WorldWideScience

Sample records for tubuh hewansumber makanan

  1. Fenomena Makanan Favorit dan Tubuh Sebagai Bait Allah pada Mahasiswa UPH-TC Jurusan Matematika dan Ekonomi Angkatan 2015 [Favorite Food Phenomenon and the Body as the Temple of God of Students in the Department of Mathematics and Economics of UPH-TC Cohort 2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Selvi Esther Suwu

    2017-03-01

    Full Text Available This article is the result of a qualitative investigation into the consumptions of snacks and ideas about the body being the temple of God. The subjects of the study were 93 Mathematics and Economics Education Cohort 2015 students at Teachers College. The study used simple statistical calculations from data obtained through questionnaires. The data were analyzed descriptively. The results of the study revealed that these students ate snacks even though they were not very healthy because according to them the snacks were cheap and tasty. They ate the snacks despite having adequate knowledge that they should keep their bodies healthy as the temple of God. BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Peneliti tertarik kepada fenomena makanan favorit dan pengetahuan akan tubuh sebagai bait Allah dari 93 mahasiswa UPH-TC dari prodi pendidikan Matematika dan Pendidikan Ekonomi angkatan 2015 di Fakultas Ilmu Pendidikan sebagai responden. Metodologi yang digunakan yaitu kualitatif dengan perhitungan statistik sederhana yang di analisa secara deskriptif dan datanya didapat dari kuesioner. Hasil dari penelitian ini adalah fenomena makanan favorit yang disukai adalah berupa makanan ringan, walaupun ini tidak sehat namun tetap responden sukai karena rasanya enak, murah. Dilain itu responden memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai tubuh sebagai bait Allah, maka seharusnya dengan pengetahuan seperti itu responden menjaga kesehatannya dengan mengurangi makan makanan favoritnya.

  2. Penciptaan Teater Tubuh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tony Supartono

    2017-03-01

    ABSTRAK   Proses penciptaan teater tubuh merupakan penawaran pembaharuan teater dengan menggarap dan mengolah tubuh, yang menjadi kunci utama produksi teater. Paper ini mengajukan rancangan untuk menawarkan pikiran-pikiran baru, pikiran-pikiran alternatif. Penciptaan teater tubuh adalah proses latihan tubuh dengan kesadaran tubuh sebagai gagasan atau tubuh itu sendiri sebagai ide, proses belajar pada tubuh sehingga mendapat kesadaran gerak-gerak yang dilahirkan oleh tubuh. Proses latihannya penulis memberi nama “interogasi tubuh aktor ”, yaitu proses membongkar dan mempertanyakan kembali persoalan tubuh aktor. Penciptaan teater tubuh menawarkan pandangan baru tentang tubuh yang bukan sekedar media ungkap tetapi tubuh itu sendiri mandiri sebagai sebuah identitas. Tubuh dipandang sebagai fenomena yang berdiri sendiri tetapi sekaligus melakukan relasi dengan lingkungan: jalan, bangunan, kendaraan, orang-orang dan bahkan seluruh masyarakat dan ideologinya yang sedang dominan. Dengan demikian penciptaan teater tubuh adalah proses teater yang utuh antara aktor   dan bahasatubuh sekaligus relasinya dengan masyarakat.   Kata kunci : teater, tubuh, interogasi tubuh, ruang publik.

  3. Hemoprotein dalam Tubuh Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husnil Kadri

    2012-07-01

    Full Text Available Abstrak Hemoprotein adalah protein dengan kandungan hem yang terdapat hampir dalam semua sel manusia, hewan, dan pigmen fotosintesis tumbuhan. Ada berbagai macam hemoprotein yang tersebar luas dalam tubuh manusia, seperti hemoglobin, myoglobin, citoglobin, neuroglobin, dan lain-lain. Semua hemoprotein tersebut memiliki fungsi beragam yang penting untuk berlangsungnya proses metabolisme dalam tubuh. Struktur hem pada pigmen fotosintesis (klorofil tumbuhan sama dengan hemoglobin pada manusia, tetapi ion logam pada klorofil adalah magnesium (Mg sedangkan pada hemoglobin adalah besi (Fe. Perbedaan inilah yang kurang diketahui oleh sebagian masyarakat sehingga ada yang mengira mengkonsumsi klorofil tumbuhan dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hemoprotein manusia dengan klorofil dan fungsi hemoprotein dalam tubuh manusia. Berdasarkan bentuk ion Fe pada gugus hemnya, maka hemoprotein dapat dibagi atas: (1 Hemoprotein yang memiliki ion Fe2+ sehingga mampu mengikat oksigen yaitu; hemoglobin, myoglobin, neuroglobin, dan cytoglobin. (2 Hemoprotein yang memiliki ion Fe3+ sehingga berperan sebagai enzim oksidoreduktase yaitu; Sitokrom P450, Sitokrom yang terlibat dalam fosforilasi oksidatif, katalase, triptopan pirolase, dan NO sintase. Kata kunci: hemoprotein, ion Fe2+, ion Fe3+ Abstract Hemoproteins are proteins containing heme that widely distributed in humans, animals, and photosynthetic pigment of plants. There are many kind of hemoproteins in human body, such as hemoglobin, myoglobin, cytoglobin, neuroglobin, etc. Hemoproteins have the varied functions to keep normal metabolism in the body. Photosynthetic pigment of plants (chlorophyll and human’s hemoglobin have the same structure but the metal ions are different. Chlorophyll has magnesium and human’s hemoglobin has iron (Fe. Not many people knew this difference, so some people thought if consume chlorophyll will

  4. AGAMA, TUBUH, DAN PEREMPUAN: Analisis Makna Tubuh Bagi Perempuan Berjilbab di Ponorogo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Unun Roudlotul Janah

    2010-12-01

    Full Text Available Abstraks: Perlindungan terhadap tubuh perempuan dilakukan dengan mengenakan kain panjang yang dikenal dengan jilbab. Sebagai anjuran agama yang masuk dalam kesadaran perempuan muslimah, perintah menutup aurat bagi perempuan dengan berjilbab memunculkan keanekaragaman bentuk dan model jilbab yang dikenakan para perempuan, termasuk di Ponorogo. Artikel ini berusaha menemukan jawaban atas makna tubuh bagi perempuan berjilbab di balik bentuk jilbab yang mereka pilih. Selanjutnya akan dipaparkan landasan pilihan tersebut akan diketahui permasalahan kedua tentang makna tubuh dalam model praktik berjilbab bagi perempuan. Dari penelitian di lapangan dan hasil anaalisis data dapat disimpulkan. Pertama, Tiga kategori  perempuan  berjilbab  di  Ponorogo  secara  ideologis  memiliki  alasan yang sama, yaitu sebagai bentuk implementasi pemahaman mereka terhadap konsep aurat. Kedua, tubuh bagi perempuan jilbaber adalah hak individu yang sangat sakral dan menjadi tubuh pribadi yang diciptakan Tuhan dan menjadi tubuh populasi yang menempatkan agama yang tersubordinasi pada kontrol seksualitas bagi perempuan berjilbab sedang. Adapun bagi perempuan berjilbab dengan busana sexy, tubuh dimaknai sebagai komoditas yang menjadi aset bagi pemiliknya.

  5. Kandungan bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah dasar di Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yhona Paratmanitya

    2016-08-01

    dengan keracunan akibat penyebab lain, misalnya obat, kosmetika, dan lain-lain. Salah satu penyebab keracunan makanan adalah adanya cemaran kimia dalam makanan tersebut, seperti boraks, formalin dan rhodamin-B. Dalam data tersebut, diketahui 2,93% sampel makanan jajanan pada anak sekolah mengandung boraks, 1,34% mengandung formalin, dan 1,02% mengandung rhodamin-B. Akumulasi bahan-bahan tersebut di dalam tubuh dapat berdampak negatif bagi kesehatan.Tujuan: Mengetahui persentase makanan jajanan anak sekolah dasar (SD yang tercemar bahan tambahan pangan berbahaya (boraks, formalin, rhodamin-B di Kabupaten Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan survei. Penelitian dilaksanakan dengan melibatkan 68 SD di Kabupaten Bantul sebagai sampel. Seluruh makanan jajanan yang dijajakan baik di luar maupun di kantin sekolah dan diduga mengandung bahan kimia berbahaya diuji kandungan cemaran kimianya yaitu kandungan boraks, formalin dan rhodamin-B. Pengujian kualitatif kandungan boraks menggunakan kurkumin, formalin menggunakan KMnO4, dan rhodamin-B menggunakan test kit Rhodamin-B. Hasil: Terdapat 107 sampel makanan dari 68 SD yang diuji. Jenis makanan jajanan yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya yang paling banyak dijajakan di SD adalah jenis bakso (bakso, bakso tusuk, bakso goreng yaitu sejumlah 22,4% dari seluruh sampel jajanan. Di antara 98 sampel yang diuji kandungan boraks dan formalinnya, 15 sampel (15,3% positif mengandung boraks dan 25 sampel (25,5% positif mengandung formalin. Di antara 15 sampel yang diuji kandungan rhodamin-B-nya,7 sampel (46,7% positif mengandung rhodamin-B. Terdapat 34 SD (50% yang tidak terdapat jajanan yang tercemar bahan kimia berbahaya. Kesimpulan: Persentase makanan jajanan anak SD yang mengandung boraks, formalin dan rhodamin-B masih cukup tinggi.KATA KUNCI: makanan jajanan, boraks, formalin, rhodamin-B

  6. Pemodelan Kanal Pada Jaringan Area Tubuh Nirkabel Menggunakan Teknologi Bluetooth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Nur Ibrahim

    2017-01-01

    Full Text Available Pada wireless body area network (WBAN, propagasi radio dari node sensor yang berada di permukaan tubuh manusia sangat kompleks dan unik bila dibandingkan dengan lingkungan yang lain karena tubuh manusia memiliki bentuk yang kompleks dan terdiri dari jaringan tubuh manusia yang berbeda-beda. Oleh karena itu, model kanalnya juga berbeda dengan model kanal di lingkungan lain. Telekomunikasi nirkabel pada aplikasi jaringan area tubuh membutuhkan Medium Access Control (MAC yang dapat beradaptasi, dinamis, dan fleksibel untuk mengatasi berbagai persyaratan aplikasi. MAC yang diusulkan menyesuaikan protokol komunikasi dan parameter yang berdasarkan kepada pencapaian konsumsi daya rendah dan laju data yang tinggi untuk itu dipilih salah satu teknologi komunikasi yang memungkinkan untuk hal ini yaitu Bluetooth. Pada tugas akhir ini akan dilakukan pemodelan kanal pada WBAN untuk mendapatkan bentuk kanal yang sesuai dengan kerakteristik tubuh manusia. Dimana pemodelan kanal ini di fokuskan pada teknologi Bluetooth dengan frekuensi 2,4 GHz. Selain itu, dalam pengerjaannya dilakukan simulasi menggunakan software MATLAB.

  7. LEMAK TUBUH DAN KESEGARAN JASMANI PEKERJA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Y. Krisdinamurtirin

    2012-11-01

    Full Text Available Penelitian mengenai Lemak Tubuh dan Kesegaran Jasmani telah dilakukan terhadap 62 orang karyawan gemuk, 73 orang karyawan sedang dan 86 orang karyawan kurus. Mereka terdiri atas kelompok Gemuk Aktif (GPA: 33 orang; Gemuk Sendentary (GPSD: 29 orang; Sedang Aktif (SPA: 33 orang; Sedang Sendentary (SPSD: 40 orang; Kurus Aktif (KPA: 35 orang; Kurus Sendentary (KPSD: 51 orang. Umur mereka adalah antara 20 tahun dan 40 tahun. Uji Kesegaran jasmani menggunakan cara Harvard Step Test (HST menunjukkan bahwa skor list kelompok Gemuk cenderung kurang bila dibandingkan dengan kelompok Sedang maupun Kurus. Uji kemaknaan perbedaan secara statistik menggunakan Student test, ternyata perbedaan terdapat pada tingkat Kegemukan, sedangkan pada tingkat jenis kegiatan (aktif/sendentary tidak menunjukkan perbedaan skor. Demikian pula clengan menggunakan Analisis Variance, menunjukkan bahwu ada kailan antaru Kegemuknn dengan skor HST (P:0,002, sedangkan antara jenis kegiatan dengan skor HST tidak ada kaitan (P:0,9049. Garis regresi memberikan gambaran bahwa makin tinggi presentase lemak tubuh, tingkat kesegaran jasmani yang dinyatakan dalam skor HST makin menurun. Garis regresi antara% 88/TB dengan kesegaran jasmani, memberikan gambaran pula ada kecenderungan bahwa pada % 88/TB 100%, kesegaran jasmani menurun. Sedangkan regresi antara kesegaran jasmani dengan tinggi duduk tidak menunjukkan kaitan yang jelas. Tetapi antara urnur dan kesegaran jasmani, menunjukkan ada kecenderungan makin tinggi urnur, kesegaran jasmani menurun. Kesimpulan dari penelitlan inl ialah bahwa ada kaitan antara kesegaran jasmani yang dinyatakan dalam skor Uji HST dengan (a kegemukan dan (b umur.

  8. HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEBERADAAN ESCHERICHIA COLI PADA MAKANAN DI TEMPAT PENGOLAHAN MAKANAN (TPM BUFFER AREA BANDARA ADI SOEMARMO SURAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitka Romanda

    2017-01-01

    Full Text Available Keberadaan Escherichia coli dalam sumber air atau makanan merupakan indikasi pasti terjadinya  kontaminasi tinja manusia. Kontaminasi ini dapat berdampak pada Kejadian Luar Biasa keracunan makanan di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Adanya kontaminasi Escherichia coli pada makanan dapat disebabkan faktor personal hygiene penjamah makanan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan personal hygiene penjamah makanan dengan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah 65 penjamah makanan dan 65 sampel makanan di 22 tempat pengolahan makanan buffer area Bandara Adi Soemarmo Surakarta. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan personal hygiene dengan keberadaan Escherichia coli pada makanan di Tempat Pengolahan Makanan Buffer Area Bandara Adi Soemarmo Surakarta dengan uji statistik dengan Chi Square didapatkan p value (0,000 dan kekuatan hubungan sedang dengan nilai C (0,477. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan terdapat hubungan personal hygiene penjamah makanan dengan keberadaan Escherichia coli pada makanan di tempat pengolahan makanan (TPM buffer area Bandara Adi Soemarmo Surakarta.   Kata kunci. Personal Hygiene, Escherichia coli, Buffer Area

  9. Aplikasi Augmented Reality Game Edukasi Untuk Pengenalan Organ Tubuh Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Sudarmilah

    2016-06-01

    Full Text Available Organ manusia merupakan alat yang sangat vital dalam tubuh manusia. Pada prakteknya, pengenalan organ manusia pada siswa sekolah dasar membutuhkan alat peraga tiga dimensi yang hanya dimiliki oleh sekolah. Sedangkan anak usia sekolah dasar cenderung lebih tertarik dengan hal-hal yang baru. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi untuk menjembatani kedua permasalahan tersebut dengan aplikasi augmented reality game edukasi  untuk menarik minat dan membantu belajar siswa pada organ tubuh manusia yang dilakukan pada penelitian ini. Metode yang digunakan adalah prototyping yang merupakan bagian dari metode SDLC (System Development Life Cycle. Aplikasi augmented reality game edukasi untuk pengenalan organ tubuh manusia adalah hasil dari penelitiannya yang akan dijelaskan pada paper ini.

  10. PERSEPSI TUBUH DAN GANGGUAN MAKAN PADA REMAJA PEREMPUAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Yulianto Kurniawan

    2014-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to determine the relationship of body image perception and eating disorders in female adolescents. The design was a cross sectional study applied in new under graduate students majoring in nutritional sciences at Bogor Agricultural University (IPB involving 103 female students. The results showed that the subjects proportion in normal nutritional status was 84.5%, overweight 11.7%, obesity 1.9%, and thin 1.9%. Most of the subjects tend to have more positive body perception (48.5% which consisted of 44.7% without eating disorders and 3.9% had eating disorders. There was only 3.9% subject had a negative perception and 7.8% subject had eating disorders with more risk such as desiring to eat continously and could not stop eating 2—3 times a month. There was no significant correlation between body image perception with eating disorders (p>0.05.Keywords: body image, eating disorders, female adolesenceABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi tubuh dengan gangguan makan pada remaja perempuan. Desain penelitian adalah cross sectional study pada mahasiswa baru Program Studi Sarjana Ilmu Gizi di Institut Pertanian Bogor (IPB dengan jumlah 103 remaja perempuan. Hasil studi menunjukkan proporsi subjek dengan status gizi normal 84.5%, kegemukan 11.7%, obes 1.9%, dan kurus 1.9%. Sebagian besar subjek memiliki persepsi tubuh positif (48.5%, yang terdiri dari 44.7% subjek tidak berisiko gangguan makan dan 3.9% subjek memiliki risiko lebih gangguan makan. Hanya 3.9% subjek memiliki persepsi tubuh negatif dan 7.8% subjek mengalami gangguan makan dengan risiko lebih karena merasa memiliki keinginan untuk makan terus-menerus dan tidak dapat berhenti makan (2—3x sebulan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi tubuh dengan gangguan makan (p>0.05.Kata kunci: gangguan makan, persepsi tubuh, remaja perempuan

  11. Perbandingan Nilai Fleksibilitas Tubuh Ibu Post Partum Yang Melakukan Dan Tidak Melakukan Senam Pilates

    OpenAIRE

    Prabandani, Dyah Ayu; Laksono, Budi

    2016-01-01

    Latar Belakang : Mengukur nilai fleksibilitas tubuh adalah salah satu cara untuk mengetahui tingkat kelenturan tubuh seorang ibu, yang dapat berpengaruh terhadap ruang gerak sendi. Pada ibu post partum akan mengalami beberapa Perubahan seperti pengendoran otot dan bertambahnya berat badan yang dapat berpengaruh terhadap ruang gerak sendi. Senam pilates merupakan jenis senam yang populer di Indonesia yang menonjolkan stretching sehingga melatih kelenturan tubuh.Tujuan Penelitian : Membuktikan ...

  12. DIAMIKA PEREMPUAN PEDAGANG MAKANAN DI SICINCIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elsa Melia Roza

    2017-01-01

    Full Text Available This article discusses the activities of women food vendors in Nagari Sicincin, women's involvement has keterbartasan informal sector to resources and access. As a result, business options that can be entered also ranges in some specific fields such as trade food hawkers. Women asongan food traders in carrying out its activities he had to leave the family in a period of 9-10 hours a day. Before going home or going to work, he must do homework at the same time, This article aims to describe the activities of women food vendors hawkers around Station Sicincin. and analyze the constraints experienced by women hawkers hawkers in work. The method used qualitative descriptive type, The data collection is done by observation, interview and documentation study, The findings of this article, namely the allocation of time, that work outside the home as a trader of food hawkers, conducted from 08.00 am until 17:00 pm, Competition and conflict. Tip mastery of the market situation, that take advantage of the holiday, shoppers want visited by giving discounts to buyers, already terbntuknya image salted egg and boiled bananas. and the constraints faced by women food vendors hawkers are obstacles in the work, namely the driver and passenger Bus unfriendly, and the absence of gas stations. Artikel ini membahas aktifitas perempuan pedagang makanan di Nagari Sicincin, keterlibatan perempuan disektor informal memiliki keterbartasan terhadap sumber daya dan akses. Akibatnya pilihan usaha yang dapat dimasuki juga berkisar pada beberapa bidang tertentu seperti berdagang makanan asongan. Perempuan pedagang makanan asongan dalam menjalankan aktivitasnya ia harus meninggalkan keluarga dalam jangka waktu 9-10 jam dalam sehari. Sebelum pulang ataupun berangkat kerja, ia harus mengerjakan pekerjaan rumah sekaligus. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsiakn aktivitas perempuan pedagang mkanan asongan di sekitar Terminal Sicincin, dan menganalisis kendala-kendala yang

  13. KAJIAN BISNIS FRANCHISE MAKANAN DI INDONESIA

    OpenAIRE

    Dewi Astuti

    2005-01-01

    Food franchising business in Indonesia is growing up very fast. Factors that urge the growth are the specific characteristics of franchise inself, the rise of market demand, the availability of skilled labor, the high of return on investment and the internal factors such as the motivation, personality and the changing life style. Abstract in Bahasa Indonesia : Bisnis franchise makanan di Indonesia berkembang dengan cepat. Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhannya adalah ciri-ciri dari fra...

  14. SISTEM PAKAR DIAGNOSA KEKURANGAN VITAMIN PADA TUBUH MANUSIA BERBASIS WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ai Ilah Warnilah

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Along with the development of technology, also developed a system thet is able to adopt technology and the humant human thinking procces is an expert system which contains specific knowledge so that everyone can use to solve a specific problem, in this case is the health problem with vitamin deficiency in the human body. When there is a health disoreder, especially vitamin deficiency rether the people will a come to a doctor or nutritionist for a consultation. Sometimes there are also weaknes when entrusting to specialist such as limited hours of practice and the events that forced many patients have to queue and require a sizeeable fee. In this case, we as the people who use the service need more of an expert who can faciliate in the diagnosis of vitamin deficiency in the body as early prevention. Therefore as an alternative solution is to create an expert sysem aplication that can identify / diagnose a vitamin deficiency based on body sympton with forward chaining methode. Displayed in the form of a website using PHP programing with MYSQL database, so the consultation will be easeier, cost-eeffective and can be used anytime, anywhere. Keywords : Expert system, Deficiency, Forward chaining Abstrak - Seiring perkembangan teknologi,dikembangkan pula suatu sistem teknologi yang mampu mengadopsi proses dan cara berpikir manusia yaitu sistem pakar yang mengandung pengetahuan tertentu sehingga setiap orang dapat menggunakan untuk memecahkan masalah yang bersifat spesisfik, dalam hal ini adalah permasalahan kesehatan menangani kekurangan vitamin pada tubuh manusia. Masalah kesehatan khususnya kekurangan vitamin lebih tepatnya orang akan datang ke dokter atau ahli gizi untuk berkonsultasi. Namun terdapat kelemahan jika memepercayakan kepada dokter ahli seperti terbatasnya jam praktek dan kejadian banyak pasien yang memaksa harus harus melakukan antrian serta memerlukan biaya yang lumayan besar. Dalam hal ini, kita selaku orang yang

  15. PENGARUH LEVEL KONSENTRAT DALAM RANSUM TERHADAP KOMPOSISI TUBUH KAMBING PERANAKAN ETAWAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yogyantara A. P. I. K. D.

    2016-01-01

    Full Text Available Pengaruh level konsentrat dalam ransum telah diteliti untuk menghasilkan komposisi tubuh pada kambing peranakan etawah.Penelitianmenggunakanrancanganacakkelompok (RAK dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Keempatperlakuannyaadalah: (A konsentrat 75% +hijauan 25%; (B konsentrat 60% +hijauan 40%; (C: konsentrat 45% +hijauan 55%; dan (D: konsentrat 30% +hijauan 70%. Hijauan yang diberikan terdiri dari atasrumput raja 60% dangamal 40%. Peubah yang diamati adalah pertambahanbobot badan, protein tubuh, lemak tubuh, retensi protein, retensi lemak dan retensi energi. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam, bila nilai rata-rata perlakuan berbeda nyata (P<0,05 akan dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot badan, retensi protein, retensi lemak dan retensi energi kambing yang mendapat perlakuan A dan B nyata lebih tinggi (P<0,05 dari kambing yang mendapat perlakuan D.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan pemberian level konsentrat dalam ransum dapat meningkatkankomposisi tubuh kambing peranakan etawah.

  16. Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Tingkat Kontrol Asma Pada Pasien Asma Di RSU Dr. Soedarso Pontianak

    OpenAIRE

    Fuad Akbar

    2015-01-01

    Latar Belakang: Asma merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia yang penderitanya telah mencapai 300 juta orang. Pada saat ini, pencapaian dan pemeliharaan kontrol asma dalam jangka waktu yang lama merupakan tujuan dari terapi asma. Peningkatan indeks massa tubuh berperan dalam memperburuk tingkat kontrol asma Tujuan: penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan tingkat kontrol asma pada pasien asma di RSU dr. Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian ini...

  17. PROPORSI BAGIAN TUBUH DAN KADAR PROKSIMAT IKAN GABUS PADA BERBAGAI UKURAN

    OpenAIRE

    Ruddy - Suwandi; - - nurjanah; margaretha - winem

    2014-01-01

    Ikan gabus (Channa striata) merupakan jenis ikan air tawar yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ikan gabus hidup di muara sungai, danau, rawa, dan dapat pula hidup di air kotor dengan kadar oksigen rendah. Ikan gabus belum banyak dibudidayakan secara luas dan belum banyak dimanfaatkan sebagai produk olahan ikan. Informasi mengenai proporsi tubuh ikan gabus masih kurang dan belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi bagian-bagian tubuh ikan dan komp...

  18. SARANA PENGUJIAAN MUTU MAKANAN PADA BEBERAPA PABRIK MAKANAN YANG MEMPRODUKSI PRODUK OLAHAN HASIL PETERNAKAN DAN PERIKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Isnawati

    2012-10-01

    Full Text Available Seiring dengan berkembangnya industri makanan dan minuman maka berbagai jenis produk makanan instan/siap saji banyak membanjiri pasar. Di satu sisi konsumen diuntungkan dengan kemudahan pengadaan dan penyajian namun di sisi lain dapat menimbulkan kerugian berupa kemungkinan terjadinya penurunan atau penyimpangan mutu keamanan produk, terutama makanan yang berisiko tinggi sebagai penyebab penyakit dan keracunan. Yaitu produk : sapi, ayam, kambing dll. Penelitian ini merupakan survei eksplorasi yang dilakukan di pabrik makanan yang mengolah makanan dengan resiko tinggi yaitu pabrik produk olahan hasil peternakan dan perikanan. Pengambilan sampel ditentukan secara purposif, berdasarkan data dari Ditjen POM tahun 1997 ada 26 pabrik yang tersebar di 4 wilayah yaitu : Jakarta 5 pabrik, Botabek (Bogor, Tangerang dan Bekasi 10 pabrik, Bandung 6 pabrik serta Surabaya dan sekitarnya 5 pabrik Pengamatan dilakukan dengan mendatangi tiap pabrik untuk mendapatkan data berupa jenis pengujian yang dilakukan, yang meliputi jenis pengujian yang dilakukan sendiri, jenis pengujian yang dilakukan di tempat lain serta sarana yang dipunyai pabrik untuk melakukan uji mutu produk. Hasil penelitian menunjukkan 18 pabrik ( 78,3 % mempunyai sertifikat analisis bahan baku. Pengujian mutu terhadap bahan baku secara fisika umumnya dilakukan semua pabrik. Jenis pengujian bahan baku yang dilakukan sendiri, di luar dan yang tidak melakukan yaitu meliputi: pengujian kimia dilakukan oleh 2 pabrik (8,7%, 8 pabrik (34,8% dan 13 pabrik (56,5%; mikrobiologi 9 pabrik (39,13%, 10 pabrik (43,48% dan 13 pabrik (17,3%. Untuk pengujian produk jadi yang dilakukan sendiri, di luar dan yang tidak melakukan yaitu meliputi: pengujian kimia   dilakukan pada 3 pabrik (13,04%, 17 pabrik (73,91% dan 3 pabrik (13,04%; pengujian mikrobiologi dilakukan pada 9 pabrik (39,13 %, 10 pabrik (43,48% dan 13 pabrik (17,39%. Peralatan uji kimia yang dimiliki oleh pabrik yaitu : Spektrofotometer UV dimiliki

  19. KAJIAN BISNIS FRANCHISE MAKANAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Astuti

    2005-01-01

    Full Text Available Food franchising business in Indonesia is growing up very fast. Factors that urge the growth are the specific characteristics of franchise inself, the rise of market demand, the availability of skilled labor, the high of return on investment and the internal factors such as the motivation, personality and the changing life style. Abstract in Bahasa Indonesia : Bisnis franchise makanan di Indonesia berkembang dengan cepat. Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhannya adalah ciri-ciri dari franchise itu sendiri , meningkatnya daya beli, tersedianya sumber daya dengan keahlian yang dibutuhkan, return on investment yang tinggi serta faktor internal seperti motivasi, kepribadian yang terbuka serta perubahan gaya hidup Kata kunci: franchise, studi pemasaran, studi keuangan.

  20. Wacana Visual Talk Show ‘Mata Najwa’: Melihat Bahasa Tubuh Partisipan sebagai Kekuatan Visual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Winny Gunarti W.W.,

    2013-12-01

    ABSTRAK   Menjelang Pemilu 2014, isu sosial politik menjadi topik yang sering diangkat dalam pro- gram bincang-bincang  (talk show di televisi. Keberadaan talk show sebagai sebuah wacana visual menarik untuk dikaji karena mampu mempengaruhi opini publik tentang suatu isu yang melibatkan tokoh publik. Selain mengangkat isu populer, tontonan bincang-bincang juga didesain menampilkan pembawa acara profesional serta narasumber yang tengah menjadi isu. Talk show Mata Najwa di Metro TV adalah salah satu tontonan bincang-bincang yang menampilkan kekuatan visual tersebut. Dengan menggunakan latar desain studio se- bagai ruang bincang-bincang, kekuatan visual dipusatkan pada penampilan Najwa Shihab selaku pembawa acara dan narasumber di mana tubuh partisipan menjadi bagian dari kon- struksi media untuk menarik perhatian penonton. Studi ini membahas salah satu episode ‘Mendadak Capres’ yang menghadirkan figur publik Rhoma Irama sebagai narasumber. Analisis kualitatif dengan pendekatan Semiotika Sosial menempatkan  paritisipan sebagai bagian dari  elemen wacana di dalam produksi. Fokus pembahasan meliputi tanda-tanda visual yang terdiri dari ekspresi wajah, gerakan tangan serta posisi tubuh pembawa aca- ra dan narasumber untuk membangun identitas dan kekuasaan di dalam wacana visual perbincangan. Bahasa tubuh partisipan menjadi penting karena dapat membangun per- sepsi penonton dan mendukung suasana perbincangan. Studi ini sekaligus dapat menjadi sebuah model bahwa kekuatan tontonan bincang-bincang tidak hanya terletak pada topik, tetapi juga pada kekuatan visual partisipan melalui bahasa tubuh.   Kata kunci: wacana visual, bahasa tubuh, dan kekuatan visual

  1. Perancangan Aplikasi Multimedia untuk Pembelajaran Anatomi Tubuh Manusia untuk Sekolah Dasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Indriyani Putri

    2016-01-01

    Full Text Available Pada pembelajaran anatomi tubuh manusia dibutuhkan metode dan media yang baru agar dapat meningkatkan semangat dan minat siswa dalam mempelajari anatomi tubuh manusia. Hal ini dikarenakan metode yang umum digunakan di sekolah-sekolah masih menggunakan metode guru menerangkan dan siswa mendengarkan, serta buku pelajaran yang digunakan minim akan ilustrasi sehingga siswa kurang aktif dan mudah cepat jenuh dengan materi yang diterangkan di kelas. Berdasarkan permasalahan tersebut dibangun sebuah Aplikasi Multimedia Pembelajaran Anatomi Tubuh Manusia berbasis desktop yang diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah. Tahap-tahap yang dilalui dalam membangun aplikasi multimedia pembelajaran ini adalah mempelajari studi pustaka, mewawancari narasumber, merancang aplikasi, pembuatan aplikasi dan terakhir tahap pengujian. Aplikasi ini dibangun menggunakan Adobe Flash Professional, Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop. Metode pengembangan mutimedia yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC . Untuk metode pengujian aplikasi menggunakan metode Black Box Test. Aplikasi multimedia pembelajaran Anatomi Tubuh Manusia sebagai media pembelajaran interaktif untuk sekolah dasar, sudah berhasil dirancang dan dibangun menggunakan Adobe Flash Professional. Hasil dari pengujian Kotak Hitam pada aplikasi ini adalah fungsi dalam setiap menu dan tombol telah berjalan dengan semestinya. Kata kunci : Multimedia Pembelajaran, Adobe Flash Professional, Multimedia Development Life Cycle (MDLC, Anatomi Tubuh Manusia.

  2. PROPORSI BAGIAN TUBUH DAN KADAR PROKSIMAT IKAN GABUS PADA BERBAGAI UKURAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruddy - Suwandi

    2014-07-01

    Full Text Available Ikan gabus (Channa striata merupakan jenis ikan air tawar yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ikan gabus hidup di muara sungai, danau, rawa, dan dapat pula hidup di air kotor dengan kadar oksigen rendah. Ikan gabus belum banyak dibudidayakan secara luas dan belum banyak dimanfaatkan sebagai produk olahan ikan. Informasi mengenai proporsi tubuh ikan gabus masih kurang dan belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi bagian-bagian tubuh ikan dan komposisi kimia daging ikan gabus pada berbagai ukuran (0,5 kg; 1 kg; dan 2 kg dan jenis kelamin. Prosedur yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pengukuran proporsi tubuh ikan dan analisis proksimat. Ikan gabus betina memiliki rendemen daging yang lebih tinggi dibanding ikan gabus jantan. Rendemen terbesar terdapat pada daging dengan bobot tubuh ikan 2 kg. Kadar air dan kadar abu tertinggi terdapat pada ikan gabus jantan 0,5 kg yaitu 80,41% dan 1,47%. Kadar protein tertinggi yaitu 20,14% terdapat pada ikan gabus betina 1 kg. Kadar lemak tertinggi terdapat pada ikan gabus jantan 2 kg yaitu sebesar 1,69%. Kadar karbohidrat tertinggi terdapat pada ikan gabus betina 2 kg yaitu 2,71%.Kata kunci: ikan gabus, proksimat, proporsi tubuh

  3. PENYELENGGARAAN MAKANAN, DAYA TERIMA MAKANAN, DAN TINGKAT ASUPAN SISWA ASRAMA KELAS UNGGULAN SMA 1 PEMALI BANGKA BELITUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Sutyawan

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objectives of this study were to assess food service management, food acceptance, and the consumption’s level of students boarding school dormitory SMA 1 Pemali Bangka Belitung. The research was conducted in May—July 2013 with a cross sectional design. Subjects were purposively chosen with the total of 71 students. As many as 51.0% of components of food service management system have already been applied consisted of planning, purchasing, storage, processing, serving, personal hygiene, and sanitation. Spearman correlation analysis showed that the preference level for taste of food was significantly associated with energy and protein sufficiency level (p<0.05. The preference level for temperature of food was significantly associated with sufficiency levels of phosphorus (p<0.05. Preference level for temperature of food was significantly associated with compliance level of energy and iron (p<0.05. The level of compliance was significantly associated with sufficiency level of energy, iron, phosphorus, and zinc (p<0.05. Energy, protein, fosfor, iron intake from dormitory was significantly negatively associated with intake from non dormitory (p<0.05.Keywords: compliance level, food service management, preference level, sufficiency levelABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui proses penyelenggaraan makanan, daya terima makanan, dan tingkat asupan siswa asrama kelas unggulan SMA 1 Pemali Bangka Belitung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2013 dengan menggunakan desain cross-sectional. Subjek diambil secara purposive dengan total 71 siswa. Sebanyak 51.0% komponen sistem penyelenggaraan makanan sudah diterapkan yang terdiri dari perencanaan, pembelian, penyimpanan, pengolahan, penyajian, higiene perorangan, dan sanitasi. Uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa tingkat kesukaan terhadap rasa makanan memiliki hubungan yang nyata dengan tingkat kecukupan energi dan protein (p<0.05. Tingkat kesukaan terhadap suhu

  4. Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

    OpenAIRE

    Sutardi, Sutardi

    2016-01-01

    Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyem-buhkan berbagai penyakit. Pegagan mengandung bahan aktif alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Tiga golongan bioaktif, yaitu triterpenoid, steroid, dan saponin termasuk antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Bahan aktif tersebut merupakan bahan baku obat tradisional yang bermanfaat sebagai antipikun, antistres, obat lemah syaraf, ...

  5. Rancang Bangun Prototipe Monitoring Suhu Tubuh Manusia Berbasis O.S Android Menggunakan Koneksi Bluetooth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Fajar Rajasa Fikri

    2013-03-01

    Full Text Available Tanda-tanda vital kesehatan manusia dapat diketahui dari suhu tubuh, pernapasan, tekanan darah, dan denyut nadi. Dalam tugas akhir ini, dirancang sebuah prototipe monitoring suhu tubuh manusia berbasis android menggunakan koneksi bluetooth dengan performansi dalam bentuk jaket yang terdiri dari tiga buah titik pengukuran. Langkah-langkah yang dilakukan untuk merancang sistem pengukuran suhu tubuh adalah dengan mendesain sistem perangkat keras dan perangkat lunak. Sensor yang digunakan adalah IC-LM35 yang tersebar di tiga titik pengukuran. Sensor ini sebagai pendeteksi perubahan suhu tubuh, kemudian hasil perubahan suhu akan dibaca dan diproses pada mikrokontroler ATMega8a-pu. Setelah data terproses, selanjutnya data akan dikirimkan ke perangkat android melalui koneksi bluetooth. Setelah dilakukan pengukuran dan analisis data, dapat diketahui bahwa alat ini memiliki respon dinamis settling time sebesar 5 menit. Jarak maksimum koneksi perangkat adalah 35 meter, dan kemampuan baterai sebesar 9 volt selama 90 menit. Alat ini memiliki nilai eror akurasi sebesar 0.29150C, eror presisi sebesar 0.8°C untuk sensor A (mulut, dan nilai eror akurasi sebesar 0.4149°C, eror presisi sebesar 0.2974°C untuk sensor B (ketiak kanan, dan nilai eror akurasi sebesar 0.3846°C, eror presisi sebesar 0.5956°C untuk sensor C (ketiak kiri

  6. KERAGAMAN BAHAN MAKANAN UNTUK SARAPAN ANAK SEKOLAH DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Permaesih

    2017-01-01

    Full Text Available Breakfast (5-9 AM is contributed around one third of daily nutrient intake. Some studies shown that breakfast can maintain the blood glucose level, increase school performance and prevent obesity. This study aimed to determine the food variety of breakfast consumed by most Indonesian people, aged 6-18 years. Analysis was conducted using secondary data taken from the Individual Food Consumption Survey (SKMI 2014. The study was cross-sectional survey design conducted in 33 provinces in Indonesia in May-June 2014. 27870 (77.5% subjects were met the criteria. The age group of 6–12 years old consists of 7739 males and 7069 females, while aged 13–18 years old consists of 6612 males and 6450 females. Almost 60 percent (59,1% subjects consumed a combination of 3 food groups. 72,3 percent were consumed one food which was consist only serealia. Subjects who consumed with combination of 2 food groups such as serealia and water (49.6%, serealia and animal food (18.2%. Subjects who consumed combination of 3 food groups, such as serealia, animal food, and fat, were 49.6 percent. In conclusion, most students aged 6-18 years had breakfast but the variety of food was not adequate yet.   ABSTRAK   Sarapan atau makan pagi (jam 5-9 pagi penting untuk konsumsi makanan sehari. Sarapan dapat membantu mempertahan kadar gula darah, meningkatkan konsentrasi belajar serta mencegah terjadinya kegemukan. Perlu diperhatikan selain jumlah makanan juga keragaman jenis yang dikonsumsi. Tujuan analisis adalah mendapatkan informasi tentang keragaman bahan makanan yang biasa dikonsumsi penduduk di Indonesia, umur 6-18 tahun. Dilakukan analisis data hasil Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI 2014 dari rumah-tangga terpilih di 33 provinsi di Indonesia pada bulan Mei-Juni 2014 dengan desain penelitian potong-lintang. Sampel terdiri dari umur 6-12 tahun usia sekolah dasar (7739 orang laki-laki dan 7069 perempuan dan umur 13-18 tahun usia sekolah menengah (6612 laki-laki dan

  7. REINVENTARISASI MAKANAN TRADISIONAL BULELENG SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN SENI KULINER BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Wayan Sukerti

    2016-08-01

    Full Text Available pertama ini adalah untuk memperoleh strategi reinventarisasi makanan tradisional Buleleng sebagai salah satu upaya pelestarian seni kuliner Bali. Tujuan dapat dijabarkan sesuai tahapan pencapaian (1 Mengidentifikasi jenis-jenis makanan tradisional yang khas di Kabupaten Buleleng sejak dulu sampai sekarang (2 Menyusun pedoman/panduan resep beragam makanan tradisional khas di Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini berupa penelitian survei dan pengembangan (Survei and Development Research yang dilaksanakan selama 2 (dua tahun. Penelitian tahun pertama, menghasilkan rancangan sebagai berikut: (a melakukan identifikasi terhadap jenis-jenis makanan tradisional khas Buleleng yang dikonsumsi masyarakat di Kabupaten Buleleng sebelumnya.,(b melakukan pengkajian resep-resep berbagai jenis makanan tradisional khas Buleleng berdasarkan hasil identifikasi secara tradisional, (c Menyusun draft pedoman resep tradisional . Lokasi penelitian ini adalah di delapan Kecamatan yang ada di kabupaten Buleleng, yang terbagi ke dalam 24 desa sebagai wilayah sampling. Metode pengumpulan data adalah metode wawancara, metode observasi partisipasi, dan metode Dokumentasi. Selanjutnya Data dianalisis secara deskriftif kualitatif yaitu pemaparan dengan kata-kata untuk menggambarkan objek yang diteliti. Penggambaran data hasil penelitian dilakukan secara objektif,sesuai dengan keadaan sebenarnya. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 Jenis-jenis hidangan khas tradisional kabupaten Buleleng meliputi : (a Makanan Pokok seperti nasi tulen, nasi moran gadung, nasi moran keladi/talas, moran sele sawi, mengguh, blayag, tipat srosob; (b Lauk Pauk meliputi : serapah, sate celeng, timbungan , dll, (c Sayuran meliputi : urab paku, urab kacang dll, (d Jajanan meliputi: jaja bantal, jaja kaun tulud, jaja lemu, jaja satuh ; dll, (e Minuman meliputi loloh kunyit, loloh belimbing, es daluman, es kuud, rujak timun.;(2 tersusunnya 1 buah buku draft resep makanan tradisional Buleleng

  8. Produksi Biogas dari Limbah Makanan melalui Peningkatan Suhu Biodigester Anearob

    OpenAIRE

    Purnomo, Agus; Mahajoeno, Edwi

    2010-01-01

    Isu lingkungan seperti pencemaran udara, pemanasan global, dan zero waste telah mendorong peningkatan perhatian pada sumber-sumber energi terbarukan. Harga bahan bakar minyak (fosil) yang semakin mahal menjadi salah satu alasan untuk memenuhi kebutuhan energi, salah satu diantaranya berupa biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi biogas dari limbah makanan dengan peningkatan suhu dalam biodigester anaerob.Penelitian dilaksanakan di Sub Laboratorium Biologi, UPT Lab. Pusat MI...

  9. JENIS JAMUR DAN LALAT YANG DITEMUKAN PADA MAKANAN JAJANAN DARI PASAR DAN WARUNG DI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik St. Aminah

    2012-10-01

    Full Text Available Hasil penelitian terhadap makanan jajanan yang dijual di pasar dan warung, banyak yang tidak memenuhai syarat kesehatan, dan tercemar oleh bakteri serta jamur tertentu. Penelitian tentang bakteri yang mencemari makanan  jajanan seperti Entamoeba coli, Staphylococcus dan Salmonella telah banyak diketahui, tetapi mengenai data jenis jamur yang mencemari makanan jajanan belum banyak diketahui. Kontaminasi tersebut disebabkan cara penanganan, sanitasi yang kurang bersih, pembungkus makanan jajanan, tempat menjajakan makanan jajanan dan lokasi menjual makanan jajanan tersebut sebaiknya jauh dari tempat pembuangan sampah. Tempat pembuangan sampah sering ditemukan lalat seperti lalat rumah (Musca domestica, Chysomia megacephala, C. safferanea dan Sarcophaga sp. Hampir semua kue basah maupun kue kering yang dijual di pasar tradisional maupun di warung umumnya tercemar oleh khamir. Kue-kue tersebut yang dijual di pasar lebih banyak tercemar khamir dibandingkan yang dijual di warung. Hal ini kemungkinan kue yang dijual di warung penanganannya lebih baik dari pada yang dijual di pasar. Begitu juga mutu kue yang dijual di pasar biasanya lebih cepat rusak. Kerusakan kue tersebut disebabkan antara lain karena tercemar spora jamur yang terbawa oleh debu maupun oleh lalat yang terkontaminasi jamur/bakteri pada kaki-kaki lalat tersebut,  yang hinggap pada makanan jajanan. Sehingga jenis-jenis jamur yang terdapat di tempat sampah, udara dan tanah dapat mencemari makanan jajanan yang dijual di pasar maupun di warung.

  10. HUBUNGAN KOMPOSISI TUBUH DAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN SEKSUAL PADA REMAJA PUTRI DI PERKOTAAN DAN PERDESAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mega Seasty Handayani

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to analyzed the association of percent body fat and nutritional status on sexual development in adolescence girls in urban and rural areas. A cross sectional study involved 100 students of 8th grade junior high school. Age of menarche and breast growth used as sexual development indicators. Results showed that proportion of subjects with stunting and severe stunting was higher in rural area (34% than urban area (14%. Subjects in urban area had earlier age of menarche (18%. Breast growth of subjects in urban and rural areas were in midpuberty phase. Statistical analysis showed a correlation between nutritional status (BMI/U and percent body fat, nutritional status and sexual development, as well as percent body fat and sexual development (p<0.05.Keywords: age of menarche, breast growth, percent body fatABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan persen lemak tubuh dan status gizi dengan perkembangan seksual pada remaja putri di perkotaan dan perdesaan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang melibatkan 100 siswi kelas VIII SMP. Usia menarche dan pertumbuhan payudara digunakan sebagai indikator perkembangan seksual. Hasil penelitian menunjukkan proporsi subjek pendek dan sangat pendek lebih banyak terdapat di SMP desa (34% dibandingkan SMP kota (14%. Subjek di SMP kota mengalami menarche lebih awal (18%. Pertumbuhan payudara subjek di SMP kota maupun di SMP desa berada pada fase midpubertas. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi (IMT/U dengan persen lemak tubuh, status gizi dengan perkembangan seksual dan persen lemak tubuh dengan perkembangan seksual (p<0.05.Kata kunci: persen lemak tubuh, pertumbuhan payudara, usia menstruasi

  11. UTILISASI NITROGEN DAN KOMPOSISI TUBUH KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN HIJAUAN RUMPUT LAPANGAN DENGAN SUPLEMENTASI DEDAK PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N. W. SITI

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui utilisasi nitrogen dan komposisi tubuh kambing peranakan etawah yang diberi pakan hijauan rumput lapangan dengan suplementasi dedak padi, telah dilaksanakan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah Rumput lapangan ad libitum sebagai perlakuan (A; perlakuan B= perlakuan A + 75 g dedak padi; perlakuan C = perlakuan A + 150 g dedak padi dan perlakuan D= perlakuan A + 225 g dedak padi. Pemberian rumput lapangan 2 kali sehari yaitu pagi pukul 7.00 Wita dan sore pukul 16.00 Wita, sedangkan dedak padi diberikan sekali pada pukul 7.00 Wita. Air minum yang diberikan berasal dari PDAM secara ad libitum. Variabel yang diamati adalah komposisi tubuh, konsentrasi urea darah, konsumsi nitrogen, retensi nitrogen dan utilisasi nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi dedak padi dari 75-225 g/ekor/hari pada kambing PE yang diberi pakan hijauan rumput lapangan secara nyata (P0,05 menurunkan urea darah. Namun suplementasi dedak padi 75 g/e/h belum berpengaruh terhadap air tubuh dan lemak tubuh, tetapi suplementasi dedak padi pada level 150-225 g/e/h dapat menurunkan air tubuh dan meningkatkan lemak tubuh. Suplementasi dedak padi dari 75-225 g/ekor/hari belum berpengaruh nyata terhadap penurunan protein tubuh. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi dedak padi dari 75-225 g/ekor/hari dapat meningkatkan utilisasi nitrogen pada kambing peranakan etawah yang diberi pakan hijauan rumput lapangan.

  12. PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN GIZI UNTUK MENCEGAH FOODBORNE DESEASES PADA PENJUAL MAKANAN JAJANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ai Nurhayati

    2015-08-01

    Full Text Available Mahasiswa pada umumnya menghabiskan waktunya sebagian besar di kampus, sehingga harus memenuhi kebutuhan melalui makanan jajanan di kantin lingkungan kampus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan pendidikan gizi tentang sanitasi hygiene bagi penjual makanan jajanan di lingkungan kampus berdasarkan analisis perilaku personal hygiene sanitasi dalam penanganan (food handling practise makanan jajanan di kantin lingkungan kampus mulai penyiapan bahan, pengolahan, penyajian makanan dan minuman kepada konsumen serta peralatan yang digunakan untuk mencegah foodborne deseases. Desain penelitian tahap pertama digunakan Deskriptif. Pengambilan data menggunakan tes dan pedoman observasi, dengan metode wawancara dan pengamatan. Objek penelitian adalah para penjual makanan jajanan di kantin dalam lingkungan kampus UPI. Tehnik sampling dengan menggunakan sampel total sehingga sampel adalah seluruh penjual makanan jajanan yang ada di dalam lingkungan kampus UPI. Analisis hasil penelitian dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan penjual makanan berada pada kategori yang baik, sedangkan sikap personal hygiene berada pada kategori cukup baik, dan perilaku personal hygiene berada pada kategori cukup baik.

  13. PENGARUH ATRIBUT KEMASAN MAKANAN DAN KARAKTERISTIK KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Hanifawati

    2017-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh atribut kemasan makanan dan karakteristik konsumen terhadap persepsi, pencarian informasi, pemilihan alternatif, dan perilaku setelah pembelian. Pengambilan data menggunakan teknik convenience sampling kepada 400 responden dan wawancara kepada asosiasi ritel dan industri makanan. Analisis data dengan menggunakan Interpretasi Skor Interval dan Seemingly Unrelated Regression. Hasil menunjukkan bahwa atribut kualitas dan fitur kemasan berpengaruh lebih besar terhadap semua tahapan keputusan pembelian. Secara simultan karakteristik responden berpengaruh signifikan terhadap persepsi, pemilihan alternatif, dan perilaku setelah pembelian. Intensitas belanja berpengaruh signifikan terhadap persepsi dan perilaku setelah pembelian; sedangkan umur, jenis kelamin, dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pemilihan alternatif dan perilaku setelah pembelian. Implikasinya, IKM makanan perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap atribut kemasan yang berpengaruh lebih besar.THE EFFECT OF FOOD PACKAGING AND CONSUMER CHARACTERISTICS ON PURCHASE BEHAVIORABSTRACTThis study aims to determine the effect of snack package attributes and consumer characteristics on the perception, information search, alternative selection, and after purchase behaviour. The survey wasdone by the convenience sampling technique to 400 respondents and interviewingretail and food industries association. Data analysiswas Interval Score interpretation and Seemingly Unrelated Regression. The results show that the quality attributes and package features have greater effect on all purchasing decision stages. The respondent characteristics, simultaneously, significantly affect the perception, information search, alternative selection, and after purchase behaviour. The shopping intensity significantly affect the perception and after purchase behaviour; while, age, gender, and income significantly affect the alternative selection and

  14. Pengaruh Aras Energi Pakan dan Skor Kondisi Tubuh Terhadap Produksi dan Kualitas Fisik Daging Ternak Sapi Bali Betina Afkir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M.E. Ili

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh aras energi dan kondisi tubuh terhadap produksi dan mutu daging sapi Bali betina afkir. Kajian ini menggunakan 18 ekor sapi Bali betina afkir yang kurus dengan skor kondisi tubuh 2. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan aras energi sebagai faktor utama dan skor kondisi tubuh sebagai faktor tersarang. Pakan komplit fermentasi (2% dari berat badan dengan level energi yang berbeda yaitu 7, 8 dan 9 MJ diberikan sebagai perlakuan. Penelitian berlangsung selama 3 bulan yang terdiri dari 2 minggu masa persiapan dan penyesuaian (preleminary dan 10 minggu pengambilan (koleksi data. Parameter utama adalah produksi karkas dan kualitas fisik serta kimia daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh (P>0.05 dari level energi dan skor kondisi tubuh pada parameter yang diukur. Sementara itu, nilai susut masak dan keempukan secara signifikan dipengaruhi oleh level energi pakan. Kesimpulannya bahwa penggemukan sapi Bali betina afkir dapat dilakukan secara efisien dalam periode singkat. Ada indikasi perubahan skor kondisi tubuh yang memadai dengan pemberian pakan pada level energi metabolis 9 MJ.

