, based on the color theory by Prang. Simplifying color theory made by Prang makes his theory as a reference in creating harmonious color combinations. Now, the discussion of harmonious color combinations is in fashion matching appearance. Looks is the first impression in socializing with other people, with an understanding of color and aesthetic intuition of good matching, will create an attractive and not-boring appearance. In addition to improving mood, good cloth matching can also help a person to appear more attractive. Of course, such expertise cannot be obtained in a short time, it takes some extra knowledge in addition to understanding harmonious color combinations theory in general. We must consider other factors such as how to recognize skin color that will sustain the intensity of the color selection for our appearance. Hopefully, with this writing, the reader can see and learn a fashion matching appearance better. 

  10. Zatížení větrem na chladící věž

    OpenAIRE

    Ehrlich, Tomáš

    2015-01-01

    Práce se zabývá studiem proudění vzduchu a stanovením účinků na tenkostěnný plášť chladící věže. Jsou prezentovány dva výpočetní modely pro mechaniku tekutin – osamělá chladící věž a skupina čtyř chladících věží. Součástí práce je i strukturální model chladící věže doplněný metodikou pro přenos tlakového zatížení z CFD výpočtu. Thesis is concerned with modeling fluid dynamics and computing wind load on thin-walled structure of cooling tower. Two models for computational fluid dynamics are ...

  11. Sistem Pemantauan Kadar pH, Suhu dan Warna pada Air Sungai Melalui Web Berbasis Wireless Sensor Network

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Sabiq

    2017-07-01

    Full Text Available Water is a very important natural resource for human life and other living things. Water pollution, especially in river water, should be controlled because of the rapid development. One technology to monitor multiple physical quantities scattered in a region is the Wireless Sensor Network (WSN. WSN technology has the ability to transmit data from sensor readings and forward data received from other nodes. In this study, prototype monitoring system of pH level, temperature, and color based on WSN that can be monitored through the developed web. The sensors at each node are connected to Arduino Uno as a processing unit, data read from the sensor is sent to the sync node via XBee wireless device. In the sink, the PC also serves as a database server and a web server is used. Test results with two different dispersion indicate that sensor readings can be read by all nodes and received by the sync node and can be displayed on web pages that have been built. Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Pencemaran air khususnya air sungai perlu dikendalikan seiring makin cepatnya pembangunan. Salah satu teknologi untuk melakukan pemantauan besaran fisik dalam wilayah yang tersebar adalah Wireless Sensor Network (WSN, yang memiliki kemampuan untuk mengirimkan data hasil pembacaan sensor serta meneruskan data yang diterima dari node lain. Pada penelitian ini dikembangkan purwarupa sistem pemantauan kadar pH, suhu dan warna berbasis WSN yang dapat dipantau melalui web. Sensor pada setiap node dihubungkan ke Arduino Uno sebagai unit pemroses, data yang dibaca dari sensor dikirimkan ke node sink melalui perangkat XBee nirkabel. Pada sink digunakan PC yang berfungsi juga sebagai database server dan web server. Hasil dari pengujian dengan dua penyebaran yang berbeda didapatkan hasil bahwa pembacaan sensor dapat dibaca oleh seluruh node dan diterima oleh sink serta dapat ditampilkan melalui laman web yang

  12. Segmentasi Citra menggunakan Support Vector Machine (SVM dan Ellipsoid Region Search Strategy (ERSS Arimoto Entropy berdasarkan Ciri Warna dan Tekstur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Hakim

    2016-02-01

    Full Text Available Abstrak Segmentasi citra merupakan suatu metode penting dalam pengolahan citra digital yang bertujuan membagi citra menjadi beberapa region yang homogen berdasarkan kriteria kemiripan tertentu. Salah satu syarat utama yang harus dimiliki suatu metode segmentasi citra yaitu menghasilkan citra boundary yang optimal.Untuk memenuhi syarat tersebut suatu metode segmentasi membutuhkan suatu klasifikasi piksel citra yang dapat memisahkan piksel secara linier dan non-linear. Pada penelitian ini, penulis mengusulkan metode segmentasi citra menggunakan SVM dan entropi Arimoto berbasis ERSS sehingga tahan terhadap derau dan mempunyai kompleksitas yang rendah untuk menghasilkan citra boundary yang optimal. Pertama, ekstraksi ciri warna dengan local homogeneity dan ciri tekstur dengan menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM yang menghasilkan beberapa fitur. Kedua, pelabelan dengan Arimoto berbasis ERSS yang digunakan sebagai kelas dalam klasifikasi. Ketiga, hasil ekstraksi fitur dan training kemudian diklasifikasi berdasarkan label dengan SVM yang telah di-training. Dari percobaan yang dilakukan menunjukkan hasil segmentasi kurang optimal dengan akurasi 69 %. Reduksi fitur perlu dilakukan untuk menghasilkan citra yang tersegmentasi dengan baik. Kata kunci: segmentasi citra, support vector machine, ERSS Arimoto Entropy, ekstraksi ciri. Abstract Image segmentation is an important tool in image processing that divides an image into homogeneous regions based on certain similarity criteria, which ideally should be meaning-full for a certain purpose. Optimal boundary is one of the main criteria that an image segmentation method should has. A classification method that can partitions pixel linearly or non-linearly is needed by an image segmentation method. We propose a color image segmentation using Support Vector Machine (SVM classification and ERSS Arimoto entropy thresholding to get optimal boundary of segmented image that noise-free and low complexity

  13. Pengaruh Lebar Fasad, Warna Interior, dan Lokasi Meja Kasir terhadap Persepsi Aman dan Sikap Konsumen pada Convenience Store

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imtihan Hanum

    2016-12-01

    Full Text Available Pesatnya perkembangan convenience store berkontribusi terhadap tingginya angka kejahatan pada toko. Pedoman convenience store dan teori-teori yang terkait menunjukkan bahwa visibilitas dari convenience store penting untuk menekan maksud kriminal. Namun, faktor yang dikembangkan untuk mendorong persepsi keamanan dan perilaku konsumen tidak jelas dijelaskan. Penelitian ini menguji variabel yang dapat menekan maksud kriminal melalui peningkatan persepsi aman konsumen dan perilaku dalam toko. Percobaan ini menggunakan 43 responden untuk mengevaluasi stimulus gambar simulasi interior dari convenience store. Data dari respon dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi kasir jauh dari pintu keluar dengan kombinasi warna dingin dianggap aman oleh responden, sedangkan lokasi counter jauh dari pintu keluar memberikan efek positif pada perilaku konsumen. Sedangkan variabel muka bangunan tidak memberikan pengaruh yang signifikan dalam membangun persepsi konsumen dan perilaku. Hasil eksperimen diharapkan menjadi kenyamanan pedoman desain dari convenience store dan mengembangkan pengetahuan desain. Di masa depan, kita dapat mempelajari jenis lain dari toko atau fungsi lain dengan masalah yang sama.Kata Kunci: convenience store; pencegahan kejahatan; perilaku konsumen; persepsi aman.Influence of Façade Width, Interior Color and Cashier Desk Location on Security Perception and Client Behavior in Convenience StoresThe rapid development of the convenience store contributes to the rising occurence of retail crime. Convenience store guidelines and related theories show that visibility in convenience store interiors is important to suppress criminal intents. However, the factors developed to improve security perception and client behavior are not clearly described. In this study variables were examined that may suppress criminal intent through the improvement of security perception and consumer behavior in convenience stores. In the

  14. Rendahnya asupan zat besi dan kepatuhan mengonsumsi tablet besi berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran, Banyumas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Purwoko Widji Utomo

    2016-08-01

    iron tablets, and the role of husband in encouraging pregnant women to consume iron tablets.KEYWORDS: anemia, compliance in consuming iron tablets, nutrient intakeABSTRAKLatar belakang: Salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi, yang merupakan masalah gizi mikro terbesar dan tersulit diatasi di seluruh dunia. Hasil Riskesdas tahun 2010 menunjukkan 80,7% wanita usia subur (WUS yang hamil mendapat/membeli tablet besi, namun sebagianbesar diketahui tidak patuh mengonsumsinya. Kekurangan besi dalam tubuh disebabkan kurangnya konsumsi makanan sumber zat besi dan ketidakpatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet besi. Suplementasi tablet besi dan perbaikan asupan zat gizi terutama sumber zat besi merupakan upaya penanggulangananemia yang banyak dilakukan.Tujuan: Mengetahui hubungan asupan zat gizi dan tingkat kepatuhan mengonsumsi tablet besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional (survey dengan rancangan cross sectional dengan subjek penelitian 50 ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.Hasil: Persentase anemia pada ibu hamil sebesar 56,0%. Hasil analisis multivariat hanya kepatuhan mengonsumsi tablet besi yang berhubungan bermakna (p=0,001, RP=3,7; 95% CI:2,06-6,82 dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Harga sumber makanan hewani yang mahal, keanekaragaman sumber makanan hewani yang terbatas, dan ketidaksukaan mengonsumsi sumber makanan hewani menyebabkan ibu hamil memilih sumber makanan nabati yang murah dan mudah didapat.Kesimpulan: Asupan zat gizi terutama zat besi dan kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet besi masih menjadi penyebab anemia pada ibu hamil. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya penanggulangan dan pencegahan anemia ibu hamil dengan cara peningkatan keanekaragaman konsumsi bahan makanan sumber zat besi, kesadaran ibu hamil untuk mengonsumsi tablet besi

  15. OPTIMASI PENCELUPAN KAIN BATIK KATUN DENGAN PEWARNA ALAM TINGI (Ceriops tagal DAN INDIGOFERA Sp

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2017-06-01

    Full Text Available Pencelupan menggunakan zat warna alam pada proses pembuatan batik dilakukan berulang kali agar dihasilkan warna yang kuat. Sedangkan, penyerapan warna oleh serat kain dibatasi oleh kejenuhan serat. Pencelupan berulang tanpa memperhatikan hasil yang diperoleh dapat menambah biaya, tenaga, dan waktu proses pewarnaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengulangan pencelupan yang optimum dalam menghasilkan warna kain batik katun yang kuat. Penelitian dilakukan menggunakan media kain katun, zat warna alam tingi dan indigofera, serta bahan fiksasi kapur, tunjung, dan tawas. Pewarnaan dilakukan secara berulang masing-masing 5, 8, 11, dan 14 kali pencelupan. Fiksasi warna tingi dengan menggunakan tawas, kapur, dan tunjung dilakukan setelah proses pewarnaan. Pengujian pada kain katun batik meliputi ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari dan pencucian, serta uji beda warna (L*a*b*. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum pencelupan untuk memperoleh arah warna coklat tua/gelap menggunakan pewarna alami tingi dengan fiksasi tunjung adalah 5 dan 8 kali pencelupan, untuk tawas 11 kali pencelupan. Fiksasi dengan tunjung menghasilkan warna kain katun batik lebih tua apabila dibandingkan dengan fiksasi tawas. Perlakuan optimum dalam pencelupan menggunakan pewarna alam indigofera pada kain katun batik adalah sebanyak 8 kali pencelupan dengan hasil arah warna biru paling kuat.Kata Kunci : pencelupan, batik, warna alam, tingi, indigofera 

  16. EFEK ZAT AKTIF EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA.L TERHADAP SPERMATOGENESIS PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ervi Husni

    2016-11-01

    Full Text Available Pendahuluan: Jumlah penduduk Indonesia sensus tahun 2010 sebanyak 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49 % per tahun. Target RPJPMN 2010-2014 sebesar1,14 %, laju pertumbuhan penduduk saat ini  0,53 % masih lebih tinggi. Pengendalian penduduk diperlukan antara lain dengan pemakaian kontrasepsi pada wanita maupun pria. Keterlibatan pria dalam KB masih rendah hanya 6,26 %. Tujuan penelitian untuk membuktikan zat aktif daun jambu biji merah dapat menurunkan kadar FSH dan spermatogenesis pada tikus putih jantan (Rattus norvegikus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Post test only control group design. Besar sampel menggunakan rumus Federer dengan jumlah sampel 30 ekor tikus putih, terbagi tiga kelompok yaitu Kelompok 1 (K1 kelompok kontrol diberikan larutan CMC 0,5 % 1 ml/ hari, Kelompok Perlakuan 1 (P1 diberikan ekstrak daun jambu biji merah dosis 40 mg/ml/hari dan kelompok Perlakuan 2 (P2 diberikan ekstrak daun jambu biji merah dosis 80 mg/ml/hari dan diberikan selama 30 hari. Variabel penelitian  jumlah sel spermatogenik ( Spermatogonium, Spermatosit primer dan Spermatid. Data dianalisis menggunakan uji  ANOVA. Hasil: Hasil analisis data dengan uji ANOVA jumlah sel spermatogonium nilai p 0,801 (p < 0,05: tidak ada perbedaan signifikan diantara ketiga kelompok, uji LSD tidak dilakukan. Hasil uji ANOVA untuk jumlah sel spermatosit primer didapatkan nilai p 0,102 ( p < 0,05 , berarti  tidak ada perbedaan signifikan diantara ketiga kelompok, uji LSD tidak dilakukan. Hasil uji ANOVA untuk jumlah sel spermatid nilai p 0,001  (p < 0,05 berarti terdapat perbedaan signifikan diantara ketiga kelompok. Hasil uji LSD kontrol dengan P1 (p 0,036 : berbeda, Kontrol dengan P2 (p <0,000: berbeda, P1 dengan P2 (p <0,033 : berbeda. Diskusi: Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun jambu biji merah tidak menurunkan jumlah sel spermatogonium dan sel spermatosit primer tetapi menurunkan jumlah

  17. Impacts of Agricultural Practices and Tourism Activities on the Sustainability of Telaga Warna and Telaga Pengilon Lakes, Dieng Plateau, Central Java

    Science.gov (United States)

    Sudarmadji; Pudjiastuti, Hermin

    2018-02-01

    Telaga Warna and Telaga Pengilon are two volcanic lakes in the Dieng Plateau offer some unique phenomena which are interested for tourists to visit. Telaga Warna and Telaga Pengilon are located side by side in the Dieng Palteau. Those two lakes also have specific ecosystem which differ to other lakes. However as land use in the surrounding area is now gradually changing, the lake is now facing to environmental degradation. The land use in the surrounding area is for intensive agricultural which main crops are vegetable, especially potatoes. Meanwhile, the number of tourist visiting those two lakes is increasing; it may also give some impact to the lake environment. This research aims to study the impacts of agricultural practices and tourism activities to the lake environmental which lead to the environment sustainability of the lakes. The field survey was conducted to collect some data on lakes characteristics, agricultural and tourism activities. Some interviews to local people and tourists were also conducted. Some water and sediment samples were collected followed by laboratory analyses. Some secondary data from previous study was also collected. Data analysis was conducted based on qualitative and quantitative techniques. The study found that agricultural practices of potatoes plantation uses water from the Telaga Pengilon to irrigate the plant by pumping out the water using water pump and distributes the water over the plantation area. Agricultural practices lead to soil erosion, which contribute sediment to the lake carried by surface runoff. Therefore, the volume of lakes is gradually decreasing. The use of fertilizer in the agricultural practice contribute nutrient into the lake carried by surface runoff, leading to the eutrophication, due to the excess used of fertilizer. The study concludes that agricultural practices and tourism activities have some positive economic impacts to the local community, however it also give some adverse affects on the lakes

  18. EFEK PEMBERIAN SUPLEMEN SINBIOTIK DAN ZAT GIZI MIKRO (VITAMIN A DAN ZINC TERHADAP STATUS GIZI PENDERITA TBC PARU ORANG DEWASA YANG MENGALAMI KEKURANGAN ENERGI KRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparman Hardinsyah

    2014-09-01

    Full Text Available Pasien  TB  paru  pada  akhirnya  aka n  mengalami  keadaan gizi  buruk  dan  menurunnya  respon  imun. Kemoterapi  dengan  menggunakan  obat-obatan  TB  merupakan  langkah  yang  efektif  untuk  mengobati penyakit ini, tetapi mempunyai pengaruh negatif terhadap keseimbangan mikropola usus inflamasi karena infeksi TB paru, menurunkan pengaturan sintesa zat  gizi dan menurunkan nafsu makan, sehingga terjadi kekurangan  gizi.  Penelitian  bertujuan  untuk  menganalisa  efikasi  symbiotik  dan  suplemen zat  gizi  mikro terhadap status gizi pada pasien dewasa TB paru yang sedang diobati yang menderita kekurangan energi kronik  setelah  2  bulan  menjalani  intervensi.  Desain penelitian  “a  double-blind  randomized  treatment control trial“ dilakukan pada 2 pusat penyembuhan TB paru di Bandung dan Garut. Sejumlah 43 orang yang  menderita  kekurangan  energi  kronik  (KEK  dipilih  dari  76  pasien  TB  paru  yang  terekrut  dengan variasi umur antara 20–45 tahun. Kelompok ini dibagi 2 kelompok, kelompok pertama diberikan susu yang berisi  protein,  symbiotik  dan  suplemen  micronutrien (MSM  dan  kelompok  kedua  diberi  susu  yang berbasis protein saja (MO sebagai kelompok kontrol. Seluruh pasien menerima terapi standar untuk TB paru, parameter status gizi (BB, IMT, masa Lemak, hemoglobin, serum vitamin A dan seng dikumpulkan pada saat awal setelah 1 bulan, 2 bulan dari pemberian intervensi data di awalnya. Perbedaan antara dan dalam kelompok menggunakan statistik parametrik dannon parametric. Hasil menunjukan bahwa setiap kelompok  pada  akhir  intervensi  parameter  status  gizi  secara  signifikan  mengalami  perbaikan dibandingkan  pada  awal  penelitian  (P0,05. Ada pengaruh potensial dari setiap suplemen dalam meningkatkan status gizi, penelitian yang lebih lama dengan tidak memberikan susu berbasis protein pada kelompok kontrol dibutuhkan. Kata kunci

  19. Tekstil Atıksularının Gideriminde Atık Döküm Kumlarının Kullanımı / Using of Waste Foundry Sands in Removal of Textile Wastewater

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ELİF HATİCE GÜRKAN

    2012-12-01

    Full Text Available Ülkelerin sanayileşmesi ile birlikte endüstriyel bazlı su kullanımının artması ve son yıllarda ortaya çıkan küresel ısınma sorunu, yüzeysel ve yeraltı su kaynaklarının tükenmesine sebep olmaktadır. Endüstriyel atıksuların doğaya yaptığı etkiler önemli düzeyde, doğal dengeyi değiştirici ve bazı durumlarda geri dönülmez nitelikte olmaktadır. Endüstrilerden kaynaklanan atıksular, evsel atıksulara göre kaynak, miktar ve karakter açısından büyük farklılıklar gösterirler. Bu nedenle endüstri tesisinin çıkış sularının doğal su ortamlarının kirletmesini engelleyecek şekilde arıtılması gerekmektedir. Bu atıksuların arıtılıp geri kazanılması ile hem su kaynaklarının tüketimi hem de deşarj edilen arıtılmış atıksuların miktarı azaltılmakta ve çevresel etkileri en aza indirilebilmektedir. Ülkemizdeki en büyük endüstri dallarından biri olan tekstil endüstrisi, çok su tüketilen, kullanılan hammadde ve kimyasal maddelerin, gerçekleştirilen işlemlerin, her işlem için uygulanan teknolojilerin çeşitliliği nedeni ile farklılık gösteren ve üretilen ürüne bağlı atık kaynağı olarak son derece değişken yapıya sahip bir endüstridir. Tekstil endüstrisi atıksularının en belirgin özelliği, yüksek miktarda organik ve inorganik kimyasal içermesi ve yüksek toplam organik karbon (TOK, kimyasal oksijen ihtiyacı (KOI ve yoğun renk içeriğidir. Alıcı su kaynaklarına verilen boyar maddeler organik yük olarak bu kirliliğin küçük bir kısmını oluşturmaktadır; ancak alıcı ortamda çok düşük konsantrasyonlarda boyar madde bulunması bile estetik açıdan istenmeyen bir durumdur. Bu nedenle boyar madde içeren tekstil endüstrisi atıksularından renk giderim prosesleri ekolojik açıdan önem kazanmaktadır. Günümüzde boyar maddelerin giderimi büyük oranda fiziksel ve kimyasal yöntemlerle gerçekleştirilmektedir. Bu çalışmada, atık d

  20. Senyawa Organik Dalam Air Minum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Soewasti Soesanto

    2012-09-01

    Full Text Available Kadar zat   organik   yang berlebihan dalam  air  minum  tidak diperbolehkan karena selain menimbulkan warna, bau dan  rasa yang tidak  diinginkan, juga mungkin bersifat toksik baik secara langsung maupun setelah bersenyawa dengan zat lain yang ada.Zat organik yang ada dalam air minum dapat berasal dari alam atau sebagai dampak dari kegiatan manusia.

  1. ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, DAN STATUS ANEMIA PADA REMAJA LAKI-LAKI PENGGUNA NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK PRIA TANGERANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utami Wahyuningsih

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to analyze the intake of energy and nutrients, nutritional status, and anemia status in adolescent boys with drug abuse at boys penitentiary class IIA Tangerang. This study used cross sectional design. Subjects of this study were adolescent boys with drug addiction. Sampling method used was purposive sampling and the number of subjects was 40 people. Descriptive analysis showed energy (35.0% and protein (27.5% adequacy level were categorized as severe deficit. Mean energy from food provided by the penintentiary hadn’t met subjects’ daily requirement while mean protein had met subjects’ daily requirement. Iron adequacy level was categorized as adequate (82.5% and vitamin C adequacy level was categorized as inadequate (100.0%. Most subjects had normal nutritional status (85.0% and anemia (57.5%.Keywords: adolescent, anemia, drugs, nutritional statusABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis asupan energi dan zat gizi, status gizi, dan status anemia remaja laki-laki pengguna narkoba di lembaga pemasyarakatan (LAPAS anak pria kelas IIA Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain cross sesctional study. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja laki-laki pengguna narkoba. Cara pengambilan subjek secara purposive. Jumlah subjek yang digunakan sebanyak 40 orang. Hasil analisis deskriptif menunjukkan tingkat kecukupan energi (35.0% dan protein (27.5% subjek berada pada kategori defisit berat. Rata-rata energi dari makanan yang disediakan LAPAS belum memenuhi kebutuhan subjek dalam sehari, sedangkan rata-rata protein sudah cukup memenuhi kebutuhan subjek dalam sehari. Tingkat kecukupan zat besi subjek berada pada kategori cukup (82.5% dan tingkat kecukupan vitamin C subjek berada pada kategori kurang (100.0%. Subjek berada dalam kategori status gizi normal (85.0% dan mengalami anemia (57.5%.Kata kunci: anemia, narkoba, remaja, status gizi

  2. PENENTUAN KUANTITATIF ZAT WARNA KARMOSIN,PONCEAU 4R DAN MERAH ALURA YANG DITAMBAHKAN DALAM MINUMAN AGREM (Hibiscus sabdariffa, Linn [Quantitative Determination of Carmoisine, Ponceau 4R and Allura Red Colouring Agents Added Into Softdrink Containing the Aqueous Extract of (Hibiscus sabdariffa, Linn

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Embit Kartadarma

    2007-06-01

    Full Text Available The synthetic food-colouring agent is stiil commonly used in soft drink to enhance the colour of the food and to make foods more attractive, particularly for the drink containing natural colour. Addition of colour is legally permitted by the govermment, however, the product sometime contain the substance more than the permissible maximum dosage, and it may possibly cause iillhealth to the consumer. Preparation of soft drink containing the aqueous extract of Hibiscus sabdariffa fruits gave less intense colour due to the colour. The quantity of the synthetic food colour in soft drink must be determined quantitatively for food safety and the presence of natural colour in the products may affect the results. Determination of three synthetic colouring agents, carmoisine, ponceau 4R and allura red added into soft drink containing the aqueous extract of hisbicus sabdariffa was carried out. Result showed that the determination of such colouring agents can only be achivied after adjusting the pH up to 4.5 and the recovery of carmoisine, ponceau 4R and allura red were 99.8: 100.2 and 100.0%, with the accuracy of 0.1;0.3 and 0.1% and the precission of 0.1; 0.3 and 0.1% respectively.

  3. Riwayat pola asuh, pola makan, asupan zat gizi berhubungan dengan stunting pada anak 24–59 bulan di Biboki Utara, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christin Debora Nabuasa

    2016-08-01

    .05 with stunting whereas food security had no significant association. The result of multivariate analysis showed variable of history of rearing pattern most dominantly influenced the prevalence of stunting.Conclusions: There was significant association between history of rearing pattern, eating pattern, intake of protein, energy, calcium and stunting.KEYWORDS: rearing pattern, eating pattern, nutrient intake, culture, economy, infection disease, food security, stunting,children underfiveABSTRAKLatar belakang: Stunting merupakan salah satu indikator gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi keseluruhan di masa lampau. Stunting diketahui dengan melakukan pengukuran indikator TB/U. Dampak stunting menyebabkan menurunnya pertumbuhan, perkembanganmotorik terlambat, terhambatnya pertumbuhan mental, penurunan intelegensi anak, penurunan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas. Anak stunting umur ≥ 2 tahun mempunyai risiko mengalami morbiditas dan obesitas lebih tinggi. Dengan rendahnya keadaan ekonomi, pola asuh, pola makan,asupan zat gizi dalam kurun waktu yang lama menyebabkan tingginya prevalensi stunting pada balita. Hasil riskesdas tahun 2007, prevalensi stunting provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 46,7% dan prevalensi di Kabupaten Timor Tengah Utara sebesar 59,6% dan di Kecamatan Biboki Utara 2 tahun berturut-turut adalah 64,6% dan 60,2%.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan riwayat pola asuh, pola makan, asupan zat gizi terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara ProvinsiNTT. Metode: Jenis penelitian studi observasional dengan rancangan case-control dengan alat ukur menggunakan kuesioner untuk mengetahui riwayat pola asuh, pola makan dan asupan zat gizi menggunakan recall 24 jam. Penelitian dilakukan di Kecamatan Biboki Utara dengan jumlah sampel sebanyak 152 yang terdiri dari 76 anak sebagai kasus dan 76 anak sebagai kontrol.Hasil: Riwayat pola asuh

  4. KANDUNGAN KATEKIN DAN KUALITAS (WARNA AIR SEDUHAN, FLAVOR, KENAMPAKAN ENAM KLON TEH (Camellia sinensis (L. O. Kuntze DI KETINGGIAN YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyadi Mitrowihardjo

    2012-05-01

    Full Text Available Catechins Content and Quality (Colour, Flavor, Appearance of Six Tea Clones (Camellia sinensis (L. O. Kuntze at Different Altitude Growings  ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi klon-klon yang dapat memberikan katekin dan kualitas hasil yang tinggi yang diharapkan bermanfaat sebagai arahan perbaikan dalam pengembangan tanaman teh ke depan. Ketinggian tempat tumbuh (1200 – 1300 m dari permukaan laut dan 700 – 900 m dari permukaan laut yang diduga berpengaruh terhadap kualitas hasil juga dievaluasi, karena terkait dengan ketersediaan lahan pengembangan. Analisis catechin (C, epicatechin (EC, epigallocatechin (EGC, epicatechin gallate (ECG, epigallocatechin gallate (EGCG dilakukan dengan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography, sedang evaluasi kualitas (warna air seduhan, flavor, kenampakan dilakukan oleh tiga orang tester teh bersertifi kat. Hasil analisis menunjukkan bahwa total katekin yang tinggi diperlihatkan TRI 2025, PGL 10, GMB 9 di lokasi ketinggian 1200-1300 m dpl, dan total katekin tinggi juga diperlihatkan PGL 15, GMB 9, dan PGL 10 di lokasi ketinggian 700 – 900 m dpl. Skor warna air seduhan tidak menunjukkan perbedaan antar klon maupun antar lokasi, namun skor flavor GMB 7 dan PGL 15 unggul di lokasi atas maupun di lokasi bawah. Ada kecenderungan skor fl avor lebih unggul di lokasi bawah dibanding dengan lokasi atas. Skor kenampakan ampas setelah teh diseduh tinggi untuk PGL 15, TRI 2025, dan GMB 9 di lokasi atas, sedang TRI 2025 tinggi di lokasi bawah. Serupa dengan skor fl avor, skor kenampakan ampas teh berkecenderungan unggul di lokasi bawah. Kata kunci: Teh, ketinggian tempat, katekin, kualitas (warna air seduhan, fl avor, kenampakan  ABSTRACT The purpose of the study was to fi nd out high catechins content and quality of six tea clones which might contribute to tea clone improvements in the future. Altitudes growing (1200 – 1300 m above sea level and 700 – 900 m above sea level which

  5. Impacts of Agricultural Practices and Tourism Activities on the Sustainability of Telaga Warna and Telaga Pengilon Lakes, Dieng Plateau, Central Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarmadji

    2018-01-01

    Full Text Available Telaga Warna and Telaga Pengilon are two volcanic lakes in the Dieng Plateau offer some unique phenomena which are interested for tourists to visit. Telaga Warna and Telaga Pengilon are located side by side in the Dieng Palteau. Those two lakes also have specific ecosystem which differ to other lakes. However as land use in the surrounding area is now gradually changing, the lake is now facing to environmental degradation. The land use in the surrounding area is for intensive agricultural which main crops are vegetable, especially potatoes. Meanwhile, the number of tourist visiting those two lakes is increasing; it may also give some impact to the lake environment. This research aims to study the impacts of agricultural practices and tourism activities to the lake environmental which lead to the environment sustainability of the lakes. The field survey was conducted to collect some data on lakes characteristics, agricultural and tourism activities. Some interviews to local people and tourists were also conducted. Some water and sediment samples were collected followed by laboratory analyses. Some secondary data from previous study was also collected. Data analysis was conducted based on qualitative and quantitative techniques. The study found that agricultural practices of potatoes plantation uses water from the Telaga Pengilon to irrigate the plant by pumping out the water using water pump and distributes the water over the plantation area. Agricultural practices lead to soil erosion, which contribute sediment to the lake carried by surface runoff. Therefore, the volume of lakes is gradually decreasing. The use of fertilizer in the agricultural practice contribute nutrient into the lake carried by surface runoff, leading to the eutrophication, due to the excess used of fertilizer. The study concludes that agricultural practices and tourism activities have some positive economic impacts to the local community, however it also give some adverse

  6. PENGARUH SUPLEMENTASI HIDROLISAT BULU AYAM DAN MINERAL ORGANIK TERHADAP KECERNAAN ZAT MAKANAN, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, DAN EFISIENSI RANSUM KAMBING PERANAKAN ETAWAH JANTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhtarudin Muhtarudin

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan suplementasi hidrolisat bulu ayam, mineral, makro organik (Ca, Mg organik serta mikro organik (Zn, Cu, Cr, Se organik guna meningkatkan kecernaan zat-zat makanan, pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum kambing peranakan Etawah jantan. Percobaan menggunakan kambing peranakan Etawah jantan sebanyak 20 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah: R0 = 40% rumput gajah + 60% konsentrat, R1 = R0 + 3 % tepung bulu ayam, R2 = R1 + Mineral Makro-organik (Ca, Mg organik, R3 = R2 + Mineral Mikro-organik (Zn,Cu, Cr, Se organik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perlakuan campuran bulu ayam, Ca-PUFA, Mg-PUFA (mineral makro organik dan Zn, Cu, Se, dan Cr, lisinat (mineral mikro organik atau R3 dapat meningkatkan kecernaan bahan organik, energi, pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum dari kambing peranakan Etawah jantan. THE EFFECT SUPLEMENTATION OF HYDROLYZED OF FEATHER MEAL AND ORGANIC MINERAL ON NUTRIENTS DIGESTIBILITY, DAILY GAIN, AND RATIONS EFFICIENCY OF MALE ETAWAH CROSS GOATS ABSTRACT The objective of research were to evaluate the effect of supplementation of hydrolyzed of feather meal, organic macro mineral (Ca and Mg-Polyunsaturated Fatty Acid /PUFA and organic micro mineral (Zn, Cu, Cr, and Se-lysinat to improve nutrient digestibility, daily gain and rations efficiency of male Etawah cross goats. The research were used 20 male Etawah cross goats. Random block design were used this research was used, with 4 treatments and 5 replications. The treatments were arranged : R0= 40 % of forage + 60% concentrates; R1= R0 + 3% of hydrolyzed of feather meal ; R2= R1 + organic macro mineral (Ca and Mg -PUFA; R3 = R2+ organic micro mineral (Zn,Cu, Cr, and Se-lysinat. The results showed that mixing treatment of hydrolyzed feathers meal, organic macro and micro mineral (Ca and Mg

  7. Application of polarization ellipse technique for analysis of ULF magnetic fields from two distant stations in Koyna-Warna seismoactive region, West India

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    F. Dudkin

    2010-07-01

    Full Text Available A new approach is developed to find the source azimuth of the ultra low frequency (ULF electromagnetic (EM signals believed to be emanating from well defined seismic zone. The method is test applied on magnetic data procured from the seismoactive region of Koyna-Warna, known for prolonged reservoir triggered seismicity. Extremely low-noise, high-sensitivity LEMI-30 search coil magnetometers were used to measure simultaneously the vector magnetic field in the frequency range 0.001–32 Hz at two stations, the one located within and another ~100 km away from the seismic active zone. During the observation campaign extending from 15 March to 30 June 2006 two earthquakes (EQs of magnitude (ML>4 occurred, which are searched for the presence of precursory EM signals.

    Comparison of polarization ellipses (PE parameters formed by the magnetic field components at the measurement stations, in select frequency bands, allows discrimination of seismo-EM signals from the natural background ULF signals of magnetospheric/ionospheric origin. The magnetic field components corresponding to spectral bands dominated by seismo-EM fields define the PE plane which at any instant contains the source of the EM fields. Intersection lines of such defined PE planes for distant observation stations clutter in to the source region. Approximating the magnetic-dipole configuration for the source, the magnetic field components along the intersection lines suggest that azimuth of the EM source align in the NNW-SSE direction. This direction well coincides with the orientation of nodal plane of normal fault plane mechanism for the two largest EQs recorded during the campaign. More significantly the correspondence of this direction with the tectonic controlled trend in local seismicity, it has been surmised that high pressure fluid flow along the fault that facilitate EQs in the region may also be the source mechanism for EM fields by electrokinetic effect.

  8. Linkages of fracture network geometry and hydro-mechanical properties to spatio-temporal variations of seismicity in Koyna-Warna Seismic Zone

    Science.gov (United States)

    Selles, A.; Mikhailov, V. O.; Arora, K.; Ponomarev, A.; Gopinadh, D.; Smirnov, V.; Srinu, Y.; Satyavani, N.; Chadha, R. K.; Davulluri, S.; Rao, N. P.

    2017-12-01

    Well logging data and core samples from the deep boreholes in the Koyna-Warna Seismic Zone (KWSZ) provided a glimpse of the 3-D fracture network responsible for triggered earthquakes in the region. The space-time pattern of earthquakes during the last five decades show strong linkage of favourably oriented fractures system deciphered from airborne LiDAR and borehole structural logging to the seismicity. We used SAR interferometry data on surface displacements to estimate activity of the inferred faults. The failure in rocks at depths is largely governed by overlying lithostatic and pore fluid pressure in the rock matrix which are subject to change in space and time. While lithostatic pressure tends to increase with depth pore pressure is prone to fluctuations due to any change in the hydrological regime. Based on the earthquake catalogue data, the seasonal variations in seismic activity associated with annual fluctuations in the reservoir water level were analyzed over the time span of the entire history of seismological observations in this region. The regularities in the time changes in the structure of seasonal variations are revealed. An increase in pore fluid pressure can result in rock fracture and oscillating pore fluid pressures due to a reservoir loading and unloading cycles can cause iterative and cumulative damage, ultimately resulting in brittle failure under relatively low effective mean stress conditions. These regularities were verified by laboratory physical modeling. Based on our observations of main trends of spatio-temporal variations in seismicity as well as the spatial distribution of fracture network a conceptual model is presented to explain the triggered earthquakes in the KWSZ. The work was supported under the joint Russian-Indian project of the Russian Science Foundation (RSF) and the Department of Science and Technology (DST) of India (RSF project no. 16-47-02003 and DST project INT/RUS/RSF/P-13).

  9. Sebaran Horizontal Zat Hara di Perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur (Horizontal Distribution of Nutrients in the Waters Lamalera, East Nusa Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marojahan Simanjuntak

    2012-06-01

    Full Text Available Perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur merupakan perairan yang sangat penting karena kondisi oseanografinya yang dipengaruhi daratan, Laut Sawu, dan Samudera Hindia sehingga kaya akan sumberdaya laut. Penelitian oseanografi di perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur telah dilakukan pada bulan Juli 2011. Tujuan penelitian tersebut untuk mengkaji kualitas air ditinjau dari kandungan zat hara yang merupakan indikator kesuburan perairan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur. Parameter yang diteliti meliputi fosfat, nitrat, dan silikat serta parameter kualitas air yaitu oksigen terlarut, dan keasaman (pH. Metode penelitian yang digunakan adalah pengambilan air laut dari lapisan permukaan (5 m, termoklin (15-150 m dan dibawah termoklin (100-300 m pada 19 stasiun penelitian. Kadar fosfat, nitrat, dan silikat dianalisis menurut metode Strickland dan Parsons. Kadar oksigen terlarut diukur dengan menggunakan metode Winkler. Derajat keasaman (pH diukur dengan pH meter Cyber Scan 300. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar zat hara pada umumnya lebih tinggi di sebelah selatan perairan ini. Kadar fosfat berkisar 0,53–5,93 μg A/l; nitrat 0,34–28,31 μg A/l, dan silikat 0,69–44,60 μg A/l. Kadar oksigen terlarut berkisar 2,30–4,90 ml/l, dan nilai pH 7,85–8,21. Parameter yang diteliti di perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur masih baik untuk kehidupan berbagai biota mengacu pada Baku Mutu yang telah ditetapkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KMNLH. Kata kunci: Kualitas air, fosfat, nitrat, silikat, Perairan Lamalera. Lamalera Waters, East Nusa Tenggara is one of the waters are very important because the condition of the affected land, Sawu Sea, and Indian Ocean, so rich in marine resources. Oceanographic research in the Lamalera Waters, East Nusa Tenggara have been carried out in July 2011. The research objective was to assess water quality in terms of the nutrients content, which is an

  10. EVALUASI POTENSI KECAP MANIS SEBAGAI PEMBAWA FORTIFIKAN NaFeEDTA: TINJAUAN PENGARUH ASUPAN KECAP KEDELAI MANIS HASIL FORTIFIKASI TERHADAP PENINGKATAN BIOAVAILABILITAS ZAT BESI FORTIFIKAN Potency of Sweet Soy Sauce as Vehicle for NaFeEDTA Fortificant: Eff

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Naruki

    2012-05-01

    Full Text Available In order to investigate potency of sweet soy sauce as vehicle  for �aFeEDTA fortificant, the effect of sweet soy sauce intake on iron bioavailability of NaFeEDTA, was in vivo evaluated. The bioavailability was determined in Spague- Dawley rats using hemoglobin depletion-repletion method. Rats were iron depleted by feeding them iron-free diet. During the repletion period, iron-depleted rats were fed NaFeEDTA (0.35 mg Fe/day for their iron source of diet, withsweet soy sauce as fortification vehicle. Volume of soy sauce intake was varied from 0.0 to 0.7 mL/day. FeSO .7H O4 2(0.35 mg Fe/day, with H O as vehicle  was used as reference standard. The bioavailability of iron was expressed ashemoglobin regeneration efficiency (HRE. The volume of soy sauce intake which resulted in good bioavailabilitywas used for further study. The further study was done to evaluate the iron bioavailability of NaFeEDTA (dosage was varied from 0.175 to 1.4 mg Fe/day with fixed volume of the fortification vehicle intake (0.2 mL/day. Sweet soy sauce and H O were used as fortification vehicle, while FeSO .7H O (0.35 mg Fe/day, with H O as vehicle was used2 4 2 2as reference standard of fortificant.  The data showed that sweet soy sauce has a good potency  as fortification vehicle for NaFeEDTA. Intake of 0.2 mL of sweet soy sauce/day resulted in HRE of NaFeEDTA as high as HRE of standardFeSO .7H O. Furthermore, in compare with H O vehicle, the soy sauce resulted for higher HRE, higher iron absorp-4 2 2tion, and  higher iron retention, as well. It was found that increased intake of NaFeEDTA made HRE of NaFeEDTA,% A/I, and % R/I decreased. ABSTRAK Pengaruh kecap manis sebagai makanan pembawa terhadap peningkatan bioavailabilitas zat besi fortifikan �aFeEDTA, dievaluasi  secara in vivo, untuk mengetahui potensi kecap manis sebagai pembawa fortifikan tersebut. Bioavailabilitas ditentukan pada tikus Sprague-Dawley, menggunakan metoda deplesi-replesi hemoglobin. Selama

  11. Teori yang Memperkuat Kebutuhan Penamaan Warna untuk Buku Khazana Warna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.A. Diah Resita I. K. Jakti

    2011-10-01

    Full Text Available Naming requirements for color, it has universal application throughout the world. This call must be answered to all men in each country. Color requires a name to identify the needs, because the color has the character, nature, and also have different perceptions of each visual outcome. In this writing is a collection of theories from various sources of data that explain why we required of new color names based on the audience choice. This method uses a literacy method, collecting some of the theories of previous researchers that have been submitted in written form. Also using the method of data collection with quantitative and qualitative methods to collect a varieaty of color’s names that used in foreign language or used in the Indonesian languange. Data collected will be used as the background color naming, why is this important needs are universal. Particulary in Indonesia, which has a huge territory and consists of various tribes and nations. 

  12. Peranan Warna dalam Karya Fotografi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agnes Paulina Gunawan

    2012-10-01

    Full Text Available In the photographic development, the existence of color as part of the supporting aspect in the art of photography, is definitely influencing the final work of a photographer - whether it is a theory of color as lighting, or color as part of a pigment or chemical compound as part of physique from an object. Choosing a photo object based on colors can also create a meaning or theme in a composition of picture. This is the same when photo shoot is done with lighting that contends specific character or qualities of colors. For example, the use of color gel on the lights can create a condition that will be different when pictures are taken with white lights. Colors in photography can also give an expression or show an emotion visually that the photographer is trying to convey. With that said, a photographer who understands color concept can fix or anticipate any unwanted condition using a filter, for example, when lighting is contaminated with colors which changes the effect from the original color of an object. Therefore, with a thorough knowledge about colors, one can maximize the work just by making use of the available color aspect as part of the art work. 

  13. KETERSEDIAAN HAYATI ZAT BESI, KANDUNGAN ZAT PEMICU DAN PENGHAMBAT PENYERAPAN ZAT BESI DALAM MAKANAN IBU HAMIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Saidin

    2012-11-01

    Full Text Available The iron content, iron bioavailability (in vitro method, enhancers and inhibitors of iron absorption were investigated in three different staple foods of diets in the district of Boyolali, Central Java. The results revealed that the average iron content of the diets based on rice, corn and cassava were 18.8 mg, 17.8 mg and 19.9 mg, respectively or equal to 34.3%, 32.0% and 35.0% of Recommended Dietary Allowances (RDA for Indonesia. The average vitamin C content of the diets based on rice, corn and cassava were 21.9 mg (31.3% RDA, 21.1 mg (30.1% RDA and 17.3 mg (24.7% RDA, respectively. The average of protein content of the diets based on rice, corn and cassava were 47.1 g (78.5% RDA, 50.0 g (83.3% RDA and 31.1 g (51.8% RDA, respectively. The average content of tannic acid and phytic acid as inhibitors of iron absorption in the diets based on rice, corn and cassava were (1154 mg and 261.5 mg; (980 mg and 342.7 mg and (838 mg and 341.5 mg, respectively. An addition of 100 mg of vitamin C or papaya fruit (250 mg into the diets, increased iron bioavailability up to 54.2%. Keywords: iron bioavailability, enhancer agent, inhibitor agent, in vitro.

  14. Tekstiler i fremtidens hospitaler - Rengøring og desinfektion af funktionelle tekstiler

    DEFF Research Database (Denmark)

    Mogensen, Jeppe Emil; Jørgensen, Poul-Erik

    2016-01-01

    , har dog været et overset område, selvom materialerne vurderes at have stor betydning for oplevelsen af det fysiske miljø: De bløde, komfortable møbeltekstiler er oftest erstattet af polyurethan-coatede materialer, der med en tæt overflade nemt kan rengøres, men som dog ikke besidder samme æstetiske og...

  15. Analisis Tingkat Efisiensi Industri Tekstil Dan Produk Tekstil di Indonesia Kurun Waktu 2007 - 2009

    OpenAIRE

    Ruchba, Sarastri mumpuni; Permana, Billy Didik

    2015-01-01

    In the manufacturing industry, textile and textile products (TPT) industry become one of the biggest contributors to the Gross Domestic Product (GDP) of Indonesia, while the manufacturing industry itself is the largest contributor to GDP. However, the Indonesian textile industry in recent years has many problems, among others, the raw material (cotton) were 99.5% imported, textile machinery production average age was 20 years and over, and port charges are expensive. Therefore, this paper aim...

  16. PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL SISTEM KOMBINASI ANAEROBIK-AEROBIK MENGGUNAKAN BIOFILM BAKTERI KONSORSIUM DARI LUMPUR LIMBAH TEKSTIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Dewa K. Sastrawidana

    2012-11-01

    Full Text Available The objective of this research are to assess the eficiency of biodegradation of textile dyes by using bacteriaconsortium biofim on combined anaerobic-aerobic system and also to asses the possibility for applicating this technologyin textile dyeing industry. Textile wastewater that used in this research are azo dyes total concentration 200 mg/L which isconsist of remazol yellow, remazol red, remazol black and remazol blue For anaerobik condition step, by using bacteriaconsortium selected from sludge of textile wastewater plant of Mama & Leon consist of Aeromonas sp ML6., Aeromonassp. ML14, Aeromonas sp. ML24, Pseudomonas sp. ML8 and Flavobacterium Sp ML20 whereas aerobic condition step,using bacteria consortium selected from Badung river sludge consist of Vibrio sp. and Plesiomonas sp. Both bacteriaconsortium is immobilized separatively on volcanous stone for 3 days in each reactor before used to treatment of synteticdyeswater (SDW. Further more, immobilized bacteria consortiom on volcanous stone is determined by four plate countmethod.The result ot this research showed the eficiency process in decreasing color, TDS, TSS, COD and BOD was96,94%,75,73%, 68,03%, 97,68% dan 94,60% respectively. So, wastewater treatment by using combined anaerobicaerobicsystem is potential to applied on wastewater treatment in textile industry.

  17. Efektivitas Pengolahan Air Limbah Batik dengan Cara Kimia dan Biologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istihanah Nurul Eskani

    2016-04-01

    Full Text Available Kebanyakan industri batik membuang air limbah ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu dengan alasan keterbatasan tempat, dana dan penguasaan teknologi. Beberapa cara pengolahan air limbah telah dilakukan untuk mengatasi penurunan mutunlingkungan akibat pembuangan air limbah.Telah dilakukan penelitian proses pengolahan air limbah batik secara kimia, biologi aerob dan biologi anaerob. Proses kimia dilaksanakan dengan menambahkan koagulan tawas dan kapur ke dalam air limbah batik. Proses biologi aerob dijalankan dalam reaktor terbuka selama 5 hari, sedang proses biologi anaerob  dijalankan dalam reaktor tertutup selama 12 hari. Hasil proses kemudian diukur parameter warna, COD dan alkalinitasnya.Hasil penelitian pengolahan air limbah batik secara kimia dapat menurunkan parameter warna yang berasal dari zat warna Naphtol sebesar 83,15 %, COD sebesar 28,82% dan pH hasil proses 7. Proses biologi anaerob menurunkan parameter warna sebesar 94,95%, COD sebesar 59,89% dan pH hasil proses 5. Proses biologi aerob dapat menurunkan parameter warna yang berasal dari zat warna Naphtol sebesar 97,82%, COD sebesar 72, 88% dan pH hasil proses 6,5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengolahan limbah cair batik secara biologi aerob lebih efektif daripada pengolahan secara biologi anaerob maupaun secara kimia. Kata kunci : pengolahan air limbah batik, proses kimia, proses biologi

  18. Analisis Asosiasi Kultural atas Warna: Sumatera I

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mita Purbasari

    2014-10-01

    Full Text Available Analysis cultural association of color is an approach to know color from cultural side. Unlike previous studies about color, which see the color from the aspect of psychology, then this color research’s aimed to provide insight local colors based on culture. Johannes Itten’s theory of color is used as the basis theory in this research. The theory will be reflected into the cultures of Indonesia, and in this research represented by Sumatera Island. The scope of cultural colors that will be examined is textile product of traditional clothes, bride, apparel and culinary, because these products are the most closely reflection of a culture in a society where the society defines the identity of its own. This research of a qualitative method covers collecting data of study literature, interviewing the color experts, historians and artists, visiting cultural centers especially that associated with textil and culinary product. The result will be formed of morphological matrix cultural over color. Matrix of analysis will be held in arquement and proposal study, where students can use, cultivate, and maximize method of color in visual communication to achieve the contrast and balance.

  19. Penyamaan kulit ular air warna natural

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Oetojo

    1988-06-01

    Full Text Available The porpose of this research was to get natural colour and good quality of snake leather. In pretanning process used Chromoduol G with the Cr2 O3 concentration varied from 0,5 %; 1,0% and 1,5 %. Whereas in tanning process used Irgatan LV varied from 20 % , 25 % ,30 %. Furthermore the snake leather output were visual examined for the color and the quality. Statistical analysis reveals that there is unsignify difference (P ≤0,05 the influence or the use of of Irgatan LV and interaction between Cr2 O3 with Irgatan LV towards the colour and the quality of the snake leather. But there is signify difference (P≤ 0,01 the influence of the use of Cr2O3 towards the colour and the quality of the snake leather. The conclusion of this research is that the use Cr2 O3 of 0,5% and Irgatan LV 25% yield high value for colour and for the quality of the snake leather. This experiments use complete Randomized Design, with 81 pieses of good quality of dried – cured snake skin.

  20. AKURASI PENJEJAKAN OBJEK DALAM BERAGAM RUANG WARNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gede Sukadarmika

    2015-12-01

    Full Text Available The object trace has been a problem in estimating an object position when the object is moving due to the heavy influence of the uncertainty. Many researcher claim that color histogram is reliable feature to represent this object. . Different investigators use different color spaces in conducting research on tracking the object. So, there is no numerical comparison of the impact of the use of different color spaces to the successful tracking. This study compare the performance of tracking an object by using a different color space i.e.: RGB, HSV, and CIELAB. The performance is shown numerically by comparing the actual position of the object with the results of the estimation.

  1. Efek Warna dalam Dunia Desain dan Periklanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monica Monica

    2011-10-01

    Full Text Available In daily life, color gives the spontaneous effect to psychological of people who see that color. When connected to the world of design and advertising, color could become one of the main tools to communicate the message. Therefore, the colour can conduce to increase the sales value or strengthen the image of product or corporate. Color is one of the important parts which can be an attraction of a product, artwork or design. Color provides excellence in design. Each color has difference psychological effects, so that a designer can choose and accommodate the colors with the product to be advertised. Perception of color will be different between one person to the others. It is influenced by the culture of certain countries. In some regions or countries, colors have different meanings, then it becomes the order of designers to compose colors that will be used so that appropriate to the design that will be made. 

  2. Kualitas Acasia Nilotica L (Daun Oncit sebagai Pewarna Kain Sutera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emy Budiastuti

    2007-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui: (1 Kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit sebagai pewarna kain sutera ditinjau dari ketahanan luntur berdasarkan pada perubahan warna akibat pencucian, (2 Kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit sebagai pewarna kain sutera ditinjau dari penodaan pada kain putih akibat gosokan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah ketahanan luntur warna kain sutera yang dicelup dengan zat warna Acacia Nilotica L. (daun oncit, menggunakan konsentrasi fiksator tunjung yang berbeda, yaitu 1gr/l, 2gr/l, 3gr/l. Sampel uji yang digunakan adalah kain sutera T 54 diambil secara random atau secara acak diagonal sesuai dengan SII nomer 0728 tahun 1983. Tingkat ketahanan luntur warna kain sutera yang dicelup dengan zat warna Acacia Nilotica L. (daun oncit diketahui berdasarkan perubahan warna yang diukur menggunakan alat gray scale dan penodaan pada kain putih diukur menggunakan staining scale. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit sebagai pewarna kain sutera menggunakan fiksator tunjung 1 gram, 2 gram, dan 3 gram ditinjau dari ketahanan luntur berdasarkan pada perubahan warna akibat pencucian termasuk kategori 3-4 atau cukup baik artinya kain sutera sedikit luntur bila dicuci,(2 kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit sebagai pewarna kain sutera menggunakan fiksator tunjung 1 gram, 2 gram, dan 3 gram ditinjau dari penodaan pada kain putih akibat gosokan termasuk pada kategori 4-5 atau baik, artinya kain sutera tidak menodai kain putih.

  3. Pengukuran Beban Kerja Psikologis dan Fisiologis Pekerja di Industri Tekstil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Fithri

    2017-10-01

    Full Text Available The development of manufacturing industries are growing rapidly along with the progress of time and the increasing sophistication of technology today, one of which is a manufacturing company engaged in the textile field is PT Unitex Tbk Bogor. PT Unitex Tbk Bogor is a company that processes raw materials into semi-finished and finished materials such as cotton processing up into yarn or fabric. The production process costs physiological and psychological workload which could harm an operator at each work station. The packing work station has the highest workload due to its heavy workload and worker fatigue. This study measures the psychological work load by employing NASA - TLX method. On the other side, for evaluating physiological workload, the pulse rate and body temperature of the operators are measured.

  4. Teknologi Pemanfaatan Serat Daun Nanas Sebagai Alternatif Bahan Baku Tekstil

    OpenAIRE

    Hidayat, Pratikno

    2009-01-01

    At present the pineapple plant is widely cultivated in some regions of Indonesia. Nevertheless the plantation of pineapple plants are commonly utilised only for fruit. This paper aim to represent the another benefit of pineaple plants which can be utilised their abundant pineaple leafs to be used for the textile material, known as pineapple leaf fibres. This subject consist of a review of investigation carried out on the method of  making pineapple leaf fibres such as decortication and degumm...

  5. PEMUNGUTAN BRAZILIN DARI KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L DENGAN METODE MASERASI DAN APLIKASINYA UNTUK PEWARNAAN KAIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Selvia Fardhyanti

    2015-07-01

    Full Text Available Pembuatan zat warna alami dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol dan aquades, variasi volume pelarut yang digunakan 75, 150, dan 250 ml. Variasi waktu perendaman 6, 12, 24, dan 48 jam. Serbuk zat warna alami Brazilin dianalisis dengan FTIR dan diaplikasikan pada kain. Hasil penelitian menunjukkan semakin lama waktu ekstraksi dan volume pelarut yang digunakan, maka rendemen yang dihasilkan semakin banyak. Rendemen serbuk brazilin maksimal sebesar 6,316% pada waktu ekstraksi 48 jam menggunakan volume pelarut etanol 250 ml. Gugus fungsi brazilin memiliki ikatan tertentu diantaranya C-H, O-H, C-O, C=O, C=C alkena. Adanya gugus fungsi –OH menunjukkan adanya senyawa brazilin. Serbuk brazilin diaplikasikan pada kain dengan teknik celup, zat pengikat seperti tawas, kapur, dan tunjung mempengaruhi kenampakan warna yang dihasilkan pada kain.Kata kunci : zat warna, ekstraksi, maserasi, brazilin, teknik celup. A production of natural dyes can be done by maceration method with using ethanol solvent and distilled water (aquadest, variations of solvent volumes which used were 75, 150, and 250 ml. Soaking times variations were 6, 12, 24, and 48 hours. Brazilin natural dye powder was analyzed by FTIR and applied to industry. The research results showed the longer of the extraction time and the volume of the used solvents, resulted in the higher yield. Yield of Brazilin powder maximum was 6.316% on the extraction time during 48 hours with using ethanol solvent of 250 ml. Functional groups of Brazilin have specific bond among CH, OH, CO, C = O, C = C alkenes. The existence of the functional groups -OH indicates the brazilin compound. Brazilin powder was applied to industry with dye techniques, binding agents such as alum, lime, and lotus (tunjung which affected the appearance of the fabric color.Keyword : natural dyes, extraction, maceration, brazilin, dye technique.

  6. Efek Pemordanan terhadap Pewarnaan Menggunakan Kombinasi Limbah Cair Gambir dan Ekstrak Kayu Secang pada Kain Rayon dan Katun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    F Failisnur

    2017-12-01

    Full Text Available Combination of gambier liquid waste and secang wood (Caesalpinea sappan L. can add color variations of fabric dyed with natural dyes. This research explained the effect of dyeing combination of gambir liquid waste and secang wood with different mordant method and type on the color shade and other characteristics of rayon and cotton dyed fabric. The mordant process was performed as much as 1 and 2 times using CaO, Al(2SO43, FeSO4 mordant and then compared without mordant treatment. The result of the dyed fabrics was evaluated the color shade, color strength (K/S, and fastness properties. The results showed that the color shade of rayon and cotton fabrics were varied. Rayon fibers had a greater affinity and absorption to the liquids waste of gambier and secang wood than in cellulose fibers. The mordant process could increase color strength (K/S and color fastness to washing, acidic perspiration, rubbing, and light.ABSTRAKKombinasi limbah cair gambir dan kayu secang (Caesalpinea sappan L. dapat menambah variasi warna kain yang dicelup dengan pewarna alami. Penelitian ini menjelaskan tentang efek pewarnaan kombinasi limbah cair gambir dan kayu secang dengan metoda dan  jenis mordan yang berbeda terhadap arah warna dan karakteristik lainnnya dari kain rayon dan katun hasil celupan. Proses mordan yang digunakan adalah 1 kali dan 2 kali mordan menggunakan CaO, Al(2SO43, FeSO4 yang dibandingkan dengan tanpa mordan. Kain hasil pewarnaan dievaluasi arah warna, intensitas warna (K/S, dan ketahanan luntur warna. Hasil penelitian menunjukkan arah warna kain rayon dan katun yang lebih bervariasi. Serat rayon memiliki afinitas dan penyerapan yang lebih besar terhadap zat warna limbah cair gambir dan kayu secang dibandingkan dengan serat selulosa.  Proses mordan dapat meningkatkan intensitas warna (K/S dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat asam, gosokan, dan sinar.

  7. Identifikasi Pewarna Sintetis Pada Produk Pangan Yang Beredar di Jakarta dan Ciputat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    La Ode Sumarlin

    2017-03-01

    Full Text Available Warna merupakan faktor yang dapat digunakan sebagai indikator kesegaran atau kematangan suatuproduk. Warna merupakan daya tarik terbesar untuk menikmati aroma makanan. Warna dalammakanan dapat meningkatkan penerimaan konsumen tentang sebuah produk. Namun, penggunaanpewarna sintetis harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku karena dapat merugikankesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring pewarna sintetis berbagai produk makananyang dikonsumsi oleh masyarakat. Metode analisis kualitatif yang digunakan adalah kromatografikertas. Sementara analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Pewarna sintetis yangterkandung dalam sebagian besar sampel yang dianalisis adalah pewarna yang memungkinkanpenggunaannya untuk makanan oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI seperti sunset yellow, ponceau4R, tartrazine, dan carmoisin. Namun sampel krupuk pati mengandung zat yag dilarang yaituRhodamin B dengan konsentrasi 2,1892 ppm. Sampel mengandung zat pewarna campuran dari duaatau tiga jenis warna tunggal seperti es limun botol/orange (Amaranth,Tartrazine dan KuningFCF/Sunset Yellow dan sampel permen merah (Ponceau 4R, Kuning FCF. Namun sebagian besarberupa pewarna tunggal. Pewarna sintetik yang ada dalam sampel permen kuning sebesar 22,642ppm dan 9,0119 ppm pada mie basah.

  8. PENGOLAHAN LINDI DENGAN OZON DAN PROSES OKSIDASI LANJUT BERBASIS OZON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Rangga Sururi

    2014-05-01

    Full Text Available Limbah industri tekstil di area pinggir kota Surabaya mempunyai karakteristik perbandingan COD dan BOD = 5.57. Limbah jenis ini sulit untuk dibiodegradasi. Studi ini mempelajari tekonologi elektrokoagulasi untuk mengolah limbah tekstil dengan menurunkan intensitas warna, Total Suspended Solid (TSS dan Chemical Oxygen Demand (COD. Percobaan batch pada suhu kamar dilakukan untuk mempelajari pengaruh pH, jarak elektroda terhadap penurunan warna,TSS dan COD dan membandingkan biaya operasinya jika menggunakan pengolahan kimia.Effisiensi penurunan tertinggi untuk warna (91.96%,  TSS (49.17%, dan COD (29.67% terjadi pada pH awal 4.0 dan jarak elektroda 2 cm dengan  elektroda Al/Al. Waktu optimum penurunan intensitas warna dalah 10 menit. Laju penurunan COD adalah : -dC/dt = 0.0053 C +0.056 , dengan C adalah konsentrasi COD. Jumlah sludge yang dihasilkan daripengolahan elektrokoagulasi  3.4 % lebih kecil dibandingkan menggunakan bahan kimia. Biaya yang digunakan untuk pengolahan dengan elektrokoagulasi 52.35 % lebih murah dibandingkan jika menggunakan koagulasi dengan bahan kimia ( tawas. Kata kunci : elektrokoagulasi, penurunan warna, penurunan TSS, laju degradasi COD, imbah tekstil Abstract Waste water from textile industry which is located in one suburb of Surabaya city as characteristic which the ratio of COD to BOD was 5.57. This type of waste water is difficult to be biodegraded. This study investigated elektrokoagulasi technology to treat textile waste water by removing color, total suspended solid, and Chemical Oxygen Demand. Batch experiment at room temperature was carried out to study the effect of pH, electrode distance for color, TSS and COD removal. This study also tried to compare the operation cost between elektrokoagulasi and chemical processes. The best removal efficiencies by Al electrodes was 91.96 % for color, 49.17 % for TSS and 29.67 % for COD which were under initial pH 4.0 and electrodes distance 2 cm. The optimum operation

  9. PEWARNAAN TUMBUHAN ALAMI KAIN SUTERA DENGAN MENGGUNAKAN FIKSATOR TAWAS, TUNJUNG DAN KAPUR TOHOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asiani Abu

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract. Staining Plants Natural Silk Fabrics Using Fiksator Tawas, Tunjung and Kapur Tohor. Research is a research experiment aimed. Describe the color produced on silk fabric dyeing with natural dyes of rambutans, mango, avocado, Noni and ketapan using alum fiksator, fiksator quicklime, fiksator lotus, and without the fixation process. Research is first performed is the extraction process is the process of making pigment natural dyes to perform the extraction process is to boil the ingredients stems and leaves with water solvent is then filtered and chilled extract solution is ready for use before dyed, do Mordanting process that is intended for the absorption of natural dyes on silk material increases, as well as flatness and sharpness to produce good color Dyeing with natural dyes usually done by repeatedly and difikzer to get the color desirable. Doing fixation (fikser is to lock the color natural silk fabric. The locking process colors (fixation done so that natural dyes absorbed on silk material has good fastness. There are 3 types of fixer solution used is lotus (FeSO4, alum, or lime (CaCO3 .Warna produced in five plant species are Rambutans Nephelium Playantha the Ketepang Terminalis Catappa Young Brown Brown Creamy Avocado Mango Yellow Roystonea regia Persian americanadah Easy Red Noni Morinda citrifolia redAbstrak. Pewarnaan Tumbuhan Alami Kain Sutera dengan Menggunakan Fiksator Tawas, Tunjung dan Kapur Tohor. Penelitian adalah penelitian Eksprimen yang bertujuan. Mendeskripsikan warna yang dihasilkan pada pencelupan kain sutera dengan zat warna alami dari rambutan, mangga, alpukat, Mengkudu dan ketapang dengan menggunakan fiksator tawas, fiksator kapur tohor, fiksator tunjung, dan tanpa proses fiksasi. Hasil Penelitiam ini adalah Pertama yang dilakukan adalah proses ekstraksi yaitu proses pengambilan pigmen pewarna alami dengan melakukan proses ekstraksi yaitu dengan merebus bahan batang dan daun dengan pelarut air lalu disaring dan

  10. Image Retrieval Berdasarkan Fitur Warna, Bentuk, dan Tekstur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Layona

    2014-12-01

    Full Text Available Along with the times, information retrieval is no longer just on textual data, but also the visual data. The technique was originally used is Text-Based Image Retrieval (TBIR, but the technique still has some shortcomings such as the relevance of the picture successfully retrieved, and the specific space required to store meta-data in the image. Seeing the shortage of Text-Based Image Retrieval techniques, then other techniques were developed, namely Image Retrieval based on content or commonly called Content Based Image Retrieval (CBIR. In this research, CBIR will be discussed based on color, shape and texture using a color histogram, Gabor and SIFT. This study aimed to compare the results of image retrieval with some of these techniques. The results obtained are by combining color, shape and texture features, the performance of the system can be improved.

  11. Khazana Warna Berdasarkan Hasana Alam dan Budaya Nusantara (1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mita Purbasari

    2011-04-01

    Full Text Available Using colors for designing purpose is become an important part of designer, such as graphic designer, interior, product, least but not last for architect and artist. Like humans, color need to have a name to identify according to its character, psychology and emotional effect. This research applied the qualitative and quantitative method to give a brief description about color’s name and propose new color naming which based on character, nature, and imagery it evokes. This research will use quantitative and qualitative methods to describe the color names and color names of the new proposed based on the audience choice. Data collected will be used as a proposal of naming colors in Indonesian language that uses the unique natural and cultural riches of Indonesia itself.  

