WorldWideScience

Sample records for agama stellio stellio

  1. Purification and characterization of cathepsin B from the skeletal muscles of agama stellio stellio

    International Nuclear Information System (INIS)

    El-Jassabi, S.; Abu-Ghalyun, Y.

    1997-01-01

    1. Cathepsin b from the muscles of Jordanian lizard Agama stellio stellio was purified to homogeneity by a series of column chromatography on DEAE-sephadex, thio propyl sepharose and sephadex G-100 2. The molecular weight of cathepsin B isolated was to be 31800 dalton by using SDS-PAGE, and 33000 dalton by gel filtration, and its isoelectric point was measured to be 4.2 by isoelectric focusing. 3. Cathepsin B had ph optimum of 5.5, required a thiol-reducing reagent for activation and was inhibited by thiol-protease inhibitors. 4. The Km and K cat values for Z-Phe-Arg-Mca were determined to be 0.161mM and 238 S -1 . 5. Cathepsin B acted on oligopeptide substrates mainly as di peptidyl carboxypeptidase. (authors). 22 refs., 3 tabs., 2 figs

  2. Hepatozoon kisrae n. sp. infecting the lizard Agama stellio is transmitted by the tick Hyalomma cf. aegyptium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paperna I.

    2002-03-01

    Full Text Available Hepatozoon kisrae n. sp. was found infecting a starred lizard at a site in southeastern Samaria, Palestine. These lizards were also hosts to the ixodid tick Hyolomma cf. aegyptium, which was demonstrated to be the vector of this hemogregarine. Hepatozoon and tick infections occurred in lizards within a very restricted locality; at a second site, nearby, ticks occurred without Hepatozoon infection. Micro- and macromeronts occurred mainly in the lungs, while cyst-like merogonic stages, mainly dizoic, occurred in the liver. Mature intraerythrocytic gametocytes were stout and encapsulated. Development from oocysts to sporocysts took place in the tick hemocoel, and was examined by transmission electron microscopy. Lizards were successfully infected when fed on sporocyst-infected ticks or viscera of infected lizards. Ticks become infected when fed on infected lizards; sporogony was complete when the ticks reached adult stage, over 40 days after initial attachment.

  3. Agama dalam Pandangan Futurolog

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amsal Bakhtiar

    2013-06-01

    Full Text Available Abstract : Before modern era, religion became more dominant in daily life of human being because religion institution is the sole authority to dicide either religion aspect or scientific one. But in modern era, especially after some inventions of modern science and technology, secular scientist in the West very proud of his intellectual ability to explore the nature. They neglect religion and even accused religion as an opium and illusion. In fact, human being cannot free from believing in Supra Natural Being because even though in the atheist community still respect the spirit of ancestors. Therefore, every effort to attack religion will fail because religion could not separated from basic need of human being and religion is the the sole doctrin of life in hereafter.  Naisbitt, a famous futurolog, also declares that the spiritual of religion will become dominant in new era. Keywords : Futurolog, knowledge, organized religion, fundamentalism Abstrak : Sebelum era modern, agama menjadi lebih dominan dalam kehidupan sehari-hari manusia karena institusi agama adalah otoritas tunggal untuk memutuskan, baik aspek agama atau yang ilmiah. Tetapi dalam era modern, terutama setelah beberapa penemuan ilmu pengetahuan modern dan teknologi, ilmuwan sekuler di Barat sangat bangga akan kemampuan intelektual mereka untuk menjelajahi alam. Mereka mengabaikan agama dan bahkan menuduh agama sebagai candu dan ilusi. Bahkan, manusia tidak bisa bebas dari percaya pada keberadaan Supra Natural, meskipun komunitas ateis masih menghormati roh leluhur. Oleh karena itu, segala upaya untuk menyerang agama akan gagal karena agama tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan dasar manusia dan agama adalah satu-satunya doktrin kehidupan di akhirat. Naisbitt, seorang futurolog terkenal, juga menyatakan bahwa spiritual agama akan menjadi dominan dalam era baru.Kata kunci : Futurolog, ilmu, agama formal, fundamentalisme

  4. ISLAM: Agama Kemanusiaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Zainuddin

    2008-12-01

    Full Text Available Islam provides the guidance of human life from the smallest problem to the greatest affairs, ranging from household affairs, sleep, eat and drink up to the affairs of the nation and state. This paper raises how Islam covers all aspects of life as a religion of humanity. If taken seriously in the verses of the Qur'an or as Sunnah, will undoubtedly be found, that the core of the teachings of Islam is faith and righteousness. Islam is more than a formal religion, but it is also a great treatise for social transformation and a challenge to personal interests. Islam is a humanism, a religion that is very concerned with humanity as a central goal. This is the basis of Islam. Therefore, the greatest task of Islam is actually to transform social and cultural transformation with Islamic values.   Islam memberikan tuntunan hidup manusia dari persoalan yang paling kecil hingga ke urusan yang paling besar, mulai dari urusan rumah tangga, tidur, makan dan minum sampai pada urusan bangsa dan negara. Tulisan ini mengangkat bagaimana Islam mencakup segala aspek kehidupan sebagai agama kemanusiaan. Jika dicermati secara serius dalam ayat-ayat al Quran maupun as sunnah, niscaya akan ditemukan, bahwa inti ajaran Islam adalah iman dan amal saleh. Islam lebih dari sekedar sebuah agama formal, tetapi juga risalah yang agung bagi transformasi sosial dan tantangan bagi kepentingan-kepentingan pribadi. Islam adalah sebuah humanisme, yaitu agama yang sangat mementingkan manusia sebagai tujuan sentral. Inilah dasar Islam. Oleh karena itu, tugas terbesar Islam sesungguhnya adalah melakukan transformasi sosial dan budaya dengan nilai-nilai Islam.

  5. IMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Arif

    2008-07-01

    Full Text Available Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan langkahlangkah inovasi, termasuk pengembangan guru agama yang merupakan upaya terus-menerus dari suatu organisasi profesi keguruan. Pengembagan profesi guru agama Islam diarahkan pada peningkatan karir, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat dilaksanakan secara formal dan informal. Pengembangan formal diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab institusi penyelenggara pendidikan agama Islam itu, baik melalui penataran, tugas belajar, lokakarya dan sejenisnya. Sedangkan pengembangan informal merupakan tanggungjawab guru agama Islam yang dilaksanakan sendiri atau bersama dengan rekan kerjanya. Hambatan terhadap upaya ini timbul karena guru agama Islam sering terlalu terikat dengan pekerjaan rutinitas, kurangnya penyediaan sarana dan prasarana, dan atau kurang termotivasi diri dalam upaya mengembangkan profesionalitasnya. Sudah tentu pada aspek ini dibutuhkan adanya bantuan dan bimbingan dari seorang supervisor pendidikan Agama Islam, dan disinilah dibutuhkan adanya pelaksanaan supervisi klinis.

  6. SUMBER AGAMA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syaiful Hamali

    2017-03-01

    Full Text Available Tulisan ini membahas secara konseptual tentang berbagai kebutuhan dasar manusia sebagai sumber kehidupan bagi manusia dalam ranah psikologis. Melalui eksplorasi-psikologis diperoleh fakta bahwa ada berbagai macam kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang dapat dikembangkan guna menunjang hidup dan kehidupannya. Sedangkan melalui pengamatan potensi-diri diperoleh fakta bahwa dalam diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan, termasuk diantaranya adalah potensi untuk percaya pada supernatural (agama. Sinergi antara eksplorasi-psikologis dengan potensi-diri manusia akan membentuk sumber-sumber keyakinan terhadap agama secara psikologis. Karena itu, dalam konteks ini, tanpa adanya wahyu pun sesungguhnya manusia akan mampu mengenal Tuhan. Wahyu hanya berfungsi sebagai pemberitaan dari alam metafisika yang turun kepada manusia untuk menerangkan tentang Tuhan sekaligus kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan manusia terhadap Sang Khalik maupun sesamanya. Singkatnya secara psikologis, siapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya. Karena itu manusia wajib mempercayai dan meyakini akan adanya Tuhan serta melaksanakan ajaran-ajaran agama dalam kehidupannya.

  7. VIHARA DI TENGAH-TENGAH SERIBU PURA (STUDI KASUS TENTANG KONVERSI AGAMA DARI AGAMA HINDU KE AGAMA BUDHA DI DESA ALASANGKER, KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG-BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Sedana Arta

    2014-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah (1 Untuk mengetahui latar belakang adanya anggota masyarakat di Desa Alasangker yang beralih agama dari agama Hindu ke Agama Budha; (2 Untuk mengetahui proses konversi agama dan perkembangan Agama Budha di Desa Alasangker dari awal masuknya sampai sekarang; (3 Untuk mengetahui implikasi konversi agama terhadap keluarga dan desa pakraman Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif, teknik penentuan informan dengan purposive sampling dan informan terus dikembangkan dengan teknik snowball. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan: (1 Wawancara mendalam dengan membuat pedoman wawancara; (2 Observasi partisipasi. (3 Studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang konversi agama di Desa Alasangker disebabkan oleh faktor Interen:1 untuk memperbaiki citra diri, hal ini disebabkan masyarakat yang berkonversi agama pada zaman Orde Lama adalah anggota PKI dan Partindo, sehingga segala aktivitasnya dicurigai oleh masyarakat desa. 2 Kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama Hindu, yang disebabkan sumber ajaran agama hanya berasal dari lontar dan buku-buku agama Hindu sulit didapatkan di awal tahun 1970-an ditambah pihak PHDI kurang mengadakan pembinaan ke desa-desa tentang agama Hindu. 3 Faktor kemiskinan, kepapaan disebabkan mereka kehilangan orang tua maupun saudara yang menjadi tulang punggung keluarga. Sedangkan faktor eksternal adalah adanya pengaruh ajaran tokoh-tokoh agama Budha yang mempunyai keahlian dan kharisma, kemiripan ajaran agama Hindu dan Budha seperti ajaran hukum karma, punarbawa, dan tujuan akhir agama hidup manusia, kemudahan-kemudahan yang diberikan dari lembaga agama Budha,  seperti pemberian buku-buku secara gratis.

  8. Pendidikan Anti Korupsi Berbasis Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasinyo Harto

    2016-03-01

    Full Text Available Tulisan ini memfokuskan pada pendidikan anti korupsi melalui perspektif agama dengan model rekonstruksi sosial. Pendekatan teoritis pendidikan  antikorupsi berbasis agama berupaya melihat sejauhmana realitas masyarakat religius dapat diakomodasi dalam aspek-aspek Pendidikan Anti-Korupsi, baik pada aspek materi, metode pembelajaran, evaluasi, dan sebagainya. Dengan pendekatan seperti itu, tulisan ini diharapkan mampu melakukan analisis-sintesis yang menghasilkan konsep-konsep teoritis PAK berbasis agama yang visibel untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas dan berhasil dalam implementasinya pada kehidupan sehari-hari. Jika konsep ini mungkin diterapkan, maka diharapkan akan terjadi perubahan dalam cara pandang peserta didik terhadap nilai agama yang dapat diterapkan dalam kehidupan empiris. Dampak lebih jauh dan jangka panjang diharapkan bahwa proses menuju masyarakat Indonesia yang bersih semakin  akan dapat diwujudkan. This paper focused on the anti-corruption education through religion perspective with social reconstruction model. The theoretical approach of anti-corruption education based religion sought to see how far the reality of religious communities could be accommodated in the aspects of Anti-Corruption Education, both in material aspects, teaching methods, evaluation, and so on. With that approach, this paper was expected to do the analysis-synthesis that produced theoretical concepts PAK-based religion that was visible to be applied in the learning process in the classroom and succeed in its implementation in daily life. If this concept might be applied, it was expected that there would be changes in learners' perspective on religion values that could be applied in empirical life. Further impacts and long-term it was expected that the process towards the Indonesian societies who clean more would be created.

  9. Agama dan Manusia dalam Pendidikan Hamka (Studi Falsafat Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ris'an Rusli

    2016-03-01

    Full Text Available Makalah ini mengkaji mengenai pemikiran Hamka tentang agama dan manusia. Tulisan ini menyimpulkan bahwa agama, menurut Hamka, memotivasi umatnya mencari ilmu pengetahuan bukan hanya untuk membantu manusia memperoleh penghidupan yang layak. Akan tetapi, lebih dari itu dengan ilmu, manusia akan mampu mengenal Tuhannya, memperhalus akhlaknya, dan senantiasa berupaya mencari keridhaan Allah. Dengan demikian, pendidikan terbagi dua, yakni pendidikan ruhani dan pendidikan jasmani. Eksistensi agama dalam diri seseorang untuk melepaskan jiwanya dari keterkungkungan, baik keterkungkungan dalam perbudakan, akal yang terkunci dan tumpul, maupun taklid yang membunuh pikiran, sehingga tidak ada yang membatasi manusia untuk berhubungan langsung dengan Tuhan. Dalam memahami eksistensi manusia, sebagai subjek dan objek pendidikan, maka perlu juga mengenali dan memahami potensi-potensi atau kekuatan-kekuatan yang ada dalam dirinya. Menurut Hamka, ada tiga potensi atau kekuatan yang menjadi motor dan dinamo manusia, yaitu kekuatan ingatan, kekuatan perasaan dan kekuatan kemauan. This paper examined on the HAMKA thought about religion and human. This paper concluded that according to Hamka religion was motivating people to seek knowledge not only to help people earn a decent living. But, more than that with science, humans would be able to know God, refined behavior, and constantly strove to seek the pleasure of Allah. Thus, education was divided into two, namely the spiritual education and physical education. Existence of religions in a person to release the soul from captivity, both captivity in bondage, mind locked and blunt, and imitation (taqlid that killed the mind, so that there was no limit for human to direct contact with God. In understanding human existence, as subject and object of education, it was also necessary to recognize and understand the potentials or forces that existed within him. According to Hamka, there were three potential or the power of

  10. AGAMA DAN INTEGRASI SOSIAL DALAM PEMIKIRAN CLIFFORD GEERTZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahli Zainudin Tago

    2017-03-01

    Full Text Available Artikel ini menelaah hasil penelitian Clifford Geertz tentang keberagamaan masarakat di Mojokuto Jawa Timur. Tema yang diusung dalam artikel ini adalah interelasi antara agama dan masyarakat serta interaksi sosial antara berbagai kelompok sosial yang ada di Mojokuto Jawa Timur. Dari kajian terhadap interrelasi agama dan masyarakat dapat dipahami seberapa jauh pengaruh agama terhadap prilaku relegiousitas masyarakat Jawa, termasuk pengaruh budaya lokal terhadap agama itu sendiri, yang menurut pengamatan Clifford Geertz melahirkan ”Agama Jawa”. Sementara dari kajian terhadap interaksi dari berbagai kelompok sosial dapat dipahami bahwa, agama, di samping memiliki fungsi integrasi (kohesi sosial juga menjadi penyebab terjadinya konflik dalam masyarakat. Ketiga varian agama Jawa; santri, priyayi, dan abangan meskipun secara kualitas berbeda dan saling mengklaim bahwa komunitasnya yang paling baik dan benar namun ketiganya masih memperlihatkan nuansa tradisi Jawa. Bahkan, kaum santri yang ketat sekalipun dalam batas-batas tertentu pada kenyataannya masih mentolerir tradisi jawa.

  11. AGAMA: Action-based galaxy modeling framework

    Science.gov (United States)

    Vasiliev, Eugene

    2018-05-01

    The AGAMA library models galaxies. It computes gravitational potential and forces, performs orbit integration and analysis, and can convert between position/velocity and action/angle coordinates. It offers a framework for finding best-fit parameters of a model from data and self-consistent multi-component galaxy models, and contains useful auxiliary utilities such as various mathematical routines. The core of the library is written in C++, and there are Python and Fortran interfaces. AGAMA may be used as a plugin for the stellar-dynamical software packages galpy (ascl:1411.008), AMUSE (ascl:1107.007), and NEMO (ascl:1010.051).

  12. Peran Mukti Ali dalam Pengembangan Toleransi Antar Agama di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairah Husin

    2014-06-01

    Full Text Available Agama sebagai sasaran kajian penelitian sudah banyak dilakukan oleh para sarjana disiplin ilmu. Mereka melakukan penelitian terhadap berbagai aspek dari agama, baik aspek ide maupun aspek perwujudan dalam kenyataan. Dimulai dari keyakinan dan ajaran yang dimiliki oleh suatu agama hingga pengaruh agama pada kehidupan masyarakat pemeluk agama tersebut. Kalau yang dimaksud metode dalam ilmu perbandingan agama adalah cara untuk memperoleh dan mamahami kebenaran agama dari realitas empiris, atau lebih tepatnya “kebenaran ilmiah agamis”, maka pendekatan tiada lain adalah suatu sikap ilmiah (persepsi dari seorang yang harus ditunjukkan untuk menemukan kebenaran ilmiah yang hendak diperoleh. Dengan demikian pendekatan sifatnya umum. Dalan suatu pendekatan tertentu dapat digunakan bermacammacam metode, umpamanya seorang Sosiolog akan mengkaji agama pasti akan menerapkan pendekatan metode-metode sosiologis. Begitu pula Sejarawan, Antropolog, Fenomenolog, dan lain-lain akan menerapkan pendekatan dan metode sesuai dengan latar belakang keahliannya. Maka sasaran ideal dari beberapa pendekatan adalah memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta agama, dan bertujuan untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta tersebut dengan menggunakan kesangsian sistematis. Pendekatan keilmuan dalam meneliti agama mencoba mendeskripsikan dunia pemeluk agama secara apa adanya (das sein, bukan didasarkan semestinya secara normatif (das sollen. Dengan demikian, pendekatan keilmuan yang empiris ini menggunakan dan mengadaptasi pendekatanpendekatan ilmu-ilmu sosial dan budaya. Dari sekian tokoh ilmu Perbandingan Agama, kebanyakan dari mereka merupakan ilmuwan Barat. Namun demikian ada juga beberapa tokoh perbandingan agama dari duni Islam, antara lain adalah Prof. Dr. H.A. Mukti Ali, Ibnu Hazm dan As-Syahrastani. Sementara Ibnu Hazm Al Andalusy dan As-Syahrastani merupakan tokoh-tokoh Perbaga Muslim dari zaman klasik – zaman ketika Perbaga belum terbentuk sebagai

  13. Agama lizard: A potential biomarker of environmental heavy metal ...

    African Journals Online (AJOL)

    In this study, the suitability of Agama lizard as a biomarker in assessing environmental pollution levels of arsenium (As), barium (Ba), cadmium (Cd), copper (Cu), manganese (Mn), lead (Pb) and zinc (Zn) was investigated. Samples of top soil and agama lizards were taken from five sites within a university community in ...

  14. TANTANGAN INTERKONEKSI SAINS DAN AGAMA DI IAIN SUNAN AMPEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Fahmi

    2013-11-01

    Full Text Available Tulisan ini berusaha mengeksplorasi konsep interkoneksi keilmuan agama dan umum melalui integrated twin towers di IAIN Sunan Ampel beserta tantangan yag melingkupinya. Pengembangan epistemologi integrated twin towers yang berupaya menginterkoneksikan keilmuan agama dan umum dengan grand design yang sedang digodok oleh para petinggi IAIN Sunan Ampel baru sebatas asumsi, dan tetap rentan mengandung resiko dan penuh tantangan. Asumsinya adalah keilmuan agama dan umum yang integratif-interkonektif, dan resikonya adalah keilmuan agama dan umum yang semakin dikotomis dengan simbol menara kembar. Sementara itu tantangannya adalah ego SDM ilmu agama dan umum. Meskipun penuh resiko dan tantangan, namun upaya integrasi-interkoneksi keilmuan agama dan umum melalui epistemologi integrated twin towers perlu terus dilakukan. Asumsi keilmuan yang integratif-interkonektif melalui epistemologi integrated twin towers harus dikawal dengan perangkat sistem yang mendukung realisasinya. Apabila tidak melalui pengawalan sistem, yang terjadi bisa sebaliknya, bukan keilmuan yang integratif tetapi keilmuan yang semakin dikotomis antara agama dan umum, karena ada pelambangan berupa simbol menara kembar keilmuan, dimana keilmuan agama ada pada menara tersendiri dan keilmuan umum ada pada menara tersendiri. Bentuk pengawalan sistem yang ada bisa berupa seleksi penerimaan tenaga dosen atau karyawan yang mana dalam perekrutan harus dipastikan calon tenaga dosen atau karyawan adalah orang-orang yang mempunyai pemahaman keagamaan dan umum serta bidang yang akan digelutinya secara cukup. Jadi materi soal yang dijadikan acuan tes harus juga bersifat integratif.

  15. Studies on African Agama IX. New insights into Agama finchi Bohme et al., 2005 (Sauria: Agamidae), with the description of a new subspecies

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Wagner, P.; Freund, W.; Modrý, David; Schmitz, A.; Böhme, W.

    2011-01-01

    Roč. 60, č. 1 (2011), s. 25-34 ISSN 2190-7307 Institutional support: RVO:60077344 Keywords : Reptilia * Sauria * Agamidae * Agama finchi * Agama finchi ssp. n. * Africa * Kenya * Uganda * DR Congo * Ethiopia Subject RIV: EG - Zoology

  16. PENDIDIKAN AGAMA DALAM KULTUR SEKOLAH DEMOKRATIS: POTENSI MEMBUMIKAN DERADIKALISASI AGAMA DI SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herly Jannet

    2015-06-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan Pendidikan Agama dalam kultur sekolah demokratis sebagai salah satu strategi membumikan deradikalisasi agama di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuali­tatif naturalistik dengan strategi studi kasus dan mengambil tempat penelitian di SMA Kristen Urimessing Ambon. Objek penelitian ini adalah keseluruhan gejala demokratis dalam proses belajar mengajar Pendidikan Agama Kristen. Hasil pe­nelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut, Pendidikan Agama dalam kultur sekolah demokratis berpotensi membumikan deradikalisasi, karena dalam pro­ses belajar mengajar mengoptimalkan sikap kebebasan berpikir kritis, ke­mandiri­an, dan akuntabilitas sehingga dapat membentuk keyakinan, sikap dan nor­ma pe­serta didik untuk: (1 mendalami dan meyakini ajaran agamanya sendiri; (2 ber­komitmen mentransformasikan ajar­an agamanya secara baik dalam ke­hidupan pribadi maupun sosial ber­masyarakat; dan (3 memberi teladan secara konkret tidak terjebak menggunakan kekerasan dan anarkisme dalam mewujudkan keinginan.

  17. Behavioral implications of mechanistic ecology II: the African rainbow lizard, Agama agama

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Porter, W.P.; James, F.C.

    1979-01-01

    The daily and seasonal activity of the African rainbow lizard, Agama agama is predicted in terms of heat transfer models for the microenvironment and the lizard. The models, originally developed for the temperate Mohave Desert and for the desert iguana, Dipsosaurus dorsalis, have been refined and are applicable to a tropical area and a tropical species. Field microclimate measurements and observations of lizard activity and food consumption by different sizes of lizards are consistent with these models. Environmental constraints on activity times, sun vs shade locations, height above the ground and postures are described. The sensitivity of the metabolic predictions to different maximum temperature preferences and behavioral options are discussed. The balance between maintenance energy savings via lower thermoregulatory temperatures and time available in different parts of the microenvironment are examined. A simple predator-prey interaction illustrates the substantial effect of climate in modifying amount of time both prey and predator would be expected to be active simultaneously in the tropics vs a temperate desert. Comparisons are made between A. agama and the desert iguana, D. dorsalis for daily and seasonal maintenance requirements and their implications for seasonal changes in growth and reproductive potential.

  18. KEMAJEMUKAN AGAMA MENURUT IBN AL-‘ARABI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahrul Adam

    2017-08-01

    Full Text Available Ibn al-'Arabi> considers that religious pluralism is inevitable necessities. His opinion is actually rooted in his main Sufi he achieved wah}dat al-wuju>d. With such diversity, it is not necessary to the claims of truth (truth claim on a particular religion. All religions should live together in harmony for the worship of the same God, who is called by different names attributed to differences in the perception of God as well as differences in appearance (tajalli of God. The understanding of causality religious diversity will make believers can appreciate the existence differences. Ibn al-‘Arabī  menganggap bahwa keberagaman agama merupakan suatu keniscayaan yang tak terelakkan. Pendapatnya tersebut sebenarnya berakar dari konsep utama pemikiran sufistik yang dicapainya yakni wah}dat al-wuju>d. Dengan keragaman tersebut, maka tidak diperlukan adanya klaim-klaim kebenaran (truth claim pada agama tertentu. Semua agama yang ada harus hidup harmonis sebab sama-sama melakukan penyembahan kepada Tuhan yang sama, yang disebut dengan nama-nama berbeda disebabkan adanya perbedaan persepsi terhadap Tuhan dan juga perbedaan penampakan (tajalli> Tuhan. Pemahaman terhadap kausalitas keberagaman agama akan membuat penganut agama dapat menghargai perbedaan yang ada.

  19. HARMONI KEHIDUPAN SOSIAL BEDA AGAMA DAN ALIRAN DI KUDUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Rosyid

    2015-11-01

    Full Text Available Terjadinya konflik antar dan intern umat beragama menghiasi pemberitaan media massa cetak dan elektronik setiap jengkal detik di negeri ini. Konflik tersebut dipicu oleh hal-hal yang sangat sederhana hingga persoalan besar di tengah masyarakat. Bahkan, sudah menjadi kelaziman jika sebuah desa terdapat multi-pemeluk agama atau aliran dalam agama, sudah hampir dipastikan yang terjadi konflik, baik konflik terbuka, semi terbuka, maupun konflik tertutup. Hal tersebut bukan berarti terjadi pukul rata bahwa selalu terjadi konflik jika terdapat sebuah komunitas yang terdapat multi-pemeluk agama. Sebagaimana terjadi di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus pada 2012, warga berjumlah 4.327 jiwa, mayoritas muslim, umat Kristiani 16 orang , Buddhis 40 orang , dan pemeluk aliran Ahmadiyah 14 KK yang berada di satu kelurahan dan masing-masing memiliki tempat ibadah yang saling berdekatan, tetapi penuh dengan kedamaian. Interaksi yang positif terwujud di Desa Colo karena terciptanya harmoni interaksi sosial, terwujudnya empati sosial, dan terantisipasinya perilaku agresif. Semua itu terwujud karena kesamaan kepentingan untuk menjunjung tinggi kesederajatan sebagai sesama umat manusia. Faktor pendukung kerukunan terwujud karena antar pemeluk agama dan atau intern agama yang berbeda aliran terdapat hubungan persaudaraan (genealogis, terjadi simbiosis mutualisme di bidang perekonomian, pemahaman dalam batin antar pemeluk agama dan atau intern agama yang berbeda aliran diwujudkan dalam kehidupan dengan mengedepankan persamaan kebutuhan dan menafikan konflik yang dipicu oleh perbedaan keyakinan dan agama, pola pikir antar pemeluk agama dan atau intern agama yang berbeda aliran terjauhkan dari sikap negatif. Tidak terjadi konflik antar pemeluk agama dan aliran karena tidak adanya loko dan pemicu konflik, sumber konflik tertangani, perilaku agresif yang terantisipasi, dan faktor pemicu kekerasan teredam. Kerukunan sebagai kebutuhan bersama yang difasilitasi

  20. Feeding, social behaviour and temperature preferences in Agama ...

    African Journals Online (AJOL)

    Agama atra is mainly insectivorous, ants being the main food of juveniles, and larger insects that of adults. The lizards are territorial and hierarchical and perform elaborate aggressive and courtship displays on prominent rocks. In the field, routine activities commence at an air temperature of about 19°C and reach a peak at ...

  1. KONSEP SAKINAH MENURUT HAKIM PEREMPUAN DI PENGADILAN AGAMA BANTUL, YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anwaruddin Anwaruddin

    2016-05-01

    menerima, memeriksa, dan memutus perkara di suatu lingkungan peradilan maka butuh pemikiran yang tenang dan jernih untuk memecahkan sebuah kasus yang ditangani tanpa melalaikan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga dan istri. Tulisan ini membahas tentang pandangan hukum Islam mengenai konsep keluarga sakinah menurut hakim perempuan Pengadilan Agama Bantul, Yogyakarta].

  2. Paradoxical reproduction and body size in the rock lizard, Agama ...

    African Journals Online (AJOL)

    1993-07-05

    Jul 5, 1993 ... The rock lizard Agama atra atra from Namaqualand differs in both body size and reproduction from other populations of this species occurring elsewhere in southern Africa. Both sexes from Namaqualand are significantly larger than their counterparts in the south-western Cape. While reproduction in this ...

  3. Picking a tree: habitat use by the tree agama, Acanthocercus ...

    African Journals Online (AJOL)

    We studied tree agama (Acanthocercus a. atricollis) habitat use in the Magaliesberg mountain range in northern South Africa using sightings of marked individuals, and in a few cases, radio-telemetry. Acanthocercus a. atricollis preferentially selected thorn trees (46%; Acacia karroo), followed by common sugarbush (10%; ...

  4. SACRED SCIENCE vs. SECULAR SCIENCE: Carut Marut Hubungan Agama dan Sains

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsul Hidayat

    2014-07-01

    Full Text Available Tulisan ini berupaya mengetahui pergumulan yang terjadi antara Agama dan Sains. Hipotesis yang diajukan adalah: Hubungan antara Agama dan Sains mengalami ketegangan dan variasi didalamnya. Ketegangan yang terjadi antara Sains dan Agama disebabkan karena perbedaan perspektif yang digunakan untuk memahami realitas sebagai sumber pengetahuan manusia. Kalau sains mendekati persoalan eksistensi melalui observasi dan eksperimen, sedangkan agama membangun landasan epistemologinya berdasarkan wahyu. Pada abad 19 dan sebagian besar abad 20, gagasan yang dominan adalah sains dianggap mampu memecahkan seluruh persoalan manusia, namun faktanya sains juga telah melahirkan senjata-senjata pemusnah massal dan polusi lingkungan, termasuk merusak keseimbangan aspek spiritual dan material dalam kehidupan manusia. Belakangan muncul para ilmuwan teolog dari beberapa agama yang berupaya mencari jalan tengah untuk menyelesaikan problematika kemanusiaan dan alam dengan menjembatani carut marut hubungan sains dan agama yang tampaknya belum berakhir.

  5. MULTIKULTURALISME DALAM SISTEM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Problematika Pendidikan Agama Islam di Sekolah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyatno *

    2015-11-01

    Full Text Available Pendidikan bertujuan membentuk sikap dan perilaku menuju manusia yang beradab. Sistem pendidikan yang hanya menekankan pada transfer of knowledge, menjadikan pendidikan tidak lagi bermakna dan memberikan efek positif bagi peserta didik. Pedidikan kurang menyentuh sisi humanisme yang pada akhirnya mengembangkan sikap pluralisme sebagai fondasi pemikiran multikulturalisme. Model pendidikan agama seperti ini hanya akan menciptakan peserta didik menjadikan abdullah yang hanya saleh secara individual. Paham pluralisme dan multikulturalisme yang saat ini telah menjadi komoditas bidang politik akan terus bergulir dalam ranah pendidikan nasional, termasuk pendidikan agama Islam yang secara integral bagian dari sistem pendidikan nasional. Kebijakan pemerintah tentang pemberlakuan kurikulum KTSP yang meniscayakan penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pada potensi daerah dan nilai-nilai budaya lokal. Kebijakan ini tidak terlepas dari munculnya kesadaran para tokoh dan pemimpin negeri ini bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk dan heterogen. Oleh karena itu, tidak mungkin membangun negeri ini tanpa mempedulikan nilai-nilai pluralitas dan multikultural yang terdapat dalam masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan, Islam, Multikultural. MULTICULTURALISM IN ISLAMIC EDUCATION SYSTEM: PROBLEMS OF ISLAMIC EDUCATION IN SCHOOLS. Education aimed at shaping attitudes and behavior towards the civilized man. An education system that only emphasizes the transfer of knowledge, making education is no longer meaningful and a positive effect on learners. Education is not touching the side of humanism that develops an attitude of pluralism as a foundation of multiculturalisms thought. Model of religious education would only create learners abdullah which are only godly individually. Understanding pluralism and multiculturalism has become a commodity in politics that will continue to roll in the realm of national education including Islamic religious

  6. PEMBELAJARAN AGAMA DAN LINGKUNGAN DALAM KULTUR SEKOLAH ALAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdulloh Hadziq

    2016-06-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi tentang konsep integrasi agama dan lingkungan alam dalam Pembelajaran Anak Usia Dini di PAUD Sekolah Alam Ungaran (SAUNG Semarang dan dampaknya terhadap perilaku peserta didik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sekolah mengintegrasikan pembelajarannya melalui sunnah kauniyah di alam sekitar serta kehidupan sosial yang dipadukan dengan ajaran Islam. Model pembelajarannya menggunakan metode integratif dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning. Hal tersebut didukung dengan desain kelas seperti saung, kurikulum yang memadukan sumber ajaran Islam dengan kondisi lingkungan sekitar dan kegiatan–kegiatan di luar kelas, sehingga dapat memberi dampak bagi peserta didik dalam menumbuhkan kesadaran dan kecintaannya terhadap alam.Kata kunci: Pembelajaran agama, lingkungan, sekolah alam, PAUD

  7. NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM SERAT SASTRA GENDHING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasri Kurnialoh

    2016-01-01

    yang tinggi terhadap masalah bangsa dan agamanya. Salah satu sumbangsihnya adalah kitab karangannya yang berjudul Sastra Gendhing mengajarkan tentang keselarasan lahir batin dan awal akhir. Keserasian antara jagad gumelar dengan jagad gumulung, ditinjau dari ketajaman spirtitual ini, Sultan Agung mendapat gelar yang sepadan dengan wali. Spiritualisme Sultan Agung yang akan di teliti dalam penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam karya, Sastra Gendhing.

  8. BIMBINGAN KONSELING AGAMA UNTUK MASYARAKAT MODERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darwis Darwis

    2016-01-01

    Full Text Available Tulisan ini  bertujuan untuk  memberikan informasi tentang kondisi masyarakat yang masuk pada era modern. Ciri modern yaitu cepatnya akses informasi karena kecanggihan  teknologi serta wawasan yang luas karena ada kebebasan berpikir (padahal manusia memiliki  keterbatasan kondisi fisik. Meskipun pemahaman tentang tentang perubahan senantiasa terjadi dalam kehidupan masyarakat, karena individu wajib mengikuti perubahan (yang membuat individu “dipaksa” untuk mengikuti dengan mengoptimalkan seluruh  potensi  yang  ada  pada manusia, yang tidak boleh berubah adalah keyakinan. Namun bagi individu yang “kurang tegas” dalam mengambil sikap di era modern ini akan menimbulkan penyimpangan dalam berbagai aspek kehidupan, sebagai akibat negatif  dari laju modernism yang memiliki kecenderungan meninggalkan nilai-nilai spiritual berdampak pada “kehampaan”  dan keterasingan dengan diri sendiri. Sehingga untuk mengembalikan manusia pada fitrahnya maka butuh konseling  agama yaitu membantu manusia agar mencapai derajat “kecerdasan qalbiah”, artinya: menggambarkan sejumlah kemampuan diri secara cepat dan sempurna untuk mengenali kalbu  dan  aktivitas-aktivitasnya,   mengelola   dan mengekspresikan jenis-jenis kalbu secara benar,  memotivasi kalbu untuk membina hubungan moralitas dengan orang lain dan hubungan ubudiyah dengan Tuhan agar kebutuhan manusia yaitu bio-psiko-sosio-religius terpenuhi secara seimbang untuk mendapatkan kebahagiaan dunia-akherat. RELIGIOUS  COUNSELING   GUIDANCE   TO MODERN SOCIETY. This paper aims to provide information about the condition of the people who entered the modern era. Modern characteristic is the speed of access to information because of technological sophistication and broad insight as freedom of thought (even though humans have limited physical condition.   Although understanding of the changes always occur in people’s lives, because the individual  is obliged to follow the

  9. Pelaksanaan Mediasi dalam Sistem Peradilan Agama (Kajian Implementasi Mediasi dalam Penyelesaian Perkara di Pengadilan Agama Kelas I A Palembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Antasari

    2016-03-01

    Full Text Available Artikel ini akan membahas tentang kebijakan peraturan tentang mediasi di agama pengadilan dan cara penyelesaian sengketa melalui mediasi dan pelaksanaan mediasi dalam kasus pengadilan di Pengadilan Agama Kelas I A Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Dari penelitian ini diketahui bahwa latar belakang aturan kebijakan mediasi di Pengadilan Agama adalah (a manfaat yang bisa diperoleh jika mediasi digunakan sebagai alat dalam penyelesaian sengketa, yaitu proses mediasi bisa mengatasi masalah akumulasi materi, proses mediasi dipandang sebagai sarana penyelesaian sengketa yang lebih cepat dan lebih murah daripada proses litigasi, penegakan mediasi dapat memperluas akses bagi semua pihak untuk memperoleh rasa keadilan, (b penyediaan upaya perdamaian mereka dalam undang-undang. (c masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang suka damai. Pelaksanaan proses mediasi di pengadilan agama dilakukan dengan dua cara, yaitu mediasi litigasi awal, dan mediasi lebih litigasi. This article will discuss about regulatory policy on mediation in religious courts way dispute resolution through mediation according to Islamic law and implementation of mediation in settlement court cases in Religious Courts Class I A Palembang. This research is qualitative research Source of data used is primary data and secondary data primary. Data derived from field and secondary data consisted of a literature study. From this research note Background to the policy rules on mediation in the Religious Courts is (a the benefits to be gained if mediation used as a means in the settlement of disputes, namely the mediation process could overcome the problem of accumulation of matter, the mediation process is viewed as a means of dispute resolution that is faster and cheaper than the litigation process, enforcement of mediation can expand access for all parties to gain a sense of justice, (b provision their

  10. STUDI KOMPARATIF KONSEP KETUHANAN ISLAM DAN AGAMA ADAM PADA KOMUNITAS SAMIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Rosyid

    2012-12-01

    Full Text Available Abstract: One of the problems that disturb the harmony between religious communities is a lack of understanding of the majority (mainstream religion about the local religion, and vice versa. This article aims to develop such inter-religious understanding by comparing between Islam and the religion of Adam, a local religion of Samin community. The comparative study was made within the scope of the concept of God in both religions. This study found that the understanding between Islam the religion of Adam about the concept of God is essential in common. God called Allah (in Islam and Yai (in the religion of Adam are equally perceived as condescendent, an only single power, and the Almighty. Both communities also share Adam as the first man in the world. So, it is not proportional if the public ridicule Samin community with atheist stigma.Abstrak: Salah satu problem yang mengganggu keharmonisan antar komunitas beragama adalah kurangnya pemahaman pemeluk agama mayoritas (mainstream di suatu negara tentang agama lokal, dan demikian pula sebaliknya. Artikel ini bertujuan untuk membangun kesalingpahaman antar pemeluk agama itu dengan melakukan kaji banding antara agama Islam dengan agama Adam, sebuah agama lokal komunitas Samin. Kaji banding itu dilakukan dalam lingkup konsep ketuhanan dalam dua agama itu. Kajian ini menemukan bahwa pemahaman antara Islam dengan agama Adam tentang konsep Tuhan memiliki kesamaan secara esensial. Tuhan yang disebut dengan Allah (dalam Islam dan Yai (dalam agama Adam sama-sama dipersepsikan sebagai tempat berlindung, kekuatan tunggal, dan Zat Yang Maha segala-galanya. Kedua komunitas juga sama dalam memandang Adam sebagai manusia yang pertama di dunia. Dengan adanya pemahaman itu maka tidak proporsional lagi jika publik mengolok-olok komunitas Samin dengan stigma ateis.

  11. HUBUNGAN KEPUASAN KERJA, STRES GURU DENGAN KEBAHAGIAAN GURU PENDIDIKAN AGAMA SEKOLAH MENENGAH DI KOTA AMBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Donny Toisuta

    2017-10-01

    Full Text Available Masalah penelitian dirumuskan: (1 Adakah hubungan yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja dengan kebahagiaan guru pendidikan agama sekolah menengah di kota Ambon? (2 Adakah hubungan yang negatif signifikan antara stresguru dengan kebahagiaan guru pendidikan agama sekolah menengah di kota Ambon? Subjek penelitian berjumlah 117 orang guru agama sekolah menengah dari 5 kecamatan di kota Ambon. Keba-hagiaan diukur dengan Authentic Happiness Inventory (AHI dari Seligman, Kepuasan Kerja guru diukur dengan Teacher Job satisfaction Questionnaire dari Lester dan Stres Guru diukur dengan Angket Stres Guru yang dikem-bangkan oleh Kyriacou. Hasil penelitian menunjukkan: (1 Ada hubungan positif signifikan antara kepuasan kerja  dengan kebahagiaan guru pendidikan agama sekolah menengah di kota Ambon  dengan p = 0,014 0,05.

  12. Menyoal Kebebasan Beragama dan Penodaan Agama Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yayan Sopyan

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract: Questioning the Religious Freedom and blasphemy in Indonesia. The presence of the Constitutional Court in the reform era is the strengthening of the foundations of constitutionalism in the Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945. The Court in this case a role to enforce and the protector of the citizen's constitutional rights and the protector of the human rights. Including in this case, the right to religion and religious practices and teachings of their respective religions, in accordance with the constitutional mandate. However, on the other hand there is the discourse of freedom of expression and freedom of speech includes freedom to broadcast religious beliefs and understanding of the "deviant" and against the "mainstream" religious beliefs and understanding in general, as in the case of Ahmadiyah. The Court in this case is required to provide the best attitude when faced judicial review in this case still required in addition to guarding the constitution in order to run properly.   Abstrak: Menyoal Kebebasan Beragama dan Penodaan Agama di Indonesia. Kehadiran lembaga Mahkamah Konstitusi di era reformasi merupakan upaya penguatan terhadap dasar-dasar konstitusionalisme pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. MK dalam hal ini berperan menegakkan dan melindungi hak-hak konstitusional warga negara (the protector of the citizen’s constitutional rights dan pelindung HAM (the protector of the human rights. Termasuk dalam hal ini, hak untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah serta ajaran agamanya masing-masing, sesuai dengan amanat konstitusi. Namun, disisi lain ada wacana kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat termasuk didalamnya kebebasan untuk menyiarkan keyakinan dan pemahaman keagamaan yang “menyimpang” dan bertentangan dengan “mainstream” keyakinan dan pemahaman keagamaan pada umumnya, seperti dalam kasus Ahmadiyah. MK dalam hal ini dituntut untuk mampu memberikan sikap

  13. RUU PERADILAN AGAMA PADA LEGISLASI NASIONAL 2010 DALAM TELAAH GENDER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masudi Masudi

    2016-03-01

    Full Text Available Ketimpangan yang dapat menimpa kaum perempuandalam praktik poligami atau model perkawinan lainnya,seperti sirri (sembunyi-sembunyi, mut’ah (kontrak, danperkawinan tanpa wali hakim yang tidak berhak harusditangani dengan penanganan yang terarah. Artikelini mencoba untuk melihat bagaimana Usulan RUU Peradilan Agama dalam Legislasi Nasional 2010 yang menjadi sandaran hukum dalam penentuan sanksi pidana bagi para pelaku poligami, nikah siri, kawin kontrak,dan wali hakim yang tidak sah di mata hukum. Satu halyang menarik bahwa pro kontra yang muncul akibatRUU ini merupakan satu hal yang mutlak. Namun perluditekankan bahwa kearifan dan kebijaksanaan setiapelemen bangsa Indonesia merupakan penentu eksistensiIslam yang “membumi” sebagai perwujudan semangat “rahmatan lil’alamin”. Kata Kunci: Kesetaraan, RUU Peradilan Agama, perkawinan   Islam proposed equality for both men and women not only in terms of their public relation but also domesticone, i.e. marital relationship. Unfair treatment that facedby women in the practice of polygamy or other marital models, such as sirri marriage, mut’ah contract, andmarriage without a legal guardian should be solved bydirectional handling system. This article tries to see howthe Proposed Religion Justice Bill, which became theNational Legislation and the laws in the determinationof criminal sanctions for the actors of polygamy,unregistered marriage, mut’ah contract, and alsomarriage without a legal guardian in the eyes of the law.One interesting thing that the pros and cons that arise asa result of this bill is an absolute must. However, it shouldbe emphasized that the wisdom and discretion of eachelement of the Indonesian people is what determines theexistence of Islam that is “grounded” as the embodimentof the spirit of “rahmatan lil’alamin”. Key words: equality, Proposed Religion Justice Bill,marriage.

  14. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM (Perspektif Sosio-Politik-Historis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Kosim

    2006-07-01

    Full Text Available Dalam perspektif historis, keberadaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI di sekolah umum mengalami perjalanan panjang dan rumit seiring dengan kondisi sosial politik yang menyertai. Hal ini bisa ditelusuri sejak masa penjajahan hingga era reformasi. Di masa Belanda pendidikan agama tidak ada peluang diajarkan di sekolah pemerintah dengan alasan pemerintah bersikap netral. Kebijakan Jepang lebih lunak—kendati tidak lebih baik dari Belanda—dengan mengizinkan pendidikan agama diajarkan di sekolah. Setelah Indonesia merdeka, secara perlahan dan pasti, posisi PAI di sekolah umum mulai menguat, dari sebelumnya sebagai mata pelajaran pelengkap, tidak wajib, dan tidak menentukan kenaikan kelas, menjadi mata pelajaran inti di setiap jenjang pendidikan. Meskipun posisi PAI di sekolah umum cukup kuat, tidak berarti lepas dari masalah, terutama dalam tataran aplikasi.

  15. URGENSI FILSAFAT DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT KONTEMPORER: Tinjauan Filsafat Islam terhadap Fungsi Moral dan Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Himyari Yusuf

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract: This study reveals the function of morality and religion, especially for today's contemporary society. In fact, moral and religious issues are intimately related to human life in today's global era which has experiences a change or shift of meaning and function. Truthfully, the function of morality and religion in contemporary society barely possesses any value. Morality is noticeably a classic problem that hinders the freedom of human life, as well as religion is considerably an individual issue and another world issue (hereafter. Therefore, the focus of this study is the nature and function of morality and religion for the contemporary society, and the relationship of man, morality, and religion (Islam. Through answering the various issues above, this study uses a philosophical approach (philosophy as a method. The use aims to wholly, radically, and rationally understand what the nature and function of morality and religion for human life or for the contemporary society to the point that the understanding reaches its essential and fundamental meaning. Those issues are principally related to human and humanity. The moral and religious dimensions have been fused with the existence and essence of human life. Religion (Islam is in accordance with the nature of humanity, and it contains the values of morality. Thus, philosophically, it implies that man, morality, and religion (Islam is one species, and they cannot be separated. Consequently, morality and religion (Islam should be implemented in a whole series of human life in the contemporary and global age like nowadays. Abstrak: Pengkajian ini menampilkan persoalan fungsi moralitas dan agama, khususnya bagi masyarakat kontemporer dewasa ini. Secara faktual persoalan moral dan agama adalah persoalan yang terkait dengan kehidupan manusia yang pada era global sekarang ini telah mengalami perubahan atau pergeseran pemaknaan dan fungsi. Secara faktual fungsi moralitas dan agama pada masya

  16. DINAMIKA WACANA FORMALISASI SYARIAT DALAM POLITIK: IKHTIAR MENEMUKAN RELEVANSI RELASI AGAMA DAN NEGARA PERSPEKTIF INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahathir Muhammad Iqbal

    2014-06-01

    Penelitian ini merupakan ikhtiar untuk menemukan relevansi hubungan agama dan negara yang ideal. Sebab Isu formalisasi syariat Islam dalam politik menjadi kajian menarik dalam wacana relasi agama dan negara. Dengan menggunakan pendekatan pustaka, artikel ini menganalisis keterlibatan negara dalam mengatur warga negara untuk mengimplementasikan syariat Islam di Indonesia. Adanya netralitas negara menjadi kunci dalam menemukan relasi keduanya. Secara teoritis, studi ini memberikan penjelasan bahwa netralitas tidak hanya dipahami sebagai pengabdian negara untuk memberikan hak-hak warga negara untuk berdoa berdasarkan iman, tetapi juga untuk membatasi warga negara. Sebab dalam pelaksanaan syariat akan dapat mapan dan berjalan dengan baik, manakala negara memiliki netralitas. Sehingga negara tidak menarik syariat Islam menjadi sebuah kebijakan resmi atau peraturan negara (formalisasi syariat. Dengan begitu seorang Muslim dapat membawa agama ke dalam lingkaran politik, tetapi hanya dalam tingkat etika politik.

  17. KORELASI STRATEGI MULTIPLE INTELLIGENCES DENGAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SMPN DI WATAMPONE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsinar Samsinar

    2014-12-01

    Full Text Available Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran strategi multiple intel­ligences guru Pendidikan Agama Islam pada SMPN di Watampone, kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMPN di Watampone, dan korelasi  antara keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada sembilan SMPN di Watam­pone dengan jumlah guru Pendidikan Agama Islam sebanyak 34 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis koefisien korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi multiple intelligences telah diterapkan dengan baik oleh guru Pendidikan Agama Islam pada SMPN di Watampone walaupun belum maksimal melalui berbagai aktivitas penekanan strategi kecerdasan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMPN di Watam­pone menekankan pada kualitas proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengawasan proses pembelajaran. Sedangkan jika dikorelasikan antara keduanya maka ada hubungan positif dan signifikan. Abstract: The objectives in this study namely to know describe the strategy of multiple intelligences of Islamic Education teachers at Junior High Schools in Watampone, quality learning Islamic education at Junior High Schools in the Watampone, and correlation. This research conducted at the Junior High School in Watampone the number of teachers of Islamic education as many as 34 people. Analysis technique used is quantitative descriptive analysis and product moment correlation coefficient. The results showed that the strategy of multiple intelligences has been well implemented by teachers of Islamic education in junior high schools in Watampone although not maximal suppression activity through various intelli­gence strategy. The results of this study also showed that the quality of teaching Islamic education emphasizes on the quality of the learning process of Islamic education

  18. Dialektika Agama dan Budaya dalam "Berkah" Nawu Sendang Selirang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Waryono Abdul Ghafur

    2017-05-01

    jukkan bahwa bagi masyarakat abangan, Sendang Selirang menjadi ritus dan upacara yang dilaksanakan dengan emosi keagamaan dan mempunyai sifat keramat. Pemaknaan tersebut ternyata berbeda bagi kelompok santri yang direpresentasikan dengan Muhammadiyah. Bagi beberapa aktivis Muhammadiyah, tradisi nawu sendang (Sendang Selirang merupakan bagian dari tahayul, bid’ah, dan kurafat sehingga harus dihindari. Sementara bagi kelompok “cendekiawan”, peristiwa nawu sendang tidak cukup dipandang dari sisi agama, namun juga dari sisi budaya. Ini sebagai “jalan tengah” untuk menengahi dua kelompok sebelumnya yang berpotensi konflik. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa perbedaan pandangan dari tiga kelompok tersebut dipengaruhi oleh bukan semata pandangan keagamaan masing-masing, tapi juga oleh faktor lain di luar agama, seperti pemerataan dalam penyelenggaraan dan keuntungan material. Kebersamaan dalam perbedaan tetap yang diutamakan, sehingga harmoni terus berjalan dengan baik.

  19. Pro-Kontra Hukuman Mati (Presepsi Tokoh Agama Islam dan Praktisi Hukum di Kota Palembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Qodariyah Barkah

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang membahas tentang pro-kontra hukuman mati, dengan memfokuskan kajian kepada presepsi tokoh agama agama Islam dan praktisi hukum di kota Palembang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hukuman mati dalam persfektif hukum pidana di Indoneia adalah tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP dan perundang-undangan lainnya yang memuat tentang hukuman mati, antara lain didalam Pasal 10 dan Pasal 11 KUHP. Hukuman pidana mati penerapannya di Indonesia menurut perspektif Tokoh Agama Islam dan praktisi hukum di kota Palembang masih terjadi pro dan kontra. Baik dikalangan praktisi hukum sendiri terjadi pro dan kontra, apakah hukuman pidana mati masih diperlukan penerapannya begitu juga dengan kalangan Tokoh Agama Islam. This article discusses the pros and cons of the death penalty, with a focus on the study of the perception of Islam and religious leaders, legal practitioners in the city of Palembang. This study concluded that the death penalty in criminal law perspective at Indoneia is contained in the Code of Criminal Law (Penal Code and other legislation that contains about the death penalty, among others in Article 10 and Article 11 of the Criminal Code. Penalty death penalty application in Indonesia from the perspective of Islamic religious leaders and legal practitioners in the city of Palembang is still going on pros and cons. Both among legal practitioners itself there are pros and cons, whether the punishment of the death penalty is still necessary application as well as the Islamic Religious Leaders.

  20. using agama lizard as a biomaker in heavy metal pollution monitoring

    African Journals Online (AJOL)

    Oyekunle

    Key words: Agama lizard, environmental pollution, soil, heavy metals, liver, kidney. ... Despite the considerable weight of evidence that exists in favour of the ..... bioaccumulation capacity of heavy metals by the kidney. (59.2 ± 15.3 µg/g) was ...

  1. DIALEKTIKA AGAMA DAN BUDAYA DALAM TRADISI SELAMATAN PERNIKAHAN ADAT JAWA DI NGAJUM, MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roibin Roibin

    2015-01-01

    Full Text Available Empirical analysis on the religion and culture dialectics in the selamatan ritual of Javanese wedding has not been explored by teologist, social scientist or religion anthropologist. Their studies on such a case mostly concern with ontological-philological text analysis not directly related with the religious tradition and socio-culture which is more dynamic and realistic. This study employs social definition paradigm and phenomenological theory approach limited to the dialectic pattern between religion and myth in the ritual selamatan of Javanese wedding. The data were collected though interviewing and observing religious leaders, ethnic leaders, and Muslim preacher in Ngajum, Malang. The study found two models of dialectic pattern namely theological-compromistic and theological-humanistic. The earlier describes the theological shift from emotional-naturalistic to rational-formalistic. The later describes the theological shift from personal to social awareness theology. Telaah empirik seputar pola dialektika antara agama dan budaya dalam kasus ritual selamatan pernikahan adat Jawa, belum banyak dilakukan oleh para pakar agama, ilmuan sosial, maupun ilmuan antropolog agama. Kajian mereka terhadap kasus ini pada umumnya masih menekankan pada objek pembacaan teks secara ontologis-filologis, yang tidak bersinggungan secara langsung terhadap tradisi keagamaan dan budaya masyarakat yang lebih dinamis dan realistis. Penelitian ini menggunakan paradigma definisi sosial dan pendekatan teori fenomenologis, yang dibatasi pada pola dialektika antara agama dan mitos dalam kasus ritual selamatan pernikahan adat Jawa. Data diperoleh dengan cara menginterview dan mengobservasi para tokoh agama, tokoh adat, dan para da’i yang ada di Ngajum, Malang. Penelitian ini menemukan dua model yaitu pola dialektika teologis-kompromistik dan pola dialektika teologis-humanistik. Pola dialektika pertama, menggambarkan pergeseran teologis, dari teologi yang bersifat

  2. Agama dan Media Diskursus LGBT dalam Opini SKH Republika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suranto Aw

    2017-10-01

    Full Text Available SKH Republika menurunkan banyak tulisan mengenai isu lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT selama kurun waktu 24 Januari – 31 Maret 2016. Pertanyaan penelitian yang diajukan : (1 bagaimana representasi ideologi dan (2 seksualitas dalam pemberitaan SKH Republika?Metode Penelitian yang dipilih adalah analisis wacana Van Dijk dengan pendekatan intensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum SKH Republika menawarkan wacana anti LGBT melalui pemilihan narasumber dan pendapat mereka yang dikutip. Representasi ideologi yang ditampilkan bahwa LGBT bersandar pada ideologi liberalisme dan universalisme yang bertentangan dengan nilai, norma, dan hukum nasional Indonesia. Sedangkan wacana seksualitas direpresentasikan melalui kuasa pengetahuan bersumber dari psikolog islam dan institusi otoritatif yaitu agama, negara dan pendidikan. Semua narasumber islam di tiga institusi tersebut menolak LGBT sedangkan narasumber negara non-islam bersifat moderat dengan membatasi penampilan mereka di ruang publik, selanjutnya peneliti sekuler menerima praktik LGBT sebagai salah satu jalan masuk membentuk pengetahuan dan kesetaraan hukum. Kata kunci : Republika, wacana, LGBT, kuasa, seksualitas, pengetahuan The Republika Daily published abundant articles about lesbian, gay, bisexual and transgender (LGBT during the period January 24 to March 31, 2016. The research question: (1 how do the representation of ideology and (2 sexuality in the news SKH Republika? The Van Dijk’s discourse analysis with intentional approach was employed. In general The Republika Daily offers anti-LGBT discourse through the selection of speakers and their opinions are cited. According to The Republika Daily, ideology representation that is based on liberalism and universalism is against values, norms, and Indonesian national law. While the discourse of sexuality is represented by the power of knowledge comes from psychologists Islam and authoritative institution that is

  3. Efektivitas Peran Keluarga dalam Membentuk Tumbuh Kembang Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enung Asmaya

    2018-02-01

    Full Text Available Religion is the choice of human life. Man can accept or reject religion is influenced by their knowledge, attitude and experience, or known as personal and social aspects. These two aspects influence each other in determining human behavior. Human are individuals who are integrated and live with both aspects. Man will be lucky if able managing both aspects on the path of truth. But man will lose if otherwise. Based on the theory of behaviorism aspects social as family becomes the determinant in the verdict of religious behavior someone. Because the family becomes the closest place in one’s life.Many norms, the rule of leadership in the family which becomes the frame of references of a person in behaving. Therefore in a religious, healthy, prosperous and harmonious family the positive influence of one’s religious adherence. Beragama adalah pilihan hidup manusia. Manusia dapat menerima atau menolak agama dipengaruhi pengetahuan, sikap, dan pengalaman yang dimiliki yang biasa disebut aspek personal dan sosial. Kedua aspek tersebut saling memengaruhi jiwa dalam menentukan perilaku manusia. Manusia adalah individu yang terintegrasi dari kedua aspek tersebut dan manusia hidup dengan kedua aspek tersebut. Manusia akan beruntung jika mampu mengelola kedua aspek tersebut pada jalan kebenaran. Namun manusia akan merugi jika sebaliknya. Berdasarkan teori behaviorisme, aspek-aspek sosial seperti keluarga menjadi penentu dalam putusan perilaku keagamaan seseorang. Keluarga menjadi tempat yang paling dekat dalam kehidupan seseorang. Banyak norma, aturan kepemimpinan dalam keluarga yang menjadi frame of references seseorang dalam berperilaku. Keluarga yang agamis, sehat, sejahtera, dan harmonis memberikan pengaruh positif kepatuhan beragama seseorang.

  4. KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN: PERSPEKTIF PEMIKIRAN AGAMA DAN SOSIOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Hasbi

    2015-12-01

    لديني أصبحا – كثيرا ما – مسببا لفعل العنف تجاه المرأة. حاولت هذه الدراسة – بوجهة النظر الإجتماعي الديني – دراسة ظاهرة هذا العنف في كثير من المجتمعات. إن الإسلام لا يفرّق بين كنه الرجل والمرأة. والفرق والتفوّق بينهما كانا في التقوى. وفي الناحية الإجتماعية فإن الرجل والمرأة متساويان متوازيان . فوقوع التعارض وهو العنف تجاه المرأة في العلمين يؤدّى إلى ظهور الحركة النسائية حاولت – ليس فقط -  إقامة العدل والمساواة بين الرجل والمرأة، بل إعادة بناء الفكرة عن دور ووظيفة المرأة  للحصول على النظام العادل للآراء عن العدل والمساواة.  وعلى الأقل لابد من وجود الحركة النسائية كحركة إصلاحية للنساء لتكوين العلاقة الأحسن بين الرجل والمرأة.Abstrak: Membincang kekerasan termasuk kekerasan terhadap perempuan sejatinya membincang relasi sosial dalam rentang panjang sejarah umat manusia. Kekerasan terhadap perempuan menampakkan diri dalam beragam bentuk, muncul dari ranah sosial, budaya, ekonomi, politik bahkan dari dan atas nama agama dalam semua tingkatan masyarakat.Relasi sosial dan pemahaman keagamaan acapkali menjadi pemicu kekerasan terhadap perempuan. Melalui perspektif sosiologis dan agama, kajian ini berusaha untuk mengeksplorasi kekerasan terhadap perempuan yang muncul dalam beragam entitas masyarakat. Dalam ranah agama, Islam sejatinya memandang bahwa tidak ada distingsi antara laki-laki dan perempuan karena ia (Islam membawa misi kesetaraan, parameter distingsi hanyalah ketaqwaan kepada Tuhan..Dalam ranah sosiologis, semua manusia baik laki-laki maupun perempuan sejatinya berada

  5. Analisis Persepsi Leadership dan Kewirausahaan dalam Mencapai Visi Teacherprenuership dan Entrepreneurship (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang)

    OpenAIRE

    Ahwy Oktradiksa

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui persepsi leadership dalam mencapai visi teacherpreneurship dan entrepreneurship menurut mahasiswa Fakultas Agama Islam.(2) Untuk mengetahui analisis leadership dalam mencapai visi teacherpreneurship dan entrepreneurship di Fakultas Agama Islam. Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan studi kasus. Metode penelitian dengan analitis deskriptif, metode pengambilan sampel yang diambil dengan purposive sampling, teknik pengambilan data dengan me...

  6. Analisis Persepsi Leadership Dan Kewirausahaan Dalam Mencapai Visi Teacherprenuership Dan Entrepreneurship (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang)

    OpenAIRE

    Oktradiksa, Ahwy

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui persepsi leadership dalam mencapai visi teacherpreneurship dan entrepreneurship menurut mahasiswa Fakultas Agama Islam.(2) Untuk mengetahui analisis leadership dalam mencapai visi teacherpreneurship dan entrepreneurship di Fakultas Agama Islam. Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan studi kasus. Metode penelitian dengan analitis deskriptif, metode pengambilan sampel yang diambil dengan purposive sampling, teknik p...

  7. INTERPRETASI HAKIM PENGADILAN AGAMA MALANG TERHADAP PASAL 55 UU NO. 21 TAHUN 2008 TENTANG PERBANKAN SYARIAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Nur Yasin

    2012-12-01

    Full Text Available This research reveals three causes of authority intersection in section 55 regulation Number 21, year 2008 on sharia banking. First, the transition of Religious Court after regulation Number 33 year 2006 on the changing of regulation Number 7 year 1989 on Religious Court  is  legalized.  Second,  there  is  an  image  that  General  Court  is  more  popular  than Religious Court. Third, there is socio-political influence and particular interests within the process of formulating the regulation. Judges in Religious Court of Malang are divided into two groups in interpreting section 55 regulation Number 21 year 2008 on Sharia Banking. Firstly, those who apply historical interpretation method argue that the section gives option towards dispute resolution forum. Secondly, those who apply grammatical method stated that section 55 is a historic, because the content has been included in section 49 Regulation Number 3 Year 2006 on the changing of Regulation Number 7 year 1989 on Religious Court which has implication towards the authority reduction of Religious Court on sharia banking. Hasil penelitian menunjukkan kan tiga sebab persinggungan kewenangan dalam pasal 55 UU Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah. Pertama, adanya masa transisi bagi Peradilan Agama setelah disahkannya UU Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama. Kedua, adanya image bahwa Peradilan Umum lebih populer dari Peradilan Agama. Ketiga, adanya pengaruh sosial politik dan berbagai kepentingan dalam proses perumusan UU Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah. Hakim Pengadilan Agama Malang terbagi dalam dua kelompok dalam menginterpretasikan pasal 55 UU Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah. Pertama,  kelompok  yang  menggunakan  metode  interpretasi  sejarah  berpendapat  bahwa pasal  55  muncul  untuk  memberikan  opsi  terhadap  forum  penyelesai  sengketa.  Kedua, kelompok yang

  8. RANCANG BANGUN APLIKASI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM UNTUK ANAK-ANAK BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DAN WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idhawati Hestiningsih

    2012-07-01

    Full Text Available Saat ini pembelajaran agama Islam untuk anak-anak semakin diutamakan. Orang tua dituntut untuk mengenalkan sejak dini pada anak tentang ajaran Islam. Dengan perkembangan internet yang telah memasuki aspek kehidupan manusia di berbagai sektor, anak-anak kini sudah tidak asing dengan internet. Situs web di internet memiliki konten yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan buku cetak biasa sehingga situs web dapat menjadi media pembelajaran interaktif yang disukai oleh anak-anak. Tujuan dibuatnya media pembelajaran agama Islam untuk anak-anak berbasis multimedia interaktif dan web diantaranya adalah memberikan kemudahan bagi anak-anak dalam mendapatkan dan pengaksesan suatu informasi tentang agama Islam yang disampaikan secara terstruktur dan konsisten dalam format teks, gambar, grafik, video animasi dan suara yang dikemas dalam satu paket situs web multimedia. Aplikasi yang diberi nama Anak Sholeh ini dibangun menggunakan Adobe Flex dan Zend Frameworks dengan database MySQL dan PHP sebagai bahasa pemrogramannya. Aplikasi diuji untuk mengetahui stabilitas, aksesibilitas, dan koneksitas sistem serta tingkat kepuasan pengguna. Dari hasil pengujian aplikasi ini dapat diakses dengan peramban web Mozilla, Opera, Safari, IE, dan Chrome dan layak diterapkan sebagai panduan dalam media pembelajaran Islami untuk anak-anak

  9. RANCANG BANGUN APLIKASI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM UNTUK ANAK-ANAK BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DAN WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idhawati Hestiningsih

    2013-04-01

    Full Text Available Saat ini pembelajaran agama Islam untuk anak-anak semakin diutamakan. Orang tua dituntut untuk mengenalkan sejak dini pada anak tentang ajaran Islam. Dengan perkembangan internet yang telah memasuki aspek kehidupan manusia di berbagai sektor, anak-anak kini sudah tidak asing dengan internet. Situs web di internet memiliki konten yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan buku cetak biasa sehingga situs web dapat menjadi media pembelajaran interaktif yang disukai oleh anak-anak. Tujuan dibuatnya media pembelajaran agama Islam untuk anak-anak berbasis multimedia interaktif dan web diantaranya adalah memberikan kemudahan bagi anak-anak dalam mendapatkan dan pengaksesan suatu informasi tentang agama Islam yang disampaikan secara terstruktur dan konsisten dalam format teks, gambar, grafik, video animasi dan suara yang dikemas dalam satu paket situs web multimedia. Aplikasi yang diberi nama Anak Sholeh ini dibangun menggunakan Adobe Flex dan Zend Frameworks dengan database MySQL dan PHP sebagai bahasa pemrogramannya. Aplikasi diuji untuk mengetahui stabilitas, aksesibilitas, dan koneksitas sistem serta tingkat kepuasan pengguna. Dari hasil pengujian aplikasi ini dapat diakses dengan peramban web Mozilla, Opera, Safari, IE, dan Chrome dan layak diterapkan sebagai panduan dalam media pembelajaran Islami untuk anak-anak

  10. KONVERGENSI AGAMA DAN SAINS DALAM MELACAK BASIS ONTOLOGI SEMESTA: Tinjauan Hermeneutika Hadis Penciptaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustofa Umar

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract: The main purpose of this article (research is to provide the unity of coherent conceptual frameworks between religion and science on the discourse about the origins of the universe. Contemporary cosmological theories reveal the continuing encounter between physics and theology (religion. The concepts of modern physics show surprising parallels to the ideas expressed in the religious philosophies that the basic features of their worldview are the same. Mystical traditions are present in all religions and they also can be found in the theory of modern physics on the holistic conception of reality. It obviously indicates a new “paradigm”— a new vision of reality. By the “antinomic” principles of light, both religion and science, ontologically, can trace the beginning of the universe, and also unveil the deepest secrets of the laws of physics. Light as the basic ontology of reality in the hadith texts has been used by muslem theosophists (sufi to formulate their theories of the universe creation, especially, in the sufism of Ibn Arabi. His cosmological concepts are essentially similar to the scientific conceptions of cosmology and completely in accordance with the laws of physics in the very heart of the cosmos itself. At the moment, the integration of religion and science has arrived at the same holistic conception of reality. As the pillar of civilization, both are expected to go hand in hand and form a powerful force for social change in the new conceptual frameworks for ways of life, thought, and consciousness. Abstrak: Tujuan utama dari artikel (riset ini adalah untuk membuktikan terdapatnya kesatuan kerangka konseptual yang koheren antara agama dan sains tentang persoalan muasal alam semesta. Teori-teori kosmologi modern menunjukkan adanya titik temu yang berkelanjutan antara sains dan teologi (agama. Konsep-konsep fisika modern memperlihatkan kesejajaran yang menakjubkan terhadap ide-ide yang diungkapkan dalam filsafat

  11. POLA PENANGANAN KONFLIK AKIBAT KONVERSI AGAMA DI KALANGAN KELUARGA CINA MUSLIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Misbah Zulfa Elizabeth

    2013-06-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola konflik yang disebabkan oleh konversi agama di kalangan Cina Muslim di Semarang, pola resolusi konflik yang diterapkan di kalangan mereka, serta pandangan mereka mengenai penyelesaian yang mereka lakukan, Dengan menggunakan metode wawancara dengan pedoman wawancara terstruktur, observasi partisipasi, observasi, dan wa­wan­cara mendalam ditemukan bahwa ada lima bentuk konflik akibat konversi: tidak dipedulikan, digoda, bicara kasar, penolakan, dan permusuhan. Sementara itu ditemukan tiga cara penyelesaian konflik, yaitu membiarkan masalah sehingga hilang bersama waktu, menjelaskan tentang Islam, dan keluar dari lingkup keluarga. Berdasarkan keragaman cara penyelesaian masalah tampak bahwa komunitas Cina cenderung menggunakan cara damai dalam menyelesaikan masalah.

  12. A new species of Isospora Schneider, 1881 (Apicomplexa: Eimeriidae) in Ruppell's agama Agama rueppelli (Vaillant) (Sauria: Agamidae) from East Africa, with a review of this genus in agamid lizards

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Mihalca, A. D.; Jirků, Miloslav; Malonza, P. K.; Modrý, David

    2009-01-01

    Roč. 74, č. 3 (2009), s. 219-223 ISSN 0165-5752 Institutional research plan: CEZ:AV0Z60220518 Keywords : Isospora * Agama * Kenya * coccidium * Apicomplexa Subject RIV: GJ - Animal Vermins ; Diseases, Veterinary Medicine Impact factor: 0.911, year: 2009

  13. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN DALAM PROSES GUGAT CERAI (KHULU’ DI PENGADILAN AGAMA PALEMBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syaifuddin

    2012-02-01

    Full Text Available Divorce cases in the Islamic Court of Palembang (Pengadilan Agama Palembang becomes the top of the list, during the year 2009 (72%, 2010 (72% and 2011 (in June about 70%. The purpose of this study is to analyze the causes of high divorce rate happening in the city of Palembang, beside to explain the forms of legal protection and analyzes the factors that becoming obstacles for the wife in a filed divorced. The research was conducted with a Normative-Juridical approach which is completed with Empirical Juridical, The location is in the jurisdiction of the Islamic Courts in Palembang (Pengadilan Agama Palembang. Causes of high divorce cases in the city of Palembang, among others: a economic factors; b Lack of responsibility; c a young age and no permanent employment; d cheating and Unhealthy polygamy as well as domestic violence. Legal protection towards wives who filed the divorce, in Indonesian legal system has been arranged as equality in law and equal treatment before the law and the right to justice. Barriers toward the wife filing the divorce among others: cultural factors, economic dependence, lack of knowledge, and bias Perspective of judges who tend to blame the women, the long process of trial and expensive fees to be paid, also Over valued self-esteem in Indonesian people's community, as well as women's rights arenot easily executed.

  14. AGAMA, TUBUH, DAN PEREMPUAN: Analisis Makna Tubuh Bagi Perempuan Berjilbab di Ponorogo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Unun Roudlotul Janah

    2010-12-01

    Full Text Available Abstraks: Perlindungan terhadap tubuh perempuan dilakukan dengan mengenakan kain panjang yang dikenal dengan jilbab. Sebagai anjuran agama yang masuk dalam kesadaran perempuan muslimah, perintah menutup aurat bagi perempuan dengan berjilbab memunculkan keanekaragaman bentuk dan model jilbab yang dikenakan para perempuan, termasuk di Ponorogo. Artikel ini berusaha menemukan jawaban atas makna tubuh bagi perempuan berjilbab di balik bentuk jilbab yang mereka pilih. Selanjutnya akan dipaparkan landasan pilihan tersebut akan diketahui permasalahan kedua tentang makna tubuh dalam model praktik berjilbab bagi perempuan. Dari penelitian di lapangan dan hasil anaalisis data dapat disimpulkan. Pertama, Tiga kategori  perempuan  berjilbab  di  Ponorogo  secara  ideologis  memiliki  alasan yang sama, yaitu sebagai bentuk implementasi pemahaman mereka terhadap konsep aurat. Kedua, tubuh bagi perempuan jilbaber adalah hak individu yang sangat sakral dan menjadi tubuh pribadi yang diciptakan Tuhan dan menjadi tubuh populasi yang menempatkan agama yang tersubordinasi pada kontrol seksualitas bagi perempuan berjilbab sedang. Adapun bagi perempuan berjilbab dengan busana sexy, tubuh dimaknai sebagai komoditas yang menjadi aset bagi pemiliknya.

  15. PENGEMBANGAN PENGELOLAAN KELAS DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Riza Zainuddin

    2016-09-01

    Sistem desentralisasi pendidikan di era sekarang ini memberikan peluang kepada setiap lembaga sekolah untuk meningkatkan kualitas mutu sekolah yaitu ikut merespon dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan mengupayakan kepada setiap guru untuk berkreasi meningkatkan pengelolaan kelas dengan tepat agar pembelajaran berjalan secara efisien dan efektif. Dengan alasan bahwa kelas merupakan media pertemuan segala komponen pendidikan serta ujung tombak dan juga basis pendidikan. Konsep pengelolaan Kelas ini berusaha untuk memberikan penyelesaian terhadap masalah di kelas, yang cakupannya tidak hanya terbatas pada penyampaian materi saja, akan tetapi mencakup beberapa hal yang menyeluruh untuk mengorganisasi kelas antara lain: pertama kegiatan akademik berupa perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Kedua kegiatan administratif yang mencakup kegiatan procedural dan organisasional seperti penataan ruangan, pengelompokan siswa dalam pembagian tugas, penegakan disiplin kelas, pengadaan tes, pengorganisasian kelas, pelaporan. Jadi konsep pengelolaan kelas adalah berusaha memberdayakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif khususnya dalam materi Pendidikan Agama Islam.

  16. Persepsi Santri dan Kiai terhadap Pluralisme Agama di Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM dan Aswaja Nusantara Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Arifin

    2017-05-01

    Abstrak: Perdebatan pluralisme agama masih mengemuka dalam konteks masyarakat majemuk di Nusantara. Bahkan, tidak jarang menimbulkan konflik dan perang pemikiran. Menarik melihat perspektif kiai dan santri Muhammadiyah dan NU terhadap isu pluralisme melalui praktik pendidikan di Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM Yogyakarta dan Pondok Pesantren Aswaja Nusantara Yogyakarta yang dianggap representatif karena membawa muatan konsep, ide dan paradigma dari Muhammadiyah dan NU. Penelitian ini bersifat kualitatif,  data diperoleh dari wawancara dan studi kepustakaan dengan saling memberikan verifikasi, koreksi dan pelengkap. Hasil penelitian ini, PUTM dan Pesantren Aswaja Nusantara memiliki konsep yang sama dalam memegang teguh akidah, yakni sikap eksklusif dan menolak pluralisme secara teologis namun menerimanya secara sosiologis. Sehingga, paradigma dari dua lembaga tersebut merepresentasikan dari paradigma Muhammadiyah dan NU dalam merespon fenomena pluralisme agama dan budaya.

  17. What’s in a name? An enquiry about the interpretation of Agama Hindu as “Hinduism”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michel Picard

    2011-10-01

    Full Text Available Abstract In this article, I question the conceptual categories of“religion”, “agama”, “dharma”, and “Hinduism”, in orderto investigate through which processes and within whichcontexts the Balinese religion resulted in being construedas agama Hindu. After having investigated how theSanskrit loanword agama came to designate in Indonesiaan Islamic conception of what “religion” is about, I assessthe similarities between the construction of Indian Neo-Hinduism and the interpretation of the Balinese religion asagama Hindu. In particular, I pay attention to the controversywhich has been dividing the Balinese intelligentsia overthe proper name of their religion, as it reveals a perennialconflict between the Balinese who want to retain thespecificity of their customary ritual practices, and thosewho aspire to reform the Balinese religion by conformingit to what they think Hinduism is about.

  18. Analisis Persepsi Leadership dan Kewirausahaan dalam Mencapai Visi Teacherprenuership dan Entrepreneurship (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahwy Oktradiksa

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan (1 untuk mengetahui persepsi leadership dalam mencapai visi teacherpreneurship dan entrepreneurship menurut mahasiswa Fakultas Agama Islam.(2 Untuk mengetahui analisis leadership dalam mencapai visi teacherpreneurship dan entrepreneurship di Fakultas Agama Islam. Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan studi kasus. Metode penelitian dengan analitis deskriptif, metode pengambilan sampel yang diambil dengan purposive sampling, teknik pengambilan data dengan metode observasi, wawancara dan kuisioner mengukur tingkat pemahaman. Hasil penelitian sebagai berikut : (1 Persepsi pada hakikatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungannya, merupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi. Pandangan mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang tentang leadership/kepemimpinan dalam mewujudkan visi entreprenueship dan teacherprenuership sangatlah diperlukan karena suatu organisasi senantiasa menilai, baik sesama anggota maupun terhadap gaya yang diterapkan pemimpin, dan sebaliknya pemimpin memberi penilaian terhadap perilaku anggota. Sementara itu dalam kehidupan berorganisasi melakukan pengambilan keputusan yaitu dengan membuat pilihan dari dua alternatif atau lebih dimana semua keputusan menuntut penafsiran dan evaluasi terhadap informasi. (2 Berdasarkan hasil analisis persepsi yang dilakukan maka dapat dideksripsikan; (a Adanya persepsi leadership yang sifatnya berpengaruh positif berdasarkan indek persentase “setuju” dengan 6,57 % dan sangat setuju dengan 11,7 %, (b Adanya persepsi entreprenuership yang sifatnya berpengaruh positif berdasarkan indek persentase “setuju” dengan 3,0 % dan sangat setuju dengan 4,4 %, (c Adanya persepsi teacherprenuership yang sifatnya berpengaruh positif berdasarkan indek persentase “setuju” dengan 17,1 % dan sangat setuju dengan 16,2 %. Dari hasil penelitian ini bisa

  19. ARTIKULASI POLITIK PEREMPUAN MADURA (Studi atas Hambatan Kultural dan Tafsir Agama pada Partisipasi Politik Perempuan di Sumenep

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abd. Warits

    2012-02-01

    Full Text Available Abstrak:Dalam sejarah manusia, perempuan sering mendapatkan tempat kedudukan di bawah laki-laki. Dalam pandangan berbagai agama, perempuan mendapatkan diskriminasi, menganalisasi yang dibentuk oleh ketidakadilan struktural sebagai akibat dari pandang bias gender di masyarakat. Dalam komunikasi mungkin sering ditunjukkan adanya ketidakadilan di atas, akibat penfsiran yang bias gender yang dilakukan atas sebagian tokoh agama. Akibatnya perempuan tidak dapat mengaktualisasikan sejarah dan perannya di ranah publik termasuk di dalamnya di wilayah politik praktis.  Untuk Masyarakat Sumenep yang relegius, di mana fatwâ agama (fatwâ kiai menjadi referensi dan pijakan utama setiap kali menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan, maka akan sangat tepat bila pembebasan perempuan dari diskriminasi dimulai dengan membangun tafsîr yang ramah perempuanKata kunci:Perempuan, Madura, dan politikAbstract:In the history of mankind, woman is always placed under man. Even form the view of any religions, woman is descriminated and marginalized as a result of structural unjustice and gender bias. The unfair treatment has been justified from the gender bias interpretation commited by certain religious scholars. Thus, women are able to actualize their history and roles in public domain including practical practice domain. In Sumenep context, constructing a kind interpretation on woman role must be a brilliant choice since Sumenep people are religious and they hold on the religion fatwa (a binding ruling tightly.Key words:Perempuan, Madura, dan politic

  20. Model Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Yang Efektif Dikaitkan Dengan Kompetensi Di Peradilan Agama Dalam Rangka Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renny Supriyatni B

    2017-06-01

    Full Text Available Penyelesaian sengketa ekonomi syariah yang efektif (win win solution merupakan suatu keniscayaan dalam setiap aktifitas bisnis. Semakin berkembang ekonomi syariah dan aktifitas bisnis maka kemungkinan jumlah sengketapun akan meningkat. Berkembangnya ekonomi  dan bisnis yang didasarkan prinsip syariah menyebabkan jenis-jenis sengketa juga semakin beragam baik pola dan jenisnya. Pengadilan Agama sebagai lembaga litigasi yang memiliki kewenangan absolut dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syariah menjadi perhatian mengingat selama ini dikenal sebagai lembaga litigasi yang hanya menyelesaikan sengketa dalam bidang hukum keluarga. Permasalahan yang muncul, bagaimana modelnya dikaitkan dengan kompetensi Pengadilan Agama. Penelitian ini bertujuan menemukan model sebagai solusi mengenai penyelesaian sengketa ekonomi syariah yang efektif di Pengadilan Agama dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Metode penelitian yang digunakan, secara yuridis normatif, dengan pendekatan deskriftif analitis, yaitu menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat, segala fakta dan permasalahan yang diteliti dikaitkan dengan teori-teori hukum dan  praktik. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis secara yuridis kualitatif. yang merupakan suatu metode untuk menganalisis data dengan mempergunakan perundang-undangan yang berlaku dan antara satu dengan yang lainnya tidak boleh saling bertentangan, memperhatikan khierarkhi dengan tujuan untuk mewujudkan kepastian hukum, serta melaksanakan amanat Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman yang menyatakan bahwa hakim wajib mencari dan menggali hukum yang hidup di dalam masyarakat, atau lebih dikenal dengan “the living law”, baik itu yang tertulis maupun tidak tertulis (Hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penyelesaian sengketa yang cepat, murah, transparan, adil serta menjamin kepastian hukum menjadi tolok ukur bagi para investor. Oleh karena itu, menjadi penting keberadaan Peradilan Agama untuk

  1. Agama atra

    African Journals Online (AJOL)

    show a well-defined breeding season (Fitch 1970; Van Wyk. 1983). Oocyte development in ... biuret reaction method described by Mattenheimer (1971) was used to determine the total plasma protein concentration. Plasma protein fractions ...

