WorldWideScience

Sample records for warna pada kain

  1. PEMANFAATAN KULIT KAYU ANGSANA (Pterocarpus indicus SEBAGAI SUMBER ZAT WARNA ALAM PADA PEWARNAAN KAIN BATIK SUTERA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Wiji Lestari

    2017-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian pemanfaatan kulit kayu angsana (Pterocarpus indicus sebagai sumber zat warna alam untuk pewarnaan kain batik sutera. Ekstraksi ZWA dilakukan dengan pelarut air dengan variasi suhu ekstraksi 75 °C dan 100 °C. Pewarnaan zat warna alam kemudian diaplikasikan pada kain batik sutera pada kondisi pencelupan asam (pH 4 dan basa (pH 10. Mordan awal yang digunakan adalah tawas dan jirak. Diakhir pewarnaan alam dilakukan fiksasi dengan menggunakan tawas dan tunjung. Berdasar hasil penelitian, kulit kayu angsana terbukti dapat digunakan sebagai sumber zat warna alam untuk batik sutera. Ketuaan warna paling tinggi diperoleh pada pewarnaan batik sutera dengan menggunakan mordan jirek pada suhu ekstraksi 100 °C dalam kondisi pencelupan basa dengan fiksator tunjung. Arah warna yang dihasilkan adalah coklat tua pada suasana pencelupan asam dengan fiksasi tunjung, coklat kemerahan pada suasana  pencelupan asam fiksasi tawas, coklat kemerahan pada suasana  pencelupan basa fiksasi tawas dan coklat tanah pada suasana  pencelupan basa dengan fiksasi tunjung. Hasil uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian dari sampel pewarnaan menunjukkan kualitas baik yaitu pada skala 4-5 (Baik. Study on utilizationof angsana (Pterocarpus indicus as natural dye for silk batik has been conducted. The study was aimed to determine the quality of the natural dyeing of the bark of angsana by use jirak (Symplocos fasciculata Zoll. and alum as the natural mordant. Extraction of natural dye was carried out using water by varying the extraction temperature of 75 and 100 °C. The coloration was applied to silk batik at both acid (pH 4 and basic (pH 6 impregnations. The mordant employed  were alum and jirak. The last stage was fixation using alum and ferrosulfate. Based on the results, angsana was proved to be used as a source of natural dyes for silk batik. The highest color intensity was obtained by using angsana bark extract and jirak as mordant at

  2. Kualitas Acasia Nilotica L (Daun Oncit sebagai Pewarna Kain Sutera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emy Budiastuti

    2007-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui: (1 Kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit sebagai pewarna kain sutera ditinjau dari ketahanan luntur berdasarkan pada perubahan warna akibat pencucian, (2 Kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit sebagai pewarna kain sutera ditinjau dari penodaan pada kain putih akibat gosokan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah ketahanan luntur warna kain sutera yang dicelup dengan zat warna Acacia Nilotica L. (daun oncit, menggunakan konsentrasi fiksator tunjung yang berbeda, yaitu 1gr/l, 2gr/l, 3gr/l. Sampel uji yang digunakan adalah kain sutera T 54 diambil secara random atau secara acak diagonal sesuai dengan SII nomer 0728 tahun 1983. Tingkat ketahanan luntur warna kain sutera yang dicelup dengan zat warna Acacia Nilotica L. (daun oncit diketahui berdasarkan perubahan warna yang diukur menggunakan alat gray scale dan penodaan pada kain putih diukur menggunakan staining scale. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit sebagai pewarna kain sutera menggunakan fiksator tunjung 1 gram, 2 gram, dan 3 gram ditinjau dari ketahanan luntur berdasarkan pada perubahan warna akibat pencucian termasuk kategori 3-4 atau cukup baik artinya kain sutera sedikit luntur bila dicuci,(2 kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit sebagai pewarna kain sutera menggunakan fiksator tunjung 1 gram, 2 gram, dan 3 gram ditinjau dari penodaan pada kain putih akibat gosokan termasuk pada kategori 4-5 atau baik, artinya kain sutera tidak menodai kain putih.

  3. Penggunaan Kembali Larutan Bekas Pencelupan Padding Metoda Pencelupan Tunggal Menggunakan Zat Warna Remasol pada Salah Satu IKM Batik Cap

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulaeman Sulaeman

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKUntuk mendapatkan kain batik bentuk panjang, sebagian IKM batik mewarnai kain batikannya menggunakan alat padder metoda pencelupan tunggal menggunakan zat warna Remasol. Pada akhir pencelupan masih tersisa larutan bekas pencelupan sebanyak sekitar dua liter. Biasanya larutan bekas pencelupan tersebut dibuang ke lingkungan pada saat padder dicuci. Telah dilakukan penelitian pencelupan padding metoda pencelupan tunggal menggunakan zat warna Remasol warna hitam, merah dan hijau dengan fiksasi menggunakan Natrium silikat. Masing-masing  larutan bekas pencelupan disimpan selama dua hari dan selanjutnya digunakan untuk pencelupan kembali dengan metoda yang sama pada kain batikan yang baru. Terhadap keenam contoh uji selanjutnya diuji dalam hal ketuaan warna secara organoleptik dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian. Hasil uji memperlihatkan bahwa ketuaan warna hasil pencelupan menggunakan larutan bekas pencelupan yang telah disimpan selama dua hari untuk warna hitam dan merah menurun sekitar 30%, sedangkan untuk warna hijau menurun sekitar 90%. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian.untuk warna hitam, merah dan hijau tetap baik. Kesimpulan dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa larutan bekas pencelupandapat dipergunakan kembali tanpa menurunkan ketahanan luntur warna terhadap pencucian. Kata kunci : Kain batikan, Padder, Pencelupan padding metoda pencelupan tunggalABSTRACTTo get the long batik cloth, partly of SMEs of batik colored white batik fabric using padder by single bath dyeing method using Remasol dyes. At the end of dyeing the remaining of dye solution was used by about two liters. Usually the former solution is discharged into the  environment when the padder is washed. The research of single bath pad-dyeing method using Remasol dyes black, red and green colour with Natrium silicate fixarion. have been done. The remaining of each dye solution is stored for 2 days and then used for dyeing again with the same method on

  4. SENYAWA KIMIA DAN ARAH WARNA KAYU SECANG (Caesalpinia sappan Linn DAN GAMBIR (Uncaria gambir PADA BERBAGAI KONDISI EKSTRAKSI UNTUK PEWARNAAN BATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2017-05-01

    Full Text Available ABSTRAKTumbuhan pembawa warna mengandung senyawa kimia yang berbeda beda baik jumlah maupun jenis senyawanya. Senyawa-senyawa dominan pembawa warna mempunyai ketahanan tertentu pada berbagai kondisi suhu . Suhu ekstraksi zat warna alam dari tumbuhan mempengaruhi arah warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dan arah warna kayu secang dan gambir. Ekstraksi zat warna alam dilakukan pada berbagai variasi suhu pemanasan yaitu 50 oC, 75 oC, 100 oC dan perendaman dalam alkohol selama 7 (tujuh hari pada suhu kamar. Zat warna alam yang diperoleh diaplikasikan untuk pewarna batik pada kain katun dan sutera. Arah warna ditentukan melalui fiksasi menggunakan tawas, kapur dan tujung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ekstraksi berpengaruh pada senyawa kimia zat warna alam kayu secang dan gambir.  Jumlah senyawa zat warna alam pada kayu secang semakin berkurang seiring dengan peningkatan suhu ekstraksi.  Pada gambir jumlah senyawa zat warna paling banyak diperoleh pada suhu ekstraksi 75 oC. Senyawa zat warna dominan pada kayu secang adalah cyclohexanone sedang pada gambir  adalah methyl 3,4 dideutero 3 nonenoate 3. Arah warna kayu secang merah sampai merah kecoklatan dan pada gambir warna kecoklatan sampai coklat tua.ABSTRACTColor bearing plant contains chemical compounds that vary both the number and types of compounds. Compounds dominant color carriers having different resistance at various temperature conditions. The temperature of the extraction of natural dyes from plants affects the direction of color. This study aims to determine the content of chemical compounds and direction color of Caesalpinia sappan Linn and Uncaria gambir. Extraction of natural dyes made at various heating temperature is 50 ° C, 75 ° C, 100 ° C and soaking in alcohol for seven (7 days at room temperature. Natural dyes obtained is applied to dye batik on cotton and silk. Directions color is determined by fixation using alum, lime and

  5. Pembangunan Aplikasi Game Android Pengenalan Pola Warna Pada Paud Posdaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvester Dian Handy Permana

    2016-09-01

    Full Text Available Pendidikan anak usia dini (PAUD adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak berusia dua sampai dengan usia enam tahun. Salah satu aspek dalam kecerdasan yang harus dikembangkan oleh anak usia dini adalah warna. Mereka harus mengenal berbagai jenis warna yang ada. Hal ini harus dilatih untuk mempersiapkan anak usia dini masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya. Selain itu, pengenalan warna untuk anak usia dini juga dapat mendeteksi dan mengidentifikasi buta warna pada anak. Hal ini sangatlah penting untuk kelanjutan kehidupan anak dan pendidikan yang akan orang tua berikan kepada anak. Dalam penelitian ini akan dibuat pengenalan pola warna dalam bentuk permainan ponsel dimana saat ini banyak orang tua sudah menggunakan ponsel pintar dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita dapat memanfaatkan ponsel pintar tersebut untuk pendidikan. Pengembangan aplikasi ini menggunakan android studio. Pengembangan aplikasi ini menggunakan metode Systems Development Life Cycle. Aplikasi yang dihasilkan adalah program game yang dapat dipasang dalam ponsel pintar khususnya Android. Seluruh fungsionalitas dalam aplikasi ini sudah diuji dan dapat memenuhi harapan dari peneliti untuk mengemas pendidikan dalam game. Pengemasan pendidikan dalam rupa game juga akan menambah daya tertarik anak untuk mempelajari sesuatu yang baru.

  6. ANALISIS GAMBAR DIGITAL SEBAGAI METODE KARAKTERISASI DAN KUANTIFIKASI WARNA PADA IKAN HIAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruby Vidia Kusumah

    2011-12-01

    Full Text Available Analisis gambar (foto digital digunakan sebagai metode alternatif karakterisasi dan kuantifikasi warna yang obyektif, akurat, serta aplikatif. Software Image membantu mengukur dan mengelompokkan beberapa parameter kualitatif warna secara kuantitatif berdasarkan standar nilai digital RGB (Red Green Blue yang dimiliki setiap pikselnya. Dengan melakukan konversi ke model HSB (Hue Saturation Brightness, nilai digital warna yang diperoleh semakin mudah dipahami sesuai konsep cara pandang mata manusia. Frekuensi serta distribusi warna yang terukur pun dapat ditampilkan dalam bentuk histogram dua dimensi dan grafik tiga dimensi warna (3D color space. Hasil analisis pada delapan strain warna ikan cupang hias (Betta splendens menunjukkan variasi warna yang ditampilkan dalam bentuk kisaran (minimum-maksimum, rata-rata (mean, serta standar deviasi (SD dari setiap nilai RGB dan HSB. Kecerahan setiap individu dalam suatu strain warna diukur berdasarkan nilai kecerahan (brightness yang dimiliki model warna HSB. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan yang bertujuan untuk mempelajari analisis gambar digital sebagai metode karakterisasi dan kuantifikasi warna pada ikan hias.

  7. DEGRADASI ZAT WARNA AZO TARTRAZIN PADA LIMBAH CAIR MIE DENGAN METODE AOPs (Advanced Oxidation Processes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tien Setyaningtyas

    2012-11-01

    Full Text Available Penggunaan metode untuk mendegradasi zat warna dari limbah industri dengan proses AOPs (Advanced Oxidation Processes atau proses oksidasi lanjut saat ini banyak dikembangkan terutama untuk limbah cair zat warna yang sulit terdegradasi. Salah satu industri makanan yang menggunakan bahan aditif zat warna pada proses produksinya adalah industri mie yaitu menggunakan zat warna tartrazin. Dampak negatif perkembangan industri mie adalah timbulnya pencemaran lingkungan dari limbah cair industri mie yang masih mengandung zat warna tartrazin. Penurunan kadar zat warna tartrazin dalam limbah cair mie dapat diupayakan dengan cara mendegradasi zat warna tartrazin melalui metode AOPs. Proses AOPs untuk mendegradasi tartrazin dalam limbah cair mie pada penelitan ini menggunakan kombinasi H2O2 dengan sinar matahari sebagai sumber sinar UV (H2O2/UV-Vis. Paramaeter yang dilakukan antara lain variasi konsentrasi H2O2 yaitu 0,01 M ; 0,02 M dan 0,03 M dengan variasi waktu kontak 0; 0,5 ; 1 ; 1,5 ; 2 ; 2,5 ; 3 ; 3,5 ; 4 jam. Pengaruh pH terhadap degradasi tartrazin dengan variasi 2, 5, 7, 9 dan 12. Hasil yang diperoleh bahwa degradasi tartrazin tidak dipengaruhi oleh konsentrasi H2O2 tetapi konsentrasi H2O2 mempengaruhi waktu kesetimbangan. Waktu kesetimbangan paling cepat dicapai 30 menit pada konsentrasi H2O2 0,03 M, sedangkan untuk H2O2 0,01M dan 0,02 M waktu kesetimbangan tercapai pada 2,5 jam dengan penurunan tartrazin sebesar 45%. Proses AOPs pada degradasi tartrazin dipengaruhi oleh harga pH. Pada pH rendah penurunan tartrazin semakin besar. Pernurunan tartrazin paling besar pada pH 2 yaitu sebesar 65%.

  8. Gambir (Uncaria gambir Roxb Sebagai Pewarna Alam Kain Batik Sutera, Katun, dan Rayon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sofyan Sofyan

    2016-12-01

    Full Text Available Gambier (Uncaria gambir Roxb. is one of main commodities in West Sumatra Province where most of the products are exported in raw gambier form. Many benefits that can be derived from gambier, but there is no diversify of this product. The research was aimed to use gambier as natural dyes in batik fabric and to see the quality of the batik that had been dyed. The study was conducted by varying the type of fabric (silk, cotton, and rayon and the type of mordant or color fixer namely lime (CaO, alum (Al2(SO43, and ferous salt (FeSO4. The fabrics which had been dyed were tested color direction, color fastness of washing, light, rubbing, moreover acid and alkaline perspiration. The results showed that the color direction was brownish with different color darkness depending on the type of mordant used. The results of testing on color fastness were good to excellent averagely. In term of the type of fabric, from the three types of fabric used, silk gave the best result in terms of color fastness of washing and perspiration of acid and alkaline with average test results was good to excellent (scale 4-5. The use of different types of mordant had not given significant effect on testing of color fastness to light and rubbing. ABSTRAKGambir (Uncaria gambir Roxb. merupakan salah satu komoditi unggulan Provinsi Sumatera Barat dimana hampir sebagian besar produknya diekspor dalam bentuk gambir mentah. Sangat banyak manfaat yang dapat diperoleh dari gambir, namun belum ada hilirisasi produk ini di dalam negeri. Tujuan penelitian adalah menggunakan gambir sebagai pewarna alam pada kain batik dan melihat kualitas kain batik yang telah diwarnai. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan jenis kain (sutera, katun, dan rayon dan jenis mordan atau pembangkit warna yaitu kapur (CaO, tawas (Al2(SO43, dan tunjung (FeSO4. Kain yang telah diwarnai dilakukan pengujian arah/beda warna, ketahanan luntur warna terhadap pencucian, sinar, gosokan, dan keringat asam dan basa

  9. PENGARUH LAJU PENUMPUKAN DAN KELEMBABAN FESES BURUNG WALET (Aerodramus fuciphagus PADA PERUBAHAN WARNA SARANG WALET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Iriyani

    2013-03-01

    Full Text Available Saat ini belum banyak diketahui faktor penyebab pembentukan warna merah pada sarang burung walet,  dan bagaimana teknik pembentukan warna merah pada sarang burung walet tersebut. Diduga penumpukan feses mempengaruhi perubahan warna pada sarang. Penelitian ini bertujuan mengukur banyaknya feses yang dihasilkan burung walet dalam satu periode pembentukan sarang, mengobservasi pengaruh jumlah dan kelembaban feses terhadap pembentukan warna merah pada sarang. Penelitian eksploratif ini dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Laboratorium Instrumen Jurusan Kimia FMIPA UNESA dan di rumah burung walet Sidayu Gresik selama 18 minggu (Nopember 2009-Maret 2010. Hasil penelitian menunjukkan feses burung walet pada awal pembentukan sarang menunjukkan jumlah yang sangat sedikit 2,16±0,90 g/minggu (minggu ke-4 dan sarang walet masih menunjukkan warna putih. Sedangkan warna merah terbentuk pada pada minggu ke-14 dengan jumlah feses walet 41,85±4,48 g/minggu. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa dengan feses walet 250 gr dan kelembaban 80% terjadi perubahan warna sarang merah pada hari ke-11. Pembentukan warna merah sarang burung walet terjadi secara bertahap dengan peningkatan jumlah feses. Kesimpulan penelitian ini adalah keberadaan feses dan kelembaban feses walet menjadi faktor penentu dalam pembentukan warna merah pada sarang burung walet. Edible swallow’s nests with red color are rare and preferred by its consumers. Besides factors affecting the coloration of the birds’ nests are not well-known. It is suspected that the amount of bird’s fecal influence the nest color. Therefore, the aim of this research are to prove that swallow’s fecal  can influence the establishment of red color in swallow’s nest; to measure the amount of fecal matter produced in a single swallow bird nest formation period; and to observe the effect of the amount of feces and humidity on the formation of red color of the nest. Explorative research was done at the

  10. Seeded Region Growing pada Ruang Warna HSI untuk Segmentasi Citra Ikan Tuna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wanvy Arifha Saputra

    2017-02-01

    Full Text Available Citra ikan tuna sebelum masuk tahapan klasifikasi, harus memiliki hasil segmentasi yang baik. Hasil segmentasi yang baik adalah objek dan background terpisah dengan jelas. Citra ikan tuna yang memiliki sebaran cahaya yang tidak merata dan memiliki tekstur yang kompleks akan menghasilkan kesalahan segmentasi. Salah satu metode segmentasi pada citra adalah seeded region growing dan parameter yang digunakan hanya dua yaitu seed dan threshold. Penelitian ini mengusulkan metode seeded region growing pada ruang warna HSI untuk segmentasi citra ikan tuna. Ruang warna RGB (red green blue pada citra ikan tuna ditransformasikan kedalam ruang warna HSI (hue saturasi intesitas yang kemudian hanya ruang hue untuk dijadikan segmentasi dengan menggunakan seeded region growing. Penentuan parameter seed dan threshold dilakukan secara manual dan hasil dari segmentasi tersebut dilakukan refinement dengan morfologi matematika. Pengujian dilakukan sebanyak 30 citra dan metode evaluasi hasil segmentasi menggunakan RAE (relative foreground area error, MAE (missclassification error dan MHD (modified Hausdroff distance. Citra ikan tuna berhasil dilakukan segmentasi dengan dibuktikan nilai RAE, ME dan MHD secara berturut adalah 5,40%, 1,53% dan 0,41%.

  11. PENGARUH KARBON AKTIF TERHADAP AKTIVITAS FOTODEGRADASI ZAT WARNA PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kapti Riyani

    2011-11-01

    Full Text Available Studi penggunaan fotokatalis TiO2/KA (arang aktif dilakukan dengan tujuan mengurangi konsentrasi zat warna pada limbah cair tekstil. Arang aktif dari jerami padi diperoleh dari Kabupaten Banyumas dan contoh dari limbah cair tekstil dari salah satu industri tekstil di Pemalang. Penelitian ini dimulai dengan pembuatan arang aktif dari jerami padi, dengan aktivasi termal pada temperatur 300 oC dan 700 oC, kemudian dilakukan modifikasi fotokatalis TiO2/KA. Uji fotodegradasi zat warna dilakukan dengan beberapa parameter seperti perbandingan berat TiO2: KA (99:1, 98:2, 97:3, 96:4, 95:5 dan pH (2, 5, 7, 9, 13. Karekterisasi fotokatalis menggunakan SEM, konsentrasi pewarna menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fotokatalis optimum dalam perbandingan berat TiO2: KA300 (99 : 1 dengan menurunkan konsentrasi zat warna adalah 49,19%, berarti sementara TiO2: KA700 (97 : 3 dengan penurun konsentrasi zat warna adalah 52,02%. Proses yang optimal untuk fotodegadasi zat warna pada pH 2 dengan penurunan konsentrasi zat warna pada TiO2: KA300 (99 : 1 adalah 83,80% dan untuk TiO2: KA700 (97:3 adalah 85,66%.

  12. PREPARASI Fe3+/TiO2- MONTMORILLONIT SEBAGAI KATALIS PADA DEGRADASI ZAT WARNA AZO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Is Fatimah

    2014-12-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini dilakukan preparasi material Fe3+/TiO2-Montmorillonit dan uji aktivitasnya sebagai katalis pada degradasi senyawa azo. Keberhasilan preparasi material dipelajari melalui karakterisasi menggunakan X-ray Diffraction, BET surface area analyzer dan Diffuse Reflectance UV-Visible. Peranan katalitik material hasil preparasi pada degradasi senyawa azo: metil jingga(MO dan metilena biru(MB dipelajari melalui studi kinetika reaksi dengan mekanisme mirip foto-Fenton (Photo-Fenton like mechanism. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan preparasi material Fe3+/TiO2-Montmorillonit serta tercapainya tujuan penggunaannya sebagai katalis untuk degradasi zat warna azo melalui mekanisme Photo-Fenton like. Simulasi terhadap data kinetika menunjukkan bahwa degradasi kedua zat warna azo dengan katalis hasil preparasi mengikuti  model kinetika Langmuir-Hinshelwood dengan nilai k dan K untuk MO berturut-turut adalah sebesar 8,83x10-7 M/detik dan 328,29 dan untuk MB sebesar 4,56x10-5 M dan 555,60. Nilai konstanta laju reaksi dan konstanta adsorpsi-desorpsi reaksi degradasi kedua zat warna menjelaskan peranan mekanisme interaksi permukaan dalam proses katalisis.

  13. Preferensi Aedes aegypti Meletakkan Telur pada Berbagai Warna Ovitrap di Laboratorium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Agus Nurjana

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRACTDengue Haemograffic fever is a vector borne disease which caused outbreaks and death. There is no applied vaccine until now, so the effort of prevention and control is to terminate chain of infection mosquito breeding. Factors which influenced  the female mosquitoe to lay their eggsare type of container, color, water, temperature, water source, humidity and environment condition. This study was conducted to determine the preferences of Ae. aegypti mosquitoes to lay aggs in various colors ovitrap in the laboratory of Balai Litbang P2B2 Donggala, January until March 2015. Three repetitions with plastic cup black, blue, white, yellow and pink have been performed with water and filter pappers. 30 mosquitoes blood saturation included in the containers with various colors. The result showed that most of female mosquito laid their eggs in plastic cup black (53,2%. ANOVA analysis showed that the diversity of colors ovitrap produce different the number of eggs Ae. aegypti in each type of countainer color. It is recommended to use black ovitrap for controling populations of Ae, aegypti in environment with regular monitoring.Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang sering menimbulkan wabah dan dapat menyebabkan kematian. Sampai saat ini belum ditemukan vaksin sehingga pemberantasannya masih didasarkan pada pemutusan mata rantai penularan seperti pemberantasan sarang nyamuk. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses bertelur nyamuk antara lain adalah jenis wadah, warna wadah, air, suhu, sumber air, kelembaban dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui preferensi nyamuk Ae. aegypti untuk meletakkan telur pada berbagai warna ovitrap di Laboratorium Balai Litbang P2B2 Donggala bulan Januari sampai Maret 2015. Tiga kali pengulangan dengan mangkok plastik yang berwarna hitam, hijau, biru, putih, kuning dan merah muda. Nyamuk jenuh darah sebanyak 30 ekor dimasukkan kedalam kandang yang berisi mangkok plastik berbagai warna

  14. PEMUNGUTAN BRAZILIN DARI KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L DENGAN METODE MASERASI DAN APLIKASINYA UNTUK PEWARNAAN KAIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Selvia Fardhyanti

    2015-07-01

    Full Text Available Pembuatan zat warna alami dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol dan aquades, variasi volume pelarut yang digunakan 75, 150, dan 250 ml. Variasi waktu perendaman 6, 12, 24, dan 48 jam. Serbuk zat warna alami Brazilin dianalisis dengan FTIR dan diaplikasikan pada kain. Hasil penelitian menunjukkan semakin lama waktu ekstraksi dan volume pelarut yang digunakan, maka rendemen yang dihasilkan semakin banyak. Rendemen serbuk brazilin maksimal sebesar 6,316% pada waktu ekstraksi 48 jam menggunakan volume pelarut etanol 250 ml. Gugus fungsi brazilin memiliki ikatan tertentu diantaranya C-H, O-H, C-O, C=O, C=C alkena. Adanya gugus fungsi –OH menunjukkan adanya senyawa brazilin. Serbuk brazilin diaplikasikan pada kain dengan teknik celup, zat pengikat seperti tawas, kapur, dan tunjung mempengaruhi kenampakan warna yang dihasilkan pada kain.Kata kunci : zat warna, ekstraksi, maserasi, brazilin, teknik celup. A production of natural dyes can be done by maceration method with using ethanol solvent and distilled water (aquadest, variations of solvent volumes which used were 75, 150, and 250 ml. Soaking times variations were 6, 12, 24, and 48 hours. Brazilin natural dye powder was analyzed by FTIR and applied to industry. The research results showed the longer of the extraction time and the volume of the used solvents, resulted in the higher yield. Yield of Brazilin powder maximum was 6.316% on the extraction time during 48 hours with using ethanol solvent of 250 ml. Functional groups of Brazilin have specific bond among CH, OH, CO, C = O, C = C alkenes. The existence of the functional groups -OH indicates the brazilin compound. Brazilin powder was applied to industry with dye techniques, binding agents such as alum, lime, and lotus (tunjung which affected the appearance of the fabric color.Keyword : natural dyes, extraction, maceration, brazilin, dye technique.

  15. KAJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAIN TERCELUP KOMPOSIT KITOSAN-SILIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Permatasari

    2012-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jumlah proses pencelupan kain menggunakan komposit kitosan-silika terhadap aktvitas antibakteri kain kitosan-silika. Proses pelapisan kitosan-silika pada kain dilakukan dengan metode pencelupan atau dip-coating dengan teknik pengeringan pad-dry-cure pada temperatur dry 80 oC dan temperatur curing 140 oC. Uji aktivitas antibakteri kain kitosan-silika terhadap bakteri S.aureus dilakukan dengan metode Shake flask turbidimetry. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh jumlah proses pencelupan kain dalam larutan kitosan-silika terhadap persentase aktivitas antibakterinya. Persentase aktivitas antibakteri setelah 24 jam pada kain tercelup komposit kitosan-silika dengan variasi pencelupan 5 kali adalah sebesar 18,52%, kain dengan 10 kali pencelupan adalah sebesar 22,06%, kain dengan 15 kali pencelupan adalah sebesar 32,87% dan dengan variasi pencelupan sebanyak 30 kali diperoleh persentase aktivitas antibakteri sebesar 39,32%.

  16. KAJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAIN TERCELUP KOMPOSIT KITOSAN-SILIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Permatasari

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jumlah proses pencelupan kain menggunakan komposit kitosan-silika terhadap aktvitas antibakteri kain kitosan-silika. Proses pelapisan kitosan-silika pada kain dilakukan dengan metode pencelupan atau dip-coating dengan teknik pengeringan pad-dry-cure pada temperatur dry 80 oC dan temperatur curing 140 oC. Uji aktivitas antibakteri kain kitosan-silika terhadap bakteri S.aureus dilakukan dengan metode Shake flask turbidimetry. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh jumlah proses pencelupan kain dalam larutan kitosan-silika terhadap persentase aktivitas antibakterinya. Persentase aktivitas antibakteri setelah 24 jam pada kain tercelup komposit kitosan-silika dengan variasi pencelupan 5 kali adalah sebesar 18,52%, kain dengan 10 kali pencelupan adalah sebesar 22,06%, kain dengan 15 kali pencelupan adalah sebesar 32,87% dan dengan variasi pencelupan sebanyak 30 kali diperoleh persentase aktivitas antibakteri sebesar 39,32%.

  17. Pengaruh Lebar Fasad, Warna Interior, dan Lokasi Meja Kasir terhadap Persepsi Aman dan Sikap Konsumen pada Convenience Store

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imtihan Hanum

    2016-12-01

    Full Text Available Pesatnya perkembangan convenience store berkontribusi terhadap tingginya angka kejahatan pada toko. Pedoman convenience store dan teori-teori yang terkait menunjukkan bahwa visibilitas dari convenience store penting untuk menekan maksud kriminal. Namun, faktor yang dikembangkan untuk mendorong persepsi keamanan dan perilaku konsumen tidak jelas dijelaskan. Penelitian ini menguji variabel yang dapat menekan maksud kriminal melalui peningkatan persepsi aman konsumen dan perilaku dalam toko. Percobaan ini menggunakan 43 responden untuk mengevaluasi stimulus gambar simulasi interior dari convenience store. Data dari respon dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi kasir jauh dari pintu keluar dengan kombinasi warna dingin dianggap aman oleh responden, sedangkan lokasi counter jauh dari pintu keluar memberikan efek positif pada perilaku konsumen. Sedangkan variabel muka bangunan tidak memberikan pengaruh yang signifikan dalam membangun persepsi konsumen dan perilaku. Hasil eksperimen diharapkan menjadi kenyamanan pedoman desain dari convenience store dan mengembangkan pengetahuan desain. Di masa depan, kita dapat mempelajari jenis lain dari toko atau fungsi lain dengan masalah yang sama.Kata Kunci: convenience store; pencegahan kejahatan; perilaku konsumen; persepsi aman.Influence of Façade Width, Interior Color and Cashier Desk Location on Security Perception and Client Behavior in Convenience StoresThe rapid development of the convenience store contributes to the rising occurence of retail crime. Convenience store guidelines and related theories show that visibility in convenience store interiors is important to suppress criminal intents. However, the factors developed to improve security perception and client behavior are not clearly described. In this study variables were examined that may suppress criminal intent through the improvement of security perception and consumer behavior in convenience stores. In the

  18. SISTEM TRANSAKSI PENJUALAN KAIN GRINGSING BERBASIS MOBILE (MOBILE COMMERCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    G M Arya Sasmita

    2009-06-01

    Full Text Available Kain Gringsing merupakan jenis kain tenun dobel ikat yang sangat langka di dunia. Terdapat tiga negara yang memproduksikan kain gringsing saat ini yaitu di Indonesia, Jepang dan India. Di Indonesia, kain gringsing diproduksi di Bali tepatnya di Kabupaten Karangasem di desa Tenganan. Salah satu toko seni di kawasan desa Tenganan yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan non-domestik adalah Wisnu Art Shop. Banyaknya minat pembeli dari negara sendiri maupun pembeli asing menjadi salah satu penunjang perlu dibuatnya suatu sistem transaksi secara on-line berbasis WAP atau lebih dikenal dengan nama M-Commerce. Dengan sistem ini pengguna dapat memesan kain gringsing melalui perangkat mobilephone. Detail data kain gringsing dapat diketahui dengan mudah dari gambar, ukuran hingga harganya. Pesanan barang akan dikirim ke alamat pemesanan sesuai data yang diberikan oleh pengguna setelah pembayaran dilakukan. Pembayaran dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening pemilik yang tertera pada aplikasi mobile commerce ini. Teknologi WAP yang terus berkembang pada saat ini memungkinkan pengguna mobilephone untuk mengakses internet dengan mudah dan cepat dengan kecepatan transfer data  mencapai 115 Kbps. Ditambah lagi teknologi 3G yang didukung oleh WAP yang telah berkembang pada saat ini. Dengan teknologi tersebut sistem transaksi penjualan berbasis WAP atau M-Commerce ini akan mendukung dalam pemesanan dan pemasaran kain gringsing ke daerah-daerah di luar wilayah Tenganan, luar Bali maupun luar negara Indonesia.

  19. VARIASI KOMBINASI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata D.) DAN TEPUNG AZOLLA (Azolla pinnata R.br.) PADA KECERAHAN WARNA IKAN KOI (Cyprinus carpio L.)

    OpenAIRE

    Utami, Diah Ayu Tri

    2014-01-01

    Warna memegang peranan penting dalam menentukan kualitas ikan koi (Cyprinus carpio L.), bahkan dipandang sebagai komponen penting dalam proses seleksi ikan hias. Permasalahan yang sering timbul adalah memudarnya warna ikan bila dipelihara dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini menambahkan tepung labu kuning (Cucurbita moschata D.) dan tepung Azolla (Azolla pinnata R.Br.) ke dalam pakan buatan. Dengan penambahan tepung labu kuning dan tepung Azolla ini memungkinkan ikan memperoleh lebih ...

  20. KERAGAAN WARNA IKAN CLOWN BIAK (Amphiprion percula POPULASI ALAM DAN BUDIDAYA BERDASARKAN ANALISIS GAMBAR DIGITAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruby Vidia Kusumah

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan warna ikan clown Biak (Amphiprion percula populasi alam dan budidaya berdasarkan analisis gambar digital sebagai dasar upaya pemuliaannya. Gambar digital diambil dari koleksi ikan clown Biak Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali; serta pengumpul ikan hias di Denpasar, Bali menggunakan kamera digital Canon EOS 600D. Pola warna dikarakterisasi secara visual terhadap variasi strip hitam dan putih pada dasar badan oranye, jenis warna dianalisis menggunakan ImageJ 1.49s, persentase penutupan warna dilakukan dengan Adobe Photoshop CS5. Pola warna dikarakterisasi oleh strip hitam tebal, tipis, gelap, pudar, terputus, bergabung, serta strip putih normal, pelana, spot, melebar, dan terputus. Warna hitam alam dikarakterisasi oleh hue (H: 300-60º, saturation (S: 8%-56%, brightness (B: 3%-19%, sedangkan budidaya H: 300-23º, S: 9%-71%, B: 4%-20%. Warna oranye alam H: 19-33º, S: 88%-98%, B: 47%-85%, dan budidaya H: 14-29º, S: 86%-99%, B: 38%-82%. Warna putih alam H: 36-270º; S: 1%-13%, B: 66%-88%, dan budidaya H: 0-229º, S: 0%-14%, B: 55%-87%. Persentase penutupan warna badan didominasi warna oranye dengan rata-rata 45% untuk populasi alam dan 57% untuk populasi budidaya. Keragaan warna ikan clown Biak dapat diarahkan pada pembentukan strain misbar, picasso, spot (domino, dan onyx. Metode analisis gambar digital sangat potensial digunakan untuk analisis keragaan warna ikan hias.

  1. FOTODEGRADASI ZAT WARNA TARTRAZIN LIMBAH CAIR INDUSTRI MIE MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2 - SINAR MATAHARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Windy Dwiasi

    2014-05-01

    Full Text Available Salah satu dampak negatif perkembangan industri mie di Indonesia adalah timbulnya pencemaran lingkungan dari limbah cair industri mie yang masih mengandung zat organik seperti zat warna tartrazin. Penurunan kadar zat warna tartrazin dalam limbah cair mie dapat diupayakan dengan cara mendegradasi zat warna tartrazin melalui proses fotodegradasi dengan metode fotokatalis. Pada penelitian ini telah dilakukan fotodegradasi zat warna tartrazin dalam limbah cair mie menggunakan fotokatalis TiO2. Perlakuan meliputi pengaruh variasi waktu kontak dan pH terhadap aktivitas fotokatalis TiO2 menggunakan sinar UV dan sinar matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fotokatalitik yang terbaik untuk TiO2 adalah pada kondisi limbah cair mie dengan pH 2, dan waktu kontak 1 jam. Persentase penurunan kadar tartrazin dengan menggunakan lampu UV adalah sebesar 56,81%, sedangkan dengan penyinaran sinar matahari sebesar 61,64 %.

  2. Teknik Pewarnaan Agel dengan Zat Warna Alam dari Daun Jati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eustasia Sri Murwati

    2011-04-01

    Full Text Available ABSTRAKAgel (Corypha gebanga BL merupakan jenis tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia dan telah dimanfaatkan oleh para perajin untuk dibuat menjadi berbagai jenis barang kerajinan bernilai ekonomis. Namun proses pewarnaan yang sering digunakan selama ini adalah pewarnaan menggunakan zat warna sintetis yang kurang ramah lingkungan. Hal ini terjadi karena masih banyak kendala dalam pewarnaan alam, salah satunya adalah warna yang didapatkan menjadi kusam. Untuk itu diperlukan penelitian teknik pewarnaan yang tepat untuk memperoleh hasil yang optimal. Daun jati dipilih menjadi bahan dasar zat warna alam karena jumlah yang melimpah di Indonesia, regenerasi yang cukup cepat dibandingkan bahan pewarna alam dari kayu, dan termasuk jenis zat warna yang memiliki afinitas besar terhadap serat selulose. Penelitian ini bertujuan memperoleh suhu, lama perendaman, dan proses mordan yang tepat untuk pewarnaan agel dengan zat warna alam dari daun jati. Metoda eksperimental dengan tahapan; penelitian bahan baku, uji kekuatan tarik sebelum dan sesudah diwarna, diproses mordan, diwarna dengan variasi suhu (60°C, 80°C, 100°C dan waktu pencelupan 30 menit, pengujian (ketahanan luntur warna terhadap cuci, gosok, dan sinar matahari, dan ketuaan warna. Hasil pengujian ketuaan warna pada suhu 100°C didapatkan warna paling tua (penyerapan optimal dengan %T (Transmitansi terkecil, suhu 80°C %T lebih tinggi dari pada suhu 100°C, dan pada suhu 60° C %T memiliki nilai tertinggi dengan warna kurang tua. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap cuci,gosok, dan sinar matahari baik. Sesudah pewarnaan tidak menurunkan kekuatan tarik.Kata kunci: agel, daun jati, ketuaan warna, suhu,warna alamABSTRACTAgel (Corypha gebanga BL grow widely in Indonesia and has been used by craftmen as material for various kinds of valuable handicrafts. However the coloring process of agel still use the staining with synthetic dyes that are less environmentally friendly. It is caused by

  3. Desain Pembelajaran Materi Belah Ketupat Menggunakan Kain Jumputan Palembang untuk Siswa Kelas VII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fauziyah Fauziyah

    2016-06-01

    Full Text Available Desain pembelajaran materi belah ketupat menggunakan kain Jumputan Palembang untuk siswa kelas VII. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penggunaan kain Jumputan Palembang dalam membangun pemahaman siswa mengenai belah ketupat. Siswa akan membandingkan luas daerah dua buah kain Jumputan, merancang dan membuat belah ketupat kemudian menggunting serta menyusunnya kembali menjadi suatu bentuk baru, menentukan luas daerah belah ketupat, membandingkan keliling dua buah kain Jumputan dan menentukan keliling belah ketupat. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas VII SMP Pusri Palembang. Penelitian ini menggunakan design research yang terdiri dari tiga tahap : preparing for the experiment, experiment in the classroom (pilot experiment dan  teaching experiment, dan retrospective analysis. Pada tahap preparing for the experiment, beberapa aktifitas dibuat menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI. Hasil dari penelitian menunjukkan kain Jumputan Palembang dapat digunakan sebagai starting point dalam pembelajaran belah ketupat untuk siswa kelas VII SMP.The design learning rhombus using kain Jumputan Palembang for VII grade students. This research aims to investigate how to use Kain Jumputan Palembang to build student’s understanding on rhombus. Students were required to comparing the area of two cloths, designing and making rhombus then reshaping to new shapes, determining the area of rhombus, comparing the perimeter of two cloths and determining the perimeter of rhombus. Subjects were 30 first grade students of SMP Pusri Palembang. The study used a design research method consisting of three stages : preparing for the experiment, experiment in the classroom (pilot experiment and teaching experiment, and retrospective analysis. During the preparing for the experiment stage, instructional activities was designing utilizing of Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI approach. The result of experiments

  4. Hipoplasia Enamel Pada Penderita Penyakit Eksantema

    OpenAIRE

    Dewi saputri

    2008-01-01

    Hipoplasia enamel merupakan gangguan pada masa pemhentukan matriks organik yang menyebabkan gangguan struktur pada enamel sehingga secara klinis terlihat pada suatu bagian dari gigi tidak terbentuk enamel dan kadang-kadang sama sekali tidak terbentuk enamel, serta diikuti dengan perubahan warna pada gigi. Dikenal berbagai faktor penyebab hipoplasia enamel, salah satunya adalah penyakit eksantema yaitu menyebabkan infeksi pada bayi dan anak-anak. Gambaran histopatologis hipoplasia enamel adala...

  5. MODEL PERUBAHAN WARNA KERIPIK BUAH SELAMA PENGGORENGAN VAKUM Model of Fruit Flaky Color Change during Vacuum Frying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jamaluddin Jamaluddin

    2012-05-01

    Full Text Available The natural colour of fruit flaky product is one of specific property prefered by consumer. To maintain the natural colourof the fruit flaky during frying, it is necessary to pay attention the characteristic changes of raw material and control the process in order not to have much changes to get the intended colour. The objective of this research is to develop empirically mathematical model of fruit flaky colour changes during vacuum frying process by considering the change of water and sucrose contents in the product. Sample of the research were jack fruits fried in the temperature of 70–100OC, frying duration of 15–60 minutes, and vacuum pressure of 13-23 kPa. The observed parameters are colour (L, colour (a, colour (b, water and sukrose contents before and after frying. The result showed that colour changes (L, a and b were influenced by free water vaporization and sukrose decreasing in product, so empirically, the developed mathematical model of colour changes (L, a and b can be used to predict fruit flaky colour changes during vacuum frying. ABSTRAK Warna alami pada produk keripik buah adalah merupakan salah satu sifat khas yang disukai oleh konsumen, untukmempertahankan warna alami keripik buah agar tidak banyak mengalami perubahan selama dalam penggorengan, perlu diperhatikan perubahan karakteristik bahan baku dan pengendalian proses, agar warna keripik buah yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan secara empirik model matematik perubahan warna keripik buah selama dalam proses penggorengan vakum dengan mempertimbangkan ke dalam model perubahan kadar air dan kadar sukrosa di dalam padatan. Sampel penelitian adalah buah nangka digoreng pada suhu70-100 OC, lama penggorengan 15-60 menit dan tekanan vakum 13-23 kPa. Parameter yang diamati adalah warna (L, warna (a, warna (b, kadar air dan kadar sukrosa sebelum dan setelah sampel digoreng. Hasil penelitian menunjukkan perubahan warna L, a

  6. PENINGKATAN KUALITAS WARNA KUNING DAN MERAH SERTA PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOI MELALUI PENGAYAAN TEPUNG KEPALA UDANG DALAM PAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Subamia

    2016-04-01

    Full Text Available Ikan hias koi merupakan salah satu produk perikanan yang budidayanya telah dikuasai oleh petani ikan di beberapa daerah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas warna benih ikan hias koi melalui pengayaan tepung kepala udang dalam pakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan dosis tepung kepala udang dalam formulasi pakan sebagai sumber karotenoid yaitu: 0% (kontrol, 5%, 10%, 15%. Pakan yang diberikan diformulasikan dengan isoprotein (30%, dan isolipid (15%. Ikan yang digunakan adalah benih dan ditempatkan dalam hapa-hapa di kolam. Pengamatan yang dilakukan selama pemeliharaan adalah parameter kualitas warna yang dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan TCF (Toca Color Finder, sedangkan pengukuran kuantitatifnya dilakukan dengan pengukuran total karotenoid pakan dan jaringan tubuh ikan. Selain itu, dilakukan pula pengamatan parameter pertumbuhan panjang, dan bobot yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas warna pada ikan koi optimal pada pemberian tepung kepala udang sebesar 10% dicirikan dari nilai warna kuning dan merah. Selama penelitian juga diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik bobot dan panjang tubuh, dan sintasan pada semua perlakuan.

  7. Review: Sumber dan Pemanfaatan Zat Warna Alam untuk Keperluan Industri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAKPada umumnya pewarna sintetis memiliki beberapa keunggulan antara lain; jenis warna beragam dengan rentang warna luas, ketersediaan terjamin, cerah, stabil, tidak mudah luntur, tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, daya mewarnai kuat, mudah diperoleh, murah, ekonomis, dan mudah digunakan. Namun demikian penggunaan pewarna sintetis dapat menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan serta berpengaruh kurang baik terhadap semua bentuk kehidupan. Pewarna alami bersifat tidak beracun, mudah terurai, dan ramah lingkungan. Sumber utama pewarna alami adalah tumbuhan dan mikroorganisme, warna yang dihasilkan beragam seperti; merah, oranye, kuning, biru, dan coklat. Kelompok penting senyawa kimia pewarna alami adalah karotenoid, flavonoid, tetrapirroles, dan xantofil. Pewarna alami dapat digunakan pada industri tekstil, makanan, farmasi, kosmetik, kerajinan dan penyamakan kulit. Peningkatan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan, menjadikan pewarna alami sebagai pewarna yang dianjurkan, disamping itu produk industri dengan pewarna alami memiliki pasar yang baik. Kata Kunci: pewarna alami, sumber, senyawa kimia, kegunaan ABSTRACTIn general, synthetic dyes have several advantages, among others; a variety of colors with wide color range, availability is assured, bright, stable, not easily fade, resistant to various environmental conditions, strong coloring power, easily available, cheap, economical, and easy to use. However, the use of synthetic dyes can cause health and environmental problems as well as the unfavorable impact of all forms of life. Natural dyes are non-toxic, biodegradable, and environmentally friendly. The main sources of natural dyes are plants and microorganisms, which produced a variety of colors such as; red, orange, yellow, blue, and brown. An important group of chemical compounds of natural dyes are carotenoids, flavonoids, tetrapirroles, and xantophylls. Natural dyes can be used in the textile industry, food

  8. FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN KAIN DONGGALA DI KOTAMADYA PALU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Benyamin - Parubak

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Kain Donggala merupakan kain tradisional hasil kerajinan masyarakat Kaili yang mencerminkan ciri khas daerah Sulawesi Tengah. Kain ini selain digunakan untuk upacara-upacara adat, juga untuk pakaian sehari-hari. Industri Kain Donggala ini terus dikembangkan untuk mempertahankan ciri khas daerah sebagai bagian yang tak terpisahkan dari upaya melestarikan seni budaya daerah sebagai asset nasional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen didalam melakukan pembelian Kain Donggala di Kotamadya Palu. Penelitian ini juga bermaksud untuk mengetahui apakah faktor-faktor yang dipertimbangkan tersebut juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Tehnik yang digunakan untuk menentukan sampel adalah metode Purposive Sampling dan Accidental Sampling. Purposive dalam menentukan toko dan sentra industri Kain Donggala, karena di Kotamadya Palu terdapat banyak toko dan sentra industri yang menjual produk tersebut. Dan Accidental sampling digunakan untuk menentukan responden yang dijadikan sampel. Jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 153 orang. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor dan Analisis Regresi Linier Berganda. Dengan analisis faktor diperoleh hasil bahwa terdapat 7 faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen didalam melakukan pembelian Kain Donggala. Ketujuh faktor tersebut adalah : (1 faktor budaya, ekonomi, dan psikologis, (2 faktor gaya hidup, (3 faktor mutu, (4 faktor promosi, (5 faktor reperensi, (6 faktor harga, dan (7 faktor produk. Dari tujuh faktor yang dipertimbangkan tersebut, dengan menggunakan alat analisis regresi berganda diperoleh hasil bahwa terdapat satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada a = 1%. Faktor tersebut adalah faktor 1 (budaya, ekonomi dan psikologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang signifikan berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian merupakan faktor

  9. Pengolahan Limbah Cair Industri Pewarnaan Jeans Menggunakan Membran Silika Nanofiltrasi Aliran Cross Flow untuk Menurunkan Warna dan Kekeruhan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Veny Rachmawati

    2013-09-01

    Full Text Available Limbah cair industri tekstil disamping mengandung bahan pencemar organik yang tinggi, juga mengandung bahan pewarna organik rantai panjang yang relatif sukar diolah dengan proses biologis. Sedangkan proses pengolahan secara kimia seringkali kurang efektif dikarenakan biaya untuk pembelian bahan kimianya cukup tinggi dan pada umumnya pengolahan air limbah secara kimia akan menghasilkan sludge. Sehingga dipilih teknologi membran sebagai media filtrasi baik yang digunakan pada skala laboratorium maupun industri, proses berlangsung cepat, cara pengoperasian sederhana, mudah dalam penggandaan skala, tidak memerlukan ruang yang besar, dan dapat mendapatkan permeat dengan kualitas sangat baik. Pasir silika merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai sumber silika untuk pembuatan membran. Metode yang digunakan untuk sintesis silika yaitu metode alkalifussion dikarenakan  metode ini menghasilkan silika dengan kemurnian 99%.Membran silika merupakan membran yang terbuat dari silika dengan perekat poly vinyl alcohol (PVA, pengemulsi poly ethylen glykol (PEG, dan semen putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa silika dan konsentrasi limbah terhadap koefisien rejeksi, fluks, struktur dan morfologi membran. Uji struktur dan morfologi membran dilakukan dengan FTIR serta SEM.  Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah warna dan kekeruhan. Nilai koefisien rejeksi tertinggi sebesar 96,86% untuk warna dan 99,31% untuk kekeruhan yang diperoleh dari massa campuran silika 5 gram (28,65  %wt, volume limbah 100% dengan kandungan warna 1,123 Co dan kekeruhan 180,5 NTU. Nilai fluks tertinggi sebesar 3,432 liter.m-2.jam-1 yang diperoleh dari massa campuran silika 8 gram (39,12 %wt dengan penggunaan volume limbah 25% yang mengandung  warna 0,525 Co dan kekeruhan 40,9 NTU. Membran silika yang optimum untuk menurunkan warna dan kekeruhan diperoleh dari massa campuran silika 5 gram (28,65  %wt dengan % volume limbah 100%.

  10. AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAIN KASA TERLAPISI TiO¬2/Ag AMORF, Ag, DAN KITOSAN/Ag TERHADAP BAKTERI GRAM NEGATIF DAN POSITIF (The Antibacterial Activity of Gauze Coated by Tio¬2/Ag Amorphous, Ag, and Chitosan/Ag Against Gram Negative and Positive Bacteria)

    OpenAIRE

    Purnawan, Candra; Martini, Tri; Rawiningtyas, Sotya; Zidny, Zidny Z.S.R.A.

    2014-01-01

    ABSTRAKPelapisan kain kasa dengan komposit TiO2/Ag amorf, kitosan/Ag, dan Ag telah dilakukan menggunakan metode dip coating dengan variasi urutan pelapisan. Komposit TiO2/Ag amorf disintesis dengan metode sol gel dalam pelarut etanol. Hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FTIR dan XRD. Kain kasa hasil pelapisan dikarakterisasi menggunakan XRD dan dilakukan uji antibakteri menggunakan metode optical density pada λ 600nm terhadap aktivitas bakteri Eschericia coli dan Stapylococcus aureus. ...

  11. ADSORPSI-DESORPSI ZAT WARNA AZO JENIS REMAZOL BLACK B MENGGUNAKAN MEMBRAN POLIELEKTROLIT (PEC KITOSAN-PEKTIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Sri Ayuni

    2016-08-01

    Full Text Available Abstrak Sekitar 2-50% dari zat warna azo yang digunakan selama proses pencelupan ini tidak mengikat serat dan langsung dilepaskan ke lingkungan melalui instalasi pengolahan limbah. Hal ini perlu dilakukan pengolahan limbah cair yang mengandung zat warna azo jenis Remazol Black B sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum membran PEC kitosan-pektin yang dapat digunakan untuk mengadsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black B .Untuk memperoleh kondisi optimum akan dilakukan adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black B dengan variasi waktu kontak (5-150 menit, pH (5-9 dan konsentrasi larutan zat warna azo jenis Remazol Black B (5, 10, 15, 20, dan 25 mg/L. Untuk mengetahui karakteristik zat warna jenis Remazol Black B oleh membran PEC kitosan-pektin di analisis dengan persamaan isoterm adsorpsi Langmuir dan isoterm adsorpsi Freundlich sedangkan daya adsorpsi maksimum dari membran PEC kitosan pektin ditentukan dari kurva berdasarkan karakteristik membran yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black B terjadi pada kondisi optimum dengan pH 5, waktu 120 menit dan konsentrasi larutan zat warna azo jenis Remazol Black B 10 mg/L (62,75 %. Pola adsorpsi mengikuti pola adsorpsi isoterm Freundlich dengan daya adsorpsi maksimum 0,02 (mg/g. Untuk efisiensi desorpsi maksimal diperoleh pada larutan NaCl 1 M (11,17 % Kata Kunci: adsorpsi, membran polielektrolit kitosan pektin, Remazol Black B Abstract Azo dyes produced approximately 2-50% from dying process were thrown through effluent to the environment without any treatment. The objective of this research were to know the optimum condition of PEC chitosan pectin membrane using to adsorp Remazol Black B with various contact time (5-150 min, pH (5-9 and Remazol Black B concentration (5, 10, 15, 20, dan 25 mg/L. Adsorption charactheristic of Remazol Black B by PEC chitosan pectin membrane were determined by Langmuir and

  12. PEMBUATAN DAN UJI KEMAMPUAN MEMBRAN KITOSAN SEBAGAI MEMBRAN ULTRAFILTRASI UNTUK PEMISAHAN ZAT WARNA RHODAMIN B

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nita Kusumawati

    2012-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan membran kitosan dan aplikasinya dalam pemisahan zat warna Rhodamin B. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik serta kinerja membran kitosan yang dihasilkan dalam memisahkan zat warna Rhodamin B dengan variasi konsentrasi kitosan dan tekanan operasional. Penelitian ini diawali dengan pembuatan membran dengan variasi konsentrasi kitosan, yaitu 1-5%. Membran kitosan dibuat dengan mencampurkan kitosan dalam asam asetat 1% kemudian dicetak pada cawan petri. Uji karakteristik fisik membran meliputi, kekuatan tarik dan regangan membran menggunakan Autograph, dan morfologi serta ukuran pori membran menggunakan Scanning Eletron Microscopy (SEM. Kinerja membran meliputi nilai fluks dan rejeksi, diketahui dari pengukuran menggunakan alat uji membran “dead-end” dan UV-Visible Genesys 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran kitosan yang dihasilkan masuk dalam rentang membran ultrafiltrasi. Membran memiliki daya tegang dan regang yang tinggi dengan bertambahnya konsentrasi kitosan. Nilai tegangan (Load yang diperoleh sebesar 0,1531–2,8571 kgf dan nilai regangan (Stroke sebesar 2,86-5,48%. Semakin besar konsentrasi kitosan dalam membran akan menghasilkan fluks yang kecil. Nilai fluks terbaik dihasilkan oleh membran kitosan 1% pada tekanan 5 kg/cm2 yakni sebesar 38,372 L/m2 jam. Sedangkan nilai koefisien rejeksi tertinggi dihasilkan oleh membran kitosan 3% pada tekanan 1 kg/cm2 yakni sebesar 88,27%.

  13. KLASIFIKASI CITRA PORNO DENGAN ALGORITMA C 4.5 BERBASIS MODEL WARNA YCbCr DAN SHAPE DETECTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Rizki Ariyanto

    2016-06-01

    Full Text Available Konten internet dapat berupa pornografi atau jebakan pornografi dengan tujuankorban anak di bawah umur. Tahun 2010 sebesar 97% remaja pernah mengaksescontent pronografi, dimana hal terebut berpengaruh negatif terhadap perkembangananak dan remaja. Dengan demikian akses terhadap pornografi oleh anak perlu dijaga.Beberapa penelitian telah menghasilkan aplikasi pendeteksi pornografi denganberbagai metode, seperti model warna YCbCr, shape descriptor yang saling mandiri.Dalam tulisan ini kami menyajikan klasifikasi citra porno dengan menggunakanalgoritma C 4.5 dan Shape descriptor berbasis model warna YCbCr. Klasifikasi denganC 4.5 merupakan tambahan metode perbaikan pada Shape Descriptor dan model warnaYCbCr dan di harapkan dapat secara presisi mengklasifikasikan citra porno dan bukan.Hasil dari percobaan terhadap 40 citra 8 bit dengan dimensi 256X256 yang terbagimenjadi citra porno, berbikini, mug shots dan non-porno, metode di atas dapatmengklasifikasikan True Positives (TP 16, False Positives (FP 10, False Negatives (FN 4,True Negatives (TN 10 dengan akurasi 65%, error rate 35%, precision 0,615, recall 0,8 sertanilai Root Mean Squared Error (RMSE 0,59.Semakin banyak data training semakin akurathasil dari testingnya, walaupun dalam beberapa kasus metode di atas belum akurat danhanya mengenail 3 dari 10 citra mug shots atau sebesar 43%.Kata Kunci: c 4.5, shape descriptor, model warna ycbcr, citra pornografi

  14. PENGARUH TEMPERATUR EKSTRAKSI ZAT WARNA ALAM DAUN JATI TERHADAP KUALITAS DAN ARAH WARNA PADA BATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudi Satria

    2016-12-01

    Full Text Available Negative impacts especially synthetic dye carcinogenic effect on the environment and the user so natural coloring is now starting to be used because environmentally friendly. The influence of temperature variations on the quality and color direction using natural color teak leaves for batik cloth needs to be examined because the color of the fabric will decline due pelorodan process. The young leaves teak (Tectona grandis have a wide and large size, used to dye woven materials, have reddish brown color. The method used was variation temperature extraction of 50°C, 75°C and 100°C, fixation of alum, lime, prusi and lotus as well as testing the quality and direction of color. Variations in temperature extraction of teak leaves on cotton fabric and silk using a waterbath expected to know the quality and direction of the colors in batik. Results of testing the fastness to light and washing 40°C for extraction of teak leaf temperature of 50°C, 75°C and 100°C in cotton and silk with fixation alum, lime, prusi or lotus shows good scale with a value of 4 or 4-5. Natural color solution teak leaves with extraction temperature of 100°C resulted in the highest wavelength is 788.50 nm and the absorbance of the total of 0.1402 Abs. Color direction that produced show reddish color will be more visible at 100°C with a fixation alum or lime while prusi or lotus browned.

  15. Pengaruh Warna, Tipografi, dan Layout pada Desain Situs

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monica Monica

    2010-10-01

    Full Text Available Virtual world is now a mainstay many people promote themselves, goods, or their organizations. What is displayed in the virtual world associated with the role of a design is an interesting site and invites visitors to read and understand the message that the site owners want to convey. The design that attract not only in terms of its contents are complete but also in terms of appearance. This article describes a good selection of colors for a site, the application of typography for ease in reading the contents of site visitors, and a layout processing in accordance with the principles of design to design a site with well-ordered.   

  16. PENGARUH WARNA, TIPOGRAFI, DAN LAYOUT PADA DESAIN SITUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monica

    2010-09-01

    Full Text Available Virtual world is now a mainstay many people promote themselves, goods, or their organizations. What is displayed in the virtual world associated with the role of a design is an interesting site and invites visitors to read and understand the message that the site owners want to convey. The design that attract not only in terms of its contents are complete but also in terms of appearance. This article describes a good selection of colors for a site, the application of typography for ease in reading the contents of site visitors, and a layout processing in accordance with the principles of design to design a site with well-ordered.

  17. ALTERNATIF CARA DETEKSI KANDUNGAN IODIUM PADA GARAM BERIODIUM DI PASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuniar Rosmalina

    2012-11-01

    Full Text Available Mengingat tingginya biaya yang diperlukan dalam menganalisa kandungan iodium pada garam secara laboratorium, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam penanggulangan masalah gangguan akibat kekurangan iodium, maka diperlukan teknologi sederhana untuk mendeteksi iodium pada garam iodium yang diperjualbelikan di pasar. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai beberapa cara mendeteksi iodium pada garam menggunakan sumber karbohidrat dan sumber zat pereduksi, seperti Dioscorea Hispida Dennst (gadung, Manihot utilissima (singkong, atau Rubber seed (biji karet. Berdasarkan jenis dan jumlah campuran yang digunakan ada 6 formula yang diuji pada penelitian pendahuluan yaitu formula ICo, IICo, IC1, IIC1, ISo, dan IISo. Pada penelitian lanjutan, formula yang terpilih diuji menggunakan garam iodium yang dibeli dari pasar di Kodya Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula IICo dan IIC1 menggunakan perasan singkong atau gadung, serta formula IISo menggunakan parutan biji karet, dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi kadar iodium pada garam beriodium. Formula IICo terdiri dari 4 ml perasan gadung atau singkong, dicampur dengan 45 g garam beriodium dan 8 ml asam cuka 25 persen. Formula IIC1 sama seperti formula IICo, tapi menggunakan gadung yang telah disimpan tiga minggu, dan singkong yang telah disimpan dua minggu. Formula IISo terdiri dari 7 gr parutan biji karet, ditambah dengan 45 g garam iodium dan 16 ml asam sitrat. Hasil penelitian lanjutan menunjukkan hanya 11.1 persen garam beriodium di Kodya Bogor mempunyai kandungan diatas 30 ppm, dan 88.9 persen dibawah 30 ppm. Garam beriodium yang mempunyai kandungan di atas 30 ppm akan menunjukkan warna biru atau ungu, dan yang mempunyai kandungan dibawah 30 ppm akan menunjukkan warna cokelat, warna biru yang tidak stabil atau tidak menunjukkan perubahan warna.

  18. KERAGAAN WARNA DAN GENOTIPE CALON INDUK (F0 IKAN CLOWN (Amphiprion sp. STRAIN BLACK PERCULA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruby Vidia Kusumah

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mengkaji keragaan fenotipe warna tubuh dan genotipe calon induk (F0 ikan clown (Amphiprion sp. strain black percula.  Sebanyak 36 ekor calon induk ikan clown black percula diperoleh dari populasi budidaya Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL Ambon yang memiliki persentase penutupan hitam tinggi.  Warna dianalisis dengan teknik analisis gambar digital menggunakan software ImageJ 1.50f.  Gambar digital didokumentasikan menggunakan kamera Canon EOS 600D.  Keragaan warna diamati menurut pola, persentase penutupan, dan jenis (profil warna digital.  Konversi nilai mean Red (R, mean Green (G, dan mean Blue (B menjadi nilai mean Hue (H, mean Saturation (S, dan mean Brightness (B dilakukan dengan bantuan Color Picker (Foreground Color pada software Adobe Photoshop versi 12.0 x64.  Keragaan genotipe dianalisis dengan teknik RAPD.  Heterozigositas dan persentase polimorfisme dikalkulasi menggunakan software TFPGA.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon induk ikan black percula generasi F0 memiliki pola warna yang bervariasi dengan persentase penutupan warna hitam berkisar 47-63%.  Jenis warna digital hitam dikarakterisasi oleh nilai H: 240-20º, S: 4-48%, B: 10-26%; putih (H: 0-300º, S: 1-7%, B: 48-69%; dan oranye (H: 15-25º, S: 73-91%, B: 40-64%.  Analisis RAPD menunjukkan bahwa primer OPA18 menghasilkan 3 fragmen (berukuran 600-3000 bp; OPZ 9 sebanyak 5 fragmen (berukuran 500-2500 bp; dan OPZ 5 sebanyak 3 fragmen (berukuran 400-3000 bp.  Heterozigositas dan persentase polimorfisme termasuk cukup tinggi, yakni 0,3060 dan 88%.  Untuk mendapatkan strain warna black percula yang diinginkan, tahap seleksi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan persentase penutupan warna hitam serta memperoleh pola warna putih unik. [Color and genotype performance of black percula strain clown fish (Amphiprion sp. broodstock (F0. By Ruby Vidia Kusumah, Anjang Bangun Prasetio, Eni Kusrini, Erma Primanita Hayuningtyas and Sawung

  19. Diatoms and Water Quality of Telaga Warna Dieng, Java Indonesia

    Science.gov (United States)

    Retnaningsih Soeprobowati, Tri; Widodo Agung Suedy, Sri; Hadiyanto

    2017-02-01

    Diatoms are popular name for Bacillariophyte, the microalgae with the specific characteristic of silicious cell walls that well preserved in the sediments. The different diatoms assemblage in the sediment layers indicate different environment at the time of the diatoms live and deposited. Telaga Warna is small lake in Dieng Plateau. Telaga means lake, Warna means colour. It is called Telaga Warna because previously have 4 colours i.e. red, white, blue, and yellow which was influenced by weather, time, and site of view. This study aims to analysis the diatoms communities and water quality of Telaga Warna Dieng, Java, Indonesia. Coring conducted at three different locations. Water sampling carried out on all three spots. Analysis of diatoms consist of three stages: digestion, preparation, and identification of diatoms. There were 59 diatoms species found in Telaga Warna Dieng that were belong to 9 groups diatoms of centric, arafid, eunotoid, birafid, monorafid, birafid, epitemid, nitzschioid, and surirelloid. Eunotia, Pinnularia, and Melosira were the dominant genus from Telaga Warna. The water quality parameters that exceeded Indonesia Water Quality Standard were pH (2.2 – 5.4), Pb, Cd, Cr, Cu. Based on the abundance of species Eunotia and Pinnularia in Telaga Warna Dieng indicates that water tends to be acidic. The dominance of Melosira indicates waters rich in nitrogen. Based on the total concentration of nitrogen and phosphorous, Telaga Warna was in an eutrophic – hipereutrophic conditions with total nitrogen concentration > 1.9 mg/L and total phosphorus concentration > 0.1 mg/L.

  20. Pemeriksaan Boraks Pada Bakso Bakar Keliling Dengan Uji Kualitatif

    OpenAIRE

    Berampu, Sucitra Irawati

    2016-01-01

    Keracunan boraks dapat terjadi melalui makanan, salah satunya bakso pada jajanan anak-anak. Ketertarikan anak-anak membeli makanan tersebut karena anak-anak akan lebih mengutamakan rasa, bentuk dan warna makanan daripada kandungan gizi yang dikonsumsi. Bakso merupakan produk dari daging, baik daging sapi, ayam, ikan maupun udang. Banyak orang menyukai bakso dari anak-anak hingga orang dewasa, bakso juga dapat digunakan dalam campuran beragam masakan lainnya seperti mie goreng, nasi goreng dan...

  1. FLUSHING PADA Amherstia nobilis Wall. DAN Brownea capitella Jacq. DI KEBUN RAYA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Suraehah Tul Azhari

    2015-12-01

    Full Text Available Fenologi adalah telaah penampakan periodisitas pada tumbuhan dalam hubungannya dengan iklim, seperti waktu pembungaan dan flushing. Flushing yaitu pertumbuhan tunas/flush secara serempak. Tujuan penelitian ini adalah mengamati pertumbuhan tunas daun dalam merespon intensitas cahaya dengan posisi tumbuh berbeda dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pengambilan purposive sampling, flush dibedakan posisi tumbuhnya yaitu terminal dan aksilar dalam kondisi terpapar dan ternaungi. Laju tumbuh Amherstia nobilis Wall. dan Brownea capitella Jacq. di daerah terpapar cahaya lebih cepat dibandingkan daerah ternaungi. Laju pertumbuhan diiringi dengan perubahan warna. Perubahan warna pada daun  A. nobilis berlangsung selama dua bulan lebih cepat dari B. capitella. Intensitas cahaya dan posisi tumbuh (terminal dan aksilar berpengaruh pada pertumbuhan kedua spesies.

  2. IMPLEMENTASI ALGORITMA KRIPTOGRAFI RIVEST SHAMIR ADLEMAN (RSA DAN VIGENERE CIPHER PADA GAMBAR BITMAP 8 BIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andro Alif Rakhman

    2015-07-01

    Full Text Available Penggunaan informasi melalui media gambar atau citra mempunyai beberapa kelemahan, salah satunya adalah kemudahan melakukan manipulasi citra oleh pihak-pihak tertentu dengan bantuan teknologi yang berkembang sekarang ini. Upaya dalam peningkatan pengamanan pengiriman informasi melalui media gambar dan perlindungan atas hak cipta hasil karya media digital maka algoritma kriptografi dapat diterapkan untuk pengamanan citra tersebut. Pada penelitian ini, menggunakan perpaduan algoritma Rivest Shamir Adleman (RSA dan Vigenere Cipher untuk melakukan pengamanan citra. Citra yang akan digunakan yaitu file bitmap dengan kedalaman piksel 8 bit. Citra akan diolah dengan cara mengenkripsi nilai indeks warna RGB pada masing-masing piksel dengan menggunakan algoritma kriptografi RSA terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan menggunakan algoritma Vigenere Cipher. Sedangkan untuk tahap pendekripsiannya dilakukan dengan menggunakan algoritma Vigenere Cipher terlebuh dahulu kemudian menggunakan algoritma kriptografi RSA. Selanjutnya dilakukan analisis pengaruh penerapan algoritma Rivest Shamir Adleman (RSA dan Vigenere Cipher pada citra yang akan diamankan, meliputi analisis ruang kunci, analisis perubahan indeks warna, dan analisis waktu proses enkripsi dan deskripsi.Pengujian yang dilakukan untuk analisis tersebut, menggunakan citra berdimensi 3840 x 2160 piksel dan ukuran file 7,91 MB dan citra berdimensi 5012 x 2819 piksel dan ukuran file 13,4 MB. Analisis ruang kunci menunjukkan bahwa citra telah berhasil didekripsikan dan secara visual pola citra kembali ke bentuk semula tanpa mengalami cacat sedikitpun. Analisis perubahan indek warna, dilihat secara visual pada hasil palette warna membuktikan bahwa metode enkripsi yang dirancang telah berhasil digunakan untuk memperbaruhi nilai indeks warna citra asli. Sedangkan dari analisis waktu proses enkripsi dan deskripsi dapat disimpulkan Rata-rata lama waktu yang dibutuhkan untuk proses dekripsi lebih lama

  3. Pengaruh konsentrasi pigmen indigo pada pewarnaan (dyeing dan pengulangan warna (topping pada kulit bludru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2007-06-01

    Full Text Available Paste indigo pigment having blue colour was produced from fermentation of indigofera tinctoria leaves and twigs. Having was very popular dye and was used especially in textile industries and leather industries of fur. The aim of the study was to the optimum concentration of indigo pigmen on dyeing of suede leather. The materials used in study were crust suede leather, indigo pigmen, wetting agent, soda ash, ammonia, formic acid sulfonated oil, and redactors such as palm sugar. The dying of leather using indigo pigmen was principally similar with common dyeing and pH of indigo is 11.5, however pH on several steps must adjusted. Variation of the concentration of in dyeing was 0.5, 1, and 1.5% respectively. Performance test were of conducted for dye penetration, colour rub fastness (dry, wet, sweat resistant, and sun light resistant for 6, 13, and 20 hours respectively. The results showed that the optimum concentration of pigmen indigo was 9% dyeing and 1 % for topping with level dye, indicated appropriate penetration dye into the cross-section leather, no fading was performed by dry colour fastness test (score 4/5 and wet colour fastness test (score 4, good sweat resistant (score 5, no colour fading on the exposure to sun light for 20 hours (score 4.

  4. Performansi Kolektor Surya Pemanas Air Dengan Penambahan External Helical Fins Pada Pipa Dengan Variasi Sudut Kemiringan Kolektor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dendi Nugraha

    2015-03-01

    Full Text Available Menipisnya sumber energi fosil mengakibatkan diperlukannya pemanfaatan energi alternatif seperti penggunaan kolektor surya untuk memanaskan air. Salah satu cara meningkatkan efisiensi kolektor adalah dengan menambahkan external helical fins pada pipa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana performansi kolektor surya dengan penambahan sirip berbentuk helical serta mengetahui pengaruh perubahan sudut kemiringan kolektor serta warna kaca penutup. Penelitian ini menggunakan variasi warna kaca penutup yaitu bening dan hitam dimana setiap warna divariasikan sudut kemiringan kolektor surya sebesar 100, 200 dan 300 serta debit diatur konstan sebesar 300 lt/jam. Pengambilan data dilakukan setiap satu jam dari pukul 09.00-15.00 WIB. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa efisiensi kolektor surya dengan penambahan external helical fins pada pipa terjadi pada saat kaca penutup bening dengan sudut kemiringan kolektor 300 yaitu sebesar 65,81% Pada saat radiasi matahari sebesar 4,177 MJ/m2. Sudut kemiringan 300 merupakan sudut kemiringan paling baik dibanding 100 dan 200 serta penggunaan kaca penutup bening menghasilkan efisiensi yang lebih baik dibanding kaca hitam. Penambahan external helical fin pada pipa dapat meningkatkan efisiensi kolektor jika dibandingkan dengan tanpa penambahan fin.

  5. Analisis Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Kain Tenun Tradisional Karo Pada Trias Tambun Kabanjahe

    OpenAIRE

    Laurie S, Leavanny

    2015-01-01

    A business is determined by the success of the marketing efforts of the products it produces. Sales of woven fabric in the weaving business Trias Tambun experienced an average increase of 1-1.5% each year and the value is not optimal. Application of the marketing mix that combines product, price, promotion, and distribution can be used to increase sales and the profits of Trias Tambun . The problems of this study are: (1) how the marketing mix of Karo traditional woven cloth in Trias Tamb...

  6. ANALISIS PENYEBAB NYERI DAN KETIDAKNYAMANAN DALAM BEKERJA PADA PENGRAJIN KESET KAIN LIMBAH PRINGAPUS SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rida Zuraida

    2012-05-01

    Full Text Available This research identified any kind of work condition and craftsmans posture that trigger the pain and discomfort for craftsman of doormat in Pringapus, Semarang. Observation of the work condition is conducted including work facilities and their posture during sewing process. To identify their pain and discomfort, Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ is used as reference. The result is used as an input for rapid upper limb assessment worksheet (RULA to determine the level of the risk. RULAs final score is indicated the conditions need further investigation and change may be needed. Based on the analysis using fishbone diagram, to overcome pain/discomfort in the area of the neck and the shoulder, high adjustment of table and seat is suggested, because the evidence shows they trigger the craftsmens bad posture. For pain/discomfort of back and waist, the seat should have good back support. Whereas for the hip, the craftsman suggested to use the seat with thick and wider sleeper, so they can sit comfortably. For foot problems, to relieve the pain for their free feet, it is suggested to use a bench that functions as footrest; and for the sewing feet, it is suggested to give heels support so the sewers' heels can be free from strain while sewing.

  7. EKSTRAKSI DNA DARI SPERMA PADA KONDOM DAN KAIN YANG TERSIMPAN SAMPAI DUA BELAS HARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vandus Jehuda

    2013-05-01

    Full Text Available Sperm is a biological material that is often used as evidence in rape cases. The research of DNA extraction from sperm was conducted in order to determine DNA whether it could be extracted from sperm in the condom and fabrics that were stored for 3, 6, 9, and 12 days and to know the success of its amplification. The sample is dripped into a condom and fabrics each 150 ?L, then stored for 3, 6, 9, and 12 days. DNA extraction was performed using phenol-chloroform method that had been modified and DNA amplification using PCR Mastermix. The results showed that DNA could be extracted and the extraction could be amplified from sperm in the condom and fabrics that were stored for 3, 6, 9 and 12 days.

  8. Analisis Pemanfaatan Metode Markerless User Defined Target Pada Augmented Reality Sholat Shubuh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Randy Gusman

    2016-05-01

    Full Text Available Aplikasi augmented reality pada umumnya menggunakan marker khusus untuk menjalankan aplikasi (marker based. Penggunaan marker tersebut membuat aplikasi menjadi ketergantungan, karena aplikasi hanya akan dapat dijalankan jika marker tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan objek 3 dimensi pada lingkungan augmented reality tanpa menggunakan marker khusus pada perangkat android. Aplikasi dibuat menggunakan metode markerless user defined target dan melakukan pengujian tentang pemanfaatan metode tersebut menggunakan parameter seperti kontras warna permukaan datar, bentuk objek, jarak, cahaya dan sudut kamera pada saat tracking. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa seluruh benda dapat digunakan pada metode markerless user defined target. Benda terbaik untuk menampilkan objek 3 dimensi adalah permukaan datar kertas dengan kontras bagus, sudut tracking 45°, menggunakan sumber cahaya terang yang tidak tegak lurus dengan marker dan jarak ideal 15 cm sampai 25 cm

  9. Pengenalan Bahasa Isyarat dengan Metode Segmentasi Warna Kulit dan Center of Gravity

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wawan Kurniawan

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak Bahasa isyarat (sign language merupakan bahasa yang menggunakan gerakan tangan dan gerak bibir untuk menjelaskan sebuah arti. Untuk itu perlu adanya dibuat suatu sistem yang dapat menghubungkan penderita cacat tunarungu dengan manusia normal. Penelitian aplikasi pengenalan bahasa isyarat secara real-time banyak mengalami kendala, faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain, besarnya tingkat kemiripan data citra latih, proses pelacakan (tracking terutama pada segmentasi objek dengan latar belakang (background sehingga hasil capture tidak terinterprestasikan maksimal. Penelitian ini menggunakan metode pelacakan (tracking yakni segmentasi warna kulit dan center of gravity (COG berhasil melacak (tracking gerakan tangan dari setiap frame, serta metode deteksi tepi dan PCA sebagai ekstraksi ciri, dan pengenalannya menggunakan pendekatan jaringan syaraf tiruan  back propagation. Hasil dari pengujian sistem ini dapat mengenali 26 huruf isyarat, tingkat akurasi pengenalan isyarat tangan 83,43%. Pada berbagai kondisi pencahayan dan jarak objek ke kamera, system ini mengalami perubahan tingkat pengenalan sehingga diperlukan jarak ideal dan tingkat penerangan yang baik. Aplikasi ini perlu adanya pengembangan lebih lanjut terutama pada proses pelacakan dan identifikasi. Kata kunci—Pelacakan, Ekstraksi ciri, Pengenalan isyarat tangan   Abstract Sign language is a language that uses hand gestures and lip movements to explain the meaning. For that there needs to be created a system that can connect the disabled with normal human hearing impairment. The study of sign language recognition applications in real-time experience any problems, the factors that affect, among others, high level of similarity of training image data, the process of tracking, especially on the segmentation of objects with the background so the results do not capture the maximum interpretation. This research uses the tracking method the skin color segmentation and center of

  10. INTERKALASI XILENOL ORANGE PADA ZEOLIT ALAM LAMPUNG SEBAGAI ELEKTRODA ZEOLIT TERMODIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriyah Fitriyah

    2016-07-01

    Full Text Available Zeolit terbagi menjadi zeolit alam dan zeolit sintesis, kapasitas adsorpsi zeolit alam umumnya lebih rendah daripada zeolit sintesis, sehingga untuk meningkatkan kapasitas adsorpsinya, karakter permukaan zeolit alam perlu diubah dengan melakukan proses modifikasi permukaan melalui berbagai metode, salah satunya dengan metode interkalasi. Tujuan penelitian ini yaitu menginterkalasi zat warna xilenol orange ke dalam zeolit alam Lampung dan mengaplikasikannya sebagai elektroda zeolit termodifikasi. Melalui proses interkalasi diharapkan dapat meningkatkan kegunaan dan nilai tambah dari zeolit. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa xilenol orange (XO dapat diinterkalasikan ke dalam zeolit, hal ini dapat dilihat dari pita spektrum FTIR yang memiliki serapan pada bilangan gelombang 1383 cm-1, yaitu menunjukkan serapan dari S=O simetris dan asimetris pada gugus –SO3H,hal ini diduga karena XO memiliki gugus SO3 sehingga menyebabkan adanya serangan pada proton zeolit. Berdasarkan penelitian dapat disarikan bahwa xilanol orange dapat terinterkalasi pada zeolit alam Lampung dan dapat dimanfaatkan sebagai elektroda pendeteksi logam.

  11. AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAIN KASA TERLAPISI TiO¬2/Ag AMORF, Ag, DAN KITOSAN/Ag TERHADAP BAKTERI GRAM NEGATIF DAN POSITIF (The Antibacterial Activity of Gauze Coated by Tio¬2/Ag Amorphous, Ag, and Chitosan/Ag Against Gram Negative and Positive Bacteria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Candra Purnawan

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Pelapisan kain kasa dengan komposit TiO2/Ag amorf, kitosan/Ag, dan Ag telah dilakukan menggunakan metode dip coating dengan variasi urutan pelapisan. Komposit TiO2/Ag amorf disintesis dengan metode sol gel dalam pelarut etanol. Hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FTIR dan XRD. Kain kasa hasil pelapisan dikarakterisasi menggunakan XRD dan dilakukan uji antibakteri menggunakan metode optical density pada λ 600nm terhadap aktivitas bakteri Eschericia coli dan Stapylococcus aureus. Kain kasa dengan urutan pelapisan kitosan/Ag, komposit TiO2/Ag amorf, dan Ag memiliki daya antibakteri optimum. Daya antibakteri kain kasa terhadap E. coli sebesar 98, 66% setelah jam ke-24. Daya antibakteri tersebut lebih besar dibandingkan dengan daya antibakteri terhadap S. aureus yaitu 71,47% setelah jam ke-24.   ABSTRACT TiO2/Ag amorphous composite has been synthesized by sol gel method in ethanol. This composite  was characterized using FTIR and XRD. TiO2/Ag amorphous composite, chitosan/ Ag, and Ag coated in gauze using dip coating method with plating sequence variation. Coated gauze was characterized using XRD and antibacterial test was conducted by optical density at λ 600 nm against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The results showed that coated gauze with the sequence was chitosan/Ag, TiO2/Ag amorphous composite, and Ag was optimum antibacterial power. The inhibition against Escherichia coli was greater than Staphylococcus aureus. The inhibition against Escherichia coli was 98.66% for 24 hours and against Staphylococcus aureus was 71.47% for 24 hours.

  12. PENGENALAN PENY AKIT NODA PADA CITRA DAUN TEBU BERDASARKAN CIRI TEKSTUR FRACTAL DIMENSION CO-OCCURRENCE MATRIX DAN L*a*b* COLOR MOMENTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evy Kamilah Ratnasari

    2014-07-01

    Full Text Available Penyakit yang menyerang tebu dapat disebabkan oleh bakteri, jamur maupun virus. Penyakit noda merupakan penyakit pada tanaman tebu yang disebabkan oleh jamur dengan menampakkan lesi atau bercak pada permukaan daun. Penyakit noda tersebut dapat menghambat proses fotosintesis yang akan berakibat menurunkan produksi gula karena mempengaruhi pertumbuhan tebu. Upaya pengendalian dini dapat dilakukan dengan mengenali jenis penyakit melalui lesinya yang bermanfaat dalam menentukan tindakan penanganan yang tepat. Lesi yang disebabkan oleh penyakit noda masing-masing dapat dikenali secara visual karena memiliki ciri warna dan tekstur yang unik. Tetapi pengamatan secara visual memiliki beberapa kekurangan seperti subjektifitas dan kurang akurat. Penelitian ini mengusulkan pengenalan penyakit noda tanaman tebu yang terdiri dari noda cincin, noda karat, dan noda kuning berdasarkan fitur tekstur yang merupakan kombinasi dari konsep Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM dan dimensi fraktal yang dinamakan Fractal Dimension Co-Occurrence Matrix (FDCM. Sedangkan fitur warna didapatkan dari perhitungan statistik col or moments pada citra L*a*b*. Kombinasi fitur tersebut menghasilkan 12 fitur warna dan 6 fitur tekstur yang kemudian digunakan sebagai masukan klasifikasi k-Nearest Neighbor (KNN. Pengenalan penyakit noda pada tanaman tebu menggunakan metode tersebut dapat menghasilkan akurasi tertinggi 90%.

  13. Perawatan Saluran Akar Ulang Pasca Pengisian Saluran Akar dengan Amalgam dan Perforasi Lateral Disertai Restorasi Mahkota Penuh Porselin Fusi Metal dengan Inti Pasak Fiber (pada Insisivus Sentralis Kanan dan Kiri Maksila

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setiawan Wibiksono

    2011-06-01

    Full Text Available Kegagalan perawatan saluran akar dapat mengakibatkan beberapa masalah baru yang mengganggu fungsi dari gigi yang telah dirawat. Perawatan saluran akar ulang bertujuan menghilangkan bahan dari saluran akar serta memperbaiki kerusakan yang iatrogenik maupun patologik oleh karena kegagalan perawatan sebelumnya. Tujuan. Penulisan laporan untuk mengevaluasi hasil perawatan saluran akar ulang pada gigi insisivus sentralis kanan dan kiri maksila non vital pasea pengisian saluran akar dengan amalgam disertai restorasi mahkota penuh porselin fusi metal dengan inti pasak fiber. Kasus. Pasien laki-Iaki berusia 23 tahun datang ke Klinik Konservasi Gigi FKG UGM ingin memperbaiki gigi depan atas yang berubah warna. Gigi tersebut 5 tahun yang lalu pernah dirawat karena mengalami trauma akibat jatuh. Pada pemeriksaan objektif, tampak gigi 11 dan 21 fraktur 1/3 mahkota, tampak berubah warna, dan tampak bahan amalgam pada dasar kavitas. Pada pemeriksaan radiografis gigi 11 dan 21, .terlihat gambaran radiopak (amalgam memanjang pada saluran akar, tidak terlihat pengisan saluran akar, dan tampak perforasi lateral pada gigi 11. Diagnosis gigi 11 dan 21 adalah fraktur Ellis kelas III non vital. Penanganan: Prosedur perawatan yang dilakukan adalah penutupan perforasi lateral gigi 11 menggunakan MTA; perawatan saluran akar satu kunjungan; restorasi akhir mahkota penuh porselin fusi metal dengan inti pasak fiber. Evaluasi setelah satu bulan menunjukkan tidak ada keluhan, perkusi dan palpasi negatif, oklusi normal, gigi 11 dan 21 kembali berfungsi normal, terutama fungsi estetis. Kesimpulan: Perawatan saluran akar ulang dan restorasi pada kasus ini dapat mengembalikan fungsi mastikasi, fonetik, estetik, maupun perlindungan terhadap jaringan pendukung pada gigi tersebut.

  14. Variasi morfologi, karyotipe dan pola pita protein pada berbagai varietas kamboja jepang (Adenium obesum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DWI HASTUTI

    2009-11-01

    Full Text Available Hastuti D, Suranto, Setyono P. 2009. Variasi morfologi, karyotipe dan pola pitaprotein pada berbagai varietas kamboja jepang (Adenium obesum. Bioteknologi 6:88-95. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi Adenium obesum dari enam varietas yaitu obesum, cery, red lucas, red fanta , white bigben, dan harry potter berdasarkan sifat morfologi, karyotipe, serta pola pita protein. Preparat kromosom dibuat dengan metode squash semi permanen dengan bahan ujung akar tanaman dan pola pita protein dilakukan dengan metode SDS-PAGE. Data kualitatif meliputi bentuk dan warna daun dan bunga dari masing-masing varietas. Data morfometri antara varietas dianalisis dengan analisis sidaik ragam (ANAVA, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT, pada taraf 5% terbukti terdapat beda nyata antar varietas. Pola pita protein akar, batang, daun serta semua organ dianalisis secara kualitatif menggunakan analisis kelompok hierarkhis Average Linkage (between Groups dalam program SPSS 10.0. Hasilnya menunjukkan bahwa keenam varietas memiliki karakter morfologi yang bervariasi, yaitu warna daun hijau muda sampai hijau tua, tidak berbulu, tulang daun polos, sedangkan warna mahkota merah muda sampai merah tua, walaupun ada yang putih dan kuning. Jumlah kromosom semua sama yaitu n =22, dimana panjang absolut kromosom berkisar antara 2,56-5,13 µm. Pola pita protein yang terbentuk secara kualitatif terdapat variasi ketebalan di antara keenam varietas, yang menunjukkan adanya perbedaan kandungan proteinnya.