  12. PEMANFAATAN DAUN JATI SEBAGAI PIGMEN WARNA CAT TEMBOK

    OpenAIRE

    Effendy, Suhardi; Sulhadi, Sulhadi; Darsono, Teguh

    2017-01-01

    The utilization of teak leaf extract containing carotenoids for natural dyes on the manufacture of wall paint. Teak leaf extract boiled with 350 ml of water until boiling and filtered with screen mash T100. As glue is used a blend of tapioca flour and lime tohor as much as 75 grams with composition ratio (1: 3, 1: 1,3: 1). As a solvent used mix aqudes, PVAc glue and white cement. In this research, the process of making paint is by mixing all the material from pigment, adhesive, and solvent un...

  13. Khazana Warna berdasarkan Alam dan Budaya Nusantara (2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mita Purbasari

    2011-10-01

    Full Text Available More than any other element of design, color has the ability to makes us aware of what we see, for nothing has meaning without color. Color naming tries to describe color of objects surrounding us. The physiology of the eye and how light imparts color to objects, as well as the psychological and cultural factors involved in perception. These factors in turn affect whether an artist chooses to use local, optical, or arbitrary color. The color defines our world. Just like the previous paper, this research uses quantitative and qualitative methods to describe the color names and color names of the new proposed based on the audience choice. Data collected will be used as a proposal of naming colors in Indonesian language that uses the unique natural and cultural riches of Indonesia itself.  

  14. Penentuan Konsentrasi Tanah dalam Air Sungai Berdasarkan Perbedaan Warna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Sofi'i

    2008-08-01

    Full Text Available Information of soil erosion is very useful related with prevention action and planning in the future. The objective of this research is to determine soil concentration in water river based on colour differences using image processing and artificial neural network (ANN. Soil and water mixture image was taken using a digital camera then was processed by an image processing program. Two ANN Models were developed. The first model had 3 input parameters while the second model had 6 input parameters. Both models had altogether one output parameters of the soil concentration. The accuracy of the first model was 38% while the second one was 36%.

  15. Pengaruh Minuman Kopi terhadap Perubahan Warna pada Resin Komposit

    OpenAIRE

    Aprilia Aprilia; Linda Rochyani; Erry Rahardianto

    2015-01-01

    Objective: The aim of this research was to investigate the influence of coffee beverage on hybrid composite resin discoloration. Material and method: This study used hybrid composite resin with A3 color, and was done by soaking composite resin plates in coffee solution for 1, 3, 5, and 7 days, corresponding to equivalent coffee usage for 6 months, 1, 1.5, and 2 years. The same measurements of reflectance were done before and after soaking into coffee solution. In the measurement, a beam from ...

  16. Pengaruh Minuman Kopi terhadap Perubahan Warna pada Resin Komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aprilia Aprilia

    2015-10-01

    Full Text Available Objective: The aim of this research was to investigate the influence of coffee beverage on hybrid composite resin discoloration. Material and method: This study used hybrid composite resin with A3 color, and was done by soaking composite resin plates in coffee solution for 1, 3, 5, and 7 days, corresponding to equivalent coffee usage for 6 months, 1, 1.5, and 2 years. The same measurements of reflectance were done before and after soaking into coffee solution. In the measurement, a beam from He-Ne laser is reflected by the sample to a photovoltaic cell type BOY-47, which provides a voltage signal accordig to the intensity of reflected light. Results: There was a significant difference between composite resin plates before and after soaking into coffee dilution for 1, 3, 5, and 7 days. Conclusion: Composite resin is discolored after soaking into a coffee solution, suggesting that coffee usage will have a discoloring effect on dental composite resin.

  17. Penafsiran Warna-Warna Tradisional Bali dalam Buku Autobiografi Seniman I Made Ada dan Made Wianta Melalui Pendekatan Hermeneutika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asthararianty Asthararianty

    2013-01-01

    Full Text Available The use of color that occurs in some cultures is seen in Balinese, Javanese, and Minangkabau cultures, as well as a few places around the island. These colors state their respective regions, making them the region’s traditional color. These colors must intersect with the culture of origin of each area. In the process, each region and its culture each has a set of media in demonstrating their color richness. Be it in the form of traditional arts, such as puppet, or dance with the beauty of the clothes, they give the hallmark of their respective regions. Likewise, art from Bali which appears identical to the results of their work is beautiful, interesting and very attractive. Based on this development, then how is the position of the traditional colors in this modern era, especially in Bali? How is the position of the traditional colors in the eyes of some Balinese artists to books which the contents are about themselves? This problem is seen through an interpretation by referring to existing theories of the books that perpetuate each artist’s work and themselves at work.

  18. Asupan zat gizi mikro dengan fungsi kognitif pada lanjut usia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ade Rahmawati

    2012-04-01

    Full Text Available Background: The elderly population in Indonesia increased signifi cantly in the last two decades as the life expectancy increase from 66.7 years to 70.5 years with impact to the emergence of diseases in the elderly. One of them is degradation of cognitive function that may disrupt productivity, daily activities, and quality of life of the elderly. Adequate micronutrients intake may help in maintaining cognitive function. Objectives: To identify association between intake of micronutrients (vitamin B6, folate, vitamin C, and vitamin E and cognitive function of the elderly at Among Yuswa Club of Banteng Baru, District of Sleman. Methods: This was an observational study with cross sectional design. Subjects were elderly people at Among Yuswa Club of Banteng Baru, District of Sleman. Data on cognitive function was obtained using the Mini Mental State Examination (MMSE and intake of micronutrients were collected using Semi Qualitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ. The data was analysed by chi square and logistic regression tests. Results: The result showed statistically signifi cant association between cognitive function and intake of vitamin B6 (p=0.010; RP=2.514; 95%CI=1.133-5.575, vitamin C intake (p=0.011; RP=3.039; 95%CI=1.454-6.353 and vitamin E intake (p=0.021; RP=1.266; 95%CI=1.057-1.516; meanwhile folate intake has no signifi cant association with cognitive function (p>0.05. Conclusion: There were signifi cant associations between intake of vitamin B6, vitamin C and vitamin E with cognitive function. There was no signifi cant association found between intake of folate and cognitive function in the elderly.

  19. EFIKASI SUPLEMENTASI ZAT GIZI PADA IBU HAMIL TERHADAP HASIL KEHAMILAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prita Dhyani Swamilaksita

    2017-03-01

    Full Text Available Background. The prevalence of anemia in the world still reached 41.8% and 11.9% in Indonesia. This problem requires special attention because it may cause interference or constraint on fetal growth, both in body and brain cells. Anemia can also cause death of the fetus, abortion, congenital defects and low birth weight (LBW. This can lead to maternal morbidity and mortality and increased perinatal mortality. Activities of anemia prevention and control issues have been widely implemented in the form of 90 tablets iron supplementation during pregnancy and special program for pregnant women with anemia (Hb<11 g/dl are given special treatment in the clinic or hospital. The impact of these programs has not been satisfactory, since there were still high prevalence of iron deficiency anemia causing abortion (10.2%, prematurity (4.3%, and growth retardation (7.8%. Some alternative were studied using either combination or multi-micronutrient supplementation. Method. This study was a systematic review approach, study using 11 studies on supplementation in pregnant women. The article were obtained through google schoolar scientific electronic publications. Meta-synthesis carried out to obtain a new concept or a theory and a deeper level of understanding regarding the topic. The criterias for the study were selected on study on supplementation of nutrients in for certain period of time on pregnant woman. Results. Results showed that multivitamin (MVM and multi-micronutrient (MMN supplementation are very effective in improving pregnancy outcomes compared to single one such as Fe supplementation or even compared to 2-3 suplement combination. For example Fe with folic acid or a combination of Fe with Vitamin C. Suggestion. It is recommended that supplementation should be given in early pregnancy, or even before pregnancy in order to store nutrients in the body to meet the increased needs during pregnancy.

  20. MODEL QSAR SENYAWA FLUOROKUINOLON BARU SEBAGAI ZAT ANTIBAKTERI Salmonella thypimurium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Vaulina

    2006-11-01

    Full Text Available Modelling of novel Fluoroquinolone derivates as antibacterial compund of Salmonella thypimurium was conducted. The research was done as an initial step in discovering some new Fluoroquinolone compounds which have higher activity to Salmonella thypimurium. There are 16 compunds that use as the material of the research and they already have antibacterial activity data that expressed in Minimal Inhibitory Concentration (MIC, mg/mL. Calculation was performed by semiempirical AM1 method. The QSAR model was determined by multilinear regression analysis, with Log MIC as dependent variable and the independent variables are atomic net charges of C5 (qC5 and C7 (qC7, dipole moment (m, polarizability (a, n-octanol-water coefficien partition (Log P, molecular weight (Mw, and surface area of van der Waals (AvdW. The relationship between Log MIC and the descriptors which performed by statistical analysis is:(Log MIC = -2.119 + 34.541(qC5 – 19.748(qC7 – 0.919polar + 1.170logP + 0.111(Mw – 0.003(Avdw, with n =16, r = 0.907, r2 = 0.822, SD = 0.288, F calc = 6.938, F table = 3.374 , F calc/F table = 2.056 and PRESS = 0.749. The research can obtain the new coumpounds that modified from compound number 16 (etil fluoroquinolone, MIC prediction = 0.0354 mg/mL, (etil fluoroquinlone fosfate, 2.84. 10-19mg/mL, and (isopropyl fluoroquinlone, 0.1085 mg/mL, and compound number 2 (m-nitro fluoroquinolone sulfonat, 1.32. 10-11mg/mL. This results can be suggested to synthesis step

  1. Zat Kimia Berbentuk Gas yang Dapat Mengawali Pengrusakan Jaringan Periodonsium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Nurul Mustaqimah

    2015-09-01

    Full Text Available The etiology of periodontal inflammation are periodontal pathogenic bacteriae and defence immune responses, as well as others local and systemic factors. Several predisposing factors, however, play an important role and unfortunately are less appreciated either by the dentist or the patient himself. Among these is the volatile sulphur compounds (VSC, which is found to be harmfull to the cell by causing the degradation of proteoglycan and glycoprotein, and result in the increase of the cell premeability. The volatile sulphuric acid-risk exposed-workers from galvanizing or battery factories have significantly greater portion of deep pockets than the non-risk exposed-one. Cigarette's smoke also known to contain more than 4,000 toxic agents which could delay the healing process of periodontal surgery lesions. It could be concluded that the volatile chemical compounds should be appreciated to lessen the morbidity rate of periodontal diseases.

  2. Volleyball players training intensity monitoring through the use of spectral analysis of heart rate variability during a training microcycle [Kontrola zatížení hráčů volejbalu metodou spektrální analýzy variability srdeční frekvence během týdenního tréninkového mikrocyklu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aleš Jakubec

    2011-09-01

    optimalization and increase of training process efficiency should lead to a sports performance improvement, also in team sports games.[VÝCHODISKA: Pro volejbal platí, že z hlediska pohybového režimu i způsobu provedení herních činností jsou na hráče v jednotlivých hráčských specializacích kladeny specifické nároky. Tyto specifické nároky je nutné individualizovat podle úrovně trénovatelnosti (adaptability na trénink jednotlivých hráčů, která je závislá zejména na aktivitě autonomního nervového systému (ANS. Spektrální analýza variability srdeční frekvence (SA HRV nám podává informace o regulaci srdeční aktivity, na níž se významně podílí aktivita ANS. Longitudinálním měřením SA HRV v průběhu určité části tréninkového období tedy můžeme sledovat dynamiku aktivity ANS a tím i změny adaptability (trénovatelnosti sledovaného hráče na tréninkové zatížení. CÍLE: Cílem práce bylo ověřit možnost optimalizace tréninkového zatížení hráčů volejbalu během týdenního tréninkového mikrocyklu na základě sledování dynamiky komplexních ukazatelů SA HRV. METODIKA: Metoda SA HRV byla použita pro hodnocení regulace srdeční aktivity. Testovaný soubor hráčů volejbalu (n = 8 absolvoval během sedmi dní 28 tréninkových jednotek zaměřených na rozvoj kondice a volejbalových dovedností. V tomto období podstoupili hráči sedm měření SA HRV. VÝSLEDKY: Výsledky ukazují, že u hráčů došlo vlivem tréninkových i mimotréninkových podnětů k výrazným a značně odlišným změnám v aktivitě ANS. Výsledky vyšetření dvou hráčů dokumentují vysokou aktivitu ANS, která umožňuje zvýšit intenzitu tréninku. U čtyř hráčů byla aktivita ANS na průměrné úrovni a svědčí o odpovídajícím tréninkovém zatížení. U zbývajících dvou hráčů byla aktivita ANS velmi nízká a dokumentovala jejich redukovanou adaptabilitu na tréninkové zatížení, kter

  3. PENGARUH PEMBERIAN ZAT MULTI GIZI MIKRO DAN PENDIDIKAN GIZI TERHADAP PENGETAHUAN GIZI, PEMENUHAN ZAT GIZI DAN STATUS BESI REMAJA PUTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cesilia Meti Dwiriani

    2012-11-01

    Full Text Available This study was aimed to analyze the effect of multi-micronutrients (MMN supplementation and nutrition education on nutrition knowledge, mean adequacy ratio (MAR and iron status of young adolescent girls (YAG. The study was done in three purposively selected junior high schools (JHS in rural Bogor by implementing a quasi experiment control trial for 112 YAG for 16 weeks: thirty five YAG in the first JHS as a MMN group (SG were given three times of MMN tablets per week, forty two YAG in the second JHS were given MMN tablet plus nutrition education delivered by trained teacher fortnightly called SGP group and thirty five YAG in the third JHS as a control group. The result showed that the increment of nutrition knowledge score as well as MAR of SGP group were significantly higher than the other two groups. The decrement level of hemoglobin (Hb in SG and SGP groups was significantly lower than in control group, but in the subset data of anemic group, both intervention groups had significantly increased level of Hb. This imply that nutrition education improved nutrition knowledge of YAG, but MMN tablet could not improve Hb level in general and only had effect on YAG suffering from anemia.Key words: multi-micro nutrients, nutrition education, iron status, adolescent girls

  4. Antimikrobiyal Medikal Tekstil Ürünleri için Oleuropein Uygulaması

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mevlüde BİLGİÇ

    2015-09-01

    Full Text Available The olive plant has been an important source of nutrition and medicine of the Mediterranean. In this study it is aimed to design a textile product conserve oleuropein compound as a medical textile. Oleuropein was used in different concentrations with different cross-linker and applied to cotton fabric by pad-drycure method. FTIR-ATR and SEM were used to examine the presence of the oleuropein on the cotton fabrics. The oleuropein applied cotton fabrics antimicrobial activity test was performed against both gram-positive Staphylococcus aureus and gram-negative Escherichia coli bacteria. The durability of the antimicrobial activity of cotton fabrics was tested after 10 washing cycles at 40 °C for 30 min. Tensile strength tests of the fabrics were performed to evaluate the effect of oleuropein solution pH value changes. Air permeability and whiteness values of fabrics were performed on the fabrics before and after the treatment with oleuropein

  5. Tekstil boyar maddesinin sulu çözeltilerinden elektrokimyasal yöntemler ile giderimi

    OpenAIRE

    Yamaç, Duygu

    2016-01-01

    Bu çalışmada bir azo boya olan Deep Red içeren model atıksuyun arıtımı için mikroelektroliz, elektrokoagülasyon ve elektro-Fenton yöntemleri kullanıldı. Mikroelektroliz deneylerinde boya giderimi üzerinde dolgu maddesi, çözelti derişimi, pH, elektriksel iletkenlik ve besleme hızının etkileri incelenmiştir. Mikroelektroliz için en yüksek giderim olan %99,5 değerine toz demir talaşı-aktif karbon dolgu maddesi ile, 150 mg/L çözelti derişiminde, pH değeri 3, elektriksel iletkenlik ...

  6. Potensi kapang pelapuk putih Phanerochaeta chrysosporium dalam pengolahan limbah industri tekstil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulinah Trihadiningrum

    2012-02-01

    Full Text Available Phanerochaete chrysosporium was known as white rot mold which could biodegrade persistent organic pollutants. In this researchthe ability of the mold in biodegrading textile dye direct orange S and rhemazol yellow, which contained naphtol functional group, wasstudied. This research included characterization of the waste water and determination of optimum concentration of the waste water forbiodegradation. The optimum concentration for biodegradation was determined by measuring the radial growth of the mold in agarmedium containing various concentrations of textile dye. The final stage was the application of the mold for biodegrading the textiledye in aerobic batch reactor using the selected concentration.This research showed that P. chrysosporium could grow satisfactorily in minimum medium containing synthetic textile wastewaterin various concentrations. The highest colour removal efficiency of 93% was achieved in 3 days in the waste water with highest colorintensity (absorbance value l520 = 4.00, and 48% in the waste water with absorbance value l520 = 1.22. COD removal efficiency of87% was achieved within 12 days in the wastewater of 30% concentration, and 83% in the waste water of 100% concentration. The pHvalues decreased to 3.23 in the waste water with lower dye concentration and to 3.42 in the higher color intensity, from the initialvalues of 5.0-6.0. This research concluded that P. chrysosporium was capable to biodegrade naphtol textile dye with reasonably highefficiency.

  7. Formaldehyd i tekstil som mulig årsag til arthritis og angioødem

    DEFF Research Database (Denmark)

    Jensen, O C; Bach, B

    1992-01-01

    A case of arthritis and angioedema which developed on occupational exposure to formaldehyde in textiles is described. Possible pathological mechanisms are discussed. The suspicion that an unknown immunological reaction may be the cause is raised....

  8. Skrining Gangguan Dengar pada Pekerja Salah Satu Pabrik Tekstil di Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yussy Afriani Dewi

    2012-06-01

    Full Text Available Textile factory in Indonesia is an important source of foreign exchange for the country because the numbers were quite a lot. The factory workers have a high risk for the occurrence of hearing disorders. Sound intensity more than 85 dB in a long time could cause hearing loss, both temporary or permanent. If this does not get serious attention, it can results in adverse effects. It is not in accordance with the objective of the development of Health of Indonesia, Outlines of State Policy 1998 to improve community health status and quality of human resources and life expectancy. The objective of this study was to determine the prevalence, degree and type of hearing loss in one of textile factory workers in Majalaya Bandung West-Java. Subjects were 109 workers, consisted of 47 males and 62 females, chosen by total sampling. Sampling was due in August 26 until September 9, 2004. The study design was descriptive cross-sectional. Data was obtained from anamnesis with questionnaire, otologic examination and pure tone audiometry evaluation. The results showed that hearing loss was more common in male subjects 68.1% compared to female subjects 37.2%. The most common hearing loss was noise induced 41%, followed by sensorineural 32%, conductive 23%, mixed type hearing loss 4%. The prevalence of mild hearing loss was 46.8%, moderate 3.7% and severe 0.9%. In conclusion, hearing disorder which is frequently found in the factory workers is noise-induced hearing loss.

  9. Pemanfaatan Limbah Pabrik Tekstil (Sludge) Sebagai Penstabil Tanah Lempung untuk Subgrade Jalan

    OpenAIRE

    Subarkah, Subarkah

    2009-01-01

    Soil subgrade has an important role in supporting road pavement construction, especially in establishment of the pavement structure. Swelling characteristic and bearing capacity of the clay soil as a subgrade should be carefully considered in the design to fit the specification. In fact, poor soil such as clay, in some cases, should be replaced by another soil from remote location, or by stabilization of this origin soils to overcome the weakness. In other hand, textile industry has a d...

  10. Rancang bantun industri kecil suku cadang / komponen kulit teknis untuk industri tekstil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suliestiyah Wiryodiningrat

    1995-06-01

    Full Text Available The objective of this research is to find out proses of production and relation between cost, Selling price anda break even point (BEP. Product specification is space parts for Textile industries i.e.Picker, Buffer, Bumper leather, Sweel leather, Box front leather, Stick Bumper and Tension brake leather. The production capacity is 700 units per-day, so that in one year is 210.000 units. The economical analysis showed that Total Captal (fixed capital and working capital =Rp. 149.189.750.00. Total production cost per-year (fixed cost and variable cost Rp. 364.939.375.00. The manufacturing cost = Rp. 12.165 for 7 spareparts. Profit calculation before taxing = Rp. 57.310.625.00 and after taxing Rp. 45.848.500.00. Percentage of the pay out periode calculation of profit to return the capital (rate of return. Before taxing is 38.40%, after 30.73%. equal with 2 years 6 months (before taxing and after taxing is 3 years. The break even point calculation = Rp. 207.347.274,00 (49,10% and the capacity is 14.732 units.

  11. Rancang bantun industri kecil suku cadang / komponen kulit teknis untuk industri tekstil

    OpenAIRE

    Suliestiyah Wiryodiningrat; Dwi Asdono Basuki

    1995-01-01

    The objective of this research is to find out proses of production and relation between cost, Selling price anda break even point (BEP). Product specification is space parts for Textile industries i.e.Picker, Buffer, Bumper leather, Sweel leather, Box front leather, Stick Bumper and Tension brake leather. The production capacity is 700 units per-day, so that in one year is 210.000 units. The economical analysis showed that Total Captal (fixed capital and working capital) =Rp. 149.189.750.00. ...

  12. PEMANFAATAN KULIT BUAH NAGA (Dragon Fruit SEBAGAI PEWARNA ALAMI MAKANAN PENGGANTI PEWARNA SINTETIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Astuti Handayani

    2013-05-01

    Full Text Available Kulit buah naga merupakan limbah hasil pertanian yang mengandung zat warna alami antosianin cukup tinggi. Antosianin merupakan zat warna yang berperan memberikan warna merah yang berpotensi menjadi pewarna alami untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintetis yang lebih aman bagi kesehatan. Pengambilan zat warna antosianin dilakukan dengan metode ekstraksi. Pelarut yang digunakan adalah aquades. Variabel penelitian antara lain varietas buah naga, konsentrasi asam sitrat dalam pelarut, suhu ekstraksi, dan waktu ekstraksi. Potongan kulit buah naga diekstraksi dengan pelarut aquades dan asam sitrat dengan perbandingan tertentu, pada suhu ekstraksi 25-800C dan waktu ekstraksi 0,5-3 jam. Analisis kadar antosianin dilakukan dengan analisa antosianin metode Glusti dan Wrolstad. Hasil percobaan diperoleh bahwa varietas buah naga daging merah menghasilkan kadar antosianin terbesar 22,59335 ppm. Selain itu kadar antosianin terbesar diperoleh pada variasi pelarut aquades:asam sitrat (5:1 26,4587 ppm, variasi pada suhu kamar menghasilkan 21,5028 ppm dan waktu pengadukan  3 jam menghasilkan 23,3027 ppm. Pewarna alami ini telah diaplikasikan pada makanan dan diujikan pada tikus putih, hasil uji coba menunjukkan pewarna buah naga dapat dipakai sebagai pewarna alami makanan. Dragon fruit peel is agricultural waste which contains quite high natural pigments of anthocyanins. Anthocyanin is a dye that potentially provides a red natural colorant for food and alternatively used as synthetic dye which is safe for health. In this study, the process of taking anthocyanin was conducted using extraction method. The solvent used was distilled water. The variables observed in the research include dragon fruit varieties, the concentration of citric acid in the solvent, extraction temperature, and extraction time. The dragon fruit peel was extracted using solvents of distilled water and citric acid at a certain ratio, at extraction temperature

  13. Pengolahan Batang Kudzu Menjadi Bahan Baku Serat untuk Produk Kerajinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Widiastuti

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKKudzu (Pueraria sp. adalah tanaman merambat yang telah dibudidaya untuk dimanfaatkan batangnya  untuk serat tenun/anyaman;  daun untuk pakan ternak; umbi untuk pangan alternatif maupun kosmetik. Potensi Kudzu di Indonesia cukup besar, daerah penghasil pengolahan kudzu adalah Sumatera Utara; Purwakarta dan Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah serat kudzu menjadi bahan baku produk kerajinan. Penelitian yang dilakukan meliputi 2 tahap yaitu tahap  pemisahan batang kudzu menjadi serat dengan fermentasi EM4, tahap pengolahan serat kudzu meliputi pemasakan, pengelantangan, mordant  dan pencelupan dengan zat warna alam, pertenunan. Kemudian diuji ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari. Hasil uji menunjukkan bahwa tenunan serat kudzu baik sekali dalam nilai penyerapan zat warna alam, ditunjukkan dengan hasil uji ketahanan luntur mencapai 5 skala abu-abu (grey scale. Nilai rendemen serat kudzu sebesar 1,4 - 1,67 % dari 1 kg batang basah kudzu menghasilkan 14 – 17 g serat kudzu. Kata kunci: produk kerajinan, serat kudzu ABSTRACTKudzu (Pueraria sp. is a vine that have been cultivated for the stem used for fiber woven / woven ; leaves for fodder ; bulbs for alternative food and cosmetics . Kudzu potential in Indonesia is quite large , kudzu processing producing areas are North Sumatra ; Purwakarta and Magelang . The research was conducted on the two phases: separation of kudzu stem into fibers with EM4 fermentation , fiber processing stage kudzu include cooking , bleaching , mordant , dyeing with natural dyes and weaving. Then tested color fastness to sunlight . The test results showed that kudzu woven fibers excellent in absorption value of natural dyes , indicated by test results fastness reach 5 gray scale . Kudzu fiber yield value of 1.4 to 1.67 % from 1 kg wet bar kudzu produces 14-17 g fiber kudzu .  Keywords: craft product, kudzu fiber

  14. Ekstraksi Dan Karakterisasi Serbuk Nano Pigmen Dari Daun Tanaman Jati (Tectona Grandis Linn. F

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riahna br Kembaren

    2014-04-01

    Full Text Available Tanaman Jati (Tectona grandis linn. F umumnya hanya dimanfaatkan bagian kayunya untuk industri meubel, namun bagian lain seperti daun kurang dimanfaatkan. Daun jati terutama bagian pucuk daun muda dapat menghasilkan pigmen. Produksi serbuk nano pigmen dari daun jati dan karakterisasi serbuk nano pigmen tersebut belum dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan nano pigmen dari pucuk daun jati muda dalam bentuk serbuk dengan menggunakan persentase filler yang berbeda dan melakukan karakterisasi serbuk nano pigmen jati tersebut. Pucuk daun jati muda diberi perlakuan mekanik dengan penggerusan kemudian disaring, larutan yang diperoleh diukur partikelnya dengan Particle Size Analyzer (PSA, dan dikeringkan dengan penambahan filler maltodekstrin 5% dan 10%. Serbuk yang diperoleh dihitung rendemen, ukuran partikel, dan kelarutan dalam air. Warna merah yang dihasilkan dari filtrat pucuk daun jati muda berasal dari zat warna antosianin yang terkandung dalam daun jati muda. Ekstrak dari pucuk daun jati muda memiliki ukuran dengan kisaran 87,8- 318,1 nm dengan ukuran rata-rata 109,2 nm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak tersebut merupakan produk nano di alam. Penambahan filler dengan konsentrasi berbeda berpengaruh terhadap warna, rendemen, ukuran partikel serbuk, dan kelarutan pigmen serbuk dalam air. 

  15. ALTERNATIF CARA DETEKSI KANDUNGAN IODIUM PADA GARAM BERIODIUM DI PASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuniar Rosmalina

    2012-11-01

    Full Text Available Mengingat tingginya biaya yang diperlukan dalam menganalisa kandungan iodium pada garam secara laboratorium, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam penanggulangan masalah gangguan akibat kekurangan iodium, maka diperlukan teknologi sederhana untuk mendeteksi iodium pada garam iodium yang diperjualbelikan di pasar. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai beberapa cara mendeteksi iodium pada garam menggunakan sumber karbohidrat dan sumber zat pereduksi, seperti Dioscorea Hispida Dennst (gadung, Manihot utilissima (singkong, atau Rubber seed (biji karet. Berdasarkan jenis dan jumlah campuran yang digunakan ada 6 formula yang diuji pada penelitian pendahuluan yaitu formula ICo, IICo, IC1, IIC1, ISo, dan IISo. Pada penelitian lanjutan, formula yang terpilih diuji menggunakan garam iodium yang dibeli dari pasar di Kodya Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula IICo dan IIC1 menggunakan perasan singkong atau gadung, serta formula IISo menggunakan parutan biji karet, dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi kadar iodium pada garam beriodium. Formula IICo terdiri dari 4 ml perasan gadung atau singkong, dicampur dengan 45 g garam beriodium dan 8 ml asam cuka 25 persen. Formula IIC1 sama seperti formula IICo, tapi menggunakan gadung yang telah disimpan tiga minggu, dan singkong yang telah disimpan dua minggu. Formula IISo terdiri dari 7 gr parutan biji karet, ditambah dengan 45 g garam iodium dan 16 ml asam sitrat. Hasil penelitian lanjutan menunjukkan hanya 11.1 persen garam beriodium di Kodya Bogor mempunyai kandungan diatas 30 ppm, dan 88.9 persen dibawah 30 ppm. Garam beriodium yang mempunyai kandungan di atas 30 ppm akan menunjukkan warna biru atau ungu, dan yang mempunyai kandungan dibawah 30 ppm akan menunjukkan warna cokelat, warna biru yang tidak stabil atau tidak menunjukkan perubahan warna.

  16. Stabilitas Ekstrak Kurkumin Kunyit dan Klorofil Daun Pandan Menggunakan  Tocoferol dan Dekstrin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elizarni Elizarni

    2014-12-01

    Full Text Available Stability level of natural dyes is lower than synthetic dyes in treatment process, heating, and storage because natural dyes are easy to degrade or fade. The research was conducted to study the natural dyestuff manufacturing in the form of raw turmeric powder, pandan leaves which have a good stability in use as a food additive. The purpose of research was to get the optimum curcumin extract from turmeric and pandan leaves’s chlorophyll with variations of hot water used and pH. In the obtaining extract was used optimum a tocopherol and dextrins to get a dry powder of turmeric and pandan leaves. The result of research showed that the best pH solution for the extraction of turmeric was pH 4 at a heating temperature 600C with absorbance value 0.8539, while the optimum pH for chlorophyll extraction from Pandan leaves was pH 10 with absorbance value 0.9208. The use of 1-3% dextrin could increase the stability of the dyes.ABSTRAK Zat warna alam mempunyai tingkat kestabilan yang rendah dibandingkan pewarna sintetis dalam proses pengolahan, pemanasan, dan penyimpanan, karena pewarna alami mudah mengalami degradasi atau pemudaran. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pembuatan zat warna alam dalam bentuk bubuk dari bahan baku kunyit, daun pandan yang memiliki tingkat kestabilan yang baik dalam penggunaannya sebagai bahan tambahan makanan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan ekstrak kurkumin dari kunyit dan klorofil dari daun pandan yang optimum dengan variasi pemakaian air panas dan pH. Terhadap ekstrak dilakukan pemakaian a tocoferol dan dekstrin yang optimum untuk mendapatkan bubuk kering dari kunyit dan daun pandan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH larutan ekstraksi yang terbaik untuk kunyit adalah pH 4 pada suhu pemanasan 600C dengan nilai absorban 0,8539, sedangkan untuk pH optimum ekstraksi klorofil dari daun pandan adalah pH 10 dengan absorban 0,9208. Pemakaian dekstrin 1-3% dapat meningkatkan kestabilan zat warna.

  17. KUALITAS PEWARNAAN EKSTRAK KAYU TEGERAN (Cudrania javanensis PADA BATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivin Atika

    2017-05-01

    Full Text Available ABSTRAKEkstrak kayu Tegeran digunakan sebagai sumber warna kuning untuk soga batik. Penggunaanya sebagai pewarna tunggal batik sangat jarang karena menurut perajin batik mudah luntur dan warna kurang cerah.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa ekstrak kayu Tegeran sebagai zat warna tunggal pada batik. Kayu Tegeran diekstraksi pada suhu kamar, 50ºC, 75ºC dan 100ºC menggunakan pelarut air selama 1 jam. Pewarnaan batik dilakukan dengan ekstrak kayu Tegeran sebanyak 8 kali pada suhu kamar. Proses pelepasan malam (lilin batik dilakukan dengan pelarut air pada suhu 100ºC selama 1 jam. Batik dianalisa dengan menggunakan parameter uji arah, ketuaan warna, ketahanan luntur warna terhadap gosokan basah, pencucian dan sinar matahari. pH larutan ekstrak kayu Tegeran hasil ekstraksi pada suhu kamar, 50ºC, 75ºC dan 100ºC berturut-turut sebesar 5, 4, 4-5, 3-4. Arah warna batik hasil pewarnaan dengan kayu Tegeran yaitu kuning hingga cokelat tua. Nilai ketuaan warna batik katun hasil pewarnaan dengan kayu Tegeran antara 22,24 – 40,33 dan batik sutera bernilai antara 38,39 – 46,75. Nilai pengujian ketahanan luntur warna batik hasil pewarnaan dengan kayu Tegeran terhadap gosokan basah rata-rata memberikan nilai (4 – 5, sedangkan nilai ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan sinar matahari langsung rata-rata memberikan nilai 4. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kayu Tegeran dapat digunakan sebagai pewarna batik dengan warna cerah dan ketahanan luntur baik. ABSTRACTThe Tegeran wood extract has been used as the yellow color source for batik soga. As a single color for batik, it is rarely used because tend to have poor color fastness and less bright color. This research aim is to analyze Tegeran wood extract as a single dye for batik. Tegeran wood extracted on various temperature (room temperature, 50ºC, 75ºC, 100ºC using water as the solvent for an hour. Then it is used for batik dyeing with 8 times soaking at room

  18. KUALITAS PEWARNAAN EKSTRAK GAMBIR PADA BATIK SUTERA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivin Atika

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAKGambir merupakan salah satu sumber zat warna alam yang dapat diaplikasikan pada pewarnaan batik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas ekstrak gambir (arah warna dan ketahanan luntur sebagai pewarna batik sutera. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan variasi jenis pelarut (air, etanol teknis serta jenis fiksator (tawas, tunjung, kapur. Batik sutera yang telah diwarnai dengan ekstrak gambir kemudian diuji arah dan beda warna, ketuaan dan ketahanan luntur warnanya. Dari pengujian didapatkan hasil arah warna batik sutera cokelat sampai cokelat tua, nilai beda warna L* pada kisaran 44,3-66,2; a* 7,2-13,1; b* 15,1-32,1, dan nilai ketuaan warna %R pada kisaran 10,48-21,12 dan K/S 1,47-3,827. Sedangkan nilai rata-rata ketahanan luntur terhadap pencucian adalah 4 (baik, gosokan basah 4 (baik dan sinar 4-5 (baik. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak gambir dapat digunakan sebagai pewarna batik sutera dengan kualitas yang baik. Kata Kunci: gambir, pewarna, batik sutera ABSTRACTGambier is one of the vegetable colorant source that can be applied for batik dyeing. This research aims to determine the color shades and fastness properties of silk batik dyed with gambier. The method used in this research is experimental with variation include kinds of solvent (water and 70% ethanol and fixator (alum, ferrosulphate and lime. Dyed silk batik with gambier extract then evaluated by its color shades and difference of intensity also fastness properties. From the evaluation it is obtained that the color shades are brown to dark brown color, color differences score L* is 44.3-66.2; a* 7.2-13.1; b* 15.1-32.1, and color intensity %R score is 10.48-21.12 and K/S score is 1.47-3.827. While the average value of fastness to washing is 4 (good, wet rub 4 (good and light 4-5 (good. It has been concluded that the gambier extract can be used as batik dye on silk fabrics with good qualities. Keywords: gambier, dye, silk

  19. Optimasi Proses Spray Drying Pada Enkapsulasi Antosianin Ubi Ungu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Yunilawati

    2018-04-01

    Full Text Available Teknologi proses spray drying banyak dilakukan pada enkapsulasi zat warna alam untuk aplikasi di industri. Pada penelitian ini dilakukan enkapsulasi antosianin ubi ungu dengan teknik spray drying. Tujuan dari penelitian ini adalah optimasi proses spray drying pada enkapsulasi antosianin ubi ungu. Optimasi proses dilakukan pada kondisi berbagai suhu inlet (150 °C sampai dengan 180 °C dan jumlah maltodekstrin sebagai carrier (5% sampai dengan 15%. Sebagai respon dilakukan pengukuran kadar air, absorbansi, dan kadar antosianin. Response Surface Methodology (RSM dengan metode Central Composite Design (CCD digunakan untuk analisis data optimasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu inlet dan persentase maltodekstrin berpengaruh secara signifikan terhadap kadar air, absorbansi, dan kadar antosianin total. Kondisi optimal didapatkan pada suhu inlet 166,96 °C dan maltodekstrin sebesar 5%. Pada kondisi ini dihasilkan serbuk antosianin ubi ungu dengan kadar air 4,79%; absorbansi 0,8827; dan kadar antosianin total 968,65 mg/kg.

  20. Pembuatan Pewarna Biru Dari Tanaman Indigofera tinctoria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kun Lestari

    2016-04-01

    Full Text Available Tanaman Indigofera yang terdapat di beberapa daerah di persada nusantara (Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera dll menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai potensi SDA yang melimpah yang dikaitkan dengan perbendaharaan sumber pewarna alami. Sementara itu telah dilakukan percobaan pengambilan zat warna indigo dari daun dan ranting tanaman liar Indigofera tinctoria secara fermentasi dingin. Dalam daun dan ranting tanaman Indigofera terdapat zat warna alam yang mengandung senyawa indigoida dengan struktur >N-H dan kromofor gugus carbonyl (>C == 0.Daun dan ranting tanaman Indigo/era segar direndam dalam air dengan perbandingan 1: 5. Ekstrak larutan dibuat suasana alkalis dengan penambahan kapur untuk mengendapkan indigo.Dari hasil percobaan ternyata bahwa kondisi optimum pembuatan pasta indigo dari daun segar tanaman Indigofera tinctoria adalah pada penggunaan kapur/alkali 30 g/kg daun, dengan waktu fermentasi antara 24 - 48 jam (24 jamzat warna indigo dari daun dan ranting tanaman liar Indigofera tinctoria secara fermentasi dingin. Dalam daun dan

  1. INTERKALASI XILENOL ORANGE PADA ZEOLIT ALAM LAMPUNG SEBAGAI ELEKTRODA ZEOLIT TERMODIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriyah Fitriyah

    2016-07-01

    Full Text Available Zeolit terbagi menjadi zeolit alam dan zeolit sintesis, kapasitas adsorpsi zeolit alam umumnya lebih rendah daripada zeolit sintesis, sehingga untuk meningkatkan kapasitas adsorpsinya, karakter permukaan zeolit alam perlu diubah dengan melakukan proses modifikasi permukaan melalui berbagai metode, salah satunya dengan metode interkalasi. Tujuan penelitian ini yaitu menginterkalasi zat warna xilenol orange ke dalam zeolit alam Lampung dan mengaplikasikannya sebagai elektroda zeolit termodifikasi. Melalui proses interkalasi diharapkan dapat meningkatkan kegunaan dan nilai tambah dari zeolit. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa xilenol orange (XO dapat diinterkalasikan ke dalam zeolit, hal ini dapat dilihat dari pita spektrum FTIR yang memiliki serapan pada bilangan gelombang 1383 cm-1, yaitu menunjukkan serapan dari S=O simetris dan asimetris pada gugus –SO3H,hal ini diduga karena XO memiliki gugus SO3 sehingga menyebabkan adanya serangan pada proton zeolit. Berdasarkan penelitian dapat disarikan bahwa xilanol orange dapat terinterkalasi pada zeolit alam Lampung dan dapat dimanfaatkan sebagai elektroda pendeteksi logam.

  2. PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS FILTER UNTUK PEMELIHARAAN IKAN HIAS AIR TAWAR DI AKUARIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Priono

    2012-12-01

    Full Text Available Akuarium merupakan salah satu wadah untuk pemeliharaan ikan hias baik tawar maupun laut, betapapun indahnya ikan hias apabila tidak ditunjang dengan penampilan, aksesoris, dan dekorasi yang memadai, maka nilai keindahan akan berkurang. Penggunaan filter untuk mendukung salah satu sintasan ikan hias sangat penting. Terdapat banyak jenis-jenis filter yang dapat digunakan di dalam akuarium, dengan bentuk, desain, ukuran, dan harga yang bermacam-macam pula. Namun demikian, fungsi utama filter sebernarnya adalah untuk (1 menghilangkan atau mengangkat kotoran atau sisa kotoran dari air, (2 mengangkat atau menghilangkan bahan kimia dari air yang membuat air menjadi berwarna (warna coklat/keruh atau bahan yang tak dikehendaki, dan (3 menghilangkan kotoran ikan dan menguraikan produk atau zat yang beracun menjadi tak beracun untuk ikan.

  3. Gambaran Pengetahuan Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Stambuk 2008 - 2010 mengenai Buta Warna

    OpenAIRE

    Handayani, Elvina

    2011-01-01

    Color blindness is a condition where a person losses the ability to differentiate the colors, which can be differentiated by the normal vision one. Color blindness in a person mostly caused by genetic factor. Color blindness is generally considered to be more prevalent in men compared to women with a ratio of 20:1. According to the Health Research Association (RISKESDAS) 2007, the national prevalence of color blindness was 0.7% Aim of the research is to identify and to know the knowledge o...

  4. Kejadian Buta Warna pada Siswa/i SMPN 1 Medan Tahun 2014

    OpenAIRE

    RS, Annisa Nidya

    2015-01-01

    Color blindness is the inability to distinguish the perception of some colors or all colors, which a normal person can do. Color blindness is a condition that generally is inherited genetically, but can also be obtained due to damage of the eye, nerves, or brain. Color blindness is genetically determined by X chromosome in females, and passed on to their children. This study was aimed to determine the incidence of color blindness among students of SMPN1 Medan in 2014, according to their ge...

  5. Klasifikasi Belimbing Menggunakan Naïve Bayes Berdasarkan Fitur Warna RGB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fuzy Yustika Manik

    2017-01-01

    Full Text Available Post harvest issues on star fruit are produced on a large scale or industry is sorting. Currently, star fruit classified by rind color analysis visually human eye. This method does not effective and inefficient. The research aims to classify the starfruit sweetness level by using image processing techniques. Features extraction used is the value of Red, Green and Blue (RGB to obtain the characteristics of the color image. Then the feature extraction results used to classify the star fruit with Naïve Bayes method. Starfruit image data used 120 consisting of 90 training data and 30 testing data. The results showed the classification accuracy using RGB feature extraction by 80%. The use of RGB as the color feature extraction can not be used entirely as a feature of the image extraction of star fruit.

  6. Pengaruh konsentrasi pigmen indigo pada pewarnaan (dyeing dan pengulangan warna (topping pada kulit bludru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2007-06-01

    Full Text Available Paste indigo pigment having blue colour was produced from fermentation of indigofera tinctoria leaves and twigs. Having was very popular dye and was used especially in textile industries and leather industries of fur. The aim of the study was to the optimum concentration of indigo pigmen on dyeing of suede leather. The materials used in study were crust suede leather, indigo pigmen, wetting agent, soda ash, ammonia, formic acid sulfonated oil, and redactors such as palm sugar. The dying of leather using indigo pigmen was principally similar with common dyeing and pH of indigo is 11.5, however pH on several steps must adjusted. Variation of the concentration of in dyeing was 0.5, 1, and 1.5% respectively. Performance test were of conducted for dye penetration, colour rub fastness (dry, wet, sweat resistant, and sun light resistant for 6, 13, and 20 hours respectively. The results showed that the optimum concentration of pigmen indigo was 9% dyeing and 1 % for topping with level dye, indicated appropriate penetration dye into the cross-section leather, no fading was performed by dry colour fastness test (score 4/5 and wet colour fastness test (score 4, good sweat resistant (score 5, no colour fading on the exposure to sun light for 20 hours (score 4.

  7. KEPRIYAYIAN TOKOH DALAM NOVEL WARNA LOKAL JAWA DAN SUMBANGANNYA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER BANGSA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suroso Suroso

    2013-01-01

    Full Text Available This study aims to describe the upper class characteristics of the characters in novels with the Javanese local color to develop the nation’s character. It employed content analysis using the descriptive-analytic technique. The data sources were novels with the Javanese local color representing certain eras. The findings are as follows. First, people belong to the upper class because of inheritance and hard work. Second, there are two categories of upper class people, i.e. traditional ones with Dutch education and Islamic religion and new ones with university education and professional and structural positions. Third, they have good characters. Fourth, the characters of Javanese upper class people can serve as a basis to build and develop the nation’s character. Fifth, the character development can be carried out in the family by emphasizing religious attitudes and through humanity knowledge development emphasizing interpersonal, emotional, and spiritual aspects.

  8. “THERMAL CONDITIONING” UNTUK MENGURANGI DAMPAK PANAS PADA PAKAIAN DENGAN KOMBINASI WARNA

    OpenAIRE

    Mufida, Husna Noor; Ahsani, Muh Syukri; Aji, Mahardika Prasetya; Sulhadi, Sulhadi

    2016-01-01

    Brightly colored clothing at the time the sun is hot compared using dark-colored clothing, this is because the color effect on the emissivity. Therefore, research that aims to find a good color combination to reduce the impact of heat on clothing. The independent variables in this study is a combination of colors and the dependent variable is the change in temperature. The colors used in this study there are five, namely black, white, red, green, blue. The study was conducted by measuring the...

  9. Filter Halaman Web Pornografi Menggunakan Kecocokan Kata dan Deteksi Warna Kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusron Rijal

    2011-05-01

    Full Text Available This paper presents an effort to detect pornographic webpages. It was stated that a positive relationship exists between percentage of human skin color in an image and the image itself (Jones et.al., 1998. Based on the statement, rather than using the traditional method of text-filtering, this paper propose a new approach to detect pornographic images by using skin color detection. The skin color detection performed by using RGB, HSI, and YCbCr color model. Using algorithm stated by Ap-apid (Ap-apid, 2005, the system will classify nude and not-nude images. If one or more nude images are found, the system will block the webpage. Keywords: Webpage Filtering, Image Processing, Pornography, Nudity, Skin Color, Nude Images

  10. PENAMBAHAN GULA DAPAT MENINGKATKAN STABILITAS WARNA EKSTRAK ANTOSIANIN BUAH MURBEI HITAM YANG TERPAPAR CAHAYA FLUORESENS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlien Giovani Soeroso

    2017-06-01

    Full Text Available Anthocyanins are red to purple pigments and one of potent safe and natural food colorants which possess superior antioxidant activity. However, the stability of anthocyanins depends on various factors, including structure and concentrations, pH, temperatures, light, co-pigment, ascorbic acid, enzymes, metal ions, sugars, protein, sulfur dioxide. The aims of this research were to evaluate the effects of sugar addition on the stability of anthocyanin of black mulberry under different fluorescent light intensities and to determine the appropriate concentration of sugar that could increase black mulberry (Morus nigra L. anthocyanin stability. Fluorescent lamp at 3370, 4210, and 8820 lux (18, 23, and 32 watt, respectively were used to illuminate black mulberry fruit extract (10.09 g/L following 20, 40, 60% (w/v of sugar addition. Determination of anthocyanin color stability in extract of black mulberry fruit was perfomed using degradation kinetics modeling to obtain the appropriate order. The concentration rate (k and half life (t1/2 were then calculated based on subsequent order. The results showed that 20% sugar addition enhance the stability of black mulberry anthocyanin extract as compared to that of control (without sugar addition as indicated by half life increment from 170.826 to 183.733 h. On the other hand, anthocyanin stability decreased to 166.618 and 146.235 h half life with further sugar addition to 40 and 60%, respectively. Therefore, 20% sugar addition to black mulberry extract could improve its anthocyanin stability.

  11. Hubungan Warna Latar Terhadap Pencapaian Memori Jangka Pendek di SMP Muhammadiyah-3, Medan

    OpenAIRE

    Atikah, Nor

    2014-01-01

    Short-Term Memory (STM) has a limited capacity, it last for few moments to minutes. (Guyton & Hall, 2006) However, STM capacity can be increased by several techniques (Miller, 1956). Color can attract attention and produce emotional arousal and both had been proven to increase STM. Many studies have been conducted but most of the studies focus on the effect of figure color rather than background color. This is an experimental study. The numbers of Sample are 175 people. The populations in...

  12. Sistem Klasifikasi Kualitas Kopra Berdasarkan Warna dan Tekstur Menggunakan Metode Nearest Mean Classifier (NMC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdullah Abdullah

    2017-12-01

    The classification of copra quality with the help of computer by using image processing can help to speed up human work. Data mining techniques can be utilized for copra quality classification based on RGB color (red, green, blue and texture (energy, contrast, correlation, homogeneity. The problem is the difficulty in predicting the quality of copra in grade of A (80-85%, grade of B (70-75% and grade of C (60-65%. The purpose of this study is to develope an application for the classification of copra quality based on color and texture. The method used is the nearest mean classifier (NMC. Preprocessing is done before the classification process for background subtraction by using pixel subtraction method to separate the image of object against the background. The benefits of this research are it can save time in classifying the quality of copra and can facilitate the determination of copra price. Based on the evaluation result by using cross validation method obtained the average accuracy is 80.67% with standard deviation is 1.17%.  Keywords: classification,  image, copra, nearest mean classifier, pixel subtraction, RGB color, texture

  13. PENGARUH LOGAM BERAT Cd, Pb TERHADAP PERUBAHAN WARNA BATANG DAN DAUN SAYURAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hening Widowati

    2011-04-01

    Full Text Available Cd, Pb heavy metal absorption in aquatic vegetables: Genjer (Limnocharis flava, Kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk dan Selada air (Nasturtium officinale R. Br, studied to see the relationship with green figure scale. The research objective was to identify the accumulated Cd, Pb in the consumed organ vegetable, and their impacts to the levels of green figure scale. The research was undertaken by planting three kinds of the aquatic vegetables to the contaminated pure Cd,pure Pb media, mixture of Cd and Pb with factorial randomized block design. Data were analyzed by factorial One-Way Anova and further test of Duncan and HSD to see the difference of Cd, Pb and green figure scale, regression and correlation to know the contribution of Cd, Pb in influencing the green figure scale. Variety of vegetables, media, organ, and the interaction influences the accumulation of Cd, Pb and level of green figure scale. There is a relationship between Cd, Pb metal accumulation to the level of green figure scale of the aquatic vegetables, with negative correlation that Cd, Pb decreased the vegetable green figure scale.

  14. Pengaruh Warna Ruang Kerja Terhadap Kenyamanan Dosen Departemen Psikologi Industri Dan Organisasi Fakultas Psikologi USU

    OpenAIRE

    Bangun, Eva Violesia

    2014-01-01

    Comfort in the work is desired by each worker and indirectlybecame an important predictor in the company's operational efficiencies such as productivity, job satisfaction, well-being, and safety. Creating a physical environment that is comfortable is one way to increase comfort in work and color is one of the factors that influence a comfortable working environment. Giving color combinations are paint the wall of workspace PIO with green color and add accessories to the room with purple color...

  15. Sistem Pendeteksian Keserasian Warna Kulit dan Busana Secara Otomatis Untuk Jenis Kelamin Perempuan Berbasis Image Processing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meza Silvana

    2014-03-01

    Full Text Available Compatibility of the clothes become a necessity that can not be avoided by everyone, because accuracy in choosing the color of the clothes will be very supportive of woman's appearance. So far, the research has been done only discuss about skin type or the grouping of clothing only, and compatibility of clothing color is also done manually estimates that are relative. Therefore, this study was designed to make a priority fashion color for each type of skin color automatically based on skin color flexibility. The system will determine the priority of the right clothing colors for certain skin types based on a combination of several colors clothes. The testing process is done for each color of clothing to see how far each level according to the fashion color of the skin color. From the results, six (6 elected fashion color with skin color, and the color matching chart rate on the test results chart system has approached the sample data in the database system.

  16. Pengaruh Perbedaan Warna Ovitrap terhadap Jumlah Telur Nyamuk Aedes spp yang Terperangkap

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anif Budiyanto

    2013-02-01

    Full Text Available Abstract. The main of Aedes sp breeding site are water containers in or around the home or public places. Container or vessel that is used daily by people, such as flower vase, bird drinks, ant tra ps, etc. that can become a breeding place of mosquitoes Aedes sp, has a varie­ty of colors. It has been studied with the aim of knowing the influence of color dijJerence ovitrap to the number of eggs of Aedes sp This study used 25 ovitrap is divided into 5 groups consisting of red, yellow, blue, black and white. Each group ovitrap placed in houses and left for 5 days. This activity is carried out up to 8 times repetition, so that the total sample numbered 200. From dijJerent test two proportions is known that there are significant dijJerences from their respective mean number of eggs of dijJerent colors of ovitrap. And the results of multiple comparison analysis, it is known that the mean number of eggs of red and black color of ovitrap significantly dijJerent when paired with the mean number of eggs from ovitrap a yel­low, blue and white.Keywords: breeding site, Aedes, color of ovitrap, ovitrap

  17. Zatížení mostů a únava

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Rieger, M.; Marek, Pavel

    2009-01-01

    Roč. 4, č. 4 (2009), s. 8-9 ISSN 1801-822X R&D Projects: GA ČR(CZ) GA103/07/0557 Institutional research plan: CEZ:AV0Z20710524 Keywords : bridge load and fatigue * fatigue live assessment * fully probabilistic concept Subject RIV: JM - Building Engineering

  18. PEMBUATAN DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN UNGUENTA SCARLESS WOUND DENGAN EKSTRAK BINAHONG DAN ZAT AKTIF ASPIRIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Faustina Sari

    2015-11-01

    Full Text Available Wound is a defect of skin caused by physical or thermal damage. The inflammatory phase in the wound healing usually causes scars. Aspirin is a nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID that has the ability to inhibit the activity of cyclooxygenase (COX leading to reduced prostaglandin amount. Binahong (Anredera cordifolia is one of the plants that is used as a wound healer. Binahong contains ascorbic acid which has an important role in collagen formation phase. In this study, binahong leaf extract ointment will be combined with aspirin to produce scarless wound ointment. The method used is a purely experimental method. The test method used is histopathology tests then processed by the method of calculating the area of collagen. The data are analyzed using T-test. The addition of aspirin in the preparation of wound healing ointment can’t reduce scar formation allegedly with an incision method of white mice (Mus musculus Swiss Webster. Statistically, the results showed that binahong ointment (UB produces the least scar than ointment base (B, followed binahong-aspirin ointment (UBA, and aspirin ointment (UA.

  19. MEMBANDINGKAN TEGANGAN PERMUKAAN DENGAN TEGANGAN AIR MENGGUNAKAN ZAT PEWARNA MAKANANAN SEBAGAI ALAT PERAGA PEMBELAJARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Yulisari Asmawati

    2014-09-01

    Full Text Available Have performed experiments to compare the surface tension of water by the surface tension of alcohol use food dye. The research method is to perform a simple test. With a drop of food dye into water will make the water molecules become larger and when alcohol was dropped into the solution there will be a tug between water and alcohol with water or with alcohol-called cohesion. Tug between different molecules such as water to alcohol is called adhesion. Cohesion of water molecules is greater than the cohesion of the alcohol molecules. Cohesion of water is also greater than the adhesion between the two fluids. Competition between cohesion and adhesion molecules of water and alcohol lead to mutual attraction between water and alcohol resulting in vibrations when the fluid is met. The results obtained when this trial is water that has spilled food dye will move away from the alcohol and water colored parts that come into contact with alcohol will vibrate.

  20. Perubahan Pola Konsumsi Pangan Sumber Zat Goitrogenik Sianida dan Cara Pengolahannya Melalui Penyuluhan Gizi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Wahyu Ningtyias

    2014-12-01

    Full Text Available Kabupaten Jember masih menghadapi masalah gizi gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI, sebagian besar kecamatannya termasuk dalam kategori daerah endemik GAKI. Salah satu penyebabnya adalah faktor goitrogenik sianida yang mengganggu pembentukan hormon tiroid. Keberadaannya pada beberapa sayuran yang biasa dikonsumsi masyarakat menyebabkan diperlukannya pola konsumsi dan proses pengolahan yang baik agar aman dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan mengubah pola konsumsi goitrogenik sianida dan cara pengolahannya melalui penyuluhan gizi dan demonstrasi cara pengolahan pangan sumber goitrogenik sianida yang benar. Penelitian ini adalah sebuah penelitian kuasi eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control design. Jumlah sampel sebanyak 196 ibu rumah tangga, terdiri dari 98 orang di setiap kelompok perlakuan dan kontrol. Penelitian dilakukan di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember pada bulan Maret hingga Mei 2013. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan konsumsi bahan mentah sumber goitrogenik sebesar 25,98 gram. Namun, tidak terjadi peningkatan konsumsi sianida, justru menurun sebesar 9,09 miligram pada kelompok perlakuan. Hal ini terjadi karena pemilihan cara pengolahan yang tepat sesuai materi intervensi, yaitu beralih ke kulub dan rebus berkuah. Namun penurunan ini tidak signifikan (p = 0,56. Materi tentang GAKI dan cara mereduksi kadar sianida pada bahan pangan sumber goitrogenik sianida bisa dijadikan materi penyuluhan dalam program pencegahan GAKI di Kabupaten Jember. Changes in Food Pattern and Food Processing of Source Substance Goitrogenic Cyanide Through Nutrition Counseling Jember still encounter the problem of nutrition iodine deficiency disorders (IDD, most of the district are included in the category of endemic areas. One reason is the cyanide goitrogenic factors that can interfere with the function of the thyroid hormone. Its presence in some commonly consumed vegetables society, causes the need for patterns of consumption and good processing in order to make it safe for consumption. Cyanide is a precursor thiocyanate which disrupt the formation of thyroid hormones through two pathways, active transport and interfere with the activity of thyroid peroxidase. This study aimed to change food pattern and way of processing goitrogenic cyanide food stuff through nutritional counseling and demonstration of food processing to reduce cyanide in goitrogenic food stuff. The research was a quasy-experimental study with pretest-posttest control design. The number of samples 196 housewives, consist of 98 people in the respective treatment groups and control. The study was conducted in the District Arjasa Jember between March and May 2013. The result showed presence of increased consumption of raw materials sources goitrogenic cyanide of 25.98 grams, was not followed by an increase in the consumption of cyanide, which has decreased by 9.09 miligram in the treatment group. This occurs because of the selection of appropriate food processing, switching to boil and blanching (kulub. However, this decrease was not significant (p = 0.56. The material on IDD and how to reduce levels of cyanide in the food source of cyanide can be used as material counseling in prevention programs IDD in Jember.

  1. Pengaruh pendidikan gizi dalam upaya meningkatkan kepatuhan konsumsi zat besi melalui kelas ibu hamil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sulastijah

    2015-10-01

    Full Text Available Background: Iron deficiency anemia contributed to a number of 50% in anemia and caused mortality of 841,000 every year in the world. Nutrition education before iron supplementation is needed because of low compliance in pregnant women. Gatak Sub District that is located in Sukoharjo Regency had the highest risk in pregnant women by 20.02%. Objective: This research aimed to know the effect of nutrition education in an effort to increase compliance of  iron consumption through prenatal classes in Gatak Sub district Sukoharjo Regency. Method: The method of this research was quasi experiment with pre test-post test with non equivalent control group design. The samples of this research were 70 pregnant women who fulfilled inclusion and exclusion criteria. A number of 33 pregnant women were in treatment group and 37 pregnant women were in control group. Treatment group received a nutrition education through anemia booklet and iron supplementation which contained 60 mg sulfas ferosus and 400 µg folic acid on a daily basis in prenatal classes for 3 months. Control group did not receive a nutrition education, but still received a daily iron supplementation for 3 months. Independent t-test and paired t-test were used to analyze data. Results: The knowledge level (higher 12.59, compliance of iron consumption (15.16%, food intakes including energy (higher 9.24%, protein (higher 10.98%, and Fe (higher 6.68%, although those food intakes were still below the RDA, and hemoglobin level (higher 0.44 g/dl, in treatment group compared with control (p0.05. Conclusion: The nutrition education affected the increase in compliance of iron consumption through prenatal classes in Gatak Sub District Sukoharjo Regency.

  2. GAMBARAN KONSUMSI ZAT GIZI ANAK UMUR 6 BULAN – 12 TAHUN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yekti Widodo

    2013-09-01

    DIETARY INTAKE OF INDONESIAN CHILDREN 6 MONTH - 12 YEAR OF AGE The prevalence of undernutrition in Indonesia is still high. Stunting, one type of undernutrition with the highest prevalence is rank number five in the world. The multisectoral causes of undernutrition include food, health, and caring practices. At individual level, the immediate causes are inadequate and low quality of dietary intake and infectious disease. This SEANUTS study aimed to assess dietary intake among children in Indonesia. The study was conducted in 48 districts covering urban and rural areas of 3,600 children 6 month-12 years of age. Dietary intake was assessed by 1x24 hour dietary recall by trained nutritionists. Indonesian food composition tables were used to calculate nutrient contents and then compared the nutrient intakes to Indonesian recommended dietary allowances (RDA to assess their adequacy. The overall results showed that the average intakes of energy, vitamin A, vitamin C, folate, iron, and calsium and phosphor were still below the RDA (44-77%, while protein and phosphor were above the RDA (106-114%. The inadequacy varies among age group, the older the children the more deficit of nutrient intake. The highest average intake was among  children 6-11 month of age groups and lowest is among children 9-12 year of age. By using cut-off point of Indonesian RDA, there were still high proportion of children deficit in nutrient intakes. It is concluded that children of older age group, living with low maternal education, low socioeconomic status, and in rural area were significantly higher risk of deficit in nutrient intake below RDA. Keywords: nutrient consumption, RDA, Indonesian children

  3. Status kesehatan oral dan asupan zat gizi berhubungan dengan status gizi lansia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhdrisa Mura Wijaya

    2012-01-01

    Full Text Available Background: Central Bureau of Statistics data in 2006, showed that the average life expectancy of the population living in Yogyakarta (DIY was 73 years, and 73.8 years for those living in Sleman. This was higher than the average national life expectancy of 68.5 years. National Health Survey in 2007 showed that the prevalence of oral and dental problems in DIY was 23.6%, while the pulp and periapical tissue diseases in the elderly in Sleman districts was approximately 1704 cases. Hence, it was classified as one of the 10 most prevalent diseases in Public Health Centre. In addition, there were 406 older adults who were underweight. Objectives: To investigate the relationship between oral health status, nutrient intake and nutritional status in older adults. Methods: This study is an observational study with cross sectional design. Subjects were 310 patients aged 60-74 years old in Sleman district. Data obtained by interview, examination of the oral health status, measurement of body weight and arm span. Data were analyzed with Chi-square test. Results: There was a significant association between oral health status and protein intake (RP=2.38; 95%CI:1.42-3.970. Energy, fat and carbohydrates intake were not associated with oral health status (p>0,05. Nutritional status was significantly associated with the intake of the energy (RP=2.98, 95%CI:1.58-5.58, protein (RP=2.44, 95%CI:1,05-5.67, fat (RP=3.68, 95%CI:1.93-7.03 and carbohydrates (RP=4.89, 95%CI:2.54-9.4. However, there were no relationship found between oral health and nutritional status (RP=1.79, 95%CI:0.94-3.43. Conclusion: There was a significant association between oral health status and protein intake. The intake of nutrients (energy, protein, fat, and carbohydrate was significantly associated with nutritional status. However, there was no significant relationship found between oral health and nutritional status in older adults.

  4. The zinc finger protein ZAT11 modulates paraquat-induced programmed cell death in Arabidopsis thaliana

    NARCIS (Netherlands)

    Qureshi, Muhammad Kamran; Sujeeth, Neerakkal; Gechev, Tsanko S.; Hille, Jacques

    Plants use programmed cell death (PCD) as a tool in their growth and development. PCD is also involved in defense against different kinds of stresses including pathogen attack. In both types of PCD, reactive oxygen species (ROS) play an important role. ROS is not only a toxic by-product but also

  5. Perbedaan asupan energi, zat gizi makro dan mikro pada mahasiswa S2 IKM reguler yang stress

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ice Yolanda Puri

    2006-07-01

    Full Text Available Background: In general, sufferers of stress lose appetite, although sometimes some of them eat more than usual. If they lose appetite, there will be energy and protein deficiency. This condition will disrupt antibody so that they can get easily infected. Stress causes nutrition absorption disorder and then reduces antibody. Emotional and environmental stress will lose vitamin C as much as 2500 mg within a short period. Another bad impact is reducing supply of vitamin B12, vitamin C, calcium and zinc. Objective: To identify differences of energy, macronutrient (carbohydrate, protein, and fat and micronutrient (vitamin C, vitamin B12, calcium and zinc intake among postgraduate students of public health sciences (Health Policy Management and Service, Health Nutrition and Mother and Child Health Reproduction with low, middle and high stress. Method: The study was an observational type which used a nested case control design. It used a quantitative approach to analyze stress and intake of energy, macronutrient (carbohydrate, protein and fat and micronutrient (vitamin C, B12, calcium and zinc. Subject of the study were as many as 34 postgraduate students of public health sciences of Gadjah Mada University of academic year 2004/2005. Data of respondents’ identity, intake of protein, macronutrient and micronutrient and stress were achieved directly through questionnaires. Intake data were taken from food record form with multiple record 4 x 24 methods which were collected for a month to represent all days. Anthropometric data used was body weight. Data of stress were collected using stress questionnaires. Intake data analysis used NutriSurvey program. Anova test were used to identify differences of aver-age consumption of macro and micro nutrients. Result: There was no difference of macronutrient and micro-nutrient intake with low, middle and high stress. Result of Anova analysis showed that there was no significant difference be-tween intake of macronutrient and micronutrient and level of stress. Conclusion: There was no significant difference of macronutrient and micronutrient intake with low, middle and high level of stress among postgraduate students of public health sciences of academic year 2004/2005.

  6. Aplikasi Analytical Hierarchy Process Pada Pemilihan Metode Analisis Zat Organik Dalam Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dino Rimantho

    2016-07-01

    Full Text Available Water is one of the food products analyzed in water chemistry and environmental laboratories. One of the parameters analyzed are organic substances. The number of samples that were not comparable with the analytical skills can cause delays in test results. Analytical Hierarchy Process applied to evaluate the analytical methods used. Alternative methods tested include titrimetric method, spectrophotometry, and total organic carbon (TOC. Respondents consisted of deputy technical manager, laboratory coordinator, and two senior analysts. Alternative results obtained are methods of TOC. Proposed improvements alternative analytical method based on the results obtained, the method of the TOC with a 10-15 minute analysis time and use of CRM to the validity of the analysis results.