  2. Dinamika Kerukunan Intern Umat Islam Dalam Relasi Etnisitas Dan Agama Di Kalteng

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Tri Haryanto

    2013-06-01

    Full Text Available AbstrakAgama Islam dianut oleh sebagian besar penduduk Kalimantan Tengah yang terdiri dari berbagai etnis seperti Dayak, Banjar, Jawa, Madura, dan lainnya. Penelitian ini mengkaji dinamika hubungan intern umat Islam dalam konteks relasi etnisitas dan agama di Kalimantan Tengah. Permasalahannya adalah bagaimana dinamika hubungan inten umat Islam, faktor pendukung kerukunan, dan strategi adaptasi membangun harmoni di Kalimanta Tengah. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion (FGD, dan telaah dokumen. Hubungan intern umat Islam di Kalimantan Tengah diwarnai dengan tanggapan terhadap konflik etnistahun 2001 antara Etnis Dayak dan Madura. Faktor yang mendukung kerukunan yang tercapai saat ini antara lain adanya daya tawar budaya, simbiosisme ekonomi, peran tokoh masyarakat, dan peran pemerintah. Adapun strategi adaptasi yang dilakukan untuk memelihara harmoni dilakukan secara kultural dengan revitalisasidan akulturasi budaya dan nilai-nilai lokal, serta secara struktural dengan politik uniformitas baik yang dilakukan oleh pranata Adat Dayak maupun pemerintah Kalimantan Tengah.Kata kunci: Kerukunan, Budaya Dominan, Politik Uniformitas, Strategi Adaptasi AbstractIslam is professed by the majority of people in Central Kalimantan who consists of various ethnic groups such as the Dayak, Banjar, Javanese, Madurese, and others. This study discusses about the dynamics of internal relationship among Muslim in the context of the relationship of ethnicity and religion in Central Kalimantan. The problems are how the dynamics of the internal relationship amongst Muslims in CentralKalimantan and what factors are supporting to the reconciliation and adaptation strategies to build harmony amongst them. This research was carried out with the qualitative approach in which data were collected through interviews, observation, Focus Group

  3. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN DALAM PROSES GUGAT CERAI (KHULU’ DI PENGADILAN AGAMA PALEMBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syaifuddin Syaifuddin

    2012-05-01

    Full Text Available Divorce cases in the Islamic Court of Palembang (Pengadilan Agama Palembang becomes the top of the list, during the year 2009 (72%, 2010 (72% and 2011 (in June about 70%. The purpose of this study is to analyze the causes of high divorce rate happening in the city of Palembang, beside to explain the forms of legal protection and analyzes the factors that becoming obstacles for the wife in a filed divorced. The research was conducted with a Normative-Juridical approach which is completed with Empirical Juridical, The location is in the jurisdiction of the Islamic Courts in Palembang (Pengadilan Agama Palembang. Causes of high divorce cases in the city of Palembang, among others: a economic factors; b Lack of responsibility; c a young age and no permanent employment; d cheating and Unhealthy polygamy as well as domestic violence.  Legal protection towards wives who filed the divorce, in Indonesian legal system has been arranged as equality in law and equal treatment before the law and the right to justice. Barriers toward the wife filing the divorce among others: cultural factors, economic dependence, lack of knowledge, and bias Perspective of judges who tend to blame the women, the long process of trial and expensive fees to be paid, also Over valued self-esteem in Indonesian people's community, as well as women's rights arenot easily executed.                                                                                                   Key words: legal protection, divorce process

  4. PENEMUAN HUKUM OLEH HAKIM DALAM PRAKTEK HUKUM ACARA DI PERADILAN AGAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Manan

    2013-07-01

    Full Text Available Pada dasarnya Pengadilan dilarang menolak untuk memeriksa, mengadili, memutus suatu perkara yang diajukan dengan dalil hukum tidak ada atau kurang jelas, melainkan wajib untuk memeriksa dan mengadilinya”. Ketentuan pasal ini memberi makna bahwa hakim sebagai organ utama Pengadilan dan sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman wajib hukumnya bagi Hakim untuk menemukan hukumnya dalam suatu perkara meskipun ketentuan hukumnya tidak ada atau kurang jelas. Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 Pasal 5 (1 menjelaskan bahwa “Hakim wajib menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.para hakim di lingkungan Peradilan Agama dalam mengambil keputusan terhadap perkara yang diperiksa dan diadili hendaknya mengunakan Teknik pengambilan putusan yang meliputi Tehnik Analitik, Tehnik Equatable, dan Tehnik Silogisme. The court essentially banned refused to examine, decide a case filed with no legal argument or less clear, but obliged to examine and judge ". Provisions of this chapter gives the sense that as major organs Court judge and as executor of judicial power is obligatory for the Judge to find the law in a case despite legal provisions do not exist or are less clear. Law No. 48 of 2009 Article 5 (1 explains that "Judges shall multiply, follow and understand the values of law and justice that lives within the community. the judges in the religious court in making decisions on matters that should be examined and judged using the technique of taking decisions which include Analytical Techniques, Technical equatable, and techniques syllogism.

  5. Peran Perempuan dalam Perencanaan Keluarga Responsif Gender Berbasis Agama di Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Antasari

    2016-12-01

    Full Text Available Tulisan ini judul “Peran Perempuan Dalam Perencanaan Keluarga Responsif Gender Berbasis Agama Di Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin”. Diawali dari hasil observasi dan pemikiran tentang perlunya dilakukan pengkajian lebih mendalam tentang hukum keluarga dalam kaitannya dengan hubungan relasi gender dalam keluarga pada masyarakat Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin. Agar tujuan PAR tercapai yakni: (1 agar terwujudnya keluarga yang responsive gender yakni keluarga yang telah memperhatikan kebutuhan keluarga tanpa adanya diskriminasi, (2 adanya perubahan dan perilaku/tindakan sosial langsung yang bermula dari keluarga, (3 penambahan pengetahuan mengenai situasi keluarga yang responsif gender yang terencana dan penambahan kemampuan bagi dampingan untuk mengubah situasi mereka mewujudkan keluarga yang responsif gender berbasis agama, maka program aksi riset ini dilakukan dengan menggunakan strategi dan langkah-langkah PAR. Sebagaian kecil warga dampingan sudah mulai menerapkan pengetahuan mengenai perencanaan keluarga responsif gender berbasis agama dalam keluarga mereka terutama melalui peran isteri bersama suami. This paper entitled "The Role of Women in Responsive Gender of Family Planning Based on Religion in Mulyo Rejo Village Sungai Lilin Musi Banyuasin". Starting from the observation and thought about the need to do much broader about family law in relation to gender relationships within the family in society of Mulyo Rejo village in Sungai Lilin. For the purpose of PAR achieved as follows: (1 for the realization of the family that has responsive gender, i.e families who have noticed the family's needs without discrimination, (2 the changes and behavioral / social action directly originate from the family, (3 the addition of knowledge concerning the family situation on responsive gender planned and the addition of capabilities for assistance to change their situation embodies responsive gender in family based

  6. STUDI DESKRIPTIF TENTANG ALIH STATUS INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN MENJADI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN IMAM BONJOL PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reza Fahmi

    2016-06-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini bermula dari keberadaan IAIN Imam Bonjol Padang yang berkeinginan untuk melakukan “metamorfosa” menjadi UIN Imam Bonjol Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif . Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian mendapati adanya hubungan antara kekuatan - kelemahan dan peluang - tantangan. Peluang perlu diperluas melalui kebijakan yang mendukung alih status. Kelemahan perlu disikapi secara bijaksana untuk tidak terjadinya konflik. Peluang perlu ditingkatkan melalui berbagai kerjasama intra sektoral dengan Kementerian Agama, kerjasama ekstra sektoral dengan pemerintah daerah maupun lembaga donor. Tantangan perlu diubah menjadi pemicu atau motivasi untuk memajukan lembaga ini.   Kata Kunci : Alih Status, IAIN, UIN dan SWOT

  7. Tradisi toron etnis Madura: Memahami Pertautan agama, budaya, dan etos bisnis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Djakfar

    2012-12-01

    mentradisi di kalangan etnis Madura dengan berbagai motifnya. Selain hari raya, bulan Maulid Nabi merupakan momen penting bagi etnis Madura untuk pulang kampung, terutama bagi mereka yang berasal dari pedesaan yang bekerja di sektor informal di rantau orang. Dalam memahami tradisi toron yang telah membudaya, adakah pertautan antara nilai agama, budaya, dan etos bisnis di kalangan etnis Madura yang dikenal sebagai komunitas pekerja keras. Inilah sejatinya pokok masalah yang akan dipahami melalui penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk dapat memahami lebih dalam seputar bagaimana pertautan antara ketiga aspek tersebut yang dapat dipahami dari tradisi toron. Para informan sengaja dipilih bagi mereka yang bekerja di sektor informal yang telah merantau ke luar pulau Madura. Data digali dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan, di kalangan santri, motif toron untuk memperingati Maulud adalah untuk menghormati Rasul, dan peringatan itu diibaratkan acara haul bagi kedua orang tua mereka. Dengan rasa hormat itu diharapkan rahmat  dan syafaat nabi kelak akan didapat. Sebaliknya, bagi kalangan non santri, mengadakan acara Maulud ibarat wahana (tawassul untuk menebus dosa dan kelak berharap syafaat dari Rasul, sekalipun mereka merasa tidak menjalankan ajarannya. Memperingati Maulud di kampung halaman merupakan prestise yang mencerminkan sukses bisnis mereka di negeri orang yang membutuhkan cukup banyak biaya. Sebab dari peringatan itulah dapat dipahami ada pertautan antara agama, budaya, dan etos bisnis di kalangan muslim etnis Madura.

  8. TIPOLOGI BELAJAR PRIA; STUDI KASUS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marzuki Arsyad

    2016-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan tipologi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI per-individu. Kajian “Tipologi Belajar Pria” ini mengacu pada konsep David Kolb yang dikenal dengan “Lingkaran Gaya Belajar” (Learning Style Circles.  Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester V (lima yang ditentukan secara purposive. Data dikumpulkan melalui angket disertai probing lewat interview mendalam (depth interview. Analisis kuantitatif deskriptif ditampilkan melalui frekuensi dan prosentase dalam tabel tunggal (single table dan tabel silang (cross table, sedang analisis kualitatif dilakukan melalui perbandingan (comparative atas data kuantitatif baik individu maupun kelompok. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan gaya belajar lebih mengarah pada gaya Diverger (27 orang, 39,71%, suatu tipe belajar yang cocok berkarir di bidang seni (art, hiburan (entertainment dan pelayanan (service lewat keunggulan imajinasi dan sensitivitas perasaannya;  disusul gaya belajar Assimilator (24 orang, 35,29% dengan kekuatan logika teoritik tepat berkarir di bidang kreativitas keilmuan dan sains. Dua quandrant lainnya yaitu Accommodator (12 orang, 17,65% dengan orientasi tindakan untuk bidang pemasaran (marketing serta penjualan (sales, dan Converger (5 orang, 07,35% yang memiliki peluang ke arah “spesialis” di bidang teknologi melalui aplikasi ide dan konsep  keilmuan; secara deskriptif kategorik kurang muncul, baik secara individual, per-kelas, maupun keseluruhan subjek mahasiswa pria yang diteliti.  Kata kunci : tipologi belajar, siswa, pria  Abstrak  [Male Students’ Learning Styles ; A Case Study Of The Students Of Islamic Education Study Program]. The purpose of this research is to describe different learning styles of Islamic Education Program students. The study of learning styles refered to the study of David Kolb namely Learning Style Circles. The subject was semester five students

  9. PENINGKATAN ESQ (EMOTIONAL SPIRITUAL QUOTIENT SISWA SMAN 1 PACITAN MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Zamroni

    2015-11-01

    , Juli 2014 Peningkatan ESQ Siswa SMAN 1 Pacitan Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam where knowledge learners built and developed as well as the internalization of religious values are reflected through the analogy of personal (questions a material reflection of the can then be applied in everyday life.

  10. Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Penerapan Card Sort Learning

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Fadilah

    2017-11-01

    Full Text Available Appropriate learning methods should be applied in order to maximize the students’ ability during learning activities. The purpose of this study is to determine the improvement of learning achievement of Islamic Religious Education (PAI through the application of card sort learning method. Action study conducted on PAI learning. The material of this learning is to  understand the provision of sholat of fourth graders of Gunungsari State Elementary School 2 Kaliori Sub district Rembang District Lesson Year 2015/2016. The indicator of successful learning in this research is 75%. The results showed that the percentage of learning mastery at the pre cycle stage was 10.7%, 67.9% in the first cycle, and in the second cycle reached 92.9%. The average score of students' test results also increased significantly, ie the pre cycle stage was 58.8, the first cycle was 72.4, and in the second cycle reached 78.9. This means, through the implementation of card sort learning methode can improve student learning achievement on PAI learning material understanding the provision of sholat.  lAbstrak Metode pembelajaran yang tepat harus diterapkan untuk memaksimalkan kemampuan siswa selama kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI melalui penerapan metode card sort. Studi tindakan (action research dilakukan pada pembelajaran PAI materi mengenai rukun sholat siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Gunungsari 2 Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016. Indikator eHasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar pada tahap pra siklus sebesar 10,7%, pada siklus I sebesar 67,9%, dan pada siklus II mencapai 92,9%. Nilai rata-rata hasil tes siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu para tahap pra siklus sebesar 58,8, siklus I sebesar 72,4, dan pada siklus II naik menjadi 78,9. Hal ini berarti, melalui penerapan card sort learning dapat

  11. Perkambangan Agama dan Moral yang tidak Tercapai pada AUD: Studi Kasus di Kelas A1 TK Masyitoh nDasari Budi Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Tanfidiyah

    2017-11-01

    Full Text Available This research discuss religion and moral development of students of kindergarten in TK A nDasari Budi Krapyak Yogyakarta. This research is descriptive qualitative. The data is acquired from interview, observation, and another data collecting which is support this research. The result of this research is (1 Religion and moral development development which are not achieved by student of kindergarten in class A1 TK Masyitoh nDasari Budi Yogykarta, they are: only knowing religion and God trough song, they do not accustom to have worshipping activities, they have not understood what is good attitude, they have not been able to defferentiate between good attitude and bad attitude, and they have not know much about religious ritual but they have not known Islamic day celebrations; and they not known about the other religions. (2 They need to be given knowledge about children education and increasing affection and togetherness.  Abstrak Penelitian ini membahas tentang perkembangan agama dan moral pada anak usia dini di TK A nDasari Budi Krapyak Yogyakarta. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan pengumpulan data-data yang mendukung penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 Perkembangan agama dan moral yang tidak tercapai pada AUD di kelas TK A1 Masyitoh nDasari Budi Yogyakarta diantaranya mengetahui agama dan Tuhanya lewat menyanyi, tidak membiasakan diri beribadah, belum memahami perilaku mulia, belum dapat membedakan perilaku yang baik dan buruk, dan sedikit sekali mengenal ritual kegamaan dan belum mengenal hari besar Islam; serta belum mengetahui agama orang lain. (2 perlu pengetahuan pemberikan tentang pendidikan anak dan meningkatkan kasih sayang serta kebersamaan dengan anak-anak.

  12. Teaching English at Sekolah Agama Rakyat (People’s Religious Schools in Northern Peninsula Malaysia: Methodology Development and Preliminary Observations

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurulhayati Ilias

    2014-12-01

    Full Text Available This research article is based on a pilot study that we carried out to gain preliminary insights into how English is taught at ‘Sekolah Agama Rakyat’ (‘SAR’ or literally translated as ‘People’s Islamic Religious Schools’ in a state in northern Peninsula Malaysia. In the process of carrying out the study, we tested data collection instruments that we developed to understand the complexities of English language teaching in this interesting educational milieu. Questionnaires were distributed to 30 English language teachers from three schools to collect data on their educational background and their teaching experience. Classroom observations were also carried out in one of the schools to examine whether the classroom adheres to the general principles of Communicative Language Teaching (CLT as required by the Malaysian Ministry of Education. Finally, interview sessions were conducted to examine how the schools’ management personnel contribute to teachers’ performance as a whole. It was found that almost all the teacher participants that we came into contact with were not certified as English as a Second Language practitioners and some never received any forms of formal teacher training. The classroom observations that we carried out generally show an unconducive climate to support English language learning. In addition, the interview sessions revealed that SAR teachers rarely attend professional development courses. We hope that these preliminary observations from our pilot study will lead to more research efforts in order to understand the realities (and complexities of teaching English within the Malaysian SAR educational context.

  13. Analisis Vegetasi dalam Komunitas Nepenthes mirabilis di Hutan Kampus Institut Agama Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Try Susanti

    2016-01-01

    Full Text Available Abstrak. Nepenthes merupakan tumbuhan unik yaitu mempunyai kemampuan untuk mencerna serangga yang terperangkap dalam organ berbentuk kantong pada ujung daun untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. Nephentes dapat dijadikan sebagai tanaman hias yang memiliki nilai komersial tinggi dan juga sebagai obat-obatan. Sumatera merupakan wilayah terbesar kedua dari penyebaran Nepenthes setelah Kalimantan. Habitat alami dari jenis Nepenthes di Sumatera setiap tahunnya semakin terancam, baik oleh pembalakan liar, kebakaran hutan maupun konversi lahan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis vegetasi dalam komunitas Nepenthes mirabilis di hutan kampus Institut Agama Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode transek. Berdasarkan hasil pengamatan tumbuhan yang ditemukan di sekitar komunitas Nepenthes mirabilis pada plot pengamatan adalah sebanyak 17 famili, yang terdiri dari 26 jenis dan 3547 individu. Jenis tumbuhan yang paling banyak ditemukan di sekitar komunitas Nepenthes mirabilis adalah dari famili Poaceae yaitu Axonopus compressus sebanyak 1336 individu, pada famili Gleicheniaceae yaitu Dicranopteris linearis sebanyak 470 individu dan pada famili Leguminoceae yaitu Mimosa pudica sebanyak 419 individu. Sedangkan jenis tumbuhan yang paling sedikit ditemukan pada famili Polygalaceae dengan jenis Polygala paniculata terdapat 6 individu.   Kata Kunci: Vegetasi, Komunitas, Nepenthes mirabilis.

  14. PERDA SYARI’AH DAN KONFLIK SOSIAL (Implikasi penerapan Perda No. 4 tahun 2005 tentang Larangan Kegiatan pada Bulan Ramadlan terhadap Hubungan antar Agama di Kota Banjarmasin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Tarawiyah Siti Tarawiyah

    2013-08-01

    Full Text Available Abstrak: Tulisan ini sebagai refleksi kreatif penulis dalam memotret dinamika sosial di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan terkait lahirnya Perda No. 4 tahun 2005 tentang Perubahan atas  Peraturan Daerah No. 13 tahun 2003 tentang Larangan Kegiatan pada Bulan Ramadlan terhadap Hubungan antar Agama. Sebagai implikasi politik diberlakukannya otonomi daerah, maka pemerintah daerah mempunyai ‘kewenangan’ untuk membuat peraturan daerah (perda termasuk Perda Syari’ah. Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan kerangka teori konflik Karl Marx dan Ralf Dahrendorf. Temuan menarik dari tulisan ini adalah munculnya perda syar’iah (Perda Ramadlan tersebut menimbulkan pro-kontra, karena cenderung dijadikan alat memperkuat kekuasaan, politisasi agama, dan diskriminasi etnis minoritas, sehingga sangat berpotensi mengundang konflik, yakni konflik vertikal (antara masyarakat versus aparat dan konflik horizontal (masyarakat mayoritas versus minoritas dan yang lebih tragis lagi berdampak negatif pada hubungan antar agama. Secara prinsip Perda Ramadlan secara substantif tidak memberikan dampak yang signifikan dalam hubungan antar agama di Banjarmasin, terbatasnya akses ekonomi kalangan pedagang. Meski demikian, masyarakat Banjarmasin dalam mensikapi Perda Ramadlan tersebut tidak anarkhis artinya masih mensikapi secara arif dan damai.   Abstract: This article is creative reflection of social dynamic in Banjarmasin city, South Kalimantan relating the release of Perda (local official regulation No. 4. Tahun 2005 of alteration on the previous Perda No. 13 Tahun 2003 of activities prohibition during Ramadlan (fasting month toward inter-religion relations. As the political implication of local-government autonomy, local government has “authority” to establish Perda including syari’ah Perda. This is a field study that apply a qualitative approach using theoretical framework of Karl Marx and Ralf Dahrendorf. The

  15. Molecular and morphological differentiation of Secret Toad-headed agama, Phrynocephalus mystaceus, with the description of a new subspecies from Iran (Reptilia, Agamidae)

    OpenAIRE

    N. Solovyeva, Evgeniya; N. Dunayev, Evgeniy; A. Nazarov, Roman; Rajabizadeh, Mehdi; Poyarkov Jr., Nikolay A.

    2018-01-01

    The morphological and genetic variation of a wide-ranging Secret Toad-headed agama, Phrynocephalus mystaceus that inhabits sand deserts of south-eastern Europe, Middle East, Middle Asia, and western China is reviewed. Based on the morphological differences and high divergence in COI (mtDNA) gene sequences a new subspecies of Ph. mystaceus is described from Khorasan Razavi Province in Iran. Partial sequences of COI mtDNA gene of 31 specimens of Ph. mystaceus from 17 localities from all major p...

  16. Faktor Dominan Penyebab dan Upaya untuk Mengatasi Penyimpangan Karakteristik Sosio Religius Hukum Adat dalam Pelaksanaan Pertunangan Relevansinya dengan Agama Kristen (Di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Kabupaten Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djumikasih Djumikasih

    2016-05-01

    Full Text Available AbstrakDalam Hukum   Adat, pertunangan tidaklah sama dengan perkawinan, tujuannya tidaklah  melegalkan hubungan suami istri, melainkan perjanjian awal untuk melakukan perkawinan. Terlepas dari itu semua, ternyata di Desa Sitiarjo, yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, ada fenomena yang menarik, yaitu pada masa pertunangan masyarakat desa tersebut sudah mem- bolehkan pasangan tinggal serumah.  Permasalahan yang dikaji dalam pene- litian ini adalah apakah faktor dominan penyebab terjadinya penyimpangan karakteristik sosio religius hukum adat dalam pelaksanaan pertunangan relevansinya dengan agama Kristen di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumber Manjing Kabupaten Malang dan apakah upaya yang telah dan akan dilaku- kan oleh pemuka agama Kristen dan pemangku kepentingan untuk mengu- rangi angka kehamilan sebelum perkawinan. Penelitian ini merupakan pene- litian yuridis antropologis, yaitu penelitian hukum yang dikaitkan dengan budaya masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  faktor dominan terjadinya penyimpangan adalah adanya diskriminasi dalam perto- batan. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi angka kehamilan sebelum perkawinan adalah pemberian hadiah bagi pasangan yang belum hamil saat nikah.Kata Kunci : pertunangan, penyimpangan, sosio religius, hukum adat 

  17. Bahasa Agama dalam Wacana Sosiologi Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Audah

    2017-03-01

    Full Text Available A short study of the history of the sociology of religion is enough to show the importance of religion as a factor relevant to the study of variations, maintenance , language policy and planning are already equipped to work at least some of them are generally regarded as the founder of a branch of linguistics . However , these effects do not stop merely linguistic region but also on the dimensions of the broader culture . Claiming Arabic is the only language of Islam becomes simpler if it is associated with the contestation countries that historically have been quite dominant in the development of Islam . As a sociological study of religion , it has become wide open land research to continue to be observed in the level of practice speaking societies where Islam is the majority religion

  18. Species delineation using Bayesian model-based assignment tests: a case study using Chinese toad-headed agamas (genus Phrynocephalus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fu Jinzhong

    2010-06-01

    Full Text Available Abstract Background Species are fundamental units in biology, yet much debate exists surrounding how we should delineate species in nature. Species discovery now requires the use of separate, corroborating datasets to quantify independently evolving lineages and test species criteria. However, the complexity of the speciation process has ushered in a need to infuse studies with new tools capable of aiding in species delineation. We suggest that model-based assignment tests are one such tool. This method circumvents constraints with traditional population genetic analyses and provides a novel means of describing cryptic and complex diversity in natural systems. Using toad-headed agamas of the Phrynocephalus vlangalii complex as a case study, we apply model-based assignment tests to microsatellite DNA data to test whether P. putjatia, a controversial species that closely resembles P. vlangalii morphologically, represents a valid species. Mitochondrial DNA and geographic data are also included to corroborate the assignment test results. Results Assignment tests revealed two distinct nuclear DNA clusters with 95% (230/243 of the individuals being assigned to one of the clusters with > 90% probability. The nuclear genomes of the two clusters remained distinct in sympatry, particularly at three syntopic sites, suggesting the existence of reproductive isolation between the identified clusters. In addition, a mitochondrial ND2 gene tree revealed two deeply diverged clades, which were largely congruent with the two nuclear DNA clusters, with a few exceptions. Historical mitochondrial introgression events between the two groups might explain the disagreement between the mitochondrial and nuclear DNA data. The nuclear DNA clusters and mitochondrial clades corresponded nicely to the hypothesized distributions of P. vlangalii and P. putjatia. Conclusions These results demonstrate that assignment tests based on microsatellite DNA data can be powerful tools

  19. Minat Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah Terhadap Entrepreneurs: Studi Kasus Mahasiswa Peserta Pelatihan Entrepreneurship Fakultas Agama Islam Universitas Darul ‘Ulum Jombang Tahun 2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Syafi' AS

    2016-06-01

    Full Text Available Kewirausahaan (entrepreneurship adalah kemampuan kreatif dan inovatif dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda. Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Program yang dilakukan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Darul ‘Ulum Jombang ditambah dengan adanya bantuan penguatan entrepreneurs centre PTKI tahun 2015 dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI dapat menjadi batu loncatan bagi mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Darul ‘Ulum Jombang yang ingin membuka usaha pada saat lulus kuliah nanti. Penelitian ini merupakan SWOT analasis tentang minat mahasiswa peserta entrepreneursip mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Darul ‘Ulum Jombang setelah lulus kuliah terhadap entrepreneurship. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat adalah sebanyak 63.48% perempuan dan 66.05% laki-laki ingin membuka usaha setelah lulus, artinya minat menjadi wirausaha lebih besar pada mahasiswa laki-laki. Mahasiswa yang ingin bekerja setelah lulus adalah 24.17% perempuan dan 26.12% laki-laki. Untuk mahasiswa yang ingin menjadi Pegawai Negri Sipil setelah lulus hampir berimbang, yaitu 5.19% perempuan dan 5.23% laki-laki. Sedangkan yang menginginkan menjadi guru lebih banyak terjadi pada mahasiswa perempuan, yaitu 7.16% dan hanya 2.14% dari mahasiswa laki-laki. Yang paling menarik dalam temuan penelitian ini adalah didapatnya 0.46% mahasiswa laki-laki yang ingin menjadi ABRI pada saat lulus kuliah, melihat latar belakang data yang di dapat mahasiswa yang ingin jadi ABRI dilatarbelakangi oleh orangtuanya yang memang ABRI. || Entrepreneurship is the ability to be creative and innovative in creating added value in the market through the process of managing resources in new dan different ways. In Indonesia, a new study of

  20. PENGUATAN KERANGKA HUKUM TERKAIT PENYELESAIAN SENGKETA PASAR MODAL SYARIAH PADA PENGADILAN AGAMA / Strengthening Legal Framework For Sharia Capital Market Dispute Resolution In Religious Court

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mul Irawan

    2016-11-01

    Full Text Available Dari sudut pandang syariah, pasar modal adalah produk muamalah. Transaksi dalam pasar modal diperbolehkan sepanjang tidak terdapat transaksi yang bertentangan dengan ketentuan yang telah digariskan oleh syariah. Perkembangan pasar modal syariah di Indonesia yang sedemikian pesat, akan turut meningkatkan jumlah dan ragam potensi masalah hukum yang mungkin terjadi di pasar modal syariah. Setidaknya, diperlukan dua upaya hukum dalam penguatan kerangka hukum pasar modal syariah, yaitu pertama, upaya preventif yang dapat meminimalisir terjadinya masalah-masalah hukum, seperti perlunya pembentukan regulasi yang merujuk kepada syariah Islam agar tercipta kestabilan dan suasana kondusif bagi penegakan hukum di pasar modal syariah, Kedua, upaya penyelesaian sengketa pasar modal syariah dilakukan melalui dukungan terhadap pengadilan agama sebagai satu-satunya lembaga peradilan yang memiliki kewenangan absolut dalam menyelesaikan perkara perdata pasar modal syariah, perlunya peningkatan kompetensi hakim dan aparatur pengadilan agama serta perlunya pedoman, yurisprudensi dan referensi sebagai rujukan dalam penyelesaian sengketa pasar modal syariah di Indonesia.   According to the sharia point of view, sharia capital market is muamalah product. Capital market transactions are allowed as long as it does conflict with the terms outlined by sharia. The rapid development of Indonesia sharia capital market results in the increasing number and variety of potential legal problems. It takes two legal efforts in strengthening the legal framework for sharia capital market. First, preventive measures to minimize the legal issues occurrence, such as the establishment of islamic law regulations in order to produce stability and good atmosphere of sharia capital market law enforcement. Second, efforts in sharia capital market mediation which is done through support the religious court as the only judicial institutions having the absolute authority in resolving sharia

  1. Desain Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam dengan Pendekatan Integratif-Interkonektif antara Religious Studies, Natural Sciences, Social Sciences, dan Humanities

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Hanafi

    2016-12-01

    Full Text Available Dicotomy differentiation between religious and general studies affected islamic studies become stiff and rigid. So it is less responsive to the challenge and demand of developing era. This research is aimed to arrange a new handbook of Islamic education which is spirited by ethos and breath of reintegrative epistemology between religious studies and general studies, such as: natural sciences, social sciences, and humanities. Meanwhile the result targeted of this research is: (1 a new islamic education syllabus which is balance with principals of islamic studies through integrative-interconnective approach (interdisciplinary; (2 A new islamic education handbook with integrative-interconnective approach which is accepted both theoretically and practically; (3 The design of Islamic education’s teaching plan in one semester presented in 16 meetings which is tested in teaching and learning process; (4 Islamic education’s teaching scenario through a new teaching material which is able to implement the mission of islamic studies interdisciplinarily. Pemilahan secara dikotomis terhadap studi agama dan studi umum menjadi sulit dan kaku. Sehingga kurang responsif terhadap tantangan dan permintaan pengembangan era. Penelitian ini bertujuan untuk membuat ulang buku pegangan baru pendidikan Islam yang berenergi oleh etos dan napas epistemologi baru antara studi agama dan studi umum, seperti: ilmu alam, ilmu sosial, dan humaniora. Sementara itu hasil yang ditargetkan dari penelitian ini adalah: (1 silabus pendidikan Islam baru yang seimbang pada prinsip studi Islam melalui pendekatan integratif-interkonektif (interdisipliner; (2 sebuah buku pegangan pendidikan islam yang baru dengan pendekatan integratif-interkonektif yang dapat diterima baik secara teoritis dan praktis; (3 Rancangan rencana pengajaran pendidikan Islam dalam satu semester disajikan dalam 16 pertemuan yang diuji dalam proses belajar dan proses pengajaran; (4 Skema pengajaran pendidikan

  2. Kiprah Agama Melawan Terorisme

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frederikus Fios

    2011-10-01

    Full Text Available Religion and terrorism are the two (2 terms that go hand in hand with each other throughout the history of our humanity. Religion and terrorism became a classic story that characterizes the dynamics of human history from time to time. Safe and peaceful situation was far from our social reality. It should not be allowed. Need to be reconstructed in ways and surefire strategies to restore the condition of Indonesian people towards good and true. It takes a critical awareness of the depth of every religion in Indonesia to be inclusive towards others of other faiths. It is worth noting that terrorism is often the name of religion as an ideology behind the movement. 

  3. Pergulatan Sains dan Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edwin Syarif

    2013-10-01

    Full Text Available This paper describes the struggle of science and religion with a historical approach. The relation of both subjects has occurred in four periods: Greek, Islamic, Renaissance and Modern eras. Grouping into four sections is intended for the easy analysis, of the struggle between science and religion, so one can know the different characteristics.DOI: 10.15408/ref.v13i5.917

  4. Pendidikan Agama Islam inklusifmultikultural

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahmud Arif

    2012-06-01

    Full Text Available Islam is as a universal religion, as a religion for humanity (all humankind, or as a religion for the entire world because of its’ mission as rahmatan li al-’alamin. To realize such mission in Indonesian context, education activity is aimed to raise up a multicultural wisdom and global awareness of the pupils, so in next time they will be able to contribute in preservation of heterogenity and to develop it for attaining a prosperious life, besides to face globalization current appropiately. In this case, islamic education has a duty in transfering inclusive-multiculturalism Islamic teachings to students so that they are able to appreciate global values of Islam, like inclusivism, humanism, tolerance, and democracy.

  5. Agama dan Kehidupan Manusia

    OpenAIRE

    ramli, ramli

    2015-01-01

    This writing analyzes that religion has some roles in human life. In the research of community, religion considered as an element of culture, which is not neglected to be studied. In some way, religion is believed frequently as the source of comprehensive values that cover even inspire derivative values which is developed in human life. In observation, practical religion in society is also developed from religion doctrines and adjusted with the cultural environment. The concourse of doctrines...

  6. Molecular and morphological differentiation of Secret Toad-headed agama, Phrynocephalus mystaceus, with the description of a new subspecies from Iran (Reptilia, Agamidae).

    Science.gov (United States)

    Solovyeva, Evgeniya N; Dunayev, Evgeniy N; Nazarov, Roman A; Mehdi Radjabizadeh; Poyarkov, Nikolay A

    2018-01-01

    The morphological and genetic variation of a wide-ranging Secret Toad-headed agama, Phrynocephalus mystaceus that inhabits sand deserts of south-eastern Europe, Middle East, Middle Asia, and western China is reviewed. Based on the morphological differences and high divergence in COI (mtDNA) gene sequences a new subspecies of Ph. mystaceus is described from Khorasan Razavi Province in Iran. Partial sequences of COI mtDNA gene of 31 specimens of Ph. mystaceus from 17 localities from all major parts of species range were analyzed. Genetic distances show a deep divergence between Ph. mystaceus khorasanus ssp. n. from Khorasan Razavi Province and all other populations of Ph. mystaceus . The new subspecies can be distinguished from other populations of Ph. mystaceus by a combination of several morphological features. Molecular and morphological analyses do not support the validity of other Ph. mystaceus subspecies described from Middle Asia and Caspian basin. Geographic variations in the Ph. mystaceus species complex and the status of previously described subspecies were discussed.

  7. Molecular and morphological differentiation of Secret Toad-headed agama, Phrynocephalus mystaceus, with the description of a new subspecies from Iran (Reptilia, Agamidae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evgeniya N. Solovyeva

    2018-04-01

    Full Text Available The morphological and genetic variation of a wide-ranging Secret Toad-headed agama, Phrynocephalus mystaceus that inhabits sand deserts of south-eastern Europe, Middle East, Middle Asia, and western China is reviewed. Based on the morphological differences and high divergence in COI (mtDNA gene sequences a new subspecies of Ph. mystaceus is described from Khorasan Razavi Province in Iran. Partial sequences of COI mtDNA gene of 31 specimens of Ph. mystaceus from 17 localities from all major parts of species range were analyzed. Genetic distances show a deep divergence between Ph. mystaceus khorasanus ssp. n. from Khorasan Razavi Province and all other populations of Ph. mystaceus. The new subspecies can be distinguished from other populations of Ph. mystaceus by a combination of several morphological features. Molecular and morphological analyses do not support the validity of other Ph. mystaceus subspecies described from Middle Asia and Caspian basin. Geographic variations in the Ph. mystaceus species complex and the status of previously described subspecies were discussed.

  8. A RECONSTRUCTION OF THE THINKING OF PRIMARY SCHOOL CIVICS EDUCATION TEACHING AS YADNYA IN THE REALIZATION OF DHARMA AGAMA AND DHARMA NEGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Kertih

    2015-06-01

    Full Text Available Abstract: This research was aimed at testing the effectiveness of primary school Civics Education teaching when it was taken as a yadnya in affecting learning achievement in the aspects of civic knowledge, value orientation, and behavior both simultaneously and partially. The study was done as classroom action research and quasi-experimental study using the post test only control group design. The data were obtained from teachers selected purposively and from students selected using the multistage random sampling. The data were collected using the Civics knowledge test, value inventory, and the self evaluation format. The data were analyzed using descriptive statistics and multivariate variance analysis (MANOVA. The results showed: (1 descriptively, Civics Education as yadnya Teaching Model caused the students to obtain learning achievement falling into the medium category in civic knowledge, the high category in civic value orientation, and the medium category in civic behavior; (2 the implementation of Civics Education teaching as yadnya had a significant effect on Civics Education learning achievement in the aspects of civic knowledge, value orientation, and behavior both simultaneously and partially. Keywords: civics education teaching as yadnya,civics education learning achievement REKONSTRUKSI PEMIKIRAN PEMBELAJARAN PKN SD SEBAGAI YADNYA DALAM PERWUJUDAN DHARMA AGAMA DAN DHARMA NEGARA BERBASIS KONSTRUKTIVISME Abstrak: Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model pembelajaran PKn SD sebagai yadnya dalam memengaruhi hasil belajar pada aspek pengetahuan, orientasi nilai, dan tingkah laku kewarganegaraan baik secara bersama-sama dan parsial. Penelitian dilakukan dengan penelitian kelas dan penelitian eksperimen semu menggunakan desain postes saja dengan kelompok kontrol. Data diperoleh dari guru dan siswa yang dipilih secara purposif untuk guru dan multistage random sampling untuk siswa. Data dikumpulkan dengan metode pemberian tes

  9. Zur Spinnenfauna der Stammregion stehenden Totholzes in südmährischen Auenwäldern

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kubcová, Lenka

    2002-10-01

    Full Text Available In 1996 and 1997, spiders were collected by means of tree eclectors on standing dead tree trunks in floodplain forests in South Moravia (Czech Republic. Trunk communities on two sites differing in their exposure to floods were studied. In 1997, one of the sites was struck by a severe summer flood. Of 1714 individuals collected, 924 adults and 50 juveniles were identified to species. 82 species of 17 families were found. The dominant families both in terms of individuals and species were Linyphiidae and Theridiidae. 41 of the present species are considered obligate to facultative arboricolous ones. 13 species were new finds for the study area (extended Pálava Biosphere Reserve. Tmarus stellio was the first record for the Czech Republic, Midia midas the first one for Moravia. More species and individuals were collected on the flood-exposed site, particularly in 1997 with a peak at the time of the summer inundation (Oedothorax retusus made up for 97 % of adults during this period. A number of rare species was found and some comments regarding their distribution in the Czech Repubic, range and habitat are made.

  10. Islam Dan Studi Agama-Agama Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roro Sri Rejeki Waluyajati

    2016-09-01

    Full Text Available The purpose of this study was to determine the problems faced by the Department of Comparative Religion in Indonesia especially in UIN, Bandung, Jakarta and Yogyakarta. The problems could be experienced by the students or by the department, in both academic field and student affairs, besides among academic authors also wish to express how the perspective of rural communities, in the village area of West Bandung Cibenda about majoring in comparative religion, is it true this course can not be accepted by society, especially rural areas? The results showed that there was strong relationship between exclusive religious attitudes and religious conflict in society. The exclusive attitude could trigger conflict easily. In this situation, the existence of the Department of Comparative Religion is needed, as an academic medium which task is to produces mediators,  who can reduce or reconcile religious conflicts through mainstreaming inclusive and pluralist religious attitudes in society,  Unfortunately, the existence of this Department has not been promoted well. So that, people has not perceive this department well.

  11. Problem Konsep Monoteisme dalam Agama-Agama Semit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasbi Arijal

    2015-03-01

    Full Text Available Is there similarities between Judaism, Christianity, and Islam? If there, where is the similarity? And if so, why they are not be united, would not it be more powerful and far reaching if they are united? Then how about the position and posture or attitude of these religions on the issue of monotheism, while the pluralists use it as a means to spread understanding of religious pluralism? The pluralists are also using the issue to gain legalization that Judaism, Christianity and Islam is actually same in the concept of God, the same God worshiped single or monotheist. It’s mean, the three religions in essence no significant differences. So that it can together accept the truth of the concept of God of each religion without blame. This simple paper will examine that issue with a few critical questions. The critical questions aiming to find an obvious point, it is true the assumption that the three Semitic religions are monotheistic and can be united under the shelter of monotheism. At the end of this article will be explained how the position of three religions toward monotheistic.

  12. SUPERVISI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Pembinaan Guru Agama Madrasah / Sekolah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Bakar

    2011-06-01

    Full Text Available Islam education supervision, having task does operation, estimation and menilik or mensupervisi to good Islam education at schooled Common and also Islam institution. Despitefully Supervises education also constitute applicable tricks in give service and construction to teacher deeping to perform its duty assignment at Madrasah / School in effort reaches education aim already be established effectively and efesien.

  13. Supervisi Pendidikan Agama Islam (Pembinaan Guru Agama Madrasah / Sekolah)

    OpenAIRE

    Bakar, Abu

    2011-01-01

    Islam education supervision, having task does operation, estimation and menilik or mensupervisi to good Islam education at schooled Common and also Islam institution. Despitefully Supervises education also constitute applicable tricks in give service and construction to teacher deeping to perform its duty assignment at Madrasah / School in effort reaches education aim already be established effectively and efesien.

  14. Ambiguitas Agama sebagai Peluang dalam Menciptakan Perdamaian Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ihsan Ali Fauzi

    2016-03-01

    Full Text Available Popular news on religious issues tends to simplify the values of religion in socio-political expressions. They attend to blow acts of violence up in the name of religion. In this context, media remark some religious groups by using horrible terms and idioms, such as zealots, extremists, militants, etc. Moreover, they swipe it with taking some appalling photos and pictures. Religious leaders perceive this phenomenon as kind of misunderstanding paradigm in approaching and viewing religion, having known that conflict and violence are not only socio-political expression of religion. There are many untold beautiful expressions of religion, like Mahatma Gandhi, Martin Luther King, Mother Theresa, Malcolm X, and Dalai Lama. This article attempts to explore how religion can deeply be embodied with peace building, conflict management, and peace studies. It suggests that in order to be a tool of peace building, religion should not be used for proselytizing other people but rather should be put in academic and rational way to spread voices of peace. In addition to this, peace message of religion should also be expressed especially in social media as a counteraction against violent message of religious extremists. And the last thing is that peace building can only be achieved when peace work can bridge religious and secular communities.

  15. Integrasi Agama dan Sains dalam Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faizin Faizin

    2017-06-01

    Full Text Available The application of religious and scientific integration in the Tafsir Ilmi of Ministry of Religious Affairs was critically analyzed in this paper. The paradigm of religious and scientific integration was used in order to expose the building framework of the integration. Three forms of the integration paradigm were highlighted, namely: [1] scientific interpretation as one of the patterns of integration of religion and science, [2] theology as the basis of the integration, and [3] Tafsir Ilmi as an effort to present ethical values. The result of the study showed that Tafsir Ilmi was the one which was deductive-confirmatively implemented in the integration of religion and science. The pattern of religious and scientific integration had included theology as its basis in the Tafsir Ilmi, in which the theological side became central fusion of the Qur’anic text and the universe through the reading of tafsir and science. Metaphysical side was presented in order to bring the majesty of Allah SWT. The values of monotheism, science, and caliphs had an integral relationship and became instruments for the birth of the ethical values. Theological aspects and ethics looked thickly decorated in the pages of the Ilmi interpretation

  16. DAKWAH ISLAM DAN RADIKALISME AGAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Isfironi M. Bisri Djalil

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRACT A thing closely related to bustle the life of the religious contemporary is radicalism phenomenon. The question is: Does Islam teach radicalism? The answer of this question always problematic. It is caused by every religion (either Islam or the other viewed as an acceptance that granted as a divinity instrument that teaches everything in goodness. Islam is a religion that provide of security, comfort, calmness as more strengthening for all its adherents. In Indonesia, radical Islamic groups often associated with groups like company of Salafy (Bandung, Islamic Youth Front (FPIS, Islamic Defender Front (FPI, Jihad’s Troop of Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, The Tribunal of Indonesian Mujahidin, Hizbut Tahrir of Indonesia. The movement of Islam in Indonesia cannot be viewed as a monolithic movement or uniform in the same of political interest. That moment, political global movement has variation in the perspective, motive, strategy and action. One thing that same as the source of radicalism is the definition of the concept of jihad. Eventually, the construction of jihad affects the Islamic propaganda (dakwah ideology and movement. Ideally the realization of the concept of Jihad is not led to radicalism. If indeed reflect to the era of the Prophet Muhammad (pbuh, then it must be conceived with the conditions encountered at that time.   Key Words: Islamic Propaganda, Jihad, Radicalism

  17. Dakwah Islam Dan Radikalisme Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Bisri Djalil

    2016-03-01

    Full Text Available A thing closely related to bustle the life of the religious contemporary is radicalism phenomenon. The question is: Does Islam teach radicalism? The answer of this question always problematic. It is caused by every religion (either Islam or the other viewed as an acceptance that granted as a divinity instrument that teaches everything in goodness. Islam is a religion that provide of security, comfort, calmness as more strengthening for all its adherents. In Indonesia, radical Islamic groups often associated with groups like company of Salafy (Bandung, Islamic Youth Front (FPIS, Islamic Defender Front (FPI, Jihad’s Troop of Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, The Tribunal of Indonesian Mujahidin, Hizbut Tahrir of Indonesia. The movement of Islam in Indonesia cannot be viewed as a monolithic movement or uniform in the same of political interest. That moment, political global movement has variation in the perspective, motive, strategy and action. One thing that same as the source of radicalism is the definition of the concept of jihad. Eventually, the construction of jihad affects the Islamic propaganda (dakwah ideology and movement. Ideally the realization of the concept of Jihad is not led to radicalism. If indeed reflect to the era of the Prophet Muhammad (pbuh, then it must be conceived with the conditions encountered at that time.

  18. Simbolisme Agama dalam Politik Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ibnu Rochman

    2007-04-01

    Full Text Available The study of the symbolism of religion in Islamic politic is necessary to conduct because it is vast opportunity avaliable in the reformation and democratization era for most of Indonesian representing Moslem to express thier insight and thought that various forms ranging from vulgar, the emotion and the rational one. There are among the expression using symbols, even many Moslem who are active in practical politics Islamic symbols. Considering the title of the study "the Symbolism of Religion Philosophy in Islamic Politic", the author will study the philosopher suggesting that human being is homo symbolicum and also the history of politics in Islam since the disciples of Muhammad to the present. It is expected that the method of study provide the finding that symbolism of religion in Islamic politic takes place not only at present, but also it evidences that human being is homo symbolicus. The study is literature study. The collected data is critically analyzed using interpretation and historical methods. The result of the study shows that the Moslem politicans in the history of Islamic politics used religious symbols in practice. The position of the symbolic action in religion representing the medium of human-cosmic commucation and the physical and spiritual religious communication, are also used in political practice

  19. EKSISTENSI AGAMA DALAM ERA GLOBALISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Muttaqin

    2016-11-01

    globalization circle, which seems to be contradictory with religion.Globalization is utilitarian  as its nature and it results in vanish of local values or cultures. However, none can avoid, neither can religious people. Responds to globalization frequently occur in extreme behavior since some people thinks that globalization will threat their existence in this world. Such responds make the people labeled as fundamentalists or terrorists, and many of them have religious background.  Some of religious groups extremely rejecting globalization can be found states of former USSR, Japan, and Iran. Finally, this paper presents the forms and  positions of  religion suggested by four figures, i.e. Immanuel Wallerstein, John Meyer, Roland Robertson, and Niklas Luhmann. They suggest that the religions will keep their existence if they adopt the values of globalization and make themselves the instrument of communication as well as political and economic interaction of the world’s interaction. Religion should evolve from narrow mindedness to a broader, new, and universal values.

  20. Menangkal radikalisme agama di sekolah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Munip

    2014-09-01

    Full Text Available It is undeniable that some of Indonesian Muslims understand Islam in radicalism perspective. They used several of means to disseminate this radicalism through organization of cadres, speeches in mosques are managed by their control, publishing magazines, booklets and books, and through various websites on the internet. As a result, Islamic radicalism has entered the most schools in some areas. If this is not immediately anticipated, it can help in growing the intolerance attitudes among students as opposed to the purpose of religious education itself.

  1. MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU AGAMA HINDU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Nyoman Sri Widiasih

    2016-02-01

    Full Text Available This paper aims to provide a correct understanding of the importance of quality and professionalism of Hindu religious teachers in education. A teacher of religion, especially Hindu religious teachers is not just a job assigned to transfer knowledge but also served to instill the values of the teachings of Hinduism to the learners. Hindu religious teachers are professional positions, hence a teacher demanded to carry out their duties professionally. The professionalism of a teacher can be seen from how to run any of the duties is always productive, innovative, efficient and effective and independentTo be a Hindu religious teacher who is able to carry out their duties in a professional manner, the necessary efforts both from its own consciousness and on the government's efforts. In an effort to become a Hindu religious teachers qualified and professional, then a Hindu religious teachers is not enough to just rely on what the government has programmed as with training, workshops, competition research, as well as awards in the form of allowance teacher certification, and seminars, but a Hindu religious teachers are required to understand the teachings of Hinduism as a whole and want to fill themselves with the knowledge and responsiveness to changing times and technological advances. Thus, the material being taught will always correspond with the times and the material can be innovative, efficient and effective in their delivery in the classroom.Finally the success of a teacher of religion in their profession will appear on the character and attitude of the learners who become responsible, religious and good behavior.

  2. INSTAGRAM: Bingkai Kasus Agama di Media Sosial

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahsani Taqwim Aminuddin

    2017-07-01

    Full Text Available The religion issue is something sensitive in Indonesia. The defamation case that ensnared Basuki Tjahya Purnama by quoting Surah Al- Maidah verse 51 in his speech, so many people are distracted and angry because his words. Whereas technology increasingly sophisticated so that the dissemination of information so fast. Instagram as social media is currently booming among Indonesian teenagers could not ward from this problem conversation. Using framing model analysis method of Robert N. Entman researchers examined instagram contents that posted by official accounts belonging to three great Muslim organization in Indonesia, namely Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, and Front Pembela Islam, and found there is a dichotomy in the framing of this case in the official social media belonging to the Islamic organization i.e., (1 practice of trial by press; (2 whom to look out for; (3 who is wrong; (4 inviting to ‘quiet’ vs ‘indignant’.

  3. KEGUNAAN PENDEKATAN FENOMENOLOGI DALAM KAJIAN AGAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dalinur M. Nur

    2016-02-01

    Full Text Available In everyday life, people move on the world that has been covered with interpretations and categories of science and philosophy. Interpretations are often colored by the interests, life situations and habits, so people have forgotten what their world, the pure life, where all forms of interpretation placed. The dominance of positivism paradigm for many years on the world of science, not only in natural sciences but also in the social sciences and even humanities sciences, which have resulted  crisis of science. The problem is not the application of positivistic mindset towards the natural sciences, because it is consistent, but positivism in the social sciences, the society and human beings as historical beings. Problematic positivism in the social sciences, which eliminates the role of the subject in the form a 'social fact', has prompted the emergence of an effort to find a new base and methodological support for the social sciences to 'restore' the role of the subject into the process of science itself. One such approach is phenomenological approach that is briefly discussed below. In this paper, the writer focuses on the discussion of definition of phenomenology, methods of phenomenology in religious studies, phenomenological methodology in the qualitative approach, and then how the phenomenological approach.

  4. Deradikalisasi Islam dalam perspektif pendidikan agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuly Qodir

    2014-09-01

    Full Text Available Physical or non physical terrorism is a form of radicalization that is considered the most extreme for applying new methods of relative in radicalization religion. The ideological war which is considered as the most advanced form of radicalization is a continuation of the religious world and the radicalization of form since 2000 in Indonesia. To reduce the various forms of religious radicalisation, the formal education is developed in Indonesia. The religious radicalization is a variant of the extreme movement that could be detrimental to Muslim in Indonesia based on data of literature, media studies and field observations.

  5. PEMBELAJARAN AGAMA TEMATIK UNTUK PENDIDIKAN PEMBEBASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atiqullah Atiqullah

    2012-02-01

    Full Text Available AbstractThis paper emphasizes that moral action is the most intelligent action in a civilization which is obtained through educational efforts that expand the potential, interests, and talents of students, because the essence of the humanization of education goals and conscious. Thematic learning on themes that required the students so that learning in the educational unit organized in an interactive, inspiring, fun, challenging, motivating learners to actively participate and provide enough space for innovation, creativity and independence in order to liberate and emancipate protege from the fetters of verbal culture, authoritarian culture of the deadly power of human creativity. Kata-kata kuncipendidikan, tujuan pembelajaran, pembelajaran tematik

  6. Iddah Wafat, Antara Agama Dan Budaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rasyida Arsjad

    2017-03-01

    Full Text Available Islam always respect the dignity of a woman when being a wife and a mother when she relates in the marriage. Mu'taddah woman (wife who left for dead by her husband has prescribed period for four (4 months and ten (10 days, during which a woman must wait to not accept the (marriage proposal and married, but must carry out the obligations and prohibitions, called the ihdad as a tribute to her husband. As for the wisdom of in infected the Iddah is to determine the void womb of a woman in keeping her nasab (descent and her purity. Sometimes customs and culture affects a law even 'urf (customs tends to be a role model. It is understood they are due commonness of a person in a nash (postulate so it is effected to tasahul (oversimplify in the implementation of worship and muamalah. The methodology research is used field research (case studies in the field, using a qualitative descriptive approach. However, negligence is still in the corridors of shari'ah, it means that most of them do not do ihdad (obligations and prohibitions while doing his Iddah. It takes a real solution to fix and straighten understanding. Through individual approach, religious activities, the involvement of government officials, especially the Religious Courts (PA and the Religious Affairs Office (KUA who involved in family law issues directly; marriage, divorce and other cases

  7. Book Review: Membongkar Logika Penafsir Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Muslih

    2009-11-01

    Full Text Available Judul : Speaking in God’s Name: Islamic law,Authority and WomenPenulis : Khaled Abou el-FadlPenerbit : Oneworld Press, Oxford, 2001Tebal : 361 hlm.Edisi terj. : Atas Nama Tuhan, dari Fikih Otoriter keFikih OtoritatifPenerjemah : R. Cecep Lukman YasinPenerbit : Serambi, Jakarta 2004

  8. Agama Dan Teologi Perlawanan Terhadap Korupsi

    OpenAIRE

    Mu'allim, Amir

    2005-01-01

    The corruption cases in Indonesia constitute complex problem because they relate to economical affairs, socio-cultural, that of politic. Actually many ways have been conducted by govemment to solve the corruption but those do not run effectively. In this sense, the problem is how to solve the corruption problems in term of religion doctrine. To solve the corruption problems, of course, it needs reforming understanding of religion., Searching new paradigm of religion based on the ethic of rel...

  9. Agama dan Teologi Perlawanan Terhadap Korupsi

    OpenAIRE

    Mu'allim, Amir

    2010-01-01

    The corruption cases in Indonesia constitute complex problem because they relate to economical affairs, socio-cultural, that of politic. Actually many ways have been conducted  by govemment to solve the corruption but those do not run effectively. In this sense, the problem is how to solve the corruption problems in term of religion doctrine. To solve the corruption problems, of course, it needs reforming understanding of religion., Searching new paradigm of religion based on the ethic of rel...

  10. Edutainment dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andri oza

    2016-09-01

    The purpose of the research is to determine the strategies and the barriers of edutainment learning strategy on Islamic religious lesson (PAI in SMP Muhammadiyah 13 Wonosegoro 2014 also the ways to overcome barriers for the learning strategy. The research conducted through describing the phenomena that exist in SMP Muhammadiyah 13 Wonosegoro. The researcher acted as an observer and data collector. The data collected by interviews, of observations, documentation. The result shows that learning strategies are designed to achieve certain goals set by the teacher. Enjoyable learning atmosphere can be felt by learners in achieving learning. Edutainment learning strategy is expected to produce qualified people, who not only good in their score, but also has a cognitive, emotional and spiritual intelligence as well. Edutainment learning strategy applied through game, humor, role play, demonstrations and other ways that can be mastered by teachers and students. The obstacles are human resources as the doer of Edutainment Learning Strategy, learners tend to play and forget the essence of learning, materials, time limitation, limited facilities and infrastructures, also less supportive learning environment in the application of learning strategies edutainment.

  11. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Tunarungu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sulastri

    2016-09-01

    It is a qualitative descriptive research approach. Data collected through interviews, observation, and documentation. The respondents are the Principal, Islamic religious (PAI teachers, and classroom teachers. Data were collected by interviews, documentation and field notes. The results showed that the learning of Islamic Education of deaf students in SMPLB Wantu Wirawan, Salatiga based on the curriculum based competence (KTSP with modification. Materials are presented by emphasis on material of morals and jurisprudence by lighter weight using lectures, discussion, and exercise demonstrations. SLMP-LB uses a simple language and its delivery should be with aloud, slowly, clearly, and face to face, so that students can see the teacher's lips move. Learning media employs more props. The learning results show that deaf students are already do a religious ritual in everyday life and behave like religious guidance, such as they act politely, friendly and used to perform ablution and prayer. Constraints experienced by the Islamic religious education teachers include lack of teachers of PAI, the lack of ability of teachers to use the media, lack of discipline students. SMPLB-B teachers are more patient, loving, and the individualized teaching approach, habituation, exercise, model, and repetition. Children with hearing impairment is difficult to interpret the abstract concept and the lack of language skills to communicate so that teachers train in enhancing language using sign language, writing practice, speaking practice, train justification speech, or a mixture of sign language, writing, speech and utterance justification.

  12. MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasinyo Harto

    2014-11-01

    Full Text Available Abstract: This study aims to discover principles of and philosophical basis for multicultural Islamic religious education. This study is important due to ineffective application of Article 13A of National Education System Law that could endanger national education and unity of the nation. This is a library research that analyzes the Qur’an, hadist and scholarly views to formulate basic principles for multicultural Islamic education. The results of this formulation are used to compose curriculum, syllabus, teachers’ and students’ competence, model of learning and evaluation. This study argues that approaches to religious learning having been applied so far in schools need to be reformulated and accorded to the multicultural context of Indonesian society because they tend to create intolerant, exclusive and egoistic students and emphasize personal piety. Education should not only teach students how to think critically but also how to live side by side with others peacefully. This idea must be included in learning processes so multiculturalism and are applied through such processes.

  13. Anatomi Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marliana Marliana

    2013-12-01

    Full Text Available Anatomy of curriculum is described as the components that must be present in every curriculum that can be used for the learning process. They are objectives of the curriculum, materials of teaching, contents of the curriculum, strategies or methods, media and evaluation and improvement of teaching. These components are interconnected to one another. Each component has a content which is very important for the continuity of the curriculum. One of the most important parts of the curriculum is procces of learning as an empowering or enable the students. Thus, the need for active and participatory interaction between students and academic material or with a certain situation so that matter can be transformed into the learning experience of students.

  14. Melacak Pemikiran Masyarakat sebagai Jiwa Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwanto Purwanto

    2016-03-01

    Full Text Available Being understood of human life included in the way of thinking and behavior basically need to rely on three elemental points or social dimensions of society; social structure, social interaction and social institutions. The whole activities of human life, morality and laws, Jobs and relaxation, family and personality, knowledge, art and everything named as religion come and pass through those social dimensions.  Religion is considered as the essential value that controls behavior of each individual of society. Functionalism says that superstructure of ideology is the main standard which affects the framework in social structure and infra-structure. To understand religiosity of a certain society depends on how we deeply know the life style of them. Later, it also depends on their social structure. In this context religion is commonly seen as the agent of moral socialization. Religion becomes the principal values that organize the attitude of society. To perform their activities, religious people will attempt to unify three elements of beliefs, symbols and rituals. This article tries to describe how the role of religion plays on the level of social through which elemental aspects of human life following and joining in shaping the condition of human life, behavior, ethic, culture, tradition and etcetera.

  15. PARADIGMA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERWAWASAN MULTIKULTURAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deny Silvia

    2017-10-01

    Full Text Available Islam in Indonesia is brought by the traders. It is not brought by soldiers or terrorists. When we learn the history of Islam in Indonesia, the development of Islamic societies through various ways and media, for example, trade and purchase, marriage, and “dakwah”. In terms of education to build Islamic education with multicultural insights, the educators must have high moral integrity by promoting ethical-moral as an integral part of their personality. Then educators also must have a deep understanding and also has a high sensitivity in analyzing issues of religious which is being developed in the community. Then, these educators help students to be aware of the importance of understanding the culture in society especially on religious term.

  16. URGENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Robbayani Robbayani

    2012-01-01

    Full Text Available The endurance of family living, as the smallest society institution which has to perform as sacred institution confronted with challenge. Family which has growth positively will become “Heaven” for its owner. In the other hand, family which growth negatively will become “hell” for its owner. For muslim family, religious approach is as one of the factors to avoid family from crisis. Especially, crisis of religious value and make family as the institution of human’s behavior endurance.Religion and family supported each other to stable life. If in one family, there are strong religion values, so the family become qualified family and vice versa. Because of that, parents has main role to internalize religious values to their children. Good model, consistence and parents guiding in knowing Islamic religion values will help to realize how important the values to children.

  17. Agama dalam Tentukur Antropologi Simbolik Clifford Geertz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusri Mohamad Ramli

    2012-06-01

    Full Text Available Clifford Geertz can be regarded as one of the most influential figures in religious studies, particularly in the field of anthropology. His unique symbolic anthropology approach had attracted researchers because of his emphasis on deductive reasoning in explaining the meaning of religion and in viewing cultural values that exist in religion. Research based on the content analysis of his works found that Clifford Geertz thought very strongly influenced by Ibn Khaldun as both of them emphasize on the practical reality of religious phenomena in the society. These symbols are then making a cultural system of what we call religion.

  18. PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK OLEH ORANG TUA (Periode Masa Anak-Anak, Tinjauan Psikologi Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Yani

    2015-12-01

    Full Text Available This paper attempts to discuss the things that can be done by parents in providing the religious education to their children  in the period of childhood (age 0-12 years. Parents as primary educators in the family have a function and a strategic role in providing religious education to their children. Providing the religious education to children in family must be done by parents seriously because a child is a mandate given to parents from Allah Almighty. In providing religious eduation to  children must go through the stages in accordance with the growth and the development of the children physically and mentally. Thus, providing religious education to their children  in the period of childhood is very important. It will influence the character and personality of children for the future.

  19. Makna Pluralitas Agama di Kalangan Mahasiswa STAIN Kudus dan Implementasinya Melalui Mata Kuliah Perbandingan Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Efa Ida Amaliyah

    2017-06-01

    Full Text Available This article reveals two things concerning about the religion plurality among STAIN Kudus students. The first, “what is the meaning of religion plurality from the student point of view?” The second, “how will the course give a contribution about the religion plurality for the students?” Based on the result of research among students of STAIN Kudus, expressed that the students have their own meanings and assumptions depend on their knowledge and experiences. These are: firstly, with the religious pluralism which will show that there are some differences religions surround us to be respected each other’s. Secondly, there is the attitude to respect and appreciate or to be tolerant to other religions. Thirdly, there is the belief that all religions are good, but they still believe that the best and the true one is Islam. The most of students defined the religion plurality is to respect and appreciate another people beliefs and doctrines. It was needed to avoid horizontal conflict among the people in the grass roots. The other side, the implementation of the concept of religion plurality through the comparative of religion course will give the insight to the students to make balance between theory and practices.  

  20. Agama dan Etnisitas di Pentas Politik Lokal (Tinjauan Terhadap Penggunaan Simbol Agama dan Etnis dalam Pilkada

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasbullah Hasbullah

    2011-12-01

    Full Text Available The party of democracy (Pilkada have role which potential baffle, because result and process of the implementation will give impact to adult education of society politics and development in autonomous era. At one side, direct Pilkada earn more is drawing near of candidate with all its elector as well as can grow the spirit of and tradition democratize until to undertow. On the other side, direct Pilkada also can exploit local strength in reaching for victory in local political stage. As nation which is plural, issue of primordial - religion and is ethnic - not yet earned to be overruled. More than anything else all elector of this nation still pertained traditional elector. All local political elite always exploit religion symbols and ethnical in execution of campaign and reach for sympathy of elector. The candidate also consider religion and ethnicity in chosening its couple candidate, because from some result of study show brotherhood tying and network of family is also made as society preference in chosening.

  1. PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK DALAM KELUARGA BEDA AGAMA DI DESA KLEPU SOOKO PONOROGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Yudi Prahara

    2016-06-01

    Full Text Available This research aims to discuss a phenomenon of interfaith family in Klepu village, Sooko district, Ponorogo regency in the context of religious education transformation in family. This study was qualitative research. The subjects of the research are Islamic and catholic family, mixed faith family as well. The data were collected through observation, interview, and documentation. The result of the research indicates that mother religiosity is more dominant in influencing children’s religious upbringing. Nine informants showed that four cases of children religiosity follows religion of their mother, three cases of children religiosity follow religion of their father and father is religiously active, two cases of children religiosity is questionable because they are still baby. This situation happens because the family couple does not have agreement to be bound or there is an agreement containing a freedom for their children. This is because the communication between mother and children is more intense compared to father and children communication. Dominant figure of mother cannot be separated from her nurture and her more time to interact with her children حاولت هذه الدراسة عرض ظاهرة الأسرة الثنائية دينيا في قرية كليفو سوكو فونوروغو في سياق تحوّل التربية الدينية في الأسرة. اتّبعت هذه الدراسة المنهج الكيفي، ومصادر بياناتها الأسرة المسلمة والأسرة الكاتوليكية والأسرة الثنائية دينيا. أما أساليب جمع البيانات لهذا البحث فالملاحظة والمقابلة الشخصية والوثائق المكتوبة. دلت نتائج البحث على أن الأم وما تدين به تؤثّر كثيرا فيما يدين به الابن. ومن ستة المخبرين المبحوثين دلّت البيانات على أن أربعة منهم اتبعوا دين أمهم، وثلاثة منهم اتّبعوا دين أبيهم ( إذا كان الأب فعّالا في الأسرة ، واثنان منهم لم يكونا واضحين لكونهما في سن قبل الخامسة. وقعت هذه الحالة خاصة في الأسرة التي ليس فيها اتّفاق ملزم أو بين الزوجين اتّفاق ولكنّهما يعطيان الحريّة للأبناء في اختيار الدين. وقعت هذه الظاهرة لأن كمية الاتصال بين الأبناء وبين الأم أكثر من كمية الاتصال بينهم وبين آبائهم.  كانت هيمنة الأم في الأسرة لا تنفصل عن كونها أما للأبناء وطول اتصالها بالأبناء.

  2. PERSPEKTIF AGAMA DAN KEBUDAYAAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA (Suatu Tinjauan Sosiologi Agama)

    OpenAIRE

    Laode Monto Bauto

    2016-01-01

    The relationship of religion, culture and community very important or is a system of life because of the interconnectedness of each other. But the question of keberagamaan and social development will not be complete if only seen from one particular aspect only. For that in looking at the question of societal must go through a holistic approach. Required studies as the study of the sociology of religion and vice versa. It means the study of the life of keberagamaan the community won't be compl...

  3. PENTINGNYA KECERDASAN INTRAPERSONAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Subqi

    2013-07-01

    Full Text Available This article is peeling on the importance of intelligence for the child to be known by the teacher. In the process of learning, teachers should know the intelligence levels of learners to achieve learning outcomes in the achievement of the desired learning objectives. Every child is basically a smart individual and unique. This should be really understood by parents and teachers. Intelligence (intelligence is a term that is difficult to define and give rise to different understanding among scientists. Intelligence that emerges from the results, which are the simplest habits when adapting to new circumstances. To have accepted that the problem, hypothesis, and control which is the embryo of any desire to do trial and error and testing the empirical characteristics of adaptation knowledge motor developed a strong marker of intelligence. Therefore, the definition of intelligence should be seen from both sides, although still a little explain the definition overlap. Both sides of that question is the definition of the functional form series of special structure and cognition structure as criteria. Despite going on the pros and cons regarding the notion of intelligence, at least there is a minimum requirement to say something that is some form of intelligence experienced by students to study Islamic studies.

  4. Islamisme dan Politisasi Agama Model PKS dalam Pilpres 2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akh. Muzakki

    2014-01-01

    Full Text Available In the past decade or so, Islamism as a political concept and perhaps as an ideology has gained strong momentum in Indonesia. The fall of Soeharto after more than three decades in power has helped this ideology to emerge and exert itself particularly in the form of religion oriented political party. This paper is interested in exploring the expression and actualization of Islamism by scrutinizing the political behavior of Justice and Welfare Party (Partai Keadilan Sejahtera / PKS during the 2009 presidential election. We are particularly interested in looking at the use of religious symbols and rites by the party for clear political purposes. We argue that Islamism has been manipulated by PKS during that election as a vehicle to gain power. Hence, the main problem that this paper deals with is actually the idea of the politization of religion by a political party claiming to have represented Islam and its noble teaching.

  5. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KANDUNGAN: Tinjauan dari Aspek Metodologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chaeruddin B Chaeruddin B

    2015-12-01

    Full Text Available Abstract: Some researches done by the expert prove that the prenatal child have been able to be stimulated from the outside since Allah blew into him His spirit. In Qur’an surah al-A’raf verse 127 it is shown that prenatal baby can be able to communicate with the God as stated in His testimony that Allah is God. This means that the prenatal baby has been able to be educated. Broadly speaking there are two ways to educate prenatal baby. The first is by supplying nutritious and lawful food through his mother so the child can grow up healthy and smart. The second is parents, and even people around him should behave well and avoid bad deeds so that the baby can be a pious child as its Fitrah. Abstrak: Berbagai hasil penelitian para ahli membuktikan bahwa anak dalam kandungan sudah dapat menerima rangsangan dari luar, terutama bayi yang telah ditiupkan roh kepadanya. Dalam QS al-A’raf/7: 172, digambarkan bahwa bayi mampu berkomunikasi dengan Tuhan menyatakan kesaksiannya bahwa Allahlah Tuhannya. Dengan dasar itu, anak dalam kandungan sudah dapat dididik. Yang sangat berperan mendidik anak dalam kandungan adalah ibunya dibantu oleh ayahnya. Secara garis besar ada dua cara mendidik anak dalam kandungan yaitu: 1 Menyuplai makanan bergizi (baik dan halal kepada bayi melalui ibunya sehingga anak dalam kandungan dapat berkembang menjadi sehat dan cerdas. 2 Ibu dan ayahnya, bahkan orang-orang di sekitarnya harus berperilaku yang baik dan menghindari perbuatan-perbuatan yang jelek, agar anak dapat berkembang menjadi anak saleh sesuai fitrahnya.

  6. Pemikiran Abdulkarim Soroush Tentang Persoalan Otoritas Kebenaran Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badarussyamsi Badarussyamsi

    2016-08-01

    Full Text Available This article discusses the thought of Abdulkarim Soroush on the relation between the truth claim of religious understanding and the emergence of religious authoritarianism. Truth claim can raise the tyranny of religion when there is an attempt at the ideologization of a religious understanding to political and power sphere. Some questions to be answered here include: why does religious truth claim emerge, and how does Soroush deconstruct religious truth claim? Why does Soroush reject the paradigm of religious ideologization, and how does he promote the democratization of the relation between religion and politics? This article reveals that religious truth claim emerge due to the absence of consciousness to distinguish between religious understanding which is temporal and profan and the very religion which is eternal and sacred.  Attempts at ideologizing religion represent the lack of consciousness to distinguish between religion and politics, as this lack can degrade the divine value of religion to its worldly and human character. The ideologization of religion can result in tyranny in the name of religion, and accordingly give the monopoly of power to a certain religious understanding while rejecting others.

  7. INTEGRASI UNSUR HUMANISASI, LIBERASI DAN TRANSIDENSI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masbur

    2016-01-01

    Full Text Available Islam is a religion of tolerance for adherents and giving attitude to provide benefit to the nation in various dimension of life. Humanization is the planting of Islamic values towards the human nature through education. Humanization of education means the whole element in education that reflects the integrity of the human being and to help people become more humane. Liberalism as a doctrine of freedom is the right of every human being. Giving freedom is a recognition of human dignity, the basis concept of humanism. The values of freedom in Islam would not exist if it is not based on a deep feeling in one's personal, community needs, obedience to God and human values. Islamic education as a process of humanization require the principle of freedom to develop the potential of learners optimally. Liberalism as a doctrine of freedom is the right of every human being. Nobody is willing pressed or deprived of his rights. Therefore, every human being has the right to get freedom. Giving freedom is a recognition of human dignity, the basis concept of humanism. The values of freedom in Islam would not exist if it is not based on a deep feeling in one's personal, community needs, obedience to God and human values. Islamic education as a process of humanization require the principle of freedom to develop the potential of learners optimally. Implementation of education it is impossible to reach the goal or target if they do not give freedom. transcendental dimension of transcendence is to grow in culture. Such social sciences, then Muslims will be able to straighten out steps the development of science that's happening now and can dampen social unrest and other criminal acts that currently characterizes the lives of many. Islam contributes good activity, but in accordance with the Shari'a should implementation predetermined.

  8. URGENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGEMBANGAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salmiwati Wati

    2013-02-01

    Full Text Available The function of Islamic education as one of compulsory subjects is to form the students’ character in order to be obedience and tolerance muslims. Thus, they can accept multicultural system and reject any form of oppresses because of diversity. It can be specifically seen from the objective of the lesson which aims to create Indonesian citizens to be  diligent worshipers,  good ,  knowledge, intelligent, honest, wise, discipline, and tolerance muslims. They also should keep the harmony and develop religion and culture in the schools.

  9. Rehabilitasi Anak Berhadapan Dengan Hukum Dalam Perspektif Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Barid Nizarudin Nizaruddin Wajdi

    2017-03-01

    Full Text Available This paper describes the stages of the implementation process of social rehabilitation of juvenile delinquents and children in conflict with the law. Social rehabilitation carried out to change the behavior of the client. The method used was qualitative research methods with descriptive studies in LPKS ABH Nganjuk. The results showed that social rehabilitation at the center of social rehabilitation, divided into eight phases of the rehabilitation process, the initial approach phase, admission, assessment, planning, intervention, implementation of interventions, resocialization, further guidance, and termination. In its implementation, there are factors inhibiting and supporting the social rehabilitation process conducted. Approach of Islamic spiritual is referred to as “Islamic psychotherapy”, it is a process of treatment and healing of mental disorders, spiritual, moral and physical victims through the guidance of Allah, Prophets, and their heirs. Therefore, Islamic spiritual approach is wider to be developed.

  10. Agama dalam Perjalanan Gangguan Mental Psikotik dalam Konteks Budaya Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Subandi

    2013-12-01

    Full Text Available The inter relationship between religion and mental illness is very complex. Religion can be an effective therapy but it can also be the trigger of mental illness. This study aims at exploring religious and spiritual issues among psychotic patients. This study employs a qualitative case study method. The subjects were 7 patients who suffered from a first episode psychotic disorders. They were recruited based on the diagnosis provided by two mental hospitals in Yogyakarta. Data were collected through interviews and observations, either directly to the subject or to the family caregivers. Several themes in this study showed that religion had a role in triggrering psychotic disorder through internal moral conflict and external conflict between particular religious groups and traditions. Some religious issues were also present in the symptoms of psychotic disorder particularly in the content of delusion and hallucination. Meanwhile, religious coping played an important role in the process of recovery. Participants understood that their illness was their destiny (takdir which had to be accepted (nrimo. Acceptance of participants’ destiny did not associate with fatalistic attitude. On the contrary, their understanding that the illness was from God meant that it could be cured. This understanding provided a light of hope which ignited their effort (usaha to solve their problem. Keywords: course of mental illness, religion, religious coping

  11. Kinetic Studies of Alkaline Phosphatase from the Liver of Agama ...

    African Journals Online (AJOL)

    group of catalytic proteins (enzymes) that have the ability to ... was determined by the method of Biuret (Gornall et al.,. 1949) using ... The result indicate that the enzyme has an optimum. pH of 9.9. ... Total protein (mg) Total activity. (x10-4).

  12. PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI DI MADRASAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Salim

    2016-03-01

    ملخص: تنوّع تحديات حياة الناس الإندونيسيين في المستقبل وظاهرة نتائج التعلم السيئة لدى الطلاب اقتضت الحكومة لتجديد النظام التربوي بتغيير المنهج الدراسي، ويسمى الجديد بالمنهج الدراسي 2013. ومن مميزات هذا المنهج الجديد هو استعمال المدخل العلمي في تدريس جميع المواد في المدارس وفيها تعليم مادة التربية الإسلامية في المدارس الإسلامية، مع أن صحة المعارف في مادة التربية الإسلامية اعتمد كثيرا على الصحة غير العلمية المطرودة في نظام المدخل العلمي. بحثت هذه المقالة في تطبيق المدخل العلمي في مادة التربية الإسلامية في المدارس الإسلامية. في تطبيق المدخل العلمي في مادة التربية الإسلامية في المدارس الإسلامية بجانب الاهتمام بالقواعد العلمية عامة، على المدرس أن يهتم ببعض الأمور ليسير التدريس سيرا جميلا. وهذه الأمور هي أن المدخل العلمي لا ينقص أو لا يزيل الصحة العقدية إلي الصحة الامبيريسية، وأهمية الجمع بين الموضوع الذى له صحة عقدية وبين العلمية البحتة، وإعادة العرض عن معيار الكفاءات في مادة التربية الإسلامية في المدارس الإسلامية، وأهمية تنمية مهارات المدرس وكفاءاته وتجديداته في عملية التعليم.   Keyword: Pendekatan saintifik, pelajaran PAI, madrasah

  13. Kepemimpinan dalam Agama Hindu Studi Naskah Lontar Nitipraya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Hidayat

    2009-06-01

    Full Text Available In Bali, it has been a long tradition to write on such palm leaves. Several of thosemanuscripts contained leadership stories. This reseach utilized content analyzesapproach and Roland Barthe's semiotics post structural method. Leadership thoughtsin Nytipraya manuscript called siksakarya described through the nature and behaviorsof crow and rooster. This manuscript is full of very good moral lessons for leaders. Inadditional to moral lessons contained in siksakarya, there is also Pancaksara lesson.This thought guided someone in order to free from dissasters and suffers coming fromall directions. To achieve this goals, someone has to follow self-approach stages to theGod (Sang Hyang Widhi including tapa, brata, yoga and meditation stages. All aredirected to basic human goals as in Hinduism concepts of dharma, artha, kama andmoksa.Key Words: Palmyra Palm, Leadership, Siksakarya, Pancaksara

  14. RELASI AGAMA DAN SAINS DALAM PANDANGAN MEHDI GOLSHANI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarif Hidayatullah

    2017-03-01

    Full Text Available The Research aims to know: (a How about Mehdi Golshani’s thoughts   on relationship between science and religion?, and, (b How about relevancy Mehdi Golshani’s thoughts  for developing of  science and religion scientifically. So, the material object of the research is Golshani’s thoughts   on relationship between science and religion that is studied with using epistimology as it’s the formal object.  Results of the research that: firtsly, Golshani used terms of   “the sacred sciences” and “the secular sciences” for understanding to relationship between the science and the religion. Then, his idea on “the sacred sciences” developed by him becomes “Islamic Science”.  He defines that the “Islamic Science” is a kind of science that has   a weltanschauung which it based on the Quran values. Here, Golshani stresses on an importance to develop the Quran epistemology in Moslems society in modern era now.  Secondly, to create ideal   expectations in the relationship between science and religion and its benefits for humankind and harmony in the universe, Mehdi Golshani’s thoughts and implementable offers, especially  for developing  natural sciences in the Moslems society, are an urgent thing and properly considerable. Keywords: “the sacred sciences”, the “Islamic Science”, the Quran epistemology

  15. Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Bangsa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syaiful Anwar

    2017-08-01

    Full Text Available Character education must be grounded in basic human character that comes from universal moral values (absolute sourced from revealed religion which is also called the golden rule. Character education can have a definite purpose when grounded in the values of the base character. According to psychologists some basic values of the character is the love of God and His creation (nature and content, responsibility, honesty, respect and courtesy, compassion, caring, cooperation, confident, creative, hard work and unyielding, justice and leadership, kind and humble, tolerance, love of peace, unity and love. Another opinion states that the basic character of man consists of: trustworthy, respect and attention, caring, honesty, responsibility, citizenship, honesty, courageous, diligent, disciplined, visionary, fair, and integrity (compare with the nature of the Prophet Muhammad.

