WorldWideScience

Sample records for sifat bahan lapisan

  1. Analisis Sifat Optis Lapisan Tipis ZnO, TiO2, TiO2:ZnO, Dengan Dan Tanpa Lapisan Penyangga Yang Dideposisikan Menggunakan Metode Sol-Gel Spray Coating (Halaman 41 S.d. 44)

    OpenAIRE

    Amananti, Wilda; Sutanto, Heri

    2015-01-01

    Pada penelitian ini lapisan tipis TiO2, ZnO, TiO2:ZnO, dengan dan tanpa lapisan penyangga telah berhasil di deposisi di atas subtrat kaca menggunakan metode sol-gel dengan teknik spray coating. Sifat optik lapisan tipis TiO2, ZnO, TiO2:ZnO, dengan dan tanpa lapisan penyangga dikarakterisasi dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil pengujian menunjukan bahwa kualitas lapisan tipis TiO2:ZnO yang ditumbukan di atas subtrat kaca lebih baik dari pada lapisan tipis TiO2 dan lapisan tipis...

  2. Analisis Sifat Optis Lapisan Tipis ZnO, TiO2, TiO2:ZnO, dengan dan Tanpa Lapisan Penyangga yang Dideposisikan Menggunakan Metode Sol-Gel Spray Coating (Halaman 41 s.d. 44)

    OpenAIRE

    Amananti, Wilda; Sutanto, Heri

    2015-01-01

    Pada penelitian ini lapisan tipis TiO2, ZnO, TiO2:ZnO, dengan dan tanpa lapisan penyangga  telah berhasil di deposisi di atas subtrat kaca menggunakan metode sol-gel dengan teknik spray coating. Sifat optik lapisan tipis TiO2, ZnO, TiO2:ZnO, dengan dan tanpa lapisan penyangga  dikarakterisasi dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil pengujian menunjukan bahwa kualitas lapisan tipis TiO2:ZnO yang ditumbukan di atas subtrat kaca lebih baik dari pada lapisan tipis TiO2 dan lapisan tipis...

  3. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno -

    2012-01-01

    Full Text Available Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.

  4. Porcelain Veneers Sebagai Bahan Kosmetik Di Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    Sinita Fronika Sembiring

    2008-01-01

    Porcelain merupakan bahan keramik putih mempunyai sifat yang rapuh, translusen, korosi yang rendah, dan mengkilat, dimana pembakaran diperlukan pada temperatur yang tinggi. Jenis dental porcelain dapat dibagi atas berdasarkan temperatur, proses pembakaran dan kegunaannya. Komposisi dental porcelain terdiri dari feldspar, kaolin, quartz, fluks dan pigmen. Porcelain Veneers adalah lapisan tipis yang menutupi kerusakan, perubahan warna dan kelainan bentuk pada gigi. Bahan ini memiliki tekstu...

  5. ANALISA PENGARUH CAMPURAN BAHAN COMPOUND EPDM RECLAIM UNTUK PEMBUATAN COVER RELAY TERHADAP SIFAT MEKANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukhamad Bayu Fikri

    2017-03-01

    Full Text Available Pembuatan bahan pengganti untuk compound EPDM reguler untuk pembuatan cover relay diperlukan komposisi baru dengan menggunakan compound reclaim sebagai compound pengganti  atau alternatif ke-2 ( dua jika terjadi kelangkaan atau keterlambatan kedatangan bahan utama (compound EPDM reguler. Compound reclaim akan dilakukan percobaan pencampuran komposisi/perubahan komposisi sehingga akan mempunyayai sifat yang sama dengan compound reguler. Dilakukan pencampuran bahan dengan perbandingan reclaim 4 reguler 1 juga berpengaruh pada sifat mekanik, tensile strength  69,7 kg/cm2 menjadi 109,6 kg/cm2 , elongation break 385% menjadi 533,3%, spesific gravity 1,0946 gr/cm3 menjadi 1,0748 gr/cm3, dan hardness 51-52 menjadi 49-51, dalam pengetesan tersebut membuktikan bahwa dalam pencampuran ini masih menghasilkan sifat mekanik  yang sesuai pada toleransi dan standard yang ditentukan seperti halnya pada perbandingan pencampuran komposisi reclaim 3: reguler 2 . Komposisi ini yang akan digunakan dalam proses pembuatan cover relay karena untuk efisiensidan menghemat penggunaan bahan reguler. Karena tujuan utama dalam proses ini adalah untuk mendapatkan komposisi baru sebagai pengganti jika terjadi kelangkaan pada bahan reguler.

  6. PEMETAAN KETEBALAN LAPISAN PENUTUP BATU GAMPING BAHAN BAKU SEMEN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setiyawan Adi Saputro

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK. Penelitian geolistrik resistivitas untuk mengetahui struktur bawah permukaan serta kedalaman dari batu gamping di Daerah Paciran Kabupaten Rembang Jawa Tengah telah dilakukan menggunakan konfigurasi Schlumberger. Pengambilan data sebanyak sembilan belas titik sounding dengan bentangan AB/2 sejauh 150 m. Peralatan yang digunakan diantaranya yaitu seperangkat resistivitymeter OYO MODEL 2119C MCOHM-EL. Pertama pengolahan data yaitu menggunakan software IP2Win untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan lapisan secara vertikal. Kedua, hasil interpretasi VES menjadi masukan software RockWork 14 dalam membuat cross section. Hasilnya menunjukan terdeteksi 3 lapisan batuan yang diduga sebagai top soil, batu gamping dengan kandungan MgO tinggi dan batu gamping dengan kandungan CaO tinggi. Lapisan top soil terdeteksi dengan ketebalan antara 0,140–1,53 m. Sedangkan lapisan kedua diduga sebagai lapisan batu gamping dengan kandungan MgO tinggi terdeteksi dengan ketebalan antara 2,16–10,3 m. Dengan demikian, kedalaman lapisan batu gamping dengan CaO tinggi terdeteksi pada kedalaman 2,30–10,3 m. Hal ini menunjukan pada bagian Timur kedalaman batu gamping dengan kandungan CaO tinggi lebih dalam dibandingkan bagian Barat. Namun kedalaman paling dalam pada bagian Timur Laut dan Tenggara. Pada bagian tengah kedalaman lebih dalam dari yang diperoleh pada bagian Barat pada lokasi penelitian, tapi tidak sedalam pada bagian Timur Laut dan Tenggara.   Kata kunci: Geolistrik, batu gamping, Rembang

  7. PENGARUH JUMLAH LAPISAN TERHADAP REFLECTION LOSS PADA KOMPOSIT BARIUM HEKSAFERIT / POLIANILIN SEBAGAI RAM (RADAR ABSORBING MATERIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lita Nurricha Wahyuni

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian Radar Absorbing Material (RAM kali ini bertujuan untuk membuat Polymer Matrix Composite (PMC dengan reinforce berupa Barium Heksaferit sebagai bahan magnetik dan matriks polimer PAni sebagai bahan dielektrik. Pembuatan komposit ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari RAM. Komposit RAM disintesis dengan metode polimerisasi in situ. Komposit RAM tersebut dilapiskan pada baja kapal grade A tipe AH36 dengan metode Dallenbach layer dengan jumlah lapisan single layer, double layer dan multilayer. Analisa terhadap ikatan kimia, sifat konduktivitas listrik, struktur mikro dan sifat reflection loss dari komposit RAM dilakukan dengan pengujian FTIR, LCR-meter, SEM dan VNA. Dari penelitian, diperoleh bahwa penyerapan paling optimal pada jumah lapisan multilayer dengan ketebalan 6mm dengan reflection loss sebesar -49,028dB pada frekuensi penyerapan 8,2 GHz.

  8. Perbandingan Sifat Mekanik Fisik Vulkanisat Sbr Dan Sbr/nr Menggunakan Bahan Pengisi Pati Termodifikasi Resorcinol Formaldehyde

    OpenAIRE

    Susanto, Tri

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik vulkanisat komposit Styrene Butadiene Rubber (SBR) dan campuran Styrene Butadiene Rubber dan Natural Rubber (SBR/NR) yang keduanya menggunakan bahan pengisi starch (pati) termodifikasi Resorcinol Formaldehyde (SRF) sebagai bahan substituen Carbon Black (CB). Rasio CB/SRF untuk tiap vulkanisat yang digunakan berturut-turut 60/0; 55/5; 50/10; 45/15; 40/20 phr. Pengamatan dilakukan dengan menguji sifat physco-mechanic vulkanisa...

  9. KORELASI KOMPOSISI UNSUR TERHADAP SIFAT TERMAL SERBUK BAHAN BAKAR U-ZrHX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukan Masrukan

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK KORELASI KOMPOSISI UNSUR TERHADAP SIFAT TERMAL SERBUK BAHAN BAKAR      U-ZrHx. Telah dilakukan analisis untuk menentukan korelasi komposisi terhadap sifat termal pada serbuk bahan bakar U-ZrHx. Serbuk U-ZrHx dibuat dari proses hidriding ingot U-Zr, dimana ingot U-Zr merupakan hasil peleburan logam U dan Zr. Dalam percobaan ini dibuat tiga variasi serbuk yaitu U-35ZrHx, U-45ZrHx, dan U-55ZrHx. Perlunya dilakukan penentuan kadar Zr terhadap sifat termal adalah untuk mengetahui pengaruh kadar Zr terhadap sifat transformasi panas dari bahan bakar tersebut. Mula –mula dilebur logam U dan Zr didalam tungku peleburan busur listrik hingga menghasilkan ingot U-Zr. Ingot U-Zr selanjutnya dibuat serbuk dengan teknik hidridring-milling hingga menghasilkan serbuk U-Zr. Serbuk U-Zr dianalisis komposisi dengan menggunakan teknik sepektroskopi serapan atom (SAA dan sepektroskopi UV-Vis. Hasil analisis komposisi menunjukkan bahwa pada analisis untuk menentukan kandungan U dan Zr hampir semua sampel uji yang dianalisis mempunyai perbedaan yang cukup besar antara kandungan U dan Zr yang ditentukan dengan hasil analisis U dan Zr terkecuali hasil analisis pada serbuk U-45Zr yang hanya berbeda 0,609 %. Dari hasil pengujian unsur pengotor diperoleh bahwa semua unsur pengotor yang ada masih memenuhi persyaratan untuk bahan. Pengujian kapasitas panas yang dilakukan pada rentang temperatur 35ºC hingga 437ºC memperlihatkan bahwa nilai kapasitas yang paling besar adalah serbuk U-35ZrHx dengan nilai kapasitas panas sebesar 0,13 J/g.oC. Sementara itu dari pengujian transisi perubahan fasa diperoleh bahwa pada U-45ZrHx mengalami dua tahapan reaksi disertai perubahan fasa. Dapat disimpulkan apabila dilihat dari kandungan U dan Zr  belum bisa digunakan untuk bahan bakar, sedangkan dari analisis kandungan unsur pengotor diperoleh bahwa semua unsur yang ada masih  memenuhi persyaratan untuk bahan bakar kecuali unsur Fe. Sementara itu hasil analisis sifat termal

  10. ANALISIS PERLAKUAN CARBURIZING TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK PADA BAHAN SPROCKET IMITASI SEPEDA MOTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andika Wisnujati

    2017-04-01

    Full Text Available Kemajuan industri dan teknologi semakin berkembang pesat, termasuk industri logam. Kemajuan industri logam memiliki peranan yang penting terutama dalam dunia otomotif yang banyak menggunakan material dari logam. Sprocket merupakan komponen utama dalam sepeda motor, sebagai transfer gaya putar dari mesin menuju ke roda, sehingga akan cepat aus karena akan terjadi gesekan antara rantai dengan gear pada waktu mentransfer gaya putar dari mesin. Pada penelitian ini sprocket mengalami proses carburizing (karbonisasi yaitu proses memanaskan bahan sampai diatas suhu kritis 900⁰C-950⁰C dengan penahanan selama 1 (satu jamkemudian didinginkan dengan media air. Carburizingbertujuan memberikan kandungan karbon lebih banyak pada bagian permukaan dibanding dengan bagian inti benda kerja, sehingga kekerasan permukaan diharapkan dapat meningkat.Hasil pengujian kekerasan sprocket imitasi didapat nilai kekerasan rata-rata 219.23 VHN dan sprocket genuine tanpa perlakuan panas yaitu sebesar 217.68VHN. Hal ini dikarenakan pada sprocket imitasi terdapat kandungan kadar karbon dan silikon lebih besar setelah dilakukan carburizing.Hasil pengujian struktur mikro pada sprocket imitasi, struktur ferrit terbentuk dari proses pendinginan  yang  lambat  dari  austenit (baja hypoeutectoiddan mempunyai konduktivitas panas yang tinggi sehingga struktur ini bersifat lunak serta ulet. Pada fasa struktur perlite terbentuk campuran antara ferit dan sementit. Pada 0,8% karbon perlit yang tampak seperti   pelat-pelat yang tersusun secara bergantian oleh perpaduan struktur antara struktur ferrit dan sementit, serta fasa struktur ini memiliki sifat ulet dan kekerasan yang cukup tinggi, kemudian sturktur mikro sementit senyawa besi karbon (Fe3C bersifat keras pada pendinginan lambat bentuknya lamellar bersifat keras.

  11. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  12. PENGARUH UNSUR Zr TERHADAP PERUBAHAN SIFAT TERMAL BAHAN BAKAR DISPERSI U-7Mo-xZr/Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supardjo Supardjo

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK PENGARUH UNSUR Zr TERHADAP PERUBAHAN SIFAT TERMAL BAHAN BAKAR DISPERSI U-7Mo-xZr/Al. Data sifat termal bahan bakar nuklir diperlukan sebagai data masukan untuk memprediksi fenomena perubahan sifat material selama proses fabrikasi maupun iradiasi di dalam reaktor nuklir. Penelitian pengaruh unsur Zr di dalam bahan bakar dispersi U-7Mo-xZr/Al (x = 1%, 2% dan 3% terhadap perubahan sifat termal pada berbagai temperatur telah dikakukan. Tujuan penambahan unsur Zr pada penelitian adalah untuk meningkatkan stabilitas panas bahan bakar U-Mo. Analisis termal meliputi penentuan temperatur lebur, entalpi dan perubahan fasa dilakukan menggunakan Differential Thermal Analysis (DTA pada rentang temperatur antara 30 °C hingga 1400 °C, sedangkan kapasitas panas paduan U-7Mo-xZr dan bahan bakar dispersi U-7Mo-xZr/Al menggunakan Differential Scanning Calorimeter (DSC pada temperatur ruangan hingga 450 °C. Data analis termal dengan DTA diketahui bahwa ketiga komposisi kadar Zr menunjukkan fenomena yang mendekati sama. Pada temperatur antara 565,60 °C - 584,98 °C terjadi perubahan fasa a + d menjadi a + g, dan pada 649,22 °C - 650,13 °C terjadi peleburan matriks Al yang diikuti oleh reaksi antara matriks Al dengan U-7Mo-xZr pada temperatur 670,38 °C - 673,38 °C membentuk U(Al,Mox-Zr. Sementara itu, perubahan fasa α+ β menjadi β + g terjadi pada temperatur 762,08 °C - 776,33 °C dan difusi antara matriks Al dengan U-7Mo-xZr terjadi pada 853,55 °C - 875,20 °C. Setiap fenomena yang terjadi, entalpi yang ditimbulkan relatif stabil. Peleburan uranium terjadi pada 1052,42 °C - 1104,99 °C dan reaksi dekomposisi U(Al,Mox dan U(Al,Zrx menjadi (UAl4, UAl3, UAl2, U-Mo, danUZr pada 1328,34 °C - 1332,06 °C. Keberadaan logam Zr di dalam paduan U-Mo meningkatkan kapasitas panas bahan bakar paduan U-7Mo-xZr/Al, semakin tinggi kadar Zr kapasitas panas meningkat yang disebabkan oleh interaksi antara atom Zr dengan matriks Al sehingga panas yang

  13. Analisis Sifat Lasing Bahan Optical Amplifier untuk Sistem Komunikasi Optik Menggunakan Aplikasi Berbasis MATLAB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudi Susanto

    2017-09-01

    Full Text Available Artikel ini berisi tahapan pembuatan aplikasi dengan GUI Matlab yang digunakan untuk menganalis sifat lasing kaca tellurite yang didadah ion erbium dengan teori Judd Ofelt. Tahapan pembuatan aplikasi terdiri dari 1 analisis kebutuhan fungsional, 2 melakukan kajian formulasi model matematis judd ofelt, 3 membuat aplikasi perhitungan parameter judd ofelt dengan Matlab dan 4  Pengujian. Hasil pengujian menunjukkan rata rata error terbesar adalah 5,79% pada komposisi x=1,0 sedangkan rata rata error terkecil adalah 0,17% dari hasil ini aplikasi yang dibuat dapat digunakan untuk menganalis sifat lasing. Berdasarkan analisis parameter Judd Ofelt memiliki trend Ω2> Ω6> Ω4 yang bersesuaian dengan komposisi  lain yaitu TBZNbEr10, SALSFEr, LBTAFEr, TZN dan PKBAEr. Berdasarkan hal tersebut, kaca memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penguat optik dalam sistem komunikasi optik .

  14. STRUKTUR MORFOLOGI, KOMPOSISI KIMIA DAN RESISTANSI LAPISAN TIO2-CU SEBAGAI LAPISAN AKTIF PADA SEL SURYA FOTOELEKTROKIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Prasetyowati

    2013-11-01

    Full Text Available Peningkatan efisiensi sel surya titania terus dikembangkan. Salah satunya adalah memodifikasi titania yang berfungsi sebagai lapisan aktif. Lapisan titania dapat disisipi dengan logam Cu. Penyisipan logam Cu pada TiO2 dilakukan melalui pembuatan nanokomposit TiO2-Cu dengan metode sol-gel. Lapisan TiO2-Cu yang terbentuk dikarakterisasi dengan SEM (Scanning Electron Microscopy untuk mengetahui struktur morfologi permukaan, EDX (Energy dispersive X-ray spectroscopy untuk mengetahui komposisi bahan. Sedangkan resistansi lapisan diukur menggunakan Jembatan Wheatstone. Berdasarkan hasil SEM dapat ditunjukkan bahwa struktur morfologi permukaan lapisan TiO2-Cu tidak berbeda secara signifikan dengan lapisan TiO2, yaitu cukup homogen dan memiliki ukuran butir (grain yang hampir sama. Tetapi dari hasil EDX diperoleh bahwa lapisan TiO2-Cu yaitu lapisan TiO2 yang disisipi logam tembaga mengandung  unsur Ti sebanyak 59,8%, unsur O sebanyak 40,02% dan unsur Cu sebanyak 0,19%. Sedangkan lapisan TiO2 saja mengandung unsur Ti sebanyak 54,25% dan unsur O sebanyak 45,75%. Penyisipan logam tembaga pada lapisan titania dapat menurunkan resistansi listrik lapisan. Nilai resistansi lapisan TiO2 adalah 7,714 kilo ohm. Sedangkan nilai resistansi lapisan TiO2-Cu adalah 6,624 kilo ohm.

  15. PENGARUH PERENDAMAN BIJI KAKAO KERING DAN BAHAN ALAT SANGRAI TERHADAP SIFAT FISIK DAN PROFIL SENYAWA VOLATIL KAKAO SANGRAI SERTA SIFAT SENSORIS COKELAT BATANG YANG DIHASILKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulius Gae Lada

    2015-02-01

    menggunakan alat sangrai dari alumunium, besi dan tanah liat menghasilkan profil senyawa volatil yang berbeda. Dari kromatogram SPME-GC-MS diketahui bahwa alat sangrai dari tanah liat menghasilkan kelompok senyawa dan total luas area yang lebih kecil dibandingkan dengan alat sangrai dari alumunium dan besi. Cokelat batang yang dihasilkan melalui perendaman dan disangrai menggunakan alat sangrai dari tanah liat adalah yang paling disukai oleh panelis. Kata kunci: Perendaman, bahan alat sangrai, biji kakao sangrai, profil senyawa volatil, cokelat batang

  16. KARAKTERISASI TEBAL LAPISAN BATAS FLUIDA NANO ZrO2 DI PERMUKAAN PEMANAS PADA PROSES KONVEKSI ALAMIAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    V. Indriati Sri Wardhani

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK KARAKTERISASI Tebal Lapisan Batas Fluida Nano ZrO2 di permukaan pemanas pada Proses Konveksi Alamiah. Pendinginan sistem sangat dipengaruhi oleh proses perpindahan panas konveksi dari sumber panas ke fluida pendingin. Biasanya sebagai fluida pendingin digunakan fluida konvensional seperti air. Pendinginan suatu sistem dengan air tersebut dapat ditingkatkan dengan menggunakan fluida lain seperti fluida nano, yaitu fluida yang dibuat dari campuran air ditambah partikel dengan ukuran nano. Peneliti Batan Bandung telah membuat fluida nano ZrO2 dari bahan local. Telah dibuat pula peralatan eksperimen untuk mempelajari sifat-sifat termohidrolik fluida nano tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan fluida nano yang tepat jika digunakan sebagai fluida pendingin sistem. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen untuk mempelajari sifat-sifat termohidrolik fluida nano ZrO2 yang terbuat dari campuran air dengan partikel nano ZrO2 yang berukuran 10-7-10-9nm dengan konsentrasi 1 gr/lt yang digunakan sebagai pendingin pada proses pendinginan konveksi alamiah. Proses tersebut sangat bergantung pada perubahan temperatur dari sumber panas ke fluida pendingin. Dalam pendinginan konveksi alamiah perubahan temperatur itu akan terjadi di dalam tebal lapisan batas termalnya. Oleh karena itu perlu diteliti tebal lapisan batas termal dari fluida nano ZrO2 yang selanjutnya juga dapat untuk menentukan kecepatan aliran lokalnya. Eksperimen dilakukan melalui proses perpindahan panas konveksi alamiah dengan memasukkan beberapa variasi daya pemanas, kemudian dilakukan pengukuran temperatur di beberapa titik secara horizontal untuk melihat distribusi temperaturnya. Hasil pengukuran distribusi temperatur tersebut dapat digunakan untuk menentukan tebal lapisan batas dan kecepatan alirannya. Diperoleh bahwa tebal lapisan batas termal dan kecepatan konveksi alamiah fluida nano ZrO2 tidak jauh berbeda dari fluida konvensional air. Kata kunci: Lapisan batas, fluida

  17. Sifat fisik hidroksiapatit sintesis kalsit sebagai bahan pengisi pada sealer saluran akar resin epoxy (Physical properties of calcite synthesized hydroxyapatite as the filler of epoxy-resin-based root canal sealer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Mulyawati

    2013-12-01

    : Penambahan bahan pengisi pada sealer berbahan dasar resin akan meningkatkan sifat fisik polimer. Karena sifat biologis bagus, hidroksiapatit (HA sintetis digunakan sebagai bahan pengisi material kedokteran gigi seperti resin komposit. Hidroksiapatit sintesis kalsit merupakan HA yang hasilkan dari mineral kalsit berasal dari berbagai daerah pertambangan di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh berbagai konsentrasi HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer berbahan dasar resin epoksi terhadap sifat fisiknya yaitu sudut kontak, ketebalan film dan kekerasan mikronya. Metode: Kristal HA sintesis kalsit yang berukuran 7,721-88,710 nm dengan rasio Ca/P 1,6886 diperoleh dari sintesis di Laboratorium Keramik, Teknik Mesin, Universitas Gadjah Mada menggunakan wet method dengan microwave hidrotermal. Serbuk resin epoksi dipersiapkan dengan menambahkan kristal HA sintesis kalsit dalam lima konsentrasi yang berbeda yaitu HA-10%, HA-20%, HA-30%, HA-40% dan HA-50% (dalam berat. Masing-masing serbuk diaduk dengan pasta resin epoksi dengan perbandingan 3:1 menggunakan spatula di atas glassplate hingga homogen, selanjutnya dilakukan pengukuran sudut kontak dan ketebalan film. Pengukuran kekerasan mikro dilakukan setelah sealer disimpan dalam inkubator 37 oC selama 24 jam sehingga mencapai polimerisasi sempurna. Hasil: Semua kelompok menunjukkan bahwa sudut kontak <90o dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,510. Semua kelompok menunjukkan bahwa ketebalan filmnya sesuai dengan ISO 6876 (<50 um dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,858. Pada kelompok HA-10%, 20% dan 30% kekerasan mikronya meningkat, sedangkan pada HA-50% menurun dan HA-40% kekerasannya sama dengan kelompok kontrol (HA-0%. Simpulan: Penambahan hingga 50% HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer resin epoksi tidak mempengaruhi sudut kontak dan ketebalan film. Kekerasan sealer dapat ditingkatkan dengan menambahkan HA sintesis kalsit maksimum hingga 30%.

  18. Beberapa Sifat Bambu Lamina Yang Terbuat Dari Tiga Jenis Bambu

    OpenAIRE

    Sulastiningsih, l. M

    2008-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan penggunaan bambu lamina sebagai bahan substitusi kayu, khususnya mengetahui pengaruh jenis bambu terhadap sifat bambu lamina yang direkat dengan urea formaldehida. Bambu yang digunakan dalam penelitian ini adalah bambu andong (Gigantochloa pseudoarandinacea), bambu mayan (Gigantochloa robusta) dan bambu tali (Gigantochloa apus) yang berasal dari tanaman rakyat di Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa sifat bambu lamina d...

  19. Perbandingan antara Bahan Cetak Silikon pada Bahan Cetak Zinc Oxide Eugenol Pasta pada Jaringan Lunak Palatum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chaidar Masulili

    2015-11-01

    Full Text Available Untuk mendapatkan suatu detil pencetakan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, viskositas, kebasahan, cara pengangan bahan cetak dan kemampuan bahan cetak untuk mengalir di atas jaringan lunak. Petunjuk anatomi palatum yaitu sutura palatum median, rugae dan papilla incisive dapat dipakai untuk mendeteksi hasil cetakan.Dalam penelitian ini dilakukan pencetakan dari 15 model cetakan paatu yang dicetak dengan bahan cetak silikon, dan 15 model cetakan palatum yang dicetak dengan bahan pasta zinc oxide eugenol, kemudian dievaluasi dengan menentukan jumlah skore detil jaringan dari masing-masing kelompok bahan cetak ini. Walaupun terlihat adanya perbedaan reproduksi detil, dari hasil uji statistik tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara hasil reproduksi detil dari kedua bahan cetak tersebut. Kenyataan yang bertentangan dapat disebabkan sifat kebasahan jaringan, kebasahan bahan cetak, adanya perbedaan efek penipisan karena sobekan, jumlah dan ukuran partikel bahan pengisi dan kompatibilitas gips dengan bahan cetak.

  20. PENGARUH KUAT DAN DISTRIBUSI ARUS TERHADAP KETEBALAN DAN KEKERASAN LAPISAN KROM PADA STONEWARE DAN EARTHENWARE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Ayu Sri Adnyani

    2009-12-01

    Full Text Available Proses pelapisan elektroplating dapat dilakukan pada material non logam seperti pada produk stoneware dan earthenware, namun sebelumnya perlu diberi lapisan tipis carbon (thin layer carbon. Hal ini dilakukan agar permukaan material non logam tersebut bersifat sebagai konduktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekerasan dan ketebalan lapisan krom pada permukaan material keramik-gerabah (non konduktor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental (true experimental research. Dalam penelitian ini digunakan dua variabel terikat yaitu ketebalan lapisan krom dan kekerasan. Proses elektroplating  dilakukan dengan kuat dan distribusi arus berbeda-beda. Sampel atau benda uji dibuat dengan ukuran 4 x 8 x 0.5 cm. Selanjutnya agar bahan uji (bahan non konduktor tersebut mampu sebagai konduktor dalam proses elektroplating maka sebelumnya dilapisi dengan lapisan karbon tipis. Ketebalan lapisan akan semakin meningkat seiring dengan naiknya kuat arus dan bertambahnya titik distribusi arus. Nilai ketebalan paling kecil didapatkan pada pelapisan dengan kuat arus 0.24 A dan satu titik distribusi arus yaitu 0.0010 mm, sedangkan ketebalan maksimum didapatkan pada kuat arus 0.7 A dengan tiga titik distribusi arus sebesar 0.00233 mm. Kekerasan permukaan berdasarkan hasil uji kekerasan Vickers akan semakin meningkat dengan naiknya kuat arus dan bertambahnya titik distribusi arus. Nilai kekerasan paling kecil didapatkan pada pelapisan dengan kuat arus 0.24 A dan satu titik distribusi arus yaitu 105 HVN, sedangkan kekerasan maksimum didapatkan pada kuat arus 0.7 A dengan tiga titik distribusi arus sebesar 115 HVN.

  1. Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Karbon Hitam Dan Jumlah Lapisan Serat E-Glass Terhadap Reflection Loss Pada Komposit E-Glass/Ripoxy Untuk Aplikasi Radar Absorbing Structure (Ras

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Ramadhan

    2012-09-01

    Full Text Available Saat ini penelitian tentang radar absorbing structure (RAS dengan menggunakan bahan komposit polimer yang diperkuat serat (FRP yang ditambahkan dengan serbuk penyerap gelombang elektromagnetik menjadi populer karena sifat elektromagnetik dari material tersebut dapat disesuaikan secara efektif hanya dengan menambahkan beberapa serbuk yang dapat menyerap gelombang elektromagnetik, seperti karbon hitam, ferit, besi karbonil, dan lain-lain ke dalam matrik komposit. RAS bekerja tidak hanya sebagai struktur bantalan beban untuk menopang sistem antenna tetapi juga mempunyai peranan penting dalam menyerap gelombang elektromagnetik yang datang dari energi elektromagnetik sebuah sistem pelacak. Dalam penelitian ini, komposit serat E-glass yang diperkuat dengan resin ripoxy  dibuat dengan mencapurkan serbuk karbon hitam yang konduktif (Ketjenblack EC300J dengan matrik komposit dan memaksimalkan koefisien penyerapan lebih dari 90 % (lebih dari -10 dB dalam jangkauan frekuensi X-Band (8 – 12 GHz. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan uji konduktivitas listrik (LCR meter dan Vector Network Analyzer (VNA. Spesimen yang terbaik untuk diaplikasikan sebagai radar absorbing structure (RAS adalah komposit E-glass/ripoxy dengan fraksi berat serbuk karbon hitam  0,02 dan jumlah lapisan serat E-glass  4 lapis dengan nilai ketebalan sebesar 2,1 mm, nilai konduktivitas listrik 8,33 × 10-6 S/m, dan nilai maksimum reflection loss sebesar -27,123 dB. Kata Kunci—serbuk karbon hitam, komposit E-glass/ripoxy, radar absorbing structure

  2. Studi Proses Pemisahan Bitumen dari Asbuton dengan Proses Hot Water Menggunakan Bahan Pelarut Kerosin dan Larutan Surfaktan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Sidiq

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan studi proses pemisahan bitumen dari asbuton dengan proses hot water menggunakan bahan pelarut kerosin dan larutan surfaktan. Asbuton adalah aspal alam yang terdeposit dalam batuan dengan kadar bitumen antara 15-30% yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara dengan jumlah deposit aspal sebesar 677juta ton. Bitumen dapat digunakan sebagai campuran aspal minyak untuk pembangunan dan pemeliharaan sarana infrastruktur berupa jalan raya. Salah satu cara pemisahan bitumen dari mineral adalah dengan proses hot water menggunakan bahan pelarut kerosin dan larutan surfaktan. Sistem yang ditinjau dalam penelitian ini adalah tangki berpengaduk berbentuk silinder dengan kapasitar 2000cm2. Dalam penelitian ini akan ditinjau pengaruh dari penambahan ratio larutan surfaktan/asbuton dan penambahan kerosin terhadap %recovery bitumen. Proses ekstraksi dilakukan selama 20 menit dengan suhu proses 90oC dan kecepatan putar pengaduk 1500 rpm. Hasil proses ini akan terbentuk 3 lapisan yaitu lapisan atas terdiri dari larutan bitumen (kerosin dan bitumen, lapisan tengah terdiri dari air, larutan surfaktan dan mineral murni yang terpisah, dan lapisan bawah terdiri dari asbuton yang tidak terekstrak, kerosin dan sedikit air. Lapisan paling atas di ambil dan dilakukan analisa densitasnya untuk diketahui konsentrasi bitumennya. Sehingga dapat dihitung %recovery bitumen yang dihasilkan. Lapisan paling atas dipisahkan dan dianalisa konsentrasi bitumennya dengan mengukur densitasnya. Dari hasil eksperimen diperoleh kesimpulan bahwa (% recovery bitumen tertinggi adalah pada penambahan kerosin 50% dan 0,1% konsentrasi larutan surfaktan 35 % sebesar 80,797%.

  3. SIFAT FISIKA DAN KETEGUHAN PATAH PAPAN SEMEN PARTIKEL DARI PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Violet Burhanuddin

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku papan semen partikel dan untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika papan semen partikel pada berbagai perbandingan semen dan partikel dari dua merek semen (Tonasa dan Tiga Roda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan pola faktorial 2 x 3 sebanyak 5 kali ulangan, dimana faktor A adalah merek semen yaitu semen tonasa dan semen Tiga Roda kemudian faktor B adalah perbandingan antara partikel dan semen. Hasil pengujian sifat fisika dan mekanika masing-masing menunjukan pengaruh yang sangat berbeda nyata, hal ini disebabkan karena semakin banyak penambahan jumlah perekat semen maka semakin baik pula sifat fisika dan mekanika papan semen yang dibuat, sedangkan untuk faktor merek semen tidak menunjukan perbedaan yang nyata. Kata kunci : Pelapah kelapa sawit, sifat fisika dan mekanika, papan semen partikel.

  4. SIFAT FISIKA DAN KETEGUHAN PATAH PAPAN SEMEN PARTIKEL DARI PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Violet Burhanuddin

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku papan semen partikel dan untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika papan semen partikel pada berbagai perbandingan semen dan partikel dari dua merek semen (Tonasa dan Tiga Roda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan pola faktorial 2 x 3 sebanyak 5 kali ulangan, dimana faktor A adalah merek semen yaitu semen tonasa dan semen Tiga Roda kemudian faktor B adalah perbandingan antara partikel dan semen. Hasil pengujian sifat fisika dan mekanika masing-masing menunjukan pengaruh yang sangat berbeda nyata, hal ini disebabkan karena semakin banyak penambahan jumlah perekat semen maka semakin baik pula sifat fisika dan mekanika papan semen yang dibuat, sedangkan untuk faktor merek semen tidak menunjukan perbedaan yang nyata. Kata kunci : Pelapah kelapa sawit, sifat fisika dan mekanika, papan semen partikel

  5. KARAKTERISASI STRUKTUR MIKRO DAN STRUKTUR KRISTAL FILM TEBAL FETIO3 DARI BAHAN MINERAL INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yus Rama Denny

    2016-07-01

    Full Text Available Telah dilakukan studi awal pembuatan dan pengolahan bahan mineral Indonesia sebagai bahan dasar pembuatan termistor NTC. Bahan mineral yarosit dari alam dimurnikan dengan larutan HCl, diendapkan dengan menggunakan NH4OH dan dipanaskan pada suhu kalsinasi 700oC selama 2 jam. Pembuatan termistor NTC dilakukan dengan mecampurkan serbuk yarosit hasil pemurnian dan pengendapan dengan TiO2. Pasta termistor FeTiO3 dicetak dipermukaan alumina substrat dengan metode screen printing, kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500oC selama 1 jam diruangan udara dilanjutkan disinter pada suhu 1100oC selama 1 jam diruangan hidrogen. Sifat listrik keramik film tebal hasil sinter diukur pada berbagai suhu. Struktur kristal dievaluasi dengan difraksi sinar x (XRD, dan struktur mikro dievaluasi dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope. Data analisis XRD memperlihatkan bahwa seluruh keramik film tebal berstruktur heksagonal (Illiminite. Data struktur mikro dan sifat listrik memperlihatkan bahwa termistor dari yarosit memenuhi kebutuhan pasar.

  6. perbedaan dua bahan glass ionomer terhadap kebocoran tepi pada restorasi kelas II yang menggunakan teknik open sandwich

    OpenAIRE

    juliana, andi riska

    2012-01-01

    2011 Kebocoran tepi merupakan salah satu faktor terjadinya kegagalan restorasi. Salah satu cara untuk mengatasi kebocoran tersebut dengan restorasi sandwich yang menggunakan dua macam bahan yaitu semen glass ionomer dan resin komposit. Semen glass ionomer mempunyai kekurangan sifat fisik antara lain kelarutan yang tinggi dan pengerasan yang lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pada dua bahan glass ionomer yaitu glass ionomer konvensional dan glass ionomer modifikas...

  7. Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Karbon Hitam Dan Jumlah Lapisan Serat E-Glass Terhadap Reflection Loss Pada Komposit E-Glass/Ripoxy Untuk Aplikasi Radar Absorbing Structure (Ras)

    OpenAIRE

    Ramadhan, Rizal; Widyastuti, Widyastuti

    2012-01-01

    Saat ini penelitian tentang radar absorbing structure (RAS) dengan menggunakan bahan komposit polimer yang diperkuat serat (FRP) yang ditambahkan dengan serbuk penyerap gelombang elektromagnetik menjadi populer karena sifat elektromagnetik dari material tersebut dapat disesuaikan secara efektif hanya dengan menambahkan beberapa serbuk yang dapat menyerap gelombang elektromagnetik, seperti karbon hitam, ferit, besi karbonil, dan lain-lain ke dalam matrik komposit. RAS bekerja tidak hanya sebag...

  8. Pengaruh Iradiasi Gamma Pada Sifat Fisiko-Kimia Agar- Agar Dalam Bentuk Padat

    OpenAIRE

    Erizal, Erizal; A., Basril; Sudirman, Sudirman; W., Thamrin; Budianto, Emil

    2011-01-01

    Dalam kerangka aplikasi radiasi pada pengembangan bahan polimer yang berasal dari tumbuhan laut, telah dievaluasi karakter fisiko-kimia agar-agar dalam bentuk padat (serbuk dan film) akibat pengaruh iradiasi gamma pada rentang dosis 0 kGy sampai 50 kGy. Viscometer, Instron dan FT-IR digunakan untuk memonitor Perubahan struktur dan sifat mekanik agar-agar hasil iradiasi dan kontrol. Hasil menunjukkan meningkatnya dosis iradiasi menyebabkan viskositas intrinsik dan tegangan putus agar-agar menu...

  9. Peran Bahan Disinfeksi pada Perawatan Saluran Akar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Mulyawati

    2016-10-01

    Full Text Available Latar Belakang: Ada bermacam sebab kegagalan perawatan saluran akar, antara lain preparasi saluran akar yang kurang, obturasi saluran akar yang tidak adekuat dan mikoorganisme. Di antara faktor-faktor tersbeut, mikroorganisme baik yang tersisa setelah perawatan saluran akar atau yang timbul setelah obturasi saluran akar merupakan faktor utama penyebab kegagalan perawatan saluran akar. Tujuan utama perawatan saluran akar adalah mendisinfeksi saluran akar, peran dan mencegah terjadinya reinfeksi. Tujuan penulisan ini adalah untuk membahas bermacam-macam bahan disinfeksi saluran akar, peran dan manajemennya pada prosedur perawatan saluran akar. Ringkasan Pembahasan: Bahan irigasi yang ideal adalah bahan yang mempunyai sifat antimikroba, mampu melarutkan jaringan lunak atau organik, mampu melarutkan smear-layer, tegangan permukaan rendah, toksisitasnya rendah. Kesimpulan: Pemilihan dan penggunaan bahan disinfektan yang tepat mempengaruhi keberhasilan perawatan saluran akar. Sodium hipoklorit merupakan bahan disinfektan saluran akar yang utama dan tidak dapat digantikan bahan lain. Untuk mendapatkan hasil terbaik dalam perawatan saluran akar kita memerlukan empat jenis bahan disinfeksi yaitu sodium hipoklorit, EDTA, Ca(OH2 dan chlorhexidine.   Background: many factors causes root cana treatment failure, such as the lack of root canal preparation, in adequate root canal obturation and miccroorganism. Of these factors, microorganism, either remaining in the root canal space after treatment or recoloring in the obturated canal system, are arguably the main cause of root canal treatment failure. The primary goals of root canal treatment are root canal disinfection and re-infectuion prevention. Purpose: The aim of this study was to discuss the various, the role and the management of root canal disinfectans on root canal treatmnet procedure. Summary of Discussion: The ideal irrigation are materials that have anti microbial properties, capable of

  10. Pengaruh Jenis Katalis terhadap Kekuatan Tarik dan Stabilitas Termal Polidimetilsiloksan (PDMS untuk Lapisan Pelindung Baja AISI 1050

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Atha Illah

    2013-03-01

    Full Text Available Polisiloksan adalah polimer yang paling banyak digunakan sebagai lapisan pelindung pada baja karena memiliki sifat yang unggul dibandingkan polimer lain. Polidimetilsiloksan (PDMS adalah salah satu  keluarga polisiloksan yang paling banyak digunakan dalam bentuk karet Room-Temperature Vulcanization (RTV. Pada penelitian ini, PDMS divulkanisir menggunakan katalis Bluesil Catalyst 60R (komersial, NaOH 2 M, H2SO4 2 M, Poli aminoamid, dan Red 683 (komersial dengan variasi komposisi masing-masing katalis 2 - 10 wt%. Katalis yang bisa membentuk karet silikon hanyalah Bluesil Catalyst 60R dan Red 683. Pada percobaannya, waktu pematangan semakin cepat seiring bertambahnya komposisi katalis yang diberikan. Elastisitas karet silikon sangat tinggi, karena sifat inilah karet silikon tidak pecah ketika diuji fleksural hingga 180o. Hasil pengujian tarik menunjukkan karet dengan Bluesil Catalyst 60R 6wt% memiliki kekuatan tarik paling optimum yaitu 1,625 MPa. Penambahan Bluesil Catalyst 60R 10wt% juga memberikan nilai kestabilan termal  karet silikon yang paling baik, berat sisanya adalah 39,172 % pada temperatur 800oC.

  11. SIFAT MEKANIK KOMPOSIT COKELAT BATANG DENGAN FILLER BIJI METE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P A Wiguna

    2015-07-01

    Full Text Available Bahan komposit yang banyak dijumpai di masyarakat umumnya terbuat dari material berat seperti, logam, keramik, atau polimer. Pada bahan pangan terdapat pula yang termasuk ke dalam kategori material komposit, diantaranya adalah cracker, cookie, kue pie, chasew chocolate, dan lain sebagianya. Diantara komposit bahan pangan tersebut yang paling banyak digemari sebagai makanan camilan adalah  cokelat. Hal menarik yang dikaji pada studi ini berkaitan dengan sifat mekanik komposit cokelat yaitu kekuatan tekan dari komposit tersebut. Komposit ini terbuat dari bahan makanan cokelat dengan variasi  fraksi massa mete sebagai filler yaitu 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, dan 29%. Matriks yang digunakan adalah cokelat jenis dark chocolate. Sifat mekanik yang dikaji adalah kuat tekan pada komposit cokelat batang. Parameter ini diukur untuk mengetahui ukuran maksimum beban yang dapat diterima komposit tersebut. Komposit yang memiliki kekuatan tekan terbesar ada pada cokelat batang dengan fraksi massa mete 29 % yaitu sebesar 2,81 MPa. Hal ini menunjukkan  bahwa variasi fraksi massa mete berpengaruh pada sifat mekanik material komposit karena berkaitan dengan perilaku distribusi partikel. Kuat tekan komposit cokelat teramati meningkat dengan kenaikan jumlah biji mete pada cokelat batang.Generally, the composite materials found in the civilization are made from heavy materials, e.g. metals, ceramics, and polymers. In fact, the composite material also found in food, such as crackers, cookies, pies, and cashew chocolates. Cashew chocolates usually consumed as the most favourite snack. The most interesting object from this study is related with the mechanical composite characteristic of the chocolate, i.e. compressive strength. Chocolate composite is made from chocolate with variety of cashew mass fraction as the filler, i.e. 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, and 29%. In this study, the composite matrix was a dark chocolate, whereas the mechanical characteristic determined

  12. Penentuan Sifat Termofisik Temu Lawak dan Temu Putih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lamhot P Manalu

    2012-06-01

    Full Text Available The most important limitation in process design for agricultural products is the lack of information on their thermal properties. Although a lot of experimental data can be found, the variety of products and the differences in measurement method make limitation on the value of the available data, especially for Indonesia's products. These data are required to get information about temperature change when product is processed like heating or cooling. It is worth due to optimizing the efficiency of energy. The objective of this study was to determine thermal diffusivity and conductivity of java turmeric and zedoary herbs. The values were determined numerically with indirect methods. The result showed that specific heat of java turmeric and zedoary were 2.835 kJ/ kgoC and 2.863 kJ/ kgoC, thermal conductivity were 0.2797 W/moC and 0.1359 W/moC, respectively, while thermal diffusivity were 9.34x10-8 m2/s and 1.00x10-7 m2/s, respectively.ABSTRAKDalam merancang suatu sistem proses dan peralatan pengolahan hasil pertanian diperlukan pengetahuan tentang sifat-sifat panas suatu bahan diantaranya panas jenis, konduktivitas, dan difusivitas panas. Nilai-nilai tersebut untuk produk pertanian lokal sangat jarang ditemukan, sehingga dalam aplikasinya sering digunakan data sifat panas dari literatur luar yang belum tentu sesuai dan tepat dengan produk dalam negeri. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya bias dalam perhitungan dan perancangan. Studi ini bertujuan untuk menentukan sifat-sifat/properti panas dari tanaman obat temu lawak dan temu putih. Hasil studi mendapatkan bahwa panasjenis temu lawak dan temu putih adalah masing-masing 2.835 kJ/ kgoC dan 2.863 kJ/ kgoC, konduktivitas panas masing-masing adalah 0.2797 W/moC dan 0.1359 W/moC, sedangkan nilai difusivitas panasnya masing-masing adalah 9.34x10-8 m2/detik dan 1.00x10-7 m2/detik.

  13. PENUMBUHAN LAPISAN TIPIS SILIKON MIKROKRISTAL TERHIDROGENASI DENGAN TEKNIK HWC-VHF-PECVD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Usman

    2012-02-01

    Full Text Available Telah dikembangkan teknik HWC-VHF-PECVD (Hot Wire Cell Very High Frequency Plasma Enhanced Chemical Vapor Deposition untuk menumbuhkan lapisan tipis silikon mikrokristal terhidrogenasi (mc-Si:H. Dari hasil penumbuhan lapisan tipis yang dilakukan, teknik HWC-VHF-PECVD memperlihatkan laju deposisi yang lebih tinggi dibandingkan laju deposisi lapisan tipis yang diperoleh dari teknik PECVD maupun teknik VHF-PECVD konvensional. Berdasarkan hasil pengukuran XRD dan SEM, lapisan yang diperoleh pada temperatur filamen yang rendah masih berstruktur amorf. Indikasi yang mengarah pada pembentukan lapisan tipis berstruktur mikrokristalin mulai terlihat pada temperatur filamen ≥ 500oC, dimana puncak-puncak di fraksi spektrum XRD untuk orientasi kristalin tertentu mulai terbentu, sejalan dengan pembentukan butiran-butiran kristalin dari hasil foto SEM permukaan lapisan-lapisan tersebut.

  14. Fabrikasi Sistem Alat Ukur Temperatur Lapisan Buah Mangga dengan Menggunakan Sensor Waterproof LM35

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Sarif

    2017-03-01

    Full Text Available Telah dibuat sistem alat ukur untuk memonitoring secara real time pada temperatur lapisan buah mangga dan temperatur lingkungan lemari pendingin. Ada tiga lapisan buah mangga yang dimonitoring dengan menggunakan sensor waterproof LM35. ketiga lapisan buah mangga yang dimaksud adalah lapisan 1 lapisan dekat dengan biji buah, lapisan 2 merupakan lapisan daging buah, dan lapisan 3 adalah lapisan di sekitar kulit buah mangga. Sinyal tegangan keluaran probe sensor LM35 dikondisikan dengan penguat tak mebalik yang mengaplikasikan IC OP07. Keluaran dari penguat tak membalik yang berupa data analog selanjutnya diolah menjadi data digital dengan modul mikrokontroler ATMega8535. Data digital hasil pengolahan mikrokontroler ATMega8535 di tampilkan ke unit penampil berupa liquid crystal display (LCD 20x4 karakter. Persamaan karakteristik yang diperoleh dari kalibrasi probe sensor LM35 menunjukkan performa yang sangat baik terlihat dari hasil karakterisasi yang memiliki linieritas tinggi. Persamaan karakteristik yang diperoleh dari masing masing probe sensor LM35 adalah probe sensor 1 dengan V = (9,663T – 6,054 milivolt, probe sensor 2 dengan V = (9,656 T – 2,517 milivolt, probe sensor 3 dengan V = (9,771T – 9,826 milivolt, dan probe sensor 4 dengan V = (9,782T – 8,092 milivolt.

  15. PENGUJIAN KUALITAS BAHAN BAKU BINGKAI KAYU PADA KAYU MEDANG (Litsea spp

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ary Widiyanto

    2017-06-01

    Full Text Available One of the important machining properties required in wood frame processing is planer properties. This study aimed to find out the quality of Medang wood planing output as wood frame raw materials. About 23.443 specimens were tested and classified using company quality standard. The result showed that Medang not appropriate for wood frame raw materials, shown from the high percentage (43,3% of the grade C specimens. The type of defect frequently found is bowing/caving, about 32,7% from total sample. Salah satu sifat pemesinan kayu yang sangat diperhatikan dalam industri bingkai kayu adalah sifat penyerutan karena bahan hasil penyerutan inilah yang akan digunakan dalam proses selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kayu Medang hasil penyerutan sebagai bahan baku industri bingkai kayu. Sejumlah 23.443 pcs contoh uji digunakan sebagai sampel dalam pengujian dan klasifikasi kualitas, yang didasarkan pada standar kualitas perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu Medang memiliki kualitas yang kurang baik sebagai bahan baku industri bingkai kayu, yang ditunjukkan tingginya persentase grade C sebanyak 43,3%. Jenis cacat yang paling banyak ditemui pada kayu Medang adalah cacat bengkok yaitu sebanyak 32,7% dari total sampel.

  16. PENENTUAN LAPISAN AKUIFER AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI CHLUMBERGER DI DESA SUNGAI JATI KECAMATAN MATARAMAN KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinisa Hanifa

    2016-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk mencari lapisan akuifer air tanah di Desa Sungai Jati sebagai dasar dalam perencanaan dalam pembuatan sumur bor. Salah satu cara untuk mengetahui potensi keberadaan air tanah adalah melakukan pengukuran geolistrik dengan konfigurasi schlumberger. Hasil penelitian  geolistrik  konfigurasi  schlumberger  menunjukkan  struktur  lapisan batuan di Desa Sungai Jati pada titik pengukuran GL1, GL2, GL3, GL4, GL5 dan GL6  terdiri  dari  lapisan  lapuk,  batu  pasir,  lanau,  lempung,  dan  lempung gampingan karena Sungai Jati termasuk kedalam formasi Keramaian (Kak. Sebaran akuifer air tanah tersebar pada lapisan batu pasir dengan  kedalaman akuifer air tanahnya bervariasi. Hasil interpretasi diketahui tebal lapisan berkisar antara  2 – 11  meter  dengan kedalaman  sekitar  6  –  40  meter  dengan  nilai resistivitas 100 – 450 Ωm. Secara keseluruhan semakin ke bawah jenis batuanya semakin padat, lapisan ini kurang bersifat sebagai lapisan pembawa air (akuifer. Lapisan air tanah yang berpotensi untuk pembuatan sumur bor dengan kualitas dan kuantitas yang cukup baik terdapat lapisan impermeable pada bagian atas dan bawah sedangkan pada Desa Sungai Jati merupakan akuifer bebas dimana lapisan impermeable hanya terdapat pada lapisan di bawah lapisan akuifer.   Kata kunci : geolistrik, konfigurasi schlumberger, akuifer

  17. PENGEMBANGAN APLIKASI BERBASIS MATLAB UNTUK MENGANALISIS SIFAT LASING KACA Te-Zn-Bi YANG TERDADAH ION Er3+

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudi Susanto

    2016-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan  aplikasi untuk menganalis sifat lasing kaca bahan penguat optik dengan parameter Judd-Ofelt. Pengembangan aplikasi menggunakan kaidah Software Development Life Cycle (SDLC yang terdiri dari analisis, perancangan, pembangunan dan pengujian. Perancangan aplikasi mengunakan flowchart yang sesuai dengan kebutuhan dan pembangunan aplikasi mengunakan GUI matlab. Pengujian aplikasi mengunakan metode black box serta perbandingan hasil aplikasi dan perhitungan manual. Hasil pengujian menunjukan bahwa aplikasi mampu bekerja sesuai fungsionalitasnya yaitu digunakan untuk menganalisis sifat lasing kaca Te-Zn-Bi dengan doping Er3+ yang ditunjukan dengan output aplikasi berupa  (1 Parameter , (2 Probabilitas Transisi, (3 Branching Ratio, (4 Life Time, (5 Omega4/ Omega6 serta(6 Aem/AESA. Output aplikasi tersebut merupakan parameter yang digunakan untuk menganalis sifat lasing sesuai parameter Judd Ofelt. Hasil perbandingan perhitungan manual dan aplikasi dapat diketahui bahwa rata-rata kesalahan relative adalah 1.2476%. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa aplikasi dapat digunakan untuk menganalisis sifat lasing.

  18. ANALISA PENGARUH REDUKSI TERMAL TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR (STRUCTURAL-DISORDER) PADA LAPISAN TIPIS GRAPHENE OXIDE TEREDUKSI

    OpenAIRE

    Kumila, Biaunik Niski; Liu, Chuanpu

    2017-01-01

    Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisa kerusakan struktur pada lapisan tipis graphene oxide setelah direduksi pada temperatur reduksi yang bervariasi. Lapisan tipis graphene oxide yang disintesis menggunakan metode Hummers direduksi secara termal pada variasi temperatur 3500C dan 8500C selama 2 jam dalam pemanas vakum (~10-3Torr). Kuantitas defect sampel dikarakterisasi menggunakan Raman Spectroscopy sedangkan mikrostrukturnya dikarakterisasi menggunakan SEM (Scanning Electron Mi...

  19. Alat Penghemat Bahan Bakar Berbasis Elektromagnet

    OpenAIRE

    Putra, Toni Dwi

    2010-01-01

    Alat penghemat bahan bakar premium yang berupa medan elektromagnet yang di beri kumparan di letakan setelah filter bahan bakar sebelum bahan bakar masuk ke karburator. Elektromagnet dapat memecah ion-ion yang mengumpal dalam bahan bakar. Percobaan dilakukan 4 kali dalam waktu 60 menit dengan interval pengukuran konsumsi bahan bakar setiap 5 menit. Setelah semua data diperoleh, dengan menggunakan uji F di peroleh hasil bahwa Alat dapat di pasang pada semua jenis kendaraan berbahan bakar premiu...

  20. SIMULASI PERHITUNGAN REFLEKSI CAHAYA OLEH PERMUKAAN SEL SURYA SILIKON : STUDI PENGARUH PENAMBAHAN LAPISAN ANTI REFLEKSI ZINC OKSIDA (ZnO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Suhandi

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan simulasi perhitungan untuk mendapatkan gambaran pengaruh penambahan lapisan anti refleksi ZnO terhadap persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon. Proses perhitungan dilakukan dengan bantuan software Sigma Plot. Perhitungan menggunakan konsep-konsep dasar fisika terkait optika, diantaranya konsep refleksi dan transmisi gelombang cahaya ketika melewati bidang batas dua medium yang berbeda kerapatan optiknya, konsep polarisasi cahaya, dan konsep anti refleksi. Hasil simulasi perhitungan menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya bergantung pada panjang gelombang cahaya datang (. Persen refleksi turun dari dari 38% ketika permukaan sel surya Silikon tidak dilapisi lapisan antirefleksi ZnO menjadi sekitar 15 % setelah permukaan sel surya silikon dilapisi lapisan ZnO dengan ketebalan sekitar 110 nm. Hasil lainnya menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon yang telah dilapisi lapisan anti refleksi ZnO nilainya bervariasi bergantung pada ketebalan lapisan anti refleksi yang digunakan. Dalam rentang data simulasi, ketika tebal lapisan anti refleksi ZnO ditingkatkan, persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya turun, namun ketika ketebalan lapisan anti refleksi ditingkatkan lagi, ternyata persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya naik kembali. Keadaan ini menunjukkan adanya nilai ketebalan lapisan anti refleksi optimum yang menghasilkan persen refleksi cahaya oleh sel surya bernilai minimum. Penurunan persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya akan meningkatkan persen transmisi cahaya menuju lapisan aktif sel surya, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi konversi sel surya Silikon.

  1. Bahan-Bahan Pembentuk Dentin Sekunder Dalam Bidang Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    Ahmad Fauzi M.

    2008-01-01

    Sepanjang hidup, selama pulpa masih vital, dentin sekunder terbentuk secara teratur pada tepi pulpa, hal ini merupakan fungsi formatif pulpa yaitu jaringan pulpa mampu mengadakan reparasi dalam menanggulangi cedera yang diterima. Dentin sekunder yang dibentuk berfungsi dalam hal pertahanan diri terhadap efek atrisi, karies gigi, trauma, dan mengurangi masuknya iritan. Bahan-bahan pembentuk dentin sekunder dapat digunakan pada keadaan dimana jaringan pulpa tidak mampu lagi mengadakan repa...

  2. PEMBUATAN MMC BERBASIS TEKNOLOGI METALURGI SERBUK DENGAN BAHAN BAKU ALUMINIUM DARI LIMBAH KALENG MINUMAN DAN ADITIF ABU SEKAM PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Akrom

    2016-09-01

    Full Text Available Komposit matriks logam (aluminium yang berasal dari limbah kaleng minuman dengan penguat partikel silikon karbida danpenguat tambahan abu sekam padi telah berhasil difabrikasi dengan metode teknologi metalurgi serbuk. Tujuan dari penelitian iniadalah merekayasa material baru yang murah akan tetapi memiliki mutu dan daya saing yang sangat baik. Penelitian ini terdiri daribeberapa tahap yakni, pembuatan bahan baku, pencampuran, pencetakan sampel, sintering dan pengujian. Dari hasil pengujianfisik diperoleh bahwa komposit matrik logam dengan penambahan abu sekam padi memiliki kerapatan lebih rendah dibandingkandengan komposit Al/SiC tanpa sekam padi, sedangkan sifat kekerasan dan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan Al/SiCtanpa penambahan abu sekam padi. Dari analisis XRD ditemukan bahwa terjadi penyebaran unsur utama Al, Si, senyawa SiC,serta timbul senyawa stabil MgAl O , Al O yang bersifat konstruktif yang dapat memberikan sifat mekanis yang baik bagi komposit,dan senyawa destruktif Al C yang bersifat korosif. Analisis SEM menunjukkan ukuran butiran partikel yang cenderung lebar danmemanjang, ikatan antar partikel penyusun bahan yang terbentuk cukup baik, sehingga memberikan sifat mekanis bahan yangbaik.Tidak tampaknya pori-pori bahan menunjukkan pula bahwa ikatan partikel antar bahan cukup baik. Metal (aluminium matrix composite originated from beverage can waste with carbide silicon particle reinforcement and additionalreinforcement of paddy chaff ash has been fabricated successfully by employing powder metallurgy technology method. Thepurpose of the research is to create a cheap new material, qualified and having high competitive value. This research wasconducted through several stages, those were making raw material, mixing, sample moulding, sintering, and testing. The result ofphysical test shows that metal matrix composite added by paddy chaff ash has lower density, stronger and bigger power comparedto Al/SiC composite without

  3. Sintesa dan Karakteristik Sifat Mekanik Karet Nanokomposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pocut Nurul Alam

    2007-06-01

    Full Text Available Peningkatan sifat mekanik karet alam dengan penambahan tanah liat nanokomposit pada kosentrasi berbeda yaitu 1, 3 dan 5 % berat sudah berhasil diteliti. Pada percobaan ini pengujian dilakukan dengan X-Ray Difraction (X-RD untuk analisa morphologi dan Instron untuk analisa uji tarik. Penambahan tanah liat nanokomposit kedalam matrik polimer adalah untuk meningkatkan sifat mekanik dari material asli dan juga untuk menghasilkan suatu produk polimer yang lebih murah. Hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan yang drastis terhadap basal spacing dari matrik polimer dan menunjukkan intercalasi diantara polimer dengan pengisinya. Uji tarik juga menununjukkan peningkatan yang sangat signifikan yaitu 14.983 MPa pada karet alam menjadi 40.178 MPa pada karet alam-tanah liat nanokomposit 5% berat. Kata kunci: karet alam, sifat mekanik, tanah liat nanokomposit

  4. PENGARUH KOMPOSISI SERAT KELAPA TERHADAP TEMPERATUR GESEK BAHAN KOPLING GESEK KENDARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pramuko Ilmu Purboputro

    2015-01-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi bahan dengan menggunakan fraksi berat serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass dengan resin phenolic terhadap keausan dan kekerasan specimen kampas kopling dan membandingkannya dengan kampas kopling yang sudah ada di pasaran Special Genuine Part (SGP . Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass, dan resin phenolic.               Pembuatan dilakukan dengan  proses kompaksi, dengan gaya sebesar 2 ton dan ditahan selama 60 menit. Setelah mencapai holding time yang diinginkan, dies (cetakan dimasukkan kedalam oven dan dilakukan proses sintering dengan suhu 800 C selama 40 menit dan specimen dikeluarkan dari cetakan. Setelah didapat tiga specimen kampas kopling variasi serart kelapa, serbuk tembaga, dan fiberglass lalu dilakukan proses pengujian kekerasan Brinell dengan standar ASTM F 1957-99 dan pengujian keausan dengan standar ASTM D 3702-94 kemudian dilakukan foto makro untuk melihat kepadatan dan sifat masing-masing bahan penyusun specimen kampas kopling.               Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa variasi 1 memiliki temperatur rata-rata yang paling tinggi yaitu dengan 77,70C dan yang paling rendah adalah variasi 2 yaitu 710C. Hasil temperatur gesek terendah adalah 77oC pada variasi 2pada kondisi kering. Pada kondisi basah temperatur gesek terendah adalah  47,7oC pada  variasi 3.

  5. KARAKTERISASI LAPISAN PENYERAP DAPAT BAKAR PADA PERMUKAAN PELET UO2 + DOPAN TiO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkono Sungkono

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK KARAKTERISASI LAPISAN PENYERAP DAPAT BAKAR PADA PERMUKAAN PELET UO2 + DOPAN TiO2. Lapisan penyerap dapat bakar pada permukaan pelet UO2 + dopan TiO2 telah berhasil dibuat dengan menggunakan mertoda RF sputtering. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakter mikrostruktur pelet UO2 + dopan, ketebalan, kekerasan mikro, komposisi kimia dan struktur kristal lapisan penyerap dapat bakar pada permukaan pelet UO2.  Penentuan mikrostruktur dan ketebalan lapisan dilakukan dengan menggunakan mikroskop optik, kekerasan lapisan dengan metode kekerasan mikro Vickers, komposisi kimia dengan spektrometri XRF dan struktur kristal dengan difraksi sinar-X. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar kandungan TiO2 dalam pelet maka semakin besar ukuran butir dalam mikrostruktur pelet dan semakin tebal lapisan yang terbentuk pada permukaan pelet UO2. Kekerasan lapisan permukaan pelet UO2 + dopan TiO2 sinter relatif sama dan tidak bergantung pada konsentrasi dopan TiO2. Lapisan permukaan pelet UO2 + 0,3 % TiO2, pelet UO2 + 0,5 % TiO2 dan pelet UO2 + 0,7 % TiO2 sinter mengandung unsur zirkonium masing-masing 1,97 mg, 2,47 mg dan 4,81 mg. Lapisan penyerap dapat bakar pada permukaan pelet UO2 + dopan TiO2 sinter mempunyai fasa ZrB2 dengan struktur kristal heksagonal. Kata Kunci: lapisan permukaan, penyerap dapat bakar, pelet UO2, mikrostruktur, kekerasan, komposisi kimia, struktur kristal. ABSTRACT CHARACTERIZATION OF BURNABLE ABSORBER LAYER ON THE SURFACE OF UO2 + DOPED TiO2 PELLETS. Burnable absorber layer on the surface of UO2 + doped TiO2 pellets have successfully created using RF sputtering methods. The objective of this research is to obtain of microstructure characters of UO2 + doped TiO2 pellets, thickness, micro hardness, chemical composition and crystal structure of burnable absorber layer on the surface of UO2 pellets. The methods used are the microstructure and layer thickness using optical microscopy, layer hardness with micro Vickers

  6. Analisis Pengaruh Massa Reduktor Zinc Terhadap Sifat Kapasitif Superkapasitor Material Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahman Faiz Suwandana

    2015-03-01

    Full Text Available Material graphene merupakan material inovatif yang memiliki kristal berupa lapisan dua dimensi. Kristal terdiri dari hibridisasi sp2 atom karbon dan membentuk struktur heksagonal serta memiliki luas permukaan spesifik sangat tinggi, mencapai 1500 m2/gram. Dengan luas permukaan tersebut, graphene sangat cocok digunakan sebagai bahan elektroda pada kapasitor elektrokimia karena alat tersebut bekerja berdasarkan luas permukaan untuk proses charging-discharging. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi massa reduktor zinc agar didapat graphene dengan kapasitansi listrik terbaik. Grafit dioksidasi menjadi grafit oksida melalui metode Hummer. Grafit oksida yang diperoleh dilarutkan dalam aquades dan diultrasonikasi selama 90 menit sehingga diperoleh graphene oksida (GO. GO kemudian direduksi dengan menambahkan Zinc (Zn sebanyak 0,8 gram, 1,6 gram, dan 2,4 gram. Proses selanjutnya hydrothermal selama 12 jam pada temperatur 160 oC. X-Ray Diffraction (XRD untuk mengetahui perbandingan jarak antar layer dan kristalinasi grafit, graphene oksida dan graphene. Scanning Electron Microscope (SEM untuk menganalisis morfologi graphene.  Four Point Probe (FPP untuk mengukur konduktivitas listrik graphene, dan Cyclic Voltametry (CV untuk mengukur kapasitansi elektroda nickel foam-graphene

  7. Pemanfaatan Vinasse -Limbah Industri Alkohol- untuk Perbaikan Sifat Fisik Tanah dalam Pengembangan Tebu (Saccharum officinarum L di Lahan Pasir Pantai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Zulfan Arrodli

    2016-05-01

    Full Text Available Lahan pasir pantai merupakan lahan bermasalah untuk pertanian karena sifat tanahnya tidak mendukung pertumbuhan tanaman dan vinasse merupakan limbah industri ethanol yang jumlahnya sangat besar yang apabila dibuang di lahan terbuka akan mencemari lingkungan. Penggunaan vinasse sebagai bahan perbaikan tanah tanpa memberikan pengaruh negatif kemungkinan dapat dikerjakan untuk tanah bertekstur kasar seperti tanah di lahan pasir pantai. Oleh karena itu dalam penelitian ini, vinasse akan dicoba digunakan untuk membudidayakan tebu pada media tanah yang diambil dari lahan pasir pantai. Penelitian menggunakan pendekatan percobaan pot faktorial 4x4 yang disusun dalam rancangan lingkungan acak lengkap dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vinasse dengan dosis 60.000 l/ha hanya sekali pada awal penanaman tebu mampu memperbaiki kemampuan tanah menyimpan air. Vinasse terbukti tidak memberikan pengaruh kurang baik terhadap tanaman yang dibudidayakan, bahkan pemberian vinasse cenderung memperbaiki pertumbuhan tebu baik dilihat pada tinggi tanaman, diameter batang, berat kering akar dan tajuk, meskipun pengaruhnya tidak berbeda nyata.

  8. Pengaruh penggunaan bahan pewarna alam dari ekstrak kayu terhadap sifat fisis kulit ikan kakap merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2002-06-01

    Full Text Available Abstract The objective of this research is to identify the effect of some natural dye of wood extract to the physical properties (tensile strength, elongation and rub fastness resistance of kakap (Lutjanidae fish skin leather. Fifteen pieces of dry preserved kakap fish skin were used in this research, and tanned using syntan and alum. The dyeing process was done using natural dyes of wood extract of Caesalpinia sappan L, Artocarpus heterophyllus, Swietenia mahagoni JACQ, Maclura cochinensis, and Ceriops tagal. The result of research indicated that the kind of applied natural dyes were not affect the physical properties of Kakap fish skins. The fish skins dyed using the such natural dyes was able be utilised as material in leather goods manufacturing. One of the five types of natural dye used in this research, Swietenia mahagoni JACQ wood extract produced the best dyed leather having good tensile strength, elongation/flexibility and the colour fastness. The tensile strength was 213,15 kg/cm2, flexibility 56% and colour fastness with wet white cloth 3/4 (grey scale value and with dry white cloth 4/5 (grey scale value, respectively

  9. PENGUJIAN NETRALISASI SIFAT REAKTIF BUMBU DALAM GARAM BERYODIUM DENGAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryana Purawisastra

    2012-11-01

    Full Text Available THE NEUTRALIZE EXAMINATION OF THE SPICES REACTIVITY IN THE IODIZED SALT BY THE ADDITIVE OF THE FOOD ADDITIVES.Background: The potassiumiodate of the iodized salt in the mixture with some spices is bind in the form of the compounds, which are not available for the determination of the iodine by the chemical method. This is due to the reactivity of susbtances contained inspices, such as capsaicin in the chilli, and piperine in the paprika, which are responsible for the spiciness of the spices. Although ithasn't been studied, the configuration of the potassiumiodate in the spices is probably also not available for the human consumption. Where as the supplementation of iodized salt to recover the iodine deficiency is effective. The food additives mostly are the chemical substances, which have properties to keep or increase the quality of food.Objectives: The study was performed to investigate the effect of food additives to the reactivity of spices to the potassiumiodate of iodized salt.Material and Methods: The food additive was added to the iodized salt, and then mixed with the spice. Dissolved by the water incertain volume, filtered, and then determined the potassiumiodate content of the filtrate by the Yodometric method. The potassiumiodate content of the filtrate was compared with the potassiumiodate content of the salt. The result of percent comparisonis the recovery of potassiumiodate when mixed with food additive and spice. The recovery of potassiumiodate was done for the different potassiumiodate content of iodized salt. The study was using CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2C03, NaHP04, K-citrate, benzoat acid, dan Na-benzoat as food additives, and the red chilli, hot chilli, pepper and coriander.Results: The reactivity of the pepper and coriander to the potassiumiodate of the iodized salt could be netralized by the addition of CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2CO3, NaHP04, K-citrate, benzoic acid, dan Na-benzoic. But for the red chilli and hot chilli were not allof them, these were for CaC03 K-citrate, and benzoic acid. It was shown by the value of recovery of potassiumiodate contents of the iodized salt. The netralization properties of food addives were increased by the increasing of the potassiumiodate content of the iodized salt.Conclusions: The addition of some food additives into the iodized salt is able to prevent the iodate content of the salt from there activity of subtances in the spice. The addition of food additives also can pick up moisture of salt resulting preventation of the salt particles clumping together and so keep the product free flowing.Keywords: potassiumiodate, spices, iodized salt

  10. Kadar Kalsium dan Sifat Organoleptik Tahu Susu dengan Variasi Jenis Bahan Penggumpal

    OpenAIRE

    -, Nurhidajah; Suyanto, Agus

    2012-01-01

    Curd is one of the dairy products into a product out using a coagulant, the curd is one source of calcium. The type of coagulant is one important factor in making the curd. This study aims to determine the level of calcium and the organoleptic properties of the curd with variations in the type coagulanttreatment. This study uses a completely randomized design (CRD) with 4 treatment monofaktor the type of coagulant pineapple juice, vinegar, citric acid, gypsum. Each experiment carried repeat 5...

  11. STUDI SIFAT FISIK DAN MEKANIK PARENKHIM PELEPAH DAUN KELAPA SAWIT UNTUK PEMANFAATAN SEBAGAI BAHAN ANYAMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yazid Ismi Intara

    2016-11-01

    Full Text Available This study explored the use of parenchyme of palm (Elaeis guinensis Jack leave sheat as material for woven craft. Important elements of parenchyme including cellulose, hemicellulose, lignin, minerals and extracted components, determine its strength. Mechanical properties studied in this work were density, elastic modulus, tensile strength, yield strength, tensile stress, deformation, and elasticity-plasticity. Results showed that in certain size, palm leave sheat parenchyme can be used to replace bamboo or rattan in woven craft. However, size of sheat was much larger than that of bamboo or rattan, whilst the fiber was also too rough. It was also difficult to extract the parenchyme

  12. Unggulan Ekonomis Penggunaan Zat Penguat Lapisan Peka Sinar Dari Gondorukem untuk Kasa Cap

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kun Lestari

    2016-04-01

    Full Text Available Dibuat formulasi zat penguat lapisan peka sinar yang komponen utamanya adalah gondorukem. Gondorukem dicairkan dengan beberapa pelarut organik selektif sampai kekentalan tertentu. Untuk meningkatkan laju pengeringan, sistem larutan gondorukem setelah diberi stabilisator diemulsikan dengan kecepatan pengadukan 5000 RPM (konstant, selama 5 menit dengan pengemulsinya dibuat variatif.Formulasi yang mempunyai tingkat ketahanan optimal ditentukan sebagai berikut: zat penguat lapisan peka cahaya setelah dioleskan diatas lapisan peka sinar (pada kasa cap diamati laju pengeringannya kemudian diuji ketahanannya terhadap gosokan (mekanik dan pasta zat warna (kimia. Nilai ketahanannya dibandingkan dengan ketahanan zat penguat peka sinar yang biasa dipakai seperti: lak merah, renyulux dan kopal vernis. Dari hasil percobaan, ternyata bahwa formulasi yang menggunakan pelarut organik terpentin dan emulsifier TS memberikan ketahanan yang paling baik dengan laju pengeringan sekitar 3 jam (alamiah atau 2 jam (dibantu kipas angin, nilai ketahanan gosok 3-4, sedikit lebih rendah dari nilai ketahanan gosok lak merah (4, sedang komposisinya sebagai berikut: gondorukem : terpentin = 1 : 1. asam sitrat 0,5%, air 5% dan pengemulsi 0,325% - 0,35%.Dibuat formulasi zat penguat lapisan peka sinar yang komponen utamanya adalah gondorukem. Gondorukem dicairkan dengan beberapa pelarut organik selektif sampai kekentalan tertentu. Untuk meningkatkan laju pengeringan, sistem larutan gondorukem setelah diberi stabilisator diemulsikan dengan kecepatan pengadukan 5000 RPM (konstant, selama 5 menit dengan pengemulsinya dibuat variatif.Formulasi yang mempunyai tingkat ketahanan optimal ditentukan sebagai berikut: zat penguat lapisan peka cahaya setelah dioleskan diatas lapisan peka sinar (pada kasa cap diamati laju pengeringannya kemudian diuji ketahanannya terhadap gosokan (mekanik dan pasta zat warna (kimia. Nilai ketahanannya dibandingkan dengan ketahanan zat penguat peka sinar yang

  13. PEMBUATAN SERBUK U-6Zr DENGAN PENGKAYAAN URANIUM 19,75 % UNTUK BAHAN BAKAR REAKTOR RISET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukan Masrukan

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN SERBUK PADUAN U-6Zr DENGAN PENGKAYAAN URANIUM 19,75 % UNTUK BAHAN BAKAR REAKTOR RISET. Telah dilakukan pembuatan serbuk paduan U-6Zr dengan pengkayaan 19,75 % untuk bahan bakar reaktor riset. Pembuatan bahan bakar U-6Zr ini dalam rangka mencari bahan bakar baru yang mempunyai densitas tinggi untuk mengganti bahan bakar yang sudah ada U3Si2-Al. Tujuan dari percobaan ini untuk mengetahui sifat-sifat serbuk paduan U- 6Zr yang diperoleh dari proses hydriding-dehydriding sebagai kandidat bahan bakar reaktor riset. Serbuk yang diperoleh dari proses hydriding-dehydriding dikenai pengujian, diantaranya pungujian komposisi kimia, densitas, kandungan hidrogen, fasa dan sifat termal. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan beberapa unsur seperti Al, Ca, Cu, dan Ni melebihi batas yang diijinkan dimana masing-masing unsur terdapat sebesar 202,21 ppm; 214,05 ppm; 61,25 ppm dan 134,53 ppm. Pada pengujian diperolah densitas serbuk U-6Zr sebesar 13,58 g/cm3 dan pada pengujian kandungan hidrogen sisa diperoleh kandungan hidrogen sebesar 0,16 %. Untuk pengujian fasa, diperoleh fasa αU dan δU, sedangkan pada pengujian sifat termal yakni transformasi temperatur terdapat dua puncak yakni puncak pertama terjadi pada temperatur 274 hingga 311 oC dan puncak kedua terjadi pada temperatur 493 hingga 527oC. Puncak pertama terjadi reaksi endotermik dengan menyerap panas sebesar ∆H = 6,23 cal/g tetapi tidak terbentuk fasa baru, sedangkan puncak kedua terjadi reaksi eksotermik dengan mengeluarkan panas sebesar ∆H = -9.34 cal/g dan terbentuk fasa αZr. Sementara itu, dari pengujian kapasitas panas pada temperatur 34 hingga 75 oC, terjadinya penurunan nilai kapasitas panas yang disertai dengan penyerapan panas. Pada temperatur yang lebih tinggi hingga temperatur 437oC nilai kapasitas panas menjadi lebih kecil disertai pengeluaran panas. Reaksi termokimia antara Zr dengan hidrogen sisa menunjukkan terbentuknya fasa αZr yang diindikasikan oleh reaksi

  14. PREPARASI DAN KARAKTERISASI SIFAT OPTIK KACA POSFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sulhadi

    2012-01-01

    Full Text Available Gelas fosfat telah sukses dibuat dengan komposisi P2O5-MgO dan P2O5-CaO menggunakan teknik quenching leleh. Bahangelas dibuat dengan memanasinya pada suhu 850oC selama 30 menit. Sampel gelas dipersiapkan dengan komposisi fosfat 70-85%, dengan interval 5%. Gelas fosfat yang diproduksi dengan komposisi 80% memiliki sifat transparan yang baik dan tidak pecahketika dicetak. hasil analisis optik menunjukkan bahwa gelas fosfat dengan pemodifikasi MgO memiliki sifat optik yang baik. lebihtransparan daripada CaO. Phosphate glass has been successfully made with compotition P O -MgO dan P O -CaO by melt quenching technique. The 2 5 2 5 process of making glass forming material by heating at a temperature 850oC and maintained for 30 minutes. Glass samlpe preparedwith the compotition of phosphate 85%, 80%, 75%, 70%. Phosphate glass produced with 80% compotitions which have goodtransparency properties and do not break when molded. The result of optical analysis shows phosphate glass with modifier MgOhas good optical properties than CaO. Taken as a macroscopic phosphate glass with MgO modifier is more transparent than withCaO, so that both glass allows for futher applicationsKeywords: phosphate glass; optical properties; preparation,quenching

  15. STUDI PEMBUATAN BAHAN ALTERNATIF PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI UBI JALAR DENGAN PLASTICIZER GLISEROL DENGAN METODE MELT INTERCALATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsul Aripin

    2017-03-01

    Full Text Available Masalah lingkungan dari pembuangan limbah plastik turunan minyak bumi telah menjadi isu penting karena sifatnya yang sulit diuraikan. Oleh karena itu, upaya telah dilakukan untuk mempercepat tingkat degradasi material polimer dengan mengganti beberapa atau seluruh polimer sintetis dengan polimer alami. Pati merupakan salah satu polimer alami yang dapat digunakan untuk produksi material biodegradable karena sifatnya yang mudah terdegradasi, melimpah, dan terjangkau namun memiliki kekurangan seperti kuatnya perilaku hidrofilik dan sifat mekanis yang lebih buruk. Untuk meningkatkan kekuatan mekanis pada pati, sejumlah kecil pegisi (filler berupa bahan penguat biasanya ditambahkan ke dalam matriks polimer. Oleh karena itu, bioplastik disiapkan dengan pencampuran pati ubi jalar sebagai matriks, gliserol sebagai pemlastis, dan kitosan sebagai pengisi (filler melalui metode melt intercalation. Variasi konsentrasi gliserol dan kitosan mempengaruhi sifat mekanis dan biodegradabilitas bioplastik. Ketika gliserol divariasikan dari 0,5% menjadi 1,5% kekuatan tarik menurun  dari 19,23 MPa menjadi  8,83 Mpa, sedangkan niali elongasi meningkat dari 0% menjadi 39,16%. Sebaliknya pada saat variasi konsentrasi Kitosan dari 1% menjadi 2% kekuatan tarik meningkat dari 4,90 MPa menjadi 5,60 MPa, dan pada saat konsentrasi kitosan 3% nilai kuat tarik menurun menjadi 4,22 MPa, sedangkan nilai elongasi mengalami penurunan yaitu 32,62%, 16,60% dan 8,35%. Biodegradabilitas bioplastik dengan variasi plasticizer gliserol mencapai 2,50 % dalam waktu 8 hari. Sedangkan bioplastik pada variasi konsentrasi kitosan mempunyai biodegradabilitas 1,63% dalam waktu 8 hari.

  16. Pengaruh Lama Penyinaran Gelombang Mikro Terhadap Pembentukan Struktur dan Sifat Thermal Karbon Hitam dari Bambu Ori (Bambusa arundinacea dan Bambu Petung (Dendrocalamus asper

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahma Rei Sakura

    2013-03-01

    Full Text Available Bambu merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki bentuk batang tinggi, berongga, berbentuk bulat dan memiliki kekuatan yang baik. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh proses penyinaran gelombang mikro terhadap pembentukan struktur dan sifat thermal karbon hitam dari bambu ori (Bambusa arundinacea dan bambu petung (Dendrocalamus asper. Metode sintesis karbon hitam yaitu dengan melakukan penyinaran gelombang mikro dengan variasi lama penyinaran selama 1, 2, 3, 4, dan 5 menit, serta variasi daya 400, 600, dan 800 watt. Pengujian nilai kalor terhadap karbon hitam untuk mengetahui potensi bahan bakar. Perubahan gugus fungsi diuji dengan Fourier Transforms Infrared Spectrometer. Untuk mengidentifikasi senyawa atau fasa, dilakukan pengujian X-Ray Difraction. Struktur mikro akan dipelajari menggunakan uji Scanning Electron Microscope. Hasil dari pengujian tersebut yaitu semakin lama pemanasan gelombang mikro, maka berat sisa yang dihasilkan semakin sedikit. Semakin tinggi daya, maka karbon yang dihasilkan semakin homogen. Waktu pemanasan yang semakin lama, mengakibatkan karbon yang terbentuk semakin baik dan homogen.