  7. PEMBUATAN DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN GEL SCARLESS WOUND DENGAN EKSTRAK BINAHONG DAN ZAT AKTIF PIROXICAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayaga Divadi

    2016-06-01

    Full Text Available Wound is a condition where the tissue integrity is damaged so that body will attempt to repair the damaged tissue by wound healing mechanism. This mechanism usually results in the scar formed by its inflammatory phase. Binahong (Anredera cordifolia (Ten. Steenis contains ascorbic acid and flavonoids which are important for collagen formation, to improve the rate of the wound healing process. Piroxicam can shorten or detain the inflammatory phase by inhibiting the cyclooxygenase (COX enzymes in the prostaglandine synthesis process, which play an important role in scar formation. The aim of this research is to discover if the combination of piroxicam and binahong extract in the scarless wound gel could offer scar reduction effect. In this research, a gel preparation with binahong extract was combined with piroxicam to develop the scarless wound gel (BinPirox. The research was purely experimental. It was done by conducting a histopathological test followed by collagen area calculation. The data were analyzed by independent sample t-test with 95% significancy level. In this research, the addition of piroxicam was expected to reduce the scar formation on incisional wound of white Swiss Webster mice (Mus musculus. The result showed that BinPirox formed statistically less scar when compared to Bin (a gel preparation with binahong extract.

  8. KADAR ZAT GIZI DAN CITA RASA HASIL FERMENTASI CAIR IKAN RUCAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken S.S. Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available Teri rucah (Stolephorus Spec. and udang rucah (Atydal Spec. as by-catch fishes had been used as basic materials in liquified fermentation process. The results were evaluated for its contribution to improve nutrient content and to add more variation on fermentation product for consumer choice. The proportion of basic materials to salt and water were varied depending on the kind of fish and the optimum values were chosen. Fermented teri rucah needed addition of one part of salt and two parts of water, or one part of salt and one and half parts of water; fermented udang rucah needed addition of one part of salt and one part of water, or nine-tenth parts of sah and one-tenth parts of water, forevery three part of basic material. All fermented products were analyzed for proximate nutrient contentand vitamin B-12 content Fermented teri rucah was higher in protein and vitamin B-12 content compared to that of udang rucah. In general liquefied fermentation increased vitamin B-12 content by 2 to 4 times. Incorporation of the produds into traditional cooking recipes need to be explored and socially marketed.

  9. Hubungan Asupan Zat Gizi dengan Trigliserida dan Kadar Glukosa Darah pada Vegetarian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ginta Siahaan

    2015-06-01

    Currently, there has been a growing number of people in the world and in Indonesia that becomes vegetarian, where the survey conducted by American Dietetic Asscociation (ADA shows the number of vegetarians in 2006 is around 4,9 billion (2,3% adult in American becoming vegetarian and  1,4 % becoming vegan vegetarian while in Canada, 900 adult population becomes vegetarian. The number of Vegetarians in Indonesia which is  listed in IVS that was established in 1998  was around 5000 members and increased to 6000 members in 2000 while the number of IVSs in Medan city in 2013 was 2000 people.For the first/preliminary study done by researcher of 49 vegetarians in Maha Vihara Maitreya 26 October 2013, there was 32% of vegetarians having blood cholesterol levels more than normal. The purpose of the research was to know the relationship between energy intake, carbohydrate and fiber with triglycerides and blood glucose levels on vegetarian. This study was an observational method and used cross sectional design. Sample collected used purposive sampling method, while to analyze the data,  Pearson correlation was used. The Conclusion is if p0,05 H0 is then accepted. The results showed the correlation between energy intake of carbohydrates and fiber with triglycerides and blood glucose level sample of vegetarian community, where the relation has a closeness to moderate and strong level. For it is suggested that vegetarians need to keep a balance between energy consumption, carbohydrate and fiber. Key word : nutrition intake, blood sugar levels, blood triglycerides levels, vegetarian

  10. Kecukupan zat gizi makro, status gizi, stres, dan siklus menstruasi pada remaja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laras Sitoayu

    2017-01-01

    Full Text Available Background: Adolescence is the transition period from children to adults which is characterized by the occurrence of changes in the body that allowed it to reproductive health problems. One of reproductive health problems is menstrual cycle disorders. Menstrual cycle disorder due to several factors including food intake, nutritional status, and stress. Objective: This research supposed to know the association the sufficient of macro-nutrients, nutritional status and stress with the menstrual cycle on adolescent at SMA Negeri Jakarta 21, 2016. Method: This design research is observation analytic with cross sectional approach. Sampling technique used proportionate random sampling and obtained 83 respondents adolescent. The technique of data collection used menstrual cycle questionnaire, DASS 14, food recall 3x24 hours (2 weekdays and 1 weekend, standardized food ingredient photos, and nutrisurvey. Results: There is 68.7% of respondents have an abnormal menstrual cycle. Based on statistical analysis of Chi-Square test, there is a significant relation between sufficient intake of carbohydrates (p=0.030, sufficient intake of protein (p=0.001, sufficient intake of fat (p=0.003, nutritional status (p=0,004, stress (p=0.000 and menstrual cycle. Based on logistic regression test results obtained the factors that most influence the menstrual cycle i.e. nutritional status (OR=20.16. Conclusion: Sufficient intake of macronutrients, nutritional status, and stress can affect menstrual cycle on adolescent, and nutritional status is the dominant factor that can affect the menstrual cycle.

  11. METODA PENGHILANGAN ZAT BESI DAN MANGAN DI DALAM PENYEDIAAN AIR MINUM DOMESTIK

    OpenAIRE

    Said, Nusa Idaman

    2018-01-01

    Small amounts of iron and manganese are quite common in domestic water supply because of the presence of iron and manganese in the soil and rock formations through which the water passes in reaching the point of use. Iron and manganese is characterized by red-brown staining of bathroom fixtures and laundry, and cause taste and odor problems. Iron and manganese are brought into solution by biological reactions under anaerobic reducing conditions. When the water is exposed to air or oxygen, oxi...

  12. OPTIMASI PADA PENAMBAHAN ZAT ADITIF TERHADAP NILAI KALOR BRIKET CANGKANG KELAPA SAWIT

    OpenAIRE

    Bahrin, Bahrin; Ardilla, Desi; Taufik, Muhammad

    2015-01-01

    Abstract                The porpuse of research was to knew influence and the heat of combustion  palm oil  briquette with added additive substance. The work principle of research included foreword working was preparations raw material (Oil palm eggshell) and additive substance (rice husk, bagasse, shell of coconut).Raw materials of  palm oil was  burning in the vurnace at temperature 400 0C for four o’clock and refined at the measure of 1 mm and so also above additive substance was refined a...

  13. Identifikasi Kandungan Zat Makanan pada Biji Buah di Pasar Bandar Lampung

    OpenAIRE

    Ayyub Wibowo; Farida Fathul

    2017-01-01

    The purpose of this study was to determine the water content, protein, and fat in the avocado seed jackfruit and durian obtained from traditional markets in Bandar Lampung. Materials used in this research are the seeds of avocado, jackfruit seeds, and seeds of durian. The material obtained from the three traditional markets, namely Bandar Lampung Bambu Kuning, Markets Teluk, and Market Way Halim. This research was conducted using a survey method with the sampling design. Samples were taken th...

  14. Komparace odvodového zatížení fyzických osob

    OpenAIRE

    ROZKOPALOVÁ, Jitka

    2017-01-01

    Bachelor thesis deals with taxation of individuals in the Czech Republic. It fo-cuses on comparison of tax burden of employees and self-employed persons. Their taxation is very differently conceived, which corresponds to the distinct nature of their activities and legal status. Work presents an unbiased analysis of the issue and makes comprehensive comparisons of the tax burden. In the framework of this thesis the compulsory contributions to social security and health insurance are also taken...

  15. GARAM GUNUNG ASAL KRAYAN SEBAGAI ZAT ADITIF UNTUK MENSTABILKAN KLOROFIL SAYURAN

    OpenAIRE

    Herman Herman; Laode Rijai

    2012-01-01

    Garam Gunung Asal Krayan yang terdapat pada wilayah utara pulau Kalimantan dipercaya oleh masyarakat setempat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti darah tinggi, kencing manis, penyakit kulit serta beberapa penyakit lainnya. Sayur yang menggunakan garam gunung terlihat lebih segar atau nampak tidak layu dan kesegarannya tahan lama dibandingkan dengan menggunakan garam biasa. Dilakukan penelitian untuk mengetahui efek garam gunung asal Krayan terhadap stabilitas sayuran dilihat da...

  16. PENGARUH NAUNGAN, ZAT PENGATUR TUMBUH , DAN TANAMAN INDUK TERHADAP PERAKARAN STEK JABON (Anthocephaus cadamba

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Astho Pramono

    2015-12-01

    Full Text Available Teknologi pembiakan vegetatif perlu dikuasai dalam perbanyakan masal terhadap klon terseleksi yang akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi hutan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas naungan, dosis IBA dan tanaman induk terhadap perakaran stek jabon. Intensitas naungan yang diuji adalah: tanpa naungan, naungan (25%, dan dosis IBA yang diuji adalah: 0 ppm, 750 ppm, 1500 ppm, dan 3000 ppm. Asal tanaman induk yaitu: bibit berasal dari biakan stek, dan bibit berasal dari biakan biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan IBA dari konsentrasi 0 sampai 3000 ppm tidak berpengaruh secara nyata terhadap kualitas perakaran stek jabon. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap perkaran stek adalah perlakuan naungan. Perlakuan naungan mampu meningkatkan kualitas perkaran stek jabon. Stek yang ditanam pada media dengan naungan 25% mampu meningkatkan keberhasilan hidup stek dari 57,5% menjadi 74,38% dan nilai panjang akar meningkat dari 9,75 cm menjadi 16,37 cm. Pucuk jabon dari bibit yang dibiakkan secara stek mampu meningkatkan keberhasilan stek dibandingkan dengan pucuk dari bibit biakan generatif.

  17. Pengaruh Perlakuan Limbah dan Jenis Mordan Kapur, Tawas, dan Tunjung Terhadap Mutu Pewarnaan Kain Sutera dan Katun Menggunakan Limbah Cair Gambir (Uncaria gambir Roxb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sofyan Sofyan

    2015-12-01

    digunakan sebagai pewarna tekstil. Tujuan penelitian adalah memanfaatkan limbah cair proses produksi gambir untuk pewarna kain sutera dan kain katun dengan perlakuan limbah cair yang tidak distabilkan dan yang distabilkan dengan mordan kapur (CaCO3, tawas Al2(SO43, dan tunjung  (FeSO4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencelupan dengan limbah cair menggunakan mordan yang berbeda menghasilkan warna yang berbeda pula. Kain sutera dan katun yang diwarnai dengan limbah, baik yang tidak distabilkan ataupun yang distabilkan menghasilkan warna coklat kemerahan untuk yang dimordan dengan kapur, kuning cerah untuk yang dimordan dengan tawas, dan hijau lumut yang dimordan dengan tunjung. Bila dibandingkan antara sutera dan katun, maka penyerapan warna pada sutera lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari warna yang lebih tua untuk perlakuan yang sama. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian 40oC, terhadap sinar terang hari, dan terhadap penekanan panas umumnya berkisar antara baik sampai dengan baik sekali (skala 4-5.

  18. PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI KULIT JERUK KEPROK (Citrus reticulata UNTUK ADSORBSI PEWARNA REMAZOL BRILLIANT BLUE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asriningtyas Ajeng Erprihana

    2014-12-01

    Full Text Available Limbah kulit jeruk keprok (Citrus reticulata sering dijumpai di industri pembuatan berbagai macam minuman seperti jus, sirup, dan sari buah. Limbah kulit jeruk ini hanya akan dibuang begitu saja dengan jumlah banyak, dan pada akhirnya limbah ini akan mencemari lingkungan. Salah satu upaya peningkatan nilai ekonomis limbah kulit jeruk dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan karbon aktif dari kulit jeruk keprok dengan aktivasi kimia, luas permukaan, serta mengetahui kemampuannya dalam mengadsorpsi zat warna Remazol Brilliant Blue. Kulit jeruk yang telah dibersihkan dari kotoran, dikeringkan menggunakan oven pada suhu 120oC selama 3 jam. Aktivator yang digunakan dalam penelitian ini adalah H3PO4 dengan rasio massa aktivator : massa karbon 1:1. Aktivasi dilakukan pada temperatur 600oC selama 1 jam, kulit jeruk kemudian dicuci dengan aquades dan dikeringkan menggunakan oven pada suhu 150oC selama 6 jam. Setelah itu, dilakukan uji bilangan iodin terhadap sampel hasil penelitian. Adsorpsi zat warna Remazol Brilliant Blue oleh karbon aktif kulit jeruk dilakukan dengan variasi waktu kontak dan massa karbon aktif untuk mencari kondisi adsorpsi optimum. Kondisi optimum adsorpsi zat warna Remazol Brilliant Blue oleh karbon aktif pada kulit jeruk keprok pada waktu kontak 30 menit dengan massa karbon aktif 1 gram. Karbon aktif dari kulit jeruk keprok memiliki luas permukaan karbon aktif sebesar 529,17 mg/g berdasarkan daya serapnya terhadap larutan iodin. Orange peel (Citrus reticulate waste is often found in industrial manufacturing various kinds of beverages such as juice, syrup, fruit juice. Orange peel waste is just be thrown away with the lot number, and in the end of this waste will pollute the environment. One of the efforts to increase the economic value of orange peel waste by using the process which convert waste into activated carbon. This research aims are to produce activated carbon

  19. Susijungimų ir įsigijimų tikslingumo ir galimybių tekstilės pramonėje analizė ir vertinimas

    OpenAIRE

    Levišauskaitė, Kristina; Stravinskaitė, Greta

    2006-01-01

    Textile industry is considered to be as one of the main traditional industries in European Union (EU) and in the whole world as well. Textile industry is important due to its part in creating manufacturing products, country export, number of employees, working in this sector, taxes paid to the state budget. Of late years, Lithuanian textile companies, as well as the companies in Europe, faced difficulties, which were due to insufficient demand on the production manufactured, notably strong co...

  20. Penerapan Fitur Warna Untuk Identifikasi Plasmodium Falciparum pada Sediaan Apus Darah Menggunakan MK-Means dan Jaringan Backpropagation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    mustamin hamid

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract - This research proposed a system to identify Plasmodium falciparum on blood smear  using the neural network  backpropagation. Modified K-Means (MK-Means is used to separate between the object with the background image because that method was able to equalize the value of fitness at all Center cluster so there is no dead center and can also cope with the local minimum value. The extraction of the features used in this study consists of color features i.e. calculation of the mean, standard deviation, skewness, curtosis and entropy of co-occurent matrix with the purpose to get the values of all the trait value image, obtained are then used to train a neural network with the backpropagation training algorithm. Method of backpropagation networks capable of acquiring knowledge even though there is no certainty, able to perform a generalization and extraction of a specific data pattern.                         The image of  the preparations  blood smear  are classified using the method of  neural network Backpropagation. The test results obtained from Tropozoit with the accuracy 100%, scizon 80% and gametocytes 80%. Identification is then obtained outcomes the introduction with an average accuracy of 86,66%.

  1. Analisis Kemiripan 20 Aksesi Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb. Berdasarkan Warna Rimpang, Hasil Ekstrak, dan Kandungan Fitokimia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Waras Nurcholis

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRACTCurcuma aeruginosa Roxb., popularly known as “temu ireng”, is considered as a potential source of medicinal plant for pharmacological activities. However, varieties of C. aeruginosa are still limited in Indonesia so it needs more accessions for improvement and development of new varieties. Rhizome colors, phytochemical contents and extract yield from 20 promising lines of C. aeruginosa were investigated by qualitative method for rhizome colors and phytochemical contents, and maceration method using 70% ethanol for yield extract. Similarity analysis was used for cluster analysis based on rhizome colors, phytochemical contents and yield extract. Blue was the color characterization of rhizome C. aeruginosa. The extract yield for 20 promising lines of C. aeruginosa varied from 7.92 to 19.71%, with KN and BH promising lines having the lowest and highest value, respectively. All promising lines of C. aeruginosa contain saponin and triterpenoid. Based on similarity analysis, all promising lines could be divided into 3 clusters. Cluster I consisted of 14 promising lines i.e. WG, SH, KA, GD, BH, KP, NW, PW, MB, PR, PT, KN, MD, and PK. Cluster II consisted of 4 promising lines i.e. LC, CB, KL, and GK. Cluster III consisted of 2 promising lines i.e. KD and SG. Keywords: promising lines, saponin, triterpenoid

  2. Perbandingan intensitas warna CPO dengan menggunakan Bleaching Earth (BE) dan Spent Bleaching Earth (SBE) di PT. SMART Tbk.

    OpenAIRE

    Aritonang, Dwi Christina

    2016-01-01

    Comparative studies have been conducted on the effect of bleaching earth quality bleachibility power on CPO (crude palm oil). by using the tool Lovibond Tintometer model of F in PT Smart Tbk Medan – Belawan.From experiments obtained initial color with the CPO 20R - 20Y after addition Bleaching Earth and spent bleaching earth with the CPO each - each 10,2R - 20Y and 17.3R - 20Y . The results showed that purification using Bleaching Earth better than the purification of Spent Bleaching Earh ...

  3. KOMPOSISI GIZI, INDEKS WARNA PUTIH, DAN PROFIL GRANULA PATI PADA MODIFIED CASSAVA FLOUR (MOCAF YANG DIFORTIFIKASI DENGAN IODIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Supadmi

    2017-03-01

    Full Text Available Background. Modified cassava flour (Mocaf, high amylose carbohydrate source, was made from available easy to find cassava. It used as the vehicle for potassium iodide (KIO3 in iodization program for IDD alleviation. Objectives. To analyze nutritional composition at various KIO3 concentration, to evaluate brightness (L* and whiteness index (WI at different KIO3 and package type during storage, and to analyze starch granule profile. Method. This study is a complete randomized experiment. Mocaf was separated and packed into several types of material packages made of polyethylene (PE, polypropylene (PP, and aluminum foil (AF. Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan test. Results. There were no significant differences among moisture, ash, protein, and fat content from various KIO3 concentrations (p>0.05, however starch and amylose showed significant differences (p<0.05. The range of sample compositions were11.57±0.05-11.73±0.09% wb moisture, 0.91±0.02-1.00±0.01% db ash, 1.13±0.008-1.16±0.02% db protein, fat content around 0.35±0.005% dB at all fortification concentrations, 88.61±0.05–91.50±0.18% db starch, and 31.91±0.25–33.76±0.15% db amylose. The level of brightness (L* among samples packed in PE, PP, and AL was significantly different (p<0.05, at a range of 88.59±0.22-89.45±0.21%, 88.83±0.13-89.62±0.10%, and 89.36±0.44-89.97±0.01%, respectively. Whiteness index (WI for those packed in PE, PP, and AL was also significantly different (p<0.05, at a range of 87.02±0.29 – 90.56±0.07%, 87.12±0.21% - 90.58±0.62%, and 87.42±0.45 – 91.27±0.19%, respectively. The starch granule of mocaf was round, oval, and partially truncated, with particle size ranged between 1.523 - 20.464 μm. Conclusion. KIO3 fortified mocaf had similar nutritional composition at various fortification levels and packages, with good brightness (L* and whiteness index(WI. Recommendation. Mocaf is feasible as wheat flour substitution and fortification vehicle alternative for iodization.

  4. The Relation between Organızatıonal Trust and Organızatıonal Commıtment: A Study on Teachers of Hotel Management and Tourism Vocational High Schools

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kemal Çubukçu

    2010-12-01

    Full Text Available The quality of the product especially in businesses of service providing is highly affected by the quality of the inter-personal and intra-institutional relation of the employee. Educational Institutions are among the service-providing organisations. Success and efficiency in these organisations are the result of the quality of the relationship of the teachers with each others, students, and their institutions.This study in which the relation between organizational trust and commitment with regard to the teachers have been investigated, 332 teachers working in Hotel Management and Tourism Vocational High Schools in Turkey have participated in. As the result of statistical analyses, it has been found that organisational trust has an important relation with affective commitment and normative commitment with regard to the teacher. Besides, this detected relation has been reviewed with regard to some demographic factors. Among these results, the lack of relation between the trust to the manager and affective commitment with regard to the contractual staff has been remarkably noticed.

  5. ANALISIS ZAT PEWARNA RHODAMIN B PADA SAUS CABAI YANG BEREDAR DI KAMPUS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Debby Chrislia

    2017-01-01

    Full Text Available Chili sauce is one of the most popular food product because it was used as food complement. Generally in processing manufacture chili sauce added coloring substance, so product colour interesting. Nowadays more and more food manufacturers use dye that have been banned use. Rhodamine B dye in the form of a crystalline powder green or reddish purple, odorless and dissolves easily in bright red solution berfluoresan as textile dyes. Rhodamin b is still no food products were found to countain rhodamine B dye such as crackers, sauces, ice and other pastries. Rhodamin B is a synthetic dye that was banned for use in foods and is certified as a hazardous material according to Minister of Healthy of Indonesian Republic No. 722/Menkes/Per/IX/1998. Rhodamin B is carcinogenic, in the long term use can cause liver damage, kidney inflammation, and cancer. The kind of research this used a quantitative approach with the experimental methods laboratory. The purpose of this study was to determine whether there rhodamin B in the test samples using thin layer chromatography (TLC. The result shows that 7 examined samples doesn’t contain rhodamin B and and shows f count smaller than f table (F count< F table (3,61< 3,71. Synthetic dyes are contained in most of the analyzed samples are dyes that allow its use for food by the Regulation of the Minister of Health of Indonesia such as ponceau 4R and amarant and Contribution of research given by researchers of worksheets students and implementation plan learning

  6. PENGARUH PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI, KONSUMSI ZAT GIZI, DAN KELENGKAPAN KARTU MENUJU SEHAT (KMS TERHADAP STATUS GIZI BAYI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Pujiyanti

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} Breastfeeding, nutrition consumption, and completeness of healthy card (KMS are very crucial to support infant development. The objective of this research was to analyze the effect of breastfeeding, nutrition consumption, and completeness of healthy card to the nutritional status.  Sample of babies who breastfed and having KMS were taken from 50 babies aged around 4-12 months using a simple random sampling method. Pearson corelation, Spearman corelation, and backward linear regression were used to analyze data. Linear regression analysis between the length of breastfeeding (p0.05  the infant  nutritional status. The analysis also showed effect of weighing, immunization, and giving vitamin A to infant nutritional status. Keywords: breastfeeding, nutrient consumption, healthy card

  7. EFEKTIVITAS PENAMBAHAN VITAMIN A DAN ZAT BESI PADA GARAM YODIUM TERHADAP STATUS GIZI DAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Saidin

    2012-11-01

    Full Text Available THE EFFECT OF VITAMIN A AND IRON ADDED INTO IODIZED SALT ON NUTRITION STATUS AND LEARNING CONCENTRATION OF ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN.Background: It was assumed that in some areas of Indonesia previously recognized as area of endemic goitre, thenutrition problem in that area became more complex due to crisis of economy. Probably some people in that area not only suffering from 100 but also vitamin A and iron deficiency. In this condition intervention of multinutrient is more reasonable than of single nutrient in improving nutrition status.Objectives: The aim of this study was to investigate the effect of vitamin A and iron added into iodized salt on iodine status and learning concentration of elementary school children in moderate endemic goiter area.Methods: The study design was "field trial". Study sites covered two subdistricts, namely Nagak subdistrict and Pelabuhan ratu subdistrict of Sukabumi District, West Java. A total of 221 boys and girls students in the fourth, fifth and sixth grades with positive goitre at grade I, by palpation were randomly assigned into four groups. Each group received different treatment. Group I received iodized salt (43 ppm of Iodine + 180 ppm of vitamin A (A formula, group II received iodized salt (52 ppm + 1500 ppm of iron (8 formula, group III received iodized salt only (37 ppm (C formula and group IV received iodized salt only (20 ppm. Data evaluation was collected 18 week after intervention.Results: The result of study revealed that proportion of goitre measured by palpation decreased in all groups, group I (14%, group II (7%, group III (21% as well as group IV (19%. The increment of serum tetraiodotirosine (thyroxine hormone (T4 of group II (5.02 ug/dl and group I (4.60 ug/dl were significantly higher than that of group Ill (2.04 ug/dl or group IV (2.91 ug/dl. There were no significant differences in the increment of serum triiodotirosine hormone (T3 among group. The haemoglobin level of group II increased (0.36 g/dl, while group I and group IV were slightly decreased. The proportion of student suffering from anemia in group I decreased (25%, while in the other groups increased (4.3% to 9.8%.Conclusions: The increment of T4 was not followed by improvement of learning concentration measured by using 'Weschler Intelligence Scale for Children" method.Keywords: 100 (Iodine deficiency disorder, nutrition status; iodine status; learning concentration; endemic goitre area; palpation; tetraiodotirosine (thyroxine; triiodotirosine; Weschler Intelligence Scale for Children".

  8. Pemanfaatan Kulit Pisang Raja (Musa textilia )Menjadi Selai Sebagai Isian Roti Serta Daya Terima dan Kandungan Zat Gizinya

    OpenAIRE

    Kamal, Mustapa

    2015-01-01

    Banana peel plantains (Musa textilia) is a waste material (organic waste) which pretty much amounts. Banana peel generally significantly untapped simply disposed of as organic waste and used as fodder. Banana peel plantains can be processed into jam. Jam is a preferably food by children to the adult. Jam has a teksture (holf solid) and sweet taste. This research aims to determine the acceptability test and nutritional content of jam with the using of banana peel plantains. The type of researc...

  9. Pengaruh Perbedaan Waktu Tanam Tetua Padi Hibrida dan Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh terhadap Hasil Benih F1 HIPA 8

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SRI WAHYUNI

    2015-09-01

    Full Text Available The Effects of Planting Time of TheParental Hybrid Rice and Plant Growth RegulatorApplication on Seed Yield of F1 HIPA 8.Research the effect of planting time of parental lines andapplication of plant growth regulators (GA3and glysine on seed yield of F1 hybrid rice had beenconducted at The Indonesian Centre of Rice Research on 2010. The objective of the study was to findout combination of plating time and application of plant growth regualtors to get high seed yield ofhybrid rice. Seeds of parental lines Hipa 8 were planting in row ratio 2R:8A at Cilandak, Indramayu onthe dry season of 2010. Treatments to improve seed yield of hybrid rice consisted of (a planting timeof parental lines (CMS and R, and (b application of plant growth regualators (GA3 CG1 (commercialgrade 60 ppm, GA3 CG2 94 ppm, Glysine 40 ppm and control (untreated. Plant growth regualatorwere applied at three times i.e. heading time, 5% plant flowering and 20% plant flowering. Variableevaluated consisted of: plant growth, yield component and seed yield. Result of the exeperiment showedthat tiller number per hill and plant height at vegetatif stage were not affected by treatments. TreatmentA1B2 and A2B2 significantly improved panicle exercition, plant height of restorer and also seed yield.Rice plant treated with A1B2 (planting times of restorer were 12, 15, and 18 days after CMS andapllication GA3 CG1 60 ppm showed the highest seed yield, followed by A2B2 (planting times ofrestorer were 13, 17 and 21 days after CMS and application of GA3 CG1 60 ppm.

  10. Hubungan tingkat kecukupan zat gizi, lean body mass, dan aktivitas fisik dengan kepadatan tulang pada mahasiswa Universitas Udayana Denpasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Puspita Adhytiarini Dewi

    2016-12-01

    Full Text Available Background: Bone formation and peak bone mass determine with bone density in adulthood related with osteopenia or osteoporosis. It could be influenced by nutrition intakes, lean body mass, and physical activity. Objective: to analyze the correlation between nutritional adequacy, lean body mass, physical activity and bone mineral density in Udayana University Economic’s students, Denpasar. Methods: Cross-sectional study design was done to female students of Faculty of Economic and Business, Udayana University, Denpasar. Seventy five subjects were choosen by simple random sampling. Results: Research subjects were aged 20-25 years old. The mean t-score of bone mineral density is -0,363 ± 1,057. Research subjects were classified as low bone density (osteopenia 26,7% and 73,3% are normal. Intakes of animal protein (p = 0,042 and lean body mass (p = 0,011 are related with bone mineral density protein (p = 0,955 but not on intakes of vitamin A (p = 0,249, vitamin C (p = 0,632, vitamin D (p = 0,864, calcium (p = 0,724, iron (p = 0,768, magnesium (p = 0,689, phosphorus (p = 0,716, and physical activity (p = 0,254. There were a positive trend on the level of protein, vitamin A, vitamin C, vitamin D, calcium, iron, magnesium and phosphorus sufficiency. Conclusions: Intakes of Animal protein, lean body mass and physical activity related with bone mineral density but not on protein, vitamin A, vitamin C, vitamin D, calcium, iron, magnesium, and phosphorus intake.

  11. Odhalit a ukázat. Jak se zabavoval komunistický majetek a pátralo po konfidentech

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Suk, Jiří

    2011-01-01

    Roč. 33, č. 11 (2011), s. 33-36 ISSN 0418-5129 Institutional research plan: CEZ:AV0Z80630520 Keywords : velvet revolution * confiscation of the communist property * secret police Subject RIV: EF - Botanics

  12. Akustická emise cyklicky zatěžovaných leteckých konstrukcí

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Blaháček, Michal; Skála, J.

    2007-01-01

    Roč. 17, č. 3 (2007), C-3 ISSN 1213-3825. [DEFEKTOSKOPIE 2007 /37./. Praha, 07.11.2007-09.11.2007] R&D Projects: GA ČR GA101/07/1518; GA MPO FT-TA/026 Institutional research plan: CEZ:AV0Z20760514 Keywords : acoustic emission * aircraft structure Subject RIV: BI - Acoustics

  13. Respons Pertumbuhan Berbagai Ukuran Diameter Batang Stek Bugenvil (Bougainvillea SpectabilisWilld.) terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh

    OpenAIRE

    H Panjaitan, Leo Richi; Ginting, Jasmani; Haryati, Haryati

    2014-01-01

    Successive percentage of bugenvil plant propagation by cutting method is low enough sincebugenvil is difficult to rooting plant. The availability of carbohydrate source and plant growthregulator in the stem cutting are factors that influencing the successive of cutting. Solution to solvethis problem is selection of the size of stem and giving the exsogen plant growth regulator. Theresearch was done in Screen House at Agricultural Faculty, University of North Sumatra, Medan inJanuary until Aug...

  14. Hubungan Asupan Zat Gizi dan Indeks Masa Tubuh dengan Hiperlipidemia pada Murid SLTP yang Obesitas di Yogyakarta

    OpenAIRE

    Siti Nurul Hidayati; Hamam Hadi; W. Lestariana

    2016-01-01

    Latar belakang. Obesitas pada anak dan remaja meningkatkan risiko penyakit degeneratif dan kardiovaskular. Namun belum jelas apakah remaja yang obesitas berisiko mengalami hiperlipidemia Tujuan. Menilai hubungan antara indeks masa tubuh (IMT), asupan karbohidrat dan lemak dengan hiperlipidemia pada murid SLTP yang obesitas. Metoda. Penelitian cross sectional di Yogyakarta. Sampel 109 murid SLTP dengan IMT = persentile-95 kurve IMT dari NCHS-CDC, dipilih secara acak dari muri...

  15. ASUPAN ZAT BESI DAN SENG PADA BAYI UMUR 6 – 11 BULAN DI KELURAHAN JATI CEMPAKA, KOTA BEKASI, TAHUN 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Sisca Kumala Putri

    2016-03-01

    Full Text Available Infants are at higher risk of iron and zinc deficiency because of their rapid growth and higher iron and zinc needs. The infants’ iron and zinc status are directly affected by their dietary intake. The aims of this study were to measure the average and the deficit of iron and zinc intake in infants aged 6 – 11.months in Kelurahan Jati Cempaka Kota Bekasi, 2014. The research was conducted in 10 Integrated Health Service in Kelurahan Jati Cempaka, Bekasi City, 2014. Eighty pairs of infants and mothers were selected as samples. Infants’ intake were assessed by 2 x 24 hours non-consecutive dietary recall. Independent T test analysis were conducted to identify the differences in iron and zinc intake between underweight infant and infant with normal nutritional status. Analysis showed that iron and zinc the total of average of breastfeeding infants were 2,3 ± 1,2 mg/day and 1,7 ± 0,7 mg/day. Iron and zinc The average deficit of of breastfeeding infants were 4,7 ± 1,2 mg/day and 1,3  ± 0,7 mg/day. There was significant difference on the average of iron intake between underweight infant and infants with normal nutritional status. But there was no significant difference on the zinc intake. However zinc intake the average of of underweight infant was lower than the normal infant with normal nutritional status. Nutrition counseling about good complementary feeding practice to the mothers of infants is needed, especially complementary food from animal source. Multi micro nutrient supplementations to the infants need to be considered, regarding low consumption of complementary food from animal source.

  16. TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA MURID SLTP TENTANG NARKOTIKA, ALKOHOL DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA DI KOTAMADYA DEPOK TAHUN 2002

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusran Nasution

    2003-06-01

    Full Text Available At present drug abuse is a major issue among teenagers/students. It does not only involve teenagers/students it selves, but also their families, the neighborhood, the school environment, law enforcement as main factors as well as anticipators. Parents should have knowledge about drug abuse among family members. Therefore the aim of this study is to obtain information of the junior-high school parents on knowledge about drugs, alcohol and addictives i.e. type of drugs, appearance of drugs, the way using drugs and the physical individual characteristics of drug users. The study was conducted in selected schools of Depok, West Java. The analytic descriptive cross-sectional method was used to measure the level of knowledge of the parents. The level of knowledge of the parents on alcoholic beverages, sedative group such as diazepam (BK tablet, nitrazepam (mogadon and flunitrazepam (rohypnol, cannabis (ganja / marijuana, opiate (heroin / putaw, amphetamine (shabu-shabu, ecstacy and cocaine. The parents did know at the most, two kinds of drug among six. Among them 26.5% did not know about alcoholic beverages and 49.6% about sedative group. Of the parents 44.4%, 62.4%, 57.3%, 75.2% did not know about the different appearances of cannabis, opiate, amphetamine and cocaine type respectively. A total of 13.1% , 57.3%, 57.6%, 44.4%, 62.6%, 68.7% and 78.8% did not know how to use alcoholic beverages, sedative group, cannabis, opiate, amphetamine and cocaine Most parents did not know well the physical, individual characteristics of drug users. Information about drugs was obtained from magazine, newspaper or television, followed by counseling and seminars. Schools should cooperate with parents to overcome the problem of NAZA and knowledge of parents should be improved through multimedia.

  17. Pemberian makanan enteral berformulasi bahan pangan lokal terhadap kadar zat besi dan hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Ariani

    2013-07-01

    Full Text Available Background: Enteral nutrition is nutrition used to fulfill the needs of nutrition entirely and as the supplement for malnutrition patient. In a certain condition of a patient, this nutrition is usually given in the form of liquid. Local material foods such as tempeh, rice, mung bean, and ganyong have adequate nutrition, therefore they are suitable for being used as main raw materials in the making of enteral nutrition. Objective: To know the influence of feeding enteral nutrition formulated with local food material toward malnutrition white rats (Rattus norvegicus of which the parameters are iron (Fe, hemoglobin (Hb level and weight. Method: This research used Completely Random Design (CRD. Twenty-seven of malnutrition male white rats were divided into 3 groups of treatment with 9 repetitions for each group of the treatment. Group A was given enteral nutrition diet of formula A (tempeh, rice, and mung bean as the main raw material, group B was given enteral nutrition diet of formula B (tempeh, rice, mung bean, and ganyong as the main raw material, and group C (as the positive control was given commercial enteral nutrition. The daily giving of enteral nutrition is 20 g/day during 30 days. The analysis of Fe and Hb level and the measurement of weight firstly were done before the treatment is given. The next measurement was conducted in 15th day and 31st day. Statistical analysis used ANOVA test dan DMRT of significance 5%. Results: The result showed that the treatment of the enteral nutrition feeding of formula B was more optimal than formula A in terms of the way to increase the level of Hb and Fe. Those two components will give positive effect toward the increasing of the weight of malnutrition white rats (Rattus norvegicus. Conclusion: The enteral nutrition of formula B is more proper to be developed as the main material of making enteral food in order to treat the malnutrition.

  18. Status gizi, asupan zat gizi mikro (kalsium, magnesium hubungannya dengan sindroma premenstruasi pada remaja putri SMU Sejahtera di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irine Christiany

    2009-07-01

    Full Text Available Background : Premenstrual syndrome generally known as the interruption the existing hormonal changing during menstrual cycle that will disturb the emotional and physical comfortable. It works on women during the reproductive age. The syndromes are denoted by the amount of signs and symptoms that occurred during fase luteal at the menstruation cycle. Psycho-emotional problems are more than common premenstrual complaint, although physical anxiety more often occurred during menstruation period. Factors of micronutrient intake (calcium, magnesium greatly affect mood and behavior during premenstrual syndrome. Objective : The study was to identify relationship between nutritional status, micronutrient intake (calcium, magnesium, and premenstrual syndrome among female adolescence. Method : The study was observational or non-experimental which used cross sectional design. The populations were female adolescence of Sejahtera Senior High School at Surabaya. Samples were taken using total sampling technique because the subject had been determined to those aged 16–18 years. As many as 97 people fulfilled inclusion criteria. Data processing and analysis used univariable, bivariable, and multivariable techniques. Statistical test used logistic regression.  Result : The result of the study showed that there was no significant relationship between good nutritional status and occurence of premenstrual syndrome (p = 0.086; OR = 2.278; 95% CI = 0.980-5.295, between calcium intake and premenstrual syndrome (p = 0.032; OR = 2.910; 95% CI = 1.176-7.200, between magnesium intake and premenstrual syndrome (p = 0.012; OR = 3.319; 95% CI = 1.369-8.043. There was significant relationship between calcium and magnesium intake and premenstrual syndrome.  Conclusion : The result of multivariable analysis showed that nutritional status, intake of calcium and magnesium had significant relationship with premenstrual syndrome.

  19. Eksplorasi Pewarnaan Teknik Smock Kombinasi Tritik Jumputan untuk Produk Fashion

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryawati Ristiani

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKKain tritik jumputan merupakan salah satu jenis kerajinan tekstil dari Jawa. Jumlah industri pembuat kain tritik jumputan semakin berkurang, sehingga perlu dilakukan pengembangan motif pada tritik jumputan agar lebih menarik. Smock adalah salah satu teknik keterampilan menjahit dan menyulam tangan, yaitu teknik tusukan menjahit untuk membuat kerutan-kerutan yang menghasilkan motif menarik sesuai pola tertentu. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pengembangan teknik smock sebagai teknik dalam pewarnaan yang dikombinasikan dengan teknik tritik jumputan sehingga dapat meningkatkan daya saing produk fashion tritik jumputan. Metode dalam kegiatan ini adalah melakukan survey langsung ke industri tritik jumputan serta eksplorasi literatur. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisa dari segi proses maupun desain motifnya. Tahap berikutnya dilakukan ujicoba pewarnaan dengan mengkombinasikan dua teknik yaitu teknik smock dan teknik tritik jumputan. Ujicoba yang dilakukan tercipta desain motif baru yang indah. Hasil kegiatan diperoleh 23 desain motif baru. Pengamatan visual menunjukkan hasil pewarnaan yang paling optimal adalah pada kain mori Primissima. Berdasarkan hasil uji labolatorium, tekstil kerajinan ini mempunyai ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat, dan sinar yang bagus, dengan nilai hasil uji 4 – 5. Sedangkan nilai ketahanan luntur warna terhadap gosokan, adalah 3. Dapat dikatakan hasil pewarnaan dengan mengkombinasikan dua teknik ini memenuhi standar kualitas sebagai produk bahan sandang. Ujicoba pasar yang dilakukan menunjukkan bahwa ternyata respon masyarakat sangat bagus. Hasil uji kesukaan responden mendapatkan nilai sangat bagus sebanyak 55%, dan bagus sebanyak 45%. Teknik pewarnaan smock kombinasi tritik jumputan ini prosesnya sederhana, tidak memerlukan alat khusus, sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi sumber daya ekonomi yang signifikan. Kata kunci: ABSTRACTTritik jumputan is one kind of craft textile

  20. Penyajian Data Komoditi Batik Kabupaten Sukoharjo Dengan Google Earth

    OpenAIRE

    Ukhti Ikhsani Larasati; Much Aziz Muslim

    2016-01-01

    Kabupaten Sukoharjo memiliki banyak potensi daerah yang merupakan komoditi unggulan kabupaten yaitu komoditi mebel kayu, mebel rotan, batik, tekstil dan produk tekstil, kaca grafir, kerajinan kulit/tatah sungging (wayang), kerajinan gitar, kerajinan gamelan, shuttlecock, jamu tradisional, emping mlinjo, sarung goyor, beras, dan alkohol. Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo adalah salah satu pelaksana urusan Pemerintah Daerah kabupaten Sukoharjo di bidang perindustrian dan p...

  1. Future Textiles

    DEFF Research Database (Denmark)

    Hansen, Anne-Louise Degn; Jensen, Hanne Troels Fusvad; Hansen, Martin

    2011-01-01

    Magasinet Future Textiles samler resultaterne fra projektet Future Textiles, der markedsfører området intelligente tekstiler. I magasinet kan man læse om trends, drivkræfter, udfordringer samt få ideer til nye produkter inden for intelligente tekstiler. Områder som bæredygtighed og kundetilpasning...

  2. PENGURANGAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS (FREE FATTY ACID DAN WARNA DARI MINYAK GORENG BEKAS DENGAN PROSES ADSORPSI MENGGUNAKAN CAMPURAN SERABUT KELAPA DAN SEKAM PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chairul Irawan

    2013-10-01

    Full Text Available Cooking oils that used frequently will be destructed the physical and chemical of its composition and structure. The treatment of waste cooking oil is challenging due to the pressure of undesirable component such as FFA and colour degradation. This research aims are investigated the ability of mixed adsorbent from rice husk and coir coconut fiber to reduce FFA and colour of waste cooking oil. The adsorbent was activated with H3PO4 1 M. This adsorben use about 5, 10, and 20% of weight waste cooking oil with composition mixing adsorbent of rice husk and coir coconut fiber 30:70 ; 70:30 ; 50:50 ; 100:0 and 0:100 have prepared. Adsorben put into beaker glass of waste cooking oil then batch adsorption proccess was going on about 1 hour use heater and magnetic stirrer with mixing speed 100 rpm and temperature 80oC, then filtered and analyzed in order of FFA, colour, density, and water content. As the result, the best dose adsorben for maximum reduce FFA was 20% of weight waste cooking oil with composition mixing adsorbent of rice husk and coir coconut fiber 30:70 which gave FFA was 0,294% and value of colour was 295 PtCo.The effectivity reduce for FFA was 57,07% and value of colour was 37,04%.

  3. Perubahan warna basis akrilik setelah penggunaan pasta pembersih gigitiruan rosella (The changes of acrylic base color after using roselle pasta denture cleanser)

    OpenAIRE

    Evan G. Tunggal; Moh. Dharmautama; Eri H. Jubhari

    2015-01-01

    This clinical experimental study was aimed to determine the effect of roselle denture cleanser paste usage on acrylic base color degradation. Acrylic base color degradation was assessed by providing roselle denture cleanser to 5 subjects to be used every day. In month 3, 6 and 9, data collection were performed by a professional photographer and assessed by CIELab system. Data were analyzed using Wilcoxon and friedman two ways. Acrylic base color, before and after pasta using, show...

  4. MODEL PENGEMBANGAN LOMPAT WARNA DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI GERAK SISWA TUNARUNGU WICARA DI SDLB ABC ”SWADAYA” KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rian Chandra Rahadika Sunu

    2015-04-01

    Full Text Available The purpose of this study is to produce a model of learning development that aims to increase motivation for students with hearing and speech impaired movement in SDLB ABC "Organization" Kendal. This study uses action research. The method of research is the development of models of learning: 1 a preliminary investigation and information gathering, field observations and literature review, 2 develop early prodak form, 3 evaluation of experts, 4 revision of the first product, 5 field test, 6 revision of the final product, 7 final jump game model of color. The trial results obtained evaluation data also includes cognitive, effective and psychomotor ie, from experts penjas 83% (good, a 87% Learning (good, a small test group 95.83% (excellent, and a field test 95% (very good. Based on the available data it can be concluded that the learning model of this color can be used to jump to the deaf and speech impaired students SDLB

  5. Pendugaan Kelas Mutu berdasarkan Analisa Warna dan Bentuk Biji Pala (Myristica fragrans houtt menggunakan Teknologi Pengolahan Citra dan Jaringan Saraf Tiruan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latifa Dinar

    2012-04-01

    Full Text Available Factors affecting the quality of a product is one of them is the color and shape. Color and shape factor was used as a parameter the most attention in the selection of a product. Farmer level, the separation between the seed heads intact and damaged seeds have not done this led to lower prices nutmeg. Separation based on a whole seed and grain merchants and level damage done is done by direct observation. This separation process requires large amounts of labor, the cost is relatively large and long enough. Development of separation methods based on the nutmeg seed quality classes can be done with image processing technology in combination with artificial neural networks. The use of color and shape parameter in the selection of quality seeds in non-destructive nutmeg is needed to address the separation of nutmeg manually. This study aims to identify the quality of nutmeg by color and shape by digital image processing technology in combination with artificial neural networks. Color parameters of the model used consists of a color Red Green Blue, Hue Saturation Value color model, color model Lαb shape parameter consists of area, perimeter, roundness, compactness. Discriminant analysis based on parameters derived mean color saturation and a significant area as the network input. The results showed the mean saturation parameter and the area identified quality class ABCD head, and BWP Rimpel with 100% accuracy.

  6. MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI PARAMETER KUALITAS TOMAT BERDASARKAN PARAMETER WARNA RGB (An artificial neural network model for predicting tomato quality parameters based on color

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudiati Evi Masithoh

    2013-03-01

    Full Text Available Artificial neural networks (ANN was used to predict the quality parameters of tomato, i.e. Brix, citric acid, total carotene, and vitamin C. ANN was developed from Red Green Blue (RGB image data of tomatoes measured using a developed computer vision system (CVS. Qualitative analysis of tomato compositions were obtained from laboratory experiments. ANN model was based on a feedforward backpropagation network with different training functions, namely gradient descent (traingd, gradient descent with the resilient backpropagation (trainrp, Broyden, Fletcher, Goldfrab and Shanno (BFGS quasi-Newton (trainbfg, as well as Levenberg Marquardt (trainlm.  The network structure using logsig and linear (purelin activation function at the hidden and output layer, respectively, and using  the trainlm as a training function resulted in the best performance. Correlation coefficient (r of training and validation process were 0.97 - 0.99 and 0.92 - 0.99, whereas the MAE values ​​ranged from 0.01 to 0.23 and 0.03 to 0.59, respectively. Keywords: Artificial neural network, trainlm, tomato, RGB   Jaringan syaraf tiruan (JST digunakan untuk memprediksi parameter kualitas tomat, yaitu Brix, asam sitrat, karoten total, dan vitamin C. JST dikembangkan dari data Red Green Blue (RGB  citra tomat yang diukur menggunakan computer vision system. Data kualitas tomat diperoleh dari analisis di laboratorium. Struktur model JST didasarkan pada jaringan feedforward backpropagation dengan berbagai fungsi pelatihan, yaitu gradient descent (traingd, gradient descent dengan resilient backpropagation (trainrp, Broyden, Fletcher, Goldfrab dan Shanno (BFGS quasi-Newton (trainbfg, serta Levenberg Marquardt (trainlm. Fungsi pelatihan yang terbaik adalah menggunakan trainlm, serta pada struktur jaringan digunakan fungsi aktivasi logsig pada lapisan tersembunyi dan linier (purelin pada lapisan keluaran. dengan 1000 epoch. Nilai koefisien korelasi (r pada tahap pelatihan dan validasi secara berturut-turut adalah 0.97 - 0.99 dan 0.92 - 0.99; sedangkan nilai MAE berkisar antara 0.01-0.23 dan 0.03-0.59. Katakunci: Jaringan syaraf tiruan, trainlm, tomat, RGB

  7. RETENSI VANILIN DAN PERUBAHAN WARNA EKSTRAK PEKAT VANILI SELAMA PENYIMPANAN [Vanillin Retention and Color Changes of Concentrated Vanilla Extract During Storage

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mira Sofyaningsih1*

    2011-12-01

    Full Text Available The purpose of this research was to observe vanillin retention and color changes during storage of concentrated vanilla extract at the low temperature (10°C, room temperature (30°C, and high temperature (55°C for 49 days. The methodology of this research consisted of vanilla curing process, vanilla extraction, evaporation of vanilla extract, formulation of concentrated vanilla extract, and measuring the vanillin retention and color change.The best products of concentrated vanilla extract were made with formula containing 10 ml vanilla extract, 10 ml high fructose syrup (HFS 55% and 3 ml of carboxyl methyl cellulose (CMC solution 1% and that made with formula containing 10 ml vanilla extract, 15 ml glucose syrup 75°Brix and 3 ml of CMC solution 1%. The vanillin retention of both formulas had a trend to descrease. The pattern of vanillin retention and color change during storage of both formulas followed linear equations.Thetemperature and period of storage significantly affected the color of concentrated vanilla extract. Both formulas did not show any differences in vanillin retention and color during storage at refrigerator and room temperature.

  8. PENGURANGAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS (FREE FATTY ACID) DAN WARNA DARI MINYAK GORENG BEKAS DENGAN PROSES ADSORPSI MENGGUNAKAN CAMPURAN SERABUT KELAPA DAN SEKAM PADI

    OpenAIRE

    Chairul Irawan; Tiara Nur Awalia; Sherly Uthami W.P.H

    2013-01-01

    Cooking oils that used frequently will be destructed the physical and chemical of its composition and structure. The treatment of waste cooking oil is challenging due to the pressure of undesirable component such as FFA and colour degradation. This research aims are investigated the ability of mixed adsorbent from rice husk and coir coconut fiber to reduce FFA and colour of waste cooking oil. The adsorbent was activated with H3PO4 1 M. This adsorben use about 5, 10, and 20% of weight was...

  9. ELEKTRODEKOLORISASI LIMBAH CAIR PEWARNA BATIK DENGAN MEMANFAATKAN BATANG KARBON DARI LIMBAH BATERAI BEKAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MSK Amal

    2017-03-01

    Full Text Available Rhodamin B (RhB, indogosol dan naphtol merupakan zat warna pada industri batik. Metode elektrodekolorisasi merupakan suatu proses elektrokimia untuk menghilangkan zat warna dengan menggunakan arus listrik searah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menurunkan konsentrasi limbah cair pewarna batik secara optimum menggunakan metode elektrodekolorisasi dengan memanfaatkan batang karbon baterai bekas. Limbah cair batik yang diuji adalah rhodamin B (RhB, naphtol blue black dan indigosol sebagai sumber limbah pewarna. Katoda sel elektrokimia berupa batang karbon berasal dari baterai bekas dan anodanya berupa lempeng besi. Optimalisasi pada proses degradasi pewarna ini dilakukan pada variasi arus, pH dan jarak elektrode. Variasi arus diatur pada 3, 5 dan 7 A; variasi pH pada 3, 5, 7, 9, dan 11; serta variasi jarak elektrode pada jarak 1; 1,5 dan 2 cm. Penurunan konsentrasi pewarna rhodamin B (RhB menunjukkan keadaan jarak, pH dan arus optimum berturut turut 1 cm, pH 9 dan arus 7 A sebesar 78,68%. Penurunan konsentrasi pewarna indigosol pada keadaan jarak, pH dan arus optimum berturut turut 1 cm, pH 11 dan arus 7 A sebesar 95,90 %, sedangkan pewarna naphtol blue black menunjukkan keadaan jarak, pH dan arus optimum berturut turut 1 cm, pH 9 dan arus 7 A sebesar 74,15 %.Rhodamine B (RhB, indogosol and naphtol dyes are used in batik industries. Electrodecolorization method is an electrochemical process to remove the dye using direct current. The purpose of this study is to decrease the concentration of the liquid waste of batik dye optimally by electrodecolorization method by utilizing the carbon rods of used batteries. The batik liquid waste is rhodamine B (RhB, naphtol blue black and indigosol as a source of dye. Electrochemical cell cathode in the form of carbon rod derived from used batteries and anode in the form of iron plate. Optimization in dye degradation process is done on the variation of the current, pH and distance of two electrodes. Current

  10. Vliv cyklické složky napětí a historie zatěžování na cyklický creep

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Pantělejev, Libor; Kunz, Ludvík

    2002-01-01

    Roč. 9, č. 3 (2002), s. 150-154 ISSN 1335-0803. [Letná škola únavy materiálov /6./. Rajecké Teplice, 02.09.2002-06.09.2002] R&D Projects: GA AV ČR IBS2041001 Institutional research plan: CEZ:AV0Z2041904 Keywords : cyclic creep * mean stress * loading history Subject RIV: JL - Materials Fatigue, Friction Mechanics

  11. DAMPAK PEMBERIAN TABLET ZAT BESI (Fe PADA IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (Analisis Lanjut SDKI 1994

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Magdarina Destri Agtini

    2012-09-01

    Full Text Available The prevalence of low birth weight (LBW in Indonesia varied between 2.1 - 17.2%. At the end of Five years Development Plan V (Repelita V it was 15.0%, and is expected to decrease to 10.0% by the end of Repelita VI. Low Birth Weight infant (less than 2500 grm is an important issue, because of its relationship with the survival and health status of the infant in the future. The prevalence of anemia in pregnant women is 63.5%. The cause of anemia is mostly iron deficiency. The need of iron in pregnant women is quite high which is an average of 800 mg during pregnancy. Daily food contains 10 - 20 mg iron but the human body can absorb only less than 10.0%. To overcome the problem, iron pills distribution program is implemented. The iron pills contain 200 mg ferro sulfate and 0.25 mg folic acid, and are given to all pregnant women who visit Community Health Centres (Puskesmas and Integrated Health Service Posts (Posyandu. Each pregnant women is expected to have at least 90 iron pills during the pregnancy. The objective of further analysis of the Demographic and Health Survey 1994 is to obtain information on the impact of iron pills on low birth weight. Among the 1689 weighted children born in 1994, there were 6.7% (112 children with low birth weight. The percentage of low birth weight (10.6% in the mothers who did not take the iron pills is the highest, followed by mothers who took less than 90 pills (6.0% and the lowest percentage of low birth weight is found among mothers who took the least iron pills (5.9%, and statistically the difference is significant at p=0.0271. Among mothers who weighted their new born children, 14.6% did not take iron pills during pregnancy, only 26.1% mothers who took at least 90 iron pills during pregnancy. There is variation among the number of iron pills taken. Iron pill is useful for pregnant women. Based on the pills consumed by the pregnant women, the risk for having low birth weight infant for mother who did not take pills compared with those who take at least 90 pills is 3.5 times (95% CI: 1.41 - 9.09 in Java Bali, 10.3 times (95% CI: 1.11-14.29 for mothers with education Junior High School and 2.7 times (95% CI: 1.11 - 6.66 for mothers who give birth for the first child.Based on the number of pills taken by pregnant women, risk for Low Birth Weight in urban and rural area is not different, in Java Bali and as outer Java Bali. To reduce the Low Birth Weght, it is important to intensify monitoring, educating, informating on the importance of iron pills with balanced nutrition through health attendant and community key person and involvement of private company through mass media. It is important to have examination of women before she get pregnant and give proper treatment to the diseases which can worsen the anemia during pregnancy. It is also important to do special research on the high risk of anemia by considerating factors which determine low birth weight in the effort of promoting the health of pregnant women and the infants, so that specific and or appropriate methods of intervention can be developed and applied. 

  12. Perlindungan Konsumen Dalam Transaksi Jual Beli Online Produk Kosmetik (Pemutih Wajah yang Mengandung Zat Berbahaya Berdasarkan Undang - Undang Nomor 8 Tahun 1999

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Arlina

    2018-04-01

    Full Text Available The target consumers of cosmetic products are women, because women use more cosmetics in their daily activities. With the existence of online buying and selling provides convenience for entrepreneurs and sellers to exhibit cosmetic products with various brands, whether originating from abroad or domestic production of cosmetics products. Many disadvantages are caused by the circulation of cosmetic products bleach face but this danger is not realized by women. In order to get a white facial skin, the women use instant ways that is by using bleach products in the form of facial bleach cream. Many facial bleach creams are not safe to be consumed in the market, this creamy whitening product on average do not have permission from the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM and the Department of Health. While Cosmetics on the market must meet the standards set by the laws and the government. Problems  that occur in the process of online transactions, cosmetics products (whitening face where the consumer is almost the whole is the woman one of them can not directly identify, see, or touch items to be ordered. Unclear information about the product being offered and / or there is no certainty whether the consumer has obtained any information that is reasonably desirable, or which is deservedly necessary to take a decision in the transaction and the unclear status of the legal subject, of the business actor.         ABSTRAK              Sasaran konsumen produk kosmetik adalah perempuan, karena wanita lebih banyak  menggunakan kosmetik dalam kehidupannya sehari-hari dalam beraktifitas. Dengan adanya jual beli online memberikan kemudahan bagi pengusaha dan penjual untuk memamerkan produk-produk kosmetik dengan berbagai merek, baik yang berasal dari luar negeri maupun produk kosmetik produksi dalam negeri. Banyak kerugian yang ditimbulkan dengan beredarnya produk-produk kosmetik pemutih wajah  tapi bahaya ini tidak disadari oleh kaum wanita. Demi mendapatkan kulit wajah yang putih, para wanita menggunakan cara-cara instan yaitu dengan menggunakan produk pemutih berupa cream pemutih wajah. Banyak cream pemutih wajah yang tidak aman dikonsumsi beredar dipasaran, produk cream pemutih ini rata-rata tidak memiliki izin dari Balai Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM dan Dinas Kesehatan. Sementara Kosmetik yang beredar di pasaran haruslah memenuhi standar yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan dan pemerintah. Permasalahan yang terjadi pada proses transaksi online, produk kosmetik (pemutih wajah dimana konsumennya hampir keseluruhan adalah wanita salah satunya tidak dapat langsung mengidentifikasi, melihat, atau menyentuh barang yang akan dipesan. Ketidakjelasan informasi tentang produk yang ditawarkan dan/atau tidak ada kepastian apakah konsumen telah memperoleh berbagai informasi yang layak diketahui, atau yang sepatutnya dibutuhkan untuk mengambil suatu keputusan dalam bertransaksi serta tidak jelasnya status subjek hukum, dari pelaku usaha.

  13. ANALISIS IMPLIKASI UU 35/2009 DAN UU 36/2009 DALAM PENGEMBANGAN STRATEGI KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN TERAPI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF (NAPZA DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Isfandari

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Substance use disorder is serious problem nationally and globally, although its controlling effort is more considered as criminal rather than health matters. This probably due to the tight regulation of the substance which make illegal use of it is considered as law violation. Commitment of Indonesian government is very strong by setting up aNational Narcotics Bureau (BNN as coordinating and implementing body on narcotics related activities, including therapy and rehabilitation. There are at least five ministries involved in narcotics related activities. However there is different level of the narcotics office in each ministries, reflected their prioirty. Narcotics laws No. 35/2009 provides MOH the right to receive report from therapy and rehabilitation institutions. However it is not clearly stated that MOH is the only resposible body for such report, which meant that Narcotics bureau could also receive the report from its district branches in provinces which previously under the Provincial office. This article reviews the implementation of Narcotics Law No. 35/2009 and Health Law No. 36/2009 for narcotic patients ini DKI, DIY, Jabar, Jatim dan Bali. Methods: The objective is to provide inputs for prevention and treatment policy development to stirr more sinergism and coordinated among related institution. Results: The review identified that narcotic Law UU 35/2009 stated Provincial Narcotic Bureau (BNP as part of BNN, not part of provincial institution as it used to be. This imply that BNP could have power to regulate treatment and rehabilitation. Provinces need law regulation for coordination between BNP and other provincial institutions, such as health office. social affair office, primary health care and district/provincial hospitals. Health financing is the most important issue whtch need clear regulation because involving several stakeholders, such as ministry of health, BNN, governor and ministry of human affairs. Key words: substance abuse policy, health policy, drug dependence therapy

  14. Zatížení titanový implantát s laserově deponovanou vrstvou hydrogyapatitu - histologická pozorování

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Himlová, L.; Dorazilová, V.; Dostálová, T.; Jelínek, Miroslav

    2003-01-01

    Roč. 103, č. 3 (2003), s. 95-101 ISSN 1210-7891 Institutional research plan: CEZ:AV0Z1010914; CEZ:MZd00002377901 Keywords : dentistry * dental implantats * hydroxylapatite Subject RIV: BM - Solid Matter Physics ; Magnetism

  15. Asupan zat gizi, status gizi dan motivasi serta hubungannya dengan produktivitas pekerja perempuan pada bagian pencetakan di Pabrik Bakpia Pathuk 25 Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Kusriyana

    2010-07-01

    Full Text Available Background: Employees’ productivity is closely related with nutritional condition. Nutritional condition can be physically assessed by determining nutrition status. One’s nutrition status is directly influenced by nutrient intake. However, health and nutrition status of an employee in general have not got proper attention that lead to decreasing productivity. Productivity is not only influenced by nutrition status but also by psychological factor that involves motivation. Objectives: To identify association between nutrient intake, nutrition status and motivation and productivity of female workers at production department of Bakpia Pathuk 25 Factory Yogyakarta. Method: The study was a survey that used cross sectional design. Subject of the study were female workers at production department as many as 40 people taken through proportional stratified random sampling technique. Data of subject assessed were nutrient intake (energy, carbohydrate, fat, protein, and Fe, nutrition status, motivation, and productivity. Nutrient intake was assessed using food recall 24 hours within 4 days, nutrition status was specified using anthropometric approach using body mass index (weight/height, motivation was assessed through motivation questionnaire and productivity through quantity of production (raw bakpia produced by the worker at a time observation (44 minutes for workers at crust production and 1 hour for workers at filing department within 3 times observation. Result: The result of linear regression analysis showed that association between nutrient intake (energy, carbohydrate, fat, protein and Fe, nutrition status and productivity was r0.05 whereas between motivation and productivity was r=0.901; R2= 0.812; and p=0.000 for variables of wages, intake of energy, Fe and motivation and productivity. Conclusion: There was no significant association between nutrient intake (energy, carbohydrate, fat, protein and Fe and nutrition status and productivity; there was signifiant association between motivation and productivity. Concurrently only motivation had significant association with productivity.

  16. Navázat na pozitivní tradici šedesátých let: S Josefem Zumrem o marxismu, filozofii a literatuře

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Kanda, Roman; Mervart, J.; Zumr, J.

    2017-01-01

    Roč. 65, č. 6 (2017), s. 902-920 ISSN 0009-0468 Institutional support: RVO:68378068 Keywords : literature * marxism Subject RIV: AJ - Letters, Mass-media, Audiovision OBOR OECD: Specific literatures

  17. Pelaksanaan Hygiene Sanitasi Pengolahan dan Pemeriksaan Zat Pewarna Metanil Yellow pada Mie Aceh yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Sigli Provinsi Aceh Tahun 2015

    OpenAIRE

    Muhammad, Nur

    2016-01-01

    Mie aceh classified into a wet noodle,mie aceh is a typical form of food which is not dried noodles and most immediate damage or decay. Mie aceh produced by the domestic industry so that the quality control of food is very hard to do. Metanil Yellow is a synthetic dye used in the textile industry and the paint powder or brownish-yellow solid thus be one option for manufacturers to color food products. The purpose of this study is to describe the application of sanitary hygiene and inspecti...

  18. Dynamické zatěžovací zkoušky a diagnostika betonových mostů

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Pirner, Miroš

    1/2006, č. 1 (2006), s. 2-33 ISSN 1210-4027 R&D Projects: GA MDS 1F45D/013/120 Institutional research plan: CEZ:AV0Z20710524 Keywords : dynamic test * concrete bridges * diagnostics Subject RIV: JN - Civil Engineering

  19. Kecernaan protein dan energi metabolis akibat pemberian zat aditif cair buah naga merah (Hylocereus polyrhizus pada burung puyuh japonica betina umur 16-50 hari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meina Yuniarti

    2015-12-01

    Full Text Available Digestibility of crude protein and energy is used to measure digestibility in poultry, digestible shows of feed substances absorbed by the body which will affect the productivity of quail. This experiment was conducted to study the effect of red dragon fruit liquid additif (Hylocereus polyrhizus, digestibility protein and metabolizable energy by quail female age 16-50 days. Experiment used 200 japanese quails females, 7 weeks age with average body weight of 13.61±0.49 g. The study was conducted in battery cages. The experiment used Completely Randomized Design with 4 treatments and 5 replications: T0 (control, T1 (Award liquid additives red dragon fruit twice a day, T2 (one a day and T3 (two days. The dose of a liquid additive is 5 ml/quail. Observation of digestibility of crude protein (KcPK and the energy carried by the method of total collection for 3 days, measurements using a bomb calorimeter gross energy and protein analysis using Kjeldahl method. Data were analyzed using a variety of test F at the level 5%, followed by Duncan's Multiple Range Test (UJBD there is significant effect of the treatment each treatment was showed liquid additives red dragon fruit was not significant (P> 0.05 on crude protein digestibility and apparent metabolizable energy. The conclusion, the given of liquid additives red dragon fruit did not increase digestibility of crude protein and apparent metabolizable energy. Keywords: quail, red dragon fruit, digestibility of crude protein

  20. Konseling gizi dan pengaruhnya terhadap asupan zat gizi dan tekanan darah pada pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarni Suwarni

    2009-07-01

    Full Text Available Background : Hypertension is one of the most common worldwide diseases that can be an important public health challenge. The causes of hypertension are high consumption of salt and fat, obesity, stress, age, sex, family history, smoking, and consumption of alcoholic drinks. The prevalence of hypertension in the world, Asia, and Indonesia are 15-20%, 8-18%, and 1,8-28,6%, respectively. The solution to this problem is not only depend on drugs but also counseling through leaflet as the process of assisting clients in facing the problem of hypertension. Objectives : To know the effect of nutrition counseling on nutrition intake and blood pressure of hypertension outpatients at local hospital of the Province of Southeast Sulawesi.  Methods : The study was quasi experimental with pre- and post-control design. Samples were divided into 2 groups; intervention group was given nutrition counseling and leaflet and the second (control was only given leaflet. Samples were hypertension outpatients who fulfilled inclusions and exclusions criteria, and there were 25 samples per group. Data of nutrient intake were processed using Nutrisurvey. Chi-square test was used to identify the difference between the intervention group and the control group; whereas t-test was used to identify independent as well as dependent variables. Results : There were no significant differences in intake of fat, natrium, potassium, and magnesium between the intervention group and control group (p > 0.05; but there were differences between them at the end of study (p 0.05; however, at the end of study there was difference between them (p < 0.05. Conclusion : Nutrition counseling could improve nutrition intake and blood pressure of hypertension outpatients at local hospital of the Province of Southeast Sulawesi.