  16. Pendidikan Agama Islam dalam Lanskap Post Tradisionalisme Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Susanto

    2014-01-01

    Full Text Available This paper is interested in exploring the most recent current of thought belonging to the younger generation of Indonesian intelligentsia. This current of thought is known by many as post-traditionalism. While discussing some of its most notable traits, this paper tries to show that the school of thought –while being intellectual and discursive- is also concerned with the state of education in the country. The paper argues first and foremost that the advent of this school was due to the poor quality of religious discourse in the country. By means of critical approach and “leftist” epistemology, this group tries to subvert the existing discourses, which it considers irrelevant. Since these irrelevant doctrines were encapsulated in the educational institutions, the practical and strategic way to dismantle these doctrines is by deconstructing their educational system on the one hand, and by reconstructing the new one; the one that reflects the universal and humanitarian values of Islam such tolerance and understanding.

  17. Menimbang Gagasan Farid Esack Tentang Solidaritas Lintas Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fawaizul Umam

    2014-01-01

    Full Text Available Inter-religious conflict has been part of the history of religions. To the dismay of many, the conflict has escalated from time to time overshadowing the benevolent nature of religions as a blessing for mankind. Hence, instead of addressing the formidable problems of poverty, backwardness, ignorance, injustice, oppression and the like, people of different religions in one way or another are dragged into the acts of violence. It is this unfortunate development in the history of religions that we are interested in discussing by appealing to the ideas of Farid Esack who has established himself as an international scholar of Islam. We portray Esack as a man whose attention is being paid solely to promote the inter-religious dialogue with a single purpose in mind, to push peace and harmony for all regardless of their race and religion. We are particularly interested in developing further the idea of what he calls a “productive dialogue” in which an awareness of religious solidarity constitutes an integral part. We will try to expose the “hermeneutics of awareness” to get a better idea of what Esack is trying to do as far as social harmony is concerned. Within this scheme we will also discuss some other related issues such as the problem of pluralism and liberation. We argue that Esack sees the problem of social harmony as essentially theological and not simply political. It is therefore the task of religion—and not simply of politic—to deal with such problem.

  18. PERGESERAN POSISI AGAMA DALAM UNDANG-UNDANG PENDIDIKAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Saerozi

    2013-06-01

    Full Text Available The Shift of Religious Position in the Education Laws of Indo- nesia, A Study on the Principles and Objectives of National Education. The position of religion as root of national education is finally affirmed by the 1989 and 2003 Laws of Education, well over half a century since Indonesia’s first Law of Education enacted in 1950. The main thrust of this study will be focused on analyzing the shift of religious position in the principles and objectives of national education. The author maintains that in the last Law of Education, religion recieves a much more important and strategic position which gave more weight as the root of education in the formulation of national education’s foundations and objectives. This shift clearly related to religious-nationalist parties in the House of Representatives as well as grass root groups that support them. It is observed, however, that the strengthening of religion position does not happen at the expense of the Pancasila and the Constitution of 1945.

  19. PEACEFUL JIHĀD DAN PENDIDIKAN DERADIKALISASI AGAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulasman Sulasman

    2015-06-01

    *** Pondok Pesantren Miftahul Huda semula identik dengan gerakan “radikal” baik karena pandangan eksklusivismenya dalam beragama, kritisisme terhadap Pemerintah, maupun karena keidentikkan beberapa personalnya dengan gerakan DI/TII dan FPI. Sejalan dengan dinamika internal dan eksternal, pondok pe­santren ini pun mereorientasi gerakannya dari jihād fisik ke jalur pendidikan dan dakwah damai atau dalam perspektif Lukens-Bull dikenal sebagai jihad damai (peaceful jihād. Proses menjinakkan diri dan gerakannya, yang dikenal dengan deradikalisasi, dilalui oleh pondok pesantren ini dengan enam cara, yakni inter­nali­sasi nilai-nilai pesantren, perluasan perspektif keislaman, adopsi sistem sekolah, pendidikan hubb al-waṭan, penggunaan local wisdom, dan pendidikan keterampilan. Upaya deradikalisasi yang dilakukan Pondok Pesantren Miftahul Huda berkisar pada tiga strategi, yakni pencegahan, pemeliharaan budaya damai, dan pemulihan bagi yang terdampak radikal. Hasilnya, para santri, alumni, dan pesantren yang tergabung dalam sistem jaringan Pondok Pesantren Miftahul Huda muncul dalam wajah damai, moderat, dan toleran.

  20. MENANGKAL GENOSIDA AGAMA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amru Almu’tasim

    2016-03-01

    Full Text Available Diversity has become a part of history and the reality of human life, so he was a natural phenomenon whose existence can not be denied. But in concrete reality, diversity has made man trapped in a destructive attitudes. The existence of conflicts between different communities with a background of SARA (Tribe, Religion, Race and intergroup. Of the many triggers, the factors of religious differences, even differences in religious ideology, is a factor that can not be excluded. Cases of violence and war in various parts of the world, shows how religion has been used as a means of "destruction" of humans, where it is so contrary to the teachings of all religions It shows that for centuries, the history of interactions among religious is much influenced by suspicion and hostility on the pretext can achieve the pleasure of God and for the sake of spreading the good news that comes from the Almighty, in terms of truth, every religion teaches peace, togetherness at once to spread the mission of the benefit   Keywords:  Multicultural values,  Islamic education, Religion

  1. Tinjauan Filosofis Guru Pendidikan Agama Islam Humanis-Multikulturalis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftahur Rohman

    2018-06-01

    Full Text Available As a millennial generation, learners tend not to have maturity in thinking. The seeds of exclusive, intolerant, even radical thought become an alarming threat. Moreover, teachers as educators play a substantial role in introducing the values ​​of humanism and multiculturalism. With the study of library research and analysis with content analysis method, this research tries to formulate the concept of Islamic religious education teacher of multiculturalism to the generation of humanist-democratic Islam. The results concluded that multicultural education becomes an alternative solution to overcome the disintegration of the nation that began to occur. Teachers as learning facilitators should design learning that supports the implementation of multicultural education. Terefore, it needs a multicultural typology teacher who can appreciate the deversity, upholds human rights and justice, avoiding theological justification and truth claims, and non-constructive anti-criticism. It can be concluded that it has implications on the achievement of true Islamic education objectives, namely to educate students academically, spiritually, and socially.

  2. Teologi Kapitalistik : Catatan atas Cara Pandang Masyarakat Modern Terhadap Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khoirul Faizin

    2011-11-01

    Full Text Available As a cultural movement, globalization has presented the differences that tear do wn the totality and unity of values and beliefs .Global culture is characterized by the integration of local culture into the global order.  Accordingly ,various foreign cultural values become the bases of the formation of sub-culture that stands alone with the freedom of expression. As a cultural movement, it brings the differences that under mine the totality and the unity of values and religious beliefs. This climate conduci ve to these different ways of life and then spawns a widespread individualization process, which turns man away from the general context. This massive shift can be seen in the so-called “privatization of religion”, the process of individualization in the appreciation and religious practices. Revitalization of religion is needed to restore the basic values of religion that have been secularized. Religion must come back as a legitimate sovereign social values and piety . This sovereignty of religion should be structured as a strategy for revitalizing religion in the lives of individuals and social piety .  Thus,religion as a sovereign authority regulates individual piety personally and socially .However, the sovereignty of religion should give a wide freedom for individuals to perform the function of religion in accordance with the present context.

  3. TEOLOGI BURUH : Agama dan Sikap Pasrah Perempuan Buruh Sanggan Batik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Rahmawati

    2015-06-01

    Full Text Available This qualitative descriptive research aimed to describe in detail the meaning of the values of religion and expression of women's resignation batik workers in the struggle of the production process, and the factors that influence it. Research was taken place in Pekalongan city and data obtained through observation, interviews, and literary studies. The results showed that deep belief in God is the foundation of understanding of the value of religion in the world of work as well when they interact with the skipper and other workers. The expression of resignation is seen almost in all stages from raw material procurement, production to marketing. Surrender women sanggan also evident in labor relations and outside the employment relationship, which is due to the fact that the religious elite is skipper and social conditions of patriarchal religious culture.

  4. STRATEGI PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM BERBASIS BALANCED SCORECARD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Machasin Machasin

    2011-12-01

    Kajian ini merupakan kajian kebijakan, yang menggunakan STAIN di Jawa Tengah sebagai obyek penelitian, dengan pejabat fakultas, mahasiswa, pegawai, dan lulusan yang menjadi obyek analisis. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, dengan perspektif stakeholder, pejabat administratif dan keuangan, proses belajar mengajar, etos kerja, budaya, dan dan good governance. Hasil dari lima perspektif ini menunjukkan adanya perbedaan implementasi, sementara dari perspektif pengelola administrasi dan keuangan menghadapi masalah yang sama yaitu tidak optimalnya unit-unit perawatan sehingga masih kecil kontribusinya bagi perolehan STAIN.

  5. POLIANDRI PADA MASYARAKAT: STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA PARIAMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Makmur Syarif

    2016-12-01

    Full Text Available The purpose of this research is to determine factors that cause Poliandry cases, both lead some people to chooce and facilitate poliandry in Padang Pariaman. Qualitative research  by using normative law or doctrinal law methods was used. data taken from interview to some informants was analyzed thematically based on the indicators of the study. The result of the study showed that some factors may facilitate people to have poliandry. They are the low educational level, the willingness to make the marital commitement, both the view of  figh and positive law. The cases of  Poliandry  especially for write recorded marriage, and divorce are due to the the lack of comprehension on the a marriage legallity and illegallity beside the knowledge limitattion related with the ban in a marriage before a divorce formally or legally approved. It could be considered by the the office of religious court to educate its societies on the effect of Poliandry.

  6. PUTUSAN VERSTEK PADA PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA PAMEKASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Susylawati

    2011-01-01

    Full Text Available Ideally, in investigation of divorce case of husband and wife attend in assembly.With attendance of the spouses, judge will be more easy to strive the peace mentioned above. Ironically, in practice is sometimes wife or husband in capacities as requested / sued have never attended or if to give the authority at a advocate, the side requested / sued have never attended to conference. Pursuant to section 125 HIR to express that if sued absents to face the assembly and do not order others ones as its proxy, hence the accusation will be granted with decision the outside attending of sued ( verstek decision. From result of research obtained by conclusion that is; First, which cause to be requested / to be sued never absents at divorce case raised by applicant / plaintiff so that resulting the verstek decision in Religion Justice of Pamekasan, for example: because shame, so that the session will take place quickly, because sued / requested is shy and or fear to deal with trial, and there is still some of village headman and or modin still have a notion, society in a countryside must inform if they will divorce. Judge of Religion Justice of Pamekasan assess the evidence appliances raised by applicant / plaintiff in divorce case decided by verstek guiding at HIR and also regulation of other constitutions. In the verdict of divorce case, judge council of Religion Justice of Pamekasan only relates at evidence appliance raised by plaintiff / applicant.

  7. Model Integrasi Sains dan Agama dalam Pendidikan Nasional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    muhammad miftah

    2017-12-01

    Full Text Available Religious education in elementary schools so far only serves as a complement of the learning process. The attention and commitment of the government in developing religious education is still limited in fulfilling the obligations of the existing laws and regulations. Themes that are presented in the 2013 Integrative Thematic Curriculum provide new hope in the learning of religious education which will be juxtaposed with other subjects in the learning process. The 2013 Curriculum was created due to the deviant behavior among learners ranging from moral decline and loss of ethics of Indonesian students. New breakthrough in the 2013 Curriculum is expected to answer various social problems that have long proliferated in the world of education. In this paper, we try to reveal the model of religious integration with the existing science in the new curriculum which can be found from the unification of the subject matter through the integration of the basic competencies of each subject into a theme related to nature and environment in everyday life. The subject matter is broke down into several themes which are expected to enable students to understand the subject matter holistically or comprehensively and not partially (piece by piece.

  8. Penilaian Berbasis Kelas pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Baharun

    2016-09-01

    In this case, the evaluation or assessment should be viewed as one of the important factors that can give an idea to the teacher about the condition of learning activities they have implemented. These activities continue to be carried out so as to provide information to teachers on learning activities, both in terms of process and output of activities that have been carried out.

  9. Sinkretisme Agama dan Budaya dalam Tradisi Sesajen di Desa Prenduan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aminullah

    2017-06-01

    Full Text Available It is an obvious fact that culture and religion are often inseparable. For Muslims, some of cultures they live in are sometime not in line with their religion teachings. One of the examples is offering tradition. It is considered shirk for some of Islamic leaders. But then, it is still maintained by people in Prenduan, where the majority is Islamic believers. This shows that this tradition is a syncretic practice combining religious and culture. This research is aimed to investigate the syncretic process and value of offering tradition. Phenomenological approach is used in this study. Data are collected used interview, observation, and documentation which combined in the field notes and analyzed through data reduction, categorizing and making sense of the essential meanings of the phenomenon. The result shows that syncretic process in Prenduan was started from the old offeringtradition which was difficult to stop and the decrease of Prenduan people understanding of the tradition. So that, the Islamic leaders tried to modify the tradition, taking advantage of the limited understanding, by bringing Islamic teachings in people belief and their way of doing offering tradition. This study concludes that syncretic value of the tradition is in the way of doing and the belief of Prenduan people about the tradition.

  10. Sinkretisme Agama dan Budaya dalam Tradisi Sesajen di Desa Prenduan

    OpenAIRE

    Aminullah

    2017-01-01

    It is an obvious fact that culture and religion are often inseparable. For Muslims, some of cultures they live in are sometime not in line with their religion teachings. One of the examples is offering tradition. It is considered shirk for some of Islamic leaders. But then, it is still maintained by people in Prenduan, where the majority is Islamic believers. This shows that this tradition is a syncretic practice combining religious and culture. This research is aimed to investigate the syncr...

  11. Pendidikan Sains Berbasis Agama untuk Membangun Hidup Sehat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Darda

    2016-12-01

    Full Text Available Term of halalan in the religion means allowed, whereas in the sciencemeans healthy. Conservative aspect of faith-based on science educationprovide an explanation of the blood from the values of religion and science.From the religious point, blood (ad-dam was haram consumed, while scienceexplains that the consumption of blood is harmful to health. The scientificinformation can help us understand the secret dimension (hikmahprohibition of the blood, that the Lord of Maintaining His servants. Role ofscience education that based on religion is warning people to choose whichis lawful and what is not lawful; which thoyyib and which is not thoyyib.Eating liver and spleen in the perspective of religion is lawful, whereasfrom the perspective of science, it is allowed in limited quantities. Childrenshould consume these types innard, but parents should not. Finally, therole of creative-innovative science education based on religion is warningpeople to make food based on scientific and religious-minded as theembodiment of the values halalan-thayyiban in civilization. This articleaims to explore the role of science education based on religion in increasingawareness of scientific and religious, particularly those associated withblood in personal and social life. Through the methods of literature authorsconcluded the important of optimize the role of conservative criticismevaluative,and creative-innovative science education based on religion toimprove people’s attitudes and behaviors with the blood according to thevalue of halalan-thayyiban.

  12. Pengaruh Pemahaman Ajaran Agama Islam Terhadap Kualitas Moral Remaja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Budiman

    2017-12-01

    Full Text Available The purpose of this research are to explore the student’s comprehension of Islamic knowledge in the high school or similar institution in Pronorogo, to explore the teenager moral’s quality in the high school or similar institution in Ponorogo, and to explore the influence of comprehension of Islamic knowledge on teenager moral’s quality in Ponorogo. This research focused on three different institutions, which is the state school, Islamic madrasah schools, and Islamic boarding school known as pesantren. The object of this research is the students on high school’s age period, because in this period, students should has to learn many Islamic knowledge in their school and theirs moral attitude has been built. the result of analysis of research data and r table with N 300 with significance level 5%. The results of data analysis have been able to conclude that the hypothesis in accordance with this research is there is no influence from the understanding of Islamic education materials with the moral development of adolescents in Ponorogo.

  13. Entrepreneurship dalam Perspektif Islam; Meneguhkan Paradigma Pertautan Agama dengan Ekonomi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Darwis

    2017-10-01

    Full Text Available This paper is intended as an additional theoretical insight on the urgency of entrepreneurship, especially in the Indonesian context. Exposure of entrepreneurship in this paper is based on the paradigm of the relation of religious values ​​of the sacred, with economic behavior perceived as something profane. The discussion in this paper begins with a review that reveals the urgency of entrepreneurship in the context of economic development in Indonesia, especially since the beginning of the Asian Economic Community. Discourse of the importance of entrepreneurship is louder voiced by experts because Indonesia is still considered less ready to face free competition. This is allegedly due to the lack of entrepreneurs owned by Indonesia compared to other Asian countries. On the other side of Indonesia, the majority of the population is the Muslims are still entangled with high unemployment and poverty. At this point enggel in this paper is taken, namely the linkage of cultural values ​​and religion with the economic behavior of society in the context of Indonesianness. For that in this paper reviewed about the concept debate from the experts who discuss the relationship between the two entities. Furthermore, the exposure is continued by putting forward the general theory of entrepreneurship as well as the basic discussion about entrepreneurship in Islamic perspectives. Concluding remarks and recommendations for the scientific writing about entrepreneurship more improved both in quantity and quality.   Keywords: Entrepreneurship, Perspective of Islam.

  14. Akurasi dan Akuntabilitas Penilaian Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lubna Lubna

    2014-06-01

    Full Text Available Abstract:     There are a great number of teachers of Islamic religious education who hold a professional diploma and yet have not realized the tasks of competent professional teacher. The four indicators of competent and professional teacher, as these are elaborated in Statutes and Regulations, have not been integrated in teacher performance. This problem must be resolved. It requires a system that can control the implementation of the principles of professional teacher while at the same time does not ruin teacher’s profession and capability. This article offers professional-based assessment and evaluation of teacher performance as a medium for a regular control. This system will be able to measure teacher performance referring to their skills and to avoid deviation in the evaluation between what is taught and the subject being taught concerning teachers’ professional skills. With this professional-based evaluation system, the processes of evaluation and assessment become objective, accurate and accountable.Abstrak:      Banyak di antara guru PAI yang menyandang gelar profesional yang belum sepenuhnya mengusai kompetensi yang menjadi indikator guru profesional dalam pelaksaan tugas di kelas. Empat kompetensi inti guru profesional belum terintegrasi dalam kinerja guru sebagaimana amanah Undang-Undang dan berbagai peraturan yang mengawalnya. Menyikapi fenomena ini, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat mengontrol kinerja guru sekaligus tidak meruntuhkan kredibilitas guru profesional. Tulisan ini menawarkan penilaian kinerja guru PAI berbasis profesional sebagai sistem kontrol yang dapat dilakukan secara berkala sampai tercipta budaya kerja yang profesional. Dengan penilaian kinerja berbasis profesional, akan dapat mengukur kinerja guru sesuai dengan bidang keahliannya, di samping menghindari terjadinya deviasi antara apa yang dinilai dengan bidang keahlian sesuai mata pelajaran. Dengan penilaian kinerja berbasis profesional, pelaksanaan penilaian menjadi lebih obyektif, akurat dan akuntabel.

  15. PENGARUH BUDAYA PATRIARKI TERHADAP PEMAHAMAN AGAMA DAN PEMBENTUKAN BUDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nina Nurmila

    2015-06-01

    Full Text Available Patriarchy is a system that put adult men in central and important position, while others such as women and children are positioned in relation to the interest of the patriarch (adult man. Within patriarchal system, women are positioned as wives whose job is to accompany, complement, entertain and serve the patriarch, while children are positioned as the next generation and entertainer of their father. This system affects the interpretation of religion, in this case Islam. Understanding religion by using patriarchal lenses can produce patriarchal culture which position women as always subordinate to men and that men as always superior to women, such as that men are leaders of women who manage and decide women’s affairs regardless of whether or not the men are capable or fulfilling the requirements of being leader. This religious understanding by using patriarchal lenses causes gender injustice between men and women, which contradicts Islam, as a religion which supports equality and justice and argues against patriarchy. Therefore, new religious understanding by using equal gender perspective, not patriarchal perspective, is needed.Copyright (c 2015 by KARSA. All right reservedDOI: 10.19105/karsa.v23i1.606

  16. Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama Di Perguruan Tinggi Umum

    OpenAIRE

    Kasuwi, Kasuwi

    2006-01-01

    Corruption is often viewed as a social disease representing an endemic problem. The corruption in Indonesia is seriously increasing due to the slow law process of corruption, the non-discouraging effect of the corruption punishment, the easily-spread corruption behaviour, the corruption rooted from traditional values, and the non-transparent governance. Preventive and corrective actions should be taken to deal with corruption, one of which is through public learning.

  17. PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK USIA DINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MAHDI

    2015-07-01

    Full Text Available This study examines the teaching of Islamic Religious Education (PAI for Young Children at Pocut Baren Kindergarten Padang Tiji in the District of Pidie by analyzing learning activities, from the perspectives of curriculum and teaching materials as well as planning and the evaluation system. We utilize a descriptive-analytic approach to field research and look at a variety of literature relevant to teaching religion to young children as a theoretical foundation for our research.The review of school document, field observations, and interviews with the head of the kindergarten and teachers are an integral part of our analytical approach. Our study finds that the teachers of this kindergarten understand the curriculum and have proficiently designed the study plans even though their implementation are at times isolated from the already-designed daily and weekly sketches (SKH and SKM.Furthermore, the evaluation of Islamic religious education in this school is conducted daily and semi-annually (every semester and the results of both tests indicate the overall progress and achievement of pupils. All of this illustrates that the implementation of Islamic religious education at Pocut Baren Kindergarten Padang Tiji has proceeded adequately for the purpose of achieving educational objectives stated in the curriculum. Yet, it still needs the principal’s and teachers’ further innovation and creativity, so that the teaching and learning processes become richer and are in accordance with the development of scientific progress and the dynamics of the new era.

  18. Peran Pendidikan Agama Dalam Membentuk Manusia Yang Berkeadaban Publik

    OpenAIRE

    Fu'adi, Athok

    2012-01-01

    This article discusses juvenile delinquency, corruption, sexual harassment in public, which led to violent seizure of land which led to lives lost, a reckless driver, these are the loss of public civility. Problems that can occur due to economic factors, religious education is not wearing or doing in everyday behavior, which raised the question of how the role of religious education in shaping a civilized human being public ?. Man is a creature of the most perfect, there are many potential in...

  19. Peran Pendidikan Agama Dalam Membentuk Manusia Yang Berkeadaban Publik

    OpenAIRE

    Fu'adi, Athok

    2016-01-01

    This article discusses juvenile delinquency, corruption, sexual harassment in public, which led to violent seizure of land which led to lives lost, a reckless driver, these are the loss of public civility. Problems that can occur due to economic factors, religious education is not wearing or doing in everyday behavior, which raised the question of how the role of religious education in shaping a civilized human being public ?. Man is a creature of the most perfect, there are many potential in...

  20. KRITIK TERHADAP PANDANGAN SIGMUND FREUD: Agama dan Implikasinya terhadap Pendidikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Rahman Barakatu

    2007-12-01

    Full Text Available Freud considers that motivation source of religion behavior is sexual libido. He also states that religion is illusion, its adherent ails neurosis and childish, even he states that believing in God is useless action which handicaps the development of man per-sonality. Even though, he explains the analysis of super ego, but his opinion has implication which ignores the religion education such as adhered by the Western scholars, especially in 19 century. This case invites critics which asking the validity of Freud’s opinion and it is debated from point of view the use of methodology, philosophical thought by supporting empirical reality, and the content of Freud’s comment about religion.

  1. SINKRETISME DALAM AGAMA HINDU DAN BUDDHA DI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Kiriana

    2016-08-01

    Full Text Available In religious life, at first the existence of Hindu and Buddhist very harmonious and contradictory in their home country, namely India. But the two religions in Indosesia seem very harmonious, especially in the era of the Majapahit kingdom. Moreover, the existence of Hinduism and Buddhism in Bali very harmony and even complement each other in practice and spiritual order. Buddhism is very much a substance similar to the teachings of Hinduism. In some Hindu literature was found a lot in common with the essence of Buddhism, and vice versa. Very often found literature-literature that reflects the harmony of both religions, among others: Lontar Siwagama, Kekawin Mahabharata, Ramayana Kekawin, Kekawin Arjuna Wiwaha, Kekawin Bharata Yudha and Kekawin Sutasoma, Sanghyang Kamahayanikan, Bubugsah Gagakaking and so on. By looking at it as if the two religions fused in practice in Bali, especially in the implementation of religious activities such as the ritual tawur agung in connection with the celebration of Nyepi Saka as the New Year.

  2. Inovasi Peningkatan Mutu Pembelajaran Agama Hindu Yang Kontekstual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Kiriana

    2018-02-01

    Full Text Available Religious learning in the era of technology and information will experience many obstacles in the realization if not accompanied by a contextual learning model. Teachings delivered will be more successful if delivered by forming aspects of sense and aspect ratio that can be accepted with common sense. Thus in the learning of religion should make the maximum innovation adjusted with space and time and in tune with the changes and development of the era. Utilization of information technology is very important in the learning of Hinduism for learning purposes can be achieved in accordance with expectations

  3. Pengaruh Budaya Patriarki Terhadap Pemahaman Agama Dan Pembentukan Budaya

    OpenAIRE

    Nurmila, Nina

    2015-01-01

    Patriarchy is a system that put adult men in central and important position, while others such as women and children are positioned in relation to the interest of the patriarch (adult man). Within patriarchal system, women are positioned as wives whose job is to accompany, complement, entertain and serve the patriarch, while children are positioned as the next generation and entertainer of their father. This system affects the interpretation of religion, in this case Islam. Understanding reli...

  4. Kebudayaan dan Agama Jawa dalam Perspektif Clifford Geertz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasruddin Nasruddin

    2016-03-01

    Full Text Available Talking about Javanese culture, anthropologist will often refer to Geertz’s thesis of santri-abangan-priyayi. Geertz’s book, Religion of Java, has been a “holy book” for those who concerns for observing and researching Javanese culture and society. In this context, Geertz has acknowledged a theory of social system of Javanese people. In his another book, Interpretation of Culture, Geertz identifies culture based on the last-concept of Kluckholn. He sets culture as a text which has to be meaningfully interpreted, not only as a concrete manner. In addition, he sets religion as cultural values within is embodied within the meanings. Everyone can interpret and experience those meanings in his own approach. Since Geertz conducted a study on The Religion of Java, the study continues, either agree or disagree with him. This article deliberately take the starting point of Geertz’s studies related to the concept of trichotomies; students, abangan and priyanyi. Although this has led to the concept of trichotomies to pros and cons among scientists, but the thing that needs to be underlined is that Geertz's conception of Islam of Java are a source of inspiration for the study of Islam in Indonesia. In addition, this article not only discusses about Geertz’s concept of religion, but also the concept of Islamic Religion in Indonesia.

  5. Peningkatan Mutu Pembelajaran Agama Hindu Dalam Mewujudkan Perubahan Mental Siswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa A. R. Wulandari

    2018-02-01

    Full Text Available Advancement of science and technology is growing rapidly can lead to positive effects and negative effects on mental students, such as the still many students who are less disciplined in dressing at school or even when following the lesson in the classroom and the lower the morale owned of the students themselves. Seeing such a phenomenon is feared will be increasingly declining mental and student behavior. So in this case the improvement of the quality of Hindu religious learning is very important role for Hindus in particular and not limited to students, because religion is a guide in behaving well in accordance with religious norms that will bring good mental changes in improving attitudes and behavior behavior, personality and budhi pekerti and moral existing in learners.

  6. METODE DAKWAH PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH TERHADAP PASANGAN CALON SUAMI ISTRI DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novaili Novaili

    2016-01-01

    THE METHOD DAkWA DISSEMINATORS ISLAM IN REALIZING   THE    FAMILY SAKINAH   AGAINST   THE CANDIDATE PAIR OF  HUSBAND AND  WIFE  IN  THE OFFICE OF RELIGIOUS  AFFAIRS (KUAMethod of preaching (dakwah by Islamic  instructor  in the  Office of Religious  Affairs (KUA is crucial in providing the applicable provisions of domestic building. Provisions in this case related to tips on building a healthy household and in accordance  with Islamic  guidance,  so  that the husband and wife candidat  can live happily.  With so the divorce rate can be minimized.  Indeed, the man have a unique human being characterized by differences in the character and background of life, so it can unifies the differences in domestic  life. Therefore, awareness is needed  by the prospective couple of husband and wife. However, sometimes the awareness also needs to be driven by someone  else, in this case by Islamic instructor. Therefore, this article seeks to look at the significance of preaching methods used by Islamic instructor at KUA in the counsel of the candidate of husband and wife. The reality preaching methods used by Islamic instructor in KUA can determine the success of the candidate of husband and wife in a family until it reaches the level of happiness or sakinah. In other words, the method according to the preaching that suitable with social context is able to provide a positive impact for prospective spouses.

  7. KAJIAN YURIDIS PENGESAHAN PERKAWINAN DI PENGADILAN AGAMA JEMBER (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Jember Tentang Pengesahan Perkawinan di Bawah Tangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Bukhori

    2016-04-01

    Full Text Available Marriage can be said to be valid if done according to Islamic law and in accordance Law - Marriage Law and the Compilation of Islamic Law. Indonesian legal system does not recognize the term under the hand mating, marriage Sirri and the like, and do not set out specifically in a regulation. For those who do not register marriages considered invalid in the eyes of the law and did not get a marriage certificate as proof of the validity of a marriage is authentic. But in the Compilation of Islamic Law article 7 paragraph (2 states: "in the case of marriage can not be proven with a marriage certificate can be submitted ithbat nikahnya Religious Court". Moderate paragraph (3 states ithbat marriage that can be submitted to the Court with respect to religion; a. Their marriage in a divorce settlement, b. The loss of a marriage certificate, c. The existence of doubt on the legitimacy of one of the conditions of marriage, and d. Marriage occurred prior to the enactment of Act 1 of 1974 on marriage, e. Marriages performed by those who have no impediment of marriage according to Law No. 1 of 1974. To address this problem researchers use empirical normative approach. As is the normative approach is an effort to bring the issues examined by the normative law. While the empirical approach is an attempt to approach the issues examined by real law or in accordance with the reality that exists in the community. The source of the data in this research is purposive sampling and techniques used in data collection are: 1.Observasi, 2. Interview 3. Documentation. Related to this research, analysis of the data used is descriptive analysis. Namely the operation of the data by describing the social reality / empirical (in this case the products of court decision, with the existing theory (laws that are relevant to the case The results of the study show that the first: Jember Religious Court granted the petition would remain despite the legalization of marriage marriage under the hand, all the marriage was held meet Islamic law and the marriage does not violate the prohibition on marriage datur in Article 8 to Article 10 of Law No. 1 of 1974 in conjunction with Article 39 through Article 44 Compilation of Islamic Law. Second: The judges Religious Court Jember will still grant Type Approval of Marriage in the Lower Hand / ithbat marriage if the marriage of the applicant that has been done previously qualified and harmonious marriage despite his marriage under the hand / marriage Sirri, that into consideration Court judge Religion Jember is benefit for the Petitioner and the child's future ratification applicant wedding / marriage istbat. Key Word: Overview juridical Marriage Endorsement.

  8. MEDIATISASI AGAMA (PEMBINGKAIAN MEDIA KOMPAS.COM TERHADAP ISU PEMERKOSAAN OLEH OKNUM PENGASUH PESANTREN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syihabul Furqon

    2017-12-01

    Full Text Available Framing analysis, methodically is used to dissect discourse impulses that leading to stigma crystallization. Media frames an issue by using language tools and plays a subconscious role in the attitude and understanding of society. Although, basically, every media does framing, but the problem that comes next is when this framing becomes an interest to postulate the lame proposition socially and logically. This research efforts to analyze in narrative about how religion is mediated by Kompas.com, through framing information issue about the Rape by the Board of Pesantren issue in framing analysis of Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki. In conclusion, the Kompas electronic media framing gives rise to a certain tendency toward the negative stigma of pesantren in the public through a narrowing of news content in the media, especially from the interpretation and reporting analysis that revolves around closed syntactic and syntagmatic interactions.

  9. EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWERPOINT TEMA AGAMA DI KB-TK ASSALAMAH UNGARAN KABUPATEN SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akaat Hasjiandito

    2016-10-01

    Full Text Available Assalamah Playgroup-Kindergarten as one of the early childhood institution seeks to develop innovative learning models by using interactive learning cd developed by teachers. The purpose of this study was to determine the validity of the media developed by teachers and to know how big the effectiveness of instructional media used in learning activities.The method used in this research is to use an experimental method that is pretest-posttest control group design that compares the learning achievement of children before and after treated learning by using power point learning cd and compared between the experimental group and the control group.Results from this study are media generated was declared invalid. It is based on data obtained from experts and materialvalidator. In addition to a valid media used in learning with religious themes on Assalamah Playgroup-Kindergartenin Ungaran also effective in the learning activities, it can be seen from the rise in learning outcomes among students, especially in kindergarten B.

  10. KEBERAGAMAN ELEMEN BUDAYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR ISLAM DI MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triyo Supriyatno

    2017-01-01

    Full Text Available The education system in Indonesia requires multicultural education model for Indonesian society which has cultural diversity. The Government has made efforts in disseminating the concept of multicultural education before applying it as a representative model relevant for every level of education, but it still needs condition of situational diversity in the reality of people’s life in order to be the spearhead of success in education. The case study implemented qualitative approach and its participants were PAI teacher selected through purposive sampling. The result of in-depth interviews, classroom observation and documentation were analyzed using qualitative description. The findings show the application of elements of various cultures in the teaching of PAI which has been identified as a mechanism to develop relationship, to confirm the universality of Islam, dakwah method and the requirements of curriculum. It also reveals some existing obstacles in implementing these elements, namely the constraints of teachers, lack of reading and less training. Although this study showed that PAI teachers in this study attempted to implement various cultural elements in their teaching, the level of implementation of these elements is still at an acceptable level. Hence, the PAI teachers must enhance their understanding, knowledge, skills, and expertise to improve and develop their skills in applying the elements of multicultural education in the learning of PAI.

  11. PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PENGADILAN AGAMA MARTAPURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rezky Handayani

    2016-04-01

    Full Text Available This  Research  aims  to  analyze  the  influence  of  motivation  and  discipline  of good work simultaneously and partially on the performance of employees in the Religious M artapura. Objects of this study is the Religious Martapura located at Jalan Albasia Banjar Regency.  This research is quantitative research that aims to clarify (Explanatory Research with  a  saturated  sampling  techniques  in  data  collection.  Data  obtained  by distributing  questionnaires  to  44  civil  servants  at  the  Religious  Martapura, located in Banjar Regency, South Kalimantan. Data were analyzed by multiple regression with SPSS.  The  results  of  hypothesis  show  that  the  three  proposed  hypotheses  can  be accepted,  so  it  can  be  concluded  that  the  motivation  and  work  discipline significantly affect on employee performance the Religious Courts Martapura either partially or simultaneously.  Keywords :Motivation, Work Discipline, Performance

  12. PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA DIPANDANG DARI SUDUT AGAMA, SEJARAH SERTA DASAR HUKUMNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuty Sariwulan

    2011-03-01

    Full Text Available Indonesian Muslim community at this point will have a choice of a sound banking system and trusted to accommodate their needs for banking services, in line with Islamic principles based on the Qur'an and Hadith. With the rapid growth of Islamic banking in Indonesia, then it became clear that Islamic banks are desired by the majority of Muslim society in Indonesia. Characteristics of Islamic banking include: suppression of ongoing imposition of interest, limiting the unproductive speculative activity, financing is addressed to the lawful efforts in accordance with Islamic principles, and operating profit-sharing system. Determining the amount of profit sharing between the bank and the customer is based on the agreement in a written agreement between both parties. The main differences between conventional banking Islamic banking is the prohibition of riba (interest for Islamic banking. Thus, the paying and receiving interest on money borrowed and lent prohibited. Furthermore, because the basis of operation is based on sharia, it was natural this institution is an alternative institution that is expected to eliminate the doubt, especially among Muslims.

  13. RADIKALISME ATAS NAMA AGAMA: Tafsir Historis Kepemimpinan Nabi Muhammad di Madinah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inayatul Ulya

    2016-02-01

    Full Text Available Lately the radicalism on behalf religion has been exposed more often through the media in the form of terror, bombing, some violent actions and a variety of other religion crime packaged. Religion is regarded to become a precise media as the reason for the emergence of terrorism. Religion in this matter is too sensitive for pitting on behalf of political expediency. The consequence of the radicalism movement in the name of religion can be bad record because religion should has been called for in peace. The emergence of issues and phenomena of Islamic radicalism become the transnational discourse which cornering the Islam and became a new challenge for Muslims to answer it. Islamic radicalism became a historical phenomenon and also sociological becomes a much talked in the political discourse and global civilization. The consequence of the discourse is then popped the stigma that felt less comfortable for Muslims. For example: the stigma about the Islamic radical movement, the Islamic hardliners, fundamentalism, militants, extremists, right Islam, to terrorism.

  14. BUKU PAKET PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH DASAR: Tinjauan terhadap Problematika Pemanfaatannya di Kota Gorontalo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Sadli Mustafa

    2017-12-01

    Abstract: This study aims to reveal about the problematic use of Islamic Education (PAI book in elementary school in Gorontalo city by using qualitative research method. Two of state primary schools targeted for this study were chosen purposively con­sis­ting of one school categorized as a pre-eminent school or achievement, and one unscientific or outstanding school in the city of Gorontalo. Data were collec­ted through observation, interview, and documentation techniques. The results in­dicate that the availability of PAI books is still very limited, especially for grip learners both curriculum 2013 (K. 13 and Education Unit Level Curriculum (KTSP. Mecha­nism of utilization of book of PAI still use classical way that is by lecture method and group discussion and by utilizing class and mushalla in doing practicum. Obstacles encountered especially by learners from the material side are their dif­ficulties (especially class 1 on materials that use Arabic in K.13. Educators (PAI teachers are also still difficult in applying K.13 because there is no socialization K.13 specifically for subjects PAI SD.

  15. EFEKTIVITAS MEDIASI DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Saifullah

    2015-10-01

    Full Text Available Mediation as one of Alternative Dispute Resolution (ADR is seen as a way dispute resolution humane and just. Humanist because the mechanism decision-making (the peace agreement become the authority of the parties dispute and maintain good relations. Fair because each party negotiate to option a problem solution from his problem and outputs a win-win solution. Therefore, dispute resolution with litigation is becoming obsolete and people turn to mediation. Through the Supreme Court Regulation (Perma No. 1 In 2008, mediation has been integrated into the proceedings in the court system. Every civil matters must completed first by way of mediation. Each judge's decision not by way of mediation first, the decision shall be considered null and void. This paper discusses the effectiveness of mediation in the settlement of divorce cases in the Religious Court Central Java, because of a divorce case is a matter of the highest ranks in the Religious Court. The focus of the study is the implementation of divorce mediation cases, mediation success standard divorce cases and the litigants public response to the peace efforts through mediation procedures

  16. Pendidikan Agama Pada Sekolah Luar Biasa (Studi Kasus SDLB Dharma Asih Kota Pontianak, Kalimantan Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustiani S

    2009-12-01

    Full Text Available Islamic religious education has been implemented in a special school.But until now there are constraints that hinder implementation of suspectedIslamic religious education in exceptional schools. Obstacles include theMinistry of Religious Affairs had prepared a special religious teachers whoare ready to teach in exceptional schools. Ministry of Religious Affairs has notprovided guide books for religious education exceptional schools. This researchwas carried out in SDLB Dharma Asih in Pontianak, using a qualitativeapproach. Data collection techniques used includes interviewing techniques,observation, and documents. SDLB Dharma Asih in Pontianak basicallyhas to do three main activities of the implementation of religious educationcurriculum, which is making the program, learning implementation, andevaluation. In the process of learning at this school there are several factorssupporting and threatening. Supporting factors include teachers, principals,foundations, government agencies and the community. While the factors thatstill need to be developed to facilitate the learning process is a means amongothers of special books for religion in SDLB.Keywords: Implementation, KTSP, Islamic religious education

  17. INTEGRASI NILAI-NILAI KECERDASAN EMOSIONAL DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA: PERSPEKTIF DANIEL GOLEMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ivan Riyadi

    2015-06-01

    Full Text Available This articel was conducted based on the consideration that the current emotional intelligence is still indispensable in shaping the behavior of students. With specification on the subjects of Islamic education, this article tried to connect the emotional intelligence of high school students on Islamic Education. This article examines to determine how Islamic religious education policies that have been implemented in high school and to determine the relevance of emotional intelligence of high school students against the teachings of Islam. To get a complete this article. libarary research approach. Data was collected through literature study includes studying, studying and citing theories or concepts from a number of literature. Books, journals, magazines and others. It can be applied to educate children who are emotionally intelligent with the ability to recognize self-managing emotions productively utilize emotions, empathy, and the ability to build social relationships.

  18. ISLAM AGAMA TEROR? (ANALISIS PEMBINGKAIAN BERITA MEDIA ONLINE KOMPAS.COM DALAM KASUS CHARLIE HEBDO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismail Fahmi Arrauf Nasution

    2017-06-01

    Full Text Available Mass media is an effective instrument in shaping public opinion. Though mass media is believed to be principally transparent and independent, the information presented to the public is the result of human construction based on their understanding of the reality of knowledge. In this topic, majority of Moslem, recently, claim that some popular mass media are not objective in reporting terrorism. For that reason, this article efforts whether the image of Islam as a religion of terror is constructed, especially from the online media framing in Kompas.com about the incident in Charlie Hebdo’s media in Paris.

  19. Fenomena Penggunan Media Sosial Instagram Sebagai Komunikasi Pembelajaran Agama Islam Oleh Mahasiswa Fisip Universitas Riau

    OpenAIRE

    Sari, Meutia Puspita; Lubis, Evawani Elysa

    2017-01-01

    The use of instagram as a learning communication is a new phenomenon that exists in utilizing social media. Social media that has a function as a medium of communication and media sharing, is used as a communication learning by students of FISIP Universitas Riau in fulfilling the need for information and knowledge of Islam religion. This study aims to determine the motives, communication experience, and behavioral changes of learning outcomes conducted by students of FISIP University of Riau ...

  20. Dinamika Hubungan Islam dan Agama Lokal di Indonesia: Pengalaman Towani Tolotang di Sulawesi Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasse J

    2016-08-01

    Full Text Available This study focuses on the relation between Islam and local religion in Indonesia. The common relation pattern occurred in each encounter between Islam and local religion; is that fulfilled by the compromise and the conflict at the same time. In the case at South Sulawesi, the cultural accommodation of Towani Tolotang was able to perform it   on a good situation that brought them to be accepted by the Muslims majority without relinquishing their former believes. In certain condition, despite the underlying differences between the two, both Islam and Towani Tolotang can hardly be socially separated from one another. Although the state admitted six religions only, but practically we found various types of religions others. Their adherents strive doing any efforts to keep their existence and continuity for their future. The result of this study shows that Towani Tolotang in its encounter with Islam emerged some types of conflicts and compromises on its dynamics.  

  1. Mengukur Politisasi Agama dalam Ruang Publik: Komunikasi SARA dalam Perdebatan Rational Choice Theory

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Supriyadi

    2015-12-01

    Full Text Available Tulisan ini memberikan gambaran runtuhnya pengaruh isu primordialisme di ruang publik dan digantikan dengan kearifan konvensional. Penelitian ini mengambil aspek pengaruh isu SARA pada aspek rasionalitas pemilih. Penulis menemukan beberapa aspek yang mendukung kesimpulan penelitian, antara lain; bahwa isu SARA tidak terlalu direspek pemilih rasional. Pemilih rasional lebih melihat masalah yang ada dan mengevaluasi kinerja pemerintahan sebelumnya. Di lain pihak, emosi antusias terhadap isu etnisitas akan memantabkan pilihan politik terhadap pemilih etnis minoritas, sebagai bentuk penguatan komunitas. Dengan menggunakan pendekatan teori pilihan rasional (rational choice theory, penulis melihat bahwa komunikasi politik yang dibangun melalui isu SARA di ruang publik dalam kehidupan masyarakat modern, tidak lagi mampu memengaruhi pemilih rasional. Pemilih rasional (rational choice, menentukan pilihan berdasarkan pada keuntungan yang diperolehnya (maximizing benefit. Dalam faktor ini sikap pemilih lebih dipengaruhi karakteristik dan track record kandidat.

  2. Kematangan Karir Mahasiswa Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN Samarinda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lina Revilla Malik

    2015-06-01

    Full Text Available The objective of this study was to describe the level of career readiness of the education faculty students of STAIN Samarinda and the aspects of career readiness of the education faculty students of STAIN Samarinda. The sample of this study was 92 students of the education faculty students. The researcher used stratified random sampling in this study. The data were collected by using questionnaires. The data were analized through rating scale. The result of findings shows that the level of career readiness of the education faculty students of STAIN Samarinda was 73% with 17.156 interval or it is categorized as “Good”. It is affected by the ages of the respondents in the age of 18 – 25 years old which means they are in the sub level of transition and trial little commitment. It is also affected by the factors of interest, skill, and personality. The aspects of career readiness of the education faculty students of STAIN Samarinda are as follows: 1 Career planning is 73.12%, categorized as “Good”. It is affected by the respondents’ knowledge of workfield, interest, education, extra-curricular activities, and spare-times activities. 2 Career exploration is 68.7%, categorized as “Good”. It is affected by the respondents’ family background and social life interaction. 3 Career decision is 76.3%, categorized as “Good”. It is affected by the respondents’ social economical background. 4 Work-field information is 73.5%, categorized as “Good”. It is affected by the educational and economical background of the respondents’ parents.

  3. PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL DI RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL SMAN 1 PAMEKASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Susanto

    2011-07-01

    Full Text Available Complex in all dimension life, start from most abstraction up to most concretet represents the fact which is given, irreversible and cannot disobey. Still,- realized or without in realizing - He, that complext, times, rill trap human being at destructive behavior and becomes conflict root, so that it is important to be traced fully seriousness. This article try to describe execution of Islamic education being based on multi-cultural, as one of effort minimizing the conflict with entrance of Islamic education . Through the approach qualitative with deep observation and deep interview as instrument of the first data collection, the article representing this research summary finds that education of multicultural in SMAN 1 Pamekasan is still executed in integrativeadditive pattern and not yet entered for transformatif level

  4. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PENANGGULANGAN KENAKALAN SISWA (STUDI KASUS MTS HASANAH SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muchammad Ainul Yaqin

    2016-11-01

    Full Text Available This paper deals with juvenile delinquency in many types, the antecedent factors, and how the school deals with the problem through Islamic Education as a school subject. The findings show that the delinquency level in the madrasah is still in the common level, and not dangerous, such as skipping classes, coming late to school, skipping homeworks, convulsing behaviors, etch. Several factors causing the behaviors are deserving parents’ attention (due to broken home, influence of peer friends, laziness, and being uncomfortable with teacher presence. The school deals with the problems mainly in three ways: preventive, repressive, and curative. The prevention is considered more fruitful due to the school approaches to the parents or those responsible to the students at home. Educative punishment is considered successful enough. Last, the curative also takes effect enough through the silaturrahim tradition along with religious activities and inserting values through personal modelling.

  5. PENERAPAN TEORI MULTIPLE INTELLIGENCES HOWARD GARDNER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mushollin -

    2009-07-01

    Full Text Available This article is to describe the concept and the theory of Multiple Intelligences developd by Howard Gardner. Furthermore, it tries to explain how they are applied in the classroom in the Islamic education learning. The theory is the development of doubled-intelligences theory stating that human have different intelligences. Gardner argues that human are endowed eight intelligences---linguistic, natural, logic-mathematic, interpersonal, intrapersonal, spatial, musical, and natural. In educational context, Gardner’s theory effects the learning practice in school as well as the parents treatment to the children in the house. In practice, learning is demanded to develop each intelligence and use any kinds of intelligences to measure the students’ intelligence.

  6. Peran Agama Serta Implementasi Komunikasi dan Manajemen Konflik dalam Kerusuhan Sosial di Losari Brebes Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muchamad Yuliyanto

    2015-03-01

    Full Text Available horizontal conflict at Losari beginning from young men fight at two border area that going bigger and become social riot and plundering Chinese shops. Religion as prophetic teaching—that trying to develop equality between men—is actually fails to internalize to their community. Communication and conflict resolution primarily played by actor namely religious and community figure that still have authority or power and honored by their community. Good cooperation between Losari Regency government with religious and community figure is one of key success to perform conflict resolution that begin with communication between two community involved that horizontal conflict.

  7. AJARAN AGAMA HINDU DALAM PENINGKATAN KERUKUNAN RUMAH TANGGA MENUJU KEHARMONISAN HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Wayan Gateri

    2016-08-01

    Full Text Available Harmony is a dream for every household that are nurtured with love, compassion, and sincerity.  In improving household harmony  a grounding Hindu religion as guidance is needed. Household harmony is a state of peace, good, friendly, united hearts, agreement that occur in a family life with overcome differences of opinion and differences of understanding. The increase in household harmony creates a peaceful family circumstances that shows happy, life without violence, as well as inner and outer prosperous which are based on realizing the teachings of truth and religion.

  8. RADIKALISME AGAMA DAN POLITIK DEMOKRASI DI INDONESIA PASCA-ORDE BARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masdar Hilmy

    2015-12-01

    Full Text Available Religious Radicalism and the Politics of Democracy in Post New-Order Indonesia.This paper attempts at scrutinizing the emergence of Islamic radicalism in the post-New Order Indonesia and its mutual relationship with democratic politics as well as its implications to the state policy towards radicalism. This paper argues that the radical groups must be treated with deserve care in the framework of democratic principles on the ground that democracy must guarantee the idea of freedom of expression for all. In this context, the existence of Islamic radicalism cannot be curbed on an ideological basis manifested through an antagonist state policy towards radical groups. Such a policy, nevertheless, can swing the pendulum to a less productive to democracy itself. It may result in the consolidation and dissemination of radical ideology among the Muslim society within the framework of democracy. This paper recommends that a new act be necessary in order to fill the legal gap left by the two Acts on the counterterrorism policy.

  9. 9. Kekerasan dalam Rumah Tangga (Kdrt) dalam Perspektif Negara, Budaya dan Agama

    OpenAIRE

    Taufiq, Ahmad

    2008-01-01

    Violence in the private area consist of physical violence, psychological violence, sexual violence and out of family. Each violence cause impact especially phychological impact of victim. The implementation of UU No. 23 tahun 2004 about elimination of violence in private area has not been effectively done, because there are still many violence of private area cases happened every year. This problem need serious concern and coordination of government and others element involved. The solution t...

  10. Efek Masa Belajar dan Penjurusan terhadap Kompetensi Keilmuan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulaiman Mappiasse

    2016-02-01

    Full Text Available This study examined the effects of study length and departement programming on knowledge competence of STAIN Manado’s students in the five subjects of Arabic, English, Islamic religions Education, Islam’s Economy Principles, and Islam’s Family Principles. Employing convenient sampling, this study involved 121 students (40% of the total population 300, representing various year levels and departments. The result of ANOVA analysis reveal that in general there is no significant effect of study length and departmentalization on students’ knowledge competence as measured in the 23-item test. Nevertheless, study length was found to influence significantly students’ knowledge of Islam’s Economiy Principles

  11. Efek Masa Belajar dan Penjurusan terhadap Kompetensi Keilmuan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)

    OpenAIRE

    Mappiasse, Sulaiman

    2006-01-01

    This study examined the effects of study length and departement programming on knowledge competence of STAIN Manado's students in the five subjects of Arabic, English, Islamic religions Education, Islam's Economy Principles, and Islam's Family Principles. Employing convenient sampling, this study involved 121 students (40% of the total population 300), representing various year levels and departments. The result of ANOVA analysis reveal that in general there is no significant effect of study ...

  12. Efek Masa Belajar dan Penjurusan terhadap Kompetensi Keilmuan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)

    OpenAIRE

    Sulaiman Mappiasse

    2016-01-01

    This study examined the effects of study length and departement programming on knowledge competence of STAIN Manado’s students in the five subjects of Arabic, English, Islamic religions Education, Islam’s Economy Principles, and Islam’s Family Principles. Employing convenient sampling, this study involved 121 students (40% of the total population 300), representing various year levels and departments. The result of ANOVA analysis reveal that in general there is no significant effect of study ...

  13. EFEKTIFITAS PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idris

    2016-02-01

    Full Text Available This research aims to describe the use of information and communication technologies in the learning of Islamic Education. Information and communication technology is electronic equipment consisting of hardware and software as well as all activities related to the processing, manipulation, management, and transfer of information antarmedia. Information and communication technology serves to produce quality information and communicative communication. This technology includes communications systems such as computers, televisions, video, and internet. This technology serves as a medium, and learning resources. The use of this technology in the learning of Islamic education will be able to facilitate the achievement of learning objectives and provide the learning motivation to learners so that they will be used to learn independently in search of information about the learning materials through the medium of information and communication technology.

  14. EFEKTIFITAS PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    = Idris =

    2015-12-01

    Full Text Available This research aims to describe the use of information and communication technologies in the learning of Islamic Education. Information and communication technology is electronic equipment consisting of hardware and software as well as all activities related to the processing, manipulation, management, and transfer of information antarmedia. Information and communication technology serves to produce quality information and communicative communication. This technology includes communications systems such as computers, televisions, video, and internet. This technology serves as a medium, and learning resources. The use of this technology in the learning of Islamic education will be able to facilitate the achievement of learning objectives and provide the learning motivation to learners so that they will be used to learn independently in search of information about the learning materials through the medium of information and communication technology.

  15. Kompetisi Guru Pendidikan Agama Islam pada Madrasah Tsanawiyah di Kota Mataram

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustiani S

    2014-06-01

    Full Text Available AbstractThis study aims to measure the difference in competence between certified teachers  and non certified teachers in Mataram. Teachers examined in this study are teachers of religion in MTs. This articleis a quantitative research using causal comperative method. The research design use factoral design 2x2. The technical of analysis data in this research include descriptive analysis, requirements test analysis, and inferential analysis. The study shows that here are differences in Islamic Education Teachers’ competence in MTs in Mataram. Further test shows that the results of certified teachers competency arebetter than the teachers who have not been certified. There is no difference in Islamic Education Teachers’ competence based on the teacher’s tenure. There is no interaction between teacher’s status and teacher’s tenure. This means that the status and tenure arethe two factors which are mutually independent. There were no differences between the student learning result who is taught by certified teachers and uncertified teachers in Mataram. There is difference in student learning result based on the teacher’s tenure.There is no interaction between student learning result based on the status and the tenure of teachers in Mataram. It is concluded that certified teachers in Mataram has a good profile.Keywords: Competence, Islamic Education Teachers, Certification. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan kompetensi guru PAI MTs antara yang telah tersertifikasi maupun yang belum tersertifikasi di Kota Mataram. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode perbandingan kausal (causal comparative desain faktoral 2x2. Teknis analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis deskripstif, uji persyaratan, dan analisis inferensial. Hasil penelitian ini diperoleh 7 temuan sebagai berikut. (1 Terdapat perbedaan kompetensi guru PAI MTs di kota Mataram. Hasil uji lanjut diketahui bahwa kompetensi guru yang tersertifikasi lebihbaik daripada guru yang belum tersertifikasi. (2 Tidak terdapat perbedaan kompetensi guru PAI MTs Kota Mataram dilihat dari masa kerja guru.(3 Tidak ada interaksi antara status guru dengan masa kerja guru. Hal ini berarti bahwa antara status dan masa kerjamerupakan dua faktor yang saling independent. (4 Tidak terdapat perbedaan antara hasil belajar peserta didik dilihat dari status guru yang tersertifikasi dan hasil belajar peserta didik yang diajar oleh guru yang belum tersertifikasi di kota Mataram (5 terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik dilihat dari masa kerja guru. (6 Tidak ada interaksi faktor hasil belajar peserta didik dilihat dari status dan masa kerja guru di Kota Mataram (7 Diperoleh profil guru PAI MTs di kota Mataram yang tersertifikasi yang secara umummemiliki profil baik.Kata kunci: Kompetensi, Guru PAI MTs, Sertifikasi.

  16. STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANTISIPASI KRISIS AKHLAK PESERTA DIDIK PADA SMA NEGERI DI PALOPO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsu S

    2016-02-01

    used statistic and qualitative methods. The results showed that: 1 Islamic education teachers in high schools in Palopo often apply various learning strategies; 2, The efforts of Islamic education teachers in high schools in Palopo often attempt to use morale education to anticipate morale crisis of students, to optimize teachers’ role and morale learning, 3 Learning strategies applied by Islamic education teachers are not significant to give implications towards the anticipated efforts of the high school students’ morale crisis in Palopo.

  17. Pengecualian terhadap Penerapan Asas Ultra Petitum Partium dalam Beracara di Pengadilan Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mrs. Hartini

    2012-02-01

    Full Text Available A judge must examine and adjudicate all charges thoroughly on the lawsuit brought to the court. The judge should not only examine and adjudicate part of the charge and disregard the rest. On the other hand, judge in his/her adjudication is prohibited to accede above the suit brought by the parties. This prohibition is called ultra petitum partium. A judge who accedes in excess of the suit partium is considered to be exceeding his/her authority. In Religious Court proceedings, the implementation of ultra petitum partium principle is an exception in several types of cases. In the procedure of divorce (cerai talak, a judge may grant something not demanded by wife either in the petition of divorce or in the reconvention by charging certain obligations upon the husband, which is the wife’s right as the consequence of the separation. In the procedure of divorce, judge may order a preliminary injunction even if such injunction is not demanded. The argument that justifies the judge’s action is the Marriage Act and the procedural law in the Act on Religious Court is a lex specialis stipulation, judge as judge made law must dig into the values of life, and the judge may execute contra legem action if the stipulation in an article considered to be in contradiction with justice and benefit.

  18. HAJI DAN STATUS SOSIAL: Studi Tentang Simbol Agama di Kalangan Masyarakat Muslim

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Zainuddin

    2013-12-01

    Full Text Available Religion as a fact and history has symbolic and sociological dimensions as a structure of abstract realm regardless of space and time. Pilgrimage substantially contains humanity values, such as the doctrines of equality, the necessity to preserve life, property, and honor of others, a ban of oppressing or exploiting the weak people, either economically or others. For example, releasing daily wear and changing it with ihram wear has meaning to erase the social gaps between the rich and the poor. That is the ideal teaching of pilgrimage making one aware that he is a social human. This paper is sociologically intended to see the phenomenon of pilgrimage in the Muslim society of Indonesia, especially in Java. The study showed that the pilgrimage of the majority of Indonesian Muslim is loaded with social attributes. Although the pilgrim is a part of the religion pillars, it has been utilized   by the local ruling elite as a political resource or a mean to establish power legitimacy.

  19. Usaha La Sangkuru Patau Dalam Mengembangkan Agama Islam Di Kerajaan Wajo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasruddin Nasruddin

    2014-12-01

    Full Text Available La Sangkuru Patau is one of the Arung Matoa Wajo has substantial powers. His remarks could be a law and society Wajo stick to what he says. So when La Sangkuru Patau said that he had converted to Islam, the community participated Wajo also embraced Islam. Arung Matoa Wajo La Sangkuru with doing business in developing Islam in Wajo that bring Datu Sulaiman to provide Islamic religious instruction in public Wajo, then set up a sara officers' special charge of handling issues such royal Friday prayers, warnings Islamic holidays , then hold the officer cadre sara 'that will be placed outside the capital of the kingdom (Tosora, sara officers' given the facilities, such as free of taxes, as well as the parallel position to the position of indigenous stakeholders.

  20. KEBEBASAN KEHENDAK (FREE WILL DAVID RAY GRIFFIN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT AGAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Victor Delvy Tutupary

    2016-02-01

    Full Text Available Free will is an individual ability to have full control of his or her act and decision without any pressure from others. The problem of free will emerge from the debate between those who believe the very existence of free will and those who against it (determinism. Griffin's ideas consists of process theology and postmodern theology. Process Theology is based on the concept of process, enjoyment, essential relatedness, incarnation, creative self-determination, creative self-expression, novelty, and God-relatedness. Postmodern theology is a critique for two stages of modern view with its dualistic-supernaturalistic and materialistic-atheistic character, and propose a constructive postmodern vision, based on anti-individualistic spirituality, organicism, transformative traditionalism, naturalistic panentheism, and post-patriarchal. Griffin's conception of free will is divided into cosmology, theology, and axiology freedom. In cosmology freedom, human are creatures with high level of freedom since the dominant poles of the soul in human beings have enabled us to have a free selfdetermination. In theology freedom, the nature of God that not “all-powerful” and the existence of creativity power within human had made us seize a true freedom. In axiology freedom, human have freedom to form the ideal values based on sympathy and pluralism that renounce absolute truth claim, reject religion uniformity, and focus on deep dialogue.

  1. BUDAYA RESISTENS SISWA TERHADAP PENDISIPLINAN SISTEM SEKOLAH AGAMA (Studi Kasus Madrasah Aliyah Negeri (MAN Unggulan Palembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Isnaini

    2011-06-01

    Full Text Available Abstract Obedience and compliance of students toward various rules and regulations which are implemented and designed to regulate the behavior of students are called Madrasah discipline, which aims to nurture students' behavior in order not to deviate from those rules and regulations. Besides, Madrasah discipline also aims  to encourage students to behave according to norms, rules and regulations. Behavior of students are formed and influenced by various factors, such as environmental factors, family and Madrasah. Effective supervision toward  the implementation of the educational unit of MAN 2 Palembang will be able to ensure that educational programs implemented in Madrasah can achieve the desired goals. In order to support the learning process, the teacher must have and implement specific strategies so that students can learn effectively. Therefore, an optimal schedule can be obtained and accepted by the students. The condition where students feel tired, sleepy, and  hungry, can cause bored feeling, no concentration and can arise frustration. Consequently, the students often show bad tendency. Resistance is then understood as a response to an initiative change, that is a response of the conversations that shape the reality in which individuals are humans. Conditioning the students to learn actively so that the potential itself (cognitive, affective, and conative can develop maximally. In addition, it will be trained and the competence will be  formed that is student's competence to do something positively which will eventually form a life skill as a life stock and livelihood. Keywords: resistancy, creativity, discipline,  social

  2. Peranan Agama dalam Restorasi Peradaban Umat Islam Menurut Muhammad Fethullah Gulen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Syihab

    2014-11-01

    Full Text Available This article examines Muhammad Fethullah Gulen’s thought on the roles of religion in reconstruction of a civilization. The article analyzes the problem anatomy of the Ummah, concepts of civilization, relationship between identity and civilization, religion and its roles in formation of civilization identity, the “essential” conditions for Muslim’s renaissance, and the role of Islamic scholars in the renaissance process. The article reveals Gulen’s idea, that the Muslim’ crises is internal in nature, and not because of others, it is a “liability to be colonize” attitude. Religion has a vital role in construction of a civilization identity. A religion can be pillar of a civilization is a religion that has lofty goals, able to apply moral values, upgrade spiritual quality, and fulfill human’s soul needs. According to Gulen, every civilization has its links with the past and its cultural haritage, and that any attempt to reconstruct a future civilization has to consider its own cultural roots. Thus, a civilization is neither a life adopted from colonials nor values that has been deprived from its own noble values. The article, using philosophical, historical and sociological approaches, tries to analyze the “essential” conditions that able to restore Islamic civilization and spawn Muslim’s renaissance, mainly; a moral-spiritual, b knowledge, c aesthetic, and d love. The article also explains critically the roles and missions of ulamâ in making “resurrection from the grave”, renaissance and total reform of the ummah.

  3. Humanisasi Pendidikan dalam Pembentukan Kesadaran Keberagaman Umat Lintas Agama di Lamongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Upik Zainul Abidin

    2016-11-01

    Full Text Available The discourse of interreligious harmony and tolerance has been widely discussed within countless forums. However, the phenomenon of religious disharmony, which is among other marked with social clashes, has been erroneously manipulated into intergroup conflicts among interreligious adherents. Such interreligious disharmony, viewing from simplistic category, has been commonly caused by two factors. The first is an internal factor, i.e. the factor which influences a person to behave based on his/her understanding to religious doctrines he/she subscribes such as radical-extreme, subjective-fundamental, exclusive, and literal behaviors. The second is an external factor, i.e. hedonistic and opportunistic behaviors. The article seeks to discuss interreligious harmony in the Village of Balun, Turi, Lamongan. The village is a home to three different religions, namely Islam, Christianity, and Hinduism. Regardless of such difference the Balun people have successfully created harmony among them. The study finds that there has been sort of values transformation of humanism education in the village. The values such as human rights, tolerance, solidarity, familial relationship, and social justice are culturally transformed through what so-called the Forum of Solidarity for Balun People (Forum Keakraban Warga Balun/FKWB.

  4. Wali, Sultan, Kiai, dan Santri dalam Tadisi Agama dan Politik Islam Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Chalik

    2016-06-01

    Full Text Available The article discusses the role of wali (the Muslim saints, sultan, kiai, and santri within religious tradition and politics in Java. The wali (commonly known as Walisongo or “the Nine Saints” were people who initially spread Islam in Java. In their efforts to develop Islam, Walisongo also equipped their pupils with religious knowledge to spread Islam in the future. This is from such process the transfer of Islamic knowledge was primarily set off. Once the transition periods began, the role of wali had subsequently vanished and replaced by the formal ruler, namely sultan. The Mataram Sultanate was the biggest Islamic sultanate ever in the history of Java. Owing to the supremacy of the Sultan, Kiai Kasan Besari—as an ample example of kiai mentioned in this article—built a pesantren in an area called tanah perdikan (a tax haven in Tegalsari Ponorogo, East Java, which became an origin of institutionalization of the pesantren in Java. The Sultan provided the pesantren both material aids and other kinds of support, including entrusting his sons to learn religious knowledge in it. It had been also followed by the royal courtiers and the best cadres of the sultanate who subsequently became litterateurs of the Kingdom.

  5. Implementasi Pembelajaran Berbasis masalah untuk Meningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abd. Mutallib

    2014-02-01

    Full Text Available Pada hakikatnya, belajar adalah suatu proses kejiwaan atau peristiwa pribadi yang terjadi di dalam diri setiap individu. Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari perenungan informasi ke dalam benak siswa, belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang baik, tetapi pengalaman belajar yang lebih menunjukkan kaitan unsur konseptual akan menjadikan proses belajar lebih efektif. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI adalah kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah yang bertujuan meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa dalam memahami dan menguasai pelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari tahap rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian adalah siswa kelas VIA SDN Pinggir Papas 1 Kec. Kalianget Kab. Sumenep. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, hasil pengamatan pengelolaan pembelajaran berbasis masalah dan hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIA. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata tes hasil belajar dalam setiap siklus. Yaitu dari pra siklus (60,4, siklus I (67,02, dan siklus II (76,82, serta ketuntasan belajar siswa meningkat mulai dari pra siklus (24,3%, siklus I (40%, dan siklus II (86,48%.

  6. MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM (Studi Kasus di Institut Pertanian Bogor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Furqon Syarief Hidayatulloh

    2016-02-01

    Full Text Available This study aims at describing the implementation of management/management of Islamic Education (PAI in Public Higher Education (PTU-Non-Religious. The research site chosen is the Bogor Institute of Agriculture (IPB. This study is a case study because it includes qualitative research. The data were collected through in-depth interviews, analysis and documentation of participatory observation. The results showed that the implementation of the PAI in IPB management generally includes: 1 procurement program of new teaching staff (determination of requirements, recruitment and selection, and appointment and assignment, 2 Management division of teaching schedule (Coordinator invites lecturers, lecturers are asked to select the days, hours and class in accordance with readiness, and selecting l teaching assisstant, 3 PAI Learning Management (Lecture, Assistance, and Studium General, and 4 follow-up program.

  7. HEGEMONI ELIT DALAM RITUS AGAMA LOKAL: Studi Keberagamaan Masyarakat Bugis Bone Sulawesi Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rais

    2010-08-01

    Full Text Available Local religious beliefs termed as animism and dynamism by Giddens are still found in the religious practices of Indonesian communities. One of such practices occured in Bugis Ujung-Bone society, South Sulawesi. People’s faith in supernatural beings which are mythically believed as giving something meaningful for them is reflected by performing certain rituals in their daily lives. This ritual is performed at home and in a special place called Addewatang. This local belief system was firstly conceived and conceptualized by Sanro Maggangka. It grew into a local ritual tradition in Ujung-Bone society. This local ritual tradition were then acculturated with some formal religion’s activities. In the meantime, the figure of sanro becomes very important as a mediator in every religious ritual practiced by the society. Finally, hegemonic domination by the sanro can be observed in every thoughts and actions of the society, especially in their religious practices. In this research, the phenomenon were analyzed with the phenomenological-constructionist analysis. There are two findings of this research. First, there is a public perception that the practice of religious ritual done so far is believed as a part of their formal religion’s belief system. Second, there is a strong hegemony and dominance of the sanro’s role in conceptualizing this local ritual practice into their formal religion’s activities. The impact of this mythical belief of the role of sanro and “Putta Sereng” can be seen in the faithfulness of the people to act based on sanro’s instructions, the decrease of the people’s faith in their own formal religion, and the occurrence of theological confusions in the younger generations of Ujung-Bone society.

  8. REVITALISASI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM MENCIPTAKAN BUDAYA RELIGIUS BAGI GENERASI HINDU 2017

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Sueca

    2017-08-01

    Full Text Available The problem of education is an issue of human life throughout their life, both as individuals, social groups as well as members of society. A hope for the government and society to the generations of Hindu that schools of Hinduism can be built not only in formal education but through education in formal and non-formal as in the rise and pasraman-pasraman in every Pakraman in Bali, so the creation of a religious culture, the strong one.The phenomenon that occurs in the Hindu generation, where Hindu religious education in the learning process in schools to create a culture of religious solely to meet the cognitive, affective and psychomotor aspects whereas as if ignored, this happens because of the situation of globalization. Build or revitalize Hindu religious education is actually the duty of teachers and parents with instilling religious values to create a religious culture. A religious culture that is based on religion teacher jobs, selfless, is also a method for building one's values in a comprehensively manner.

  9. Islam Dan Demokrasi Di Malaysia: Hubungan Agama Dan Negara Yang Unik

    OpenAIRE

    Sahidah, Ahmad

    2011-01-01

    Some Malaysian people has repudiated their country as an Islamic state. At the same time, the other people, especially Muslims, asserted that Malaysia already is and ought to be regarded such. The participation of Malaysia in Organization of the Islamic Conference and the enactment of syari'ah in its law system has evident in it self. From the discourse of Islamic politics, however, the Islamic state is not a monolithic concept. Interestingly, after the Pakatan Rakyat won many seats in parlia...

  10. Islam Dan Radikalisme (Diskursus: Perilaku Kekerasan Atas Nama Agama Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukhamat Saini

    2016-03-01

    Full Text Available Islam and Religious Radicalism are happening in Indonesia have been meaningful and double-faced. So, it can be said that Islam ancient (classic with the contemporary (modern are very different and even contrary to what has been taught by the Prophet Muhammad and that has been stated in the Qur'an. Radicalism that emerged in Indonesia are mostly departing from dissatisfaction and their desire to make or implement Islamic law in Indonesia. For them, the injustice, the amount of corruption, prolonged crisis and disharmony between the rich and the poor are the result of failure to apply the Islamic law. Radicalism is not suitable in Islamic teaching, so it is not worth to be addressed in the Islamic religion. Because the real Islam there is not such thing radicalism. In the Qur'an and the Hadith it self ordered his people to respect and love and be gentle to others although the followers of other faiths. Violence in the name of religion that led to this kind of distortion understanding of Islam. Religious legitimacy toward the act of violence has very complex content. In this context, at least there are two important factors that led Islamic religion is seen as "problematic" because of misguided thinking and misinterpretation the meaning and understanding of "jihad".

  11. Hak Ex Offcio Hakim: Studi Kasus Perceraian di Pengadilan Agama Sidoarjo No. 3513 Th. 2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Fanani

    2018-01-01

    Full Text Available There are still many husbands who decide to divorce without giving the rights belong to their wives and the children they have. Whereas, the divorce does not mean removing the obligations of a husband toward his child and his ex-wife. In the process of examining cases in giving a verdict, a Judge would not give more than required judgment in the lawsuit of the petition. On the other hand, the Judge has an ex offcio right, so that the Judge may oblige the husband to fulfll the rights of divorced wives even though they are not in the the lawsuit of the petition. In Islamic law, the obligation is also determined. This study concludes that the judge in the divorce judgment in Sidoarjo religious court uses his ex offcio to decide the rights of the wife during ‘iddah’ and ‘mut’ah’ that is not requested by by her following these considerations: to give lessons to any husbands to avoid divorce; to guarantee a justice for any wives who got divorced. The application of ex offcio right of the judge in the divorce case in Sidoarjo religious court is in accordance with Islamic law in the process of charging the cost of living ‘iddah and mut’ah based on principles of justice and maṣlaḥah mursalah, thus realizing the beneft to the former wife after being divorced

  12. PENGARUH PEMAHAMAN NILAI AGAMA ISLAM TERHADAP BUDAYA KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN PASAMAN BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jayanti Armida Sari

    2015-11-01

    Full Text Available The purpose of this reaseach to reveal how the West Pasaman regency’s civil servants’ understanding of Islamic values particularly those associated with; (1 sincerity, (2 patience, (3 piety and trust in working influence their work culture. This study uses a quantitative approach. Data is collected through questionnaire and documentation. Quantitative data analysis was performed through multiple regression analysis and partial. This reaserch indicates that (1 the comprehension of Islamic values including sincerity, patience, piety and trust in work at the same time influence the work culture with 38.9% contribution, which is considered low category. (2 Sincerity in work influences work culture at 11.5%, which is very low category. (3 Patience in work influences work culture at 25%, which is low category. (4 Piety and trust in work influence work culture at 31%, which is low category.

  13. MEMBANGUN KOMUNIKASI INTIM PASANGAN MUSLIM NIKAH MUDA DALAM PENDEKATAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN DAN AGAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Sari

    2018-02-01

    Full Text Available Marriage in young people becomes popular among moslem in Indonesian. Unfortunately, the statistic of divorce is also increases every year. Divorce much happen among couples at the first five years of marriage. Communication is the major cause of the divorce. Developmental Psychology approach assumes that couple can built healthy communication with full of affection through confirmation, self disclosure and sexual communication. Furthermore, Islam suggests the moslem  to take Rasulullah (prophet Muhammad Saw. as their model in the ways of his communication among his family members. The two perspectives can be developed as intervention technique to reduce the statistic of divorce in Indonesia. 

  14. Pendidikan Multikultural di SMAN 1 Masalembu Sumenep (Studi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Aspek Fiqh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftahol Arifin

    2017-12-01

    Full Text Available The variety of culture in small islands of Sumenep regency has some uniqueness to be observed. For instance, the ethnic group in Masalembu island consist of  Bugis, Mandar, Button, Bajo, Java and Madurese. That culture variety (multiculture need an education innovation especially in Islamic education at Masalembu Junior High School 1 Sumenep. Multiculture education is a learning way that is oriented to the process of making personality and attitude of students to make them understand about plurality, equality, and tolerance to others in the society. Furthermore, the writer try to observe about Multiculture Education at Masalembu Junior High School 1 Sumenep through a teaching model to Islamic education subject of Fiqh side which the students condition is vary in ethnic groups and culture. This research is a qualitative field research using descriptive approach. The data collection in this research using observation, interview, and documentation. The result of the research shows that Multiculture Education through acomodative strategy is a learning process that give knowledge to the students about culture, tradition, attitude patterns in society and become an identity for future progress of individually and the society itself.  Through this teaching strategy Multiculture Education can be applied in Masalembu Junior High School 1 Sumenep. Acomodative Learning Model at Masalembu Junior High School 1 Sumenep has a clear lesson plan, so that students able to have appreciatiation and positive impact to the students who has different culture in the classroom and able to understand the culture variety in their society. The students’ appreciation in the classroom shows that they have pluralist attitude. There is no differences or similarity and tolerance to their friends inside or outside the classroom. Whereas, the appreciation of students to the society shows that the students able to understand the differences between Islamic education of Fiqh side that they received at school and the plurality of culture in their society.

  15. Peningkatan Kompetensi Profesional Dosen Menuju Kualitas Pendidikan Tingi Agama Hindu Dan Sumber Daya Manusia Hindu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Tanu

    2018-02-01

    Full Text Available The study on increasing lecturer competence is interesting in relation to the dynamics of education and education. Especially in relation to the higher education of Hinduism is also a thing that is still rare to be observed by practitioners of Hindu religious education in particular and education globally in general. With regard to the competence of lecturers in relation to the quality of Hindu religious education the hope is for the realization of the quality of Hindu human resources.An institution of higher education can be said to have quality, depending on many factors. Many components need to be met in accordance with applicable criteria and conditions. Lately there is a tendency that learners have wisely determine which college option is chosen as a place of college. Physically, that magnificent building can be used as a measure. Then there are also choosing the completeness of facilities owned by the college. In addition, it is also seen that the graduates have the best performance in the regional and national scale. All of that is as the hope and desire of each learner to be able to follow his studies at such higher education institutions

  16. Cenozoic aridization in Central Eurasia shaped diversification of toad-headed agamas (Phrynocephalus; Agamidae, Reptilia).

    Science.gov (United States)

    Solovyeva, Evgeniya N; Lebedev, Vladimir S; Dunayev, Evgeniy A; Nazarov, Roman A; Bannikova, Anna A; Che, Jing; Murphy, Robert W; Poyarkov, Nikolay A

    2018-01-01

    We hypothesize the phylogenetic relationships of the agamid genus Phrynocephalus to assess how past environmental changes shaped the evolutionary and biogeographic history of these lizards and especially the impact of paleogeography and climatic factors. Phrynocephalus is one of the most diverse and taxonomically confusing lizard genera. As a key element of Palearctic deserts, it serves as a promising model for studies of historical biogeography and formation of arid habitats in Eurasia. We used 51 samples representing 33 of 40 recognized species of Phrynocephalus covering all major areas of the genus. Molecular data included four mtDNA ( COI , ND2 , ND4 , Cytb ; 2,703 bp) and four nuDNA protein-coding genes ( RAG1 , BDNF , AKAP9 , NKTR ; 4,188 bp). AU-tests were implemented to test for significant differences between mtDNA- and nuDNA-based topologies. A time-calibrated phylogeny was estimated using a Bayesian relaxed molecular clock with nine fossil calibrations. We reconstructed the ancestral area of origin, biogeographic scenarios, body size, and the evolution of habitat preference. Phylogenetic analyses of nuDNA genes recovered a well-resolved and supported topology. Analyses detected significant discordance with the less-supported mtDNA genealogy. The position of Phrynocephalus mystaceus conflicted greatly between the two datasets. MtDNA introgression due to ancient hybridization best explained this result. Monophyletic Phrynocephalus contained three main clades: (I) oviparous species from south-western and Middle Asia; (II) viviparous species of Qinghai-Tibetan Plateau (QTP); and (III) oviparous species of the Caspian Basin, Middle and Central Asia. Phrynocephalus originated in late Oligocene (26.9 Ma) and modern species diversified during the middle Miocene (14.8-13.5 Ma). The reconstruction of ancestral areas indicated that Phrynocephalus originated in Middle East-southern Middle Asia. Body size miniaturization likely occurred early in the history of Phrynocephalus . The common ancestor of Phrynocephalus probably preferred sandy substrates with the inclusion of clay or gravel. The time of Agaminae radiation and origin of Phrynocephalus in the late Oligocene significantly precedes the landbridge between Afro-Arabia and Eurasia in the Early Miocene. Diversification of Phrynocephalus coincides well with the mid-Miocene climatic transition when a rapid cooling of climate drove progressing aridification and the Paratethys salinity crisis. These factors likely triggered the spreading of desert habitats in Central Eurasia, which Phrynocephalus occupied. The origin of the viviparous Tibetan clade has been associated traditionally with uplifting of the QTP; however, further studies are needed to confirm this. Progressing late Miocene aridification, the decrease of the Paratethys Basin, orogenesis, and Plio-Pleistocene climate oscillations likely promoted further diversification within Phrynocephalus . We discuss Phrynocephalus taxonomy in scope of the new analyses.

  17. Integrasi Ilmu Sosial dengan Teks Agama dalam Perspektif Tafsir al-Qur’an

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Rosadisastra

    2015-09-01

    Full Text Available To reconnect the Islamic religious sciences with science world needed a multi-disciplinary group involving Islamic scholars want any worldly Muslim scholars. Koran can be a source of inspiration or a source of known science knowledge without having to be stuck on a wall of separation between the proclamation creator of the science of Islamic and non-Islamic. Interpretation is not just an attempt to read the text, but it should be a transformation efforts and solutions to social problems of life. It required a tool, namely the nature of philosophy or theory and social sciences related to the study of interpretation in question. Then the development of the concept of “methodology sanctification Islam” is an attractive offer for the efforts to realize the interpretation of verses epistemology social, or can also be referred to as “Integrative Epistemology Social Interpretation” (IESI. IESI can be used as a tool for social interpretation of the verses and it is a further development of integrative interpretation

  18. PELAKSANAAN EVALUASI RANAH AFEKTIF MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1 SUMATERA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mursalin Mursalin

    2016-12-01

    Full Text Available This study was purposed at indentifying the implementation of affective assessment in Islamic education of State High School 1 West Sumatera. This study was used qualitative case study approach by applying observation, interview, and documentation on collecting data. The data were analyzed by using qualitative analysis based on Miles and Huberman’s theory. The results obtained in this study indicate that the teachers had applied affective assessment very well. The teachers did not only focus on cognitive aspect but also on affective aspect. The steps of affective assessment were planning, implementing, analyzing and reporting the result of assessment. Keywords: Affective Assessment, Islamic Education, High School, West Sumatera

  19. Menyoal Kembali Teori Evolusi Agama J.G. Frazer dalam Keberagamaan Masyarakat Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rikza Muqtada

    2016-06-01

    Full Text Available Religion is seen as the result of philosophers’ thinking production which has a tendency to solve the riddle of life and to spread their ideas and their thoughts to others. Frazer is one pushed for discovering when the religion began to exist. The conclusion is that the human belief system, in accordance with a level of reasoning ability, evolves from magical belief, than religous belief, and ends on science. Nevertheless, when it is compared to the religious phenomenon in Indonesia, especially in Java, Frazer’s theory is not entirely true and debatable. The religious system in Java exactly does not have evolution as interpreted in Frazer’s theory. With its elasticity, genuine Javanese belief – dynamism and animism – only underwent assimilation with foreign cultures that came later like Islam and Christian, and including Western culture. In the context of Javanese religiosity, those three beliefs system as intended by Frazer, take place integrally and parallel in modern Javanese culture.