  15. KELAINAN PATOLOGI PADA MENCIT DAN TIKUS DISEBABKAN ZAT WARNA RHODAMINE B DAN METANIL YELLOW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan T. Budiarso

    2012-09-01

    Full Text Available PATHOLOGICAL LESIONS IN MICE AND RATS CAUSED BY DYESTUFFS RHODAMINE B AND METANIL YELLOW. Rhodamine B and Metanil Yellow are 2 non-edible dyestuffs which are widely used for coloring snacks and drinks in Jakarta. These substances are reportedly toxic for human beings, however no data on acute or chronic intoxications are available so far. Groups of mice and rats were fed with either Rhodamine B or Metanil Yellow. The doses of these dyestuffs varied from 0.5 mg to 1350 mg per kilogram body weight. These animals were dcvided into 3 different experimental groups, respectively acute, subacute and chronic toxicity tests. Clinical signs included discoloration of the skin and its intensity depended upon the concentration of the dyestuffs used. The body weight gain of the test animals were consistently lower than those of the controls. Some animals became agressive and cannibalism occurred. Pathological lesions consisted of unthriftiness, focal liver inflammation, hydronephrosis, hepatoma and lymphoma. Considering the results of the experiments, it is justified to warn that the wide use of Rhodamine B and Metanil Yellow for food coloring might be hazardous for human health.

  16. Penapisan Derau Gaussian, Speckle dan Salt&Pepper Pada Citra Warna

    OpenAIRE

    Purwanti Ningrum, Ika; Eko Putra, Agfianto; Nursantika, Dian

    2011-01-01

    Quality of digital image can decrease becouse some noises. Noise can come from lower quality of image recorder, disturb when transmission data process and weather. Noise filtering can make image better becouse will filtering that noise from the image and can improve quality of digital image. This research have aim to improve color image quality with filtering noise. Noise (Gaussian, Speckle, Salt&Pepper) will apply to original image, noise from image will filtering use Bilateral Filter method...

  17. Performa Udang Hias Red Cherry (Neocaridina heteropoda pada Fase Pembesaran Melalui Aplikasi Warna Wadah Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Subamia

    2016-03-01

    Full Text Available Shrimp red cherry shrimp is one of the ornamental potential developed. One of the conservation efforts can be made to increase production by optimizing keragaannya on enlargement phase. This study aims at scaling up the production of red cherry shrimp, especially in the phase of enlargement. Treatment in the form of background color is composed of (A without colors (control, (B white, (C in black, and (D red. Each treatment was repeated three times with a 45-day long research. Container maintenance in the form of an aquarium measuring 14x14x14 cm3 volume of 1 l and equipped with aeration. The prawns used were 10 fish / aquarium with a weighted average of 0.018 ± 0.21 g and the total length of the average of 0.82 ± 0.21 cm. Feeding in the form of an ad bloodworm satiation and include aquatic plant Hydrilla sp. as a source of additional food and shelter in the form of detritus. The results showed that the weight gain and the highest long background color was achieved by treatment D (red which is equal to 0.09 ± 0.3 g and 1.62 ± 0.3 cm. Survival at each treatment reached 100%. The water quality of all treatments during the study period remained within normal limits.

  18. Penerapan Deskriptor Warna Dominan untuk Temu Kembali Citra Busana pada Peranti Bergerak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustina Dhyanti

    2016-12-01

    Full Text Available Nowadays, clothes with various designs and color combinations are available for purchasing through an online shop, which is mostly equipped with keyword-based item retrieval. Here, the object in the online database is retrieved based on the keyword inputted by the potential buyers. The keyword-based search may bring potential customers on difficulties to describe the clothes they want to buy. This paper presents a new searching approach, using an image instead of text, as the query into an online shop. This method is known as content-based image retrieval (CBIR.  Particularly, we focused on using color as the feature in our Muslimah clothes image retrieval. The dominant color descriptor (DCD extracts the wardrobe's color. Then, image matching is accomplished by calculating the Euclidean distance between the query and image in the database, and the last step is to evaluate the performance of the DWD by calculating precision and recall. To determine the performance of the DCD in extracting color features, the DCD is compared with another color descriptor, that is dominant color correlogram descriptor (DCCD. The values of precision and recall of DCD ranged from 0.7 to 0.9 while the precision and recall of DCCD ranged from 0.7 to 0.8. These results showed that the DCD produce a superior performance compared to DCCD in retrieving a set of clothing image, either plain or patterned colored clothes.

  19. KELAINAN PATOLOGI PADA MENCIT DAN TIKUS DISEBABKAN ZAT WARNA RHODAMINE B DAN METANIL YELLOW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan T. Budiarso

    2012-09-01

    Full Text Available PATHOLOGICAL LESIONS IN MICE AND RATS CAUSED BY DYESTUFFS RHODAMINE B AND METANIL YELLOW. Rhodamine B and Metanil Yellow are 2 non-edible dyestuffs which are widely used for coloring snacks and drinks in Jakarta. These substances are reportedly toxic for human beings, however no data on acute or chronic intoxications are available so far. Groups of mice and rats were fed with either Rhodamine B or Metanil Yellow. The doses of these dyestuffs varied from 0.5 mg to 1350 mg per kilogram body weight. These animals were dcvided into 3 different experimental groups, respectively acute, subacute and chronic toxicity tests. Clinical signs included discoloration of the skin and its intensity depended upon the concentration of the dyestuffs used. The body weight gain of the test animals were consistently lower than those of the controls. Some animals became agressive and cannibalism occurred. Pathological lesions consisted of unthriftiness, focal liver inflammation, hydronephrosis, hepatoma and lymphoma. Considering the results of the experiments, it is justified to warn that the wide use of Rhodamine B and Metanil Yellow for food coloring might be hazardous for human health.

  20. Jenis-Jenis Buta Warna Pada Siswa Smp Panca Budi Medan Tahun 2014

    OpenAIRE

    Sari, Julia

    2016-01-01

    Background : Color blindness is inability or decreased ability to see color, or perceive color differences, under normal lighting conditions. Color blindness can be classified as acquired and inherited or congenital. There are two types of inherited or congenital color blindness: dyschromatopsia, achromatopsia. Methods : This is a descriptive observational study with cross sectional method. Color vision was tested in Students of SMP Panca Budi Medan using Ishihara 14 test plate after indir...

  1. Kejadian Buta Warna pada Siswa/i SMPN 1 Medan Tahun 2014

    OpenAIRE

    RS, Annisa Nidya

    2015-01-01

    Color blindness is the inability to distinguish the perception of some colors or all colors, which a normal person can do. Color blindness is a condition that generally is inherited genetically, but can also be obtained due to damage of the eye, nerves, or brain. Color blindness is genetically determined by X chromosome in females, and passed on to their children. This study was aimed to determine the incidence of color blindness among students of SMPN1 Medan in 2014, according to their ge...

  2. PENDEKATAN MULTIVARIAT UNTUK PENGUKURAN KUALITAS TOMAT (Lycopersicon esculentum BERDASARKAN PARAMETER WARNA Multivariate Approach to The Measurement of Tomato (Lycopersicon esculentum Quality Based on Color Parameters

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudiati Evi Masithoh

    2012-05-01

    Full Text Available In this study, multivariate linear regression (MLR was used to predict the content of Brix, total carotene, citric acid,and vitamin C of tomato based on RGB color parameters. Tomatoes were stored at 6 °C and 28 °C then their quality parameters were measured. R, G, and B values were measured non-destructively using computer vision system developed in the previous study. Brix, total carotene, citric acid, and vitamin C were determined by conventional procedures in the laboratory. Data analysis showed that the MLR calibration models could be used to predict Brix, total carotene, citric acid, and vitamin C with R2  of  0.77and 0.72, 0.902 and 0.85, 0.71 and 0.77, as well as 0.88 and 0.82 for temperature of 6 °C and 28 °C, respectively. ABSTRAK Pada penelitian ini, multivariate linier regression (MLR digunakan untuk memprediksi kandungan Brix, karoten total,asam sitrat, dan vitamin C dari tomat berdasarkan parameter warna RGB. Tomat disimpan pada suhu 6 °C dan 28 °C kemudian diukur parameter kualitasnya. Nilai R, G, dan B diukur secara non-destructive dari computer vision system yang dikembangkan pada penelitian sebelumnya. Parameter kualitas Brix, karoten total, asam sitrat, dan vitamin C ditentukan secara destructive dengan prosedur konvensional di laboratorium. Analisis data menunjukkan bahwa model kalibrasi MLR dapat digunakan untuk memprediksi Brix, karoten total, asam sitrat, dan vitamin C dengan R2 sebesar0,77dan 0,72, 0,902 dan 0,85, 0,71 dan 0,77, serta 0,88 dan 0,82 untuk suhu 6 °C dan 28 °C secara berturutan.

  3. Pengaruh Perendaman Cumi Cumi Segar Dalam Larutan Kitosan Terhadap Daya awetnya Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jovita Tri Murtini

    2007-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh perendaman dalam larutan kitosan terhadap daya awet cumi‑cumi yang disimpan pada suhu kamar. Pada penelitian ini, cumi‑cumi direndam dalam larutan kitosan masing‑masing dengan variasi konsentrasi 0; 0,30; 0,38; 0,50; dan 0,75% selama 30 menit. Pengamatan kesegaran dilakukan setiap 8 jam sampai produk cumi‑cumi ditolak oleh panelis. Parameter yang diamati meliputi analisis proksimat, Total Volatile Base (TVB, Total Plate Count (TPC dan nilai organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nilai TVB dan TPC, perlakuan perendaman dalam larutan 0,75% kitosan dapat memperpanjang daya simpan cumi‑cumi selama 16 jam, tetapi perlakuan yang lain, termasuk kontrol, hanya mempunyai daya simpan hingga 8 jam. Akan tetapi dari hasil pengamatan rupa, warna, bau dan tekstur, tanpa memperhatikan rasa pahit, produk baru ditolak panelis pada jam ke‑24 untuk kontrol, jam ke‑32 untuk perlakuan konsentrasi kitosan 0,30; 0,38; dan 0,50%, dan jam ke‑40 untuk konsentrasi tertinggi, yaitu 0,75%. Pada konsentrasi kitosan 0,38 dan 0,50% terdeteksi rasa tambahan berupa rasa agak asam, sedangkan pada konsentrasi 0,75% rasa tambahan berupa rasa agak pahit. Pada konsentrasi kitosan di atas 50%, kulit cumi‑cumi banyak terkelupas, sehingga menurunkan nilai rupa/kenampakan.

  4. PENGEMBANGAN LAMPU LED DENGAN TEKNOLOGI PHOTOVOLTAIC (LED-PV SEBAGAI ALAT BANTU PENGUMPUL IKAN PADA PERIKANAN BAGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Arief Sofijanto

    2015-03-01

    mengetahui perbedaan jumlah hasil tangkapan pada bagan tancap akibat perlakuan warna lampu LED yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan experimental fishing dimana rancangan penelitiannya adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan warna lampu LED sebanyak 5 jenis warna yaitu merah (A, kuning (B, hijau (C, biru (D, dan putih (E dengan 6 kali ulangan. Secara deskriptif hasil penelitian menunjukkan lampu LED dapat digunakan untuk menggantikan lampu petromaks dan lampu LHE. Diperoleh 17 jenis ikan laut yang tertarik pada cahaya lampu LED yang digunakan. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan nyata terhadap hasil tangkapan bagan dengan perlakuan warna lampu LED. Berdasarkan Uji Nyata Terkecil dinyatakan bahwa bagan yang menggunakan warna lampu LED biru mendapatkan hasil tangkapan tertinggi kemudian diikuti oleh warna kuning, hijau, putih dan merah.  The set ‘bagan’ (liftnet fishing gear is a kind of fishing gears which using atificial light as fishes gathering. This fishing gear uses an electric generator to turn on the energy saving lamp which hang on under the set ‘bagan’. The price of gasoline more expensive due to the Indonesia government’s fuel subsidy reduced and this make fishing operation costs more expensive for fishermen. This research using the LED lamps that do not use gasoline as fuel because the LED lamps can use the photovoltaic technology (solar cell system. The purposes of this study were: 1 to find out whether the LED lamps can replace the kerosene lamps and saving energy lamps, 2 to know the different in cath using different colours of LED lamps. The reserach methods are descriptive and experimental fishing which used Completely Randomized Design with LED lamps colour treatments i.e: red (A, yellow (B, green (C, blue (D, and white (E, the number of replications are 6 times. LED lamps can be used to replace the kerosene and saving energy lamps. There were 17 species of

  5. PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT MANGGIS DAN VITAMIN E DI DALAM RANSUM AYAM RAS PETELUR STRAIN LOHMANN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR YANG DISIMPAN PADA WAKTU DAN SUHU YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Mutia

    2017-02-01

    1 g TKM/Kg ransum, R2 (R0 + 2 g TKM/Kg ransum dan R3 (R0 + 200 mg VE/Kg ransum. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 4 x 3 x 2 dengan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu ransum, faktor kedua yaitu: waktu penyimpanan (1, 2 dan 3 minggu dan faktor ketiga yaitu suhu penyimpanan pada refrigerator (4,13oC dan 22,50% dan suhu ruang (27, 47oC dan 76,17%. Variabel yang diamati adalah: berat telur, persentase kerabang telur, persentase kuning telur, persentase putih telur, tebal kerabang, warna kuning telur dan Haught unit (HU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara ransum, waktu dan suhu selama penyimpanan sangat nyata (P<0,01 menurunkan warna kuning telur. Waktu dan suhu penyimpanan sangat nyata (P<0,01 menurunkan HU dan meningkatkan persentase kuning telur. Interaksi waktu dan suhu penyimpanan nyata (P<0,05 menurunkan persentase putih telur. Tebal kerabang nyata (P<0,05 meningkat dipengaruhi oleh ransum dan sangat nyata (P<0,01 meningkat dipengaruhi oleh waktu penyimpanan. Berat telur dan persentase kerabang telur tidak dipengaruhi oleh ransum, waktu dan suhu penyimpanan. Kesimpulan penelitian adalah suplementasi tepung kulit manggis dan Vitamin E di dalam ransum ayam ras petelur strain Lohmann secara umum tidak mempengaruhi kualitas fisik telur (kecuali warna kuning telur dan tebal kerabang yang disimpan pada waktu dan suhu yang berbeda. Kualitas fisik telur lebih utama dipengaruhi oleh waktu dan suhu penyimpanan yang berbeda. Suhu dan kelembaban terbaik untuk penyimpanan telur adalah 4,13oC dan 22,50% pada refrigerator, pada kondisi ini telur dapat disimpan selama 21 hari.

  6. 3-D Modeling of Pore Pressure Diffusion Beneath Koyna and Warna Reservoirs, Western India

    Science.gov (United States)

    Yadav, Amrita; Gahalaut, Kalpna; Purnachandra Rao, N.

    2017-03-01

    The mechanism of reservoir-triggered seismicity is well-understood and explains the earthquake occurrence at different reservoir sites. It can be attributed to the stresses due to water loading and to changes in fluid pressure in pores within the rock matrix. In the present study a 3-D fluid flow numerical model is used to investigate the pore pressure diffusion as a cause for continued seismicity in the Koyna-Warna region in western India. It is shown that reservoir water level fluctuations are sufficient to trigger earthquakes at the seismogenic depths in the region. Our numerical model suggests that a vertical fault with hydraulic conductivity in the range 2-6 m/day facilitates the diffusion of pressure at focal depths of earthquakes in the Koyna-Warna region. Also, for triggering of earthquakes a higher vertical conductivity is required for the Warna region than for the Koyna region. A lag of two months period is found between the maximum water level and the significant hydraulic head required to trigger earthquakes at the focal depth using the appropriate hydraulic conductivity for both the reservoirs.

  7. PENGARUH PERBEDAAN WARNA PIGMEN BERAS ORGANIK TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paini Sri Widyawati

    2015-02-01

    Full Text Available Organic Rices, such as Jasmine variety white organic rice, Saodah variety red organic rice, and Java variety black organic rice, are many cultivated by farmer in Indonesia, especially Sleman area, DI Yogyakarta. The potency of three varieties of organic rice as antioxidant source hasn’t been studied. Therefore this research was done to know the effect of pigment color difference in three varieties of organic rice on antioxidant activity, especially 1,1-diphenyl-2- pycrylhydrazyl (DPPH radical scavenging activity and ion reducing power. The results showed that Saodah variety red organic rice had the highest antioxidant potency because it had the highest total phenol and total flavonoid, 37.93 mg GAE/g sample dry base and 0.85 mg CE/g sample dry base, respectively. However Saodah variety red organic rice had total anthocyanin lower than that of Java variety black organic rice, 0.0025 mg/g sample dry base and 0.024 mg/g sample dry base, respectively. Anthocyanin compounds identified in three varieties of organic rice were cyanidine-3-glucoside at 32 minute time retention and peonidine -3-glucoside at 37 minute time retention. 1,1-diphenyl-2-pycrylhydrazyl (DPPH radical scavenging activity and ion reducing power of Saodah variety red organic rice were the highest, 0.90 mg equivalent vitamin E/g sample dry base and 278.28 mg equivalent vitamin E/g sample dry base, respectively. Keywords: Pigment, organic rice, antioxidant activity   ABSTRAK Beras organik, meliputi beras putih varietas Jasmine, merah varietas Saodah, dan hitam varietas Jawa, banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia, terutama daerah Sleman, D.I. Yogyakarta. Potensi ketiga jenis beras tersebut sebagai sumber antioksidan belum banyak dikaji. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pigmen pada ketiga jenis beras organik tersebut terhadap aktivitas antioksidan, khususnya kemampuan menangkap radikal bebas 2,2-difenil-1-pikrilhidrasil (DPPH

  8. Segmentasi Citra menggunakan Support Vector Machine (SVM dan Ellipsoid Region Search Strategy (ERSS Arimoto Entropy berdasarkan Ciri Warna dan Tekstur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Hakim

    2016-02-01

    Full Text Available Abstrak Segmentasi citra merupakan suatu metode penting dalam pengolahan citra digital yang bertujuan membagi citra menjadi beberapa region yang homogen berdasarkan kriteria kemiripan tertentu. Salah satu syarat utama yang harus dimiliki suatu metode segmentasi citra yaitu menghasilkan citra boundary yang optimal.Untuk memenuhi syarat tersebut suatu metode segmentasi membutuhkan suatu klasifikasi piksel citra yang dapat memisahkan piksel secara linier dan non-linear. Pada penelitian ini, penulis mengusulkan metode segmentasi citra menggunakan SVM dan entropi Arimoto berbasis ERSS sehingga tahan terhadap derau dan mempunyai kompleksitas yang rendah untuk menghasilkan citra boundary yang optimal. Pertama, ekstraksi ciri warna dengan local homogeneity dan ciri tekstur dengan menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM yang menghasilkan beberapa fitur. Kedua, pelabelan dengan Arimoto berbasis ERSS yang digunakan sebagai kelas dalam klasifikasi. Ketiga, hasil ekstraksi fitur dan training kemudian diklasifikasi berdasarkan label dengan SVM yang telah di-training. Dari percobaan yang dilakukan menunjukkan hasil segmentasi kurang optimal dengan akurasi 69 %. Reduksi fitur perlu dilakukan untuk menghasilkan citra yang tersegmentasi dengan baik. Kata kunci: segmentasi citra, support vector machine, ERSS Arimoto Entropy, ekstraksi ciri. Abstract Image segmentation is an important tool in image processing that divides an image into homogeneous regions based on certain similarity criteria, which ideally should be meaning-full for a certain purpose. Optimal boundary is one of the main criteria that an image segmentation method should has. A classification method that can partitions pixel linearly or non-linearly is needed by an image segmentation method. We propose a color image segmentation using Support Vector Machine (SVM classification and ERSS Arimoto entropy thresholding to get optimal boundary of segmented image that noise-free and low complexity

  9. Parametric Sensitivity and Calibration for Kain-Fritsch Convective Parameterization Scheme in the WRF Model

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Yan, Huiping; Qian, Yun; Lin, Guang; Leung, Lai-Yung R.; Yang, Ben; Fu, Q.

    2014-03-25

    Convective parameterizations used in weather and climate models all display sensitivity to model resolution and variable skill in different climatic regimes. Although parameters in convective schemes can be calibrated using observations to reduce model errors, it is not clear if the optimal parameters calibrated based on regional data can robustly improve model skill across different model resolutions and climatic regimes. In this study, this issue is investigated using a regional modeling framework based on the Weather Research and Forecasting (WRF) model. To quantify the response and sensitivity of model performance to model parameters, we identified five key input parameters and specified their ranges in the Kain-Fritsch (KF) convection scheme in WRF and calibrated them across different spatial resolutions, climatic regimes, and radiation schemes using observed precipitation data. Results show that the optimal values for the five input parameters in the KF scheme are close and model sensitivity and error exhibit similar dependence on the input parameters for all experiments conducted in this study despite differences in the precipitation climatology. We found that the model overall performances in simulating precipitation are more sensitive to the coefficients of downdraft (Pd) and entrainment (Pe) mass flux and starting height of downdraft (Ph). However, we found that rainfall biases, which are probably more related to structural errors, still exist over some regions in the simulation even with the optimal parameters, suggesting further studies are needed to identify the sources of uncertainties and reduce the model biases or structural errors associated with missed or misrepresented physical processes and/or potential problems with the modeling framework.

  10. Performance Dashboard pada Rumah Sakit Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfan Ismail Sungkar

    2014-01-01

    Full Text Available Dashboard  sebagai  sarana  visualisasi  sederhana  tentang  indikator,  indikator  inilah  yang  diukur  kedalam  sebuah  satuan  yang  di visualisasikan dalam bentuk gambar dan angka. Dalam pembangunan aplikasi  performance  dashboard pada RSUI Harapan Anda Tegal akan  di  kaji  berdasarkan  KPI  (Key  Performance  Indicator  menurut  pengukuran  kinerja  Balanced  Scorecard  yang  dikembangkan menjadi beberapa perspektif diantaranya Perspektif Keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspekif Mutu Proses, Perspektif Lingkungan dan Perspekif Pengembangan SDM. Dengan adanya  performance dashboard  yang dtujukan kepada  strategic level  maka dapat  membantu dalam  pengambilan  keputusan  dengan  ditampilkan  indikator-indikator  tersebut  dalam  warna  merah,  kuning,  hijau.  Dengan  indikator tersebut maka level strategic dapat mengambil keputusan yang berkaitan dengan inisiatif strategi.Kata kunci : Dashboad; KPI; Business Intelegent; Balanced Scorecard

  11. The study of environmental carrying capacity for sustainable tourism in Telaga Warna Telaga Pengilon Nature Park, Dieng Plateu, Central Java

    Science.gov (United States)

    Melat Aryasa, Alexander; Nur Bambang, Azis; Muhammad, Fuad

    2017-06-01

    The increasing in quantity of the tourists visiting Telaga Warna Telaga Pengilon Nature Park, Dieng Plateau, Central Java, can cause a potential threat toward the conservation sustainability of the tourist attraction and the surrounding area. The utilization of conservation area for tourist attraction has to be carried out based on the principal of Environmental Carrying Capacity so that it will not affect the ecosystem. This study aims to determine the value of Telaga Warna Telaga Pengilon Nature Park environmental carrying capacity as a conservation area used for tourism activities. The environmental carrying capacities calculated in this study were physical carrying capacity, real carrying capacity, and effective carrying capacity. Results of this research show that the physical carrying capacity of The Telaga Warna Telaga Pengilon Nature Park was 31,302 visitors, the real capacity was 869 visitors/day and the effective carrying capacity was 579 visitors/day. Thus, the sustainable tourism development strategy is needed to manage the everlasting natural resources.

  12. PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PEMANGSAAN LARVA IKAN CLOWN (Amphiprion ocellaris PADA AWAL PEMELIHARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Maha Setiawati

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian pemangsaan larva ikan clown (Amphiprion ocellaris pada awal pemeliharaan dan umur sepuluh hari dilakukan menggunakan tangki serat kaca (fiberglass volume 200 L. Pakan zooplankton rotifera disediakan sejak telur menetas dengan kepadatan 5 ind./mL. Mulai D-8 zooplankton nauplii Artemia ditambahkan dengan kepadatan 1.700 ind./tangki. Pengambilan sampel dilakukan pada umur 1 hari dan sepuluh hari, masing-masing 10 ekor larva/sampling dengan interval waktu 3 jam. Larva diukur kemudian dibedah dan dianalisis jumlah pemangsaaannya dengan bantuan stereoscopic microscope. Hasil analisis menunjukkan peranan intensitas cahaya dalam aktivitas pemangsaannya sebesar 5 individu rotifera dengan intensitas cahaya 70 lux pada pagi hari, sedang pemangsaan tertinggi terjadi pada pukul 13.00—16.00 dengan pemangsaan 57 individu rotifera pada saat intensitas cahaya menurun. Spektrum warna cahaya diduga lebih berperanan pada kemampuan maksimal memangsa dari larva ikan laut. Observation on feeding activity of clown fish (A. ocellaris larvae have been conducted in 200 L. fiberglass tanks. Zooplankton rotifers were used as initial feed at a rate of 5 ind./mL. After eight days culture, nauplii Artemia were added at rate of 1,700 ind./ tank. Sampling was done on D-1 and D-10 at 10 individuals even sampling at three hours interval. The larvae were measured under a stereoscopic microscope, examining the digestion apparatus to count number of rotifers and nauplii Artemia as well. The result showed that the role of light intensity in feeding: 5 individual rotifer at 70 lux in early morning for D-1 larvae. The highest feeding occurred at 13.00-16.00 in the after noon at 57 individual rotifer when light intensity decreased. Color spectrum of light were predicted having more roles related to the maximum feeding rate  of clown fish larvae.

  13. Semiotika Kemasan Produk Susu Rasa Coklat Dan Stroberi pada Merek Indomilk Kids Dan Boneeto

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukaromah Mukaromah

    2016-02-01

    Full Text Available Abstrak Kemasan adalah salah satu penentu keberhasilan dalam penjualan produk terkait dengan informasi pesan yang ingin disampaikan,untuk itu visualisasi dibuat semenarik mungkin agar dapat menyasar segmen yang ingin diraih. Demikian halnya dengan susu kemasan kotak untuk anak-anak yang terpapar di meja elalase di pusat- pusat perbelanjaan. Dalam penelitian ini penulis melihat bagaimana susu kemasan kotak merek Indomilk Kids dan Boneeto rasa coklat dan rasa stroberi yang dikonstruksikan sedemikian rupa sehingga rasa coklat mewakili susu untuk anak laki-laki dan rasa stroberi untuk anak perempuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konstruksi identitas perempuan dan laki-laki divisualisasikan pada kemasan produk susu rasa coklat dan stroberi melalui penggunaan tanda pada aspek visualnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika menurut Roland Barthes dengan melihat pada aspek penggunaan warna dan ilustrasi gambar kemasan dengan menggunakan analisa teori konstruksi sosial. Hasil dari analisa ini adalah kemasan susu rasa coklat dengan visualisasi  warna dan ilustrasi gambarnya mewakili identitas anak laki-laki sementara kemasan rasa stroberi, visualisasi warna, ilustrasi gambar mewakili konstruksi anak perempuan yang feminin dan lembut. Kata kunci: kemasan, susu, semiotika, identitas Abstract Packaging is one of the determinants of success in the sales. The package contains an informational message that is delivered to the consumer, then the visualization of packaging made as attractive as possible in order to target the segment to be achieved. Likewise with the packaging of milk for children exposed in elalase shopping centers. In this study the authors look at how the packaging of brand Indomilk Kids and Boneeto taste of chocolate and strawberry flavors are constructed, that the chocolate-flavored milk represents for boys and  strawberry flavor for girls. The purpose of this study to find out how the

  14. Processing of noisy magnetotelluric time series from Koyna-Warna seismic region, India: a systematic approach

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ujjal K. Borah

    2015-06-01

    Full Text Available Rolling array pattern broad band magnetotelluric (MT data was acquired in the Koyna-Warna (Maharashtra, India seismic zone during 2012-14 field campaigns. The main objective of this study is to identify the thickness of the Deccan trap in and around the Koyna-Warna seismic zone and to delineate the electrical nature of the sub-basalt. The MT data at many places got contaminated with high tension power line noise due to Koyna hydroelectric power project. So, in the present study an attempt has been made to tackle this problem due to 50 Hz noise and their harmonics and other cultural noise using commercially available processing software MAPROS. Remote site was running during the entire field period to stand against the cultural noise problem. This study is based on Fast Fourier Transform (FFT and mainly focuses on the behaviour of different processing parameters, their interrelations and the influences of different processing methods concerning improvement of the S/N ratio of noisy data. Our study suggests that no single processing approach can give desirable transfer functions, however combination of different processing approaches may be adopted while processing culturally affected noisy data.

  15. KESINAMBUNGAN MOTIF HIAS MASA PRA-ISLAM STUDI KASUS PADA MIMBAR MASJID KAJORAN THE CONTINUITY OF ORNAMENTAL MOTIVES IN PRE-ISLAMIC PERIOD A CASE STUDY INTHE PODIUMOF KAJORAN MOSQUE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Widyastuti

    2016-06-01

    ABSTRAK             Masuknya agama Islam memberikan warna baru dalam bidang kesenian khususnya seni hias. Dalam agama Islam terdapat larangan untuk menggambar makhluk hidup sehingga dilakukan upaya untuk menyamarkannya. Pada mimbar masjid Kajoran terdapat hiasan dengan motif binatang dan tumbuh-tumbuhan. Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa selain motif-motif geometris, pada mimbar tersebut juga terdapat motif-motif berupa gajah, naga, burung, dan bunga teratai. Kemungkinan makna motif-motif hias tersebut masih relevan dengan ajaran Islam. Hal ini menunjukkan besarnya toleransi agama Islam terhadap kebudayaan yang telah ada pada suatu daerah, selama tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.   Kata Kunci: mimbar, motif hias, masjid Kajoran

  16. Pengaruh Strategi Green Marketing Terhadap Keputusan Membeli Pensil Tulis Dan Pensil Warna Faber Castell Pada Masyarakat Medan

    OpenAIRE

    Hidayat, Toni

    2015-01-01

    The increase in global warming has caused green marketing to become the main issue in the business world. Green marketing has become the need for producers and consumers to create healthful environment. Green marketing is as type of marketing, where a company sells friendly-environmental products. In the concept of green marketing, a company has performed green marketing since the beginning of the processing of the product for the sake of its survival. The formula of the problem in the resear...

  17. Penerapan Algoritma Alphabeta Pruning Sebagai Kecerdasan Buatan pada Game Pawn Battle

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ridho Rahman Hariadi

    2017-05-01

    Full Text Available Catur merupakan game strategi. Catur dimainkan oleh dua orang. Ada dua jenis warna bidak pada permainan catur, yaitu: bidak hitam dan bidak putih. Agar dapat memenangkan sebuah permainan catur, pemain harus menguasai strategi-strategi dalam bermain catur. Ada banyak startegi dalam bermain catur yang hanya dapat dipahami dengan banyak bermain dan berlatih. Modul-modul cara bermain catur pada umumnya hanya menjelaskan kejadian yang biasa terjadi dalam permainan catur. Sehingga berlatih merupakan satu-satu nya cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan dalam bermain catur. Penelitian ini merupakan penelitian implementasi yang menggunakan algoritma Alpha Beta Prunnning sebagai kecerdasan buatan dalam permainan catur. Algoritma yang biasanya digunakan dalam permainan catur adalah algoritma Min-Max. Algoritma Min-Max merupakan algoritma yang digunakan untuk menemukan langkah terbaik dalam permainan catur. Sedangkan Algoritma Alpha Beta Pruning adalah algoritma yang digunakan untuk mencegah perluasan cabang/node untuk mendapatkan hasil pencarian langkah yang lebih baik dari sebelumnya. Penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan gambaran penerapan algoritma Alpha Beta Prunning yang digunakan dalam  membangun sebuah kecerdasan buatan pada permainan catur.

  18. Penatalaksanaan Ekstirpasi Epulis Fibromatosa Ukuran Besar pada Gingiva Rahang Bawah Kanan dengan Anestesi Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Franciskus W Praba

    2012-06-01

    Full Text Available Latar Belakang: Epulis merupakan hyperplasia gingival yang menyerupai tumor (tumour like yang berasal dari jaringan ikat selaput periodontal/ parenkim yang disebabkan karena iritasi kronis. Epulis fibromatosa memiliki penampakan klinis bertangkai (peduncullated, dapat pula tidak, warna agak pucat konsistensi kenyal, batas tegas, padat, kokoh, tidak mudah berdarah dan tidak menimbulkan rasa sakit. Tujuan: mengevaluasi hasil perawatan ekstirpasi epulis fibromatosa ukuran besar dengan anestesi lokal. Kasus: ekstirpasi epulis fibromatosa pada kasus ini dilakukan pada wanita usia 50 tahun yang datang dengan kesulitan makan karena benjolan 5x4x3 cm di dalam mulut pada pipi sebelah kiri. Penatalaksanaan: ekstirpasi epulis fibromatosa dengan anestesi lokal pada kasus ini juga dilakukan penghilangan faktor predisposisinya berupa pembersihan kalkulus sebelum operasi dan penghalusan tulang yang tajam yang merupakan iritasi kronis lokal. Kesimpulan: perawatan ekstirpasi epulis berukuran besar dengan anestesi lokal pada kasus ini bisa dipertimbangkan, karena masi ada akses untuk dilakukan deponir larutan anestesi.    Background: Epulis is a gingival hyperplasia that characteristic likes tumor, devided from the periodontal connective tissue/ parenchyma due to chronic irritation. Epulis fibromatosa has peduncullated clinical appearance, or may not, the color is rather pale than surrounding tissue, elastic consistency, well devined, solid sturdy, no bleeds easily and does not cause pain. Objective to evaluate the extirpation result of large epulis fibromatosa with lokal anesthesia. Case the extirpation on this case treatment is performed on woman  aged 50 years old who came found it difficult to eat because of 5x4x3 cm lump in the mouth on the left cheek. Treatment the extirpation management of epulis fibromatosa with lokal anesthesia in this cases also done by predisposition factors removal, such as calculus removing before surgery and smoothing the sharp

  19. TEKNIK MENIRU MODEL KLOMPEN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KALIGRAFI DACEM PADA SISWA TUNAGRAHITA KELAS 5 SDLB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anis Pudji Sahrini

    2016-04-01

    Full Text Available This study consists of two cycles, they are: the using of the technique of imitating klompen model. Each cycle consists of four steps: (1 arranging action planning, (2 doing the action, (3 observing, (4 reflecting. Instruments used in the study are observation sheets and action test. Data analysis is done using the method of descriptive qualitative. The steps of the technique of imitating klompen model are: (1 students imitate the arabic letter model, (2 students classify the materials based on their colors, forms, textures, (3 students arrange the steps: presenting the materials from the smallest to the biggest, from the brightest color to the darkest.The result of the study is that on cycle 1, the students still confused when creating the dacem calligraphy using the technique of imitating klompen model.Their arrangement of pine leaves was not perfect yet. The calligraphy was not perfect, too. They still need to be developed. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Teknik Meniru Model Klompen untuk Meningkatkan Kompetensi Kaligrafi Dacem pada Siswa Tunagrahita Kelas 5 SDLB“Putra Jaya” Kota Malang yang terdiri atas 2 siklus yaitu penggunaan teknik meniru model klompen. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1 menyusun rencana tindakan, (2 melaksanakan tindakan, (3 melakukan observasi, (4 melakukan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan test perbuatan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif.Langkah-langkah teknik meniru model klompen adalah (1 siswa meniru model tulisan huruf Arab, (2 Pengelompokan bahan-bahan, warna, bentuk, tekstur masing-masing dari bahan, (3 Pengurutan sesuai langkah-langkah yaitu menyajikan bahan-bahan dari yang terkecil sampai yang lebih besar, dari warna yang lebih terang sampai ke yang lebih gelap.Hasil penelitian pada siklus 1 aktifitas siswa masih mengalami kebingungan ketika membuat kaligrafi dacem dengan menggunakan teknik meniru model klompen, cara

  20. Angular Cheilitis Pada Anak

    OpenAIRE

    Gema Nazriyanti

    2008-01-01

    Angular cheilitis adalah inflamasi akut atau kronis pada sudut mulut yang ditandai dengan adanya flsur-fisur, retak-retak pada sudut bibir, berwarna kemerahan, mengalami ulserasi disertai rasa terbakar, nyeri dan rasa kering pada sudut mulut. Dapat mengenai orang tua, dewasa dan anak-anak. Banyak pendapat yang mengemukakan tentang etiologi dari angular cheilitis, antara lain defisiensi vitamin B kompleks, denture soremouth, defisiensi besi, kebiasaan bernafas melalui mulut, membasahi bib...

  1. Structure of the Koyna-Warna Seismic Zone, Maharashtra, India: A possible model for large induced earthquakes elsewhere

    Science.gov (United States)

    Catchings, Rufus D.; Dixit, M.M.; Goldman, Mark R.; Kumar, S.

    2015-01-01

    The Koyna-Warna area of India is one of the best worldwide examples of reservoir-induced seismicity, with the distinction of having generated the largest known induced earthquake (M6.3 on 10 December 1967) and persistent moderate-magnitude (>M5) events for nearly 50 years. Yet, the fault structure and tectonic setting that has accommodated the induced seismicity is poorly known, in part because the seismic events occur beneath a thick sequence of basalt layers. On the basis of the alignment of earthquake epicenters over an ~50 year period, lateral variations in focal mechanisms, upper-crustal tomographic velocity images, geophysical data (aeromagnetic, gravity, and magnetotelluric), geomorphic data, and correlation with similar structures elsewhere, we suggest that the Koyna-Warna area lies within a right step between northwest trending, right-lateral faults. The sub-basalt basement may form a local structural depression (pull-apart basin) caused by extension within the step-over zone between the right-lateral faults. Our postulated model accounts for the observed pattern of normal faulting in a region that is dominated by north-south directed compression. The right-lateral faults extend well beyond the immediate Koyna-Warna area, possibly suggesting a more extensive zone of seismic hazards for the central India area. Induced seismic events have been observed many places worldwide, but relatively large-magnitude induced events are less common because critically stressed, preexisting structures are a necessary component. We suggest that releasing bends and fault step-overs like those we postulate for the Koyna-Warna area may serve as an ideal tectonic environment for generating moderate- to large- magnitude induced (reservoir, injection, etc.) earthquakes.

  2. Periodic variation of stress field in the Koyna-Warna reservoir triggered seismic zone inferred from focal mechanism studies

    Science.gov (United States)

    Rao, N. Purnachandra; Shashidhar, D.

    2016-06-01

    The Koyna-Warna region in western India is globally recognized as the premier site of reservoir triggered seismicity (RTS) associated with the Koyna and Warna reservoirs. The region is characterized by continuous seismic activity observed since several decades, including the world's largest triggered earthquake of M6.3 which occurred in Koyna in 1967. While the role of reservoirs in triggering earthquakes has been widely discussed, the actual tectonic mechanism controlling earthquake genesis in this region is hardly understood. The Koyna-Warna region is exclusively governed by earthquakes of strike-slip and normal fault mechanism distinct from the thrust faulting seen in other active zones in the Indian region. In the present study, a comprehensive catalog of 50 focal mechanism solutions of earthquakes that occurred during the last 45 years in the Koyna-Warna region is developed, both from previous literature and from moment tensor inversion studies by the authors using broadband data from a local seismic network operating since 2005. The seismicity and fault plane data have enabled precise delineation of trends of the major causative faults, which are further accentuated using the double-difference technique. Stress inversion of the focal mechanism data has provided the best fitting principal compressive and tensile stress field of the region, which in conjunction with the deciphered fault zones provides a feasible model of seismogenesis in this region. Based on the observed temporal variation of faulting mechanism a model of alternating cycles of predominantly strike-slip and normal faulting is proposed, which is attributed to a periodic peaking and relaxation respectively of the horizontal compressive stress field in this region due to the Indian plate collision with Eurasia.

  3. Dietary Variation of Long Tailed Macaques (Macaca fascicularis in Telaga Warna, Bogor, West Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarah Nila

    2014-03-01

    Full Text Available The genus Macaca, member of sub-family Cercopithecinae, is the most widely distributed non-human primates in Asian countries. The habitats are strongly influence the dietary variation of the populations. The dietary variation of the macaques reflect ecological plasticity in coping with differences both in availability and abundance of food. The macaques are plastic in taking any kind of food that available in their home range and adjust their behaviour according to its abundance. Here, we present the dietary variation of long-tailed macaques (Macaca fascicularis in the high altitude rain forest of Telaga Warna, West Java, Indonesia. The proportion of their food from natural sources is greater than those from visitors. The natural food consisted of plants, small animals (insects and earthworm, fungi and water from lake. The plant food comprised of 29 species plus a few mosses. The frequency of eating artificial food was influenced by visitors who come for picnic. In this site, the macaques learned that the visiting of tourists is identical with food.

  4. Perawatan Saluran Akar Satu Kunjungan Disertai Ekstrusi dan Mahkota Jaket Porselin Fusi Metal dengan Fraktur Ellis Kelas III Subgingiva (Pada Gigi Insisivus Sentralis Kanan Maksila

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulita Kristanti

    2011-06-01

    Full Text Available Latar Belakang dan Tujuan. Laporan kasus ini dibuat dengan tujuan untuk menginformasikan hasil perawatan saluran akar, ekstrusi gigi dan restorasi mahkota jaket porselin fusi metal dengan penguat inti pasak tuang pada gigi insisivus sentralis kanan maksila yang mengalami fraktur Ellis klas III subgingiva dengan pulpitis irreversibel. Kasus dan Penanganannya. Pasien laki-Iaki umur 20 tahun mengalami fraktur Ellis klas III subgingiva akibat keeelakaan satu minggu sebelum periksa. Cara perawatan yang dilakukan adalah dengan melakukan perawatan saluran akar satu kunjungan pada gigi insisivus kanan atas maksila. Setelah dilakukan kontrol pasea perawatan saluran akar dan menunjukkan tanda-tanda menuju kesembuhan, dilakukan ekstrusi. Ekstrusi dilakukan dengan terlebih dahulu mengambil sebagian guta perea disaluran akar untuk meletakkan kawat dengan coi/ di ujungnya. Selanjutnya bracket dan insisal bar dipasang pada 5 gigi anterior dan dihubungkan dengan kawat dengan coil diujungnya yang telah disementasikan dalam saluran akar dengan semen ionomer kaea tipe I. Setelah gigi terekstrusi, dan melewati periode stabilisasi selama 1 bulan dengan tidak terjadi relaps, perawatan dilanjutkan dengan preparasi pembuatan inti pasak tuang dan dilanjutkan dengan pembuatan mahkota jaket porselin fusi metal. Hasil. Hasil perawatan ini menunjukkan ekstrusi telah tereapai dalam waktu 1 bulan dan perawatan dilanjutkan dengan pembuatan inti pasak tuang dan mahkota jaket porselin fusi metal warna A2 (vitapan dengan kontur, embrasur dibuat ideal, area kontak proksimal pada bagian sepertiga insisal. Kesimpulan. Perawatan saluran akar satu kunjungan disertai ekstrusi dan mahkota jaket porselin fusi metal efektif untuk menangani kasus gigi insisivus sentralis kanan maksila dengan fraktur Ellis Kelas III subgingiva.

  5. Karakter Morfologi dan Pertumbuhan Tiga Jenis Cacing Tanah Lokal Pekanbaru pada Dua Macam Media Pertumbuhan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Indriyani Roslim

    2013-03-01

    Full Text Available Limbah organik dari limbah rumah tangga, pertanian, perkebunan, dan peternakan sering menimbulkan masalah, karena mencemari lingkungan. Cacing tanah dapat menggunakan limbah organik tersebut sebagai media pertumbuhannya dan juga merombaknya menjadi pupuk kasting. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan tiga jenis cacing tanah yang ditemui di kota Pekanbaru pada dua media pertumbuhan. Tiga jenis cacing tanah yang diteliti adalah Amynthas aspergillum (Cacing Gila Bodoh, Perionyx sp1 (Cacing Merah, dan Perionyx sp2 (Cacing Susu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Faktorial Lengkap. Masing-masing cacing tanah ditumbuhkan pada dua media, yaitu serasah dan campuran kotoran sapi+tanah, di dalam pot plastik. Medium tanpa cacing tanah digunakan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan cacing tanah Amynthas aspergillum (Cacing Gila Bodoh, Perionyx sp1 (Cacing Merah, dan Perionyx sp2 (Cacing Susu memiliki perbedaan karakter morfologi pada panjang tubuh, warna kulit, jumlah segmen, tipe prostomium, jumlah seta per segmen, warna dan posisi klitellum, posisi dan jumlah lubang jantan. Medium campuran kotoran sapi+tanah lebih cocok untuk pertumbuhan Perionyx sp2 (Cacing Susu, media serasah untuk pertumbuhan Amynthas aspergillum (Cacing Gila Bodoh, dan media kotoran sapi saja tanpa penambahan tanah untuk Perionyx sp1 (Cacing Merah.Organic waste produced from household, agriculture, plantation, and animal husbandry may cause environmental pollution. Earthworms can utilize this organic waste for their growth medium and decompose them to produce casting fertilizer. The objective of this study was to analyze the growth of three earthworm species from Pekanbaru using two types of media, i.e. Perionyx sp1 (Cacing Merah, Perionyx sp2 (Cacing Susu, and Amynthas aspergillum (Cacing Gila Bodoh. All these earthworms were grown in litter media and manure-soil mixture. Media without the earthworms were used as control. The experiment design used in this

  6. PENELITIAN TERHADAP KUAT PENERANGAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN ANGKA REFLEKTANSI WARNA DINDING: Studi Kasus Ruang Kelas Unika Widya Mandala Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luciana Kristanto

    2004-01-01

    Full Text Available The average of illumination and uniformity of illumination are two factors that have to be fulfilled in general lighting system in maintaining the visual activity. Theory that light walls and ceilings are much more efficient than dark walls in conserving energy and distributing light uniformly is used to develop the solution for the case study classes of Unika Widya Mandala Surabaya in reaching the standard of both factors. The conclusion of this case study, the average of illumination standard can be fulfilled with increasing the surface (wall reflectance only; whereas the uniformity of illumination standard should be fulfilled both with increasing the surface reflectance and fulfill the spacing criterion of luminaires. Abstract in Bahasa Indonesia : Kuat penerangan rata-rata dan kuat penerangan yang merata adalah dua buah faktor kuantitas pencahayaan yang harus dipenuhi dalam sistem pencahayaan general, agar penglihatan dapat berfungsi dengan baik. Landasan teori bahwa dinding dan langit-langit yang terang (berkaitan dengan angka reflektansi sangat efisien dalam menghemat energi dan mendistribusikan cahaya secara merata digunakan dalam memecahkan masalah tidak terpenuhinya kedua faktor tersebut di ruang-ruang kelas Unika Widya Mandala Surabaya. Di akhir penelitian, disimpulkan bahwa standar kuat penerangan rata-rata dapat dicapai dengan peningkatan angka reflektansi warna dinding; sedang tercapainya standar pencahayaan merata, di samping peningkatan angka reflektansi warna dinding harus pula diatur letak lampu sesuai spacing criteria. Kata Kunci : kuat penerangan rata-rata, kuat penerangan yang merata, angka reflektansi.

  7. Kelainan Hemostasis pada Leukemia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zelly Dia Rofinda

    2012-09-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Leukemia adalah penyakit keganasan pada jaringan hematopoietik yang ditandai denganpenggantian elemen sumsum tulang normal oleh sel darah abnormal atau sel leukemik. Salah satu manifestasi klinisdari leukemia adalah perdarahan yang disebabkan oleh berbagai kelainan hemostasis.Kelainan hemostasis yang dapat terjadi pada leukemia berupa trombositopenia, disfungsi trombosit,koagulasi intravaskuler diseminata, defek protein koagulasi, fibrinolisis primer dan trombosis. Patogenesis danpatofosiologi kelainan hemostasis pada leukemia tersebut terjadi dengan berbagai mekanisme.Kata kunci: leukemia, kelainan hemostasisAbstractBackground: AbstractLeukemia is a malignancy of hematopoietic tissue which is characterized bysubstituted of bone marrow element with abnormal blood cell or leukemic cell. One of clinical manifestation ofleukemia is bleeding that is caused by several hemostasis disorders.Hemostasis disorders in leukemia such asthrombocytopenia, platelet dysfunction, disseminated intravascular coagulation, coagulation protein defect, primaryfibrinolysis and thrombosis. Pathogenesis and pathophysiology of thus hemostasis disorders in leukemia occur withdifferent mechanism.Keywords: leukemia, hemostasis disorder

  8. Hepatitis C pada Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusri Dianne Jurnalis

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi virus hepatitis C saat ini masih merupakan persoalan yang serius. Penularan infeksi HCV pada anak yang utama adalah melalui transfusi darah atau produk darah yang saat ini bertanggung jawab menyebabkan kasus hepatitis C kronis. Selain itu infeksi HCV pada anak dapat disebabkan oleh transmisi perinatal (vertikal. Infeksi HCV akut dapat berakhir dengan sirosis dan karsinoma hepatoselular setelah dekade ketiga (sekitar 20%, karena progresivitas infeksi HCV lebih lambat dari infeksi hepatitis B virus. Pada umumnya infeksi HCV bersifat asimptomatik termasuk pada anak. Karena tidak ada gejala yang jelas pada infeksi HCV tersebut maka diagnosis infeksi HCV hanya dapat ditegakkan dengan pemeriksaan awal laboratorium dan uji serologi, dan bila perlu dengan uji molekuler pada pasien dengan risiko tinggi. Kebijakan kuratif khusus terhadap HCV adalah terapi antivirus berupa interferon dan ribavirin yang diberikan bila diagnosis HCV sudah ditegakkanKata kunci: Hepatitis C, diagnosis and management problem, childrenAbstractHepatitis C virus infection is still a serious problem. Transmission of HCV infection in children is a major blood transfusion or blood products that are currently responsible for causing chronic hepatitis C cases. Additionally HCV infection in children can be caused by perinatal transmission (vertical. Acute HCV infection may end up with cirrhosis and hepatocellular carcinoma after the third decade (around 20%, due to a slower progression of HCV infection of hepatitis B virus infection. In most cases of HCV infection are asymptomatic, including in children. Since there are no obvious symptoms in the diagnosis of HCV infection HCV infection can only be confirmed by laboratory examinations and serologic testing early, and if necessary with molecular testing in patients at high risk. Curative policy is specific to HCV antiviral therapy such as interferon and ribavirin are given when the diagnosis of HCV has been established

  9. Fotosintesis Pada Tumbuhan

    OpenAIRE

    2008-01-01

    Fotosintesis adalah proses untuk memproduksi gula (karbohidrat) pada tumbuhan, beberapa bakteri dan organisme non-seluler (seperti jamur, protozoa) dengan menggunakan energi matahari, yang melalui sel-sel yang berespirasi energi tersebut akan dikonversi ke dalam bentuk ATP sehingga dapat digunakan seluruhnya oleh organisme tersebut. 132305100

  10. Fotosintesis Pada Tumbuhan

    OpenAIRE

    Utomo, Budi

    2008-01-01

    132305100 Fotosintesis adalah proses untuk memproduksi gula (karbohidrat) pada tumbuhan, beberapa bakteri dan organisme non-seluler (seperti jamur, protozoa) dengan menggunakan energi matahari, yang melalui sel-sel yang berespirasi energi tersebut akan dikonversi ke dalam bentuk ATP sehingga dapat digunakan seluruhnya oleh organisme tersebut.

  11. UJI TOLERANSI TANAMAN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L. TERHADAP CEKAMAN KADMIUM (Cd, TIMBAL (Pb, DAN TEMBAGA (Cu PADA KULTUR CAIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Rosidah

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini menyelidiki respon fisiologis, anatomis, dan morfologis tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L. terhadap cekaman logam berat Cu, Cd, dan Pb. Sampel yang digunakan adalah tembakau umur 3-4 minggu yang dikecambahkan secara in vitro dan kemudian dipapar logam berat selama 14 hari. Desain penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan satu faktor, yaitu konsentrasi logam Cu (0 µM, 50 µM, 100 µM, 150 µM & 200 µM, Cd (0 µM, 50 µM, 100 µM, 200 µM & 300 µM, dan Pb (0 µM, 5 µM, 20 µM, 50 µM & 100 µM. Parameter yang digunakan: pertambahan panjang akar, pertambahan jumlah akar, akumulasi logam dalam akar, lokalisasi penimbunan dalam akar, dan warna daun. Bertambahnya konsentrasi logam menghambat pertumbuhan akar dan menyebabkan deposit logam pada jaringan akar dan gejala klorosis. Hasil uji Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS menunjukkan semakin besar konsentrasi semakin banyak akumulasi logam pada jaringan akar. Akan tetapi, akumulasi Cd pada konsentrasi 200 µM lebih besar dibanding pada konsentrasi 300 µM. Analisis kualitatif membuktikan bahwa cekaman Cu tidak berpengaruh signifikan terhadap warna daun, sedangkan pada cekaman Cd (100, 150 dan 200 µM dan Pb (150 µM daun mengalami klorosis. Pada konsentrasi logam yang rendah seperti 50 µM Cu, 50 µM Cd, dan 5 µM Pb tidak berbeda nyata dengan kontrol. Dengan demikian disimpulkan bahwa tembakau mampu mentoleransi cekaman logam pada konsentrasi yang rendah.  This research investigated the physiological, anatomical, and morphological responses of tobacco (Nicotiana tabacum L. on stresses of heavy metals Cu, Cd, and Pb. The samples were 3- to 4-week tobacco plants germinated in vitro and then were exposed to heavy metals for 14 days. This study used a completed random design with single factor, i.e. the concentrations of Cu (0 µM, 50 µM, 100 µM, 150 µM & 200 µM, Cd (0 µM, 50 µM, 100 µM, 200 µM & 300 µM, and Pb (0 µM, 5 µM, 20 µM, 50 µM & 100

  12. INFEKSI SALURAN KEMIH PADA GERIATRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kokeela Torayraju

    2015-04-01

    Full Text Available Jumlah penderita infeksi saluran kemih (ISK pada geriatri di Indonesia akan semakin meningkat dan menjadi penyebab kedua tersering setelah pneumonia. Pendekatan diagnosis dan terapi ISK pada geriatri memiliki kekhususan. Ada tidaknya gejala dan tanda spesifik serta bagaimana cara pengambilan spesimen turut berperan dalam diagnosis ISK pada geriatri. Faktor predisposisi penderita ISK pada geriatri meliputi diabetes melitus, gizi kurang, gangguan faal kognitif, depresi, gangguan status fungsional, prostatitis, riwayat operasi, dan prolaps vagina. Gejala dan tanda yang sering muncul adalah sindrom delirium, inkontinensia urin dan syncope yang diawali oleh penurunan nafsu makan. Strategi penatalaksanaan meliputi modalitas non‐ farmakologik dan farmakologik. Kata Kunci : infeksi saluran kemih (ISK, geriatri.

  13. Gambaran Roentgenologi Diffuse Sclerosing Osteomyelitis Pada Mandibula

    OpenAIRE

    Yolanda, Desri

    2008-01-01

    Osteomielitis pada rahang adalah suatu penyakit yang disebabkan penyebaran radang yang meliputi bagian-bagian dari pada tulang rahang. Osteomielitis dapat diartikan sebagai peradangan pada tulang dan sumsum tulang yang pada dasarnya merupakan infeksi mikroorganisme. Dahulu penyakit ini sangat ditakuti orang, karena akibat yang ditimbulkannya dapat menyebabkan kematian. Osteomilitis dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu suppurative osteomyelitis dan non suppurative osteomyelitis. Salah ...

  14. KETERTARIKAN LALAT BUAH BACTROCERA PADA EKSTRAK OLAHAN LIMBAH KAKAO BERPENGAWET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Rini Indriyanti

    2012-09-01

    Full Text Available Lalat buah Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae merupakan salah satu hama pen ting menyerang tanaman buah-buahan dan sayuran. B. carambolae di laboratorium tertarik pada olahan limbah kakao. Hasil uji coba di lapangan belum memuaskan karena olahan limbah kakao mudah rusak. Tujuan penelitian ini mengkaji respon lalat buah Bactrocera yang diberi umpan ekstrak olahan limbah kakao berpenga wet. Pengawet yang digunakan yakni: Natrium klorida (NaCl, Natrium benzoat (C7H5NaO2 dan Potasium sorbat (C6H7KO2. Konsentrasi yang dipakai masing-masing pengawet 0,1%; 0,2% dan 0,3%. Pengamatan dilakukan selama satu ming gu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa daya tahan limbah yang diberi penga wet dan yang tidak dilihat secara secara fisik (warna dan tekstur tidak berbeda nyata, namun ada perbedaan bau. Limbah yang tidak diberi pengawet ada kecen derungan baunya tidak sedap dibanding yang diberi pengawet. Hal ini yang mempengaruhi ketertarikan lalat terhadap olahan limbah kakao. Respon ketertarikan lalat Bactrocera terhadap olahan limbah kakao yang diberi pengawet berbeda antara satu dengan yang lain. Respon ketertarikan tertinggi Bactrocera cenderung pada olahan limbah kakao yang diberi pengawet Natrium klorida 0,3%, Potasium sorbat 0,2% dan Natrium benzoat 0,1%.The fruit fly Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae is one of the important pests attacking crops of fruits and vegetables. In the laboratory, B. carambolae was attracted by the processed cocoa waste. The results of field trials have not been satisfactory yet, because the processed cocoa waste was easily damaged. The purpose of the study wast to examine the response of Bactrocera to the bait made of processed cocoa extract waste containing preservatives. The preservatives used were: Sodium chloride (NaCl, sodium benzoate (C7H5NaO2 and potassium sorbate (C6H7KO2. The concentration of each preservative was 0.1%; 0.2% and 0.3%. A one-week observation was made. The result showed that there was no

  15. KETERTARIKAN LALAT BUAH BACTROCERA PADA EKSTRAK OLAHAN LIMBAH KAKAO BERPENGAWET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Rini Indriyanti

    2012-09-01

    Full Text Available Lalat buah Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae merupakan salah satu hama pen ting menyerang tanaman buah-buahan dan sayuran. B. carambolae di laboratorium tertarik pada olahan limbah kakao. Hasil uji coba di lapangan belum memuaskan karena olahan limbah kakao mudah rusak. Tujuan penelitian ini mengkaji respon lalat buah Bactrocera yang diberi umpan ekstrak olahan limbah kakao berpenga wet. Pengawet yang digunakan yakni: Natrium klorida (NaCl, Natrium benzoat (C7H5NaO2 dan Potasium sorbat (C6H7KO2. Konsentrasi yang dipakai masing-masing pengawet 0,1%; 0,2% dan 0,3%. Pengamatan dilakukan selama satu ming gu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa daya tahan limbah yang diberi penga wet dan yang tidak dilihat secara secara fisik (warna dan tekstur tidak berbeda nyata, namun ada perbedaan bau. Limbah yang tidak diberi pengawet ada kecen derungan baunya tidak sedap dibanding yang diberi pengawet. Hal ini yang mempengaruhi ketertarikan lalat terhadap olahan limbah kakao. Respon ketertarikan lalat Bactrocera terhadap olahan limbah kakao yang diberi pengawet berbeda antara satu dengan yang lain. Respon ketertarikan tertinggi Bactrocera cenderung pada olahan limbah kakao yang diberi pengawet Natrium klorida 0,3%, Potasium sorbat 0,2% dan Natrium benzoat 0,1%.The fruit fly Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae is one of the important pests attacking crops of fruits and vegetables. In the laboratory, B. carambolae was attracted by the processed cocoa waste. The results of field trials have not been satisfactory yet, because the processed cocoa waste was easily damaged. The purpose of the study wast to examine the response of Bactrocera to the bait made of processed cocoa extract waste containing preservatives. The preservatives used were: Sodium chloride (NaCl, sodium benzoate (C7H5NaO2 and potassium sorbate (C6H7KO2. The concentration of each preservative was 0.1%; 0.2% and 0.3%. A one-week observation was made. The result showed that there was no

  16. KINERJA ECONOMIZER PADA BOILER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Sjahid Akbar

    2009-01-01

    Full Text Available This paper employed the dual response approach for case of Multivariate Robust Parameter Design (MRPD which is developed by Del Castillo and Miro Quesada. MRPD method can be applied for any design of experiment. The optimization in this method uses minimizing variance function with restriction on mean function. In this paper, MRPD is applied to the case of optimization of heat transfer efectivity and operational cost at economizer. Those two responses are optimized by setting the level of control factors; diametre of tube hole, transversal spacing, and fin nearness. Temperature of feedwater is hold as a noise factor. Optimization is calculated by fmincon in MATLAB 7.0. The optimal condition for heat tranfer efectivity is 77.17% and operational cost is 30.58 kW. The optimal condition is attained at diametre of tube hole 1.5 inch, transversal spacing 3.5 inch, and fin density 3 fin/inch. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan dual response terhadap kasus Multivariate Robust Parameter Design (MRPD yang dikembangkan oleh Del Castillo dan Miro Quesada. Metode MRPD tidak mensyaratkan jenis rancangan percobaan yang dapat digunakan dalam proses optimasi, yang dilakukan dengan meminimalkan fungsi varians terhadap kendala fungsi rerata. Pada penelitian ini, metode MRPD diterapkan untuk kasus pencarian nilai optimal respon yaitu efektifitas perpindahan panas dan biaya operasi pada economizer. Optimasi kedua respon dilakukan dengan cara mengoptimalkan level faktor kontrol diameter luar tubing, transversal spacing, dan kerapatan fin. Temperatur feedwater berlaku sebagai faktor noise. Optimasi dilakukan dengan bantuan fmincon pada MATLAB 7.0 yang menghasilkan kondisi optimum untuk efektifitas perpindahan panas sebesar 77,17% dan biaya operasi sebesar 30,58 kW. Kondisi tersebut dicapai pada saat level diameter luar tubing sebesar 1,5 inci, transversal spacing sebesar 3,5 inci, dan kerapatan fin sebesar 3 fin/inci. Kata kunci

  17. Atrofi Papila Pada Lidah

    OpenAIRE

    Eva Lisna

    2008-01-01

    Di dalam rongga mulut, lidah dianggap sebagai salah satu petunjuk atau cermin kesehatan umum seseorang. Hal ini disebabkan karena lidah merupakan organ tubuh yang paling peka terhadap perubahan yang terjadi di dalam tubuh Papila filiformis adalah bagian yang paling peka terhadap rangsangan dan perubahan sistemik, karena vaskularisasi mikro papila filiformis yang berbentuk loop yang menyerupai bunga, sehingga jika terdapat gangguan pada sistem vaskularisasi akan berpengaruh juga terhadap pa...

  18. KEPERCAYAAN KONSUMEN PADA PRODUK ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doni Purnama Alamsyah

    2016-10-01

      Indonesia merupakan salah satu negara di ASEAN yang memiliki populasi manusia cukup padat, salah satu provinsinya adalah Jawa Barat dengan Ibu Kota Bandung. Namun demikian jumlah populasi yang tinggi tidak diimbangi dengan pola hidup sehat, terlihat dari rendahnya konsumsi pada produk organik. Tujuan penelitian ini mengkaji faktor yang membentuk kepercayaan konsumen pada produk organik. Confirmatory Factor Analisys digunakan sebagai teknik analisis data, dengan survey pada konsumen yang ada di Kota Bandung sebanyak 351 reponden. Hasil penelitian ditemukan bahwa kepercayaan konsumen pada produk organik belum optimal. Penelitian ini menyempurnakan penelitian sebelumnya dimana terdapat faktor yang mampu membentuk kepercayaan konsumen pada produk organik diantaranya adalah  reliable, dependable, trustworthy, expectation, enviromental protection, dan safer.   Kata Kunci: Kepercayaan, Produk Organik, Confirmatory Factor Analisys

  19. SISTEM PEMESANAN KAMAR RAWAT INAP MENGGUNAKAN SHORT MESSAGE SERVICES (SMS PADA RUMAH SAKIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Beny Irawan

    2016-01-01

    Full Text Available Abstrak – Manusia hidup di dunia ada bermacam-macam bentuk tubuh, besar, kecil, tua-muda, laki-laki, perempuan, bentuk muka, warna kulit atau kondisi fisiknya ada yang sehat dan sakit. Semakin bertambahnya manusia di alam ini, semakin banyak persentase kemungkinan orang mengalami sakit mendadak, sehingga membutuhkan perawatan medis yang mendadak juga. Untuk itu, diperlukan suatu cara yang paling mudah untuk melakukan konfirmasi ada atau tidaknya kamar untuk rawat inap di rumah sakit yang bersangkutan, sehingga pasien tidak harus melakukan pemesanan kamar ketika sudah tiba di rumah sakit yang bersangkutan, dan kemudian semua kamar sudah penuh dan harus dipindahkan lagi ke rumah sakit lain. Hal ini menyebabkan si pasien akan mengalami keterlambatan untuk ditangani, sehingga bisa berakibat fatal bagi pasien tersebut. Permasalahan tersebut dapat ditangani dengan pengembangan sistem baru menggunakan short message services (sms terutama untuk pemesanan kamar rawat inap, dan untuk mengetahui jenis pelayanan lain yang ada di rumah sakit tersebut melalui website rumah sakit, sehingga sistem pemesanan kamar semakin efektif dan efisien. Namun, sistem yang dikembangkan masih memiliki kelemahan karena sistem hanya dapat digunakan pada telepon selular yang menggunakan modem GSM.   Keywords : Short Message Service (SMS, SMS Gateway, GSM

  20. PERBANDINGAN EFEK PEMBERIAN ANESTESI XYLAZIN-KETAMIN HIDROKLORIDA DENGAN ANESTESI TILETAMIN-ZOLAZEPAM TERHADAP CAPILLARY REFILL TIME (CRT DAN WARNA SELAPUT LENDIR PADA ANJING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Gorda

    2012-11-01

    Full Text Available This study is to determine the effect of xylazine-ketamine hydrochloride combined withtiletamin-zolazepam combination to Capillary Refill Time (CRT, paleneus of mucousmembranes, heart pulse frequency and pulse before anesthesion, when anesthezed andduring anesthetion. The experimental was carried duct on local dog. The experimental design has 2 treatments : dose I (2 mg/kg body weight of xylazinehydrochloride ; 15 mg/kg body weight of ketamine hydrochloride and dose II (20 mg/kgbody weight of zoletil. Each of treatment use 5 local dogs and total of 10 dogs for all of thetreatments. Data were analyzed by analysis of varience test and the score data analyzed byfriedman test. A results showed the combination of xylazine-ketamine hydrochloride andtiletamin-zolazepam combination could increase to Capillary Refill Time (CRT andmucous membranes colour.

  1. KONDILOMA AKUMINATA PADA ANUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Wahyu Toya Pratama

    2015-01-01

    Full Text Available Kondiloma Akuminata di sebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV.HPV6dan11yangberisiko rendahuntuk menyebabkankanker, tetapimenyebabkan90% dariKondiloma akuminata. Kondiloma Akuminata di tularkan melalui hubungan sexual yang berganti-ganti pasangan.Dilaporkan kasus seorang laki-laki berumur 19 tahun dengan diagnosis Kondiloma Akuminata pada anus. Gambaran klinis di temukan papul multipel dengan batas tegas dan berbentuk bulat seperti jengger ayam . Ukuran servariasi 3cm-2x3 cm dengan konsistensi padat dan permukaan verukosa.Penatalaksanaan yang di lakukan adalah Tutul TCA (TRICHLORACETIC ACID 80%. Prognosis pasien ini baik.

  2. Sistem Stabilisasi Posisi Kamera pada Quadcopter

    OpenAIRE

    Dharmawan, Andi; Handoyo, Ridho

    2012-01-01

    AbstrakTelah dibuat sistem stabilisasi posisi kamera pada quadcopter. Sistem ini merupakan sistem untuk menjaga kestabilan posisi kamera tetap pada posisi awal ketika quadcopter bermanuver pada rotasi roll (angguk) dan rotasi pitch (geleng). Tampilan video dari kamera pada ground segment tampak terjaga kestabilan arah pandangnya.Sistem stabilisasi posisi kamera yang diteliti berbasis Arduino Nano 328.  Sistem mendapatkan data sudut rotasi roll&pitch oleh sensor akselerometer ADXL345 dan senso...

  3. PENILAIAN PENGARUH PENAMBAHAN LYSINE PADA NASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Tarwotjo

    2012-11-01

    Full Text Available Pengaruh penambahan lysine pada mutu protein nasi dilakukan pada tikus putih dengan mengukur Protein Efficiency Ratio. Nasi dan Nasi dengan sayur beserta laukpauk, seperti dikonsumsi oleh kebanyakan keluarga di Indonesia, yang berasnya lebih dulu ditambahi butiran premix berisi lysine, thiamine dan riboflavin ternaya menghasilkan Protein Efficiency Ratio lebih tinggi dari pada yang tidak ditambahi.

  4. Pendidikan Seks Pada Anak Dalam Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Machnunah Ani Zulfah

    2017-04-01

    Full Text Available Tulisan ini membahas tentang problematika seks pada anak dan bagaimana penerapan pendidikan seks pada anak sesuai dengan kaidah-kaidah Islam.Sasaran utama dalam tulisan ini adalah untuk memberikan peahaman tentang pentingnya memberikan pendidikan seks pada anak,serta bagaimana penerapan pendidikan seks menurut pandangan Islam Kata Kunci: Pendidikan,anak, seks dalam Islam

  5. BENARKAH ATMOSPHERIC CUES BERDAMPAK PADA HUBUNGAN KUALITAS LAYANANAN PADA LOYALTY INTENTION? STUDI KASUS PERHOTELAN PADA DAERAH TUJUAN WISATA DI PAPUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Milcha Handayani Tammubua

    2015-06-01

    Memasuki ASEAN Economic Community 2015 memicu sejumlah industri khususnya pariwisata pada sektor perhotelan untuk meningkatkan performanya dengan harapan konsumen menjadi loyal. Oleh sebab itu perlu menjadi perhatian manajer perhotelan untuk mengkaji variabel yang berpengaruh pada niat menjadi loyal. Beberapa penelitian terdahulu memaparkan bahwa kualitas layanan dan nilai pelanggan bukan satu-satunya variabel yang memengaruhi loyalty intention, namun beberapa penelitian mengemukakan bahwa atmospheric cues berpengaruh pada loyalty intention. Beberapa hasil penelitian menjelaskan bahwa atmospheric cues tidak memoderasi hubungan kualitas layanan pada loyalty intention. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas layanan dan nilai pelanggan pada loyalty intention serta menguji variabel pemoderasi atmospheric cues. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atmospheric cues berpengaruh positif signifikan pada loyalty intention. Atmospheric cues juga memoderasi dan berdampak memperlemah hubungan kualitas layanan dan loyalty intention. Setelah dilakukan subgroup analysis. Hasil penelitian juga menjelaskan bahwa nilai pelanggan berpengaruh positif signifikan pada loyalty intention.

  6. MUTASI K RAS PADA KARSINOGENESIS KANKER KOLOREKTAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Sriwidyani

    2014-09-01

    Full Text Available Karsinogenesis kanker kolorektal merupakan proses multi-step, melibatkan berbagai abnormalitasgenetik. Mutasi gen K RAS sering ditemukan pada tumor ini. K RAS adalah gen yang menyandi proteinK ras, suatu produk proto-onkogen yang merupakan komponen penting pada jalur pensignalan darireseptor permukaan sel untuk mengontrol proliferasi, diferensiasi, dan kematian sel. Kebanyakanmutasi terjadi pada kodon 12 dan 13 dari ekson 1. Protein K ras mutan akan menyebabkan aktivasipersisten dari banyak signal downstream dari pertumbuhan dan survival sel. Pemeriksaan adanyamutasi pada gen K RAS memegang peranan penting pada prognosis dan terapi dari kanker kolorektal.[MEDICINA 2013;44:97-100].

  7. Studi Kasus : Dermatofitosis pada Anjing Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanif Wahyu Wibisono

    2017-03-01

    Full Text Available Dermatofitosis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh dermatofita. Tujuan dilakukan pemeriksaan pada anjing kasus adalah untuk mengetahui agen penyakit yang menyebabkan terjadinya banyak lesi pada kulit anjing tesebut. Pada pemeriksaan klinis terdapat kelainan seperti ditemukan lesi yang terdiri dari kombinasi alopesia anular, hiperkeratosis, makula, sisik dan krusta. Lesi-lesi tersebut ditemukan di bagian daun telinga, wajah, kaki depan, kaki belakang dan bagian perut. Anjing mengalami pruritis pada bagian-bagian yang terdapat lesi. Kemudian bagian-bagian lesi tersebut dikerok dibagian pinggir lesi menggunakan KOH 10% dan swab. Dari hasil kerokan ditemukan arthrospora  dengan bentukan bulat-bulat bening. Pada pemeriksaan mikroskopis rambut (trikogram terlihat rambut mengalami kerusakan pada batangnya. Pemeriksaan Wood’s Lamp menunjukkan hasil negatif. Pada pemeriksaan darah lengkap monositosis dan limfositosis menandakan adanya infeksi oleh fungi. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan klinis dan laboratoris, dapat disimpulkan bahwa anjing lokal bernama Bleky didiagnosa suspect dermatofitosis.

  8. Depresi Pada Remaja Korban Bullying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aprilia Ramadhani

    2014-08-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk menemukan hubungan antara mengalami bullying dengan depresi pada remaja. Hipotesis penelitian adalah ada korelasi positif antara mengalami bullying dengan depresi pada remaja. Subjek penelitian ini adalah 146 siswa SMA. Data dianalisis dengan korelasi product moment. Hasil analisis menemukan terdapat hubungan positif antara mengalami bullying dengan depresi pada remaja, dengan r = 0.218 (p 0,05. Hasil penelitian menemukan tidak terdapat perbedaan frekuensi bullying yang dialami subjek laki-laki dan perempuan dengan t=1,759 (p>0,05. Hasil menemukan perbedaan frekuensi bullying jenis fisik yang dialami oleh subjek laki-laki dan perempuan dengan t = 2,167 (p<0,05. Laki-laki lebih banyak mengalami bullying dibandingkan perempuan.

  9. GANGGUAN MOOD PADA STROKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gabriella Tantular

    2015-10-01

    Full Text Available Stroke adalah salah satu sindrom neurologi yang dapat menimbulkan kecacatan dalam kehidupanmanusia. Salah  satu gejala yang dapat  timbul  setelah  seseorang  terkena  stroke adalah gangguanmood. Gangguan mood berhubungan dengan disabilitas fisik, beratnya stroke dan gangguan kognitif.Gangguan mood yang ditemukan pada stroke adalah depresi, gangguan afektif bipolar dan mania.Gambaran  gejala  berhubungan dengan  lesi  anatomis  stroke. Terapi  yang diberikan dapat  berupafarmakologis, psikoterapi, dan rehabilitasi. [MEDICINA 2015;46:33-36].Stroke is one of neurology syndrome that cause disability in human life. One of the symptoms thatappear after stroke was mood disorder. Mood disorder were related to physical disability, severity ofstroke  and  cognitive  dysfunction. Mood  disorder  found  in  stroke was  depression,  affective  bipolardisorder, and mania. Symptoms were associated with anatomical lesion. Treatment for this disorderare pharmacologic treatment, psychotherapy, and rehabilitation. [MEDICINA 2015;46:33-36].

  10. Studi Kasus : Dermatofitosis pada Anjing Lokal

    OpenAIRE

    Hanif Wahyu Wibisono; Putu Ayu Sisyawati Putriningsih

    2017-01-01

    Dermatofitosis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh dermatofita. Tujuan dilakukan pemeriksaan pada anjing kasus adalah untuk mengetahui agen penyakit yang menyebabkan terjadinya banyak lesi pada kulit anjing tesebut. Pada pemeriksaan klinis terdapat kelainan seperti ditemukan lesi yang terdiri dari kombinasi alopesia anular, hiperkeratosis, makula, sisik dan krusta. Lesi-lesi tersebut ditemukan di bagian daun telinga, wajah, kaki depan, kaki belakang dan bagian perut. Anjing mengalam...

  11. Peranan Matriks Metaloproteinases Pada Lesi Karies Dentin

    OpenAIRE

    Baru Fajriani, Baru Fajriani

    2016-01-01

    Karies gigi merupakan suatu demineralisasi yang terlokalisasi pada permukaan gigi yang disebabkan oleh metabolisme asam organik dari mikroorganisme dalam mulut. Proses karies dan faktor risiko terjadinya pada gigi tetap dan sulung tidak berbeda, namun proses karies gigi sulung lebih cepat menyebar, meluas dan lebih parah dibandingkan gigi permanen. Kerusakan gigi menunjukkan corak tertentu yang memperlihatkan urutan permukaan dan jenis gigi sulung serta tingkat keparahannya pada setiap gigi. ...

  12. Makanan Tabu pada Ibu Hamil Suku Tengger

    OpenAIRE

    Lini Anisfatus Sholihah; Ratu Ayu Dewi Sartika

    2014-01-01

    Ibu hamil merupakan salah satu kelompok berisiko kekurangan gizi karena tabu terhadap makanan masih banyak dijumpai pada masyarakat dengan etnis budaya yang masih kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makanan tabu dan alasannya pada ibu hamil suku Tengger di Ngadas, Malang. Desain studi yang adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode diskusi kelompok terarah pada ibu hamil dan wawancara mendalam dengan tetua masyarakat, keluarga, serta petugas kesehatan. Hasil penelitian...

  13. Prevalensi Stomatitis Pada Masa Pubertas Berdasarkan Penyebabnya

    OpenAIRE

    Wardiningsih, Rahmy

    2012-01-01

    Skripsi alumni Fak. Kedokteran Gigi thn. 2011 latar belakang: Minimnya pengetahuan tentang kesehatan dan sikap cuek pada remaja membuat remaja sering mengabaikan hal-hal kecil yang dapat merusak kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah dalam mulut. Salah satu penyakit mulut yang paling populer pada remaja adalah stomatitis. tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi stomatitis pada siswa-siswi SMU Samudera Nusantara Maka...

  14. Apeksifikasi dengan mineral trioxide aggregate dan perawatan intracoronal bleaching pada gigi insisivus sentralis kiri maksila non vital diskolorasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. Inajati

    2016-08-01

    restoration.   ABSTRAK Gigi anterior rahang atas pada anak-anak maupun dewasa sering mengalami trauma. Akibatnya pulpa gigi yang akarnya belum terbentuk sempurna akan mengalami nekrosis, dan penutupan apeks terhenti yang menyebabkan apeks lebar dan terbuka. Apeks yang terbuka dapat diatasi dengan perawatan apeksifikasi. Mineral Trioxide Aggregate (MTA adalah bahan pilihan terbaik yang dipakai sebagai bahan apeksifikasi untuk pembentukan apical barrier. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk melaporkan keberhasilan penutupan apikal dengan menggunakan MTA pada gigi permanen insisivus sentralis kiri maksila non vital dengan apikal yang terbuka karena trauma. Pasien laki-laki usia 20 tahun dengan keluhan gigi depan atas kiri patah dan berubah warna. Kejadian trauma sejak usia 10 tahun karena jatuh dan terbentur lantai. Pemeriksaan klinis gigi non vital dengan fraktur Ellis kelas IV disertai apeks terbuka lebar dan diskolorasi. Pada gambaran radiografis menunjukkan apeks yang terbuka lebar dengan saluran akar besar serta terdapat radiolusensi periapikal. Perawatan yang dilakukan adalah apeksifikasi dengan MTA dilanjutkan obturasi dengan gutta percha dan sealer AH 26. Setelah seminggu kemudian dilakukan intracoronal bleaching dengan aplikasi sodium perborat dan hidrogen peroksida 30%. Sebelum perawatan, gigi berwarna kecoklatan (C4 setelah dilakukan perawatan menjadi warna putih kekuningan (B2. Seminggu setelah perawatan bleaching selesai kemudian dilakukan pemasangan pasak fiber, dilanjutkan dengan restorasi resin komposit kavitas kelas IV. Kontrol 2 minggu kemudian tidak menunjukkan adanya kelainan. Kesimpulan hasil perawatan apeksifikasi dengan MTA dapat mempercepat waktu perawatan dengan terbentuknya barier apikal yang merangsang penyembuhan dan dapat dilanjutkan dengan obturasi dengan gutta percha, kemudian dilakukan bleaching intracoronal bleaching dilanjutkan dengan restorasi akhir.

  15. Studi Kualitas Minyak Makanan Gorengan Pada Penggunaan Minyak Goreng Berulang

    OpenAIRE

    ARIYANI PARAMITHA, ANDI RESKI

    2012-01-01

    - Andi Reski Ariyani Paramitha, G 61108008. Studi Kualitas Minyak Makanan Gorengan Pada penggunaan Minyak Goreng Berulang. Dibawah bimbingan Meta Mahendradatta dan Zainal. Ringkasan Telah dilakukan penelitian mengenai studi kualitas minyak makanan gorengan pada penggunaan minyak goreng berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas minyak pada makanan gorengan pada penggorengan pertama, kedua, ketiga, keempat dan penggoreng...

  16. Hymenolepis sp, Cacing Pita Parasit Pada Tikus dan Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Marbawati

    2012-11-01

    Full Text Available Endoparasit pada tikus banyak macamnya. Hymenolepiphydae merupakan genus cacing pita yang biasa terdapat pada tikus. Cacing Pita (Cestoda pada umumnya memiliki ciri tubuh terdiri dari rangkaian segmen-segmen yang masing-masing disebut proglotid. Kepala disebut skoleks dan memiliki alat isap (sucker dan ada yang memiliki kait (rostellum terbuat dari kitin. Pembentukan segmen (segmentasi pada cacing pita disebut strobilasi.

  17. Analisa Spektrum Motor Imagery pada Sinyal Aktivitas Otak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Chandra

    2017-01-01

    Full Text Available Otak merupakan organ vital pada tubuh manusia yang berperan sebagai pusat kendali sistem saraf manusia. Sinyal yang dikeluarkan otak (EEG mengandung berbagai informasi yang dapat dimanfaatkan pada teknologi BCI. Salah satu informasi yang dapat digunakan adalah informasi motorik baik mengenai motor execution maupung motor imagery. Pada penderita stroke yang biasanya mengalami kelumpuhan pada anggota gerak tubuhnya, informasi mengenai motor imagery dapat dimanfaatkan untuk aplikasi Brain Computer Interface terutama dalam rehabilitasi kelumpuhan anggota gerak pasien tersebut. Pada penelitian ini dirancang sebuah alat sistem EEG untuk merekam sinyal EEG pada otak untuk menganalisa spektrum motor imagery pada sinyal aktivitas otak. Sistem terdiri dari rangkaian filter pasif, rangkaian proteksi, penguat isntrumentasi, common mode rejection, amplifier, dan filter. Pengujian dilakukan dengan membandingkan sinyal EEG pada tasking motor imagery dan motor execution. Selanjutnya, informasi motorik baik motor execution dan motor imagery dapat diaplikasikan lebih lanjut pada sistem BCI terutama pada rehabilitasi medik.