  1. Basel II Sürecinde Kredi Derecelendirme ve Bir Tekstil İşletmesinde Uygulaması(Credit Rating in Process of Basel II and Application in The Textile Company

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nilgün KAYALI

    2011-01-01

    Full Text Available Small and medium scale entreprises (SMEs operating in the real sector and the credit relationships of these with the banks that offer them credits provide the backbone of a country’s economy. Starting from 1990 onwards, ss a result of the integration experienced in the international financing systems, it became compulsory to provide these services in compliance with the international standards. This requires distancing from traditional evaluation methods used in the crediting process and moving towards a more scientific, and internationally recognized credit rating systems. BASEL II Capital Accord that started being implemented in G-10 countries as of 2007, is planned to be implemented in other countries as well. Thus, in the calculation of credit risks there will be a more objective, understandable and easy to implement tool available. In case this is used by our banks, the SMEs fulfilling such requirements will be in a position to acquire low cost funds from financial and capital markets. When a macro perspective is brought to the topic, as a result of diminishement of high-risk investments, it will be possible to make an effective evaluation of the funds by the country economies.

  2. Kebijakan Pemerintah Indonesia Dalam Penerapan Bea Masuk Antidumping Terhadap Produk Impor Tekstil Dari Negara India Ditinaju Berdasarkan Undang Undang Nomor 7 Tahun 1994 Tentang Pengesahan Agreemetnt Establishing the World Trade Oragization

    OpenAIRE

    Kaur, Dharamjit; Bachtiar, Maryati; Diana, Ledy

    2014-01-01

    Textile products is one of our advantages in trade, both in the country and the needs of International trade. However, as the development of technology is also growing textile products imported into the country's domestic market share. The surge in imports of textiles course has become a threat to the domestic industry. Circumstances such as this led to Indonesia must take protective action, in terms of protection through policy. Bilateral relations between the Indian Inodnesia has happened q...

  3. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitability, Dan Debt Equity Ratio Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan (Studi Pada Perusahaan Sektor Industri Food And Beverages Dan Sektor Industri Tekstile Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ine Aprianti

    2017-07-01

    Full Text Available The research objective was to show how the development of the growth of company size, profitability and debt to equity ratio of the timeliness of financial reporting. This study uses deskiptif research and verification. With data analysis techniques using parametric statistics. The population in this study amounted to 43 companies sector of food and beverages industry and textile industry sectors in the study period of 2006 to 2008. That was then acquired 15 companies in the sample using purposive sampling method of sample collection techniques with particular consideration.The data used in this research is secondary data derived from the Corner Exchange ITB and www.idx.co.id official website that the company's financial statement data sectors of food and beverages industry and textile industry sectors listed on the Stock Exchange. The results of multiple linear regression t test showed that the variables of profitability and debt to equity affect the timeliness of financial reporting, while the size of the company does not affect the timeliness of financial reporting. In the F test shows that together variables company size, profitability and debt to equity affect the timeliness of financial reporting. Keywords: debt to equity ratio, timeliness, firm size, profitability, financial reporting.

  4. Pengaruh Penambahan Jerami Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam Terhadap Karakteristik Fruit Leather Mangga (Mangifera indica L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisa Yusmita

    2018-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Penganekaragaman pangan merupakan program kebijakan pemerintah dengan tujuan untuk terus mengembangkan pangan agar dapat memantapkan kemandirian dan penyediaan pangan dengan jenis yang beragam dan kualitas yang makin meningkat, jumlah yang memadai dan tersebar merata sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi. Untuk mendukung penganekaragaman pangan tersebut maka diperlukan upaya untuk melakukan pengolahan produk-produk hasil pertanian. Buah-buahan merupakan salah satu produk hasil pertanian yang umumnya dibuat menjadi produk olahan seperti jam, jelly, puree, sari buah, buah kaleng, manisan kering atau basah. Salah satu jenis produk buah-buahan yang kering selain manisan adalah fruit leather. Fruit leather adalah jenis makanan yang berasal dari daging buah yang telah dihancurkan dan dikeringkan. Produk ini berbentuk lembaran tipis seperti halnya kulit buah dengan tekstur yang plastis dan kenyal, rasanya manis tetapi masih memiliki ciri rasa khas buah yang digunakan. Fruit leather juga termasuk produk makanan yang tidak mengandung zat pewarna sehingga cocok untuk dijadikan cemilan dan mempunyai aneka ragam bentuk dan warna. Pengolahan buah-buahan menjadi fruit leather merupakan salah satu upaya divesifikasi pangan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan uji F, kemudian bila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Dharma Andalas dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa konsentrasi penambahan jerami nangka berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C dan kadar serat kasar. Sementara untuk pengujian kadar air, total asam dan kadar gula ternyata tidak dipengaruhi oleh konsentrasi penambahan

  5. Orjastaja kirjutab talle sobivat ajalugu / Alfred Käärmann

    Index Scriptorium Estoniae

    Käärmann, Alfred, 1922-2010

    2002-01-01

    Venemaa versioon "ajaloolisest tõest" seoses Baltikumi lülitamisega NSVLi koosseisu ja sellele järgnevate sündmustega. Tekstilõigud on võetud Igor Põhhalovi artiklist ajalehe Spetznaz Rossii selle aasta numbrist

  6. Akademitsheskije zaporozhtsõ / Nikolai Nortov

    Index Scriptorium Estoniae

    Nortov, Nikolai

    2005-01-01

    Autori kommentaarid Eesti 43 akadeemiku koostatud memorandumi tekstile ÜRO Peaassamblee, Euroopa Parlamendi ja Euroopa Nõukogu Parlamentaarse Assamblee poole pöördumiseks. Arvamust avaldab Mihhail Bronštein

  7. Sügavalt miibi sisse astunud tartlased / Veiko Märka

    Index Scriptorium Estoniae

    Märka, Veiko, 1964-

    2006-01-01

    Arvustus: Tekstilääts. Kangelasema toitepiim: miip-, mikro-, eksp-kirjanduse antoloogia / koost. Kiwa. Tartu : ID Salong, 2006; Tartu on unenägu / toim. Krista Ojasaar, Berk Vaher. Tartu : EKS, 2006

  8. ASEAN ECONOMIC COMMUNITY IMPLEMENTATION AND INDONESIAN TEXTILE INDUSTRY COMPETITIVENESS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuvensius Sri Susilo

    2013-10-01

    Full Text Available AbstractThis study aims to analyze the impact of ASEAN Economic Community implementation in 2015 on the competitiveness of Indonesian textile and textile products industry. It uses simulations with the GTAP model to answer the proposed research questions. The GTAP simulation results suggest that Indonesian textile industry would gain the largest trade surplus followed by Thailand and Malaysia. For apparel, Vietnam would benefit the most, followed by Indonesia and Thailand. The ratio of domestic to import prices analysis suggests that Indonesian textile products have higher competitiveness than the other ASEAN’s. For the apparel products, Indonesia is as competitive as both Malaysia and the Philippines.Keywords: AEC 2015, Competitiveness, Textile dan Textile Products Industry, IndonesiaJEL Classification: C68, F15AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 pada daya saing industri tekstil dan produk tekstil Indonesia. Alat analisis yang digunakan deskriptif dan simulasi dengan model GTAP. Hasil simulasi GTAP menyarankan bahwa industri tekstil Indonesia akan memperoleh surplus perdagangan terbesar, diikuti oleh Thailand dan Malaysia. Untuk produk pakaian, Vietnam memperoleh manfaat terbesar diikuti Indonesia dan Thailand. Berdasarkan rasio harga domestik terhadap harga impor, daya saing produk tekstil Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Untuk produk pakaian, Indonesia kompetitif, sejajar dengan Malaysia dan Filipina.Kata kunci: AEC 2015, Daya Saing, Tekstil dan Produk Tekstil JEL Classification: C68, F15

  9. Penetapan Kadar Protein Pada Kecap Dengan Metode Kjeldahl

    OpenAIRE

    Muhammad, Mahatir

    2015-01-01

    Kecap merupakan pelengkap makanan dan masakan yang hampir setiap hari di konsumsi oleh masyarakat di negara kita. Kualitas dari kecap ditentukan dari kadar/kandungan proteinnnya. Protein merupakan zat makanan yang berguna pada tubuh karena zat ini berfugsi sebagai bahan bakar juga sebagai zat pembangun dalam tubuh. Kecap harus melalului serangkaian pengujian untuk menentukan kualitas kecap tersebut. Salah satunya adalah penetapan kadar dengan metode kjeldahl. Tujuan pengujian ini adalah untuk...

  10. FORMULASI, KANDUNGAN GIZI, DAN DAYA TERIMA KUE-KUE TRADISIONAL MAKASSAR BERBASIS TEPUNG PUPAE–MULBERRY (PURY SEBAGAI MAKANAN BERGIZI MASA DEPAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Clara Meliyanti Kusharto

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe aims of this research was to formulate and improve the nutrient content and define of makassar traditional snack which was enriched with Pupae-mulberry (Pury powder. Experimental study was conducted and proximate analysis was used to determine nutrient content of the product and acceptance test was used by hedonic test of 25-32 semi-trained panelists. This research produced three kinds of traditional snacks, namely Rampari sponge cake, Deppatori Pury, and Pury sticks. Based on organoleptic test product Deppatori was selected to develop further by mixing basic substances consist of rice flour, glutinous rice flour, brown sugar, sesame and water with pupae-mulberry (pury powder. The formulas were F1 (pury powder 5%, F2 (pury powder 10%, and F3 (pury powder 15%. The study showed that by hedonic scale, the panel preferred F2 because the addition more than 10% of Pury powder will make texture harder. Hedonic quality scale indicated that F2 had characteristics yellowish brown color, taste and flavor close to neutral. Nutrient content of Deppatori Pury 10% (per 100 g was water 7.92 g, ash 1.19 g, protein 5.80 g, fat 25.99 g, carbohydrates 67.02 g, energy 484 kcal, calcium 74.14 mg, iron 1.96 mg, phosporus 97.23 mg, respectively and result of microbiology test was 390 cfu/g. Protein contribution of Deppatori-Pury 10% per 100 g serving size to RDA of elderly was 9.4-10.4%. Therefore, two serving size is recommended for Deppatori-Pury as future food to reach 20% RDA protein.Keywords: acceptability, deppatori, makassar’s snack, pury powderABSTRAKTujuan penelitian adalah melakukan formulasi dan meningkatkan kandungan zat gizi serta daya terima kue-kue tradisional Makassar yang diperkaya tepung pupae-mulberry (Pury. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melakukan analisis kandungan zat gizi secara proksimat dan uji penerimaan panelis (organoleptik menggunakan uji hedonik oleh 25-32 orang panelis semi terlatih. Pembuatan kue

  11. KAJIAN PROSES PEMBUATAN TEPUNG BUAH MANGGA (Mangivera Indica L VARIETAS ARUMANIS DENGAN SUHU PERENDAMAN YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Octavianti Paramita

    2013-05-01

    Full Text Available Salah satu diversifikasi produk olahan yang menarik untuk dikembangkan adalah tepung da-ging buah mangga (mango powder yang telah dikembangkan di negara India, Tepung buah mangga dapat digunakan sebagai bahan alternatif untuk membuat DF (dietary fibre, karena daging buah mangga mengandung pati yang banyak, tinggi selulosa, hemiselulosa, lignin dan carotin. Buah mangga  arumanis yang dibuat menjadi tepung mangga digunakan mangga arumanis yang belum matang / yang masih mentah. Proses perendaman sebelum dilakukan pengeringan sangat berpengaruh terhadap hasil dari tepung mangga yang dihasilkan baik berupa kandungan gizi dan warna. Penelitian ini bertujuan mendapatkan proses pembuatan tepung mangga varietas arumanis yang paling optimal hasilnya berdasarkan karakteristik fisik dan komposisi zat gizi. Proses pembuatan tepung mangga varietas arumanis yang paling optimal hasilnya dengan proses perendaman pada air dingin dan proses tersebut bisa dijadikan bahan dasar pembuatan olahan-olahan pangan yang tinggi serat. Karakteristik Fisik Tepung Mangga Arumanis dan Komposisi Zat Gizi Tepung Mangga Arumanis dengan proses Perendaman Air Dingin yaitu : Tepung berwarna putih kecoklatan, Tekstur : Halus, dan tidak tercium aroma mangga, Rendemen : 12,4 %., Kadar Serat : 3,7370 %, Kadar Vitamin C : 154,9944 mg/100 g, Kandungan Amilum/ Pati : 49,0419 % dan Kandungan Protein: 9,2856 %. One of the interesting diversification of the processed products to be developed is a mango pulp powder which has been developed in India. The mango flour can be used as an alternative material for making the dietary fiber (DF because mango contains a lot of starch, high cellulose, hemicellulose, lignin, and carotin. The “arumanis” mango flour can be made from the immature “arumanis” mango fruits. The immersing process before drying greatly affect the quality of produced mangoes flour in terms of the nutrient composition and the colour. The study aimed to

  12. Pengaruh Penambahan Garam Natrium Dalam Proses Pengendapan Limbah Pengolahan Gambir Terhadap Rendemen Tanin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Muchtar

    2013-06-01

      natrium bikarbonat dan larutan jenuh air kapur. Tahap pengendapan pH larutan diatur dengan menambahkan  NaHCO3 atau air kapur jenuh sedemikian rupa sampai pH 8.   Penambahan  garam NaCl atau garam dapur pada bahan tersebut di atas dengan konsentrasi antara 50 g/L, 100 g/L,  150 g/L, 200 g/L, 250 g/L, 300 g/L, 350g/L, 400 g/L pada 200 ml limbah cair pengolahan gambir. Dari hasil penelitian diperoleh endapan yang optimal adalah  dengan penambahan NaCl   teknis dengan konsentrasi 300 g/L dengan menggunakan pengatur pH natrium bikarbonat dengan rendemen sebesar 30,05 %. Penambahan NaCl dengan konsentrasi diatas 300 g/L memberikan hasil yang tidak jauh berbeda.  Zat warna tanin dari limbah cair pengolahan gambir berupa  tepung soga berwarna cokelat.

  13. PENGARUH KOPIGMENTASI TERHADAP STABILITAS WARNA ANTOSIANIN EKSTRAK KULIT TERUNG BELANDA (Cyphomandra betacea Sendtn [Copigmentation Effect on Color Stability of Anthocyanin from Epicarp Extract of Terung Belanda (Cyphomandra betacea Sendtn

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herlina Wahyuni

    2017-03-01

    Full Text Available Copigmentation has been suggested as a main color stabilizing mechanism of the anthocyanin. The objectives of this research were to determine type and molar ratio of copigment (catechol or tannin to anthocyanin which most stabilize the color of anthocyanin from epicarp extract of Terung Belanda (Cyphomandra betacea Sendtn during 40 days storage.  Stability of anthocyanin was evaluated from changes of anthocyanin concentration and color retention during storage period and kinetic parameters. The initial anthocyanin content from epicarp extract of Terung Belanda (Cyphomandra betacea Sendtn was 0,31 mMol/L (0,20 mg/100g.  Copigmentation with catecholwas less effectiveto stabilizethe color of anthocyanin, indicated by the concentrationof anthocyaninsat molar ratio 0:1, 50:1 and 100:1 which was not significantly different. Meanwhile, the color retentionat pH 3,5 and kinetic reaction of antocianin at 65oC with molar ratio 50:1  stabilized the anthocyanin extract of epicrap Terung Belanda (Cyphomandra betacea Sendtn (color retention 44,35%, k 0,141 and t½ 4,91 hours.  Copigmentation with tannin at molar ratio 100:1 was more effectiveto stabilize the color of anthocyanin indicated by decreasing of concentration of anthocyanins and color retention at pH3,5 after 40 days storage which were 0,10 mMol/L (69,70% and 63,56%.  Kinetics parameter at 65oC(k 0,063 and t½ 11,00 hours. Keywords: anthocyanin, catechol, copigmentation, Cyphomandra betacea Sendtn, tannin.

  14. Pertumbuhan dan Keseragaman Warna Bulu Ayam Persilangan Balik (BC2 Hasil Seleksi Genetik Persilangan Ayam Pelung dengan Ayam Pedaging (GROWTH AND PLUMAGE COLOR UNIFORMITY OF BACK CROSS (BC2CHICKEN RESULTED FROM GENETICS SELECTION OF PELUNG CHICKEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayudha Bahana I. Perdamaian

    2018-01-01

    Full Text Available Research aim to derive an excellent hybrid to be positioned as meat-type chicken. An excellent breed which possess uniform morphological character was archived by genetic selection through back-crossed mating shceme in focus on growth rate and plumage color uniformity. Day Old Chicken (DOC resulted from parent stock broiler cobb 500 and Pelung chicken originated from Cianjur district, West java mating were intensively reared for seven week from hatch. Each chicken weighted every seven day and morphological character assessed at seven weeks old. Observe variable are heterocyst, coefficient Inbreeding (Fx, Inbreeding rate (F, plumage and shank characteristic proportion, and its frequency gene alteration through selection. After serial genetic selection, the BC2 chicken has 1129 g body weight and uniform morphological character. Overall body weight of BC3 chicken offspring from BC2 and F1 was deteriorated compared its broiler predecessor because of Inbreeding depression (Fx: 0.4375; F: 0.3125 and heterocyst decrement (H: -39.33 however, morphological appearance were highly resemble pelung chicken. Based on these finding, BC2 chicken was promised meat-type hybrid chicken which has fast growth rate and similar morphological character.

  15. Únavová odolnost při vysokých a ultravysokých počtech zatěžovacích cyklů

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Kunz, Ludvík; Bokůvka, O.

    2007-01-01

    Roč. 15, č. 3 (2007), s. 6 ISSN 1210-4612 R&D Projects: GA MŠk MEB080812 Institutional research plan: CEZ:AV0Z20410507 Keywords : very high cycle fatigue * KONTAKT * Czech-slovak intergovernmental cooperation Subject RIV: JG - Metallurgy

  16. Rekonstrukce technologické věže s ohledem na změněné zatížení větrem podle evropských norem

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Vácha, J.; Král, Radomil

    2013-01-01

    Roč. 7, č. 3 (2013), s. 15-18 ISSN 1802-8535 Institutional support: RVO:68378297 Keywords : technological tower * wind load * CFD Subject RIV: JN - Civil Engineering http://www.allforpower.cz/archiv/clanky/cislo/36/

  17. Simulace napěťového stavu ve válcové skořepině zatížené vnitřním přetlakem

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Gajdoš, Lubomír; Šperl, Martin

    2012-01-01

    Roč. 92, č. 6 (2012), s. 124-128 ISSN 0032-1761 R&D Projects: GA ČR(CZ) GAP105/10/2052 Institutional support: RVO:68378297 Keywords : fracture toughness * pipeline * curved Subject RIV: JL - Materials Fatigue, Friction Mechanics

  18. Tam Zamanında Üretim Sisteminin Bir İşletmede Uygulanması(An Applıcatıon Of Just-In-Tıme In An Organızatıon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Esin FİRUZAN

    2004-01-01

    Full Text Available Today, one of the most important sector in an economy is the production sector, the importance of goods and services sectors are increasing at a fastly every day. Until today, competitire conditions, efficiency, productivity and quality of production, forced the firms to put more emphasis on production systems.Therefore, the firms are more interested in scientific analysis, planning and controlling of the their production systems .As a result, one of the newest approaches is “ Just In Time ( JIT ” production system which emerged after WWII in Japan and aims to decrease the inventory cost and maximize the quality. The philosophy of this approach is to produce the necessary amount of production , when and where needed at the required quality. The aims of JIT is to improve the product and the process continously.The aim of this study is to investigate JIT as a new approach for Turkey in all aspects and analyze its applicability for firms .In this study, implementation of JIT at Opel Türkiye Ltd. Şti. is examined at different levels. As a result, this study may improves that, by using JIT, the complexity and cost of production can decreased and in front of this quality can increased.

  19. T.I.G. Welding of stainless steel. Numerical modelling for temperatures calculation in the Haz; Soldadura T.I.G. de acero inoxidable. Modelo numerico para el calculo de temperaturas en la ZAT

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Martinez-Conesa, E. J.; Estrems-Amestoy, M.; Miguel-Eguia, V.; Garrido-Hernandez, A.; Guillen-Martinez, J. A.

    2010-07-01

    In this work, a numerical method for calculating the temperature field into the heat affected zone for butt welded joints is presented. The method has been developed for sheet welding and takes into account a bidimensional heat flow. It has built a computer program by MS-Excel books and Visual Basic for Applications (VBA). The model has been applied to the TIG process of AISI 304 stainless steel 2mm thickness sheet. The welding process has been considered without input materials. The numerical method may be used to help the designers to predict the temperature distribution in welded joints. (Author) 12 refs.

  20. Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Alpukat Terhadap Zat Nefrotoksik Ginjal Tikus (ACTIVITIES STUDY OF ETHANOL EXTRACTS OF AVOCADO LEAVES (PERSEA AMERICANA MILL TO NEPHROTOXIC COMPOUND OF RAT’S KIDNEY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ietje Wientarsih

    2014-08-01

    Full Text Available Based on WHO’s data, about 80% peoples in the word use plant’s extract as herbal medicine. Avocadoleaves has used as herbal medicine which is works as diuretikum, reduce stone in renal, and cure sprue.The purpose of this research is to study activities of ethanol extract of avocado leaves to ethylene glycolinduction on rat’s kidney by histopatologically. This experiment was continuing Adha’s research (2009with research design as follows: twenty male rats were divided into 4 groups, negative control group (KN,positive control group (KP, treated group I by ethanol extract of avocado leaves 100 mg/kg BW (E100, andtreated group 2 by 300 mg/kg BW (E300. Sampling kidney were fixed in BNF 10% for histopathologicalslide and stained by Hematoxylin-Eosin. The kidney histopathological changes were edema of glomerulus,and protein deposit in the lumen, hyalin droplet and necrotic tubules. The results showed that ethanolextract of avocado leaves can’t significantly to reduce glomerulus edema with percentage cases 31.9% and33.5% for E100 and E300 and tend not to reduce the occurrence of protein deposits in the lumen of thetubule. Ethanol extract of avocado leaves tend to reduce the incidence of tubular necrosis and it wassignificantly different from the KP group (p <0.05. It is caused by flavonoid in etanol extract of avocadoleaves works as diuretikum and antioxidant.

  1. Analýza tréninkového zatížení běžce na 400 metrů překážek vrcholové úrovně

    OpenAIRE

    Šimánek, Jindřich

    2013-01-01

    Title of the thesis: Analysis of training load runner on the 400m hurdles peak level Objectives: The aim of this work is the evaluation of general and specific training indicatorsof peak level runners in 400 meters hurdles and the influence of specific training on performance indicators and performance in the 400 meter hurdles. Determining the ideal level of intensity and volume load in the annual training cycle. Another aim of the study was the comparison of performance in support events dep...

  2. Výpočtové modelování hluku vyzařovaného tramvajovým kolem při průjezdu zatáčkou

    OpenAIRE

    Motyka, Jakub

    2017-01-01

    Tato práce se věnuje výpočtovému modelování jevu pískání tramvajových kol při průjezdu oblouky o malém poloměru. Přítomnost příčného prokluzu v kontaktu mezi kolem a kolejnicí spolu s jevem prokluz-ulpění (slip-stick) vede k samobuzenému kmitání kola, což má za následek vyzařování nepříjemného pískavého zvuku. Byly vytvořeny dva MKP modely řešené ve frekvenční oblasti. První model je založen na předepnuté modální analýze. Vzhledem k tomu, že matice tuhosti soustavy je nesymetrická, mohou se v...

  3. Rozvoj plastických deformací v oceli při konstantním zatížení a jejich význam pro plynárenskou praxi

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Gajdoš, Lubomír; Šperl, Martin; Pařízek, P.

    2013-01-01

    Roč. 93, č. 9 (2013), s. 198-203 ISSN 0032-1761 R&D Projects: GA ČR(CZ) GAP105/10/2052 Institutional support: RVO:68378297 Keywords : low-temperature creep * deformation * pipe Subject RIV: JL - Materials Fatigue, Friction Mechanics

  4. KOBİ Niteliğindeki Tekstil ve Hazır Giyim İşletmelerinin Uluslararası Pazarlara Açılmasında Sektörel Dış Ticaret Şirketlerinin Etkisi(The Effect of Sectoral Foreign Trade Companies In Opening Up of Textile and Ready-Made Clothing SMES To The International Markets

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Turan ATILGAN

    2006-01-01

    Full Text Available Although small and and medium size enterprises (SMES are the first models of management involved in the economic and social structure of the world they have unfortunately never received the necessary attention and importance. A German Economist Dr. E.F. Schumacher’s publication of “Small is Beautiful” in 1973, it was understood that they were economically and social organizations and since that date many researches importantstudied on them. SMES, not only by their economical altributes but also by their social aspects are among the most important factors in development and growth of a society. Besides, SMES undertake very significant roles in economical development of the society they are also economical and social influencing on a number of issues, such as resolving the employment problem, promoting the entrepreneuship and providing the economical and social justice. Today, in almost all of the contries 95-99 % of total enterprises comprises of SMES. In our country, while quantitatively SMES comprise 98 % of all enterprises, they also make considerable contributions to the employment, export and GNP. This study investigates the Turkish Sectoral Foreign Trade Enterprises considered as SMES and their effects on the Turkish economy and particularly on the textile industry .

  5. İhracatın Sürükleyici Gücü Olarak Tekstil Sektörü: Kahramanmaraş İli Örneği(Textile Sector as an Angine of Export: The Example of Kahramanmaraş

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murat ÇETİN

    2008-01-01

    Full Text Available Recently, textile sector has been important in the economic development process such as employment, production, added tax and export growth properties. This study explains relationships between export and textile sector theoretically and ampiricially. Ampiric section of the study covers Kahramanmaraş textile sector. As a results of it, it must be operated export incentive system effectivelly and supported applications of export organization and industrial cluster models to improve sector’s competitiveness and export performance.

  6. The Effects of the Asian Crisis To Turkish Manufacturing Industry : The Case of Textile, Food and Cement Industries = Asya Krizinin Türk İmalat Sanayisine Etkileri: Tekstil, Gıda ve Çimento Sanayileri Örneği

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdülmecit KARATAŞ

    2001-06-01

    Full Text Available This paper hypothesizes that Asian crisis has severely affected the financial dimensions of the Turkish industries. The analysis of the financial data for 70 companies from textile, food and cement industries provides evidence to partially support this hypothesis. By principal components analysis we identified five statistical factors that is meaningful and economically significant to represent main financial dimensions contained in twenty-one financial variables of the sample firms. The discriminant analyses based on the identification of the discrimination between financial dimensions of the sample firms for pre- and post-crisis years identified that profitability margins of the export-oriented Turkish textile industry significantly decreased in post-crisis years. No statistically significant changes in financial dimensions are detected for food and cement industries in post-crisis years.

  7. Tekstilde Uv Absorban Madde Uygulamaları The Applications of UV Absorber on Textiles

    OpenAIRE

    MERDAN, Nigar; ACAR, Kamil

    2009-01-01

    Tekstiller UV radyasyonuna karşı koruma sağlarken, bu aşamada radyasyonun dozu da önem taşımaktadır. Bu nedenle tekstil materyallerine UV absorban maddeler, liflerin üretimi esnasında ya da bitim işlemlerinde uygulanmaktadır. UV absorban maddelerin kullanılmasıyla, tekstil ürünlerinde UV ışınlarının geçirgenliğinin yoğunluk derecesi azaltılır. UV absorbanları, materyale gelen ışık tarafından oluşan olumsuz etkileri engeller

  8. DIALETIKA ETNOGRAFI KOMUNIKASI EMIK-ETIK PADA KAIN TENUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emanuel S Leuape

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mendialetikakan pemaknaan emik-etik simbol warna dan gambar kain tenun (Mollo desa Tutem. Tahapan pada penelitian ini yaitu interpretasi (Ferdinand De Saussure, reinterpretasi (Roland Barthes, Dialog (Jurgen Habermas, dan dekonstruksi (Jaques Derrida. Hasil interpretasi (emik dan reinterpretasi (etik, didialetikakan dengan menghasilkan sintesis berupa dialog antara masyarakat Tutem dan peneliti, diakhiri dengan analisis dekonstruksi guna mengantisipasi potensi kemajemukan makna simbol warna dan gambar kain tenun desa Tutem di kemudian hari. Paradigma penelitiannya adalah kualitatif dan bermetode studi etnografi komunikasi. Data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi-partisipatoris, dan dokumentasi visual kain tenun. Hasil penelitian ini adalah: dalam pemaknaan emik masyarakat Tutem, simbol warna kain tenun mengacu pada keberagaman kelompok suku dan simbol gambar kain tenun merujuk kepada realitas historis. Pemaknaan etik peneliti, simbol warna dan gambar kain tenun merujuk kepada kondisi geografis (Sumber Daya Alam, moral dan perilaku sosial (Sumber Daya Manusia, dan sejarah. Melalui prosedur tindakan komunikatif (dialog, kesepakatan intersubjektif yang dicapai, mencakup: 10 jenis simbol warna dan 7 varian gambar kain tenun diterima dan 2 varian gambar kain tenun ditolak. Terdapat 3 jenis simbol warna dan pola gambar ruang kain tenun yang wajib didekonstruksi maknanya oleh peneliti. Proses interpretasi, reinterpretasi, dialog, dan dekonstruksi menjadi tahapan ideal dalam memberdayakan kain tenun sebagai salah satu wujud produk kebudayaan masyarakat Tutem. Pelaksanaan tahapan tersebut melibatkan peran aktif masyarakat Tutem dan peneliti. Akhirnya, masyarakat Tutem dan peneliti sama-sama membangun ‘cerita’ tentang simbol warna dan gambar kain tenun dalam spirit falibilisme.

  9. Indeklimamærkning af byggevarer

    DEFF Research Database (Denmark)

    Wolkoff, P.; Nielsen, P.A.

    Denne rapport beskriver laboratorieforsøg med ni byggevarer - tre fugemasser, tre malinger og tre tekstile gulvbelægninger - samt modelberegninger og sundhedsmæssige vurderinger. Resultaterne heraf udgør det faglige og tekniske grundlag for indeklimamærkningsordningen. Formålet har været at under...

  10. Dansk Design

    DEFF Research Database (Denmark)

    Dickson, Thomas

    Indhold: Hvad er design?; Hvor kommer dansk design fra?; Produktdesign; Tekstil- og tøjdesign; Design af møbler og boligindretning; Bygningen og design; Arbejdets design; Transportdesign; Offentligt design; Grafisk design; Nye tider og en ny slags design...

  11. Eestlase endapildi mõjud kriitikale / Anneli Kõvamees

    Index Scriptorium Estoniae

    Kõvamees, Anneli, 1979-

    2008-01-01

    Rahvuslikest stereotüüpidest kirjanduses. A. H. Tammsaare romaani "Ma armastasin sakslast" ilmumisjärgsest kriitikast, lähtudes imagoloogia põhimõtetest ning tuues välja kriitikute endapildi mõjusid arvustatavale tekstile

  12. Kuu "Klaaspärlimängu"

    Index Scriptorium Estoniae

    2002-01-01

    Festivali "Klaaspärlimäng" raames 21. VII Niguliste ja 22. VII Pärnu Eliisabeti kirikus kiriklik kompositsioon "Maria": tervikuks on seotud Laurentsiuse maal "Jeesus Kristus", kannatuslaulu "Stabat Mater" tekstile loodud Domenico Scarlatti ja Andrus Kallastu heliteosed, liikumine, valgus

  13. Clusters in an age of increasing internationalisation

    DEFF Research Database (Denmark)

    Illeris, Sven

    2008-01-01

    Artiklen studerer tekstil- og beklædningsklyngen i Herning, som opstod i 1930erne og voksede efter 2. verdenskrig. Da den blev udsat for konkurrence fra lavtlønslandene i Central- og Østeuropa og Østasien efter 1990, overlevede den næsten uden arbejdsløshed. På denne baggrund diskuteres spørgsmål...

  14. Dansk design - English edition

    DEFF Research Database (Denmark)

    Dickson, Thomas

    Indhold: Hvad er design?; Hvor kommer dansk design fra?; Produktdesign; Tekstil- og tøjdesign; Design af møbler og boligindretning; Bygningen og design; Arbejdets design; Transportdesign; Offentligt design; Grafisk design; Nye tider og en ny slags design...

  15. Himaalaja naised eesti naiste silmade läbi / Kai Herkel ; interv. Reet Varblane

    Index Scriptorium Estoniae

    Herkel, Kai

    2004-01-01

    Visuaalantropoloogiline väljapanek "Oskus olla õnnelik arenevas maailmas" Kastellaanimajas 24. märtsini. Väljas on fotod Tiibeti ja Ladakhi küladest, mägedest ja inimestest. Fotograaf Kai Herkeli, tibetoloog Natalia Munatajeva ja tiibeti munga Konchok Sangyas' kangelane on sealne naine. Piltide kõrval on suur tähtsus tekstil

  16. Do you speak concrete?

    DEFF Research Database (Denmark)

    Manelius, Anne-Mette

    2011-01-01

    Moderne tekstilteknologier gør det muligt at udnytte lette, fleksible tekstilers egenskaber i støbeforme til beton (et byggemateriale der er kendt siden antikkens Rom), og tekstilforskalling er emnet for et erhvervs-ph.d.-projekt nær sin afslutning. Heri besvares det bl.a., hvad det betyder for b...

  17. KOMPOSISI KIMIA DAN ORGANOLEPTIK FORMULA NUGGET BERBASIS TEPUNG TEMPE DAN TEPUNG RICEBRAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sufiati Bintanah

    2014-07-01

    Full Text Available Abstrak Di Indonesia terjadi perubahan pola penyakit dari infeksi dan kekurangan gizi ke degeneratif dan kanker akibat perubahan gaya hidup dan pola makan  tinggi lemak dan rendah serat serta modernisasi pola hidup. Tempe kedelai merupakan bahan makanan yang dapat menurunkan trigliserida, kolesterol total, kolesterol LDL, serta meningkatkan kolesterol HDL. Bekatul juga merupakan bahan makanan yang dapat menurunkan kadar lemak darah karena mengandung oryzanol, tokoferol, dan asam felurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyeleksi formula nugget berdasarkan karakteristik fisik, kimia dan organoleptik serta aktifitas antioksidan. Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif dengan perlakuan formulasi tepung tempe dan tepung ricebran sebanyak 10 formula. Analisis komposisi kimia dilakukan terhadap bahan mentah dan nugget meliputi analisis protein (mikro kjedhl, lemak (soxhlet, air (oven, karbohidrat (Luff Schoorl l, penetapan kadar Vitamin E (Alfa-Tokoferol, analisa aktivitas anti bakteri metode difusi agar. Pengujian organoleptik menggunakan metode scoring. Hasil menunjukkan nugget dengan formula tepung tempe 50% dan tepung bekatul 50% (formula A7, mempunyai komposisi kimia terbaik yaitu protein 19,5g%, lemak 18.33g%, air 35.59%, abu 1,62%, serat kasar 9,57g%, Karbohidrat 25,41 g%, Vitamin E 148,92 µg/g, aktifitas antioksidan 197,1 µg/ml. Hasil pengujian organoleptik terhadap warna, rasa, aroma maupun tekstur yang paling disuka pada formula A7. Kesimpulan: Optimasi tepung tempe dan rice bran yang diterima berdasarkan sifat fisik, organoleptik dan analisa zat gizi adalah dengan perlakuan sangrai 20 menit. Formula nugget yang optimum A7 dengan perbandingan tepung tempe dan rice bran 50:50 g. Kata Kunci: Komposisi Kimia, Organoleptik, Formula Nugget, Tepung Tempe, Ricebran Abstract In Indonesia, there has been a changing disease pattern from infectious and food deficiency diseases to degenerative and cancerous diseases. Soy bean cake

  18. 2. Wochenbericht MSM35

    OpenAIRE

    Schwalenberg, Katrin

    2014-01-01

    FS Maria S. Merian Reise MSM 35, Warna, Bulgarien - Istanbul, Türkei, 20.01.-07.02.2014 - Untersuchung von Gashydratvorkommen im Donau-Tiefseefächer des Schwarzen Meers mit mariner Elektromagnetik - (27.01.-02.02.2014)

  19. 1. Wochenbericht MSM35

    OpenAIRE

    Schwalenberg, Katrin

    2014-01-01

    FS Maria S. Merian Reise MSM 35, Warna, Bulgarien - Istanbul, Türkei, 20.01.-07.02.2014 - Untersuchung von Gashydratvorkommen im Donau-Tiefseefächer des Schwarzen Meers mit mariner Elektromagnetik - (20.01.-26.01.2014)

  20. EUTHANASIA PADA HEWAN PERCOBAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Drh. Dyah Widyaningroem Isbagio

    2012-09-01

    Full Text Available Untuk keperluan ilmu kedokteran, penelitian tentang penggunaan zat teraputik, profilaksis, diagnostik dan alat baru pada manusia, merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan.Syarat utama secara nasional maupun internasional dalam kode etik penelitian pada manusia, dan juga pada banyak perundang-undangan nasional, adalah bahwa zat atau alat baru tidak boleh digunakan untuk pertama kali pada manusia, kecuali bila sebelumnya telah diuji pada hewan dan diperoleh kesan yang cukup mengenai keamanannya. 

  1. KANDUNGAN BUAH-BUAHAN DALAM ALQUR’AN: BUAH TIN (Ficus carica L, ZAITUN (Olea europea L, DELIMA (Punica granatum L, ANGGUR (Vitis vinivera L, DAN KURMA (Phoenix dactylifera L UNTUK KESEHATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    nur khasanah

    2016-03-01

    Full Text Available Aneka ragam buah-buahan segar diciptakan Sang Khalik untuk umat manusia. Di antara sekian banyak buah-buahan itu, salah satu yang disebutkan Allah SWT dalam Alquran. Adalah buah tin, zaitun, delima, anggur, dan kurma. Untuk itulah kita sebagai muslim perlu men- getahui zat-zat  yang terkandung dalam buah tersebut, se- hingga dapat memanfaatkan buah tersebut dengan sebaik- baiknya. Tidak ada sekecil apa pun Allah ciptaan jika tidak membawa kemanfaatan bagi manusia.

  2. Macam – Macam Epoxy Dan Polyurethane Based Flooring System Beserta Kinerjanya

    OpenAIRE

    Sutandyo, Brian Christopher; Putra, Evan Sutantu; Sudjarwo, P; B., Januar

    2013-01-01

    Cat lantai Epoxy dan Polyurethane merupakan sebuah alternatif bagi konsumen yang membutuhkan tempat yang hygienis. Tidak adanya nat pada lantai dan terdapat banyak variasi warna merupakan suatu kebutuhan wajib bagi pemilik industri pangan, rumah sakit, dll. Pengamatan based flooring system ini dilakukan pada lantai yang memiliki umur bervariasi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari based flooring system seperti Perubahan warna, ketahanan kimia, dan kerusakan yang mungkin terjadi. S...

  3. Yönetim Tarzı ve Çalışma Koşulları, Arkadaşlık Ortamı ve Takdir Edilme Duygusu ile İş Tatmini Arasındaki İlişkiler : Tekstil Sektöründe Bir Uygulama = The Relationship Between Supervision Style, Working Conditions, Co-Workers Behavior, Recognition and Job Satisfaction : A Field Research on Textile Firms

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salih Zeki İMAMOĞLU

    2004-01-01

    Full Text Available Intensive competition forces firms to work efficiently and effectively with all their resources including human resources. The need for satisfying employees on the job arises as a necessity for the firm success. Firms can achieve their objectives only by developing and maintaining policies and work environments which in turn will result in job satisfaction. In this study the factors which effect job satisfaction are analyzed on a sample of firms operating in the textile industry. Turkish textile firms are well known with their export ability as well as with their use of labor-intensive production technology. High level of job satisfaction of employees is needed for firm performance. The findings of the survey results indicate that supervisory behavior, working conditions, co-workers behavior and recognition are related to job satisfaction, co-workers behavior having the highest effect among all.

  4. Ücret, Kariyer ve Yaratıcılık İle İş Tatmini Arasındaki İlişkiler: Tekstil Sektöründe Bir Uygulama(The Relatıonshıps Between Salary, Career, Creatıvıty And Job Satısfactıoın: An Applıcatıon In Textıle Sector)

    OpenAIRE

    Salih Zeki İMAMOĞLU; Halit KESKİN; Serhat ERAT

    2004-01-01

    In today’s globalized competitive environment, in order to survive and compete in the market, firms should use their resources productively. Especially in sectors requiring intensive labor force such as textile sector, human resource has become more important. Job satisfaction will not only enable firm’s survival in the market, but also provides competitive advantage. In line with this, the factors effecting job satisfaction should be identified and improved in accordance with the expectation...

  5. Ücret, Kariyer ve Yaratıcılık İle İş Tatmini Arasındaki İlişkiler: Tekstil Sektöründe Bir Uygulama(The Relatıonshıps Between Salary, Career, Creatıvıty And Job Satısfactıoın: An Applıcatıon In Textıle Sector

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salih Zeki İMAMOĞLU

    2004-01-01

    Full Text Available In today’s globalized competitive environment, in order to survive and compete in the market, firms should use their resources productively. Especially in sectors requiring intensive labor force such as textile sector, human resource has become more important. Job satisfaction will not only enable firm’s survival in the market, but also provides competitive advantage. In line with this, the factors effecting job satisfaction should be identified and improved in accordance with the expectations of employees. In this paper, the effect of wage and career expectations of employees and their potential of creativity on job satisfaction is studied. With the help of literature, a survey model is formed and the relationships between variables are tested through factor, reliability, correlation and regression analysis. According to correlation analysis, it is found that all variables are correlated with job satisfaction and career expectation has the strongest relationship. In regression analysis, the effect of wage, career expectations and creativity variables together on job satisfaction is analyzed. According to this analysis, it is found that career expectation has a significant effect on job satisfaction.

  6. Örgütsel Güvenin Örgütsel Bağlılık Üzerine Etkisi: Tekstil Sektörü Çalışanlarına Yönelik Bir Araştırma(The Impact of Organizational Trust on Organizational Commitment: A Study of Employees in the Textile Industry

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yavuz DEMİREL

    2008-01-01

    Full Text Available The key objective of this research is to demonstrate the impact of organizational trust on organizational commitment. Accordingly, a research was conducted in the firm A, a textile industry enterprise in Istanbul. In the research, organizational trust has been examined in terms of the trust toward organization and manager; organizational commitment was has been examined in terms of affective commitment, continuity commitment and normative commitment. Within this framework, the effect of organizational trust on organizational commitment is established, exposing the relationship between the dimensions of organizational trust and the dimensions of organizational commitment. The findings reveal that the trust toward organization and manager have a positive effect on emotional commitment and continuity commitment and there exists a positive and moderately meaningful relationship between them; whereas there is no significant relationship between the trust --toward organization and manager-- and the normative commitment.

  7. PENGARUH CARA PENGAWETAN TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAN EFISIENSI DALAM BENTUK HAY DAN SILASE PADA DAUN 16 PROVENAN GAMAL (GLIRICIDIA SEPIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. W. Puger

    2012-09-01

    Full Text Available RINGKASAN Percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara pengawetan terhadap kandungan zat-zat makanan dan efisiensinya pada daun 16 provenan gamal telah dilaksanakan selama 3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan pengawetan (gamal segar, gamal hay, dan gamal silase dan 3 blok sebagai ulangan. Setiap perlakuan terdiri atas 16 provenan, yaitu 6 dari Mexico (M, 4 dari Guatemala (G, dan satu provenan masing-masing dari Colombia (C, Indonesia (I, Nicaragua (N, Panama (P, Costa Rica (R, dan Venezuela (V. Sampel setiap daun (helai dan tangkai provenan sebelum dan setelah diawetkan dianalisis kandungan zat-zat makanannya dan dihitung efisiensinya setelah dibuat hay dan silase. Kandungan DM dan CP dari hay adalah tertinggi (P0,05 setelah diawetkan menjadi hay dan silase, sedangkan efisiensi DM, OM, dan CP dari hay lebih tinggi (P<0,05 daripada silase. Provenan P13, R12, dan M34 mengandung zat-zat makanan lebih tinggi; sementara provenan G14 dan G17 lebih efisien bila diawetkan dalam bentuk hay dan silase. Pada pertanian lahan kering pengawetan gamal dalam bentuk hay lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan dalam bentuk silase.

  8. Pemanfaatan Pohon Loba (Symplocos Fasciculata Zoll.) Sebagai Pembangkit Warna Alam Pada Kerajinan Tenun Di Desa Pejeng, Tampak Siring, Gianyar, Bali [Use of Loba Tree (Symplocos Fasciculata Zoll.) as Natural Dye Mordant in Home Weaving Industry in Pejeng Village, Tampak Siring, Gianyar, Bali

    OpenAIRE

    Hanum, SF; Darma, IDP; Sumerta, IMd

    2012-01-01

    Indonesia's plant diversity potentially as natural dyes. A general process in dyeing with natural dyes needed mordanting workmanship on the material to be dyed/stamped. The process of mordanting is done by immersing the material into the metal salts, such as aluminum, iron,tin or chrome. Amid fears of negative impacts caused by dyes and synthetic mordant to health and the environment, people begin to look back the use of natural dyes. So far, the material used for mordanting is alum; though L...

  9. Numericko-experimentální analýza šíření napěťových vln v ocelové desce zatížené kolmým rázem

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Kolman, Radek; Trnka, Jan; Plešek, Jiří

    2004-01-01

    Roč. 11, č. 6 (2004), s. 1-13 ISSN 1210-2717 R&D Projects: GA AV ČR IAA2076904 Institutional research plan: CEZ:AV0Z2076919 Keywords : Stress wave propagation in plate * holointerferometry * finite element method Subject RIV: JJ - Other Materials

  10. Berní zatížení českého venkova v první polovině 19. století a úskalí jeho studia // The tax burden on the Czech countryside in the first half of the 19th century and some pitfalls in its studies

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jan Lhoták

    2017-08-01

    Full Text Available The paper summarises the possibilities of studying the tax burden on the Czech countryside in 1780–1850. For its analysis it proposes to use the archival collection ‘Contribution Funds’, consisting of individual schedules for the planned contributions (so-called sub-repartitions, and contributory accounts recording all receipts and outlays. Due to the limited ‘sub-repartition’ for land tax only, it recommends to use the sums in the contributory accounts and to work with values for the whole estate. The most suitable comparative figures are grain prices, preserved from commodity prices that are important for the rural environment in the most comprehensive price ranges. Both series of numbers need to be subjected to source criticism (the most important for the period under review is the variability of the currencies used and then compared with each other.

  11. Effect of Traınıng and Competence on Motıvatıon wıth Cultural Organızatıon as Medıatıon (Research of SMEs Entrepreneurs Women In East Java, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Eka Astutiningsih

    2016-04-01

    Full Text Available This study aim is to analyze the effect of training and competence on motivation of women entrepreneurs with mediation of organizational culture which has been rarely studied. This research will fill this gap by conducting research on women entrepreneurs in Indonesia. The uniqueness of this study is the first study to examine micro and small women entrepreneurs in East Java, Indonesia. The samples are 100 respondents. Data was collected by questionnaire that measured by 5-point Likert scale. The data obtained is  analyzedby path analysis with SPSS version 21 software.The results showed that the training and competence directly have positive and significant effects on organizational culture. The results also indicate that training, competencies and organizational culture directly have positive and significant effects on motivation of female entrepreneurs.The calculation of the indirect effect indicate that organizational culture mediates the effect of training and competence on motivation of female entrepreneurs

  12. Dopad globální změny klimatu na povodí Bíliny a průběh zatápění zbytkové jámy Bílina : část II. ovlivnění hydrologického cyklu Bíliny

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Košková, Romana; Buchtele, Josef; Kos, Z.

    2005-01-01

    Roč. 53, č. 2 (2005), s. 103-112 ISSN 0042-790X R&D Projects: GA AV ČR KSK3046108; GA AV ČR KJB3060302 Institutional research plan: CEZ:AV0Z2060917 Keywords : water resources management * water demand * climate change Subject RIV: DA - Hydrology ; Limnology

  13. EFEK SUPLEMENTASI LAKTOFERIN PADA SUSU FORMULA TERHADAP AVAILABILITAS ZAT BESI, OKSIDASI LEMAK DAN PERTUMBUHAN Escherichia coli PADA SALURAN PENCERNAAN TIKUS [The Effects of Lactoferrin Supplementation to Infant Formula on Iron Availability, Lipid Oxidation and Escherichia coli Growth in RatsIntestine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enny Purwati Nurlaili 1

    2002-12-01

    Full Text Available A research on lactoferrin supplementation to infant formula has been conducted. The objectives of this research were to study the effects of consumption of the supplemented formula on iron availability, lipid oxidation and growth of Escherichia coli in the intestine. Fifthly newly born rats and their mother (10 rats were used.They were divided into 5 groups of 10 newly born and 2 mother rats, and were given five different infant formula respectivelly i.e. FEAN (inorganic Fe supplementation, FEOR ( lactoferrin supplementation, FECAMP (inorganic and lactoferrin supplementation, Control (no Fe supplementation and Placebo. FeSO4. 7 H2O and lactoferrin were used as the source of inorganic and organic Fe respectively. During the experiment the rat baby also got regular milk from their mothers which were fed by AIN 93 diet. After 30 days of intervention, blood were withdrawn from the retro orbital plexus for Hb, Fe and TBARS determination. The rats were executed and liver was taken for Fe and TBARS analysis and large intestine were withdrawn for Escherichia coli determination. It was found that Fe supplementation of the formula have no effects on the serum total Fe, increase the total hemoglobin of the baby but was not significantly different between the sources of the Fe. Total Fe of the liver was highest in FECAMP and FEOR rats (101.3 ppm and 83.38 ppm, respectively and lowest in the Placebo groups (58.1 ppm. Inorganic Fe supplementation increase TBARS of the serum and liver of the rats. Number of total Escherichia coli was lowest in FEOR groups (1.7 10 7 cfu and was highest in FEAN rats (7.5 10 7 cfu.

  14. Komparace daňového zatížení poplatníka dosahujícího příjmů ze závislé činnosti v letech 2007, 2008 a 2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karel Brychta

    2013-11-01

    Full Text Available Purpose of the article: The purpose of the paper which has come into being with the financial support of the Czech Science Foundation as an output of the grant project No. 402/09/P469 - Development and Competitiveness of the Czech Tax System in the Area of Taxation of Natural Persons Incomes is to present results of carried out comparison of the tax burden of a tax-payer who is gaining his money only from employment. Single and childless taxpayers with tax residency in the Czech Republic were chosen to represent this category of taxpayers. Methodology/methods: The comparison is realized by means of the “relative tax burden” indicator. This indicator was calculated as quotient of “a sum of income tax plus social and health insurance contributions paid by the employee” and “gross wage”. The social and health insurance contributions were included with the aim to implicate the impact by the law stated obligatory payments on a disposable income of a taxpayer. The amounts were calculated for the year values. The lowest yearly amount under consideration was that corresponding to the minimal wage (CZK 96,000.00. The comparison is performed for the years 2007-2009 and presented above all in a form of relevant graphs and related commentaries. Scientific aim: The aim of the paper is to describe changes in relative tax burden (effective tax rate in connection with the amendments of Act on Income Taxes with a view to incomes from employment. Findings The authors proved while using a simplified model that despite the existence of the flat tax rate for taxation of natural person incomes in taxable years 2008 and 2009, the relative tax burden of a tax-payer has a progressive character, however, only up to a certain level of total year gross wages. This level matches to the maximal base of assessment for social and health insurance. From this level of total year gross wages, which represents an inflection point, the relative tax burden has conversely a regressive character. The results of carried out analysis prove, among others, a fundamental impact of the new conception of partial tax base under Section 6 paragraph 13 of Act on Incomes Taxes and impacts of the maximal base of assessment for social and health insurance. Conclusions (limits, implications etc: In general, one can observe that changes in the sphere of taxation of the incomes from employment which came into operation on 01 January 2008 brought tax savings to tax-payers. However, the amount of the tax savings is fundamentally determined by the amount of the total gross year wage. The highest tax saving, when compared the tax burden in the year 2008 with the tax burden in the year 2007, was gained by the tax-payers with above-average incomes. This conclusion was valid also in the year 2009. In connection with above mentioned, it is to stress that a decrease of a tax burden of a tax-payer is only one factor from plenty of those affecting the amount of disposable tax-payer income. Within the system views of the issue, there is a need to comprehend other aspects such as e. g. extension of a tax base, changes in social benefits, changes in other taxes and inflation.

  15. Lokalizace skluzu a vývoj povrchového reliéfu u únavově zatěžované feritické nerezavějící oceli X10CrAl24

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Man, Jiří; Vičar, M.; Polák, Jaroslav; Obrtlík, Karel

    2002-01-01

    Roč. 9, č. 3 (2002), s. 140-145 ISSN 1335-0803. [Letná škola únavy materiálov 2002. Žilina-Rajecké Teplice, 02.09.2002-06.09.2002] R&D Projects: GA AV ČR IAA2041201; GA ČR GA106/00/D055 Institutional research plan: CEZ:AV0Z2041904 Keywords : fatigue * extrusion growth * atomic force microscopy Subject RIV: JL - Materials Fatigue, Friction Mechanics

  16. Efecto de los ciclos térmicos sobre la ZAT de una soldadura multipasos de un acero inoxidable superdúplex SAF 2507 Effect of thermal cycles on the HAZ of a stainless steel multipass weld of superduplex SAF 2507

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Villalobos

    2010-09-01

    Full Text Available Los ciclos térmicos de una soldadura multipasos que experimenta un acero inoxidable superdúplex SAF 2507, pueden promover la precipitación de fases secundarias reduciendo significativamente las propiedades mecánicas y la resistencia a la corrosión. Debido a su aplicación en la industria petroquímica, el estudio de las aleaciones superdúplex es de suma importancia para predecir su comportamiento en servicio cuando están involucrados procesos de soldadura por arco eléctrico. En este trabajo, se estudia el cambio microestructural de la zona afectada térmicamente correspondiente al primer cordón depositado de una unión multipasos de acero inoxidable superdúplex SAF 2507 mediante el proceso GTAW y bajo tres temperaturas de interpasos. Los resultados muestran que la temperatura de interpasos tiene una influencia sobre la precipitación de fase sigma en la zona afectada térmicamente del primer cordón depositado.Thermal cycles experienced by a superduplex stainless steel SAF 2507 when is welded, can promote the precipitation of secondary phases which decrease the mechanical properties as well as the corrosion resistance. Due to the application of the duplex alloys in the petrochemical industry, the study of these alloys has become very important in order to predict its service behavior. The aim of this work is to study the microstructural changes in the superduplex stainless steel weld joint after applying the GTAW process under three interpass temperatures after the deposition of every single pass. The results showed that slow cooling rates promoted by the deposition of the subsecuent passes and the higher interpass temperature, promote the precipitation of sigma phase in the HAZ while rapid cooling rates promoted by the lower interpass temperature do not promote the sigma phase precipitation.

  17. Matematické modely chování ocelové obloukové výztuže chodeb při dynamickém zatížení následkem důlních otřesů

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Šňupárek, Richard; Zeman, Vladislav; Horyl, P.; Schellong, L.

    2007-01-01

    Roč. 55, č. 1 (2007), s. 16-20 ISSN 1210-7697 R&D Projects: GA ČBÚ AACBU34-03 Institutional research plan: CEZ:AV0Z30860518 Keywords : rock bursts * dynamic loading * behavior of arched steel support s Subject RIV: DH - Mining , incl. Coal Mining

  18. Kain Songket Palembang dengan Penerapan Teknik Batik sebagai Produk Fesyen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nadina Sukma Salim

    2016-06-01

    Full Text Available Minimnya perkembangan motif Songket Palembang dan menghadapi kemunculan ‘songket’ mesin yang harga jualnya jauh lebih murah membuat beberapa pengrajin tenun songket asli menggunakan material alternatif, seperti sutera campuran, benang emas campuran, dan lain-lain untuk tetap bertahan. Semaraknya tren batik di Indonesia sejak UNICEF menetapkan batik sebagai warisan tak benda asli Indonesia, namun banyak masyarakat dalam dan luar Palembang yang tidak kenal dengan Batik Palembang. Kenyataannya, karena ketidakpahaman ini dan karena sisi ekonomis menyebabkannya sebagian masyarakat terpaksa memilih tekstil hasil industri pabrik dibanding karya asli daerah. Akhirnya, kepentingan untuk mempopulerkan motif batik Palembang yang mulai terlupakan juga menjadi kepentingan penelitian ini, selain kebutuhan akan variasi baru kreasi kain Songket Palembang. Hubungan dengan Cina dan India memberikan pengaruh dalam beberapa ragam hias dan warna pada kain Songket Palembang. Kesultanan Palembang Darussalam membeli benang emas dari Cina untuk ditenun menghiasi Songket Palembang sebagai pakaian  mewah kalangan bangsawan wanita. Berdasarkan kuantitas benang dan motif yang diterapkan di dalamnya, kain songket berbeda bagi golongan penggunanya. Diketahui, sebagai komoditi dagang dari Jawa, batik juga dikenakan oleh masyarakat Palembang. Motif-motif tertentu digemari dan menjadi ciri khas motif Palembangan hingga kini. Batik Palembang tidak dibuat di Palembang melainkan di Pesisir Jawa. Oleh karena itu, motifnya merupakan paduan ragam hias flora fauna Palembang dan corak songket selain motif India dan daerah pembuatnya. Akhirnya, salah satu solusi yang ditawarkan untuk keragaman variasi ini adalah menerapkan teknik batik di atas permukaan kain Songket Palembang sebagai salah satu cara menghias permukaan kain. Penerapan ini dapat dilakukan karena kain terbuat dari benang sutera alam. Menggunakan mode kualitatif, data-data didapat melalui literatur, wawancara dan

  19. TEKSTİL TEKNİKERLERİNİN İŞ TATMİNSİZLİKLERİ ÜZERİNE BİRARAŞTIRMA

    OpenAIRE

    CAN, Yahya

    2014-01-01

    Bu çalışmada tekstil teknikerlerinde iş tatminsizlikleri incelenmiştir. Öncelikle iş tatminsizliğinin nedenleri belirlenmiştir. Daha sonra; iplik, dokuma, terbiye ve konfeksiyonda çalışan teknikerlerin iş tatminsizlikleri arasında fark olup olmadığı belirlenmiştir

  20. European Film Gateway projekt EFG 1914 Esimesest maailmasõjast / Ivi Tomingas

    Index Scriptorium Estoniae

    Tomingas, Ivi

    2014-01-01

    Saja aasta möödumise puhul Esimesest maailmasõjast kutsus Euroopa Komisjon ellu European Film Gateway projekti EFG 1914. Projekti tulemusena on avalikkusele kättesaadav 660 tundi digiteeritud filme ja 5500 plakatit, fotot ja dokumenti. Nendega saab tutvuda aadressidel http://project.efg1914.eu ja http://www.europeanfilmgateway.eu/content/efg1914-project. Tekstile lisatud väike valik Eesti arhiivides leiduvast 2230-st projektiteemalisest fotost

  1. Eksplorasi Pewarnaan Teknik Smock Kombinasi Tritik Jumputan untuk Produk Fashion

    OpenAIRE

    Suryawati Ristiani; Irianti Nugrahani

    2016-01-01

    ABSTRAKKain tritik jumputan merupakan salah satu jenis kerajinan tekstil dari Jawa. Jumlah industri pembuat kain tritik jumputan semakin berkurang, sehingga perlu dilakukan pengembangan motif pada tritik jumputan agar lebih menarik. Smock adalah salah satu teknik keterampilan menjahit dan menyulam tangan, yaitu teknik tusukan menjahit untuk membuat kerutan-kerutan yang menghasilkan motif menarik sesuai pola tertentu. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pengembangan teknik smock sebagai tekni...

  2. DELIGNIFIKASI BAMBU PETUNG (DENDROCALAMUS ASPER DENGAN EKSTRAK ABU JERAMI PADI DAN KAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Sulistiawati

    2012-10-01

    Full Text Available Kebutuhan tekstil di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Selama ini pemenuhan tekstil sebagian besar diimpor dari beberapa negara, antara lain: India, China, dan Jepang. Di sisi lain, Indonesia merupakan negara agraris, dengan limbah pertanian yang melimpah. Juga tanaman bambu tumbuh subur dan banyak terdapat di negeri ini. Keunggulan serat tekstil bambu adalah bersifat antiseptik, tahan terhadap mikroba. Penelitian ini merupakan salah satu langkah dalam pembuatan serat tekstil alami dari bambu petung (Dendrocalamus asper dan limbah pertanian yaitu abu jerami padi dan kayu, yaitu tahap delignifikasi. Tujuan penelitian ini mencari waktu perendaman bambu dalam ekstrak abu yang memberikan hasil terbaik. Bambu dipotong dan dibelah tipis, berukuran panjang 15 cm, setebal 0,5 mm. Mula-mula sampel bambu ditimbang (antara 12 sampai 57 gram, lalu direndam dalam ekstrak abu (jerami padi dan kayu sebanyak 500 ml dalam sebuah botol berkapasitas 600 ml dan ditutup. Perendaman dilakukan pada suhu kamar. Waktu perendaman bervariasi dari 4 jam hingga 80 jam. Setelah perendaman selesai, hasil disaring. Sampel filtrat dititrasi untuk diketahui konsentrasi alkali aktifnya. Bambu yang telah direndam lalu dikeringkan menggunakan oven pada suhu 110ºC sampai berat tetap. Selisih berat antara bambu awal dan akhir (kering dihitung, dan dianggap sebagai lignin yang terdegradasi. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi memberikan hasil yang lebih baik dari pada ekstrak abu kayu, karena pengurangan berat padatan lebih besar. Hasil yang tertinggi pada perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi selama 76 jam, dengan selisih berat (basis kering mencapai 44,5%.

  3. MISKONSEPSI DALAM MATERI IPA SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dek Ngurah Laba Laksana

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi yang terjadi pada calon guru dalam materi IPA di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memaparkan lebih dalam mengenai jenis miskonsepsi yang terjadi. Subjek dalam penelitian ini adalah calon guru SD. Jumlah subjek yang dijadikan responden adalah 64 orang, yang terdiri dari 44 orang calon guru perempuan dan 20 orang laki-laki. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1 terjadi miskonsepsi dalam berbagai konsep IPA di sekolah dasar, (2 konsep-konsep yang dominan mengalami miskonsepsi dengan persentase lebih dari 60% adalah (a konsep zat-zat yang diperlukan dalam proses fotosintesis tumbuhan hijau, b konsep fotosintesis membutuhkan cahaya, 3 konsep massa jenis zat, dan 4 konsep gerak jatuh bebas.

  4. ANEMI GIZI DAN KEKUATAN JASMANI PEKERJA PROYEK PEMBANGUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darwin Karyadi

    2012-11-01

    Full Text Available Pada tahun 1972 dilakukan penelitian gizi dan kesehatan terhadap 571 pekerja pada tiga proyek pembangunan di Jawa. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui apakah tingkat gizi dan kesehatan yang rendah, pengaruhnya nyata terhadap kekuatan jasmani para pekerja. Selanjutnya cara mana yang sebaiknya diambil untuk meningkatkan itu.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya banyak penyakit infeksi di kalangan pekerja tersebut. Makanan sehari-hari mereka kekurangan berbagai zat gizi, dan tercermin dalam beberapa gejala defisiensi. Prevalensi anemi kurang zat besi dan infestasi cacing tambang amat mencolok. Kekuatan jasmani yang diukur dengan Harvard Step Test pekerja yang anemi ternyata lebih rendah daripada yang tidak anemi.Sebagai tindakan lanjut, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian zat besi terhadap peningkatan kekuatan jasmani dan kemampuan kerja para pekerja pembangunan tersebut.