  20. Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui E-Learning di SMA Budaya Bandar Lampung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Asiah

    2016-07-01

    Full Text Available Learning is the totality of learning activity that begins with planning and ending with the evaluation and follow-up. Developments in science followed by the development of internet information technology and leading edge technology. With the innovation of education, the learning process can be developed and improved the quality of the quality of information technology, better known as e-learning. E-learning is a new learning model in the educational use of information technology in teaching and learning. Problems faced by the schools and teachers is the ability to apply e-learning, self-learning culture is lacking, teachers who have not been able to use and develop learning e-learning and Internet network system that can not be accessed. Data collection techniques used in this study was the observation, interview and documentation. Implementation of e-learning often contentious among high schools Cultural Bandar Lampung. In the process of learning in e-learning, an innovation and interaction between learners with learning resources, between teachers and learners. Innovation PAI learning via e-learning can be divided into two namely, a e-learning is used entirely for learning PAI in SMA Culture Bandar Lampung, b Learning e-learning at the School of Culture serve as a complement to conventional learning.

  1. PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI BELAJAR KELOMPOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Riza Zainuddin

    2014-06-01

    Full Text Available Creativity constitutes someone ability to bear something new, well as idea and also relative reality opus in contrast to what does preexist. Each studying activity always aims, therefore aim actually that wants at reaches from creativity result study it change who tanpak will pass through behaviour or step-up on achievement that at gets, but exists supporting Factor in proteges learned creativity, namely motivates (thruster, and its resistor factor is no ambition and studying yen on self protege. And to develop protege creativity exists one of learning form that corresponds to philosophy of approaching kontruktivis is kooperatif's learning. kooperatif's learning encourages student to get active ala interaction and positive deep agglomerate. available three studying deep strategies students with agglomerate system, amongst those; Pair-Share (Coupled strategy then shared. Both of; Jigsaw (student does two functions. Third; Split-class discussion (constituting learning strategy by divides class as two to do discussions. And learning with agglomerate system can take in protege plots, formulate, work, and finding and evaluates selftaught result in one group of this studying experience, protege will get to develop self for creative.

  2. Agama dan kekerasan anti-Cina pada masa transisi demokrasi Indonesia, 1997-2004

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laila Kholid Alfirdaus

    2015-01-01

    Full Text Available In the discussions of anti-Chinese phenomena in Indonesian transition in 1997-2004, religion appears less dominating in regard of economic and political factors of ethnicity. In scientific works, the perception of antiChinese violence was also dominated by the views of politics and economy. In fact, religion also plays crucial role in many cases, ranging from the issue of Chinese infidelity, anti-Islamism and atheism. This is not to argue that politics, economy and social is not important. Otherwise, this paper argues that religion is equally important as politic, economic and social analysis, especially to explain anti-Chinese violence in Indonesia.

  3. PEMBAURAN AGAMA DAN STRATEGI POLITIK KEBUDAYAAN: Kontestasi Identitas Etnis dalam Narasi Masyarakat Multikultur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ibnu Mujib

    2009-08-01

    Full Text Available As a strategy of the political culture, religious assimilation constructed in New Order has become a concept which is considered uneffective and failure. The Post-reformation era has become the sign of the failure of the concept of religous assimilation. The policy of the religious assimilation which is disigned for reducing conflicts between ‘Pribumi vs Tionghoa’. In fact, it has sharpenned and deepened the gaps between the two groups. Religious conversion by the Chiness in terms of assimilationism of new order turns to be a political strategy to describe and to have the pribumi identity which is considered as the majority and muslim. In this case, everyone can claim their own identity and say “who I am”, “who you are”, and “who we are”. In the future, for the agenda of assimilation, religious conversion will loose it’s the relevance. It is see that the process of assimilation appears from social engeneering that separates the differences of cultural roots of ‘Tionghoa-Pribumi’ while the contestation of culture in area of multiculturalism reunites the entity of diversity into the singgel identity. Therefore, the celebration of Chines New Year (IMLEK in mosques in Yogyakarta becomes a form of integration of identity between Tionghoa-Islam and Java.

  4. IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Sebagai Solusi Problematika Pembelajaran PAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zetty Azizatun Ni'mah

    2016-07-01

    Full Text Available The inability of teachers in choosing learning strategies unvariaty will cause boredom student in learning is done, it is a serious impact on the psychological students. Because of that variation is recommended in order to maintain the level of attention, increase interest and prevent boredom in students, so students always show perseverance, enthusiasm and active participation in learning. Learning strategies as have the meaning as concrete actions or steps that must be taken by teachers and students in setting potential and resources in order to efficiently obtain results in accordance with a design that is composed systemic and systematically so as to support the achievement of objectives. The learning strategy is divided into three types: 1 a strategy of organizing learning content. 2 learning strategies delivery of content: (Exspository strategy is a learning process conducted by the teachers present the material or subject matter in the form that has been prepared in a neat, systematic and complete, so that the students stayed to listen and observe in an orderly and organized, Strategy Inquiry (startegy inkuiry, namely the delivery of teaching materials that require processing of materials by the students, 3 A management strategy of learning by teachers to create teaching and learning situation and condition so that students do learning activities optimally.

  5. AGAMA DAN KEMISKINAN BUDAYA KERJA MASYARAKAT PETANI DI PEDESAAN DI PROVINSI RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Bakar

    2012-11-01

    Full Text Available Pursuant to various fenomena which have been told above met some problema related to problem of poorness either through Strutural and cultural at rural society in Province. Riau. Among / Between problema emerge for example, about influence and Role of religion to ethos work and social aktifitas of rural society economics in Province. Riau. Following problem of Factor which is cause of poorness at rural society in Its Province. it him Solution in overcoming poorness at rural society in Province. Riau and also society attitude of pedaeanan to prosperity and its relation / link with economic activity and Cultural social by Rural Society specially in Province. Riau.

  6. AGAMA DAN KEMISKINAN BUDAYA KERJA MASYARAKAT PETANI DI PEDESAAN DI PROVINSI RIAU

    OpenAIRE

    Abu Bakar

    2012-01-01

    Pursuant to various fenomena which have been told above met some problema related to problem of poorness either through Strutural and cultural at rural society in Province. Riau. Among / Between problema emerge for example, about influence and Role of religion to ethos work and social aktifitas of rural society economics in Province. Riau. Following problem of Factor which is cause of poorness at rural society in Its Province. it him Solution in overcoming poorness at rural society in Provinc...

  7. Cenozoic aridization in Central Eurasia shaped diversification of toad-headed agamas (Phrynocephalus; Agamidae, Reptilia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evgeniya N. Solovyeva

    2018-03-01

    Full Text Available We hypothesize the phylogenetic relationships of the agamid genus Phrynocephalus to assess how past environmental changes shaped the evolutionary and biogeographic history of these lizards and especially the impact of paleogeography and climatic factors. Phrynocephalus is one of the most diverse and taxonomically confusing lizard genera. As a key element of Palearctic deserts, it serves as a promising model for studies of historical biogeography and formation of arid habitats in Eurasia. We used 51 samples representing 33 of 40 recognized species of Phrynocephalus covering all major areas of the genus. Molecular data included four mtDNA (COI, ND2, ND4, Cytb; 2,703 bp and four nuDNA protein-coding genes (RAG1, BDNF, AKAP9, NKTR; 4,188 bp. AU-tests were implemented to test for significant differences between mtDNA- and nuDNA-based topologies. A time-calibrated phylogeny was estimated using a Bayesian relaxed molecular clock with nine fossil calibrations. We reconstructed the ancestral area of origin, biogeographic scenarios, body size, and the evolution of habitat preference. Phylogenetic analyses of nuDNA genes recovered a well-resolved and supported topology. Analyses detected significant discordance with the less-supported mtDNA genealogy. The position of Phrynocephalus mystaceus conflicted greatly between the two datasets. MtDNA introgression due to ancient hybridization best explained this result. Monophyletic Phrynocephalus contained three main clades: (I oviparous species from south-western and Middle Asia; (II viviparous species of Qinghai–Tibetan Plateau (QTP; and (III oviparous species of the Caspian Basin, Middle and Central Asia. Phrynocephalus originated in late Oligocene (26.9 Ma and modern species diversified during the middle Miocene (14.8–13.5 Ma. The reconstruction of ancestral areas indicated that Phrynocephalus originated in Middle East–southern Middle Asia. Body size miniaturization likely occurred early in the history of Phrynocephalus. The common ancestor of Phrynocephalus probably preferred sandy substrates with the inclusion of clay or gravel. The time of Agaminae radiation and origin of Phrynocephalus in the late Oligocene significantly precedes the landbridge between Afro-Arabia and Eurasia in the Early Miocene. Diversification of Phrynocephalus coincides well with the mid-Miocene climatic transition when a rapid cooling of climate drove progressing aridification and the Paratethys salinity crisis. These factors likely triggered the spreading of desert habitats in Central Eurasia, which Phrynocephalus occupied. The origin of the viviparous Tibetan clade has been associated traditionally with uplifting of the QTP; however, further studies are needed to confirm this. Progressing late Miocene aridification, the decrease of the Paratethys Basin, orogenesis, and Plio–Pleistocene climate oscillations likely promoted further diversification within Phrynocephalus. We discuss Phrynocephalus taxonomy in scope of the new analyses.

  8. Ritual Hari Raya Agama: Histeria Konsumsi Massa dan Khotbah Industri Budaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triyono Lukmantoro

    2013-11-01

    Full Text Available The purposes of religion ritual are embodying conscience collective in society to gain sacred values. But,  ronically, in consumer society the religion ritual has been transformed to be means for excessive shopping on hysteria stage. More dramatically, television stations as motors of the culture industry to present religion spectacles use this momentum. It means that television pretends to celebrate the ritual, but in fact television only makes the largest profits.

  9. Ritual Hari Raya Agama: Histeria Konsumsi Massa Dan Khotbah Industri Budaya

    OpenAIRE

    Lukmantoro, Triyono

    2004-01-01

    The purposes of religion ritual are embodying conscience collective in society to gain sacred values. But, Â ronically, in consumer society the religion ritual has been transformed to be means for excessive shopping on hysteria stage. More dramatically, television stations as motors of the culture industry to present religion spectacles use this momentum. It means that television pretends to celebrate the ritual, but in fact television only makes the largest profits.

  10. LEGALITAS AGAMA (TAHAQQUQ AL-ADYÂN PERSPEKTIF IBN ‘ARABÎ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukhlis Mukhlis

    2006-06-01

    Full Text Available Ibn ‘Arabî is one of the prominent and authoritative thinkers on Islamic mysticisms. Among his starting and brilliant ideas is the unity of religions (wahdah al-adyân, one of the fundamental ideas of religious pluralism. The supporters of pluralism expose his opinion on the unity of religions intensely and consider any religions valid and true.This article examines further Ibn ‘Arabî’s thought on pluralism. Through critical analysis on his works, I find that positioning his thought on pluralism issue is a partial understanding of his complete views on such topic. The unity of religions as described by Ibn ‘Arabî is a system of belief which is closely related to the Prophetical tradition and not merely based on the speculative assumption of human-being. He formulated a parameter—to see whether a religion is true or not—which contains three principal dimentions: the divinity, prophecy, and devotion. 

  11. BAITUL MAAL WAT TAMWIL DIPANDANG DARI SUDUT AGAMA, SERTA SEJARAH BERDIRINYA DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuty Sariwulan

    2012-03-01

    Full Text Available Islamic banking hasn’t been able to touch the micro and small enterprises (MSEs from street vendors to merchants in the traditional market which is usually referred as the grassroots economy. Driven by a sense of deep concern to many poor people are trapped by moneylenders and also in order to provide an alternative for those to expand its business but can’t be directly to related Islamic banking ( BMI and BPRS because the business it’s relatively small and micro, then in 1992 a small financial institutions that operate and use a combination of concepts Baitul Maal and Baitul Tamwil as the target and the scale on the micro business sector. The institutions "ventured" named Baitul Maal Wat Tamwil abbreviated BMT.

  12. EFEKTIFITAS MEDIASI PERKARA PERCERAIAN PASCA PERMA NOMOR 1 TAHUN 2008 DI PENGADILAN AGAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triana Sofiani

    2012-10-01

    Full Text Available this research is aimed to know the effectiveness of mediation process of divorce cases in Family Court of ex Pekalongan Residence after Perma no. 1 / 2008, the supporting factors of it, and any efforts that have been and will be done by Family Court of ex Pekalongan Residence. The result of this research shows that the mediation process in Family Court has not yet been effective. It is caused by many factors. They are the mediator, both parties, period of time, and infrastructure that have not yet been representative and the accumulation divorce cases. Each Family Court, in fact, have done many efforts to solve the problem, but it still need consciousness, thinking, and responsibility among the Family Courts, between the Family Courts and the High Family Court, and the Supreme Court

  13. Pemanfaatan Multimedia Presentasi Dan Media Cetak Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Sirna

    2018-02-01

    Full Text Available Education is the human necessity and it has major role to gain better life. The education quality depends on the government policy, the societies’ role, and schools’ efforts to due education. The school is one of the institution that enrolls teaching and learning activity and it needs some components to support its activity. The achievement of educational quality can be seen on the students’ progress during teaching and learning process. The students’ achievement of Hinduism lesson is quite low caused they had nothing from the subjects that being learned. The Hinduism lesson students’ achievement using printed media and multimedia presentation due through classroom management, teaching materials, develop students’ learning activity, the assessment of teaching and learning process, and the assessment of comprehending concept/ knowledge, these results raise 20% from the former results.

  14. Konsep dan Gerakan Tawhîd dalam Perspektif Antropologi Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kunawi Basyir

    2016-03-01

    Full Text Available One of the special characteristic of religion is transcendent, holy, absolute and permanent due to the holy revelation of the divinity and culture is human creation in forms of relativity due to its dynamic characteristic. Human culture will take a sort of changing in accordance with the time and space they lived in. Human will have understanding in accordance with their capability and experience in responding and practicing dogma according to their belief. In this point, they try to return to their original form of being oneness or ummah wâh}idah either in social and theological fields. The concept of ummah wâh}idah is well known with the tawhîd movement focused on theological and social realm. This paper attempts to see the religious movement of tawhîd Muh}ammad in anthropological perspective. It aims to respond the exclusive religious understanding of some groups in Indonesia in threatening plurality and social integration. The paper suggests that the movement of tawhîd Muh}ammad is a theological and social movement. Theological movement maintains that all Semitic religions should be tied up with the idea of millah Ibrâhîm, not Islamic religion (aqîdah Islâmîyah as many salafism argue in the recent days. Besides, the social movement of tawhîd Muh}ammad means that tawhîd could unite many groups and ethnics of Arab tribes to build a new face of civilization in more civilized and dynamic.

  15. Agama Sebagai Kesadaran Ideologis: Refleksi Perubahan Sosial Ali Syari’ati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Bonjol Jauhari

    2016-06-01

    Full Text Available Abstract: In the context of social change, the thought of Ali Syar'ati, if seen from the perspective of its frameworks and methods,is different from the thought of other Islamic movements.On the one hand, Shari'ati’s thought opposes the Iranian authority, Shah Pahlavi, but on the other hand, it is totally different from the traditional Iranian anti-change cleric, and it is also in contrast to the radical Islamic movements that do political rebellion against the ruler.Shari'atiput up political resistance through revolutionary ideas influencing public opinion to understand Islam as a doctrine which has an emancipatory interest, that is, the belief of Islam as a school of thought and action in the fight against social and economic injustice, despotic ruler, and the fetters of culture. Efforts to comprehend Islamic meanings in modern and contextual Islamic thought presents two patterns of social changes; first is the pattern of moderatemovement and second is extreme one. The formerleads more specifically to how to implement Islamic values in the national way of life, and   sense of nationalitywithout being trapped inreligious symbols and labels, while the latter leads totheimplementation of Islamic values and symbolismand labeling whichare both considered to be important. So the former tends to take more substantive values of Islam that is essentially concerned with the purpose of realization of the ideals of Islam, while the latter tends to the enactment of Islamic lawin all aspects of community life.  الملخص: في سياق التغيير الاجتماعي، يعتقد أن فكرة علي شريعتي لها إطار وأساليب تختلف عن أساليب رواد الفكر والحركات الإسلامية الأخرى. من ناحية ،أن شريعتي يكافح ضد سلطة مستبدة في إيران، شاه بهلوي. ومن ناحية أخرى، كان مختلفا تماما عن علماء الدين التقليديين الذين كانوا يكرهون التغير الإيراني، بجانب ذالك، لم يوافق شريعتي الحركات الإسلامية المتطرفة التي تبغى ضد السلطة. قدم شريعتي المقاومة السياسية من خلال الأفكار الثورية، وهذه الحال تؤثر في المجتمع وتكوين الوعي العام فيهم لفهم الإسلام كعقيدة التي لها المصلحة التحررية. هذا يعني اعتقاد الإسلام كمذهب الفكر والعمل في المكافحة الاجتماعية والاقتصادية، و الأغلال الثقافية.أما الجهود لجعل الإسلام ذات معانى سياقية وحديثة فى مجال التغير الاجتماعي يدعو شريعتي الى نمطين على الاقل؛ يعنى ،نمط الحركة المعتدلة و نمط الحركة المتطرفة ( الراديكالية. النمط الأول يتجه الى كيفية تطبيق القيم الإسلامية في حياة الأمة دون أن تلصق على رمزية أو وصفية الإسلام ( إضفاء الإسلام الرسمي في حين أن هذا النمط الأخير يعتبر المساواة  اعتبارا هاما في تنفيذ القيم الإسلامية ورمزيته معا لإضفاء الطابع الرسمي على الإسلام في شكل الدولة الخ. بينما كان الأول يهتم بتحقيق أهداف الاسلام في الحياة اليومية، كان الأخير يفضل تطبيق القانون الإسلامي (القانوني الرسمي في جميع جوانب حياة المجتمع.  Abstrak: Dalam konteks perubahan sosial, pemikiran Ali Syar’ati bisa dikatakan mempunyai kerangka dan metode berbeda dengan metode pioner pemikiran dan pergerakan Islam lainnya. Di satu pihak, Syari’ati hendak melawan otoritarianisme penguasa Iran, Syah Pahlevi. Di lain pihak ia sama sekali berbeda dengan para ulama tradisional Iran yang anti-perubahan, juga berbeda dengan gerakan-gerakan Islam radikal yang melakukan pemberontakan politik terhadap penguasa. Syari’ati melakukan perlawanan politik melalui gagasan-gagasannya yang revolusioner, mempengaruhi opini publik untuk memahami Islam sebagai ajaran yang memiliki kepentingan emansipatoris. Yakni kepercayaan terhadap Islam sebagai mahzab pikiran dan tindakan dalam melawan ketidakadilan sosial ekonomi, kezhaliman penguasa, dan belenggu-belenggu kebudayaan. Upaya-upaya pemaknaan Islam secara modern dan kontekstual ini menghadirkan dua pola perubahan sosial, yaitu pola pergerakan moderat dan  ekstrem (radikal. Yang pertama lebih spesifik mengarah kepada bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa terjebak pada simbolisme atau labelisasi Islam (formalisasi Islam sementara yang terakhir sama-sama menganggap penting implementasi nilai-nilai Islam dan simbolisme atau formalisasi Islam dalam bentuk negara Islam dll. Kalau yang pertama lebih bersifat substantif yakni mementingkan tujuan berupa terwujudnya cita-cita Islam dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan yang kedua lebih mengutamakan berlakunya hukum Islam (legal-formal dalam keseluruhan aspek kehidupan masyarakat.

  16. PROBLEMATIKA ANAK MENJALANKAN IBADAH DALAM KELUARGA MULTI AGAMA DI KOTA PALANGKA RAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamdanah Hamdanah

    2014-11-01

    Full Text Available Problems of humans vary considerably. One major problem concerns religion. Under a normal condition, one can observe religious rites properly. Problems arise, however, when one, especially children, lives in a family whose members practice different religions. This can be seen, for example, in many families in Palangkaraya, Central Kalimantan. The decision to follow a particular religion and practice it in a multi religious family is challenging. There is a problem between the conscience to practice the religion in accordance to one’s own faith and the pressure to follow parents or foster parents who practice different religious. This article examines not only how adolescents choose their own religion but also how they practice religious rites in a multi religious families. Using qualitative-fenomenology approach, the data consitsed of ten families and were collected trough partipative observation and depth interview techniques. Findings show that adolescents have serious problems not only as to how they decide their own religion but also how they should observe their religious rituals. They felt confused, doubt, and event affraid of doing religious rites differently in such families. Findings also show that there are correlations between parents’ defferent religion and their low-motivation in religious activities and understanding religion.

  17. PERAN PENDIDIK PAI DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN AGAMA YANG INKLUSIF DI SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Munadi

    2012-12-01

    Full Text Available Abstract: This research was aimed to reveal the religious inclusivism contents on Islamic Education subject taught at senior high school level, learning model of Islamic Religious Education is taught in secondary education pursue the development of tolerance and religious inclusivism on the learners and the teachers and instructional materials provide inspire for learners to develop attitudes of tolerance and religious inclusivism.             Type of research is qualitative research methods. Subjects Research and Sources of Data in this study is the teachers of Islamic education on SMAN 4 Surakarta.  Setting in this study took place in Surakarta, who have a variety of Islamic dynamics that are considered to be moderate to radical. Data collection techniques used were: In-depth Interviews, participant observation, and documentation. The validity of data used in this research are triangulation methods and sources. The data analysis was done by following the interactive model analysis of  Miles and Huberman consisting of collecting the data, reducing the data, describing the data, and making conclusion and verification.              Result of the research showed that the content of religious tolerance and inclusivism is taught in class XI semester 1 and 2 are expressly or directly relate to other religions or indirectly, the model simulation in concept (analysis of the teaching program exists, but not operationalized at the level of material and learning . But in the great Day of Islam, students are encouraged to appreciate the opinions of others and the inspiration to develop attitudes of tolerance and religious inklusifisme contained in textbooks through the verses of the nuances of this, such as Surat al-Baqara verse 285 and Surah Al Hujurat paragraph 13.

  18. PENDIDIKAN MULTIKULTURAL INTERRELIGIUS: UPAYA MENYEMAI PERDAMAIAN DALAM HETEROGENITAS AGAMA PERSPEKTIF INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahathir Muhammad Iqbal

    2014-06-01

    Full Text Available This article was written with the purpose to obtain a picture of interreligious conception of multicultural education as an attempt to create peace in the livelihood of the Indonesian nation that is multicult ural. Conception of multicultural education were developed through in-depth and intensive literature studies. The aut hor emphasizes the idea of multireligious and interreligious education models, not monoreligius, so that each eleme nt in different nations and religious beliefs in this country will show the inclusive character including attitude o f brotherhood, mutual tolerance for differences, respect for differences, and to avoid a culture of violence.

  19. Konversi Agama dan Pemahaman Nilai Islam Santri Pondok Itikaf Jama’ah Ngaji Lelaku Lawang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Redhani

    2017-05-01

    Full Text Available Pondok Itikaf Jama'ah Ngaji Lelaku, Lawang is one of the containers to learn and understand Islam, the background of santri like people who have a black background, such as ex-thugs, gamblers, drunkards, people who have problems of life and people who want to learn religion But have limitations in Arabic. The way santri learn religion, that is by trying to understand the holy verses of the Qur'an and hadith, one of his understanding that is belief in performing the congregational prayer accompanied by the language translation of his people, this is contrary to the prevailing Islamic law. The purpose of the research is to find out 1 why the subject is interested to join the Pondok Itikaf Jama'ah Ngaji Lelaku, Lawang, 2 the psychological factors that cause the students of Pondok Itikaf Jama'ah Ngaji Lelaku, Lawang change beliefs bergama, 3 how the process of belief change students santri Itikaf Jama'ah Ngaji Lelaku, Lawang, and 4 how the understanding of Islamic values of Santri Pondok Itikaf Jam'ah Ngaji Lelaku, Lawang. The research method used is single case study method. Data collection is done through interview, observation, and documentation. Data analysis is done by using descriptive analysis, that is using words to describe what the purpose of this research. The results showed that 1 subjects interested in joining and believing to implement the teachings received in the cottage because the subject is acceptable as it is by the manager of the cottage, the manager also patient and painstaking provide guidance on the subject, the subjects at least get the peace of mind and can change the attitude of the subject, At least get the peace of mind and can change the attitude of the subject to a better direction, there is a common background between students who are with each other. 2 psychological factors causing the subject to change beliefs, subjects experiencing symptoms of inner pressure caused by the emotional attitudes of the subject, it encourages subjects to seek inner calm by way of learning and reciting to understand the purposes of the holy verses of the Qur'an and hadith and try Implement it. 3 the process of changing the subject's beliefs. In the quiet period, subjects are apriori towards religion. The period of unrest, the subject felt the religion that he believed could not be the handle of life. The conversion period occurs after the subject's conflict subsides and the subject can define a new belief. Calm and serene period, subjects gained the composure of the new doctrine. The period of conversion expression, subjects are subject and harden their behavior with new teachings. 4 overall awareness of religion students of Pondok Itikaf Jama'ah Ngaji Lelaku, Lawang not yet mature

  20. IMPLEMENTASI KURIKULUM HOLISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH (MTs DI BANJARMASIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salamah Salamah

    2016-02-01

    Full Text Available The learning outcomes of Islamic Religious Education (PAI in Madrasah is often considered minimum. Holistic curriculum is believed to be relevant and can be an alternative solution to overcome the problem of learning school in relation to the improvement of learning outcomes. Holistic curriculum model is based on the perennial philosophy. It is a school that sees education as a cultural heredity / a whole, integrated, and relevant discipline which presents the related, connected and intact teaching materials. The implementation process uses an active and cooperativeapproach which integrates learning with logical thinking, intuition, emotion and directexperience. By using classroom action research procedure, this model was implemented to find a model that is relevant to the characteristics of PAI at MTs. The experimental research was also carried out to look at the effectiveness of the curriculum used. The results showed thatthe experimental group gained greater learning outcomes (high category, than the control class. The students activity inlearning process of the experimental class also showed higher level of participation than the control class.

  1. Hubungan Motivasi Belajar Ekstrinsik Terhadap Hasil Belajar Psikomotorik Pada Mata Pelajaran Agama Kristen Kelas V Di SD Zion Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sifra Sahiu

    2017-09-01

    Full Text Available Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan motivasi dengan imitasi memperoleh skor 79,34% dalam kategori setuju menunjukkan bahwa peserta didik bukan hanya menjadi pendengar saja melainkan melakukan atau meniru setiap pelajaran yang diajarkan yang berhubungan dengan gerakan. Kedua, Hubungan motivasi dengan manipulasi memperoleh skor 80,29% dalam kategori setuju menunjukkan bahwa peserta didik mampu untuk menggunakan konsep dalam melakukan kegiatan seperti meneladani tokoh Alkitab. Ketiga, hubungan motivasi dengan presisi mempeoleh skor 83,42% dalam kategori setuju menunjukkan bahwa peserta didik tidak sekadar mengikuti apa yang dikatakan oleh gurunya tetapi mempertimbangkannya yang dapat diterima secara logikanya. Keempat, hubungan motivasi dengan artikulasi memperoleh skor 76,75% dalam kategori ragu-ragu menunjukkan bahwa peserta didik masih ragu-ragu dalam merangkai segala sesuatu menjadi suatu hal yang berkesinambungan. Kelima, hubungan motivasi dengan naturalisasi memperoleh skor 83,95% dalam kategori setuju menunjukkan bahwa peserta didik mampu melakukan segala tugas sekolahnya dengan mandiri dan berusaha sendiri. Kesimpulannya adalah keterkaitan motivasi dan hasil belajar psikmotorik merupakan hal yang sangat penting dalam mengembangkan keaktifan anak didik dalam belajar atau melakukan setiap kegiatan sehingga mencapai hasil yang lebih baik.The results of this study about the relationship of motivation with imitation that received a score of 79.34% on the Rating scale, indicate that learners not only are listeners but rather doers or imitaters of any lessons taught related to the kinesthetic movement. Second, the relationship of motivation with manipulation that received a score of 80.29% on the Rating scale, shows that learners are able to use concepts in doing activities such as emulating a biblical character. Third, the relationship between motivation and precision that received a score of 83.42% on the Rating scale, demonstrates that learners do not simply follow what the teacher says, but consider it logically acceptable. Fourth, the relationship of motivation with articulation that recieved a score of 76.75% on the Rating scale, suggests that learners are still hesitant in assembling all that they have learned into something that is continuous and consistant. Fifth, the relationship of motivation with naturalization  that obtained a score of 83.95% on the Rating scale, reveals that learners are able to do all their schoolwork independently by their own efforts. The conclusion is that the relationship of motivation and the effects of  psychomotor learning is very important in developing activity in students while learning or doing each activity so as to achieve better learning results.

  2. PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP 3 PEKALONGAN (Kajian atas Kurikulum dan Proses Pembelajaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Maemonah

    2012-10-01

    Full Text Available Even though character building as an autonomous subject among student does not exist in secondary school, Islamic Education (PAI, as one of the subjects in school related to character building, has to play its role in building students’ character. This study aims to reveal the problems related to PAI learning process in SMP 3 and its role in building students’ noble character. This study was qualitative using observational case studies. The data were obtained through interviews, questionnaires, and documents and were analyzed using qualitative analysis techniques with the inductive approach. The documents were such legal decisions of officials in Educational Ministry, the syllabi, curriculums, and teaching planning (RPP. The result shows that PAI learning has an important role in building students’ noble character if it is supported by competent lecturers, good inputs, adequate materials, and good processes. Character building learning was taught integrated and aimed to shape noble character among the students of SMP 3 Pekalongan. It was accommodated in PAI learning, citizenship learning and local contain subject, such as Javanese language and Cookery Learning. Unfortunately, the sustainability and comprehensiveness of character building learning in PAI curriculum were not seriously attended. Nevertheless, they were taught integrated in pilot project program and evaluated gradually and comprehensively.

  3. Kombinasi RSA-CRT dengan Random LSB untuk Keamanan Data di Kanwil Kementerian Agama Prov. Sumatera Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niti Ravika Nasution

    2017-04-01

    Full Text Available In this study the authors use Cryptographic Algorithms Rivest Shamir Adleman Chinese Remainder Theorem (RSA-CRT and steganography technique Random Least Significant Bits (LSB. RSA-CRT is basically the same as usual, but utilizing RSA CRT theorem to shorten the bit size decryption exponent d by hiding d on congruent systems that accelerate time decryption, the difference in the key generation process and the decryption process. Cryptographic algorithm RSA-CRT produce ciphertext stored into a picture (image using Steganography technique Random Least Significant Bits (LSB. The workings of Random LSB is storing the message (ciphertext in the first bit or the second bit random key for use random number generator Pseudo Random Number Generator (PRNG with Linear Congruential Generator (LCG method. Ciphertext stored in a picture  (image has extracted key re-use random number generator at the time of inserting the message. Then the ciphertext is decrypted back by the algorithm RSA-CRT to produce the original text (plaintext. Merging Cryptographic Algorithm RSA-CRT with Steganography Technique Simple  LSB than with Random LSB generate higher PSNR and MSE is lower, which means better level of data security and more resistant to attack. Has more difficult to find a secret message by cryptanalysis and steganalyst.

  4. THE EFFECT OF SELF-EFFICACY ON ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB EMPLOYEES OF INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KENDARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsuddin

    2017-04-01

    Full Text Available The problem studied in this research is whether self-efficacy has direct effect on Organizational Citizenship Behavior. The research method was done by using quantitative approach through survey method by collecting data through research instrument, and spreading questionnaire to the employee which the result then processed through SPSS program to know the influence between variables. The population in this study amounted to 103 people and a sample of 82 employees and lecturers who received additional duties as structural officials IAIN Kendari. Based on the results of this study, it is found that there is a direct positive effect of self-efficacy on IAIN Kendari organizational Citizenship Behavior (OCB of 0.471 or self-efficacy had an effect on Organizational Citizenship Behavior (OCB IAIN employees Kendari with 47.1%. Therefore, it is concluded that empowerment and self-efficacy have a direct positive and significant impact on IAIN Kendari Organizational Citizenship Behavior (OCB.

  5. PENGARUH PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BAGIAN HUMAS KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROPINSI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heni Rohaeni

    2017-04-01

    Full Text Available Abstract-Performance problems are not limited to how much the organization is able to empower human resources as members of the organization to achieve the desired work but furthermore is how successful is the organization can encourage motivation and satisfaction of employees to work as much as possible so they can achieve the expected performance. One way to encourage motivation and employee satisfaction is the reward or remuneration in this case is compensated either directly or indirectly adequate, so that employees feel that the organization has noticed at once appreciate what they have done for the sake of the organization, with thus, the employee's performance will be achieved, but on the contrary, if the organization failed to give attention in this case the compensation of employees it is not impossible employees are not motivated to work so consequently performance is not achieved according to expectations of the organization and as a result of dissatisfaction of employees that compensation will make the performance more decreasses. Method research conducted in this study is a survey research design with quantitative research methods. That quantitative research is research conducted to determine the value of self, either one or more variables (independent without making comparisons or connections between the variables of the other variables, whereas associative research is research that aims to determine the relationship between two or more variables, with emphasis see a causal relationship is a causal relationship. The results of this study variable data Empowerment of Human Resources showed that the lowest score of 67 and the highest score was 93. Thus, obtaining the highest and lowest scores, the range of scores (range was 26 (93-67. Compensation variable data indicate that the lowest score was 51 and the highest score was 71. Thus, obtaining the highest and lowest scores, the range of scores (range was 20 (71-51. for employee performance variable data shows that the lowest score was 55 and the highest score was 74. Thus, obtaining the highest and lowest scores, the range of scores (range was 19 (74-55.

  6. KESESUAIAN ANTARA CITA-CITA DAN PEMILIHAN PROGRAM STUDI MAHASISWA FAKULTAS AGAMA ISLAM ANGKATAN 2013/1014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahasri Shobahiya

    2014-11-01

    The dreams that match with its mission and objectives of faculty are quite large ( 62 % , who aspires to be a teacher and lecturer of IS. Students of Islamic law ( Sharia that match with the ideals and objectives of the faculty is very small ( 3 % , which aspires to be a judge / prosecutor .

  7. Problematika Implementasi Penilaian Autentik Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SD Negeri Ploso I Pacitan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Efi Tri Astuti

    2017-08-01

    Full Text Available The main component to know the effectiveness of the learning process is through assessment. The relevance of assessment methods with the curriculum applied in educational institutions is very important. The assessment method relevant with the 2013 curriculum is an authentic assessment. This authentic assessment method measures the competence of attitudes, skills and knowledge based on process and outcome (competence of cognitive, affective, psychomotor. In contrast to the previous curriculum assessment methods that always emphasize cognitive competence (knowledge and tend to be oriented to exam results, in authentic assessment teachers always pay attention to the balance between attitude competency assessment, knowledge and skills tailored to the development of characteristics of learners in accordance with the ladder. As has been observed in SDN Ploso I Pacitan with the results of the implementation level of authentic assessment of Islamic Education has not been effective. This is constrained by the teacher's lack of awareness in the assessment process.

  8. RESPON MAHASISWA PERBANKAN SYARI’AH TERHADAP PENDIRIAN GALERI INVESTASI BURSA EFEK INDONESIA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PAMEKASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lely Shofa Imama

    2015-12-01

    Full Text Available BEI Investment gallery STAIN Pamekasan as a realization of capital market laboratory will always engage academician, especially Perbankan Syari’ah students, as the object of the investment gallery. This research is field research employing descriptive quantitative method. Its objective is to identify the level of knowledge and response toward the existence of BEI Investment gallery in STAIN Pamekasan. The result shows that students of Syariah Banking Program just simply know, whereas they absolutely agree with the urgency of laboratory capital market and the founding of BEI investment gallery STAIN Pamekasan.

  9. Urgensi Pemahaman Etika Komunikasi Islami pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam dalam Mengurangi Dampak Negatif Penggunaan Facebook

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Ayu Rizqi Mahanani

    2014-01-01

    Full Text Available This study aims to see the urgency of understanding the ethics of Islamic communication in an effort to reduce the negative impact that hit Facebook where students of the State Islamic Institute (STAIN Kediri. Because this situation is contrary to the vision STAIN Kediri who has committed a stabilization center aqidah, good morality, the development of science and a profession that is able to produce graduates who excel intellectually and morally, master of science and technology in order to create a good society. This study used a survey method. The result found that first, many students STAIN Kediri who has not shown good character when a user of Facebook. And secondly, Facebook is used by students STAIN Kediri to argue, in contempt, and a means of contention. An understanding of Islamic ethics of communication required by the students, in order to become the foundation for the user to access Facebook.

  10. Aktualisasi Diri Siswa dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Berdasarkan Perspektif Carl R. Rogers

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herly Janet Lesilolo

    2017-01-01

    Full Text Available This study aims to examine the application of self-actualization of students according to Carl, R. Rogers in the teaching and learning process of Christian Religious Education and Character Based on the curriculum 2013. Background of research problem is the teaching and learning process of Christian Education and Character Budi Pekerti Based on the 2013 curriculum in the fourth grade of school Basic has not developed self-actualization of students. Teachers have not helped students develop themselves, know themselves as unique human beings and help students realize the potentials that exist within students. As a result students are not critical and sensitive to social reality and have not been able to direct themselves in solving a problem. The objectives of the research are: (1 to describe the way of learning of students who self-actualize in teaching and learning process of PAK and morality based on curriculum 2013, (2 to describe the role of teacher so that students can mengatualisasikan self-learning process of PAK and Budi Pekerti based on curriculum 2013, 3 describe the teaching and learning process of PAK and Budi Pekerti based on the 2013 curriculum that self-actualizes students. The results showed, (1 Students become active learners, students develop thinking skills, communicate, act, and be virtuous; Students seek answers with their own student efforts based on correct facts; Students and teachers show the mutual relationships meet the needs because teachers and students have different roles in the PBM. (2 Teachers are not patronizing, teachers build trust between students and teachers, students with students, teachers invite students to participate, teachers do not patronize, do not restrict students looking and finding, independent of other students pouring ideas. (3 The learning process from the students 'experience, whether cognitive, attitudes, or skills, develops students' courage and skills, active interactional relationships include active communication, media utilization and social relationships so that teachers and students are free to ask or respond to questions or opinions.

  11. UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU MELALUI PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION (GI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida I Dewa Ayu Ketut Putri

    2016-08-01

    Full Text Available Cooperative learning : group investigation (GI is a learning strategy to determine the student’s development and progress that oriented to class activities and allow students to use a variety of learning resources besides teachers. Thelow learning achievement obtained by students in particular on the subjects of Hinduism is noteworthy. It is caused by several factors, including the intelligence of students, student motivation, interest in learning, study habits, as well as external factors such as student living environment, the infrastructure that supports the learning process inadequate. To see whether the implementation of Cooperative Learning type Group Investigation able to improve student learning outcomes, this study applied the model to the 2nd year student (class F in SMP Negeri 3 Denpasar school year 2011/2012. This study was classifiedas a class action (classroom action reseach which is the subject is the 2nd year student (class F as many as 28 people and the object of research is thestudent’s learning activities. This study used primary data obtained directly from the students by using the technique of testing and observation sheet. The collected data were analyzed descriptively based on the average and standarddeviation that obtained through the results of the evaluation scores at each end of the cycle. The results showed a very significant increase in activity of students from an average score of 2.93 in the first cycle to 4.14 in the second cycle. The average student achievement in the first cycle is 70.64 with classical completeness of 60% increased to 75.54 with classical completeness of 92.9%.

  12. KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM RUMAH TANGGA DI DESA TAMBANGAN, KECAMATAN KAJANG, KABUPATEN BULUKUMBA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chaeruddin B.

    2017-11-01

    Full Text Available The research conducted in Tambangan village of Kajang district was directed to gain objective description on household base involvement of parents towards Islamic education adminis-tration. The data collection was done under the intensive observation and interview to all respondents. The result of this research showed that: Most of parents didn’t do direct involvement in Islamic edu-cation administration in their family. They delegated that self invol-vement to the teachers of religion subjects in the school and/or institute for Qur’anic education (TPA/Qur’anic kindergarten (TKA in stead. The parents who took direct involvement in Islamic edu-cation administration apply habit formation, giving advice, noble characters methods in terms of Islamic orders and prohibition. They also used traditional approach and method (Al-Bagdadi particularly applied in Quranic writing and recitation education.

  13. Kajian Profil Lulusan STAIN Samarinda Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI Tahun 2009 – 2013 dengan Pendekatan Tracer Study

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahdatunnisa Wahdatunnisa

    2014-06-01

    Full Text Available Islamic higher education is targeted to create a high qualified human resources. A tracer study could be used to gain a data about the flaws, both of the process of education and the process of learning, of the quality of Islamic higher educations. by knowing the flaws, it can be used to make a better planning in the future. The problem of this study are: 1 How is the appropriateness of the work-field of the alumnae and the study program of Islamic education program of IAIN Samarinda?, 2 How is the contributions of the curriculum of Islamic education program of IAIN Samarinda to the work-field?, 3 How is the improvement of curriculum of Islamic education program of IAIN Samarinda to create a high qualified alumnae? This is and evaluative research design which is objected to describe the profil of alumnae and the curriculum relevance at Islamic education program at IAIN Samarinda. In this study, the researcher used interview and documentation to collect the data. The researcher used interview guide and recording tools as the instruments. The result of the study shows that: firstly, most of alumnae work in the schools as teachers or administration staff. Secondly, curriculum of PAI at STAIN Samarinda proves in supporting the work of alumnae. Thirdly, the improvement of curriculum can be done by adjusting the content of curriculum with the work field, improving lecturers’ qualification, erlarging the practicum, empowering the alumnae with some competencies, and strengthening the subjects of teachers and educational content.

  14. MASA PEMBAYARAN BEBAN NAFKAH IDDAH DAN MUT’AH DALAM PERKARA CERAI TALAK (Sebuah Implementasi Hukum Acara di Pengadilan Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    syaiful annas

    2017-12-01

    Full Text Available This paper will discuss the implementation of payment of  iddah and mut'ah in the divorce (raj’i. Judges often faced  a problem between text and context. Their decision imposes on men pays iddah and mut'ah life as a right for his ex-wife, but it was not implemented as the judge's decision, so that women tend to be disadvantaged ones, although the formal law can be prosecuted fiat execution, but it is not easy for a woman, sometimes the cost of iddah and mut'ah charge is not comparable with the cost of carrying out the execution, not to mention ex-husband who went (fuzzy away unnoticed after divorce statement. Therefore the necessary of a legal breakthrough to provide legal certainty for the rights of womens through the judge's decision, with consideration argumentative primarily to determine a living payout time of iddah And mut'ah. In this paper will be described legal reasons in court as legal considerations which contains elements of juridical, sociological, philosophical in decision   [Tulisan ini hendak mendiskusikan bagaimana pelaksanaan pembebanan pembayaran nafkah iddah dan mut’ah dalam perkara talak (raj'i. Seringkali hakim dihadapkan pada problematika antara teks dan konteks. Adanya putusan yang membebankan terhadap laki-laki membayar sejumlah nafkah iddah dan mut’ah sebagai hak bagi mantan istri, akan tetapi tidak dilaksanakan sebagaimana putusan hakim, sehingga perempuan cenderung dirugikan, meskipun secara yuridis-formil dapat dituntut fiat eksekusi, tetapi tidak mudah bagi pihak perempuan, karena kadang biaya pembebanan nafkah iddah dan mut’ah tidak sebanding dengan biaya melaksanakan eksekusi, belum lagi problem mantan suami yang pergi tanpa diketahui lagi keberadaannya setelah pengucapan ikrar talaknya. Oleh karena itu perlu terobosan hukum guna menjamin hak perempuan tersebut melalui putusan hakim dengan pertimbangan yang argumentatif terutama untuk menentukan masa pembayaran nafkah iddah dan mut’ah tersebut. Dalam tulisan ini akan diurai alasan hukum dalam putusan pengadilan sebagai bahan pertimbangan hukum yang memuat unsur yuridis, sosiologis, filosofis dalam putusan tersebut.

  15. PLURALISME AGAMA MENURUT PERSPEKTIF DOSEN-DOSEN FAKULTAS USHULUDDIN DAN HUMANIORA DAN STT GEREJA KALIMANTAN EVANGELIS (GKE BANJARMASIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Karianto

    2015-10-01

    Full Text Available This script writing against the background of social conditions in South Kalimantan diverse in terms of ethnicity, or religion. We take the example of religious pluralism in South Kalimantan. This religious pluralism condition often we term Religious Pluralism. Religious Pluralism succession plays a very important to maintain the diversity and creating understanding of the harmony that lately in various areas, especially in Indonesia being tested. Religious pluralism is a perspective of religious harmony. This understanding of the role in order to be more effective is to educate every student either by teachers, lecturers and other teaching staff in order to achieve that purpose. Both from the Primary Education, Secondary, to university, both from High school and College of General. Results of field interviews showed that religious pluralism is understood by some of the Faculty of Islamic Theology and Humanities IAIN Antasari is a pluralism that if no further interpreted it leads to liberalism even to relativism and nihilism. However, if seen from what has been interpreted by some leaders of Religious Pluralism, then pluralism itself be accepted as a philosophy in building harmony. While others say that sociologically Religious Pluralism has to be accepted by Muslims without having interpreted the deeper, because Pluralism itself is not relativism, or even nihilism. Meanwhile, partially-Lecturer Lecturer STT Borneo Evangelical Church (GKE views of Religious Pluralism in context pluralistic society will be criticized for some faiths who are intolerant of other religions. While others consider only limited Religious Pluralism understand the differences and cooperation in specific social issues, without any compromise in theology, leading to the elimination of the role of God in life.

  16. Implementasi dan Problematika Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Jurusan Keagamaan di MAN Rejoso Jombang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ifadatun Nuroidah

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk: (1 untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran jurusan Ilmu-ilmu Keagamaan PAI di MAN Rejoso; (2 untuk mendeskripsikan problematika implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran PAI jurusan Ilmu-ilmu Keagamaan di MAN Rejoso. Untuk mendeskripsikan sebab munculnya problematika dan solusi dari problematika implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran PAI jurusan Ilmu-ilmu Keagamaan di MAN Rejoso. Penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan metode diskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa: (1 implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran PAI di MAN Rejoso berjalan dengan baik walaupun masih banyak kendala, namun kendala tersebut sedikit demi sedikit bisa diatasi; (2 problematika implementasi Kurikulum 2013 memang tidak sedikit baik problem internal maupun eksternal, hal ini terjadi karena masih minimnya informasi yang diperoleh tentang implementasi Kurikulum 2013 secara utuh. This study aims to: (1 describe the implementation of the Curriculum 2013 for Religious subjects at the Islamic Education Department of MAN Rejoso; (2 describe the problematic implementation of the Curriculum 2013 for Religious subjects at the Islamic Education Department of MAN Rejoso. This research describes the problems and solutions for the problems in the implementation of Curriculum 2013 for Religious subjects at the Islamic Education Department of MAN Rejoso. The current research apllied qualitative approach with descriptive methods, that is observing subjects’ written or spoken words and behavior. || The data collection was done by conducting interviews, observation, data reduction analysis, and data verification. Based on the results of research, it can be concluded that: (1 the implementation of the curriculum 2013 on the Islamic Education subjects in MAN Rejoso has been going well although there are still many obstacles. These obstacles, however, can be overcome little by little; (2 the problems, both internal and external problems, in implementing the Curriculum 2013 were not insignificant because of the lack of information on the implementation of the Curriculum 2013.

  17. Nawa al-Sa‘dawi: Modalitas sebagai Pembentuk Nilai Islam dalam Praktik Diskursus Gender oleh Pemimpin Agama dan Penguasa Mesir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yayuk Fauziyah

    2014-01-01

    Full Text Available Nawa al-Sa’dawi is an Egyptian gender and social activist. Her first and most controversial novel “al-Mar’ah wa al-Jins” provoked a far-reaching debate on issues relating to sex and women. This novel was the reason for her intimidation by both the political and religious authorities in Egypt. She was later dismissed from her position as a director of public health service by the request of the political authority. To her disappointment, Egypt was overwhelmed by a repressive mentality of men against women and children. And she believed that this repression was the result of –among others- the capitalistic mentality of the Egyptians. This mentality was translated into a discourse that legitimizes gender-bias policy that both political and religious authorities advocated. Al-Sa’dawi objected this, and expressed her concern in her The Hidden Face of Eva where she first narrates the repressive reality that she encounters in her society. She then suggests that the capitalistic mentality of the Egyptians has become some kind of value system around which their behavior was shaped. By value system she means a belief that women can – and even must- be exploited for the interest of men. Woman is inferior to man. This belief is so common that it forms part and parcel of the Egyptian social structure, mentality and the way they run their day-to-day economic activities. A patriarchal society would stand firm in defense of this value system. Driven either by its capitalistic mentality or else by its persistence to stay resolute, the patriarchal society would unduly remain aloof in its exploitation of women and children. The thrust of al-Sa’dawi’s ideas is to challenge all this. This paper in the meantime is destined to explore those ideas by consulting the Islamic view concerning justice and equality. We also are interested in examining al- Sa’dawi’s ideas by employing Pierre Bourdieu’s schemata of Habitus x Capital = Domain.

  18. Pran-Soeh Resistance to the State Hegemony

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasruddin Nasruddin

    2016-03-01

    Full Text Available Munculnya gerakan keagamaan lokal (the emergence of new local religion adalah fenomena yang lazim dan tak bisa dihindarkan. Di Jawa, misalnya, terdapat beberapa agama lokal yang lahir dari rahim budaya setempat dan kemudian disebut sebagai Javanese religion atau religion of Java. Di antara agama-agama lokal ini, ada sebuah gerakan keagamaan yang dikenal sebagai Agama Pran-Soeh. Embrio dari kemunculan Agama Pran-Soeh bisa ditelaah pada masa kolonialisme Belanda dan penjajahan Jepang. Seperti agama lokal lainnya, pendiri agama Pran-Soeh juga yakin bahwa dia menerima wahyu dari Tuhan. Kemudian, ia merasa bahwa memiliki tugas untuk menyebarkan wahyu untuk komunitasnya. Dari sinilah, agama lokal Pran-Soeh mulai muncul. Keberadaan aliran keagamaan ini belum banyak diteliti. Menggunakan perspektif historis, artikel ini bermaksud meneliti kemunculan dan keberadaan aliran ini, bagaimana hubungannya dengan pemerintahan politik, serta responsnya terhadap problematika sosial, terutama sosial Islam. Lebih jauh, artikel ini akan mengupas resistensi Pran-Soeh terhadap hegemoni negara. Keberadaan agama Pran-Soeh itu sendiri tidak tumbuh pesat di masyarakat, tetapi harus menghadapi hambatan baik dari dalam dan luar. Kendala dari dalam adalah bentuk konflik di antara mereka. Sementara kendala dari luar salah satu khususnya di Orde Baru adalah hegemonik negara dan kecemasan dan kekhawatiran agama yang mainstream. Jadi, kelangsungan hidup dan kematian agama Pran-Soeh tergantung pada keputusan negara dan kebijaksanaan agama yang mainstream.

  19. PENGARUH PEMAHAMAN AGAMA, MOTIFASI MENDAPATKAN PROFIT DAN TINGKAT PENDIDIKAAN TERHADAP KESADARAN SERTIFIKASI HALAL BAGI PRODUSEN MAKANAN DI KABUPATEN SLEMAN DAN BANTUL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Waluyo Waluyo

    2013-06-01

    Full Text Available This research aims to determine whether there is an understanding of the influence of religion, profit motivation and education levels of the awareness of certified halal food for producers in Sleman and Bantul, as well as to find among the independent variables which are more significant. This research is a quantitative study with multiple regression analysis. Independent variables (religious understanding, motivation and profit levels simul-taneously have significant effect on awareness of halal certification for food producers in Sleman and Bantul with the amount of influence of 66.7%. The independent variables that have a significant effect on the dependent variable  (motivation of certified halal is understanding of religion variable and profit motivation.

  20. Kompetensi Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan di Perbankan Syariah: Studi Mahasiswa Jurusan Syariah Program Studi Muamalah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Samarinda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Nur Zaroni

    2014-12-01

    Full Text Available The objective of this study is to describe the students’ competency of Muamalah study program of STAIN Samarinda who were conducting school internship program at three Syariah Banks in Samarinda. The banks are Bank Muamalat Indonesia, Bankaltim Syariah, and Bank Syariah Bukopin. The competency, here, are basic competency, managerial competency, and operational/technical competency. This is a descriptive research design. The result of the study shows that the students’ competency of Muamalah study program of STAIN Samarinda is 7.85% or it is classified as “Good”. The overall findings are: basic competency is 77,27% (Good, operational competency is 69,55% (Good, and managerial competency is 68,73% (Fair. There are 2 of 28 indicators which have the highest score, they are moral integrity and the understanding of the concept of syariah economy; the score is 83.64% for each category which is classified as “Very Good”. Meanwhile, there three aspects which have the lowest score, they are: presentation skill, human relations, and carefulness to the jobs. The score is 56.36% for each category which is classified as “Fair”.

  1. IDENTITAS KAUM SAMIN PASCA KOLONIA PERGULATAN NEGARA, AGAMA, DAN ADAT DALAM PRO-KONTRA PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN DI SUKOLILO, PATI, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munawir Aziz

    2011-12-01

    Full Text Available Memmories of colonization have created an ethos of daily struggle among the followers of Saminism. Encounters with colonialism in the early 20 th century impacted Samins’ character, ethos, and worldview, as demonstrated through their way of dealing with the Indonesian government, corporations, and other communities. This impact is evident in the case of the establishment of the Semen Gresik factory in Sukolilo, Pati, Central Java. The project plan of establishing a cement factory and exploration of Kendeng Mountain at Sukolilo created con ict among the people of Pati. The people were divided into two groups. The rst supported the exploration and the second resisted. Samins, however, resisted it and stood against it for their environment. This article examines the Samins actions when dealing with outside powers, in this case the State and the cement corporation. It also studies how the Samins constructed their post-colonial worldview and identity in response to the state, religion, and capitalism. Using Gayatri sivak’s theory of “subalternity”, this article explains identity politics of the post-colonial Samin Movement.

  2. HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL (EQ DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PERILAKU BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI DI SMPN 01 JENANGAN PONOROGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Wahyuningttyas

    2016-03-01

    ملخص:هناك أمور لابد من الاهتمام بها من قبل الطالب حين يدرس وهي الذكاء العاطفي ودافع التعلم وسلوك التعلم لديه. وقد أثبتت الدراسات أن هناك أذكياء لكنهم فشلوا لعدم قدرتهم على تنسيق عواطفهم جيدا. وهكذا ما يتعلق بدوافع التعلم. لا يمكن أن يدرس الطالب دون أن يكون له دوافع للتعلم في نفسه. فبالذكاء العاطفي ودافع التعلم العالية يستطيع الطالب أن يوجد له السلوك التعلمي الجيد حتى يحصل على نتائج التعلم الجيدة. فبهذا تكون أهداف هذا البحث هي معرفة الذكاء العاطفي ودافع تعلم طلاب الصف السابع وسلوكهم فيه ولمعرفة الارتباط بين الذكاء العاطفي وبين دوافع تعلم طلاب الصف السابع المدرسة الثانوية العامة الحكومية  الأولى جناعان فونوروغو في مادة التربية الإسلامية  . ونوع هذا البحث بحث كمّي، ومجتمع هذا البحث هو طلاب الصف السابع وعددهم 169 طالبا، وتجمع البيانات بالاستبيانات والملاحظة والوثائق المكتوبة. أما تحليل البيانات فبتحليل الارتباط التعددي. ونتائج هذا البحث، هناك 64,10% من المستجيبين لهم الذكاء العاطفي الكافي، و % 61,54 من المستجيبين لهم دوافع التعلم الكافية، و % 64,10 من المستجيبين لهم سلوك التعلم الجيد، وهناك ارتباط ذو معنى بين الذكاء العاطفي ودوافع التعلم وبين سلوك التعلم لدى طلاب الصف السابع في مادة التربية الإسلامية في المدرسة الثانوية العامة الحكومية  (1 جناعان فونوروغو وعدده 0,823.   Keywords: Kecerdasan Emosional (EQ, motivasi belajar, perilaku belajar

  3. KEWENANGAN ABSOLUT PENGADILAN AGAMA TERHADAP PENYELESAIAN KASUS PERBANKAN SYARI’AH (ANALISIS YURIDIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 93/PUU-X/2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ghassan Niko Hasbi

    2018-01-01

    Full Text Available The provisions on dispute settlement Islamic banking has been laid down in Chapter IX of the settlement of disputes of Article 55 (1, (2, (3 of Law No. 21 of 2008 mentioned that the dispute settlement Islamic Banking is done by the court within the religious court, in case the parties have foretell dispute resolution other than as referred to in paragraph (1, the settlement of disputes in accordance with the contents of the contract, settlement of disputes referred to in paragraph (2 must not conflict with Islamic principles. The elucidation of Article 55 paragraph (2 of Law No. 21 of 2008 mentioned that the reference to the settlement of disputes in accordance with the contents of the contract are as follows efforts of deliberation, banking mediation, through the National Sharia Arbitration Board (Basyarnas or other arbitration institution and / or through the courts within the General Court. The polemic is about the authority to resolve disputes in Islamic banking because there is no dualism of litigation, the Court of religion (Article 55 paragraph (1 of Law No. 21 of 2008 and the District Court stated in the elucidation of Article 55 paragraph (2 of the Act No. 21 of 2008, so in this study took the title of Absolute Authority of Religious Court Case Against Islamic Banking Solution (Analysis Juridical Constitutional Court Decision No. 93 / PUU-X / 2012. This study aims to know the legal implications arising from the decision of the Constitutional Court regarding the absolute authority of the Religious, and the competence of the Religious Islamic Banking in resolving disputes after the publication of the decision of the Constitutional Court for the No. 93 / PUU-X / 2012. The method used in this research is the method of juridical-normative research focus to apply the rules or norms of positive law by finding the law that encourages research, such as looking for the source of various litelatur, interviews with respondents also focused on how the legal aspects and principles of law against the decision of the Constitutional court, and the legal implications of this decision are equipped with primary data (Field research, as well as secondary data which supports research. In this study, there are two principal issues examined is about authority Absolut religious court after the Constitutional Court ruling No. 93 / PUU-X / 2012 as well as the implications of the issuance of the verdict in the world economy, especially sharia Islamic microfinance institutions and Islamic banking. The findings of this research is the decision of the Constitutional Court are legally absolute magnitude against all things Islamic economy both litigation and non-litigation to force the execution of the decision in the case or a decision which is final.

  4. Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi Dan Resitasi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Siswa Kelas Iv Sd Negeri 2 Tumbu Karangasem

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Ayu Putu Suci Lestari

    2018-02-01

    Full Text Available This study aims: (1 to know the application of the use of methods of discussion and recitation can improve the learning outcomes of Hindu religious education fourth graders Elementary School 2 Tumbu. (2 to find out constraints faced in using the method of assignment and recitation in the learning of Hindu religious education fourth grade students of SD Negeri 2 Tumbu.The type of this research is Classroom Action Research (PTK with the subject of this research is the fourth grader of SD Negeri 2 Tumbu, the Hindu of 17 people from 22 students, consist of 10 men, and 7 women. The research was conducted at SD Negeri 2 Tumbu Karangasem. This research was conducted in two cycles. One cycle consists of preparation, execution, observation and reflection. Data collection is done by test method. Then the data is analyzed by quantitative descriptive technique.The results of this study is an increase in learning outcomes, the initial reflection of the average learning outcomes of Hindu religious education amounted to 54.7 with 29,41% complete learning. Then, in the first cycle the average learning outcomes of Hindu religious education increased to 69.4 and the classical completeness of 64.71% is still less than the classical completeness set 85%. Thus, learning in cycle I has not been completed. In cycle II the average learning outcomes of Hindu religious education increased to 79.1 and 100% classical completeness, thus the learning cycle II completed.

  5. The role of mite pocket-like structures on Agama caudospinosa (Agamidae) infested by Pterygosoma livingstonei sp. n. (Acari: Prostigmata: Pterygosomatidae)

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Bertrand, M.; Modrý, David

    2004-01-01

    Roč. 51, č. 1 (2004), s. 61-66 ISSN 0015-5683 R&D Projects: GA ČR GA524/00/P015; GA ČR GP524/03/D104 Institutional research plan: CEZ:AV0Z6022909 Keywords : Pterygosomatidae * mite pockets * host-parasite relationships Subject RIV: EG - Zoology Impact factor: 0.837, year: 2004

  6. PERANAN SENTRAL GURU AGAMA HINDU DALAM PENCAPAIAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA DAN PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA YANG BERAKHLAK MULIA, JUJUR, TERAMPIL, BERHATI SUCI DAN BERSIH LAHIR BATIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Nengah Selasih

    2016-02-01

    Full Text Available The teachers of Hindu religion classes play central role in the effort to reach the goal of the national education as well as to build the characters that include honesty, skillfullness, clean and good-heartedness, as described in the national standard of education regulation No 20/2003 in which it states that the curriculum has to provide religious education (Pasal 37 UU Sisdiknas. The government attention to the education is implemented too by the issue of the Regulation on Teachers and Lecturers which states that teachers are professional educators with main duty to educate, teach, guide, train, and evaluate the students in the formal elementary, secondary, and high schools (UU RI No. 14/2005 Purwanto (2004:10.Education is the intentional enlightening from the adult to the younger ones in relation to their development in order to make them useful for themselves and in the society“The Indonesian national education systemas stated in UU No.2/1989 Bab, II, pasal 4,  states that the goal of the education is to develop a complete Indonesia people who are religious, good in their characters, have good knowledge and skills, healthy physically and mentally, independent, responsible for the society and nation. In line with that, the Hindu teachers should refer to the Vedic teachings and consider the physical, psychological, and social environments of study, the life as students (Sisya/Brahmacari, their roles (Acarya, the curriculum, the mteaching methods, as well as the goal of the education. These all should be centered on teaching with the emphasis on directing and motivating to reach the character buildingfacilitating that through learning experience helping to develop attitudes, values, and self adaptation At schools teachers should commit themselves to be 1 role models, 2 inspirators, 3 motivators, 4 regulator, 5 evaluator besides having good vision. Without these all, the goal of education will fail.

  7. Disaster Management Based on The Perspective of Inter-Religious Connection and Local Wisdom ANTAR AGAMA DAN PENGHARGAAN TERHADAP KEBUDAYAAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Alie Humaedi

    2015-12-01

    Full Text Available In each disaster response done by volunteers, sometimes there are emerging issuesof religious dissemination and the volunteers are expulsed because of breaching thelocal values. The use of mosque and local leaders are also supposed to have such issues. Inmanycases, the framework of interfaith and local culture sperspectiveis often forgotten. The issue is how to implement of humanitarian activity based on theinterfaith and local cultures perspective? This is a qualitative research using in-depthinterviews, observation, focus group discussions, and documentation insix locations.Those locations that found the basis of humanitarian activity, particularly in the roleof mosques and the development of the effectiveness of local leaders, as well as havereliedon interfaith and the local culture perspective. This theoretical constructioncan be apart of  the strategic formulation and code of conduct for humanitarianorganizations when dealing with communities from different religions  and  cultures..

  8. RELASI BAHASA ARAB DENGAN STRATA SOSIAL MASYARAKAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL, EKONOMI, POLITIK DAN AGAMA (Kajian Sosiolinguistik Pada Masyarakat Tutur Arab Keturunan di Kelurahan Kauman Pekalongan Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhandis *

    2014-03-01

    Full Text Available This study is categorized as sociolinguistic studies and used language variation theory based on social ranks -- they are: Akrolek, Basilek, Vulgar, Kolokial -- and interactional theory which is a process of interaction that build, maintain, and change certain habits in language and symbols. Listening, speaking, and Noting were used to collect data. unified and apportion analysis method were used to analyze data. The results were: (1 the existence of social rank within the Arab community in Kauman descent was: (a Cleric group. They were entitled Al-Jufri, Al- Hadad, Al-Ethiopia, Yahya, Shihab, Bawazier and so forth; (b Masayikh group. They were fam Bafadhal, Bahomaid, Baraja, Baharmi (Baharmus, Bawazir, Basyu'aibn, Bamozaham, Ba'abad, bin Khatib, Bin Zabdah, Basalamah; and (c Ghabili group. Those who holds Bashir, Baswedan, Sungkar, Abud, Alkatiri, Badjubier, Bafadhal, and so forth. The existence of regional variations of low and high diversity of languages based on social strata, for example قهار Gahar (angry, حريم Harim (wife, Sir سر (the streets is a slang vocabulary that includes a low range of languages. If they were categorized in the high language using word غضبان, قرينة , and .أمشى The mention of the word pilgrims for Arabs descent, call ahlul wathan for the Javanese and Chinese descent Baodeh for socially showed no difference in social status between the Javanese and Arab descent on one side, and The Chinese descent on the other side. Regional variations of low and high diversity of languages based on their economic status, usually rich people are often invoked as 'Royyes' ( ريس which has the meaning of the aristocracy, including the diversity of languages is low while the high diversity of languages is صاحب الجلالة . Low variation in the range of political language is the word Haromi ( حرمى which is Arabic kolokial have meaning 'thief' or 'Corruptor' high variety of Arabic word 'Corruptor' using the word 'Mukhtalis ( مختلس ' is not a word Harami and DEFA Rijal ( دفع رجال is low in Arabic has the meaning of 'Builders Bribery' and the diversity of languages is high or fushah 'Rasyi' راشى

  9. TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP LAYANAN AKADEMIK DOSEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PENELITIAN PADA MAHASISWA SEMESTER II FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ilyas Ilyas

    2014-02-01

    Full Text Available One of the subjects who had a goal guarding behavior in the learning process of students on campus is MKU (General Courses. And one of the common subjects are Islamic Education (PAI. With subjects such PAI sincerely hope college students to be able to color the character better. Hope is certainly not to blame, but please note that in the process of PAI college is not easy to carry out the mandate in order to make students become better morals. Because the process involves a lot of things, as in educational theory that there are several factors that affect learning, including students, teachers, objectives, content, and the environment. The results of this study indicate that some of the services that it is considered satisfactory academic student in university classes FIP UNNES PAI is mastery of the material by lecturers and professors appearance and acceptance of lecturers to students. Services that still needs improvement is the presence of a lecturer at the college, faculty understanding of the condition of the course students conformity with the plan of activities, evaluation and feedback, availability syllabus and plan learning activities and the provision of reference books.

  10. Teologi Biblika Perjanjian Baru Tentang Hakim Yang Akan Datang: Kajian Tentang Eskatologi Dalam Perjanjian Baru Dan Implementasinya Dalam Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Simon Rumante

    2011-04-01

    Full Text Available Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: Untuk mengetahuisejauh mana topik eskatologi telah mendapat perhatian yang cukup dalam pembelajaranPAK di sekolah khususnya di SD dan SMP. Menjelaskan bagaimana seharusnyapengimplementasian topik eskatologi dalam pembelajaran PAK di sekolah khususnya diSD dan SMP.Metode penelitian yang digunakan dalam rangka penulisan ini adalah penelitianpustaka (Library Research yakni pengumpulan data dari buku-buku seperti yangtercantum dalam Daftar Pustaka.Berdasarkan pemaparan singkat di atas, maka penulis menyimpulan bahwa:Pertama, Pengajaran tentang eskatologi dalam PAK di sekolah khususnya di SD danSMP sangat penting tetapi masih sangat kurang mendapat perhatian. Hal itu jelas bilakita memerhatikan kurikulum PAK yang tidak mencantumkan topik eskatologi sebagaisalah satu materi pokok. Kedua, Dalam rangka pengimplementasian topik eskatologidalam pengajaran PAK di sekolah, maka hal-hal yang harus ditekankan adalah nasihatuntuk berjaga-jaga, bekerja dengan setia, pelita kita harus tetap menyala danmengembangkan talenta yang diberikan oleh Tuhan.

  11. MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS DALAM MEMBANGUN CITRA DAN KONTESTASI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM SWASTA (Studi Pada Sekolah Tinggi Agama Islam Syaikhona Moh. Kholil Bangkalan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Hasan

    2017-08-01

    Full Text Available The existence of public relation management has a specific purpose. From some objectives of public relation, there are three points that are prioritized by the Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan in the management of public relation: first, public relation purposes to improve the quality of education. Second, the purpose of public relation is to improve the image of the college. Third, it aims for communication which is an information management and strategy in college contestation especially in Bangkalan. So the problem in this study are: the first, how are the existence, purpose and function of public relation at Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan concerning the planning of movement, organizing, and supervision? Second, How  the public relation strategy in Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan to improve the quality of education? Third, how does public relation strategy improve the image of Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan? Fourth, how is the contestation strategy run using public relation Management at the College of Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan? This research uses a qualitative-descriptive research methodology, which attempts to describe and interpret objects according to their nature. While the research findings are first, the existence of public relation in Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan is integrated in each organizations of  student organizations, study program, the institutes on the campus and the vice chief that are responsible to the Chief of Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. While its objectives and functions are: first, to improve the education quality of Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, second, to improve the positive image of Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Third, to increase the power of contestation in the competition colleges in Bangkalan. Fourth, to deliver information and communication to stakeholders of Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. First, to identify and analyze the opinions of Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Second, the public relation strategy that is done to increase the quality of education was twofold: first internal education quality improvement of Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Secondly, the improvement of the quality of external education of Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Third, the role of public relation is done in Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan to improve the image, namely, first, through the development of educational programs, to make more instensive Arabic and yellow bible study curriculum that is integrated in the campus. Second, by working with third-part of campus, such as formal and informal institutions, mosques, prosecutors, courts, Bangkalan district government, news media, the school, and so on. Fourth, the strategy of contestation using Public Relation Management at Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan are, first, modal social of Islamic College of Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, it is a college which is based Islamic boarding school with a big name of Syaichona Moh. Cholil. Second, the strategy of improving the quality of educational services for students. Third, the cooperation strategy with some organizations of the government or non-government. Fourth, doing public communication activities through the press, media, posters, leflets, and means of digital communication.

  12. Iang evangelivm Ul-Kadus menjurat kapada Marcum : The first Malay gospel of mark (1629-1630) and the Agama Kumpeni

    NARCIS (Netherlands)

    De Vries, Lourens

    The topic of this article is the Malay gospel of Mark of 1629-1630 that was recently discovered in the library of Lincoln Cathedral in England, a gospel translated by Albert Corneliszoon Ruyl, employee of the voc. Ruyl's gospels of Matthew and Mark are the earliest attested Bible translations in

  13. Pengaruh Komunikasi Petugas Kesehatan dan Dukungan Tokoh Agama terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan

    OpenAIRE

    Lubis, Lina Sari

    2011-01-01

    The cases of measles in Simalingkar Health Center Medan Tuntungan Subdistrict Medan City was still excessive, which found cases of measles were 99 cases in 2008. The condition showed that the participation of mothers’ with babies were decrease in giving immunization to her babies in Simalingkar Health Center. The attempt done by communication of health officer an the support of religious figures were not optimal yet to change mothers’ behavior in measles immunization. This research aimed t...

  14. MENUJU DIALOG ISLAM – KRISTEN: PERJUMPAAN GEREJA ORTODOKS SYRIA DENGAN ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zaenul Arifin

    2012-05-01

    Konflik antara Kristen dengan Islam tampil dalam sejarah agama. Karena memiliki sumber asal yang sama, kedua agama selalu terlibat dalam kontak ke­kerasan. Tulisan ini mencoba untuk mengkaji secara mendalam geraja orthodoks Syria dan ditemukan akan adanya akar yang sama dengan Islam. Ditemukan pula adanya paralelisasi dalam aspek teologinya, khususnya pe­laksana­an kewajiban agama. Data yang didapatkan menunjukkan arti penting dalam pengembangan dialog antara Islam dengan Kristen

  15. Some Demands Towards Establishment For Islamic Banking Law in Islamic Perspective

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djawahir Hejazziey

    2016-04-01

    Full Text Available Beberapa Tuntutan Terhadap Pemberlakuan Hukum PerbankanSyariah. Hukum dibentuk untuk melayani masyarakat. Dengan demikian, hukum tunduk kepada masyarakat. Berbeda halnya dengan hukum agama (Islam, masyarakat wajib tunduk kepada hukum agama (Islam. Hukum yang dapat dipatuhi dan diterima oleh masyarakat adalah hukum yang didesain sesuai dengan ideologi dan kepercayaan masyarakat itu sendiri. Masyarakat Indonesia mayoritas memeluk agama Islam. Untuk itu, kelahiran dan pembentukan hukum perbankan syariah banyak dipengaruhi oleh tuntutan masyarakat yang didukung berlatar belakang agama yang dianut, di samping adanya tuntutan ideologi, politik, ekonomi, dan budaya. DOI: 10.15408/jch.v1i1.2921

  16. REINTERPRETASI ISLAM INTEGRATIF (OBJEKTIFIKASI DELIBERATIF ISLAM DI RUANG PUBLIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elya Munfarida

    2017-01-01

    kerangka teoritis dalam melakukan reinterpretasi nilai dan ajaran agama dan realisasinya di ruang publik. Dengan model objektifikasi deliberatif ini, nilai-nilai dan ajaran agama dapat diimplementasikan dalam kehidupan publik dan berperan aktif dalam konstruksi identitas bangsa, tanpa harus menciptakan disintegrasi sosial karena adanya dominasi atau subordinasi simbol atau nilai agama tententu. Oleh karena konsensus sosial yang dihasilkan dalam deliberasi tersebut bersifat rasio bersama, maka ia tidak lagi menjadi rasio individual personal tapi rasio kolektif yang sekaligus mewakili dan menjadi kepentingan bersama. Dengan mekanisme ini, nilai dan ajaran Islam (agama dapat dipentaskan dalam kontestasi diskursus publik secara ramah, tanpa harus terjebak dalam politik ekslusivisme dan logika dominasi-subordinasi.

  17. Blood parasites in reptiles imported to Germany.

    Science.gov (United States)

    Halla, Ursula; Ursula, Halla; Korbel, Rüdiger; Rüdiger, Korbel; Mutschmann, Frank; Frank, Mutschmann; Rinder, Monika; Monika, Rinder

    2014-12-01

    Though international trade is increasing, the significance of imported reptiles as carriers of pathogens with relevance to animal and human health is largely unknown. Reptiles imported to Germany were therefore investigated for blood parasites using light microscopy, and the detected parasites were morphologically characterized. Four hundred ten reptiles belonging to 17 species originating from 11 Asian, South American and African countries were included. Parasites were detected in 117 (29%) of individual reptiles and in 12 species. Haemococcidea (Haemogregarina, Hepatozoon, Schellackia) were found in 84% of snakes (Python regius, Corallus caninus), 20% of lizards (Acanthocercus atricollis, Agama agama, Kinyongia fischeri, Gekko gecko) and 50% of turtles (Pelusios castaneus). Infections with Hematozoea (Plasmodium, Sauroplasma) were detected in 14% of lizards (Acanthocercus atricollis, Agama agama, Agama mwanzae, K. fischeri, Furcifer pardalis, Xenagama batillifera, Acanthosaura capra, Physignathus cocincinus), while those with Kinetoplastea (Trypanosoma) were found in 9% of snakes (Python regius, Corallus caninus) and 25 % of lizards (K. fischeri, Acanthosaura capra, G. gecko). Nematoda including filarial larvae parasitized in 10% of lizards (Agama agama, Agama mwanzae, K. fischeri, Fu. pardalis, Physignathus cocincinus). Light microscopy mostly allowed diagnosis of the parasites' genus, while species identification was not possible because of limited morphological characteristics available for parasitic developmental stages. The investigation revealed a high percentage of imported reptiles being carriers of parasites while possible vectors and pathogenicity are largely unknown so far. The spreading of haemoparasites thus represents an incalculable risk for pet reptiles, native herpetofauna and even human beings.

  18. Characterization of a multidrug resistant Salmonella enterica give ...

    African Journals Online (AJOL)

    Salmonella enterica Give is one of the serotypes that have been incriminated in Salmonella infections; sometimes associated with hospitalization and mortalities in humans and animals in some parts of the world. In this work, we characterized one Salmonella Give isolated from cloaca swab of an Agama agama lizard ...

  19. Effect of quarrying activity on biodiversity: Case study of Ogbere site ...

    African Journals Online (AJOL)

    These range from families like Veranidae: black cobra Naja melanloeuca, Elaphidae, Agama agama and Python with 1.8/km each. A total number of thirty two species of avi-fauna varieties were sampled at the site, ranging from different families and species mostly fund are the clusters of villageweavers Ploceus cucullatus ...

  20. Delivering Islamic Studies and Teaching Diversity in Southern Thai Islamic Schools

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raihani Raihani

    2016-06-01

    [Pengajaran keragaman budaya dan agama merupakan sebuah tantangan besar bagi guru pendidikan keislaman pada sekolah di Thailand Selatan, seiring dengan pemahaman keislaman mereka yang kuat, kesenjangan tingkat perkembangan profesionalitas, dan konflik politik etnik di daerah tersebut. Tulisan ini mengetengahkan persoalan yang mereka hadapi, khususnya deskripsi proses pengajaran studi keislaman di sekolah Islam lokal dan peluang dalam promosi keragaman budaya dan agama. Tulisan ini juga melihat kemungkinan peluang bagi guru agama Islam dan anak didiknya untuk saling belajar dari realitas keragaman dalam masyarakat. Kami menemukan bahwa menyampaikan pengetahuan keislaman harus tepat dengan konsep pengajaran bagi pemeluk agamanya menggunakan pendekatan keyakinan yang lurus. Indoktrinasi dengan sedikit dorongan pemikiran kritis merupakan kewajaran dalam kelas agama. Presentasi agama dan budaya lain didesain untuk eksplorasi kekurangan dan kesalahan dari perspektif yang monolitik.

  1. PERGUMULAN KEBERAGAMAAN DI DUNIA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Baharudin

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract: This paper aims to find the answer to a fundamental question: what is religion? How is the phenomenon of religionin the western world? And how religious the Western world in this contemporary Era? In the discussion note several things, among others: 1. Religionisa systemof beliefs and practicesof life according to these beliefs. Religionis the rules on how to live a physically and mentally. Religionisa reference of life in its various aspects, including aspects of common life or social life. 2. In medieval times, religionis seenas having an absolute and universal truth concretely been visualizedin the Western world. 3. In the post modernera of modernity and religion is criticize dan dindistortion, the era of religion merely a matter of discussion and separated with practical life, religionis also considered to hinder the progression of man. Abstrak: Tulisan ini bertujuan menemukan jawaban mendasar atas pertanyaan: apa itu agama? Bagaimana fenomena agama di dunia Barat? Dan bagaimana keberagamaan dunia Barat pada Era kontemporel ini? Dalam pembahasan diketahui beberapa hal antara lain: 1. Agama ialah sistem kepercayaan dan praktek hidup yang sesuai dengan kepercayaan tersebut. Agama ialah peraturan tentang cara hidup lahir batin. Agama adalah acuan hidup berbagai aspeknya, termasuk aspek kehidupan bersama atau kehidupan sosial. 2. Pada abad pertengahan, agama dipandang sebagai yang memiliki kebenaran mutlak dan universal yang secara kongkrit pernah divisualisasikan di dunia Barat. 3. Pada era modernitas dan post¬modern agama dikritik dan di distorsi, pada zaman tersebut agama sekedar menjadi bahan diskusi dan dipisahkan dengan kehidupan praktis, agama juga dianggap menghalangi progresivitas manusia. Keywords: Pergumulan, Keberagamaan, Dunia Barat

  2. KESINAMBUNGAN MOTIF HIAS MASA PRA-ISLAM STUDI KASUS PADA MIMBAR MASJID KAJORAN THE CONTINUITY OF ORNAMENTAL MOTIVES IN PRE-ISLAMIC PERIOD A CASE STUDY INTHE PODIUMOF KAJORAN MOSQUE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Widyastuti

    2016-06-01

    ABSTRAK             Masuknya agama Islam memberikan warna baru dalam bidang kesenian khususnya seni hias. Dalam agama Islam terdapat larangan untuk menggambar makhluk hidup sehingga dilakukan upaya untuk menyamarkannya. Pada mimbar masjid Kajoran terdapat hiasan dengan motif binatang dan tumbuh-tumbuhan. Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa selain motif-motif geometris, pada mimbar tersebut juga terdapat motif-motif berupa gajah, naga, burung, dan bunga teratai. Kemungkinan makna motif-motif hias tersebut masih relevan dengan ajaran Islam. Hal ini menunjukkan besarnya toleransi agama Islam terhadap kebudayaan yang telah ada pada suatu daerah, selama tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.   Kata Kunci: mimbar, motif hias, masjid Kajoran

  3. Membangun Civil Religion Pada Masyarakat Yang Plural; Dilema Pancasila Di Era Reformasi

    OpenAIRE

    Ruslan, Idrus

    2011-01-01

    Tema civil religion merupakan tema yang terkait dalam konteks sebuah negara yang plural seperti Indonesia. Arti civil religion itu sendiri secara harfiah adalah agama sipil (rakyat), akan tetapi jika dilihat secara apa adanya seakan-akan merupakan agama tersendiri. Oleh karenanya lebih tepat jika diartikan “Keberagamaan sipil”, karena memang dia tidak memiliki Tuhan, kitab suci, rasul, pendeta, biksu dan sebagainya. Indonesia dengan dasar negara Pancasila dimana kata “Tuhan” dalam sila Ketuha...