  18. Mudanças do esquema de convecção profunda Kain-Fritsch para a região do centro de lançamento de Alcântara Changes in the Kain-Fritsch convective parameterization deep scheme for the Alcântara launch center region

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Antonio Vicente Pereira Neto

    2011-12-01

    Full Text Available Foram realizadas mudanças no esquema de parametrização convectiva de Kain-Fritsch (KF2, para melhor representar a precipitação na região do Centro de Lançamento de Alcântara (CLA em simulações com o modelo regional MM5. Simulações de 24 h em um domínio aproximadamente centrado no CLA, com espaçamento de grade de 30 km foram realizadas para o período de 2005-2006 (calibração e 2008 (validação. O KF2 foi modificado sob a seguinte configuração: passo de tempo de 60 s, uso do esquema de convecção explícita warm rain e uso conjunto dos esquemas de convecção rasa de Grell e do KF2. As mudanças no KF2 foram: aumento da profundidade de nuvem necessária para disparar a convecção profunda e ajuste de alguns parâmetros da função disparo da convecção dependentes da velocidade vertical ascendente na coluna atmosférica. Com as modificações, houve expressiva melhoria na representação do total de precipitação e da fração dos dias do mês com chuva na escala mensal. O padrão espacial de erros no domínio, no entanto, não sofreu muitas alterações sobre o continente (em geral, a precipitação foi melhor representada sobre o continente do que sobre o oceano. Todas as etapas de mudanças e ajustes realizadas no trabalho poderão ser empregadas para melhorar a representação da precipitação em outras regiões específicas.Changes in the Kain-Fritsch convective parameterization scheme (KF2 were included to better represent the precipitation in simulations using the MM5 regional model for the Alcântara Launch Center (CLA region. Daily (24 h integrations for a 30 km grid spacing domain centered in CLA were performed for 2005-2006 (calibration and 2008 (validation. KF2 scheme was modified under the following simulation settings: time step of 60 s, use of warm rain scheme and joint use of Grell and KF2 shallow convection schemes. Changes in KF2 were: increase of minimum cloud depth to initiate deep convection and

  19. Persamaan Unsur Pokok Pada Suatu Merek Terkenal (Analisis Putusan MA Nomor 162 K/Pdt.Sus-HKI/2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dandi Pahusa

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract: Equation Basic Element In A Famous Brand (Analysis of the Decision of the Supreme Court Number 162 K / Pdt.Sus-IPR / 2014. Criteria for determining the equation of the constituents in a well-known brand that is the similarity of images, sounds, names, words, letters, numbers, color composition or a combination of these elements, either for goods or services that are similar or dissimilar based on general knowledge of the public, the brand earned a reputation as a massive campaign, and with evidence of the trademark registration in several countries. The impact of the decision of the Supreme Court Number 162 K / Pdt.Sus-IPR / 2014 for brand owners who have registered and well-known to always protect its brand, namely by taking into account the bad faith of the owner of the other brands. If there are other brands that have been registered in the Directorate General of Intellectual Property and published in General News Brands, the owner of the mark that has been registered in advance immediately appealed and the cancellation of the trademark. Abstrak: Persamaan Unsur Pokok Pada Suatu Merek Terkenal (Analisis atas Putusan MA Nomor 162 K/Pdt.Sus-HKI/2014. Kriteria penentuan persamaan unsur pokok pada suatu merek terkenal yaitu adanya kemiripan gambar, bunyi, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut, baik terhadap barang atau jasa yang sejenis maupun tidak sejenis yang didasarkan pada pengetahuan umum masyarakat, reputasi merek yang diperoleh karena promosi besar-besaran, dan disertai bukti pendaftaran merek tersebut di beberapa negara. Dampak dari putusan Mahkamah Agung Nomor 162 K/Pdt.Sus-HKI/2014 bagi pemilik merek yang telah terdaftar dan terkenal agar selalu melindungi mereknya yaitu dengan memperhatikan adanya itikad tidak baik dari pemilik merek lain. Apabila terdapat merek lain yang telah terdaftar di Dirjen HKI dan diumumkan dalam Berita Umum Merek, maka pemilik merek yang telah

  20. Hiperurisemia pada Pra Diabetes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellyza Nasrul

    2012-09-01

    Full Text Available AbstrakAsam urat (AU merupakan produk akhir dari katabolisme adenin dan guanin yang berasal dari pemecahannukleotida purin. Urat dihasilkan oleh sel yang mengandung xanthine oxidase, terutama hepar dan usus kecil.Hiperurisemia adalah keadaan kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,0 mg/dL.Pra diabetes adalah subjek yangmempunyai kadar glukosa plasma meningkat akan tetapi peningkatannya masih belum mencapai nilai minimaluntuk kriteria diagnosis diabetes melitus (DM. Glukosa darah puasa terganggu merupakan keadaan dimanapeningkatan kadar FPG≥100 mg/dL dan <126 mg/dL. Toleransi glukosa terganggu merupakan peningkatanglukosa plasma 2 jam setelah pembebanan 75 gram glukosa oral (≥140 mg/dL dan <200mg/dL dengan FPG<126 mg/dL.Insulin juga berperan dalam meningkatkan reabsorpsi asam urat di tubuli proksimal ginjal. Sehinggapada keadaan hiperinsulinemia pada pra diabetes terjadi peningkatan reabsorpsi yang akan menyebabkanhiperurisemia. Transporter urat yang berada di membran apikal tubuli renal dikenal sebagai URAT-1 berperandalam reabsorpsi urat.Kata kunci: Hiperurisemia, Pra DiabetesAbstractUric acid (AU is the end product of the catabolism of adenine and guanine nucleotides derived from thebreakdown of purines. Veins produced by cells containing xanthine oxidase, especially the liver and small intestine.Hyperuricemia is a state in the blood uric acid levels over 7.0 mg / dL.Pre-diabetes is a subject which has a plasmaglucose level will rise but the increase is still not reached the minimum value for the diagnostic criteria for diabetesmellitus (DM. Impaired fasting blood glucose is a condition in which increased levels of FPG ≥ 100 mg / dL and<126 mg / dL. Impaired glucose tolerance is an increase in plasma glucose 2 hours after 75 gram oral glucose load(≥ 140 mg / dL and <200mg/dl with FPG <126 mg / dL.Insulin also plays a role in increasing the reabsorption ofuric acid in renal proximal tubule. So that the hyperinsulinemia in the pre

  1. Perawatan Kandidiasis Pseuodomembran Akut dan Mukositis Oral pada Penderita Kanker Nasofaring yang Menerima Khemoterapi dan Radioterapi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Supriatno

    2016-10-01

    Full Text Available Latar belakang: Terapi radiasi merupakan metode primer perawatan pasien kanker leher dan kepala. Perubahan funsional dan kerusakan jaringan oral menyebabkan timbulnya mukositia oral yang diikuti dengan kandidiasis oral. Tujuan: Melaporkan efek samping perawatan khemoterapi dan radioterapi pada pasien kanker nasofaring yang terjadi di rongga mulut berupa kandidiasis pseudomembran akut dan mukositis oral serta penatalaksanaannya. Kasus: Seorang laki-laki, 69 tahun, datang ke Bagian Gigi dan Mulut RSUP Dr. Sardjito, atas rujukan dari instalasi Penyakit Dalam., RSUP Dr. Sardjito, dengan keluhan sakit untuk menelan makanan dan mulutnya banyak bercak-bercak putih. Keluhan dirasakan satu minggu setelah dilakukan khemoterapi ke-3 dan radioterapi ke-9. Pasien didiagnosa kanker nasofaring (NPC dengan klasifikasi T2N3M0. Pemeriksaan klinik menunjukkan adanya lapisan putih pada mukosa lidah, pipi, palatum, dan mukosa bibir. Seluruh mukosa mulut berwarna merah tua dan terdapat anguler cheilitis di kedua sudut bibir. Pasien diklasifikasikan menderita mukositis oral derajat 1. Penatalaksanaan: Menghilangkan jaringan nekrotik dan debris dengan berkumur larutan perhidrol 3% dan pemberian medikasi termasuk tablet nistatin 500.000 IU, betadin kumur, dan larutan perhidrol 3% selama 1 minggu. Saat reevaluasi, pasien sudah dapat menelan dan makan yang sedikit keras tanpa ada rasa sakit lagi. Pemeriksaan klinis didapatkan bercak putih di lidah, palatum, pipi dan bibir sudah tidak ada. Warna mukosa oral telah normal, OHI dan kondisi umum baik dalam 1 minggu pasca perawatan. Kesimpulan: Perawatan kandidiasis dan mukositis oral akibat kemoradioterapi pada pasien kanker nasofaring telah berhasil dan kondisi oral membaik. Pasien dapat mengunyah dan menelan makanan tanpa ada rasa sakit, dan hasil pengobatan yang diberikan pada pasien sesuai dengan harapan operator.   Background: Radiation therapy remains the primary method of treatment for patients with head and neck

  2. Analisis Perhitungan Panas Motor DC SHUNT Pada Saat Start Dan Pengereman ( Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU ).

    OpenAIRE

    Ginting, Eka Dian Arjuna

    2011-01-01

    Motor adalah mesin yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Pada motor arus searah energi listrik arus searah diubah menjadi energi mekanis. Dalam dunia industri, motor arus searah banyak digunakan sebagai penggerak pompa air, blower, hoist pada crane. Dalam operasi suatu motor DC maka akan timbul rugi – rugi panas sehingga terjadi kenaikan suhu yang menyebabkan kerusakan isolasi pada motor DC tersebut. Pada motor DC rugi – rugi panas lebih besar terjadi pada kea...

  3. Studi Analitik dan Numerik Perpindahan Panas pada Fin Trapesium (Studi Kasus pada Finned Tube Heat Exchanger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Zaini

    2013-09-01

    Full Text Available Penambahan fin pada pipa penukar kalor merupakan suatu upaya memperbesar perpindahan kalor konduksi dan konveksi, dengan cara memperluas bidang geometri. Pada penelitian ini dianalisa secara analitik dan numerik perpindahan kalor pada fin dengan profil longitudinal tidak seragam atau berubah terhadap jarak dari dasar fin, dengan memvariasikan ketebalan ujung fin. Hasil dari kedua studi ini tidak jauh berbeda, pada keduanya menjelaskan bahwa fin dengan ketebalan ujung 0,9 mm (fin trapesium terbalik paling baik dari 5 variasi lainnya; serta perubahan temperatur paling besar terjadi pada sepertiga pertama dari panjang  fin, ini artinya pelepasan kalor terbesar terjadi pada daerah tersebut. Perbedaannya adalah pada persentase penurunan temperatur sepanjang  fin terhadap temperatur dasar fin, untuk ketebalan 0,9 mm pada studi analitik sebesar 91,92% dan pada studi numerik sebesar 91,78%. Hal ini berarti metode penyelesaian persamaan diferensial orde 2 dengan koefisien variabel dengan cara pembedahan koefisien variabel pada ODE, sudah benar dan valid. Namun bila ditinjau dari waktu yang diperlukan untuk komputasinya, studi analitik membutuhkan waktu lebih lama. Waktu yang diperlukan dalam komputasinya tergantung dari fungsi koefisien variabel.

  4. Characteristics of local earthquake seismograms of varying dislocation sources in a stratified upper crust and modeling for P and S velocity structure: comparison with observations in the Koyna-Warna region, India

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    V. G. Krishna

    2016-01-01

    Full Text Available Vertical component record sections of local earthquake seismograms from a state-of-the-art Koyna-Warna digital seismograph network are assembled in the reduced time versus epicentral distance frame, similar to those obtained in seismic refraction profiling. The record sections obtained for an average source depth display the processed seismograms from nearly equal source depths with similar source mechanisms and recorded in a narrow azimuth range, illuminating the upper crustal P and S velocity structure in the region. Further, the seismogram characteristics of the local earthquake sources are found to vary significantly for different source mechanisms and the amplitude variations exceed those due to velocity model stratification. In the present study a large number of reflectivity synthetic seismograms are obtained in near offset ranges for a stratified upper crustal model having sharp discontinuities with 7%-10% velocity contrasts. The synthetics are obtained for different source regimes (e.g., strike-slip, normal, reverse and different sets of source parameters (strike, dip, and rake within each regime. Seismogram sections with dominantly strike-slip mechanism are found to be clearly favorable in revealing the velocity stratification for both P and S waves. In contrast the seismogram sections for earthquakes of other source mechanisms seem to display the upper crustal P phases poorly with low amplitudes even in presence of sharp discontinuities of high velocity contrasts. The observed seismogram sections illustrated here for the earthquake sources with strike-slip and normal mechanisms from the Koyna-Warna seismic region substantiate these findings. Travel times and reflectivity synthetic seismograms are used for 1-D modeling of the observed virtual source local earthquake seismogram sections and inferring the upper crustal velocity structure in the Koyna-Warna region. Significantly, the inferred upper crustal velocity model in the region

  5. MULTI INFEKSI PADA UDANG Litopenaeus vannamei : DIAGNOSIS DENGAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR DAN REVERSE TRANSCRIPTASE-POLYMERASE CHAIN REACTION (RT-PCR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isti Koesharyani

    2012-04-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan karena adanya masalah yang dihadapi seperti pertumbuhan udang yang tidak seragam (ukuran bervariasi, penampakan klinis yang abnormal dan organ yang tidak sempurna. Gejala tersebut akibat dari infeksi penyakit yang disebabkan oleh virus. Untuk mengetahui jenis virus yang menyerang udang tersebut, maka dilakukan analisis Polymerase Chain Reaction (PCR dan Reverse TranscriptasePolymerase Chain Reaction (RT-PCR menggunakan berbagai jenis spesifik primer WSSV, IHHNV, MBV, TSV, IMNV, dan PvNV. Sampel udang yang secara visual normal dan abnormal diambil lalu disimpan dalam larutan pengawet 90% Ethanol dan RNAlater kemudian dianalisis di laboratorium dengan metode yang sudah dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya. Hasilnya menunjukkan bahwa udang yang tumbuh lambat dan mempunyai rostrum bengkok dan warna otot daging memutih ternyata tidak hanya diserang oleh satu virus namun dua virus IHHNV dan IMNV. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan bahwa udang yang terserang IHHNV akan tumbuh lambat walaupun tidak mematikan, sedangkan udang yang diserang IMNV otot daging di tubuh memutih terutama pada bagian punggung dan dapat menimbulkan kematian.

  6. Analisis Musikal Lagu Etnik Pada Gitar Tunggal: Studi Kasus Pada Karya-Karya Jubing Kristianto

    OpenAIRE

    Purba, Wonter Lesson

    2015-01-01

    Penelitian ini menganalisis aransemen lagu etnik pada gitar tunggal dengan studi kasus pada karya-karya Jubing Kristianto dengan pendekatan kepada kajian musikal yang meliputi bagaimana proses analisis aransemen lagu etnik yang diadaptasikan ke gitar tunggal, bagaimana menganalisis musik yang mencakup analisis chord, iringan, bas, harmoni dan teknik-teknik pada gitar tunggal. Bagaimana gaya musik (gaya aransemen) dan gaya bermain gitar dalam aransmen Jubing Kristianto. Guna menjawab hal ini a...

  7. Otitis Media Supuratif Kronik pada Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Faris Pasyah

    2016-02-01

    Otitis media supuratif kronik (OMSK merupakan masalah pada anak dan remaja yang berdampak pada fisik, sosial serta psikologis dan mempunyai prevalensi yang tinggi. Kondisi ini merupakan proses peradangan akibat infeksi mukoperiosteum rongga telinga tengah yang ditandai oleh perforasi membran timpani dan keluar sekret yang terus menerus atau hilang timbul selama 3 bulan, serta dapat menyebabkan perubahan patologik yang permanen. Tujuan penelitian mengetahui gambaran OMSK pada anak. Penelitian dilakukan secara deskriptif retrospektif di poliklinik Otologi Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan-Kepala Leher (THT-KL RS Dr. Hasan Sadikin Bandung periode Januari 2012–Desember 2013. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis. Didapatkan pasien OMSK anak laki-laki 53% dan pasien anak perempuan 47%. Jumlah OMSK tipe benigna 83% dan tipe maligna 17%. Komplikasi terbanyak OMSK pada anak adalah mastoiditis 32%. Angka putus berobat pada pasien anak dengan OMSK sebesar 60%. Simpulan, penderita OMSK pada anak lebih banyak pada laki-laki tipe benigna dan angka pasien putus berobat masih banyak ditemukan.

  8. Kasus Serial : Aspirasi Peluit pada Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aci Mayang Sari

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakKasus aspirasi benda asing selalu memberikan tantangan bagi dokter spesialis Telinga Hidung TenggorokKepala dan Leher (THT-KL. Aspirasi benda asing lebih sering terjadi pada anak-anak khususnya pada umur 1-3tahun dan jarang terjadi pada dewasa. Aspirasi peluit pada anak merupakan kasus yang banyak terjadi pada golonganbenda asing anorganik. Untuk menegakkan diagnosis aspirasi benda asing diperlukan ketajaman anamnesis,pemeriksaan fisik dan hasil radiografi. Bronkoskopi merupakan teknik yang digunakan sebagai alat diagnostik danterapeutik pada kasus aspirasi benda asing. Kasus aspirasi peluit pada tiga orang anak (2 laki-laki dan 1 perempuantelah dilaporkan dan ditatalaksana menggunakan teknik bronkoskopi kaku.Kata kunci: Aspirasi benda asing, benda asing peluit, bronkoskopiAbstractForeign body aspiration continues to provide challenges for otorhinolaryngologists. Foreign body aspiration ismore common in children, especially at the age of 1-3 years and rarely occurs in adults. Whistle aspiration in childrenis a case that occurs in many inorganic foreign body type. The diagnosis of foreign body aspiration based ondiscernment anamnesis, physical examination and radiographic results. Bronchoscopy is a technique that is used as adiagnostic and therapeutic tool in cases of foreign body aspiration.Cases of whistle aspiration in 3 children (2 malesand 1 femalewas reported and treated using rigid bronchoscopy technique. Arial 9 italicKeywords: foreign body aspiration, a whistle foreign body, bronchoscopy.

  9. Adaptabilitas Anggrek Endemik Grammatophyllum scriptum Pada Berbagai Jenis Media dan Perlakuan ZPT Atonik Pada Tahap Aklimatisasi

    OpenAIRE

    Aritonang, Anggreini Viona Silvia Dewi

    2012-01-01

    Peubah yang diamati adalah persentase pertumbuhan tanaman (%), jumlah akar (buah), panjang akar (cm), jumlah daun (helai), panjang daun (cm), lebar daun (cm2) dan jumlah klorofil (butir/mm2) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis media berpengaruh nyata terhadap peubah amatan : panjang daun (cm) pada minggu ke-I dan minggu ke-12, lebar daun (cm) pada minggu ke-12, luas daun (cm2) pada minggu ke-12 dan jumlah klorofil (butir/mm2) pada minggu ke-12. Sedangkan terhadap peubah am...

  10. POVEZANOST PADA, STRAHA OD PADA I TJELESNE AKTIVNOSTI KOD STARIJIH OSOBA

    OpenAIRE

    Petrović, Nela; Đimoti, Renata; Zapalac, Marija; Kitanović, Jelena; Brizar, Ivica

    2016-01-01

    Uvod: Padovi su vodeći uzrok smrtnosti i ozljeđivanja kod starijih osoba koje za posljedicu imaju invalidnost i nepokretnost, što zahtjeva trajnu medicinsku skrb i visoke troškove liječenja. Vjerojatnost da će se dogoditi pad ili rizik od pada možemo pripisati osobnom uzroku, tj. karakteristikama svakog pojedinca, ali i utjecaju okoline. Cilj: Ispitati povezanost između pada, straha od pada i tjelesne aktivnosti te koji su najčešći uzroci pada kod starijih osoba. Ispitanici i metode: Is...

  11. KANDUNGAN KATEKIN DAN KUALITAS (WARNA AIR SEDUHAN, FLAVOR, KENAMPAKAN ENAM KLON TEH (Camellia sinensis (L. O. Kuntze DI KETINGGIAN YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyadi Mitrowihardjo

    2012-05-01

    Full Text Available Catechins Content and Quality (Colour, Flavor, Appearance of Six Tea Clones (Camellia sinensis (L. O. Kuntze at Different Altitude Growings  ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi klon-klon yang dapat memberikan katekin dan kualitas hasil yang tinggi yang diharapkan bermanfaat sebagai arahan perbaikan dalam pengembangan tanaman teh ke depan. Ketinggian tempat tumbuh (1200 – 1300 m dari permukaan laut dan 700 – 900 m dari permukaan laut yang diduga berpengaruh terhadap kualitas hasil juga dievaluasi, karena terkait dengan ketersediaan lahan pengembangan. Analisis catechin (C, epicatechin (EC, epigallocatechin (EGC, epicatechin gallate (ECG, epigallocatechin gallate (EGCG dilakukan dengan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography, sedang evaluasi kualitas (warna air seduhan, flavor, kenampakan dilakukan oleh tiga orang tester teh bersertifi kat. Hasil analisis menunjukkan bahwa total katekin yang tinggi diperlihatkan TRI 2025, PGL 10, GMB 9 di lokasi ketinggian 1200-1300 m dpl, dan total katekin tinggi juga diperlihatkan PGL 15, GMB 9, dan PGL 10 di lokasi ketinggian 700 – 900 m dpl. Skor warna air seduhan tidak menunjukkan perbedaan antar klon maupun antar lokasi, namun skor flavor GMB 7 dan PGL 15 unggul di lokasi atas maupun di lokasi bawah. Ada kecenderungan skor fl avor lebih unggul di lokasi bawah dibanding dengan lokasi atas. Skor kenampakan ampas setelah teh diseduh tinggi untuk PGL 15, TRI 2025, dan GMB 9 di lokasi atas, sedang TRI 2025 tinggi di lokasi bawah. Serupa dengan skor fl avor, skor kenampakan ampas teh berkecenderungan unggul di lokasi bawah. Kata kunci: Teh, ketinggian tempat, katekin, kualitas (warna air seduhan, fl avor, kenampakan  ABSTRACT The purpose of the study was to fi nd out high catechins content and quality of six tea clones which might contribute to tea clone improvements in the future. Altitudes growing (1200 – 1300 m above sea level and 700 – 900 m above sea level which

  12. Implementasi Teleconference pada Moodle dengan Apache Openmeetings

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Warsa Kumara

    2014-06-01

    Full Text Available Berbagai terobosan dalam teknologi internet melahirkan berbagai fasilitas baru dalam dunia pendidikan. Teleconfrence adalah salah satunya yang mampu memperkaya fitur e-learning yang terus berkembang baik fungsi maupun kemampuannya. Dari sekian banyak aplikasi teleconference berbasis web yang tersedia gratis, dipilih Apace OpenMeetings karena memiliki fitur dan dokumentasi yang memadai dan cukup mudah untuk diinstal. Tulisan ini membahas bagaimana implementasi teleconference pada Moodle dengan aplikasi open source Apache OpenMeetings. Penelitian dilakukan dengan studi literatur pada sejumlah artikel dan tulisan yang berkaitan dengan Moodle, teleconference dan Apache OpenMeetings. Pengujian dilakukan pada server elearning Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa, dengan mencoba melakukan conference pada sebuah topik dalam elearning. Server elearning yang digunakan memiliki spesifikasi processor core 2 duo 2,8 GHz dengan Ram 1 GB dan jaringan kabel dengan kecepatan 100 Mbps.

  13. Pemakaian Thermal Storage pada Sistem Pengkondisi Udara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herry Sunandar

    1999-01-01

    Full Text Available Air conditioning system consume 70 - 80 % of a building's energy requirement. Application of ice storage system can regulate electric load consumption so that its peak load can be controlled. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem pengkondisian udara memakai energi 70 - 80 % dari seluruh energy sebuah gedung. Penerapan ice storage pada sistem tersebut dapat mengatur pemakaian beban listrik sehingga pemakaian beban listrik pada beban puncak dapat dikontrol. Kata kunci : ice storage, chiller, sistem pengkondisi udara

  14. Tatalaksana Pencabutan Gigi Pada Penderita Talasemia

    OpenAIRE

    2008-01-01

    Talasemia adalah suatu kelainan genetik yang menyebabkan Hemoglobin abnormal. Gejala yang khas yaitu Anemia dan gigi anterior atas yang maju serta hipertropi maksila. Gambaran yang khas dijumpai pada anak talasemia adalah susunan gigi atas yang renggang, protrusi dan gigitan dalam. Kelainan gigi akibat gangguan pertumbuhan berupa persistensi gigi sulung serta hubungan gigi kaninus dan hubungan gigi molar satu permanen adalah : Kelas I Angle tidak berbeda dari anak yang normal pada umumnya. Ga...

  15. Performansi Parameter Throughput Pada Aplikasi DIAMON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismie Utami Farma

    2013-03-01

    Full Text Available Perancangan serta pembuatan sistem monitoring jaringan berupa sebuah aplikasi yang diberi nama DIAMON. Aplikasi ini merupakan aplikasi monitoring nilai throughput dari suatu device atau perangkat yang berada pada sebuah jaringan. Pemilihan throughput sebagai sesuatu yang dimonitoring dikarenakan throughput merupakan salah satu parameter Quality of Service (QoS. Aplikasi DIAMON memanfaatkan salah satu protokol yang dapat digunakan untuk memonitoring jaringan yaitu protokol Simple Network Management Protocol (SNMP yang didefinisikan oleh lembaga Internet Engineering Task Force (IETF pada RFC 1157. Dengan memanfaatkan protokol SNMP, setiap perangkat yang ingin dimonitoring dapat diidentifikasi seluruh informasi beserta nomor portnya. Pada SNMP, suatu identifikasi throughput dideskripsikan dengan tipe informasi IfInOctet untuk throughput in (masuk dan IfOutOctet untuk throughput out (keluar. Informasi yang diperoleh oleh server akan disimpan pada database. Database yang digunakan sebagai tempat penyimpanan data pada aplikasi DIAMON adalah MySQL. Selanjutnya informasi mengenai nilai throughput suatu device dapat di tampilkan pada sebuah web. Aplikasi DIAMON memiliki kinerja yang baik sebagai aplikasi monitoring jaringan karena nilai yang diperoleh tidak jauh berberda dengan salah satu NMS yaitu PRTG.  

  16. Analisis Kelelahan dan Hubungannya dengan Umur Material Pada Camshaft

    OpenAIRE

    Kurnia Brahmana

    2006-01-01

    Tekanan yang berubah-ubah secara berulang-ulang selama selang waktu tertentu pada bahan akan mengakibatkan kegagalan akibat kelelahan, selanjutnya penyebaran keretakan dan keretakan yang semakin melebar dan sehingga mengakibatkan patah. Umur lelah dari suatu bahan dipengaruhi oleh tingkat amplitudo dari beban yang diberikan kepada bahan tersebut, dan pada umumnya kelelahan pada benjolan camshaft terjadi mulai pada 50 juta getaran. Analisis kelelahan akibat stress, strain, dan gaya memberikan ...

  17. KETERBATASAN UJI SIGNLFIKANSI: ILUSTRASI PADA ANALISIS KORELASI 2 VARIABEL

    OpenAIRE

    2015-01-01

    Dalam penelitian kuantitatif yang sederhana, pada umumnya hipotesis yang diajukan oleh peneliti berwujud hipotesis nul atau hipotesis alternatif. Pada hipotesis nul yang jarang dilakukan, peneliti menyatakan bahwa tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan. Sedangkan pada hipotesis alternatif yang Iebih sering dilakukan,peneliti menyatakan bahwa ada hubungan atau ada perbedaan. Pada kesempatan ini, fokusnya adalah hipotesis alternatif sebagai acuan bagi pembicaraan selanjutnya dengan hanya m...

  18. SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATUR PADA DINDING BIOREAKTOR ANAEROB SECARA REAL TIME

    OpenAIRE

    Ika Nurina Rachmawati; Rony Dwi Noriyati; Totok Soehartanto

    2013-01-01

    Temperatur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses anaerob pada bioreaktor. Dimana pertumbuhan mikroorganisme dipengaruhi oleh perubahan suhu. Maka dari itu akan dilakukan pengendalian temperatur secara real-time pada dinding tabung bioreaktor anaerob. Pengendalian temperatur berguna untuk menjaga suhu permukaan bioreaktor saat terjadi perubahan cuaca dari luar. Sebab jika temperatur dinding dijaga pada suhu 35 0C maka temperatur dalam tabung bioreaktor akan berada pada range ope...

  19. PREVALENSI TOXOCARIASIS PADA SAPI BALI DI KABUPATEN MAROS

    OpenAIRE

    FEBRIANTI T, SRI

    2016-01-01

    2015 SRI FEBRIANTI T. O 11111111 Prevalensi Toxocariasis pada Sapi Bali di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Dibimbing oleh Lucia Muslimin dan Hadi Purnama Wirawan Toxocariasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing Toxocara vitulorum. Toxocara vitulorum memperbanyak diri di dalam saluran pencernaan dan menyebabkan kerusakan pada jaringan dan selanjutnya dapat mengakibatkan gangguan pada proses digesti. Dalam penelitian ini data dianalisis dengan menggunakan meto...

  20. ASPEK HUKUM TRANSAKSI PERDAGANGAN LINTAS BATAS PADA DAERAH PERBATASAN

    OpenAIRE

    MUKHTAR, ZULKIFLI

    2014-01-01

    2014 Zulkifli Mukhtar, stambuk B111 10 905, Aspek Hukum Transaksi Perdagangan Lintas Batas pada Daerah Perbatasan, di bawah bimbingan Prof. Juajir Sumardi SH MH, selaku pembimbing I, dan Maskun SH LL.M, selaku pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi dan aturan pada transaksi perdagangan lintas batas pada daerah perbatasan khsusunya daerah perbatasan Indonesia ??? Malaysia di pulau Sebatik, dan mengetahui pengar...

  1. Aktifitas Listrik pada Otot Jantung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lili Irawati

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakKontraksi sel otot jantung terjadi oleh adanya potensial aksi yang dihantarkan sepanjang membran sel otot jantung. Jantung akan berkontraksi secara ritmik, akibat adanya impuls listrik yang dibangkitkan oleh jantung sendiri. Potensial aksi pada membran saraf dan otot rangka dapat terjadi bila ada rangsangan dari luar sedangkan pada membran sel otot jantung potensial aksi dapat terjadi tanpa adanya rangsangan. Berbeda dari sel saraf dan sel otot rangka yang memiliki potensial membran istirahat. Sel-sel khusus jantung tidak memiliki potensial membran istirahat. Sel-sel ini memperlihatkan aktivitas “pacemaker” (picu jantung berupa depolarisasi lambat yang diikuti oleh potensial aksi apabila potensial membran tersebut mencapai ambang tetap. Hal ini menimbulkan potensial aksi secara berkala yang akan menyebar keseluruh jantung untuk menyebabkan jantung berdenyut secara teratur tanpa adanya rangsangan melalui saraf. Potensial aksi sel otoritmik jantung mempunyai 4 fase: fase 0 (depolarisasi cepat, fase 1 (repolarisasi awal, fase 2 (plateu, fase 3 (repolarisasi cepat, fase 4 (istirahat.Kata kunci: aktifitas listrik otot jantung, potensial aksi AbstractThe heart muscle cells contraction occur by potential act delivered throughout heart muscle cell. The heart will contract ryhtmically, result from existence of electric impulses excited by heart its self. The potential act at cells membrane of nerve cells and striated muscle can occur when there is stimuli from outer, while cells membrane of heart muscle can occur without stimuli. Nerve cells and striated muscle cells have rest potential membrane, specific heart cells have no rest potential membrane. These cells show “pacemaker activity, are slow depolarization followed with potential act when the potential membrane reach the stable threshold. Therefore, the potential act appear periodically that will spread throughout the heart and cause heart bite regularly without stimuli via nerve. The

  2. HUBUNGAN RIWAYAT OBESITAS PADA ORANGTUA DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Lia Juliantini

    2015-01-01

    Full Text Available Prevalensi obesitas mengalami peningkatan setiap tahunnya, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Obesitas terjadi akibat pengaruh beberapa faktor, salah satunya adalah riwayat obesitas pada orangtua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara riwayat obesitas pada orangtua dengan kejadian obesitas pada anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif analitik dengan metode pendekatan cross-sectional dan sampel sebanyak 128 anak sekolah dasar. Status gizi obesitas ditentukan dengan indeks massa tubuh menurut usia dan jenis kelamin, apabila persentil ? 95, maka disebut sebagai obesitas berdasarkan Center for Disease Center and Prevention (CDC 2000. Data dianalisis dengan menggunakan Chi-square. Nilai p dinyatakan bermakna secara statistik jika p<0,05. Pada penelitian ini didapatkan 43 anak yang mengalami obesitas. Dari hasil uji bivariat didapatkan kedua orangtua yang obesitas memiliki anak obesitas sebanyak 75% dengan nilai p=0,001, OR=10,5, CI 95%= 3,168;34,803,  ayah obesitas yang memiliki anak obesitas sebanyak 30% dengan nilai p=0,393, OR=1,5, CI 95%= 0,591;3,810,  ibu obesitas yang memiliki anak obesitas sebanyak 28,6% dengan nilai p=0,618, OR=1,4, CI 95%= 0,372;5,268, serta non obesitas yang memiliki anak obesitas sebanyak 22,2%. Simpulan penelitian ini, bahwa kedua orangtua yang obesitas mempunyai hubungan yang signifikan dengan obesitas pada anak sekolah dasar.

  3. ANALISIS BEBAN PENDINGIN PADA RUANG KULIAH PRODI NAUTIKA JURUSAN KEMARITIMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mika Patayang

    2014-12-01

    Full Text Available Kenyamanan dalam suatu ruangan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang efektifitas kegiatan seseorang berada dalam ruang yang sejuk membuat semua orang merasa nyaman oleh karenan itu pengkondisian udara suatu ruangan sangat perlu diperhatikan. Pada penelitian ini dilakukan untuk menghitung beban pendingin pada ruang kuliah nautika pada Jurusan Kemaritiman dimana dalam penelitian ini beban pendingin berasal dari perpindahan panas melalui dinding, perpindahan panas melalui kaca, panas dari taruna/I dan panas da ri lampu.Penelitian dilakukan pada pukul 08.00;12.00 dan 16.00 dari hasil penelitian diperoleh bahwa beban pendingin pada pukul 08.00 sebesar 6384,990 Watt, beban pendingin pada pukul 12.00 sebesar 3719,3402 Watt, bebab pendingin pada pukul 16.00 sebesar 4886,9729 Watt. dari hasil diatas disarankan bahwa untuk memperoleh kenyamanan dalam ruang kelas nautika dibutuhkan minimal 2 AC 1 PK

  4. OPTIMASI WEBSITE BERBASIS CMS PADA GOOGLE PEGESPEED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizki Muliono

    2016-08-01

    Full Text Available Abstrak—Saat ini banyak web berkembang di dunia maya dengan berbagai nama domain dan platform script yang membangunnya, baik itu dibangun  secara manual koding dan menggunakan CMS (content management system dengan berbagai bahasa pemrograman web seperti php, asp, phyton, jsp, java script dan bahasa pemrograman web lainnya. Melihat kebutuhan dan waktu yang di perlukaan saat sekarang ini pengguna web lebih dijadikan patokan sebagai dasar survei dalam menilai baik dan buruknya website ketika diakses desain dan tampilan yang disajikan serta yang lebih utama adalah kecepatan dan  responsibility website tersebut ketika diakses oleh user, sehingga  pengembang web sendiri harus di dalam memilih platform pembentuk situs nya baik desain scripting dan management data. Salah satunya adalah wordpress sebagai frame CMS yang memudahkan bagi pengguna untuk membangun website atau situs dengan cepat dan mudah, namun semakin berkembangnya data dan semakin update wordpress yang di gunakan maka ada beberapa hal yang perlu di perhatikan salah satunya kecepatan akses dan render html pada situs yang menggunakan platform CMS Wordpress maka di butuhkan optimasi dalam memecahkan permasalahan umum yang sering terjadi pada CMS Wordpress tersebut. Pada jurnal ini wordpress di optimasi dengan menggunakan plugin yang membantu kecepatan akses dan render pada website berbasis CMS Wordpress diatanranya Leverage Browser Caching, JS & CSS Script Optimizer, Above The Fold, Plugin Chace hasil yang didapatkan adalah ujicoba testpage pada google page-speed mendapatkan peningkatan point yang jauh lebih baik dan kecepatan akses bertambah. Keywords— Wordpress Optimasi, Page-Speed, Website

  5. Diskritisasi Pada Sistem Persamaan Diferensial Parsial

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khusnul Khamidiyah

    2014-11-01

    Full Text Available Persamaan Meinhardt merupakan sebuah model matematika yang menggambarkan pola pembentukan sel pada hydra. Hans Meinhardt menggunakan jenis persamaan difusi untuk menggambarkan bagaimana variabel-variabel berkembang biak, mati, bergerak dan berinteraksi. Bentuk model yang dirumuskan oleh Meinhardt tersebut merupakan model kontinu, sehingga salah satu studi yang dapat diterapkan pada model Meinhardt adalah dilakukannya diskritrisasi. Diskritisasi merupakan proses kuantisasi sifat-sifat kontinu. Salah satu metode yang dapat memperkirakan bentuk diferensial kontinu menjadi bentuk diskrit ialah metode beda hingga. Sehingga dalam penelitian ini akan dilakukan proses diskritisasi pada model pembentukan sel. Metode yang digunakan adalah beda hingga skema Crank-Nicolson yang merupakan pengembangan dari skema eksplisit dan implisit. Kelebihan dari skema Crank-Nicolson adalah nilai error yang lebih kecil dari pada skema eksplisit dan implisit. Dalam penelitian ini digunakan beda hingga maju untuk turunan x dan beda hingga pusat untuk turunan t pada persamaan activator a(x,t dan inhibitor b(x,t. Langkah-langkah yang dilakukan adalah dimulai dengan menganalisis persamaan Meinhardt dan dilanjutkan dengan diskritisasi.

  6. Application of polarization ellipse technique for analysis of ULF magnetic fields from two distant stations in Koyna-Warna seismoactive region, West India

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    F. Dudkin

    2010-07-01

    Full Text Available A new approach is developed to find the source azimuth of the ultra low frequency (ULF electromagnetic (EM signals believed to be emanating from well defined seismic zone. The method is test applied on magnetic data procured from the seismoactive region of Koyna-Warna, known for prolonged reservoir triggered seismicity. Extremely low-noise, high-sensitivity LEMI-30 search coil magnetometers were used to measure simultaneously the vector magnetic field in the frequency range 0.001–32 Hz at two stations, the one located within and another ~100 km away from the seismic active zone. During the observation campaign extending from 15 March to 30 June 2006 two earthquakes (EQs of magnitude (ML>4 occurred, which are searched for the presence of precursory EM signals.

    Comparison of polarization ellipses (PE parameters formed by the magnetic field components at the measurement stations, in select frequency bands, allows discrimination of seismo-EM signals from the natural background ULF signals of magnetospheric/ionospheric origin. The magnetic field components corresponding to spectral bands dominated by seismo-EM fields define the PE plane which at any instant contains the source of the EM fields. Intersection lines of such defined PE planes for distant observation stations clutter in to the source region. Approximating the magnetic-dipole configuration for the source, the magnetic field components along the intersection lines suggest that azimuth of the EM source align in the NNW-SSE direction. This direction well coincides with the orientation of nodal plane of normal fault plane mechanism for the two largest EQs recorded during the campaign. More significantly the correspondence of this direction with the tectonic controlled trend in local seismicity, it has been surmised that high pressure fluid flow along the fault that facilitate EQs in the region may also be the source mechanism for EM fields by electrokinetic effect.

  7. PENGARUH MINYAK ATSIRI JAHE MERAH DAN LENGKUAS MERAH PADA EDIBLE COATING TERHADAP KUALITAS FILLET IKAN PATIN (Effect of Edible Coating Enriched with Red Ginger and Red Galangal Essential Oil on the Quality of Patin Fillet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohula Utami

    2014-02-01

    edible coating will retain the patin fillets quality. In terms of microbial quality and TVB value, 1% essential oil of red ginger and red galangal enrichment in edible coating could extend shelf life of patin fillets for 2-4 days. Keywords: Edible coating, essential oil, patin, red ginger, red galangal   ABSTRAK Penentuan pengaruh penambahan minyak atsiri jahe merah dan lengkuas merah dalam edible coating terhadap kualitas fillet ikan patin selama penyimpanan dingin dilakukan pada periode waktu 8 hari. Parameter kualitas ikan yang dianalisis adalah kualitas mikrobiologis (Total Plate Count/TPc, dan kualitas fisikokimia (Total Volatile Bases/TVB, Thiobarbituricacid/TBa, pH, dan warna. Variasi perlakuan fillet ikan patin yaitu konsentrasi minyak atsiri (0 %; 0,1%; 1% yang ditambahkan dalam edible coating. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penambahan minyak atsiri baik jahe merah maupun lengkuas merah berpengaruh terhadap kualitas fillet ikan patin selama penyimpanan dingin. Penambahan minyak atsiri dalam edible coating mampu mempertahankan kualitas fillet ikan patin lebih baik dibandingkan perlakuan edible coating tanpa minyak atsiri. Berdasarkan kualitas mikrobiologis dan nilai TVB, perlakuan minyak atsiri jahe merah 1% dan minyak atsiri lengkuas merah 1% mampu meningkatkan umur simpan fillet ikan patin selama 2-4 hari. Kata kunci: Edible coating, jahe merah, lengkuas merah, minyak atsiri, patin

  8. MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI PARAMETER KUALITAS TOMAT BERDASARKAN PARAMETER WARNA RGB (An artificial neural network model for predicting tomato quality parameters based on color

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudiati Evi Masithoh

    2013-03-01

    Full Text Available Artificial neural networks (ANN was used to predict the quality parameters of tomato, i.e. Brix, citric acid, total carotene, and vitamin C. ANN was developed from Red Green Blue (RGB image data of tomatoes measured using a developed computer vision system (CVS. Qualitative analysis of tomato compositions were obtained from laboratory experiments. ANN model was based on a feedforward backpropagation network with different training functions, namely gradient descent (traingd, gradient descent with the resilient backpropagation (trainrp, Broyden, Fletcher, Goldfrab and Shanno (BFGS quasi-Newton (trainbfg, as well as Levenberg Marquardt (trainlm.  The network structure using logsig and linear (purelin activation function at the hidden and output layer, respectively, and using  the trainlm as a training function resulted in the best performance. Correlation coefficient (r of training and validation process were 0.97 - 0.99 and 0.92 - 0.99, whereas the MAE values ​​ranged from 0.01 to 0.23 and 0.03 to 0.59, respectively. Keywords: Artificial neural network, trainlm, tomato, RGB   Jaringan syaraf tiruan (JST digunakan untuk memprediksi parameter kualitas tomat, yaitu Brix, asam sitrat, karoten total, dan vitamin C. JST dikembangkan dari data Red Green Blue (RGB  citra tomat yang diukur menggunakan computer vision system. Data kualitas tomat diperoleh dari analisis di laboratorium. Struktur model JST didasarkan pada jaringan feedforward backpropagation dengan berbagai fungsi pelatihan, yaitu gradient descent (traingd, gradient descent dengan resilient backpropagation (trainrp, Broyden, Fletcher, Goldfrab dan Shanno (BFGS quasi-Newton (trainbfg, serta Levenberg Marquardt (trainlm. Fungsi pelatihan yang terbaik adalah menggunakan trainlm, serta pada struktur jaringan digunakan fungsi aktivasi logsig pada lapisan tersembunyi dan linier (purelin pada lapisan keluaran. dengan 1000 epoch. Nilai koefisien korelasi (r pada tahap pelatihan dan validasi

  9. Penanggulangan Karies Rampan Serta Keluhannya Pada Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heriandi Sutadi

    2015-09-01

    Full Text Available Karies rampan merupakan masalah yang sering ditemukan pada anak usia balita. Adanya karies rampan dapat menyebabkan berbagai masalah, terutama yang berhubungan dengan kesehatan umum anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Pada anak dengan karies rampan sering kali ditemukan keluhan seperti : anak sulit makan karena adanya rasa sakit bila mengunyah, makan sering diemut, bahkan lebih lanjut sering terjadi pembengkakan atau abses. Berbagai penyebab faktor terjadinya karies rampan, akan tetapi yang utama adalah kurangnya kebersihan mulut, struktur gigi yang kurang baik, seringnya makan makanan yang mengandung gula, serta adanya aktifitas bakteri seperti karies yang tinggi. Karies rampan harus segera ditanggulangi terutama untuk menghentikan keluhan yang dirasakan, menghilangkan faktor penyebab utama, menanggulangi akibat adanya patologis pada gigi dan jaringan mulut lainnya. Selanjutnya melakukan pencegahan secara berkesinambungan agar kesehatan gigi dan mulut dapat terjaga dengan baik.

  10. Studi Kinetika Dekomposisi Glukosa pada Temperatur Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fika Anjana

    2014-09-01

    Full Text Available Glukosa banyak dimanfaatkan untuk proses dekomposisi dan menghasilkan beberapa senyawa anorganik, dalam penelitian ini salah satu produk yang di hasilkan dalam produksi dekomposisi glukosa adalah HMF (5-hydroxymethyl-2-furaldehyde. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses dekomposisi glukosa pada tekanan dan temperature tinggi dimana tekanan dibuat konstan 10 atm dengan bantuan gas nitrogen sedangkan temperature berkisar antara 140-180 °C. Pengaruh konsentrasi asam sulfat dipelajari untuk mengetahui aspek kinetika. Dari penelitian ini didapat dekomposisi glukosa mengikuti orde satu dengan 5-HMF sebagai produk paling banyak sedangkan harga energi aktivasi didapat paling besar 1426.68 J/mol pada komsemtrasi asam sulfat 0.4 N dan konsentrasi HMF paling banyak didapat pada suhu 180, waktu 40 menit sebesar 0.00949 mol/L dengan konsentrasi asam sulfat sebesar 0.4 N.

  11. PENGUKURAN AKTFITAS FISIK PADA USIA LANJUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dien GA Nursa

    2008-09-01

    Full Text Available Kehilangan fungsi pada Usia lanjut merupakan tahapan akhir dari berbagai penyakit yang dialami Usia lanjut. Kemunduran fungsional berarti menurunnya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan hal ini dapat diukur dengan menilaiADL (Activity Daily Life, termasuk didalamnya mobility, eating, toileting, dressing, grooming. Halini dapat pula dilanjutkan dengan memeriksa aktivitas tambahan sehari-hari IADL seperti berbelanja, pergi ke bank, memasak, menyetir, membersihkan rumah atau menggunakan fasilitas kendaraan umum. Sebagai tambahan, pemeriksaan objektif dari fungsi kognitif dan perilaku serta ekonomi, sosial, emosionaljuga dibutuhkan untuk memperoleh data yang lengkap mengenai fungsi tubuh yang berhubungan dengan kesehatan pada Usia lanjut.

  12. Faktor Risiko Malnutrisi pada Balita

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titik Kuntari

    2013-07-01

    Full Text Available Gizi buruk yang merupakan masalah penting di semua negara-negara miskin dan berkembang bertanggung jawab terhadap 60 persen kematian balita. Prevalensi balita gizi buruk di Indonesia tergolong tinggi, pada 2005, berbagai propinsi di Indonesia melaporkan 76.178 balita mengalami gizi buruk. Kasihan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Bantul berbatasan dengan Kotamadya Yogyakarta yang menghadapi permasalahan gizi buruk. Tujuan penelitian adalah mengetahui angka kejadian dan faktor risiko gizi buruk di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol meliputi kelompok kasus 54 balita malnutrisi dan kelompok kontrol 54 balita gizi baik. Status gizi ditentukan berdasarkan Z score berat badan menurut umur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu yang tinggi (OR = 0,4 ; 95% CI = 0,19 - 0,79, jarang kelahiran lebih dari 60 bulan (OR = 0,3; 95% CI = 0,11 - 0,90, berat lahir normal (OR = 0,2; 95% CI = 0,10 - 0,60, dan riwayat penyakit kronis (OR = 0,3; 95% CI = 0,14 - 0,80 merupakan faktor protektif malnutrisi pada balita. Malnutrisi tidak berhubungan dengan umur ibu, paritas, tingkat pendidikan ayah, pendapatan keluarga, riwayat ASI, anggota keluarga yang merokok dan imunisasi campak. Malnutrition is one of the leading causes of morbidity and mortality in children under five years of age in developing countries. Malnutrition significantly increases the risk of infant and child death. Although the incidence of malnutrition in Yogyakarta lower than other provinces in Indonesia, the prevalence of severe malnutrition of children under five years of age was 1.14%. the objective of this study were to identify and determine the risk factors for malnutrition in children under the five years of age in Kasihan 1, Bantul District. Case control design was conducted among 54 children under the age of five with malnutrition (z score <-2 Deviation Standart and 54 comparison children from Kasihan 1. The

  13. Penggunaan Backpropagation Neural Network Pada Relay Jarak Untuk Mendeteksi Gangguan Pada Jaringan Transmisi

    OpenAIRE

    Ibnu Hajar

    2009-01-01

    Relay jarak digunakan untuk mengamankan jaringan transmisi dari gangguan hubung singkat, biasanya dirancang dengan range setting yang tetap. Jika impedansi jaringan transmisi yang akan diamankan tidak berada derange setting impedansi relay jarak, maka relay tidak bias bekerja. Penggunaan backpropagation neural network pada relay jarak untuk mendeteksi gangguan dengan mengenali pola-pola bentuk gelombang tegangan dan arus. Prinsip dari backpropagation neural network pada aplikasi relay jarak a...

  14. SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATUR PADA DINDING BIOREAKTOR ANAEROB SECARA REAL TIME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Nurina Rachmawati

    2013-03-01

    Full Text Available Temperatur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses anaerob pada bioreaktor. Dimana pertumbuhan mikroorganisme dipengaruhi oleh perubahan suhu. Maka dari itu akan dilakukan pengendalian temperatur secara real-time pada dinding tabung bioreaktor anaerob. Pengendalian temperatur berguna untuk menjaga suhu permukaan bioreaktor saat terjadi perubahan cuaca dari luar. Sebab jika temperatur dinding dijaga pada suhu 35 0C maka temperatur dalam tabung bioreaktor akan berada pada range operasionalnya. Sistem pengendalian temperatur pada dinding bioreaktor berupa elemen pemanas atau heater yang diletakkan pada dinding bioreaktor. Pengukuran temperatur dilakukan pada 3 posisi yaitu temperatur luar, temperature dinding dan temperatur dalam tabung bioreaktor. Pengujian sistem pengendalian dilakukan dengan memberi gangguan pada dinding bioreaktor berupa aliran air dingin pada dinding bioreaktor ketika kondisi telah stabil dengan mengamati pHnya. Pemberian gangguan dilakukan selama beberapa saat hingga terjadi penurunan temperatur di dalam tabung bioreaktor. Dengan turunnya temperatur maka kontroler akan bekerja untuk mencapai temperatur yang diinginkan sesuai dengan setpoint yang diberikan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pengendalian temperatur berhasil menjaga suhu dinding bioreaktor anaerob pada suhu 35 0C dari temperatur 25 0C dalam waktu 1900 detik.

  15. PEMILIHAN TIPOGRAFI PADA JUDUL FILM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddi Duto Hartanto

    2003-01-01

    Full Text Available Visual communication design can t be seperated from typography and its related subject. The development of typography is more effected by culture and making technic. The typography character can be percepted in many different ways. The choice of alphabet character is not easy like we imagine%2C the amount of thousand and event milion characters make designers have to be careful to make selection for their design. Finnaly%2C this article tries to discuss the selection of typography for film title. Abstract in Bahasa Indonesia : Desain komunikasi visual tidak bisa dilepaskan dengan tipografi sebagai unsur pendukungnya. Perkembangan tipografi banyak dipengaruhi faktor budaya serta teknik pembuatannya. Karakter tipografi yang ditimbulkan dari bentuk hurufnya bisa dipersepsikan berbeda-beda. Pemilihan huruf tidak semudah yang dibayangkan%2C jumlah huruf yang ribuan bahkan jutaan membuat desainer harus cermat memilih tipografi yang tepat untuk karyanya.Artikel ini membahas pemilihan huruf pada judul film. typography%2C character typography%2C typography film.

  16. Implementasi Rails Pada Pengembangan Aplikasi Web: Universociety

    OpenAIRE

    Fenti, Des Erita

    2010-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi web berdasarkan gaya arsitektur Representational State Transfer (REST) dengan mempergunakan framework Rails 2. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan teknik Model-View-Controller (MVC) yang terdapat pada framework Rails. Pengembangan aplikasi tersebut meliputi pemodelan data dan pengembangan antarmuka publik berbentuk web service untuk mengakses resource yang dikandung aplikasi. Objektif utama aplikasi web adalah untuk melihat sejauh mana REST ...

  17. Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kesepian Pada Lansia

    OpenAIRE

    2010-01-01

    Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk melihat pengaruh dukungan sosial terhadap kesepian pada lansia. Dukungan sosial adalah suatu dorongan atau bantuan seperti kenyamanan dan perhatian, yang diberikan oleh orang-orang disekitar individu yang sedang mengalami kesulitan, agar individu tersebut merasa dicintai, diperhatikan, dihargai dan bernilai. Kesepian adalah suatu perasaan tidak menyenangkan disebabkan adanya ketidaksesuaian antara hubungan sosial yang diharapkan dengan ...

  18. ANALISA TINGKAT KEJADIAN STOMATITIS PADA PENDERITA TUNANETRA

    OpenAIRE

    MUH., ikhsan.s

    2012-01-01

    2011 Tujuan: Untuk Mengetahui tingkat kejadian dan faktor yang mempengaruhi terjadinya stomatitis pada penderita tunanetra. Desain: Penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian observasional yaitu suatu rancangan penelitian dimana mengamati objek tanpa melakukan intervensi kepada objek tersebut. Pengaturan Studi: Penelitian ini dilakukan di Panti Tunanetra Yukartuni, Panti Guna Yapti, dan YPKCNI Makassar. Penelitian dilakukan selama satu minggu Bahan dan Metode: Populasi yang ...

  19. IDENTIFIKASI SPESIES CANDIDA ALBICANS PADA PENDERITA ANGULAR CHEILITIS

    OpenAIRE

    Mu`min, Mulia Sari

    2012-01-01

    2011 Abstrak Candida albicans merupakan jenis Candida yang menginfeksi semua organ tubuh manusia, dapat ditemukan pada semua golongan umur, baik pada pria maupun wanita. Candida albicans merupakan fungi patogen oportunistik yang paling sering menginfeksi rongga mulut. Fungi ini dapat ditemukan pada seluruh permukaan rongga mulut, yaitu lidah (punggung lidah merupakan tempat yang disukai Candida albicans untuk tumbuh dan berkembang biak), pipi, mukosa palatal, plak gigi, karies gigi, flo...

  20. IDENTIFIKASI MIKROORGANISE STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA PENDERITA ANGULAR CHEILITIS

    OpenAIRE

    MINARTI, NURHAERATUL

    2012-01-01

    2011 Pada suatu penelitian tentang Angular cheilitis ditemukan Staphylococcus aureus hampir dua kali dari candida albicans. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh Staphylococcus aureus pada penyakit Angular cheilitis. Sampel penelitian adalah 30 pasien yang datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Halimah Daeng Sikati Kandea Bagian Penyakit Gigi dan Mulut dalam periode waktu bulan Oktober-November 2011. Apusan pada permukaan lesi angular cheilitis dima...

  1. PENGARUH KADAR KARBON PADA PROSES GASIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abrar Riza

    2017-02-01

    Full Text Available Investigasi proses gasifikasi dilakukan dengan pemodelan termodinamik. Kuantifikasi unjuk kerja proses gasifikasi  dinyatakan dengan kadar H2 dan kadar CO dalam gas produser, temperatur dan efisiensi termal. Investigasi pengaruh kadar karbon terhadap unjuk kerja proses gasifikasi dilakukan dengan simulasi menggunakan batubara: lignit, bituminus dan antrasit. Ketiga jenis batubara diharapkan mewakili tingkatan kadar karbon. Kajian termodinamika digunakan sebagai piranti prediksi kinerja gasifikasi dan dapat melihat efek berbagai faktor secara cepat. Penyimpangan kinerja gasifier aktual terhadap hasil prediksi termodinamika sering ditemui dan biasanya dianggap sebagai akibat faktor-faktor teknis yang berhubungan dengan laju proses, misalnya pengontakan partikel dengan medium gasifikasi. Pada makalah ini, kajian termodinamika disempurnakan dengan melibatkan pemodelan dekomposisi batubara yang sangat tergantung pada jenis batubara dalam hal ini mewakili kadar karbon. Harapannya, pengabungan model dekomposisi batubara yang diusulkan dalam penelitian ini dan model kesetimbangan reaksi konvensional menghasilkan kajian termodinamika yang lebih rasional. Hasil dari kajian termodinamika digunakan sebagai piranti prediksi kinerja gasifikasi dengan mempertimbangkan kadar karbon batubara. Fraksi mol gas hidrogen maksimum yang dihasilkan lignit lebih tinggi daripada antrasit dan bituminus, berturut-turut 0,43 dan 0,25. Fraksi mol maksimum gas hidrogen dari lignit berada pada laju udara/batubara sekitar 1,2 kg/kg sedangkan antrasit dan bituminus berada pada sekitar 3 kg/kg. Temperatur proses gasifikasi, seperti diduga sangat dipengaruhi oleh jenis batubara. Sesuai dengan kadar H2, temperatur gasifikasi  sebaiknya dijaga sekitar 1000 oC (Ru = 2,4 dan 4 berturut-turut untuk batubara lignit, antrasit dan bituminus. Keuntungan pada temperatur sekitar 1000 oC, tar secara praktis sudah terdekomposisi lebih lanjut, sehingga gas produser hanya sedikit mengandung

  2. ESTIMASI HERITABILITAS UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii BERBASIS PADA KERAGAMAN FENOTIP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lies Emmawati Hadie

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian ini dirancang untuk menghitung heritabilitas pada sifat bobot udang galah (Macrobrachium rosenbergii pada umur lima bulan. Lima full-sib dan 15 half-sib dipelihara pada dua tingkat salinitas yaitu 0‰ dan 10‰, dengan rata-rata bobot sebesar 5,6 g; dan  = 0,40 g. Komponen keragaman diestimasi dengan mixed model leastsquares dan maximum likelihood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons genetik yang tinggi dapat diperoleh melalui seleksi bobot, karena nilai heritabilitas pada sifat tersebut relatif tinggi. Hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa kisaran nilai h2 pada air tawar (0,509-0,866 dan air payau (0,235-0,499. Jadi nilai h2 pada air tawar lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungan air payau pada salinitas 10,0‰. Kisaran nilai h2 yang dicapai pada out-crossing antara koleksi Barito dengan Musi adalah 0,663±0,037-0,866±0,047. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menghasilkan perbaikan mutu genetik pada udang galah dapat ditempuh melalui program seleksi yang dikombinasikan dengan metode pemijahan secara out-crossing.

  3. PENGARUH POSISI STACK TERHADAP FREKUENSI RESONANSI PADA TABUNG RESONATOR TERMOAKUSTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sigit Ristanto

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh posisi stack dalam tabung resonator termoakustik terhadap frekuensi resonansi. Posisi stack ditaruh pada jarak 10 cm, 30 cm, dan 50 cm. Data frekuensi diambil menggunakan mikrofon yang dipasang pada ujung resonator. Mikrofon tersebut dihubungkan dengan laptop yang telah terisntall software sound card oscilloscope V1.40. Hasil penelitian menunjukkan variasi posisi stack tidak berpengaruh terhadap frekuensi resonansi, tetapi berpengaruh terhadap amplitudo maksimum pada masing-masing frekuensi resonansi. Amplitudo maksimum frekuensi resonansi terendah terjadi di tengah-tengah tabung resonator sedangkan amplitudo frekuensi resonansi terbesar terjadi pada ujung terjauh dari sumber bunyi.

  4. KOMUNIKASI PADA LEMBAGA PENDIDIKAN NONFORMAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafruddin Wahid

    2014-09-01

    Full Text Available Abstract: Communications in Non-Formal Education Institutions. This multi-site qualitative study aims at describing the process of communication using kato mandaki, kato manurun, kato mandata, and kato malereng in the formal and informal communication network among the employers of nonformal edu­cation institutions. A modified analytical induction method was used to analyze the data collected from three Sanggar Kegiatan Belajar (Learning-Activity Centers in Minangkabau region through in-depth inter­views and participatory observation. The findings show that the uses of kato manurun, kato mandaki, kato mandata, and kato melereng in both formal and informal communications in the three institutions under study depend on the communication purposes, social relationship between people communicating, and the degree of formality in the communication contexts. Keywords: communication, nonformal education institutions, Minangkabau Abstract: Komunikasi pada Lembaga Pendidikan Nonformal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsi­kan berlangsungnya komunikasi yang menggunakan kato mandaki, manurun, mandata, dan malereng dalam komunikasi formal dan informal para karyawan di lembaga pendidikan nonformal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multisitus dengan metode induksi analitik yang dimodifikasi. Data dikumpulkan dari 3 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB di daerah Minangkabau dengan wawancara mendalam dan observasi partisipasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penya­jian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kato manurunm, kato man­daki, kato mandata, dan kato malereng digunakan menurut tinggi-rendah kedudukan status sosial pemberi pesan dan penerima pesan dalam komunikasi dalam konteks formal dan informal di ketiga lembaga pen­didikan nonformal itu. Penggunaan keempat gaya komunikasi tersebut disesuaikan dengan tujuan komu­nikasi, hubungan sosial kedua pihak, dan sifat keformalan atau

  5. Aktifitas Listrik pada Otot Jantung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lili Irawati

    2015-07-01

    Full Text Available Abstrak Kontraksi sel otot jantung terjadi oleh adanya potensial aksi yang dihantarkan sepanjang membran sel ototjantung. Jantung akan berkontraksi secara ritmik, akibat adanya impuls listrik yang dibangkitkan oleh jantung sendiri.Potensial aksi pada membran saraf dan otot rangka dapat terjadi bila ada rangsangan dari luar sedangkan padamembran sel otot jantung potensial aksi dapat terjadi tanpa adanya rangsangan. Berbeda dengan sel saraf dan selotot rangka yang memiliki potensial membran istirahat. Sel-sel khusus jantung tidak memiliki potensial membranistirahat.Sel-sel ini memperlihatkan aktivitas “pacemaker” (picu jantung, berupa depolarisasi lambat yang diikuti olehpotensial aksi apabila potensial membran tersebut mencapai ambang tetap.Dengan demikian, timbulah potensial aksisecara berkala yang akan menyebar keseluruh jantung dan menyebabkan jantung berdenyut secara teratur tanpaadanya rangsangan melalui saraf. Potensial Aksi Sel Otoritmik Jantung mempunyai 4 fase: fase 0 (depolarisasi cepat,fase 1 (repolarisasi awal, fase 2 (plateu, fase 3 (repolarisasi cepat, fase 4 (istirahat.Kata kunci: Aktifitas listrik, otot jantung, Potensial AksiAbstract The heart muscle cells contraction occur by potential act delivered a long heart muscle cell. The heart willcontract ryhtmically, result from existence of electric impulses excited by heart its self.The potential act at nerve cellsand striated muscle cells membranes can occur when there are out stimuli, while at muscle cell membrane potentialact can occur without stimuli. Compare with nerve cells and striated muscle cells having rest potential membrane,specific heart cells is not have rest potential membrane. These cells show “pacemaker activity, are slow depolarization followed with potential act when the potential membrane reach the stable threshold. Therefore, the potential actappear periodically that will spread thorough the heart and cause heart bite regularly with stimuli via nerve

  6. Aktifitas Listrik pada Otot Jantung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lili Irawati

    2015-07-01

    Full Text Available Abstrak   Kontraksi sel otot jantung terjadi oleh adanya potensial aksi yang dihantarkan sepanjang membran sel ototjantung. Jantung akan berkontraksi secara ritmik, akibat adanya impuls listrik yang dibangkitkan oleh jantung sendiri.Potensial aksi pada membran saraf dan otot rangka dapat terjadi bila ada rangsangan dari luar sedangkan padamembran sel otot jantung potensial aksi dapat terjadi tanpa adanya rangsangan. Berbeda dengan sel saraf dan selotot rangka yang memiliki potensial membran istirahat. Sel-sel khusus jantung tidak memiliki potensial membranistirahat.Sel-sel ini memperlihatkan aktivitas “pacemaker” (picu jantung, berupa depolarisasi lambat yang diikuti olehpotensial aksi apabila potensial membran tersebut mencapai ambang tetap.Dengan demikian, timbulah potensial aksisecara berkala yang akan menyebar keseluruh jantung dan menyebabkan jantung berdenyut secara teratur tanpaadanya rangsangan melalui saraf. Potensial Aksi Sel Otoritmik Jantung mempunyai 4 fase: fase 0 (depolarisasi cepat,fase 1 (repolarisasi awal, fase 2 (plateu, fase 3 (repolarisasi cepat, fase 4 (istirahat.Kata kunci: Aktifitas listrik, otot jantung, Potensial Aksi Abstract The heart muscle cells contraction occur by potential act delivered a long heart muscle cell. The heart willcontract ryhtmically, result from existence of electric impulses excited by heart its self.The potential act at nerve cellsand striated muscle cells membranes can occur when there are out stimuli, while at muscle cell membrane potentialact can occur without stimuli. Compare with nerve cells and striated muscle cells having rest potential membrane,specific heart cells is not have rest potential membrane. These cells show “pacemaker activity,  are slow depolarization followed with  potential act when the potential membrane reach  the stable threshold. Therefore, the potential actappear periodically that will spread thorough the heart and cause heart bite regularly with stimuli via

  7. Perbandingan Kejadian Reinfeksi Enterobius Vermicularis Setelah Pemberian Albendazole Pada Anak Usia Sekolah Dasar

    OpenAIRE

    Siska Mayasari Lubis

    2008-01-01

    Enterobius vermicularis menjadi penyebab utama kecacingan pada anak-anak di negara berkembang. Infeksi ini terjadi pada semua usia dengan prevalensi tertinggi pada anak usia 5-14 tahun dan terutama terjadi di tempat anak tinggal, bermain, dan tidur bersama-sama. Enterobiasis jarang menyebabkan gejala yang serius dan pada sebagian besar kasus adalah asimtomatik. Siska Mayasari Lubis

  8. KONSEP WATERFRONT PADA PERMUKIMAN ETNIS KALI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Sarinastiti

    2015-12-01

    Full Text Available Kali Semarang sebagai sungai bersejarah di Semarang, dahulu memiliki fungsi transportasi yang membelah perekonomian dan pertahanan kota. Bermacam etnis pedagang tinggal di sekitarnya hingga daerah tersebut menjadi permukiman etnis. Contohnya Kampung Melayu, etnis Tionghoa pada Kampung Pecinan, etnis Arab pada Kampung Kauman, serta Kampung Sekayu. Dan juga Kawasan Kota Lama sebagai daerah bersejarah dalam masa pemerintahan Kota Semarang. Kali Semarang memberi pengaruh fungsi waterfront pada permukiman tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep waterfront pada permukiman etnis Kali Semarang, yaitu Kampung Melayu, Kawasan Kota Lama, Kampung Pecinan, Kampung Kauman, dan Kampung Melayu. Diperlukan eksplorasi dan deskripsi keadaan yang mendalam untuk mengidentifikasikan informasi baru pada lokasi penelitian dengan konsep atau teori yang menjelaskan fenomena yang akan terjadi. Metode kualitatif rasionalistik digunakan dengan landasan teori mengenai waterfront dan permukiman etnis disertai dengan pengumpulan data melalui studi literatur dari berbagai sumber, observasi lapangan langsung, dan pertanyaan mendalam kepada key person. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya Kampung Melayu dan Kawasan Kota Lama yang pada awal mulanya menggunakan konsep waterfront karena lokasinya merupakan kawasan pelabuhan, pergudangan, dan perdagangan. Kampung Pecinan sebagai kawasan perdagangan, serta Kampung Kauman dan Kampung Sekayu sebagai permukiman tidak menggunakan konsep waterfront.[Title: Waterfront Concept on Ethnic Settlement in Kali Semarang] Kali Semarang, as a historical river in Semarang, has function as transportation to support the economy and city. Many ethnic traders settled around, so that area becomes ethnic settlement, such as Kampung Melayu, Chinese ethnic in Kampung Pecinan, Arabian ethnic in Kampung Kauman, and Kampung Sekayu, and Kota Lama areas as historical area in Semarang’s government era. The Kali Semarang giving influence

  9. Manajemen Kesiswaan Pada Sekolah Inklusi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Hufron

    2016-08-01

    Full Text Available Abstract: The purpose of this study is to describe the student management at inclusion school. This study used a qualitative descriptive approach and multi-site studies design. The techniques of the study were collecting data used interviews, observation and documentation. Data analysis was divided into two phases of data analysis; those are data analysis site and site across data analysis. In checking validity of the data in this study used three kind of validities that are credibility, dependability, and confirmability. Based on those technique data analyses, it is found across the site as follows. First of all, the implementation of new admissions both regular students and students with special needs conducted in line with the new students enrollment requirements of Dikpora Kebumen. In state Elementary School 1 Surotrunan, new students who have special needs were selected and accepted, the range is for students with low till medium needs. In the other hand, State Elementary School Pecarikan using a system of promotion. Secondly, students are placed in a class, moreover, students’ grouping is based on their intelligence, academic ability and special needs. Thirdly, student treatments are given through some habitual activities, extracurricular activities, and incidental activities. Schools require guider (shadow on each ABK’s. Key Words: management, student, educational inclusion Abstrak: Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan manajemen kesiswaan pada sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data terdiri atas analisis data dalam situs dan analisis data lintas situs. Pengecekan keabsahan data menggunakan tiga kriteria, yaitu kredibilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Temuan lintas situs dalam penelitrian ini sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan PPDB baik siswa reguler

  10. Analisis Nilai Perusahaan pada Implementasi Program Kepemilikan Saham pada Karyawan/Manajemen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwitya Aribawa

    2016-12-01

      Penelitian ini bertujuan menganalisis economic value added (EVA sebelum dan sesudah implementasi program kepemilikan saham pada karyawan/ manajemen dengan objek penelitian ini adalah perusahaan publik yang menggunakan kebijakan ESOP/MSOP sebagai sarana benefit/incentive berupa pembagian sebagian saham untuk karyawan/ manajemen. Variabel yang digunakan sebagai indikator nilai perusahaan adalah EVA. Nilai EVA dianggap sebagai indikator yang kompleks dan mempertimbangkan faktor resiko (beta dari perusahaan. Perusahaan yang dianalisis adalah perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia. Terdapat 17 perusahaan yang layak untuk dilakukan analisis berdasarkan kriteria yang ditentukan peneliti. Pengumpulan dan data dianalisis secara pooling, hal ini melihat dari tidak dibedakannya perusahaan berdasarkan industri (multi industri. Paired sample test digunakan untuk menguji hipotesis pada penelitian dan sebelumnya dilakukan uji normalitas data. Hasil analisis bahwa hasil perbandingan rata-rata EVA sebelum dan sesudah implementasi program kepemilikan saham pada karyawan/manajemen terdapat perbedaan yag signifikan.

  11. Penentuan Konversi CO Yang Menjadi Metanol Pada Metanol Reaktor Di PT. Kaltim Metanol Industri

    OpenAIRE

    Marduansyah, Muhammad

    2015-01-01

    Telah dilakukan penelitian tentang penentuan konversi CO yang menjadi metanol pada reaktor metanol, di PT. Kaltim Metanol Industri dimana dalam penelitian ini digunakan data laju alir dan komposisi gas yang didapat dari control room. Dari perhitungan yang dilakukan maka didapat hasil konversi CO pada tanggal 25 februari 2013 yaitu 74,93%. Selain itu juga didapat hasil data perhitungan yang sebelumnya telah dilakukan yaitu 61,21% pada 12 november 2012; 68,53% pada 13 april 2012; 66,89% pada 14...

  12. Penentuan Konversi CO Yang Menjadi Metanol Pada Metanol Reaktor Di PT. Kaltim Metanol Industri

    OpenAIRE

    Marduansyah, Muhammad

    2015-01-01

    Telah dilakukan penelitian tentang penentuan konversi CO yang menjadi metanol pada reaktor metanol, di PT. Kaltim Metanol Industri dimana dalam penelitian ini digunakan data laju alir dan komposisi gas yang didapat dari control room. Dari perhitungan yang dilakukan maka didapat hasil konversi CO pada tanggal 25 februari 2013 yaitu 74,93%. Selain itu juga didapat hasil data perhitungan yang sebelumnya telah dilakukan yaitu 61,21% pada 12 november 2012; 68,53% pada 13 april 2012; 66,89% pada 14...

  13. Implementasi Estimator Kecepatan Pertumbuhan Mikroorganisme pada Bioreaktor Anaerob

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewinta Ria Wardhani

    2013-03-01

    Full Text Available Mikroba memiliki peranan yang sangat penting dalam produktivitas biogas pada pengolahan limbah bahan organik khususnya kotoran ternak pada bioreaktor anaerob, dimana dalam pengolahanya bakteri dipengaruhi oleh nutrisi, pH dan temperatur. Sehingga akan mempengaruhi produk biogas yang dihasilkan. Agar mendapatkan hasil biogas yang diharapkan maka diperlukan sebuah monitoring kecepatan pertumbuhan mikroorganisme. Namun saat ini belum ada alat untuk memonitoring secara langsung sehingga diperlukan sebuah estimator untuk memprediksi pertumbuhan mikroorganisme, untuk memprediksi pertumbuhan mikroorganisme berdasarkan parameter pH dan volume yang diukur. Estimator bekerja berdasarkan model matematis dengan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan arsitektur Backpropagation dengan metode Lavenberg Marquardt. Estimator yang telah dihasilkan secara offline memiliki input berupa pH dan volume yang dianalogikan melalui tegangan dari potensiometer. Pada penelitian ini akan di implementasikan estimator kecepatan pertumbuhan mikroorganisme (µ secara online pada bioreaktor anaerob yang digunakan untuk mengekstrak kotoran ternak. Dari pengukuran secara online dan offline didapatkan nilai µ terbaik pada pengukuran secara online yaitu 7,5 pada pH 7,45 dan volume 0,05 L sedangkan nilai µ terbaik pada simulasi 7,3092 pada pH 5,47 dan volume 0,0106 L

  14. Perancangan Sistem Pengaduk Pada Bioreaktor Batch Untuk Meningkatkan Produksi Biogas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Candrika Widiartanti Yuwono

    2013-03-01

    Full Text Available Proses anaerob merupakan proses fermentasi dimana memiliki proses yang berlangsung cukup lama. Dan pada bioreaktor anaerob sistem batch, diduga terdapat indikasi pada penurunan jumlah produksi biogas, yang disebabkan karena tejadi pengendapan atau pemisahan antara limbah cair dengan padatannya. Untuk itu muncul upaya untuk melakukan sistem pengadukan agar terjadi homogenitas dan bisa menyerupai seperti kondisi awal, sehingga diharapkan dapat memperpanjang masa produksi biogas. Adapun pengadukan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada kehidupan mikroba. Dan pada penelitian ini akan dilakukan perancangan sistem pengaduk yang digerakkan oleh sebuah motor dimana menggunakan timer dan pengatur kecepatan. Desain disesuaikan dengan substrat yang digunakan yaitu limbah cair tahu dan eceng gondok, yang mengalami pengendapan sehingga pada pengaduk memiliki blade yang diletakkan di dasar dalam bioreaktor. Sistem pengadukan dilakukan pada saat nilai pH yang diamati tiap harinya mengalami penurunan, yaitu pada hari ke–24 pH bernilai 6,49. Dan pada pengukuran berikutnya ditunjukkan dengan pH bernilai 6,89. Pengadukan dilakukan secara pelan dengan putaran 170 rpm selama 2 x 1 menit. Hasil daripada jumlah produksi biogas yang dihasilkan bisa dibandingkan antara bioreaktor batch tidak berpengaduk dengan bioreaktor batch berpengaduk, dimana berturut-turut memiliki jumlah volume 467 mL (25 hari dan 873 mL (31 hari.

  15. Perancangan Sistem Pengaduk Pada Bioreaktor Batch Untuk Meningkatkan Produksi Biogas

    OpenAIRE

    Candrika Widiartanti Yuwono; Totok Soehartanto

    2013-01-01

    Proses anaerob merupakan proses fermentasi dimana memiliki proses yang berlangsung cukup lama. Dan pada bioreaktor anaerob sistem batch, diduga terdapat indikasi pada penurunan jumlah produksi biogas, yang disebabkan karena tejadi pengendapan atau pemisahan antara limbah cair dengan padatannya. Untuk itu muncul upaya untuk melakukan sistem pengadukan agar terjadi homogenitas dan bisa menyerupai seperti kondisi awal, sehingga diharapkan dapat memperpanjang masa produksi biogas. Adapun pengaduk...

  16. Implementasi Estimator Kecepatan Pertumbuhan Mikroorganisme pada Bioreaktor Anaerob

    OpenAIRE

    Dewinta Ria Wardhani; Ronny Dwi Noriyati; Totok Soehartanto

    2013-01-01

    Mikroba memiliki peranan yang sangat penting dalam produktivitas biogas pada pengolahan limbah bahan organik khususnya kotoran ternak pada bioreaktor anaerob, dimana dalam pengolahanya bakteri dipengaruhi oleh nutrisi, pH dan temperatur. Sehingga akan mempengaruhi produk biogas yang dihasilkan. Agar mendapatkan hasil biogas yang diharapkan maka diperlukan sebuah monitoring kecepatan pertumbuhan mikroorganisme. Namun saat ini belum ada alat untuk memonitoring secara langsung sehingga di...

  17. Pemanfaatan Augmented Reality Pada Permainan Othello

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rendy Layman Aguston

    2017-03-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi telah mengubah cara pengerjaan suatu pekerjaan dari cara konvensional menjadi cara yang lebih praktis. Dengan hadirnya teknologi Augmented Reality, cara bermain yang menggunakan pion dan membalikkan pion musuh secara manual menjadi lebih mudah dalam memainkan permainan selain juga dapat berinteraksi langsung. Pembuatan permainan Othello menggunakan program Unity dengan framework Vuforia untuk mewujudkan Augmented Reality pada permainan Othello. Untuk menerapkan Augmented Reality dengan baik, dibutuhkan papan permainan sebagai image target yang sesuai dengan kriteria, jenis kamera yang digunakan, jarak kamera terhadap papan permainan, intensitas cahaya yang ditangkap kamera, serta tingkat sensitivitas tombol virtual. Pada permainan Othello ini tersedia fitur komputer yang menggunakan algoritma Alpha Beta Pruning dengan 3 level kedalaman yang menggunakan perhitungan fungsi evaluasi berupa mobility, potential mobility dan penguasaan corner yang menghasilkan kemenangan mencapai 73,33% dari 15 kali uji coba terhadap aplikasi Othello serupa dan 78,34% dari 37 kali uji coba terhadap user.

  18. WHATSAPP FORENSICS PADA ANDROID SMARTPHONE : A SURVEY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulkarnaen Akbar

    2016-12-01

    Full Text Available Salah satu applikasi jejaring sosial yang sangat populer saat ini adalah WhatsApp. Hampir seluruh pengguna smartphone menggunakan applikasi ini sebagai media komunikasi. Berbagai macam perkembangan atau fitur baru telah banyak ditambahkan pengembang sebagai fasilitas yang dapat memanjakan para pengguna. Peranan sistem keamanan tentunya sangat penting untuk menunjang keamanan privasi para pengguna agar kerahasiaan tetap terjaga. Beberapa peneliti telah banyak melakukan experimen mobile forensics untuk mendapatkan berbagai informasi dari para pengguna WhatsApp. Pada paper ini membahas survey berbagai metoda dari berbagai para peneliti WhatsApp forensics. Dalam sebuah proses mobile metoda yang digunakan dalam proses forensics antara lain menggunakan internet protocol dan live memory. Untuk proses mobile forensics khususnya pada applikasi WhatsApp dapat dilakukan dengan menggunakan metoda tersebut untuk memperoleh data informasi yang dibutuhkan.

  19. Makanan Tabu pada Ibu Hamil Suku Tengger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lini Anisfatus Sholihah

    2014-02-01

    Full Text Available Ibu hamil merupakan salah satu kelompok berisiko kekurangan gizi karena tabu terhadap makanan masih banyak dijumpai pada masyarakat dengan etnis budaya yang masih kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makanan tabu dan alasannya pada ibu hamil suku Tengger di Ngadas, Malang. Desain studi yang adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode diskusi kelompok terarah pada ibu hamil dan wawancara mendalam dengan tetua masyarakat, keluarga, serta petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang ditabukan meliputi kelompok buah-buahan, lauk, sayuran, makanan yang dianggap panas, dan makanan yang dianggap tidak lazim, seperti makanan dempet atau kembar. Alasan tabu makanan di Tengger Ngadas karena adanya pendekatan secara simbolik, fungsional, dan nilai atau keagamaan. Diperlukan penyuluhan oleh bidan desa terkait gizi kehamilan pada ibu hamil, kader posyandu, tetua masyarakat, dan keluarga. Ibu hamil perlu didorong untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan tidak memantang makanan yang dapat mengeksklusikan zat gizi tertentu dari dietnya. Pregnant woman is a risk group of malnutrition because of food. Food taboo is still exist in the community with strong culture. This study aimed to know the food taboo among pregnant woman in Tengger in Ngadas, Malang and its reason. Study design used is descriptive qualitative by focus group disscussion method with pregnant woman and indepth interview with elders, family, and health worker. The result shows that food taboo including fruits, side dish, vegetables, ‘hot foods’ group, and unusual foods such as food that stuck together. The reasons for avoiding food are symbolic approach, functional approach, and value or religion. It’s recommended for midwife in village to give information about maternal nutrition to pregnant women, elders, posyandu kader, and family. Pregnant women needs to be encouraged to consume nutritional food and avoid food taboo that can excluse some

  20. Prevalensi Sindrom Metabolik pada Pekerja Perusahaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zahtamal Zahtamal

    2014-12-01

    Full Text Available Sindrom metabolik adalah masalah kesehatan yang prevalensinya cenderung meningkat pada pekerja. Penelitian ini bertujuan memaparkan prevalensi kasus sindrom metabolik yang terjadi pada pekerja perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2014 pada dua perusahaan di Provinsi Riau dengan rancangan potong lintang. Sumber data adalah rekam medis pekerja yang melakukan medical check up periode Oktober 2013 hingga Februari 2014. Populasi adalah pekerja yang menderita sindrom metabolik sebanyak 131 orang. Sampel penelitian dipilih dengan cara total sampling yakni 131 orang. Instrumen adalah kuesioner, international physical activity questionnaire, tabel 24 hours food recall, dan tabel bantu pencatatan komponen sindrom metabolik. Pengelolaan data dilakukan secara kuantitatif menggunakan analisis univariat dan bivariat, dengan uji korelasi Spearman’s Rho dan kai kuadrat. Hasil penelitian mendapatkan prevalensi sindrom metabolik sebanyak 21,58%, dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki, kelompok usia terbanyak adalah > 50 tahun. Sebagian besar kasus sindrom metabolik memiliki tiga komponen, dengan komponen terbanyak adalah lingkar perut dan tekanan darah. Sebanyak 23,50% kasus memiliki riwayat keluarga obesitas dan diabetes melitus. Sebagian besar kategori aktivitas adalah sedang. Jenis asupan makanan dengan kategori tidak sesuai dengan diet adalah serat pangan dan lemak jenuh. Variabel lingkar perut berhubungan bermakna secara statistik dengan tekanan darah sistolik dan diastolik serta kadar kolesterol high density lipoprotein (p 50 years. Most cases of metabolic syndrome has three components, with the largest component is the abdominal circumference and blood pressure. A total of 23.50% of cases have a family history of obesity and diabetes mellitus. Most categories of activity is moderate. Most types of food intake in the category “out of dietary guidelines” are dietary fiber and saturated fat. Abdominal circumference variable has a

  1. Pengenalan Gangguan Depresif Pada Orang Usia Lanjut

    OpenAIRE

    Bongsoe, Syamsir

    2008-01-01

    Pada orang usia lanjut, gangguan depresif merupakan suasana alam perasaan yang utama bagi orang usia lanjut dengan penyakit fisik kronik dan kerusakan fungsi kognitif yang disebabkan oleh adanya penderitaan, disabilitas, perhatian keluarga yang kurang serta bertambah buruknya penyakit fisik yang banyak dialaminya. Selain itu proses-proses sehubungan dengan ketuaan dan penyakit fisik yang dialaminya akan mempengaruhi jalur frontostriatal, amygdala serta hypocampus, dan meningkatkan kerentanan ...

  2. IDENTIFIKASI DISTORSI BLUR PADA GAMBAR DIGITAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irwan Prasetya Gunawan

    2012-05-01

    Full Text Available Salah satu masalah yang sering muncul dalam dunia fotografi adalah efek blur yang dapat diakibatkan baik oleh objek yang bergerak maupun gerakan kamera yang berhubungan dengan kecepatan rana (shutter speed ketika gambar akan diambil. Paper ini menyajikan sebuah metode baru yang sederhana untuk mendeteksi kemunculan distorsi blur yang tidak diinginkan pada gambar digital. Metode yang diusulkan menggunakan transformasi discrete cosine transform (DCT pada gambar yang telah mengalami distorsi dengan ukuran blok DCT yang bervariasi. Hasil dari pendeteksian ini kemudian digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar melalui metode debluring berdasarkan korelasi pixel yang diterapkan pada area tertentu pada gambar yang mengandung distorsi blur ini. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kualitas gambar yang disempurnakan dihasilkan oleh metode debluring secara selektif menggunakan deteksi distorsi blur lokal akan lebih baik daripada yang tidak melalui proses seleksi. Dari berbagai ukuran blok yang digunakan dalam percobaan, blok berukuran 32×32 piksel menghasilkan kualitas gambar yang secara umum lebih baik. One of the problems that often arise in photography is a blurring effect that can be caused either by a moving object or camera movements that associated with the shutter speed when the picture is taken. This paper presents a simple new method for detecting the appearance of unwanted blur distortion in digital images. The proposed method uses the transformation of Discrete Cosine Transform (DCT on the image that has been distorted with varying DCT block size. The results of the detection used to improve image quality through debluring method based on pixel correlation that applied to certain areas of the image that contains this blur distortion. The experimental results show that the enhanced picture quality produced by the method of selectively debluring using a local blur distortion detection is better than not through the selection process

  3. PENGARUH RANGKAK CREEP PADA BANGUNAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    David Budiono

    2003-01-01

    Full Text Available Inelastic deformation due to creep can cause dramatic change of end moment of beams. In this study the influence of creep to end moments is compared with the ones calculated using direct and sequential load methods. An approximate method using Equivalent Modulus of Elasticity is proposed. Four shear wall frame buildings, 10, 20, 30, and 40 stories with 30 cm shear wall are subjected to 5, 10, 15, and 20 years creep. It is shown that the difference between the 5, 10, 15, and 20 years creep are not significant. Compared to the sequential method, the direct method gives a better result to the creep. It is also shown that except for the 10 story building, the end moments caused by the development of creep deformation can cause cracks, thus the ability of the beams to redistribute the end moment must be assured. Abstract in Bahasa Indonesia : Perubahan bentuk inelastis yang disebabkan oleh rangkak (creep dapat menyebabkan perubahan momen pada tumpuan balok. Penelitian ini mempelajari pengaruh rangkak dan membandingkan hasil perhitungan yang diperoleh terhadap metode pembebanan langsung dan pembebanan sequential. Untuk memperhitungkan pengaruh rangkak, diusulkan suatu metode penyederhanaan di mana digunakan konsep Modulus Elastisitas Ekivalen. Dalam penelitian ini ditinjau 4 buah bangunan, yaitu bangunan 10, 20, 30 dan 40 lantai dengan dinding geser tebal 30 cm., pengaruh rangkak diperhatikan pada saat bangunan berumur 5, 10, 15, dan 20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang berarti antara rangkak 5, 10, 15, dan 20 tahun. Dibandingkan dengan metode sequential, metode pembebanan langsung lebih mendekati hasil yang diberikan perhitungan dengan memasukkan pengaruh rangkak. Juga ditunjukkan bahwa selain pada bangunan 10 lantai, akibat rangkak akan terjadi retak pada beberapa tumpuan, sehingga dalam perencanaan harus dimungkinkan terjadinya redistribusi momen dari tumpuan ke lapangan.

  4. PENERAPAN MANAJEMEN MUTU TERPADU PADA MATAKULIAH DI JURUSAN TEKNIK SIPIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paulus Nugraha

    2000-01-01

    Full Text Available Paper ini dimulai dengan aplikasi Manajemen Mutu Terpadu di perguruan tinggi, terutama di jurusan Teknik Sipil, dan terfokus pada aspek pembelajaran. Kualitas pendidikan tidak dapat ditunda sampai akhir semester. Upaya-upaya perbaikan mutu selayaknya dilakukan jauh lebih dini. Pola "Kuesioner Satu Menit" dan kelompok Gugus Kendali Mutu diterapkan pada satu matakuliah di Jurusan Teknik Sipil Universitas Kristen Petra pada tahun 1997. Hasil menunjukkan bahwa TQM sangat membantu dalam memperbaiki mutu pembelajaran. Dosen tahu bagian-bagian mana yang kurang jelas, dan segera dapat diperbaiki pada pertemuan berikutnya. Mahasiswa juga menjadi lebih siap dan lebih memberikan perhatian pada matakuliah. Mahasiswa menjadi lebih aktif dan berinisiatif dalam kegiatan kuliah, dan dalam bekerja berkelompok. TQM dapat memperbaiki kualitas kelas besar.