  5. APLIKASI PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI BATIK MADURA DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DAN ANALISIS REGRESI LINIER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Prasetyowati

    2018-01-01

    Full Text Available Pada umumnya pengrajin batik di Pamekasan tidak menghitung secara rinci biaya-biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi, serta menetapkan harga jual berdasarkan harga yang berlaku di pasar, sehingga keuntungan bersih tidak dapat diketahui secara pasti. Berdasarkan permasalan tersebut penelitian ini difokuskan untuk mengurai pembiayaaan produksi batik melalui aktivitas-aktivitas produksi yang dilakukan secara rinci menggunakan metode Activity Based Costing (ABC, dimana metode ini terbukti memiliki tingkat keakurasian yang baik dalam menentukan HPP. Setiap aktivitas yang mengakibatkan biaya akan diakumulasikan untuk menentukan HPP. Untuk mendapatkan biaya bahan baku yang akurat, penelitian ini juga mempertimbangkan perubahan harga bahan baku di pasaran, dengan menggunakan peramalan harga melalui analisis Regresi Linier  mengingat perubahan harga bahan batik memiliki pola data trend. Hasil prediksi pada harga dengan Regresi Linier terhadap bahan baku dan bahan penolong batik meliputi kain, malam dan pewarna masing-masing sebesar Rp. 22.267,00; Rp 80.700,00 dan Rp. 21.300,00. Pada BOP, kelompok aktivitas pembuatan motif, pewarnaan serta pelorotan dan finishing dihitung berdasarkan jumlah warna yang digunakan, sehinggga cost driver yang digunakan adalah panjang kain (meter. Untuk kelompok aktivitas pemeliharaan dan pemasaran, cost driver yang digunakan masing-masing adalah Jam Kerja Langsung (JKL dan jumlah produk (unit. Jumlah produksi Batik Cap 2 Warna adalah 140 unit, Batik Cap 3 Warna adalah 60 unit, Batik Tulis 2 Warna adalah 40 unit, serta Batik Tulis 3 Warna adalah 30 unit. Berdasarkan HPP per unit dan harga jual, maka total keuntungan terbesar terdapat pada Batik Cap 2 Warna sebanyak Rp. 2.452.100,00.

  6. Effect of Spirulina platensis Supplementation by Different Concentration in Diet on Red Color Intensity of Kohaku Koi (Cyprinus carpio L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N.B.P Utomo

    2007-01-01

    Full Text Available Kohaku koi (Cyprinus carpio is one of the fancy koi that has a high price.  Red color intensity of kohaku determines its market price.  This study was performed to verify the effect of Spirulina platensis supplementation in diet  with different dosages (1, 3 and 5% on red color intensity of kohaku koi.  The result of study show that inclusion of Spirulina platensis in the diet increased intensity of koi color.  Feeding with  1% of Spirulina platensis enriched paste diet for 5 weeks resulted in  a brighter red color compared to other treatments and control.   Alteration of red color intensity has not been followed by its patch length.  No effect of Spirulina supplementation on koi growth by weight and length were observed. Keywords: Spirulina platensis, color, kohaku, koi, Cyprinus carpio   ABSTRAK Ikan koi kohaku (Cyprinus carpio L merupakan salah satu jenis ikan koi yang memiliki harga tinggi.  Kecerahan warna merah ikan koi kohaku menentukan harga jualnya.  Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan Spirulina platensis in the diet dengan dosis berbeda (1, 3 dan 5% terhadap kualitas warna merah koi kohaku.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Spirulina platensis melalui pakan dapat meningkatkan kualitas warna pada ikan koi. Pemberian pakan berupa pasta yang diperkaya dengan Spirulina platensis sebanyak 1% selama 5 minggu menghasilkan warna merah lebih cerah dibandingkan perlakuan lainnya dan kontrol. Perubahan warna yang terjadi tidak diikuti oleh perubahan panjang bercak warnanya. Penambahan Spirulina pada pakan tidak berpengaruh pada pertumbuhan berat dan panjang ikan koi. Kata kunci: Spirulina platensis, warna, kohaku, koi, Cyprinus carpio

  7. POLA KONSUMSI PANGAN, KEBIASAAN MAKAN, DAN DENSITAS GIZI PADA MASYARAKAT KASEPUHAN CIPTAGELAR JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Linda Dwi Jayati

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe purpose of this study was to determine food consumption patterns, eating habits, and its effect on the density of nutrient intake in Kasepuhan Ciptagelar a traditional village community in West Java. Cross–sectional design was implied for this study. A total of 65 eligible households participated in the study. Household’s food consumption data which were used to calculate nutrient density score and density of nutrient intake were collected using 24-hour recall. Nutrient density scores were calculated by using Nutrient Rich Food Index 9.3 to compare nutrient intake of food with Daily Value based on FAO standards. Stepwise linear regression analysis showed that socio-economic factors most affecting iron density was age of husband. Meanwhile, food habits factor significantly affecting protein density was meal frequency. Food preference significantly affected on calcium density. Other socio-economic factors including family size, household income, and the amount of rice in rice barn; and socio-cultural factors of food taboos have no significant effect on density of nutrient intake. Nutrient intake from more variety foods should be increased to fulfill nutrient adequacy of individuals, especially girl adolescent and pregnant mothers who observed food taboos in this community.Keywords: density of nutrient intake, nutrient density, traditional communityABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pola konsumsi pangan dan kebiasaan makan serta pengaruhnya terhadap densitas asupan zat gizi pada masyarakat Kasepuhan Ciptagelar di Jawa Barat. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan total subjek sebanyak 65 rumah tangga. Skor densitas zat gizi pangan dihitung menggunakan metode Nutrient Rich Food Index 9.3. Analisis menggunakan regresi linear menunjukkan bahwa variabel umur suami berpengaruh terhadap densitas asupan zat besi rumah tangga. Salah satu variabel kebiasaan makan yaitu frekuensi makan rumah tangga berpengaruh

  8. The effect of soda immersion on nano hybrid composite resin discoloration

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Chair Effendi

    2014-03-01

    Full Text Available Background: Composite resin is the tooth-colored restorative material which most of the people are fond of due to their aesthetic value. The composite resin discoloration may happen because of the intrinsic and extrinsic factors. Soda water is one of the beverages which can cause the composite resin discoloration. Purpose: The study was aimed to determine the effect of soda immersion on nano hybrid composite resin discoloration. Methods: The study was an experimental laboratory study using 100 shade A3 nano hybrid composite resin specimens with the diameter of 5 mm and density of 2mm. The samples were divided into 5 groups, each group was immersed in different beverages. The beverages were mineral water; lemon-flavored soda; strawberry-flavored soda; fruit punch-flavored soda; and orange-flavored soda for 3, 7, 14 and 21 days respectively, in the temperature of 37o C. The discoloration measurement utilizes Spectrophotometer, Vita Easy Shade, and uses CIEL*a*b* method. Results: The result showed that the duration of immersion in soda had an effect on the Nano hybrid composite resin discoloration. Strawberry and fruit punch- flavored soda were the most influential components toward the discoloration. Nevertheless, the generally-occurred discoloration was clinically acceptable (∆E ≤ 3,3. Conclusion: The study suggested that the soda immersion duration has effect on Nano hybrid composite resin discoloration.Latar belakang: Resin komposit adalah material sewarna gigi yang diminati masyarakat karena memiliki nilai estetik yang baik. Perubahan warna resin komposit dapat terjadi karena faktor intrinsik dan ekstrinsik. Minuman soda merupakan salah satu minuman yang dapat menyebabkan perubahan warna pada resin komposit. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti perubahan warna resin komposit nanohibrida akibat perendaman dalam minuman soda. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratorik dengan menggunakan

  9. KOMPETENSI GURU PAUD DALAM MEMBUAT ALAT BERMAIN SAINS DARI LIMBAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Yulianti

    2013-02-01

    Full Text Available Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam alat bermain sains (ABS dari barang-barang habis pakai atau limbah. Metode yang diterapkan berupa pelatihan dan workshop yang meliputi kuliah, praktek membuat alat dan peer teaching. ABS yang berhasil dibuat diantaranya tikar warna, pengukuran, menimbang, menakar, magnet, bunyi, pncampuran warna, gravitasi, telepon dari gelas plastik. Setelah kegiatan berlangsung terjadi peningkatan jumlah alat pada masing-masing sekolah. Terjadi pula peningkatan kompetensi guru dalam membuat alat bermain sains. Dari hasil uji coba melalui kegiatan per teaching, hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik siswa meningkat secara signifikan.

  10. Gambir (Uncaria gambir Roxb Sebagai Pewarna Alam Kain Batik Sutera, Katun, dan Rayon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sofyan Sofyan

    2016-12-01

    Full Text Available Gambier (Uncaria gambir Roxb. is one of main commodities in West Sumatra Province where most of the products are exported in raw gambier form. Many benefits that can be derived from gambier, but there is no diversify of this product. The research was aimed to use gambier as natural dyes in batik fabric and to see the quality of the batik that had been dyed. The study was conducted by varying the type of fabric (silk, cotton, and rayon and the type of mordant or color fixer namely lime (CaO, alum (Al2(SO43, and ferous salt (FeSO4. The fabrics which had been dyed were tested color direction, color fastness of washing, light, rubbing, moreover acid and alkaline perspiration. The results showed that the color direction was brownish with different color darkness depending on the type of mordant used. The results of testing on color fastness were good to excellent averagely. In term of the type of fabric, from the three types of fabric used, silk gave the best result in terms of color fastness of washing and perspiration of acid and alkaline with average test results was good to excellent (scale 4-5. The use of different types of mordant had not given significant effect on testing of color fastness to light and rubbing. ABSTRAKGambir (Uncaria gambir Roxb. merupakan salah satu komoditi unggulan Provinsi Sumatera Barat dimana hampir sebagian besar produknya diekspor dalam bentuk gambir mentah. Sangat banyak manfaat yang dapat diperoleh dari gambir, namun belum ada hilirisasi produk ini di dalam negeri. Tujuan penelitian adalah menggunakan gambir sebagai pewarna alam pada kain batik dan melihat kualitas kain batik yang telah diwarnai. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan jenis kain (sutera, katun, dan rayon dan jenis mordan atau pembangkit warna yaitu kapur (CaO, tawas (Al2(SO43, dan tunjung (FeSO4. Kain yang telah diwarnai dilakukan pengujian arah/beda warna, ketahanan luntur warna terhadap pencucian, sinar, gosokan, dan keringat asam dan basa

  11. PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN ASAM PADA LARUTAN PENUMBUH UNTUK MENGHASILKAN PARTIKEL MnO2

    OpenAIRE

    Taer, Erman; Sarah, D.N.; Farma, R.; Taslim, R.

    2015-01-01

    AbstrakPenumbuhan Mangan Oksida (MnO2) menggunakan penambahan asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) pada larutan penumbuh KMnO4 di atas substrat karbon kayu karet telah berhasil dilakukan. Perbedaan penambahan kedua jenis asam pada larutan penumbuh menyebabkan perbedaan waktu penumbuhan. Warna larutan asal KMnO4 yang berwarna ungu perlahan-lahan berubah menuju warna cokelat yang stabil. Waktu penumbuhan larutan H2SO4 adalah 30 menit sedangkan untuk penambahan larutan HNO3 dengan waktu 12...

  12. Pengaruh Variabel Interior dan Musik Terhadap Persepsi Pengalaman Romantis Pengunjung Kafe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrianto Andrianto

    2016-07-01

    Full Text Available Suasana interior kafe yang dapat memberikan pengalaman romantis diperlukan oleh pengunjung yang berpasangan. Pada penelitian sebelumnya, pengaruh dari variabel pendukung pengalaman romantis dijelaskan secara terpisah, untuk itu penelitian ini menguji kombinasi dari variabel warna meja, musik, dan pencahayaan terhadap persepsi pengalaman romantis. Dua puluh pasang responden dilibatkan untuk menilai kondisi dari kombinasi variabel yang paling efektif dalam mendukung suasana romantis di dalam kafe. Hasil penelitian yang didapat secara umum adalah warna merah pada meja dan jenis musik klasik lebih dapat menciptakan persepsi pengalaman romantis dibandingkan dengan warna ungu pada meja dan jenis musik jazz. Dalam mendukung stimulus atau variabel berupa warna dan musik digunakan pencahayaan dengan intensitas pencahayaan redup. Kesimpulan tersebut didasarkan pada respon persepsi yang diberikan subjek penelitian dimana variabel warna interior dengan warna merah memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan warna ungu. Hal yang sama terjadi pada pemilihan musik dimana jenis musik klasik mendapatkan nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis musik jazz.Kata Kunci: intensitas cahaya; jenis music; kafe; persepsi pengalaman romantis; warna meja.Influence of Interior and Music Variables in Romantic Experience Perception of Café VisitorsAbstract. The atmosphere of a café interior that gives a romantic experience is desirable for couples in love. In this preliminary research, a number of aspects supporting a romantic experience were investigated by combining three variables (table color, music and lighting that influence the perception of a romantic experience. Twenty couples of respondents were involved to consider the conditions of these variables in creating a romantic atmosphere in a café. The findings generally showed that tables with a red color and classical music are better able to create the perception of a romantic

  13. Application of Nuclear Radiation to Textile Materials and Processes. Radiation-induced graft copolymerization of vinyl monomers and fibrous polymers; Applications des rayonnements aux textiles. Formation radiochimique de copolymeres ''greffes'' par l'action de monomeres vinyliques sur des polymeres en fibre; Primenenie yadernogo izlucheniya v tekstil'noj promyshlennosti. Obrazovanie privitykh sopolimerov iz vinilovykh monomerov i voloknistykh polimerov pod dejstviem izlucheniya; Aplicaciones de las radiaciones nucleares a los procesos y materiales textiles. Copolimerizacion por injerto radioinducida de monomeros vinilicos y de polimeros fibrosos

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Armstrong, Jr., A. A.; Rutherford, H. A. [University of North Carolina at Raleigh, NC (United States)

    1963-11-15

    A technique has been developed that permits the radiation grafting of volatile vinyl monomers to fibrous polymers in a uniform manner. It involves the addition of the organic compound from the vapour phase, and the process may be done by either a mutual or a pre-irradiation process using cobalt-60. Systems that accelerate the rate of graft copolymerization have been studied, and it is possible to add significant amounts of several of the monomers without radiation damage to the fibre substrate. The fibrous materials that are relatively unstable toward radiation are the ones that add the vinyl compounds the most readily. These are the celluloses, celluloseesters, polyamides, and polypropylene. The addition of the monomer to the fibre substrate apparently takes place by a free-radical mechanism and, as already indicated above, it is possible to irradiate the material first and subsequently obtain grafting by exposure of the irradiated material to the monomer vapour. Attempts have been made to determine the life of the free-radicals and while it has been difficult to obtain exact figures, it has been demonstrated that they may continue to exist in some fibres for15 to 20 hr after irradiation, even at room temperature. Preliminary experimental evidence has also suggested that the diffusion time of the monomer to free-radical sites in post-irradiation grafting proceeds at different rates in the different fibres. The modification of cotton by the addition of polyacrylonitrile results in a fibre almost completely resistant to micro-organisms. Only 3.5% deposition is required and the material retains the appearance and feel of untreated cotton. The product is superior to that made by the addition of acrylonitrile using the ironperoxide catalyst system. Polypropylene may be grafted with several different monomers to produce a fibre that is dyeable by commonly-used dyeing procedures. At the present stage of development, however, the wash fastness of the grafted and dyed materials is not good enough for commercial acceptance. The strength of cellulose acetate yam, as well as the modulus, can be materially increased by the addition of polyacrylonitrile. Other monomers do not behave in this manner. There is some indication that the fibre may be improved with one compound, especially with respect to its behaviour in the wet state. Fibre modification by the procedure described might be practical commercially if techniques that will increase the rate of diffusion of the monomer into the fibre structure can be developed. (author) [French] Les auteurs ont mis au point une methode qui permet de realiser par les rayonnements un greffage homogene de monomeres vinyliques volatils sur des polymeres en fibres. Elle consiste a ajouter le compose organique en phase vapeur; on procede, soit par irradiation de l'ensemble, soit par irradiation prealable des polymeres, aux rayons du cobalt-60. Les auteurs ont etudie des systemes qui accelerent la formation des copolymeres ''greffes''; ils ont constate qu'il est possible d'ajouter des quantites significatives de plusieurs des monomeres sans qu'il en resulte de dommages radioinduits dans le substrat fibreux. Les polymeres en fibres relativement instables en presence des rayonnements sont ceux qui fixent le plus facilement les composes vinyliques. C'est le cas des matieres cellulosiques, des esters de cellulose, des polyamides et du polypropylene. Le monomere s'ajoute au substrat fibreux par un mecanisme de radicaux libres, et, comme on l'a indique plus haut, on peut irradier d'abord les polymeres et ensuite provoquer le greffage par exposition de la matiere irradiee S la vapeur du monomere. On a tente de determiner la duree de vie des radicaux libres; il est difficile de donner des chiffres exacts, mais on a demontre qu'ils peuvent subsister dans certaines fibres 15 a 20 heures apres l'irradiation, meme a la temperature ambiante. Des resultats experimentaux preliminaires donnent egalement a penser que le temps de diffusion du monomere vers les sites des radicaux libres au cours du greffage apres irradiation prealable varie selon la nature des fibres. En traitant la fibre de coton par du polyacrylonitrile, on obtient une fibre ayant une resistance aux micro-organismes presque absolue. Un depot de 3,5% suffit et le tissu conserve l'apparence et la consistance de coton non traite. Ce produit est superieur a celui que l'on obtient par traitement a l'acrylonitrile en utilisant du peroxyde de fer comme catalyseur. Sur le polypropylene, on peut ''greffer'' plusieurs monomeres differents et obtenir une fibre susceptible d'etre teinte par les procedes courants. Mais en l'etat actuel des recherches, les tissus ainsi greffes et teints ne sont pas encore assez solides au lavage, pour une production industrielle. La resistance d'un fil d'acetate de cellulose ainsi que son module d'elasticite peuvent etre nettement augmentes par l'addition de polyacrylonitrile. D'autres monomeres ne se component pas de la meme facon. On a des raisons de penser que la fibre peut etre amelioree avec un certain compose, notamment en ce qui concerne sa resistance a l'etat humide. Les fibres modifiees par les procedes qui viennent d'etre decrits seraient susceptibles d'etre produites industriellement si l'on pouvait mettre au point des methodes permettant d'accelerer la diffusion du monomere dans la structure de la fibre. (author) [Spanish] Los autores describen un procedimiento nuevo que permite radioinjertar homogeneamente monomeros vinueicos volatiles en polimeros fibrosos. El proceso entrana la adicion del compuesto organico en la fase vapor, y puede llevarse a cabo de una manera simultanea o mediante una irradiacion previa, utilizando {sup 60}Co. Se han estudiado sistemas que aceleran la velocidad de copolimerizacion por injerto, y se ha comprobado que es posible adicionar cantidades significativas de varios monomeros sin que el substrato de la fibra resulte danado por la irradiacion. Los materiales fibrosos que son relativamente inestables frente a las radiaciones son los que con mayor facilidad adicionan los compuestos vinflicos. Esos materiales son los celulosicos, los esteres de celulosa, las poliamidas y el polipropileno. La adicion del monomero al substrato fibroso tiene lugar, al parecer, por accion de radicales libres y, como ya se ha indicado, es posible irradiar primero el material y conseguir despues el injerto exponiendo el material irradiado al vapor del monomero. Se ha procurado determinar la vida de los radicales libres, y aunque ha resultado dificil obtener cifras exactas, se ha podido comprobar que pueden subsistir en algunas fibras por espacio de 15 a 20 h despues de la irradiacion, incluso a la temperatura ambiente. Las pruebas experimentales parecen indicar tambien que el tiempo de difusion del monomero en los puntos correspondientes a los radicales libres, en el injerto subsiguiente a la irradiacion, varia segun la fibra. El algodon modificado por adicion de poliacrilonitrilo constituye una fibra que presenta una resistencia casi perfecta a la accion de los microorganismos. Solo se precisa un deposito de un 3,5% y el material conserva el aspecto y el tacto del algodon no tratado. El producto obtenido es de calidad superior al que se consigue con la adicion de acrilonitrilo en presencia de peroxido de hierro como catalizador. El polipropeno puede ser injertado en distintos monomeros, dando una fibra que puede ser teSida por los procedimientos usuales. No obstante, por el momento la solidez al lavado de los materiales injertados y tenidos no es satisfactoria para un producto comercial. La resistencia del hilo de acetato de celulosa, asi como su modulo de elasticidad pueden incrementarse por adicion de poliacrilonitrilo, pero otros monomeros no dan resultados comparables. Existen indicios de que la calidad de la fibra puede ser mejorada mediante un compuesto, en particular por lo que se refiere a su resistencia en estado humedo. Los autores estiman que la modificacion de las propiedades de la fibra mediante el procedimiento descrito podria aprovecharse en el terreno comerical de encontrarse procedimientos que permitan aumentar la velocidad de difusion del monomero en la estructura de la fibra. (author) [Russian] Razrabotana standartnaya metodika radiatsionnoj privivki letuchikh vinilovykh monomerov k voloknistym polimeram. Ehta metodika sostoit v vvedenii organicheskogo soedineniya v parovoj faze; protsess osushchestvlyaetsya ili putem odnovremennogo oblucheniya ili predvaritel'nym oblucheniem ot istochnika Co''6''0. Issledovany sistemy, povyshayushchie skorost' privitoj sopolimeriehatsii. Ustanovleno, chto mozhno vvodit' znachitel'nye kolichestva nekotorykh monomerov, ne vyzyvaya radiatsionnogo povrezhdeniya voloknistogo substrata. Imenno te voloknistye materialy, kotorye sravnitel'no neustojchivo reagiruyut na radiatsiyu naibolee legko prisoedinyayut vinilovye soedineniya. K takim materialam otnosyatsya tsellyulozy, slozhnye ehfiry tsellyulozy, poliamidy i polipropilen. Prisoedinenie monomera k voloknistomu substratu, ochevidno, proiskhodit po svobodno-radikal'nomu mekhanizmu, i, kak uzhe ukazyvalos' vyshe, mozhno snachala obluchit' volokno a zatem provodit' privivku, podvergaya obluchennyj material vozdejstviyu parov mono- mera. Predprinimalis' popytki vyyasnit' dlitel'nost' sushchestvovaniya svobodnykh radikalov i, khotya dovol'no trudno poluchit' tochnye dannye, bylo pokazano, chto svobodnye radikaly prodolzhayut sokhranyat'sya v nekotorykh voloknakh spustya 15 - 20 chasov posle oblucheniya, dazhe pri komnatnoj temperature. Predvaritel'nye opytnye dannye takzhe navodyat na mysl' o tom,chto pri posleradiatsionnom privivanii monomer diffundiruet k svobodno-radikal'nym tsentram s razlichnymi skorostyami v raznykh voloknakh. Volokno khlopka, modifitsirovannoe vvedeniem v ego sostav poliakrilonitrila, ustojchivo k dejstviyu mikroorganizmov. Vvedenie 3,5%-nogo poliakrilonitrila pozvolyaet materialu sokhranyat' vneshnij vid i grif, kak u neobrabotannogo khlopka. Po svoim svojstvam ehtot produkt luchshe produkta, poluchennogo vvedeniem akrilonitrila i primeneniem kataliehatsionnoj sistemy zhelezo - perekis'. K polipropilenu mozhno privit' ryad razlichnykh monomerov, poluchaya volokna, kotorye mozhno okrashivat', primenyaya standartnye metody okraski. Tem ne menee na nastoyashchej stadii razrabotki prochnost' privitykh i okrashennykh materialov vo vlazhnom sostoyanii eshche nedostatochno vysoka, chtoby mozhno bylo ehti materialy pustit' v proizvodstvo. Krepost' atsetattsellyuloznoj pryazhi, takzhe kak i ee modul' uprugosti, mozhno zametno povysit' vvedeniem poliakrilonitrila. Drugie monomery vedut sebya inache. Imeyutsya nekotorye ukazaniya na to, chto kachestvo volokna mozhno uluchshit', vvedya v ego sostav opredelennoe soedinenie, osobenno ehto otnositsya k svojstvam volokna vo vlazhnom sostoyanii. Modifikatsiya volokon sposobom, opisannym vyshe, mozhet stat' ehkonomicheski vygodnoj, esli budet razrabotana metodika, pozvolyayushchaya uvelichit' skorost' diffuzii monomera v voloknistuyu strukturu. (author)

  14. Genetic engineering strategies for enhancing phytoremediation of ...

    African Journals Online (AJOL)

    STORAGESEVER

    2009-02-18

    Feb 18, 2009 ... manipulation and analysis of biochemical processes and ... characters molecular techniques such as the analysis of molecular .... tVramp-1/3/4 and LCT1 on the plasma membrane-cytosol interface; ZAT, ABC type, AtMRP,HMT1, CAX2 seen in vacuoles; and RAN1 seen in Golgi bodies. Manipulations.

  15. de accountant als ideale klokkenluider

    NARCIS (Netherlands)

    Paape, L.

    2011-01-01

    De golven van financiële schandalen lijken zich steeds sneller aan te dienen. Tussen de bankschandalen van de jaren tachtig en het Enron-debacle zat nog twintig jaar, tussen het laatste en de crash van Lehman Brothers nog maar vijf. De overheden reageren met golven nieuwe regelgeving om de risico’s

  16. Kan Obama speechen? Yes he can! (Brabants Dagblad 7 nov. 2008)

    NARCIS (Netherlands)

    Bas Jongenelen

    2008-01-01

    Snel nadat duidelijk werd dat Barack Obama de Amerikaanse presidentsverkiezingen gewonnen had, hield hij in Chicago zijn overwinningstoespraak. Was dit de historische toespraak waar Amerika op zat te wachten? Hoe goed was de speech eigenlijk? Ik zal hier een korte analyse presenteren van Obama's

  17. Pengaruh Daun Sirih Terhadap Penanganan Keputihan Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2014

    OpenAIRE

    Yanti, Riska

    2015-01-01

    Latar Belakang : Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang apabila tidak ditanggapi dengan serius akan memicu masalah yang lebih besar. Daun sirih dapat dijadikan sebagai obat penyembuhan keputihan karena mengandung zat samak yang memiliki daya mematikan kuman. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh daun sirih terhadap penanganan keputihan pada remaja putri diwilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah. Metodologi : Desain penelitian ini adalah qua...

  18. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SAGA DAN DAUN SIRIH TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    USEMAHU, RIFDATUL AHWAL

    2015-01-01

    2015 Latar Belakang: Bakteri adalah salah satu mikroorganisme yang menyebabkan penyakit, salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus. Daun sirih dan daun saga memiliki sifat antibakteri karena mempunyai zat aktif yang berguna untuk meghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan efektivitas antara daun saga dan daun sirih. Metodologi : Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratories. Sampel penelitian ini adalah ...

  19. 78 FR 56238 - National Center for Complementary and Alternative Medicine; Notice of Closed Meeting

    Science.gov (United States)

    2013-09-12

    ... Complementary and Alternative Medicine; Notice of Closed Meeting Pursuant to section 10(d) of the Federal... Complementary and Alternative Medicine, National Institutes of Health, HHS) Dated: September 6, 2013. Michelle... Alternative Medicine Special Emphasis Panel; ZAT1 PK28: PAR 10-163 R34 Clinical trial planning grants and...

  20. Respon 2 Varietas Padi (Oryza Sativa L.) Terhadap Pyraclostrobin Dalam Efisiensi Penyerapan Nitrogen

    OpenAIRE

    Rudyanto, Mochamad Yusuf; Basuki, Nur; Kuswanto, Kuswanto

    2014-01-01

    Penggunaan varietas unggul serta berumur pendek memiliki sifat responsif terhadap aplikasi nitrogen. Pyraclostrobin merupakan fungisida sistemik berbentuk emulsi yang dapat larut dalam air dan memiliki fungsi sebagai Zat Pengatur Tanaman (ZPT) yang dapat menjadi pemicu pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji pyraclostrobin dalam peningkatan efisiensi nitrogen dan produktivitas serta pertumbuhan tanaman padi. Bahan percobaan varietas padi yaitu varietas Ciherang d...

  1. PENGARUH RASIO RIMPANG RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L. DENGAN JAHE (Zingiber officinale TERHADAP KAPASITAS ANTIOKSIDAN DAN MUTU WEDANG TEKI INSTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurwikan Sutralestari

    2018-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah memperoleh proses pengolahan wedang teki ins­tan, mengetahui kapasitas antioksidan serta mutu (rendemen, waktu rehidrasi, sifat fi­sik warna, dan uji hedonik wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe berbeda. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen meng­­­­gunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan dua kali pengulangan. Data ha­sil analisis diuji menggunakan ANOVA (Analysis of Variances. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe yang berbeda berpengaruh terhadap kapasitas antioksidan, waktu rehidrasi, si­­fat fisik warna, serta uji hedonik rasa dan warna. Kapasitas antioksidan dan ke­su­ka­an rasa terbaik  pada wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 1 : 2½. Waktu rehidrasi tercepat, sifat fisik warna paling cerah dan kesukaan war­­­­na pada wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 1 : 1½.

  2. MENGENAL RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Parenrengi

    2007-06-01

    ditas ini semakin banyak diminati. Indonesia merupakan penghasil rumput laut karaginan terbesar kedua dunia setelah Filipina. Untuk mengenal lebih dekat rumput laut tersebut, makalah ini akan memberikan gambaran secara umum dari karakteristik K. alvarezii yang meliputi taksonomi, morfologi, reproduksi, eko-fisiologi, dan distribusi, serta dilengkapi dengan dukungan hasil riset mengenai pertumbuhan dan analisis genetik antara dua perbedaan warna dari spesies rumput laut tersebut.

  3. STABILITAS ANTOSIANIN JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L TERHADAP CAHAYA SEBAGAI PEWARNA AGAR-AGAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lydia Ninan Lestario

    2015-02-01

    jantung pisang kepok yang disinari dengan intensitas 780-2.214 lux selama 10 jam masih disukai panelis, sedangkan yang disinari dengan intensitas 10.340 sudah tidak disukai panelis. Kata kunci: Antosianin, jantung pisang, agar-agar, intensitas cahaya, laju degradasi warna

  4. RANCANG BANGUN SIMULASI PEWARNAAN SEPEDA MOTOR BERBASIS KOMPUTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hotmian Sitohang

    2016-10-01

    Full Text Available Belakang ini bisnis pewarnaan atau air brush motor sangat disukai. Setiap toko pengecatan atau pemasangan stiker selalu dipadati motor-motor yang baru maupun yang lama untuk  diwarnai atau di beri sticker agar warna asli tidak rusak dan pudar. Pewarnaan yang dilakukan pada sepeda motor meliputi pewarnaan body, tebeng depan, tebeng belakang, kaca lampu, spion, pelang dan bagian lainnya. Rata-rata para penggemar  pewarnaan kendaraan bermotor melakukan proses pewarnaan untuk tujuan  tertentu, misalnya motornya agar lebih menarik atau hanya ingin sekedar tampil beda.  Dari hasil observasi di Kota Palangka Raya terlihat setiap toko pewarnaan sepeda motor sangat diminati bahkan hampir setiap hari toko-toko pewarnaan penuh, sehingga membuat customer ngantri. Terkadang juga customer mau mewarnai tapi bingung menentukan warna apa yang sesuai dengan motornya. Sering kali juga terjadi sudah diwarnai ternyata tidak sesuai dengan cat awal motor atau warna nyorak. Penulis tertarik membuat simulasi pewarnaan motor berbasis komputer yang dimana nantinya akan dimasukkan gambar motor dan tinggal menyesuaikan seperti apa yang mau diwarnai. Bahkan disiapkan macam-macam pewarnaan motor yang populer saat ini. Aplikasi ini juga menyiapkan pewarnaan sebagian motor. Dimana kadang kala customer hanya mau mewarnai spion atau pelang, maka aplikasi ini akan memilih sesuai dengan yang mau diwarnai saja. Tujuan dari penelitian ini supaya mempermudah customer dalam menentukan pewarnaan motor, sedangkan manfaatnya untuk customer adalah lebih singkat waktu dan penyesuaian  warna motor.

  5. UJI ORGANOLEPTIK FORMULASI BISKUIT FUNGSIONAL BERBASIS TEPUNG IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus (The Organoleptic Functional Biscuit Formulation Based on Snakehead Fish (Ophiocephalus striata Flour

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Kartika Sari

    2014-07-01

    15% TI sebesar 73,33% dan rasa tertinggi pada 10% TI sebesar 58,33%. Penerimaan panelis menunjukkan bahwa perlakuan tepung ikan gabus berpengaruh nyata (p0,05 terhadap aroma, rasa, warna dan keseluruhan biskuit. Berdasarkan pertimbangan penerimaan panelis maka terpilih formula biskuit dengan substitusi 15% tepung ikan gabus. Kata kunci: Biskuit fungsional, subtitusi, fortifikasi

  6. Perancangan Corporate Identity Ekspedisi Sinar Cendana Abdiputra Surabaya

    OpenAIRE

    Wibisono, Yonathan Ardi

    2013-01-01

    Tugas akhir ini berisi perancangan corporate identity yang belum dimiliki oleh Ekspedisi SCA- panggilan akrabekspedisi ini. Corporate identity yang dimaksud adalah perancangan logo Perusahaan beserta seluruhaplikasinya seperti pada stationery, merchandise, seragam, kendaraan / unit, website, papan nama, elemeneksterior, Graphic Standard Manual, dan Company Profile. Pada perancangan ini, seluruh elemen - elemenvisual, seperti warna, tipogarafi, bentuk, ...

  7. Studi Pendirian Pabrik Dimetil Karbonat di Blok Tangguh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Premana Putra

    2017-01-01

    Full Text Available Sejak adanya revolusi industry emisi dari gas CO2 semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dampak dari peningkatan emisi CO2 adalah global warming yang menyebabkan suhu bumi yang semakin meningkat. Terjadinya global warming juga menyebabkan berbagai bencana dan perubahan iklim. Bahan bakar cair seperti gasoline adalah jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan dalam bidang transportasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir emisi CO2 dari kendaraan serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil ialah dengan penambahan zat aditif yang memiliki kandungan oksingen tinggi (oxygenated compound pada bahan bakar cair seperti gasoline. DMC (Dimethyl Carbonate merupakan salah satu zat aditif yang dianggap mampu untuk menggantikan zat aditif karena DMC lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan zat aditif lainnya karena dapat mengurangi emisi hidrokarbon, CO, NOx dan partikel lainya. DMC juga memiliki kadar oksigen yang relatif tinggi (53,3 wt.%, tekanan uap rendah, nilai oktan campuran yang tinggi.Indonesia sendiri belum memiliki plant untuk menghasilkan DMC. Sehingga untuk dijadikan zat aditif maka produksi DMC dalam negeri harus ditingkatkan terlebih dahulu. Secara garis besar Pabrik DMC terdiri dari Purifikasi Gas Bumi, Sintesa Metanol, Purifikasi Metanol, Sintesa DMC, Purifikasi DMC. Dari studi yang dilakukan untuk Pabrik DMC dengan kapasitas 132,2 MMSCFD Gas Bumi masuk dibutuhkan investasi sebesar MUSD 369,1. Dari analisa ekonomi diperoleh: Internal Rate of Return : 26,49%; POT: 4,1 tahun; BEP : 67,8 %; dan NPV 10 year : MUSD 928,8. Dari keempat parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, kapasitas, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa keempatnya tidak memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR kilang. Sehingga Pabrik Dimetil Karbonat ini layak untuk didirikan.

  8. Superoxide-responsive gene expression in Arabidopsis thaliana and Zea mays.

    Science.gov (United States)

    Xu, Junhuan; Tran, Thu; Padilla Marcia, Carmen S; Braun, David M; Goggin, Fiona L

    2017-08-01

    Superoxide (O 2 - ) and other reactive oxygen species (ROS) are generated in response to numerous biotic and abiotic stresses. Different ROS have been reported to elicit different transcriptional responses in plants, and so ROS-responsive marker genes and promoter::reporter gene fusions have been proposed as indirect means of detecting ROS and discriminating among different species. However, further information about the specificity of transcriptional responses to O 2 - is needed in order to assess potential markers for this critical stress-responsive signaling molecule. Using qRT-PCR, the expression of 12 genes previously reported to be upregulated by O 2 - was measured in Arabidopsis thaliana plants exposed to elicitors of common stress-responsive ROS: methyl viologen (an inducer of O 2 - ), rose bengal (an inducer of singlet oxygen, 1 ΔO 2 ), and exogenous hydrogen peroxide (H 2 O 2 ). Surprisingly, Zinc-Finger Protein 12 (AtZAT12), which had previously been used as a reporter for H 2 O 2 , responded more strongly to O 2 - than to H 2 O 2 ; moreover, the expression of an AtZAT12 promoter-reporter fusion (AtZAT12::Luc) was enhanced by diethyldithiocarbamate, which inhibits dismutation of O 2 - to H 2 O 2 . These results suggest that AtZAT12 is transcriptionally upregulated in response to O 2 - , and that AtZAT12::Luc may be a useful biosensor for detecting O 2 - generation in vivo. In addition, transcripts encoding uncoupling proteins (AtUCPs) showed selectivity for O 2 - in Arabidopsis, and an AtUCP homolog upregulated by methyl viologen was also identified in maize (Zea mays L.), indicating that there are O 2 - -responsive members of this family in monocots. These results expand our limited knowledge of ROS-responsive gene expression in monocots, as well as O 2 - -selective responses in dicots. Copyright © 2017 The Authors. Published by Elsevier Masson SAS.. All rights reserved.

  9. Polyester kumaşların indigo boyar maddeleri ile boyanabilirliğinin geliştirilmesi için poli(Vinil Alkol) ve modifiye poli(Vinil Alkol) polimerleri ile modifiye edilmesi

    OpenAIRE

    KALKAN ERDOĞAN, Meryem

    2017-01-01

    Bu çalışmada, tekstil sanayiinde önemli sentetik liflerden olan poli(etilen teraftalat) (PET) esaslı polyester (PES) kumaşların, indigo boyarmaddesi ile pamuklu denim (kot) kumaşlara benzer şekilde yüzeysel ve kesintisiz olarak soğukta boyanabilmesi amacıyla, poli(vinil alkol) (PVA) ve farklı bileşimlerde sentezlenen modifiye PVA (M-PVA) polimerlerini kullanarak fiziksel ve kimyasal yöntemler ile modifikasyonu gerçekleştirildi. M-PVA polimerleri, PVA varlığında glisidil metakrilat (G...

  10. SPOLNO NADLEGOVANJE NA DELOVNEM MESTU

    OpenAIRE

    Rubič, Gašper

    2016-01-01

    V diplomskem delu smo v uvodu predstavili problem spolnega nadlegovanja na delovnem mestu in predstavili podjetje TEKSTIL d.d. V nadaljevanju smo z anketo raziskali, ali problem spolnega nadlegovanja na delovnem mestu v obravnavanem podjetju obstaja in če, kako se nanj odziva okolje. V teoretičnem delu smo nadaljevali in predstavili definicijo spolnega nadlegovanja, ki je kakršna koli oblika nezaželenega verbalnega in neverbalnega ali fizičnega ravnanja spolne narave z učinkom ali nameno...

  11. MINIMASI BIAYA PERAWATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PREVENTIVE MAINTENANCE POLICY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Much Djunaidi

    2012-12-01

    Full Text Available PT. Primatexco Indonesia merupakan perusahaan tekstil dengan produk benang tenun, kain, printing, dan waste. Di PT. Primatexco Indonesia terdapat bagian blowing yang bertugas menyuplai bahan baku untuk proses produksi. Artikel ini membahas mengenai alternatif jadwal perbaikan maupun perawatan dengan biaya terkecil untuk komponen mesin blowing. Dengan menghitung biaya perawatan untuk repair policy dan dibandingkan dengan biaya preventive maintenance policy, maka akan didapatkan jadwal perbaikan maupun perawatan yang optimal. Dari hasil perhitungan, diusulkan jadwal perawatan mengikuti kebijakan repair untuk kerusakan komponen klasifikasi A. Untuk kerusakan komponen klasifikasi B diterapkan kebijakan preventive maintenance setiap 5 bulan. Dan untuk kerusakan komponen klasifikasi C diterapkan kebijakan preventive maintenance setiap 7 bulan.

  12. ROLE OF COLOR TO SUPPORT THE ACHIEVEMENT OF RELAXATION IN BUSSINES HOTEL (CASE STUDIES OF BUSINESS HOTEL IN SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adel Issa Elsosan

    2015-12-01

    Full Text Available Semarang sebagai pusat bisnis dan pariwisata di Jawa Tengah memberikan kesempatan bagi investor untuk berinvestasi di Semarang. Akhir-akhir ini bisnis perhotelan di Kota Semarang menunjukkan prospek cerah. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah wisatawan yang menginap di hotel. Salah satu alasannya adalah banyak kegiatan seperti pertemuan yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah, baik lokal maupun nasional, yang diselenggarakan di kota Semarang. Berdasarkan hasil survei awal, sebagian besar hotel di Semarang masih minim fasilitas dan tidak berlaku pentingnya pelaksanaan warna bagi pengunjung. Studi tentang peran warna untuk mencapai relaksasi ini penting karena jika relaksasi mencapai sehingga manusia dapat membuat lebih konsentrasi dan merasa menyegarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah: Studi tentang bagaimana warna mempengaruhi dalam penciptaan relaksasi di hotel bisnis di Semarang. Sampel penelitian diarahkan ke hotel menggunakan warna dingin dan hotel warna hangat di Semarang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil dan analisis, kesimpulan dalam penelitian ini adalah: (1 Warna dalam menciptakan relaksasi sangat penting bagi responden dan kedua warna dingin dan warna hangat dapat membuat dan menciptakan relaksasi. (2 Hal-hal yang mempengaruhi pemilihan warna untuk meningkatkan bisnis hotel adalah tujuan untuk tinggal di hotel, pertimbangan ini untuk bekerja dan nilai pribadi seperti liburan, juga relaksasi. [Title: Role of Color to Support The Achievement of Relaxation in Bussines Hotel (Case Studies of Business Hotel in Semarang] Semarang as a business and tourism hub in Central Java provides an opportunity for investors to invest in Semarang. Lately the hospitality business in the city of Semarang show bright prospects. It can be seen from the increasing number of tourists who stay at the hotel. One reason is that many activities such as meetings held by government agencies, both local

  13. MODEL PEMILIHAN BAHAN PEWARNA ALAM COKLAT BATIK TULIS SOLO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hartini Hartini

    2014-05-01

    Full Text Available Pewarna alami batik diklaim lebih ramah lingkungan dan telah terbukti menghasilkan emisi yang lebih rendah. Untuk itu penggunaan pewarna alam khususnya batik sangat dianjurkan. Sebuah sentra batik Laweyan di Solo telah memulai penggunaan pewarna alam sejak beberapa tahun yang lalu. Warna yang dominan digunakan adalah warna coklat karena ciri khas batik Solo yang paling banyak menggunakan warna coklat soga. Untuk menghasilkan warna coklat di sentra tersebut banyak pilihan bahan pewarna alam yang digunakan. Penelitian ini bermaksud mengembangkan model pemilihan alternatif bahan alam berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Tahapan dalam pemilihan yaitu menggali kriteria yang berpengaruh, melakukan pembobotan kriteria dan melakukan pembobotan pada alternatif yang ada. Penelitian ini menggunakan metode AHP  dalam pengolahan data sehingga dapat diketahui bahan alam apa yang tepat untuk menghasilkan warna coklat sesuai dengan kriteria-kriteria yang ada. Dari hasil penelitian faktor yang berpengaruh dalam pemilihan bahan alam yaitu 4 variabel 6 kriteria dan 14 sub kriteria. Dari beberapa kriteria tersebut bahan alam yang terpilih adalah jalawe untuk menghasilkan warna coklat. Kata Kunci : batik, pewarna alam, analytical hierarchy process (AHP, laweyan, batik tulis Abstract Natural dyes of batik has claimed to be more environmentally friendly and has been known lower emissions. The use of natural dyes for batik especially highly recommended. A center of batik Laweyan in Solo has initiated use of natural dyes since a few years ago. The dominant colors used are brown because typical Solo batik are the most widely use soga brown color. To produce a brown color in the center of a large selection of natural dyes are used. During this time they are using all these ingredients. This study intends to develop a model of natural selection of alternative materials based on existing criteria. Stages in the selection criteria, namely digging influential,  weighting

  14. PENGEMBANGAN LAMPU LED DENGAN TEKNOLOGI PHOTOVOLTAIC (LED-PV SEBAGAI ALAT BANTU PENGUMPUL IKAN PADA PERIKANAN BAGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Arief Sofijanto

    2015-03-01

    mengetahui perbedaan jumlah hasil tangkapan pada bagan tancap akibat perlakuan warna lampu LED yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan experimental fishing dimana rancangan penelitiannya adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan warna lampu LED sebanyak 5 jenis warna yaitu merah (A, kuning (B, hijau (C, biru (D, dan putih (E dengan 6 kali ulangan. Secara deskriptif hasil penelitian menunjukkan lampu LED dapat digunakan untuk menggantikan lampu petromaks dan lampu LHE. Diperoleh 17 jenis ikan laut yang tertarik pada cahaya lampu LED yang digunakan. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan nyata terhadap hasil tangkapan bagan dengan perlakuan warna lampu LED. Berdasarkan Uji Nyata Terkecil dinyatakan bahwa bagan yang menggunakan warna lampu LED biru mendapatkan hasil tangkapan tertinggi kemudian diikuti oleh warna kuning, hijau, putih dan merah.  The set ‘bagan’ (liftnet fishing gear is a kind of fishing gears which using atificial light as fishes gathering. This fishing gear uses an electric generator to turn on the energy saving lamp which hang on under the set ‘bagan’. The price of gasoline more expensive due to the Indonesia government’s fuel subsidy reduced and this make fishing operation costs more expensive for fishermen. This research using the LED lamps that do not use gasoline as fuel because the LED lamps can use the photovoltaic technology (solar cell system. The purposes of this study were: 1 to find out whether the LED lamps can replace the kerosene lamps and saving energy lamps, 2 to know the different in cath using different colours of LED lamps. The reserach methods are descriptive and experimental fishing which used Completely Randomized Design with LED lamps colour treatments i.e: red (A, yellow (B, green (C, blue (D, and white (E, the number of replications are 6 times. LED lamps can be used to replace the kerosene and saving energy lamps. There were 17 species of

  15. Penyajian Data Komoditi Batik Kabupaten Sukoharjo Dengan Google Earth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ukhti Ikhsani Larasati

    2016-11-01

    Full Text Available Kabupaten Sukoharjo memiliki banyak potensi daerah yang merupakan komoditi unggulan kabupaten yaitu komoditi mebel kayu, mebel rotan, batik, tekstil dan produk tekstil, kaca grafir, kerajinan kulit/tatah sungging (wayang, kerajinan gitar, kerajinan gamelan, shuttlecock, jamu tradisional, emping mlinjo, sarung goyor, beras, dan alkohol. Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo adalah salah satu pelaksana urusan Pemerintah Daerah kabupaten Sukoharjo di bidang perindustrian dan perdagangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan studi pustaka. Observasi dilakukan dengan mengamati langsung bagaimana data-data komoditi unggulan kabupaten Sukoharjo disajikan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo. Setelah mengetahui sistem penyajian data yang diterapkan yaitu secara manual, kemudian muncul gagasan menggunakan aplikasi Google Earth yang digunakan untuk menyajikan data komoditi unggulan khususnya komoditi unggulan batik. Dengan adanya perubahan sistem penyajian data ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo lebih terbantu dalam menemukan lokasi-lokasi produksi batik di kabupaten Sukoharjo. Sehingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo dapat dengan mudah dalam memantau perkembangan produsen komoditi unggulan. Ada sebanyak 36 data komoditi batik yang berhasil disajikan ke dalam Google Earth dari 36 data komoditi batik kabupaten Sukoharjo.   Kata kunci— GIS, Google Earth, Komoditi Batik

  16. Tekstisisesed seosed eesti keele kui teise keele lugemistestis: mõõtmisvahendi valiidsus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiina Kikerpill

    2013-10-01

    Full Text Available Teksti mõistmine on keerukas protsess olenemata sellest, kas tegu on emakeeles või võõrkeeles lugemisega, sest see kätkeb endas samaaegset sõnade tuvastamist, tekstiga väljendatud otsese tähenduse tuletamist ja lugeja taustteadmiste abil teksti tõlgendamist. Üheks teksti mõistmise aspektiks on oskus ära tunda tekstis sisalduvaid sisulis-loogilisi ja leksikaalseid seoseid. Seega peaks lugemisoskuse arendamisel ja mõõtmisel pöörama tähelepanu ka tekstisisestele seostele. Võõrkeele lugemistestides kasutatakse nende seoste mõistmise kontrollimiseks erinevaid ülesandetüüpe, kuid nende tõhusust on vähe uuritud. Artiklis analüüsitakse kolme ülesandetüüpi – tekstilõikude järjestamist ning lausete ja tekstilõikude sobitamist lünkadesse. Keskendutakse nende valiidsusele, otsides vastust küsimustele, mil määral sõltub ülesannete edukas sooritamine tekstisiseste seoste mõistmisest ning missugune on ülesandetüübi mõju tekstisiseste seoste kasutamisele ülesande soorituses.

  17. Negative thermal expansion up to 1000 C of ZrTiO4-Al2TiO5 ceramics for high-temperature applications

    International Nuclear Information System (INIS)

    Kim, I.J.; Kim, H.C.; Han, I.S.; Aneziris, C.G.

    2005-01-01

    High temperature structural ceramics based on Al 2 TiO 5 -ZrTiO 4 (ZAT) having excellent thermal-shock-resistance were synthesized by a reaction sintering. The ZAT ceramics sintered at 1600 C had a negative thermal expansions up to 1000 C and a much lower thermal expansion coefficient (0.3 ∝ 1.3 x 10 -6 /K) than that of polycrystalline Al 2 TiO 5 (1.5 x 10 -6 /K). These low thermal expansion are apparently due to a combination of microcracking caused by the large thermal expansion anisotropy of the crystal axes of the Al 2 TiO 5 phase. The microstructural degradation of the composites after various thermal treatment for high temperature applications were analyzed by scanning electron microscopy, X-ray diffraction, ultrasonic and dilatometer. (orig.)

  18. Caracterización de las propiedades mecánicas y microestructurales de soldaduras empleadas en la recuperación de ejes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    César Cerón Bolaños

    2006-01-01

    Full Text Available Se analizaron las propiedades mecánicas y las características microestructurales de los materiales de aporte y la zona afectada térmicamente (ZAT de tres procedimientos de soldadura de arco eléctrico, usados para la recuperación de ejes desgastados de molinos de caña de azúcar. En dos procedimientos se identificó que en la ZAT había ferrita en bordes de grano, mayor crecimiento de grano y la estructura Widmanstaetten, lo cual reduce la tenacidad del acero. Las soldaduras se compararon partiendo de sus propiedades mecánicas por medio de ensayos de tensión y de impacto Charpy.

  19. FABRIKASI TINTA PRINTER BERBAHAN DASAR PIGMEN ORGANIK DARI SAMPAH DAUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pradita Ajeng Wiguna

    2014-11-01

    Full Text Available Sampah menjadi salah satu permasalahan yang belum terselesaikan dalam masyarakat. Salah satu jenis sampah yang jumlahnya melimpah adalah sampah organik berupa dedaunan. Hal ini menuntut cara penanganan alternatif yang kreatif dan inovatif menjadi produk berdaya guna. Sebuah upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan sampah daun sebagai pigmen warna organik untuk tinta printer. Pembuatan pigmen warna dilakukan dengan mereduksi sampah daun hingga berbentuk serbuk karbon yang homogen yaitu membakar sampah daun dalam kondisi oksigen rendah kemudian dilakukan proses pencampuran sederhana dengan bahan lain pembuat tinta. Tinta yang dihasilkan diuji transmitansinya dengan memvariasikan massa karbon yaitu dari 1 sampai 6 gram, hasilnya menunjukan bahwa semakin banyak massa karbon ,intensitas cahayanya semakin rendah. Uji laju absorbsi menunjukan bahwa tinta karbon memiliki kelajuan yang hampir sama dengan jenis tinta di pasaran, yaitu 1,04 mm/s. Saat uji kinerja tinta karbon pada printer menunjukan hasil yang lebih hitam dan halus sehingga sesuai jika diaplikasikan sebagai tinta printer.

  20. STUDI DESKRIPTIF PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP LARVASIDA ALAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ameliana Pratiwi

    2014-04-01

    Full Text Available Penelitian dengan desain Deskriptif study ini melibatkan 25 responden sebagai penilai untuk menilai penerimaan larvasida serai dalam aspek tampilan (warna dan bau, kemudahan penggunaan, penerapan di tempat perkembangbiakan nyamuk, dan ketersediaan bahan larvasida.  Dianalisis dengan metode deskriptif presentase.Ekstrak berpotensi untuk diterima di masyarakat sebagai larvasida, karena memiliki bau yang disukai oleh masyarakat dan ketersediaan bahan yang cukup melimpah di alam. Namun keraguan masyarakat untuk menerima ekstrak serai sebagai larvasida dikarenakan proses penggunaannya berkaitan dengan penggunaan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Sehingga mengurangi minat masyarakat dan lebih cenderung untuk lebih memilih menguras bak mandi daripada menggunakan larvasida. Saran bagi instansi kesehatan agar dapat melakukan sosialisasi tentang larvasida serai pada masyarakat agar larvasida serai dapat lebih dikenal, dan manfaatnya dapat digunakan secara luas. Sebaiknya dilakukan penelitian tentang aplikasi larvasida serai dengan bentuk yang lebih praktis, efektifitas tinggi, dan tidak menimbulkan bau dan warna yang mencolok sehingga masyarakat lebih berminat untuk menggunakkannya

  1. Aplikasi Proses Pengkelatan untuk Peningkatan Mutu Minyak Nilam Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pocut Nurul Alam

    2007-12-01

    Full Text Available Industri kecil minyak nilam di Nanggroe Aceh Darussalam tersebar di beberapa kabupaten yaitu Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan beberapa daerah lainnya. Namun perolehan dan mutu minyak nilam yang dihasilkan masih tergolong rendah karena warna minyak coklat kehitaman. Untuk meningkatkan kualitas dan nilai jualnya, bisa dilakukan dengan beberapa proses pemurnian baik secara fisika maupun secara kimia. Untuk peningkatan kualitas tersebut dapat dilakukan antara lain dengan menurunkan kandungan Fe yang membuat warna minyak menjadi gelap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemurnian dengan menggunakan senyawa pengkelat Na-EDTA sebagai senyawa pengkelat dalam pemurnian minyak nilam dapat menurunkan kandungan Fe (besi secara signifikan sebesar 60% untuk minyak nilam yang diperoleh dari hasil penyulingan petani di daerah Aceh Barat dan Aceh Selatan. Selain itu, minyak yang dihasilkan berwarna lebih cerah dan karakteristiknya memenuhi persyaratan mutu standar. Kata kunci: minyak nilam, pemurnian, pengkelat

  2. Pemanfaatan Tepung Daun Lamtoro (Laucaena Gluca) Yang Telah Difermentasikan Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nila Merah (Oreochromis Niloticus)

    OpenAIRE

    Restiningtyas, Rachma; Subandiyono, -; Pinandoyo, -

    2015-01-01

    Tepung daun lamtoro merupakan sumberdaya bahan baku yang potensial untuk bahan baku pakan ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Namun pemanfaatannya terkendala dengan adanya kandungan zat antinutrisi yang terkandung di dalam daun lamtoro seperti neutral detergent fiber (NDF), acid detergent fiber (ADF), defisiensi asam amino esensial dan kandungan mimosin. Hasil fermentasi diharapkan terjadi peningkatan terhadap kualitas bahan pakan yang akan digunakan campuran pakan ikan. Daya cerna ika...

  3. GAMBARAN JENIS DAN JUMLAH KONSUMSI FAST FOOD DAN SOFT DRINK PADA MAHASISWA OBESITAS DI UNIVERSITAS HASANUDDIN

    OpenAIRE

    Suryanti, Rut; Jafar, Nurhaedar; Syam, Aminuddin

    2013-01-01

    Konsumsi fast food dan soft drink dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis dan jumlah zat gizi makro dari konsumsi fast food dan soft drink pada mahasiswa yang obesitas.Jenis penelitian adalah deskriptif, dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2013 di Universitas Hasanuddin dengan jumlah responden 60 orang. Instrument penelitian adalah kuesioner identitas diri dan food frekuensiSemiQuantitatif fast food dan soft drink, food pictur...

  4. ANALISIS RESIDU PESTISIDA PIRETRIN DALAM TOMAT DAN SELADA DARI BEBERAPA PASAR DI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Mutiatikum

    2012-10-01

    Full Text Available Penggunaan pestisida untuk budidaya komoditi pertanian memungkinkan adanya residu pestisida dalam sayuran sehingga konsumen berisiko tercemar pestisida yang merupakan zat toksik  sehingga diperlukan pemantmwn kadar residu dalam sayuran terutama yang langsung dikonsumsi tanpa dimasak. Penetapan  residu pestisida dilakukan dengan menggunakan kromatografi gas (GC. Hasil analisis residu pestisida golongan peretrin dalam tomat dan selada yang disampling dari pasar induk, pasar tradisional. pasar swalayan dan hipermarket yang berada diwilayah Jakarta menunjukkan hasil yang negatif (tidak terdeteksi.

  5. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI SUSU (Liquid Waste Management in Milk Factory

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wagini Wagini

    2002-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui kondisi limbah cair industri susu. hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair industri susu mengandung zat-zat pencemar dalam tingkat yang membahayakan lingkungan, sehingga limbah cair tersebut perlu didaur ulang. Untuk itu diperlukan suatu instalasi peralatan yang mampu mengolah limbah tersebut. Pada penelitian ini proses pengolahan dilakukan dengan mengkombinasikan proses-proses pengolahan secara Fisika, Kimia dan Biologi. Dengan tahapan proses pengolahan yang dipilih meliputi; Proses equalisasi, proses anaerob, proses aerasi, lumpur aktif, proses sedimentasi, proses koagulasi-flokulasi, proses sedimentasi, proses flotasi, proses pengendapan partikel ringan, proses penyaringan dengan pasir dan arang aktif.    Kualitas air hasil pengolahan dianalisa secara Fisika, Kimia dan Biologi melalui parameter-parameter: suhu, kekeruhan, zat padat tersuspensi, zat padat terlarut, daya hantar listrik, PH, BOD, COD dan jumlah bakteri. Penelitian ini menunjukkan air hasil pengolahan aman untuk dibuang ke lingkungan.   ABSTRACT A research to identify the condition of milk industry liquid waste was conducted. The result showed that the waste contained pollutants at the level the endangered the environment. Therefore, the waste had to be recycled in which a liquid waste treatment installation is needed. In this research, the process of milk industry liquid waste was done by combining processing techniques of physics, chemistry and biology. The processing steps include the processes of equalization, anaerobe, aeration, sedimentation, coagulation-flocculation, sedimentation, flotation, sedimentation, filtering with sand and activated carbon. The water resulted from the processes was analyzed in terms of physical, chemical and biological characteristics e.g. temperature, turbidity, suspended solid, solutes solid, conductivity, pH, BOD, COD and amount of bacteria. This research, shows that the water

  6. Mało energochłonna utylizacja zasolonych wód kopalnianych w zintegrowanym systemie membranowo – wyparnym

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marian Turek

    2018-03-01

    Full Text Available Przedstawiono rozwiązanie, w którym woda zasolona poddawana jest wstępnemu uzdatnianiu metodą nanofiltracji (NF a następnie zatężaniu metodą wyparną lub w zintegrowanym układzie elektrodializa – odwrócona osmoza i dalszemu odparowaniu z krystalizacją chlorku sodu. Na przykładzie solanki z KWK Budryk wykazano, że uzysk soli, dzięki samemu zastosowaniu nanofiltracji, można zwiększyć z obecnej wartości 72,01% do 87,35%, a po dalszym usprawnieniu, polegającym na oczyszczaniu chemicznym, do 91,11% a nawet 99,1%. Wstępne uzdatnianie solanki metodą nanofiltracji, prowadzone w sposób opracowany przez Autorów w warunkach dużego przesycenia siarczanem wapnia z częściową recyrkulacją retentatu i kontrolowaną krystalizacją gipsu, daje możliwość zastosowania mało energochłonnych rozwiązań zatężania solanki. Na przykładzie solanki Budryk wykazano, że zużycie energii w procesie jej utylizacji można zmniejszyć z obecnych 888,7 kWh/t soli do 433,7-451,2 kWh/t soli, w przypadku zatężania solanki mało energochłonną metodą wyparną lub do 396,8 kWh/t soli w przypadku zatężania solanki w zintegrowanym układzie: elektrodializa – odwrócona osmoza. Proponowane rozwiązanie ma zostać przebadane w instalacji pilotowej w ramach projektu NANOS, finansowanego w programie TANGO2.

  7. Foundations of a New Test Theory

    Science.gov (United States)

    1989-10-01

    AN’ZAT’j %NR O ~pS 6E NAME OF PERFORMING ORGANZA 𔃻ON 6t) U F[CE SYVBO-) ?a NAME OF MO)N OO Na Opu( ,k’ Idca i..a as nc 0 r c (If applicable) 6c ADDRESS (City...1987). Theories of knowledge restructuring in development. Review of Educational Research, 57, 51-67. Weiss, D. (1 08 4 ). Application of computerized

  8. Identifikasi Kinerja dan Kesenjangan Stakeholder dalam Pelestarian Elang Jawa [Spizaetus Bartelsi

    OpenAIRE

    Kuswandono; Sunkar, Arzyana; Prasetyo, Lilik Budi

    2010-01-01

    This approach is quite different from existing conservation actions, which are site based and fragmented. Research was conducted since December 2009 until February 2010 in Gunung Gede Pangrango National Park (GGPNP), Telaga Warna Nature Reserve and its surrounding forested areas. The objectives of this study were to: 1) identify relevant stakeholders in Javan Hawk-eagle conservation, 2) identify regulation related to Javan Hawk-eagle conservation, 3) analyze stakeholder performance related...

  9. Multimedia Pembelajaran untuk Melatih Kecerdasan Majemuk pada Anak Usia Dini

    OpenAIRE

    Rahmadonna, Sisca

    2009-01-01

    This research aims at developing learning multimedia which can be used to effectively stimulate multiple intelligence specially verbal linguistic intelligence, logical-mathematical intelligence, and spatial intelligence in early childhood.The subjects of the research are children between 3 to 5 years old. This research is conducted in “Warna Warni” Childhood Nursery and Education Centre using research and development. The development is done within several steps: (1) pre study, (2) developmen...

  10. Pengaruh Penambahan Gum Arab Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia Dan Organoleptik Fruit and Vegetable Leather Dari Albedo Semangka (Citrullus Vulgaris Schard.) Dan Wortel (Daucus Carota)

    OpenAIRE

    Putri, Gita Novelia; Parnanto, Nur Her Riyadi; Nursiwi, Asri

    2016-01-01

    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gum arab (0; 0,3; 0,6; 0,9%) terbaik sebagai bahan pengikatterhadap karakteristik fisik (kekuatan gel), kimia (kadar abu, kadar air, total karoten, kadar serat pangan dan aktivitas air) sertasensori (warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall) fruit and vegetable leather albedo semangka dan wortel. Rancangan penelitianyang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dalam penelitian ini, faktor yang mempengaru...

  11. Potensi Pemberian Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle L) sebagai Pengawet Alami Ikan Selar (Selaroides Leptolepis)

    OpenAIRE

    Mentari, Nona Lia

    2016-01-01

    Telah dilakukan penelitian “Potensi Ekstrak Daun Sirih (Piper betle) sebagai Pengawet Alami Ikan Selar (Selaroides leptolepis)” di Kecamatan Syiah Kuala sejak bulan September 2015 sampai Mei 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daun sirih terhadap pengawetan ikan selar, rasa, warna, tekstur dan bau. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 7 perlakuan dan 3 kali ulangan. Konsentrasi ekstrak daun sirih divariasi mulai dari 10% ekstrak daun sirih (S10), 20% ekstrak ...

  12. PENURUNAN KADAR MANGAN (Mn) DALAM AIR MENGGUNAKAN MEDIA MANGANESE GREENSAND DAN ZEOLIT TERPADUKAN RESIN

    OpenAIRE

    QASWAINI, ARNIA

    2017-01-01

    Kadar logam yang terlarut dalam air sumur salah satunya adalah logam Mangan (Mn). Terlarutnya kadar mangan dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning coklat setelah terjadi kontak dengan udara. Diperlukan teknologi untuk menurunkan kandungan mangan pada air sumur agar layak dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis efektivitas media filtrasi manganese greensand dan zeolit terpadukan resin terhadap penurunan kadar Mangan (Mn) dalam air. (2...

  13. Hipoplasia Enamel Pada Penderita Penyakit Eksantema

    OpenAIRE

    Dewi saputri

    2008-01-01

    Hipoplasia enamel merupakan gangguan pada masa pemhentukan matriks organik yang menyebabkan gangguan struktur pada enamel sehingga secara klinis terlihat pada suatu bagian dari gigi tidak terbentuk enamel dan kadang-kadang sama sekali tidak terbentuk enamel, serta diikuti dengan perubahan warna pada gigi. Dikenal berbagai faktor penyebab hipoplasia enamel, salah satunya adalah penyakit eksantema yaitu menyebabkan infeksi pada bayi dan anak-anak. Gambaran histopatologis hipoplasia enamel adala...

  14. Pengaruh Waktu Fermentasi Teh Kombucha Kadar 50% terhadap Glukosa Darah Tikus Putih

    OpenAIRE

    TANA, SILVANA; ISDADIYANTO, SRI

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 50% terhadap kondisi glukosa darah dengan variasi waktu fermentasi. Teh kombucha termasuk pangan fungsional karena memiliki karakteristik sensori seperti penampakan, warna, tekstur, atau konsistensi dan citarasa yang dapat diterima oleh konsumen. Hewan uji yang dipakai adalah tikus putih (Rattus norvegicus)jantan sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 ha...