  15. PERBEDAAN VISUALISASI ATRIBUT DAN STRUKTUR TUBUH WAYANG KULIT PURWA PADA TOKOH ANTAREJA GAYA YOGYAKARTA DENGAN GAYA SURAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Prisandy

    2016-11-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan perbedakan visualisasi atribut dan struktur tubuh pada tokoh Antareja Yogyakarta dengan Surakarta. Sumber data utamanya adalah wayang kulit Antareja Yogyakarta dan Surakarta. hasil dari penelitian ini adalah perbedakan atribut dan struktur tubuh (sanggul, jamang , sumping, garuda mungkur, dewala, ulur-ulur, kelat bahu, gelang tangan, praba, sabuk/paningset, pending , badong, kampuh, uncal wastra, uncal kencana, kunca, seluar terluar, seluar panjang, krocong, muka, mata, mulut, hidung, badan, tangan, kaki pada Antareja Yogyakarta dengan Antareja Surakarta.

  16. APLIKASI PEMESANAN MAKANAN ONLINE BERBASIS WEB PADA RUMAH MAKAN PAGI SORE SIPIN JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novhirtamely Kahar

    2013-07-01

    Full Text Available Rumah Makan Pagi Sore Sipin Jambi merupakan rumah makan yang menyediakan bermacam-macam menu makanan khas minang dan memiliki banyak pelanggan. Pemesanan makanan bagi pelanggan tetap jika jarak tempat tinggal dengan rumah makan berjauhan selama ini dilakukan melalui telepon. Cara tersebut memiliki kendala, salah satunya pelanggan tidak mengetahui daftar menu dan harga yang ditawarkan oleh rumah makan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun aplikasi pemesanan makanan online sehingga penyampaian informasi menjadi cepat, akurat, memiliki jangkauan yang luas, serta dapat memesan makanan secara online. Sistem aplikasi pemesanan ini terdiri dari aplikasi untuk pelanggan dan admin. Aplikasi untuk pelanggan terdiri dari : Home, Profil, Menu, Paket Catering, Promotion, Info, dan Pemesanan. Aplikasi pemesanan untuk pelanggan terdiri dari Delivery Service, Paket Catering Service, dan Paket Catering Ruang Minang. Sedangkan aplikasi untuk admin terdiri dari olah data menu utama, transaksi, dan laporan. Untuk transaksi pembayaran dilakukan secara cash kepada bagian pengiriman. Sistem aplikasi ini dibangun dengan menggunakan PHP dan database MySQL. Dengan dibangunnya aplikasi ini, maka pelanggan dengan mudah mendapatkan informasi tentang Rumah Makan Pagi Sore Sipin Jambi dan dapat melakukan pemesanan makanan dimana saja dan kapan saja, sehingga dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan berdampak pada peningkatan profit Rumah Makan Pagi Sore tersebut.Rumah Makan Pagi Sore Sipin Jambi merupakan rumah makan yang menyediakan bermacam-macam menu makanan khas minang dan memiliki banyak pelanggan. Pemesanan makanan bagi pelanggan tetap jika jarak tempat tinggal dengan rumah makan berjauhan selama ini dilakukan melalui telepon. Cara tersebut memiliki kendala, salah satunya pelanggan tidak mengetahui daftar menu dan harga yang ditawarkan oleh rumah makan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun aplikasi pemesanan makanan online sehingga penyampaian informasi menjadi

  17. Food Waste Composting Study from Makanan Ringan Mas

    Science.gov (United States)

    Kadir, A. A.; Ismail, S. N. M.; Jamaludin, S. N.

    2016-07-01

    The poor management of municipal solid waste in Malaysia has worsened over the years especially on food waste. Food waste represents almost 60% of the total municipal solid waste disposed in the landfill. Composting is one of low cost alternative method to dispose the food waste. This study is conducted to compost the food waste generation in Makanan Ringan Mas, which is a medium scale industry in Parit Kuari Darat due to the lack knowledge and exposure of food waste recycling practice. The aim of this study is to identify the physical and chemical parameters of composting food waste from Makanan Ringan Mas. The physical parameters were tested for temperature and pH value and the chemical parameter are Nitrogen, Phosphorus and Potassium. In this study, backyard composting was conducted with 6 reactors. Tapioca peel was used as fermentation liquid and soil and coconut grated were used as the fermentation bed. Backyard composting was conducted with six reactors. The overall results from the study showed that the temperature of the reactors were within the range which are from 30° to 50°C. The result of this study revealed that all the reactors which contain processed food waste tend to produce pH value within the range of 5 to 6 which can be categorized as slightly acidic. Meanwhile, the reactors which contained raw food waste tend to produce pH value within the range of 7 to 8 which can be categorized as neutral. The highest NPK obtained is from Reactor B that process only raw food waste. The average value of Nitrogen is 48540 mg/L, Phosphorus is 410 mg/L and Potassium is 1550 mg/L. From the comparison with common chemical fertilizer, it shows that NPK value from the composting are much lower than NPK of the common chemical fertilizer. However, comparison with NPK of organic fertilizer shown only slightly difference value in NPK.

  18. STUDI STRATEGI PEMANTAPAN KEGIATAN PENYULUHAN GIZI PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI MAKANAN DALAM MASYARAKAT DI WILAYAH SULAWESI TENGAH DAN NUSA TENGGARA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoko Susanto

    2012-11-01

    Full Text Available Melalui kerja keras jajaran Departemen Pertanian bekerjasama dengan masyarakat petani, maka pada tahun 1985 Indonesia telah mampu berswasembada beras dan status itu mendapat penghargaan dari FAO. Konsekuensi dari kondisi tersebut tiada lain adalah mempertahankan dan melestarikannya secara terus menerus dan berkesinambungan. Landasan formal ke arah upaya itu adalah INPRES Nomor 20 tahun 1979 tentang Perbaikan Menu Makanan Rakyat, sedangkan landasan teknis operasional adalah melalui penganekaragaman menu makanan sehari-hari. Dengan prinsip penganekaragaman menu makanan, maka dua tujuan ingin dicapai sekaligus, yakni: (1 agar ketergantungan masyarakat kepada salah satu jenis pangan pokok, terutama beras dapat dikurangi, dan (2 agar mutu gizi susunan makanan masyarakat dapat ditingkatkan. Sebagian penduduk di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Timur mengkonsumsi pangan pokok non-beras secara turun-temurun. Pada tingkat nasional dan regional kebiasaan pangan tersebut perlu dipertahankan dan didukung agar penganekaragaman konsumsi makanan dapat dikembangkan dan mutu gizi susunan makanan dapat ditingkatkan dengan mendayagunakan bahan-bahan makanan yang tersedia setempat. Penelitian ini ditujukan untuk menggali keragaan di lapangan berkenaan denga pentahuan pejabat dan kader Posyandu mengenai konsep penganekaragaman konsumsi makanan, serta penerapannya pada tingkat keluarga. Ketersediaan komoditas pangan pada sistem pasar di berbagai tingkat administratif telah digali pula. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekitar 50-70% Pejabat di berbagai tingkat administratif di kedua wilayah propinsi tersebut mengetahui dengan baik rumusan dan tujuan program penganekaragaman konsumsi makanan. Menurut para Pejabat tersebut sarana penyuluhan gizi yang tersedia belum mengandung materi mengenai penganekaragaman konsumsi makanan. Dari data pengamatan ternyata bahwa makanan pokok non-beras lebih banyak ditemukan di tingkat kecamatan, sedangkan beras lebih banyak

  19. PROPORSI BANGSA, UMUR, BOBOT BADAN AWAL DAN SKOR KONDISI TUBUH SAPI BAKALAN PADA USAHA PENGGEMUKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frandz Rumbiak Pawere

    2013-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi bangsa, umur, skor kondisi tubuh sapi bakalan yang digemukkan pada usaha penggemukan. Penelitian dilaksanakan di CV. Restu Bumi, Kabupaten Bantul selama 1 tahun yakni dari bulan Mei 2011 sampai bulan Mei 2012. Materi yang digunakan adalah 500 ekor sapi meliputi bangsa sapi Limmousin Peranakan Ongole (LimPO, Peranakan Ongole (PO dan Simmental Peranakan Ongole (SimPO. Parameter yang diamati adalah bangsa, umur, body condition score (BCS. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi bangsa sapi yang digemukkan-SimPO (56%, LimPO (19% dan PO (25%, umur sapi yang paling banyak digemukkan adalah poel 1 dan poel 2 masing-masing 36% dan 25%. Bobot badan awal sapi 300 kg didominasi oleh bangsa sapi silangan (SimPO dan LimPO. Nilai body condition score (BCS awal penggemukan 2-3. (Kata kunci: Bangsa, LimPO, PO, SimPO, Penggemukan

  20. Hubungan Asupan Zat Gizi dan Indeks Masa Tubuh dengan Hiperlipidemia pada Murid SLTP yang Obesitas di Yogyakarta

    OpenAIRE

    Siti Nurul Hidayati; Hamam Hadi; W. Lestariana

    2016-01-01

    Latar belakang. Obesitas pada anak dan remaja meningkatkan risiko penyakit degeneratif dan kardiovaskular. Namun belum jelas apakah remaja yang obesitas berisiko mengalami hiperlipidemia Tujuan. Menilai hubungan antara indeks masa tubuh (IMT), asupan karbohidrat dan lemak dengan hiperlipidemia pada murid SLTP yang obesitas. Metoda. Penelitian cross sectional di Yogyakarta. Sampel 109 murid SLTP dengan IMT = persentile-95 kurve IMT dari NCHS-CDC, dipilih secara acak dari muri...

  1. Pengembangan sistem informasi berbasis komputer untuk efi siensi penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi RS Militer Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Aroni

    2016-03-01

    ciency, food stock calculation, nutrition installation, food provisionABSTRAKLatar Belakang: Perkembangan iptek pada era globalisasi yang begitu pesat, terutama teknologi informasi akan memungkinkan proses data atau informasi dengan cepat dan akurat. Pelayanan gizi, dalam hal penyelenggaraan makanan rumah sakit dalam prosesnya memerlukan ketelitian dan ketepatan serta kecepatan waktu yang digunakan. Untuk itu, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknolgi dalam hal ini sistem informasi berbasis komputer akan sangat membantu. Instalasi Gizi Rumah Sakit Militer Malang (RSMM, dalam kegiatan perhitungan kebutuhan bahan makanan masih menggunakan penghitungan secara manual sehingga memerlukan waktu dan tenaga kerja gizi yang lebih untuk menyelesaikannya.Tujuan: Mengembangkan sistem informasi berbasis komputer untuk meningkatkan efi siensi waktu dan tenaga kerja gizi dalam perhitungan kebutuhan bahan makanan pada penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi RSMM.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental (before-after tanpa kelompok kontrol untuk mengetahui perbedaan durasi waktu yang digunakan dalam perhitungan kebutuhan bahan makanan sebelum dan sesudah menerapkan sistem informasi berbasis komputer pada penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi RSMM.Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan sistem informasi berbasis komputer pada instalasi gizi akan meningkatkan efi siensi tenaga kerja gizi dan waktu dalam perhitungan kebutuhan bahan makanan. Satu tenaga kerja gizi cukup digunakan untuk operasional computer yangsebelumnya 2 tenaga kerja gizi untuk perhitungan secara manual. Waktu yang diperlukan untuk perhitungan bahan makanan sebelum dan sesudah menerapkan sistem informasi berbasis komputer berbeda nyata dengan rata-rata adalah 3,5 jam dan 1,6 jam(p<0,05.Kesimpulan: Pengembangan sistem informasi berbasis komputer akan meningkatkan efi siensi tenaga kerja gizi dan waktu dalam perhitungan kebutuhan bahan makanan pada penyelenggaraan makanan di

  2. Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Cedera Ligamen Krusiat Anterior pada Atlet Cabang Olahraga Kontak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rurin Ardiyanti

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakCedera Ligamen Krusiat Anterior (LKA adalah trauma pada atlet yang memerlukan tindakan bedah dan berrisiko menjadi osteoartritis. Berbagai macam faktor dapat menyebabkan cedera LKA, seperti Indeks Massa Tubuh (IMT yang merupakan salah satu faktor risiko cedera LKA. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan IMT dengan cedera LKA. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional. Sampel adalah 271 atlet diambil dari seluruh cabang olahraga kontak di KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur. Data yang diperoleh berupa IMT dan kejadian cedera LKA pada atlet dalam 1 tahun, kemudian dianalisis dengan uji kemaknaan Fisher. Peneliti menemukan 7% (19 orang mengalami cedera LKA. Penelitian ini menemukan bahwa presentase cedera LKA pada IMT tinggi (>24,9 kg/m2 dua kali lebih banyak dibanding pada IMT tidak tinggi (≤24,9 kg/m2, yaitu 12,5% dan 6,5%. Pada uji Fisher tidak ditemukan hubungan antara IMT dan cedera LKA (p>0,05.  Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat risiko cedera LKA pada atlet dengan IMT tinggi, namun tidak signifikan secara statistik. Banyak faktor risiko cedera LKA lainnya yang tidak dapat dikontrol melalui metodologi penelitian ini.Kata kunci: indeks massa tubuh, cedera ligamen krusiat anterior, atlet AbstractAnterior Cruciate Ligament (ACL injuries are common on athletes that need surgical treatment and a risk to become osteoarthritis. There are many factors contributed to ACL injury. Body Mass Index (BMI is one of ACL injury risk factor. The objective of this study was to determine the relationship between BMI and ACL injury. This was an observasional analitic study. The sample was 271 contact sport athletes at KONI East Java. Data about BMI and ACL injury on the athlete for 1 year was collected. The data then was analysed by Fisher test. There were 7% (19 persons of athletes suffers from ACL injury. This study found that the proportion of ACL injury on athlete with high BMI (>24,9 kg/m2 was twice

  3. Gambaran Konsumsi Sayur dan Buah Penduduk Indonesia dalam Konteks Gizi Seimbang: Analisis Lanjut Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermina Hermina

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract Fruits and vegetables consumption was required by human body as sources of vitamins, minerals and fibers in achieving a healthy and nutritious balanced diet. The objective of the analysis is to obtain proportion and the average of fruits and vegetables consumed by Indonesian population at the age group, both in urban and rural areas from the 2014 Individual Food Consumption Survey The analysis showed that almost all Indonesion population consume vegetables (94.8% but only a few of them that consume fruits (33.2%. Average vegetables consumption was 70.0g/person/day and fruit consumption was 38.8 grams/grams/person/day. Total consumption of vegetables and fruits were 108.8g/person/day. When they were compared to the recommended adequacy under the guidelines of balanced nutrition, fruits and vegetables consumption were still low. A total of 97.1% of the population did not consume enough vegetables and fruits. When it was compared to the age group, teenagers were the highest age groups who consumed less fruit and vegetables (98.4%. The study concludes that the average consumption of vegetables and fruits of the Indonesian population was still low, in the context of balanced nutrition by age group, both in urban and rural areas, and the lowest was teenagers. Key words : fruits and vegetables, consumption, balanced nutrition, Indonesian population AbstrakKonsumsi sayur dan buah diperlukan tubuh sebagai sumber vitamin, mineral dan serat dalam mencapai pola makan sehat dengan gizi seimbang untuk kesehatan yang optimal. Tujuan analisis lanjut untuk mendapatkan informasi proporsi dan rerata jumlah sayur dan buah yang dikonsumsi penduduk menurut kelompok umur, baik di perkotaan maupun di perdesaan dalam konteks gizi seimbang. Data yang dianalisis merupakan hasil Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI 2014. Pengumpulan data dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Data konsumsi dikumpulkan dengan metode recall 1x24 jam, dilakukan

  4. Optimasi Kandungan Gizi Susu Kambing Peranakan Etawa (PE Menggunakan ELM-PSO Di UPT Pembibitan Ternak Dan Hijauan Makanan Ternak Singosari-Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Cholissodin

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung semua zat yang dibutuhkan tubuh. Ternak penghasil susu utama di Indonesia yaitu sapi perah, namun produksi susunya belum dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Alternatifnya adalah kambing peranakan etawa (PE. Tingginya kualitas kandungan gizi susu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya, yaitu faktor pakan. Bagian peternakan kambing PE di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Singosari-Malang masih menghadapi permasalahan, yaitu rendahnya kemampuan dalam memberikan komposisi pakan terhadap kambing PE. Kekurangan tersebut berpengaruh terhadap kualitas susu yang dihasilkan. Diperlukan pengetahuan rekayasa kandungan gizi susu untuk menentukan komposisi pakan dalam menghasilkan susu premium dengan kandungan gizi optimal. Penulis menggunakan metode Extreme Learning Machine (ELMdan Particle Swarm Optimization (PSO  untuk membuat pemodelan pakan kambing dalam mengoptimasi kandungan gizi susu kambing. Dalam analisa pengujian konvergensi menggunakan metode ELM-PSO yang dilakukan dengan kasus untuk berat badan kambing 32 kg, serta jenis pakan yang digunakan yaitu rumput Odot 70% dan rumput Raja 30% menghasilkan sistem mencapai kestabilan dalam konvergensi pada iterasi ke-20 dengan fitness terbaik yaitu 16.2712. Kata Kunci: Susu Kambing, Optimasi, Artificial Neural Network (ANN, Particle Swarm Optimization (PSO, Genetic Algorithm (GA, Kandungan Nutrisi Pakan. Abstract Milk is one of the animal protein sources which it contains all of the substances needed by human body. The main milk producer cattle in Indonesia is dairy cow, however its milk production has not fulfilled the society needs. The alternative is the goat, the Etawa crossbreed (PE. The high quality of milk nutrients content is greatly influenced by some factors one of them, is the food factor. The PE goat livestock division of the UPT Cattle Breeding and the Cattle Food Greenery in Singosari

  5. Faktor Determinan Pemilihan Makanan Jajanan pada Siswa Sekolah Dasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yohanes Kristianto

    2013-06-01

    Full Text Available Makanan jajanan pada siswa sekolah masih banyak yang bermutu rendah sehingga keterampilan anak dalam memilih memegang peran penting dalam mendapatkan jajanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai mutu jajanan siswa sekolah dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan pemilihan jajanan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain cross sectional pada 120 siswa sekolah dasar di Kota Batu yang dipilih secara purposif pada bulan September hingga Desember 2009. Mutu jajanan sekolah diperiksa di laboratorium. Siswa diminta untuk menjawab 28 pertanyaan tentang pemilihan jajanan. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan uji analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya jajanan pada siswa seko-lah mengandung energi di bawah standar (300 Kkal/ orsi. Komposisi bahan penyusun jajanan kurang bervariasi. Sebagian besar jajanan (71,4% mengandung formalin. Faktor utama yang menentukan pemilihan jajanan di sekolah mencakup variabel harga, hadiah, ukuran porsi, aroma, dan kebebasan menentukan pilihan sendiri. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kandungan gizi dan keamanan jajanan anak sekolah perlu ditingkatkan. Determinan utama pemilihan jajanan didominasi aspek harga, hadiah, dan cita rasa. Untuk membuat jajanan yang bergizi dan aman disarankan pembuatan dilakukan dengan menggunakan bahan pangan dan teknologi lokal. Selain itu, juga diperlukan penegakan hukum terkait dengan penggunaan bahan berbahaya dalam jajanan siswa sekolah. Snacks of poor qualities which still predominate foods sold in school high-lights the importance of skill in choosing healthy foods. This research was aimed to examine the quality of snack and determine factors that contribute to children’s food choice. The study was conducted using cross sectional design on purposefully selected 120 school children from four elementary schools in Kota Batu in September to December 2009. School snacks were collected for

  6. Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Nitrit Oksid pada Masyarakat Etnik Minangkabau di Kota Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nidia Purwadianti

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakObesitas merupakan masalah kesehatan yang kompleks dengan penyebab multifaktorial. Obesitas berkaitan erat dengan peningkatan risiko sejumlah komplikasi seperti hipertensi. Salah satu mekanisme yang menghubungkan obesitas dengan hipertensi adalah disfungsi endotel sebagai akibat penurunan kadar nitrit oksid (NO. Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT merupakan salah satu indikator untuk menentukan obesitas. .Tujuan penelitian ini ialah menentukan hubungan IMT dengan kadar nitrit oksid pada masyarakat etnik Minangkabau. Desain penelitian adalah studi potong lintang dengan populasi masyarakat etnik Minangkabau usia 30 – 65 tahun di 4 kecamatan terpilih di Kota Padang. Jumlah subjek sebanyak 130 orang. Data responden merupakan data sekunder yang dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan uji beda rerata dengan metode independent sample t-test. Hasil penelitian pada kelompok obesitas diperoleh p-value = 0,982 dengan r = -0,003. Pada kelompok tidak obesitas didapatkan p-value = 0,924 dan r = -0,013. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan kadar NO. Kadar nitrit oksid rerata pada responden obesitas adalah 28,37±17,45 μmol/L dan tidak obesitas adalah 23,91±11,55 μmol/L dengan p-value=0,084. Terdapat perbedaan rerata kadar NO kelompok obesitas dan tidak obesitas pada masyarakat etnik Minangkabau di Kota Padang namun tidak bermakna secara statistik. Diharapkan penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor lain yang mempengaruhi kadar NO selain IMT.Kata kunci: indeks massa tubuh, kadar nitrit oksid, obesitas AbstractObesity is a complex health problem with multifactorial causes. Obesity is strongly related to risk increase of many complications such as hypertension. One of the mechanisms that links obesity and hypertension is endhotelial disfunction due to nitric oxide (NO level decrease. Body Mass Index (BMI measurement is one of the indicators to determine obesity

  7. PERBEDAAN WAKTU REAKSI PADA BERBAGAI DURASI LATIHAN DAN INDEKS MASSA TUBUH PADA TIM FUTSAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Gede Windhu Saputra

    2015-06-01

    Full Text Available Futsal merupakan salah satu olahraga permainan bola yang kini makin digemari oleh banyak orang. Permainan futsal membutuhkan kondisi jasmani, kemampuan menggiring bola, mencetak gol, dan menghadang lawan yang baik. Berbagai kemampuan tersebut membutuhkan latihan rutin, indeks massa tubuh (IMT, serta waktu reaksi yang optimal agar dapat bermain dengan baik. Penelitian ini ingin melihat bagaimana perbedaan waktu reaksi pada berbagai durasi latihan dan IMT pada pemain tim futsal FK UNUD. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis potong lintang dengan melihat perbedaan waktu reaksi berdasarkan durasi latihan dan IMT. Dari hasil uji T menunjukkan tidak didapatkan perbedaan bermakna dari rata-rata waktu reaksi (p>0,05 antara pemain yang berlatih kurang dari 5 jam per minggu (266,67 milidetik ± 22,223 dibandingkan dengan pemain yang berlatih lebih dari 5 jam per minggu (305,67 milidetik ± 45,247. Tidak didapatkan pula perbedaan signifikan (p>0,05 antara pemain yang memiliki indeks massa tubuh dibawah 25 kg/m2 (283,80 milidetik ± 37,067 dan yang memiliki indeks massa tubuh lebih dari sama dengan 25 kg/m2 (302,40 milidetik ± 51,897. Kesimpulan dari penelitian ini tidak didapatkan perbedaan waktu reaksi yang signifikan antara kelompok pemain yang berlatih kurang dari 5 jam per minggu dibandingkan dengan kelompok pemain yang berlatih lebih dari sama dengan 5 jam per minggu. Tidak didapatkan perbedaan waktu reaksi yang signifikan pada kelompok pemain dengan IMT kurang dari 25 kg/m2 dibandingkan dengan kelompok pemain dengan IMT lebih dari sama dengan 25 kg/m2.    

  8. PENGARUH PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA WANITA TERHADAP MUTU PRODUK MAKANAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KOTA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nur Fadlilah

    2012-02-01

    Full Text Available Industri makanan merupakan salah satu industri unggulan bagi sektor Industri Kecil Menengah (IKM di Kota Bogor. Berdasarkan pengamatan secara kualitatif yang dilakukan, banyak tenaga kerja wanita yang bekerja dibidang industri makanan. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa tinggi pengaruh produktifitas tenaga kerja wanita terhadap mutu produk makanan IKM.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara produktifitas kerja wanita dengan mutu produk yang dihasilkan. Pengolahan data dilakukan dengan mereduksi jumlah industri IKM potensial yang akan dijadikan obyek penelitian dengan kriteria tertentu, dengan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP. Pengukuran produktifitas dilakukan berdasarkan pendekatan Rasio Output/Input. Penentuan hubungan pengaruh produktifitas tenaga kerja wanita dengan mutu produk makanan IKM adalah berdasarkan pendekatan koefisien korelasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa IKM produk makanan yang berpotensi di Kota Bogor adalah IKM produsen nata de coco, dimana dengan pendekatan AHP diperoleh bobot tertinggi dibandingkan dengan 28 IKM produk makanan lainnya, yaitu sebesar 0,096. Berdasarkan 4 IKM produsen nata de coco, dapat diambil kesimpulan secara umum, bahwa pada IKM nata de coco di Kota Bogor tidak terdapat pengaruh antara produktivitas tenaga kerja wanita dengan mutu produk. Kata kunci: IKM, Produktifitas, AHP, Analisa Korelasi     Food Industri is one of a potensial small medium interprise in Bogor. Based on qualitative observation, more women working at food industries. The problem in this research is How much the relationship between women worker with SME’s food product quality. The goal of this research is to find out the correlation between women worker’s productivity with product quality. This problem will be solve by reduce many potensial SME with some criteria use AHP. Productivity meseaure with Output/Input ratio. Correlation analysis used to know about

  9. Obsesi Tokoh Utama terhadap Makanan dalam Novel Aruna dan Lidahnya Karya Laksmi Pamuntjak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noviana Nitami

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract: This study is motivated by the human changes in treating food which is caused by the displacement of society, technology, culture and time change. The aims of this study is to find the obsession on the food in the novel Aruna dan Lidahnya. The method used in this research is descriptive qualitative, in which data is collected by library research. The research result in the leading factor of the main character’s obsession to the food, single status, source of happiness, a mean of self-liberation, occupational factors, lifestyle, and educational background. Aruna’s obsession is categorized as compulsive obsession. Compulsive obsession is a repetitive behaviour that performed by someone because she thinks it ia a must. Keywords: Aruna dan Lidahnya; Laksmi Pamuntjak; Food; Obsession; Literature learning Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan manusia dalam memperlakukan makanan yang disebabkan oleh adanya perpindahan masyarakat, budaya teknologi, dan perkembangan zaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui obsesi terhadap makanan yang terdapat dalam novel Aruna dan Lidahnya. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kajian pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis struktural yakni membaca dan memahami kembali data yang sudah diperoleh. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa obsesi terhadap makanan yang terdapat dalam novel  Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya faktor status yang masih sendiri, sumber kebahagiaan, sarana pembebasan diri, faktor pekerjaan, gaya hidup, dan latar belakang pendidikan. Obsesi yang dialami oleh Aruna tergolong ke dalam obsesi kompulsif yaitu perilaku yang dilakukan berulang-ulang oleh seseorang karena merasa harus melakukannya. Kata Kunci: Aruna dan Lidahnya, Laksmi Pamuntjak, Makanan, Obsesi,  Pembelajaran Sastra 

  10. Desain Model E-business Aplikasi Mobile (Studi Kasus: E-makanan Padat Pendamping Asi)

    OpenAIRE

    Pratami, Devi; Puspita, Ika Arum

    2015-01-01

    Jumlah pengguna internet dari perangkat mobile semakin bertambah. Saat ini android meraup angka lebih dari satu milyar user yang telah mengaktivasi ponsel berbasis android. Dari tingginya angka user tersebut potensi bisnis berasal dari aplikasi-aplikasi yang terdapat di pasar virtual android yang disebut Google Playstore. Pada penelitian ini akan dijabarkan langkah sistematis merancang model e-business dari mobile application dengan studi kasus pengembangan aplikasi e-MPASI atau Makanan Padat...

  11. Analisa Interdependensi Antara Value Chain Dan Business Model Pada Industri Pengolahan Makanan

    OpenAIRE

    Kristiani, Paulina

    2015-01-01

    Latar belakang dari penelitian ini adalah dengan melihat kondisi lingkungan bisnis yang semakin ketat dan bersaing maka diperlukan model bisnis dan value chain untuk mampu bersaing dalam lingkungan industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisa dan mengevaluasi pada value chain saat ini kemudian merancang pengembangan value chain berdasarkan komponen model bisnis. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan teknik wawancara dan data value chain makanan saat ini yang diam...

  12. PREFERENSI DAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN JAJANAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN CIJERUK,KABUPATEN BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leily Amalia

    2013-10-01

    preferensi dan frekuensi makanan jajanan pada anak SD di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan dengan metode survey, di tiga Sekolah Dasar di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, yaitu SDN 01 Palasari, SDN 02 Palasari, dan SDN 01 Cipicung. Pengambilan data dilakukan pada bulan April hingga Juni 2012. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 dan kelas 5 SD, berjumlah 80 siswa, terdiri dari 40 siswa laki-laki dan 40 siswa perempuan. Penarikan subjek dilakukan secara purposive proposional dari populasi siswa di ketiga SD terpilih. Data dikumpulkan dengan cara pengamatan dan wawancara kepada siswa, terdiri dari karakteristik keluarga, karakteristik individu, pengetahuan gizi, preferensi dan alasannya, serta frekuensi konsumsi makanan jajanan. Besar keluarga subjek sebagian besar (65.5% tergolong sedang (4—6 orang. Pendidikan ayah dan ibu subjek sebagian besar tamatan SD (42.5% dan tidak tamat SD (31.3% dan 23.8%. Pendapatan keluarga per kapita subjek umumnya tergolong miskin (51.3% dan 40.0% termasuk kategori hampir miskin. Rata-rata pendapatan keluarga per kapita adalah Rp 183 063, lebih rendah dari garis kemiskinan Jawa Barat pedesaan (Rp 210 000. Rata-rata uang jajan subjek adalah Rp 2 293.7. Pengetahuan gizi subjek umumnya (47.5% berada pada kategori sedang. Urutan makanan jajanan yang paling disukai hingga agak disukai adalah buah, minuman, makanan gorengan, kue, keringan asin, dan jajanan sepinggan. Alasan utama subjek dalam menyukai semua kelompok makanan jajanan adalah rasa (minimal 60%. Urutan kelompok jajanan dengan frekuensi konsumsi dalam seminggu dari tertinggi hingga terendah adalah makanan digoreng (7.0 kali, minuman (6.7 kali, kue (6.3 kali, jajanan sepinggan (6.2 kali, keringan asin (5.3 kali, dan buah (5.0 kali.Kata kunci: alasan suka, frekuensi konsumsi, makanan jajanan, preferensi

  13. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI NIAT MEMBELI MAKANAN KEMASAN BERLABEL HALAL LPPOM-MUI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maghfiroh Maghfiroh

    2015-10-01

    Full Text Available Abstrak: Faktor-faktor yang Memengaruhi Niat Membeli Makanan Kemasan Berlabel Halal LPPOM-MUI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor personal, faktor sosial, faktor informasi dan sikap terhadap niat membeli produk makanan kemasan berlabel halal LPPOM-MUI pada mahasiswa nonmuslim UNY baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini termasuk penelitian kausal asosiatif yang meneliti pengaruh hubungan variabel bebas dan variabel terikat. Populasi penelitian adalah mahasiswa S-1 nonmuslim di UNY tahun 2011-2014. Sampel penelitian berjumlah 92 mahasiswa dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, analisis data mengunakan metode regresi probit. Hasil penelitian menunjukkan dari 4 variabel bebas terdapat 3 variabel yang tidak berpengaruh. Variabel yang tidak berpengaruh tersebut yaitu variabel faktor personal, sosial, informasi sedangkan variabel yang berpengaruh yaitu variabel sikap. Secara simultan terdapat pengaruh faktor personal, sosial, informasi dan sikap terhadap niat membeli makanan kemasan berlabel halal LPPOM-MUI pada mahasiswa nonmuslim UNY. Kata kunci: niat membeli, personal, sosial, informasi, sikap Abstract: The Determinants of Intention to Buy Labeled Halal Foods By LPPOM-MUI. This study aims to investigate the effect of personal, social, information factors and attitudes on the intention to buy packed labeled halal food products by LPPOM-MUI among non-Muslim students of Yogyakarta State University. This was an associate causal study investigating the effects of independent variables on a dependent variable. The sample, consisting of 92 students was selected by means of the purposive sampling technique. The data were collected through a questionnaire and were analyzed using the probit regression method. The results showed of four independent variables, three of them had no effect on independent variable. Those three variables were personal, social, and information

  14. PENYELENGGARAAN MAKANAN DAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DI KANTIN ZEA MAYS INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arnati Wulansari

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThis research aimed was to know food service and level of customer satisfaction in the Zea Mays cafetaria at Bogor Agricultural University. Case study and descriptive analysis were applied in this study. Sampling method of purposive sampling was carried out and number of subjects used was 95 people. The food service in the Zea Mays cafetaria consists of planning, purchasing, receiving, storing, processing, and distributing. The result of analysis based on Importance Performance Analysis showed that the most important attribute was the security and hygiene product and the highest performance levels was the cleanliness of dining room. More than fifty percent subjects was concerned against nutrient content of the menu (50.5%. Based on the Customer Satisfaction Index the satisfaction value was 69.3 (satisfied. There was a correlation between job and education level with quality of the product and between income with nutrient content (p<0.05.Keywords: customer, food service, satisfactionABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan makanan dan tingkat kepuasan konsumen di Kantin Zea Mays Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif dan studi kasus. Metode penarikan subjek dilakukan secara purposive dan sebanyak 95 subjek digunakan dalam penelitian ini. Penyelenggaraan makanan di Kantin Zea Mays terdiri dari perencanaan, pembelian, penerimaan, penyimpanan, pengolahan, dan penyajian. Berdasarkan hasil analisis Importance Performance Analysis (IPA diketahui bahwa atribut yang dirasakan paling penting adalah keamanan dan kebersihan produk sedangkan atribut tingkat kinerja yang paling tinggi skornya adalah kebersihan tempat makan. Lebih dari separuh subjek masih memerhatikan kandungan gizi menu (50.5%. Berdasarkan Customer Satisfaction Index (CSI diperoleh nilai kepuasan sebesar 69.3 (puas. Terdapat hubungan antara pekerjaan dan tingkat pendidikan dengan penilaian atribut mutu produk

  15. PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP BAHAYA PENYALAH-GUNAAN PEMAKAIAN KEMASAN PRODUK MAKANAN DAN PENEGAKAN HUKUMNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Sulistianingsih

    2016-01-01

    penting kemasan yang baik untuk makanan. Pemahaman tersebut berkaitan dengan bahaya penyalahgunaan pemakaian kemasan produk makanan. Masyarakat dapat menjadi korban atas kurangnya pengetahuan maupun pemahaman akan penggunaan kemasan yang baik untuk makanan. Kemasan yang tidak baik akan berakibat buruk tidak hanya bagi kesehatan tapi juga bagi lingkungan. Penegakan hukum terhadap penyalahgunaan kemasan juga dilaksanakan belum optimal, hal ini dapat dilihat tingkat pengaduan terhadap penyalahgunaan kemasan masih minim. Kata Kunci:  Masyarakat; Makanan; Penegakan; Penyalahgunaan Kemasan

  16. PERANCANGAN CASING DAN TATA LETAK KOMPONEN OZONIZER PENGAWET MAKANAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Fanani

    2012-02-01

    Full Text Available Penelitian ini berisi tentang perancangan casing dan tata letak komponen ozonizer pengawet makanan. Proses perancangan produk dilakukan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD pada fase perencanaan produk (Product Planning dan fase perencanaan disain (Design Planning. Pada fase perencanaan produk, dilakukan identifikasi kebutuhan konsumen terhadap ozonizer pengawet makanan. Pengumpulan data mengenai kebutuhan konsumen diperoleh dari penyebaran angket (kuisioner kepada pengguna produk, yaitu rumah makan dan industri makanan. Setelah diperoleh daftar kebutuhan konsumen, kebutuhan-kebutuhan tersebut kemudian diolah menggunakan metode QFD pada fase perencanaan produk hingga diperoleh spestifikasi teknis produk dan House of Quality (HOQ. Spesifikasi teknis produk ini akan digunakan sebagai acuan dalam menyusun fase kedua proses QFD, yaitu fase perencanaan disain. Pada fase perencanaan disain, dihasilkan beberapa sketsa alternatif solusi. Alternatif solusi disain tersebut kemudian dievaluasi dan dilakukan penilaian untuk memilih solusi disain produk ozonizer pengawet makanan. Setelah solusi disain produk ozonizer dipilih, alternatif solusi tersebut kemudian dirancang secara detail, dan kemudian dibuat prototype produk. Prototype produk  yang dibuat adalah prototype visual, yakni gambar disain yang dianimasi untuk melihat proses perakitan, penyusunan tata letak komponen penyusun produk dan penyusunan display dan panel operasi produk. Kata Kunci   :   Kebutuhan konsumen, Quality Function Deployment, Spesifikasi Teknis Produk, Solusi Disain, Prototype Disain Produk     This research contains about casing project and ozonizer component layout of food preservative. The project is practiced using Quality Function Deployment (QFD method on product planning and design planning phase. In product planning phase, there is identification about consumer needs in ozonizer food preservative. Collecting data about consumer needs are received

  17. Kandungan Flavonoid, Total Fenol, Dan Antioksidan Snack Bar Sorgum Sebagai Alternatif Makanan Selingan Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2

    OpenAIRE

    Isdamayani, Linda; Panunggal, Binar

    2015-01-01

    Latar Belakang: Sorgum merupakan pangan lokal yang mengandung komponen antioksidan seperti favonoid dan total fenol. Konsumsi sorgum dapat diolah menjadi produk makanan selingan berupa snack bar. Kandungan antioksidan pada sorgum bermanfaat sebagai pangan sumber antioksidan bagi penderita diabetes mellitus (DM) tipe 2. Diabetes mellitus (DM) tipe 2 ditandai dengan hiperglikemia yang meningkatkan stres oksidatif. Stress oksidatif dapat berkembang menjadi komplikasi makro maupun mikrovaskuler. ...

  18. Kandungan Pati Resisten, Amilosa, Dan Amilopektin Snack Bar Sorgum Sebagai Alternatif Makanan Selingan Bagi Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2

    OpenAIRE

    Fathurrizqiah, Ratna; Panunggal, Binar

    2015-01-01

    Latar Belakang: Hiperglikemia pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 tidak terkontrol menyebabkan komplikasi penyakit, sehingga perlu pengaturan diet untuk mengontrol gula darah. Sorgum mengandung pati resisten, amilosa, dan amilopektin yang dapat menghambat kenaikan gula darah sehingga pembuatan sorgum sebagai snack bar dapat dijadikan sebagai alternatif makanan selingan penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.Tujuan: Menganalisis kandungan pati resisten, amilosa, amilopektin, dan tingkat peneri...

  19. ANALISIS KINERJA PENYELENGGARAAN MAKANAN DAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN RESTORAN KHAS PADANG DI BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nisa Sinti Atikah

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRACTThis research aimed to analyze food service performance and level of customer satisfaction in Etnic Padang restaurant in Bogor City. Case study design was applied in this study. Sampling method of purposive sampling was carried out and number of subjects used was 99 people. Based on Importance Performance Analysis, results showed that the most important attribute was cleanliness of dining room and the highest performance levels was safety and hygiene products. Based on Customer Satisfaction Index the satisfaction value gained was 79 (satisfied. Spearman’s correlation showed that there was relationship between income with quality of the product (p<0.05.Keywords: customer satisfaction, ethnic padang restaurant, food serviceABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyelenggaraan makanan dan tingkat kepuasan konsumen di Restoran khas Padang, Bogor. Penelitian ini bersifat studi kasus. Metode penarikan subjek dilakukan secara purposive sampling dan jumlah subjek yang digunakan sebanyak 99 orang. Hasil analisis berdasarkan Importance Performance Analysis atribut yang dirasakan paling penting adalah kebersihan ruangan dan tempat makan sedangkan atribut tingkat kinerja yang paling tinggi adalah keamanan dan kebersihan produk. Berdasarkan Customer Satisfaction Index diperoleh nilai kepuasan sebesar 79 (puas. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan antara pendapatan dengan penilaian atribut mutu produk (p<0.05.Kata kunci: kepuasan konsumen, penyelenggaraan makanan, restoran khas padang

  20. PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI MELALUI ANALISA BIAYA KUALITAS (Studi Kasus pada Perusahaan Bahan Baku Makanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Felecia Felecia

    2004-01-01

    Full Text Available This article is about quality costs analysis to improve industrial competitiveness, through a study case at food ingredients industry. The purpose of this quality costs analysis is to know quality cost resources which are not efficient. The first condition shows that 90% of total quality costs is used as prevention cost and 8% as internal failure cost. The final condition after analysis and improvement shows no more internal failure and the average quality costs is reduced by 9.66%. Abstract in Bahasa Indonesia : Artikel ini membahas tentang analisa biaya kualitas untuk peningkatan daya saing industri, studi kasus di sebuah industri bahan baku makanan. Tujuan dari analisa biaya kualitas adalah untuk mengetahui sumber-sumber biaya kualitas yang tidak effisien. Kondisi awal perusahaan menunjukkan bahwa 90% dari total biaya kualitas digunakan sebagai biaya pencegahan, dan 8% sebagai biaya kegagalan internal. Kondisi akhir setelah dilakukan analisa dan perbaikan adalah tidak lagi ditemukan biaya kegagalan internal dan rata-rata biaya kualitas perusahaan secara umum menurun sebesar 9.66%. Kata kunci: analisa biaya kualitas, industri bahan baku makanan.

  1. PEMAHAMAN, SIKAP, DAN UNJUK KERJA HIGIENE-SANITASI SISWA DALAM PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN MAKANAN DI SMK BIDANG KEAHLIAN TATA BOGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Masdarini

    2012-08-01

    Full Text Available The gastronomy students’ hygiene-sanitation under standing, attitude and performance in SMK. This study aims at describing the gastronomy students’ hygiene-sanitation understanding, attitude and performance. This research is a des­crip­tive quantitative one with research subjects are the gastronomy students of SMKs in Bali with the total number of 198 students. The instruments used are skill test, questionnaire and observation sheet. Then, the data are analyzed descriptively by using percentage formula. The data analysis shows that: (1 the gastronomy students’ understanding over the hygiene-sanitation 82,89% is very good, (2 the gas­tronomy stu­dents’ attitude over the hygiene-sanitation 84,36% is very good, (3 the gastronomy students’ performance over the hygiene-sanitation 90,20% is very good. Pemahaman, Sikap, dan Unjuk Kerja Higiene-sanitasi Siswa dalam Peng­olahan dan Penyajian Makanan di SMK Bidang Keahlian Tata Boga. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman, sikap, dan unjuk kerja higiene-sani­tasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian siswa di SMK Bidang Keahlian Tata Boga di Bali yang berjumlah 198 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pengetahuan, angket, dan lembar observasi. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik deskriptif dengan menggunakan formula persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1 pemahaman higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan 82,89% adalah sangat baik, (2 Sikap higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan 84,36% adalah sangat baik, (3 Unjuk kerja higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan 90,20% adalah sangat baik.

  2. ASUPAN SERAT MAKANAN DAN KADAR KOLESTEROL-LDL PENDUDUK BERUSIA 25-65 TAHUN DI KELURAHAN KEBON KALAPA, BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Diana Sari

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTOne of the main risk factor for atherosclerosis is hypercholesterolemia as measured by elevated LDL cholesterol level. Life style change by lack of fruits and vegetables consumption considered a risk to increased cholesterol level. Intake of dietary fiber provide many health benefits. Dietary fiber intake may reduced the risk for the occurrence of various diseases, such as coronary heart disease, stroke, hypertension, diabetes, and obesity. The aim of this study was to measure the association between dietary fiber consumption and the content of LDL cholesterol for the people of 25-65 years of age at Kebon Kelapa Village in Bogor in 2013. The study was a cross-sectional design. The study utilized baseline data from Cohort Study of Non Communicable Disease Risk Factors conducted by National Institute of Health Research and Development using bivariate analysis. The result showed that the proportion of high LDL cholesterol was 78.3% with the mean cholesterol level 120 mg/dl. The mean daily dietary fiber consumption was 7 gram/day. All samples significant consumed food fiber below RDA(<25 gram/day which 78.3 percent of them had high LDL cholesterol levels. Age, intake of fat and vegetable protein had a significant association with LDL cholesterol levels.Keywords: LDL cholesterol, dietary fiber intake, HypercholesterolemiaABSTRAKSalah satu faktor risiko utama penyebab aterosklerosis adalah hiperkolesterolemia yang ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan kadar kolesterol LDL. Perubahan pola hidup yang ditandai dengan kurang mengonsumsi sayuran dan buah merupakan salah satu risiko terjadinya peningkatan kadar kolesterol LDL. Asupan serat makanan memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan. Asupan serat-makanan dapat mengurangi risiko untuk terjadinya berbagai penyakit, seperti PJK, stroke, hipertensi, diabetes,dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan serat-makanan dengan kadar kolesterol LDL pada penduduk usia 25

  3. Pengaruh Substitusi Tepung Tapioka dengan Beberapa Jenis Tepung Terhadap Mutu Makanan Mpek-Mpek Palembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inda Three Anova

    2012-06-01

    Full Text Available Mpek-mpek is a kind of food which is made of flour batter and fish meat. The presentation of mpek-mpek is mixed with a sauce or vinegar sauce. Nutrition of mpek-mpek are rich of protein, carbohydrates and fiber and has a high taste. The mpek-mpek obtained further was tested the water content, protein content, fat, ash, and the preferences panel of the color, aroma, flavor and texture. The results showed that the product mpek-mpek on the use of a variation of tapioca flour 90% and wheat flour 10% was preferred of organoleptic color, flavor, aroma and texture with 59.27% water content, 14.74% protein, 11.89% fat, and 0.65% ash and still fulfilled the standard according to SNI 01-3819-1995 for a kind of food fish meatballs.ABSTRAKMpek-mpek adalah sejenis makanan ringan yang terbuat dari adonan tepung dan daging ikan. Penyajiannya dicampur dengan saus atau lazimnya disebut kuah cuka. Secara nutrisi mpek-mpek sangat kaya protein, cukup karbohidrat dan serat serta punya cita rasa yang tinggi. Mpek-mpek yang didapatkan selanjutnya diuji kadar air, kadar protein, lemak, abu dan tingkat kesukaan panelis terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur. Penelitian yang telah dilakukan meliputi substitusi pemakaian tepung tapioka dengan tepung terigu, tepung maizena, dan tepung beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk mpek-mpek pada variasi pemakaian tapioka 90% dan terigu 10% disukai dari organoleptik warna, rasa, aroma dan tekstur dengan kadar air 59,27%, protein 14,74%, lemak 11,89%, dan abu 0,65 % serta memenuhi standar untuk makanan sejenis bakso Ikan sesuai SNI 01-3819-1995.

  4. NILAI-NILAI BUDAYA YANG MENDASARI PEMERATAAN MAKANAN YANG DAPAT MENUNJANG GIZI KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasnodihardjo Kasnodihardjo

    2014-05-01

    melahirkan dan atau sedang mempunyai bayi atau anak balita, sejumlah tokoh masyarakat dan beberapa warga masyarakat yang dianggap mengetahui tentang budaya setempat. Selain wawancara juga dilakukan pengamatan terhadap sejumlah obyek yang berkaitan dengan KIA. Hasil wawancara dimasukan ke dalam tabel berbentuk matrik informasi esensial untuk menemukan berbagai informasi yang erat kaitannya dengan KIA. Analisa hasil secara diskriptif kualitatif. Dalam kehidupan masyarakat di desa Gadingsari masih adanya ritual atau upacara adat berupa kenduri atau selametan secara tradisi selalu diselenggarakan oleh warga masyarakat. Selain itu ada pola kebiasaan masyarakat berupa pembagian makanan yang disebut weh-wehan diantara sesama warga masyarakat. Tradisi demikian merupakan suatu manifestasi pemerataan pangan di antara tetangga sehingga memungkinkan setiap keluarga mendapatkan asupan gizi yang cukup baik secara kuantitas maupun kualitas karena komposisi dan jenisnya beragam. Pembagian makanan antar tetangga melalui tradisi sosial seperti itu masih berlangsung di masyarakat di daerah penelitian dan akan tetap berlangsung selama masyarakat masih berpegang teguh pada nilai-nilai budaya yaitu solidaritas dan toleransi yang tinggi terhadap sesama warga. Adanya distribusi makanan dalam kehidupan masyarakat ikut menambah asupan gizi keluarga, dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap status kesehatan ibu dan anak, karena tradisi kenduri atau selamatan serta pembagian makanan melalui budaya weh-wehan atau saling memberi akan tetap berlangsung dalam kehidupan sosial sehingga setiap keluarga baik yang mampu ataupun kurang mampu mendapat tambahan makanan yang lebih bergizi. Nilai budaya tersebut masih dipegang kuat oleh warga masyarakat sebagai wujud rasa solidaritas serta toleransi yang tinggi sesama.Kata kunci : Nilai Budaya, Pemerataan, Makanan, Gizi, Keluarga.

  5. Faktor – Faktor yang Berhubungan demgan Pemberian Makanan Tambahan (PMT pada Bayi Usia (0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Garuda Kelurahan Tangkerang Tengah Kota Pekanbaru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meliza Rasyid

    2017-12-01

    Full Text Available Pemberian Makanan Tambahan (PMT pada bayi adalah pemberian makanan atau minuman yang mengandung zat gizi pada bayi atau anak usia 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi setelah pemberian ASI Eksklusif. Pencapaian angka pemberian ASI eksklusif di Provinsi Riau Tahun 2011 adalah 45,9%, tahun 2012 meningkat menjadi 46,2%. Cakupan ASI Eksklusif Puskesmas tahun 2012 sebesar 60,4%, tahun 2013 menurun menjadi 32,5%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian makanan tambahan (PMT pada bayi usia (0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Garuda Kelurahan Tangkerang Tengah Kota Pekanbaru. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif observasional dengan desain (cross sectional dengan variable dependen pemberian makanan tambahan (PMT dan variabel independen (pendidikan, pekerjaan, pengetahua, dan sumber informasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang memiliki bayi usia (0-6 bulan sebanyak 388 orang dengan sampel sebagian ibu-ibu yang memiliki bayi usia (0-6 bulan sebanyak 128. Teknik pengambilan sampel adalah quota sampling. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer diperoleh langsung dari pengamatan di lapangan melalui wawancara dengan alat pengukuran kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-square dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan dengan Pemberian Makanan Tambahan dengan (P value 0,032, POR 95% CI = 2,338 1,137-4,808, pengetahuan dengan (P value 0,002, nilai POR 95% CI = 3,844 1,710-8,639 Disarankan ke instansi terkait untuk meningkatkan program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE, menjalin kerja sama lintas program dan lintas sektor, lebih aktif memberikan informasi kepada ibu yang memiliki bayi usia (0-6 bulan dengan pendidikan dan pengetahuan yang masih rendah salah satunya melalui penyuluhan tentang pemberian makanan tambahan (PMT.   Kata Kunci

  6. PENGOLAHAN BUAH DAN BIJI RAMBUTAN SEBAGAI MAKANAN TRADISIONAL KOKTAIL, MANISAN, EMPING BIJI RAMBUTAN DAN OBAT HERBAL YANG BERKHASIAT

    OpenAIRE

    Nuni Widiarti; Sri Wahyuni; F Widhi Mahatmanti

    2013-01-01

    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan Pengolahan Buah Dan Biji Rambutan Sebagai Makanan Tradisional Koktail, Manisan, Emping Biji Rambutan Dan Obat Herbal Yang Berkhasiat bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dukuh kanggan Desa Wringinputih terhadap manfaat rambutan, dan biji rambutan terhadap kesehatan beserta bagaimana meningkatkan nilai jual rambutan dan biji rambutan pada saat panen raya. Khalayak sasaran dalam pengabdian masyarak...