  17. KONDISI SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA BEKAS TAMBANG NIKKEL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TRENGGULI DAN MAHONI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Merryana Kiding Allo

    2017-06-01

    Full Text Available Mining activities through land clearing, dredging and backfilling will lead to changes in the ecosystem. Land conditions badly damaged among other unproductive, high erosion and loss of top soil layer of soil. The physical properties of the soil pH is acid soil, the texture increased dust causes soil compacted is difficult to be processed and chemical properties of the soil decreased to lower and lower, that it can not support the root system of plants and would affect the plant growth is not normally. The need for nutrients origin of organic fertilizers and inorganic fertilizers combined with the planting hole and alcosorb can spur the growth of trengguli and mahoni that is expected to speed up the recovery process mined lands of nickel. Planting  trengguli and mahogany produced by percentage grew to 95% by using a experiments using completely randomized design (CRD with a combination of the size of the hole, the dosage of fertilizer and alcosorb on trengguli and mahoni plants produce the best height and diameter growth on the kind trengguli obtained from treatment of the planting hole size 0.30 mx 0.40 mx 0.30 m ( A2 15 kg of organic fertilizer (B3 with alcosorb 3 gr and the best diameter growth in mahoni generated by the use of manure dosage of 7.5 kg and 7.5 gr NPK (B2. Kegiatan penambangan secara land clearing, pengerukan dan penimbunan  akan menyebabkan perubahan ekosistem. Kondisi lahan rusak berat antara lain tidak produktif, terjadi erosi berat dan hilangnya lapisan top soil tanah. Sifat fisik fisik pH tanah menjadi masam, tekstur debu meningkat menyebabkan pemadatan tanah sukar diolah dan sifat kimia tanah menurun menjadi makin rendah, sehingga tidak dapat mendukung sistem perakaran tanaman dan akan berdampak pertumbuhan tanaman tidak normal. Kebutuhan akan unsur hara asal pupuk organik maupun pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan lubang tanam dan alcosorb dapat memacu pertumbuhan tanaman jenis trengguli dan mahoni yang

  18. POROSITAS DAN PERMEABILITAS KOMPOSIT BERPORI DENGAN BAHAN DASAR LIMBAH KACA (CULT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MI Savitri

    2014-11-01

    Full Text Available Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glycol  (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana. Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam. Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%. Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG. Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15 m2. Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai. Hasil pengujian diperoleh air dengan sifat fisis air bening dan tidak berbau, sehingga komposit berpori dari limbah kaca dapat menyaring air limbah.  {0>Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glicol (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana.<}0{>Porous composites from waste glass and Polyethylene Glycol (PEG have been synthesized by a simple mixing method.<0} {0>Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam.Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%.Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG.<}0{>The pores of the composite were formed due to the evaporation of PEG when heated at temperature of 700oC for 2.5 hours. The pore variation may be obtained by adjusting the PEG composition, i.e. 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, and 9%. The porous composites have higher porosity because of the PEG composition.<0} {0>Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15m2.Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai.<}0{>Mesoporous composites have porosity ranging from 1% to 5% and the permeability has value

  19. STUDI PENGARUH VARIASI SUHU KALSINASI TERHADAP KEKERASAN BENTUK MORFOLOGI, DAN ANALISIS POROSITAS NANOKOMPOSIT CAO/SiO2 UNTUK APLIKASI BAHAN BIOMATERIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Kurniawan

    2015-01-01

    Full Text Available Bahan biomaterial saat ini dibutuhkan bagi masyarakat, namun saat ini penyediaannya sangat terbatas dan harganya yang mahal. Hal ini mendorong terciptanya inovasi bahan biomaterial yang efisien dan berasal dari alam Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat bahan biomaterial dari limbah cangkang kerang dan lumpur Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah melakukan sintesis nanokomposit CaO dan SiO2, dan mencampur dengan rasio 2:1, kemudian dikalsinasi pada suhu 700oC, 800oC, 900oC setelah itu mengkaraterisasinya menggunakan uji mekanik harness vickers dan SEM, BET. Hasil karakterisasi menunjukkan pada suhu 900oC nilai kekerasan tertinggi dicapai pada suhu pemanasan 900oC yaitu sebesar 109,1 ± 5,22 VHN. Kemudian bentuk mikrostruktur dimana pada suhu ini terbentuk butiran yang menggumpal dan membesar dengan ukuran pori mengecil. Sedangkan untuk analisa porositasnya pada suhu ini nilai surface area sebesar 23.843 m2/g dan volume pori sebesar 0.007 cc/g. Dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa meningkatnya suhu pemanasan menyebabkan sifat kekerasannya semakin meningkat dan mempengaruhi bentuk mikrostruktur serta surface area pada permukaan sampel.Kata kunci : Biomaterial, nanokomposit CaO/SiO2, Hardness Vickers, SEM, BET

  20. PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK MARMER PADA BETON SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN DENGAN VARIASI PENGGUNAAN SILICA FUME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agil Fitri Handayani

    2015-02-01

    Full Text Available The Utilization of Marble Powder Waste in Concrete Ma­­­­­­­­terials as a Partial Material Substitution of Cement  with the Variation Use of Silica Fume. The purpose of this study was to determine the effect of marble powder and silica fume on the mechanical pro­per­ties of concrete. This study used an experimental design using 16 group of testing materials with variety types of mixtures between marble powder and silica fume 0.00; 5.00; 10.00; and 15.00%. The wa­ter-cement ratio was 0.50 and a low dosage of superplasticizer, which was 0.50%. The behavior of fresh concrete were calculated and the mechanical properties of concrete were tested on con­crete age of 28 days. The results showed the marble powder main com­position was Silicon Dioxide (SiO2 17.63% and Calcium Carbonate (CaCO3 2.73%. Mar­ble powder was more appropriate to be used as fillers than to be used as a partial substitution of ce­ment. The optimum mechanical properties of concrete was produced by the mixtures of 5.00% mar­ble powder  and 6.22% silica fume which resulted in compressive strength of 29.04 MPa.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peng­gunaan ser­buk marmer dan silica fume terhadap sifat mekanik beton. Penelitian ini meng­gu­na­kan desain eksperimen dengan 16 kelompok benda uji dengan variasi ser­buk marmer dan silica fume 0,00; 5,00; 10,00; dan 15,00%. Faktor air semen di­gu­nakan 0,50 dan superplasticizer dengan dosis rendah 0,50%. Perilaku beton segar di­perhitungkan dan sifat mekanik beton diuji pada umur beton 28 hari. Hasil analisis me­nunjukkan kom­posisi utama serbuk marmer adalah Silikon Dioksida (SiO2 17,63% dan Kalsium Kar­bonat (CaCO3 2,73%. Serbuk marmer lebih tepat digunakan se­bagai bahan pe­ng­isi atau filler dari pada sebagai pengganti semen. Sifat mekanik be­ton optimum di­ha­sil­kan pada campuran serbuk marmer 5,00% dan silica fume 6,22% dengan kuat tekan be­ton yang dihasilkan  mencapai 29

  1. Pengaruh Kecepatan Homegenisasi Terhadap Sifat Fisika dan Kimia Krim Nanopartikel dengan Metode High Speed Homogenization (HSH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galuh Suprobo

    2015-06-01

    Full Text Available Nanoparticle cream is the development of nanotechnology in cosmetics fields for improving the function of cream. High speed homogenization (HSH is one of the methods for creating nanoparticle cream. In this research, the use of natural materials based palm oil derivative  such as stearic acid, cetil alcohol, cetil stearil alcohol was chosen in nanoparticle cream producing by using HSH methods.The speed variable of  homogenization of 1000 rpm, 1500 rpm, 2,000 rpm and 2,500 rpm  intended to find out the influence of speed toward the  properties of cream product. The observation result showed the influence on physical display in term of texture but not in homogeneity , stability and cream color. The pH of the product during two months storage for all variables were still stable. The particle size was increased in the homogeneity of speed at 2000 rpm and 2500 rpm. In this research has produced the cream in particle size from 239.86 to 358.10 nm which enter in nanoparticle category 50 nm to 1000 nm. The stability of nanoparticle cream product in the range of 97,20 to 98%.ABSTRAKKrim nanopartikel merupakan pengembangan nanoteknologi di bidang kosmetik untuk meningkatkan fungsi krim tersebut. High speed homogenization (HSH merupakan salah satu metoda dalam pembuatan krim nanopartikel. Pada penelitian ini, krim nanopartikel dibuat menggunakan bahan baku alami turunan kelapa sawit yaitu asam stearat, setil alkohol, setil stearil alkohol dengan metoda HSH. Variabel kecepatan homogenisasi pada 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm dan 2500 rpm dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kecepatan terhadap sifat-sifat krim. Hasil menunjukkan bahwa perubahan kecepatan homogenisasi dalam reaktor berpengaruh terhadap tampilan fisik dari segi tekstur, akan tetapi tidak mempengaruhi terhadap kehomogenan, stabilitas dan warna krim. Dari pengamatan selama 2 bulan penyimpanan diketahui tidak terjadi perubahan pH selama penyimpanan untuk keempat variabel. Ukuran partikel

  2. Takwilan Nas-Nas Sifat Mutashabihat Dalam Kalangan Salaf

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rashidi Wahab

    2012-12-01

    Full Text Available Isu takwilan nas-nas mutashabihat merupakan satu isu yang berlarutan dalam pemikiran umat Islam sejak kurun awal Hijrah sehingga kini. Ulama Salaf sering dilabelkan oleh sesetengah penulis kontemporari sebagai golongan yang tidak mentakwilkan nas-nas sifat mutashabihat, manakala ulama Khalaf yang datang selepas Salaf dilabelkan sebaliknya. Kesan daripada kenyataan tersebut, timbul polemik dalam kalangan umat Islam hari ini mengenai keharusan takwilan Khalaf terhadap nas-nas sifat mutashabihat adalah menyalahi pegangan Salaf. Namun sejauh manakah keabsahan dan dakwaan tersebut boleh dipertanggungjawabkan, perlu ditinjau semula bagi menangani konflik tersebut. Untuk tujuan demikian, artikel ini diketengahkan untuk meneliti kenyataan dan pandangan para ulama Salaf dalam isu berkenaan bagi mengenal pasti sama ada mereka mengambil sikap mentakwilkan nas-nas sifat mutashabihat atau sebaliknya. Kajian kualitatif yang memfokuskan kepada analisis kandungan dokumen ini, mendapati bahawa terdapat dalam kalangan ulama Salaf yang hidup sehingga kurun ketiga Hijrah turut mentakwilkan nas-nas sifat mutashabihat sebagaimana sebahagian ulama Khalaf melakukan pentakwilan. Maka dakwaan para ulama Salaf keseluruhannya menolak metode takwil nas-nas sifat mutashabihat adalah suatu pandangan yang kurang tepat. Kajian turut mengenal pasti bahawa istilah Salaf bukan sahaja merujuk kepada tokoh yang hidup dalam kurun tiga Hijrah pertama sahaja, sebaliknya kurun kelima Hijrah yang dijadikan sebagai penamat tempoh hidup para Salaf turut dilihat sebagai suatu pandangan yang signifikan untuk diketengahkan dalam masyarakat kontemporari kini.

  3. KERACUNAN BAHAN KIMIA BERACUN DI RUMAH TANGGA DAN PENANGGULANGANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satmoko Satmoko

    2012-10-01

    Full Text Available Pada umumnya semua bahan kimia merupakan racun, termasuk obat-obatan. Bahan kimia beracun di dalam rumah setiap saat dapat mengancam keselamatan kita, terutama anak-anak.Bahan bahan kimia yang sering digunakan dan, disimpan di rumah tangga adalah sangat beragam. Hal ini perlu diperhatikan oleh masyarakat umum karena bahan kimia tersebut dapat membahayakan anak-anak, khususnya balita atau bahkan orang dewasa apabila dalam pelabelan tidak jelas atau memindahkan wadah asli bahan kimia ke wadah lain tanpa diberikan keterangan atau label.Bahan kimia yang sering disimpan di rumah tangga adalah antara lain, spiritus (metil alkohol, asam cuka, air aki, aseton (penghapus cat kuku, bensin, pestisida, deterjen, karnper, kaporit, karbol, minyak tanah, terpentin, oli, obat obatan (boorwater, asetosal, obat-obatan penurun panas, barbiturat, mereurochrom, dan lain sebagainya.  

  4. Berbagai Sifat Dan Kegunaan Dental Porcelain Di Bidang Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    Lola Nofrita

    2008-01-01

    Dental porcelain merupakan material terbaik dan masih menjadi pilihan utama yang digunakan sebagai restorasi permanen karena warnanya dapat disesuaikan menyerupai gigi asli dan mempunyai kekuatan yang baik terhadap daya kunyah serta tahan terhadap pengaruh saliva. Jenis dental porcelain dapat dibagi berdasarkan temperatur, proses pembakaran dan kegunaannya. Komposisi dental porcelain terdiri dari kaolin, feldspar, silika, fluks, dan logam pewarna. Dental porcelain memiliki sifat fisis, ...

  5. BATA LEMPUNG BAHAN BANGUNAN DINDING ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vincentius Totok Noerwasito

    2001-01-01

    Full Text Available "Bata lempung" is block of wall material, main basic material is sols contains 50-60% clay, pressed and molded, without combusted, used after 28 days and production doesn't depend climates. "Bata lempung" can used as bearing wall or curtain wall, exposed and in low-cost housing, exclusive house and real estate. Resultants of research "Bata lempung" used sols from Pandaan Jawa-Timur are resistance compression 60 -70 kg/cm2, waterproofing and cheaper than brick if produced in site of project. "Bata lemping" are material saving energy, without pollution, efficient, structural and art material. Abstract in Bahasa Indonesia : "Bata lempung" adalah bahan bangunan dinding berupa blok terbuat dari tanah "lempung" dengan kandungan 50-60% Clay, dicetak dengan pemadatan, pengeringan tanpa dibakar, dipergunakan setelah berumur 28 hari. Karena dicetak proses pembuatan tidak tergantung pada cuaca. Aplikasi "bata lempung" adalah sebagai dinding pemikul atau sebagai dinding pengisi, yang dapat diekspose pada dinding rumah murah, rumah mewah atau pada kompleks perumahan real estate. Hasil penelitian dari tanah yang berasal dari Pandaan - Jawa timur menghasilkan blok "bata lempung" dengan kuat tekan 60 -70 kg/cm2, tahan air .dan harga dibawah harga bata merah dipasaran jika diproduksi dilokasi bangunan. "Bata lempung" adalah bahan bangunan yang ramah lingkungan,henat enrgi, tidak meninggalkan banyak sisa blok, merupakan bahan bangunan struktural dan juga bahan bangunan seni. Kata kunci: Bahan bangunan dinding, blok, Clay, Semen, pemadatan, pencetakan, pembakaran, ekspose, natural, modul, kuat tekan, dinding pemikul, dinding pengisi, polusi, hemat energi, material struktural, material seni.

  6. SIFAT FUNGSIONAL ISOLAT PROTEIN ‘BLONDO’ (COCONUT PRESSCAKE DARI PRODUK SAMPING PEMISAHAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL DENGAN BERBAGAI METODE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Permatasari

    2015-11-01

    OHC tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar metode (p≤ 0,05. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa metode fisik menghasilkan sifat fungsional terbaik. Kata kunci: Sifat fungsional, isolat protein, blondo, VCO

  7. Pengaruh Kecepatan Pengadukan dan Kehalusan Gambir Serta Variasi Komposisi Terhadap Beberapa Sifat Fisika dalam Pembuatan Tinta Cetak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Muchtar

    2015-12-01

    Full Text Available Ink is a very important element that determines the quality of a printout. One of the potential natural materials that can be used as a raw material for making printing ink is gambier.The objective of this study was to observe the effect of stirring speed and particle size on some physical properties in the printing ink. The ink manufacturing was done in 2 phases, namely the manufacture of color pigment and ink formulation. Pigment ink was made by cleaning the gambier through dilution with hot water, filtration, and precipitation of fitrat. Furthermore the gambier was mashed with particle size variation 40, 60, 80 mesh. The adding saturated FeCl3 compounds in ethanol into the extract gambier slowly with stirring speed 250, 500, 750 rpm for 4 hours. The color of the pigment, viscosity, and the particle size was tested by using the PSA method (particle size analyzer. Manufacture of ink formula with additives propylene glycol 7.5; 10; 12.5 mL and polyethylene glycol 0.1; 0.3; and 0.5 mL for every 30 ml of extract gambier in ethanol. Best pigment was obtained from the use of gambier 60 mesh powder, stirring speed 250 rpm, the smallest pigment particle was 47.54 nm. The best ink formula was using propylene glycol and polyethylene glycol 12.5 mL and 0.5 mL. The characteristics of ink were black colored ink with a density 0.9633 at a temperature of 28-30°C, viscosity 0.9 cP, and surface tension 0.2539 N/m.ABSTRAK Tinta merupakan unsur yang sangat penting menentukan kualitas hasil cetakan. Salah satu bahan alam potensial yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan tinta cetak adalah gambir. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh kecepatan pengadukan dan kehalusan bahan baku gambir terhadap beberapa sifat fisika dalam pembuatan tinta cetak. Pembuatan tinta dilakukan 2 tahap yaitu pembuatan pigmen dan formula tinta. Pigmen tinta dibuat dengan cara membersihkan  gambir melalui pelarutan dengan air panas, penyaringan, dan pengendapan

  8. Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk Bahan Bakar Marine Diesel Engine.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Juhantoro

    2012-09-01

    Full Text Available Coal water mixture (CWM adalah bahan bakar campuran antara batubara dan air dengan peambahan zat aditif yang dapat membentuk suspensi cairan homogen dan stabil selama penyimpanan, pengangkutan, dan pembakaran. Tahap pertama pembuatan bahan bakar batubara cair adalah dengan teknologi Upgrading Brown Coal (UBC. Pada proses upgrading ini digunakan larutan kerosen dan aspal sebagai media upgradingnya, sedangkan rasio antara larutan kerosen-aspal dengan batubara adalah 1,25. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan slurry bahan bakar batubara cair dengan teknologi Coal Water Mixtures (CWM. Pada proses CWM ini diameter batubara maximum 38 um. Komposisi antara batubara dengan air adalah 40% : 60%. Untuk menstabilkan CWM digunakan  bahan aditif berupa CarboMextyl Cellulose (CMC dan sebagai dipersant digunakan Alkyl Benzene Sulfonic  (ABS.  Perbandingan masing-masing aditif pada  komposisi campuran adalah 0.01% CMC dan 0.07% ABS. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur pemanasan untuk mengetahui hasil fisik maupun karakteristik bahan bakar batubara cair. Dari hasil fisik dan karakteristik diperoleh keadaan batubara cair memiliki kemiripan dengan Heavy Fuel Oil (HFO pada temperatur pemanasan 15 0C dan 50 0C.

  9. Sifat Thermal Tanah Pasiran Pantai dengan Pemberian Bahan Pengkondisi Tanah dan Biomikro pada Budidaya Tanaman Cabai (Capsicum Annuum, L)

    OpenAIRE

    Sudyastuti, Tri; Setyawan, Nurdi

    2007-01-01

    Study properties of sandy soil is important to be done to gain the good condition for growing plants. The characteristics of thermal are volumetric heat capacity of soils (Cv), thermal diffusivity of soils (DT), thermal conductivity of soils (KT) and heat flux (qh), as well as transmission of heat transfer (Q ). The objective of the research was to study thermal  properties of sandy soil at coastal area by giving biomicro and soil conditioners. Treatments of irrigation used in the research we...

  10. Sifat Thermal Tanah Pasiran Pantai Dengan Pemberian Bahan Pengkondisi Tanah Dan Biomikro Pada Budidaya Tanaman Cabai (Capsicum Annuum, L)

    OpenAIRE

    Sudyastuti, Tri; Setyawan, Nurdi

    2007-01-01

    Study properties of sandy soil is important to be done to gain the good condition for growing plants. The characteristics of thermal are volumetric heat capacity of soils (Cv), thermal diffusivity of soils (DT), thermal conductivity of soils (KT) and heat flux (qh), as well as transmission of heat transfer (Q ). The objective of the research was to study thermal properties of sandy soil at coastal area by giving biomicro and soil conditioners. Treatments of irrigation used in the research we...

  11. Analisis sifat fisika pemanfaatan pati tandan kosong sawit dan limbah plastik LDPE sebagai bahan pembuatan plastik biodegradabel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tengku Rachmi Hidayani

    2017-06-01

    Full Text Available This research aimed to overcome the issue of plastic packaging waste that accumulates in nature because synthetic polymers cannot be easily unraveled by bacteria. Biodegradable plastics were produced by mixing waste of plastics of the low density polyethylene (LDPE with starch of empty palm fruit bunches, modified with the addition of maleic anhydride as a crosslinking agent. To produce biodegradable plastics, different compositions of LDPE waste, starch of empty palm fruit bunch, maleic anhydride, and benzoyl peroxide were used, namely (90: 10: 1: 1, (80: 20: 1: 1, (70: 30: 1: 1, and (60: 40: 1: 1. Research stages consisted of extraction of starch from palm empty fruit bunch (PEFB; preparation of biodegradable plastic powder with the reflux method and xylene solvents; and making of biodegradable plastics using the press molding method. Based on the results of characterization, it was revealed that the optimum condition was generated by biodegradable plastics with the composition of LDPE waste, starch of empty palm bunches, maleic anhydride, and benzoyl peroxide was equal to 60: 40: 1: 1, which generated the tensile strength value of 6.9410 N/m2, the elongation at break of 3.1875%, the the melting point temperature of 103oC, and the decomposition temperature of 384oC. Besides, the thermal gravimetric test generated a residue of 12.6% and results of the analysis on morphological properties suggested that the starch distributed evenly.

  12. Reologi, sifat aging, termal, dan swelling dari campuran EPDM/NR dengan bahan pengisi carbon black N220

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2016-06-01

    Full Text Available The blends of EPDM and NR are immiscible in nature and incompatible. Introducing maleic anhydride as a compatibilizer into the blends was expected to produce compatible blends with balanced mechanical properties. The purpose of this research was to determine the effect of EPDM/NR ratio on the rheological, aging, thermal and swelling properties of the blends. The variation of EPDM/NR ratio were 100/0, 80/20, 70/30, 60/40, 50/50, and 40/60 phr. The blends were mixed using two roll mill. The results showed that the addition of NR affects the maximum torque, scorch time, and optimum vulcanization time. In the blends, EPDM plays an important role in improving aging, swelling, thermal properties.

  13. Identifikasi Ras Fisiologis Fusarium oxysporum f.sp. cubense Berdasarkan Sifat Kompatibel Secara Vegetatif dan Pembentukan Bahan Volatil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Wibowo

    2002-07-01

    Full Text Available Race characterization of F. oxysporum Schlecht. f.sp. cubense (E.F. Smith Snyd. & Hans. by determining disease reaction is difficult because the result may be biased due to the variability of growing condition. This study is aimed to identify physiological races of F. oxysporum f.sp. cubense in banana plantation in the province of Daerah Istimewa Yogyakarta by examining the relation of the fungal pathogen isolates. The identification of physiological races of F. oxysporum f.sp. cubense was based on vegetative compatibility groups (VCGs. The research was conducted in The Laboratory of Mycology Faculty of Agriculture GMU on March to November 2000. Observation of heterokarion formed by the mutant of F. oxysporum f.sp. cubense on selective medium was carried out in order to identify the compatibility of two different fungal isolates. Nitrate non utilizing (nit mutants obtained without mutagen were used as the label. Nit mutant obtained from the same wild type isolates could form heterokarion on minimal agar medium containing NaNO3 as nitrogen source. Eleven isolates of F. oxysporum f.sp. cubense have been isolated from several cultivars of banana. Vegetative compatibility tests showed that of 11 eleven isolates, there were six different group VCGs where four of them formed volatile compound in rice medium whereas two of them did not. Key words: Fusarium wilt, F. oxysporum f.sp. cubense, vegetative compatibility groups (VCGs

  14. Penelitian pengaruh variasi bahan pelunak naphtenic oil terhadap sifat fisis tegangan putus dan perpanjangan putus kompon karet untuk alas sapi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luciawati Sunarjo

    1996-12-01

    Full Text Available The aim of this research is to know influence of plasticizer naphtenic oil to the physical properties of tensile strength and elongation at break of rubber compound for cowmats. It makes from Rubber Smoke Sheet (RSS and Styrene Butadiene Rubber 1502 (SBR as raw material with addition ingredients are Calcium Carbonate, FEF black, Stearic Acid, Zinc Oxide, Plasticizer Naphtenic Oil, Paraffine Wax, TMT, CBS, AOSP and Sulphur as Vulcanizing agent. Rubber compound for cowmats, formed to slab by hydraulic press at 1500C and 150 Kg/cm2. Than tested tensile strength and elongation at break. The result of this research indicated that platicizer naphtenic oil (x and tensile strength have regression equation as Y1 = 24.168 – 0.634 X (r = 0.87, while naphtenic oil and elongation at break have regression equation as Y2 = 236.32 + 21 X (r = 0.88.

  15. POTENSI BIOMASSA FITOPLANKTON Tetraselmis chui SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL

    OpenAIRE

    Usman, Sukmawati

    2015-01-01

    Penelitian mengenai potensi biomassa fitoplakton Porphyridium cruentum dan Tetraselmis chui sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dengan metode fermentasi telah dilakukan. Dalam penelitian ini, dilakukan serangkaian kultivasi fitoplankton untuk memperoleh biomassa sebagai bahan baku substrat untuk fermentasi bioetanol. Proses pembuatan bioetanol terdiri dari dua tahap yakni pretreatment biomassa dan fermentasi bioetanol. Proses pretreatment terdiri dari proses delipidasi dengan metode ekstra...

  16. Pengaruh Etsa Kimia dengan Akua Regia terhadap Kekuatan Tarik Perlekatan Bahan Resin Akrilik pada Gigi Tiruan Kerangka Logam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Th Esti Tjahjanti

    2012-07-01

    Full Text Available Latar belakang. Bahan yang dipakai untuk pembuatan Gigi Tiruan Sebagian (GTS, antara lain: resin akrilik, kerangka logam, kombinasi kerangka logam dengan resin akrilik. Resin akrilik adalah bahan plat gigi tiruan yang memliki warna dan translusensi baik tetapi sifat mekanismenya tidak ideal, tidak tahan terhadap abrasi, dan dapat terjadi perubahan dimensi. GTS kerangka logam cukup kuat, tetapi estetis kurang memuaskan sehingga perlu kombinasi kerangka logam dan resin akrilik. Peningkatan daya lekat antara kedua bahan tersebut memerlukan retensi, teknik etsa kimia dengan akua regia dapat membuat retensi mikro pada logam. Tujuan penelitian untuk mengetahui etsa kimia dengan akua regia terhadap kekuatan tarik perlekatan bahan resin akrilik pada gigi tiruan kerangka logam. Metode penelitian. Penelitian dilakukan pada 20 subyek penelitian berupa plat kobalt kromium dengan mesh dilekati resin akrilik (10x10x2 mm yeng dilekati mesh ukuran (10x8x1 mm. Subyek penelitian dibagi 2 kelompok: 10 subyek plat kobalt kromium dengan mesh dilekati resin akrilik (20x10x2 mm dan 10 subyek penelitian plat kobalt kromium dengan mesh dietsa dengan akua regia 65% selama 5 menit, kemudian dilekati dengan resin akrilik (20x10x2 mm. dilakukan uji kekuatan tarik menggunakan Torsee’s universal testing Machine dengan ukuran kg/mm2, kemudian hasil analisa dengan t-test. Hasil Penelitian menunjukkan rata-rata kekuatan tarik perlekatan bahan resin akrilik dengan kerangka logam yang tidak dietsa lebih kecil daripada yang dietsa kimia dengan akua regia. Terdapat perbedaan yang bermakna kekuatan tarik perlekatan resin akrilik dengan kerangka logam yang tidak dietsa dengan yang dietsa secara kimia dengan akua regia (p<0,05. Kesimpulan. Etsa kimia dengan akua regia pada kerangka logam, meningkatan perlekatan bahan resin akrilik pada gigi tiruan kerangka logam.   Background. Materials used in making removable partial denture (RPD can be acrylic resins, metal plate, combination

  17. PENGARUH PERBEDAAN SIFAT PENYANGGA ALUMINA TERHADAP SIFAT KATALIS HYDROTREATING BERBASIS NIKEL-MOLIBDENUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Ulfah

    2012-11-01

    Full Text Available EFFECT OF ALUMINA SUPPORT PROPERTIES ON THE NICKEL-MOLIBDENUM BASE HYDROTREATING CATALYST. Effect of surface characteristics of three species of synthesized γ-alumina (alumina-1, alumina-2 and alumina-3 on characteristics NiMo catalysts has been studied. Those aluminas are derived from boehmite Catapal B by varying rasio mol nitric acid to boehmite. A sol-gel method is used to synthesize γ-Al2O3 support. The Nitrogen adsorption, X-ray diffraction (XRD, Temperature Programmed Reduction (TPR of H2, Temperature Programmed Desorption (TPD of NH3, and mechanical strength are used to characterize the supports and catalysts. The results showed that the surface area alumina affects the formation of crystalline MoO3 in the NiMo catalyst, while γ-Al2O3-3 support which has the highest surface area (about 195 m2/g compared to the other two types of alumina (>195 m2/g does not have a crystalline MoO3. The formation of crystalline MoO3 is not influenced by the acidity alumina. Based on the results of XRD, it is  indicated that the supported alumina-3 NiMo catalyst (having the highest acid strength shows that there is no presence of crystalline MoO3. Pore size distribution of support did not change significantly after the deposition of Ni and Mo oxides. Mechanical strength of support also affects the strength NiMo catalyst. Support alumina-3 which has the highest mechanical strength gives the mechanical strength of the highest NiMo catalyst. Pengaruh sifat penyangga γ-alumina hasil pengembangan (alumina-1, alumina-2 dan alumina-3 pada karakter katalis hydrotreating nikel-molibdenum (NiMo telah dipelajari. Ketiga jenis γ-alumina diturunkan dari boehmite “Catapal B” dengan menvariasikan nisbah mol asam nitrat terhadap boehmite. Pembuatan γ-alumina menggunakan metoda sol-gel. Adsorpsi Nitrogen, X-ray difraksi (XRD, Temperature Programmed Reduction (TPR H2, Temperature Programmed Desorption (TPD NH3, dan kekuatan mekanik digunakan untuk

  18. Sifat Fisika Mekanika dan Ketahanan Papan Partikel Bambu dengan Perekat Asam Sitrat terhadap Serangan Rayap Kayu Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ragil Widyorini

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian mengenai penggunaan asam sitrat sebagai agen pengikat alami masih relatif sedikit. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan pada pengaruh jumlah asam sitrat dan suhu pengempaan terhadap sifat papan partikel bambu, termasuk ketahanannya terhadap serangan rayap kayu kering. Bahan penelitian adalah partikel bambu petung. Komposisi kimia bahan baku bambu diuji untuk kadar ekstraktif, holoselulosa, lignin, dan alfa selulosa. Faktor pada penelitian ini adalah jumlah asam sitrat (0 - 40% berdasarkan berat kering udara partikel dan suhu pengempaan (200 oC dan 220 oC. Sifat fisika dan mekanika papan partikel diuji berdasarkan standar pengujian JIS A 5908. Analisis menggunakan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR juga dilakukan untuk mengetahui perubahan gugus ester pada berbagai jumlah asam sitrat dan suhu pengempaan. Pengujian ketahanan terhadap serangan rayap kayu kering juga dilakukan dengan menghitung nilai pengurangan berat dan mortalitas rayap setelah 6 minggu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa interaksi kedua faktor berpengaruh nyata terhadap nilai pengembangan tebal, penyerapan air, modulus elastisitas dan modulus patah. Intensitas gugus C=O yang ditunjukkan pada puncak 1720 cm-1 semakin bertambah besar seiiring dengan semakin banyaknya jumlah asam sitrat, yang menyebabkan kekuatan perekatan dan stabilitas dimensi papan partikel menjadi semakin kuat. Kondisi optimum pada penelitian ini adalah papan partikel dengan penambahan jumlah asam sitrat 20 % pada suhu pengempaan 200 oC dengan kualitas yang dapat memenuhi standar JIS A 5908 tipe 8. Penambahan asam sitrat dapat meningkatkan mortalitas rayap kayu kering secara nyata. Penambahan 20 % asam sitrat pada suhu pengempaan 200 oC menghasilkan nilai pengurangan berat 0,9 % dan mortalitas rayap 57 %. Kata kunci: bambu petung, asam sitrat, suhu pengempaan, jumlah asam sitrat.   Mechanical properties and durability against the dry termite attacks of particleboard made from bamboo

  19. LOCUS OF CONTROL, MOTIVASI BERPRESTASI DAN SIFAT JIWA WIRAUSAHA PADA MAHASISWA ITS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Mulyono

    2009-11-01

    Full Text Available Karya McClelland tentang motif berprestasi (N-Ach sebagai suatu sifat wirausaha pokok telah mendorong berbagai bidang penelitian kewirausahaan. Selain motivasi berprestasi, karakteristik psikologis lain dari wirausahawan adalah Internal Locus of Control.Locus of Control adalah ciri pribadi yang sifatnya “ tergantung pada kekuatan dari dalam diri, dan karenanya bersifat menentukan nasib diri sendiri, berkeinginan kuat untuk independen dan otonom “.Tujuan penelitian ini untuk menguji dua sifat tersebut yaitu dengan mencari hubungan antara motivasi berprestasi dengan Locus of Control sebagai jiwa wirausaha. Selain itu ingin diketahui bagaimana profil awal pribadi sifat jiwa wirausaha yang dimiliki oleh mahasiswa ITS. Hasil penelitian menunjukkan angka korelasi (r angka .3741 dan dinyatakan signifikan dalam taraf signifikansi .01.Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada hubungan yang positif antara Locus of Control dan Motivasi Berprestasi dari mahasiswa ITS adalah diterima. Sedangkan profil keberadaan sifat jiwa wirausaha pada mahasiswa ITS adalah tergolong masih rendah dan cukup yaitu 39,2% mempunyai sifat jiwa wirausaha yang rendah dan 57,2% mempunyai sifat kewirausahaan yang cukup saja, dan hanya ada 3,6% saja yang tergolong mempunyai sifat jiwa kewirausahaan yang tergolong tinggi dan belum ada yang tergolong mempunyai sifat kewirausahaan yang sangat tinggi.Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa memang ada hubungan antara Locus of Control dengan motivasi berprestasi pada mahasiswa ITS, dan sifat jiwa kewirausahaan mahasiswa ITS masih tergolong kurang dan hanya cukup saja, maka dalam rangka menumbuhkan mentalitas kewirausahaan untuk menciptakan kerja sendiri maka perlu diciptakan iklim yang lebih mendukung untuk tercapainya tujuan perkuliahan kewirausahaan di ITS.

  20. Analisa Pengaruh Trim terhadap Konsumsi Bahan Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Salim Salim Aris

    2013-12-01

    Full Text Available Trim merupakan salah satu kondisi pada kapal dimana terdapat perbedaan draft pada bagian haluan dan buritan. Kapal bergerak dengan kecepatan dinasnya (Vs pada kondisi normal continuous rating.Pada tahap pendesainan kapal tahanan total kapal (Rt didapatkan pada kondisi kapal even keel. Namun pada pengoperasianya kapal jarang berada pada kondisi even keel tapi berada pada kondisi trim, baik trim by stern ataupun trim by bow. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan tahanan total yang minimum dengan variasi trim yang dibuat pada kondisi displasemen 100%, 95%, 90%, 75% dan 55%. Dan juga berapa konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan. Untuk dapat melakukan penelitian ini diperlukan pembuatan trim diagram untuk mengetahui variasi trim yang menghasilkan displasemen yang sama. Dan juga dibutuhkan software MAXSURF 11.12 untuk menganalisa tahanan dari variasi trim yang dibuat. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa variasi trim yang menghasilkan tahanan total paling minimal adalah trim by stern, namun terdapat satu kondisi dimana tahan total yang paling minimum adalah trim by bow yaitu pada saat kondisi 100% displasemen. Hal ini dikarenakan pada kondisi tersebut area transom pada kapal ketika trim by stern banyak tercelup di dalam air, sedangkan ketika trim by bow hanya sedikit area transom yang tercelup di dalam air. Sehingga menyebabkan tambahan tahanan total pada saat trim by stern. Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan berbanding lurus dengan besarnya daya yang dibutuhkan.

  1. Integrasi Bahan Ajar Kewirausahaan Bidang Produktif Bangunan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    V Lilik Hariyanto

    2013-01-01

    Full Text Available Abstrak: Integrasi Bahan Ajar Kewirausahaan Bidang Produktif Bangunan. Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan diharapkan: (1 bekerja pada bidang pekerjaan yang sesuai dengan bidang kejuruannya, (2 melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, dan (3 berwirausaha. SMK Bangunan harus mampu membuat lulusannya menciptakan laangan kerja. Hal ini dapat dicapai salah satunya dengan mengintegrasikan kewirausahaan ke dalam pembelajaran mata pelajaran produktif. Ada tiga rumusan masalah, yaitu: (1 bagaimana mengimplementasikan standard kometensi dan kompetensi dasar, silabus kerja batu? (2 bagaimana integrasi mata pelajaran kewirausahaan ke dalam mata pelajaran produktif? (3 bagaimana pengembangan RPPnya? Langkah-langkah integrasi meliputi: (1 identifikasi elemen kewirausahaan, (2 identifikasi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai, (3 mengklasifikasi di dalam bentuk topic dan tema, (4 identifikasi kompetensi dasar, (5 menemukan strategi belajar, (6 revisi, (7 uji coba.  Kesimpulan: (1 mata pelajaran kewirausahaan dan mata pelajaran produktif untuk praktik kerja konstruksi dan beton dapat diintegrasikan, (2 Hasil integrasi dapat meningkatkan kesiapan siswa, (3 (2 Product integration can foster entrepreneurship student readiness. Kata kunci: bahan ajar, teknik bangunan, integrasi

  2. APLIKASI METODE GEOLISTRIK SKALA MODEL UNTUK MENENTUKAN NILAI RESISTIVITAS LAPISAN TANAH YANG MENGALAMI PENCEMARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufika Damayanti

    2012-01-01

    Full Text Available Pemantauan tentang sebaran limbah cair dari industry di lingkungan pemukiman perlu dilakukan. Sulitnya mengamati secaralangsung sebaran limbah dalam tanah menjadi persoalan yang harus diselesaikan. Pengukuran menggunakan metode geolistriktahanan jenis konfigurasi Schlumberger dengan alat resistivitymeter G-Sound. Pemodelan dibuat menggunakan ukuran panjang200 cm dan lebar 100 cm kemudian pengukuran dilakukan sebelum penginjeksian dan setelah penginjeksian limbah kuningan danminyak jarak. Pengolahan data menggunakan software Res2Dinv32. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai resistivitas tanahsebelum diinjeksi limbah cair yaitu berkisar antara 47!m– 75 !m. Resistivitas tanah setelah diinjeksi limbah minyak jarak denganmassa jenis 0,912, 0,918, dan 0,920 g/cm berturut-turut adalah 47 – 71, 47 - 63, dan 47 – 55 !m. Sedangkan resistivitas tanahsetelah diinjeksi limbah kuningan dengan massa jenis 1,018, 1,019, dan 1,020 g/cm berturut-turut adalah 47 – 75, 47 – 63, dan 47– 51 !m. Penginjeksian limbah cair pada lapisan tanah skala model mempengaruhi nilai resistivitas listrik tanah. Hal ini karenalimbah yang bersifat konduktif mengisi ruang interfase tanah yang sebelumnya berisi udara. Monitoring of liquid waste distribution is needed to be done. The difficulty of direct observation of waste distribution in the soilbecomes a crucial problem should be solved. One of the solutions of that problem is by doing physical modelling to detect thedistribution of the waste. The measurement used is geoelectricity method of Schlumberger configuration. The modelling useslength of 200 cm and width of 100 cm. The measurement was performed before and after injection of liquid and solid waste. Theinstrument used is G-Sound resistivitymeter. Data processing is performed using Res2Dinv32 software. The result shows that theresistivity value of the soil before injection is around 47 m– 75 m, while the resistivity of soil

  3. PENGARUH TINGKAT YOGURT DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KECERNAAN IN VITRO BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, PROTEIN, DAN SERAT KASAR KULIT NANAS FERMENTASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati (Nurhayati

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian dilaksanakan untuk melihat pengaruh tingkat yogurt dan waktu fermentasi terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, protein, dan serat kasar kulit nanas fermentasi. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan 2 faktor yaitu tingkat yogurt (0, 3, 6, dan 9 ml/kg dan lama waktu fermentasi (24, 48, dan 72 jam yang diulang sebanyak 5 kali. Bahan yang digunakan adalah kulit nanas, plain yogurt yang mengandung bakteri Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus dan Streptococcus salivarius subsp. thermophilus, bahan kimia yang digunakan untuk analisis proksimat protein dan serat kasar kulit nanas fermentasi, larutan saliva buatan McDougall dan cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05 tingkat yogurt terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, dan protein kasar tetapi tidak berbeda nyata terhadap kecernaan serat kasar. Waktu fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05 terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar, dan serat kasar secara in vitro. Interaksi tingkat yogurt dengan waktu fermentasi memberikan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05 terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein kasar tetapi tidak memberikan perbedaan pengaruh nyata terhadap kecernaan serat kasar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat yogurt 6 ml/kg dan waktu fermentasi 72 jam dapat meningkatkan kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, dan protein kasar serta menurunkan kecernaan in vitro serat kasar kulit nanas fermentasi. (Kata kunci: Fermentasi, Kecernaan in vitro, Kulit nanas, Yogurt

  4. SINTESIS LAPIS TIPIS BERBASIS NANOPARTIKEL TITANIA TERMODIFIKASI SILIKA SECARA SOL-GEL SEBAGAI BAHAN ANTIFOGGING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L.V. Rissa

    2012-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang sintesis lapis tipis berbasis nanopartikel titania termodifikasi silika (TiO2-SiO2 secara sol-gel sebagai bahan antifogging untuk (i mengetahui pengaruh temperatur kalsinasi terhadap energi band-gap, struktur dan ukuran kristal, serta porositas titania-silika, (ii mengetahui pengaruh komposisi sol terhadap karakteristik lapis tipis titania-silika yang meliputi hidrofilitas dan sifat transparan, serta (iii mengetahui kinerja antifogging lapis tipis titania-silika pada substrat kaca. Sintesis dilakukan melalui  metode sol-gel. Teknik pelapisan pada kaca menggunakan teknik celup, kemudian diaplikasikan sebagai bahan anti-kabut. Hasil sintesis TiO2-SiO2 dikarakterisasi dengan XRD untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal, SEM-EDX untuk mengetahui morfologi dan komposisi padatan, serta DR-UV untuk mengetahui band-gap TiO2-SiO2. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa TiO2-SiO2 dengan 15% b/b silika  pada temperatur kalsinasi 500°C memiliki ukuran partikel dan band gap optimum  yaitu masing-masing sebesar 11,15 nm dan  3,20 eV. Hasil ini bersesuaian dengan hasil pengukuran sudut kontak minimum yaitu sebesar sebesar 14,49°. Hasil uji kinerja antifogging menunjukkan bahwa lapis tipis TiO2-SiO2 memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai bahan anti-kabut. The research on synthesis of thin layer Based on TiO2 nanoparticle modified silica by sol gel as antifogging materials has been conducted to (i determine the effect of calcination temperature on the gap energy, structure and size of crystal, and porous titania-silica, (ii determine the effect of sol composition on thin layer titania-silica covering hydrophilic and transparent character, and (iii determine the performance of antifogging thin layer titania-silica on glass substrate. The synthesis is done by using sol-gel method. Dye technique was used to coat the glass, and then applied as antifogging materials. The result of synthesis of TiO2-SiO2

  5. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS LAPORAN PENELITIAN BERBASIS PENGAYAAN SKEMATA BACAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nova Kristian

    2016-02-01

    Full Text Available The purpose of this development research is to produce learning material which consist of writing research reports for junior high school students. This developing gives result achieving proper of content, presentation, language, display and create learning material effectivitically for learning. In order to achieve the purpose, the researcher used Borg and Gall (1979. The result developing learning material is achieving proper of content, presentation, language, display and create learning material effectivitically for learning. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk bahan ajar menulis laporan penelitian untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan isi, sajian, bahasa, dan kegrafikaan bahan ajar yang layak serta menghasilkan bahan ajar yang efektif untuk pembelajaran.Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakanlah desain pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1979. Hasil penelitian dan pengembangan bahan ajar ini berupa produk yang isi, sajian, bahasa, dan kegrafikaannya layak untuk pembelajaran serta efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran.

  6. PENGARUH VARIASI SUHU POST WELD HEAT TREATMENT ANNEALING TERHADAP SIFAT MEKANIS MATERIAL BAJA EMS-45 DENGAN METODE PENGELASAN SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusiyanto Rusiyanto

    2012-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui nilai kekerasan Vickers material Baja EMS-45 sebelum proses pengelasan dan setelah dilakukan proses pengelasan tanpa post weld heat treatment annealing, Untuk mengetahui berapakah suhu optimal post weld heat treatment annealing untuk material baja EMS-45 dengan variasi suhu yang digunakan 350 o C, 550 o C, dan 750 C. Untuk mengetahui struktur mikro dari material baja EMS-45 akibat variasi suhu post weld heat treatment annealing pada proses pengelasan dengan menggunakan metode pengelasan shielded metal arc welding. Bahan atau material dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah Baja EMS-45 dengan ketebalan pelat 10 mm, lebar pelat 20 mm dan panjang 100 mm. Berdasarkan hasil pengujian nilai kekerasan tertinggi setelah proses pengelasan terletak pada daerah Logam Las. Pengelasan non PWHT memiliki nilai kekerasan paling tinggi setelah proses pengelasan yaitu sebesar 183,2 VHN. Suhu optimal Post Weld Heat Treatment Annealing untuk material baja EMS-45 adalah pada suhu 750 C. Karena pada PWHT pada suhu tersebut mengalami penurunan kekerasan yang besar yaitu sebesar 127,2 VHN, sehingga material baja EMS-45 dapat memperbaiki sifat mampu mesinnya. Struktur mikro dari material baja EMS-45 sebelum proses pengelasan berupa grafit serpih, perlit dan ferit, setelah dilakukan proses pengelasan mempunyai struktur mikro berupa matrik ferit dan grafit pada daerah logam las, matrik perlit kasar dan grafit serpih pada daerah HAZ dan struktur perlit, grafit serpih dan ferit pada daerah logam induk o o

  7. Pengaruh Penambahan Ni, Cu, dan Al dan Waktu Milling pada Mechanical Alloying Terhadap Sifat Absorpsi dan Desorpsi Mg sebagai Material Penyimpan Hidrogen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Febrian Budi Pratama

    2012-09-01

    Full Text Available Mg merupakan salah satu material yang digunakan sebagai material penyimpan hidrogen dengan membentuk MgH2. Sifat absorpsi dan desorpsi hidrogen dari suatu metal hidrida salah satunya tergantung  pada bahan, unsur penambah, dan metode pembuatannya. Pada penelitian kali ini Mg sebagai material penyimpan hidrogen dihasilkan melalui metode mechanical alloying dengan unsur penambah Ni, Cu, dan Al dan variasi waktu milling 10, 20, 30 jam. Selanjutnya sampel dilakukan pengujian SEM, XRD, DSC, dan Uji hidrogenisasi. Dari data uji diperoleh bahwa meningkatnya waktu milling menurunkan ukuran partikel sehingga meningkatkan wt% hidrogen terabsorb dan menurunkan temperatur onset desorpsi. Namun efek aglomerasi dan coldwelding yang berlebih pada proses mechanical alloying mengakibatkan ukuran partikel menjadi lebih besar. Unsur pemadu Al dan Cu berfungsi sebagai katalis, sedangkan Ni berfungsi sebagai pemadu yang ikut bereaksi dengan hidrogen. Mg10wt%Al dengan waktu milling 20 jam mempunyai nilai weight percent terbaik H2 yaitu 0.38% dalam temperatur hidrogenisasi 2500C, tekanan 3 atm, dan waktu tahan 1 jam. Sedangkan Mg10wt%Al dengan waktu milling 30 jam memiliki temperatur onset paling rendah yaitu 341.490C Kata Kunci— Absorpsi, Desorpsi, Material Penyimpan Hidrogen, Mechanical Alloying, Mg

  8. Analisis Pengaruh Doping Nitrogen Terhadap Sifat Kapasitif Superkapasitor Berbahan Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Ayu Safitri

    2017-03-01

    Full Text Available Kebutuhan manusia akan barang elektronik semakin meningkat, sehingga meningkat pula kebutuhan akan media penyimpan listrik. Salah satu media penyimpan energy yaitu kapasitor. Electric Double Layer Capacitor (EDLC merupakan superkapasitor yang memiliki waktu hidup yang lebih lama, rapat daya dan kecepatan charging-discharging tinggi. Graphene telah banyak dieksplorasi sebagai material untuk EDLC, salah satunya yaitu dengan pendopingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh doping nitrogen terhadap struktur dan morfologi serta pengaruh doping nitrogen terhadap sifat kapasitif dari elektroda superkapasitor berbahan Graphene. Sintesis graphene diawali dari grafit yang dioksidasi menjadi grafit oksida dengan metode Hummer. Grafit oksida lalu direduksi dengan metode hydrotermal menjadi graphene. Penelitian ini memvariasikan doping nitrogen dengan penambahan NH4OH 0.1 ml, 0.3 ml dan 1 ml. Material yang disintesis ini dikarakterisasi menggunakan XRD(X-Ray Diffraction, SEM (Scanning Electron Microscopy , EDS (Energy Disspersive X-Ray analysis, FPP (Four Point Probe, dan FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopu. Dari hasil karakterisasi menunjukkan bahwa material yang disintesis adalah graphene. Sifat kapasitif Elektroda diukur dengan melakukan uji Cyclic Voltametry (CV dengan rentang scan rate 5, 10, 50 dan 100 mV/s. Dari hasil penelitian didapatkan doping nitrogen pada graphene yang paling optimal adalah dengan penambahan NH4OH 0.3 ml yaitu 5.2%at dengan nilai kapasitansi sebesar 208.47 F/g.

  9. Sifat Fisis Dan Stabilisasi Dimensi Beberapa Jenis Bambu Komersial

    OpenAIRE

    Barly, Barly; Ismanto, Agus; Martono, Dominicus; Abdurachman, Abdurachman; Andianto, Andianto

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifatfisis dan stabilitas dimensi bambu agar optimal penggunaannya sebagai bahan konstruksi. Hasilpenelitian menunjukkan panjang batang, jumlah ruas dan panjang ruas pada tiap jenis bambu nilainyabervariasi. Kadar air bambu segar bervariasi bergantung jenis, yaitu bambu hijau atau ater (236,15%),mayan (181,52% ), tali (117,32% ), hitam (111,83%). Kerapatan bambu bervariasi, yaitu bambu tali(0,93), andong ...

  10. Pengaruh Jenis Bambu, Waktu Kempa Dan Perlakuan Pendahuluan Bilah Bambu Terhadap Sifat Papan Bambu Lamina

    OpenAIRE

    Sulastiningsih, I M; Santoso, Adi

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bambu, waktu kempa dan perlakuanpendahuluan bilah bambu terhadap sifat-sifat papan bambu lamina. Jenis bambu yang digunakan adalahbambu andong (Gigantochloa pseudoarundinacea) dan bambu mayan(Gigantochloa robusta) berumur sekitar 4 tahun yang diperoleh dari tanaman rakyat di Jawa Barat. Bilah bambu dari masing-masing jenis bambu dibagi 3 kelompok untuk diberi perlakuan pendahuluan yaitu tanpa perlakuan, direndam dalam larutan boron 7% s...

  11. Pengaruh Variasi Waktu Tahan Hidrotermal Terhadap Sifat Kapasitif Superkapasitor Material Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Azmy Adhytiawan

    2015-03-01

    Full Text Available Seiring dengan meningkatnya kebutuhan barang-barang elektronik. Dibutuhkan adanya media penyimpan energi yang mampu dihibridisasi dengan media penyimpanan energi yang lain. Media penyimpan energi tersebut adalah superkapasitor. Superkapasitor mampu melakukan proses pengisian (charging hanya dalam waktu 2-5 menit. Untuk meningkatkan kapasitansi kapasitor diperlukan suatu material yang memiliki konduktivitas elektrik tinggi dan dapat aplikasikan pada elektroda superkapsitor. Sifat tersebut dimiliki oleh material graphene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tahan hidrotermal graphene terhadap nilai kapasitansi superkapasitor dari material graphene. Graphene memiliki konduktifitas elektronik dan luas permukaan yang tinggi sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas superkapasitor. Scanning Electron Microscopy (SEM, X-ray Diffraction (XRD, dan Four Point Probe (FPP digunakan untuk menganalisa sifat-sifat fisik. Selain itu, Cyclic Voltammetry (CV digunakan sebagai identifikasi sifat-sifat elektrokimia dalam hal ini adalah sifat kapasitansi superkapasitor material graphene. Dari hasil XRD, SEM, dan FPP menunjukkan bahwa material yang disintesis adalah graphene. Dan nilai konduktivitas listrik tertinggi sebesar 2,833 S/cm. Dari pengujian CV nilai kapasitansi yang didapat pada scan rate 5 mV/s mencapai 190,01 F/g yang didapatkan pada graphene yang dihidrotermal selama 18 jam.

  12. PROFIL GELATINISASI BEBERAPA FORMULASI TEPUNG-TEPUNGAN UNTUK PENDUGAAN SIFAT PEMASAKAN (GELATINISATION PROFILE OF SEVERAL FLOUR FORMULATIONS FOR ESTIMATING COOKING BEHAVIOUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nelis Imanningsih

    2012-06-01

    garam dan protein putih telur merupakan formulasi dasar yang banyak dijumpai pada makanan tradisional Indonesia. Komposisi amilopektin-amilosa yang berbeda serta adanya interaksi bahan di dalam formula sangat menentukan sifat pemasakan untuk mendapatkan karakteristik tekstur yang diinginkan. Untuk mempelajari interaksi beberapa jenis tepung dengan air, protein putih telur dan garam serta pengaruhnya terhadap sifat pemasakan makanan semi-solid. Ada empat formulasi untuk setiap jenis tepung (beras, beras ketan, terigu dan tapioka, yakni: (1 air : tepung = 25 : 3 g; (2 air : tepung : garam =  25 : 3 : 0,28 g; (3 air : tepung : protein putih telur = 25 : 3 : 0,3 g; dan (4 air, tepung, garam, protein putih telur = 25 : 3 : 0,28 : 0,3 g. Tepung-tepungan dianalisis kandungan proksimat, distribusi ukuran partikel dan komposisi amilosa-amilopektinnya. Sifat pemasakan diuji dengan menggunakan Rapid Visco Analizer (RVA untuk menentukan viskositas, suhu dan waktu puncak terjadinya gelatinisasi. Tepung beras, beras ketan, terigu dan tapioka memiliki sifat gelatinisasi berbeda yang berhubungan dengan struktur pati dan komposisi amilosa-amilopektin. Tepung terigu memiliki viskositas puncak yang paling rendah, sementara tepung tapioka tertinggi. Adanya garam akan menunda waktu terjadinya gelatinisasi. Protein putih telur meningkatkan viskositas puncak, dan adanya garam dan protein putih telur secara bersamaan meningkatkan viskositas puncak dan menyebabkan viskositas puncak ini terjadi dengan lebih cepat. Dalam pengolahan pangan, tepung tapioka dapat digunakan untuk memberi kekentalan pada waktu pemasakan yang singkat, tetapi kurang dapat memberikan kekentalan yang cukup pada produk yang dingin. Tepung beras memerlukan waktu pemasakan yang cukup lama untuk memberikan kekentalan yang baik pada produk, tetapi kekentalan ini dapat bertahan baik pada suhu yang dingin. [Penel Gizi Makan 2012, 35(1: 13-22] Kata kunci: tepung, garam, protein, gelatinisasi, viskositas

  13. Pemberdayaan Pembelajaran Materi Ajar Identifikasi Sifat-Sifat Bangun Datar Bagi Pengembangan Nilai Karakter Berpikir Kritis dan Logis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afia Rahmadini

    2012-06-01

    Full Text Available Kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill.Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dikeluarkannya Permendiknas no. 41 tahun 2007 tentang standar proses dan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3. Pertanyaan utama dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah hasil pengembangan dan ketercapaian pelaksanaan perangkat pembelajaran matematika berbasis pemanfaatan lingkungan dan alat peraga manipulatif pada materi pokok mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar di SDN Sekaran 01? Bagaimanakah kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan? Penelitian ini termasuk penelitian Research and Development dengan menggunakan Model 4 D yang meliputi tahap pendefinisian (define, tahap perancangan (design, tahap pengembangan (develop. Sementara tahap penyebaran (disseminate tidak dilakukan mengingat terbatasnya waktu dan biaya.  Adapun hasil penelitian ini adalah (1perangkat pembelajaran berupa RPP dengan lampiran- lampirannya yang berupa LAS, LTS, prototype APM, dan setting lingkungan yang valid; (2 perangkat dapat diterapkan dengan kategori keterlaksanaan adalah terlaksana dengan baik, KBM berjalan lancar dan pembelajaran mampu memacu semua siswa untuk aktif sehingga secara empiris perangkat yang dikembangkan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran; (3 kualitas proses pembelajaran cukup tinggi hal ini ditinjau dari hasil belajar siswa dengan ketuntasan kelas 88,37%, motivasi belajar  25,58% siswa tinggi dan 74,42% siswa memiliki motivasi sangat tinggi, respon siswa positif sebanyak 97,67% dan kesan guru terhadap penerapan perangkat yang dikembangkan positif  sebanyak 100%. 

  14. Analisa Pergeseran Magnetic Domain Wall Pada Lapisan Tipis Free Layer CoFeB Untuk Sistem Spin-Valve Tunneling Magneto-Resistance (TMR) Sensor

    OpenAIRE

    Setyawan, Galih; Suharyadi, Edi

    2013-01-01

    Telah dilakukan analisa pergeseran magnetic domain wall pada lapisan tipis free layer CoFeB untuk sistem spin-valve Tunneling Magneto-Resistance (TMR). Analisa telah dilakukan dengan menggunakan software Object Oriented Micromagnetic Framework (OOMMF) berdasarkan persamaan Landau-Lifshitz Gilbert (LLG). Analisa pergeseran magnetic domain wall pada CoFeB yang mempunyai ukuran luas 120x100 nm2 dengan variasi ketebalan 1 dan 4 nm. Dari simulasi didapatkan hasil analisa pergeseran magnetic domain...

  15. Analisa Pergeseran Magnetic Domain Wall Pada Lapisan Tipis Free Layer CoFeB Untuk Sistem Spin-Valve Tunneling Magneto-Resistance (TMR) Sensor

    OpenAIRE

    Setyawan, Galih; Suharyadi, Edi

    2014-01-01

    Telah dilakukan analisa pergeseran magnetic domain wall pada lapisan tipis free layer CoFeB untuk sistem spin-valve Tunneling Magneto-Resistance (TMR). Analisa telah dilakukan dengan menggunakan software Object Oriented Micromagnetic Framework (OOMMF) berdasarkan persamaan Landau-Lifshitz Gilbert (LLG). Analisa pergeseran magnetic domain wall pada CoFeB yang mempunyai ukuran luas 120x100 nm2 dengan variasi ketebalan 1 dan 4 nm. Dari simulasi didapatkan hasil analisa pergeseran magnetic domain...

  16. KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN AKUMULASI MINERAL TANAH PADA BANGUNAN SARANG RAYAP TANAH Macrotermes gilvus Hagen (BLATTODEA: TERMITIDAE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niken Subekti

    2012-03-01

    Full Text Available Rayap Macrotermes gilvus Hagen mempunyai peranan ekologis rayap tanah M. gilvus sebagai degradator primer di dalam hutan, eksplorasi perananannya sebagai agen biologis dalam perbaikan vegetasi dan perbaikan kualitas tanah. Rayap dapat memodifikasi sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian tentang kandungan bahan organik telah dilakukan dengan analisis proksimat (metode Weende, sementara akumulasi mineral tanah menggunakan metode X-Ray berdasarkan Analysis Program Cristallynity. Rayap M. gilvus Hagen merupakan komponen penting dalam memodifikasi beragam mineral dari tanah disekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara komposisi mineral tanah dalam sarang rayap M. gilvus Hagen dengan mineral tanah disekitar sarang. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bahan organik dalam bangunan sarang menghasilkan sebesar 98.33% dan padatannya 1.67%. Padatan ini terdiri dari karbohidrat sebesar 3.16%, abu 4.19%, lemak 23.95%, protein sebesar 39.52%, dan sisanya 29.18% berupa mineral-mineral. Bangunan sarang rayap yaitu SiO2 dan Despujolsite yang dibawa dari lingkungan sekitar kedalan bangunan sarang. Unsur-unsur yang lain diperoleh dari sebagian material yang berasal dari saliva, humus dan tanah sekitar sarang. The termite Macrotermes gilvus Hagen plays an ecological role. Subterranean termites M. gilvus is considered as the primary degradator in the forest, and therefore the exploration of its role as the biological agent to recover the vegetation and soil quality might be useful. Termites could modify the physical and chemical nature of soil. M. gilvus Hagen was an important component in modifying various minerals of the surrounding soil.  Research on the content of the organic materials had been proximat analysis (Weende methode, and the accumulation of soil mineral structure in the mound with X-Ray Methode (Analysis Program Cristallynity 2006. The result of the research indicated that there was significant difference

  17. Pemanfaatan Limbah Kaca untuk Bahan Baku Produk Perhiasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lies Susilaning Sri Hastuti

    2016-04-01

    Full Text Available Limbah kaca merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan batu-batuan tiruan atau manik-manik. Limbah tersebut perlu diolah terlebih dahulu menjadi bahan baku siap pakai berupa luluran kaca dengan cara melebur pada temperatur (1200-1400°C sambil diputar. Penelitian dilakukan dengan pembuatan luluran kaca sebagai bahan baku siap pakai dari limbah kaca (gelas, piring, botol parfum, dll dengan cara melebur kaca diatas tungku peleburan sambil diputar-putar (diulet dengan variasi waktu 1-6 menit, kemudian ditarik sehingga menjadi luluran kaca. Variabel yang diamati meliputi waktu peleburan, panjang luluran dan kenampakan luluran kaca. Hasil uji coba diperoleh bahwa hasil kenampakan luluran kaca yang terbaik yaitu mengkilap, homogen, tidak mudah pecah dan panjang luluran 60 cm dicapai dengan waktu peleburan selama 5 menit, sertapengadukan yang stabil. Kata kunci: limbah kaca, luluran kaca, manik-manik.

  18. PEMANFAATAN SAMPAH SAYURAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deby Anisah

    2014-04-01

    Full Text Available Bahan bakar fosil termasuk dalam sumber energi tak terbarukan, sehingga cadangan sumber bahan bakar fosil di Indonesia semakin berkurang. Hal ini membuat pemerintah harus melakukan langkah-langkah penghematan energi serta mencari sumber-sumber energI baru dan terbarukan untuk menggantikan minyak bumi fosil. Salah satu sumber energy terbarukan dapat diperoleh dengan cara memproduksi bioetanol yang dapat dibuat dengan cara fermentasi menggunakan bahan baku sampah sayuran yang banyak tersedia di pasar tradisional. Penelitian ini ditujukan untuk melihat tingkat konversi sampah sayuran untuk menjadi bioetanol. Perubahan sampah sayuran menjadi bioetanol yang dilakukan pada penelitian ini melalui dua tahapan yaitu: perubahan sampah sayuran (polisakarida / selulosa menjadi monosakarida (gula melalui proses hidrolisis dilanjutkan dengan fermentasi gula menggunakan jamur saccaromices cerevisiae menjadi etanol. Produk hasil fermentasi dianalisa dengan menggunakan Gas Chromatography. Hasil analisa menunjukkan penambahan ragi untuk fermentasi sebanyak 8% (berat menghasilkan etanol sebanyak 68,17% (berat dengan kadar 122,95 ppm. . Kata Kunci : Bioetanol, hidrolisa, sampah, sayuran, saccaromices cerevisiae

  19. Hubungan antara Konsentrasi Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Nees Ex Bl. dalam Lotion dengan Sifat Fisik dan Tingkat Kesukaan Konsumen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwan Kurnianto

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRACT Essential oil of Cinnamomum burmannii contains cinnamaldehyde as active substance as antibacterial and repellant. The study about development of dosage forms was needed in order be useful to people. The purpose of this study was to determine the concentration’s effect of cinnamon to the physical characteristic and results hedonic test of lotion. This study was done in Laboratory of Pharmacy UAD in 2014 that was begun with distillation of essential oil. Then, it was formulated as lotion with concentration 1% (F1, 3% (F II, 5% (F III, 7% (F IV, respectively. The lotion was evaluated its physical characteristic (homogeneity, viscosity, spreadability, adhesivity, pH and hedonic test to know the level of acceptability based on colour and flavor of lotion. Data was collected  by  quistionnaire. Results of study showed that all of the lotion was homogenous. The increasing concentrations of cinnamon caused decreasing of viscosity (p <0.05 and adhesivity (P <0.05, an increasing of spreadability (P <0.05, did not affect the pH value (p> 0.05, and increasing hedonic level until 5% concentration. It can be concluded that concentration of essential oil of cinnamon at 5% fullfilled the requirement of spreadability, adhesivity, pH  and the most prefered by consumers. Minyak atsiri kayu manis dengan kandungan bahan aktif cinnamaldehyde telah terbukti berkhasiat sebagai antibakteri dan repelan. Penelitian terkait pengembangan bentuk sediaan diperlukan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi minyak atsiri kayu manis dalam lotion terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmasi UAD tahun 2014 dengan rancangan eksperimental yang diawali dengan destilasi minyak atsiri kayu manis. Selanjutnya minyak atsiri diformulasikan dalam bentuk lotion dengan konsentrasi 1% (F1, 3% (F II, 5% (F III, 7% (F IV. Sediaan lotion diuji sifat fisik

  20. PENGARUH VARIASI MEDIA QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIS RANTAI ELEVATOR FRUIT KELAPA SAWIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saufik Luthfianto

    2017-03-01

    Full Text Available Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proses heat treatment dengan media pendingin air+garam terhadap sifat mekanis rantai elevator,  mengetahui pengaruh proses heat treatment dengan media pendingin oli 20w – 50w terhadap sifat mekanis rantai elevator, mengetahui pengaruh proses heat treatment dengan media pendingin air laut terhadap sifat mekanis rantai elevator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen murni. Berdasarkan hasil penelitian diketahui Hasil uji one way ANOVA yang telah dilakukan mengindikasikan bawa Fhitung uji kuat tarik sebesar 2,046, yang lebih kecil daripada Ftabel (2,6 sebesar 5,14 (Fhitung Ftabel, artinya uji kekerasan (Quenching pada ketiga jenis media signifikan berbeda atau terdapat perbedaan kekerasan yang signifikan diantara ketiga jenis penggunaan media

  1. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MUTASI GENETIK PADA MATAKULIAH GENETIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reza Ardiansyah

    2017-07-01

    Full Text Available Teaching materials is one of the important components in learning that can help the smooth learning of students. The purpose of this research is to produce teaching material of genetic mutation in genetics course in State University of Malang. Development of teaching materials using Four-D development model. Data analysis is descriptive qualitative and quantitative descriptive. The result of development of teaching materials in the form of Module Genetic of mutation. The instructional materials in the form of modules have been revised based on the assessment of expert validators and small group trials. Based on the percentage of validity obtained from material expert validators, media experts and small group trials, the developed Module Genetic of mutation has met the valid criteria and can be used with the acquisition of percentages of 86.00%, 88.38%, and 88.38%. Product revisions are made based on comments and suggestions provided by validators and small group trials. Module Genetic of mutation comes with instructions for use, discussion, tasks, summary, test questions, reflections, answer keys, ratings, and glossary. Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran yang dapat membantu kelancaran belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar mutasi genetik pada matakuliah Genetika di Universitas Negeri Malang. Pengembangan bahan ajar menggunakan model pengembangan Four-D. Analisis data berupa data deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil pengembangan bahan ajar berupa Modul Genetika Mutasi. Bahan ajar berupa modul telah direvisi berdasarkan hasil penilaian validator ahli dan uji coba kelompok kecil. Berdasarkan persentase kevalidan yang diperoleh dari validator ahli materi, ahli media dan uji coba kelompok kecil. Modul Genetika Mutasi yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan dapat digunakan dengan perolehan persentase masing-masing 86,00%, 88,38%, dan 88,38%. Revisi

  2. UJI KONDUKTIVITAS TERMAL PADA BAHAN MASONITE DENGAN STIM GENERATOR TD 8556

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mumung Kartasasmita

    2015-09-01

    Full Text Available Bahan Masonite yaitu suatu bahan jenis hardboard yang ditemukan oleh William H. Mason. Proses pembuatannya dilakukan dengan metode mason menggunakan kayu chip, mengurainya menjadi serat panjang dengan uap lalu membentuknya ke papan. Papan tersebut kemudian diletakkan dan dipanaskan untuk membentuk tampilan akhir papan. Dalam hal ini tidak digunakan lem atau materi lain yang ditambahkan. Serat lama memberikan Masonite tinggi akan kekuatan lentur, kekuatan tarik, kepadatan dan stabilitas. Masonite berbeda dengan panel kayu komposit yang diproduksi menggunakan formalin berbasis resin untuk mengikat serat, Masonite dibuat dengan bahan alami saja sehingga produknya ramah lingkungan. Sebagaimana bahan alami, Masonite akan membusuk dari waktu ke waktu. Bahan Masonite ini memiliki koefisien konduktivitas termal 1,13 x 10-4 cal.cm/cm2.sec.0C.Percobaan konduktivitas termal bahan Masonite dilakukan dengan melelehkan es di atas stim generator melalui bahan Masonite sebagai alas silinder es sehingga diperoleh massa lelehan es per waktu pemanasan. Dari hasil percobaan didapat konduktivitas termal bahan Masonite sebesar 1,14 x 10-4 cal.cm/cm2.sec.0C. hasil ini menunjukkan bahwa bahan Masonite adalah bahan isolator.

  3. PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM MENJADI BAHAN PAKAN IKAN DENGAN FERMENTASI Bacillus subtilis (Utilization of Waste Chicken Feather to Fish Feed Ingredients Material with Fermentation of Bacillus subtilis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Siswani Mulia

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah bulu ayam menjadi bahan pakan ikan dengan fermentasi Bacillus subtilis. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL 4 perlakuan, 3 kali ulangan, yaitu P0 : tepung bulu ayam non fermentasi; P1 : fermentasi dengan inokulum B. subtilis 5 mL/2 g tepung bulu ayam; P2 : fermentasi dengan inokulum B. subtilis 10 mL/2 g tepung bulu ayam; P3 : fermentasi dengan inokulum B. subtilis 15 mL/2 g tepung bulu ayam. Parameter yang diamati adalah hasil uji proksimat meliputi kadar protein kasar, kadar air, kadar abu, kadar lemak kasar, kadar serat kasar, dan parameter pendukung yaitu uji organoleptik, berupa sifat fisik tepung bulu ayam, meliputi warna, tekstur, dan bau. Data berupa hasil uji proksimat dianalisis menggunakan ANAVA dan Duncan Multiple Range Test (DMRT dengan taraf uji 5%, sedangkan untuk data hasil organoleptik dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah bulu ayam menjadi bahan pakan ikan dapat dilakukan dengan fermentasi B. subtilis. Fermentasi tepung bulu ayam menggunakan B. subtillis dapat meningkatkan kualitas bahan baku pakan ikan. Perlakuan P2 (inokulum 10 mL/2 g tepung bulu ayamadalah perlakuan yang paling efektif karena menghasilkan protein tertinggi yaitu 80,59%, dengan perubahan sifat fisik menjadi putih sampai putih kekuningan (warna, lembut (tekstur, dan khas kurang menyengat (bau.   ABSTRACT This study aims to utilize waste chicken feathers into fish feed ingredients by fermentation of Bacillus subtilis. The research has done by experimental methods with completely randomized design (CRD 4 treatments, 3 repetitions, ie P0: non-fermented chicken feather meal; P1: fermentation with B. subtilis 5 mL inoculum/2 g chicken feather meal; P2: 10 mL/2 g chicken feather meal; P3: 15 mL/2 g chicken feather meal. Parameters measured were the proximate test results include the levels of crude protein

  4. Evaluasi karakteristik abu sekam padi dengan kitosan molekul tinggi nanopartikel sebagai bahan dentinogenesis (Characteristic evaluation of rice husk ash with chitosan high molecule nanoparticle as dentinogenesis material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pretty Farida Sinta Silalahi

    2014-06-01

    langsung karena biokompatibel, namun bahan ini memiliki banyak kekurangan. Trioksida Mineral agregat mengandung sejumlah kecil arsenik dan setting time-nya lama, sementara HEMA dalam SIKMR bersifat sitotoksik. Abu sekam padi nanopartikel (ASPn merupakan sumber potensial dari silika. Kitosan molekul tinggi nanopartikel (KMTn dapat merangsang pembentukan dentin reparatif. Kombinasi dari kedua bahan tersebut memiliki sifat biokompatibel dan memiliki kemampuan pelapisan yang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik mikrostruktur hubungan permukaan abu sekam padi dengan kitosan molekul tinggi nanopartikel pada jaringan dentin untuk melindungi jaringan pulpodential kompleks. Metode: Dua puluh empat gigi premolar mandibula yang diekstraksi untuk tujuan ortodontik digunakan sebagai sampel, gigi dibuat preparasi kavitas klas I dengan kedalaman 3 mm di atas cemento enamel junction (CEJ. Kemudian masing-masing gigi dibelah dua arah bucco-lingual dan setiap bagian dipotong menggunakan disc bur servikal. Sampel dibagi 3 kelompok, kelompok I diaplikasikan MTA, kelompok II diaplikasikan SIKMR, kelompok III diaplikasikan ASPn + KMTn. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM pada interface antara bahan uji dan dentin berdekatan dengan pulp untuk melihat struktur mikro permukaan. Hasil: Microstructure bahan ASPn + KMTn yang diaplikasi pada dentin menunjukkan struktur seperti tag yang lebih signifikan daripada MTA. ASPn + KMTn menunjukkan kemampuan pelapisan yang lebih baik dari MTA. Porositas ASPn + KMTn lebih sedikit dari MTA dan SIKMR. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi biomaterial ASPn + KMTn dapat digunakan sebagai biomaterial aktif yang dapat menjaga integritas pulpa.

  5. PENGARUH KOMPOSISI BAHAN PENGISI STYROFOAM PADA PEMBUATAN BATAKO MORTAR SEMEN DITINJAU DARI KARAKTERISTIK DAN KUAT TEKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Winarno

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan limbah styrofoam untuk dijadikan sebagai alternatif salah satu bahan pengisi campuran pembuatan batako mortar semen. Dengan menganalisis variasi komposisi bahan pengisi styrofoam  untuk campuran mortar beton semen terhadap karakteristik dan kuat tekan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dibandingkan batako biasa. Penelitian ini direncanakan dalam masa empat bulan, dengan menganalisis variasi komposisi bahan pengisi styrofoam  untuk campuran mortar beton semen terhadap karakteristik dan kuat tekan. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen yang dilakukan di Laboratorium Uji Bahan dan Beton Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Urgensi penelitian ini dengan memanfaatkan limbah styrofoam untuk dijadikan sebagai alternatif salah satu bahan pengisi campuran pembuatan batako mortar semen, dapat menekan kerusakan lingkungan dimana limbah styrofoam  merupakan salah satu bagian dari pencemaran lingkungan.

  6. Berbagai Sifat Dan Penggunaan Gutta Percha Point Di Bidang Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    Parulina Tamba

    2008-01-01

    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran gigi telah terbukti bahwa gutta percha point menipakan bahan yang paling ideal dan sering digunakan sebagai bahan pengisian saJuran akar. Gutta percha merupakan lateks koagulasi dari cairan getah murni yang dapat mengeras dan berasal dari pohon jenis Sapotaceae yang dapat dipadatkan, terdapat di semenanjung Malaysia dan pulau-pulau sekitarya serta pada daerah tropis yang pertama sekali dijumpai oleh Isonandra Gutta. Gutta percha ...

  7. Analisa Penggunaan Bahan Bakar Bioethanol Dari Batang Padi Sebagai Campuran Pada Bensin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andre Dwiky Kurniawan

    2014-03-01

    Full Text Available Kandungan minyak bumi didunia semakin menipis, karena semakin bertambahnya kebutuhan manusia terhadap penggunaan  minyak bumi sebagai bahan bakar. Dengan kondisi yang semakin menipis ini, cadangan minyak diprediksi hanya cukup untuk beberapa tahun ke depan. Semakin menipisnya kandungan minyak bumi menyebabkan harga bahan bakar melambung tinggi. Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah.  Banyak kekayaan alam yang terdapat di Indonesia, dimana sektor pertanian merupakan salah satu urat nadi bangsa Indonesia.  Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Melimpahnya sumber daya alam dan semakin menipisnya kandungan minyak bumi di Indonesia mendorong manusia beralih menggunakan bahan bakar alternative yang ramah lingkungan dan mempunyai jumlah atau stok yang banyak.  Bahan bakar yang berasal dari alam disebut bioethanol.  Salah satu sumber daya alam yang bisa digunakan untuk dijadikan bahan bakar yaitu Batang padi.  Pada saat panen padi para petani hanya mengambil biji atau berasnya saja, sekam dan batang padi hasil panen dibuang begitu saja padahal sekam dan batang padi bisa digunakan untuk membuat bahan bakar alternative yaitu bioethanol. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pembuatan bioethanol dari batang padi, kandungan ethanol dalam batang padi, uji performa mesin otto dengan variasi konsentrasi bahan bakar bensin dengan etanol dengan variasi 100% Bensin, 75% Bensin + 25%Etanol, 50% Bensin + 50% Etanol, 25% Bensin + 75% Etanol dan 100% Etanol. Serta dengan variasi pembebanan yaitu dengan menggunakan beban 500, 1000, 1500, 2000,2500 watt. Selain itu juga dilakukan penelitian emisi yang dihasilkan oleh bahan bakar bioethanol. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan bahan bakar bioethanol memilki kandungan ethanol sebesar 95% dan hasil uji performa dari mesin otto dengan menggunakan variasi konsentrasi bahan bakar dan variasi

  8. Sistem Informasi Manajemen Pengendalian Persediaan Bahan Instalasi Perpipaan Pada Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum

    OpenAIRE

    Aldrin, Takalamingan; Sompie, Bonny F; Rantung, Johan P

    2013-01-01

    Pada pelaksanaan pembangunan suatu proyek, pengendalian persediaan bahan merupakan bagian yang sangat penting dari proyek konstruksi tersebut, karena hampir 50% dari anggaran digunakan untuk pembelian bahan. Tanpa adanya persediaan bahan yang baik pembangunan suatu proyek tidak akan berjalan dengan baik dan tidak akan selesai tepat waktu. Ini semua berhubungan dengan manajemen pengadaan barang.Metode yang digunakan yaitu Sistim Informasi Manajemen, yang berdasarkan sumber-sumber data kuantita...

  9. Pengaruh Kadar Air terhadap Beberapa Sifat Fisik Biji Lada Putih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Muhammad Akram Mukhlis

    2017-03-01

    Full Text Available The physical properties of seed are required in designing an  apparatus for handling, separation, drying, storage, and processing. The physical properties of white pepper seeds were  determined as a function of moisture content in the range of  15,40 - 64,80 % dry basis (d.b.. The average height, length and width at a moisture content condition of 15,40 % (d.b. were 4,11 ± 0,27 mm; 4,35 ± 0,34 mm and 4,35 ± 0,35 mm, respectively.  In the range of moisture content 15,40 - 64,80 % (d.b., the  results of this study showed an increase linearly of the third axial  dimension, the average diameter, the roundness from 0,969 to 0,977, the volume from 39,50 to 67,34 mm3, the surface area  from 55,87 to 79,92mm2 and the thousand seed mass from  52,47 to 75,63 g. Bulk density and true density has a polynomial  correlation with changes in moisture content.The porosity  decreased from 45,01 % to 44,88 % with an increase in the  moisture content range of 15,40 - 64,80 % (d.b..   ABSTRAK Sifat fisik biji-bijian diperlukan dalam merancang suatu peralatan  untuk penanganan, pemisahan, pengeringan, penyimpanan dan  pengolahannya. Sifat fisik biji lada putih ditentukan sebagai  fungsi kadar air pada rentang 15,40 - 64,80 % basis kering  (b.k.. Tinggi, panjang dan lebar rata-rata pada kondisi kadar air  15,40 % (b.k. adalah 4,11 ± 0,27 mm; 4,35 ± 0,34 mm dan  4,35 ± 0,35 mm berturut-turut. Pada rentang kadar air 15,40 -  64,80 % b.k., hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan  secara linear pada ketiga dimensi aksial, diameter rata-rata,  kebulatan dari 0,969 hingga 0,977, volume dari 39,50 hingga  67,34 mm3, luas permukaan dari 55,87 hingga 79,92 mm2 dan  massa seribu biji dari 52,47 hingga 75,63 g. Bulk density dan true density memiliki hubungan polinomial dengan perubahan kadar  air biji. Porositas menurun dari 45,01 % hingga 44,88 % dengan  peningkatan kadar air pada rentang 15,40 - 64,80 % (b.k..

  10. Perbedaan Pandangan Ajaran Sifat Melawan Hukum Materiil Tindak Pidana Korupsi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Seno Wibowo

    2015-08-01

    Full Text Available ABSTRAK Penerapan ajaran sifat melawan hukum materiil dalam fungsi positif dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor 2001 oleh Mahkamah Agung pasca putusan Mahkamah Konstitusi telah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 ayat (1 huruf D dan asas legalitas serta asas pemisahan kekuasaan negara. Selain itu, hal tersebut juga dinilai tidak mengindahkan sudut hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia, sehingga tidak mencerminkan kepastian hukum. Mahkamah Agung tidak berwenang menerapkan kembali ajaran sifat melawan hukum dalam fungsi positif yang terdapat dalam UU Tipikor 2001 dikarenakan dengan hal tersebut dinyatakan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat oleh Mahkamah Konstitusi. Putusan judicial review Mahkamah Konstitusi tidak hanya mengikat para pihak yang berperkara namun juga rakyat dan lembaga tinggi negara termasuk Mahkamah Agung. Mahkamah Agung harus melaksanakan dan mematuhi putusan judicial review tersebut mengingat kedudukan putusan Mahkamah Konstitusi sebagai negative legislation. Apabila instansi penegak hukum maupun aparaturnya menggunakan suatu instrumen hukum yang telah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan mengikat secara hukum, maka akibat hukum yang terjadi dapat berupa kerugian finansial. Instansi penegak hukum atau aparaturnya dapat menanggung akibat hukum secara pribadi (personal liability untuk mengganti kerugian yang dituntut melalui peradilan biasa yang ditegakkan secara paksa dan demi hukum batal sejak semula (ab initio. Abstract The application of the unlawful material doctrine in a positive function in Law Number 20 in 2001 on The Amendment of Law Number 31 in 1999 on Corruption Eradication (UU Tipikor 2001 by the Supreme Court after the decision of the Constitutional Courts contrary to the Constitution of 1945 Article 28 D paragraph 1 and the principle of legality and separation of state

  11. Bahan Ajar Alat Ukur dan Pengukuran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ino Angga Putra

    2017-03-01

    Full Text Available Abstract: This research to determine the feasibility, effectiveness of teaching materials measuring instrument and measurement physics in increasing science process skills and mastery of concepts students. The research design using the design development of Borg & Gall. The effectiveness of teaching materials tested under 2 steps, before the mid-term exam and final exam of the semester. The research showed that the teaching materials of measurement and instrument measurement of physics-based guided inquiry developed,: 1 is under fairly feasible category to be implemented, 2 adequates to improve the process science skills of students, 3 improves mastery of concepts. Step one indicates the presence of correlation between science process skills and mastery concept of the students. The next step shows no correlation between them. Key Words: teaching materials based on guided inquiry, physics measurement and measurement instrument   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, keefektifan bahan ajar alat ukur dan pengukuran fisika dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep mahasiswa. Desain penelitian menggunakan desain pengembangan Borg & Gall. Keefektifan bahan ajar diuji  dalam 2 tahap, yakni menjelang ujian tengan semester dan sebelum ujian akhir semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar alat ukur dan pengukuran fisika berbasis inkuiri terbimbing yang telah dikembangkan memiliki karakteristik: 1 dalam kategori cukup layak untuk diimplementasikan, 2 meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa, 3 meningkatkan penguasaan konsep. Tahap satu menunjukkan terdapatnya korelasi antara keterampilan proses sains dan penguasaan konsep mahasiswa. Tahap dua menunjukkan tidak terdapat korelasi antara keterampilan proses sains dengan penguasaan konsep. Kata kunci: bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing, alat ukur dan pengukuran fisika

  12. Pengaruh Jumlah Sel Pada Hydrogen Generator Terhadap Penghematan Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Risano, Yudi Eka

    2013-01-01

    Semakin banyaknya kendaraan bermotor menyebabkan semakin sedikitnya cadangan minyakbumi dan pencemaran udara. Salah satu solusi dari permasalahan di atas, dengan cara pemakaianhydrogen generator yang merupakan alat untuk menghemat bahan bakar yang bekerja dengan caramemisahkan senyawa kimia antara gas hidrogen (2 ) dan oksigen (2 ) dari molekul air ( 2 )dengan menggunakan arus listrik (elektrolisis).Proses pembentukan gas hydrogen dan oksigen terjadi dengan cara menggunakan 2 elektrodaata...

  13. PENGATURAN TENTANG SURAT REKOMENDASI PEMBELIAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM BERSUBSIDI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Komang Darmiati

    2016-09-01

    oleh negara memegang peranan penting dalam penyediaan bahan bakar baik untuk transportasi dan energi, Minyak dan gas bumi tentunya haruslah dikelola secara profesional dan seoptimal mungkin. PT Pertamina (Persero sebagai pemegang kewenangan dalam pengelolaan dan Niaga Migas dalam pendistribusian BBM ke masyarakat, tentunya memberikan kesempatan hadirnya pihak ketiga sebagai mitra kerja yaitu SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Kompleksnya pengaturan mengenai BBM subsidi ini menimbulkan adanya kelangkaan pasokan minyak Solar (produk BBM Subsidi serta sulitnya masyarakat melakukan pembelian minyak Solar di SPBU. Permasalahan yang kemudian muncul adalah Bagaimanakah pengaturan hukum tentang Surat Rekomendasi Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM bersubsidi dan Lembaga- Lembaga mana sajakah yang berwenang mengeluarkan Surat Ijin/ Surat Rekomendasi Pembelian BBM Bersubsidi di SPBU. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dalam pembahasan permasalahannya menggunakan pendekatan Perundang- undangan (The Statute Approach dan Pendekatan Analisis Konsep Hukum (Analitical Conseptual Approach. Adapun sumber bahan hukum dalam penelitian ini adalah bahan hukum Primer, Sekunder dan Tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengaturan hukum tentang Surat Rekomendasi pembelian BBM Bersubsidi adalah diatur dalam Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pedoman penerbitan Surat Rekomendasi Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk Pembelian Bahan Bakar Minyak Jenis Tertentu. Selain itu dalam Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu disebutkan juga mengenai konsumen yang berhak menggunakan BBM jenis tertentu sehingga dapat dijadikan sebagai  dasar verifikasi pembuatan Surat Rekomendasi oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah. Lembaga yang berwenang dalam mengeluarkan Surat Rekomendasi pembelian BBM Jenis Tertentu adalah keseluruhan Satuan Kerja Perangkat Daerah

  14. Evaluasi Status Bahan Organik Dan Sifat Fisik Tanah (Bulk Density, Tekstur, Suhu Tanah) Pada Lahan Tanaman Kopi (Coffea SP.) Di Beberapa Kecamatan Kabupaten Dairi

    OpenAIRE

    Br.Tarigan, Emalia Sinarta; Guchi, Hardy; Marbun, Posma

    2015-01-01

    Evaluation Status of Organic Matter Content and Soil Physical Properties (Bulk Density, Texture and Soil Temperature) the Coffee Crop Land (Coffeea Sp.) in Some Districts Dairipurpose to makeevaluation status of the organic matter and soil physical properties (bulk density, texture and soil temperature) the coffee crop land (Coffeea Sp.) in some districts Dairi. Sampling using free methods tosurvey the level of review and analysis of data C- organic by Walkey and Black method, bulk densityby ...

  15. Kajian Kandungan Bahan Organik Dan Sifat Fisik Tanah (Bulk Density, Tekstur, Suhu Tanah) Untuk Tanaman Kopi (Coffea Sp.) Di Beberapa Kecamatan Di Kabupaten Dairi

    OpenAIRE

    Tarigan, Emalia Sinarta

    2016-01-01

    EMALIA SINARTA TARIGAN : evaluation of organic matter content and soil physical properties (Bulk density, Texture and Soil Temperature) the coffee crop land (Coffeea sp.) in some districts in Dairi. Leading by Ir. Hardy Guchi, MP and Ir. Posma Marbun, MP. This research purpose to make evaluation the organic matter content and soil physical properties (Bulk density, Texture and Soil Temperature) the coffee crop land (Coffeea sp.) in some districts in Dairi. Th...

  16. Sifat fisika dan analisis gugus fungsi karet seal o-ring dari bahan termoplastik elastomer nitrile butadiene rubber (NBR) dan polyvinyl chloride (PVC)

    OpenAIRE

    Arum Yuniari; Nursamsi Sarengat

    2013-01-01

    The purpose of this research was to determine the physical properties and functional groups on O-ring rubber seals made of thermoplastic elastomers blend NBR and PVC. Composition of the NBR / PVC were successively varied : 90/10; 85/15; 80/20; 75/25; 70/30 and 65/35 phr. Mixing process between NBR/PVC with additive used a two roll mill within a temperature of 60º - 80 ºC, the vulcanization process used a hydraulic press at a temperature of 170 oC and pressure of 150 kg/cm2. The...

  17. Sifat Fisika Dan Analisis Gugus Fungsi Karet Seal O-ring Dari Bahan Termoplastik Elastomer Nitrile Butadiene Rubber (NBR) Dan Polyvinyl Chloride (PVC)

    OpenAIRE

    Yuniari, Arum; Sarengat, Nursamsi

    2013-01-01

    The purpose of this research was to determine the physical properties and functionalgroups on O-ring rubber seals made of thermoplastic elastomers blend NBR and PVC.Composition of the NBR / PVC were successively varied : 90/10; 85/15; 80/20; 75/25; 70/30 and65/35 phr. Mixing process between NBR/PVC with additive used a two roll mill within atemperature of 60º - 80 ºC, the vulcanization process used a hydraulic press at a temperature of170 oC and pressure of 150 kg/cm2. The physical properties...

  18. SIFAT FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT SERAT LIMBAH PATI ONGGOK SANDWICH DENGAN CORE SERAT ACAK DARI BAHAN LIMBAH SEKAM PADI DENGAN MATRIK RESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ngafwan Ngafwan

    2017-01-01

    Full Text Available Nature composite from skin rice fibre and palm sago fibre have different mechanical and physycs properties characteristic , that have done from result of our researh before. Therefore there is many research that can composse the properties of materials above. The methode of compossing two fiber use poliester that have 20%, 30%, and 40% volume fraction of that matrice, compossing with sandwich layer. Caracterizing properties testing used are thermal conductivity test, and bending test. The result are, at high thermal condition the conductivity was decrease for all above materials. The decreasing of conductivity of this sandwich compsite is more significant. The sandwich composite more tough than skin rice fibre composite. The resume is the mechanical properties ( bending toughness more less significant of the thermal conductivity that more better.