  4. Otonomi Moral Keagamaan Mahasiswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Idrus

    2014-07-01

    Full Text Available Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menganalisis fenomena otonomi moral keagamaan mahasiswa Fakultas Tarbiyah, yang diharapkan dapat menjadi balikan bagi perumusan model ideal pendidikan moral yang sesuai dengan kaidah agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terpancang {embedded case study, dengan mengambil latar Fakultas Tarbiyah UII. Model ini diharapkan dapat memberikan gambaran makna mendalam tentang perilaku keseharian mahasiswa-mahasiswi sesuai fokus penelitian yang diajukan. Pengamatan, wawancara, rekaman audio dan rekaman visual digunakan dalam proses pengumpulan data yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Analisis domain, taksonomik, komponensial dan tema digunakan dalam mereduksi dan mengklasifikasi data yang diperoleh u ntuk mendeskripsikan kenyataan empiris. Hasil penelitian menunjukkan perilaku kegamaan yang ditampilkan para informan cenderung tidak memiliki otonomi moral keagamaan yang baik, atau masih dalam tahapan heteronomi. Hal tersebut ditunjukkan adanya pelbagai harapan atas pelaksanaan perintah yang dilakukan, ataupun penghindaran larangan. Kedua, dalam memeluk agama tampaknya secara umum informan masih bersifat pewarisan dari para orang tuanya. Ketiga, dalam upayanya untuk membangkitkan otonomi moral keagamaan mahasiswa, dosen melakukan dengan cara himbauan, nasehat, ataupun bimbingan yang diberikan pada waktu-waktu tertentu dan tidak terjadual dalam kegiatan tatap muka di kelas. Berdasarkan pada hasil penelitian diajukan beberapa saran, yaitu: Pertama, adanya pengakuan informan bahwa agama yang dianutnya merupakan agama warisan orang tua mereka, dapat dijadikan sebagai fokus pada penelitian berikut. Kedua, dalam penelitian ini kajian otonomi moral keagamaan dilihat dari sudut pandang agama Islam. Tentunya melihat variasi agama yang ada di Indonesia, sudut pandang penelitian lanjutan dapat dilakukan melalui "kaca mata" agama-agama yang berbeda.

  5. RELIGIOUS RESPONSES TO GLOBALISATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hatib A. Kadir

    2011-08-01

    Full Text Available Sociological discussion of globalisation is preoccupied with the political, economic, and military dimension of it, with little attention to its religious aspect. This paper attempts to trace the impacts of globalisation on religion and religious responses, the argument of which derives mainly from the so-called “Bridge-Building Program” organised by CRCS & ICRS-UGM in 2008. It argues that though they share a common concern, people of different faiths are at risk of deepening the problems rather than offering solutions in view of their different responses for which we categorise them into different but overlapping categories -ideological, ambivalent, integrative, exclusive, and imitative. It then leads to a more fundamental question of whether interfaith cooperation is possible given those different and sometime opposing responses. [Dalam kajian sosiologi, diskusi mengenai globalisasi kerap kali semata-mata ditinjau dari sisi politik, enonomi dan militer, sementara dimensi agama sering kali dikesampingkan. Artikel ini membahas dampak globalisasi terhadap agama dan respon komunitas agama terhadap globalisasi. Data yang muncul dalam artikel ini diambil dari sebuah workshop berjudul“Bridge- Building Program.” Melalui artikel ini, saya berpendapat bahwa, meskikomunitas agama-agama memiliki keprihatinan yang sama terhadap dampak globalisasi, namun respon mereka cenderung mempertajam persoalan yang diakibatkan globalisasi, ketimbang memberikan solusi. Respon tersebut dalam dikategorikan –meski tidak kaku- dalam: respon ideologis, ambivalen, integratif, ekslusif dan imitatif. Selanjutnya, artikel juga mengulas pada pertanyaan mendasar mengenai apakah kerjasama antar agama mungkin dilakukan menyimak ragam respon yang saling bertentangan tersebut.

  6. The position and authority of the Aceh Shari'a court on the Indonesian justice system

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sufiarina

    2015-07-01

    Full Text Available Pasal 27 ayat (1 Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman menyatakan; “Pengadilan khusus hanya dapat dibentuk dalam salah satu lingkungan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung”. Lingkungan badan peradilan di bawah Mahkamah Agung meliputi peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer dan peradilan tata usaha negara. Pasal 3A ayat (2 Undang-Undang No. 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Peradilan Agama, menempatkan Mahkamah Syari’ah sebagai pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan agama dan sebagai pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan umum. Penempatan Mahkamah Syari’ah sebagai pengadilan khusus, sekaligus di dua lingkungan peradilan inkonsistensi dengan Pasal 27 ayat (1 Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman. Secara substansi Undang-Undang Peradilan Agama pada hakikatnya merupakan pelaksanaan dari undang-undang Kekuasaan Kehakiman. Inkonsistensi ini menimbulkan permasalahan hukum yang perlu dicarikan penyelesaiannya secara yuridis. Permasalahan mengenai inkonsistensi aturan hukum tersebut dikaji secara yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan didukung data lapangan, dan dianalisis secara yuridis kualitatif. Kajian ini menemukan bahwa Mahkamah Syariah sesungguhnya bukanlah dalam spesifikasi pengadilan khusus dan juga tidak berpijak pada dua lingkungan peradilan. Secara administrasi umum maupun pengelolaan perkara Mahkamah Syari’ah merupakan Pengadilan Agama untuk wilayah Propinsi NAD yang kewenangannya diperluas dalam rangka melaksanakan otonomi khusus bidang pelaksanaan syariat Islam.

  7. PROFESI SEBAGAI TAREKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Munji

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract: Generally in the teachings of any religion, both divine religions such as Islam, Christianity and Judaism, or earth religions such as Hinduism, Buddhism there is a polarization between religion and economic activity. So that all activities which seeking riches is viewed negatively and not in accordance with the lofty ideals of spirituality. In the teachings of Islamic religion there is also tendency that sees economic activity as an activity that is in appropriate for a religious. By using content analysis, the studies illustrate that everyone can make his profession as a path to God. Provided that each profession held by Islamic guidance, according to the Qur'an and the Hadith. Abstrak: Dalam ajaran keagamaan secara umum, baik agama-agama samawi seperti Islam, Kristen dan Yahudi, maupun agama bumi seperti Hindu, Buddha dan lain sebagainya terdapat anti-nomi antara agama dan kegiatan ekonomi. Sehingga seluruh kegiatan yang mencari kekayaan dipandang negatif dan tidak sesuai dengan cita-cita luhur spiritualitas. Dalam ajaran Agama Islam juga terdapat tendensi yang cukup kuat yang memandang kegiatan ekonomi sebagai aktifitas yang tidak pantas bagi manusia yang taat beragama. Dengan menggunakan analisis isi (content analysis, setudi ini menggambarkan bahwa, setiap orang bisa menjadikan profesinya sebagi jalan menuju kepada Allah. Asalkan setiap apa yang menjadi aktifitas keseharianya dilaksanakan berdasarkan tuntunan Islam, sesuai dengan al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad. Keywords: profesi, wirid, al-Quran, hadis, tarekat.

  8. The Light History of Protestantism and the Emerging of Nationalism and Protestantism in South Korea

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Hakam

    2016-03-01

    Full Text Available Artikel ini mengulas kebangkitan Kristen Protestan di Korea untuk mengukur sejauh mana hubungan antara agama dan nasionalisme di Korea, serta mencoba untuk mengkaji hubungan kuat antara agama dan nasionalismnasionalisme. Untuk mengulas hal tersebut, artikel ini memfokuskan diri pada telaah historis masa pendudukan Jepang, yakni pada rentang waktu antara tahun 1910 hingga 1945. ArikelArtikel ini berusaha untuk menjawab pertanyaan sederhana: mengapa Kristen Protestan berhasil menjadi agama yang kuat dan penting di Korea? Jawaban atas pertanyaan tersebut juga akan mengantarkan kita untuk bisa memahami nasionalisme Korea. Dengan kata lain, jelas bahwa perkembangan Protestan di Korea adalah sangat terkait dengan ketidakpuasan yang mendalam dan keputusasaan yang dirasakan oleh orang-orang Korea diakibatkan oleh masa pendudukan Jepang. Selain dikarenakan faktor nasionalisme, berkembangnya agama Protestan di Korea juga sangat terkait dengan pendidikan. Para misionaris bertindak cepat untuk melibatkan diri dalam pendidikan. Hal tersebut dikarenakan mereka memahami tentang semangat Korea dalam hal pendidikan dan juga keterbukaan mereka terhadap ide-ide Barat. Selain itu, artikel ini juga mengkaji mengenai dampak dari adanya para missionarismisionaris untuk menyebarkan agama protestanProtestan. Salah satunya adalah dalam hal ekonomi. Beberapa orang di Korea menegaskan bahwa konversi ke Protestan menyebabkan peningkatan ekonomi. Mereka percaya bahwa peningkatan ini disebabkan penolakan mereka terhadap kebiasaan merokok dan minum, judi, serta hal yang berbau kemewahan

  9. INTERAKSI DAN HARMONI UMAT BERAGAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Tri Haryanto

    2012-05-01

    Masyarakat Singkawang adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai kelompok suku bangsa dan agama. Secara historis, masyarakat Singkawang mampu mem­pertahankan harmoni antar agama. Model interaksi sosial yang bersifat asosiatif tampaknya potensial untuk mendukung harmoni di dalam masyarakat. Ber­dasarkan paradigma fungsional-struktural, masyarakat diasumsikan sebagai sistem organik yang memiliki huungan antar bagiannya untuk mempertahankan masyarakat. Interaksi sosial di dalam masyarakat Singkawang dikembangkan melalui interaksi di dalam lingkup keluarga, lingkungan sekitar, aktifitas ekonomi, para pimpinan agama, dan hubungan di dalam lingkup budaya dan tradisi. Meskipun demikian, hubungan antar unsur masyarakat masih kosmopolitan, yang di dalamnya anggota masyarakat kurang aktif dalam mengembangkan harmoni masyarakat.

  10. Konsep Ilmu Pendidikan Menurut Imam Al-Ghazali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nu'tih Kamalia

    2016-01-01

    Full Text Available Ilmu merupakan kewajiban muslim untuk membuka cakrawala dunia Islamyang bersumber pada wahyu Al-Qur’an dan Sunnah dengan didukung oleh ‘Aql untuk perkembangan pendidikan Islam. Kehidupan Islam sangat erat hubungannya dengan Tarbiyah, demi meneruskan generasi muda yang Intelek dan tahu agama. Seorang tokoh Islam Al-Imam Al-Ghazali merupakan ahli filosof masyhur dengan karyanya kitab Ihya’ Ulumuddin (menghidupkan kembali pengetahuan Agama. Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin dijelaskan tentang konsep keilmuan yang dapat ditarik sebagai rujukan ilmiah seorang muslim. Dalam karya Al-Imam Al-Ghazali dijelaskan secara detail tentang makna konsep keilmuan yang sangat penting demi perkembangan pendidikan agama Islam, yaitu dengan prinsip menggabungkan ‘Aql dan Dhauq yang akan diolah secara rasio dan intuisi.

  11. Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Kimia dalam Menganalisis Ayat-ayat Kauniyah yang berasal dari Al-Quran dan As-Sunnah sebagai Petunjuk Pengembangan Kimia Berbasis Wahyu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    r arizal firmansyah

    2016-02-01

    Full Text Available Kemampuan mahasiswa Pendidikan Kimia dalam menganalisis Ayat-ayat Kauniyah yang berasal dari Al-Quran dan As-Sunnah sebagai petunjuk pengembangan riset kimia berbasis wahyu telah dilakukan. Al-Quran dan As-Sunnah merupakan sumber hukum agama dan sains bagi Muslim sehingga dikatakan bahwa dalam Islam tidak terjadi dikotomi antara agama dan sains, justru integrasi agama dan sains. Ayat-ayat Kauniyah dalam Al-Quran dan As-Sunnah dapat dijadikan sumber gagasan sebagai petunjuk pengembangan riset kimia berbasis wahyu. Pada mata kuliah Keterpaduan IPTEK dan Islam di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo, mahasiswa dilatih menggali gagasan riset kimia dari ayat-ayat Kauniyah dalam Al-Quran dan As-Sunnah menjadi satu makalah ilmiah. Kemampuan mahasiswa Pendidikan kimia secara keseluruhan dalam menganalisis Ayat-ayat Kauniyah ini cukup baik yang dapat diketahui dari menganalisis makalah yang telah disusun secara mandiri, lembar refleksi, dan wawancara.

  12. PEMIKIRAN IBNU AL-QAYYIM TENTANG PENDIDIKAN KRISTOLOGI (Studi Terhadap Kitab Hidāyah al-Hayārā fī Ajwibah al-Yahūd wa al-Nashārā

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahendra Maya

    2017-06-01

    Full Text Available Perbedaan konsepsi di antara agama-agama yang ada adalah sebuah realitas, satu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri oleh siapapun. Perbedaan –bahkan benturan konsepsi– itu terjadi pada hampir semua aspek dalam agama, baik bidang konsepsi tentang Tuhan maupun konsepsi sistem pengaturan kehidupan. Sejak munculnya manusia di muka bumi, mulailah perbedaan itu muncul. Manusia dikarunia akal dengan kadar kemampuan dan jenis serta jumlah informasi yang berbeda, sehingga berkemungkinan memahami sesuatu dengan berbeda pula. Itu hal yang alami dalam kehidupan manusia. Sumber-sumber informasi yang dialami setiap manusia juga berbeda. Belum lagi sikap apriori atau fanatisme –karena berbagai faktor– yang menyebabkan munculnya perbedaan pandangan dan sikap. Perbedaan pendapat dan konsepsi keagamaan tidaklah otomatis memunculkan konflik pada level praktis. Sepanjang sejarah, kehidupan damai dan harmonis lebih banyak dijalani umat beragama, dibandingkan periode-periode konflik. Setidaknya, demikianlah titik tolak dan landasan bagi sebuah telaah (perbandingan atau bahkan dialog sekalipun.

  13. CATHOLICS, MUSLIMS, AND GLOBAL POLITICS IN SOUTHEAST ASIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumanto Al Qurtuby

    2012-07-01

    Full Text Available This article discusses the role of Catholics, Muslims, and civic associations in the global politics of the Philippines and Indonesia. The two countries have shared in common with regard to the geographical feature (both are archipelagic countries, the diversity of societies and cultures, and the history of colonialism, dictatorship, ethno-religious violence, and political movement, to name but a few. In addition to their similarities, both countries also have significant differences in particular pertaining to religious dominance (the Philippines dominated by Catholicism, while Indonesia by Islam and the structure of their societies: while the Philippines is a class-stratified society, Indonesia has long been ideologized by colonial and post-colonial religious and political powers. Apart from their parallels and distinctions, religion—both Catholicism and Islam—has marvellous role, negatively or positively, in global politics and public cultures, indicating its vigor and survival in global political domains. This comparative paper, more specifically, examines the historical dynamics of the interplay between religion, civil society, and political activism by using the Philippines and Indonesia as a case study and point of analysis.[Artikel ini mendiskusikan peran Katolik, Muslim dan asosiasi warga dalam politik global di dua negara; Indonesia dan Filipina. Kedua negara tersebut memiliki kesamaan, baik dalam hal ciri geografis sebagai negara kepulauan, keragaman masyarakat dan budayanya, sejarah kolonialisme, pemerintahan diktator, kekerasan etnik-agama, serta gerakan keagamaan. Terlepas dari kesamaan tersebut, keduanya memiliki perbedaan, utamanya menyangkut agama dominan (di Filipina didominasi oleh Katolik, sementara di Indonesia oleh Islam dan struktur masyarakatnya (Filipina ditandai dengan stratifikasi masyarakat berdasarkan klas sosial, sementara di Indonesia ditandai dengan ideologi agama kolonial, paska-kolonial, politik. Terlepas

  14. PAVING THE WAY FOR INTERRELIGIOUS DIALOGUE, TOLERANCE, AND HARMONY: Following Mukti Ali’s Path

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faisal Ismail

    2012-01-01

    Full Text Available A known Indonesian Muslim scholar Mukti Ali (1923-2004 was very much concerned with dialogue, tolerance, and harmony among the people of different traditions, cultures, and religions. In his many academic works, he stressesed the importance of promoting, strengthening, and maintaining intercultural and interreligious dialogue, tolerance, and harmony. Not only did he produce various academic works, but also made efforts in putting his intercultural and interreligious ideas into practice. Both as a scholar and expert in the comparative study of religions and as Minister of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (1971-1978, Mukti Ali endlessly promoted intercultural and interreligiuos diologue, tolerance, and harmony. Realizing that Indonesia is a pluralistic society, Mukti Ali adopted an approach called ‘agree in disagreement’ in the effort of creating and supporting tolerance, harmony, and security among people of different religious traditions. This paper will highlight the principles and values which Mukti Ali struggled for during his long administrative and academic careers.[Mukti Ali (1923-2004 adalah salah seorang intelektual Muslim ternama di Indonesia. Dia dedikasikan hidupnya untuk menyemai dialog, toleransi dan kehidupan harmonis antar tradisi, budaya dan agama yang beragam. Dalam berbagai karya akademiknya, Mukti Ali selalu menekankan pentingnya kehidupan harmonis dan toleransi antar pemeluk agama dan budaya. Lebih dari itu, dia melampaui hanya sekedar batas pemikiran dengan mengimplementasikan gagasan-gagasannya tersebut. Sebagai seorang ilmuwan dengan keahlian perbandingan agama dan sebagai Menteri Agama RI (1971-1978, Mukti Ali dengan kukuh memperjuangkan dialog, toleransi dan kehidupan harmonis antar agama dan budaya. Mukti Ali sadar, Indonesia adalah negara yang plural, karena itu dia menawarkan pendekatan “agree in disagreement” untuk menciptakan harmoni dan toleransi tersebut. Tulisan ini mengulas prinsip dan

  15. Ethical And Religious Analysis On Euthanasia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdi Omar Shuriye

    2012-01-01

    Full Text Available This paper is an analysis on euthanasia from ethical and religious perspectives. Historically, the classical Greek thinkers including Aristotle had categorically accepted euthanasia with the main reason of minimizing pain. However, as science develops ethical and religious isuues related to the subject have increasingly created fervent debates on euthanesia. ABSTRAK: Kertas ini mengkaji euthanasia dari perspektif agama dan etika. Sejarah telah melihat para pemikir Greek termasuk Aristotle secara kategorinya menerima Euthanasia dengan sebab utama untuk mengurangkan kesakitan. Bagaimanapun, apabila sains berkembang, perbahasan mengenai isu-isu agama dan etika tentang Euthanasia telah meningkat dengan nyata.KEYWORDS: mercy killing; religion; ethics; morality; euthanasia

  16. On pluralism, religious ‘other’, and the Quran: a post September-11 discourse

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd Yaseen Gada

    2016-12-01

    Full Text Available The plurality and diversity of religions is not a new thing that we experience in the postmodern world. History is testimony to the fact that different religions have evolved and existed on the face of earth as the human life moved forward. However, in the recent decade, particularly aftermath of 9/11, the bourgeoning conflict, violence, hatred pervasive in the world is often attributed to different ideologies and values associated with religions, Islam with no exception. Therefore, Muslims living as minorities on the both sides of the Atlantic Ocean are in a precarious condition. Besides, the increasing proximity between the individuals of different religions and, more so, of communities due to the miraculous advancements in the technology of communication and transport facilities have resulted into inevitable intercultural interaction and integration more than ever before. Consequently, attempts are being made to explain Islam’s compatibility with Western concept of religious pluralism. Islam recognises political, social pluralism rather than religious pluralism per se, which are explicit in the Quran and the prophetic traditions.I n this background, the paper is an attempt to re-explore and re-revisit the concept of pluralism in Islamic sources. It attempts to re-construct the theme of pluralism away from the extremes to a balanced (wasatiyya and viable one that strives for the recognition and accommodation of the religious “other” without nullifying Islam’s own essence and identity. The paper concludes that Islam not only recognizes, appreciates and tolerates the religious differences but it also demands for peaceful coexistence and mutual understanding among different religions. Pluralitas dan keragaman agama bukan hal baru yang kita alami dalam dunia postmodern. Sejarah adalah kesaksian fakta bahwa agama-agama yang berbeda telah berevolusi dan ada di muka bumi sebagai kehidupan manusia bergerak maju. Namun, dalam dekade terakhir

  17. Transgender Dalam Persepsi Masyarakat

    OpenAIRE

    Jasruddin, Jasruddin; Daud, Jasmin

    2015-01-01

    Fenomena transgender dalam masyarakat mendapatkan berbagai macam reaksi. Kasus-kasus pun banyak bermunculan sehingga membutuhkan penanganan. Dalam penelitian ini memfokuskan pada persepsi masyarakat kota Makassar terhadap keberadaan transgender. Untuk menjawabnya peneliti menggunakan pendekatan secara agama dan sosiologi. Adapun jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survey , yaitu dengan melakukan pendekatan langsung terhadap masyarakat kota Makassar se...

  18. PRASASTI TALANG TUO PENINGGALAN KERAJAAN SRIWIJAYA SEBAGAI MATERI AJAR SEJARAH INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kabib Sholeh

    2017-08-01

    Full Text Available Sejarah perkembangan agama Budha pada masa kerajaan Sriwijaya dapat digalih informasinya melalui isi prasasti Talang Tuo dan dapat dijadikan  materi ajar Sejarah Indonesia. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk menganalisis sejarah awal munculnya kerajaan Sriwijaya, untuk menganalisis isi prasasti Talang Tuo dalam perkembangan agama Budha, mengetahui prasasti Talang Tuo sebagai materi ajar Sejarah Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis dan jenis penilitian diskriptif kualitatif. Langkah-langkah metode historis adalah heuristik atau pengumpulan sumber, verifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran sumber dan historiografi atau penulisan sejarah. Prasasti Talang Tuo adalah prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya yang menjelaskan tentang perkembangan agama Budha di Sriwijaya, dijelaskan ketaatan raja Dapunta Hiyang Sri Jayanasa dalam menjalankan ajaran Budha sekaligus sebagai simbul wakil dewa di dunia. Dijelaskan juga raja yang adil, bijaksana, dan tegas dalam menjalankan pemerintahan sesuai ajaran Budha untuk saling menyayangi dan mengasihi sesama makhluk yaitu berupa pembangunan taman Srikstera yang tujuannya untuk kesejahteraan semua makhluk di bumi Sriwijaya. Analisis isi prasasti Talang Tuo tentang perkembangan agama Budha di Sriwijaya dapat memperkaya materi ajar Sejarah Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Relevansi analisis isi prasasti Talaang Tuo dapat dijadikan materi ajar adalah sesuai dengan silabus Sejarah Indonesia Sekolah Menengah Atas yaitu tepatnya pada Kompetensi Dasar (KD 3.5 dan 3.6 yaitu perkembangan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia pada submateri tentang perkembangan kerajaan Sriwijaya.

  19. Building Harmony and Peace through Religious Education SOCIAL PREJUDICE AND REBELIANCE BEHAVIOR OF STUDENTS IN MODERN ISLAMIC BOARDING SCHOOL GONTOR DARUSSALAM, EAST JAVA

    OpenAIRE

    Reza Fahmi Haji Abdurrachim

    2015-01-01

    Penelitian ini berangkat dari fakta bahwa, pondok pesantren selalunya dikaitkan dan bahkan diidentikan dengan berbagai bentuk pemikiran ekstrim dan tindakan radikal atas nama agama. Sehingga banyak kalangan ditengah-tengah masyarakat yang memiliki prasangka sosial terhadap keberadaan pondok pesantren. Sungguhpun demikian penelitian ini bertuujuan melihat hubungan antara prasangka sosial dan prilaku memberontak dikalangan santri Pondok Pesantren Modern Gontor Darussalam (PMDG) di Jawa Timur. T...

  20. Isu-Isu Genetik Manusia Dari Perspektif Sains & Islam

    OpenAIRE

    Engku Ahmad Zaki Engku Alwi; Norazmi Anas; Wan Rohani Wan Taib; Mohd. Hudzari Razali

    2017-01-01

    Kejuruteraan genetik dan teknologi rekombinan merupakan penemuan penting yang telah memacu perkembangan pesat dalam bidang bioteknologi moden terutamanya dalam penyelidikan dan pembangunan (R&D). Walaupun begitu, perkembangan tersebut menimbulkan isu dan persoalan agama serta etika khususnya melibatkan teknik pembiakan buatan, pemindahan organ, pengklonan dan kejuruteraan genetik itu sendiri. Isu etika sering ditekankan dalam pelbagai cabang ilmu dan memainkan...

  1. PEMAHAMAN KEBERAGAMAAN DAN GERAKAN KELOMPOK FPI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsul Ma’arif

    2017-08-01

      Sikap-sikap FPI (Front Pembela Islam di Indonesia selama ini terkesan ‘frontal’ dan melawan setiap bentuk kemunkaran. Aksi mereka, sebenarnya bisa dikatakan sebagai salah satu bentuk ekspresi terdalam dari sekelompok orang muslim dalam mengartikulasikan ajaran-ajaran agama yang dipeluknya, atau sebagai bentuk sikap “kesalehan” dalam memandang setiap keyakinan yang berbeda dengan keyakinan yang diyakininya. Apalagi dalam memandang persoalan yang jelas-jelas dianggap sebagai bentuk kemaksiatan, kesesatan dan penodaan agama. Maka respons dan reaksi mereka, sebagaimana hasil penelitian yang telah dilakukan penulis di Surabaya adalah dalam rangka menegakkan prinsip keimanan yang dianggap “benar” tadi. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang komprehensif tentang faktor apa saja yang melatari lahirnya kelompok-kelompok keagamaan kontemporer—terutama sekali FPI di Surabaya. Sekaligus mengetahui pemahaman keagamaan, aktifitas dan gerakan-gerakan kelompok FPI di daerah tersebut. Gambaran hasil penelitian ini pada akhirnya diharapkan mampu mengeliminasi kemungkinan kesalahpahaman informasi yang menjadi sebab timbulnya prejudice, dan stereotype yang merupakan langkah awal terjadinya konflik atau mengatasi konflik antar komunitas agama secara komprehensif. Sebab, dengan diketahui keanekaragaman kelompok-kelompok keagamaan dengan dinamika gerakannya  akan lebih memudahkan masyarakat agama untuk saling belajar satu sama lain.

  2. Author Details

    African Journals Online (AJOL)

    Reaney, Leeann T. Vol 38, No 2 (2003) - Articles Picking a tree: habitat use by the tree agama, Acanthocercus atricollis atricollis, in South Africa Abstract · Vol 42, No 1 (2007) - Articles Ecology of Wahlberg's velvet gecko, Homopholis wahlbergii, in southern Africa Abstract. ISSN: 2224-073X. AJOL African Journals Online.

  3. African Zoology - Vol 38, No 2 (2003)

    African Journals Online (AJOL)

    Abundance of earthworms in Nigerian ecological zones: implications for sustaining fertilizer-free soil fertility · EMAIL FULL TEXT EMAIL FULL TEXT DOWNLOAD FULL ... Picking a tree: habitat use by the tree agama, Acanthocercus atricollis atricollis, in South Africa · EMAIL FULL TEXT EMAIL FULL TEXT · DOWNLOAD ...

  4. Fulltext PDF

    Indian Academy of Sciences (India)

    Madhu Sudhan

    2007-03-15

    Mar 15, 2007 ... case of stress is to prevent aggregation and restore the native .... under the same stress conditions (Evgen'ev et al 2004). .... mode of life. The temperature optimum for this species is. 25–35oC. Comparative analysis has shown that Leishmanias parasitizing in the agama blood are capable of more active.

  5. Teaching religions in Indonesia Islamic Higher education: from comparative religion to Religious Studies

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Media Zainul Bahri

    2014-12-01

    Full Text Available This article focuses on how the study of Comparative Religion conducted in Indonesian Islamic higher institutions, i.e. on both UIN Yogyakarta and Jakartasince the beginning of the New Order (1960s to Reform era (2014. The focus of the study was on models/approaches and main issues. In general, for more than half a century, the comparative study of religion is not been done for academic purposes an sich. Just within the new last decade that theoretical studies of Comparative Religion began developed. Another important thing that the study of Comparative Religion in Indonesia, although mostly referring to the methodological sources of the West and the Middle East, but ithas always been associated with religious and cultural context of Indonesia.Therefore, the study on both UIN Yogyakarta and Jakarta always deliver courseson religions that live in Indonesia alongside with Indonesian contemporary issues. In the reform era, though still using Comparative Religion’s term, butit looks religious studies such as used in the West. Thus, its “form” or “clothes”is Comparative Religion but it is religious studies. Artikel ini fokus pada bagaimana studi Perbandingan Agama yang dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan tinggi Islam Indonesia, yaitu pada UIN Yogyakarta dan Jakarta sejak awal Orde Baru (1960 Reformasi era (2014. Fokus penelitian adalah pada model/pendekatan dan isu-isu utama. Secara umum, selama lebih dari setengah abad, studi perbandingan agama tidak dilakukan untuk tujuan akademik an sich. Hanya dalam dekade terakhir studi teoritis Perbandingan Agama mulai dikembangkan. Hal lain yang penting bahwa studi Perbandingan Agama di Indonesia, meskipun sebagian besar mengacu padasumber-sumber metodologi Barat dan Timur Tengah, tetapi selalu dikaitkan dengan konteks agama dan budaya Indonesia. Oleh karena itu, penelitian pada kedua UIN Yogyakarta dan Jakarta selalu memberikan kursus tentang agamayang hidup di Indonesia bersama dengan isu

  6. TEOLOGI KONSTRUKSI DALAM MERESPONS BENCANA (STUDI PEMIKIRAN MAHASISWA STAIN KUDUS MELALUI MATA KULIAH IAD, IBD, DAN ISD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Efa Ida Amaliyah

    2013-09-01

    mahasiswa tersebut salah satunya direalisasikan melalui mata kuliah IAD, ISD, dan IBD yang merupakan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU. Tulisan ini mengelaborasi makna bencana di kalangan mahasiswa dan merumuskan teologi konstruksi yang mampu memengaruhinya dalam penanganan bencana. Lewat metode mereview data sekunder, observasi, dan wawancara, disimpulkan bahwa ada sepuluh alasan keyakinan dan praktik keagamaan memiliki posisi yang signifikan dalam mitigasi bencana, yaitu agama memberikan pandangan yang positif terhadap bencana, agama memberikan pemaknaan dan tujuan dalam hidup, sistem keyakinan dalam agama memungkinkan seseorang untuk  siap  menghadapi  kejadian-kejadian  buruk  yang  menimpa hidup manusia, agama memberikan harapan dan motivasi, agama memberikan kekuatan secara personal, agama memberikan sense of control, agama memberikan contoh-contoh teladan dalam menghadapi penderitaan, agama memberikan bimbingan dalam mengambil keputusan, agama memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh kultur sekuler dan sains, serta agama memberikan dukungan sosial. Dengan demikian, mahasiswa harus bijaksana dalam memaknai bencana yang ada. Jangan sampai mereka menggunakan dalil-dalil atau argumentasi yang akan membuat kecil hati para korban. Kata Kunci: Teologi Konstruksi, Bencana, Pemikiran Mahasiswa, Mata Kuliah IAD, IBD, dan ISD.

  7. Model of Religious Study and Moral Values in TK Putra Harapan Nalumsari Jepara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mubasyaroh Mubasyaroh

    2016-12-01

    Full Text Available Religious and moral education from an early age so needs to be invested for the child, so that in the future they will have a strong and deep understanding of the norms and teachings of Islam. Age children early childhood and kindergarten (TK is a time to play, so education is implemented particularly religious education should be designed properly by the teacher so that the education process into an active and fun activities. Kindergarten (TK Putra Harapan Nalumsari Jepara is one of the educational institutions that provide education for early childhood, with one lesson material is a moral and religious education. Moral education is one of the materials is very important because in load values, morals and religion, so this will be a guide for students in later life. The research method used is descriptive qualitative research to describe in detail the subjects and issues to be studied. The findings in this study is the cultivation of religious values and morals for children Kindergarten revolves around the activities of daily life. In particular cultivation of religious values with laying the foundations of the faith, personality or character that is commendable and devotional practices, in accordance with the child's ability is implemented. As one of the early childhood education institutions, in conducting the study, have several models of delivery Edutainment, habituation and uswah hasanah as a reference implementation of teaching and learning. Pendidikan agama dan moral sejak usia dini perlu ditanamkan bagi anak, sehingga di masa depan mereka akan memiliki pemahaman yang kuat dan mendalam dari norma-norma dan ajaran Islam. Usia anak-anak usia dini dan taman kanak-kanak (TK adalah waktu untuk bermain, sehingga pendidikan diimplementasikan khususnya pendidikan agama harus dirancang dengan baik oleh guru sehingga proses pendidikan menjadi kegiatan yang aktif dan menyenangkan. TK (TK Putra Harapan Nalumsari Jepara merupakan salah satu lembaga

  8. Isu-Isu Genetik Manusia Dari Perspektif Sains & Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Engku Ahmad Zaki Engku Alwi

    2017-12-01

    Full Text Available Kejuruteraan genetik dan teknologi rekombinan merupakan penemuan penting yang telah memacu perkembangan pesat dalam bidang bioteknologi moden terutamanya dalam penyelidikan dan pembangunan (R&D. Walaupun begitu, perkembangan tersebut menimbulkan isu dan persoalan agama serta etika khususnya melibatkan teknik pembiakan buatan, pemindahan organ, pengklonan dan kejuruteraan genetik itu sendiri. Isu etika sering ditekankan dalam pelbagai cabang ilmu dan memainkan peranan sangat penting dalam sistem hidup manusia serta berkait rapat dengan agama. Oleh yang demikian, penulisan kertas kerja ini bertujuan mendedahkan berkaitan Projek Genom Manusia (PGM dan isu-isu genetik manusia yang timbul dari perspektif sains dan Islam seperti Teori Evolusi Darwin, PGM, pengklonan manusia dan eugenik. Akhirnya, isu-isu yang timbul dari aplikasi teknologi genetik manusia perlu ditangani dengan sebaik mungkin melalui etika sains serta diintegrasikan dengan ajaran Islam supaya segala pencapaian bidang ini tidak merosakkan alam dan populasi manusia seterusnya menjadikan kehidupan manusia lebih baik dan kondusif dari semasa ke semasa.

  9. اللغة العربية وأهميتها في فهم تعاليم الإسلام

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nafis Djuaeni

    2013-06-01

    Full Text Available Bahasa Arab sebagai bahasa pergaulan di kalangan orang Arab mengalami perkembangan pesat dan menempati posisi yang tinggi di antara bahasa-bahasa di dunia karena di samping sebagai bahasa komunikasi, ia juga sebagai bahasa ilmiyah, budaya, dan bahasa agama, yang akhirnya menjadi bahasa internasional. Di antara keistimewaan bahasa Arab yang menguatkan beragam fungsinya adalah ia digunakan sebagai bahasa al-Qur’an dan hadis, kosa kata yang kaya dan dinamis, dan penyebarannya yang mendunia. Pada abad pertengahan, karya-karya intelektual Muslim yang ditulis dalam bahasa Arab merupakan rujukan utama bagi kemajuan peradaban Eropa, dan pada masa modern, bahasa Arab merupakan salah satu faktor perkembangan dunia pers dan akademik yang membuatnya diajarkan di lembaga-lembaga bahasa dan pergurun tinggi di berbagai belahan dunia. Dengan demikian, urgensi bahasa Arab bukan saja untuk memahami ajaran agama Islam secara mendalam tapi juga untuk penyebaran peradaban Islam lebih mendunia

  10. Peran Orang Tua Sebagai Keluarga Cyber Smart Dalam Mengajarkan Pendidikan Kristen Pada Remaja GKII Ebenhaezer Sentani Jayapura Papua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elsyana Nelce Wadi

    2016-03-01

    Full Text Available Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui peran orangtua dalam mengajarkan Pendidikan Agama Kristen kepada remaja. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kajian pustaka, penyebaran angket tertutup kepada orang tua dan remaja serta melakukan wawancara terhadap objek kajian. Adapun kesimpulan karya ilmiah ini adalah peran orangtua dalam mengajarkan Pendidikan Agama Kristen kepada remaja yaitu mengajarkan firman Tuhan, menjadi pendidik, menjalankan disiplin, menjadi teladan bagi remaja dan menciptakan keluarga cyber smart. Peran orang tua menjadi penentu kehidupan masa remaja anak. Orang tua yang dapat mengerti dan memahami perannya dengan baik akan menuntun remaja kepada jalan yang benar seperti yang dikehendaki oleh Tuhan sebaliknya, orang tua yang tidak memahami perannya dengan baik di dalam keluarga akan kehilangan anak remajanya di era globalisasi ini.

  11. PERGESERAN RELASI ORANG TUA DAN ANAK DALAM PERKARA HUKUM WALI ADLAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Musawwamah

    2014-10-01

    Full Text Available Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang problemarelasional orangtua dan anak dalam perkara-hukum wali adlal.Problema yang bernuansa kekeluargaan ini menjadi dilematikkarena kedua pihak saling bersikukuh untuk memertahankankehendaknya masing-masing yang diklaim sebagai hakasasinya. Orangtua “merasa” memiliki otoritas dalammenentukan jodoh untuk anaknya karena diyakini hak ijbar adapadanya. Sedangkan anak juga merasa memiki hak pilihdan/atau hak menentukan jodoh untuk dirinya yang diyakinisebagai hak dasarnya. Persoalan itu seringkali berlanjut menjadiperkara-hukum yang kemudian harus diselesaikan melaluipengadilan agama. Penelitian ini bertujuan untukmengeksplorasi dan mengeksplanasi latar belakang pengajuanperkara-hukum wali adlal, pelaksanaan persidangan perkarahukumwali adlal, dan putusan majelis hakim tentang perkarahukumwali adlal di pengadilan agama. Dengan menggunakanpendekatan hukum normatif dan teknik evaluative ex-post facto,penelitian ini menghasilkan temuan berupa proposisi empiriksebagai dasar perumusan teori substantif, yaitu pengajuanperkara-hukum wali adlal merupakan problema yuridis formalpergeseran relasional orangtua dan anak.

  12. IBN ‘ARABI AND THE TRANSCENDENTAL UNITY OF RELIGIONS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Media Zainul Bahri

    2012-07-01

    Full Text Available This essay describes Ibn ‘Arabi’s comprehensive views, captured in his important Futuhat and Fusus, on the concept of wahdat al-adyan, the discrepancy of beliefs, and the Shari’ah as well as its juncture and its unity. Elaborated explanation in this paper is expected to result in a true understanding of this crucial issue, particularly the concept of religious pluralism in the discourse of Islamic studies. Ibn Arabi’ extensively  discusses religion in the sense of the “ideal” versus “historical” or “esoteric” versus “the exoteric”. Ibn ‘Arabi concludes that the absolute unity of religions may only occur within spiritual, ideal, or transcendental realm (or “esoteric”, which is beyond the formal form of religions. Hence, the transcendental unity of religions cannot be found in the formal form of religions nor in the shari’ah.[Artikel ini mengulas pandangan Ibn ‘Arabi’ mengenai wahdat al-adyan seperti dijelaskan dalam dua bukunya; Futuhat dan Fusus, dan perbedaan dan kesamaan antara iman dan shariah. Diharapkan diskusi artikel ini berkontribusi dalam kajian pluralisme, utamanya dalam disiplin studi Islam. Dalam diskusinya, Ibn Arabi’  menjelaskan perbedaan ‘ideal’ dan ‘historikal’ atau antara ‘esoterik’ dan ‘eksoterik’. Ibn ‘Arabi berpendapat bahwa kemanunggalan agama-agama dapat dicapai melalui spiritualitas, ideal, atau dimensi transcendental (esoterik yang ada di luar tampilan formal agama-agama. Dengan kata lain, kemanunggalan tersebut tidak akan ditemukan pada shari’ah.

  13. BAHASA MELAYU WAHANA KEDAMAIAN DI SELATAN THAI DAN NUSANTARA

    OpenAIRE

    Pahosan Jehwahe

    2015-01-01

    Bahasa Melayu adalah bahasa yang sangat penting di nusantara. Bahasa Melayu berperanan sebagai bahasa penyebaran agama, bahasa politik, bahasa pendidikan, bahasa perdagangan dan lain-lain. Dengan dijadikannya bahasa Melayu sebagai bahasa resmi di negara Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam dan Singgapura telah menjadikan bahasa yang menyampaikan pesan-pesan damai dan kebahagian. Bahasa Melayu tidak menjadi penghalang bahasa-bahasa lain berkembang bahkan mendukung memperkukuhkan perekonomian...

  14. DEPICTION OF COMMON ENEMIES IN RELIGIOUS SPEECH: THE ROLE OF THE RHETORIC OF IDENTIFICATION AND PURIFICATION IN INDONESIAN RELIGIOUS CONFLICTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Peter Suwarno

    2013-06-01

    Peran musuh bersama dalam ceramah-ceramah agama telah memberikan kontri­busi untuk timbulnya tekanan, konflik, dan kekerasan di Indonesia. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah istilah-istilah kunci yang sering digunakan dalam ceramah maupun teks yang menggambarkan musuh bersama. Dengan menggunakan teori identifikasi dari Burke, tulisan ini akan menjelaskan peran penting musuh bersama dalam kesatuan kelompok dan dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

  15. The Role of Sharia Judges in Indonesia: Between the Common Law and the Civil Law Systems

    OpenAIRE

    Alfitri, Alfitri

    2017-01-01

    This article seeks to analyse the role of Religious Courts' (Pengadilan Agama or PA) Judges in the formation of Islamic law in Indonesia. As part of the civil legal system, PA Judges are bound by legal provisions in handling legal disputes in court. They must apply the applicable legal provisions to decide upon a case. This condition can also be understood from the aspect of appointment of judges in Indonesia, including PA Judges, which is conducted not through professional career path as in ...

  16. KONTRIBUSI GURU PAI DALAM PEMBINAAN ETIKA BERPAKAIAN ISLAMI SISWA SMAN KOTA SABANG

    OpenAIRE

    Mujiburrahman Mujiburrahman

    2015-01-01

    Coaching Islamic dress is one of the tasks that must be implemented by Islamic education knowledge (Pendidikan Agama Islam/PAI) teachers, both in school and out of school. Contribution PAI teachers are expected to have relevance to the role of educators in Islam, so that the teacher's role in fostering ethical PAI Islamic dress can give a good change to students. This research was conducted at SMAN Sabang, which is considered representative for the study, because students and teachers are ver...

  17. The Influence of Parenting toward Religious Behavior and Study Result

    OpenAIRE

    Yulisna Yulisna; Hadi Arbiyanto; Munawar Rahmat

    2017-01-01

    The aim of this article is to present the results of research concerning empirical description of the parenting and its influences on religious behavior and students’ study results in the subject of PAI (Pendidikan Agama Islam/Islamic Education). The research method used is qualitative and quantitative methods. The population of the research is all students and their parents in the fifth grade of elementary school in one group of Pulau Kijang, in Reteh Subdistrict, Indragiri Hilir, Riau. The ...

  18. Aspect of Art And Meaning of Staging The Traditional Dolanan Game In Sanggar Kebo Iwa Badung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I nyoman Subagia

    2017-10-01

    wawancara mendalam dan studi dokumen. Berdasarkan metodelogi, hasil penelitian menjelaskan bahwa pertama makna filosofis, kedua makna religius, ketiga makna estetika, keempat makna pelestarian, kelima makna pendidikan, dan keenam kebersamaan. Dolanan yang dibawakan oleh sekelompok anak-anak, di mana terdapat suatu keindahan di dalam penyampaian pesan-pesan ajaran agama kepada masyarakat melalui media seni. Karena seni sebagai simbol kebenaran (satyam, kesucian (sivam dan keindahan (sundaram.

  19. WAHHABISM, IDENTITY AND SECULAR RITUAL: Graduation at an Indonesian High School

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inayah Rohmaniyah

    2012-01-01

    Full Text Available This paper concerns the social and ritual construction of social identities at Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (PPMWI, a theologically Wahhabi oriented pesantren (traditional Islamic school in Central Java, Indonesia. We focus on the inter-play of religious and secular symbols in the school’s graduation ceremonies (wisuda for secondary school students and the ways it contributes to the construction of individual and social identities. Our analysis builds on Turner’s studies of the processual logic of rites of passage, Moore and Meyerhoff’s distinction between religious and secular ritual and Tambiah’s application of the Piercian concept of indexical symbols to the analysis of ritual. Theoretically we will be concerned with ritual, cognitive and social processes involved in the construction of religious identities. Empirically, we critique the common assumption that Salafi, and more specifically, Wahhabi, religious teachings contribute to the construction of exclusivist identities, social conflict and violence. In the case we are concerned with, religious tolerance and non-violence are among the defining features of Wahhabi identity.[Tulisan membahas konstruksi identitas ritual dan sosial pada sebuah pesantren yang berorientasi teologi Wahhabi, yaitu Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (PPMWI. Diskusi akan difokuskan pada saling silang simbol-simbol agama dan sekuler dalam peringatan wisuda siswa menengah pertama serta signifikansinya dalam konstruksi identitas sosial dan individual. Analisis tulisan ini berdasarkan studi Turner mengenai logika proses dalam daur ritus (the processual logic of rites of passage, pembagian ritual agama dan sekuler oleh Moore dan Meyerhoff serta konsep Piercian mengenai indek simbolis dalam ritual oleh Tambiah. Secara teoritis, artikel ini akan mendiskusikan ritual, kognisi, dan proses sosial yang menjadi bagian dalam konstruksi identitas agama. Selain itu, penulis juga melakukan

  20. Gaya Kepemimpinan Orang Buddha Maitreya dalam Bisnis Keluarga

    OpenAIRE

    Josowanto, Selvie

    2014-01-01

    -Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang digunakan oleh orang Buddha Maitreya dalam bisnis keluarganya hingga dapat sukses dalam era bisnis, karena mayoritas orang Buddha Maitreya sukses dalam berbisnis. Jenis penelitian ini kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi pada pemimpin dari USAha berskala menengah dan berskala besar yang merupakan bisnis keluarga, dengan latar belakang agama Buddha Maitreya. Untuk menguji validitas...

  1. Analisis Ikatan Primordialisme Etnik keturunan Arab Terhadap Pemilihan Kepala Daerah Langsung tahun 2005 (Studi Kasus : Pemilihan Walikota Medan tahun 2005)

    OpenAIRE

    Moehammad, Fairouz

    2011-01-01

    Masyarakat etnis keturunan Arab atau Suku Arab di Indonesia merupakan salah satu etnis yang minoritas yang berada di Indonesia, keberadaan mereka berasal dari pedagang-pedagang Arab yang mendatangi Indonesia yang bertujuan untuk menyiarkan agama Islam dan berdagang. Masyarakat ini juga merupakan warga negara Indonesia, yang hanya saja apabila dilihat dari segi fisik mereka mungkin memiliki perbedaan dengan suku di Indonesia kebanyakan. Suku ini tersebar di seluruh Indonesia, misalnya di Ja...

  2. Indonesia, modernity and some problems of religious adaptation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    June McDaniel

    2015-07-01

    Full Text Available This article discusses the challenges of adaptation for Indonesian religion. It describes the ways that the major Indonesian religions have changed to fit the requirements of being recognized religions, and focuses as an example on the ways that Balinese Hinduism has changed to become Agama Hindu Dharma Indonesia. It also examines the traditional theological problem of “faith and works” in the Indonesian context, and the concerns used to balance modernization and religious freedom.

  3. Tail-assisted pitch control in lizards, robots and dinosaurs.

    Science.gov (United States)

    Libby, Thomas; Moore, Talia Y; Chang-Siu, Evan; Li, Deborah; Cohen, Daniel J; Jusufi, Ardian; Full, Robert J

    2012-01-04

    In 1969, a palaeontologist proposed that theropod dinosaurs used their tails as dynamic stabilizers during rapid or irregular movements, contributing to their depiction as active and agile predators. Since then the inertia of swinging appendages has been implicated in stabilizing human walking, aiding acrobatic manoeuvres by primates and rodents, and enabling cats to balance on branches. Recent studies on geckos suggest that active tail stabilization occurs during climbing, righting and gliding. By contrast, studies on the effect of lizard tail loss show evidence of a decrease, an increase or no change in performance. Application of a control-theoretic framework could advance our general understanding of inertial appendage use in locomotion. Here we report that lizards control the swing of their tails in a measured manner to redirect angular momentum from their bodies to their tails, stabilizing body attitude in the sagittal plane. We video-recorded Red-Headed Agama lizards (Agama agama) leaping towards a vertical surface by first vaulting onto an obstacle with variable traction to induce a range of perturbations in body angular momentum. To examine a known controlled tail response, we built a lizard-sized robot with an active tail that used sensory feedback to stabilize pitch as it drove off a ramp. Our dynamics model revealed that a body swinging its tail experienced less rotation than a body with a rigid tail, a passively compliant tail or no tail. To compare a range of tails, we calculated tail effectiveness as the amount of tailless body rotation a tail could stabilize. A model Velociraptor mongoliensis supported the initial tail stabilization hypothesis, showing as it did a greater tail effectiveness than the Agama lizards. Leaping lizards show that inertial control of body attitude can advance our understanding of appendage evolution and provide biological inspiration for the next generation of manoeuvrable search-and-rescue robots.

  4. KONTRIBUSI UNGKAPAN TRADISIONAL DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN BERAGAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Tri Haryanto

    2013-12-01

    Masyarakat Ganjuran Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro Bantul DIY mampu memelihara kerukunan umat beragama, meskipun berbeda agama. Hal ini disebabkan adanya elemen-elemen yang menjadi perekat sosial berupa kearifan-kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat Ganjuran. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif ini mengungkapkan kearifan lokal pada masyarakat Ganjuran dalam memelihara kerukunan dalam bentuk ungkapan-ungkapan tradisional dan tradisi kenduri. Masyarakat Ganjuran memiliki pandangan sosial guyub rukun yang diungkapkan melalui berbagai ungkapan tradisional seperti rukun agawe santosa crah agawe bubrah.

  5. PENGARUH PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reza Fahmi

    2012-12-01

    Full Text Available This study aims to explain the influence of entrepreneurship learning towards motivation to conduct business among students of Faculty of Ushuluddin at the Imam Bonjol State Institute of Islamic Studies of Padang. Data for this study was gathered through a population of students from four departments within the faculty, namely: Psikologi Islam (PI, Tafsir Hadist (TH, Perbandingan Agama (PA, Aqidah Filsafat (AF. Off the population, 92 students were chosen for the sample. Observation, questionnaire, and documentation were employed as the technique of data gathering. The findings show that there was a significant influence between the entrepreneurship learning and motivation to conduct business among students of Faculty of Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang. =========================================== Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap motivasi berwirausaha mahasiswa Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN Imam Bonjol Padang. Data penelitian ini diperoleh dari responden yang berasal dari Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang, yang terdiri dari empat jurusan: Psikologi Islam (PI, Tafsir Hadist (TH, Perbandingan Agama (PA, Aqidah Filsafat (AF dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran kewirausahaan dengan motivasi berwirausaha mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang.

  6. Evaluating the Quality of Protected Areas for Species: A Case Study in Ikh Nart Nature Reserve, Mongolia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    James D. Murdoch

    2014-12-01

    Full Text Available Species’ distributions refl ect the quality of landscape conditions, and represent an important component of protected area management. However, distributions are diffi cult to estimate, and consequently, often determined through a combination of limited fi eld data and expert opinion, which may lead to biases. We demonstrate the use of occupancy models to map distributions and estimate landscape quality. We used occupancy models for two species, the red fox and toad-headed agama, to map their distributions in Ikh Nart Nature Reserve located in southeastern Mongolia. We then used occupancy probability as a measure of quality and tested whether differences existed in quality between three areas: 1 inside the reserve, 2 inside the reserve’s core protected area, and 3 outside the reserve, using 30 sample sites in each. Occupancy probability varied from 0.084 to 0.997 for red foxes and 0.022 to 0.949 for agamas in maps. Landscape quality was highest in the core area and lowest outside the reserve for red foxes, and highest outside the reserve and lowest in the core area for agamas. Our results provide visual depictions of distributions across the Ikh Nart landscape and a means of assessing the quality of the Ikh Nart protected area that may inform management activities.

  7. CONTESTING THE MEANINGS OF DISASTER: AN ANTHROPOLOGICAL STUDY ON YOGYAKARTA PEOPLE’S RESPONSES TO THE MAY 27, 2006 EARTHQUAKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Hasan Basri

    2014-12-01

    Full Text Available Secara geografis, Indonesia merupakan negara yang sangat berpotensi atau rawan terjadi bencana baik berupa bencana alam (natural disaster maupun bencana akibat ulah kelalaian manusia (man-made disaster. Namun sayang sekali, para akademisi dan para peneliti masih sedikit yang tertarik untuk lebih jauh mengkaji bencana utamanya dalam perpektif ilmu-ilmu sosial. Sebagai salah satu upaya memulai kajian bencana di negeri ini, thesis ini diharapkan menjadi titik awal pengembangan ilmu-ilmu sosial dalam kajian bencana. Paper ini menyimpulkan bahwa proses kontestasi pemaknaan masyarakat dalam merespon bencana gempa dipengaruhi oleh tiga aspek, yaitu agama (religious meaning, Budaya Jawa (Javanese meaning, dan penjelasan sains (scientific meaning. Walaupun ketiga aspek tersebut saling mempengaruhi satu sama lain, berdasarkan respon masyarakat Wonokromo, aspek agama sangat mendominasi pikiran mereka. Ada empat variasi pemaknaan yang didasarkan pada aspek agama, yakni bencana sebagai hukuman, cobaan, tes, dan surat cinta dari Tuhan. Respon ini secara implisit masih problematis terutama jika dikaitkan dengan masalah theodicy (problem of evil di dalam teologi dan proses pemulihan bencana karena pandangan seperti ini cenderung memojokkan korban (blaming the victims.

  8. SEKULARISASI DALAM PANDANGAN HARVEY COX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fauzan Fauzan

    2017-02-01

    Full Text Available Sebagian besar kaum agamawan (ortodoks memandang sekularisasi sebagai ancaman terhadap eksistensi agama. Namun sebaliknya, Harvey Cox memandang sekularisasi sebagai teologi perubahan sosial yang bertujuan mendobrak kebuntuan agama yang terbelenggu oleh ide “pemeliharaan” dan “kemapanan”. Tulisan ini membahas pandangan Harvey Cox tentang sekularisasi, konsepnya tentang Kota Sekuler (Secular City, dan Tuhan pada masyarakat sekuler. Cox melihat sekularisasi merupakan sebuah keniscayaan sejarah. Sekularisasi merupakan gerakan yang membebaskan manusia dari dogma yang membelenggu kebebasan manusia. Melalui simbol Kota Sekuler, Cox menghadirkan paradigma teologi yang lebih sesuai dengan keadaan masyarakat modern saat ini. Cox melihat bahwa Tuhan sebagaimana yang diajarkan oleh Kristiani –juga agama lain– bukanlah Tuhan yang sebenarnya. Tuhan tak lebih dari sebuah penamaan yang kehadirannya terkadang kosong dan ambigu. Semenjak penamaan dilekatkan dalam lingkungan sosio kultural tertentu, maka kata “Tuhan” tidak suci lagi. Apabila Tuhan dimaknai secara “ketat” dalam ruang tradisi yang berbeda-beda, maka akan terjadi benturan yang terkadang membutuhkan pengorbanan jiwa.

  9. NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL NOVEL DIFFERENT: KETIKA PERBEDAAN BUKAN SEBUAH PENGHALANG KARYA IRMA T. LESTARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setijani

    2017-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis nilainilai pendidikan: (1 menghargai perbedaan Suku; (2 menghargai perbedaan agama; (3 menghargai perbedaan ras; dan (4 menghargai perbedaan budaya yang terkandung dalam novel Different Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra. Objek penelitiannya adalah Novel: Different dan analisis datanya menggunakan model interakcrive dari Milles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan multikultural novel Different adalah mencakup beberapa hal. (1 Nilai menghargai perbedaan suku tercermin dalam sikap saling menghormati dan saling menghargai antar tokoh suku atau etnis China dengan tokohtokoh suku Jawa dan Bali. Mereka dapat hidup damai dan rukun mulai SD sampai perguruan tinggi; (2 Nilai menghargai perbedaan agama tercermin dalam sikap saling menghormati dan saling menghargai antar tokoh dalam novel, antara tokoh dengan orang tuanya, antara tokoh dengan dosen dan teman-temannya yang berbeda agama; (3 Nilai menghargai perbedaan ras tercermin dalam sikap saling menghormati dan saling menghargai antara tokoh yang memiliki ciri-ciri fisik China dengan tokoh yang memiliki ciri-ciri fisik suku Jawa dan Bali; dan (4 Nilai menghargai perbedaan budaya tercermin dalam sikap saling menghormati dan saling menghargai antara tokoh yang memiliki budaya China yang beragama Konghucu dengan tokoh yang memiliki budaya Jawa yang berama Islam, dan tokoh yang memiliki budaya Bali yang beragama Hindu dan Kristen.

  10. SEMIOTIKA AL-QUR’AN: REPRESENTASI MAKNA VERBA REFLEKTIF PERILAKU MANUSIA DALAM SURAT Al-MĀ’ŪN DAN BIAS SOSIAL KEAGAMAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Hanafi

    2017-06-01

      Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara ilmiah tanda-tanda dan lambang-lambang verba reflektif perilaku manusia dalam surat al-Mā’ūn berdasarkan wacana semiotika al-Qur’an serta mendeskripsikan maknanya dalam bias sosial keagamaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif-interpretatif. Bias sosial dan keagamaan telah tercatat dalam al-Qur’an surat al-Mā’ūn. Dalam surat tersebut dijelaskan mengenai ciri-ciri orang yang mendustakan agama. Semiotika sebagai salah satu pendekatan studi al-Qur’an berupaya untuk mengkonstruksi makna bahasa al-Qur’an dengan sistem tanda. Metode interpretasi tanda adalah dengan mensinergikan antara petanda dan penanda sehingga melahirkan representasi makna yang baru. Berdasarkan pembacaan semiotika, ciri-ciri orang yang mendustakan agama dalam surat al-Mā’ūn adalah pertama, orang yang tidak memberikan santunan berupa apapun kepada anak-anak yatim demi keberlangsungan hidup selamanya. Kedua, orang yang tidak memberi dorongan dan anjuran kepada orang lain untuk memberi santunan dan makanan kepada orang-orang miskin yang membutuhkan. Ketiga, orang yang lalai dalam salatnya, seperti menunda-nunda mengerjakan shalat sehingga waktunya habis, melaksanakan salat dengan tidak memenuhi syarat dan rukunnya, atau tidak khusyu’ dalam salat. Keempat, orang yang suka pamer (riya>’ dalam hal ibadah dan muamalah agar dinilai lebih oleh orang lain. Kelima, orang yang enggan memberikan bantuan baik secara fisik maupun non fisik kepada orang lain karena sebab tertentu. Kata Kunci; Semiotika, al-Mā’ūn, Sosial, Agama.

  11. Lokalitas, Islamisitas dan Globalitas : Tafsir Falsafi dalam Pengembangan Pemikiran Peradaban Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Amin Abdullah

    2012-12-01

    Full Text Available Abstract : This paper attempts to consider how the history of world religions, including the history of Islamic civilization, always have, through and documenting the cultural encounter, i.e. the relationship between center and periphery and the experience of the encounter in the frontier. Two-ways relationship shaping a dyadic pattern, that is the encounter of Muslim with the local culture in which the regional and national states dimensions is being ignored, or vice versa, and also an encounter of Muslim with the nation states which forgetting the aspirations and local culture, yet to meet and to relate the two with international issues, either an encounter of religion and international community as well, is almost impossible to bring about the new problems within the  dynamics of the global era today. Thus, the role of philosophical interpretation and contemporary Islamic philosophy is to provide a discern socio-cultural analysis in its interplay more complete and accurate between regional, national and mondial.Keywords : Philosophical interpretaion, cultural encounters, the perma-nence, the change, univocality of being, gradation of being, maqāṣid sharī’ah, interpreted sharī’ah, Islamicate Abstrak : Tulisan ini mencoba menilik bagaimana sejarah agama-agama dunia, termasuk sejarah peradaban Islam, selalu mengalami, melalui dan mendokumentasikan proses hubungan perjumpaan yang bercorak kultural (cultural encounter, baik hubungan antara pusat dan pinggir (centre and periphery maupun pengalaman perjumpaan di wilayah tapal batas (frontier. Hubungan dua arah yang bercorak diadik, yaitu perjumpaan pemeluk agama Islam dengan budaya lokal dengan melupakan dimensi regionalitas dan nasionalitas (nation states atau sebaliknya, juga perjumpaan pemeluk agama Islam dengan negara-bangsa (nation states dengan melupakan aspirasi dan budaya lokal, belum lagi menghubungkan dan memperjumpakan keduanya dengan isu-isu global-internasional (world

  12. KORELASI KREATIVITAS DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh Nashiruddin

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara: 1 kreativitas guru PAI terhadap peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti  , 2 motivasi kerja guru PAI terhadap peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti , dan 3 kreativitas dan motivasi kerja guru terhadap peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi korelasional dengan melibatkan 33 orang sampel yang dipilih secara dengan metode sensus.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket/kuesioner. Teknikanalisis data diawali dengan  uji prasyarat yaitu uji normalitas dan linieritas. Uji hipotesis menggunakanuji regresi sederhana danuji regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan ; 1 Kreativitas guru berpengaruh terhadap peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.  2  motivasi kerja guru  berpengaruh terhadap peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.  3 kreativitas guru  dan motivasi kerja guru secara bersama-sama atau simultan berpengaruh terhadap mutu pembelajaran.  Hasil analisis juga  menunjukkan bahwa rata-rata nilai dari ketiga variabel tersebut hanya dapat dimasukkan dalam kategori sedang, sehingga  untuk meningkatkan kinerja guru dalam mengajar perlu diperhatikan faktor-faktor lain seperti: gaji, jaminan kerja, jaminan hari tua, penghargaan atas prestasi kerja, dan sebagainya.   Kata kunci: kreativitas, motivasi, mutupembelajaran   Abstract [The Relationship Between Teachers’ Creativity and Motivation Toward Learning Improvement]. This research aim at determine the correlation between the creativity of teachers on the improvement of learning quality of religious education and behavior, the work motivation of teachers on the improvement of learning quality of religious education and behavior, and  the creativity and the work motivation of eachers on the improvement  of learning quality of religious education and

  13. An Evaluation of the Indonesian Ministry of Religious Affairs’ Policies Concerning Terrorism, Radical Religious Movements in Curriculum Content and Pedagogy of Secondary Education

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurlena Rifai

    2016-06-01

    Full Text Available Abstract The purpose of this study is to evaluate the Indonesian government policies on curriculum and pedagogy that responds the global phenomenon of radical and violent forms of Islam. Specifically I investigate whether the Ministry of Religious Affairs has designed a curriculum content in Islamic Religious Studies for secondary education that discusses key concepts such as radicalism, jihadi-takfiri movements, religious violence, and intolerance towards other faiths. These issues are a central concern to Muslims in Indonesia. This research uses a qualitative approach and descriptive method. My research attempts to answer why the Ministry of Religious Affairs has not included curriculum content that deals with contemporary issues of violent Islamic movements. The data had been collected through observation, documentation and  interviews a number of officials of the Ministry of Religious Affairs and Ministry of National Education, education experts and practitioners, and students. The result of my study will be a recommendation to the Ministry of Religious Affairs and Ministry of Culture and Primary and Secondary Education for developing curriculum content deals with the question of radicalism and religious violence in a direct and honest way. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah Indonesia pada kurikulum dan pedagogik yang merespon fenomena global dari radikalisme dan bentuk kekerasan dalam Islam. Khususnya, saya menyelidiki apakah Kementerian Agama telah merancang konten kurikulum pada mata pelajaran Agama Islam untuk sekolah menengah yang mendiskusikan konsep-konsep seperti radikalisme, gerakan jihadi-takfiri, kekerasan beragama, dan intoleransi terhadap keyakinan lain. Isu-isu tersebut merupakan perhatian utama bagi muslim di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deksriptif kualitatif. Penelitian saya berusaha menjawab mengapa Kementerian Agama tidak memasukkan konten kurikulum yang

  14. ISLAM AND ARAT SABULUNGAN IN MENTAWAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maskota Delfi

    2013-12-01

    Full Text Available The remoteness of the Mentawai Islands has contributed to an almost autonomous development, unaided by mainland Sumatra. As a result of a well endowed environment and supported by staple local foods such as sago, taro and bananas, as well as an abundance of wildlife including wild boars, a finely tuned self-sufficiency was realised. In this space the management and distribution of food, including animal protein, is an important aspect of the culture of Arat Sabulungan. As the result of the compulsory state sanctioned religions program introduced in 1954, some Mentawaians have converted to Islam or Catholicism as their formal religious identity. However, a remarkable adaptation occured in which the layers of Mentawai identity were not lost in the adaption to the Islamic faith. Islam with its teachings, and other formal religions, are considered as  the sasareu (outsiders. The prohibition of consuming boar as part of islamic rules is a sasareu rules that contradict to Mentawaian Arat .[Kepulauan Mentawai yang terisolasi telah berkembang secara mandiri tanpa bantuan dari pulau induknya, Sumatra. Lingkungan yang subur dan mendukung ketersediaan sumber makanan pokok lokal seperti sagu, talas, dan pisang serta berlimpahnya satwa liar, termasuk babi hutan, telah mendorong terciptanya swasembada pangan. Manajemen dan distribusi makanan merupakan aspek penting dalam jalinan budaya dan sistem kepercayaan local, Arat Sabulungan. Sebagai hasil dari kebijakan pemerintah untuk menerapkan agama resmi bagi orang Mentawai pada tahun 1954, orang Mentawai kemudian masuk Islam atau Katolik. Namun demikian, adaptasi yang luar biasa juga terjadi, sehingga lapisan-lapisan identitas Mentawai tidak hilang dalam adaptasinya dengan keyakinan Islam. Islam dengan ajaran-ajarannya, juga agama-agama dunia lainnya, dipandang sebagai ajaran asing. Larangan mengkonsumsi daging babi sebagai bagian dari ajaran Islam, misalnya, dipandang sebagai ajaran asing yang bertentangan

  15. Pengembangan Studi Islam Perspektif Insider-outsider

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musnur Hery

    2016-12-01

    Full Text Available Pengembangan dan pengayaan studi Islam layak memperhatikan epistemologi yang diusung oleh perspektif insider-outsider. Epistemologi yang telah berkembang di dunia Islam seperti al-bayan (rasionalisme, al-burhan (empirisme dan al-irfan (intuisi harus diperkuat dengan epistemogi yang berkembang dengan kemajuan pengetahuan yang lazim menjadi pisau bedah analisis outsider seperti fenomenologi agama, distansiasi (penjarakan terhadap objek, apropriasi (penepatan objek bagi horizon diri, kritik ideology (kritik atas prasangka dan ilusi agama, variasi imajinatif (permianan imajinasi makna, dekonstruksi (pembongkaran ilusi dan doktrin mapan, dan hermeneutika (metodologi dan filsafat tafsir. Dengan kolaborasi epistemology insider dan outsider maka tensi antara kajian insider dan outside dapat dijembatani. Terkait yang terakhir ini maka gagasan crosscheck inside-outsider, yakni kajian sarjana tentang agama sebuah masyarakat harus diverifikasi oleh anggota masyarakat tersebut layak diapresiasi. The development and enrichment of Islamic studies ought to pay attention much on epistemology promoted by insider-outsider’s perspective. Epistemology that has evolved in the world of Islam as al-bayan (rationalism, al-burhan (empiricism and al-irfan (intuition should be reinforced with Epistemology evolving with the advancement of knowledge that commonly becomes scalpel analysis of outsider like phenomenology of religion, distansiasi ( the spacing of the object, appropriation (Placing the object to the its horizon, criticism of ideology (criticism of prejudices and illusions of religion, variations imaginative (the game of imagined meaning, deconstruction (dismantling of illusion and established doctrine, and hermeneutics (methodology and philosophy of interpretation. With the collaboration of epistemology of insider and outsider, so the tension between insider and outsider studies can be bridged. Related to this, the crosscheck idea of inside-outsider, the

  16. The Cohesiveness of Muslim Pangestu Members in Salatiga, Central Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Suciati

    2015-04-01

    Full Text Available The drying of spirituality and weakening of cohesiveness in the midst of materialistic hedonistic modern world become major challenge for the adherents of official religions in Indonesia. The practice of religions is considered too much focusing on ritual aspects. Therefore, those teachings cannot give the real meaningfulness of religious life. Consequently, some adherents of official religions begin to see other spiritual/mysticism sects. This study describes the social cohesiveness among muslims who become members of Pangestu, a spiritual-mysticism sect widely spreading among Javanese society in Indonesia. This research shows that the Pangestu in Salatiga, Central Java, can fulfill social, economic, and spiritual needs of its members. Among the underlying factors that make Pangestu succeed to meet its members’ needs and expectations are the capability of the members to intensely communicate with each other through meetings and bawaraos (Jv, informal gathering, the great concern between members, good-example of leadership, the defense of Pangestu’s good name, and the satisfaction in experiencing meaningfulness of religious practices.[Kekeringan spiritual dan lemahnya kebersamaan di tengah dunia modern yang serba hedonistik menjadi tantangan utama bagi para pemeluk agama di Indonesia. Praktik-praktik keagamaan terlalu banyak terfokus pada aspek ritual, sehingga ajaran agama tidak mampu menghadirkan praktek-praktek keagamaan yang benar-benar bermakna. Hal ini mendorong sebagian pemeluk agama untuk melirik aliran kepercayaan dan kebatinan. Artikel ini mendeskripsikan keguyuban sosial di antara orang-orang Islam yang menjadi anggota Pangestu, sebuah aliran kepercayaan di Indonesia yang banyak menyebar terutama di kalangan masyarakat Jawa. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pangestu di Salatiga, Jawa Tegah, mampu memenuhi kebutuhan sosial, ekonomi, dan spiritual para anggotanya. Di antara faktor yang menentukan keberhasilan Pangestu dalam memenuhi

  17. Akuntansi Nir-Tuhan: Salahkah Aku? (Budaya Barat Menggugat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Woro Damayanti

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini akan menguji apakah ketiadaan Allah dalam praktik akuntansi budaya barat merupakan sebuah kesalahan, yang mana budaya barat menggunakan agama Kristen Katolik Roma dan praktek akuntansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah PSAK 46 tentang pajak tangguhan. Beberapa peneliti akuntansi menyatakan bahwa akuntansi yang ada mengakomodasi kapitalisme. Selain itu, beberapa peneliti juga mempertanyakan tidak adanya agama dalam akuntansi. Sedangkan agama harus dianggap sebagai perilaku manusia yang mendasari kekuasaan, sehingga budaya yang dapat dilihat sebagai pengaruh penting pada pengembangan kebijakan dan praktik akuntansi. Tidak adanya Allah dalam akuntansi selalu menyalahkan budaya barat sebagai penyebabnya. Artikel ini menunjukkan bahwa budaya barat sangat mendorong warganya untuk membayar pajak. Sementara aturan akuntansi yang diatur dalam PSAK 46 bahkan mengakomodasi perencanaan pajak yang bertujuan untuk meminimalkan pajak yang dibayarkan kepada Negara. Artikel ini memberi kita refleksi: apakah kita masih akan menyalahkan budaya barat sebagai penyebab tidak adanya Allah dalam Praktek Akuntansi? This study will examine whether is nonexistence of God in the accounting practice is western culture’s mistake, which western culture that will be used are the Roman Catholic religion and the accounting practices used in this study is PSAK 46 about deferred tax. Some accounting researchers stated that the existing accounting accommodate capitalism. Moreover, some researchers also questioned the absence of religion in accounting. Whereas religion should be considered as a power underlying human behavior, so that culture can be seen as an important influence on the development of accounting policies and practices. Nonexistence of God in accounting always blaming western culture as the cause. This article shows that the western culture strongly encourages its citizens to pay taxes. While the accounting rules contained in PSAK 46 even

  18. Being Woman in the Land of Shari‘a: Politics of the Female Body, Piety, and Resistance in Langsa, Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ansor

    2015-04-01

    Full Text Available This study investigates the dynamic of institutionalization of Shari’a in Aceh, which focuses on analysis of the patterns of Langsa women’s resistance against religious leaders and state interpretations of the dress standards in the public space. This matter emerged because the implementation of Shari’a has been supported by local people, but the standard of Islamic dress that should be applied is still debatable among various groups in Aceh that have varied understandings and different religious visions. The regulation of dress code has been an issue for religious leaders, intellectuals, and Moslem activists. The resistance of Langsa women against the politics of body discipline could be open and secret. To analyze the forms of women’s resistance, the researcher applied James C. Scott’s hidden transcripts theory. Inspired by this theoretical framework, the researcher found that Langsa women, intellectuals, and religious leaders expressed their resistance over how women should dress in public space. In collecting the data, the researcher used observation, in-depth interviews, and focus group discussions. Accordingly, the research shows how Langsa women express their resistance towards religious hegemony and state interpretation of Islam.[Tulisan ini membahas dinamika pelembagaan syariat Islam di Aceh dengan fokus resistensi tersembunyi perempuan Langsa terhadap penafsiran elite agama dan pemerintah perihal pembakuan standar pakaian di ruang publik. Meskipun implementasi syariat Islam Aceh mendapat dukungan masyarakat setempat, tetapi ketika sebuah tafsir tertentu tentang pakaian Islami dibakukan dalam regulasi (Qanun, muncul perdebatan dari sebagian muslim yang berpola pemikiran dan visi keagamaan berbeda. Bukan hanya perdebatan di kalangan elite agama, intelektual, maupun aktivis, perempuan di berbagai daerah di Aceh pun mengekspresikan resistensi, baik secara terbuka maupun tersembunyi. Peneliti menggunakan teori hidden transcripts

  19. PERAN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KOMPETENSI DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PTAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardia Mardia

    2014-12-01

    Full Text Available Abstrak: Tulisan ini membahas tiga persoalan utama yaitu: Pertama, eksistensi dan prob­lematika pendidikan Islam. Kedua, upaya peningkatan mutu pendidikan Islam ber­basis kompetensi. Ketiga, peran pendidikan Islam dalam pengem­bangan ku­rikulum berbasis kompetensi. Kajian dalam tulisan ini menemukan bahwa prob­lematika utama pendidikan Islam di lembaga pendidikan saat ini adalah hanya di­pandang melalui aspek kognitif, tidak dipandang bagaimana peserta didik me­nga­malkan dalam dunia nyata sehingga belajar agama sebatas menghafal dan men­catat. Hal ini mengakibatkan pelajaran agama menjadi pelajaran teoretis, bu­kan penghayatan terhadap nilai agama itu sendiri. Maka peningkatan mutu pen­di­dikan Islam diperoleh melalui dua strategi, (1 peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi akademis. (2 peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi pada life skill yang esensial yaitu pendidikan yang berlandaskan luas, nyata, dan bermakna. Abstract: This paper discusses three main issues: First, the existence and Problems of Isla­mic Education. Secondly, Improving the Quality of Islamic Education com­pe­ten­cy-based. Third, the role of Islamic Education in Competency-Based Curriculum De­ve­lopment. Study in this paper found that the main problems of Islamic education in educational institutions today is only seen through the cognitive aspect, not seen how learners to practice in the real world so that the extent of religious study and memorize the notes. This resulted in religious studies lessons not the­oretical appreciation of the value of religion itself. So Improving the quality of Is­lamic education is obtained through two strategies: (1 improving the quality of education that is academically oriented. (2 improving the quality-oriented edu­cation is an essential life skill that is broad-based education, real and meaningful.

  20. RELASI ISLAM, NEGARA, DAN PANCASILA DALAM PERSPEKTIF TATA HUKUM INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamdan Zoelva

    2012-12-01

    Full Text Available There aredifferences of opinion in looking at the relationship between religion and state. Some proposed that the state should be based on religion (Islam and others have argued the opposite, the state should be separated from the religion (secular nationalism. The debate is considered complete after the Jakarta Charter formula was agreed, although it was annulled after the legalization of the Constitution on August 18, 1945. History shows that Muslims sacrifice for this country is invaluable both in terms of physical struggle (body and soul and ideological (Islamic values. So that, returning authority to the Muslim community to determine the direction of development of the country has become a necessity. Through this article, the author would like to express a new form of moral calling on Muslims to contribute to this country, some of them with sincerity impose Islamic lawinto national law. Terdapat perbedaan pendapat dalam memandang hubungan agama dan negara. Ada yang berpendapat negara  harus  berdasarkan  pada  agama  (Islam  dan  ada  yang  berpendapat sebaliknya,  bahwa negara  harus  dipisah  dari  agama  (nasionalisme  sekuler.  Perdebatan dianggap selesai setelah disepakati rumusan Piagam Jakarta, meskipun kemudian dianulir setelah  disahkannya  UUD  tanggal  18  Agustus  1945.  Sejarah  ini  menunjukkan  bahwa pengorbanan umat Islam untuk negeri ini tidak ternilai harganya baik ditinjau dari segi perjuangan fisik (jiwa raga maupun ideologis (nilai-nilai keislaman. Dari pengorbanan tersebut,  mengembalikan  kewenangan  kepada  umat Islam  untuk  menentukan  arah pembangunan negara ini menjadi keniscayaan. Karena itu melalui tema ini, penulis ingin mengungkapkan bentuk baru panggilan moral umat Islam untuk memberikan konstribusi terhadap negeri ini, yaitu diantaranya melalui keikhlasan memberlakukan hukum Islam ke dalam hukum nasional.

  1. Perlindungan Hukum Kelompok Teisme dalam Sistem Negara Hukum Pancasila

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tomy Michael

    2017-05-01

    Full Text Available Di era global saat ini, suatu bangsa dituntut mampu bersaing dengan negara lain. Agar tidak terlepas dari unsur khas Indonesia maka penguatan Pancasila sebagai ideologi adalah keharusan. Pancasila yang melingkupi keragaman suku, agama, ras dan antar golongan (SARA kurang tercermin dalam UU Nomor 23 Tahun 2006. Permasalahan yang timbul yaitu hilangnya unsur khas Indonesia yaitu kepercayaan atau agama tradisional karena adanya diskriminasi dengan pengosongan kolom agama dalam Kartu Kelurga (KK dan Kartu Tanda Penduduk (KTP (Pasal 61 dan Pasal 64 UU No. 23-2006. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi hukum UU No. 23 tahun 2016 dengan keberadaan Pancasila dan SARA di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UU No. 23 Tahun 2006 tidak selaras dengan semangat Pancasila yang mengakui keragaman SARA dan bertentang dengan asas keadilan dalam UU No. 12Tahun 2011. In the global era, a nation supposedly able to compete with other countries. In order not to be separated from the typical elements of Indonesia, the strengthening of Pancasila as an ideology is a must. Pancasila surrounding ethnic, religious, racial and sectarian (SARA less diversity reflected in Law No. 23 of 2006. The problems that arise, namely the loss of the typical elements of Indonesia namely traditional religious beliefs or because of their discrimination by emptying the religion column in Family Card (KK and Identity Card (KTP (Article 61 and Article 64 of Law No. 23-2006. This study aims to analyze the correlation on Law No. 23of 2016 with the existence of Pancasila and SARA in Indonesia. The method used is a normative legal research. The result of this study reveals that the Law No. 23 of 2006 not in line with the spirit of Pancasila that recognizes the diversity of SARA and incompatible with the principles of justice on Law No. 12 of 2011.

