WorldWideScience

Sample records for nestekhiometricheskogo karbida titana

  1. Učinak sadržaja čestica karbida volframa u naslagi zavara na njegovu otpornost na abraziju

    OpenAIRE

    Hlavatý, Ivo; Kozák, Jindřich; Krejčí, Lucie; Samardžić, Ivan; Tuominen, Jari

    2017-01-01

    U radu se daje analiza naslage zavara koja sadrži čestice karbida volframa. U ispitivanju je primijenjen postupak elektrolučnog zavarivanja u zaštićenoj atmosferi miješanog plina s dva tipa žice s jezgrom. Izabrana elektroda s jezgrom tipa "F-Durit G" već sadrži čestice karbida volframa. Druga primijenjena opcija bila je elektroda s jezgrom tipa "Megafil A 864M" s povećanim sadržajem borona. U drugoj su varijanti čestice karbida volframa veličine 1-2 mm dodane u zavar i tako je stvoren sloj o...

  2. KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Mustika

    2015-03-01

    Full Text Available KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA. Silikon karbida (SiC merupakan keramik non oksida yang memiliki sifat unik seperti ketahanan mekanik, kimia dan stabilitas termal sehingga digunakan dalam berbagai aplikasi. Hasil pemodelan SiC dari beberapa studi yang menunjukkan stabilitas yang baik terhadap radiasi netron dan permeabilitas yang rendah terhadap produk fisi. Hal ini meningkatkan ketertarikan penggunaan SiC dalam industri nuklir. Untuk meningkatkan sifat mekanik SiC, umumnya dibentuk berupa komposit. Komposit dengan penguat serat menunjukkan karakteristik mekanik yang lebih baik dibandingkan penguat partikel ataupun whisker. Pada komposit SiC, sifat mekanik komposit dominan dipengaruhi oleh sifat antar fasa dan atau karakteristik dari permukaan SiC. Electrospinning merupakan metode yang menjanjikan untuk menghasilkan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik permukaan serat silikon karbida hasil pemintalan listrik dari polycarbosilane dalam N,N-dimetilformamida (DMF/ toluena. Perbedaan persentase DMF dan polycarbosilane dalam toluene mempengaruhi elektrospinnabilitas dan karakteristik permukaan serat yang dihasilkan. Serat SiC yang dihasilkan dari prekursor polycarbosilane dengan pelarut toluena dan kopelarut     N-N, dimetilformamida (DMF diperoleh serat kontinu, dengan berbentuk sedikit cekungan menyerupai pita. Adanya titik-titik hitam di permukaan serat hasil pirolisis dimungkinkan akibat adanya karbon bebas dan atau kontaminasi dari grafit material tungku. Serat hasil pirolisis memiliki luas muka sebesar 3,321 – 46,14 m2/g dan pori berukuran mikro, dengan distribusi radius pada rentang 1-3 nm, dengan jumlah pori terbanyak memiliki ukuran kurang dari 2 nm. Suhu pirolisis dan sintering yang lebih tinggi diharapkan menghasilkan serat yang minim pori dan densitasnya mampu mendekati densitas teori.   SiC SURFACE

  3. PENGARUH TEMPERATUR DEPOSISI PADA PENUMBUHAN FILM TIPIS SILIKON KARBIDA DENGAN METODE HOMEMADE HOT-MESH CHEMICAL VAPOR DEPOSITION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B Astuti

    2016-03-01

    Full Text Available Film tipis silikon karbida (SiC telah ditumbuhkan di atas substrate graphene/SiO2/Si dengan metode Homemade Hot-mesh chemical vapor deposition (Hot-Mesh CVD. Pengaruh dari temperature deposisi pada struktur dan morfologi film tipis SiC telah dipelajari dengan menggunakan X-Ray diffractometer (XRD, FESEM dan EDX, dan spektroskopi Raman. Karakterisasi XRD menunjukkan bahwa film tipis SiC memiliki struktur polikristal tipe kubik dengan orientasi (111. Kualitas film tipis SiC, dan ukuran butir kristal dari morfologi film yang dihasilkan meningkat dengan peningkatan temperatur deposisi. Dari karakterisasi spektroskopi Raman, dapati terdapat dua puncak pergeseran Raman yang dominan pada daerah sekitar 780 - 800 cm-1 dan  950 – 980 cm-1 yang merupakan mode fonon SiC-TO dan SiC-LO. Puncak pergeseran Raman tersebut bergeser ke bilangan gelombang yang lebih pendek dengan peningkatan temperature deposisi.Silicon carbide (SiC thin film grown on graphene/SiO2/Si substrate using homemade hot mesh chemical vapor deposition (Hot-Mesh SVD method has been done. Effect of  deposition temperature on structure and morphology of the thin film was studied by using X-ray diffractometer (XRD, FESEM and EDX, and Raman spectroscopy. XRD characteristics shows that SiC thin film has cubic polycrystalline structure with (111 orientation. Quality of the SiC thin film, and crystallite grain size from the film morphology was resulted increases with the increase of the deposition temperature. Based on the characterization of Raman spectroscopy, shows that two peak Raman shift in the range of 780 - 800 cm-1 and  950 – 980 cm-1 was attributed to SiC-TO and SiC-LO phonon mode.  The Raman shift peak was shifted toward the lower wavenumber with the increase of deposition temperature.