  19. Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah Gambut, Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Akibat Pemberian Air Laut dan Bahan Mineral

    OpenAIRE

    Wulandari, Lila

    2015-01-01

    The objective of this research is to study the effect of sea water and mineral materials on chemical properties of peat soils. This research was conducted at green house, soil chemical and fertility laboratory and research laboratory and technology. This research use factorial randomized block design with 2 factors treatments consist of sea water with 3 replications and mineral materials (volcanic material, steel slag, dolomite, and calx). Volume of sea water were 0 ml (+ 1000 ml fresh water...

  20. Sifat fisika dan analisis gugus fungsi karet seal o-ring dari bahan termoplastik elastomer nitrile butadiene rubber (NBR dan polyvinyl chloride (PVC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2013-06-01

    Full Text Available The purpose of this research was to determine the physical properties and functional groups on O-ring rubber seals made of thermoplastic elastomers blend NBR and PVC. Composition of the NBR / PVC were successively varied : 90/10; 85/15; 80/20; 75/25; 70/30 and 65/35 phr. Mixing process between NBR/PVC with additive used a two roll mill within a temperature of 60º - 80 ºC, the vulcanization process used a hydraulic press at a temperature of 170 oC and pressure of 150 kg/cm2. The physical properties were evaluated including tensile strength, elongation at break, hardness, before and after aging, hardness after immersion in isooctane and swelling while analysis of functional groups was also carried out by method of Fourier Transform Infrared Spectrophotometer (FTIR. The result of the best vulcanized was characterized by tensile strength 188.93 kg/cm2, the change of tensile strength after aging 2.50%, elongation at break of 400%, the change of elongation at break after aging was 12.5%, hardness 75 shore A, the change of hardness after aging 0%, the change of hardness after immersion in isooctane 1.3%, swelling 0.8% and functional group of vulcanisate was indicated by new peak (OH at wave band of 3468 cm-1. Those formula met the requirements of the technical specifications of ASTM D 2000 seal O-ring.

  1. Studi Fleksibilitas dan Posibilitas Daur Bahan Bakar Reaktor Temperatur Tinggi (HTR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hery Adrial

    2017-03-01

    Full Text Available Dewasa ini sejumlah institusi riset di dunia sedang mengembangkan teknologi reaktor temperatur tinggi (HTR melalui berbagai program seperti PUMA, RAPHAEL, ANTARES, dll. Tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan HTR versi demontrasi dan komersial. HTR merupakan reaktor berpendingin gas temperatur tinggi, bermoderator grafit dengan spektrum neutron termal dan temperatur outlet teras hingga 1.000oC. Fasilitas energi ini dapat mencapai efisiensi termodinamika yang cukup tinggi (~80% dengan kapabilitas generasi listrik dan produksi hidrogen. Makalah ini membahas fleksibilitas dan posibilitas daur bahan bakar HTR yang meliputi serangkaian daur bahan bakar komprehensif. Dikategorikan ke dalam 4 kelompok, yaitu daur bahan bakar uranium pengkayaan rendah (LEU, daur bahan bakar MOX, daur bahan bakar hanya plutonium dan daur bahan bakar berbasis thorium, daur bahan bakar HTR dievaluasi secara sistematis. Makalah ini juga mendiskusikan pertimbangan pemilihan daur bahan bakar untuk sejumlah HTR yang telah dioperasikan seperti AVR dan THTR Jerman, Peach Bottom dan Fort Saint Vrain USA, DRAGON Inggris, dll., dan yang sedang dalam proses desain seperti HTR AREVA Perancis, PBMR Afrika Selatan, dll. Hasil diskusi menyimpulkan bahwa daur LEU layak dipilih sebagai daur referensi untuk proyek HTR masa kini dan masa yang akan datang.

  2. AKTIFITAS ANTIHELICOBACTER DARI LACTOBACILLUS SP SECARA INVITRO : POTENSI SEBAGAI SUATU BAHAN BIOTERAPI TUKAK LAMBUNG

    OpenAIRE

    Zaraswati Dwyana

    2007-01-01

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencari bahan bioterapi alami yang dapat digunakan dalam pengobatan terhadap infeksi Helicobacter pylori. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui kemampuan Lactobacillus sebagai bahan bioterapi dengan mengetahui aktivitas antimikrobanya terhadap Helicobacter pylori yang kemudian dapat disebut antihelicobacter. Lactobacillus ditumbuhkan media tumbuh dan difermentasi lalu disentrifus sehingga diperoleh kultur lactobacillus cair lalu diliofilikasi untuk...

  3. Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada Perusahaan Tempe Tahu Cap Malang di Desa Petiga, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan Tahun 2011-2012

    OpenAIRE

    ., Dra. Lulup Endah Tripalupi,M.Pd; ., Made Ary Meitriana, S.Pd.; ., Ni Wayan Praptika Suwandi

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sistem pengendalian persediaan bahan baku Perusahaan Tempe Tahu Cap Malang di Desa Petiga, (2) kendala yang dihadapi Perusahaan dalam mengendalikan persediaan bahan baku, dan (3) upaya yang dilakukan Perusahaan dalam mengatasi kendala pengendalian persediaan bahan baku. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara, dianalisis menggunakan analisa selisih biaya bahan baku...

  4. HUBUNGAN SIFAT TANAH MADURA DENGAN KANDUNGAN MINYAK ATSIRI DAN TINGKAT KELARUTANNYA PADA JAHE (Zingiber offocinale L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sinar Suryawati

    2011-09-01

    Full Text Available Pemanfaatan tanaman obat, seperti Jahe untuk berbagai kepentingan medis (biopropeksi telah banyak diteliti, namun mempelajari ekologi edapic hubungannya dengan biosintesis senyawa utama seperti minyak atsiri belum banyak diungkap. Jika fenomena tersebut dapat diungkapkan maka memperbaiki kondisi edapic untuk kepentingan produksi dapat dirancang, setidaknya dapat dibuat zonasi potensi alamiahnya.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara sifat kimia tanah Madura dengan kandungan minyak atsiri dan tingkat kelarutan pada rimpang Jahe. Hasil penelitian di tiga wilayah kabupaten di Madura diperoleh kenyataan bahwa terjadi hubungan yang bervariasi pada setiap komponen kimia tanah dengan kandungan minyak atsiri rimpang jahe dan kelarutannya. Secara umum kandungan minyak atsiri rimpang jahe berkisar antara 1,07-1,09% pada semua komponen sifat kimia tanah Madura.

  5. PENGARUH APLIKASI MEDAN ELEKTROMAGNET TERHADAP SIFAT FISIS AIR SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KECEPATAN PERTUMBUHAN TANAMAN

    OpenAIRE

    Fitri Purworini,; Avin Ainur Fitrianingsih

    2015-01-01

    Ketersediaan air bersih yang berkualitas bagi manusia semakin terbatas. Tujuan dari penelitian ini mengaplikasi medan elektromagnet untuk memperbaiki kualitas air tersebut. Pada penelitian ini beberapa pipa telah dibuat yakni pipa toroida, pipa rodin dan pipa cadeceus yang kemudian dialiri air PDAM dan dihubungkan dengan medan elektromagnet. Air hasil olahan pipa-pipa tersebut kemudian diuji sifat fisis air yang meliputi uji pH, uji suhu, dan uji konduktifitas listrik air. Air ini diamati p...

  6. Hubungan Sifat Mekanik Dengan Morfologi Komposit Terisi Termoplastik Kitar Semula Bertetulang Gentian Dan Zarah Kaca -E

    OpenAIRE

    Thayab, Awaluddin

    2008-01-01

    Tesis ini melaporkan keputusan kajian hubungan sifat mekanik dan morfologi permukaan patah komposit terisi adunan termoplastik kitar semula bertetulang kaca-E. Komposit bertetulang kaca-E dibina dengan polipropilena (PP) sebagai komponen utama matriks dan termoplastik terkitar semula (TTS) polietilena ketumpatan tinggi (PEKT) dan polistirena (PS) sebagai komponen pengisi. Gentian dan zarah kaca -E dengan peratus komposisi 15% ±l (% jisim total komposit/% jisim kaca) digunakan sebagai fasa pen...

  7. Studi Penggunaan Jenis Elektroda Las Yang Berbeda Terhadap Sifat Mekanik Pengelasan SMAW Baja AISI 1045

    OpenAIRE

    Tarkono

    2012-01-01

    Dalam aplikasinya baja AISI 1045 digunakan dalam bidang mechanical engineering. Penyambungan material tersebut dilakukan dengan teknik pengelasan sebab baja karbon sedang mempunyai sifat mudah menjadi keras jika ditambah dengan adanya hidrogen difusi menyebabkan baja ini sangat peka terhadap retak las. Untuk mengurangi hidrogen difusi, harus digunakan elektroda hidrogen rendah.Tujuan dari penggunaan elektroda yang tidak sejenis adalah untuk mengetahui pengaruh jenis elektroda las terhadap...

  8. Pengaruh Temperatur Annealing Pada Sifat Listrik Film Tipis Zinc Oksida Doping Aluminium Oksida

    OpenAIRE

    S Sugianto; Zannah, R; S N Mahmudah; B Astuti; D.P, N M; A A Wibowo; P. Marwoto; Ariyanto, D.; E Wibowo

    2016-01-01

    Penumbuhan film tipis zinc oksida di-doping aluminium oksida dengan variasi temperatur annealing menggunakan metode dc magnetron sputtering telah berhasil dilakukan. Pengaruh variasi temperature annealing pada struktur dan sifat listrik film tipis telah dipelajari dengan menggunakan XRD dan I-V meter. Berdasarkan karakterisasi XRD, film tipis yang dihasilkan memiliki struktur wurtzite dengan orientasi yang dominan adalah (002). Penambahan temperatur annealing pada proses penumbuhan meningkatk...

  9. VARIASI GENETIK SIFAT-SIFAT KAYU UJI KETURUNAN ACACIA MANGIUM UMUR 5 TAHUN DI WONOGIRI, JAWA TENGAH (Genetic variation of wood properties in progeny trial of Acacia mangium on 5 years old in Wonogiri, Central Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mudji Susanto

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Uji keturunan A. mangium generasi pertama dari Papua New Guinea and Queensland-Australia telah dibangun di Wonogiri - Jawa Tengah pada Desember 1993. Seleksi pohon di dalam famili telah dilakukan menggunakan variabel pertumbuhan, namun belum menggunakan variabel sifat-sifat kayu.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh provenans maupun famili terhadap keragaman diameter dan sifat-sifat kayu A. mangium tersebut pada umur 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat jenis kayu tergolong sedang yaitu rata-rata sebesar 0,44 dan panjang serat tergolong serat pendek yaitu rata-rata sebesar 1,04 mm. Di uji keturunan A. mangium tersebut terdapat keragaman antar famili di dalam provenans dan keragaman antar provenans pada sifat prsentase kayu teras, berat jenis kayu, dan kadar air.  Heritabilitas individu untuk diameter batang dan persentase kayu teras sangat rendah (h2i=0,03 untuk diameter dan h2i=0,05 untuk persentase kayu teras, sementara sifat-sifat kayu mempunyai heritabilitas individu yang tergolong rendah  sampai tinggi yaitu h2i=0,10-0,56. Hasil dari penelitian tersebut mengindikasikan bahwa seleksi pohon menggunakan sifat-sifat kayu seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kualitas kayu.    ABSTRACT First generation (F-1 of progeny trial of Acacia mangium originated from Papua New Guinea and Queensland-Australia was established in Wonogiri, Central Java on December 1993. The tree selection within family  were carried out base on growth characteristic, whereas the wood property traits were not included. The objective of this research is  to find the effect of provenance or family in variation of diameter and  wood properties  of`A. mangium in the trial in 5 years old. The results showed that mean of wood specific gravity was 0.44 (it was medium catagory  and mean of fiber length was 1.04 mm (it is short fiber category.  Variation of heartwood area, wood specific gravity, and moisture content showed

  10. PENGARUH PENGGUNAAN KLOBOT JAGUNG SEGAR DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SERTA PRODUKSI KARKAS KELINCI PERANAKAN NEW ZEALAND WHITE JANTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risang Pramudyo Wardhana

    2014-10-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan klobot jagung sebagai pengganti sebagian kangkung dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta produksi karkas kelinci Peranakan New Zealand White jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2013 di Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia (BPBTNR Surakarta. Penelitian ini menggunakan 16 ekor kelinci New Zealand White jantan berumur ±2 bulan dengan bobot badan awal 1301,69±155,01 g. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola searah dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Ransum basal disusun dari dedak halus, BR1 dan kangkung (Ipomoea aquatica. Keempat level perlakuan pakan tersebut adalah dedak halus 55% + BR1 25% + kangkung 20% + klobot jagung 0% (P0; dedak halus 55% + BR1 25% + kangkung 17,5% + klobot jagung 2,5% (P1; dedak halus 55% + BR1 25% + kangkung 15% + klobot jagung 5% (P2 dan dedak halus 55% + BR1 25% + kangkung 12,5% + klobot jagung 7,5% (P3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan klobot jagung sampai level 7,5% dari total ransum tidak berpengaruh terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta karkas kelinci Peranakan New Zealand White jantan. (Kata kunci: Kelinci, Klobot jagung, Kecernaan bahan kering, Kecernaan bahan organik, Karkas

  11. JERAMI SEBAGAI BAHAN BAKU PANEL AKUSTIK PELAPIS DINDING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christina E. Mediastika

    2008-01-01

    Full Text Available The demand of walling panels with acoustic qualification has surprisingly increased, due to the needs for home theaters and mini recording studios in the increase of environmental noise. Therefore, good supply of acoustic panels, especially those with lower price are necessary. A series of study to explore possibility in using paddy-straw as main material to construct cheap and high quality panels has been developed. Prior to this study, an earlier small research showed there was a great potency in using paddy-straw as panels, especially ones drawn from paddy in type IR. The earlier study recommends further research to examine strength of compression and tensile of the constructed panels to go for building materials, which is presented in this paper. Acoustic qualification of the panels is subject for further reserach. Abstract in Bahasa Indonesia: Kebutuhan akan panel pelapis dinding yang bersifat akustik terus meningkat seiring meningkatnya kebisingan dan kebutuhan terhadap ruang studio pribadi. Ketersediaan panel pelapis dinding dengan harga yang lebih terjangkau seperti yang terbuat dari bahan limbah sangatlah dibutuhkan. Pada penelitian awal telah diselidiki kemungkinan penggunaan jerami yang merupakan limbah sebagai bahan baku pembuatan panel akustik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jerami sangat potensial digunakan sebagai bahan aku panel, terutama jerami padi berjenis IR. Selanjutnya panel jerami ini perlu mendapatkan perlakukan uji desak dan lentur untuk memastikan kemampuannya menahan berat sendiri dan kekuatannya saat proses penggunaan, sebelum akhirnya mengalami pengujian berkaitan dengan kualitas akustik. Kekuatan desak dan lentur panel dimaksud, tersaji dalam tulisan ini. Kata kunci: panel jerami, uji desak, uji lentur.

  12. RANCANG SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU TERKOMPUTERISASI PT. KPL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oviliani Yenty Yuliana

    2001-01-01

    Full Text Available This study was done at PT. KPL which produces plastic goods. In order to compete with other plastic goods manufacturers during the economic crisis, PT. KPL must be able to minimize production costs. One of the ways is to reduce raw materials cost. The results were obtained with production demand forecasting, using the Holt-Winter method; the Moving Average with Index Seasonal method; the Single Exponential Smoothing Method; the Double Exponential Smoothing method; and the Multiplicative Winter method. Based on economic order quantity, the minimum total inventory cost was obtained. Economic order quantity was entered into Material Requirement Planning (MRP. Relevant, accurate, and timely information is needed for planning and controlling raw material inventory. For that purpuse, a computerized conceptual information system for raw material inventory was designed. Abstract in Bahasa Indonesia : Studi Kasus dilakukan pada PT. KPL yang bergerak dibidang pembuatan barang-barang plastik. Agar PT. KPL dapat bersaing dengan perusahaan sejenis dimasa krisis ekonomi. PT. KPL harus mampu menekan biaya produksi seminimal mungkin. Salah satu cara dengan menekan biaya persediaan bahan baku. Dari hasil penelitian diperoleh ramalan kebutuhan produk, yang diolah menggunakan metode: Holt Winter, Moving Average With Index Seasonal, Single Exponential Smoothing, Double Exponential Smoothing, Multiplicative Winter. Berdasarkan Economic Order Quantity dihasilkan total biaya persediaan yang minimum. Jumlah pemesanan yang ekonomis dimasukkan kedalam Material Requirement Planning (MRP. Informasi yang cepat, tepat, dan akurat diperlukan dalam merencanakan dan mengendalikan persediaan bahan baku. Untuk itu dirancang sistem informasi tersediaan bahan baku terkomputerisasi secara konsep. Kata kunci: ramalan kebutuhan produk, EOQ, MRP, sistem informasi

  13. PENGARUH KOMPOSOSI LAPISAN PADA PERMUKAAN GLOBULA MINYAK EMULSI SEBELUM PENGERINGAN SEMPROT TERHADAP SIFAT-SIFAT MIKROKAMSUL TRIGLISERIDA KAYA ASAM LEMAK W-3 [The Effect of the Composition of Adsorbed Layer at Globule Interface of -3 Fatty Acids Enriched Triglyceride Prior to Spray Drying on its Microcapsule Properties

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moch Adnan2

    2005-04-01

    Full Text Available Emulsification is the critical factor in microencapsulation by spray drying method. Sodium caseinate is a protein with good emulsifying properties. The properties could be improved by phospholipids addition in the emulsification. Phospholipids addition which stabilized oil globule might change the composition of adsorbed layer.This research was conducted to analyze the changes in composition at oil globule interface by analyzing emulsion systems of triglyceride enriched by -3 fatty acids at 5% (w/v stabilized by sodium caseinate (10% w/v and addition of phospholipids at 0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; and 2,5% (w/v. The changes in composition of adsorbed layer could be determined from the changes in phospholipids and adsorbed protein concentrations at oil globule interface. Analyses were done to measure the possibility of casein-phospholipids complex, phospholipids and protein adsorption concentration at interface, and adsorbed protein.The increase of phospholipids concentration in the emulsions stabilized by sodium caseinate changed the composition of adsorbed layer at interface. There was phospholipids increase and adsorbed protein decrease at oil globule interface. These changes were caused by casein-phospholipids complex which that decreased surface activity and displacement protein by phospholipids that was adsorbed at oil globule interface.Changes of composition of casein-phospholipids at oil globule prior to microcapsulation process caused changes in the properties of microcapsule produced. The increasing phospholipids and decreasing casein concentrations at oil globule interface decreased the quality of the microcapsule, including decreasing in microencapsulation efficiency, in oxidative stability, and decreasing in EPA+DHA content.

  14. KAJIAN VARIASI SUHU ANNEALING DAN HOLDING TIME PADA PENUMBUHAN LAPISAN TIPIS BaZr0,15Ti0,85O3 DENGAN METODE SOL GEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Hadiati

    2014-06-01

    Full Text Available Penumbuhan lapisan tipis BaZr0,15Ti0,85O3 telah dilakukan menggunakan metode sol gel di atas substrat Pt/Si yang disiapkan dengan spin coater. Penumbuhan lapisan tipis menggunakan variasi suhu annealing 8000C dan 9000C, dan variasi waktu tahan (holding time 3 jam dan 4 jam dengan kecepatan putar 4000 rpm. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan, seiring dengan bertambahnya waktu tahan menunjukkan bertambahnya intensitas yang semakin tinggi. Hal ini  menandakan tingkat kekristalan makin tinggi. Namun, dengan penambahan suhu annealing maka intensitas semakin kecil. Setelah dilakukan penghalusan menggunakan metode Rietveld dengan program GSAS, parameter kisi lapisan tipis BaZr0,15Ti0,85O3 semakin besar dengan bertambahnya suhu annealing dan waktu tahan serta memiliki struktur kristal tetragonal. Partikel size yang didapat dengan formula Scherer semakin besar seiring dengan bertambahnya suhu annealing dan waktu tahan. Hal ini juga ditunjukkan dari SEM, ukuran butir semakin besar seiring dengan bertambahnya suhu annealing, akan tetapi pada varisi suhu annealing ukuran butir tidak dapat ditentukan.  Thin Films BaZr0,15Ti0,85O3 have deposited on Pt/Si substrate by using sol gel method that was prepared by using spin coater. Deposition of thin films applies by using annealing temperatures in 8000C and 9000C, while the holding time was 3 and 4 hours and the rotation speed was 4000 rpm.The XRD characterization results show that the x-ray intensity increases along with the increasing of its holding time therefore it indicates that the crystallinity level is higher. Meanwhile the x-ray intensity decreases along with the increasing of annealing temperature. The refinement results using the Rietveld method with the GSAS program show that the thin films BaZr0.15Ti0.85O3 have tetragonal crystal structure and its lattice parameter value increases along with the increasing of its annealing temperature and holding time. Particle size obtained by Scherer formula was

  15. KOEFISIEN GESEK TANAH KELEMPUNGAN BERDASARKAN INDEX PLASTISITASNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johanes Suwono

    2004-01-01

    Full Text Available The plasticity index of clayey soils has been known as a good indicator for many soil parameters. This paper describes how the plasticity index of clays correlates well with the friction coefficient on certain concrete interfaces. Interface direct shear tests were carried out on undisturbed clay samples. The test specimens were normally loaded to simulate the lateral stress at its field condition, and later sheared along a concrete interface. The ratio between the shear stress and the normal stress is termed as the friction coefficient. It appeared that for a certain interface a unique relation between plasticity index and the friction coefficient could be established. Thus, knowing the plasticity index of a clay layer we could determine its adhesion or skin resistance to an embedded pile surface. Abstract in Bahasa Indonesia : Index plastisitas tanah kelempungan mempunyai pengaruh terhadap sifat-sifat tanah tersebut, dan telah dipakai untuk menentukan beberapa parameter tanah. Penelitian dalam tulisan ini berupaya mengetahui pengaruh index plastisitas tanah kelempungan terhadap koefisien geseknya ke permukaan suatu bahan beton. Percobaan dilakukan dalam alat geser langsung (direct shear. Spesimen uji tanah digeserkan ke atas permukaan suatu bahan beton setelah dibebani sesuai dengan tegangan lateral yang pernah diterimanya. Koefisien gesek didefinisikan sebagai rasio antara tegangan geser serta tegangan lateral ini. Ternyata untuk sesuatu macam permukaan bahan didapat hubungan yang cukup unik antara koefisien gesek dengan index plastisitas tanah. Untuk sesuatu lapisan tanah kelempungan dengan index plastisitas tertentu dapat ditentukan besarnya hambatan lekat tanahnya pada permukaan suatu tiang pondasi yang ditahannya.

  16. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA LEVEL IGCSE BERBASIS TUGAS TERSTRUKTUR BAGI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prahesti Tirta Safitri

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketersedian bahan ajar matematika berbahasa inggris khususnya pada level IGCSE bagi mahasiswa program studi pendidikan matematika. Sesuai dengan tuntutan globalisasi dimana calon guru matematika harus siap bersaing untuk mengajar di sekolah manapun baik yang menggunakan kurikulum nasional, maupun internasional. Dengan begitu kemampuan bahasa inggris mahasiswa calon guru dalam pelajaran matematika sangat perlu untuk ditingkatkan. Hal tersebut merupakan alasan bahwa perlu adanya pengembangan bahan ajar matematika level IGCSE. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang akan menghasilkan bahan ajar berbasis tugas terstruktur. Metode penelitiannya menggunakan metode pengembangan yaitu meliputi (1 Concept, pada tahapan ini pengembang mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan pembelajaran matematika dengan bahasa inggris dan membuat rencana pembuatan bahan ajar sesuai dengan masalah tersebut; (2 Design, pada tahap ini pengembang mengemas bahan ajar sejelas mungkin sesuai dengan karakteristik mahasiswa; (3 Collecting of materials, pada tahapan ini pengembang menyiapkan materi yang sesuai dengan materi matematika level IGCSE; (4 Assembly dan uji coba, pada tahapan ini pengembang mendesain bahan ajar sesuai dengan materi yang telah disiapkan, setelahnya dilakukan uji coba kepada ahli. Adapun hasil dari uji coba ahli menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan termasuk ke dalam kategori sangat baik dan layak digunakan untuk sumber pendukung perkuliahan.

  17. EFEK PENGURANGAN DAN PEMENUHAN KEMBALI JUMLAH PAKAN TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN PAKAN PADA KAMBING KACANG DAN PERANAKAN ETAWAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aryanto (Aryanto

    2013-06-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek pengurangan dan pemenuhan kembali jumlah pakan terhadap konsumsi dan kecernaan bahan pakan pada kambing Kacang dan Peranakan Etawah. Delapan ekor kambing jantan yang terdiri atas 4 ekor kambing Kacang dan 4 ekor kambing Peranakan Etawah digunakan dalam penelitian ini. Kedua jenis kambing tersebut diberikan perlakuan yang sama. Pertama, pakan dikurangi dengan pemberian bahan kering 1,7% berat badan untuk masing-masing ternak, kedua, ternak diberi pakan secara ad libitum. Variabel yang diamati adalah konsumsi dan kecernaan pakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Sidik Ragam menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial 2x2. Uji Jarak Berganda Duncan digunakan untuk menguji perlakuan yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangsa kambing dan volume pakan tidak saling berinteraksi untuk mempengaruhi kemampuan konsumsi dan kecernaan pakan. Perbedaan bangsa kambing tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik, akan tetapi kambing Peranakan Etawah mampu mencerna bahan kering dan bahan organik secara lebih baik (P<0,05 daripada kambing Kacang. Perbedaan volume pakan mempengaruhi (P<0,01 konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering, dan kecernaan bahan organik. Disimpulkan bahwa konsumsi dan kecernaan pada kedua bangsa kambing mempunyai pola yang sama, yang akan menurun saat pakan dikurangi dan meningkat secara signifikan ketika pakan diberikan ad libitum. (Kata kunci: Kambing, Pengurangan pakan, Konsumsi dan kecernaan

  18. Pemanfaatan Gambir sebagai Bahan Dasar Pembuat Tinta Spidol Ramah Lingkungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inda Three Anova

    2017-12-01

    Full Text Available Gambier can be used as a raw material for the manufacture of eco-friendly ink. This study was aimed to produce an alternative marker ink which is safer for the environment and human health. The current ink products generally contain volatile organic compound the chemical that can damage health. The study was done in several stages, raw material preparation, gambier extraction, color pigment making, ink formulation, and continued with stirring by used a high-speed homogenizer for the best formula. Variations of stirring speed were 1000, 1500, 2000 rpm and stirring time 10, 20, 30 minutes. The results showed that the best ink was obtained from the homogenization process with stirring time 30 minutes and speed 1000 rpm. The composition of gambier pigment 85%, glycerol 3%, polyethylene glycol 2%, propylene glycol 5%, and the addition of preservatives crystal violet 1%. The characteristics of markers ink were size particles 15.44 d.nm with a poly diversity index 0.186 and specific gravity 1.0254, black color ink, homogeneous, writings were not disjointed, and 6 minutes dry time.ABSTRAK Gambir dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan tinta spidol  yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tinta spidol alternatif yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Tinta yang diproduksi saat ini pada umumnya masih mengandung volatile organic compound yang merupakan bahan kimia yang dapat merusak kesehatan. Pembuatan tinta dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan bahan baku gambir, pengekstrakan gambir, pembuatan pigmen warna, pembuatan formula tinta, dan dilanjutkan dengan pengadukan menggunakan alat high speed homogenizer untuk formula terbaik. Variasi kecepatan pengadukan adalah 1000, 1500, 2000 rpm dan lama pengadukan 10, 20, 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinta spidol yang terbaik diperoleh dari proses homogenisasi dengan waktu pengadukan 30 menit pada kecepatan 1000 rpm. Komposisi pigmen gambir

  19. Kajian Karakteristik Koya Ikan Dengan Bahan Dasar Beberapa Macam Ikan Dan Tepung Kedelai (Glycine Max) Sebagai Pelengkap Makanan

    OpenAIRE

    PTA, Maria Regina PTA Regina; Affandi, Dian Rakhmawanti; Parnanto, Nur Her Riyadi

    2012-01-01

    Tujuan penelitian ini untuk mempelajari sifat sensoris dan tingkat kesukaan serta karakteristik kimia dari koya berbahandasar ikan tongkol, ikan kembung, ikan lele, ikan nila dan tepung kedelai. Hasil yang diperoleh akan dianalisis dengan caradeskriptif, yaitu mendeskriptifkan data yang diperoleh dalam bentuk tabel dan grafik untuk mengetahui sifat sensoris meliputi ujipembeda, tingkat kesukaan serta karakteristik kimia pada koya ikan.Berdasarka hasil penelitian menunjukkan bahwa koya ikan le...

  20. SIFAT FISIKA DAN NILAI KETEGUHAN REKAT KAYU KECAPI (Sandoricum koetjape Merr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Violet Burhanuddin

    2017-06-01

    Full Text Available The research  aim was to determine the physical properties and bonding strenght value of Kecapi wood, and the relationship between the above both parameters, as well.  The above knowledge will be implemented in producing wood products. The ASTM D 143-52 dan ASTM D 1759-64 standard (1975 were used in order to test the physical properties and the bonding strength value.  The research result showed as followed average value of density based on the volume of dried air was 0,42; density based on the volume of dried kiln 0,43; wood moisture content 15,90%; radial shrinkage 2,75%; tangential shrinkage 4,22% and longitudinal shrinkage 0, 13%; anisotropy value was 2,37%; bonding strength value 64,11 kg/cm2 and timber damage 2,0%.The strenght of the wood is III – IV, and durability class as IV-V.  The wood has a high level of defect free and different shrinkage on the three-way cross-section.  Also, the research result showed that the bonding strenght complied with standard and timber damage was low.  So, koetjape wood may be recommended to be products by using glue-bond technology.  Meanwhile the relationships between physical properties and the bonding strength showed that only moisture content which had strong relation with bonding strength, namely r = 0,916. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisika dan nilai keteguhan rekat kayu Kecapi (Sandoricum koetjape Merr serta mengetahui hubungan antara sifat fisika dengan nilai keteguhan rekat kayu. Sifat fisika dan keteguhan rekat ini akan diaplikasikan untuk pemanfaatan produk kayu yang cocok berdasarkan sifat dasar dan besarnya kekuatan kayu tersebut. Pengujian sifat fisika dan nilai keteguhan rekat ini menggunakan standar ASTM D 143-52 dan ASTM D 1759-64 (1975. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai berat jenis berdasarkan volume kering udara 0,42, berat jenis berdasarkan volume kering tanur 0,43, nilai kadar air 15,90%, penyusutan radial 2,75%, penyusutan tangensial 4,22% dan

  1. Pengembangan Bahan Ajar Fisika Bermuatan Lifeskill Untuk Siswa SMA (Halaman 86 s.d. 89)

    OpenAIRE

    -, Susilawati; Khoiri, Nur

    2015-01-01

    Penelitian ini menjelaskan pengembangan bahan ajar fisika berbasis lifeskill pada kelas XI semester gasal. Bahan ajar disusun untuk membekali siswa dalam memahami pelajaran fisika yang terintegrasi dengan kecakapan hidup. Kecakapan hidup yang terintegrasi dalam buku ajar fisika ini meliputi kecakapan pribadi, sosial, akademis dan vokasional. Buku ajar fisika ini menyajikan beberapa aktivitas fisik dan mental siswa. Aktivitas yang memberikan pengalaman bagi siswa meliputi tugas pendahuluan mat...

  2. Perancangan, Pembuatan dan Karakterisasi Tranduser Ultrasonik 3,5 MHz Untuk Pengujian Bahan Padat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mokhamad Halim Fathoni

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini telah dibuat sepasang transduser ultrasonik untuk pengujian bahan padat. Konstruksi transduser ultrasonik yang dibuat terdiri dari holder berbahan akrilik dan kuningan, backing material berbahan styrofoam, epoxy dan busa karet, elemen aktif berbahan piezoelektrik dan matching layers menggunakan akrilik. Bahan penyusun konstruksi tersebut dilakukan pengujian terlebih dahulu untuk mengetahui pengaruhnya terhadap karakteristik transduser ultrasonik. Dan untuk menunjang pengujian, maka dibuat sebuah alat sederhana dengan metode transmisi pulsa untuk melakukan pengukuran Time of Flight(TOF gelombang ultrasonik. Karakterisasi bahan transduser dilakukan dengan melakukan beberapa tahap pengujian. Tahap pertama dilakukan  pengujian respon frekuensi pada piezoelektrik untuk mendapatkan frekuensi resonansi yang sesuai. Kemudian dilakukan pengujian bahan backing material untuk mengetahui respon impulse dari sinyal ultrasonik dan menguji bahan matching layers untuk mendapatkan faktor delay pada pengukuran. Setelah karakterisasi bahan didapatkan, maka dilanjutkan dengan implementasi transduser ultrasonik untuk pengujian cacat pada bahan. Pengujian ini menggunakan aluminium berdimensi (15x5x1cm dengan bentuk cacat yang telah ditentukan. Proses pengujian cacat ini dilakukan dengan cara scanning secara manual dengan perubahan jarak setiap 0.5 cm. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh  karakteristik transduser ultrasonik dengan holder berbahan akrilik, backing material berbahan styrofoam, frekuensi resonansi sebesar 3.5 MHz, bandwith sebesar 2.04 MHz, respon impulse >10 siklus, delay sebesar 1,6 us ,Q (faktor kualitas mekanis getaran harmonis sebesar 1,667 dan impedansi sebesar 78,6 ohm. Untuk pengujian cacat bahan didapatkan hasil bahwa transduser ultrasonik bisa mendeteksi adanya cacat dan mengestimasi panjang ukuran cacat dengan error pengukuran sebesar 0.5 cm. Namun, kedalaman cacat tidak bisa ditentukan sehingga

  3. KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR SLUDGE BIOGAS DENGAN PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK PADA DIGESTER

    OpenAIRE

    REZKI LESTARI, SITI MAGHFIRAH

    2017-01-01

    2017 Siti Maghfirah Rezki Lestari (I 111 11 377) Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Sludge Biogas Dengan Penambahan Bahan Organik Pada Digester. Dibawah Bimbingan Jamila dan Djasmal A. Syamsu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh feses sapi yang ditambahkan jerami padi dan eceng gondok pada bahan isian digester tehadap kandungan protein kasar dan serat kasar sludge biogas. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan yaitu : P1(bah...

  4. PENGEMBANGAN BAHAN FASILITASI PEMBERDAYAAN KELOMPOK KERJA GURU DASAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS OPEN-ENDED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pirdaus Pirdaus

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk 1 menghasilkan bahan fasilitasi pemberdayaan KKG SD pada mata pelajaran matematika berbasis open-ended yang valid dan praktis dan 2 mengetahui efek potensial setelah guru menggunakan bahan fasilitasi pemberdayaan KKG SD pada mata pelajaran matematika berbasis open-ended. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan atau development research. Subjek penelitian adalah guru-guru SD yang menjadi peserta KKG SD Gugus III Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode walk through, observasi, tes hasil belajar, dan kuesioner. Analisis data penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, analisis validitas dan reliabilitas soal tes, dan analisis hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, penelitian ini telah menghasilkan bahan fasilitasi pemberdayaan KKG SD pada mata pelajaran matematika berbasis open-ended yang valid dan praktis. Validitas bahan fasilitasi ini tampak dari tinjauan, validasi, dan evaluasi pakar, panelis, dan tester terhadap isi, konstruksi, dan bahasa/budaya yang menyatakan bahwa bahan fasilitasi ini sudah baik. Bahan fasilitasi berupa instrumen tes hasil belajar, baik tes hasil belajar I maupun tes hasil belajar II, secara empirik juga valid. Kedua, penggunaan bahan fasilitasi pemberdayaan KKG SD pada mata pelajaran matematika berbasis open-ended dalam kegiatan KKG SD Gugus III Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir telah memberikan efek potensial berupa kemampuan guru yang cukup baik dalam menyusun soal open-ended matematika dan menyusun silabus dan RPP yang menerapkan pendekatan open-ended dalam pembelajaran matematika di SD. Berdasarkan analisis tes hasil belajar, nilai rata-rata kemampuan guru menyusun soal open-ended melalui tes hasil belajar I adalah 71,32 sedangkan nilai rata-rata kemampuan guru menyusun silabus dan RPP dengan penerapan pendekatan open-ended dalam pembelajaran

  5. Pemanfaatan Kulit Singkong Sebagai Bahan Baku Karbon Aktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Landiana Etni Laos

    2016-03-01

    Full Text Available Karbon aktif merupakan produk dari proses aktivasi karbon yang kemampuan penyerapannya lebih tinggi dan memiliki kegunaan lebih banyak daripada karbon biasa. Karbon aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan. Karbon aktif dapat dibuat dari karbon kulit singkong dengan cara dikarbonisasi untuk menghasilkan karbon pada suhu 2000C, 3000C, 4000C, 5000C, dan 6000C. Selanjutnya karbon diaktivasi secara kimia dengan larutan asam fosfat. Proses aktivasi kimia karbon kulit singkong dilakukan dengan merendam karbon kulit singkong dalam larutan H3PO4  2,5% selama 24 jam. Karbon aktif yang dihasilkan memenuhi standar (SNI 06–3730-1995 dengan hasil pengujian  kadar air antara 4,5% - 13% dimana standar SNI maksimum 15% dan kadar abu antara 1,5%-7,5% dimana standar SNI maksimum 10%, dan dan daya serap iodium antara 2.533,78 mg/g - 2.537,71mg/g dimana standar SNI maksimum 750 mg/g.

  6. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOGRAFI TERINTEGRASI SAINS-ISLAM DI MADRASAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Amin

    2017-07-01

    Full Text Available This research aimed to develop an integrated Science-Islamic geography teaching materials for students of grade X Madrasah Aliyah (Islamic Senior High School at the standard of competence to analyze the dynamics of the hydrosphere and its influence on life. The development procedure refers to the method of Dick & Carey adapted to the curriculum of 2013 model. The subject of the trial, namely (1 a team of experts (subject matter expert, linguistic expert, learning design expert, and Quran/Hadith expert and (2 A geography teacher and students in grade X MAN (Public Islamic Senior High School 1 Malang and MA (Islamic Senior High School Hasanuddin, Siraman, Blitar. The results of the study, namely (1 the integrated Science-Islamic geography teaching material for the grade X MA meets the standards deserve to be published and (2 improvements suggested by the results of expert validation and field trials covering aspects language, media, evaluation, and display of text books. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar Geografi terintegrasi sains-Islam untuk siswa kelas X Madrasah Aliyah (MA pada standar kompetensi menganalisis dinamika hidrosfer dan pengaruhnya terhadap kehidupan. Prosedur pengembangan mengacu pada metode Dick & Carey yang disesuaikan dengan model Kurikulum 2013. Subjek uji coba terdiri atas (1 tim ahli (ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain pembelajaran dan ahli Al-Qur’an/Hadis dan (2 guru Geografi dan siswa kelas X di MAN 1 Malang dan MA Hasanudin Siraman, Blitar. Hasil penelitian, meliputi (1 bahan ajar Geografi terintegrasi sains-Islam untuk MA kelas X telah memenuhi standar layak untuk diterbitkan dan (2 perbaikan yang disarankan menurut hasil validasi ahli dan uji coba lapangan, meliputi aspek kebahasaan, media, soal evaluasi, dan tampilan buku teks.

  7. REKAYASA BAHAN KOMPOSIT SANDWICH HIBRID UNTUK STRUKTUR SISTEM PANEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Hariyanto

    2017-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh ketebalan core terhadap peningkatan kekuatan bending komposit sandwich hibrid berpenguat kombinasi serat rami woven dan serat gelas woven bermatrix polyester dengan core berpenguat kombinasi serbuk kayu jati dan mahoni bermatrix polyester. Mekanisme perpatahan diamati dengan foto makro. Bahan yang digunakan untuk skin adalah serat rami (woven, serat E-Glass (woven, resin unsaturated polyester 157 BQTN (UPRs. Bahan yang digunakan untuk core adalah serbuk kayu jati dan mahoni dengan mesh 30 pada fraksi volume 50%, resin unsaturated polyester 157 BQTN. Hardener yang digunakan adalah MEKPO dengan konsentrasi 1%. Komposit dibuat dengan metode cetak tekan. Komposit  sandwich  hibrid tersusun  terdiri  dari dua skin komposit hibrid dengan core hibrid di tengahnya. Skin komposit hibrid sebagai lamina terdiri  dari dua lamina serat gelas anyam dan satu lamina serat rami (woven - woven – woven. Fraksi volume serat komposit skin hibrid adalah 30%. Komposit core hibrid yang digunakan adalah serbuk kayu jati dan mahoni dengan mesh 30 pada fraksi volume 50% dengan resin unsaturated polyester 157 BQTN. Variabel utama penelitian yaitu tebal core (10, 20, 30, 40, dan 50 mm. Spesimen dan prosedur pengujian bending mengacu pada standard ASTM C 393. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ketebalan core mampu meningkatkan momen bending. Namun, menurunkan kekuatan bending, facing bending dan tegangan geser core komposit sandwich hibrid. Mekanisme patahan diawali oleh kegagalan komposit skin bagian tarik, core gagal geser, dan diakhiri oleh kegagalan skin sisi tekan. Pada bagian daerah batas core dan komposit skin menunjukkan adanya kegagalan delaminasi.

  8. PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK PROSES STERILISASI JAMUR TIRAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2013-12-01

    Full Text Available Biomassa adalah suatu limbah benda padat yang bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber bahan bakar. Energi biomassa dapat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi karena beberapa sifatnya yang menguntungkan yaitu sumber energi ini dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaharui (renewable resources, sumber energi ini relatif tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara dan juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan pertanian. Salah satu biomassa yang sekarang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah jamur. Jenis jamur di Indonesia banyak macamnya contohnya: jamur tiram, jamur merang, jamur kuping dan lain-lain. Sementara ini masih banyak limbah jamur tiram hanya untuk pupuk tanaman bahkan banyak yang hanya di buang begitu saja, padahal dalam proses produksi jamur tiram yaitu sterilisasi baglog (bahan baku jamur dengan cara pengukusannya di atas tungku api selama 8 jam, masyarakat masih menggunakan LPG atau kayu bakar untuk mengukus baglog tersebut yang membutuhkan biaya lebih. Penelitian ini bertujuan membantu masyarakat dalam pengolahan limbah jamur tiram untuk Proses Pembuatan Briket Limbah Jamur Tiram Sebagai Bahan Bakar Alternatif, pembuatan briket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji dengan perbandingan 3:1, ukuran partikel 40 mesh (0,250mm , bentuk beriket silinder pejal. Hasil pengujian proksimasi menunjukkan bahwa kandungan kadar air 1,57 %, Kadar abu 28,53 %, nilai kalor 3306 kal/gram, kadar karbon 51,22 %, nilai rata-rata efisiesi pembakaran 60,88% . Berdasarkan uji pembakaran, briket limbah jamur tiram dapat digunakan sebagai bahan bakar.

  9. DIFERENSIASI KELAMIN TIGA GENOTIPE IKAN NILA YANG DIBERI BAHAN AROMATASE INHIBITOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Ariyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Penggunaan hormon sintetik 17 a-metiltestosterone untuk sex reversal ikan konsumsi sudah dilarang. Salah satu bahan yang terbukti efektif dalam sex reversal adalah bahan aromatase inhibitor. Bahan ini dapat digunakan dalam proses pembalikan kelamin karena menghambat sekresi enzim aromatase yang bertanggung jawab dalam konversi hormon androgen menjadi estrogen. Tingginya kadar androgen dalam tubuh akan mengarahkan proses diferensiasi kelamin ke arah kelamin jantan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian bahan aromatase inhibitor terhadap diferensiasi kelamin tiga genotipe ikan nila. Bahan utama yang digunakan adalah larva ikan nila genotipe XX, XY, dan YY yang diberi bahan aromatase inhibitor, khususnya imidazole. Penambahan hormon sintetik 17a-metiltestosterone digunakan sebagai kontrol (+. Pemberian imidazole dilakukan melalui pakan pada larva ikan nila yang berumur 7 hari setelah menetas, selama 28 hari. Selanjutnya benih dipelihara dalam hapa pendederan selama 60 hari di kolam tanah. Pada akhir pendederan dilakukan identifikasi jenis kelamin, bobot individu rata-rata, dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imidazole efektif meningkatkan rasio kelamin jantan pada ikan nila genotipe XX dan YY, tetapi tidak pada genotipe XY. Sampai akhir tahap pendederan, semua genotipe dan perlakuan yang berbeda tidak memberikan efek yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan maupun nilai sintasan, kecuali pada genotipe YY

  10. PENGEMBANGAN ALAT DESTILATOR BIOETANOL MODEL REFLUK BERTINGKAT DENGAN BAHAN BAKU SINGKONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rochmad Winarso

    2014-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penyediaan energi di masa depan merupakan permasalahan yang senantiasa menjadi perhatian bagi semua pihak. Seiring dengan meningkatnya pembangunan, kebutuhan akan energi terus meningkat. Disisi lain cadangan minyak bumi sebagai bahan bakar yang paling banyak dipakai saat ini semakin menipis karena sifatnya yang non renewable, oleh karena itu diperlukan upaya untuk mencari bahan bakar alternatif yang renewable sekaligus ramah lingkungan. Bioetanol sebagai salah satu bahan bakar alternatif sampai saat ini belum banyak digunakan. Padahal di Indonesia, banyak sekali sumber daya alam hayati yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi bioetanol, salah satunya adalah ubi kayu. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar didasari oleh sifatnya yang mudah terbakar dan memiliki kalor-bakar netto besar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat destilator bioetanol dengan fokus pengembangan pada pengembangan menara refluk dengan sistem bertingkat sehingga diharapkan bisa lebih optimal menghasilkan bioetanol dengan kadar tinggi. Pengembangan alat distilator bioethanol ini dimulai dari proses observasi lapangan yang dilanjutkan dengan studi literatur. Tahapan selajutnya adalah proses perencanaan komponen-komponen dari peralatan tersebut dan dilanjutkan dengan proses pembuatan serta uji coba peralatan. Hasil penelitian ini telah dikembangkan alat destilator bioetanol dengan spesifikasi sebagai berikut: diameter tangki 400 mm, tinggi tangki 500 mm, terbuat dari bahan stainles steel A304 dengan ketebalan 2 mm. Kapasitas tangki yang diijinkan adalah dari volume tabung atau sebesar 40 liter. Dari hasil uji coba pada hasil proses distilasi fermentasi ketela pohon menghasilkan ethanol dengan kadar 92%. Kata kunci: bioetanol, destilator, refluk bertingkat.

  11. Pengaruh Suhu dan Metode Perlakuan Panas terhadap Sifat Fisika dan Kualitas Finishing Kayu Mahoni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ragil Widyorini

    2016-03-01

    Full Text Available Perlakuan panas dikenal sebagai metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan stabilitas dimensi dan menurunkan higroskopisitas. Di sisi lain, perlakuan panas dapat membuat warna kayu menjadi lebih gelap, penurunan sifat mekanika kayu, dan sifat wetabilitas kayu. Oleh karena itu, penelitian mengenai perlakuan panas pada kondisi yang optimum sangat menarik untuk dilakukan agar menghasilkan kayu dengan kualitas yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interaksi suhu dan metode perlakuan panas terhadap sifat fisika dan kualitas finishing kayu mahoni. Contoh uji perlakuan dibuat dari kayu mahoni yang berasal dari industri penggergajian kayu rakyat. Penelitian ini menggunakan 2 metode perlakuan panas yaitu metode oven dan penguapan (steaming pada variasi suhu 90°C, 120°C, dan 150°C selama 2 jam waktu efektif. Pengujian sifat fisika diuji berdasarkan standar ASTM, yang meliputi : kadar air seimbang, perubahan dimensi, perubahan warna, dan wetabilitas. Pengujian finishing meliputi cross cut test, uji delaminasi, dan uji kekilapan (glossy test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara suhu dan metode perlakuan panas berpengaruh sangat nyata terhadap perubahan warna, serta berpengaruh nyata terhadap penyusutan radial, cross cut test, dan uji delaminasi. Metode oven menghasilkan contoh uji dengan kadar air dan pengembangan radial yang lebih rendah, warna yang lebih terang, serta uji delaminasi yang lebih baik dibandingkan dengan metode penguapan. Kata kunci: perlakuan panas, metode oven, metode penguapan, suhu, finishing   Effect of temperature and heat treatment on physical properties and finishing quality of mahagony wood Abstract Heat treatment is well known as a method for increasing dimensional stability and reducing hygroscopicity of wood. However, heat tratment can cause the color of wood become darker and reduce the wettability, as well as its mechanical properties. Therefore, the optimum condition of heat

  12. Pengaruh Jenis Busi Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Honda Revo Fit 110 cc

    National Research Council Canada - National Science Library

    Wawan Trisnadi Putra; Sudarno; Yoyok Winardi

    2016-01-01

    .... Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan jenis busi berdasarkan tingkat panas pada sepeda motor Honda Revo Fit 110 cc tahun 2012 berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar...

  13. Analisis Kebijakan Distribusi Bahan Baku Rotan Dengan Pendekatan Dinamik Sistem Studi Kasus Rotan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurlaela Kumala Dewi

    2015-09-01

    Full Text Available Penghentian ekspor bahan baku rotan, ternyata belum membuat industri mebel di Tanah Air mendapat pasokan bahan baku yang memadai. Sejumlah pengrajin di daerah asal bahan baku rotan seperti Cirebon, Semarang, Surabaya, Jakarta dan daerah industri pengolah bahan baku rotan tetap mengeluh kekurangan bahan baku. Kalau pun ada, harganya sudah naik sampai 30%. Beberapa penelitian tentang cara pendistribusian bahan baku rotan sampai saat ini belum ada yang membahas tentang bagaimana cara mendistribusikan bahan baku dari upstream (hutan, asal bahan baku rotan ke downstream (industri pengolahan baha baku rotan menjadi mebel rotan sehingga masalah ini menjadi menarik dan seperti kita ketahui bahwa bahan baku rotan merupakan komoditi yang dimiliki oleh Indonesia sebagai penghasil rotan nomer satu dunia. Tujuan penelitian ini adalah membangun suatu model dinamika yang dapat menerangkan keterkaitan antar faktor di dalam jalur distribusi bahan baku rotan dalam upaya memahami interaksi dari sektor transportasi, logistic dan kebijakan pemerintah dalam mendukung industri rotan nasional. Dengan mengacu pada kebijakan yang telah ada maka dalam penelitian ini ingin dikaji apakah kebijakan pemerintah tersebut saat ini dapat meningkatkan kondisi bahan baku rotan tetap stabil dan meningkatkan perekonomian di daerah asal bahan baku rotan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah simulasi dinamika sistem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan yang ada saat ini ternyata belum berpengaruh dalam menstabilkan kondisi pasokan bahan baku rotan dan meningkatkan perekonomian daerah penghasil rotan yang ada di Indonesia. Untuk itu disusunlah beberapa skenario yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan pasokan bahan baku rotan ke industri rotan nasiona. Adapun skenario itu adalah sebagai berikut : meningkatkan pendapatan petani dan pengepul dengan menitik beratkan pada investasi  dan skenario meningkatkan tingkat pendapatan daerah dengan tetap menjaga

  14. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN BAHAN PANGAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wildan Saugi

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang dapat memberdayakan warga perempuan dusun Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. Penelitian ini merupakan participatory action research (PAR dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala dusun, tujuh anggota tim pengelola dusun, dan 15 warga perempuan dusun. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1 Perencanaan partisipatoris terdiri dari identifikasi kebutuhan dusun dan penyiapan tim pengelola program dusun. (2 Pelaksanaan proses pemberdayaan melalui pelatihan dimulai dengan  menyiapkan tim pengelola, membentuk  kelompok usaha, menjalin kemitraan dengan pihak pemerintah dan swasta, membangun rumah produksi, mengajukan izin produksi, produksi dan pemasaran produk,  melakukan studi banding ke industri rumah tangga, melakukan perbaikan dan diversifikasi produk, dilanjutkan dengan pelatihan massal, dan pendampingan. (3 Indikator keberhasilan pelatihan diantaranya adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan warga, serta diperolehnya pendapatan hasil usaha penjualan produk. (4 Keberlanjutan program pemberdayaan perempuan ditunjukkan dengan telah adanya pengembangan produk atau variasi produk dan terbentuknya kemandirian tim. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, pelatihan, bahan pangan lokal   WOMAN EMPOWERMENT THROUGH LOCAL PRODUCE PROCESSING TRAININGS Abstract This research aims to reveal the local produce processing that can empower women in Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. This research was participatory action research with the qualitative and quantitative approach. The research subject consisted of the village chief, core team consisting of seven people, and 15 women in the village. The research data were obtained through observations, interviews, and documentation. The results of research are as follows. (1 The participatory planning

  15. PROSEDUR PEMESANAN DAN PENERIMAAN BAHAN PASTRY UNTUK KEGIATAN PRODUKSI DI HOTEL HILTON BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anisa Apriani

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Pastry is one of the departments of the hotel to provide a dessert dish.variouscake and dessert should be produced by the pastry every day in accordance with the request of the banquet event order (BEO. To produce the cake and dessert pastry section requires the availability of the raw materials. The basic ingredients are obtained from the order process until receiving of the pastry. use of materials is also onr of the things that influence the availablility of pastry. However in the event booking process and receipt of materials often found obstacles. These barriers have a major on operational at the pastry Hilton Hotels Bandung. The method used was a case study which is a method that takes a particular object to be analyzed in depth by focusing on an issue. Based on the result of research regarding the booking procedure and acceptance of the pastry authors find the constraints, the first one is from suppliers could not send the raw materials at the time of red date or holiday. The second one is from internal parties Hilton that reducing the number of orders that have been submitted by the pastry and the distribution of materials that are not yet well-organized, because many raw materials pastry that is used along with other outlets. So often the materials ordered for pastry and even used by other outlets and causing the pastry to run out of raw materials.   Key words : Pastry, Order, Receipt, Raw Materials   Abstrak - Pastry merupakan salah satu departmen di hotel yang bertugas untuk menyediakan hidangan dessert. Bermacam - macam cake dan dessert harus diproduksi oleh bagian pastry setiap harinya sesuai dengan permintaan dari Banquet Event Order (BEO. Untuk memproduksi cake dan dessert tersebut bagian pastry membutuhkan ketersediaan bahan baku. Bahan baku tersebut didapatkan dari proses pemesanan hingga penerimaan bahan pastry. Penggunaan bahan juga merupakan salah satu hal yang mempengaruhi ketersediaan bahan pastry. Namun pada

  16. Perancangan Sistem Monitoring Pengambilan Keputusan Pemakaian Bahan Bakar pada Kapal Berbasis Logika Fuzzy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riche Reinewati Wahyusah

    2013-09-01

    Full Text Available Banyaknya kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen kapal dengan melakukan pencurian dan penjualan bahan bakar pada saat kapal melakukan pelayaran membuat pihak manajemen kapal banyak mengalami kerugian tidak hanya itu belum adanya sistem monitoring pemakaian bahan bakar pada kapal secara langsung yang bisa diakses oleh pihak manajemen kapal. Sistem pengambilan keputusan yang dirancang menggunakan logika fuzzy dengan tipe mamdani dengan 5 variabel masukan yaitu Engine (Rpm, Load (Ton,  laju aliran rata-rata (kg/h, SFOC (Specific Fuel Oil Consumption (gram/kWh dan jarak pelayaran (miles dan variabel keluaran yaitu Fuel Oil Consumption. Keakuratan hasil sistem pengambilan keputusan dibandingkan dengan data aktual mencapai  96.38% dan sistem logika fuzzy yang dikembangkan dapat diaplikasikan dalam sistem monitoring konsumsi bahan bakar di kapal.Dari sistem monitoring yang dikembangkan bukan hanya berada pada pihak ABK (Anak Buah Kapal tetapi juga berada di pihak manajemen pusat yang dapat memonitor pemakaian bahan bakar dan bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar.

  17. PEMILIHAN PRIORITAS BAHAN BAKU BIOAVTUR DI INDONESIA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARKHI PROCESS (AHP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Siswahyu

    2014-07-01

    serangkaian proses konversi biomassa  berupa serat, gula, tepung dan minyak nabati.  Proses konversi bahan tersebut  bisa  melalui  proses  transesterifikasi,  perlakuan  panas  (pyrolisis  dan  hydrothermal, perlakuan hidrolisis oleh enzim, fermentasi, dan fischertrops.  Indonesia  memiliki potensi bahan baku yang melimpah, produksi minyak kelapa sawit Indonesia tahun 2014 mencapai 29,41 juta ton, minyak kelapa 3,38 juta ton dan 4.6 Ton minyak inti sawit ditahun 2014.  Tujuan penelitian ini adalah memilih prioritas bahan baku bioavtur dengan metode Analytical Hierarkhi Process (AHP. Hasil analisis AHP menunjukkan  bahwa  minyak  sawit  adalah  bahan  baku  yang  paling  potensial  dengan  bobot  0,361, kemudian  urutan  kedua  adalah  biomassa bobot  nilai  0,327  sedangkan  minyak intisawit  dan kelapa berbobot  0,156.  Berdasarkan  analisis  AHP  maka  pemanfaatan  bahan  baku  terbarukan  (renewable resourcess berbasis minyak nabati seperti minyak kelapa sawit untuk produksi bioavtur menjadi salah satu solusi yang potensial.

  18. PENGARUH UMUR BAHAN SETEK TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK AKOR (Acacia auriculiformis A. Cunn. Ex Benth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    nurmawati siregar

    2016-09-01

    Full Text Available Akor (Acacia auriculiformis termasuk salah satu jenis sumber energi biomassa mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan untuk pengembangannya adalah ketersediaan bibit bermutu. Bibit bermutu dapat diperoleh dari perbanyakan generatif (biji dan vegetatif (setek. Melalui setek dapat diproduksi bibit bermutu dalam jumlah yang cukup, setiap waktu dan tidak tergantung dengan musim. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan perbanyakan vegetatif dengan setek adalah juvenilitas (umur bahan setek, oleh karena itu dilakukan penelitian pengaruh umur bahan setek. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan perlakuan umur bahan setek yaitu umur 2,3,4 dan 5 bulan, ulangan tiga kali dan setiap unit perlakuan terdiri dari 45 setek. Respon pertumbuhan yang diamati meliputi: waktu tumbuh tunas setek, persentase tumbuh setek, panjang akar, jumlah akar, panjang tunas, berat kering akar, berat kering tunas, ratio tunas dengan akar dan analisis ratio C/N. Umur bahan setek berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati kecuali persen tumbuh setek. Bahan setek yang paling optimal digunakan untuk jenis akor adalah pada umur 3 - 4 bulan.

  19. BAHAN AJAR TEMATIK MATERI PUISI KELAS V SD DENGAN PEMANFAATAN PETA PIKIRAN DAN LINGKUNGAN SEKITAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roni Wibowo

    2017-06-01

    Full Text Available The purpose of this research is to develop thematic teaching suplementary materials for year V focusing on poetry. These materials were used with mind mapping and also the environment as learning resources. The materials were validated in terms of content, language, and layout later, the materials were tried out to 6 elementary students in small-scale validation and to 40 students in the large-scale validation. The trial results demonstrate the feasibility of teaching materials have a high level. The average validity got 90.025, the attractiveness 91.80, the effectiveness 92.75 and the practicality 92.18. So it is recomended be implemented as a supporting source in the learning activities, especially in studying poetry. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar tematik bersifat suplemen untuk kelas V fokus kajiannya materi puisi. Bahan ajar memanfaatkan peta pikiran serta lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran. Bahan ajar divalidasikan pada aspek isi, bahasa, dan desain, selanjutnya diujicobakan kepada 6 siswa pada uji kelompok kecil dan 40 siswa pada uji kelompok besar. Hasil uji coba menunjukkan tingkat kelayakan bahan ajar sangat tinggi. Rata-rata kevalidan sebesar 90,025, kemenarikan 91,80, keefektifan 92,75, dan kepraktisan 92,18. Dengan demikian,  disarankan agar bahan ajar ini diimplementasikan sebagai sumber pendukung pembelajaran tematik, khususnya materi puisi.

  20. Perancangan, Pembuatan dan Karakterisasi Tranduser Ultrasonik 3,5 MHz Untuk Pengujian Bahan Padat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mokhamad Halim Fathoni

    2013-09-01

    Full Text Available Dalam tugas akhir ini telah dibuat sepasang transduser ultrasonik untuk pengujian bahan padat. Konstruksi transduser ultrasonik yang dibuat terdiri dari holder berbahan akrilik dan kuningan, backing material berbahan styrofoam, epoxy dan busa karet, elemen aktif berbahan piezoelektrik dan matching layers menggunakan akrilik. Bahan penyusun konstruksi tersebut dilakukan pengujian untuk mengetahui  karakteristik transduser ultrasonik.Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh  karakteristik transduser ultrasonik dengan holder berbahan akrilik, backing material berbahan styrofoam, frekuensi resonansi sebesar 3.5 MHz, bandwith sebesar 2.04 MHz, respon impulse >10 siklus, delay sebesar 1,6 us ,Q (faktor kualitas mekanis getaran harmonis sebesar 1,667 dan impedansi sebesar 78,6 ohm. Untuk pengujian cacat bahan didapatkan hasil bahwa transduser ultrasonik bisa mendeteksi adanya cacat dan mengestimasi panjang ukuran cacat dengan error pengukuran sebesar 0.5 cm. Namun, kedalaman cacat tidak bisa ditentukan sehingga dibutuhkan pengukuran sistem echo untuk memperbaiki pengukuran tersebut.

  1. KUALITAS BAHAN MAKANAN DAN MAKANAN JAJANAN YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL DI BEBERAPA KOTA DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptini Supraptini

    2015-03-01

    Full Text Available Pasar tradisional merupakan fasilitas umum untuk tempat jual beli bahan makanan/ makanan jajanan yang banyak dikunjungi masyarakat . Di Indonesia terdapat sekitar 13.450 pasar tradisional dengan 12.625 juta pedagang beraktivitas di dalamnya.  Selama ini masih sering terjadi keracunan makanan di masyarakat, oleh karena itu perlu diteliti kualitas makanan/ bahan makanan yang dijajakan. Penelitian ini bertujuan mengukur kualitas makanan (bahan makanan dan makanan jajanan yang dijual di pasar tradisional. Populasi adalah pasar tradisional yang sudah pernah dibina oleh Ditjen PP-PL. Sampel diambil secara purposif dari pasar yang telah dibina, kemudian diambil pasar yang mewakili daerah Jawa (Kab.Sragen dan Bali (Kab.Gianyar karena daerah Sumatera yang tadinya akan diwakili pasar Payakumbuh tidak dapat dilakukan akibat gempa yang menghancurkan pasar tersebut. Penelitian diaksanakan buan Februari – Nvember 2010. Metode pemeriksaan cemaran bakteriologi pada sampel makanan dengan Profile Method. Pemeriksaan cemaran kimia pada sampel uji petik makanan dengan Comparation Method, dan amino antipirin method. Dari hasil pemeriksaan beberapa makanan jajanan baik di pasar yang dibina maupun belum dibina mengandung bahan pewarna Rhodamin-B pada kue mangkok merah, cenil warna merah, kue ku merah, geplak merah, roll cake merah-kuning kerupuk warna-warni, kembang goyang orange mengandung Rhodamin-B. Methanyl Yellow ditemukan pada kerupuk warna-warni. Selain itu pengawet bahan makanan formalin ditemukan pada mie kuning di pasar yang dibina. Hasil pemeriksaan bakteriologis E. coli dan Coliform pada semua sampel daging negatif, tetapi ada beberapa sampel total mikroba positif antara 104 sampai dengan 107, yang artinya masih ada pencemaran mikroba lain selain E. coli dan Coliform. Kualitas air bersih yang digunakan di sebagian besar pasar tradisional masih memenuhi persyaratan Permenkes No.41/1999. Kesimpulan : Beberapa bahan makanan dan makanan jajanan yang dijual

  2. BAHAN AJAR BERBASIS CERITA UNTUK MENANAMKAN LITERASI EKONOMI PADA SISWA SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Permata

    2017-03-01

    Full Text Available This research aims at developing economic literacy learning materials. This development research employed Design Based Research (DBR which have particular characteristics. It aims at developing product based on the necessity and collaborateing with development result user (practitioners. Descriptive quantitative analysis was used to analyze the data regarding material validation score. The analysis was conducted to determine whether the learning material developed fulfills the criteria of validity. The validity was obtained from expertise validator. Validity data were analyzed using descriptive quantitative. The result of trials analysis obtained 80.25%. It indicates that picture based learning materias developed is appropariate. In addition, the learning material could improve the learning motivation of the students. It was showed by the result students’ response which obtained 78.91% (categorized as good. Supplementary, picture story based learning materials could improve students understanding on economic literacy. It indicated by the result of students’ response which obtained 75.35% and categorized as good. Pengembangkan bahan ajar pada mata pelajaran IPS tentang literasi ekonomi, peneliti menggunakan pendekatan Design Based Research (DBR yang memiliki ciri khusus, yaitu sebuah model penelitian pengembangan produk berdasarkan kebutuhan dan berkolaborasi dengan pengguna hasil pengembangan (praktisi. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis data berupa skor dari hasil lembar validasi materi. Analisis dilakukan untuk menilai apakah bahan ajar beserta instrumen penilaian yang telah disusun memenuhi kriteria kevalidan. Validitas diperoleh dari validator ahli. Data kevalidan bahan ajar akan dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis uji coba lapangan memiliki tingkat kevalidan sebesar 80,25%. Hal ini berarti produk bahan ajar berbasis bergambar pada uji coba lapangan masuk kategori layak digunakan. bahwa

  3. EFEKTIVITAS BAHAN AJAR IPA TERPADU TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Yuliati

    2013-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar IPA terpadu untuk SMP, khususnya tema Air Limbah Rumah Tangga. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan Pretest-Postest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMPN 20 Malang kelas VII. Sampel ditetapkan dengan purposive sampling. Perlakuan pada kelompok eksperimen adalah pembelajaran yang menggunakan bahan ajar IPA terpadu, sedangkan kelompok kontrol  menggunakan buku  sekolah elektronik (BSE. Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes, lembar observasi pembelajaran, dan perangkat  pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan Anava AB untuk uji perbedaan rerata dan uji scheffe untuk uji efektivitas bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA Terpadu dengan siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA yang terpisah bidang kajiannya, dan bahan ajar IPA terpadu efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. This study aims totest the effectiveness of an integrated science teaching materials for students of junior high school, particularly in themeof Domestic Wastewater. The study designused a quasi-experimental pretest-posttest with control group design. The experiment was conductedin Junior High School of Malang. Samples were determined by purposive sampling. Treatmentin the experimental group was learning to integrated science teaching materials, whereas in the control group with the teaching materials available in schools. The instrument used were a matter oftestitems, observation sheets of learning, and learningtools. Data analysis was performed with AnovaAB totestmean difference and Scheffetesttotestthe effectiveness ofinstructional materials. The results showed that 1there aredifferences inhigher-order thinkingskillsinjunior high school students using teaching materials in integrated science withjunior high school students

  4. SINTESIS PIGMEN ALAMI DAUN TANAMAN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA L. SEBAGAI PEWARNA BATIK DAN ANALISIS SIFAT OPTIKNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nita Rosita

    2014-11-01

    Full Text Available Pigmen alami dari daun tanaman Andong (Cordyline fruticosa L. telah berhasil disintesis secara sederhana dengan merendamnya pada larutan 20 ml HCl 1,47 M. Massa daun dijadikan sebagai variabel bebas penelitian dimana 1 gram hingga 6 gram daun direndam pada larutan kemudian dianalisis sifat optik berupa transmitansi dan absorbansinya. Pigmen yang dihasilkan dalam penelitian ini berwarna merah. Hasil analisis menunjukkan bahwa transmitansi pigmen yang diperoleh menurun secara eksponensial dengan penambahan massa daun. Hasil tersebut menunjukkan pada massa daun 4 gram pigmen telah mengalami saturasi. Adapun absorbansi pigmen yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki spektrum absorbansi pada daerah UV hingga spektrum tampak yaitu pada panjang gelombang 200 – 700  nm. Dari hasil analisis absorbansi tersebut, pigmen yang dihasilkan dari penelitian ini secara umum merupakan pigmen jenis flavonoid.  Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa daun tanaman Andong berpotensi sebagai pewarna alami yang selanjutnya dapat diaplikasikan untuk pewarna batik.

  5. PENGARUH TEMPERATUR ANNEALING PADA SIFAT LISTRIK FILM TIPIS ZINC OKSIDA DOPING ALUMINIUM OKSIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Sugianto

    2017-03-01

    Full Text Available Penumbuhan film tipis zinc oksida di-doping aluminium oksida dengan variasi temperatur annealing menggunakan metode dc magnetron sputtering telah berhasil dilakukan. Pengaruh variasi temperature annealing pada struktur dan sifat listrik film tipis telah dipelajari dengan menggunakan XRD dan I-V meter. Berdasarkan karakterisasi XRD, film tipis yang dihasilkan memiliki struktur wurtzite dengan orientasi yang dominan adalah (002. Penambahan temperatur annealing pada proses penumbuhan meningkatkan intensitas orientasi (002. Selanjutnya analisis sifat listrik menggunakan I-V meter. Film tipis zinc oksida di-doping Al  pada temperatur annealing 300°C memiliki nilai resitivitas yang optimum yaitu 2,89 x 102  Wcm. Hal tersebut konsisten dengan hasil XRD yang menyatakan bahwa film tipis zinc oksida yang di doping  dengan  aluminium oksida pada temperature 300°C memiliki ukuran kristal yang semakin besar, kompak dan homogen.Growth of zinc oxide doped aluminum oxide thin film with annealing temperature variation using dc magnetron sputtering method has been done. Effect of annealing temperature variations on the structure and electrical properties of thin films has studied using XRD and I-V meter. According to XRD characterization, thin film was obtained has wurtzite structure with dominant orientation is (002. Increasing of annealing temperature on the growth process was increased the intensity of orientation (002. Furthermore, the electrical properties were measured using I-V meter.  Zinc oxide doped Al thin film shows the optimum resistivity around of 2.89 x 102 Wcm when the annealing temperature of 300 °C. This is consistent with XRD results which is the Zinc oxide doped aluminum oxide thin has a crystal size is getting bigger, dense, and homogeneous at annealing temperature 300°C.

  6. Pengolahan Batang Kudzu Menjadi Bahan Baku Serat untuk Produk Kerajinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Widiastuti

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKKudzu (Pueraria sp. adalah tanaman merambat yang telah dibudidaya untuk dimanfaatkan batangnya  untuk serat tenun/anyaman;  daun untuk pakan ternak; umbi untuk pangan alternatif maupun kosmetik. Potensi Kudzu di Indonesia cukup besar, daerah penghasil pengolahan kudzu adalah Sumatera Utara; Purwakarta dan Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah serat kudzu menjadi bahan baku produk kerajinan. Penelitian yang dilakukan meliputi 2 tahap yaitu tahap  pemisahan batang kudzu menjadi serat dengan fermentasi EM4, tahap pengolahan serat kudzu meliputi pemasakan, pengelantangan, mordant  dan pencelupan dengan zat warna alam, pertenunan. Kemudian diuji ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari. Hasil uji menunjukkan bahwa tenunan serat kudzu baik sekali dalam nilai penyerapan zat warna alam, ditunjukkan dengan hasil uji ketahanan luntur mencapai 5 skala abu-abu (grey scale. Nilai rendemen serat kudzu sebesar 1,4 - 1,67 % dari 1 kg batang basah kudzu menghasilkan 14 – 17 g serat kudzu. Kata kunci: produk kerajinan, serat kudzu ABSTRACTKudzu (Pueraria sp. is a vine that have been cultivated for the stem used for fiber woven / woven ; leaves for fodder ; bulbs for alternative food and cosmetics . Kudzu potential in Indonesia is quite large , kudzu processing producing areas are North Sumatra ; Purwakarta and Magelang . The research was conducted on the two phases: separation of kudzu stem into fibers with EM4 fermentation , fiber processing stage kudzu include cooking , bleaching , mordant , dyeing with natural dyes and weaving. Then tested color fastness to sunlight . The test results showed that kudzu woven fibers excellent in absorption value of natural dyes , indicated by test results fastness reach 5 gray scale . Kudzu fiber yield value of 1.4 to 1.67 % from 1 kg wet bar kudzu produces 14-17 g fiber kudzu .  Keywords: craft product, kudzu fiber

  7. Fraksi Mol Dan Variasi Ph Terhadap Sifat Magnetik Dan Struktur Mikro Barium Heksaferrit Dengan Metode Sol-Gel Auto Combustion

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizki Agustianto

    2014-03-01

    Full Text Available Pada penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan optimal untuk penambahan unsur paduan yang terbaik untuk menghasilkan barium heksaferrit dengan tingkat penyerapan gelombang mikro yang optimum. Barium heksaferrit termasuk dalam material yang memiliki sifat ferromagnetik dan termasuk hard magnetic. RAM membutuhkan material yang memiliki sifat soft magnetic. Oleh karena itu banyak diteliti bagaimana cara untuk mendapatkan sifat soft magnetic dari barium heksaferrit. Salah satu cara yang telah ditemukan adalah dengan menambahkan unsur baru. Unsur baru ditambahkan agar mengganggu struktur kristalnya dan menyebabkan perubahan sifat magnetiknya dari hard magnetic menjadi soft magnetic yang cocok untuk RAM. Unsur yang biasanya digunakan untuk mengganggu sejumlah ion Fe dalam komposisi hexaferrit adalah Ti, Zn, Mn, Ni, Co, dll. Efek yang dapat ditimbulkan dari penambahan unsur tersebut misalnya, variasi dalam koersivitas, magnetisasi saturasi, dan suhu Curie telah ditujukan untuk magnetik aplikasi. Sementara dalam aplikasi elektromagnetik, ferromagnetik resonansi frekuensi pergeseran, peningkatan pencocokan impedansi, dan elektromagnetik peningkatan penyerapan gelombang. Pada penelitian kali ini dilakukan penambahan unsur paduan Co-Zn pada barium heksaferrit. Penambahan dilakukan dengan menggunakan metode sol-gel auto combustion, dengan variasi fraksi mol x= 0.2 , 0.4 dan 0.6 dan variasi pH 7, 9, dan 11. Hasil dari penambahan tersebut kemudian di sintering pada temperatur 9500C selama 3 jam. Selanjutnya hasilnya akan dianalisis dengan pengujian XRD, SEM, dan VSM  sehingga akan didapatkan informasi mengenai struktur mikro, fasa dan tingkat magnetisasi dari serbuk barium heksaferrit yang telah ditambahkan unsur paduan. Hasil penelitian ini didapatkan pada pH 7 dan x = 0,4 penambahan unsur paduan Co-Zn paling sesuai untuk material penyerap radar karena memiliki nilai koersivitas paling rendah yaitu 0,1104 Tesla

  8. PENGARUH SUHU ANAEROBIK TERHADAP HASIL BIOGAS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LIMBAH KOLAM IKAN GURAME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Irawan

    2015-06-01

    Full Text Available ­­Semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil sebagai sumber energi bertolak belakang terhadap peningkatan kebutuhan energi seiring pertumbuhan populasi manusia, khususnya di Indonesia. Hal ini merupakan dasar perlunya pengembangan energi terbarukan sebagai upaya mengatasi berbagai permasalahan terhadap penggunaan energi fosil dan dampaknya pada lingkungan. Biogas sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan dapat menjadi salah satu solusi terhadap permasalah energi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan pengaruh suhu Anaerobik terhadap produksi biogas dengan menggunakan bahan baku limbah kolam ikan gurame. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah subtrat tanpa perlakuan suhu (T1, subtrat pada kondisi suhu mesofilik 350C (T2 dan subtrat kondisi suhu termofilik 550C (T3 pada 8 liter subtrat dalam digester. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan T1 mendapatkan volume akumulasi biogas 11.210 ml, laju aliran 448,4 ml/hari dan potensi biogas 1.401,25 ml/liter bahan baku, sedangkan untuk perlakuan T2 volume akumulasi biogas sebesar 19.370 ml, laju aliran 774,8 ml/hari dan potensi biogas 2.421,25 ml/liter bahan baku serta perlakuan T3 mendapatkan volume akumulasi biogas 4.210 ml, laju aliran 168,4 ml/hari dan potensi biogas 520 ml/liter bahan baku dengan tekanan yang sama pada semua perlakuan yaitu 101.570,25 N/m2. Uji nyala menunjukkan hasil nyala api biru biogas yang dihasilkan dari semua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan suhu Anaerobik berpengaruh terhadap hasil biogas. Dari hasil semua perlakuan kondisi yang paling baik adalah pada kondisi suhu mesofilik dengan penggunaan suhu 350C.

  9. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS LITERASI PADA MATERI BILANGAN BAGI MAHASISWA CALON GURU SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aan Subhan Pamungkas

    2017-09-01

    Full Text Available Abstrak. Literasi merupakan kemampuan yang perlu dikembangkan agar individu manpu memahami berbagai macam permasalahan sesuai dengan konteks yang terjadi. Ketersediaan bahan ajar yang mengacu pada kemampuan literasi masih sangat jarang dikembangkan, terutama di Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Dari masalah tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu bahan ajar matematika berbasis literasi bagi mahasiswa calon guru sekolah dasar. Materi dalam bahan ajar ini adalah bilangan pada mata kuliah konsep dasar matematika. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan meliputi Concept, Design, Collecting Materials, Assembly dan Test Drive and Distribution. Untuk menguji kualitas bahan ajar maka dilakukan uji kevalidan dan kepraktisan yang dinilai oleh ahli (ahli materi dan ahli pendidikan serta dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  produk hasil pengembangan termasuk kedalam kategori sangat valid menurut para ahli, praktis menurut penilaian dosen dan mahasiswa.  Kata Kunci: Bahan Ajar, Literasi, Bilangan  Abstract. Literacy is an ability that needs to be developed so that individuals are able to understand various problems in accordance with the context that occurs. The availability of teaching materials that refer to the literacy capability is still very rarely developed, especially in the Primary Teacher Education of Sultan Ageng Tirtayasa University. From the problem, the purpose of this research is to produce a literacy-based mathematics teaching material for students. The content in this teaching material is the numbers of the Konsep Dasar Matematika. This research is a research and development with development model consist of Concept, Design, Collecting Materials, Assembly and Test Drive and Distribution. To test the quality of instructional materials then tested the validity and practicality assessed by experts (material

  10. PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PRAKTIKUM SIFAT KOLIGATIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Hubbi

    2017-01-01

    Full Text Available  Abstract: The process of learning colligative properties have tend to learn chemistry as a product so that students have difficulty understanding this topic. Guided inquiry-based learning laboratory is a learning strategy that can accommodate chemistry learning as product and process. This research aims to know the effect of practice learning strategy based on guided inquiry to the instructional result of year 12 of science of MA Ma’arif 7 Lamongan on the topic of colligative properties of solution. The instructional result is the score from a report of practice result and written test. The subject of this research is 34 students of 12-E IPA class of MA Ma’arif 7 Lamongan in the academic year 2015-2016. The research design that used is the one group pretest-posttest. The research instruments used written test and observation checklist. The written test measured the result of validated instrcution before it is used and has reliability 0,802. The obtained data then was analysed with a descriptive analysis and different test. The different test used t-paired test. Paired t-test results obtained sig 0,000 which is smaller than 0.05 so H0 is rejected by 95% reliability. Based on these results it can be concluded that there was significant improvement of learning outcomes using laboratory procedures of colligative properties. The average value of student learning outcomes was increased from 61.05 into 81.44. This increase showed that the practice learning based on guided inquiry had a good level of effectiveness.Abstrak: Proses pembelajaran materi sifat koligatif cenderung hanya mempelajari kimia sebagai produk sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami topik ini. Pembelajaran praktikum berbasis inkuiri terbimbing merupakan strategi pembelajaran yang dapat mengakomodasi pembelajaran kimia sebagai produk dan proses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran praktikum berbasis inkuiri terbimbing terhadap hasil

  11. Pengaruh Campuran Bahan Bakar dengan Peralatan Elektromagnet terhadap Emisi Gas Buang pada Motor Bakar Bensin 3 Silinder

    OpenAIRE

    Lolo, Roni Tandi; Suyatno, Agus; S, Suriansyah

    2013-01-01

    Berbagai cara telah dilakukan untuk menciptakan alat yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna dan dapat menghasilkan emisi gas buang yang sangat baik sehingga tidak terlalu mencemari kondisi udara disekitar . Akan tetapi sekarang ini orang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakar sebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran. Metode yang dapat digunakan adalah aplikasi medan magnet (elektromagnet) kare...

  12. Variasi Campuran Bahan Bakar dengan Peralatan Elektromagnet terhadap Emisi Gas Buang pada Motor Bakar Bensin 3 Silinder

    OpenAIRE

    Suyatno, Agus

    2011-01-01

    Berbagai cara telah dilakukan untuk menciptakan alat mana yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna dan dapat menghasilkan emisi gas buang yang sangat baik sehingga tidak terlalu mencemari kondisi udara disekitar . Akan tetapi sekarang ini orang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakar sebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran. Metode yang dapat digunakan adalah aplikasi medan magnet (elektromagnet)...

  13. KARAKTERISASI SIFAT FISIK dan ABSORPSI OPTIKAL SISTEM KACA ZnO – MgO - P2O5 MENGGUNAKAN TEKNIK MELT QUENCHING

    OpenAIRE

    Permana, Indra; Budi, Esmar; Marpaung, Mangasi A.; Sahar, Md. Rahim; Buchori, Puzi Anigrahawati

    2016-01-01

    Abstrak Pembuatan kaca fosfat dengan komposisi kimia x ZnO – 30 MgO – ( 70 – x ) P2O5 dengan x = 0, 5, 10, dan 15 mol% telah dilakukan menggunakan teknik melt quenching. Sistem kaca yang dibuat dikarakterisasi menggunakan difraksi sinar-X ( XRD ), pengujian sifat fisik dengan metode Archimedes, dan spektrofotometer UV-Vis untuk sifat optik. Hasil XRD menunjukkan bahwa kaca yang dibuat memiliki struktur amorf. Dari hasil pengujian fisik menunjukkan bahwa densitas kaca semakin menurun sedang...

  14. SOIL PROPERTIES OF EIGHT FOREST STANDS RESULTED FROM REHABILITATION OF DEGRADED LAND ON THE TROPICAL AREA FOR ALMOST A HALF CENTURY (Sifat-sifat Tanah Delapan Tegakan Hutan Hasil Rehabilitasi Lahan Terdegradasi pada Daerah Tropika Selama Setengah Abad

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryono Supriyo

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Physical, chemical and biological properties of soil are influenced by vegetation types which grow above it. Different tree species of stands will produce difference litter quantity, litter quality and also plants’ root system. Therefore quantifying physical and chemical soil properties in several stands after rehabilitation of degraded land will increase the understanding of forest soil characteristics. The research was conducted in 8 forest stands in Wanagama I, Gunungkidul, Yogyakarta. Collection of soil samples was done at the depth of 0-10, 10-30 and 30-50 cm by making soil profile. The result showed that the textural classes were from sandy clay loam to clay. The content of clay increased with increasing soil depth. Bulk density did not differ much among the profiles and soil depth, ranging from 0.90 to 1.28 g/cm3, and so were particle density ranged from 2.19 to 2.55 g/cm3 and pore space ranged from 47.89 to 58.08 %. pH H2O ranging from 5.81 to 7.49 (slightly acid to neutral, meanwhile  pH KCl ranging from 4.44 to 6.37. C-organic content varied widely among the vegetations and soil depth ranged between 0.11 and 5.17 %. Available P and total P varied widely from 1 to 104 ppm and from 20 to 390 ppm, respectively. CEC were not much different among the profiles and soil depths, ranging from 19.80 to 38.06 cmol (+/kg and base saturation in all samples were very high i.e. > 100 %.   ABSTRAK Sifat-sifat fisik, kimia dan biologi tanah dipengaruhi oleh tipe vegetasi yang tumbuh di atasnya. Perbedaan spesies pohon suatu tegakan akan menghasilkan perbedaan jumlah seresah, kualitas seresah dan juga sistem perakaran. Kuantifikasi sifat-sifat fisik dan kimia tanah pada beberapa tegakan hutan pada lahan terdegradasi setelah direhabilitasi akan meningkatkan pemahaman mengenai sifat-sifat tanah hutan. Penelitian dilakukan pada I jenis tegakan hutan di Hutan Pendidikan Wanagama, Gunungkidul, Yogyakarta. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada

  15. Produksi Bioetanol dari Bahan Baku Singkong, Jagung dan Iles-iles :Pengaruh Suhu Fermentasi dan Berat Yeast Saccharomyces cerevisiae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K. Kusmiyati

    2014-12-01

    Full Text Available Kebutuhan bahan bakar di masa sekarang semakin bertambah besar sehingga berdampak pada menipisnya sumber bahan bakar dan meningkatnya polusi udara di lingkungan. Penggunaan bahan bakar alternatif dari sumber non fosil merupakan pilihan terbaik sebagai pengganti bahan bakar fosil. Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif yang tepat digunakan baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang. Bahan baku etanol yang digunakan pada penelitian ini adalah singkong, dan iles-iles.Variabel penelitian yang diamati temperatur fermentasi (30°C; 40°C;­­ 50°C dan komposisi Saccharomyces cerevisiae (2,5 g; 5 g; 10 g; 15 g Proses pembuatan bioetanol terdiri dari hidrolisis enzim yaitun likuifikasi menggunakan a-amylase1,6% v/w (t = 1 jam; T = 95-100°C; pH 6 dan sakarifikasi menggunakan b-amylase 3,2% v/w (t = 4 jam; T = 60°C; pH 5 serta proses fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae ( t = 120 jam; pH 4,5; yeast 5 g. Kadar etanol tertinggi dihasilkan pada temperatur fermentasi 30°C untuk semua bahan baku dengan kadar etanol masing-masing 83,43 g/L untuk singkong,80,77 g/L untuk jagung,dan 79,94 g/L untuk iles-iles. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

  16. SINTESIS SILIKA AEROGEL DENGAN BAHAN DASAR ABU BAGASSE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nazriati Nazriati

    2012-05-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SILICA AEROGEL FROM BAGASSE ASH. Synthesis of silica aerogel from bagasse ash was done by alkaline extraction followed by sol-gel. Bagasse ash was extracted with NaOH at its boiling temperature for one hour with continue stirring, to produce sodium silicate. Subsequently, sodium silicate was pass through ionic exchanger resin, to produces silicic acid (SA. Silicic acid solution was then added with TMCS and HMDS as surface modifier agent. In order to form gel pH must be adjusted to final pH of 8-9 by addition of NH4OH solution. The resulting gel then was aged and dried at ambient pressure and at a certain time and temperature. Characterization of products was done by measuring its pore volume, surface area, and hydrophobisity (contact angle. TMCS serves as water expeller from the pores and subsequently surface was modified by HMDS and TMCS. HMDS content will linearly increase surface area, pore volume, and the contact angle of the resulting silica aerogel. Characteristics of silica aerogel was generated by varying the composition of the SA:TMCS:HMDS resulting has a surface area of 50-488 m2/g, pore volume from 0.2 to 0.9 m3 /g, the contact angle of 48-119 and pore diameter ranging from 5.7-22.56 nm. Based on the resulting pore diameter, the synthesized of silica aerogel categorized as mesoporous.      Abstrak   Sintesis silika aerogel dari bahan dasar abu bagasse dilakukan dengan ekstraksi basa dan diikuti dengan sol-gel. Abu bagasse diekstrak dengan NaOH pada suhu didihnya sambil diaduk selama satu jam, menghasilkan sodium silikat. Selanjutnya, sodium silikat dilewatkan resin penukar ion, menghasilkan asam silicic (SA. Larutan asam silicic kemudian ditambahkan trimethy­l­chlorosilane (TMCS dan hexamethyldisilazane (HMDS sebagai agen pemodifikasi permukaan. Untuk terjadinya gel pH diatur hingga mencapai 8-9 dengan penambahan larutan NH4OH. Gel yang dihasilkan kemudian di-aging dan dikeringkan pada tekanan ambien pada suhu dan

  17. UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Tazi, Sulistiana

    2012-03-01

    Full Text Available Menurut  laporan  The  World  Energy  Council   tahun  1993,  menjelang   tahun  2020 kebutuhan energi  dunia  akan  meningkat  dari  8,8  Gtoe  (gigatons  of  oil  equivalent  menjadi  11,3 sampai  17,2  Gtoe  (IEA,  2006.  Kondisi  tersebut  akan  menguras  banyak  cadangan  minyak  bumi. Bietanol adalah salah satu sumber energi alternatif baru.  Tujuan khusus  dari penelitian ini adalah mengetahui besar kalor yang dihasilkan oleh  bahan bakar tersebut,mengetahui komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas  yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor bertekanan. Hasil dari penelitian uji kalor bakar bahan bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas untuk nilai kalornya adalah 76,86 J/kg – 27,52J/kg, sedangkan nilai viskositasnya 46,5 cSt – 22,5 cSt. Hasil dari  penelitian ini menunjukkan untuk nilai kalor yang tepat dijadikan sebagai bahan bakar  kompor bertekanan apabila campuran bioetanol lebih banyak dari pada minyak goreng bekas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa besar nilai kalor yang dihasilkan oleh bahan  bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas adalah 76,86 J/kg dengan  viskositasnya 46,2 cSt. Sedangkan nilai kalor bakar  terendah  adalah  27,52  J/kg  dengan  viskositasnya  22,5  cSt.  Bertambahnya  campuran  akan mempengaruhi penurunan nilai kalor bakar campuran bioetanol. Komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas yang  dapat digunakan sebagai bahan bakar pada kompor bertekanan apabila penambahan campuran bioetanol lebih banyak dari minyak goreng bekas.