  2. Ketidakpastian Usia Dunia (Kilasan Kaji Konsep Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuberti Yuberti

    2016-04-01

    Full Text Available This paper is a review of a book entitled diversity and cultural differences and cross religion in human history. With the current knowledge, the length of human life on our planet named Earth, can be expected, when, how it goes, and how an event can be reconstructed for the time being. When humans first started there, breeding, hunting animals in the forest, growing wheat or rice, raising cattle or goats, build villages, cities, establish a state, and gave birth to civilization, all can be described in various fields of science, including the science of history, which assisted by anthropology, biology, chemistry, physics and other sciences, to see evidence of the past in ruins, fossils, manuscripts and inscriptions pursue this statement to discuss the past. Historians assisted experts other fields of science, able to predict when an event occurred, how the story goes, begins and ends, an ancient kingdom in the past, the findings temple tradition religion of the past is gone, the currency prevailing in the society a few centuries ago , a technology developed communities that were already extinct, and also religions that have been passed and no longer followed. Tulisan ini merupakan review atas buku yang berjudul keragaman dan perbedaan budaya dan agama dalam lintas sejarah manusia. Dengan pengetahuan saat ini, lamanya manusia hidup di planet yang kita namai bumi, bisa diperkirakan, kapan, bagaimana perkembangannya, dan bagaimana sebuah kejadian bisa direkonstruksi ulang untuk saat ini. Kapan manusia pertama mulai ada, berkembang biak, berburu binatang di hutan, menanam gandum atau padi, membesarkan sapi atau kambing, membangun desa, kota, mendirikan negara, dan melahirkan peradaban, semua bisa dijelaskan dengan berbagai bidang ilmu, diantaranya adalah ilmu sejarah, yang dibantu dengan antropologi, biologi, kimia, fisika dan ilmu lain, untuk melihat bukti masa lalu berupa reruntuhan, fosil, manuskrip, dan prasasti yang menekuni

  3. Enzyme Mini-Test for Field Identification of Leishmania Isolates from U.S. Military Personnel.

    Science.gov (United States)

    1986-05-15

    and applied biology . Studies on the systematic value of electrophoretic data reveal high levels of genetic similarity between conspecific popula- tions...and E. D. Franke. In review. A New World Leishmania which can cause either cutan- eous or diffuse cutaneous leishmaniasis in human hosts. Am. JTrop...u V "WW-APL~rILFXF t *.I M71 I A Table 2. Continued L. tarentolae (L.ta.)* ATAR /DZ/34/TARII L. adleri (L.ad.)* RLAT/KE/ 54/LRC-L123 L. agamae (L.ag

  4. INDONESIA: FROM PLURALISM TO MULTICULTURALISM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wasino Wasino

    2013-07-01

    Full Text Available Indonesia was not a new entity when started to become national country. It was called a continuation of the history of the Dutch East Indies. The people lived under western colonial was a pluralistic society, people separated by social class, ethnicity, religion, race and inter-group. Between the authorities and the people separated along racial lines. In addition there was the separation of ethnic groups associated with the economic, educational and social relations. After Indonesian independence the pluralistic society situation continues. The end of the New Order has opened a Pandora's Box of poor relations between ethnic and inter-religious. As a result many conflicts occurred based on religious and ethnic differences. The conflict heated up as the influx of political interests. The process of political reform gave birth to a new awareness of the relationship between ethnicity and religion. The starting point of this change was when the President Abdurrahman Wahid unlocked barriers on multicultural relationship that respects the differences of cultural orientation among the existing ethnic. From that moment the concept of multiculturalism experienced socialization process within Indonesian society. Key words: pluralism, multiculturalism, colonial, new order, socialization Ketika Indonesia lahir sebagai negara nasional, Indonesia bukanlah  entitas yang baru. Ia merupakan kelanjutan  sejarah dari masyarakat yang disebut Hindia Belanda. Masyarakat di bawah penjajah Barat ini merupakan masyarakat majemuk, masyarakat yang terpisah-pisah berdasarkan kelas sosial, suku, agama, ras, dan antar golongan. Antara penguasa dan rakyat terpisah secara garis rasial. Selain itu ada pe-misahan suku bangsa terkait dengan ekonomi, pendidikan, dan hubungan-hubungan sosial. Setelah Indonesia merdeka situasi masyarakat majemuk terus berlangsung. Berakhirnya Orde Baru telah membuka kotak pandora  buruknya hubungan antar etnik dan antar agama. Akibatnya

  5. Social contexts of exclusionary reactions: study on Muslim and Christian relation in the city of Ambon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahyo Pamungkas

    2017-06-01

    Full Text Available This study aims to answer the question of what social context related to atti- tudes of exclusionary reactions between Muslims and Christians. The data used in this research is resulted from interviews in the city of Ambon. The conceptual framework used to analyze findings of fieldwork is about relation- ship between ethno-religious identification and exclusionary reactions. In addition, actual or symbolic competition in the political, economic, social and cultural behaviour contributes to exclusionary attitudes. Likewise, the collective memory of the conflict led individuals to have prejudices against out-group members. Based on interview data, this study indicates that exclu- sionary reactions present in the city of Ambon in the form of social avoidance between Muslim and Christian students and the support for residential segre- gation. Both of these phenomena related to political and symbolic competi- tion in public institutions such as public universities. Also, social processes of implanting ethno-religious identity in their families have roles in the creation of prejudicial attitudes against out-group members. The collective memory of the conflict also contributes unto the phenomena of social avoidance and support for residential segregation. Studi ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan konteks sosial apa yang berkaitan dengan meningkatnya fenomena eksklusivisme sosial antara umat Islam dan Kristen. Data yang digunakan sebagai basis untuk menjawab pertayaan ini tersebut berasal dari sejumlah wawancara di Kota Ambon. Kerangka konsep yang digunakan untuk menganalisis temuan lapangan adalah tentang hubungan identifikasi terhadap identitas kelompok etnik dan agama dengan perilaku mengecualikan kelompok lain. Selain itu, kompetisi aktual maupun simbolik dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya ikut memberikan kontribusi pada perilaku mengecualikan kelompok lain. Demikian juga memori kolektif mengenai konflik di masa lalu menjadikan

  6. HARMONISASI, INTEGRASI DESA PAKRAMAN DENGAN DESA DINAS YANG MULTI ETNIK DAN MULTIAGAMA MENGHADAPI PERGESERAN, PELESTARIAN, DAN KONFLIK DI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Bagus Sanjaya

    2014-02-01

    Full Text Available Penelitian etnografi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan desa dinas dan desa pakraman, dan integrasi masyarakat di Provinsi Bali. Penelitian ini melibatkan prajuru desa pakraman, masyarakat Hindu, dan masyarakat non-Hindu. Penentuan subjek penelitian dengan menggunakan teknik puposive. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan pencatatan dokumen. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa pakraman dan desa dinas berada dalam kondisi harmonis, sehingga memunculkan ungkapan “satu badan dua kepala”, sekaligus sebagai wujud integrasi masyarakat. Desa pakraman melaksanakan tugas di bidang agama, adat, dan budaya,sedangkan desa dinas di bidang administrasi.

  7. Perspektif Hukum dan HAM terhadap Eksistensi Aliran Keagamaan di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohidin -

    2013-04-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk menganalisis eksistensi aliran keagamaan di Indonesia yang difatwa sesat oleh MUI, ditinjau dari perspektif Hukum dan HAM. Penelitian ini menggunakan dua jenis data yakni primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melaui wawancara dengan sejumlah informan dari MUI, Ahmadiyah, dan Ahli-ahli agama Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aliran-aliran keagamaan yang difatwa sesat oleh MUI tersebut, dalam perspektif MUI tidak dianggap sebagai kelompok agama yang resmi diakui oleh negara maupun menurut ajaran agama Islam yang sudah establish. Hal ini didasarkan pada ketentuan al-Qur’an dan Hadist, serta ketentuan hukum positif Indonesia. Kontroversi terhadap fatwa MUI ini dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, adanya perbedaan antara pandangan MUI dengan para aktivis HAM dalam memaknai kebebasan beragama. MUI mendasarkan pandangannya pada norma-norma agama dan hukum positif, sementara para aktivis HAM mendasarkan pada norma-norma HAM Universal. This research attempt to analyze the existence of the religious sectes in Indonesia from perspective of the international human rights law. This research use the primary and secondary data. The primary data was collected through interview with the some informant such as MUI, Ahmadiyah, and Human rights activist. The result of this research show, that the existence of the religious sectes in Indonesian law system are normatively not be considered as a religious group. They are perceived by MUI as the religious deviate. In the normative paradigm MUI use it argument through some Al-Qur’an verses and also hadist in determining weather one religion group learned saying deviate or not. And the MUI positive paradigm is using its argument through some criminal law articel in determining one religion group deviate or not. Some factors which is made the fatwa  controversion are there two causes. First, because of different perspective between MUI with democracy and human rights

  8. KONSEP TALAK: Versus Situs www. darussalaf.or.id dan Undang- Undang Perkawinan di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sheila Fakhria

    2016-05-01

    baligh, berakal, mumayyiz yang mengerti dengan apa yang dilakukan. Selain itu, situs ini juga menjelaskan bahwa seorang istri tidak diperkenankan meminta cerai tanpa alasan yang syar’i, sebaliknya seorang istri diperbolehkan meminta untuk berpisah dengan suaminya dengan alasan syar’i diantaranya jika dia membenci kejelekan akhlak, agama, atau fisik suaminya, serta khawatir tidak mampu menegakkan hak-hak suaminya yang wajib ditunaikannya ketika hidup bersamanya. Oleh karena itu perlu dikaji tentang sejauh mana relevansi konsep keabsahan talak antara situs www.darussalaf.or.id dan undang-undang perkawinan di Indonesia.

  9. RITUAL RAMBUT GEMBEL DALAM ARUS EKSPANSI PASAR PARIWISATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Soehadha

    2013-12-01

    Tulisan ini mengambil fokus pada agama dan perubahan sosial akibat ekspansi pasar pariwisata di dataran tinggi Dieng, dan hubungannya dengan kapitalisme negara. Pemerintah telah mengusahakan ritual rambut gembel sebagai komo­ditas pariwisata di dataran tinggi Dieng. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada dua varian respon sosial terhadap perubahan akibat ekspansi pasar pariwisata, yaitu masyarakat yang menerima dan masyarakat yang menolak. Masyarakat penerima adalah orang-orang yang memiliki kepentingan di bidang ekonomi dalam kegiatan pengembangan pariwisata, sedangkan masyarakat yang menolak adalah orang-orang yang memegang keyakinan dan tradisi lokal. Secara teoritis, studi ini memberi penjelasan bahwa religiusitas masyarakat dipengaruhi oleh moda produksi ekonomi yang ada.

  10. Penyelesaian Sengketa Bisnis Syariah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr. Mardani

    2012-02-01

    Full Text Available The fast development of Islamic economic system in Indonesia stimulates a number of sharia-based businesses. This writing discusses the settlement methods of shariabased business disputes through Islamic arbitration, mediation, and court trial process whereby the parties may choose to be tried under the jurisdiction of district court or Islamic court.  Ekonomi Islam di Indonesia berkembang pesat sehingga memunculkan berbagai bentuk bisnis yang berbasis syariah. Tulisan ini akan membahas berbagai cara penyelesaian sengketa bisnis yang berbasis syariah, seperti melalui arbitrase Islam, mediasi, atau melalui proses peradilan di mana para pihak dapat memilih forum penyelesaian; di pengadilan negeri atau pengadilan agama.

  11. Menyikapi Kerapuhan Sistem Sosial Sebuah Pergumulan Teologis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    T. R. Andi Lolo

    2009-10-01

    Full Text Available Mengapa saya sangat tertarik berbicara tentang kerapuhan sistem sosial. Jawabannya ialah karena semua sistem, termasuk sistem sosial sedang dilanda oleh arus global yang tidak dapat dibendung dan sangat potensil memporak-porandakan semua sistem yang sudah mapan sekalipun. Gejala kerapuhan ini tidak bisa kita biarkan melainkan harus disikapi karena pada akhirnya, akibat dari arus tersebut akan menimpa umat manusia sebagai anggota dari berbagai sistem kehidupan, baik kehidupan ekonomi, sosial, politik, dan bahkan tidak terkecuali kehidupansebagai anggota dari komunitas agama. Sesuai dengan suasana dan lingkungan di mana orasi ini disampaikan, saya memilih bentuk kehidupanyang terakhir tadi sebagai bidang kajian untuk kita renungkan bersama.

  12. POLA PEMBELAJARAN ILMU KALAM DI PTAI (Kasus Ikhtiar Rekonsiliasi dalam Memahami Perbuatan Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Susanto

    2008-07-01

    Full Text Available Salah satu problem teologis berkaitan dengan perbuatan manusia adalah apakah manusia itu bebas berkreasi dalam menentukan perbuatannya sendiri ataukah semuanya serba ditentukan oleh Tuhan. Sehubungan dengan fenomena ini, muncul beragam perspektif sehingga kita mengenal Mu’tazilah, Jabariyah, Asy’ariyah dan Maturidiyah dengan seluk beluk doktrinalnya yang berposisi secara resisprokal. Tulisan ini berusaha mendeskripsikan hal yang mesti dilakukan oleh umat Islam –melalui transformasi keilmuan di perguruan tinggi agama Islam – dalam menghadapi fenomena aliran teologi yang bersifat resisprokal tersebut dengan tidak berpretensi untuk mendamaikannya dengan sebab ikhtiar tersebut akan terjebak pada pola pikir Hegelian.

  13. PARADIGMA KOMUNIKATIF: SEBUAH TAWARAN MODEL DALAM PEMBANGUNAN HUKUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr. Hermansyah

    2011-06-01

    Full Text Available The rise of legal positivism paradigm places state law as the truest law. Nevertheless, there are other legal systems, such as religious and customary laws that have different cultural and political systems. Therefore, development in the field of law shall attempt to connect to the various existing legal systems. Menguatnya paradigma positivisme hukum menempatkan hukum negara sebagai hukum yang paling benar. Namun kenyataannya ada sistem hukum lain, seperti hukum adat dan agama, yang memiliki perbedaan sistem budaya, politik, serta kepercayaan. Karenanya, pembangunan di bidang hukum seharusnya merupakan upaya untuk mengkomunikasikan berbagai sistem hukum yang ada tersebut.

  14. Pandangan Kristen Tentang Dosa: Asal Muasal dan Cara Menebusnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tarpin Tarpin

    2010-11-01

    Full Text Available Agama Kristen memiliki konsep tersendiri tentang dosa. Dosa yang secara umum adalah tindakan manusia melanggar perintah dan norma serta aturan Tuhan, secara dogmatis, merupakan kesalahan krusial, dimana manusia dianggap melanggar rencana-rencana Tuhan. Keserakahan Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah pohon pengetahuan, telah menyebabkan putusnya Rahmat Tuhan kepada manusia. Adam dan Hawa telah menjerumuskan dirinya dan anak cucunya dalam dosa warisan. Kehadiran Yesus Kristus, sebagai oknum Tuhan, yang menebus dosa manusia dengan kematiannya di tiang salib, adalah bentuk Kasih Tuhan kepada hambahamba- Nya yang berdosa.

  15. The helminth community of the skink Chalcides sexlineatus from Gran Canaria (Canary Islands).

    Science.gov (United States)

    Roca, V; Carretero, M A; Jorge, F; Perera, A; Ferrero, A; Rodríguez-Reina, S

    2012-06-01

    A survey of the gastrointestinal helminth communities of a population of Chalcides sexlineatus Steindachner, a small skink endemic to Gran Canaria island (Canary Archipelago, Spain), was conducted to determine the prevalence, abundance and species diversity of intestinal parasites in these reptiles. Only three parasite species were found, one cestode, Oochoristica agamae Baylis, 1919 and two nematodes, Parapharyngodon micipsae (Seurat, 1917) and Pharyngodonidae gen. sp. Helminth infracommunities of C. sexlineatus showed low values of abundance and species richness and diversity, being more similar to the helminth community of Tarentola boettgeri boettgeri (Steindachner) rather than those of Gallotia stehlini (Schenkel), both syntopic with the sampled host.

  16. Peranan Etika Bisnis dalam Pembangunan Akhlak Mulia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. Iskandar

    2007-03-01

    Full Text Available Tujuan penulisan artikel ini adalah mengkaji sejauhmana peranan etika bisnis sebagai pelaksanaan kode etik para pengusaha, manajer atau sumber daya manusia dalam organisasi bisnis serta stakeholders, berdasarkan nilai-nilai moral, norma dan agama yang dijadikan tuntunan untuk membuat keputusan dan solusi masalah yang etis, sebagai upaya membangun akhlak mulia. Pembangunan akhlak mulia merupakan upaya mengembangkan sikap yang melekat pada jiwa setiap sumber daya manusia secara sepontan yang diwujudkan dalam perbuatan/tidakan. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan etika bisnis, perilaku organisasi, manajemen sumber daya manusia dan pendidikan agama Islam yang memfokuskan kepada etika bisnis dalam upaya membangun akhlak mulia. Hasil pembahasan dalam artikel ini menunjukkan, bahwa: jika tindakan perilaku bisnis, manajer atau sumber daya manusia serta stakeholders itu baik menurut akal atau rasio, rasa atau kalbu dan agama, maka tindakan itu disebut akhlak yang baik (akhlakul karimah. Sebaliknya jika tindakan itu buruk, maka disebut akhlak yang buruk (akhlakul mazmumah. Standar baik dan buruk akhlak adalah Al-Qur’an dan Sunah Rasul, yang bersifat universal dan abadi. Dalam pandangan Islam, akhlak merupakan cermin dari jiwa manusia. Akhlak yang baik adalah dorongan dari keimanan yang ditampilkan dengan tindakan nyata dalam kehidupan. Menurut sasarannya, pembangunan akhlak meliputi akhlak terhadap Allah SWT, akhlak kepada sesama manusia dan akhlak kepada lingkungan alam semesta. Peranan etika bisnis dalam pembangunan akhlak mulia adalah sebagai pelaksanaan kode etik para pengusaha, manajer atau sumber daya manusia dalam organisasi bisnis serta para stakeholders, berdasarkan nilai-nilai moral, norma, etika dan agama yang dijadikan tuntunan untuk membuat keputusan dan solusi masalah. Dalam upaya membangun akhlak mulia, mereka itu melaksanakan prinsip dan standar etika bisnis, yaitu: Kejujuran (honesty: tidak berbohong. Integritas (integrity

  17. Islam Nusantara antara Ortodoksi dan Heterodoksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhiyat Akhiyat

    2017-05-01

    Abstrak: Corak keberagamaan masyarakat Indonesia atau Islam Nusantara telah memiliki kekhasan tersendiri. Bentuk yang dapat ditemukan dari perbedaan corak Islam Nusantara dengan negara-negara lain di Timur Tengah, terutama negara asal Islam, Arab Saudi, yaitu dari segi kekhasan khasanah pengalaman dan pengamalan batin masyarakat Indonesia sebagai pemeluknya. Dapat dikatakan bahwa Islam Nusantara adalah Islam sebagai ajaran akhlak dan moral bagi pemeluknya, dan bukan Islam sebagai ideologi yang tidak menghargai pemahaman kelompok lain. Berangkat dari perbedaan corak antara Islam Nusantara dengan Islam dengan negara lain, tidak lepas dari latar belakang historis keberadaan tradisi pengalaman budaya dan kepercayaan religiusitas para pendahulunya. Islam Nusantara yang telah menjadi bagian penting pemeluknya di Indonesia, dilihat dari segi kepatutan masyarakat penganutnya, dapat dikategorikan sebagai “Islam ortodoksi humanis.” Mereka dalam menjalankan Islam senantiasa masih mempertahankan nilai-nilai normatif keberagamaannya, berpegang kepada al-Qur’an dan al-Hadis. Di samping itu, mereka juga menjalankan ajaran historis, yang mana peran nilai-nilai spiritualitas, nilai-nilai batiniah (esoteris dalam agama, terutama nilai-nilai moralitas kemanusiaan telah menjadi prinsip yang sangat urgen dalam kehidupannya. Sebagaimana ritus-ritus yang pada tataran realita kehidupan masyarakatnya, dalam setiap momen ritus kehidupannya tidak lepas dengan yang namanya mengadakan suatu sikap religiusitas (upacara ritus kehidupan, memohon pertolongan kepada sesuatu kekuatan (ghaib di luar dirinya, dalam bahasa agama memohon pertolongan kepada Sang Maha Kuasa, Tuhan pencipta alam.

  18. Bridging Islam and the West: Toward the Development of Intercultural Understanding

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Mulyana

    2003-12-01

    Full Text Available Tidak mudah bagi bangsa Indonesia, termasuk kaum Muslimnya, untuk menjalin hubungan yang selaras dan menguntungkan dengan bangsa-bangsa Barat. Usaha itu akan lebih mungkin terlaksanajika di Indonesia sendiri sudah terjalin hubungan yang harmonis antara berbagai kelompok (etnik, ras, agama. Sayangnya, sepanjang sejarahnya Indonesia penuh dengan berbagai konflik antarkelompok, khususnya dalam beberapa tahun belakangan ini. Problem nasional ini harus diselesaikan terlebih dulu sebelum kita menyelesaikan problem intemasional. Setidaknya ada duafaktor yang menghambat terbentuknya Indonesia yang rukun dan makmur: pertama, faktor struktural yang mencakup perbedaan kaya-miskin dan keterbelakangan pendidikan kebanyakan rakyat hidonesia; dan kedua, faktor kultural, yakni, terdapat begitu banyaknya kelompok suku dengan bahasa masing-masing yang masih saling berprasangka dengan sesamanya, baik secara terbuka ataupun secara Laten. Dalam hubungannya dengan Barat, secara psikologis hangsa Indonesia masih menderita penyakit rendah-diri akut yang ditandai dengan kekagwnan pada Barat serta peniruan atas nitai dan gaya hidup Barat yang berlebihan. Sebagai .wlasi untuk mengatasi masalah-masalah di atas, Indonesia perlu merumuskan kembali identitas nasional dan budayanya yang terdiri dari nilainilai positifdari sejarah. budaya (termasuk nilai-nilai agama universal, serta dari sumber budaya manapun sejauh aspek-aspek budaya tersebut meningkatkan martabat manusia Indonesia. Implisit dalamll usaha itu adalah reorientasi pendidikan nasional yang ditandai dengan terselenggaranya pendidikan multibudaya di segala tingkatan pendidikan serta melalui media massa, disertai dengan llsaha untuk mengatasi kendala struktural yang ada.

  19. Intraindividual variability of boldness is repeatable across contexts in a wild lizard.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laura Highcock

    Full Text Available Animals do not behave in exactly the same way when repeatedly tested in the same context or situation, even once systematic variation, such as habituation, has been controlled for. This unpredictability is called intraindividual variability (IIV and has been little studied in animals. Here we investigated how IIV in boldness (estimated by flight initiation distances changed across two seasons--the dry, non-breeding season and the wet, breeding season--in a wild population of the Namibian rock agama, Agama planiceps. We found significant differences in IIV both between individuals and seasons, and IIV was higher in the wet season, suggesting plasticity in IIV. Further, IIV was highly repeatable (r = 0.61 between seasons and we found strong negative correlations between consistent individual differences in flight initiation distances, i.e. their boldness, and individuals' IIVs. We suggest that to understand personality in animals, researchers should generate a personality 'profile' that includes not only the relative level of a trait (i.e. its personality, but also its plasticity and variability under natural conditions.

  20. Workplace Spirituality Tenaga Kependidikan Universitas Brawijaya (Studi Pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Dan Matematika Serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutan Rachman WHS

    2014-12-01

    Full Text Available Konsep pengembangan manusia secara menyeluruh merupakan solusi atas perubahan fenomena sosial saat ini yang menyebabkan kehidupan seseorang tidak menyatu karena lingkungan pekerjaan atau tempat kerja hanya menjadi tempat untuk mencari hal-hal profan (duniawi dan tidak mempunyai ruang untuk sesuatu yang sakral atau suci. Akibat dari adanya pemisahan ini, seseorang lebih terfokus hidupnya untuk menggeluti dunia karir tanpa memperhatikan kehidupan batinnya. Fenomena tersebut menumbuhkan kesadaran untuk menghubungkan aspek spiritualitas individu dengan pengelolaan pekerjaan  atau lingkungan kerja, melalui konsep workplace spirituality,. Dalam studi akademis, workplace spirituality merupakan bidang yang masih baru dan masih terus dikembangkan, namun sebagian besar studi masih dilakukan di Amerika Serikat dan Kanada, dan sangat sedikit sekali yang dilakukan di luar kedua negara tersebut. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bermaksud untuk memperkaya topik workplace spirituality dari sudut pandang administrator publik di Indonesia melalui pendekatan fenomenologi, dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menghasilkan dua sudut pandang terkait workplace spirituality, pertama adalah sudut pandang agama dan yang kedua adalah sudut pandang intrinsik  -  alamiah, kedua sudut pandang tersebut sama – sama bertujan untuk memberikan makna dalam bentuk ekspresi positif dalam lingkungan kerja. Penelitian lebih jauh juga dibutuhkan untuk memperkokoh konsep ini, baik melalui metode kualitatif maupun kuantitatif.Kata kunci: Agama, Perilaku, Spiritual, Tuhan, Workplace Spirituality,

  1. Rural-Based Health Promotion Model for Pregnant Women in Banyumas District

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elviera Gamelia

    2016-08-01

    Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan pelayanan prenatal di wilayah pedesaan masih rendah yang berdampak pada perilaku buruk sehingga mengembangkan model promosi kesehatan dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan prenatal, sikap dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model promosi kesehatan pelayanan prenatal di wilayah pedesaan berdasarkan penilaian kebutuhan. Penelitian dilakukan pada Juni 2015 dengan pendekatan kualitatif melibatkan 16 ibu hamil pertama di trimester ketiga dengan kehamilan berisiko sebagai informan kunci dan 16 anggota keluarga yang tinggal bersama ibu hamil dan mengetahui kehidupan sehari-harinya, 27 bidan dan 3 tokoh agama sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam dan observasi untuk ibu hamil dan keluarga, kemudian focus group discussion untuk bidan dan tokoh agama. Analisis yang digunakan adalah model Miles dan Huberman dengan melakukan pengurangan data, tampilan data dan kesimpulan. Berdasarkan penilaian kebutuhan, media promosi kesehatan dibutuhkan melalui buku untuk ibu hamil dengan desain menarik berfitur gambar, warna dan penjelasan lengkap. Buku dipilih karena kecenderungan dan kebutuhan ibu hamil, karakteristik wilayah pedesaan dan ketersediaan infrastruktur. Bahan pelayanan prenatal perlu ditambahkan dari buku yang memuat kesehatan ibu dan anak meliputi pemeriksaan prenatal oleh bidan, tanda kehamilan berbahaya, penyebab, konsekuensi, pencegahan, makanan rekomendasi dan tidak, cara menjaga payudara dan latihan kehamilan serta perkembangan janin. Metode promosi kesehatan adalah penyampaian dan diskusi di kelas ibu hamil.

  2. EXPLODING THE ROLE OF RELIGIOUS INSTITUTIONS IN COMBATING CHILD TRAFFICKING IN NIGERIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alhaji Umar Alkali

    2015-02-01

    Full Text Available Human trafficking is a global challenge especially in the 21stCentury. Nigeria like most developing countries is doing its best in addressing the menace of child trafficking. In view of the fact that religious institutions are highly respected in Nigeria, this paper intends to adopt a doctrinal methodology in examining the menace of child trafficking in Nigeria, by using the perspective of Islam and Christianity. Moreover, also seeing the role that can be played by the Supreme Council of Islamic Affairs and the Christian Association of Nigeria in the crusade against child trafficking in Nigeria Perdagangan manusia merupakan sebuah tantangan global pada abad ke-21. Sebagaimana negara berkembang pada umumnya, Nigeria melakukan upaya yang terbaik guna menangani ancaman perdagangan anak. Mengingat bahwa institusi keagamaan sangat dihormati di Nigeria, artikel ini bermaksud untuk mengadopsi metodologi doktrin dalam mengkaji ancaman perdagangan anak di Nigeria, melalui perspektif agama Islam dan agama Kristen perihal perdagangan anak. Selain itu, juga melihat peran yang dipegang oleh Dewan Tinggi Urusan Islam dan Asosiasi Umat Kristen Nigeria dalam perjuangan melawan perdagangan anak di Nigeria.

  3. EXPLODING THE ROLE OF RELIGIOUS INSTITUTIONS IN COMBATING CHILD TRAFFICKING IN NIGERIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alhaji Umar Alkali

    2015-02-01

    Full Text Available Human trafficking is a global challenge especially in the 21stCentury. Nigeria like most developing countries is doing its best in addressing the menace of child trafficking. In view of the fact that religious institutions are highly respected in Nigeria, this paper intends to adopt a doctrinal methodology in examining the menace of child trafficking in Nigeria, by using the perspective of Islam and Christianity. Moreover, also seeing the role that can be played by the Supreme Council of Islamic Affairs and the Christian Association of Nigeria in the crusade against child trafficking in Nigeria   Perdagangan manusia merupakan sebuah tantangan global pada abad ke-21. Sebagaimana negara berkembang pada umumnya, Nigeria melakukan upaya yang terbaik guna menangani ancaman perdagangan anak. Mengingat bahwa institusi keagamaan sangat dihormati di Nigeria, artikel ini bermaksud untuk mengadopsi metodologi doktrin dalam mengkaji ancaman perdagangan anak di Nigeria, melalui perspektif agama Islam dan agama Kristen perihal perdagangan anak. Selain itu, juga melihat peran yang dipegang oleh Dewan Tinggi Urusan Islam dan Asosiasi Umat Kristen Nigeria dalam perjuangan melawan perdagangan anak di Nigeria.

  4. TELAAH HERMENEUTIKA HADITH KHALED M. ABOU EL-FADL DALAM SPEAKING GOD’S NAME: AUTHORITY AND WOMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Suhendra

    2014-12-01

    Full Text Available Abstrak: Tulisan ini mengulas hermeneutika Khaled M. Abou El-Fadl, dalam karyanya berjudul Speaking God’s Name: Authority and Women. Tokoh ini menarik untuk diteliti karena teorinya itu bermula dari fakta yang dialaminya. Mulanya dia pengagum salafi, kemudian mengkritik paham tersebut. Tulisan ini memfokuskan pada pemikirannya tentang makna dan teks agama. Untuk membongkar pemikiran Khaled digunakan metode deskriptif-analitis. Ternyata, hermeneutika yang ditawarkan Khaled dipengaruhi oleh beberapa tokoh hermeneutik Barat, terutama Gadamer dan Gracia. Dari situ, dia merumuskan lima prasyarat yang harus ditempuh seseorang dalam menafsirkan teks suci agama.Abstract: This paper examines Khaled M. Abou El-Fadl’s hermeneutics in his work entitled Speaking God’s Name: Authority and Women. This figure is interesting to study because his theory stems from his own experience. At first he was an admirer salafi, but later criticizes it. This paper focuses on his thoughts about religious meaning texts and applies descriptive-analytical method. This study shows that El-Fadl’s hermeneutics is influenced by western philosopher, such as Gadamer and Gracia. He formulated a set of condition upon which one has to ground his/her interpretation of religious texts.

  5. KEARIFAN LOKAL SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK KEAGAMAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wasisto Raharjo Jati

    2013-12-01

    Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kearifan lokal sebagai resolusi konflik keagamaan di masyarakat pasca konflik Maluku. Dalam kasus konflik Maluku, agama bukanlah sumber utama, namun rivalitas antar elemen masyarakat dalam memperebutkan sumber daya ekonomi-politik dan birokrasi yang menjadi per­masalahannya. Agama hanya menjadi faktor pendukung yang menyediakan ada­nya legitimasi moral dan identitas politik untuk melakukan kekerasan ter­hadap orang lain. Sejarah konflik Maluku ditandai dengan relasi subordinasi dan domi­nasi yang menghasilkan adanya diskriminasi dan marjinalisasi di tengah masya­rakat. Jatuhnya rezim Orde Baru tahun 1999 dapat dikatakan sebagai pun­cak konflik Maluku yang telah membunuh jutaan nyawa manusia tidak bersalah. Konflik Maluku telah diselesaikan melalui perjanjian damai Malino tahun 2002 dan 2003, namun demikian potensi konflik di akar masyarakat dapat dikurangi melalui nilai-nilai kearifan lokal. Pela gandong sebagai kearifan lokal mempunyai peran penting dalam rekonsiliasi dengan menyatukan kembali solidaritas masya­rakat yang terpecah selama konflik. Selain halnya kearifan lokal, re­presentasi dalam birokrasi juga memegang peran utama dalam mereduksi kesenjangan sosial antara elemen masyarakat di Maluku.

  6. THE RECONSTRUCTION OF ISLAMIC THEOLOGY IN THE UNITY OF SCIENCES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusriyah Yusriyah

    2015-12-01

    Sebagai hasil dari pemikiran konsep teologis teologi Islam dapat berubah sesuai dengan dinamika sosial. Dalam era kontemporer teologi dapat dikaji oleh ilmu-ilmu interdisipliner, yang akhirnya teologi merupakan sumber lahirnya beberapa ilmu sehingga ilmu yang dihasilkan oleh pemahaman tawḥīd akan menghasilkan agama damai bagi alam semesta (raḥmatan li ’l-‘ālamīn. Data yang disajikan dalam artikel ini berasal dari penelaahan terhadap literatur yang terkait dengan topik penulisan. Dengan pendekatan kualitatif artikel ini menunjukkan bahwa agama dan sains memiliki titik singgung. Ilmu membantu memfasilitasi manusia dalam kehidupan keagamaannya. Dengan iman, kegiatan ilmiah dapat memper­kuat iman dan mem­buat motivasi untuk mengekspresikan sesuatu yang dapat menambah peng­akuan terhadap Allah sebagai pusat kesatuan eksistensi (tawḥīd. Untuk me­wujudkan ketersinggungan antara iman dan ilmu maka perlu islamisasi ilmu pengetahuan dan juga dalam upaya untuk merekonstruksi teologi ke format yang dapat berdialog dengan realitas perkembangan pemikiran yang berlangsung hari ini.

  7. KONSTRUKSI GENDER PADA NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novi Diah Haryanti

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract: This paper shows the gender construction in the novel “Perempuan Berkalung Sorban” (PBS – The Veil Neck Woman (VNW by Abidah El Khalieqi. The method used in this paper is a qualitative description. Based on the analysis, there are two gender constructions in the text, namely the religion and community constructions. Both are interconnected so that it makes biased between religion and society. The gender construction and patriarchal culture make women vulnerable to the violence, which are in the novel VNW including rape, sexual abuse/sexual and emotional harassment, veiled violence, acts of beating, and physical attacks that occurred in the household. Abstrak: Tulisan ini memperlihatkan konstruksi gender dalam novel Perempuan Berkalung Sorban (PBS. Metode yang dipakai dalam tulisan ini ialah deskripsi kualitatif. Berdasarkan analisis terdapat dua kontsruksi gender yang terdapat dalam teks, yaitu konstruksi yang dibangun agama dan konstruksi yang dibangun oleh masyarakat. Keduanya saling berhubungan sehingga konstruksi tersebut menjadi bias antara agama dan masyarakat. Konstruksi gender dan budaya patriaki tersebut membuat perempuan rentan terhadap kekerasan, yang dalam novel PBS diantaranya tindak perkosaan, pelecehan seksual/sexual and emotional harassment, kekerasan terselubung, tindakan pemukulan, dan serangan fisik yang terjadi dalam rumah tangga. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3629 

  8. Is Olodumare, God in Yoruba Belief, God?: A Response to Benson O. Igboin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oladipupo Sunday Layi

    2016-06-01

    komentar, penafsiran, dan, bahkan kekeliruan pemahaman dari banyak sarjana baik dari kalangan keturunan Yoruba maupun non-Yoruba. Analisis dari E. Bolaji Idowu, John Ayotunde Bewaji, Kazeem Ademola Fayemi, Kola Abimbola menunjukkan beberapa kontradiksi yang oleh Benson O. Igboin dijadikan rujukan dalam artikelnya, “Is Olodumare, God in Yoruba Belief, God?” Dari penjelasan mereka, Igboin berupaya menemukan hakikat Olodumare yang diyakini berbeda dan tidak bisa disamakan dengan Tuhan umat Nasrani. Pada intinya, Igboin mempertanyakan, siapa Olodumare? Berangkat dari hal itu, artikel ini bermaksud menyuguhkan sebuah pemahaman mengenai hakikat sesungguhnya Olodumare dalam pandangan dunia Yoruba. Artikel ini mengajukan pandangan bahwa Tuhan tidak lain dari apa yang dalam makna atau penafsiran istilah bahasa Inggris disebut sebagai Supreme Being (Wujud Mutlak. Tulisan ini juga menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Igboin dengan mengidentikkan Esu dengan Olodumare, yaitu salah satunya benar dan diimani oleh agama tradisional Yoruba dan yang lainnya benar dan diimani oleh agama Kristen/Nasrani di tanah Yoruba adalah hal yang tidak jelas dan tidak berdasar. Dengan menggunakan metode penelitian analisis filosofis, artikel ini menyimpulkan bahwa Olodumare dalam agama tradisional Yoruba tidak dapat disamakan dengan konsep Tuhan sebagaimana yang dipahami dalam agama Nasrani, namun tidak pula dapat dipisahkan. Jadi, Olodumare bukanlah Tuhan seperti yang dipahami dalam pemikiran agama Nasrani, melainkan Wujud Mutlak dalam teologi Yoruba. Kata-kata kunci : Wujud Mutlak, Olodumare, Yoruba, Esu, Benson O. Igboin.

  9. Muatan Nilai-nilai Multikultural dan Antimultikultural dari Mimbar Masjid di Kota Solo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zakiyuddin Baidhawy

    2014-12-01

    Full Text Available Abstract This research aims to identify the scope of religious sermons and materials in different mosques in Solo, and identify multicultural and anti-multicultral aspects presented in sermons. Using qualitative method and content analysis, the research found the following conclusions: First, the diversity of communities—ethnic, cultural, or religious— has received little attention from the preacher at various mosques and majelis taklim. Second, in addition to multicultural values, sermons and religious lectures contains some values of anti-multicultural, such as prejudice and stereotypes against other groups, particularly in relation to the non-Muslim and western countries. Third, the sermons material and religious lectures implied the intensity of purification. Along with the movement, religious preaching implied resistance to local culture (Java, which is considered as the main source of religious impurity. Finally, the development trend of Islam in Solo implies religious radicalization as reflected in hostility towards the local culture, foreigners and non-Muslims.Keywords: multiculturalism, antimulticulturalism, radicalism, mosque, religious speech AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lingkup materi khotbah agama dan khotbah di masjid-masjid dan majelis taklim di Solo, dan mengidentifikasi aspek-aspek multikultural dan anti-multikultural yang disampaikan dalam khotbah dan ceramah. Riset ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisis isi. Studi ini menemukan kesimpulan sebagai berikut: Pertama, keragaman masyarakat—etnis, budaya, atau agama—mendapat sedikit perhatian dari pengkhotbah di berbagai masjid dan majelis taklim. Kedua, di samping nilai-nilai multikultural, khotbah dan ceramah keagamaan berisi beberapa nilai-nilai anti-multikultural, seperti prasangka dan stereotip terhadap kelompok lain, khususnya dalam hubungan dengan non-Muslim dan negara-negara barat. Ketiga, materi

  10. BIMBINGAN KONSELING KEAGAMAAN BAGI KESEHATAN MENTAL LANSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noor Jannah

    2016-01-01

    Full Text Available Fase kehidupan manusia setelah  kelahiran  yaitu: bayi,  kanak- kanak, anak-anak, remaja, tua, lansia. Di mana setiap fase memiliki karakteristik dan  tugas perkembangan yang  berbeda  serta tingkatan perkembangan keagamaannya. Lansia sebagai manusia dewasa,   diharapkan keagamaannya sudah matang  sehingga mampu membedakan antara yang baik dan buruk.  Sehingga dalam merespon ajaran agama secara psikis sudah mantap dalam melakukan penghayatan, baik secara eksistensial dan fungsional maka terwujudlah  kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai agama secara integral. Meskipun lansia akan menghadapi berbagai masalah: penurunan dan keterbatasan  kemampuan fisik, kondisi mental yang kesepian setelah  pensiun, keterlibatan organisasi sosial dan aktivitas beribadah yang terbatas, kegiatan hobby yang tertunda, dan lain-lain.  Namun pada umumnya permasalahan yang dihadapi pada usia lansia adalah gangguan fisik yang tidak memungkinkan   lagi dalam merespon ajaran agama se-optimal seperti pada usia remaja maupun pada masa dewasa (meskipun tidak menafikan ada sebagian lanjut usia yang masih kuat secara fisiknya.  Semua masalah lansia  membutuhkan solusi secara komprehensif agar mendapatkan kehidupan yang bahagia. RELIGIOUS COUNSELING GUIDANCE MENTAL HEALTH FOR ELDERLY Phase  of human life after  birth,  namely:  baby, child, children, teenagers, parents, the elderly. Where each phase has characteristics and different development tasks and level of religious development. Elderly as an adult human, religious ripe expected to be able to distinguish between good and bad. So that in response to the religious teachings of psychic been steady in doing appreciation, both existential  and functional,  the  realization  of personality  in accordance with religious values are integral. Although  the  elderly will face many problems: the decline and limited physical capabilities, mental condition lonely after retirement, the involvement  of

  11. CORPORATE IDENTITY DAN PERSONALITY BANK SYARIAH DI SURAT KABAR NASIONAL (Tekstual Analisis Konstruksi Meelalui Publikasi Perusahaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juwono Tri Atmodjo

    2015-05-01

    pesan publikasi dari sisi isi, jenis, tampilan, konstruksi yang dibangun dengan berbagai kombinasi tulisan dan gambar dan makna dibalik yang tampak. Hasil penelitian tekstual menunjukkan bahwa identitas dan personaliti bank bank syariah, perawatan untuk pengusaha muda dari kampus, BNI syariah membutuhkan dukungan politik, dukungan regulasi, adalah ISO 9001:2008 sebagai bank memiliki manajemen mutu yang baik. Konstruksi sebagai bank dengan landasan Syariah sebagai implementasi ajaran Agama Islam dikonstruksikan berbeda degan bank reguler dengan memberikan nama produk, istilah bunga, bagian atau divisi, spirit atau nilai serta norma yang bersumber dari ajaran Agama Islam. Tata cara pelayanan, petuhas pelayanan, ornamen perusahaan sampai cindera mata bersumber dari nilai-nilai Agama Islam. Rujukan budaya yang disampaikan bank syariah berkiblat pada budaya negara-negara Islam yang nampak pada sistem keuangan berbasis emas.

  12. PENGALIAN, KENEGARIAN KOTO RAJO, KECAMATAN KUANTAN HILIR, KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evizariza Evizariza

    2017-04-01

    Full Text Available AbstractThis study aims to examine the religious values   and economic values   of the people on the game Skate “in the village of Multiplication, Kenegarian Kotorajo,.Kuantan Hilir Subdistrict, District Singingi. This study used a descriptive method, a method that is used describe skating in the village folk games Multiplication, Kenegerian Koto tengah Seberang Hilir District of Kuantan, Kuantan District Singingi. Correctly, so that the values   contained in the folk games of skating it can be seen clearly. There are several data collection techniques that I use to understand a descriptive study with interview techniques, observation. The results of this study are yamg religious values   contained in each game is started skating people skating games basmalah always reading and praying, besides instilling honesty, and mutual work sama. Nilai-economic values   contained in the folk games of skating, in the execution of the game can boost the economy of society with digalakkannya social economy. Keywords: religious values   and economic valuesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meneliti nilai nilai Agama dan nilai ekonomi pada permainan rakyat Seluncur” di Desa Pengalian, Kenegarian Kotorajo. Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Singingi. Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif, yaitu metode yang digunakan menggambarkan permainan rakyat seluncur di Desa Pengalian, Kenegerian Koto Tengah Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi. Secara benar, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam dalam permainan rakyat seluncur itu dapat diketahui dengan jelas. Ada beberapa teknik pengumpulan data yang penulis pakai untuk memahami sebuah penelitian yang bersifat deskriptif dengan teknik wawancara, observasi. Hasil Penelitian ini adalah nilai-nilai agama yang terdapat pada permainan rakyat  seluncur adalah setiap mengawali permainan seluncur selalu membaca basmalah dan berdoa,  selain itu menanamkan sikap jujur, dan

  13. INTEGRASI MATEMATIKA DAN ISLAM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsul Maarif

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pembelajaran matematika harus mengalami perubahan dalam konteks perbaikan mutu pendidikan sehingga dapat meningkatkan hasil pembelajaran yang optimal. Oleh karena itu, upaya terus dilakukan untuk terwujudnya suatu pembelajaran yang inovatif sesuai dengan perkembangan zaman dan tekhnologi. Disamping pendidikan diselaraskan dengan kemajuan teknologi, pendidikan juga diharapkan dapat membangun nilai dan watak dari setiap peserta didik melalui nilai-nilai agama.Al-Quaran merupakan kitab suci umat islam yang merupakan sumber dari segala sumber ilmu. Keagungannya tidak akan tertandingi dan tak jua lekang oleh zaman. Oleh karenaya kita sebagai umat muslim patut dan menjadi keharusan menjadikan Al-Quran sebagai rujukan utama untuk pengembangan ilmu sebelum merujuk kepada teori ataupun konsep-konsep lainnnya. Pandangan seperti tersebut tidaklah salah karena Al-Quran sangat berpengaruh pada pengembangan bidang ilmu. Hal tersebut terlihat jelas adanya penghargaan yang teramat tinggibagi mereka yang beriman dan berilmu dibandingkan dengan orang yang biasa-biasa saja.Hal tersebut menunjukan Al-Quran sangat konsen dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, perlu kiranya dunia pendidikan tidak terkecuali dalam pembelajaran matematika mengintegrasikan nilai-nilai yang terkandung dalam agama islam dalam setiap pembelajaran. Sehingga, selain dapat mempelajari matematika siswa juga dapat mempelajari keagungan Alloh melalui pendekatan materi-materi matematika. Kata Kunci    :   Islam, Matematika, Pembelajaran Matematika   ABSTRACT Learning mathematics should be amended in the context of improvement of the quality of education so as to enhance the optimal learning outcomes. Therefore, efforts continue to be made to the realization of an innovative learning in accordance with the times and technology. Besides education aligned with technological advances, education is also expected to build the value and character of each learner through the

  14. ISLAM DAN PENDIDIKAN HUMANIS DALAM RESOLUSI KONFLIK SOSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sagaf S. Pettalongi

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak: Masyarakat Indonesia memiliki kemajemukan dan keragaman sosial, baik suku, budaya, adat istiadat, maupun agama. Keragaman ini merupakan potensi besar dalam pembangunan bangsa sekaligus menjadi potensi kerawanan konflik sosial. Setidaknya ada dua hal yang dapat dipakai dalam menengahi dan mencegah terjadinya konflik sosial di Indonesia. Pertama, peran Islam sebagai agama mayoritas yang damai. Islam dengan penganut mayoritas memiliki kontribusi yang besar dalam mencegah terjadinya konflik sosial karena Islam merupakan agama perdamaian. Islam harus menjadi rahmatan lil alamin. Kedua peran pendidikan yang humanis. Pendidikan humanis menekankan pemanusiaan manusia. Pendidikan humanis memberi keseimbangan dalam kecerdasan intelektual, emosional, sosial dan spiritual. Untuk mewujudkan konsep pendidikan yang humanis dalam resolusi konflik sosial diperlukan peran dan implementasi pendidikan multikultural dan pendidikan karakter. Keduanya diyakini dapat menjadi solusi nyata bagi konflik dan disharmoni yang terjadi di dalam masyarakat sebagai efek dari kemajemukan dan pluralitas masyarakat Indonesia. Kata Kunci : Islam, pendidikan humanis, konflik sosial, multikultural dan karakter ISLAM DAN HUMANISTIC EDUCATION IN SOCIAL CONFLICT RESOLUTION Abstract: Indonesia is a country with ethnic, culture, custom, and religion pluralism and diversity. This diversity is a great potential in the nation development as well as a potential for social conflicts. There are at least two things that can be used to mediate and prevent social conflicts in Indonesia. First, the role of Islam as the religion of the majority for peace has a great contribution to prevent social conflicts as Islam is a religion of peace. Islam should really be the mercy and kindness for the universe. The second is the role of humanistic education which emphasizes humanizing humans. Humanistic education provides a balance in the intellectual, emotional, social and spiritual intelligence. The

  15. Perkembangan Pendidikan Meunasah dan Dayah di Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mujianto Solichin

    2015-12-01

    Full Text Available Meunasah dan Dayah dalam masa perjalanannya tumbuh seiring perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Aceh yang memiliki peran strategis dalam pembentukan kebudayaan Islam di wilayah kekuasaan mereka masing-masing. Ini membuktikan bahwa kerajaan-kerajaan Melayu baik di Malaka (Malaysia maupun di Aceh (Nangroe Aceh Darussalam memiliki jaringan arkeologi sejarah kebudayaan dan peradaban yang terbentuk berdasarkan motivasi agama dan menjadikan tradisi Melayu sebagai identitas pemersatu mereka. Kehadiran lembaga-lembaga klasik Islam tersebut di atas terus mengalami perluasan secara fungsional, pergeseran sistem karena tuntutan perkembangan zaman, pun juga tuntutan sosial kehidupan masyarakat yang saat ini tidak lagi membutuhkan pemecahan problematika kehidupan melalui ilmu-ilmu agama semata, namun juga integrasi antara agama, ilmu pengetahuan dan teknologi. Memodernisasikan Meunasah dan Dayah sebagai upaya menyelamatkan institusi Islam tua ini agar tidak menjadi “cagar budaya”, tentu bisa belajar dari pengalaman model-model modernisasi madrasah berdasarkan pengalaman Mesir (Masjid-Madrasah-Universitas al-Azhar, Turki (Maktab-Sekolah Remaja-Sekolah perempuan-Sekolah Imam-Khatib, dan Saudi Arabia (Madrasah-Sekolah Hasyimiyah. || Meunasah and Dayah in their development along with Islamic kingdoms in Aceh have a strategic role in the formation of Islamic culture in their own territories. This proves that the Malay kingdoms either in Malacca (Malaysia as well as in Aceh (NAD had a network of archaeological history of culture and civilization formed based on religious motivation and made the Malay tradition as their unifying identity. The existence of the classical Islamic institutions mentioned above continue to functionally expand and the system shifted because of the demands of the current time. It was also because of the social demands of the society that is no longer in need of solving the problems of life through a mere religious science, but also

  16. MENELAAH HUKUM WARIS PRA-ISLAM DAN AWAL ISLAM SERTA PELETAKAN DASAR-DASAR HUKUM KEWARISAN ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asrizal Saiin

    2017-03-01

    [Dalam sejarahnya, pembagian harta warisan sudah ada sebelum Islam (pra-Islam. Adapun sistem pewarisannya adalah sistem keturunan dan sistem sebab. Pembagian harta warisan bersifat patrilinear, artinya anak-anak yang belum dewasa dan kaum perempuan tidak berhak mendapatkan harta warisan, sekalipun mereka merupakan ahli waris dari yang telah meninggal. Seseorang baru bisa mendapatkan harta apabila; adanya pertalian kerabat, janji ikatan prasetia, dan pengangkatan anak. Sementara pada masa awal Islam seseorang bisa mendapatkan harta warisan apabila; adanya pertalian kerabat, pengangkatan anak, adanya hijrah dan adanya persaudaraan. Pewarisan, baru terjadi jika ada sebab-sebab yang mengikat pewaris dengan ahli warisnya, seperti adanya perkawinan, kekerabatan, dan wala’. Adapun hal-hal yang dapat menggugurkan hak seseorang menerima warisan adalah; perbudakan, pembunuhan, berlainan agama, murtad, karena hilang tanpa berita dan berlainan negara. Sebelum pembagian warisan ada beberapa hak yang harus dipenuhi terlebih dahulu, seperti; hak yang berkaitan dengan zat harta peninggalan, biaya perawatan jenazah, pelunasan hutang dan pemberian wasiat

  17. DIMENSI FEMINIS TUHAN: Paradigma Baru bagi Kesetaraan Gender

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Astutik Haryati

    2013-05-01

    Full Text Available Gender inequality seringkali dianggap devine creation (segalanya bersumber dari Tuhan. Di sinilah teologi Islam sebenarnya mendapat batu ujian. Karena teologi seharusnya merupakan refleksi kritis agama terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat sehingga tidak hanya bicara tentang konsep ketuhanan, tetapi  yang metafisik diterjemahkan kepada persoalan sosial terutama persoalan perempuan. Lebih tepatnya, teologi perempuan adalah teologi yang menggali aspek-aspek feminim Tuhan demi kesetaraan jender. Penelitian ini berusaha melacak akar-akar teologis perempuan serta mengekplorasi sifat-sifat feminim Tuhan agar kesetaraan gender dapat tercipta.  Perendahan terhadap kualitas feminim perempuan bernilai sama dengan pengabaian kualitas feminim Tuhan. Atas dasar hal tersebut, diskriminasi jender sesungguhnya tidak memiliki legitimasi teologis tetapi justru pengingkaran terhadap Tuhan secara utuh. Alasannya, relasi jender secara mengesankan telah direpresentasikan oleh Tuhan sendiri.

  18. BAHASA MELAYU WAHANA KEDAMAIAN DI SELATAN THAI DAN NUSANTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pahosan Jehwahe

    2015-10-01

    Full Text Available Bahasa Melayu adalah bahasa yang sangat penting di nusantara. Bahasa Melayu berperanan sebagai bahasa penyebaran agama, bahasa politik, bahasa pendidikan, bahasa perdagangan dan lain-lain. Dengan dijadikannya bahasa Melayu sebagai bahasa resmi di negara Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam dan Singgapura telah menjadikan bahasa yang menyampaikan pesan-pesan damai dan kebahagian. Bahasa Melayu tidak menjadi penghalang bahasa-bahasa lain berkembang bahkan mendukung memperkukuhkan perekonomian negara tersebut. Bahasa Melayu juga menjadi alat diplomasi diantara negara pengguna bahasa Melayu. Bahasa Melayu berupaya menjadi bahasa perdamaian di Selatan Thai, jika kerajaan Thai memberikan hak dan peluang kepada rakyat Selatan Thai dengan bebas mempelajari bahasa Melayu dan menjadikan bahasa yang wajib dikuasai oleh seluruh pegawai kerajaan Thai yang berkerja di Selatan Thai. Dengan menguasai bahasa Melayu diharapkan salah paham antara masyarakat Patani dan pegawai kerajaan Thai, tidak terjadi lagi sehingga tidak menjadi puncak konflik yang berkepanjangan dan memakan banyak korban nyawa.

  19. ISLAM DAN RADIKALISME: Upaya Antisipasi dan Penanggulangannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idrus Ruslan

    2017-02-01

    Full Text Available Sejak tragedi pemboman WTC tanggal 11 September 2001 yang disusul dengan rangkaian peledakan bom di sejumlah negara, banyak orang non Muslim yang berasumsi bahwa ajaran Islam identik dengan radikalisme. Walaupun assumsi yang berkembang itu dapat dimaklumi, namun keyakinan tersebut tentu saja tidak sepenuhnya benar. Karena meskipun terdapat sekelompok orang Islam yang berbuat radikal, akan tetapi mayoritas Muslim justru bertentangan dengan mereka. Lagi pula, jika dicermati secara mendalam, sesungguhnya Islam sama sekali tidak mentolerir tindakan radikal. Ia adalah agama kasih sayang yang sangat mendodrong penganutnya untuk berbuat baik terhadap orang lain, termasuk kepada orang-orang non-Muslim. Artikel ini menawarkan beberapa upaya strategis dalam mengantisipasi dan menanggulangi bahaya radikalisme-terorisme.

  20. PEMIKIRAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF SUNNI DAN SYI’AH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Shohibul Itmam

    2013-09-01

    Full Text Available THE ISLAMIC THINKING IN SUNNI AND SYI’AH PERSPECTIVES. This paper attempts to describe the problems associated with Islam in particular with regard to Sunni and Syi’ah teachings. The number of  streams that developed in Islam today has resulted Islam got claims from various clerical community, such as terrorism and others, resulting in the ruination image of  Islam in the constellation of  the religions of  man. As the flow and the teachings of  the most dominating civilization of  the world religions, Sunni and Syiah, including the Wahhabi, are necessary to clarify the existence or clarified the diversity in the constellation of  Islam, considering the number of streams that are currently claiming truth on themselves. Iran as the country becoming a reference in the world of  developing Syi’ah should be used as a reference in the study of  understanding associated with Sunni and Syi’ah. From this country, the world of  Islam knows the concept ofgoverning “Wilayatul Faqih”. The concept was pioneered by the government of Imam Khomeini who became known after Islamic Revolution in Iran 1979 and continues to be developed up to now. Every year Iran is celebrated with a huge demonstration with the slogan in Persian, “Islam Pyruz ast, ast Nabud Istikbar”, Islam is victorious, crushed the vanity of the islam enemy. keywords: Islam, Sunni, Syi’ah, Perspective, Differences, Similarities. Tulisan ini mencoba mengurai persoalan yang berhubungan dengan Islam secara khusus yang berkaitan dengan ajaran Sunni dan Syi’ah. Banyaknya aliran yang berkembang dalam Islam dewasa ini telah mengakibatkan Islam mendapat klaim dari berbagai komunitas agamawan, seperti teroris dan lainnya, yang mengakibatkan redupnya citra Islam dalam percaturan agama-agama manusia. Sebagai aliran dan ajaran yang paling mendominasi peradaban agama dunia, Sunni dan  Syi’ah,  termasuk  Wahabi,  perlu  memperjelas  eksistensinya atau diperjelas

  1. ETIKA PEMERINTAHAN: KONTRIBUSI TAFSĪR FĪ ẒILĀL AL-QUR’ĀN KARYA SAYYID QUṬB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bukhori Abdul Shomad

    2016-03-01

    Full Text Available Asbtrak: Fungsi etika pemerintahan adalah untuk me-wu¬judkan good governance and clean government dalam organisasi pemerintahan. Hal ini meru¬pa¬kan tuntutan bagi terselenggaranya mana¬je¬men pemerintahan dan pembangunaan yang berdaya guna, berhasilguna dan bebas korupsi, kolusi, maupun nepotisme. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan sistem akuntabilitas, tran¬sparansi, keterbukaan dan aturan hukum yang baik sesuai dengan penerapan/tuntutan ke-bu¬tuhan pada seluruh jajaran aparat negara yang di¬bimbing oleh norma, nilai-nilai dan etika agama. Di sinilah, kontribusi penting dari pemikiran Sayyid Quṭb. Kata Kunci: etika, keadilan, sistem politik, syūrā.

  2. STRATEGI DAKWAH DI TENGAH KONFLIK MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irzum Farihah

    2015-11-01

    Full Text Available Kerukunan hidup dan saling menyelamatkan pada dasarnya merupakan tujuan dan cita-cita bersama umat manusia di dunia. Namun dalam mewujudkannya ternyata tidak mudah. Dakwah merupakan salah satu cara melakukan perubahan sosial. Perilaku masyarakat yang melanggar norma dan etika yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat harus diluruskan agar dampak buruknya tidak menyebar dan menjadi penyakit kolektif. Masyarakat harus dibimbing dan diarahkan kepada hal-hal positif yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain. Realitas sosial memang selalu membutuhkan tuntunan spiritual agar sejalan dengan petunjuk Tuhan. Negara Indonesia yang plural penduduknya cenderung rawan terjadi konflik, khususnya agama. Konflik agama tidak hanya antar umat beragama, namun sering juga terjadi gesekan intern agama. Persoalan yang harus segera diperhatikan umat Islam di Indonesia dalam mewujudkan masyarakat plural dan integartif yaitu umat Islam harus mampu menahan diri dari hasrat alami manusia yaitu untuk berkuasa will to power, sehingga mampu bersikap toleran terhadap kelompok lain. Dalam hal ini, tentu saja peran negara yang positif dalam memberlakukan agama sangat dibutuhkan. Begitu juga peran para dai dalam menyampaikan pesan dakwah kepada madu. Diharapkan para dai yang selama ini menjadi panutan madu, mampu menyampaikan pesan dakwah yang baik dan benar tanpa mengklaim kelompok lain salah, sehingga akan terwujud toleransi umat beragama di negeri ini. Kata Kunci: Strategi Dakwah, Konflik, Kearifan Dakwah. DAWA STRATEGY IN SOCIETY CONFLICT. Life communion and mutual saving is basically the purpose and shared goals of mankind in the world. However, it is easy to make it happen. Dawa is one way of doing a social change. The community behavior that violates prevailing norms and ethics in the life of society should be straightened out so that the bad impact did not spread and become the collective disease. The public should be guided and

  3. LUDIC WRITING: CHALLENGES IN GAMIFYING ENGLISH CREATIVE WRITING CLASS FOR TECHNOPRENEURIAL PURPOSES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SF. Luthfie Arguby Purnomo

    2017-03-01

    Full Text Available This paper, first of three research parts, attempts to describe the challenges English Letters at IAIN (Institut Agama Islam Negeri/State Islamic Institute Surakarta faced in implementing gamification for technopreneurial purposes in regard to the transformation of a creative writing class into a ludic writing class, a gamification infused writing class. The challenges revealed are story-game script adaptation, integration portion, and monetization. Specific problems occur on each challenge. Story-game script adaptation exposes three problems namely (1 conditional branching system (2 visualization (3 copyrighted material issues (4 and writing mechanics adaptation. Integration portion challenge displays a problem on the insufficient alloted time for gamifying the creative writing class. Monetization challenge indicates three problems namely (1 the inexistence of monetization team, (2 the inexistence of institutional regulation for monetization management by study programs, (3 responses to gaming trends. Responding to these problems, solutions specifically designed based on the nature of the problems are implemented.

  4. Iman Kristen dan Akal Budi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermanto Suanglangi

    2005-04-01

    Full Text Available Apakah iman bertentangan dengan rasio atau akal budi, ataukah rasio adalahsesuatu yang tidak bersangkut paut dengan iman? Pertanyaan ini pertanyaan klasik di dalam kekristenan, oleh karena pertanyaan ini telah mempengaruhi agama Kristen selama berabad-abad lamanya. Dari pertanyaan di atas muncul dua macam ekstrim yang berbeda, di nurna ada yang memandang bahwa orang Kristen harus menekankan iman sebagai satu-satunya pokokyang harus menjadi landasan dalam kehidupan orang Kristen sehingga tidak menekankan rasio. Di lain pihak, ada yang menjadikan rasio sebagai satu-satunya standar segala sesuatu, kalau tidak masuk akal maka itu bukan kebenaran, seperti yang diungkapakan Immanuel Kant "gunakanlah rasiomu setinggi mungkin", bahkan Rene Descartes berkata, "Cogito ergo sum,I think therefore I am. I am am thinking being", sehingga segala sesuatu menjadi objek pikiran termasuk Allah, inilah pikiran era Rasionalisme.

  5. Being More Psychologically Healthy: The Concept of Mental Health According to Zakiah Daradjat and its Application in Islamic Educational Institutions

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Syahid

    2016-09-01

    Full Text Available This study presents the thought and the role of Prof. Zakiah Daradjat, a modern female Muslim leader with multitalents in Indonesia. She is an expert in psychology of religion and mental health, both in theory and practice. Amazingly, she masters the western and eastern psychological theory, and then constructs them into her own theory which is linked to primary, middle, and high educational level. Practically, she achieves her expertise and skill in psychotherapy and counseling by teaching, writing, preaching, and opening a private counseling practice. Her main source is the fundamental doctrine of religious teachings: prayer, charity, fasting, and pilgrimage in which she thoroughly analyzes by revealing the dimensions of mental health in them. By using descriptive analysis on her books and translated works as primary sources, and applying interview technique with teachers as well as observation technique on cases that exist at Ruhama Islamic Educational Institution, under the auspices of the Prof. Dr. Zakiah Daradjat Foundation Jakarta, some interesting findings are discovered. Scientifically, no one has previously comprehended mental health and psychology of religion before Zakiah. In turn, both disciplines are applied at Colleges for Religious Studies (Perguruan Tinggi Keagamaan- hereinafter called PTK in the form of an academic supervisory. Initially, it was counseling, but has now evolved into coaching and training. Meanwhile, the implementation of her thought in Ruhama focuses on guidance and counseling. At last, this study shows Zakiah’s thought does not only influence the concept of psychology of religion and mental health, but also affects the practice of counseling in primary, middle to high educational institutions.   Penelitian ini menyajikan pemikiran dan peran Prof. Zakiah Daradjat, seorang pemimpin Muslim wanita modern dengan multitalent di Indonesia. Dia adalah seorang ahli dalam psikologi agama dan kesehatan mental, baik

  6. طُرق ترجمة القرآن الكريم إلى اللغة الإندونيسية دراسة مقارنة

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Husnan Lubis

    2014-12-01

    Full Text Available The Qur’an Translation Method into Indonesian Language: A Comparative Study. The importance of the translation of the Qur’an is undeniable in order that its message can be properly conveyed to its audience faced. The development of Qur’anic translation in Indonesia has its distinct style and method. Amongst the most important ones are such works as Mahmud Yunus, HAMKA, and Departemen Agama Republik Indonesia (Department of Religious Affairs Ministry of the Republic of Indonesia. The translations of these works have accommodated Arabic expression both in verbal and meaning. This essay tries to compare the method of translation employed in those three works of translation. The author maintains that vocabularies that are related to religious matters have tremendous effect on translation process in Indonesia.

  7. PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP GAYA BANGUNAN RUMAH DI PASARLAMA, KOTA TANGERANG The Influence of Social Interaction On Residential Building Style Ini Pasarlama, Tangerang City

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oerip Bramantyo Boedi

    2016-07-01

    Abstrak Masyarakat Indonesia secara umum adalah masyarakat majemuk dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda-beda. Masyarakat asli hidup bersama dengan masyarakat pendatang. Masyarakat majemuk dalam skala yang lebih kecil juga terdapat di berbagai wilayah dan kota. Salah satu unsur kemajemukan masyarakat Indonesia adalah kelompok etnis Cina. Di hampir tiap wilayah mereka menempati areal khusus yang disebut pecinan. Pasarlama merupakan pecinan tertua di Kota Tangerang. Sampai sekarang gambaran sebagai pecinan masih tampak. Sebagai bagian masyarakat yang majemuk, kelompok etnis Cina penghuni Pasarlama harus berinteraksi dengan bagiankelompok lainnya. Interaksi sosial ini memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan dalam kehidupan sosial budaya di Pasarlama. Hal yang menarik dan perlu dikaji dari adanya proses ini adalah akibat dari adanya proses itu bagi kelompok etnis Cina yang tinggal di Pasarlama, Kota Tangerang. Berdasarkan kajian diperoleh gambaran adanya sebagian dari anggota kelompok etnis Cina yang terpengaruh Eropa dalam pembangunan rumahnya pada bagian pintu, jendela, dan bagian atap rumah.   Kata kunci: interaksi sosial, rumah, pecinan

  8. TINJAUAN PSIKOLOGIS TERHADAP HUKUMAN MATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pujiastuti Handayani

    2014-10-01

    Full Text Available Abstrak Tindak pidana mutilasi merupakan kejahatan terhadap tubuh dalam bentuk pemotongan bagian-bagian tubuh tertentu dari korban. Persoalan terkait tindak pidana mutilasi yaitu penerapan sanksi pidana terhadap pelaku berupa hukuman mati. Tulisan ini akan menguraikan penerapan hukuman mati terhadap tindak pidana mutilasi yang ditinjau dari perspektif psikologis, hak asasi manusia, maupun agama. Abstract The criminal act of mutilation is a crime against the body in the form of cutting certain body parts of the victim. One of the issues related to mutilation as a crime is the application of death penalty to the perpetrators. This paper describes the application of the death penalty for the perpetrator of the crime of mutilation from a psychological, human rights, and religious perspectives.

  9. AN ISLAMIC SEARCH OF NOBLE VALUES: THE PREVALENCE OF MODERN PRINCIPLES AND THE RESILIENCE OF LOCAL TRADITIONS IN INDONESIAN DA‘WA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Peter Suwarno

    2014-12-01

    Keragaman dakwah Islam di Indonesia tidak hanya tampak dalam keragaman kelompok serta identitas Islam, tetapi juga dalam varian dan perubahan nilai-nilai serta prinsip-prinsip yang dianut oleh umat Islam Indonesia. Tulisan ini menegaskan bahwa kegiatan dakwah ini merupakan pencarian prinsip-prinsip Islam Indonesia yang paling sesuai yang mau tidak mau merupakan upaya negosiasi nilai Islam, global, dan nilai-nilai lokal. Untuk tujuan tersebut, tulisan ini menunjukkan beberapa contoh ulama dan pemimpin Islam internasional dan Indonesia yang membantu mengubah landscape retorika sosial, politik dan agama melalui berbagai argumen yang secara khusu melibatkan nilai-nilai Islam dan modern-internasional. Tulian ini berpendapat bahwa, disamping Muslim harus berhadapan dengan prinsip-prinsip global modern seperti demokrasi dan hak asasi manusia, meningkatnya popularitas dan ketahanan dari ritual,  per­tunjuk­an, dan ekspresi lokal-tradisional dalam dakwah Indonesia telah mem­bentuk pencarian nilai-nilai luhur Islam Indonesia secara signifikan.

  10. SAINS ISLAM DALAM DISKURSUS FILSAFAT ILMU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Muslih

    2017-02-01

    Full Text Available Sains Islam sampai saat ini masih terkungkung dalam lingkaran pseudoscience, atau masih pada taraf model justifikasi Bucaillian. Sebagai bangunan keilmuan, sains Islam tentu memiliki basis filosofis. Tulisan ini berupaya mengkaji sains Islam dalam perspektif filsafat ilmu. Dalam perspektif ini, keilmiahan bangunan keilmuan ditentukan oleh ketepatan penggunaan teori dan metodologinya, tanpa mengabaikan sisi sosiologis-historis maupun sisi teologis-metafisis. Jika yang pertama merupakan basis logis dan objektifitas sains, lalu yang kedua merupakan aspek kemanusiaan dari sains, maka yang ketiga adalah basis keyakinan, keimanan, dan keberagamaan dari sains. Dengan ketiga elemen penting tersebut, Sains Islam sebagai sains berbasis agama Islam bisa menjadi ilmiah. Sekalipun demikian, definisi baru Sains Islam sebagai aktivitas ilmiah mesti terus dilanjutkan ke arah “action” dalam bentuk program riset. Dengan begitu, Sains Islam akan menghasilkan temuan-temuan baru, teori baru, metodologi baru, konteks baru, dan seterusnya. Tanpa upaya itu, image pseudosains dan justifikasi Bucaillian akan sulit hilang dari bangunan keilmuan Sains Islam.

  11. THE POSITION OF ISLAM NUSANTARA IN GEOPOLITICAL DINAMYCS OF ISLAMIC WORLD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Chalik

    2016-12-01

    Full Text Available Peranan Islam Nusantara dalam Dinamika Geopolitik Dunia Islam. Tulisan ini berangkat dari kegelisahan terhadap lahirnya ISIS, sebuah gerakan sosial politik yang lebih ekstrim dibandingkan dengan pendahulunya, al-Qaeda. Satu sisi, organisasi ini tidak saja membuat Barat ketakutan atas segala sepak terjangnya, terutama pasca teror Paris di pertengahan Nopember 2015, pada sisi yang lain juga menciderai perasaan umat Islam karena dianggap mendompleng atas nama agama (Islam—sementara perilakunya berlawanan dengan ajaran Islam. Secara geopolitik posisi dunia Islam mengalami dilema; satu sisi harus berhadapan dengan Muslim sendiri sementara pada sisi yang lain harus bersinergi dengan kekuatan asing untuk melawan bangsa atau saudara sendiri. Berbeda dengan Islam ala ISIS atau al-Qaeda yang bercorak ekstrim dan eksklusif, Islam Nusantara berpandangan sebaliknya. Artikel ini ditulis dengan metode ekploratif deskriptif—dengan menyajikan persoalan dunia Islam saat ini dan hubungannya dengan ideologi Islam Nusantara yang sedang dibangun.

  12. RADIKALISME ISLAM DAN UPAYA DERADIKALISASI PAHAM RADIKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Rokhmad

    2012-05-01

    Lembaga-lembaga pendidikan diduga tidak kebal terhadap pengaruh ideologi radikal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1 Beberapa guru mengakui ada­nya konsep Islam radikal yang mungkin menyebar di kalangan siswa karena kurangnya pengetahuan keagamaan; (2 Unit-unit kajian Islam di sekolah-sekolah berkembang baik namun tidak ada jaminan adanya kekebalan dari radikalisme karena proses belajarnya diserahkan kepada pihak ketiga; (3 Di dalam buku rujukan dan kertas kerja terdapat beberapa pernyataan yang dapat mendorong siswa untuk membenci agama atau bangsa lain. Dapat disimpulkan  bahwa ada beberapa strategi deradikalisasi yang dapat diimplementasikan  yaitu deradikalisasi preventif, deradikalisasi preservatif terhadap Islam mo­derat, dan deradikalisasi kuratif.

  13. Daftar Isi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jurnal Informatika JIFO

    2013-04-01

    Full Text Available   SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BERBASIS  AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS  UNTUK PENENTUAN KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN  (STUDI KASUS: KABUPATEN SEMARANG Sri Hartati, Adi Nugroho   630 - 641 RANCANG BANGUN APLIKASI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM UNTUK ANAK-ANAK BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DAN WEB Idhawati Hestiningsih, Budi Suyanto, Ahmad Ilyas, Dimas Adi Nugroho 642 - 653 ANALISIS PERBANDINGAN METODE 2D MEDIAN FILTER DAN MULTI LEVEL MEDIAN FILTER PADA PROSES PERBAIKAN CITRA DIGITAL Murinto, Bachrudin Muchtar 654 - 662 PERSEPSI DOSEN TERHADAP URGENSI BERBAGI PENGETAHUAN (KNOWLEDGE SHARING DI PERGURUAN TINGGI Agus Mulyanto 663 - 676 PROTOTIPE ALAT PEMBERI INFORMASI JARAK ANTAR KENDARAAN Slamet Handoko, Idhawati Hestiningsih, Rian Prasetio, Wildan Arief Arrosyidi   677 - 686 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN DAN PENCARIAN RUMAH SAKIT DI KOTA YOGYAKARTA Ika Arfiani 687 - 699  

  14. Political Islam and Religious Violence in Post-New Order Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdil Mughis Mudhoffir

    2016-01-01

    Full Text Available This paper tries to understand why religious violence increasingly occurs in post-New Order Indonesia. There are two dominant views in understanding this. First, the security approach that perceives the violence as a result of the emergent of “radical” agent of political Islam in the more open political space. In this regard, the state is considered weak because the iron hand as used by the authoritarian regime in the past New Orderhas disappeared. Thus, the strong security instruments are needed as a solution, such as the law on anti-terrorism and the police force of anti-terrorism (Densus 88. Second, the cultural approach views violence as caused by the inability of society to build the religious tolerance. Society is considered weak. Religious expression in the political arena is believedas the source of the emergent of intolerant acts. To conquer this, intensive inter-religious dialogues are required. The author argues that those two approaches are not adequate. The historical fact shows that the emergence of political Islam today is the result of the oscillated relationship between Islam and the authoritarian state during the New Order period. In addition, the Indonesian historical experience also clearly illustrates that the presence of political Islam is nothing but a form of response to the critical social-politicaleconomic situation. Political Islam does not appear in a vacuum, but it emerges from the crisis where another populist response from the left is absent.Tulisan ini berupaya memahami mengapa kekerasan agama meningkat di Indonesia pasca Orde Baru. Selama ini, ada dua pandangan dominan dalam memahami persoalan di atas. Pertama, pendekatan keamanan yang memandang kekerasan agama sebagai hasil dari munculnya agen Islam politik yang radikal dalam arena politik yang semakin terbuka. Dalam konteks ini, negara dianggap lemah karena kehilangan tangan besinya seperti yang sebelumnya digunakan oleh rezim otoriter

  15. ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP: Menggagas Pendidikan Islam Berwawasan Lingkungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siswanto Siswanto

    2012-03-01

    Full Text Available AbstracFrom theological view, human must be able to appreciate the environment. Religious ethics toward nature takes mankind to be responsible so that they can avoid the damage. In other words, to trash the environments means to destroy the human themselves. On the basis of this context, religious-education institution is expected to prove the graduates with a standard commitment to conserve the ecology . Establishing “Green Madrasah” becomes one of efforts that must be obtained. It is an education model that can transform religious-moral values into each aspect of socio-economic development. This has also been a mode of education which functionalize human as leader, ruler, and maintainer of nature and environmentKata-kata kunciIslam, pendidikan agama, lingkungan hidup, khalifah, madrasah hijau

  16. Rancang Bandun Game Edukasi Dagang Jajanan Bali Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anak Agung Putu Mahendra Putra

    2016-04-01

    Full Text Available Game bukan merupakan hal yang baru di Masyarakat Indonesia. Game yang berisi unsur edukasi sangat jarang ditemukan, apalagi game yang bisa memupuk rasa cinta terhadap kebudayaan Indonesia kepada para pemainnya. Jajanan Bali biasanya dibuat untuk keperluan hari raya agama hindu di Bali atau sebagai makanan ringan Masyarakat Bali. Game Edukasi Dagang Jajanan Bali dibuat untuk memberikan edukasi tentang resep-resep Jajanan Bali dimana memperkenalkan bahan-bahan umum seperti tepung, gula, kelapa, dan berbagai macam bahan lainnya tergantung dari jenis jajanan apa yang dibuat. Metode pembelajaran dengan menggunakan game merupakan salah satu inovasi dalam pengenalan jenis-jenis Jajanan Bali dan bahan-bahan umum yang dipakai dalam pembuatan Jajanan Bali. Game ini dibuat berbasis Android dengan menggunakan Corona SDK. Hasil dari kuesioner menyatakan 50% mendapat pengetahuan tentang Jajanan Bali yang terdapat dalam Game. Kata kunci: Android, Jajanan Bali, Game Edukasi

  17. Pengembangan Aplikasi “Kalender Saka Bali” pada Sistem Operasi Machintos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Cahya Prawira

    2015-08-01

    Full Text Available Kalender Saka Bali merupakan sistem penanggalan yang digunakan oleh orang Hindu di pulau Bali pada umumnya. Pembuatan kalender Saka pada perangkat Machintos (MAC dapat mempermudah para pengguna Machintos (MAC untuk mencari, menentukan dan mempelajari bagaimana cara menentukan hari baik dalam upacara agama. Medote dynamic looping digunakan dalam perhitungan kalender Saka Bali agar sesuai dengan perhitungan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI. Berdasarkan pengujian, aplikasi ini sesuai dengan Kalender Bali cetak yang sesuai dengan perhitungan PHDI. Pengujian juga dilakukan terhadap fitur-fitur aplikasi kalender Saka Bali ini menggunakan beberapa kalender Bali yang sudah ada. Berdasarkan pengujian, kelebihan aplikasi yaitu dapat melakukan pencarian otonan, pencarian hari raya, pencarian event, pembuatan event, reminder custom, event private, ala ayuning dewasa, pawukuan, wewaran, paringkelan, purnama, tilem, dan sasih. Kekurangan aplikasi ini yaitu tidak dapat melakukan ramalan, konversi dan hanya dapat dijalankan pada komputer dengan sistem operasi Machintos. Kata kunci: Kalender Saka Bali, Machintos, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Dynamic Looping

  18. Etika Produksi Dalam Kerangka Maqashid Syariah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haqiqi Rafsanjani

    2016-11-01

    Full Text Available Produksi merupakan suatu proses untuk menghasilkan barang dan jasa berdasarkan pada ketersediaannya faktor-faktor produksi, untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dengan memperhatikan nilai keadilan dan kebajikan (maslahah. Produksi juga merupakan usaha manusia untuk memperbaiki tidak hanya kondisi fisik materialnya, tetapi juga moralitas sebagai sarana menuju fallah. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan tentang etika produksi dalam kerangka maqashid syariah yang terdiri dari pemeliharaan lima kebutuhan dasar manusia yaitu pemeliharaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Pendekatan yang di pakai dalam makalah ini yaitu pendekatan maqashid syariah. Tujuan dari aktivitas produksi adalah untuk memberikan maslahah bagi manusia, dimana maslahah dasar bagi manusia terdiri dari lima kebutuhan dasar yang harus dipelihara, diantaranya yaitu; hifdzu ad-dien, hifdzu an-nafs, hifdzu al-‘aql, hifdzu an-nasl, hifdzu al-maal.

  19. OBJEK ARKEOLOGI DI KECAMATAN LEUWIDAMAR: INDIKASI KEBERADAAN KOTA TUA PADA ABAD XIX OBJECT OF ARCHAEOLOGY IN DISTRICT OF LEUWIDAMAR: INDICATION ON THE EXISTENCE OF THE OLD TOWN CENTURY XIX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lia Nuralia

    2016-06-01

    ABSTRAK Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menyimpan bukti sejarah tentang keberadaan kota tua wal abad XIX. Bukti sejarah tersebut ditandai dengan ditemukannya beberapa objek arkeologi yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur tinggi. Di antaranya bangunan bekas Kantor Kawedanaan Leuwidamar, pondasi bekas bangunan penjara, makam penyebar agama Islam Ki Buyut Derus, dan bekas bangunan Jembatan Kuno Cisimeut. Tinggalan arkeologis ini berhasil ditemukan melalui metode penelitian survei. Informasi mengenai sejarahnya diperoleh melalui wawancara dan studi literatur. Melalui pengamatan langsung dapat dikatakan bahwa keempat objek arkeologi tersebut merupakan bangunan komponen kota tua. Kemudian bangunan bekas Kantor Kawedanaan Leuwidamar memiliki ciri-ciri gaya arsitektur yang trend pada abad XIX, The Empire Style, dengan denah simetris, bangunan satu lantai beratap limas, mengikuti sumbu poros utara-selatan, dan penggunaan tiang dan pilaster. Catatan sejarah menyebutkan bahwa pada tahun 1828, Distrik Lebak Parahiang (Leuwidamar dijadikan sebagai ibukota Kabupaten Lebak sampai tahun 1843. Kata Kunci : objek arkeologi, Kecamatan Leuwidamar, kota tua

  20. Harmoni Sosial Dalam Keberagaman Dan Keberagamaan Masyarakat Minoritas Muslim Papua Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismail Suardi Wekke

    2017-02-01

    Abstract West Papua is region where diversity and religiosity encounter with ethnicity. Therefore, it is a need to explore to identify on religion existence as an aspect to unite. In addition, this article will analyses religious variety which private choose of West Papua community. In the same time, religion is a adhesive of community life. This research was conducted in great area of Sorong, West Papua. In-depth interview and non-participant observation were employed to collect data. Triangulation technique was conducted through focus group discussion twice. This article discusses religions encounters in order to strengthen harmony and togetherness. Agama existence is a part of unity which not a difference. Moreover, in some cases, religious activities are activity together even thought they choose different religion. Finally, this article discusses some subjects in line with culture to provide space for difference in choosing each faith.

  1. Analisis Kelayakan Buku Ajar Al Islam dan Kemuhammadiyahan Berwawasan HAM Untuk SMA/MA/SMK Terbitan Maarif Intitute dan Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Tinjauan dari Segi Materi dan Metodologi Pembelajaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rio Estetika

    2016-10-01

    Full Text Available Buku Ajar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan berwawasan HAM untuk SMA/MA/SMK merupakan salah satu bentuk upaya pendidikan agama di Muhammadiyah untuk mengembangkan buku teks pengajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan agar dapat lebih dinamis, up to date, kontekstual, dan mengakomodasi aspek-aspek sosio-kultural sebagai bentuk respon terhadap permasalahan kemanusiaan. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi dengan menggunakan dokumen sebagai objeknya. Dari hasil kesimpulan disarankan untuk menggunakan buku ajar tersebut sebagai penunjang buku pokok yang sudah diteritkan Majelis Dikdasemen dalam mengajarkan materi hak asasi manusia. Kemudian, dalam penyusunan buku AIK dapat mengadopsi konsep penyusunan buku AIK berwawasan HAM yang lebih up to date dan bervariasi dalam metode pembelajarannya.