  4. Ispitivanje mehanizma nukleofilnih supstitucionih reakcija kompleksa zlata(III)

    OpenAIRE

    Đeković, Ana

    2013-01-01

    Lekovi na bazi platine imaju važnu ulogu u lečenju tumora. Klinički uspeh platinskih jedinjenja izazvao je veliko interesovanje za ispitivanje drugih platinskih i neplatinskih lekova koji bi ispoljavali bolja citotoksična svojstva, dobre antitumorske karakteristike i povoljniji farmakološki profil. Različita jedinjenja jona metala (npr. rutenijuma, kalaja, paladijuma, titana, zlata, bakra) su intenzivno ispitivana tokom poslednje tri decenije kao potencijalni medikamenti u borbi protiv tum...

  5. Pengaruh Temperatur Sensitisasi Dan Variasi Stress Terhadap Laju Korosi SS 409 Pada Lingkungan Salt Spray

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faris Hizrian Maulana

    2015-03-01

    Full Text Available Korosi intergranular merupakan permasalahan yang sering terjadi pada stainless steel. Hal ini dipicu karena adanya proses sensitisasi yang menyebabkan terbentuk presipitasi karbida pada batas butir yang menyebabkan berkurangnya kadar Cr pada butir yang berakibat stainless steel menjadi rentan terhadap korosi. Ferritic stainless steel 409 merupakan material yang biasa digunakan pada heat exchanger maupun exhaust pada kendaraan otomotif dimana sering mendapatkan temperatur yang tinggi. Jika terdapat internal stress yang merupakan hasil welding maupun cold working pada material tersebut dapat menyebabkan laju korosi menjadi lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mempelajari laju korosi pada spesimen ferritic stainless steel tipe 409 yang telah mengalami proses sensitisasi serta mendapatkan tegangan aplikasi sebesar 20% dan 40% yield stress pada lingkungan salt spray. Hasil SEM menunjukkan adanya senyawa TiC yang merupakan presipitat karbida yang muncul pada spesimen dengan temperatur anil 550oC sampai 850oC yang menyebabkan laju korosi yang lebih tinggi dari spesimen lain. Pengujian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur sensitisasi dan semakin besar stress yang diberikan, laju korosi akan semakin meningkat

  6. PHASE CHANGES ON 4H AND 6H SIC AT HIGH TEMPERATURE OXIDATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jan Setiawan