  18. Pengukuran Sifat Akustik Material Dengan Metode Tabung Impedansi Berbasis Platform Arduino

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syaiful Bahri

    2017-05-01

    Full Text Available Telah dibuat alat ukur sifat akustik material dengan metode tabung impedansi di Laboratorium Fisika FMIPA ULM dan material uji serat daun nanas dengan perbandingan fraksi volume sebagai sampel uji. Alat ukur ini menggunakan Sound Analog Sensor (SAS-V2 sebagai sensor bunyi. Alat ini telah dikalibrasi menggunakan Sound Lever Meter standar dan sampel standar (plywood 3/8”. Nilai koefisien serapan sampel standar untuk frekuensi 125 Hz – 1000 Hz berturut-turut 0,288±0,016; 0,217±0,032; 0,187±0,023; 0,057±0,006; dan 0,083±0,014. Hasil pengukuran 3 sampel uji material serat daun nanas dengan perbandingan fraksi volume serat dan matrik (lem fox yaitu A (10%:90%, B (15%:85%, dan C (20%:80% disimpulkan bahwa material uji serat daun nanas bersifat absorber pada frekuensi rendah ≤500 Hz (0,169<α<0,343 dan 1000 Hz (α≥0,15, kecuali sampel C bersifat reflector pada frekuensi 500 Hz (α=0,118.

  19. Analisa Sifat Kapasitif Kapasitor Elektrokimia WO3 Hasil Sintesa Sol Gel dengan Variasi Temperatur Kalsinasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luhur Prandika

    2013-09-01

    Full Text Available Kapasitor elektrokimia merupakan salah satu jenis kapasitor yang memiliki densitas energi yang tinggi dan densitas daya yang tinggi. WO3 dikenal sebagai material semikonduktor yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan energi listrik namun masih jarang diaplikasikan untuk kapasitor elektrokimia. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat dan menganalisa sifat kapasitif kapasitor elektrokimia dari material tungsten trioksida (WO3. WO3 dapat disintesa menggunakan prekursor tungsten(VI heksaklorida (WCl6 dan etanol(C2H5OH dengan  metode sol-gel, dilanjutkan dengan pelapisan gel WO3 pada substrat grafit dengan menggunakan alat spin coating. Sampel lalu dipanaskan dengan variasi temperatur kalsinasi 300oC, 350oC, 400oC dan 450oC selama waktu tahan 1 jam. Kemudian dikarakterisasi menggunakan uji SEM, XRD dan BET. Pengukuran kapasitansi kapasitor menggunakan uji cyclic voltametri. Dari hasil XRD diketahui struktur kristal WO3 temperatur kalsinasi 300oC, 350oC, 400oC dan 450oC adalah monoklinik. Dari hasil SEM didapatkan ukuran partikel yang semakin besar seiring kenaikan temperatur kalsinasi. Dari uji BET didapatkan luas permukaan aktif WO3 akan semakin kecil seiring kenaikan temperatur kalsinasi. Dari uji CV dihasilkan nilai kapasitif terbesar terdapat pada WO3 temperatur kalsinasi 300oC pada scan rate 2 mV/s yaitu sebesar 121,46 F/gr atau 242,92 mF/cm2

  20. Analisa Teknis Pemakaian Kombinasi Lampu Metal Halide Dan Led Sebagai Pemikat Ikan Pada Kapal Pukat Cincin (Purse Seine Dan Pengaruhnya Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Genset

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septian Ragil Wibisono

    2017-01-01

    Full Text Available Saat ini lampu Metal Halide dipakai sebagai pemikat ikan  oleh nelayan Purse Seine. Peggunaan lampu tersebut memerlukan daya Genset yang besar karena satu lampu Metal Halide berdaya 1500 Watt. Semakin banyak lampu Metal Halide yang digunakan semakin besar pula konsumsi bahan bakar Genset. Dalam upaya penghematan energi bahan bakar maka digunakan lampu LED sebagai alternatif pemikat ikan. Lampu LED dikenal sebagai lampu yang hemat energi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan membandingkan konsumsi bahan bakar Genset saat menggunakan kombinasi lampu Metal Halide dan LED. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data konsumsi bahan bakar Genset untuk menyalakan sejumlah lampu Metal Halide dan lampu LED, kemudian dilakukan analisa regresi untuk mendapatkan model persaamaan konsumsi bahan bakar Genset. Selanjutnya dilakukan ekstrapolasi untuk memprediksi konsumsi bahan bakar saat Genset dengan jumlah lampu tertentu. Hasilnya dengan besar fluks cahaya yang hampir sama, saat penggunaan 6 lampu Metal Halide konsumsi bahan bakar sebesar 13.606,03 liter, dan saat menggunakan kombinasi lampu 1 Metal Halide dan 25 lampu LED konsumsi bahan bakar sebesar 13.255,63 liter, yang artinya terjadi penghematan bahan bakar sebesar 2,58%.

  1. Penentuan Pola dan Pusat Distribusi Bahan Pokok Untuk Wilayah Berbasis Kepulauan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiara Figur Alfenza

    2012-09-01

    Full Text Available Wilayah kepulauan Indonesia yang tersebar hingga ujung perbatasan negeri menyebabkan terjadinya kesenjangan perekonomian, khususnya untuk ketersediaan bahan pokok. Harga bahan pokok yang dijual di wilayah kepulauan terluar Indonesia jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga jual di Pulau Jawa. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi tersebut adalah dengan merencanakan pusat distribusi dan pola jaringan transportasi laut yang sesuai dengan karakteristik kepulauan. Penentuan pusat distribusi menggunakan metode gravitasi dan didapat Pulau Ulu dan Pulau Sangihe sebagai  hub port. Penentuan rute optimum menggunakan teori Travelling Salesman Problem. Teori jaringan yang direncanakan adalah multiport calling dan hub and spoke network. Dalam satu tahun kapal untuk konsep multiport calling dapat beroperasi 52 kali dan untuk konsep hub and spoke network dapat beroperasi 53 kali. Selisih unit biaya kedua pola tersebut adalah sebesar 2%.

  2. PROSES RECOVERY DAN PEMEKATAN BAHAN PENYEDAP DARI LIMBAH CAIR PENGOLAHAN RAJUNGAN DENGAN OSMOSIS BALIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uju Uju

    2009-12-01

    Full Text Available Recovery dan pemekatan bahan penyedap dari limbah cair pengolahan rajungan dilakukan dengan membran osmosis balik. Tekanan transmembran (transmembrane pressure dan suhu memberikan pengaruh signifikan terhadap fluks permeat (flux permeate. Semakin tinggi suhu maka fluks permeat akan semakin meningkat, sedangkan kenaikan tekanan transmembran hanya dapat meningkatkan fluks pada tekanan kurang dari 7.16 kPa. Sementara itu nilai rejeksi protein selama recovery tidak signifikan dipengaruhi oleh parameter operasi tekanan transmembran, suhu, dan pH. Selama pemekatan berlangsung, fluks mengalami penurunan secara eksponensial. Pada faktor konsentrasi 2,75 dihasilkan konsentrat protein 79% dan Non Protein Nitrogen (NPN 12%. Kadar asam-asam amino bahan dapat ditingkatkan 2-23 kali dari semula, bahkan asam amino arginin dan sistin yang awaInya tidak terdeteksi pada akhir proses pemekatan terdeteksi masing-masing dengan kadar 0,036 dan 0,025% (b/v.

  3. Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik untuk Sekolah Menengah Kejuruan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aliangga Kusumam

    2016-05-01

    Full Text Available This study is aimed to develop teaching materials of basic electrical and electrical measurement, and to find out the feasibility of the teaching materials that have been developed in SMK Negeri 1 Koba Bangka. This study used the method of Research and Development (R & D that begins with the preliminary study followed by the development phase and the product assessment. The subjects that consisted of three experts and 28 students of the Department of Electrical Installation Engineering were determined using purposive sampling technique. The data collection technique used documentation, interviews and questionnaires. The procedure of this study is the process of preparing the teaching materials through the following stages: (a A preliminary study, by conducting interviews with the head of the program and the teachers. The analysis of the syllabus and core competencies. (b Collecting learning resources and literature as well as the main points of the materials. (c Preparing the draft of the materials. (d The limited trial of the products (e The extensive product testing. (f The data analysis and evaluation. The results were the development of the teaching materials was based on the curriculum of 2013 and the syllabus of basic electrical and electrical measurement. The teaching materials were developed starting from the materials of electric current and electron current, electrical materials, passive elements, active elements, direct current resistive circuits, two poles theorem, power and efforts, switching circuits, the system of units of measurement, measuring instruments and electrical measurements, and the types of measuring devices. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar dasar dan pengukuran listrik, dan mengetahui kelayakan bahan ajar yang telah dikembangkan menurut expert judgment dan peserta didik di SMKN I Koba Bangka. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R & D yang diawali dengan studi

  4. Ekstraksi Serat Bambu Dari Bambu Tali (Gigantochloa Apus) Untuk Bahan Baku Industri Kreatif

    OpenAIRE

    Wahyudi, Tatang; Kasipah, Cica; Sugiyana, Doni

    2015-01-01

    Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi serat bambu dari bambu tali (Gigantochloa apus) yang dapat dipintal menjadi benang serat bambu sebagai bahan baku industri kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh metode optimum ekstraksi serat bambu dengan proses kombinasi kimia-mekanis yang lebih ramah lingkungan dan mengevaluasi karakteristik serat bambu tali siap pintal yang dihasilkan. Metode ekstraksi serat bambu meliputi proses degumming, pengelantangan, pencucian, softening dan op...

  5. Aplikasi Suspensi Semen untuk Meningkatkan Bioprospeksi Bambu sebagai Bahan Bangunan Lokal Pedesaan

    OpenAIRE

    Nastain; Nugroho, Paulus Setyo; Yanto

    2012-01-01

    Kelemahan bambu untuk bahan bangunan adalah bambu rentan terhadap gangguan jasad renik, serangga, Perubahan temperatur, dan air hujan. Sedangkan USAha pengawetan yang banyak dilakukan dinilai kurang effektif, karena memerlukan waktu yang lama, menimbulkan bau, dan merusak warna bambu atau garis-garis dekorasi bambu. Penelitian ini dilakukan guna menghasilkan bambu yang kuat, absorbsi kecil, tidak berbau, dan tetap memiliki garis-garis dekorasi, tetapi dengan proses waktu pengaw...

  6. Kajian Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Beton Kertas (Papercrete) Dengan Bahan Tambah Serat Nylon

    OpenAIRE

    Pratama, Edo; Hisyam, Endang Setyawati

    2016-01-01

    Beton kertas adalah suatu material bangunan yang dibuat dengan kertas didaur ulang, pasir dan portland semen. Disebut beton kertas karena dalam penamaan standar Internasional yang menyebut mortar juga sebagai crete walaupun memakai bahan mortar. Kertas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kertas koran yang kemudian diolah menjadi bubur kertas dengan tujuan untuk mempermudah dalam pengadukan campuran. Beton kertas sebagai salah satu alternatif beton ringan ramah lingk...

  7. Pengembangan Bahan Ajar Berbantuan Camtasia pada Pokok Bahasan Lingkaran melalui Edmodo untuk siswa MTs

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yajid Latif

    2013-12-01

    Full Text Available Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan bahan ajar pokok bahasan lingkaran yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar pada pemecahan masalah. Bahan ajar yang dikembangkan menggunakan pendekatan pemecahan masalah pada latihan soal yang ditampilkan dalam bentuk video pada edmodo. Kegiatan penelitian dilakukan di MTs Miftahul Huda Tuguagung pada semester 2 tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1 Pada penelitian ini menghasilkan ba-han ajar pokok bahasan lingkaran melalui edmodo yang valid dan praktis; 2 Bahan ajar pa-da pokok  bahasan lingkaran melalui edmodo memiliki efek potensial terhadap hasil belajar pada pemecahan masalah dengan nilai persentase minat 79,7% dengan kategori tinggi dan hasil belajar pada soal pemecahan masalah dengan kategori baik.   Kata Kunci: Penelitian pengembangan; edmodo; pemecahan masalah   Abstract The purpose of this study was to produce teaching materials on circle which has criteria valid, practical, and has a potential effect on learning outcomes in problem solving. Tea-ching materials developed using a problem -solving approach to the exercises shown in the form of video on Edmodo. Research activities conducted in MTs Miftahul Huda Tugu-agung in the 2nd half of the school year 2012/201. This study uses research development. Based on the analysis of the results of this study concluded that : 1 In this study produces teaching materials subject circle through Edmodo valid and practical; 2 Teaching ma-terial on the subject of the circle through Edmodo has a potential effect on learning out-comes in problem solving with 79.7 % percentage interest in the high category and learn-ing outcomes in a matter of solving the problem with good categories . Keywords: Research and Development; edmodo; problem solving

  8. Pengaruh Waktu Pengisian Cetakan Alginate Terhadap Ketepatan Model Hasil Cetakan

    OpenAIRE

    Suhailatun Nasifah Rangkuti

    2008-01-01

    Bahan cetak alginate sampai sekarang masih banyak digunakan di Kedokteran Gigi dengan alasan penanganannya mudah, alat yang dipergunakan relatif sederhana, elastis, cukup akurat dan relatif lebih murah. Umumnya komposisi alginate terdiri dari polasturn alginate, diatomaceus earth, zinc oxide, kalsium sulfaty potasium sulfat, sodium fo&fat, glikol serta bahan pewangi. Tiap komponen mempunyai fungsi tertentu dan mempengaruhi sifat-sifat bahan cetak alginate. Dalam pemanipulasian bahan ...

  9. Simulasi Pengendalian Multiproses Industri dengan Programmable Logic Controller sebagai Sarana dan Bahan Ajar Praktik Instalasi Listrik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukir Sukir

    2010-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mendapatkan unjuk kerja yang baik tentang simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan Programmable Logic Controller (PLC sebagai sarana dan bahan ajar Praktik Instalasi Listrik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang terdiri atas analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan atau implementasi, pengujian unjuk kerja dan perbaikan serta finishing. Pengumpulan data dengan cara observasi. Instrumen yang digunakan antara lain multimeter Sanwa, ceklist deskripsi kerja sarana praktik, angket validasi ahli media, ahli materi dan mahasiswa terhadap kelayakan sarana praktik serta labsheet. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan PLC sebagai sarana praktik dan bahan ajar (labsheet pada Praktik Instalasi Listrik yang mempunyai unjuk yang baik diantaranya: (1 simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan PLC sebagai sebagai sarana praktik mempunyai deskripsi kerja yang sesuai dengan perencanaan; (2 Hasil pengamatan kelayakan simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan PLC sebagai sarana praktik oleh ahli materi, ahli media dan mahasiswa diperoleh hasil rata-rata total sebesar 2,89 atau 72,25% dalam kategori baik serta (3 Hasil pengamatan kelayakan simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan PLC sebagai bahan ajar (labsheet oleh ahli materi, ahli media dan mahasiswa diperoleh skor rata-rata total sebesar 2,85 atau 71,25% yang masuk dalam kategori baik.

  10. Pengembangan bahan Pembelajaran Berbantuan komputer (PBK untuk Memfasilitasi Active Learning dalam Mata Kuliah Landasan Kependidikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surtikanti Surtikanti

    2005-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk: (1 mengembangkan software PBK mata kuliah Landasan Kependidikan sebagai salah satu sumber media alternatif dalam rangka mencapai efektivitas, efisiensi dan daya tank untuk belajar; (2 menerapkan prinsip-prinsip desain pembelajaran (in­structional design dalam software pembelajaran Landasan Kependidikan; (3 Menentukan kelayakan produk pembelajaran landasan kependidikan berbantuan komputer agar dapat memfasilitasi active learning. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang, (1 orang ahli mated dan 1 orang ahli media, 6 orang mahasiswa untuk uji coba kelompok kecil, dan 20 orang mahasiswa untuk uji coba lapangan. Data yang dijaring sesuai dengan jenisnya. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif sedangkan data kualitatif dengan naratif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: (1 Bahan PBK yang dirancang efektif digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran; (2 Bahan PBK memiliki efisiensi waktu yang tinggi dalam penyampaian isi pembelajaran; (3 Bahan PBK yang digunakan memiliki daya tarik yang tinggi; (4 isi program PBK sesuai dengan prinsip-prinsip desain pembelajaran; dan (5 program PBK ini dapat memfasilitasi strategi active learning. Kata kunci: pembelajaran berbantuan komputer, strategi active learning.

  11. BAHAN AJAR BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pity Asriani

    2017-11-01

    Full Text Available This study aims to produce character education based teaching materials for grade IV elementary school. The writer used the 4D model (Thiagarajan, et al., 1974 for his research and development. The 4D model consists of four stages. They are defining, designing, developing, and disseminating. Types of data used are qualitative. Data were collected by validity testing, questionnaire, observation, and character assessment. This study produced a character education based teaching materials for grade IV elementary school. That is the student book and the teacher book. The results showed that character education based teaching materials for grade IV elementary school is compliant to use in learning since it has met the expected criteria according to the assessment of the material experts, linguists, media experts, teachers, and students. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4D (Thiagarajan, dkk., 1974. Model 4-D ini terdiri atas tahap pendefinisian (define, perancangan (design, pengembangan (develop, dan penyebaran (disseminate. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif. Data dikumpulkan melalui uji validasi, angket, observasi, dan penilaian karakter. Penelitian ini menghasilkan bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar yang terdiri atas Buku Siswa dan Buku Guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar ini telah memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam pembelajaran karena telah memenuhi kriteria menurut penilaian ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, guru, dan siswa.

  12. ANALISIS PERUBAHAN MASSA BAHAN FISIL DAN NON FISIL DALAM TERAS PWR 1000 MWe DENGAN ORIGEN-ARP 5.1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anis Rohanda

    2015-03-01

    Full Text Available Teras reaktor merupakan tempat terjadinya reaksi pembelahan (fisi yang terkendali. Komponen reaktor seperti bahan bakar, kelongsong (cladding dan air pendingin memiliki peranan penting dalam keberlangsungan reaksi fisi. Reaksi fisi mengakibatkan terbentuknya sejumlah nuklida hasil fisi dan hasil aktivasi. Hasil fisi berasal dari reaksi tangkapan neutron termal dengan bahan fisil sedangkan hasil aktivasi berasal dari interaksi bahan non fisil seperti material kelongsong dan pendingin oleh neutron dan gamma. Pada setiap pengoperasian suatu reaktor, informasi perubahan massa bahan fisil dan non fisil sangat berguna untuk manajemen bahan bakar dalam teras, seperti pengaturan reaktivitas, optimasi dan pemuatan bahan bakar. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai perubahan bahan fisil dan non fisil tersebut dalam teras reaktor. Hal ini dapat dilakukan dengan mengamati perubahan massa dari material dalam teras reaktor. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan massa unsur penyusun material dalam teras, seperti massa dari unsur penyusun elemen bahan bakar nuklir, kelongsong dan air pendingin setelah digunakan dalam teras. Dari perubahan massa tersebut dapat diketahui fraksi bakar atau tingkat konsumsi bahan bakar yang digunakan. Penelitian dilakukan pada basis reaktor PLTN tipe PWR buatan pabrikan asal Amerika Serikat berdaya 1000 MWe dengan menggunakan code penghitung inventori hasil fisi ORIGEN-ARP 5.1, yaitu versi terbaru dari ORIGEN dengan library khusus reaktor daya. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahan fisil U-235 mengalami pengurangan massa hingga 58% atau lebih dari separuhnya dari massa U-235 awal untuk tiap kali siklus operasi. Bahan fertil U-238 hanya mengalami pengurangan massa sekitar 2% dari massa awalnya tiap kali siklus operasi. Lain halnya dengan bahan non fisil yang mengalami perubahan massa yang berbeda-beda untuk tiap kali siklus operasinya yang tergantung pada tampang lintang aktivasi serta laju peluruhan dan

  13. PEMILIHAN CERITA ANAK SEBAGAI BAHAN AJAR MEMBACA DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosihan Anwar

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kriteria-kriteria yang digunakan dalam pemilihan cerita anak yang layak sebagai bahan ajar membaca di MTs. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis cerita anak yang layak sebagai bahan ajar membaca di MTs berdasarkan kriteria-kriteria itu.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerita anak yang ada di Buku Sekolah Elektronik, buku bacaan, dan internet. Objek penelitiannya adalah isi cerita. Ada dua puluh cerita anak yang yang dijadikan sampel penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan mencatat. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 ada tiga kriteria yang digunakan dalam pemilihan cerita anak yang layak sebagai bahan ajar membaca di MTs. Kriteria-kriteria itu adalah kriteria nilai/moral, motivasi, dan kesesuaian jenis sekolah. (2 Dari dua puluh cerita yang dianalisis, sebelas cerita dinyatakan layak dan sembilan cerita dinyatakan tidak layak dijadikan bahan ajar membaca di MTs. Kata kunci: cerita anak, bahan ajar, membaca   THE SELECTION OF CHILDREN STORIES AS READING TEACHING MATERIAL IN MADRASAH TSANAWIYAH (MTS Abstract The study aims to describe criteria used in the selection proper children stories as reading teaching material in Madrasah Tsanawiyah (MTs. In addition, the study also aims to describe proper children stories as reading teaching material in Madrasah Tsanawiyah (MTs based on the criteria.The study is descriptive qualitative research. The subjects of the study are children stories in Buku Sekolah Elektronik (BSE, reading book, and internet. The object of the study is the contents of the stories. There are twenty children stories that the research sample. The sample was taken by purposive sampling technique. The collection of data is done by reading and writing. Data

  14. KONDISI HIPOKSIA DAN LAJU DEKOMPOSISI BAHAN ORGANIK DI LOKASI BUDIDAYA IKAN WADUK IR.H. DJUANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lismining Pujiyani Astuti

    2015-12-01

    Full Text Available Waduk Ir. H. Djuanda merupakan waduk multi fungsi yang salah satunya adalah untuk kegiatan budidaya ikan.Adanya input pakan dari kegiatan budidaya dapat menyebabkan peningkatan bahan organik dan penurunan konsentrasi oksigen terlarut. Kegiatan budidaya ikan dalam karamba jaring apung (KJA menyumbang bahan organik ke perairan yang laju dekomposisinya (k (per hari dipengaruhi oleh suhu perairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kedalaman hipoksia di lokasi karamba jaring apung untuk budidaya ikan diWaduk Ir. H. Djuanda dan pengaruh suhu terhadap besarnya laju dekomposisi bahan organik (k. Penelitian kondisi hipoksia dilakukan diWaduk Ir. H Djuanda dan selanjutnya pengamatan BOD untuk penentuan laju dekomposisi bahan organik di Laboratorium Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumberdaya Ikan pada bulan Februari–April 2013. Penentuan kondisi hipoksia berdasaran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 dan penentuan laju dekomposisi berdasarkan Least SquareMethod. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman hipoksia dimulai pada kedalaman 3 m dan laju dekomposisi bahan organik (k tertinggi pada suhu 28,5 °C yaitu sebesar 0,189/hari. Ir H. Djuanda Reservoir is a multi-purpose reservoirs, one of which is for fisheries culture activity. Feed inputs from aquaculture activities can lead to an increase in organic matter and a decrease in dissolved oxygen concentration. Cultivation of fish in floating cage net contributing organic material into waters which the rate of organic matter decomposition (k (per day is affected by water temperature. The purpose of this study was to know the depth of hypoxia in floating cage net for fisheries culture in the Ir. H. Djuanda Reservoir and the effect of temperature on the amount of organic matter decomposition rates (k. Observation of hypoxic conditions was conducted in Ir. H Djuanda Reservoir and furthermore observation of BOD to determine the rate of organic

  15. KARAKTERISTIK SIFAT FISIK KAYU JABON(Anthocephalus cadamba Miq PADA ARAH LONGITUDINAL DAN RADIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ary Widiyanto

    2017-06-01

    Full Text Available This study aims to investigate the characteristics of the physical properties of jabon (Anthocephalus cadambaMiq. wood and its variations in the stem longitudinaland radial direction. A total of 3samplesof jabontrees were taken from private forest in Talagawangi Village, Pakenjeng sub-District, Garut District, West Java Province. Speciments of physical properties were taken at 3 different heightsof the longitudinal direction(bottom, midle and top of trunkas well as 3 differentradialdirections (near pith, middle and near barkof the jabontrunk. The observation focused on the physical properties in three position of both longitudinal and radial orientation. The parameters observed were green wood moisture content(GMC, air-driedmoisture content (ADMC, specific gravity on green wood moisture volume (SGG, and specific gravity on air-dried moisture volume (SGAD. Result showed that the average of GMC and ADMC of jabon wood were 118,43% and 15.36% respectively, while SGG and SGAD are 0.33 and 0.37 respectively.The specific gravity (both SGG and SGAD of jabon wood was significantly differencein bothlongitudinal and radial direction; while the ADMC and FMC were not significantly difference for longitudinal direction but significantly difference for radial direction. On radial direction, the GMC decreased from the pith to midle and increased near ther bark; while the ADMC regularly decreased from the pith to bark. The specific gravity value on the longitudinaldirection consistently increases from the bottom of the trunk to the top. On radial direction, the specific gravity value consistently increases from the pith to near the bark. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik kayu jabon (Anthocepalus cadamba Miq dan variasinya pada arah longitudinal dan radial batang.Sebanyak 3 pohon, masing-masing diambil sampel 3 titik pada arah longitudinal dan radial batang kayu jabondiambil dari hutan rakyat Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng

  16. PENGARUH APLIKASI MEDAN ELEKTROMAGNET TERHADAP SIFAT FISIS AIR SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KECEPATAN PERTUMBUHAN TANAMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitri Purworini,

    2015-04-01

    Full Text Available Ketersediaan air bersih yang berkualitas bagi manusia semakin terbatas. Tujuan dari penelitian ini mengaplikasi medan elektromagnet untuk memperbaiki kualitas air tersebut. Pada penelitian ini beberapa pipa telah dibuat yakni pipa toroida, pipa rodin dan pipa cadeceus yang kemudian dialiri air PDAM dan dihubungkan dengan medan elektromagnet. Air hasil olahan pipa-pipa tersebut kemudian diuji sifat fisis air yang meliputi uji pH, uji suhu, dan uji konduktifitas listrik air. Air ini diamati pengaruhnya terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pH dari air PDAM 6,84, air olahan pipa toroida 7,49, pipa rodin 7,48dan pipa cadeceus 7,42. Nilai rata-rata suhu air PDAM adalah 25,180C, untukair olahan pipa toroida suhu inlet 27,080C dan outlet 27,260C. Suhu inlet air olahan pipa cadeceus 27,740C dan outlet 26,80C. Untuk suhu inlet air olahan pipa rodin 27,180C dan suhu outlet 27,30C. Nilai rata-rata konduktivitas air olahan pipa toroida 3,24μmho/cm, pipa rodin 2,72μmho/cm, pipa cadeceus 3,61μmho/cm, dan untuk air PDAM nilai kondukivitas listriknya 1,86μmho/cm. Aplikasi medan elektromagnet tidak mempengaruhi kecepatan pertumbuhan tanaman cabai yang disiram menggunakan air olahan. Sedangkan pada tanaman terong, kecepatan pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh air olahan pipa toroida dengan rata-rata tinggi pertumbuhan tanaman 0,933 cm/minggu.

  17. PENGARUH WAKTU PENAHANAN TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PADA PROSES PENGKARBONAN PADAT BAJA MILD STEEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pramuko Ilmu Purboputro

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari waktu penahanan terhadap perubahan sifat fisis dan mekanis  pada proses pengarbonan baja mild steel. Temperatur yang digunakan selama proses pengarbonan berlangsung adalah 925°C dengan vareasi waktu tahan masing-masing 3 jam; 4 jam; 7 jam; 8 jam. Dalam proses pengarbonan sumber karbon didapat dari arang cangkang kelapa yang telah dibuat serbuk halus dan dicampur dengan Na2 CO3 ( soda abu sebagai katalisnya. Kandungan karbon material dasarnya adalah 0,19%C. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian struktur mikro, pengujian kekerasan, pengujian kedalaman difusi dan pengujian komposisi kimia .Pengujian kekerasan yang telah dilakukan terhadap material pengarbonan menghasilkan distribusi kekerasan dari permukaan menuju inti, untuk masing-masing waktu penahanan yang berbeda. Untuk waktu penahanan 3 jam mulai HVN 735,7 Kg/mm²  sampai 440,9 Kg/mm² menuju inti ; 4 jam mulai HVN 762,9 Kg/mm² sampai 462,8 Kg/mm² menuju inti ; 7 jam mulai HVN 781,9 Kg/mm²  sampai 478,4 Kg/mm² menuju inti ; 8 jam mulai HVN  801,5 Kg/mm² sampai 479,3 Kg/mm² menuju inti. Untuk pengujian kedalaman difusi didapat suatu persamaan Y= 0,0046X² + 0,0226 X +0,0013 dimana persamaaan tersebut menunjukkan kenaikan difusi karbon kedalam material pengujian. Sedangkan dalam pengujian komposisi kimia didapatkan kenaikan kandungan unsur karbon untuk masing-masing waktu penahanan. Untuk waktu penahanan 3 jam  kandungan unsur karbon 0,259 %  ; 4 jam kandungan unsur karbon 0,352 %;  7 jam kandungan unsur karbon 0,505 % ; 8 jam kandungan unsur karbon 0,808 %.

  18. DESAIN KONSEP TANGKI PENAMPUNG BAHAN BAKAR PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Hadiwinata

    2015-04-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari reaktor MSR. Desain reaktor PCMSR membutuhkan tempat khusus penampung sementara bahan bakar pada saat terjadi insiden, misalnya kecelakaan yang menyebabkan peningkatan suhu bahan bakar. Tangki penampung bahan bakar tersusun dari 3 bagian yang saling terhubung yaitu bagian penampung cairan bahan bakar, cerobong (chimney, dan penukar kalor. Dalam penelitian ini, tangki dimodelkan secara lump dan dilakukan variasi daya awal reaktor dan ketinggian cerobong. Syarat batas model ditetapkan suhu bahan bakar maksimum 1400 °C, yang didasarkan pada titik didih larutan garam LiF-BeF2-ThF4-UF4. Analisis dilakukan dengan cara menghitung rugi tekanan total dan transfer kalor untuk variasi daya awal antara 1800-3000 MWth dan ketinggian cerobong antara 1-10 m. Hasil penelitian menunjukan semakin besar daya reaktor, maka tinggi tangki penampung bahan bakar dan tinggi alat penukar kalor yang dibutuhkan akan semakin besar, tejadi kenaikan suhu fluida pendingin dan suhu udara pendingin, dan menyebabkan kenaikan laju aliran masa fluida pendingin, sedangkan laju aliran masa udara menurun. Peningkatan ketinggian cerobong menyebabkan ketinggian tangki penampung bahan bakar dan ketinggian alat penukar kalor semakin menurun, penurunan suhu fluida pendingin, tetapi suhu udara meningkat, dan menyebabkan peningkatan laju aliran masa fluida pendingin, tetapi laju aliran masa udara akan semakin menurun. Kata kunci: PCMSR, cerobong, alat penukar kalor, variasi daya.   The Passsive Compact Molten Salat Reactor (PCMSR reactor is developed from MSR reactor. The PCMSR reactor design requires special place to temporarily storage for reactor fuel when incident occurs, such as when there is an accident which caused the temperature of the fuel increases. The tank consist of three interconnected parts, the reservoir liquid fuel, chimney, and the heat exchanger. In this research, the tank system is modeled based on

  19. Perancangan Panggung Penuangan yang Ergonomis untuk Mengurangi Waste Pada Proses Mixing dan Perancangan Wadah Bahan Baku pada PT. Elastis Reka Aktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggana Pranajaya

    2014-10-01

    Full Text Available Ergonomi dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain atau perancangan. Permasalahan yang dihadapi PT. Elastis Reka Aktif adalah bahan baku terjatuh ke lantai sewaktu dilakukan penuangan ke mesin mixing dan wadah penampungan bahan baku yang ada sekarang tidak dapat membuat bahan baku terhisap semua ke mesin yang menggunakan autoloader berupa vacuum. Permasalahan tersebut dapat terpecahkan dengan menggunakan panggung penuangan untuk melakukan proses penuangan bahan baku dan trolley wadah yang baru sehingga bahan baku dapat terhisap semua ke mesin yang menggunakan autoloader dan juga alat sudah didesain berdasarkan anthropometri masyarakat Indonesia sehingga nyaman dalam menggunakannya. Berdasarkan pemilihan konsep yang sesuai dengan keinginan dari perusahaan maka terpilih konsep 2 untuk panggung penuangan dan konsep 1 untuk trolley wadah bahan baku. Perbaikan yang dihasilkan oleh panggung penuangan adalah waste yang awalnya 3 kg menjadi 0 kg – 0,5 kg dan untuk wadah bahan baku adalah sisa bahan baku pada wadah yang awalnya 2,1277 kg menjadi 0,69 kg.

  20. Rancang Bangun Mesin Pengolah Limbah Kain dan Kertas Sebagai Bahan Industri Eternit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Dahlan

    2016-07-01

    Full Text Available Di Kabupaten Kudus, saat ini berkembang UMKM dalam usaha pembuatan eternit. Bahan baku pembuatan eternit terdiri ini terdiri dari semen dan serat kain. Disatu sisi, di Kabupaten Kudus banyak tumbuh sentra-sentra industri garment seperti di desa Langgar Dalem, Loram Wetan, Loram Kulon, Megawon, Klumpit, Undaan dan masih banyak lagi yang menghasilkan limbah kain tidak termanfaatkan. Untuk itu diperlukan inovasi dalam memanfaatkan bahan baku yang melimpah tersebut guna memenuhi UKM pembuatan eternit. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun mesin pengolah limbah kertas dan kain menjadi bahan baku eternit untuk produksi UKM eternitdengan kapasitas 1200 gr/putaran. Tenaga penggerak menggunakan motor listrik 6 PK, 3 phase putaran 1400 rpm, sehingga kapasitas maksimal mesin crusher sebesar 120 kg/jam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1 melakukan survey ketersediaan bahan baku berupa sampah kain/kertas, serta menganalisa kualitas serat penguat bahan baku. 2 merancang desain dari mesin pengolah limbah kain/kertas, 3 menentukan kebutuhan komponen serta kesiapan laboratorium pendukung yang akan digunakan untuk membuat mesin tersebut. 4 pengujian mesin yang telah dirancang. Telah dirancang mesin pengolah limbah kertas dan kain dengan kapasitas mesin crusher sebanyak 1200 gr/putaran, sebagai bahan baku eternity untuk meningkatkan kapasitas produksi industry eternit. Direncanakan kemampuan tenaga penggerak menggunakan motor listrik 6 PK, 3 phase putaran 1400 rpm, sehingga kapasitas maksimal mesin crusher sebesar 120 kg/jam. [Title: Machine Design of Cloth Fiber and Paper Wastes Conversion to Plasterboard]. Nowadays, UMKM industry producing plasterboard has been being developed in Kudus regency. The raw material used in producing plasterboard consists of cement and cloth fiber. On the other hand, there are also many garment industries developed in Langgar Dalem, Loram Wetan, Loram Kulon, Megawon, Klumpit, Undaan and many more which

  1. Kandungan bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah dasar di Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yhona Paratmanitya

    2016-08-01

    dengan keracunan akibat penyebab lain, misalnya obat, kosmetika, dan lain-lain. Salah satu penyebab keracunan makanan adalah adanya cemaran kimia dalam makanan tersebut, seperti boraks, formalin dan rhodamin-B. Dalam data tersebut, diketahui 2,93% sampel makanan jajanan pada anak sekolah mengandung boraks, 1,34% mengandung formalin, dan 1,02% mengandung rhodamin-B. Akumulasi bahan-bahan tersebut di dalam tubuh dapat berdampak negatif bagi kesehatan.Tujuan: Mengetahui persentase makanan jajanan anak sekolah dasar (SD yang tercemar bahan tambahan pangan berbahaya (boraks, formalin, rhodamin-B di Kabupaten Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan survei. Penelitian dilaksanakan dengan melibatkan 68 SD di Kabupaten Bantul sebagai sampel. Seluruh makanan jajanan yang dijajakan baik di luar maupun di kantin sekolah dan diduga mengandung bahan kimia berbahaya diuji kandungan cemaran kimianya yaitu kandungan boraks, formalin dan rhodamin-B. Pengujian kualitatif kandungan boraks menggunakan kurkumin, formalin menggunakan KMnO4, dan rhodamin-B menggunakan test kit Rhodamin-B. Hasil: Terdapat 107 sampel makanan dari 68 SD yang diuji. Jenis makanan jajanan yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya yang paling banyak dijajakan di SD adalah jenis bakso (bakso, bakso tusuk, bakso goreng yaitu sejumlah 22,4% dari seluruh sampel jajanan. Di antara 98 sampel yang diuji kandungan boraks dan formalinnya, 15 sampel (15,3% positif mengandung boraks dan 25 sampel (25,5% positif mengandung formalin. Di antara 15 sampel yang diuji kandungan rhodamin-B-nya,7 sampel (46,7% positif mengandung rhodamin-B. Terdapat 34 SD (50% yang tidak terdapat jajanan yang tercemar bahan kimia berbahaya. Kesimpulan: Persentase makanan jajanan anak SD yang mengandung boraks, formalin dan rhodamin-B masih cukup tinggi.KATA KUNCI: makanan jajanan, boraks, formalin, rhodamin-B

  2. ANALISIS POLA MANAJEMEN BAHAN BAKAR DESAIN TERAS REAKTOR RISET TIPE MTR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lily Suparlina

    2015-03-01

    Full Text Available Parameter neutronik dibutuhkan dalam mendesain teras reaktor riset. Reaktor riset jenis MTR (Material Testing Reactor sangat diminati karena dapat digunakan baik untuk riset dan juga produksi radio isotop. Reaktor riset yang ada saat ini sudah tua sehingga dibutuhkan desain reaktor yang mempunyai teras kompak. Desain teras reaktor riset yang sudah ada saat ini belum cukup memadai untuk memenuhi persyaratan di dalam UCD yang telah ditetapkan yaitu fluks neutron termal di teras 1x1015 n/cm2s, oleh karena itu perlu dibuat desain teras reaktor baru sebagai alternatif yang kompak dan dapat menghasilkan fluks neutron tinggi. Telah dilakukan perhitungan dan analisis terhadap manajemen bahan bakar desain teras kompak dengan konfigurasi teras 5x5, berbahan bakar U9Mo-Al dan tinggi teras aktif 70 cm. Tujuan dari riset ini untuk memperoleh fluks neutron di teras memenuhi kebutuhan seperti yang telah ditetapkan di UCD dengan panjang siklus operasi minimum 20 hari pada daya 50 MW. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan paket program komputer WIMSD-5B untuk menggenerasi tampang lintang makroskopik bahan bakar dan Batan-FUEL untuk memperoleh nilai parameter neutronik serta Batan-3DIFF untuk perhitungan nilai reaktivitas batang kendali. Perhitungan parameter neutronik teras reaktor riset ini dilakukan untuk bahan bakar U-9Mo-Al dengan tingkat muat bervariasi dan 2 macam pola pergantian bahan bakar yaitu teras segar dan teras setimbang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada teras segar, tingkat muat 235U sebesar 360 gram, 390 gram dan 450 gram memenuhi kriteria keselamatan dan kriteria penerimaan di UCD dengan nilai fluks neutron termal di teras lebih dari 1x1015 n/cm2s dan panjang siklus >20 hari, sedangkan pada teras setimbang panjang siklus dapat terpenuhi hanya untuk tingkat muat 450 gram. Kata kunci: desain teras reaktor, bahan bakar UMo, pola bahan bakar, WIMS, BATAN-FUEL   Research reactor core design needs neutronics parameter calculation use computer

  3. PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BASE MATERIAL PADA INDUSTRI KERAMIK DI PT. XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lidya Susanti

    2015-12-01

    Full Text Available Inventory of raw materials in the company is very important, so it has to be controlled. A good inventory control of raw materials should be supported with cost efficiency. This study was to analyze factors that cause the base material inventories excess at PT. XYZ and analyze the purpose of the base material inventories to be controlled. The reseacrh was using a fish bone method and continue with using pairwise comparison method assisted with the expert choice 2000 software. The classification result based on ABC analysis, the selected item that was going to be analyzed was the A category items.The items that are included in the A category are clay ex belitung jw, clay ja 1/ja b and sodium feldspar. The EOQ equations model was used to answer the purpose of the base material inventories control. Based from the EOQ model, the needed quantity, order quantity, order frequency, reorder point (ROP, total order cost (TOC, total carrying cost (TCC, and total inventory cost (TIC could be obtained. The comparison of the total cost of inventory among the EOQ model and company policies showed that the EOQ model in seven months can save up to Rp311.612.769. PT. XYZ could minimize the base material inventory costs by calculating the costs incurred. The EOQ model could be implemented if all of the departments involved are well cooperated. PT. XYZ should also be able to make inventory control standards which are quantity order, order frequency, and reorder point. Keywords: Cost, EOQ, frequency, inventory, ROPABSTRAKPersediaan bahan baku pada perusahaan sangatlah penting, sehingga harus dapat dikendalikan. Pengendalian persediaan bahan baku yang baik harus didukung dengan efisiensi biaya. Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kondisi persediaan bahan baku base material berlebih di PT. XYZ dan menganalisis persediaan bahan baku base material agar dapat dikendalikan. Penelitian ini menggunakan metode fish bone dilanjutkan dengan metode

  4. ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUB SEKTOR BAHAN PANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zaenuri

    2017-06-01

    Full Text Available Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1. Komoditas tanaman bahan makanan unggulan apa saja yang ada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Boyolali, 2 Bagaimana strategi perencanaan pengembangan subsektor tanaman bahan makanan dilihat dari kelengkapan infrastruktur di Kabupaten Boyolali, 3 Bagaimana laju pertumbuhan sektor tanaman bahan makanan yang dimiliki tiap kecamatan di Kabupaten Boyolali. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis Location Quotient (LQ, Shift Share (SS, Klassen Typologi. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ diketahui pengembangan komoditas padi terdapat di Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Banyudono, Kecamatan Sawit. Komoditas tanaman jagung terdapat di Kecamatan Selo, Kecamatan Ampel, Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Musuk. Komoditas ubi kayu di Kecamatan Klego, kecamatan Simo. Komoditas ubi jalar di Kecamatan Selo, Kecamatan Simo dan Kecamatan Mojosongo. Komoditas kacang tanah ada di Kecamatan Boyolali dan Kecamatan Nogosari. Komoditas kedelai di Kecamatan Juwangi, Kecamatan Sambi, Kecamatn Kemusu dan Kecamatan Wonosegoro. The problems that were in this research is 1 Commodities food plants seed material what it was in each carpel kecamatan in kabupaten boyolali, 2 how strategy sub planning the development of the food crops sector seen from the completeness of the infrastructure in boyolali district, 3 how sector growth rate of plants of food material possessed every sub-district in boyolali district. The data used was secondary data. Data analysis methods using analysis loqation quotient (LQ, shift share (SS, klassen typologi . According to the research using analysis loqation quotient (LQ development rice is in in ngemplak, in banyudono, in palm. Corn is crops in district violoncello, in ampel, in cepogo and in musuk. Commodities cassava in district klego, in simo. Commodities sweet potatoes in in violoncello, in simo and

  5. PENGARUH EM4 (EFFECTIVE MICROORGANISME TERHADAP PRODUKSI BIOGAS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU KOTORAN SAPI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Irawan

    2016-08-01

    Full Text Available Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob. Komponen biogas: ± 60 % CH4 (metana, ± 38 % CO2 (karbondioksida, ± 2 % N2, O2, H2, dan H2S. Bahan Biogas dalam penelitian ini berasal dari kotoran sapi. Kotoran sapi merupakan substrat yang dianggap paling cocok sebagai sumber pembuat gas bio, karena substrat tersebut telah mengandung bakteri penghasil gas metan yang terdapat dalam perut hewan ruminansia. Selain kotoran sapi dijadikan biogas juga dapat mengurangi pencemaran  lingkungan di samping menghasilkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dalam penambahan EM4 yaitu terhadap produksi biogas yang dihasilkan. Penelitian dilakukan Di Laboratorium Kampus II Universitas Muhammdiyah Metro. Metode yang digunakan dengan perbandingan kotoran sapi dan air, 1 : 1 dengan penambahan EM4 (Effective microorganisme, 8 %, 9 %, dan 10 % dengan volume digester 90 liter. Hasil penelitian ini dengan penambahan EM4 10 % lebih efektif untuk menghasilkan biogas yaitu, tekanan gas total 104098 N/m2, massa biogas 0,04286411 kg, dan laju aliran massa biogas 0,0126653 kg/hari.Pada penambahan EM4 9 %, untuk biogas yang dihasilkan yaitu, tekanan gas total 104000 N/m2, massa biogas 0,04133325 kg, dan laju aliran massa 0,0125884 kg/hari. Dan untuk perbandingan I dengan penambahan EM4 8 %, untuk biogas yang dihasilkan yaitu, tekanan gas total 101984 N/m2, massa biogas 0,0350515 kg, dan laju aliran massa 0,125807 kg/hari.

  6. PENGGUNAAN BAHAN AJAR DENGAN PENDEKATAN ANDRAGOGI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA RSBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Umriyah

    2012-01-01

    Full Text Available Andragogi merupakan teori pembelajaran orang dewasa. Konsep pembelajaran orang dewasa merupakan pembelajaran yang berpola non otoriter. Berdasarkan ciri-ciri biologis maupun psikologis sebagian besar siswa SMA telah memasuki usia dewasa, sehingga pendekatan andragogi agaknya lebih sesuai. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yaitu mengembangkan bahan ajar dengan pendekatan andragogi, bertujuan untuk memperoleh bahan ajar yang dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa. Subyek penelitian adalah siswa  kelas X-2 SMA Islam Sudirman Ambarawa tahun pelajaran 2010/2011. Pengambilan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi dan  test hasil belajar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan digunakannya bahan ajar dengan pendekatan andragogi, skor kreativitas  dan hasil test kognitif siswa rata-rata meningkat.Andragogy is adult learning theory. Adult learning concept is learning activity that gets to pattern non authoritarian. Based on biological characteristics and also psychological a large part Senior High School students  have entered adult age, so pedagogy approach (education for children was not suitable anymore for them, it seems that andragogy (education for adult is more suitable. This research is development research which develop learning material in andragogy approach, has an aim to get a learning material that can develop creativity and studying result. The research is executed in X2 class at Sudirman Islamic Senior High School of Ambarawa, academic year 2010 / 2011 which is chosen bases random sampling. Data taking is done by documentation method, observation and learning result test.  Data analysis  indicate   an  improving  of average  value  in creativity and learning result.

  7. Potensi Ikan Air Tawar Budidaya sebagai Bahan Baku Produk Nutraseutikal Berbasis Serum Albumin Ikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Susilowati

    2015-05-01

    Full Text Available Nutraseutikal berbasis Fish Serum Albumin (FSA adalah produk komersial yang berasal dari sumber perairan. Namun, oleh karena produk ini secara umum diproduksi dari ikan gabus (Channa striata di alam, pasokan bahan baku dapat menjadi masalah pada produksi yang berkesinambungan. Penelitian ini telah dilakukan dengan menganalisis kandungan FSA dari 17 ikan air tawar budidaya, untuk mendapatkan bahan baku alternatif bagi produk nutraseutikal berbasis FSA. 3–10 individu ikan air tawar (150–500 g dari jenis ordo Perciformes, Anguilliformes, Cypriniformes, Osteoglossiformes, dan Siluriformes telah diambil secara acak dari lokasi budidaya ikan di Bogor dan Cianjur (Jawa Barat. Ekstraksi protein larut air dilakukan menggunakan Ultra Turax homogeniser dengan pelarut akuabides. Analisis FSA telah dilakukan menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kadar FSA dari 17 ekstrak air dari ikan berada pada rentang 42,51 to 215,57 mg/g, dengan kadar FSAikan gabus pembanding adalah 107,28 ± 3,2 mg/g. Konsentrasi FSA tertinggi ditemukan sebesar 215,57 ± 52,84 mg/g dari ekstrak air ikan gurame (Osphronemus gouramy. Analisis lebih lanjut terhadap komposisi asam amino menggunakan Gas Chromatography – Flame Ionization Detector (GC-FID menemukan bahwa ekstrak air ikan gabus memiliki konsentrasi asam amino esensial dan non-esensial yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan gurame. Hal ini menunjukkan banyaknya protein lain selain FSA pada ekstrak air ikan gabus dibandingkan ikan gurame. Berdasarkan hasil ini, ekstrak air ikan gurame memiliki konsentrasi FSA yang lebih besar dan relatif lebih murni dibandingkan ekstrak air ikan gabus, sehingga merupakan alternatif yang prospektif sebagai bahan baku untuk produk nutraseutikal berbasis FSA.

  8. VARIASI SUHU DEPOSISI PADA STRUKTUR, SIFAT OPTIK DAN LISTRIK FILM TIPIS SENG OKSIDA DENGAN DOPING GALIUM (ZNO:GA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Sulhadi

    2015-01-01

    Full Text Available Telah dilakukan deposisi film tipis ZnO:Ga di atas substrat kaca korning pada tekanan deposisi 500 mtorr dengan metode DC-magnetron sputtering. Film ditumbuhkan masing-masing pada suhu 325oC, 375oC, dan 425oC. Struktur, sifat optik dan sifat listrik film tipis yang dideposisikan telah dikarakterisasi dengan menggunakan EDX, XRD, SEM, spektrofotometer UV-Vis dan I-V Meter. Analisis EDX menunjukkan bahwa film yang terdeposisi merupakan film tipis ZnO:Ga. Hasil analisis struktur dengan XRD menunjukkan bahwa film tipis ZnO:Ga yang dideposisikan merupakan polikristalin dengan struktur heksagonal wurtzite. Film ZnO:Ga yang dideposisikan pada suhu 325o mempunyai kualitas kristal yang lebih baik dibandingkan dengan film yang dideposisikan pada suhu 375o dan 425oC. Hasil XRD juga terkonfirmasi dengan observasi SEM menunjukkan bahwa film ZnO:Ga yang dideposisikan pada suhu 325oC mempunyai ukuran butir yang lebih homogen dibandingkan dengan film yang ditumbuhkan pada suhu deposisi 375o dan 425oC. Film tipis ZnO:Ga yang ditumbuhkan pada suhu 325oC mencapai transmitansi optik ~ 89% dan energi bandgap ~3,33 eV. Sifat listrik dapat diketahui dengan menggunakan I-V Meter yang menunjukkan nilai  1,74 x10ˉ3 (Ωcmˉ1 pada suhu deposisi 325oC. Thin films ZnO:Ga were deposited on corning glass substrates with argon gas pressure 500 mtorr and variation temperature at 325oC,  375oC and 425oC by DC-Magnetron Sputtering. The structural studies, optical and electricity properties of the thin films have been investigated by means of EDX, XRD, SEM, Uv-Vis spectroscopy and I-V meter. The EDX result show that thin films were deposited is ZnO:Ga thin films. The structural studies result from XRD show the ZnO:Ga thin films deposited have polycrystalline with the hexagonal wurtzite structure. ZnO:Ga film were deposited at 325oC have the better quality crystal with the other. The XRD result also appropriate with SEM, it was shown at 325oC has grain size more homogeny with

  9. PENAMBAHAN PEGAGAN (Centella asiatica DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT FISIKO-KIMIA COOKIES SAGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imelda Saputri

    2016-01-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this research was to study antioxidant activity in pegagan sago cookies with various concentrations of pegagan powder. This research was conducted in two stages which was preliminary and main research. Preliminary research included making of pegagan powder, cookies formula, and organoleptic test. Primary research included formulation and making cookies with various concentrations of pegagan powder, physico-chemical properties observations, antioxidant activity and organoleptic test. The method used in this research was Complete Randomized Design with the factor was pegagan powder concentration. Pegagan powder concentration used in this research were 0%, 5.5%, 6.5%, and 7.5%. The determination of selected products made by considering the results of organoleptic test, antioxidant activity, and total amount of phenol. The selected cookies was the 7.5% cookies which had antioxidant activity as much as 15.2% and equivalent to 140 mg of vitamin C and 905.4 mg phenols in 100 g of cookies. The result of variance analysis showed that addition of pegagan with various concentrations did not significantly affect the antioxidant activity and total phenol of cookies (p<0.05.Keywords: antioxidant, cookies, pegagan, sago, total phenolABSTRAKTujuan penelitian adalah mempelajari aktivitas antioksidan cookies sagu pegagan dengan berbagai konsentrasi serbuk pegagan. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan, yaitu penelitian pendahuluan dan utama. Penelitian pendahuluan mencakup pembuatan serbuk pegagan, formula cookies dan uji organoleptik. Penelitian utama terdiri atas formulasi dan pembuatan cookies dengan berbagai konsentrasi serbuk pegagan, pengamatan sifat fisiko-kimia, aktivitas antioksidan, dan uji organoleptik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan faktor konsentrasi serbuk pegagan pada pembuatan cookies dengan empat taraf yaitu 0%, 5,5%, 6,5%, dan 7,5%. Penentuan produk terpilih dilakukan dengan

  10. PENGUKURAN SIFAT POLARISASI BERBAGAI MINYAK NABATI MENGGUNAKAN LAMPU IR DAN LASER HE-NE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    U Kaltsum

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji sifat polarisasi berbagai minyak nabati (minyak sawit, minyak kedelai, minyak zaitun, VCO, minyak curah, dan jelantah dengan variasi keadaan baru dan kadaluwarsa, menggunakan lampu IR dan laser He-Ne. Pengujian dilakukan dengan menempatkan minyak nabati diantara polarisator dan analisator. Hasil penelitian pada kedua sumber cahaya menunjukkan pola yang hampir sama. Minyak zaitun dan VCO memiliki perubahan sudut polarisasi alami kecil, sedangkan minyak sawit, kedelai, jelantah, dan curah memiliki perubahan sudut polarisasi alami besar. Besarnya perubahan sudut polarisasi minyak kadaluwarsa lebih besar dibanding minyak baru. Perubahan sudut polarisasi sebanding dengan jumlah radikal bebas (ALB, peroksida dan molekul asimetri (asam lemak jenuh, molekul rantai panjang. Meskipun pola yang dihasilkan oleh kedua sumber cahaya sama, namun lampu IR memberikan nilai perubahan sudut polarisasi yang lebih tinggi dari laser He-Ne. Hal ini dimungkinkan karena daya lampu IR lebih besar dari He-Ne, sehingga energi yang dihasilkan lampu IR lebih tinggi dan perubahan sudut polarisasinya lebih besar. This research based on previous research that using IR lamp (250 watt and He-Ne laser (1 mW on a mixture of palm oil and animal oil. Both of light source were used again to measure polarization properties of various vegetable oils (palm oil, soybean oil, olive oil, VCO, rainfall oil and used cooking oil with a variety of new and expired. The tools used were a set polarization, IR lamp, He-Ne laser, and power supply. The experiment was done by placing vegetable oil between the polarizer and analyzers. The result showed both of light sources had similar pattern; polarization changes of olive oil and the VCO were small, while polarization changes of palm oil, soybean oil, used cooking oil, and rainfall were high. Polarization change of expired oil was higher than new oil. The value of polarization change was proportional to free

  11. PENGARUH PERBEDAAN STATER TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DENGAN BAHAN BAKU ECENG GONDOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Irawan

    2014-12-01

    Full Text Available Dalam dekade terakhir, tingkat konsumsi energi semakin tinggi sedangkan sumber energi fosil semakin terbatas. Oleh karna itu di perlukan usaha-usaha untuk mendapatkan energi terbarukan. Disisi lain banyak limbah yang dapat dibuat biogas yang merupakan energi terbarukan. Eceng gondok (Eicchornia crassipes merupakan jenis gulma yang pertumbuhannya sangat cepat. Akan tetapi eceng gondok dapat dimanfaatkan dalam produksi biogas karena mempunyai kandungan hemiselulosa yang cukup besar. Pencernaan anaerobik adalah proses dimana mikroorganisme memecah bahan dalam ketiadaan oksigen. Proses pembuatan biogas dimulai dari pembuatan digester, proses pengambilan eceng gondok dengan mencacah eceng gondok, penyediaan stater EM4 dan stater kotoran sapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tekanan biogas yang dihasilkan, mengetahui pengaruh perbedaan bioaktivator EM4 dan kotoran sapi terhadap produksi biogas dan mengetahui berapa laju aliran massa biogas yang dihasilkan. Pada penelitian ini terdapat 3 variabel percobaan, dimana percobaan I dengan perbandingan bahan 1 : 1 (eceng gondong cacah 20 kg, air 20 kg dan penambahan stater EM4 3,6 kg, selanjutnya pada percobaan II dengan perbandingan bahan 1 : 1 (eceng gondong cacah 20 kg, air 20 kg dan penambahan stater kotoran sapi 6 kg, sedangkan pada percobaan III menggunakan perbandingan bahan 1 : 1 (eceng gondong cacah 20 kg, air 20 kg dengan penambahan stater EM4 1,8 kg dan stater kotoran sapi 3 kg. Hasil yang didapat pada variabel percobaan I dengan tekanan biogas sebesar 104165,72  dengan massa biogas diperoleh 0,379034 kg dan diperoleh laju aliran massa biogas mencapai 0,0126345 , sedangkan percobaan II dengan tekanan biogas sebesar 103139,4  menghasilkan massa biogas 0,375274 kg dan diperoleh laju aliran massa biogas mencapai 0,0125091  selanjutnya pada percobaan III dengan tekanan biogas sebesar 102324,98  menghasilkan massa biogas 0,372266 kg dan memperoleh laju aliran massa biogas mencapai 0

  12. Pengaruh Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L. Var. Kawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Edy Suminarti

    2015-07-01

    Full Text Available Diversifikasi pangan merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan.  Hal ini menjadi penting karena setiap tahun luas lahan basah telah mengalami penyusutan sekitar 0,1% dari total luas lahan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, maka pemanfaatan ubi jalar sebagai sumber bahan pangan alternatif perlu dilakukan. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang macam dan waktu aplikasi bahan organik yang tepat telah dilakukan di Desa Landungsari, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah, macam bahan organik ditempatkan pada petak utama, terdiri dari 3 macam, yaitu  pupuk kandang sapi, kompos azolla dan kompos sampah kota.  Waktu aplikasi bahan organik sebagai anak petak, terdiri dari 3 macam, yaitu : 30 hari sebelum tanam, 15 hari sebelum tanam dan bersamaan tanam. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif, meliputi  komponen pertumbuhan dan panen, analisis pertumbuhan tanaman dan analisis tanah. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Interaksi nyata terjadi pada sebagian besar parameter yang diamati, dan hasil umbi tertinggi didapatkan pada kompos sampah kota yang waktu aplikasinya dilakukan 30 hari sebelum tanam : 28,03 ton umbi ha-1. Food diversification is a precise step to anticipate food shortage condition. It becomes important because wetland area is decreasing of approximately 0,1% each year of total area in Indonesia. Related to that point, also in order to meet food national demand, utilization of sweet potato as alternative food resource needs to be done. Research aimed to get information about proper kind and application time of organic matter had been done at Landungsari, Malang. The design used was Split Plot, kind of organic matter was placed as main plot, consisting of 3 kinds, ie: cow manure, azzola

  13. Pengaruh Variasi Bahan Pra Mordan pada Pewarnaan Batik Menggunakan Akar Mengkudu (Morinda citrifolia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Farida

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian Pengaruh Variasi Bahan Pra Mordan pada Pewarnaan Batik Menggunakan Akar Mengkudu (Morinda citrifolia bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pra mordan pada pewarnaan batik menggunakan akar mengkudu (Morinda citrifolia. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi bahan pra mordan (tawas, tawas-jambal, tawas-kemiri dan pH pencelupan (asam, basa, netral. Batik yang telah diwarnai dengan ekstrak akar mengkudu kemudian diuji arah dan ketahanan luntur warnanya. Dari pengujian didapatkan hasil arah warna batik cokelat kemerahan sampai cokelat muda, sedangkan nilai rata-rata ketahanan luntur terhadap pencucian adalah 4 (baik dan gosokan basah 4 (baik. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa penambahan kayu jambal dan kemiri sebagai bahan pra mordan dibarengi pengaturan pH pada pewarnaan batik dengan ekstrak akar mengkudu memberikan variasi arah warna serta nilai ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan basah dengan hasil rata-rata baik. Perlakuan dengan pra mordan tawas-kemiri dengan kondisi derajat keasaman netral memberikan hasil paling baik pada ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan. Kata kunci: pra mordan, pH pencelupan, akar mengkudu, ketahanan luntur warna, arah warna, batik  ABSTRACTEffect of Pre Mordant Materials Variety on Batik Dyeing Using Morinda Root (Morinda citrifolia research was aimed to determine the effect of pre mordant materials in batik dyeing using the roots of morinda (Morinda citrifolia. The method used was experimental with variations including pre mordant materials (alum, alum-jambal, alum-kemiri and dyeing acidity (acid, base, neutral. Batik that had colored with morinda root extract then tested by the color shades and fastness properties. From the test results it was obtained that the color shades were reddish brown to light brown, while the average value of fastness to washing and rubbing were 4 (good. It can be concluded that the addition of

  14. Analisis Kualitas Batu-bata Bersumber Bahan Tambahan Sampah Serbuk Gergaji dalam Berbagai Variasi Berat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Slamet Mulyati

    2017-11-01

    Full Text Available Latar belakang: Serbuk gergaji kayu merupakan salah satu sumber sampah organik yang belum banyak dimanfaatkan. Keberadaannya tidak jauh di sekitar kita, relatif murah dan mudah mendapatkannya. Di beberapa negara luar seperti Uganda, Algeria, India dan lain-lain memanfaatkan serbuk gergaji ini untuk berbagai keperluan diantaranya sebagai bahan campuran batu-bata, pembentuk polimer selulosa nitrat, dan bahan adsorben polutan organik phenol. Penelitian sebelumnya memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan tambahan campuran batu-bata (kaolin, tanah liat, serbuk gergaji dengan rasio 90:70:40. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen semu. Selanjutnya penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian tersebut, untuk serbuk gergaji dibuat variasi berat bahannya, sementara yang lainnya tetap. Ukuran batu-bata dirancang berukuran 10,00 x 5,00 x 2,00 cm. Untuk mengetahui kualitas batu-bata yang dihasilkan, penulis melakukan analisis kualitas terhadap batu-bata yang dihasilkan dengan berbagai variasi berat tersebut. Kualitas yang diuji baru pada tahapan daya serap air dan kandungan garam. Selain uji kualitas batu-bata juga dilakukan analisis valuasi ekonominya. Penelitian ini dilakukan pada skala laboratorium dengan harapan dapat dijadikan bahan acuan apabila akan diaplikasikan di lapangan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi berat serbuk gergaji antara rasio 20:70:90 dan 40:70:90 menunjukkan ada perbedaan peringkat rata-rata yang bermakna dalam hal daya serap batu-bata terhadap air begitu juga antara rasio 20:70:90 dan 60:70:90. Semua campuran batu-bata berdaya serap > 20%, belum memenuhi standar kualitas berdasarkan SNI 15-2094-2000, namun semua campuran batu-bata mempunyai kadar garam  (NaCl 20%, yet meet the standards of quality based on SNI 15-2094-2000, but all of a mixture of brick had higher levels of salt (NaCl <50%, this means that it meets quality standards based on SNI 15-2094 -2000. Conclusion:Burning of bricks made from sawdust

  15. PENERAPAN PULSED ELECTRIC FIELD PADA PASTEURISASI SARI BUAH APEL VARIETAS ANA: KAJIAN KARAKTERISTIK NILAI GIZI, SIFAT FISIK, SIFAT KIMIAWI DAN MIKROBIA TOTAL Application of Pulsed Electric Field in Pasteurization of Apple Juice of Ana Cultivar : Study on

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    La Choviya Hawa

    2012-05-01

    Full Text Available Apple juice, extracted from apple of ana cultivar , was pasteurized using a pulsed electric field (PEF method. The aimof this research was to analyze the changes on nutritional, physical and chemical properties and total microbes from apple juice after pasteurization. The research was conducted from July until Oktober 2009 located in Malang. The PEF treatment was carried out using treatment time variation for 10, 20, 30, 40, 50 and 60 seconds. Several parameters of vitamin A and C, water content, density, pH, total soluable solid and total microbes were observed. The results showed that PEF treatment did not significantly change nutritional, physical and chemical properties and total microbes after pasteurization with PEF in compared with no treatment pasteurization. The highest degradation was found in treatment time for 60 seconds, i.e. 93.53 %. ABSTRAK Sari buah apel, yang diekstrak dari apel varietas ana, dipasteurisasi dengan metode pulsed electric field (PEF. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan karakteristik nilai gizi, sifat fisik, kimiawi dan total mikrobia sari buah apel sesudah dipasteurisasi. Penelitian dilaksanakan bulan Juli sampai dengan Oktober 2009 di Malang. Penelitian ini menggunakan variasi waktu pengolahan 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 detik. Parameter pengamatan yaitu vitamin A dan C, kadar air, berat jenis, pH, total padatan terlarut dan total mikrobia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai gizi, sifat fisik dan kimiawi dari sari apel  tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan sari apel tanpa perlakuan PEF. Penurunan total mikrobia terbesar pada waktu perlakuan 60 detik dengan efektivitas pembunuhan sebesar 93,53%.

  16. Analisis Pengaruh Waktu Hidrolisis Terhadap Sifat Mekanis Selulosa Kristalin Dari Campuran Serbuk Gergaji Kayu Belian, Bengkirai, Jati dan Meranti

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neng Ayu Arini

    2015-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh waktu hidrolisis terhadap sifat mekanis selulosa kristalin dari campuran serbuk gergaji kayu belian, bengkirai, jati dan meranti. Isolasi selulosa kristalin dari serbuk gergaji dilakukan melalui 3 tahap yaitu ekstraksi, bleaching dan hidrolisis asam. Tahap ekstraksi menggunakan larutan alkohol-benzena (1:2 dan larutan NaOH dengan Na2S. Tahap bleaching menggunakan hipoklorit 30%. Sedangkan tahap hidrolisis asam menggunakan HCl 37% dengan asam: selulosa yaitu 4:1. Selulosa kristalin dibuat dengan variasi waktu hidrolisis yaitu 30 menit, 45 menit dan 90 menit. Nilai optimum diperoleh dari hasil hidrolisis 30 menit dengan derajat kristalinitas 74,49%, kekuatan tarik 20,09 kPa, kekuatan putus 17,64 kPa dan modulus elastisitas 1,3393 MPa. Nilai derajat kristalinitas berbanding lurus dengan parameter mekanis selulosa kristalin yang dihasilkan.

  17. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUNARTO

    2012-05-01

    Full Text Available Pamungkas GS, Sutarno, Mahajoeno E. 2012. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam. Bioteknologi 9: 18-25. Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternative sumbernya. Dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan ayam dengan penambahan limbah organik lain dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy. Tujuan penelitian ini adalah (i menguji produksi biogas dari pencerna anaerob limbah peternakan ayam dengan perlakuan pengenceran, dan penambahan berbagai substrat sampah organik skala laboratorium, (ii mengetahui produksi biogas dari pencerna anaerob sistem curah limbah peternakan ayam dengan frekuensi agitasi berbeda pada skala semi pilot. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu penelitian skala laboratorium dan skala semi pilot. Rancangan percobaan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 2 faktor yaitu, rasio pengenceran, dan penambahan substrat. Hasil dari produksi biogas terbaik direkomendasikan pada penelitian skala semi pilot sistem curah. Perlakuan dalam tahapan semi pilot dengan interval waktu pengadukan, yaitu 4 jam/hari dan 8 jam/hari. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari penyampuran kotoran ayam dengan eceng gondok pengenceran 1:1 sebesar 0,60 L dalam 6 minggu dan efisiensi perombakan COD, TSS, VS adalah 63,80%; 14,79%; 75,14%. Pada sekala semi pilot sistem curah dengan frekuensi pengadukan 8 jam/hari, diperoleh hasil biogas tertinggi sebesar 624,99 L dalam 6 minggu.

  18. PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI MELALUI ANALISA BIAYA KUALITAS (Studi Kasus pada Perusahaan Bahan Baku Makanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Felecia Felecia

    2004-01-01

    Full Text Available This article is about quality costs analysis to improve industrial competitiveness, through a study case at food ingredients industry. The purpose of this quality costs analysis is to know quality cost resources which are not efficient. The first condition shows that 90% of total quality costs is used as prevention cost and 8% as internal failure cost. The final condition after analysis and improvement shows no more internal failure and the average quality costs is reduced by 9.66%. Abstract in Bahasa Indonesia : Artikel ini membahas tentang analisa biaya kualitas untuk peningkatan daya saing industri, studi kasus di sebuah industri bahan baku makanan. Tujuan dari analisa biaya kualitas adalah untuk mengetahui sumber-sumber biaya kualitas yang tidak effisien. Kondisi awal perusahaan menunjukkan bahwa 90% dari total biaya kualitas digunakan sebagai biaya pencegahan, dan 8% sebagai biaya kegagalan internal. Kondisi akhir setelah dilakukan analisa dan perbaikan adalah tidak lagi ditemukan biaya kegagalan internal dan rata-rata biaya kualitas perusahaan secara umum menurun sebesar 9.66%. Kata kunci: analisa biaya kualitas, industri bahan baku makanan.

  19. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOMIK IPA DENGAN PENANAMAN NILAI BUDAI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Sari

    2017-09-01

    Full Text Available Abstrak. Masalah yang sering dihadapi pada siswa sekolah dasar dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam adalah kesulitan memahami materi yang disajikan dalam bahan ajar IPA yang digunakan di sekolah dan penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik. Media yang ada sifatnya yang terbatas membuat siswa malas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran karakteristik, kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan produk bahan ajar komik yang dikembangkan dalam pembelajaran IPA materi Bagian-bagian tumbuhan di kelas IV Sekolah Dasar. Subjek uji coba pada penelitian adalah kelas IV SDN Beji 03 dengan peserta didik sejumlah 21 siswa. Desain uji coba produk dalam pengembangan bahan ajar komik IPA adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Jenis penelitian pengembangan ini dengan menggunakan model Borg and Gall. Perangkat yang dikembangkan meliputi: Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Komik Ilmu Pengetahuan Alam, dan Tes Prestasi Belajar Materi Bagian-bagian tumbuhan. Data diperoleh melalui lembar pengamatan dan tes prestasi belajar materi bagian-bagian tumbuhan. Hasilnya diolah secara deskriptif, menggunakan uji ketuntasan, uji banding dan uji peningkatan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian validator terhadap perangkat pembelajaran pada kategori valid, kemampuan guru mengelola pembelajaran termasuk kategori praktis. Implementasi perangkat ini menghasilkan nilai rata-rata tes prestasi belajar kelas eksperimen lebih dari kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan, kelas eksperimen memperoleh rata-rata prestasi belajar lebih baik dari rata-rata nilai kelas kontrol, uji peningkatan tes prestasi belajar kelas eksperimen dengan kelas kontrol kategori sedang, peningkatan nilai-nilai budai dari kategori belum terlihat meningkat pada kategori membudaya.  Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa bahan ajar komik IPA efaktif digunakan dalam pembelajaran.Kata kunci: bahan ajar komik IPA

  20. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BAHAN AJAR BERBASIS WEB DENGAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCT/ON TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIASISWASMAN 1 JEPARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Winarni Winarni

    2016-06-01

    Full Text Available Pada penelitian ini diterapkan bahan ajar berbasis web dengan model PBI untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar kimia ditinjau dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IA SMAN 1 Jepara. Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan teknik cluster random sampling yaitu kelas XI-IA5 sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan dengan menggunakan bahan ajar berbasis web dengan model PBI. Kelas XI-IA2 sebagai kelas kontrol yang hanya mendapatkan pembelajaran bermodel PBI. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, tes, observasi dan angket. Analisis tahap awal meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan Uji anava. Analisis tahap akhir meliputi uji normalitas, uji kesamaan dua varians, uji perbedaan dua rata-rata, analisis pengaruh antar variabel, penentuan koefisien determinasi, dan analisis hasil angket dan observasi. Uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi biserial dan koefisien determinasi bahwa penggunaan bahan ajar berbasis web dengan model PBI berpengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa materi larutan penyangga dan hidrolisis. Hasil analisis menunjukkan rb 0,44 dengan kontribusi 19, 78%. Simpulan pada penelitian ini adalah penggunaan bahan ajar berbasis web dengan model PBI berpengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa materi larutan penyangga dan hidrolisis siswa kelas XI-IA SMAN 1 Jepara dengan kontribusi 19, 78%.

  1. Optimasi Rasio Air dan Bahan Yang ditambahkan pada Pembuatan Pupuk Organik Granul dari Tepung Rumput Laut Sargassum sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Wullandari

    2017-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan pembuatan pupuk organik granul dari tepung rumput laut Sargassum sp. dengan menggunakan granulator hasil rancang bangun Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio air dan bahan yang tepat dalam proses pembuatan pupuk granul sehingga menghasilkan rendemen pupuk organik granul tertinggi dan mengetahui kualitas pupuk yang dihasilkan. Metode granulasi yang digunakan yaitu metode granulasi basah (wet granulation. Bahan yang digunakan yaitu tepung rumput laut Sargassum sp., kapur pertanian, dan air. Variasi rasio air dengan bahan (tepung rumput laut Sargassum sp. dan kapur pertanian yaitu 10:30, 11:30, 12:30, dan 13:30 (ml air/g bahan. Pupuk organik granul dengan rendemen tertinggi yang terpilih kemudian dianalisa kandungan hara makro, C organik, kadar air, kadar hara mikro, dan logam berat. Sebagai pembanding digunakan pupuk organik komersial. Rendemen pupuk organik granul yang sudah diayak menunjukkan nilai tertinggi sebesar 26,43% pada rasio air : bahan sebesar 12:30. Kadar C organik pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik granul komersial berturut-turut adalah 15,1% dan 20,2% dengan rasio C/N berturut-turut adalah 18,41% dan 3,10%. Kadar air pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik granul komersial berturut-turut adalah 19,47% dan 13,79%. Kadar timbal (Pb pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik granul komersial berturut-turut adalah kurang dari 0,04 ppm, dan 6,20 ppm sedangkan kadar Fe total pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik komersial berturut-turut adalah 8.031 ppm dan 5.316 ppm.

  2. PENGARUH CAMPURAN SEMI REFINED CARRAGEENAN (SRC DAN LOCUST BEAN GUM (LBG TERHADAP SIFAT FISIK DAN SENSORI GEL PENGHARUM RUANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellya Sinurat

    2009-06-01

    Full Text Available Penelitian penggunaan campuran semi refined carrageenan (SRC dan locust been gum (LBG (1:1 dalam b/v sebagai bahan pembentuk gel dalam pembuatan gel pengharum ruangan telah dilakukan. Campuran bahan divariasi konsentrasinya yaitu 1,0; 1,5; 2,0; 2,5; dan 3,0%, terhadap formulasi yang terdiri atas surfaktan, carrying agent, fragrance, dan pengawet. Parameter yang diamati untuk mengetahui kualitas produk meliputi kekuatan gel, sineresis dan uji organoleptik (pembedaan atribut dan mutu hedonik terhadap takstur dan bau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran SRC can LBG dengan konsentrasi 2,0-3,0% menghasilkan gel pengharum ruangan dengan nilai sineresis yang lebih rendah (0,96-1,24% bila dibandingkan dengan gel pengharum ruangan komersial yang sineresisnya 1,63%. Produk gel pengharum ruangan yang kualitasnya paling mendekati produk komersial adalah gel pengharum ruangan yang menggunakan campuran SRC dan LBG dengan konsentrasi 2,0% berdasarkan hasil uji sineresis dan uji organoleptik (tekstur dan bau.

  3. STUDI EKSPERIMEN PEMILIHAN BIOMASSA UNTUK MEMPRODUKSI GAS ASAP CAIR ( LIQUID SMOKE GASES SEBAGAI BAHAN PENGAWET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugeng Slamet

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Pengertian umum asap cair merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa- senyawa lain. Bahan baku yang banyak digunakan untuk membuat asap cair adalah kayu, bongkol kelapa sawit, ampas hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Pembuatan asap cair menggunakan metode pirolisis yaitu peruraian dengan bantuan panas tanpa adanya oksigen atau dengan jumlah oksigen yang terbatas. Biasanya terdapat tiga produk dalam proses pirolisis yakni: gas, pyrolisis oil, dan arang, yang mana proporsinya tergantung dari metode pirolisis, karakteristik biomassa dan parameter reaksi. Metode yang dilakukan diawali dengan melakukan rancang bangun unit pirolisator lengkap dengan perangkat kondensor dengan pipa tembaga tipe spiral untuk memproduksi gas asap cair dari bahan biomassa yang dipilih yaitu tempurung kelapa dan sampah organik. Metode Pirolisis yang merupakan proses reaksi penguraian senyawa-senyawa penyusun kayu keras menjadi beberapa senyawa organik melalui reaksi pembakaran kering pembakaran tanpa oksigen. Reaksi ini berlangsung pada reaktor pirolisator dengan variasi temperatur 150oC, 250oC dan 300oC selama 8 jam pembakaran. Asap hasil pembakaran dikondensasi dengan kondensor yang berupa pipa tembaga melingkar. Hasil dari proses pirolisis diperoleh tiga produk yaitu asap cair, tar, dan arang. Kondensasi dilakukan dengan pipa atau koil melingkar yang dipasang dalam bak pendingin. Air pendingin dapat berasal dari air hujan yang ditampung dalam bak penampungan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah biomassa tempurung kelapa menghasilkan jumlah senyawa fenol lebih besar 30-33%. Hal ini menunjukkan bahwa pada jenis biomassa ini lebih unggul dalam fungsi sebagai antioksidan, karena kaya akan kandungan senyawa fenol, sehingga lebih optimal dalam hal menghambat kerusakan pangan dengan cara mendonorkan hidrogen. Sedangkan biomassa cangkang

  4. Perbandingan Karakteristik Lempung Kasongan dan Godean Sebagai Bahan Baku Industri Gerabah Kasongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Winarno

    2016-07-01

    Full Text Available Kasongan adalah salah satu sentra industri keramik dan gerabah di Yogyakarta yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Pada saat ini industri keramik dan gerabah Kasongan mengalami kesulitan bahan baku lempung dikarenakan cadangan lempung di Desa Bangunjiwo yang selama ini digunakan semakin berkurang jumlahnya. Berdasarkan studi pustaka diketahui bahwa di Godean terdapat cadangan lempung, sehingga perlu diteliti apakah bisa digunakan sebagai bahan baku dalam industri keramik dan gerabah. Metode yang digunakan untuk menguji karakteristik lempung tersebut adalah dengan analisis XRD, XRF, analisis tingkat kecerahan, analisis ukuran butir dan pengujian pembuatan gerabah dari lempung tersebut. Hasil penelitian menunjukkan mineral lempung penyusun lempung Bangunjiwo adalah kaolinit dan haloisit, sedangkan di Godean terususun atas kaolinit, haloisit dan smektit. Dalam pengujian pembuatan gerabah dengan lempung dari kedua daerah tersebut menunjukkan perbedaan hasil, dimana lempung dari Godean menghasilkan gerabah yang tidak menyerupai ciri khas gerabah Kasongan yang berwarna merah terang. Dengan demikian lempung dari Godean tidak bisa digunakan sebagai pengganti bahan baku industri gerabah Kasongan. [Title: The Characteristic Comparison of Kasongan Clay and Godean Clay as Raw Material in Kasongan pottery Industry] Kasongan is the center of ceramics and pottery industry in Yogyakarta,located in Bangunjiwo village, Kasihan District, Bantul Regency. Nowadays, the ceramics and pottery industry is difficult to find the raw material because of the decrease of the Bangunjiwo clay deposit. Based on literature review, there are clay deposits found in Godean which can be observed their characteristics as basic commodity in the ceramics and pottery industry. The methods apllied in this research are XRD and XRF analysis,brightness analysis, grain size analysis and making pottery from those clays.The result of the research shows that the

  5. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR HIDROLISIS GARAM BERMUATAN KARAKTER BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yotiani Yotiani

    2017-02-01

    Full Text Available Berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang sangat penting diajarkan kepada siswa. Inkuiri dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan yang dapat mewadahi pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar hidrolisis garam bermuatan karakter berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D dengan desain one-group pre-test post-test design. Prosedur pengembangan yang digunakan meliputi (1 pendefinisian (define, (2 perencanaan (design, (3 pengembangan (develop. Subjek implementasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Mandor (Kalimantan Barat tahun pelajaran 2014/2015. Instrumen dalam penelitian ini meliputi: (1 instrumen lembar wawancara guru (analisis kebutuhan; (2 instrumen penilaian/uji ahli terhadap produk bahan ajar yang dikembangkan; (3 instrumen soal tes kemampuan berpikir kritis siswa materi hidrolisis garam; (4 instrumen lembar observasi afektif siswa; (6 instrumen lembar observasi psikomotor siswa; dan (7 instrumen lembar angket respon siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar hidrolisis garam bermuatan karakter berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan, serta mendapat respon positif dari siswa.Critical thinking is one of the high-level thinking skills crucial taught to students. Inquiry can be used as one approach that can facilitate the development of students' critical thinking skills. The aim of this research is to develop a teaching material with integrated character guided inquiry approach to increase the students’ critical thinking skills. This study applied the Research and Development (R&D method used one group pretest posttest design.This research is aimed at developing devices to produce good teaching

  6. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR POLA DASAR BUSANA WANITA PADA PROGRAM STUDI D3 TATA BUSANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idah Hadijah

    2014-05-01

    Full Text Available Teaching Materials Development of the Basic Pattern of Women's Clothing on Clothing Design Program. The purpose of this development is to pro­­duce teaching materials of archetypal body of woman fashion, whichis equipped with a Power Po­int in order to assist faculty and students on conducting learning ac­ti­vi­ty. The research development me­thod used was adapted from the instructional de­sign model of Dick and Carey. The results of the study in the form of assess­ment/feedback showed that the mean score reached 86.00%, which meant that the teaching materials categorized as well qualify­ed/ decent, the media has a very good Power Point as it re­ached 91.00%, the lecturers gui­de reached 92.00% and catehorized as ex­cell­ent/ve­ry decent, and the students guide achieved 83.00% and categorized as good/de­cent. Thus, the teaching material is feasible to be used as the instructional materials for learning on Clothing Design Program.   Tujuan pengembangan ini un­­­tuk menghasilkan produk bahan ajar po­­la dasar ba­dan busana wanita dilengkapi de­ngan Power Point, sehingga dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam me­lak­sa­na­kan pembelajaran. Metode penelitian pengembangan yang digunakan diadaptasi dari ran­­­cangan pembelajaran model Dick dan Carey. Hasil pe­nelitian berupa penilaian/tanggapan menunjukan rerata skor bah­­wa bahan ajar mencapai 86,00% termasuk ke da­lam kualifikasi baik/layak, media Po­­wer Point termasuk sangat baik karena men­capai 91,00%, pan­­duan dosen mencapai 92,00% termasuk ke dalam kualifikasi sangat ba­ik/sa­­­­ngat layak, dan panduan ma­ha­siswa mencapai 83,00% termasuk kua­lifikasi ba­ik/la­yak, dengan demikian bahan ajar ter­­sebut layak digunakan untuk pem­­b­e­lajaran pada Program Studi D3Tata Busana.

  7. PENGARUH RASIO BAHAN PENYALUT MALTODEKSTRIN, GUM ARAB, DAN SUSU SKIM TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA MIKROKAPSUL OLEORESIN DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lia Umi Khasanah

    2015-11-01

    sebesar 0 ppm. Mikrokapsul ini mengandung senyawa aktif berupa linalool, coumarin, 9-hexadecenoic acid, 1,8-cineole serta benzene (3,3 dimehyl buthyl. Kata kunci: Oleoresin, daun kayu manis, maltodekstrin, gum arab, susu skim, bahan penyalut

  8. Kekasaran Permukaan Resin Komposit Setelah Penyikatan Dengan Pasta Gigi Mengandung Perlite Dan Tanpa Perlite

    OpenAIRE

    2013-01-01

    Resin komposit merupakan gabungan dua atau lebih bahan berbeda dengan sifat-sifat yang unggul atau lebih baik dari bahan itu sendiri. Kekasaran permukaan resin komposit dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah pasta gigi yang digunakan pasien. Salah satu pasta gigi yang banyak digunakan pasien adalah pasta gigi pemutih yang mengandung bahan abrasif yang dapat mempengaruhi kekasaran permukaan resin komposit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kekasaran permukaa...