  15. PAGAR UNTUK MENGURANGI INTRUSI POLUSI DEBU HALUS KE DALAM BANGUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thomas J. Scanlon

    2001-01-01

    Full Text Available The effects of fence in reducing particulate matter concentration from street traffic to adjacent buildings (i.e. houses were studied by using computational fluid dynamics. A variety of fence property: porosity, height,positions relative to the house and wind direction were investigated related to a constant set of weather data of a hot-humid country (i.e. Indonesia. This investigation shows that a solid fence, which is close proximity to the building, will give a considerable particulate matter reduction carried by an oblique wind direction of up to 11%. Abstract in Bahasa Indonesia : Ide dasar bahwa penyebaran suatu zat dapat dikurangi atau dihalangi dengan sistem bloking diuji dengan menggunakan metode komputasi dinamika fluida (CFD. Keragaman kondisi fisik pembatas antara sumber zat dan penerima zat meliputi : kerapatan, besaran (tinggi dan panjang, perletakan terhadap bangunan/jalan dan arah angin diuji pengaruhnya terhadap kemampuan mengurangi penyebaran debu halus dari jalan raya ke dalam bangunan yang lokasinya berdekatan dengan jalan tersebut. Kondisi cuaca yang menyertai pengujian dikhususkan pada kondisi iklim tropis lembab. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pagar pembatas yang terbuat dari bahan dengan kerapatan 100% mampu mengurangi penyebaran debu halus di balik pagar sampai 11 %. Kata kunci: konsentrasi debu halus, pagar pembatas, kerapatan, jarak halaman, bangunan, CFD.

  16. PENGENALAN PENY AKIT NODA PADA CITRA DAUN TEBU BERDASARKAN CIRI TEKSTUR FRACTAL DIMENSION CO-OCCURRENCE MATRIX DAN L*a*b* COLOR MOMENTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evy Kamilah Ratnasari

    2014-07-01

    Full Text Available Penyakit yang menyerang tebu dapat disebabkan oleh bakteri, jamur maupun virus. Penyakit noda merupakan penyakit pada tanaman tebu yang disebabkan oleh jamur dengan menampakkan lesi atau bercak pada permukaan daun. Penyakit noda tersebut dapat menghambat proses fotosintesis yang akan berakibat menurunkan produksi gula karena mempengaruhi pertumbuhan tebu. Upaya pengendalian dini dapat dilakukan dengan mengenali jenis penyakit melalui lesinya yang bermanfaat dalam menentukan tindakan penanganan yang tepat. Lesi yang disebabkan oleh penyakit noda masing-masing dapat dikenali secara visual karena memiliki ciri warna dan tekstur yang unik. Tetapi pengamatan secara visual memiliki beberapa kekurangan seperti subjektifitas dan kurang akurat. Penelitian ini mengusulkan pengenalan penyakit noda tanaman tebu yang terdiri dari noda cincin, noda karat, dan noda kuning berdasarkan fitur tekstur yang merupakan kombinasi dari konsep Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM dan dimensi fraktal yang dinamakan Fractal Dimension Co-Occurrence Matrix (FDCM. Sedangkan fitur warna didapatkan dari perhitungan statistik col or moments pada citra L*a*b*. Kombinasi fitur tersebut menghasilkan 12 fitur warna dan 6 fitur tekstur yang kemudian digunakan sebagai masukan klasifikasi k-Nearest Neighbor (KNN. Pengenalan penyakit noda pada tanaman tebu menggunakan metode tersebut dapat menghasilkan akurasi tertinggi 90%.

  17. Aplikasi Pengolahan Citra Digital Meat Detection Dengan Metode Segmentasi K-Mean Clustering Berbasis OpenCV Dan Eclipse

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lazuardi Arsy

    2016-04-01

    Full Text Available Kualitas suatu daging sapi ditentukan oleh beberapa parameter, diantaranya adalah parameter ukuran, terkstur, ciri warna, bau dari daging dan lain – lain. Parameter terseburt merupakan salah satu faktor penting untuk menentukan kualitas daging. Umunya dalam menetukan kualitas baik buruknya daging dilakukan dengan cara manual yaitu menggunakan indera penglihatan dari segi warna maupun bentuk yang memiliki banyak kelemahan seperti penilaian oleh manusia yang bersifat subyektif dan tak konsisten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat aplikasi untuk mendeteksi kualitas daging. Aplikasi dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Java pada Android yang terintegrasi dengan Android SDK dan Eclipse menggunakan library OpenCV sehingga aplikasi ini berbasis mobile. Metode yang dipakai menggunakan segmentasi k-mean clustering selanjutnya dianalisis secara statistik. Pendeteksian kualitas dilakukan dengan menggunakan pencocokan tekstur dan warna daging berdasar data yang sudah ada. Aplikasi yang dibuat dapat digunakan untuk mencari nilai k yang signifikan serta mampu mendeteksi kualitas baik atau buruknya daging dengan melakukan pengujian terhadap beberapa jenis daging serta aplikasi ini dapat digunakan oleh masyarakat luas.

  18. Profil Sensori dan Nilai Gizi Beberapa Jenis Ikan Patin dan Hibrid Nasutus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Dwi Suryaningrum

    2010-11-01

    Full Text Available Penelitian mengenai profil sensori dan nilai gizi filet patin Siam (Pangasius hypopthalmus, Jambal (Pangasius djambal Bleeker, Pasupati, Nasutus serta hasil silangan Siam dan Nasutus (hibrid Nasutus telah dilakukan. Analisis sensori dilakukan dengan uji pembeda menyeluruh, uji pembeda atribut, uji kesukaan, dan uji rangking. Pengamatan lainnya dilakukan terhadap edible portion dan nilai gizi (proksimat dan profil asam amino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filet patin hibrid Nasutus lebih memiliki kesamaan warna dengan filet patin Nasutus daripada filet patin Siam. W arna daging filet patin hibrid Nasutus berbeda nyata dengan induknya yaitu patin Nasutus dan patin Siam. Panelis lebih menyukai warna filet patin hibrid Nasutus dibandingkan dengan patin Pasupati. Patin hibrid Nasutus mempunyai tekstur yang berbeda nyata dengan Nasutus dan Jambal yang kompak dan padat, tetapi mempunyai kesamaan dengan patin Siam dan Pasupati yang agak kompak dan agak padat. Berdasarkan intensitas warna, hasil uji pembeda atribut dan uji kesukaan, maka secara berturut-turut panelis menyukai filet patin Jambal, Nasutus, hibrid Nasutus, Pasupati, dan Siam. Hibrid Nasutus mempunyai edible portionpaling tinggi (49% dibandingkan dengan patin lainnya tetapi mempunyai kadar air, kadar lemak, dan kadar protein yang lebih rendah dan berbeda nyata dengan induknya (patin Siam dan Nasutus. Patin Siam mengandung asam amino esensial paling tinggi di antara berbagai jenis patin yang diteliti. Profil asam amino patin hibrid Nasutus, Jambal, Pasupati, dan Nasutus hampir sama, kecuali pada patin Siam yang mengandung glisin, leusin, isoleusin, histidin, serin, treonin, dan prolin yang lebih tinggi dibandingkan dengan patin lainnya

  19. Variasi morfologi, karyotipe dan pola pita protein pada berbagai varietas kamboja jepang (Adenium obesum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DWI HASTUTI

    2009-11-01

    Full Text Available Hastuti D, Suranto, Setyono P. 2009. Variasi morfologi, karyotipe dan pola pitaprotein pada berbagai varietas kamboja jepang (Adenium obesum. Bioteknologi 6:88-95. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi Adenium obesum dari enam varietas yaitu obesum, cery, red lucas, red fanta , white bigben, dan harry potter berdasarkan sifat morfologi, karyotipe, serta pola pita protein. Preparat kromosom dibuat dengan metode squash semi permanen dengan bahan ujung akar tanaman dan pola pita protein dilakukan dengan metode SDS-PAGE. Data kualitatif meliputi bentuk dan warna daun dan bunga dari masing-masing varietas. Data morfometri antara varietas dianalisis dengan analisis sidaik ragam (ANAVA, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT, pada taraf 5% terbukti terdapat beda nyata antar varietas. Pola pita protein akar, batang, daun serta semua organ dianalisis secara kualitatif menggunakan analisis kelompok hierarkhis Average Linkage (between Groups dalam program SPSS 10.0. Hasilnya menunjukkan bahwa keenam varietas memiliki karakter morfologi yang bervariasi, yaitu warna daun hijau muda sampai hijau tua, tidak berbulu, tulang daun polos, sedangkan warna mahkota merah muda sampai merah tua, walaupun ada yang putih dan kuning. Jumlah kromosom semua sama yaitu n =22, dimana panjang absolut kromosom berkisar antara 2,56-5,13 µm. Pola pita protein yang terbentuk secara kualitatif terdapat variasi ketebalan di antara keenam varietas, yang menunjukkan adanya perbedaan kandungan proteinnya.

  20. Looking into the Credibility of Appearance: Exploring the Role of Color in Interface Aesthetics and How it Affects our Perception on System’s Credibility

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Syarief

    2007-03-01

    Full Text Available Dalam penelitian  ini dikaji hasil tiga eksperimen sebagai kelanjutan studi yang pernah dilakukan oleh Kurosu-Kashimura [1] dan Noam Tractinsky [2] tentang  relasi antara persepsi pengguna dengan kualitas estetik dan usability tampilan interface. Berdasar dua premis utama yaitu bahwa persepsi estetik dipengaruhi latar belakang kultural serta tampilan yang atraktif dapat mempengaruhi persepsi kehandalan sebuah produk., Dalam penelitian ini dievaluasi bagaimana persepsi pengguna migran (:orang Indonesia yang berada di Jepang terhadap relasi antara tampilan estetik  dan apparent usability pada sebuah interface produk. Dalam eksperimen dilakukan investigasi efek tampilan warna pada sebuah interface produk terhadap persepsi trustworthy (tingkat kepercayaan dan credibility (tingkat kredibilitas produk secara umum. Sebagai stimulus, digunakan tampilan  layout-utama (hasil modifikasi layar ATM bank di Jepang. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa nilai estetik tampilan interface mempengaruhi persepsi user atas credibility (tingkat kredibilitas dan trustworthy (tingkat kepercayaan sebuah objek. Latar belakang budaya pengguna tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap persepsi estetik tampilan interface apabila pengguna telah melakukan adaptasi eksperiential  atau memiliki pengalaman interaksi dengan produk dengan komposisi layout sejenis. Lebih lanjut hasil penelitian menunjukkan bahwa warna memiliki pengaruh penting dalam meningkatkan kualitas ke-atraktif-an, persepsi kredibiltas (credibility, dan tingkat penerimaan (acceptability pengguna (user. Eksperimen lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana dan seperti apa sebuah kombinasi warna pada sebuah tampilan interface, dapat memiliki pengaruh yang bermakna  pada keterpakaian sebuah  produk.

  1. Pengaruh Suhu dan Lama Pencelupan Benang Katun pada Pewarnaan Alami dengan Ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Failisnur Failisnur

    2016-06-01

    , intensitas, corak dan ketahanan luntur warnanya. Hasil penelitian didapatkan bahwa intensitas warna tertinggi terdapat pada pencelupan 70⁰C dan waktu pencelupan  25 menit dengan menggunakan mordan CaO. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian 40⁰C dengan penggunaan mordan CaO bernilai baik (4.  Nilai ketahanan luntur warna terhadap penyeterikaan dan sinar matahari adalah baik sampai sangat baik (4-5 untuk semua pelakuan.  Semua perlakuan dengan mordan yang sama terlihat mempunyai arah warna yang sama secara visual, namun secara kuantitatif masing-masing memiliki perbedaan intensitas dan arah warna yang cukup signifikan.

  2. Supplementation of Carrot (Daucus carrota as Natural Source of Beta-carotene prepared by Several Methods in Feed to Increase Blue Colour of Freshwater Crayfish Red Claw (Cherax quadricarinatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Woro H. Satyantini

    2012-02-01

    Full Text Available Red claw (Cherax quadricarinatus is one kind of freshwater crayfish that can cultured as consumption or ornamental fish commodities.  The colour of body was important character for performance of red claw as ornamental fish commodity.  Red claw with blue body colour is more expensive than brown.  The purpose of  this experiment was to know the influence addition of carrot with several methods in feed on blue colour  of freshwater crayfish red claw and which was the best preparation method to increase blue colour of freshwater crayfish red claw. The experiment used Completely Randomized Design with four treatments: A (control, B (extract, C (juice and D (shreeded of carrot with 45 ppm dose and five time replicates.  Data was analysed with Kruskal-Wallis and continued with Z test. Result of the experiment was showed that addition of carrot as natural source of beta-carotene with several preparation in feed increase significantly (P Keywords: freshwater crayfish, colour of red claw, carrot, beta-carotene   ABSTRAK Red claw (Cherax quadricarinatus adalah salah satu jenis lobster air tawar yang dapat dibudidayakan sebagai komoditas konsumsi maupun hias.  Sebagai komoditas ikan hias, warna tubuh merupakan karakter penting untuk menunjang penampilan red claw.  Red claw ukuran konsumsi yang memiliki warna biru akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada red claw berwarna coklat.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan wortel sebagai sumber beta karoten alami dengan beberapa metoda pengolahan pada pakan terhadap peningkatan warna biru lobster red claw. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan : A (kontrol, B (ekstrak, C (jus dan D (serutan wortel dengan menggunakan dosis 45 ppm beta karoten dan ulangan 5 kali.  Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Z.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan wortel sebagai sumber beta karoten alami dengan beberapa metode

  3. Effectiveness of bleaching agent on composite resin discoloration

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galih Sampoerno

    2012-03-01

    Full Text Available Background: The discoloration of teeth, especially anterior teeth, is one of aesthetic problems. The use of tooth bleaching agents for discolored natural teeth is becoming increasingly popular. Many dentists, however, get many problems when they conduct bleaching process since there is much composite filling on patient’s anterior teeth. Although many research have focused on the discoloration of composite resin after bleaching process, the problem still becomes debatable. Purpose: The purpose of this study was to investigate the difference of the discoloration between hybrid composite and nano composite before and after the application of tooth bleaching agent, 38% hydrogen peroxide. Methods: Eighteen disk-shaped specimens (5 mm of each of two composite resins, hybrid and nano filler, were prepared. The each group was treated 3 times and the specimens were divided into two groups consisted of 9 specimens for each, and then immersed in black tea solutions for 72 hours. Next, after having staining and bleaching processes, the color of the specimens was measured with a optic spectrophotometer by using photo with type BPY-47 and digital microvolt. The differences of the light intensity among three measurements were then calculated. Afterwards, GLM MANOVA Repeated Measure and parametric analysis (Independent t-test and Paired t-test were then used to analyze the data. Results: After staining process, it is then known that the nano composite had more discoloration and more affected by the black tea solution than the hybrid one. Conclusion: After bleaching, the discoloration was finally removed completely from both hybride and nano filler composite resins and became brighter from the baseline color.Latar belakang: Salah satu problem estetik adalah adanya perubahan warna pada gigi anterior. Peningkatan pemakaian bahan bleaching semakin popular. Banyak dokter gigi mempunyai problem ketika mereka akan melakukan proses bleaching dan ditemukan banyak

  4. Aplikasi Campuran Alginat Dari Sargassum Crassifolium Dan Gum Sebagai Pengental Textile Printing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subaryono Subaryono

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian aplikasi campuran alginat dari Sargassum crassifolium dan gum untuk meningkatkan viskositas alginat sebagai pengental pada textile printing telah dilakukan. Viskositas campuran alginat dengan guar gum, gum arab, dan locust bean gum diamati pada penyimpanan selama 8 jam. Produk terbaik diujikan sebagai pengental pada textile printing. Campuran alginat dengan guar gum pada perbandingan 90:10 dan 80:20 meningkatkan viskositas dan stabilitas alginat selama penyimpanan. Campuran alginat dengan gum arab dan locust bean gum akan menurunkan viskositas alginat sehingga tidak sesuai untuk aplikasi textile printing. Aplikasi campuran alginat dengan guar gum 90:10 dan 80:20 sebagai pengental pada tekstil printing menghasilkan produk akhir yang setara dengan pengental komersial manutex.

  5. Kompleks Koaservasyon Yöntemi ile E Vitamini İçeren Mikrokapsül Üretimi

    OpenAIRE

    GÖDE, Fethiye; KÖKSAL, Elif

    2017-01-01

    Son yıllarda katıpartiküller ve sıvıların kaplanması için çeşitli metotlar yayınlanmaktadır.Mikrokapsülleme işlemi de bu metotlar arasında yer almaktadır. Mikrokapsülleme,sıvı ya da katı partikül ya da damlacıklarının polimer bir film malzemesi ilekaplanması işlemidir. Mikroenkapsülasyon teknolojisi yaygın olarak ilaç, gıda,tarım pestisit, kozmetik, tekstil ve diğer ilgili alanlarda uygulanmaktadır. Bu çalışmada, α-tokoferol (E vitamini) içerikli mikrokapsüller, jelatin ve arap zamkı polimerk...

  6. KOMPOZİT BİR AYAKKABI KORUYUCUNUN MEKANİK AÇIDAN DEĞERLENDİRİLMESİ

    OpenAIRE

    Erden, Seçkin; Ertekin, Mustafa

    2017-01-01

    İş kazalarına karşı, “iş güvenliği ayakkabısı” olarak adlandırılan ekipmanlar kullanılmaktadır. Bunlar genelde, ayak parmaklarınıkorumak amacıyla ayakkabı ya da botun ucuna yerleştirilen, çelik ya da metal alaşımlı bombeler içermektedir. Bu çalışmada, tekniktekstil takviyeli polimerik kompozit bir bombe geliştirilmiş, ilave olarak da, teknik tekstil takviyeli polimerik kompozit kılıfı olan bir“ayakkabı koruyucu” prototipi yekpare olarak imal edilmiştir. Üretilen prototip, günlük ayakkabı üzer...

  7. Giving Iron Tablets by Health Worker and Pregnant Compliance in Consuming More Than 90 Tablets, in The Slum Urban, in The West Java Province and Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tumaji Tumaji

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAKLatar Belakang: Angka kematian ibu di Indonesia saat ini masih cukup tinggi dan sangat bervariasi di tingkat provinsi. Provinsi Jawa Barat (Jabar merupakan penyumbang kematian ibu terbesar yaitu 19,8%, sedangkan yang relatif kecil adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY yaitu 1,1%. Mencegah anemia pada ibu hamil dengan minum tablet besi ≥ 90 selama hamil diharapkan mampu menekan kematian ibu akibat perdarahan. Tujuan: Membandingkan pemberian tablet zat besi oleh tenaga kesehatan dan kepatuhan ibu hamil mengonsumsinya, di daerah kumuh perkotaan di Provinsi Jabar dan DIY. Metode: Penelitian ini merupakan analisis lanjut objek dengan sampel dari data hasil Riskesdas 2010. Hasil: Berdasarkan karakteristik, sebagian besar ibu di Provinsi DIY berpendidikan tingkat menengah, bekerja sebagai wiraswasta/tani/nelayan/buruh. Sedangkan di Provinsi Jabar, sebagian besar hanya berpendidikan rendah dan tidak memiliki pekerjaan. Jumlah kepemilikan asuransi kesehatan di Provinsi DIY relatif lebih banyak dibanding di Provinsi jabar. Berdasarkan cakupan pemberian tablet zat besi, tampak bahwa sebagian besar ibu di Provinsi Jabar maupun DIY mendapatkan tablet zat besi selama kehamilannya (84,7% vs 96,0%. Kondisi ini jauh berbeda ketika dilihat dari persentase ibu hamil yang mengonsumsi tablet zat besi minimal 90 tablet. Terlihat bahwa ibu hamil yang mengonsumsi tablet zat besi ≥ 90 di Provinsi Jabar hanya 12,6% saja. Sebaliknya di Provinsi DIY, konsumsi tablet zat besi ≥ 90 persentasenya cukup tinggi yaitu mencapai 60,0%. Kesimpulan: Cakupan pemberian tablet zat besi di kedua provinsi relatif cukup baik, namun konsumsi tablet zat besi ≥ 90 tablet di Provinsi DIY relatif lebih baik dibanding di Provinsi di Jabar. Saran: disarankan pemerintah Provinsi Jabar melakukan promosi dan penyuluhan yang lebih gencar melalui berbagai media serta melakukan terobosan, misalnya dengan menunjuk orang terdekat dari si ibu hamil untuk menjadi pengawas dan

  8. Rekayasa Pengembangan Desain Motif Batik Khas Melayu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eustasia Sri Murwati

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKPengembangan desain batik melalui rancang bangun perekayasaan desain menurut ragam hias Melayu meliputi pengembangan motif dan proses, termasuk pemilihan komposisi warna. Proses yang sering dilakukan yaitu proses celup, penghilangan lilin dan celup warna tumpangan atau proses colet, celup, penghilangan lilin atau celup kemudian penghilangan lilin yang disebut Batik Kelengan. Setiap pulau di Indonesia mempunyai ciri khas budaya dan kesenian yang dikenal dengan corak/ragam hias khas daerah, juga ornamen yang diminati oleh masyarakat dari daerah tersebut atau dari daerah lain. Kondisi demikian mendorong pertumbuhan industri kerajinan yang memanfaatkan unsur–unsur seni. Adapun motif yang diperoleh adalah: Ayam Berlaga, Bungo Matahari, Kuntum Bersanding, Lancang Kuning, Encong Kerinci, Durian Pecah, Bungo Bintang, Bungo Pauh Kecil, Riang-riang, Bungo Nagaro. Pengembangan desain tersebut dipilih 3 produk terbaik yang dinilai oleh 5 penilai yang ahli di bidang desain batik, yaitu motif Durian Pecah, Ayam Berlaga, dan Bungo Matahari. Rancang bangun diversifikasi desain dengan memanfaatkan unsur–unsur seni dan ketrampilan etnis Melayu yaitu pemilihan ragam hias dan motif batik Melayu untuk diterapkan ke bahan sandang dengan komposisi warna yang menarik, sehingga produk memenuhi selera konsumen. Memperbaiki keberagaman batik dengan meningkatkan desain produk antara lain menuangkan ragam hias Melayu ke dalam proses batik yang menggunakan berbagai macam warna sehingga komposisi warna memadai. Diperoleh hasil produk batik dengan ragam hias Melayu yang berkualitas dan komposisi warna yang sesuai dengan karakter ragam hias Melayu. Rancang bangun desain produk untuk mendapatkan formulasi desain serta kelayakan prosesnya dengan penekanan pada teknologi akrab lingkungan dilaksanakan dengan alternatif pendekatan yaitu penciptaan desain bentuk baru.Kata kunci: desain, batik, rancang bangun, ragam hias, MelayuABSTRACTDevelopment of batik design through

  9. Wayfinding Sign pada Ruang Pameran Tetap di Museum Nasional Indonesia – Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Budi Kusuma

    2018-05-01

    Full Text Available Wayfinding atau orientasi topografi, merupakan kemampuan menentukan lokasi, menemukan tempat dalam fasilitas gedung. Sebagai media penunjuk arah, Wayfinding Sign yang diterapkan pada ruang pameran tetap belum memenuhi kebutuhan yang dapat memberikan informasi yang cukup, mengenai arah mana yang harus dituju untuk mencapai area tertentu, warna-warna yang tercantum dalam panel informasi pun tidak memberikan arti tertentu. Permasalahan pada Wayfinding Sign pada ruang pameran tetap yang dianalisis meliputi: Ukuran; dimensi tanda yang proporsional terhadap luas area dimana tanda tersebut berada,sehingga memungkinkan tanda tersebut dapat mudah terlihat. Warna; berkaitan dengan warna pada tanda telah sesuai peruntukannya dan memperhatikan warna disekitar tanda berada. Kontras; berkaitan dengan estetika tanda yang dominan terhadap kondisi disekitar tanda sehingga tanda tampak eksistensinya. Intensitas; berkaitan terhadap sesuatu yang dapat memberikan stimulus sehingga menarik perhatian terhadap tanda. Posisi ; berkaitan dengan perletakan tanda yang memperhatikan jangkauan penglihatan pengunjung yang mengarah ketempat tanda tersebut berada. Untuk memfokuskan penelitian dan menemukan hubungan antara satu data dengan data yang lain, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data hasil observasi, pengukuran, deskripsi, dan analisis data dengan teknik Triangulasi Data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Directional Sign; menggunakan tanda ‘warna’ yang tidak ada hubungannya dengan lokasi lantai ruang pameran dan nuansa warna ruangan yang ditunjukan, dan terdapat sign yang menginformasikan arah yang tidak tepat. Informational Sign; tanda yang memberikan informasi tentang materi koleksi yang didisplay dalam ruang pameran tetap, sudah sesuai dan efektif. Identificational Sign; perletakannya yang tidak tepat sehingga menggangu kenyamanan pengunjung dalam membaca informasinya dan membuat posisi membaca yang tidak sehat dan aman

  10. KAJIAN KADAR SERAT, KALSIUM, PROTEIN, DAN SIFAT ORGANOLEPTIK CHIFFON CAKE BERBAHAN MOCAF SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI TERIGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Ayu Damayanti

    2014-05-01

    Full Text Available Study of Fiber, Calcium, and Protein Content and the Organoleptic Cha­rac­teristics of Mocaf Chiffon Cake as an Alternative Substitution of Wheat Flour. This research aims to identify the physical properties, the hedonic quality, the level of preferences, as well as the fiber, calcium, and protein contents of mocaf chiffon cakes. Data is analyzed using t-test. The results show: (1 the physical properties of colors has colors L (brightness, a+ (redness, and b+ (yellowish; (2 the highest value of preference level of color is 4.28; (3 the highest value of the hedonic quality of flavors is 4.60; (4 the highest value of the chemical properties of calcium is 10.53, (5 the lowest value of the protein content is 5.97 g, and (6 the highest value of fiber content is 4.34 g.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, mutu hedonik, tingkat kesukaan, kandungan serat, kandungan kalsium, dan kandungan protein chiffon cake berbahan mocaf. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan: (1 sifat fisik warna memiliki kisaran warna L (kecerahan, a+ (kemerahan, dan b+ (kekuningan; (2 tingkat ke­suka­­an warna memiliki nilai tertinggi 4,28; (3 mutu hedonik rasa memiliki nilai tertinggi 4,60; (4 sifat kimia kalsium memiliki nilai tertinggi 10,53; (5 kan­dung­an protein memiliki nilai terendah 5,97g; dan (6 kandungan serat memiliki nilai ter­tinggi  4,34 g.

  11. PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT MANGGIS DAN VITAMIN E DI DALAM RANSUM AYAM RAS PETELUR STRAIN LOHMANN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR YANG DISIMPAN PADA WAKTU DAN SUHU YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Mutia

    2017-02-01

    1 g TKM/Kg ransum, R2 (R0 + 2 g TKM/Kg ransum dan R3 (R0 + 200 mg VE/Kg ransum. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 4 x 3 x 2 dengan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu ransum, faktor kedua yaitu: waktu penyimpanan (1, 2 dan 3 minggu dan faktor ketiga yaitu suhu penyimpanan pada refrigerator (4,13oC dan 22,50% dan suhu ruang (27, 47oC dan 76,17%. Variabel yang diamati adalah: berat telur, persentase kerabang telur, persentase kuning telur, persentase putih telur, tebal kerabang, warna kuning telur dan Haught unit (HU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara ransum, waktu dan suhu selama penyimpanan sangat nyata (P<0,01 menurunkan warna kuning telur. Waktu dan suhu penyimpanan sangat nyata (P<0,01 menurunkan HU dan meningkatkan persentase kuning telur. Interaksi waktu dan suhu penyimpanan nyata (P<0,05 menurunkan persentase putih telur. Tebal kerabang nyata (P<0,05 meningkat dipengaruhi oleh ransum dan sangat nyata (P<0,01 meningkat dipengaruhi oleh waktu penyimpanan. Berat telur dan persentase kerabang telur tidak dipengaruhi oleh ransum, waktu dan suhu penyimpanan. Kesimpulan penelitian adalah suplementasi tepung kulit manggis dan Vitamin E di dalam ransum ayam ras petelur strain Lohmann secara umum tidak mempengaruhi kualitas fisik telur (kecuali warna kuning telur dan tebal kerabang yang disimpan pada waktu dan suhu yang berbeda. Kualitas fisik telur lebih utama dipengaruhi oleh waktu dan suhu penyimpanan yang berbeda. Suhu dan kelembaban terbaik untuk penyimpanan telur adalah 4,13oC dan 22,50% pada refrigerator, pada kondisi ini telur dapat disimpan selama 21 hari.

  12. Karakteristik Cumi-Cumi Analog dari Surimi Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus dengan Menggunakan berbagai Jenis Pati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Dwi Suryaningrum

    2017-05-01

    Full Text Available Cumi-cumi analog merupakan produk olahan tiruan dari surimi yang memiliki tekstur elastis, warna putih dan rasa khas cumi-cumi. Penelitian pembuatan cumi-cumi analog dari surimi ikan patin (Pangasius hypopthalmus dengan menggunakan berbagai jenis pati telah dilakukan.Penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap 1 berupa optimasi formula cumi-cumi analoguntuk mendapatkan tekstur dan warna seperti produk yang ditiru. Formulasi cumi-cumi analog didasarkan pada formulasi kamaboko dengan perlakuan penambahan karaginan (1% dan 5%, konjak (1,5% dan 2% dan pewarna putih (cloudy (1% dan 2%. Penelitian tahap ke 2 dilakukan untuk mempelajari pengaruh jenis pati yaitu tapioka, kentang dan sagu terhadap karakteristik cumi-cumi analog yang dihasilkan. Pengamatan dilakukan terhadap nilai gizi, sifat fisik dan sensoricumi-cumi analog yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kombinasi karaginan 1%, konjak 1,5% dan pewarna putih 2% menghasilkan tekstur produk yang elastisitasdan warnanya mendekati produk yang ditiru. Penggunaan berbagai jenis pati tidak berpengaruhterhadap nilai gizi dan pH, namun berpengaruh nyata terhadap sifat fisik cumi-cumi analog yang dihasilkan. Cumi-cumi analog yang diolah dengan pati sagu menghasilkan tingkat kekerasan dan elastisitas paling tinggi, namun derajat putih paling rendah dibandingkan dengan tepung lainnya. Sedangkan cumi-cumi analog yang diolah dengan pati kentang menghasilkan kekerasan,elastisitas dan daya menahan air yang paling rendah dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Uji sensori menunjukkan bahwa cumi-cumi analog yang diolah dengan menggunakan pati tapioka menghasilkan warna, rasa dan tekstur yang lebih disukai panelis dibandingkan dengan tepunglainnya. Sedangk an cumi-cumi analog yang diolah dengan pati kentang menghasilkan kenampakan dan bau yang lebih disukai panelis, namun mempunyai tekstur dengan nilai kesukaan yang paling rendah.

  13. 1977 Annual Typhoon Report

    Science.gov (United States)

    1995-01-01

    George T. McKaige, USN *CAPT Frederick P. Milwer, USAF CAPT Alan W. Hassebrock, USAF CAPT Charles P. Guard , USAF CAPT”John D. Shewchuk, USAF ENS Edward...Det 1, lWW - USAF 1977 ANNUAL TYPHOON REPORT *Departed during 1977 season FRONTCOVER: ln&a.tedphoztogzaphof a - tmJ -A.toZmb.iaZatAn o.ulh a M dtig -&A...ships provide day and night coverage in the JTWC area of responsibility. Interpretation of this satellite imagery pro- vides cyclone positions, and for

  14. Development of the electron beam welding of the aluminium alloy 6061-T6 for the Jules Horowitz reactor

    International Nuclear Information System (INIS)

    Leblanc, Y.

    2013-01-01

    The aluminium alloy 6061-T6 has been selected for the construction of the Jules Horowitz's reactor vessel. This reactor vessel is pressurized and will be made through butt welding of ∼ 2 cm thick aluminium slabs. The electron beam welding process has been tested and qualified. It appears that this welding process allows: -) welding without pre-heating, -) vacuum welding, -) welding of 100% of the thickness in one passage, -) very low deforming welding process, -) very low density and very low volume of blow holes, -) weak ZAT (Thermal Affected Zones), and -) high reproducibility that permits automation. (A.C.)

  15. Biosurfactant Producing Microbes from Oil Contaminated Soil - Isolation, Screening and Characterization

    OpenAIRE

    , A Pandey; , D Nandi; , N Prasad; , S Arora

    2016-01-01

    Th1s paper bas1cally deals W1th 1solat10n, productıon and characterızatıon of biosurfactant producing microbes from oil contaminated soil sample. In this paper, we are comparing and discussing different methods to screen & characterize microbes from soil which can degrade oil due to their biosurfactant producing activity which helps in reduction of surface tension of oil. Oils used to check the biosurfactant activity of microbes, were engine oil and vegetable oil. Further isolation of...

  16. Komunikasi Visual pada Acuk Kuda Renggong

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriatna -

    2014-09-01

    ABSTRAK   Kuda Renggong adalah kesenian tradisional khas Kabupaten Sumedang, yang mengguna- kan kuda sebagai media ekspresi utamanya. Kekhasan pertunjukan Kuda Renggong adalah pada tata visual, yakni berupa acuk pada kuda.  Metode penelitian ini menggunakan pendekatan etnosemiotik, dengan hasil berupa makna-makna interpretatif. Acuk kuda tidak saja berfungsi estetis, tetapi juga menjadi bagian dari narasi pertunjukan, melalui tanda-tanda yang melekat pada bentuk, ornamen, warna dan ikon di dalamnya. Dalam kontek komunikasi elemen visual tersebut menjadi bagian dari pesan yang disampaikan dalam pertunjukan.   Kata kunci: Kuda Renggong, komunikasi visual, acuk, Sumedang

  17. Eksplorasi dan Karakterisasi Tanaman Genjer (Limnocharis flava (L. Buch di Kabupaten Pangandaran Berdasarkan Karakter Morfologi dan Agronomi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liberty Chaidir

    2016-12-01

    Full Text Available Genjer merupakan tanaman yang tumbuh liar di area persawahan, rawa, atau sungai yang keberadaannya sering dianggap sebagai gulma. Tanaman genjer memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai bahan penyerap logam berat dalam tanah dan sebagai obat yang memiliki banyak kandungan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi karakter morfologi dan karakter agronomi untuk mengetahui hubungan kekerabatan tanaman genjer antar daerah di Kabupaten Pangandaran. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran pada Mei sampai Oktober 2015. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi purposive sampling pada 77 aksesi genjer yang diambil dari Kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman fenotipik yang luas pada karakter morfologi ujung daun, warna batang, tekstur daun, warna daun, panjang lekukan bawah daun, warna kelopak bunga dan warna bunga. Karakter agronomi yang mempunyai keragaman yang luas ialah tinggi tanaman, jumlah batang per rumpun, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, jumlah bunga dan diameter batang. Tanaman genjer di Kabupaten Pangandaran memiliki kekerabatan yang jauh dengan rentang jarak Euclidian 0,48 sampai 10,17. Aksesi yang memiliki hubungan kekerabatan paling jauh yaitu Ciakar (001 dengan jarak Euclidian 10,17, sedangkan yang memiliki hubungan kekerabatan paling dekat yaitu Cikalong (003 dan Cikalong (004 dengan jarak Euclidian 0,48. Genjer or Yellow velvetleaf is a plant that grows wild in lowland area, swamp or river which existence is considered as a weed. Genjer has a lot of benefits, such as material absorbent for heavy metals in the soil and medicine that has a lot of nutrition. This study aimed to determine the variety of morphological and agronomic characters of Genjer in Pangandaran Regency and to determine the genetic relationship of genjer between regions in Pangandaran. The research was conducted in the Pangandaran Regency on May to October 2015. The method used purposive sampling

  18. KONTRIBUSI KONSELOR DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Slamet Kusmanto

    2015-11-01

    Full Text Available Pengembangan model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter, yang memfokuskan pada pembentukan seluruh aspek dimensi manusia, sehingga dapat menjadi manusia yang berkarakter. Kurikulum Holistik Berbasis Karakter ini disusun berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK dan diterapkan dengan menggunakan pendekatan Student Active Learning, Integrated Learning, Developmentally Appropriate Practices, Contextual Learning, Collaborative Learning, dan Multiple Intelligences yang semuanya dapat menciptakan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan, serta dapat mengembangkan seluruh aspek dimensi manusia secara holistik. Maka diperlukan peran yang sangat besar dari guru pembimbing (konselor SMA dalam mengembangkan potensi peserta didiknya dalam mengembangkan potensinya dan membentuk karakter individu itu sendiri dan memberikan warna positif dalam suasana pembelajaran.

  19. SIFAT FISIK-KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BAWANG GORENG PALU PADA BERBAGAI FREKUENSI PEMAKAIAN MINYAK GORENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Alam

    2015-02-01

    diulang tiga kali. Frekuensi pemakaian minyak goreng pengaruhnya sangat nyata menurunkan warna, tekstur, kadar air, minyak dan tingkat kesukaan panelis terhadap kerenyahan bawang goreng Palu serta meningkatkan laju oksidasi asam lemak tidak jenuh  pada minyak goreng. Mutu fisik-kimia dan organoleptik bawang goreng Palu secara berturut-turut terbaik diperoleh dari penggorengan menggunakan minyak goreng segar, 1, 2 dan 3 kali pemakaian. Pemakaian minyak goreng > 3 kali, asam lemak bebas telah teroksidasi sehingga kurang layak untuk digunakan jika ditinjau dari aspek daya tahan simpan bawang goreng dan kesehatan. Kata kunci: Bawang goreng, sifat fisik-kimia dan organoleptik, frekuensi pemakaian minyak goreng

  20. Efektivitas Penambahan Getah Pelepah Pisang Kepok (Musa mcuminata balbisianacolla pada Pigmen Kunyit (Curcuma domestica valet untuk Mengatasi Kelunturan Kain

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Junaedi Harmiansyah

    2014-05-01

    Full Text Available Penambahan volume getah pisang kepok pada pigmen alami kunyit dalam mempertahankan warna dari kelunturan pada kain dilakukan dengan perbandingan pemberian volume getah pisang kepok : pigmen kunyit (80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, 50%:50%, 40%:60%, 30%:70%. Efektifitas penambahan getah pelepah pisang Kepok diperoleh dari hasil karakterisasi material dengan mencari nilai trasmitansi yang dihasilkan cahaya laser yang dikenakan luxmeter melalui limbah pencucian sabun dengan detergen dan material kain, sehingga di dapatkan nilai transmitasi terbaik sebesar 0.68, di hasilkan dari penambahan getah pelepah pisang kepok sebesar 40%. Getah pisang kapok mampu sebagai pengikat pigmen alami kunyit, dalam mempertahankan kelunturan pada kain.

  1. Pengaruh Pemberian Timbal (Pb Terhadap Morfologi Daun Bayam (Amaranthus tricolor L. dalam Skala Laboratorium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wirdati Irma

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh timbal (Pb terhadap bentuk morfologi daun bayam (Amaranthus tricolor L. dengan 3 konsentrasi Pb yang berbeda, yaitu 1 ppm, 3 ppm, 5 ppm dan kontrol dalam skala laboratorium. Metode penelitian secara eksperimen di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari analisis Pb yang dilakukan, bayam Pb 1 ppm terjadi perubahan morfologi hanya pada warna daun dan permukaan daun. Pada bayam Pb 3 ppm dan 5 ppm terjadi perubahan morfologi pada semua karakteristik daun. Kerusakan terlihat yang diakibatkan dari ketiga konsentrasi tersebut beragam, makin tinggi konsentrasi Pb, kerusakan tanaman pun semakin besar.

  2. Pengaruh Suhu dan Metode Perlakuan Panas terhadap Sifat Fisika dan Kualitas Finishing Kayu Mahoni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ragil Widyorini

    2016-03-01

    Full Text Available Perlakuan panas dikenal sebagai metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan stabilitas dimensi dan menurunkan higroskopisitas. Di sisi lain, perlakuan panas dapat membuat warna kayu menjadi lebih gelap, penurunan sifat mekanika kayu, dan sifat wetabilitas kayu. Oleh karena itu, penelitian mengenai perlakuan panas pada kondisi yang optimum sangat menarik untuk dilakukan agar menghasilkan kayu dengan kualitas yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interaksi suhu dan metode perlakuan panas terhadap sifat fisika dan kualitas finishing kayu mahoni. Contoh uji perlakuan dibuat dari kayu mahoni yang berasal dari industri penggergajian kayu rakyat. Penelitian ini menggunakan 2 metode perlakuan panas yaitu metode oven dan penguapan (steaming pada variasi suhu 90°C, 120°C, dan 150°C selama 2 jam waktu efektif. Pengujian sifat fisika diuji berdasarkan standar ASTM, yang meliputi : kadar air seimbang, perubahan dimensi, perubahan warna, dan wetabilitas. Pengujian finishing meliputi cross cut test, uji delaminasi, dan uji kekilapan (glossy test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara suhu dan metode perlakuan panas berpengaruh sangat nyata terhadap perubahan warna, serta berpengaruh nyata terhadap penyusutan radial, cross cut test, dan uji delaminasi. Metode oven menghasilkan contoh uji dengan kadar air dan pengembangan radial yang lebih rendah, warna yang lebih terang, serta uji delaminasi yang lebih baik dibandingkan dengan metode penguapan. Kata kunci: perlakuan panas, metode oven, metode penguapan, suhu, finishing   Effect of temperature and heat treatment on physical properties and finishing quality of mahagony wood Abstract Heat treatment is well known as a method for increasing dimensional stability and reducing hygroscopicity of wood. However, heat tratment can cause the color of wood become darker and reduce the wettability, as well as its mechanical properties. Therefore, the optimum condition of heat

  3. PENAMBAHAN ASAM ASETAT DAN FUMARAT UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS PIKEL UBI JALAR KUNING PASCA FERMENTASI (Addition of Acetic and Fumaric Acid to Maintain Quality of Fermented Yellow Sweet Potatoes Pickle

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neti Yuliana

    2014-10-01

    bakteri bukan asam laktat, dan bakteri asam laktat masing masing <30 koloni/ml, total asam 1,35%, pH 3,18 dan total padatan terlarut 2,07o brix, warna orange pucat, beraroma asam dengan tingkat penerimaan panelis 87%. Berdasarkan penerimaan sensoris, perlakuan asam fumarat lebih baik daripada asam asetat ataupun kombinasai asam asetat-fumarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam asetat, fumarat dan kombinasi keduanya dapat mempertahankan kualitas pikel ubi jalar kuning yang berpotensi menjadi alternatif pengganti pengawet benzoat. Kata Kunci: Pikel ubi jalar kuning, asetat, fumarat, natrium benzoat

  4. Odpověď v anketě na téma „Česko je téměř nejhorší v Evropě, co se týče nerovnosti šancí získat kvalitní vzdělání; na VŠ studují především potomci vysokoškoláků, zatímco děti dělníků končí s výučním listem. Co s tím?“

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Simonová, Natalie

    2010-01-01

    Roč. 21, 26-27 (2010), s. 4 ISSN 0862-6545 R&D Projects: GA ČR GA403/08/0109 Institutional research plan: CEZ:AV0Z70280505 Keywords : education al inequality * Czech Republic Subject RIV: AO - Sociology, Demography

  5. CISADANE RIVER WATER POLLUTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kumoro Palupi

    2012-09-01

    Full Text Available Sungai Cisadane berfungsi sebagai sumber air baku untuk sistem penyediaan air bersih wilayah Serpong dan Tangerang, Kabupaten Tangerang. Meskipun demikian, sungai Cisadane berfungsi pula sebagai tempat pembuangan limbah bagi rumah tangga dan industri yang berlokasi di sepanjang sungai tersebut. Untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat pencemaran airnya, pada bulan September 1992 telah dilakukan pengambilan sampel air sungai Cisadane. Sampel air diambil di sebelah hulu intake instalasi pengolahan air di Cikokol (Tangerang dan Serpong, masing-masing sebanyak lima dan tiga lokasi. Sebanyak 21 parameter dianalisis, kemudian dihitung Individual Index (II dan Pollution Index (PI - nya. Hasil yang diperoleh, yang menggambarkan kualitas pencemaran air sungai Cisadane pada saat itu, adalah sebagai berikut : Tangerang PI=1891. Pencemar utama adalah fenol, dengan II- 110 dan lemak & minyak, dengan II = 2670.Serpong, PI=574. Pencemar utama adalah fenol, dengan 11 = 810 Parameter lain yang mempunyai II > 1 adalah oksigen terlarut, fosfat, zat besi, fecal coli, nitrat, COD dan zat padat tersuspensi. Hasil tersebut menggambarkan baliwa sungai Cisadane telah tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga, serta mungkin pula telah tercemar oleh limbah pertanian, peternakan dan perbengkelan.

  6. Plant Core Environmental Stress Response Genes Are Systemically Coordinated during Abiotic Stresses

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kenneth W. Berendzen

    2013-04-01

    Full Text Available Studying plant stress responses is an important issue in a world threatened by global warming. Unfortunately, comparative analyses are hampered by varying experimental setups. In contrast, the AtGenExpress abiotic stress experiment displays intercomparability. Importantly, six of the nine stresses (wounding, genotoxic, oxidative, UV-B light, osmotic and salt can be examined for their capacity to generate systemic signals between the shoot and root, which might be essential to regain homeostasis in Arabidopsis thaliana. We classified the systemic responses into two groups: genes that are regulated in the non-treated tissue only are defined as type I responsive and, accordingly, genes that react in both tissues are termed type II responsive. Analysis of type I and II systemic responses suggest distinct functionalities, but also significant overlap between different stresses. Comparison with salicylic acid (SA and methyl-jasmonate (MeJA responsive genes implies that MeJA is involved in the systemic stress response. Certain genes are predominantly responding in only one of the categories, e.g., WRKY genes respond mainly non-systemically. Instead, genes of the plant core environmental stress response (PCESR, e.g., ZAT10, ZAT12, ERD9 or MES9, are part of different response types. Moreover, several PCESR genes switch between the categories in a stress-specific manner.

  7. FORMULASI AUKSIN (INDOLE ACETIC ACID DAN SITOKININ (KINETIN, ZEATIN UNTUK MORFOGENESIS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN, SINTASAN DAN LAJU REGENERASI KALUS RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum

    2013-03-01

    Full Text Available Interaksi auksin dan sitokinin dianggap penting untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan dalam kultur jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi auksin dan sitokinin yang optimum untuk morfogenesis kalus rumput laut K. alvarezii, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap pertumbuhan, sintasan, dan laju regenerasi kalus. Kultur kalus dilakukan pada media cair dengan formulasi zat pengatur tumbuh (ZPT indole acetic acid (IAA : kinetin : zeatin, dengan komposisi konsentrasi sebagai berikut: A 0,4:0:1 mg/L; B 0,4:0,25:0,75 mg/L; C 0,4:0,5:0,5 mg/L; D 0,4:0,75: 0,25 mg/L; E 0,4:1:0 mg/L; kontrol (tanpa ZPT. Desain penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan pengulangan tiga kali untuk masing-masing perlakuan. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan harian, sintasan, laju regenerasi, panjang tunas, dan morfologi tunas. Analisis data dilakukan dengan uji keragaman (ANOVA dan hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum untuk morfogenesis rumput laut K. alvarezii adalah formula A dengan komposisi IAA : zeatin = 0,4:1 mg/L. Penggunaan formula zat pengatur tumbuh yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05 terhadap sintasan kalus. Tunas rumput laut K. alvarezii mulai terbentuk pada hari ke-15 masa kultur.

  8. Studium vlastností cementových betonů při působení vysokých teplot

    OpenAIRE

    Žák, Michal

    2016-01-01

    Diplomová práce je zaměřena na chování cementových betonů při působení vysokých teplot. V teoretické části byly popsány procesy, které probíhají v betonu při teplotním zatížení a vliv tohoto zatížení na mechanické a fyzikální vlastnosti betonu. Popsány byly doporučení pro zkoušení fyzikálních a mechanických vlastností podle RILEM TC. V experimentální části byly vyrobeny receptury s kamenivem moravská droba, s amfibolitickým kamenivem a s přídavkem polypropylenových vláken nebo celulózových vl...

  9. Pembuatan Karbon Aktif Dari Arang Tempurung Kelapa Dengan Aktivator Zncl2 Dan Na2co3 Sebagai Adsorben Untuk Mengurangi Kadar Fenol Dalam Air Limbah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gilar S. Pambayun

    2013-03-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah membuat karbon aktif dari arang tempurung kelapa sesuai dengan SII No.0258 – 79 ; untuk mengetahui karateristik kadar air, kadar abu,  iodine number dan surface area karbon aktif dari arang tempurung kelapa ; untuk mempelajari pengaruh konsentrasi dan jenis aktivator terhadap efisiensi penurunan kandungan konsentrasi fenol (persen removal menggunakan karbon aktif dari arang tempurung kelapa ; menentukan kapasitas optimum penyerapan fenol dengan karbon aktif dari arang tempurung kelapa. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karbon aktif dapat dibuat dari arang tempurung kelapa dengan aktivasi kimia ZnCl2 dan Na2CO3 disertai pirolisis pada suhu 700 oC selama 4 jam. Karakteristik karbon aktif yang dihasilkan telah sesuai dengan SII No.0258–79, kadar air sebesar 0,382-1,619%, kadar abu 2,28-7,79%, iodine number 448,02-1599,72 mg/g, surface area 189,630-1900,69 m2/g. Semakin tinggi konsentrasi aktivator maka semakin tinggi persen removal dari fenol yang telah diadsorbsi oleh karbon aktif. Persen removal tertinggi didapat pada karbon aktif dengan zat aktivator Na2CO3 5% dengan persen removal sebesar 99,745%. Kapasitas optimum penyerapan fenol dengan karbon aktif dari arang tempurung kelapa terbaik didapat pada karbon aktif dengan zat aktivator Na2CO3 5% dengan kapasitas serapan sebesar 220,751 mg fenol/gram karbon aktif

  10. Pemetaan Distribusi Gas Polutan Menggunakan Quadcopter Berbasis Autonomous Waypoint Navigation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfan Fachrudin Priyanta

    2017-01-01

    Full Text Available Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun berbahaya bagi makhlup hidup. Seiring dengan perkembangan dan pembangunan industri di Indonesia, akan berdampak pada meningkatnya tingkat pencemaran udara. Sistem monitoring emisi gas polutan industri secara umum dilakukan dengan cara manual menggunakan sensor gas pada titik-titik tertentu. Hal ini memakan waktu dan biaya cukup banyak. Quadcopter merupakan salah satu jenis Unmanned Aerial Vehicle (UAV yang mampu bergerak secara otomatis sesuai dengan sistem tracking waypoint. Sistem tracking waypoint merupakan sistem navigasi berdasarkan posisi Global Positioning System (GPS dan kompas, sehingga quadcopter dapat berjalan secara otomatis. Implementasi sensor gas semikonduktor dapat menunjang quadcopter untuk mengukur kadar gas di udara, sehingga dapat diaplikasikan sebagai alat monitoring secara otomatis. Data posisi GPS quadcopter dapat diakses secara langsung pada google maps di software mission planner. Kadar gas polutan disimpan pada web server raspberry pi 2 dan mampu diakses secara online. Hasil pemetaan kadar gas ditampilkan dalam 3D analyzer google earth.

  11. Systémová dynamika a její modely jako součást Competitive Intelligence

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stanislava Mildeová

    2014-12-01

    Full Text Available Obchodní konkurence je oblast, která zatím plně nevyužívá výhod modelování a simulace. V reakci na tento fakt je cílem článku ukázat model simulující konkurenční boj. Model, vycházející z logiky Systémové dynamiky, slouží ke zkoumání efektu vývoje produktů na konkurenceschopnost podniku. V rámci tvorby tohoto vlastního modelu a provedených experimentů autor dokazuje, že použití modelování a simulací je užitečné při získávání nových informací, které nejsou obsaženy v podnikových informačních systémech. I když je prezentovaný model zjednodušením skutečného trhu, takový systémový model může být perspektivním nástrojem Competitive Intelligence.

  12. IMPLEMENTASI METODE RETINEX UNTUK PENCERAHAN CITRA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murinto Murinto

    2009-07-01

    Full Text Available Data atau informasi tidak hanya disajikan dalam bentuk teks, tetapi juga dapat berupa gambar, audio, dan video. Citra/gambar mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh teks, yaitu citra kaya dengan informasi. Dewasa ini penggunaan citra digital semakin meningkat karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh citra digital tersebut, antara lain kemudahan dalam mendapatkan gambar, memperbanyak gambar dan pengolahan gambar. Situasi dan kondisi pada saat pengambilan citra digital sangat berpengaruh terhadap hasil citra digital yang diperoleh. Kurangnya intensitas cahaya pada saat pengambilan citra dapat menyebabkan kualitas citra menjadi tidak baik, seperti citra menjadi gelap atau perubahan warna dari gambar. Perlu suatu metode untuk memperbaiki kualitas citra dengan mempertahankan warna asli citra. Penelitian ini menggunakan metode Retinex untuk meningkatkan kecerahan citra. Jenis gambar yang digunakan berekstensi *.jpg berformat 24 bit dengan ukuran pixel yang tidak dibatasi. Citra tersebut kemudian dimasukan ke dalam program lalu diproses dengan menggunakan metode Retinex. Adapun parameter yang digunakan adalah citra hasil, histogram, dan signal-to-noise (SNR. Pengujian dilakukan dengan metode White Box Tes dan Alpha Test. Penelitian yang dilakukan menghasilkan suatu aplikasi pengolahan citra untuk meningkatkan kecerahan Citra Menggunakan Metode Retinex” yang dapat bekerja untuk mencerahkan citra. Peningkatan kecerahan citra dengan menggunakan metode retinex menghasilkan citra yang lebih cerah, nilai SNR yang lebih tinggi dan histogram dengan nilai intensitas pixel yang tinggi dan terdistribusi secara merata. Hasil uji coba menunjukan bahwa aplikasi ini dapat meningkatkan kecerahan dan kualitas citra menjadi lebih baik. Kata Kunci: Pengolahan Citra, Retinex, Histogram, SNR. 

  13. IMPLEMENTASI METODE RETINEX UNTUK PENCERAHAN CITRA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murinto Kusno

    2012-05-01

    Full Text Available Data atau informasi tidak hanya disajikan dalam bentuk teks, tetapi juga dapat berupa gambar, audio, dan video. Citra/gambar mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh teks, yaitu citra kaya dengan informasi. Dewasa ini penggunaan citra digital semakin meningkat karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh citra digital tersebut, antara lain kemudahan dalam mendapatkan gambar, memperbanyak gambar dan pengolahan gambar. Situasi dan kondisi pada saat pengambilan citra digital sangat berpengaruh terhadap hasil citra digital yang diperoleh. Kurangnya intensitas cahaya pada saat pengambilan citra dapat menyebabkan kualitas citra menjadi tidak baik, seperti citra menjadi gelap atau perubahan warna dari gambar. Perlu suatu metode untuk memperbaiki kualitas citra dengan mempertahankan warna asli citra. Penelitian ini menggunakan metode Retinex untuk meningkatkan kecerahan citra. Jenis gambar yang digunakan berekstensi *.jpg berformat 24 bit dengan ukuran pixel yang tidak dibatasi. Citra tersebut kemudian dimasukan ke dalam program lalu diproses dengan menggunakan metode Retinex. Adapun parameter yang digunakan adalah citra hasil, histogram, dan signal-to-noise (SNR. Pengujian dilakukan dengan metode White Box Tes dan Alpha Test. Penelitian yang dilakukan menghasilkan suatu aplikasi pengolahan citra untuk meningkatkan kecerahan  Citra Menggunakan Metode Retinex” yang dapat bekerja untuk mencerahkan citra. Peningkatan kecerahan citra dengan menggunakan metode retinex menghasilkan citra yang lebih cerah, nilai SNR yang lebih tinggi dan histogram dengan nilai intensitas pixel yang tinggi dan terdistribusi secara merata. Hasil uji coba menunjukan bahwa aplikasi ini dapat meningkatkan kecerahan dan kualitas citra menjadi lebih baik

  14. DETEKSI LANDMARK CITRA WAJAH DENGAN EXTRAKSI FITUR GABOR ANALISA FUZZY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Resmana Lim

    2003-01-01

    Full Text Available This paper proposes a method that automatically finds human faces as well as its landmark points in color images based on a fuzzy analysis. The proposed approach first uses color information to detect face candidate regions and then uses a fuzzy analysis of the color, shape, symmetry and interior facial features. A deformable Gabor wavelet graph matching is used to locate the facial landmark points describing the face. The latter allows for size and orientation variation since the search for landmark points allows for affine transformations as well as local deformations of the Gabor wavelet graph. The search is performed using a genetic algorithm that is essential because it effectively searches the solution space. Results based on the proposed method are included to verify the effectiveness of the proposed approach. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini mengusulkan sebuah metode deteksi wajah beserta dengan titik landmarknya pada citra berwarna menggunakan analisa fuzzy. Proses awal menggunakan informasi warna kulit untuk menseleksi calon-calon obyek lantas dilanjukan dengan analisa fuzzy terhadap warna, bentuk, simetri dan fitur/landmark wajah. Proses lokalisasi landmark wajah menggunakan Gabor wavelet graph matching dengan memaksimalkan kemiripan antara landmark wajah model dengan obyek inputan. Proses maksimalisasi kemiripan ini menggunakan algoritma genetika. Hasil-hasil percobaan ditampilkan untuk memberikan gambaran keberhasilan dari metode yang diusulkan. Kata kunci: lokalisasi landmark wajah, analisa fuzzy, graph matching, algoritma genetika, Gabor wavelet.

  15. Rancang Bangun Robot Penghindar Halangan Berbasis Kamera Menggunakan Deteksi Kontur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Koko Joni

    2017-08-01

    Full Text Available Selama ini kebanyakan robot penghindar halangan dibangun dengan menggunakan acuan dari beberapa sensor jarak yang diletakkan pada badan robot, kelemahan dari sistem ini adalah robot hanya dapat menghindari halangan tanpa mengetahui letak target berada. Pada penelitian ini dibangun sebuah robot penghindar halangan berbasis kamera dengan lensa 0,67x wide yang diletakkan 2 meter diatas arena, sehingga posisi robot, halangan dan target dapat diketahui secara real-time. Citra dari kamera akan diproses menggunakan laptop yang telah terinstall aplikasi CodeBlocks dengan pustaka OpenCV, outputnya berupa sebuah karakter perintah pergerakan motor DC yang dikirimkan pada robot melalui komunikasi bluetooth. Deteksi kontur digunakan untuk membedakan objek yang dipilih dengan gangguan disekitar. Dari hasil pengujian, sistem kalibrasi range warna HSV yang dikembangkan telah mampu menghasilkan range warna yang akurat untuk color filtering, menggunakan metode auto-click dan tunning-manual. Kalibrasi pengujian jarak sebenarnya berdasarkan jarak piksel menghasilkan trend grafik yang linier, sehingga persamaan liniernya dapat digunakan untuk konversi jarak piksel menjadi jarak sebenarnya dalam satuan centimeter. Hasil pengujian laju robot, sistem yang dibangun dapat membuat robot berjalan mendekati target dan menghindari halangan di depan robot, meskipun terkadang mengalami osilasi tapi robot mampu kembali stabil, ini dikarenakan sistem yang dibangun tidak menggunakan metode peredam osilasi seperti PID

  16. DESAIN TAS KANTOR WANITA BERBAHAN LEMBARAN SABUT KELAPA (LESKAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hari Purnomo

    2014-04-01

    Full Text Available Indonesia sebagai Negara yang beriklim tropis memiliki areal perkebunan kelapa luas yang menghasilkan buah, daun dan kayu serta limbah. Limbah sabut kelapa seringkali diabaikan dan tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Daging buah adalah komponen utama buah kelapa, sedangkan sabut, tempurung, dan air buah merupakan hasil samping. Sebagian besar petani hanya membuang sabut kelapa atau memanfaatkan untuk kerajinan seperti sapu, keset dan tali tambang. Sabut kelapa jarang dimanfaatkan menjadi produk dengan sentuhan teknologi yang bernilai jual tinggi. Penelitian ini merupakan pemanfaatan limbah serat sabut kelapa dijadikan produk tas kantor wanita dengan teknologi komposit. Lembaran sabut kelapa (leskap dengan teknologi komposit dilakukan dengan penggabungan serat sabut kelapa dengan karet alam yang di pres selama 30 menit dengan suhu 100oc. Desain tas dibuat beberapa alternatif yang selanjutnya dilakukan seleksi konsep dan dilakukan penilaian konsep dengan scoring. Hasil seleksi konsep didapat : (a Konsep desain 5 dijadikan sebagai desain A; (b Konsep desain 8 dijadikan sebagai desain B; (c Konsep desain 10 dijadikan sebagai desain C; (d Konsep desain 3, 6, 7 digabung yang dijadikan desain D. Sedangkan konsep desain 1,2,4 dan 9 tidak diikutkan dalam penilaian konsep. Berdasarkan scoring terpilih konsep desain D dengan nilai 3,0. Spesifikasi tas wanita yang terpilih adalah : (a Model tas jinjing dan selempang; (b Warna tas hitam dan coklat; (c lebar atas 40 cm; (d lebar bawah 35 cm; (d Tali tas jinjing dan selempang warna hitam; (f Tinggi 30 cm; (g Panjang tali selempang 120 cm; dan (h Panjang tali jinjing 23 cm.

  17. SELEKSI BENIH TIRAM MUTIARA (Pinctada maxima DARI HASIL PEMIJAHAN INDUK ALAM DENGAN KARAKTER NACRE PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Komang Wardana

    2014-03-01

    Full Text Available Kualitas induk secara fenotip dan genotif berpengaruh terhadap kualitas benih tiram mutiara yang akan dihasilkan. Penggunaan induk yang berasal dari habitat yang berbeda dalam kegiatan pembenihan diharapkan dapat menghasilkan benih tiram mutiara dengan kualitas fenotip dan genotif yang baik. Salah satu sifat yang menarik untuk dijadikan target dalam program pemuliaan tiram mutiara adalah warna mutiara yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas benih tiram mutiaram(Pinctada maxima hasil pemijahan induk alam dengan karakter nacre putih dari tiga habitat yang berbeda dan mengetahui keragaan genetik induk (F0 dan turunannya (F1. Induk yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiram dengan karakter nacre putih dari tiga lokasi perairan (Bali, Karawang, dan Dobo serta dilakukan pemijahan dari masing-masing populasi tersebut. Keragaan genetik dari semua populasi dianalisa dengan menggunakan PCR RFLP. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa masa inkubasi telur hasil pemijahan induk alam dengan karakter nacre putih terlihat lebih lama dibandingkan dengan tiram mutiara pada umumnya. Benih yang dihasilkan pertumbuhannya bervariasi, didominasi dengan benih berukuran sedang dengan sintasan berkisar 0,4-9%. Keragaan genetik F0 dan F1 berdasarkan nilai heterozigositas, tiram dari perairan Bali menunjukkan nilai keragaman yang paling baik (0,2726. Sementara karakter nacre dari benih yang diperoleh menunjukkan bahwa 48% memiliki nacre putih, 24% kuning dan warna lain sebanyak 28%.

  18. Perawatan Saluran Akar Ulang Pasca Pengisian Saluran Akar dengan Amalgam dan Perforasi Lateral Disertai Restorasi Mahkota Penuh Porselin Fusi Metal dengan Inti Pasak Fiber (pada Insisivus Sentralis Kanan dan Kiri Maksila

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setiawan Wibiksono

    2011-06-01

    Full Text Available Kegagalan perawatan saluran akar dapat mengakibatkan beberapa masalah baru yang mengganggu fungsi dari gigi yang telah dirawat. Perawatan saluran akar ulang bertujuan menghilangkan bahan dari saluran akar serta memperbaiki kerusakan yang iatrogenik maupun patologik oleh karena kegagalan perawatan sebelumnya. Tujuan. Penulisan laporan untuk mengevaluasi hasil perawatan saluran akar ulang pada gigi insisivus sentralis kanan dan kiri maksila non vital pasea pengisian saluran akar dengan amalgam disertai restorasi mahkota penuh porselin fusi metal dengan inti pasak fiber. Kasus. Pasien laki-Iaki berusia 23 tahun datang ke Klinik Konservasi Gigi FKG UGM ingin memperbaiki gigi depan atas yang berubah warna. Gigi tersebut 5 tahun yang lalu pernah dirawat karena mengalami trauma akibat jatuh. Pada pemeriksaan objektif, tampak gigi 11 dan 21 fraktur 1/3 mahkota, tampak berubah warna, dan tampak bahan amalgam pada dasar kavitas. Pada pemeriksaan radiografis gigi 11 dan 21, .terlihat gambaran radiopak (amalgam memanjang pada saluran akar, tidak terlihat pengisan saluran akar, dan tampak perforasi lateral pada gigi 11. Diagnosis gigi 11 dan 21 adalah fraktur Ellis kelas III non vital. Penanganan: Prosedur perawatan yang dilakukan adalah penutupan perforasi lateral gigi 11 menggunakan MTA; perawatan saluran akar satu kunjungan; restorasi akhir mahkota penuh porselin fusi metal dengan inti pasak fiber. Evaluasi setelah satu bulan menunjukkan tidak ada keluhan, perkusi dan palpasi negatif, oklusi normal, gigi 11 dan 21 kembali berfungsi normal, terutama fungsi estetis. Kesimpulan: Perawatan saluran akar ulang dan restorasi pada kasus ini dapat mengembalikan fungsi mastikasi, fonetik, estetik, maupun perlindungan terhadap jaringan pendukung pada gigi tersebut.

  19. SIFAT ORGANOLEPTIK SUBTITUSI TEPUNG KIMPUL DALAM PEMBUATAN CAKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufik Rafika

    2014-01-01

    Full Text Available Organoleptic properties of kimpul flour substitution in the cake making. Kimpul is a one of tuber food source, which contains carbohidrate, protein, fat, some mineral and vitamins. The aims of this research is to find out the sensory properties (hedonic quality and hedonic of the kimpul cake flour substitution. This experimental research uses a completely-randomized design using an analysis of variance. The results analysis of the hedonic quality of color, texture and flavor obtain the highest mean rates at the amount of 40% substitution of kimpul flour, and the results  were not significantly different between treatments. The hedonic test of color, flavor, and texture obtain the highest mean rates at the amount of 80% substitution of kimpul flour.   Kimpul merupakan sumber pangan umbi-umbian yang mengandung karbo­hidrat, protein, lemak, beberapa mineral dan vitamin. Tujuan dari penelitian ini adalah  mengetahui sifat sensori (mutu hedonik dan hedonik cake subtitusi tepung kimpul. Penelitian eksperimen ini menggunakan metode rancangan acak lengkap  mengguna­kan analisis sidik ragam (Analysis of Variance. Hasil analisis uji mutu hedonik warna, tekstur dan rasa memperoleh rerata tertinggi pada jumlah substitusi tepung kimpul 40% yang tidak berbeda antar perlakuan. Uji hedonik (uji tingkat kesukaan warna, rasa, dan tekstur  memperoleh rerata tertinggi pada jumlah subtitusi tepung kimpul 80%.