  7. FORMULASI BISKUIT PADAT SIAP-SANTAP UNTUK MAKANAN DARURAT (READY-TO-EAT-BISCUIT BARS FORMULATION FOR DISASTER-RELATED EMERGENCY SITUATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Almasyhuri Almasyhuri

    2012-06-01

    Full Text Available ABSTRACT In situation when the disaster occurres, people can be panic and can not manage appropriate food for the whole family. Therefore, it is required food supply from the authority to fulfill the nutrition need during emergency. For infants, there were milk and food products available in the market that can be given in such situation. However, for children and adults, there are no emergency food available in the market. Some post-disaster surveys indicates that food aid distributed during emergency situation only provides energy source rather than a complete nutrition. Furthermore, these foods still require processing before consumption. The aim of the study is to develop formulated ready-to-eat foods for children and adults that have a dense calories and protein that can be given in disaster-related emergency situation. The foods are produced in solid form, and has good acceptance by both panelist in laboratory and people in the field. In the early stages of research, six formulas in solid form are developed, three have savory taste and three are sweet. One formula that the most preferred by the panelist in the laboratory are chosen. The best formula is then given to field panelists in area of disaster to know their preference. Formula made from soy and sesame with sweet taste has the highest value compared with other types of formulas, and significantly different by Duncan's test from all formulas. In flavor and aroma attributes, this formula is not significantly different from others, however in crispiness; this formula has the best acceptance. The biscuits has energy 2.100 kcal per portion that 11.5 percent of the energy is from protein, 44.4 percent is from fat and the remaining 44 percent is from carbohydrates. Keywords: food formulation, ready-to-eat-biscuit, emergency food, disaster   Abstrak Dalam kejadian bencana alam masyarakat dapat menjadi panik dan tidak dapat menyediakan makanan keluarga, sehingga memerlukan bantuan makanan

  8. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP CITRA TUBUH MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH IAIN PONOROGO TAHUN 2016

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nadia Faidatun Nasiha

    2017-12-01

    merasakan dampak pemakaian berkelanjutan dari media sosial tersebut. Dalam ilmu psikologi ada sebuah istilah baru yang dinamakan Citra Tubuh, yaitu konsep seseorang dalam menilai penampilan, cara pandang maupun sikap dari segi psikologis maupun biologis. Instagram banyak dimanfaatkan oleh individu maupun kelompok yang mencoba mengenalkan pakaian mereka secara online dan hal itu memudahkan seorang konsumen dengan mudah dalam mengakses model fashion  yang mereka inginkan. Penelitian ini akan mengungkap pengaruh instagram terhadap citra tubuh mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan data menggunakan angket. Untuk uji validitas menggunakan rumus product momentdan uji reliabilitas menggunakan rumus Spearman brown. Sedangkan pada tahap analisis data menggunakan analisis Regresi Linier Sederhana. Dari hasil analisa data, peneliti menyimpulkan bahwa 1 Penggunaan media sosial instagram mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo adalah kategori sedang dengan prosentase 59,37%. 2 Tingkat citra tubuh mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan DakwahPonorogo adalah kategori sedang dengan prosentase 65,62%. 3 Terdapat pengaruh antara media sosial instagram terhadap citra tubuh mahasiswa Jurusan  Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo karena Fhitung (9,8550 lebih besar dari Ftabel (taraf signifikansi 1% = 7,56 dan taraf signifikansi 5% = 4,17.   Keywords : Media Sosial Instagram, Citra Tubuh

  9. PEMANFAATAN KULIT BUAH NAGA (Dragon Fruit SEBAGAI PEWARNA ALAMI MAKANAN PENGGANTI PEWARNA SINTETIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Astuti Handayani

    2013-05-01

    Full Text Available Kulit buah naga merupakan limbah hasil pertanian yang mengandung zat warna alami antosianin cukup tinggi. Antosianin merupakan zat warna yang berperan memberikan warna merah yang berpotensi menjadi pewarna alami untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintetis yang lebih aman bagi kesehatan. Pengambilan zat warna antosianin dilakukan dengan metode ekstraksi. Pelarut yang digunakan adalah aquades. Variabel penelitian antara lain varietas buah naga, konsentrasi asam sitrat dalam pelarut, suhu ekstraksi, dan waktu ekstraksi. Potongan kulit buah naga diekstraksi dengan pelarut aquades dan asam sitrat dengan perbandingan tertentu, pada suhu ekstraksi 25-800C dan waktu ekstraksi 0,5-3 jam. Analisis kadar antosianin dilakukan dengan analisa antosianin metode Glusti dan Wrolstad. Hasil percobaan diperoleh bahwa varietas buah naga daging merah menghasilkan kadar antosianin terbesar 22,59335 ppm. Selain itu kadar antosianin terbesar diperoleh pada variasi pelarut aquades:asam sitrat (5:1 26,4587 ppm, variasi pada suhu kamar menghasilkan 21,5028 ppm dan waktu pengadukan  3 jam menghasilkan 23,3027 ppm. Pewarna alami ini telah diaplikasikan pada makanan dan diujikan pada tikus putih, hasil uji coba menunjukkan pewarna buah naga dapat dipakai sebagai pewarna alami makanan. Dragon fruit peel is agricultural waste which contains quite high natural pigments of anthocyanins. Anthocyanin is a dye that potentially provides a red natural colorant for food and alternatively used as synthetic dye which is safe for health. In this study, the process of taking anthocyanin was conducted using extraction method. The solvent used was distilled water. The variables observed in the research include dragon fruit varieties, the concentration of citric acid in the solvent, extraction temperature, and extraction time. The dragon fruit peel was extracted using solvents of distilled water and citric acid at a certain ratio, at extraction temperature

  10. PERENCANAAN PEREKONOMIAN DAERAH MELALUI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUBSEKTOR TANAMAN BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoti Komara Murti

    2017-06-01

    Full Text Available Produk Domestik Regional Bruto (PDRB di Kabupaten Sragen relatif rendah diantara Karesidenan Surakarta.  Sektor pertanian merupakan sektor penyumbang PDRB terbesar diantara sektor-sektor yang lain di Kabupaten Sragen, melalui sektor pertanian ini diharapkan dapat menaikkan angka PDRB dengan dilakukan perencaaan pengembangan komoditas tanaman bahan makanan. Data yang digunakan yaitu data sekunder dan merupakan jenis penelitian kuantitaif. Metode analisis data menggunakan analisis Loqation Quotient, Shift Share, Klassen Typologi, Skalogram, Overlay serta Proyeksi Kecenderungan atau Time Trend. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode Loqation Quotient (LQ Shift Share (SSdan metode analisis Typologi Klassen, hanya daerah komoditas pada komoditas ubi jalar yang tidak terdapat kecamatan yang unggul. Atas dasar analisis overlay, area pengembangan pada komoditas padi terdapat di 2 kecamatan, komoditas jagung terdapat di 2 kecamatan, komoditas kedelai terdapat di 1 kecamatan, komoditas kacang tanah terdapat di 2 kecamatan, komoditas kacang hijau terdapat di 1 kecamatan, komoditas ubi kayu terdapat di 1 kecamatan, dan komoditas ubi jalar terdapat di 1 kecamatan. Berdasarkan analisis dengan menggunakan Proyeksi Kecenderungan atau Time Trend, selama 5 tahun ke depan subsektor tanaman bahan makanan dalam hasil produksi mengalami peningkatan, kecuali pada komoditas kedelai mengalami penurunan.  Gross Regional Domestic Product (GDP in Sragen relatively low among Surakarta. The agricultural sector is the sector's largest contributor to GDP among other sectors in Sragen, through the agricultural sector is expected to raise GDP figures to do planning is the development of food crops. The data used is secondary data and the type of quantitative research. Methods of data analysis using analysis Loqation Quotient, Shift Share, Klassen Typologi, schallogram, Overlay and trend projections or Time Trend. Based on the results of studies using methods

  11. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ANTIMICROBIAL FILM DARI PATI SINGKONG DAN EKSTRAK KEDELAI SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shobirotu Salamah

    2015-02-01

    Full Text Available Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran lingkungan oleh bahan pengemas plastik adalah dengan pengembangan biodegradable plastic ramah lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan produk kemasan makanan yang dapat diuraikan. Salah satunya adalah memberi antimikroba pada edible film. Antimicrobial film tersebut diuji karakterisasinya secara fisik dan mekanik menggunakan alat FS/SPAG 01/2650 dan diuji efektifitas antimikrobanya. Didapat kadar air tertinggi pada edible film kontrol yaitu 15,83 %. Densitas dengan penambahan ekstrak kayu manis 1,5% memiliki nilai yang lebih tertinggi yaitu 1,1 gr/ml. Nilai Modulus young atau tingkat elastisitas film tertinggi yaitu pada edible film penambahan ekstrak bawang putih 1% sebesar 2,872 Mpa. Nilai Tensile strength atau nilai kuat tarik suatu film tertinggi yaitu 3,808 N/mm diperoleh pada penambahan ekstrak kayu manis 1,5% dan Nilai Extention at Maximum atau nilai pemanjangan film tertinggi yaitu 6,880 mm pada penambahan ekstrak kayu manis 1,5%. Sedangkan pengujian daya hambat terhadap Escherichia coli dilakukan menggunakan metode sumuran. Diameter zona bening terbesar yaitu pada penambahan ekstrak bawang putih 1,5%.

  12. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Individu Tentang Makanan Beraneka Ragam sebagai Salah Satu Indikator Keluarga Sadar Gizi (KADARZI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditianti Aditianti

    2016-09-01

    pengetahuan, sikap dan perilaku (PSP keluarga tentang konsumsi makanan beraneka ragam yang merupakan salah satu indikator KADARZI. Metode: menganalisis data studi KADARZI tahun 2009 – 2011. Sampel adalah 4289 rumah tangga dan 9231 individu yang tersebar di 6 provinsi di Indonesia. Data yang dikumpulkan meliputi pengetahuan, sikap dan perilaku berbagai aspek indikator KADARZI. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan tentang manfaat makanan pokok pada semua kelompok usia lebih tinggi dibandingkan dengan pengetahuan tentang kelompok makanan lainnya yaitu berkisar antara 41% – 53,1%. Diatas 75% responden menyatakan sikap setuju untuk mengkonsumsi lauk hewani, nabati, sayuran, buah. Namun demikian perilaku mengkonsumsi makanan beragam setiap hari pada umumnya masih rendah yaitu dibawah 20% berdasarkan kelompok usia maupun berdasarkan provinsi. Di Provinsi Jabar, Kaltim dan Sulsel, yaitu provinsi dengan perilaku konsumsi makanan beragam diatas rata–rata ke-6 provinsi masih terdapat masalah gizi, yaitu meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular dan prevalensi stunting berdasarkan data Riskesdas 2007, 2010 dan 2013.Kata kunci : pengetahuan, sikap, perilaku

  13. Kondisi Sanitasi Lingkungan Perumahan dan Kontaminasi Escherichia coli pada Penyajian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aria Kusuma

    2013-02-01

    Full Text Available Bayi sangat rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh Makanan Pendamping Air Susu Ibu lokal (MP-ASI lokal. Sampai saat ini belum diketahui keamanan penyajiannya dari kontaminasi mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontaminasi Escherichia coli (E. coli pada penyajian MP-ASI lokal dan mengamati hubungan antara kondisi sanitasi rumah, seperti Sarana Air Bersih (SAB, tempat mencuci peralatan makan bayi, kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah (S PAL, kondisi tempat sampah dan keberadaan hewan berkeliaran di dalam rumah terhadap kontaminasi E. coli pada penyajian. Desain penelitian ini adalah potong lintang yang mengamati penyajian MP-ASI lokal bagi bayi usia 6-12 bulan pada 138 rumah. Lokasi penelitian pada 21 Dusun di Kabupaten S olok. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi gambaran kontaminasi E. coli pada penyajian M P-ASI lokal, kondisi faktor sanitasi rumah tangga, mengetahui hubungan antara faktor sanitasi rumah dengan kontaminasi E. coli dan faktor yang paling berhubungan dengan kontaminasi tersebut . Penelitian ini menemukan lebih dari separuh (72,5% MP-ASI lokal yang disajikan terkont aminasi E. coli. Keberadaan hewan yang berkeliaran di dalam rumah memiliki risiko dua kali lebih besar terkontaminasi E. coli pada penyajian MP-ASI lokal bagi bayi usia 6-12 bulan di rumah tangga. Infant is the most vulnerable groupof safer infectious diseases caused by complementary food. Meanwhile complementary food safety was unknown. The study aimed to know Escheriacoli (E. coli contamination in serving complementary food and relationship of house sanitation condition as clean water facilities, places for dishes infant food utensils,domestic wastewater facilities condition, garbage facilities condition and the present of domestic animals in houseto E. coli contaminationin serving. Study design was cross sectional, object of observation were 138 household that serving complementary food for 6-12 month old infants. Location of study was in

  14. PENGOLAHAN BUAH DAN BIJI RAMBUTAN SEBAGAI MAKANAN TRADISIONAL KOKTAIL, MANISAN, EMPING BIJI RAMBUTAN DAN OBAT HERBAL YANG BERKHASIAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuni Widiarti

    2013-02-01

    Full Text Available Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan Pengolahan Buah Dan Biji Rambutan Sebagai Makanan Tradisional Koktail, Manisan, Emping Biji Rambutan Dan Obat Herbal Yang Berkhasiat bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dukuh kanggan Desa Wringinputih terhadap manfaat rambutan, dan biji rambutan terhadap kesehatan beserta bagaimana meningkatkan nilai jual rambutan dan biji rambutan pada saat panen raya. Khalayak sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu rumah tangga di dukuh Kanggan Desa Wringinputih khususnya warga RT 01 dan 02 RW XIII yang berjumlah 20 orang. Metode yang dilakukan dalam pngabdian ini adalah penyuluhan dan demonstrasi pembuatan emping serta manisan buah rambutan. Manfaat yang diperoleh dari hasil pengabdian ini adalah masyarakat menjadi tahu manfaat dari daun hingga akar dan buah rambutan terhadap berbagai penyakit dan kecantikan.

  15. Hubungan Pemberian Makanan Tambahan Dini terhadap Status Gizi Bayi Usia 4-6 Bulan di Daerah Pantai Kota Padang Tahun 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fenny Oktrina Fauthrisna

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka kematian bayi dan balita tertinggi di dunia, dengan persentase gizi kurang dalam kriteria sedang dan berat. Hal ini berkaitan dengan beberapa faktor, salah satunya adalah pemberian makanan tambahan dini. Makanan tambahan dini adalah makanan selain ASI yang diberikan pada bayi sebelum usia 6 bulan. Pemberian makanan tambahan dini tersebut dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan, seperti diare, infeksi saluran pernafasan, dan lain-lain, yang akan memengaruhi status gizi bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan dini terhadap status gizi bayi usia 46 bulan. Metode  penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, dengan populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 4-6 bulan di kecamatan Padang Barat, Padang Utara, dan Koto Tangah, kota Padang dan jumlah sampel sebanyak 126 orang. Data diambil melalui pengukuran antropometri (penimbangan berat badan dan usia bayi dan kuisioner. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil uji statistikmenunjukkan nilai p 0,043 (p value < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian makanan tambahan dini dengan status gizi bayi usia 4-6 bulan. Kesimpulan  penelitian ini ialah pemberian makanan tambahan dini dapat menyebabkan gizi kurang pada bayi usia 4-6 bulan.Kata kunci: makanan tambahan dini, status gizi, bayi, gizi kurangAbstract Indonesia is one of countries which has highest infant and child mortality in the world, with the percentage of malnutrition in moderate and severe criteria. It is related to several factors, one of which is an early complementary feeding. Early complementary food is the food other than breast milk given to infants before 6 months of age. Earlysupplementary feeding can cause health problems, such as diarrhea, respiratory tract infections, etc., which will affect the nutritional status of infants. The objective of

  16. Penetapan Kadar Protein Pada Kecap Dengan Metode Kjeldahl

    OpenAIRE

    Muhammad, Mahatir

    2015-01-01

    Kecap merupakan pelengkap makanan dan masakan yang hampir setiap hari di konsumsi oleh masyarakat di negara kita. Kualitas dari kecap ditentukan dari kadar/kandungan proteinnnya. Protein merupakan zat makanan yang berguna pada tubuh karena zat ini berfugsi sebagai bahan bakar juga sebagai zat pembangun dalam tubuh. Kecap harus melalului serangkaian pengujian untuk menentukan kualitas kecap tersebut. Salah satunya adalah penetapan kadar dengan metode kjeldahl. Tujuan pengujian ini adalah untuk...

  17. STUDI METODE-METODE EKSTRAKSI PEWARNA MAKANAN ALAMI ANNATTO DARI BIJI KESUMBA (Bixa orellana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johnner Parningotan Sitompul

    2012-05-01

    . Annatto merupakan pewarna alami makanan yang didapatkan melalui ekstraksi dari biji pohon kasumba (Bixa orellana dengan komponen pewarna utamanya adalah bixin. Keberadaan ikatan rangkap terkonjugasi menyebabkan bixin dan norbixin  larut dalam sebagian besar pelarut organik. Ciri struktur kimia dari bixin ini yang menjadi dasar dalam pemilihan pelarut untuk ekstraksi pewarna annatto. Tujuan makalah ini adalah studi metode-metode ekstraksi terhadap perolehan bixin, metode Soxhlet pada temperatur didih pelarut dan metoda ultrasonic bath pada temperatur kamar, dengan dua tempat sumber biji kasumba, Bandung dan Duri. Pelarut yang digunakan adalah etil asetat dan aseton. Pengujian dilakukan dengan mengukur kadar pigmen yang dihasilkan menggunakan spektrofotometri pada panjang gelombang tertentu. Dari penelitian ini, didapatkan data yield (perolehan bixin dari berbagai variasi percobaan. Perolehan bixin (terhadap biji yang didapat dari ekstraksi ultrasonic bath lebih tinggi yaitu rata-rata sebesar 0,584%, dibanding dengan metode soxhlet yang rata-rata sebesar 0,443%. Ekstraksi menggunakan metode ekstraksi ultrasonic bath, dan menggunakan pelarut etil asetat lebih tinggi yaitu rata-rata 0,602% daripada menggunakan aseton yang rata-rata 0,565%. Sedangkan dengan metode soxhlet menunjukkan perolehan bixin berbeda, dengan pelarut aseton 0,460%, sedangkan untuk pelarut etil asetat adalah 0,427%. Biji yang berasal dari 2 tempat berbeda, ketika diekstraksi dengan dua metode tersebut tidak memberikan perbedaaan hasil bixin yang signifikan

  18. STRUKTUR KOMUNITAS DAN RELUNG MAKANAN IKAN PASCA INTRODUKSI IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus DI WADUK MALAHAYU, KABUPATEN BREBES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kunto Purnomo

    2016-06-01

    Full Text Available Studi tentang struktur komunitas ikan dan pembagian sumber daya pakan ikan pasca introduksi ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus di Waduk Malahayu (620 ha dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan, preferensi makanan, dan luas relung tiap jenis ikan. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei pada bulan Agustus sampai Nopember 2009 dan bulan Maret sampai Oktober 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas ikan terdiri atas 13 jenis ikan, yang didominansi oleh ikan nila (Oreochromis niloticus, udang (Macrobrachium sp., dan gabus (Channa striata. Jenis-jenis sumber daya pakan yang dimanfaatkan oleh ikan adalah fitoplankton (20%, detritus (19%, zooplankton (17%, insekta (11%, tumbuhan air (9%, ikan (9%, udang (9%, dan moluska (6%. Ikan patin siam, mujair (Oreochromis mossambicus, dan beunteur (Puntius binotatus bersifat generalis karena mampu memanfaatkan semua sumber daya pakan alami yang tersedia. Ikan sili (Macrognathus aculeatus dan keting (Mystus nigriceps lebih bersifat spesialis karena hanya memanfaatkan insekta sebagai makanan utamanya. Peluang kompetisi antara ikan patin siam (diintroduksikan tahun 2009 dan ikan nila relatif kecil sebab sumber daya pakan utamanya berbeda, yaitu ikan patin siam memanfaatkan moluska sebagai makanan utamanya sedangkan ikan nila sebagian memanfaatkan fitoplankton. Hasil tangkapan ikan di waduk ini berkisar antara 34,3-1.323,1 ton/tahun dengan rata-rata 157,3 ton/tahun.   Malahayu Reservoir located in Brebes Regency, was impounded in 1930, with a surface area of 620 hectares, a mean water depth of 8 m. Its main function are flood control and irrigation. Study on fish community structure and food resource partitioning of fishes in Malahayu Reservoir were conducted from August to November 2009 and March to October 2010. The aim of the study was to evaluate the existing condition of fish resources, with emphasis on species composition, food preferency, and

  19. KEPERCAYAAN DIRI (SELF ESTEEM YANG RENDAH MENINGKATKAN RISIKO KENAIKAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT PADA REMAJA DI DUA SEKOLAH DI JAKARTA SELATAN TAHUN 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kencana Sari

    2016-09-01

    hubungan antara lingkungan di mana seseorang hidup adalah penting untukmengatasi masalah kesehatan gizi terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antaralingkungan obesogenic dan perubahan Indeks Massa Tubuh (IMT. Penelitian ini merupakan studi timeseries. Subjek terdiri dari siswa kelas XI dan XII SMAN 70 dan 47 di Jakarta Selatan. Sekolah dibedakansebagai lingkungan obesogenic (SMAN 70 dan lingkungan non obesogenic (SMAN 47 berdasarkanpengamatan lingkungan sekolah terhadap jarak dan kepadatan restoran siap saji. Didapat 152 respondenberusia 15-18 tahun dengan status gizi tidak obese (IMT < 30. Pengumpulan data dilakukan dua kalidengan interval waktu enam bulan. Data sosio-demografi dikumpulkan dengan kuesioner. IMT dihitungberdasarkan berat dan tinggi badan. Perubahan IMT dikategorikan menjadi peningkatan dan penurunandibanding pengukuran pertama kali pada enam bulan yang lalu. Bivariat dan uji statistik multivariatdilakukan dengan menggunakan analisis regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan terdapat 90 (58,5 %responden mengalami penurunan IMT dan 64 (41,5% responden mengalami peningkatan IMT.Lingkungan obesogenic (adj.OR= 0,42; 95% CI = 0,21- 0,84 , dan mengendarai mobil atau motor dari/kesekolah (adj OR=0,25; 95 % CI = 0,09-0,73 berisiko terhadap penurunan BMI. Self esteem yang rendahberisiko terhadap peningkatan IMT (adj. OR = 2,54; 95 % CI = 1,26-5,11. Lingkungan obesogenic sekitarsekolah, jenis transportasi merupakan faktor penentu penurunan IMT pada remaja. Sementara self esteemyang rendah merupakan faktor penentu dalam meningkatkan IMT pada remaja. Bimbingan dan konseling diperlukan remaja untuk memotivasi dan meningkatkan kepercayaan diri mereka terutama dalammenghadapi masalah sehingga tidak menjadikan makan sebagai salah satu jalan keluar.Kata kunci: Remaja, indeks massa tubuh, kepercayaan diri

  20. PENGARUH PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP KEADAAN GIZI ANAK-ANAK PRA-SEKOLAH DI LINGKUNGAN KEBON KELAPA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darwin Karyadi

    2012-11-01

    Full Text Available Pengaruh program pemberian makanan tambahan terhadap ke­adaan gizi anak2 prasekolah di Lingkungan Kebon Kelapa, Bogor. (The effect of food supplementation program on the nutritional status of pre-school children. Presented at the Second National Pediatric Congress. Bandung. 1971. One of the main nutrition problems in developing countries is protein calorie malnutrition. The age group that has been most affected is the pre-school child. Serious dietary deficiency will impair his physical and mental developments. The pilot project was designed for the care of pre-school children with signs of malnutrition through a supplementary feeding program. The approach is to educate mothers on how to feed, with locally available foods, and care for their pre-school children; using techniques that are compatible with their under­standing and financial   limitation through   active participation. The duration of the supplementary feeding program was three months. In order to evaluate the program some anthro­pometric measurements, dietary intake study and clinical assess­ment were carried out before and after the program. The results of the study reveal that this program-approach can be recommended in the prevention and in combating malnu­trition in the pre-school child.

  1. Hubungan Konsumsi Antioksidan dari Makanan dengan Beta-Amyloid Plasma sebagai Penanda Gangguan Fungsi Kognitif pada Lanjut Usia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna D Siregar

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi vitamin A, vitamin C, vitamin E, zink dan selenium dari makanan dengan fungsi kognitif pada lanjut usia. Metoda penelitian adalah cross sectional study terhadap 145 lansia umur ≥ 60 tahun, pada dua kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatra Barat. Wawancara konsumsi antioksidan menggunakan Food Frequency Questionnaires (FFQ, fungsi kognitif diperiksa dengan Montreal Cognitive Assesment versi Indonesia (MoCA-Ina, Aβ40 dan Aβ42 plasma diperiksa dengan metode ELISA. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dan Chi-square. Pada hasil penelitian ditemukan 83 orang (57,2% lansia yang mengalami gangguan fungsi kognitif. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi vitamin C (p<0,049 dan vitamin E (p<0,037 tetapi tidak terdapat hubungan signifikan antara vitamin A, zink dan selenium dengan fungsi kognitif. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi antioksidan dengan tingkat Aβ40 dan Aβ42 serta antara tingkat Aβ40 dan Aβ42 dengan fungsi kognitif masing-masing (p<0,058 dan p<0,350. Kesimpulan hasil penelitian ini didapatkan hubungan antara konsumsi vitamin C dan vitamin E dari makanan dengan fungsi kognitif. Tetapi tidak terdapat hubungan antara konsumsi antioksidan dengan Aβ40 dan Aβ42 plasma dan Aβ40 dan Aβ42 dengan fungsi kognitif.Kata kunci: antioksidan, beta-amyloid, fungsi kognitif, lanjut usiaAbstractThe objective of this study was to determine the relationship between consumption of vitamin A, vitamin C, vitamin E, zinc and selenium from foods with cognitive function in elderly. This was a cross-sectional study that was conducted to 145 elderly with age ≥ 60 years, in two districts in West Sumatra, in Lima Puluh Kota city. Interview antioxidant intake using a Food Frequency Questionnaires (FFQ, cognitive function was checked by Montreal Cognitive Assessment Indonesian version (MoCA-Ina, plasma Aβ40 dan Aβ42 were examined by ELISA

  2. Dinamika Otonomi Tubuh Perempuan: Antara Kuasa dan Negosiasi atas Tubuh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gabriela Devi Benedicta

    2011-07-01

    Full Text Available This paper discusses about sexuality and autonomy of woman’s body through a study of sexy dancers in entertainment industry in Malang, East Java. Entertainment industry, including night club industry is capital manifestation and contest arena of any kind of ideology like capitalism and patriarchy. However, woman still can show her autonomy of her body instead of being a commodity object. She can make her body as a subject. In this case, she, herself, becomes a doer of commodity of her body. The dynamic of woman’s authority of her body is influenced by a certain setting and context. It can be seen in social relation done by sexy dancers with other actors. She can have high bargaining position and negotiation of her body when she relates to a certain actor, but on the other side she may not have an autonomy of her body when she relates to another actor. The autonomy of her body is multi dimension and not absolute.

  3. Hubungan Indeks Masa Tubuh dan Lingkar Perut dengan Low Density Lipoprotein pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Medika Prasetya

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Berat badan dengan Indeks Masa Tubuh (IMT lebih dari 30 kg/m2  pada laki-laki dan wanita akan meningkatkan risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK 4 kali lipat. Tingginya proporsi penyakit kardiovaskuler pada etnikMinangkabau/Padang diperkirakan berkaitan dengan tingginya prevalensi dislipidemia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan IMT dan Lingkar perut (LP dengan kadar Low density Lipoprotein (LDL pada pasien penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSUP Dr M Djamil Padang. Penelitian ini mengunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional study dengan mengumpulkan data primer berupa tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut dan data sekunder berupa kadar LDL dari rekam medik pasien. Populasi studi adalah semua penderita jantung koroner dengan LDL diatas normal yang berusia 20 tahun sampai 64 tahun lebih yang berasal dari Kabupaten/Kota Propinsi Sumatera Barat  telah  berobat di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Dr M. Djamil pada bulan Mei tahun 2012 serta bersedia berpartisipasi dalam penelitian.  LP yang tidak normal 20 orang (54,1% yang kadar LDL tinggi. Hasil statistik diperoleh nilai p=0,02 yang berarti ada perbedaan proporsi kadar LDL tinggi antara responden LP  tidak normal  dengan kadar LDL tinggi. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 2,64, artinya LPresponden yang tidak normal mempunyai peluang 2,64 kali untuk kadar LDL tinggi  dibandingkan responden yang LP normal. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan IMT dengan kadar LDL. Yang menunjukan adanya hubungan adalah antara LP dengan kadar LDL tinggi.Kata kunci: IMT, LP, penyakit jantung koroner Abstract Weight gain by Body Mass Index (BMI over 30 kg/m2 both in men and women will increase 4-fold risk of Coronary Heart Disease (CHD. The high proportion of cardiovascular disease in ethnic Minangkabau/Padangassociated to higher prevalence of dyslipidemia.  The objective of this study was to determine the

  4. Studi Potensi Pembentukan Biogas Dari Sampah Makanan dan Ko-Substrat Feses Sapi Untuk Energi Listrik Alternatif: Studi Kasus Di Universitas Andalas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardinal Ardinal

    2015-12-01

    Full Text Available The potential raw materials for biogas formation through anaerobic treatments available on the campus of Andalas University (Unand in Padang are the cafeteria’s food waste and cow feces. This study was aimed to look at the effect of cow feces in the formation of biogas from food waste that used a floating drum digester which was conditioned twice. Retention time was 20 days and the pH of packing material was conditioned by adding limestone. The ratio variation of packing materials composition such as food waste and cow feces were 100:0 (control digester, 75:25 (test 1 digester with a C/N ratio 30 and 50:50 (test 2 digester with a C/N ratio 25. The results showed that cumulative volume of biogas in control digester was 0.927 liters with methane gas estimated 591.885 mg/L and did not light when burned. The cumulative volume of biogas in test 1 digester was 13.715 liters with methane gas estimated was 15502.61 mg/L with the reddish color of blue flame. The cumulative volume of biogas in test 2 digester was 10.18 liters with concentration of methane gas was estimated 23297.59 mg/L and with blue color flame.ABSTRAKBahan baku potensial pembentukan biogas melalui pengolahan anaerobik yang tersedia di Kampus Universitas Andalas (Unand Padang yakni sampah makanan kantin dan feses sapi. Studi ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan feses sapi dalam pembentukan biogas dari sampah makanan menggunakan floating drum digester yang dikondisikan duplo. Waktu retensi 20 hari dan pH bahan isian dikondisikan dengan menambahkan batu kapur. Variasi rasio komposisi bahan isian berupa sampah makanan dan feses sapi yakni 100:0 (digester kontrol, 75:25 (digester uji 1 dengan rasio C/N 30 dan 50:50 (digester uji 2 dengan rasio C/N 25. Hasil penelitian menunjukkan volume kumulatif biogas digester kontrol yakni 0,927 liter dengan estimasi gas metana 591,885 mg/L serta tidak menyala saat dibakar. Volume kumulatif biogas digester uji 1 yakni 13,715  liter dengan

  5. PEMANFAATAN TEPUNG SUKUN (Artocarpus altilis sp. PADA PEMBUATAN ANEKA KUDAPAN SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN BERGIZI UNTUK PMT-AS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewanti Putri Pratiwi

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTBreadfruit is valuable fruit and has a good of nutrient content, but its usage is limited by poor storage properties of fresh fruit. Processing into flour, can increase its utilization. The aim of this research was to utilize breadfruit flour in production of nutritious snack foods for School Supplementary Feeding Programme (PMT-AS. There were three products developed in this study; brownies, pia, and croquette. The research was conducted using experimental design. The proportions of breadfruit flour and wheat flour were different for each product, which brownies was formulated using 70:30, 80:20, 90:10, and 100:0; whereas pia and croquette was formulated by 50:50, 60:40, 70:30, and 80:20. Proximate analysis showed that 100 g brownies contained 409 kcal energy and 7.5 g protein, 100 g pia had 383 kcal energy and 6.7 g protein and croquette had the highest energy and protein content is 455 kcal and 9.9 g protein. In conclusion, all products were suitable as alternative snacks for PMT-AS. The products have met 300 kcal energy and 5 g protein per serving size. Considered also the cost of production, these products have fulfilled criteria to be used in PMT-AS.Keywords: breadfruit, PMT-AS, snacksABSTRAKSukun merupakan buah yang bernilai dan memiliki kandungan gizi yang baik, tetapi penggunaannya terbatas oleh penyimpanan ketika berbentuk buah segar. Sukun yang diubah ke dalam bentuk tepung dapat meningkatkan pemanfaatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan tepung sukun dalam pembuatan kudapan sebagai alternatif makanan bergizi untuk PMT-AS. Terdapat tiga produk dalam penelitian ini, yaitu brownies, pia, dan kroket. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental. Perbandingan tepung sukun dan tepung terigu berbeda untuk masing-masing produk. Formulasi brownies adalah 70:39, 80:20, 90:10, dan 100:0, sedangkan formulasi pia dan kroket adalah 50:50, 60:40, 70:30, dan 80:20. Berdasarkan uji organoleptik diketahui bahwa produk

  6. PEMANFAATAN JARINGAN SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN USAHA OLEH PELAKU UMKM (Studi Kasus: 8 Pelaku UMKM pada Sentra Makanan Rendang di Kelurahan Sungai Durian, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zeni Eka Putri

    2018-05-01

    Full Text Available Abstrak: Makanan rendang khas Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, merupakan salah satu kuliner yang diharapkan menjadi salah satu dari tiga kuliner yang diunggulkan di Indonesia seperti yang dinyatakan Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Emilia Suhaimi. Modal sosial seperti jaringan merupakan salah satu hal yang perlu dikembangkan oleh pelaku UMKM. Sudah ada kampung rendang di Kel. Sungai Durian, Kec. Lamposi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh bagi pelaku UMKM rendang. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan jaringan sosial yang dimiliki dan pemanfaatannya oleh pelaku UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, merupakan studi kasus terhadap 8 pelaku UMKM pada sentra makanan rendang. Hasil dari penelitian adalah;1Pelaku usaha sudah memiliki jaringan sosial mikro yaitu  dalam hal produksi dan pemasaran; 2 Pelaku usaha sudah memiliki jaringan meso, baik dengan Dinas Koperasi dan UMKM, dengan pihak bank, IWAPI, maupun dengan pihak lainnya seperti perguruan tinggi, LIPI, maupun PERTAMINA; 3 Pemanfataan jaringan sodial belum dilakukan secara maksimal karena berbagai keterbatasan; 4 Ada hambatan yang dimiliki oleh pelaku baik secara ekternal maupun internal. Kata kunci: UMKM, rendang, jaringan social   Abstract: Rendang is a wellknown dish originated from West Sumatra. Rendang from Payakumbuh, one of the city that produce rendang in West Sumatra, is  expected to be the top three in Indonesian culinary, as declared by Deputy of Marketing and Business Network Ministry of Coorporatives and SME, Emilia Suhaimi. Social capital like social networking is the primary capital that need to be developed in SME. In line with this purpose, Kampung Rendang has been developed in one of the district in Payakumbuh, located in Sungai Durian, Lamposi Tigo Nagari, Payakumbuh for SME. The aims of this study are to desribe the social network in this SME and the utilization of the network. This study

  7. Praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI bukan faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hildagardis M.E Nai

    2016-08-01

    status, complementary foods ABSTRAKLatar belakang: Stunting merefleksikan kegagalan proses mencapai potensi pertumbuhan linear sebagai akibat dari kondisi kesehatan dan gizi yang tidak optimal. Salah satu penyebab kejadian stunting adalah kuantitas dan kualitas MP-ASI yang rendah.Tujuan: Untuk mengidentifikasi risiko praktik pemberian MP-ASI seperti usia pengenalan MP-ASI, keragaman MP-ASI, dan frekuensi MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta.Metode: Rancangan penelitian ini adalah kasus-kontrol dengan perbandingan 1:1 dan menggunakan pendekatan kuantitatif-kualitatif model concurrent embedded. Kasus adalah anak usia 6-23 bulan yang memiliki skor-z PB/U <-2SD. Kontrol adalah anak usia 6-23 bulan yang memiliki skor-z PB/U ≥-2SD yang tinggal berdekatan dengan kelompok kasus. Analisis data menggunakan analisis univariat (deskriptif, bivariat (uji chi-square dan multivariat (uji regresi logistik berganda.Hasil: Analisis bivariat menunjukkan usia pengenalan MP-ASI (OR=1,07, keragaman MP-ASI (OR=1,17, dan frekuensi pemberian MP-ASI (OR=1,69 bukan faktor risiko kejadian stunting (p>0,05. Skor keragaman MP-ASI yang lebih rendah (kelompok makanan ≤2, 3, 4 berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian stunting berturut-turut OR=2,24, 95% CI:1,00-5,01; OR=1,82, 95% CI:0,96-3,45; OR=1,66, 95% CI:0,81-3,46. Analisis multivariat menunjukkan faktor risiko kejadian stunting adalah tinggi badan ibu (OR=1,86 dan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR (OR=3,23,.Kesimpulan: Praktik pemberian MP-ASI seperti usia pengenalan, keragaman, dan frekuensi pemberian MP-ASI bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan. Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan yang bermakna adalah tinggi badan ibu dan riwayat BBLR.KATA KUNCI: stunting, asupan makan, status gizi, MP-ASI

  8. Perbedaan Ukuran Kamar Pulpa Molar Satu Rahang Bawah pada Pasien Diabetes Melitus dan Non-Diabetes Melitus Ditinjau dari Radiografi Periapikal

    OpenAIRE

    Mulianingsih, Enni

    2015-01-01

    Diabetes melitus adalah suatu penyakit yang mengakibatkan tidak seimbangnya kemampuan tubuh dalam mengolah makanan secara efisien yang disebabkan oleh pankreas gagal memproduksi insulin atau terjadi kesalahan fungsi tubuh yang tidak bisa menggunakan insulin secara tepat. Diabetes melitus menyebabkan gangguan peredaran darah hingga sampai ke bagian pulpa gigi. Perubahan kamar pulpa pasien diabetes melitus menjadi lebih kecil dibandingkan non-diabetes melitus diakibatkan adanya gangguan peredar...

  9. Diapers Bagi Kesehatan Bayi dan Lingkungan

    OpenAIRE

    Noriko, Nita

    2013-01-01

    Bayi yang berusia 0 sampai hingga 1 tahun termasuk golongan rentan, karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Kekebalan tubuh yang dimiliki bayi adalah kekebalan pasif . Terpaparnya bayi terhadap antigen dapat terjadi melalui udara, air, makanan maupun perlengkapan yang digunakan seperti alas perlindungan (diapers) terhadap enupresis dan enkopresis. Diapers dikenal di Indonesia sejak tahun 1980 karena penggunaannya yang praktis dan mudah Penggunaan diapers menimbulkan ...

  10. DETERMINAN PEMBERIAN MAKANAN PRELAKTAL PADA BAYI BARU LAHIR DI KELURAHAN KEBON KELAPA DAN CIWARINGIN, KOTA BOGOR (DETERMINANTS OF PRELACTEAL FEEDING AMONG NEWBORN BABIES IN KEBON KELAPA AND CIWARINGIN VILLAGES, BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bunga Ch Rosha

    2013-06-01

    government should provide strict sanctions for hospitals that have not held a rooming-in care for mother and child.   Keywords: breastfeeding, prelacteal feeding, early breastfeeding, rooming-in   ABSTRAK Air susu ibu (ASI merupakan makanan yang paling baik diberikan kepada anak pada awal kehidupannya sampai berumur 6 bulan, tetapi prevalensi pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, termasuk di Kota Bogor. Salah satu penyebab kegagalan praktik ASI eksklusif adalah pemberian makanan prelaktal pada anak. Analisis ini dilakukan untuk memberikan informasi mengenai determinan pemberian makanan prelaktal pada bayi di Kelurahan Kebon Kelapa dan Kelurahan Ciwaringin, Kota Bogor. Analisis ini menggunakan data penelitian Kohor Tumbuh Kembang Anak di Kelurahan Kebon Kelapa dan Ciwaringin, Kota Bogor, tahun 2012. Responden dalam analisis ini adalah 91 ibu yang memiliki bayi baru melahirkan. Analisis data dilakukan secara deskriptif, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa cara persalinan, ruang rawat ibu-anak tidak gabung, dan waktu menyusui pasca-persalinan berhubungan bermakna dengan pemberian makanan prelaktal (p<0,05. Determinan utama  pemberian makanan  prelaktal  adalah ruang rawat ibu-anak tidak gabung (OR: 5,86; 95% CI; 1,17, 29,35 setelah dikontrol faktor waktu awal menyusui (OR: 4,87; 95% CI: 1,89, 12,57. Ibu yang pasca-persalinan tidak dirawat gabung dengan anak berisiko 5,86 kali untuk anaknya diberikan makanan prelaktal dibandingkan dengan ibu yang pasca-persalinan dirawat gabung bersama anak. Ibu yang waktu menyusui pertama lebih dari 1 jam pasca-persalinan berisiko 4,87 kali untuk anaknya diberikan makanan prelaktal dibandingkan dengan ibu yang waktu menyusui pertama kurang dari 1 jam pasca-persalinan. Oleh karena itu perlu meningkatkan pelaksanaan program Rumah Sakit Sayang Bayi pada tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama pada pelaksanaan ruang rawat gabung ibu-anak sehingga

  11. KONTRIBUSI JENIS BAHAN MAKANAN TERHADAP KONSUMSI NATRIUM PADA ANAK USIA 6-18 TAHUN DI INDONESIA (FOOD CONTRIBUTION IN SODIUM INTAKE OF CHILDREN AND YOUNG AGE [6-18 YEARS] IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Prihatini

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRACT Hypertension, heart disease and stroke are a major cause of death in Indonesia. In 2013, the prevalence of hypertension in Indonesia about 25,8 persen. WHO concluded that excess sodium consumption showing a positive straightline relationship with increased incidence of hypertension and cardiovascular disease. The aim of data analysis was to get information about  the contribution of sodium intake in children aged 6-18 years. The data came from Individual Food Consumption Study in 2014. The 24 hours recall were done in 2014 was administered to 34.956 children and young people boys and girls aged 6-18 years. Sodium intake were estimated indirectly from food consumption data. The analysis showed that the average of sodium intake in children age 6-18 years were 2609 mg /day, of which as much as 55.3 percent consume more than 2000 mg/day. The food groups that highly contribute to sodium intake were from seasoning (51.8%, cereals and cereals product (21.16%, fish and fish product (10.69%, meat and meat products (4.78%. The main source of sodium intake in children 6-18 years age came from salt (43.9%, followed by noodles (13.2%, other condiment (7.9% and fresh fish (5.4% processed fish (5.3% in consecutive. While  other foods contribute less than 5 percent of sodium.ABSTRAK Saat ini, hipertensi, penyakit jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Menurut hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas tahun 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8 persen. Data WHO menunjukkan bahwa kelebihan konsumsi Natrium berkaitan dengan peningkatan kejadian hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Tujuan analisis data untuk memperoleh informasi kontribusi bahan makanan terhadap asupan Natrium pada anak usia 6-18 tahun. Data yang digunakan adalah data Studi Konsumsi Makanan Individu 2014. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 34.956 anak usia 6-18 tahun. Jumlah asupan Natrium diperoleh dari data recall 1x24 jam. Hasil analisis

  12. PENGARUH SUPLEMENTASI HIDROLISAT BULU AYAM DAN MINERAL ORGANIK TERHADAP KECERNAAN ZAT MAKANAN, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, DAN EFISIENSI RANSUM KAMBING PERANAKAN ETAWAH JANTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhtarudin Muhtarudin

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan suplementasi hidrolisat bulu ayam, mineral, makro organik (Ca, Mg organik serta mikro organik (Zn, Cu, Cr, Se organik guna meningkatkan kecernaan zat-zat makanan, pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum kambing peranakan Etawah jantan. Percobaan menggunakan kambing peranakan Etawah jantan sebanyak 20 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah: R0 = 40% rumput gajah + 60% konsentrat, R1 = R0 + 3 % tepung bulu ayam, R2 = R1 + Mineral Makro-organik (Ca, Mg organik, R3 = R2 + Mineral Mikro-organik (Zn,Cu, Cr, Se organik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perlakuan campuran bulu ayam, Ca-PUFA, Mg-PUFA (mineral makro organik dan Zn, Cu, Se, dan Cr, lisinat (mineral mikro organik atau R3 dapat meningkatkan kecernaan bahan organik, energi, pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum dari kambing peranakan Etawah jantan. THE EFFECT SUPLEMENTATION OF HYDROLYZED OF FEATHER MEAL AND ORGANIC MINERAL ON NUTRIENTS DIGESTIBILITY, DAILY GAIN, AND RATIONS EFFICIENCY OF MALE ETAWAH CROSS GOATS ABSTRACT The objective of research were to evaluate the effect of supplementation of hydrolyzed of feather meal, organic macro mineral (Ca and Mg-Polyunsaturated Fatty Acid /PUFA and organic micro mineral (Zn, Cu, Cr, and Se-lysinat to improve nutrient digestibility, daily gain and rations efficiency of male Etawah cross goats. The research were used 20 male Etawah cross goats. Random block design were used this research was used, with 4 treatments and 5 replications. The treatments were arranged : R0= 40 % of forage + 60% concentrates; R1= R0 + 3% of hydrolyzed of feather meal ; R2= R1 + organic macro mineral (Ca and Mg -PUFA; R3 = R2+ organic micro mineral (Zn,Cu, Cr, and Se-lysinat. The results showed that mixing treatment of hydrolyzed feathers meal, organic macro and micro mineral (Ca and Mg

  13. Kapitalisasi Tubuh Perempuan dalam Iklan Televisi

    OpenAIRE

    Zamroni, Muhammad Imam

    2016-01-01

    Woman body in the television advertisement becomes instrument to accumulate the capital. This article aims to describe role of television advertisement to communicate each other, give information, define new product, accumulate the capital and increase consumptive culture by using woman body which have magnetic power. Gender inequality and objectification are always presented in the advertisement design, become one of woman exploitation manifestation. Advertisement establishes dominant cultur...

  14. FORMULASI, KANDUNGAN GIZI, DAN DAYA TERIMA KUE-KUE TRADISIONAL MAKASSAR BERBASIS TEPUNG PUPAE–MULBERRY (PURY SEBAGAI MAKANAN BERGIZI MASA DEPAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Clara Meliyanti Kusharto

    2016-04-01

    tradisional menghasilkan tiga jenis produk yaitu bolu-sponge Rampary, Deppatori-Pury, dan Pury-Stick. Berdasarkan hasil uji organoleptik, satu produk perlu dikembangkan lebih lanjut yaitu Deppatori yang memiliki tingkat kesukaan terendah. Formulasi Deppatori-Pury dilakukan dengan mencampurkan bahan dasar yang terdiri atas tepung beras, tepung ketan, tepung pury, gula merah, wijen, dan air. Formula Deppatori-Pury terdiri atas F1 (tepung pury 5%, F2 (tepung pury 10%, dan F3 (tepung pury 15%. Pada uji hedonik, panelis lebih menyukai F2 yakni formula dengan penambahan tepung pury sebesar 10%, karena penambahan tepung pury yang semakin banyak akan membuat tekstur semakin keras. Hasil uji mutu hedonik juga menunjukkan bahwa F2 memiliki karakteristik warna cokelat kekuningan, rasa dan aroma yang netral, serta tekstur yang padat agak keras. Kudapan Deppatori-Pury 10% per 100 g mengandung kadar air 7,92 g, abu 1,19 g, protein 5,80 g, lemak 25,99 g, karbohidrat 67,02 g, energi 484 kkal, kalsium 74,14 mg, besi 1,96 mg, fosfor 97,23 mg. Hasil uji mikrobiologis 390 cfu/g. Kontribusi protein Deppatori-Pury 10% dengan takaran saji 100 g terhadap AKG untuk kelompok lansia sebesar 9,4-10,4%, sehingga untuk mencapai kadar protein 20% dari AKG dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak dua kali takaran saji sebagai makanan masa depan.Kata kunci: daya terima, deppatori-pury, kue makassar, tepung pury

  15. SARANA PRODUKSI PADA BEBERAPA PABRIK MAKANAN DAN PENGUJIAN MUTU MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Alegantina

    2012-10-01

    Full Text Available Many kinds of food products have fled in the market, by developing of food industries. They cause some negative effect and decreasing quality and safety as well. Those could make consumer loss. Due to this situation, the society must be protected from the substandard of food production. Food manufacture and production facilities and production facilities in some food industries in Jabotabek. Bandung and Surabaya have been assayed. Sample selected was a high risk food in manufacture that caused some diseases and poisonous, as well as easy contaminated by microbiological, chemical and physical dangers for examples cattle breeding and fishery food manufactured. An explorative survey and observation of some food industries have been done. The results shows that there is no available of food industry has bad category of CPMB. While 12 food industries (52,17% have good category of CPMB. And the rest, 11 food industries have insufficient category as well. All of food industries surveyed have production facilities as kinds of production needed. Among of 23 food industries surveyed only 14 industries or 60,8% have own assay-laboratories while 9 industries or 39,2% have no laboratory. Only 10 (43,5% while 11 (47,8% industries have assayed on microbiological trial.   Keyword: Production faculties, food quality assay

  16. Sarana Produksi pada Beberapa Pabrik Makanan dan Pengujian Mutu Makanan

    OpenAIRE

    Alegantina, S; Isnawati, Ani; Mutiatikum, D

    2008-01-01

    Many kinds of food products have fled in the market, by developing of food industries. They cause some negative effect and decreasing quality and safety as well. Those could make consumer loss. Due to this situation, the society must be protected from the substandard of food production. Food manufacture and production facilities and production facilities in some food industries in Jabotabek. Bandung and Surabaya have been assayed. Sample selected was a high risk food in manufacture that cause...

  17. KAJIAN MAKANAN DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yevita Nurti

    2017-09-01

    Full Text Available This article is a literature study explain about the study of food, food habits and nutrition in the Anthropology perspective. The food and nutrition studies reviewed in this article only suggests some examples, which are considered popular and represent the themes in food discussion. The discussion starts from the beginning of anthropologist interest about food in culture until the process it.

  18. Perilaku Pegawai PT. Bank Kesawan Tbk Cabang Pematang Siantar Terhadap Pencegahan Penyakit Degeneratif Tahun 2006

    OpenAIRE

    Martha Adelina Simarmata

    2009-01-01

    Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang terjadi akibat degenerasi sel-sel atau sistem dalam tubuh kita, Penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, hipertensi kencing manis merupakan penyakit degeneratif yang dapat dicegah sedini mungkin melalui pola hidup sehat seperti : tidak merokok, tidak minum alkohol, olah raga secara rutin, menghindari stress, istirahat yang cukup, makanan sehat dan seimbang serta menghindari kegemukan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuant...

  19. KESEIMBANGAN ENERGI DAN KOMPOSISI TUBUH PEKERJA DENGAN JENIS PEKERJAAN BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuniar Rosmalina

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Energy is   a main source for doing daily activities. The energy is balance if the energy intake equal to energy expenditure. However energy expenditure depends on their kind of occupational work and their daily activities. The objective of this study is to assess the energy balance and body composition of male workers (light and heavy worker.  Methods: The subjects were 51 sandal workers considered as light level workers and 50 stone as heavy workers whose met criteria 30-55 years old, physically healthy and agreed to involve in this study. Body composition was measured using anthropometry. Anthropometric measurement was applied including body weight, height, MUAC and skin fold thickness. Nutrient intake was collected by combination weighing and 24 hours recall method for 3 consecutive days. Physical activities during working were assess by recording and recall their activities after doing their occupational activities, also for 3 consecutive days. Other data collection include physical examination by a medical doctor and interview was done to identified their characteristic and sosiodemografi. Results: The body fat composition was different significantly between light worker and heavy worker. The average energy and protein intake showed the heavy worker had lower both nutrient intakes compared to light workers. The average energy intake of light worker was 1923 ± 295 Kcal and 41.6 ± 8.99 g protein, while the energy and protein intake heavy worker was 2232 ± 500 Kcal and 46.7 ± 14.7 g protein. The energy expenditure of heavy worker was higher compared to light worker (3548 ± 414 Kcal vs 2408 ± 227 Kcal. There was no significant correlation between energy balance and body composition variables. Conclusions: Heavy male workers as well as light male workers have deficit energy and this no significant correlation with the body composition variable. [Penel Gizi Makan 2005,28(1: 1-8]. Keywords: energy, body composition, male worker

  20. TUBUH, ILMU SOSIAL DAN RUANG PUBLIK MASYARAKAT MUSLIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Yasir Alimi

    2012-03-01

    Full Text Available Body provides the contexts as well as the outcomes of social changes in the public sphere of Muslim societies. However, bodies are not conceptually developed enough in the context of Indonesian social sciences. This article aims at outlining theoretical explorations of body in social theory, useful to understand the contemporary development in Islamic public sphere as well as the shift in political Islam. Drawing from a micro-study on the Islamic public sphere in Turkey and my own ethnographic work in South Sulawesi, I argue that Islamic public sphere can be approached conceptually and materially by analyzing bodies as its object of analysis. Analysing the body in the public sphere allows us to understand the current trend for Islamic visibilities and also strategy, particularly that of woman, to challenge the public sphere through their bodies. Key words: body, social theory, Islam, public space

  1. Fotografi Pertunjukan: Fenomenena Tubuh dari Panggung menjadi Rupa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RY. ADAM PANJI PURNAMA

    2013-11-01

    Full Text Available Performace Photography: The Body Phenomenon from Stage to Physical. Performance photographyhas tried its best to capture the phenomena on stage. These two art mainstreams are completely different both fromthe subject and the objects. Performing art utilizes eyes and noses as the guidance to the feeling and meaningfulbody movements. Meanwhile, photography only utilizes eyes due to the still images it uses. Body in the performanceis the amalgamation of physical body and spiritual body. The detachment from a daily life to act as others accordingto the performance demand makes a performance meaningful and atmospheric for the audience.