  9. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    OpenAIRE

    Brillyano Agni Pradipta; Djoko Sungkono Kawano

    2013-01-01

    Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi P...

  10. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    OpenAIRE

    Pradipta, Brillyano Agni; Kawano, Djoko Sungkono

    2013-01-01

    Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi P...

  11. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PROGRAM LINEAR MENGGUNAKAN APLIKASI GEOGEBRA BERBANTUAN ANDROID DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ibnu Fazar

    2016-02-01

    Full Text Available Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Penggunaan media teknologi dalam pembelajaran memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran secara individual (individual learning dengan menumbuhkan kemandirian dalam proses belajar, sehingga siswa akan mengalami proses yang jauh lebih bermakna dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Salah satu solusinya adalah pembelajaran menggunakan aplikasi GeoGebra berbantuan Android. Dari hasil penelitian diperoleh data observasi keaktifan siswa rata-rata 86,09 dengan kategori sangat baik. Dari minat siswa 90,32% kategori sangat berminat dan 9,68% kategori berminat. Dari hasil tes diperoleh 38,72% kategori sangat baik, 48,38% kategori baik, dan 12,90% kategori cukup.  Dengan demikian pengembangan Lembar Aktivitas Siswa (LAS pada pokok bahasan program linear menggunakan aplikasi GeoGebra berbantuan android yang dikembangkan memiliki efek potensial terhadap peningkatan kemampuan pemahaman siswa dan bahan ajar yang dihasilkan telah dinyatakan valid, praktis, dan mempunyai efek potensial terhadap pemaham konsep matematika.

  12. Perbedaan Penggunaan Bahan Desensitizing dan Tanpa Desensitizing Pasca Bleaching Ekstra-Koronal terhadap Kekerasan Email

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wignyo Hadriyanto

    2012-12-01

    Full Text Available Latar Belakang. Pada bleaching ekstrakoronal diketahui terjadi proses demineralisasi sehingga terjadi hiersensitivitas dentin. UltraEZ salah satu bahan desensitizing yang dapat mengurangi hipersensitivitas akibat demineralisasi email pasca bleaching ekstrakoronal terkini. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekerasan email pasca pemutihan gigi ekstra-koronal dengan aplikasi bahan desensitizing dan tanpa aplikasi bahan desensitizing. Metode penelitian ini menggunakan 20 gigi premolar permanen pasca pencabutanyang masih utuh dan direndam dalam saliva buatan, kemudian dilakukan pemolesan pada bagian bukal dengan menggunakan pasta profilaksis kemudian gigi dicuci dan dikeringkan. Bahan pemutih Opalescence Xtra Boost diaplikasikan pada semua permukaan bukal gigi premolar kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok I, II, masing-masing kelompok sebanyak 10 gigi. Kelompok I sebagai kelompok control setelah dilakukan pemutihan, tidak dilakukan aplikasi Ultra-EZ, dimasukkan dalam wadah botol dan direndam dalam saliva buatan kemudian disimpan dalam incubator. Mahkota dan akar gigi,kemudian ditanam dalam resin akrilik sesuai kelompok sebelumnya dengan permukaan bukal menghadap ke atas. Semua sampel diuji kekerasannya dengan uji kekerasan Vickers menggunakan beban 100 g selama 15 detik. Permukaan bukal menghadap ke atas, kemudian dijepit dengan alat penjepit pada meja alat Micro Vickers Hardness Tester. Sampel diatur sedemikian rupa sehingga akan terlihat gambar yang dapat diukur panjang diagonalnya langsung dengan micrometer yang ada pada lensa okuler. Nilai kekerasan email dalam Vickers hardness number (VHN juga dapat diperoleh dari table setelah mengetahui rata-rata panjang diagonal, berat badan yang digunakan dan waktu yang digunakan untuk uji kekerasan. Pengujian ini dilakukan pada setiap kelompok. Selanjutnya diuji dengan uji-t. hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara aplikasi ultraEZ lima menit

  13. SINTESIS BAHAN UBAHAN GRADUAL ALUMINUM TITANAT/KORUNDUM DARI ALUMINA TRANSISI DENGAN PENAMBAHAN MgO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Sulhan Fauzi

    2013-03-01

    Full Text Available This article describes the results of research on the use of transition alumina for improving the performance of ceramics. Synthesis has been made of gradual changes materials (Functionally Graded Materials, FGM aluminum titanate (AT / corundum based on transition alumina powders with the addition of MgO as a stabilizer of AT as much as 2 wt.%. Samples without the addition of MgO was also made for comparison. Transition alumina with and without the addition of MgO were calcined at a temperature of 1100C for 1 hour to become ?-alumina. The powder mixture was compacted at a pressure of 49.3 MPa and then prasintered at a temperature of 1100C for 1 hour, then repeatedly infiltrated with infiltrator TiCl3 solution (20% which prepared by dissolving the Ti metal powders into HCl. Furthermore, the material sintered at temperatures of 1500C with a holding time for 3 hours. Physical character of materials showed an increase in density and decrease in porosity of the material due to the addition of MgO. Phase identification results obtained from the content of AT and corundum phases which gradual in depth, indicating that FGM has been formed. These results were supported by analysis of x-ray diffraction pattern showing the formation of a solid solution Al2 (1-x + MgxTi1 xO5 which marked by the shifting of the peak of AT phase in FGM samples with the addition of MgO. Tulisan ini menjelaskan hasil penelitian tentang penggunaan alumina transisi untuk meningkatkan performa keramik. Telah dilakukan sintesis bahan ubahan gradual (Functionally Graded Material, FGM aluminum titanat (AT/korundum berbahan dasar serbuk alumina transisi dengan penambahan MgO sebagai penstabil AT sebanyak 2 wt.%. Sampel tanpa tambahan MgO juga dibuat sebagai pembanding. Alumina transisi dengan dan tanpa penambahan MgO dikalsinasi pada temperatur 1100C selama 1 jam sehingga menjadi ?-alumina. Serbuk campuran dikompaksi pada tekanan 49,3 MPa lalu diprasinter pada temperatur 1100C selama

  14. PERBAIKAN MUTU BUNGKIL KOPRA MELALUI BIOPROCESSING UNTUK BAHAN PAKAN IKAN BANDENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2014-12-01

    Full Text Available Bungkil kopra adalah hasil ikutan dari ekstraksi minyak dari daging buah kelapa kering yang masih mengandung protein sekitar 16%-18% dan berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ikan. Faktor pembatas penggunaan bungkil kopra adalah kualitas nutrisi yang rendah antara lain karena kandungan lemak kasarnya agak tinggi dan mudah tengik sehingga perlu peningkatan ketersediaan biologisnya melalui fermentasi menggunakan mikroorganisme. Mikroba yang digunakan terdiri atas (A Aspergillus niger, (B Saccharomyces cereviceae, (C Rhizopus sp., dan (D Bacillus subtilis. Bungkil kopra yang sudah difermentasi kemudian dikeringkan dan ditepungkan, lalu dilakukan analisis proksimat, uji ketengikan dengan menentukan bilangan peroksidanya, dan komposisi asam aminonya. Juga dilakukan analisis kecernaannya untuk ikan bandeng ukuran sekitar 50 g dengan metode marker menggunakan krom oksida (Cr2O3. Dari hasil penelitian ini diperoleh fermentasi dapat meningkatkan kandungan protein bungkil kopra 21%-42% dan menurunkan kandungan lemak dan serat kasarnya masing-masing 50% dan 27% pada fermentasi menggunakan Rhizophus sp., serta menurunkan bilangan peroksida 10%-47%. Nilai koefisien kecernaan protein dan lemak bungkil kopra yang difermentasi dengan Rhizopus sp., A. niger, dan S. cereviceae lebih tinggi masing-masing 10%-11% dan 9%-13% dibanding bungkil kopra yang difermentasi dengan B. subtilis dan tanpa fermentasi. Bungkil kopra hasil fermentasi dengan Rhizopus  sp. mengalami peningkatan kualitas nutrisi yang terbaik untuk bahan pakan ikan bandeng.

  15. BAMBU ATER (Gigantochloa atter SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI KAYU PADA UKIRAN ASMAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Eskak

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK Ukiran kayu khas Asmat merupakan suvenir yang banyak diminati wisatawan. Dewasa ini pengrajin ukiran mulai kesulitan mendapatkan bahan kayu karena harganya semakin mahal. Oleh karena itu perlu memanfaatkan bahan alternatif yang lebih mudah didapatkan serta harganya relatif murah, yaitu bambu. Bambu yang berukuran cukup besar dan tumbuh di Papua adalah bambu ater. Tujuan penelitian penciptaan seni ini adalah untuk mengkreasikan produk suvenir ukiran bergaya Asmat dengan menggunakan bambu ater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu ater dengan ketebalan rata-rata 0,8 cm dapat dikerjakan dengan teknik ukir lubang tembus dengan hasil baik. Penggunaan alat bor dan gergaji hand jigsaw dapat mempercepat proses pelubangan 5,4 kali lebih cepat dibandingkan bila menggunakan cara pahat manual. Teknik ukir lubang tembus dilakukan untuk tetap mempertahankan kekhasan ornamen ukir khas Asmat.     Kata kunci:  kreasi, ukiran Asmat, bambu ater ABSTRACTAsmat wood carving is typical souvenirs which attracted many tourists. Today craftsmen began to have difficulty to get wood because the price is expensive. Therefore, it is necessary to use alternative, available and cheaper materials, namely bamboo. Sizeable bamboo grown in Papua are bamboo atter. The aim of this research is to create Asmat carvings and stylish souvenir products by using bamboo atter. Bamboo atter with the thickness of an average of 0.8 cm can be done with carving techniques through the hole in a good results. The use of drilling tools and hand saws jigsaw can accelerate the process by perforating 5.4 times faster than using a chisel way manually. Carving techniques through the hole is made to retain the distinctiveness of Asmat carved ornaments. Keywords: creation, Asmat carvings, bamboo atter.

  16. STUDI DESAIN DOWN SCALE TERAS REAKTOR DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR – HTR 100 MWe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Parmanto

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian terhadap teras reaktor Pebble Bed Modular Reactor (PBMR dengan daya 100 Mwe berbahan bakar UO2. Reaktor ini menggunakan moderator grafit dan helium sebagai pendingin. Studi down scale dilakukan tanpa mengubah geometri teras maupun geometri bahan bakar. Parameter yang dianalisis adalah kritikalitas teras, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, moderator dan pendingin serta nilai ekonomis bahan bakar. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh desain bahan bakar yang bernilai ekonomis dan memiliki fitur keselamatan melekat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan program SRAC 2003. Hasil yang diperoleh adalah desain bahan bakar UO2 berbentuk pebble dengan pengkayaan 10% U235 dan 90 ppm racun dapat bakar Gd2O3. Nilai faktor multipilkasi effektif keff pada beginning of life (BOL adalah 1,01115 dan menjadi 1,00588 setelah 2658 hari operasi reaktor (EOL. Koefisien reaktivitas temperatur total diperoleh sebesar - 3,25900E-05 ∆k/k/K saat BOL dan -1,10615E-04 ∆k/k/K saat end of life (EOL. Reaktor ini memenuhi karakteristik keselamatan melekat ditandai dengan nilai koefisien reaktivitas temperatur yang negatif. Kata kunci: PBMR, desain bahan bakar, faktor multipilkasi effektif, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur.   Research of Pebble Bed Modular Reactor (PBMR 100 MWe which used UO2 fuel has been done. This reactor uses graphite as moderator and helium as coolant. Down scale studies performed without changing the core and fuel geometry. The parameter being analyzed were core criticality, excess reactivity, fuel, moderator, coolant temperature reactivity coefficient, and fuel economy. This research is expected to obtain the design that has fuel economy and inherent safety features. In this research, we have employed SRAC 2003 code. The calculation show that the UO2 pebble fuel design with 10% enrichment of U235 and 90 ppm burnable poison of Gd2O3 results in the effective multiplication

  17. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PENGELUARAN, PENGGUNAAN BAHAN DAN HUTANG DALAM PELAKSANAAN PROYEK PADA PT BANAMBA PUTRATAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anisah Anisah

    2017-11-01

    Full Text Available Pelaksanaan pengolahan data pengeluaran, penggunaan bahan dan hutang pada PT Banamba Putratama dilakukan oleh bagian keuangan dan logistik yang saat ini masih menggunakan sistem manual. Dengan menggunakan sistem yang manual tersebut, jika ingin membuat laporan yang dibutuhkan pada saat proyek berjalan membutuhkan waktu yang agak lama (seharian, sering terjadi kerangkapan data (redundancy dan penyimpanan data yang berkaitan dengan data pengeluaran, penggunaan bahan dan hutang kurang rapi karena masih disimpan di dalam lemari arsip, sehingga pada saat ingin memperoleh informasi yang diinginkan membutuhkan waktu yang agak lama untuk menemukannya. Berdasarkan masalah tersebut, sebuah sistem informasi yang terkomputerisasi bisa dijadikan solusi agar masalah yang terjadi dapat segera diatasi. Dalam hal ini, akan dilakukan analisa dan perancangan sistem informasi untuk membantu PT Banamba Putratama tersebut. Metodologi penelitian menggunakan metodologi berorientasi objek untuk tahapan analisa dan perancangannya, dan alat bantu/tools yang digunakan menggunakan Diagram Unifield Modeling Language( UML.

  18. Studi Pengaruh Orientasi Serat Fiber Glass Searah dan Dua Arah Single Layer terhadap Kekuatan Tarik Bahan Komposit Polypropylene

    OpenAIRE

    Munasir Munasir

    2011-01-01

    Telah dilakukan fabrikasi dan uji kekuatan tarik bahan komposit Polypropylene (matrik) dengan Fiber Glass (sebagai penguat/filler) dengan perbandingan 95% dan 5% (matrix: filler), dengan filler tersusun secara singledirectional dan bidirectional dengan single layer. Massa keseluruhan dari sampel adalah 4 gram. Dari sampel yang sudah dibuat dilakukan uji kompaktibilitas untuk menetukan kekompakan ikatan antar muka antara matrik dan fillernya, dan juga dilakukan uji optimasi pemanasan untuk men...

  19. Pengaruh Variasi Temperatur Kalsinasi Terhadap Sifat Kapasitif Kapasitor Elektrokimia Tungsten Trioksida (Wo3 Hasil Sintesa Sol Gel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Augus Tino Tri Widyantoro

    2013-03-01

    Full Text Available Kapasitor elektrokimia mampu menjembatani kinerja kritis antara kapasitor konvensional dan baterai. Densitas energi kapasitor elektrokimia ratusan kali lebih besar daripada kapasitor konvensional sedangkan densitas dayanya ribuan kali lebih besar daripada baterai. Penelitian ini bertujuan untuk mempersiapkan material WO3 sebagai kapasitor elektrokimia. Material tungsten trioksida (WO3 dapat disintesa dari tungsten(VI heksaklorida (WCl6 dengan  metode sol-gel dan kalsinasi. WO3 hasil sintesa tersebut dilapiskan pada substrat grafit kemudian dikalsinasi dengan variasi temperatur 300oC, 400oC, 500oC dan 600oC selama waktu tahan 1 jam. Dari hasil uji XRD diketahui struktur kristal WO3 temperatur kalsinasi 300oC adalah orthorombik sedangkan WO3 temperatur kalsinasi 400oC, 500oC dan 600oC adalah monoklinik. Dari hasil uji SEM didapatkan ukuran partikel yang semakin besar seiring kenaikan temperatur kalsinasi. Dari uji BET didapatkan luas permukaan aktif WO3 yang semakin kecil seiring kenaikan temperatur kalsinasi. Dari uji CV dihasilkan nilai kapasitif terbesar terdapat pada WO3 temperatur kalsinasi 300oC scan rate 2 mV/s yaitu sebesar 5991 mF/gr. Hal ini diperkuat dari hasil uji EIS yang menunjukkan bahwa WO3 temperatur kalsinasi 300oC memiliki nilai impedansi paling kecil sehingga sifat kapasitifnya paling baik.

  20. PENGARUH VARIASI SUHU PADA PROSES SELF TEMPERING DAN VARIASI WAKTU TAHAN PADA PROSES TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIS BAJA AISI 4140

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunardi Sunardi

    2016-07-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanis pada baja AISI 4140 dengan proses tempering dengan variasi waktu tahan dan variasi suhu pada proses self tempering. Material terlebih dahulu dipanaskan pada suhu 850°C, di tahan dengan waktu 14 dan 28 menit, media pendinginan adalah Oli SAE 20. Pada proses tempering baja dipanaskan kembali dengan suhu 200°C di tahan dengan waktu 30 dan 120 menit. Sedangkan untuk proses self tempering, baja di panaskan pada suhu 850°C di tahan dengan waktu 14 dan 28 menit kemudian didinginkan, suhu yang harus dicapai pada pendinginan adalah 200°C, 400°C dan 600°C. Proses tempering dengan variasi waktu tahan mempunyai nilai kekerasan terbesar 50,1 HRC dengan waktu tahan 120 menit, sedangkan nilai kekerasan terbesar pada proses self tempering dengan variasi suhu adalah 29,68 HRC pada suhu 200°C. Nilai ketangguhan terbesar pada saat proses tempering adalah 0,341 (J/mm2 dengan waktu tahan 120 menit, sedangkan pada saat proses self tempering ketangguhan terbesar pada suhu 600°C dengan nilai 0,375 (J/mm2. Laju korosi terbesar pada saat tempering adalah 0,055 (mpy dengan waktu tahan 30 menit, sedangkan pada saat proses self tempering laju korosi terbesar pada suhu 400°C dengan nilai 0,0388 (mpy. 

  1. KARAKTERISASI SIFAT FISIS MEMBRAN PADAT SILIKA (SiO2 UNTUK FILTRASI AIR LAUT MENJADI AIR TAWAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Mufid

    2013-11-01

    Full Text Available Air laut merupakan salah satu sumber daya alam terbesar Indonesia, yang memiliki kandungan garam, partikel logam serta mikrobakteri. Teknologi alternatif diperlukan untuk mereduksi kadar garam, partikel logam serta mikrobakteri yang terkandung dalam air laut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh variasi penambahan silika pada membran. Matriks yang digunakan adalah campuran PEG, PVA, Na2SiO3, HNO3, Aquades dan filler serbuk silika (SiO2 yang berasal dari limbah tempurung kelapa. Hasil SEM menunjukkan bahwa dengan penambahan variasi silika 0 gram, 1 gram, 3 gram, 5 gram membuat membran berpori, dengan ukuran rata-rata pori-pori adalah 385.1 nm, 1.59 µm, 1.55 µm dan 375.6 nm. Dari hasil karakteristik sifat fisis membran (debit aliran, kerapatan serta porositas, penambahan variasi silika menjadikan membran lebih selektif. Filtrasi terbaik ditunjukkan membran dengan penambahan silika 5 gram dimana debit alir membran semakin menurun dengan nilai 0.058 (ml/menit, kerapatan membran semakin kecil 1.67 (gr/cm3 dengan porositas 6.67 % dan lebih baik dari penambahan silika 0 gram, 1 gram, 3 gram.

  2. Karakterisasi Carica pubescens di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah berdasarkan sifat morfologi, kapasitas antioksidan, dan pola pita protein

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AINUN NIKMATI LAILY

    2012-05-01

    Full Text Available Laily AN, Suranto, Sugiyarto. 2012. Karakterisasi Carica pubescens di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah berdasarkan sifat morfologi, kapasitas antioksidan, dan pola pita protein. Bioteknologi 9: 7-13. Carica pubescens Lenne & K. Koch merupakan jenis tanaman buah yang pertamakali dibudidayakan di Amerika Selatan dan beradaptasi pada lingkungan dataran tinggi, misalnya Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah (∼2000 m dpl. C. pubescens memiliki daerah persebaran sempit dan variasi intraspesies terbatas atau belum diketahui. Oleh karenanya, diperlukan informasi mengenai karakter tanaman pada berbagai ketinggian sehingga dimungkinkan untuk memperluas daerah penyebaran melalui transplantasi di daerah lain. Karakterisasi dapat dilakukan berdasarkan karakter morfologi, kandungan kimia, dan pola pita protein. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter morfologi, kandungan kimia (kapasitas antioksidan, dan pola pita protein dengan pewarnaan commasie brillian blue pada C. pubescens di Dataran Tinggi Dieng. Penelitian lapangan dilakukan di Desa Kejajar (1400 m dpl, Patak Banteng (1900 m dpl, dan Sembungan (2400 m dpl. Pengamatan karakter morfologi dilakukan di lapangan dan dilanjutkan di laboratorium. Karakter morfologi, kandungan kimia (kapasitas antioksidan, dan pola pita protein C. pubescens dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter morfologi C. pubescens di Dataran Tinggi Dieng bervariasi pada batang, daun, dan buah. Kapasitas antioksidannya bervariasi dengan urutan dari ketinggian 2400 m dpl > 1900 m dpl > 1400 m dpl. Pola pita proteinnya tidak bervariasi antar ketinggian, namun berbeda dengan C. papaya. Keseragaman pola pita protein menunjukkan kestabilan genetik C. pubescens tidak dipengaruhi oleh perubahan lingkungan.

  3. ANALISIS SENSITIVITAS TURBULENSI ALIRAN PADA KANAL BAHAN BAKAR PWR BERBASIS CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endiah Puji Hastuti

    2015-04-01

    Full Text Available Turbulensi aliran pendingin pada proses perpindahan panas berfungsi untuk meningkatkan nilai koefisien perpindahan panas, tidak terkecuali aliran dalam kanal bahan bakar. Program CFD (CFD=computational fluid dynamics, FLUENT adalah program komputasi berbasis elemen hingga (finite element yang mampu memprediksi dan menganalisis fenomena dinamika aliran fluida secara teliti. Program perhitungan CFD dipilih dalam penelitian ini karena selain akurat juga dapat memberikan visualisasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristika perpindahan panas, massa dan momentum dari dinding rod bahan bakar ke pendingin secara visual, pada medan temperatur, medan tekanan, dan medan energi kinetika pendingin, sebagai fungsi dinamika aliran di dalam kanal, pada kondisi tunak dan transien. Analisis dinamika aliran pada kanal bahan bakar PWR berbasis CFD dilakukan dengan menggunakan sampel data reaktor PWR dengan daya 1000 MWe dengan susunan bahan bakar 17x17. Untuk menguji sensitivitas persamaan aliran yang sesuai dengan model aliran turbulen pada kanal bahan bakar dilakukan pemodelan dengan menggunakan persamaan k-omega (Ƙ-ω, k-epsilon (Ƙ-ε, dan Reynold stress model (RSM. Pada analisis sensitivitas aliran turbulen di dalam kanal digunakan model mesh hexahedral dengan memilih tiga geometri sel yang masing masing berukuran 0,5 mm; 0,2 mm dan 0,15 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada analisis kondisi tunak (steady state, terdapat hasil yang mirip pada model turbulen Ƙ-ε standard dan Ƙ-ω standard. Pengujian terhadap kriteria Dittus Boelter untuk bilangan Nusselt menunjukkan bahwa model Reynold stress model (RSM direkomendasikan. Analisis sensitivitas terhadap geometri mesh antara sel yang berukuran 0,5 mm, 0,2 mm dan 0,15 mm, menunjukkan bahwa geometri sel sebesar 0,5 mm telah mencukupi. Aliran turbulen berkembang penuh telah tercapai pada model LES dan DES, meskipun hanya dalam waktu singkat (3 s, model LES memerlukan waktu komputasi

  4. KARAKTERISASI STRUKTUR DAN SIFAT TERMAL SISTEM KACA (70-X)P2O5-30MGO-XZNO DENGAN TEKNIK MELT QUENCHING

    OpenAIRE

    R., Fathya Eliza; Budi, Esmar; Marpaung, Mangasi A.; Sahar, Md. Rahim; Huda, Nurul

    2016-01-01

    Abstrak Telah dibuat kaca dengan komposisi (70-x) P2O5 – 30 MgO – x ZnO dengan variasi konsentrasi ZnO dari 0 sampai 15 mol% menggunakan teknik melt-quenching. Sampel yang dibuat memiliki komposisi MgO tetap yaitu 30 mol%. Sifat termal dan struktur kaca diteliti dengan  differential thermal analysis (DTA),X-Ray Diffraction (XRD),  and Fourier-transformed infrared (FTIR). Hasil XRD menunjukan bahwa kaca merupakan amorf. Didapatkan nilai stabilitas termal (∆T) meningkat seiring den...

  5. PENGARUH PERSENTASE PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack DAN KULIT DURIAN (Durio Zibethinus Murr TERHADAP SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN SEMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Violet Burhanuddin

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian sifat fisika meliputi kerapatan, kadar air, penyerapan air dan pengembangan tebal dan sifat mekanika meliputi keteguhan lentur (MoE keteguhan patah (MoR serta  pengurangan tebal akibat tekanan. Rancangan Percobaan Yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL dengan 3 perlakuan yaitu 100% pelepah kelapa sawit; 100% kulit durian dan  50% pelepah kelapa sawit : 50% kulit durian dengan 3 kali ulangan. Standar yang digunakan untuk perbandingan  yaitu SNI–03– 2104-1991-A. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : Sifat Fisika yaitu kerapatan rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 0,90 gr/ cm3, 0,91 gr/ cm3, 0,81 gr/ cm3, Kadar air rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 7,37%, 6,59%, 7,08%, Penyerapan air rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 49,51%, 44,99%, 50,11%, Pengembangan tebal rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 1,67%, 2,04%, 3,44%, Kerapatan, kadar air, penyerapan air dan pengembangan tebal tidak berpengaruh nyata. Sifat Mekanika yaitu Keteguhan lentur (MoE rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 7.350,68 kg/cm2, 3.590,43 kg/cm2, Keteguhan patah (MoR rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 11,82kg/cm2, 8,66kg/cm2, 4,53 kg/cm2Pengurangan tebal akibat tekanan rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 8,92 %, 10,01 %, 9,92 %, Keteguhan patah (MoR berpengaruh nyata sedangkan keteguhan

  6. Perbandingan kekerasan mikro dentin mahkota setelah aplikasi berbagai bahan bleaching intrakoronal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Apriko Merza

    2016-12-01

    Full Text Available Comparing microhardness of dentine crown after application of various intracoronal bleaching agents. The aim of this study is to compare microhardness of dentine crown after treatment with intracoronal bleaching agents. The method of this study was an experimental laboratory. Thirty two extracted human mandibular first premolars without caries, sectioned at 2 mm below Cemento-Enamel Junction were divided into four groups and bleaching agents were sealed into the pulp chambers as follows: group A – 45% carbamide peroxide, group B – 35% hydrogen peroxide, group C – sodium perborate mixed aquadest and group D – aquadest. Access cavities were sealed and then stored in aquadest at 37 °C. Bleaching procedures were performed on days 0, 7, 14 and 21. After 28 days, the teeth were sectioned longitudinally, and planted on acrylyc. Microhardness of dentine crown was measured by vickers microhardness tester. One Way ANOVA and LSD were used to evaluate the effect of intracoronal bleaching agents on microhardness of dentine crown. The results showed that average values of microhardness of dentine crown on group A was 45,04 VHN, group B was 45,42 VHN, group C was 55,22 VHN and group D was 55,63 VHN. In clonclusion, there was si gnificantly different microhardness of dentine crown between group 45% carbamide peroxide and 35% hidrogen peroxide with sodium perborate mixed aquadest, but between group 45% carbamide peroxide with 35% hidrogen peroxide there was no significant difference. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kekerasan mikro dentin mahkota setelah aplikasi berbagai bahan bleaching intrakoronal. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Sebanyak 32 gigi premolar pertama mandibula tanpa karies, telah diekstraksi, dipotong 2 mm di bawah cemento-enamel junction dibagi dalam 4 kelompok dan bahan bleaching dimasukkan ke dalam kamar pulpa, yaitu kelompok A – 45% karbamid peroksida, kelompok B -35

  7. PENGARUH TEMPERATUR DAN IRADIASI TERHADAP INTERDIFUSI PARTIKEL BAHAN BAKAR JENIS U−7Mo/Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maman Kartaman Ajiriyanto

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK PENGARUH TEMPERATUR DAN IRADIASI TERHADAP INTERDIFUSI PARTIKEL BAHAN BAKAR JENIS U−7Mo/Al. Paduan U−7Mo/Al memiliki potensi besar sebagai bahan bakar reaktor riset, tetapi bahan bakar ini memiliki beberapa kekurangan antara lain dapat membentuk interaction layer pada antarmuka pada saat proses fabrikasi maupun iradiasi di reaktor melalui mekaniame difusi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya interaction layer yang disebabkan oleh interdifusi atau diffusion couple paduan U−7Mo dengan pelat AlMg2 yang dipanaskan pada temperatur 500 °C dan 550 °C selama 24 jam dalam tungku arc furnace dan tungku DTA pada temperatur 30 °C hingga 1400 °C. Hasil pengamatan mikrostruktur menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM pada sampel diffusion couple hasil pemanasan pada temperatur 500 °C belum terlihat adanya interaction layeratau pembentukan fasa baru antara partikel U−Mo dan matriks Al. Sementara itu, pemanasan pada temperatur 550 °C telah terjadi interdifusi paduan U−7Mo dengan pelat AlMg2 menghasilkan senyawa (U,MoAlx pada antarmuka atau interface. Hal ini didukung oleh hasil analisis DTA menunjukkan bahwa paduan U−7Mo/Al pada 500 °C mempunyai kompatibilitas panas yang baik, tetapi diatas temperatur 550 °C telah terjadi perubahan fasa a + d menjadi a + g. Pemanasan hingga 679,14 °C terjadi fasa metastabil U(Al,Mox dan selanjutnya mengalami proses interdifusi dengan leburan uranium membentuk interaction layer berupa aglomerat senyawa UAlx (UAl4, UAl3 danUAl2. Aglomerat yang terbentuk dari proses pemanasan secara diffusion couple maupun dalam tungku DTA dibandingkan dengan aglomerat yang terbentuk akibat proses iradiasi. Bahan bakar paduan U−7Mo/Al yang diradiasi dengan burn up 58% mengalami interdifusi antara U−7Mo dengan matriks Al menghasilkan fasa metastabil U(Al,Mox yang berubah menjadi layer (U,MoAl7, presipitat UMo2Al20, (UMoAl3−Al dan membentuk boundary atau aglomerat UAlx (UAl4, UAl3 danUAl2

  8. Uji Kualitas Ubi Beberapa Klon Kentang Hasil Persilangan untuk Bahan Baku Keripik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Helmi Kurniawan

    2014-12-01

    Full Text Available 1024x768 Penelitian ini bertujuan menguji kualitas ubi beberapa klon kentang hasil persilangan sebagai bahan baku keripik. Penelitian dilakukan mulai Bulan Mei sampai Bulan Juli 2013 di Laboratorium Pasca Panen Balai Penelitian Tanaman Sayuran.Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji terdiri dari 6 klon hasil persilangan dan 3 varietas pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan klon kentang memberikan pengaruh terhadap warna, rasa, kerenyahan, dan penampilan keripik yang dihasilkan dan klon kentang terbaik yang memenuhi persyaratan kualitas sebagai bahan baku keripik kentang adalah klon AR 08. Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} The objective of the research was to determine the quality of potato clones derived fromcrossing for potato chips. The research was conducted from May to July 2013 in Postharvest Laboratory of Research Institute for Vegetables, and arranged in a completely randomized design with tree replications. Quality test of 6 clones derived from crossing and 3 varieties control. The results showed that the difference in potato clones give effect to the color, taste, crispyness, and the appearance of the resulting chips and potato clones that best meet the quality requirements for potato chips was

  9. Respon inflamasi pulpa gigi tikus Sprague Dawley setelah aplikasi bahan etsa ethylene diamine tetraacetic acid 19% dan asam fosfat 37%

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nadie Fatimatuzzahro

    2013-12-01

    Full Text Available Background: Etching agents such as ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA and phosphoric acid which are widely used in adhesive restoration system, are aimed to increase retention of restorative materials; however, these agents may induce inflammation of dental pulp. The major function of the inflammatory response is to remove invading pathogens or damaged tissue/ cells and therefore, initiate repair. Neutrophils and macrophages are motile phagocytes that constitute the body's first line of defense. Purpose: The purpose of the present research was to study the effect of 19% EDTA and 37% phosphoric acid for etching application agents on the inflammatory response of the dental pulp. Methods: Forty-five male Sprague Dawley rats were divided into 3 groups. Cavity preparation was made on the occlusal surface of maxillary first molar using a round diamond bur. Nineteen percent of EDTA, 37% phosphoric acid, and distilled water were applied on the surface of the cavity of the teeth in group I, II and III respectively. The rats were sacrified at 1, 3, 5, 7, and 14 days after the application (n=3 for each day. The specimens were then processed histologically and stained with hematoxylin eosin. Results: ANOVA showed a significant difference (p<0.05 among treatment groups, indicating that etching agents application induced neutrophils, macrophages and lymphocytes infiltration in the dental pulp. Tuckey HSD test showed that application of 37% phosphoric acid increased higher number of neutrophils, macrophages and lymphocytes significantly than 19% EDTA (p<0.05. Conclusion: The study suggested that 37% phosphoric acid induced higher number of the inflammatory cells than 19% EDTA.Latar belakang: Penggunaan bahan etsa seperti ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA dan asam fosfat pada sistem restorasi adhesif bertujuan untuk meningkatkan retensi bagi bahan restorasi, namun penggunaan bahan-bahan tersebut dapat menginduksi inflamasi pada pulpa. Respon

  10. Pengaruh Aplikasi Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan Hidrogen Peroksida 6% secara Home Bleaching terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meiyestri Dwi Riani

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakHome bleaching adalah teknik pemutihan gigi vital yang dilakukan oleh pasien di rumah dalam pengawasan dokter gigi dengan konsentrasi karbamid peroksida 10-16% atau 3-6% hidrogen peroksida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% secara home bleaching terhadap kekerasan permukaan email gigi. Metode penelitian adalah true experimental dengan pretest-posttest control group design. Sampel berupa gigi premolar satu rahang atas yang sudah diekstraksi sebanyak 32 buah yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dengan lama aplikasi 1 jam perhari selama 14 hari dan kelompok II adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi hidrogen peroksida 6% dengan lama aplikasi 10 menit perhari selama 14 hari. Selama aplikasi kedua sampel berada dalam inkubator 370C. Kekerasan permukaan email gigi diukur dengan alat Vickers Harndness Tester. Analisis data yang digunakan adalah uji t independen dan uji t dependen (p<0,05. Hasil uji statistik menunjukkan terjadinya penurunan yang sangat signifikan 0,000 (p<0,05 pada rerata nilai kekerasan permukaan email gigi antara sebelum dan setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Kedua bahan pemutih gigi ini mempunyai perbandingan yang cenderung tidak signifikan 0,073 (p>0,05 terhadap kekerasan permukaan email gigi setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Disimpulkan bahwa bahan pemutih gigi dapat menyebabkan penurunan kekerasan permukaan email gigi yang sangat signifikan karena terjadinya demineralisasi.Kata kunci: karbamid peroksida, hydrogen peroksida, home bleaching, kekerasan permukaan email gigiAbstractHome bleaching is whitening treatment of vital teeth conducted by a patient at home with under control of a dentist. The consentration of bleaching agents are 10-16% of carbamid peroxide or 3-6% of hidrogen peroxide. The objective of this study was to investigate the

  11. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI PT. XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Adi Sungkono

    2016-04-01

    Full Text Available Suatu perusahaan sering kali mengalami kesulitan dalam pengendalian bahan baku, diantaranya adalah persediaan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Untuk menghindari masalah tersebut perlu dibuat suatu pemecahan masalah. Perencanaan kebutuhan material dimaksudkan agar dalam pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material menjadi efisien dan efektif sehingga tidak terjadi masalah akibat tidak tersedianya material pada saat dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan dan mengendalikan bahan baku dan pemilihan supplier dengan metode Material Requirement Planning (MRP. Perencanaan kebutuhan bahan (Material Requirement Planning adalah suatu metode untuk menentukan bahan-bahan atau komponen-komponen apa yang harus di buat atau di beli, berapa jumlah yang dibutuhkan dan kapan dibutuhkan. Hasil yang didapatkan dengan melakukan perhitungan dengan metode MRP, di dapatkan metode yang paling baik di pergunakan adalah metode Period Order Quantity (POQ karena dari perhitungan metode Period Order Quantity didapatkan total biaya yang paling kecil yaitu sebesar Rp. 23.372.166,- . bila dibandingkan dengan perhitungan Lot For Lot yaitu sebesar Rp. 28.567.200,- , dan perhitugan Economic Order Quantity yaitu sebesar Rp. 37.209.031,- . karena dengan metode POQ dapat meminimalkan biaya pesan dan biaya simpan sehingga total biaya yang dikeluarkan kecil dibandingkan dengan metode EOQ dan L-F-L. sedangkan biaya terbesar adalah metode EOQ, karena pada perhitungan metode EOQ biaya pesan dan biaya simpan sangat besar.

  12. Aplikasi Micro Morr E-3360 sebagai Bahan Bioremedian Tumpahan Minyak di Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endar Marraskuranto

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan Micro Morr E-3360 sebagai bahan bioremedian tumpahan minyak di laut pada skala laboratorium. Kelayakan didasari pada efektivitas pengurangan kadar Total Petroleum Hydrocarbon (TPH, toksisitas air laut hasil bioremediasi dan residu media imobilisasi dari produk. Analisis kadar TPH dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan tingkat toksisitas diukur menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT. Identifikasi konsorsium bakteri dilakukan pada media imobilisasi dengan analisis sekuens gen 16S rDNA. Penelitian dilakukan dengan lima uji coba dalam beaker, yaitu air laut dan minyak 2% w/w dari air laut (M; air laut, minyak 2% w/w dari air laut, bioremedian 10% w/w dari minyak, dan nutrien (P; kontrol air laut (AL; kontrol air laut dan bioremedian 10% w/w dari minyak (B; serta air laut dan nutrien (K. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsorsium bakteri terdiri dari 3 spesies bakteri, yaitu Bacillus licheniformis, B. thermoamylovorans, dan Geobacillus pallidus. Bioremedian ini mampu menurunkan kadar TPH dalam air sebesar 77% dan tingkat toksisitas sebesar 88% selama 20 hari. Kadar residu minyak dalam media imobilisasi juga rendah, yaitu di bawah 2 ppm. Namun, penurunan kadar oksigen dan peningkatan turbiditas yang signifikan (P<0,05 dapat menjadi faktor utama kematian 50% populasi A. salina.

  13. PENENTUAN KOMPOSISI BAHAN BAKU OPTIMAL PRODUK KECAP X DENGAN METODE TAGUCHI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Julianingsih Julianingsih

    2004-01-01

    Full Text Available The research aimed at getting ingredient composition of soy sauces that preferred by consumers, by means of Taguchi method. The first organoleptik test was carried out to find out consumers' responses to tastes, colors, and thickness of X soy sauces relative to other soy sauces. The results were applied as a reference in pre-experiment. Experiment results indicated that soy sauce whose composition was 23332233 was the most preferable soy sauce by consumers. The proposed' soy sauce was subject to final organoleptik test to find out consumer preference and position of the proposed' soy sauces. The results indicated that 65.4% of respondents liked the proposed' soy sauces. Tastes and thickness of the proposed' soy sauces have been more preferable by consumers relative to other soy sauces. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi bahan baku kecap yang disukai konsumen, dengan menggunakan metode Taguchi. Uji organoleptik pertama dilakukan untuk mengetahui respon konsumen terhadap rasa, warna dan kekentalan kecap X terhadap kecap pesaing. Hasilnya digunakan sebagai acuan pre eksperimen. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kecap dengan komposisi 23332233, paling disukai konsumen. Kecap usulan diuji organoleptik akhir untuk mengetahui kesukaan konsumen dan posisi kecap usulan terhadap kecap pesaing. Hasilnya, 65,4% responden menyukai kecap usulan. Untuk rasa dan kekentalan, kecap usulan lebih disukai daripada kecap pesaing. Kata kunci: Taguchi, Rasa, Warna, Kekentalan, Organoleptik

  14. PENGARUH UMUR POHON, BONITA DAN POSISI AKSIAL BATANG TERHADAP STRUKTUR MAKROSKOPIS DAN KUALITAS KAYU JATI SEBAGAI BAHAN FURNITUR (Effect of Tree Age, Site Quality Index and Trunk Axial Position on Macroscopic Structure and Quality of Teak Wood

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustinus Suranto

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Penggunaan kayu jati muda merupakan solusi alternatif terhadap terbatasnya ketersediaan bahan baku yang dihadapi oleh industri mebel. Kayu muda cenderung memiliki kayu berkualitas rendah. Salah satu pengukur kualitas kayu adalah sifat struktur makroskopik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pohon, bonita dan posisi aksial batang terhadap struktur makroskopis kayu dan kualitas kayu. Tiga puluh enam pohon jati muda ditebang dari kawasan hutan KPH Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Tiga cakram berketebalan 3 cm diambil dari masing-masing posisi aksial batang, yaitu bagian pangkal, tengah dan ujung. Pengukuran proporsi kayu teras dan dimensi lingkaran tahun dilakukan berdasarkan perbedaan warna alami dan dengan menggunakan lembaran plastik transparan bergambar pola milimeter. Data dianalisis dengan analisis varians dalam rancangan acak lengkap berblok yang disusun secara faktorial. Pengujian lanjutan dilakukan dengan uji HSD Duncan. Kualitas kayu ditentukan dengan analisis determinan berdasarkan kurva normal Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi tiga faktor tidak berpengaruh terhadap proporsi kayu teras, dan dimensi lingkaran tahun. Interaksi kelas umur dan bonita pengaruh nyata terhadap proporsi kayu teras dan dimensi lingkarah tahun. Posisi aksial batang berpengaruh secara nyata terhadap proporsi kayu teras dan berpengaruh sangat nyata terhadap dimensi lingkaran tahun. Semakin mendekat pada posisi pangkal batang, semakin tinggi proporsi kayu teras dan dimensi lingkaran tahun. Interaksi tiga faktor yaitu kelas umur V, bonita 4 dan posisi tengah batang menghasilkan kualitas kayu tertinggi, yaitu kelas 2, dan interaksi kelas umur V, bonita 3 dan bagian ujung batang menghasilkan kualitas terendah, yaitu kelas 4. Penggunaan kayu berbasis kualitas akan memaksimalkan nilai guna dan meningkatkan umur pakai produk, sehingga mengurangi intensitas penebangan hutan dan lebih ramah lingkungan hidup. ABSTRACT Young teak utilization

  15. GETAH POHON KUDO (Lannea coromandelica SEBAGAI ALTERNATIF PEREKAT UNTUK PRODUK KERAJINAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istihanah Nurul Eskani

    2017-06-01

    Full Text Available Perekat yang biasa digunakan di industri kerajinan adalah perekat sintetis yang tidak aman bagi kesehatan maupun lingkungan. Pemanfaatan bahan baku dari alam sebagai substitusi bahan baku sintetis telah banyak dilakukan, termasuk bahan baku perekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perekat yang aman digunakan untuk pembuatan barang kerajinan dengan menggunakan bahan baku dari getah pohon Kudo (Lannea coromandelica yang biasa disebut dengan getah blendok. Getah blendok dilarutkan dalam air dengan rasio getah blendok : air = 1:3 kemudian dipanaskan dalam waterbath pada suhu 700C-800C selama 1 jam. Zat aditif Maleat Anhidrida (MAH ditambahkan dengan kadar 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% dari berat getah blendok, dengan masing-masing ditambahkan kadar Benzoil Peroksida (BPO 0,75%. Perekat yang diperoleh diaplikasikan pada bahan kulit kayu Jomok (Arthocarpus elastica dan selanjutnya dilakukan uji sifat-sifat fisis dan mekanisnya. Sifat fisis perekat dibandingkan dengan SNI 06-6049-1999 Perekat PVAc sedangkan sifat mekanisnya dibandingkan dengan performa perekat sintetis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat-sifat fisis perekat dari getah blendok telah sesuai dengan SNI dan sifat-sifat mekanisnya sebanding dengan performa perekat sintetis yang biasa digunakan di industri kerajinan.  Kata Kunci: Perekat alami, getah, pohon Kudo, maleat anhidrida

  16. OPTIMASI GEOMETRI TERAS REAKTOR DAN KOMPOSISI BAHAN BAKAR BERBENTUK BOLA PADA DESAIN HIGH TEMPERATURE FAST REACTOR (HTFR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustina Mega

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan desain High Temperature Fast Reactor (HTFR tipe pebble dengan bahan bakar uranium plutonium nitrida berpendingin Pb-Bi. Parameter yang dianalisis adalah kritikalitas teras, koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, koefisien reaktivitas void pendingin dan kemampuan breeding reaktor. Perhitungan dilakukan dengan paket program SRAC2K3. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh desain teras berumur lama dan memiliki fitur keselamatan melekat. Dari penelitian ini diperoleh desain reaktor dengan diameter 520 cm dan tinggi 480 cm. Bahan bakar berbentuk pebble dengan 63 % UN-37 % PuN pada zona core dan 95,5 % UN-4,5 % PuN pada zona blanket. Reaktor tidak kritis setelah kurang lebih 800 hari dan keff pada BoL 1,078223 dan keff setelah 800 hari adalah 0,986379. Dari penelitian ini diperoleh koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar sebesar -2,190014E-05 pada saat BoL dan -1,390773E-05 setelah 800 hari serta koefisien reaktivitas void pendingin sebesar -2,160402E-04/% void pada saat BoL dan setelah 800 hari sebesar -2,942364E-03/% void. Reaktor merupakan jenis fast breeder ditandai dengan naiknya densitas plutonium 239. Kata kunci : desain, teras, HTFR, keselamatan, umur, koefisien reaktivitas.   Design of pebble bed type High Temperature Fast Reactor (HTFR with uranium plutonium nitride fuel and Pb-Bi cooled has been done. The parameters being analyzed were core criticality, fuel temperature coefficient, void coefficient and reactor breeding ability. Calculation was done by using SRAC2K3 computer code. This research is expected to obtaine the design with long life core and inherent safety features. This research obtained core design with a diameter of 520 cm and 480 cm core high. Shaped pebble fuel bed with the 63 % UN-37 % PUN on core zone and 95.5 % UN-4.5 % Pu on blanket zone and keff value is 1.078223 with approximately 800 day of core life. The fuel temperature coefficient is -2.190014E-05 at BOL and is 1.390773E-05 at EOL and

  17. Pembuatan Plastik Kemasan Terbiodegradasikan Dari Polipropylena Tergrafting Anhidrid Maleat dengan Bahan Pengisi Pati Sagu Kelapa Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuty Dwi Sriaty Matondang

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak   Pati sagu kelapa sawit mempunyai potensi yang besar untuk dijadikan filler pada pembuatan bahan kemasan terbiodegradasikan dari polypropylena tergrafting maleat anhidrida. Pati sagu kelapa sawit dapat diekstraksi dari batang kelapa sawit . Grafting polypropylena dengan maleat anhidrida dilakukan dengan metode refluks dari 1 g maleat anhidrida, 0,1 g BPO, 10 g polypropylene dengan xylene sebagai pelarut. Campuran polypropylena tergrafting maleat anhidrida dan pati sagu kelapa sawit dilakukan dengan metode kempa tekan pada temperatur 1700C selama 20 menit dengan variasi polypropylena tergrafting maleat anhidrida dan pati sagu kelapa sawit adalah (99,5: 0,5, (99:1, (98:2, (97:3, ( 96:4 (%b/b dan tapioka komersil sebagai pembanding dengan variasi (99,5:0,5, (99:1, (99:2 (%b/b. Hasil penelitian menunjukkan campuran dengan perbandingan (97:3 adalah yang paling optimum dimana tensil strenght 16,010 N/m2; elongation et break 8,593% sedangkan pada perbandingan (98:2 harga elongation et break hampir sam dengan harga elongation et break tapioka komersil sebagai pembanding yaitu 3,1875% dan 3,847%. Menurut persyaratan kemasan terbiodegradasikan SNI 7188.7:2011 campuran yang berisi termoplastik, pati alami tidak mengandung prodegradant dan harga elongation et break kurang dari 5% dapat dipakai untuk bahan pembuatan plastik kemasan terbiodegradasikan . Penelitian ini didukung oleh Uji SEM, Uji DTA, Uji FTIR dan Uji kemampuan terurai di alam.Uji SEM, Uji DTA, Uji FTIR dan Uji kemampuan terurai dialam.   Kata kunci : kemasan biodegradable, grafting polypropylena, pati dari batang kelapa sawit   Abstract   Palm sago starch has a big potential to be filler for biodegradable packaging material. Starch of palm sago starch can be extracted of the oil palm trunk. Grafted polypropylena with maleic unhidride by refluks method from 1g maleic unhidride, 0,1 g BPO and 10 g polypropylena   with xylene as solvent made PP-g-MA. Mixed between PP-g-MA and PSKS

  18. Kemampuan Daya Hambat Bahan Aktif Beberapa Merek Dagang Hand sanitizer terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Srikartika

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakHand sanitizer sebagai pembersih tangan antiseptik inovatif saat ini, sering menjadi alternatif pengganti cuci tangan dengan sabun dan air. Mencuci tangan dengan hand sanitizer merupakan salah satu cara memelihara kebersihan tangan agar terhindar dari penyakit  yang disebabkan oleh flora normal di kulit yang berpotensi patogenik seperti bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan daya hambat beberapa merek dagang hand sanitizer terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap pada empat macam hand sanitizer dengan tiga kali pengulangan. Data diolah secara manual dan menggunakan analisis varians (ANOVA dilanjutkan dengan uji pos-hoc dengan Tukey HSD dan independent t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan aktif hand sanitizer mampu mengurangi pertumbuhan Staphylococcus aureus secara signifikan. Perbedaan prosentase rerata pengurangan jumlah koloni pada waktu 30 detik berkisar antara 57,65%-72,45%, sedangkan pada waktu 1 menit berkisar 67,88%-82,65%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna terhadap perlakuan, antar perlakuan dan waktu yang diujikan dengan nilai signifikasi p <0,05. Didapatkan hand sanitizer lebih efektif menghambat pertumbuhan pada waktu 1 menit daripada 30 detik. Hand sanitizer yang mengandung alkohol 70% dan triklosan 0,05% memiliki kemampuan daya hambat lebih baik terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.Kata kunci: bahan aktif, hand sanitizer, Staphylococcus aureus AbstractHand sanitizer is one of the ways for maintaining the hand hygiene. Hand sanitizer as an innovative antiseptic product at this time, becomes an alternative hand washing with soap and water. It prevents  the disease that can be caused by normal flora that potentially pathogenic bacterium such as Staphylococcus aureus. The objective of this study was to evaluate the inhibition ability of several trademarks hand sanitizer on the growth of

  19. Pengaruh Beberapa Jenis Talas (Xanthosoma sp dan Bahan Fortifikasi Pangan dalam Pembuatan Mie

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilsa Hermianti

    2011-12-01

    tanaman utama diantara bermacam umbi-umbian di daerah tropis sebagai sumber karbohidrat. Tanaman talas juga banyak jenisnya, di Sumatera Barat dilaporkan ada 60 varietas lokal talas namun yang banyak ditemui di pasaran adalah dari jenis Colocasia esculenta batang ungu dan batang hijau serta kimpul (Xanthosoma sagittifolium. Penelitian dilakukan dengan perlakuan jenis talas dan bahan fortifikasi untuk memperkaya gizi dan variasi penampilan mie yakni penggunaan ubi jalar merah, wortel, dan bayam. Uji organoleptik terhadap mie yang dihasilkan meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur dan analisis kadar air, kadar abu, protein, serat kasar, karbohidrat dan lemak serta pengamatan daya simpan yakni kadar air dan penampakan secara visual selama 3 bulan penyimpanan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa perlakuan yang memberikan hasil optimal adalah pada perlakuan pembuatan mie dari talas kimpul dengan subsitusi terigu 50% dan bahan tambahan bayam 7% (T2P3 dengan kadar air produk mie talas 7,40%, karbohidrat 64,54%, serat kasar 2,71%, kadar protein 11,81%, lemak 11,19%, nilai kalori 405,5 kalori dan uji organoleptik disukai oleh panelis.

  20. Titanium - ceramic restoration: How to improve the binding between titanium and ceramic

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harry Laksono

    2011-03-01

    keramik pada titanium. Tujuan: Memberikan informasi tentang cara meningkatkan kekuatan perlekatan antara keramik dengan titanium. Tinjauan: Titanium mempunyai 2 struktur kristal, struktur close-packed hexagonal (α diatas 880°C dan struktur bodycentered cubic (β dibawah 883°C. Masalah utama adalah pelepasan gas oksigen yang menghasilkan lapisan titanium kaya oksigen yang tebal disebut α-case yang menghalangi perlekatan keramik pada titanium dan koefisien ekspansi panas dari bahan ultra-low fusing ceramic yang berbeda dengan titanium. Berbagai cara telah dikembangkan untuk mendapatkan perlekatan keramik pada titanium seperti teknik pembuatan, pemakaian bahan ultra-low fusing titanium ceramic, bahan bonding dan protokol untuk perlekatan bahan keramik pada titanium. Kesimpulan: Titanium dan logam campur titanium, berdasarkan sifat-sifat mekanik dan kimiawinya dapat dipakai untuk pembuatan restorasi keramik taut logam, tetapi pemilihan teknik pembuatan, bahan keramik, ketrampilan peteknik gigi dan mengikuti protokol untuk mendapatkan perlekatan keramik pada titanium dengan benar diperlukan untuk meningkatkan kekuatan perlekatan antara keramik dan titanium.

  1. PENGARUH BAHAN KEMASAN DAN LAMA INKUBASI TERHADAP KUALITAS TEMPE KACANG GUDE SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sayuti Sayuti

    2015-11-01

    Full Text Available Pigeon pea can be used as an alternative of soybeans that contain protein, fats, and carbohydrates. Objective: (1 determine the effect of various packaging on the quality of pigeon pea tempe, (2 the effect of long incubation on the quality of pigeon pea tempe, (3 the interaction of various packaging and long incubation on the quality of pigeon pea tempeh. (4 design the research results as a science learning resource for 9th grade junior high school on the topic of biotechnology. The research design used completely randomized design. Research conducted at the Laboratory of Food Products Technology in Polinela in May 11th until 25th, 2015. Data were analyzed using SPSS 16.0, the data proximate using Univariate and Tukey, the data organoleptic using Friedman test. From the results of the proximate analysis turns out there is influence between the packaging materials and the long incubation of the tempe quality. Protein content increased, while fat and carbohydrates decreases with increasing time of incubation. Organoleptic analysis of the soybean leaves are packed with incubation time 36 and 42 hours is preferred by the panelists than plastic packaging with an incubation time of 48 hours. The results of the research can be used to design learning resources of scince for junior high School, based LKPD Form based scientific approach. Kata Kunci: Bahan kemasan, lama inkubasi, kacang gude, kualitas tempe,  sumber                         belajar

  2. HASIL VALIDASI BUKU TEKS MATAKULIAH BIOTEKNOLOGI BERBASIS BAHAN ALAM TANAMAN PACING (COSTUS SPECIOSUS SMITH SEBAGAI ANTIFERTILITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Urla Tri Wulanzani

    2016-09-01

    Full Text Available This research aimed to produce learning material in the form of Biotechnological subject support textbook based on research of techniques and steps to reveal Costus speciosus Smith. leaf extract potency to the mice spermatozoa motility and phosphorylation activity for university student taking Biotechnological subject. This research was developing research. The research and developing model used was ADDIE developing model. ADDIE model used five developing steps, included of analyze, design, development, implementation, and evaluation. The developing research data was textbook validity percentage from validation and opinion sheet obtained from tests result by material expert, media expert, and individual test by university student. The textbook validation result from test subject could be declared that it was very worthy and very valid so it was worthy to be used in Biotechnological subject. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa buku teks penunjang matakuliah Bioteknologi berbasis penelitian tentang teknik-teknik dan langkah-langkah untuk mengetahui potensi ekstrak daun pacing terhadap motilitas dan aktivitas fosforilasi pada spermatozoa tikus bagi mahasiswa yang menempuh matakuliah Bioteknologi. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE. Model ADDIE menggunakan lima tahap atau langkah pengembangan, yaitu analyze (analisis, design (desain, development (pengembangan, implementation (implementasi, evaluation (evaluasi. Data hasil penelitian pengembangan berupa persentase kevalidan buku teks dari lembar validasi dan tanggapan yang diperoleh dari hasil uji oleh ahli materi, ahli media, dan uji coba perorangan oleh mahasiswa. Hasil validasi buku teks dari subjek uji dinyatakan sangat layak dan sangat valid sehingga layak untuk digunakan pada matakuliah Bioteknologi.

  3. FORMULASI PAKAN BUATAN DENGAN BAHAN BAKU RUMPUT LAUT UNTUK PERTUMBUHAN ABALON Haliotis squamata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Adiasmara Giri

    2016-11-01

    Full Text Available Abalon merupakan salah satu jenis moluska laut yang memiliki potensi ekonomis untuk dikembangkan usaha budidayanya. Teknologi pembenihan abalon Haliotis squamata telah dikembangkan dan berhasil memproduksi benih secara massal. Selain benih, ketersediaan pakan yang sesuai sangat menentukan keberhasilan budidaya pembesaran abalon. Selain makan pakan segar berupa makroalga, abalon juga dapat menerima pakan buatan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula pakan dengan bahan baku tepung rumput laut untuk pertumbuhan H. squamata. Tiga pakan percobaan diformulasi dengan proporsi tepung rumput laut Ulva sp., Gracilaria sp., dan Sargassum sp. yang berbeda dibuat berbentuk remah dengan kandungan protein dan lemak yang sama.  Sebagai kontrol digunakan pakan Gracilaria sp. segar asal tambak.  Sebanyak 16 buah bak beton berukuran 2,0 x 0,5 x 0,5 m3 dengan ketinggian air 25 cm dan dilengkapi dengan aerasi digunakan sebagai wadah percobaan.  Benih abalon hasil pembenihan di hatcheri dengan ukuran bobot 5,30 ± 1,07 g; panjang cangkang 3,35 ± 0,29 cm ditebar dengan kepadatan 388 ekor per bak.  Abalon diberi pakan percobaan 2 kali sehari selama 168 hari. Jumlah pakan disesuaikan dengan respons makan dari abalon. Percobaan dirancang dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan pakan dan setiap perlakuan terdiri atas 4 ulangan.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan abalon yang diberi pakan buatan tidak berbeda nyata, tetapi pakan dengan proporsi tepung Ulva sp. 35% cenderung memberikan pertumbuhan yang lebih baik. Pertumbuhan abalon terbaik diperoleh pada perlakuan kontrol.  Kandungan protein daging abalon dipengaruhi oleh pakan percobaan. Kandungan protein daging abalon yang diberi pakan buatan signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol.

  4. Rehabilitasi Prostetik Protesa Jari dengan Bahan Silikon Rtv untuk Mengembalikan Bentuk dan Estetik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Agung Subiantari

    2015-12-01

    Full Text Available Tangan memiliki fungsi utama untuk menggenggam dan meraba. Organ ini dipergunakan untuk sarana komunikasi penting yang menunjukkan bahasa tubuh dan kontak sosial. Amputasi pada jari atau sebagian jari tangan merupakan kasus yang paling sering dijumpai sebagai bentuk hilangnya sebagian tangan yang dapat menimbulkan dampak buruk secara fisik, psikologis, maupun kerugian secara ekonomi bagi individu. Rehabilitasi prostetik pada  amputasi jari menjadi pertimbangan ketika rekonstruksi mikro vaskular merupakan kontraindikasi atau perawatan mengalami kegagalan. Tujuan dari studi kasus ini adalah  mengkaji rehabilitasi prostetik protesa jari menggunakan bahan silikon RTV untuk mengembalikan bentuk dan estetik. Pasien telah menyetujui kasusnya dipublikasikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Pasien laki- laki, 24 tahun datang dengan keluhan kehilangan sebagian jari telunjuk kanan . Riwayat trauma disebabkan oleh tangan kanannya tergilas mesin bubut 6 tahun yang lalu. Tatalaksana kasus : Anamnesa, pemeriksaan klinis, dan rehabilitasi prostetik protesa jari dengan ahan silikon RTV. Protesa jari dengan estetik yang baik dapat memberi dukungan psikologis terhadap pasien. Rehabilitation Finger Prosthesis with RTV Silicone to Restore Form and Esthetic. The hand has basic functions like grasping and feeling. It is a mean of communication and is of mayor importance for body language and social contact. Finger and partial finger amputations are some of the most frequently encountered forms of partial hand loss causing devastating physical, psychosocial and economic damage to an individual.  Prosthetic rehabilitation of amputed finger is considered when micro vascular reconstruction is contraindicated or unsuccessful. The purpose of  case study is to review rehabilitation finger prosthesis with RTV silicone to restore form and esthetic. Case : A 24 year old male patient with the complaint of the partially lost right index  He had a history of trauma to his

  5. Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis dengan Menggunakan Ekstrak dan Nanas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aminah Asngad

    2015-04-01

    Full Text Available Selama ini pemanfaatan tanaman turi oleh  masyarakat masih terbatas, bagian dari tanaman turi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat hanya bunganya.  Padahal biji turi yang berbentuk bulat berwarna kuning kecoklatan mempunyai rasa dan aroma khas jenis kacang-kacangan juga dapat dimanfaatkan karena kaya dengan mineral dan vitamin serta mengandung protein. Biji dari tanaman turi dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif  dalam pembuatan  kecap karena biji tanaman turi tersebut  mempunyai komposisi  kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dengan kedelai, terutama kandungan  protein biji turi sebesar 36,21%  yang setara  dengan kandungan protein kedelai sebesar 37,5% Pembuatan kecap dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas dapat mempercepat waktu pembuatan kecap secara hidrolisis protein karena adanya enzim papain pada pepaya dan enzim bromelin pada nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas serta untuk  mengetahui organoleptik kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial. Faktor tersebut yaitu jenis ekstrak yang digunakan (ekstrak pepaya dan ekstrak nanas dan penambahan volume ekstrak (80 ml, 100 ml, dan 120 ml dengan 6 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak pepaya dan nanas berpengaruh pada kadar protein kecap. Hasil kadar protein tertinggi pada perlakuan J1V1 yaitu 12,11%,  sedangkan  kadar protein terendah pada perlakuan J2V1 yaitu 7,53 %. Kecap dengan perlakuan menggunakan ekstrak nanas, volume 120 ml merupakan kecap yang dapat diterima oleh masyarakat.

  6. POTENSI HERBA TUMBUHAN BALSEM (Polygala paniculata Linn SEBAGAI SUMBER BAHAN FARMASI POTENSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laode Rijai

    2013-06-01

    Full Text Available Tumbuhan balsem (P. paniculata merupakan tumbuhan semusim yaitu dari biji lalu tumbuh dan akan mati setelah mencapai dewasa selama 4-5 bulan. Tumbuhan ini berbau balsem sehingga dinamakan tumbuhan balsem oleh masyarakat di Kalimantan Timur. Manfaat tradisional tumbuhan ini tidak banyak dikenal kecuali akarnya dipercaya dapat meningkatkan stamina. Belum banyak hasil penelitian ilmiah tumbuhan ini sehingga diperlukan informasi ilmiah untuk pemanfaatannya. Potensi biologi tumbuhan Balsemadalah mudah tumbuh dengan skilus hidup pendek yaitu 4-5 bulan. Beberapa hasil penelitian terhadap tumbuhan balsem terbukti memiliki potensi dalam bidang kefarmasian seperti sitotoksik atau antikanker, antibakteri, dan antimikotik. Potensi herba balsem juga digambarkan melalui kandungan metabolit sekundernya yaitu mengandung alkaloid, flavanoid, tanin, saponin, dan steroid. Keragaman metabolit sekunder tersebut menggambarkan kemungkinan masih memiliki potensi kefarmasian lainnya. Kata Kunci: Herba Balsem (Polygala paniculata, sumber bahan farmasi potensial.   ABSTRACT Plant balm (P. paniculata is an annual plant that grows from the seed and will die after reaching mature for 4-5 months. This plant is so named smelling balm balm plant communities in East Kalimantan. Traditional benefits of this plant is not widely known but its roots are believed to increase stamina. Not many plants is the result of scientific research that is necessary for the utilization of scientific information. Potential biological plant is easy to grow with skilus Balsemadalah short life is 4-5 months. Several studies have proved the balsam plant potential in the field of pharmacy such as cytotoxic or anticancer, antibacterial, and antimycotic. Potential herbal balm is also illustrated through the content of secondary metabolites that contain alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids. Illustrate the diversity of secondary metabolites may still have potential for other pharmacy

  7. METODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION UNTUK PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK METODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION PADA PROSES PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al. Isotop 137Cs salah satu hasil fisi yang dapat digunakan sebagai monitor burn up untuk mempelajari kinerja bahan bakar selama iradiasi dalam reaktor. Untuk menganalisis isotop 137Cs dalam pelat elemen bakar (PEB U3Si2-Al pasca iradiasi diperlukan metode yang valid agar diperoleh data yang akurat. Beberapa metode dapat digunakan untuk pemisahan 137Cs dalam PEB U3Si2-Al, antara lain adalah metode pengendapan dalam bentuk garam CsClO4 sesuai dengan ASTM E 320-79 dan metode penukar kation menggunakan zeolit Lampung. Proses pengendapan dilakukan dengan menggunakan serbuk CsNO3 sebagai senyawa pembawa (carier dan pereaksi HClO4, sedangkan proses penukar kation dilakukan dengan penambahan zeolit Lampung. Tujuan penelitian adalah mendapatkan metode valid untuk pemisahan 137Cs dalam PEB U3Si2-Al pasca iradiasi, khususnya aspek pengaruh berat serbuk CsNO3 dan berat zeolit Lampung yang ditambahkan. Proses pengendapan isotop 137Cs dilakukan dengan memipet larutan PEB U3Si2-Al sebanyak 150 µL kemudian ditambahkan serbuk CsNO3 dengan variasi berat 500; 625; 700 ; dan 1000 mg serta 4 mL HClO4 dalam pengangas es selama 1 jam. Hasil proses pengendapan diperoleh endapan 137CsClO4yang terpisah dengan supernatan sebagai fasa cair.Sementara itu, proses penukar kation dilakukan dengan menambahkan zeolit Lampung variasi berat 700; 900; 1000 ; dan 1200 mg dengan pengadukan selama 1 jam. Hasil proses penukar kation diperoleh padatan 137Cs-zeolit dalam fasa padat dan isotop lainnya dalam fasa cair. Endapan 137CsClO4 dan padatan137Cs-zeolit serta supernatan diukur kandungan 137Cs menggunakan spektrometer-g. Hasil analisis menunjukkan bahwa berat CsNO3 yang paling banyak mengikat 137Cs terjadi pada penambahan CsNO3 seberat 700 mg yaitu sebesar 0,0472 µg, sedangkan penambahan zeolit Lampung yang optimal diperoleh pada berat 1000 mg hingga 1200 mg dengan kandungan isotop

  8. ANALISIS SIFAT FISIKOKIMIA GELATIN YANG DIEKSTRAK DARI KULIT AYAM DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM LAKTAT DAN LAMA EKSTRAKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Prihatiningsih

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi asam laktat dan lama ekstraksi gelatin dari kulit ayam yang terbaik berdasarkan sifat fisikokimia. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial dengan 2 faktor yaitu variasi konsentrasi asam laktat 1% (L1, 2% (L2, dan 3% (L3 dengan variasi  lama ektraksi 12 jam (T1, 24 jam (T2, dan 48 jam (T3 dengan suhu 45oC pada pH 4-5. Data rendemen, kekuatan gel, nilai pH, kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak dianalisis dengan ANOVA. Perbedaan  data antar perlakuan diuji dengan uji beda nyata terkecil dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum ekstrak gelatin dari kulit ayam adalah konsentrasi asam laktat 3% dan lama ekstraksi 48 jam (L3T3 dengan karakteristik fisikokimia : kekuatan gel (81,20 g bloom, nilai pH (3,54, kadar air (0,23%, kadar abu (0,10%, kadar protein (87,60%, dan kadar lemak (3,81%. Gelatin kulit ayam yang dihasilkan tidak berbeda jauh dengan gelatin komersial hal ini dilihat dari hasil karakteristik fisikokimianya.   Kata kunci: gelatin, kulit ayam, asam laktat, kekuatan gel   ABSTRACT: The aim of this study is to determine the best concentration of lactic acid and  duration of extraction of gelatin extracted from chicken skin based on physicochemical properties. The experiment was designed using an experiment in Randomized Complete Design with two factors which are variation in lactid acid concentration of 1% (L1, 2% (L2, and 3% (L3 and  variation of long extraction of 12 hours (T1, 24 hours (T2, and 48 hours (T3 at 45oC and pH of 4-5. Data of yield, gel strength, pH, water content, ash content, protein content, and lipid content were analyzed with Analysis of Varians. A Least Significant Difference (LSD test was conducted to find out the difference among the treatment and continued by Duncan test. The research results showed that the optimum conditions of extract gelatin from the chicken

  9. Zonasi Potensi Pencemaran Bahan Bakar Minyak terhadap Airtanah Bebas (Studi Kasus SPBU 44.552.10 Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eni Muryani

    2012-06-01

    Full Text Available Kasus kebocoran tangki penyimpan bawah tanah ataupun pipa saluran Bahan Bakar Minyak (BBM kerap terjadi dan menyebabkan pencemaran airtanah bebas. Salah satu kasus terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak untuk Umum (SPBU 44.552.10 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk membuat zonasi potensi pencemaran BBM terhadap airtanah bebas di lingkungan sekitar SPBU 44.552.10. Metode yang digunakan adalah metode LeGrand yang spesifik untuk kasus pencemaran airtanah bersumber dari 1 titik. Pertama, dilakukan pengukuran kedalaman muka airtanah pada sejumlah sumur warga untuk mendapatkan gambaran arah aliran airtanah. Kedua, dilakukan penilaian dan skoring terhadap 5 faktor lingkungan fisik, yakni: kedalaman muka airtanah, daya serap di atas muka airtanah, permeabilitas akifer, kemiringan muka airtanah, dan jarak horisontal. Zonasi potensi pencemaran airtanah diperkirakan berdasarkan skor total dari lima faktor tersebut di tiap titik sampling dan arah aliran airtanah. Hasil penelitian menunjukkan sumur yang terletak 0-2 km di bagian selatan dan barat daya SPBU 44.552.10 berpotensi mengalami pencemaran BBM. Potensi terbesar berada pada radius 45 m.

  10. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS EKSPOSISI BERMUATAN CINTA LINGKUNGAN DENGAN STRATEGI PEMODELAN UNTUK SISWA KELAS VII SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fendy Yogha Pratama

    2016-03-01

    Full Text Available This research and development aims to produce instructional materials for exposition text writing which can improve students writing skill and environmental awareness. Research and development models used is the development model Four-D model (4D from Thiagarajan, Dorothy, and Melvyn. 4D model consists of four stages, define, design, development and disemination. 4D models have been selected and systematic measures that are specifically designed to develop a teaching device. Results of readibility test, validation test, and testing of the product showed that the exposition text instuctional material can be implemented. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar bermuatan cinta lingkungan untuk siswa SMP kelas VII yang layak dari segi isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan. Model penelitian dan pengembangan dalam tulisan ini mengadaptasi Four-D Model milik Thiagarajan, Semmel, & Semmel (1974. Sesuai namanya, Four-D Model memiliki empat tahap, yaitu Define (penetapan, Design (Perancangan, Develop (Pengembangan, dan Disseminate (penyebarluasan. Model ini dipilih karena memiliki langkah-langkah dan yang dirancang khusus untuk mengembangkan perangkat pembelajaran. Berdasarkan hasil uji keterbacaan, uji validasi, dan uji coba, bahan ajar ini layak untuk diimplementasikan.

  11. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS COOPERATIVE LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK SISWA SMK SE-KOTA MALANG PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK OTOTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isa Muhammad Said

    2016-02-01

    Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar serta produk pendukung bahan ajar berbentuk groupsheet, photoviewer, dan skenario pembelajaran untuk mendukung pembelajaran kooperatif berbasis pendekatan saintifik juga meneliti bagaimana pengaruhnya dalam proses pembelajaran di SMK pada program keahlian teknik ototronik se-kota Malang. Penelitian ini menggunakan tahap-tahap penelitian R&D Borg & Gall untuk membuat produk, sedangkan untuk meneliti pengaruhnya peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Sampel yang digunakan adalah 66 siswa kelas XI, yang terdiri atas 37 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 29 siswa sebagai kelompok kontrol. Tahap validasi produk dilaksanakan oleh 7 orang dosen Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, 2 orang guru SMKN 6 Malang dan SMKN 10 Malang serta 25 orang siswa SMKN 6 dan SMKN 10 Malang. Pengujian produk dilakukan oleh beberapa ahli yang terdiri atas ahli isi materi, ahli perancangan pembelajaran, ahli media pembelajaran, dan uji coba kelompok kecil. Berdasarkan pengujian produk diperoleh data dari ahli-ahli tersebut bahwa produk pembelajaran yang dikembangkan berada pada level valid dan layak digunakan sebagai produk pembelajaran, sedangkan dalam pengujian pengaruh penggunaan produk dalam pembelajaran oleh siswa diperoleh data bahwa produk yang dikembangkan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar dan efektif untuk digunakan.

  12. BAHAN AJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DALAM BENTUK MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK SISWA KELAS VII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fahmi Arif Ashfahany

    2017-02-01

    Full Text Available Learning resources basically a teaching materials used in teaching and learning process which aims to facilitate the objectives and the learning process. Interactive multimedia a learning materials utilizing advances in technology and used to deliver the message to learn the form of knowledge, skills and attitudes that can stimulate thought patterns, concerns, wishes and feelings of students in the learning process so as intentional learning can occur, control, and aims and can affect learning outcomes. Research steps that can be used in the development of multimedia ie using multimedia development model by Lee & Owen are where there are 5 steps analysis, design, development, implementation, and evaluation. Steps those actions will be concluded decent media developed unused. Sumber belajar pada dasarnya sebuah bahan ajar yang digunakan pada proses belajar dan pembelajaran yang bertujuan untuk mempermudah tujuan dan proses pembelajaran berlangsung. Multimedia interaktif suatu bahan pembelajaran yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan digunakan untuk menyalurkan pesan belajar berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat merangsang pola pikr pikir, perhatian, kemauan dan perasaan peserta didik pada proses belajar sehingga secara disengaja proses belajar dapt terjadi, terkendali, dan bertujuan serta dapt memengaruhi hasil belajar. Langkah-langkah penelitian yang dapat digunakan pada pengembangan multimedia yaitu menggunakan model pengembangan multimedia oleh Lee & Owen yang mana terdapat 5 langkah, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Langkah-langkah tersebut nantinya dapat menyimpulkan media yang dikembangkan layak tidak digunakan.

  13. IDENTIFIKASI NILAI HAMBAT JENIS ARANG KAYU, ARANG KULIT MANGGA, DAN ARANG KULIT PISANG: BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI RESISTOR FILM KARBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Kusumawati

    2014-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai hambat jenis pada arang kayu, arang kulit mangga, dan arang kulit pisang sebagai bahan alternatif pengganti resistor film karbon. Pada penelitian ini dilakukan penumbukkan arang kayu, arang kulit mangga, dan kulit pisang sehingga dihasilkan bubuk arang yang halus melalui proses penyaringan. Setelah itu dilakukan pemampatan arang kayu dalam pipet/sedotan plastik dengan luas permukaan (A = 4,08 x 10-4 cm. Kemudian hambatan diukur menggunakan multimeter dan dilakukan perhitungan hambat jenis arang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang kayu (0,73 x 106 m memiliki nilai hambat yang tinggi sehingga hambat jenisnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan arang kulit mangga (0,28 x 106  m dan arang kulit pisang (0,24 x 106 m. Hal ini dikarenakan terjadi proses karbonisasi sempurna dalam pembuatan arang kayu. Oleh karena nilai hambatan yang dapat terbaca pada multimeter hanya menggunakan batas skala yang besar (Mega Ohm, maka arang kulit kayu, arang kulit mangga, dan arang kulit pisang hanya dapat dijadikan sebagai bahan alternatif pengganti resistor film karbon dengan ukuran nilai hambatan besar.

  14. PENGARUH SIFAT FISIK TANAH PADA KONDUKTIVITAS HIDROLIK JENUH DI 5 PENGGUNAAN LAHAN (STUDI KASUS DI KELURAHAN SUMBERSARI MALANG Effect of Soil Physical Properties on Saturated Hydraulic Conductivity in The 5 Land Use (A Case Study in Sumbersari Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elsa Rosyidah

    2013-11-01

    physical properties, SHC, water movement in soil, infiltration   ABSTRAK Pergerakan air dalam tanah jenuh akan mempengaruhi limpasan dan infiltrasi pada suatu daerah, sedangkan proses pergerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik tanah. Perubahan penggunaan lahan sangat mempengaruhi sifat-sifat fisik tanah. Perubahan penggunaan lahan dan perbedaan sifatsifat dasar tanah yang meliputi alih fungsi lahan yang semula ada vegetasi menjadi lahan yang tak ada atau minim vegetasi mengakibatkan laju infiltrasi dan perkolasi pada tanah menjadi berubah dan memungkinkan terjadinya proses infiltrasi yang cukup besar, menyebabkan semakin berkurangnya daerah resapan air hujan secara langsung dan penurunan ketersediaan air tanah. Pengukuran pergerakan air dalam tanah kondisi jenuh atau Konduktivitas Hidrolik Jenuh tanah (KHJ sangat penting karena KHJ berperan dalam penentuan limpasan air, infiltrasi, dan perkolasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai konduktivitas hidrolik jenuh tanah di berbagai penggunaan lahan dengan menggunakan metode constant head dan sifat fisik tanah meliputi tekstur tanah, berat isi, berat jenis, dan porositas di 5 penggunaan lahan pada 3 kedalaman tanah yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di area Kelurahan Sumbersari pada bulan Desember 2008 hingga bulan Oktober 2009. Penelitian pengaruh sifat fisik tanah terhadap KHJ dengan menggunakan metode constant head pada 5 penggunaan lahan yaitu pemukiman penduduk (T1, lapangan (T2, kebun tomat (T3, semak belukar (T4, sawah irigasi (T5 pada 3 kedalaman yang berbeda yaitu 0-15 cm (K1, 15-30 cm (K2, dan 30-45 cm (K3. Sifat fisik tanah yang dianalisis antara lain tekstur tanah, berat isi, berat jenis, porositas, dan kadar air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KHJ tertinggi pada seluruh titik lokasi adalah lokasi sawah irigasi dengan kedalaman 30-45 cm. Faktor utama yang mempengaruhi nilai KHJ adalah nilai berat isi. Sifat-sifat fisik tanah yang mempengaruhi nilai KHJ

  15. PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS IMTAQ DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Makhin

    2014-06-01

    Full Text Available Pendidikan merupakan salah satu sumber dasar peradaban umat manusia, karakter yang dibentuk melalui pendidikan akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahan ajar berbasis Imtaq diharapakan siswa tidak hanya baik secara IQ (Intelligence Quotient akan tetapi baik juga dari segi EQ (Emotional Quetiont dan SQ (Spiritual Quotien. Metode penelitian yang digunakan Research and Development dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA. peningkatan N-gain kelas eksperimen 0,32 dengan kriteria sedang dan kelas kontrol peningkatan N-gain 0,23 dengan kriteria rendah. Aktivitas siswa dalam penggunaan bahan ajar berbasis imtaq yang mendukung (On task 87,36 %; yang tidak mendukung (Off task   12,66 %. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan hasil Sig (2-tailed 0.040 pada uji independent sample t test. Respon siswa terhadap penggunaan bahan ajar berbasis imtaq rata-rata prosentase 82 %; sehingga sikap siswa dapat dikatakan sangat baik (sangat kuat.Kata Kunci : Bahan Ajar Modul, Imtaq, Hasil Belajar

  16. Bioaktivitas Senyawa Asam Heksadekanoat dan ??-sitosterol Isolat dariHydroid Aglaophenia cupressina Lamoureoux sebagai BahanAntimikroba pada bakteri Staphilococcus aureus dan jamur Aspergillus flavus

    OpenAIRE

    Yohannes, Eva

    2014-01-01

    Saat ini sangat diperlukan sumber antibiotik baru yang lebih efektif untuk mengatasi Multi Drug Resistant (MDR), pada pengobatan penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktivitas senyawa asam heksadekanoat dan ??-sitosterol hasil isolat dari hydroid Aglaophenia cupressina Lamoureoux dalam menghambat atau mematikan bakteri Staphyloccocus aureus dan jamur Aspergillus flavus yang sering mencemari bahan pangan. Metode yang digunak...

  17. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brillyano Agni Pradipta

    2013-09-01

    Full Text Available Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi Pulse Width Modulation (PWM sebagai alat pengontrol generator HHO dengan duty cycle 25%, 50%, dan 75%. Penggabungan bahan bakar dilakukan secara difusi menggunakan ejector. Hasil yang didapatkan bahwa efisiensi unjuk kerja generator HHO tertinggi pada duty cycle 25%, yaitu sebesar 54,32% dan efisiensi terendah pada generator HHO tanpa PWM, yaitu sebesar 13,2%. Temperatur api yang dihasilkan gabungan kerosin dan gas HHO lebih panas dari pembakaran kerosin saja. Gabungan daya bahan bakar yang dihasilkan gas HHO sebesar 16,5W dan daya yang dikeluarkan kerosin murni sebesar 25,77kW, menaikkan temperatur api lebih dari 100oC dari temperatur api hasil pembakaran kerosin murni .

  18. EKSTRAKSI TANNIN SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI DARI TANAMAN PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA MENGGUNAKAN PELARUT ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjukup Marnoto

    2012-05-01

    Full Text Available EXTRACTION OF TANNINS AS NATURAL DYES FROM PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA PLANT USING VARIOUS ORGANIC SOLVENTS. Public awareness on using natural dyes has encouraged the extraction of tannins from putrimalu. Extraction was performed continuously using a Soxhlet apparatus. The parameter studied was the influence of solvent polarity on the amount of tannin and mass transfer coefficient. Tannin was extracted from ten grams of dried putrimalu plants using polar solvents (ethanol, acetone and methanol and a non-polar solvent (n-hexane. Extraction is considered complete when the concentration of tannins in the liquid is no longer changing with time. Liquid samples were withdrawn every 20 minutes interval for tannin analyses using Thin Layer Chromatography (TLC. The results showed that the maximum concentration of tannins in the extract (g/mL when extraction were performed using n-hexane was 0.0031, acetone (0.016, methanol (0.0274 and ethanol (0.044. From extract yield and mass transfer coefficient point of views, it can be concluded that the best solvent is ethanol. The relationship between tannin concentration in the ethanol 96% solvent and the time was expressed in term of mathematical equations             CAL=1.046(1-e-0.0213t with error was 3.6%. Where CAL is the concentration of tannins in the solvent (g/ml and t is the extraction time (minutes.  Kesadaran masyarakat untuk kembali menggunakan bahan pewarna alami mendorong dilakukannya ekstraksi tannin dari putrimalu. Ekstraksi dilakukan secara kontinyu menggunakan alat Soxhlet. Parameter yang dipelajari adalah pengaruh polaritas pelarut terhadap ekstrak tannin dan koefisien transfer massa. Tannin diekstrak dari sepuluh gram tanaman putrimalu kering menggunakan pelarut polar (etanol, aseton dan metanol dan pelarut non-polar n-heksana. Ekstraksi dianggap selesai jika konsentrasi tannin di dalam pelarut sudah tidak berubah. Tannin di dalam contoh cairan yang diambil setiap selang waktu 20

  19. Status padang lamun di Pulau Talago, Madura dan potensinya sebagai bahan baku bioaktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukandar Sukandar

    2017-08-01

    Full Text Available The aims of the study were to evaluate the status of the seagrass beds in Talango Island in relation to diversity, density, and percentage area of seagrass; and to analyze the potential of seagrass as bioactive compounds by calculating the crude extract, which is produced. Data were collected in August 2016 using the transect quadrat method, perpendicular to the shoreline, on the north side of Talango Island. Extraction of seagrass leaves was carried from November to December 2016 at Exploration Fisheries Resources Laboratory FPIK UB, using polar, semi-polar and non-polar solvents. The results showed that the water quality on Talango Island is in good condition with water temperatures of  30.70C,  average salinity 310 ppt , dissolved oxygen of 8 mg /L and pH 7. There were four species of seagrass found on Talango Island, namely Enhalus acoroides, Cymodocea serulata, Halophila ovalis, and Halodule pinifolia. Where H. pinifolia has has the highest density, while Enhalus acoroides has the highest covering area. Seagrass leaf that used in this study is E. acoroides, and produces raw extract about 0.8% non-polar compounds, 1.73% of polar compounds, and 0.13% semi-polar compounds. This raw extract shows that seagrass leaf has potential as bioactive compound. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status padang lamun di Pulau Talango, meliputi keragaman jenis, kerapatan jenis, penutupan jenis padang lamun dan  menganalisis potensi pemanfaatannya sebagai bahan baku bioaktif, dengan menghitung rendemen ekstrak kasar yang dihasilkan.Pengambilan data dilakukan pada Bulan Agustus 2016, dengan menggunakan metode transek kuadrat yang ditarik tegak lurus terhadap garis pantai, di sisi utara Pulau Talango.Ekstraksi daun lamun dilakukan pada Bulan November – Desember 2016 di Laboratorium Eksplorasi Sumberdaya Perikanan FPIK UB, dengan menggunakan pelarut polar, semi polar, dan non polar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan di Pulau Talango berada

  20. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  1. PEMANFAATAN LIMBAH CAIR GARAM BAHAN BAKU 30˚ Be UNTUK PENGASINAN IKAN GABUS RENDAH NACl DAN MENGANDUNG Mg

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nilawati Nilawati

    2014-12-01

    Full Text Available Pengasinan merupakan metode pengawetan yang sudah lama dengan menggunakan garam krosok namun pengasinan dengan  limbah cair garam 30˚ Be belum banyak dilakukan. Keuntungan dengan metode ini akan menghasilkan produk ikan asin yang rendah NaCl dan tinggi kandungan Mg. Penelitian ini menggunakan 1 variabel yaitu konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be  yaitu B0 (0 persen- kontrol, B10 (10 persen. B20 (20 persen, B30 (30 persen,  B40(40 persen, B50 (50 persen  dan kontrol  B100 (100 persen  serta kontrol pembanding penggaraman kering dengan garam bahan baku G100 (100 persen atau dikenal garam krosok. Hasil penelitian diperoleh kandungan NaCl murni pada pemakaian larutan 30˚ Be sebanyak 10 persen  sebesar 6,952 persen. Dan pada konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be dengan konsentrasi   50 persen diperoleh kndungan NaCl murni sebesar 15,478 persen, namun untuk kontrol yang menggunakan garam krosok maka NaCl nya paling tinggi, sedangkan kontrol dengan 100 persen larutan 30˚ Be kandungan NaCl murninya sampai 25,134 persen, yang menggunakan garam bahan baku  kandungan NaCl sebesar 43,864 persen.  Perlakuan yang terbaik diperoleh pada pemakaian larutan garam 30˚ Be pada konsentrasi 40 persen. Kandungan Magnesium pada     penelitian ini berkisar antara 0,387 Sampai  3,444  persen.  Perlakuan mulai konsentrasi 30 persen keatas   penampakan ikan asin putih kecoklatan , empuk, bersih, namun kalau dibawah 30 persen penampakannya kecoklatan muda, daging liat agak keras namun NaCl nya rendah

  2. Analisis Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Melalui Bahan Ajar Multimedia Interaktif Alat Ukur dan Pengukuran dengan Pendekatan Behavioristik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ino Angga Putra

    2017-10-01

    Full Text Available Abstract The development of science and technology today is spreading rapidly in the field of education, especially in the development of learning media. The application of learning media using behavioristic approach that tends to optimize the stimulus and learners' response in process (science process skill. The purpose of this research is a to describe the application of interactive multimedia teaching materials to the students 'science process skills and b to know the impact of interactive multimedia materials on the students' learning process skill. The type of this research is Pre-Experimental Research by using one-shot case study design. Implementation of research product in field can develop skill of science process learners based on result of T test 2,229 significance of 0.056. It is expected that further research to determine the positive response of learners. Abstrak Perkembangan IPTEKS dewasa ini menyebar secara cepat dibidang pendidikan khususnya dalam pengembangan media pembelajaran. Penerapan media pembelajaran tersebut menggunakan pendekatan behavioristik yang cenderung mengoptimalkan stimulus dan respon peserta didik dalam proses (keterampilan proses sains. Tujuan penelitian ini yaitu a untuk mendeskripsikan penerapan bahan ajar multimedia interaktif terhadap keterampilan proses sains peserta didik dan b untuk mengetahui dampak bahan ajar multimedia interaktif terhadap keterampilan proses sains peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Pre-Eksperimen dengan menggunakan desain one shot case study. Implementasi produk penelitian dilapangan dapat mengembangkan keterampilan proses sains peserta didik berdasarkan hasil Uji T sebesar 2.229 signifikansi 0.056 . Diharapkan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui respon positif peserta didik.