  20. PEMELIHARAAN LARVA IKAN KLOWN (Amphiprion percula DENGAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Maha Setiawati

    2016-11-01

    Full Text Available Nilai jual ikan hias klown sangat tergantung dari kecerahan dan keunikan warna yang dimilikinya, namun ikan hias produk hatcheri masih belum sebaik hasil tangkapan alam. Pengkayaan dengan bahan komersial dan Nannochloropsis sp. pada rotifer dan Artemia sebagai pakan alami tidak mampu meningkatkan kecerahan warna benih ikan. Oleh sebab itu, diperlukan pakan alami lain yang mampu meningkatkan kecerahan warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rotifer dan copepod terhadap performan warna benih ikan klown, serta pertumbuhan dan sintasan yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan wadah bak fiber volume 200 L yang diisi air laut sebanyak 150 L. Telur ikan klown yang telah berumur enam hari ditebar sebanyak 200 butir/bak. Perlakuan berupa pemberian pakan alami: (A rotifer dan (B rotifer + copepod yang masing-masing mempunyai lima ulangan. Pemberian pakan perlakuan dilakukan sampai larva berumur 30 hari. Selain pakan perlakuan, mulai hari ke-20 juga ditambahkan pakan buatan berupa pakan mikro pada semua larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tambahan copepod sebagai pakan alami pada pemeliharaan larva ikan klown dapat meningkatkan kecerahan warna. Selain itu, panjang total dan bobot badan larva pada hari ke-20 untuk perlakuan B adalah masingmasing 10,44 ± 0,24 mm dan 15,2 ± 0,5 mg lebih baik daripada perlakuan A yaitu 9,15 ± 1,27 mm dan 9,2 ± 0,1 mg. Demikian pula vitalitas benih yang dihasilkan, menunjukkan bahwa ikan pada perlakuan B lebih kuat dibandingkan perlakuan A. Benih ikan pada perlakuan B tahan selama 231,6 detik dalam air tawar sedangkan pada perlakuan A hanya selama 39,8 detik. Price of ornamental fish highly depends on the brightness and unique appearance of its color. While of ornamental fish bred in hatcheries are less attractive in appearance compared to the wild ones. Enrichment of live feed i.e rotifer and Artemia using commercial enrichment and Nannochloropsis sp. was not able to

  1. Mendengarkan Warnamu (Sebuah Eksperimen Mengenai Hubungan Pirsawan Dengan Ruang Seni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Ibrahim Yeru

    2017-06-01

    Full Text Available Abstrak. Karya penulis dalam proyek ini banyak mengambil inspirasi dari proses produksi konsumsi yang terjadi pada ruang. Konteks ruang pada karya penulis kali ini ialah format “white cube” yang menjadi standar bagi ruang seni. Dengan warna putih pada dinding, ruang seni menjadi bersih dan netral tanpa terbebani konteks ruang dan sosial sekitarnya. Format ini mengandaikan ruang seni sebagai ruang yang netral-dimana secara fisik dapat mengakomodasi kepentingan untuk menjadikan karya seni sebagai fokus utama di dalam ruang tersebut. Namun “whiteness” ini tidak bekerja semata karena cat putih sebagai perangkat satu-satunya yang berpengaruh terhadap persepsi sang pencerap, namun pula terdapat bagian pirsawan sebagai pencerap warna putih itu sendiri. Karya penulis menitikberatkan pada intervensi proses dalam mencerap warna putih tersebut. Intervensi tersebut dilakukan dengan cara menyasar unsur penting yang mempengaruhi kondisi ruang, yakni cahaya. Kemudian penulis menaruh peran pirsawan secara harfiah sebagai penentu penting dalam bagaimana kondisi ruang tersebut terbentuk. Caranya ialah membuat perilaku pirsawan di dalam ruang mempengaruhi cahaya yang ada di dalam ruang tersebut. Peran perantara tersebut dimungkinkan oleh perangkat elektronik yang dirancang oleh penulis dan tim. Perangkat ini akan menangkap reaksi suara pirsawan di dalam ruang untuk kemudian dijelmakan menjadi warna yang mempengaruhi persepsi pirsawan atas ruang yang didiaminya. Dengan cara ini penulis menempatkan karya penulis sebagai upaya untuk meremediasi persepsi pirsawan dengan ruang seni. Melalui eksplorasi hubungan presentasi karya seni di dalam ruang pamer, dalam hal ini menghadirkan kontras antara yang dicerap dengan bagaimana karya tersebut dibuat secara teknis, pirsawan menjadi subjek aktif, sebagai orang yang menghasilkan dan mengalami karya itu sendiri. Kata kunci: partisipatori; pirsawan; ruang; warna; suara. Listen to Your Color (Experiments of Viewers and

  2. ANALISIS DAYA SAING EKSPOR SEKTOR UNGGULAN DI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwit Santi Wahyuningsih

    2017-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi industri unggulan yang ada di Jawa Tengah, dan kemudian industri unggulan tersebut diidentifikasi mana saja yang mempunyai daya saing ekspor. Penelitian ini menggunakan data PDRB Jawa Tengah dan PDB Tahun 2010-2015, Tabel Input Output Jawa Tengah Tahun 2013, serta data Ekspor-Impor Jawa Tengah Tahun 1997-2015. Data tersebut diperoleh dari data sekunder, yaitu dengan memanfaatkan data yang telah tersedia pada instansi terkait. Penelitian ini mengunakan alat analisis Indeks Daya Penyebaran (IDP, Indeks Derajat Kepekaan (IDK dan Revealed Comparative Advantage (RCA. Dari hasil IDP dan IDK terdapat 9 industri unggulan di Jawa Tengah yaitu industri pengolahan dan pengawetan ikan, industri minyak dan lemak, industri penggilingan padi, industri tepung terigu dan tepung lainnya, industri makanan ternak, industri pemintalan, industri tekstil, industri kayu dan bahan bangunan dari kayu, serta industri karet dan barang dari karet. Tetapi dari 9 industri unggulan tersebut yang memiliki daya saing ekspor tinggi hanya ada 3 industri yaitu industri dengan IDP>1, IDK>1 dan RCA>1 yang meliputi industri pemintalan, industri tekstil, dan industri kayu dan bahan bangunan dari kayu. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sektor industri yang dapat diandalkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui ekspor dan memiliki daya saing ekspor yang sangat bagus serta memilki harga jual tinggi yaitu hanya industri pemintalan, industri tekstil, dan industri kayu dan bahan bangunan dari kayu. Maka dari itu sebaiknya kebijakan pemerintah lebih ditekankan pada sektor hulu dan sektor hilir dari industri-industri tersebut. This research’s aim is to identify the leading manufactures in central Java then identify which of those industries have the export competitiveness. This study used data of Central Java’s Gross Domestic Regional Product (GDRP and Gross National Product (GNP on 2010-2015, Input Output Table on 2013, as

  3. LAKKAZ ENZİMİ İLE KOT BOYARMADDESİNİN DEKOLORİZASYONU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmet ÇABUK

    2011-02-01

    Full Text Available Tekstil endüstrisinde kullanılan çeşitli boyarmaddeler üretim sürecinde alıcı ortamlara büyük miktarlarda deşarj edilmektedir. Bu durum, çevre ve insan sağlığı ile ilgili telafisi zor olan bir sürecin başlangıcını oluşturmaktadır. Bu nedenle gerek kirlenmiş alanların temizlenmesinde ve gerekse kirletici potansiyeli olan teknolojilerin biyolojik yaklaşımlarla bütünleştirilmesi ile tekstil endüstrisinin bir atığı olan boyarmaddelerin oluşturacağı kirlilik azaltılabilecektir. Bu çalışma kapsamında ticari olarak piyasada satılan bir kot boyasının Trametes versicolor ATCC 200801’in buğday kepeği içeren potato dekstroz broth besiyerinde geliştirilmesi ile elde edilen lakkaz aktivitesi yüksek kültür sıvısı ile renk giderimi çalışılmış ve optimum koşullar belirlenmiştir. Yapılan deneyler sonucunda pH 4.0, başlangıç boya konsantrasyonu 75 mg/l, sıcaklık 55 oC, inkübasyon süresi ise 120 dakika olarak seçilmiştir. Belirlenen optimum koşullarda % 68.02 renk giderimi elde edilmiştir. Bununla birlikte, boya çözeltisi içerisine tekstil atık sularında bulunabilecek çeşitli metal iyonları ve kumaş boyama işleminde kullanılan yardımcı kimyasal maddeler reaksiyon ortamına ilave edilerek, geliştirilmeye çalışılan renk giderim potansiyeli üzerine olası etkileri araştırılmıştır. Elde edilen veriler değerlendirildiğinde, belirlenen optimum koşullarda denenen kirleticilerin renk giderimini genel olarak olumsuz yönde etkilemediği görülmektedir. En fazla inhibe edici etkinin görüldüğü 10 mM Tween 80 varlığında bile % 54.68 düzeyinde bir renk giderimi elde edilmiştir

  4. TEKSTİL TERBİYESİ ATIK SULARININ ENZİMATİK YÖNTEM İLE RENGİNİN GİDERİLMESİ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kuddis BÜYÜKAKILLI

    2006-06-01

    Full Text Available Fenolleri ve aromatik aminleri içeren aromatik bileşikler kirleticilerin en büyük gruplarından birini oluşturur ve bir çok ülkede bu konuda ağır yasal düzenlemeler vardır. Bunlar kömür işletmeleri, petrol rafinerileri, reçine ve plastik üretimi, mobilya ve koruma maddeleri, metal kaplama, boya ve diğer kimyasal maddeler, tekstil, maden ve kağıt gibi çok çeşitli endüstri dallarının atık suyunda bulunurlar. Bir çok aromatik bileşik toksikdir ve bunlar çevreye atılmadan önce atık sudan uzaklaştırılmalıdır. Enzimatik işlem, klasik yöntemlere potansiyel bir alternatif olarak araştırmacılar tarafından önerilmektedir. İlk olarak enzimler yüksek seçiciliğe sahiptir ve seyreltik atıkları bile etkili bir şekilde giderebilirler. İkinci olarak yaşayan organizmalara toksik olabilen maddeler tarafından daha az inhibe olurlar ve eğer ticari olarak sağlanan enzimler büyük miktarlarda üretilirse, maliyet diğer metodlardan daha düşük olabilir. Dahası, enzimler geniş bir aromatik madde konsantrasyonları aralığında çalışır ve diğer arıtma metodlarına göre daha düşük bekleme zamanı gerektirir..Enzim kullanarak tekstil boyarmaddelerinin renginin giderilmesi çalışmaları, oldukça başlangıç aşamasındadır. Bu nedenle, araştırmacılara kaynak olması düşüncesi ile bu çalışma gerçekleştirilmiştir. Genel olarak, boyarmaddeleri parçalayabilen enzimler ve özellikleri, bunları üreten mikroorganizma türleri, boyarmaddeleri yıkıma uğratma mekanizmaları ve hangi boyarmaddeyi hangi enzimin mineralize ettği rapor edilmiştir.

  5. Asupan Gizi dan Mengantuk pada Mahasiswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sada Rasmada

    2012-10-01

    Full Text Available Asupan nutrisi dan energi, status nutrisi, serta aktivitas harian berpengaruh pada kejadian mengantuk yang berpengaruh negatif pada konsentrasi dan produktivitas belajar pada mahasiswa. Kejadian mengantuk berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif yang disebabkan oleh defisiensi zat besi. Seseorang yang mengantuk akan mengalami penurunan aktivitas fisik yang menyebabkan kelebihan berat badan sehingga berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang berpengaruh pada kejadian mengantuk di kalangan mahasiswa. Penelitian dengan desain studi cross sectional ini dilakukan terhadap sampel 139 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Proporsi mahasiswa yang hampir mengantuk sekitar 28,80%. Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur dan masalah kantuk (nilai p = 0,048. Mahasiswa dengan durasi tidur < 8 jam per hari mengalami kejadian mengantuk 0,50 kali lebih besar daripada mahasiswa dengan durasi tidur ³ 8 jam per hari. Faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian mengantuk adalah durasi tidur setelah dikontrol dengan asupan protein dan lemak, aktivitas fisik, dan paparan media. Mahasiswa yang sering mengantuk memperlihatkan asupan zat besi rendah sehingga disarankan untuk meningkatkan asupan zat besi yang berasal dari sumber makanan yang mengandung heme. Kata kunci: Asupan nutrisi, aktivitas fisik, konsentrasi, masalah kantuk Abstract Nutrient and energy intake, nutrition status, and daily activity could give impact for sleepiness problem. Sleepiness related to the decreasing of cognitive ability that caused by iron deficiency. A person who feels sleepy will have a lack of physical activities that lead to overweight and therefore has a higher risk to suffer degenerative diseases such as cardiovascular and diabetes mellitus. This study aimed to analyze dominant factor that can give

  6. Optimización multiobjetivo del proceso de soldeo GMAW de la aleación AA 6063-T5 basado en la penetración y en la zona afectada térmicamente

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miguel, Valentín

    2015-03-01

    Full Text Available The selection of technological parameters in a welding process must be led to the optimized results of the operation. Penetration is one of the most decisive factors for the success of the joint. Another important factor is the Heat Affected Zone (HAZ, when the mechanical properties of this one are modified respecting to the base material. The way in which the technological variables of the process affects to both them, penetration and HAZ, are inverse in each case. This work presents an optimization methodology based on the Design of Experiments (DOE and the Response Surface Method (RSM of the GMAW process applied to the aluminum alloy AA 6063-T5. This research is focused to obtain penetration rates that make HAZ values to be suitable in current applications. Welding rate has been found to be the most significant technological parameter for controlling the process.La selección de los parámetros tecnológicos que regulan los procesos de soldadura por arco debe efectuarse de forma que se optimice el resultado de la operación. La penetración es uno de los factores decisivos, ya que es determinante en el modo de ejecutar el proceso así como en el comportamiento de la unión. Otro factor importante es la Zona Afectada Térmicamente (ZAT, cuando ésta presenta propiedades diferentes a las del material base. El modo en que afectan los parámetros tecnológicos en ambos, penetración y ZAT, es inverso a los objetivos que suelen plantearse. En este trabajo se presenta una metodología de optimización del proceso GMAW de la aleación AA 6063-T5 basado en el diseño de experimentos y la superficie de respuesta. Los resultados obtenidos permiten evaluar la conveniencia de fijar como objetivo valores de penetración tendentes a mantener ZAT en ratios asumibles. Se obtiene que la variable que más afecta a la optimización es la velocidad de soldadura.

  7. Pembentukan mother plant Bacopa australis secara In-vitro dan aklimatisasi dalam aquascape air tawar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Media Fitri Isma Nugraha

    2017-12-01

    Full Text Available Tanaman air adalah bagian penting dari ekosistem air tawar. Salah satu spesies yang terkenal adalah Bacopa australis. Hobiis aquascape saat ini memiliki ketertarikan tinggi terhadap tanaman air dengan kualitas yang bagus dari setiap spesiesnya. Metode perbanyakan tanaman air tanpa tanah, lahan pertanian dan air perlu dilakukan untuk memenuhi keinginan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula media kultur jaringan dan zat pengatur tumbuh yang tepat untuk multiplikasi dalam perakitan mother plant (tanaman induk Bacopa australis, serta mendapatkan media terbaik untuk aklimatisasi. Media yang digunakan adalah media Murashige dan Skoog (MS A padat dengan perbedaan konsentrasi zat pengatur tumbuh. Perlakuan uji dalam kombinasi zat pengatur tumbuh (a 0,50 mg/L BAP + 0,50 mg/L kinetin; (b 0,50 mg/L BAP; dan (c 0,50 mg/L 2,4-D. Aklimatisasi tanaman induk dilakukan pada berbagai media antara lain 1 pasir silika + pupuk aqua soil amazonia, 2. pasir malang + pupuk aqua soil amazonia, 3 pasir silika + pupuk cair; 4 pasir malang + pupuk. Hasil yang diperoleh, yaitu formula media kultur terbaik untuk multiplikasi tunas tanaman B. australis secara in-vitro adalah media MS (A yang diperkaya dengan 0,5 mg/L BAP + 0,5 mg/L kinetin, sedangkan aklimatisasi terbaik pada media pasir malang + pupuk aqua soil amazonia. Water plant is an important part of freshwater ecosystems. One of the famous species is Bacopa australis. Today, many aquascape hobbyists have a high interest in aquatic plant species that have good aesthetic appearances. To answer this challenge, a new method in-vitro propagation of aquatic plants, planted without soil, agricultural land and water was conducted. The aim of this research was to find the best growth regulator hormon formula and aclimatisation medium, in creating the mother plant Bacopa australis. The medium used was MS (Murashige and Skoog, 1974 with different growth regulator hormon, i.e: (a 0.50 mg L-1 BAP

  8. PENGEMBANGAN TEKNIK TRITIK JUMPUTAN DENGAN SISTEM LIPAT IKAT DAN LIPAT JELUJUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryawati Ristiani

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAKTritik jumputan adalah proses pewarnaan rintang pada kain dengan menggunakan bahan perintang seperti tali, benang atau sejenisnya menurut corak-corak tertentu. Pada umumnya motif yang dihasilkan dari teknik tritik jumputan adalah bulat-bulat dan garis berupa motif  seperti biji mentimun berderet. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan teknik tritik jumputan sehingga menghasilkan motif selain bulat dan garis. Metode yang digunakan dalam  kegiatan ini  adalah  metode ujicoba  pengembangan tritik jumputan dengan teknik lipat ikat dan lipat jelujur. Hasil ujicoba dianalisa secara kualitatif dengan pengamatan visual dan uji kesukaan. Analisa kuantitatif dilakukan melalui uji laboratorium dan uji kesukaan berdasarkan pengukuran Likert dengan skala 5. Kegiatan ini menghasilkan enam belas teknik lipat tritik jumputan yang terdiri dari sembilan teknik lipat ikat dan tujuh teknik lipat jelujur. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat, cahaya, dan penekanan panas pada kain warna sintetis maupun alam menunjukkan rata-rata 4-5 (baik. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap gosokan menunjukkan  rata-rata  3-4 (cukup baik. Hasil uji kesukaan terhadap 10 sampel produk jumputan teknik lipat, menunjukkan bahwa rata-rata responden menilai bagus, dengan nilai rata-rata 116,4.Kata kunci: Teknik lipat, kain, pewarnaan, tritik jumputan ABSTRACT Tritik jumputan is resist dyeing technique on textiles by using rope, yarn or others as resisting materials, following certain motifs. The most common motifs of tritik jumputan are circles and lines, such as a row of cucumber seeds. The purpose of this research is to develop tritik jumputan techniques to produce motif other than circles and lines. The method of this research is experimental exploration of tritik Jumputan motif with folded tie and folded hem technique. The results are analyzed qualitatively by visual observation, being watched with eyes (observe and

  9. Pemanfaatan Limbah Cair Pengempaan Gambir untuk Pewarnaan Kain Batik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Failisnur Failisnur

    2017-06-01

    Full Text Available Gambier is a potential plant in West Sumatra with production about 17,160 tonnes in 2014. It will be released about 4,290,000 L of unutilized wastewater from that production which is dumped around production area. The wastewater odor is acidic with pH of 3-4 and contaminating the surrounding environment. Tannin content of the wastewater is high enough so it is good to be used as a dye. The research objective was to utilize wastewater of gambir as a dye in some types of batik fabrics. Variations of treatment in this study were 4 types of fabrics: cotton, silk, viscose and dobby, and addition of mordant metal Al2(SO43, CaO, and FeSO4. The result showed that the color direction of the fabrics varied from light brown, brown to blackish brown. Viscose fabric provided the highest color strength, followed by dobby fabrics. Silk and cotton fabrics produced non significant color strength. The test results of color fastness to washing in 40°C, light, and rubbing were generally good to excellent value (4-5. Test result of tear strength when compared with fabric blank showed that dyeing with gambir not reduce the fabric tear strength.ABSTRAKGambir merupakan tanaman perkebunan yang cukup banyak di Sumatera Barat dengan produksi tahun 2014 sekitar 17.160 ton. Dari produksi tersebut akan menghasilkan limbah cair sekitar 4.290.000 L yang dibuang di sekitar area produksi dan belum dimanfaatkan. Limbah cair tersebut berbau asam dengan pH 3-4 dan berpotensi mencemari lingkungan sekitarnya. Kandungan tanin dari limbah cair ini cukup tinggi sehingga sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai pewarna. Tujuan penelitian adalah memanfaatkan limbah cair gambir sebagai pewarna pada beberapa jenis kain batik. Penelitian ini memvariasikan perlakuan penggunaan 4 jenis kain yaitu kain katun, kain sutera, kain viskos, dan kain dobi, dengan penambahan logam mordan Al2(SO43, CaO, dan FeSO4. Hasil penelitian didapatkan arah warna kain bervariasi dari coklat muda, coklat sampai

  10. REKONSTRUKSI OBYEK TIGA DIMENSI DARI GAMBAR DUA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE GENERALIZED VOXEL COLORING–LAYERED DEPTH IMAGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudy Adipranata

    2008-01-01

    Full Text Available The objective of this research is to develop software which capable to reconstruct 3D object from 2D images as references using Generalized Voxel Coloring - Layered Depth Image method (GVC-LDI. This method reconstruct 3D object using LDI link list as help to find voxels which correspond to the objects based on color. To find the voxels, we calculate the color standard deviation of the pixels which is projected from the object. If the standard deviation is smaller than the threshold, the voxel evaluated as a part of the object. The process repeated for each voxel until it gets all of the voxels which shape the object. The voxels can be drawn to screen to get the photorealistic 3D object that represent the 2D images. In this research, we also compare the result of GVC-LDI and Generalized Voxel Coloring – Image Buffer (GVC-IB which is one of the GVC variant also. Future development of the software is automatic 3D modeling application and real time 3D animation application. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada penelitian ini dikembangkan sebuah perangkat lunak untuk merekonstruksi obyek tiga dimensi dari kumpulan gambar dua dimensi dengan menggunakan metode generalized voxel coloring– layered depth image (GVC-LDI. Metode GVC-LDI ini melakukan rekonstruksi dengan bantuan link list LDI guna mencari voxel-voxel yang merupakan bagian dari obyek tiga dimensi berdasarkan warna. Guna penentuan voxel tersebut dilakukan perhitungan dari pixel-pixel yang merupakan proyeksi dari sebuah voxel. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan standar deviasi warna untuk menentukan apakah pixel-pixel yang bersesuaian mewakili lokasi obyek yang sama. Apabila standar deviasi warna lebih kecil dari threshold maka dapat dikatakan bahwa voxel tersebut termasuk bagian obyek. Proses ini dilakukan secara berulang untuk semua voxel hingga didapatkan voxel-voxel yang merupakan bagian dari obyek. Voxel tersebut kemudian digambar pada layar monitor sehingga diperoleh hasil berupa

  11. TÜRK TÜKETİCİLERİN ALMAN VE ÇİN ÜRÜNLERİNE YÖNELİK ÜLKE MENŞEİ ALGISI-PERCEPTION OF TURKISH CONSUMERS ABOUT COUNTRY OF ORIGIN EFFECT IN GERMAN AND CHINESE PRODUCTS

    OpenAIRE

    Evrim İldem DEVELİ

    2012-01-01

    Ülke menşei etkisi uluslararası pazarlarda tüketicinin satın alma kararını etkileyen önemli bir değişkendir. Ülke menşe etkisinin önemli olduğu birçok ürün bulunmaktadır. Bunlar arasında parfüm, aksesuar, otomobil, moda tekstil ürünleri, tüketici elektroniği, yazılım vb. yer almaktadır. Bazı zamanlarda ülke markalarının grafiğinde düşüş görülebilir. Mükemmel ürünler tüketiciyi işletmeyi ürünün kalitesiyle değerlendirmeye sevk etmektedir. Ancak, tek bir kalitesiz veya kötü ürün tüketicinin işl...

  12. DISTRIBUSI HASIL BUMI DI SEMARANG DENGAN WILAYAH SEKITARNYA The Distribution Of Crops In Semarang And Surrounding Area

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Libra Hari Inagurasi

    2016-07-01

      Tulisan ini berada pada lingkup arkeologi kolonial Hindia Belanda pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Perhatian utama tulisan ini adalah menggambarkan kembali distribusi komoditas hasil-hasil bumi dari daerah luar kota Semarang (Ambarawa, Salatiga, Kendal menuju daerah tujuan utama distribusi yakni Semarang. Sasarannya adalah bangunan-bangunan kolonial bermakna ekonomi sebagai sarana distribusi komoditas hasil bumi di  Semarang dan wilayah-wilayah di sekitarnya. Melalui survei, penelusuran peta-peta lama, dan penelusuran literatur, diketahui bahwa peninggalan-peninggalan terkait dengan distribusi gula, kapuk, teh, dan kopi yang masih dapat dilacak keberadaannya adalah stasiun-stasiun kereta api, gudang, pabrik gula, pabrik kapuk/tekstil, dan kantor perdagangan ekspor-impor. Jaringan ekonomi antara Semarang dengan wilayah sekitarnya adalah jaringan produksi dan distribusi. Posisi Kota Semarang merupakan pusat aktivitas perdagangan, tempat untuk pemasaran, mengekspor komoditi perdagangan melalui pelabuhan Semarang. Jaringan kereta api menjadi penghubung antara Kota Semarang dengan wilayah-wilayah di sekelilingnya. Komoditi perkebunan menjadi penggerak perekonomian di Semarang dan sekitarnya.   Kata kunci: Semarang, luar kota Semarang, Hindia Belanda, komoditi  perkebunan,  kereta api

  13. Alg Pigmentlerinin Tekstilde Doğal Boyar Madde Olarak Kullanımı

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elif BAYRAKTAR

    2018-04-01

    Full Text Available Bu çalışmada, mikroalglerden Chlorella vulgaris Beyerinck (Beijerinck,  Porphyridium cruentum (S.F.Gray Nageli ve Haematococcus pluvialis Flotow ve makroalglerden  Ulva lactuca Linnaeus ve Gracilaria gracilis  (Stackhouse M.Steentoft, L.M.Irvine & W.F.Farnham türlerinden pigment ekstraksiyonu gerçekleştirilmiş ve elde edilen pigmentlerin tekstil sanayiinde doğal boyar madde olarak kullanımı konusunda verimliliği araştırılmıştır. Kulanılan türlerden üç farklı çözgen aracılığıyla pigment ekstraksiyonu gerçekleştirilmiş ve her ekstrakt için 4 farklı mordanlama kimyasalı kullanılmıştır. Boyama işleminde yün iplikten faydalanılmıştır. Boyanan ipliklerin ışık haslığına göre değerlendirilmiştir. İplik boyamada en etkili olan türlerin U. lactuca ve G. gracilis olduğu tespit edilmiştir. En iyi mordanlama ise CuSO4, FeSO4 kimyasalları ile gerçekleştirilmiştir.

  14. Inovasi Desain, Teknologi, dan Pemasaran Lewat Website Usaha Kecil Menengah Batik dan Lutik (Lurik Batik di Kecamatan Laweyan Surakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anastasia Riani Suprapti

    2016-12-01

      Tujuan penelitian terapan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan produk batik dan lutik yang ada di wilayah Kecamatan Laweyan Surakarta dengan inovasi desain dan teknologi baru. Program ini bekerja sama dengan mitra UKM Batik Dewi (UKM 1 dan Batik Sinung Rejeki (UKM2 yang terletak di Kecamatan Laweyan. Pengusaha batik Laweyan dengan produknya berupa batik dan tekstil bermotif batik (printing dan cap dalam era globalisasi sekarang ini ternyata memiliki daya tahan yang baik, ditengah persaingan dengan produk sejenis dari daerah lain maupun dari luar negeri. Secara garis besar pola yang digunakan dalam implementasi penelitian ini meliputi: diskusi (FGD, kerja bengkel, operasional pabrik, pelatihan dan pendampingan (kelompok dan individu. Seperti halnya Usaha Kecil Menengah pada umumnya, pengusaha batik di Laweyan juga menghadapi masalah Internal meliputi  permodalan, inovasi desain, pemasaran, dan manajemen keuangan, yang meliputi administrasi keuangan/pembukuan. Beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi diantaranya adalah melakukan Inovasi desain dan teknologi, pengaturan layout pabrik, dan pemasaran lewat web. Selain itu mengembangkan desain motif batik yang lebih diminati pasar diberikan juga untuk pengembangan teknik kombinasi batik-lurik ikat dengan cara lukis dan pengelantangan. Penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi untuk promosi lewat website. Adapun untuk usaha pengembangan manajemen pemasaran,  diusahakan media promosi dan menjalin kerjasama pemasaran  dengan instansi terkait, misalnya dengan mengikuti pameran-pameran di Solo dan Jakarta.

  15. KAJIAN ASPEK TEKNIS DAN FINASIAL USAHA RUMAH TANGGA BRIKET BIOMASSA DARI KULIT NIPAH DENGAN TEMPURUNG KELAPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Martanto Martanto

    2016-04-01

    Full Text Available Nipah merupakan salah satu tanaman  didaerah pasang surut. Di Indonesia terdapat Sekitar tujuh juta hektar (7 Ha  tanaman Nipah. Pemanfaatan kulit nipah  sampai saat ini belum maksimal. Penelitian ini mencoba membuat briket arang dengan campuran arang kelapa. Metode pernelitian ini menggunakan eksperimen untuk pembuatan briket kulit nipah dan metode kuantitatif tehadap nilai ekonomisnya Dari hasil penelitian didapat kadar air 9,2 % ,kadar abu 3,51 % dan kadar zat menguap  2,62 %. Hasil penelitian tersebut layak dan kulaitasnya hampir sama dengan batu bara muda. Dari perhitungan analisa finansial perhitungan NPV, IRR, Payback period  B/C ratio adalah masing-masing menghasilkan nilai masing-masing adalah 8.843.001, 41 %, 3 tahun 7 bulan dan  2,04. Sehingga usaha briket arang dari kulit nipah dengan tempurung kelapa sangat layak untuk dijadikan usaha skala rumah tangga

  16. MENELAAH HUKUM WARIS PRA-ISLAM DAN AWAL ISLAM SERTA PELETAKAN DASAR-DASAR HUKUM KEWARISAN ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asrizal Saiin

    2017-03-01

    [Dalam sejarahnya, pembagian harta warisan sudah ada sebelum Islam (pra-Islam. Adapun sistem pewarisannya adalah sistem keturunan dan sistem sebab. Pembagian harta warisan bersifat patrilinear, artinya anak-anak yang belum dewasa dan kaum perempuan tidak berhak mendapatkan harta warisan, sekalipun mereka merupakan ahli waris dari yang telah meninggal. Seseorang baru bisa mendapatkan harta apabila; adanya pertalian kerabat, janji ikatan prasetia, dan pengangkatan anak. Sementara pada masa awal Islam seseorang bisa mendapatkan harta warisan apabila; adanya pertalian kerabat, pengangkatan anak, adanya hijrah dan adanya persaudaraan. Pewarisan, baru terjadi jika ada sebab-sebab yang mengikat pewaris dengan ahli warisnya, seperti adanya perkawinan, kekerabatan, dan wala’. Adapun hal-hal yang dapat menggugurkan hak seseorang menerima warisan adalah; perbudakan, pembunuhan, berlainan agama, murtad, karena hilang tanpa berita dan berlainan negara. Sebelum pembagian warisan ada beberapa hak yang harus dipenuhi terlebih dahulu, seperti; hak yang berkaitan dengan zat harta peninggalan, biaya perawatan jenazah, pelunasan hutang dan pemberian wasiat

  17. Výpočet aerodynamiky závodního automobilu

    OpenAIRE

    Vančura, Jan

    2008-01-01

    Diplomové práce je zaměřena na výpočty aerodynamických charakteristik závodního automobilu. Popisuje metodu sestavení CFD modelu s využitím 3D scanneru ATOS a prostředí softwaru Pro Engineer. V průběhu vytváření této práce byly zjištěny vlivy přídavných aerodynamických prvků závodního automobilu na výsledné zatížení náprav. The main subject of this diploma thesis is computation of race car aerodynamics. It describes composition method of CFD model with utilization of 3D scanner ATOS and CA...

  18. FIELD TRIALS OF FENITROTHION, MALATHION, AND DDT DUSTS AGAINST FLEAS ON RATTUS RATTUS DIARDII IN CILOTO, WEST JAVA, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lim Boo Liat

    2012-09-01

    Full Text Available Sebuah percobaan penanggulangan pinjal Xenopsyll cheopis dari tikus Rattus rattus diardii dilaku­kan di Ciloto dari bulan Februari sampai Nopember 1978. Racun serangga yang digunakan 50 % mala-thion wdp, 40 % fenitrothion wdp dan 75 % DDT wdp. dicampur dengan serbuk bedak sehingga ter­dapat 5 % zat racun aktif (active ingredient. Percobaan dilakukan pada 3 dusun. Pengamatan dilakukan dari bulan Februari sampai Nopember 1978 di daerah percobaan dan daerah kontrol DDT 5 % tidak effektif untuk pemberantasan pinjal, malathion 5 % effektif sampai 15 minggu dan Fenitrothion 5 % sampai 19 minggu sesudah perlakuan pertama. Ketiga racun serangga juga effektif untuk tungau dan kutu, tapi tidak demikian untuk tungau dewasa mesostigmatik (mesostigmatic mites.

  19. Karakteristik Beberapa Jenis Antibiotik Berdasarkan Pola Difraksi Sinar-X (XRD Dan Spektrum FTIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirzan T Razzak

    2017-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan pengukuran karakteristik difraksi sinar-x (XRD terhadap beberapa jenisantibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik difraksi sinar-x suatuantibiotik sebagai upaya untuk identifikasi antibiotik secara cepat. Dalam penelitian ini diamatikarakteristik difraksi sinar-x dari 15 (lima belas antibiotik yang tersedia di pasaran. SpektrumXRD diukur pada sudut 2 antara 5 – 75 untuk dibandingkan dan dievaluasi mengenai bentukkristalnya. Selanjutnya diukur pula spektrum XRD dari pencampuran antibiotik dengan tepungtapioka. Pengukuran spektrum infrared dengan FTIR juga dilakukan untuk menguji konsistensihasil evaluasi spektrum XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amoxicillin dan ampicillinmempunyai struktur kristal yang sama, yaitu orthorombic primitif. Sayangnya baik XRDmaupun FTIR, tidak memberikan nilai kuantitatif pada antibiotik. Oleh sebab itu, perbedaankonsentrasi dengan pencampuran tepung tapioka tidak dapat dideteksi. Walaupun demikian,metode ini terbukti dapat digunakan untuk membedakan komposisi zat penyusun antibiotiksecara cepat dan akurat.

  20. Sistem Identifikasi Kandungan Boraks pada Bakso Daging Sapi Berbasis Android Menggunakan Algoritma Naive Bayes Classifier

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sofi Dwi Purwanto

    2017-03-01

    Full Text Available Poin pertama yang menjadi fokus dalam pemenuhan keamanan adalah keamanan dalam bidang pangan (food security. Di Indonesia, masih terdapat beberapa fenomena seperti penggunaan boraks sebagai zat aktif kimia pada bakso. Hal ini masih menjadi tren yang menjadi hambatan dalam pemenuhan hak manusia dalam mewujudkan keamanan pangan. Penelitian ini mengimplementasikan metode naïve bayes classifiersebagai pendeteksi (detektor dengan melakukan grayscale dan melakukan estimasi parameter distribusi fitur objek untuk data citra proses training. Sedangkan proses testing juga akan melalui tahap grayscale, selanjutnya proses identifikasi dengan menggunakan fungsi diskriminan dan hasil estimasi parameter distribusi. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian sebesar 840 citra meliputi 780 bakso yang dibuat secara mandiri dan 60 data diperoleh dari hasil survey dilapangan. Hasil uji coba menunjukkan hasil terbaik diperoleh dengan tingkat akurasi sebesar 82.7778%  untuk dimensi citra 3x4 dengan jumlah data yang diidentifikasi secara benar adalah sebanyak 149 dari 180 data yang digunakan.

  1. Purists, Partisans, and the Aesthetic Dimension of Sport

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Charles Robinson

    2014-05-01

    Full Text Available Purists, Partisans, and the Aesthetic Dimension of Sport Stephen Mumford, in his book Watching Sport, identifies two types of sports spectator – partisans and purists. Partisans are more concerned to see their team win, whether they do so in an aesthetically pleasing way or not, while purists have no such irrational commitment, and instead pursues the higher aesthetic experience of sport. The purist, Mumford argues, is superior because she watches sport for aesthetic and intellectual reasons and sees the game, it seems, more objectively, whereas the partisan is emotional and victoryseeking, experiencing the game through the lens of their desire for victory. But this distinction, I argue, doesn’t do justice to the actual experience of spectators. Whilst Mumford is correct to suggest that the aesthetic dimension is vital in our enjoyment of sport, there is no reason to suppose that the partisan cannot partake in the aesthetic appreciation of sport. Furthermore, whilst winning is obviously hugely important in judging the quality of sports teams, they are likely to be more fondly regarded if they do so through the demonstration of virtues that are aesthetic in nature. Even the most vociferous of partisans are capable of appreciating such teams. Puristé, partyzáni a estetická dimenze sportu Ve své knize Watching Sport Stephen Mumford identifikuje dva typy sportovních diváků – partyzány a puristy. Partyzáni se zajímají spíše o výhru svého týmu, ať už je jejich hra estetická, nebo ne, zatímco puristé nemají tento iracionální zájem a zajímá je vyšší estetický sportovní zážitek. Mumford považuje puristy za nadřazenější, protože sledují sport z estetických a intelektuálních důvodů, a zdá se, že vidí hru objektivněji, zatímco partyzáni jsou emocionální a sledují hru skrze touhu po vítězství. Moje argumenty ukazují, že toto pojetí adekvátně nepopisuje zážitek diváků. Zatímco Mumford

  2. Smart operation; Slim bezig

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Stokman, H. [Direct Current, Aalsmeer (Netherlands)

    2012-04-15

    In the project Decent a direct current (DC) grid has been developed as a medium and low voltage DC distribution network. Already all electronic devices work on DC, and renewable resources produce DC. The DC grid connects the DC users and resources directly. The project is the first testing area in Europe where, in addition to the users and resources, the intelligent infrastructure itself will be working on DC. It will also demonstrate that DC is more efficient and uses less raw material than alternating current (AC) [Dutch] De energiewereld staat aan de vooravond van revolutionaire veranderingen. Duurzame opwekking van elektriciteit wordt steeds belangrijker, omdat fossiele brandstoffen in rap tempo opraken. Om grootschalige duurzame opwekking in de nabije toekomst mogelijk te kunnen maken, zat het huidige 'verouderde' elektriciteitsnet en de infrastructuur aangepast moeten worden. Innoveren met gelijkspanning biedt de oplossing.

  3. UJI AKTIVITAS EKSTRAK TERIPANG PASIR YANG TELAH DIFORMULASIKAN TERHADAP KEMAMPUAN SEX REVERSAL DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG GALAH (Macrobrachium rosembergii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryo Triajie

    2010-04-01

    Full Text Available Teripang atau Timun laut (Echinodermata adalah salah satu jenis komoditi laut yang bernilai domestik maupun internasional sub sektor perikanan yang cukup potensial. Salah satu zat bioaktif yang terkandung dalam teripang adalah senyawa steroid. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat efektivitas ekstrak kasar daging teripang yang telah diformulasikan dalam air media pemeliharaan juvenile udang galah terhadap keberhasilan mendapatkan jantan fenotif. Hipotesa yang dipakai pada penelitian ini adalah bahwa masa aktif pemberian ekstrak kasar daging teripang hasil formulasi yang diberikan dalam air media, efektif dapat berpengaruh dalam perkembangan juvenil menjadi jantan fenotif. Metode perendaman dengan dosis ekstrak teripang 10 mg/L, 15 mg/L dan 25 mg/L, dapat menghasilkan populasi jantan lebih tinggi dari kontrol (kontrol negatif/tanpa perlakuan hormon. Kata Kunci : teripang, steroid, jantan fenotif

  4. Hodnotové orientace a ctnosti ve světle pozitivní psychologie

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vladimír Smékal

    2017-08-01

    Full Text Available Cílem tohoto sdělení je poukázat na význam hodnot v kontextu občanských ctností, a na jejich souvislost s rozvíjením občanské kultury osobnosti. Studie naznačuje, jak je důležité vytvářet formační projekty spojené s evaluací jejich efektivity, aby se prokázalo, které vývojové a formativní vlivy jsou rozhodující pro utváření občanských ctností jako základu politické a občanské kultury.

  5. UJI AKTIFITAS ANTINYAMUK MINYAK ATSIRI SEREH DAPUR DALAM BENTUK SEMPROT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianis S.Farm, M.Farm, Apt

    2018-03-01

    Full Text Available Minyak atsiri daun sereh dapur mengandung citronella dan geraniol, kandungan ini mempunyai aktivitas sebagai antinyamuk. Penelitian ini dilakukan dengan isolasi minyak atsiri menggunakan metoda destilasi air. Minyak atsiri daun sereh dapur diuji dengan konsentrasi 1%, 5%, 10%, dan 15%, kemudian disemprotkan kepada nyamuk, uji ini juga menggunakan  kontrol (- berupa zat pembawa tanpa minyak atsiri dan kontrol (+ berupa obat semprot yang beredar dipasaran. Hasil uji aktivitas antinyamuk terhadap 100% kematian nyamuk dengan konsentrasi 1%, 5%, 10%, dan 15% berturut turut diperoleh waktu kematian 3.05, 2.03, 1.1 dan 0.6 (menit dan detik, untuk kontrol (- tidak mempunyai aktivitas membunuh nyamuk, sedangkan kontrol (+ diperoleh waktu 20 detik. Kesimpulan uji aktivitas antinyamuk minyak atsiri daun sereh dapur diperoleh semakin besar konsentrasi, aktivitasnya semakin tinggi.Kata Kunci : Antinyamuk; Minyak atsiri; Sereh dapur.

  6. CONSANGUINITY, GENETICS AND DEFINITIONS OF KINSHIP IN THE UK PAKISTANI POPULATION.

    Science.gov (United States)

    Bittles, A H; Small, N A

    2016-11-01

    Consanguineous marriage is a controversial topic in many Western societies, with attention mainly focused on the health of immigrant communities from Asia and Africa. In the UK consanguinity is especially prevalent in the Pakistani community, which now numbers over 1.1 million. Less attention has been paid to the influence of hereditary population stratification within Pakistani communities, in particular biraderi (literally brotherhood) membership, which denotes male lineages that largely govern marriage partner choice and hence the transmission of disease genes. The various roles played by biraderi and their relationship to other socio-occupational and kinship terms, such as caste, quom and zat, are often overlooked in health-based studies. The interchangeable use of these different kinship terms without rigorous definition can create identity uncertainty and hinders inter-study comparisons. Where feasible, standardization of terminology would be both desirable and beneficial, with biraderi the preferred default term to identify specific social and genetic relationships within the Pakistani diaspora.

  7. EFEK SUPLEMEN PROTEIN BERBASIS-SUSU TERHADAP KESEIMBANGAN MIKROFLORA TUBERKULOSIS PARU DARI PASIEN DALAM PENGOBATAN (EFFECT OF MILK-BASED PROTEIN SUPPLEMENT ON THE MICROFLORA BALANCE OF PULMONARY TUBERCULOSIS FROM TREATED PATIENTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparman Suparman

    2013-07-01

    tuberkulosis (TB Paru, di samping sering mengalami defisiensi zat gizi, diduga mengalami gangguan keseimbangan mikroflora usus akibat rendahnya konsumsi makanan dan penggunaan terapi antibiotika. Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium longum merupakan penghuni normal mikroflora usus manusia, yang mampu memperbaiki penyerapan zat gizi dan memodulasi respon imun. Tujuan: Menguji efek suplemen protein berbasis-susu (PBS terhadap keseimbangan mikroflora TB (pemeliharaan pertumbuhan dan aktivitas metabolik bakteri prebiotik dari pasien dalam pengobatan. Metode: Beberapa metode diterapkan untuk menentukan konsentrasi zat gizi dan populasi probiotik. (1 jenis dan jumlah karbohidrat serta konsentrasi vitamin A dalam suplemen PBS menggunakan metode HPLC, konsentrasi seng menggunakan metode AAS, dan jumlah protein menggunakan metode mikro Kjeldahl; (2 jumlah energi, lemak dan konsentrasi vitamin D dihitung berdasarkan kandungan zat gizi dalam setiap bahan; (3 populasi bakteri probiotik menggunakan teknik plating dan aktivitas metabolik dengan metode HPLC; (4 daya terima suplemen PBS secara organoleptik menggunakan skala Likert. Hasil: Setiap 100 gram suplemen PBS terkandung: (a karbohidrat monosakarida (1.710 mg, disakarida (43.870 mg dan oligosakarida (490 mg serta energi, lemak, protein, vitamin A, vitamin D, dan seng; (b suplemen PBS mampu memelihara pertumbuhan bakteri probiotik (> 1x 10 log10 cfu/mL dan menstimulasi produksi asam laktat lima kali lebih tinggi (4,5 M asam laktat/mL dibandingkan dengan plasebo (0,9 M asam laktat/mL; (c suplemen PBS disukai oleh seluruh subyek. Kesimpulan: Suplemen PBS memiliki kapasitas mempertahankan pertumbuhan bakteri probiotik dan meningkatkan aktivitas metabolik dua probiotik indigenus saluran pencernaan manusia. [Penel Gizi Makan 2011, 34(2: 147-156

  8. Decentralizované systémy hospodaření s dešťovou vodou v městském prostředí

    OpenAIRE

    Šerek, Jiří

    2013-01-01

    Příspěvek se zabývá problematikou hospodaření s dešťovými vodami v urbanizovaném území. Cílem je popsat rizika současného centralizovaného způsobu odvodnění a poukázat na možnosti systémů decentralizovaných. Článek také nabízí pohled na tyto systémy z hle The main topic is rainwater management in urban areas. The aim is to describe the risks of centralized drainage system and to show the advantages of decentralized systems. The article also provides an overview of these systems in terms of...

  9. Manipulator-controlled manufacturing and on-line testing of composite materials. Subproject: Development and trial of test techniques. Final report

    International Nuclear Information System (INIS)

    Nuding, W.; Schroeder, P.

    1991-10-01

    ZAT Juelich was in charge of the assessment of the basic nondestructive materials testing requirements relevant to manufacturing, the application and testing of the hardware and software developed by ITS, the supply of the required X-ray systems including sensors and basic manipulation systems, microfocus X-raying of the newly developed special welding materials, hard-facing parameter studies applicable to components which consist of different composite materials and are characterized by complex geometries, and computer-aided evaluation and scanning of components. The ITS developments were based on nondestructive radiography because radiography provides reliable data about the types, location and sizes of defects. The test object is X-rayed by means of an X-ray tube, and radiograph is displayed on a TV monitor by means of an image intensifying TV chain after improvement of the signal-to-noise ratio by an image processing system. (orig.) [de

  10. PSIKOTERAPI TRANSPERSONAL DALAM KAJIAN ISLAM UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Fourianalistyawati

    2011-02-01

    Full Text Available Tujuan penulisan artikel ini adalah mengkaji konsep psikoterapi transpersonal ditinjau dari kajian Islam untuk meningkatkan kesehatan mental pada individu. Psikoterapi transpersonal pada awalnya dikembangkan oleh tokoh psikologi humanistik antara lain Abraham Maslow, Ken Wilber, dan Charles Tart. Aliran ini menaruh perhatian pada dimensi spiritual manusia yang mengandung potensi dan kemampuan luar biasa, yang sejauh ini terabaikan dari telaah psikologi kontemporer. Pelaksanaan psikoterapi transpersonal sangat terkait dengan studi mengenai potensialitas tertinggi dari manusia dan pengalaman spiritual, serta adanya keyakinan terhadap zat tertinggi. Individu yang sehat secara mental dapat mengikuti atau melakukan suatu aktivitas dengan baik. Sebaliknya, individu akan mengalami hambatan mengikuti atau melakukan suatu aktivitas bila kesehatan mentalnya terganggu, seperti adanya: rasa cemas, sedih, marah, kesal, khawatir, rendah diri, kurang percaya diri dan lain-lain (Mandola, 2009. Melalui pembahasan ini dapat diketahui konsep psikoterapi transpersonal dalam kajian Islam, yang dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif upaya meningkatkan kesehatan mental pada individu. Kata Kunci : Psikoterapi Transpersonal, Kajian Islam, Kesehatan Mental

  11. Webová aplikace v desktopovém prostředí

    OpenAIRE

    Bugáň, Marek

    2014-01-01

    Tato bakalářská práce by měla ukázat, jak se dá pracovat s webovými aplikacemi v destkopovém prostředí. Jsou zde popsány technologie, které se dají požít pro vývoj těchto aplikací. Jádrem práce je popsat a demonstrovat vývoj aplikací v prostředí Google Chrome API. This bachelor thesis shoul show us, how to work with web application in desktop environment. It show us, wthch technologies we can use for development of this kind of application. The aim of thesis is to describe and demonstrate ...

  12. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDATAAN PENYAKIT MENULAR DI KABUPATEN JEMBRANA BERBASIS WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Bagus Putu Sudarma Putra

    2015-10-01

    Full Text Available Pendataan penyakit pada masing-masing instansi kesehatan di Kabupaten Jembrana masih besifat manual sehingga hasil pendataan tidak langsung diterima pihak Dinas Kesehatan. Masyarakat umum yang berada di Kabupaten Jembrana belum bisa memperoleh informasi tentang data penyakit menular yang terdata di Kabupaten Jembrana. Penelitian ini akan merancang Sistem informasi Geografis (SIG dengan melakukan pendataan penyakit yang terdata di Kabupaten Jembrana. Metode pembangunan sistem menggunakan model waterfall dengan beberapa tahapan yaitu Analisa Kebutuhan, Design Sistem, Coding & Testing dan Penerapan Program. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP, Javascript dengan dukungan web mapping Google Map API dan Fusion Table Layer. Hasil dari penelitian adalah sebuah sistem yang dapat melakukan pendataan penyakit pada masing-masing Instansi Kesehatan serta informasi pemetaan penyakit menular dengan menampilkan intensitas warna yang berbeda sesuai dengan besarnya penyakit yang terdata. Informasi yang diterima juga dalam bentuk report dan grafik jumlah pendataan penyakit secara berkala sesuai dengan kebutuhan Dinas Kesehatan.

  13. KESINAMBUNGAN MOTIF HIAS MASA PRA-ISLAM STUDI KASUS PADA MIMBAR MASJID KAJORAN THE CONTINUITY OF ORNAMENTAL MOTIVES IN PRE-ISLAMIC PERIOD A CASE STUDY INTHE PODIUMOF KAJORAN MOSQUE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Widyastuti

    2016-06-01

    ABSTRAK             Masuknya agama Islam memberikan warna baru dalam bidang kesenian khususnya seni hias. Dalam agama Islam terdapat larangan untuk menggambar makhluk hidup sehingga dilakukan upaya untuk menyamarkannya. Pada mimbar masjid Kajoran terdapat hiasan dengan motif binatang dan tumbuh-tumbuhan. Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa selain motif-motif geometris, pada mimbar tersebut juga terdapat motif-motif berupa gajah, naga, burung, dan bunga teratai. Kemungkinan makna motif-motif hias tersebut masih relevan dengan ajaran Islam. Hal ini menunjukkan besarnya toleransi agama Islam terhadap kebudayaan yang telah ada pada suatu daerah, selama tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.   Kata Kunci: mimbar, motif hias, masjid Kajoran

  14. The Phenotype of Diploid and Triploid F1 of Female Kohaku and Sanke Koi with Males White and Red Koi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Alimuddin

    2007-12-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study was done to discover the effect of addition of chromosome number on phenotype F1 hybrid of females kohaku (white-red and sanke (white-red-black koi with males white and red koi. The white and red males koi were the F1 of gynogenesis. Spawning of koi was done by hormonal (ovaprim 0,5 ml/kg body weight and fertilization was done artificially. Triploidization was done by heat shock at 40°C during 1,0-1,5 minutes after 2-3 minute from egg fertilization. Colour analysis was done on 4 months old fish. Triplodization was succeeding on 86,67%.  Addition of chromosome number on koi due to triploidization was suppressed the percentage of koi with combination color (kohaku, shiro-bekko, hi-utsuri, and sanke. It was seen on hybridization of sanke vs white koi as much as 5,55%, while on sanke vs red koi reached 45,02%. Hybridization of kohaku vs white koi as well as kohaku vs red koi produced higher percentages of kohaku compared to kohaku vs kohaku.Key words: Phenotype, diploid, triploid, koi fish, hybrid, chromosome AbstrakStudi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan jumlah set kromosom terhadap fenotipe keturunan persilangan ikan koi kohaku (putih-merah dan sanke (putih-merah-hitam betina dengan jantan putih dan merah. Ikan koi jantan putih dan merah merupakan hasil ginogenesis generasi pertama. Pemijahan ikan koi dilakukan dengan rangsangan hormonal ovaprim 0,5 ml/kg induk dengan sistim pembuahan buatan. Triploidisasi dilakukan dengan memberikan kejutan panas 400C selama 1,0-1,5 menit pada saat 2,0-3,0 menit setelah pembuahan telur. Analisis warna dilakukan setelah ikan berumur 4 bulan. Tingkat keberhasilan triploidisasi yang diperoleh cukup tinggi, yaitu sebesar 86,67%. Penambahan jumlah set kromosom ikan koi akibat triploidisasi menurunkan persentase ikan koi yang berwarna kombinasi (putih-merah, putih-hitam, merah-hitam dan putih-merah-hitam sebesar 5,55% untuk persilangan sanke vs putih, dan 45,02% untuk persilangan

  15. Alur Kerja Baru Simulasi Performa Bangunan Dalam Proses Desain Parametrik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firza Utama Sjarifudin

    2010-12-01

    Full Text Available Makalah ini menjelaskan hubungan alur kerja baru antara program pemodelan CAD 3D (Rhino/Grasshopper dan simulasi pencahayaan dengan (Radiance/Daysim. Alur kerja perancangan yang sangat efektif dalam Rhino disajikan secara langsung dengan mengekspor geometri, material properties, dan sensor grid ke dalam format Radiance/Daysim untuk menghitung serangkaian indikator performa termasuk peta radiasi matahari serta faktor pendistribusian pencahayaan dalam setahun. Hasil simulasi secara otomatis dikirim kembali ke dalam Rhino menggunakan pemetaan warna. Dengan menggunakan Grasshopper, parameter desain utama seperti ukuran jendela dan deskripsi material dapat diubah secara bertahap dan hasil simulasi dapat dikombinasikan menjadi sebuah simulasi performa bangunan dalam bentuk animasi transformasi parametrik. Desain alur kerja ini telah secara khusus dikembangkan bagi proses perancangan arsitektur dengan menyediakan semua feedback yang sangat berguna bagi perancang secara interaktif dari tahap rancangan skematis sampai tahap pengembangan perancangan. 

  16. STUDI PEMBUATAN TEH DAUN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L SEBAGAI MINUMAN PENYEGAR (Production of Tea from Cocoa Leaves (Theobroma cacao L as Refreshment Beverage

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyanto Supriyanto

    2015-02-01

    kakao kering berkadar air 3-5%. Dilakukan pengamatan dan analisis meliputi kadar air, warna, kadar total polifenol, aktivitas antioksidan dan uji sensoris pada air rebusan teh daun kakao sebagai minuman penyegar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman penyegar hasil rebusan teh daun kakao dapat diterima oleh panelis, dan  yang paling disukai adalah air rebusan teh yang dibuat dari daun kakao muda dilayukan 10 menit. Air rebusan tersebut  warnanya sangat coklat, sedikit berbau daun, agak pahit dan sedikit sepat. Bubuk teh daun kakao mengandung total polifenol antara 0,42-0,74 mg/100 g, mempunyai aktivitas antioksidan antara 20,31 – 36,86%. Kata kunci: Daun kakao, pelayuan, umur daun, teh daun kakao, polifenol

  17. PENGARUH SUBTITUSI KACANG GUDE (Cajanuscajan TERHADAP KADAR PROTEIN DAN DAYA TERIMA KECAP KEDELAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desinta Andriana

    2014-07-01

    Full Text Available Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, memiliki sumber daya kacang-kacangan yang potensial sebagai pengganti kedelai, salah satunya adalah kacang gude. Untuk mengurangi ketergantungan kedelai dalam pembuatan kecap diperlukan alternatif lain yaitu dengan memanfaatkan kacang gude dalam pembuatan kecap.Penelitian ini berjenis true eksperiment (eksperimen sungguhan dengan rancangan post test dengan kelompok kontrol. Jenis perlakuan subtitusi kacang gude dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 30% dalam pembuatan kecap. Uji daya terima meliputi aspek warna, aroma, rasa dan kekentalan. Uji Kruskal Wallis untuk uji pengaruh kacang gude terhadap kadar protein, viskositas dan daya terima.Dari hasilpenelitiandidapatkanbahwatidakadapengaruhsubtitusikacanggudeterhadapkadar protein yaitup value 0,083 (>0,05, viskositaskecapyaitup value 0,932 (>0,05 dandayaterima (aspekwarna 0,684 (>0,05, aspek rasa 0,621 (>0,05, adapengaruhsubtitusikacanggudeterhadapdayaterima (aspek aroma 0,000 (<0,05 danaspekkekentalan 0,047 (<0,05. Berdasarkanujidayaterimamemberikantingkatkesukaan paling baikpadasubtitusikacanggude 30%.

  18. POTENSI “IKAN MURAI AIR TAWAR” (Gymnothorax polyuranodon SEBAGAI IKAN HIAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Musa

    2011-12-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi sumberdaya alam hayati termasuk di dalamnya ikan-ikan air tawar, payau, dan laut yang prospeknya dikembangkan sebagai komoditas yang bernilai ekonomi tinggi. Ikan murai air tawar (Gymnothorax polyuranodon merupakan salah satu spesies ikan yang sebarannya cukup luas di Indonesia. Dalam siklus hidupnya ikan murai ini hidup di air tawar, payau dan laut. Corak warna coklat kekuningan dengan bintik hitam bulat yang tidak teratur pada kepala seperti pita-pita yang warnanya memanjang yang lengkap serta bentuknya yang mirip ular menyebabkan ikan murai ini juga dijadikan ikan hias. Tiga kali koleksi ikan murai di alam telah dilakukan di Sungai Lasusua, Sulawesi Tenggara pada September 2008, Oktober, dan November 2009.

  19. Perancangan Sistem Navigasi Menggunakan Kamera pada Quadcopter untuk Estimasi Posisi dengan Metode Neural Network

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Redi Kharisman

    2014-03-01

    Full Text Available Sistem navigasi banyak digunakan sebagai pengenal objek dalam radius tertentu, penunjuk arah tujuan, penunjuk posisi objek berada dan sebagainya. Adakalanya sistem navigasi juga memiliki noise atau ketidakakuratan informasi dalam implementasinya sehingga membuat interpretasi terhadap posisi objek menjadi berbeda-beda pula. Dengan menganggap quadcopter sebagai suatu objek terbang dengan warna dominan, penentuan posisi dapat dilakukan proses pencitraan dengan prinsip Stereo Vision yang menggunakan dua buah kamera. Dengan kamera, proses pencitraan dapat dilakukan dengan mengetahui setiap perubahan posisi objek melalui titik tengah objek dengan proses  trackingnya. Namun kamera memiliki noise yang dapat menyebabkan perubahan data yang cukup sering dalam setiap cuplikan datanya. Metode Backpropagation Neural Network digunakan sebagai estimator yang ditujukan agar dapat mengikuti pola data sekaligus juga memberikan posisi yang lebih akurat dengan mengeliminasi noise yang terdapat dalam pola data yang terekam. Sehingga dengan menggunakan metode tersebut, maka sebagian besar noise  yang terjadi, tereliminasi dan grafik pergerakan lebih tampak nyata.

  20. Siger Sebagai Wujud Seni Budaya Pada Masyarakat Multietnik di Provinsi Lampung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deri Ciciria

    2015-09-01

    Full Text Available Artikel ini menitik beratkan pada pembahasan siger sebagai simbol  integrasi masyarakat suku Lampung. Provinsi Lampung terdiri dari dua golongan suku asli yaitu suku Lampung Pepadun dan Saibatin. Keadaan ini sangat rentan akan terjadinya konflik dan perpecahan karena rasa sukuisme yang muncul karena tinggal di wilayah adat berbeda. Makna yang terungkap dalam artikel ini adalah bahwa siger merupakan simbol pemersatu masyarakat Lampung. Bentuk, warna, dan berbagai hiasan aksesorisnya menyiratkan persatuan dan kesatuan suku, sub  suku, dan keturunan masyarakat Lampung Pepadun dan Saibatin. Dengan adanya siger, masyarakat Lampung Pepadun ataupun Saibatin terikat oleh suatu persamaan kebudayaan, silsilah keturunan, kehidupan sosial budaya bahkan rasa senasib sepenanggungan. Siger dijadikan sebagai sarana propaganda mewujudkan integrasi masyarakat suku Lampung. Oleh karena itu siger banyak dimunculkan pada berbagai ornamen bangunan rumah, pasar (baik modern maupun tradisional, gapura, dan simbol pemerintahan sebagai wujud kemajemukan masyarakat Lampung. Kata kunci: Siger, Integrasi Budaya

  1. IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN DATA CENTER UNTUK PEMETAAN PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI KABUPATEN PONOROGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angga Prasetyo

    2016-05-01

    Full Text Available Perkembangan informasi penyebaran penyakit menular diperlukan oleh beberapa pihak, seperti Dinas kesehatan. Salah satu informasinya adalah mengenai penyebaran penderita demam berdarah dengue (DBD secara spasial di kabupaten Ponorogo. Keterbatasan pergerakan informasi penyebaran dan pemetaan data penderita demam berdarah yang tidak real time, menyebabkan penanganan serta proses antisipasi penyebaran di suatu daerah tertentu menjadi sangat lamban. Sistem Informasi Geografis (SIG merupakan salah satu teknologi pemetaan secara geografis yang memadukan sentuhan sistem informasi. SIG memiliki kemampuan yang sangat baik dalam memvisualisasikan data spasial berikut atribut-atributnya, memodifikasi bentuk, warna, dan simbol. Proses penyimpanan dalam suatu basis data dan berhubungan dengan persoalan serta keadaan dunia nyata (real world. Manfaat SIG secara umum memberikan informasi yang mendekati kondisi dunia nyata, memprediksi suatu hasil dan perencanaan strategis. Proses surveilan epidemologi pengamatan penyakit demam berdarah asih berdasar pada riwayat dan data pelaporan yang tidak real time, sehingga penanggulangan penyakit masih terkesan lambat.

  2. KARAKTERISTIK FENOTIPE HIBRIDA HUNA BIRU (Cherax albertisii DENGAN HUNA CAPITMERAH (Cherax quadricarinatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irin Iriana Kusmini

    2016-11-01

    Full Text Available Lobster air tawar (huna adalah spesies endemik dan merupakan komoditas perikanan spesifik lokal Papua dan Australia, yang termasuk famili Parastacidae dan genus Cherax. Secara morfologi ada persamaan bentuk dan warna antara huna biru dengan capitmerah. Diduga terjadi inbreeding yang menyebabkan produksi huna capitmerah mulai menurun. Hibridisasi antar huna bertujuan untuk meningkatkan keragaman genetiknya sehingga diperoleh kualitas benih huna yang lebih baik dalam hal pertumbuhan dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan turunan hibrida antara huna capitmerah dengan huna biru sampai 4 bulan relatif sama dengan non hibrida, pada umur 5 bulan pertumbuhan hibrida mulai terlihat lebih cepat dibandingkan dengan yang non hibrida. Hibridisasi jantan huna biru dengan betina huna capit merah (AR menghasilkan hibrida dengan efek heterosis 25% pada kenaikan bobot badannya. Hibridisasi jantan huna capitmerah dengan betina huna biru (RA menghasilkan nilai sintasan yang lebih baik dibandingkan dengan AR

  3. DESIGNING VISUAL NOVEL CHARACTERS OF GAJAH MADA AND TRIBHUWANA TUNGGADEWI AS REPRESENTATION OF HISTORY FIGURES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dendi Pratama

    2018-03-01

    Gajah Mada dan Tribhuwana Tunggadewi adalah dua tokoh sejarah Kerajaan Majapahit. Keduanya memiliki pengaruh besar dalam memperluas kekuatan Kerajaan Majapahit. Kedua tokoh sejarah ini bisa disajikan sebagai karakter permainan dalam visual novel yang mendidik, terutama merepresentasikannya melalui media interaktif yang menarik bagi remaja. Saat ini, tidak banyak visual novel yang menampilkan latar sejarah Indonesia. Studi ini menciptakan karakter Gajah Mada dan Tribhuwana Tunggadewi dalam konteks desain komunikasi visual. Pembahasan tentang karakter visual novel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika struktural, yaitu mendesain pesan melalui elemen visual garis, bentuk, tekstur, dan warna. Studi ini menunjukkan bahwa desain kostum pada karakter sebagai representasi makna informasi tentang sosok yang berpengaruh di kerajaan. Desain aksesori merupakan representasi makna simbolik tentang dolongan kebangsawanan. Desain wajah dan postur sebagai representasi eleganitas dan kekuatan karakter dalam makna imaji. Hasil desain karakter ini diharapkan bisa memberi gambaran tentang tokoh sejarah di Kerajaan Majapahit bagi remaja. Kata kunci: elemen visual, karakter, visual novel, semiotika struktural

  4. Validasi Algoritma Estimasi konsentrasi Klorofil-a dan Padatan Tersuspensi Menggunakan Citra Terra dan Aqua Modis dengan Data In situ (Studi Kasus : Perairan Selat Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Prinina

    2017-01-01

    Full Text Available Klorofil-a dan Padatan Tersuspensi (TSS merupakan parameter fisik kualitas perairan. Pigmen klorofil-a memiliki daya serap yang tinggi pada gelombang tampak biru dan merah. TSS merupakan zat padatan sedimentasi dari aliran sungai yang membawa material-material organik maupun anorganik. Kandungan TSS yang tinggi sangat mengganggu proses fotosintesis pada fitoplankton yang merupakan produsen penghasil zat klorofil-a. Sehingga TSS juga mampu menyerap gelombang tampak. Kemampuan klorofil-a dan TSS dalam menyerap gelombang tampak dapat di amati dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Pemanfaatan teknologi ini membutuhkan algoritma dalam menentukan nilai estimasi konsentrasi klorofil-a dan TSS. Penelitian ini menggunakan citra Terra dan Aqua MODIS. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi hasil algoritma klorofil-a dan TSS yang telah ada dalam perangkat lunak SeaDAS 7.3.1. Dari hasil penelitian ini didapatkan koreksi atmosfer terbaik dalam pendugaan klorofil-a dan TSS yaitu koreksi atmosfer MUMM. Dari hasil pemetaan klorofil-a dan TSS menghasilkan nilai NMAE sebesar 158,34% dan 65,28%. Hal ini menunjukkan bahwa algoritma empiris ini tidak dapat diterapkan pada Selat Makassar. Sebaran klorofil-a terendah sebesar 0,105 µg/l dan tertinggi sebesar 0,783 µg/l pada citra Terra MODIS. Sedangkan sebaran TSS terendah 0,02 mg/l dan tertinggi 6,88 mg/l pada citra Terra MODIS. Citra Terra MODIS lebih baik dalam pendugaan klorofil-a dan TSS dengan menggunakan algoritma empiris di SeaDAS 7.3.1 daripada menggunakan citra Aqua MODIS.