    2016-10-01

    -016-4971 card.  Diffraction pattern on 46S also showed lattice parameter, composition and crystallite size changes.  The lattice parameter changes not significant.  For 6S and 46S sam-ples at 1400 oC, the 6H-SiC phase changes into other phases more than 50 % from its original weight percentage. Keywords: silicon carbide, 4H-SiC, 6H-SiC, oxidation, high temperature. ABSTRAK PERUBAHAN FASA 4H DAN 6H SIC YANG TEROKSIDASI PADA TEMPERATUR TINGGI.  Telah dilakukan proses oksidasi pada silikon karbida yang mengadung fasa 6H dan silikon karbida yang mengandung fasa 4H dan 6H.  Silikon karbida merupakan keramik non oksida dengan sifat-sifat unggulnya yang sangat potensial digunakan dalam dunia industri.  Dalam industri nuklir silikon karbida digunakan sebagai bahan struktur kelongsong pada bahan bakar reaktor air ringan light water reactor (LWR dan sebagai pelapis pada kernel bahan bakar reaktor gas temperatur tinggi (RGTT.  Pada studi ini dilakukan simulasi oksidasi silikon karbida pada kernel apabila terjadi kegagalan pada pipa pendingin utamanya. Sampel dibentuk dari serbuk silikon karbida yang di pres hingga berbentuk pelet dengan diameter 12,7 mm dan ketebalan 1.0 mm kemudian dioksidasi pada temperatur 1000 oC, 1200 oC dan 1400 oC selama 1 jam.  Sampel sebelum dan setelah dioksidasi dilakukan penimbangan dan pengujian difraksi sinar-X menggunakan Difraktometer Panalytical Empyrean dengan Cu sebagai sumber sinar-X.  Analisis pola difraksi dilakukan menggunakan aplikasi General Structure Analysis System (GSAS, dengan hasil yang diperoleh adalah perubahan parameter kisi dan kandungan fasa SiC-nya.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua sampel yang teroksidasi mengalami peningkatan berat.  Oksidasi sampel 6S menyebabkan kenaikan berat tertinggi pada temperatur 1200 oC, sedangkan sampel 46S memiliki berat dengan kecenderungan meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur oksidasi.  Analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa fasa domi-nan yang terbentuk pada sampel

  7. Changes of vitamin C content in celery and parsley herb after processing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Magdaléna Valšíková

    2016-12-01

    Full Text Available Humans and other primates have lost the ability to synthesize vitamin C and therefore the only source is diet. Vitamin C or ascorbic acid has labile nature, it is removed or destroyed in specific degree immediately after harvest, but storage and post - harvest processing also contribute to its degradation. The aim of work was to determine the vitamin C content in the herb of selected celery and parsley varieties in dependence on chosen postharvest processing and to compare it with fresh herb. There were chosen five bulb forms varieties of celery (Apium graveolens - Makara, Ilonaa, Hegy Köi, Talar and Diamant. In case of parsley (Petroselinum crispum there were evaluated one variety of curly parsley, one variety of herb parsley - Petra, and five varieties of root parsley - Lenka, Eagle, Ginate D´Italia, Titana and Arat. Every variety was harvested in three terms, followed by vitamin C content estimation in fresh herb, after drying and after freezing. The content of vitamin C was estimated by HPLC method by the help of liquid chromatograph with UV detector. There was found the significant difference in content of vitamin C in parsley as well as in celery when comparing the fresh herb with herbs after post - harvest processes - drying (by air circulation in laboratory hall and freezing. After processing of herbs in both observed species the vitamin C content decreased, in case of freezing it was about 65% (celery and 61% (parsley, after drying about 86% (celery and 82% (parsley in comparison with fresh herb. The effect of processing played more important role in influencing of vitamin C content than variety in case of both selected species. For using of celery and parsley not only as culinary herb, but as a notable source of ascorbic acid it is the most important fresh herb intake.  Normal 0 21 false false false EN-GB X-NONE X-NONE

  8. PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PADA PROSES PERLAKUAN PANAS BAJA AISI 304 TERHADAP LAJU KOROSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dony Perdana

    2017-06-01

    Full Text Available Di dalam perkembangan industri, terutama pada bidang permesinan, metalurgi memegang peranan penting dalam pemilihan logam yang memiliki sifat-sifat mekanik maupun fisik yang sesuai dengan tuntutan produksi. Semakin luasnya tuntutan produksi logam ini. Maka sikap perancang desain dan ahli metalurgi harus mampu untuk menentukan pilihannya terhadap logam yang memperbaiki sifat-sifat logam diantaranya adalah sifat tahan korosi yang baik. Dalam penelitian ini dilakukan proses perlakuan panas dengan variasi temperatur, yaitu pada spesimen 1 dengan T = 6000C holding time 30 menit dan media pendingin air. Spesimen 2 dengan T = 7000C holding time 30 menit dan media pendingin air. Spesimen 3 dengan T = 8000C holding time 30 menit dan media pendingin air. Spesimen 4 dengan T = 9000C holding time 30 menit dan media pendingin air. Sebab pada temperatur ini presipitasi karbida akan terbentuk. Kemudian dilanjutkan dengan mencelupkan spesimen ke dalam larutan asam sulfat H2SO4. Dari hasil penelitian didapatkan: Pada temperatur 6000C laju korosi sebesar 11,2208931 mpy, Pada temperatur 7000C laju korosi sebesar 12,6235047 mpy, Pada temperatur 8000C laju korosi sebesar 21,0391745 mpy, Pada temperatur 9000C laju korosi sebesar 30.8574559 mpy, dan pada kondisi non heat treatment laju korosi sebesar 1,40261163 mpy.