  3. ANALSIS KANDUNGAN CESIUM DAN URANIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2/Al PASCA IRADIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Boybul Boybul

    2017-08-01

    Full Text Available ANALSIS KANDUNGAN CESIUM DAN URANIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2/Al PASCA IRADIASI. Telah dilakukan pemisahan hasil fisi isotop 137Cs dan 235U dengan tujuan untuk mengetahui kandungan isotop 137Cs maupun 235U dalam PEB U3Si2/Al dengan densitas uranium 2,96 gU/cm3 pasca iradiasi. Langkah awal yang dilakukan untuk menentukan kandungan isotop 137Cs dan 235U adalah pemotongan PEB U3Si2/Al. Posisi pemotongan dilakukan pada bagian atas, tengah dan bawah dengan berat masing masing 0,095 g; 0,1103 g dan 0,1441g. Potongan PEB U3Si2/Al dilarutkan dalam 25 mL HNO3 6N dan HCl 6N sehingga diperoleh larutan PEB U3Si2/Al. Pemisahan 137Cs dilakukan dengan metode penukar kation dan metode pengendapan. Pemisahan 137Cs menggunakan metode penukar kation dilakukan dengan memipet 150 µL larutan PEB U3Si2/Al pasca iradiasi kemudian ditambahkan zeolit Lampung 1000 mg. Sementara itu, pemisahaan dengan metode pengendapan dilakukan dengan menambahkan serbuk CsNO3 sebagai carrier seberat 700 mg dan HClO4. Isotop 137Cs terikat dengan zeolit berada pada fasa padat dalam bentuk 137Cs-zeolit dan isotop U berada pada fasa cair atau supernatan. Proses pengendapan dilakukan di dalam ice batch dengan temperatur - 4oC hingga terbentuk endapan 137CsClO4. Besarnya kandungan isotop 137Cs dalam padatan 137Cs-zeolit maupun endapan 137CsClO4 diukur dengan menggunakan spektrometer-g. Pemisahan 235U dalam supernatan dilakukan dengan metode kolom penukar anion menggunakan resin Dowex 1x5-NO3. Supernatan sebanyak 500 µL dari masing-masing potongan bagian atas, tengah dan bawah sebagai umpan dimasukkan  ke dalam kolom dan ditambahkan resin Dowex 1x8-NO3 seberat1,2 g. Efluen U dielusi dengan HNO3 8N dan efluen Pu dielusi dengan HCl 0,1N+HF0,036N. Efluen U yang keluar dari kolom dikenakan proses elektrodeposisi untuk selanjutnya diukur kandungan 235U dengan spektrometer-α. Kandungan 137Cs menggunakan metode penukar kation diperoleh sebesar 401,0335 µg/gPEB; 451,1094 µg/gPEB dan 343,9651 µg

  4. PROTOTIPE PEMESANAN BAHAN PUSTAKA MELALUI WEB MENGGUNAKAN ACTIVE SERVER PAGE (ASP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoni Haryadi Setiabudi

    2002-01-01

    . Salah satunya adalah Active Server Pages (ASP yang digabungkan sistem database untuk meyimpan data. Komponen penunjang lainnya adalah interface antara aplikasi dengan database yaitu ActiveX Data Objects (ADO. ASP memiliki keunggulan dalam metode scriptingnya dan mudah dalam berhubungan dengan database. Prototipe yang dibuat ini terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian untuk administrator dan bagian untuk user. Prototipe yang dibuat ini ini mampu menghasilkan fasilitas pengeditan data, pencarian data, dan melihat informasi pesanan secara online. Untuk pencarian dan pemesanan artikel maka user dapat langsung melakukan proses download. Karena sistem E-commerce di Indonesia baru saja berkembang maka perlu diperhatikan juga mengenai metode pembayaran dimana tidak setiap orang mempunyai kartu kredit. Maka dalam prototipe ini terdapat juga suatu form untuk user yang tidak mempunyai kartu kredit. Begitu user telah melakukan pembayaran maka user bersangkutan bisa melakukan transaksi secara online. Disini dipakai juga keunggulan ASP yaitu "session" dimana data - data dalam proses yang terjadi tidak akan hilang selama user masih berada dalam session tersebut. Ini digunakan dalam proses user area dan admin area dimana user dan admin dapat melakukan berbagai macam proses. Kata kunci: e-commerce, bahan pustaka, world wide web, Active Server Page, ActiveX Data Objects.

  5. Teori Kepemimpinan Sifat

    OpenAIRE

    Merry Marianti, Maria

    2009-01-01

    Leadership is the ability to influence a group toward the achievement of a vision or a set of goals. There are three groups of Leadership theories: trait theories, behavioral theories, and contingency theories. Trait theories of leadership differentiate leaders from non-leaders by focusing on personal qualities and characteristics. This paper focuses on trait theories of leadership. This theory is based on characteristics of many leaders - both successful and unsuccessful - and is used to pr...

  6. PENGARUH GRID PEJARAK DAN NOZZLE TERHADAP PARAMETER TERMOHIDROLIKA PERANGKAT BAHAN BAKAR REAKTOR AP1000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Darwis Isnaini

    2015-03-01

    Full Text Available Grid pejarak berfungsi secara mekanik untuk menambah kekuatan perangkat bahan bakar nuklir (BBN dari getaran yang ditimbulkan oleh aliran pendingin yang mengalir melalui celah subkanal di dalam perangkat BBN. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisis termohidrolika reaktor AP1000 pada kondisi tunak untuk mengetahui pengaruh dipasangnya grid pejarak pada perangkat BBN. Metodologi yang dilakukan melakukan perhitungan penurunan tekanan teras, fluks massa dan koefisien hantaran kalor pada perangkat BBN tanpa grid pejarak dan variasi jumlah grid. Pada analisis subkanal terpanas (SKP ditekankan pada perbandingan termohidrolika reaktor AP1000 pada kondisi tunak antara SKP tanpa grid pejarak dan SKP dengan 8/2 grid-nozzle, dengan menggunakan kode COBRA-EN. Dibandingkan SKP tanpa grid pejarak, maka pemasangan 8/2 grid-nozzle menyebabkan penurunan tekanan teras meningkat 3,74 kali lipat dari 73,99 kPa menjadi 276,88 kPa, fluks massa pendingin dan koefisien hantaran kalor berfluktuasi pada daerah sekitar grid pejarak, menghasilkan proses pengambilan panas oleh pendingin menjadi lebih efektif. Penurunan tekanan yang semakin besar juga akan berakibat pada nilai fluks kalor kritis (CHF bertambah besar. Karena daya reaktor tidak berubah, maka fluks kalor cenderung berubah kecuali pada daerah grid, oleh sebab itu nilai DNBR menjadi bertambah besar yang berarti marjin keselamatannya juga bertambah besar. Perhitungan untuk SKP dengan 8/2 grid-nozzle dibandingkan dengan desain diperoleh hasil penurunan tekanan teras sebesar 276,88 kPa (perbedaan 0,68%, temperatur outlet pendingin sebesar 325,54oC (perbedaan 0,21%, fluks kalor maksimum sebesar 1635,16 kW/m2 (perbedaan 0,03% dan MDNBR sebesar 2,48 (lebih besar 14,06% dari batas minimum korelasi W-3. Penambahan 8/2 grid-nozzle memberikan angka keselamatan yang lebih tinggi. Kata kunci: Pengaruh grid pejarak dan nozzle, analisis termohidrolika, AP1000, COBRA-EN.   One of the spacer grids function was to increase the

  7. Pengaruh Penggunaan Senyawa Pengomplek dan Bahan Tambahan Terhadap Mutu Tinta Pemilu dari Ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Muchtar

    2014-12-01

    Full Text Available Election ink is applied to the forefinger of voters during election in order to prevent electoral frauds such as double voting. The current election inks contain silver nitrate solutions to make it more durable which stains the skin on exposure to ultraviolet light, leaving a mark that is impossible to wash off and is only removed as external skin cells are replaced. But the silver nitrate solution may damage the human skins and is poisonous to the environment. This research was carried out to investigate the use of gambir extracts for election inks as environment-friendly raw materials. The aim of this study was to obtain the optimal ink from gambir extrac which technically could meet quality requirements of the election ink. In this study, gambir was extracted through the following refinement process; heating in boiling water, stirring, cooling, filtering, molding, and drying. The cube black then was dissolved in technical ethanol, added one of the complexing compounds FeSO4 and FeNO3 depending on the formula used. The best ink composition was 70% gambier extract in ethanol, 22% of FeSO4 saturated solution in ethanol, 5% of turmeric extract, and 3% of crystal violet solution 4%. This ink was more homogenous with violet color at pH 3.86 which gave rub resistant to water and soap. The ink stains could stay on finger skin for 3 days. Analytical results showed that the ink did not contain Pb, Cd, and Hg while Cu 65.04 ppm and fulfill the requirement of general election commitee number 16/2013.ABSTRAK Tinta pemilu  digunakan untuk identifikasi pada jari tangan pada waktu pemilihan umum atau kegiatan sejenis lainnya guna mencegah terjadinya kecurangan. Pada tinta pemilu saat ini digunakan bahan perak nitrat agar lebih tahan lama, namun penggunaan perak nitrat dapat merusak kulit dan bersifat racun. Untuk itu telah dilakukan penelitian pengaruh jenis bahan senyawa pengomplek dan bahan tambahan terhadap mutu tinta pemilu dari ekstrak gambir

  8. PEMANFAATAN KULIT KACANG DAN BULU AYAM SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PEMBUATAN KERTAS MELALUI CHEMICAL PULPING DENGAN MENGGUNAKAN NaOH DAN CaO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aminah Asngad

    2016-03-01

    Full Text Available Kertas pada umum merupakan bahan yang tipis dan rata yang biasanya terbuat dari kayu dengan kadar serat selulosa 39%. Maka dapat diprediksikan bahwa akan terjadi eksploitasi hutan secara besar-besaran yang dapat mengakibatkan terganggunya kestabilan lingkungan sehingga perlu mendapat perhatian khusus dan mencari alternatif dengan bahan lain. Bahan alternatif yang dapat digunakan antara lain jerami, ampas tebu, merang ,pelepah pohon pisang, kulit kacang dan bulu ayam dan kulit kacang. Pada pembuatan kertas,  penambahan larutan NaOH atau CaO, berfungsi untuk melarutkan lignin saat proses pembuburan (pulping sehingga mempercepat proses pemisahan dan pemutusan serat. Penelitian ini bertujuan 1. Untuk mengetahui ketahanan tarik dan ketahanan sobek kertas dari kulit kacang dengan penambahan bulu ayam melalui Chemical Pulping (proses Kimia  dengan menggunakan  NaOH dan CaO yang berbeda.2. Untuk mengetahui uji sensoris kertas dari kulit kacang dengan penambahan bulu ayam melalui Chemical Pulping (proses Kimia  dengan menggunakan  NaOH dan CaO.Penelitian dilakukan di Lab. Biokimia Prodi. Pend.  Biologi UMS dan lab. UGM. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL pola faktorial dengan 2 faktor. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Parameter yang di ukur: Uji Ketahanan Tarik dan Uji Ketahanan Sobekdengan menggunakan Micrometer dan  program Universal Testing Machine serta Pengujian Sensoris menggunakan panelis sebanyak 20 orang. ketahanan tarik paling tinggi pada perlakuan J1A1 (Bahan kimia  NaOH 15% dan    Bulu ayam 50% : Kulit Kacang 50%dengan rata-rata ketahanan   2.3531 N, diikuti dengan J1A2 (2.2732 N, J2A1 (2.1591 N, J2A2 (1.0875 N, J1A3 (0.9657 N, J2A3 (0.7433 N. ketahanan sobek paling tinggi pada perlakuan J1A1 (Bahan kimia  NaOH 15% dan    Bulu ayam 50% : Kulit Kacang 50%dengan rata-rata ketahanan   9.2773 N, diikuti dengan J1A2 (6.9535 N, J1A3 (3.9324N, J

  9. KARAKTERISASI SIFAT FISIS MEMBRAN POLIMER MATRIK KOMPOSIT(PMC DARI KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA UNTUK ADSORBSI LOGAM BERAT PADA MINYAK GORENG BEKAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Nurmayanti

    2014-05-01

    Full Text Available Minyak goreng yang sudah berulangkali dipanaskan akan berwarna hitam dan mengandung logam-logam berat. Untuk meremajakannya diperlukan teknologi alternatif yang mampu mereduksi logam berat pada minyak goreng bekas. Salah satunya adalah membran PMC yang digunakansebagai filter. Membran di uji sifat fisis (debit aliran, kerapatan, porositas dengan variasi ukuran mesh dan komposisi karbon aktif tempurung kelapa. Matrik berasal dari campuran 0.3 gr PEG, 5 ml PVA, dan 5 ml Aquades. Filler berupa serbuk karbon aktif berasal dari limbah tempurung kelapa. Membran di buat dengan variasi ukuran mesh 60, 100, 120 mesh dan komposisi 1, 3, dan 5 gr. Karbon aktif diperoleh dari tempurung kelapa dengan teknik pemanasan pada temperatur 500o C dan aktifasi kimia dengan larutan H3PO4 5 M. Hasil terbaik ditunjukkan pada membran dengan penambahan karbon aktif  5 gram 120 mesh yang memiliki efektifitas penyaringan paling baik dan adsorbsi logam berat paling maksimal. Debit aliran semakin meningkat dengan nilai 0.0333 (ml/menit dan kerapatan membran semakin kecil 0.95534 (gr/cm dengan porositas 0.39 %. Hasil AAS menunjukan logam Cu mengalami penurunan kadar logam sebesar 0.0819 mg/L dan logam Fe 0.0285 mg/L. Membran ini merupakan membran mikrofiltrasi dengan rata-rata pori-pori 160.4 nm yang mampu mereduksi partikel dan bakteri dengan ukuran 400 nm hingga 2 µm

  10. AKUMULASI LISTRIK STATIS PADA GELAS PLASTIK PRODUKSI MESIN INJECTION MOLDING: PENGARUH KELEMBABAN UDARA, TEMPERATUR, DAN BAHAN ADITIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratnawati Ratnawati

    2014-12-01

    Full Text Available Akumulasi listrik statis pada gelas polipropilena hasil produksi mesin injection molding dapat menyebabkan gelas memiliki gaya elektrostatik dan tidak dapat turun secara gravitasi. Masalah ini menghambat aplikasi gelas pada mesin pengisian air minum dalam kemasan (AMDK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelembaban udara, temperatur, dan penambahan bahan aditif TiO2 terhadap potensial listrik permukaan gelas polipropilena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensial listrik permukaan dipengaruhi oleh kelembaban udara ruang produksi, temperatur, dan penambahan TiO2. Potensial listrik permukaan semakin kecil dengan naiknya kelembaban udara. Setelah kelembaban mencapai 68% potensial listrik permukaan cenderung konstan. Ditinjau dari beda potensial (DV antara permukaan dua gelas, kelembaban optimum adalah 67-68%, yang ditandai dengan beda potensial yang paling rendah. Beda potensial ≤ 5,2 kV menyebabkan gelas cepat turun, beda potensial 5,2 kV < DV ≤ 6,7 kV menyebabkan gelas turun dengan lambat, dan DV ≥ 6,7 kV menyebabkan gelas sangat lambat turun atau menempel. Potensial listrik turun dengan naiknya temperatur. Potensial listrik statis permukaan hanya sedikit turun akibat penambahan 0,75% berat TiO2. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan gelas dengan potensial listrik permukaan rendah dapat menaikkan kecepatan mesin pengisian AMDK menjadi 220-250 rpm dan 140-160 rpm, masing-masing untuk mesin pengisian gelas 180 ml dan 225 ml.

  11. PENGARUH ORIENTASI OBJEK PADA PROSES 3D PRINTING BAHAN POLYMER PLA DAN ABS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETELITIAN DIMENSI PRODUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sobron Lubis

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh posisi objek dalam pembuatan protipe cepat (rapid prototyping dengan menggunakan 3D printing untuk bahan polymer PLA dan ABS terhadap kekuatan tarik maupun ketelitian dimensi yang dihasilkan. Untuk  mencapai objektif penelitian ini dilakukan percobaan dengan membuat prototype spesimen ujitarik berdasarkan ASTM dengan menggunakan 3D printer. Produk yang dihasilkan dilakukan pengukuran dimensi untuk melihat akurasi peroduk melalui perubahan dua posisi variasi orientasi objek yakni secara vertikal dan horizontal. Setelah proses pengukuran dimensi, dilakukan pengujian tarik spesimen dengan menggunakan alat uji tarik. Dari eksperimen yang dilakukan diketahui bahwa posisi orientasi dan besar layer pada proses printing memberi efek terhadap kualitas permukaan, efisiensi waktu dan kekuatan dari benda. Produk material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal memiliki kualitas dimensi yang paling baik. Jumlah kesalahan akurasi material ini tidak melebihi 1 mm pada setiap layer. Material ABS dengan posisi orientasi objek  vertikal dan tebal layer sebesar 0,10 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik yang terkecil sebesar 8,62 MPa dan material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal dengan dan tebal layer sebesar 0,40 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik terbesar 35,57 MPa

  12. Karakterisasi Proses Gasifikasi Biomassa Tempurung Kelapa Sistem Downdraft Kontinyu dengan Variasi Perbandingan Udara-Bahan Bakar (AFR dan Ukuran Biomassa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lailun Najib

    2012-09-01

    Full Text Available Biomassa tempurung kelapa adalah salah satu bahan baku energi alternatif dengan jumlah melimpah. Pemakaian tempurung kelapa dapat meningkatkan nilai guna material yang sudah menjadi limbah atau produk samping. Penelitian dilakukan dengan menggunakan reaktor gasifikasi downdraft di Research Centre ITS, dimulai dengan melakukan pengujian terhadap propertis tempurung kelapa secara proximate dan ultimate. Kemudian dilanjutkan proses gasifikasi dengan pasokan biomassa secara kontinyu setiap 10 menit sebesar 0,45 kg, 0,48 kg, 0,5 kg dan 0,52 kg selama 120 menit dengan ukuran biomassa (0,8-12,6 cm² dan (12,7-50,3 cm². Penelitian dilakukan dengan 4 variasi kecepatan suplai udara sebesar 3,57 m/s, 4,37 m/s, 5,05 m/s dan 5,64 m/s dengan pengaturan dimmer pada blower. Hasil penelitian didapatkan nilai kalor bawah, komposisi syn-gas dan nyala api terbaik pada AFR 0,88 dan ukuran tempurung kelapa (0,8-12,6 cm². Besarnya nilai kalor bawah adalah 4718,33 kJ/mᶟ, komposisi syn-gas 39,273% dari volume total serta nyala api yang dihasilkan berwarna biru. Sedangkan efisiensi gasifikasi terbaik terjadi pada AFR 1,17 untuk ukuran tempurung kelapa (0,8-12,6 cm²  sebesar 52,030 %.

  13. Produksi Panel Dinding Bangunan Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Industri Minyak dan Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Hakim

    2015-10-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil uji karakteristik fisik terhadap panel dinding dari komposit limbah industry migas berupa activated alumina, sandblasting dan glasswall yang telah dilakukan pada tahun pertama diketahui bahwa kuat lentur tertinggi diperoleh dari sampel B4 yaitu sebesar 67,8 Kg/Cm2 dengan standar DIN 1101 17 Kg/cm2, kuat desak sampel B 2 68,31 N/mm2 dengan standar bata merah 25 N/mm2 dan batako 20 N/mm2 dan tingkat keausan terendah diperoleh dari sampel 37 streap. Dari hasil tersebut diketahui bahwa uji telah memiliki kemampuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar yang berlaku. Maka pada penelitian lanjutan yang akan dilakukan bertujuan untuk mempelajari apakah produk panel dinding ini ramah lingkungan sehingga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode uji toxicity characteristic leaching procedure (TCLP dan LC50 terhadap produk panel dinding terbaik. Uji TCLP yang akan dilakukan yaitu dengan cara mendestruksi dan ekstraksi produk panel dinding dengan menggunakan rotating agitator selama 24 jam kemudian diuji dengan menggunakan AAS untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang terdapat dalam produl panel dinding. Adapun untuk uji LC50 dilakukan dengan menggunakan hewan uji larva udang atau tikus.Berdasarkan hasil uji TCLP dan LC50 diketahui bahwa: a Kadar kandungan logam berat yang terdapat di dalam wall panel setelah dilakukan uji TCLP ternyata berada dibawah baku mutu seperti yang telah ditetapkan dalam PP No.85 Tahun 1999. Jadi ini artinya produk wall panel dalam penelitian ini ramah lingkungan, b pengujian terhadap bahan baku wall panel, Limbah Activated Alumina, Sandblasting dan Glasswoll sebelum di solidifikasi dapat mematikan sebesar 50% hewan uji pada konsentrasi 116.667 ppm dalam waktu 96 jam, dan c hasil uji LC50 terhadap produk wall panel selama 96 jam tidak menunjukkan adanya kematian hewan uji. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produk wall panel dari

  14. Simulasi Penentuan Kebutuhan Daya Pompa Pada Sistem Transpor Bahan Pangan Cair Dengan Menggunakan Parameter Reologi Susu Kental Manis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Ratna

    2013-04-01

    Full Text Available ABSTRAK. Simulasi penentuan kebutuhan pompa energi pada sistem bahan makanan transfer cair dengan menggunakan parameter software hasil krim reologi kental manis. Software ini dapat digunakan untuk menentukan energi pompa yang dibutuhkan oleh sistem transfer krim kental manis sehingga tidak terjadinya produk lompat dan gelembung yang menghancurkan krim kental manis. Sehingga pada saat dipasarkan, produk tidak lagi menarik dan baik untuk dikonsumsi. Sebelum melakukan simulasi dengan program komputer, dibutuhkan data viskositas (kekentalan parameter reologi krim kental manis. Hal ini diperlukan untuk mengetahui pengaruh parameter reologi untuk energi pompa yang diperlukan oleh sistem transfer krim kental manis. Dari simulasi diperoleh gambaran yang baik lebih untuk merancang suatu sistem transfer krim kental manis di salah satu pabrik pengolahan. A Simulation to Determine the Requirement of Pump Power on Transport System for Liquid Food Material using Rheology Parameter of Sweetened Condensed Milk ABSTRACT. A simulation using a software to determine the requirement of pump power on transport system for liquid food material using rheology as parameter for sweetened condensed milk. The software was able to determine the pump energy required by a transfer system of sweetened condensed milk in order to prevent the occurrence of the product jump and the effervescence. The effervescence would destroy the cream of sweetened condensed milk, so at the time of marketing, the product was no longer in good condition to consume. Before conducting simulation using computer program, viscosity data of sweetened condensed milk was required to know the influence parameter of rheology on pump power required by a transport system of sweetened condensed milk. From the simulation, a more good description was obtained to design a transfer system of sweetened condensed milk at one particular factory.

  15. PENAMBAHAN MIKROBA, Aspergillus niger DALAM BUNGKIL KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN UNTUK PEMBESARAN IKAN KERAPU MACAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2008-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh dosis Aspergillus niger dalam bungkil kelapa sawit sebagai bahan pakan pada pembesaran ikan kerapu macan. Ikan uji yang digunakan berukuran bobot rata-rata 23,15±0,23 g; ditebar dalam keramba jaring apung ukuran 1 m x 1 m x 2 m, dengan kepadatan 16 ekor/keramba. Perlakuan yang diuji adalah penambahan Aspergillus niger sebanyak 2, 4, 8, 16 g/kg bungkil kelapa sawit dan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali dan disain adalah rancangan acak lengkap. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan uji dua kali sehari (pagi dan sore secara satiasi selama 20 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 8 g Aspergillus niger/kg bungkil kelapa sawit memberikan pertambahan bobot dan laju spesifik lebih tinggi daripada kontrol (P0,05, namun nilainya nyata lebih tinggi (P0.05 among those of the juveniles fed on the diets with 2, 4, 16 g of A. niger/kg palm oil cake. Although the feed efficiency, protein efficiency ratio and protein retention of juveniles fed on the diet with 8 g A. niger/kg palm oil cake were not significantly different (P>0.05 from those of the juveniles fed on the diets with 2 and 4 g of A. niger/kg palm oil cake, those of juveniles the fed diet with 8 g of A. niger/kg palm oil cake were significantly higher (P<0.05 than those of the juveniles fed the diet with 16 g A. niger/kg palm oil cake. The best of growth rate of tiger grouper juveniles occurred at the dosage of 7.8—8.2 g A. niger/kg palm oil cake.

  16. PENGARUH KONSENTRASI BAHAN STABILISATOR PEG 1000 DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KESTABILAN DIMENSI KAYU KECAPI (Sandoricum koetjape Merr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusyiani Lusyiani

    2016-11-01

    Full Text Available Kayu bersifat higroskopis dan anisotropis, karena itulah untuk meningkatkan kualitas kayu diperlukan suatu perlakuan stabilisasi dimensi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh konsentrasi Polyethylene Glycol 1000 dan waktu perendaman terhadap stabilisasi dimensi kayu yakni nilai penyusutannya.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Polyethylene glycol 1000, kayu Kecapi dan air suling sebagai pelarutnya.  Proses stabilisasi dimensi dilakukan dengan menggunakan metode proses difusi bulking yang mengganti bahan penstabilnya dengan air.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 120 buah sampel.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polyethylene Glycol 1000 pada tingkat konsentrasi 30% dan lama perendaman 5 hari memiliki nilai stabilisasi dimensi terbaik untuk semua parameter yang diuji.  Tingkat konsentrasi tertinggi untuk Polyethylene Glycol 1000 dan lama perendaman yang terlama, nilai penyusutannya paling kecil dan juga dapat meningkatkan nilai stabilisasi dimensi. Wood is hygroscopic and anisotropic, hence it is needed to improve the quality of wood by dimension stabilization treatment. The aim of study is to examine the effect of Polyethylene Glycol  1000 concentration and soaking time on the shrinkage rate stabilization dimensions. Polyethylene glycol 1000 and Kecapi wood were used in the research and distilled water as a solvent.  Stabilization was carried out by bulking method that replaced stabilizer material with water by diffusion process.  A member of 120 pieces samples were used in the study. The research results showed that Polyethylene Glycol  1000 at 30% concentration level and 5 days of soaking time have the best value of stabilization for all tested parameters.  The hingher level concentration of Polyethylene Glycol 1000 and the longer immersion time, smaller shrinkage and increasing the value of stabilization dimensions, as well.

  17. IMPLEMENTASI METODE BACKUP HYBRID PADA PROTOTYPE SISTEM PENGENDALI DAN PENGAWASAN REGULASI BAHAN BAKAR MINYAK (BBM BERSUBSIDI DENGAN TEKNOLOGI RFID PADA SURAT IJIN MENGEMUDI (SIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    De Rosal Ignatius Moses Setiadi

    2014-10-01

    Full Text Available Defisit Anggaran Belanja Negara (APBN saat ini sudah berada di level yang mengkawatirkan. Hal ini juga dipengaruhi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM yang mencapai 1,4 juta barel perhari sementara Indonesia hanya memproduksi 560 ribu barel perhari, sehingga harus mengimpor sekitar 900 ribu barel perhari. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat tiap tahunnya juga semakin memperparah keadaraan. Hal tersebut memaksa pemerintah untuk menaikan harga BBM subisidi per tanggal 22 Juni 2013 lalu. Akan tetapi kenaikan harga BBM subsidi akan kembali terjadi apabila tidak ada langkah riil untuk membatasi dan mengawasi regulasi BBM subsidi. Pada penelitian ini akan mengembangkan konsep sistem pengendali dan pengawasan regulasi BBM bersubsidi yang lebih praktis dan aman menggunakan Surat Ijin Mengemudi (SIM.  Pada hasil penelitian sebelumnya masih terdapat kekurangan fasilitas backup data. Karena semua data disimpan secara offline pada SIM maka dikhawatirkan jika SIM rusak atau hilang. Metode backup yang akan digunakan pada penelitian ini adalah dengan mengunakan metode hybrid (online/offline. Pada metode ini data disimpan pada SIM sekaligus pada database online terpusat yang akan dilakukan sinkronisasi pada jangka waktu tertentu dari beberapa database offline. Sehingga diharapkan data tidak hilang ketika SIM tersebut rusak atau hilang. Kata kunci : Bahan Bakar Minyak, subsidi, Radio Frequency Identification, Surat Ijin Mengemudi, backup hybrid.

  18. PENGARUH FERMENTASI MENGGUNAKAN Trichoderma viride DAN Phanerochaete chrysosporium SERTA GABUNGAN KEDUANYA TERHADAP KOMPOSISI NUTRIEN TEPUNG JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Melati

    2012-04-01

    Full Text Available Ketergantungan dunia akuakultur terhadap bungkil kedelai sangat besar. Dalam formulasi pakan ikan pemakaian bungkil kedelai bisa mencapai 30%. Padahal hampir sebagian besar bungkil kedelai masih mengandalkan impor sehingga harga pakan ikan mahal. Jagung berpotensi sebagai alternatif pengganti bungkil kedelai. Kendala yang dihadapi dalam pemanfaatannya sebagai bahan baku pakan adalah masih rendahnya nilai nutrien jagung dibandingkan bungkil kedelai. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh fermentasi menggunakan Trichoderma viride dan Phanerochaete chrysosporium serta gabungan keduanya (1:1 terhadap komposisi nutrien tepung jagung. Proses fermentasi dilakukan selama lima hari dengan dosis 10% (v/b dan diinkubasi pada suhu ruang (30oC. Parameter yang diukur yaitu kadar nutrien tepung jagung meliputi kadar air, protein, lemak, abu serat kasar, dan BETN. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi menggunakan T. viride, P. chrysosporium, dan gabungan keduanya sangat mempengaruhi nilai nutrien tepung jagung yaitu peningkatan kadar protein (54,18%-131,45%; lemak (25,18%-228,58%; dan abu (1,61%-2,31%; serta penurunan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN. Peningkatan protein paling tinggi diperoleh pada tepung jagung yang difermentasi menggunakan gabungan T. viride dan Phanerochaete chrysosporium yaitu sebesar 131,45% (dari 7,25% menjadi 16,78%.

  19. ADSORPSI Pb2+ DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL MENGGUNAKAN SISTEM ADSORPSI KOLOM DENGAN BAHAN ISIAN ABU LAYANG BATUBARA SERBUK DAN GRANULAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2015-07-01

    Full Text Available Batubara  merupakan  salah  satu  sumber energi  alternatif  yang murah. Oleh karena itu,  penggunaan  batubara  di  Indonesia meningkat pesat  setiap  tahunnya. Penggunaan batubara  ini  menghasilkan  limbah  yang  dapat mencemari lingkungan baik limbah gas  seperti   CO2, NOX,  CO,  SO2,  hidrokarbon  maupun  limbah  padat  yang berupa abu  layang dan  abu  dasar. Abu  layang  mengandung SiO2, Al2O3,  dan sisa karbon yang tidak terbakar sehingga potensial digunakan sebagai adsorben. Pada penelitian ini, kemampuan adsorpsi abu layang ditingkatkan melalui aktivasi termal dan diuji untuk menjerap ion Pb2+ dalam limbah cair artifisial. Adsorpsi dilakukan pada sistem kolom yang berlangsung kontinyu menggunakan bahan isian abu layang teraktivasi, dalam bentuk serbuk dan granular, pada laju alir influen yang bervariasi. Hasilnya, laju alir mempengaruhi nilai kapasitas (qo, konstanta thomas (KtH dan waktu breakthrough.Kata Kunci : Pb2+ , adsorpsi, abu layang, breakthrough Coal is one of the inexpensive alternative energy. Therefore, the usage of coal in indonesia has been increased every year. It produces waste that can pollute the environment including gases waste such as CO2, NOX, CO, SO2, hydrocarbons and solid waste including fly ash and bottom ash. Coal fly ash is composed of  SiO2, Al2O3 and unburned carbon that enables it to act as a potential adsorbent. In this research, the adsorption capasity has increased by thermal activation and used to adsorp Pb2+ ion in wastewater.  The adsorption was carried out in packed column contains powder and granular activated fly ash. In the system, flow rate was varied.  The results show that flow rate influences adsorption capacity, Thomas constant and breakthrough time.Keywords: Pb2+, adsorption, coal fly ash, breakthrough

  20. Pengembangan pemakaian hasil samping agroindustri berbahan dasar jagung sebagai alternatif bahan baku pakan ikan kerapu tikus Cromileptes altivelis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Agus Suprayudi

    2015-03-01

    impact to feed palatability (shown by total feed consumption value and digestibility of protein. The increasing level of DDGS and hominy more than 10% reduced palatability and protein digestibility. Based on this research, DDGS and hominy can be used up to 10% in the feed formulation of humpback grouperKeywords: digestibility, growth performance, DDGS, hominy, humpback grouper, Cromileptes altivelisABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah jagung dari industri etanol dalam bentuk distillate dried grain with soluble (DDGS dan homini sebagai bahan baku pakan terhadap kinerja pertumbuhan ikan kerapu bebek Cromiliptes altivelis. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah juvenil ikan kerapu bebek berukuran 11‒14 g. Ikan dipelihara dalam karamba jaring apung yang berukuran 3×1,5×2 m3 dengan kepadatan 167 ekor/jaring. Ikan diberi pakan sampai kenyang sebanyak dua kali sehari. Untuk menjaga agar jaring tetap bersih maka dilakukan pergantian jaring setiap satu sampai dua minggu sekali. Ikan dipelihara selama lima bulan dan setiap bulan dilakukan sampling. Tiga macam pakan digunakan dalam penelitian ini dengan kadar protein 47% dan rasio energi protein 10 kkal/g protein. Pakan A adalah pakan yang tidak mengandung DDGS dan homini, pakan B mengandung DDGS 6,13% dan 4% (total 10,13%, dan pakan C mengandung DDGS 15,05% dan Homini 4% (total 19,5%. Untuk mengevaluasi ketercernaan nutrien maka kromium oksida (Cr2O3 digunakan sebagai penelusur. Penelitian ketercernaan dilakukan di laboratorium dengan menggunakan fiber dengan volume 800 L. Rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan dua ulangan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketercernaan nutrien tidak berbeda sampai total kadar DDGS dan homini 10,13% (pakan B dan peningkatan DDGS serta homini sampai 19,05% (pakan C menurunkan nilai ketercernaan. Ikan yang diberi pakan dengan DDGS sebesar 10,13% (pakan B memiliki nilai efisiensi pakan, sintasan, laju

  1. PEMANFAATAN BIJI KERANDANG (Canavalia virosa SEBAGAI BAHAN PENGGANTI KEDELAI DALAM PEMBUATAN TAHU Utilization of Tribal Bean (Canavalia virosa as Soybean Substitution in Tofu Making

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek F. Djaafar

    2012-05-01

    Full Text Available Tribal bean (Canavalia virosa is a type of grain that can be found along the coast of Kulon Progo Regency, Yogya- karta. Tribal bean potential as an alternative food to soybeans substitution. This study aims to determine the physical and chemical quality of tribal bean tofu. Six treatments was performed namely (a tribal bean:soybean = 50 %:50% with rice vinegar 2 % coagulant; (b tribal bean:soybean = 25 %:75 % with rice vinegar 2 % coagulant; (c tribal bean:soybean = 50 %:50 % with lactic acid 2 % coagulant; (d tribal bean:soybean = 25 %:75 % with 2 % lactic acid coagulant; (e tribal bean:soybean = 50 %:50 % with pineapple extract coagulant; and ( f tribal bean:soybean = 25%:75 % with pineapple extract coagulant. Tofu quality was determine, such as pH coagulant, pH whey, rendement, textures, organoleptic test, water content, ash, crude fiber, fat, protein, and HCN. The study was conducted using a complete random design with two replications. The results showed that knows the best tofu kerandang is made with 75% substitution of soybean with rice vinegar coagulant which that rubbery, white, high rendement and a good aroma.Protein content of tribal bean tofu is 13.69 % and 3.40 % fat ABSTRAK Biji kerandang (Canavalia virosa adalah jenis biji-bijian yang dapat dijumpai disepanjang pesisir pantai Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Biji kerandang memiliki potensi sebagai bahan pangan alternatif pengganti kedelai. Pene- litian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan kimia tahu yang dihasilkan dengan bahan dasar biji kerandang. Enam perlakuan yang dilakukan yaitu (a kerandang:kedelai = 50 %:50 % kedelai dengan koagulan cuka beras 2 %; (b kerandang:kedelai = 25 %:75 % dengan koagulan cuka beras 2 %; (c kerandang:kedelai = 50 %:50 % dengan koa- gulan asam laktat 2 %; (d kerandang:kedelai = 25 %:75 % dengan koagulan asam laktat 2 %; (e kerandang:kedelai= 50 %:50 % dengan koagulan ekstrak nanas; dan (f kerandang:kedelai = 25 %:75 % dengan koagulan

  2. OPTIMASI PROSES PEMBUATAN BRIKET BIOMASSA MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI GUNA MEMENUHI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF YANG RAMAH LINGKUNGAN (Optimization of Biomass Briquettes Production Process Using Taguchi Method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musabbikhah Musabbikhah

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi pembuat dan pengguna briket adalah briket yang dihasilkan kualitasnya rendah ditinjau dari nilai kalor. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kualitas briket terbaik dari limbah biomassa dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar alternatif rumah tangga yang murah dan ramah lingkungan guna mewujudkan masyarakat mandiri energi. Metode yang digunakan untuk menentukan kualitas briket adalah metode Taguchi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tekanan pengepressan, waktu penahanan, model cetakan, suhu pengeringan, lama pengeringan dan komposisi bahan, sedangkan variabel terikat adalah nilai kalor briket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas briket terbaik ditinjau dari nilai kalor tertinggi yaitu pada setting parameter A2B1C2D2E2F1, artinya tekanan pengepressan 225 kg/cm2, waktu penahanan 5 menit, model cetakan sarang tawon (kotak, suhu pengeringan 60 °C, lama pengeringan 3 hari, perbandingan limbah jarak pagar : arang sekam : arang tempurung kelapa : perekat adalah 5 : 3: 2 : 1. Rata-rata nilai kalor biobriket yang dihasilkan sebesar 5.323 kal/g. Hal ini menunjukkan bahwa briket mempunyai nilai kalor yang tinggi dan memenuhi SNI, sehingga briket layak untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. ABSTRACT Problems that encountered on manufacturers and users of briquettes is low quality of the briquettes in terms of heat value. The aim of this research is to determine the best quality of the briquette which is made from biomass waste. The briquette is expected to be used to fulfill the need of inexpensive and environmentally friendly of alternative household fuel, by which the energy independent community could be realized.The method used to determine the quality of the briquette is Taguchi method. The independent variables involved are compressive strength, holding time, mold model, drying temperature, drying time and material composition. The dependent variable is the highest

  3. Pemanfaatan Beberapa Kaldu Hewan sebagai Bahan Formula Cair Pseudomonas fluorescens P60 untuk Mengendalikan Sclerotium rolfsii pada Tanaman Mentimun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Mugiastuti

    2011-07-01

    perendaman dalam formula kaldu Pseudomonas fluorescens P60 selama 0, 1, 10, dan 100 jam dan pada in planta adalah cara aplikasi terdiri atas rendam benih atau siram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaldu hewan terbaik sebagai bahan formula cair Pseudomonas fluorescens P60 adalah kaldu keong mas, yang ditunjukkan dengan penekanan perkecambahan sklerotium sebesar 97,4% pada perendaman 100 jam. Aplikasi formula cair terbaik untuk penekanan penyakit busuk pangkal batang adalah siram, yang ditunjukkan oleh penekanan perkecambahan sklerotium, memperlama masa inkubasi, serta penekanan kejadian penyakit dan populasi akhir sklerotium masing-masing adalah 55,79, 147,35, 66,67, dan 59,68%. Pemberian formula cair juga mampu meningkatkan selisih tinggi tanaman, bobot basah dan kering tanaman, bobot basah dan kering akar, dan panjang akar berturut-turut sebesar 146,83, 86,62, 112,5, 87,88, 140, dan 159,68%.

  4. MODIFIKASI TEPUNG UMBI TALAS BOGOR (COLOCASIA ESCULENTUM (L SCHOTT DENGAN TEKNIK OKSIDASI SEBAGAI BAHAN PANGAN PENGGANTI TEPUNG TERIGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dessy Ariyanti

    2014-05-01

    Full Text Available Tanaman talas bogor (Colocasia esculentum (L Schott sangat mudah dibudidayakan di daerah tropik dan sub-tropik, termasuk Indonesia. Umbi talas bogor kaya akan karbohidrat, sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi yang potensial bagi manusia melalui berbagai proses modifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki kualitas tepung umbi talas bogor dengan mengkaji pengaruh konsentrasi suspensi, katalis, oksidator, dan temperatur dari proses modifikasi dengan cara oksidasi menggunakan larutan hidrogen peroksida (H2O2. Variabel yang dikaji adalah suspensi tepung dengan air (40, 30, 20, dan 10%, waktu reaksi (30, 60, 90, dan 120 menit, konsentrasi katalis (0; 0,1%; 0,2%, konsentrasi oksidator (1%, 2% dan 3% dan temperatur (30; 40; 50oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi suspensi 40% , konsentrasi katalis 0,1%, konsentrasi H2O2 2% dan temperatur 30oC pada waktu oksidasi 30 menit memberikan hasil yang paling optimum ditinjau dari daya kembang (swelling power dengan nilai 7g/g dan kelarutannya dalam air yaitu 4% dengan mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis dari proses. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan H2O2 sebagai oksidator cukup efektif dalam meningkatkan nilai daya kembang tepung talas bogor yang sebelumnya hanya 4,3 g/g menjadi 7 g/g, dimana nilai tersebut telah masuk dalam rasio daya kembang tepung terigu yaitu 6,8-7,9 g/g. Namun oksidator H2O2 tidak cukup efektif dalam meningkatkan nilai kelarutan tepung dalam air yang sebelumnya hanya 2% menjadi 4%, dimana nilai tersebut masih dibawah rasio kelarutan tepung terigu yaitu 6,3-7,3%. Selain itu uji organoleptik pada kue kering berbahan baku tepung umbi talas bogor teroksidasi menunjukkan kelemahan berupa rasa yang agak pahit dan tekstur yang terlalu rapuh dibandingkan dengan kue kering yang menggunakan bahan baku tepung terigu.Bogor taro (Colocasia esculentum (L Schott is one of the local resources which can be used as raw material for flour

  5. Pengaruh lama aplikasi bahan remineralisasi casein phosphopeptide amorphous calcium phosphate fluoride (CPP-ACPF terhadap kekerasan email

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftah Wiryani

    2016-12-01

    Full Text Available The effect of application time of CPP-ACPF on enamel hardness. Remineralization process can increase the hardness of enamel due to demineralization process. CPP-ACPF is a material used for enhancing remineralization. However, the application time of CPP-ACPF remain controversial among previous studies. This study was aimed to investigate the effect of various application times of CPP-ACPF on enamel hardness. Thirty premolar teeth were mounted on self cure acrylic resin, and were divided into 5 groups. Demineralization process was performed, and enamel hardness (pre-est was measured by Vickers Hardness Tester. Remineralization was performed using CPP-ACPF in various application times: 3, 15, 30, 60 minutes, and the control group was only immersed in artificial saliva for 60 minutes, then enamel hardness was measured (posttest. Data were analyzed using paired t-test, one-way ANOVA, and post-hoc Bonferroni. The result of paired t-test showed that all the groups, except the control group, have an increasing enamel hardness that was statistically significant. One-way ANOVA results showed no statistically significant difference among the groups at pretest, but one-way ANOVA results showed statistically significant difference at posttest. Post hoc Bonferroni showed that the significantly difference at posttest occurred between all the treatment groups against the control group, but there were no significant differences between the 3 minutes group to 15 minutes group, between 15 minutes group to 30 minutes group, and between 30 minutes group to 60 minutes group. It was concluded that various application times of CPP-ACPF had an effect on increasing enamel hardness.   ABSTRAK Proses remineralisasi dapat meningkatkan kekerasan email yang menurun akibat demineralisasi. Bahan remineralisasi yang ideal adalah CPP-ACPF. Terdapat perbedaan lama aplikasi CPP-ACPF dalam berbagai penelitian, selain itu total lama aplikasi yang dibutuhkan CPP-ACPF dalam mekanisme

  6. DISKURSUS BAHAN BAKAR AIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Poempida Hidayatulloh

    2015-06-01

    Full Text Available Kebutuhan akan energi bagi manusia adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu pencarian manusia dalam menemukan suatu energi yang berkelanjutan (sustainable adalah suatu proses alamiah yang terjadi secara terus-menerus. Keterbatasan manusia dalam mendapatkan energi selalu berkutat pada paradigma keberadaan hukum kekekalan energi yang menjadi basis pemikiran fisika klasik. Air adalah suatu senyawa yang senantiasa ada di sekitar kita dan tersedia dalam berbagai wujud. Senyawa Air (H2O terdiri dari atom hidrogen (H2 dan oksigen (O2 yang keduanya dapat dibakar dan membantu proses pembakaran. Di mana dalam pembakaran akan tercipta energi yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi gerak seperti dalam mesin bakar (combustion engine. Proses penguraian senyawa air menjadi hidrogen dan Oksigen dapat dilakukan melalui proses elektrolisa. Proses elektrolisa secara langsung akan membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang tidak sedikit. Namun proses elektrolisa yang tepat dapat menghasilkan Brown Gas (HHO yang mempunyai daya bakar yang cukup besar. Tulisan ini membahas dilema pemakaian Brown Gas dalam konteks energi yang dihasilkan dengan perbandingan energi yang diperlukan untuk menghasilkannya. Komparasi energi ini ditujukan untuk menunjukkan apakah kemudian Brown Gas dapat lebih lanjut digunakan untuk menjadi energi penggerak mesin yang ekonomis. Pembahasan tentang terjadinya pelanggaran terhadap hukum kekekalan energi berbasis fisika klasik secara filosofis pun termaktub.

  7. SifatSifat Adunan Sisa Serbuk Getah Kitar Semula / Polipropilena

    OpenAIRE

    Suryadiansyah

    2008-01-01

    Sisa serbuk getah kitar semula (RRP) yang diperolehi dari proses penghalusan bola getah dan telur tiruan telah digunakan untuk membuat adunan polipropilena (PP)/RRP, iaitu elastomer termop1astik menggunakan kandungan RRP yang berbeza. Siri yang sama daripada adunan tetapi menggunakan getah asli (NR) juga telah disediakan. Selain itu kesan penggantian separa NR oleh RRP di dalam adunan PP/NR/RRP pada nisbah adunan yang tetap 70:30 daripada adunan PP dan getah (NR + RRP) telah dikaji. Kajian in...

  8. Sifat-Sifat Biokimiawi dan Fabrikasi Ganoderma Jamur Patogen Pohonan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Susanto

    1998-12-01

    Full Text Available Besides as a cause of tree disease, Ganoderma is also a medicine for human health. Ganoderma used as medicine is Ganoderma lucidum. This fungus contains polysaccharides, terpenoid, ganoderic acid, germanium, protein, adenosine, and fiber. All of these materials have the following properties: antitumor activities, increase of oxygen in brain, balance of bioelectric function, decrease of cholesterol and glucose concentration in blood, detoxification of poison, etc. because of that, Ganoderma is used to cure diabetes, stroke, hypertension, and it is used as a tonic to promote good health in old age. Key words: Ganoderma lucidum, medicine

  9. Sifat Mekanika Bambu Petung Laminasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nor Intang Setyo H.

    2014-02-01

    Full Text Available Laminated bamboo is a kind of engineered structure to improve mechanical properties of bamboo. It is done in order to meet the need of building materials to the building structure. Laminated bamboo are constructed by gluing a slice bamboo, so it has its advantages can be made in any size and a more uniform mechanical properties of natural bamboo. Mechanical properties is required for structural analysis. Good modeling in structural analysis and numerical properties must be supported by valid mechanical properties. ASTM D143 explains the procedure in getting the mechanical properties of wood . This study refers to ASTM D143 to get laminated bamboo mechanical properties of the material are then arranged in a linear elastic lamina mulitilayer Orthotropic . Proficiency level parameter values for bamboo laminate is Young's Modulus ( E , EL = 11 840 MPa ; ER = 511.14 MPa ; ET = 814.39 MPa , Poisson ratio νLR = 0.179 ; νLT = 0.229 ; νRT = 0.231 , and Modulus Slide (G , MPa GLR = 2.6112 ; GLT = 1.0435 ; GRT = 1.0435.

  10. SIFAT KOMPAK DALAM RUANG HAUSDORFF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    LUH PUTU IDA HARINI

    2012-11-01

    Full Text Available The inspiration of the definition of “compactness” comes from the real number system.Closed and bounded sets in the real line were considered as an excellent model to show ageneralized version of the compactness in a topological space. Since boundedness is an elusiveconcept in general topo-logical space, then the compact properties are analysed to look at someproperties of sets that do not use boundedness. Some of the classical results of this nature areBolzano -Weierstrass theorem, whe-re every infinite subset of [a,b] has accumulation point andHeine-Borel theorem, where every closed and bounded interval [a,b] is compact. Each of theseproperties and some others are used to define a generalized version of compactness. Hausdorffspace has compact properties if every compact subset in Hausdorff space is closed and everyinfinite Hausdorff space has infinite sequence of non empty and disjoint open sets. Because thecompact properties in the Hausdorff space are satisfied many the-orems in real line could beexpanded. Therefore, these theorems ccould be used in Hausdorff space.

  11. PENGARUH UMUR PANEN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN FUNGSIONAL KARAGENAN Effect of Harvest Time of Seaweed Eucheuma cottonii on Physical, Chemical and Fungsional Properties of Carra- geenan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djagal W. Marseno

    2012-05-01

    Full Text Available The aim of this study was to evaluate the effect of different harvesting times of Eucheuma cottonii on both physical, chemical and functional properties of carrageenan. Seaweed Eucheuma cottonii was obtained from water territorial of Tablolong Kupang. The study was carried out into two steps. The first step was to investigate the effect of harvesting time of 30, 45, and 60 days after planting on physical and chemical properties of obtained carrageenan. The second step was to study the effect of functional properties of obtained carrageenan on viscocity and the stability of tomato sauce. The results showed that seaweed which was harvested in 45 days after planting has good physical and chemical properties of carrageenan in term of moisture 12.45 %; protein 5.03 %; extract ether 1.40 %; ash 21.29 %; carbohy- drate 72.28 %; sulphate 19.69 %; and crude extract 48.20 %. The obtained carrageenan at concentration of 1,5%, also give highest viscocity of 11.50-45 cps and gel strength of 0.8961-4.0709 kg/cm2. Further identification show that the obtained carrageenan produced was classified as kappa carrageenan and at 0,2 % (w/v was able to stabilize tomato sauce up to 86 % and viscosity of 60 cps after 2 weeks of storage at room temperature. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengkaji sifat fisik dan kimia karagenan yang diperoleh dari rumput laut Eucheuma cot- tonii pada umur panen yang berbeda dari perairan Tablolong Kupang dan mengetahui sifat fungsionalnya sebagai stabilizer dan thickener dalam saos tomat. Penelitian diawali dengan menanam rumput laut pada interval tanam yang berbeda, sehingga pada saat panen yang bersamaan diperoleh rumput laut dengan umur yang berbeda yaitu 30, 45,60 hari. Tahap berikutnya adalah ekstraksi dan karakterisasi karaginan yang dihasilkan, kemudian aplikasi karaginan yang diperoleh untuk menjaga stabilitas viskositas saos tomat pada konsentrasi karagenan (0,1 %, 0,15 %, 0,2 % b/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

  12. Kekerasan mikro enamel gigi permanen muda setelah aplikasi bahan pemutih gigi dan pasta remineralisasi (Enamel micro hardness of young permanent tooth after bleaching and remineralization paste application

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Liwang

    2014-12-01

    : Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kekerasan mikro permukaan email gigi permanen muda, dan efek aplikasi pasta remineralisasi setelah pemutihan gigi. Metode: Empat belas gigi permanen muda ditempatkan dalam blok resin dengan jendela pada enamel permukaan bukal dan dilakukan pengukuran kekerasan permukaan enamel sampel awal dengan menggunakan alat Microvickers Hardness Tester. Kemudian dilakukan aplikasi bahan bleaching hidrogen peroxide 30% sebanyak 3 kali masing-masing selama 15 menit. Setelah aplikasi bahan bleaching, kekerasan permukaan enamel sampel diukur kembali. Sampel dibagi 2 kelompok; kelompok pertama diaplikasi pasta remineralisasi Hidroksi apatit + NaF 1450ppm, dan kelompok kedua diaplikasi pasta CPP-ACP + NaF 900ppm. Masing-masing pasta tersebut diaplikasikan selama 30 menit 7 hari berturut-turut. Setelah aplikasi pasta remineralisasi, sampel diukur kembali kekerasan permukaan enamelnya. Hasil: Kekerasan mikro permukaan enamel menurun setelah aplikasi pemutih gigi, dari 333.09 ± 10.49 VHN ke 299,15 ± 5.70 VHN. Kekerasan mikro setelah aplikasi Hidroxy apatit + NaF "> 1450ppm adalah 316,61 ± 5.87 VHN dan setelah aplikasi CPP-ACP + NaF 900ppm adalah 319,94 ± 3,25 VHN, namun kekerasan mikro setelah aplikasi pasta remineralisasi masih lebih rendah dari kekerasan mikro awal. Simpulan: Bahan pemutih gigi menurunkan kekerasan mikro permukaan enamel gigi permanen muda secara signifikan. Aplikasi pasta remineralisasi dapat meningkatkan kembali kekerasan mikro permukaan enamel gigi permanen muda.

  13. PEMANFAATAN LIMBAH BIOMASSA CANGKANG KAKAO DAN KEMIRI SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET (Utilization of Biomass Wastes from Cocoa and Candlenut Shells as Fuel Briquette

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harwin Saptoadi

    2007-11-01

    Full Text Available ABSTRAK  Biomassa adalah sumber energi utama jutaan manusia di dunia, akan tetapi penggunaannya menurun ketika batubara, minyak dan gas tersedia cukup melirnpah. Namun akhir-akhir ini perhatian muncul kembali karena terjadinya krisis energi dan isu-isu lingkungan. Pemanfaatan biomassa untuk menggantikan bahan bakar fosil dapat menurunkan persoalan emisi CO2 global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alternatif sumber energi terbarukan dengan pemanfaatan limbah biomassa cangkang kakao dan kemiri. Penelitian dilakukan dengan menghaluskan biomassa dengan ukuran partikel kurang dari I mm. Kemudian 5 gram campuran bahan baku dengan bahan pengikat gel tepung kanji dengan perbandingan 70:30 untuk kakao dan 80:20 untuk kemiri dibriket dalarn cetakan berdiarneter l6 mm. Setelah dibriket kemudian dikeringkan dengan oven pada suhu 50 oC selama 5 jam. Pembakaran dilakukan dalam ruang bakar pada temperatur dinding 350 oC dan laju aliran udara bervariasi antara 0,1 - 0,4 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang kakao dan kemiri mempunyai nilai kalor masing-masing 16.998 dan 21.960 kJ/kg. Emisi CO cukup signifikan pada tahap devolatilisasi. Cangkang kakao memberikan total emisi CO lebih tinggi dibandingkan dengan cangkang kemiri. Laju aliran udara juga berpengaruh terhadap emisi CO yang dihasilkan. Penambahan laju aliran udara akan mengurangi emisi CO, hal ini karena adanya penambahan suplai oksigen sehingga pemnbakaran dapat berlangsung lebih sempurna.   ABSTRACT  Biomass was the  primary source of energy for millions of people in the world, but when coal, oil, and gas became widely available, its use was declined. However, in recent years interest in biomass utilization increases because of energy crisis and environmental issues. Utilization of biomass for substituting fossil fuel can reduce global CO2 emission problem. The objective of this research is to study alternative energy sources that utilize biomass waste from cocoa and candlenut

  14. Pengaruh Lama Miling Terhadap Sifat Absorpsi Material Penyimpan Hidrogen MgH2 yang Dikatalisasi Dengan Fe (The Role of Milling Time on the Absorption Behaviour of MgH2 Catalyzed by Fe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustanir Mustanir

    2009-12-01

    Full Text Available Hidrida logam berbasis MgH2 dengan sisipan 1 wt% katalis Fe telah berhasil disintesis dengan teknik ball milling. Hasil proses miling selama 80 jam menunjukkan bahwa ukuran butir material telah membentuk struktur nanokristal. Hal ini ditunjukkan oleh profil difraksi sinar-X dimana terjadi pelebaran puncakpuncak difraksinya dengan meningkatnya waktu miling. Hasil uji absorpsi secara gravimetrik diketahui bahwa MgH2 berkatalis 1 wt% Fe mampu menyerap hydrogen sebesar 5,5 wt% dalam waktu ~20 menit pada temperatur 300 oC. Hasil ini sekaligus memperlihatkan bahwa sejumlah kecil katalis Fe bekerja secara baik dalam memperbaiki sifat absorpsi material penyimpan hydrogen berbasis Mg.(Metal hydrides are of great interest as hydrogen storage media especially for automotive application. Hydrides of magnesium and magnesium alloys are particularly attractive as they combine potentially high hydrogen storage capacities, 7.6 wt%. But, unfortunately, the sorption properties are poor. For example, conventional hydrogenation of magnesium requires prolonged treatment at temperatures of 300 oC and above. Here, we report the absorption properties of MgH2 catalyzed with a small amount of Fe element (1wt% under argon atmosphere prepared by ball milling in 80 hours. As the results, it showed the influence of milling time on the absortion kinetics of material which could absorp hydrogen in amount 5.5 within 20 minutes at 300 oC. It is obvious that longer milling time and small amount of catalyst could improve the sorption properties of Mg-based hydrides. © 2009 BCREC UNDIP. All rights reserved[Received: 13rd November 2009, Revised: 25th December 2009, Accepted: 31st December 2009][How to Cite: M. Mustanir, Z. Jalil. (2009. Pengaruh Lama Miling Terhadap Sifat Absorpsi Material Penyimpan Hidrogen MgH2 yang Dikatalisasi Dengan Fe (The Role of Milling Time on the Absorption Behaviour of MgH2 Catalyzed by Fe. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 4(2: 69

  15. Pengaruh Lama Miling Terhadap Sifat Absorpsi Material Penyimpan Hidrogen MgH2 yang Dikatalisasi Dengan Fe (The Role of Milling Time on the Absorption Behaviour of MgH2 Catalyzed by Fe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustanir Mustanir

    2009-12-01

    Full Text Available Hidrida logam berbasis MgH2 dengan sisipan 1 wt% katalis Fe telah berhasil disintesis dengan teknik ball milling. Hasil proses miling selama 80 jam menunjukkan bahwa ukuran butir material telah membentuk struktur nanokristal. Hal ini ditunjukkan oleh profil difraksi sinar-X dimana terjadi pelebaran puncakpuncak difraksinya dengan meningkatnya waktu miling. Hasil uji absorpsi secara gravimetrik diketahui bahwa MgH2 berkatalis 1 wt% Fe mampu menyerap hydrogen sebesar 5,5 wt% dalam waktu ~20 menit pada temperatur 300 oC. Hasil ini sekaligus memperlihatkan bahwa sejumlah kecil katalis Fe bekerja secara baik dalam memperbaiki sifat absorpsi material penyimpan hydrogen berbasis Mg.(Metal hydrides are of great interest as hydrogen storage media especially for automotive application. Hydrides of magnesium and magnesium alloys are particularly attractive as they combine potentially high hydrogen storage capacities, 7.6 wt%. But, unfortunately, the sorption properties are poor. For example, conventional hydrogenation of magnesium requires prolonged treatment at temperatures of 300 oC and above. Here, we report the absorption properties of MgH2 catalyzed with a small amount of Fe element (1wt% under argon atmosphere prepared by ball milling in 80 hours. As the results, it showed the influence of milling time on the absortion kinetics of material which could absorp hydrogen in amount 5.5 within 20 minutes at 300 oC. It is obvious that longer milling time and small amount of catalyst could improve the sorption properties of Mg-based hydrides. © 2009 BCREC UNDIP. All rights reserved[Received: 13rd November 2009, Revised: 25th December 2009, Accepted: 31st December 2009][How to Cite: M. Mustanir, Z. Jalil. (2009. Pengaruh Lama Miling Terhadap Sifat Absorpsi Material Penyimpan Hidrogen MgH2 yang Dikatalisasi Dengan Fe (The Role of Milling Time on the Absorption Behaviour of MgH2 Catalyzed by Fe. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 4(2: 69

  16. Pengaruh Aplikasi Ragam Bahan Organik dan FMA terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum annum L. Varietas Landung pada Tanah Pasca Galian C

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Fajar Ramadhan

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan organik (kompos gamal, dan asam humat serta FMA (Glomus sp. + Gigaspora sp.+ Aclauspora sp terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman cabai pada tanah pasca galian C telah dilaksanakan di Gapoktan Simpay Tampomas, Sumedang sejak bulan Februari sampai dengan Juli 2014. Metode yang digunakan merupakan metode eksperimental berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK,  dengan 8 perlakuan dan 4 kali ulang: a0 = kontrol, a1 = kompos gamal 5 t ha-1, a2 = kompos gamal 10 t ha-1, a3 = aplikasi FMA, a4 = asam humat, a5 = kompos gamal 5 t ha-1 + FMA , a6 =  kompos gamal 10 t ha-1 + FMA, dan a7 = aplikasi asam humat + FMA. Pengujian lanjut dilakukan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos gamal, asam humat, dan FMA tidak berpengaruh nyata terhadap diameter batang dan bobot segar buah, tetapi berbeda nyata terhadap tinggi tanaman. Pengaplikasian bahan organik hingga 10 t ha-1, asam humat, dan FMA belum berpengaruh nyata terhadap perbaikan kesuburan tanah pasca galian C (tambang pasir, karena kondisi tanah pasca galian C yang didominasi 75% pasir dan 50% batuan. The study which aimed to determine the effect of organic matter (gliricidia compost, and humic acid also AMF (Glomus sp. + Gigaspora sp. + Aclauspora sp. on growth and yield of chili plants on post-excavation soil C had been held in Gapoktan Simpay Tampomas, Sumedang from February to July 2014. The method was an experimental method a randomized block design (RBD, with 8 treatments and repeated 4 times: a0 = control, a1 = gliricidia compost 5 t ha-1, a2 = gliricidia compost 10 t ha-1, a3 = AMF, a4 = humic acid, a5 = gliricidia compost 5 tons ha-1 + AMF, a6 = gliricidia compost 10 tons ha-1 + AMF, and a7 = humic acid + AMF. Further testing was done by Duncan Multiple Range Test (DMRT. The results showed that the application of gliricidia compost, humic acid, and AMF did not significantly affect stem

  17. Evaluasi Aktivitas Antioksidan Daun Sirsak (Annona muricata L. pada Sistem Respirasi Mencit (Mus musculus Terpapar Asap Anti Nyamuk Bakar Sebagai Bahan Ajar Biologi SMA Kelas XI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfan Yunianto

    2014-12-01

    Full Text Available Tanaman sirsak (Annona muricata L. secara tradisional diketahui membawa banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan fitokimia yang tinggi menyebabkan sirsak sering digunakan untuk mengobati penyakit batu empedu, sembelit, asam urat bahkan kanker. Daun sirsak mengandung berbagai senyawa aktif yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun sirsak pada histopatologi organ trakea dan pulmo mencit terpapar asap anti nyamuk bakar sebagai bahan ajar biologi SMA kelas XI.Penelitian menggunakan 30 ekor mencit jantan berumur 12 minggu yang dibagi secara acak dalam 4 kelompok yaitu K (kontrol, tanpa perlakuan, P1, P2, dan P3 (terpapar asap anti nyamuk bakar dan diberi perlakuan ekstrak etanol daun sirsak dengan dosis masing-masing P1=100 mg/kg BB; P2=200 mg/kg BB; P3=400 mg/kg BB. Perlakuan diberikan selama 30 hari. Pada hari ke-31 mencit dibedah dan diambil organ trakea dan pulmo untuk dilakukan pembuatan preparat histologi. Kerusakan sel trakea dan pulmo dianalisis untuk mengetahui efek perlakuan dibandingkan dengan kontrol.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun sirsak dapat meminimalisir kerusakan sel trakea dan pulmo akibat paparan asap anti nyamuk bakar. Dosis yang paling efektif adalah 400 mg/kg BB (kelompok P3. Penelitian ini juga menunjukkan potensi materi pembelajaran biologi untuk kelas XI berupa pengetahuan, ketrampilan dan sikap bagi para peserta didik.

  18. KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DAERAH PERTANIAN APEL SEMI ORGANIK DAN PERTANIAN APEL NON ORGANIK KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusron Aminullah

    2015-07-01

    Full Text Available enis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20-23 April 2014 dengan metode plot (kuadrat dan menggunakan jebakan (Pittfall Trap. Penelitian dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui jenis makrofauna tanah, parameter ekologi, indeks keanekaragaman jenis, dan indeks kemerataan jenis yang terdapat pada pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makrofauna tanah yang ditemukan terdiri dari jenis Platydracus sp, Phyllophoga sp, Geophilus sp, Helicodiscus sp, Gryllus sp, Gryllotalpa gryllotalpa, Pirata piraticus, Pisaurina mira, Megascolex sp, Sigmoria trimaculata, Pachycodyla sp, Anoplolepis gracilipes, Iridomyrmex sp, Camponotus sp, dan Pheidole moerens. Parameter ekologi makrofauna tanah adalah: (1 Kepadatan berkisar antara 2,667 ind/m2 - 416,889 ind/m2, kepadatan relatif berkisar antara 0,004 - 0,487. kepadatan terendah jenis Pisaurina mira dan tertinggi jenis Irydomyrmex sp. (2 Frekuensi berkisar antara 0,063 - 0,844, frekuensi relatif berkisar antara 0,010 – 0,176 dengan nilai frekuensi terenda jenis Phyllophaga sp dan tertinggi jenis Irydomyrmex sp. (3 Indeks nilai penting tertinggi jenis Irydomyrmex sp 0,687, terendah Pisaurina mira 0,011. Indeks keanekaragaman jenis Shannon wiener (H’ 1,719 atau kategori keanekaragaman jenis rendah. Nilai evennes (E yaitu 0,62 yang berarti populasi cenderung merata (E mendekati 1. Kelimpahan berkisar 1 - 16,63, terendah jenis Pisaurina mira dan tertinggi jenis Irydomyrmex sp.(4 Hasil penelitian ini digunakan sebagai bahan ajar Biologi SMA dalam bentuk poster.

  19. KARAKTERISTIK MORFOLOGI, TERMAL, FISIK-MEKANIK, DAN BARRIER PLASTIK BIODEGRADABEL BERBAHAN BAKU KOMPOSIT PATI TERMOPLASTIK-LLDPE/HDPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Waryat Waryat

    2013-08-01

      ABSTRAK   Plastik sebagai kemasan suatu produk sudah banyak dipakai dan digunakan dalam kurun waktu lama. Namun, limbah plastik tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dikarenakan plastik sulit untuk terdegradasi oleh mikroorganisme. Usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik salah satunya adalah penggunaan plastik ramah lingkungan dari bahan baku yang dapat diperbaruhi dengan metode pencampuran/blending. Permasalahan yang dihadapi dalam pembuatan plastik biodegradabel berbahan baku campuran antara bahan alami dan sintetis adalah tidak kompatibel antara kedua bahan tersebut karena bahan alami bersifat hidrofilik/polar dan bahan sintetis bersifat hidrofobik/non polar. Untuk meningkatkan kompatibilitas antara kedua campuran itu perlu ditambahkan bahan seperti compatibilizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi permukaan plastik, kecepatan alir, densitas, suhu leleh, sifat mekanik, dan barrier pastik biodegradabel berbahan baku campuran pati termoplastik-LLDPE/HDPE. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu pembuatan pati termoplastik, pembuatan compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA dan pembuatan plastik biodegradabel. Karakteristik sifat aliran, kekuatan tarik, perpanjangan putus, dan permeabilitas oksigen plastik biodegradabel berbahan baku pati termoplastik-LLDPE/HDPE cenderung menurun, sedangkan karakteristik permeabilitas terhadap uap air cenderung meningkat dengan semakin meningkatnya kandungan pati termoplastik. Adanya compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA menghasilkan sifat mekanik lebih baik pada plastik biodegradabel. Kata kunci: plastik biodegradabel, pati termoplastik, compatibilizer MA-g-LLDPE/HDPE

  20. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Aplikasi Sodium Hipoklorit (NaOCL sebagai Bahan Irigasi Saluran Akar terhadap Kekuatan Geser Perlekatan Siler Berbahan Dasar Resin Pada Dentin Saluran Akar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tunjung Nugraheni

    2012-07-01

    Full Text Available Latar belakang. Salah satu tahap penting perawatan saluran akar yaitu preparasi saluran akar. Pada preparasi saluran akar digunakan bahan Irigasi sodium hipoklorit (NaOCI, dengan konsentrasi 0,5%-5.25%. Penggunaan NaOCL berpengaruh pada struktur permukaan dentin saluran akar, yang selanjutnya mempengaruhi perlekatan dentin saluran akar dengan bahan pengisi saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama aplikasi NaOCI terhadap kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar. Metode Penelitian. Tiga puluh gigi premolar dipotong arah bukolingual, jaringan pulpa dibersihkan dan permukaan dentin saluran akar diratakan. Gigi difiksasi resin akrilik, sisi dentin saluran akar menghadap ke atas. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 15 gigi, kelompok 1 di rendam dalam 6ml NaOCI 2,5%. Kelompok II direndam dalam 6 ml NaOCI 5%. Kelompok I dan II dibagi menjadi 3 sub kelompok lama perendaman, yaitu sub kelompok a direndam selama 5 menit, sub kelompok diremdam selama 10 menit, sub kelompok direndam selama 15 menit. Cetakan siler difiksasi pada akar gigi, dilakukan insersi siler ke dalam cetakan kemudian dimasukkan inkubaror pada suhu 370 C selama 72 jam. Pengujian kekuatan geser perlekatan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil penelitian. Hasil uji statistik AVANA dua jalur menunjukkan kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar setelah diirigasi dengan konsentrasi NaOCI dan lama irigasi yang berbeda terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,007. Uji LSD menunjukkan bahwa kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin berbeda bermakna pada kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 5 menit dengan 15 menit,, pada kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 10 menit dengan 15 menit, pada kelompok yang diirigasi NaOCI 5% selama 15 menit dengan kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 15 menit serta pada kelompok yang diirigasi NaOCI 5% selama 5

  1. Desain Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam dengan Pendekatan Integratif-Interkonektif antara Religious Studies, Natural Sciences, Social Sciences, dan Humanities

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Hanafi

    2016-12-01

    Islam melalui bahan pengajaran baru yang mampu melaksanakan misi studi Islam dengan lintas disiplin.

  2. PEMURNIAN MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN MEMBRAN SERAT BERONGGA (Purifi cation of Palm Oil by Using Hollow Fiber Membrane

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasrul Arahman

    2013-06-01

    1307. Hasil karakterisasi dengan SEM menunjukkan bahwa membran yang terbuat dari bahan PES/NMP/PVP, dan PES/NMP/Tetronic 1307 mempunyai struktur macrovoid yang lebih banyak dan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan membran yang terbuat dari bahan PES/NMP. Sifat hidrofilisitas membran campuran juga menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan membran tunggal PES/NMP. Fluks minyak kelapa sawit terbesar diperoleh 0,27 L/m2.hr.atm pada kondisi tekanan operasi 2,0 kg/cm2 untuk membran hollow fi ber dari bahan PES/NMP/PVP. Kata kunci: Membran serat berongga, polietersulfon, minyak kelapa sawit

  3. PERANAN BAHAN ORGANIK BERNISBAH C/N RENDAH DAN CACING TANAH UNTUK MENDEKOMPOSISI LIMBAH KUI.IT KAYU Gmelina arborea (The Roles of Low C/N Ratio Organic Matters and Earthworms to Decompose Waste Barks of Gmelina arborea

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryo Hardiwinoto

    2005-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Limbah kulit kayu berpotensi dapat menyebabkan dampak negatip terhadap lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Sebagai bahan organik, limbah kulit kayu sebetulnya dapat dijadikan sbagai bahan baku kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah dan cacing tanah dalam menurunkan nisbah C/N dan meningkatkan kandungan unsur hara makro dari kompos limbah kulit kayu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah penambahan bahan organic ber-nisbah C/N rendah (daun Glyricideu maculuta and daun Gmelina arborea, dan taktor kedua adalah jenis cacing tanah, yaitu Lumbricus rubellus (Cl dan Eisenia foetida (C2. Parameter yang digunakan adalah kandungan karbon (C, dan beberapa unsur hara makro, yaitu: nitrogen (N, fosfor (P, kalium (K, kalsium (Ca and magnesium (Mg dari kompos limbah kulit kayu. Penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah dan cacing tanah merupakan cara penanganan limbah kulit kayu yang ramah lingkungan. Penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah secara nyata dapat menurunkan nisbah C/N dan meningkatkan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu. Nisbah C/N kompos limbah kulit kayu dapat turun semakin rendah dan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca and Mg dapat naik semakin tinggi dengan adanya penambahan bahan organik ber-nisbah C/N yang semakin banyak. Cacing tanah menunjukkan peran yang sangat nyata dalam menurunkan nisbah CIN dan menaikkan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu. Rerata nisbah C/N dari kompos limbah kulit kayu (C0 sebesar 56,17, dan dengan adanya perlakuan cacing tanah rerata nisbah C/N dapat turun secara sangat nyara menjadi 26,66 (Cl dan 22,94 (C2. Rerata kandungan N dari kompos limbah kulit kayu (C0 hanya sebesar 0,89 %, dan dengan adanya aktivitas

  4. ANALISIS KEKUATAN MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA MATERIAL POLIMER PENYUSUN KIPAS RADIATOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ery Diniardi

    2014-01-01

    Full Text Available Indonesia yang kaya bahan baku untuk industri mempunyai potensi yang besar untuk menghasilkan produk industri lokal satunya adalah polimer. Pemanfaatan polimer mengalami pemanfaatan yang sangat pesat, terutama pada industri otomotif. Polimer dibedakan menjadi 4 macam, menurut sifat masing-masing bahan tersebut, diantaranya adalah thermoplastik, thermoset, elastomer dan thermoplastik elastomer. Dalam penelitian ini untuk mengetahui mutu dan unsur dari bahan polimer, khususnya pada kipas radiator. Penelitian yang dilakukan adalah pengujian tarik, impak dan struktur mikro (identifikasi pada bahan polimer. Hasil uji tarik pada berbagai tingkat temperatur tarik menunjukan perbedaan yang signifikan, namun demikian regangan patah pada temperatur uji 90oC mempunyai nilai jauh lebih besar dibandingkan pada temperatur uji 24oC, demikian halnya dengan hasil uji impak. Hasil indentifikasi struktur mikro bahan tersebut diketahui sebagai polipropilen (PP.

  5. Perbandingan Pekerjaan Kusen dan Pintu Bahan Kayu dengan Bahan Alumunium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michael Tedja

    2015-06-01

    Full Text Available Sills, doors and windows is one of the most important parts of the buildings, one type of building that needs them is residences. Nowadays, the development sills, doors and windows are very fast with advanced technology that expands the materials of sills, doors and windows from traditional wood materials to aluminium. The presence of aluminum material choices make the owner of the house could have a role towards sustainable concept but it is inversely proportional to the real situation in which the use of aluminum frames is widely used by the middle class and above. Yet in terms of time, efficiency and quality is still superior to aluminum frames, aluminum frames in which certain anti-termite, easier maintenance and more durable. This situation is considered as the cost of aluminum door sills and relatively expensive. With so many advantages to the frame, people should start using aluminum frames since it is reasonable to pay a higher price for longer durability.

  6. KONTRIBUSI JENIS BAHAN MAKANAN TERHADAP KONSUMSI NATRIUM PADA ANAK USIA 6-18 TAHUN DI INDONESIA (FOOD CONTRIBUTION IN SODIUM INTAKE OF CHILDREN AND YOUNG AGE [6-18 YEARS] IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Prihatini

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRACT Hypertension, heart disease and stroke are a major cause of death in Indonesia. In 2013, the prevalence of hypertension in Indonesia about 25,8 persen. WHO concluded that excess sodium consumption showing a positive straightline relationship with increased incidence of hypertension and cardiovascular disease. The aim of data analysis was to get information about  the contribution of sodium intake in children aged 6-18 years. The data came from Individual Food Consumption Study in 2014. The 24 hours recall were done in 2014 was administered to 34.956 children and young people boys and girls aged 6-18 years. Sodium intake were estimated indirectly from food consumption data. The analysis showed that the average of sodium intake in children age 6-18 years were 2609 mg /day, of which as much as 55.3 percent consume more than 2000 mg/day. The food groups that highly contribute to sodium intake were from seasoning (51.8%, cereals and cereals product (21.16%, fish and fish product (10.69%, meat and meat products (4.78%. The main source of sodium intake in children 6-18 years age came from salt (43.9%, followed by noodles (13.2%, other condiment (7.9% and fresh fish (5.4% processed fish (5.3% in consecutive. While  other foods contribute less than 5 percent of sodium.ABSTRAK Saat ini, hipertensi, penyakit jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Menurut hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas tahun 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8 persen. Data WHO menunjukkan bahwa kelebihan konsumsi Natrium berkaitan dengan peningkatan kejadian hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Tujuan analisis data untuk memperoleh informasi kontribusi bahan makanan terhadap asupan Natrium pada anak usia 6-18 tahun. Data yang digunakan adalah data Studi Konsumsi Makanan Individu 2014. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 34.956 anak usia 6-18 tahun. Jumlah asupan Natrium diperoleh dari data recall 1x24 jam. Hasil analisis

  7. PRODUKSI ENZIM SELULASE DARI BAKTERI TS2b YANG DIISOLASI DARI RUMPUT LAUT DAN PEMANFAATANNYA DALAM MENGHIDROLISIS KULIT UBI KAYU DAN DAUN UBI KAYU SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN Irma

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Melati

    2014-08-01

    mengingat makin meningkatnya harga pakan ikan. Salah satu bahan yang berpotensi untuk dimanfaatkan adalah kulit ubi kayu (KUK dan daun ubi kayu (DUK. Tingginya kadar serat kasar khususnya selulosa dalam bahan baku tersebut, menjadi kendala dalam upaya pemanfaatannya. Penggunaan enzim selulase dapat menjadi alternatif untuk menangani masalah tersebut. Kemampuan komplek enzim selulase dari bakteri selulolitik dalam mendegradasi selulosa sangat beragam. Tujuan penelitian ini adalah memproduksi dan memanfaatkan enzim selulase dari bakteri yang diisolasi dari rumput laut untuk menghidrolisis KUK, DUK, dan selulosa murni (Carboxymethyl Cellulose. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap yaitu: pertama adalah produksi optimum enzim selulase dari bakteri TS2b dengan waktu inkubasi 24, 48, 72, 78, dan 96 jam dan kedua adalah tahap untuk mengetahui kemampuan enzim selulase bakteri TS2b dalam menghidrolisis KUK, DUK, dan Carboxymethyl Cellulose (CMC (in vitro. Parameter yang diamati adalah aktivitas enzim selulase berdasarkan modifikasi metode Miller dan kadar gula pereduksi (glukosa berdasarkan metode DNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimum untuk produksi enzim selulase terjadi pada jam ke-78 yaitu sebesar 0,0214 U/mL dengan kadar glukosa yang dilepaskan sebesar 0,0231 mg/L. Daya hidrolisis enzim selulase tertinggi diperoleh pada substrat KUK dengan aktivitas enzim selulase dan kadar gula pereduksi yang dilepaskan berturutturut sebesar 0,0179 U/mL dan 0,9701 mg/L; sedangkan daya hidrolisis terendah diperoleh pada substrat DUK dengan aktivitas selulase sebesar 0,0015 U/mL dan kadar gula pereduksi yang dilepaskan sebesar 0,0787 mg/L. Enzim selulase isolat TS2b mempunyai kemampuan menghidrolisis substrat KUK dengan baik, tapi kurang efektif untuk menghidrolisis CMC dan DUK.

  8. EVALUASI BIOLOGIK BAHAN KEDOKTERAN GIGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fazwishni Siregar

    2015-08-01

    Full Text Available Dental material should be evaluated biologically to mnimixe the biological risk. The purpose of biologic evaluation is to assess the safety level of a material intend to be used, in animals. According to ISO Technical Report no. 7504, biologic evaluation is composed of initial, secondary, and usage tests. The onjective of initial tests is to determine the acute toxicity, hemolysis, mutagenesis, and cytotoxicity properties of the material. While the secondary tests are purposed to develop knowledge of tissues reactions, sensitivity, and irritation properties of the material. At usage tests the material should be tested with procedure duplicate as much as possible the procedure to be used in patients. In practice, the tests are chosen depend on the intention use of the material and knowledge of the toxicity of the material.

  9. PEMANFAATAN TEKNIK GEOLISTRIK UNTUK MENDETEKSI PERSEBARAN AIRTANAH ASIN PADA AKUIFER BEBAS DI KOTA SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyawan Purnama

    2016-10-01

    Full Text Available ujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran airtanah asin di Kota Surabaya, menganalisis faktor penyebabnya dan mencari kemungkinan ditemukannya airtanah tawar pada akuifer tertekan. Untuk rnencapai tujuan tersebut dilakukan pendugaan geolistrik pada tujuh penampang dengan masingmasing penampang terdiri atas dua hingga tiga titik pendugaan. Untuk menganalisis hash pendugaan, data tahanan jenis hash pendugaan lapangan diinterpretasi dengan Program Schlumberger 0 Weil. Hasil interpretasi dapat ditentukan kedalaman dan ketebalan lapisan airtanah beserta sifat-sifatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Surabaya telah terdeteksi adanya airtanah asin dan airtanah payau, dengan jarak dari garis pantai dan ketebalan lapisan yang beniariasi. Faktor penyebab adanya airtanah asin dan airtanah payau tersebut adalah air fosil (connate water Hasil lain dari penelitian ini adalah bahwa hingga kedalaman 150 meter dari permukaan tanah, tidak ditemukan akuifer tertekan yang mengandung airtanah tawar.

  10. SIFAT PROOKSIDATIF FORTIFIKAN NaFeEDTA, DENGAN KECAP KEDELAI MANIS SEBAGAI MAKANAN PEMBAWA, DALAM SISTEM BIOLOGIS (TIKUS Oxidative Effect of NaFeEDTA Fortificant in Sweet Soy Sauce as Fortification Vehicle, on Biological System (Rats

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Naruki Naruki

    2012-05-01

    Full Text Available In vivo study about the effect of NaFeEDTA fortificant in sweet soy sauce on TBARS value of plasma and liver, as well as on histopathologic changes of liver, intestine, and stomach of Sprague Dawley rats was conducted. The oxida- tive properties were determined using hemoglobin depletion-repletion method. During 42 days of repletion periode, iron-depleted rats were fed iron-free diet. NaFeEDTA was ingested in varied dosage, i.e. from 0.175 to 1.4 mg Fe/day for each rat. Sweet soy sauce H O (0.2 mL/day was used as fortification vehicle and H O (0.2 mL/day as a control.2 2FeSO .7H O fortificant (0.35 mg Fe/day, with H O as vehicle was used as reference standard. At the end of the reple-4 2 2tion period, TBARS value of either plasma or liver was analized. The histopathologic changes of liver, intestine, and stomach were also evaluated. The data showed that NaFeEDTA fortificant in sweet soy sauce had no effect on TBARS value of plasma, but it resulted in increased TBARS value of liver. The histopathologic data showed that NaFeEDTA intake up to 0.35 mg Fe/day did not result in histopathologic changes of liver, intestine, and stomach, as well. ABSTRAK Penelitian tentang pengaruh dosis fortifikan NaFeEDTA dalam kecap kedelai manis terhadap angka TBARS plasma dan hati, serta perubahan histopatologik organ hati, usus, dan lambung telah dilakukan pada tikus Sprague Dawley. Evaluasi sifat prooksidatif zat besi dari NaFeEDTA dilakukan dengan metoda deplesi-replesi hemoglobin. Selama peri- ode replesi, tikus yang sebelumnya dibuat anemia, diberi diet basal bebas Fe dan minuman H O. NaFeEDTA diberikan sebagai sumber zat besi, dengan dosis bervariasi, yaitu dari 0,175 sampai dengan 1,40 mg Fe/ekor/hari. Kecap kedelai manis atau H O digunakan sebagai pembawa fortifikan. Fortifikan standar FeSO .7H O (0,35 mg Fe/ekor/hari dalam2 4 2H O digunakan sebagai pembanding. Periode replesi dilakukan selama 42 hari. Pada akhir periode replesi dilakukananalisa angka TBARS

  11. Perancangan Wideband Band Pass Filter (BPF dengan Metamaterial Mikrostrip Frekuensi 1,78 GHz – 3,38 GHz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triprijooetomo Triprijooetomo

    2016-03-01

    Full Text Available Sifat metamaterial dapat diperoleh dengan membuat sebuah struktur material yang memiliki sifat tidak tersedia di alam. Struktur material adalah sebuah struktur yang memiliki nilai permitivity (ε dan permeability (μ negatif. Pada penelitian ini bahan metamaterial dipergunakan untuk aplikasi bandpass filter (BPF. Hasil perancangan memperlihatkan nilai bandwidth sebesar 1,6 GHz dengan return loss dibawah -10 dB. Filter ini bekerja pada frekuensi 1,78 GHz sampai dengan 3,38 GHz dengan nilai retun loss minimal sebesar -42,2 dB serta nilai insertion loss lebih besar dari -3dB. Hasil perancangan ini dapat dipergunakan untuk perangkat komunikasi nirkabel pita lebar.