  2. Indeks Massa Tubuh dengan Keseimbangan Statis Pengguna Transtibial Prosthesis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Rachmat

    2017-11-01

    Full Text Available The balance of a person's body is affected by the Body Mass Index. Body Mass Index is the easiest way to estimate obesity as well as to be highly correlated with body fat mass, but it is also important to identify obese patients who have a risk of medical complications. Purpose of this study was to know correlation body mass index with the static balance of transtibial prosthesis user. The study was a quantitative research with a cross-sectional design. Location research in BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta with sample were patients with post-amputation of transtibial as many as 15 people. Analysis of data was used correlation Pearson test. There was a correlation between body mass index with the static balance of transtibial prosthesis user, the coefficient correlation of -0.646 with significant and levels of correlation moderate. The value of normal body mass index has the highest static balance than lean body mass index and fat. Mass Index of the skinny body has a moderate static balance. Obese body mass index has the lowest static balance of body mass index thin and normal.

  3. TUBUH DAN JILBAB: ANTARA DIRI DAN ‘LIYAN’

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titik Rahayu

    2016-11-01

    Full Text Available Wearing jilbab as an obligation of the religious teaching is not the only reason for Muslim women to wear it. There are many factors that cause someone wearing jilbab. It can be from internal and also external factors. The internal factor comes from individual’s awareness to implement syariat, whereas the external factors come from motivation from closely related persons, existing regulation of wearing jilbab, and also environmental influence. At the early process of wearing jilbab, there are that influence someone’s decision to wear jilbab. The resistance from within (self-resistance is mind pressure felt by someone faced change. Whereas resistance coming from outside, can be from family, negative response of the society, and the unsupported environment.

  4. MAKANAN TABU DI BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dadang Sukandar

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} Food taboo in Indonesia is still a problem. As consequences, pregnant mother, lactating mother and children do not eat the taboo foods so that it can reduce their food intake and finally it can decrease their nutritional status. The objectives of this study are 1 to identify taboo foods, 2 to identify reasons of taboo food and 3 to improve basic nutrition knowledge through training on food and nutrition.  Study was conducted in Barito Kuala South Kalimantan from December 2005 to November 2006. A sample of size 36 households was drawn randomly from household population of size 180. The households population is household farmer who are beneficiary of Special Program for Food Security, Food and Agriculture Organization. Data were analyzed quantitatively and qualitatively and presented in one way table. Results show that groups which had many food taboo were pregnant woman group and lactating mother group. There are 7 taboo foods for pregnant woman and 11 taboo foods for lactating mother. Some taboo foods for pregnant women are ice, twin banana, young coconut, coconut water, young pineapple and fish. Some taboo foods for lactating mother are egg, fresh fish, fish, sugar, salt, jackfruit, fat food, hot food, etc. After attending training, the knowledge on nutrition and food of the farmers increase significantly, therefore it is hoped  that their knowledge can reduce their believe of the food taboo.  Keywords: taboo food, food intake, nutrition knowledge.

  5. MAKANAN TABU DI BANJAR JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dadang Sukandar

    2010-12-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 st1\\:*{behavior:url(#ieooui } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} Food taboo in Indonesia is still a problem because there  are many taboo foods.  As consequences,  pregnant mother, lactating mother and children  do not eat the taboo foods so that it can reduce their food intake and finally it can decrease their nutritional status.   Objectives of this study are  1 to identify taboo foods and 2 to identify reasons of taboo foods and  3 to improve basic nutrition knowledge through training  on food and nutrition.  Study was conducted in Banjar West Java from December 2005 to November 2006.  A sample size 92 households was drawn randomly from household population of size 482. The household of population is farmer household who are beneficiary of Special Program for Food Security, Food and Agriculture Organization. Data were analyzed quantitatively and qualitatively and presented in one way table. Results show that groups which had a large number of food taboo were pregnant women group and lactating mother group. There are 35 taboo foods for pregnant women and 24  taboo foods for lactating mother. Some taboo foods for pregnant women are ambon banana, bee, bee egg, cat fish, coconut plus red sugar, eel, coffee, bogo fish, fishing fish, gabus fish, gnetum gnemon and its leaf, ice, jack fruit, kind of jack fruit (kulur, kind of leaf (leaf of so, etc.  Some  taboo foods for lactating mother are banana, bean sprout, beverage made with such droplets, cucumber, eel, egg, fat food, fish, hot food, ice, innards of gurami, jack fruit, kind of cake (serabi, kind of fruit (kulur, kind of jack fruit (sukun, etc. After attending training, the knowledge on nutrition and food of the farmers increase significantly, therefore it is hoped  that their knowledge can reduce their believe of the food taboo. Keywords : Food taboo, Special Program for Food Security

  6. PENGUJIAN BERAS AKING SEBAGAI BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang N.

    2012-11-01

    Full Text Available The Study On The Used Rice as Staple Food.Background: Due to the high price of rice, some people used the used rice known as "beras aking" as staple food replacing the rice. The rice was cooked similar to the cooking of original rice. In its preparation to become aking, the cooked rice firstly is dried under the sun until the rice becoming dry. Consequently, the appearance of the rice is brownness color and sometime already grown by the mold. However, the people are preferred to choose the aking than other alternate food such as cassava. Therefore we performed to study the nutrition and acceptability of the used rice through the chemical analysis, microbial observation and sensory evaluation of the cooked of used rice.Objectives: The objective of this study is to asses the uses rice as staple food.Methods: Five samples of the used rice were obtained from district of Cirebon, Sumedang, Cileles, Indramayu and Bandung. The method of study is descriptive method to examine the characteristic of used rice by comparing with the ordinary rice.Results: As the consequent in preparation of the used rice, its content of moisture, pH, density and whiteness were low than those of ordinary rice. In addition, the content of reducing sugar was a bit higher than these of original rice. However, the protein content of used rice showed the various result, two samples of them had protein content less than the usual rice's while the rest three samples had protetn content higher than the ordinary rice's. The content of ash and total count of microbial in the used rice was seemly not different from the usual rice's However, the growth of microbial during preparation of the used rice was observed. Therefore, the examination of toxic substance should be done. The color, texture and aroma of the used rice were assessed lower than those of the ordinary rice in descriptive analysts. The steamed used rice had brownish white color, very soft texture and enough annoying acid aroma. Conclusion: The quality of used rice could be increased both nutritionally and its acceptance. Mixing the used rice with other ingredient and the more controlled drying process and good raw material would increase the quality of the used rice. In addition, the examination of toxic substance produced the micro organism should be done, since the micro organism growth during the preparation of used rice.Keywords: the used rice, beras aking.

  7. Makanan Tabu di Rokan Hulu, Riau

    OpenAIRE

    Sukandar, Dadang

    2010-01-01

    Food taboo is one of nutrition problem in Indonesia. Solution to overcome this problem is therefore needed. Objectives of this study are 1) to identify taboo foods and 2) to reduce community food taboo through conducting training on food and nutrition. Study was conducted in Rokan Hulu Riau from December 1995 to November 2006. A sample of size 40 households was drawn randomly from household population of size 197. The households population is household farmer who are beneficiary of Spec...

  8. SISTEM PEMESANAN MAKANAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA8535

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilis Kaswidjanti

    2015-04-01

    Full Text Available Some restaurants are to develop the concept by placing the gazebo-gazebo that were located far apart. With a large area and a place to eat with the amount that more and more the restaurant must provide the waitresses in considerable amounts. Often when the waiter is still busy serving the other guests, then there will be visitors restaurants that can not be served well. In addition, the number of waiters that too many would economically burden the employers because it would result in expenditure will be even greater. Then it can be developed an information system involving hardware and software to apply the reservation system that can be done from the tables or places to eat at a restaurant. Systems built using hardware and software. The hardware is built by using the AVR microcontroller device comprising an IC (Integrated Circuit which is supported by the power supply, as well as some passive and active components. Software on a microcontroller using C language development tool using CodeVision of AVR. While the computer software using Visual Basic 6.0 programming language. Food ordering system that created it can improve services for consumers in terms of booking. Buyers can make a reservation at the dinner table without going through the waitress who had approached the table and write whatever menu you want to order. Additional bookings can also be done through the table without leaving the place or the waiter.

  9. Jamur Perusak Pendap Makanan Khas Tradisional Bengkulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasanuddin Hasanuddin

    2016-04-01

    ABSTRACT. Pendap is a traditional Bengkulu food prepared from fermentation of fish. The research was conducted to identify molds caused spoilage of pendap, and to select the species of molds which were able to use for other process in microbiology. The data in this study were laboratory analysis. Samples were collected weekly in a month from productions centre of Pendap  and traditional markets, and analyzed microbiologically to determine and identify the  molds which were contaminated. There were four specieses of molds found in pendap after three days storage in room condition, namely Rhizopus stolonifer, Mucor sp, Aspergillus terreus, and Penicillim sp. While two specieses which were not produce toxin and the other two were known as the molds which were produced mycotoxin.

  10. Nilai Estetis Pada Kemasan Makanan Tradisional Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setiawan Sabana

    2007-03-01

    Full Text Available This research is focused on investigating the aesthetical and philosophical values of traditional food packaging in Yogyakarta, whereas much of traditional values are still applied and existed in the daily life. It is thought that the philosophical value of traditional food packaging is related to its use in the traditional ceremonies of the Yogyakarta Palace, such as Garebeg Mulud (Sekaten, Garebeg Syawal, Garebeg Idhul Adha, Tumplak Wajik, and Labuhan. Although some of traditional food packaging are also used in the people’s ceremony, such as birth, wedding, and funeral ceremonies. Accordingly, traditional food packagings are mostly used to represent symbols that link to the life of the people of Yogyakarta. The aesthetical value of traditional food packaging can be identified from its visual elements, such as shapes, lines, textures, colors, masses (volumes, spaces, and the composition of those elements using natural materials such banana leaf and young coconut leaf. The intertwined of each element carry on meanings and therefore when modern materials (papers and plastics are applied, most of traditional food packaging degrades their actual and symbolical meanings.

  11. KONTAMINASI E. coli PADA MAKANAN DARI TIGA JENIS TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) DI JAKARTA SELATAN 2003

    OpenAIRE

    I Made Djaja

    2008-01-01

    Escherichia coli Food Contamination on Three Type of Food Establishment in South Jakarta, 2003. Food with its nutrient constituencies is important and needed by all biological organisms including human live. On theaters hand through food could transfer some of diseases agent that could cause gastro-intestinal disorder and food intoxication. Food contamination prevalence is still height (by E. coli 65.5%) and diarrhea cases 116.075 in 1995, food out break intoxication 31.919 occur in 1997, and...

  12. Pengetahuan Mahasiswa Kedokteran Tentang Serat Makanan Dan Perilaku Konsumsi Serat Makanan

    OpenAIRE

    Harahap, Juliandi; Hutabarat, Handayan

    2014-01-01

    Background: Current situation shows a tendency that there is shifting patterns of food consumption in Indonesian society where the consumption of fiber is low. Indonesian Health Profile 2008 revealed that only 6.4% Indonesian people who had enough fiber food consumtion. Objective: To find out the relationship between knowledge on dietary fiber and fiber consumption in medical students of Faculty of Medical. Method: This research is analytic study with a cross-sectional design. The popul...

  13. HUBUNGAN PEMAHAMAN IBU TENTANG PESAN GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI ANAK PRASEKOLAH DI TK IT AULADUNA KOTA BENGKULU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emy Yuliantini

    2015-09-01

    Pengetahuan ibu tentang gizi seimbang sangatlah penting, mengingat peran ibu dalam keluarga sebagai pengelola makanan. Ibu yang tidak tahu gizi makanan, akan menghidangkan makanan yang tidak seimbang gizinya. Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM terkait gizi, maka pola makan masyarakat perlu diarahkan ke konsumsi gizi seimbang. Upaya yang dilakukan dalam memantau status gizi dengan mengatur pola makan yang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemahaman ibu tentang tumpeng gizi seimbang dengan status gizi anak prasekolah di TK IT Auladuna Kota Bengkulu. Desain penelitian ini adalah observasional dengan metode cross sectional di TK IT Auladuna Kota Bengkulu. Populasi penelitian adalah anak prasekolah. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara proporsional sampel sebanyak 68 orang. Data tentang pengetahuan ibu dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan data pengukuran BB dan TB anak dilakukan dengan melakukan penimbangan dan pengukuran menggunakan alat terstandar. Berdasarkan uji chi-square diperoleh hasil bahwa hanya pengetahuan tentang tumpeng gizi seimbang ada hubungan nyata dengan status gizi (p< 0,05, namun tidak pada pengetahuan tentang piring makanku. Pengetahuan tentang gizi seimbang perlu ditingkatkan pada semua kelompok masyarakat khususnya pada ibu yang mempunyai anak prasekolah.

  14. ASPEK PSIKOSOSIAL, AKTIVITAS FISIK, DAN KONSUMSI MAKANAN LANSIA DI MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusilanti .

    2012-02-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 This research attempts to analyze psychosocial aspect, physical activity, and food consumption of the elderly living in the community dwelling.  Research locations were chosen purposively in three POSBINDU (The Services Post for Elderly located at areal of Bogor City, namely: Kelurahan Budi Agung (represents city-high income society, Kelurahan Baranangsiang (city-moderate to low society, and Kelurahan Situ Gede (boundary between city to rural-low income society.  A simple random sampling was applied to select the subjects. One hundred ninety-seven (197 subjects aged range 60-85 years old (mean age 68.4 years were selected in those places and completed the survey between August 2004-July 2006. A cross –sectional design and one point approach was followed (Singarimbun & Effendi, 1995. A structured questionnaire was developed to collect data about psychological aspects (family and community support; health behavior; level of depression; life satisfaction, and food consumption limited to some nutrients essensial for elderly. For physical activity assessment, each subject rated his/her capacity involved in housekeeping. A descriptive, Chi Square, One Way ANOVA and Tuckey tests were applied to analyze the data.  The research results showed that there is no significance difference among elderly in three sites in terms of psychological aspect. However, there are significance differences in health behavior and physical activity. The worst health behavior and physical activity conditions were found among elderly in Kelurahan Situ Gede caused by the social-economic differences. In terms of food consumption aspects, the significance differences exist in intake of vitamin A, vitamin B, and calcium among the subjects.   Keywords: elderly, psychosocial, physical activity, food intake, community dwelling.

  15. RIWAYAT MAKANAN YANG MENINGKATKAN ASAM LAMBUNG SEBAGAI FAKTOR RISIKO GASTRITIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    nFN Arikah

    2015-03-01

      Gastritis is a digestive disorder caused by diet. Nearly 10 percent of people worldwide suffer from gastritis. In Indonesia, the incidence of gastritis was 40.8 percent. Food consumption which is a trigger factor of gastritis are the high consumption of protein in the daily diet, spicy foods and drinking coffee. This study aimed to identify risk factors of food consumption history that could increase gastric acidity as a risk factor of gastritis. The observational study with case control design conducted to 32 respondents devided into 2 groups, gastritis and non-gastritis group. Independent variables were protein consumption history, consumption of chili sauce, and drinking coffee habits. Sampling has done using systematic random sampling and food history was assessed using  Dietary History form and Food Frequency semi quantitative form. The results showed that most of the gastritis respondents were female (78,12%, at  the age range of 20-30 years (40,63%, and had suffered gastritis > 3 years (43,75%. The risk estimation results indicated that the significant variables as risk factors of gastritis were frequency of milk consumption (p=0,034, OR=6,600 and the amount of chili sauce consumption (p=0,037, OR=11,667. Respondents with frequent history of milk consumption had 6,6 times greater risk for experiencing gastritis than those infrequent history of milk consumption, and respondents who had history of chili sauce consumption habits > 3 tsp per consumptionhad  11,667 times greater risk for experiencing gastritis than those who consumed chili sauce habits less than that. Patients with gastritis should limit their milk consumption especially when ate with other heavy foods; and also limit consumption of chili sauce because it can stimulate excessive production of gastric acid that can iritate the gastric mucosa. Keywords: diet history, gastric acid, gastritis

  16. Perancangan Sistem Informasi Prepaid di Perusahaan Makanan Siap Saji XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    J. Rolles Herwin Sihombing

    2015-06-01

    Full Text Available Prepaid System becomes a new trend in the Indonesia retail industry, particularly in the Food and Beverage (F&B sector. Many companies are trying to develop their own prepaid system, however they still lack of skills and knowledge regarding this system. This condition might not enable them to deliver the prepaid system to customers properly if they insist to develop their own system. However, this does not happen to company XYZ, the biggest fast food restaurant in Indonesia. Company XYZ, which collaborates with the local partner, implements their own prepaid system in their company. This local partner has already had years of experience in the payment industry, developing payment system that adapts to the latest technology and supports the company's business. A system that is integrated with the point-of-sales and website would absolutely help customer and cashier in doing the transaction process. Integrated data is very useful for the finance and accounting departments of Company XYZ providing annual financial report to the shareholders.

  17. NILAI DAN PENGETAHUAN SEBAGAI PREDIKTOR INTENSI BELI MAKANAN ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tony Wijaya

    2014-01-01

    Full Text Available This research aimed to examine a model which presents effects of man-nature orientation, of organic knowledge and attitude toward organic food to purchase intention of organic food. Data collection method of this research used questionnaire. Survey data was consisted of 516 married women as an end user of organic food from Yogyakarta, Jakarta and Surabaya Indonesia. The empirical tests indicated that man-nature orientation and organic knowledge had significant effect on attitude toward organic food. Attitude toward organic food had significant effect on purchase intention of organic food. All hypotheses in this research were fully supported.

  18. NILAI DAN PENGETAHUAN SEBAGAI PREDIKTOR INTENSI BELI MAKANAN ORGANIK

    OpenAIRE

    Tony Wijaya

    2014-01-01

    This research aimed to examine a model which presents effects of man-nature orientation, of organic knowledge and attitude toward organic food to purchase intention of organic food. Data collection method of this research used questionnaire. Survey data was consisted of 516 married women as an end user of organic food from Yogyakarta, Jakarta and Surabaya Indonesia. The empirical tests indicated that man-nature orientation and organic knowledge had significant effect on attitude toward organi...

  19. SANITASI MAKANAN DI DAERAH OBYEK WISATA BALI TAHUN 2003

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptini Supraptini

    2012-11-01

    Full Text Available Food sanitation in Indonesia emerges as one of the main public consideration as food poisoning cases are still prevalent. In the decentralization era, tourism districts could gain significant advantages in terms of their income, and therefore, food quality becomes one of the main issues to be examined. In 2003, Health Ecology Research Centre analyzed food sanitation-related issue at tourism sites. Observing method was used in 30 restaurants in Bali, along with questionnaire distribution to 130 restaurants. This study is aimed to examine the quality of food sanitation at tourism places in Bali. This study reveals several problems regarding food sanitation at Bali's tourism sites. While some of the water sample collected contained coli, some of the restaurants even did not have any toilet and wash-stand facilities for their costumers. Moreover, some food handlers were still working although feeling unwell. The findings show that there are 17 (57% low quality water specimens, who have exceeded the nonnal standard amount of coli (10/100 ml for water pipe, and 50/100 ml for water source. Five of these specimens were taken from the water pipe, and others are from direct water sources which 3 samples we got fecal coli. However, the food substances, including juices and other drinks are found with good quality without pathogenic bacteria. Keywords: Food Sanitation, Restaurant, Tourism.

  20. Makanan USAha Jasa Boga di Lingkungan Kampus Universitas Negeri Padang

    OpenAIRE

    WIJAYA, ALI; Yuliana, Yuliana; Waryono, Waryono

    2015-01-01

    The study aims to determine the application of employee personal hygiene food processors catering business which in terms of: (a) public health, (b) personal hygiene and (c) clothing kitchen food processors in Padang State University campus. This study is a descriptive study with quantitative and qualitative approaches. The type of data in this study in terms of primary data include 1) the owner of a catering business 2) employees of food processing and 3) the customers who visit. This study ...

  1. CEMARAN JAMUR DAN INFESTASI LALAT PADA MAKANAN OLAHAN SIAP SAJI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik St Aminah

    2012-11-01

    Full Text Available Traditional market and modem market (Supermarket sells many ready made food such as: ayam bumbu kuning, telur asin, pepes ikan, udang bumbu tepung, sosis sapi and bakso daging. Fast food should be sold fast otherwise it will be contaminated with fungi and bacteria, then the appearance of food will not be interesting and the quality of food became bad. The fungi will produce toxin, called mycotoxin. Mycotoxin will remain in the food although the fungi died. But some fungi can still alive at high temperature. Fungi which produce mycotoxin among others: A.jlavus. A.fongigatu.s, A.ochrachius, Scopulariopsis sp., Fusarium sp., and Geotricum sp. This preliminary study was able to examine the fungi grown in fast food, the input of spices used in ready made food. Flies investation was also observed. The results of the study showed that the spices can preserve the food since the spices can prevent the growth of the fungi which contaminated the food. Most of the fungi that contaminated the food is air borne fungi dan the atsiri oil of same spices can be used as repellent.   Keywords: fast food, fungi contamination, flies investation

  2. Perancangan Modular Furniture untuk Food Truck Penjual Makanan Indonesia

    OpenAIRE

    Sherly de Yong, Chetlyne Stefany Soekanto I Gusti Ngurah Ardana

    2016-01-01

    Food and beverage industry growth in Indonesia continues to develop, and need to be traded in location with dense occupants so that the business can be profitable. This has resulted in the emergence of the mobile system, as selling methods are much in demand today. Food vendors are mobile, requiring a furniture design that can support the activity of cooking and selling on a vehicle. By using Kembel design method, through the process of understanding, compressing, processing the data using de...

  3. Perubahan pengetahuan penjamah makanan hotel setelah penyuluhan higiene perorangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hapsari Sulistya Kusuma

    2017-12-01

    Full Text Available Background : Personal hygiene food handlers in food processing is very important because with the application of good hygiene can minimize the possibility of food contamination. The personal hygiene can be influenced by some factors, for instance knowledge and behaviors of food handlers. Lack of knowledge, inappropriate behaviors towards personal hygiene can be changed by giving the right information. Objective : This study aims to determine differences in knowledge of food handlers before and after counseling. Methods : This was a quasi-experimental one group pretest posttest design. The sample of this study was 18 food handlers in Patra Jasa Hotel selected by total sampling method. Knowledge data obtained from the total score from the correct answer in the questionnaire. The data was analyzed using Wilcoxon test. Results : This study showed that the increases in knowledge of food handlers increased by 22%. Statistical analysis showed knowledge before and after nutrition extension (p = 0.001. Conclusions : there was difference in knowledge of food handlers before and after personal hygiene counseling.

  4. DESAIN KEMASAN MAKANAN TRADISIONAL MADURA DALAM RANGKA PENGEMBANGAN IKM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iffan Maflahah

    2016-11-01

    Full Text Available Packages are denoting an attributeof a product, it canbe informationmedia andaffect the image the brandofproduct. Designan attractiveproduct packagingwillbeidentity anddistinctive characteristics, that canbe used asthe consumer appeal. Productpackaging designof Unit Kecil dan Menengah (UKM as produce traditional foodis verysimpleand less attractive. The purposeof this research isto designa Madura’s traditionalfood packaging to promote UKM. Madura’straditionalfoodpackaging designis usingthe samepackaging, the differences  onlydistinguishableon the outside ofthe packaging of products. The sharp model of packages arepaper bags andcardboardbox packaging. The image which put on the packages areusing Jembatan Suramadu as  iconsofMadura Island

  5. INTRODUKSI HIJAUAN MAKANAN TERNAK SAPI DI MINAHASA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Femi H. Elly

    2014-06-01

    Full Text Available The role of cattle as a source of food for the community in the form of meat. The problem of cattle population in North Sulawesi tend to decrease. The slow growth of the cattle population is determined by external factors such as feed. Based on these ideas, has made   the study of food forage introduction of cattle in South Minahasa. Premise that cattle is a commodity that the government should pursue policies relating to the availability of forage continuously. Forage fodder is a major food or feed for livestock and is the basis of life in the animal husbandry development effort. To increase the productivity of livestock, one of the important factors that must be considered is the provision of good quality feed year round and enough quantity. In response to the government policy in South Minahasa has made   the development of cattle forage food. In conclusion, the introduction of green fodder is very beneficial to farmers in the development of cattle ranchers. Based on the introduction of forage necessary assistance to livestock farmers for forage management.

  6. Pesona Form Driven dari Tipografi pada Kemasan Makanan dan Minuman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Julianto Julianto

    2010-10-01

    Full Text Available Letters or widely known in the designer community design as typography, is the most essential design element, because it has a double function, as both the language of verbal and also visual language. Its presence in the design world often dominates the portion of the design. It is also often evident in many information media, and capable of persuading its audience through the enchanting beauty (form driven, both types of letter itself and its well-ordered structure, designed by a designer. This also occur in food and beverage packaging, which when people make very careful decisions, since it involves preferences or consumption of their own choice, is an added value if their favorite food/drink is packed with a cool typography design. 

  7. Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah Produsen Makanan Berbahan Baku Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jaka Sriyana

    2018-03-01

    ABSTRACT                 The purpose of community service program in Wringinputih Village is to find the strategy of developing small and medium enterprises (SMEs of processed foods made from local raw materials. Group of business as object of dedication is group of food industry based SMEs from cassava. To find the various strategies of SME’s development, we used Strength, Weaknesses, Opportunity and Threat (SWOT analysis. The recommended strategies for business development are improving the quality of production, managing the home industry licensing (Perijinan Industri Rumah Tangga/P-IRT, improving the quality of product packaging, and new marketing design. The result of the community services are (1 the improvement of the quality of food product made from raw sweet potatoes with the use of the oil spinner machine, (2 the diversification of the processed foods made from raw cassava and papaya, (3 the result of training and management of P-IRT, (4 packaging design of food products made from cassava and papaya, (5 marketing design of processed food products.   Keywords: Cassava, Small And Medium Entrepreneurs, Certificate P-IRT

  8. Plastik nonwoven sebagai pengemas bahan makanan yang bersifat breathable

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Penny Setyowati

    2003-06-01

    Full Text Available Abstract Nonwoven plastic is a new material for packaging that has some special quality among the other things such as flexible, higher strength, hydrophob, breathable and hygienes. The technology of nonwoven plastic is spunbond technolog which is a clean technology and produce a non fibre product. The raw material of nonwoven plastic is food grade polypropylene, so that the products are safe for food packaging. Recently just pioneered of nonwoven plastic application as innerliner of plastic sack that can replace “karung goni”as rice packaging and replace cotton sack as meal or flour packaging. Therefore grains that have not been prepared yet, respiration activity is very important to be breathable characteristic of nonwoven plastic is able to support air circulation very well and also to keep humidity balance in the packaging. At the flour packaging, beside hydrophob characteristic, however breathable characteristic is necessary too because flour has a tendency to absorb water and flour stability must be kept at 13.5 – 14% moisture content. The first experiment was taken by PT. Boma Internusa concerning with rice storage that use nonwoven plastic packaging as innerliner of plastic sack during 2 months, and analysis showed that the rice did not smell, louse unfolding was decrease 9fumigation cost was low, yellow grains and broken grains were decrease and did not occur any change of color. In the experiment of flour storage during 3 months gave an analysis that flour wsa still having good condition and fulfilled the standard trade

  9. Kajian SNI 01-2886-2000 Makanan Ringan Ekstrudat

    OpenAIRE

    Oktavia, Devi Ambarwaty

    2007-01-01

    Extruded snack are a product that produce from a tools call extruder by high temperature and short time. Standard quality of extruded snack which required on SNI 01-2886-2000 has not listed odor, taste and colour quantitatively. SNI 01-2886-2000 has not listed yet protein content, calcium content, zinc and total dietary fiber. Improving Indonesian standard for extruded snack advised then the quality of extruded snack will be better. In order to improve Indonesian standard of extruded snack, l...

  10. KEMAMPANAN SEKURITI MAKANAN DALAM ERA PERINDUSTRIAN: PENGAJARAN DARIPADA MALAYSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zahrul Akmal Damin

    2015-12-01

    Full Text Available In Malaysia, the development of agriculture for food security is emphasized to ensure a stable supply in balancing the domestic demand. In order to achieve this goal, the government has emphasized the agricultural development policy despite the challenges of rapid industrial sector. Since 1984, the challenge of agricultural development for food security is critical when Malaysia experienced a phase of active industrial development. Thus in the context of the framework, this study is to see agricultural development efforts being undertaken by government leaders to ensure food security in the industrial era is guaranteed. Based on the five-year development plan of Malaysia, the government's strategies to provide sustainable food production are examined in details. By using the qualitative analysis, this paper analyzes the policies of the government leaders regarding the development of agriculture for food security which includes (i the administration phase of Tun Dr. Mahathir Mohamad, (ii the administration phase of Tun Abdullah Ahmad Badawi, and (iii the administration phase of Dato 'Seri Mohd. Najib Abdul Razak. It is hoped that the findings will help the policymakers in formulating the agricultural development for food security in order to optimize the food production and at the same time can protect the country from threats that could disrupt the stability of the country due to the lack of supply.

  11. Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu tentang Penggunaan Pewarna Makanan dengan Keracunan Makanan pada Anak di Kelurahan Penggaron Lor Semarang

    OpenAIRE

    Suparmi; Ophi Indria Desanti

    2016-01-01

    Household and school are the two most frequent sites in which food poisoning outbreak starts. This may be influenced by the lack of mother’s knowledge about the danger of synthetic food colorants for health. This study was conducted to analyze the relationship between the knowledge, attitude, and practice on food colorants among mothers and the incidence of headache and diarrhea as signs of food poisoning in their elementary school children in Penggaron Lor Village. This study was an cross se...

  12. SIKAP MURID DAN PENJUAL MAKANAN JAJANANTENTANG HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI KELURAHAN RONGTENGAH KECAMATAN SAMPANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sisca Yanuar Ningtyas

    2016-11-01

    Full Text Available Snack foodsplays a fairlyimportant role inprovidingenergyandnutritionalintakefor childrenof school age. Contributionsto theconsumption ofsnackfoodsof school ageaccounted for5.5% and4.2% proteinenergy. Snackfoodsin addition to havingthese advantages, hawkerfoodwasstillrisk to healthbecausetreatmentis oftennotpossiblehygienicsnackfoodcontaminatedbytoxicmicrobes. The purposeofthis studywas to determine theattitudesof studentsandsnackfood vendorsonhygieneandsanitationin the. This type of researchbeinga descriptivestudy sitesat theRongtengah Elementary School, Sampang District. The populationin this study wereelementary school studentsgrades 4, 5and6 dengansample size77 childrenof elementary school students and thenumber of samplesnack food  vendorstotaling10 people. Survey results revealedthat theattitudesof elementary school studentsabouthygieneandsanitationindividuals includedineither categoryat71.43%, while theattitude ofsnackfood vendorsonfoodhygieneandsanitation, including the category of beingas much as 80%.

  13. PEMBINAAN PEDAGANG MAKANAN KAKI LIMA UNTUK MENINGKATKAN HIGIENE DAN SANITASI PENGOLAHAN DAN PENYEDIAAN MAKANAN DI DESA PENATIH, DENPASAR TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nengah Sujaya

    2012-10-01

    Full Text Available Abstract Generally street vendor has little knowledge on hygiene and sanitation of food handling. Usually they trade in a night market or on street sides. There are two markets in Penatih Village that operate night market. Both markets located in a strategic location thus they have many visitors every day. In these two markets there are some vendors that need to be counseled and assisted in order to improve their knowledge on hygiene and sanitation of food handling. The counseling and assistance was conducted every week from 25 September to 10 October 2009, with 10 vendors as target participants. The venues were located in Penatih Market and Agung Market, Penatih Village, East Denpasar. The activities were conducted in the form of counseling and assisting during trading hours towards the participants in regards of hygiene and sanitation of food handling. In order to evaluate and measure the knowledge improvement of the participants, pre test and post test were carried out. The result shows that, most of participants have less knowledge on food additives in terms of usage, types and risk of usage. The participants have good knowledge on usage of clean water for utensil and food washing as well as knowledge on personal hygiene. It is recommended to conduct a continuous and regular counseling to street vendors with the involvement of local primary health care (puskesmas.

  14. Analisis sisa makanan lunak rumah sakit pada penyelenggaraan makanan dengan sistem outsourcing di RSUD Gunung Jati Cirebon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Agus Ariefuddin

    2009-03-01

    Full Text Available Background: An indicator of success in maintaining quality of service in patient nutrition can be measured from leftovers. In average inpatients got soft food as much as 40.1% and about 20.5% of them have leftovers. One benefit of leftover data is that they can be used to evaluate provision of hospital foods. Leftovers indicate that there is a waste in food cost. Objective: To analyze leftovers of hospital soft food in the provision of food using outsourcing system at Gunung Jati Hospital of Cirebon Municipality. Method: This was an observational study that used cross sectional design. Samples were as many as 93 patients. Data were analyzed quantitatively using chi square to identify in factors correlation the presence of leftovers and correlation in respondents’ satisfaction with the quality of food with the presence of leftovers and to identify correlation of irrelevance with leftovers of hospital soft foods portion served with the presence of leftovers. Characteristics of respondents and cost of foods wasted were analyzed using univariate technique. Result: The result of statistical analysis showed that there was significant  correlation in sex, level of education, types of diseases and appetite  on the presence of leftovers (p 0.05. There was no significant correlation in respondents’ satisfaction with quality of foods on the presence of leftovers (p > 0.05. There was significant correlation between irrelevances in the amount of soft food portion served on the presence of leftovers.  Total cost foods wasted was Rp 12.559.12/day. Conclusion: There was correlation in sex, level of education, types of diseases and appetite on the presence of leftovers. There was no significant correlation in respondents’ satisfaction with quality of foods on the presence of leftovers (p > 0.05. There was significant correlation between irrelevances in the amount of soft food portion served with leftovers. The cost of foods wasted based on class of hospitalization served greatly varied.

  15. Hygiene Sanitasi Makanan dan Pemeriksaan Formalin Serta Boraks Pada Makanan Jajanan (Otak-Otak) di Kota Tanjungpinang Tahun 2013

    OpenAIRE

    Doliyanto

    2015-01-01

    Otak-otak are typical foods of Tanjungpinang. Those makers of traditional food of otak-otak are usually people who have low knowledge. Thus, the management of street food gave less attention to food safety, including food sanitation hygiene. The objective of this study was to know the hygiene of food sanitation and inspection of formalin and borax on street food (otak-otak) in Tanjungpinang . This was descriptive survey research. The samples were traditional snack food maker...

  16. Pengaruh ukuran tubuh ikan Poecilia reticulata pada daya pemangsaannya terhadap larva Culex quinquefasciatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noer Moehammadi

    1999-06-01

    Full Text Available The research aimed to know the influence of poecilia reticulata body size, in the feeding capacity on Culex quinquifasciatus larvae. The research was experimental method with Complete Random Design., each treatment with 5 replications. The taken body size of Poecilia reticulata were; 1,50 cm; 2.50 cm; and 3.50 cm. the size of fish €™s body was measured from the tip of snout up to the end of fin (cm. The feeding capacity was determined by subtracting the first amount of larvae which was given the rest of larvae after 24 hours. The result showed that the difference of size of Poecilia reticulate body was significantly different in the feeding capacity on Culex quinquifasciatus larvae. The fish whose body size was 1.50 cm had the lowest feeding capacity by eating 77.2 larvae for average, and the highest one was the fist which body size was 2.50 cm by eating 113.6 larvae for average, subsequently the feeding capacity decrease to the fish which body size was 3.50 cm because of eating 100,6 larvae for 24 hours.

  17. Hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT dan Kebiasaan Mengkonsumsi Lemak dengan Tekanan Darah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Said Mardani

    2011-11-01

    Full Text Available Tekanan darah tinggi (hipertensi merupakan salah satu pencetus utama terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (cardiovascular disease. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari total penduduk yang berusia >18 tahun. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah diantaranya kelebihan berat badan dan kebiasaan mengkonsumsi lemak tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara IMT dan kebiasaan mengkonsumsi lemak dengan tekanan darah pada penduduk Kelurahan Tangkerang Tengah Kota Pekanbaru. Jenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sebagai populasi seluruh penduduk Kelurahan Tangkerang Tengah yang berusia 30 tahun keatas berjumlah 15.018 jiwa. Sampel penelitian diambil sebanyak 300 responden dengan teknik Probability Proportionate to Size (PPS. Hasil penelitian didapatkan prevalensi hipertensi 29%, overweight/obesitas 23,7%, dan kebiasaan mengkonsumsi lemak tinggi 17,7%. Hasil analisis hubungan antara IMT dan tekanan darah didapatkan nilai p = 0,018 dan OR = 2,036 (95% CI:1,1643,561, sedangkan analisis hubungan kebiasaan mengkonsumsi lemak dengan tekanan darah didapatkan nilai p = 0,041 dan OR = 1,987 (95% CI:1,074-3,677. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan kebiasaan mengkonsumsi lemak dengan tekanan darah penduduk Kelurahan Tangkerang Tengah Pekanbaru.

  18. Persepsi mahasiswa Program Studi Gizi Kesehatan terhadap citra tubuh ahli gizi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustina Arundina Triharja Tejoyuwono

    2011-07-01

    Conclusion: Good body image for nutritionists would determine quality of counseling and trust of the clients. Nutritionists had responsibility to give an exemplary healthy life to the community. Therefore it was necessary to do monitoring and socialization from the academics as well as related institutions such as association of nutritionists about body image of nutritionists and nutrition students from now on and in the future.

  19. POLA BERAT DAGING RAJUNGAN BERDASARKAN BERAT TUBUH YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN SELAT MADURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zainuri

    2016-11-01

    Full Text Available Informations on ratio of meat blue swimming crab weight have both economically and ecological meanings.  The aim of this research is to know actual ratio of the weight of meat where as catches on Selat Madura fishing ground.  Samples were taken from October 2012 ~ December 2013 and May 2014 ~ November 2014 by longline and trammelnet.  The result showed that having tree (3 modes of average ratio of meat  blue swimming crab weight which reached highest on May, October and December of year; whereas the percentage of actual the weight of meat ( ratio between average of the weight of meat and body weight appeared on June and September of year. Consider result of Zainuri (2015 that the 10 cm wide carapace of blue swimming crab identical with  50 g of body weight, the result of this research also be known that there is tendency slightly increased of percentage of actual meat weight on blue swimming crab’s 50 g of body weight and more. Keywords: ratio of meat, Selat Madura, blue swimming crabPATTERN OF CRAB MEAT WEIGHT BASED ON BODY WEIGHT CAUGHT IN THE MADURA STRAITInformation on ratio of meat blue swimming crab weight have both economically and ecological meanings.  The aim of this research is to know actual ratio of the weight of meat whereas catches on Madura Strait fishing ground.  Samples were taken from October 2012 - December 2013 and May 2014 - November 2014 by long-line and trammel net.  The result showed that having tree (3 modes of average ratio of meat  blue swimming crab weight which reached highest on May, October and December of year; whereas the percentage of actual the weight of meat (ratio between average of the weight of meat and body weight appeared on June and September of year. The result of this research also be known that there is tendency slightly increased of percentage of actual meat weight on blue swimming crab’s 50 g of body weight and more.  Keywords: Ratio of meat, Body weight, Madura Strait, blue swimming crab

  20. Hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan kambing Peranakan Etawah jantan di Kabupaten Klaten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Victori

    2016-04-01

    Full Text Available The objective of the research was to determine the relationship between body weight and body measurement of Peranakan Etawah (PE goat male at different age in Klaten Regency. The research was conducted in District Karangnongko and Kemalang. The research used 98 male goats aged 0-60 months and the data were analyzed using correlation and regression. The study found a very positive relationship between the chest girth, the body length, shoulders height, chest depth and body weight on goats aged 0-6 months until 12-24 months of age. Another findings were goats with 24-36 months of age had a very positive relationship between chest girth and the body length with body weight, while shoulders height and chest depth had a positive correlation with body weight. A very positive relationship was also found on the chest girth with body weight of goats with age of 36-60 months, while other body measurements had a very low positive relationship. The study concluded that chest girth had a close correlation with body weight of the PE goat. Keywords: Body measurements, body weight, Peranakan Etawah

  1. Pendeteksian Bagian Tubuh Manusia untuk Filter Pornografi dengan Metode Viola-Jones

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Benny Senjaya

    2012-06-01

    Full Text Available Information Technology does help people to get information promptly anytime and anywhere. Unfortunately, the information gathered from the Internet does not always come out positive. Some information can be destructive, such as porn images. To mitigate this problem, the study aims to create a desktop application that could detect parts of human body which can be expanded in the future to become an image filter application for pornography. The detection methodology in this study is Viola-Jones method which provides a complete framework for extracting and recognizing image features. A combination of Viola-Jones method with Haar-like features, integral image, boosting algorithm, and cascade classifier provide a robust detector for the application. First, several parts of the human body are chosen to be detected as the data training using the Viola-Jones method. Then, another set of images (similar body parts but different images are run through the application to be recognized. The result shows 86.25% of successful detection. The failures are identified and show that the inputted data are completely different with the data training.

  2. KONTROL NEGARA ATAS TUBUH PEREMPUAN: PRO KONTRA RUU ANTIPORNOGRAFI DAN PORNOAKSI PADA MASYARAKAT KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puji Lestari

    2011-12-01

    Full Text Available Indonesian state, with the culture of patriarchy inherent in community life, always put women in positions that are diffcult and cornered. With his power, often state that does not make policy gender sensitive. Including today, where the bill becomes law product APP disturbing for some people. This study raised  the  issue about How Semarang citizen opinion about  the Pornoaction and pornography? How Semarang citizen opinion about the content of RUU APP and position of women in society? What factors are inhibiting the implementation of the bill into law APP? The purpose of this study was to determine public opinion of the Semarang citizen about Pornoaction and pornography, knowing the public opinion of the Semarang citizen about the content of bill APP and the position of women in society and what factors are inhibiting the implementation of the bill into law APP. The results of this study is the emergence of the Draft Law on Anti-pornography and Pornoaction, provides an illustration of the growing infuence of the state to the women’s bodies. This led to a public anxiety about the position of women is increasingly cornered. Pros and cons of the contents of the Bill of APP caused by multiple interpretations of the contents of the articles RUU APP. In addition, also due to the assessment and perspectives of different communities about the content of this RUU APP. Community pro Semarang RUU APP argues that the existence of RUU APP can protect the nation from moral destruction, especially for the younger generation. While that does not agree with the existence of this bill due to cultural differences, as well as the position of women that are cornered.Keywords: Pornography, Pornoaction

  3. Posisi Kepala dan Tubuh sebagai Salah Satu Penyebab Keluhan Nyeri Kepala

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gimawati Muljono

    2015-09-01

    Full Text Available Headache is a disturbance of multifactorial causes. After many researches and debates, dental profession had accepted occlusion factors and temporomandibular disorders as a cause of headache. Unfortunately, since head and body posture have not been realized as a cause of headache, this posture condition is often neglected by patients, physicians, and dentists. Many cases with headache symptom could resemble any headache caused by any disturbances within skull itself, in the eyes, or ears. Radiographic observation of head posture could be a part of examination process to establish diagnosis and to identify the cause of headache symptoms. The ability to differentiate diagnosis between normal anatomic structures with abnormal, and pathological conditions is useful to eliminate possibilities of any diseases with headache as one of the manifestation, for instance: infections and malignancy. From 3 cases described in this study, it is obviously important that relationship between head and body posture as the possible cause of headache should be identified through radiographic invvestigation, before doing any treatment.

  4. Kajian Aspek “Protein Turnover” Tubuh pada Ayam Kedu Periode Pertumbuhan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N. Suthama

    2006-08-01

    Full Text Available rowth rate can be clarified based on body protein turnover in Kedu chicken given improved diet. Protein turnover is estimated according to the difference of protein synthesis and breakdown rates using the excretion of –methylhistidine as an indicator. One hundred forty four (144 birds of non-black Kedu chicken of 2 weeks old purchased from the farmer group at Kedu village were used as the experimental animals. The birds were then reared until 16 weeks old (4 months. Experiment was started at 4 weeks old by dividing the birds into 3 groups according to the tested diets. Diet 1 (R1: farmer’s diet formula consisting of yellow corn (40%, rice bran (40% and concentrate (20%. Diet 2 (R2: simple modification of R1, added with CaCO3 and premix. Diet 3 (R3: new formula by improving nutritional content. The present experiment was arranged in a completely randomized design with 3 treatments and 6 replications (8 birds each. Data of feed consumption, body weight gain, feed conversion ratio, excretion, rates of protein synthesis (Ks and of protein degradation (Kd were statistically analyzed by analysis of variance and continued to Duncan test when the treatment effect was significant (P<0.05. and Nitrogen were measured from the totally collected excreta at the last week of the experiment. Body weight gain, muscle protein mass, nitrogen retention and Ks in R3 increased significantly (P<0.05 as compared to those in R1. However, feed conversion ratio and excretion in R3 decreased and significantly lower than those in R1. Feed consumption and Kd indicated the same values in all treatments. Improvement of dietary quality and nutritional content brought about the increase in growth rate and muscle protein mass, even though at a slow rate. This phenomenon was supported by the acceleration rate of Ks at a slow rate as well, with unchangeable rate of Kd. Feed utilization was not efficient since the value of feed conversion ratio was categorized high, ranging from 2.9 to 3.3.

  5. INDEK MASSA TUBUH (IMT PADA WANITA USIA SUBUR HIPERTIROID DI DAERAH MAGELANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Supadmi

    2017-10-01

    Full Text Available The problems of nutrition are both of less and over diet. There are causedunbalance of eating pattern. Women of child bearing age with hyperthyroidismwill decreased their body weight even though their appetite still good. The dataof Healthy Ministry at 2007 shown that 30 million of 118 million women of childbearing age are suffer less chronic energy. The result of Riskesdas at 2007shown that prevalence of obesity on women are 23,8%. To know the relationshipbetween hyperthyroid with BMI and to know the ratio of prevalence of Body MassIndex with hyperthyroid and normothyroid. The research used cross sectionaldesign with quantitative analyzed. The sample of research consist two groupof sample. The first group, women of childbearing age with hyperthyroid; andsecond group, women of childbearing age with normothyroid. Each group consistof 50 women of childbearing age. Range of age is 15 – 49 years old. The locationof research is at Magelang Central Java. BMI value of women of child bearingage average 23 with standard deviation 4,07. The lowest and the highest valueof BMI are 16 and 44. Age mean of Women of child bearing age is 34 years oldwith Standard Deviation 5,98. Hyperthyroid relation with BMI (p=0,05; RP=0,30;95% CI: 0,090,05; RP = 0,93; 95% CI:0,18

  6. Indeks Massa Tubuh (IMT/U berhubungan dengan daya ingat anak usia 5-6 tahun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eny Palupi

    2017-05-01

    Full Text Available Background: Lack of nutrient during the early-life might impair the brain development which is not able to be paid-off on later life.  Objectives: To explore the potential relationship between a series of nutritional status (weight-for-age, height-for-age and BMI-for-age and a series of brain development indicators (memory, learning, attention, IQ and EQ. Methods: Brain development indicators were assessed using Projective Multi-phase Orientation method. This study was conducted among 118 boys and 103 girls age 5-6 years old from 5 different rural and urban areas in Bogor, West-Java, Indonesia, between November 2012 to December 2013. Non-parametric test and Principal Component Analysis were applied for data analysis. Results: There was a positive relationship (p<0.05 between BMI and memory ability but failed to reveal any significant differences between the cognitive abilities assessed and two other child growth indicators (weight-for-age and height-for-age. A Mann-Whitney U test showed that children with BMI-for-age z score ≥ -3 (n=170 had significantly (p<0.05 better memory’s ability (50.49±11.92 compared to children with BMI-for-age z score < -3 (n=51 (46.65±11.13. Conclusions: BMI-for-age was potential as a predictor for brain development of children age 5-6 years old. Correlation between the balance proportion of weight and height and the optimal hippocampal development in early-life stage was suspected as the reason behind this evidence.Latar belakang: Kekurangan gizi pada masa awal kehidupan diprediksi mampu mempengaruhi perkembangan otak yang tidak mungkin untuk diperbaiki pada tahap perkembangan berikutnya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi hubungan antara status gizi (BB/U, TB/, dan IMT/U dengan beberapa indikator perkembangan otak (memory, learning, attention, intelligence quotient (IQ, dan emotional quotient (EQ. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study yang melibatkan 118 anak laki-laki dan 103 anak perempuan berusia 5 sampai 6 tahun, yang berasal dari 5 daerah yang berbeda di Bogor, Jawa Barat, Indonesia, pada bulan November 2012 hingga Desember 2013. Status gizi diukur menggunakan metode pengukuran antropometri. Beberapa indikator perkembangan otak diukur menggunakan metode projective multi-phase orientation. Data survei dianalisa dengan uji non-parametrik (Mann withney U dan Kruskal Wallis menggunakan SPSS 16.0 dan principal component analysis menggunakan Unscrambler 10.2. Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan (p<0,05 antara IMT/U dan daya ingat, akan tetapi tidak berhasil mengungkapkan hubungan antara beberapa indikator perkembangan otak yang dianalisa dengan parameter status gizi yang lain (BB/U dan TB/U. Uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa anak dengan nilai z skor IMT/U ≥ -3 (n=170 secara signifikan (p<0,05 memiliki daya ingat yang lebih baik (50,49±11,92 dibandingkan dengan anak yang nilai z skor IMT/U < -3 (n=51 (46,65±11,13.Kesimpulan: IMT/U berpotensi sebagai prediktor awal terhadap kualitas perkembangan otak pada anak usia 5 sampai 6 tahun. Hubungan antara proporsi keseimbangan tinggi dan berat badan terhadap perkembangan hippocampus diprediksi menjadi alasan dibalik penemuan ini.KATA KUNCI: anak usia 5-6 tahun, kemampuan kognitif, status gizi

  7. PENGARUH PEMBERIAN SUSU TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH DAN KEPADATAN TULANG PUNGGUNG REMAJA PRIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Suryono

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 Milk is the best source of calcium and many studies suggest that adolescence who drink milk or eat other dairy foods have stronger bones and better nutritional status. The objectives of this study were to determine effect of high calcium and fresh milk on nutritional status and bone density. Variables measured in this study were body mass index and bone density of trunk. Samples were 55 adolescent boys aged 17 to 19 years old (students of TPB IPB. The study was conducted at TPB IPB dormitory during four months. The design of this study was nested randomized design with two factors. Two kinds of milk (fresh milk and high calcium milk and 3 levels of volume (250 ml, 500 ml, and 750 ml were used. Results of the study indicated that high calcium milk consumption was able to increase body mass index and bone density of trunk. It was found that high calcium consumption showed very highly significant effect (P Keywords: milk consumption, adolescence, nutritional status, bone density of trunk.

  8. Hubungan antara Kebiasaan Berpikir Negatif Tentang Tubuh dengan Body Esteem dan Harga Diri

    OpenAIRE

    Herabadi, Astrid Gisela

    2007-01-01

        A considerable body of research has acknowledge the relationship between body esteem and the more general self esteem, however not much has been revealed concerning the dynamic process of self esteem development.The following research was intended to: (1) identify the predictors of low body esteem, and (2) how these predictors and body esteem itself consequently contribute to low self esteem. Participants were 458 college students in Atma Jaya Catholic University Jakarta (2...

  9. PENGARUH PENCEMARAN LOGAM BERAT TERHADAP STRUKTUR POPULASI DAN ORGAN TUBUH RAJUNGAN (Portunus pelagicus, LINN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arie Prabawa

    2014-07-01

    Full Text Available Blue Swimming crab (Portunus pelagicus is one of important fishery in Indonesia that captured nearshore on the bottom of the sea. There has been a significant water contamination on the Jakarta bay and the fishery are reported to be effected. Many heavy metals and other contaminants are introduced into the waters, sediments, and fishery that living in the bay. Heavy metals such as Pb, Cd, Hg and As are the most lethal contaminants and found in Jakarta Bay. This study aims to determine the effect of heavy metals contaminants to the blue swimming crab morphometric, body organs and population structure of blue swimming crabs in Jakarta bay, which compared to the study in healthier environment in Madura island. The results of this study showed that 1 The morphometric parameter of blue swimming crab population in Jakarta and Madura are significantly different. 2 The internal organ of the blue swimming crab (hepatopancreas, gonad and gill in Jakarta bay are also significantly different than in Madura. The histological analysis are confirmed some abnormal indication of the internal body of the blue swimming crab in Jakarta bay.3 Some population parameters of the blue swimming crab in jakarta bay are significantly different than in Madura island. The fishery structure in Jakarta bay showed the size of first maturity of the crabs is relatively smaller than in Madura and other area of Inodonesia. The fishery mangament based on spatial area management is recommended to apply in different area of Indonesia.