  2. DESAKAN SOSIOPOLITIK MUNCULNYA GAGASAN EVOLUSI SYARÎ'AH OLEH AN-NA’IM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Hefni

    2014-10-01

    Full Text Available Semenjak abad ke-19 M, telah tumbuh perjumpaan intensifantara dunia Muslim dengan peradaban Barat, yangmelahirkan implikasi yang cukup mencengangkan bagiperubahan struktur sosial dunia Muslim. Ketika dunia Muslimmeraih kembali independensinya secara politik daricengkeraman imperialisme dan hegemoni Barat pada abad ke-20 M, salah satu persoalan yang muncul kemudian adalahbagaimana memosisikan syarî'ah dan menjabarkannya kedalam sebuah formulasi yang ideal dan aktual agar mampumengakomodasikan seluruh warga negara dengan latarbelakang suku dan agama yang heterogen. Karenanya, iamenawarkan gagasan evolusi syarî'ah yang meniscayakansyarî'ah dapat menyahuti isu-isu penting bagi masa depankemanusiaan. Dalam membangun gagasannya tentang evolusisyarî’ah, An-Na’im menggunakan teori naskh. Naskh, menurutAn-Na’im, adalah menghapus ayat-ayat Madâniyah denganayat-ayat Makkiyah. Gagasan evolusi syarî’ah dilatarbelakangioleh setting sosiopolitik Sudan sebelum pecah menjadi SudanUtara dan Sudan Selatan.

  3. Abuse of Islamic Law and Child Marriage in South-Sulawesi Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasjim Salenda

    2016-06-01

    [Tulisan ini membahas kasus-kasus pernikahan anak di Sulawesi Selatan, termasuk persepsi masyarakat dan faktor-faktor pendukungnya diantaranya penggunaan dalil agama (Islam untuk membenarkan tindakan tersebut. Masyarakat memahami pernikahan anak sebagaimana tercantum dalam UU Pernikahan No. 1 Tahun 1974 bahwa pernikahan anak terjadi pada usia dibawah 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan dan atau mereka yang belum akil balig’. Beberapa factor dominan dalam pernikahan anak antara lain; norma adat lokal (‘siri, kehormatan keluarga dan kerabat, orangtua yang kurang terpelajar, beban ekonomi keluarga dan ketidakkonsisten penegakan peraturan. Pada dasarnya tidak ada ajaran Islam atau fiqih yang secara tegas mendukung pernikahan anak karena tujuan dari pernikahan dalam Islam adalah kebahagiaan dan keharmonisan hubungan antar suami istri. Menggunakan rujukan pernikahan Nabi Muhammad dengan Aisyah saat usia enam tahun merupakan perkara yang tidak bisa dibenarkan.

  4. PENGUASAAN PERBENDAHARAAN BAHASA MELAYU STANDARD DALAM KALANGAN PELAJAR MELAYU DI SEKOLAH PONDOK DI PATANI, THAILAND

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Phaosan Jehwae

    2016-10-01

    Full Text Available AbstrakPenguasaan Perbendaharaan kata Bahasa Melayu Standard sangat penting. Bahasa Melayu berdistribusi luas di wilayah Selatan Thai dan digunakan sebagai bahasa formal, iaitu untuk pengajaran formal berbagai-bagai pengetahuan agama Islam. Setelah kerajaan Thai mewajibkan seluruh sekolah pondok menggunakan bahasa Thai dalam pembelajaran bidang akademik, kerajaan Thai mulai memberi gaji kepada guru yang mengajar mata pelajaran sekular yang bersifat akademik. Kedudukan bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu telah terjejas kecuali dalam bidang agama. Masa persekolahan,  pelajar Melayu di Patani terlalu banyak menggunakan bahasa Thai dibandingkan dengan bahasa Melayu. Pemahaman berkait dengan latar belakang pendidikan pelajar-pelajar Melayu di Patani adalah amat penting, iaitu bagi memahami tahap pendedahan dan penggunaan Bahasa Melayu Standard (BMS dalam kalangan pelajar Melayu. Bahawa pelajar Melayu di sekolah pondok di Patani amat lemah menguasai perbendaharaan kata dalam BMS. Kelemahan menguasai perbendaharaan kata dalam BMS sudah pasti berimpak negatif kepada penggunaan BMS pada merit yang baik atau memuaskan. Kata Kunci: Perbendaharaan bahasa Melayu standard, Pelajar Melayu, Sekolah pondok, PataniAbstractThe understanding vocabularies and structures of standard Malay Language is very important. Malay language contributed widely in the northern part of Thai and it is practiced by people formally.  That is to teach about various knowledge of Islam. After Thai kingdom required all religious schools to use Thai language in all subjects. Thai government also starts to pay salary to every teacher who teaches secular subjects. Except religious subjects, Malay language has decreased. Thai language is practiced in schools rather than Malay language. The understanding about the background of students of Patani is very important because it is related to their knowledge to use Standard Malay language.  Their understanding in Standard Malay Language is very

  5. PRINSIP-PRINSIP EPISTEMOLOGI IMAM SYAFI’I DAN IMPLIKASINYA PADA PERKEMBANGAN EPISTEMOLOGI HUKUM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dr. Dra. Tutik Hamidah, M.Ag.

    2010-06-01

    Full Text Available Pemenuhan nafkah istri bukan hanya ketika ikatan perkawinan masih terjalin, namun pasca perceraian nafkah istri juga harus dipenuhi. Agama sangat jelas mengatur dan menjembatani hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan nafkah istri. Problem seputar  nafkah istri pasca perceraian sering kali menjadi kasus yang tak kunjung usai, karena banyak terjadi dari pihak mantan suami lalai memenuhi kewajibannya terhadap mantan istrinya, akibatnya pihak istri sering kali dirugikan. Kasus yang sering mencuat ke permukaan masyarakat  adalah disebabkan banyaknya istri yang awam hukum diselesaikan begitu saja, sementara hak- haknya diabaikan. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak masyarakat yang belum melek hukum, terutama yang berkaitan dengan hukum-hukum agama. Di sisi lain suami masih cenderung menyepelekan kewajiban karena dianggap persoalan  sudah selesai seiring dengan putusan cerai, sehingga banyak yang tak memenuhi kewajibannya seperti: memberi nafkah selama iddah, pembagian harta bersama (gono gini, melunasi mahar yang terutang dan  memberikan biaya hadhanah kepada anak- anaknya. Maintenance is not only the right of  wife in the bond of  marriage but also after the divorce. However, women mostly denied the right of  maintenance after the dissolution of marriage. This denial is partly resulted from the women’s ignorance of  their legal right and partly due to the negligence of the men to carry out their duty of  maintenance falsely considering that the duty has ended by the termination of marriage. Maintenance during the waiting period (iddah, distribution of  estates (gono gini, giving the unpaid dower, and widow right of  retention are among the perplexing issues following the dissolution of  marriage. Sanction against the violation of  these rulings should be enacted and implemented.

  6. KEPASTIAN HUKUM HUKUM PEMENUHAN NAFKAH ISTRI PASCA PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasanatul Jannah

    2010-06-01

    Full Text Available Pemenuhan nafkah istri bukan hanya ketika ikatan perkawinan masih terjalin, namun pasca perceraian nafkah istri juga harus dipenuhi. Agama sangat jelas mengatur dan menjembatani hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan nafkah istri. Problem seputar  nafkah istri pasca perceraian sering kali menjadi kasus yang tak kunjung usai, karena banyak terjadi dari pihak mantan suami lalai memenuhi kewajibannya terhadap mantan istrinya, akibatnya pihak istri sering kali dirugikan. Kasus yang sering mencuat ke permukaan masyarakat  adalah disebabkan banyaknya istri yang awam hukum diselesaikan begitu saja, sementara hak- haknya diabaikan. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak masyarakat yang belum melek hukum, terutama yang berkaitan dengan hukum-hukum agama. Di sisi lain suami masih cenderung menyepelekan kewajiban karena dianggap persoalan  sudah selesai seiring dengan putusan cerai, sehingga banyak yang tak memenuhi kewajibannya seperti: memberi nafkah selama iddah, pembagian harta bersama (gono gini, melunasi mahar yang terutang dan  memberikan biaya hadhanah kepada anak- anaknya. Maintenance is not only the right of  wife in the bond of  marriage but also after the divorce. However, women mostly denied the right of  maintenance after the dissolution of marriage. This denial is partly resulted from the women’s ignorance of  their legal right and partly due to the negligence of the men to carry out their duty of  maintenance falsely considering that the duty has ended by the termination of marriage. Maintenance during the waiting period (iddah, distribution of  estates (gono gini, giving the unpaid dower, and widow right of  retention are among the perplexing issues following the dissolution of  marriage. Sanction against the violation of  these rulings should be enacted and implemented.

  7. PENERAPAN MODEL KELOMPOK USAHA KREATIF ISLAMI (KUKIS DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS PONDOK PESANTREN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novi Widiastuti

    2017-09-01

    Full Text Available Pondok pesantren Ulul Albab Cabang Sangkanhurip Kabupaten Bandung terletak di tengah persawahan sehingga masyarakat masih kesulitan dalam mengakses program yang diselenggarakan di pondok pesantren tersebut. Kondisi masyarakat yang sangat heterogen menyebabkan sering terjadi konflik diantara masyarakat itu sendiri bahkan dengan pihak pondok pesantren. Konflik yang terjadi pada masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu rendahnya pendidikan, kesulitan ekonomi dan rendahnya pemahaman agama pada masyarakat. Hadirnya pondok pesantren diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi permsalahan tersebut. Selain itu, budaya rentenir masih sangat merajalela sehingga bukan hanya menambah maslaah dalam ekonomi, melainkan masyarakat terus menanggung beban dosa yang berlipat dari memakan harta riba. Melihat permasalahan tersebut, maka kami tim peneliti dan pengurus pondok pesantren merancang sebuah model pemberdayaan perempuan berbasis pondok pesantren dalam upaya meningkatkan tiga aspek kehidupan yaitu Agama, Pendidikan, dan Ekonomi (APE. Model pemberdayaan perempuan yang kami namai model Kukis ini akan diujicobakan dalam penelitian dengan tujuan untuk melihat 1 kondisi sebelum dan sesudah penerapan model kukis, 2 Hambatan yang dihadapi, serta 3 Solusi permasalahan yang muncul pada penerapan model tersebut. Penelitian ini akan menggunakan metode pra eksperimen dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan model kukis dengan sasaran penelitian yaitu perempuan usia produktif di lingkungan pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi Peningkatan penghasilan rata-rata sebesar 18% yaitu Rp. 255.000 per warga belajar selama 1 bulan memulai usaha menunjukkan adanya keberhasilan penerapan model Kukis meskipun belum optimal. Pemahaman warga belajar juga mengalami peningkatan rata-rata sebesar 33%.Hambatan yang ditemukan dalam ujicoba model kukis adalah (1 Menurunnya motivasi warga belajar (2 rendahnya rasa percaya diri

  8. TRANSGENDER COMMUNITY ACTIVITIES AND THEIR MARRIAGE CONCEPT IN YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muta’Ali Rauf

    2016-05-01

    Full Text Available Transgender have been considered as someone who always marginalized in their life, so they always get moral discrimination, social and even religion. Development of the transgender community in Yogyakarta is currently getting a response from various groups, namely the general public, religious leaders, sociologists and psychologists. As for job transsexual Kebaya NGOs joined in Yogyakarta, located in very small scope, include: ngamen, nyebong, salon and sewing. It was done since the transvestites are out of work in the formal sector. The concept of marriage in transgender community in Kebaya NGOs does not have clear rules because there is no basis or guidelines. Same-sex marriage in Indonesia is not recognized legally as well as normative, so the concept of transsexual marriage does not exist according to Islamic law. Kebaya NGOs consider that the rules about marriage in Indonesia violate the human rights, because it does not facilitate and accommodate the same-sex marriage. [Waria selama ini dianggap sebagai sosok yang selalu termarginalkan di dalam kehidupannya, sehingga mereka selalu mendapatkan diskriminasi baik moral, sosial, maupun agama. Perkembangan komunitas waria di Yogyakarta saat ini mendapat respon dari berbagai kalangan, yaitu masyarakat umum, tokoh Agama, Sosiolog, dan Psikolog. Adapun pekerjaan Waria Yogyakarta yang tergabung dalam LSM Kebaya, berada dalam skala yang sangat kecil meliputi : Ngamen, Nyebong, salon dan menjahit. Hal itu dikerjakan semenjak waria tidak mendapat pekerjaan dalam sektor formal. Konsep perkawinan dalam komunitas waria di LSM Kebaya belum mempunyai aturan yang jelas karena tidak ada landasan atau pedomannya. Perkawinan sesama jenis di Indonesia tidak mendapatkan pengakuan secara yuridis maupun normatif, sehingga konsep perkawinan waria tidak eksis menurut Hukum Islam. LSM Kebaya menganggap bahwa peraturan tentang perkawinan di Indonesia melanggar hak asasi manusia, karena tidak memfasilitasi perkawinan

  9. Salahuddin Wahid and the Defence of Minority Rights in Contemporary Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asfa Widiyanto

    2015-07-01

    lewat sosial media, khususnya Twitter. Beberapa masalah didiskusikan dalam tulisan ini untuk melihat secara umum pemikiran Salahuddin Wahid terkait dengan hak-hak kelompok minoritas: minoritas etnis, minoritas agama, hak-hak perempuan, kekerasan terhadap Ahmadiyyah, dan pernikahan antar agama.

  10. Situs Permukiman Kuno di Waeyasel Kecamatan Leihitu Barat Maluku Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marlyn Salhuteru

    2016-04-01

    Full Text Available Situs permukiman kuno yang terdapat di dusun Waeyasel, penduduk setempat menyebutnya Kota Mulu adalah sebuah dataran di antara bukit karang yang cukup terjal. Penduduk di sekitar situs meyakini bahwa Kota Mulu adalah lokasi permukiman masyarakat Waeyasel pada masa lampau. Tim penelitian Balai Arkeologi Ambon melakukan penelitian di situs ini dengan menerapkan metode survei permukaan bertujuan untuk mendata dan mendokumentasikan sebanyak mungkin data arkeologi. Penelitian ini  menghasilkan sejumlah data arkeologi yang berciri megalitik berupa dolmen, sejumlah fragmentaris keramik lokal maupun keramik asing, dan sebuah makam. Sementara dapat disimpulkan bahwa situs kota mulu adalah situs permukiman yang didalamnya juga berlangsung kegiatan sakral sesuai dengan kepercayaan penghuninya, yang dibuktikan dengan keberadaan dolmen sebagai media upacara megalitik. Sedangkan keberadaan makam pada situs ini oleh penduduk sekitar dikatakan merupakan makam dari seorang pesiar agama Islam yang menyebarkan ajaran agama di waeyasel dan sekitarnya. Beliau kemudian meninggal dan dimakamkan di lokasi ini.   Site of ancient settlements located in the hamlet Waeyasel, the locals call it the City Mulu is a plateau in between fairly steep cliff. Residents around the site believes that the City Mulu is Waeyasel community settlements in the past. Ambon Archaeological Institute research team conducted research at this site by applying the method of surface survey aims to assess and document the archaeological data as much as possible. This study resulted in a number of archaeological data, characterized by megalithic dolmen form, a number of fragmentary local and foreign ceramics ceramics, and a tomb. While it can be concluded that the site Mulu city is the site of settlements which also takes place in accordance with the trust sacred activity occupants, as evidenced by the presence of megalithic dolmen as a media ceremony. While the existence of the tomb on this site

  11. HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KEPRIBADIAN SANTRI PONDOK PESANTREN AL HIDAYAH KARANGSUCI PURWOKERTO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rifangatul Mahmudah

    2017-02-01

    Relationship Between Spiritual Intelligence With Boarding School Pupils personality AlHidayah Karangsuci Purwokerto” is acceptable as truth.   Artikel ini dilatarbelakangi dari kesadaran bahwa seorang santri merupakan orang yang sedang mendalami ajaran agama Islam. Dengan ajaran agama yang sedang ia pelajari tersebut, nantinya akan menjadikan santri cerdas secara spiritual. Kecerdasan spiritual yang dimiliki santri ini diharapkan dapat membentuk kepribadian santri. Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini adalah adakah hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kepribadian santri Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci Purwokerto. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kepribadian santri Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci Purwokerto. Penelitian lapangan (field research ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Sampel penelitian ini adalah 111 santri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis korelasi Product Moment. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan mengenai hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kepribadian santri Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci Purwokerto, yaitu 1 Hasil perhitungan yang diperoleh rxysebesar 0,729 atau (rxy= 0,729. 2. Hasil yang telah ditemukan yaitu (rxy= 0,729 kemudian dikonsultasikan dengan nilai r tabel (rt yang terdapat pada tabel product moment. Hal tersebut dapat diketahui dengan menggunakan uji taraf signifikan yakni 5% dan 1%. 3 dari uji taraf signifikan 5% ternyata nilai rxy lebih besar dari nilai rt atau (0,729 > 0,195. Dari uji taraf signifikan 1% rxy lebih besar dari nilai rt atau (0,729 > 0,256. Hipotesis yang penulis ajukan (Ho ditolak maka Ha yang berbunyi “Ada hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kepribadian santri Pondok Pesantren Alhidayah Karangsuci Purwokerto” diterima

  12. BIMBINGAN SHALAT SEBAGAI MEDIA PERUBAHAN PRILAKU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astuti Astuti

    2016-01-01

    Full Text Available Shalat merupakan salah satu media komunikasi vertikal kepada Allah swt. Yang dapat membangkitkan kesadaran manusia akan jati diri dan hakekat kehidupannya. Artinya shalat dapat menjadi alternatif solusi dalam berbagai persoalan hidup, karena spirit shalat adalah membangunkan  kesadaran diri yang paling dalam atas apa saja yang terjadi dan dialami oleh manusia.  Di saat manusia merasakan kegalauan diri karena dinamika kehidupan zaman yang cenderung mengalami pergeseran nilai agama dan budaya sehingga dapat berpengaruh terhadap perubahan perilaku yang ada maka sesungguhnya manusia akan mencari-cari penawar hati dari segala keresahan dan kegalauan tersebut. Di sinilah mulai bersemi kembali nilai-nilai spiritualitas yang ingin direguk untuk membasahi dahaga keringnya moralitas yang selama ini dirasakan. Kembali kepada ajaran agama yang begitu banyak menawarkan tentang arti dari kepribadian  yang berakhlak  mulia, jauh dari kerusakan dan penyimpangan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. THE   GUIDANCE  OF   PRAYER AS   MEDIA  CHANGES PRIORITISING Shalat  is one  vertical communication media  to Allah. Can raise awareness of human  identity and the essence of life. That means the prayer can be an alternative solution to the various problems of life, because the spirit of prayer was awaken consciousness deepest on what happened and experienced by humans. The current turmoil in humans  feel themselves as the dynamics of contemporary life that tend to experience a shift in religious and cultural values that can influence the behavior change that is the real man will seek out bidders hearts of all the unrest and turmoil.  This is where budding returned values of spirituality who want direguk to moisten the dry thirst morality that had been perceived. Back to the religious teachings are so many offers on the meaning of the noble personality, far from the damage and irregularities that can harm themselves and others.

  13. WISDOM VALUESIN THE BANJARESE PROVERBS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rezqan Noor Farid

    2015-09-01

    Full Text Available This study is aimed to reveal parts of Banjarese proverbs which contain wisdom values, to find kinds of wisdom values represented through the Banjarese proverbs, and to reveal social contexts influencing the producing and interpreting process of the proverbs. The data of this study are gathered and selected from several literatures of Banjarese which are then analyzed using critical linguistics.  The results of this study show that the parts which contain the wisdom values of the Banjarese people are the clues of interpretation. The wisdom values are also related to the good and the bad behaviours of Banjarese people. It is also found that Islam, as the religion followed by the majority of the Banjarese people, influences the Banjarese culture and Banjarese proverbs. Studi ini bertujuan untuk mencari tahu bagian mana saja dari peribahasa bahasa Banjar yang mengandung nilai kerarifan, menemukan bentuk nilai kearifan didalamnya, dan mengetahui apakah terdapat suatu konteks social yang mempengaruhi proses pembentukan dan penginterpetasian peribahasa itu sendiri. Data dalam studi ini dirangkum dari beberapa literatur yang ditulis oleh orang Banjar sendiri yang dipilih dengan alasan hanya literatur tersebut lah yang tersedia pada waktu studi ini dibuat. Data tersebut kemudian dianalisa dengan metode linguistic kritis. Studi ini menunjukkan bagian dari peribahasa Banjar yang cenderung mengandung nilai kearifan adalah penanda interpretasi. Hasil studi ini juga menunjukkan nilai kearifan dalam peribahasa Banjar terkait dengan sikap yang tidak patut ditiru dan sikap yang pantas untuk diikuti. Dan diasumsikan juga bahwa agama islam, yang terhitung sebagai agama yang dipeluk mayoritas penduduk Banjar, ternyata memiliki pengaruh terhadap kebudayaan dan peribahasa Banjar.

  14. Kosmologis Tetabuhan dalam Upacara Ngaben

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Cau Arsana

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1 mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2 menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada-nada merupakan manifestasi dari pemujaan kepada ista dewata sebagai cermin konsep keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos.   Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1 mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2 menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada

  15. Multikulturalisme Islam: Studi Tingkat Pemahaman Keberagamaan Multikulturalisme bagi Komunitas Muslim di Kota Palembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyimas Anisah

    2016-03-01

    Full Text Available Multikulturalisme adalah sebuah ideologi dan sebuah alat untuk meningkatkan martabat manusia dan kemanusiaan. Untuk memahami multikulturalisme diperlukan pembangunan berbasis pengetahuan dan konsep yang relevan yang mendukung keberadaan dan fungsinya dalam kehidupan manusia. Membangun konsep-konsep ini harus dikomunikasikan antara ahli yang memiliki perhatian ilmiah yang sama pada multikulturalisme sehingga ada pemahaman yang sama dan saling mendukung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman tokoh agama Islam di Palembang pada keberadaan multikulturalisme dan perkembangan Islam secara sosiologis dan antropologis melalui fenomena tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bermaksud untuk menggambarkan tingkat pemahaman multikulturalisme Islam di Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisi item-item pilihan. Kuesioner yang disebarkan adalah tentang pemahaman mereka tentang Islam dan multikulturalisme dalam kerangka artikulasi agama mereka. Selain itu, wawancara mendalam dilakukan serta para tokoh masyarakat dari dua kelompok Ernis yang berbeda. Wawancara ini hanya mengetahui tingkat partisipasi masing-masing kelompok etnis dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dari data yang dikumpulkan menemukan bahwa: (1 Bahwa tingkat pemahaman Palembang agama rakyat berdasarkan data yang dikumpulkan kuesioner dan wawancara menunjukkan tingkat tinggi, terutama pada isu-isu yang berkaitan dengan hubungan sosial; (2 Dalam hal iman (aqidah, ajaran Islam yang benar tidak pernah membiarkan toleransi berlebihan mereka. Hal inilah yang menyebabkan responden memiliki sikap rendah dalam mengapresiasi mulitikulturalisme di bidang iman; (3 Jika dikaitkan dalam kehidupan masyarakat, dalam pemahaman masyarakat multikulturalisme Palembang menyebabkan integrasi sosial. Multiculturalism is an ideology and a tool to enhance the dignity of man

  16. PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TERHADAP KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM (KUH PERDATA PASAL 1467 TENTANG LARANGAN JUAL BELI ANTARA SUAMI ISTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santoso Santoso

    2014-09-01

    Full Text Available ISLAMIC   LAW   PERSPECTIVE   TO   THE   CIVIL BOOK OF LAW STATUTE ARTICLE 1467 ABOUT PROHIBITION OF SALE AND PURCHASE BETWEEN HUSBAND AND WIFE. Islamic law is regarded as an important part of  the religion teaching in Muslims’ point of view, and Islamic law is the main expression space of  religious experience and become determination of continuity and historical identity. In tune with the increasing awareness to return to the pure and original religion as well as the appearance of  desire to harmonize contemporary life with the provisions of  sharia, Islamic law in modern era received a lot of  attention from the supporting community itself  or from other communities that make it as an object of  study. The deeper knowledge a person about the essence of  his Muslim law, the greater the value of kindness and also the benefit that will be acquired. Therefore, this article is to answer the perspective of Islamic law on the book of  law statute (KUH Civil Article 1467 on the prohibition of the sale and purchase between husband and wife. The Islamic scholars in his book described the discussions about the sale and purchase law which agreed to be allowed and forbidden, and there is also debatable about the prohibition law. In addition, there is also a transaction that has particular form and situation allowed because there is an exception from general arguments, as well as customs. keywords: Islamic Law, Civil Book Of  Law Statute, Sale And Purchase. Hukum Islam dianggap sebagai bagian penting dari ajaran agama dalam  pandangan  orang  Muslim,  dan  sebagai  demikian  hukum Islam merupakan ruang ekspresi pengalaman agama yang utama dan menjadi diterminan kontinyuitas dan identitas historis. Selaras dengan meningkatnya kesadaran untuk kembali kepada agama yang murni dan orisinal serta muncunnya keinginan untuk menyelaraskan kehidupan   kontemporer   dengan   ketentuan-ketentuan   syariah, hukum Islam di zaman

  17. Pendidikan Islam Di Era Globalisasi: Menggapai Peluang, Menuai Tantangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suriana Suriana

    2014-12-01

    Full Text Available Advances in science and technology is the result of human cultivation must be coordinated in order to comply with national identity, noble values, traditions, culture, and religion. Global phenomenon can not be avoided, processes, dynamics and its influence has been successfully castrated traditions and noble values of religious Muslims today. Educational values of Islam today is getting late in the tumult of various changes that are the result of the influence of globalization. Globalization has become a historical necessity that many challenges (threat also opportunities (opportunity in education that will shake up the order of the culture, customs, and values of the noble teachings of Islam. Therefore reformatting the theory and practice of education should be carried out and balanced, so that Islamic education is not passive as a spectator instead of a player, as consumers rather than producers. Islamic education also must perform and portray themselves as agents of change while strengthening Islamic identity. For the creation of a Muslim who is not only a knowledge of general (or vice versa, but also excels in the science of religion, so that it can perform with good mobility and orderly life. The position of Islamic education is compulsory maintain selective, critical, and open to the emergence of globalization. In addition, it should also remain consistent with the main source of religion, namely the Qur'an and Hadith while expanding the knowledge and understanding of the progress of time, modernity, the findings of science and technology. Abstrak Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah hasil dari budi daya manusia yang harus dikoordinir agar sejalan dengan identitas bangsa, nilai-nilai luhur, tradisi, kebudayaan, dan agama. Fenomena global memang tidak dapat dihindari, proses, dinamika dan pengaruhnya telah berhasil mengebiri tradisi dan nilai-nilai luhur keagamaan umat Islam dewasa ini. Nilai-nilai pendidikan Islam hari ini

  18. KONTRIBUSI KEPRIBADIAN DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ISTERI DALAM MENGHADAPI PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Halimah Halimah

    2014-08-01

    Full Text Available Perceraian adalah kondisi yang sering digunakan untuk mengakhiri perkawinan.  Keputusan ini  biasanya salah satu cara akhir untuk menghindari konflik antara mereka. Namun, keputusan ini digunakan untuk  diikuti oleh  kecemasan dan stress. Ia dapat terjadi karena perceraian akan membuat beberapa perubahan dan kondisi buruk, terutama untuk isteri. Perubahan- perubahan ini  melibatkan pemenuhan keuangan, mengubah pandangan masyarakat yang membuat mereka merasa bersalah, sebuah khawatir bahwa mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri, sebuah khawatir anak-anak mereka di masa depan, mendapat malu dan putus asa. Penelitian  ini bertujuan untuk menemukan (1  ada hubungan antara kecemasan perceraian isteri dan dukungan sosial (2ada hubungan antara kecemasan perceraian isteri dan kepribadian.  Variabel independen dalam penelitian ini adalah dukungan sosial, dan kepribadian  dalam Lima Besar Teori Kepribadian, termasuk neuroticism personaliti, extrovert, agreeableness, conscientiousness dan  buka  untuk pengalaman,  dengan subjek terdiri dari 60 isteri yang dalam pemrosesan perceraian di pelataran Pengadilan Agama Kabupaten Sleman (Mahkamah Agama di Kabupaten Sleman. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi ganda. Mudah-mudahan hasil penelitian akan salah satu bahan consellor/phsychologists dalam memberikan bimbingan dan konseling iringan kepada klien yang mengalami masalah perceraian.   Kata Kunci: Kecemasan, Dukungan Sosial, Perceraian   THE  CONTRIBUTION OF  PERSONALITY AND  SOCIAL SUPPORT TO THE LEVEL OF THE ANXIETY OF THE WIFE IN THE FACE OF DIVORCE. Divorce  is a condition that often used to end marriage. This decision is usually  one of final ways to avoid conflicts between them. However, this decision used to followed by anxiety  and stress. It can be happen because the divorce will make some changes and bad condition, especially for the wife. These changes involve financial fulfillment, the change of

  19. The consequences of increasing assertiveness of trans-national religious communities for international relations

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Najamudin Najamudin

    2012-12-01

    Full Text Available The transnational communities, or in other terms, the migrant communities whowent to the US and the UK, or to any other European states had strong belief intheir religion in which they might not be contaminated by the secular ideology inthe Western countries. In this respect, the phenomenology of religion in internationalrelations is a relatively new and surprising. Accordingly, this paper aims atinvestigating the implications of the emergence of trans-national religious groupsfor international relations. The paper will argue that the rise of trans-nationalreligious groups has produced a profound impact on international relations. Thefactors that influenced this transformation in international relations is the contemporaryprocesses of globalization which scholars argue, are pivotal to bringingreligion to the centre stage of international relations. In order to deepen theunderstanding of this process, two case scenarios will be analyzed, namely, theSikh Diasporas and the imagined Islamic community, the umma. In this paper, ithas been argued that the rise of trans-national religious actors may affect statesovereignty in one way or another. Under secular ideology, the role of religion ismarginalized from the public sphere, in particular, the domain of politics and religion is being obviously separated. This separation, according to both groups,is problematic. It is therefore, the emergence of Islamic and Sikh communities isconsidered by some liberal democratic countries like India as a peril to its statesovereignty. In Islamic doctrines, the Muslims hold a principle in din wa dawla,the unity of state and religion, while in Sikhism, the Sikhs have to trust miri andpiri, the unification of religious and political institution.Masyarakat transnasional atau dalam terma lain disebut juga sebagai masyarakatmigran yang menetap di Amerika dan Inggris, atau ke negara-negara Eropalainnya memiliki keyakinan yang kuat terhadap agama mereka dan

  20. JEJAK ALUMNI JURUSAN PGMI IAIN SYEKH NURJATI CIREBON DAN RESPON PENGGUNA (STAKEHOLDER TERHADAP KOMPETENSI DAN KINERJANYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tamsik Udin

    2015-11-01

    Full Text Available Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI Strata Satu (S1  di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK Institut Agama Islam Negeri  (IAIN Syekh Nurjati  Cirebon berdiri sejak tahun 2007. Ijin pendirian dari Kementerian Agama RI dalam bentuk SK Dirjen Pendidikan Tinggi Islam nomor: Dj.I/257/2007 tanggal 10 Juli 2007 tentang Ijin Operasional. Alumni Jurusan PGMI yang ada  selama ini belum dapat mengisi formasi guru MI yang berada di wilayah III Cirebon dan bahkan belum merata, apalagi untuk di luar wilayah Cirebon.Tujuan  Tracer Study ini adalah untuk :1.mengetahui keberadaan alumni PGMI serta menjalin komunitas seara kontinue.2. Mengidentifikasi profil kompetensi dan keterampilan lulusan. 3. Mengetahui relevansi pelaksanaan kurikulum dan kebutuhan pasar kerja. 4.  Memenuhi Kriteria Akreditasi/sertifikasi Jurusan PGMI.5. Memenuhi persyaratan bantuan penelitian tahun 2014.Millington (2006, “tracer study is an impact  assessment toll where the impact on target groups is traced back to specific elements of programme so that effective and ineffective project components may be identified” (sebuah metode untuk menelusuri informasi mengenai Alumni.Metode dalam penelitian inia dalah deskriptif.  Dengan metode deskriptif ini juga diselidiki kedudukan (status fenomena atau factor dan melihat hubungan antara satu factor dengan factor  yang lain. Karenanya, metode deskriptif juga dinamakan studi status atau disebut juga survey normative. Prespektif waktu yang dijangkau dalam  penelitian deskriptif , adalah waktu sekarang, atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Keberadaan alumni Jurusan PGMI tahun sejak tahun 2012 dan tahun 2013 belum merata di daerah wilayah III Cirebon. Pkeberadaan rofil kompetensi alumni Jurusan PGMI Pekerjaan Hampir setengahnya (40% responden sudah bekerja di sekolah swasta, Penyelenggaraan Pengajaran di PGMI direspon oleh Hampir

  1. ANALISIS FAKTOR INTEGRATIF NYAMA BALI-NYAMA SELAM, UNTUK MENYUSUN BUKU PANDUAN KERUKUNAN MASYARAKAT DI ERA OTONOMI DAERAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Pageh

    2014-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk (1 memahami latar belakang sejarah Enclave Nyama Bali–Nyama Selam di Bali; (2 menganalisis faktor integratif Enclave Nyama Bali-Nyama Selam, untuk mengembangkan kerukunan antarumat beragama di Bali; (3 mendapatkan materi penenulisan Model Buku Panduan integrasi sosial pada Enclave Nyama Selam-Nyama Bali di Era Otonomi Daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ilmu sosial dengan pendekatan sejarah sosial. Dengan demikian prosedur penelitian ini mengikuti prosedur ilmu sosial (etnografi koneksitas antar situs, dari penentuan informan, pengumpulan data sampai analisis data,  dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan. latar belakang sejarah kearifan enclave Nyama Bali- Nyama Selam, terutama yang berkaitan dengan menumbuhkembangkan integrasi dan harmoni sosial di era otonomi daerah, tidak dapat dilepaskan dari sejarah masuknya agama Islam ke Bali terkait perdagangan di pinggir pantai, seperti Islam di pinggir pelabuhan Buleleng, Sangsit, Temukus kemudian menyebar ke pedalaman bertani seperti Islam di Pancasari, Tegalinggah, dan Batu Gambir, beberapa islam di pedalaman Karangasem. Enclave Islam  terkait dengan politik kerajaan, tinggal di sekitar kerajaan dan atau di pedalaman membentuk enclave tersendiri (Nyama Selam Pegarayaman, Karangasem, Kepaon, Serangan, Loloan Negara, hubungan nyama selam dengan kerajaan adalah hubungan “patro-klient, tautan kaula gusti. dan migrasi berantai dalam perdagangan sektor informal. Faktor Integratif Enclaves Nyama Bali- Nyama Islam dengan kerajaan, dapat dipahami dari latar belakang sejarah politik kerajaan, dengan menempatkan penduduk muslim mengelilingi puri, sebagai benteng, kasus ini dapat dijumpai pada masa kerajaan Karangasem, Klungkung, Badung, Buleleng dan Jemberana, diikuti dengan perkawinan politik (kasus badung dengan enclave Kepaon. Bentuknya di Bidang Sosial (Perkawinan lintas agama, meminjam identitas etnik magibung, ngejot

  2. Tradisi Ziarah Makam Bathara Katong (Tinjauan Deskripsi Akulturasi Budaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amirul Nur Wahid

    2018-05-01

    Full Text Available Masyarakat Jawa, tak terkecuali masyarakat Ponorogo seringkali memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu yang dilakukakan. Kebiasaan-kebiasaan ini diwariskan secara turun temurun hingga menjadi sebuah tradisi. Tradisi ziarah makam Bathara Katong merupakan salah satunya. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Ponorogo dan sekitarnya sejak zaman dahulu. Bathara Katong merupakan tokoh sentral dalam penyebaran agama Islam. Pada saat itu terjadi transisi antara agama lama dan baru dari segala aspek. Transisi inilah yang menjadikan akulturasi budaya diantara kedua hal tersebut. Akulturasi budaya ini juga merambah bidang kesenian di area sekitar makam, misalnya munculnya kesenian Jemblung yang merupakan akulturasi antara dua kebudayaan menjadi satu. Selain kesenian, akulturasi juga dapat ditemukan di arsitektur bangunan-bangunan, proses ziarah, serta benda-benda yang dibawa oleh peziarah makam Bathara Katong. Nama Bathara Katong sendiri sebenarnya merupakan sebuah akulturasi kebudayaan. Hanya saja dikarenakan mengikuti perkembangan zaman, tradisi ini juga mengalami perubahan-perubahan dalam akulturasinya. Artikel ini akan mencoba mengupas hal tersebut. Javanese are no exception Ponorogo people have certain habits. This habit is passed down from generation to generation and then becomes a tradition. The pilgrimage tradition of Bathara Katong's tomb is one of them. This tradition is done by the people of Ponorogo and its surroundings since antiquity. Bathara Katong is a central figure in the spread of Islam in Ponorogo. There was a transition between old and new cultures from various aspects. This transition is considered to be the cause of cultural acculturation. Acculturation of this culture also penetrated the field of art in the area around the tomb, for example the emergence of art Jemblung which is the acculturation between two cultures into one. In addition to art, acculturation can also be found in the architecture of the building, the process of

  3. FOLLOWING THE PROPHET MUHAMMAD CHARACTER THROUGH NGABULEH TRADITION IN PONDOK PESANTREN DARUL ULUM BANYUANYAR PAMEKASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Wardi

    2018-06-01

    Full Text Available This research is part of the relevance of personality character of the Prophet Muhammad with the ngabuleh tradition in the theory of FAST (fathanah, amanah, siddiq, and tabligh. The purpose of this study is to find out and explain the ngabuleh tradition in religious, cultural, and economic reviews. The study is categorized in phenomenological research using qualitative approach. The data were obtained from observation, in-depth interview, and documentary study. It was then analyzed by data reduction, data presentation, and conclusion phase. Informant in this study is kabuleh in Pondok Pesantren Darul Ulum at Banyuanyar District, Pamekasan Regency. The results show that,in the view of religion ngabuleh is the implementation of Islamic values about following the character of the Prophet Muhammad and sincerity. Culturally, as a form of adherence of high respect to the pillars of culture in Madura, namely bhuppa’-bhabhu’-ghuru-rato (father, mother, teacher/kiai and queen/government. Economical-wise, ngabuleh is a kind of paying respect to the kiai by working in the corporate run by kiai/Pesantren and at once, contributing santri’s skill and competence in the field of entrepreneur. Penelitian ini merupakan bagian dari relevansi karakter kepribadian Nabi Muhammad dengan tradisi kabuleh dalam teori FAST (fathanah, amanah, siddiq, and tabligh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan tradisi ngabuleh dalam tinjauan agama, budaya, dan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologis. Data diperoleh dari hasil observasi berperan serta, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan tahap kesimpulan. Informan dalam penelitian ini kabuleh di Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, secara agama, ngabuleh merupakan implementasi nila-nilai ajaran Islam tentang keteladanan sifat

  4. PARADIGMA PEMBANGUNAN EKONOMI; SATU ANALISIS TINJAUAN ULANG DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SYAMSURI SYAMSURI

    2016-10-01

    , memisahkan antara agama dengan ekonomi, dan menjadikan manusia hamba pembangunan, bukan pembangunan untuk manusia. Makalah ini merupakan satu refleksi fenomena dari kerusakan alam, ketimpangan sosial, kemiskinan yang tidak berkunjung reda. Sehingga teori dan konsep ekonomi liberal perlu ditinjau ulang dengan menyajikan satu konsep pembangunan ekonomi baru yang bersumber dari wahyu yaitu al-Quran maupun hadith. Akhirnya dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembangunan ekonomi tidak akan dapat dicapai melainkan dengan menjalankan ajaran Islam secara kaffah, dan sifat pembangunan mestilah multi dimensi yang merangkumi pemuasan secara fisik maupun ruh. Termasuk pembangunan ekonomi juga mesti dapat menciptakan keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat, kebaikan yang seimbang dan konsisten sesuai kaedah-kaedah agama Islam. Tolak ukur keberhasilan pembangunan ini apabila tuntutan khilafah, ‘adalah dan tazkiyah dapat memenuhi seluruh keperluan dasar setiap insan dan pelestarian alam sekitar untuk jangka panjang generasi selanjutnya.

  5. Permasalahan Iman : Kritik Atas Iman Dalam Filsafat Barat dan Tawaran Jawaban

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyo Wibowo

    2013-06-01

    Full Text Available Abstract : Faith becomes problematic in our modern world. In the age of secularization and emancipation man masters the Nature with his growing reason and ever developing technology. This new situation brings with itself a discredit toward faith and religion. Without refusing the existence of God, Immanuel Kant declares that theology is a paralogism (a fallacious reasoning. Auguste Comte corners the religion in the realm of infantile age to be overcomed by the progress of science. Meanwhile Friedrich Nietzsche, from his own view, analyses that the phenomenon of fanatism in religion hides the uncontrallble “need to believe” typically found among the weaks.The central critique of Martin Heidegger toward ontotheological metaphysics shows that theology defined as science does not think. Man of faith has already all the answer before a question is posed, therefore he cannot truly pariticipate in the question of Being. This article tries to consider these objections against faith. As an answer, this article offers to acknowledge “the act of believe” as an universal disposition in man. Much wider than his need to possess knowledge, man is driven by a desire for the infinite. Faith resumes this human desire for infinite.Keywords : Emancipation, theology, metaphysics, faith, knowledge, way of belief, act of belief, passivity, infinite horizon, anthropological disposision.Abstrak : Iman menjadi problem di dunia modern. Gerak sekularisasi dan emansipasi manusia berkat perkembangan rasionya, yang tampak dalam penguasaan manusia atas alam lewat teknologi, membuat keyakinan pada Tuhan dianggap ketinggalan roh jaman. Meskipun tidak menolak Tuhan, Immanuel Kant menganggap bahwa teologi adalah sebuah paralogisme. Auguste Comte tegas-tegas mengatakan bahwa jaman teologi dan agama adalah era kekanak-kanakan yang harus dilampaui demi kemajuan jaman. Friedrich Nietzsche memperingatkan bahwa fanatisme dalam agama adalah tanda besarnya kebutuhan manusia

  6. THE FATWA OF THE COUNCIL OF INDONESIAN ULAMA ON INTER-RELIGIOUS MARRIAGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Cecep Lukman Yasin

    2009-06-01

    Full Text Available The Qur’anic text states that it is lawful to marry women from among the People of the Book, while in the prophetic tradition it is reported that the Prophet himself had a non-Muslim wife. However, the campaign to propagate Christianization which had been tirelessly carried out by well-organized missionary organizations was reported to have successfully christianized segments of the Indonesian population especially in the heathen hinterland and among outer island tribes. Given the circumstances, the Muslim leaders and ulama perceived inter-religious marriage as a hidden Christianization. The increasing incidence of inter-religious marriage raised the concern of the Indonesian Council of Ulama. Responding to this problem, in June 1, 1980 the Council issued a fatwa which explicitly prohibits a Muslim to marry a non-Muslim. Even though the position adopted by the fatwa was quite a radical departure from the prevalent opinion in classical fiqh text, this legal opinion is still within the permissible frame of Islamic legal theory of maslahah (beneficial theory. This legal theory is encapsulated in the Syafi’i school’s legal maxim stating that “Dar’u al-mafâsid muqaddam ‘alâ jalb al-masâlih” (Preference is given to the prevention of harm than to attainment of benefit Al-Quran menegaskan kehalalan menikahi wanita Ahl al-Kitab, sementara hadis menyebutkan bahwa Nabi sendiri beristeri seorang non-Muslim. Namun, gerakan kristenisasi yang dijalankan oleh lembaga missionaris terorganisir telah berhasil memurtadkan sejumlah penduduk Muslim Indonesia, terutama di daerah pinggiran dan pedalaman. Karena itu, para ulama dan pemimpin Islam memandang pernikahan beda agama sebagai bagian dari gerakan kristenisasi terselubung. Tingginya kasus pernikahan beda agama memunculkan keprihatinan Majlis Ulama Indonesia (MUI. Menanggapi masalah ini, pada 1 Juni 1980, MUI mengeluarkan fatwa yang secara tegas melarang seorang pria Muslim menikahi wanita non

  7. KELUARGA BERENCANA DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH DI MUNGKID, MAGELANG, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunika Isma Setyaningsih

    2016-09-01

    Full Text Available In 1970 the family planning program (KB became popular, then disseminated to various regions in Indonesia. When the demand is still relatively small due to stumble to the problem of whether its allowed or not allowed to run this program by the law of Islam. In addition, Lack of public awareness of KB regarding the usefulness or importance of family planning. This paper presents an overview of the implementation of KB from Islamic law perspective in the village of Ngrajek in order to  consummate the harmonious family. Basically, the determining or primary factor of the realization of the harmonious family is the awareness and responsibility of husband and wife in their functions and roles, as well as the rights and obligations of conjugal supported by the family economy. Thus, the use of KB contraceptives is only a secondary factor. Therefore, harmonious family phasing criteria set by the Ministry of Religion, highlights from the viewpoint of religious life and the family economy. Implementation of KB on the family in accordance with Islamic law, because their motivation in family planning(KB Program is for the welfare of the family and to adjust the spacing of birth, and do not cause madlarat for each family.   [Pada tahun 1970 Keluarga Berencana mulai populer, kemudian disosialisasikan ke berbagai daerah di Indonesia. Saat itu peminatnya masih relatif sedikit karena terbentur dengan masalah boleh atau tidaknya ber-KB menurut agama. Selain itu, kesadaran masyarakat juga masih kurang mengenai kegunaan atau pentingnya ber-KB. Tulisan ini memaparkan pandangan Hukum Islam mengenai pelaksanaan KB di Desa Ngrajek dalam rangka mewujudkan keluarga sakinah. Pada dasarnya, penentu atau faktor primer terwujudnya keluarga sakinah adalah kesadaran dan tanggung jawab suami isteri dalam menjalankan peran dan fungsinya, serta menjalankan hak dan kewajiban suami isteri yang didukung oleh perekonomian keluarga. Jadi, memakai alat kontrasepsi KB hanya faktor

  8. AJARAN SUNAN GESENG BAGI KEHIDUPAN KEAGAMAAN MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Faelasofa

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengaruh ajaran Sunan Geseng bagi kehidupan keagamaan masyarakat di wilayah Grabag Magelang. Sunan Geseng adalah seorang tokoh agama atau disebut wali yang menyebarkan agama Islam di wilayah Grabag, Kabupaten Magelang yang sampai sekarang ajaran-ajarannya masih dilaksanakan oleh masyarakat di wilayah Grabag, yang diwujudkan dalam kehidupan keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah komplek makam Sunan Geseng. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengadopsi pola studi kasus. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa fakta tentang kuatnya pengaruh ajaran Sunan Geseng terhadap kehidupan masyarakat Grabag Magelang. Contohnya, makam Sunan Geseng yang digunakan sebagai tempat wisata spiritual keagamaan, yang banyak dikunjungi  para peziarah. Selain itu ada tradisi selikuran yang dilaksanakan setahun sekali pada malam ke-21 bulan Ramadhan di kompleks makam Sunan Geseng. Juga masih terdapat kegiatan keagamaan masyarakat yang menganut ajaran Sunan Geseng seperti tradisi slametan, gendurenan, methoan, dan tradisi-tradisi yang lainnya. Hal lain yang menarik adalah banyak pondok pesantren yang sistem pengelolaan maupun pengajarannya serupa dengan pondok pesantren rintisan Sunan Geseng. Hal ini membuktikan teori sentimen kemasyarakatan yang menyatakan bahwa peristiwa sejarah masa lampau dan peninggalan-peninggalan Sunan Geseng menjadi dasar sentimen kemasyarakatan.The objective of this research is to describe the influence of Sunan Geseng religious teachings on the society of Grabag, Magelang. Sunan Geseng is a religious figure or called wali who spreaded Islam in Grabag region, Magelang. His religious teachings are still implemented and hold by the society in Grabag region, living in  Sunan Geseng cemetary area. The method used in this study is a qualitative research which also adopted the pattern of case study. Data was

  9. Praktik Pemikiran Inklusif-Sosial KH M Sholeh Bahruddin Ngalah sebagai Manifestasi Pendidikan Multikultural Pesantren

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Anang Sholikhudin

    2016-12-01

    Full Text Available Dalam sejarah hidupnya, praktik pemikiran inklusif-sosial Kiai Sholeh sangat dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, atas perintah ayahanda dengan pesan seperti berikut: “sak temene dek pasar, dek masjid, dek dalan, kabeh iku dulurmu (sesungguhnya baik di pasar, di masjid, maupun di jalanan, di seluruh tempat itu ada saudaramu.” Kedua, penerapan teori Abraham, yakni mencontoh perilaku ayahanda KH M Bahruddin Kalam (almarhum dan juga perilaku kakek KH M Kalam (almarhum. Ketiga, praktik dari rukun Tarekat Naqshabandiyah pada poin kelima dan keenam, yakni “ambugusi kabeh konco, cilik gede, lanang wadon, enom tuo, lan ambagusi kabeh makhluk (bergaul secara baik dengan semua teman, baik kecil maupun besar, laki-laki maupun perempuan, muda maupun tua, dan bergaul secara baik dengan semua makhluk.” Penelitian ini memfokuskan pada praktik pemikiran inklusif-sosial KH M Sholeh Bahruddin dengan model studi kasus, pendekatan yang dipakai adalah expose facto. Data diambil melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Penelitian menyimpulkan bahwa praktik pemikiran inklusif-sosial KH.. M. Sholeh Bahruddin sebenarnya mempertemukan misi perintah masing-masing agama (Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Konghucu untuk membangun perdamaian, keamanan dan memelihara kasih sayang bersama-sama dan meminimalisir terjadinya konflik agama. || In the history of his life, the practice of inclusive social thought by Kiai Sholeh greatly influenced by several things. First, on the orders of his father with the following message: “In the markets, in the mosques, as well as on the streets, all over the places there are your brothers.” Secondly, the application of Abraham’s theory, which was practiced by KH M Bahruddin Kalam, the father (deceased of Kiai Sholeh, as well as KH M Kalam, the grandfather (deceased of Kiai Sholeh. Third, the practice of the Naqshabandi pillars that say: “being good with all friends, both small and great, both men and women, young

  10. KARAKTERISTIK KONSELOR BAGI MAHASISWA ( PROGRAM STUDI LANGKA PEMINAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Rosyid

    2014-01-01

    Full Text Available Berkaitan dengan respon pengguna jasa pada perguruan tinggi dikenal PT ekstrapeminat dan langka peminat. Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI yang statusnya negeri atau swasta juga terpilah prodi gemuk dan kering (langka peminat. Prodi gemuk antara lain prodi yang mencetak calon guru agama. Dalihnya, calon pengguna jasa beranggapan bahwa sarjana pendidikan lahan kerjanya dianggap jelas yakni menjadi pendidik lapangan kerjanya di madrasah/sekolah.  Berbeda dengan sarjana ilmu tafsir, ilmu aqidah, atau ilmu dakwah yang lapangan kerjanya dianggap masih bias. Anggapan ini menjadi penyebab semakin menurunnya  minat calon mahasiswa  sehingga perlu peran ekstra sosok konselor yang diperankan dosen dan pejabat struktural bagi mahasiswa pada prodi langka peminat. Peran utama konselor tersebut untuk meyakinkan pada mahasiswa untuk tetap optimis menyelesaikan studi untuk mendapatkan gelar sarjana. Konselor berperan dalam perkuliahan dan di luar perkuliahan diharuskan melaksanakan tiga hal mendasar meliputi mengenalkan tentang optimisme di Jurusan Dakwah, luasnya prospek alumni sarjana Jurusan Dakwah, dan prinsip pelayanan konselor yang prima. Modal dasar yang dijadikan bahan penyuluhan oleh konselor adalah membangun hubungan saling percaya dan penuh kasih antara konselor dengan klien, menumbuhkan rasa diperhatikan bagi klien oleh konselor, memahami dan  mengenali perasaan emosi  klien, berusaha membantu menyelesaikan masalah, dan memberi pertimbangan dalam hal solusi yang tepat. kata kunci: Modal Dasar, Konselor, dan Prodi Langka Peminat. Related with the  user response services at the  college known rare Program  registrants. College of Islamic Religion (PTAI the public or private status is also disaggregated fat and dried (rare enthusiasts study program. Fat  Study Program among  others study program scored a religion teacher candidates. He argued, potential service users assume that undergraduate  education  is considered clear his  land that

  11. A MODEL OF EDUCATION FOR WOMEN (A Case Study in Madrasah Muallimat PUI Majalengka – West Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eti Nurhayati

    2016-02-01

    , mengintegrasikan pengetahuan umum dan agama, pendidikan keterampilan, wirausaha, keimanan, akhlaq mulia, dan inovatif; (2 Model pendidikan di Madrasah Muallimat adalah: memandang pentingnya perempuan berpendidikan, mempelajari ilmu pengetahuan umum dan agama, fasih membaca al-Qur’an, menguasai bahasa Arab, mampu membaca kitab berbahasa Arab, berkepribadian muslimah yang terampil, pandai berpidato, mampu memimpin masyarakat, berjiwa pendidik dan menjadi pendidik bagi keluarga dan masyarakat, serta berakhlaq mulia. Kata Kunci: Pendidikan untuk perempuan, Madrasah Muallimat, PUI

  12. RELIGIOUS NETWORKS IN MADURA Pesantren, Nahdlatul Ulama and Kiai as the Core of Santri Culture

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanwar Pribadi

    2013-07-01

    , yakni apakah Islam di Madura memiliki karakteristik dan bentuk yang berbeda dengan Islam yang hidup di wilayah lain di Indonesia? Sampai sekarang, meski masyarakat Madura mengalami pergeseran dalam menilai pendidikan modern, organisasi Islam, dan ulama, mereka masih tetap mempertahankan nilai-nilai sakral agama. Ini bisa dibuktikan dengan kuatnya pengaruh pesantren, Nahdlatul Ulama, dan kiai dalam urusan agama dan duniawi. Masyarakat Madura meyakini bahwa syariat Islam sangat penting dan perlu diterapkan dalam keseluruhan aspek kehidupan mereka. Namun, seperti Islam di wilayah lain di Indonesia, Islam di Madura juga sangat dipengaruhi oleh tasawuf dan budaya lokal.] Keywords: Madura, Santri, Kiai, Pesantren

  13. Inclusion Community Model: Learning from Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    David Samiyono

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakKonflik sering muncul ketika manusia bertindak secara ekslusif dengan hanya melihat diri sendiri dan kelompoknya. Beberapa tokoh pluralisme membuat konsep mengenai masyarakat inklusif dengan tujuan mengurangi terjadinya konflik. Nagara Indonesia memiliki potensi besar terjadinya konflik, hal ini disebabkan karena negara Indonesia terdiri dari berbagai suku, budaya dan agama. Apabila konflik tidak dikelola, maka potensi terjadinya dis-integrasi bangsa sangat besar. Meskipun hal ini dapat juga dilihat sebagai kekayaan bangsa, model masyarakat inklusif diperlukan bagi bangsa Indonesiasebagai alat pemersatu yang harus dipahami dan diajarkan dari generasi satu kepada generasi berikutnya.Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif-kualitatif yang sesuai dengan kondisi lokasi penelitian yaitu Bali dan Lampung. Analisis dilakukan melalui narasi dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari informan atau partisipan. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai-nilai inklusif dalam budaya masyarakat Bali yang tinggal di Pulau Bali. Masyarakat Bali yang sudah bergaul dengan berbagaibudaya, agama, politik dan ekonomi. Oleh karena itu model masyarakat inklusif dari kasus masyarakat Bali perlu dilakukan dalam usaha untuk bisa diuji-cobakan pada masyarakat yang berbeda, terutama pada wailayah negara Indonesia yang majemuk.Kata kunci: Bali, Inclussion community, menyama braya. AbstractConflict often occurs when people behave closed and exclusive by looking at himself and his group. Some authors propose the concept of inclusion community to reduce the conflict and towards a harmonious society. Indonesia has a huge potential for conflict to happendue to the number of tribe, religion, race and class, but on the other hand it has had a noble wealth in society, which needs to be exposed and arranged to become a teaching material  for future generations. That is why this research is done. This research uses descriptive qualitative

  14. Transformasi Sinkretisma Indonesia dan Karya Seni Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Arya Sucitra

    2015-10-01

    Full Text Available Tulisan ini membahas aspek sosio-historis dan pencapaian kebudayaan pada masa peradaban seni (rupa Hindu dan Islam di Indonesia, perkembangan terkini seni rupa kontemporer Islami, dan karya seni KH. M. Fuad Riyadi, seniman dan Kyai Kontemporer yang aktif sebagai pelaku kesenian dalam seni sastra, musik dan seni rupa. Karya seni selalu merupakan cerminan pengamatan serta perasaan dan pikiran pembuatnya. Karya seni terlahir dari proses pergulatan panjang yang kompleks atas berbagai unsur kebudayaan yang saling mempengaruhi. Pada tahapan ini terjadilah transformasi budaya melalui proses sinkretisasi yang membentuk tradisi seni di Indonesia sesuai dengan peranan unsur budaya terutama persentuhan dengan agama yang datang dari luar. Tulisan ini dikaji melalui studi sejarah, transformasi budaya dan estetika. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa karya seni yang diciptakan seniman tidak berdiri sendiri atas nafas tunggal konsep dan dogtrin agama namun sudah dielaborasi dengan kebutuhan budaya setempat serta local genius masyarakat yang ditempati.   This paper is intended to discuss the socio-historical aspect and the cultural achievement of the civilization of Hinduism and Islamic fine art in Indonesia, the updated development of Islamic contemporary fine art, and the artwork of KH. M. Fuad Riyadi, artists and contemporary mufti who are active as art doers of literary art, music, and fine art. The artwork is always a reflection of the observations and feelings and thoughts of the author. The artwork was born by the long struggle of complex processes on various cultural elements which influenced to each other. At this stage there was a cultural transformation through the process of syncretization which formed a tradition of art in Indonesia in accordance with the role of cultural elements, especially the contiguity with the religion coming from the outside. This paper was analyzed through the historical study, cultural and aesthetics

  15. DUALISME PENDIDIKAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Wahab

    2013-12-01

    Full Text Available Abstrak: Dalam konteks pendidikan istilah dualisme dan dikotomi memiliki makna yang sama yaitu pemisahan antara pendidikan umum dari pendidikan agama. Dikotomi selalu melahirkan pandangan pembedaaan di satu sisi dan penyamaaan di sisi yang lain. Pandangan dikotomis pada hakikatnya mengabaikan esensi atau nilai sprit pendidikan. Membedakan dan menyamakan lebih dimaknai pada ta-taran permukaan sehingga jelas merusak nilai spirit dari pendidikan Islam. Dua-lisme dan dikotomi bukan hanya pada tataran pemilahan, tetapi telah masuk pada wilayah pemisahan yang dalam operasionalnya memisahkan mata pelajaran umum dari mata pelajaran agama, sekolah umum dan madrasah yang penge-lolaannya berjalan terpisah-pisah. Puncaknya pada pemerintah Orde Baru yang mengeluarkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB pada tanggal 24 Maret 1975 yang menguatkan pemisahan itu hingga saat ini. Dampaknya terasa meru-gikan dan makna Islam menjadi sempit karena pengotak-kotakan ilmu akhirnya menomorduakan dan menganaktirikan pendidikan Islam. Sebagai solusi alter-natif harus diikuti upaya integrasi pengetahuan serta reposisi, yaitu cara pandang yang ilmu-ilmu Islam pada posisi yang sebenarnya. Abstract: In the educational context, the term dualism and dichotomy have the same mea-ning, namely the separation between general education and religious education. The terms also mean the separation between education system of Islamic and ge-neral educations. Moreover, talking about Islamic education is often addressed to Islamic institutions. Such perspectives are triggered by dichotomous view on education, differentiate in one side and equate on the other side. Consequently, the spirit value that is integrated into Islamic education is neglected. The terms, currently, have pervaded on the separation of general and Islamic subjects, public and madrasas Institutions, where the management has a policy respectively. The impacts are narrow minded in interpreting Islamic meaning

  16. Sejarah Keberadaan Muhammadiyah di Minangkabau Perspektif Hamka dalam Karya “Ayahku”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Ikbal

    2018-01-01

    Full Text Available This research is aimed to describe of the first origin of Muhamadiyah in Minangkabau beside on Hamka perspective on his book “Ayahku”, about whom lead Muhamadiyah to Minangkabau, what is the background of Muhamadiyah brought to Minangkabau, and what about the response of Minangkabau society regarding the arrival of Muhamadiyah. This research using history method, mean while for presentation the result of research using descriptive narrative. The Phase of this research method has four elements, such as heuristic (collecting data, critic, interpretative, and historiography (written. The result of this research shows that Muhamadiyah brought to Minangkabau individually where it brought by Haji Abdul Karim Amrullah in 1925. Known Men who spread Muhamdiyah in Minangkabau is Syekh Jamil Jambek, St. Mansur, Sj St Mangkuto and his brother Yusuf Amrullah. Support factor that makes Muhamdiyah accepted in Minangkabau society is because Abdul Karim Amrullah and founder of Muhamdiyah K.H Ahmad Dahlan is a student of Syekh Khatib al Minangkabaui when studying in Mecca also when H.Abdul Karim Amrullah goes to java and his art asked by K.H.Ahmad Dahlan for rewritten in java language. Keywords : History, Muhammadiyah, Minangkabau, Hamka.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah awal keberadaan Muhammadiyah di Minangkabau perspektif Hamka dalam karyanya “Ayahku”, tentang siapa yang membawa Muhammadiyah ke Minangkabau, apa latarbelakang Muhammadiyah dibawa ke Minangkabau, dan bagaimana respon masyarakat Minangkabau pada saat Muhammadiyah datang.Penelitian ini mengunakan metode sejarah, sementara untuk penyajian hasil penelitian dilakukan dalam bentuk deskriptif – naratif. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Muhammadiyah dibawa ke Minangkabau secara individual, yaitu dibawa oleh H.Abdul Karim Amrullah pada tahun 1925. Beliau membawa Muhammadiyah ke Minangkabau adalah untuk memperbaiki Agama Islam di Minangkabau

  17. Kerelaan Berbagi dan Keberanian Berbeda Perubahan Identitas Priyayi dalam Dwilogi Para Priyayi Karya Umar Kayam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pujiharto Pujiharto

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana dua elemen budaya Jawa, yaitu kerelaan berbagi dan keberanian berbeda mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Upaya itu dilakukan dengan menganalisis dwilogi novel Para Priyayi dan Jalan Menikung karya Umar Kayam. Un tuk mencapai tujuan tersebut digunakan konsep-konsep yang dikemukakan oleh Kayam sendiri dalam menciptakan novel-novelnya. Selain itu, digunakan juga konsep model of dan model for yang dikemukakan oleh Clifford Geertz dalam menginterpretasikan kebudayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dwilogi karya Umar Kayam nilai kerelaan berbagi diwujudkan dalam berbagai relasi, baik relasi antaranggota keluarga maupun relasi sosial dari waktu ke waktu. Berbeda dengan nilai tersebut, nilai keberanian berbeda sulit diwujudkan dalam berbagai relasi, baik relasi antar anggota keluarga maupun relasi sosial. Kesulitan itu terjadi karena ada perbedaan kelas sosial, perbedaan orientasi dalam beragama Islam, perbedaan pandangan tentang kesempatan bagi wong cilik untuk mengenyam pendidikan, perbedaan agama, perbedaan orientasi politik di dalam dua novel tersebut. Namun, dalam hal perbedaan kelas sosial dan perbedaan agama tidak selamanya berani berbeda itu tidak bisa bersama. Abstract: This research aims to interpret how two elements of Javanese culture, those are a willingness to divisible and bravery to difference change from time to time. That effort has done with analyze Umar Kayam’s novel Para Priyayi and Jalan Men Kung. This reasearch uses Kayam’s concepts in the creative process. Besides that, is used the model of and model for concepts from Clifford Geertz in the interpretation of culture. The result of this research shows that in Kayam’s novel values of willingness to divisible shown in the relation between members of the family or social relationship, from time to time. Different from a willingness to divisible, values of bravery to difference difficult to show in relation between

  18. YURISPRUDENSI ISBAT NIKAH DALAM PASAL 7 KOMPILASI HUKUM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahmud Huda

    2014-04-01

    Full Text Available Pasal 7 KHI tidak memberikan definisi isbat nikah secara implisit melainkan hanya berupa ketentuan-ketentuan yang masih bersifat umum. Dengan adanya pasal ini akan memberikan peluang bagi pelaku nikah di bawah tangan atau nikah sirri> serta poligami liar untuk mendapatkan penetapan atas pernikahan yang telah dilakukan dari Pengadilan Agama. Sehingga pasal KHI ini perlu adanya pembatasan dalam penerapannya. Isbat nikah merupakan penetapan atas pernikahan yang dilakukan oleh suami-isteri. Dimana pernikahan yang dilakukan oleh para pihak telah memenuhi syarat dan rukun nikah. Hal ini dilakukan karena berkaitan dengan unsur keperdataan yang merupakan wewenang dari Pengadilan Agama. Dalam ketentuan pasal 7 KHI tentang isbat nikah terdapat kerancun dan ketidaktepatan. Sehingga pasal ini perlu adanya pembatasan dalam penerapannya agar tidak menimbulkan problem baru dalam masyarakat. Permohonan isbat nikah adalah perkawinan yang terjadi sebelum berlakunya UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, karena perkawinan yang terjadi setelah adanya Undang-undang perkawinan mengandung prinsip pencatatan perkawinan demi menjaga kemaslahatan keluarga.Article 7 KHI does not provide a definition marriage establishment  but only the common rules.  The presence of the chapter will provide opportunities for offenders to do unregistered marriage or sirri and wild polygamy to get the marriage establishment made by Religious Courts. Hence, this KHI chapter need to limit in the usage.   marriage establishment is a determination of the marriage performed by a husband and wife. It is performed by the couple husband and wife whose fulfilled the rule and requirement.  This must be done related to  the civil law which is the authority of the Islamic Court. It is important to understand that in the chapter 7 of KHI, there are ambiguity and inaccuracy. Therefore it is necessary to limit the usage to prevent the negative  implication in the society. Request of marriage

  19. INTERPRETATION OF SYIQAQAND ITS PROCEDURAL LAW AT RELIGIOUS COURT IN YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haniah Ilhami

    2014-06-01

    Full Text Available The objective of this research is to identify the interpretation of syiqaq as a legal reason in divorce lawsuit and its procedural law implemented by the Religious Courts in Yogyakarta. This is an empirical normative research, using the literature research method and field research through Focus Group Discussion (FGD. This research found that syiqaq is interpreted as a specific form of an endless quarrelling which caused danger for either husband or wife. In practice, judges combine procedural law in divorce lawsuit based on syiqaq into the procedural law in other legal reason. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interpretasi syiqaqsebagai alasan gugatan cerai oleh hakim dan praktek hukum acara penyelesaian perkara perceraian dengan alasan syiqaqyang diterapkan pada Pengadilan Agama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif empiris, menggunakan metode penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syiqaqdiinterpretasikan sebagai perselisihan dan percekcokan antara suami istri yang telah menimbulkan bahaya mengancam baik pada para pihak. Dalam prakteknya, hakim menggabungkan proses acara penyelesaian perkara perceraian dengan menggunakan alasan syiqaqke dalam proses beracara untuk perkara yang menggunakan alasan perselisihan terus menerus.

  20. PEMIKIRAN ISLAM PROGRESSIF: Dua Dekade Pemikiran dan Gerakan Jaringan Islam Liberal (JIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Ilyas Ismail

    2017-08-01

    Secara teologis, Islam adalah satu (tunggal dan mutlak benar. Namun, secara historis, setelah dicoba dihayati, dipahami, dan diterjemahkan dalam realitas kehidupan dalam dimensi ruang dan waktu, Islam tidak tunggal, tetapi beragam alias plural yang mewujud dan mengejawantah setidak-tidaknya dalam tiga aliran pemikiran, yaitu Islam tradisional, Islam revivalis (fundmentalisme, dan Islam liberal (progresif. Kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL mewakili pola pemikiran yang terakhir. Meski usianya relative muda, baru 10 tahun, JIL menjadi popular karena mengusung pemikiran-pemikiran baru yang sering memunculkan kontroversi dalam masyarakat. Pembaharus pemikiran yang diusung JIL menyangkut empat bidang. Pertama, pembaruan dalam bidang poiitik. Di sini, JIL mengedepankan gagasan sekularisme. Kedua, pembaruan dalam bidang social agama dan kemasyarakatan. Di sini, JIL mengusung ide atau konsep pluralisme. Ketiga, pembaruan dalam kebebasan individu. Dalam hal ini, JIL mengedepankan gagasan liberalism baik dalam berpikir maupun bertindak. Keempat, pembaruan dalam bidang perempuan. Di sini JIL mengusung ide kesetaraan gender. Pemikiran pembaharuan JIL ini mendapat pro dan kontra dalam masyarakat. Sebagian mencela dan mengecamnya, tetapi sebagian lagi memberi apresiasi dan mendukungnya.Dalam suasan semacam itu, JIL terus tumbuh sebagai pemikiran dan gerakan Islam progresif di Indonesia.

  1. Building Harmony and Peace through Religious Education SOCIAL PREJUDICE AND REBELIANCE BEHAVIOR OF STUDENTS IN MODERN ISLAMIC BOARDING SCHOOL GONTOR DARUSSALAM, EAST JAVA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reza Fahmi Haji Abdurrachim

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian ini berangkat dari fakta bahwa, pondok pesantren selalunya dikaitkan dan bahkan diidentikan dengan berbagai bentuk pemikiran ekstrim dan tindakan radikal atas nama agama. Sehingga banyak kalangan ditengah-tengah masyarakat yang memiliki prasangka sosial terhadap keberadaan pondok pesantren. Sungguhpun demikian penelitian ini bertuujuan melihat hubungan antara prasangka sosial dan prilaku memberontak dikalangan santri Pondok Pesantren Modern Gontor Darussalam (PMDG di Jawa Timur. Tiga teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1 Teori prasangka soosial. (2 Teori pemberontakan (khususnya dalam konteks remaja mengingat para santri umumnya tergolong dalam kategori remaja. Populasi penelitian ini sebanyak 2067 orang santri. Sungguh demikian sampel dalam penelitian ini sebanyak 335 orang. Adapun formula yang digunakan untuk mengukur besaran ukuran sampel adalah : n = N/1+e2. Penarikan sampel dilakukan menggunakan simple stratified random sampling. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan skala psikologi dan kuesioner serta studi dokumentasi. Semenatara teknik analisa data dengan menggunakan pearson correlation (product momment untuk melihat hubungan antara variabel. Hasil penelitian ini mendapati tidak adanya hubungan yang signifikan antara prasangka sosial dan prilaku memberontak dikalnagan para santri di ponpes PMDG. Hal ini dibuktikan melalui perolehan nilai r hitung = 0.328. dan t tabel = 1,64 serta p (value = 0.90 > 0.05.

  2. Determinan Kebahagiaan Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Puji Rahayu

    2016-08-01

      Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penentu kebahagiaan di Indonesia. Dengan menggunakan data antar ruang/silang tempat dari Indonesia Family Life Survey (IFLS wave 4, 2007, studi ini mengambil 17,650 pengamatan yang diestimasi menggunakan model Oprobit. Model Oprobit dipilih karena adanya variabel respon ordinal dan asumsi normal dalam distribusi kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan di Indonesia secara positif dipengaruhi oleh pendapatan, tingkat pendidikan, status kesehatan yang dirasakan dan modal sosial. Namun demikian, modal sosial yang berkaitan dengan agama dan etnis tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebahagiaan. Semua prediktor bersifat robust. Karakteristik demografi menginformasikan bahwa orang yang menikah, bukan kepala rumah tangga, tinggal di daerah perkotaan, berada di luar pulau Jawa-Bali dan dari suku Jawa lebih bahagia daripada yang lain. Riset ini juga menemukan bahwa tidak terdapat perbedaan dalam tingkat kebahagiaan antara pria dan wanita. Kemudian, hubungan antara kebahagiaan dan usia menunjukkan kurva yang berbentuk U. Terakhir, efek marjinal menunjukkan efek yang berbeda untuk setiap tingkat kebahagiaan karena perubahan unit variabel independen.

  3. PERISTIWA KOMUNIKASI DALAM PEMBENTUKAN KONSEP DIRI OTAKU ANIME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uliviana Restu

    2017-12-01

    Full Text Available Otaku anime adalah istilah untuk menyebutkan seseorang yang memiliki obsesi terhadap film animasi yang berasal dari negara Jepang. Sebagian besar waktu dan uang yang dimiliki oleh otaku anime dihabiskan hanya untuk menyaksikan film anime secara berkala. Fenomena otaku anime merambah berbagai kelompok masyarakat, dewasa dan juga remaja. Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan bagaimana otaku anime membangun identitasnya dalam masyarakat dengan kebudayaan yang establish di atas nilai dan norma agama seperti halnya kebiasaan di Indonesia.Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk menguraikan bagaimana mind dan self otaku anime terbentuk serta untuk memahami bagaimana society memaknai otaku anime. Penelitian ini menerapkan teori interaksi simbolik George Herbert Mead dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperlihatkan bagaimana otaku terbentuk melalui pengalaman pertama masa kanak-kanak, dan interaksi pertama dengan orang terdekat sebagai ingatan yang melekat pada diri subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman diri tersebut mendorong subjek untuk mencari komunitas yang akan membantunya untuk mengidentifikasi dirinya di tengah masyarakat yang establish, untuk menjamin kebebasannya dalam berimajinasi dan berinteraksi dengan tokoh anime favoritnya. Istilah otaku telah menjadi teks yang dikonsumsi secara bebas dan memberi makna baru bagi penggunanya untuk menemukan identitasnya dalam dunia sosial.

  4. AJARAN TAREKAT SYATTARIYYAH DALAM NASKAH RISĀLAH SHATTARIYYAH GRESIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahwan Fanani

    2012-12-01

    Tarekat (aliran sufi merupakan bagian penting dalam per­kembangan Islam di Indonesia. Missi Islam pertama di Nusantara dijalankan oleh para tokoh sufi. Kemampuan mereka untuk mendekati penguasa setempat memungkin­kan mereka untuk dapat menyebarkan agama Islam di keraja­an setempat. Tarekat memiliki jaringan internasional sehingga percepatan Islamisasi Indonesia di­dukung oleh jaringan yang dimiliki oleh para tokoh sufi tersebut. Per­kembangan ajaran sufi ber­jalan dengan sangat halus karena ajaran yang di­perkenal­kan mengandung unsur-unsur mistis yang telah dikenal oleh masyarakat setempat. Perkenalan Islam secara perlahan oleh para tokoh tarekat di berbagai tempat telah menjadikan persebaran Islam ber­jalan secara damai. Unsur-unsur mistis yang dibawa oleh para tokoh tarekat ini menciptakan harmoni antara Islam dengan budaya se­tempat. Tulisan ini membahas manuskrip Risalah Syatariyah Gresik. Pendekatan yang digunakan adalah filologi.

  5. The Influence of Parenting toward Religious Behavior and Study Result

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulisna Yulisna

    2017-06-01

    Full Text Available The aim of this article is to present the results of research concerning empirical description of the parenting and its influences on religious behavior and students’ study results in the subject of PAI (Pendidikan Agama Islam/Islamic Education. The research method used is qualitative and quantitative methods. The population of the research is all students and their parents in the fifth grade of elementary school in one group of Pulau Kijang, in Reteh Subdistrict, Indragiri Hilir, Riau. The sampling used the technique of cluster sampling for 80 students and 80 parents. The results of the research show that the parenting determines the height and low of students’ religious behavior and PAI study results. Students who have high and average religious behavior are educated by the parents having the authoritative parenting, while the students having low religious behavior are those who are educated by authoritarian, authoritative, permissive, authoritarian-authoritative combination, and authoritative-permissive combination parentings. Meanwhile, students who have the high study results are educated by the parents having the authoritative parenting, while the students whose study results are average are educated by the authoritarian, authoritative, permissive, authoritarian-authoritative combination, and authoritative-permissive combination parentings. 

  6. The Role of Sharia Judges in Indonesia: Between The Common Law and The Civil Law Systems

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfitri

    2017-12-01

    Full Text Available This article seeks to analyse the role of Religious Courts’ (Pengadilan Agama or PA Judges in the formation of Islamic law in Indonesia. As part of the civil legal system, PA Judges are bound by legal provisions in handling legal disputes in court. They must apply the applicable legal provisions to decide upon a case. This condition can also be understood from the aspect of appointment of judges in Indonesia, including PA Judges, which is conducted not through professional career path as in the common law system. Thus, they are appointed from a new graduate of law/sharia faculty and then trained, inter alia, to apply and/or interpret applicable laws (legislation; and not to make the law itself. However, on the basis of secondary data analysis, studies on the ijtihad of PA Judges reveal that they are no longer only fixated on the provisions of statutes in deciding cases. They also make laws, cases in point are the Compilation of Islamic Law (KHI and the Compilation of Sharia Economic Law (KHES, do ijtihad on the books of fiqh which became the basis for the drafting of Islamic legislation in Indonesia. Some of them even do direct ijtihad from Sharia sources, namely the Qur'an and Hadith. This condition is arguably more in accordance with the character of judges (qadis in Islamic history which on a certain level similar to the role of judges in common law system.

  7. Causal Analysis of Religious Violence, a Structural Equation Modeling Approach

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Munajat

    2015-12-01

    [Penelitian ini berusaha mengkaji sebab kekerasan keagamaan dengan menggunakan pendekatan Model Persamaan Struktur (SEM. Penelitian kuantitatif terdahulu dalam bidang gerakan sosial dan kekerasan politik menunjukkan bahwa setidaknya ada tiga faktor yang diduga kuat menjadi penyebab kekerasan kolektif, seperti kekerasan agama, yaitu: 1 semakin fundamentalis seseorang, maka ia akan semakin cenderung menyetujui pernggunaan cara kekerasan, 2 semakin rendah kepercayaan seseorang terhadap pemerintah, maka ia akan semakin menyetujui penggunaan kekerasan, 3 berbeda dengan pendapat ke-dua, hanya orang yang rendah kepercayaanya kepada pemerintah, namun mempunyai semangat politik tinggi, yang akan menyetujui penggunaan cara-cara kekerasan. Berdasarkan pada data yang diambil dari 343 responden dari para aktivis, Front Pembela Islam, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, penelitian ini mengkonfirmasi bahwa semakin fundamentalis seseorang, maka ia akan semakin cenderung menyetujui kekerasan, terlepas dari afiliasi organisasi mereka. Namun demikian, penelitian ini tidak mendukung hubungan antara kepercayaan terhadap pemerintah dan kekerasan. Demikian juga, hubungan antara kekerasan dan interaksi antara kepercayaan pemerintah dan semangat politik tidak dapat dibuktikan dari data dalam penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa fundamentalisme, sebagai salah satu bentuk keagamaan, merupakan faktor yang sangat penting dalam menjelaskan kekerasan keagamaan.

  8. KAWIN PAKSA DALAM PANDANGAN KIAI KRAPYAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Kurniawan

    2017-03-01

    [Tulisan-tulisan yang membahas tentang kawin paksa menandakan bahwa praktek atau pelaksanaan perkawinan paksa masih masif di kalangan masyarakat. Fenomena kawin paksa menjadi ritus dengan menggunakan hujah agama. Kawin paksa dalam fiqh dikenal dengan istilah hak ijbār.  Kawin paksa bisa jadi manifestasi dari hak ijba̅r apabila terpenuhi syarat-syarat dalam menentukan ijba̅r, dan apabila tidak sesuai dengan konsep tersebut maka kawin paksa diposisikan sebagai ikrah. Tulisan ini khusus membahas tentang kawin paksa dalam perspektif Kiai Krapyak. Pandangan Kiai-kiai Krapyak terhadap kawin paksa mempunyai pandangan yang berbeda secara literal. Akan tetapi secara esensial pandangan para Kiai Krapyak cenderung sama. Mereka sepakat bahwa kawin paksa sebisa mungkin untuk dihindari, meskipun dalam prakteknya kawin paksa merupakan akad yang sah. Hukum Islam tidak membenarkan adanya kawin paksa yang berkonotasi ikrah, kendatipun mayoritas mazhab fiqh sepakat adanya hak ijbār. Mayoritas mazhab fiqh sepakat adanya hak tersebut dengan perspektif yang berbeda antara mazhab satu dengan mazhab yang lain. Hukum positif menyebutkan persetujuan kedua pasangan sebagai suatu keharusan, maka secara otomatis tidak ada kompromi terhadap kebolehan  pelaksanaan kawin paksa.