  5. Diagnosis dan Penatalaksanaan Abses Retrofaring pada Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novialdi .

    2012-11-01

    Full Text Available Abstrak Pendahuluan: Abses retrofaring adalah terkumpulnya nanah di ruang retrofaring yang merupakan salah satu daerah potensial di leher dalam. Abses retrofaring merupakan kasus yang jarang tetapi dapat menyebabkan kematian terutama pada umur di bawah 5 tahun. Sejak ditemukannya antibiotika, angka kesakitan dan kematian akibat abses menurun drastis. Metode: Dilaporkan satu kasus abses retrofaring dengan riwayat ketulangan pada anak gizi kurang umur 9 tahun. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan radiologi. Pada pemeriksaan foto polos jaringan lunak leher, terlihat gambaran pelebaran ruang retrofaring dan air fluid level. Diskusi: Penatalaksanaan meliputi pemberian antibiotika, drainase dan eksplorasi abses serta perbaikan keadaan umum. Kata kunci: abses retrofaring, benda asing, drainase Abstract Introduction: Retropharyngeal abscess is defined as accumulation pus in retropharyngeal space which is a potential area in deep neck space. Retropharyngeal abscess is a rare case but it can cause death especially in children under five years old. Since antibiotics were found, morbidity and mortality of this case was drastically decreased. Methods: A retropharyngeal abscess of child 9 years old with history of swallowed foreign body (fishbone and lack of nutrition has been reported. Diagnosis was based on anamnesis, physical examination and radiographic finding. In soft tissue cervical radiograph we found, widening of retropharyngeal space with air fluid level. Discussion: Management for abscess is intravenous antibiotics, drainage and exploration abscess and improve general condition has been performed Keywords:Retropharyngeal abscess, foreign body, drainage

  6. TITIK SEBAGAI DASAR PENCIPTAAN KARYA SENI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanny Wijaya

    2010-09-01

    pengolahan titik-titik warna sudah berkembang sejak lama. Pada masa pergerakan seni Impresionisme, beberapa seniman sudah mencoba untuk mengaplikasikan titik-titik warna sebagai sebuah teknik baru yang disebut dengan Pointilisme. Georges Seurat adalah seniman yang menjadi pelopor pengembangan teknik ini. Teknik Pointilisme sering dikenal dengan sebutan Divisionisme atau Chromoluminarism pada masanya. Teknik ini menggunakan metode additif yang mengkombinasikan pigmen dasar warna merah, hijau dan biru untuk menghasilkan vibrasi optikal pada lukisan, sehingga para pengamat lukisan dapat mencapai tingkat luminosity yang maksimal pada mata.Keberadaan teknik Pointilisme ini telah membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan seni dapat saling mendukung. Perpaduan logika dan estetika dapat menciptakan karya seni yang luar biasa.

  7. ANALISIS TRANSIEN PADA FIXED BED NUCLEAR REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Rizaal

    2015-03-01

    Full Text Available Desain teras Fixed Bed Nuclear Reactor (FBNR yang modular memungkinkan pengendalian daya dapat dilakukan dengan mengatur ketinggian suspended core dan laju aliran massa pendingin. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari perubahan daya termal teras sebagai akibat perubahan laju aliran massa pendingin yang masuk ke teras reaktor dan perubahan ketinggian suspended core serta mempelajari karakteristik keselamatan melekat yang dimiliki FBNR saat terjadi kegagalan pelepasan kalor (loss of heat sink. Keadaan neutronik teras dimodelkan pada kondisi tunak dengan menggunakan paket program Standard Reactor Analysis Code (SRAC untuk memperoleh data fluks neutron, konstanta grup, fraksi neutron kasip, konstanta peluruhan prekursor neutron kasip, dan beberapa parameter teras penting lainnya. Selanjutnya data tersebut digunakan pada perhitungan transien sebagai syarat awal. Analisis transien dilakukan pada tiga kondisi, yaitu saat terjadi penurunan laju aliran massa pendingin, saat terjadi penurunan ketinggian suspended core, dan saat terjadi kegagalan sistem pelepasan kalor. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan laju aliran massa pendingin sebesar 50%, dari kondisi normal, menyebabkan daya termal teras turun 28% dibanding daya sebelumnya. Penurunan ketinggian suspended core sebesar 30% dari ketinggian normal menyebabkan daya termal teras turun 17% dibanding daya sebelumnya. Sementara untuk kondisi kegagalan sistem pelepasan kalor, daya termal teras mengalami penurunan sebesar 76%. Dengan demikian, pengendalian daya pada FBNR dapat dilakukan dengan mengatur laju aliran massa pendingin dan ketinggian suspended core, serta keselamatan melekat yang handal pada kondisi kegagalan sistem pelepasan kalor. Kata kunci: FBNR, transien, daya, laju aliran massa, suspended core Modular in design enables Fixed Bed Nuclear Reactor (FBNR power controlled by the adjustment of suspended core and coolant flow rate. The main purposes of this paper

  8. ANALISIS ASOSIASI KULTURAL ATAS WARNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mita Purbasari Wahidiyat

    2014-05-01

    Full Text Available Cultural association analysis of color is an approach to know color from the side of culture. Unlike the previous color studies which see the color from the aspect of psychology, this research of color aims to provide insight based on the colors from local culture. Johannes Ittens theory of color was used as a basis of thought in this research. The theory was reflected to Indonesian cultures, and this time, represented by Java island. Research used qualitative method by literature study, interviewing the color experts, historians and artists, visiting cultural centers. Results of the research are in the form of morphological matrix cultural over color. Matrix of analysis resulted in argument and study proposal. Students implemented the color schemes from 5 big cities in Java. They were asked to change the color composition of food and beverage packaging. Students may use, explore, and maximize the principle of color in visual communication to achieve contrast and balance.

  9. Peranan Warna dalam Karya Fotografi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agnes Paulina Gunawan

    2012-09-01

    Full Text Available In the photographic development, the existence of color as part of the supporting aspect in the art of photography, is definitely influencing the final work of a photographer - whether it is a theory of color as lighting, or color as part of a pigment or chemical compound as part of physique from an object. Choosing a photo object based on colors can also create a meaning or theme in a composition of picture. This is the same when photo shoot is done with lighting that contends specific character or qualities of colors. For example, the use of color gel on the lights can create a condition that will be different when pictures are taken with white lights. Colors in photography can also give an expression or show an emotion visually that the photographer is trying to convey. With that said, a photographer who understands color concept can fix or anticipate any unwanted condition using a filter, for example, when lighting is contaminated with colors which changes the effect from the original color of an object. Therefore, with a thorough knowledge about colors, one can maximize the work just by making use of the available color aspect as part of the art work.

  10. PENGGUNAAN KONTRAS WARNA DALAM FOTOGRAFI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    John Felix

    2010-09-01

    Full Text Available Photography now is a science that attract many people from those who learn it jus for hobby or those who wish to enter the industry. Since human found a way to record colors in photographic meaning, photographers face a new challenge on how to compose colors and what is the effect of using the chosen color. This article explain how to apply colors not just as a way to make a photograph looks as what human sees but also as a visual element to give an emphasis to the main subject and still looks comfortable to the eye of the viewer.

  11. Warna Dingin Si Pemberi Nyaman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mita Purbasari

    2014-04-01

    Full Text Available Color is a form of non-verbal communication. It is not a static energy and its meaning can change from one day to the next with any individual. Human experiences color through vision. Color is not something that is fixed to an object or surface, but an event that is triggered only in the observer. Human’s eyes all work in the same way, what happens after that is another matter. A color and composition in color can mean something quite different to every person who looks at it. Different cultures endow color with different meanings depend on a lot of things. This research is all about Purple, Blue, and Green as an individual color as well as in composition can give different impacts to different audiences depending on their background or contexts. The research method is using literature by collecting data from some resources, observing, and analizing the colors’ meaning and their impacts to audience in Jakarta. The result of research can be used as a basic pattern to create art works based on color perception and culture.

  12. Kewajiban pada Perkawinan “Pada Gelahang” dalam Perspektif Hukum Adat Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Dyatmikawati

    2015-11-01

    Full Text Available Pada Gelahang marriage is relatively a new form of marriage in traditional community (desa pakraman in Bali. Commonly the recognized form of marriage is biasa (common marriage (the wife left her house and joined her husband’s family and nyentana marriage (the husband left his house and joined his wife’s family. This is the consequence of kapurusa kinship system (patrilineal in traditional community in Bali. The form of Pada Gelahang marriage was chosen for those who could not hold biasa marriage and nyentana marriage, as each bride and groom was born as the only child in their family. Based on the results of the research, there were found that the numbers of couples who had held pada gelahang marriage were increasing year to year. Based on Balinese customary law, the couples of pada gelahang marriage conduct their responsibilities in two places (double, namely the responsibilities to the family and to her husband’s traditional village, as well the responsibilities to the family and to his wife’s traditional village.

  13. Deteksi Outlier Transaksi Menggunakan Visualisasi-Olap Pada Data Warehouse Perguruan Tinggi Swasta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Mega Nata

    2016-07-01

    Full Text Available Mendeteksi outlier pada data warehouse merupakan hal penting. Data pada data warehouse sudah diagregasi dan memiliki model multidimensional. Agregasi pada data warehouse dilakukan karena data warehouse digunakan untuk menganalisis data secara cepat pada top level manajemen. Sedangkan, model data multidimensional digunakan untuk melihat data dari berbagai dimensi objek bisnis. Jadi, Mendeteksi outlier pada data warehouse membutuhkan teknik yang dapat melihat outlier pada data yang sudah diagregasi dan dapat melihat dari berbagai dimensi objek bisnis. Mendeteksi outlier pada data warehouse akan menjadi tantangan baru.        Di lain hal, Visualisasi On-line Analytic process (OLAP merupakan tugas penting dalam menyajikan informasi trend (report pada data warehouse dalam bentuk visualisasi data. Pada penelitian ini, visualisasi OLAP digunakan untuk deteksi outlier transaksi. Maka, dalam penelitian ini melakukan analisis untuk mendeteksi outlier menggunakan visualisasi-OLAP. Operasi OLAP yang digunakan yaitu operasi drill-down. Jenis visualisasi yang akan digunakan yaitu visualisasi satu dimensi, dua dimensi dan multi dimensi menggunakan tool weave desktop. Pembangunan data warehouse dilakukan secara button-up. Studi kasus dilakukan pada perguruan tinggi swasta. Kasus yang diselesaikan yaitu mendeteksi outlier transaki pembayaran mahasiswa pada setiap semester. Deteksi outlier pada visualisasi data menggunakan satu tabel dimensional lebih mudah dianalisis dari pada deteksi outlier pada visualisasi data menggunakan dua atau multi tabel dimensional. Dengan kata lain semakin banyak tabel dimensi yang terlibat semakin sulit analisis deteksi outlier yang dilakukan. Kata kunci — Deteksi Outlier,  Visualisasi OLAP, Data warehouse

  14. DETEKSI Fasciola hepatica DAN Fasciola gigantica PADA KERBAU PERAH ( DETEKSI Fasciola hepatica DAN Fasciola gigantica PADA KERBAU PERAH ( DETEKSI Fasciola hepatica DAN Fasciola gigantica PADA KERBAU PERAH (

    OpenAIRE

    -, YAUMIL NI???MAH YAUMIL NI???MAH YAUMIL NI???MAH

    2016-01-01

    2015 ABSTRAK YAUMIL NI???MAH O11111101.Deteksi Fasciola hepatica dan Fasciola gigantica pada Kerbau Perah Fasciola hepatica dan Fasciola gigantica merupakan cacing kelas trematoda.Telur cacing ini berbentuk oval dan dilengkapi dengan operculum yang berfungsi sebagai jalan keluar larva mirasidium pada saat telur menetas.Ukuran telur Fasciola gigantica lebih besar dibandingkan ukuran telur Fasciola hepatica.Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi telur cacing Fasciola...

  15. DETEKSI Fasciola hepatica DAN Fasciola gigantica PADA KERBAU PERAH ( DETEKSI Fasciola hepatica DAN Fasciola gigantica PADA KERBAU PERAH ( DETEKSI Fasciola hepatica DAN Fasciola gigantica PADA KERBAU PERAH (

    OpenAIRE

    -, YAUMIL NI???MAH YAUMIL NI???MAH YAUMIL NI???MAH

    2016-01-01

    2015 ABSTRAK YAUMIL NI???MAH O11111101.Deteksi Fasciola hepatica dan Fasciola gigantica pada Kerbau Perah Fasciola hepatica dan Fasciola gigantica merupakan cacing kelas trematoda.Telur cacing ini berbentuk oval dan dilengkapi dengan operculum yang berfungsi sebagai jalan keluar larva mirasidium pada saat telur menetas.Ukuran telur Fasciola gigantica lebih besar dibandingkan ukuran telur Fasciola hepatica.Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi telur cacing Fasciola...

  16. Hubungan OAINS pada Pengobatan Dismenorea dengan Kejadian Dispepsia pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Dwiaulia Risnomarta

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakDismenorea merupakan salah satu keluhan ginekologi tersering yang membawa pasien datang ke dokter. Dismenorea terjadi 40-80% dan 5-10% nya membutuhkan pengobatan. Obat anti inflamasi non steroid (OAINS paling sering digunakan untuk pengobatan dismenorea primer. Namun efek samping sering terjadi terutama pada saluran cerna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan OAINS sebagai pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Rancangan penelitian adalah analitik cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 62 orang yang diambil dengan menggunakan metode total sampling. Dari penelitian ini diperoleh jumlah responden yang mengalami dispepsia sebanyak 14 orang (22,6%. Penelitian ini menilai OAINS (jenis,jumlah, dan kombinasi pada pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia. Derajat dispepsia yang dikeluhkan umumnya ringan. Hasil uji chi-square antara jenis OAINS pada pengobatan dismenorea dan kejadian dispepsia didapatkan p = 0,120. Hasil uji chi-square antara jumlah OAINS pada pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia didapatkan p = 1,00. Hasil uji chi-square antara kombinasi OAINS pada pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia didapatkan p = 0,125. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis, jumlah, dan kombinasi OAINS pada pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia.Kata kunci: dismenorea, OAINS, dispepsia AbstractDysmenorrhea is one of most common gynecological complaint that bring the patients come to see doctor. Dysmenorrhea occurs 40-80% and 5-10% need treatment. Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs are the most common treatment for primary dysmenorrhea. The side effects of NSAIDs often occur, especially in gastointestinal. The objective of this study was to determine the relationship of NSAIDs in the treatment of dysmenorrhea and dyspepsia incident in female students of Faculty of Medicine of

  17. KARAKTER BENTONIT TERPILAR LOGAM ALUMINIUM PADA VARIASI SUHU KALSINASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toeti Koestiari

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakter bentonit terpilar logam aluminium pada berbagai suhu kalsinasi. Instrumen yang digunakan untuk melihat karakter fisiko-kimia adalah Spektrofotometer IR, X-ray Diffraction dan Gas Sorption Analyzer. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan karakter dari B-Al yang dikalsinasi pada suhu 300, 400, dan 500 oC. Persamaan karakter ketiga B-Al terletak di daerah gugus fungsional pada bilangan gelombang 1636 cm-1 dan 3500-4000 cm-1, serta sesuai dengan hasil XRD untuk lapis SiO2 dan Al2O3 yang tidak mengalami perubahan pada harga d, maupun bentuk pori yang dihasilkan menggunakan GSA. Perbedaan suhu kalsinasi menyebabkan perbedaan bilangan gelombang di daerah sidik jari yaitu adanya pita tajam yang disebabkan oleh banyaknya ion Al3+ di antar lapis terutama pada suhu kalsinasi 500 oC. Jumlah ion Al3+ karena masuknya pemilar menyebabkan perbedaan luas permukaan ditunjukkan juga oleh GSA dengan harga radius pori dan luas permukaan tertinggi terletak pada B-Al/400oC. Dengan demikian bentonit terpilar Al pada suhu kalsinasi 400 oC merupakan hasil yang terbaik ditinjau dari karakter fisiko-kimia.

  18. Implementasi Manajemen Transfer Rate pada Proses HDFS Berbasis SDN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Narendra Hanif Wicaksana

    2017-01-01

    Full Text Available Pada kluster Hadoop perpindahan data akan sering terjadi, karena data yang disimpan akan tersebar ke dalam Datanode terutama pada saat melakukan proses penyimpanan ke dalam HDFS. Lalu lintas jaringan data mempengaruhi performa kinerja klaster Hadoop secara keseluruhan. Permasalahan ketersediaan bandwith dan juga congestion yang disebabkan lalu lintas data lain dapat mempengaruhi proses penyimpanan data ke dalam HDFS. SDN memiiliki fungsi untuk melakukan pengaturan manajemen transter rate sehingga dapat mengkategorikan lalu lintas data dan juga menyediakan nilai transfer rate dengan menggunkan mekanisme queue. Memanfaatkan arsitektur jaringan SDN, pada klaster Hadoop dilakukan manajemen transfer rate untuk dapat mengoptimalkan proses perpindahan data pada saat penyimpanan ke HDFS. Manajemen transfer rate dilakukan dengan cara memanfaatkan fitur queue pada switch OpenFlow. Tiap queue digunakan untuk mengkategorikan lalu lintas data pada jaringan klaster Hadoop. Nilai transfer rate untuk lalu lintas data HDFS dipisahkan dan diberikan nilai transfer rate yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil uji coba dengan melakukan manajemen transfer rate waktu proses penyimpanan data ke HDFS tidak terpengaruh walaupun pada saat proses penyimpanan data terdapat lalu lintas data lain yang mengakibatkan congestion.

  19. PENGARUH FREKUENSI RESONANSI TERHADAP PENURUNAN SUHU PADA SISTEM TERMOKLASTIK SEDERHANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Shofi Nur Utami

    2014-11-01

    Full Text Available Termoakustik merupakan fenomena fisis dimana perubahan temperatur dapat menyebabkan gelombang (akustik bunyi atau sebaliknya gelombang (akustik bunyi dapat menimbulkan perubahan temperatur. Sistem termoakustik sederhana yang menggunakan stack dari bahan plastik dengan panjang 10 cm dan pori-pori berbentuk lingkaran serta resonator tube dari bahan PVC dengan diameter 11⁄4 in. dioperasikan untuk mengetahui pengaruh frekuensi resonansi terhadap penurunan suhunya. Metode yang digunakan untuk frekuensi resonansi, yaitu dengan menentukan panjang resonator tube, kemudian memberikan perlakuan pada resonator tube dengan memberikan gelombang bunyi pada resonator tube, ketika tampilan spektrum pada CRO menampilkan puncak spektrum maksimum dapat dikatakan sudah terjadi resonansi. Transfer energi optimum terjadi pada saat resonansi. Frekuensi resonansi mempengaruhi panjang resonator tube, semakin tinggi frekuensi resonansi maka panjang resonator tube semakin pendek. Hal ini yang menyebabkan kecepatan transfer kalor pada frekuensi resonansi tinggi semakin cepat. Perubahan suhu terkecil terjadi pada frekuensi resonansi 90 Hz, yaitu 0,9 oC. Sedangkan perubahan suhu terbesar terjadi pada frekuensi resonansi 150 Hz, yaitu 1,9 oC dibagian tandon dingin sistem termoakustik sederhana.

  20. Igale naisele kaine mees! / Heimar Lenk

    Index Scriptorium Estoniae

    Lenk, Heimar, 1946-

    2005-01-01

    Ilmunud ka: Koit 8. september lk. 6, Valgamaalane 10. september lk. 2, Pravo i Pravda 20. september lk. 3, Postimees 21. september lk. 15. Juhised valimisplatvormi koostamiseks, hoiatus alkoholi liigse tarbimise eest oleks igati õigustatud

  1. Penanganan Rasa Sakit Gigi Pada Kasus-Kasus Endodontik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gatot Sutrisno

    2015-09-01

    Full Text Available Endodontik merupakan cabang dalam ilmu Kedokteran Gigi yang banyak menangani kasus penyakit pulpa dan peri-apek yang merupakan kelanjutan dari penyakit pulpa itu sendiri. Seperti pada umumnya kasus-kasus kepenyakitan yang lain penderita datang pada keadaan sakit akut yang hebat dengan penyakit pulpa yang tidak dapat kita selamatkan vitalitasnya lagi. Hal itu terjadi karena daya regenerasi pulpa amat minim. Rasa sakit pada kasus endodontik merupakan dasar dari penderita untuk datang dirawat dengan maksud untuk dihilangkan atau dikurangi rasa sakit yang diderita. Dalam makalah ini kami akan sedikit membahas tentang rasa sakit pulpa dan penanganannya yang selalu dan banyak dijumpai dalam perawatan endodontik.

  2. Perambatan Gelombang Optik pada Grating Sinusoidal dengan Chirp dan Taper

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isnani Darti

    2009-11-01

    menggunakan MIL, dipelajari perubahan respon optik pada grating sinusoidal akibat variasi amplitudo modulasi indeks (taper dan variasi frekuensi spasial grating (chirp. Hasil simulasi menunjukkan bahwa taper menyebabkan adanya fenomena penghilangan side-lobe pada spektrum transmitansi. Adanya chirp menyebabkan penghalusan side-lobe pada spektrum transmitansi dengan semakin besar parameter chirp menyebabkan peningkatan transmitansi di sekitar pusat band-gap dari grating homogen. Selain implementasi integrasi numerik (Runge-Kutta, MIL merupakan metode eksak sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi validitas metode yang sering digunakan yaitu Persamaan Moda Tergandeng (PMT. Dari hasil perbandingan dapat disimpulkan bahwa secara umum PMT kurang akurat dalam menganalisis struktur grating sinusoidal baik homogen maupun tak-homogen.

  3. PENCEMARAN PESTISIDA PADA PERAIRAN PERIKANAN DI SUKABUMI- JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Taufik

    2011-12-01

    Full Text Available Penggunaan pestisida merupakan salah satu sumber pencemar yang potensial bagi sumberdaya dan lingkungan perairan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran pestisida pada lahan perikanan budidaya di Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian diawali dengan penentuan lokasi, dilanjutkan dengan pengambilan contoh (air, sedimen, biota air, preparasi, identifikasi, dan analisis data, serta pelaporan. Analisis contoh menggunakan alat Gas Chromatograph (GC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan perikanan air tawar di daerah Sukabumi terdapat residu pestisida dari golongan organoklorin, organofosfat, piretroid, dan karbamat dengan konsentrasi di bawah Batas Maksimal Residu (BMR. Jenis dan konsentrasi residu pestisida tersebut yang terbesar terdapat pada ikan, kemudian di dalam tanah dan yang terakhir adalah dalam air.

  4. Analisis Performansi Konektifitas Pada Jaringan Wireless Broadband di Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    OTNIEL TONAPA

    2016-02-01

    Full Text Available Abstrak Perkembangan teknologi komunikasi Wireless mengarah ke teknologi yang berbasis jaringan IP (Internet Protocol. Access Point adalah suatu perangkat Wireless Router.  Access point membentuk hot spot, sedangkan Wireless Router mengatur lalu lintas data. Parameter yang diukur pada penelitian ini yaitu Quality of Service (QoS, antara lain pengukuran jitter, delay, dan packet loss yang dihasilkan dalam layanan paket data. Nilai jitter rata-rata sesama pengguna modem ADSL yang terhubung dengan access point pada smartphone bernilai 143.36 ms sedangkan pada laptop berada pada nilai 45.6 ms. Nilai jitter sesama penguna modem GPON, nilai rata-rata pada smartphone bernilai 133.12 ms, sedangkan pada laptop berada pada nilai 45.56 ms. Nilai rata-rata delay sesama pengguna modem ADSL pada smartphone bernilai 99.04 ms, sedangkan pada laptop sebesar 56.33 ms. Nilai rata-rata delay pada sesama pengguna modem GPON pada smartphone adalah 97.96 ms sedangkan pada laptop sebesar 56.15 ms.  Packet loss dari hasil pengujian keduanya memiliki presentase sama yaitu 1%. Kata kunci: Teknologi Digital Subscriber Line, Jaringan Optik Pasif, Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP, Quality of Service (QoS Abstract Wireless communication technology development leading to technologies that network-based IP (Internet Protocol. Access Point Wireless Router is a device. Access point forming a hot spot, while the router manage data traffic. Parameters measured in this research is Quality of Service (QoS. among other things, measuring jitter, delay, and packet loss. resulting in packet data service. Jitter value among ADSL fellow have the average on smartphones 143.36 ms. On laptop average be at 45.6 ms. While jitter value among GPON fellow user have the average on smartphone 133.12 ms. On laptop average be at 45.56 ms. The average value of the delay to ADSL fellow users on smartphones 99.04 ms and on laptop average be at 56.33 ms. While delay value among GPON fellow user

  5. PENGUKURAN RESIKO MANAJEMEN PROYEK TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT MSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henny Hendarti

    2011-11-01

    kepustakaan serta studi lapangan yang meliputi wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi. Pendekatan untuk melakukan pengukuran resiko teknologi informasi pada PT MSI adalah PMBOK (Project Management Body Of Knowledge. Hasil yang dicapai adalah ditemukannya resiko-resiko yang mungkin terjadi pada proyek. Simpulan dari penelitian ini adalah PT MSI sudah menerapkan manajemen proyek teknologi informasi dengan cukup baik melalui proses inisiasi, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian, evaluasi proyek dan penutupan proyek. Hal ini dilihat resiko yang ditemukan tidak banyak dan hanya dibutuhkan sedikit perbaikan dalam mengelola resiko pada proyek tersebut. Namun perusahaan belum melakukan pengukuran terhadap resiko manajemen proyek TI.

  6. Pengukuran Sumbatan Hidung pada Deviasi Septum Nasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bestari J Budiman

    2012-07-01

    Full Text Available Abstrak Latar Belakang: Gejala sumbatan hidung meskipun bukan suatu gejala penyakit yang berat, tetapi dapat menurunkan kualitas hidup dan aktivitas penderita. Penyebab sumbatan hidung dapat bervariasi dari berbagai penyakit dan kelainan anatomis. Salah satu penyebab dari kelainan anatomi adalah deviasi septum nasi. Tujuan: Untuk menilai gejala dan derajat sumbatan hidung pada deviasi septum nasi. Tinjauan Pustaka: Diagnosis dari gejala sumbatan hidung sangat kompleks dan bervariasi, selain berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik juga diperlukan pemeriksaan penunjang untuk pengukuran sumbatan hidung. Skor sumbatan hidung merupakan salah satu parameter untuk menilai suatu sumbatan hidung pada deviasi septum nasi. Untuk itu diperlukan pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk mendiagnosis dan mengevaluasi gejala sumbatan hidung, diantaranya adalah nasal inspiratory flow meter, rhinomanometri dan rhinometri akustik. Kesimpulan: Gejala sumbatan hidung pada deviasi septum dapat dievaluasi dengan pemeriksaan tambahan meliputi pemeriksaan dengan spatula lidah, nasal inspiratory flow metry, nasal expiratory flow metry, rinomanometri, dan rinometri akustik. Kata kunci: sumbatan hidung, deviasi septum, nasal inspiratory flow metry, nasal expiratory flow metry, rinomanometri, rinometri akuistik. Abstract Background: Although nasal obstruction is not a severe symptom of the disease, it can decrease the quality of life and activity of the patient. The etiology of nasal obstruction could be varied from any diseases and anatomical abnormalities. One of anatomical abnormality cause is septal deviation. Purpose: To evaluate the symptom and the degree of nasal obstruction in septal deviation. Review: The diagnosis of nasal obstruction is more complex and varied, based on anamnesis and physical examination, and beside that need additional examination to measure the nasal patency. Nasal obstruction score is one of parameter to evaluate the obstruction of

  7. Pengaruh Penambahan Kosubstrat pada Biodegradasi Crude Oil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Any Juliani

    2016-06-01

    Full Text Available Kegiatan penambangan minyak bumi tidak hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga oleh masyarakat secara tradisional. Potensi pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan rakyat ini menjadi lebih tinggi karena pengelolaannya yang tradisional. Salah satu jenis pencemaran yang ditimbulkannya misalnya adalah tanah atau perairan yang tercemar oleh minyak bumi (crude oil pada saat berlangsungnya kegiatan penambangan. Salah satu upaya untuk dapat mengatasinya adalah dengan bioremediasi. Bioremediasi merupakan teknologi pengolahan pencemar dengan memanfaatkan aktivitas mikroba, terutama dari golongan bakteri. Bioremediasi tersebut harus melibatkan bakteri yang memiliki kapasitas metabolic untuk melakukan biodegradasi terhadap crude oil tersebut. Crude oil sendiri pada dasarnya merupakan senyawa hidrokarbon yang merupakan sumber karbon yang kaya bagi mikroba. Namun demikian, biodegradasi crude oil relative lebih sulit dilakukan karena karakteristiknya yang merupakan senyawa dengan berat molekul dan ukuran yang besar. Oleh karena itu penambahan kosubstrat yang lebih sederhana dapat dilakukan untuk membantu biodegradasi terutama pada tahap awal proses. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan kosubstrat dalam hal ini glukosa terhadap biodegradasi crude oil. Penelitian dilakukan dalam media cair dengan bioaugmentasi melalui penambahan inoculum bakteri yang diisolasi dari tanah yang dikondisikan terhadap crude oil dalam beberapa variasi reactor. Indikasi terjadinya biodegradasi diperiksa melalui pengukuran terhadap parameter Total Petroleum Hydrocarbon (TPH dan Total Plate Count (TPC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kosubstrat glukosa memberikan pengaruh positif terhadap penurunan TPH. Penurunan TPH tertinggi setelah 28 hari adalah sebesar 25,3 % yang diberikan oleh reactor dengan penambahan kosubstrat serta konsentrasi crude oil awal sebesar 8.1 %. Sementara itu reactor tanpa

  8. Pengaturan dan Pengawasan pada Bank Syariah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Syukron

    2012-06-01

    Full Text Available Peran bank dalam melaksanakan tugas dan fungsinya perlu diatur secara baik dan benar. Hal ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan nasabah terhadap aktivitas perbankan. Salah satu peraturan yang perlu dibuat untuk mengatur perbankan adalah peraturan mengenai permodalan bank yang berfungsi sebagai penyangga terhadap kemungkinan terjadinya kerugian. Tulisan ini merupakan studi pustaka dimana penulis mengelaborasi bagaimana pengaturan dan pengawasan pada bank syariah yang ada di berbagai negera. Dalam tulisan ini, penulis mengambil sampel negara Malaysia,  Pakistan, Kuwait, dan Inggris. Alasan memilih keempat negara tersebut karena Malaysia dan Kuwait memiliki kemiripan dengan Indonesia yang mengadopsi dual banking system.

  9. MODEL INKLUSI KEUANGAN PADA UMKM BERBASIS PEDESAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyani Irmawati

    2013-09-01

    Full Text Available In general, regional economy is supported by micro, small and medium enterprises (SMEs. They have important role in promoting economic growth in Indonesia. In Indonesia, there are various types of SMEs that are spreadout throughout the region, one of which is batik SMEs. Klaten regency has the largest number of Batik SMEs in Central Java province. Commonly, the issue of SMEs in general is the problem of capital. To overcome this issue, there is a model named “Financial Inclusion” to encourage the financial system to be accessible by society. The purpose of this study is to identify the application of financial inclusion in rural-based batik SMEs in Klaten regency and analyze its strengths, weaknesses, opportunities, and obstacles in the implementation of financial inclusion in the SME. Data analysis technique used is descriptive analysis and SWOT analysis. The results revealed that the form of the model of financial inclusion for SMEs Batik in Klaten regency is financial institutions in terms of capital. This is in the form of low interest loans and KUR (Business Credit fo Society. Then, there is a provision of assistance from financial institutions. In terms of marketing, it is necessary for SMEs in having intensive assistance, participating in batik exhibition and advertisement. Having applied this model, it is expected that SMEs Batik Klaten will be well-improved. Perekonomian daerah pada umumnya ditopang oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM. Perannya sangat vital dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Di Indonesia terdapat berbagai jenis UMKM yang tersebar diseluruh wilayah, salah satunya adalah UMKM batik. Kabupaten Klaten memiki jumlah UMKM batik terbanyak di provinsi Jawa Tengah. Persoalan UMKM pada umumnya adalah masalah permodalan. Untuk mengatasinya terdapat satu model bernama “Inklusi Keuangan” yang dapat mendorong sistem keuangan agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah

  10. Asupan Gizi dan Mengantuk pada Mahasiswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sada Rasmada

    2012-10-01

    Full Text Available Asupan nutrisi dan energi, status nutrisi, serta aktivitas harian berpengaruh pada kejadian mengantuk yang berpengaruh negatif pada konsentrasi dan produktivitas belajar pada mahasiswa. Kejadian mengantuk berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif yang disebabkan oleh defisiensi zat besi. Seseorang yang mengantuk akan mengalami penurunan aktivitas fisik yang menyebabkan kelebihan berat badan sehingga berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang berpengaruh pada kejadian mengantuk di kalangan mahasiswa. Penelitian dengan desain studi cross sectional ini dilakukan terhadap sampel 139 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Proporsi mahasiswa yang hampir mengantuk sekitar 28,80%. Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur dan masalah kantuk (nilai p = 0,048. Mahasiswa dengan durasi tidur < 8 jam per hari mengalami kejadian mengantuk 0,50 kali lebih besar daripada mahasiswa dengan durasi tidur ³ 8 jam per hari. Faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian mengantuk adalah durasi tidur setelah dikontrol dengan asupan protein dan lemak, aktivitas fisik, dan paparan media. Mahasiswa yang sering mengantuk memperlihatkan asupan zat besi rendah sehingga disarankan untuk meningkatkan asupan zat besi yang berasal dari sumber makanan yang mengandung heme. Kata kunci: Asupan nutrisi, aktivitas fisik, konsentrasi, masalah kantuk Abstract Nutrient and energy intake, nutrition status, and daily activity could give impact for sleepiness problem. Sleepiness related to the decreasing of cognitive ability that caused by iron deficiency. A person who feels sleepy will have a lack of physical activities that lead to overweight and therefore has a higher risk to suffer degenerative diseases such as cardiovascular and diabetes mellitus. This study aimed to analyze dominant factor that can give

  11. Kesintasan Undur-Undur pada Media Aklimatisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mayang Arundina

    2014-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesintasan undur-undur pada media aklimatisasi. Penelitian dilakukan di rumah teduh Jalan Tumpang I/82 Semarang dan Laboratorium Jurusan Biologi FMIPA UNNES. Variabel utamanya kesintasan undur-undur, berat dan panjang undur-undur, sedangkan variabel pendukungnya jenis media aklimatisasi, meliputi tanah kering, abu dan serbuk batu bata. Tahap awal, disiapkan media hidup undur-undur, media kemudian dimasukkan kedalam kotak aklimatisasi, diberi cangkup dan dibiarkan selama 10 hari. Undur-undur ditimbang dan diukur panjang tubuhnya kemudian dimasukkan kedalam kotak aklimatisasi, masing-masing kotak diisi15 undur-undur. Kesintasan hidup undur-undur pada masing-masing media diamati selama 45 hari, data diambil seminggu sekali. Undur-undur diberi makan 2 - 3 ekor semut sehari 3 kali. Setelah 45 hari undur-undur ditimbang dan diukur panjang tubuhnya kembali. Data kesintasan hidup undur-undur dianalisis menggunakan Anava Dua jalur. Berat dan panjang undur-undur dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan undur-undur dapat sintas pada media aklimatisasi, yaitu tanah kering dan abu. Undur-undur mengalami pertambahan berat dan panjang sesudah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa undur-undurdapat sintas pada media aklimatisasi yaitu tanah kering dan abu. Ukuran berat dan panjang undur-undur mengalami pertambahan sesudah penelitian. This research was aimed to know the survival of gratus at the acclimatization media. The research was held in the shady house at Jalan Tumpang I/82 Semarang and in the Laboratory of Biology Departement of FMIPA UNNES. The main variables were the survival of gratus, the weight and length of gratus, whereas the supporting variable was the acclimatization media, that is the dry sandy soil, the dust and the powder of bricks. Initially, the acclimatization media was prepared for the gratus, then the media was distributed into the boxes of

  12. Mindfullness Dengan Kualitas Hidup Pada Lanjut Usia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Astika Sari

    2017-07-01

    Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lanjut usia di kelurahan Tuah Karya, Pekanbaru. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 65 orang lanjut usia. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan dua tahap, pertama menggunakan teknik cluster sampling, cluster penelitian ditentukan dengan mengundi 176 RT, kemudian subjek ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan skala mindfulness dan skala kualitas hidup dari WHOQOL-BREF. Hasil analisis data meggunakan korelasi product moment menunjukkan nilai korelasi (r sebesar .527, p < 0,01, artinya ada hubungan positif antara mindfulness dan kualitas hidup pada lanjut usia di Kelurahan Tuah Karya, Pekanbaru. Kata kunci: mindfulness, kualitas hidup, lanjut usia

  13. IMPLEMENTASI DATA MINING UNTUK PENENTUAN POSISI BARANG PADA RAK MENGGUNAKAN METODE APRIORI PADA PT MIDI UTAMA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Aprizal

    2016-12-01

    Full Text Available Alfamidi merupakan objek penelitian mengalami permasalahan pada posisi penempatan barang pada rak jualan masih kurang tertata, karena kurang teraturnya posisi barang pad arak mengakibatkan terkadang ada barang yang dicari oleh konsumen tapi malah tidak ditemuka di bagian rak, yang berdampak pada pengurangan daya minat pembeli. Penelitian ini menggunakan algoritma apriori untuk mengklasifikasikan data transaksi penjualan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Diharapkan penelitian ini dapat membantu pihak Alfamidi untuk menyusun penempatan produk yang dijual. Kata Kunci : Data Mining, Algoritma Apriori, lokasi barang.

  14. POLA PEMBERIAN KORTIKOSTEROID PADA PASIEN ISPA BAGIAN ATAS DI PUSKESMAS SUKASADA II PADA BULAN MEI – JUNI 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Yulianto

    2015-06-01

    Full Text Available ISPA merupakan penyakit yang umum dan global di masyarakat. Pada pusat layanan primer seperti di Puskesmas Sukasada II, angka kunjungan pasien ISPA tercatat sebanyak 3,091 pasien pada tahun 2013 dan tercatat sebanyak 1,452 pasien di periode Januari - Juni 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemberian kortikosteroid pada pasien ISPA bagian atas dan indikasi pemberiannya. Kriteria pasien dalam penelitian adalah pasien rawat jalan yang terdiagnosis ISPA bagian atas yang tercatat di Puskesmas Sukasada II pada Mei – Juni 2014. Penelitian menggunakan metode studi deskriprif cross-sectional menggunakan pengumpulan data sekunder yang berasal dari register dan rekam medis pasien ISPA bagian atas yang berobat di Puskesmas Sukasada II. Karakteristik berdasarkan umur pasien ISPA di Puskesmas Sukasada II adalah balita (46,5%. Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi tertinggi terdapat pada jenis kelamin laki-laki (52,8% dan berdasarkan letak desa, tertinggi di Desa Pancasari (54,2%. Berdasarkan tanda dan gejala keluhan demam (21,4%, batuk (20,4%, pilek (14,8%, bersin (14,8%, sekret hidung (14,8%, sakit tenggorok (7,1%, dan sakit kepala (6,7%. Diagnosis ISPA bagian atas dibagi menjadi sinusitis (8,3%, common cold (11,1%, rinitis (13,9%, tonsilitis (25,0%, dan faringitis (41,7%. Pemberian kortikosteroid pada pasien ISPA mencapai 27,1% dengan kortikosteroid yang digunakan adalah prednison (15,3% dan deksametason (11,8%. Pemberian kortikosteroid berdasarkan gejala dan tanda klinis pada pasien ISPA sudah sesuai berdasarkan penelitian yang telah dilakukan akan tetapi belum ada pedoman indikasi pemberian kortikosteroid yang pasti pada pasien ISPA. Pemberian kortikosteroid pada pasien ISPA berdasarkan diagnosis meliputi, tonsillitis (41,6%, faringitis (26,7%, rinitis (25%, common cold (18,9%, dan sinusitis (0%. Pemberian kortikosteroid pada pasien infeksi, termasuk ISPA adalah kontraindikasi kecuali pada pasien sepsis bakteri gram negatif dan

  15. Pengukuran Resiko Manajemen Proyek Teknologi Informasi pada PT MSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henny Hendarti

    2011-12-01

    Full Text Available Pengukuran resiko manajemen proyek teknologi informasi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen proyek teknologi informasi (TI berjalan pada PT MSI agar penerapannya dapat sesuai dengan tujuan bisnis yang diharapkan oleh perusahaan dan memperkirakan resiko-resiko apa yang mungkin terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus di mana teknik pengumpulan data meliputi studi kepustakaan serta studi lapangan yang meliputi wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi. Pendekatan untuk melakukan pengukuran resiko teknologi informasi pada PT MSI adalah PMBOK (Project Management Body Of Knowledge. Hasil yang dicapai adalah ditemukannya resiko-resiko yang mungkin terjadi pada proyek. Simpulan dari penelitian ini adalah PT MSI sudah menerapkan manajemen proyek teknologi informasi dengan cukup baik melalui proses inisiasi, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian, evaluasi proyek dan penutupan proyek. Hal ini dilihat resiko yang ditemukan tidak banyak dan hanya dibutuhkan sedikit perbaikan dalam mengelola resiko pada proyek tersebut. Namun perusahaan belum melakukan pengukuran terhadap resiko manajemen proyek TI. 

  16. LAPORAN KASUS TINEA KRURIS PADA PENDERITA DIABETES MELITUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Kresna Yudhistira Wiratma

    2014-08-01

    Full Text Available Tinea kruris merupakan infeksi jamur superfisialis yang mengenai kulit pada  daerahlipat paha, genital, sekitar anus dan daerah perineum. Tinea kruris disebabkan olehjamur dermatofita. Faktor predisposisi tinea kruris adalah kelembaban dan suhu yangtinggi serta keadaan yang dapat menurunkan sistem imun melawan infeksi sepertidiabetes melitus dan obesitas. Dilaporkan kasus tinea kruris pada seorang laki-lakiberusia 59 tahun dengan keluhan gatal pada lipat paha sejak 3 hari yang lalu. Ditemukanlesi semilunar pada kedua lipat paha,berbatas tegas dengan tepi yang lebih merah danmeninggi serta dibagian tengah lesi ditemukan central healing yang ditutupi skuamahalus. Pemeriksaan mikroskopis KOH 20% ditemukan hifa panjang. Pasien didiagnosistinea kruris dan diberikan krim miconazole 2% yang diberikan dua kali sehari.Prognosis pasien baik tapi dapat terjadi kekambuhan karena pasien juga memilikiriwayat diabetes melitus yang merupakan salah satu faktor predisposisi tinea kruris.  

  17. PERBANDINGAN EUCLIDEAN DISTANCE DENGAN CANBERRA DISTANCE PADA FACE RECOGNITION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sendhy Rachmat Wurdianarto

    2014-08-01

    Full Text Available Perkembangan ilmu pada dunia komputer sangatlah pesat. Salah satu yang menandai hal ini adalah ilmu komputer telah merambah pada dunia biometrik. Arti biometrik sendiri adalah karakter-karakter manusia yang dapat digunakan untuk membedakan antara orang yang satu dengan yang lainnya. Salah satu pemanfaatan karakter / organ tubuh pada setiap manusia yang digunakan untuk identifikasi (pengenalan adalah dengan memanfaatkan wajah. Dari permasalahan diatas dalam pengenalan lebih tentang aplikasi Matlab pada Face Recognation menggunakan metode Euclidean Distance dan Canberra Distance. Model pengembangan aplikasi yang digunakan adalah model waterfall. Model waterfall beriisi rangkaian aktivitas proses yang disajikan dalam proses analisa kebutuhan, desain menggunakan UML (Unified Modeling Language, inputan objek gambar diproses menggunakan Euclidean Distance dan Canberra Distance. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah aplikasi face Recognation menggunakan metode euclidean Distance dan Canverra Distance terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk kedepannya aplikasi tersebut dapat dikembangkan dengan menggunakan objek berupa video ataupun objek lainnya.   Kata kunci : Euclidean Distance, Face Recognition, Biometrik, Canberra Distance

  18. PENERAPAN KONSEP GAMIFIKASI APPRECIATIVE PADA E-MARKETPLACE UMKM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Acun Kardianawati

    2016-12-01

    Full Text Available Untuk meningkatkan daya saing E-Marketplace UMKM, inovasi pada sistem transaksi online salah satu cara yang dapat diterapkan. Sistem transaksi online dapat dikembangkan dengan menggunakan elemen dari perancangan game. Penggunaan elemen game tersebut dinamakan gamifikasi, yang dapat digunakan  untuk meningkatkan pengalaman, loyalty, brand awareness, dan motivasi pembeli dalam melakukan transaksi. Salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam gamifikasi adalah pada konsep dan desain yang tidak sistematis dapat dipecahkan dengan penggunaan Appreciative Inquiry. Analisa dengan Appreciative Inquiry menghasilkan penerapan gamifikasi yang dilakukan pada kelebihan E-Marketplace UMKM, yaitu pada eksplorasi dan pemilihan produk. Penerapan gamifikasi tersebut ditujukan untuk pembeli dan penjual, dimana dari sisi pembeli dapat memotivasi dalam melihat-lihat produk dan dari sisi penjual termotivasi dalam hal penyajian produknya. Gamifikasi ini memberikan keunikan dan pembeda dari pesaing sehingga dapat meningkatkan kemungkinan pembelian produk dan dengan demikian dapat meningkatkan daya saing dari E-Marketplace UMKM. Kata Kunci: Appreciative Inquiry, E-Marketplace, gamifikasi, UMKM.

  19. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ARANG DARI BATANG TANAMAN GUMITIR (Tagetes erecta) PADA BERBAGAI SUHU DAN WAKTU PIROLISIS

    National Research Council Canada - National Science Library

    I Made Siaka; Ni Putu Diana Febriyanti; Emmy Sahara; I Made Sutha Negara

    2017-01-01

    ...) pada berbagai suhu dan waktu pirolisis. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh suhu dan waktu yang optimum dalam pembuatan arang serta mengetahui karakteristik arang yang dihasilkan pada suhu dan waktu optimumnya...

  20. ANALISIS KONTRASTIF PADA FUNGSI BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA

    OpenAIRE

    Kartika Nuswantara; Salsabela Putri Aghnadiin

    2016-01-01

    Paper ini mencoba menguraikan ungkapan-ungkapan bahasa Jepang yang umum diajarkan pengajar bahasa Jepang pada pembelajar yang berbicara bahasa Indonesia. Teori analisis kontrastif digunakan untuk memperoleh persamaan sekaligus perbedaan antara ungkapan pada bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Sumber acuan data diambil dari buku ajar Marugoto A1 jilid katsudou. Diperoleh 120 data ungkapan, dan diantaranya yaitu, 97 ungkapan yang mirip, 21 ungkapan yang memiliki perbedaan, dan 2 ungkapan yang t...

  1. DETEKSI RESIDU HORMON PERTUMBUHAN PADA DAGING AYAM DI KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    Dwi Kesuma Sari; Lucia Muslimin; Fika Fika Yuliza PurbaYuliza Purba; Magfirah Satya Apada

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi residu hormon pertumbuhan terutama 17?? estradiol dan growth hormon pada daging dan hati ayam ayam di Kota Makassar menggunakan metode immunohistokimia. Sampel diambil dari pasar tradisional dan pasar modern. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa tidak ditemukan residu hormone GH dan estradiol 17 beta pada daging dan hati ayam vaik dari pasar tradisonal maupun dari pasar swalayan. Dari hasil ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa daging broiler ya...

  2. Implementasi Modem Akustik OFDM pada TMS320C6416

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuandhika Adhi Widhyatmaka

    2013-09-01

    Full Text Available Desain sistem komunikasi digital menggunakan sinyal akustik untuk aplikasi bawah air adalah bidang yang sangat menantang karena sifat yang sangat kompleks dari saluran bawah air. Teknologi yang dikenal dengan sebutan underwater acoustic merupakan jawaban atas tantangan terhadap keterbatasan kemampuan pengiriman sinyal informasi pada media air. Hal ini disebabkan karena gelombang elektromagnetik dan radio tidak dapat mencapai jarak yang jauh pada medium air karena akan menghasilkan redaman yang sangat besar, sementara sinyal akustik dapat mencapai jarak yang jauh walaupun dengan kecepatan dan bandwidth yang terbatas. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sistem tersebut, yang secara efektif dapat menahan efek samping saluran namun tetap memberikan laju data yang memadai. Untuk tujuan ini, sebuah studi mendalam tentang saluran komunikasi bawah air dilakukan dandianalisis. Seiring dengan kemajuan yang signifikan telah dibuat penggunaan modulasi multicarrier dalam bentuk ortogonal frekuensi division multiplexing (OFDM dengan data rate tinggi untuk komunikasi akustik bawah air. Dalam tugas akhir ini, implementasi modem akustik OFDM pada sistem single-input single-output menggunakan modul fixed-point DSP TMS320C6416 di mana inti DSP berjalan pada 1 GHz. Terdapat terdapat tiga kategori untuk mengetahui karakteristik modem akustik OFDM yang ditampilkan dalam grafik Bit Error Rate (BER terhadap Signal to Noise Ratio (SNR. Pengujian dilakukan dengan mengirimkan citra 40x64 8bit. Kinerja terbaik terdapat pada implementasi sistem mfile dengan nilai BER mencapai 0,0067 pada 32 subcarrier. Sedangkan kinerja terburuk terdapat pada implementasi sistem pada TMS320C6416 dan sistem simulink rata-rata nilai BER 0,5 dikarenakan kondisi sample rate antar perangkat yang tidak sinkron.

  3. Hubungan Intensitas Menggunakan Facebook dengan Kecenderungan Nomophobia pada Remaja

    OpenAIRE

    Ria Wahyuni; Harmaini Harmaini

    2017-01-01

    Pada masa sekarang ini, perkembangan sosial media terutama facebook sangat pesat. Hal ini memicu remaja untuk menggunakan facebook semakin meningkat yang akan menyebabkan kecenderungan menjadi nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara ilmiah mengenai ada tidaknya hubungan antara intensitas penggunaan facebook terhadap kecenderungan menjadi nomophobia pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 02 Bengkalis dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan a...

  4. IMPLEMENTASI BALANCED SCORECARD PADA ORGANISASI PUBLIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imelda R. H. N Imelda R. H. N

    2004-01-01

    Full Text Available At first introduced, balance scorecard is used by bussiness organization to measure performance of their activities, now balance scorecard is also used by public organization. A Public Organization is an organization intends to provide services to public, not for seeking profits. In order to used by public organization, a balance scorecard need to be modified. This essay discusses how to build a balance scorecard, which includes strategic goals, measures, targets, initiatives, and implementing balance scorecard to public organization. Abstract in Bahasa Indonesia : Saat pertama kali diperkenalkan, balanced scorecard digunakan oleh organisasi bisnis untuk pengukuran kinerja. Dewasa ini, balanced scorecard tidak saja digunakan oleh organisasi bisnis tetapi juga organisasi publik. Organisasi publik adalah organisasi yang menyediakan jasa pada masyarakat dengan tujuan bukan untuk mencari profit. Untuk dapat digunakan oleh organisasi publik, balanced scorecard tersebut harus dimodifikasi. Tulisan ini membahas bagaimana membangun balanced scorecard, meliputi menentukan tujuan strategis, ukuran yang digunakan, target yang ingin dicapai serta inisiatif, dan mengimplementasikan balanced scorecard pada organisasi publik. Kata kunci: balanced scorecard, organisasi publik.

  5. QUESTION ANSWERING SYSTEM DAN PENERAPANNYA PADA ALKITAB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunawan Gunawan

    2006-01-01

    sumber informasi yang luas dan bervariasi, serta adanya perkembangan yang pesat dari teknik Natural Language Processing (NLP, Information Extraction (IE, dan Information Retrieval (IR sangat mempengaruhi perkembangan dari QA system, yang mana dulunya hanya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terbatas pada suatu bidang (domain tertentu dengan berdasarkan pada sumber informasi yang terstruktur seperti database, hingga kini dapat menjawab berbagai jenis pertanyaan dengan bersumber pada informasi dari sebuah koleksi teks yang tidak terstruktur. Umumnya arsitektur question answering system yang berbasis teks dibangun atas enam tahapan proses, yaitu analisis pertanyaan, preprocessing koleksi dokumen, pemilihan kandidat dokumen, analisis kandidat dokumen, ekstraksi jawaban, dan pemberian respon. Aplikasi-aplikasi QA system (baik yang dapat diakses melalui internet maupun tidak yang dikembangkan dengan ciri khasnya masing-masing memiliki urutan proses yang tidak jauh berbeda satu dengan lainnya. Jawaban yang dikembalikan oleh sebuah QA system sebagai respon terhadap pertanyaan perlu dievaluasi untuk menilai performansi sistem. Tulisan ini dilengkapi dengan sebuah aplikasi QA system dengan menggunakan Alkitab berbahasa Inggris versi World English Bible (WEB sebagai sumber informasi untuk menjawab pertanyaan. Pemilihan domain Alkitab menyebabkan sejumlah pertanyaan yang dapat diajukan terbatas pada informasi yang tersimpan dalam Alkitab itu sendiri. Selain itu pertanyaan juga dibatasi pada tiga buah tipe jawaban, yaitu Person, Location, dan Date. Kata kunci: question answering system, natural language processing, information retrieval, information extraction, named entity recognition, part of speech tagging.

  6. PENGGUNAAN SANDWICH PLATE SYSTEM (SPS PADA KONSTRUKSI INNER BOTTOM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Baidowi

    2015-06-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi yang semakin maju memberikan alternatif-alternatif dalam memperbaiki berbagai bentuk sistem, termasuk di dalamnya konstruksi struktur kapal. Latar belakang dari penelitian ini adalah pada permasalahan kebutuhan material ringan pada kapal, kecepatan proses produksi, penyederhanaan konstruksi dan biaya perawatan kapal yang rendah. Penggunaan material ringan Sandwich Plate System (SPS menjadi salah satu jawaban dari permasalahan-permasalahan tersebut, penggunaan SPS dapat menyederhanakan bentuk dari konstruksi kapal dengan menghilangkan penegar inner bottom longitudinal dan mampu mengurangi Light Weight Tonnase (LWT. Artikel ini membahas perbandingan pola distribusi tegangan dan deformasi pada konstruksi bottom yang menggunakan SPS dan baja AH36, selain dari itu juga mengetahui seberapa besar pengurangan LWT yang dihasilkan untuk meningkatkan Payload kapal. Analisa dilakukan dengan simulasi numerik berdasarkan FEM pada konstruksi inner bottom dengan pembebanan muatan. Dari hasil simulasi didapatkan besar tegangan maksimal untuk material baja AH36 sebesar 226 Mpa dengan menggunakan penegar, sedangkan konstuksi dengan material SPS tegangan maksimal yang dihasilkan sebesar 221 Mpa tanpa penggunaan penegar, dengan deformasi maksimal untuk AH36 dan SPS yaitu 77 mm yang terjadi pada bagian tengah blok konstruksi inner bottom. Dengan hilangnya penegar berat konstruksi berkurang sebesar 13,05% dari penggunaan material baja AH36 sehingga memberikan peningkatan payload sebesar 13,05%. Simulasi penelitian dilakukan pada kapal Bulk Carrier (BC.

  7. Simulasi Numerik Dynamic Stall Pada Airfoil Yang Berosilasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galih S.T.A. Bangga

    2012-09-01

    Full Text Available Kebutuhan analisa pada sudu helikopter, kompresor, kincir angin dan struktur streamline lainya yang beroperasi pada angle of attack yang tinggi dan melibatkan instationary effects yang disebut dynamic stall menjadi semakin penting. Fenomena ini ditandai dengan naiknya dynamic lift melewati static lift maksimum pada critical static stall angle, vortex yang terbentuk pada leading edge mengakibatkan naiknya suction contribution yang kemudian terkonveksi sepanjang permukaan hingga mencapai trailling edge diikuti terbentuknya trailling edge vortex yang menunjukkan terjadinya lift stall. Fenomena ini sangat berbahaya terhadap struktur airfoil itu sendiri. Secara umum, beban fatique yang ditimbulkan oleh adanya efek histerisis karena fluktuasi gaya lift akibat induksi vibrasi lebih besar dibandingkan kondisi statis. Simulasi numerik dilakukan secara 2D dengan menggunakan profil Boeing-Vertol V23010-1.58 pada α0 = 14.92°. Standard-kω dan SST-kω digunakan sebagai URANS turbulence modelling. Model osilasi dari airfoil disusun dalam suatu user defined function (UDF. Gerakan meshing beserta airfoil diakomodasi dengan menggunakan dynamic mesh approach. Simulasi numerik menunjukkan bahwa, model SST-kω menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan Standard-kω. Fenomena travelling vortex yang terjadi mampu ditangkap dengan baik, meski pada angle of attack yang tinggi URANS turbulence model gagal memprediksikan fenomena yang terjadi karena dominasi efek 3D.

  8. PENGARUH REBRANDING TERHADAP CITRA BANK JAMBI PADA NASABAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Ichsan Pratama

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh yang diberikan oleh perubahan nama, logo, slogan dan frontliner Bank Jambi terhadap citra perusahaan pada nasabah Bank Jambi Kantor Cabang Utama Kota Jambi. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode explanatory survey. Beberapa teori yang menjadi pegangan adalah teori psikologi kognitif, teori stimulus organism respons, dan teori manajemen citra organisasi. Populasi yang digunakan adalah nasabah Bank Jambi Cabang Utama yang berjumlah 3669 nasabah. Melalui teknik sampling secara acak sistematis, diperoleh sampel sebanyak 98 nasabah yang mewakili populasi tersebut. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, studi kepustakaan, dan media internet. Kuesioner yang merupakan instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitas menggunakan teknik Pearson Product Moment. Selanjutnya data yang dihasilkan menggunakan kuesioner dianalisis menggunakan analisis jalur untuk melihat pengaruh dan signifikansi yang diberikan variabel-variabel eksogen terhadap variabel endogen. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa Frontliner dan Logo Bank Jambi mempengaruhi citra Bank Jambi pada nasabah secara siignifikan, dan Nama dan Slogan Bank Jambi mempengaruhi Citra Bank Jambi pada nasabah secara tidak signifikan. Secara keseluruhan, rebranding yang dilakukan Bank Jambi telah memberikan respons yang positif terhadap Citra Bank Jambi pada nasabah.

  9. ANALISA SETTING RELAI PENGAMAN AKIBAT REKONFIGURASI PADA PENYULANG BLAHBATUH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komang Windu iswara

    2015-10-01

    Full Text Available Penyulang tegangan menengah merupakan saluran yang menghubungkan sumber daya listrik dari gardu induk ke konsumen, di dalam pendistribusian sumber daya listrik di jaringan 20 kV seringkali menyebabkan terputusnya pasokan daya listrik ke pelanggan. Salah satunya sistem pengaman relai pada penyulang. Seperti yang terjadi pada penyulang Blahbatuh perlu dianalisa setting relai pengaman sebelum dam sesudah rekonfigurasi yang dibandingkan dengan data di lapangan. Mencari arus gangguan hubung singkat menggunakan aplikasi Electrical Transient Analisys Program Power Station (ETAP. Hasil analisa mendapatkan arus gangguan hubung singkat sebelum rekonfigurasi jaringan sebesar 9.389 A dan setelah rekonfigurasi jaringan sebesar 9.381 A. Hasil yang diperoleh nilai setting relai sebelum rekonfigurasi dari nilai setting over current relay (OCR pada pangkal penyulang sebesar 271,2 A dan TMS 0,157 SI, sedangkan hasil yang diperoleh nilai setting relai setelah rekonfigurasi dari nilai setting over current relay (OCR pada pangkal penyulang sebesar 226,8 A dan TMS 0,170 SI. Hasil yang diperoleh nilai setting relai sebelum rekonfigurasi dari nilai setting ground faulth relay (GFR pada pangkal penyulang sebesar  25 A dan TMS 0,107 SI, sedangkan Hasil yang diperoleh nilai setting relai setelah rekonfigurasi dari nilai setting ground faulth relay (GFR pada pangkal penyulang sebesar 23,6 A dan TMS 0,109 SI. Kata kunci : Rekonfigurasi, Over current relay, Ground fault relay.  

  10. Deteksi Obyek Nyata (Pada Lingkup : Visualisasi dan Deteksi Obyek Nyata pada Lingkungan Hidup

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irwan Budi Santoso

    2014-09-01

    Full Text Available Persoalan lingkungan hidup seperti kebakaran hutan, bencana banjir dan tanah longsor semakin marak yang tidak lain akibat dari aktifitas manusia yang liar dan tidak terkendali. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut adalah adanya fasilitas yang dapat memantau kondisi lingkungan hidup secara riil, melalaui komputer dengan memanfaatkan foto satelit seperti yang disediakan oleh Google Earth. Informasi yang disediakan oleh industri internet tesebut hanya menampilkan foto satelit tanpa mengetahui jenis obyek yang ada dipermukaan bumi. Sehingga dengan keterbatasan tersebut diperlukan pengembangan teknologi lebih lanjut yang dapat melakukan deteksi obyek nyata pada foto satelit. Deteksi obyek nyata yang ada dipermukaan bumi berdasarkan foto satelit sangatlah mungkin dilakukan, hal ini karena setiap obyek yang ada dipermukaan bumi memiliki fitur yang khas. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk membantu mendeteksi obyek-obyek nyata dipermukaan bumi berdasarkan image atau citra satelit adalah Tree-Augmented Naïve Bayes Network Classifier (TAN. Dasar penggunakan metode tersebut untuk mendeteksi obyek adalah karena metode tersebut senantiasa memperhatikan hubungan diantara fitur dalam objek, sehingga lebih realistik diterapkan. Adapun langkah-langkah dalam mendeteksi obyek dalam bentuk image satelit dengan menggunakan metode tersebut, secara garis besar dibagi dua tahap yaitu tahap training dan testing. Tahap training meliputi mengambil sampel obyek-obyek nyata pada image satelit (citra landsat dengan cara cropping obyek-obyek pada image tersebut, merubah image sampel dalam bentuk grayscale, melakukan training untuk membentuk struktur model TAN berserta estimasi parameter modelnya. Sadangkan tahap testing meliputi select obyek yang akan dideteksi, merubah dalam bentuk grayscale, melakukan deteksi obyek berdasarkan struktur model TAN dan parameter hasil training. Dari langkah-langkah tersebut, hasil

  11. SURGICAL CLOSURE PADA DEFEK SEKAT ATRIUM USIA DEWASA: SEBUAH LAPORAN KASUS

    OpenAIRE

    Pande Ayu Naya Kasih Permatananda

    2014-01-01

    Defek Sekat Atrium merupakan penyakit jantung kongenital yang sering ditemukan pada usia dewasa, namun insidennya secara pasti sukar ditentukan karena penyakitini cenderung tidak bergejala dan sukar ditemukan dengan pemeriksaan fisik standar.Pada kasus ini dilaporkan seorang wanita berusia 27 tahun dengan diagnosis defeksekat atrium tipe II dengan ukuran defek sebesar 36,5 mm pada echocardiografi. Padapasien ini dilakukan surgical closure untuk menutup defek pada atrium danmencegah komplikasi...

  12. Pengaruh Suhu Terhadap % Recovery Aluminium pada Pengolahan Campuran Aluminium Oksida yang Terakumulasi pada Permukaan Aluminium Cair (DROSS)

    OpenAIRE

    Ulpa, Dwi Raafiah

    2010-01-01

    Dross adalah kotoran yang mengapung di atas permukaan aluminium cair yang terbentuk akibat proses penambahan fluks ke dalam aluminium cair. Suhu merupakan variabel yang sangat berpengaruh dalam pengolahan dross. Telah dilakukan pengamatan pada pengolahan dross dengan cara sentrifugasi yang melibatkan variasi suhu (772oC – 802oC). Alat yang digunakan dalam pengolahan dross adalah alat pengolahan dross. Hasil pengamatan menunjukkan pada suhu maksimum 802oC menghasilkan recovery aluminium maksim...

  13. ANALISIS USAHA TENUN IKAT BERBASIS PEWARNA ALAM DI KABUPATEN SUMBA TIMUR: Kasus di Kecamatan Kambera dan Umalulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murniati -

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK Pembuatan kain tenun ikat Sumba Timur menggunakan pewarna alam dari bagian tumbuhan. Kerajinan tersebut sudah berkembang dari semula bersifat subsisten menjadi komersial. Namun pengembangannya belum optimal dan belum mendapat dukungan secara signifikan dari para pihak terkait. Penelitian bertujuan menganalisis usaha tenun ikat, meliputi  proses dan biaya produksi serta pendapatan pengrajin, jenis-jenis tumbuhan pewarna yang digunakan, permasalahan yang dihadapi pengrajin, para pihak terkait dan dukungan yang diperlukan untuk keberlanjutan dan pengembangan usaha. Penelitian dilakukan di tiga kelurahan/desa pada Bulan Februari dan Juni 2014 melalui metode wawancara, dialog dan pengamatan lapangan. Usaha kerajinan tenun ikat di Kabupaten Sumba Timur tergolong industri mikro. Tenaga kerja berasal dari anggota keluarga terutama ibu dan anak wanita. Biaya produksi dan harga jual produk (selendang, sarung dan kain sangat bervariasi antar pengrajin. Rata-rata volume kerja pengrajin 7,91 unit benang per tahun dan rata-rata pendapatan pengrajin Rp1.133.122,- per bulan. Dua jenis tumbuhan yang digunakan sebagai sumber pewarna alam utama adalah Indigofera tinctoria L. dan Morinda citrifolia L. yang dipungut dari alam. Belum ada usaha budidaya jenis-jenis tersebut secara signifikan. Produktivitas kerja pengrajin belum optimal dan bahan baku sumber pewarna alam semakin sulit diperoleh. Produk kain tenun masih terpaku pada motif dan warna atau corak tradisional sehingga segmen pasarnya terbatas. Untuk menjamin keberlanjutan dan pengembangan usaha tenun ikat di Sumba Timur, budidaya jenis-jenis tumbuhan penghasil pewarna alam sudah sangat mendesak dilakukan. Perlu pula mengenalkan jenis-jenis tumbuhan penghasil warna alternatif.  Untuk memperluas segmen pasar diperlukan pengenalan motif dan warna atau corak alternatif sehingga produknya lebih bervariasi.         Kata kunci: Tenun ikat,  pewarna alam,  pengrajin, biaya produksi, volume kerja

  14. ANALISIS POSTUR KERJA PADA PT. XYZ MENGGUNAKAN METODE ROSA (RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosma Hani Damayanti

    2014-06-01

    Full Text Available Penggunaan teknologi informasi, dimana komputer sebagai medianya kini semakin meningkat. Frekuensi yang tinggi akan penggunaan komputer yang tidak memperhatikan sisi ergonomi dalam bekerja mengakibatkan adanya resiko yang dirasakan oleh pengguna. PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan komputer sebagai salah satu alat utama dalam bekerja. Pada penggunaannya karyawan pada Departemen Publishing merasakan keluhan pada punggung, pinggang, nyeri bahu, leher dan tangan. Keluhan yang dirasakan oleh pekerja pada Departemen publishing dapat diminimalkan dengan cara mengetahui dan mengidentifikasi postur kerja pada pekerja dalam menggunakan komputer. Identifikasi tersebut digunakan untuk mengetahui kondisi pekerja dan mengetahui penyebab keluhan yang dirasakan oleh pekerja untuk dilakukan perbaikan. Pada penelitian ini dilakukan analisis dengan menggunakan metode ROSA untuk mengurangi adanya keluhan yang dirasakan oleh pekerja pada Departemen publishing. ROSA merupakan salah satu metode pada office ergonomics, dimana penilaiannnya dirancang untuk mengukur resiko yang terkait dengan penggunaan komputer serta untuk menetapkan tingkat tindakan perubahan berdasarkan laporan dari ketidaknyamanan pekerja. Dengan menggunakan metode ROSA, dapat diketahui apakah postur kerja karyawan pada Departemen Publishing pada saat bekerja aman atau berbahaya. Hasil analisis postur kerja menggunakan metode ROSA pada Departemen Publishing menunjukkan bahwa seluruh pekerja yang menjadi sampel memiliki level resiko yang tinggi dan perlu dilakukan perbaikan segera. Perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat resiko yang dirasakan oleh pekerja yaitu dengan perbaikan fasilitas yang digunakan oleh pekerja yang sesuai dengan standar ergonomi, melakukan sosialisasi kepada pekerja tentang pentingnya ergonomi pada dunia kerja, dan sebaiknya pekerja melakukan istirahat atau peregangan otot minimal setiap tiga jam sekali.

  15. DAMPAK KEBIJAKAN PROTEKSI INDONESIA PADA BIDANG WARALABA ASING. (STUDI KASUS : KENTUCKY FRIED CHICKEN)

    OpenAIRE

    AMBAS SYAM, A. WADIAH ULFIAH

    2017-01-01

    ABSTRAKSI A.WADIAH ULFIAH AMBAS SYAM, E13113531. ???Dampak Kebijakan Proteksi Indonesia Pada Bidang Waralaba Asing. (Studi Kasus : Kentucky Fried Chicken).??? Dibawah bimbingan bapak H. Darwis selaku pembimbing I dan bapak Aswin Baharuddin selaku pembimbing II, pada Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pertama, apa kepentingan Indonesia dalam kebijakan proteksi pada bi...

  16. PENGUKURAN GETARAN TORSIONAL PADA POROS BERPUTAR DENGAN METODE DIGITAL IMAGE PROCESSING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heroe Poernomo

    2015-06-01

    Full Text Available Getaran yang terjadi pada peralatan yang bergerak atau berputar pada umumnya adalah getaran lateral dan getaran torsional. Kedua getaran tersebut sangatlah berpengaruh terhadap umur/ life time alat tersebut. Pada penelitian ini yang dibahas adalah getaran torsional pada poros jenis cantilever yang berputar. Getaran ini jika terjadi telalu besar maka akan berdampak pada terjadinya puntiran pada poros yang berakibat pada patahnya poros tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut maka pengamatan getaran torsional berlebih yang terjadi pada setiap peralatan perlu dilakukan untuk mengetahui besarnya getaran sehingga dapat  dilakukan langkah antisipasinya. Percobaan untuk pengambilan data getaran adalah pada poros kantilever yang diputar. Pengukuran dilakukan dengan dua metode yaitu analisa dengan digital image processing dan sudut torsi yang sebenarnya sebagai pembandingnya. Poros diputar dengan mesin pemutar dengan variasi kecepatan yaitu 55 rpm dan 90 rpm serta diameter poros yaitu 10 mm. Berdasarkan hasil pengambilan data getaran dan hasil analisis dari kedua metode diatas maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pengukuran getaran dengan metode Digital Image Processing setelah validasi dan dibandingkan dengan alat vibration meter ternyata memiliki selisih nilai yang kecil cenderung sama yaitu selisih kenyataan sebesar 1.0220 pada 55 rpm sedangkan pada putaran poros 90 rpm menghasilkan selisih sudut puntir dari kenyataan sebesar 50, sehingga disimpulkan metode ini dapat digunakan sebagai metode alternatif dalam pengukuran getaran torsional pada poros kantilever yang berputar.

  17. IMPLEMENTASI CASE BASE REASONING PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KESEHATAN UNTUK PENANGANAN DINI PADA KECELAKAAN DENGAN METODE HERBAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rima Nurasmi

    2012-05-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, semakin berat pula kemampuan komputer dalam membantu menyelesaikan permasalahan di berbagai bidang di antaranya adalah sistem pendukung keputusan berbasis komputer, seperti pada pengambilan keputusan dalam penanganan dini pada kecelakaan dalam lingkup rumah tangga. Perlu penanganan atau pertolongan segera agar terhindar dari kondisi yang lebih parah, dalam penanganan ini dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman herbal. Kebanyakan masyarakat tidak tahu akan kegunaan dari tanaman herbal tersebut terutama untuk penanganan dini pada kecelakaan, untuk itu diperlukan suatu sistem pendukung keputusan untuk penanganan dini pada kecelakaan dengan metode herbal. Model yang digunakan dalam pengambilan keputusan adalah Case Base Reasoning, yang menitikberatkan pemecahan masalah dengan didasarkan pada knowledge dari kasus-kasus sebelumnya. Langkah pengembangan aplikasi diawali dengan analisis kebutuhan sistem yaitu analisis input, proses, dan output, kemudian dilakukan perancangan sistem yang berupa desain pemodelan data dan pemodelan proses. Perancangan sistem diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dan menggunakan Access. Hasil penelitian ini adalah aplikasi pendukung keputusan untuk penanganan dini pada kecelakaan dalam lingkup rumah tangga dengan metode herbal. Aplikasi ini telah diuji dengan menggunakan black box test dan alpha test, dan diperoleh kesimpulan bahwa aplikasi ini dinyatakan baik dan layak digunakan.

  18. Screening Kandungan Plastik pada Minyak Goreng yang Terdapat pada Gorengan di Jati Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Ratna Sari

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakPlastik ditambahkan ke dalam gorengan dengan cara dimasukkan ke dalam minyak goreng panas oleh penjual gorengan agar gorengannya tetap gurih dalam waktu yang lama. Praktik penggunaan plastik pada minyak goreng ini telah ditemukan pada beberapa tempat di Indonesia. Daerah Jati Padang telah dilakukan identifikasi awal kepada penjual gorengan dan diperkirakan minyak gorengnya mengandung plastik, untuk itu diperlukan screening kandungan plastik pada minyak goreng yang terdapat pada gorengan di Jati Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan plastik pada minyak goreng yang digunakan oleh penjual gorengan di Jati Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel yang diambil sebanyak 10 dari penjual gorengan dengan masing-masing sebanyak 100 ml minyak goreng. Semua sampel dilakukan uji kualitatif dengan GC-MS QP2010 jenis kolom RT-5MS (Crossbond 5% Diphenyl- 95% Dimethypoly silicone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 dari 10 sampel minyak goreng mengandung senyawa isopropyl dari plastik polyethylene dan polypropylene. Sampel yang mengandung senyawa plastik dengan persentasenya adalah sampel 1(18.57%, 2(19.19%, 3(18.54%, 4(23.11%, 6(8.52%, 7(7.80%, 8(11.49%, 9(11.57%, dan 10(19.69%.Kata kunci: screening, plastik, minyak goreng, GC-MS, isopropylAbstractPlastics is added into frieds by entering into hot cooking oil by the seller in order fried savory fried fixed in a long time. The added of plastics in cooking oil has been found in several places in Indonesia. The fried seller in Jati Padang has made as initial identification to estimated oil-containing plastic. It is necessary for screening of plastic content in cooking oil found in fried in Jati Padang. The objective of this study was to determine whether there was any plastics content in coocking oil by the fried seller in Jati Padang. This research was a descriptive qualitative. Samples were taken from10 of fried sellers about 100 ml of

  19. EKSPLOITASI PADA PEREMPUAN SALES PROMOTION GIRLS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Afta Lestari

    2013-04-01

    Full Text Available Terjadi perubahan posisi perempuan yang semula hanya berada di sektor domestik, kini beralih ke sektor publik. Kondisi di perkotaan yang relatif lebih heterogen membuka peluang perempuan untuk bekerja di berbagai bidang, salah satunya adalah sales promotion girls (SPG. Dalam penelitian ini, penulis mengeksplorasi bagaimana profil SPG dan eksploitasi yang dialaminya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam pengambilan datanya. Penampilan cantik dan menarik menjadi modal utama dalam pekerjaan ini. Sales Promotion Girls pada industri rokok dan minuman  berumur sekitar 21-30 tahun dengan jam kerja sekitar 5-7 jam perhari. Alasan bekerja di bidang ini adalah bahwa bidang ini merupakan pekerjaan ringan dan tidak memerlukan pendidikan yang tinggi, walaupun di sisi lain mereka hanya mendapatkan upah yang rendah. Perempuan dalam pekerjaan ini seringkali mengalami eksploitasi fisik berupa pelecehan seksual dan eksploitasi ekonomi berupa waktu kerja yang sampai malam hari dan tidak terpenuhinya hak-hak pekerja perempuan seperti faktor keselamatan dan hak untuk cuti. Dengan kondisi seperti ini, maka perlindungan terhadap perempuan bekerja pada umumnya dan sales promotion girls pada khususnya menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.A change in economic condition in Indonesia brings about a change of woman position, from formerly domestic sector to recently public sector. Urban areas that is relatively more heterogeneous than rural ones open opportunities for women to work in various fields, one of which is sales promotion girls (SPG. In this study, the author seeks to explore the SPG profile and the exploitation they experienced. The method used in this study are qualitative approach, with observation, interviews, and documentation. The research uncovered the following facts. Beautiful and attractive appearance becomes a priority in this work. Sales promotion girls on cigarettes

  20. PERILAKU ANTI SOSIAL PADA ANAK SEKLOAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Sari Dewi

    2015-09-01

    Full Text Available Perilaku Anti Sosial merupakan perilaku negatif atau perilaku yang menyimpang dari norma-norma, baik aturan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun hukum. Jenis perilaku anti sosial pada anak sekolah dasar diantaranya perilaku negativisme, agresi dan tingkah laku menguasai. Faktor risiko yang menyebabkan perilaku anti sosial pada anak-anak dapat dikategorikan sebagai faktor pribadi (personal risk factors, keluarga (family risk factors, berkaitan dengan sekolah (school-related risk factors dan sosial (social risk factors. Upaya penanganan anak dengan anti sosial dapat dilakukan dengan upaya orang tua menerapkan pola asuh authoritative. Jika terlanjur berperilaku anti sosial pada taraf melanggar hukum negara, maka orang tua harus membawa anaknya untuk melakukan terapi gangguan kepribadian, yang disebut Terapi Perilaku Dialektikal. Sedangkan yang dapat diupayakan guru dalam menangani anak anti sosial adalah dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif serta memberikan perhatian Psikologi dan Perkembangan Multiple Intelegensi Anak. Selain itu masyarakat dapat memberikan kontribusi dalam penanganan anak anti sosial dengan cara menumbuhkan norma sosial yang baik serta tersedianya tayangan media massa yang memberikan tuntunan baik bagi anak.Kata Kunci : Anti – Sosial, Kooperatif, Multiple IntelegensiAnti-social behavior is a negative behavior or deviates behavior  from the norms, a good rule of family, school, community, or the law. The type of anti-social behavior in elementary school children including negativism behavior, aggression and behavioral controls. The risk factors that lead to anti-social behavior in children can be categorized as personal factors (personal risk factors, family (family risk factors, related to the school (school-related risk factors and social (social risk factors. Efforts to tackle anti-social child can do with the efforts of parents to apply parenting authoritative. If already at the level of anti-social behavior in

  1. REGULASI KORTISOL PADA KONDISI STRES DAN ADDICTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisdiana -

    2012-03-01

    Full Text Available Stres adalah suatu kondisi dimanan tuntutan yang harus dipenuhi melebihi kemampuan yang dimilikinya, penyebab stres dinamakan stresor. Stres dapat terjadi akibat ketidakmampuan seseorang dalam merespon suatu stresor, sehingga dapat mengakibatkan gangguan badan atau jiwa. Addiction adalah suatu dorongan yang kuat, seperti dipaksakan untuk mengulangi suatu perbuatan tertentu meskipun tahu akan berakibat merugikan. Stress dan adicction akibat penyalahgunaan narkotika akan direspon oleh Hipotlamus-Pituitary-Adrenalin (HPA-axis, sehingga menye-babkan kadar hormon kortisol akan meningkat. Desain penelitian adalah Quasi-Eksperimental dengan Randomized Control Pretest-Postest Design Dengan subyek penelitian 22 Addict recovery yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di Balai Kasih Sayang Pamardisiwi BNN Jakata.Variabel yang diukur adalah hormone yang disekresikan oleh HPA-axis, yakni hormon kortisol. Pemeriksaan kadar kortisol dengan menggunakan Radioimmunoassay (RIA. Hasil penelitian menunjukkan kadar kortisol pada Addict recovery yang menjalani rehabilitasi sebesar 9,2 – 13,97 µg/dl dan 16,5-16,9 µg/dl pada Addict recovery yang tidak menjalani rehabilitasi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan hormone yang disekresikan HPA-axis pada kondisi stress dan addiction. Stress is a condition where the demands to be met is beyond the capabilities of a person, and something that causes a stress is called stressor. Stress can occur as a result of the inability of a person in responding a stressor, and the stress can cause physical or mental disorders. Addiction is a strong drive, forced to repeat a particular action even it is known that it will harm the body. Stress and adicction to drug abuse will be responded by the hypothalamus-pituitary-adrenalin (HPA-axis, causing the levels of the hormone cortisol to rise. The study design was a randomized Quasi-Experimental Control Pretest-posttest design with 22 addict recovery study

  2. MIKROFLORA PADA TEMPOYAK The Microflora of Tempoyak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasanuddin Hasanuddin

    2012-05-01

    Full Text Available Tempoyak is a traditional Bengkulu fermented food prepared from spontaneous fermentation of durian (Durio zibethi- nus by wild microorganisms. Tempoyak is found not only in Bengkulu but also as long as Sumatera island with differ- ent names, and also in Malaysia. Tempoyak is a Melayu term meaning fermented durian. The research was conducted to identify microflora in tempoyak, and to select the species of microorganisms which were able to ferment durian ef- fectivelly. The data in this study were laboratory analysis. Samples were collected weekly in a month from productions centre of tempoyak and traditional markets, and analyzed microbiologically to determine and identify the bacteria, yeasts and molds in tempoyak. There were four specieses of lactic acid bacteria found in fermented durian namely Pediococcus acidilactici, Lactobacillus plantarum Lactobacillus curvatus and Leuconostoc mesentroides. While two specieses which were not lactic acid bacteria namely Staphylococcus saprophyticus and Micrococcus varians. One species of yeast was Kluyveromyces marxianus. The molds were identified as Rhizopus oryzae, Monilia sitophila, Mucor roxii, Aspergillus repens and Penicillium sp. Among these specieses three specieses were produced lactic acid namelly Rhizopus oryzae, Monilia sitophila,and Mucor roxii. While Aspergillus ripens and Penicillium sp did not pro- duce lactic acid so these specieses might not function in fermentation process. ABSTRAK Tempoyak adalah makanan khas Bengkulu, yang dibuat dari fermentasi spontan daging buah durian (Durio zibet- hinus oleh mikroorganisme liar. Tempoyak juga bisa dijumpai di berbagai daerah Indonesia di sepanjang pulau Sumatera dengan nama yang berbeda, bahkan sampai ke Malaysia. Istilah tempoyak berasal dari terminolgi Melayu yang artinya adalah durian fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang terdapat pada tempoyak. Data dari penelitian ini adalah data primer dari analisa

  3. APLIKASI ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP PADA PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA (Studi Kasus pada PT. X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Vanany

    2003-01-01

    Full Text Available The paper discusses the application of Analytic Network Process (ANP to support the weighted of design performance measurement system with Balanced Scorecard method. During the time, the weighted uses method that disregarding interdependence between objectives strategy and Key Performance Indicator (KPI's. The method which often used in this weighted is Analytical Hierarchy Process (AHP. In fact this condition does not express the concept of strategy map of Balanced Scorecard. Therefore is needed apply the other weighted method which attention to the interdependence between Key Performance Indicator (KPI. Application of the weighted with ANP method is conducted at one of the power company. This company represents result of restructuring of PT. PLN (Persero. The result of design performance measurement system of PT. X are objective strategy, Key Performance Indicator (KPI and strategy map, will be weighted by method of ANP. Further more Modeling of ANP based on strategy map. The result of application indicates that related of model of strategy map in Balanced Scorecard at PT. X is Feedback Network (hiernet with phenomenon of inner and dependence of outer dependence. The perspective on Balanced Scorecard is identically with cluster on ANP, while objective strategy and KPI are identically with sub-element and element. Result of weighted with ANP method shows the existence of culmination of weighted on financial perspective of Strategy Map at PT. X. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini membahas aplikasi Analytic Network Process (ANP untuk mendukung pembobotan pada perancangan sistem pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard. Selama ini, pembobotan yang ada menggunakan metode yang mengabaikan saling keterkaitan antar strategi objektif dengan Key Performance Indicator (KPI-KPI -nya. Metode yang sering digunakan didalam pembobotan ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP. Kondisi ini sebenarnya tidak mencerminkan konsep Strategy Map

  4. ANALISA POSISI KERJA PADA PROSES PENCETAKAN BATU BATA MENGGUNAKAN METODE NIOSH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Merry Siska

    2012-06-01

    Pabrik pencetakan batu bata milik Bapak Miri mengerjakan pencetakan batu bata dengan proses manual. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan posisi kerja usulan pada operator. Dari perhitungan dengan menggunakan metode NIOSH dapat disimpulkan bahwa telah diperhitungkan nilai Recommended Weight Limit (RWL, nilai Lifting Index (LI, nilai Torque dan nilai konsumsi energi dari posisi usulan pada semua bagian tubuh dan dibandingkan pada posisi awal operator bekerja, maka pengangkatan beban tidak lagi bertumpu di bagian back dan sudah berubah dari posisi awal bekerja serta mengurangi keluhan bekerja pada bagian back. Bekerja tidak perlu terburu-buru, karena akan mengeluarkan energi yang dikeluarkan banyak dan akan mengakibatkan resiko cedera pada bagian tubuh.

  5. Determinan Perilaku Tes HIV pada Ibu Hamil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanik Setiyawati

    2015-04-01

    pengetahuan tentang HIV dan AIDS, persepsi kerentanan diri dan sikap ibu. Ada hubungan antara PITC, ketersediaan sumber informasi tentang HIV dan AIDS dari keluarga dan kader kesehatan dengan perilaku tes HIV pada ibu hamil. PITC merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku tes HIV pada ibu hamil. Determinant of HIV Testing Behavior among Pregnant Women Human immunodeficiency virus (HIV and Acquired immune deficiency syndrome (AIDS is one of highlighted issues in accomplishing Millenium Development Goals (MDGs target. Pregnant women with HIV will transmit the virus to their babies. HIV testing is such an opening gate of HIV status that is very important to be conducted on pregnant women. This study aimed to determine the determinant of HIV testing behaviour among pregnant women including education level, knowledge level, perception of selfvulnerability to be HIV-infected, attitudes, Provider-Initiated Testing and Counseling (PITC and availability of information (family and health workers. This study was cross sectional using a survey method. This study was conducted in Mantrijeron and Sleman Primary Health Care that had HIV testing facilities and executed prevention of mother to child transmission program. The subjects of this study were pregnant women visiting such primary health care on August up to October 2014, as much as 54 people. Data collecting used questionnaire. Analysed used were univariate, biviariate, and multivariate. The results showed no relation between educational level, knowledge level about HIV and AIDS, perception of self-vulnerability and attitudes of women.There was a relation between PITC, information source availability about HIV and AIDS from the family and health workers with HIV testing behaviour among pregnant women. PITC is the most influencing variable toward HIV testing behaviour among pregnant women.