  10. IbM KELOMPOK PKK KELURAHAN WONOSEKAR DEMAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widya Kusumaningsih

    2016-10-01

    Full Text Available Demak merupakan salah satu kabupaten yang memiliki wilayah pertanian terbesar di Jawa Tengah. Hampir semua kelurahan di kabupaten Demak memiliki wilayah pertanian yang luas, pun tak terkecuali kelurahan Wonosekar. Komoditas pertanian utama di Wonosekar adalah padi di mana selama ini hasil sampingan dari padi belum dimanfaatkan secara maksimal. Di sisi lain, di kelurahan Wonosekar ditemukan banyak ibu-ibu rumah tangga yang cenderung memiliki banyak waktu luang di sela-sela rutinitas mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Melihat dua kondisi yang berelasi ini, kami melihat peluang pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga melalui wirausaha dengan memanfaatkan bekatul yang merupakan hasil sampingan padi. Bekatul relatif murah dan mudah didapatkan. Selain itu, bekatul memiliki berbagai macam kandungan gizi bagi tubuh. Dewasa ini bekatul dapat diolah menjadi berbagai macam makanan salah satunya adalah kukis. Dalam pengabdian ini kami memberikan motovasi kewirausahan, demo pembuatan kukis bekatul, metode pengemasan produk dan metode marketing produk berbasis online.   Kata Kunci: Kewirausahaan, bekatul, kukis, marketing online

  11. Higiene Sanitasi Pengelolaan Makanan dan Perilaku Penjamah Makanan di Kantin Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta di Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhan Batu Tahun 2012

    OpenAIRE

    Sari, Nurmala; Marsaulina, Irnawati; Chahaya, Indra

    2013-01-01

    Management of food hygiene sanitation and behaviors foodhandlers in the school canteen of public and private high schools in the district of North Rantau Labuhan Batu in 2012. Canteen is one of the most important facility school in terms of building a quality generation. Management of food hygiene sanitation behavior of food handlers in school is important in order to get a guaranteed food clean so that the students can live healthily and avoid health problems. The purpose this research was...

  12. Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Pemilik Tempat Makanan Jajanan Tentang Penggunaan Styrofoam Sebagai Kemasan Makanan Di Kelurahan Padang Bulan Selayang I Kecamatan Medan Selayang Tahun 2010

    OpenAIRE

    Widyaningsih, Fadlilah

    2011-01-01

    Styrofoam was a kind of pack that classified in the plastic category. Generally, styrofoam colored white and looked clean, has a simple shape and light. Styrofoam was used to pack of food products, such as instant noodles, chicken porridge, meatballs, coffee, and yogurt. The inappropriate use of styrofoam with the kind of packaged food might cause migration or transfer of monomer from the pack into the food. The long term accumulation of monomer in the body might cause endocrine disrupter (ED...

  13. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI YOGYAKARTA DALAM MENANGANI KASUS MAKANAN BERMELAMIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khusnul Diana

    2017-03-01

    Full Text Available Melamine is not prohibited chemical to mix into food product. Around 2008, Melamine had found in baby milk which was made by China to make high protein level. To see BBPOM Yogyakarta’s performance handling of food which has contaminated of melamine, it is needed evaluation from customer’s satisfaction and affection of monitoring food contaminated melamine’s factors. In addition, it is necessary to know the gap between expectation and society’s perception. The study is descriptive explorative research. The study has done by giving performance questionnaire and the factor that affect to performance of employee at Investigation and Inspection sector in BBPOM Yogyakarta and qualitative analysis has done by interview. Based on the analysis result, personal/human resources, monitored system and infrastructure factors has not significance effect to BBPOM Yogyakarta performance handling contaminated food, because the monitoring has limited for withdrawing and scrapping product. From the interview result is known that there is an effect between personal/human resources, monitored system and infrastructures factors, because it is influenced by theoretical and subjectivity of respondent.

  14. PENGARUH TINGKAT SUBTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG MAGGOT TERHADAP KOMPOSISI KIMIA PAKAN DAN TUBUH IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsskal)

    OpenAIRE

    Putri, Dwi Septiani; Haryati; Zainuddin

    2011-01-01

    This study aims to determine the extent of substitution of fish meal with maggot meal as a protein source that can produce the chemical composition of feed and a good body for milkfish (Chanos chanos Forsskal). This study used a complete randomized design (CRD) with five treatments and three replications. Treatment to be tested is the substitution of fish meal with maggot meal as much as 0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. Fish that used to have an average weight individual 0.84-0....

  15. Pemberian kombinasi probiotik dan zinc terhadap perubahan kadar hemoglobin, albumin, dan indeks massa tubuh pada pasien tuberkulosis paru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meika Rahmawati Arifah

    2016-07-01

    Full Text Available Background: TB patients are generally the most productive age group and suffer from chronic energy deficiency. Therefore, patients with TB requires a combination of chemotherapy and supplementary feeding as probiotics and zinc to boost the immune response and nutritional status. Objective: To analyze the effect of a combined of probiotics and zinc on the changes of hemoglobin, albumin level, and BMI. Method: This study is a quasi-experimental, randomized design with pre-post test control group involving 52 respondents. They were divided into two groups. The treatment group was given a combination of 1 capsule of probiotics (2 billion probiotics and zinc 20 mg per day for 28 days. The analysis is paired t-test, independent t-test, Mann-Whitney, Pearson, Spearman, Covariance. Results: There was an increase in hemoglobin (p=0.01, albumin (p=0.01 and BMI (p=0.01. There is no difference between the two groups in the levels of hemoglobin parameter (p=0.21 and BMI (p=0.12, whereas there is a difference parameter albumin levels (p=0.01. The effectiveness of interventions is 4% for hemoglobin levels, 16% to albumin, and 1% for IMT. Conclusion: Probiotics and zinc for 28 days in patients with pulmonary tuberculosis may increase levels of hemoglobin, albumin, and BMI, but there is no significant difference in the changes of BMI. The most powerful influence of intervention effectiveness is on albumin.

  16. Indeks Masa Tubuh dan Konsumsi Nutrisi pada Populasi Autis yang Mendapat Pendidikan di Sekolah Khusus Penyandang Autis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Prijatmoko

    2015-10-01

    Full Text Available Body mass index is commonly used as a measure of nutritional status. Changes in body mass index is not only associated with normal growth and development but also associated with individual health risk. Autistic child suffer from a self-centered mental state from which reality tend to be excluded. All aspect associated with health maintenance in autistic children are mostly depending on other. This study aimed to assess body mass index and nutrients consumption of autistic children who study in special school in Malang which is specially designed for autistic child. All students were recruited for the study. Height was measured using a digital scale while microstoise was used to determine body weight. A 24 hour recall food consumption method was applied in this study by interviewing their teachers, parents and other individual who involved in nursing the child. Sibling with the nearest age and living in the same house is used as control population. Data collected was analyzed using the student t test or chi square if necessary. This study found that the autistic children showed to have a higher body mass index, consumed higher energy food and drink more water compare to that of the control population.

  17. Batasan indeks massa tubuh dan lingkar perut diabetesi di Indonesia untuk prediksi abnormalitas kadar HDL-kolesterol dan tekanan darah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nazarina Nazarina

    2014-10-01

    Full Text Available Background: According to National Basic Health Survey (Riskesdas 2007 and 2013 in Indonesia, diabetes prevalence had been increasing from 1,1% to 1,5%. Diabetic tends to have obesity related to abnormal blood lipid level and high blood pressure which lead to some complications such as cardiovascular diseases and hypertension. Therefore early prevention of complications is needed. Objective: This study was to identify body mass index (BMI and waist circumference (WC cut-off point in Indonesian diabetic as the predictor of lipid profile and high blood pressure abnormality. Method: The Crossectional study using secondary data, Riskesdas 2007. Subjects in this study were 615 diabetics who admitted been diagnosed as diabetes by physicians and/or had oral glucose test result ≥ 200 mg%. Data that had been analyzed were lipid profile (total cholesterol, LDL-chol, HDL-chol and systolic-diastolic blood pressure, BMI (kg/cm2, WC (cm, lifestyle, and subject’s characteristic. Receiver Operating Characteristic (ROC is used to identify BMI and WC cut-off point for predicting lipid profile and blood pressure abnormality. Results: On the average, subjects have high blood pressure and dyslipidemia. Both IMT and LP are able to predict high blood pressure and low HDL-chol significantly (AUC ≥ 59; all p>0,05. BMI=23 kg/cm2 can predict low HDl-chol (Se=63,3%; Sp=54,0%; p=0,04, high systolic (Se=68,3%; Sp=60,6%; p=0,000 and diastolic (Se=68,3%; Sp=60,6%; p=0,000 blood pressure in men, whereas in women can predict only low HDL-chol (Se=72,3%; Sp=47,8%; p=0,000. LP=80 cm can screen high systolic (Se=73,8%; Sp=63,6%; p=0,000 and diastolic (Se=72,4%; Sp=55,3%; p=0,000 blood pressure in men and high systolic blood pressure in women (Se=71,5%; Sp=52,6%; p=0,000. However, to predict low HDL-chol in women, cut-off point of LP is 78 cm (Se=74,2%; Sp=41,5%; p=0,003. Conclusion: Although BMI and LP can be used to predict high blood pressure and low HDL-chol, however, both measures have the different function when they are applied to both gender. To predict low HDL-chol in men and women, BMI=23 kg/cm2 can be used, and LP=80 cm can be applied to screen high systolic blood pressure in both genders. Nevertheless, more research is needed to show the consistency of these results, such as using better study design and considering for confounding variables (ethnic, diabetes duration, lifestyle, hypertension, and diabetes medicine.

  18. Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food Dan Aktivitas Fisik Dengan Indeks Massa Tubuh Pada Remaja Di SMA Santo Thomas 1 Medan

    OpenAIRE

    Tarigan, Stefanie

    2014-01-01

    Teenagers have a tendency to eat irregularly, consume snacks, and eat meals outside home like fast food. Fast food has a high level of fat, sweetener, and sodium which can lead to weight gain. Physical inactivity is a risk factor for obesity and other chronic disease. Obesity is a weight gain causing by excessive fat accumulation that can measure by body mass index. Body mass index is a valid method to measure nutritional status. The objective of this research is to identify the relations...

  19. PEMBERIAN DAUN KAYU MANIS CINNAMOMUN BURMANNI DALAM PAKAN TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN DAN KOMPOSISI NUTRIEN TUBUH IKAN PATIN PANGASIUS HYPOPTHALMUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mia Setiawati

    2014-08-01

    Full Text Available This research was carried out to evaluate the effect of cinnamon leaf (Cinnamomun burmanni as a suplement inthe diet due to growth performance and nutriet composition of patin (Pangasius hypothalamus. A triplicateexperiment was conducted using fish with an initial body weight of 7.27 ± 0.28 g. Fish were culture in aquaria 50 x40 x 35 cm at a density of 10 fish/aquaria. Fish were fed on the diet contained either 0, 0.5, 1; or 1.5% respectively.Fish fed on the diet at satiation for 30 days. The result shows that the suplementation of cinnamon leaf powder inthe diet 0 to 1.5% was insignificantly affected feed consumption, specific growth rate, and survival rate of fish.However, the addition of Cinnamomumn burmanni up to 1% was significantly increased the level of total feeddigestibility twice, the protein digestibility to 87.39%, and protein retention 1.5 higher than the control (withoutcinnamon leaf powder. On the other hand, the diet of 1% Cinnamomumn burmanni were the optimal result of thisresearch with the feed efficient, decrease 30% of fat and have more compact flesh texture.

  20. STATUS YODIUM TUBUH ANAK SEKOLAH DASAR DAN IBU HAMIL DI 25 DATI II DI PROVINSI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Sumarno

    2012-11-01

    Full Text Available Iodine deficiency has been known to have adverse impact on human resources. Iodine deficiency disorders (IDD range from reproductive failure to the impairment of intellectual and productivity. A survey in 1982 found that iodine deficiency was spread all over the islands in lndonesia. Therefore, the government of Indonesia has been intensifying the programs to control IDD. However, the national data of IDD are available only from the IDD survey in 1982. In order to design a sound planning the government needs up dated data. Since 1995 the government of Indont!sia has been conducting the IDD mapping in all provinces in Indonesia. One of them is the IDD survey in the province of West Java. This article aims to present the status of iodine sufficiency in the body of school-children and pregnant women from the IDD survey in West Java. The study was designed to provide information that represents iodine status at kabupaten (district level. It was curried out in all kecamatan (sub-district in the province of West Java. In each kecamatan 20% of the villages are randomly selected. It covered 40 to 102 villages in each district. Within each sub-district 300 schoolchildren aged 6-12 years were examined. These children were distributed equally in each the selected villages within the sub-district. One elementary school was randomly selected from each selected village. At least 300 schoolchildren divided by the amount of selected villages within the kecamatan were proportionally selected from each grade. Tlte number of sample pregnant women needed from each district is 300. The number of sample pregnant women in each kecamatan is 300 divided by the number of sub-district within the district. These samples are distributed equally in the villllges within each sub-district. The data were goitre rate, iodine excreted in the urine (UIE and the level of blood TSH of pregnant women. The classification of iodine deficiency endemic area from WHO was employed in the analysis. It was found that based on the TGR in schoolchildren the province of West Java was classified as a non-endemic goitre area. However, based on the UIE it was classified as a mild iodine deficiency area. At the district level the TGR in school children was positively highly correlated with the TGR in pregnant women (0,8. The median of UTE was negatively highly correlated with the TGR in pregnant women and the TGR in schoolchildren. The median TSH was negatively correlated with median UIE but not with TGR either of schoolchildren or of pregnant women.

  1. EVALUASI PENERAPAN HIGIENE DAN SANITASIPENYELENGGARAAN MAKANAN DI RSUD SUNANKALIJAGA KABUPATEN DEMAKTAHUN 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Victa Sonia

    2015-04-01

    Full Text Available Food sanitary is very important especially at the public service places such as hospital. In supporting medical service for patients, it’s better to maintain best food processing according to the food’s hygiene and sanitary standard. Therefore, this research was aimed to find out the representation of sanitary hygiene description of food processor at RSUD SunanKalijagaDemak.It was descriptive research with evaluation-based approach. This research focused on describing the hygiene and behavior of food processor during the food processing at NutritionsInstalation of RSUD SunanKalijagaDemak.The research showed that evaluation about physical worthiness for sanitary hygiene of the food was still under the minimal score, it was 80. While evaluation using inquiry form indicated that the irrelevancy happened could be categorized into small irrelevancy, which was in 81% level. Nevertheless, the food processor hygiene practice was good enough.Some suggestion from the researcher, there should be more periodically knowledge development and improvement about food sanitary hygiene for food processor, improvement in supervisory of food service process, and also applying food sanitary hygiene in the food processing.

  2. Analisis Risiko Makanan Halal Di Restoran Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wildatus Sholichah

    2017-12-01

    Full Text Available The halal food served in restaurants is important for Muslim consumers and it is one of the most susceptible issues for restaurant business. Therefore, restaurant internal efforts to ensure the halal food by examining critical risks including the way to manage them become important to be execute by restaurant management. This research aims to create a model using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA method to identify and analyze the existing risks. Moreover, it also explains some improvement programs toward the risk management. The results of the risk identification and analysis will be determined by using Risk Priority Number (RPN. It is categorized that 7% risk event is classified as ‘very high risk’, 50% as ‘high risk’, 25% as ‘moderate risk’, and 18% considered as ‘low risk’. Furthermore, the improvement programs explained in this research are about delivery order system, packaging improvement, and also training, reward and punishment system. These programs are mainly purposed to reduce the risk with ‘high risk’ category.

  3. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN BAHAN BAKU MAKANAN TERNAK PADA BAGIAN GUDANG DI KSU TANDANGSARI SUMEDANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Junaedi Abdillah

    2017-05-01

    Full Text Available System storage of fodder raw material inventory in the warehouse still done manually record it in a book Raw Materials Inventory so the recording process takes longer. In addition, it can also errors in the information at the time of recording. Based on the analysis of the obstacles that exist in the Parts Warehouse, the authors build a database-based applications using Microsoft Office Access 2013 that can handle the entire data on revenues, expenditures and request for raw materials, and produce information accurately and automatically. Systems development method waterfall method, the tools used in the analysis of system design is Flowmap, Context Diagram, Data Flow Diagram, Data Dictionary and Relation Table. While the implementation of the system design is the programming language Visual Basic for Application (VBA by using Microsoft Office Access 2013 as the database.

  4. PENANGGULANGAN GIZI BURUK MELALUI ANALISIS SIKAP DAN KEBIASAAN IBU DALAM PENGATURAN MAKANAN KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Elida

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} The aim of this research is to analyze mother behavior and family food management to prevent malnutrition. The population of this research was mothers of malnourished children in Kuranji District of Padang City. As many as 65 mothers were taken using technique of random sampling. Results show that mother behavior and family food management were categorized as good and might not be responsible to the incidence of malnutrition. Keyword: malnourished children, family food management.

  5. PENGEMBANGAN MAKANAN KHAS BALI SEBAGAI WISATA KULINER (CULINARY TOURISM DI DESA SEBATU KECAMATAN TEGALALANG GIANYAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. A. Trisna Eka Putri

    2013-09-01

    Full Text Available Sebatu village has its special characteristics of traditional foods and beverages which can be developed as culinarytourism. Besides the taste and form of the foods , the cooking process from the ingredients until become theready food, and the presentation of the foods can be the interesting attraction to offer. Organizing the traditionalfood and beverages of Sebatu Village which is the part of the daily life in this village need to be developed as theinteraction tools and media among the local community and the tourist. The activities form such as; eating andenjoy the food together ( for lunch or dinner, etc , organizing the restaurant, coffee shop, or cafe in the strategiclocation surrounding the village, cooking courses for the women organization and the other programs. Theseprograms of course need the education, training exercise and also the workshop how to make good presentation,improve the quality according to international standard, and also the sanitation and hygiene. Since Sebatu Villagedevelopes to become a Tourism Village as one of the destination, the organized traditional food and beveragesbusiness can be developed as the culinary tourism so that the local community can interacte directly with thetourists in Gianyar. The type of culinary to be developed in Sebatu such as : Jukut Ares as a appetizer. Nasi Sela,Tipat Cantok, Betutu, Be Guling, Lawar Gedang, Jukut Urab as the main course. Tape Ketan and Jaje Uli,,Jaje Dadar, Jaje Timus, Kolak Biu/Sela as the dessert. All of these culinary can be adapted to the internationalgastronomy from the form, purpose and essence so that it can be presented and offered to the tourists

  6. Intensitas Persaingan Industri Pengolahan Makanan di Indonesia Sebelum dan Sesudah Kebijakan Persaingan Usaha

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anna S. N. Dasril

    2014-12-01

    Full Text Available Food prices are affordable by every person is one aspect of achieving food security in Indonesia. In the food processing industry with a high level of concentration would encourage collusion in pricing. The purpose of this study was to determine the intensity level of the food processing industry competition before and after the competition policy is applied. Secondary data were obtained from the BPS. The analytical method used is multiple regression competition model developed by Boone. The results showed that competition policy set out in 1999 has not affected the intensity of competition in the food processing industry and not support the better competition in creating food security in Indonesia.

  7. PERANAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA ANAK UMUR 6 – 23 BULAN PADA SAAT KRISIS EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sandjaja -

    2014-09-01

    Full Text Available THE IMPACT OF FOOD SUPPLEMENTATION FOR CHILDREN AGED 6-23 MONTHS DURING ECONOMIC CRISIS Supplementary feeding program (PMT for children aged 6-23 months of poor families (Gakin is a sub-component of Social Safety Net – Health Sector (SSN-HS following economic crisis that hit Indonesia the end of 1997. It is intended to provide additional food and prevent deteriorating impact of nutritional status of the target. The main objective of the study was to determine the impact of PMT for children on malnutrition and growth as compared with that for children not receiving PMT. The design of the study is case control. Case was children of poor family who had or ever had received PMT for three months provided by SSN-HS in the last six months. Control was children of near poor families but who had never received PMT. Matching criteria for case and control were age, sex, and residence of the family. The study was conducted in West Java, Central Java, South Kalimantan covering 1014 cases and 1014 controls and their families. Data on child collected were current weight and height, and retrospective weight in the last 10 months. Other data collected were characteristics of chlidren and therir families including socioeconomic status, clinical examination, dietary intake including food suplement. Program implementation of PMT varied among study areas on selection criteria for child beneficiaries in addition to poor families, duration of PMT, method of distribution, type of food. There were similar characteristics between case and control in age, sex, breastfeeding, morbidity except for socioeconomic status of the family, age of father, educational attainment of parents. Foods distributed for 6-11 month old samples included supplementary food, foodstuff, cooked (rice/flour porridge+egg. Foods for 12-23 month old samples more varied than food suplement for 6-11 months old children. Nutrient content of food distributed was 268 Kcal for energy and 9.2 grams protein, below the recommended nutrient content of PMT 360-430 Kcal and 9-15 grams protein. Dietary intake were similar in both groups consisting of energy around 46% RDA and protein 67-73% RDA (excluding breast milk. This finding shows that part of PMT became substitute rather than supplement. Cases had significantly lower nutritional status in W/A and H/A anthropometric indices than control except for W/H. Growth pattern as analyzed using retrospective data found that there was faltering growth pattern in both groups. Period between three months prior to PMT to the baseline showed that more decreasing Z-score was significantly (repeated measures of ANOVA greater in case than in control group. Three months during PMT, there was still further decreasing mean Z-score in both groups although it was not as great as three months before. This finding showed that PMT was able to prevent deteriorating nutritional status among child beneficiaries of poor families but was not able to improve their nutritional status. Keywords: food suplementation, economic crisis

  8. KEADAAN GIZI DAN KESEHATAN IBU HAMIL : KARAKTERISTIK SOSIO - DEMOGRAFI, MEDIKO - OBSTETRIK DAN KONSUMSI MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yayah K. Husaini

    2012-09-01

    Full Text Available In Indonesia, the incidence of low birth weight is still very high. Ministry of health is conducting programmes to reduce low birth weight from 14 per cent to 7 per cent by the year of 2000. In optimizing the results of these efforts, some factors associated with maternal health and nutrition are important to be known. This study based on a cohort prospective study in 20,002 pregnant women in Bogor, West Java, discusses a number of factors of socio-economic, medico-obstetrics, and food consumption. The maternal factors significantly associated with low birth weight infants included low formal education (illiteracy, chronic major illness, previous pregnancy with complications such as abortion or low birth weight, interval of pregnancies less than sic months, high blood pressure with edema and protein in urine, very severe anemic or hemoglobin concentration below 8 g%, and low dietary intake. These informations are important in relation to the need for actions to be taken in improving prenatal care through community active participation in health services.

  9. PENGEMBANGAN MAKANAN FORMULA ANAK BALITA MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS IKAN LAUT DAN RUMPUT LAUT

    OpenAIRE

    Uken Soetrisno; Elisa D. Julianti

    2012-01-01

    ABSTRACT Background:  Deficiency in energy, protein and micronutrient of children under five years can cause growth faltering, besides the delayed in mental development and easily infected. Indonesia is highly potential in marine food sources, included fishes and seaweeds which are rich in macro and micronutrients. Formulated food made of fish were well accepted, but was not proven to improve growth significantly; while usage of seaweeds has not been explored. Objectives:  To produce formula...

  10. Aplikasi Pemesanan Makanan Berbasis Mobile Pada Rumah Makan “Lek Nonong”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Putra Nugraha

    2014-06-01

    Full Text Available The restaurant business that began growing in Semarang in particular areas Tembalang. Various types of food and drink offered by restaurants. Of course, to be able to compete the restaurant needs good management in the effort to obtain optimal benefits. Based on the problems need to develop an Order Food Mobile-Based Application to support the work processes of the restaurant, especially in the booking process and report transactions menu. The mobile application was built using jQuery Mobile programming language and HTML. The use of mobile applications is supported by an application which is running on a desktop computer that was built using the programming language PHP, Javascript and MySQL databases. Modeling applications was built using DFD (Data Flow Diagram. The results of the design Order Food Mobile-Based Application is an application that can be used for the work process and manage reports deals on restaurants, and also an application that can be used to enter the booking menu using mobile devices.

  11. PENGEMBANGAN MAKANAN FORMULA ANAK BALITA MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS IKAN LAUT DAN RUMPUT LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Background:  Deficiency in energy, protein and micronutrient of children under five years can cause growth faltering, besides the delayed in mental development and easily infected. Indonesia is highly potential in marine food sources, included fishes and seaweeds which are rich in macro and micronutrients. Formulated food made of fish were well accepted, but was not proven to improve growth significantly; while usage of seaweeds has not been explored. Objectives:  To produce formulated food, which contain macro and micronutrient that important for growth and mental development. The results will encourage usage of marine food sources and development of feasible food processing. Methods:  Food base included carbohydrate sources: rice flour, sweet corn, yellow yam, and sweet plaintain; protein sources: stingray, shark, tuna, greyfish and soybean. Sources of micronutrients were vegetables and seaweeds. Cooking oil and sugar were added to make 400 kCal energy content per 100 g formula and improve taste. Quality evaluation were tested: protein score, nutrient content, sensoric test and water absorbability of the formulated food.Results: Four kinds of formula were developed and well accepted by the panelist. Those formula have low water absorbtion and good sensoric quality. Protein scores are 84-97%, higher than that of soybean. Content of folate, vitamin A, iodine and Zn per 100 g formula can fulfill 70-110% daily allowance of children under five years old. Conclusions: Formulated food based on marine fishes and seaweeds were well accepted, with calculated protein scores were higher than soybean’s. Micronutrients content were high in all formula. There is a need to explore all potential benefits of the marine food sources, both protein sources and seaweeds, to develop other formulated foods for children. [Penel Gizi Makan 2007, 30(1: 1-7] Keywords:  food formula, marine fishes, seaweeds, sensoric quality, children under five years old.

  12. PERANAN PERSONAL HYGIENE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MAKANAN DI RESTAURANT HOTEL KARTIKA WIJAYA BATU

    OpenAIRE

    Muhammad Danang Setioko

    2016-01-01

    The purpose of this study was to clarify the role of personal hygiene in improving the quality of food at the Restaurant Hotel Kartika Wijaya. This research is a descriptive study using a qualitative approach . The population in the study of 10 respondents. Data collection techniques were used that observation and questionnaires. Data from the research showed that many employees in the kitchen at the Hotel Kartika Wijaya not apply personal hygiene. Therefore contributes to the quality of food...

  13. PERANAN PERSONAL HYGIENE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MAKANAN DI RESTAURANT HOTEL KARTIKA WIJAYA BATU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Danang Setioko

    2016-12-01

    Full Text Available The purpose of this study was to clarify the role of personal hygiene in improving the quality of food at the Restaurant Hotel Kartika Wijaya. This research is a descriptive study using a qualitative approach . The population in the study of 10 respondents. Data collection techniques were used that observation and questionnaires. Data from the research showed that many employees in the kitchen at the Hotel Kartika Wijaya not apply personal hygiene. Therefore contributes to the quality of food at the Restaurant Hotel Kartika Wijaya . �

  14. Kinerja Portofolio Saham pada Perusahaan Makanan, Property dan Pertambangan di Bursa Efek Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasri Zarman

    2017-06-01

    Full Text Available The Stock Portfolios' Performance of Food, Property, and Mining IndustryThis research aimed to analyze the Portfolio's performance of food industry, property, and mining. There are three parameters, namely: Sharpe Performance, Traynor Performance, and Jensen Performance. The three performance measurements assume that there is a linear connection between the return portfolios with the return of some market index. During the period, 2009 to 2013, and the mining and gas sub-sector are more productive than the other sub-sectors. The mining sector is better than the Property Sector and the Food Sector. Then based on the method of Jensen ALPHA it showed the highest performance group of mining stocks, in proportion to the risk which is also very high. The study suggests that the existing has to be maintained and further improved so that the mission to develop sources of potential energy into a profitable investment portfolio can sustain.DOI: 10.15408/ess.v7i2.5354

  15. Implementasi Inovasi Teknologi Sistem Penyediaan Hijauan Makanan Ternak Di Lahan Kering di Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriadi Supriadi

    2015-08-01

    Full Text Available The successful development of agriculture depends on the success in optimizing the utilization of natural resources owned. Potential sources of forage availability based on land resources is possible in each area there will be a difference, this difference is very important to be in the know as it will determine the further development model farm. From the results of the identification of problems in dryland farm development include (1 The availability of food in the dry season is very less; (2 Distance birth (calving interval long; (3 low soil fertility and limited manpower. Fermented corn husk and rice straw fermentation can increase the protein content and improve digestibility. Provision of forage with corn planting pattern thinning meeting four times to get forage 22.5 tonnes / ha and corn dry as much as 4.2 tons / ha. Improvements pattern plants can guarantee the availability of forage throughout the year. Hermada grass planting in dry soil can produce forage 35.56 tonnes / ha or can accommodate 3.3 livestock units / year. Increased production of rice straw IP 300 and IP 400 can increase the production of rice straw up to 30%. Feed quality improvements at the farm level by fermenting corn husks with curing for 14 days plus 2% urea may contain crude protein ranged from 4.8% to 8.4%. Fermented rice straw by addition of 1 kg of probiotics and 2 kg of urea to 500 kg of dry rice straw can produce quality hay-scented and soft textured.

  16. Pengaruh alat penyajian disposable terhadap sisa makanan pasien di ruang rawat inap RSUP Dr. Kariadi Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiurma Heryawanti P

    2004-11-01

    Full Text Available Background: Food service success relates to patient plate waste. Patient plate waste in Indonesia Hospitals could be more than 25%. Cause of patient plate waste in Hospital is lack of food and equipment quality. Almost of 32.8% patients in 10 hospitals model in Indonesia clarify that appearance, cleanliness, and equipment are good. Objective: The aim of theses research was to identify the effect of serving utensils and the other factors to the plate waste. Methods: This was a Quasi Experiment study using pre posttest with control. Study subject consisted of 45 patients in the treatment group and 45 patients in the control group. Data were analyzed descriptively and whereas t-test, Fisher Exact test, Chi-Square were performed to differentiate the proportions and means in two groups. The effect of several variables on plate waste was calculated using logistic regression on analysis. Results: This study showed that no significant difference of taste, appearance, attitude of the staff who serve meals, service timeliness, kind of food, kind of diseases and environment to patient plate waste (p>0.05. There was no significant effected of the serving disposable utensils on patient plate waste (p>0.05. Conclusion: The type of serving disposable utensils was no a significant factor effected the plate waste.

  17. STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING PT ‘ABCD’ TBK. DI INDUSTRI MAKANAN OLAHAN PADA TAHUN 2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kanya Lakshmi Sidarta

    2016-01-01

    Full Text Available The distribution of market share of Indonesia's processed food industry is dominated by only a few companies, i.e. one company representing 20% of market share, three companies representing 10% of market share, and 124 companies representing 35% of shares (2013, LEK insights. This condition is also shown by there are only 15 companies which are listed in Indonesian Stock Exchange (BEI as sub-sectors of food and beverages. CV 'ABCD', known as the 'ABCD', is one of the companies listed on the BEI on the sub-sectors of food and beverages. Thus, the purposes of this study were to examine the factors influencing the competition in the processed food industry in Indonesia, to analyze the competitiveness of 'ABCD' among other competing companies listed on BEI, and to propose alternative strategies to improve the competitiveness of 'ABCD' within the developing and challenging market. The analytical tools used in the study were Porter's Diamond Model, Firm Value Creation and AHP. The results showed that the factors affecting the competitiveness of the processed food industry in Indonesia, in reference to Porter's Diamond Model, is the availability of products (good quality & innovative, the number of requests, the decision-making process with a clear purpose, value creation, and good internal and external relations. The alternative strategy proposed in enhancing the competitiveness of 'ABCD' is improving quality standards in an integrated system by the CEO (owner and Director of Marketing as the main actors in the clear decision process.Keywords: AHP, competitiveness, diamond porter, processed food industry, BEI

  18. Paparan iklan televisi terhadap pemilihan makanan dan asupan energi pada anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yovita Puri Subardjo

    2013-10-01

    Full Text Available Background: Obesity in school children is the problem of world epidemics of which its prevalence increases sharply. Food marketing through television is presumed to be one of the causing factors. Objective: To find out whether exposure to food and beverage ads through television influenced food choice and intake in children and whether its effect varied in different nutrition status. Method: The study was an experiment involving 2 experiment groups. The first group was exposed to film with food and beverage ads; the second with ads excluding foods and beverages. The children were given 8 advertised foods and drinks and 4 natural foods. The assessment was then made on energy intake and food choice. The population of the study was elementary school children at Yogyakarta Municipality and samples were selected through multi-stage random sampling. Data were analyzed descriptively and through correlation analysis. Results: Children exposed to food and beverage television ads had higher energy intake (262.7±99.7 kcal from those on ads than children not exposed to ads (233.7±103.3 kcal, and chose more from those on ads (4.7±1.7 than children not exposed to ads (4.2±1.7. Children with normal nutrition status were influenced more by food and beverage television ads than children with over nourished and undernourished nutrition status. Conclusion: Exposure to food and beverage television ads influenced food choice and energy intake in children.

  19. Pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT pada ibu hamil terhadap berat lahir bayi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hana Shafiyyah Zulaidah

    2014-10-01

    Full Text Available Background: Anemia causes fetal growth disorders that affect birth weight. Antenatal care (ANC coverage and provision of high Fe if not followed by a decrease in the incidence of anemia can result indirectly in the risk of low birth weight. Supplementary feeding is expected to resolve the issue. Objective: To assess the effect of supplementary feeding on the third trimester of pregnancy on birth weight. Method: This was a quantitative study with a study design of quasi-experiment and non-equivalent control group. The given intervention was fish-processed feeding for 30 days. The study population was pregnant women in the third trimester in all health centers in the City of Yogyakarta and the samples were 104 pregnant women in some health centers with convenience sampling technique. The subjects were divided into two, namely the treatment group (PMT and the comparison group (non-PMT. Birth weight was weighed immediately after the baby was born. Statistical analysis used t-test and logistic regression. Results: The mean birth weight of infants in the treatment group and the comparison group was 3248 g and 2974 g, respectively, so that the difference in the mean birth weight of both groups was 274 g (p=0.0002; 95%C:131-416. Thus, supplementary feeding was shown significantly affect the birth weight. The extraneous variables that significantly influenced birth weight were pregnancy interval. Other extraneous variables were age, mid-upper-arm circumference (MUAC, education, occupation, economic status, parity, protein intake, compliance of Fe tablet intake, antenatal care, gestational age at delivery and anemia status were not proven statistically significant to affect birth weight. Conclusion: Supplementary feeding effect on birth weight.

  20. KONTAMINASI ESCHERICHIA COLI PADA MAKANAN JAJANAN DI KANTIN SEKOLAH DASAR NEGERI WILAYAH DENPASAR SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Nuryani

    2016-07-01

    Full Text Available Snacks at the Public Elementary School Canteen has a huge potential in the nutrition of schoolchildren, as it also has a level of vulnerability that can cause diarrhea if not to be improved maximally .The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of E. coli contamination in snacks in the canteen of the Public Elementary School at area of South Denpasar District. The research was conducted with cross-sectional design on 31 canteen of Public Elementary Schools in at area of South Denpasar District in January to March 2015 .The statistical test used was chi-square method. Positive E. coli contamination in food snacks of the Publick Elementary School Canteen at area of South Denpasar District were occur in amount of 71 % and 29 % negative. The factors related to the E. coli contamination in the snacks were foodstuffs ( p = 0.037 , storage of foodstuffs ( p = 0.041 , food- processing ( p = 0.037 , sanitary facilities ( p = 0.015 and power handlers ( p = 0.037 . The most dominant factors related to E. coli contamination in snacks of the canteens of Public Elementary School at area of South Denpasar District is sanitation facilities especially the water which have been used in process of the food-snack preparation .Suggested to all state elementary school cafeteria Region South Denpasar to improve environmental sanitation and water sources are more hygienic.

  1. Persepsi ibu tentang makanan obesogenis sebagai faktor risiko obesitas pada anak sekolah dasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elisa Sulistyaningrum

    2015-04-01

    Full Text Available Background: Prevalence of children with over nutrition is a global problem that continues to increase every year. Obesity in children have  an obese risk in adulthood. The high prevalence of obesity in children due to poor nutrition. Parents, especially mothers have a great role in determining the chilrdren nutritional intake so mothers understanding to the type of food that causes obesity is very important. Objective: To determine the mother's perception of obesogenic food and its relation to the risk of obesity in elementary school children of Yogyakarta and Bantul. Method: This study was a case-control study. Mothers who have an obese child  (≥ 95 th percentile as a case and mothers of children with nonobese (0.05. Children of mothers who have a wrong perception about sweet drinks have a obesity risk 1.85 times greater than children of mothers who have a right perception to sweet drinks. So did for the children of mothers who have a wrong perception of fast food have an obesity risk 1.76 times greater than children who had mothers with the correct perception of the traditional fast food. Then the children of mothers who had a wrong perception of full cream milk and other dairy products have a risk of obesity 3.3 times smaller than the mother who has the correct perception to the full cream milk and other dairy products. Mother's perception about obesogenic foods as risk factor of obesity in children is not influenced by the level of education, household expenditure and maternal work status (p>0.05. Conclusion: Perception mother of obesogenic foods can not be used as a predictor for the occurrence of obesity in children (p>0.05. The level of maternal education, maternal work status and household expenses rather than as a factor does not affect the mother's perception of the food obesogenis.

  2. Karakteristik makanan pendamping ASI balita yang disubstitusi dengan tepung ikan lele dan labu kuning

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Etika Ratna Noer

    2014-06-01

    Full Text Available Background: When breast milk is no longer enough to meet the nutritional needs of the infant, complementary foods should be added. Complementary feeding should be start giving from 6 months onwards. The period from 6-months of age is a very vulnerable period. It is the time when malnutrition starts in many infants. One form of complementary feeding which are hygienic, and ready to serve is an instant baby food. Utilization of local food such as catfish (Pangasius sp and pumpkin (Cucurbita moschata as a source of protein and beta-carotene may increase the nutrient content of complementary feeding. Objective: This study was designed to analyze the difference of nutrients content, bulk density, and acceptability among the percentage varieties of catfish and pumpkin flour substitution on instant baby porridge. Methods: An experimental study with a single factor completely randomized design. The experiment carried out by combining the percentage of catfish and pumpkin flour substitution in to 4 formulas. The nutrients content that were analyzed are levels of protein, betacarotene, fat, and carbohydrate. Statistical analysis of the nutrients content, bulk density, and acceptability using One Way ANOVA test CI 95% followed by Tukey posthoc test. Results: Instant baby food recommended is the substitution of catfish 20% and 15% pumpkin. Servings (25 g instant baby food to meet the 34% and 102% of protein adequacy adequacy of vitamin A. Conclusion: Instant baby porridge substituted with catfish and pumpkin flour are high in protein and vitamin A, appropriate to the bulk density, and acceptable.

  3. Rancangan Pusat Informasi dan Konsultasi Obat, Kosmetika, dan Makanan di Unisba

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sani Ega Priani

    2009-06-01

    Full Text Available Among other things, health quality is an important indicator to judge life quality in Indonesia.  But, despite juggling efforts conducted by many institutions,  a serious lack of  health quality still become one of the greatest problems in Indonesia.  Improvement of health quality,  therefore,  is inevitably. As part of such improvement, Unisba in its fifty years could positioned themselves as government partner by building a center of information and consultation for food, cosmetics, and drink. In this center, people will be informed by trained specialist concerning nutritious food, healthy drinks, and cosmetics.  In fact,  this center will provide every information  dedicated  for  people  concerning  healthy lifestyle from medical perspective without betrayed the core teachings of Islam.

  4. Pemanfaatan Plankton sebagai Sumber Makanan Ikan Bandeng di Waduk Ir. H. Juanda, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deden Ibnu Aqil

    2016-03-01

    Full Text Available Introducing of Milkfish (Chanos chanos was aimed to utilize natural food from plankton that were abundant in Ir. H. Juanda Reservoir, West Java. This research aimed to know plankton utilization by Milkfish in Ir. H. Juanda Reservoir, West Java. The research was conducted from February to July 2010 at 4 stations of sampling which representing the reservoir condition. The fishes collected based on the catch of fishermen. The sample was analyzed in physiology laboratory of Center Research for Limnology. The result of this research showed that the main food were plankton 43%, detritus 46%, and complement food were vegetation 11%. The domination food from the phytoplankton were Bacillariophyceae and zooplankton were Copepoda.

  5. Pola Konsumsi Penduduk Kota Batam terhadap Produk Makanan Ringan Buatan Malaysia dengan Metode Etnografi

    OpenAIRE

    Universitas Putera Batam, Jurnal Ilmiah Manajemen

    2018-01-01

    The purpose of this study is to analyze the pattern of Batam City residents consumption of snack products produced by Malaysia. This goal is motivated by the population of Batam City comes from various ethnic groups in Indonesia and the pattern of consumption of snacks produced by Malaysia is very high. The approach used in this research is qualitative with ethnography method. The ethnographic form used is realistic ethnography that is an objective report of the situation, usually written in ...

  6. PENGARUH LEVERAGE TERHADAP PROFITABILITAS PADA INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henny Setyo Lestari

    2009-03-01

    In this study, selected on food and beverage manufacturing subindustry listed on the Indonesia Stock Exchange during a periode of 11 years from 1999 — 2009. Using Kruskal Wallis testing, spearman correlation analysis and the classical assumption of normality. The result showed that the data DFL, DOL, and DCL didn't differ significantly in manufacturing subindustry. fry the DER and EPS data show that differ significantly in manufacturing subindustry of food and beverages. In addition these studies show that the DFL and DCL have a positive relationship to the EPS, while the DOL and the DER ha.s'a negative relationship to the EPS. Keywords : DCL, DER, DFL, DOL, Earning Per Share, Leverage, and Profitability

  7. Pengawasan Tempat Pengelolaan Makanan dan Minuman oleh Dinas Kesehatan di Kota Pekanbaru

    OpenAIRE

    Syafitri, Atika; ", Mayarni

    2017-01-01

    Pekanbaru is a metropolitan city which has a number of citizen. Because of the large number of citizenship, food and beverage which consumed by citizen arouse in types and numbers. The increasing types and numbers of food and beverage effected the increasing the food and beverage management in the whole city. Those situations above required government to show concern of healthiness and feasibility aspect of food and beverage that consumed by citizen. Therefore, there is an urge to control the...

  8. ANALISIS EKSTRAK TUMBUHAN REMPAH SEBAGAI PRESERVATIVES MAKANAN TAHU DIUJI SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ni luh putu manik widiyanti

    2017-01-01

    Abstract Tofu is know as a traditional food and as a source of high quality protein that contains many essential amino acids and is proven to reduce levels of Low Density Lipoprotein. Tofu susceptible to decomposition by bacteria, because high of the protein content and water content.  But many food entrepreneurs that naughty by adding formalin and methanyl yellow dye that banned its use in food regulation by Minister of Health Num. 1168/Menkes/PER/X/1999 for the food preservatives of tofu. The alternative is an antibacterial plants and used as a natural food preservatives including Cymbopogan ciratus (lemongrass, Cucurma domestica (turmeric and Alpinia galanga (galangal to inhibit bacterial growth in tofu.  Tofu that has been created is still not meet the assessment standards of SNI 01-3142-1992 in aroma part, whereas 50% panelists who stated aroma tofu is slightly acidic. Organoleptic test of tofu in first day of soaked with natural preservatives, 100% panelists who stated tofu that soaked with three kinds natural preservatives with aroma and taste of Cymbopogon ciratus (lemongrass, Cucurma domestica (turmeric and Alpinia galanga (galangal extracts. The characteristic color  of tofu, 100% panelists expressed that tofu with pure white color or pure yellowish and 100% panelists who stated normal of tofu in performance without slimy and moldy. In fact characteristic of tofu is decrease of quality result from organoleptic test on day three and six both in aroma, taste, color and performance of tofu. Gain score result show that tofu soaked with natural preservatives lemongrass concentration 20% that show increase bacteria in number. On third and six days, tofu soaked with 40% and 60% concentrations of lemongrass inhibit growth of bacteria. Result gain score indicates  tofu that soaked with tumeric extract on first and sixth days soaked with 20%, 40% and 60% concentrations   show all of tumeric extract concentrations didn’t inhibit growth of bacteria. On the third day tofu that soaked with only 60% concentration capable to inhibit growth of bacteria.   Result gain score  indicates tofu that soaked with extract of galangal in first day, only concentration 40% show inhibit growth of bacteria. On third and sixth days, all of concentrations of galangal extract didn’t capable inhibit growth of bacteria. Number of SPC bacteria in tofu soaked with preservatives lemongrass with concentration 40% was significantly different with tofu that soaked extract of 20% concentrations of turmeric and galangal.  Number of SPC bacteria in tofu soaked with lemongrass concentration 60% was significantly different with 20% concentrations of both turmeric  and galangal, and 40% concentration of galangal. Number SPC of bacteria in tofu soaked with 20% concentration of turmeric was significantly different with 40%  and 60% concentrations of  lemongrass. Number SPC of bacteria in tofu soaked with 20% concentration of galangal, was significantly different with 40% and 60% concentrations of lemongrass. Number SPC of bacteria in tofu soaked with 40% concentration of galangal was significantly different with 60% concentration of preservatives lemongrass with p<0,05. Inhibition zone by 20% and 40% concentration of lemongrass was significantly different compared with inhibition zone by both 60% concentrations of turmeric and galangal toward growth of bacteria. Inhibition zone by 60% concentration of lemongrass was  significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 20% and 40% concentrations toward growth of bacteria. Inhibition zona by 20% concentration of tumeric was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 60% concentration toward growth of bacteria. Inhibition zone by 40% concentration of tumeric was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 60% concentration toward growth of bacteria. Inhibition zone by 60% concentration of tumeric was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 20% and 40% concentrations toward growth of bacteria. Inhibition zone by 20% and 40% concentrations of galangal was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 60% concentration toward growth of bacteria. Inhibition zone by 60% concentration of galangal was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 20% and 40% concentrations toward growth of bacteria. Inhibiton zone was present in growth of bacteria caused by active substances in three kinds of natural preservatives. Coeffisient phenol test was done that show three kinds  of natural preservatives was extracted by hydrodestillation with value equal or less effective than pure phenol.   Key words : spices plants, natural preservatives, tofu, in vitro test.

  9. KETERSEDIAAN HAYATI ZAT BESI, KANDUNGAN ZAT PEMICU DAN PENGHAMBAT PENYERAPAN ZAT BESI DALAM MAKANAN IBU HAMIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Saidin

    2012-11-01

    Full Text Available The iron content, iron bioavailability (in vitro method, enhancers and inhibitors of iron absorption were investigated in three different staple foods of diets in the district of Boyolali, Central Java. The results revealed that the average iron content of the diets based on rice, corn and cassava were 18.8 mg, 17.8 mg and 19.9 mg, respectively or equal to 34.3%, 32.0% and 35.0% of Recommended Dietary Allowances (RDA for Indonesia. The average vitamin C content of the diets based on rice, corn and cassava were 21.9 mg (31.3% RDA, 21.1 mg (30.1% RDA and 17.3 mg (24.7% RDA, respectively. The average of protein content of the diets based on rice, corn and cassava were 47.1 g (78.5% RDA, 50.0 g (83.3% RDA and 31.1 g (51.8% RDA, respectively. The average content of tannic acid and phytic acid as inhibitors of iron absorption in the diets based on rice, corn and cassava were (1154 mg and 261.5 mg; (980 mg and 342.7 mg and (838 mg and 341.5 mg, respectively. An addition of 100 mg of vitamin C or papaya fruit (250 mg into the diets, increased iron bioavailability up to 54.2%. Keywords: iron bioavailability, enhancer agent, inhibitor agent, in vitro.

  10. Higiene Dan Sanitasi Makanan Jajanan Di Simpang Selayang Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Dharma, Surya; Gunawan

    2010-01-01

    Quality of live improvement should be support by adequate provision of food including better quality and quantity. Implementing food hygiene and sanitation is aimed to provide healthy and save food for consumers. The food without adequate hygiene and sanitation will give risk to cause diseases or health problems. As basic information to carry out guidance and monitoring for food vendors at Simpang Selayang, it is needed to know the condition of hygiene and sanitation. This stud...

  11. PENGARUH KEPRIBADIAN DAN SITUASI TERHADAP PEMILIHAN MAKANAN PADA MAHASISWA TINGKAT PERTAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mutiara Purnamawati

    2017-02-01

    Full Text Available This study aims to: (1 identify the habits of vegetable consumption among the first grade students before and after entering the dormitory; (2 analyze the personality, situation, and the food choices based on gender; and (3 analyze the factors that influence the food choices among the first grade students. This study included 288 students in the first grade (121 male students and 167 female students that selected by cluster random sampling. Data were collected by self-administered methods. Variables measured consist of characteristic samples (allowance, age, and gender, vegetable consumption habits, personality (neuroticism, extraversion, openness to experience, agreeableness, and conscientiousness, the situation (places to eat, and the food choices (vegetables. This study found that personality (extraversion, openness to experience, and agreeableness and situations (eating at home had a positive influence on the food choices (vegetables. This means that the sample which had good socialize (extraversion, creative and imaginative (openness to experience, friendly and environmentally sensitive (agreeableness would increase the choose to eat vegetables. Moreover, sample more ate vegetables when they were at home.

  12. PENGARUH MAKANAN TAMBAHAN GLIKEMIK TINGGI TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken SS Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACTBackground: Lack of both macro and micro nutrients caused the inhibition on mental and intellectual development. Most of the study related to nutritional status of school children indicated the hidden hunger syndrome, where the student did not have breakfast or something to eat during school time which caused low performance in school. Some interventions had been done to improve their school performances, such as giving iron tablets or traditional school lunch three times a week. Neither of those practices gave good results. Process foods especially carbohydrate part can increase its absorbability to make blood glucose in the normal level during study time. The food formulas using processed carbohydrates had been developed to make high glycaemic index snack for school children. Objectives: The study objectives were to evaluate the effect of high glycaemic index foods on school performance of the elementary school children.Methods: Samples came from two diferrent elementary schools were purposively selected into 2 groups. One school as control group and the other one as treatment group. Each school consisted of 3rd + 4th grades and 5th +6th grades, with 56 children per grades. Control groups were given snack foods were bought from vendor around the school, while the treatment groups were given the high glycaemic snack foods prepared in laboratory. Foods were given at break time, every day in the first month of intervention; 3 times a week during the second month and none during the third month. Anthropometric measurement, blood glucose, Hb, Ht and school performances were evaluated every month during intervention. The data were analyzed to compare the changes in all variables measured on all groups using Studentized-t test. Results: Body weight of both groups increased after one month intervention, especially for younger students, and those were significant increase after 3 months intervention. Hemoglobin level did not change significantly, while blood glucose increased in the first and second month of intervention in the treatment group.; it was the opposite of the control group. Daily intervention significantly increased the school performance of the younger students in the treatment group. After 3 months study, the school performance in all groups were higher than that before intervention. Conclusions: High glycaemic snacks foods had smaller portion size than common snack foods sold in the school area, had higher nutrient content, and were accepted well. School performance of treatment group were better than that of control group, especially if the snack food given daily. The results can be implemented on the national school lunch program while promoting the local food based snacks. [Penel Gizi Makan 2005,28(2: 83-91] Keywords: school lunch, high glycaemic index, school performance.

  13. Sistem Pengantaran Makanan dengan Pendayagunaan Vehicle Menggunakan Geographical Information System (GIS) dan Algoritma A Star (A*)

    OpenAIRE

    Lubis, Elita Sari

    2016-01-01

    Food delivery system is one various of geographical information systems (GIS) that can be applied through digitation process. The main case in food delivery service is the way to acquire shortest path and movement tracking of food delivery vehicle. Therefore, to accomplish the efficient food delivery system digitation process, it is needed to add facility of shortest path determination and food delivery vehicle tracking. This research uses A* shortest path algorithm to determine shortest path...

  14. SIKAP, PREFERENSI, DAN NIAT BELI TERHADAP PRODUK MAKANAN RINGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ujang Sumarwan

    2011-01-01

    Full Text Available This study aimed to analyze attitudes, preferences, and purchase intentions of snack products on school-age childrens; to analyze the correlation between research’s variables; and to analyze influence factor of purchase intentions on snack products. The study design was quasi experimental, which will have two treatments given to two groups, namely men's and women's groups. Two treatments were given to the sample was advertising exposure then consumers test (treatment 1, and consumer test then advertising exposure (treatment 2. The participants of this study were 60 students from sixth grade elementary school that were selected randomly. Base on treatment and sex, Independent Samples T Test showed that attitudes, preferences, and purchase intentions wasn’t different significantly. Spearman’s correlation analysis showed that attitudes had significant correlation with purchase intentations. Children purchase intentations was influenced by attitudes.