  9. STUDI PEMODELAN DAN PERHITUNGAN TRANSPORT MONTE CARLO DALAM TERAS HTR PEBBLE BED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair .

    2013-01-01

    Full Text Available Konsep sistem energi VHTR baik yang berbahan bakar pebble (VHTR pebble bed maupun blok prismatik (VHTR prismatik menarik perhatian fisikawan reaktor nuklir. Salah satu kelebihan teknologi bahan bakar bola adalah menawarkan terobosan teknologi pengisian bahan bakar tanpa harus menghentikan produksi listrik. Selain itu, partikel bahan bakar pebble dengan kernel uranium oksida (UO2 atau uranium oksikarbida (UCO yang dibalut TRISO dan pelapisan silikon karbida (SiC dianggap sebagai opsi utama dengan pertimbangan performa tinggi pada burn-up bahan bakar dan temperatur tinggi. Makalah ini mendiskusikan pemodelan dan perhitungan transport Monte Carlo dalam teras HTR pebble bed. HTR pebble bed adalah reaktor berpendingin gas temperatur tinggi dan bermoderator grafit dengan kemampuan kogenerasi. Perhitungan dikerjakan dengan program MCNP5 pada temperatur 1200 K. Pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-V dan ENDF/B-VI dimanfaatkan untuk melengkapi analisis. Hasil perhitungan secara keseluruhan menunjukkan konsistensi dengan nilai keff yang hampir sama untuk pustaka data nuklir yang digunakan. Pustaka ENDF/B-VI (66c selalu memproduksi keff lebih besar dibandingkan ENDF/B-V (50c maupun ENDF/B-VI (60c dengan bias kurang dari 0,25%. Kisi BCC memprediksi keff hampir selalu lebih kecil daripada kisi lainnya, khususnya FCC. Nilai keff kisi BCC lebih dekat dengan kisi FCC dengan bias kurang dari 0,19% sedangkan dengan kisi SH bias perhitungannya kurang dari 0,22%. Fraksi packing yang sedikit berbeda (BCC= 61%, SH= 60,459% tidak membuat bias perhitungan menjadi berbeda jauh. Estimasi keff ketiga model kisi menyimpulkan bahwa model BCC lebih bisa diadopsi dalam perhitungan HTR pebble bed dibandingkan model FCC dan SH. Verifikasi hasil estimasi ini perlu dilakukan dengan simulasi Monte Carlo atau bahkan program deterministik lainnya guna optimisasi perhitungan teras reaktor temperatur tinggi.   Kata-kunci: kernel, TRISO, bahan bakar pebble, HTR pebble bed

  10. ANALISIS KUAT SUMBER NEUTRON DAN PERHITUNGAN LAJU DOSIS NEUTRON TERAS AWAL RDE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwoto Suwoto

    2017-02-01

    Full Text Available Teras reaktor RDE (Reaktor Daya Eksperimental berbentuk silinder non anular, mengadopsi teknologi HTGR (High Temperature Gas-cooled Reactor berbahan bakar kernel partikel berlapis TRISO dalam bentuk bola (pebble dan berpendingin gas helium. Desain teras reaktor RDE ini mengadopsi teknologi reaktor temperatur tinggi HTGR dengan keselamatan inherent pasif yang sangat aman. Temperatur keluaran panas gas helium teras reaktor RDE dirancang pada kisaran 700°C dengan temperatur masukan sekitar 250°C. Di samping menghasilkan listrik, reaktor RDE didisain menghasilkan panas temperatur tinggi yang dapat digunakan untuk keperluan kogenerasi lainnya (penelitian panas proses lainnya. Bahan bakar pada RDE berbentuk bola yang berisikan kernel partikel berlapis TRISO yang berupa uranium oksida (UO2 berpengkayaan 17%. Lapisan TRISO terdiri 4 lapisan yaitu lapisan karbon penyangga berpori, lapisan karbon pirolitik bagian dalam (IPyC, Inner Pyrolitic Carbon, lapisan Silikon Karbida (SiC dan lapisan pirolitik karbon bagian luar (OPyC, OuterPyrolitic Carbon. Analisis kuat sumber dan perhitungan awal laju dosis neutron pada teras RDE dilakukan menggunakan program Monte Carlo MCNP5v1.2. Pemodelan heterogenitas ganda pada bahan bakar kernel partikel berlapis TRISO dan pada bahan bakar bola pada teras RDE. Dengan memanfaatkan program EGS99304, jumlah struktur group energi yaitu 640 (SAND-II group structure digunakan dalam perhitungan spektrum neutron pada reaktor RDE. Teras reaktor RDE dibagi dalam 100 zona (10 arah radial dan 10 arah aksial. Analisis hasil perhitungan menunjukkan bahwa kuat sumber neutron reaktor RDE sebesar 8,47027X1017 neutron/sekon. Distribusi laju dosis neutron ditentukan menggunakan faktor konversi fluks ke dosis neurton dari International Commission on Radiological Protection, ICRP dan NCRP. Hasil perhitungan awal laju dosis neutron dengan faktor konversi ICRP-21 dan NCRP-38 untuk pekerja radiasi pada arah radial di perisai biologis sudah