  6. Kebahagiaan (Happiness pada Remaja di Daerah Abrasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Herbyanti

    2009-11-01

    Full Text Available Kebahagiaan memang sebuah hal yang dirasakan oleh setiap orang, diantaranya adalah kebahagiaan yang dirasakan oleh remaja. Kebahagiaan yang dirasakan oleh remaja juga merupakan sebuah perasaan yang dipengaruhi oleh diri sendiri dalam menjalani kehidupan serta adanya keadaan lingkungan tempat tinggal. Remaja yang tinggal di daerah abrasi adalah sebagian remaja yang memiliki makna serta bentuk kebahagiaan sesuai dengan diri dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan makna kebahagiaan yang dirasakan oleh remaja di daerah abrasi. Informan dalam penelitian ini adalah remaja dengan rentang usia 12-16 tahun dan tinggal di daerah abrasi Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah. Metode pengambilan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner terbuka yaitu informan bebas menjawab pertanyaan secara bebas menurut pengertian, logika, istilah dan gaya bahasanya sendiri. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan triangulasi yaitu perpaduan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis yang dipakai termasuk dalam jenis pararel dengan metode kualitatif lebih dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kebahagiaan pada remaja di daerah abrasi adalah kebahagiaan apabila berada dalam sebuah keluarga yang utuh dengan kasih sayang serta berada dalam lingkungan yang tentram dan harmonis, memiliki fasilitas yang tercukupi, memiliki harapan yang tercapai serta memiliki kesehatan. Faktor yang mempengaruhi kebahagiaan pada remaja adalah memiliki optimis dan berusaha, mendapatkan dukungan, bisa membahagiakan orang tua, kebersamaan dalam keluaga serta kesehatan. Kesedihan yang dirasakan remaja di daerah abrasi adalah kecewa, takut masa depan tidak tercapai serta berpisah dengan orang dekat.

  7. KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENYANDANG KANKER PAYUDARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustina Permanawati

    2016-08-01

    Full Text Available Kanker payudara sangat ditakuti karena payudara bagi wanita bukan hanya  organ  yang  memiliki  fungsi  biologis  semata  melainkan  juga  memiliki fungsi psikologis dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan kesejahteraan subjektif pada penyandang kanker payudara. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu data yang diperoleh di lapangan  melalui  observasi  dan  wawancara.Informan dalam penelitian ini adalah 3 orang penyandang kanker payudara yang  telah  menjalani  operasi  pengangkatan.  Sedangkan  untuk  informan pendukung adalah 5 orang keluarga terdekat informan dan seorang perawat dari pihak  rumah  sakit.  Hasil  penelitian  ini menunjukkan  bahwa  sebagian kesejahteraan  subjektif  pada  penyandang  kanker  payudara  ditunjukkan   dengan kemampuan mengelola emosi negatif menjadi positif, dimana  penyandang kanker payudara  yang  menerima  keadaan  sebagai  penyandang  kanker  payudara  selalu berusaha  berpikir  positif  dan  berusaha  menjalani  kehidupan  sebagai  takdir  dari Yang  Maha  Kuasa. Kesejahteraan  subjektif dipengaruhi  oleh  beberapa  faktor,  diantaranya  penerimaan  diri,  dukungan  dari keluarga  dan  lingkungan  sosial,  keyakinan  agama,  tingkat  pendidikan,  serta  ciri kepribadian.

  8. Perancangan dan Implementasi Kontroler PID dengan Nonlinear Decoupling pada Sistem Kendali UAV Quadcopter

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Jadid Anggarjito

    2013-09-01

    Full Text Available Quadcopter merupakan salah salah satu jenis rotorcraft yang memiliki 4 buah rotor yang harus dikendalikan masing-masing rotornya untuk dapat menggerakkan quadcopter. Gerak lateral merupakan gerak quadcopter secara horizontal pada ketinggian atau gerak translasi, gerakan ini sangat vital untuk memenuhi kebutuhan quadcopter dalam mencapai way-to-way point yang telah ditentukan. Pada tugas akhir ini untuk mengatur gerakan lateral dari quadcopter digunakan sistem kendali PID dengan Decoupling Nonlinear. Ada 2 buah kontroler individual yang digunakan yaitu kontroler PID dengan Nonlinear Decoupling untuk mengatur pitch dan roll gerak rotasi, serta kontroler PD untuk mengatur translasi sumbu X dan sumbu Y. Perancangan sistem kontrol PID Decoupling Nonlinear pada simulasi yang digunakan untuk mempertahankan gerak lateral quadcopter dalam mencapai way-to-way point yang ditentukan. Nilai parameter yang didapatkan dari hasil tuning terstruktur pada simulasi adalah pada kontroler PID dengan Nonlinear Decoupling pitch dan roll Kp=5 Ki=0,01 Kd=10 sedangkan pada kontroler PD sumbu X dan sumbu Y Kp=0,05 Kd=0,2. Respon hasil implementasi pada quadcopter belum sesuai pada hasil simulasi. Pada hasil simulasi masih terdapat koreksi pada translasi sumbu X dan sumbu Y masih terdapat kesalahan sebesar ± 0,02 cm, sedangkan pada implementasi gerak lateral menggunakan remote control sistem dapat bergerak stabil menuju way-to-way point yang ditentukan.

  9. ANALISIS TRANSIEN PADA PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR (PCMSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Makrus Imron

    2015-04-01

    Full Text Available Penggunaan bahan bakar cair berupa garam LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR meyebabkan pengendalian daya pada PCMSR dapat dilakukan dengan mengendalikan laju aliran bahan bakar dan pendingin. Sedangkan dari sistem keselamatan, penggunaan bahan bakar cair menjadikan PCMSR memiliki karakter keselamatan melekat (inherent safety yang baik. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis transien PCMSR pada tiga kondisi, yaitu: ketika terjadi perubahan laju aliran bahan bakar, ketika terjadi perubahan laju aliran pendingin dan ketika terdapat kegagalan pada sistem pelepasan panas (loss of heat sink. Penelitian dilakukan dengan memodelkan reaktor pada kondisi tunak menggunakan paket program. Standart Reactor Analysis Code (SRAC. Selanjutnya dari keluaran paket program SRAC diperoleh data data yang meliputi fluks netron,konstanta grup, kontanta peluran prekusor netron, fraksi netron kasip untuk perhitungan transien. Penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan laju aliran bahan bakar sebesar 50 % dari laju bahan bakar sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 78 % dari daya sebelumnya. Dan penurunan laju aliran pendingin sebesar 50 % dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 63 % dari daya sebelumnya. Sedangkan pada saat terjadi loss of heat sink daya PCMSR menunjukkan penurunan. Kata kunci: PCMSR, transien, daya, laju aliran.   The use of liquid fuels in the form of molten salts LiF-BeF2-ThF4-UF4 in Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR makes power control at PCMSR can be done by controlling the flow rate of fuel and coolant. In addition, from safety systems aspect, the use of liquid fuels makes PCMSR has good inherent safety characteristics. In this study transient analysis has been carried out on three conditions of PCMSR, namely when the fuel flow rate is changing, when the coolant flow rate is changing and when there is loss of heat sink condition. This research is

  10. Ekspresi Gen CYP19 Aromatase, Estrogen, Androgen pada penderita Periodontitis Agresif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dahlia Herawati

    2016-11-01

    Full Text Available Kepadatan tulang tubuh ditentukan oleh gen CYP19 aromatase, hormon estrogen dan androgen. Pada periodontitis agresif terjadi perkembangan cepat kerusakan tulang alveolar, dan kerusakan tulang alveoler tersebut tidak diimbangioleh regenerasi tulang. Tujuan penelitian ini adalah menunjukkan ekspresi gen CYP19 aromatase, estrogen, androgen pada penderita periodontitis agresif agar dapat untuk menjadi pertimbangan pada saat melakukan perawatan periodontal. Metode penelitian, pemeriksaan ekspresi gen aromatse CYP19 berasal dari spesimen tulang alveolar menggunakan imunohistokimia, pengukuran hormon estrogen dan androgen dari serum menggunakan Vidas: Elfa. Hasil penelitian ekspresi gene CYP19 aromatase pada periodontitis agresif menunjukkan gambaran lebih rendah densitasnya dibandingkan pada nonperiodontitis. Estrogen dan androgen pad aperiodontitis agresif ada kecenderungan lebih rendah dibandingkan pada nonperiodontitis. Kesimpulan regenerasi tulang alveoler pad a periodontitis agresif terhambat karena sedikitnya gen CYP19 aromatase dan hormon estrogen dan androgen yang berperan pada pembentukan tulang alveoler kurang memadai.

  11. Penilaian Kriteria Green Building pada Gedung Teknik Sipil ITS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aristia A. Putri

    2012-09-01

    Full Text Available Green building merupakan suatu konsep bangunan ramah lingkungan yang sudah menjadi perhatian khusus di berbagai negara dan mulai diterapkan di Indonesia. Konsep Green Building merupakan salah satu upaya penghematan energi yang dapat diterapkan pada suatu gedung. Penulisan Tugas Akhir ini dilakukan untuk mengukur  rating/sertifikasi sebagai tolak ukur sudah sejauh mana tingkat green building gedung-gedung di ITS, dengan cara melakukan pengukuran langsung, yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan kriteria standar nasional (Greenship-GBCI.  Namun penelitian hanya dilakukan pada beberapa kriteria green building. Hasil dari penelitian ini berupa pengukuran kriteria green building sesuai standar Greenship dan penilaian  rating sertifikasi green building pada Gedung Teknik Sipil ITS yang kemudian akan menjadi tolak ukur tersendiri untuk kedepan nya. Dalam hasil penelitian  terlihat bahwa Gedung Teknik Sipil ITS sudah memenuhi beberapa standar kriteria green building yang tercantum pada Greenship, namun masih ada juga kriteria-kriteria green building yang belum diterapkan ataupun terpenuhi.  Konsep Green Building inipun sebaiknya dilakukan sejak awal perencanaan, namun hal ini tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan kualitas green building pada Gedung Teknik Sipil ITS ke depannya

  12. PENATALAKSANAAN ANESTESI PADA BAYI DENGAN EMPHYSEMATOUS BULLOSA KONGENITAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Made Supradnyawati

    2015-05-01

    Full Text Available Emphysematous bullosakongenital merupakan penyebab distress respirasi yang jarang dijumpai, umumnya pada usia neonatus sampai enam bulan pertama. Insiden dilaporkan sebesar 1:70.000- 1:90.000 kelahiran hidup dan biasanya disertai dengan kelainan kongenital lainnya. Etiologi tidak diketahui, namun diduga terjadi akibat displasi kartilago bronkial. Hiperinflasi dan udara yang terperangkap secara progresif akan menimbulkan ekspansi paru ke sisi yang sehat, mendesak parenkim yang sehat, pergeseran mediastinum, dan mengganggu aliran darah balik vena.Secara klinis ditandai dengan distress napas yang semakin memburuk akibat akumulasi progresif udara pada lobus yang sakit. Kami melaporkan kasus pada bayi perempuan berusia 1 bulan, dengan keluhan sesak napas yang semakin memberat sejak 1 minggu sebelumnya. Diagnosis ditegakkan dari klinis, foto dada, dan computed tomography scan dada. Tindakan torakotomi lobektomi lobus medius telah dilakukan untuk menghilangkan lesi desak ruang sekaligus melindungi jaringan paru fungsional.Penatalaksanaan anestesi menitikberatkan pada saat induksi. Pemberian ventilasi manual secara gentle, menghindari pemberian ventilasi tekanan positif dan penggunaan N2O sampai torakotomi dilakukan untuk mencegahpeningkatan volume lobus yangmengalami emphysematous, serta pemberian analgesi perioperatif yang adekuat.Bila terjadi ekspansi lobus emphysematoussecara tiba-tiba, seorang dokter bedah harus siap melakukan torakotomi dengan segera. Pasien ini menunjukkan perkembangan yang baik dan akhirnya pulang pada hari ke-5 pascaoperasi. [MEDICINA 2014;45:134-8]  

  13. STRATEGI PEMBELAJARAN METAKOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Khoiriah

    2015-09-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of metacognitive learning strategies on student learning outcomes in the concept of the human digestive system. This study was conducted in one of the SMA in Tangerang. The method used was a quasi-experimental design using pretest-posttest control group design. Samples were students of class XI IPA-4 totaling 35 people as classroom control and class XI IPA-1 experiment class. Instruments used were multiple choice tests, students worksheets and student learning activity observation sheet. Results showed that there were significant differences in learning outcomes between classes to learn metacognitive strategies to control class (tvalue= 2.19 and t table 2.03, tvalue> ttabel.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi belajar metakognitif terhadap hasil belajar siswa pada konsep sistem pencernaan pada manusia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2015 di salah satu Sekolah Menengah Atas di  Tangerang. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen yang menggunakan desain pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 berjumlah 35 orang sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA 1 berjumlah 35 orang sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa tes yang berbentuk pilihan ganda dan nontes berupa lembar kerja siswa dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas dengan strategi belajar metakognitif dengan kelas kontrol (thitung 2,19 dan ttabel 2,03, thitung > ttabel. Erata

  14. MANAJEMEN LABA (EARNING MANAGEMENT DAN PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PADA SAAT IPO (STUDI PADA BURSA EFEK JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handriyono Handriyono

    2016-01-01

    Full Text Available Ada banyak faktor yang mempengaruhi perilaku manajer untuk mengendalikan tingkat keuntungan suatu perusahaan dan informasi keuangan. Studi empirik membuktikan ada 5 faktor yang berhubungan dengan manajemen laba yaitu ukuran perusahaan, tingkat pertumbuhan perusahaan, financial leverage, proporsi saham pemilik perusahaan, penjamin emisi. Penelitian ini menggunakan 34 perusahaan industri sebagai sampel penelitian yang go publik antara 1995 sampai dengan 1997 di Bursa Efek Jakarta. Hasil analisis dengan menggunakan Total Accrual Multivariate yaitu Ordinary Least Square model, menunjukkan bahwa hanya ukuran perusahaan yang mempunyai hubungan yang signifikan pada perusahaan yang go publik, dan variabel yang lain tidak signifikan.

  15. POLA PEMBERIAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA BAGIAN ATAS DI PUSKESMAS SUKASADA II PADA BULAN MEI – JUNI 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermawan Hermawan

    2015-01-01

    Full Text Available ISPA merupakan masalah global kesehatan masyarakat dengan prevalensi dan beban biaya kesehatan yang tinggi. Di Puskesmas Sukasada II, ISPA merupakan penyakit terbanyak yang datang ke puskesmas Sukasada II sebesar 3,091 pasien pada tahun 2013 dan 1,452 pasien dari bulan Januari - Juni 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pemberian antibiotik pada pasien ISPA bagian atas rawat jalan di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II pada bulan Mei – Juni 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriprif cross-sectional dengan cara pengumpulan data sekunder register dan rekam medis pasien ISPA yang berkunjung di Puskesmas Sukasada II. Karakteristik sebaran kategori umur penderita ISPA di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II sebagian besar merupakan balita (46,5% dengan prevalensi tertinggi pada jenis kelamin laki-laki (52,8% dan tertinggi di Desa Pancasari (54,2%. Diagnosis ISPA diklasifikasikan dengan sebaran  faringitis (41,7%, tonsilitis (25,0% , rinitis (13,9% , common cold ( 11,1% dan sinusitis (8,3%. Pemberian antibiotik pada pasien ISPA mencapai 93,8% dengan antibiotik terbanyak yang digunakan adalah kotrimoksasol, penoksimetil penisilin, amoksisilin dan siprofloksasin. Pemberian antibiotik berdasarkan diagnosis pasien ISPA bagian atas masih ada yang belum sesuai dengan pedoman pengobatan yang ditetapkan.  

  16. Analisis Perilaku Penerimaan EDMODO pada Perkuliahan Dengan Model UTAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurniabudi .

    2016-12-01

    Full Text Available Penggunan perangkat e-learning di STIKOMDB diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerimaan perangkat e-learning pada pembelajaran menggunakan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology ( UTAUT . Responden penelitian adalah mahasiswa STIKOMDB yang menggunakan perangkat e-learning pada pembelajaran. Data dikumpulkan menggunakan metode survey. Data dianalisa menggunakan Structural Equation Model (SEM. Penelitian menunjukkan bahwa that Expectancy Performance , Price Value dan Habit memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Behavioral Intention. Sedangkan Effort Expectancy, Facilitating Condition, Social Influence dan Hedonic Motivation tidak memiliki pengaruh terhadap Behavioral Intention. Model penelitian menghasilkan nilai R2 sebesar 0.639 yang memiliki arti bahwa model cukup subtansial untuk memprediksi penerimaan perangkat e-Learning pada pembelajaran

  17. AKTIVASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA ALAT PENGERING BERSUHU RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laeli Kurniasari

    2012-04-01

    Full Text Available ACTIVATION OF NATURAL ZEOLITE AS AN ADSORBENT FOR LOW TEMPERATURE DRYING SYSTEM. Drying is one process which is used in many industries, especially in food product. The process usually still has low energy efficiency and can make food deterioration because of the usage of high temperature. One alternative in drying technology is the use of zeolite as a water vapor adsorbent. This kind of drying method make it possible to operate in lower temperature, hence it will be suitable for heat sensitive product. Natural zeolit can be one promising adsorbent since it is spreadly abundant in Indonesia. Natural zeolite must be activated first before used, in order to get zeolite with high adsorption capacity. Activation process in natural zeolite will change the Si/Al ratio, polarity, and affinity of zeolite toward water vapor and also increase the porosity. Activation of natural zeolite can be done with two methods, chemical activation use NaOH and physical activation use heat. In the activation using NaOH, natural zeolite is immersed with NaOH solution 0.5-2N in 2 hour with temperature range 60-900C. The process is continued with the drying of zeolite in oven with 1100C for 4 hours. While in heat treatment, zeolit is heated into 200-5000C in furnace for 2-5 hours. SEM analysis is used to compare the change in zeolite morphology before and after each treatment, while to know the adsorption capacity of zeolite, the analyses were done in many temperature and relative humidity. Result gives the best condition in NaOH activation is NaOH 1N and temperature 700C, with water vapor loading is 0.171 gr/gr adsorbent. In heat treatment, the best condition is 3000C and 3 hours with loading 0.137 gr water vapor/gr adsorbent.  Pengeringan merupakan salah satu proses yang banyak digunakan pada produk pangan. Proses ini umumnya menyebabkan kerusakan pada bahan pangan, disamping masih rendahnya efisiensi energi. Salah satu alternatif pada proses pengeringan yaitu

  18. Aplikasi Penjadwalan Terapi dengan Metode FCFS pada Sixo Reflexology

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosalia Hadi

    2016-07-01

    Full Text Available Sixo Reflexology merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan, khususnya pijat refleksi. Perusahaan ini mengalami kesulitan untuk memproses data penjadwalan terapi pada pelanggan. Pengolahan data penjadwalan terapi masih dilakukan dengan cara manual, yaitu petugas administrasi melakukan pencatatan pada buku pendaftaran, Hal ini mengakibatkan sering terjadi human error, pelanggan yang pertama mendaftar belum tentu mendapat jadwal pertama, karena sulitnya mengurutkan jadwal dengan cara manual dan petugas registrasi lebih dari satu orang. Laporan yang dihasilkan juga terkadang masih mengalami kekeliruan, tidak akurat, tidak up to date, kurang efisien dan sering mengalami keterlambatan pembuatan dan penyampaian laporan. Oleh karena itu, dengan Aplikasi  Penjadwalan Terapi dengan metode FCFS pada Sixo Reflexology dapat membantu penjadwalan terapi serta penyajian laporan dan informasi yang dibutuhkan akan diperoleh secara cepat dan tepat tanpa harus melalui suatu proses yang memakan banyak waktu dalam pengerjaannya. Kata kunci— aplikasi, refleksi, penjadwalan terapi

  19. MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA RSBI SMPN 1 PAMEKASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siswanto ---

    2012-07-01

    Full Text Available Sistem pendidikan nasional telah diarahkan pada suatu bentuk pendidikan yang sangat intelektualistis, karena hanya mengembangkan beberapa aspek terbatas dari intelegensi manusia dan telah melahirkan manusia dengan kepribadian ganda (split personality. Gagasan mengenai pendidikan karakter di sekolah menginginkan perubahan dalam mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya, yang berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan dan kemasyarakatan. Untuk itu, RSBI SMPN 1 Pamekasan mengembangakan pendidikan karakter dengan model “sistemik-integratif”. Dalam konteks pendidikan karakter, model ini bertolak dari pandangan bahwa aktivitas kependidikan merupakan suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen yang hidup bersama dan bekerja sama secara terpadu menuju tujuan tertentu, yaitu terwujudnya hidup religius yang dijiwai oleh ajaran dan nilai agama. Integratif, karena pendidikan karakter memang tidak bisa dipisahkan dengan aspek lain dan merupakan landasan dari seluruh aspek termasuk seluruh mata pelajaran. Pendidikan karakter harus bisa dilaksanakan secara terintegrasi pada semua pembelajaran bidang studi.

  20. Penilaian Kriteria Green Building pada Gedung Rektorat ITS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedy Darmanto

    2013-09-01

    Full Text Available Green building merupakan suatu konsep bangunan ramah lingkungan yang sudah menjadi perhatian khusus di berbagai negara dan mulai diterapkan di Indonesia. Penulisan Penelitian ini dilakukan untuk mengukur  rating/sertifikasi sebagai tolak ukur sudah sejauh mana tingkat green building gedung-gedung perkantoran di ITS, dengan cara melakukan pengamatan langsung, yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan kriteria standar nasional (Greenship-GBCI. Pengamatan atau survey secara langsung tersebut dilakukan dengan cara memberikan form survey kepada para penghuni dan orang -  orang yang berkativitas di Gedung Rektorat ITS. Dari pengukuran penilaian kriteria green building yang telah dilakukan pada Gedung Rektorat ITS terhadap 7 kriteria green building yang dianggap paling utama menurut para staff dan akademisi, dan dilakukan pengukuran pada setiap kriterianya, yaitu Thermal Comfort, Visual Comfort, Energy Efficieny Measure, Alternatife Water Resource, Water Use Reduction, Natural Lightning dan Environmental Tobacco Smoke Control dapat disimpulkan bahwa tingkat rating sertifikasi Green building pada Gedung Rektorat ITS adalah sebesar 48%.

  1. ANALISIS KONTRASTIF PADA FUNGSI BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kartika Nuswantara

    2016-06-01

    Full Text Available Paper ini mencoba menguraikan ungkapan-ungkapan bahasa Jepang yang umum diajarkan pengajar bahasa Jepang pada pembelajar yang berbicara bahasa Indonesia. Teori analisis kontrastif digunakan untuk memperoleh persamaan sekaligus perbedaan antara ungkapan pada bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Sumber acuan data diambil dari buku ajar Marugoto A1 jilid katsudou. Diperoleh 120 data ungkapan, dan diantaranya yaitu, 97 ungkapan yang mirip, 21 ungkapan yang memiliki perbedaan, dan 2 ungkapan yang tidak ada pembandingnya dalam bahasa Indonesia. Dari hasil ini, didapat bahwa perlu perhatian lebih pada ungkapan yang memiliki perbedaan kemiripan, yaitu ungkapan ajakan/undangan dan menanggapi ajakan/undangan, menawarkan, dan bertamu, serta ungkapan yang tidak ada ungkapan pembanding dari Bahasa Indonesia seperti ungkapan “itadakimasu”-“gochisoosama”.

  2. Algoritma Pathfinding A* Pada Game RPG Tanaman Higienis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andy Pramono

    2015-11-01

    Full Text Available Penggunaan pestisida kimia pada produkpertanian berakibat buruk terhadap kesehatan manusiadan menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satusolusinya adalah dengan cara membuat media sosialisasipengenalan pertanian higienis kepada masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuahproduk game tiga dimensi sebagai upaya untukmenyampaikan informasi mengenai konsep pertanianhigienis. Dalam game RPG diperlukan suatu penerapansuatu algoritma pathfinding sebagai implementasipenghalang pada game tanaman higienis.Model perancangan yang digunakan adalah modelprosedural, merupakan model penelitian yang bersifatdeskriptif, yang menggariskan langkah-langkah yangharus di ikuti untuk menghasilkan sebuah produk.Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literaturmengenai algoritma pathfinding A* dan game komputer,serta identifikasi target audiens dan produk kompetitor.Tahap ujicoba pada penerapan algoritma A* inidilakukan dengan 2 pola yaitu uji coba internal dan ujicoba eksternal.Berdasarkan hasil ujicoba yang telah dilakukanterhadap algoritma A* dalam game higienis dapatdisimpulkan algoritma A* dapat diimplementasikandengan perancangan game tanaman organis terutamapada pergerakan penghalang. Kata Kunci: perancangan, algoritma A*, game

  3. Profil lesi oral pada penderita penyakit autoimun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Suasani Wahyuni

    2016-12-01

    Full Text Available Oral lesion’s profi le in autoimmune disease. Oral lesions are commonly found in patients with autoimmune diseases as manifestations of the disease or a side effect of the treatment. Oral lesions must be handled properly to prevent secondary infection, relieve pain and improve the patient’s quality of life. The aim of this study is to describe oral lesions profile in patients with autoimmune diseases, including clinical characteristics and location of oral lesions as well as the distribution of age and sex of the patient. The methods were retrospective observation by describing the secondary data from patients with autoimmune handled by Oral Medicine Specialist, Faculty of Dentistry, University of Padjadjaran in dr. Hasan Sadikin Hospital Dental Clinic. Patient files from August 2010 untill August 2014 (n = 66 were used, with the most often diagnosis were Systemic Lupus erythematosus (SLE, Oral lichen planus (OLP and Pemphigus vulgaris (PV. It is revealed that, the age of patients varied between 9 to 68 years old and there was predominance of female patients. Patients diagnosed with SLE were 26 (39.4%, 12 patients with OLP (18.2% and 28 patients with PV (42.4%. Based on the clinical feature, the most commonly found type of oral lesion was erosion (n=52/78,8%, while the most commonly predilection was in the buccal mucosa (n = 46/69,7%. In conclusion, intra-oral examination should be used as a routine procedure in the comprehensive management of patients with autoimmune diseases. Dentist have a professional role in the diagnosis of oral lesions and provide appropriate therapy in order to improve the quality of life of patients with autoimmune diseases. ABSTRAK Lesi oral biasa ditemukan pada penderita penyakit autoimun sebagai manifestasi penyakit atau efek samping pengobatan kortikosteroid jangka panjang. Lesi oral harus ditangani dengan baik untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder, mengatasi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup

  4. Feature Selection pada Dataset Faktor Kesiapan Bencana pada Provinsi di Indonesia Menggunakan Metode PCA (Principal Component Analysis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septa Firmansyah Putra

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut apa yang akan digunakan untuk klasterisasi provinsi di Indonesia berdasarkan faktor kesiapan dalam menghadapi bencana. Data yang digunakan terdiri dari tiga kelompok data yaitu data jumlah kejadian bencana yang terdiri dari 19 sub-atribut, data jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari 14 sub-atribut dan data jumlah tenaga kesehatan yang terdiri dari 11 sub atribut. Penelitian ini dapat menjadi gambaran tentang bagaimana melakukan pembersihan dan pemilihan data sebelum digunakan dalam proses klasterisasi. Data-data ini akan dibersihkan dan dipilih sebelum nantinya digunakan pada proses klasterisasi. Proses pembersihan dan pemilihan data dilakukan dengan bantuan PCA (Principal Component Analysis namun sebelumnya dibersihkan telebih dahulu dengan cara manual. Penelitian dibagi menjadi 3 percobaan. Pada percobaan pertama didapatkan 31 sub-atribut yang siap digunakan, percobaan kedua didapatkan 29 sub-atribut yang siap digunakan dan pada percobaan ketiga didapatkan 24 sub-atribut yang siap digunakan.

  5. HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL BONDING DAN CITRA KUALITAS PRODUK DENGAN MINAT MEMBELI PADA KONSUMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Puspitasari

    2010-05-01

    Full Text Available Penelitian ini mempunyai tujuan, yaitu, (1 mengetahui hubungan antara emotional bonding dan citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (2 mengetahui hubungan antara emotional bonding dengan minat membeli pada konsumen; (3 mengetahui hubungan antara kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (4 seberapa tinggi tingkat minat membeli pada konsumen; (5 seberapa tinggi emotional bonding; (6 seberapa tinggi citra kualitas produk; dan (7 variabel yang dominan antara emotional bonding dan citra kualitas produk terhadap minat membeli pada konsumen. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga di desa Suruh kecamata Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah sampel dalam penelitian in iadalah 64 ibu-ibu yang ikut keg- iatan PKK. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah teknik random Sampling. Analisis data menggunakan teknik korelasi anareg. Kesimpulan dari hasil analisis data yaitu, (1 ada hubungan positif yang signifi kan antara emotional bonding dan citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (2 ada hubungan positif antara emotional bonding dengan minat membeli pada konsumen; (3 ada hubungan negatif antara citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (4 minat membeli pada konsumen tergolong sedang; (5 emotional bonding tergolong sangat tinggi; (6 citra kualitas produksi tergolong sedang; (7 variabel emotional bonding mempu- nyai pengaruh lebih dominan dibandingkan variabel citra kualitas produk terhadap minat membeli pada konsumen.

  6. PERUBAHAN KANDUNGAN YODIUM DALAM ASI SETELAH PEMBERIAN YODIUM DOSIS TINGGI PER ORAL PADA IBU MENYUSUI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhilal Muhilal

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian pengaruh pemberian kapsul iodium dosis tinggi pada ibu menyusui terhadap kadar iodium dalam ASI di Kecamatan Dukun dan Srumbung, Jawa Tengah. Ibu menyusui dibagi dalam 2 kelompok: kelompok perlakuan dan kelompok pembanding. Urine dan ASI pada kelompok perlakuan dan pembanding dikumpulkan pada hari 0, 2, 7, 30, 90 dan 180. Analisis iodium dilakukan dengan cara Kolhoff and Sanders. Pola perubahan kandungan iodium ASI sama dengan pola perubahan iodium dalam urin dengan koefisien korelasi sebesar 0.96. Kandungan iodium dalam ASI pada kelompok perlakuan ditemukan pada hari kedua dengan nilai 16350 ug/L dibandingkan dengan 75 ug/L pada kelompok pembanding, kemudian menurun secara perlahan sampai mendekati nilai normal pada hari ke 180 setelah pemberian kapsul iodium. Diperkirakan kandungan iodium dalam ASI sekitar 60% dari kandungan iodium dalam urin. Dengan dugaan adanya kelebihan masukan iodium pada bayi yang menerima dari dua sumber, yaitu ASI dan kapsul yang diberikan langsung pada bayi dalam program IDD, perlu dipertimbangkan kemudian timbulkan efek sampingan pada bayi karena kelebihan iodium.

  7. PENGARUH pH MEDIA PERTUMBUHAN TERHADAP KETAHANAN DARI Rhizobium sp. PADA TANAH YANG BERSIFAT ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Made Widyasari

    2015-02-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui ketahanan Rhizobium sp. yang ditumbuhkan pada pH media pertumbuhan 7,0 dan 5,8 serta mengetahui kemampuan hidup Rhizobium sp. pada media tanah asam dengan pH 5,0 dan respon inokulum Rhizobium sp. pada tanaman kedelai secara in vivo. ATR (Acid Tolerance Responce didapatkan dengan cara menumbuhkan Rhizobium sp. dengan pH media pertumbuhan 7,0 dan ditambahkan dengan media YMB (Yeast Extract Mannitol Broth dengan pH 5,8 dan pH 7,0, diinkubasi pada suhu 280C selama 24 jam pada shaker. Penghitungan total mikroba dilakukan setiap 2 jam sekali dengan menggunakan platting method. Uji ketahanan Rhizobium sp. pada tanah asam dengan pH 5,0 secara in vitro dengan cara menghitung total bakteri dengan menggunakan platting method setiap hari selama 28 hari. Uji in vivo dilakukan dirumah kaca dengan menggunakan metoda MPN (Most Probable Number. Hasil penelitian menunjukkan Rhizobium sp. yang dikondisikan pertumbuhannya dengan pH 5,8 lebih resisten dan dapat membentuk ATR dibandingkan dengan Rhizobium sp. yang ditumbuhkan pada pH media 7,0. Pada pH 5,8 setelah 10 jam total bakteri 285 CFU/g sedangkan pada pH 7,0 total bakteri 148 CFU/g. Rhizobium sp. mampu hidup pada tanah asam dengan pH 5,0 dan membentuk ATR pada hari ke 6 dengan total bakteri 137 x 104 CFU/g, tetapi respon inokulum Rhizobium sp. pada tanah dengan pH 5,0 tidak terjadi pembentukan nodul pada tanaman kedelai dikarenakan tanaman kedelai mengalami defisiensi unsur hara.

  8. KARAKTERISTIK PATI DARI BATANG SAGU KALIMANTAN BARAT PADA TAHAP PERTUMBUHAN YANG BERBEDA Characteristics of Starch from West Kalimantan Sago Trunks at Different Growth Stages

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maherawati Maherawati

    2012-05-01

    Sui Ambawang Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya Kali- mantan Barat. Tanaman dikelompokkan menjadi empat fase yaitu dewasa (9 tahun, jantung (10 tahun, rusa (11 tahun, dan bunga (12 tahun. Pati sagu diekstrak di laboratorium kemudian dikeringkan pada suhu 50 °C. Pati kering dianalisa komposisi kimia (kadar air, lemak, protein, kadar abu, karbohidrat, serat kasar, dan amilosa, sifat fisik (warna dan ben- tuk granula, sifat fungsional (daya serap air, daya serap minyak, swelling power, dan solubility. Sifat amilografi dinali- sis dengan Brabender amylograhpy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat kimia dan fisik pati sagu yang diekstrak dari batang sagu umur 9-12 tahun tidak berbeda nyata. Batang sagu berumur 10-11 tahun memberi rendemen tertinggi. Kadar amilosa mencapai 41,8 %. Kurva amilografi menunjukkan bahwa pati sagu mempunyai kurva amilogram tipe-C. Pati dari batang berumur 9 tahun menunjukkan ciri viskositas yang tinggi dan yang sangat sesuai untuk

  9. Performansi Pendingin Termoelektrik Alat Transportasi Ikan Segar pada Berbagai Tegangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Nugroho Widianto

    2017-02-01

    Full Text Available Thermoelectric performance test of refrigerated fish container at various voltages was conducted. Performance test aims to determine temperature of heat pipe, heat sink, room container and electric current requirements of thermoelectric refriferator at various voltages. Thermoelectric refrigerator composed of two pieces peltier elements, aluminiums bracket, fan, heat sink and heat pipe. Thermoelectric refrigerator was placed at the top of fish container. Various voltages used were 8 V, 10 V, and 12 V. Parameters measured were the amount of electric current through the thermoelectric, temperature of heat sink, heat pipe and room container. Room container temperature could be reached on 12, 10 and 8 V were 14, 16 and 17 °C respectively. Heat sink temperature on 12 V was -0.1 °C and temperature on 8 and 10 V were 3-4°C. Heat pipe temperature on 12 and 10 V reached 30-31 °C, while temperature on 8 V was 27 °C. The electric current requirements on 12, 10 and 8 V were 6.3, 4.8 and 3.8 A with energy requirements of refrigerated fish container were 75, 48 and 30 watt respectively. The cooling capacity of peltier module on 12 V was 12.5 W, while the cooling capacity on 10 and 8 V were 10.5 W respectively. ABSTRAK Uji performansi pendingin termolektrik alat transportasi ikan segar pada berbagai tegangan telah dilakukan. Uji performansi dilakukan untuk mengetahui suhu heat pipe, heat sink serta ruang peti insulasi serta kebutuhan listrik sistem pendingin pada berbagai tegangan. Sistem pendingin termoelektrik tersusun dari dua buah elemen peltier, bracket alumunium, fan, heat sink dan heat pipe. Pendingin termoelektrik dipasang di bagian atas peti insulasi. Uji performansi dilakukan pada tegangan 8, 10 dan 12 V. Parameter yang diukur adalah jumlah arus listrik yang melalui sistem pengingin, suhu heat sink, heat pipe dan suhu ruang peti insulasi. Suhu ruang peti insulasi yang dicapai pada tegangan 12, 10 dan 8 V berturut-turut sebesar 14, 16 dan 17

  10. Sebaran Genera Nematoda Nonparasit Tumbuhan pada Kopi Arabika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Widowati

    2014-07-01

    Full Text Available This research aims to know the diversity, and population abundance of non plant parasitic nematodes in the soil of Arabica coffee. The samples were taken from healthy and infected plants (those that have infection symptoms. The  research area taken at coffee plantation in blok I, II, III, IV, Bentaan, and VI at Afdeling Plalangan Blawan’s estate, Bondowoso, East Java. From each block ten plants were taken, five each for healthy and infected plants. Analysis of nematode population was done by whitehead tray technique modification method. Identification was done based on the characteristic of non- parasitic nematode. The results showed that the genera of non-parasitic nematodes found include Dorylaimus, Rhabditis, Aphelenchus, Acrobeles, and Mononchus. The non-parasitic nematodes population were found to be higher in healthy, rather than on the infected plants soil. The genus Rhabditis population in healthy plant was 86.61 nematodes/ 100 ml of soil, while in infected plants was 56.01 nematodes/100 ml of soil. The genus Dorylaimus population in healthy plant was 49.9 nematodes/100 ml of soil, while in infected plants was 95.6 nematodes/100 ml of soil. The genus Mononchus population in healthy plant was 53.00 nematodes/100 ml of soil, while in infected plants was 37.65 nematodes/ 100 ml of soil. The genera of Aphelenchus and Acrobeles populations were 98.28 nematodes/100 ml and 0.0792/100 ml of soil, respectively. Non-parasitic nematodes were more abundant in healthy soil than in infected soil.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genera serta kelimpahan nematoda nonparasit pada tanah pertanaman kopi Arabika. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel tanah yang diambil pada tanaman sehat dan tanaman yang menunjukkan gejala sakit terserang nematoda. Lahan pertanaman yang diamati Afdeling Plalangan, Kebun Blawan, Bondowoso, Jawa Timur. Masing-masing blok diambil sepuluh tanaman, mencakup lima tanaman sehat dan lima tanaman

  11. Keragaan Hama, Penyakit, dan Musuh Alami pada Budidaya Padi Organik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Yuliani

    2017-07-01

    Full Text Available Budidaya padi organik bertujuan meminimalkan penggunaan pupuk anorganik dan pestisida kimia, namun kenyataannya tetap tidak terlepas dari gangguan hama dan penyakit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaan hama, penyakit, dan musuh alami pada budidaya padi organik. Penelitian dilaksanakan di Screen Field BB Padi pada Musim Hujan (MH 2015/2016 dan Musim Kemarau (MK 2016. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Split Plot dengan tiga ulangan. Petak utama yaitu varietas: 1. Inpari 25, 2. Inpari 33, dan 3. Sintanur. Anak petak yaitu aplikasi ekstrak daun: 1. Mindi, 2. Sirsak, 3. Mahoni, dan 4. Kontrol. Aplikasi dilakukan pada 4, 6, 8, dan 10 minggu setelah tanam (MST. Pengamatan hama, penyakit, dan musuh alami pada 5, 7, 9, dan 11 MST sebanyak 20 rumpun per plot. Hasil penelitian menunjukkan varietas dan aplikasi Daun Mindi, Sirsak dan Mahoni berpengaruh nyata pada keparahan penyakit busuk batang pada 5 dan 7 MST di MH 2015/2016. Pada musim hujan ditemukan yellowing pada varietas Inpari 25 dan Inpari 33. Akan tetapi, varietas Sintanur lebih tahan terhadap yellowing dengan nilai BWD pada dua musim tanam paling tinggi dibandingkan varietas lainnya. Sintanur memiliki keparahan penyakit Bercak Daun Cercospora paling rendah dibandingkan varietas lainnya. Keparahan penyakit umumnya meningkat seiring dengan bertambahnya umur padi, sedangkan kepadatan populasi hama dan musuh alami berfluktuasi. Kepadatan hama cukup tinggi pada plot kontrol, sedangkan kepadatan musuh alami cukup tinggi pada plot aplikasi ekstrak daun Mindi, Mahoni, dan Sirsak. Organic rice cultivation intents to minimize the use of inorganic fertilizers and chemical pesticides, but in fact not apart from the disruption of pests and diseases. The study aimed to determine the pests, diseases, and natural enemies on organic rice cultivation. The research was conducted at Screen Field of ICRR at WS 2015/2016 and DS 2016, using Split Plot research design with three replications. The

  12. PERAN MODERASI KECERDASAN EMOSI PADA STRES KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frengky Sanjaya

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan dan pengaruh kecerdasan emosi terhadap hubungan antara stres kerja dengan kinerja karyawan. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan marketing dan collection di PT. Summit Oto Finance Kudus. Pada penelitian ini menggunakan teknik populasi, responden diambil dari semua karyawan marketing sebanyak 25 responden dan karyawan collection sebanyak 21 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda moderasi. Hasil dari analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan. Sedangkan hasil dari analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa kecerdasan emosi memoderasi pengaruh stres kerja terhadap kinerja. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa kecerdasan emosi melemahkan pengaruh stres kerja terhadap kinerja.The objective of this study is to know influence of job stress to job performance and influence of emotional intelligence to relationship between job stress and job performance. Population in this study was all marketing and collection employees in PT. Summit Oto Finance Kudus. In this study used population method, that is taken all of marketing employees as much as 25 respondents and collection employees as much as 21 respondents. The technique of data analysis used regression analysis and doubled regression moderating analysis. The result usedregression analysis showed that negative influence between job stres and job performanc. Meanwhile, the result using doubled regression moderating analysis showed that emotional intelligence moderate influence of job stress to job performance. This result indicated that emotional intelligence can reduce the influence of job stress to job performance.

  13. PERAN MODERASI KECERDASAN EMOSI PADA STRES KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frengky Sanjaya

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan dan pengaruh kecerdasan emosi terhadap hubungan antara stres kerja dengan kinerja karyawan. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan marketing dan collection di PT. Summit Oto Finance Kudus. Pada penelitian ini menggunakan teknik populasi, responden diambil dari semua karyawan marketing sebanyak 25 responden dan karyawan collection sebanyak 21 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda moderasi. Hasil dari analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan. Sedangkan hasil dari analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa kecerdasan emosi memoderasi pengaruh stres kerja terhadap kinerja. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa kecerdasan emosi melemahkan pengaruh stres kerja terhadap kinerja.The objective of this study is to know influence of job stress to job performance and influence of emotional intelligence to relationship between job stress and job performance. Population in this study was all marketing and collection employees in PT. Summit Oto Finance Kudus. In this study used population method, that is taken all of marketing employees as much as 25 respondents and collection employees as much as 21 respondents. The technique of data analysis used regression analysis and doubled regression moderating analysis. The result usedregression analysis showed that negative influence between job stres and job performanc. Meanwhile, the result using doubled regression moderating analysis showed that emotional intelligence moderate influence of job stress to job performance. This result indicated that emotional intelligence can reduce the influence of job stress to job performance.

  14. APLIKASI MARKOV RANDOM FIELD PADA MASALAH INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siana Halim

    2002-01-01

    Full Text Available Markov chain in the stochastic process is widely used in the industrial problems particularly in the problem of determining the market share of products. In this paper we are going to extend the one in the random field so called the Markov Random Field and applied also in the market share problem with restriction the market is considered as a discrete lattice and Pott's models are going to be used as the potential function. Metropolis sampler is going to be used to determine the stability condition. Abstract in Bahasa Indonesia : Rantai Markov dalam proses stokastik seringkali digunakan dalam penyelesaian masalah industri khususnya dalam masalah penentuan market share. Dalam artikel ini akan dibahas perluasan Rantai Markov tesebut ke dalam sebuah random field yang disebut sebagai Markov Random Field (MRF yang juga akan diaplikasikan pada masalah market share dengan batasan daerah pemasarannya dianggap sebagai sebuah lattice diskrit dan fungsi potensial yang akan digunakan adalah Potts models. Akan digunakan Metropolis sampler untuk menentukan kondisi stabil. Kata kunci: proses stokastik, Markov Random Field, Gibbs Random Field, Potts model, Metropolis sampling.

  15. Studi Perbandingan Proses Pengelasan Smaw Pada Lingkungan Darat dan Bawah Air Terhadap Ketahanan Uji Bending Weld Joint Material A36

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Safira Dwi Anggraeni

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai kekuatan uji bending,  dan kekerasan pada sambungan weld joint plat baja A36 pada proses pengelasan SMAW di lingkungan darat dan bawah air. Penelitian ini menggunakan Baja A36 dengan variasi lingkungan pengelasan yakni di darat dan di bawah air dengan menggunakan las SMAW dan memakai elektroda E7018 diameter 3,2 mm. Spesimen dilakukan pengujian bending berupa face bend dan root bend, pengujian kekerasan dan foto mikro. Pada pengujian bending pengelasan di darat tidak menghasilkan cacat yang berarti, sedangkan untuk hasil pengujian bending face dan root pada pengelasan bawah air terdapat cacat sepanjang daerah lasan sebesar 38 mm, hal ini tidak dapat diterima karena ukuran cacat lebih besar dari persyaratan yang ada pada ASME Section IX edisi 2015. Pada pengujian kekerasan, nilai kekerasan tertinggi pada pengelasan di darat adalah 200,5 HVN sedangkan nilai kekerasan teritinggi pada pengelasan bawah air adalah 290,2 HVN. Hasil pengujian kekerasan tertinggi pada pengelasan bawah air lebih rendah dari persyaratan AWS D3.6M – Underwater Welding Code, sehinga nilai kekerasan memenuhi persyaratan standar. Hasil foto mikro pada pengelasan di darat pada daerah base metal, persentase struktur mikro untuk ferit adalah 75,44% dan perlit adalah 24,56%. Pada daerah HAZ, persentase struktur mikro untuk ferit adalah 70,11% dan perlit adalah 28,89%. Pada daerah weld metal, persentase struktur mikro untuk ferit adalah 61,11% dan perlit adalah 38,89%. Sedangkan untuk hasil foto mikro pada pengelasan di bawah air pada daerah base metal, persentase struktur mikro untuk ferit adalah 74,89% dan perlit adalah 25,11%. Pada daerah HAZ, persentase struktur mikro untuk martensit adalah 46,11%,   struktur mikro ferit adalah 18,22% dan struktur mikro perlit adalah 35,67%. Pada daerah weld metal, persentase struktur mikro untuk ferit adalah 48,9% dan struktur mikro perlit adalah 51,1%. 

  16. Aktivitas Protease Dari Bacillus circulans Pada Media Pertumbuhan Dengan pH Tidak Terkontrol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    La Ode Sumarlin

    2017-03-01

    Full Text Available Salah satu enzim yang telah banyak dipelajari adalah enzim protease. Jenis enzim inimerupakan enzim yang penting dari segi ekonomi karena menguasai 59% dari total penjualanenzim di dunia. Aplikasi protese telah meluas, baik pada industri pangan maupun nonpangan.Industri pangan memanfaatkan protease untuk memperbaiki tekstur, mempersingkat waktupencampuran, dan meningkatkan volume adonan pada pembuatan roti, menjernihkan bir,mengempukkan daging, dan menggumpalkan susu. Enzim ini dapat dproduksi oleh mikrobadalam suatu media mengandung Air Rendaman Kedelai (ARK dengan pH tidak terkontrol.Pengukuran aktivitas enzim menggunakan metode Bergmeyer dan Grassl sedangkan kadarprotein ditentukan dengan metode Bradford. Hasil analisis menunjukkan bahwa AktivitasProtease (AP pada media Air Rendaman Kedelai dan media standar dengan pH tidakterkontrol masing-masing sebesar 0,1814 U/ml dan 0,0342 U/ml. Produksi protease pada mediatersebut optimum pada pH 9,28, jam ke-56 pada fase akhir eksponensial dari fase pertumbuhanmikroba.

  17. EMPLOYER BRANDING PT. CITIBANK INDONESIA PADA KALANGAN WORKFORCE DI MAKASSAR

    OpenAIRE

    -, RUZKYHAQ

    2016-01-01

    2016 Employer Branding PT. Citibank Indonesia pada Kalangan Workforce di Makassar Ruzkyhaq Nurdjanah Hamid Shinta Dewi S. Tikson Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin JL. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar, 90245 Sulawesi Selatan, Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Employer Branding PT. Citibank Indonesia yang menghasilkan dua Atribut Daya Tarik yang terdiri dari Atribut Instrument...

  18. STEGANOGRAFI DENGAN CHAOTIC LEAST SIGNIFICANT BIT ENCODING PADA TELEPON GENGGAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susany Soplanit

    2007-01-01

    Full Text Available The issues of security in mobile phone in recent days become crucial. Many privacy or secretly data is stored using unsecured protocol or sometimes without the security procedures at all. This will lead to great awareness about security in mobile phone. The effective ways to secure data are steganography and cryptography. The first one concentrate to data hiding in a certain media. In this paper, we present Chaotic Least Significant Bit Encoding (CLSBE as a steganography method in our system design. The experiment results show that hidden messages in PNG form can be retrieved correctly. The implementation of system in emulator works well but depends on mobile phone features and environment. Abstract in Bahasa Indonesia : Telepon genggam saat ini dapat digunakan untuk menyimpan data-data yang bersifat pribadi atau rahasia, oleh karena itu pengamanan data pada telepon genggam akan menjadi hal yang penting di masa ini ataupun di masa yang akan datang. Sistem pengamanan data yang efektif pada telepon genggam selain kriptografi adalah Steganografi yaitu penyembunyian data dalam sebuah media. Dalam perancangan ini metode yang digunakan adalah Chaotic Least Significant Bit Encoding (CLSBE. Hasil pengujian membuktikan bahwa pesan yang tersembunyi dalam citra digital dengan format PNG masih dapat diambil kembali dengan benar. Implementasi pada emulator telah berjalan dengan baik, namun untuk telepon genggam perlu penyesuaian dengan fasilitas pada telepon tersebut. Kata kunci: CLSBE, steganografi, stego-image, cover-image.

  19. Optimasi parameter neural network pada data time series

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muzakir Hi Sultan

    2014-05-01

    Full Text Available Gempa bumi merupakan suatu pergerakan tanah yang terjadi secara tiba-tiba hingga menimbulkan getaran, besarnya kekuatan gempa dapat mengakibatkan bencana baik kerusakan maupun korban jiwa. Untuk mengantisipasi bencana yang akan datang maka diperlukan suatu model khususnya untuk meramalkan besarnya kekuatan gempa. Pada penelitian ini, digunakan model ARIMA dan model kombinasi dari Neural Network-Algoritma Genetik (NN-GA untuk memprediksi rata-rata kekuatan gempa bumi setiap bulan khususnya yang terjadi di wilayah Maluku Utara. Data yang digunakan adalah data kekuatan gempa berdasarkan skala richter yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG kota Ternate. Sebagai input pada model ARIMA dan NN-GA digunakan rata-rata kekuatan gempa bumi 36 bulan dan rata-rata kekuatan gempa 36 bulan berikutnya digunakan sebagai target untuk prediksi. Untuk meng-update parameter (bobot dari Neural Network digunakan metode Gradient Descent dan untuk mendapatkan parameter yang lebih optimal pada layer Output, maka di diterapkan Algoritma Genetik. Hasil peramalan dari kedua model kemudian dibandingkan dan model terbaik ditentukan dari nilai Mean square Error (MSE yang terkecil. dari hasil peramalan dengan model ARIMA diperoleh MSE sebesar 1.0125, sedangkan pada model NN-GA diperoleh MSE sebesar 0.9196. Nilai tersebut, menunjukkan bahwa model NN-GA lebih baik dari model ARIMA untuk peramalan rata-rata kekuatan gempa bumi beberapa bulan ke depan

  20. kekalahan Partai Golkar Pada Pemilukada Di kabupaten Toraja Utara 2010

    OpenAIRE

    A Padallingan, Melia

    2012-01-01

    Toraja utara adalah kabupaten baru hasil pemekaran dari kabupaten induk Tana Toraja. Setelah diresmikan menjadi kabupaten baru yang beribukota di Rantepao, kemudian ditunjuklah Drs. Yohanis Suririk Dalipang sebagai pejabat sementara bupati Toraja Utara. Dalipang diharapkan mampu menjalankan roda pemerintahan dibumi lakipadada tersebut dengan baik, setidaknya sampai dilaksanakannya Pemilukada. Sebab Pemilukada Toraja Utara baru akan dilaksanakan pada tahun 2010. Pemilukada Toraja Utara di...

  1. PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP EXPERIENTIAL VALUE PADA PRODUK BLACKBERRY

    OpenAIRE

    Larasati, Pradipta Ayu

    2013-01-01

    Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh experiential marketing terhadap experiential value pada produk Blackberry. Variabel Independen (experiential marketing) yang digunakan yaitu sense experience, feel experience, think experience, act experience dan relate experience. Sedangkan variabel dependen (experiential value) terdiri dari 4 dimensi yaitu customer return on investment, playfulness, aesthetic dan service excellence. Responden dalam penelitian ini berjumlah ...

  2. Hubungan Nutrisi Kekerangan Dengan Masa Menopause Pada Wanita Perimenopause

    OpenAIRE

    Sjafaraenan, Dr.

    2013-01-01

    HUBUNGAN NUTRISI KEKERANGAN DENGAN MASA MENOPAUSE PADA WANITA PERIMENOPAUSE Sjafaraenan*, Eddy Soekendarsi*, Rosana Agus*. Irma Andriani* *FMIPA Biologi UNIVERSITAS HASANUDDIN e-mail : ABSTRAK Penelitian tentang hubungan konsumsi kekerangan dengan masa menopause, dilakukan sejak bulan Juni 2013 hingga Agustus 2013, pengamblan sampel dan lokasi penelitian dilakukan di Desa Bonea Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Tujuan penelitian yaitu: (1) mene...

  3. Terapi Medikamentosa pada Paralisis Saraf Fasialis Akibat Fraktur Tulang Temporal

    OpenAIRE

    Jacky Munilson; Yan Edward; Dedy Rusdi

    2015-01-01

    AbstrakPendahuluan: Paralisis saraf fasialis merupakan salah satu komplikasi fraktur tulang temporal. Fraktur tulang temporal dapat berupa fraktur longitudinal, transversal maupun campuran. Paralisis saraf fasialis lebih banyak ditemukan pada fraktur tulang transversal dibandingkan longitudinal. Penatalaksanaan paralisis saraf fasialis akibat fraktur tulang temporal masih kontroversi, dapat berupa terapi medikamentosa maupun terapi bedah. Metode: Satu kasus paralisis saraf fasialis akibat fra...

  4. ONLINE MONITORING STEADY STATE STABILITY LIMIT PADA SISTEM INTERKONEKSI SULSELRABAR

    OpenAIRE

    2015-01-01

    Pada beberapa dekade terakhir, fenomena black-out (pemadaman total)akibat voltage collapse mengalami peningkatan.Hal ini disebabkan oleh peningkatan konsumen pemakai listrik yang tidak sebanding dengan peningkatan pembangkit dan pengembangan jaringan transmisi. Berdasarkan kenyataan dilapangan, ketidakstabilan steady state sangat berhubungan dengan rendahnya ketersediaan daya aktif/reaktif, level tegangan yang rendah, dan besarnya perubahan tegangan untuk perubahan beban atau daya pembangkit....

  5. PENCEMARAN PESTISIDA PADA PERAIRAN PERIKANAN DI SUKABUMI- JAWA BARAT

    OpenAIRE

    Imam Taufik

    2011-01-01

    Penggunaan pestisida merupakan salah satu sumber pencemar yang potensial bagi sumberdaya dan lingkungan perairan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran pestisida pada lahan perikanan budidaya di Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian diawali dengan penentuan lokasi, dilanjutkan dengan pengambilan contoh (air, sedimen, biota air), preparasi, identifikasi, dan analisis data, serta pelaporan. Analisis contoh menggunakan alat Gas Chromatograph (GC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa...

  6. IDENTIFIKASI BAKTERI PADA KARIES GIGI PENDERITA DIABETES MELITUS

    OpenAIRE

    GUFRANI, NURUL

    2014-01-01

    2014 Diabetes melitus adalah penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Ada tiga keluhan khas dari penderita diabetes melitus yaitu poliuria, polidipsia, dan polifagia. Kasus diabetes melitus terus meningkat seiring berkembangnya zaman. Salah satu manifestasi oral yang ditemukan pada penderita diabetes melitus adalah karies gigi. Karies gigi merupakan penyakit yang mempunyai etiologi multifaktoral, ak...

  7. Analisis Pengaruh Diafragma Terhadap Tekuk Lateral Pada Gelagar Memanjang Jembatan

    OpenAIRE

    2009-01-01

    Pada perencanaan gelagar memanjang suatu jembatan, selain berat sendiri jembatan maka beban kenderaan yang bergerak diatasnya sangat menentukan. Letakan beban tekan sumbu kenderaan harus ditentukan sedemikian rupa sehingga menghasilkan nilai maksimum, yang berpengaruh terhadap pendimensian gelagar memanjang selain harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kekakuan, maka juga harus memenuhi persyaratan stabilitas. Persyaratan stabilitas yang tidak dipenuhi oleh gelagar dapat menyebab...

  8. ANALISIS LAYANAN VOIP PADA JARINGAN MANET DENGAN CODEC YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Randa Oktavada Zein

    2016-12-01

    Full Text Available Voice Over Internet Protocol (VoIP merupakan layanan bersifat real-time, parameter yang dapat mempengaruhi kulitas layanan seperti delay, jitter dan packet loss. Dalam proses pengkodean sinyal analog menjadi sinyal digital menyebabkan terjadiya delay pada VoIP. Sistem pengcodean ini disebut codec, setiap codec memiliki bitrate yang berbeda pengkodeannya. Pada penelitian ini menggunakan codec G.711, G729 dan codec G.723.1 sebagai perbandingan untuk mengetahui qulity of service (QoS VoIP jika diterapkan pada jaringan MANET. Dengan penambahan aplikasi Hypertext Transfer Protovol (HTTP untuk mendapatkan parameter QoS VoIP dari codec G.711, G.729 dan G.723.1. Hasil yang didapat pada codec G.723.1 lebih baik jika dibandingkan dengan codec g.711 dan G.729 dilihat dari nilai dari parameter QoS seperti delay, jitter dan packet loss. Sesuai standar ITU-T G114 dimana perhitunan teoritis parameter dari codec G.723.1 didapat hasil terendah 7,68 kbps.

  9. Inisialisasi Key Generating Kriptografi AES Pada Pendekatan Protokol SMSSEC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Barja Sanjaya

    2017-02-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi di dunia internet tidak terlepas dari saling keterkaitannya dengan kriptografi yang menyediakan layanan dalam pengamanan data. Salah satu pengamanan data yang diperlukan yakni penyandian data dengan proses komputasi kriptografi yang digunakan saat berlangsungnya proses melibatkan data penting seperti yang ada pada perbankan, yakni pertukaran data rahasia yang dilakukan oleh seseorang untuk memudahkan atau memfasilitasi kegiatannya. Kebutuhan untuk kemudahan dalam akses ke data pribadinya di dunia perbankan seperti transaksi cek saldo atau transfer antar rekening sangatlah krusial dan perlu dijaga kerahasiaannya. Metode kriptografi klasik sudah tidak lagi mumpuni jika diterapkan untuk dijadikan salah satu solusi dalam pengamanan data transaksi tersebut. Oleh karena itu dalam penelitian ini, diusulkan suatu rancangan baru mengenai metode pengamanan data yang dapat digunakan pada aplikasi perbankan dengan biaya komputasi yang minimum. Adapun rancangan baru tersebut melibatkan pendekatan protokol SMSSecure yang di dalamnya menyertakan sekaligus tiga tipe algoritma kriptografi. Pada penelitian ini juga dilakukan pembaharuan proses kriptografi simetrik Advanced Encryption Standard (AES yakni pada inisialisasi pembuatan kunci enkripsi/dekripsi. Dari hasil simulasi pengujian diperoleh hasil bahwa performansi waktu proses komputasi dari usulan rancangan mencapai empat sampai lima belas kali jauh lebih cepat dibanding rancangan awal. Juga ada penghematan dari hasil analisis parameter konsumsi memory yang dibutuhkan selama satu kali transaksi yakni sekira tiga kilo bytes. Namun, parameter avalanche effect yang dihasilkan jauh dari kriteria baik dan berada di nilai AE sebesar 78,74%.

  10. PREDIKSI SHRINKAGE UNTUK MENGHINDARI CACAT PRODUK PADA PLASTIC INJECTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Dwi Anggono

    2015-05-01

    Full Text Available Plastic injection merupakan proses manufactur untuk membuat produk dengan bahan dasar plastic atau dalam kesempatan ini polypropylene. Pada proses tersebut seringkali terjadi cacat produk seperti pengerutan, retak, dimensi tidak sesuai dan kerusakan saat produk keluar dari mould, sehingga banyak material yang terbuang percuma. Meskipun cacat produk tersebut dipengaruhi banyak factor, tetapi yang paling utama adalah masalah shrinkage, atau penyusutan material setelah terjadi pendinginan. Sangat penting untuk melakukan prediksi lebih awal terjadinya penyusutan setelah pendinginan untuk menghindari cacat produk. Dalam penelitian ini akan dilakukan prediksi shrinkage yang akan digunakan untuk material polypropylene dengan cara perhitungan standar. Pembuatan modeling dalam bentuk 3D (tiga dimensi injection molding baik cavity maupun corenya dengan menggunakan CATIA, kemudian dilakukan analisis dengan software MoldFlow untuk pembuatan mesh dan memberikan batasan panas pada komponen sehingga dapat diketahui mode penyusutannya. Analisis ini akan memberikan gambaran tentang distribusi panas pada mould dan memberikan tentang gambaran aliran fluida. Pada analisis tersebut dapat dilihat gejala terjadinya cacat produk, jika hal itu terjadi maka perlu dilakukan perubahan shrinkage, sampai diperoleh hasil analisis yang baik.

  11. Kiat Membuat Gigitiruan Lengkap pada Rahang Datar (Studi Pustaka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titi S Soebekti

    2015-10-01

    Full Text Available Pembuatan gigi tiruan lengkap pada prosesus alveolaris yang masih tinggi, umumnya tidak mengalami banyak kesulitan. Gigi tiruannya akan cekat karena jaringan pendukungnya masih cukup luas. Kesulitan akan timbul bila rahangnya telah mengalami resorpsi dan menjadi datar sehingga kecekatan gigi tiruan sukar didapat. Datarnya rahang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kelainan sistemik, penyakit kronis lainnya yang dapat mempengaruhi keadaan umum pasien. Selain itu datarnya rahang dapat diakibatkan oleh penggunaan gigi tiruan yang tidak memenuhi persyaratan. Bila keadaan yang terakhir ini ditemukan, beberapa hal perlu diperhatikan sebelum gigi tiruan dibuat. Kegiatan dimulai dari persiapan sebelum langkah-langkah pembuatan gigi tiruan sampai dengan pemeriksaan pasca pemasangan. Pada tahap persiapan, mukosa jaringan pendukung gigi tiruan harus sehat. Pasien yang pernah memakai gigi tiruan, perlu dipersiapkan agar mukosanya sehat. Pemahaman anatomi dan fisiologi otot-otot wajah dan sekitarnya akan sangat membantu dalam langkah-langkah membuat gigi tiruan lengkap, khususnya pada perencanaan desain gigi tiruan lengkap. Relasi rahang perlu ditentukan dengan cermat agar didapat oklusi dan artikulasi yang seimbang, serta diletakkan di daerah netral. Pemanfaatan otot-otot orofacial sangat berperan agar didapat gigi tiruan yang stabil khususnya pada rahang datar. Dengan memperhatikan hal tersebut di atas, diharapkan pasien dengan ridge yang datar dapat menggunakan gigi tiruannya dengan nyaman. Mulai dari tahap persiapan, dilanjutkan dengan prinsip dasar pembuatan gigi tiruan lengkap. Membentuk permukaan cetakan, penentuan relasi rahang dan pembentukan permukaan polis di bahas secara singkat.

  12. EVALUASI UNTUK MENGATASI BEBAN LEBIH PADA PENYULANG BATU BELIG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kadek Hendra Priadi

    2015-03-01

    Full Text Available Penyulang Batu Belig merupakan penyulang dengan konfigurasi tipe radial, dengan 109 trafo distribusi, total daya terpasang 19.175 KVA. Pada tahun 2013 beban puncak penyulang Batu Belig sebesar 284 A dan standar maksimal pembebanan suatu penyulang 240 A (80% dari 300 ampere. Mengatasi beban lebih pada penyulang Batu Belig, perlu dilakukan rekonfigurasi jaringan distribusi. Rekonfigurasi jaringan distribusi dapat dilakukan dengan dua skenario : skenario 1 dengan mengalihkan sebagian beban penyulang Batu Belig ke penyulang terdekat, yaitu penyulang Mertanadi dan Uma Alas. Skenario 2 dengan memotong beban penyulang Batu Belig menjadi dua, sehingga didapat penyulang Batu Belig 1 dan penyulang Batu Belig 2. Penyulang Batu Belig 2 akan dialihkan ke penyulang baru, yang ditarik dari gardu induk terdekat, yaitu Gardu Induk Padang Sambian dan Gardu Induk Pemecutan Kelod. Setelah dianalisis solusi terbaik untuk mengatasi beban yang sudah kritis pada penyulang Batu Belig dengan rekonfigurasi skenario 2, yaitu penyulang Batu Belig 2 dengan sumber gardu induk Pemecutan Kelod (trafo III/ 60 MVA mengunakan kabel tanam (AL XLPE 240 mm2. Menggunakan kabel tanam didapat persentase losses sebesar 2,5% dan persentase drop tegangan sebesar 1,63%, untuk standar losses yang diijinkanl adalah 5,24% [1], dan drop tegangan pada tipe radial yang diijinkan tidak boleh lebih dari 5% [2].

  13. PROFIL PERUBAHAN KONSEPTUAL SISWA PADA MATERI KEPENDUDUKAN DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusiana Dwi Hastuti Muchyar

    2015-02-01

    ABSTRAK           Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil konsepsi awal dan profil konsepsi akhir siswa serta untuk melihat proses dan pola perubahan konseptual siswa. Penelitian ini dilakukan karena banyak siswa yang memiliki konsepsi yang tidak sesuai dengan konsepsi ilmiah mengenai masalah lingkungan seperti pemanasan global, deplesi lapisan ozon, hujan asam dan polusi radioaktif yang diakibatkan oleh pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII yang diajar oleh guru berpengalaman dan guru praktikan di salah satu SMP di Kota Bandung. Instrumen yang digunakan untuk melihat profil konsepsi awal, profil konsepsi akhir, serta pola perubahan konseptual siswa adalah tes tertulis berupa soal pilihan ganda disertai dengan penjelasan yang diberikan pada awal pembelajaran serta akhir pembelajaran. Jawaban dari tes tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi perubahan konseptual pada siswa, baik yang diajar oleh guru berpengalaman, maupun yang diajar oleh guru praktikan. Proses perubahan konseptual ini terjadi pada beberapa konsep seperti konsep efek rumah kaca, daya dukung lingkungan, gas CFC, serta pemanasan global. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan adanya pola perubahan konseptual pada siswa yaitu berubah positif, berubah negatif, bertahan positif, dan bertahan negatif. Kata kunci: perubahan konseptual, pola perubahan konseptual, profil konsepsi awal, profil konsepsi akhir

  14. Adsorpsi Fenol pada Membran Komposit Khitosan Berikatan Silang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmi Rahmi

    2007-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian pembuatan membran komposit khitosan-PVP (polivinil pirolidon berikatan silang dengan variasi komposisi. Khitosan yang digunakan adalah hasil deasetilasi khitin dari kulit udang. Pembuatan membran komposit khitosan berikatan silang dilakukan dengan variasi komposisi PVP:khitosan dan variasi konsentrasi asam sulfat yang digunakan sebagai pembentuk ikatan silang. Hasil penelitian menunjukkan komposisi PVP:khitosan optimum adalah 0,1:2 (b/b dengan persen penyerapan sebesar 88,62% dan konsentrasi optimum H2SO4 adalah 0,5 N. Waktu kontak dan pH optimum diperoleh pada 15 menit dan pH 4. Kinetika adsorpsi dipelajari berdasarkan persen adsorpsi pada pH yang berbeda dan mekanisme adsorpsi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi H+ dan gugus amino yang ada pada khitosan mempengaruhi laju adsorpsi, dimana semakin besar konsentrasi H+ dan gugus amino semakin besar laju adsorpsi, sehingga kinetika adsorpsi fenol merupakan orde 2. Isoterm adsorpsi fenol pada membran komposit khitosan berikatan silang mengikuti isoterm adsorpsi Langmuir dengan nilai kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 0,071 mg/g. Kata kunci: khitosan, membran, polivinil pirolidon

  15. Ekspresi protein pada mikroorganisme resisten Cr dengan metode elektroforesis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    UMI FATMAWATI

    2009-05-01

    Full Text Available Fatmawati U, Suranto, Sajidan. 2009. Ekspresi protein pada mikroorganisme resistenCr dengan metode elektroforesis. Bioteknologi 6: 40-48. Krom heksavalen (Cr(VI dikenal sebagai logam berat beracun, sehingga perlu direduksi menjadi Cr(III yang lebih rendah toksisitasnya. Pseudomonas aeruginosa, Pseudomonas putida, Klebsiella pneumoniae, Pantoea sp. dan Saccharomyces cerevisiae adalah mikroorganisme resisten dan mampu mereduksi Cr(VI. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan mikroorganisme dalam mengurangi Cr(VI dan mengetahui pola pita protein antara mikroorganisme resisten Cr(VI dan mikroorganisme tidak resisten yang diinokulasi pada medium kaldu LB. SDS-PAGE digunakan untuk mengetahui ekspresi protein, sementara konsentrasi Cr(VI diidentifikasi dengan metode 1,5 difenilkarbazid. Data kuantitatif dianalisis dengan ANAVA dua faktorial dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 1%. Data kualitatif yaitu ekspresi protein dianalisis dengan mobilitas relatif (Rf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mikroorganisme dalam mereduksi Cr(VI pada konsentrasi awal 0.5 ppm, 1 ppm, 5 ppm dan 10 ppm berbeda-beda, persentase rata- rata kemampuan masing-masing mikroorganisme dalam mereduksi Cr(VI adalah: P. putida (65% > S. cerevisiae (64,45% > P. aeruginosa (60,73% > Pantoea sp. (50,22% > K. pneumoniae (47,82% > tanpa mikroorganisme (34,25%. Penambahan mikroorganisme secara nyata mempengaruhi reduksi Cr(VI. SDS-PAGE menunjukkan bahwa ekspresi protein antara mikroorganisme resisten dan tidak resisten tidak berbeda, tetapi mikroorganisme resisten memiliki lebih banyak protein (pita protein lebih tebal.

  16. Integrasi Protokol SMS dan Internet pada Mobile Banking

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Yusmanto

    2015-11-01

    Full Text Available Pertumbuhan pengguna gadget dan smartphone yang semakin pesat mendorong Bank menyediakan layanan mobile banking untuk meningkatkan jumlah pengguna yang melakukan transaksi perbankan. Namun pemanfaatan terhadap implementasi mobile banking di Indonesia masih dirasakan terdapat kekurangan. Oleh karena itu, pada paper ini dirancang suatu sistem aplikasi yang dapat mengatasi kekurangan dan menjawab kebutuhan pengguna dan bank. Sebagai studi awal, ditinjau sistem mobile banking dari salah satu bank dilihat dari sudut pandang pengguna. Dari hasil analisis didapat bahwa sistem yang dapat mengatasi kekurangan dan sesuai dengan kebutuhan adalah sistem mobile banking terpadu yang memanfaatkan jalur internet dan SMS, dimana sistem dapat mengubah jalur komunikasi yang digunakan sesuai dengan kondisi yang ada, dengan prioritas jalur internet. Sistem berupa mobile app dimana fungsi perpindahan ada pada mobile app itu sendiri. Pada implementasi tugas akhir ini, dihasilkan mobile app pada OS Android. Ada dua fitur utama yaitu pengecekan jaringan dan perpindahan jalur komunikasi, dimana hanya pengecekan jaringan yang berhasil diimplementasikan.   Kata kunci - gadget, mobile banking, mobile app, jaringan terpadu

  17. PENINGKATAN STABILITAS POSTURAL PADA LANSIA MELALUI BALANCE EXERCISE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusnanto .

    2010-12-01

    Full Text Available Stabilitas postural adalah masalah yang umum pada lansia. Balance exercise dapat dijadikan alternative latihan bagi lansia. Latihan ini meliputi 5 gerakan (plantar flexion, hip flexion, hip flexion, knee flexion dan side leg raise. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efek dari balance exercise terhadap peningkatan stabilitas postural pada lansia. Penelitian ini menggunakan design pre eksperimen. Populasi yang digunakan adalah lansia di Panti Wreda Bangkalan. Total sampel adalah 11 responden, yang diambil berdasarkan kriteria inklusi. Variabel dependen adalah balance exercise dan variabel independen adalah stabilitas postural. Stabilitas postural diukur menggunakan 2 tes, yaitu tes Tinetti dan TUGT (Time Up and Go Test. Data dianalisa menggunakan paired t test dengan level signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balance exercise secara signifikan dapat meningkatkan stabilitas postural. Pada tes Tinetti (p=0,000 dan di TUGT (p=0,001. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hasil yang signifikan antara balance exercise dengan peningkatan stabilitas postural pada lansia. Hal ini disebabkan Karena balance exercise dapat membuat otot lansia menjadi hipertrofi. Hipertrofi dapat meningkatkan kekuatan otot sehingga stabilitas postural lansia dapat meningkat. Penelitian yang akan datang diharapkan melibatkan lebih banyak responden dengan waktu penelitian yang lebih lama dan pengukuran yang lebih baik untuk memastikan hasil yang lebih akurat.

  18. Pengetahuan Konjungtivitis pada Guru Kelas dan Pemberian Pendidikan Kesehatan Mencuci Tangan pada Siswa Sekolah Dasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindya Hapsari

    2014-05-01

    Full Text Available Konjungtivitis adalah peradangan konjungtiva karena mikroorganisme, alergi, atau bahan kimia. Total kasus konjungtivitis dan gangguan konjungtiva di Indonesia (2009 sekitar 73%. Konjungtivitis terjadi karena infeksi mikroorganisme merupakan penyakit menular yang terjadi lewat kontak langsung atau barang penderita. Sebagian besar penderita konjungtivitis adalah anak-anak yang umumnya tertular dari teman di sekolah, tempat bermain, atau bimbingan belajar. Data Puskesmas Trowulan Mojokerto menunjukkan kenaikan jumlah siswa sekolah dasar penderita konjungtivitis meliputi 3% (2009, 4% (2010, 7% (2011, dan 9% (2012. Cara termudah mencegah penularan konjungtivitis adalah mencuci tangan dengan sabun. Guru sebagai wakil orang tua di sekolah dan idola anak diharapkan berperan dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan dengan sabun. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan konjungtivitis guru kelas sekolah dasar dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan dengan sabun pada peserta didik. Desain penelitian adalah potong lintang, penarikan sampel dengan purposive sampling. Sampel penelitian adalah seluruh guru kelas sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Trowulan. Penelitian menemukan 80 responden (59,7% berpengetahuan kurang dan berperilaku negatif atau tidak memberikan pendidikan kesehatan terhadap peserta didiknya. Ditemukan hubungan yang bermakna pengetahuan konjungtivitis pada guru kelas sekolah dasar dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan dengan sabun pada peserta didik. Conjunctivitis is conjunctiva’s inflammation by microorganisms, allergy, or chemicals. Total conjunctivitis and conjunctiva disorders’ cases in Indonesia (2009 is 73%. Conjunctivitis caused by infection is infectious that transmitted through direct contact or contaminated goods. Most conjunctivitis patients are children. They mostly caught from friends at school, playground, or tutoring. Trowulan Public

  19. WAKTU REGENERASI BAKTERI Vibrio cholerae PADA MEDIUM APW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kambang Sariadji

    2015-04-01

    Full Text Available AbstractWater and food could be contaminated by Vibrio cholerae which caused diarrhea to someone consumed them;serious cholerae disease could lead to death. In extreme environments cholerae could be in viable but nonculturable. Epidemiologically, this condition has contributed cholera outbreaks events. On the contrary, the bacteria can grow quickly in favorable conditions,. However, information about the cholerae growthing rate are still limited. The aims of research wes To determine the regeneration time of cholerae from time to time in optimum condition, as a base of assestment during cholerae outbreaks. The number of cholerae cells in 101 cfu / mL were made by dilution, then determined thenumber of bacteria in the beginning by using the colony count method with Thio sulfate Citrate Bile Sucrose (TCBS media. the growth rate of bacteria was determinated by inoculated 2 mL dilution 101 cfu / mL to the enrichment alkaline peptone water (APW media and then incubated at 37°C. Every one hour up to the end of eight hours, the bacteria were measured by colony count method using TCBS media. The obtaining of results were calculated by specified regeneration time. The results showedthat v. Cholerae generate between 8-15 minite from time to time in 8 hoursKeywords : Vibrio cholerae, Colony count, regeneration timeAbstrakVibrio cholerae dapat menjadi pencemar pada air dan makanan yang dapat menyebabkan diare pada seseorang yang mengkonsumsinya. Penderita penyakit kolera pada kasus yang berat dapat menyebabkankematian. Vibrio cholerae pada lingkungan yang ekstrim dapat menjadi viable but nonculturable, sehingga secara epidemiologi lingkungan ini mempunyai andil dalam menyebabkan wabah kolera. Sementara pada kondisi yang menguntungkan, bakteri ini dapat tumbuh dengan cepat. Namun informasi tentang kecepatan pertumbuhan dari cholerae sebagai antisipasi tindakan pencegahan wabah masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu regenerasi

  20. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN NASABAH PADA PT. BANK MEGA TBK CABANG MAKASSAR

    OpenAIRE

    REZA A.F, M. TAUFIQ

    2012-01-01

    2013 M. Taufik Reza A.F A211 07 610. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Nasabah Pada PT Bank Mega Tbk Cabang Makassar. (dibimbing oleh Mahlia Muis dan Fahrina Mustafa). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk menganalisis sejauh mana pengaruh factor-faktor (Keunggulan produk, layanan, rasa percaya terhadap kepuasan nasabah pada pada PT. Bank Mega Tbk Cabang Makassar, untuk menganalisis faktor yang paling dominan m...

  1. Pengaruh Level HBA1C Terhadap Fungsi Fagositosis Neutrofil (PMN) pada Penderita Periodontitis Diabetika

    OpenAIRE

    Ahmad Syaify

    2016-01-01

    Latar belakang. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit sistemik yang sangat terkait dengan meningkatnya keparahan penyakit periodontal. Pada penderita DM diduga kuat bahwa keparahan periodontitis disebabkan oleh gangguan fungsi leukosit. Sel neutrofil (PMN) diketahui berperan besar di dalam system pertahanan jaringan periodontal. Kontrol glikemik pada penderita DM dapat diketahui dengan pemeriksaan level HbA1c. Tujuan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh level HbA1c pada penderita peri...

  2. PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN KAMAR PADA HOTEL GRAND PALACE MAKASSAR

    OpenAIRE

    SIOMBO, GLORIS

    2012-01-01

    - GLORIS SIOMBO.2011.Pengaruh Bauran Promosi terhadap Peningkatan Penjualan Kamar pada Hotel Grand Palace Makassar (dibimbing oleh Muh.Asdar dan Abd Razak Munir). Skripsi ini berjudul ???Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Peningkatan Penjualan Kamar pada Hotel Grand Palace Makassar ???. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bauran promosi terhadap peningkatan penjualan kamar pada Hotel Grand Palace Makassar dan diharapkan dapat menjadi masukkan bagi manajer hotel se...

  3. Perancangan Sistem Pengukuran pH dan Temperatur Pada Bioreaktor Anaerob Tipe Semi-Batch

    OpenAIRE

    Dimas Prasetyo Oetomo; Totok Soehartanto

    2013-01-01

    Proses pada bioreaktor dapat dilakukan secara aerob yaitu menggunakan bantuan oksigen dan anaerob yaitu tidak menggunakan bantuan oksigen. Pada penelitian ini dilakukan fermentasi  enceng gondok untuk menghasilkan biogas menggunakan bioreaktor anaerob tipe semi-batch. Enceng gondok memiliki rasio C/N sebesar 22.5 – 35.84% yang merupakan komposisi optimum untuk ekstraksi biogas. Kinerja dari bioreaktor dalam produksi biogas dipengaruhi oleh beberapa parameter seperti pH dan temperatur. Pada pe...

  4. PRAKTEK SEHAT YANG BERPENGARUH TERHADAP KESEHATAN SOSIAL PADA LANJUT USIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfian Zulkarnain

    2017-01-01

    Full Text Available Secara individu pengaruh proses menua menimbulkan berbagai masalah baik secara fisik biologis, mental, maupun sosial dan ekonomi. Sampai saat ini telah ditetapkan 50 indikator untuk Indonesia Sehat 2015, lengkap dengan target yang ingin dicapai pada tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor praktek sehat dalam mempengaruhi kesehatan soaial pada lanjut usia dan mengkaji faktor mana yang berkontribusi tebesar sampai terkecil terhadap kesehatan mental pada lanjut usia di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakann penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik multistage random sampling, dilakukan di daerah urban, sub urban dan rural dengan jumlah sampel 378 responden. Kabupaten Lumajang dengan membagi menjadi 3 daerah, yaitu urban (wilayah Puskesmas Labruk Kecamatan Lumajang, sub urban (wilayah Puskesmas Tekung Kecamatan Tekung, dan rural (wilayah Puskesmas Padang Kecamatan Padang. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara terstruktur, dan analisis data menggunakan confirmatory factor analysis. Praktek sehat secara sosial antara lain mengikuti kegiatan sosial di lingkungan sekitar, menjalin hubungan baik dengan keluarga serta tetangga dalam kategori baik, sedangkan dengan teman sesama lansia dalam kategori kurang. Variabel praktek sehat aspek sosial semua signifikan, kecuali variabel praktek menjalin hubungan baik dengan keluarga. Variabel praktek sehat mengikuti kegiatan sosial di lingkungan sekitar memberikan kontribusi tertinggi dalama menentukan sehat secara sosial bagi lansia. Dalam upaya promosi kesehatan, maka dengan adanya praktek (perilaku sehat pada lansia ini, maka diharapkan ada intervensi pada golongan pra lansia agar tetap menjaga dan mempertahankan kesehatanya, sehingga lansia Indonesia dapat betul-betul tercapai derajat kesehatan yang setinggi-tinginya. Kata Kunci: praktek sehat, kesehatan sosial, lanjut usia

  5. INFEKSI NEISSERIA GONORRHOEAE AKIBAT SEXUAL ABUSE PADA SEORANG ANAK PEREMPUAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satya Wydya Yenny

    2008-09-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi Neisseria gonorrhoeae pada anak akibat sexual abuse sangat jarang dilaporkan.Dilaporkan satu kasus infeksi Neisseria gonorrhoeae pada seorang anak perempuan usia 6 tahun setelah mengalami sexual abuse satu minggu yang lalu.Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium. Anamnesis adanya keputihan sejak 5 hari sebelum berobat. Pada pemeriksaan fisis tampak cairan berwarna krem menempel pada celana dalam, cukup banyak, serta sedikit kemerahan dan duh genital pada vulva. Hasil pemeriksaan mikroskopis ditemukan diplokokus Gram negatif dan kultur didapatkan Neisseria gonorrhoeae. Berdasarkan hasil tes sensitivitas, pasien diterapi dengan ceftriaxon 125 mg i.m, dosis tunggal dan memberikan kesembuhan.Infeksi ini membutuhkan penatalaksanaan yang komprehensif karena mempunyai dampak psikologis baik bagi anak maupun keluarga seumur hidupKata kunci : Neisseria gonorrhoeae, sexual abuse, anakAbstractNeisseria gonorrhoe infection in childhood caused by sexual abuse is considered rare reported.A young girl 6 years old suffering gonococcal infection was reported. The diagnostic procedure were base on clinically and laboratory findings. The source of transmission was sexual abuse by an adult man. Physical examination revealed purulent discharge, cream in colour that stains the underwear with minimal vaginal discharge and vulval erythema. Laboratory examination showed Gram-negative diplococcic and isolation of Neisseria gonorrhoeae. This patient had been treated with ceftriaxon 125mg given intramuscularly in a single dose. Result of the treatment was good.The psychological sequelae of sexual abuse and the turmoil in the family produced by suspicions and allegations are largely unknown, but are probably life long.Keywords: Neisseria gonorrhoeae, sexual abuse, childLAPORAN

  6. Efektifitas Propolis Toothpaste sebagai Initial Therapy pada Mild Gingivitis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nila Kasuma

    2015-02-01

    Full Text Available Karakteristik gingivitis ringan adalah terjadinya perubahan warna gusi, edema ringan, tidak ada pendarahan dan tanpa ada rasa nyeri. Jika pasien tidak mendapatkan perawatan yang tepat, gingivitis dapat berubah menjadi periodontitis yang menyebabkan kerusakan jaringan tulang rahang alveolar, menyebabkan kerusakan jaringan lebih lanjut secara lokal dan sistemik melalui pembuluh darah. Pemilihan terapi yang tepat sangat penting untuk mengurangi prevalensi dari penyakit ini. Selain proses scaling dan kontrol plak, penggunaan pasta gigi propolis dapat digunakan sebagai terapi awal. Komposisi pasta gigi yang mengandung propolis memiliki efek anti-inflamasi yang bermanfaat sebagai salah satu terapi awal untuk mengobati gingivitis ringan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Indeks gingiva dari 15 pasien diukur sebelum dan sesudah penggunaan pasta gigi propolis. Analisis data dilakukan dengan cara univariat untuk menggambarkan masing-masing variabel dengan Kolmogorov-Smirnof Test. Perbedaan indeks gingiva antara sebelum dan sesudah menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung propolis dianalisis dengan uji T berpasangan. Pasta gigi yang mengandung propolis ini terbukti efektif dalam terapi awal gingivitis ringan dengan rata-rata pengurangan skor indeks gingiva sebelum dan sesudah adalah 0,40 ± 0,04. Terdepat perbedaan yang signifikan (p <0,05 antara rata-rata penurunan nilai gingiva indeks sebelum dan setelah penggunaan pasta gigi yang mengandung propolis.

  7. Implementasi Analog Front End pada Sensor Kapasitif Untuk Pengaturan Kelembaban Menggunakan Mikrokontroller STM32

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rendy Setiawan

    2017-03-01

    Full Text Available Sensor kapasitif merupakan jenis sensor yang mengubah stimulus fisik menjadi perubahan kapasitansi. Pada sensor kapasitif, adanya stray capacitance atau kapasitansi parasitik pada sensor dapat menyebabkan kesalahan dalam pengukuran. Dalam aplikasi pengaturan kelembaban, dibutuhkan sistem pengukuran kelembaban dengan kesalahan minimum untuk mendapatkan nilai setting point dengan galat minimum. Maka diperlukan implementasi analog front end yang dapat meminimalisir kesalahan akibat stray capacitance pada sensor kapasitif untuk pengukuran kelembaban relatif. Pada sistem pengukuran sensor kapasitif ini, sensor dieksitasi dengan sinyal AC yang dihasilkan oleh generator sinyal pada frekuensi 10 KHz, kemudian diimplementasikan analog front end untuk mengondisikan sinyal dari sensor. Keluaran dari analog front end dikonversi menjadi sinyal DC menggunakan demodulator sinkron dan filter low pass lalu dikonversi menjadi data digital menggunakan ADC di mikrokontroller STM32. Hasil pengukuran yang didapatkan dengan implementasi analog front end kemudian kemudian gunakan untuk mengatur kelembaban pada sebuah plant growth chamber. Berdasarkan hasil dari pengujian, rangkaian analog front end dapat mengompensasi stray capacitance dengan kesalahan pembacaan nilai kapasitansi maksimal sebesar 4.2% pada kondisi stray capacitance sebesar 236,6pF, 174,3pF dan 115,7pF. Implementasi  analog  front  end pada  pengaturan  kelembaban menghasilkan galat pada setting point maksimal sebesar 8.8% untuk nilai RH 75% dan 33%.