  15. PENGUJIAN NETRALISASI SIFAT REAKTIF BUMBU DALAM GARAM BERYODIUM DENGAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryana Purawisastra

    2012-11-01

    Full Text Available THE NEUTRALIZE EXAMINATION OF THE SPICES REACTIVITY IN THE IODIZED SALT BY THE ADDITIVE OF THE FOOD ADDITIVES.Background: The potassiumiodate of the iodized salt in the mixture with some spices is bind in the form of the compounds, which are not available for the determination of the iodine by the chemical method. This is due to the reactivity of susbtances contained inspices, such as capsaicin in the chilli, and piperine in the paprika, which are responsible for the spiciness of the spices. Although ithasn't been studied, the configuration of the potassiumiodate in the spices is probably also not available for the human consumption. Where as the supplementation of iodized salt to recover the iodine deficiency is effective. The food additives mostly are the chemical substances, which have properties to keep or increase the quality of food.Objectives: The study was performed to investigate the effect of food additives to the reactivity of spices to the potassiumiodate of iodized salt.Material and Methods: The food additive was added to the iodized salt, and then mixed with the spice. Dissolved by the water incertain volume, filtered, and then determined the potassiumiodate content of the filtrate by the Yodometric method. The potassiumiodate content of the filtrate was compared with the potassiumiodate content of the salt. The result of percent comparisonis the recovery of potassiumiodate when mixed with food additive and spice. The recovery of potassiumiodate was done for the different potassiumiodate content of iodized salt. The study was using CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2C03, NaHP04, K-citrate, benzoat acid, dan Na-benzoat as food additives, and the red chilli, hot chilli, pepper and coriander.Results: The reactivity of the pepper and coriander to the potassiumiodate of the iodized salt could be netralized by the addition of CaCO3, KH2P04, MgS04, Na2CO3, NaHP04, K-citrate, benzoic acid, dan Na-benzoic. But for the red chilli and hot chilli were not allof them, these were for CaC03 K-citrate, and benzoic acid. It was shown by the value of recovery of potassiumiodate contents of the iodized salt. The netralization properties of food addives were increased by the increasing of the potassiumiodate content of the iodized salt.Conclusions: The addition of some food additives into the iodized salt is able to prevent the iodate content of the salt from there activity of subtances in the spice. The addition of food additives also can pick up moisture of salt resulting preventation of the salt particles clumping together and so keep the product free flowing.Keywords: potassiumiodate, spices, iodized salt

  16. PENGUJIAN NETRALISASI SIFAT REAKTIF BUMBU DALAM GARAM BERYODIUM DENGAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

    OpenAIRE

    Suryana Purawisastra; Mien Karmini

    2012-01-01

    THE NEUTRALIZE EXAMINATION OF THE SPICES REACTIVITY IN THE IODIZED SALT BY THE ADDITIVE OF THE FOOD ADDITIVES.Background: The potassiumiodate of the iodized salt in the mixture with some spices is bind in the form of the compounds, which are not available for the determination of the iodine by the chemical method. This is due to the reactivity of susbtances contained inspices, such as capsaicin in the chilli, and piperine in the paprika, which are responsible for the spiciness of the spices. ...

  17. PEMANFAATAN DAUN SALAM (Eugenia polyantha SEBAGAI OBAT HERBAL DAN REMPAH PENYEDAP MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kun Harismah

    2017-02-01

    Full Text Available Eugenia polyantha, one of Indonesian medicine plant, often used in society as traditional medicine and also Indonesian culinary additives. Daun salam is called Indonesian bay-leaf, the leaves contain only tiny amounts of an essential oil 0.2%. As main components, eugenol, methyl chavicol, and citral have been identified. Thus application to used of Eugenia polyantha have done. The aim of the present work was the application of Eugenia polyantha for food and health in the community area of Keraton Surakarta. The results indicated that Eugenia polyantha is of particular interest, since it may be an alternative way to carry out of food flavor simultanous as herbal medicine.

  18. PEMANTAUAN KUALITAS MAKANAN KETOPRAK DAN GADO-GADO DI LINGKUNGAN KAMPUS UI DEPOK, MELALUI PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Susanna

    2003-06-01

    Full Text Available Escherichia coli (E. coli bacteria was measured from ketoprak and gado-gado which sold in food retailer in the area of University of Indonesia. The research was conducted to know the level of contamination of E. coli bacteria in two type of food that easily find in the food retailer in the area of the University of Indonesia. The Total Plate Count (TPC method was applied to measure the level of the E. coli bacteria from each type of the food, which are gado-gado and ketoprak, from local registered cafeteria in each faculty, stationary and not stationary, using carriage or moveable unregistered food retailer around the University. The measurement was performed for the plate, spun and the sanitation water used by theretailers. Questioners were also used to collect information about the knowledge and practice, in related to the personal and environmental hygiene, along with observation to the observe the way the retailer to prepare, make and serve the food to the customers, and also to clean and store the utensils. The seventyfour retailers around the University were surveyed and observed. The result showed that the educational level of the respondents quite high, they were mostly graduated from Senior high school, sanitation facility were poor, the food server mostly had little knowledge and practice on healthy and good sanitation, since preparation to serving the food to the costumers and also clean the utensils. E. coli bacteria found above the healthy level from almost to the food retailer around the University, it found from the food, the utensils such as plates and spun, and also in the water used for cleaning the utensils. The research suggests a periodic microbiology monitoring for foods and drinks sale in the campus, to assure the quality of food that served for the civitas accademica for maintaining health. Is also need to develop a good sanitation facility used by the food retailers in the campus.

  19. KONSUMSI MAKANAN DI DESA TERTINGGAL WILAYAH BOGOR, TANGERANG DAN BEKASI (BOTABEK SEBAGAI DAMPAK KRISIS EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoko Kartono

    2012-11-01

    Full Text Available FOOD CONSUMPTION IN POOR VILLAGES OF BOGOR, TANGERANG AND BEKASI REGIONS AS THE IMPACT OF ECONOMIC CRISIS.Background: Socio-economic condition of population was deteriorated by economic crisis that hit Indonesia in mid of 1997 altogether with long wry season during 1997. Economic factors such as increase in the price of the daily needs, reduction in agricultural production and the level of income in rural areas, contraction in the construction sector in urban areas, depression in the manpower market altogether had negative impact to the welfare of the lower income population.Objective: The aim of the survey was to learn the nutrient intake of household in poor villages as the impact of economic crisis.Method: The Nutritional Consumption Survey in all villages of West Java Province was conducted at the end of 1996 and these data were used as baseline. Similar survey was conducted at the end of 1999 in Bogor City, Tangerang and Bekasi Districts as the follow-up data. Thirty villages in each district were selected randomly to include 10 poor villages and 20 non-poor category villages. In each village, one Posyandu that had been the location of 1996 survey was selected. Ten households that have under-five child were selected randomly in the Posyandu.Results: Household. Energy consumption in poor villages and non-poor category villages were higher before the crisis compared to during the crisis. Protein consumption in the non-poor villages before the crisis was similar to during crisis. Vitamin A consumption in non-poor and poor villages much lower during crisis compared to before crisis. Under-five children 1999. Energy, protein and fat intake of under-five children was similar between poor and non-poor category villages. Carbohydrate intake was significantly different between poor and non-poor category villages. Iron intake was similar before and during crisis.Conclusions: Economic crisis has negative impact on energy and protein consumption both poor and non-poor category villages before and during crisis. Energy and vitamin A intakes in poor and non-poor category villages reduced during crisis compared to before crisis.Recommendations: Nutritional improvement programs to overcome the impact of economic crisis should be directed to the poor villages. However, if the crisis remained continued the non-poor village should also be given attention.Key Words: nutrient, food consumption, household, poor villages, economic crisis.

  20. Penerapan Metode Six Sigma Pada Pengendalian Kualitas Air Baku Pada Produksi Makanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dino Rimantho

    2017-07-01

    Full Text Available The quality of water as a raw material in the process of food production has an important role. Water quality control is the key in maintaining production. This is the underlying purpose of this study to make improvements in its production activities to reduce the number of defective products in the production process. Water quality control of production is done by specifying several parameters, such as pH, turbidity, and iron. This study uses the concept of Six Sigma DMAIC.Pareto diagram shows water tends to acid, muddy, and contain much iron. Furthermore, the fishbone diagram is used to determine the percentage biggest defect. Improvement performed at the highest RPN value of around 630 in the filter. In addition, the value of sigma level before improvement around 3.3 with the possibility of defects approximately 34491 to a million process. Furthermore, the level of sigma after improvement roughly 4:09 with the possible failure of the process around 5526.

  1. PEMANFAATAN DAUN BANGUN-BANGUN DALAM PENGEMBANGAN PRODUK MAKANAN TAMBAHAN FUNGSIONAL UNTUK IBU MENYUSUI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hidayat Syarief

    2014-04-01

    Full Text Available Bangun-bangun leaves (Coleus amboinicus Lour is one of plants that has a function as laktagogue which can increase secretion and production of breast milk. Therefore, the bangun-bangun leaves are potential to be used as an ingredient in the product development of supplement and functional foods for lactating mothers. The objective of this research is to develop supplement and functional foods for lactating mothers from the bangun-bangun leaves.Two types of products were made with same type and amount of basic material, but different in the amount of bangun-bangun leaves, i.e.120 or 150 g. Results of organoleptic test using 40 lactating mothers as panelists show that the average panelist favorite for both products were not significantly different and altogether all panelists can accept the two products.

  2. Istilah-istilah Makanan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Mange (suatu Analisis Kontrastif)

    OpenAIRE

    DORSAYA, MELKI

    2013-01-01

    This study is written as an attempt to describe, analyze and contrast the terms of food in English and Mange language. The English data are collected from several English books and internet whereas the Mange Language data are collected from informants The descriptive method is used to describe and analyze the kinds of food by using Frisch in Hickerson's theory. After describing the kind of food in English and Mange language, the writer makes a contrastive analysis by using Robert Lado's theor...

  3. Pengaruh Komik Makanan Jajanan Sehat dan Bergizi untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Anak Sekolah Dasar

    OpenAIRE

    Sugihantono, Anung; Suryawati, Chriswardani; Widajanti, Laksmi

    2009-01-01

    Many School age children consume less nutritious snacks food; that is why it is necessary to communicate, inform, and educate the children as early as possible. The research purpose is to know the impact of €œhealthy and nutritious snack comic" on increasing the school age children€™s knowledge and the attitude. This research use experimental design. To know the impact of comics, 282 school age children are observed. Three comics are made; 1. The sanitation of snack foods, 2. The diversity of...

  4. MAKANAN TAMBAHAN DENGAN INDEKS GLIKEMIK TINGGI UNTUK PEMENUHAN GIZI ANAK SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken S.S. Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available High Glycaemic Snack Foods for Nutrition Completion of School Children.School lunch program had been launched since 1996, but there is still some problem especially related to the portion size and portion's nutritional value. This study tried to developed snack foods for school children with portion size of 300 Kcal and 5-7 g protein, and evaluated for their glycaemic index and organoleptic quality. Basic ingredients for food formulation were carbohydrate sources: rice, glutinous rice, cassava, or sago; protein sources: soybean, chick peas, peanut, mungbean or tempe; besides other ingredients such as sugar, coconut oil, grated coconut or coconut milk those were added to increase palatability and energy content. Carbohydrate and protein sources were processed under optimal treatment, which were: soaking at pH 5.8-9.6 and followed by overnight drying and roasting at 75-125o C for 30 minutes. Those treatments were to reduce portion size and to increase the glycaemic index. This study involved adult women and school children to evaluate the portion size and the organoleptic quality. Snack foods in form of smooth or coarse sweet jellied dough had good acceptability. The glycaemic index of 15 snack foods are varied between: 64-99. These indexes are considered as moderate to high. Further study is needed to evaluate the energy effectiveness of the snack foods on maintaining and enhancing the work performances of school children.Keywords: formulated food, nutrients, organoleptic evaluation, glycaemic index.

  5. PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA PEKERJA WANITA ANEMIA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukati S.

    2012-09-01

    Full Text Available Malnutrition and anaemia reduce physical fitness and productivity. Correcting the Hb level of workers are expected to improve worker's human resource and productivity. This in turn, will bring mutual benefits both to the producers and to development overall. A study on "The effect of food supplementation on anemic women workers to improve productivity", has been carried out. The subjects of study were the workers of traditional herbal medicine factory with Hb levels below 12.0 gr/dl assigned in production section doing their work manually. The subjects were divided into three groups using simple random sampling. The first group was given supplementary food; the second was treated with supplementary food and iron pills once a week, and the third was placebo group as a control. Supplementary food was given in the form of snack with energy content of 300 kcal, the amount to compensate the energy deficit (based on baseline data collected before, which was given five times per week within four months. The iron pill was ferrous sulfate with dose of 60 mg once a week also for four months. The results of the study can be summarized as follows; The group with supplementary food containing of300 kcal for four months shows similar result with the placebo group in terms of nutrition status, Hb level and productivity.The group treated with supplementary food and weekly iron pill results in increase in Hb level and productivity significantly (p<0.05.Productivity of the first group increases by 154 packs/hour/person, while the second group, productivity increases by 164 packs/hour/person, and placebo group is 124 packs/hour/person.

  6. Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Likuiditas Pada Perusahaan Makanan & Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

    OpenAIRE

    Silalahi, Ade Oktavia

    2013-01-01

    Formulation of the problem in this study is whether the turnover of working capital consisting of cash turnover, receivables turnover and inventory turnover affect the liquidity of the company. So this study aims to determine the effect of working capital turnover is comprised of cash turnover, receivables turnover and inventory turnover of the company's liquidity. This study is a kind of causal research and replication of past research is the study population of food and beverage companie...

  7. PENGEMBANGAN FORMULA MAKANAN ANAK BATITA MENGGUNAKAN PANGAN TRADISIONAL DADIH SUSU SAPI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken S. Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available DEVELOPMENT OF FOOD FORMULA BASED ON FERMENTED COW'S MILK (DADIH FOR CHILDREN UNDER THREE YEARS OLD.Background: Undernutrition is still one of major problems among children under three years old. One proposed strategic to overcome such problem is to give food supplementation to the children by using local materials.Objective: This study tried to use dadih as traditionally fermented milk from West Sumatera and developed into nutritious food formula.Method: Two kinds of carbohydrates were used in food product development with addition of dadih and tempe flour as protein sources. Physical characteristics and nutrient content were analyzed and prepared to fulfill the CAC criteria. The products acceptance was evaluated by sensoric or organoleptic tests which were done by adult women and by the target group.Results: The food products were nutritionally densed and highly accepted by the target group. The children could consume the product to fullfill their daily need for energy and protein as much as 25% and 50%, respectivelly. Different types of processing the formula should be done to produce different physical characteristics that could produce different types of snack foods.Key Words: dadih, fermented milk, food formula, children under three years old

  8. Desain Strategi Peningkatan Daya Saing Industri Pengolahan Makanan Ringan Berbasis Klaster di Sumatera Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Insannul Kamil

    2017-02-01

    Full Text Available Food processing industries have grown in the region of West Sumatra since a few decades ago. The processing of various types of food recipes from various West Sumatra region comes from inheritance hereditary. Snack is a processed food product that has a special attraction among various types of distinctive food from West Sumatra. Increasing competitiveness is necessary to accelerate the growth of small and medium snacks industries in West Sumatera. Industrial cluster development is one of the strategic and effective approaches to achieve that objective. The research aims to design value chain and industrial cluster map model of small and medium snacks industries in West Sumatra. Industrial cluster mapping carried through: defining the value chain, a grouping of factors influence the level of internal and external factors, factors condition processing, grouping factor conditions into the four elements of SWOT, strategy planning using SWOT Matrix, and creating industrial cluster map of snacks industries in West Sumatra. The results showed that there are 7 internal factors and 6 external factors that can influence the competitiveness of small and medium snacks industries in West Sumatra. The value chain of snack industry in West Sumatra includes tuber farmers, traditional market, special suppliers, small and medium snacks industries, and consumers. The study also generates 10 programs centered on small and medium snacks industries in West Sumatra as a core industry.

  9. Analisis Pengaruh Situasi, Produk, Individu pada Perilaku Membeli dan Mengkonsumsi Makanan Ringan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Rita

    2015-05-01

    Full Text Available The study of consumer behavior is expected to receive more academic attention from scholars. The important aspects in consumer behavior are purchasing and consumption behavior by individuals. Purchasing and consumption behavior is influenced by situation, product and person. The objectives of this research are to examine main and interaction effects of consumption situation, snack products, and individual characteristics onpurchasing and consumption behavior. This research was conducted in Jakarta using 218 respondents that has purchased and consumed snack products which were offered by researcher. The situation used in this research is consumption situation based on tasks definition, which the consumer purchases and consumes products based on purpose and objectives of purchases and consumption contetxs. Whereas individual characteristics used is observable characteristics such as age, gender, and level of education. Thus, the result show that individual characteristics based on age will interact with consumption situation and snack products which influence purchasing and consumption behavior. This is a fully model which influence purchasing and consumption behavior. The pattern of variance light /salty/ crispy snack, baby boomer and informal serving situation is thehighest contribution to influence purchasing and consumption behavior.

  10. Efektifitas sinar ultraviolet terhadap cemaran bakteri patogen pada makanan cair sonde untuk pasien immune-compremissed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Sulatri

    2017-06-01

    Full Text Available Background : Food safety remained as critical concern to immune-compremissed patient. Food safety assurance can be achieved through inhibition of pathogenic bacteria by physical treatment such as UV light radiation. However, a study regarding the effect of UV light on growth of pathogenic bacteria in contaminated liquid food are scarce. Objective : To determine the effectiveness of UV light on contamination of pathogenic bacteria in liquid food for immune-compremissed patient. Methods : Randomized design with two factor which were holding time for 60 and 120 minutes and radiation exposure (0, 5, 10 and 15 minutes. The data was analyzed using ANOVA Result : The viscosity and pH of liquid foods were 20 centipoise and 7,15 respectively. Radiation of UV light on contaminated food that have been incubated for 60 and 120 minutes at 37oC showed significant increase (1-2 log cycle on growth of pathogenic bacteria. Conclusion : Radiation of UV light on contaminated liquid food were not effective to inhibit or kill pathogenic bacteria during holding time (60 and 120 minutes.

  11. NUTRIMAT BAR MENURUNKAN SISA MAKANAN PASIEN KEMOTERAPI DI RSUP SANGLAH DENPASAR, BALI, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Ayu Nyoman Triwini

    2017-12-01

     Nutrimat Bar Decreases Leftover Food among Chemotherapy Patients In The General Hospital of Sanglah Denpasar, Bali, Indonesia Chemotherapy is one of cancer medication alternatives by using cytotoxic medicines to eliminate cancer cells or to stop the development of cancer cells. The Side effects of chemotherapy medication are nausea and vomit which influence the absorption of nutrients in cancer patients. Nutrimat bar is a food specially designed for chemotherapy patients in small size but contained high energy, protein and antioxidant. This study aimed to analyze of giving nutrimat bar to decrease leftover food of chemotherapy patients in the general hospital of Sanglah Denpasar, Bali in Indonesia. Quasi experimental study using non-randomized pre and post-test with control group design was done on 33 patients using purposive sampling technique. The treatment was done by giving nutrimat bar to the case group and hospital standard food to the control group. Measurement of leftover food was measured by using visual comstock method. Data analysis was applied using saphiro wilk test and independent t-test parametric test. The results showed that the average of leftover food of chemotherapy patients in case group is 28.94% (±8.50, while in the control group is 46.00% (±4.70. The result of t-test analysis indicated that there was a significant difference  between food waste in case group and control group as much as p<0.05. It was concluded that nutrimat bar was effective to decrease waste food  among chemotherapy patients in general hospital of Sanglah Denpasar.  Keywords: chemotherapy, waste food, nutrimat bar, Sanglah Hospital

  12. Gambaran Pengetahuan Mengenai Amebiasis pada Penyaji Makanan di Kecamatan Medan Baru

    OpenAIRE

    Ning, Lee Yi

    2016-01-01

    Amoebisis is a disease caused by the protozoan Entamoeba histolytica. Humans are the only reservoir, and infection occurs by ingestion of mature cysts in contaminated food or water. Prevalence of Entamoeba histolytica in Indonesia is around 10 to 18 %. Food handler who is responsible in food handling have a role as agent of transmission or reservoir for amoebiasis. Knowledge of food handlers about amoebiasis is very important to prevent amoebiasis. This study aims to determine the level o...

  13. Asupan zink dan magnesium makanan dengan disfungsi ereksi pada penderita sindrom metabolik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saraheni Saraheni

    2014-01-01

    Full Text Available Background: Metabolic syndrome (MetS is a disease of disorder of lipid and nonlipid metabolism. The West of Scotland Coronary Prevention Study found that men with MetS had probability 3.7 dysfunctions of erection (ED by using International Index of Erectile Function (IIEF. Patient with heart disease had the risk 2 times to get ED, hypertension was 1.5-2 times, DM was 3-4 times, depression was 2-3.5 times, testosterone deficiency syndrome (TDS was 1.5-2 times, and high cholesterol was 4 times. The nutrient deficiency of zinc (Zn and magnesium (Mg was suspected being the main component which had a role in resisting a sexuality growth and maturation process. Objective: Knowing the correlation of Zn and Mg feeding with erection dysfunction in MetS person. Method: This study was observational analytic study, with case-control design in the patient aged 30-60 years old. The respondent in this study was people with MetS according to WHO criterion. There was 82 patient divided into two groups, consist of 41 cases of MetS and ED, 41 cases with the normal patient. The data collected by interview, laboratory assessment and anthropometric measurement. The data analysis using univariate, bivariate and multivariate analysis using multiple logistic regression. Results: There was significant correlation between Zn feeding and ED (OR=7.15; 95% Cl=1.47-34.71; p=0.007 and there was significant correlation between Mg feeding with ED (OR=3.34; 95% Cl=1.07-10.4; p=0.033. The end result of the multivariate analysis showed the risk variable to the ED event, that was Zn feeding with OR=15.41. If the intake of Zn accompanied with risk factors associated as a cause of ED, multivariate analysis showed HbA1c’s degree with OR=12.57; triglyceride (OR=10.47; blood pressure (OR=5.82; and abdominal obesity (OR=6.94. The result shows that these risk factors can aggravate or anticipate the onset of dysfunction erection beside low Zn intake. Conclusion: There was statistically significant correlation between Zn and Mg feeding with erection dysfunction in MetS patient.

  14. ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA MAKANAN: STUDI KASUS DI WILAYAH KECAMATAN PAMULANG, TANGERANG SELATAN

    OpenAIRE

    Maman Rumanta; Krisna Iryani; Anna Ratnaningsih

    2016-01-01

    This study aimed to analyze borax content on food and the effect of food processing on the content of borax on food. This research was conducted by survey method. Food samples were the kind of food that was obtained from the traditional and modern market, elementary schools, and supermarkets in the region of Pamulang Subdistrict. Sampling was done by using purposive technique. Each sample was analyzed for borax content qualitatively using test kit borax. Furthermore, food that has been detect...

  15. Analisis Efisiensi Pemanfaatan Makanan Oleh Larva Spodoptera Litura F dan Crocidolamia Pavonama (Lepidoptera : Noctuidae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Sayuthi

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRACT. Nutrisi diperlukan oleh serangga untuk pertumbuhan dan perkembangannya, sebagai sumber energi, perbaikan jaringan dan reproduksi. Kebutuhan nutrisi serangga pada umumnya berupa :asam amino, protein, air dan  : mineral, vitamin-vitamin, asam nukleat dan nukleotida, sterol, asam lemak dan factor lipogenik. Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui efisiensi pemanfaatan pakan daun brokoli, daunt alas, daun bawang, daun kangkung dan daun kacang panjang oleh larva S. litura dan C. pavonama. Bahan-bahannya adalah daun brokoli, daun bawang, daun kangkung, daun kacang panjang, dan daun bawang, Larva Spodoptera litura dan Larva C. pavonama. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL terdiri dari 6 perlakuan (jenis pakan dan 10 ulangan. Hasil percobaan di Analisis Ragam, dan dilanjutkan dengan Uji BNT 5%. Hasil penelitian, nilai LK, dan LKR dan DC tertinggi terdapat pada daun singkong, dan terendah pada daun brokoli. Nilai LP, LPR, ECI dan ECD tertinggi pada daun brokoli, sedangkan nilai LP dan LPR terendah pada daun bawang, dan nilai ECI dan ECD terendah pada daun singkong.

  16. DESAIN KEMASAN MAKANAN KUB SUKARASA DI DESA WISATA ORGANIK SUKOREJO SRAGEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsudin Syamsudin

    2016-08-01

    Full Text Available This study analyzes the design of packaging for both food products produced by KUB Sukarasa Tourism Village Organic Sukorejo Sragen. This is important because the packaging is one of the marketing tools. Food products in KUB Sukarasa in District Sambirejo Sragen sold in transparent plastic packaging and without label. This makes the level of sales is not maximized. This research has three objectives: first, create a packaging design that has the right size so easily carried by consumers and attractive for sale by the merchant. The second objective, informative designing packaging labels, such as product name, manufacturer's address, net weight, expiration date, product composition, and information about kosher. The research method used was experimental. The end result of this research is a product packaging design good food and interesting. This packaging design can be used by UMKM to develop their product marketing strategies in order to increase sales.

  17. Prosedur Registrasi Obat Tradisional oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Bbpom) di Kota Pekanbaru

    OpenAIRE

    Ganda, Fransiscus Rio; ", Zulkarnaini

    2016-01-01

    Traditional drug registration is the registration procedure and evaluation of the drug to obtain marketing authorization. Circulation is any activity or series of activities distribution or delivery of drugs, both in the context of trade, not trade, or alienation. The purpose of drug registration is to protect the public from the drug that did not meet the requirements of efficacy, safety, quality and public health.BBPOM Pekanbaru found some illegal drug products sold in the market and are no...

  18. Strategi Pemasaran Makanan Tradisional Asam Pedas Ikan Patin Khas Pekanbaru pada Restoran Pondok Patin Hm. Yunus

    OpenAIRE

    Gunawan, Dwi Yanda; Sulistyani, Andri

    2017-01-01

    Due of the Pondok Patin HM. Yunus Restaurant in Pekanbaru that capture this opportunity is Pondok Patin HM. Yunus Restaurant. The aims of this sturly are identify the implemented marketing strategy, idendify the determinals of marketing strategy forfulation, formulated new marketing strategy. Pondok Patin HM. Yunus Restaurant uses 4 p marketing mix : 1) Product 2) Price 3) Promotion 4) Place. Pondok Patin HM. Yunus restaurant was one of restaurant who providing the signature main course of Pe...

  19. Status ketersediaan makanan dan status gizi ibu sebagai faktor risiko kegemukan pada anak prasekolah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Indah Prasetyaningrum

    2016-10-01

    Full Text Available Background: Childhood obesity is a strong predictor of adult obesity incidence and can increase risk factors for getting chronic diseases. The causes of obesity are multifactor, determined by genetic and food environment changes. Risk factors believed to be the cause of obesity are home food availability status and maternal obesity. Objective: To analyze the risk of home food availability status and maternal obesity to obesity in preschool children aged 3-5 years.  Method: This study was a matched case-control study. The case of this study was obese preschool children (Z-score WHZ > 2 SD and control of this study was non-obese preschool children (Z-score WHZ -2 ≤ SD ≤ 2. Control group was taken by an age and gender matching with the case group. Based on the nutritional status screening result of 53 early childhood education (ECD schools on 13 sub-districts in Kota Yogyakarta, there were 101 obese children and 101 non-obese children. Those schools were chosen by cluster sampling method and PPS (Probability Proportional to Size. Besides, information about home food availability status and maternal obesity was collected using questionnaire. The data were analyzed using McNemar test and conditional logistic regression.  Results: Home food availability status (OR = 1.85; p=0.03; 95% CI=1.08-3.16 and maternal obesity (OR=2.5; p=0.003; 95% CI=1.37-4.55 were the most dominant risk factor related to the incidence of obesity in preschool children aged 3-5 years. Conclusion: Home food availability status and maternal obesity significantly increase the risk for getting obese in preschool children aged 3-5 years.

  20. INOVASI STARTER DAN MODIFIKASI DESTILATOR UNTUK PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Astuti

    2012-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah menentukan konsentrasi asam sulfat optimum pada proses hidrolisa asam, mengisolasi jamur penghasil amylase dan memformulasi inovasi starter dari jamur dan yeast serta menguji prototipe alat destilator yang telah dimodifikasi untuk menghasilkan bioetanol dengan rendemen tinggi. Metode penelitian terdiri dari 4 tahap, yaitu : (1 Hidrolisis asam, (2 isolasi jamur penghasil amylase, (3 optimasi fermentasi menggunakan starter inovatif, (4 Produksi Bioetanol dengan modifikasi desain destilator bersirip tiga dan penambahan regulator untuk control temperature dari motor servo. Inovasi starter diuji daya hidrolisis pati. Hasil Hidrolisis asam dan fermentasi diuji jod, gula reduksi, pH, asam tertitrasi, rendemen alcohol dan kadar etanol. Hasil menunjukkan bahwa Proses hidrolisis asam limbah kantin memerlukan konsentrasi asam sulfat optimum 0,1N sebesar 10 %. Diperoleh jamur Aspergillus sp yang terbukti dapat menghidrolisis pati. Fermentasi limbah kantin menggunakan inovasi starter ragi tape dapat menghasilkan rendemen tertinggi (5 ml dengan kadar alcohol 3%. Inovasi pesangan sirip-sirip di evaporator pada proses destilasi bioetanol terbukti mempercepat pemanasan .Pemasangan regulator dengan kontrol temperature dan motor servo, sudah dapat mencapai suhu 70-80 derajat, namun belum stabil.

  1. Identifikasi Kandungan Zat Makanan pada Biji Buah di Pasar Bandar Lampung

    OpenAIRE

    Ayyub Wibowo; Farida Fathul

    2017-01-01

    The purpose of this study was to determine the water content, protein, and fat in the avocado seed jackfruit and durian obtained from traditional markets in Bandar Lampung. Materials used in this research are the seeds of avocado, jackfruit seeds, and seeds of durian. The material obtained from the three traditional markets, namely Bandar Lampung Bambu Kuning, Markets Teluk, and Market Way Halim. This research was conducted using a survey method with the sampling design. Samples were taken th...

  2. Pengaruh Faktor Kewirausahaan Terhadap Keberhasilan Usaha Mikro Non Makanan (Studi Kasus Pada Eks Pajak USU Medan)

    OpenAIRE

    Turley, Regina

    2014-01-01

    Formulation of the problem in this study was how entreneurship influence consisting of: vision, motivation, self-convident, creative, curious and proactive, to the success of micro non food (on a case study at USU market in Medan). The purpose of this study was to determine the effect of entrepreneurial factors that have an influence on the success of micro non food products. The hypothesis in this study is that factors influence the success of entrepreneurial mico non food. Primary d...

  3. Simbol untuk Menunjang Sistem Informasi Desain Kemasan Makanan dan Minuman Plastik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devi Kurniawati Homan

    2011-04-01

    Full Text Available The use of plastic as packaging food and beverages has increased along with the development of technological and cultural changes in society. But this change has not been followed by an adequate understanding of the various types of plastic and usefulness. Symbols and information system on packaging become important information for consumer and visual communication designer. Based on field research, literature research and desktop research, the author summarizes that the information in the form of significant symbols are important to be put on the design of plastic packaging for food or beverage. During this time, several foods and beverages in plastic packaging have included the plastic code. But generally consumers do not have enough knowledge about these codes. This is where the role of visual communication designers becomes an important. Symbols and information systems which prepared in well design will be more easily to understand. With easily understandable symbol and information systems, consumer certainly would be wiser to choose and avoid the negative impact during the bad use of food and beverage plastics packaging. 

  4. Strategi Training within Industry sebagai Upaya Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa pada Mata Pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chomzana Kinta Marini

    2016-01-01

    Full Text Available Practices in Vocational High Schools hold an important role, because through practices, students could master the skills optimally. Confidence is a significant aspect that should be owned by students to conduct the practices. However in the field, there were several students of grade XI Jasa Boga I of SMKN 1 Sewon who had low confidence in the Continental Cuisine Practice. This was indicated by the hesitation of the students in conducting the practices. Every group depended on the teacher’ assistance. This action research was conducted in three cycles that consisted of planning, implementation, observation, and reflection. The results of the study showed an improvement of the students’ confidence from 2.49 become 2.66 and 2.86 in the subject of Continental Cuisine through Training within Industry Strategy.

  5. Analisis Pola Konsumsi Masyarakat Kota Malang Pasca Kenaikan Harga Bahan Makanan

    OpenAIRE

    Susilowati, Dwi

    2009-01-01

    The intention of this research are 1) To know how pattern consume society of malang city after the increase of price foodstuff? 2) How pattern consume society of malang city after increase of price of food-stuff compared to previously? and 3) Whether difference of pattern consume society of malang city before and hereafter the increase of price food-stuff? From result of research indicate that there is no change meaning to consume rice and soy (tempe/tofu) before and also after existence of i...

  6. Kepuasan Pengunjung Terhadap Kualitas Makanan Lendot Di Kawasan Wisata Taman Kota Coastal Area Kabupaten Karimun

    OpenAIRE

    ", Hanisah; Achnes, Syofia

    2017-01-01

    The satisfaction is compatibility of product accepted and expectation of product. The research was conducted to determine the satisfaction of visitors to the quality of food lendot in The Tourist Area Of The City Park Coastal Area Karimun Regency. The research method used is quantitative approach. The sample technique used is accidental sampling. Samples taken as many as 40 respondents who consume a lendot in the Kawasan Wisata Taman Kota Coastal Area Kabupaten Karimun, where taken into the r...

  7. STABILISASI SEBAGAI BENTUK PENATAAN PKL MAKANAN SIAP SAJI DI KOTA SURAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murtanti Jani Rahayu

    2013-02-01

    Full Text Available Management of hawkers has purpose to improve the welfare of hawkers, maintain publicorder, and sanitation. Management of hawkers in the city of Surakarta, which began in 2006, the successful concept of the arrangement is not only seen from the hawkers town aesthetic that hasalways been the main reason, but also improving the quality of performance of the activities afterthe program implemented to ensure sustainability.One of form of arrangement that has been implemented in the city of Surakarta is stabilization. In determining the form of the arrangement,unique character and behavior are very diverse hawkers must be known to ensure that hawkers canreceive the planned arrangement. This paper aims to know determine the efficacy of this form ofstabilization arrangement hawkers particular arrangement was done by first looking at thecharacteristics of hawkers activity. Statistical analysis used to determine the success of the arrangement of the hawkers performance combined with qualitative analysis found that the successof the arrangement hawkers aesthetic form of stabilization in the city is not same with the improved performance / empowerment of hawkers.

  8. Efek Pengunyahan Permen Karet Gula dan Xylitol terhadap Status Saliva

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisna Kurnia Rezky

    2016-11-01

    Full Text Available Latar belakang. Rongga mulut sebagai pintu masuk makanan ke dalam tubuh selalu dibasahi oleh saliva setiap harinya. Saat ini banyak produk permen karet yang beredar di masyarakat yang mengandung gula dan xylitol. Banyak orang yang gemar mengunyah permen karet dengan kurang memperhatikan komposisinya baik yang mengandung gula ataupun xylitol sehingga kurang mengetahui efek masing-masing jenis permen karet tersebut terhadap kesehatan rongga mulut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pengunyahan permen karet gula dengan permen karet xylitol terhadap status saliva yang terdiri dari volume, pH, dan viskositas saliva. Metode penelitian. Subjek penelitian berjumlah 30 orang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing 10 orang, terdiri dari kelompok mengunyah permen karet gula, xylitol, dan kontrol dengan mengunyah apel. Pengambilan saliva dilakukan pagi hari dan siang hari. Subjek mengunyah 2 butir permen karet dan tidak diperbolehkan untuk makan dan minum 1 jam sebelum mengunyah. Subjek diinstruksikan meludah ke dalam pot saliva selama 10 menit dalam interval setiap 1 menit. Pengukuran volume saliva menggunakan pipet volume, pH saliva dengan menggunakan pH meter, dan viskositas saliva dengan menggunakan viskometer Ostwald hari ke-1 dan ke-4. Analisis data dengan uji statistik Mann-Whitney. Hasil. penelitian menunjukkan adanya peningkatan bermakna volume dan viskositas saliva pada pengunyahan permen karet xylitol dan gula. Derajat keasaman (pH saliva menurun setelah mengunyah permen karet gula sedangkan pada perm en karet xylitol relatif stabil. Disimpulkan bahwa permen karet xylitollebih baik untuk kestabilan status saliva dibandingkan permen karet gula.

  9. Perbedaan Self-Esteem Proses Penuaan Pada Lansia Pria dan Wanita Terhadap Citra Tubuh di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dan Anak Balita Binjai

    OpenAIRE

    Haryanti, Sela

    2016-01-01

    Old age is any individual who is 60 years old and who, in general, undergoes symptoms of the decrease in biological, psychological, social, and economical functions. Body image includes individual attitude toward one’s own body, including his physical, structural, and functional appearance. His feeling includes everything related to sexuality, femininity, masculinity, youth, health, and strength. Self-esteem is the evaluation on the achieved outcome by analysis, to what extent behavior meets ...

  10. Efek pemberian ekstrak teh hijau (Camellia sinesis (L O. Kuntze var. Assamica terhadap total lemak tubuh dan profil lipid wanita dewasa overweight dan obesitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ernawati Hardani

    2014-04-01

    Full Text Available Background: Overweight and obesity can cause high body fat total and lipid profile in the blood that brings risk for diseases to the bearer. Some studies on green tea extract supplementation have been undertaken to find out its effect on the fat reduction in children, men, and mice and the result showed a reduction in body fat, weight, appetite, and triglyceride level. This study uses green tea extract supplemented to overweight and obese women. Objective: To find out the reduction of body fat total and lipid profile (total cholesterol, triglyceride, LDL, HDL in the blood of overweight and obese women personnel of Yogyakarta Municipal Health Office supplemented with green tea extract. Method: The study was randomized double-blinded control trial. The subject of the study was overweight and obese women of 35-55 years old personnel of Yogyakarta Municipal Health Office. Samples were 86 women randomly taken, comprising experiment group and control group, each of which consisting of 43 women. Each group had diet according to individual appetite. Both groups were given capsules of similar form and color but different ingredients: placebo and green tea extract. The experiment took three months. Blood was taken before and after the experiment to identify lipid profile (total cholesterol, triglyceride, LDL, HDL. Body fat total was examined using body fat analyzer. Data analysis used paired t-test. Results: Green tea extract supplementation could significantly reduce body fat total and insignificantly reduce cholesterol level, triglyceride, and LDL, significantly increase HDL in overweight and obese women. Conclusion: Green tea extract supplementation could reduce body fat total and increase HDL (p<0.005.

  11. Maskulinisasi Ikan Nila Melalui Perendaman Larva pada Suhu 36 °c dan Kadar Residu 17a-metiltestosteron dalam Tubuh Ikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afpriyaningrum MD

    2017-04-01

    Full Text Available The residue of 17a-methyltestosterone (MT in fish has been a concern related to food and the environment safety. This study aimed to determine sex ratio of Nile tilapia treated by MT immersion at 36 °C water temperature, and measure the level of testosterone in fish body. Three hundreds of ten-day-old post hatched larvae was immersed in one liter of water containing 2 mg MT, at 26 °C and 36 °C. Immersion was performed for 2 and 4 hours. The results showed that immersion at 36 °C and increasing immersion time increased male percentage. Higher male percentage was obtained in treatment 4 hours immersion at 36 °C (92.5% male and the effective treatmen 4 hours immersion at room temperature. By ELISA method, testosterone level in MT treated fish decreased sharply to 88.2% at one month after immersion, and being the same as control without MT immersion. Thus, masculization in tilapia could be performed by MT immersion at 36 °C water temperature for 4 hours, and it is most likely that no MT residual in fish after one month post immersion.   Keywords: Nile tilapia, sex reversal, temperature, 17a-methyltestosterone

  12. Kajian pendahuluan uji toksisitas ekstrak air miselia dan tubuh buah jamur shitake (Lentinus edodes dengan metode brine shrimp lethality test (BTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noor Erma NS

    2012-02-01

    Full Text Available Shiitake mushroom (Lentinus edodes is one of the wood mushroom types that can be consumed as a food as well as for a medicalpurpose. Lentinan, a polysaccharide contained in shiitake, is well known for its use on cancer medication. Mycelium of Shiitake mushroomcontains lentinan the same as other part of the mushroom like fruity body. Toxicity of the lentinan in mycelium compare to the fruitybody has been first conducted by using Brine Shrimp Lethality Test (BST. Using Potato Dextrose Broth media with the growth rate of3.88% did mycelium multiplications. Probit analysis showed that the toxicity of the mushroom’s cap, stem, and mycelium of Shiitakemushrooms is LC50 = 648.76507 mg/ml LC50 = 489.39444 mg/ml, and LC50 = 481.16941 mg/ml respectively.

  13. Kajian pendahuluan uji toksisitas ekstrak air miselia dan tubuh buah jamur shitake (Lentinus edodes) dengan metode brine shrimp lethality test (BTS)

    OpenAIRE

    Noor Erma NS; Tri Sundari; Arie Ika Susanty; Dwi Riani Octavia Palupi; Isnaeni Isnaeni; Sukardiman Sukardiman

    2012-01-01

    Shiitake mushroom (Lentinus edodes) is one of the wood mushroom types that can be consumed as a food as well as for a medicalpurpose. Lentinan, a polysaccharide contained in shiitake, is well known for its use on cancer medication. Mycelium of Shiitake mushroomcontains lentinan the same as other part of the mushroom like fruity body. Toxicity of the lentinan in mycelium compare to the fruitybody has been first conducted by using Brine Shrimp Lethality Test (BST). Using Potato Dextrose Broth m...

  14. ¬SOSIAL EKONOMI DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT PRIA DEWASA DALAM KAITANNYA DENGAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN BOGOR-JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Anna Marliyati

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}             The objectives of this research was to study social economy and body mass index of men and it’s correlation with risk factor of coronary heart disease in rural and urban of Bogor, West Java. The amount of samples were 100 adult men aged 25-39 of years. Samples were devided into two categories of expense which as ³ Rp 500.000/cap/month,- (high income. Results of this study showed that using independent t-test there was a significant difference between low income and high income samples in rural area in the case of family size, education level, income per capita, total expenditure, nutritional knowledge score and HDL cholesterol level. In urban area, we found significance difference in the case of family size, education level, income per capita, total expenditure, total cholesterol level, LDL and HDL cholesterol level between low income and high income samples. Spearman rank correlation test in rural area showed significance correlation between education level, income per capita, total expenditure, and nutritional knowledge score with HDL cholesterol level. Income per capita and total expenditure correlated significantly with total cholesterol level and BMI correlated significantly with level of triglyceride. Meanwhile, in urban area we found significant correlation between education level, total expenditure, nutritional knowledge score, and BMI with total cholesterol level. Education level and nutritional knowledge score correlated significantly with LDL cholesterol level, and BMI correlated significantly with level of triglyceride.   Key Words :      Social economy, body mass index, risk factor of coronary heart desease

  15. Halal Food And Identity

    OpenAIRE

    Eddyono, Suzanna

    2010-01-01

    Studi ini menjelaskan makna sosiologis makanan halal bagi mahasiswa muslim yang belajar di Inggris. Fokus utama adalah bagaimana mahasiswa internasional muslim mendefenisikan, mengidentifikasi dan memakan makanan halal. Dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 12 partisipan, studi ini menemukan bahwa mahasiwa mendefenisikan makanan halal dengan batasan yang berbeda-beda. Terdapat tiga kategori makanan yang ada dalam kosmologi mahasiswa muslim dan kelompok di luarnya, yaitu; makanan halal...

  16. Pengaruh Kualitas Pelayanan Account Representative (Ar Terhadap Kepuasan Dan Kepatuhan Wajib Pajak Badan (Studi Pada Perusahaan Makanan Di Kota Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Rachma Pertiwi

    2013-04-01

    Full Text Available The objective of this research is to know influence between account representative quality service as an evidence of administration modernization of taxation with the taxpayer satisfaction and the taxpayer compliance. Quality of service was measured based on tangibles, reliability, responsivness, assurance, and empathy responder. Method applied for data analysis used multiple regression analysis. Analysis result of regression model I indicated tangibles, reliability, responsivness, assurance, and empathy variables had no a significant influence to satisfaction of taxpayer. While partially regression model II indicated that tangibles, reliability, responsivness, and empathy variables didn't have significant effect to taxpayer compliance, and assurance variable has an significant effect to taxpayer compliance. This thing means that taxpayer compliance was influenced by assurance variable. If satisfaction and compliance of taxpayer increased, receiving of tax will increase.

  17. TINJAUAN KOGNISI DESAIN PRODUK KEMASAN SEBAGAI UNSUR IDENTITAS BUDAYA POPULER ATAS PRODUK KEMASAN MAKANAN INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moch. Junaidi Hidayat

    2011-12-01

    Small Scale Industry (IKM in East Java based on Media-Cultural Study. The position of Medium – Small Scale Industry (IKM becomes interesting because of the typical value of production consumption process of Medium – Small Scale Industry (IKM compared to the fabrication scale is becoming the leader of packaging in the market.

  18. Potensi Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L. dalam Pembuatan Bolu Kemojo sebagai Makanan Khas Provinsi Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahli Putra Turelanda

    2016-04-01

    ABSTRACT. The purpose of this study was to obtain an optimal ratio of purple sweet potato flour to wheat flour to produce good quality kemojo cake product. This study uses a completely randomized design (CDR completely randomized design (CRD with five treatment. The analyzed of kemojo cake includes moisture content, ash content, protein content, sucrose content and sensory assessment. The result showed that  kemojo cake best treatment is TUJ2 with moisture content of 24.32%, ash content of 0.80%, protein content of 13.25%, sucrose content of 21.82% and descriptive sensory showed light purple colour (score 2.80, a hint of sweet potato flavour (score 3.00, a little bit of purple sweet potato scent (score 3.03, the chewy texture (score 3.00 and panelist favored overall (score 2.06.

  19. IMPLEMENTASI HKI PADA PRODUK UNGGULAN IKM SEKTOR MAKANAN DI KOTA MADIUN UNTUK BERSAING DALAM MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Styaningrum

    2017-11-01

    Full Text Available Intellectual Property Rights (IPRs on excellent product of Small and Medium Industry (SMI food sector in Madiun can encourage business development and provide a competitive advantage when entering in ASEAN or AEC free trade. This research aims to determine the implementation of IPRs by Industry Sector, Department of Manpower of Madiun on excellent product of SMI food sector, perception of SMI food sector perpetrator to IPRs, and obstacles faced in the implementation of IPRs on excellent product of food sector in Madiun to compete in AEC. The approach method used is qualitative descriptive. The results showed that the Industry Sector, Manpower Office of Madiun in implementing IPRs on excellent product of SMI food sector in Madiun to compete in AEC less effectively. SMI in the food sector in Madiun assume that IPRs is not so important to compete in the MEA. The obstacles faced in the implementation of IPRs on excellent product of SMI food sector in Madiun to compete in AEC: SMI data of incomplete food sector, limited number of SMI food sector in registration of IPRs, socialization of IPRs less effective, lack of understanding of perpetrator SMI on IPRs, and the lack of appreciation of SME actors against IPRs, lack of understanding of SMI actors concerning IPR, and lack of appreciation of SME actors against IPR

  20. Gambaran Perilaku Mahasiswa Dalam Menggunakan Plastik Dan Styrofoam Sebagai Kemasan Makanan Di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Tahun 2012

    OpenAIRE

    Fadli, Feri

    2013-01-01

    The usage of plastic and styrofoam as food packaging is behavioral example which damage and pollute the environment. The usage of plastic and styrofoam increase significantly and widely used thus causing health and environmental problems. The research aims to know the description of student’s behavior in using plastic and styrofoam as food packaging at Public Health Faculty of Sumatera Utara University in 2012. The type of this research is descriptive study with a survey method. The popul...

  1. GAMBARAN KEBIASAAN MENGONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DAN OBESITAS PADA MAHASISWA SEMESTER V PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UMUM UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Pradnyandari Pemayun

    2015-09-01

    Full Text Available OVERVIEW OF CONSUMING FAST FOOD HABIT AND OBESITY IN MEDICAL STUDENTS AT UDAYANA UNIVERSITY 2014 ABSTRACT Background : Obesity has been occured by deposit of fat in subcutaneous and intra abdominal tissue. The prevalance of obesity in Indonesian womens were 32,9% and mens is 19,7 % respectively. In general side, the prevalence of obesity in 18 years old adult peoples were 15,4%. The major risk factors for obesity including lifestyle dietary changes such as consuming fast food habit. Objective : to find out overview of consuming fast food habit and obesity in medical students. Method : This research was cross-sectional decriptive study. The respondens were 127 medical students on 5th semester in Udayana University on 2014. The qualitative data were be measured by questionnaires. The variables were including age, gender, general knowledge of parents, parental income monthy, body mass index (BMI, habit of consuming fast food, average outcome monlty of medical students, and daily frequency of consuming fast food. Result : the characteristic respondens including : a mostly 20 years old, b.women more than men, c. level education of parents were university, d. monthly parental income more than 5 million rupiah, e. BMI in normal limit, f.degree of obesity were grade I, g.inconvience consuming fast food daily, h.monthy outcome of medical students were aproximately 500.000 rupiah, and i.regular consuming fast food mostly once weekly. Conclusion : mostly responden were women with normaly of BMI and inconvenience consuming fast food daily. Key word : obesity, consuming fast food, medical students, outcome montly

  2. STUDI DAMPAK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN ANAK USIA 5 BULAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vita Kartika

    2012-11-01

    Full Text Available STUDY ON THE EFFECT OF THE SUPPLEMENTARY FEEDING ON THE GROWTH RATE OF 5 MONTH OLD INFANT AT THE BOGOR REGENCYBackground: Growth faltering of infants In Indonesia started at their early life i.e 1-3 month of their age. Growth faltering appear mainly due to the supplementary feeding practice which is not adequate for their requirement. Objectives: The objectives of this research are to evaluate the effect of food supplementation which made by industry. The food contains allmicronutrient as well as macronutrients that are needed for the growth of 5 month infant. Methods: Research design is quasi experimental. Data analysis were used univariat, bivariat, multivariat analysis (linear regression to find out independent variable which most influenced to the weight increase of the sample. Sample population are infants 5 month old from the poor families at Kemang and Ciomas district which fulfill the inclusion of criteria. The treatment group (53 samples received intervention in form of supplementary food made by industry containing energy 197 kcal and 4,8 gram protein, given 48 gram/day for 4 months period, on the other hand the control group (51 samples did not receive food intervention. The foods were distributed weekly. Data collection (anthropometries measurement of infant every months during 4 months period of this research. Results: After 4 months intervention, the weight of treatment group has higher increase  than the control group which is 1,30 kg for the treatment group and 0,52 kg for the control group. Growth rate during 4 months period can be seen from the z score point according to weight for age and weight for length indexes. Z score showed significant difference (p<0,005 between the two groups. At treatment group although the growth rate tend to decrease it was stil on the normal rate while in the control group the growth development were sharply decrease below the normal weight (<2 SD.Conclusions: Intervention by formulated supplementary food made by industry increased body weight significally. Intervention improved the intake of energy, protein and iron and decreased the morbidity rate significally. Keywords: growth rate, supplementary food and morbidity. 

  3. KONSUMSI SUPLEMEN MAKANAN DAN FAKTORFAKTOR YANG BERHUBUNGAN PADA REMAJA SMA ISLAM AL – AZHAR 3 JAKARTA SELATAN TAHUN 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mery Ramadani

    2007-03-01

    Full Text Available Quality of human resource (SDM is the one of primary factor that need to performed a national development. Nutrient aspects takes a vital role to get the best quality of human resources. Adolescent need to getting some specific attention because of they have been growth experience and develop physically (Growth Spurt and mentally. With the rapid development and improvement in food product, nutrition, pharmacy and communication, has influenced the behavior and life style, including eating habit in adolescent. One of it is the consumption of supplements to improve the quality of adolescent’s dietarry. This research aim to see proportion of sex, nutrient knowledge, nutrient status, physical activity, body image, parents’s education, parents’s occupation, parents’s food supplements consumption, and related with adolescent’s food supplements consumption in SMA Islam Al-Azhar 3 Jakarta Selatan.This research use the cross sectional method. Research population are, all adolescent of I class and II class which fulfill of criteria and amount to 173 person. The result showed 62,4% of adolescent consumes food supplements. As a result from bivariat analysis known that nutrient knowledge and parents’s food supplements consumption have a meaning correlation with adolescent’s food supplements consumption. While of sex, nutrient status, physical activity, body image, parents’s education and parents’s occupation showing meaningless correlation with adolescent’s food supplements consumption. Base on result of these researches so it is suggested to parents and school side to give nutrition knowledge for adolescent. We also suggested adolescent consumes health menu better than food supplements to fulfill daily food intake.