  12. KEMAMPUAN GENTENG PLASTIK BERGELOMBANG (CORRUGATED PLASTIC SEBAGAI BIOFILTER PARTIKEL AMONIAK DAN BAHAN ORGANIK DI MEDIA BUDIDAYA DAN LIMBAH CAIR BUDIDAYA IKAN (Performance of Corrugated Plastic as Biofilter of Ammonia Particle and Organic Material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muslim Muslim

    2010-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pertumbuhan budidaya ikan dalam beberapa dekade ini berkembang sangat pesat, hal ini karena permintaan akan ikan meningkat. Meningkatnya kegiatan budidaya ikan selalu diiringi dengan meningkatnya limbah yang dihasilkan. Hal ini akan sangat cepat berpengaruh bila sistem budidaya yang dipakai adalah semi intesif atau intensif. Limbah tersebut harus segera dihilangkan atau dikurangi, karena akan berdampak pada ikan yang dibudidaya dan lingkungan seperti sungai dan laut. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kemampuan genteng plastik bergelombang mengurangi limbah yang dihasilkan budidaya ikan yaitu Total Suspended Sediment (TSS, Suspended Sediment (SS, amoniak dan bahan organik (COD. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa air limbah budidaya ikan yang mengandung TSS, SS, amoniak dan bahan organik setelah dilewatkan dengan genteng plastik bergelombang konsentrasinya menurun dengan tingkat efisiensi pengurangan yang terjadi di dalam kolam ikan dan di luar kolam ikan adalah sebagai berikut: 74,51% dan 54,42% (TSS; 39,20% dan 49,12% (SS; 19,82% dan 14,2% (amoniak; dan 24,82% dan 22,47% (COD. Ternyata genteng plastik bergelombang mempunyai tingkat pengurangan (g/m3/hr dan tingkat pengurangan spesifik (mg/m2/hr terhadap kandungan amoniak lebih efektif bila dibandingkan dengan material lain seperti plastic rolls, scrub pads, pipa PVC dan lain sebagainya.   ABSTRACT Aquaculture has been developing rapidly during the last few decades; it is due to the increase of fish demand. Increasing aquaculture activities especially with semi-intensive and intensive system have significant effect on waste production, which has to be removed or to be reduced quickly because will effect on fish in rearing tank and environment when through away to environment such as river and sea. The objectives of this study were to know the capability of corrugated plastic to remove or to reduce wastes content produced by aquaculture activities, i.e, Total Suspended

  13. SIFAT MEKANIS BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fengky S. Yoresta

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mendapatkan nilai kekakuan dan kekuatan lentur maksimum bambu betung (Dendrocalamus asper dengan posisi kulit bambu yang berbeda, serta untuk menentukan nilai kekuatan tarik sejajar serat bambu betung. Kekakuan, kekuatan lentur maksimum, dan kekuatan tarik sejajar serat berturut-turut dinyatakan dalam MOE (modulus of elastcity, MOR (modulus of rupture, dan σtr// (maximum tensile strength. Bambu betung yang berumur +­ 4 tahun digunakan dalam penelitian ini. Sepuluh spesimen uji masing-masing digunakan untuk pengujian lentur dengan posisi kulit bambu di serat atas/daerah tekan, di serat bawah/daerah tarik, dan pengujian tarik sejajar serat. Pengujian dilaboratorium dilakukan berdasarkan ASTM D143-05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi kulit bambu mempengaruhi nilai MOE dan MOR. Bambu dengan posisi kulit di serat atas/daerah tekan cenderung memiliki nilai MOE dan MOR lebih tinggi dibandingkan bambu dengan posisi kulit di serat bawah/daerah tarik. Bambu dengan posisi kulit di serat atas memiliki nilai MOE = 62118,90 kg/cm2dan MOR = 826,36 kg/cm2, sedangkan bambu dengan posisi kulit di serat bawah memiliki nilai MOE = 51563,20 kg/cm2dan MOR = 633,38 kg/cm2. Kekuatan tarik sejajar serat bambu diperoleh sebesar 2309,00 kg/cm2. Kata Kunci: Kekakuan, Kekuatan Lentur, MOE, MOR, Kekuatan Tarik

  14. ANALISIS KUAT SUMBER NEUTRON DAN PERHITUNGAN LAJU DOSIS NEUTRON TERAS AWAL RDE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwoto Suwoto

    2017-02-01

    Full Text Available Teras reaktor RDE (Reaktor Daya Eksperimental berbentuk silinder non anular, mengadopsi teknologi HTGR (High Temperature Gas-cooled Reactor berbahan bakar kernel partikel berlapis TRISO dalam bentuk bola (pebble dan berpendingin gas helium. Desain teras reaktor RDE ini mengadopsi teknologi reaktor temperatur tinggi HTGR dengan keselamatan inherent pasif yang sangat aman. Temperatur keluaran panas gas helium teras reaktor RDE dirancang pada kisaran 700°C dengan temperatur masukan sekitar 250°C. Di samping menghasilkan listrik, reaktor RDE didisain menghasilkan panas temperatur tinggi yang dapat digunakan untuk keperluan kogenerasi lainnya (penelitian panas proses lainnya. Bahan bakar pada RDE berbentuk bola yang berisikan kernel partikel berlapis TRISO yang berupa uranium oksida (UO2 berpengkayaan 17%. Lapisan TRISO terdiri 4 lapisan yaitu lapisan karbon penyangga berpori, lapisan karbon pirolitik bagian dalam (IPyC, Inner Pyrolitic Carbon, lapisan Silikon Karbida (SiC dan lapisan pirolitik karbon bagian luar (OPyC, OuterPyrolitic Carbon. Analisis kuat sumber dan perhitungan awal laju dosis neutron pada teras RDE dilakukan menggunakan program Monte Carlo MCNP5v1.2. Pemodelan heterogenitas ganda pada bahan bakar kernel partikel berlapis TRISO dan pada bahan bakar bola pada teras RDE. Dengan memanfaatkan program EGS99304, jumlah struktur group energi yaitu 640 (SAND-II group structure digunakan dalam perhitungan spektrum neutron pada reaktor RDE. Teras reaktor RDE dibagi dalam 100 zona (10 arah radial dan 10 arah aksial. Analisis hasil perhitungan menunjukkan bahwa kuat sumber neutron reaktor RDE sebesar 8,47027X1017 neutron/sekon. Distribusi laju dosis neutron ditentukan menggunakan faktor konversi fluks ke dosis neurton dari International Commission on Radiological Protection, ICRP dan NCRP. Hasil perhitungan awal laju dosis neutron dengan faktor konversi ICRP-21 dan NCRP-38 untuk pekerja radiasi pada arah radial di perisai biologis sudah

  15. Pengaruh Jenis Lead Dan Tenol Pada Pembuatan Kerajinan Kaca Patri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evi Yuliati Rufaida

    2016-04-01

    Full Text Available Bahan utama untuk pembuatan kerajinan kaca patri adalah kaca, lead dan tenol. Bahan-bahan tersebut terdapat di pasaran dengan bermacam-macam jenis, sehingga dlbutuhkun bahan untuk mendapatkan yang terbaik. Semakin tinggi kandungan Pb maka waktu pematrian semakin cepat. Dalam penelitian ini dilakukan kegiatan pembuatan produk kaca patri dengan menggunakan variasi 3 jenis lead (X, Y, Z dan 3 jenis tenol (A, P, C dan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap waktu pematrian dan pemasangan lead pada kaca serta pengujian komposisi jenis lead dan tenol.Hasil uji coba menunjukkan bahwa semua tenol (A, P, C mempunyai komposisi Pb, Sb dan semua lead (X Y. Z mengandung unsur Pb, Sb, kecualt lead X mempunyai komposisi Ph, Sb, dan Sn serta mempunyai sifat paling kaku. Jenis tenol tidak mempengaruhi waktu pematrian pada ketiga jenis lead, tetapi jenis lead berpengaruh terhadap waktu pemasangan dan waktu pematrian. Penggunaan lead pada pembuatan kerajinan kaca patri paling baik menggunakan lead X.Bahan utama untuk pembuatan kerajinan kaca patri adalah kaca, lead dan tenol. Bahan-bahan tersebut terdapat di pasaran dengan bermacam-macam jenis, sehingga dlbutuhkun bahan untuk mendapatkan yang terbaik. Semakin tinggi kandungan Pb maka waktu pematrian semakin cepat. Dalam penelitian ini dilakukan kegiatan pembuatan produk kaca patri dengan menggunakan variasi 3 jenis lead (X, Y, Z dan 3 jenis tenol (A, P, C dan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap waktu pematrian dan pemasangan lead pada kaca serta pengujian komposisi jenis lead dan tenol.Hasil uji coba menunjukkan bahwa semua tenol (A, P, C mempunyai komposisi Pb, Sb dan semua lead (X Y. Z mengandung unsur Pb, Sb, kecualt lead X mempunyai komposisi Ph, Sb, dan Sn serta mempunyai sifat paling kaku. Jenis tenol tidak mempengaruhi waktu pematrian pada ketiga jenis lead, tetapi jenis lead berpengaruh terhadap waktu pemasangan dan waktu pematrian. Penggunaan lead pada pembuatan kerajinan kaca patri paling baik

  16. Efek Adsorpsi Dye ke dalam Lapisan TiO2 dengan Metode Elektroforesis : DSSC Berbasis Lapisan TiO2 Terbuat dengan Metode Slip Casting dan Metode Elektroforesis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratno Nuryadi

    2011-06-01

    Full Text Available This research aims to investigate the effect of dye adsorption into TiO2 layer in dye sensitized solar cell (DSSC, which the TiO2 layer is formed by slip casting and electrophoresis methods. Adsorption process of the dye into the cavities of the TiO2 layer was conducted by electrophoresis technique. As results, two DSSCs prepared by the slip casting and electrophoresis methods were successfully realized and tested. In case of DSSC based on electrophoresis method, XRD results show the appearance of MgO on TiO2 layer, which is probably caused by the addition of salt Mg(NO32 in the electrophoresis solution. Therefore, electrophoresis condition without the addition of salt needs to be investigated in the next research. It is found that the electrophoresis method can be used in the process of dye adsorption into the TiO2 layer. The electrophoresis with larger voltage results in the larger DSSC output. It is also seen that open circuit voltage for the slip casting-based DSSC is found to be greater than that for the electrophoresis-based one. This may be due to the larger size of the pores in TiO2 layer for the slip casting process compared to that for the electrophoresis process. For larger size of the pores, the dye can easily fit into the pores with the help of electrophoresis. Keywords: Dye-sensitized solar cell, Dye adsorption, Electrophoresis, Slip casting

  17. Efek Adsorpsi Dye ke dalam Lapisan TiO2 dengan Metode Elektroforesis : DSSC Berbasis Lapisan TiO2 Terbuat dengan Metode Slip Casting dan Metode Elektroforesis

    OpenAIRE

    Ratno Nuryadi

    2011-01-01

    This research aims to investigate the effect of dye adsorption into TiO2 layer in dye sensitized solar cell (DSSC), which the TiO2 layer is formed by slip casting and electrophoresis methods. Adsorption process of the dye into the cavities of the TiO2 layer was conducted by electrophoresis technique. As results, two DSSCs prepared by the slip casting and electrophoresis methods were successfully realized and tested. In case of DSSC based on electrophoresis method, XRD results show the appeara...

  18. PEMANFAATAN SERUTAN KARET BAN BEKAS SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR SILIKA PADA CLC (CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Budiarto

    2016-05-01

    Full Text Available CLC adalah jenis beton ringan ramah lingkungan karena proses pembuatannya menggunakan energi yang lebih sedikit daripada bata merah. Namun sebagai salah satu turunan beton, CLC juga memiliki sifat getas. Mempertimbangkan cara untuk memperbaiki sifat-sifat CLC yang getas, maka diperlukan substitusi bahan yang dapat menggantikan material dasar beton. Salah satu substitusi material beton adalah dengan menggunakan limbah karet dari ban bekas yang diserut (panjang ± 2-3 cm, dia. ± 2-4 mm. Ban karet dapat memberikan sifat elastis dan mencegah retak karena memiliki modulus elastisitas 0,77-1,33 MPa, dan memiliki berat isi antara 1,08-1,27 t/m³.Dalam percobaan ini, dibuat 6 formulasi bahan baku beton ringan dan memperoleh 2 formula dengan potensi untuk dimodifikasi. Sampel P10 memiliki berat isi yang paling ringan sekitar 903 kg/m³ dengan perbandingan PS:PC:KP:Al:Air sebesar 63%:12%:2,7%:0.14%: 23% dan formula P12 yang memiliki kuat tekan tertinggi mencapai 6 N/mm² dengan perbandingan PS:PC:KP:Al:Air:PFA sebesar 63%:6%:2,7%:0.14%:23%:6%. Modifikasi dibuat dari P10 dan P12 mengganti komposisi pasir silika dengan serutan ban karet mulai dari 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, sampai dengan 50%. Pemakaian limbah karet ban bekas yang diserut dapat meningkatkan kuat tekan bata ringan tersebut hingga substitusi 50% limbah dengan densitas antara 1.160 – 1.330 kg/m³

  19. Hubungan Sifat-sifat Kepemimpinan dengan Kepemimpinan Primal Kepala Sekolah Menengah Kejuruan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husaini Usman dkk Husaini Usman dkk

    2016-02-01

    Full Text Available This study aimed at investigating the relationship between the variables of leadership traits, power utility, school climate, success criteria, and leader commitment and primal leadership of headmasters. Questionnaires were distributed to 36 headmasters of vocational high schools. The data were analyzed using correlation and regression techniques. The findings reveal that there were significant correlations between those five variables and the primal leadership behavior.

  20. Sifat Anatomi dan Sifat Fisika Kayu Mindi (Melia azedarach Linn dari Hutan Rakyat di Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harry Praptoyo

    2013-01-01

    Full Text Available Anatomical  and Physical Properties of Mindi Wood (Melia azedarach Linn from Community Forest in Yogyakarta Information about mindi wood characteristics is very limited while utilisation of this wood on our society is very extensive. Better knowledge on anatomical and physical wood properties of mindi wood optimizes its utilization. Therefore, this study aims to identify anatomical (macroscopic and microscopic and physical (moisture content, specific gravity and dimensional changes wood properties of mindi taken from community forests around Yogyakarta. The macroscopic structural characteristics results showed that annual ring appeared clearly at transversal surface, having single vessel, vasicentric and diffuse parenchyma, rough texture, straight fiber direction, and no resin canal. Cell proportion of wood showed that fibers occupy more than 44%, followed by vessel (20%, parenchyma (19% and rays (15%. Wood fiber dimension showed fiber length of 0.83 mm, fiber diameter of 14.57µ, and cell wall thickness of 2.50µ. Physical wood properties showed that mindi has 31% moisture content and 0.416 of basic specific gravity. Wood shrinkage from green to kilndry on longitudinal was 3.94 %, tangensial 5.74 %, and radial 2.60 %, with T/R ratio 2.38. Based on T/R ratio value, mindi wood is not recommended for wood construction due to its low dimensional stability. Furthermore, mindi wood also has high longitudinal wood shrinkage and low specific gravity indicating juvenility.

  1. Efek Penambahan Serat Gelas Pada Komposit Polyurethane Terhadap Sifat Mekanik dan Sifat Fisik Komposit Doorpanel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astrit Kirana

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk membuat material komposit polyurethane berpenguat serat gelas untuk aplikasi di doorpanel. Pengujian yang dilakukan yaitu uji lentur (ASTM D790, uji Tarik (ASTM D-3039 00, dan uji densitas (ASTM C271-99. Dengan perbandingan PU murni (70PPI:30PPG dan dengan variasi fraksi massa 5%, 10%, dan 15%. Hasil Bending menunjukkan kekuatan bending tertinggi dicapai oleh PU murni (70PPPI:30PPG sebesar 55.88MPa dan hasil Kekuatan Tarik tertinggi dicapai oleh komposit PU-15% Serat gelas sebesar 2.7 MPa. Hasil pengujian komposisi penyusun polyurethane 70:30 murni didapat densitas sebesar 0.11g/cm3. Sementara pada komposisi komposit PU-Serat gelas diketahui bahwa pada fraksi massa 5% didapat densitas sebesar 0.05 g/cm3, kemudian pada fraksi massa 10% densitas meningkat menjadi 0.09 g/cm3 dan pada 15% meningkat menjadi 0.10 g/cm3.

  2. PEMBUATAN DAN KAJIAN SIFAT-SIFAT FISIKOKIMIA, MEKANIKAL, DAN FUNGSIONAL EDIBLE FILM DARI KITOSAN UDANG WINDU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irwan Sofia

    2016-12-01

    Full Text Available This research aims to develop bioplastic as primary packaging or edible film of chitosan biopolymer derived from tiger prawn shells (Penaeus monodon, and to perform physicochemical and mechanical characteristics. An evaluation of the physicochemical properties of plastic films made from chitosan, by modifying the order of the different treatment processes, namely: a DPMA (deproteination, demineralization, deacetylation, b DMKA (demineralization, decoloration, and deacetylation has conducted. The results of scanning FT-IR of the product shows that chitosan has identical spectrum compare of standard compound. Chitosan product from tiger prawn shells was the used as raw material for the manufacture of bioplastics. Experiments variable on the manufacture of edible film is a study of the effect of the use of different plasticizers (glycerol and sorbitol and carboxylmethylcelullose (CMC additives to the physicochemical, mechanical characteristics, and edible film functional. The results showed that all the edible film produced has a clear coat with a thickness between 0.05 to 0.3 mm. Meanwhile, the film density is highest at the DPMA + chitosan edible film sorbitol + CMC with a value of 1.7300 g/cm3. The use of plasticizer sorbitol provides great tensile strength but not too elastic, compared to the glycerol, while an increase in the average CMC can increase tensile strength and %Elongation. The use of different plasticizers and additives CMC does not significantly affect its functional properties, where the value of WVTR (water vapor transmission rate is relatively the same on both types of edible films, ranging from 3.2409 to 4.8858 g /hr.m2.

  3. SIFAT-SIFAT BIOKIMIAWI EKSTRAK KASAR LIPASE EKSTRASELULER DARI BAKTERI Azospirillum sp. JG3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puji Lestari

    2009-11-01

    Full Text Available Lipases are valuable biocatalysts because they act under extremely mild conditions, are stable in organic solvents, show broad substrate specificity and exhibit high stereoselectivity. Lipases play important role in various industries such as detergent, cosmetics, flavor, pharmacy and synthesis of organic compounds. The increasing of lipases requirements in industries is goading research to get new lipases resources commited. One of potential lipase resource is Azospirillum sp.JG3 bacteria from Microbiology Laboratory of Biology Faculty University of Jenderal Soedirman. The specific targets of this research are to get crude extract of lipase and investigate its biochemical characteristics. The method used were rejuvenation of Azospirillum sp.JG3 bacteria, inoculum production, determination of optimum production time and bacterium growth phase, extraction and production of lipase to get crude extract, and characterization the biochemical properties of lipase crude extract. The research resulted that crude extract of lipase from Azospirillum sp.JG3 had optimum temperature at 40 °C and optimum pH at pH 7. The lipase was a metalloenzyme with Ca2+ as its cofactor. The lipase was stable in three organic solvents tested, (chloroform, n-hexane and ether.

  4. Studi Penentuan Difusivitas Panas Mangga Arummanis Terproses Minimal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lamhot P Manalu

    2012-12-01

    Full Text Available The important limitation in process design for agricultural products is the lack of information on their thermal properties. Although a lot of experimental data can be found, the variety of products and the differences in measurement method make limitation on the value of the available data, especially for Indonesian products. These data are required to get information about temperature change when product was processed like heating or cooling. It is worth to optimize efficiency of energy. The objective of this study was to predict thermal diffusivity and conductivity of minimmaly processed product of arummanis mangoes. The value was determined numerically with direct and indirect methods. The result showed that thermal conductivity was 0.6058 W/moC while thermal diffusivity was 1.70 x 10-7 m2/s (direct method.ABSTRAKPada perancangan suatu sistem pengolahan hasil pertanian diperlukan pengetahuantentang sifat-sifat panas suatu bahan diantaranya panas jenis, konduktivitas, dan difusivitas panas. Nilai-nilai tersebut untuk produk pertanian lokal sangat jarang ditemukan, sehingga dalam aplikasinya sering digunakan data sifat panas dari literatur luar yang belum tentu sesuai dan tepat dengan produk dalam negeri, hal ini dapat menyebabkan terjadinya bias dalam perhitungan dan perancangan. Studi ini bertujuan untuk menentukan sifat-sifat panas dari produk mangga arummanis terproses minimal. Hasil studi ini mendapatkan bahwa nilai panas konduktivitas panas mangga arummanis terproses minimal adalah 0.6058 W/moC, sedangkan nilai difusivitas panasnya adalah 1.70x10-7 m2/detik.

  5. Pengaruh Susunan dan Ukuran Bilah Bambu Petung (Dendrocalamus asper Dan Bambu Apus (Gigantochloa apus Terhadap Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekan Dan Kekuatan Lentur Untuk Komponen Konstruksi Kapal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parlindungan Manik

    2017-11-01

    Full Text Available Bambu laminasi merupakan bahan bangunan rekayasa yang dibentuk dengan sistem perekatan beberapa bilah bambu sehingga memiliki kelebihan dapat dibuat dalam berbagai ukuran dan sifat mekanika yang lebih uniform dari bahan bambu alami. Teknik laminasi dari bahan bambu menjadi solusi untuk mengembangkan sebuah produk kayu yang memiliki struktur dan sifat mekanik lebih kuat dan awet. Prosedur pembuatan dan pengujian spesimen kayu laminasi bambu petung dan bambu apus mengacu pada SNI-03-3958-1995, SNI-03-3399-1994 dan SNI 03-3959-1995. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur dari dua jenis variasi susunan bilah horizontal dan bata/carvel dengan tebal bilah 3 mm, 5 mm dan 7 mm. Hasil penelitian pada laminasi bambu petung dan bambu apus diperoleh kadar air 12-13 % dan berat jenis 0,60-0,65 gr/cm3 memiliki kuat tarik terbesar 96,72 Mpa (kode PA7H, kuat lentur 101,69 MPa (kode PA7B dan kuat tekan 22,11 MPa (kode PA7B. Variasi susunan bata dan tebal bilah semakin besar mempengaruhi kekuatan tekan dan lentur. Namun sebaliknya untuk kuat tarik, susunan horizontal lebih baik dari susunan bata. Nilai tersebut memenuhi persyaratan kayu lapis sebagai bahan material kapal kayu menurut BKI dan termasuk dalam kelas kuat II sehingga dapat digunakan sebagai material konstruksi kapal.

  6. Pelapisan TiO2 Di Atas FTO Dengan Teknik Slip Casting Dan Spin Coating Untuk Aplikasi DSSC (Halaman 66 S.d. 69)

    OpenAIRE

    Yulika, Deni; -, Kusumandari; Suryana, Risa

    2014-01-01

    Pelapisan TiO2 di atas substrat FTO telah dibuat dengan teknik slip casting dan spin coating untuk aplikasi pada sel surya struktur DSSC. Dye antosianin sebagai fotosensitizer, TiO2 fase anatase sebagai elektroda kerja, lapisan karbon sebagai elektroda lawan, dan elektrolit Iˉ/I3ˉ digunakan sebagai bahan penyusun DSSC. Analisa kurva karakteristik I-V menghasilkan efisiensi sebesar 0,9 × 10-2 % dengan teknik slip casting dan 1,8 × 10-2 % dengan teknik spin coating. Pelapisan TiO2 teknik spin c...

  7. Pengaruh Penyusutan Temu Putih (Curcuma zedoaria (Berg Roscoe terhadap Karakteristik Pengeringan Lapisan Tipis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inge Scorpi Tulliza

    2010-10-01

    Full Text Available The objective of this study is to analyze the occurrence of shrinkage during thin layer drying of Temu Putih (Curcuma zedoaria (Berg Roscoe and its effects to the drying characteristics. The experiments were conducted using a laboratory scale dryer with data acquisition and equipped with machine vision system.The drying conditions was controlled at temperatures (T of 50°C, 60°C, 70°C,relative humidity (RH 20%,30%, 40%, 50% and air velocity 0.78 m/s – 1.95 m/s with a specific combinations. The results show that the temu putih’s slices were shrinking as the moisture content was decreasing with almost linier correlation.The drying data was used to determine the drying constants using three models, namely Henderson andPabis, Lewis, and Page model. The effects of the shrinkage to the drying characteristics is discussed in term of the relation between surface area ratio (AR to moisture ratio (MR.

  8. Identifikasi Lapisan Geologi Bawah Permukaan Berdasarkan Data Geomagnetik di Sungai Logawa Banyumas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukmaji Anom Raharjo

    2014-02-01

    Full Text Available Identification of geological resources can be done either using surface mapping and cross sectional stratigraphy measurement or geophysical approximation beneath the earth surface. Geomagnetic exploration related to the existing of gold mineral begins with the total magnetic field intensity measurements at 173 locations was scattered in 109.196970 - 109.207580E and 7.448830 - 7.454110S. Interpretation from processing of data obtained four anomalous object, which is defined as fine-medium sandstone (χ= 0.0015 cgs units, coarse sandstone and compact (χ= 0.0035 cgs units, igneous basalt-andesite old Slamet (χ= 0.0085 cgs units, and the complex bedrock (χ= 0.0145 cgs units. The presence of gold mineralization in the rock throughout geomagnetic surveys used to identification of subsurface geological which is interpreted from the processing data that indicated the presence of gold in association with sedimentary (sandstone is often referred to as sediment-hosted.

  9. Studi Disorder Lapisan Tipis Amorf Silikon Karbon (A-Sic:H Hasil Deposisi Metode Dc Sputtering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosari Saleh

    2002-08-01

    Full Text Available Disorder Study of Amorphous Silicon Carbon (a-SiC:H Films Deposited by DC Sputtering Method. Disorder amorphous network of amorphous silicon carbon (a-SiC:H films has been investigated for films prepared by dc sputtering method. The films were deposited using silicon target in argon and methane gas mixtures. The optical absorption coefficients have been performed by UV-VIS (ultra violet-visible reflectance and transmittance spectroscopy. Disorder parameter has been obtained from the optical absorption coefficient α (E using Tauc plot. Increasing methane flow rate has an effect on increasing Tauc gap and decreasing disorder parameter. The amorphous network of the films tends to be more disorder with increasing methane flow rate. The relation of disorder amorphous network with structural and compositional properties will be discussed.

  10. PENUMBUHAN DAN KARAKTERISASI LAPISAN TIPIS PbTiO3 YANG DISIAPKAN DENGAN TEKNIK SPIN COATING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bilalodin

    2008-05-01

    Full Text Available The growth of PbTiO3 ferroelectric thin films have successfully done. Thin films were made from bulk (powder PbTiO3 dissolved in methanol solution. The condensation was mixed during 1 hour to get homogeneous condensation. Thin films were grown above corning substrates by spin coating method. Optimation was done by various of annealing temperature. The physical properties of thin films were characterized by Energi Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDS, X-Ray Diffraction (XRD, Scanning and Electron Microscopy (SEM. EDS measurement showed that the stoichiometry composition ratio of Pb/Ti is 1/1.26 at annealing temperature 600oC and 1/1.29 at annealing temperature 700oC. The result of XRD pattern showed that crystal structure of PbTiO3 thin films are tetragonal. The calculated lattice parameters ontained from Chohen Method are

  11. STRUKTUR SEKRETORI TANAMAN BAHAN RAMUAN OBAT DIABETES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dorly

    2006-04-01

    Full Text Available Anatomical structure of medicinal plants wich are used in diabetic therapy is not yet completely identified. This research was conducted to study the structure of their secretory tissues. Observation of anatomical structure of leaves was done by making paradermal and transversal sections, while observation of anatomical structure of stem, fruits, and rhizomes were performed by making transversal sections. Microscopic observation found several types os secretory structure in plant organs observed. Glandular hairs were found in kiurat (Plantago mayor L. leaves, sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f Wallich ex Nees leaves, and kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Blume Miq. leaves; lithocysts cell were found in sambiloto leaves; oil cavity/cells were found in salam (Syzygium polyanthim (Wight Walp. leaves, jambu (Psidium guajava L. leaves, lada (Piper nigrum L. fruits, and jahe (Zingiber officinale Roscoe rhizomes; idioblast cells wich contained starch grains were found in brotowali (Tinospora crispa (L. Miers stems, lada fruits, and jahe rhizomes; and latex cells were found in brotowali stems.

  12. Analisa Pengaruh Trim terhadap Konsumsi Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Nur Salim Salim Aris; Indrajaya Gerianto Gerianto Gerianto; I Made Ariana

    2013-01-01

    Trim merupakan salah satu kondisi pada kapal dimana terdapat perbedaan draft pada bagian haluan dan buritan. Kapal bergerak dengan kecepatan dinasnya (Vs) pada kondisi normal continuous rating.Pada tahap pendesainan kapal tahanan total kapal (Rt) didapatkan pada kondisi kapal even keel. Namun pada pengoperasianya kapal jarang berada pada kondisi even keel tapi berada pada kondisi trim, baik trim by stern ataupun trim by bow. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan tahanan total yang minimu...

  13. Analisa Pengaruh Trim Terhadap Konsumsi Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Aris, Nur Salim Salim; Gerianto, Indrajaya Gerianto Gerianto; Ariana, I Made

    2013-01-01

    Trim merupakan salah satu kondisi pada kapal dimana terdapat perbedaan draft pada bagian haluan dan buritan. Kapal bergerak dengan kecepatan dinasnya (Vs) pada kondisi normal continuous rating.Pada tahap pendesainan kapal tahanan total kapal (Rt) didapatkan pada kondisi kapal even keel. Namun pada pengoperasianya kapal jarang berada pada kondisi even keel tapi berada pada kondisi trim, baik trim by stern ataupun trim by bow. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan tahanan total yang minimu...

  14. Pemanfaatan Green Coke sebagai Bahan Bakar Padat

    OpenAIRE

    Yulia, Indri; HS, Irdoni; Bahruddin, Bahruddin

    2017-01-01

    The need for alternative energy sources keep increasing, green coke is a byproduct from refenery unit that has a high heating value, so it is potential to be used as an alternative fuel. The purpose of this experiment was to study the green coke briquetting process, studied the effect of the pressing pressure against the produced briquettes, and determine the effect of operating conditions on the heating value and the resulting compressive strength. Green coke used in this experiment was test...

  15. SISTEM KEAMANAN PENANGKAL PENCURIAN BAHAN PUSTAKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Heri Cahyana

    2015-04-01

    Full Text Available Library materials (Library, which attracted many visitors seeking information library, the library collection according to its nature there are borrowed to take home and there was borrowed to be read in place, visitors to the library often has limited time to read diperpustakaan, so that not a few collections that often missing. In this research, library materials security system is required to use RFID (Radio Frequency Identification. Which can mengidentifikasii affordable collection through frequency by putting RFID tags on the collection and RFID in the strategic area or the exit from the room so that the collection is out of the room will always be identified or read by the tool. These systems provide data reports and books identified alarm sound from the instrument, if the collection is not allowed.

  16. Pengujian Beras Aking sebagai Bahan Makanan

    OpenAIRE

    N., Bambang; M., Heri R; R., Tita; Purawisastra, Suryana

    2008-01-01

    The Study On The Used Rice as Staple Food.Background: Due to the high price of rice, some people used the used rice known as "beras aking" as staple food replacing the rice. The rice was cooked similar to the cooking of original rice. In its preparation to become aking, the cooked rice firstly is dried under the sun until the rice becoming dry. Consequently, the appearance of the rice is brownness color and sometime already grown by the mold. However, the people are preferred to choose the ak...

  17. PENGUJIAN BERAS AKING SEBAGAI BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang N.

    2012-11-01

    Full Text Available The Study On The Used Rice as Staple Food.Background: Due to the high price of rice, some people used the used rice known as "beras aking" as staple food replacing the rice. The rice was cooked similar to the cooking of original rice. In its preparation to become aking, the cooked rice firstly is dried under the sun until the rice becoming dry. Consequently, the appearance of the rice is brownness color and sometime already grown by the mold. However, the people are preferred to choose the aking than other alternate food such as cassava. Therefore we performed to study the nutrition and acceptability of the used rice through the chemical analysis, microbial observation and sensory evaluation of the cooked of used rice.Objectives: The objective of this study is to asses the uses rice as staple food.Methods: Five samples of the used rice were obtained from district of Cirebon, Sumedang, Cileles, Indramayu and Bandung. The method of study is descriptive method to examine the characteristic of used rice by comparing with the ordinary rice.Results: As the consequent in preparation of the used rice, its content of moisture, pH, density and whiteness were low than those of ordinary rice. In addition, the content of reducing sugar was a bit higher than these of original rice. However, the protein content of used rice showed the various result, two samples of them had protein content less than the usual rice's while the rest three samples had protetn content higher than the ordinary rice's. The content of ash and total count of microbial in the used rice was seemly not different from the usual rice's However, the growth of microbial during preparation of the used rice was observed. Therefore, the examination of toxic substance should be done. The color, texture and aroma of the used rice were assessed lower than those of the ordinary rice in descriptive analysts. The steamed used rice had brownish white color, very soft texture and enough annoying acid aroma. Conclusion: The quality of used rice could be increased both nutritionally and its acceptance. Mixing the used rice with other ingredient and the more controlled drying process and good raw material would increase the quality of the used rice. In addition, the examination of toxic substance produced the micro organism should be done, since the micro organism growth during the preparation of used rice.Keywords: the used rice, beras aking.

  18. Penggunaan Karbamid Peroksida Sebagai Bahan Pemutih Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Suprastiwi

    2015-10-01

    Full Text Available Carbamide peroxide as a whitening agent for teeth is very popular because the use of this agent is easy and inexpensive. There are two kinds of concentrations, i.e. 10%-15% and 35%. The methods are home bleaching and in office bleaching. For home bleaching, the duration of whitening application is 2-6 weeks, each day for 8 hours, whilst for in office bleaching, two hour application will be required. Whitening efficacy might be increased up to 2-5 levels and the color may sustain for 1-3 years, and this treatment could be reapplied. There is an effect on pulp system, but the effect is reversible, i.e. sensitivity which could be treated with fluoridation or application of potassium nitrate. The side effects on gingiva include inflammation which is caused by the buffer and is only temporary. Bleaching is safe to be use and the result will be satisfying if proper procedure is followed.

  19. Pengaruh Temperatur, Massa Zink, Substrat Dan Waktu Tahan Terhadap Struktur Dan Morfologi Zno Hasil Sintesis Dengan Metode Chemical Vapour Transport (CVT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arisela Distyawan

    2013-09-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Material Zink Oksida (ZnO telah berhasil disintesis menggunakan metode Chemical Vapour Transport dengan bahan dasar prekursor berupa serbuk Zn yang dipanaskan hingga mencapai temperatur uap dalam furnace horisontal. Adapun variasi yang diberikan dalam penelitian adalah berupa temperatur pemanasan (850, 900, dan 950oC, massa prekursor Zn (0,15, 0,25, dan 0,35g, lama waktu sputtering substrat (90 dan 180 detik, dan waktu tahan khusus untuk mengetahui initial growth ZnO (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Pembentukan Zink Oksida (ZnO dikonfirmasi melalui data X-RD, dimana telah terbentuk material ZnO dengan struktur hexagonal wurtzite. Berdarsarkan data XRD juga diketahui ukuran kristal pada sampel sputtering 90 detik mengalami penurunan bersamaan penambahan massa Zn. Dari hasil pengamatan SEM didapatkan bahwa morfologi permukaan lapisan tipis ZnO terdiri dari berbagai macam bentuk berupa nanoparticle, nanowires, nanorods, dan nanotetrapod. Lapisan Zno paling tebal sebesar ±350 nm pada sampel 950oC-0,15g sputter 90 detik. Semakin tinggi temperatur operasi berdampak peningkatan ukuran partikel. Pengujian FTIR turut menguatkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan substrat Alumina. Hal ini didasarkan terjadinya penyerapan vibrasi yang membentuk lekukan pada kisaran area 509 cm-1 dari masing-masing sampel.

  20. Studi Penggunaan Plat Elektroda Netral Stainless Steel 316 dan Aluminium Terhadap Performa Generator HHO Dry Cell

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tasrif Arifin

    2015-12-01

    Full Text Available Abstrak. Generator HHO merupakan alat yang menggunakan prinsip elektrolisis air untuk memisahkan unsur-unsur kandungan air murni (H2O menjadi Gas HHO, dalam upaya peningkatan performanya tentu dibutuhkan bahan konduktor yang memiliki sifat kelistrikan baik. Penambahan plat elektroda netral ialah bertujuan untuk meningkatkan performa elektroliser dan mengatasi berbagai macam permasalahan yang terjadi pada saat proses elektrolisis air bekerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa plat elektroda netral aluminium mampu meningkatkan nilai performanya sedangkan untuk plat SS 316 mampu meminamalisir persentase losses energy. Larutan AMDK murni terbukti mampu meningkatkan produktivitas gas dibandingkan dengan larutan aquades murni, tetapi kelemahan dari larutan AMDK yaitu mudahnya terbentuk gel-gel, sehingga menghambat pergerakan elektron dan laju aliran produksi. Karateristik sifat bahan sangat berpengaruh terhadap pencapaian kinerja Generator HHO karena tidak semua jenis plat elektroda netral mampu meningkatkan performanya. Sifat-sifat kelistrikkan bahan yang sangat berpengaruh ialah sifat keelektronegatifan atau potesial elektroda dan koefisien nilai muai dari suatu bahan konduktor.   Usage Study Neutral Electrode Plate Stainless Steel 316 and Aluminium of Performance Generator HHO Dry Cell Type Abstract. Generator is a tool that use principle of water electrolysis to separated the element of pure water conscience (H2O be HHO gas, in effort to increase the perform of HHO Generator is needed a conductor ingredients which has a good electricity character the direction of addition neutral electrode plate is to increase the electrolyzer perform and to overcome every problem that happen when the water electrolisys process is going. This research shows that neutral electrode aluminium plate can increase the performance value and the SS 316 plate can minimize the percentage of losses energy. The pure AMDK solution proofs that can increase the gas productivity

  1. Penerapan Produksi Bersih pada Proses Elektroplating Perak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusreni Hastuti

    2016-04-01

    Full Text Available Proses ektroplating perak adalah proses memberikan lapisan tipis perak pada permukaan suatu benda logam dengan bantuan arus listrik, dengan media pelapisan larutan elektrolit perak KAgCN. Benda yang dilapis berupa bros dari logam tembaga tembaga. Tahapan proses pelapisan meliputi: pengerjaan awal yang terdiri dart proses: polis, cuci lemak dan karat, proses pelapisan, pencucian, dan pengeringan. Hampir setiap tahapan proses elektroplating menggunakan bahan kimia yang akan terbuang menjadi limbah berbahaya, yaitu melalui pencucian dan pembilasan, tumpahan atau percikan dari bak elektrolit, sisa larutan elektrolit yang akan. Pada kegiatan ini diamati pengerjaan elektroplating perak sebanyak 240 buah bros, setiap kali proses sebanyak 24 bros dalam 3 liter elektrolit. Kegiatan penerapan produksi bersih pada proses ini adalah, mengganti bahan masukan pada saat pencucian air alam diganti dengan aquades, HCI atau H2S04 sebagai bahan pencuci diganti dengan asam jawa atau lerak, menggunakan elektrolit dengan konsentrasi minimum, memperkecil drag out, dan pengaturan layout proses. Hasil pengamatan menunjukan bahwa penerapan produksi bersih pada proses elektroplating perak menunjukkan bahwa pH limbah pencucian dan pembilasan dari 4~5 menjadi 6-7, penghematan bahan pelapis 5 %, meningkatkan efisiensi larutan elektrolit 5 % dan menurunkan produk rejek 5 %. Kata kunci : elektroplating perak, elektrolit, produksi bersih

  2. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MEMBRAN HIBRIDA KITOSAN-SILIKA- PEG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    F Widhi Mahatmanti

    2013-02-01

    Full Text Available Membran kitosan mempunyai efektivitas pemisahan relatif tinggi tetapi kestabilan mekanik rendah. Untuk meningkatkan kestabilan perlu ditambahkan silika sehingga dihasilkan membran kitosan-silika. Sebagai bahan dasar silika digunakan natrium silikat yang diisolasi dari abu sekam padi. Dalam pembuatan membran kitosan-silika, plasticizer (polietilen glikol/PEG digunakan untuk meningkatkan kestabilan mekanik membran secara signifikan. Pembuatan membran kitosan-silika-PEG dilakukan dengan cara penguapan larutan dan pencetakan. Membran kitosan-silika-PEG dikarakterisasi sifat mekaniknya dengan menguji kekuatan tarik, persen perpanjangan dan Modulus Young, perubahan gugus fungsi, morfologi, sifat kristalinitas, kestabilan terhadap suhu, sifat hidrofilisitas, dan uji terhadap fluks air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran kitosan-silika dengan komposisi kitosan/silika 1:0,8 mempunyai harga kuat tarik optimum. Penambahan PEG akan meningkatkan harga persen perpanjangan, tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada hasil uji FTIR dan XRD, tetapi meningkatkan sifat hidrofil seiring dengan meningkatnya konsentrasi PEG dan pH. Nilai Fluks air menurun dengan meningkatnya konsentrasi PEG, dimungkinkan PEG terjebak secara fisik dalam padatan komposit.

  3. PENERAPAN MATERIAL KACA DALAM ARSITEKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lestari .

    2014-07-01

    Full Text Available Kaca telah dikenal sejak ribuan tahun dan merupakan bahan buatan manusia yang cukup tua. Penggunaannya sebagai bahan bangunan meluas sejak abad ke 17 terutama setelah perang dunia kedua.  Arsitektur kaca menjadi suatu kecenderungan dari desain-desain bangunan di dunia sejak abad ke-20. Material ini dianggap sangat relevan dengan konsep-konsep yang ada. Kaca digunakan sebagai material ornamen, bukaan atau jendela, material kulit  bangunan,  sampai pada material struktur  bangunan. Sifat kaca yang transparan,  simple, dan bersih menjadikan material ini menguntungkan untuk mendukung konsep yang digunakan. Tulisan ini memaparkan penggunaan kaca sebagai bahan bangunan, baik sebagai bahan ornamen, kulit bangunan atau struktur bangunan, maupun sebagai pendukung konsep arsitektur khususnya konsep transparansi. Dipaparkan pula mengenai sifat-sifat teknis dari bahan kaca sebagai pertimbangan dalam pemilihan bahan bangunan.   Glass has been known for thousands of years and is a man made material  that is quite old. Extends its use as building material since the 17 century, especially after the second world war. Glass architecture become a trend of buiding designs in the world since 20th century. This material relevant to the existing concepts. Glass is used as an ornament material, window, the building skin materials, and the building structure materials. Glass  properties that transparent, simple and clean make this material support the concepts used. This paper describes the use of glass as a building material, either as a ornament, the building skins, the building structures, and the building concepts expecially transparency concept. This paper also present the technical properties of glass as a building material REFERENCES Garg, N.K . 2007. Guidelines for Use of Glass in Building. New age international publisher. New Delhi Piano, R. 1997. The Renzo Piano Logbook. The Monacelli Press. London Staib, Schittich. 1999. Glass Construction

  4. PENGARUH PENAMBAHAN KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC TERHADAP TINGKAT CROSSLINKING DAN KUAT TARIK PEO HIDROGEL FILM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryanto

    2018-10-01

    Full Text Available Penggunaan hidrogel film pada bidang kesehatan dan pertanian berkembang dengan pesat, hal ini di karenakan karakteristik istimewa dari hidrogel yang mampu menyerap air dan mempertahankan kandungan air didalamnya sehingga memiliki sifat lembut serta dapat dipakai pada aplikasi medis. Hidrogel film yang dibuat menggunakan bahan dasar polietilene oksida memiliki kekuatan mekanik yang rendah. Untuk itu perlu dikembangkan hidrogel film yang memiliki karakteristik mekanik yang lebih baik dengan menambahkan karboksi metil selulosa (cmc didalam larutan polietilen oksida. Berbagai komposisi larutan cmc/peo (5%, 10%, 15% dan 20% diradiasi dengan menggunakan sinar electron beam untuk mendapatkan jaringan network diantara polimer yang diradiasi. Kandungan cmc mempengaruhi berbagai karakteristik hidrogel film seperti fraksi gel, rasio swelling, sifat mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penambahan cmc sampai dengan 10%, semakin tinggi kandungan cmc, maka tingkat kroslinking, kuat Tarik dan persen pemanjangan juga semakin naik. Sebaliknya semakin tinggi kandungan cmc, maka rasio swelling justru akan semakin menurun.

  5. Pemanfaatan Limbah Investment Menjadi Barang Kerajinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hastuti Kusreni

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan kembali limbah investment padat yang dihasilkan dengan menggunakan teknologi proses pembuatan barang kerajinan yang bisa  diterapkan untuk usaha kecil kerajinan. Pada pembuatan perhiasan dengan metode wax lost casting digunakan bahan investment powder yang menghasilkan limbah padat investment. Limbah padat investment bisa dibuat barang kerajinan dengan cara menambah resin katalist, gips, alkasit, sabut kelapa, semen putih, yang bertujuan untuk memperbaiki sifat plastisitas, meningkatkan kekuatan dan mempercepat pengeringan. Untuk menentukan kualitas sampel dilakukan uji terhadap sifat plastisitas, kekuatan, kekerasan dan waktu pengeringan yang dilakukan secara visual. Hasil olahan limbah investment dengan penambahan gips, alkasit, sabut kelapa dengan komposisi 10:2:1:4, pengeringan selama 3 hari menghasilkan barang kerajinan yang kurang keras, plastis dan kuat. Hasil olahan limbah investment dengan penambahan gips, semen putih dengan komposisi 10:2:4, pengeringan selama 3 jam menghasilkan barang kerajinan yang keras dan plastis. Kata kunci : limbah investment padat

  6. UJI UNJUK KERJA EVAPORATOR TIPE FALLING FILM EFEK TUNGGAL UNTUK PEMEKATAN GELATIN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harianto Harianto

    2009-06-01

    Full Text Available Pengujian unjuk kerja telah dilakukan pada prototipe evaporator tipe lapisan tipis jatuh (falling film efek tunggal untuk memekatkan larutan gelatin yang dibuat dari kulit ikan tuna. Bahan pengujian adalah larutan gelatin sebanyak 180 liter dengan padatan total awal 3,5% kamudian dipekatkan dalam evaporator dengan laju air masuk 84 liter/jam. Evaporator ini dioperasikan pada tekanan vakum sekitar 2,5 cmHg pada suhu penguapan bahan 55ºC dari sumber panas uap (steam boiler dengan tekanan 2,5-4,0 kg/cm². Rata-rata suhu bahan yang masuk ke evaporator adalah 32ºC. Larutan yang telah melalui permukaan evaporasi dikembalikan lagi ke tangki umpan dan dievaporasikan lagi secara berulang-ulang (sirkulasi sampai larutan menjadi kental yang tampak seperti madu. Akhir evaporasi manghasilkan volume produk sebanyak 30 liter dengan padatan total 9,1% yang diselesaikan dalam waktu 5 jam. Dengan demikian kapasitas evaporator ini adalah 30 liter air teruapkan per jam dan tingkat ekonomi uap adalah 0,78 liter air teruapkan dari bahan per kg uap pemanas yang digunakan. Luas permukaan evaporasi dari evaporator ini adalah 1,67 m², dengan menggunakan persamaan pindah panas dan neraca entalpi didapatkan koefisien pindah panas keseluruhan sebesar 668 W/m² ºC. Konsumsi bahan bakar dari evaporator ini adalah 3,58 liter/jam atau 0,12 liter minyak tanah per liter air teruapkan sehingga efisiensi energi bahan bakar evaporator ini sebesar 60%. Konsumsi energi listrik pada pengujian ini 34,7 kWh, dengan demikian efisiensi energi keseluruhan dari evaporator ini action 50%.

  7. Kajian tentang Kemungkinan Pemanfaatan Bahan Serat Ijuk sebagai Bahan Penyerap Suara Ramah Lingkungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulfian Zulfian

    2009-12-01

    Full Text Available The probability of application of palm fibre from arenga pinnata appear as best treatment for sound absorption material which can be used in controlling noise. The objective of this study is to determine sound absorption coefficient value of palm fibre through a testing the absorbent material, by applying sabine reverberation time formulation in reverberation chamber at Thermal and acoustics laboratory Syiah Kuala University. Result of this study show that sound absorption coefficient value is obtained 0.97, at 2000 Hz. Whereas thickness of material 20 cm with density of 150 kg/m3. Addition of density can increase sound absorption coefficient value in frequency range 1/3 octave. Proven that a comparison palm fibre and artificial material and consequently palm give better quality values because it economic value and friendly environment. Keywords: palm fiber, reverberation chamber, sound absorption coefficient

  8. Kajian Eksperimental Perbandingan Performansi Mesin Otto Bahan Bakar Premium dengan Bahan Bakar LPG

    OpenAIRE

    Sitorus, Jefferson

    2013-01-01

    The decreasing availability of fossil fuels led to a variety of ideas how to solve this problem. LPG (Liquefied petroleum gas) is one alternative fuel that can be used in trending engine, one of which is a gasoline engine generator sets in 4-stroke. By modifying the carburetor so the engine can work as when using gasoline. Although the performance of the machine tends to not give optimal results such as engine performance when using gasoline, but has the advantage of LPG fuel, the emissions p...

  9. Verifikasi Tanda Tangan Asli Atau Palsu Berdasarkan Sifat Keacakan (Entropi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jaenal Arifin

    2017-02-01

    Full Text Available Tanda tangan merupakan penanda atau identitas yang ada pada suatu dokumen. Tanda tangan mempunyai peranan penting dalam memverifikasi dan melegalisasi dokumen. Tujuan dari penelitian ini menerapkan teknik pengolahan citra pada tanda tangan dan mengidentifikasi pola citra tanda tangan berdasarkan nilai entropi dan waktu perhitungan nilai entropi. Tahapan penelitian meliputi pengambilan data responden berupa tanda tangan citra analog, berikutnya akusisi citra tanda tangan digital dengan cara memindai tanda tangan tersebut, tahap selanjutnya mengkonversi citra tangan tangan digital dari true color menjadi binary. Tahap akhir melakukan perhitungan nilai entropi dan mencatat waktu perhitungan nilai entropi dengan menggunakan software matlab dan dilihat sebaran nilai entropi dari masing - masing citra tanda tangan. Sebaran nilai entropi pada tanda tangan asli mempunyai error 3,31% dari total responden (30 responden. Nilai error ini merupakan nilai entropi yang keluar dari kelompoknya. Waktu perhitungan nilai entropi pada tanda tangan palsu jika coretan atau piksel pada citra lebih besar dari citra tanda tangan asli maka waktu perhitungan nilai entropinya lebih lama dibandingkan dengan citra tanda tangan asli.

  10. KAJIAN SIFAT OPTIK FILM TIPIS BST DIDADAH NIOBIUM DAN TANTALUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Huriawati

    2016-11-01

    Full Text Available In this research thin films of Barium Strontium Titanate (BST has been synthesis with different compositions Ba0,5Sr0,5TiO3 and Ba0,25Sr0,75TiO3 which doped by Nb2O5 (Niobium and Ta2O5 (Tantalum on Si (100 type-p substrate. Thin films were produced by chemical solution deposition technique (CSD and spin coating technique with annealing temperature at 850oC, 900oC dan 950oC. Rotation velocity at 3000 rpm and time of rotation is 30 seconds. Characterization of Films is optic Characterization (absorbance ana reflectance. From the Characterizations were obtained BNST thin film with 5% doping and anneling temperature at 8500C as photodiode light sensor which applied in electronic circuit.

  11. PEMETAAN QUANTITATIVE TRAIT LOCI UNTUK SIFAT BERSKALA KATEGORIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farit Mochamad Afendi

    2007-04-01

    Full Text Available Genes or regions on chromosome underlying a quantitative trait are called quantitative trait loci (QTL. Characterizing genes controlling quantitative trait on their position in chromosome and their effect on trait is through a process called QTL mapping. In estimating the QTL position and its effect, QTL mapping utilizes the association between QTL and DNA makers. However, many important traits are obtained in categorical scale, such as resistance from certain disease. From a theoritical point of view, QTL mapping method assuming continuous trait could not be applied to categorical trait. This research was facusing on the assessment of the performance of maximum likehood (ML and regression (REG approach employed in QTL mapping for binary trait by means of simulation study. The simulation study to evaluate the performance of ML and REG approach was conducted by taking into accounte several factors that may affecting the performance of both approaches. The factors are (1 maker density, (2 QTL effect, (3 sample size, and (4 shape of phenotypic distribution. Form simulation study, it was obtained that the two approaches showing comparable performance. Hence, QTL analysis could be performed using these two approaches due to their similar performance

  12. SIFAT HIPOKOLESTEREMIK MINYAK KELAPA SAWIT, MINYAK KEDELAI DAN TEMPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mien KMS Mahmud

    2012-11-01

    Full Text Available Kadar kolesterol dan trigliserida darah merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mendiagnosa kemungkinan adanya gangguan jantung atherosklerosis. Kadar lipida darah mempunyai korelasi yang tinggi dengan jenis lemak atau minyak yang dikonsumsi setiap hari, karena komposisi asam lemak pada setiap jenis minyak berbeda. Tempe telah lama digemari masyarakat Indonesia dan telah diketahui bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian yang dilaporkan melalui makalah ini bertujuan mempelajari peluang kejadian penyakit atherosklerosis pada pada kelinci dengan pola konsumsi minyak makan asal kelapa sawit, minyak kedelai, minyak asal lemak babi atau minyak babi dicampur tempe. Kelinci percobaan dewasa yang sehat dikelompokkan berdasarkan kadar hemoglobin darah antara 8.2-13.6 g/dl menjadi lima kelompok percobaan. Satu kelompok sebagai kontrol diberi ronsum standar terdiri dari pelet, kangkung dan ubi merah secara adlibitum. Empat kelompok lainnya, disamping ransum standar juga diberi 2 ml minyak babi atau minyak kedelai atau minyak kelapa sawit atau minyak babi yang ditambahkan 5 gram tempe bubuk, sehari. Pengamatan dilakukan terhadap kadar kolesterol total,  LDL, HDL dan trigliserido darah. Dilakukan pula pemeriksaan histopatologi pada jaringan pembuluh darah jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak babi menyebabkan kenaikan kadar kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida didalam darah sebanyak masing-masing berturut-tuut 60%, 89%, 52% dan 42%. Minyak kelapa sawit menaikan kadar kolesterol total 15%, menurunkan kadar LDL 21%, menaikan kadar HDL 24% dan menurunkan kadar trigliserida 14%. Minyak kedelai menurunkan kolesterol total sebanyak 10%, LDL 30%, trigliserida 24% seraya menaikan kadar HDL sebanyak 3%. Penambahan tempe ke dalam minyak babi dapat menurunkan kadar kolesterol total 10%, LDL 44%, trigliserida 28% dan memelihara kadar HDL lebih tinggi dari sebelum perlakuan. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis minyak seperti disebut di atas secara terus menerus menimbulkan kelainan pada pembuluh darah utama (aorta, yaitu terjadi infiltrasi lemak pada tunika intima dan media. Kelainan tersebut sangat parah pada kelompok yang diberi minyak babi. Penambahan tempe memberi banyak perbaikan pada kelainan pembuluh darah tersebut.

  13. Karakterisasi dan Sifat Fisik Sistem Koaservasi Gelatin - Gum Akasia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komari Komari

    2015-05-01

    Full Text Available Complex coacervation system of gelatin solution of 1% and acacia gum of 1% could be developed for encapsulation of bio-active materials. The system had been developed to measured optimum pH of coacervate formation, coaservate recovery, viscosity and density of the solution sistem for predicting its membran thickness on covering the bio-active materials. Results showed that using turbidity measurement, pH of the system could recovery of the coacervate of the sistem was 3,5 and the dried coacervate recoveri was 81±4%. The mixture of gelatin solution of 1% and gum acacia solution of 1% were measured for density and viscosity and the results were 1,0876 ± 0,0045 g/ml and 0,986±0,025 mPa.s, respectively. This physical characteristics could be used for calculating membran thickness for certain bio-active material to be coated.

  14. Sifat Anatomi Saluran Getah Kemenyan Toba (Styrax sumatrana)

    OpenAIRE

    Bangun, Sofian Hadinata

    2011-01-01

    One of non wood forest product is gum benzoin that tapped from benzoin tree (Styrax spp). Gum benzoin is commodity quite important and must get attention because is specific commodity in North Sumatera. Characteristic of benzoin resin canal differs from other resin canal of plants because at benzoin plants that have been young resin canal is have not yet seen. Research target this is the to know characteristic of anatomy of toba benzoin (Styrax sumatrana) resin canal. To know characteristic o...

  15. ANALISIS SIFAT DASAR KAYU HASIL HUTAN TANAMAN RAKYAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Kentut Pandit

    2011-08-01

    Full Text Available The research done based on the fact that the log from natural forest could not fullfil the need of domestic forest industry. Annual available cut from natural forest in the year 2007 was only 9.1 million m3 while forest industry domestic country in the year 2005 reached 44.5 million m3. Raw material crisis was the most problem facing by domestic forest industry and the solution could be come soon as posible. The establishment of social plantation forest is one of the government program to solved the lack of forest industry raw materials. The species for social plantation forest are available more than enough. Previous research done in the year 2009 shown taht most of HTR log was small diameter, short sortimen, heart wood presentation of juvenile wood was very high. The result of research shown that the basic characteristics of three species of HTR namely: Jabon, sengon and pulai have a good colour (bright, moderate texture, fibre is slim to interlocked, have no decoratif form, bulk density low. The characteristic of 6 species HTR was: variation in colour, good texture until moderate, fibre direct until interlocked, the wood have beautiful decoration, moderate bulk density. Basic of characteristic of wood is very important in affacting the quality of the products. An effort to increase the quality of HTR wood should be done so that the use of HTR product becaming important to suggest the developing of creative industry

  16. KARAKTERISTIK SIFAT FISIS BATUAN NIKEL DI SOROWAKO SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E. H. Sujiono

    2014-07-01

    Full Text Available Sulawesi Selatan memiliki cadangan nikel berlimpah di daerah Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, yang sampai saat ini masih terikat kontrak karya dengan P.T. Vale Indonesia. Potensi nikel dalam jumlah besar dan terus bertambah sehingga dalam proses produksi dan eksplorasinya harus tepat, ramah lingkungan agar memiliki nilai ekonomi tinggi. Data yang dilaporkan dalam penelitian ini berupa hasil karakterisasi komposisi unsur, senyawa dan kekerasan batuan nikel. Pemilahan dan penyiapan sampel dilakukan secara manual dalam ukuran 2 cm x 2 cm x 0,5 cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa komposisi utama dari batuan nikel didominasi oleh nikel (Ni dan silikon (Si. Kekerasan batuan nikel mencapai 130 sampai 155 HVN-100 serta temperatur transisi gelas pada kisaran 9000C. Berdasarkan data ini, batuan nikel potensial untuk diolah secara industri.ABSTRACTSouth Sulawesi has abundant reserve of nickel in Sorowako, East Luwu, which is still in the status of work contract bond with P.T. Vale, Indonesia. The huge nickel potential of the area and the growing production brings the need to process the exploration precisely and friendly to generate high economic value. The data reported in this study are characterization result of the elements composition, compounds and hardness of the nickel ore. Samples were prepared manually, each in size of 2cm x 2cm x 0,5cm. The analysis showed that the main composition of the nickel ore was dominated by nickel (Ni and silicon (Si. Nickel ore hardness reaches 130 to 155 HVN-100 as well as the glass transition temperature in the range of 9000C. Based on the data found, the nickel ores are furthermore processable industrially.

  17. SIFAT FISIS, MEKANIS SERTA KEAWETAN BATANG KELAPA HIBRIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istie Sekartining Rahayu

    2006-04-01

    Full Text Available Nowadays, wood industry in Indonesia suffers from lack of wooden raw material because of the demand is greater than the supply. In order to solve this problem, we need to enhance the use of wood by optimalizing the use of wooden raw material wich has a great potensial, but not well used, for example hybride coconut wood. The purpose of this research were to determine physical, mechanical and chemical properties of hybride coconut wood and its vertically and horizontally variation in order to optimalize the use of hybride coconut wood. This research used three hybride coconut steems, the 6 cm disks were extracted from each stem at 1, 4, 7, and 10 m heights. The analyze of vascular bundle and parenchyma consisted of covered area per cm2 and their chemical composition. Hybride coconut wood had a low specific gravity because vascular bundle covered area was lower than parenchyma per cm2 and low wood substance portion. Low specific gravity caused low mechanical properties. Hight moisture content (specially fresh one was cause by sugar and starch extractives which had high hygroscopic ability. These extractives content also caused it to be easily attacked by wood destroying factors. Parenchyma covered area per cm2 caused high sugar and starch content. Height and depth factors were visible influence at almost all basic properties of vascular bundle and parenchyma at different level.

  18. Pengaruh variasi rasio HAF/SRF terhadap sifat vulkanisat NBR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ihda Novia Indrajati

    2012-12-01

    Full Text Available The objectives of the research were to study the effect of HAF/SRF black ratio and the loading of sulfur on vulcanization characteristic, swelling behaviour and compression set of NBR vulcanizates. The ratio of HAF/SRF were 0/70; 10/60; 20/50; 30/40; 35/35; 40/30; 50/20 and 70/0 phr, respectively. The observation of this research consist of curing characteristic, morphology property and swelling equilibrium. Curing characteristic was determined from cure rate index (CRI, vulcanizates morphology was studied by SEM and swelling equilibrium was conducted by immersion test using benzene. The data were analyzed qualitatively to see the respond of the variable on physical properties. The curing characteristic of double filler vulcanizates was higher than those with single filler. Solvent uptake for double filler present in between to those with HAF or SRF. All of vulcanizates indicate the anomalous mass tranfer, with n>0,5 and constant k showed the same trend. The intrinsic diffusivity (D*, sorption and permeation coefficient showed similar trend and the maximum was obtained by the ratio HAF/SRF 0/70.

  19. SIFAT SENSORY BISKUIT BERBAHAN BAKU TEPUNG JAGUNG TERNIKSTAMALSASI DAN TERIGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nurdjanah

    2014-08-01

    Full Text Available The objective of this research was to find the  the best ratio between nixtamalized corn flour and wheat flour to produce biscuits with the best sensory properties.  The experiment was a single factor, arranged in a complete randomized block design  with five replications.  The the treatment was the formulation nixtamalized of corn flour and wheat flour, consisted of 5 levels: 100:0 (F1, 90:10 (F2, 80:20 (F3, 70:30 (F4, and 60:40 (F5.  The data were analyzed using ANOVA and further tested with LSD at 5% level of significance. The results showed that the proportion of nixtamalized corn flour and wheat flour significanly influenced the flavor, color, texture, and overall acceptance of biscuits.  The best treatment was found biscuits in the produced from 100% nixtamalized corn flour (F1 with flavor score of 3.67 (typical corn, color score of 4.30 (yellow, texture score of 3.94 (compact, and overall acceptance score at 3:58 (like. These results indicated that nixtamalized corn flour could be used  to replace 100% of wheat flour in the manufacture of biscuits. Keywords: biscuits, nixtamalized corn flour

  20. SIFAT DASAR DAN POTENSI KEGUNAAN KAYU JABON MERAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mody Lempang

    2014-09-01

    Full Text Available This research was carried out to examine basic properties (anatomical structure, chemical, physical and mechanical of jabon merah wood (Anthocephalus macrophyllus (Roxb. Havil taken from natural forest in Luwu Timur District South Sulawesi Province. Potential uses of wood were determined by considering those properties and wood uses which the local inhabitants have currently employed. Results revealed that jabon merah heartwood is yellowish rather tend to red in colour and not clearly distinct from the sapwood, texture is rather fine and even, grain is straight and sometimes rather interlocked, wood surface is rather glossy, rather smooth to smooth in touch, and moderate in hardness. Fiber is remarkably long with very thin wall thickness. High in cellulose and extractive, moderate in lignin and low in pentose content. Moderate in specific gravity (0.48, very low in shrinkage and classified in wood strength class III. Potential uses are for light construction material under roof, cheap furniture, handicraft, measuring and drawing instruments, pencil, box and stick of matches, toothpick, spoon and handles of ice cream, moulding, wood composites, pulp and paper, pallet, packing box and concrete forms.Keywords: Anatomical, chemical, mechanical, uses of wood, jabon merah

  1. KARAKTERISASI SIFAT AUTOFLUORESENSI JARINGAN ADENOKARSINOMA MENGGUNAKAN METODE ANALISIS MULTIEKSITASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmardi

    2007-12-01

    Full Text Available Characterization of Adenocarcinoma’s Autofluorescence Properties Using Multiexcitation Analysis Method. General purpose of this research is to get an early cancer detection method based on the properties of optical analysis between normal and adenocarsinoma tissue using the multiexcitation autofluorescence method. Observation of autofluorescence properties was done on the biopsy sample of adenocarcinoma tissues, GR mice transplanted by adenocarsinoma, and cell culture SM 1. Excitation on tissue was done by using the lamp Light Emitting Diode (LED at some visible light wavelength range. This research obtained that the value of Intensity Auto fluorescence (IAF at range red wavelength of cells and adenocarsinoma tissues tend to lower compared to the cells normal tissues if its were excited by blue LED. On the contrary, the value of IAF at infra red wavelength from cells and carcinoma tissues tend to higher compared to the cells and normal tissues if its were excited by red LED.

  2. Metode Vertical Electrical Sounding (VES untuk Menduga Potensi Sumberdaya Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harjito .

    2015-08-01

    Full Text Available Pada umumnya pemenuhan kebutuhan air dilakukan dengan memanfaatkan airtanah. Airtanah lebih banyak dimanfaatkan dalam pemenuhan kebutuhan domestik maupun industri karena kualitas airtanah pada umumnya lebih baik dibandingkan dengan air permukaan. Potensi airtanah untuk pemenuhan kebutuhan domestik dan industri pada umumnya sulit dihitung secara tepat karena airtanah tidak tampak dan keberadaannya sangat bergantung pada kondisi geologi. Salah satu metode pendugaan yang sering digunakan adalah metode geolistrik VES (Vertical Electrical Sounding. Metode tersebut umum digunakan karena hasilnya lebih akurat, biaya operasional yang murah, dan akuisi data yang cepat. Metode VES digunakan untuk menduga lapisan-lapisan material di bawah permukaan bumi berdasarkan sifat resistivitasnya. Nilai resistivitas (ρ dihitung berdasarkan data arus listrik (I dan beda potensial (V yang diperoleh di lapangan. Data arus listrik dan beda potensial diperoleh dari injeksi arus listrik ke bawah permukaan bumi melalui pasangan elektroda arus (C1,C2 dan elektroda potensial (P1,P2. Berdasarkan hasil pendugaan menggunakan metode VES, potensi airtanah di Kota Surakarta mempunyai volume airtanah yang tersedia besar karena akuifer terdistribusi secara luas dan seragam.Debit airtanah berdasarkan perhitungan dengan data yang tersedia dan asumsi-asumsi yang digunakan, maka debit airtanah di sebagian kota Surakarta adalah 1.208 m 3 /hari. Kata kunci : Vertical Electrical Sounding, sumberdaya air, akuifer

  3. KARAKTERISTIK DAN SIFAT-SIFAT DASAR KAYU JATI UNGGUL UMUR 4 DAN 5 TAHUN ASAL JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Wahyudi

    2014-04-01

    Full Text Available Anatomical characteristics, fiber morphology, microfibril angle, specific gravity and wood density, dimensional stabilization, modulus of rupture (MOR, modulus of elasticity (MOE, hardness and natural durability of superior teakwood from West Java were studied comprehensively in order to find out their best quality improvement technique. It was showed that quality improvement technique has to be employed since characteristics and properties of the superior teakwood studied are inferior compared to those of the older teakwood. In general wood strength, wood durability, wood stability and wood figure were lower compared to those of the conventional teakwood.

  4. Isolasi karakterisasi dan pengelompokan strain Salmonella typhi asal Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur berdasarkan sifat-sifat fenotip

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Charis Amarantini

    2012-02-01

    Full Text Available Typhoid fever is highly endemic in the South-West Sumba Regency, East Nusa Tenggara. The incidence rate of the diseases is high estimated at 725/100,000. It is an acute systemic infection caused by Salmonella typhi. The clinical symptoms of the disease are extremely diverse, starting from the mild form to severe ones with the most feared complication being perforation within the small intestine. Therefore, it is important to perform isolation, characterization, and grouping of S. typhi strains from the blood culture in order to determined definitely diagnosis and the different phenotypic characteristics in the community. Isolation was done in selective and differential media: BacT/ALERT FA culture media, Selenite Cystine Broth, Chromocult Coliform Agar, MacConkey Agar, andSalmonella Shigella Agar. The typical colony of Salmonella was confirmed on Triple Sugar Iron Agar, Urea agar, and L-Lysinedecarboxylation media. Phenotypic characteristics of all isolates were identified using API 20E and API 50CHE diagnostics. Based on biochemical characteristics the result showed that 18 strains obtained from different geographical origins were diverse. Four strains have similarity value 100% while the remained strains have similarity value 86.3-98.4%. All of the strains were categorized in the species of S. typhi.

  5. SINERGIS TAURIN LINTAH LAUT (Discodoris sp. DAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb. DALAM SERBUK MINUMAN FUNGSIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Marwita Sari Putri

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakSumber daya perairan seperti lintah laut (Discodoris sp. dapat dibuat menjadi minuman fungsional.Lintah laut telah dilaporkan memiliki sifat antioksidan dan mengandung taurin. Penelitian ini dilakukandalam 2 tahap: 1 persiapan bahan baku (Discodoris sp, 2 formulasi produk minuman fungsional.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1 untuk menentukan konsentrasi komposisi bahan baku denganmempertimbangkan efek sinergis dari taurin pada minuman fungsional, 2 untuk mengetahui pengaruhpreparasi pada serbuk minuman fungsional terhadap jumlah taurin. Tiga formula terbaik yang diterimasecara organoleptik yaitu formula T1 (Discodoris sp. 20%, jahe 40%, 20% curcuma, lemon 20%, T2 formula(Discodoris sp. 25%, jahe 40%, 15% curcuma, lemon 20% dan T3 formula (Discodoris sp. 30%, jahe 40%,10% curcuma, lemon 20%.Kata kunci: efek sinergis, lintah laut, minuman fungsional, taurin

  6. PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH PERIODE 2015/ 2020 ( STUDI POLITIK HUKUM CALON TUNGGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hardiyanto Hardiyanto

    2016-10-01

    Full Text Available Pemilihan Umum Kepala Daerah (pilkada merupakan proses kedaulatan rakyat  ditingkat lokal yang diatur berdasarkan Pasal 18 ayat (4 Undang-Undang Dasar  Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945 yang merupakan hak konstitusional seluruh warga negara Indonesia. Selama proses pilkada serentak tahun 2015 terdapat 3 daerah yang hanya memiliki satu pasangan calon yang terdaftar daerah tersebut adalah Kebupaten Blitar, Tasikmalaya, dan Timor Tengah Selatan yang harus ditunda pelaksanaannya dikarenakan kurangnya syarat minimum 2 pasangan calon.        Penelitian hukum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan pustaka atau bahan sekunder. Bahan skunder penelitian hukum normatif yaitu berupa penelitian kepustakaan yang mana digunakan untuk memperoleh bahan-bahan berupa dokumen hukum, baik berupa Peraturan Perundang-undangan, Peraturan Pemerintah, Keputusan/Peraturan Menteri, Yurisprudensi, Jurnal-Jurnal, Hasil Penelitian, Publikasi ilmiah, buku-buku yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang diteliti.        Mengingat pentingnya pelaksanaan pilkada sebagai bagian dari pemerintahan daerah maka pilkada mutlak harus tetap berlangsung meskipun hanya terdapat satu pasangan calon yang terdaftar tanpa kehilangan sifat demokratis. Putusan Mahkamah Konstitusi No. 100/PUU-XIII/2015 tentang pengujian Undang-Undang No. 8 tahun 2015 terhadap UUD NRI 1945 memutuskan bahwa pilkada masih tetap bisa berlangsung tanpa kehilangan sifat demokratisnya meskipun hanya terdapatan satu pasangan calon. Pemilihan dilaksanakan dengan mekanisme plebisit atau lazim dikenal oleh masyarakat dengan nama referendum, yaitu dengan cara masyarakat diminta untuk memilih setuju atau tidak setuju dengan pasangan calon tunggal. Pemilihan Kepala Daerah dengan Satu Pasangan Calon merupakan solusi yang diberikan oleh Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Mahkamah Konstitusi No. 100/PUU-XIII/2015 untuk mengisi kekosongan hukum yang

  7. PENGARUH PENGGUNAAN LAPISAN EDIBEL (EDIBLE COATING, KALSIUM KLORIDA, DAN KEMASAN PLASTIK TERHADAP MUTU NANAS (Ananas comosus Merr. TEROLAH MINIMAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indera Sakti Nasution

    2012-06-01

    Full Text Available The problem that often occurs before consuming fresh pineapple is it takes a long time to peel the pineapple. Minimal processing of pineapple is one of the solutions for practical use by consumers who would like to consume it fresh. However, minimally processed pineapple will be easily damaged and has short shelf life. The aims of this study are to determine the quality of minimally processed pineapple coated with edible coating, effect of calcium chloride dipping, as well as plastic packaging at low temperatures storage. Combination of Cassava starch and glycerol used as edible coating for pineapple dipped in CaCl2for 1 minute and 2 minutes, respectively. Products were packaged using polyethylene, polypropylene, and without packaging. It is obtained that dipping the product in CaCl2 for 2 minutes and packaging it using polypropylene (plastic can prolong the shelf life of minimally processed pineapple stored at 5°C up to 8 days.

  8. Distribusi lapisan batuan sedimen yang diduga mengandung gas biogenik dengan metode tahanan jenis di Pantai Saronggi, Sumenep, Madura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Arifin

    2014-06-01

    Full Text Available DOI: 10.17014/ijog.v5i2.97A research on sediments estimated to contain biogenic gas at Saronggi coast Sumenep in Madura, East Java, has been done by using the resistivity method and produced 2-D (two dimensional cross-sectional along four paths. The results of previous measurements indicate that biogenic gas is present within layers of black shale. It is known that the resistivity values of the black shale bearing biogenic gas is between 0.9-1.3 Ohm m. These resistivity values are used as references to determine the black shale layer bearing gas in four resistivity profiles. The depth of the black shale layers are varies: in profile 1 the depth is between 26.3 and 44.6 m, in profile 2 is between 30 and 45 m, in profile 3 is between 44.6 and 64.8 m, and in profile 4 is between 8,75 and 44,6 m.

  9. Studi Spektroskopi Electron Spin Resonance (Esr Lapisan Tipis Amorf Silikon Karbon (A-Sic:H Hasil Deposisi Metode Dc Sputtering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosari Saleh

    2002-04-01

    Full Text Available The dangling bond defect density in sputtered amorphous silicon carbon alloys have been studied by electron spin resonance (ESR. The results show that the spin density decreased slightly with increasing methane fl ow rate (CH4. The infl uence of carbon and hydrogen incorporation on g-value revealed that for CH4 fl ow rate up to 8 sccm, the ESR signal is dominated by defects characteristic of a-Si:H fi lms and for CH4 fl ow rate higher than 8 sccm the g-value decreased towards those usually found in a-C:H fi lms. Infrared (IR results suggest that as CH4 fl ow rate increases more carbon and hydrogen is incorporated into the fi lms to form Si-H, Si-C and C-H bonds. A direct relation between the IR results and the defect density and g-value is observed.

  10. Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku untuk Proyek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lianawati Cristian

    2012-06-01

    Full Text Available Along with the development of technology, every line of business as well as a company that specializes in a construction project requires an information system that can support the company’s operations. The research objective is to analyze, identify the information needs, improve and design an accounting information system of construction materials purchases needed by the management of a contractor company to assist in decision making and address the issues contained in the running system. The research is carried out byimplementing data collection and information, analysis on the running system, analysis of research findings, identification of information needs, and identification of system requirements, as well as a structured design ofobject oriented analysis design (OOAD and unified modeling language (UML. The result obtained is an improving application design that features document numbering, document filing, and reports. The newdesigned accounting information system of raw material purchases of the construction company can generate a report needed timely, completely and accurately, so that it can be used by the management in decision-making process.

  11. Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku untuk Proyek

    National Research Council Canada - National Science Library

    Lianawati Cristian; D. Meutia

    2012-01-01

    Along with the development of technology, every line of business as well as a company that specializes in a construction project requires an information system that can support the company’s operations...

  12. Rancang bangun perekayasaan pabrik acuan sepatu pria dari bahan HDPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    1992-04-01

    Full Text Available The aim of this research is to find out process of production and the relation between cost, sell price and percentage of bieak even point. production of capacity planned is 480 pairs per day, so thit in a year with 2gg work day the capacity produced is 138,240 pairs of man shoe lasting. Manufacturer works for g hours a day. The economical carculations are as foilows : the totar .rpi,rr i, n-ro capitar + working capilrl =Rp 2,257,640,603.00, the torar production cost is variabre cost a I* * fixed cost a year = Rp 2,031,g29,715.N; the manufacturing cost = Rp 14'698.00/pairs, the profit carcurarion before taxing is Rp 627,63r,405.00, after taxing is Rp 502,105,124.00; the pay out period calcuration consists of the percentage of profit to return the capitar (rate of return before taxing is 27.g0 vo, after taxing is 22.24 vo and the pay out period before taxing 2 year il months, after taxing 3 year 6 months the break even calculation consists of the break even point is Rp 1,387,146,821.00, the percentrge of break even point is 53.g2 vo and the capacity of break even point is 7 ,440,077 pairs shoe last.

  13. Hasil Bongkaran Perkerasan Jalan sebagai Bahan Lapis Fondasi Jalan Raya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Widodo

    2014-11-01

    Full Text Available Almost 40% of road in Indonesia are damaged. To obtain the maximum result of road improvement, the surface course (asphalt pavement of the damaged road should be removed. Considering the number of quarries of road pavement materials are limited in the future and the costs are getting more expensive, it is important to do research on recycling asphalt pavement material as road base material. The objective of this research is to examine the use of asphalt pavement removal as road base material. Laboratory test was conducted to investigate the properties of the removal road asphalt pavement and then compared with specification of road base material Bina Marga. The tests include abrasion test, particles size distribution, density and California Bearing Ratio (CBR. Research was initiated by investigating the removal  of  asphalt  pavement maerial, followed by removal of asphalt pavement material + new aggregate, and the addition of 0.5%, 1%, 1.5%, 2% and 2.5% portland cement to the mixture of removal of asphalt pavement material and new aggregate. The result shows that adding 0.5% and 2.5% portland cement to the aggregate mixture can improve the CBR of aggregate mixture by 36% and 94%, which means the mixture of aggregate can be used as sub base and base material of road.

  14. Komposit Laminate Rami Epoksi Sebagai Bahan Alternatif Socket Prosthesis

    OpenAIRE

    Irawan, Agustinus P; Soemardi, Tresna P.; Widjajalaksmi K. Widjajalaksmi K.; Agus H.S. Reksoprodjo

    2009-01-01

    pure plant oil, biofuel, coconut oil, palm oil, jatropha oilSocket is the most important component in a prosthesis making. Performance criteria for prosthetic socket material include strength, durability, minimal weight, comfort, and minimal fabrication cost. This research attempts to analyze the strength of ramie fiber reinforced epoxy laminate composite as an alternative of socket prosthesis. The research based on ASTM D 3039/D 3039M for tensile strength and ASTM D 695 for compressive stren...

  15. Komposit Laminate Rami Epoksi Sebagai Bahan Alternatif Socket Prosthesis

    OpenAIRE

    Irawan, Agustinus P; Soemardi, Tresna P.; Widjajalaksmi K., Widjajalaksmi K; Agus H.S. Reksoprodjo

    2009-01-01

    Pure plant oil, biofuel, coconut oil, palm oil, jatropha oilSocket is the most important component in a prosthesis making. Performance criteria for prosthetic socket material include strength, durability, minimal weight, comfort, and minimal fabrication cost. This research attempts to analyze the strength of ramie fiber reinforced epoxy laminate composite as an alternative of socket prosthesis. The research based on ASTM D 3039/D 3039M for tensile strength and ASTM D 695 for compressive stre...

  16. Penggunaan amiloglukosidase dalam produksi gula cair dengan bahan dasar ubiubian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatik Khusniyati

    2001-06-01

    Full Text Available Sugar cane limitation was found in refined sugar production, so it needed other alternative in sugar production with various cassava. Taro, sweet potato and cassava as high carbohydtrate of various cassava can be used in liquid sugar production by using microbial enzyme. Amiloglucosidase Mucorjavanicus can degrade various cassava carbohydrate. To know liquid sugar quality of various cassava, the use of amyloglucosidase Mucorjavanius in liquid sugar production with various cassava were researched. Observation were conducted with six treatments of amyloglucosidase concentration, that is 0.00% (control; 0.05%; 0.10%; 0.15%; 0.20% and 0.25%. the liquid sugar quality was detected by measuring reduction sugar ("DNS" method, water content (AOAC, pH, colour, and amyloglucosidase activity ("Samogeny" titration method. Statistical analysis used Complete Randomized Design. The result showed that the highest reduction sugar and amyloglucosidase activity on each sugar were found on liquid sugar 0.20% enzyme (p<0.05. the highest reduction sugar and amyloglucosidase activity, was respectively on Taro 323 mg/100ml and 54.91 unit/100 ml; sweet potato 242 mg/100 ml and 47.72 unit/100 ml; and cassava 188 mg/100 ml and 41.09 unit/100 ml. the lowest total solid or the highest water content between three sugars was on taro liquid sugar 0.20% enzyme, that is 64.97% and 35.03% respectively (p<0.05. pH liquid sugar on three various cassava was on range between 5.78-6.01. the best colour was on taro liquid sugar, that is brown to yellow. From three sugars with different raw material, the best sugar quality was tari liquid sugar with 0.20%.

  17. Perkembangan Proses Pembuatan Biodiesel sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joelianingsih

    2006-12-01

    Full Text Available As energy dernands increase and fossil fuel reservas are limited, research is directed towards alternative renewable fluls. A potential diesel fuel substitusi is biodiesel, obtained from fatty acids methyl esters (FAME and produced by the transesterfication reaction of triglyceride or free fatty acid (FFA of vegetable oils with short-chain alcohol, mainly methanol. Most of the currently of alcohol. Although the removal of the excess alcohol can be easily achieved by distillation, however the removal of catlyst and the by-product formed from its reaction with the reactants is complicated while several methode for glycerol purification have been reported. The disadvantages resulting from the use of a catalyst and itsremoval from theproducts can beeliminated if a non-catalytic reaction of the vegetable oils with alcohol can be realized and a simpler and cheaper process can be developed.indonesia has the opportunity to expand oil palm and other plantations such as jatropha curcas (jarak pagarin order to provide sufficient amount of crude oil for development of biodiesel industry.

  18. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA KRITIS BERBASIS INTERVENSI RESPONSIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Tri Priyatni

    2014-07-01

    Full Text Available This study aims to: (1 develop a critical reading activity program integrated into a responsive intervention program in a multimedia package to improve the critical reading skill of undergraduate students of the department/study program of the Indonesian language and literature, and (2 investigate the effectiveness of the product to improve their critical reading skill. The study employed a research and development model adapted from the model of Recursive, Reflective Design and Development (R2D2. The development produced a critical reading program integrated into a responsive intervention program in a multimedia package. The results of the effectiveness test showed that the use of responsive-intervention-based critical reading learning materials with multimedia was capable of improving students’ critical reading skill.

  19. Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis Ekonomi Syariah Untuk Madrasah Tsanawiyah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mulin Nu’man

    2015-10-01

    Full Text Available This research aims to develop mathematical teaching materials based on sharia economy for madrasah tsanawiyah students with good quality. The method used in the study is the development model adapted from Borg & Gall is the preliminary stage, development, and validation. The preliminary stage includes literature studies, analysis of the needs and characteristics of students, and to plan and choose the design of teaching materials. The development phase includes determining the competence standard, basic competence, indicators, and the subject matter, compiling teaching materials math, and prepare research instruments. The validation phase includes validation expert and revisions. Results of the study are social arithmetic teaching materials based on sharia economy. Each material begins with the problem of economic comparison of Islamic and conventional. The feasibility of the value of teaching materials is Very Good for aspects of the look and Very Good for the material aspects. With these criteria very well, teaching materials are feasible for use in the learning of mathematics in the social arithmetic material.

  20. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PROGRAM LINEAR BERBASIS KONTEKSTUAL DAN ICT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Swaditya Rizki

    2017-01-01

    Full Text Available This study is a research and development (R & D. The model used in this research is to adapt the development of the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate developed by Thiagarajan. This study aims to generate the teaching materials based contextual and ICT are good at program linear and to determine the effectiveness of teaching materials based contextual and ICT at program linear on learning outcomes. Data collection instruments used in this study in the form of questionnaires, interviews, sheet validation, and matter. Data analysis techniques used in this research and development is a qualitative descriptive analysis technique to calculate the average, while for influence before and after treatment that uses the analysis of paired sample t-test. The conclusions obtained from the development are teaching materials based contextual and ICT  are very valid and practical for use in the learning process. From the test results, it can be concluded that there is a very significant influence mathematics teaching materials based contextual and ICT  on student learning outcomes. So, teaching materials based contextual and ICT  is very effective for use in learning the material Program Linear

  1. ANALISA KEANDALAN SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR INDUK PADA KM. LEUSER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-04-01

    Full Text Available Fuel oil system is one of the vital main engine supporting systems of MV. Leuser because this system is directly influence the main engine performance. The failure of fuel system should be the main engine shut down. The bigger affect was the ship could not be operated so the financial lost would be occurred. The aim of the research is an analysis the fuel system by approximation on reliability based. An analysis of the system was using qualitative and quantitative approximation. Qualitative analysis could be achieved by the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA and the Fault Tree Analysis (FTA. The quantitative analysis could be achieved by the Monte Carlo simulation. The resulted of the research, severity components such as filter, separator, transfer pump and booster pump was obtained by the severity classification and failure probability. The simulation would be achieved the value availability at 0.97 and the value of MTTFF (Mean Time to First Failure is 2423.8363 hours. The simulation used some scenarios, the system availability would be more decrease if there were more stand by components occur the failure in the one of the components at 0,893.