  8. Magnit untuk Obturator pada Pasca Maksilektomi dengan Defek yang Luas (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Himawan Chandra

    2015-10-01

    Full Text Available Paper ini melaporkan penggunaan lempeng magnit dalam rekonstruksi prostetik pada kasus pasca maksilektomi. Lempeng magnit ini menghubungkan kerangka dari resin akrilik yang dibuat ekstra oral dengan obturator intra oral. Konstruksi ini dapat memberikan retensi yang memuaskan pada obturator untuk rahang tidak bergigi, menggantikan retensi yang seharusnya diperoleh dari cengkeram yang diletakkan pada gigi, dari jaringan parut mukosa pipi atau dari defek pada palatum. Dengan demikian obturator yang dicekatkan dengan magnit dapat mengembalikan fungsi makan, minum, bicara, dan estetika serta kepercayaan diri pasien pasca maksilektomi, juga mempermudah proses pembuatan gigi tiruan selanjutnya.

  9. Penggunaan Alat Lepasan dengan Sekrup Ekspansi pada Perawatan Gigitan Silang Depan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Widayati

    2015-11-01

    Full Text Available Kasus gigitan silang depan sering dijumpai pada gigi teatap anak-anak pada periode geligi bercampur. Ada beberapa macam alat yang dapat dipergunakan untuk merawat kasus ini. Pada pasien anak-anak yang cukup kooperatif, salah satu alternatif adalah penggunaan alat lepasan dengan sekrup ekspansi. Alat ini terbuat dari basis akrilik yang terbagi dua di anterior dan posterior, diantaranya terdapat sekrup ekspansi. Pemakaian alat ini adalah dengan memutar sekrup 1/4 (seperempatputaran, sehingga sisi basis di anterior akan mendorong atau memprotraksi gigi anterior yang mengalami gigitan silang ke arah labial. Laporan kasus ini menggambarkan penggunaan alat lepasan dengan sekrup ekspansi pada kasus gigitan silang dengan tipe dental.

  10. Analisis Persebaran Medan Listrik Pada Lightning Arrester 20kV Menggunakan Finite Element Method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A A Gd Dharma Putera

    2017-01-01

    Full Text Available Lightning Arrester adalah perangkat semikonduktor yang digunakan dalam sistem tenaga listrik untuk melindungi peralatan terhadap petir dan switching tegangan lebih. Alat pelindung terhadap gangguan petir ini berfungsi melindungi peralatan sistem tenaga listrik dengan membatasi tegangan lebih yang datang dan mengalirkannya ke tanah. Arrester tidak akan bekerja pada keadaan normal melainkan akan bekerja pada saat adanya tegangan impuls yang datang pada arrester. Dalam penggunaanya arrester ini akan menimbulkan medan pada permukaan arrester. Pada tugas akhir ini dilakukan pemodelan untuk menganalisa persebaran medan listrik pada arrester tersebut. Analisa pemodelan medan listrik membantu dalam mengetahui pengaruh dari itensitas medan maksimum dalam arrester baik dalam kondisi normal maupun transien. Metode yang digunakan adalah simulasi yang berbasis pada FEM (finite element method. Serta membandingkan kondisi medan listrik pada permukaan arrester dalam keadaan normal, terkontaminasi air garam, saat terdapat rongga udara dan terkontaminasi debu. Nilai medan listrik yang didapatkan pada saat diberi arus impuls sangat kecil dibandingkan dengan saat diberikan tegangan nominal karena saat terkena arus impuls tegangannya sangat kecil atau mendekati nol.

  11. DETEKSI POLYMORPHISME DENGAN SUBSTITUSI NUKLEOTIDA TUNGGAL PADA Streptococcus agalactiae ISOLAT LOKAL INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angela Mariana Lusiastuti

    2015-12-01

    Full Text Available Kasus penyakit pada budidaya ikan nila di wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara dan Papua Barat, disebabkan Streptococcus yang menyebabkan penyakit Streptococcosis di mana 80% disebabkan oleh grup B S. agalactiae. Tujuan penelitian ini adalah melakukan deteksi pada nukleotida isolat S. agalactiae untuk mengetahui sampai sejauh mana terjadinya nukleotida polimorfisme tunggal (SNP pada isolat tersebut. Identifikasi menggunakan PCR dilakukan terhadap 16S rDNA dan primer spesifik spesies terhadap S. agalactiae yaitu agal I 5’-ATAAGAGTAATTAACACATGTTAG-3’ (forward dan agal II 5’-ACTTCGGGTGTTACAAAC-3’(reverse dengan target 1250 bp. Produk PCR diamplifikasi terlebih dahulu menggunakan tujuh pasangan primer oligonukleotida yang berbeda yang didesain dari sekuens genom NEM316 GBS. Sekuens yang diperoleh dibandingkan dengan sekuens di Gene Bank database menggunakan National Center for Biotechnology Information Blast search tool. Hasil yang diperoleh ternyata ada dua basa yang berubah yaitu pada basa 24 dan basa 167. Pada basa 24 jelas terjadi subtitusi basa baru yaitu G, yang seharusnya tidak ada basa tersebut pada gen adhP-54 dan adhP-49 standar. Sedangkan pada basa 167 terjadi perbedaan basa dari seharusnya A pada standar menjadi G pada isolat 2.

  12. Optimasi Kecepatan Udara Pada Kondensor Terhadap Prestasi Kinerja AC mobil Dengan Fluida Kerja Freon 12

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Tjahjono

    2016-06-01

    Full Text Available Pada penelitian tentang sistem pendingin AC mobil yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui laju aliran udara yang optimum pada sistem tersebut terhadap prestasi kerjanya. Aliran udara dinyatakan dengan kecepatan udara yang melintasi kondensor pada bagian sistem pendingin tersebut. Cara yang ditempuh yaitu dengan melakukan penelitian secara eksperimental. Unjuk kerja diukur dengan parameter kerja kompresi, laju aliran kalor kondensasi, laju aliran kalor evaporasi, dampak refrigerasi dan koefisien prestasi (COP. Pada eksperimen ini diawali dengan perakitan sistem pendingin AC mobil yang terdiri kompresor, kondensor, receiver dryer, katup ekspansi dan evaporator. Bahan pendingin (refrigeran yang dipergunakan adalah refrigeran freon-12. Untuk keperluan pengambilan data dipergunakan alat ukut seperti alat ukur tekanan (manometer, termometer, anemometer, higrometer, tachometer. AC dilengkapi ruang kabin berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Pada kecepaan udara yang melintasi kondensor sebesar 19 feet/s akan memberikan efek pendinginan yang optimal dibandingkan pada kecepatan udara yang melintasi kondensor kurang dari 19 feet/s. Pada kecepatan udara tersebut sistem AC mampu memberikan efek pendinginan pada rentang temperatur 15,5:16°C. Semakin tinggi kecepatan udara yang melintasi kondensor menyebabkan efek refrigerasi yang dibangkitkan semakn rendah. Semakin tinggi kecepatan udara yang melintasi kondensor kinerja AC semakin meningkat sehingga sistem AC bekerja secara optimal pada kecepatan 19 feet/s

  13. Pengaruh Media Pendingin pada Heat Treatment Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanik Friction Wedge AISI 1340

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Adie Septianto

    2013-09-01

    Full Text Available Baja AISI 1340 termasuk baja paduan rendah dengan komposisi karbon 0.38-0.43% dan Mangan 1,78%. Baja ini digunakan untuk komponen kereta api Friction Wedge yang memiliki standar kekerasan minimal 300 BHN. Untuk menambah kekerasan, salah satu cara yang digunakan adalah heat treatment. Pada penelitian ini variasi yang digunakan adalah media pendingin air, oli SAE 20W, PVA 20% dan pendinginan udara pada tempertaur austenitisasi 8400C dan waktu tahan 20 menit. Kekerasan yang dihasilkan oleh media pendingin air adalah 556,6 BHN, sedangkan quench oli dan polimer 461,8 BHN dan 416 BHN. Pada pendinginan udara dihasilkan kekerasan dibawah 300 BHN. Perbedaan media pendingin berpengaruh terhadap struktur mikro yang terbentuk. Pada pendinginan dengan media air dan oli diperoleh struktur martensit dengan bentuk kristal BCT. Sedangkan pada pendinginan udara terbentuk struktur ferrit dan perlit dengan bentuk kristal BCC. Selain berpengaruh pada sifat mekanik dan struktur mikronya, variasi media pendingin juga memberikan efek terhadap sifat termalnya dan berpengaruh terhadap elongation pada temperatur maksimum kerja. Dari hasil uji TMA, performa paling baik pada temperatur 300oC dihasilkan pada pendinginan quench oli SAE 20W, dengan pertambahan panjang sebesar 0,65%.

  14. PERANCANGAN ROTARY TABLE SEBAGAI FASILITAS PADA STASIUN KERJA WATERBASE PT. TRIPLAST INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Sukania

    2016-02-01

    Full Text Available PT. Triplast Indonesia adalah perusahaan percetakan yang spesialisasinya bergerak pada paper forming dan printing. dengan produk berupa hologram paper, paper bag, inner box, handmade boxl. Pada bagian produksinya, terdapat operator yang bekerja dengan melakukan gerakan yang tidak ergonomis dan tidak dianjurkan, tergolong ringan namun jika dilakukan terus-menerus secara berulang dapat mengakibatkan cepat lelah, penegangan otot, serta rasa sakit pada bagian tertentu. Melihat kondisi tersebut, perlu dilakukan perancangan fasilitas kerja yang dapat memperbaiki kondisi kerja operator dalam proses bekerjanya, mengurangi ketidaknyamanan, serta meminimalkan waktu kerja agar produktivitas kerja dapat meningkat. Setelah diteliti dengan menggunakan REBA (Rapid Entire Body Assesment, proses kerja dengan nilai REBA tertinggi yaitu 10 dengan gerakan membungkuk saat mengambil paper yang ingin diproduksi pada stasiun waterbase, Dari hasil kuesioner Nordic Body Map juga menunjukan operator yang bekerja pada stasiun kerja dengan nilai REBA 10 mengeluhkan jumlah sakit yang paling banyak pada beberapa bagian tubuh. Oleh karena itu pada penelitan ini dilakukan perancangan fasilitas untuk memperbaiki gerakan mengambil material yang tidak ergonomis pada stasiun waterbase. Skor REBA turun menjadi 2 setelah perbaikan. Pada analisa waktu implementasi, waktu siklus rata-rata tiap kali pengambilan paper berkurang sebanyak 8 detik.

  15. Implementasi Analog Front End Pada Sensor Kapasitif Untuk Pengaturan Kelembaban Menggunakan Mikrokontroller STM32

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rendy Setiawan

    2017-01-01

    Full Text Available Sensor kapasitif merupakan jenis sensor yang mengubah stimulus fisik menjadi perubahan kapasitansi. Pada sensor kapasitif, adanya stray capacitance atau kapasitansi parasitik pada sensor dapat menyebabkan kesalahan dalam pengukuran. Dalam aplikasi pengaturan kelembaban, dibutuhkan sistem pengukuran kelembaban dengan kesalahan minimum untuk mendapatkan nilai setting point dengan galat minimum. Maka diperlukan implementasi analog front end yang dapat meminimalisir kesalahan akibat stray capacitance pada sensor kapasitif untuk pengukuran kelembaban relatif. Pada sistem pengukuran sensor kapasitif ini, sensor dieksitasi dengan sinyal AC yang dihasilkan oleh generator sinyal pada frekuensi 10 KHz, kemudian diimplementasikan analog front end untuk mengondisikan sinyal dari sensor. Keluaran dari analog front end dikonversi menjadi sinyal DC menggunakan demodulator sinkron dan filter low pass lalu dikonversi menjadi data digital menggunakan ADC di mikrokontroller STM32. Hasil pengukuran yang didapatkan dengan implementasi analog front end kemudian kemudian gunakan untuk mengatur kelembaban pada sebuah plant growth chamber. Berdasarkan hasil dari pengujian, rangkaian analog front end dapat mengompensasi stray capacitance dengan kesalahan pembacaan nilai kapasitansi maksimal sebesar 4.2% pada kondisi stray capacitance sebesar 236,6pF, 174,3pF dan 115,7pF. Implementasi analog front end pada pengaturan kelembaban menghasilkan galat pada setting point maksimal sebesar 8.8% untuk nilai RH 75% dan 33%.

  16. PENGEMBANGAN MODEL TEACHERPRENEUR PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wisnu Rachmad Prihadi

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan: (1 mengungkapkan pengembangan profesionalitas pendidik yang selama ini diterapkan; (2 menemukan model pengembangan teacherpreneur; dan (3 menentukan keefektifan internal model teacherpreneur di SMK Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa. Penelitian ini menggunakan metode research and development yang terdiri dari tiga langkah: studi pendahuluan, pengembangan model, dan uji coba internal. Penelitian dilakukan di SMK negeri dan swasta di kota Yogyakarta. Pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 pengembangan profesionalitas pendidik pada guru SMK yang diteliti sebagian besar berasal dari pemerintah, dan dari sekolah. Program pemerintah terdiri dari MGMP, OJT, sosialisasi kurikulum, ujian kompetensi, dan diklat assessor, sedangkan program pengembangan pendidik di sekolah bergantung pada kebijakan dan strategi dari masing-masing kepala sekolah; (2 Model teacherpreneur yang dikembangkan tersusun atas komponen kompetensi, kreatifitas, dan efektivitas; (3 Keefektifan model hasil uji internal yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ahli setuju dengan kategori: (a komponen model telah lengkap (92,83%; (b struktur komponen model telah jelas (91,65%; (c hubungan antar komponen model telah jelas (95,83%; (d keterbacaan model telah baik (95,83%; (e model telah layak (95,83%; dan (f model efektif jika diimplementasikan (87,5%. Kata kunci: pengembangan, profesionalitas, pendidik, teacherpreneur DEVELOPING A MODEL OF TEACHERPRENEUR IN VOCATIONAL HIGH SCHOOLS Abstract This research aimed to: (1 reveal the teacher’s professional development model currently applied; (2 generate a teacherpreneur development model; and (3 determine the internal effectiveness of teacherpreneur development model in the vocational high schools (SMK having the study program of technology and engineering expertise. This research employed the research and development method which consisted of

  17. Penyebab Kelelahan Kerja pada Pekerja Mebel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Lusiana Setyowati

    2014-05-01

    Full Text Available Di industri modern, kelelahan kerja adalah fenomena kompleks yang disebabkan berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor yang memengaruhi kelelahan pada pekerja mebel. Penelitian dilaksanakan pada Februari – Maret 2013 di suatu perusahaan mebel di Kabupaten Jepara. Penelitian ini adalah dengan desain potong lintang melibatkan 70 orang responden. Kelelahan kerja diukur menggunakan reaction timer, stres kerja diukur menggunakan General Health Questionnaire-12. Monoton kerja, kerja lembur, motivasi, konflik kerja diukur dengan wawancara. Status gizi diukur dengan indeks massa tubuh (IMT. Rata-rata intensitas kebisingan atau Level Equivalent diukur dengan sound level meter, penerangan lokal diukur dengan lux meter, iklim kerja dengan questemp, dan beban kerja diukur dengan denyut nadi. Data diuji dengan kai kuadrat dan multivariat dianalisis dengan visual partial least square. Kelelahan kerja dipengaruhi oleh umur (nilai p = 0,018, monoton kerja (nilai p = 0,053, dan konflik kerja (nilai p = 0,019. Menurut analisis multivariat, kelelahan kerja dipengaruhi langsung oleh konflik kerja, stres kerja, lingkungan fisik, dan kapasitas kerja. Secara tidak langsung, kelelahan kerja dipengaruhi motivasi melalui stres kerja dan melalui beban kerja dan stres kerja, beban kerja melalui stres kerja dan melalui kapasitas kerja. Faktor yang memengaruhi kelelahan kerja adalah konflik kerja, lingkungan fisik tempat kerja, kapasitas kerja, dan stres kerja. In modern industries, fatigue is complex phenomenon caused by various factors. This study aimed to find out the factors related to fatigue case of furniture workers. This study was conducted in February - March 2013 at a furniture company in Jepara. Desaign of this study was cross-sectional method with 70 respondents. Fatigue was measured using reaction timer, General Health Questionnaire-12 was used to measure psychological distress. Monotony, overtime work, motivation and conflict

  18. INDUSTRIALISASI DAN TANTANGANNYA PADA SEKTOR PENDIDIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Unwanullah

    2015-10-01

    Full Text Available Abstrak: Industrialisasi dan Tantangannya pada Sektor Pendidikan. Sumbangan pendidikan dalam perubahan dan pembangunan masa lalu telah bergeser dengan kemajuan teknoekonomi dan komunikasi. Perubahan yang terjadi telah menggeser tatanan kehidupan dan pandangan masyarakat. Materialisme, kapitalisme, efisiensi, dan efektivitas telah menjadi tujuan dan semangat hidup. Pergeseran pandangan masyarakat telah mengubah pula pandangan keberhasilan dan mutu pendidikan, di mana pendidikan diukur dari keberhasilan dalam keterserapan lulusan dalam dunia kerja, oleh karenanya pendidikan dianalisis dari karakteristik sebagai investasi (capital-investment. Pergeseran makna dan tanggung jawab pendidikan mendorong dunia pendidikan melakukan pembaruan dengan alternatif: membangun pembaruan penalaran warganya menuju pemerdekaan dan pendewasaan, pendidikan dilaksanakan secara komprehensif dan bekerjasama dengan semua pihak secara kemitraan, dan membangun visi pendidikan secara komprehensif dan simultan dengan semua pihak. Kata kunci: perubahan sosial, materialistik, modernisasi dan kapitalis Abstract: Industrialization and its education Sector challenges. Contribution of education has shifted with the progress of technology, economy, and communication. The changes have shifted the society's views. Materialism, capitalism, efficiency, and effectiveness have become of interest and enthusiasm for life. The shift has changed society's view, i.e. the view of success and quality of education, in which education is measured from a rate of the absorption of graduates into labor market, therefore education is analyzed from the characteristics of an investment (capital-investment. A shift in meaning and responsibility of education encourages the education sector to create reformation through these following alternatives: creating new thoughts towards liberation and maturation, implementing education comprehensively and cooperating with all parties in partnership, and creating

  19. Posisi Keris Pada Masyarakat Jogja Modern

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Endrawati

    2015-12-01

    Full Text Available Keris supposedly as a status symbol of nobility, is now confronted by alternative culture (mass culture as an alternative preservation. Dagger that is said as magical objects and sacred believed to be heirlooms. Now, as kris is an alternative object of merchandise ready for sale and waiting buyers. Kris phenomenon in modern times, its development was encouraging. Keris enthusiasts and observers began to shift from elders to young people, students or youth. The values of humanism on the kris, Religious Values, their belief in the power of man. Value Philosophy of the keris lajer (straight people live should have a clear direction or purpose. Keris Luk, in achieving the purpose of life, human beings should not be sakleg flexible. History values, the height of science and technology owned civilization wrought iron bangsaatau ancestors of our ancestors. Economic value, collections are becoming increasingly scarce, the higher the price (investment, also overcome unemployment for furniture craftsmen keris. In addition, the value of Psychology, generating confidence and a spirit of confidence for success. Keris yang konon sebagai lambang status kebangsawanan, kini dihadapkan oleh budaya alternatif (budaya massa sebagai salah satu alternatif pelestarian. Keris yang konon sebagai benda bertuah dan dikeramatkan diyakini sebagai pusaka. Kini keris merupakan benda alternatif seolah barang dagangan siap jual dan menunggu pembelinya. Fenomena keris di zaman modern, perkembangannya cukup menggembirakan. Peminat dan pemerhati keris mulai bergeser dari sesepuh kepada generasi muda, mahasiswa atau pemuda. Nilai-nilai humanisme pada keris yakni, Nilai Religi, adanya kepercayaan akan kekuatan manusia. Nilai Filosofi adanya keris lajer (lurus manusia hidup harus punya arah atau tujuan yang jelas. Keris Luk, dalam meraih tujuan hidup, manusia harus luwes tidak sakleg. Nilai Histori, ketinggian ilmu pengetahuan dan teknologi tempa besi yang dimiliki peradaban nenek

  20. FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERJADINYA DIARE AKUT PADA BALITA DI DESA TEGALLALANG PADA BULAN JANUARI SAMPAI JULI TAHUN 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Bagus Garjita Maesa Putra

    2015-06-01

    Full Text Available Diare merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian di negara berkembang. Berdasarkan profil kesehatan Puskesmas Tegallalang I, diare masuk dalam sepuluh penyakit pada bulan Januari sampai dengan Juli 2014. Jumlah kasus diare yang dilaporkan pada balita 50 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko diare di Puskesmas Tegallalang I ini.Penelitian ini menggunakan rancangan kasus-kontrol. Jumlah sampel masing-masing kasus dan kontrol adalah 36 balita. Kasus dan kontrol dipilih dari register kunjungan Puskesmas pada bulan Januari sampai Juli Tahun 2014. Faktor risiko meliputi ketersediaan saluran pembuangan air limbah (SPAL, pemanfaatan jamban keluarga (JAGA, pemanfaatan sarana air bersih, air susu ibu (ASI ekslusif, mencuci tangan setelah buang air besar atau sebelum makan, dan merebus air minum. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara. Analisis faktor risiko dilakukan secara bivariat menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita adalah saluran pembuangan air limbah (OR= 7,800, p=0,00, pemanfaatan jamban keluarga (OR= 3,75, p= 0,01, pemanfaatan sarana air bersih (OR= 9,10.p=0,00, ASIeksklusif (OR=17,20, p=0,00, mencuci tangan setelah buang air besar (OR=3,70, p= 0,02, mencuci tangan sebelum makan (OR=2,60, p=0,09, dan merebus air minum (OR=7,95, p= 0,00.Variabel ketersediaan saluran pembuangan air limbah, pemanfaatan sarana air bersih, ASI eksklusif, mencuci tangan setelah buang air besar, dan merebus air minum terbukti meningkatkan risiko kejadian diare akut pada balita. Perbaikan sanitasi perorangan dan sanitasi lingkungan diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya diare.  

  1. Analisis Perbandingan Temperatur Generator Sinkron Tiga Phasa Pada Kondisi Beban Seimbang Dan Tidak Seimbang Menggunakan Thermometer Infrared

    OpenAIRE

    Yoga, Wahyu

    2017-01-01

    Generator sinkron merupakan suatu peralatan utama dalam sistem pembangkitan energi listrik. Dalam hal ini beban yang dipasok oleh generator pada umumnya tidak seimbang. Beban tidak seimbang dapat disebabkan karena berbagai macam gangguan asimetri pada sistem tenaga dan kegagalan studi peramalan beban sehingga distribusi beban disetiap phasanya tidak sama. Ketidakseimbangan beban yang dipasok generator sinkron tiga phasa akan mengakibatkan pemanasan yang berlebih pada generat...

  2. Analisis Kinerja EIGRP dan OSPF pada Topologi Ring dan Mesh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DWI ARYANTA

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol dan OSPF (Open Shortest Path Fisrt adalah routing protokol yang banyak digunakan pada suatu jaringan komputer. EIGRP hanya dapat digunakan pada perangkat Merk CISCO, sedangkan OSPF dapat digunakan pada semua merk jaringan. Pada penelitian ini dibandingkan delay dan rute dari kedua routing protokol yang diimplementasikan pada topologi Ring dan Mesh. Cisco Packet Tracer 5.3 digunakan untuk mensimulasikan kedua routing protokol ini. Skenario pertama adalah perancangan jaringan kemudian dilakukan pengujian waktu delay 100 kali dalam 5 kasus. Skenario kedua dilakukan pengujian trace route untuk mengetahui jalur yang dilewati paket data lalu memutus link utama. Pada skenario kedua juga dilakukan perbandingan nilai metric dan cost hasil simulasi dengan perhitungan rumus. Skenario ketiga dilakukan pengujian waktu konvergensi untuk setiap routing protokol pada setiap topologi. Hasilnya EIGRP lebih cepat 386 µs daripada OSPF untuk topologi Ring sedangkan OSPF lebih cepat 453 µs daripada EIGRP untuk topologi Mesh. Hasil trace route menunjukan rute yang dipilih oleh routing protokol yaitu nilai metric dan cost yang terkecil. Waktu konvergensi rata-rata topologi Ring pada EIGRP sebesar 12,75 detik dan 34,5 detik pada OSPF sedangkan topologi Mesh di EIGRP sebesar 13 detik dan 35,25 detik di OSPF. Kata Kunci : EIGRP, OSPF, Packet Tracer 5.3, Ring, Mesh, Konvergensi ABSTRACT EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol and OSPF (Open Shortest Path Fisrt is the routing protocol that is widely used in a computer network. EIGRP can only be used on devices Brand CISCO, while OSPF can be used on all brands of network. In this study comparison of both the delay and the routing protocol implemented on Ring and Mesh topology. Cisco Packet Tracer 5.3 is used to simulate both the routing protocol. The first scenario is the design of the network and then do the test of time delay 100 times in 5 cases. The

  3. GAMBARAN ANEMIA PADA KELOMPOK PEREMPUAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBUKU I KABUPATEN BANGLI TAHUN 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Restu Wira Dharma

    2015-07-01

    Full Text Available Anemia  adalah salah satu  masalah  gizi  mikro yang cukup serius terutama pada kelompok wanita yang akan melahirkan generasi penerus bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran anemia pada kelompok perempuan di wilayah kerja Puskesmas Tembuku I, Bangli. Sasaran penelitian ini adalah empat kelompok perempuan, yaitu kelompok pre-menarche (25 siswi, post-menarche (36 siswi, ibu hamil pertama (21 ibu, dan ibu balita pertama (37 ibu pada bulan September 2013 dengan metode deskriptif cross-sectional. Data status anemia didapatkan dengan pengukuran langsung kadarhaemoglobin menggunakan haemometer digital. Karakteristik sampel didapatkan dari kuisioner yang diisi sendiri oleh responden. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif denganSPSS v. 16.0. Proporsi anemia pada kelompok pre-menarche (12% cenderung terjadi pada siswa RTM (66,7% dengan tingkat pendidikan ibu yang rendah (66,7%. Proporsi anemia (5,6% pada kelompok post-menarche cenderung terjadi pada siswi non-RTM (100% dengan tingkat pendidikan ibu menengah (100%. Pada kelompok ibu hamil pertama proporsi anemia (4,8% cenderung terjadi ibu non-RTM (100% dengan tingkat pendidikan tinggi (100%. Pada kelompok ibu balita pertama proporsi anemia (10,8% cenderung terjadi pada ibu RTM (75,0% dengan tingkat pendidikan rendah (75,0%. Proporsi anemia tertinggi terdapat pada kelompok pre-menarche yaitu 12 %. Rentang kadar Hb antara  7,5-16g/dl dan niai rata-rata 13,37 g/dl. Sebagian besar berasal dari keluarga RTM dan tingkat pendidikan ibu yang rendah.    

  4. Aktivitas Fisik, Stres, dan Obesitas pada Pegawai Negeri Sipil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Winne Widiantini

    2014-02-01

    Full Text Available Pada tahun 2008, sekitar 2,8 juta orang dewasa meninggal akibat obesitas, sekitar 300 juta orang yang secara klinis tergolong obesitas yang merupakan penyokong utama penyakit degeneratif seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi obesitas pada Pegawai Negeri Sipil (PNS Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan pengaruh aktivitas fisik dan stres terhadap obesitas. Penelitian potong lintang ini dilakukan pada bulan Mei - Juni 2013 di Jakarta pada 230 responden yang dipilih secara acak sistematik dari 1.119 PNS. Obesitas diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT berupa rasio berat badan (kilogram dibagi tinggi badan kuadrat (meter2, responden dinyatakan obesitas jika IMT ³ 25 kg/m2. Prevalensi obesitas pada PNS Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI Tahun 2013 adalah 48%. Setelah dikontrol oleh konsumsi makanan dan usia didapatkan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan stres dengan obesitas. Kelompok yang melakukan aktivitas fisik sedang atau berat berisiko 0,4 atau 0,6 kali lebih rendah untuk mengalami obesitas dan kelompok yang mengalami stres sedang atau berat berisiko 4,6 atau 2,4 kali lebih besar untuk mengalami obesitas. Disarankan Kementerian Kesehatan melakukan pemeriksaan obesitas pada semua pegawai secara rutin dan menyelenggarakan olahraga rutin setiap hari serta memanfaatkan fasilitas olahraga (fitness center untuk menjaga kebugaran. In 2008, about 2,8 milion adult people were dead caused by obesity, about 300 milions people who clinically obese who is main support of degenerative diseases such as diabetes mellitus, heart desease, and cancer. This study aimed to know the prevalence of obesity among civil servant Secretariat General of the Ministry of Health of Republic of Indonesia and the effect of physical activity and stress. The cross sectional studies was performed on 230 respondents who selected by systematic random samsampling. Obesity is

  5. PAYUNG HUKUM PELAKSAAN ABORTUS PROVOKATUS PADA KEHAMILAN AKIBAT PERKOSAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rika Susanti

    2010-05-01

    Full Text Available AbstrakPada survei yang dilakukan WHO dibeberapa kota besar di Asia pada tahun 1996 di Indonesia ditemukan bahwa pada wanita yang berumur diatas 16 tahun dikota Jakarta dan Surabaya pada 1400 sampel didapatkan 2,7% pernah mengalami perkosaan. Beberapa korban hamil, dan ingin mengakhiri kehamilan. Hukum di Indonesia (KUHP, menjelaskan bahwa semua usaha dalam rangka menghentikan kehamilan adalah suatu tindak pidana dan tidak dipersoalkan apakah indikasi dari pengguguran kandungan tersebut. Setelah adanya UU Kesehatan RI No 23 tahun 1992, barulah abortus provokatus atas indikasi medis mendapatkan payung hukum. Disini dijelaskan bahwa jika abortus dalam rangka menyelamatkan nyawa ibu atau anak diperbolehkan (indikasi medis. Legitimasi abortus provokatus atas indikasi medis saat ini dianggap tidak mencukupi lagi, sehingga diperlukan pula legalisasi indikasi non medis, seperti pada korban pemerkosaan dan child abuse. Dengan keluarnya UU Kesehatan No.36 tahun 2009, maka sudah melegalkan tindakan aborsi pada kehamilan akibat perkosaan.Kata kunci: perkosaan, kehamilan, abortus provokatus, payung hukum, KUHP, UU Kesehatan.AbstractIn the survey conducted by WHO in several major cities in Asia in 1996 in Indonesia found that in women aged over 16 years in the city of Jakarta and Surabaya in 1400 samples were obtained 2.7% had experienced rape. Some victims become pregnant due to rape action and there is a desire to terminate the pregnancy. The law in Indonesia is regulated in the Penal Code (KUHP, explain determined that all efforts in order to stop the pregnancy is a crime and not questioned whether the indications of such abortions. After the Health Law (Undang-Undang Kesehatan RI No. 23 of 1992, then provoked abortion on medical indication obtain legal protection. Here was explained that if the abortion in order to save the life of the mother or child is allowed (a medical indication. The legitimacy of provoked abortion on medical indication currently

  6. Determinan Stres pada Pegawai Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Besral Besral

    2015-04-01

    Full Text Available Kejadian stres pada pelbagai kelompok di Indonesia cukup tinggi dan belum banyak diketahui determinannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stres pada pegawai Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI. Penelitian potong lintang ini dilakukan pada tahun 2013 terhadap 230 pegawai sekretariat jenderal yang dipilih secara acak. Analisis statistik menggunakan regresi logistik ganda. Responden dikatakan stres jika memiliki skor 28 atau lebih dengan menggunakan 17 pertanyaan terkait personal stress inventory. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stres sebesar 79% dan determinan stres adalah obesitas, usia, jabatan, suku, pendidikan, dan aktivitas fisik. Risiko stres lebih tinggi pada pegawai yang obesitas (ORadj = 1,9, pegawai berusia di bawah 40 tahun (ORadj = 2,1, suku Sunda (ORadj = 3,1, menduduki jabatan struktural (ORadj = 2,3, pegawai yang berpendidikan SMA atau D3 (ORadj = 2,8, dan pegawai perempuan yang kurang aktivitas fisik (ORadj = 8,2. Disimpulkan bahwa determinan stres sangat bergantung pada beban kerja dan karakteristik individu, risiko stres sangat tinggi terdapat pada pegawai perempuan yang kurang aktivitas fisik. Disarankan agar Kemenkes melakukan promosi kesehatan tentang hidup sehat dan pencegahan stres kepada seluruh pegawai, melakukan rekreasi bersama secara berkala, melaksanakan olahraga rutin setiap hari Jumat pagi di pusat kebugaran Kemenkes untuk menurunkan obesitas dan stres. Determinants of Stress among Civil Servants at Health Ministry of Indonesia The prevalence of stress on various groups in Indonesia is quite high and has not been known their determinants. This study aimed to find out determinants of stress among civil servants at the Health Ministry of Republic of Indonesia. This cross sectional study was conducted in 2013 toward 230 secretariat general civil servants selected randomly. Analysis of statistic used multiple logistic regression. Respondents were considered stress if they

  7. Eksplorasi Pewarnaan Teknik Smock Kombinasi Tritik Jumputan untuk Produk Fashion

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryawati Ristiani

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKKain tritik jumputan merupakan salah satu jenis kerajinan tekstil dari Jawa. Jumlah industri pembuat kain tritik jumputan semakin berkurang, sehingga perlu dilakukan pengembangan motif pada tritik jumputan agar lebih menarik. Smock adalah salah satu teknik keterampilan menjahit dan menyulam tangan, yaitu teknik tusukan menjahit untuk membuat kerutan-kerutan yang menghasilkan motif menarik sesuai pola tertentu. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pengembangan teknik smock sebagai teknik dalam pewarnaan yang dikombinasikan dengan teknik tritik jumputan sehingga dapat meningkatkan daya saing produk fashion tritik jumputan. Metode dalam kegiatan ini adalah melakukan survey langsung ke industri tritik jumputan serta eksplorasi literatur. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisa dari segi proses maupun desain motifnya. Tahap berikutnya dilakukan ujicoba pewarnaan dengan mengkombinasikan dua teknik yaitu teknik smock dan teknik tritik jumputan. Ujicoba yang dilakukan tercipta desain motif baru yang indah. Hasil kegiatan diperoleh 23 desain motif baru. Pengamatan visual menunjukkan hasil pewarnaan yang paling optimal adalah pada kain mori Primissima. Berdasarkan hasil uji labolatorium, tekstil kerajinan ini mempunyai ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat, dan sinar yang bagus, dengan nilai hasil uji 4 – 5. Sedangkan nilai ketahanan luntur warna terhadap gosokan, adalah 3. Dapat dikatakan hasil pewarnaan dengan mengkombinasikan dua teknik ini memenuhi standar kualitas sebagai produk bahan sandang. Ujicoba pasar yang dilakukan menunjukkan bahwa ternyata respon masyarakat sangat bagus. Hasil uji kesukaan responden mendapatkan nilai sangat bagus sebanyak 55%, dan bagus sebanyak 45%. Teknik pewarnaan smock kombinasi tritik jumputan ini prosesnya sederhana, tidak memerlukan alat khusus, sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi sumber daya ekonomi yang signifikan. Kata kunci: ABSTRACTTritik jumputan is one kind of craft textile

  8. ANALISIS GEN HAEMAGGLUTININ PADA VIRUS CAMPAK LIAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subangkit Subangkit

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPenyakit Campak disebabkan oleh virus campak yang termasuk genus Morbilivirus dan Family Paramyxoviridae. Penyakit campak masih menjadi masalah kesehatan karena masih ditemukan Kejadian Luar Biasa (KLB di Indonesia. Salah satu penyebab terjadinya KLB tersebut diduga sebagaiakibat perbedaan antigenesitas antara strain vaksin yang digunakan dengan strain virus campak liar yang beredar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang karakteristik genetik gen Haemagglutinin virus campak liar yang ada di Indonesia. Spesimen yang digunakan sebanyak 27 isolat virus penyebab KLB dari 17 propinsi selama periode tahun 2003-2010. Isolat virus dilakukan pemeriksaan secara RT-PCR dan sekuensing dengan metode Sanger. Hasil sekuensing dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak Bioedit 7.0 dan MEGA 4.0. Hasil penelitian didapatkan perbedaan 10 asam amino antara virus campak strain vaksin CAM-70 dan virus campak liar pada posisi D416N; K424T; V451M; N455T; V466I; I473T; F476L; Y481S atau Y481N; H495N; G505D. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan karakteristik genetik antara virus campak liar di Indonesia berbeda dengan strain virus vaksin CAM-70.Kata kunci : Campak, Analisis Molekuler, Hemagglutinin, CD46AbstractMeasles is caused by virus belonging to the genus Morbilivirus and Family Paramyxoviridae. Measles is still a public health problem because outbreak of measles still found in Indonesia. Outbreak is suspected as a result of differences in antigenicity between vaccine strains used with wild-type measles virus strains circulating in Indonesia. This study aims to get genetic characteristics of wild-type measles virus haemagglutinin gene in Indonesia. The specimens were used 27 viral isolates from 17 provinces period 2003-2010. Viral isolates examined by RT-PCR and sequencing with Sanger method. Sequencing analysis were conducted using Bioedit 7.0 and MEGA 4.0 software. The results showed 10 amino acid differences

  9. PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATAPELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Malikhah Towaf

    2014-09-01

    Full Text Available Abstract:  The Character Education in Social Studies. The rapid change of life promotes conflict and degradation of values and character of the nation. Empowerment toward values and characters of the na­tion is necessary through inculturation or education. This study describes the implementation of sosial studies education for values and character empowerment. A qualitative approach is used in this study. The researcher conducted documentary studies, observations, interviews, and discussions. The data were anal­ized and checked by triangulation. The results show that Social Sudies teachers have a good understanding and performance in teaching values and character education in Social Studies, supported by activities outside of the classroom such as Ma’had Madany, additional programs and a number of extracurricular activi­ties. They need to strengthen their understandings, awareness, and performance. They are the role models and living examples for students. The results constitute useful input for schools in implementing any curricula emphasizing character education. Keywords: character education, Social Studies Education, curricula Abstrak: Pendidikan Karakter pada Matapelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Perubahan kehidupan terjadi dengan cepat; muncul berbagai bentuk konflik dan degradasi nilai-nilai dan karakter bangsa. Diper­lukan pemberdayaan kepemilikan nilai-nilai dan karakter bangsa melalui proses pembudayaan dan pendi­dikan. Perlu diketahui bagaimana pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS memerkuat nilai dan karakter generasi penerus. Digunakan pendekatan kualitatif. dikumpulkan data melalui kajian dokumen, observasi, wawancara, angket, dan diskusi. Dilakukan analisis data, uji keabsahan data dengan proses triangulasi. Diketahui bahwa guru IPS telah memahami dan melaksanakan pendidikan nilai dan karakter dengan baik, yang dikuatkan oleh berbagai kegiatan di lingkungan sekolah seperti Ma’had Madany, program pendidikan tambahan

  10. MASALAH MOTIVASI BELAJAR SISWA SD PADA IPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlisnawati Erlisnawati

    2016-09-01

    Full Text Available Masalah Motivasi Siswa SD pada ilmu pengetahuan Sosial. Motivasi adalah hal yang sangat penting yang mempengaruhi kegiatan / pekerjaan yang dilakukan oleh individu, termasuk yang mempengaruhi siswa dalam kegiatan belajar. Motivasi adalah salah satu elemen yang paling penting dalam pengajaran yang efektif. Pembelajaran diikuti oleh siswa yang termotivasi untuk menjadi benar-benar menyenangkan, terutama untuk guru. Siswa termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi belajar dan menyerap dan mengingat lebih dari itu. Motivasi sebagai proses internal yang memungkinkan, membimbing dan mempertahankan perilaku dari waktu ke waktu. Ada beberapa teori motivasi yaitu: teori perilaku, teori kebutuhan, teori atribusi, teori belajar mandiri dan teori harapan. Motivasi dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor ekstinsik. Guru harus mengetahui kondisi ketika siswa termotivasi dan ketika kondisi siswa tidak termotivasi. Untuk itu seorang guru harus memiliki kemampuan untuk memotivasi siswa. Adapun cara yang bisa dilakukan untuk memotivasi guru untuk meningkatkan siswa adalah untuk membangkitkan minat, menjaga rasa ingin tahu, menggunakan berbagai cara yang menarik menyajikan, membantu siswa menentukan target mereka sendiri. Pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dengan mitivasi tinggi akan menciptakan proses pembelajaran yang efektif.Kata kunci: masalah, motivasi, ilmu pengetahuan sosial, sekolah dasarMotivation is a very important thing that affects the activities / work performed by the individual, including that affect students in learning activities. Motivation is one of the most important elements in effective teaching. Learning followed by students who are motivated to be really fun, especially for teachers. Students are motivated to learn something will use higher cognitive processes learn and absorb and remember more of it. Motivation as internal processes that enable, guide and sustain behavior over time. There

  11. Lirik Musikal pada Lagu Anak Berbahasa Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fortunata Tyasrinestu

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini mengkaji bahasa lagu anak berbahasa Indonesia. Lagu anak berbahasa Indonesia adalah lagu yang diperuntukkan dan dinyanyikan oleh anak-anak sesuai dengan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik lagu anak (LA secara musikal dengan memperhatikan kata-kata atau lirik yang ada dalam lagu anak berbahasa Indonesia. Karakteristik lirik dan karakteristik musikal yang saling menyatu merupakan harmoni yang indah dalam lagu anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Analisis yang diterapkan adalah metode holistik yang dipergunakan untuk melihat LA dari beberapa perspektif melalui wawancara dan angket yang diperoleh dari praktisi musik dan praktisi pendidikan, guru, orangtua, siswa dan awam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu anak berbahasa Indonesia mempunyai beberapa karakteristik secara lirik dan musikal yaitu 1 pola ritme yang diulang secara musikal, 2 melodi yang diulang secara musikal, 3 motif yang diulang secara musikal, dan 4 kata-kata yang diulang secara musikal. Fungsi lagu anak berbahasa Indonesia selain untuk belajar bahasa juga mengandung nilai pendidikan dan karakter positif untuk anak dengan kata-kata bermakna positif pada lirik-liriknya.   The Characteristics of Musical Lyrics on Indonesian Children Songs.The study tries to examine the discourse of Indonesian children songs. Indonesian children songs are songs that are composed for and sung by children in accordance with the child development stages. The purpose of this study is to describe the discourse of Indonesian children songs which describe their musical characteristics by giving more attention on words or lyrics of the songs. The characteristics of lyrics and musical characteristics that belong to each other are mainly a beautiful harmony in children songs. This study uses a descriptive method. The holistic method is employed to analyze children songs from some perspectives by doing the interview and

  12. Optimasi Tata Letak Fasilitas Menggunakan Metode Multi Objective Function Pada Pembangunan Proyek Apartemen Nine Residence Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rian Okki Gunawan

    2014-09-01

    Full Text Available Optimasi tata letak (site layout fasilitas merupakan suatu tahap dalam perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem area yang efisien dan efektif sehingga dapat tercapainya suatu proses yang paling optimum. Pada kenyataannya banyak perusahaan konstruksi yang kurang memperhatikan beberapa faktor yang sebenarnya memiliki potensi untuk dioptimasikan seperti tata letak fasilitas, padahal hal tersebut sangat berpengaruh pada kinerja pekerja untuk dapat lebih menaikkan produktivitas dan efisiensi dalam aktivitas konstruksi. Pada proyek Apartemen Nine Residence Jakarta ini dilakukan pengoptimasian tata letak fasilitas karena terdapat beberapa masalah layout seperti jarak tempuh yang cukup jauh serta tingkat keselamatan dan keamanan yang perlu ditingkatkan. Semua pengoptimasian tata letak ini mengacu pada metode optimasi Multi Objective Function dengan memakai analisis traveling distance dan analisis safety index. Perhitungan traveling distance yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai TD paling minimum adalah pada skenario 7 dengan nilai sebesar 48635,08 meter atau mengalami penurunan TD sebesar 61,93% dibandingkan nilai TD pada kondisi eksisting. Perhitungan safety index yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai SI paling minimum adalah pada skenario 7 dengan nilai 1529,34 atau mengalami penurunan SI sebesar 34,10% dari kondisi eksisting. Bentuk tata letak fasilitas yang paling optimum adalah pada site layout skenario 7.

  13. MOBILITAS PEMBAWA MUATAN PADA OFET (ORGANIC FIELD EFFECT TRANSISTOR) BERBASIS FILM TIPIS

    OpenAIRE

    Sujarwata -; P. Marwoto

    2014-01-01

    Abstrak __________________________________________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah pembuatan dan karakterisasi pada OFET (Organic Field Effect Transistor) berbasis film tipis dengan struktur bottom-contact. Pembuatan OFET dilakukan dengan cara pencucian substrat dengan etanol dalam ultrasonic cleaner, kemudian dilakukan deposisi elektroda source dan drain di atas substrat SiO2 dengan metode  penguapan hampa udara pada suhu ruang dan teknik lithogra...

  14. Faktor yang Memengaruhi Perilaku Penggunaan Air Bersih pada Masyarakat Kumuh Perkotaan berdasar atas Integrated Behavior Model

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardini S. Raksanagara

    2017-06-01

    Full Text Available Kebutuhan air bersih semakin meningkat terutama di wilayah perkotaan. Kelurahan Tamansari merupakan wilayah kumuh yang berlokasi di tengah Kota Bandung, 60% penduduk menggunakan air bersih perpipaan sisanya menggunakan sumber air tanah, namun tidak semua sumber air dilindungi secara benar sehingga berpotensi terkontaminasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi perilaku penggunaan air bersih pada masyarakat kumuh perkotaan dengan mengaplikasikan teori Integrated Behavior Model. Penelitian potong lintang dilakukan pada 188 rumah tangga di 10 RW pada bantaran sungai Cikapundung di Kelurahan Tamansari. Survei dilakukan menggunakan kuesioner dan ceklist observasi pada sumber air perpipaan (PDAM, sumur terlindungi (ST, dan sumur tidak terlindungi (STT. Hasil penelitian menunjukkan sikap, norma yang dipersepsikan dan faktor personal memengaruhi niat untuk menggunakan air bersih pada ketiga jenis sumber air yang digunakan. Pada pengguna PDAM tidak ada faktor yang signifikan memengaruhi perilaku. Pada pengguna ST perilaku dipengaruhi oleh faktor kepentingan menggunakan air bersih. Pada pengguna STT faktor niat, hambatan lingkungan dan kebiasaan memengaruhi perilaku menggunakan air bersih. Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku khususnya di wilayah kumuh perkotaan berbeda-beda berdasar atas sumber air bersih yang digunakan sehingga upaya promosi kesehatan untuk melakukan perubahan perilaku harus dikembangkan sesuai dengan jenis sumber air yang digunakan.

  15. TOTAL BAKTERI PADA JAMU TRADISIONAL DI PASAR KEDONGANAN KELURAHAN JIMBARAN KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Ayu Sukmawati

    2015-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis cendawan, total koloni bakteri, dan mengetahui keberadaan bakteri pencemar Escherichia coli yang terdapat pada jamu tradisional di Pasar Kedonganan. Sampel diambil dari 4 pedagang jamu, setiap pedagang diambil 4 sampel jamu yaitu jamu beras kencur, sirih, kunyit dan sambiloto. Perhitungan Total koloni cendawan dan total koloni bakteri pada jamu dilakukan dengan menggunakan metode pengenceran dan total koloni bakteri secara statistik dianalisa dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 jenis cendawan yaitu: Aspergillus niger, A. flavus, Penicillium citrinum, P. digitatum, P. brevicompactum, dan Acremonium sp ditemukan pada jamu. Total jumlah koloni cendawan tertinggi ditemukan pada jamu beras kencur (107x105 CFU/ml sedangkan terendah ditemukan pada jamu kunyit (20,5 x 105 CFU/ml. Batas standar kandungan jamur pada makanan yang direkomendasikan oleh Departemen Kesehatan RI adalah sebesar < 104 CFU/ml. Total bakteri tertinggi ditemukan pada jamu beras kencur (267,6x108 CFU/ml, sedangkan terendah ditemukan pada jamu kunyit (39x108CFU/ml. Kandungan bakteri juga melampaui standar dari Departemen Kesehatan RI Keseluruhan jamu telah diuji telah melampaui ambang batas Departemen Kesehatan RI yaitu sebesar < 106 CFU/ml. E.coli di temukan jamu sambiloto, jamu kunyit, jamu beras kencur.  Oleh karena itu kehati-hatian perlu dilakukan jika meminum jamu.

  16. KAJIAN KUAT MEDAN LISTRIK SALURAN TRANSMISI 150 KV PADA KONFIGURASI VERTIKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    sani ugustra

    2015-10-01

    Full Text Available Proses penyaluran tenaga listrik tegangan tinggi memiliki dampak terhadap lingkungan sekitar saluran transmisi. Salah satu dampak penyaluran tegangan tinggi adalah timbulnya medan listrik di sekitar konduktor saluran transmisi. Kajian kuat medan listrik saluran transmisi 150 kV pada konfigurasi vertikal, dilakukan dengan melakukan perhitungan dengan menggunakan metode bayangan dan pengukuran kuat medan listrik di bawah saluran transmisi. Perhitungan dilakukan untuk mengetahui bagaimana karakteristik kuat medan listrik pada suatu titik di bawah saluran transmisi. Perhitungan kuat medan listrik tertinggi pada lokasi 1 sebesar 4283 V/m dan pada lokasi 2 sebesar 4521 V/m. Hasil pengukuran kuat medan listrik tertinggi pada lokasi 1 sebesar 4251 V/m dan pada lokasi 2 sebesar 4700 V/m. Perbedaan karakteristik hasil pengukuran kuat medan listrik pada titik dengan jarak yang sama, disebabkan pengukuran kuat medan listrik tidak dilakukan pada waktu yang sama, sehingga perubahan tegangan fase ke netral masing-masing fase konduktor mengakibatkan perbedaan hasil pengukuran. Kata Kunci : Saluran Transmisi, Medan Listrik, Konfigurasi Vertikal.

  17. PENGARUH VARIAN PENGEMBANGAN PRODUK TABUNGAN TERHADAP MINAT MENABUNG NASABAH PADA PT. BANK MEGA TBK CABANG MAKASSAR

    OpenAIRE

    CAKRAMALINDA AP, NUR NUBLI

    2014-01-01

    2014 PENGARUH VARIAN PENGEMBANGAN PRODUK TABUNGAN TERHADAP MINAT MENABUNG NASABAH PADA PT. BANK MEGA TBK CABANG MAKASSAR INFLUENCE OF VARIAN DEVELOPMENT PRODUCT SAVING TO CUSTOMER INTEREST SAVING AT BANK MEGA TBK BRANCH MAKASSAR Nur Nubli Cakramalinda Muhammad Ismail Djumidah Maming Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh varian pengembangan produk tabungan terhadap minat menabung pada PT.Bank Mega,Tbk Kantor ...

  18. Penjadwalan Perencanaan Produksi Produk Mixed Model Pada Refrigerator Business Unit Di Perusahaan Elektronik Jakarta

    OpenAIRE

    Rinaldi, Dendi

    2011-01-01

    Perusahaan elektronik di Jakarta merupakan salah satu perusahaan yang memiliki enam business unit yaitu Refrigerator, Audio, Electric Fan, Air Conditioner, Water Pump, dan Loundry System. Dalam menjalankan produksi khususnya pada Refrigerator Business Unit, perusahaan mengalami permasalahan pada penjadwalan produksinya karena terdapat 30 model yang diproduksi sesuai permintaan menyebabkan perusahaan sulit untuk melakukan penjadwalan. Salah satu penjadwalan yang dipakai dalam sistem produks...

  19. Persepsi Mahasiswa Program Pascasarjana Terhadap Database Science Direct Pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Purba, Artita Wati Dorma

    2017-01-01

    120709051 Purba, Artita Wati Dorma. 2017. Persepsi Mahasiswa Program Pascasarjana terhadap Database Science Direct pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara. MEDAN: Program Studi Ilmu Perpustanaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah persepsi mahasiswa program Pascasarjana terhadap Database Science Direct pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuan...

  20. POTENSI VIRUS NEWCASTLE DISEASE SEBAGAI AGEN ANTI-KANKER PADA MANUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anak Agung Ayu Mirah Adi

    2006-12-01

    Full Text Available Virus Newcastle Disease (NDV menimbulkan penyakit yang hebat pada beberapa spesies unggas dan mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar pada industri peternakan unggas di seluruh dunia. Genomnya terdiri atas RNA berserat tunggal dan berpolaritas negatif dengan panjang 15,186Kb. Genom virus ND menyandi enam

  1. Analisa Pemasangan Loop Ekspansi Akibat Terjadinya Upheaval Buckling pada Onshore Pipeline

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hariono Hariono

    2014-09-01

    Full Text Available Pada pipa yang dipendam didalam tanah sering terjadi kegagalan deformasi. Kegagalan deformasi global yang menyebabkan pipa menekuk vertikal ke atas yang disebut sebagai upheaval buckling. Lengkungan awal pada pipa penyalur yang terpasang bisa terjadi akibat kombinasi dari kenaikan temperatur saat operasional dan gaya friksi tanah akan menghasilkan gaya tekan aksial efektif pada pipa. Salah satu cara yang akan dibahas pada penelitian ini jika terjadi upheaval buckling adalah pemasangan loop ekspansi pada daerah yang mengalami upheaval buckling. Loop ekspansi akan divariasikan dengan 2 tipe yaitu tipe loop horizontal dan tipe loop vertical. Pada penelitian ini terlebih dahulu pipa dimodelkan dengan panjang pipa tertentu kemudian ujung-ujungnya diberi tumpuan sehingga didapatkan besar tegangan longitudinal sebesar 41366,563 Psi. Tegangan tersebut melebihi tegangan ijin sehingga pipa mengalami ekspansi termal atau elongasi yang membentuk lengkungan keatas dengan tinggi 0.259 meter. Maka dilakukan pemodelan loop ekspansi untuk meredam elongasi tersebut dengan panjang loop 5.3 meter. Kedua loop tersebut mampu meredam tegangan aksial menjadi 3662 Psi untuk tipe loop horizontal dan 3670 Psi untuk tipe loop vertikal. Dari kedua tipe loop tersebut kemudian juga dilakukan perbandingan besar tegangan yang terjadi pada bagian elbow. Maka didapatkan bahwa tipe loop horizontal mengalami tegangan relatif lebih kecil dari pada tipe loop vertikal sehingga sebagai bahan rekomendasi maka pemasangan loop horizontal lebih diutamakan.

  2. Hubungan Derajat Keasaman Cairan Lambung dengan Derajat Dispepsia pada Pasien Dispepsia Fungsional

    OpenAIRE

    Emil Prasetyo Muhammad; Arina Widya Murni; Delmi Sulastri; Saptino Miro

    2016-01-01

    AbstrakHipersekresi asam lambung dianggap penting sebagai salah satu mekanisme patologis dispepsia fungsional. Hipersekresi asam lambung dapat meningkatkan sekresi pepsin yang dapat menimbulkan kerusakan mukosa lambung pada dispepsia fungsional. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan derajat keasaman cairan lambung dengan derajat dispepsia yang dialami pasien dispepsia fungsional. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan disain cross sectional yang dilakukan pada 35 sampel pas...

  3. HUBUNGAN ANTARA SIKAP SLEEP HYGIENE DENGAN DERAJAT INSOMNIA PADA LANSIA DI POLIKLINIK GERIATRI RSUP SANGLAH, DENPASAR

    OpenAIRE

    Ni Made Putri Suastari; Pande Nyoman Bayu Tirtayasa; I Gusti Putu Suka Aryana; RA Tuty Kusumawardhani

    2014-01-01

    Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering dialami oleh lansia. Insomnia berpengaruh langsung terhadap penurunan kualitas hidup dan memiliki kecenderungan terhadap peningkatan angka morbiditas dan mortalitas pada lansia. Selama ini berbagai terapi pengobatan telah dikembangkan untuk membantu mengatasi keluhan, namun belum ditemukan suatu terapi pengobatan yang ideal bagi lansia penderita insomnia. Melihat fenomena di atas, maka diperlukan metode dalam penatalaksanaan insomnia pada l...

  4. Analisis Kualitas Jaringan 2G Pada Frekuensi 900MHz Dan 1800MHz Di Area Purwokerto

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfin Hikmaturokhman

    2013-11-01

    Full Text Available Teknologi 2G GSM masih banyak digunakan untuk komunikasi selular pada layanan suara maupun data. Performansi jaringan sangat berpengaruh terhadap layanan komunikasi yang digunakan. Drive test merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengamati performansi jaringan dari sisi penerima. Penelitian ini membahas tentang bagaimana cara pengamatan performasi jaringan dengan metode drive test single site. Parameter yang diamati untuk mengetahui performansi suatu jaringan 2G adalah Rx Level, Rx Qual, SQI dan Throughput. Rx Level yaitu digunakan untuk pengamatan level sinyal penerima dari BTS. Rx Qual digunakan untuk menentukan kualitas sinyal penerima. SQI merupakan nilai indikator dari kualitas layanan suara. Throughput menampilkan nilai pengamatan layanan data hasil download dan upload. Hasil pengamatan dari drive test single site ini memperoleh nilai level sinyal atau Rx Level ? -85 dBm dapat mencapai 80% untuk frekuensi 900 MHz sedangkan pada frekuensi 1800 MHz memperoleh 74,95%, Rx Qual dari range 0-3 memperoleh 26,58% pada frekuensi 900 MHz dan 33,81% pada frekuensi 1800 MHz. Nilai throughput maksimum dapat mencapai target 60 Kbps pada penggunaan download GPRS dan 90 Kbps untuk penggunaan download EDGE, sedangkan nilai throughput upload dapat mencapai 30 Kbps pada GPRS dan 60 Kbps pada EDGE. Nilai maksimum throughput download maupun upload pada jaringan 2G di BTS Teluk masih dalam keadaan normal dengan melihat hasil nilai maksimum throughput berdasarkan Key Performance Indicator (KPI.

  5. Perancangan Sistem Pengukuran pH dan Temperatur Pada Bioreaktor Anaerob Tipe Semi-Batch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dimas Prasetyo Oetomo

    2013-12-01

    Full Text Available Proses pada bioreaktor dapat dilakukan secara aerob yaitu menggunakan bantuan oksigen dan anaerob yaitu tidak menggunakan bantuan oksigen. Pada penelitian ini dilakukan fermentasi  enceng gondok untuk menghasilkan biogas menggunakan bioreaktor anaerob tipe semi-batch. Enceng gondok memiliki rasio C/N sebesar 22.5 – 35.84% yang merupakan komposisi optimum untuk ekstraksi biogas. Kinerja dari bioreaktor dalam produksi biogas dipengaruhi oleh beberapa parameter seperti pH dan temperatur. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem pengukuran besaran pH dan temperatur secara online sehingga memudahkan dalam pengambilan data. Bahan yang digunakan pada proses fermentasi adalah campuran enceng gondok yang telah dicincang dan dicampur air dengan dua komposisi penambahan berbeda untuk dibandingkan. Pada Bioreaktor1 digunakan komposisi enceng gondok dan air sebesar 1:3 dan pada bioreaktor 2 digunakan komposisi enceng gondok dan air sebesar 0,75: 1,25. Hasil penelitian menyebutkan bahwa bioreaktor 2 dengan komposisi enceng gondok dan air sebesar 0,75: 1,25 menghasilkan biogas lebih aktif dibandingkan dengan bioreaktor 1 dengan komposisi enceng gondok dan air sebesar 1 : 3. Hal tersebut diketahui dari hasil pengukuran selama 76 hari. Dari hasil pengukuran juga diketahui bahwa penurunan nilai COD pada bioreaktor 2 lebih besar dari pada  bioreaktor 1.

  6. OBESITAS DAN DEFISIENSI BESI: BEBAN GIZI GANDA PADA SEORANG ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Lanang Sidiartha

    2013-10-01

    Full Text Available Obesitas adalah kelebihan gizi, sedangkan de? siensi besi adalahkekurangan gizi. Kedua gangguan gizi ini menjadi masalah kesehatanglobal tidak hanya di negara sedang berkembang, namun juga di negarayang sudah maju. Prevalensi obesitas pada anak dilaporkan meningkatdari 4,2% tahun 1990 menjadi 6,7% tahun 2010 dan diperkirakan menjadi9,1% tahun 2020,1 sedangkan di Denpasar prevalensinya meningkat dari11% tahun 2002 menjadi 21,7% tahun 2010.2,3 Di lain pihak de? siensi besidengan/tanpa anemia dilaporkan berkisar antara 26-45%. Obesitasmaupun de? siensi besi berdampak buruk terhadap kesehatan anak.Obesitas bahkan dapat menyebabkan kematian pada usia muda,sedangkan de? siensi besi berhubungan dengan kemampuan motorikdan kecerdasan anak yang rendah.

  7. Retorika Persuasi sebagai Upaya Mempengaruhi Jamaah pada Teks Khotbah Jumat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukarno

    2013-08-01

    Full Text Available Artikel ini merupakan sebagian dari hasil penelitian yang dilakukan di Jember, Jawa Timur, tentang kepaduan konteks situasi dan konteks budaya pada teks khotbah Jumat. Yang menjadi fokus artikel ini adalah teknik-teknik retorika persuasi yang digunakan khatib untuk mempengaruhi jamaah pada ritual khotbah Jumat. Data penelitian dikumpulkan dengan merekam suara khatib melalui observasi partisipasi, kemudian data lisan ditranskrip ke dalam teks lisan-tertulis. Kalimat-kalimat yang mengandung unsur persuasif dianalisis guna mengidentifikasi teknik-teknik persuasif yang digunakan khatib untuk mempengaruhi jamaah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa retorika persuasi dalam khotbah Jumat diterapkan melalui berbagai teknik, seperti: teknik persuasi langsung dan tak langsung, penggunaan majas, acuan, ceritera, analogi, dan teknik hubungan sebab akibat.

  8. PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERIAL PADA TEMPE TERHADAP BAKTERI PENYEBAB DIARE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Affandi

    2012-11-01

    Full Text Available Tempe adalah bahan makanan yang sudah populer di Indonesia. Selain sumber zat gizi yang bernilai tinggi, tempe juga diduga mempunyai khasiat lain.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari daya hambat zat antibakterial dalam tempe terhadap beberapa jenis bakteri termasuk bakteri penyebab diare.Pada prinsipnya dalam penelitian ini dipelajari pengaruh penambahan ekstrak tempe terhadap pertumbuhan bakteri. Jenis bakteri penguji diambil dua jenis gram-positif dan empat jenis gram-negatif. Tempe sebagai sumber zat antibakterial, berupa tempe yang dibuat dengan menggunakan Rhizopus oligosporus dalam bentuk biakan murni, usar dan laru; dua jenis yang terakhir ini dibeli dari pedagang tempe. Pengukuran pertumbuhan bakteri dilakukan dengan menggunakan Spectronic-20, Bausch dan Lomb.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tempe yang dibuat dengan biakan murni terdapat zat antibakterial yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.Dihasilkannya zat antibakterial tersebut pada proses fermentasi, sangat dipengaruhi oleh kemurnian jenis kapang dan media tempat pertumbuhan kapang.

  9. PERDARAHAN INTRAKRANIAL PADA BAYI DI RUMAH SAKIT DR. M. DJAMIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amirah Zatil Izzah

    2008-05-01

    Full Text Available AbstrakPemberian profilaksis vitamin K pada bayi baru lahir di Indonesia belum rutin dilakukan. Hampir 2/3 dari bayi dengan perdarahan akibat defisiensi vitamin K mengalami perdarahan intrakranial. Di RS DR. M. Djamil Padang belum ada profil perdarahan intrakranial pada bayi yang dirawat. Untuk melihat profil klinis bayi yang mengalami perdarahan intrakranial yang dirawat di bangsal Anak RS DR. M. Djamil Padang, data bayi berusia lebih dari tujuh hari dengan perdarahan intrakranial yang yang dirawat dari tahun 2004-2007 dikumpulkan dan ditelaah secara retrospektif. Perdarahan intrakranial dipastikan berdasarkan hasil CT scan. Di samping itu dicatat juga umur, jenis kelamin, riwayat persalinan, jenis susu yang dikonsumsi, manifestasi klinis, data hematologi, jenis perdarahan, riwayat pemberian vitamin K, dan status ketika pulang. Dari 15 bayi yang diteliti, 11 (73,3% adalah laki-laki, dan mayoritas (80% berusia antara 4-8 minggu. Empat (26,7% bayi lahir di rumah sakit, dan bidan merupakan penolong persalinan terbanyak (73,3%. Vitamin K tidak diberikan pada semua bayi saat lahir, sedangkan ASI diberikan pada 14 (93,3% bayi. Gejala yang sering dikeluhkan adalah kejang (86,7%, pucat (80% dan muntah (73,3%. Ubun-ubun besar yang tegang dan membonjol terdapat pada 86,7% bayi. Jenis perdarahan paling banyak adalah ganda (46,7%, dan tiga (20% bayi meninggal dalam perawatan. Sebagai kesimpulan, perdarahan intrakranial sering ditemukan pada bayi laki-laki berusia antara 4–8 minggu, dengan perdarahan ganda paling banyak ditemukan. Vitamin K tidak diberikan pada semua bayi termasuk bayi yang lahir di rumah sakit. Sangat perlu untuk mensosialisasikan tentang pentingnya pemberian vitamin K pada semua bayi baru lahir untuk mencegah terjadinya perdarahan intrakranial.Kata kunci: perdarahan intrakranial, defisiensi vitamin K, bayiAbstractVitamin K prophylaxis of the newborn has not been routinely administered in Indonesia. Almost two third of late hemorrhage in

  10. Identifikasi Formalin pada Bakso yang Dijual pada Beberapa Tempat di Kota Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faradila .

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakKonsumsi makanan cepat saji saat ini telah menjadi kebiasaan makan bagi masyarakat Indonesia. Salah satu makanan cepat saji yang popular adalah bakso, namun saat ini sering dijumpai penggunaan bahan tambahan non pangan di dalam bakso yaitu formalin. Penggunaan formalin sudah dilarang dalam makanan berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 1168 tahun 1999, tetapi pada kenyataannya masih ada produsen makanan yang memproduksi makanan mengandung formalin. Salah satu makanan yang sering ditemukan berformalin adalah bakso. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah terdapat formalin pada bakso yang dijual di Kota Padang. 42 sampel yang diidentifikasi diambil dari pedagang bakso gerobak, warung bakso, serta rumah makan franchise di beberapa lokasi dengan jumlah pedagang bakso terbanyak. Pemeriksaan kualitatif dilakukan dengan menggunakan Test Kit Formalin yang terdiri atas cairan pereaksi I dan serbuk pereaksi II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 sampel dari 42 sampel yang diidentifikasi dilaboratorium positif mengandung formalin (47,6%. Bedasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa hampir separuh bakso yang dijual di Kota Padang mengandung formalin.Kata kunci: Bakso, FormalinAbstractNow a days, the consumption of fast food has become an eating pattern for Indonesian. One of the most popular fast food is meatball, but today, we often found that the producents add a non food addition ingredient in the meatball that we call formalin. The use of formalin actually has been prohibited used in food based on the Peraturan Menteri Kesehatan No.1168 tahun 1999, but in fact, there are food producent that produce food with formalin. One of the food is meat ball. The objective of this research is to identifying whether there are formalin in meatballs that sold in padang. 42 samples that identified taken from mobile vendor, meatball restaurant and franchise restaurant in several locations with the greatest numbers of

  11. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT PADA ANAK BABI YANG MENDERITA COLIBACILLOSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I NENGAH KERTA BESUNG

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Kolibasilosis adalah salah satu penyakit pada anak babi yang disebabkan oleh Escherichia coli (E.coli dan umumnya penyakit tersebut diobati dengan antibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pengaruh kunyit sebagai obat alternatif untuk mengobati kejadian kolibasilosis pada anak babi. Dua belas ekor anak babi yang menderita kolibasilosis dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yakni kelompok pertama adalah anak babi sebagai kontrol yakni tidak diberikan ekstrak kunyit maupun sulfonamida. Kelompok kedua anak babi diberikan ekstrak kunyit, sedangkan kelompok ketiga anak babi diobati dengan sulfonamida. Data berupa kejadian diare dan total bakteri E. coli dianalisis dengan analisis varian. Pengaruh pemberian kunyit dan pengobatan dengan sulfonamida nampak pada hari kelima setelah perlakuan, yakni berupa penurunan kejadian diare dan pengurangan total bakteri E.coli. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa ekstrak kunyit sangat potensial dapat dipakai sebagai obat alternatif dalam pengobatan penyakit kolibasilosis pada anak babi. THE EFFECT OF TURMERIC (Curcuma longa ON PIGLETS WITH COLIBACILLOSIS ABSTRACT Colibacillosis is one of diseases in piglets coused by Eschericia coli (E.coli, and commonly antibiotica therapy to used preventively that diseases. The present study was conducted to observe that effect of turmeric (Curcuma longa, as a alternative drugs on therapy of collibacillosis. Twelve of piglets with colibacillosis diseases were devided in to three groups, each group consisted of four piglets. First group was the negative control group without treatment of sulphonamides and turmeric too, the second group was the turmeric extract treatment and the last group was the colibacillosis piglets treated with sulphonamides. Analisis of variance was to analysed of data from diarrhea occurrence and a total of E. coli bacteria. Effect of turmeric and sulphonamides on colibacillosis of all piglets was detected at fifth days, with

  12. Perancangan Aplikasi e-Commerce Pada Toko Pacific Computer

    OpenAIRE

    2015-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk merancang aplikasi e-commerce pada toko Pacific Computer. Aplikasi e-commerce ini dikembangkan dengan mengguanakan perangkat lunak PHP dan MySQL. Aplikasi e-commerce ini berfungsi untuk melakukan jual beli perangkat komputer, dimana di dalamnya terdapat berbagai kategori dan merek notebook dan netbook yang di tampilkan. Tujuan perancangan aplikasi e-commerce ini adalah untuk memahami sistem penjualan dan strategi penjualan secara online untuk menin...

  13. Hubungan Elastisitas Dengan Stabilitas Dimensional Pada Bahan Cetak Siloxane

    OpenAIRE

    Riny Zoraya Rinaldy

    2010-01-01

    Bahan cetak siloxane adalah salah satu bahan cetak rubber base impression material yang disebut juga silikon tipe adisi. Bahan cetak ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970-an dan sejak saat itu sering digunakan karena memiliki stabilitas dimensional yang baik. Stabilitas dimensional sering dihubungkan dengan temperature, penggunaan sarung tangan latex, proses cross linking, viskositas, tekanan, flow, dan juga sifat elastisitas bahan cetak tersebut. Bahan cetak tersebut memiliki be...

  14. Modifikasi Mekanisme Koufopanos pada Kinetika Reaksi Pirolisis Ampas Tebu (Bagasse)

    OpenAIRE

    Erawati, Emi; Sediawan, Wahyudi Budi; Mulyono, Panut

    2014-01-01

    Ampas tebu merupakan produk samping dari ekstraksi gula. Ampas tebu yang dihasilkan di pabrik gula sekitar 13% dari tebu yang digiling. Tujuan penelitian ini adalah menentukan energi aktivasi dan pre-exponential factor pada persamaan kinetika reaksi pirolisis ampas tebu. Pirolisis dilakukan dalam reaktor yang terbuat dari pipa besi jenis 5737 dengan diameter 7,62 cm dan panjang 37 cm. Reaktor ini dimasukkan ke dalam furnace yang berdiameter 15,24 cm dan panjang 40 cm. Seratus lima puluh...

  15. Gambaran Radiografi Rongga Mulut Pada Penderita Sickle Cell Anemia

    OpenAIRE

    Amri

    2008-01-01

    Eritrosit yang tidak normal ( hemoglobin S ) tidak larut pada tegangan oksigen rendah yang akan mengakibatkan eritrosit berbentuk bulan sabit. Eritrosit berbentuk bulan sabit ini mengalami hemolisis sehingga menyebabkan anemia berat yang dikenal sebagia anemia sel sabit atau sickle cell anemia. Gen sel sabit adalah salah satu contoh dari suatu gen yang bertahan dan menyebar di dalam populasi yang berasal dari penduduk kulit hitam Afrika. Keuntungan dari gen ini adalah dapat memberikan res...

  16. Analisa Life Cycle Cost pada Green Building Diamond Building Malaysia

    OpenAIRE

    Trixy Firsani; Christiono Utomo

    2012-01-01

    Mengingat kenyataan bahwa seluruh emisi CO2 yang ada di dunia lebih dari sepertiganya dihasilkan oleh bangunan[1], maka dibutuhkan suatu antispasi untuk mengeliminir akan fakta tersebut, yaitu melalui penerapan suatu konsep bangunan ramah lingkungan atau biasa disebut dengan konsep green building. Salah satu bangunan yang mengadopsi konsep green building tersebut adalah Diamond Building Malaysia. Bangunan ini menghabiskan biaya yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan biaya pada pembangun...

  17. TERAPI BAKTERIOFAGA: BISAKAH SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI ANTIBIOTIKA PADA AKUAKULTUR?

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angela Mariana Lusiastuti

    2008-12-01

    Full Text Available Kemoterapi merupakan metode efektif dan cepat untuk mengobati dan mencegah infeksi bakterial, tetapi penggunaan yang terlalu sering dapat menyebabkan munculnya strain bakteri yang resisten terhadap antibiotika. Bakteriofaga dapat digunakan sebagai kandidat agen terapi untuk infeksi bakterial. Bagaimana efek protektif faga melawan infeksi bakterial dan bagaimana potensinya sebagai phage therapy pada akuakultur dibahas di sini.

  18. TAJAM DENGAR PADA PEKERJA KLUB MALAM FULL MUSIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Cahyadi Dwi Putra

    2014-05-01

    Full Text Available Gangguan pendengaran adalah tidak dapat atau menurunnya kemampuan dengar pada sebagian atau kedua telinga1.Pendengaran dapat terganggu karena beberapa mekanisme.Salah satu mekanisme yang dapat mengganggu fungsi pendengaran adalah suara yangkeras.1,2 Gangguan pendengaran dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu tuli konduktif dantuli sensoris.1,3 Tuli sensoris merupakan gangguan pendengaran yang terjadi padatelinga bagian dalam. Bising yang intensitasnya 85 desibel (dB atau lebih dapatmenyebabkan rusaknya reseptor pendengaran telinga dalam.1 Pekerja pada klub malammendapatkan paparan suara tingkat tinggi. Tingkat suara pada lantai dansa melebihi 100dB(A.4,6 Terdapat beberapa tes untuk mengetahui fungsi pendengaran individu secarakualitatif yaitu dengan garpu tala23, yaitu tes Rinne, Weber dan Schwabach.Penelitianini merupakan penelitian deskriptif potong-lintang (cross-sectional. Data yangdikumpulkan merupakan data primer. Data langsung didapatkan melalui wawancara dantes tajam dengar pada responden. Untuk menilai tajam dengar, dilakukan tes dengangarpu tala.Subjekpenelitianiniadalahpekerja (kasir, teknisi, pelayan yang bekerja diklub malam full musik, bekerja di dalamruanganatau area dalam yang terpaparbisingsecara penuh.Berdasarkan data penelitian dari 50 orang responden, didapatkan 54%memiliki keluhan telinga berdenging, dan 5 orang (10% dengan keluhan pusing.37orang (74% memiliki rinne positif, dan 13 orang (26% dengan rinne negatif. 11 orang(22% dengan Schwabach memendek, dan 39 orang (78% dengan hasil tes normal.Didapatkan 13 orang (59,37% yang memiliki keluhan dan hasil tes yang tidaknormal.Dari 50 responden didapatkan lebih dari 50 % mengalami gangguanpendengaran berdasarkan tes dan keluhan subyektif yang dicocokan. Keluhan yangpaling banyak berupa telinga berdenging sebanyak 54%.

  19. Sistem Informasi Akademik pada SMA Swasta Hang Tuah Belawan

    OpenAIRE

    Syarifuddin, Ruisya

    2015-01-01

    Perancangan Sistem Informasi Akademik pada SMA Swasta Hang Tuah Belawan ini bertujuan untuk mempermudah proses pencarian atau searching data dan informasi untuk seluruh Siswa SMA Swasta Hang Tuah Belawan yang mengalami kesulitan dalam memperoleh data mengenai masalah Akademik tersebut. Faasilitas yang terdapat dalam aplikasi ini berupa penyediaan data dan informasi mengenai beritaberita terbaru, profil agenda kegiatan, dan data-data yang berguna untuk kelangsungan belajar si...

  20. Pemaafan dan Kecenderungan Perilaku Bullying pada Siswa Korban Bullying

    OpenAIRE

    Reni Novrita Sari; Ivan Muhammad Agung

    2016-01-01

    Perilaku bullying merupakan salah satu masalah dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan dengan kecenderungan perilaku bullying pada siswa korban bullying. Metode pengumpulan data menggunakan dua kusioner yaitu: skala pemaafan, dan kecenderungan perilaku bullying.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang terdeteksi sebagai korban bullying di SMK Multi Mekanik Masmur Pekanbaru berjumlah 45 siswa yang terdiri dari 38 siswa laki-laki dan 7 sis...

  1. Aspek Olah Vokal Musik Klasik Barat pada Musik Populer

    OpenAIRE

    A. Gathut Bintarto

    2014-01-01

    Setiap medium musik mempunyai keistimewaan yang bisa dikaji seperti halnyapada musik klasik Barat dan musik populer. Norma daya tarik musik populeryang ringan dan mudah dinikmati tidak seperti pada musik klasik Barat atauyang sering disebut sebagai musik seni, namun demikian bukan berarti bahwamemainkannya tidak ada syarat artistik. Bervariasinya musik dan banyaknya pelakumusik mengakibatkan standar yang tinggi dan menuntut pemahaman terhadapdetail musik. Musik populer bertolak dari kebiasaan...

  2. Studi Karakteristik Kopling Plat Gesek Tunggal Pada Kondisi Transient

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joni Dewanto

    2002-01-01

    Full Text Available In the trannsient state both of the friction plates of clutch are not yet fully connected so the power is transmited by kinetic friction force. This force change depend on normal and their kinetic friction. For maintain the speed and power of vehicle the clutch is often operated in the transient state because in this state the engine revolution can be increased. Study about this characteritics is done by an experiment and theoritical analysis on a single friction plate clutch model. The experiment variable consist of load, speed of revolution and normal pressing force. The result of this analysis shows that the torsion and power is increase linearly when the relatif speed of revolution increace. Because higher speed produce higher heat on friction plat so the the kinetic friction coeffisien is increase too. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada kondisi transient kedua plat gesek kopling belum menempel sepenuhnya sehingga pemindahan daya terjadi karena gaya gesek kinetik. Gaya ini berubah tergantung dari normal dan koefisien gaseknya. Kopling sering dioperasikan pada kondisi transien untuk menjaga laju dan tenaga kendaraan karena dalam kondisi ini putaran mesin dapat ditingkatkan. Studi tentang karekteristik tersebut dilakukan dengan membuat sebuah kajian teoritik dan eksperimen dan menggunakan model uji sebuah kopling gesek plat tunggal. Variabel pengujian meliputi beban, kecepatan putar dan gaya normal penekanan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa terjadi kenaikan torsi dan daya secara linear pada kecepatan putar relatif yang makin tinggi. Hal ini disebabkan karena makin tingginya kecepatan akan menimbulkan panas yang makin tinggi pada plat gesek sehingga besarnya koefisien gesek meningkat. Kata kunci: kopling gesek, dry friction.

  3. Tinjauan Yuridis Manajemen Risiko Pada Bank Dalam Kaitannya Dengan Bancassurance

    OpenAIRE

    Toruan, Satra Lumban

    2011-01-01

    Bancassurance adalah aktivitas pihak bank dan perusahaan asuransi dalam rangka memasarkan produk asuransi melalui bank. Praktek bancassurance yang dilakukan pihak bank dapat menimbulkan berbagai risiko terutama risiko hukum dan risiko reputasi bagi bank. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen risiko untuk mengelola risiko sehingga bank terhindar dari risiko yang dapat menyebabkan kerugian pada bank. Skripsi ini membahas beberapa permasalahan yaitu apa saja manfaat ekonomis dan non ekonomis...

  4. HUBUNGAN KADAR UREA DENGAN HOMOCITRULINE PADA GAGAL GINJAL TERMINAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Verbrini Rifnayeni

    2015-09-01

    Full Text Available AbstrakPeningkatan kadar urea (uremia ditemukan pada gagal ginjal terminal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar urea dengan homocitruline pada pasien gagal ginjal terminal. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional cross sectional pada 23 pasien gagal ginjal terminal yang menjalani Hemodialisis di RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Penelitian berlangsung sejak Februari hingga Oktober 2014. Subjek diambil dengan consecutive sampling. Sampel serum diperiksa kadar ureanya dengan metode enzimatik glutamate dehidrogenase. Homocitruline diperiksa secara indirek ELISA. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah subjek sebanyak 52,2% perempuan dan 47,8 % laki-laki, dengan rerata umur 48,6+10,6 tahun, kadar urea 102,1+26,0 mg/dL, kadar homocitruline 1,2+0,7 ng/mL. Penelitian ini menunjukan ada korelasi negatif yang tidak signifikan (r=-0.2, p > 0.05 antara kadar urea dengan homocitruline pada pasien gagal ginjal terminal.AbstractIncrease urea (uremia can be found at end stage renal disease. This study was know correlation between urea with homocitruline level at end stage renal disease. This is cross sectional observational analytic study at 23 patients with end stage renal disease on hemodyalisis in M. Djamil Hospital, Padang, from February 2014 until October 2014, with consecutive sampling. Urea level was determined from serum sample by kinetic enzymatic glutamate dehydrogenase, and homocitruline by indirect ELISA. Statistical analysis was done by pearson correlation. The research showed that 52.2% are women and 47.8% are men with mean age is 48.6+10.6 years old, mean urea level is 102.1+26.0 mg/dL, homocitruline level is 1.2+0.7 ng/mL. The correlation between urea level and homocitruline was not significant (r=-0.2, p > 0.05. There was negative weak correlation between urea level and homocitruline at end stage renal disease.

  5. “Interaksi Komunikasi Antar Budaya Pada Mahasiswa USU.

    OpenAIRE

    Sihotang, Herianto

    2011-01-01

    Penelitian ini berjudul “Interaksi Komunikasi Antar Budaya Pada Mahasiswa USU” dengan perumusan masalah, untuk mengetahui bagaimana proses dan faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi komunikasi antar budaya, antara Mahasiswa pendatang dengan Mahasiswa lokal di fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Jalan Universitas No.19 Medan. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adaptasi serta proses yang mempengaruhi adaptasi Mahasiswa etnik pendatang sebagai kom...

  6. Sistem Informasi Berbasis Web Pada Hotel Safari, Aek Kanopan

    OpenAIRE

    Sari, Dian Nila

    2011-01-01

    Tulisan ini bertujuan untuk membangun sebuah aplikasi website yang dinamis. Sistem perancangan dalam membangun sistem informasi berbasis web pada Hotel Safari di Aek Kanopan dengan menggunakan software yakni apache2triad-installer dan menggunakan bantuan Adobe Dreamweaver cs5 untuk penulisan script program, dan adobe photoshop CS 3, menggunakan web browser mozilla firefox. Tujuan dari aplikasi web ini adalah memudahkan pengunjung untuk dapat mengakses informasi mengenai Hotel Safari. 082...

  7. KADAR TIMBAL DARAH DAN KELUHAN KESEHATAN PADA OPERATOR WANITA SPBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Najmi Laila

    2015-04-01

    Full Text Available Latar belakang : Peningkatan kadar timbal dalam udara dan jumlah kendaraan berisiko memapar pekerja outdoor, termasuk operator wanita di SPBU.  Tujuan ; untuk mengetahui gambaran kadar timbal dalam darah, keluhan kesehatan, dan faktor-faktor yang memiliki potensi meningkatkan kadar timbal dalam darah yaitu kebiasaan merokok, menggunakan APD dan personal hygiene.  Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cros-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh operator wanita SPBU di wilayah Kecamatan Ciputat dan Ciputat Timur Tangerang Selatan dengan jumlah sampel sebesar 34 orang yang bersedia menjadi sampel.Penelitian dilakukan pada oktobernovember 2012. Pemeriksaan kadar timbal dalam darah dilakukan dengan Lead Care II blood lead test, dimana hasil akan diperoleh dalam waktu 3 menit. Kuesioner “Adult Lead Poisioning Medical Provider Questionnaire”  digunakan untuk mengetahui keluhan kesehatan (sistem gastro-intestinal, sistem syaraf dan keluhan lainnya.  Hasil : Terdapat 10 orang (29.41% operator wanita SPBU yang memiliki kadar timbal dalam darah melebihi 10 µL/dL. Keluhan kesehatan yang dirasakan pada sistem pencernaan adalah rasa mual (47.1%, sistem syaraf adalah kelelahan (85.3%, dan keluhan lainnya adalah gusi berdarah,  susah bernafas (35.3% dan diketahui 25% dari pekerja yang sudah menikah mengalami penurunan gairah seks. Pekerja memiliki beberapa kebiasaan yang berpotensi meningkatkan kadar timbal dalam darah yaitu 23.5% memiliki kebiasaan merokok 5.9%, frekuensi keramas 3 hari sekali (5.9%, tidak menggunakan masker saat bekerja (76.5%.  Kesimpulan : kadar timbal darah pada pekerja sebagian besar masih dibawah batas aman. Akan tetapi perlu diwaspadai agar tidak bertambah. Sehingga pekerja sebaiknya menggunakan masker saat bekerja, dan kebiasaan merokok yang ada sebaiknya dihilangkan dan pekerja diharapkan lebih meningkatkan kebersihan dirinya.  Kata Kunci : kadar timbal darah, operator wanita

  8. KARAKTERISASI KATALIS Pt-Pd/ZEOLIT ALAM REGENERASI PADA REAKSI HIDRODENITROGENASI PIRIDIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Asnawati

    2014-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang Karakterisasi Katalis Pt-Pd/Zeolit Alam Regenerasi pada Reaksi Hidrodenitrogenasi Piridin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakter katalis Pt-Pd/zeolit alam baru, bekas dan hasil regenerasi pada hidrodenitrogenisasi piridin. Katalis Pt-Pd/zeolit alam terdeaktivasi diregenerasi dengan cara dioksidasi dengan gas O2 pada temperatur 350oC selama 2 jam, dan direduksi dengan gas H2 pada temperatur 400oC selama 1 jam. Karakterisasi katalis baru (fresh, terdeaktivasi dan terregenerasi meliputi penentuan luas permukaan, volume pori dan rerata jejari pori dengan alat Gas Sorption Analyzer NOVA-1000 berdasarkan adsorpsi gas N2 serta penentuan keasaman dengan metode adsorpsi gas amoniak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deaktivasi katalis menyebabkan penurunan luas permukaan spesifik, volume total pori dan keasaman katalis, sedangkan proses regenerasi pada katalis bekas dengan metode oksidasi dan reduksi meningkatkan luas permukaan spesifik, volume total pori, rerata jejari pori dan keasaman katalis.