  4. Analisis Determinasi Financial Performance Perusahaan Industri Manufaktur Makanan Dan Minuman Yang Go Public Suatu Pendekatan Metode Economic Value Added (EVA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azhar Affandi

    2011-04-01

    Full Text Available The aim of this study is to obtain empirical evidence concerning the effect of Financial Performance Determinant (Capital Structure and Profit Margin on effectively Economic Value Added (EVA method at the food and beverage manufacture business sectors. The results of this study is expected to contribute for the development of financial management and strategic management. The study was carried out at the food and beverage manufacture business sectors registered in Bursa Efek Indonesia (BEI. The characteristic of this study is confirmatory research. The research method used is associative and explanatory, and to hypothesis testing of the research has used multiple regression. Sampling method is used purposive sampling with total sample are 15 corporate registered in Bursa Efek Indonesia during 2006-2007 period. While for data processing is used SPSS 14.0 for windows programs. The result of this study is: The first hypothesis testing founded theres the significant effect of capital structure on effectively Economic Value Added (EVA. The second hypothesis testing founded theres the significant effect of profit margin on effectively Economic Value Added (EVA. So, in the EVA predicting can used capital structure and profit margin indicators, because capital structure and profit margin both have a significant effect on effectively Economic Value Added (EVA.

  5. Strategi Pengembangan Pemasaran Makanan Khas Bengkulu pada Sentra Oleh-oleh Anggut Kota Bengkulu: Aplikasi Ahp dan Swot

    OpenAIRE

    Hutagalung, Chresy Novralina; Nusril,; Prasetyo, Teguh Adi

    2012-01-01

    The aim for this research is to know the marketing development strategic of traditional meal in Centra traditional food Anggut Bengkulu City using Analytical Hierarchy Process (AHP) method dan SWOT analysis. The samples are Cita Rasa, Kueku Yovita and Arzel. To find the priority factor from each marketing mix used Analytical Hierarchy Process (AHP) method. This research showed that the priority factor from product mix is the hygiene product (0,1222). The priority factor from price mix is the ...

  6. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kinerja USAha Wanita Wirausaha pada Industri Makanan Ringan di Provinsi Sumatera Barat

    OpenAIRE

    Syahardi, Amri; Baga, Lukman Mohammad; Winandi, Ratna

    2017-01-01

    Women entrepreneurs as the family support unit that plays a role in increasing the family income, has a performance which is still low compared to male entrepreneurs. The purpose of this study was to analyze (1) the profile of women entrepreneurs and snack food industry; (2) the influence of personal characteristics, internal and external business environment, as well as entrepreneurial behavior to business performance of women entrepreneurs. This study used survey method that conducted in L...

  7. Pemberian makanan F100 dengan bahan substitusi tepung tempe terhadap status protein pasien anak dengan gizi kurang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diniyah Kholidah

    2013-10-01

    Full Text Available Background: Much effort has been made to counter the weaknesses of F100 through the development of milk powder substituted with ingredients that have a high content of protein and energy, high bioavailability and relatively low cost. Objective: To analyze an effect of F100 supplementation using substitute tempeh flour on protein status (total protein serum and serum albumin among undernourished pediatric patients. Method: Experimental research with randomized clinical control trial among 30 undernourished children consisting of open clinical trial in two experiment groups, supplemented with F100 or substitute F100 (isoenergetic and isoprotein diet within 14 days. The study was undertaken in April-August 2010 at pediatric inpatient room of Dr. Saiful Anwar Hospital Malang. Data of food intake were obtained through visual Comstock and 24-hour food recall; data of total serum protein through biuret method; serum albumin (Alb through cellulose acetate electrophoresis method. Data analysis was using Pearson Chi-Square test and unpaired t-test. Results: The result of unpaired t-test on the average intake of energy, protein, fat and carbohydrate showed there was no significant difference in each experimental groups (p>0.05. The test result of total serum protein level and serum Alb level showed there was no significant difference in each experiment (p=0.240 and p=0.774. The result of correlation coefficient test showed there was no significant association between intake of energy and nutrient and total serum level and serum Alb level (p>0.05 and degree of association showed a weak association (r>0.25. Conclusion: Formula of F100 substitute as complementary food could be used as an alternative food in diet therapy of malnourished children on rehabilitation phase.

  8. Identifikasi Pewarna Sintesis Pada Minuman Serbuk Rasa Jeruk Secara Kromatografi Kertas Di Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan

    OpenAIRE

    Jawari, Amalia Putri

    2015-01-01

    Identification has been made of synthetic dyes contained in the powder drink orange flavor in Chromatography Paper at the Center for Food and Drug Administration. Solvents are used to determine the synthesis of dyes is the ratio of the volume of isobutanol: ethanol: water is 3: 2: 2 and trisodium as elution and with Methilen Yellow, Ponceau 4 R, Tartrazine, and Yellow FCF / Sunset Yellow as a solution Baku. From the results of the analysis obtained dye Sunset Yellow and Tart...

  9. Pemberian makanan enteral berformulasi bahan pangan lokal terhadap kadar zat besi dan hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Ariani

    2013-07-01

    Full Text Available Background: Enteral nutrition is nutrition used to fulfill the needs of nutrition entirely and as the supplement for malnutrition patient. In a certain condition of a patient, this nutrition is usually given in the form of liquid. Local material foods such as tempeh, rice, mung bean, and ganyong have adequate nutrition, therefore they are suitable for being used as main raw materials in the making of enteral nutrition. Objective: To know the influence of feeding enteral nutrition formulated with local food material toward malnutrition white rats (Rattus norvegicus of which the parameters are iron (Fe, hemoglobin (Hb level and weight. Method: This research used Completely Random Design (CRD. Twenty-seven of malnutrition male white rats were divided into 3 groups of treatment with 9 repetitions for each group of the treatment. Group A was given enteral nutrition diet of formula A (tempeh, rice, and mung bean as the main raw material, group B was given enteral nutrition diet of formula B (tempeh, rice, mung bean, and ganyong as the main raw material, and group C (as the positive control was given commercial enteral nutrition. The daily giving of enteral nutrition is 20 g/day during 30 days. The analysis of Fe and Hb level and the measurement of weight firstly were done before the treatment is given. The next measurement was conducted in 15th day and 31st day. Statistical analysis used ANOVA test dan DMRT of significance 5%. Results: The result showed that the treatment of the enteral nutrition feeding of formula B was more optimal than formula A in terms of the way to increase the level of Hb and Fe. Those two components will give positive effect toward the increasing of the weight of malnutrition white rats (Rattus norvegicus. Conclusion: The enteral nutrition of formula B is more proper to be developed as the main material of making enteral food in order to treat the malnutrition.

  10. Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) dengan Obesitas pada siswa Kelas V dan VI SD Shafiyyatul Amaliyyah Medan

    OpenAIRE

    Tambunan, Nilam Anggriani

    2015-01-01

    Obesity in children began to attract attention in the last few decades. Changes in food intake such as eating fast food frequently be one of the factors causing obesity . This study aims to determine the relationship of the frequency of fast food consumption with obesity in 5th and 6th grade of Shafiyyatul Amaliyyah Primary School. This research was analytic where samples were all students of 5th and 6th of Shafiyyatul Amaliyyah Primary School terrain obesity as a case group and all studen...

  11. Faktor-faktor yang berhubungan dengan adanya sisa makanan biasa pada pasien rawat inap di kelas III RSUD Pirngadi Medan

    OpenAIRE

    Sembiring, Elsa

    2015-01-01

    Plate waste is a percentage of ingested food that’s not discharged and disposed as a waste, and can be used as an indicator of minimum service standards of nutrition unit in hospital. If plate wastes are still left, in a period of time, it will affect the nutritional status of patients and can lead to the occurrence of malnutrition. The purpose of this study is to determin the factors associated with regular plate waste in the third grade at Pirngadi Hospital Medan. This is a quantitative ...

  12. Pembuatan Makanan Ringan Produk Ekstrusi Dari Subgrade Ubi Jalar Goreng Beku Sebagai Bahan Substitusi Serta Analisis Kelayakan Finansial

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Betha Ika Wilistien

    2017-03-01

    Full Text Available The objective of this research is to determine the influential proportion of sweet potato Subgrade frozen usage as the substitution material toward the production of an extract product snack by using corn grits and rice. The parameters examined were organoleptic characteristic and proper analysis of financial. The organoleptic analysis comprises taste, crispiness, appearance, color, and aroma. The chemical analysis includes sucrose, water, and essence, as well as protein content. The result of this research shows that organoleptic testing toward the taste of an extract product snack by using Beni azzuma sweet potato subgrade indicates that the combination treatments give a positive influence toward organoleptic characteristics of the product. An extract product of snack product from Beni azzuma sweet potato Subgrade as the substitution material with 95% rice formula and 5% Beni azzuma sweet potato Subgrade is chosen as the best product for having the highest weight or quality, 0.970. Proper analysis from the snack processing is shown by NPV score, Rp. 2.,016,418,748 (bigger than zero, the IRR score is 50.00% (bigger than deposit interest, 12.56%. The investment expense needed for constructing the unit of an extract product snack processing with Beni azzuma sweet potato Subgrade as the substitution material is Rp. 330,978,230. The investment will be back after 3 years 5 months, and every year the project can give the profit of 50% from the investment expense.

  13. Gambaran Pengetahuan dan Sikap dengan Posisi Tawar Konsumen tentang Penggunaan Kemasan Styrofoam sebagai Wadah Makanan di Amaliun Foodcourt Tahun 2015

    OpenAIRE

    Rahmadhani S, Putri

    2016-01-01

    Styrofoam packaging material was often used by traders and consumers as food packaging. It is a practical, inexpensive, pleasing to the eye and no leaking, make consumers forget the impact the dangers of Styrofoam packaging containing residues of styrene monomer that can act on greasy foods especially in hot conditions. Consumers can do the bargaining position of the Styrofoam packaging, by requiring exchange Styrofoam packaging with other packaging safer. The purpose of the...

  14. Akurasi petugas dalam penentuan sisa makanan pasien rawat inap menggunakan metode taksiran visual skala comstock 6 poin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyani Susyani

    2005-07-01

    Full Text Available Background: bserving plate waste is categorized as a simple way but yet still needs evaluation. When many foods are wasted, a dietitian should quickly respond and know the best way how to overcome the matters. There are three accurate ways to determine plate waste: plate waste weighing, visual estimation, and 24 hours recall. The application of each method really depends on its purposes. According to previous researches there are significant and positive correlations between the visual estimation of Comstock Scale and plate waste weighing. Visual estimation, moreover, has more advantages as it is easy to apply, cheap, and less time consuming. Considering those advantages, visual estimation needs to be socialized and considered as a new accurate method besides weighing methods. Objective: The objective of this study is to know the medical official accuracy in determining plate waste using visual estimation of 6 point Comstock Scale. Methods: An observational study was conducted using a cross-sectional design. Subjects were nurses and meal servants from hospital wards. Before the meal served to the patient the food is weighed, than the observers officer has to observed portion sized. After the patient having meal, plate waste should be estimated using Comstock Scale by the officer after that the plate waste have to be weight to know the actual weigh. The accuracy difference between two groups in determining plate waste using Comstock Scale were analysed with t-test. Results: There was significant differences of accuracy (p=0.01 between nurse group and meal servant in estimating wasted rice and wasted meat (p=0.02. The difference were not due to the job factor but the significant of various meal (p=0.0001. The work experience is a significant factor in the accuracy of plate waste (p=0.42. There was no correlation between kind of job and kind of meal (p=0.47, and kind of meal with the work experience (p=0.79. Conclusion: Visual estimation of 6 point Comstock scale could be used by both nurses and meal servant in determining plate waste.

  15. Pola konsumsi makanan di luar rumah sebagai faktor risiko terjadinya obesitas pada remaja SMP di Kota Palembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Podojoyo Podojoyo

    2006-11-01

    Full Text Available Background: Teenagers nutriture are complicated because teenagers often ignore meal time, have snacks and do not eat regularly so that eating out such as having fast foods becomes a favorite choice. Prevalence of obesity among teenagers in Yogyakarta is 7.8%, Tangerang 5.01% and Surabaya 6.5%. Changes of eating pattern in the family and habit of eating out at restaurants or food courts are presumed as factors that increase prevalence of obesity at Palembang Municipality. Objectives: To explore  prevalence of obesity and identify relationship of eating out pattern among obese and non obese junior high school teenagers at Palembang Municipality. Method: First, a survey was done to 1,300 junior high school teenagers at Palembang Municipality to find out prevalence of obesity using cross sectional design with cluster random sampling technique. Next, to find out relationship between eating out consumption pattern and obesity, case control study with simple random sampling technique was used. Total number of samples in case control design was as many as 174 people, matched with age, sex, and grade. The study was conducted in July–December 2005. Data were analyzed using univariable, bivariable, and multivariable techniques. Results: Prevalence of obesity among junior high school teenagers at Palembang Municipality was 6.62%. There was no significant relationship (p>0.05 between eating out fre- quency, consumption of energy, protein, fat and carbohydrate, and occurence of obesity. There was significant relationship  (p<0.05 between total consumption of energy, fat, carbohydrate, frequency of eating in, obese status of parents, social economic status of the family, education of fathers and mothers, and occurence of obesity. Conclusions: Factors related to occurence of obesity were frequency of eating in, total consumption of energy, obese status of parents and education of fathers. The factor most dominantly related to obesity was frequency of eating in.

  16. Analisis Faktor Penyebab Kegagalan Kerjasama dalam Bisnis Waralaba: Studi pada Perusahaan Waralaba Makanan dan Minuman di Jabodetabek

    OpenAIRE

    Sanny, Lim

    2016-01-01

    Franchising is one of the easiest ways to start a business. The growth rate of the franchise in Indonesia is very high, especially food and beverage franchises. However, the failure rate is very high. The purpose of this research is to analyze the causes of failure in business franchise, from the franchisee perspective. The method used is factor analysis (EFA) with 7 hypotheses. This study was conducted by 131 respondents in which the unit of analysis is the food beverage franchisee in Jabode...

  17. Pengaruh Rasio Profitabilitas dan Rasio Solvabilitas terhadap Harga Saham pada Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

    OpenAIRE

    Pertiwi, Nels Suvanni Kusuma

    2016-01-01

    This research aims to analyze the influence of Profit Margin on Sales (NPM), Return On Investment (ROI), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), Long Term Debt to Equity Ratio (LTDtER) toward the stock price of food and beverage companies listed in Indonesia Stock Exchange. The design used in this research is causal associative. Population of this research are 19 food and beverage companies listed in Indonesia Stock Exchange d...

  18. Perilaku Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tentang Konsumsi Makanan Siap Saji (Fast Food) Medan Tahun 2015

    OpenAIRE

    Rahayu, Try Desfi

    2015-01-01

    A survey which provided by AC Nielsen (2008) stated that 69% of cities in Indonesia used to consume the fast food. A total of 33% of them saidthat fast food is the choice for their lunch, 25% fortheir dinner, 9% fortheir such snack, and 2% for their breakfast. This condition will be growing along with the increasing consumption of fast food in Indonesia. This research provided by the authors aimed to determine the behavior of students of the Faculty of Medicine, University of North Sumatra (U...

  19. Konsumsi dan Daya Terima Pasien Rawat Inap Penyakit Kardiovaskular Terhadap Makanan yang Disajikan RSUP H. Adam Malik Medan

    OpenAIRE

    Nur, Nadia Chalida

    2016-01-01

    Cardiovascular disease is a disorder of the heart and blood vessel, included heart disease and stroke. Theraphy for cardiovascular disease can be done by admission to the hospital, receiving medical treatment and supported by proper diet treatment. The efficacy of the diet provided by the hospital can be evaluated by nutrient consumption and food acceptance of the food served. The purpose of this research is to study nutrient consumption and food acceptance of cardiovascular ...

  20. Kata Pengantar Redaksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Redaksi Jurnal Udayana Mengabdi

    2014-04-01

    7.5% dari sampel penelitiandinyatakan positif menderita diabetes. Hal ini terjadi karena pengaruh lingkungan dan pola makandi daerah tersebut. Juga akibat meningkat atau tingginya penghasilan masyarakat di wilayah ini yangkadang membuat mereka mengkonsumsi makanan tinggi lemak yang berlebihan. Kurang tersedianyamakanan sehat yang tinggi serat juga berpengaruh terhadap pola konsumsi masyarakat. Tahun 2011,Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat setidaknya lebih dari 2000 orang terdeteksi menderita diabetesdan penderita terbanyak berumur 20 tahun, dan masih sangat banyak yang tidak terdeteksi.Penyakit kencing manis muncul saat tubuh tidak lagi mampu memproduksi cukup hormon insulinuntuk mengatur kadar gula darah yang normal. Kadar gula yang berlebihan di darah inilah yangmengakibatkan banyak organ tubuh tidak dapat berfungsi secara normal. Dimulai dengan rusaknyapembuluh darah kecil di perifer tubuh diantaranya pada kaki yang menyulitkan pada penyembuhan lukakarena sel darah putih tidak dapat mencapai luka dan membantu dalam proses penyembuhannya. Jikatetap tidak terkontrol baik dengan pola hidup sehat atau obat, kerusakan pembuluh darah ini akan diikutioleh kerusakan pembuluh darah di organ lain dalam tubuh yang dikenal sebagai komplikasi ke mata,jantung, ginjal dan otak. Faktor resiko penyakit ini diantaranya obesitas atau kegemukan, kurangnyaaktivitas fisik, faktor keturunan, mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan gula berlebihan, kurangnyamengkonsumsi makanan tinggi serat antara lain buah dan sayuran.Jika Anda bergerak dalam bidang usaha, termasuk usaha perbankan harus memahami GoodCorporate Governance (GCG yaitu prinsip-prinsip yang memberikan arahan dan pedoman bagiperusahaan termasuk perusahaan di sektor perbankan agar mencapai keseimbangan dalam memberikanpertanggungjawabannya baik kepada para shareholders dan stakeholders. Mematuhi prinsip-prinsipGCG atau tata kelola perusahaan yang baik berarti perusahaan sudah berperilaku yang baik sertamempunyai arah menuju

  1. Pra Desain Pabrik Sorbitol dari Tepung Tapioka dengan Hidrogenasi Katalitik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hellen Kartika Dewi

    2014-03-01

    Full Text Available Sorbitol yang dikenal juga sebagai glusitol, adalah suatu gula alkohol yang dimetabolisme lambat di dalam tubuh. Sorbitol banyak digunakan sebagai bahan baku untuk industri barang konsumsi dan makanan seperti pasta gigi, permen, kosmetika, farmasi, vitamin C, termasuk industri tekstil dan kulit. Pembuatan sorbitol dari bahan baku tepung tapioka. Pabrik sorbitol ini direncanakan akan didirikan di Propinsi Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Batang dengan kapasitas produksi 30.000 ton/tahun. Proses produksi Sorbitol menggunakan proses hidrogenasi katalitik. Pembuatan sorbitol dari bahan baku pati melalui dua tahap proses utama yaitu proses perubahan starch menjadi glukosa melalui hidrolisa double enzym. Enzim yang digunakan yaitu α-amylase dan glukoamylase. Proses hidrogenasi katalitik dilakukan dengan mereaksikan larutan dekstrose dan gas hidrogen bertekanan tinggi dengan menambahkan katalis nikel dalam reaktor (Reaktor Hidrogenasi. Gas hidrogen masuk dari bawah reaktor secara bubbling dan larutan dekstrose diumpankan dari atas reaktor sehingga kontak yang terjadi semakin baik. Sorbitol yang di hasilkan dalam pradesain pabrik sorbitol ini dengan konsentrasi 58,2%. Pendirian pabrik sorbitol memerlukan biaya investasi modal tetap (fixed capital sebesar Rp 168.801.192.952, modal kerja (working capital  Rp 29.788.445.815, investasi total Rp 198.589.638.767, Biaya produksi per tahun Rp 368.832.813.809 dan  hasil penjualan per tahun Rp 540.000.078.750. Dari analisa ekonomi didapatkan BEP sebesar 26,32%. ROI sesudah pajak 48,5 %, POT sesudah pajak 2,14 tahun. Dari segi teknis dan ekonomis, pabrik ini layak untuk didirikan.

  2. Rendahnya asupan zat besi dan kepatuhan mengonsumsi tablet besi berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran, Banyumas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Purwoko Widji Utomo

    2016-08-01

    iron tablets, and the role of husband in encouraging pregnant women to consume iron tablets.KEYWORDS: anemia, compliance in consuming iron tablets, nutrient intakeABSTRAKLatar belakang: Salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi, yang merupakan masalah gizi mikro terbesar dan tersulit diatasi di seluruh dunia. Hasil Riskesdas tahun 2010 menunjukkan 80,7% wanita usia subur (WUS yang hamil mendapat/membeli tablet besi, namun sebagianbesar diketahui tidak patuh mengonsumsinya. Kekurangan besi dalam tubuh disebabkan kurangnya konsumsi makanan sumber zat besi dan ketidakpatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet besi. Suplementasi tablet besi dan perbaikan asupan zat gizi terutama sumber zat besi merupakan upaya penanggulangananemia yang banyak dilakukan.Tujuan: Mengetahui hubungan asupan zat gizi dan tingkat kepatuhan mengonsumsi tablet besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional (survey dengan rancangan cross sectional dengan subjek penelitian 50 ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.Hasil: Persentase anemia pada ibu hamil sebesar 56,0%. Hasil analisis multivariat hanya kepatuhan mengonsumsi tablet besi yang berhubungan bermakna (p=0,001, RP=3,7; 95% CI:2,06-6,82 dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Harga sumber makanan hewani yang mahal, keanekaragaman sumber makanan hewani yang terbatas, dan ketidaksukaan mengonsumsi sumber makanan hewani menyebabkan ibu hamil memilih sumber makanan nabati yang murah dan mudah didapat.Kesimpulan: Asupan zat gizi terutama zat besi dan kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet besi masih menjadi penyebab anemia pada ibu hamil. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya penanggulangan dan pencegahan anemia ibu hamil dengan cara peningkatan keanekaragaman konsumsi bahan makanan sumber zat besi, kesadaran ibu hamil untuk mengonsumsi tablet besi

  3. KUALITAS DIET DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENGETAHUAN GIZI, STATUS SOSIAL EKONOMI, DAN STATUS GIZI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Muslihah

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of study was to assess the diet quality and its relation to nutrition knowledge, body mass index (BMI, and socio economic status (SES among adults person. The cross sectional study was conducted with 100 adults aged ≥25 years old from Kedung Kandang sub district, Malang. Dietary quality was assessed using two non-consecutive 24-h dietary recalls and semi quantitative FFQ. Nutrition knowledge questionnaire was modified from Parmenter and Wardle. The most subjects were middle SES and the BMI were normal and overweight. The average of diet quality score was 7.14±1.96 with dietary diversity score 1.93±0.43; micronutrient adequacy score 2.3±1.4; prevention NCD score 2.87±0.92. Nutrition knowledge score was 43.3±24.6 with dietary recommendation 9.3±3.6; sources of nutrients 14±11.5; choosing foods 6.3±4.9; diet-disease relationships 13.7±8.6. Nutrition knowledge score was no correlation with BMI, dietary diversity, prevention NCD score, but positively associated with SES, quality diet, micronutrient adequacy score. SES was no associated with BMI and quality diet index. Dietary diversity score was associated with BMI. Diet quality score was associated with nutrition knowledge but no correlation with BMI and SES. The conclusion is diet quality and nutrition knowledge was still poor and not correlated with BMI and SES, but only nutrition knowledge score.Keywords: diet quality, nutrition knowledge, socio economic statusABSTRAKTujuan penelitian mengkaji kualitas diet dan hubungannya dengan pengetahuan gizi, indek massa tubuh (IMT, dan status sosial ekonomi (SSE pada orang dewasa. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional study pada 100 orang dewasa usia ≥25 tahun dari Kecamatan Kedung Kandang, Malang. Kualitas makanan diukur dengan 24-hour recall selama dua hari yang tidak berurutan dan semi quantitative FFQ, kuesioner pengetahuan gizi terstruktur dimodifikasi dari Parmenter dan Wardle. Umumnya subjek dengan SSE

  4. PELATIHAN BERJALAN DI ATAS BALOK LURUS SEJAUH 8 METER 5 REPETISI 4 SET LEBIH BAIK DARIPADA 4 REPETISI 5 SET TERHADAP KESEIMBANGAN TUBUH MAHASISWA FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN IKIP PGRI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I G P Ngurah Adi Santika

    2015-01-01

    Full Text Available The Body Balance of students of the Faculty of Sport Education and Health PGRI Bali tend to decrease. This is supported by preliminary data from the body balance, that the students are in the norm level of balance. The purpose of this study was to determine the effect of walking training on a straight beam 8 m x 10 cm x 30 cm 4 sets of 5 reps increasing student body balance Faculty of Sport Education and Healt Students IKIP PGRI Bali and to investigate the training walk on a straight beam 8 m x 10 cm x 30 cm 4 sets of 5 reps improve body balance is bigger than 4 repetitions 5 sets of students of Faculty of Sport Educatoin and Healt Student IKIP PGRI Bali. This study used a pretest-posttest randomized control group design. A total of 22 students aged 18-23 years were selected as members of the sample were divided into 2 groups. Group I was given a training walk on a straight beam as far as 8 feet 5 repetitions 4 sets and a Group II are trained to walk on a straight block as far as 8 feets 4 repetitions 5 sets. Training was given 4 times a week for 6 weeks. Balancing is measured before and after training use stork balance test. T-test Paired is used to determine the balance mean difference in the balance of each group before and after treatment with a significance level of 0,05, t-independent test to determine the increasing of the body balance. The results showed an increase in of body balance of the group I and group II. The results of test paired in group I the first data is 20,02±2,52 seconds increased 40,10±3,80 seconds in group II the first data is 21,47±5,08 seconds increased 34,59±5,47 seconds by significance level of 0,05 is significantly different. Test Paired results indicate a difference of the intreasing of balance of the group I and group II. Independent test results in group I was 20,08 seconds 50,07% and in group II was 13,12 seconds 37,93%. Based on these results we can conclude that training walk on a straight block as far as 8 meters 5 repetitions 4 sets is more increase balancing walking on the straight block as far as 8 meters 4 repetitions 5 sets.

  5. PENGARUH PEMAHAMAN AGAMA, MOTIFASI MENDAPATKAN PROFIT DAN TINGKAT PENDIDIKAAN TERHADAP KESADARAN SERTIFIKASI HALAL BAGI PRODUSEN MAKANAN DI KABUPATEN SLEMAN DAN BANTUL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Waluyo Waluyo

    2013-06-01

    Full Text Available This research aims to determine whether there is an understanding of the influence of religion, profit motivation and education levels of the awareness of certified halal food for producers in Sleman and Bantul, as well as to find among the independent variables which are more significant. This research is a quantitative study with multiple regression analysis. Independent variables (religious understanding, motivation and profit levels simul-taneously have significant effect on awareness of halal certification for food producers in Sleman and Bantul with the amount of influence of 66.7%. The independent variables that have a significant effect on the dependent variable  (motivation of certified halal is understanding of religion variable and profit motivation.

  6. Jenis kelamin anak, pendidikan ibu, dan motivasi dari guru serta hubungannya dengan preferensi makanan anak sekolah pada anak prasekolah di TK Universitas Muhammadiyah Purwokerto

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atikah Proverawati

    2008-11-01

    Full Text Available Background: Preference to foods among children is a predictor of food consumption pattern. Therefore good under- standing on food preference of children, factors related to foods most likes and disliked needs to be studied for  nutrition education and food supply planning for children. Objective: To find out the relationship between children sex, education of mother, and motivation of teachers with preference to foods available in school among preschool children at Muhammadiyah University of Purwokerto. Methods: The study used cross sectional approach by analyzing data of 60 preschool children. Observation and interview were carry out to identify food preference of the children. The independent variables were children sex, education of mothers, and motivation of teachers whereas the dependent variable was preference to foods available in school. Results: Boys liked jellies and quail egg satay whereas girls liked vegetable filled pastry and cracker fries. The result of chi-square test showed that there was difference in food preference between the girls and boys (p<0.05. Education of mothers was also related to preference to foods among children. Conclusion: There were significant relationship between sex and education of mothers with preference to foods available in school among preschool children

  7. Perilaku Konsumen dalam Penggunaan Plastik Kresek Hitam Daur Ulang sebagai Wadah Makanan Siap Santap di Pusat Pasar Tavip Binjai Tahun 2012

    OpenAIRE

    Damanik, Ervina

    2015-01-01

    Crackle of plastic food packaging is a very popular and a favorite choice of food vendors. Usually the roadside food vendors use a crackle of plastic containers ready to eat food purchased by the buyer. But there are negative side of this provision of plastic crackle of food ready to eat because the food purchased by the buyer purchased the heat can react with the chemical components of plastics maker that crackle. The food consumed by the consumer directly and may cause health effects. Th...

  8. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (Pmt-p) terhadap Pertumbuhan Balita Bawah Garis Merah (Bgm) di Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kediri

    OpenAIRE

    Hari Poernomo, Dewi Ika Sari; Anggraeni, Santi

    2011-01-01

    Less nutrition in under five years children was manifested of less weight and growth with under red line influence brain development, it is very close relationship to mental development and thinking capability. Because of sufficient nutrient will create human resources who have health, cleverness, activeness and productivity. Less nutrition in this age effects in disorder that can delay further development. Giving recovered supplementary food correctly, in purpose, to add intake nutrient in u...

  9. Pentingnya Penerapan Hygiene Dan Sanitasi Di Area Kitchen Dalam Meningkatkan Mutu Dan Cita Rasa Makanan Terhadap Kepuasan Tamu Di Garuda Plaza Hotel Medan

    OpenAIRE

    Syafutra, Idham

    2011-01-01

    Dewasa ini keberadaan sektor pariwisata, terutama dibidang perhotelan telah banyak menyumbangkan devisa bagi negara. Hal ini terlihat semakin pesatnya persaingan bisnis dibidang ini perhotelan. Dengan seiring berjalannya waktu, kini hotel semakin meningkatkan kualitas dan produk serta jasa dari pelayanannya. Banyak atau sedikitnya jumlah kunjungan tamu dapat dilihat dari baik buruknya pelayanan hotel tersebut. Dengan memperhatikan seluruh area hotel dan meningkatkan hygiene dan sanitasi p...

  10. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pola Pemilihan Makanan Siap Saji Modern (Fast Food) Pada Pelajar Di SMA Swasta Cahaya MedanTahun 2012

    OpenAIRE

    Sihaloho, Neni Maynita

    2012-01-01

    Modern fast food is a type of food serving with easily, practical and generally produced by the food processing industry with the high technology. Fast food has several advantages such as the presentation of the fast so do not spend a long time and it was considered a prestigious food and the food slang. These advantages are the reason for teens to eat. Excessive fondness for certain foods causes nutritional needs are’nt to met this condition to related by eating fast food. It is therefore im...

  11. Pengaruh Motivasi Usaha terhadap Keberhasilan Usaha dengan Kemampuan Usaha sebagai Variabel Mediasi pada Industri Kecil Menengah Makanan Ringan Priangan Timur-Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Gemina

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract. Small medium industries (hereafter SMIs contributed meant to the national economic growth, as the driving regional development in technology, extending business opportunities, employment opportunities and the increase in added value. Research purposes: analyze the influence business motivation in the ability of SMIs businesses; analyze the influence of the ability of SMIs businesses to SMIs business successful; analyze the influence business motivation to SMIs business successful through variable the ability of SMIs businesses as mediation. The research method is survey with the research form of descriptive verification. 150 SMIs manager ware observed using closed questionnaire through the test of path analysis. Research results that business motivation is affecting significantly and proportionally (positive toward the ability of SMIs businesses, the higher business motivation would be followed by high of the ability of SMIs businesses. The ability of SMIs businesses is significantly and proportionally (positive affect the SMIs business successful, the higher the ability of SMIs businesses would be followed by high of the SMIs business successful. The business motivation to influence the SMIs business successful through the ability of SMIs businesses as mediation is significant or acceptable, so business motivation influences the SMIs business successful through the ability of SMIs businesses. Keywords: business motivation, business ability and business successful, small medium industries, snacks, East Priangan-Indonesia

  12. Pengaruh Motivasi Usaha terhadap Keberhasilan Usaha dengan Kemampuan Usaha sebagai Variabel Mediasi pada Industri Kecil Menengah Makanan Ringan Priangan Timur-Indonesia

    OpenAIRE

    Dwi Gemina; Endang Silaningsih; Erni Yuningsih

    2016-01-01

    Abstract. Small medium industries (hereafter SMIs) contributed meant to the national economic growth, as the driving regional development in technology, extending business opportunities, employment opportunities and the increase in added value. Research purposes: analyze the influence business motivation in the ability of SMIs businesses; analyze the influence of the ability of SMIs businesses to SMIs business successful; analyze the influence business motivation to SMIs business successful t...

  13. Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP terhadap penurunan bahaya mikrobiologis pada makanan khusus anak berbasis hewani di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarsono Pontianak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widyana Lakshmi Puspita

    2010-07-01

    Full Text Available Background: One way to improve the quality of food provision in hospitals is by implementing hazard analysis critical control point (HACCP in food processing. Objective: The study aimed to identify the effect of HACCP implementation to the decrease of microbiological hazards of foods for children in particular at Nutrition Installation of Dr. Soedarso Hospital of Pontianak. Methods: The study was a quasi experiment that use multiple time series design with intervention and cassation of intervention (ABA time series chain. Samples of the study were animal based food for children, cooking utensils used preparation, processing, and distribution of the food, the food providers and food processing containers. Samples were taken 3 times before and after the implementation of HACCP, each within a week duration. Result: Average germ rate in foods and cooking utensils before implementation of HACCP was relatively high. After the implementation of HACCP there was a decrease. The result of statistical analysis showed that there were effects of HACCP implementation to the reduction of microbiological hazards in foods and cooking utensils (p<0.05. Average score of knowledge on sanitation hygiene of food and practice of sanitation hygiene of foods after HACCP implementation increased. There was an increase of average score of knowledge on food sanitation hygiene and practice of food sanitation hygiene of HACCP implementation (p<0.05. Average score of sanitation hygiene of food processing container after HACCP implementation increased. Conclusion: The implementation of HACCP could reduce microbiological hazards (germ rate of animal based special foods for children.

  14. Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu dan Pemberian Makanan Pendamping Asi pada Anak Usia 6-24 Bulan di Kelurahan Kuto Batu Kota Palembang

    OpenAIRE

    Nurmaliani, Rizki; Febry, Fatmalina; Mutahar, Rini

    2010-01-01

    Background : Complementary feeding (MP-ASI) has an important role in meeting the needs and complement the nutrients children aged 6-24 months because breast milk could not meet the nutritional needs to achieve optimal growth. Low knowledge about provision of MP-ASI and the provision of MP-ASI that done uncorrectly can cause nutritional problems such as disruption of growth and development and less nutrition. The purpose of this research was to determine the mother's knowledge level and the g...

  15. PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BALITA KURANG ENERGI PROTEIN (KEP PENGUNJUNG BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN IODIUM (BPP GAKI Magelang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Supadmi

    2012-11-01

    Full Text Available The Impact of Supplementary Food On The Child With Protein Energy Malnutrition (PEM The Visitor of Centre IDD Magelang.Background: Economic crisis result the purchasing power of society become to descend and weak. This matter affect at downhill it health and nutrition status at the under five child. Problem of Insuffiency of Energi Protein Malnutrition (PEM at the under five child visitor of Center IDD Magelang show the real indication that is in the 2002 found prevalence of PEM was 63.2%. The aim of this study was measured the impact nutrition supplementary with nutritional status the under five child visitor of Center IDD Magelang.Methods: Study design was pre and post test. Research type was applicative research. Subject were 30 child old age 6-59 of month at Centre 100 Magelang. It was conducted by purposive taken with quota sampling. The intervention inform supplementary food made by flour of rice, soybean/tempe, fish/lele, spinach, flour of carrots and sugar. Data analysis were used the t-test.Results: The t-teat are result which significant of at measurement of nutritional status use the weight-for-age (W/A index (t=3.465; p<0.05 and there are increase of weight after intervension as much 700g. Measurement of nutrition status use the weight-for-high (W/H index give the impact which significant (t=3.156; p<0.05 and there are increase addition of high as much 1.5 cm. There are decreased of several PEM equal to 6.6% with W/A and 16.7% with W/H index, improvement become the normal status equal to 13.3%.Conclusion: The food supplementary of children under five years old the impact of there are difference of weight in before and after intervention also give impact of nutritional status.Keywords: supplementary food, PEM, children under five years old.

  16. Higiene Dan Sanitasi Pengelolaan Makanan Di Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid Dan Pesantren KH. Ahmad dahlan di kabupaten tapanuli selatan tahun 2011

    OpenAIRE

    Aryanti, Lili

    2012-01-01

    Management of food hygiene sanitation in islamic boarding school aims to get the food hygiene and safely consumed, so as to avoid the health problems or disease such as diarrhea, cholera, dysentery basiler, typhoid fever and etc. The purpose of this research is to know about hygiene and sanitation management of food and physical test at Darul Mursyid Islamic Boarding School and Ahmad Dahlan Islamic Boarding School. The used method in this research is descriptive, by seeing the descripti...

  17. Pelatihan hygiene sanitasi dan poster berpengaruh terhadap pengetahuan, perilaku penjamah makanan, dan kelaiakan hygiene sanitasi di instalasi gizi RSUP Sanglah Denpasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Wayan Rapiasih

    2010-11-01

    Full Text Available Background: The problem of food hygiene sanitation in hospital is closely related to the incidence of nosocomial infection which is estimated to be high considering that the condition of hospitals and health in general is still relatively not very good. A way to transmit nosocomial infection is through food. Staff hygiene is a factor requiring attention in order that the product of nutrition installation is of quality and safe to consume. Objective: To identify the effect of training and posting of food hygiene sanitation to knowledge, healthy behavior of food handlers in efforts to improve food safety and sanitation hygiene appropriateness. Method: This was a time series  quasi experiment with one group pre test and post test design. Samples consisted of 44 people of senior level education in charge of food service to patient in class I, II, and III. Every subject was given training using lecture, discussion and demonstration method for one day. Poster was posted a month after training. Data obtained consisted of sex, age, marital status, duration of occupation, place of work, knowledge, behavior, food safety in food serving utensil for inpatients and sanitation hygiene appropriateness. Assessment was made before, one month and two months after training. Data analysis used paired Sample t-test and chi-square. Results: There was signifcant improvement in knowledge and healthy behavior before and  after training plus poster showed with p<0.001. There was signifcant difference in sex and behavior before training with p=0.045 and a month after training with p<0.001. There was signifcant association between place of work and behavior a month after training with p=0.021. There was signifcant difference in total plate count one month and two months after training with p=0.049. In addition, there was an increased quality of sanitation hygiene appropriateness before and  after training plus poster showed. Conclusion: There was an increasing of knowledge, behavior of food handlers, sanitation hygiene appropriateness, before and after training plus poster. There  was an  improvement in quality food safety one and two months after training.

  18. HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN IBU SELAMA KEHAMILAN DAN PEMBERIAN ASI PERTAMA KALI SETELAH MELAHIRKAN (ASSOCIATION OF MATERNAL FOOD CONSUMPTION DURING PREGNANCY AND THE FIRST TIME BREASTFEEDING AFTER DELIVERY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjetjep Syarif Hidayat

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Ability to produce breast-milk is to some extent dependent on the storage of material from the mother's food during the prenatal period, as well as on the supply of nutrients from the food she receives during lactation. Objective: To study association of maternal food consumption during pregnancy and the first time breastfeeding after delivery. Methods: We took advantage from a cross-sectional research for Development of Media and Promotional Strategies for Exclusive Breastfeeding in rural and urban West Java, 2006. The analysis is based on 609 mothers who had infants aged 6-12 months in the Bandung city and district, West Java. ‘The first time breastfeeding after delivery’ was identified from the question of ‘how many hours after birth did mother breastfeed her child for the first time’. We used Chi-Square to analyze the association between the mother’s food consumption during prenatal period and the first time breastfeeding after delivery. Results: Mothers who ate more food during pregnancy as much as 1-2 servings per day of pre-pregnancy and the occasional drink of milk to the baby was feeding time less than 3 hours after birth. Whereas mothers who during pregnancy eating just the same as before pregnancy, the first time breastfeeding was longer than 3 hours or even up to 2 days after delivery. The test results obtained was statistically significant difference. Conclusion: Maternal food consumption during pregnancy is significantly associated with the first time breastfeeding after delivery. [Penel Gizi Makan 2010, 33(2: 154-160] Keywords: food consumption, maternal, pregnancy, early breast-milk

  19. Studi Komparasi Jenis Makanan Ikan Keperas (Puntius binotatus) Di Sungai Aek Pahu Tombak, Aek Pahu Hutamosu Dan Sungai Parbotikan Kecamatan Batang Toru Tapanuli Selatan

    OpenAIRE

    Situmorang, Toberni Santika

    2013-01-01

    Research about study of comparative types food in fish Keperas (Puntius binotatus) in the river of Aek Pahu Tombak, Aek Pahu Hutamosu and Parbotikan, District Batang Toru that have aim to determine the types of food in the gut of fish and food habit of Puntius binotatus. The research was occured in the river of Aek Pahu Tombak, Aek Pahu Hutamosu and Parbotikan District Batang Toru in January-Maret 2013.The method of fishing is used by elektrofising with capacity 12 volt. The analysis of d...

  20. Pengaruh pendidikan gizi kepada ibu terhadap konsumsi makanan dan status gizi anak balita penderita tuberkulosis primer di rawat jalan RSUP Dr. Kariadi Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatik Mulyati

    2004-11-01

    Conclusion: Nutritional education has a significant effect on increasing protein consumption of under 5-years old-children that was infected by primary tuberculosis (p<0.05, or there is increasing of protein consumption about 21.39%.

  1. KINETIKA PERUBAHAN KADAR 5-Hydroxymethyl -2-Furfural (HMF BAHAN MAKANAN BERPATI SELAMA PENGGORENGAN [Kinetics of Changes of 5-Hydroxymethyl-2-Furfural (HMF Content Of Starchy Food during Frying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Y. Marsono3

    2006-08-01

    Full Text Available Cooking of the starchy foods at high temperature can result in formation of 5-Hydroxymethyl-2-Furfural (HMF compound. The HMF content of starchy foods changes during the heat treatment in the frying process. The rate of change of the HMF content during frying depends on oil temperature, initial water content and the amylosa – amylopctin ratio of the material. The objective of the research was to study the kinetics of HMF change in the starchy foods during frying process. The change of the HMF content was assumed following by the first order kinetic model. The samples used in the experiment were the dried dough corn powders. The dough was made of a mixture of two varietes of corn with different amylosa – amylopectin content, with variation on the composition of the mixture. Bisma variety was used as the high amylosa ( low amylopectin and Pulut (waxy was used as the low amylosa (high amylopectin.The samples were fried in palm oil using a deep fat frying method with variation of oil temperature, initial water content and content of amylosa – amylopektin ratio. The HMF of the fried product was extracted with absolute ethanol and the extracts were determined by UV-Vis Spectrophotometer at 281,5 nm. The result indicated that the rate of change of the HMF content in corn increased with the increasing oil temperature and amylosa content and decreased with initial water content. The model applied to the changing on HMF content showed that the equation : Xhmf = A (1– B e-km t (with Xhmf = the HMF content; km = The rate of the HMF changing; t = frying time; A and B = the contsnts can be used for estimation the change of the HMF content of the corn fried product during the frying process

  2. PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK SD MELALUI EDUKASI GIZI TENTANG MAKANAN JAJANAN SEHAT DAN GIZI SEIMBANG DENGAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR DI SD TIYARAN 01 DAN 03 SUKOHARJO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    eni purwani

    2017-02-01

    Full Text Available There are so many snack that sold at the school that has a high risk for the health. Range from snak that consume by student have a potential occur the contamination biology or chemical that disturb the health according the long term or the short term. In generally, the seller of the snack didn’t know the food safety that they sold. And so do the student at Tiyaran 1 and 3 Elementary School didn’t really know about the healthy snack. This activity is promotif and preventif efforts, so the student can know and understanding the healthy snack in the school also can do the protection toward dangerous food material. The methode that use for this activity is giving education through the media Pictorial Story Book that has content about things that concern the snack at the school that created in the form pictorial story that simple and interesting. The purpose using media pictorial story book is to be the participant to easy undertanding the material. Beside that do the demonstration test the dangerous substance that consist of Formalin test, Borax, and the food colour that dangerous such as Methanil Yellow and Rhodamin B. This education activity can improve the elementary student’s knowledge, teacher’s, and canteen organizer’s about the healthy snack. Beside that, also improve the knowledge about the dangerous material with test the snack at the school with reagen test to detect the existency of formalin, borax, methanil yellow, rhodamin B.

  3. PENGARUH PENGGUNAAN GARAM BERIODIUM STANDAR TERHADAP STATUS IODIUM ANAK SEKOLAH DASAR YANG MENGONSUMSI MAKANAN SUMBER IODIUM TINGGI DI DAERAH NON ENDEMIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Samsudin

    2017-02-01

    Full Text Available Background. IDD survey results indicate the high incidence of hyperthyroidism atschoolchildren in most areas, including Semarang (42.0%. Households that consumeiodized salt with >= 30 ppm (above minimal requirement in the region is already high(80.0%. Because people living in non-endemic coastal areas assumed to consumehigher iodine from food sources, the role of iodine in salt for causing hyperthyroidsymptoms need to be investigated. Objective. Examining the effects of iodizedsalt (SNI >=30 ppm consumption for the adequacy of iodine in elementary schoolchildren who consume high iodine foods sources in non endemic regions coastalarea. Method. Study design was quasi experimental. The intervention materials werestandardized iodized salt (>=30 ppm KIO3. The study was conducted in SemarangCity and Magelang District for 9 months. Samples were 160 grade 4-6 elementaryschool children Research variables were urinary iodine excretion (24-hours urinesamples; consumption of iodine food sources, nutritional status, iodized salt, andnutrients intake. Results. Pretest result in group I (coastal area showed that themedian value of urinary iodine excretion (UIE in subject was 191 ug/day (normal.The proportion of subjects with iodine deficiency and excess were 10.4 and 23.4%.Pretest result in group II (non-coastal area showed the median value of UIE insubjects was 96 ug/day (deficience. The proportion of subjects with iodine deficiencyand excess were 51.8 and 1.2 percents. After 9 months intervention, group I showedthe median value of UIE in subject was 148 ug/day (normal category. The proportionof subjects with iodine deficiency and excess were 28.6 and 13 percents. In groupII, after 9 months intervention, the median value of UIE in subjects was 83 ug/day(deficience. The proportion of subjects with iodine deficiency and excess were 60.2and 2.4 percents. Conclusion. After 9 months standardized iodized salt (>=30 ppmKIO3 intervention, school children in the coastal area (with high iodine food sourcesconsumption, still had normal range in the median value of UIE.Keywords: food sources of iodine, iodized salt, school children, urinary iodineexcretion.

  4. Biopotensial Elektroda di Bidang Medis

    OpenAIRE

    Zairul Arifin

    2009-01-01

    Dalam hal mengukur dan mencatat potensial dan arus listrik dalam tubuh, perlu ada penghubung antara tubuh dengan peralatan pengukur elektronik. Fungsi penghubung ini dilakukan oleh biopotensial elektroda. Biopotensial elektroda ada pada berbagai jenis sistem peralatan medis seperti yang dipergunakan untuk pengukuran ECG, EEG, EMG dan potensial intraseluler. Selama bertahun-tahun telah dikembangkan banyak jenis elektroda yang berbeda untuk mencatat berbagai potensial di dalam tubuh, misalny...