  11. PEMBUATAN MMC BERBASIS TEKNOLOGI METALURGI SERBUK DENGAN BAHAN BAKU ALUMINIUM DARI LIMBAH KALENG MINUMAN DAN ADITIF ABU SEKAM PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Akrom

    2016-09-01

    Full Text Available Komposit matriks logam (aluminium yang berasal dari limbah kaleng minuman dengan penguat partikel silikon karbida danpenguat tambahan abu sekam padi telah berhasil difabrikasi dengan metode teknologi metalurgi serbuk. Tujuan dari penelitian iniadalah merekayasa material baru yang murah akan tetapi memiliki mutu dan daya saing yang sangat baik. Penelitian ini terdiri daribeberapa tahap yakni, pembuatan bahan baku, pencampuran, pencetakan sampel, sintering dan pengujian. Dari hasil pengujianfisik diperoleh bahwa komposit matrik logam dengan penambahan abu sekam padi memiliki kerapatan lebih rendah dibandingkandengan komposit Al/SiC tanpa sekam padi, sedangkan sifat kekerasan dan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan Al/SiCtanpa penambahan abu sekam padi. Dari analisis XRD ditemukan bahwa terjadi penyebaran unsur utama Al, Si, senyawa SiC,serta timbul senyawa stabil MgAl O , Al O yang bersifat konstruktif yang dapat memberikan sifat mekanis yang baik bagi komposit,dan senyawa destruktif Al C yang bersifat korosif. Analisis SEM menunjukkan ukuran butiran partikel yang cenderung lebar danmemanjang, ikatan antar partikel penyusun bahan yang terbentuk cukup baik, sehingga memberikan sifat mekanis bahan yangbaik.Tidak tampaknya pori-pori bahan menunjukkan pula bahwa ikatan partikel antar bahan cukup baik. Metal (aluminium matrix composite originated from beverage can waste with carbide silicon particle reinforcement and additionalreinforcement of paddy chaff ash has been fabricated successfully by employing powder metallurgy technology method. Thepurpose of the research is to create a cheap new material, qualified and having high competitive value. This research wasconducted through several stages, those were making raw material, mixing, sample moulding, sintering, and testing. The result ofphysical test shows that metal matrix composite added by paddy chaff ash has lower density, stronger and bigger power comparedto Al/SiC composite without