  2. Poliester tak jenuh sebagai bahan baku pembuatan helm pengaman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Nadilah

    2003-06-01

    Full Text Available Abstract Unsaturated polyester is applied in many products such as aircraft sections, boats, building, panels, automotive accessories and modifications, etc. In this research, unsaturated polyester was used as a raw material, which was reinforced with a fiberglass mat, and casted in a silicon rubber mold. The concentrations of methyl ethyl ketone peroxide (1-3 phr as an initiator and cobalt naphtanate (0-2 phr as an accelerator were used in the preparation of safety helmet. Subsequently, the effects of the compounds to the reaction time, the brittleness of the products, an the physical properties, were studied. The results showed that the compound composed by 100 phr unsaturated polyester, 2 phr methyl ethyl ketone peroxide, 2 phr cobalt naphtanate, 40 phr silica, 20 phr fiberglass mat and 1 phr pigment was not brittle, had a good reaction time and nonflammable, gave 4.82 mm in resistance to penetration, and the deflection of A and B were 4.5 and 0.0 mm, respectively.

  3. Karakterisasi Densitas Grafit Sebagai Kandidat Bahan Reaktor Temperatur Tinggi

    OpenAIRE

    Heri Hardiyanti; Slamet Pribadi; Dadang; Jan Setiawan

    2016-01-01

    -Characterization on graphite density has been done. The characterizations were done by analyzed X-ray diffraction pattern using Rietveld method compared to the density measurement according to ASTM C373 and ASTM C559. Microstructure observation by optical microscope was done to prove the density characteristic of graphite electrode. The results showed the graphite electrode was 2H graphite allotrope with hexagonal crystal system and its space group is P 63 m c. Rietveld analysis for lattic...

  4. POTENSI LICHEN SEBAGAI SUMBER BAHAN OBAT: SUATU KAJIAN PUSTAKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ERIS SEPTIANA

    2011-06-01

    Full Text Available Lichen is a plant with many benefits. Its abundant existence in an area may indicate that air pollution levels are still low. Besides as indicator of air quality, lichen is also used as traditional medicine. Until present time, application of lichens for arthritis, constipation, chemotherapy, external wound, microbial infection, worm and infestation are still done in some countries. It is due to active chemical compounds contain in lichen that has activities as antibacterial, antifungal, antiviral, antitumor, anticancer, antioxidant, anti-inflammatory, antiprotozoa, analgesic and antipyretic, and anthelmintic. With its potential and efforts to provide sustainable materials, lichen has good prospect to be developed become modern medicine.

  5. Penggunaan amiloglukosidase dalam produksi gula cair dengan bahan dasar ubiubian

    OpenAIRE

    Tatik Khusniyati; Abdul Choliq; E Djajakusuma; D Sastraatmadja

    2001-01-01

    Sugar cane limitation was found in refined sugar production, so it needed other alternative in sugar production with various cassava. Taro, sweet potato and cassava as high carbohydtrate of various cassava can be used in liquid sugar production by using microbial enzyme. Amiloglucosidase Mucorjavanicus can degrade various cassava carbohydrate. To know liquid sugar quality of various cassava, the use of amyloglucosidase Mucorjavanius in liquid sugar production with various cassava were researc...

  6. MODEL DISTRIBUSI BAHAN AJAR UNIVERSITAS TERBUKA DAN IMPLEMENTASINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sitta Alief Farihati

    2015-09-01

    Full Text Available Universitas Terbuka (UT was implementing the centralized distribution of learning material, it is not considered efficient. Therefore, the decentralized distribution system which requires warehouses at certain regional offices will be proposed. The aims of this research are (1 investigating the decentralized learning material distribution model, (2 choosing the optimal location of warehouses to minimize the cost of learning material distribution, (3 choosing the regional offices which will be served optimally by each warehouse, (4 comparing efficiency of the centralized and decentralized learning material distribution system. The distribution problem is modeled as a linear mixed integer programming problem. The model will be solved using Branch and Bound method. This study considers centralized learning material distribution system and two alternative of decentralized learning material distribution systems, which are alternative 1 and alternative 2. It is found that in 2008 the cost of the alternative 2 is lower than the centralized learning distribution system. Besides, if the demand of learning material is increasing, the alternative 2 is still less costly than the other systems.

  7. Sistem Injeksi Bahan Bakar Sepeda Motor Satu Silinder Empat Langkah

    OpenAIRE

    Bambang Sugiarto

    2004-01-01

    Fuel Injection System for One Cylinder Motor Cycle Engine. Fuel injection has been developed for many years. Butits common application is limited on car's engine. With many reason fuel injection systems in motorcycle one cylinderengine has not been widely used yet. Fuel Injection System allows the amount of fuel, injected to be controlledappropriate to engine parameters such as engine speed, amount of air inducted to cylinder, temperature, for each cycle,over the entire engine operating condi...

  8. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENULISAN KARYA ILMIAH BERBASIS VOKASI

    OpenAIRE

    Moh Thamrin

    2014-01-01

    This study aims to develop learning materials for vocation-based academic writing to improve polytechnics students’ academic writing skills. It employed an adapted development model by Dick and Carey. The development procedure consisted of planning, production, expert validation, practitioner validation, and field testing. The results of the study are as follows. First, the results of the expert validation showed that the learning materials were relevant to the polytechnics characteristics wi...

  9. Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dana Marsetiya Utama

    2016-07-01

    Full Text Available This paper explains the problem of determining the lot size of ordering raw materials with warehouse capacity limitation in order to minimize inventory costs. Generally, the lot size of ordering raw materials determined without considering warehouse capacity. The algorithm that used is Wagner Within (WW which is modified by adding a warehouse capacity as a constraint. The result shows the minimum of total inventory cost is 24,100 and the ordering raw materials at the week 3, 5 and 7.

  10. Plastik nonwoven sebagai pengemas bahan makanan yang bersifat breathable

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Penny Setyowati

    2003-06-01

    Full Text Available Abstract Nonwoven plastic is a new material for packaging that has some special quality among the other things such as flexible, higher strength, hydrophob, breathable and hygienes. The technology of nonwoven plastic is spunbond technolog which is a clean technology and produce a non fibre product. The raw material of nonwoven plastic is food grade polypropylene, so that the products are safe for food packaging. Recently just pioneered of nonwoven plastic application as innerliner of plastic sack that can replace “karung goni”as rice packaging and replace cotton sack as meal or flour packaging. Therefore grains that have not been prepared yet, respiration activity is very important to be breathable characteristic of nonwoven plastic is able to support air circulation very well and also to keep humidity balance in the packaging. At the flour packaging, beside hydrophob characteristic, however breathable characteristic is necessary too because flour has a tendency to absorb water and flour stability must be kept at 13.5 – 14% moisture content. The first experiment was taken by PT. Boma Internusa concerning with rice storage that use nonwoven plastic packaging as innerliner of plastic sack during 2 months, and analysis showed that the rice did not smell, louse unfolding was decrease 9fumigation cost was low, yellow grains and broken grains were decrease and did not occur any change of color. In the experiment of flour storage during 3 months gave an analysis that flour wsa still having good condition and fulfilled the standard trade

  11. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH ALJABAR LINEAR BERBASIS OPEN ENDED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Farida

    2017-01-01

    Full Text Available Teaching materials is one important component in learning because teaching materials can be used for independent study. On the other hand, the lack of teaching materials are on open-ended problems leads to an underdevelopment of creativity in learning. With the open-ended problems, students are expected to have more than one solution to solve problems in everyday life, especially in mathematical problem solving. The purpose of this study is to develop teaching materials based on open-ended valildly, practically and effectively in the subject of linear algebra. This research is the development by using Plomp models which consists of three stages: preliminary research, prototyping, and assessment. Data collection technique through observation, questionnaires and tests. The instruments used were observation sheet, questionnaire sheet and a test sheet. Based on result of the research that has been done shows that the teaching materials is based on open-ended in the subject linear algebra that have been developed otherwise valid with a value of 3.43, practice with a value 3,11 or in the percentage reached 77,75%, and effective with value of learning outcomes experiment class (use teaching materials developed higher than control class.

  12. PEMBUATAN PEPTON SECARA ENZIMATIS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU JEROAN IKAN TONGKOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tati - Nurhayati

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakJeroan ikan tongkol memiliki kandungan protein yang hampir sama dengan daging ikan sehingga memilikipotensi yang besar untuk dijadikan pepton. Penelitian ini bertujuan memproduksi pepton dari jeroan ikantongkol menggunakan enzim papain dan mengujinya untuk pertumbuhan bakteri. Konsentrasi enzim optimalyang digunakan untuk hidrolisis protein jeroan ikan tongkol adalah 0,26% dengan waktu hidrolisis selama3 jam. Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kadar air 7,66%; kadar abu 2,34%; kadar protein 50,18%; dankadar lemak 0,47%. Kadar asam amino tertinggi dan terendah masing-masing adalah asam glutamat (6,38%dan sistein (0,68%. Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kelarutan 98,20%; total nitrogen 8,03%; α-aminonitrogen bebas 1,12%; rasio asam amino bebas terhadap total nitrogen 13,93%; kadar garam 0,79%; rendemen3,92-5,54% dan pH 6,02. Pepton jeroan ikan tongkol dapat digunakan sebagai salah satu penyusun media luriabroth (LB untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kecepatan pertumbuhanspesifi k maksimum E. coli pada media yang menggunakan pepton jeroan tongkol lebih tinggi dibandingkandengan pepton komersial, sedangkan kecepatan pertumbuhan spesifi k maksimum S. aureus lebih rendah padamedia pertumbuhan LB yang mengandung pepton jeroan tongkol.Kata kunci: hidrolisis, jeroan ikan, papain, pepton

  13. PENINGKATAN PRODUKSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING ALFALFA DENGAN PEMUPUKAN FOSFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sunarni

    2014-06-01

    Full Text Available Alfalfa (Medicago    sativa    L. as one of legume forage crops for ruminant livestock is very sensitive to the phosphorus deficiency. Phosphorus fertilizers have been used widely to overcome those problem. However, the high cost of superphosphate (SP is now focusing attention on cheaper rock phosphate (RP fertilizer. A field experiment was conducted on a latosolic soil (low pH, and low available Bray II extractable P. The objective of the research is to evaluate the effect of phosphorus fertilizer from difference sources on dry matter production, and in    vitro dry matter digestibility of alfalfa. Completely randomized block design with 7 treatments in 3 replicates was used in this field experiment. The treatments were T0 (control, T1 (SP, 100 kg P2O5/ha, T2 (SP, 200 kg P2O5/ha, T3 (SP, 300 kg P2O5/ha, T4 (RP, 100 kg P2O5/ha, T5 (RP, 200 kg P2O5/ha, T6 (RP, 300 kg P2O5/ha. Size of each plot was 2 m x 2 m, and fertilized with P fertilizer (SP, RP according to the assigned treatment. All plot received basal fertilizer of urea (50 kg N/ha, KCl (100 kg K2O/ha and poultry manure (2 ton/ha. Medicago    sativa was defoliated on 12 weeks after planting and analyzed for dry matter (DM production and in    vitro DM digestibility. Result showed that DM production significantly influenced by the treatments. Superphosphate fertilization resulted DM production significantly higher compared to control and RP, except on RP 300 kg P2O5/ha was non-significant difference. In    vitro dry matter digestibility (IVDMD of alfalfa was not affected by the treatment. There was non-significant difference in IVDMD between the treatments. Therefore, RP (300 kg P2O5/ha could replace SP to increased DM production and not affected for IVDMD of Medicago    sativa in acid latosolic soil.

  14. DEGRADASI BAHAN ORGANIK LIMBAH CAIR NANAS OLEH BAKTERI INDIGENAgus Sutanto

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    2011-04-01

    Full Text Available Pineapple Liquid Waste has high organic material and still unfulfilled required quality standard. Processing occurred at the waste processing installation with pond system (Lagoon required a wide space and keep long time so that less efficient. Based on this problem, it needs an environmentally sound waste management by utilizing bioprocess technology using indigenous bacteria’s ability in degrading organic pollutant called Bioremediation. The objective of this research was to get isolated indigenous bacteria, enables to decrease organic material. It was divided into four stages. First, performed characteristic observation of isolated bacteria that potentially decrease organic material, secondly decomposition capability test in vitro, and thirdly scale bioremediation test pilot plan, fourthly bioremediation test in ex situ at the microbiology laboratory of Malang State University. Data were analyzed by Varian analysis to test the presence or absence of differences and regression test to analyze the link between variables. First phase result: 15 isolated indigenous bacteria.. Potential consortia bacteria consisting of more effective 4 species, indicated by 4 consortia bacteria decreased BOD in 6 days. Starter bacteria with a consortia K1’s combination (ABCD, Volume: 5% (v/v and 6 days were the most effective incubation time in decreasing BOD. Second phase result: 1 A significant link among the number of bacteria, a. Bacillus cereus, b. Acinetobacter baumanni, c.Bacillus subtilis, d. Pseudomonas pseudomallei and not abcd against organic material with contribution of 72,7% and negatively correlated, 2 Media treatment and incubation time gave distinctive outcome against organic material, 3 there was a link between organic material organic acid concentration decrease would decrease BOD at scale bioremediation test Pilot plan, and ex situ scale. Threshold BOD achievement limit value on 10th day (75 quality standard: 75. In accordance with ministry decree LH No. 05 year 2007 industrial wastewater quality standard, suggested to industry to use this study in processing its waste.

  15. Pembuatan bahan penyamak nano nabati dan aplikasinya dalam penyamakan kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Waskito

    2015-07-01

    Full Text Available This study aimed to create nano vegetable tanning materials of acacia bark extract. The process started with size reduction of acacia bark (16.7 mm x 4.9 mm x 1.8 mm, followed by counter current extraction of acacia bark with water at 80ºC with 1:3 bark to water ratio in order to obtain extracts with density of 9-10ºBe. Drying was done with a spray dryer. Particle size of the resulting powders was measured with particle size analyzer. Planetary ball mill was used for 6 hours to obtain average particle size of 72.9 nm. A variety of vegetable tanning materials were applied in the vegetable tanning process with varied concentrations of 15, 20, and 25%. The use of 25% nano vegetable tanning material of acacia bark extract gave the best results compared to liquid extract of acacia bark and mimosa. The properties of the leather obtained were tensile strength of 27.04 kg/cm2, elongation at break of 50%, shrinkage temperature of 84oC, and degree of tannage of 79.65%.

  16. Tinjauan Penilaian Siklus Hidup Bahan Bakar Biodiesel di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kiman Siregar

    2014-10-01

    Review of Life Cycle Assesment of Biodiesel in Indonesia Abstract. Currently, environmental consideration becomes the most important issue in biodiesel production. Eventhough source of energy is considered as carbon neutral, the production path may release various environmentally hazardous gasses. European and American countries claim that production of biodiesel from palm oil contributes carbon emission to the atmosphere along its production path. Furthermore, US EPA-NODA and EU RED stated that palm oil based biodiesel can only reduce emission of GWP by 17 % and 19 % compared to fossil-fuel based. Considering on the minimum requirement is 20 % for US and 35 % for EU, CPO from Indonesia experiences difficulties to enter the global market. Scientific approach should be undertaken by Indonesia to address this issue. Summary of the literature mentions that the sustainability of biodiesel from palm oil is better than Jatropha curcas, compared to other sources of raw materials, such as rapeseed. Summary of the literature mentions that the value of carbon that can be absorbed by primary forest is higher than secondary forest and palm oil plantation. This is the reason why world claims Indonesia on global warming issues although further research is still needed based on the latest data. From the real condition in Indonesia, in which GHG value before stable productivity is 2 575.47 kg-CO2eq./ton-Biodiesel fuel(BDF for oil palm and 3 057.74 kg-CO2eq./ton-BDF for Jatropha curcas. When the productivity has reached stability, the GHG value is  1 511.96 kg-CO2eq./ton-BDF for oil palm and 380.52 kg-CO2eq./ton-BDF for Jatropha curcas. If we compared to diesel fuel, CO2eq. emission is reduced up to 49.27 % and 88.45 % for BDF-CPO and BDF-CJCO, respectively.

  17. Pemanfaatan Sedimen Waduk Mrica Untuk Bahan Baku Bata Merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nastain Nastain

    2009-02-01

    Full Text Available Volume of water storage reservoir conditions Mrica from year to year decreases due to sedimentation. Efforts to reduce sediment in the reservoir has been done by way of flushing (flushing periodically through the drawdown culvert (DDC, where the outcome is less effective and causes a lot of losses. This research was conducted in order to exploit the reservoir sediments Mrica for raw materials of red brick as an alternative effort to reduce sediment in the reservoir, as well as empowerment of communities around the reservoirs. Methods of research carried out by making a brick specimens made from sediments that were collected at the upstream, middle and downstream of the reservoir storage area. Laboratory tests conducted to determine the physical characteristics of sediment and the characteristics of the bricks produced. The results showed that: (1 Sediment basin headwaters Mrica coarse-textured sand with a sand content of 53%, the middle area is a sand-textured sand content of 62%, and the downstream region of 69% silt-textured with fine sand content of 31% , (2 Sediment that can be molded into bricks is a sedimentary rock containing 40% sand, with the color after the fire is reddish brown and smell of the less savory, (3 Depreciation is the largest dimension of the brick after the fire occurred on the bricks that  were made of sediment downstream areas, ie an average of 21%, and (4 The compressive strength of bricks produced very little that is equal to 0.5% of the minimum standards required by the SNI 15-2094-2000.

  18. Mesin Pengolah Limbah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Alternatif

    OpenAIRE

    Prasetyo, Hendra; Rudhiyanto, Rudhiyanto; Fitriyanto, Ilham Eka

    2014-01-01

    Plastic waste is a global-scale environmental issues since it is very difficult to disen tangle. According to UNNES data research team in 2010, the amount of garbage volume in the area and its surrounding is 20 m3 / day, and 3% of it is plastic which is very difficult to be unraveled. The solution toward the case so far is by burning; meanwhile, it can result pollutants that can damage the environment, such as NOx, SOx, CO, and others. Hence, the need for solution that is more promising and p...

  19. Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi sebagai Bahan Bakar Briket Alternatif

    OpenAIRE

    Djafar, Zuryati

    2014-01-01

    The object of research is coffe bark with five variant compositions. Each composition has different mixture of charcoal, starch, and clay (100:3:3; 100:3:5;100:7:3; 100:15:3; 100:15:5). In each composition the coffe bark was treated in 3 different stress [A:(9800,14700,19600) N/m2; B:(19600,39200,58800)N/m2; C:(39200, 49000, 58800)N/m2; D:(68600,14700,29400)N/m2; E:(9800, 14700, 19600)N/m2]. The experimental method used in this research, were: temperature measurement, stress measurement, mass...

  20. ANALISIS BAHAN AJAR PADA MATA KULIAH KALKULUS LANJUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Farida

    2017-08-01

    Full Text Available Teaching materials are learning resources in the form of materials or materials arranged systematically to help educators in learning so that learners are able to master the competence to be achieved. Based on the results of prasurvey obtained results that not yet available teaching materials that are able to facilitate, find, and develop mathematical concepts in advanced calculus course. Inquiry is a learning activity that emphasizes the critical thinking process and analysis to find and solve the problems until get a conclusion.This study aims to analyze the process of preparing the teaching material based inqury in Advanced Calculus course. The results obtained from this study are the teaching material based inqury in Advanced Calculus course which received an average validation score of 63% in the eligible categories of language, instructional design, and materials, and it can be implementation in advanced calculus learning.

  1. Kualitas Kompos dari Berbagai Kombinasi Bahan Baku Limbah Organik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TATI BUDI KUSMIYARTI

    2015-09-01

    Full Text Available The Quality of Compost on Various Combinations of Organic Waste Raw Materials Evaluation of compost stability prior to its use is essential for the recycling of organic waste in agricultural soils. During composting, most of the biodegradable organic compound are broken down and a portion of the remaining organic material is converted into humic-like substances, with production of a chemically stabilized composted material. This experiment aimed to monitor the changes in physicochemical characteristics during composting of three kinds compost heap and to define parameters suitable for evaluating the stability of compost. The experiment were conducted from Mei to October 2011 and consisted of three treatments with six replicates for each treatment. Compost pile temperature,the pH, that reflected the initiation and stabilization of the compost, were measured during the composting process. The carbon organic material content, carbon and nitrogen content, the carbon to nitrogen ratio, organoleptic characteristics, and K2O, P2O5, Mg, Ca content were measured to evaluate the quality of the physicochemical properties of the compost. Compost toxicity level had evaluated using Germination Index. The result showed that the quality of compost from all treatments that were evaluated in this experiment meet the standard quality of SNI 2004.

  2. Karakterisasi kulit kayu tingi (Ceriops tagal sebagai bahan penyamak nabati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Kasmudjiastuti

    2014-12-01

    Full Text Available Tingi (Ceriops tagal bark was highly potential as tanning materials due to high tannin concentration. The aim of the study was to determine the characterization of properties of tanning material made from tingi bark, including the tannin levels, the non-tannin levels, the tannin type, the absorption level of the solution and the FTIR spectrum analysis. The method used in this research was countercurrent system in the extraction process, feed solution preparation process, the thickening process, powder formation process conducted with the aid of Rotavapor- 151 Standard, and testing. The results showed that the tingi bark contains tannin level 70.91% and non-tannin levels 10.63%. Tannins from tingi bark were classified as procyanidin condensed tannins type and the absorption values obtained maximum value at wavelength 490 nm. The FTIR spectral data indicated that tingi tannins contained hydroxyl group (ⱱ O-H; ⱱ N-H in the area (3467.418-3057.025 cm-1, aromatic group (ⱱ C-H in the area of 2875,733 cm-1, ⱱ C=O (ester group in tanned material in the area (1747.442-1612.422 cm-1, ⱱ-OH; R-COO-in the area of 1444.626 cm-1 and ⱱ(SO42 -; R-SO3; R-SO3H in the area (1112.823-1062.729 cm-1.

  3. Pembuatan Minyak Kemenyan (Minyak Obat Tradisional Khas Aceh dengan Variasi Jenis Bahan Baku Minyak dan Konsentrasi Bahan Pewangi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Normalina Arpi

    2013-02-01

    Traditional purifying process of pliek u oil, and copra oil decreased the acid, peroxide, and iodine values of the oils. Whereas scented herbal concentration caused no significant effect on any quality values of minyak kemenyan. Processing the vegetable oils into minyak kemenyan caused slightly increased in the acid and iodine values, but significantly decreased the peroxide value of that made from pliek u oil. The best treatment was minyak kemenyan produced using pliek u oil with acid value of 6.20 mg KOH/g, peroxide value of 18,20 mgO2/100g sampel, iodine value of 4.53 Iod/100 g, ester value of 173.96 mg NaOH/g, smell and color prefered by panelist with scores of 3.0 (=ordinary and 3.6 (=like, respectively. Keywords: traditional product, “minyak kemenyan”, “pliek u oil”, benzoe, scented herbal

  4. Pengaruh penambahan bahan pengisi alumunium silikat dan bahan pengembang azodicarbonamide dalam pembuatan karet mikroseluler untuk sol ringan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herminiwati Herminiwati

    2009-06-01

    Full Text Available The aim of the research was to investigate the effect of the added aluminium silicate filler and Azodicarbonamide (AZDM blowing agent on production of microcellular rubber for light sales. The formula of microcellular rubber consist of ethylene vinyl acetate (EVA 80 phr, natural rubber (SIR 3 L 20 phr, stearic acid 0,5 phr, zink oxide 1 phr, aluminium silicate 15 phr, AZDM 1,5 phr and dicumyl peroxide 0,8 phr. The best formula phr and AZDM blowing agent of 1,5, 2 and 2,5 phr, respectively. The vulcanization process was carried out at 160 – 165o C for 20 minutes and molding on 100 kg/cm2 pressure. The results showed that the best microcelluler rubber was produced by using the formula of aluminium silicate filler of 20 phr and AZDM blowing agent of 1,5 phr. The microcelluler rubber performed physical properties such as tensile strength 42,75 kg/cm2, elongation at break 204%, Grasselli abrasion resistance 2,79 mm3/kg.m, hardness 50,6 shore A, compression set 33,12% and specific gravity 0,34 g/cm3, while signs of cracking was not performed.

  5. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KERAMIK MAGNESIUM ALUMINA SILIKA DARI ABU VULKANIK GUNUNG SINABUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Exaudi Sidabutar

    2017-02-01

    Full Text Available Berlimpahnya material abu vulkanik Gunung Sinabung merupakan suatu hal yang menarik untuk diteliti lebih lanjut, khusunya tentang kelayakan penggunaan abu vulkanik tersebut sebagai bahan dasar untuk membuat material keramik magnesium alumina silika. Sebagian besar abu vulkanik tersebut belum termanfaatkan sama sekali. Material keramik dibuat dari bahan dasar yang tersusun atas abu vulkanik, alumina silika (Al2O3 dan Magnesium Oksida (MgO. Keberadaan abu vulkanik hasil dari letusan Gunung Sinabung merupakan hal yang cukup potensial sebagai pembuatan bahan keramik.Tujuan dari penelitian ini adalah membuat keramik yang keras dan kuat dari abu vulkanik Gunung Sinabung dan untuk mengetahui pengaruh penambahan Al2O3 dan MgO pada pada sampel material keramik. Sekaligus untuk mengetahui proses pembakaran (sintering yang optimal terhadap karakterisasi dari sampel keramik yang meliputi sifat fisik, kekerasan dan struktur Kristal dari material.Adapun hasil dari penelitian yang telah dilakukan untuk memnuhi tujuan tersebut adalah nilai densitas tertinggi dengan komposisi abu (80%, Al2O3 (10% dan MgO (10% adalah 2.06 gr/cm2 dengan suhu pembakaran 1200 0C, morfologi yang baik pada komposisi yang sama dengan suhu pembakaran 1200 0C, fasa yang dominan terbentuk adalah Silika oksida (SiO2, dan fasa lainnya MgSiO3, Al₂MgO₄ dan hasil kekerasan yang diperoleh sebesar 768.21 kgf/mm2.

  6. Persepsi Masyarakat Terhadap Kebijakan Politik di Kota Parepare

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudi Hardi

    2011-04-01

    Full Text Available Dalam dunia politik, peranan etika politik tidak dapat diabaikan. Hal ini terkait dengan, moralitas politik berguna untuk menyelidiki apa yang mengkonstitusi baik-buruk, keutamaan, keabsahan hukum, kebenaran suara hati, kewajiban moral politik dan sebagainya. Realitas persoalan yang dihadapi dalam budaya politik adalah adanya gap antara campur tangan Politik dengan indenpendensi birokrat (Administrator tentang pengelolaan pelayanan pada Masyarakat. Kemudian, terdapat sikap dan perilaku yang “negatif”, baik politisi mau pun birokrat dalam melaksanakan fungsi masing-masing.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi etika budaya politik dan tanggapan/sikap masyarakat terhadap perkembangan kondisi dan situasi budaya politik di Kota Parepare. Metode yang digunakan adalah Survey sampel dengan unit analisis masyarakat pemilih. Responden diambil dengan stratified random sampling dari masyarakat kota Parepare. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah deskriptif pada data kualitatif. Hasil penunjukkan bahwa secara keseluruhan, baik lapisan bawah, menengah, dan lapisan atas, menilai bahwa etika politisi di kota Parepare relatif buruk, yaitu 191 (63,67% dari 300 responden. Dan alasan responden adalah bahwa setelah menjadi politisi, mereka cenderung individual atau memikirkan kepentingan diri, keluarga dan atau partainya yang terlihat dari kebijakan-kebijakan yang mereka lahirkan. Hal itu sangat berbeda dengan waktu kampanye. Kesimpulan, dalam mewujudkan partisipasi politik di kota Parepare, masyarakat memiliki dua ciri atau bentuk dari partisipasi politik berdasarkan sifat yaitu dimobilisasi dan otonom. Kemudian, untuk menilai bagaimana etika politik di Kota Parepare, ada tiga pola pola sikap dan orientasi individu terhadap politik, yakni: (1. Orientasi Kognitif : pengetahuan, keyakinan (2. Orientasi Afektif : perasaan terkait, keterlibatan, penolakan dan sejenisnya tentang obyek politik, dan

  7. Kandungan Unsur Hara Daun Pinus Merkusi Jungh. et de Vriese dan Sifat-sifat Tanah di Tegakan dengan Produksi Getah yang Bervariasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryono Supriyo

    2013-07-01

    Full Text Available Economically, the role of pine stands increased because of the value of the resin. The resin has been a flagship product of Perum PERHUTANI. In some areas, resin production varied among compartments. The variation is quite large even the trees were from the same seed origins. This study aimed to study the soil properties and climate, which results in variation of leaf nutrient content. Those were predicted as the cause of differences in the production of resin. The study was conducted in both RPH Ngablak (lower resin production, (15 g/tree/3 d, which are located in KPH Kedu Utara. Soil samples were taken in each compartment with three replications. Fresh leaf samples were collected and analyzed for the macro and micro nutrients. The results showed that the pine in Ngablak lies at an elevation of about 1,213 m, while in Grabag it lies on 908 m above sea level. The thickness of the soil’s solum in Ngablak was only 60 cm. The soil was brighter in colors (yellowish red and many hard stones were found in soil’s profile. Whereas in Grabag the solum was > 90 cm, dark in color (dark brown and no coarse material in the soil’s profile. Litter biomass, trees height and diameter in Ngablak were only 1,317 tons/ha, 19.3 m and 20.8 cm, respectively. While in Grabag, the litter biomass, trees height and diameter were accounted for 6,857 tons/ha, 31.6 m and 20.8 cm, respectively. The leaf content of Mg and Mn in Ngablak were 0.14 ppm and 86 ppm, respectively, while in Grabag were accounted for 0.27 ppm and 283 ppm, respectively. Nutrient content of C, N, P, K, Ca, Na, Fe, Cu and Zn in both areas were no significant different.

  8. SIFAT-SIFAT FISIK DAN SENSORIS PRODUK BUAH HASIL RESTRUKTURISASI NON-TERMAL SELAMA PENYIMPANAN DINGIN [Physical and Sensoric Properties of Restructured Fruit During Refrigerated Storage

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zaki Utama

    2002-04-01

    Full Text Available The objective of this experiment was to develop novel restructured products from tropical fruits. A model fruit product was developed using fresh tropical fruits puree (avocado, mango, jackfruit, sapodilla, and soursop and calcium-alginate gel forming methods (internal setting. As binding system low viscosity alginate and three different calcium sources (Ca-lactate, Ca-chloride and encapsulated Ca-lactate were used. Gel forming was conducted by internal setting and calcium was released under controlled conditions simultaneously throughout the system. The products were then stored at 4 oC for 9 days. Sensory evaluation indicated that restructured sapodilla with Calactate or encapsulated Ca-lactate (1% had better taste as compared to product were with Ca-chloride. Different calcium sources had no significant effect on flavor as compared to those of fresh fruit. During refrigerated storage, however, products prepared with soursop and avocado suffered discoloration. Calcium, lactate or encapsulated Ca-lactate produced weaker gel than that of calcium chloride. Restructured fruits that have been stored up 9 days were still considered acceptable by panelists.

  9. PENGARUH CHILLER PENDINGIN PADA KEKERASAN PRODUK COR PROPELER ALUMUNIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hera Setiawan

    2014-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini merupakan pengembangkan proses pembekuan searah (unidirectional solidifications sehingga dihasilkan struktur columnar dendrite pada pengecoran alumunium propeler kapal nelayan untuk meningkatkan sifat mekanis material. Pengecoran dilakukan dengan pasir cetak (sand casting dan proses peleburan logam dilakukan pada dapur crusible dengan bahan bakar minyak. Teknik pengecoran dilakukan dengan pendinginan logam cor dengan chiller pendingin yang dialiri air dengan dorongan pompa. Pengujian spectrometer digunakan untuk mengetahui komposisi kimia material alumunium. Pengujian kekerasan digunakan metode Rockwell dengan indentor bola baja diameter 1/16 inchi dengan beban mayor 100 kg (HRB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pembekuan searah dengan chiller pendingin dapat meningkatkan kekerasan material alumunium propeler sebesar 3,99% dari 60,5 HRB menjadi 62,9 HRB. Kata kunci: alumunium, propeler, chiller, kekerasan, pembekuan searah.

  10. KAJIAN KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO SAMBUNGAN LAS GMAW BAJA KARBON TINGGI DENGAN VARIASI MASUKAN ARUS LISTRIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wijoyo Wijoyo

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Aplikasi sambungan las masih menjadi pilihan utama pada bidang konstruksi. Hal ini dikarenakan konstruksi menjadi ringan, murah dan cepat dalam proses pengerjaanya. Kekuatan las sangat dipengaruhi oleh komposisi dan sifat logam induk maupun logam pengisi, proses pengelasan, pemanasan serta adanya tegangan sisa. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki kekerasan dan struktur mikro sambungan las GMAW baja karbon tinggi akibat variasi masukan arus listrik. Penelitian menggunakan bahan baja AISI 1065 dan logam pengisi ER70S-6, dengan variasi arus listrik 80 A, 100 A dan 120 A. Kecepatan pengelasan adalah 5 mm/s, kecepatan logam pengisi 4 mm/s dan tegangan DC 22 V. Pengujian kekerasan dengan menggunakan mesin uji kekerasan rockwell, sedangkan foto mikro struktur menggunakan mikroskop optic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi arus listrik yang dipakai dalam pengelasan sampai 120 A, maka kekerasan hasil lasan semakin menurun, sedangkan struktur mikro didominasi cementite dengan ukuran yang lebih halus. Kata kunci: arus, GMAW, kekerasan, sturktur mikro.

  11. Penentuan Konstanta Optis di Daerah Absorpsi Fundamental Menggunakan Formulasi Forouhi dan Bloomer untuk Lapisan Tipis Amorf Silikon Karbon (A-Sic:H

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Marianty

    2002-08-01

    Full Text Available An expression of the imaginary and real parts of the complex refractive index derived by Forouhi and Bloomer have been applied to obtain wider energy range of optical constants for amorphous silicon carbon (a-SiC:H films deposited by dc sputtering method using silicon and graphite targets. Excellent agreement was obtained between the formula and experimentally measured values of both n(E and k(E. The optical constants obey Kramers-Kronig dispersion relation and show a maximum at high-energy range. The dependence of five parameters to carbon concentration and the variation of optical constants with composition for both targets will be discussed.

  12. STUDI PREPARASI DAN KARAKTERISASI SEL SURYA BERBASIS TITANIA MELALUI PENYISIPAN LOGAM TEMBAGA (CU DENGAN BERBAGAI VARIASI MASSA PADA LAPISAN AKTIF TITANIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Prasetyowati

    2017-05-01

                This study aims to determine the effect of insertion of copper (Cu with a variety of mass to structure morphology and composition of surface layer of titania, absorbance of titania, resistance of titania and solar cell performance based on titania.. Solar cell performance is characterized from voltage of solar cell.                 Preparation of titania-copper layer (TiO2-Cu to form a paste was made using a sol-gel method. Pasta titania-copper deposited on a transparent electrode (Indium Tin Oxide with a doctor blade method. There were five variations of Cu mass pasted on layers of titania, namely 0,050 grams (Sample 1; 0,075 grams (sample 2; 0,100 grams (3 samples; 0.0125 (sample 4 and 0.0150 (sample 5. Each variation of the mass of Cu is inserted in one gram of TiO2. SEM and EDS characterization performed on layers of titania-copper to know the structure morphology and composition of the titania-copper. Layer absorbance was characterized using UV-Visible spectrometer. Resistance of titania was measured using a Wheatstone bridge. The performance of solar cells measured by measuring the voltage of the solar cell.                  Keywords: titania, copper, surface morphology, absorbance, resistance, solar cells

  13. Pengujian Kemampuan Daya Samak Cube Black dan Limbah Cair Gambir Terhadap Mutu Kulit Tersamak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gustri Yeni

    2016-06-01

    Cube black dan limbah cair pengolahan gambir. Konsentrasi bahan penyamak yang digunakan dalam perlakuan adalah 2%, 3% dan 4% dengan berat kulit yang akan disamak sebanyak 1 kg. Kulit tersamak diuji terhadap derajat penyamakan (DP dan uji fisik meliputi kekuatan tarik, kemuluran dan kekuatan sobek. Pada perlakuan yang sama dibandingkan dengan penyamak krom. Hasil uji kulit tersamak menunjukkan makin tinggi konsentrasi bahan penyamak makin tinggi nilai DP dan sifat fisik kulit makin baik. Kulit tersamak dari kambing menggunakan Cube black gambir pada konsentrasi 4% menghasilkan nilai DP mendekati sama dengan penyamak krom (38,45% dan 36,60%. Untuk kulit ikan tuna tersamak menghasilkan nilai DP 39,57% dan 31,35%. Bahan penyamak gambir menghasilkan nilai kekuatan tarik, kekuatan sobek dan kemuluran lebih tinggi dari penyamak krom. Nilai kekuatan tarik kulit kambing 730,37 kg/cm2, ikan tuna 353,33 kg/cm2 diperoleh dari penyamak limbah cair. Nilai kekuatan sobek kulit kambing adalah 353,33 kg/cm2, kulit ikan tuna 29,96 kg/ cm2 dan nilai kemuluran kulit ikan tuna 202,0% diperoleh dari Cube black gambir. Hasil penelitian menunjukkan bahan penyamak gambir memiliki sifat penyamak yang dapat menggantikan penyamak krom.

  14. PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH SUMBER AIR PANAS SONGGORITI KOTA BATU BERDASARKAN DATA GEOMAGNETIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dafiqiy Ya’lu Ulin Nuha, Novi Avisena

    2012-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian dengan metode geomagnetik pada tanggal 26 -27 April 2011 di daerah Songgoriti Kota Batu dengan tujuan untuk mengetahui pola Anomali Magnet Total dan struktur geologi bawah permukaan. Setelah dilakukan koreksi data yang meliputi koreksi diurnal dan koreksi IGRF maka didapatkan nilai anomali magnet total serta kontinuasi ke atas dan reduksi ke kutub. Selanjutnya dilakukan interpretasi secara kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kuantitatif dilakukan dengan membaca pola kontur anomali magnet lokal dan reduksi ke kutub, sedangkan interpretasi kualitatif dilakukan dengan membuat penampang 2,5 D pada dua lintasan AB dan CD. Berdasarkan interpretasi kuantitatif pada kontur anomali  magnetik lokal didapatkan variasi nilai anomali antara -800 nT-600 nT dengan anomali tinggi terdapat pada arah timur dan barat daerah penelitian, anomali sedang terletak pada daerah tengah penelitian dan anomali rendah terdapat pada sedikit   daerah   tengah   penelitian.   Daerah   penelitian   didominasi   anomali   magnetik   sedang. Berdasarkan interpretasi kualitatif pada model penampang 2,5 D lintasan AB dan CD, didapatkan tujuh body yaitu batuan tufa, batuan tufa, batuan breksi vulkanik, batuan breksi tufaan, batuan lava, batuan basalt, dan batuan andesit. Berdasarkan sifat fisik dari tiap lapisan batuan, diduga batuan sarang dalam sistem geothermal yang berupa sumber air panas di daerah penelitian adalah batuan breksi vulkanik dengan batuan penutup (cap rock berupa batuan tufa. Kata Kunci : Anomali Magnet, Struktur Geologi, Air Panas.

  15. PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK PERMEN KARAMEL SUSU KAMBING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilawati Suslawati

    2012-12-01

    Full Text Available Caramel candy is a kind of toffee classified into  soft candies, and  processed using milk and sugar as the main ingredients. One way to prevent food spoilage is to use suitable packaging as well as storage system. This study was aimed to determine the effects of  packaging materials and storage time until 28 days at room temperature  and their interaction effects on the the chemical, microbiological, and organoleptic properties , and its accordance with SNI 3457.2 caramel candy standard. The study was conducted in two groups of factors and arranged in Complete Randomized Design with three replications. The first factor was the type of packaging (P consisted of polyethylene plastic (P1, aluminum foil (P2, and oil paper packaging (P3. The second factor was the duration of storage (L consisted of 0 days (L1, 7 days (L2, 14 days (L3, 21 days (L4, and 28 days (L5.  The homogenity and additivity  of  the data were tested using Barlett  and Tuckey tests, continued using ANOVA ,  and then further tested using  comparison and orthogonal polynomials at of 1% or 5% level of significance.  The results showed the samples wrapped in aluminum foil  and stored for 28 days at room temperature, was found to be the best type of packaging. The criteria of the best goat’s milk caramel candies were:  water content of 5,81% w/w, ash content of 0,95% w/w, reducing sugar content 2,26% w/w, total molds and yeasts 0,49x102 colonies/gram, a total microbial of 2,83 colonies/gram, and the color, texture, taste, and aroma were brown, soft, sweet, and neutral. these criteria met the SNI 3547.2 (2008 quality standard for  caramel candies.

  16. SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK MI BASAH DARI PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nida El Husna

    2017-09-01

    Full Text Available Sago starch as local food rich in carbohydrates and crude extract of moringa leaves that rich in protein have potential to be developed as a raw material for wet noodle. The objective of this research was to determine the effect of percentage of moringa leaf extract (5%, 10%, 15% and the filtering process of extracts (with and without screening on the physical and sensory properties of wet noodle. This study was conducted using completely randomized design consisted of two factors with three replications. Analysis of wet noodles includes of cooking time, cooking loss, water absorption, percentage of breaking noodles, sensory (hedonic test of color, aroma, taste, and texture. The results showed that the higher of percentage of moringa leaves extract increased the cooking time, cooking loss, and percentage of breaking noodles. Moringa leaf extract with the screening process decreased the cooking time and breaking percentage of noodles. The best treatment was obtained from the addition of moringa leaves extract of 5 % and with the filtering process of extracts.

  17. Studi Mutu Kayu Jati di Hutan Rakyat Gunungkidul. V. Sifat Kimia Kayu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ganis Lukmandaru

    2016-07-01

    Full Text Available This study aimed to explore the chemical properties of teak wood grown in community forests from Gunungkidul Regency. Trees (dbh 28-37 cm were selected from three different sites i.e. Nglipar, Panggang, and Playen. Three trees were cut from each site and disks were taken from the base of the trees. The disk in radial cross section was divided into 3 parts: sapwood, outer heartwood, and inner heartwood. Chemical properties tested were holocellulose, á-cellulose, hemicellulose, lignin, ethanol-toluene extractives, hot-water soluble extractives, solubility in NaOH 1%, and ash contents. Mature teakwoods from Randublatung (Perhutani plantation were used for comparison purpose.The values range of chemical composition in the cell wall components of the Gunungkidul teak wood were holocellulose content 75.76-79.74%, , á-cellulose content 46.72-50.90%, hemicellulose content 27.41-30.14%, lignin content 29.22-32.80%, and solubility in NaOH 1% 16.43-17.35%. Further, the ethanol-toluene extractive, hot-water soluble, and ash content values ranged from 5.04 to 10.77%, 2.74-7.85%, and 0.60-1.66%, consecutively. Interaction between two factors affects significantly to holocellulose, á-cellulose, hemicellulose, and ethanol-toluene extractive contents. The growth-site significantly influence on the ash contents as radial factor has significantly affect on the levels of hot water soluble extractives and ash content. The amounts of ethanol-toluene extractive and ash contents of Gunungkidul teak wood showed the lower values than those of teak from Randublatung. The values of other parameters were remain in the range of value of teak from Randublatung.

  18. Karakteristik Transmisi Gelombang Ultrasonik dan Hubungannya dengan Sifat Fisiko-Kimia Buah Naga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Djamila

    2010-04-01

    Full Text Available Commonly the quality of dragon fruit in Indonesia is determined manually by using visual appearances and it gives un-uniformly results caused by human factors and the judgement is not reflected the internal quality of dragon fruit. Destructive method is usually used to determine the internal quality of dragon fruit that is unsuitable for quality control of fresh dragon fruit. So a non destructive method is required for evaluation the quality of dragon fruit. The objectives of the research were to determine the physico-chemical and ultrasound wave transmission characteristics of super red dragon fruit according to harvesting time, and to study the relationship between ultrasound wave transmission characteristics and physico-chemical characteristics of super red dragon fruit. Super-red dragon fruits were harvested at 30, 32, and 34 days after flower blooms (150 samples from PT Wahana Cory, Ciapus, Bogor. The results showed that the ultrasound velocity of super red dragon fruit ranged from 614.10 to 680.16 m/s and the attenuation coefficient were 57.32 to 62.40 Neper per meter. The attenuation coefficient was significantly different according to maturity. There were significant correlations between ultrasound parameters (velocity and attenuation coefficient and physico-chemical of super red dragon fruit (firmness, sugar content, total soluble solid, and total acid.

  19. Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi terhadap Sifat Mekanik Beton Busa Ringan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triastuti

    2017-08-01

    Full Text Available Nowadays, global warming is a big issue for activist of environment. On construction, especially in building material, utilization of Portland cement on concrete material is one of contribution of global warming. Therefore, recently, many researchers of building material try to search material alternative to substitution cement Portland. Rice husk is one of agriculture product which was produced by rice, it can be found in tropic country such as Indonesia. Utilization of rice husk ash has been used a long time ago to substitute cement Portland on concrete. The aim of this research is to use rice husk ash on the lightweight foam concrete. Percentage of rice husk which used in this research are 0%, 10%, 15% and 20% of cement Portland (by weight. The test of characteristic of lightweight foam concrete in this research are the density test, compressive strength test and flexural strength test. The density is less than 700 kg/m3. The highest of compressive strength is 1.45 MPa on 15% and 20% rice husk ash. Then the highest of flexural strength is 0.76 MPa on 0% rice husk ash.

  20. Hubungan Sifat Fisik Tanah dengan Kejadian Longsorlahan di Sub-Das Logawa Kabupaten Banyumas

    OpenAIRE

    Achmad, Ali; Suwarno, Suwarno

    2016-01-01

    Landslide is a form of erosion where the transport or movement of the soil mass occurs on a relatively largevolume. A landslide event is known as a ground mass movement. Landslide is influenced by various factors bothinternal and external factors. Internal factors such as soil consist of soil solum, soil texture, soil permeability,depth of weathering, and slope. The purpose of this research is to know the relationship of soil physicalproperties with the occurrence of landslide in Sub-watershe...

  1. Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Sifat Fungsional Dan Warna Tepung Albumin Telur Itik

    OpenAIRE

    Pujimulyani, Dwiyati; Andiwarsana, Sunar; Suprapti, Suprapti

    2001-01-01

    The objective of this experiment was to produce fermented duck egg albumin powder and to evaluate its functional properties and colour, as well. The fermentation of duck egg albumin at room temperature was done for 0, 6, 12, 18 and 24 hours, terminated with the addition of lactic acid 1 H 0.05% and drying in a cabinet drier at 45°C for 8 hours. The functional properties of duck egg albumin powder characterized were coagulant hardness, foaming capacity foam density. The results showed that fer...

  2. Pengaruh Waktu Fermentasi terhadap Sifat Fungsional dan Warna Tepung Albumin Telur Itik

    OpenAIRE

    Pujimulyani, Dwiyati; Andiwarsana, Sunar; Suprapti, Suprapti

    2016-01-01

    The objective of this experiment was to produce fermented duck egg albumin powder and to evaluate its functional properties and colour, as well. The fermentation of duck egg albumin at room temperature was done for 0, 6, 12, 18 and 24 hours, terminated with the addition of lactic acid 1 H 0.05% and drying in a cabinet drier at 45°C for 8 hours. The functional properties of duck egg albumin powder characterized were coagulant hardness, foaming capacity foam density. The results showed that fer...

  3. SIFAT, KEPRIBADIAN, TUJUAN HIDUP MAHASISWA, DAN KAITANNYA DENGAN PERSEPSI TENTANG PERGAULAN LAWAN JENIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monika Yuliantin

    2010-01-01

    Full Text Available Globalization that develops in line with development of science and technology such as film, soap opera, and music do not only give positive influence but also have brought negative influence for Indonesian people who still extremely hold norms especially religion norm. The aimed of this research was to analyze the perception about interaction of opposite gender of college students. This research used cross sectional study design. The research was done in Bogor Agricultural University (IPB Bogor. Respondents of this research were 146 students of undergraduate of 2nd and 3rd grade in the year 2008, consist of 43 men and 103 women. Almost all of respondents had conservative perception about interaction of opposite gender. The study found significant correlation between: (1 respondents perception about interaction of opposite gender with type of gender, cumulative achievement index, trait and personality, (2 interaction of opposite gender respondents’ behaviour with type of gender, trait and personality, monthly pocket money, and respondents’ perception about interaction of opposite gender. Multiple regression analysis showed that type of gender and trait and personality variables had significant effect on perception of interaction of opposite gender.

  4. Pengaruh Substitusi Tepung Pisang pada Pembuatan Brownies terhadap Sifat Kimia dan Penerimaan Organoleptik

    OpenAIRE

    Sifia Silfia

    2012-01-01

    Kepok banana (Musa paradisiaca L) is a banana which is usually consumed after being processed first. The banana flesh has a high solid content so that it is very suitable to be made banana flour. Banana flour is obtained from banana fruit flesh through a process of drying and milling. The benefits of banana flours will make it more durable, easier in packing and transportation, more practical for diversifying processed products, to provide added value of banana, and to create business opportu...

  5. Pemetaan Kinerja Relatif Kepemimpian Kepala Daerah terhadap Sifat Kepemimpinan Rasulullah SAW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rakhmat Ceha

    2012-12-01

    Full Text Available This article proposes a model of performance measurement (mapping is based on the four leadership qualities of Prophet Muhammad SAW, they are shiddig, talbligh, amanah and fathanah. The case study used is the implementation of the leadership of the three head region Municipality (kabupaten of West Java province. Assessment process begins with identifying the variables or criteria along with unit size of each trait Prophet. Furthermore, the survey was conducted in the target study, the city of A, B, and C. For mapping, use the concept of calculation developed by a team of Technology Atlas Project-Unitet Nation and eventually can be calculated Leadership Index (IK for each of the leadership in their respective regions. IK illustrates the relative levels of leadership according to the views of the community, whether it is in compliance with the nature of leadership that ha according to the views of the community s been exemplified by the Rasulullah.

  6. Karakteristik Sifat Tarik Dan Mode Patahan Komposit Polyester Berpenguat Serat Tapis Kelapa

    OpenAIRE

    Astika, I Made; Dwijana, I Gusti Komang

    2014-01-01

    The purpose of this study is to investigate the mechanical properties i.e. tensile strength of composites coconut filter fiber. In the future this material can be used to replace the wood, bamboo and gipsun which are high price and lower water resistance. The research material made with coconut filter fiber as reinforcement and matrix resin unsaturated polyester (UPRs) type Yukalac BQTN 157, with 1% hardener types MEKPO (Methyl Ethyl Ketone Peroxide) and fiber treatment by  0.5% KMnO4...

  7. Pengembangan Media Pembelajaran Mobile Learning Berbasis Android pada Materi Sifat Koligatif Larutan

    OpenAIRE

    Nurhalimah, Septina Restu; Suhartono, Suhartono; Cahyana, Ucu

    2017-01-01

    This study aims to develop a mobile learning media for the smartphone on the material of the colligative nature of the solution. This research uses the research approach of developing the model of Borg & Gall that has been adapted. The research stages consist of needs analysis, media development, and media trials. The result of requirement analysis shows that 91,7% of students felt the need for the development of mobile learning media on the material of the colligative nature of the solut...

  8. PENGARUH FOTOOKSIDASI UV-C TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN BAKING EXPANSION PATI SAGU (Metroxylon sago

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eduard Fransisco Tethool

    2017-09-01

    Full Text Available Native Sago starch is difficult to used in industry because of the limitations of its phisycochemical properties. The aim of this research was to studied effect of UV-C photo-oxidation on  physicochemical properties and baking expansion of sago starch. Five slurries ratio (starch : water ratio: 1:2; 1:4; 1:6; 1:8; and 1:10 were oxidized with UV-C irradiation for 20 minutes, and then compared with native sago starch. The results showed that UV-C photo-oxidation increasing amylose content and paste viscosity, but decreasing swelling power and solubility, and carbonyl and carboxyl content. Used of UV-C as a photooxidator effective to increasing baking expansion characteristic, and the best slurry ratio was 1:6, which has 6.97 ml/g specific volume or 33.7% increased from native sago starch (5.22 ml/g

  9. Sifat Anti Cendawan Trichophyton mentagrophytes dan Candida albicans dari Zat Ekstraktif Kayu Pelanjau (Pentaspadon motleyi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fathul Yusro

    2013-01-01

    Full Text Available Trichophyton mentagrophytes and Candida albicans  Antifungal Activity of Palanjau (Pentaspadon metleyi Wood Extractives Pelanjau wood (P. motleyi extractives traditionally used as medicine for skin infection such as scabies (tinea and rash caused by fungal T. mentagrophytes and C. albicans. The aim of this research was to identify the effectiveness of pelanjau wood extractives on growth inhibitory of fungal T. mentagrophytes and C. albicans, isolate and identify extract compounds which have antifungal properties. Extraction and fractionation process yielded 7,04% of ethanol extract consisting of 0,28%, 1,28%, 1,19% and 4,29% of n-hexane, diethyl ether, ethyl acetate and residue fractions, respectively. Antifungal activity of pelanjau wood extract more effective on C. albicans growth inhibition than T. mentagrophytes fraction ethyl acetate at (0,03 and 0,06 mg/ml of MIC and MFC, respectively. Isolation of ethyl acetate fraction was resulted dominant compound EA6a and EA6c. NMR and GC MS analysis of compound EA6a indicate 2-Hidroxy octadecanoid acid, Hexadecanoic acid, Ethyl oleate, Octadecanoic acid, Vanilin and phenol,2-methoxy-4-(1-propenyl as the possibly main component belonged to fatty acid and phenol group. Compound EA6c indicate Phenol, 4-(1,1 dimetylpropyl, Nonylphenol isomer, Phenol,4-(1,1,2,2-tetrametylbutyl, Nonyl-phenol mix isomer dan 4-Nonylphenol as the possibly main component in belong to phenol group.

  10. Pembuatan minyak kelapa secara enzimatis dengan memanfaatkan kulit buah dan biji pepaya serta analisis sifat fisikokimianya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Susanti

    2012-02-01

    Full Text Available Enzymatic process using papain is an efficient and less expensive method for producing coconut oil. This research was conductedto produce coconut oil which meet quality requirement from Cocos Nucifera L using ripe fruit peel and seed of papaya (Carica PapayaL as enzyme sources. The coconut oil was prepared by mixing of coconut milk and juice of papaya ripe fruit peel and/or seed; and thenthe oils produced and incubated for 24 hours. The physicochemical properties of the coconut oil were determined including specificgravity, water content, contaminant, Iodine number, saponification number, peroxyde number, acid number, and pelican oil. The yieldsof coconut oil produced by enzymatic method using those two papain sources were significantly higher than coconut oil produced byvaporization/heating method. The physicochemical properties of the coconut oil in accordance with Indonesian National Standard(SNI, but the coconut oil which was produced enzymatically using juice of papaya ripe fruit peel and seed had higher quality thanthose produced by heating method. Based on the physicochemical properties of the coconut oil, it concluded that ripe fruit peel ofpapaya was better than papaya seed as an enzyme source.

  11. Pertimbangan Sifat Mekanik Pelepah Sawit Terhadap Proses Pengomposan Sebagai Acuan Desain Mesin Pencacah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ramayanty Bulan

    2016-10-01

    Full Text Available Physical and mechanical properties of palm frond are very important factor for the development of palm oil waste utilization technology. The objective of this research was to determine mechanical properties of palm frond Frond for Chopper Machine Designing. The research of composting conduct with two composting factor combination, namely: composting starter composition (i.e. Bokashi, vermi-compost and natural composting and piece of frond dimension (2 cm, 4 cm, and 6 cm. Sample was obtained from 5 years and 20 years palm oil trees. The average length of palm frond was 675.89 cm, average leaflet length at the palm frond base was 103.89 cm and average leaflet length at palm frond tip was 23.83 cm. Maximum compression strength at the 20 years-palm frond base was 8134.62 N and at the 5 years-palm midrib base was 4893.52 N. Maximum force requirement for cutting palm leaf was 67.67 N. The composting process indicates that Bokashi starter composition gives higher percentage of mass reduction on all variant of piece of frond dimension. Smaller piece of frond (2 cm enable the composting process quicker and had a better result. Statistical analysis reveals that combination of composting factors have significant effect on C/N ratio but insignificant on NPK content.

  12. Perbaikan Sifat Reologi Visco-Elastic Aspal dengan Penambahan Asbuton Murni Menggunakan Parameter Complex Shear Modulus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Wahyu Indriyati

    2013-06-01

    Full Text Available The increasing demand of crude oil will increase the price of petroleum asphalt. Indonesia has imported asphalt to meet the need for the annually road construction and maintenance. One solution to improving the rheological properties of bitumen is by adding the harder bitumen or other chemical compound to reduce dependence to petroleum asphalt. In Indonesia there is a source of natural asphalt in Buton Island, Sulawesi with huge amount of deposit that potentially could improve the rheological properties of Pen 60/70 Petroleum Asphalt. In order to obtain a better understanding on the contribution of Asbuton to the improvement of performance on rheological properties, this research used 19 variations of Asbuton and pen 60/70 petroleum bitumen. This variation is then subjected to the basic rheology test and the mechanistic test using Dynamic Shear Rheometer. The conclusion of basic rheological performance is obtained that mixture (Asbuton and 60/70 petroleum bitumen will increase hardness of bitumen. Conclusion on mechanistic rheological performance is that mixture (Asbuton and 60/70 petrol bitumen will increase Performance Grade (PG and Complex Shear Modulus (G*. The results from the analysis of Master Curve and Black Diagram, it is shown that the increasing proportion of bitumen Asbuton will decrease the phase angle (δ but its temperature susceptibility is worse.

  13. Pengaruh Penambahan Bubuk Coklat terhadap Sifat Fisik, Kimia, dan Organoleptik Minuman Instan Bekatul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Hadi

    2016-11-01

    Full Text Available The instant beverage product ingredients bran is a powder made from rice bran with the addition of sugar, saffron and cocoa powder. The addition of the cocoa powder bran instant drinks can enhance the flavor of drinks, so the demand by the public and boost the selling price of rice bran. This study is experimental by using bran as the manufacture of beverages physical, chemical and organoleptic. The experimental design used was completely randomized design (CRD with 4 treatments with 3 repetitions. Based on the physical properties of rice bran instant drink water content showed that the more the addition of cocoa powder the higher the water content, pH is highest in treatment T3 (BC 250, BK 250, while the ash content is highest in the control treatment. Based on the organoleptic test of the instant beverage bran with the addition of 350, 300, 250 grams of cocoa powder to the acceptability of flavor, color, aroma and texture result of variance (ANOVA significantly affect the taste, aroma, color, texture in instant drinks bran. The impact of the addition of cocoa powder in instant drinks bran to the taste, aroma, levels of protein, fiber, starch, pH, moisture content and ash content with a variety of treatments (T0, T1, T2, and T3. Keywords:  Rice bran, cocoa powder, physical and chemical properties

  14. Korelasi Genetik Pada Sifat Pertumbuhan Sapi Aceh di Kecamatan Indrapuri Provinsi Aceh

    OpenAIRE

    Widya Pintaka Bayu Putra; Sumadi Sumadi; Tety Hartatik

    2014-01-01

    (The genetic correlation of growth traits in Aceh cattle at indrapuri district Aceh Province) ABSTRACT. This research was conducted to estimate genetic correlation of growth traits on Aceh cattle including birth weight (BW), weaning weight (WW), yearling weight (YW), and Average Daily Gain (ADG). The research was done at Indrapuri Breeding and Forage Centre (IBFC) of Aceh cattle from March 2013 to April 2013. The materials of this research consist of growth records from 2010 to 2012. The ...

  15. Korelasi Genetik Pada Sifat Pertumbuhan Sapi Aceh di Kecamatan Indrapuri Provinsi Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widya Pintaka Bayu Putra

    2014-04-01

    Full Text Available (The genetic correlation of growth traits in Aceh cattle at indrapuri district Aceh Province ABSTRACT. This research was conducted to estimate genetic correlation of growth traits on Aceh cattle including birth weight (BW, weaning weight (WW, yearling weight (YW, and Average Daily Gain (ADG. The research was done at Indrapuri Breeding and Forage Centre (IBFC of Aceh cattle from March 2013 to April 2013. The materials of this research consist of growth records from 2010 to 2012. The genetic correlation was analyzed by variance and covariance. The results indicated that the lowest standard error (SE value of heritability showed on birth weight 0.15+0.13. Most of genetic correlation value on growth traits was positive and high categorized (> 0.50. The lowest SE value showed on correlation between birth weight and pre-weaning ADG (0.55+0.54, birth weight and post-weaning ADG (0,63+0,62, pre-weaning ADG and post-weaning ADG (0.71+0.33, pos-weaning ADG and weight/age or W/A (0.72+0.33 then final weight and W/A (0.94+0.69. It could be concluded that most of genetic correlation value on Aceh cattle growth traits were positive and high therefore the selection based on growth traits can be done for increasing performance in Aceh cattle.

  16. Uji Sifat Fisik Ransum Ayam Broiler Bentuk Pellet yang Ditambahkan Perekat Onggok Melalui Proses Penyemprotan Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Retnani

    2010-04-01

    Full Text Available The physical characteristic test of broiler ration pelleted that added of onggok as binder with water spraying process ABSTRACT. Pellet is a kind of solidified and mechanically compressed feed. Problem frequently rise is that pellet shape is easily damaged, brittle, and broken during production, transportation and storage processing. The purpose this study was to know the influence of onggok addition as binding agent with 5% water spraying on the physical characteristic of pellet form ration. The data were analyzed by analyzed of variance and the significant experiment results would be examined by orthogonal contrast test. The treatments consist from the first experiment were: A1 = basal ration + 0% spraying water, A2 = basal ration + 5% spraying water, A3 = basal ration + 10% spraying water and A4 = basal ration + 15% spraying water. The best result from the first experiment would be used for the second experiment, the treatments second experiment were: R1 = basal ration + 5% spraying water + 0% onggok, R2 = basal ration + 5% spraying water + 2% onggok, R3 = basal ration + 5% spraying water + 4% onggok and R4 = basal ration + 5% spraying water + 6% onggok. The parameters were water content, water activity, specific gravity, loose bulk density, compressed bulk density, angle of repose, modulus of fineness, average particle sizes and the durability of pellet form. The conclusion of the experiment that added of onggok as binder significant influenced of the characteristic physical pellet, i.e.: increased loose bulk density, compressed bulk density, modulus of fineness, average particle sizes, and durability of pellet, but decreased specific gravity, water content, angle of repose and water activity.

  17. Sifat Fisik Pakan Kaya Serat dan Pengaruhnya terhadap Konsumsi dan Kecernaan Nutrien Ransum pada Kambing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N.A. Sigit

    2006-12-01

    Full Text Available Fibrous feeds vary in their physical properties. The experiment aimed to clarify the effect of physical properties of fibrous component in rations on feed intake and nutrient digestibility in goats. Rations were composed of 50% fibrous feed and 50% concentrate. The fibrous feed as treatments were as follows: napier grass (RG, rice straw (JP, cocoa pod (KC, mixed rice straw and coffee husk (JK, mixed napier grass, rice straw, coffee husk, and cocoa pod (CP. Rations were offered to four groups of 20 Etawah-grade goats weighing of 13.50±2.14 kg in a randomized block design. Physical properties of the fibrous components of ration and faeces, nutrients intake and digestibility and daily life weight gain were evaluated. Analysis of variance and correlation were applied to analyze data. Dry matter intake varied from 298-440 g/day. Goats offered KC ration had the highest intake. Low feed intake was associated with the low density of the fibrous component. Dietary fat digestibility decreased when the fibrous feed component had low capacity of oil adsorption. Young goats had life weight gain of 50-136 g/day, TDN requirement for maintenance and 50 g daily gain of 63.4 g and 131 g TDN, respectively. The results indicated that physical properties of fibrous component in the rations influenced dry matter intake and nutrients digestibility in growing goats.

  18. Karakteristik Beberapa Sifat Fisik, Kimia, dan Biologi Tanah pada Sistem Pertanian Organik

    OpenAIRE

    Margolang, Rizky Dharmawan

    2016-01-01

    This research was carried out in an organic garden Environmental Education Center (PPLH) Bohorok in the Village District of Bohorok Fight Weigh Langkat. This study was conducted in November 2013 - April 2014. The purpose of the study to determine the characteristics of some of the physical, chemical, and biological properties of soil in organic farming systems. The study was conducted by survey method by evaluating the nature of the soil in agricultural areas based on time implementation of o...

  19. Pengaruh radiasi kopolimer dengan monomer metil metakrilat (MMA pada lateks sebagai lem terhadap sifat kuat rekat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Nadilah

    1998-06-01

    Full Text Available Vulcanizing process of copolymer radiation with methyl methacrylate monomer 75 (per hundred parts of rubbers of natural latex was done, and to application like adhesive for rubber shoes. This research was centered to find the influence of radiation copolymerization process of methyl methacrylate monomer, with the methods to compare the peel strength with natural latex. Natural latex was copolymer radiation processed with methyl methyl methacrylate monomer 75 (per hundred parts of rubbers, the radiation doses 5 kGy have peel strength as adhesives on rubber shoe more than natural latex, and the result fulfill the requirements of SNI. 12. 0172-1987 “Super Kanvas Umum”.

  20. SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN TOTAL FENOL MINUMAN REMPAH TRADISONAL (MINUMAN SECANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Eva Nirmagustina

    2012-12-01

    Full Text Available Secang drink is an Indonesian traditional drink, especially from Yogyakarta and Central Jawa, that is made from secang wood (Caesalpinia sappan L which gives red color like wine.  Except secang wood in secang drink, there are also other spices, such as ginger, clove, lemongras, cinnamon bark, cardamon, and nutmeg.  The active component of spices mostly from phenolic compound, including brazilin dan brazilein (secang wood, zingiberen, gingerol, dan shogaol (ginger, eugenol (clove, geraniol, citronellal, citronellol, lemonene (lemongrass, sineol dan sinamaldehida (cinnamon bark, cineol dan pinen (kapulaga, myristicin dan safrol (nutmeg.  This research objectives were to investigate the effect of various types of phenols in the spices of the organoleptic properties and phenol total content of secang drink. The treatments were the formulation of secang drink, secang wood (F1, secang wood and red ginger (F2, secang wood, red ginger, lemongrass (F3, secang wood, red ginger, lemongrass, clove (F4, secang wood, red ginger, lemongress, clove, cinnamon bark (F5, secang wood, red ginger, lemongrass, clove, cinnamon bark, cardamon (F6, secang wood, red ginger, lemongrass, clove, cinnamon bark, cardamon, nutmeg (F7.  The formulation of secang drink were 1 liter water, 5 stalk secang wood (1 cm, 100 gram red ginger, 2 clove, 2 lemongrass, 2 stalk cinnamon bark (1 cm, 2 cardamon, 1/3 nutmeg, 100 gram sugar, 1 tablespoon.  Based on the average value of the panelist's favorite degree on color, aroma, flavor, and overall appearance of the most high secang drinks in a row is the formulation 1 (3,4, formulation 2 (3.0, formulation 2 (2.8 , and the formulation of 2, 4, 5, and 6 (2.8. There were differences between the treatment of color and aroma, but nots between the treatment of taste and overall appearance.  The formulation 1 of secang drinks contained the lowest total phenol (117.989 mg/L and the  formulation 7 of secang drinks contained the highest total phenol (186.055 mg/L. There was not any difference between the treatment of total phenol content of secang drinks.

  1. Pembuatan minyak kelapa secara enzimatis dengan memanfaatkan kulit buah dan biji pepaya serta analisis sifat fisikokimianya

    OpenAIRE

    Yunita Susanti; Purwanto Purwanto; Yuliana Kristiani Dewi

    2012-01-01

    Enzymatic process using papain is an efficient and less expensive method for producing coconut oil. This research was conductedto produce coconut oil which meet quality requirement from Cocos Nucifera L using ripe fruit peel and seed of papaya (Carica PapayaL) as enzyme sources. The coconut oil was prepared by mixing of coconut milk and juice of papaya ripe fruit peel and/or seed; and thenthe oils produced and incubated for 24 hours. The physicochemical properties of the coconut oil were dete...

  2. PENGARUH SUHU SINTERING TERHADAP SIFAT MEKANIK KERAMIK BERBAHAN LEMPUNG DAN ABU SEKAM PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    sadang Husain

    2016-02-01

    Full Text Available Abstract.  Study about the influence of sintering temperature on mechanical properties of ceramics has been done using clay and rice husk ash. Limitation of mechanical properties tested is the comppressive strength. This is done in order to determine the effect of variation of sintering temperature to compressive strength of ceramic with clay and rice husk ash. In addition, the calculation of fuel density and shrinkage also performed in this study. Variation in the composition of clay and rice husk ash is made to see the maximum composition of these materials. The result shows that the density of the ceramic material on the composition of  clay and rice husk ash volume 100: 0, 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, and 50:50 are 2.14; 2.01; 1.98; 1.88; 1.84; and 1.78 g / cm3 respectively. Shrinkage of ceramic material has ranges between 3.4% -11.4%. The value of maximum compressive strength of clay and rice husk ash ceramic at 7000C, 8000C, and 9000C sintering temperature are 115.58; 115.58, and 128.42 kg / cm3. This value conforms the standard if used for bricks. The greater the sintering temperature, the higher the compressive strength of the ceramic. The best composition of clay and rice husk ash is 70:30. This ceramic can be used as building material, especially in the swampy area because it has a lighter weight.   Keywords: Ceramics, Clay, Rich husk ash, comppressive strength

  3. Isolasi dan Karakterisasi Sifat Pati Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Beberapa Varietas Lokal Indonesia

    OpenAIRE

    Triwitono, Priyanto; Marsono, Yustinus; Murdiati, Agnes; Marseno, Djagal Wiseso

    2017-01-01

    Mung beans is a kind of legumes that possesses a potential  amylose to produce low calories RS-3. Studies on the characteristics of the starch will be useful for the treatment of obesity in the future. Isolation and characterization of the properties of mung bean starch of 4 local Indonesian varieties (Walet, Sriti, Murai, and Vima-1) have done. Isolation of starch using a modified method of Hoover. The analyzed properties of starch consist of starch content, amylose content, granular shape, ...

  4. Isolasi dan Karakterisasi Sifat Pati Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) Beberapa Varietas Lokal Indonesia

    OpenAIRE

    Triwitono, Priyanto; Marsono, Yustinus; Murdiati, Agnes; Marseno, Djagal Wiseso

    2017-01-01

    Mung beans is a kind of legumes that possesses a potential amylose to produce low calories RS-3. Studies on the characteristics of the starch will be useful for the treatment of obesity in the future. Isolation and characterization of the properties of mung bean starch of 4 local Indonesian varieties (Walet, Sriti, Murai, and Vima-1) have done. Isolation of starch using a modified method of Hoover. The analyzed properties of starch consist of starch content, amylose content, granular shape, ...

  5. Studi Pembuatan dan Karakteristik Sifat Mekanik dan Hidrofobisitas Bioplastik dari Pati Sorgum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Darni

    2009-12-01

    Full Text Available This research investigated the utilization of sorghum starch and chitosan as basic material for preparation of biodegradble plastic. The optimum conditions for the formation of biodegradble plastic and the effect of starch-chitosan formulation on mechanical properties of the biodegradable plastic were studied. The experiments were conducted by varying concentration sorbitol as plasticizer (i.e. 20%, 25%, 30%, and 40% dry weight, ratio starch to chitosan (i.e. 6:4, 7:3, 8:2, 9:1, 10:0 g/g and at ranging gelatinuous temperature of 65-95oC. The results showed that the optimum conditions were obtained at starch:chitosan mass comparison of 7:3 and sorbitol concentration of 20%. The mechanical properties of the biodegradable plastic produced at gelatinuous temperature of 95oC were: tensile strength of 6,9711 Mpa, elongation percentage of 16,48, modulus young of 42,48 Mpa, and water resistance of 36,825%. Keywords: bioplastic, chitosan, plasticizer, sorgum, sorbitol

  6. SIFAT OPTIK DAN ENERGI GAP FILM FERROELEKTRIK LITASIO5 DI ATAS SUBSTRAT SILIKON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    La Isa

    2016-12-01

    Full Text Available Lithium tantalate silicate (LiTaSiO5 has successfully been made on Si (100 p-type and Si (111 n-type by chemical solution deposition (CSD technique with temperatures variation of 600, 650, 700, 750, and 800 oC. Determined the film thickness as well as and test the optical properties with UV-Vis spectroscopy. The maximum absorbance of the substrates were 420 and 980 nm. The maximum band of films on Si (100 was 2.94 eV a temperature of 650 oC and Si (111 was 3.06 eV a temperature of 800 oC

  7. Teorema Titik Tetap Pada Ruang Quasi Metrik Terasing Tanpa Menggunakan Sifat Kekontinuan Fungsi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Malahayati Malahayati

    2014-04-01

    Full Text Available Dislocated quasi metric spaces is spaces with distance function that only satisfies two conditions from four conditions of distance function in metric spaces. Every metric spaces is dislocated quasi metric spaces, but the convers not satifies, so the characters that satisfies in metric spaces may not satisfies in dislocated quasi metric spaces.  This paper is to recite fixed point theorems without continuity of any mapping in dislocated quasi metric spaces, also gives an example using the theorems that has recited

  8. EVALUASI UJI IRITASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAAN EMULGEL MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH (Syzigium aromaticum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Delia Komala Sari

    2015-11-01

    Full Text Available Inflammation is the human body's response to a tissue damage as indicated by an increase of vascular permeability. One of the natural substances that can be used to treat inflammation is clove oil (MABC. This study aimed to evaluate the physical properties and MABC emulgel irritation test (Syzygium aromaticum. This experimental study was initiated by the emulgel formulation with three kinds of formula, with each formula contains MABC levels of 10% (F1, 12.5% (F2, and 15% (F3. The physical tests for emulgel was done including pH, spreading test and adhesive test and irritation test in guinea pigs using Draize test method. Statistical analysis by t test with a level of confidence 95% was conducted to detect a significant differences between the treatment groups. The emulgel formula with a concentration of 10%, 12.5% and 15% were physically stable, moreover the dispersive power test for each formula showed normal distribution data (p>0.05 and homogeneous (p>0.05, ANOVA test results obtained significantly different results in each formula (p<0.05, whereas the stickiness test results for each formula more than 30 minutes with pH 6. The results of irritation test by using Draize test method, indicated that each formula did not show any irritant effect.

  9. Mutu Fisik, Kadar Serat Dan Sifat Organoleptik Nata De Cassava Berdasarkan Lama Fermentasi

    OpenAIRE

    Putriana, Indah; Aminah, Siti

    2013-01-01

    Nata de cassava are product from cassava extract with fermentation bacteria species Acetobacter xylinum. Nata constitutes one of components in nutrients as a source of dietary fiber. Period of fermentation is one of essential factor in makings nata de cassava. The aim this research is to know physical quality, and organoleptic characteristic from nata de cassava with period time of fermentation. Thickness and yield best exists on 13th days fermentation 1,37 cm and 59,09 % respectively, meanw...

  10. SIFAT FISIK, KIMIA, DAN FUNGSIONAL DAMAR [Brief Review on: Physical, Chemical and Functional Properties of Dammar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noryawati Mulyono1

    2004-12-01

    Full Text Available Dammar is one of Indonesian forestry products which is abundant. It has unique physical, chemical and functional properties. The important physical properties of dammar include its solubility in some organic solvents, softening temperature, viscosity and its absorbance. The important chemical properties reviewed here include its properties as resin, composition of terpenoid compounds present in dammar, and essential oil yielded from distillation of fresh dammar. Physical and chemical properties of dammar need to be studied further in order to optimize its functional properties. So far, dammar is widely used as weighting agent and source of essential oil. However, now, some species of dammar are being explored and developed for sal flour, fat source, triacylglycerol substituent for cocoa butter and wood preservatives.

  11. Spektroscopi FTIR dan sifat mekanik nanokomposit grafting HDPE dan nanoprecipitated calcium carbonate (NPCC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2012-12-01

    Full Text Available ABSTRACT The purpose of this research based on high density polyethylene (HDPE and nanoprecipitated calciumcarbonate (NPCC was to evaluate the effect of nanoprecipitated calcium carbonate (NPCC on FTIR spectroscopy and mechanical properties. The nanocomposites was prepared with a rheomix 3000 Haake at 180 º C and 50 rpm of rotor speed for 10 minutes. The composition of HDPE and additives were permanently, and NPCC content varied 10, 15, 20, 30, 40 and 50 phr (per hundred resin respectively and control was made inherent NPCC. The nanocomposites were characterized using tensile strength, hardness tester, electro densimeter and Fourier Transform Infra Red (FTIR spectroscopy techniques. The results of mechanical properties showed that the increasing the amount of NPCC was able increase hardness and density while elongation at break more stable and tensile strength decreased. Analysis functional group on nanocomposites with Fourier Transform Infra Red (FTIR -1 indicated a new peak on wave band 3472,49 cm (OH stretching.

  12. Penelitian pengaruh campuran carbon black dan china clay terhadap sifat tegangan putus dan kekerasan karet vulkanisat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptiningsih Supraptiningsih

    1999-07-01

    Full Text Available It has been done a research of the influence of mixed carbon black and hardness properties on the vulcanization of rubber. It has been made with additive of carbon black and china clay mixed, in total variation. The result is seen that total variation of carbon black and china clay not influence to tensile strength, but their interacton can do it. The hardness of vulcanization of rubber will be influence by total variation of carbon black china clay anad their interaction.

  13. Pengaruh suhu vulkanisasi terhadap sifat mekanis vulkanisat karet alam dan karet akrilonitril-butadiena

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Norma Arisanti Kinasih

    2015-12-01

    Full Text Available Natural and acrylonitrile-butadiene rubbers possess different vulcanization characteristics. Selection of the vulcanization system and temperature affects the mechanical properties of vulcanized natural rubber (NR and acrylonitrile-butadiene rubber (NBR. In the present work, the effect of vulcanization temperature (150, 160, 170 and 180oC on the mechanical properties of NR and NBR vulcanizates was studied. The effect of different vulcanization system (semi efficient, efficient and sulfur donor was studied in NR blends, while the effect of different acrylonitrile content (26, 28 and 33 wt % was studied in NBR blends. The NBR curing characteristics and mechanical properties data showed that vulcanization at low temperature (150oC was suitable for low acrylonitrile-NBR, whereas that at high temperature (170oC was suitable for high acrylonitrile-NBR. In addition, the semi efficient system at low temperature vulcanization (150oC was suitable for natural rubber.

  14. Karakterisasi Morfologi dan Sifat Kuantitatif Gandum (Triticum aestivum L. di Dataran Menengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sartika Widowati

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRACTIndonesia is one of the largest wheat importers. Suitable environmental condition for wheat needs to be studied if wheat is going to be widely cultivated in Indonesia. The adaptability of wheat grown in various climates and altitudes is one of the important aspects. The objective of this experiment was to study the quantitative and morphological character of wheat grown in middle land (540 m asl in Bogor, West Java. The experiment was arranged in randomized complete block design with three replications. Wheat genotypes used were three national varieties (Nias, Selayar, and Dewata, four new improved varieties (Guri 3 Agritan, Guri 4 Agritan, Guri 5 Agritan, and Guri 6 Unand, and one introduced genotype (SBD. Data were collected for several quantitative variables and seventeen morphological characters based on UPOV descriptor. The result showed that wheat growth was restricted in Bogor. Genotype determined plant height, leaf number, ear length, root length, number of spikelet, harvest time, seed weight, number of tillers, and plant biomass. Based on ear length, grain weight, and plant biomass, Guri 3 Agritan had the highest production than the other genotypes.Keywords: diversity, genetic relationship, high temperature, introduced genotype, phylogenetic

  15. Lateks karet alam untuk sol sepatu: Metode pembuatan, sifat mekanik dan morfologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indiah Ratna Dewi

    2014-12-01

    Full Text Available The objective of this research were to determine the manufacturing method, to obtain the best formula and to study the morphologycal properties of natural rubber latex shoe sole. This method was conducted in three steps of process; thermoforming, micropore treatment in water, and vulcanization. The testing method and quality requirement parameters using SNI 0778:2009. These latex shoe sole was made using 5 phr Nano Precipitated Calcium Carbonate (NPCC filler, with varying addition of CaCO3 filler in 0, 5, 10,15, and 20 phr combination. The best formula was achieved from the combination of NPCC/CaCO3 filler about 5/5 phr. And its mechanical properties result was concluded as follows: tensile strength was 169,87 kg/cm2, elongation at break was 648,03 %, hardness was 46,33 shore A, good flexing and no cracks, density was 0,93 g/cm3, abrasion resistance was 346,26 mm3, 50% permanent set was 2,15%. All of the parameters required in SNI 0778:2009 were complied, except for its hardness parameter.

  16. Karakteristik sifat mekanik, ketahanan api dan pembakaran, dan morfologi nanokomposit campuran PVC dan LDPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2014-06-01

    Full Text Available The purpose of the study was to determine the effect of addition of low density polyethylene (LDPE and flame retardant on mechanical properties, resistant to fire and burning and morphology from the mixture of polyvinyl chloride (PVC, LDPE, flame retardant, and nanoprecipitated calcium carbonate (NPCC as filler. The materials were mixed in laboplastomill at 215 ºC, torque speed 50 rpm, for 10 minutes. Nanocomposite was prepared by PVC/LDPE variations of 100/15; 100/20; 100/25; and 100/30 phr and flame retardant variations of 30 and 35 phr. The results showed that the hihger of LDPE in nanocomposite increased the hardness and impact resistance, however, it decreased the tensile strength, elongation at break, and density. Addition of flame retardant to the nanocomposites showed good resistance to fire and burning, and optimum mechanical properties were found in using of 35 phr flame retardant.The morphology of the nanocomposite, were observed by Scanning Electron Microscope (SEM confirmed that homogeneous mixture of LDPE dispersed in the PVC matrix.

  17. Studi Analisis Simulasi Tentang Korelasi Penambahan Aditif Cangkang Kelapa Terhadap Sifat Fisis Keramik Berpori

    OpenAIRE

    Emi Karlinawati

    2009-01-01

    Keramik berpori dengan aditif cangkang kelapa dapat digunakan sebagai filter gas buang. Karakteristik keramik ini terhadap persentase zat aditif dianalisis secara simulasi dengan program mathematica 5.1. Variabel penelitian simulasi ini adalah aditif cangkang kelapa dengan berbagai komposisi 5%, 10%, 15%, 20%, 30% dan 40%. Karakteristik yang dianalisis adalah densitas, porositas, kekerasan dan kuat tekan. Dengan penambahan aditif 30%, merupakan kondisi paling baik karena memiliki densitas ...

  18. Pengaruh sulfur terhadap sifat fisika campuran pale crepe dan SBR untuk karet tahan panas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2013-12-01

    Full Text Available Sulfur plays an important role in the rubber vulcanization process especially in the formation of crosslinks. Heat resistant rubber made from mixing pale crepe and SBR requires the right amount of sulfur as crosslinking agent. The purpose of the study was to determine the effect of the addition of sulfur on the changes in physical properties before and after aging. Heat resistant rubber was made with variation of pale crepe/SBR: 80/20; 70/30; 60/40; 50/50 phr and sulfur variation of 1; 1.5 phr. The results showed that sulfur was influential in the crosslinks formation. The addition of 1 phr sulfur gave higher physical properties of the vulcanized with 1.5 phr sulfur. The changes of physical properties after aging process of the vulcanized with sulfur 1 phr was lower than the vulcanized with sulfur 1.5 phr. Vulcanized pale crepe/SBR (70/30 with 1 phr sulfur could be applied as heat-resistant rubber products.

  19. Pengaruh rss/sbr dan filler CaCO3 terhadap sifat fisis kompon karpet karet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptiningsih Supraptiningsih

    2005-07-01

    Full Text Available Research about preparing of rubber compound for carpet has been done. The aim of this research to study the effects of natural rubber RSS and CaCO3 as a filler, its physical properties, and also to find out rubber compound for carpet formula in accordance with SNI 12-1000-1989. The compound was produced from natural and synthetic rubber mixture with variation of RSS/SBR 70/30; 80/20; 90/10 phr respectively and the amount of CaCO3 90; 100; 110 phr respectively. The compound was made by using two roll mill machine and than it was tested the physical properties by methods of SNI 12-1000-1989 Rubber Carpet. The physical properties of compound showed that an increasing of natural rubber (RSS I significant enfluence to increase elongation from 420,00% until 466,66% while hardness from 69,11 shore A until 68,11 sore A, and compression resistance decrease from 580,42% N/cm2 until 523,20 N/cm2. The addition of CaCO3 very significant enfluence to increase hardness from 65,77 shore A until 71,83 shore A, permanent set from 482,32 N/cm2, and the density from 1,48 g/cm2 until 1,55 g/cm2. The physical properties of elongation decrease from 464,44 % until 406,66 % and the aging resistance decrease too (colour changing and cracked. The rubber compound for carpet was produced by using RSS/SBR 80/20 and added CaCO3 100 phr accordance with SNI 12-1000-1989 and significant difference with the others.

  20. Pengaruh Temperatur Pengovenan Terhadap Sifat Mekanik Komposit Hibrid Polyester Berpenguat Serat Glass Dan Serat Daun Gewang

    OpenAIRE

    Sabuin, Adoniram; Boimau, Kristomus; Adoe, Dominggus

    2015-01-01

    The purpose of this study was to determine the effect of temperature on mechanical properties oven hybrid composite glass fiber and polyester fiber reinforce gewang leaves the fiber volume fraction (Vf) of 32%. Materials used in this study is polyester resin, glass fiber and fiber gewang leaves. Tensile test specimens were made according to ASTM standard D638 while bending test specimens made according to ASTM standard D790. The test specimen by hand lay-up method followed by suppression and ...

  1. Pengaruh Perlakuan Temperatur Terhadap Sifat Mekanik Komposit Hibrid Polyester Berpenguat Serat Buah Lontar Dan Serat Kaca

    OpenAIRE

    Fao, Hironimus; Jasron, Jahirwan; Bunganaen, Wenseslaus; Boimau, Kristomus

    2016-01-01

    The purpose of this study was to determine the effect of oven temperature on mechanical properties composite hybrid polyester reinforcement palm fruit fiber and glass fiber with fiber volume fraction (Vf) of 32%. The materials used in this study is polyester resin, glass fiber and shoots corypha utan fiber. Tensile test specimens were made according to ASTM D638 standard while bending test specimens according to ASTM standard D790. The test specimen is molded by hand lay-up method followed by...

  2. Sifat elektrik dan termal nanokomposit poly(vinyl chloride (PVC/low density polyethylene (LDPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2014-06-01

    Full Text Available One of the most serious problems encountered in poly(vinyl chloride (PVC processing is due to low thermal stability of the PVC. The purpose of the study was to determine the effect of LDPE and flame retardant on to the ele