  9. Feminisme sebagai Diskursus Pandangan Hidup

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdullah Muslich Rizal Maulana

    2014-09-01

    Full Text Available Dalam perspektif Barat Postmodern, wacana-wacana yang menjadi produk pemikiran senantiasa bernuansakan relativism, equality, nihilism, dan reconstruction. Produk-produk pemikiran ini, tidak bisa dilepaskan dari pandangan hidup Barat yang profan, terbentuk selama sekian ratus tahun pengalaman teologis, sosiologis, dan historis Barat. Pandangan hidup inilah yang hari ini –era Barat Postmodern- menjadi pijakan Barat untuk memberikan tanggapan-tanggapan atas fenomena yang ada di Barat, termasuk feminisme dan gender. Islam, sebagai sebuah Agama dan Ideologi secara konseptual tentunya juga telah membentuk konsep pandangan hidup yang diproyeksikan oleh nash berupa al-Qur’an dan al-Hadis. Kedua sumber primer dalam Islam inilah yang diderivasi daripadanya konsep-konsep tentang Tuhan, Alam, Ilmu, Akal, Jiwa, dan lain sebagainya sebagai spektrum yang mengatur sudut pandang Umat Islam dalam melakukan segala hal. Kaitannya di sini, Pandangan hidup Islam diperlukan guna mengamati, menganalisa, hingga tahap mengkritisi wacana feminisme dan gender yang merupakan produk pandangan hidup Barat. Pandangan hidup Islam dituntut untuk memberikan pandangan-pandangan dan tanggapan yang proporsional terhadap produk Pandangan Hidup Barat yang memiliki perbedaan secara konseptual dengan pandangan hidup Islam.

  10. KONTRIBUSI GURU PAI DALAM PEMBINAAN ETIKA BERPAKAIAN ISLAMI SISWA SMAN KOTA SABANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mujiburrahman Mujiburrahman

    2015-02-01

    Full Text Available Coaching Islamic dress is one of the tasks that must be implemented by Islamic education knowledge (Pendidikan Agama Islam/PAI teachers, both in school and out of school. Contribution PAI teachers are expected to have relevance to the role of educators in Islam, so that the teacher's role in fostering ethical PAI Islamic dress can give a good change to students. This research was conducted at SMAN Sabang, which is considered representative for the study, because students and teachers are very homogeneous, tribes, nations and religions. This research is a qualitative research with method of collecting data through interviews, observation and document study. The researcher found that 1 Ethics dress that is set the school has met the criteria of Islamic dress code; but students’ practicing islamic dress both in school and out of school is less than perfect. 2 the contribution of PAI teachers in coaching dress code is good. 3 In coaching, PAI teachers have enabling and inhibiting factors, so that there are students who still dress out of school environment do not meet the criteria of Islamic dress.

  11. Pengaruh Islam terhadap Perkembangan Budaya Jawa: tembang Macapat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asmaun Sahlan, Mulyono

    2012-12-01

    Full Text Available Islam came to Indonesia since the seventh century AD has a major influence on the transformation of the local culture. From cultures that were previously heavily influenced by Hinduism is primarily based on two major books from India, the Ramayana and the Mahabharata to the new culture that is influenced by Islamic values. One form of cultural transformation in the field of Javanese literature is the birth of the tembang macapat (song of macapat. Tembang macapat is a form of transformation from Javanese literature of the form kakawin literary dan kidung (ancient Javanese song became a form of Java new song (gending. During its development, macapat song contains a lot of Islamic values so utilized by teachers, preachers, religious scholars and Ulama’ to the means of education and transformation of Islamic values.   Islam datang ke Indonesia sejak abad ke tujuh Masehi memiliki pengaruh besar terhadap transformasi budaya setempat. Dari kebudayaan yang sebelumnya banyak dipengaruhi oleh agama Hindu terutama didasarkan pada dua karya besar dari India yaitu Ramayana dan Mahabharata menuju kepada kebudayaan baru yang dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam. Salah satu bentuk transformasi kebudayaan dalam  bidang sastra Jawa adalah lahirnya tembang macapat. Tembang macapat merupakan bentuk transformasi sastra Jawa dari bentuk kakawin dan kidung menjadi sastra puisi yang berupa lagu/gending. Dalam perkembangannya, tembang macapat banyak mengandung nilai-nilai Islam sehingga dimanfaatkan oleh para guru, mubaligh, kyai maupun ulama’ untuk sarana pendidikan dan dakwah nilai-nilai Islam.

  12. MENGURAI KEBINGUNGAN (REFLEKSI TERHADAP KESEMRAWUTAN KONSEP DAKWAH ISLAM DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kholil Lur Rochman

    2017-01-01

    Full Text Available There are two main problems destroying and paralyzing the existence of da’wah in the present time. The first is the weakness of epistemological study that makes dak’wah is meant as just a routine, temporal, and instant activity, which is strengthened with the doctrine that performing da’wah activity is God’s order. The second is the dominant interpretation that da’wah is an oral communication that flowered with jokes and satires. For that reason, there are some steps to be appropriately done to give a new direction in reconstructing da’wah (Islamic preaching in Indonesia. The steps are: 1 to change exclusive discourse of religiosity to an inclusive one; 2 the admission of plurality in religion; 3 actualizing empowerment da’wah; and 4 inter-religion dialogues, as an orientation of future da’wah.   Ada dua masalah dasar yang menggerogoti dan melumpuhkan eksistensi dakwah dewasa ini yaitu lemahnya kajian epistemologi sehingga dakwah hanya dimaknai sebagai rutinitas, temporal dan instan yang dikuatkan dengan argumen bahwa berdakwah adalah perintah Tuhan dan dominasi pemahaman bahwa dakwah adalah oral comunication yang mementingkan banyolanbanyolan garing dan satir. Untuk itu, ada beberapa langkah yang harus digarap secara tepat untuk memberikan arah baru dalam melakukan proses rekonstruksi dakwah Islam di Indonesia. Langkah tersebut adalah pertama, mengubah wacana eksklusif tentang cara keberagamaan menuju wacana inklusif, kedua, pengakuan adanya pluralitas dalam beragama, ketiga, membumikan dakwah pemberdayaan, dan yang keempat, adalah upaya dialog antar agama, sebagai orientasi dakwah masa depan.

  13. PEMBIAYAAN PENDIDIKAN MADRASAH (Studi Kasus pada MI Arrosidiyah Sumberagung Rejotangan Tulungagung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suprihno Suprihno

    2016-06-01

    Full Text Available Funding is one of necessary inputs in education; it is necessary in order to implement all policies and programs to achieve the goals of the school and the quality of education. Madrasah as Islamic education institutions provide a major contribution of education in Indonesia, but not all Islamic school gets adequate education costs from the government. This study aims to determine how education funding of Islamic education in the MI Arrosidiyah Sumberagung Rejotangan Tulungagung. This study used a qualitative approach. The study was conducted through the source data from informants and documents, through data collection techniques such as observation, interviews, and documentation, as well as using data analysis techniques of data reduction, data presentation, and verification. The results showed (1 Budgeting education plan in Madrasah RKAM, needs 2014 budget of 84.22 million rupiahs sourced from the BOS funds 71.92 million rupiahs, BPPDGS, 10.8 million rupiahs, and the public donation of 1.5 million rupiahs. (2 use of budgeting the biggest MI Arrosidiyah used for teacher salaries amounted to 63.60%, next to school facilities by 10.41%, and the smallest funding to increase the competence of teachers by 2.98%. The unit cost 338,870.98 rupiahs while the amount of student unit, cost per hour; 273.85 Rupiahs. (3 Accountable education funding is transparent to the school committee, fundraising and teachers, and to Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung.

  14. Fungsi Bangunan Dokwi Vam dan Kembu Vam Bagi Suku Yali dalam Novel Penguasa-penguasa Bumi Karya Don Richardson

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ummu Fatimah Ria Lestari

    2016-04-01

    Full Text Available This study discusses the function of the building of Dokwi Vam and Kembu Vam contained in the novel-Sovereign Ruler of the Earth works Don Richardson. In general, this novel tells the story of the life of Stan Dale and Yali tribe. Stan Dale is a missionary who served in Papua. He struggled to introduce Christianity to the Yali tribe. This study uses the description of the technical literature. This research resulted in a description of the function of the building of Dokwi Vam and Kembu Vam contained in the novel Lord of-Ruler of the Earth works Don Richardson. Dokwi Vam used as a museum (where the old stuff to worship as they still follow animism, while the Kembu Vam serves as a temple / animism worship in Yali tribe. Penelitian ini membahas tentang fungsi bangunan Dokwi Vam dan Kembu Vam yang terdapat dalam novel Penguasa-Penguasa Bumi karya Don Richardson. Secara umum, novel ini bercerita tentang kehidupan Stan Dale dan suku Yali. Stan Dale adalah seorang missionaris yang melayani di Tanah Papua. Ia berjuang untuk memperkenalkan agama Nasrani kepada suku Yali. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan teknik studi pustaka. Penelitian ini menghasilkan deskripsi tentang fungsi bangunan Dokwi Vam dan Kembu Vam yang terdapat dalam novel Penguasa-Penguasa Bumi karya Don Richardson. Dokwi Vam digunakan sebagai museum (tempat barang-barang kuno untuk penyembahan karena mereka masih menganut kepercayaan animisme, sedangkan Kembu Vam berfungsi sebagai rumah peribadatan/penyembahan dalam kepercayaan animisme suku Yali.

  15. Long Life Education_Belajar Tanpa Batas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arba’iyah Yusuf

    2012-02-01

    Full Text Available Pendidikan adalah proses ynag mengandung spirit untuk membawa peserta didik menuju pada sebuah harapan. Hal ini bisa dipahami karena manusia memiliki keinginan-keinginan untuk menjadi baik dan maju dalam berbagai aspek kehidupan. Sehingga pada tataran praktis pendidikan betul-betul dibutuhkan dengan kenyataan bahwa pendidikan adalah proses yang paling efektif untuk terpenuhinya kebutuhan tersebut. John Dewey sebagai tokoh pendidikan dari Barat menawarkan konsep pendidikan yang tidak mengenal kata “terlambat”, “terlalu tua”, atau “terlalu dini” untuk memulainya. Menurutnya; “Educational process has no end beyond it self in its own and end”. Konsep serupa dikenal kemudian dengan istilah life long education atau pendidikan seumur hidup. Islam sebagai agama terakhir yang paling sempurna memiliki ajaran bahwa kehidupan manusia berlangsung pada dua dimensi: dimensi dunia dan dimensi akhirat. Dari pola hidup yang sedemikian luasnya, dengan pasti, Islam menawarkan pendidikan yang berlangsung tanpa batas dimana secara rinci dan praktis konsep tersebut digali untuk selanjutnya bisa diterapkan dengan dasar yang jelas. Secara singkat dapat dikatakan : Islam sesungguhnya, menjelaskan bahwa pendidikan berlangsung sejak ruh ditiupkan ke jasad dan berakhir sampai masa berusaha di dunia usai. Hal ini artinya bahwa proses pendidikan pada generasi selanjutnya dimulai sejak calon orang tua memilih pasangan hidup. Konsep serupa manjadi salah satu landasan penting kenapa pendidikan harus berlangsung seumur hidup disamping bahwa laju perubahan mengharuskan manusia tetap menjalani proses pendidikan dengan harapan menjadi manusia ideal pada dimensi dunia dan bahagia di akhirat.

  16. UNITY OF SCIENCES ACCORDING TO AL-GHAZALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Muhaya

    2015-12-01

    Dikhotomi ilmu pengetahuan mengakinatkan efek positif dan negatif bagi per­kembangan peradaban, seperti kemiskinankolonialisme ekonomi, dan de­humani­sasi. Oleh karena itu kesatuan ilmu menarik dan penting untuk didiskusikan untuk pengembangan peradaban yang baru dan sejahtera. Tulisan ini membahas tentang kesatuan ilmu menurut Imam al-Ghazali (w. 1111 serta arti pentingnya bagi kehidupan manusia. Menurut Ghazali ilmu harus disatukan dalam suatu kesatuan; seperti halnya tiga sudut dalam sebuah segitiga. Dari perspektif ontologi, pengetahuan berasal dari Tuhan dan tidak dapat dipisahkan dari Tuhan, sehingga semua ilmu. Secara epistemologi, hakikat ilmu adalah cahaya yang berasal dari cahaya Tuhan. Ilmu dapat diperoleh dengan mengoptimalkan fungsi akal serta melalui wahyu atau inspirasi. Validitas ilmu tergantung pada cara serta sumber yang digunakan untuk memperolehnya. Untuk merealisasikan konsep kesatuan ilmu dibutuhkan kerja keras, kesabaran, dan proses yang bertahap; yaitu perlakuan sama terhadap ilmu pengetahuan dan ilmu agama, dialog, integrasi dan interkoneksi antara ilmu dan akhirnya adalah kesatuan ilmu.

  17. KAJIAN PERILAKU MASYARAKAT MEMBUANG SAMPAH DI BANTARAN SUNGAI MARTAPURA TERHADAP LINGKUNGAN PERAIRAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liana Penny

    2016-10-01

    Full Text Available Pergeseran fungsi sungai terjadi di Sungai Martapura. Masyarakat di pinggiran Sungai Martapura menggunakan sungai untuk mandi, mencuci, minum, memasak, tempat untuk buang air kecil dan buang air besar (BAB serta tempat pembuangan sampah. Hal ini tentu saja mempengaruhi kualitas air Sungai Martapura. Tingkat perilaku masyarakat di desa/kelurahan yang terletak di bantaran Sungai Martapura diperoleh skor rata-rata 9,40 termasuk dalam kategori “sedang”, berarti akumulasi perilaku masyarakat dari skor pengetahuan, sikap dan tindakan diperoleh persentase 40% - 75%. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut dari tertinggi sampai terendah adalah Kepercayaan dan Kesiapan Mental, Faktor Pencetus, Latar Belakang dan Sarana. Hasil Uji Kualitas Air menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas air Sungai Martapura pada hulu dan hilir sungai. Hal ini disebabkan karena aktivitas masyarakat di sepanjang Bantaran Sungai Martapura. Berdasarkan parameter H’ dan DO air Sungai Martapura berada pada kondisi tercemar ringan dan berdasarkan parameter warna, bau, rasa, pH dan TSS air Sungai Martapura tergolong dalam kriteria air bersih. Untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat terutama di Bantaran Sungai Martapura perlu peningkatan perilaku masyarakat yaitu mengubah dari perilaku sedang menjadi perilaku yang baik melalui pendekatan tokoh agama dan tokoh adat. Peran serta masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat mulai dari lingkungan terkecil yaitu dengan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat. Keuntungan pengelolaan sampah tersebut dapat berupa keuntungan ekonomi dan keuntungan non ekonomi berupa lingkungan yang bersih dan sehat.

  18. Islamic approach in counseling.

    Science.gov (United States)

    Hanin Hamjah, Salasiah; Mat Akhir, Noor Shakirah

    2014-02-01

    A religious approach is one of the matters emphasized in counseling today. Many researchers find that there is a need to apply the religious element in counseling because religion is important in a client's life. The purpose of this research is to identify aspects of the Islamic approach applied in counseling clients by counselors at Pusat Kaunseling Majlis Agama Islam Negeri Sembilan (PKMAINS). In addition, this research also analyses the Islamic approach applied in counseling at PKMAINS with reference to al-Quran and al-Sunnah. This is a qualitative research in the form of case study at PKMAINS. The main method used in this research is interview. The research instrument used is interview protocol. The respondents in this study include 9 counselors who serve in one of the counseling centers in Malaysia. This study also uses questionnaire as an additional instrument, distributed to 36 clients who receive counseling service at the center. The findings of the study show that the Islamic approach applied in counseling at PKMAINS may be categorized into three main aspects: aqidah (faith), ibadah (worship/ultimate devotion and love for God) and akhlaq (moral conduct). Findings also show that the counseling in these aspects is in line with Islamic teachings as contained in al-Quran and al-Sunnah.

  19. Improving creative thinking skills and scientific attitude through inquiry-based learning in basic biology lecture toward student of biology education

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Sandika

    2018-03-01

    Full Text Available Inquiry-based learning is one of the learning methods which can provide an active and authentic scientific learning process in order students are able to improve the creative thinking skills and scientific attitude. This study aims at improving creative thinking skills and scientific attitude through inquiry-based learning in basic biology lecture toward students of biology education at the Institut Agama Islam Negeri (IAIN Jember, Indonesia. This study is included in a descriptive quantitative research. The research focused on the topic of cell transport which was taught toward 25 students of Biology 2 class from 2017 academic year of Biology Education Department at the IAIN Jember. The learning process was conducted in two meetings in November 2017. The enhancement of students' creative thinking skills was determined by one group pre-test and post-test research design using test instrument meanwhile the scientific attitude focused on curiosity and objectivity were observed using the non-test instrument. Research result showed that students' creative thinking skills enhanced highly and students' scientific attitude improved excellently through inquiry-based learning in basic biology lecture.

  20. EKSISTENSI HUKUM DELIK ADAT DALAM PERSPEKTIF PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA DI MALUKU TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reimon Supusesa

    2012-07-01

    Full Text Available This research studies the Sasi traditional value in the Maluku Tengah adat community and investigates its possible role in reshaping and renewing Indonesian national criminal law. Sasi is a collection of regulation that is formed by member of adat community. Failure to comply with sasi would be punished according to the relevant sasi regulations. The drafting of a new national penal code that extend the punishable offense to include those regulated by adat and religious law as long as positive law has not regulated the offense is expected to serve the society’s legal awareness. Studi ini mengangkat nilai-nilai tradisional Adat Sasi yang hidup dalam masyarakat adat Maluku Tengah sebagai salah satu bahan hukum dalam upaya pembentukan dan pembaharuan hukum pidana nasional. Sasi adalah suatu aturan yang disepakati bersama oleh anggota masyarakat adat untuk ditaati bersama, apabila dilanggar maka akan memperoleh sanksi atau hukuman sesuai dengan peraturan-peraturan sasi yang telah disepakati. Pembentukan RUU KUHP nasional yang memperluas dasar patut dipidananya suatu perbuatan ke ranah nilai-nilai hukum adat dan agama sepanjang perbuatan tersebut belum diatur dalam undang-undang diharapkan dapat selaras dengan kesadaran hukum masyarakat.

  1. KAWASAN ASRAMA HAJI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ISLAM DI MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Rahayu

    2017-12-01

    Full Text Available Abstrak_ Kawasan  Asrama  Haji  Makassar  merupakan  kompleks  kegiatan  keagamaan  di  mana  di  tempat  ini adalah tempat embarkasi dan debarkasi bagi para calon haji sebelum di berangkatkan ke tanah suci, selain itu kawasan asrama haji ini terbuka untuk masyarakat umum baik untuk kegiatan pelatihan maupun kegiatan wisata religi. Dimana didalamnya terdapat kegiatan pendidikan berbasis agama islam. Sedangkan konsep perancangan bentuk bangunan pada kawasan asrama haji Makassar.akan dibuat nantinya berdasarkan dari transformasi sebuah bentuk dasar persegi yang akan diolah sesederhana mungkin. Hal ini dimaksud untuk menguatkan aspek kesederhanaan yang ada pada tema. Kata Kunci: Kawasan Asrama Haji, Makassar Abstract_ Asrama Haji Makassar is a complex of religious activities where in this place is a place of embarkation and debarkation for the prospective hajj before departing to the holy land, on other hand, this area is opened to the general public both for training activities and religious tourism activities. Where in it there are activities based on Islamic religious education. While the concept of designing the form of buildings on the Asrama Haji of Makassar,Itself will be made later based on the transformation of a square base shape that  be processed as simply as possible. This is intended to strengthen the simplicity aspects of the theme. Keywords: Asrama Haji Area ; Makassar

  2. PEMIKIRAN DAN PERGERAKAN PAN ISLAMISME DI INDONESIA PADA AWAL ABAD KE-20

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Somad

    2015-11-01

    Full Text Available Tulisan ini mengambil topik tentang wacana pemikiran dan gerakan Pan Islamisme di Indonesia pada perempat pertama abad ke-20. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana konsepsi Pan Islamisme menurut kaum muslim Indonesia dan bagaimana bentuk aksi-aksi Pan Islamisme yang pernah mereka lakukan, baik dalam negeri maupun di luar negeri.Metode yang dipakai dalam penulisan tulisan ini adalah metode sejarah. Metode ini meliputi empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Pemikiran dan gerakan Pan Islamisme di Indonesia dilandasi oleh kesadaran kaum muslim untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam. Di dalam negeri, keinginan itu diupayakan dalam Kongres Al-Islam Hindia Timur. Dalam kongres ini berkumpul sejumlah organisasi massa Islam. Mereka melakukan dialog keagamaan guna mencari akar-akar persamaan di antara mereka, dan memahami perbedaan masing-masing dalam soal-soal agama yang bersifat cabang. Sementara itu, di luar negeri, kaum muslim Indonesia merasa perlu melibatkan diri dalam pergerakan khilafah dan persoalan tanah suci Makkah-Madinah yang dibicarakan pada tahun 1926 lewat Kongres Islam Sedunia yang di selenggarakan di Timur Tengah. Keterlibatan mereka dalam persoalan-persoalan Dunia Islam ini sebagai bagian dari usaha kaum muslim Indonesia untuk turut aktif dalam mempersatukan umat Islam sedunia.

  3. Psikoanalisa Islam, Menggali Struktur Psikis Manusia dalam Perspektif Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lalu Heri Afrizal

    2014-09-01

    Full Text Available Pengaruh Teori Psikoanalisa Sigmund Freud dalam kajian psikologi modern cukup dominan mewarnai ilmu pengetahuan secara umum yang berbicara tentang manusia, seperti kedokteran, filsafat, agama, seni, sastra, antropologi, maupun politik. Padahal teori-teori Freud tentang konsep manusia, yang menjadi basis utama dalam mengkaji prilaku dan kejiwaan manusia, sangat dipengaruhi oleh doktrin ateisme yang dianutnya. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Sebab, ketika psikologi semacam ini diajarkan dan diyakini oleh umat Islam yang belum sadar terhadap paradigma psikologi modern, maka akan menjadi masalah. Padahal doktrin-doktrin di dalamnya sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Sementara itu, kajian-kajian ilmuwan Muslim kontemporer mengenai hal ini belum banyak mewarnai. Oleh karena itu,sangat diperlukan kajian mendalam mengenai ilmu psikologi yang berbasis pandangan hidup Islam, sehingga ditemukan konsep manusia yang utuh dan islami. Tulisan ini mencoba mengkaji permasalahan psikologi melalui kajian tematis-analitis terhadap teks-teks al-Qur’an dan al-Hadits. Sebagai perbandingan, kajian dimulai dengan mengungkap konsep manusia menurut Psikoanalisa Sigmund Freud, kemudian disusul pembahasan tentang struktur psikis manusia menurut Islam.

  4. CHARACTER EDUCATION MODEL BASED ON EDUCATION IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novrian Satria Perdana

    2015-10-01

      Abstrak, Berbagai upaya untuk menjadikan pendidikan lebih mempunyai makna bagi individu yang menyentuh tataran afektif telah dilakukan melalui mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan IPS, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Jasmani. Namun demikian upaya-upaya tersebut ternyata belum mampu mewadahi pengembangan karakter secara dinamis dan adaptif terhadap perubahan jaman yang sangat cepat. Permasalahan gagalnya pendidikan formal di sekolah dalam membentuk karakter siswa sangat perlu diantisipasi, sehingga perlu dikembangkan suatu model pembelajaran dan system pendidikan yang dapat digunakan untuk membentuk karakter siswa. Permasalahan pendidikan di sekolah yang belum dapat membentuk karakter siswa dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya factor manajemen sekolah, guru, dan model pembelajaran. Untuk memperoleh model pembelajaran yang cocok, telah dilakukan penelitian tentang best practices pendidikan karakter di beberapa pesantren yang berada di propinsi Sumatera Utara, propinsi Nangroe Aceh Darussalam, propinsi Sumatera Barat, propinsi Riau, propinsi Jambi, dan propinsi Sumatera Selatan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua tehnik yang lazim digunakan dalam penelitian dalam penelitian kualitatif, yaitu; observasi dan wawancara mendalam. Ditemukan bahwa pesantren salafiyah lebih mengutamakan keteladanan ustadz, sedangkan pesantren modern menerapkan aturan yang ketat untuk menumbuhkan sikap disiplin dan tanggungjawab. Pesantren menumbuhkan atribut karakter saling tolong menolong, ihklas mengabdi, kesederhanaan, dan kemandirian. Kebijakan yang dapat diambil berdasarkan hasil penelitian ini adalah menerapkan pendidikan karakter secara holistic melalui program sekolah yang harus dipahami dan dipatuhi oleh semua unsur pendidik dan peserta didik.  Untuk itu, lembaga pendidikan seharusnya menetapkan misi yang eksplisit terkait pengembangan karakter siswa.   Kata Kunci: pendidikan karakter, model

  5. SPRITUAL ENTREPRENEUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aminatuz Zahroh

    2015-01-01

    Full Text Available Konsep bisnis berbasis spiritual harus segera diterapkan dalam bisnis. Gede prama, seorang pakar manajemen, pernah mengatakan, ”kalau perusahaan ingin sustainable (bertahan dan berumur panjang, dia harus menganut nilai-nilai spiritual. Dengan begitu, integritasnya akan teruji dan dipercaya oleh mitra bisnisnya”. Bisnis dengan tetap menjaga nilai-nilai etika, bukan sesuatu yang tidak mungkin. Sebab, berdasarkan fakta, banyak perusahaan-perusahaan yang hancur karena tidak menjaga etika dalam berbisnis. Salah satunya adalah perusahaan energi ENRON yang didirikan di AS tahun 1985. perusahaan tersebut bangkrut karena skandal keuangan. Akibatnya, nilai sahamnya jatuh dari $95 menjadi 45 sen. Bahkan, 20 ribu orang karyawannya kehilangan dana simpanan pensiun. Sebagian pengamat menyatakan bahwa hal ini bahkan dianggap telah membawa implikasi politik dan ekonomi yang lebih luas ketimbang tragedi WTC. Sebagai konsekuensi pentingnya kegiatan wirausaha, Islam menekankan pentingnya pembangunan dan penegakkan budaya kewirausahaan dalam kehidupan setiap muslim. Budaya kewirausahaan muslim itu bersifat manusiawi dan religius, berbeda dengan budaya profesi lainnya yang tidak menjadikan pertimbangan agama sebagai landasan kerjanya.

  6. Prevalence of Salmonella spp., in mesenteric pig’s ganglia at Colombian benefit plants

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Carlos Ayala-Romero

    2018-01-01

    Full Text Available Objective. To determine the prevalence of Salmonella spp., in pigs mesenteric ganglion, from different regions of Colombia. Materials and Methods. A stratified sampling by proportional fixation was carried out at benefit plants of each of the 13 participating departments, whose pork production volume is representative at national level. Sampling was performed during five months, for a total of 457 samples analyzed. Salmonella spp., identification was performed by the MDS Molecular System, later isolates were confirmed in Maldi-TOF MS. Antimicrobial susceptibility of the isolates was determined using the B1016-180 panel and statistical analysis was performed in Whonet 2016, some of the multi-resistant isolates were them serotyped by Kauffman-White method. Results. National prevalence was 28.2%, with the presence of S. Typhimurium, S. Agama, S. London, S. Agona, S. Haifa and S. 1,4,12: i: -. Resistance to antibiotics frequently used in human (23.6% Trimethoprim/Sulfamethoxazole, 2.7% Cefotaxime (CTX, 11.8% Ampicillin (AMP and 1.8% Ciprofloxacin was found. Conclusion. The prevalence of Salmonella in mesenteric ganglia was 28.2%, being the Huila region the one with the highest prevalence, recovering atypical serotypes such as S. London and S. Haifa.

  7. Pemanfaatan Media Pembelajaran Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Pada Siswa Kelas V SDN Kalianget Timur X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ernawati Ernawati

    2014-08-01

    Full Text Available Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi/ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal maupun non verbal.Dalam pembelajaran PAI, agar bahan pelajaran yang diberikan lebih mudah dipahami oleh siswa, diperlukan media yang membantu proses penyampaian tersebut.Melalui media (alat bantu, diharapkan akan terjadi persepsi yang sama antara guru dan siswa. Apalagi Pendidikan Agama Islam yakni pendidikan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, terutama dalam mencapai ketentraman bathin dan kesehatan mental padaumumnya.Media CD ini bisa digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PAI, khususnya pada materi “menceritakan kisah-kisah Nabi”.Melalui film tentang kisah Nabi yang ada dalam kaset CD, tentunya siswa akan lebih mudah memahami dan lebih mengasyikkan untuk digunakan sebagai sarana belajar daripada menggunakan buku ajar biasa yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Tujuan yang ingin dicapai melaluipenelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan media CD dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran PAI materi menceritakan kisah Nabi di kelas V SDN Kalianget Timur X.Berdasarkan hasil yang diperoleh dari siklus I sampai II, pemanfaatan media pembelajaran CD pada materi menceritakan kisah Nabi terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar baik secara kelompok maupun secara individu. Pemanfaatan media pembelajaran CDjuga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa yang meliputi keaktifan, kerjasama, keberanian, kedisiplinan, serta ketelitian siswa.

  8. HAJI DAN KEGAIRAHAN EKONOMI:Menguak Makna Ibadah Haji Bagi Pedagang Muslim di Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Sulthoni

    2013-05-01

    Full Text Available Haji adalah ibadah eksklusif dan unik. Sekarang eksklusif karena tidak semua umat Islam tidak perlu itu. Ini ritual hanya dilakukan oleh mereka yang memiliki kemampuan fisik, persyaratan psikologis, dan keuangan untuk menjalankannya. Haji ritual adalah unik karena sering melampaui normatif batas. Fenomena ziarah draper di Pasar Beringharjo yang merupakan subjek penelitian ini jelas menunjukkan hal ini. Para pedagang menyisihkan sebagian dari hati keuntungan perdagangan berrela diperoleh setiap hari, mengumpulkan sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama, dan setelah dikumpulkan relatif besar adalah tidak digunakan untuk memperluas bisnis seperti biasa oleh pedagang, namun "menghabiskan" untuk melakukan haji. Studi ini menemukan dasar pedagang rasionalisasi di Pasar Beringharjo yang dapat ditelusuri dari tiga aspek, yaitu makna dari ibadah haji, penggunaan peziarah simbol, dan penggunaan simbol-simbol ini di kegiatan perdagangan mereka. Pertama, makna haji memiliki setidaknya empat arti yang berbeda, yaitu: (a makna normatif, (b haji adalah jaminan untuk doa yang dijawab, (c Haji adalah simbol status sosial dan budaya yang tinggi, (d simbol Haji adalah jaminan kepercayaan kepada pembeli. Kedua, penciptaan aspek simbolis dari peziarah di Pasar Beringharjo pedagang termotivasi oleh tiga hal, yaitu budaya, sosial, dan latar belakang ekonomi. Ketiga, pelebaran, dan pergeseran memperluas makna haji yang dipengaruhi oleh latar belakang agama, pandangan dunia sebagai orang Jawa, dan yang posisi sebagai pedagang.

  9. Brugia timori INFECTION IN LEKEBAI, FLORES: clinical aspects

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arbain Joesoef

    2012-09-01

    Full Text Available Pengamatan filariasis pada penduduk Nualolo-Lekebai, Pulau Flores telah dilakukan pada bulan Februari 1975. Kampung Nualolo-Lekebai berpenduduk 680 jiwa, pekerjaan bertani dan menganut agama Nasrani. Kebiasaan hidup di antara penduduk di daerah ini adalah menyerahkan pelaksanaan pekerjaan berat pada kaum wanita, baik di rumah ataupun di kebun. Dalam perjalanan jauh baik ke kebun atau ke pasar, kaum wanitanya selalu berjalan kaki sedangkan kaum prianya menunggang kuda. Sejumlah 80% dari penduduk kampung ini telah diperiksa terhadap infeksi parasit filaria dan terhadap gejala filariasis. Dari hasil yang ditemukan ternyata penduduk kampung ini menderita infeksi Brugia timori dengan angka derajat infeksi sebesar 7.0% dan angka derajat elephantiasis sebesar 10.3%. Hal yang menarik yang ditemukan dalam pengamatan ini adalah tingginya angka derajat elephantiasis pada kaum wanita dibandingkan dengan pada kaum pria. Fenomena ini mungkin disebabkan oleh kebiasaan hidup kaum wanita di daerah ini sehari-hari yang bekerja lebih berat dan berjalan kaki lebih sering dan lebih jauh dibandingkan kaum prianya.

  10. Devriesea agamarum causes dermatitis in bearded dragons (Pogona vitticeps).

    Science.gov (United States)

    Hellebuyck, Tom; Martel, An; Chiers, Koen; Haesebrouck, Freddy; Pasmans, Frank

    2009-03-02

    Devriesea agamarum is frequently isolated from dermatitis in lizards, notably from cheilitis in spiny tailed lizards (genus Uromastyx). It was the aim of the present study to assess the role of this bacterium as a causative agent of dermatitis by fulfilling Koch's postulates. First, its association with diseased lizards was demonstrated. The bacterium was isolated from several, mainly desert dwelling squamate species showing symptoms of dermatitis and/or septicaemia. The affected lizards mainly belonged to the family of the Agamidae (genera Pogona, Uromastyx, Agama) and in one case to the Iguanidae (genus Crotaphytus). Secondly, the occurrence of D. agamarum in 66 clinically healthy bearded dragons, 21 clinically healthy Uromastyx species and 40 squamate eggshells was studied. The bacterium was isolated from the oral cavity of 10 bearded dragons but from none of the healthy Uromastyx species. Hence D. agamarum was found to be part of the oral microbiota in Pogona vitticeps. Finally, bearded dragons (P. vitticeps) were experimentally inoculated with D. agamarum by direct application of a bacterial suspension on intact and abraded skin. At the scarified skin of all inoculated lizards, dermatitis was induced from which D. agamarum was re-isolated. In conclusion, D. agamarum is a facultative pathogenic bacterium, able to cause dermatitis in agamid lizards when the integrity of the skin is breached.

  11. الأخطاء النحويّة والصّرفية فى إنشاء طلاّب شعبة تعليم اللغة العربية بجامعة سلاتيجا الإسلامية الحكومية عام الدراسي ٢٠١١

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Mas'ud

    2013-07-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan study analisis terhadap kesalahan tata bahasa “Nahwu dan Shorof” pada mahasiswa program study bahasa Arab semester  enam di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN Salatiga. Tulisan ini mereview kembali pentingnya tata bahasa dalam Insya’ dan sebagai bahasa komunikasi tertulis. Penulis juga menganalisis sebab-sebab kesulitan dalam Insya pada mahasiswa PBA semester enam dan menawarkan solusi alternatif dalam pengembangan kriteria penulisan yang baik. Setelah penulis menggunakan tiga metode pengumpulan data yaitu : Tri Anggulasi, Ikhtibar, dan Istifta’. Akhirnya penulis dapat menyimpulkan bahwa kesalahan pada materi nahwu yang tertinggi yaitu “مفعول” dan yang terendah yaitu “خبر كان”. Sedangkan pada materi shorof yang tertinggi adalah “إسناد الفعل المضارع” dan yang terendah yaitu “أوزان الفعل المزيد”

  12. Persepsi mahasiswa terhadap kemunculan berita bohong di media sosial

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Totok Suyanto

    2018-06-01

    Full Text Available Di era demokratisasi saat ini yang bercirikan adanya kebebasan berpendapat setiap warga baik secara lisan ataupun tertulis, maka fenomena hoax menjadi satu hal yang harus menjadi perhatian bersama. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survey. Proses penyebaran berita dalam media sosial banyak melibatkan kaum perempuan. Hanya sebagian kecil saja yang mengakui sering mendapatkan berita-berita hoax tentang suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA. Dengan demikian, maraknya penyebaran berita hoax di media sosial merupakan satu bentuk pembodohan masyarakat dan  respons terhadap kemunculan berita hoax dengan cara melakukan tindakan perlawanan. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- In this democratization era characterized by the freedom of speech belongs to every citizen both written and spoken, the hoax should be considered seriously. It was a survey research. The spread of news through social media was conducted mostly by women. It was only small numbers who reported that they had received hoax relating SARA. Therefore, the spreading of hoax through social media is a kind of fooling and their response is through counter-narrative.

  13. KONSEPTUALISASI PELARANGAN RIBA SEBAGAI TRANSAKSI TERLARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lalu Fahmi Zainul Arifin

    2013-04-01

    Full Text Available Prinsip dasar mu’a>malah dalam Islam ialah memperbolehkan untuk melakukan segala sesuatu selama tidak ada dalil yang melarangnya. Islam sendiri menghalalkan jual beli dan melarang riba. Riba dianggap lebih banyak menimbulkan masalah daripada menyediakan solusi dalam mengatasi persoalan finansial, bahkan dianggap malapetaka besar (mus}i>bah ‘uz}ma Tulisan ini merupakan studi pustaka di mana penulis mencoba mengelaborasikan dari berbagai kajian tentang konseptualisasi pelarangan riba sebagai transasksi yang dilarang oleh agama. Terdapat beberapa perbedaan pendapat terutama tentang bunga bank (interest. Setidaknya terdapat tiga pendekatan yang digunakan oleh para ahli hukum Islam ketika memahami masalah ini. Sebagian menggunakan pertimabangan mas}lah}ah, pengharaman bunga karena bertentangan dengan prinsip mas}lah}ah. Adapula yang menggunakan qiya>s,  di mana bunga bank dianalogikan dengan riba karena adanya persamaan illat (kausa hukum pada keduanya (riba dan interest. Sebagian kalangan NU mengharamkan bunga bank lebih karena pertimbangan sadduz-zari’ah, kehati-hatian untuk menutup jalan terjadinya mafsada>t.

  14. FALSE CAMPAIGN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT PASKA KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK 1 OKTOBER 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrian Dektisa Hagijanto

    2006-01-01

    Full Text Available Due to public’s reaction initiated by the raised oil prices per October 1%2C 2006%2C the government launched several Public Service Advertisements featuring a religious figure%2C an education figure%2C and a former cabinet member. These advertisements%2C however%2C raised some critiques. Public Service Advertisement (PSA is a social discourse that can influence the public. In essence%2C PSA is objective and in general portray the reality in our community. Blunder in creating PSA’s will cause social reaction%2C false campaign%2C and even empty discourse that will actually make blunder for the advertisers. Abstract in Bahasa Indonesia : Akibat reaksi masyarakat yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak per 1 Oktober 2006 maka pemerintah meluncurkan iklan layanan masyarakat yang memakai figur tokoh agama%2C pendidikan%2C dan mantan menteri. Namun iklan layanan masyarakat ini juga menuai kritik. Iklan Layanan Masyarakat (ILM adalah diskursus sosial yang dapat mempengaruhi khalayak masyarakat. Sejatinya ILM adalah objektif dan menggambarkan realitas masyarakat pada umumnya. Kecerobohan di dalam membuat ILM akan memancing reaksi sosial%2C kampanye salah (false campaign%2C dan bahkan empty discourse yang justru akan menjadi blunder bagi pengiklan. Public Service Advertisement post oil price increase of 1 October 2006%2C false campaign%2C subjective interpretation%2C communication using symbol as the signified.

  15. Demonisasi Islam dalam Film ‘Tanda Tanya (?’

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rajab Ritonga

    2013-09-01

    ABSTRAK   Film ‘Tanda Tanya (?’ merupakan sebuah karya cinema Indonesia yang mengundang banyak kontroversi. Kontroversi terletak pada bagaimana film ini mengkonstruksikan pesan-pesannya terkait penggambaran citra Islam. Citra Islam yang digambarkan dalam film ini mengandung simbol-simbol yang menciptakan sebuah demonisasi pada kon- struksi Islam dan muslim. Dalam penelitian ini teori naratif digunakan sebagai alat un- tuk memberikan gambaran tentang fenomena demonisasi. Teori naratif yang digunakan berfokus pada model analisis aktansial greimas yang menitikberatkan bagaimana naratif menciptakan sebuah cerita dan bagaimana cerita menjadi sebuah wacana naratif. Analisis semiotik yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan penggunaan dalam paradigma konstruktivis yang bertujuan mengkonstruksi fenomena sebagai sebuah jawaban. Temuan penelitian ini ialah demonisasi umat Islam dikonstruksikan melalui sekuen/babakan nara- tif dalam film ‘Tanda Tanya’. Film ini menggambarkan Islam dalam sebuah citra masyara- kat yang tradisional, tidak beradab, teroris, merusak, dan agresif. Ini menciptakan suatu pemaknaan Islam sebagai masyarakat, agama, dan nilai yang demonik dan negatif.   Kata kunci: demonisasi, Islam, naratif

  16. MEMBENTUK LINGKUNGAN PENDIDIKAN YANG ISLAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wartono *

    2017-06-01

    Full Text Available Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan Islam meliputi seluruh aspek-aspek kehidupan. Mulai dari pen-ciptaan manusia, proses terjadinya manusia, tujuan penciptaan manusia, bahan baku manusia, penciptaan langit dan bumi, penciptaan jin, lingkungan hidup, ekonomi, politik, sejarah, angkatan bersenjata, pendidikan dan lain-lain. Bertolak dari kesempurnaan Islam sebagaimana tersebut di atas, maka sudah semesinya setiap muslim menjadikan Islam sebagai rujukan setiap persoalan yang dihadapinya. Hanya kembali kepada Islamlah manusia akan mendapatkan keselamatan,  kebaikan, kedamaian, kebahagiaan keuntungan dunia dan akhirat. Dengan Islamlah manusia dapat membentuk lingkungan pedidikannya dengan baik. Sebab Islam senantiasa memberi perhatian yang sangat serius dan utama  terhadap lingkungan  pendidikan yang islami. Manusi tidak akan menjadi hamba yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya jika tidak dididik berdasarkan Islam. Tidak ada konsep dan teori di luar Isalam yang mampu memberikan kontribusi secara integral terhadap pendidikan manusia seutuhnya,sehingga manusia  menajdi orang yang beriman. Yang paling tahu tentang manusia bukanlah manusi itu sendiri, akan tetapi yang menciptakan manusia yaitu Allah . Allah Ta’ala memilih Muhammad seorang Rasul dengan tujuan agar beliau menyampaikan risalah-Nya. Risalah yang dibawa oleh Nabi itu berisi nilai-nilai yang sangat tinggi sehingga dapat mengangkat derajat manusia dan martabat pada tingkat yang tinggi.Jika manusia mau menjalankan risalah yang dibawa oleh Muhammad secara benar, maka mereka akan mendapatkan predikat mu’min dan pada gilirannya orang-orang mu’min itu akan ditempatkan di dalam surga.

  17. ANALISA PRAKTEK AKUNTANSI KREATIF DALAM KONTEKS BUDAYA ORGANISASI PT. BUMI DAN PANDANGAN ISLAM (KHUSUSNYA AJARAN AMANAH DALAM MENYIKAPI PRAKTEK TERSEBUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widarto - -

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAKS Tuntutan pasar pada perusahaan untuk membuat keuntungan sering menyebabkan praktek akuntansi kreatif, sehingga terjadi penurunan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Kebijakan yang diambil oleh manajemen selalu menguntungkan pihak majority shareholder sebagai controlling. Budaya kerja telah mempengaruhi praktek akuntansi kreatif perusahaan, hal ini disebabkan adanya tuntutan dan campur tangannya direksi dalam akuntansi. Praktek ini bertujuan untuk mengiliminasi tindakan direksi agar transaksi yang mereka jalankan sesuai dengan kaidah akuntansi yang benar. Dengan demikian bagian akuntansi harus berusaha menyiapkan adanya data-data pendukung transaksi tersebut. Akuntansi kreatif yang dijalankan seputar manajemen laba dan SPE. Praktek manajemen laba maupun SPE lebih mengarah pada praktek yang mementingkan pihak manajemen yang didalamnya ada direksi sebagai controlling. Perilaku ini tidak terlepas dari keberadaan para manajer yang diangkat dan direkrut oleh direksi, sehingga dalam pemahaman amanah, manajer merasa harus loyal pada direksi. Namun jika dilihat dari hakekat amanah yang datangnya dari Allah, maka perilaku manajer maupun direksi diatas telah menunjukan perilaku yang tidak sesuai dengan hakekat amanah yang sesungguhnya. Pengkhianatan amanah merupakan tindakan yang dilarang agama, dan larangan ini hukumnya adalah haram jika dikerjakan.   Kata kunci :   agency theory, budaya,  praktek akuntansi kreatif, dan perilaku amanah.

  18. Konflik SARA pada Pilkada DKI Jakarta di Grup WhatsApp dengan Anggota Multikultural

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiara Kharisma

    2017-12-01

    Full Text Available Keanekaragaman SARA di Indonesia melahirkan masyarakat multikultural. Dalam kehidupannya, komunikasi antarbudaya tidak dapat dihindarkan. Salah satu medium dalam melakukan komunikasi antarbudaya adalah media sosial. Pada masyarakat multikultural isu SARA menjadi faktor utama penyebab terjadinya konflik. Di Pilkada DKI Jakarta 2017, isu SARA di grup WhatsApp marak menyebar termasuk anggota grup yang heterogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan konflik isu SARA pada Pilkada DKI Jakarta 2017 di grup WhatsApp dengan anggota multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi literatur. Dalam membahas penelitian ini, peneliti menggunakan kerangka teori manajemen konflik dari Martin, J. N. dan Nakayama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik terjadi karena ada anggota grup menyampaikan pesan bukan berangkat dari kesamaan anggota grup, yakni kepentingan dan tujuan awal dibentuknya grup. Pesan disebarkan dengan menganggap wujud pembelaan terhadap suatu agama. Ketika konflik terjadi, strategi pengelolaan konflik yang diterapkan adalah strategi mengompromikan (compromising dan menghindar (avoiding. Dalam grup terdapat anggota yang berperan sebagai cultural brokers.

  19. IMPLEMENTASI MAQASHID SYARIAH DALAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI PT BANK MUAMALAT INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Muchlis

    2016-04-01

    Full Text Available Abstrak: Implementasi Maqashid Syariah dalam Corporate Social Responsibility di PT. Bank Muamalat Indonesia. Penelitian ini bertujuan memahami implementasi konsep maqashid syariah atas Corporate Social Responsibility PT Bank Muamalat Indonesia. Melalui Focus Group Discussion (FGD dalam proses pengumpulan data, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep menjaga agama terletak pada kepatuhan terhadap syariah, yaitu kewajiban menggunakan jilbab bagi wanita. Konsep menjaga jiwa dipahami sebagai kewajiban mengeluarkan zakat 2,5% dari total penghasilan perbulan. Konsep menjaga akal dijalankan dengan mendirikan lembaga pendidikan bagi karyawan. Konsep menjaga keturunan diwujudkan dalam peningkatan kesejahteraan karyawan melalui Ittifaq muamalat yang mengatur semua jenis kebutuhan karyawan. Akhirnya, konsep menjaga harta menekankan pada kesejahteraan stakeholder dan nasabah. Abstract: Implementation of Maqashid Sharia in Corporate Social Responsibility in PT. Bank Muamalat Indonesia. This study aims to understand the implementation of the concept of maqashid sharia in the Corporate Social Responsibility of PT Bank Muamalat Indonesia. This study employed Focus Group Discussion (FGD in the data collection process. The results is that the concept of religion keeping lies in adherence to sharia, namely the obligation to wear veil for women. Soul keeping comprises the obligation of zakat issued at 2.5% out of income. Sense keeping is reflected by establishing educational institutions. Descendants keeping is conducted by improving the welfare of employees through Ittifaq Muamalat. Finally, asset keeping is established by placing the emphasis on the welfare of treasure stakeholders and customers.

  20. RELEVANSI KAFĀ’AH TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA PERSPEKTIF NORMATIF DAN YURIDIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asrizal Saiin

    2015-06-01

    Full Text Available Kafā’ah is a concept of equivalence between the couples who want to get married to create family which is sakinah, mawaddah and rahmah. Religious elements is the main and most important in equality while the others just as a supporting factor, such as: education, offspring, position and economic degree. In determining the partner, every one should understand the kafa’ah concepts and criteria in integrated, inductive and comprehensive, what intended to avoid mistakes in choosing a good couple. This article examine the equality relevance on household harmony in terms of normative and juridical value. [Kafā’ah merupakan suatu konsep kesepadanan antara calon suami dan isteri yang ingin menikah untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah. Unsur agama merupakan unsur utama dan terpenting dalam kafā’ah sedangkan unsur yang lain hanya sebagai pendukung, seperti pendidikan, keturunan, kedudukan dan ekonomi. Dalam menentukan pasangan hidup, perlu dipahami konsep kafā’ah dan kriteria-kriteria yang ada di dalamnya secara integratif, induktif dan konprehensif, yang ditujukan agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih jodoh yang baik. Artikel ini mencoba mengkaji relevansi kafā’ah terhadap keharmonisan rumah tangga ditinjau dari nilai normatif dan yuridis.

  1. Tanggalkan Khalifah di Bumi Ini: Membaca Narasi Sukarno Tentang Sekularisme Turki

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    al makin

    2016-12-01

    الملخص: حاول هذا المقال إعادة القراءة لمقال كتبه سوكارنو في صحيفة " لواء الإسلام" سنة 1940م  تحت العنوان " لما فصلت تركيا بين الدين والدولة ". ولا يزال هذا المقال يواكب السياق الإندونيسي بما فيها من ظاهرة الأصولية والمحافظة على التراث، ومن مطالباتها إقامة الخلافة والرد على الديموقراطية الحرّة. ردّ سوكارنو منذ بضع وخمسين سنة نظام الخلافة القديمة. رأى سوكارنو هذا في قضية مصطفى كمال أتترك الذي قضى على الخلافة وأقام الديموقراطية في تركيا، وقال " إن فصل الدين عن الدولة " أمر لازم لتقدّم كلّ منهما. و بالاضافة ذكر تاريخ الخلافة أنها كنظام تمزيجي –كنظام الدولة- بقيم من اليونان والروم حيث أن الدين أداة لشرعية القوة السياسية لهؤلاء الامبراطور . يظهر من هذا، أن حجة سوكارنو عن الإسلام والتاريخ والسياسة يمكن أن تكون أسسا لمن أراد معرفة الارتباط بين الدين والدولة.   Abstrak: Artikel ini membaca kembali tulisan Sukarno yang berjudul “Apa Sebab Turki Memisah Agama Dan Negara” terbit di Panji Islam, 1940, yang tetap relevan dalam konteks Indonesia yang saat ini menyaksikan penguatan radikalisasi dan konservatisme, diantara tuntutannya adalah penegakan khalifah dan penolakan demokrasi bebas. Lebih dari lima puluh tahun yang lalu Sukarno menolak sistem khalifah yang kuno. Sukarno melihat ini dalam kasus Turki dengan Mustafa Kemal Ataturk yang membubarkan khalifah dan menegakkan demokrasi di sana. Bagi Sukarno pemisahan agama dan negara merupakan keniscayaan untuk kemajuan

  2. RELEVANSI TEORI MASLAHAT DENGAN UU PEMBERANTASAN KORUPSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asmawi Asmawi

    2009-12-01

    Full Text Available Aiming at protection of religion, soul, intelligence, wealth and progeny, the theory of maslahah permeates the norms of Corruption Eradication Law in Indonesia. The adoption of Islamic criminal law through the theory of maslahah into the system of national law means the transformation and objectivication of the former into the latter, which in turn reflects the integration of Islamic law into national law. The article argues that the application of the theory of maslahah on the criminalization of corruption, the formulation of sanctions on corruption, the concept of responsibility for corruption committted by the corporate, strongly indicates the process of islamization on special criminal law in Indonesia. Bertujuan melindungi agama, jiwa, akal, harta dan keturunan, teori maslahah telah menjiwai norma yang terkandung dalam Undang-undang Pemberantasan Korupsi. Aplikasi hukum pidana Islam melalui teori maslahah dalam sistem hukum nasional mengimplikasikan adanya transformasi dan objektifikasi sistem hukum pertama ke dalam sistem hukum kedua, yang pada gilirannya mencerminkan integrasi keduanya. Artikel ini berargumen bahwa melalui penerapan teori maslahah dalam kriminalisasi korupsi, formulasi sanksi pidana korupsi, dan konsep pertanggungjawaban pidana korporasi jelas menunjukkan terjadinya proses islamisasi dalam perundang-undangan pidana khusus di Indonesia.

  3. STRENGTHENING STUDENTS’ LITERACY THROUGH REFLECTIVE ESSAY WRITING: AN IMPLEMENTATION OF WRITING TO READ PROGRAM IN HIGHER EDUCATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arina Shofiya

    2017-11-01

    Full Text Available Literacy is a condition where a person has capability to read for knowledge, write to share knowledge, and think critically. Students’ literacy is a never-end issue in the field of English Language Teaching. Studies have been carried out to investigate literacy practices in various level of education including higher education. Among the problems of students’ literacy in higher education are the amount of their reading and writing practices and their motivation to read and write. The current paper is intended to share an experience in strengthening students’ literacy at the English Department of State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri/IAIN Tulungagung, East Java. The preliminary investigation of the present study revealed that many students have low motivation to read. In addition, their comprehension was relatively low as represented in their paper works. Under a Classroom Action Research Design, the present study was conducted to propose writing to read program to strengthen the students’ literacy. In such program, the students were required to write a reflective essay based on the selected topics that they had to read prior to classes. The findings showed that writing reflective essay helped students strengthen their literacy as well as improve their motivation to read and to write because the reading and writing activities were done in a more relax and supportive environment that was at home.

  4. Pendidikan Tinggi Islam Dan Peradaban Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasbi Indra

    2016-06-01

    Full Text Available Abstract: Indonesia’s Islamic higher education has a strategic position in developing the future of Indonesian civilization. The institution which was established in the era of independence has been as a part of Indonesia education system following the policies and regulations made by the government. Pendidikan tinggi Islam mengalami dinamika dan pengembangan antara lain dari STAIN/IAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri/Institut Agama Islam Negeri menjadi UIN (Universitas Islam Negeri.  The Islamic High Education has been experiencing dynamical changes and developments which started from Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri/ Institute Agama Islam Negeri (STAIN/IAIN which are then changed into Universitas Agama Islam Negeri (UIN. In addition, private Islamic high school and private Islamic university have also developed. And their existence continues to develop up to this era of globalization. The globalization era is indicated by the massive development of sciences and technology creating a borderless world where people can communicate each other easily in a distance places.  . This globalization era is also marked by an open economy with its system of capitalism that has brought human being to easily fulfill their sexual libido. Now days, Islamic high education also exists amid international trades, including bilateral trade among Asian countries that should be responded in order to produce qualified graduates. Although the role of Islamic High Education has not given an optimal contribution to the nation, this research attempts to describe its existence and history since its birth in independence. With all of its potentials it has, Islamic High Education provides human resources in all aspects of life. It is not impossible for Islamic high education, as a part of nation, to bring Indonesia to reach its civilization peak. Like the civilization that had happened several decades ago, that is, in the era of the Umayyad and the Abbasid, was a

  5. TEORI KEHENDAK MANUSIA PERSPEKTIF PSIKOSUFISTIK AL-GHAZALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ubaidillah Achmad

    2016-01-01

    Full Text Available Dalam bidang konseling  Islam, hal yang tetap  masih perlu diperhitungkan adalah memahami kehendak manusia. Meskipun istilah memahami kehendak manusia mudah diucapkan, namun secara implementatif tidak semudah yang dikatakan kebanyakan para konselor.  Karenanya, dalam mengkaji kehendak manusia masih  relevan  untuk menggunakan cara  konseling   Islam. Sebaliknya, proses pelaksanaan  konseling  Islam tidak hanya didasarkan pada  materi-materi yang bersumber dari  ajaran agama Islam dan ajaran psikosufistik, namun juga memerlukan pemahaman tentang psikologi modern.  Hal yang sama,  Al- Ghazali mencontohkan menggunakan pengalaman psikologisnya untuk menguatkan teks suci kewahyuannya.  Cara kerja atau pola pendampingan  konseling Islam yang seperti ini merupakan bentuk pola pendampingan multi disiplin dalam bidang konseling. Tidak hanya dalam konseling  Islam, konseling  umum  juga memerlukan materi dan nilai-nilai agama yang bisa dijadikan salah satu pendekatan konseling yang disesuaikan dengan nilai dan kultur pembentuk psikologis individu. Selain model  konseling tersebut, penulis akan memaparkan konseling model psikosufistik Al-Ghazali  untuk memahami kehendak manusia.  Karenanya, kegunaan penelitian ini untuk memberikan penguatan konseling Islam di tengah masyarakat yang membutuhkannya.  Tulisan ini penting untuk menjawab problem nestapa manusia modern. THE THEORY OF THE WILL OF MAN FROM THE PERSPECTIVE   OF   PSIKOSUFISTIK   AL-GHAZALI  In the field of Islamic counseling , things still need to be taken into account is  to understand  the human will. Although  the term  human will understand  easily said, but it is not as easy as saying implementable most counselors. Therefore, in assessing the human will is still relevant to the use of Islamic counseling. Instead, the process of implementation of Islamic counseling is not only based on materials derived from the teachings of Islam and the teachings of

  6. KEBAHAGIAAN DAN PERMASALAHAN DI USIA REMAJA (PENGGUNAAN INFORMASI DALAM PELAYANAN BIMBINGAN INDIVIDUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azizah Azizah

    2014-01-01

    Full Text Available Tulisan  ini  bermaksud untuk  memberikan informasi yang bersifat umum tentang penggunaan informasi dalam pelayanan bimbingan secara individual kepada remaja. Berdasarkan tahap perkembangannya, usia remaja disebut dalam masa pancaroba/ transisi/peralihan karena  sedang  mengalami perkembangan fisiologis  (perubahan  fisik  primer  maupun  perubahan fisik sekunder, perkembangan emosi  (psikis  atau  mental  yang mudah berubah-ubah/emosi tidak stabil  dan perkembangan sosial (tuntutan  atau beban sosial yang akan menimbulkan ketakutan, kecemasan bahkan rasa tidak percaya diri. Sehingga usia remaja rawan terhadap munculnya  berbagai permasalahan (baik permasalahan dengan:  diri  sendiri/kurang  puas atas apa yang di miliki, kelompok  bermain atau peer group/selisih pendapat,  orang tua/bersikap memberontak terhadap aturan- aturan, lingkungan masyarakat/tidak mau terlibat dalam aktivitas masyarakat, sekolah/melanggar tata tertib sekolah, norma agama/ tidak melaksanakan perintah agama, hukum/pelanggaran  hukun dalam bentuk tindakan kriminal dan lain-lain. Dengan adanya informasi gambaran tentang kebahagiaan dan permasalahan di usia remaja, diharapkan dapat digunakan panduan para remaja untuk  menciptakan kebahagiaannya sendiri ataupun  berada dalam permasalahan remaja yang tak berujung. Kebahagiaan adalah sebuah pilihan yang perlu diperjuangkan agar mencapai kedewasaan yang matang dan permasalahan adalah keadaan yang harus diupayakan solusinya yang efektif agar menjadi dewasa yang tangguh dan bertanggung jawab. Kata kunci: Kebahagiaan remaja, permasalahan remaja HAPPINESS AND PROBLEMS IN YOUNG AGE.  This paper is intended to provide general information  about the use of information in individual  counseling services to teenagers. Based on the stage of its development, teenager is called the transition period / transition / transition Facing physiological development (physical changes in both primary and physical  changes

  7. Kontroversi Pelarangan Ahmadiyah di Indonesia: Perspektif Hak Asasi Manusia (HAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imral Rizki Rahim

    2014-04-01

    Full Text Available Abstrak Pada Juni 2008 Pemerintah Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB Nomor 3/2008, Nomor Kep-03/A/JA/6/2008, dan Nomor 199 tahun 2008 tanggal 9 Juni 2008 oleh Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung yang berisi tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota, dan/atau Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia dan masyarakat yang melarang para anggota Jemaat Ahmadiyah untuk menyebarkan penafsiran mereka yang tidak sesuai dengan pokok-pokok agama Islam. Pelarangan ini menimbulkan kritik dari masyarakat luas bahwa Indonesia telah melanggar Pasal 18 International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR terkait hak pemeluk kepercayaan Ahmadiyah untuk menjalankan agamanya. Penelitian ini ditulis dengan mengumpulkan data sekunder yaitu sumber hukum internasional terkait pengaturan hak asasi manusia serta penerapannya dalam berbagai kasus, bahan-bahan kepustakaan, dan media internet yang berhubungan dengan penerapan pengaturan kebebasan beragama dalam hukum internasional terutama dalam menerapkan pembatasan terhadap kebebasan tersebut. Data-data tersebut kemudian digunakan untuk penggambaran suatu objek permasalahan yang berupa sinkronisasi fakta yang terjadi dengan pengaturan dan teori yang berlaku. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam mengeluarkan surat keputusan bersama tiga menteri menyangkut Pelarangan Ahmadiyah, Indonesia telah melaksanakan haknya sesuai dengan Pasal 18 ayat 31 CCPR dalam membatasi suatu manifestasi keagamaan. Pembatasan ini telah dibentuk berdasarkan hukum untuk melindungi ketertiban dan keselamatan masyarakat, serta bukan merupakan peraturan yang bersifat diskriminatif karena SKB tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemeluk Ahmadiyah tetapi juga untuk masyarakat umum. Terpenuhinya ketentuan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia telah membatasi kebebasan beragama sesuai dengan penerapan dalam hukum internasional. Abstract On June 2008, the Government of Indonesia enacted the Joint

  8. Sufisme Perkotaan dan Nalar Beragama Inklusif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosidin Rosidin

    2014-06-01

    dalam beragama. Krisis spiritual ini membuat gelisah para tokoh agamasehingga memunculkan berbagai majelis dzikir atau sufisme kota, salah satunya majelis Jamaah Muji Rosul (Jamuro. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan dengan metode wawancara,dokumentasi dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1 bagaimana latar belakang berdiri, (2 respon masyarakat dan (3 peran yang dimainkan Majelis Jamaah Muji Rosul (Jamurodalam upaya deradikalisasi gerakan keagamaan. Hasil penelitian ini adalah: pertama, Jamuro didirikan tahun 2004 di Surakarta oleh para ulama, kyai, habaib, dan tokoh agama dari kalanganNahdliyin sebagai wadah umat Islam Surakarta untuk melestarikan tradisi ulama pendahulu dalam dakwahnya. Beragamnya gerakan radikal di Surakarta ikut mendorong lahirnya Jamuro denganharapan dapat membangkitkan kembali spiritualitas di kota yang makin pudar serta banyaknya gerakan Islam radikal. Kedua, masyarakat dari berbagai kalangan menyambut baik adanya Jamuro,yang memunculkan rintisan majelis Jamuro kecil, seperti Jimat (Jamaah Iman Manteb Ati Tentrem, dan Tomat (Tobat Maksiat. Persebarannya makin meluas tidak hanya di eks karesidenan Surakarta  dan sekitarnya, bahkan Semarang. Ketiga, Jamuro dalam konteks deradikalisasi terlihat dalam upayanya membentengi diri dari banyaknya paham serta gerakan Islam radikal melalui tausyiahyang diharapkan akan mencegah jama’ahnya untuk melakukan kekerasan yang mengatasnamakan agama.Kata kunci: Sufisme kota, gerakan keagamaan, deradikalisasi, Majlis Jamuro.

  9. The need of discoursing social theology in Muslim Southeast Asia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azhar Ibrahim

    2014-06-01

    telah berkembang sejak akhir abad ke-19. Sebagai teologi, teologisocial menempatkan wacana utama tentang Tuhan tetapi memperluas fokusnyapada dimensi sosial iman kepada Allah, pesan sosial agama, dan tanggungjawab sosial dari komunitas iman kepada Allah, dan terhadap sesama manusia.Saat ini ada beberapa buku dan artikel yang ditulis yang dapat diklasifikasikansebagai milik genre teologi sosial. Di Indonesia teologi diskursif ini dapatditemukan dalam teologi-teologi rasional, humanistik, budaya transformatif,dan teologi kaum tertindas. Ini membuka sebuah dunia yang lebih luas bagipartisipasi dan keterlibatan, di mana teologi tidak lagi urusan eksklusif paraahli, tetapi termasuk para intelektual awam yang tidak harus berasal dari latarbelakang agama secara ketat. Hal ini juga memungkinkan masyarakat Muslimuntuk memahami secara kritis dan kreatif dalam mengatasi perubahan sosialyang cepat dan problem yang muncul. Di luar itu semua, teologi sosial adalahurusan manusia, dengan komitmen keagamaan yang kuat. Untuk memanfaatkanpotensi dari teologi sosial, diperlukan panggilan untuk pengakuan. Di sinilahletak kebutuhan untuk mulai mengkaji dan melibatkan teologi sosial, ataumengedepankan dimensi kritis dari teologi sosial agar bermanfaat lebih besarmasyarakat Muslim.

  10. Fuzzy Epistemology From View Point of Mystical Theology

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadi Vakili

    2012-06-01

    Full Text Available Abstrak : Isu imanensi dan transendensi sangat penting dalam pemikiran keagamaan. Salah satu alasan mengapa masalah ini tidak pernah terselesaikan adalah bahwa ia memiliki banyak makna dan muncul dalam konteks yang berbeda. Pandangan yang menekankan imanensi dalam satu konteks mungkin menekankan transendensi pada konteks lain. Arti keduanya pun sangat tergantung pada asumsi metafisik mereka yang biasanya secara tidak sadar menggunakannya. Dua sisi yang saling terkait dan bergantung satu sama lain ini pasti hadir di konsep pikiran, jika hubungan antara Allah dan alam semesta, Realitas dan penampilan, benar-benar untuk dipahami. Karena ketiadaanlah bahwa Allah digambarkan sebagai transenden (tanzīh, dan karena keberadaan sehingga Ia dikenal sebagai imanen (tashbīh. Dua aspek Tuhan, transenden dan imanen diringkaskan oleh Ibn ‘Arabi melalui pendekatan ayat Qur’an (42:11. Pakar sejarah agama, peneliti dan mistikus berpegang pada prinsip ini juga dan meyakini bahwa apa yang disebut sebagai “logika panggilan” memiliki dua sisi fungsi yang berarti. Menurut logika ini, seseorang harus mengklasifikasikan panggilan nabi pada kesatuan atau pluralitas seperti dalam kategorisasi panggilan transenden, imanen atau transenden-imanen, dan akibatnya adalah agama Ilahiah akan diperspesi dari sisi ini pula. “Fuzzy logic” atau logika fuzzy dipahami berdasarkan preposisi yang paradoks dari berbagai penjelasan dan analisa mistis.Kata kunci : Logika fuzzy, Transenden, Imanen, Teologi fuzzy, ParadoxAbstract : The issue of immanence and transcendence is crucial for religious thought. One reason why that is never resolved is that it has so many meanings and turns up in so many different contexts. A view may emphasize immanence in one context and emphasize transcendence in another. What the terms mean depends in part on the metaphysical assumptions, usually unconscious, of those who use them. According to Ibn al-Arabī, these two mutually dependent sides

  11. Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Usia Dini

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mallevi Agustin Ningrum

    2017-05-01

    Full Text Available Abstrak Jiwa wirausaha tidak dapat diperoleh secara instan dan dalam waktu yang singkat. Modal utama menjadi wirausaha yang sukses adalah motivasi yang kuat dari dalam diri individu disamping keberanian dalam mengambil resiko, ketekunan dan keuletan dalam menjalankan usahanya sehingga menjadikan entrepreneur yang tangguh dan tidak mudah putus asa. Hal tersebut akan terwujud apabila jiwa entrepreneur dapat dipupuk sejak usia dini. Tentunya di sini peran keluarga sangat besar karena keluarga merupakan pendidik yang pertama dan utama bagi anak. Usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam pembentukan pola bagi kehidupan anak di masa yang akan datang. Pada masa inilah peran orangtua sangat diperlukan dalam membentuk pola kehidupan mereka yaitu dengan cara menanamkan nilai-nilai moral agama, memotivasi untuk rajin belajar sehingga harapannya nanti ketika sudah dewasa dapat menjadi orang yang sukses, serta mendidik anak dengan jiwa berwirausaha sehingga ketika dewasa nanti mereka akan menyadari pentingnya penanaman moral agama, kepribadian, dan tidak bergantung pada orangtua dari segi finansial. Kesuksesan tersebut tentunya dapat ditentukan oleh pendidikan, pengalaman, latihan-latihan yang diperoleh sejak dini. Salah satu cara untuk menstimulasi tumbuhnya jiwa wirausaha anak sejak dini adalah melalui bermain dan pembiasaan. Pembiasaan anak dimulai dari bangun tidur sampai anak beraktivitas kembali merupakan metode yang tepat dan harus dilakukankan setiap hari sehingga anak-anak belajar bertanggung jawab dengan apapun yang dilakukannya. Untuk itu, peran ayah sebagai kepala keluarga harus dapat mendukung peran ibu yang tugas utamanya mengasuh dan mendidik anak agar jiwa wirausaha dapat dipupuk sejak usia dini. Keluarga berperan sangat besar dalam mengelola aktivitas anak sehari-hari. Tentunya di sini yang dapat mengkondisikan anak adalah orangtua. Jiwa wirausaha dapat dipupuk sejak dini dengan melibatkan kerjasama kedua orangtua baik peran ayah

  12. التحليل عن مفهوم الوسطية في الفقه الإسلامي

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamed Midoun

    2013-06-01

    Full Text Available Konsep wasathiyah merupakan bagian dari konsep Islam yang membedakan dengan agama-agama lainnya baik dari aspek aqidah maupun syariah, umat muslim maupun peradabannya. Keberadaan konsep wasathiyah dalam fiqh  Islam dapat dilihat dari berbagai pendapat ulama salaf. Banyak keutamaan yang terkandung dalam konsep wasathiyah seperti: kebaikan, keadilan, kemudahan untuk menghilangkan kesulitan,  hikmah, istiqamah, dan moderasi. Begitupula sebaliknya, konsep wasathiyah menolak segala macam penyimpangan seperti sikap ghulû, tafrīti, ifrâti dan lain-lain dalam setiap perbuatan, terutama dari aspek ibadah. Karenanya pembahasan tema ini masih relevan, termasuk pada abad kontemporer ini.   أصبحت الوسطية جزء من المفهوم الإسلامي الذي يميزه عن غيره من الأديان  سواء فيما يتعلق العقيدة والشريعة و المسلمين وحضارتهم . وجود  مفهوم الوسطية في الفقه الأسلامي يمكن أن ينظر إليه من  مختلفة الآراء عمد  علماء السلف. العديد من ملامح مفهوم الوسطية أي:    الخيرية,    العدل,      اليسر ورفع الحرج,    الحكمة,   الاستقامة,     البينية.  وخلاف ذلك مفهوم الوسطية رفض كل أنواع الخاطئة  أي  الغلو و التفريط والإفراط وغيرها في كل أعمالنا وخصوصا من وجهة العبادة. و بذلك تفسير هذا الموضوع تزال مهمة  بما في  القرن المعاصر.

  13. Pelaksanaan Penerbitan Catatan Pinggir Pada Akta Kelahiran Sebagai Akibat Pengangkatan Anak dan Akibat Hukumnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prabowo Setyo Aji

    2014-12-01

    Full Text Available Seiring dengan perkembangan zaman, pengangkatan anak menjadi suatu kebutuhan dalam masyarakat. Khususnya bagi pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak. Selain itu faktor ekonomi dan faktor kepercayaan lainnya juga menjadi penyebab dilakukannya pengangkatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi seseorang atau keluarga dalam melakukan pengangkatan anak di Kabupaten Pemalang yang terjadi selama tahun 2012, bagaimana prosedur serta pelaksanaan penerbitan catatan pinggir pada akta kelahiran terhadap pengangkatan anak dan apa akibat hukum yang ditimbulkan bagi orang tua maupun anak angkat pasca penerbitan catatan pinggir pada akta kelahiran terhadap pengangkatan anak. Jenis penelitian yang di gunakan adalah yuridis sosiologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendorong yang sering melatarbelakangi masyarakat dalam melakukan pengangkatan anak adalah untuk meneruskan keturunan. Pelaksanaan pengangkatan anak di Kabupaten Pemalang berdasarkan perundang-undangan dimulai dari Dinas Sosial setempat, kemudian tahap selanjutnya yaitu mengajukan permohonan penetapan pengangkatan anak kepada Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama. Setelah penetapan pengangkatan anak dikabulkan kemudian pemohon segera melaporkan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk dibuat catatan pinggir pada akta kelahiran anak yang diangkat sebagai wujud pencatatan peristiwa penting pada administrasi kependudukan. Akibat hukum yang timbul dari peristiwa pengangkatan anak yakni beralihnya hak dan kewajiban orang tua kandung kepada orang tua angkat terhadap anak yang diangkat. Jika penetapan pengangkatan anak dikabulkan oleh Pengadilan Negeri, maka anak angkat tersebut mendapatkan hak sebagaimana ia anak kandung, namun jika penetapan pengangkatan anak dikabulkan oleh Pengadilan Agama, maka anak angkat tersebut hanya memiliki hak berupa wasiat wajibah. Along with the times, adoption becomes a necessity in

  14. TRADISI TER-ATER DAN DAMPAK EKONOMI BAGI MASYARAKAT MADURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Wardi Moh. Wardi

    2014-04-01

    Full Text Available Abstrak:Ter-ater merupakan bagian dari budaya lokal yang membuat banyak orang menyimpulkan bahwa masyarakat Madura adalah masyarakat yang ramah, dermawan, komunikatif, baik hati, dan memiliki solidaritas yang tinggi pada sesama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan tradisi ter-ater dalam tinjauan agama, budaya, dan ekonomi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologis. Data diperoleh dari hasil observasi berperan serta, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan tahap kesimpulan. Informan dalam penelitian ini terdiri dari masyarakat, pedagang dan tokoh masyarakat di Desa Bakiong, Guluk-Guluk, Sumenep. Hasil penelitian menunjukan bahwa ter-ater merupakan salah satu upaya mempererat hubungan kekeluargaan dan sarana ukhuwwah Islâmiyyah sebagaimana anjuran dalam agama Islam. Secara budaya, orang dianggap kurang lengkap tradisi keberagamaannya jika tidak pernah mengeluarkan sebagian hartanya dalam hal ini adalah ter-ater. Secara ekonomi, pelaksanaan tradisi ter-ater memberikan dampak ekonomi yang cukup berarti. Pertama, dalam setiap perayaan keagamaan yang kemudian diikuti dengan praktik ter-ater, kebutuhan ekonomi masyarakat sangat meningkat, ini dapat dilihat dari neraca transaksi perdagangan yang meningkat pula. Bisa di pastikan pada kondisi seperti ini menjadi momentum kesejahteraan para pedagang. Kedua, bahwa ter-ater merupakan bagian dari kegiatan ekonomi dan motif dalam ekonomi, motif memenuhi kebutuhan, motif memperoleh keuntungan, motif mendapatkan kekuasaan ekonomi, motif sosial, dan motif memperoleh penghargaan.Abstract:Ter-ater is part of the local culture that leads many people to conclude that the Madurese are the people who are friendly, generous, communicative, kind, and has a high solidarity to others. The purpose of this study is to investigate and explain the tradition of ter-ater in

  15. Ibn Khaldūn’s Social Thought on Bedouin and Ḥaḍar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Pribadi

    2014-12-01

    [Melalui kerangka teori sosiologi modern serta metode penafsiran teks secara historis-sosiologis, penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pemikiran sosial Ibn Khaldun tentang masyarakat badui dan ḥaḍar. Ide Ibnu Khaldun tentang masyarakat dapat dilihat pada konsepnya mengenai dua masyarakat ini beserta solidaritas sosial mereka, dengan karakteristik masing-masing. Masyarakat nomaden yang identik dengan masyarakat badui memiliki struktur sosial dan spesifisitas dengan kecenderungan pada kebajikan, ramah, dan keseragaman; sementara masyarakat ḥaḍar memiliki struktur dan kekhasan sosial seperti pluralis, pragmatis, dan hedonis. Dalam hal gaya hidup, masyarakat badui tampak lebih dinamis daripada ḥaḍar. Cara hidup masyarakat badui ditandai dengan terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan ini membuat komunitas ini cerdas dalam merumuskan visi, misi, program, dan sasaran yang ingin dicapai dalam hidup. Spesifisitas badui tercermin dalam kesiap-siagaan mereka, satu hal yang tidak terlihat dalam komunitas ḥaḍar. Sementara itu, dengan kemakmuranya, orang ḥaḍar sibuk dengan aktivitas perkotaan dan pembangunan masyarakat sipil. Ibn Khaldun telah berusaha untuk memahami manusia dan keberadaannya secara individu ataupun sosial melalui ‘ilm al-‘umrān. Metodologi sosialnya mencerminkan pandangannya secara keseluruhan melalui pengamatan realitas sosial secara komprehensif. Penulis berpendapat bahwa metodologi sosial Ibn Khaldun yang menggabungkan data dan fakta sosial dengan agama bisa menjadi referensi dan contoh pendekatan yang komprehensif. Ide penting Ibnu Khaldun lainnya adalah tentang perkembangan kecerdasan masyarakat yang meliputi tiga tahap: tamyīzī, tajrībī, dan naẓārī.

  16. Middle Class and Democracy: An Assessment on the 2014 Indonesian’s Presidential Election

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maxensius Tri Sambodo

    2016-05-01

    Full Text Available This paper aims to assess the role of middle class in Indonesia’s democracy, with the particular focus of the last Indonesian Presidential election. This study uses econometric analyses to assess preferences of middle class in presidential election by exploring data at district/city and provincial. The main finding in this study strongly suggests that religious and personality are still important elements under the race of Indonesia president. This study also found that different group of middle class has different attitudes in selecting the presidential candidate and the upper group of middle class is more likely to select Joko Widodo. Finally, a fragile middle class and a relatively high number of abstainers could be a barrier toward more substantive democracy. Abstrak Makalah ini bertujuan untuk menganalisis peran kelompok kelas menengah dalam proses demokrasi di Indonesia, secara khusus peran mereka difokuskan pada hasil pemilihan presiden yang terakhir. Studi ini menggunakan pendekatan ekonometrik untuk mengalisis preferensi kelompok kelas menengah dalam memilih calon presiden, dengan melakukan eksplorasi data pada tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Hasil studi menunjukkan, agama dan personalitas calon presiden menjadi faktor penting dalam pertarungan pemilihan presiden. Studi ini juga menunjukkan, berbagai kelompok dalam kelas menengah memiliki preferensi yang berbeda dalam memilih kandidat presiden dan kelompok kelas menengah atas cenderung memilih Joko Widodo. Akhirnya, kelas menengah yang rentan dan tingginya kelompok yang abstain, akan menjadi hambatan untuk menuju demokrasi yang lebih substantif. Kata kunci: Kelas Menengah; Demokrasi; Pemilihan Presiden; Indonesia JEL classifications: A12; C33

  17. Pandangan Kiai tentang Deradikalisasi Paham Islam Radikal di Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Rokhmad

    2014-06-01

    Full Text Available AbstractThe face of Islamic moderate in Indonesia changed since the decline of new era regime in 1998. Hardliner moslem communities grew in society. They didn’t embarrassed to use  violent ways, even terorism. Nowadays radicalism isthe most important problems faced bythe moslem society in Indonesia. The participation of kiai was badly needed to handle radicalism problems. This article studies the views of kiai about the roots of Islamic radicalsm and the strategies of kiai to deradicalize Islamic radicalism. The conclusion of this article were: first, the root of radicalism becaused of two factors: religius factor thatis literal understanding or misunderstanding of religious texts, and the political factor related to national and global issues. Second, there were two forms of deradicalization, related to the characteristics of the subject of radicalism: preventive deradicalization and curative deradicalization.Keywords: islamic radicalism, radicalism, deradicalization, kiai. AbstrakWajah Islam moderat di Indonesia kian berubah sejak rezim Orde Baru tumbang pada 1998. Kelompok-kelompok Muslim garis keras tumbuh subur di masyarakat. Mereka tidak segan berdakwah dengan cara kekerasan bahkan terorisme. Radikalisme menjadi masalah penting bagi umat Islam Indonesia dewasa ini. Keterlibatan kiaidalam menangani masalah radikalisme (deradikalisasi sangat diharapkan. Artikel ini mengkaji dua hal. Pertama, bagaimana pandangan kiai tentang akar radikalisme Islam? dan Kedua, bagaimana strategi kiai dalam melakukan deradikalisasi pahamIslam radikal? Kesimpulan artikel ini adalah: Pertama, akar radikalisme disebabkan dua faktor besar, yaikni faktor pemahaman agama yang kurang tepat dan faktor politik yang berhubungan isu nasional dan global. Kedua,terdapat dua model deradikalisasi, tergantung sifat dari pelaku radikalisme: deradikalisasi pencegahan (preventive deradicalization, dan deradikalisasi penyembuhan (curative deradicalization

  18. Metodologi Penelitian dalam Kajian Islam (Suatu Upaya Iktisyaf Metode-Metode Muslim Klasik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Duski Ibrahim

    2016-03-01

    Full Text Available Makalah ini mengkaji tentang metode-metode penelitian dalam kajian-kajian Islam. Hal ini berlandaskan bahwa Islam tidaklah meletakan ilmu itu dalam kerangka dikotomis. Yang membedakannya adalah nilai-nilai manfaat dan maslahat. Munculnya pemikiran yang diklaim sebagai paham dikotomis ilmu agamawi dan duniawi, secara historis, tampaknya salah satu konsekuensi dari era disintegrasi. Kelanjutannya, muncul statemen bahwa ilmu yang agamawi (ilmu-ilmu agama harus mendapat perhatian yang lebih ketimbang ilmu yang duniawi (ilmu-ilmu dunia. Kemudian, pahala ilmu agamawi dipandang lebih banyak dibanding ilmu-ilmu duniawi. Statemen dan pandangan semacam ini tentu saja tidak memiliki dasar pijakan atau dalil yang jelas. Sedangkan metode-metode penelitian dalam kajian-kajian Islam ada empat macam, yakni: metode bayani, metode burhani, metode tajribi, metode ‘irfani. This paper examined about the methods of research in Islamic studies. It was based on that Islam did not put science in a dichotomous framework. What distinguished it was the benefit values and benefit. The emergence of thought which was claimed as a dichotomous understanding of the science of religious and secular, historically, it seemed one of the consequences of the era of disintegration. The sequel, appear statement that the science of religion (religious sciences should receive more attention than the secular science (science world.