  5. Oxidative stress provokes distinct transcriptional responses in the stress-tolerant atr7 and stress-sensitive loh2 Arabidopsis thaliana mutants as revealed by multi-parallel quantitative real-time PCR analysis of ROS marker and antioxidant genes.

    Science.gov (United States)

    Mehterov, Nikolay; Balazadeh, Salma; Hille, Jacques; Toneva, Valentina; Mueller-Roeber, Bernd; Gechev, Tsanko

    2012-10-01

    The Arabidopsis thaliana atr7 mutant is tolerant to oxidative stress induced by paraquat (PQ) or the catalase inhibitor aminotriazole (AT), while its original background loh2 and wild-type plants are sensitive. Both, AT and PQ, which stimulate the intracellular formation of H₂O₂ or superoxide anions, respectively, trigger cell death in loh2 but do not lead to visible damage in atr7. To study gene expression during oxidative stress and ROS-induced programmed cell death, two platforms for multi-parallel quantitative real-time PCR (qRT-PCR) analysis of 217 antioxidant and 180 ROS marker genes were employed. The qRT-PCR analyses revealed AT- and PQ-induced expression of many ROS-responsive genes mainly in loh2, confirming that an oxidative burst plays a role in the activation of the cell death in this mutant. Some of the genes were specifically regulated by either AT or PQ, serving as markers for particular types of ROS. Genes significantly induced by both AT and PQ in loh2 included transcription factors (ANAC042/JUB1, ANAC102, DREB19, HSFA2, RRTF1, ZAT10, ZAT12, ethylene-responsive factors), signaling compounds, ferritins, alternative oxidases, and antioxidant enzymes. Many of these genes were upregulated in atr7 compared to loh2 under non-stress conditions at the first time point, indicating that higher basal levels of ROS and higher antioxidant capacity in atr7 are responsible for the enhanced tolerance to oxidative stress and suggesting a possible tolerance against multiple stresses of this mutant. Copyright © 2012 Elsevier Masson SAS. All rights reserved.

  6. HUBUNGAN KEKURANGAN VITAMIN A DENGAN ANEMIA PADA ANAK USIA SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idrus Jus’at

    2014-08-01

    Full Text Available Anemia, terutama anemia defisiensi  besi, masih merupakan  masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi anemia masih tinggi pada kelompok risiko tinggi yaitu ibu hamil, menyusui, balita, anak usia sekolah dan WUS. Selain kekurangan zat besi dalam  konsumsi  makanan dan penyakit infeksi, berbagai faktor mempunyai kontribusi relatif terhadap anemia. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi relatif  status  retinol  terhadap  anemia  pada  anak  usia  sekolah.  Penelitian  dilakukan  di   Tasikmalaya  dan Ciamis  pada  173  anak  umur  5-9  tahun  dari  keluarga  miskin.  Hasil  penelitian  menunjukkan  prevalensi anemia  14,5  persen, prevalensi kurang vitamin A  (KVA  10,9  persen. Konsumsi energi, protein, zat besi, vitamin  C,  vitamin  B12,  folat,  dan  seng  masih  di  bawah  AKG  (2004.  Setelah  dikontrol  dengan  asupan energi,  protein,  dan  vitamin  B12  anak  yang  menderita  KVA  memiliki  odds  ratio  3,33  kali  untuk  menjadi anemia (p=0.063, 95%, CI 0,93-11.84 dibandingkan anak yang tidak KVA. Kata kunci: anemia, defisiensi vitamin A, anak usia sekolah

  7. Genome-Wide Expression Analysis of Reactive Oxygen Species Gene Network in Mizuna Plants Grown in Long-Term Spaceflight

    Science.gov (United States)

    Sugimoto, Manabu; Gusev, Oleg; Wheeler, Raymond; Levinskikh, Margarita; Sychev, Vladimir; Bingham, Gail; Hummerick, Mary; Oono, Youko; Matsumoto, Takashi; Yazawa, Takayuki

    We have developed a plant growth system, namely Lada, which was installed in ISS to study and grow plants, including vegetables in a spaceflight environment. We have succeeded in cultivating Mizuna, tomato, pea, radish, wheat, rice, and barley in long-term spaceflight. Transcription levels of superoxide dismutase, glutamyl transferase, catalase, and ascorbate peroxidase were increased in the barley germinated and grown for 26 days in Lada, though the whole-plant growth and development of the barley in spaceflight were the same as in the ground control barley. In this study, we investigated the response of the ROS gene network in Mizuna, Brassica rapa var. nipposinica, cultivated under spaceflight condition. Seeds of Mizuna were sown in the root module of LADA aboard the Zvezda module of ISS and the seedlings were grown under 24h lighting in the leaf chamber. After 27 days of cultivation, the plants were harvested and stored at -80(°) C in MELFI aboard the Destiny module, and were transported to the ground at < -20(°) C in GLACIER aboard Space Shuttle. Ground control cultivation was carried out under the same conditions in LADA. Total RNA isolated from leaves was subjected to mRNA-Seq using next generation sequencing (NGS) technology. A total of 20 in 32 ROS oxidative marker genes were up-regulated, including high expression of four hallmarks, and preferentially expressed genes associated with ROS-scavenging including thioredoxin, glutaredoxin, and alternative oxidase genes. In the transcription factors of the ROS gene network, MEKK1-MKK4-MPK3, OXI1-MKK4-MPK3, and OXI1-MPK3 of MAP cascades, induction of WRKY22 by MEKK1-MKK4-MPK3 cascade, induction of WRKY25 and repression of Zat7 by Zat12 were suggested. These results revealed that the spaceflight environment induced oxidative stress and the ROS gene network activation in the space-grown Mizuna.

  8. Člověk „dobrý“ a/nebo „zlý“? Antropologická varianta výchovy mezi autoritářstvím a liberalitou/ Human being: Good and/or evil? Anthropological position between authoritarian and liberal approach to education

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jan Hábl

    2017-01-01

    Full Text Available Cílem této studie je ukázat implikace antropologického předporozumění lidské povahy pro etické vychovatelství. První část práce prezentuje rozdíl mezi ontologickým a morálním aspektem lidské povahy, tj. rozlišuje mezi tím, jak člověk jest (ontologie a jak by měl být (morálka. Druhá část srovnává tři, resp. čtyři antropologické varianty odpovědí na tyto otázky – antropologický pesimismus, optimismus, realismus, existencialismus. Třetí část ukazuje eticko-výchovné implikace těchto odpovědí. Na základě rozlišení ontologické a morální komplexity lidské povahy je doloženo, že antropologický realismus vede k autentické pedagogické humanizaci, zatímco pesimismus vede k autoritářské výchově a optimismus k liberální výchově. Antropologický realismus skýtá největší edukační potenciál pro funkční etické vychovatelství, které si klade za cíl formovat autentickou humanitu.

  9. CADAQUES: Metodika pro komplexní řízení kvality dat a informací

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    David

    2014-06-01

    Full Text Available Dnešní doba je charakteristická stále se zvětšujícím množstvím pořizovaných a zpracovávaných dat. Cílem tohoto článku je poukázat na různorodost současně používaných datových zdrojů, ukázat jejich specifika z pohledu řízení kvality a představit konkrétní metodiku, která umožňuje řízení kvality dat a informací napříč těmito zdroji. Hlavní součástí této metodiky je sada základních principů a činností, které je možné univerzálně aplikovat. Jedním z klíčových doporučení této metodiky je zaměření se na relativně malou sadu vlastností dat, kterou lze efektivně řídit. Součástí metodiky je rovněž model zralosti datového zdroje, který slouží pro zhodnocení míry rizika spojené s použitím konkrétního zdroje.

  10. SENI SULAM MINANGKABAU DAN INOVASINYA UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yasnidawati Yasnidawati

    2012-08-01

    Full Text Available The arts of embroidery in Minangkabau and innovation to support home industry. Research goals describe the diversification of products and innovations arising embroidery done by craftsmen through the development of understanding and ability in improving the quality of product embroidery in the regional district Agam, Bukittinggi and Kab. 50 Cities.The method used qualitative, quantitative. Object of research is embroidered products produced by the craftsme. The instrument for analy­sis this study is used the quantitative data and qualitative. The results of research shows that producers are able and have a good skill to improve the innovations and quality of embroidery product. Because of the quality of products are verygood, so the resulting product embroidery are looks interesting and beautiful. Seni Sulam Minangkabau dan Inovasinya untuk Mendukung Pengem­bang­an Industri Kerajinan Rumah Tangga. Tujuan penelitian mendeskripsikan diversifi­kasi produk sulaman timbul dan inovasinya yang dilakukan para pengrajin melalui pengembangan pemahaman dan kemampuan dalam membuat desain motif, meng­guna­kan bahan, kombinasi warna, teknik menyulam dan produk, pada daerah Kab. Agam, Bukittinggi dan Kab. Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, kuantitatif. Objek penelitian adalah produk sulaman  yang dibuat pengrajin. Pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, penilaian hasil.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua pengujian yang dilakukan terhadap pemahaman dan kemampuan para pengrajin ternyata nilainya mencapai antara baik dan sangat baik. Simpulan: Hasil pengujian menunjukkan  bahwa pembuatan desain motif yang sangat bagus, kombinasi warna serasi, teknik jahit rapih, produk yang menarik, indah, bervariasi. Hal ini tentu dapat meningkatkan kualitas dan nilai ekonomis dari produk seni sulam Minangkabau.

  11. Tentang Manusia Dalam Tembang Palaran Dhandhanggula Nyi Tjondrolukito: Kajian Filsafat Sangkan-Paran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Pramujiono

    2010-12-01

    Full Text Available Perspektif filsafat sangkan-paran dapat digunakan untuk menganalisis manusia dalam tembang Palaran Dhandhanggula Nyi Tjondrolukito (PDNT yang mencakup apa dan siapa manusia, bagaimana hendaknya manusia berperilaku dalam hidup, dan apa sebenarnya tujuan hidup manusia. Secara materialistik, manusia terbentuk atas unsur-unsur yang sama dengan unsur alam, yaitu api, angin, tanah, dan air yang dilambangkan dengan warna merah, kuning, hitam, dan putih. Secara spiritual, sebagai siapa, manusia terdiri atas empat unsur yang dilambangkan dengan empat warna tersebut. Keempatnya merupakan sedulur papa manusia yang merupakan hawa nafsu manusia yang melengkapi rasa/ruh yang bersemayam dalam manusia. Berkaitan dengan perilaku hidup, hendaknya manusia memiliki keimanan, ketawadukan, kesungguhan, dan mampu menjaga keselarasan dengan alam, keseimbangan jagad cilik yang ada dalam dirinya dengan jagad gedhe yang berupa alam semesta. Sebagai bagian akhir, manusia harus menyadari tujuan hidupnya. Abstract: The Sangkan Paran philosophical perspective can be employed to analyze human beings in the traditional Javanese song Palaran Dhandhanggula Nyi Tjondrolukito (PDNT covering who and what human matters are, how they should behave and achieve their goals in living their lives. Materialistically speaking, on one hand, a human being is composed of elements that are similar to the natural elements, namely, fire, wind, soil, and water that are symbolized by red, yellow, black, and white color. Spiritually speaking, on the other hand, human beings are believed to be composed of the four natural elements. Those elements are considered to be the four “siblings” of human beings. They constitute their passions that enrich their souls. In relation to behavior, human should have faith, loyalty, persistence, ability to keep in harmony of the “small world’ within themselves and “the gigantic world”, that is the whole universe. Last but not least, they should be aware

  12. SARON DEMUNG’S TIMBRE AND SONOGRAM OF GAMELANS GUNTURMADU FROM KERATON NGAYOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. Kuswanto

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari spectrum warna bunyi (timbre dan sonogram dari Saron Demung Gamelan Gunturmadu dari Keraton Ngayogyakarta. Suara setiap wilahan direkam dengan bantuan pengolah suara yang ada pada komputer.  Akurasi frekuensi yang dapat diperoleh dengan pengolah ini adalah 1 Hz. Frekuensi dasar dari saron demung gamelan Gunturmadu untuk setiap wilahan #1 sampai dengan #7 masing-masing adalah 197, 207, 221, 261, 285, 304, 326 Hz. Lokasi frekuensi harmonik  tidak berturutan akan tetapi disisipi dengan frekuensi tak harmonis. Jumlah frekuensi harmonis dan tak harmonis yang membentuk warna bunyi untuk setiap wilahan berbeda. Ketebalan garis frekuensi dasar pada sonogram bertahan lebih lama dibandingkan dengan frekuensi lain pada suatu wilahan.The aim of this research is to study the timbre spectrums of Saron Demung instruments of gamelans Gunturmadu of Keraton Ngayogyakarta. This gamelan, as a set of traditional Javanese ensemble, are a pelog scale, seven scale in one octave. Sound of Saron Demung instruments are recorded by sound software. This software can display waveform in time domain and spectrum in frequency domain. The fundamental frequency is shown directly by software.  Other peak frequencies can be traced by shifting the cursor on top of it. The accuracy of frequency that can be produced is 1 Hz. Fundamentals frequencies of  Saron Demung  keys  #1 to #7 of gamelan Gunturmadu are 197, 207, 221, 261, 285, 304, 326 Hz respectively. The location of the harmonic frequencies are not always consecutive, but sometimes punctuated by another frequency. The numbers of harmonics and inharmonic frequencies of each keys are different. The thick lines of the fundamental frequency in sonogram exist in longer time than the other.

  13. Pengaruh Substitusi Tepung Tapioka dengan Beberapa Jenis Tepung Terhadap Mutu Makanan Mpek-Mpek Palembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inda Three Anova

    2012-06-01

    Full Text Available Mpek-mpek is a kind of food which is made of flour batter and fish meat. The presentation of mpek-mpek is mixed with a sauce or vinegar sauce. Nutrition of mpek-mpek are rich of protein, carbohydrates and fiber and has a high taste. The mpek-mpek obtained further was tested the water content, protein content, fat, ash, and the preferences panel of the color, aroma, flavor and texture. The results showed that the product mpek-mpek on the use of a variation of tapioca flour 90% and wheat flour 10% was preferred of organoleptic color, flavor, aroma and texture with 59.27% water content, 14.74% protein, 11.89% fat, and 0.65% ash and still fulfilled the standard according to SNI 01-3819-1995 for a kind of food fish meatballs.ABSTRAKMpek-mpek adalah sejenis makanan ringan yang terbuat dari adonan tepung dan daging ikan. Penyajiannya dicampur dengan saus atau lazimnya disebut kuah cuka. Secara nutrisi mpek-mpek sangat kaya protein, cukup karbohidrat dan serat serta punya cita rasa yang tinggi. Mpek-mpek yang didapatkan selanjutnya diuji kadar air, kadar protein, lemak, abu dan tingkat kesukaan panelis terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur. Penelitian yang telah dilakukan meliputi substitusi pemakaian tepung tapioka dengan tepung terigu, tepung maizena, dan tepung beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk mpek-mpek pada variasi pemakaian tapioka 90% dan terigu 10% disukai dari organoleptik warna, rasa, aroma dan tekstur dengan kadar air 59,27%, protein 14,74%, lemak 11,89%, dan abu 0,65 % serta memenuhi standar untuk makanan sejenis bakso Ikan sesuai SNI 01-3819-1995.

  14. Pengaruh Simultan Parameter Suhu dan Konsentrasi Larutan NaOH Terhadap Kuantitas dan Kualitas Hasil Cellulose Powder pada Proses Delignifikasi Tongkol Jagung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suprianto Suprianto

    2015-08-01

    Full Text Available Jagung merupakan sumber karbohidrat ketiga di Indonesia setelah padi dan ketela. Produksi jagung Indonesia meningkat terus menerus selama 10 tahun terakhir, yang diikuti dengan konsekuensi meningkatnya tongkol jagung sebagai produk ikutan pertanian jagung. Jumlah tongkol jagung dapat mencapai 40% dari produksi jagung. Fakta ini menunjukkan semakin tinggi potensi tongkol jagung untuk dapat dimanfaatkan bagi penunjang kehidupan manusia. Pemanfaatan tongkol jagung secara langsung sebagai bahan bakar maupun tidak langsung, yaitu melalui tahapan proses fisika dan kimia, sebelum dimanfaatkan langsung, telah mulai banyak menarik perhatian. Penelitian ini dimaksudkan untuk menambah informasi pengolahan tongkol jagung menghasilkan selulosa powder yang dapat digunakan sebagai cellulose gel, selulose membrane filter penjernihan air maupun sebagai bahan baku turunan senyawa selulosa, seperti selulosa asetat, carboxy methyl cellulose dan nitro selulosa.Proses pengolahan tongkol jagung menjadi cellulose prowder dilakukan dalam tiga tahapan proses, masing-masing untuk menghilangkan komponen hemiseluola, lignin dan warna dalam tongkol jagung. Proses tahap pertama menggunakan larutan asam nitrat 7,5% pada suhu 80 o C selama 2 jam, dilanjutkan dengan proses tahap kedua menggunakan larutan NaOH selama 2 jam dengan variasi suhu 80 sampai 100 o C dan variasi konsentrasi NaOH dari 1 N sampai 3 N dan selanjutnya proses tahap ketiga menggunakan hydrogen peroksida dengan konsentrasi 4%, suhu 80 o C dan waktu 2 Jam. Keberhasilan proses diidentifikasi dengan kuantitas dan kualitas hasil cellulose powder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses yang baik dalam tahap proses delignifikasi adalah suhu antara 85 sampai 95 o C dan konsentrasi NaOH antara 1,25 N sampai 2 N. Produk pengolahan dari tongkol jagung, dengan proses tiga tahap ini diperoleh hasil cellulose powder warna putih dengan kadar   selulosa sekitar 88 sampai 90%, dengan yield investor sekitar 30

  15. Stanovení vagového prahu a možnosti jeho využití Determination of the vagal threshold and changes of it's using

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aleš Gába

    2008-01-01

    Full Text Available Cílem této studie bylo navrhnout jednoduchý matematický postup, podle kterého by bylo možno stanovit takovou hraniční intenzitu zatížení, nad kterou se redukovaná vagová aktivita dále výrazně nemění a kardiovaskulární systém je dominantně řízen zvyšující se aktivitou sympatoadrenálního systému (vagový práh – TVA. Testovaný soubor tvořilo 10 mužů ve věku 27,24 ± 3,23 let s hodnotou maximální spotřeby kyslíku 50,24 ± 4,63 ml.kg–1.min–1. Aktivita ANS byla hodnocena pomocí neinvazivní metody spektrální analýzy (SA variability srdeční frekvence (HRV. Změny v autonomní kardiální regulaci byly posuzovány během chůze na běhátku v setrvalém stavu při intenzitách zatížení od 20 % do 70 % maximální tepové rezervy (MTR. Zvýšení intenzity zatížení o 10 % MTR v rozmezí od 20 % do 70 % MTR vedlo vždy k signifikantnímu snížení aktivity vagu. Navržený postup pro stanovení deflekčního bodu křivky závislosti PHF na intenzitě zatížení, za kterým již PHF výrazně neklesá, umožnil identifikovat TVA na úrovni 43,63 ± 4,66 % MTR. Navržený algoritmus stanovení TVA dovoluje odhadnout při tělesné práci "bezpečnou" intenzitu zatížení, při které je ještě zachována aktivita vagu a aktivita sympatiku se ještě výrazně nezvyšuje. Stanovení TVA se může uplatnit zejména při preskripci intenzity zatížení v rámci programu pohybové aktivity u pacientů s redukovanou aktivitou ANS a se zvýšeným rizikem náhlé srdeční příhody. Exercise intensity causes changes in the activity of both branches of the autonomic nervous system (ANS as involved in cardiovascular system regulation. Reduction in vagal activity and an increase in sympatho-adrenal activity is associated with an increase in death risk from both cardiac and arrhythmic causes during exercise. The main aim of this work was to develop a simple mathematic algorithm for determination of

  16. Potensi Limbah Padat sebagai Benang Gintir Berbasis Sistem Interlacing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nisa Fardani

    2015-09-01

    Full Text Available Sistem pengelolaan sampah di tempat pembuangan sampah menjadi masalah lingkungan yang besar seiring dengan pertumbuhan industri pulp dan kertas di Indonesia. Konversi limbah padat menjadi bahan bakar pelengkap untuk industri kertas juga tidak memberikan hasil yang signifikan untuk memecahkan masalah pencemaran udara pada saat karbon aktif dibebaskan dari proses pembakaran. Masalah ini secara khusus menuntut sistem pengelolaan sampah yang maju dan efektif secara terus-menerus. Baru-baru ini, optimasi pemanfaatan serat-limbah menjadi alternatif khusus untuk mengurangi tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah. Namun, tidak semua dapat didaur ulang. Karakteristik limbah padat berserat dari industri kertas tisu cenderung menurun gramaturnya, sehingga sangat disayangkan pemanfaatannya akan berkurang bahkan setelah proses daur ulang. Di sisi lain, struktur kimianya yang telah rusak selama proses produksi tampaknya menjadi semangat baru bagi industri tekstil di masa depan dalam mengembangkan teknologi daur ulang limbah padat berserat, yang menghasilkan benang tekstil generasi baru. Fokus dalam penelitian ini ditekankan pada penemuan tas yang terbuat dari bahan serat-limbah menggunakan metode eksperimental. Identifikasi karakteristik serat-sampah berbasis padat dikembangkan melalui teknik eksplorasi multi-ply yarns berdasarkan sistem interlace. Hubungan antara penciptaan produk dan forecasting  tren pada tahun 2013 akan menjadi analisis berikutnya sebagai salah satu cara untuk memecahkan masalah sampah.Kata Kunci: limbah; multi-ply yarns; sistem interlacing.The Potential of Solid Waste as Multiply Yarn Based on Interlacing SystemsSolid-waste disposal in landfills is becoming a massive environmental problem as a result of the growth of the pulp and paper industry in Indonesia. The conversion of solid waste to complementary fuel for the paper industry is also not giving any significant results to solve air contamination, as active carbon is released

  17. Pra Desain Pabrik Sorbitol dari Tepung Tapioka dengan Hidrogenasi Katalitik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hellen Kartika Dewi

    2014-03-01

    Full Text Available Sorbitol yang dikenal juga sebagai glusitol, adalah suatu gula alkohol yang dimetabolisme lambat di dalam tubuh. Sorbitol banyak digunakan sebagai bahan baku untuk industri barang konsumsi dan makanan seperti pasta gigi, permen, kosmetika, farmasi, vitamin C, termasuk industri tekstil dan kulit. Pembuatan sorbitol dari bahan baku tepung tapioka. Pabrik sorbitol ini direncanakan akan didirikan di Propinsi Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Batang dengan kapasitas produksi 30.000 ton/tahun. Proses produksi Sorbitol menggunakan proses hidrogenasi katalitik. Pembuatan sorbitol dari bahan baku pati melalui dua tahap proses utama yaitu proses perubahan starch menjadi glukosa melalui hidrolisa double enzym. Enzim yang digunakan yaitu α-amylase dan glukoamylase. Proses hidrogenasi katalitik dilakukan dengan mereaksikan larutan dekstrose dan gas hidrogen bertekanan tinggi dengan menambahkan katalis nikel dalam reaktor (Reaktor Hidrogenasi. Gas hidrogen masuk dari bawah reaktor secara bubbling dan larutan dekstrose diumpankan dari atas reaktor sehingga kontak yang terjadi semakin baik. Sorbitol yang di hasilkan dalam pradesain pabrik sorbitol ini dengan konsentrasi 58,2%. Pendirian pabrik sorbitol memerlukan biaya investasi modal tetap (fixed capital sebesar Rp 168.801.192.952, modal kerja (working capital  Rp 29.788.445.815, investasi total Rp 198.589.638.767, Biaya produksi per tahun Rp 368.832.813.809 dan  hasil penjualan per tahun Rp 540.000.078.750. Dari analisa ekonomi didapatkan BEP sebesar 26,32%. ROI sesudah pajak 48,5 %, POT sesudah pajak 2,14 tahun. Dari segi teknis dan ekonomis, pabrik ini layak untuk didirikan.

  18. ESTIMASI SISA NASI KONSUMEN DI BEBERAPA JENIS RUMAH MAKAN DI KOTA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Anriany

    2013-11-01

    terbesar yaitu pada rumah makan sunda dengan rata-rata 4.7 g/kap/hari setara beras. Sedangkan kehilangan sisa nasi konsumen terkecil yaitu di rumah makan padang dengan rata-rata 2.5 g/kap/hari setara beras. Sisa nasi konsumen di rumah makan jawa dan warung tenda yaitu sebesar 3.6 g/kap/hari setara beras dan 4.2 g/kap/hari setara beras. Kehilangan zat energi dari sisa nasi konsumen di rumah makan sunda sebesar 8.3 kkal/kap/kali makan (0.4% terhadap AKE, dan untuk kehilangan zat protein sebesar 0.1 g/kap/kali makan (0.2% terhadap AKP. Sedangkan kehilangan zat energi dari sisa nasi konsumen di rumah makan padang yaitu sebanyak 4.5 kkal/kap/kali makan (0.2% terhadap AKE dan kehilangan protein sebanyak 0.05 g/kap/kali makan (0.1% terhadap AKP. Kehilangan zat energi dari sisa nasi konsumen di rumah makan jawa yaitu sebesar 6.3 kkal/kap/kali makan (0.3% terhadap AKE dan kehilangan protein sebanyak 0.07 g/kap/kali makan (0.2% terhadap AKP. Untuk kehilangan zat energi di warung tenda yaitu sebesar 7.5 kkal/kap/kali makan (0.4% terhadap AKE dan kehilangan protein sebanyak 0.09 g/kap/kali makan (0.2% terhadap AKP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan sisa nasi konsumen di rumah makan sunda dengan cara penyajian nasi dalam bakul nasi belum dapat menekan kehilangan nasi.Kata kunci: nasi, rumah makan, sisa konsumsi

  19. KONTESTASI KUASAATAS UNDANG-UNDANG PRODUK TEMBAKAU DI MEDIA (UNDANG-UNDANG NOMOR: 36 TAHUN 2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulkhan Chakim

    2017-01-01

    ; sejauhmana melihat wacana pro kontra regulasi Kesehatan tentang zat adictive  dan tembakau secara institusional. (2 strategi sosial, dengan melihat argumentasi kelompok masyarakat atas respon regulasi tersebut dengan membedakan orientasi pemberdayaan (empowering dan bukan pemberdayaan (disempowering. (3 strategi ironic, dengan menempatkan wacana tembakau dari perspektif spesifik terkait dengan kesehatan masyarakat yang menjelaskan peningkatan self-monitoring and discipline, yang seolah-olah mendorong pertumbuhan baru secara cepat (proleferation, dan ironis yang cenderung menurunkan kredibilitas. Hasil penelitian ini adalah: 1 Pihak yang menolak pemberlakuan regulasi, berargumentasi bahwa pemerintah tidak memperhatikan kontribusi melalui cukai kepada pendapatan negara, penyerapan tenaga kerja yang sangat signifikan untuk masyarakat industri, dan para petani tembakau dan menjadi komoditas andalan pemerintah daerah. Di samping itu, kontrol industri multinasional asing, WHO, FCTC, dan Kementerian Kesehatan, serta NGO masuk kawasan negara berkembang, baik melalui kegiatan akademis, keagamaan, industri global untuk menguasai dan menggantikan produk rokok yang bebas ’zat adiktif’, dan berakhir meminggirkan produksi kretek lokal. 2 Pihak yang mendukung pemberlakuan regulasi rokok, berdasar pada kandungan rokok yang mengandung zat adiktif; membahayakan bagi perokok aktif dan pasif, dan mengakibatkan kanker, jantung, dan bahkan meningkatkan angka kematian. Hal ini didukung oleh lembaga WHO, FCTC, Kementerian kesehatan, berbagai ormas Islam (Muhammadiyah dan ormas Islam lain melalui MUI, dan Kelompok LSM yang konsern di bidang kesehatan dan lingkungan hidup. 3 Nahdlatul Ulama adalah salah satu ormas Islam yang menolak atas pemberlakuan regulasi tersebut dan juga menolak penetapan rokok/merokok adalah haram atas pertimbangan secara teks, bahwa tidak ada dalil yang dapat digunakan untuk penetapan “haram mutlak”.

  20. The effectiveness of fixative addition on Zodia (Evodia suaveolens S. and rosemary (Rosmarinus officinalis l. gel against Aedes aegypti

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mutiara Widawati

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Nyamuk Aedes aegypti merupakan salah satu penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD. Sebagai salah satu upaya pencegahannya, bahan tanaman sering dijadikan sebagai bahan penolak nyamuk, di antaranya Zodia (Evodia suaveolens Scheff dan Rosemary (Rosmarinus officinalis L.. Salah satu pengembangan yang banyak dilakukan adalah modifikasi sediaan yang mudah dipakai agar lebih tahan lama, misalnya formulasi gel minyak atsiri. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui efek penambahan zat fiksatif (minyak nilam terhadap daya proteksi repelan gel Rosemary dan Zodia.Metode:Penelitian ini bersifat ekperimen yang menggunakan minyak atsiri dari bunga Rosemary dan daun Zodia dengan konsentrasi masing-masing 0,1%, 0,5%, 1%, 2%, 4%. Kontrol (+ menggunakan N,Ndiethyl-3-methylbenzamide (DEET dan kontrol (- menggunakan lengan tanpa perlakuan. Uji repelan menggunakan lengan sukarelawan yang sudah dilatih. Pengamatan dilakukan tiap jam selama enam jam. Daya proteksi baik jika bernilai 90% atau lebih. Hasil:Data menunjukkan bahwa penambahan zat fiksatif meningkatkan daya proteksi repelan mulai dari konsentrasi 2% untuk Rosemary dan konsentrasi 4% untuk Zodia. Daya proteksi di atas 90% selama 6 jam. Kesimpulan:Penambahan zat fiksatif gel Rosseamary dan Zodia terbuti efektif untuk meningkatkan daya proteksi repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti. (Health Science Indones 2013;2:103-6Kata kunci:Aedes, Efektivitas repellent,Evodia suaveolens S., Rosmarinus officinalis L.AbstractBackground: Aedes aegyptiis a mosquito is one of the vectors for dengue. One method of preventing dengue is to use bio insecticides from plants. A plant that is often used as a mosquito repellent is Zodia (Evodia suaveolens scheff and Rosemary (Rosmarinus officinalis l.. Some studies have modified the dosage of bio insecticides to achieve more durable repellent, including developing a gel form. The aim of this study is to measure the protective effect of additional

  1. KUALITAS DIET DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENGETAHUAN GIZI, STATUS SOSIAL EKONOMI, DAN STATUS GIZI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Muslihah

    2013-11-01

    menengah dan IMT normal dan overweight. Rata-rata skor kualitas diet adalah 7.14±1.96 dengan skor dietary diversity 1.93±0.43; skor kecukupan zat gizi mikro 2.3±1.4; skor pencegahan penyakit tidak menular (PTM 2.87±0.92. Skor pengetahuan gizi 43.3±24.6 meliputi rekomendasi makanan 9.3±3.6; sumber zat gizi 14±11.47; pemilihan makanan 6.3±4.96; hubungan diet-penyakit 13.7±8.6. Skor pengetahuan gizi tidak berhubungan dengan IMT, skor dietary diversity dan skor PTM, namun berhubungan posistif dengan SSE, total skor kualitas diet dan skor kecukupan zat gizi mikro. SSE tidak berhubungan dengan IMT dan semua aspek indek kualitas diet. IMT hanya berhubungan dengan skor dietary diversity. Sementara skor kualitas diet berhubungan dengan pengetahuan gizi namun tidak dengan IMT dan SSE. Kesimpulan adalah skor kualitas diet dan pengetahuan gizi masih rendah. Kualitas diet hanya berhubungan dengan pengetahuan gizi namun tidak dengan IMT dan SSE.Kata kunci: kualitas diet, pengetahuan gizi, status sosial ekonomi

  2. Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Ditinjau dari Paritas dan Usia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Willy Astriana

    2017-12-01

    Full Text Available Abstrak: Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok wanita usia reproduksi (WUS. Menurut WHO secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8 %. Salah satu penyebab anemia pada kehamilan yaitu paritas dan umur ibu. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten OKU  pada periode Agustus – Oktober 2017 didapatan sampel berjumlah 277 orang. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95%. Pada analisa univariat, Dari 277 responden yang mengalami kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 118 responden (42,6% dan 159 responden (57,4% yang tidak mengalami kejadian anemia pada ibu hamil, paritas beresiko sebanyak 226 responden (81,6% dan paritas tidak beresiko sebanyak 51 responden (18,4%, umur beresiko sebanyak 199 responden (71,8% dan umur tidak beresiko sebanyak 78 responden (28,2%. Analisa statistik menunjukkan adanya korelasi antara kejadian anemia pada ibu hamil dengan paritas (p value 0,023 dan usia (p value 0,028. Petugas kesehatan diharapkan dapat melakukan promosi kesehatan dengan memberikan informasi tentang pentingnya mengkonsumsi tablet zat besi yang tepat, makan makanan yang mengandung sumber zat besi, dan pentingnya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh. Kata Kunci: kejadian anemia, ibu hamil, paritas, umur ibu THE OCCURRENCE OF ANEMIA IN PREGNANT WOMEN BASED ON PARITY AND AGE Abstract: Anemia is the largest public health problem in the world, especially for women of reproductive age. According to WHO globally the prevalence of anemia in pregnant women around the world is 41.8%. One of the causes of anemia in pregnancy is parity and maternal age.This research use analytical method with cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women

  3. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SOFTWARE PHOTO-TO-PATTERN PADA CROSS STITCH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulia Yulia

    2003-01-01

    file citra. Algoritma Bicubic Interpolation scaling digunakan dalam proses scaling untuk mengubah ukuran citra sesuai ukuran pattern yang diinginkan. Input-an file citra dibatasi pada format citra .bmp, .pcx, .gif, dan .jpg. Output software berupa pattern berwarna, dan pattern dengan simbol beserta keterangannya. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Borland Delphi 6.0. Hasil pengujian software menunjukkan bahwa pattern cross stitch dengan rasio perbandingan ukuran pattern dengan ukuran gambar aslinya lebih atau sama dengan 100 %, akan mirip dengan gambar aslinya meskipun warna benang yang digunakan sedikit. Akan tetapi, jika rasio perbandingannya kurang dari 100 %, maka kemiripan antara pattern cross stitch dengan gambar aslinya bergantung pada variasi warna benang yang dimiliki pattern. Semakin banyak jumlah warna benang yang digunakan sebuah pattern, maka semakin mirip pattern dengan gambar aslinya. Kata kunci: Pattern Cross Stitch, File Citra, Scaling.

  4. PERBAIKAN KUALITAS PETIS KEPALA UDANG WINDU (Penaeus monodon DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG ARANG KAYU GALAM (Melaleuca cajuputi powell, SEKAM PADI (Oryza sativa L DAN TEMPURUNG KELAPA (Cocos nucifera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juhana Suhanda

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan dengan waktu selama 4 bulan yaitu meliputi  pelaksanaan penelitian, analisis data, penyusunan laporan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat petis sari kepala udang Windu yang berkualitas dengan penambahan tepung arang kayu galam, sekam padi, dan tempurung kelapa. Sedangkan kegunaannya adalah untuk menghasilkan petis sari kepala udang Windu yang dapat diterima dan disukai oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan dilakukan berdasarkan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan empat perlakuan yaitu A (tanpa penambahan tepung arang, perlakuan B (penambahan tepung arang kayu Galam 0,05%, perlakuan C (penambahan tepung arang sekam padi 0,05% dan perlakuan D (penambahan tepung arang tempurung kelapa 0,05%. Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali ulangan. Parameter yang diuji meliputi Uji Kadar Protein, Uji Kadar Air, Uji Kadar Abu, Uji Organoleptik yaitu rasa, warna, aroma dan tekstur. Penerimaan atau penolakan terhadap hipotesis didasarkan pada hasil Uji F (Analisis Sidik Ragam Dari hasil pengujian dan analisis keempat perlakuan tersebut untuk uji kadar protein yang tertinggi adalah perlakuan D (26,60%, uji kadar air terendah adalah pada perlakuan D (19,28% dan uji kadar abu terendah adalah perlakuan A (7,77%, tetapi antar perlakuan pada kadar abu tidak berbeda nyata sehingga dapat diartikan kadar abu pada tiap perlakuan tidak berbeda (tidak signifikan, sedangkan uji organoleptik untuk rasa, warna, aroma dan tekstur yang tertinggi adalah perlakuan D yaitu rasa (6,89, warna (7,31, aroma (6,48 dan tekstur (6,635. This research was conducted with time for 4 months which include the conduct of research, data analysis, report preparation. This study aims to make a paste shrimp head juice Windu quality with the addition of flour Galam wood charcoal, rice husk and coconut shell. While its use is to produce a paste shrimp head juice Windu acceptable and preferred by consumers. This study used an

  5. ANALISIS USAHA TENUN IKAT BERBASIS PEWARNA ALAM DI KABUPATEN SUMBA TIMUR: Kasus di Kecamatan Kambera dan Umalulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murniati -

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK Pembuatan kain tenun ikat Sumba Timur menggunakan pewarna alam dari bagian tumbuhan. Kerajinan tersebut sudah berkembang dari semula bersifat subsisten menjadi komersial. Namun pengembangannya belum optimal dan belum mendapat dukungan secara signifikan dari para pihak terkait. Penelitian bertujuan menganalisis usaha tenun ikat, meliputi  proses dan biaya produksi serta pendapatan pengrajin, jenis-jenis tumbuhan pewarna yang digunakan, permasalahan yang dihadapi pengrajin, para pihak terkait dan dukungan yang diperlukan untuk keberlanjutan dan pengembangan usaha. Penelitian dilakukan di tiga kelurahan/desa pada Bulan Februari dan Juni 2014 melalui metode wawancara, dialog dan pengamatan lapangan. Usaha kerajinan tenun ikat di Kabupaten Sumba Timur tergolong industri mikro. Tenaga kerja berasal dari anggota keluarga terutama ibu dan anak wanita. Biaya produksi dan harga jual produk (selendang, sarung dan kain sangat bervariasi antar pengrajin. Rata-rata volume kerja pengrajin 7,91 unit benang per tahun dan rata-rata pendapatan pengrajin Rp1.133.122,- per bulan. Dua jenis tumbuhan yang digunakan sebagai sumber pewarna alam utama adalah Indigofera tinctoria L. dan Morinda citrifolia L. yang dipungut dari alam. Belum ada usaha budidaya jenis-jenis tersebut secara signifikan. Produktivitas kerja pengrajin belum optimal dan bahan baku sumber pewarna alam semakin sulit diperoleh. Produk kain tenun masih terpaku pada motif dan warna atau corak tradisional sehingga segmen pasarnya terbatas. Untuk menjamin keberlanjutan dan pengembangan usaha tenun ikat di Sumba Timur, budidaya jenis-jenis tumbuhan penghasil pewarna alam sudah sangat mendesak dilakukan. Perlu pula mengenalkan jenis-jenis tumbuhan penghasil warna alternatif.  Untuk memperluas segmen pasar diperlukan pengenalan motif dan warna atau corak alternatif sehingga produknya lebih bervariasi.         Kata kunci: Tenun ikat,  pewarna alam,  pengrajin, biaya produksi, volume kerja

  6. SIMULASI PENCAHAYAAN ALAMI PADA GEDUNG PROGRAM STUDI ARSITEKTUR UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atthaillah Athaillah

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini melakukan investigasi performa pencahayaan alami pada Gedung Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (PAFT Universitas malikussaleh. Berdasarkan observasi pada gedung PAFT, ruangan-ruangan pada bangunan cenderung gelap dan memakai bantuan pencahayaan buatan walaupun pada siang hari, serta memiliki lahan sempit sehingga cahaya alaminya terhalang oleh bangunan perimeter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa performa pencahayaan alami khususnya faktor pencahayaan alami (daylight factor pada gedung PAFT dan memberikan solusi desain untuk meningkatkan performa pencahayaan alaminya. Metode penelitian dilakukan melalui simulasi Komputer (computer simulation dengan software Velux Daylight Visualizer versi 2.0 untuk perhitungan faktor pencahayaan alami. Hasil menunjukkan bahwa permasalahan disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kedalaman ruang, posisi ruang, pemilihan material bukaan, penempatan bukaan yang tidak sesuai, kondisi sekitar bangunan (penghalang bangunan, dan Window Wall Ratio (WWR yang kurang memadai. Selanjutnya, penelitian ini memberikan solusi seperti meningkatkan WWR (menambah dan memperluas bukaan, mengganti warna interiordengan warna yang lebih cerah seperti warna putih, mengganti material bukaan dengan nilai Tvis lebih tinggi (0,850 dan menambahkan shading devices pada tempat-tempat yang dianggap Membutuhkan untuk menghindari efek silau berlebihan dalam ruangan. Kata kunci: Pencahayaan Alami, Faktor Pencahayaan Alami, Velux Daylight Visualiser 2.0, Simulasi Komputer   ABSTRACT Daylighting provided significant benefits such as visual comfort and energy saving for a building. In addition, it improved productivity and welbeing of its occupants. As an educational building for architecture, the building of Prodi Arsitektur Fakultas Teknik (PAFT Universitas Malikussaleh, needed to pay attention to its daylighting performance. As observed, on the one hand, spaces within the

  7. Pengaruh Elemen Desain Interior Terhadap Persepsi Maskulinitas (Studi Kasus: Barber Shop

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardiles Septuaginta Sopakuwa

    2016-07-01

    Full Text Available Barber shop merupakan ruang publik yang masih belum diinfiltrasi oleh wanita dan diperuntukkan bagi pria saja, maka barber shop dianggap cocok untuk menjadi representasi ruang publik khusus pria. Penelitian ini berupaya mencari tahu dampak dari elemen lingkungan interior terhadap persepsi maskulin, sehingga ruang-ruang publik khusus pria yang ada saat ini dapat secara optimal memenuhi kebutuhan persepsi maskulin. Penelitian ini menggunakan stimulus visual berupa desain tiga dimensional dari lima kondisi barber shop yang merupakan manipulasi kombinasi variabel bebas berupa warna biru (A1 dan jingga (A2, serta material concrete (B1 dan kayu (B2. Kombinasi warna dan material ini menghasilkan empat kondisi eksperimental, dan  satu kondisi kontrol tanpa elemen warna maupun material experimental yang diterapkan. Eksperimen dilakukan terhadap 30 orang responden yang merupakan pelanggan barber shop untuk memberikan respon persepsi, emosi, dan sikap terhadap 5 buah stimulus visual yang menggambarkan kondisi barber shop. Data yang didapatkan dianalisa dengan metode ANOVA dan menunjukkan bahwa perbedaan respon terhadap keempat kondisi eksperimental tidak signifikan. Kondisi yang dipersepsi paling positif memiliki setidaknya satu elemen interior maskulin. Sementara kondisi yang dinilai paling mendukung emosi positif tidak menerapkan satu elemen interior maskulin pun. Sehingga menarik untuk menilai lebih jauh dampak kombinasi elemen interior ini terhadap respon responden. Kata Kunci: barber shop; desain eksperimental; emosi positif; persepsi maskulinitas; sikap positif.Influence of Interior Design Elements in Perception of Masculinity (Case Study: Barber ShopThe barber shop is one of the few public spaces that are not infiltrated by women. Therefore, the barber shop is a good representative of a male-only public space. This research was aimed at finding out the effect of interior-environment elements towards a masculine perception, so that current male

  8. PEMANFAATAN MINYAK BUAH MERAH, Pandanus conoideus Lam DAN CAROPHYLL PINK DALAM RANSUM PAKAN YUWANA IKAN KAKAP MERAH, Lutjanus sebae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Aslianti

    2016-11-01

    Full Text Available Ikan kakap merah, Lutjanus sebae termasuk komoditas budidaya yang banyak diminati konsumen. Kualitas benih untuk pembesaran selain ditentukan dari ukuran dan performansi fisik, juga berdasarkan warna ikan. Dalam penelitian ini telah dilakukan 4 perlakuan pakan yang diperkaya dengan Minyak Buah Merah (MBM dan Carophyll Pink (CP yaitu: (A 10 mL MBM/kg pakan; (B 10 mL MBM+1,4 g CP/kg pakan; (C 1,4 g CP/kg pakan, dan (D Kontrol. Hewan uji adalah yuwana kakap merah dengan rata-rata panjang dan bobot tubuh awal 11,32±0,76 cm dan 37,56±7,22 g. Ikan ditempatkan dalam bak fiber kapasitas 5 m3 dengan kepadatan 200 ekor/bak dan diberi pakan 2 kali sehari secara ad libitum serta dipelihara selama 2 bulan dengan pergantian air 200%-300%/hari. Kualitas yuwana diamati pada akhir penelitian melalui pengukuran panjang dan bobot tubuh, sedangkan performansi warna diamati dengan kamera digital dan dianalisis secara diskriptif menggunakan Microsoft Adobe Photoshop 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBM dan CP dapat dimanfaatkan dalam ransum pakan guna meningkatkan pertumbuhan dan performansi warna yuwana kakap merah. Pakan yang mengandung 10 mL MBM+1,4 g CP menghasilkan sintasan 94%, kenaikan pertumbuhan panjang dan bobot mutlak 58,92% dan 281%, konversi pakan 0,82 serta performansi yuwana berwarna merah cerah dengan nilai persentase rata-rata sebesar 89,58%±0,07%. Red emperor snapper, Lutjanus sebae is one of high demanded cultured fishes. The quality of seeds does not only depend on size and performance of fish, but also depends on fish color. A feeding experiment was conducted during two-months period by adding red fruit oil (RFO and carophyll pink (CP to every kilogram of pellet fed as the treatment i.e. (A 10 mL RFO/kg feed; (B 10 mL RFO+1.4 g CP/kg feed; (C 1.4 g CP /kg feed and (D Control. Two hundred seeds with initial total length of 11.32±0.76 cm and 37.56±7.22 g of body weight were stocked in a fiber glass tank of 5 m3. Feeding frequency was

  9. RESTRUKTURISASI MENIR MENJADI BERAS BERKALSIUM TINGGI DENGAN METODE EKSTRUSI Restructured Fine Grain Rice to High Calcium Rice by Extrusion Method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chatarina Wariyah

    2012-05-01

    . Permasalahannya adalah sifat fisik dan inderawi  serta kualitastanak beras ditentukan oleh binder (bahan pengikat yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan berashasil ekstrusi atau beras ultra berkalsium tinggi dengan sifat fisik, inderawi dan kualitas tanak seperti beras biasa. Se-cara khusus tujuannya adalah mengevaluasi pengaruh jenis dan jumlah binder (gluten dan tapioka terhadap sifat-sifatberas ultra, menentukan jenis dan jumlah binder yang tepat agar dihasilkan beras ultra dengan sifat fisik dan kualitastanak yang disukai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras ultra berkalsium tinggi yang dibuat dengan bindertapioka memiliki warna, tekstur dan sifat inderawi seperti beras biasa. Secara khusus kesimpulannya adalah jenis dan jumlah binder kurang berpengaruh terhadap tekstur beras maupun nasi beras ultra, namun dibandingkan beras IR-64 tekstur beras ultra cenderung lebih keras, akan tetapi nasinya lebih lunak. Sedangkan warna beras ultra dengan binder tapioka hampir sama dengan beras IR-64, sedang dengan gluten agak kekuningan. Kualitas tanak beras ultra kurang baik dibandingkan beras IR-64. Beras ultra yang paling disukai adalah yang dibuat dengan binder tapioka 4 %. Beras tersebut memiliki karakteristik kekerasan 140,43N, deformasi 63,70 %,  warna dengan nilai L: 71,08, b: 11,00 dan a:-0,27 dengan kualitas tanak cukup baik.

  10. Return to play after health complications associated with infectious mononucleosis guided on autonomic nervous system activity in elite athlete: A case study [Rekonvalescence po infekční mononukleóze řízená na základě aktivity autonomního nervového systému u vrcholového sportovce: Kazuistika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jaroslav Větvička

    2012-06-01

    transaminase level. We suggest that a combination of both non-invasive SA HRV and periodic assessment of biochemical indicators of liver state seems to be a promising strategy for determination of safe application of training load during convalescence after IM.[VÝCHODISKA: Infekční mononukleóza (InM je závažným onemocněním vyvolané Epstein-Barr virem, které vyžaduje okamžité přerušení tréninku. CÍLE: Hlavním cílem naší práce bylo vytvořit optimální rekondiční program pro vrcholového sportovce po recidivě InM, který povede k jeho bezpečnému návratu do vrcholového sportu. METODIKA: Řízená rekonvalescence trvala téměř tři měsíce. Dávkování zatížení bylo podřízeno aktuální úrovni aktivity autonomního nervového systému (ANS, která byla opakovaně diagnostikována metodou spektrální analýzy variability srdeční frekvence (SA VSF. Hodnoceny byly individuální parametry: spektrální výkon v oblasti velmi nízké frekvence (PVLF (0,02-0,05 Hz; výkon v oblasti nízké frekvence (PLF (0,05-0,15 Hz; výkon v oblasti vysoké frekvence (PHF (0,15-0,50 Hz; celkový spektrální výkon (PT (0,02-0,50 Hz; poměry PVLF/PHF a PLF/PHF a srdeční frekvence (SF. Dále byla aktivita ANS posuzována pomocí komplexních indexů SA HRV: indexu vagové aktivity, sympatovagové balance a celkového skóre. V práci bylo hodnoceno i subjektivní vnímání zatížení společně s ranní únavou. Prováděny byly také biochemické analýzy aktivity vybraných jaterních enzymů. VÝSLEDKY: Během rekonvalescence došlo ke zvýšení průměrné hodnoty PT, které doprovázelo zvýšení poměru PVLF/PHF a PLF/PHF. Mezi jednotlivými etapami rekonvalescence nedošlo k signifikantním změnám u žádného z komplexních indexů SA HRV. V lehu a především ve stoji byl zaznamenán signifikantní pokles SF. Dále byl během rekonvalescence pozorován signifikantní vzestup subjektivně vnímaného zatížení a v poslední etapě do

  11. PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMENTASI ASAM AMINOBERCABANG TERHADAP PRESTASI PEJUDO DI PUSLATNAS JUDO CILOTO, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. S. Slamet

    2012-11-01

    Full Text Available Beberapa faktor berpengaruh terhadap peningkatan prestasi olahragawan, antara lain bobot latihan fisik dan masukan zat gizi, terutama saat dan menjelang bertanding. Kebutuhan energi diharapkan bagi olahragawan lebih besar daripada bukan olahragawan. Bila energi dari karbohidrat dipakai terus menerus selama bertanding, kebutuhan energi diambil dari protein. Bila keadaan tersebut berlanjut dapat menurunkan prestasi olahragawan tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut dengan disuplementasi asam amino bercabang ke dalam makanan olahragawan akan digunakan pada waktu proses metabolisme protein sebagai sumber energi selama bertanding. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bila ke dalam makanan olahragawan diberikan asam amino bercabang (BCAA akan meningkatkan prestasi olahragawan. Subyek diambil dari cabang olahraga judo sebanyak 15 orang pejudo yunior, umur antara 14-19 tahun, dibagi dalam 2 kelompok (A dan B masing-masing terdiri dari komposisi, berat badan dan jenis kelamin yang sama, tinggal di asrama dan mendapat makanan yang sama pula. Perlakuan ada 3 periode, masing-masing selama 12 hari. Periode I subyek diberi kapsul placebo ke dalam makanannya selama 12 hari. Hari ke 11 subyek diperiksa keadaan klinis, biokimia darah dan uji kebugaran jasmani. Setelah diistirahatkan selama 14 hari, dilakukan Periode II, subyek diberi kapsul placebo selama 12 hari, pada hari ke 11 dilakukan pemerlksaan klinis, biokimia darah menjelang uji kebugaran jasmani. subyek diberi kapsul asam amino bercabang (BCAA. Setelah diistirahatkan selama 14 hari, dilakukan Periode III, pemberian kapsul placebo diganti dengan kapsul yang berisi asam amino campuran selama 12 hari. Pada hari ke 11 diperiksa ulang klinis dan biokimia darah. Menjelang uji kebugaran jasmani subyek diberi kapsul BCAA. Parameter yang digunakan adalah masukan dan keluaran energi, zat gizi makanan yang dikonsumsi, biokimia darah dan uji kebugaran jasmani. Periode I, II, III, dengan melalui

  12. PERBANDINGAN NILAI KALOR BIOBRIKET YANG TERBUAT DARI BOTTOM ASH LIMBAH PLTU DAN BIOMASSA CANGKANG KOPI DENGAN VARIASI KOMPOSISI DAN JENIS PENGIKAT YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Gunawan

    2015-12-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah membuat biobriket dari bahan bottom ash limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU dengan biomassa cangkang kopi dengan zat pengikat tetes tebu serta menguji nilai kalor yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah; pembuatan biobriket dengan memvariasi komposisi antara bottom ash dengan biomassanya serta zat pengikat yang berbeda. Variasi komposisi antara biomassa cangkang kopi dengan bootom ash yang digunakan adalah 60% : 40% dan 70% : 30%, sedangkan bahan perekatnya menggunakan tetes tebu dan tepung kanji. Pengujian yang dilakukan adalah menguji nilai kalor dari biobriket yang dihasilkan menggunakan alat uji calloriboom. Dari hasil pengujian didapatkan biobriket dengan komposisi 70% biomassa cangkang kopi dan 30% bottom ash dengan pengikat tetes tebu mempunyai nilai kalor yang paling tinggi dibandingkan dengan komposisi dan pengikat yang lain dengan nilai kalor yang dihasilkan yaitu 2496,18 kal/gr. Nilai kalor ini dipengaruhi oleh kandungan karbon aktif yang terdapat pada arang cangkang kopi dan besar kecilnya kandungan carbon, oxygen dan ash yang dimiliki, semakin tinggi kandungan carbon dan oxygen maka makin tinggi pula nilai kalor yang kandungan kalor yang terdapat pada jenis perekat tetes tebu lebih tinggi dari pada tepung kanji. [Title: Comparison of Calorific Value of Biobriket Made of Bottom Ash Waste and Biomass Plant Shell Coffee by Varying Composition and Types of Binder] This study is aimed to make biobriket of bottom ash material waste biomass power plant and different binder of coffee shell (molasses as well as measuring the calorific value. The method in this study are by manufacturing biobricket by varying the composition of bottom ash with biomass and different binder. Biomass composition variation of the shell coffee and bottom ash are 60%:40% and 70%:30%. The binder used are molasses and starch. This experiment was carry out by measuring the calorific value of produced

  13. Influencia de la técnica de soldadura multipasada y de los tratamientos térmicos de precalentamiento y post-soldadura en el comportamiento de uniones GMAW de un aceromicroaleado HARDOX 400

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Manjabacas, M. C.

    2011-02-01

    Full Text Available The microalloyed steels may be supplied in a hardened state. In these cases, the weldability can be improved by pre-heat and/or post-heat welding treatments. In this paper, the effect of those treatments and the influence of multipass welding on GMAW joints behavior are analyzed for a Hardox 400 microalloyed steel. The microstructure evaluation of the different heat affected zones of the steel has been made and the mechanical properties of those zones are obtained for different conditions as it has been mentioned. The obtained results indicate that preheating the steel leads to a beneficial action that consists on the distance increasing from the bead to the zone in which the hardness is lowest. The postheat treatment strengthens that zone and improves the joint plasticity. This benefit is higher if the joint has been made with preheating. Multipass welding has not been found to have any advantage if it is compared to a single welding pass.

    Los aceros microaleados pueden suministrarse endurecidos. En estos casos, aunque el acero sea soldable, puede dar lugar a índices de soldabilidad que pueden ser mejorables con tratamientos térmicos de precalentamiento y/o tratamientos post-soldeo. En el presente trabajo se analiza el efecto del precalentamiento, soldeo multipasada y postcalentamiento en uniones GMAW del acero HARDOX 400. Se realizan análisis macro y microestructurales de las zonas características de la unión y del comportamiento mecánico de la misma en función de las variables indicadas. Los resultados obtenidos indican el efecto beneficioso del precalentamiento debido al alejamiento de la zona de menor dureza en la ZAT respecto al borde del cordón. También se demuestra que el precalentamiento aumenta el índice de heterogeneidad de la unión, lo que mejora su comportamiento a fatiga, tal y como demuestran algunos autores. El tratamiento térmico postsoldeo también presenta un efecto beneficioso ya que refuerza ligeramente la

  14. Model Pemberdayaan Pekarangan Di Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NIKEN NURWATI

    2016-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis (1 Mengetahui potensi lahan  pekarangan dalam rangka program RPL (2 Menganalisis sumbangan pendapatan dan nilai gizi pangan dari pekarangan (3 Mengetahui respon masyarakat  terhadap program rumah pangan lestari (RPL (4.Mengetahui model pemberdayaan Pekarangan di Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Penelitian dilaksanakan dengan metode survey. Unit analisa dalam penelitian ini adalah rumahtangga.Data yang dikumpul dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Penarikan sampel dengan stratified random sampling berdasarkan rata-rata luas bangunan dan pekarangan pada kelurahan terpilih. Analisis data identitas sampel, pemanfaatan pekarangan dilakukan secara diskriptif, sedangkan analisis pendapatan dari pekarangan dilakukan dengan menggunakan rumus-rumus.TR = Y.Py. Pendapatan bersih usahatani pekarangan menggunakan dengan rumus : ∏ = TR-TC. Sedangkan kandungan zat gizi bahan makanan dihitung berdasarkan rumus sbb: KGij= (Bj/100 X GijX (BDDij/100.Hasil penelitian: (1 Kecamatan Rumbai Pesisir berpotensi untuk dikembangakan/ ditingkatkan pemberdayaan pekarangan pada semua strata luas lahan (100 m2 sampai dengan > 400m2. (2 Pola pemanfaatan pekarangan yang dimungkinkan adalah dengan teknik vertikultur/pot pada lahan sempit, penggunaan para-para atau vertikultur pada lahan yang tergenang air, usahatani di lahan pada lahan luas dan tidak terkena banjir. (3. Sumbangan pendapatan dari pekarangan sebagian besar (72,73% kurang dari Rp. 1.000.000,- /tahun. Hal ini menunjukkan rendahnya pemanfaatan pekarangan. (4Sumbangan gizi dari produksi pekarangan,  rata-rata 1.034.641 kal  Kalori, 53.722 gram protein, 17.763 gram lemak, 206.313 gram karbohidrat, 2.135.461 miligram kalium, 1.811.929 miligram phosphor, 24.067 miligram zat besi, 74.545.653 SI Vit A,  3.685 miligram Vit B1 dan  663.915 miligram Vit.C. (5. Respon masyarakat terhadap RPL masih rendah. hal ini karena adanya faktor

  15. Determination of type, magnitude and direction of residual stresses generated in the welding of AISI H-13 steel with the hole drilling method

    International Nuclear Information System (INIS)

    Mejia; I; Maldonado, C; Bedolla, A; Velez, M; Medina, A; Bejar, L

    2006-01-01

    tend to diminish when moving away from the heat-affected zone (ZAT). With reference to the direction of maximum normal residual stresses, near the welding line the stresses tend to line up parallel to the direction of the advancing welding cord, and when moving away from the ZAT, the direction of the stress tends to line up perpendicular to the axis of the welding cord (CW)

  16. Pemanfaatan Limbah Daun Kelapa Sawit sebagai Bahan Baku Pupuk Kompos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ramayanty Bulan

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak. Limbah padat pada perkebunan kelapa sawit telah diketahui potensial sebagai bahan baku pupuk organik padat melalui proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknik dan mengkarakterisasi proses pengomposan limbah daun kelapa sawit sebagai bahan dasar pupuk organik potensial. Proses pengomposan dilakukan dengan dua faktor perlakuan, meliputi komposisi bahan katalisator kompos (Bokashi, Vermikompos dan Natural dan ukuran cacahan daun sawit (2 cm, 4 cm 6 cm. Parameter yang diamati meliputi persentase penyusutan massa dan fluktuasi perubahan suhu selama proses pengomposan, serta pengukuran zat hara Nitrogen, Phospor, Kalium (NPK dan rasio C/N yang terkandung pada hasil pengomposan yang diukur setelah 10 dan 14 minggu proses pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengomposan dengan bokashi memberikan penyusutan massa terbesar jika dibandingkan dua metode lainnya pada semua ukuran cacahan yaitu sebesar 32%. Cacahan daun sawit yang berukuran kecil cenderung memberikan proses pengomposan yang lebih cepat dan memberikan produk kompos yang lebih baik. Hasil pengukuran setelah proses pengomposan menunjukkan bahwa interaksi dua faktor perlakuan yang diberikan hanya berpengaruh signifikan pada rasio C/N dan tidak signifikan pada zat hara NPK.   Utilization of Waste Palm Leaves as Raw Material Palm Compost Abstract. The use of oil palm plantation solid waste, particularly oil palm leaf as organic compost raw material are now receiving greater attention by researchers, but have not been fully utilized on large scale, either agriculturally or industrially. The aim of present study was to characterize composting process with oil palm leaf as raw material. The research of composting conducted with two combination of composting factor, namely: composting starter composition (i.e. Bokashi, vermi-compost and natural composting and piece of frond dimension (2 cm, 4 cm, 6 cm. The percentage of mass reduction and temperature

  17. PENDAMPINGAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH (TTD DAPAT MENINGKATKAN KEPATUHAN KONSUMSI TTD PADA IBU HAMIL ANEMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditianti Aditianti

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRACTAnemia contributed 20 persen the death of pregnancy. Low consumption of iron is one of the cause of anemia prevalences among pregnant women. Iron intake can be gained from iron tablet. However the iron tabletconsumption still very low. The purpose of this study was to obtain the role of family and posyandu kadre support to the compliance of iron tablet consumption among anemic pregnant women and its relation tohaemoglobin levels of anemic pregnant women. The research design was quasi experimental Anemic pregnant women as a sample respondens were divided into two groups, 29 in the intervention group and 32 in thecontrol group. The study was conducted at Cibungbulang and Pamijahan sub district, Bogor. Compliance measurements using MMAS - 8 (Morisky Medication Adherence Scale - 8 questionnaires. Compliance of irontablet consumption categorized by low, middle and high. The intervention was counseling about anemia and how important iron tablet consumption among pregnant women to their family (husband/parents/in-laws/otherclose relatives or posyandu cadre whose lived in the same house or as their neighbour. Data analysis was performed using Chi - square and different t-test. The results showed that the anemic pregnant women withsupport from their family and posyandu cadre improve their compliance of iron tablet (p< 0,05.Keywords: anemia, iron tablet, family and posyandu cadre support, complianceABSTRAKAnemia memberikan kontribusi hingga 20 persen terhadap semua kematian pada kehamilan. Salah satu penyebab tingginya prevalensi anemia adalah rendahnya asupan zat besi. Salah satu sumber asupan zat besi berasal dari tablet tambah darah (TTD, namun kepatuhan mengonsumsinya masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pengaruh peran pendamping terhadap kepatuhan konsumsi TTD dan hubungannya dengan kadar hemoglobin (Hb ibu hamil anemia. Desain penelitian adalah kuasi eksperimen. Responden adalah ibu hamil anemia, yang dibagi menjadi

  18. Extensive transcriptome changes during natural onset and release of vegetative bud dormancy in Populus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Glenn Thomas Howe

    2015-12-01

    Full Text Available To survive winter, many perennial plants become endodormant, a state of suspended growth maintained even in favorable growing environments. To understand vegetative bud endodormancy, we collected paradormant, endodormant, and ecodormant axillary buds from Populus trees growing under natural conditions. Of 44,441 Populus gene models analyzed using NimbleGen microarrays, we found that 1,362 (3.1% were differentially expressed among the three dormancy states, and another 429 (1.0% were differentially expressed during only one of the two dormancy transitions (false discovery rate p-value < 0.05. Of all differentially expressed genes, 69% were down-regulated from paradormancy to endodormancy, which was expected given the lower metabolic activity associated with endodormancy. Do