  9. ANALISA HIDROSTATIS DAN STABILITAS PADA KAPAL MOTOR CAKALANG DENGAN MODIFIKASI PENAMBAHAN KAPAL PANCING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kiryanto Kiryanto

    2014-05-01

    Full Text Available Salah satu syarat kapal bisa dikatakan baik jika mempunyai stabilitas yang baik. Kapal CAKALANGmerupakan salah satu jenis kapal ikan pamboat nelayan. Untuk mendapatkan kemudahan dalamoperasional penangkapan ikan, maka dapat dilakukan dengan penambahan kapal pancing pada kedua sisikapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendaptkan stabilitas kapal motor CAKALANG dengan adanyamodifikasi penambahan kapal pancing pada kedua sisi kapal utama.Tahapan untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan menggunakan beberapa softwareperkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan gambar 3D dengan rencana garis yangsudah ada, kemudian dilakukan analisa stabilitas pada software perkapalan lainnya dengan tools importdan melakukan pemodelan yang sesuai dengan rencana garis kapal motor SIRIP KUNING.Berdasarkan hasil perhitungan hidrostatis dan analisa stabilitas yang mengacu pada aturan IMO(international maritime Organization dengan Code A.749(18, maka hasil perhitungan kapal pancing,kapal CAKALANG dengan 2 (dua kapal pancing dan dengan 4 (empat kapal pancing, secara keseluruhanmenunjukan bahwa karakteristaik kapal baik dan stabilitas memenuhi standart kriteria yang ditetapkanoleh IMO.

  10. INTERAKSI SOSIAL DENGAN TEMAN SEBAYA PADA ANAK HOMESCHOOLING DAN ANAK SEKOLAH REGULER (Study Deskriptif Komparatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Setiawati

    2010-05-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran interaksi sosial dengan teman sebaya pada anak yang homeschooling dan anak yang sekolah reguler serta membandingkan interaksi antara keduanya. Pada penelitian ini digunakan 2 orang anak homeschooling dan 2 anak sekolah reguler dengan karakteristik yang telah ditentukan sebelumnya. Data diambil dengan cara melakukan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi sosial dengan teman sebaya pada anak homeschooling kurang berkembang bila dibandingkan dengan interaksi sosial dengan teman sebaya pada anak sekolah reguler. Hal ini dikarenakan anak homeschooling kurang memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebayanya, mereka lebih banyak berinteraksi dengan anggota keluarganya sendiri, dan lebih sering berinteraksi dengan orang-orang yang lebih tua, pada aspek tertentu mereka berkembang hampir sama meski tidak sebaik anak sekolah reguler tetapi dalam hal kerjasama, anak homeschooling kurang mampu, hal ini juga dikarenakan kesempatan mereka untuk belajar mengembangkan kemampuan kerjasama (mengemukkan pendapat, menyelesaikan perbedaan pendapat dalam kelompok, dll memang kurang.

  11. STRUKTUR DAN PRODUKSI LEBAH Trigona spp. PADA SARANG BERBENTUK TABUNG DAN BOLA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Ade Hinduari Putra

    2015-12-01

    Full Text Available Lebah tanpa sengat (Trigona spp. dapat menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1 morfologi Trigona spp., (2 struktur internal sarang Trigona spp. pada sarang berbentuk tabung dan bola, (3 volume sarang serta perkiraan produksi madu, beebread dan selanakan Trigona spp. pada sarang berbentuk tabung dan bola. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2014. Sampel yang digunakan adalah koloni dan sarang Trigona spp. berbentuk tabung dan bola yang diambil di Desa Padang Tunggal,Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali. Hasil penelitian menunjukan bahwa nama spesies dari sampel koloni Trigona spp. pada sarang berbentuk tabung dan bola adalah Trigona laeviceps. Struktur internal sarang Trigona spp. pada sarang berbentuk tabung dan bola mempunyai pola susunan yaitu pot madu, pot beebread dan pot sel anakan. Volume sarang besar memberikan perkiraan total jumlah produksi madu, beebread dan selanakan lebih banyak dibandingkan volume sarang kecil.

  12. Pengaruh Penambahan Kaolin Terhadap Reduksi Logam Pb pada Proses Pembakaran Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isdawani Is

    2015-06-01

    Full Text Available Adsorpsi emisi pembakaran briket batubara dengan menggunakan adsorben kaolin telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh rasio adsorben terhadap performa penyerapan SO2 dan logam berat plumbum (Pb. Kaolin dicampur dalam briket batubara dengan variasi massa 2, 4, 6, 8, dan 10%. Briket dibakar pada electrically stainless steel reaction tube pada kondisi temperatur pembakaran yaitu 600, 700, dan 800oC. Analisis kadar pb dilakukan dengan menggunakan atomic absorbtion spectroscopy (AAS Perkin Elmer. Konsentrasi emisi SO2 dalam gas buang dianalisis menggunakan industrial gas combustion and emission analyzer (E4400i. Hasil percobaan dan analisis menunjukkan, bahwa tingginya rasio adsorben dapat menurunkan trend emisi SO2 yang dihasilkan. Pada emisi logam tingkat kejenuhan penyerapan oleh kaolin berada pada rasio adsorben 6%-10%. Kapasitas adsorpsi yang dihasilkan cenderung tinggi pada suhu pembakaran 600oC.

  13. Studi Variasi Flowrate Refrigerant pada Sistem Organic Rankine Cycle dengan Fluida Kerja R-123

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aria Halim Pamungkas

    2013-09-01

    Full Text Available Saat ini kelangkaan sumber energi fosil telah menjadi isu utama di seluruh dunia. Hal tersebut memberikan dampak yang signifikan di setiap aspek kehidupan dan salah satunya adalah di bidang pembangkit listrik. Salah satu sistem pembangkit listrik yang tidak menggunakan energi fosil adalah Organic rankine cycle (ORC. Pada penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental pada suatu sistem Organic rankine cycle yang telah dibangun. Penelitian ini yang divariasikan adalah flowrate dari fluida kerja dalam hal ini R-123. Variasi flowrate yang digunakan yaitu 3-1 GPM (Galon per menit dengan penurunan 0,5 GPM setiap pengambilan data. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa grafik–grafik daya pada turbin, kondensor, pompa dan evaporator, efisiensi siklus dan back work ratio  fungsi flowrate fluida kerja. Efisiensi siklus tertinggi adalah 5,86% yang terjadi pada flowrate 3 GPM dan efisiensi siklus terendah adalah 4,32% yang terjadi pada flowrate 1 GPM.

  14. METODOLOGI APLIKASI AZIMUTH PROPELLER PADA KAPAL KMP.SULTAN MURHUM BERDASARKAN KEMAMPUAN MANUVER KAPAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Windyandari

    2014-05-01

    Full Text Available Sistem propulsi atau penggerak merupakan sistem yang sangat berperan dalam kemampuan gerak suatu kapal. Pada kasus tertentu seperti pada kapal-kapal pemecah es (icebreakers dan scientific ships, dibutuhkan alat penggerak yang mampu memberikan performance yang lebih, sehingga diperkenalkanlah sistem-sistem penggerak kapal jenis pod (azimuth podded propulsor yang juga merupakan propulsi jenis elektrik. Kondisi sarat kapal juga berpengaruh terhadap maneuvering kapal, dari data hasil pengujian menunjukkan bahwa pada dengan kondisi sarat yang lain menghasilkan manuver kapal berbeda. Strategi pengendalian maneuver merupakan hal yang sangat penting dalam sistem navigasi kapal untuk pencapaian target yang telah ditentukan menurut standar IMO. Simulasi perhitungan dan gerak kapal menggunakan Matlab dilakukan untuk mengetahui analisa kemampuan maneuver kapal yang diteliti. Artikel ini difokuskan pada metodologi kemampuan manuver kapal dengan menggunakan Azimuth Podded Propeller yang diaplikasikan pada kapal KMP. Sultan Murhum, khususnya akibat yang ditimbulkannya

  15. Pembuatan Sistem Informasi Cuti pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dengan Menggunakan PHP dan MySQL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Setiyanto

    2013-09-01

    Full Text Available Proses pengelolaan cuti pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN pada saat ini masih dilakukan secara manual. Pengecekan  sisa cuti, pengajuan cuti, dan persetujuan cuti dilakukan secara berjenjang dan masih mengandalkan kartu cuti yang terdapat pada masing-masing data arsip pegawai.Proses pengelolaan cuti tersebut memiliki beberapa kelemahan. Pegawai tidak bisa mengetahui sisa hak cuti pribadi dan pengambilan cuti oleh rekan kerja secara langsung, sehingga pegawai tidak bisa melakukan manajemen cuti dengan baik. Pimpinan juga belum dapat mengambil keputusan cuti berdasarkan prinsip pemerataan hak cuti pegawai. Kelemahan yang lain adalah proses pengurusan cuti pegawai kurang efektif dan efisien. Pada penelitian ini, diusulkan pembuatan sistem informasicuti berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP(PHP Hypertext Preprocessor dan basis data MySQL. Aplikasi tersebut diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang ditemui dalam pengelolaan cuti secara manual pada KPPN.

  16. Penurunan Kadar Amonium dan Fosfat pada Limbah Cair Industri Pupuk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Rodlia Fitriana

    2017-01-01

    Full Text Available Limbah cair industri pupuk mengandung kadar amonium dan fosfat yang cukup tinggi. Kadar ini dihasilkan dari kegiatan produksi pabrik amoniak dan pabrik asam fosfat. Penurunan ammonium dan fosfat ini dapat dilakukan melalui proses presipitasi kimiawi dan menghasilkan mineral Magnesium Ammonium Phosphate (MAP atau Struvite. Sumber Mg yang akan digunakan adalah MgCl2. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan sistem batch. Variabel yang digunakan adalah kecepatan pengadukan, pH, dan rasio molar [Mg2+]:[NH4+]:[PO43-]. pH yang akan digunakan adalah 7,5; 8; dan 8,5. Sedangkan rasio molar yang digunakan adalah 1:1:1; 1,5:1:1; dan 2:1:1. Kedua hasil variabel ini merupakan hasil dari permodelan Visual MINTEQ v3.0. Variasi G.td yang digunakan adalah 0,5.106; 106; dan 1,5.106. Presipitasi dilakukan selama 60 menit dan dilanjutkan dengan proses sedimentasi selama 30 menit. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah presentase removal amonium dan fosfat optimum terjadi pada pH 8,5 dan rasio molar 1:1:1 dengan G.td 106 atau setara degan 158 rpm. Kadar amonium awal sebesar 2864 mg/L dan fosfat sebesar 14656 mg/L. Residual amonium sebesar 396,82 mg/L dan residual fosfat sebesar 148,86 mg/L. Residual amonium dan fosfat pada penelitian ini masih tinggi.

  17. PEMANFAATAN BIOFLOK PADA BUDIDAYA UDANG VANAME ( Litopenaeus vannamei INTENSIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brata Pantjara

    2012-04-01

    Full Text Available Masalah utama pada budidaya udang intensif adalah menurunnya kualitas air di tambak yang layak selama pemeliharaan dan munculnya penyakit. Upaya mengurangi permasalahan tersebut adalah pemanfaatan bioflok di tambak. Bioflok merupakan campuran dari berbagai mikroba (fitoplankton, zooplankton, protozoa, detritus, dan partikel organik. Teknologi bioflok dapat meningkatkan kualitas air, meminimalkan pergantian air, efisiensi pakan, dan menghambat berkembangnya penyakit selama budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bioflok terhadap produksi udang vaname intensif. Penelitian dilakukan pada tambak beton ukuran 2.000 m2 milik masyarakat di Desa Hanura Kecamatan Pasawaran, Lampung. Padat penebaran udang vaname adalah 100 ekor/m2. Perlakuan yang dicoba adalah (A budidaya udang vaname intensif sistem bioflok dan (B budidaya udang vaname intensif tanpa bioflok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi tertinggi diperoleh pada perlakuan bioflok yaitu 10.375 kg/ha dengan bobot udang rata-rata 13,8 g/ekor, sintasan 75%, dan RKP 1,3. Sedangkan tanpa bioflok memperoleh produksi 9.176 kg/ha dengan bobot udang rata-rata 12,0 g/ekor, sintasan 76%, dan RKP 1,6.

  18. STUDI IMUNOSTIMULAN EKSTRAK TOMAT PADA INFEKSI PLASMODIUM BERGHEI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Sri Iswari

    2013-02-01

    Full Text Available Abstrak. Alternatif penanggulangan kasus malaria melalui peningkatan status imunitas tubuh sehingga tidak terjadi penyakit karena infeksi Plasmodium atau untuk mengurangi bahkan membunuh parasit tersebut adalah menggunakan tomat (Lycopersicum esculentum Mill. Penelitian dilakukan menggunakan disain penelitian Posttest Randomized Control Group Desain. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, setiap perlakuan dengan 7 ulangan. Kelompok kontrol negatif (K diberi pakan standart, Kelompok kontrol positif (K + - , diberi pakan standart dan klorokuin dan diberi klorokuin. Kelompok perlakuan (P 1 .P 2 dan P diberi pakan standart dan ekstrak tomat dengan dosis 0,1. 1, dan 10 mg/kgBB/hari per oral selama 16 hari. Pada hari ke-17 semua kelompok diinfeksi dengan 10 7 3 Plasmodium berghei intraperitonial. Pada hari ke-8 setelah mencit diinfeksi mencit dibunuh, kemudian dilakukan pemeriksaan IFN-?, IL-4 dan IL-12. Data dianalisis dengan analisa varians (ANOVA satu jalan, dilanjutkan dengan Least Significant Difference (LSD. Hasil uji LSD pada kadar IFN-?, IL-4 dan IL-12 menunjukkan perbedaan yang bermakna (p?0,05, antara yang diberi ekstrak tomat (P 2 dan P dengan yang tidak diberi ekstrak tomat (K - dan K + 3 , kecuali untuk yang diberi ekstrak tomat 0,1 mg/KgBB tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan yang tidak diberi ekstrak tomat. Kesimpulan penelitian adalah dosis yang paling efektif meningkatkan status imunitas tubuh untuk mengurangi bahkan membunuh parasit dalam tubuh adalah pemberian ekstrak tomat dengan dosis 10 mg/kgBB/hari.

  19. PERBANDINGAN TINGKAT KEPENTINGAN VARIABEL LAYANAN PADA JASA YANG BERSIFAT REKREATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kriswanto Widiawan

    2004-01-01

    Full Text Available Surveying the differences of importance level of service variables is a must for service providers. The ten service variables are tangible, reliability, responsiveness, competence, courtesy, credibility, security, access, communication, and understanding the customer. The categories of service providers to be compared are recreative (represented by supermarket and restaurant and non recreative (represented by hospital and education/university characteristics. The result shows there are no differences among recreative and non recreative service providers. But there are some differences among each service providers, because of unique characteristics of each service provider. Abstract in Bahasa Indonesia : Diduga ada perbedaan tingkat kepentingan variabel layanan pada jasa yang bersifat rekreatif (supermarket, restoran dan non rekreatif (rumah sakit, pendidikan/perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat kepentingan variabel-variabel layanan pada bidang-bidang jasa tersebut. Dalam penelitian ini terdapat sepuluh variabel layanan yang akan disoroti, yaitu tangible, reliability, responsiveness, competence, courtesy, credibility, security, access, communication, dan understanding the customer. Hasil perbandingan menunjukkan tidak ada beda tingkat kepentingan variabel layanan antara jasa rekreatif dan non rekreatif. Namun terdapat perbedaan tingkat kepentingan pada masing-masing jasa, karena adanya perbedaan karakteristik jasa. Kata kunci: Servqual, tingkat kepentingan.

  20. KOEFISIEN TRANSFER MASSA PADA PROES EKSTRAKSI KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faleh Setia Budi

    2012-02-01

    Full Text Available Tanaman kayu manis mengandung minyak atsiri yang mempunyai banyak manfaat seperti bahan antiseptis, pewangi/peningkatan cita rasa untuk menyegarkan bau sabun, deterjen, lotion, parfum, dan cream. Pengambilan minyak atsiri kayu manis pada penelitian ini dilakukan dengan cara ekstraksi dengan pelarut n-heksana teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konstanta kesetimbangan ekstraksi kulit kayu manis serta mempelajari pengaruh diameter pengaduk dan kecepatan putar pengaduk terhadap nilai koefisien transfer massa dan juga nilai difusivitas efektifnya. Setiap 40 gram kayu manis yang telah dihaluskan dan diayak dengan ukuran tertentu diekstraksi dengan 200 ml n-heksana teknis pada labu leher tiga dengan pengaduk magnetik selama 150 menit pada suhu 55°C. Setiap 25 menit diambil cuplikan untuk dianalisa kadar minyaknya dengan cara penimbangan. Data-data konsentrasi solut dalam solven dari penelitian diolah lebih lanjut untuk mendapatkan nilai Kc dan De dengan menyelesaikan persamaan diferensial parsial menggunakan metode Finite Difference Approximation cara implisit dan optimasi 2 peubah menggunakan minimasi Hooke-Jeeves. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah harga Kc naik sebanding  dengan kenaikan  kecepatan  putar pengaduk dan diameter pengaduk, sedangkan harga De yang diperoleh relatif tetap, sehingga dapat diperoleh hubungan persamaan kelompok tak berdimensi Sh =  4,8136 x 10-3 .Re 0,6716  dengan kesalahan relatif rara-rata 2,620%.

  1. Teledekteksi Gas pada Mobile Robot yang dikendalikan Gelombang Radio

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dimas Herjuno

    2012-09-01

    Full Text Available Beberapa tahun terakhir terjadi peristiwa hilangnya nyawa manusia karena keracunan gas alam diarea pertambangan. Ada pula terjadi peristiwa dicurigainya bungkusan atau kemasan yang diduga adalah barang yang membahayakan jiwa. Karena banyaknya peristiwa yang meresahkan dan membahayakan masyarakat, maka dibutuhkan suatu alat yang dapat melakukan pengecekan pada suatu area atau benda dimana manusia tidak terlibat secara langsung atau melakukan kontak secara langsung yang dapat membahayakan manusia. Pada penlitian ini telah dibuat robot yang dilengkapi dengan sensor gas, sistem mikrokontroler serta beberapa perangkat jaringan seperti router, kamera ip yang digunakan untuk mensupport kelengkapan sistem. Dibutuhkan juga sebuah server komputer yang dapat memberikan perintah maupun memantau dari jarak jauh. Berdasarkan hasil pengukuran, resistansi sensor pada saat tidak terdeteksi gas bernilai paling tinggi 30KΩ dan resistansi sensor saat terdeteksi gas bernilai paling rendah sebesar 3KΩ. Dalam pengujian keseluruhan alat , robot ini berhasil bergerak sesuai perintah yang diberikan melalui gelombang radio dan mendeteksi gas dengan keberhasilan sebanyak 10 kali dari 10 kali percobaan dengan kecepatan rata-rata 0,12 m/s

  2. Rancang Bangun Aplikasi Web Informasi Eksekutif pada Pemerintah Kabupaten XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sonny Ariyanto Wibowo

    2013-12-01

    Full Text Available Badan pemerintahan suatu daerah merupakan kumpulan dari berbagai dinas yang memiliki fungsinya masing – masing yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Banyak sekali laporan yang dihasilkan oleh suatu wilayah pemerintahan selama satu tahun dan pihak Bupati harus dapat membaca laporan pertanggungjawaban tersebut sehingga dapat dijadikan sebagai rujukan untuk membuat keputusan. Namun dengan banyaknya laporan pertanggungjawaban yang dihasilkan dari setiap dinas serta tidak ada teknologi informasi terintegrasi disetiap SKPD yang dapat mempermudah Bupati dalam membaca laporan tersebut, maka perlu waktu yang lama untuk membaca seluruh laporan tersebut dan membuat keputusan yang tepat. Maka dari itu diperlukan perangkat lunak yang dapat memberikan kumpulan informasi yang diperlukan oleh Bupati sehingga dapat membantu mengambil keputusan secara cepat tanpa harus membaca secara menyeluruh dari laporan pertanggungjawaban yang ada. Pada tugas akhir ini akan dilakukan pembangunan Aplikasi Web Informasi Eksekutif pada Pemerintah Kabupaten XYZ yang akan dikembangkan dengan menggunakan metode Extreme Programming. Metode ini  mendukung pola pengembangan yang iteratif dan inkremental sehingga proses pengembangan dapat dilakukan lebih sesuai dengan kebutuhan dan dapat mengakomodasi adanya umpan balik maupun perubahan kebutuhan dari stakeholder yang terkait dengan Aplikasi Web Informasi Eksekutif pada Pemerintah Kabupaten XYZ ini.

  3. IMPLEMENTASI IEC 61131-3 PADA OTOMATISASI PEMBUATAN TIRAMISU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trias Andromeda

    2009-05-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari dan mengimplementasikan IEC 61131-3 pada otomatisasipembuatan tiramisu. Selama sepuluh hingga lima belas tahun terakhir, berbagai bahasa pemrograman yang berbedatelah digunakan untuk memprogram Programmable Logic Controler (PLC. Untuk satu bahasa pemrograman sajamisalnya Ladder Diagram, tiap-tiap jenis PLC mempunyai aturan dan cara pemrograman yang berbeda-beda.Padahal industri modern biasanya tidak hanya menggunakan satu jenis PLC saja melainkan berbagai jenis PLC, halini akan menjadi tidak effisien, baik dari segi waktu maupun uang.IEC 61131-3 merupakan bagian ketiga dari IEC 61131 yang membahas mengenai standar pemrograman PLC.Pada bagian bahasa pemrograman, IEC 61131-3 ini mengakomodasi 5 bahasa pemrograman PLC berbeda, yang kelimanya bisa digabung/digunakan secara bersamaan ataupun terpisah tergantung proses yang akan dikendalikan.Sedangkan pada bagian elemen umum terdapat Program Organization Units (POUs yang terdiri dari FUN, FB danPRG, ketiganya merupakan unsur yang digunakan untuk membangun sebuah project aplikasi kendali industri.Poject dibuat dengan bantuan perangkat lunak FPWIN Pro 4.0 versi demo dan PLC Nais FP0-C16T sebagaikontroler.Dalam penelitian ini, IEC 61131-3 diimplementasikan untuk otomatisasi pembuatan tiramisu. Hasil pengujiandan implementasi membuktikan bahwa antara satu bahasa dengan bahasa lainnya, memiliki hasil dan tingkatkeberhasilan yang sama, artinya dengan IEC 61131-3, project yang sama dapat diprogram dengan bahasapemrograman yang berbeda-beda.

  4. Analisa Life Cycle Cost pada Green Building Diamond Building Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trixy Firsani

    2012-09-01

    Full Text Available Mengingat kenyataan bahwa seluruh emisi CO2 yang ada di dunia lebih dari sepertiganya dihasilkan oleh bangunan[1], maka dibutuhkan suatu antispasi untuk mengeliminir akan fakta tersebut, yaitu melalui penerapan suatu konsep bangunan ramah lingkungan atau biasa disebut dengan konsep green building. Salah satu bangunan yang mengadopsi konsep green building tersebut adalah Diamond Building Malaysia. Bangunan ini menghabiskan biaya yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan biaya pada pembangunan konvensional. Namun, dengan konsep green building yang memfokuskan pada pengefisiensi energi sepanjang siklus hidup proyek, penerapan konsep tersebut tentunya akan berbalik menjadi suatu keuntungan yang berkesinambungan pada biaya operasionalnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu studi analisa Life Cycle Cost untuk melihat seberapa besar biaya yang dikeluarkan oleh suatu bangunan berkonsep green building selama periode yang ditetapkan. Dalam melakukan analisa Life Cycle Cost dibutuhkan biaya-biaya yang relevan, antara lain Biaya Awal, Biaya Operasional dan Perawatan, Biaya Energi, Biaya Penggantian, dan Nilai Sisa. Analisa dilakukan dengan menggunakan Present Worth Methode, dimana periode analisa ditentukan selama 10 tahun. Dari hasil analisa Life Cycle Cost dengan kategori biaya yang terdiri dari Biaya Awal, Biaya Energi, Biaya Operasional dan Pemeliharaan, serta Biaya Penggantian, diperoleh total biaya siklus Diamond Building Malaysia adalah sebesar RM 235.096.883atau sebesar Rp 759.290.649.000. Jika memasukkan Nilai Sisa dalam kategori biaya Life Cycle Cost tersebut, total biaya hidup Diamond Building menjadi RM 186.646.883 atau sebesar Rp 559.940.649.000.

  5. Studi Pengaruh Kekuatan dan Kekakuan Dinding Bata Pada Bangunan Bertingkat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Redha Sadhu Leksono

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam mendesain suatu struktur seperti portal, para perencana umumnya tidak memperhitungkan komponen dinding pengisi seperti batu bata sebagai komponen struktural (dianggap sebagai komponen non structural/beban terbagi rata. Pada kenyataannya, dinding pengisi tersusun atas  batu bata dengan mortar yang memiliki kekuatan dan kekakuan tertentu. Dinding pengisi, batu bata, ini juga memilki kecenderungan untuk berinteraksi bersama portal yang ditempatinya, terutama bila terkena gaya lateral (akibat gempa yang cukup besar. Dalam studi ini akan dianalisa sampai pada tingkat berapakah kekuatan dan kekakuan  dinding bata berpengaruh cukup signifikan terhadap suatu struktur gedung bertingkat. Dinding bata dianggap sebagai bracing tekan dan akan dimodelkan dengan batang diagonal, lalu akan dibandingkan dengan dinding bata yang dianggap sebagai beban mati terbagi rata (open frame. Untuk analisa strukturnya akan digunakan metode Analisa Statik Non-Linier (Pushover dengan program bantu SAP 2000. Hasil studi ini menunjukkan bahwa struktur open frame memiliki perilaku struktur yang lebih baik daripada struktur dengan bracing tekan. Hal ini ditunjukkan pada nilai target perpindahan saat performance point,  struktur open frame memiliki nilai yang lebih besar. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa dinding bata dapat mengganggu kinerja struktur utama untuk berdeformasi secara maksimal. Semakin tinggi tingkat lantai suatu gedung, maka tingkat pengaruh kekuatan dan kekakuan dinding bata semakin besar terhadap kinerja struktur utama. Oleh karena itu, perencanaan suatu desain bangunan harus memperhatikan kekuatan dan kekauaan dinding bata.

  6. APLIKASI SIX SIGMA PADA PRODUK CLEAR FILE DI PERUSAHAAN STATIONARY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Emilasari

    2007-01-01

    Full Text Available This paper describes the application of the Six Sigma methods is used in order to improve quality in manufacturing company that produce stationary product. DMAIC approach is utilized to analyze and improve 'Pocket Clear File' product since this product has more variability and defects. Quality improvement also monitor the process that influenced pocket defect in Bag Making, Kami-ire, Karidome, and Pocket after Karidome Inspections section. Determining of Six Sigma project is based in process and defect type in each section. FMEA also gave the recommendation for quality improvement we need to evaluate the final result of the improvement since some of them were not working properly. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini menggambarkan bagaimana aplikasi metode Six Sigma digunakan untuk melakukan perbaikan kualitas pada perusahaan manufaktur yang memproduksi produk stationary. Pendekatan DMAIC dipakai untuk menganalisa dan melakukan perbaikan produk 'Pocket Clear File' karena tingginya variabilitas dan cacat dibanding produk lain. Perbaikan kualitas juga memperhatikan proses yang mempengaruhi terjadinya cacat pocket pada section Bag Making, Kami-ire, Karidome, dan Pocket after Karidome Inspection. Penentuan proyek Six Sigma didasarkan atas proses dan jenis cacat pada setiap section. Pendekatan FMEA mampu memberi rekomendasi perbaikan kualitas. Evaluasi dari hasil perbaikan penting untuk dilakukan karena beberapa implementasi perbaikan kualitas tidak berjalan sesuai dengan rencana. kata kunci: six sigma, DMAIC, perusahaan stationary.

  7. ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR PADA KAPAL WISATA SUNGAI KALIMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Budianto

    2015-02-01

    Full Text Available Dalam mengembangkan sektor pariwisata di sungai Kalimas Surabaya, salah satu diantaranya adalah pembuatan perahu wisata sungai Kalimas. Dalam perancangan kapal wisata kalimas dengan menggunakan bahan komposit FRP (Fiber Reinforcement Plastic yang menggunakan serat buatan alam yang tidak merusak ekosistem di sungai Kalimas dan memiliki kekuatan struktur kapal yang baik. Analisis perancangan struktur dalam perahu wisata sungai Kalimas yang menggunakan bahan FRP yang diterapkan pada analisis struktur konstruksi dengan menggunakan metode elemen hingga. Dimana diterapkan dengan mampu menerima beban baik dari dalam maupun luar pada perahu wisata sungai Kalimas FRP tersebut. Kemampuan kekuatan struktur yang cukup aman diijinkan, dengan nilai tengangan bending yang masih dalam nilai dibawah 67 mPa. Dimana dalam keadaan kondisi hogging maupun sagging telah dianalisis cukup aman kekuatan pada struktur perahu wisata sungai Kalimas FRP yang dapat timbul pembebanan akibat adanya manouvering tersebut, baik secara global memanjang kapal maupun struktur lokal didudukan mesin yang merupakan fokus konsentarsi utama. Untuk Struktur lokal di dudukan mesin dimana menerima beban statis dari mesin outboard maupun beban dinamis yang ditimbulkan akibat pergerakan perahu wisata Kalimas FRP tersebut. Perhitungan dengan mekanisme pembebanan distribusi merata ataupun beban terpusat merupakan faktor utama hasil analisis perancangan struktur perahu wisata sungai Kalimas yang effisien dan efektif.

  8. Praksis Pembelajaran Kewirausahaan pada Unit Produksi Jasa Boga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuatul Mahfud

    2013-01-01

    Full Text Available Abstrak: Praksis pembelajaran kewirausahaan pada unit produksi jasa boga. Penelitian bertujuan menemukan konsepsi guru tentang pembelajaran kewirausahaan, kompetensi kewirausahaan yang dikembangkan pada unit produksi sekolah dalam bidang jasa boga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, ketua program studi, kepala unit produksi, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dan dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, data display, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 belajar kewirausahaan memerlukan kegiatan nyata (hands-on dengan melibatkan siswa pada kegiatan usaha yang nyata dalam unit produksi; (2 kompetensi kewirausahaan dikembangkan melalui unit produksi adalah: pengetahuan tentang kewirausahaan melalui pengetahuan diri dan pengetahuan praktis; sikap kewirausahaan meliputi etos kerja, disiplin, kemandirian, dan kreativitas, keterampilan berkomunikasi, keterampilan konseptual, keterampilan pengambilan keputusan, keterampilan mengatur waktu, keterampilan kepemimpinan. Model pembelajaran kewirausahaan yang dikembangkan melalui unit produksi adalah: produksi luar dan produksi dalam, dan kantin mobil. Evaluasi dan monitoring dilakukan melalui dua cara, dengan monitoring kinerja dan produk. Kata Kunci: pembelajaran, entrepreneurship, unit produksi

  9. Penerjemahan Bahasa Isyarat Menggunakan Kamera pada Telepon Genggam Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Yunus Andrian

    2017-01-01

    Full Text Available Penginderaan visual atau machine vision merupakan suatu proses manipulasi data citra. Data tersebut dapat digunakan untuk melakukan intepretasi banyak hal, salah satunya yaitu pengenalan gesture. Pengenalan gesture adalah antarmuka yang dapat mengenali gerak-isyarat seorang manusia dan mentranslasikan gerakan tersebut sebagai instruksi yang dapat dipahami oleh komputer. Pengenalan gesture dapat digunakan untuk penerjemahkan bahasa isyarat pada orang tunawicara. Hal ini karena banyaknya orang yang tidak mengerti bahasa tangan orang tunawicara. Sehingga, orang tunawicara kesulitan dalam berinteraksi di masyarakat. Pada tugas akhir ini pengenalan gesture untuk penerjemahan bahasa isyarat lebih mengarah pada hand recognition, yaitu pendeteksian perubahan gerak tangan, dengan menggunakan android mobile phone sebagai divaisnya. Android mobile phone memiliki kamera untuk menangkap citra orang tuna wicara saat berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat berupa gerakan tangan. Selanjutnya, citra diproses oleh processing unit android untuk melakukan proses hand recognition. Setelah proses tersebut selesai, maka layar display akan memunculkan huruf atau kata dari perubahan posisi gerak tangan yang dilakukan orang tunawicara yang berada di depan kamera.

  10. Representasi Perempuan Indonesia Melalui Artikel Mode Pada Majalah Femina

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ariani Warhani

    2017-01-01

    ABSTRAK   Majalah merupakan salah satu bentuk media massa telah lahir sejak lama sebagai sarana media informasi dan alat pendidikan bagi masyarakat. Bagi perempuan, informasi dapat di- peroleh salah satunya melalui majalah wanita. Majalah Femina adalah salah satu majalah wanita pertama di Indonesia sehingga memiliki pembaca dari beberapa generasi yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan representasi perempuan Indonesia melalui visual ar- tikel mode dengan menggunakan analisis semiotika dari awal majalah Femina terbit tahun 1974 hingga 2015 untuk melihat elemen visual dan tanda sebagai representasi perempuan Indone- sia melalui artikel mode. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan diakronik dengan pemaparan secara deskriptif melalui studi literature pengumpulan artikel mode. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan semio- tika diakronik dengan analisis semiotika. Penelitian ini fokus untuk mengetahui representasi citra perempuan di Indonesia melalui elemen-elemen visual yang terdapat pada artikel mode, sehingga mendapatkancitra denganpemahaman mendalam tentang situasi sosial budaya perempuan di Indonesia melalui majalah Femina.   Kata kunci: perempuan, mode, majalah, visual, semiotika

  11. Seroprevalensi Penyakit Avian Influenza Pada Itik Di Kabupaten Klungkung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Estry Gusnita Damanik

    2013-08-01

    Full Text Available Itik memiliki peran penting dalam penyebaran virus Avian Influenza subtipe  H5N1 karena merupakan reservoir alami virus dan infeksinya bersifat subklinis. Pendistribusian itik terjadi dari pasar unggas ke peternakan itik atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat seroprevalensi virus Avian Influenza di Pasar Unggas Galiran dan peternakan itik di kabupaten  Klungkung pada saat yang bersamaan.  Sampel penelitian adalah serum dari itik yang tidak divaksin yang diambil dari pasar dan peternakan di kabupaten Klungkung.  Pengambilan  sampel dilakukan setiap bulan mulai bulan Maret sampai dengan bulan Agustus 2012.  Sampel serum selanjutnya  diuji dengan uji Hambatan Hemaglutinasi. Hasil penelitian menunjukkan seroprevalensi AI di Pasar Unggas Galiran dan peternakan itik di Kabupaten Klungkung adalah sebesar 81.4%,  perbedaan yang signifikan terjadi pada Juni dan Agustus tetapi tidak signifikan pada bulan Maret, April, Mei, dan Juli.  Seroprevalensi virus AI di Pasar Unggas Galiran adalah sebesar 76.2% dan di peternakan sebesar 86.7% dan secara statistik berbeda sangat nyata. Monitoring terhadap virus Avian Influenza berkelanjutan perlu dilakukan baik di peternakan maupun  di pasar unggas di Klungkung.

  12. IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SMP PADA KONSEP FOTOSINTESIS MELALUI ANALISIS GAMBAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devi Ariandini

    2014-01-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa dengan analisis menggambar. Tiga puluh empat siswa di kelas 8 di sekolah menengah pertama digunakan sebagai subyek dalam penelitian ini. Teknik sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperlukan untuk penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner, menggambar analisis rubrik, dan wawancara. Identifikasi Kesalahpahaman ditentukan dengan menggambar siswa berdasarkan menggambar kriteria klasifikasi oleh Kose (2008. Siswa diperintahkan untuk menarik tentang konsep fotosintesis setelah proses pembelajaran. Gambar siswa dianalisis dengan rubrik dan setelah itu mereka diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan tidak semua tingkat kriteria menggambar dari tingkat 1 sampai 5 diidentifikasi. Dari hasil analisa, gambar paling banyak ditemukan adalah pada tingkat 4. Gambar pada tingkat 4 dikategorikan sebagai gambar lengkap konsep fotosintesis dan tidak ada kesalahpahaman ditemukan. Berdasarkan gambar mereka, ada siswa 2,9% diidentifikasi yang diselenggarakan kesalahpahaman. Ada perbedaan jumlah siswa yang diadakan kesalahpahaman antara gambar hasil analisis dan hasil wawancara. Dari hasil wawancara, ada siswa 35,2% dimiliki kesalahpahaman, lebih dari menggambar hasil analisis. Ini berarti bahwa identifikasi kesalahpahaman melalui analisis gambar tidak efektif. Kesalahpahaman siswa yang paling sering terjadi pada konsep fotosintesis adalah tempat berlangsungnya fotosintesis. Faktor yang membuat kesalahpahaman siswa yaitu karena siswa itu sendiri dan lingkungannya. Kata Kunci: fotosintesis, kesalahpahaman, konsep, menggambar analisis

  13. PENGGUNAAN ALGORITMA NDVI DAN EVI PADA CITRA MULTISPEKTRAL UNTUK ANALISA PERTUMBUHAN PADI (STUDI KASUS : KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Hafizh S

    2015-02-01

    Full Text Available Kabupaten Indramayu merupakan salah satu kabupaten yang merupakan daerah sentra pertanian dimana sektor ini menyumbang 43% dari total PDRB (Produk Domestik Regional Bruto. Strategi yang tepat dan cepat harus dicanangkan untuk selalu memenuhi kebutuhan akan bahan pokok tersebut. Teknologi penginderaan jauh dapat mengakomodir informasi suatu objek secara cepat dan akurat tanpa harus berinteraksi langsung dengan objek dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi yang diinginkan. Pembangunan model - model estimasi produktivitas pada beberapa komoditas vegetasi pertanian seperti padi telah digunakan sejak dua dekade lalu. Dari berbagai macam permodelan vegetasi, indeks vegetasi yang paling umum digunakan adalah NDVI (Normalized Difference Vegetation Index dan EVI (Enhanced Vegetation Index. Hasil dari penelitian ini adalah penentuan fase pertumbuhan , masa tanam, dan masa panen tumbuhan padi pada citra MODIS L1B. Masa tanam padi di kabupaten Indramayu berada pada bulan Juni dan Desember 2011, masa panen berada pada bulan  Mei dan September 2011. Citra Aster digunakan sebagai data pendukung untuk menentukan korelasi linear  terhadap data lapangan (fieldspectometer. Korelasi yang dihasilkan Antara Modis - Aster sebesar 0.9576 pada EVI dan 0.9654 pada NDVI; Modis - Fieldspectometer sebesar 0.8798 pada EVI dan 0.9077 pada NDVI; dan pada Aster - Fieldspectometer sebesar 0.9220 pada EVI dan 0.9460 pada NDVI. Korelasi dari ketiga data tersebut memiliki hubungan yang cukup kuat dikarenakan nilai yang dihasilkan mendekati nilai 1.

  14. PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN A TAKARAN TINGGI PADA TIKUS HAMIL MUDA TERHADAP ANAK YANG DILAHIRKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endi Ridwan

    2012-11-01

    Full Text Available Salah satu usaha jangka pendek dan dianggap paling efektif, dapat memberikan hasil nyata dalam waktu singkat untuk penanggulangan kekurangan vitamin A adalah pemberian vitamin A takaran tinggi. Pengunaan vitamin A yang berlebihan pada ibu hamil dapat menimbulkan efek negatif yang tidak diinginkan terhadap janin. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut diatas, dengan melihat kelainan anatomis dari anak yang dilahirkan, status vitamin A anak dan perkembangan pertumbuhan berat badan anak akibat pemberian vitamin A takaran tinggi pada ibu hamil muda dengan menggunakan tikus percobaan sebagai model. Perlakuan yang diberikan pada induk tikus hamil adalah pemberian vitamin A dengan takaran per kilogram berat badan setara dengan pemberian vitamin A pada ibu menyusui yaitu; 0 SI, 200.000 SI, 400.000 SI, 1 juta SI dan 2 juta SI dengan satu kali pemberian pada hari pertama setelah dikawinkan, serta 2 juta SI dengan 4 kali pemberian pada hari ke 1, 3, 5 dan 7 sesudah dikawinkan. Masing-masing perlakuan dengan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pengamatan secara visual tidak didapatkan adanya kelainan anatomis pada anak tikus yang dilahirkan, sehingga dapat dinyatakan bahwa sampai dengan takaran 2 juta SI vitamin A belum dapat menimbulkan kelainan anatomis pada anak tikus yang dilahirkan. Perkembangan berat badan dan status vitamin A anak tikus berbeda sangat nyata dengan kelompok kontrol, perkembangan berat badan dan status vitamin A anak tikus menunjukkan nilai tertingi pada takaran pemberian vitamin A satu Juta SI. Diduga pengaruh penelitian hypervitaminosis A mulai terjadi pada pemberian vitamin A setara dengan 2 juta SI, ditandai dengan penurunan berat badan dan status vitamin A anak.

  15. HUBUNGAN ANTARA SIKAP SLEEP HYGIENE DENGAN DERAJAT INSOMNIA PADA LANSIA DI POLIKLINIK GERIATRI RSUP SANGLAH, DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Made Putri Suastari

    2014-12-01

    Full Text Available Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering dialami oleh lansia. Insomnia berpengaruh langsung terhadap penurunan kualitas hidup dan memiliki kecenderungan terhadap peningkatan angka morbiditas dan mortalitas pada lansia. Selama ini berbagai terapi pengobatan telah dikembangkan untuk membantu mengatasi keluhan, namun belum ditemukan suatu terapi pengobatan yang ideal bagi lansia penderita insomnia. Melihat fenomena di atas, maka diperlukan metode dalam penatalaksanaan insomnia pada lansia melalui pendekatan terapi nonfarmakologis dan hanya menggunakan obat-obatan pada saat yang mendesak. Terapi nonfarmakologis yang paling efektif adalah terapi perilaku, yaitu sleep hygiene. Sleep hygiene merupakan identifikasi dan modifikasi perilaku dan lingkungan yang mempengaruhi tidur. Sehubungan hal diatas, penulis tertarik untuk mengetahui hubungan antara sikap sleep hygiene dengan derajat insomnia pada lansia di Poliklinik Geriatri RSUP Sanglah. Penelitian ini merupakan studi analitik cross-sectional dengan sampel sebanyak 43 lansia yang berkunjung ke Poliklinik Geriatri RSUP Sanglah pada bulan Februari 2014. Data diperoleh dengan wawancara melalui kuisioner yang terstruktur meliputi identitas, sikap sleep hygiene, dan derajat insomnia menggunakan kuesioner Insomnia Severity Index. Penelitian ini memperoleh rerata jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan pada masing-masing derajat insomnia adalah homogen. Berdasarkan uji korelasi diperoleh bahwa terdapat hubungan antara sikap sleep hygiene dengan derajat insomnia pada lansia di Poliklinik Geriatri RSUP Sanglah pada dua komponen, yaitu faktor diet (p=0,006 dan olahraga (p=0,010, sedangkan tidak terdapat hubungan antara sikap sleep hygiene dengan derajat insomnia pada lansia di Poliklinik Geriatri RSUP Sanglah pada dua komponen lainnya, yaitu faktor perilaku (p=0,374 dan lingkungan (p=0,222.

  16. ANALISIS KINERJA PKPRI PADA ASPEK KERJASAMA ANTAR KPRI DAN PADA ASPEK KEPEDULIAN TERHADAP KOMUNITAS KPRI DI KABUPATEN PEMALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wandha Norendra

    2013-02-01

    Full Text Available Analisis kinerja pada� PKPRI masih menggunakan cara lama yaitu hanya menggunakan penilaian keuangan dengan menggunakan analisis rasio keuangan rentabilitas, likuiditas, dan solvabilitas. Bukannya dengan menggunakan pedoman dari kepmen no 129 tahun 2002 yang dikeluarkan oleh menteri koperasi dan UKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan kinerja pada PKPRI pada aspek kerjasama antar KPRI dan pada aspek kepedulian terhadap komunitas KPRI di Kabupaten Pemalang. Penelitian ini merupakan studi kasus pada PKPRI dan KPRI di Kabupaten Pemalang. Pendekatan penelitian yang akan� digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian deskriptif� kuantitatif yaitu apabila datanya telah terkumpul,� kemudian diklasifikasikan menjadi dua kelompok data, yaitu data kuantitatif yang berbentuk angka-angka dan data kualitatif yang menyatakan dalam kata-kata atau simbol-simbol (Suharsimi, 2006: 239. Hasil dalam penelitian ini adalah kerjasama antar KPRI dikategorikan baik, kepedulian terhadap komunitas KPRI juga dikategorikan baik. � Analysis of the performance of the PKPRI still use the old way is just using financial valuation using financial ratio analysis of profitability, liquidity and solvency. Instead of using the guidelines of the Decree No. 129 of 2002 issued by the minister of cooperatives and SMEs. The purpose of this study is to analyze and describe the performance of the PKPRI KPRI aspects of cooperation and concern for the community aspect KPRI in Pemalang. This research is a case study on PKPRI and KPRI in Pemalang. The research approach will be used in writing this thesis is descriptive quantitative research method is if the data has been collected and then classified into two groups of data, the quantitative data in the form of figures and qualitative data are expressed in words or symbols (Suharsimi , 2006: 239. The results of this study are categorized KPRI good cooperation, concern for the

  17. ANTROPOMETRI SENDI PERGELANGAN TANGAN PADA ETNIS MINANGKABAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daldy Arianda

    2015-09-01

    Full Text Available AbstrakPenatalaksanaan fraktur distal radius adalah mengembalikan kekuatan menggenggam serta mempertahankan biomekanik sendi pergelangan tangan, sehingga pasien dapat mengerjakan aktifitas seperti sediakala, serta mengurangi resiko penyakit degeneratif di kemudian hari. Rentang gerak sendi juga merupakan bagian dari penilaian keselarasan anatomi, namun sedikit didiskusikan dalam kepustakaan. Penelitian ini bertujuan menilai antropometri sendi pergelangan tangan etnis Minangkabau. Survey analitik cross sectional dilakukan pada 50 mahasiswa kedokteran pria dan wanita beretnis Minangkabau, usia 21- 25 tahun. Data dianálisis untuk mengetahui nilai mean, standar deviasi serta menguji perbedaan antropometri pria dan wanita menggunakan t- test independen dengan derajat kepercayaan 95%. Nilai mean dan simpang deviasi ukuran ROM palmarfleksi 79,22 + 9,58; dorsofleksi 72,22 + 10,54; ulnar deviasi 40,74 + 9,43; radial deviasi 24,68 + 4,92; radial inclination 24,02 + 3,49; Radial length 11,35 + 1,56; Palmar Tilt 12,27 + 6,12. Terdapat perbedaan nilai radial inclination antara pria dan wanita (p=0,001. Penelitian ini menyimpulkan terdapat perbedaan bermakna secara statistik radial inclination pria dan wanita mahasiswa kedokteran yang beretnis Minangkabau. Selain itu terdapat perbedaan antropometri antara penelitian ini dengan kepustakaan yang lazim.AbstractAs it is known that the treatment of distal radius fractures is to restore the biomechanical strength of grip and maintain joint movement of the wrist so that the patient can do normal activities, and reduce the risk of degenerative diseases of the joints of the wrist in the future. From various journals and literature more votes just only on morphometry, while the range of motion is also part of conformity assessment anatomy as well. This study aimed to measure anthropometric of wrist joint of Minangkabau ethnic group. This study used cross sectional analytical survey on medical students, men and women

  18. KESANTUNAN BERBAHASA PADA PENUTUR BAHASA KAMBERA DI SUMBA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Simpen

    2012-11-01

    Full Text Available Seperti halnya bahasa lain, bahasa Kambera memiliki fungsi sebagai alat untuk menyampaikan pikiran dan perasaan, sebagai alat untukmemahami pikiran dan perasaan, dan sebagai alat berpikir dan berasa. Kesantunan berbahasa adalah salah satu aspek kebahasaan yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional penuturnya. Kajian terhadap kesantunan berbahasa pada penutur bahasa Kambera bertujuan untuk menemukan, mendeskripsikan, dan menganalisis satuan verbal yang digunakan sebagai kesantunan, menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kesantunan, makna kesantunan, unsure suprasegmental yang mempengaruhi kesantunan, dan unsur paalainguistik yang menyertai kesantunan.Penelitian kesantunan berbahasa pada penutur bahasa Kambera bertumpu pada teori Linguistik Kebudayaan dan teori Sosiopragmatik. Metode yang digunakan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu metode dan teknik pengumpulan data, metode dan teknik penganalisisan data, dan metode dan teknik penyajian hasil analisis. Data dikumpulkan dengan metode observasi terlibat aktif dan wawancara, dengan teknik pancingan, pencatatan, dan perekaman. Data yang terkumpul diklasifikasi berdasarkan jenis, bentuk, dan variabel penent. Analisis tidak menggunakan data secara kuantitatif, sehingga tidak ada analisis secara statistik. Hasil analisis disajikan dengan metode informal, dan dibatu dengan teknik penyajian secara deduktif dan induktif.Hasil analisis memperlihatkan bahwa kesantunan berbahasa pada penutur bahasa Kambera menggambarkan ideologi yang dijadikan dasar kesantunan berbahasa. Satuan verbal yang digunakan untuk kesantunan berbentuk kata, gabungan kata, kalimat, dan peribahasa. Kesantunan berbahasa dipengaruhi oleh faktor status, jenis kelamin, usia, dan hubungan kekerabatan. Makna kesantunan merefleksikan latar budaya yang dianut penutur dengan berorientasi pada sistem kepercayaan, sistem mata pencaharian, hubungan kekerabatan, stratifikasi sosial, dan sistem pernikahan.Berdasarkan hasil analisis di atas

  19. Perbandingan proxy pada linux dan windows untuk mempercepat browsing website

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dafwen Toresa

    2017-05-01

    Full Text Available AbstrakPada saat ini sangat banyak organisasi, baik pendidikan, pemerintahan,  maupun perusahaan swasta berusaha membatasi akses para pengguna ke internet dengan alasan bandwidth yang dimiliki mulai terasa lambat ketika para penggunanya mulai banyak yang melakukan browsing ke internet. Mempercepat akses browsing menjadi perhatian utama dengan memanfaatkan teknologi Proxy server. Penggunaan proxy server perlu mempertimbangkan sistem operasi pada server dan tool yang digunakan belum diketahui performansi terbaiknya pada sistem operasi apa.  Untuk itu dirasa perlu untuk menganalisis performan Proxy server pada sistem operasi berbeda yaitu Sistem Operasi Linux dengan tools Squid  dan Sistem Operasi Windows dengan tool Winroute. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan kecepatan browsing dari komputer pengguna (client. Browser yang digunakan di komputer pengguna adalah Mozilla Firefox. Penelitian ini menggunakan 2 komputer klien dengan pengujian masing-masingnya 5 kali pengujian pengaksesan/browsing web yang dituju melalui proxy server. Dari hasil pengujian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa penerapan proxy server di sistem operasi linux dengan tools squid lebih cepat browsing dari klien menggunakan web browser yang sama dan komputer klien yang berbeda dari pada proxy server sistem operasi windows dengan tools winroute.  Kata kunci: Proxy, Bandwidth, Browsing, Squid, Winroute AbstractAt this time very many organizations, both education, government, and private companies try to limit the access of users to the internet on the grounds that the bandwidth owned began to feel slow when the users began to do a lot of browsing to the internet. Speed up browsing access is a major concern by utilizing Proxy server technology. The use of proxy servers need to consider the operating system on the server and the tool used is not yet known the best performance on what operating system. For that it is necessary to analyze Performance Proxy

  20. Implementasi Counter Production Monitoring pada Mesin Tekstil berbasis Mikrokontroler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    HENDI HANDIAN RACHMAT

    2016-02-01

    Full Text Available Abstrak Sistem Counter Production Monitoring (CPM diimplementasikan untuk menghitung secara otomotis kecepatan mesin, kecepatan produksi, dan jumlah produksi.Sistem ini digunakan pada mesin pemintal benang di industri tekstil untuk mengetahui efisiensi kerja mesin dan hasil produksi benang.Sistem terdiri dari perangkat keras dan lunak berbasis mikrokontroler dan personal komputer (PC untuk mengukur putaran mesin guna menghitung ketiga besaran hasil produksi. Inductive proximity sensor dan encoder gear dipasang dengan jarak 1 mm pada shaft mesin yang berputar untuk mendeteksi jumlah putaran mesin berdasarkan jumlah pulsa yang dideteksi oleh sensor selama durasi tertentu. Mikrokontroller menghitung tiga besaran produksi dan menampilkan hasil pada display LCD melalui pengaturan 3 buah tombol serta mengirimkan ke PC melalui komunikasi serial untuk ditampilkan. Hasil pengujian selama 3 hari menunjukkan terjadi perbedaan antara sistem CPM dan perhitungan manual (Tachometer yaitu antara 0.35-0.4 HANK.Perbedaan terjadi karena pada perhitungan manual, mesin diasumsikan selalu berjalan. Padahal pada kenyataannya terjadi proses dopping (penggantian cone benang. Dapat disimpulkan bahwa sistem CPM telah dapat digunakan untuk mengetahui efisiensi kerja mesin dan hasil produksi secara otomatis. Kata kunci: counter production monitoring, encoder gear, Inductive Proximity Sensor, mikrokontroler, personal komputer.   Abstract A Counter Production Monitoring (CPM system was implemented to calculate automatically a machine speed, a production speed and a total production. This system was employed on a spinning machine in a textile industry to know machine efficiency and a number of thread productions. The system consists of some microcontroller-based hardware and software modules to detect machine rotation. Inductive proximity sensor and encoder gear were installed with a rotary machine shaft in 1 mm distance. A number of machine rotation was calculated from the

  1. ANALISIS PEMISAHAN UAP KERING PADA SEPARATOR PEMBANGKIT UAP AP1000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukmanto Dibyo

    2015-03-01

    Full Text Available Pembangkit uap merupakan penukar panas, yang bagian atasnya adalah steam drum yang memuat separator uap. Separator ini memisahkan kandungan air yang terbawa oleh uap dari sisi shell. Uap kering yang dihasilkan dari separator digunakan untuk memutar turbin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik pemisahan uap kering pada separator pembangkit uap AP1000, berdasarkan parameter fraksi void dalam kondisi aliran dua fasa dengan menggunakan RELAP5/SCDAP.Mod3.4. Data awal mencakup data dimensi dan parameter temperatur, tekanan, laju alir massa (943,0 kg/s, fraksi void, entalpi cair dan uap saturasi. Untuk memperoleh karakteristik separator maka analisis ini difokuskan pada sistem separator secara terpisah pada kondisi tunak. Nodalisasi untuk RELAP5/SCDAP.Mod3.4, terdiri dari model separator (default, volume, junction dan time-dependent junction dengan time-dependent volume sebagai kondisi batas. Kondisi uap kering terlihat pada parameter fraksi void yang keluar dari separator. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur uap dari sisi shell pembangkit uap maka cenderung semakin tinggi uap kering yang dihasilkan. Pemisahan uap kering yang keluar dari separator ditunjukkan pada parameter fraksi void sebesar sekitar 0,99. Kata kunci: separator uap, pembangkit uap, RELAP5/SCDAP.Mod3.4, fraksi void A steam generator is heat exchanger in which the top side is steam drum containing steam separator. The separator is used to separate the water content carried by the steam come from The shell side. Dry vapor produced from the separator is used to turn turbines. this paper analyzes the dry Steam separation characteristic In The separator of AP1000 steam generator based on the parameters of void fraction in two phase flow using RELAP5/SCDAP.Mod3.4. The initial data include data dimensions and operating data (temperature, pressure, flow rate (943.0 KG/S, void fraction, enthalpy of water and saturation vapor. To obtain the characteristics of

  2. Pengaruh Zat Aditif Urea terhadap Kuantitas Biodiesel Pada Reaksi Transesterfikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rismawati Rasyid

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak Asam lemak jenuh maupun tak jenuh pada minyak nabati memiliki potensi untuk diubah menjadi bahan kimia penyusun bahan bakar . Komponen asam lemak pada CPO RBD dengan komposisi terbesar adalah asam palmitat (38.2% dan asam oleat (45.89%.  Pembuatan biodiesel dalam penelitian ini menggunakan CPO (Crude Palm Oil yang telah dimurnikan melalui reaksi transesterfikasi dengan pereaksi etanol dan katalisator KOH. Penambahan urea sebagai zat aditif pada reaksi dapat meningkatkan kualitas biodiesel yang diperoleh serta lebih efisien dalam tahapan pemurnian. Persentase kadar FAME (Fatty Acid Metyl Ester setara dengan persen yield biodiesel pada proses reaksi tanpa penambahan urea adalah 90.34% dan mengalami peningkatan setelah penambahan urea sebesar 98%. Densitas yang dihasilkan pada reaksi tanpa zat aditif  0.868 gr/ ml dan reaksi dengan penambahan zat aditif memiliki densitas  0.866 gr/ml,  kedua produk tersebut telah sesuai dengan standar SNI yakni berkisar 0.85–0.89. Kata kunci : biodiesel, CPO, zat aditif Abstract Saturated and unsaturated fatty acids in vegetable oils have potential to be converted into constituent of chemicals fuel. Fatty acids in the RBD palm oil with the largest composition are palmitic acid (38.2% and oleic acid (45.89%. Production of fuel which substitute diesel fuel (biodiesel from CPO (Crude Palm Oil which has been purified by transesterification reaction with ethanol reagent and KOH catalyst. The addition of urea as an additive substancein the reaction to improve  the quality as well as more efficient biodiesel obtained in the purification stages. Percentage value of FAME(Fatty Acid Metyl Esteror yield biodiesel in the reaction without the addition of urea is 90.34% and after the addition of urea increased by 98%. Density of product that produced in the reaction without additives is 0.868 g / ml and for reaction with additives has a density of 0.866 g / ml, both of these products are met the criteria of SNI

  3. Penemuan Baru Plasmodium Knowlesi pada Manusia di Kalimantan Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sahat Ompusunggu

    2015-07-01

    Full Text Available AbstractUntil 2012, four Plasmodium knowlesi malaria cases had been found in South Kalimantan. Objectives of this study were to determine the proporsion of P. knowlesi among microscopically positive malaria cases, clinical symptoms and morphology of P. knowlesi. This study is conductedin Central Kalimantan and South Kalimantan in 2013-2014. Samples were microscopically positive malaria cases obtained by surveys and passive case findings. Finger’s blood absorbed on filter papers or scraping of thick blood films were examined by polymerase chain reaction. Patients were also examined clinically and interviewed to investigate the history of infections. The results showed that among the 287 samples examined, three samples (1.05% positive P. knowlesi. All of the three cases were infected locally, which consist of two in Central Kalimantan and one in South Kalimantan. The cases in Central Kalimantan were the first finding of Plasmodium knowlesi malaria cases in the province. Clinical symptoms in two cases were mild but in another case was rather severe. Morphology of P. knowlesi has a special characteristic although it resembles P. falciparum, P. vivax and P. malariae. Further research is needed in order to find other spreading area of P. knowlesi malaria in Indonesia.Keywords : Plasmodium knowlesi, human, clinical symptoms, morphology, Central Kalimantan.AbstrakSampai tahun 2012, empat kasus malaria Plamodium knowlesi pada manusia yang penularannya di sekitar hutan telah ditemukan di Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya proporsi P. knowlesi di antara kasus malaria positif mikroskopis, gejala klinis dan morfologi P. knowlesi. Penelitian ini dilakukan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan pada tahun 2013-2014. Sampel adalah kasus malaria positif mikroskopis yang diperoleh melalui survei dan penemuan kasus secara pasif. Serapan darah pada kertas saring atau kerokan sediaan apus darah tebal diperiksa dengan

  4. Implementasi Visible Light Communication (VLC Pada Sistem Komunikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ARSYAD RAMADHAN DARLIS

    2017-06-01

    Full Text Available Abstrak Perkembangan teknologi telah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, terutama untuk bidang komunikasi. Hal ini terbukti dengan banyaknya media komunikasi baik itu nirkabel dan kabel. Pada penelitian ini dimanfaatkan cahaya tampak sebagai media dalam sistem komunikasi, dimana selama ini cahaya hanya digunakan sebagai penerangan saja. Visible Light Communication (VLC adalah sebuah teknologi komunikasi yang memanfaatkan pancaran cahaya tampak dari lampu pada sistem komunikasi. Sistem komunikasi visible light ini terdiri dari pemancar dan penerima. Pemancar terdiri dari Light Emitting Dioda, audio transformator dan baterai, dan pada penerima terdiri dari solar cell dan photodioda, amplifier dan catu daya. Hal-hal yang dapat mempengaruhi hasil output sistem komunikasi adalah jarak, terang cahaya lampu pemancar dan cahaya luar. Pada penelitian ini, komunikasi menggunakan VLC dapat dilakukan pada jarak pengiriman data sebesar 2,5 m dan dengan range frekuensi 600 Hz sampai dengan 45 kHz dimana data dapat disalurkan dengan baik. Kata kunci: Visible light, Sistem komunikasi, Light Emitting Dioda, solar cell, photodioda. Abstract Technological developments have shown a significant increase, especially in the field of communication. This is proved by the many communications media using both wireless and wired. This study utilized the visible light as a medium of communication system, which has been used as an illumination light only. Visible Light Communication (VLC is a communication technology which utilize visible light emitted from the lamp in the communication system. The visible light communication system consists of a transmitter and receiver. The transmitter consists of a Light Emitting Diode, audio transformer and battery, and the receiver consists of a solar cell and a photodiode, amplifier and power supply. Things that can affect the output of the communication system is the distance, bright light and outdoor light. In the research

  5. Pengaruh Penambahan Kutub Bantu Pada Motor Arus Searah Penguatan Seri Dan Shunt Untuk Memperkecil Rugi-Rugi (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

    OpenAIRE

    Fahni, Al Magrizi

    2015-01-01

    Penggunaan motor DC akhir-akhir ini mengalami perkembangan, khususnya dalam pemakaiannya sebagai motor penggerak. Terutama untuk menggerakkan beban yang berat dan bervarisasi. Oleh sebab itu, diharapkan motor DC dapat bekerja secara efisien. Pada saat motor DC dibebani, akan mengalir arus jangkar yang mengakibatkan terjadinya reaksi jangkar. Arus jangkar yang terlalu besar akan mengakibat timbulnya rugi-rugi daya pada motor DC, salah satu cara untuk memperkecil rugi-rugi day...

  6. VAKSIN VIAL MONITOR (VVM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muljati Prijanto

    2012-10-01

    Full Text Available Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program imunisasi adalah rantai dingin penyimpanan vaksin. Seperti diketahui vaksin adalah produk biologis yang harus disimpan pada suhu dingin agar potensi vaksin tidak mengalami penurunan pada saat digunakan.Vaksin Vial Monitor adalah pemantau vaksin berupa label bergambar yang dilekatkan pada botol vaksin untuk mencatat paparan panas kumulatif yang berlebihan. Pengaruh gabungan dari waktu dan suhu menyebabkan monitor berubah warna secara berangsur-angsur dan tidak akan berubah lagi pada suhu tinggi.

  7. DAMPAK SUPLEMENTASI YODIUM PADA IBU ATAU BAYI TERHADAP STATUS YODIUM, STATUS GIZI DAN KADAR HEMOGLOBIN BAYI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ance M. Dahro

    2012-11-01

    Full Text Available plementasi yodium pada ibu menyusui dan bayi di 2 kecamatan Magelang. Responden adalah ibu menyusui sebanyak 216 orang dan bayinya yang berumur 7-12 minggu dalam keadaan sehat. Responden dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan yaitu I: ibu dan bayi diberi kapsul yodium; II: hanya ibu yang diberi kapsul yodium; III: hanya bayi yang diberi kapsul yodium; IV: ibu dan bayi sebagai pembanding. Yodium yang diberikan pada ibu menyusui dosis 200 mg, sedangkan untuk bayi dosis 100 mg. Dilihat dampaknya pada status yodium melalui pemeriksaan yodium dalam urin bayi pada hari ke 0, 1, 7, 60, 90 dan 180 dihitung dari hari pertama intervensi; kadar hemoglobin pada hari ke 180 dan status gizi bayi berdasarkan hasil pengukuran anthropometri pada hari ke 0, 90 dan 180. Dari hasil penelitian didapati median kadar yodium dalam urin bayi kelompok I, II dan III naik mencapai puncaknya pada hari pertama setelah pemberian kapsul yodium masing-masing yaitu 27450 ug/l, 15500 ug/l dan 26000 ug/l. Bila dibandingkan dengan awal pemeriksaan kenaikan ekskresi yodium dalam urin kelompok I, II dan III masing-masing adalah 283 kali, 152 kali dan 245 kali. Yodium dalam urin bayi kelompok I dibandingkan dengan kelompok II diasumsikan tidak sama pada setiap waktu pemeriksaan ternyata cenderung tidak terlalu berbeda. Yodium dalam urin bayi pada hri pertama kelompok II dan kelompok III yang bila dibandingkan dengan ekskresi yodium urin kelompok I menunjukkan bahwa ekskresi kadar yodium urin bayi makin tidak konsisten bila dosis suplemen makin tinggi. Ekskresi yodium dalam urin bayi yang mendapat yodium dosis hanya 100 mg ternyata jumlahnya cenderung sama dengan ekskresi yodium dalam urin ibu yang memperoleh dosis 200 mg, yang menunjukkan adanya perbedaan toleransi penyerapan yodium oleh tubuh bayi dan dewasa. Bayi yang hanya mendapat ASI saja (kelompok II ekskresi yodium dalam urinnya sudah menggambarkan kecukupan perolehan yodium pada bayi hingga hari ke 180. Pada akhir penelitian

  8. Identifikasi virus herpes simpleks pada anak dengan ensefalitis: sebuah studi pendahuluan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmi Lestari

    2017-09-01

    Full Text Available Ensefalitis Herpes simpleks merupakan salah satu penyebab infeksi virus yang paling berat pada otak manusia. Tanpa terapi yang adekuat mortalitas mencapai 70% dan sebagian besar dari pasien yang bertahan hidup akan menderita sekuele neurologis berat. Data tentang prevalensi dan proporsi Herpes simpleks ensefalitis pada anak di Indonesia belum tersedia. Tujuan: Untuk menentukan proporsi ensefalitis Herpes simpleks pada anak dengan ensefalitis di RSUP M. Djamil Padang. Metode: Penelitian dilaksanakan di Instalasi Rawat Inap Anak RSUP M. DJamil Padang dari bulan Agustus hingga Desember 2016. Ensefalitis didefinisikan menurut konsensus International Encephalitis Consortium. Variabel yang dicatat meliputi usia, jenis kelamin, manifestasi klinis, dan luaran. Subjek dikatakan menderita ensefalitis Herpes simpleks bila hasil pemeriksaan polymerase chain reaction Herpes simpleks pada cairan serebro spinal memberikan hasil positif. Sebanyak empat belas orang anak memenuhi kriteria inklusi selama periode penelitian. Hasil: Manifestasi klinis yang paling sering ditemukan adalah demam, kejang, dan penurunan kesadaran. Sebagian besar subjek pulang dengan sekuele. Tidak ada virus Herpes simpleks yang ditemukan pada pemeriksaan PCR terhadap cairan serebrospinal. Kesimpulan: Tidak ada ensefalitis Herpes simpleks yang teridentifikasi pada penelitian ini. Dibutuhkan studi lebih lanjut dengan subjek yang lebih besar dan periode penelitian yang lebih panjang untuk mendapatkan gambaran besarnya masalah ensefalitis Herpes simpleks pada anak di Indonesia.

  9. Analisis Performansi Perutingan Link State Menggunakan Algoritma Djikstra Pada Platform Software Defined Network (SDN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Riza Sudiyatmoko

    2016-05-01

    Full Text Available Software Defined Network (SDN merupakan paradigma baru dalam sistem jaringan. Konsep dasar yang diusung oleh SDN adalah pemisahan antara layer control dan forward dalam perangkat yang berbeda. Konsep inilah yang menjadi perbedaan anatar SDN dan jaringan konvensional. Selain itu SDN memberikan konsep network topology virtualisation dan memungkinkan administrator untuk melakukan customize pada control plane. Dengan diterapkannya protokol OpenFlow pada SDN maka terdapat peluang untuk menerapkan perutingan flow based pada jaringan SDN dalam pendistribusian data dari source sampai ke destination. Link state IS-IS merupakan protokol routing yang menggunakan algoritma djikstra untuk menentukan jalur terbaik dalam pendistribusian paket. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap implementasi Link State IS-IS pada paltform SDN dengan menggunakan arsitektur RouteFlow. Parameter yang digunakan adalah  throughput, delay, jitter dan packet loss serta performansi perangkat controller. Hasil pengujian pada kondisi overload yaitu dengan background traffic 125 Mb nilai packet loss mencapai 1,23%, nilai throughput 47,6 Mbp/s dan jitter 2.012 ms. Nilai delay terbesar adalah pada topology 11 switch 11 host yaitu berkisar diangka 553 ms. Sedangkan performansi perangkat controller  dengan konsumsi memory pada saat menjalankan mengontrol jaringan berkisar diantara 25,638%  sampai  39,04%

  10. Penanganan Gingivitis dengan Metoda "Toothpick Brushing" (Laporan kasus pada wanita pengguna kontrasepsi oral

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Armasastra Bahar

    2015-10-01

    Full Text Available Gingivitis sebagai salah satu kelainan jaringan penyangga gigi telah diketahui disebabkan karena kebersihan mulut yang tidak baik dan berkaitan dengan kebiasaan dan cara menyikat gigi yang tidak memadai. Di samping itu telah banyak pula laporan yang mengatakan bahwa terjadinya gingivitis juga berhubungan dengan peningkatan hormon kelamin steroid darah seperti pada kehamilan, menstruasi dan pada pengguna kontrasepsi hormonal.Dalam pemeriksaan yang dilakukan pada beberapa wanita pengguna kontrasepsi oral di Puskesmas Serpong ditemukan kelainan gingivitis.Pada penderita tersebut dilakukan pemeriksaan intraoral dan Occult Blood Test untuk memperkuat pemeriksaan apakah keadaan gingivitisnya memerlukan terapi lebih lanjut. Setelah dilakukan penambalan gigi yang merupakan keluhan utama penderita datang ke BKIA, dilakukan usaha untuk menanggulangi gingivitis yang ada berupa penerangan tentang faktor-faktor yang menjadi penyebab gingivitis dan instruksi cara menyikat gigi dengan metoda "Toothpick brushing". Evaluasi yang dilakukan pada minggu II dan III, memperlihatkan hasil yang baik, nilai PI, PBI dan OBT menurun dibandingkan dengan nilai awal yang telah dilakukan.Pada kunjungan pada minggu III dilakukan pembersihan karang gigi. Menyikat gigi dengan metoda "Toothpick brushing" memperlihatkan hasil yang baik dalam memperbaiki kelainan gingivitis.

  11. Perencanaan Sistem Penanganan Bagasi Pada Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Windy Ariesna Wardhani

    2017-01-01

    Full Text Available Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya memberikan pelayanan jasa kebandarudaraan dengan menjaga kenyamanan, keselamatan, dan keamanan pengguna jasa. Salah satu komponen terpenting dalam memberikan pelayanan pada pengguna jasa adalah sistem penanganan bagasi. Sistem penanganan bagasi di Terminal 2 Juanda masih menggunakan manual, Untuk mengetahui penanganan bagasi pada terminal 2 saat ini diperlukan beberapa peninjauan langsung untuk mengetahui berapa jumlah arus pergerakan bagasi, dan bagaimana kinerja penanganan bagasi eksisting pada terminal 2 Bandara Juanda. Tugas akhir ini menganalisis kinerja penanganan bagasi eksisting di terminal 2 serta merencanakan penanganan bagasi dengan hold baggage screening. Hold Baggage Screening merupakan integrasi lengkap antara Bagasi Sistem Penanganan Conveyor dan Mesin Xray terletak pada satu garis, mesin xray berguna untuk mendeteksi keamanan pada bagasi namun tetap berada belt conveyor. Hasil menunjukkan bahwa pergerakan yang berangkat melalui terminal 2 adalah 6.840 pax, 57 flights, dan 4.419 bags, waktu minimal yang dibutuhkan memroses bagasi setelah check in sampai ke pesawat 76 menit 53detik dan maksimal 115 menit 27 detik. Rata-rata bagasi yang dibawa setiap penumoang adalah 2 buah. Luas area penanganan bagasi pada terminal 2 adalah 585 m² dengan kemampuan menangani bagasi sebanyak 403 bags/jam. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka pada terminal 2 disarankan menggunakan sistem penanganan bagasi otomatis dan untuk dapat menerapkan system penanganan bagasi otomatis dengan hold baggage screening diperlukan conveyor inline dan mesin hold baggage screening.

  12. PREVALENSI PENYAKIT HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABANG I PERIODE JANUARI 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman i Dianita Candradew

    2015-01-01

    Full Text Available Dari data epidemiologi, insiden hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia, dimana kebanyakan hipertensi terjadi pada usia diatas 60 tahun. Individu yang berumur di atas 60 tahun, 50-60% mempunyai tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg (Madhura, 2009. Pada Puskesmas Abang I angka kejadian hipertensi terbanyak terdapat pada usia diatas 60 tahun, namun pada beberapa tahun belakangan terjadi peningkatan tren angka kejadian hipertensi pada usia antara 30 sampai dengan 60 tahun. Berdasarkan permasalahan di atas, maka diperlukan penelitian ilmiah untuk mengetahui angka prevalensi penyakit hipertensi pada penduduk usia dewasa muda di wilayah kerja Puskesmas Abang I sehingga dapat digunakan sebagai masukan dalam penyusunan program penyuluhan maupun kebijakan dalam pencegahan dan penanganan hipertensi. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Abang I, Kabupaten Karangasem. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 27 Januari sampai 1 Februari 2014. Penelitian ini merupakan studi penelitian deskriptif kuantitatif untuk mengetahui prevalensi hipertensi berdasarkan kelompok usia dewasa muda. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik simpulan bahwa prevalensi hipertensi pada sampel sebesar 6 penderita atau 13.3% dari 45 sampel. Peneliti melihat adanya kecenderungan peningkatan tekanan darah terhadap jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan yang rendah dan tidak adanya pekerjaan.  

  13. PENYAKIT EKOR PUTIH (WHITE MUSCLE DISEASE PADA UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ikhsan Khasani

    2013-06-01

    Full Text Available Salah satu keunggulan sistem budidaya udang galah yang selama ini diyakini para pembudidaya adalah belum munculnya permasalahan penyakit serius sebagaimana pada sistem budidaya udang windu dan vaname, yang disebabkan oleh infeksi virus. Akan tetapi, pada lima tahun terakhir infeksi virus mulai dilaporkan mewabah pada sistem budidaya udang galah di dunia, dan menjadi masalah yang serius. Penyakit ekor putih (white tail disease, WTD merupakan salah satu penyakit serius pada kegiatan pembenihan udang galah, karena dapat menyebabkan kematian hingga 100% pada fase pembenihan, dan akhir-akhir ini juga telah terjadi di beberapa hatcheri di Indonesia. Pada tahun 2011, WTD telah terjadi di hatcheri Balai Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan Samas, Jogjakarta, dan disusul pada tahun 2012 di hatcheri Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI Sukamandi. Makalah ini merupakan gambaran mengenai virus MrNV (Macrobrachium rosenbergii Noda Virus, dampak yang ditimbulkan, serta upaya-upaya penanganan.

  14. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PAKIS SEBAGAI MOULTING STIMULAN PADA INDUK UDANG WINDU (Penaeus monodon. Fab DI HATCHERY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2013-08-01

    kandungan senyawa steroid yaitu fitoekdisteroid dalam bentuk 20-Hydroxyecdyson atau Ecdysteron berfungsi sebagai moulting stimulan pada krustase. Pada umumnya ecdysteron ditemukan pada krustase baik yang ada di darat maupun yang berada di dalam air seperti kepiting, udang, dan krustase lainnya yang ditemukan secara alami dan berfungsi sebagai pengatur proses penggantian kulit dan mengontrol pembentukan exoskeleton baru untuk menggantikan exoskeleton yang lama. Selain ablasi proses moulting pada udang dapat diinduksi melalui penambahan 20-hydroksi ecdysteron (20 E pada hemolim sehingga fase premoulting dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. 20-hydroksiecdysteron dapat diperoleh dari ekstrak tumbuhan di antaranya bayam, asparagus, pakis, dan lain-lain melalui pemisahan dengan ekstraksi, fraksinasi, dan pemurnian dengan HPLC dilanjutkan dengan elusidasi struktur. Pemberian ekstrak pakis pada induk udang windu untuk memacu terjadinya pergantian kulit dilakukan melalui dengan beberapa konsentrasi menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL. Hasil analisis memperlihatkan bahwa kandungan phytoecdysteron pada pakis perkisar 230-730 mg/L dari larutan ekstrak yang setara dengan 20 g bahan segar. Konsentrasi ECD 25 mg/L, memperlihatkan respon yang paling baik sebagai moulting stimulan.

  15. Analisis Kekuatan Tangki CNG Ditinjau dengan Material Logam Lapis Komposit pada Kapal Pengangkut Compressed Natural Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Firmansah

    2013-03-01

    Full Text Available Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan pada kekuatan pressure vessel compressed natural gas. Pressure vessel yang digunakan yaitu tipe satu dan tipe tiga, tipe satu adalah tabung menggunakan material logam yaitu Carbon Steel SA 516 Grade 70 dan Aluminium Alloy T6-6061. Pada tabung tipe tiga material menggunakan Aluminium Alloy T6-6061 dengan lapisan Komposit (Carbon Fibre – Epoxy pada seluruh tabung (full wrapped. Sudut orientasi serat yang digunakan 54.73560 dan terdiri dari 4 lapis komposit yang membungkus aluminium. Variasi yang dilakukan pada tebal komposit yaitu 25% komposit, 50% komposit, dan 75% komposit. Pressure vessel mendapat perlakuan internal pressure sebesar 125 bar dan temperatur -300C. Analisa dilakukan dengan dua metode yaitu dengan perhitungan manual dan software finite element method (NASTRAN 2010. Dari hasil perhitungan tersebut tabung tipe satu dengan material logam terbukti aman karena memenuhi dari faktor keamanan yang ditentukan tetapi pressure vessel sangat berat. Pada tabung tipe tiga lamina dengan komposisi 75% komposit dan 50% komposit dinyatakan aman karena memenuhi dari kriteria tegangan maksimum. Sedangkan pada komposisi 25% komposit lamina mengalami kegagalan yang disebabkan terlalu rendahnya lapisan komposit. Dari keseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan komposisi ideal pressure vessel yaitu 75% komposit dan 25% aluminium dari tebal keseluruhan sehingga menghasilkan tegangan yang sangat kecil dan memiliki berat yang paling ringan.

  16. Optimasi Coverage SFN pada Pemancar TV Digital DVB-T2 dengan Metode Simulated Annealing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adib Nur Ikhwan

    2013-09-01

    Full Text Available Siaran TV digital yang akan diterapkan di Indonesia pada awalnya menggunakan standar DVB-T (Digital Video Broadcasting-Terestrial yang kemudian pada tahun 2012 diganti menjadi DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terestrial Second Generation. Oleh karena itu, penelitian-penelitian sebelumnya termasuk optimasi coverage TV digital sudah tidak relevan lagi. Coverage merupakan salah satu bagian yang penting dalam siaran TV digital. Pada tugas akhir ini, optimasi coverage SFN (Single Frequency network pada pemancar TV digital diterapkan dengan metode SA (Simulated Annealing. Metode SA berusaha mencari solusi dengan berpindah dari satu solusi ke solusi  yang lain, dimana akan dipilih solusi yang mempunyai fungsi energy (fitness yang terkecil. Optimasi dengan metode SA ini dilakukan dengan mengubah-ubah posisi pemancar TV digital sehingga didapatkan posisi yang terbaik. Optimasinya menggunakan 10 cooling schedule dengan melakukan 2 kali tes, baik pada mode FFT 2K ataupun 4K. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah daerah coverage SFN pada pemancar siaran TV digital DVB-T2 mengalami peningkatan coverage relatif terbaik rata-rata sebesar 2.348% pada cooling schedule 7.

  17. Optimasi Single Frequency Network pada Layanan TV Digital DVB-T dengan Menggunakan Metode Simulated Annealing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Destya Arisetyanti

    2012-09-01

    Full Text Available Standar Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T diimplementasikan pada konfigurasi Single Frequency Network (SFN dimana seluruh pemancar pada sebuah jaringan beroperasi pada kanal frekuensi yang sama dan ditransmisikan pada waktu yang sama. SFN lebih dipilih daripada sistem pendahulunya yaitu Multi Frequency Network (MFN karena menggunakan frekuensi yang lebih efisien serta jangkauan area cakupan yang lebih luas. Pada sisi penerima memungkinkan adanya skenario multipath dengan menggabungkan sinyal dari pemancar yang berbeda karena konfigurasi SFN ini berbasis Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM. Pada penelitian ini, data ketinggian dan jumlah gedung melalui model prediksi propagasi free space dan knife edge akan diterapkan untuk memperkirakan nilai daya terima dan delay sinyal. Perhitungan nilai carrier (C dan carrier to interference (C/I dilakukan untuk mengetahui kualitas sinyal pada sisi penerima. Selanjutnya, optimasi parameter lokasi pemancar diterapkan oleh algoritma Simulated Annealing dengan menggunakan tiga cooling schedule terbaik. Simulated Annealing merupakan algoritma optimasi berdasarkan sistem termodinamika yang mensimulasikan proses annealing. Simulated Annealing telah berhasil memperluas daerah cakupan SFN. Hal ini dibuktikan dengan berkurangnya sebagian besar titik receiver dengan kualitas sinyal dibawah threshold.

  18. Optimasi Jaringan SFN pada Sistem DVB-T2 Menggunakan Metode Particle Swarm Optimization

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oxy Riza Primasetiya

    2013-09-01

    Full Text Available Di Indonesia perpindahan dari sistem analog ke sistem digital pada dunia pertelevisian saat ini sedang dalam proses. TV analog yang saat ini masih dipergunakan dianggap tidak lagi efisien, selain tidak memberikan kualitas layanan yang optimal, juga tidak efisien terhadap spektrum sinyal. Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri No 5 Tahun 2012, dalam penyiaran digital menggunakan Teknologi DVB-T2. Teknologi DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial Second Generationdapat diaplikasikan dengan menggunakan SFN (Single Frequency Network. Jaringan SFN memungkinkan sebuah stasiun TV dapat memiliki pemancar dengan frekuensi yang sama dan tersebar pada wilayah layanan yang luas. Transmisi SFN dapat diartikan sebagai bentuk sederhana dari propagasi multipath, karena semua pemancar dalam jaringan mengirimkan secara bersamaan informasi yang sama menggunakan saluran frekuensi yang sama. Dengan teknologi SFN, meskipun semua pemancar dalam jaringan mengirimkan data pada frekuensi yang sama, hal tersebut tidak mengakibatkan interferensi dalam proses perngiriman data. Pada Penelitian ini, membahas mengenai optimasi jaringan SFN pada sistem DVB-T2. Metode yang dipilih dalam proses optimasi DVB-T2 adalah PSO (Particle Swarm Optimization, lalu hasil optimasi dibandingkan dengan sebelum optimasi dan juga dibandingkan dengan metode optimasi lain, yaitu Simulated Annealing. Melalui metode PSO, sebuah algoritma akan disimulasikan untuk mengoptimalisasi sejumlah parameter orientasi antena pemancar pada setiap pemancar SFN di wilayah tertentu. Dengan demikian, daerah coverage jaringan SFN pada wilayah tersebut dapat diperluas.

  19. Analisa Performansi Sistem Komunikasi Single-Input Multiple-Output Pada Lingkungan Indoor Menggunakan WARP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raynal Ramadhan Gobel

    2014-03-01

    Full Text Available Dalam sistem komunikasi nirkabel, salah satu permasalahan yang dihadapi adalah multipath fading. Hal ini mengakibatkan level daya yang bervariasi pada penerima sehingga terjadi outage ketika mengalami fading. Dalam lingkungan indoor, hal ini lebih sering terjadi karena hampir tidak ada line-of-sight antara pemancar dan penerima. Efek kanal multipath bisa diatasi dengan sistem komunikasi SIMO (Single-Input Multiple-Output. Sinyal yang diterima diolah menggunakan beberapa metode seperti Selection dan Maximal Ratio Combining dengan jumlah antena di penerima lebih dari satu. Implementasi juga bisa dilakukan pada WARP (Wireless Open-Access Research Platform yang merupakan salah satu jenis SDR (Software Defined Radio. Modul tersebut digunakan sebagai pemancar dan penerima pada pengukuran kualitas performansi SIMO pada lingkungan indoor dengan metode-metode combining. Hasil unjuk kerja dibandingkan terhadap sistem SISO (Single-Input Single-Output. Hasil dari implementasi dan pengukuran pada penelitian ini menunjukan bahwa, dalam lingkungan indoor pada kondisi tertentu, sistem SIMO dengan metode selection combining memiliki diversity gain 2.3–2.5 dB, sedangkan maximal ratio combining memiliki diversity gain 2.5–4.6 dB lebih baik daripada SISO pada kondisi BER .

  20. HIPERPLASIA ADRENAL KONGENITAL (HAK KLASIK SIMPLE VIRILIZING PADA ANAK UMUR 3 TAHUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alice Indradjaja

    2015-01-01

    Full Text Available Hiperplasia adrenal kongenital merupakan salah satu dari kelompok kelainan genetik akibat defisiensi enzim yang diperlukan untuk biosintesis steroid di korteks kelenjar adrenal. Bentuk kelainan hiperplasia adrenal kongenital yang tersering adalah defisiensi enzim 21-hidroksilase (21OHD hingga mencapai 90% kasus. Kelainan utama pada pasien dengan defisiensi enzim 21-hidroksilase adalah kegagalan sintesis kortisol secara adekuat. Defisiensi 21-hidroksilase klasik tipe virilisasi sederhana menyebabkan genitalia ambigu pada bayi perempuan. Dilaporkan sebuah kasus hiperplasia adrenal kongenital klasik tipe virilisasi sederhana pada anak perempuan usia tiga tahun. Pasien dirujuk ke Poliklinik anak RSUP Sanglah Denpasar dengan keluhan utama pembesaran dan pemanjangan klitoris yang progresif disertai tumbuhnya bulu pubis.  Pasien lahir dengan genitalia ambigu. Pasien didiagnosis defisiensi 21-hidroksilase berdasarkan hasil pemeriksaan kadar progesteron 17-OH >1.200ng/dl dan pemeriksaan fisik didapatkan prader derajat III. Pada pemeriksaan usia tulang menunjukkan usia tulang yang melebihi umurnya, USG abdomen dalam batas normal dengan hasil analisis kromosom 46,XX. Pasien tidak pernah mengalami krisis adrenal selama 3 tahun dan menjalani tindakan pembedahan pada usia 3 tahun. Keluarga pasien diberikan konseling, dilakukan monitor  berkala pada pasien dan terapi hidrokortison. Prognosis pada pasien ini baik. [MEDICINA 2014;45:58-64].