  12. Svojstva i struktura wolframkarbid-kobalt prevlake deponovane plazma-sprej postupkom

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mihailo Rade Mrdak

    2013-10-01

    faznom sastavu u odnosu na sastav polaznog praha, što se ne može izbeći. Promenu faznog sastava u deponovanim karbidnim prevlakama opisao je Saha,G.C. i dr. autori (Saha, et al., 2010, pp. 592-595 koji su objasnili uzrok faznih promena. Ispitivanjem faza nanokristalne prevlake WC17Co deponovane termičkim postupkom HVOF i polikristalne prevlake deponovane plazma-sprej postupkom,  ustanovljeno je da u obe prevlake dolazi do, manje ili više, razgradnje polazne faze WC u fazu W2C i W. Ovo razlaganje je izraženije kod plazme zbog viših temperatura. U strukturi polikristalne prevlake deponovane plazmom, pored faze WC uvek su prisutne i faze W2C,W,W3C i mešoviti karbid ή – Co3W3C (Saha, et al., 2010, pp. 592-595. Zbog inkorporiranja vazduha u mlaz plazme i njegovog uticaja na redukciju ugljenika iz karbida, depozicija praha radi se srednjom snagom napajanja plazma-pištolja i sa helijumom kao plazma gasom. Helijum kao plemeniti gas ima velike prednosti kao plazma gas u odnosu na druge gasove. Eksperimentalna istraživanja karakteristika mlazeva plazmi pokazala su da izoterme blizu izlaza iz anode imaju manji prečnik za plazmu Ar-He u odnosu na Ar-H2. Dužina izotermi je takođe manja kod plazme Ar-He zbog manje specifične entalpije i  većeg viskoziteta u odnosu na Ar-H2. Gušća plazma, kao što je Ar-He, može znatno da smanji inkorporiranje okolnog vazduha u mlaz plazme. Mešanje mlaza plazme sa okolnim vazduhom povećava se sa povećanjem jačine strujnog luka i protokom plazma gasa (Roumilhac, et al., 1988, pp. 105-119, (Roumilhac, Fauchais, 1988, pp. 121-126. Helijum zbog ovih osobina omogućuje deponovanje karbidnih prevlaka sa umanjenim procesom dekarburizacije i sa manjim sadržajem  pora. Osobine prevlaka su u direktnoj vezi sa parametrima depozicije. Prah WC17Co razvijen je za potrebe vazduhoplovne industrije. Prevlake na bazi WC17Co su otporne na habanje, abraziju, eroziju, koroziju i kavitaciju do 500°C (Material Product Data Sheet, 2011. U ovom

  13. Mehanička svojstva i mikrostruktura vakuum plazma naprskane Cr3C2 - 25(Ni20Cr prevlake / Mechanical properties and microstructure of vacuum plasma sprayed Cr3C2 – 25(Ni20Cr coatings / Механические свойства и микроструктура покрытия Cr3C2 - 25(Ni20Cr нанесенного методом вакуумного плазменного напыления

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mihailo R. Mrdak

    2015-04-01

    Full Text Available U radu je analizirana vakuum plazma sprej prevlaka VPS – Cr3C2 - 25(Ni20Cr. Upotrebljen je komercijalni prah oznake Sulzer Metco Woka 7205. Prah je deponovan sa plazma pištoljem F4 na odstojanju substrata od 340 mm. Glavni cilj rada bio je da se na smanjenom pritisku inertnog gasa Ar eliminiše razgradnja primarnog karbida Cr3C2 u karbid Cr23C6 koji bitno umanjuje mikrotvrdoću i mehaničke karakteristike prevlake. Prevlaka je deponovana debljine od 100 do 120 µm na čeličnom substratu. Mikrotvrdoća prevlake ispitana je metodom HV0.3. Vrednosti mikrotvrdoće bile su u rasponu od 1248 do 1342 HV0.3. Čvrstoća spoja prevlake ispitana je metodom na zatezanje. Utvrđeno je da čvrstoća spoja između substrata i prevlake ima vrednost 89 MPa. Mikrostruktura prevlake ispitana je tehnikom svetlosne mikroskopije. Struktura prevlake sastoji se od osnove NiCr legure sa dominantnom primarnom karbidnom fazom Cr3C2. Pored Cr3C2 faze prisutna je i faza Cr7C3. Nagrizanje prevlake urađeno je reagensom 1HNO3: 4HCl: 4H2O koji prvenstveno rastvara Ni da bi se videla raspodela karbidne faze u prevlaci. Nagrizanjem prevlake reagensom utvrđeno je da je u slojevima prevlake u velikom udelu prisutna primarna nerazgrađena karbidna faza Cr3C2 koja prevlaci daje visoke vrednosti mikrotvrdoće. / This paper analyzes vacuum plasma spray VPS - Cr3C2 - 25(Ni20Cr coatings. Commercial powder marked Sulzer Metco Woka 7205 is used. The powder is deposited with a plasma gun F4 at a distance of 340 mm from the substrate. The main objective of the study was to eliminate, at the reduced pressure of inert gas Ar, the degradation of primary Cr3C2 carbide into Cr23C6 carbide which significantly reduces the microhardness and mechanical properties of the coating. The coating is deposited with a thickness of 100 - 120 µm on a steel substrate. The microhardness of the coating was tested by HV0.3. The microhardness values were in the range of 1248 - 1342 HV0.3. The bond strength