  1. Pengaruh Penambahan PWM (Pulse Width Modulation Pada Generator HHO Tipe Dry Cell

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fungky Dyan Pertiwi

    2013-09-01

    Full Text Available Generator HHO memanfaatkan proses elektrolisis air agar mendapatkan gas H2. Namun, pada praktiknya pemakaian arus dari aki yang besar dan temperatur tinggi membuat bejana generator menjadi cepat rusak, sehingga dibutuhkan tambahan rangkaian elektronika PWM pada pengujian generator HHO guna mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian menggunakan elektroda plat berjumlah 9 berdimensi 120mm 120mm, tebal 1mm dan dibatasi oleh o-ring dengan diameter 126mm, tebal 3mm. Pengujian dilakukan secara eksperimen dengan 2 kelompok yaitu kelompok control yang mana pengujian tanpa menggunakan PWM serta kelompok uji dimana pengujian menggunakan PWM dengan variasi duty cycle 30%, 50% dan 70%. Pengujian dilakukan hingga temperatur elektrolit 93oC. Hasil uji didapatkan bahwa arus, laju produksi dan efisiensi terbesar didapatkan pada pengujian tanpa PWM yang mencapai 60,6A, 6,033 10-6kg/s dan 25,69%. Namun, pada pengambilan data kedua efisiensi turun menjadi 19,74%. Penambahan PWM pada pengujian berpengaruh pada arus dan temperatur yang stabil meskipun laju produksi dan efisiensi lebih kecil daripada pengujian tanpa PWM. Pengujian dengan PWM pada duty cycle 70% menghasilkan laju produksi dan efisiensi terbesar yang mencapai 1,843 10-6 kg/s dan 15,19%.

  2. Perancangan Sistem Kontrol Trajectory pada Kondisi Gangguan Arus Laut Non Uniform di Ketapang-Gilimanuk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindita Adikaputri Vinaya

    2013-03-01

    Full Text Available Sebuah kapal yang berlayar pada dasarnya telah memiliki tujuan pelayaran. Tujuan pelayaran dari sebuah kapal telah ditetapkan sebelumnya dan direpresentasikan oleh suatu bentuk trajectory. Pada dasarnya, apabila kondisi gangguan relatif kecil, kapal masih dapat memenuhi trajectory-nya. Akan tetapi, apabila kondisi gangguan di laut secara mendadak berubah sewaktu-waktu (non uniform, maka kapal tidak dapat memenuhi trajectory-nya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sebuah kriteria sistem kontrol trajectory pada kondisi gangguan arus laut tidak statis di Ketapang-Gilimanuk. Perancangan sistem berdasarkan spesifikasi kapal Ferry Ro-Ro 1000GT. Kontrol logika fuzzy (KLF yang digunakan adalah Sugeno-Takagi dengan masukan berupa error yaw, dan yaw rate sedangkan keluaran berupa aksi command rudder. Jumlah aturan pada KLF adalah 49 aturan dengan 7 fungsi keanggotaan pada masing-masing masukannya. Berdasarkan hasil simulasi secara keseluruhan, KLF yang dirancang mampu mengontrol dinamika kapal sehingga kapal tersebut mampu melawan arus yang ada dan mengikuti desire sesuai skenario yang telah dibuat dengan rata-rata error lintasan terkecil yaitu 0,328 m dengan nilai ITAE sebesar 246,016 pada saat kapal berlayar tanpa ada gangguan dan rata-rata error lintasan terbesar yaitu 7,43m dengan nilai ITAE sebesar 302615,11 pada saat kecepatan arus rata-rata mencapai 7knot.

  3. Perancangan Safety Instrumented System pada Proses Loading PT Pertamina (Persero Refinery Unit VI Balongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Tri widodo

    2013-09-01

    Full Text Available Salah satu proses yang ada di PT Pertamina (Persero Refinery Unit VI adalah pengiriman crude oil menuju kapal tanker. Proses tersebut disebut dengan proses loading. Terdapat beberapa jenis crude yang dikirim pada proses loading tersebut, diantaranya adalah crude Jatibarang dan Crude DCO. Terdapat beberapa masalah yang kerap terjadi pada proses loading ini. Yang sering terjadi adalah kebocoran offshore pipeline yang biasa disebabkan oleh korosi air laut. Selain itu juga pernah terjadi penyumbatan pipa oleh crude akibat heater yang tidak berfungsi dengan baik. Sampai saat ini safety system yang ada pada proses loading ini hanya sebuah shutdown valve yang dijalankan manual dengan menggunakan hand switch. Sistem tersebut masih belum bisa menangani permasalahan yang ada. Oleh karena itu pada tugas akhir kali ini dilakukan perancangan SIS pada jalur loading PT Pertamina RU VI Balongan yang kemudian disimulasikan pada software Matlab (Simulink. Simulasi dilakukan dengan memberikan manipulasi besar disturbance yang merepresentasikan kebocoran pada offshore pipeline. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, didapatkan bahwa SIS dapat berjalan dengan baik karena dapat menghentikan proses dengan menutup ESDV dan mematikan pompa saat keadaan perbedaan tekanan antara ujung-ujung pipa offshore tinggi. Tingginya perbedaan tekanan antar ujung offshore pipeline mengindikasikan terjadinya kebocoran. SIS yang sudah dirancang kemudian dihitung nilai PFDtotal dan diapatkan nilai sebesar 0,085 sehingga rancangan SIS.

  4. Analisa Pengaruh Penerapan Konsep Green Building Terhadap Keputusan Investasi pada National Hospital Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizki Andini

    2014-09-01

    Full Text Available National Hospital Surabaya merupakan bangunan yang mengadopsi konsep green building. Terdapat karakteristik biaya yang berbeda antara green building dan non green building dalam hal biaya investasi dan operasional. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah analisa biaya terhadap konsep green building yang diterapkan dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan investasi gedung berkonsep green building pada National Hospital Surabaya. Hasil dari penelitian ini diketahui penerapan green building pada National Hospital Surabaya diaplikasikan pada 3 Konsep Green yaitu Green Design, Green Material, dan Green Technology. Analisa dilakukan pada 3 fitur green building yaitu Kaca Sunergy, AC VRV III, dan Lampu LED. Hasil analisa capital budgeting perbandingan NPV Kaca Sunergy dan Kaca Clear menunjukkan bahwa penggunaan Kaca Clear masih lebih menguntungkan secara finansial daripada Kaca Sunergy. Sedangkan perbandingan NPV AC VRV III dengan AC Standart menunjukkan bahwa NPV AC VRV III lebih besar dari pada NPV AC Standart pada tahun investasi ke-4 yaitu Rp 1.106.990.000.000 dan NPV AC Standart yaitu Rp 1.106.680.000.000. Serta perbandingan NPV Lampu LED dengan Lampu Essensial menunjukkan bahwa NPV Lampu LED lebih besar dari NPV Lampu Essensial pada tahun investasi ke-2 yaitu Rp 517.120.000.000 dan NPV Lampu Essensial yaitu Rp 517.057.000.000.

  5. PENGGUNAAN METODE DEMPSTER SHAFER UNTUK MENGANALISA PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI WANITA DENGAN SOLUSI PENANGANAN OBAT HERBAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Ali Saefuddin

    2016-06-01

    Full Text Available Seorang wanita mempunyai kodrat yang tidak dimiliki pria yaitu hamil dan melahirkan, jadi organ reproduksi pada wanita merupakan salah satu bagian terpenting pada tubuh wanita, sehingga kesehatan pada organ reproduksi wanita harus diperhatikan. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gejala-gejala penyakit pada organ reproduksi wanita menyebabkan keterlambatan penanganan yang membuat penyakit yang diderita menjadi lebih sulit untuk diobati dan dapat menjadi penyakit berbahaya yang dapat mengancam kehidupannya. Metodologi yang dipakai untuk penelitian yaitu metode pengembangan waterfall (air terjun. Sistem pakar ini menggunakan aturan metode demspher shafer dalam menentukan hasil akhir. Pembuatan perangkat lunak sistem pakar berbasis android ini menggunakan software eclipe, MySQL sebagai penyimpanan database dan menggunakan bahasa pemograman Java Android. Penelitian ini menghasilkan Penggunaan Metode Dempster Shafer Untuk Menganalisa Penyakit Pada Sistem Reproduksi Wanita dengan Solusi Penanganan Obat Herbal sehingga dapat membantu orang awam yaitu wanita dan pakar kesehatan organ reproduksi wanita untuk mendiagnosa penyakit pada organ reproduksi wanita yang disertai dengan persentase kenyakinan terjangkitnya penyakit pada organ reproduksi wanita dengan menggunakan metode demster shafer dan sistem pakar dapat memberikan informasi tentang penyakit seputar organ reproduksi wanita. Kata Kunci : Sistem Pakar, Sistem Reproduksi, Waterfall, Java,UML

  6. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller Pada Mesin Mobil Mitsubishi Tipe 4G63 Untuk Meminimumkan Emisi Gas Buang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendre Angga Prasetya

    2012-09-01

    Full Text Available Seiring dengan adanya perkembangan sistem otomasi dalam dunia otomotif saat ini. dituntut untuk menghasilkan mesin dengan kadar emisi gas buang yang berada diambang batas kewajaran dan hemat bahan bakar sehingga diperlukan suatu sistem terhadap berbagai macam variabel yang mempengaruhi performansi mesin. Untuk menjaga supaya pemakaian bahan bakar pada kondisi optimal dapat diperoleh dengan cara mengatur waktu injeksi bahan bakar. Sistem waktu injeksi bahan bakar ini dipengaruhi oleh kecepatan mesin dan tekanan pada intake manifold. Dengan adanya pengaturan terhadap waktu injeksi bahan bakar akan meningkatkan efektifitas pembakaran yang secara tidak langsung juga mengurangi kadar emisi pada gas buang pada saat kondisi kecepatan stasioner. Pada tugas akhir ini, akan dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu pengapian dan waktu injeksi yang diterapkan pada sistem pengaturan injeksi bahan bakar yang diaplikasikan pada mesin Mitsubishi 4G63 untuk mengatur waktu injeksi bahan bakar dan waktu pengapian pada saat mesin dalam kecepatan stasioner. Penelitian ini diujikan pada mesin Mitsubshi 4G63 empat silinder sebagai plant dengan kondisi kecepatan stasioner. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller memberikan waktu injeksi  yang tepat pada saat kecepatan stasioner sehingga dapat menmaksimalkan perbandingan rasio udara sebesar 14,7 :1 standar performansi mesin .

  7. Kandungan Pb Pada Daun Angsana (Pterocarpus indicus dan Rumput Gajah Mini (Axonopus.SpDi Jalan Protokol Kota Tangerang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nihayatul Inayah

    2017-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui akumulasi Pb pada daun Angsana (Pterocarpus indicus dan rumput Gajah Mini (Axonopus.Sp yang terletak dibeberapa jalan protokol Kota Tangerang. Lokasi pengambilan sampel dilakukan di Sembilan lokasi utama Kota Tangerang dan satu di lokasi permukiman. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret dan April 2009. Sampel dianalisa menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (SSA melalui metode destruksi basah. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah kandungan Pb pada daun Angsana (2.04 – 7.30 μg/g pada bulan Maret 2009 ; 1.12 – 7.61 μg/g pada bulan April 2009 dan rumput Gajah Mini (2.12 – 12.38 μg/g pada bulan Maret 2009 ; 5.89 – 10.32 μg/g pada bulan April 2009. Secara umum dapat disimpulkan bahwa Pterocarpus indicus dan Axonopus.Sp mampu mengakumulasi Pb pada kisaran 1.12-12.38 μg/g. Kandungan Pb pada daun Angsana dan rumput Gajah Mini hasil penelitian tidak mencapai 1000 ppm (μg/g. Hal ini berarti kandungan Pb pada daun Angsana dan rumput Gajah Mini di Kota Tangerang belum melampaui ambang batas toksisitasnya terhadap tanaman.

  8. Komunikasi Bisnis Lintas Budaya Sekretaris Pada Atasan (Studi Pada Alila Hotel Solo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Budi Rahayu Silintowe

    2016-12-01

    Full Text Available There are barriers in communication occurs on secretary at Alila Hotel Solo. Some of obstacles that arise are caused by some leaders or coworkers at Alila Hotel Solo are expatriates or even people in Indonesia who have different cultural backgrounds. There is a culture that affects the way everyone in conveying the message, so that there is a difference in perception between secretary and boss or other colleagues. In this study will be seen from two different viewpoints culture is low context and high context culture. This type of research is qualitative. Data collection techniques is using observation and interview methods to collect the data needed to accurately. The result show that low context and high context culture culture in cross-cultural business communication is not applied exclusively in the process of business communication at Alila Hotel Solo. Hambatan-hambatan dalam berkomunikasi terjadi pada sekretaris di Alila Hotel Solo. Beberapa hambatan yang muncul disebabkan oleh beberapa pimpinan atau rekan kerja di Alila Hotel Solo adalah expatriate atau bahkan orang Indonesia yang memiliki latar belakang budaya berbeda. Budaya mempengaruhi cara setiap orang dalam menyampaikan pesan, sehingga terdapat perbedaan persepsi antara sekretaris dengan atasan atau rekan kerja yang lain. Dalam penelitian ini akan dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda yaitu low context culture dan high context culture. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan metode observasi dan metode wawancara untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan secara akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa low context culture dan high context culture dalam komunikasi bisnis lintas budaya tidak diterapkan secara eksklusif dalam proses komunikasi bisnis di Alila Hotel Solo.

  9. Pengaruh Tipe Kepemimpinan pada Persepsi Politik dan Outcomes Organisasional dengan Ingrasiasi sebagai Variabel Pemoderasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triana Fitriastuti

    2014-06-01

    Full Text Available AbstractPerception of organizational politics has important role in the organization. It’s because many empirical findings show that perception of organizational politics have impact on performance. Many factors have contributed to the development of organizational politics. The purpose of this study are to investigate the impact of transformational and transactional leadership on perception of organizational politics and to investigate the impact of perception of organizational politics on organizational outcomes such as job satisfaction, affective commitment with ingratiation as moderating variable. The research finding that transformational leadership have negative impact on perception of organizational politics, transactional leadership have no impact on perception of organizational politics, perception of organizational politics have negative impact on job satisfaction, perception of organizational politics have no impact on affective commitment, ingratiation moderate the relationship beween perception of organizational politics and job satisfaction, ingratiation moderate the relationship between perception of organizational politics and affective commitment.Keywords:perception of organizational politics, transformational, transactional, ingratiation.AbstrakPersepsi politik organisasional memiliki pengaruh penting dalam organisasi. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan persepsi politik organisasional berpengaruh negatif pada kinerja. Persepsi politik organisasional bukan suatu hal yang terbentuk dengan sendirinya. Salah satu diantaranya adalah faktor situasional yaitu kepemimpinan atasan. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan transaksional pada persepsi politik organisasional dan menguji pengaruh persepsi politik organisasional pada outcomes organisasional seperti kepuasan kerja dan komitmen afektif dengan menggunakan ingrasiasi sebagai variabel pemoderasi. Hasil penelitian menunjukkan

  10. Analisis Parameter Ber Dan C/N Dengan Lnb Combo Pada Teknologi Dvb-S2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Pamungkas

    2013-11-01

    Full Text Available Instalasi antena parabola berfungsi untuk memudahkan pada saat pengarahan pointing antena ke satelit yang dituju. Permasalahan yang diketahui yaitu bagaimana perilaku parameter Bit Error Rate (BER dan Carrier to Noise (C/N pada LNB Combo yang menggunakan teknologi DVB-S2. Setelah instalasi antena parabola dilakukan dan sukses, maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pointing antena. Pointing antena diarahkan pada posisi satelit yang akan dituju. Satelit yang akan dituju yaitu Palapa D menggunakan frekuensi C-Band sedangkan Ku-Band diarahkan pada satelit NSS 6. Setelah pointing selesai dilakukan maka langkah selanjutnya yaitu menghubungkan dengan Digital Video Broadcasting Satellite Second Generation (DVB-S2. DVB-S2 merupakan receiver. Parameter yang diamati yaitu parameter BER dan C/N. Parameter BER merupakan perbandingan dengan jumlah bit yang diterima secara tidak benar dengan jumlah bit informasi yang ditransmisikan pada selang waktu tertentu. Parameter C/N merupakan perbandingan nilai pada carrier yang diterima dengan nilai sinyal noise yang dihasilkan dalam suatu link. Diperlukan juga Low Noise Block (LNB Combo yang berguna untuk mentransmisikan sinyal ke receiver. LNB yang digunakan merupakan LNB Combo, dimana dua buah frekuensi yakni C-Band dan KU-Band menjadi satu dalam sebuah LNB. Setelah melakukan pengukuran dan melihat hasil pengukuran, dapat disimpulkan bahwa LNB Combo berpengaruh pada sinyal C-Band yang dihasilkan, sinyal C-Band akan mengalami penurunan kualitas, ini dibuktikan dari hasil pengukuran yang telah dilakukan bahwa nilai parameter C/N dan BER pada Ku-Band lebih baik daripada nilai parameter C/N dan BER pada CBand.

  11. PERBANDINGAN PEMBAKARAN PIROLISIS DAN KARBONISASI PADA BIOMASSA KULIT DURIAN TERHADAP NILAI KALORI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kemas Ridhuan

    2016-08-01

    Full Text Available Kebutuhan energi yang terus meningkat dan ketersediaan bahan bakar yang menipis memaksa manusia untuk mencari sumber alternative bahan bakar. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu penelitian untuk memperoleh bahan bakar alternative yang dapat diperbarui seperti kulit durian, limbah kulit durian yang selama ini tidak termanfaatkan dengan baik, karena karakternya yang sukar terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karenanya diperlukan usaha untuk memanfaatkan sampah kulit durian sebagai bahan bakar alternative menggunakan metode pirolisis dan karbonisasi pada waktu penelitian ini dilakukan perlakuan yang sama untuk mengetahui perbedaanya. Pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas, sedangkan karbonisasi ialah proses pembakaran yang dilakukan  tanpa titik temperatur tertentu udara yang masuk tidak terbatas, tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh proses pirolisis dan karbonisasi pada sampah kulit durian terhadap nilai kalori yang dihasilkan. Penelitian dilakukan di Kampus II Universitas Muhammadiyah Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pirolisis dan karbonisasi, dalam proses pirolisis dengan menambahkan tabung pitot dan karbonisasi tanpa menggunakan tabung pitot. Hasil penelitian dengan metode pirolisis didapatkan temperatur tertinggi pada pitot sebesar 3980C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 3 kg bahan baku menghasilkan arang 1 kg ( 33,33% dan dari 12 kg bahan bakar menyisakan arang 4 kg ( 33,33% dihasilkan nilai kalor sebesar 5609,453 Cal/gr, sedangkan pada penelitian dengan metode karbonisasi dihasilkan temperatur pada api sebesar 4430C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 12 kg bahan baku menghasilkan arang 3,5 kg ( 29,16% pada proses karbonisasi menghasilkan nilai kalor sebesar 3418,9846 Cal/gr.

  12. AKURASI PENJEJAKAN OBJEK DALAM BERAGAM RUANG WARNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gede Sukadarmika

    2015-12-01

    Full Text Available The object trace has been a problem in estimating an object position when the object is moving due to the heavy influence of the uncertainty. Many researcher claim that color histogram is reliable feature to represent this object. . Different investigators use different color spaces in conducting research on tracking the object. So, there is no numerical comparison of the impact of the use of different color spaces to the successful tracking. This study compare the performance of tracking an object by using a different color space i.e.: RGB, HSV, and CIELAB. The performance is shown numerically by comparing the actual position of the object with the results of the estimation.

  13. Analisis Asosiasi Kultural atas Warna: Sumatera I

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mita Purbasari

    2014-10-01

    Full Text Available Analysis cultural association of color is an approach to know color from cultural side. Unlike previous studies about color, which see the color from the aspect of psychology, then this color research’s aimed to provide insight local colors based on culture. Johannes Itten’s theory of color is used as the basis theory in this research. The theory will be reflected into the cultures of Indonesia, and in this research represented by Sumatera Island. The scope of cultural colors that will be examined is textile product of traditional clothes, bride, apparel and culinary, because these products are the most closely reflection of a culture in a society where the society defines the identity of its own. This research of a qualitative method covers collecting data of study literature, interviewing the color experts, historians and artists, visiting cultural centers especially that associated with textil and culinary product. The result will be formed of morphological matrix cultural over color. Matrix of analysis will be held in arquement and proposal study, where students can use, cultivate, and maximize method of color in visual communication to achieve the contrast and balance.

  14. Efek Warna dalam Dunia Desain dan Periklanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monica Monica

    2011-10-01

    Full Text Available In daily life, color gives the spontaneous effect to psychological of people who see that color. When connected to the world of design and advertising, color could become one of the main tools to communicate the message. Therefore, the colour can conduce to increase the sales value or strengthen the image of product or corporate. Color is one of the important parts which can be an attraction of a product, artwork or design. Color provides excellence in design. Each color has difference psychological effects, so that a designer can choose and accommodate the colors with the product to be advertised. Perception of color will be different between one person to the others. It is influenced by the culture of certain countries. In some regions or countries, colors have different meanings, then it becomes the order of designers to compose colors that will be used so that appropriate to the design that will be made. 

  15. Ketidaksadaran Kolektif Akan Warna dan Bidang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anna Josefin

    2016-07-01

    Full Text Available Color and field is the basic language of every substance appearing on earth. Color and field has also become the main language in understanding a work of art. Through this journal, color and field perception in humans will be further described. Kandinsky, a color theorist, explained that certain colors have a match with a particular shape. He said it was already in the perception of the subconscious of every human being. He conducted an experiment to prove it on some random person in his residence. In this paper, the research that was conducted by Kandinsky has been redone, but the research object changed to the children. This change was made so that the data taken over may represent the initial perception of human. The goal is to prove Kandinsky theory of color and fields to the initial perception of human. By knowing the color and field perception the appreciators also can understand and look at a work of art in a different perception.

  16. ANALISIS PENGARUH RSVP TERHADAP QUALITY OF SERVICE VOIP PADA JARINGAN UMTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Suwartama

    2014-10-01

    Full Text Available Voice Over Internet Protocol (VoIP merupakan layanan komunikasi yang memungkinkan suara ditransmisikan pada infrastruktur packet switched. Untuk meningkatkan kualitas layanan VoIP dapat dilakukan dengan penggunaan Resouce Reservation Protocol (RSVP. Pada penelitian ini dilakukan simulasi untuk mengetahui pengaruh penggunaan RSVP terhadap Quality of Service VoIP yang diujikan menggunakan codec G.711 pada jaringan UMTS. Simulasi I menggunakan 4 user tanpa RSVP, simulasi II menggunakan 4 user dengan RSVP, simulasi III menggunakan 8 user tanpa RSVP, dan simulasi IV menggunakan 8 user dengan RSVP. Diperoleh hasil untuk end-to-end delay, packet loss dan jitter simulasi dengan RSVP lebih kecil daripada simulasi tanpa RSVP.

  17. ANALISIS PENGARUH SOFT HANDOVER PADA MOBILE STATION TERHADAP KUALITAS LAYANAN VOIP DI JARINGAN UMTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Fadly Nugraha

    2014-10-01

    Full Text Available VoIP memungkinkan suara ditransmisikan dengan infrastruktur packet switched yaitu dengan mengubah suara (sinyal analog menjadi format data digital. Salah satu ukuran kualitas layanan suara VoIP adalah delay, jitter, packet loss. Pada penelitian ini skenario dilakukan berdasarkan simulasi untuk mengetahui pengaruh soft handover dengan posisi Node B apabila posisi Node B searah dan tidak searah dengan lintasan yang dilalui oleh user. Dari hasil simulasi pada posisi Node B searah diperoleh selisih nilai kualitas layanan 0,10 s dan 0,4 % terhadap posisi Node B tidak searah. Untuk nilai kualitas layanan pada hasil simulasi masih sesuai dengan standar yang ditetapkan ITU-T G.114

  18. IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA KONSEP ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA MENGGUNAKAN TWO-TIER MULTIPLE CHOICE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Septiana

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap miskonsespsi siswa mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria menggunakan two-tier multiple choice. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik Sekolah Menengah Atas ddi Jakarta pada tahun ajaran 2013-2014 yang berjumlah 35 orang siswa. Data tes diagnostik dikumpulkan menggunakan two-tier multiple choice untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa ke dalam paham konsep, miskonsepsi, tidak paham dan menebak (4 kategori. Hasil menunjukkan 31.12% peserta didik mengalami miskonsepsi pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria sedangkan sisanya didominasi oleh kategori tidak memahami.

  19. APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN PERAMBATAN BALIK PADA PENGENALAN ANGKA TULISAN TANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widyadi Setiawan

    2009-05-01

    Full Text Available Pengenalan Angka terlihat sederhana bagi manusia, namun menjadi tugas yang sangat sulit bagi program komputer untuk menyelesaikannya. Pengenalan angka secara otomatis menjadi sangat vital pada berbagai aplikasi seperti aplikasi pengolahan check dan pengolahan dokumen keuangan lainnya pada bank. Pada penelitian ini, sistem yang dikembangkan melibatkan Jaringan Syaraf Tiruan Perambatan Balik (Neural Network Backpropagation. Jaringan dilatih memakai algoritma pelatihan terbimbing, dengan memasukkan sampel-sampel digit yang bervariasi yang dilakukan secara berulang-ulang. Hasil yang didapat berupa parameter unjuk-kerja optimal sistem pengenalan tulisan tangan angka sebesar 80,31 %.

  20. BIOAKUMULASI KADMIUM PADA IKAN BANDENG DI TAMBAK DUKUH TAPAK SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NKT Martuti

    2017-03-01

    Full Text Available Dukuh Tapak merupakan muara dari Sungai Tapak yang sebagian besar wilayahnya berupa pertambakan ikan bandeng. Berkembangnya industri di daerah aliran sungai (DAS Tapak, mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas perairan Tapak akibat adanya pencemaran limbah yang mengandung logam berat. Penurunan kualitas perairan tersebut akan mempengaruhi kualitas ikan bandeng yang dipelihara pada tambak-tambak di Dukuh Tapak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Cd dalam air dan ikan bandeng di tambak Dukuh Tapak Semarang. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan analisis komparatif. Analisis kadar Cd menggunakan AAS. Kandungan Cd pada air Sungai Tapak 0,004mg/l, nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan PPRI No.82 Tahun 2001 yaitu sebesar 0,01mg/l. Rerata kandungan Cd pada air tambak Tapak 0,0045mg/l, melebihi ambang batas yang ditetapkan KepMen LH No.51 Tahun 2004 yaitu sebesar 0,001mg/l. Rerata kandungan Cd pada daging ikan bandeng di ketiga stasiun adalah 0,01mg/l, masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan SNI 7287:2009 yakni sebesar 0,1 mg/kg. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan Cd pada air tambak Tapak melebihi ambang batas yang sudah ditentukan, namun kandungan Cd pada ikan bandeng masih berada di bawah ambang batas. Meskipun demikian, perlu diwaspadai keberadaan logam berat Cd karena logam berat bersifat toksik dan akumulatif.District Tapak is an estuary of Tapak river which most of the area is formed of milk fish aqua farming region. Tapak watershed industry growth has affected in Tapak water degradation quality. Due to waste contamination containing heavy metals. It affects the quality of breeding milk fish. This research aims to discover Cadmium (Cd content both in watershed and milk fish in district Tapak, Semarang. This observational analytic research using comparative analysis, purposive random sampling method. Data analysis method using AAS. Cadmium (Cd content in Tapak

  1. PEMBENTUKAN LEMBAGA LUMBUNG DESA DI GROBOGAN PADA AWAL ABAD XX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Hartatik

    2011-10-01

    Full Text Available Grobogan was regency directly ruled by Dutch Colonial government. At that time this regency was identified as a poor region. The poverty was mainly caused by unstable food supply. The aim of this research is to describe village economy institution in forming Village Barn as a tool for creating stability in food supply. The research focused on Grobogan regency, Central Java in the early of the 20th century. This research used historical sources especially the secondary ones in the form of monograph and other printed sources. The research found out that before establishing Village Barn Institution, the condition of Grobogan people was under instability of food supply. But then, after Village barn was formed, the condition of instability in food supply ended. In conclusion, the Forming of Village Barn influenced the food supply stability. So, it is strongly suggested that Village Barn can be revitalized again nowadays.   Key word: village barn, food supply, poverty, stability, instability, institution  Grobogan adalah Kabupaten yang secara langsung diatur oleh pemerintah Kolonial Belanda. Pada waktu itu Kabupaten ini diidentifikasi sebagai satu daerah lemah. Kemiskinan sebagian besar disebabkan oleh persediaan makanan yang tidak stabil. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan institusi ekonomi desa beurpa pembentukan Lumbung Desa sebagai satu alat untuk menjaga ketahanan pangan. Penelitian yang difokuskan di Grobogan, Jawa Tengah pada awal 20   abad. Penelitian ini menggunakan sumber historis dan sumber sekunder beurpa monograf dan sumber tercetak yang lain. Hasil penelitian menunjukkan sebelum mendirikan Institusi Lumbung Desa, kondisi orang-orang Grobogan di bawah ketidakstabilan dari barang persediaan makanan. Akan tetapi, setelah Lumbung Desa dibentuk, kondisi ketidakstabilan di barang persediaan makanan berakhir. Kesimpulannya, Pembentukan Lumbung Desa mepengaruhi kemantapan barang persediaan makanan. Sehingga, betul

  2. PROSES REPRESENTASI SIMBOL MATEMATIKA PADA PROSES BERMAIN ANAK TK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Kusuma Sulyandari

    2017-01-01

    Full Text Available This study aims to determine the representation of children in kindergartens of the objects and symbols of numbers 1 to 10 when playing activities. So the mathematical activity in appropriate with the child's development. This study uses qualitative descriptive by Moleong. The collection of data through observation, interviews, photo and recording. To check the validity of researchers used data triangulation of data sources, theory and methodology. Results of the study is that children need visual in process representation. They need to understand the concept of visualization when many objects, counting objects, understand the numbers 1 to 10. Children are not able to think abstractly. Representation of children has not been perfect. Method of learning in kindergarten helps learning to count and recognize numbers. Especially if done with playing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses representasi anak TK pada simbol matematika bilangan asli 1 sampai 10 pada proses bermain sehingga pembelajaran matematika sesuai dengan perkembangan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa foto serta perekaman. Teknik analisis data yang digunakan pada saat penelitian adalah analisis deskriptif untuk mengecek keabsahan peneliti menggunakan data triangulasi sumber data, teori, dan metodologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia TK membutuhkan visual dalam aktivitas representasi. Anak-anak membutuhkan bantuan visual saat memahami konsep banyak benda, menghitung benda, memahami bilangan 1 sampai 10. Hal ini dikarenakan anak usia TK masih belum dapat berpikir secara abstrak sehingga representasi anak usia TK masih belum sempurna. Penggunaan metode pembelajaran tematik terpadu di TK mempermudah pembelajaran berhitung dan mengenal angka terlebih jika dilakukan dengan bermain.

  3. Dinamika Pusat Rotasi Fluida pada Proses Difusi Penggabungan Vorteks

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Wijaya Sunu

    2008-01-01

    Full Text Available This research aims to analyze effect of vortex position at center of fluid gyration on diffusion process of vortex merging. This research was done experimentally in a water tank. Vortex was generated with suck fluid through a channel at underside of tank with pump. The distance of the vortex to center of gyration was varied as 4, 6, 8, 10 cm. Data taken with measuring each vortex radius and distance of vortex separation. The result of research showed that vortex residing in centered of fluid rotation has longer diffusion time compared with vortex residing eccentrically and it becomes dominant vortex in process of merging. This matter caused by existence of conservation of angular momentum and influence of shear stress during rotation of vortex. Increase of distance of vortex separation will cause increase diffusion time so that the transport phenomenon will be predominated by diffusion process. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh posisi vortex pada pusat rotasi fluida terhadap proses difusi penggabungan vortex. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen pada sebuah tangki air. Vortex dibangkitkan dengan menghisap fluida melalui saluran pada bagian bawah tangki dengan pompa. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan jarak terhadap pusat rotasi yaitu 4, 6, 8, 10 cm. Data diambil dengan mengukur radius masing-masing vortex dan jarak kedua vortex. Hasil penelitian menunjukan bahwa vortex yang berada dipusat perputaran fluida memiliki waktu difusi yang lebih panjang dibandingkan vortex yang eksentris dan menjadi vortex dominan dalam proses penggabungan. Hal ini disebabkan adanya kekekalan momentum angular dan pengaruh tegangan geser selama rotasi vortex. Peningkatan jarak kedua vortex akan menyebabkan peningkatan waktu difusi sehingga transport fenomena akan didominasi oleh proses difusi. Kata kunci: Penggabungan vortex, waktu difusi, jarak vortex.

  4. UJI PERFORMANSI OPENPGP PADA KOMUNIKASI DATA WEB SERVICE BERBASIS RESTFULL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zaien

    2016-04-01

    Full Text Available The exchange of data in distributed systems that communicate using Web Service must happen , so that sensitive data will also be redeemed. Sensitive data is supposed to be secret , but when the data is transferred using a Web Service can be known, so OpenPGP encryption used to maintain the confidentiality of the data. Securing the transfer of data to using the OpenPGP encryption standard may have an impact on the performance of Web Service response time and durability in the server serving the request , so need to known the impact with testing and analysis of variance on test results . Implementation of OpenPGP to secure the transfer of data on Web Service resulting in increased response time of Web Service but the response time can still be tolerated , and this application does not significantly affect the resilience of the server serving the request . Keywords: Web Service , RESTful, OpenPGP, Security Pertukaran data pada sistem tersebar yang berkomunikasi menggunakan Web Service pasti terjadi, sehingga data yang bersifat sensitif pun juga akan ditukarkan. Data yang bersifat sensitif ini seharusnya dirahasiakan tetapi ketika ditransfer menggunakan Web Service data tersebut dapat diketahui. Sehingga diterapkan OpenPGP untuk menjaga kerahasiaan data. Pengamanan transfer data menerapkan standar enkripsi OpenPGP dapat berdampak pada performa waktu response Web Service dan ketahanan server dalam melayani request, sehingga perlu diketahui dampak tersebut dengan melakukan pengujian dan analisis varian dari hasil pengujian. Penerapan OpenPGP untuk mengamankan transfer data pada Web Service mengakibatkan bertambahnya waktu response Web Service tetapi waktu response tersebut masih dapat ditoleransi, dan penerapan ini tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap ketahanan server dalam melayani request. Kata kunci: Web Service , RESTful, OpenPGP, Keamanan

  5. Tingkat Pengetahuan dan Persepsi terhadap Shisha pada Mahasiswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhimas Nirwana Yudha

    2014-08-01

    Full Text Available Isu yang berkembang terkait pengetahuan dan persepsi seorang calon tenaga kesehatan memengaruhi keberhasilan pelayanan kesehatan dalam menjawab tantangan di masyarakat nantinya. Shisha (rokok dari Timur Tengah mulai marak di Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap shisha pada mahasiswa reguler tahap akademik Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan rancangan potong lintang. Sampel penelitian adalah mahasiswa dari tiga program studi yang dilakukan pada bulan September - Oktober 2013. Jumlah responden sebanyak 72 mahasiswa ilmu keperawatan, 74 mahasiswa gizi dan kesehatan dan 258 mahasiswa pendidikan dokter. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Analisis dilakukan dengan uji Mann-Whitney U dan uji-t. Hasil analisis statistik menunjukkan tingkat pengetahuan terhadap shisha pada mahasiswa dikategorikan kurang, sedangkan persepsi dikategorikan cukup. Hasil analisis uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap shisha antar kelompok program studi (p=0,05. Knowledge and perception of medical student toward issue influence their health service to challenge in public. Shisha (cigarette from middle east increasingly widespread in Yogyakarta. This study was aimed to assess the knowledge and perception of undergraduate students toward shisha at the Faculty of Medicine Gadjah Mada University. This study was descriptive and cross sectional study. It was undertaken in three study programs in September to October 2013. The respondents consisted of 72 of nursing students, 74 nutritionist student and 258 medicine students. The data were collected by questionnaires. Data was analysed by Mann-Whitney U-test and t-test. The result showed knowledge about shisha of the student was mostly rated as low, while perceptions toward shisha was rated as enough. The comparation analysis showed that

  6. BIBLIOGRAFI SEJARAH KESEHATAN PADA MASA PEMERINTAHAN HINDIA BELANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mumuh Muhsin Z.

    2012-07-01

    Full Text Available History of health recently began to receive attention in Indonesia. One of the ways to trace them is through bibliographic study. Publications issued in the past, particularly in the colonial period, whether it be books, journals, magazines, newspapers can become an access to know and reconstruct the history of health in Nusantara. The purpose of this study is to inventory and identify a number of publications that appeared in the past by first described its historical context. The method used in this study is the historical method. The conclusion showed that the availability of bibliographic resources on the history of health in Indonesia is quite a lot that can be used to reconstruct the Indonesian health conditions in the colonial period. Knowledge of medical history is very useful to see the change, continuity, parallelism, and comparison of health problems in various places and at different periods. Key words: bibliography, medical history, the Netherlands-Indie   Sejarah kesehatan belakangan ini mulai mendapat perhatian di Indonesia. Untuk menelusurinya di antaranya adalah melalui pengkajian bibliografis. Publikasi-publikasi yang diterbitkan pada masa lalu, khususnya masa kolonial,  baik berupa buku, jurnal, majalah, surat kabar bisa menjadi akses untuk mengetahui dan merekonstruksi masa lalu kesehatan di Nusantara. Tujuan penelitian ini adalah menginventarisasi dan mengidentifikasi sejumlah publikasi yang terbit pada lalu dengan terlebih dahulu diuraikan konteks sejarahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Simpulannya adalah ketersediaan sumber bibliografis mengenai sejarah kesehatan di Indonesia yang cukup banyak itu dapat digunakan untuk merekonstruksi kondisi kesehatan di Indonesia masa kolonial. Pengetahuan sejarah kesehatan ini sangat berguna untuk melihat perubahan, kesinambungan, paralelisme, dan perbandingan masalah kesehatan di berbagai tempat pada berbagai periode. Kata kunci: bibliografi

  7. EVALUASI PENGGUNAAN KAMERA NON METRIK PADA FOTOGRAMETRI JARAK DEKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dimas Ricky Pratama

    2015-02-01

    Full Text Available Citra yang ideal adalah citra yang merepresentasikan obyek secara sempurna tanpa terjadi degradasi kualitas. Namun tidak ada lensa yang dapat memnuhi  hal tersebut. Kemampuan lensa dikatakan maksimum apabila sebuah lensa mereproduksi citra dari sebuah obyek hingga mencapai titik di mana detail citra sudah tidak dapat lagi direproduksi dari obyek. MTF (modulation transfer function diukur sebagai patokan kemampuan lensa untuk membedakan antara daerah gelap dan terang pada obyek. Standar optik untuk pengukuran MTF menggunakan unit frekuensi spasial disebut ”line pair per millimeter” atau lp/mm. Dengan mengetahui nilai MTF, sebuah citra dengan degradasi kualitas dapat ditingkatkan kualitasnya. Kecerahan merupakan salah satu faktor penting dalam hasil MTF. Peningkatan kontras dengan meningkatkan perbedaan kecerahan antara obyek dan latar belakang benda dapat memberikan perbedaan informasi yang didapat. Manipulasi kontras dilakukan sebagai peregangan kontras dengan meningkatkan perbedaan kecerahan yang seragam di seluruh dynamic range dari citra.   Dari informasi MTF suatu lensa dan perubahan nilai kontras dengan teknik contrast stretching akan menghasilkan sebuah citra dengan peningkatan kualitas sehingga interpretasi citra tersebut lebih fleksibel untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan.Sebuah citra digital harusnya memiliki tingkat kecerahan yang optimum yaitu mulai dari gelap  sampai terang. Hal tersebut ditandai dengan nilai digital number citra yang memiliki range 0 – 225. Dari hasil penelitian penggunaan kamera Canon Powershot A2200 menunjukkan perubahan digital number pada citra hasil perekaman yang sebelumnya memiliki rentang 10 - 255 untuk band merah dan biru menjadi  0 – 255 pada semua band dengan peningkatan nilai mean untuk tiap – tiap band : Red(115.2 menjadi 127.1, Green(111.4 menjadi 126.9 dan Blue(93.9 menjadi 129.5. Peningkatan nilai digital number tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan kecerahan dari citra

  8. PENDEKATAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SMA KELAS XI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akbar Wahyu Riyadi

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan penggunaan pendekatan pendidikan multikultural pada pelajaran Sosiologi SMA kelas XI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di SMAN 4 Purworejo. Data dikumpulkan melalui metode pengamatan dan wawancara dengan guru Sosiologi SMAN 4 Purworejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Pendekatan Pendidikan multikultural yang dilakukan oleh guru sosiologi SMA menekankan pada tiga bentuk: optimalisasi peran rasionalitas bagi siswa, praktek dan pembiasaan perbedaan pendapat. Pendekatan ini tepat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran pada materi kelompok sosial dalam masyarakat multikultural. Kendala dalam pelaksanaan pendekatan multikultural di SMA adalah, alokasi waktu pertemuan, konsentrasi siswa dalam menerima materi pelajaran yang berhubungan dengan multikultural, keterbatasan media pembelajaran yang digunakan saat pembelajaran serta minat siswa dalam belajar. Hal ini membuat guru bekerja ekstra untuk membuat variasi dalam pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar dapat berhasil dengan baik.The objective of this article is to describe the use of multicultural education approach to the study of sociology for senior high school student class XI. This study is a qualitative study conducted in SMAN 4 Purworejo. Data were collected through a method of observation and interviews with teachers of Sociology. The results show that the characteristics of a multicultural approach to education implemented by high school sociology include three forms: teacher’s emphasis on the optimization of students’ rationality, practice and dissent habituation. This approach is appropriate for the learning activities on material of social groups in multicultural societies. Constraints in the implementation of a multicultural approach in high school include time allocation, student’s concentration, the limitations of instructional media used during the learning process

  9. KADAR APOLIPOPROTEIN B 100 SERUM PADA PENDERITA NEFROPATI DIABETIKUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Decroli

    2015-09-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Apolipoprotein B 100 serum pada penderita nefropati diabetikum. Metode penelitian ini dengan desain cross sectional yang bersifat deskriptif analitik. Populasi adalah semua pasien yang menderita diabetes mellitus tipe 2 yang dirawat di bagian penyakit dalam atau kontrol ke poliklinik khusus metabolik endokrin RSU Dr. M. Djamil Padang. Sampel penelitian adalah pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan proteinuria positif yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi yang diambil secara konsekutif. Sampel penelitian diambil dari darah vena dalam keadaaan puasa selama 12 jam. Pemeriksaan apolipoprotein B 100 serum dilakukan di laboratorium klinik swasta, dengan menggunakan metode imunoturbidimetri. Albumin creatinin ratio merupakan perbandingan kadar albumin urin terhadap kreatinin urin dengan metode pemeriksaan imunoturbidimetri. Pada penelitian ini didapatkan rerata kadar Apolipoprotein B 100 serum yaitu 86,10 mg/dl (nilai normal 66-101 mg/dl dengan standar deviasi 27,997. Simpulan: Tidak terdapat peningkatan kadar apolipoprotein B 100 serum pada penderita nefropati diabetikum.AbstractThis study aims to examine Apolipoprotein B 100 serum level in diabetic nephropathy patient. Study design was cross sectional with analytic descriptive. Population is all type 2 diabetes mellitus inpatient and outpatient in internal medicine M Djamil hospital. Sample is all type 2 diabetes mellitus consecutive patient with positive proteinuria and fullfilled inclusion and exclusion criteria. Vein blood was taken after 12 hours-fasting. Apolipoprotein B 100 serum check at non-governmental laboratory by immunoturbidimetry methode. Albumin creatinin ratio check by immunoturbidimetry methode. Result: Apolipoprotein B 100 serum level is 86.10 mg/dl (normal value 66-101 mg/dl with standar deviation 27.997. Conclusion: There is no significant enhancement of apolipoprotein B 100 serum level in diabetic nephropathy patient.

  10. AKANKAH ORIENTASI PENGAWASAN SUPERVISOR BEREFEK PADA KINERJA TENAGA PENJUAL?

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Mursid

    2011-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebuah model yang berorientasi mengontrol (mengontrol dari hasil, aktivitas, dan kemampuan, berorientasi pada pengaruh kinerja, menganalisis kinerja dan pengaruhnya untuk motivasinya dalam bekerja keras dan untuk menganalisis pengaruh motivasi dalam bekerja keras terhadap sales-people. Model dari penelitian ini dikembangkan dalam enam variabel: mengontrol dari hasil, aktivitas dan capibility, orientasi kinerja, motivasi bekerja keras dan kinerja sales-people. Data yang dikumpulkan, diambil dari 100 responden sales-people dari perusahaan pelayaran di Semarang yang dianalisis oleh alat persamaan struktural pemodelan pada program amos 4.01. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua hipotesis diterima. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dari orientasi mengontrol (mengontrol dari hasil, aktivitas, dan kemampuan memiliki pengaruh yang signifikan untuk orientasi kinerja. Hasil juga menunjukkan bahwa orientasi kinerja telah berpengaruh pada kinerja sales-people secara signifikan.The primary objective of this research is to analyze a model of controls orientation (controls of outcome, activity and capability influence to performance orientation, to analyze performance orientation influences to working hard motivation and to analyze working hard motivation influences to salespeople performance. Moreover the model of this research developed in six variables are: controls of outcome, activity and capibility, performance orientation, working hard motivation and salespeople performance. The data were collected from 100 respondents of salespeople of shipping company in Semarang analyzed by tool of Structural Equation Modeling on AMOS 4.01 program. Based on the result of this research showed that all hypothesis are accepted. The result of the data analysis showed that controls orientation (controls of outcome, activity and capability have a significant influence to performance orientation. The result

  11. Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Depresi pada Penderita Dispepsia Fungsional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuriko Andre

    2013-05-01

    Full Text Available AbstrakKetidakteraturan makan seperti kebiasaan makan yang buruk, tergesa-gesa, dan jadwal yang tidak teratur dapat menyebabkan dispepsia. Penderita depresi harus ditangani dengan sungguh-sungguh karena dikhawatirkan penderita depresi sangat tidak memperhatikan kesehatan dirinya seperti tidak mematuhi pola makan atau pola makannya menjadi tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian depresi pada penderita dispepsia fungsional. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah 40 orang penderita dispepsia fungsional. Penelitian dilakukan di kota Padang dengan menggunakan data pasien dispepsia fungsional bulan Januari-Desember 2011. Pengumpulan data dilakukan pada periode Juni-November 2012 dan pengolahan data dilakukan dengan uji korelasi menggunakan sistem komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan nilai peluang Odd Ratio (OR dengan Confidence Interval (CI 95% pada penderita depresi berpeluang sebesar 4.500 kali lebih besar memiliki pola makan tidak teratur dibandingkan dengan tidak depresi serta menunjukkan derajat hubungan yang cukup kuat dengan tarif signifikansi (p 0.025 (p < 0.05. Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian depresi pada penderita dispepsia fungsional.Kata kunci: pola makan, depresi, dispepsia fungsionalAbstractIrregularity of meals as poor eating habits, unhurried, and irregular schedules may cause dyspepsia. Patients with depression should be treated seriously because it was feared people with depression do not pay attention to their own health so as not to comply with the diet or eating patterns become irregular. The aim of this study is to determine the relationship of diet to the incidence of depression in patients with functional dyspepsia. The research is analytic cross sectional design. The subjects were 40 people of functional dyspepsia patients. The study was conducted in the Padang City with functional

  12. PENGENDALIAN HAMA PADA TANAMAN KUBIS DENGAN SISTEM TANAM TUMPANGSARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Seto Pandu Kristanto

    2013-08-01

    Full Text Available [ENGLISH]The research of pest control at cabbage plant by inter cropping system was done at Semboro village, Semboro town, Jember Regency. The aim of this research is to find out the most effective inter cropping system to overcome the cabbage plant’s pest problem. This research uses randomized block design (RBD with six treatments and each treatment is repeated five times. The treatments are planting monoculture cabbage, inter cropping cabbage with chili, inter cropping cabbage with marigold, inter cropping cabbage with sweet basil, inter cropping cabbage with eggplant, and inter cropping cabbage with tomato. The results shows that none of the treatments are sufficienly effective to reduce the population of both caterpillar pest, Crociodolomia binotalis or Plutella xylostella. The average population of Crociodolomia binotalis at cabbage with sweet basil’s inter cropping is lower than monoculture cabbage that is 0,89 tail/plant. The average population of Plutella xylostella for each treatment did not give a substantial different. The inter cropping of cabbage with sweet basil produces the highest weight per crop, that is 1,11 Kg/krop with grade II crop quality. Keywords: Cabbage; Crocidolomia binotalis; Plutella xylostella; inter cropping  [INDONESIAN] Penelitian pengendalian hama pada kubis dengan sistem tanam tumpangsari dilakukan di desa Semboro Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis tumpangsari yang efektif dalam mengendalikan hama tanaman kubis. Rancangan yang dipergunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan enam perlakuan dan diulang sebanyak lima kali. Perlakuan yang digunakan yaitu penanaman kubis monokultur, kubis tumpangsari dengan cabai rawit, kubis tumpangsari dengan kenikir, kubis tumpangsari dengan selasih, kubis tumpangsari dengan terung, dan kubis tumpangsari dengan tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan tidak efektif dalam

  13. DETEKSI GEN-GEN PENYANDI FAKTOR VIRULENSI PADA BAKTERI VIBRIO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ince Ayu Khairani Kadriah

    2011-04-01

    menggunakan isolat bakteri yang diisolasi dari budidaya udang windu di berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Jawa. Pada penelitian ini digunakan primer spesifik untuk mendeteksi gen-gen virulen toxR gene, hemolysin (vvh gene, dan GyrB gene dengan metode PCR. Dari 35 isolat yang diisolasi, 20 isolat terdeteksi memiliki gen virulensi dan 8 di antaranya memiliki dua gen virulen. Spesies bakteri yang memiliki gen virulen adalah: V.harveyi, V. parahaemolyticus, V. mimicus, dan V. campbelli

  14. Maksilektomi Inferior pada Karsinoma Sel Skuamosa Palatum Durum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukri Rahman

    2016-01-01

    Full Text Available Abstrak          Karsinoma Palatum Durum adalah keganasan daerah kepala dan leher yang jarang terjadi dimana setengah diantaranya merupakan Karsinoma Sel Skuamosa. Pada fase awal keganasan ini dapat bersifat asimptomatis namun dapat juga menimbulkan gejala berupa ulkus yang terasa nyeri pada perkembangan penyakitnya. Operasi maksilektomi inferior merupakan salah satu pilihan tindakan yang dapat dilakukan dalam tatalaksana kasus ini, diikuti oleh pemberian radioterapi. Kasus ini dibuat untuk memahami penatalaksanaan karsinoma palatum durum. Dilaporkan kasus seorang laki-laki 45 tahun dengan diagnosis Karsinoma Sel Skuamosa Palatum Durum (Well to Moderately Differentiated Keratinized stadium IVa (T4aN0M0 dilakukan operasi maksilektomi inferior, namun tidak diikuti dengan radioterapi karena pasien menolak. Maksilektomi inferior merupakan pilihan pembedahan pada tumor yang terbatas pada palatum, lantai sinus maksila dan kavum nasi. Prognosis karsinoma sel skuamosa palatum durum cukup baik dan angka harapan hidup lima tahun akan bertambah bila dilakukan operasi diikuti dengan pemberian radioterapi. Kata kunci: Karsinoma sel skuamosa, maksilektomi inferior, radioterapi AbstractCarcinoma of the hard palate is a rare head and neck cancer in which half of it was Squamous Cell Carcinoma. In the initial phase of this malignancy may be asymptomatic, but can also cause symptoms such as painful ulcers in the development of the disease. Inferior maxillectomy is one of the choice of operation that can be performed, followed by radiotherapy to understand the management of carcinoma of the hard palate. Reported one case of a man 45 years old with diagnosis Squamous Cell Carcinoma of hard palate (Well to Moderately Differentiated Keratinized stage IVa (T4aN0M0 treated by inferior maxillectomy surgery, but not followed by radiotherapy because the patient refused. Inferior Maksilektomi is a surgical option in tumor that limited to the palate, floor of the

  15. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PERILAKU KEBERAGAMAAN PADA MASA KESULTANAN SAMBAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isyatul Mardiyati

    2011-12-01

    Dari perspektif sejarah, Kesultanan Sambas memiliki sumbangan yang signifikan terhadap keragaman kerajaan di kepulauan Indonesia. Sementara itu dari sisi pendidikan kerajaan ini juga memberikan kontribusi bagi transmisi dunia keilmuan di kepulauan Indonesia dalam konteks perkembangan pendidikan Islam sebagai jaringan intelektual (genealogi intelektual yang pada gilirannya mempengaruhi intensifikasi Islamisasi peradaban Islam di Indonesia. Salah satu peran pendidikan Kesultanan Sambas adalah keberhasilannya dalam meng­hasil­kan putra terbaik dalam dunia Melayu dan Islam, seperti Putra Mahkota Indra, Ahmad Khatib Sambas, dan H.M. Basyuni Imran. Kajian ini akan mengungkap perkembangan sejarah ilmu di Kesultanan Sambas, baik di dalam maupun luar Kesultanan Sambas.

  16. Hubungan Intensitas Menggunakan Facebook dengan Kecenderungan Nomophobia pada Remaja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ria Wahyuni

    2017-07-01

    dengan korelasi sebesar R=0,272 dengan taraf signifikansi 0,000 (p < 0,05, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara intensitas penggunaan facebook dengan kecenderungan menjadi nomophobia pada remaja. Hal ini berarti tinggi rendahnya intensitas penggunaan facebook berhubungan dengan kecenderungan menjadi nomophobia. Selanjutnya nilai sumbangsih variabel intensitas penggunaan facebook terhadap variabel kecenderungan menjadi nomophobia adalah 7,4%, sisanya 92,6% di pengaruhi oleh variabel lain. Kata kunci: intensitas penggunaan facebook, menjadi nomophobia, remaja.

  17. Studi Numerik Peningkatan Cooling Performance pada Lube Oil Cooler Gas Turbine yang Disusun Secara Seri dan Paralel dengan Variasi Kapasitas Aliran Lube Oil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annis Khoiri Wibowo

    2014-09-01

    Full Text Available Salah satu komponen pada gas turbine adalah lube oil cooler yang berfungsi sebagai heat exchanger untuk mendinginkan temperatur lube oil. Pemasangan tiga lube oil cooler type-Z compact heat exchanger pada susunan seri dan paralel berdampak pada cooling capacity lube oil cooler. Uniformity flow rate pada masing-masing tube merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi cooling capacity dari lube oil coole. Oleh karena itu dilakukan simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD untuk mengkaji pengaruh pemasangan susunan tiga lube oil cooler secara seri dan paralel dengan variasi kapasitas lube oil terhadap performance lube oil cooler. Pemodelan domain dilakukan dengan 3 dimensi pada sisi eksternal dan internal. Simulasi pada sisi eksternal dilakukan untuk memperoleh nilai koefisien heat transfer pada masing-masing baris tube. Selanjutnya, nilai koefisien heat transfer yang didapat pada sisi eksternal digunakan sebagai kondisi batas wall convection pada masing-masing baris tube untuk simulasi internal flow dengan variasi flow rate lube oil 30 gpm, 50 gpm, 74 gpm. Dari hasil simulasi, susunan cooler seri menghasilkan cooling capacity yang lebih baik dari pada susunan cooler paralel pada kapasitas lube oil yang sama. Hal tersebut terjadi karena flow ratio lube oil untuk masing-masing tube pada susunan cooler seri lebih seragam dari pada susunan cooler paralel. Keseragaman flow rate pada masing-masing tube ditunjukkan dengan kecilnya standard deviasi flow ratio. Kapasitas 50 gpm memiliki standard deviasi flow ratio sebesar 0,46 untuk susunan seri dan 0,75 untuk susunan paralel. Semakin besar kapasitas lube oil maka distribusi flow rate pada masing-masing tube semakin tidak seragam. Selain itu susunan cooler seri memiliki pressure drop yang lebih besar dari pada susunan cooler paralel. Pemasangan susunan cooler dengan kapasitas 30 gpm memiliki tingkat keseragaman yang paling tinggi ditunjukkan dengan standard deviasi flow ratio pada masing-masing tube yang

  18. Perancangan Sistem Surge Absorber Untuk Mencegah Terjadinya Waterhammer Pada Pipeline Sistem Pendistribusian Avtur Di DPPU Pertamina - Bandara Ngurah Rai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Dwi Sulaksono

    2013-03-01

    Full Text Available Aliran fluida transient erat kaitannya dengan fenomena fluida yang dikenal dengan water hammer. Water hammer yang tidak terkendali dapat berakibat buruk pada instalasi sistem perpipaan. Untuk menghindari dampak buruk keberdaan water hammer dapat dilakukan dengan cara memasang komponen perpipaan, salah satunya adalah surge absorber. Sehubungan dengan rencana pengembangan jalur perpipaan serta penambahan kapasitas pompa DPPU Pertamina maka diperlukan kajian mengenai performansi surge absorber yang telah terpasang dan surge absorber yang dibutuhkan untuk mencegah water hammer pada header pit sistem perpipaan DPPU Pertamina yang baru. Kajian tersebut dilakukan dengan cara membuat simulasi yang menmggunakan Method Of Characteristic untuk menyelesaikan persamaan dasar water hammer. Dari hasil kajian yang telah dilakukan, diketahui bahwa delapan buah surge absorber yang terpasang pada sistem perpipaan DPPU Pertamina memiliki volume gas yang masih berada pada range kerjanya . Sedangkan untuk mengatasi water hammer pada jalur pipa tambahan, diperlukan penambahan 4 buah surge absorber yang diletakkan pada sistem perpipaan yang baru.

  19. IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (Studi pada Sekolah -sekolah di Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puput Pujatama

    2014-08-01

    Full Text Available Implementasi Kurikulum 2013 membawa perubahan dalam proses pembelajaran.Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 65 Tahun 2013 tentang StandarProses Pendidikan Dasar dan Menengah mengisyaratkan tentang perlunyaproses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifik.Pendekatan saintifik diberlakukan pada semua mata pelajaran untuk semua jenjang.Penerapan pendekatan saintifik tentu dapat menimbulkan kesulitan-kesulitantersendiri, terutama pada mata pelajaran non eksak seperti mata pelajaran IPS.Penelitian ini berusaha untuk melakukan studi terhadap Implemantasi Kurikulum2013 pada mata pelajaran IPS di SMP-SMP wilayah Kota Semarang yang sudahmelaksanakan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini mengunakanpendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakandalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Secara umum implementasi Kurikulum 2013 padamata pelajaran IPS di SMP-SMP wilayah Kota Semarang menggunakan pendekatanimplementasi kurikulum Mutual Adaptation, guru guru IPS masih mengalamibeberapa kendala dan menyesuaikan dengan kondisi riil dilapangan. hal ini dibuktikandalam melaksanakan pembelajaran guru-guru IPS memang sudah menggunakanpendekatan saintifik, namun sebagian besar pembelajaran IPS hanya terjadidi dalam kelas sehingga kurang memberikan pengalam belajar secara konkret bagipeserta didik. Implementation of Curriculum 2013 brought a change in the learning process. Regulation ofthe Minister of Education and Culture Number 65/2013 about Standard Process Primaryand Secondary Education hinted on the need for the learning process guided by the rules ofscientific approach. Scientific approach is applied to all subjects for all levels. The applicationof scientific approach certainly can cause its own difficulties, especially in subjects such noninexact social studies. This study sought to conduct a study of 2013 Implementation

  20. Perbandingan Lima Garis Referensi Dari Posisi Horizontal Bibir Atas Dan Bibir Bawah Pada Mahasiswa FKG Dan FT USU Suku Batak

    OpenAIRE

    Lokanata, Shieny

    2014-01-01

    Fakultas Kedokteran Gigi Departemen Ortodonti Tahun 2013 Shieny Lokanata Perbandingan Lima Garis Referensi dari Posisi Horizontal Bibir Atas dan Bibir Bawah pada Mahasiswa FKG dan FT USU Suku Batak x + 37 halaman Kalangan modern telah menempatkan penampilan fisik sebagai sesuatu yang sangat diutamakan sehingga ilmu ortodonsia tidak hanya terfokus pada susunan gigi dan rahang tetapi juga pada estetis wajah yang dipengaruhi jaringan lunak individu. Bibir merupakan ...

  1. POTENSI DARI KAPANG Aspergilus niger, Rhizophus oryzae DAN Neurospora sitophila SEBAGAI PENGHASIL EZIM FITASE DAN AMILASE PADA SUBSTRATE AMPAS TAHU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atit - Kanti

    2017-02-01

    Full Text Available Penambahan enzim hidrolisis untuk pakan ternak dapat meningkatkan nilai nutrisi pakan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal untuk produksi enzim amilase dan fitase pada media ampas tahu menggunakan Aspergilus niger, Rhizophus oryzae dan Neurospora sitophila. Uji kemampuan produksi enzim fitase dan amilase oleh Aspergilus niger, Rhizophus oryzae dan Neurospora sitophila dilakukan menggunakan media ampas tahu yang disterilisasi. Pemilihan ketiga isolat ini diawali dengan uji produksi enzim amilase pada kultur cair yang mengandung 2 % pati, dan uji fitase dilakukan pada media yang mengandung 0.5 % sodium fitat. Hasil uji pada medium cair selanjutnya digunakan untuk uji produksi enzim fitase dan fitase pada sistem fermentasi padat (SSF menggunakan ampas tahu sebagai media fermentasi. Untuk mendapatkan produksi enzim yang tinggi dilakukan melalui optimasi waktu inkubasi, suhu inkubasi dan pH media. Fitase dan amilase dapat diproduksi dengan media ampas tahu oleh R. oryzae, A. niger dan N. sitophila. Kondisi optimum untuk produksi fitase, yaitu waktu inkubasi pada hari keempat untuk ketiga kapang, suhu 25 °C untuk R. oryzae dan A. niger, suhu 30°C untuk N. sitophila, pH 8 untuk R. oryzae, pH 6 untuk Aspergillus niger dan N. Sitophila. Neurospora sitophila menghasilkan amilase optimum pada suhu 35°C, sedangkan Aspergillus niger dan Rhizopus oryzae optimum pada suhu 30°C. Penurunan aktivitas produksi amilase menurun oleh R. oryzae pada suhu 40°C. Amilase diproduksi optimal pada pH 6-7. Pakan ternak yang mengandung asam fitat mampu dihidrolisis oleh fitase pada kondisi optimum. Ketiga kapang juga menghasilkan enzim amilase pada media ampas tahu mengindikasikan bahwa ampas tahu merupakan susbtrat yang baik untuk produksi enzim hidrolisis yang berguna untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan ternak. (Kata kunci: Amilase, Aspergilus niger, Neurospora sitophila, phytase, Rhizophus oryzae

  2. Prevalensi Trauma Gigi Permanen Anterior Pada Anak Usia 8-12 Tahun Di SDNegeri Kecamatan Medan Johor Dan Medan Selayang

    OpenAIRE

    Ganasen, Vanisha

    2015-01-01

    Trauma gigi anterior merupakan kerusakan jaringan keras gigi atau periodontal karena kontak yang keras dengan suatu benda pada gigi anterior baik pada rahang atas maupun rahang bawah ataupun keduanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi trauma, etiologi, lokasi, jenis trauma serta tindakan orang tua terhadap trauma gigi yang dialami pada anak usia 8-12 tahun di SD Kecamatan Medan Johor dan Medan Selayang. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif. Jumlah sampel pen...

  3. GAMBARAN DISTRIBUSI KELUHAN TERKAIT MUSKULOSKELETAL DISORDERS (MSDs PADA TUKANG SUUN DI PASAR ANYAR BULELENG TAHUN 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Virna Uginiari

    2014-05-01

    Full Text Available Setiap pekerjaan memiliki risikonya tersendiri yang berkaitan dengan jenis pekerjaandan lingkungan tempat kerja. Salah satu risiko kesehatan yang paling sering dikeluhkanoleh para pekerja adalah musculoskeletal disorders (MSDs. Tukang suun merupakansalah satu jenis pekerjaan yang berisiko tinggi untuk mengalami MSDs. Hal inidikarenakan postur tubuhnya yang tidak ergonomis saat bekerja. Penelitian inimenggunakan studi desktiptif cross sectional untuk mengetahui gambaran distribusikeluhan terkait musculoskeletal disorders (MSDs pada tukang suun di Pasar AnyarBuleleng tahun 2013. Penelitian ini menggunakan kuisioner Nordic Body Map (NBMyang menggunakan dua skala likert yang telah dimodifikasi untuk mengetahui distribusikeluhan muskuloskeletal pada tukang suun. Dari 43 responden yang telah memenuhikriteria, semua responden mengeluh mengalami MSDs setelah bekerja namun distribusikeluhannya berbeda-beda. Keluhan muskuloskeletal yang paling dikeluhkan oleh tukangsuun adalah lutut kanan sebanyak 46,5%, lalu diikuti keluhan pada bahu kiri sebanyak41,8% dan keluhan pada leher bagian atas sebanyak 37,2%.

  4. KEJADIAN KOLONI JAMUR PADA PENDERITA OTORE DENGAN BERBAGAI PENYEBAB DI POLIKLINIK THT RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNHAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sedjawidada R

    2014-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian survey dengan pendekatan deskriptif tentang Kejadian Koloni Jamur pada Penderita Otore dengan Berbagai Penyebab di Poliklinik THT Rumah Sakit Pendidikan Unhas. Sampel yang diteliti adalah eksudat yang diambil dari liang telinga luar setiap telinga yang menderita Otitis eksterna superfisialis basah, Otitis media supuratif akut perforasi, Otitis media supuratif kronik benigna aktif. Dari total sampel sejumlah 103 yang dipilih secara consecutive sampling didapatkan adanya koloni jamur pada otitis eksterna superfisialis basah sebesar 57,8% dengan jenis jamur Aspergillus niger 17,9%, Candida albicans 13,3% dan Aspergillus fumigatus 8,9%. Koloni jamur pada OMSA perforasi sebesar 44,4% dengan jenis jamur Aspergillus fumigatus 11,1%, Candida albicans 11,1% dan Aspergillus niger 5,6%. Koloni jamur pada OMSK benigna aktif sebesar 25% dengan jenis jamur Apergillus fumigatus 17,5%, Aspergillus niger 2,5% dan Candida albicans 2,5%.[MEDICINA 2009;40:21-6].

  5. Analisis Pengaruh Salinitas dan Suhu Air Laut Terhadap Laju Korosi Baja A36 Pada Pengelasan SMAW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satria Nova M. K.

    2012-09-01

    Full Text Available Korosi merupakan masalah serius yang terjadi pada logam karena bisa mengurangi nilai ekonomis dari logam tersebut. Korosi pada baja kapal dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti kadar salinitas dan suhu air laut. Tulisan ini membahas hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh salinitas dan suhu air laut terhadap laju korosi baja kapal A36 pada pengelasan SMAW menggunakan pengujian sel tiga elektroda. Elektroda yang digunakan adalah AWS A5.1 E6013. Suhu yang digunakan adalah 70C, 170C, 270C. Salinitas yang digunakan adalah 320/00, 350/00 dan 380/00. Hasil pengujian menunjukkan jika semakin besar suhu dan salinitas, maka semakin besar pula laju korosinya. Korosi terbesar terjadi pada salinitas 380/00 dengan suhu 270C yaitu sebesar 0,5616 mmpy. Penambahan laju korosi setiap kenaikan suhu 100C sebesar 0,2052 mmpy. Sedangkan penambahan laju korosi setiap kenaikan salinitas 30/00 sebesar 0,0415 mmpy.

  6. Analisa Penempatan Distributed Generation pada Jaringan Distribusi 20kV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Pratama Putra

    2012-09-01

    Full Text Available Beberapa teknologi telah diterapkan dalam aplikasi DG dengan berbagai sumber energi terbarukan. Diantaranya adalah turbin angin, tenaga air berskala kecil, biomassa, photovoltaic, dan fuel cell. Tugas Akhir ini akan membahas mengenai bagaimana DG dapat mempengaruhi faktor daya pada jaringan yang telah ada dan gangauan apa saja yang dapat terjadi sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan terhadap gangguan yang terjadi di masa yang akan datang. Setelah dilakukan analisis load flow, direncanakan penempatan DG pada beberapa bus untuk membandingkan tingkat kualitas daya yang paling baik. DG yang digunakan berupa wind turbine dengan generator induksi. Penyelesaian permasalahan dalam tugas akhir ini dibatasi hanya menggunakan DG yang dipasang pada bus 1, bus 4, bus 23, bus 48 dan bus 69 dengan level tegangan 20 kV. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pemasangan DG dapat menaikkan rating tegangan. Namun, metode pemasangan DG ini masih memberikan  penurunan faktor daya pada bus disekitarnya sehingga perlu melakukan perbaikkan faktor daya dengan cara memasang kapasitor bank.

  7. SURGICAL CLOSURE PADA DEFEK SEKAT ATRIUM USIA DEWASA: SEBUAH LAPORAN KASUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pande Ayu Naya Kasih Permatananda

    2014-08-01

    Full Text Available Defek Sekat Atrium merupakan penyakit jantung kongenital yang sering ditemukan pada usia dewasa, namun insidennya secara pasti sukar ditentukan karena penyakitini cenderung tidak bergejala dan sukar ditemukan dengan pemeriksaan fisik standar.Pada kasus ini dilaporkan seorang wanita berusia 27 tahun dengan diagnosis defeksekat atrium tipe II dengan ukuran defek sebesar 36,5 mm pada echocardiografi. Padapasien ini dilakukan surgical closure untuk menutup defek pada atrium danmencegah komplikasi jangka panjang. Tindakan ini diawali dengan sternotomy dandilakukan cardiopulmonary baypass di mana jantung diistirahatkan denganmenggunakan larutan cardioplegic dan defek kemudian ditutup secara langsungdengan penjahitan tipe continuos. Selama masa perawatan post operasi,hemodinamik pasien dinyatakan stabil, tidak ditemukan tanda aritmia maupunkebocoran, luka operasi pun terawat dengan baik.

  8. Pengaruh Waktu Perendaman Ampas Tebu Sebagai Biomaterial Adsorbent Pada Proses Pretreatment Terhadap Karakteristik Biodiesel Minyak Jelantah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farid Widi Arfika

    2013-09-01

    Full Text Available Tingginya viskositas minyak jelantah dipengaruhi oleh kandungan asam lemak bebas (FFA yang diakibatkan oleh pemanasan berulang-ulang saat menggoreng. Oleh karena itu perlu diadakan pretreatment terhadap minyak jelantah sebelum diproses menjadi biodiesel agar kandungan FFA nya dapat diturunkan. Salah satu cara untuk menurunkan FFA pada minyak jelantah adalah dengan merendam ampas tebu. Pada tugas akhir ini dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu perendaman ampas tebu (baggase sebagai biomaterial adsorbent FFA pada minyak jelantah. Ampas tebu berupa serbuk berukuran 65 mesh seberat 25 gr direndamkan ke dalam minyak jelantah sebanyak 500 ml dengan waktu yang bervariasi, mulai dari 2 jam hingga 15 hari. Hasil yang diperoleh berupa penurunan nilai FFA minyak jelantah paling rendah mencapai 0,041% pada perendaman 15 hari.

  9. Pembuatan Aplikasi Pengembangan Sistem Pengawasan Kepatuhan Berbasis Web Pada Perusahaan Kontraktor Pertambangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Talitha Almira

    2016-01-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat memungkinkan suatu data atau informasi dapat disimpan dan diperoleh dengan mudah dan cepat. Dari segi ukuran data, juga dapat dilakukan dalam skala yang besar. Bagi perusahaan bisnis, manfaat teknologi informasi ini umumnya di gunakan untuk mencatat, mengolah dan menyajikan data transaksi berdasarkan proses bisnis yang dijalankannya. Perancangan aplikasi system pengawasan kepatuhan pada penelitian ini bertujuan untuk merancang system pengawasan kepatuhan sebagai sarana untuk mengawasi tingkat kepatuhan perusahaan kontraktor pertambangan terhadap peraturan yang berlaku. Aplikasi ini berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman C# dan basisdata SQL Server Local Database. Dalam melakukan penelitian ini, aplikasi dibangun dengan metode pengembangan perangkat lunak Rapid Application Development (RAD. Pengujian yang dilakukan pada aplikasi adalah dengan menggunakan metode whitebox. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan pada aplikasi sistem pengawasan kepatuhan berbasis website, aplikasi sudah mampu berjalan dengan cukup baik. Hasil pengujian menunjukkan berbagai fitur yang ada pada aplikasi ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

  10. SURVEI TEKNIK CLUSTERING ROUTING BERDASARKAN MOBILITAS PADA WIRELESS AD-HOC NETWORK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Trisna Wirawan

    2016-01-01

    Full Text Available Wireless ad-hoc merupakan sebuah skema jaringan yang didesain supaya mampu beroperasi tanpa membutuhkan infrastruktur tetap serta bersifat otonom. Teknik flooding pada proses path discovery dalam kasus wireless ad-hoc network dapat menimbulkan masalah beban jaringan yang berlebihan. Oleh karena itu, sebuah skema clustering diusulkan untuk mengurangi adanya flooding paket yang berlebihan dengan membagi node-node dalam jaringan menjadi beberapa bagian berdasarkan parameter tertentu. Teknik ini efektifuntuk mengurangi paket yang harus dilewatkan dalam jaringan. Namun masalah muncul ketika sebuah jaringan wireless ad-hoc harus membentuk sebuah cluster dengan mempertimbangkan beberapa parameter khusus. Parameter tersebut harus disesuaikan dengan kasus yang dihadapi. Pada tulisan ini akan dibahas secara khusus mengenai penerapan skema clustering dalam lingkungan wireless ad-hoc network, baik pada MANETdan penyesuaian skema clustering yang harus dilakukan pada VANET berdasarkan mobilitasnya.

  11. PENGARUH PENERAPAN E-COMMERCE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Kasus Pada Pengguna Steam Valve

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astri Wulandari

    2016-03-01

    bahwa E-commerce memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan persentase sebesar 17,1,2% sedangkan sisanya sebesar 83,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar perilaku konsumen yang tidak di teliti pada penelitian ini.

  12. PENYEDERHANAAN ANALISA BAHAYA ARC FLASH MENGGUNAKAN KURVA BATASAN ENERGI PADA BANDARA INTERNASIONAL JUANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoga Firdaus

    2017-01-01

    Full Text Available Teknik penyederhanaan analisis digunakan untuk penentuan personal protective equipment (PPE dari bahaya busur api (arc-flash dengan berdasarkan IEEE std. 1584-2002 dan overcurrent protective device (OCPD. Tidak seperti persamaan penyederhanaan dalam IEEE 1584, teknik analisis ini berpotensi dapat diterapkan untuk semua jenis perangkat pelindung arus lebih pada setiap sistem kelistrikan yang berada dalam jangkauan persamaan empiris IEEE 1584. Saat sebuah metode tidak tepat menghitung tingkat energi insiden dan batas pelindung api (flash-protection pada bus, maka tidak dapat menentukan tingkat PPE yang dibutuhkan secara akurat dan batas jarak pelindung api (flash-protection yang maksimal untuk memungkinkan pekerja melindungi diri secara memadai terhadap bahaya busur api. Studi aktual mengenai penyederhanaan analisa busur api dilakukan pada Bandara Internasional Juanda. Pada hasil akhir dari analisa busur api dengan menggunakan metode kurva batasan energi didapatkan proses penentuan kategori PPE yang lebih singkat daripada standart IEEE 1584-2002.

  13. SURVEI PENANGANAN BROADCAST STORM PROBLEM PADA PROTOKOL ROUTING AODV DI MANET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indera Zainul Muttaqien

    2015-07-01

    Full Text Available Komunikasi multi-hop pada lingkungan MANET dapat melibatkan broadcast paket dalam proses route discovery. Protokol routing pada MANET akan melakukan broadcast paket RREQ dan menjalarkannya ke node tujuan secepat dan seefisien mungkin, dimana paket RREQ dari rute yang optimal adalah paket RREQ yang terlebih dahulu sampai ke tujuan. Aktifitas broadcast yang tidak terkontrol dapat menyebabkan suatu kondisi yang disebut broadcast storm problem. Broadcast storm problem dapat berdampak pada terganggunya kinerja dari protokol routing akibat adanya packet redundancy, contention, dan collision. Broadcast storm problem dapat ditangani dengan membatasi jumlah node yang dapat melakukan broadcast. Tujuan utama dari pembuatan makalah ini adalah merangkum beberapa mekanisme terbaru yang telah diakukan oleh para peneliti untuk menangani broadcast storm problem. Kami juga menyajikan perbandingan dari mekanisme tersebut berdasarkan karakteristik dari mekanisme ditinjau dari kesesuaian dengan beberapa skema penanganan broadcast storm problem yang diajukan oleh peneliti sebelumnya, kebutuhan informasi tertentu antar node, lingkungan uji coba dan apakah mekanisme ini dapat diterapkan pada protokol routing lainnya.

  14. PENGARUH WAKTU FERMENTASI MENGGUNAKAN Lactobacillus plantarum TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN PADA TEPUNG MOSOF (Modified Sorghum Flour

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faza Aruni

    2014-09-01

    Full Text Available Sumber karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah beras dan terigu. Ketika permintaan pasar semakin meningkat sedangkan ketersediaan bahan terbatas akan terjadi permasalahan baru yaitu kelangkaan bahan pangan tersebut. Salah satu alternatif pemecah masalah kelangkaan bahan pangan adalah melalui substitusi dengan sorgum atau sering disebut dengan MOSOF (modified sorghum flour. Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench merupakan salah satu sumber karbohidrat. Pada proses fermentasi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan protein terhadap waktu fermentasi. Pada penelitian kali ini fermentasi dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme yaitu Lactobacillus plantarum. Dari hasil uji counting chamber ditetapkan jumlah sel mikroorganisme yang digunakan sebanyak 107 sel/ml, pada bakteri Lactobacillus plantarum pemanenan starter dilakukan pada jam ke 2,5. Dari data hasil laboratorium didapatkan data untuk sorgum yang difermentasi menggunakan Lactobacilus plantarum menurunkan protein dari 9,819 + 0,766 menjadi 7,428 + 0,931 %.

  15. Perancangan dan Simulasi MRAC untui Proses Pengendalian Temperatur pada Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amelia Sylvia

    2014-03-01

    Full Text Available Temperatur merupakan salah satu variabel proses dasar yang dikendalikan untuk menjaga suhu cairan di dalam reaktor. Model Reference Adaptive Controller (MRAC dengan MIT rule dipilih untuk mencapai spesifikasi respon yang diinginkan pada CSTR. Beban yang bervariasi berupa debit aliran likuid yang masuk ke dalam reaktor dapat menyebabkan perubahan parameter yang mempengaruhi perubahan temperatur output produk pada CSTR. Sebuah simulasi dilakukan dengan menggunakan MATLAB dan hasilnya dianalisa. Respon plant dapat melakukan adaptasi parameter – parameter kontrolernya cukup baik pada nilai gain adaptasi dengan rentang 0.00000010000 sampai 0.00000000001. Waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi beban yang bervariasi berupa debit aliran yang masuk ke dalam reaktor dengan nilai yang maksimal (1.5 m^3/min menghasilkan respon plant lebih cepat 42 detik dari pada debit aliran masuk dengan nilai yang nominal (1 m^3/min 63 detik dan minimal (0.5 m^3/min 75 detik.

  16. HUBUNGAN RASIO LINGKAR PERUT PANGGUL DENGAN RESIKO PENYAKIT KARDIOVASKULER PADA ORANG DEWASA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astuti Lamid

    2012-11-01

    Full Text Available Penelitian hubungan antara rasio lingkar perut dan panggul (RLPP dengan resiko penyakit kardiovaskuler pada orang dewasa usia di atas 30 tahun telah dilaksanakan di kecamatan Bogor Barat, Kodya Bogor. Dari 1145 orang dewasa usia di atas 30 tahun yang telah diukur, diambil secara random 54 orang sebagai sampel yang mempunyai RLPP tinggi (>0.85 dan 54 orang pembanding dengan RLPP rendah (<0.05. Data yang dikumpulkan pada sampel dan pembanding meliputi antropometri, faktor resiko penyakit kardiovaskuler (lipida darah, gula darah dan tekanan darah, konsumsi makanan dan sosial ekonomi. Hasil uji khi kuadrat dan uji t antara kelompok RLPP tinggi dan RLPP rendah ditemukan hanya empat variabel yaitu hipertensi, trigliserida, body mass index dan persen lemak tubuh yang berbeda secara nyata (p<0.05. Walaupun uji t pada kadar kolesterol darah tidak berbeda secara nyata antara dua kelompok namun tampak ada kecenderungan meningkat pada kelompok RLPP tinggi.

  17. ANALISIS KUALITAS JARINGAN GPON PADA LAYANAN IPTV PT. TELKOM DI DAERAH DENPASAR, BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ngakan Oka Pramundia

    2015-10-01

    Full Text Available GPON adalah sebuah teknologi berbasis fiber optik. PT.TELKOM menerapkan teknologi GPON sebagai jaringan access network untuk layanan IPTV Usee TV. Penelitian ini membahas kualitas jaringan GPON pada layanan IPTV di daerah Denpasar, Bali mengacu pada topologi dan standarisasi kualitas jaringan. Kualitas jaringan dikategorikan baik untuk 3 parameter yaitu Rx Power(Prx, Attenuatiion, dan Attainable Rate. Untuk Rx Power (Prx nilai berkisar antara -18 dBm sampai dengan -24 dBm. Pada Attenuation klasifikasi kualitas jaringannya termasuk pada kategori Excellent. Sedangkan untuk Attainable Rate-nya nilai downstream berkisar antara 2 Gbps sampai dengan 2.4 Gbps. Dengan nilai downstream tersebut dapat memenuhi kebutuhan layanan Usee TV. Hal ini menyatakan bahwa GPON PT.TELKOM sudah mampu melayani layanan IPTV UseeTV di daerah Denpasar, Bali dengan baik

  18. ADSORPSI METILEN BLUE PADA KARBON AKTIF DARI BAN BEKAS DENGAN VARIASI KONSENTRASI NACL PADA SUHU PENGAKTIFAN 600 OC DAN 650 OC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anton Prasetyo, Ahmad Yudi, Rini Nafsiati Astuti

    2012-03-01

    Full Text Available Permintaan karbon aktif dunia tiap tahunnya mengalami peningkatan. Ditinjau dari komposisinya maka ban bekas mengandung unsur utama karbon, oleh karenanya mempunyai peluang untuk dijadikan karbon aktif. Salah satu parameter kualitas karbon aktif adalah daya adsorpsinya terhadap metilen blue oleh karenanya dalam penelitian akan dikaji daya adsorpsi karbon aktif terhadap metilen blue dengan aktivator kimia NaCl dan pada suhu pengaktifan 600 oC dan 650 oC. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa bahwa kemampuan mengadsorpsi metilen blue meningkat dengan kenaikan konsentrasi activator kimia. Kemampuan mengadsorpsi didapatkan pada NaCl sebesar 30 %. Kemampuan adsorpsi juga meningkat dengan kenaikan suhu pengaktifan dengan suhu pengaktifan terbaik pada 650 oC. Dari perbandingan hasil adsorpsi pada berbagai kondisi didapatkan hasil bahwa kemampuan  adsorpsi terbesar karbon aktif adalah 18,9082 mg/g pada kondisi konsentrasi aktivator kimia NaCl 30 % dan suhu pengaktifan 650 oC. Analisis menggunakan SEM-EDAX menunjukkan permukaan pori karbon aktif yang masih belum terbuka secara sempurna dengan kandungan unsur karbon sebesar 95,41%.

  19. PERFORMANSI FISIOLOGIS UDANG VANAME, Litopenaeus vannamei YANG DIPELIHARA PADA MEDIA AIR TAWAR DENGAN APLIKASI KALIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aan Fibro Widodo

    2011-08-01

    Full Text Available Kalium sangat penting bagi udang terutama yang dipelihara pada media air tawar. Kalium merupakan mineral mikro yang penting bagi udang terutama dalam menjaga keseimbangan elektrolit cairan tubuh, penghantaran impuls saraf, serta pembebasan tenaga yang berasal dari protein, lemak, dan karbohidrat pada proses metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi udang vaname, Litopenaeus vannamei, yang dipelihara pada media air tawar dengan aplikasi kalium. Penelitian dilakukan di Laboratorium Basah Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros. Hewan uji yang digunakan adalah udang vaname umur 62 hari dengan bobot awal rata-rata 5,80±0,02 g. Penelitian dirancang dengan pola rancangan acak lengkap (RAL yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah aplikasi KCl sebagai sumber kalium pada air tawar pengencer media bersalinitas 1-0 ppt, masingmasing konsentrasi kalium pada perlakuan A, B, C, dan D secara berurutan adalah 25, 50, 75, dan 0 mg/L (kontrol. Sebelum penelitian berlangsung, udang diadaptasikan di air payau dengan salinitas 25 ppt selama 10 hari. Selanjutnya salinitas diturunkan sampai 1 ppt selama 3 hari, dilanjutkan pemeliharaan pada salinitas 0 ppt sampai akhir penelitian (30 hari. Peubah yang diamati adalah tingkat kerja osmotik, laju konsumsi oksigen, konsentrasi glukosa darah, sintasan, laju pertumbuhan bobot, dan panjang spesifik harian serta peubah kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kalium 25-75 mg/L pada media pemeliharaan air tawar dapat meningkatkan kemampuan osmoregulasi dan mengurangi tingkat stres udang vaname sehingga dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan sintasannya. Uji statistik terhadap tingkat kerja osmotik, tingkat konsumsi oksigen, dan konsentrasi glukosa darah berbeda nyata (P<0,05 antar perlakuan, namun performansi fisiologis udang vaname terbaik dengan tingkat osmotik, laju konsumsi oksigen, dan ko