  5. TIMBULAN SAMPAH B3 RUMAHTANGGA DAN POTENSI DAMPAK KESEHATAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA (Generation of Household Hazardous Solid Waste and Potential Impacts on Environmental Health in Sleman Regency, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iswanto Iswanto

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Sampah rumahtangga yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3 seperti baterai, lampu listrik, elektronik, kemasan pestisida, pemutih pakaian, pembersih lantai, cat, kaleng bertekanan (aerosol, sisa obat-obatan, termometer dan jarum suntik berpotensi mengancam kesehatan manusia dan lingkungan. Meskipun kuantitas sampah B3 rumahtangga (SB3-RT di Kabupaten Sleman hanya 2,44 g/orang/hari atau sekitar 0,488% dari sampah domestik, tetapi karena memiliki karakteristik mudah meledak, mudah terbakar, reaktif, beracun, infeksius dan/atau korosif maka sangat membahayakan bagi kesehatan dan lingkungan (air, tanah, udara. Sampai saat ini, SB3-RT di Kabupaten Sleman masih ditangani seperti layaknya sampah domestik, yaitu dibakar, dibuang ke sungai, ditimbun di pekarangan, dibuang ke tempat pembuangan sampah ilegal atau dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA Piyungan. Jenis SB3-RT yang banyak ditemukan adalah sampah elektronik (24,91%, lampu listrik bekas (18,08% dan baterai bekas (16,71%. Ketiga jenis sampah tersebut mengandung berbagai unsur logam berat seperti Cd, Pb, Hg, Cr, As, Ni, Co, Zn, Cu, Al, Mn, Li, Sb dan Fe yang umumnya bersifat toksik, karsinogenik dan akumulatif yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia secara langsung atau melalui rantai makanan. Pemaparan bahan berbahaya beracun (B3 dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai jaringan/organ tubuh pada masyarakat sekitar tempat pembuangan, petugas sampah, pemulung, pengepul, pemanfaat dan pelaku daur ulang SB3-RT. Oleh karena itu SB3-RT perlu dikelola sebagaimana mestinya sesuai dengan sifat dan karakteristiknya.   ABSTRACT Household solid waste containing hazardous and toxic materials such as batteries, electric light, electronics, pesticides, bleach, cleaner, paint, pressurized cans (aerosol, unused medicines, thermometers and syringes can threaten human and environment. Although the quantity of Household Hazardous Solid Waste (HHSW in Sleman Regency only 2.44 g/person/day or

  6. Stunting berhubungan dengan perkembangan motorik anak di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Goreti Pantaleon

    2016-08-01

    ABSTRAKLatar belakang: Stunting (tubuh pendek adalah keadaan tubuh yang sangat pendek hingga melampaui defisit 2 SD di bawah median panjang atau tinggi badan populasi yang menjadi referensi internasional. Penyebab stunting adalah konsumsi makanan yang tidak seimbang dan penyakit infeksi. Sejumlahpenelitian memperlihatkan keterkaitan antara stunting dengan perkembangan motorik dan mental yang buruk dalam usia kanak-kanak dini, serta prestasi kognitif dan prestasi sekolah yang buruk dalam usia kanak-kanak lanjut. Prevalensi stunting secara nasional tahun 2013 adalah 37,2%, yang berarti terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2010 (35,6% dan 2007 (36,8%.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kejadian stunting dengan perkembangan anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 anak yang berusia 6-23 bulan, terdiri dari 50 baduta stunting dan 50 baduta tidak stunting, dan dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner terstruktur dan dibantu oleh tenaga psikolog dalam pengukuran perkembangan anak. Stunting pada anak usia 6-23 bulan diukur menggunakan indikator panjang badan menurut umur dan pengukuran perkembangan anak menggunakan metode Bayley Scales of Infant Development III. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik dengan 95% confi dent interval.Hasil: Secara statistik, ada hubungan signifikan antara stunting dengan perkembangan motorik baduta (p=0,002, namun tidak terdapat hubungan signifikan antara stunting dengan perkembangan kognitif, bahasa, sosioemosional, dan perkembangan adaptif baduta. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa stunting dan jenis kelamin secara statistik berkaitan dengan perkembangan motorik (p<0,05.Kesimpulan: Ada hubungan signifikan antara stunting dengan perkembangan motorik baduta diKecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta.KATA KUNCI: perkembangan anak, stunting

  7. Several dominants risk factors related to obesity in urban childbearing age women in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kencana Sari

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Prevalensi kegemukan pada perempuan semakin meningkat terutama di daerahperkotaan yang dapat menyebabkan meningkatnya risiko penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis beberapa faktor risiko dominan terhadap obesitas pada wanita usia subur usia yang tinggaldi daerah perkotaan di wilayah perkotaan di Indonesia.Metode: Naskah ini memakai sebagian data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2007 data. Subjek terdiridari 76408 wanita di usia subur (15-49 years tinggal di daerah perkotaan yang dengan status gizi normaldan gemuk yang berasal dari 258366 rumah tangga. Data Riskesdas tentang faktor-faktor sosio-demografidan lainnya dikumpulkan dengan kuesioner. Status gizi diukur dengan menggunakan indeks massa tubuh(IMT yang dikategorikan menjadi normal, (18,5–24,9 dan gemuk (27 atau lebih. Analisis menggunakanregresi Cox dengan waktu yang tetap.Hasil: Pada analisis ini terdapat 18,8% (14357 wanita obese dan 81.2% (62052 normal. Wanita berusia 25-49 tahun memiliki 3,5 kali lipat risiko lebih besar menjadi obese [risiko relatif suaian (RRa = 3,49; P= 0,000],dan yang bercerai atau menikah berisiko 2,5 kali lipat lebih tinggi terhadap obesitas (masing-masing RRa =2,58; P = 0,000 dan RRa = 2.62; P = 0,000. Wanita tidak bekerja berisiko lebih tinggi untuk menjadi obese(RRa = 1,06; p = 0,000. Selanjutnya, mengkonsumsi protein berlebih, dan sering makan makanan berlemakmemiliki risiko lebih tinggi terhadap obesitas, (RRa = 1,09; P = 0,000 dan RRa = 1,17; P = 0,000.Kesimpulan: Wanita berusia 25-49 tahun, bercerai atau menikah, pengangguran, mengkonsumsi proteinberlebih, dan sering mengkonsumsi makanan berlemak mempunyai risiko obesitas lebih tinggi. (HealthScience Journal of Indonesia 2015;6:63-8Kata kunci: obesitas, perkotaan, wanita usia subur AbstractBackground: The prevalence of women suffered from obesity is elevating, mostly in urban areas. Thiscould lead problems especially for chronic diseases. This study aimed to

  8. Enhancing Competitiveness Business Strategy of Organic Vegetables Using Analytical Hierarchy Process (AHP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pristiana Widyastuti

    2017-09-01

    Full Text Available Public awareness about healthy lifestyles leads people to want to understand more about the food they consume. Choosing organic vegetables is one alternative choices when seeking to have a healthy body and healthy lifestyle. Unfortunately, not a lot of organic vegetable farmers in Indonesia succeed in seizing the organic vegetable market rather than the non-organic and the competition with imported organic vegetables into Indonesia prevents farmers from thriving. This study aims to: 1 Analyze the factors affecting the competitiveness of the organic vegetables market; 2 Analyze the appropriate strategy for increasing the competitiveness of the organic vegetables market; 3 Analyze the factors priority strategies for improving the competitiveness of the organic vegetables market. Porter's Generic Model and Analysis Analytical Hierarchy Process (AHP is used to determine the best strategy. The research found that organic vegetables marketing channels are still dominated by conventional market; the higher cost for intensive cultivation of organic vegetables. The main strategies are derived from the analysis is focusing on market delivery. There needs to be retailers of organic vegetables either modern or traditional to display these products. The establishment of organic vegetable outlets and online marketing that are not dependent on large retail (hypermarket become recommendations in this study. Bahasa Indonesia Abstrak: Kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat memberi pilihan kepada masyarakat untuk memahami makanan yang mereka konsumsi. Pilihan sayuran organik merupakan salah satu alternatif untuk memiliki tubuh sehat dan gaya hidup sehat bagi masyarakat. Sayangnya, tidak banyak petani sayuran organik di Indonesia yang berhasil merebut pasar sayuran organik daripada non organic. Persaingan produk impor sayuran organik ke Indonesia membuat petani tidak bisa berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1 Menganalisis faktor-faktor yang

  9. HUBUNGAN PENYAKIT GONDOK DENGAN KADAR YODIUM DALAM URIN MURID MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN KORONG GADANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustini Alioes

    2010-09-01

    Full Text Available AbstrakYodium adalah komponen esensial dalam asupan makanan manusia, yang merupakan bagian dari hormone tiroid yaitu tiroksin (T4 and triiodotironin (T3. Hormon tersebut dibutuhkan untuk menjaga metabolism basal, metabolism sel, dan kesatuan jaringan tubuh. Hormone tiroid diperlukan dalam perkembangan system sarat janin dan bayi. Kekurangan asupan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok, yaitu pembesaran kelenjar tiroid. Gondok endemic merupakan hasil dari peningkatan kerja kelenjar tiroid oleh Thyroid Stimulating Hormone (TSH dalam memaksimalkan penggunaan yodium yang tersedia, hal ini merupakan penyesuaian terhadap kekurangan yodium.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penyakit gondok dengan kadar yodium dalam urin murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang.Telah dilakukan penelitian pada 130 murid kelas II, III, IV, V dan VI di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Data tentang prestasi belajar didaptkan dari hasil ujian semester. Pertumbuhan fisik ditentukan berdasarkan berat badan dan tinggi badan.Selama penelitian ini didapatkan 80 anak (61,5% menderita penyakit gondok. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara penyakit gondok dan kadar yodium dalam urin (p>0,05. Penelitian ini juga menemukan tidak terdapat hubungan antara penyakit gondok dan pertumbuhan fisik (p>0,05.Kata Kunci : Iodium, urin, hipertiroidAbstractIodine is an essential component of human diet, which part of thyroid hormones thyroxine (T4 and triiodothyronine (T3. These hormones are involved in the maintenance of metabolic rate, cellular metabolism and integrity of connective tissue. Thyroid hormones are necessary for the development of nervous system in the fetus and infant. Lack of dietary iodine is cause of goiter, an enlargement of the thyroid stimulating hormone (TSH to maximize the utilization of available iodine and thus respresents maladaption to iodine deficiency

  10. Hubungan Pola Konsumsi dengan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. Fauziah Bireuen Provinsi Aceh

    OpenAIRE

    nur, abidah; Fitria, Eka; Zulhaida, Andi; Hanum, Sari

    2016-01-01

    Kebiasaan masyarakat Aceh adalah mengonsumsi makanan manis, asin, dan berlemak. Konsumsikarbohidrat, gula, dan makanan serta minuman manis yang tinggi dalam masyarakat Aceh berisikoterkena diabetes melitus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi masyarakatAceh dengan penyakit diabetes melitus. Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan desain kasuskontroldi RSUD dr. Fauziah Bireuen Provinsi Aceh tahun 2014. Populasi penelitian adalah pasien yangrawat jalan yang berku...

  11. KONSUMSI ENERGI,PROTEIN DAN LEMAK PADA RUMAH TANGGA YANG MEMPUNYAI ANAK USIA 3-5 TAHUN MENURUT PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG (PUGS DAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI (ANALISIS DATA SEKUNDER RISKESDAS TAHUN 2007/2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Muljati

    2016-09-01

    consumption according to PUGS advices. Therefore the effortto increase family that are aware of nutritions is highly needed. So, the effort to increase nutritions awarefamily programe in the society are extreamly needed.Keywords: Nutritional guidelines,child under five years. AbstrakLatar Belakang Masalah: Membiasakan mengkonsumsi hidangan sehari-hari dengan susunan zatgizi seimbang merupakan salah satu upaya untuk menanggulangi masalah gizi ganda, baik gizi kurangmaupun gizi lebih yang saat ini dihadapi pemerintah Indonesia. Konsumsi makanan yang seimbang baikjumlah ataupun jenis pangan sangat diperlukan karena dalam satu jenis pangan tidak tersedia zat-zat gizisecara lengkap dan memenuhi kebutuhan tubuh. Anak usia 3-5 tahun sudah mengkonsumsi makanan yangsama dengan orang dewasa namun masih tergantung kepada makanan yang disediakan pengasuh di rumahtangga. Kesesuaian konsumsi energi, protein dan lemak rumah tangga yang mempunyai anak usia 3-5tahun dengan anjuran PUGS menurut tingkat sosial ekonomi belum pernah dipelajari secara khusus.TujuanAnalisis: Analisis ini akan mengkaji bagaimana konsumsi energi, protein dan lemak pada rumah tanggayang mempunyai anak usia 3-5 tahun menurut anjuran PUGS dan tingkat sosial ekonomi. Metodologi:Sampel yang dianalisis sebanyak 16348 rumah tangga yang memiliki anak usia 3-5 tahun berasal dari dataRISKESDAS 2007/2008. Hasil analisis: Sebanyak (46.7% rumah tangga termasuk kategori telahmengkonsumsi energi (60%, protein (15% dan lemak (25% dalam konsumsi sehari sesuai anjuranPUGS. Faktor sosial ekonomi, pendidikan kepala keluarga dan jumlah anggota rumah tangga berhubungandengan kemampuan rumah tangga menyediakan konsumsi energi, protein dan lemak sesuai anjuran PUGS.Hal ini di tunjukkan dengan OR:1.25(1.18-1.34 untuk rumah tangga dengan tingkat sosial ekonomi padakuintil 1-3, 'OR:1.12(1.05-1.20 pendidikan kepala keluarga SMP tamat atau lebih rendah danOR:1.16(1.19-1.24 jumlah anggota rumah tangga lebih dari empat orang. Kesimpulan

  12. SIFAT PROOKSIDATIF FORTIFIKAN NaFeEDTA, DENGAN KECAP KEDELAI MANIS SEBAGAI MAKANAN PEMBAWA, DALAM SISTEM BIOLOGIS (TIKUS Oxidative Effect of NaFeEDTA Fortificant in Sweet Soy Sauce as Fortification Vehicle, on Biological System (Rats

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Naruki Naruki

    2012-05-01

    Full Text Available In vivo study about the effect of NaFeEDTA fortificant in sweet soy sauce on TBARS value of plasma and liver, as well as on histopathologic changes of liver, intestine, and stomach of Sprague Dawley rats was conducted. The oxida- tive properties were determined using hemoglobin depletion-repletion method. During 42 days of repletion periode, iron-depleted rats were fed iron-free diet. NaFeEDTA was ingested in varied dosage, i.e. from 0.175 to 1.4 mg Fe/day for each rat. Sweet soy sauce H O (0.2 mL/day was used as fortification vehicle and H O (0.2 mL/day as a control.2 2FeSO .7H O fortificant (0.35 mg Fe/day, with H O as vehicle was used as reference standard. At the end of the reple-4 2 2tion period, TBARS value of either plasma or liver was analized. The histopathologic changes of liver, intestine, and stomach were also evaluated. The data showed that NaFeEDTA fortificant in sweet soy sauce had no effect on TBARS value of plasma, but it resulted in increased TBARS value of liver. The histopathologic data showed that NaFeEDTA intake up to 0.35 mg Fe/day did not result in histopathologic changes of liver, intestine, and stomach, as well. ABSTRAK Penelitian tentang pengaruh dosis fortifikan NaFeEDTA dalam kecap kedelai manis terhadap angka TBARS plasma dan hati, serta perubahan histopatologik organ hati, usus, dan lambung telah dilakukan pada tikus Sprague Dawley. Evaluasi sifat prooksidatif zat besi dari NaFeEDTA dilakukan dengan metoda deplesi-replesi hemoglobin. Selama peri- ode replesi, tikus yang sebelumnya dibuat anemia, diberi diet basal bebas Fe dan minuman H O. NaFeEDTA diberikan sebagai sumber zat besi, dengan dosis bervariasi, yaitu dari 0,175 sampai dengan 1,40 mg Fe/ekor/hari. Kecap kedelai manis atau H O digunakan sebagai pembawa fortifikan. Fortifikan standar FeSO .7H O (0,35 mg Fe/ekor/hari dalam2 4 2H O digunakan sebagai pembanding. Periode replesi dilakukan selama 42 hari. Pada akhir periode replesi dilakukananalisa angka TBARS plasma dan hati. Preparat organ hati, usus, dan lambung dievaluasi secara histopatologik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikan NaFeEDTA dalam kecap kedelai manis tidak meningkatkan angka TBARS plasma, namun meningkatkan angka TBARS hati. Data histopatologik menunjukkan bahwa fortifikan NaFeEDTA da- lam kecap kedelai manis sebesar 0,35 mg Fe/ekor/hari, tidak mengakibatkan perubahan histopatologik pada organ hati, usus, dan lambung.

  13. PENAMBAHAN KACANG-KACANGAN DALAM FORMULASI MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI BERBAHAN DASAR PATI AREN(Arenga Pinnata (Wurmb Merr Addition of legumes in the Formulation of Supplementary Food Based on Palm Starch (Arenga Pinnata (Wurmb Merr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Winiarti P. Rahayu 2

    2007-12-01

    Full Text Available Food diversification is one of the governmental programs to reduce rice demand. Palm starch (Arenga Pinnata (Wurmb Merr has a good potency as carbohydrate source for supplementary food. Supplementary food from palm starch enriched with 4 legumes (red bean, green bean, soy bean, and paenutas sourch of protein were formulated. This weaning food was made by wet mixing all substances, then cooked at temperatur 750C for 10 minutes. The dough was then dried using drum dryer and milled. The flour was fortified by vitamin premix (vitamin A, vitamin D, and vitamin C, mineral premix (Na, Zn, Fe, Ca, and I and vanilla flavor (0,05; 0,10; 0,15; 0,20; and 0,25% to improve their nutritional and sensory qualities. Result obtained from hedonic tes indicated that soy bean is the most suitable bean 0,05 percent of vanilla flavor gave the best formula. Supplementary food from sugar palm starch contained 170 kkal energy, 4 g protein, 33g carbohydrate and 3 g fat per serving (42 g. If the formula was consumed three times per day it will fulfill 60 percent of AKG (Angka Kecukupan Gizi(Nutritional Daily Requirement of the baby and child’s protein. The protein digest of such supplementary food from sugar palm starch was 86,29 percent of casein and comply this with SNI 01-7111.4 -2005 and codex (1976 standard.

  14. Analisis Pengaruh Moderating Investment Opportunity Set dengan Kebijakan Dividend serta Moderating Investment Opportunity Set dengan Arus Kas Bebas terhadap Tingkat Leverage Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode 2003-2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masruroh Masruroh

    2011-09-01

    Full Text Available This research aims to examine whether there is any influence of investment opportunity set (IOS on the affiliation between dividend policy and free cash flow to leverage enterprise-level. By using 42 samples of food and beverage companies listed on Indonesia Stock Exchange from 2003 to 2007, it is concluded that the dividend policy does not affect the company's leverage. However, the dividend policy together with investment opportunity set affect the level of corporate leverage. Free cash flow affects the level of corporate leverage. In the meantime, free cash flow to the investment opportunity set (IOS also influences the level of corporate leverage, the dividend policy and free cash flow effect on the level of corporate leverage. Meanwhile, the dividend policy, free cash flow, investment opportunity set simultaneously affect the level of corporate leverage.

  15. Gambaran Higiene Sanitasi Pengolahan Makanan dan Kejadian Diare Serta Status Gizi Narapidana Laki-Laki Usia 18-20 Tahun di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Anak Tanjung Gusta Medan Tahun 2015

    OpenAIRE

    Alfia, Retno Galuh

    2016-01-01

    The safety food for consumption basically is a meal which is processing with concern on the principles of food hygiene and sanitation. If the food hygiene and sanitation come from bad food processing, so it will produce a source of disease transmission for those who consume and if health disfunction, it will eventually cause problems on nutritional status. The objective of this research is to describe the hygiene and sanitation of food processing, incidence of diarrhea and nutritional status ...

  16. Pengaruh Penyuluhan dengan Metode Ceramah dan Leaflet terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) pada Anak 6-24 Bulan di Desa Pantai Gemi Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Tahun 2011

    OpenAIRE

    Suraya, Rani

    2011-01-01

    Complementary feeding practices are often inappropriate, for example early feeding practices, no variation, and inadequate of frequency of feeding. Therefore, the children experience undernutrition. Inappropriate complementary feeding practices are caused by low of knowledge and attitude of mothers. This study aims to determine the influence of health education with oral communication and leaflet on mother’s knowledge and attitude regarding complementary feeding practices to the children o...

  17. The evaluation of accuracy of NAA method used by P2TRR laboratory with food standard reference material analysis; Evaluasi akurasi lab. AAN P2TRR dengan analisis cuplikan standar acuan bahan makanan

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Rina M, Th; Sri-Wardhani,; Sunarko, [Center for Development of Research Reactor Technology (Indonesia)

    2003-05-15

    The NAA method is the analysis method with high precision and accuracy level. The precision and accuracy of NAA laboratory in P2TRR had been evaluated with SRM 1573a Tomato Leaf and CRM No.9 Sargasso. Samples were irradiated in RSG-GAS's rabbit system and counted with gamma spectrometry. The results obtained from this research are for the SRM 1573a sample the test could analyze 17 elements of the 40 certified elements, and for CRM No.9 sample the test could analyze 16 elements of the 30 certified elements. The result of quantitative analysis indicate the different deviation of each element between 2 -10.5 % compared to the certificate data. This deviation value <15%, this value shows that the precision and accuracy level is good enough.

  18. Profil Lipodistrofi dan Dislipidemia pada Pasien Prepubertas dengan HIV yang Mendapat Terapi ARV di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yessi Yuniarti

    2016-11-01

    Kesimpulan. Prevalensi lipodistrofi dan dislipidemia cukup tinggi pada pasien prepubertas dengan HIV yang mendapatkan terapi ARV. Mayoritas subyek yang mengalami lipodistrofi memiliki massa lemak tubuh, TLK triceps dan subscapular yang normal.

  19. HUBUNGAN PENYAKIT GONDOK DENGAN PRESTASI BELAJAR DAN TINGGI BADAN ANAK MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN KORONG GADANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusri Dianne Jurnalis

    2008-09-01

    Full Text Available AbstrakYodium adalah komponen esensial dalam asupan makanan manusia, yang merupakan bagian dari hormon tiroid yaitu tiroksin (T4 and triyodotironin (T3. Hormon tersebut dibutuhkan untuk menjaga metabolisme basal, metabolisme sel, dan kesatuan jaringan tubuh. Hormon tiroid diperlukan dalam pekembangan sistem saraf janin dan bayi. Kekurangan asupan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok, yaitu pembesaran kelenjar tiroid. Gondok endemik merupakan hasil dari peningkatan kerja kelenjar tiroid oleh Thyroid Stimulating Hormone (TSH dalam memaksimalkan penggunaan yodium yang tersedia, hal ini merupakan penyesuaian terhadap keku-rangan yodium. Gangguan paling parah yang dapat disebabkan oleh kekurangan yodium adalah retardasi mental yang menetap dan hambatan pertumbuhan. Selama kurun wktu 5 tahun, prevalensi penyakit gondok di Kota Padang meningkat dari 8,5% menjadi 21,5%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi penyakit gondok dan hubungannya dengan prestasi belajar dan tinggi badan anak Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang.Telah dilakukan penelitian pada 169 murid kelas II, III, IV, V, dan VI di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Data tentang prestasi belajar didapatkan dari hasil ujian semester. Tinggi badan ditentukan berdasarkan tinggi badan per umur.Selama penelitian ini didapatkan 84 anak (49,7% menderita penyakit gondok. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara penyakit gondok dan prestasi belajar (p>0,05. Penelitian ini juga menemukan tidak terdapat hubungan antara penyakit gondok dan pertumbuhan fisik (p>0,05.Kata kunci : Penyakit Gondok, Prestasi Belajar, Tinggi Badan AnakAbstractIodine is an essential component of human diet, which part of thyroid hormones, thyroxine (T4 and triiodothyronine (T3. These hormones are involved in the maintenance of metabolic rate, cellular metabolism and integrity of connective tissue. Thyroid hormones are

  20. Pengaruh Iodium terhadap Perubahan Fungsi Tiroid dan Status Iodium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryati Kumorowulan

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRACT Iodine is an essential element that enables the thyroid gland to produce thyroid hormones. The source of iodine in the body comes from food, iodized salt and iodine capsules. Iodized salt and iodine capsules had been used by the government in Iodine Deficiency Disorders (IDD elimination program. However, iodine capsules prophylaxis program in the IDD endemic areas had caused symptoms of hyperthyroidism, subsequently the program was discontinued since 2009. The aim of this research to determine the effect of iodine supplementation on thyroid function and iodine status. This was quasi-experimental design, conducted in Pituruh Purworejo District. Sample of this study consisted of 85 women of childbearing age, divided into three intervention groups. Each group obtained iodized salt for one month, then continued with the provision of iodized salt and 200 mg iodine capsules in group I, iodized salt and 400 mg iodine capsules in group II, and iodized salt and shredded tuna fish 2 times a week in group III for 3 months. Thyroid status was measured by levels of TSH, FT4 analyzed with ELISA. Iodine status measured by UIE levels analyzed with spectrophotometer. Data was analyzed using General Linear Model Repeated Measure (GLM RM. After 3 months, in all three treatment groups the TSH changes were statistically significant. In FT4 hormone levels, after administration of the intervention occurred “Wolff-Chaikoff” mechanism. There were significant increase on Iodine status (UIE (p< 0.05 in all three treatment groups. There is a change in iodine status and thyroid function after administration of three forms of iodine intervention. Keywords: iodine, TSH, FT4, UIE. ABSTRAK Iodium merupakan bahan dasar untuk membentuk hormon tiroid. Sumber iodium tubuh berasal dari makanan, garam beriodium, dan kapsul iodium. Garam beriodium dan kapsul iodium telah digunakan oleh pemerintah dalam penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI. Namun peng

  1. Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Ditinjau dari Paritas dan Usia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Willy Astriana

    2017-12-01

    Full Text Available Abstrak: Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok wanita usia reproduksi (WUS. Menurut WHO secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8 %. Salah satu penyebab anemia pada kehamilan yaitu paritas dan umur ibu. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten OKU  pada periode Agustus – Oktober 2017 didapatan sampel berjumlah 277 orang. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95%. Pada analisa univariat, Dari 277 responden yang mengalami kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 118 responden (42,6% dan 159 responden (57,4% yang tidak mengalami kejadian anemia pada ibu hamil, paritas beresiko sebanyak 226 responden (81,6% dan paritas tidak beresiko sebanyak 51 responden (18,4%, umur beresiko sebanyak 199 responden (71,8% dan umur tidak beresiko sebanyak 78 responden (28,2%. Analisa statistik menunjukkan adanya korelasi antara kejadian anemia pada ibu hamil dengan paritas (p value 0,023 dan usia (p value 0,028. Petugas kesehatan diharapkan dapat melakukan promosi kesehatan dengan memberikan informasi tentang pentingnya mengkonsumsi tablet zat besi yang tepat, makan makanan yang mengandung sumber zat besi, dan pentingnya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh. Kata Kunci: kejadian anemia, ibu hamil, paritas, umur ibu THE OCCURRENCE OF ANEMIA IN PREGNANT WOMEN BASED ON PARITY AND AGE Abstract: Anemia is the largest public health problem in the world, especially for women of reproductive age. According to WHO globally the prevalence of anemia in pregnant women around the world is 41.8%. One of the causes of anemia in pregnancy is parity and maternal age.This research use analytical method with cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women

  2. Studi Identifikasi Kandungan Formalin pada Ikan Pindang di Pasar Tradisional dan Modern Kota Semarang

    OpenAIRE

    Sitiopan Telaumbanua, Henny Putri

    2012-01-01

    Ikan pindang adalah salah satu jenis makanan olahan yang dikonsumsi masyarakat dan harus segera dijual karena daya tahan yang terbatas dan akan cepat membusuk. Penggunaan formalin sebagai pengawet ternyata telah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, dengan cara menggunakan formalin tersebut sebagai bahan pengawet dalam industri makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan formalin pada ikan pindang yang dijual di pasar tradisional dan modern Kota S...

  3. Divisi Marketing dalam Event Gerrymagination

    OpenAIRE

    Azkia, Safrina Dini

    2013-01-01

    GarudaFood Grup adalah Perusahaan makanan dan minuman subordinasi PT Tudung Group yang berdiri di Pati, Jawa Tengah. Pada awal 1987, Perusahaan ini mulai menjual produk kacang produksinya menggunakan merek Kacang Garing Garuda, yang dikenal sebagai Kacang Garuda. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, produk GarudaFood telah merambah pada beragam jenis produk lain seperti aneka biskuit, makanan ringan, wafer, permen, minuman berjeli, dan basic food. Perusahaan yang telah berdiri selama seperempat a...

  4. Housewives’ Compliance in Reading Food Labels in Gorontalo City

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imran Tumenggung

    2016-06-01

    Di Indonesia, masalah label pada kemasan makanan kurang mendapat perhatian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari determinan kepatuhan membaca label pada kemasan makanan oleh ibu rumah tangga di Kota Gorontalo. Penelitian dengan metode survei ini dilakukan dari bulan Juni sampai Agustus 2013. Data dikumpulkan secara potong lintang dengan menggunakan angket. Variabel terikat adalah kepatuhan membaca label pada kemasan makanan yang terdiri dari label informasi nilai gizi, komposisi makanan, masa kedaluwarsa, harga, dan status halal. Variabel bebas adalah usia, tingkat pendidikan, dan keterpaparan dengan media informasi. Besar sampel 262 orang ditentukan secara accidental technique. Analisis data menggunakan uji kai kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden patuh membaca label kedaluwarsa, label harga, dan label halal. Faktor usia berhubungan dengan kepatuhan membaca label informasi nilai gizi, label kedaluwarsa dan label harga. Tingkat pendidikan berhubungan dengan kepatuhan membaca label informasi nilai gizi, label komposisi, label harga, dan lebel halal. Keterpaparan dengan media informasi berhubungan dengan kepatuhan membaca label komposisi, kedaluwarsa, harga, dan halal. Disarankan kepada institusi terkait, yaitu dinas kesehatan untuk melakukan upaya meningkatkan pemahaman pentingnya membaca label kemasan makanan, terutama yang berkaitan dengan informasi nilai gizi dan komposisi bahan makanan.

  5. ANALISIS POSITIONING RESTORAN CEPAT SAJI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Osa Omar Sharif

    2017-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meneliti positioning restoran cepat saji McDonald's, Kentucky Fried Chicken, California Fried Chicken, A&W, dan Texas Chicken. Penelitian dilakukan di Kota Bandung dengan mengambil sebanyak 400 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis multidimensional scaling, analisis memberikan gambaran positioning dari restoran cepat saji yang ditampilkan dalam perceptual map. Restoran cepat saji yang memiliki layanan paling baik adalah McD dan yang memiliki layanan paling buruk adalah CFC. Restoran cepat saji yang memiliki rasa makanan paling enak adalah McD dan yang memiliki rasa makanan tidak enak adalah CFC. KFC dinilai paling ideal karena selalu berhasil menduduki peringkat satu dan dua jika dilihat dari sudut pandang restoran cepat saji yang lain. Pesaing terdekat McD adalah KFC. McD mendapatkan ranking pertama dari segi atribut layanan, kebersihan, variasi makanan, dan rasa makanan. Dengan posisi seperti ini McD seharusnya tetap menjaga kualitas layanan, kebersihan, variasi makanan, dan rasa makanan agar konsumen tetap memilih untuk datang ke McD. KFC sebaiknya tetap menjaga suasana yang membuat konsumen nyaman akan suasana di dalam atau diluar restoran

  6. Pengaruh Atmosferik terhadap Kepuasan dan Niatan Perilaku Konsumen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Purwanto

    2016-12-01

      Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran atmosferik di restoran “X,” sebuah restoran Jepang yang berada di berbagai area di Jakarta. Penelitian ini menganalisis (1 pengaruh atmosferik terhadap kualitas layanan; (2 pengaruh atmosferik terhadap kualitas makanan; (3 pengaruh atmosferik terhadap nilai yang dirasakan; (4 pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan; (5 pengaruh nilai yang dirasakan terhadap kepuasan pelanggan; (6 pengaruh kualitas makanan terhadap kepuasan pelanggan; (7 pengaruh kualitas layanan terhadao niatan perilaku konsumen; (8 pengaruh kepuasan pelanggan terhadap niatan perilaku konsumen; (9 pengaruh kualitas makanan terhadap niatan perilaku konsumen; (10 pengaruh tidak langsung atmosferik terhadap kepuasan pelanggan; dan (11 pengaruh tidak langsung atmosferik terhadap niatan perilaku konsumen. Desain penelitian ini adalah kuantitatif. Kami membagikan kuesioner kepada para pelanggan restoran “X” di Jakarta dan kuesioner yang kembali berjumlah 283, yang mana ada 54 kuesioner yang tidak dapat digunakan, sehingga penelitian ini menggunakan 229 sampel. Setiap indikator terbukti sahih dan setiap variabel terbukti handal. Penelitian ini menemukan bahwa pengaruh atmosferik terhadap kualitas layanan, kualitas makanan, dan nilai yang dirakan secara parsial positif dan signifikan. Pengaruh nilai yang dirasakan dan kualitas makanan terhadap kepuasan pelanggan secara parsial juga positif dan signifikan. Pengaruh kepuasan pelanggan terhadap niatan perilaku konsumen positif dan signifikan. Pengaruh kualitas makanan terhadap niatan perilaku konsumen juga ditemukan positif dan signifikan. Pengaruh tidak langsung atmosferik terhadap kepuasan pelanggan dan niatan perilaku konsumen juga positif dan signifikan. Namun, karena di restoran yang diteliti konsumen mereka melayani diri sendiri, maka kualitas layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dan niatan perilaku konsumen.

  7. EPISTEMOLOGI IDEOLOGI KEAMANAN PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Adiwibowo

    2016-03-01

    Full Text Available Isu keamanan pangan memberikan dampak yang signifi kan pada kehidupan sosial ekonomi dunia. Hal ini ditandai dengan penyebaran bahaya virus, mikroba patogen dan residu pestisida yang menyebabkan gangguan kesehatan bahkan kematian.Untuk melindungi negara dari bahaya virus, mikroba patogen dan residu pestisida, maka negara maju menerapkan standar sebagai hambatan perdagangan agar produk yang terkontaminasi dan berbahaya tersebut tidak dapat masuk ke negaranya. Epistemologi Islam menjabarkan keamanan pangan dalam Al Quran sebagaimana tertulis dalam Qs Al-Baqoroh (2: 168 “makanlah yang halal lagi baik.” Makanan yang halal adalah hak Allah yang menghalalkan. Makanan yang baik adalah makanan yang memberikan ketenangan dan tidak menimbulkan bahaya. Hal ini sejalan dengan ideologi Pancasila dan konstitusi sebagai dasar fi losofi pembentukan peraturan perundang-undangan Indonesia.

  8. PROFIL RESIDU PESTISIDA DITIOKARBAMAT DALAM TOMAT DAN SELADA PADA TINGKAT KONSUMEN DI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Mutiatikum

    2012-10-01

    Full Text Available Penggunaan pestisida untuk meningkatkan produksi hasil pertanian menunjukkan adanya residu pestisida dalam komoditi pertanian. Pemaparan pestisida pada manusia dapat menimbulkan keracunan, baik akut maupun kronis bergantung pada lamanya pemaparan. Tomat dan selada adalah sayuran yang biasa dikonsumsi langsung tanpa dimasak lebih dahulu sebagai makanan, seperti lalaban, burger. salad. juice dan sebagainya Monitoring terhadap makanan tersebut dilakukan dengan cara sampling ke pasar-pasar yang berada di Jakarta. Kemudian, ditentukan kadar residu pestisida dengan menggunakan kromatografi gas (GC. Hasil analisis residu pestisida ditiokarbamat dalam tomat, terdeteksi pada semua contoh makanan dengan kadar antara 0,66- 22,27 mg/kg. Sedangkan pada selada antara 0,43- 18,57 mg/kg (BMR tomat 3 dan selada 5. 41,67% dari yang disampling melebihi BMR baik tomat maupun selada.   Kata Kunci  : Ditiokarbamat (Pestisida

  9. FREKUENSI PULPITIS REVERSIBEL DAN PULPITIS IREVERSIBEL PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN PANGKEP

    OpenAIRE

    -, ASTUTI

    2016-01-01

    2015 Frekuensi Pulpitis Reversibel dan Pulpitis Ireversibel pada Ibu Hamil di Kabupaten Pangkep Astuti Universitas Hasanuddin RINGKASAN Kehamilan merupakan suatu proses alamiah yang melibatkan perubahan secara anatomi, fisiologi, dan hormonal. Efek perubahan hormonal mempengaruhi hampir semua sistem organ pada tubuh termasuk rongga mulut. Selama kehamilan ibu hamil sering mengeluhkan sakit gigi. Sakit gigi atau pulpitis (reversibel dan ireversibel) dapat mengganggu kesehatan...

  10. Perancangan Alat Pemanas Elektrik da Penoreh Malam Terpadu yang Bersifat Inklusif

    OpenAIRE

    Paulus Bawole; Eko A. Prawoto; Puspitasari Darsono; Winta Guspara

    2016-01-01

    ABSTRAKPenguasaan ketrampilan membatik harus lebih menyebar ke berbagai pelosok di Indonesia. Kecacatan tubuh (impairment), baik brakidaktili maupun paraplegia bukanlah halangan untuk menguasai ketrampilan membatik. Terdapat tiga faktor penyebab tingginya biaya produksi batik tulis, yaitu waktu, energi dan ketrampilan tinggi. Penelitian ergonomi dengan studi kasus para pembatik difabel ini bertujuan memperoleh pemahaman tentang kemampuan pengguna dan keluhan muskuloskeletal para pembatik difa...

  11. PERANCANGAN MEJA DAN KURSI ANAK MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD DENGAN PENDEKATAN ATHROPOMETRI DAN BENTUK FISIK ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Denny Nurkertamanda

    2012-02-01

    Full Text Available Meja dan kursi anak merupakan suatu sarana pendukung yang sangat penting dalam kelancaran pelaksanaan proses belajar anak. Ketidakserasian antara meja dan kursi dengan ukuran tubuh anak merupakan salah satu kendala dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Akibat dari meja dan kursi yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh anak dapat mengakibatkan anak cepat mengalami kelelahan. Penelitian ini membahas perancangan dan pengembangan produk meja dan kursi anak sesuai dengan anthropometri (ukuran tubuh manusia dan bentuk fisik anak untuk menghasilkan rancangan kursi yang ergonomis untuk mengantisipasi adanya ketidakserasian antara meja kursi dengan ukuran tubuh anak. Metode yang digunakan dalam perancangan dan pengembangan meja dan kursi ini adalah metode Quality Function Deployment (QFD. Metode QFD merupakan suatu proses atau mekanisme terstruktur untuk menentukan kebutuhan pelanggan dan menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan itu ke dalam kebutuhan teknis yang relevan. Metode QFD memiliki empat (4 fase yaitu fase perencanaan produk (product planning, perancangan produk (design product, perencanaan proses (process planning dan perencanaan pengendalian proses (process-control planning. Dalam penelitian ini hanya dilakukan hingga fase ke-3 yaitu fase perencanaan proses. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa gambar rancangan meja dan kursi anak.   KATA KUNCI : Perancangan dan pengembangan produk, Anthropometri, Ergonomis, QFD

  12. Fluiditas Antara Maskulinitas Dan Femininitas: Representasi Waria Dalam Film Dokumenter Dan Fiksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maimunah Maimunah

    2012-06-01

    Full Text Available Dunia Waria menjadi salah satu tema yang muncul dalam perkembangan film Indonesia pasca Orde Baru. Penelitian ini mengkaji dua film dokumenter dan sebuah film fiksi yaitu Betty Bencong Slebor karya Benyamin Sueb (1978 serta dua film dokumenter Renita­Renita karya Tony Trimarsanto (2006 dan Ngudal Piwulang Wandu karya Kukuh Yudha Karnanta (2009. Meng­ gunakan metode penelitian kualitatif dan teori queer dalam membaca media film, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari ketiga film tersebut terlihat perbedaan dalam memaknai tubuh dan gender. Tokoh Sholeh dalam Ngudal Piwulang Wandu berharap suatu hari nanti kembali menjadi lanang sejati, menikah secara heteroseksual dan memiliki anak. Renita membayangkan tubuh dan identitas gender sebagai perempuan sempurna, sedangkan Betty terlihat menikmati interplay antara tubuh feminine dan maskulinnya. Tubuh dalam konteks ini dapat dilihat sebagai suatu con­ tinuum, perpaduan antara femininitas dan maskulinitas, bukan suatu entitas yang statis. Perbe­ daan ketiga tokoh utama dalam memandang tubuh, seksualitas, dan gender mereka juga mere­ fleksikan bahwa tidak ada identitas dan entitas tunggal dari waria. Abstract: The growing visibility of waria/male to female transgender has become one of the do­ dominant features in Indonesia’s contemporary film industry. The research examines three waria films: Tony Trimarsanto’s Renita­Renita (2006, Kukuh Yudha Karnanta’s Ngudal Piwulang Wan­ du (2009, and Benyamin Sueb’s Betty Bencong Slebor (1978. Two basic research questions are, firstly: how is the fluidity of masculinity and femininity represented; secondly how do the waria per­ceive themselves (self­identity in a heterosexual culture. Queer film theory will be used in analyzing the film diegesis. The research finds the fluidity and continuum of the waria main characters in de­fining the meaning of the self and their bodies. This fluidity offers a playful negotiation to the essen

  13. Perbedaan kadar glukosa darah puasa pasien diabetes melitus berdasarkan pengetahuan gizi, sikap dan tindakan di poli penyakit dalam rumah sakit islam jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Syauqy

    2016-03-01

    Full Text Available Latar belakang :Perilaku makan yang tidak tepat dapat menyebabkan meningkatnya kadar glukosa darah penderita diabetes. Perilaku dibagi menjadi tiga domain yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan. Tujuan penelitian :Melihat perbedaan kadar glukosa darah berdasarkan pengetahuan gizi, sikap dan tindakan pasien diabetes melitus tipe 2. Metode analisis : Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional. Sampel sebanyak 50 responden, dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang menjalani pemeriksaan kadar glukosa darah di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam Jakarta. Pengetahuan gizi diukur berdasarkan indikator pengertian penyakit diabetes, prinsip dan syarat diet, penukar bahan makanan dan aktivitas atau olahraga ; tingkat sikap diukur berdasarkan indicator pemeriksaan penyakit diabetes, aktifitas/olahraga, kesadaran diet, bahan makanan dan jumlah porsi ; tingkat tindakan diukur berdasarkan indikator pemilihan makanan/minuman, kebiasaan makan, jadwal makan, aktifitas/olahraga dan bahan makanan penukar. Pengujian One Way Anova digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil :Sebanyak 12 responden (24% memiliki pengetahuan gizi kurang, 14 responden (28% memiliki sikap yang kurang baik, 8 responden (16% memiliki tindakan kurang. Rata – rata glukosa darah berbeda menurut tingkat pengetahuan (F = 4,448 ; p = 0,017, sikap (F = 3,930 ; p = 0,026 dan tindakan (F = 3,427 ; p = 0,041. Simpulan :Ada perbedaan bermakna kadar glukosa darah berdasarkan pengetahuan gizi, sikap dan perilaku terhadap pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Islam Jakarta. Diperlukan  penelitian tentang pengaruh konseling gizi terhadap perilaku pasien agar dapat mengetahui keberhasilan Dietisien.

  14. Perilaku Mahasiswa Dalam Meminimalisir Penggunaan Kantong Plastik Dan Styrofoam Di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Tahun 2017

    OpenAIRE

    Sihombing, Margaretha Pratiwi

    2017-01-01

    131000630 Penggunaan plastik dan styrofoam sebagai kemasan makanan merupakan perilaku yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan. Penggunaan plastik dan styrofoam meningkat secara signifikan dan banyak digunakan sehingga menyebabkan masalah kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku mahasiswa dalam meminimalisir penggunaan kantong plastik dan styrofoam di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara tahun 2017. Je...

  15. PEMANFAATAN MIKROALGA LAUT Chlorella vulgaris SUMBER DHA DAN EPA

    OpenAIRE

    Anggraeni, Peni

    2016-01-01

    Penelitian tentang mikroalga laut jenis Chlorella vulgaris telah dilakukan. Chlorella vulgaris dipilih sebagai bahan penambah gizi untuk di fortifikasi kedalam makanan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dengan menganalisis kandungan DHA dan EPA. Penelitian ini dilakukan dengan mengkultur fitoplankton Chlorella vulgaris dan dipanen setelah media kultur mencapai fase Stasioner. Kemudian, dikeringkan dengan menggunakan freeze dryer, biomassa kering dianalisis kandungan DH...

  16. Pengaruh Beberapa Diet Terhadap Hiperlipidemia

    OpenAIRE

    Mihardja, Laurentina

    1999-01-01

    Hiperlipidemia adalah meningkatnya kadar kolesterol dan atau trigliserida. Hiperlipidemia didefinisikan sebagai serum kolesterol minimal 200 mg/dl atau serum trigliserida minimal 150 mg/dl. Mekanisme terjadinya hiperlipidemia secara epidemiologi ada bermacam-macam yaitu; Akibat asupan makanan tinggi kolesterol, lemak jenuh, dan kalori yang berlebihan.Pengaruh lingkungan, gaya hidup, dan alkoholKarena faktor genetik seperti pada hiperlipidemia primer

  17. Pengaruh Pemberian Pyraclostrobin Terhadap Efisiensi Pupuk Nitrogen Dan Kualitas Hasil Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

    OpenAIRE

    Kaido, Boris; Kuswanto, Kuswanto; Wicaksono, Karuniawan Puji

    2013-01-01

    Jagung adalah tanaman komoditas utama di Indonesia sebagai bahan baku makanan dan pakan. Pyraclostrobin adalah salah satu fungisida yang diasumsikan memberi efek untuk meningkatkan efisiensi nitrogen dalam tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektifitas Pyraclostrobin dalam meningkatakan amilosa pada biji jagung. Perlakuan kombinasi nitrogen dan pyraclostrobin menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk semua parameter. Tetapi perlakuan ini tidak signifikan pada parameter umur be...

  18. ANALISIS KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN TERHADAP TINGKAT PENJUALAN DI WARUNG BU KRIS (Studi Kasus Pada Ayam Penyet Sebagai Menu Unggulan Warung Bu Kris

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Widyaratna

    2001-01-01

    Full Text Available The economic fluctuations in Indonesia apparently do not influence the food and beverage business. This business still goes well, because people need food. Food is a primary need that must be met and is not influenced by economic conditions in Indonesia. One food and beverage business is Warung Bu Kris, in Surabaya. This restaurant offers various choices. Most of the food served is pressed (penyet and blended with fresh chile sauce (sambal. Many people like this food and usually choose this kind of food as their first choice. The restaurant is usually full of people. Although there are not any seats, customers are willing to wait in order to eat their favorite food. The sample was chosen using non-random sampling. Data were collected in two steps, first to determine the favorite menu of Warung Bu Kris. The second step was to examine the relationship between customer satisfaction and loyalty, then to examine the relationship between both customer satisfaction and loyalty with sales at Warung Bu Kris. The weighted mean formula is used to analyze data in the beginning survey. For the second step, correlation is used. The results show that chicken penyet is the favorite dish at Warung Bu Kris. There is an association between satisfaction and loyalty and also between both customer satisfaction and loyalty with sales. These results suggest that Warung Bu Kris should improve product quality and service in order to maintain customer loyalty. The results can also give further information to other entrepreneurs who will open this type of business in the future. Abstract in Bahasa Indonesia : Fluktuasi ekonomi di Indonesia ternyata tidak mempengaruhi industri makanan dan minuman. Jenis usaha tersebut masih berjalan lancar karena masyarakat membutuhkan makanan. Makanan merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi dan tidak terpengaruh oleh keadaan ekonomi di Indonesia. Salah satu usaha makanan dan minimum adalah Warung Bu Kris di Surabaya. Tempat makan

  19. Ekologi Trofik Komunitas Ikan di Perairan Segara Menyan, Subang, Jawa Barat (Trophic Ecology of the Fish Community in Segara Menyan Coastal Lagoon, Subang, West Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Zahid

    2015-09-01

    Full Text Available Pengetahuan mengenai ekologi trofik merupakan dasar dalam memahami ekosistem secara keseluruhan yang dapat dijelaskan melalui pola hubungan trofik interspesies ataupun interserikat. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan ekologi trofik meliputi indeks trofik dan jenis makanan dominan, serikat dan tingkat trofik, dan variasi spasial dan temporal komunitas ikan di estuari Segara Menyan. Pengambilan ikan contoh dilakukan setiap bulan pada zona berbeda. Ikan contoh dipisahkan berdasarkan waktu dan lokasi pengamatan, dianalisis isi saluran pencernaannya. Analisa data meliputi indeks vakuitas, jumlah total organisme makanan, jenis makanan dominan, luas relung makanan, dan tingkat trofik.  Pada pengamatan 106 spesies ikan, sebanyak 1-380 saluran pencernaan ikan diamati. Sebanyak lima dari 106 spesies memiliki nilai indeks vakuitas “0” dan jumlah makanan yang dikonsumsi bervariasi mulai dari empat hingga 27 jenis makanan. Secara umum, luas relung ikan adalah rendah berkisar 0,20-0,78 dan kebanyakan berada pada kisaran 0,20-0,48. Zooplankton merupakan jenis makanan paling dominan dikonsumsi oleh ikan. Komunitas ikan dikelompokkan dalam tujuh serikat trofik, yaitu detritivora, fitoplanktivora, zooplanktivora, zoobentivora, moluskivora, krustasivora, dan pisivora. Tingkat trofik komunitas ikan berkisar 2,05-4,73. Faktor perubahan ontogenetik, persediaan makanan, karakteristik habitat, dan ruaya beberapa spesies ikan memengaruhi variasi spasio-temporal jejaring makanan di Segara Menyan. Kata kunci: interaksi trofik, laguna, ikan, variasi spasio-temporal, serikat trofik Knowledge of trophic ecology is one way to understanding the whole ecosystem which explained by trophic relationship pattern (interspecies or interguild. The objective research was described of the trophic ecology, i.e. trophic index and dominant prey, trophic guild and trophic level, and spatio-temporal variation of fish community in Segara Menyan coastal lagoon. Fish were collected

  20. MENENTANG SEKULARISME: Upaya Membentuk Kesalehan Subjek Muslim di Banten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Hudaeri

    2016-12-01

    Gerakan Islam kontemporer banyak mengalami perubahan visi dan orientasi sosial dan politik. Gerakan tersebut bukan diarahkan untuk mendirikan negara Islam atau mendukung penggunaan militer dan kekerasan untuk me­wujudkan program menciptakan individu dan masyarakat “Muslim yang baik”. Tetapi proyek tersebut diarahkan untuk transformasi-diri melalui penanaman moral dan etika sebagai landasan untuk bisa tampil di ruang publik. Gerakan tersebut lebih diarahkan kepada proses re-Islamisasi yang berkaitan dengan praktek sosial dan praktek disiplin untuk membentuk subjek Muslim yang baik. Tulisan ini mengeksplorasi tentang Islamisasi ruang publik yang ada di Provinsi Banten. Yakni terkait dengan konstruksi identitas Keislaman terhadap tubuh dan tempat publik. Konstruksi identitas Islam terhadap tubuh ditekankan melalui keharusan untuk berjilbab bagi wanita Muslimah. Sedangkan Islamisasi tempat publik adalah pemasangan nama-nama Allah (Asmā’ al-Ḥusnā dan pesan-pesan Islam lainnya di beberapa jalan raya utama.

  1. TINJAUAN PSIKOLOGIS TERHADAP HUKUMAN MATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pujiastuti Handayani

    2014-10-01

    Full Text Available Abstrak Tindak pidana mutilasi merupakan kejahatan terhadap tubuh dalam bentuk pemotongan bagian-bagian tubuh tertentu dari korban. Persoalan terkait tindak pidana mutilasi yaitu penerapan sanksi pidana terhadap pelaku berupa hukuman mati. Tulisan ini akan menguraikan penerapan hukuman mati terhadap tindak pidana mutilasi yang ditinjau dari perspektif psikologis, hak asasi manusia, maupun agama. Abstract The criminal act of mutilation is a crime against the body in the form of cutting certain body parts of the victim. One of the issues related to mutilation as a crime is the application of death penalty to the perpetrators. This paper describes the application of the death penalty for the perpetrator of the crime of mutilation from a psychological, human rights, and religious perspectives.

  2. HYGIENE DAN SANITASI DI THE 18th KITCHEN THE TRANS LUXURY HOTEL BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dimas Setio Kresnadi

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Kitchen is a food processing center at the hotel. Good and bad food products in hotel determined on Personal hygiene, sanitation food, sanitation equipment, and sanitary environment in the hotel kitchen is well organized. Hygiene and sanitation in the kitchen is essential to produce healthy food and clean, this study found that poor personal hygiene are employees who are less aware of hand hygiene, food storage facilities that do not match the standard, not the availability of ultraviolet sterilization box for kitchen Utensil, sewerage is inadequate and the use of non-sterile rubber carpet. The research method used in this research is descriptive method. Based on the data obtained, the management should improve the standard of hygiene and sanitation in the kitchen by providing training routine personal hygiene, and keep adding to the food storage bins, providing ultraviolet Utensil box for the kitchen, replacing the flooring with anti slip floor and improve drainage waste according to the standard.   Keywords: Hygiene, Sanitation in kitchen hotel     Abstrak - Kitchen merupakan pusat pengolahan makanan di hotel. Baik buruknya produk makanan di hotel  ditentukan  pada  Personal hygiene, sanitasi makanan, sanitasi peralatan, dan sanitasi lingkungan di kitchen hotel yang teratur dengan baik. Hygiene dan sanitasi di kitchen sangatlah penting untuk menghasilkan makanan yang sehat dan bersih, dalam penelitian ini ditemukan personal hygiene yang kurang baik yaitu karyawan yang kurang sadar akan kebersihan tangan, tempat penyimpanan makanan yang tidak sesuai standar, tidak tersedianya ultraviolet box untuk sterilisasi kitchen utensil,  saluran pembuangan air limbah yang kurang memadai dan penggunaan karpet karet yang tidak steril. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Berdasarkan data yang diperoleh maka management sebaiknya memperbaiki standar hygiene dan sanitasi di kitchen dengan cara

  3. Identifikasi Formalin pada Bakso yang Dijual pada Beberapa Tempat di Kota Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faradila .

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakKonsumsi makanan cepat saji saat ini telah menjadi kebiasaan makan bagi masyarakat Indonesia. Salah satu makanan cepat saji yang popular adalah bakso, namun saat ini sering dijumpai penggunaan bahan tambahan non pangan di dalam bakso yaitu formalin. Penggunaan formalin sudah dilarang dalam makanan berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 1168 tahun 1999, tetapi pada kenyataannya masih ada produsen makanan yang memproduksi makanan mengandung formalin. Salah satu makanan yang sering ditemukan berformalin adalah bakso. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah terdapat formalin pada bakso yang dijual di Kota Padang. 42 sampel yang diidentifikasi diambil dari pedagang bakso gerobak, warung bakso, serta rumah makan franchise di beberapa lokasi dengan jumlah pedagang bakso terbanyak. Pemeriksaan kualitatif dilakukan dengan menggunakan Test Kit Formalin yang terdiri atas cairan pereaksi I dan serbuk pereaksi II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 sampel dari 42 sampel yang diidentifikasi dilaboratorium positif mengandung formalin (47,6%. Bedasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa hampir separuh bakso yang dijual di Kota Padang mengandung formalin.Kata kunci: Bakso, FormalinAbstractNow a days, the consumption of fast food has become an eating pattern for Indonesian. One of the most popular fast food is meatball, but today, we often found that the producents add a non food addition ingredient in the meatball that we call formalin. The use of formalin actually has been prohibited used in food based on the Peraturan Menteri Kesehatan No.1168 tahun 1999, but in fact, there are food producent that produce food with formalin. One of the food is meat ball. The objective of this research is to identifying whether there are formalin in meatballs that sold in padang. 42 samples that identified taken from mobile vendor, meatball restaurant and franchise restaurant in several locations with the greatest numbers of

  4. Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Stadium Penyakit Kanker Payudara Menggunakan Logika Fuzzy Berbasis Android

    OpenAIRE

    Rico Adrial

    2017-01-01

    Kanker payudara dapat lebih mudah diatasi saat masih stadium dini. Langkah awal dari pengobatan kanker payudara adalah dengan mendeteksi apakah gejala yang muncul pada tubuh pasien benar-benar merupakan sel kanker. Stadium kanker adalah hasil diagnosis dari fisikawan medis sehingga memudahkan pemahaman tentang penyakit pasien. Pada penelitian ini digunakan Fuzzy Logic sebagai metode yang membantu pada sistem pendukung keputusan dalam menentukan stadium kanker payudara. Saat ini banyak aplikas...

  5. Hubungan Antara Body Image Dan Self-esteem Pada Dewasa Awal Tuna Daksa

    OpenAIRE

    Sari, Dahlia Nur Permata

    2012-01-01

    Penelitian ini meneliti mengenai pengaruh body image terhadap selfesteem pada dewasa awal tuna daksa. Hipotesis pada penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara body image dan self-esteem pada dewasa awal tuna daksa. Semakin positif body image maka semakin tinggi self-esteem yang dimiliki, begitu juga sebaliknya, semakin negatif body image maka semakin rendah self-esteem yang dimiliki. Sampel penelitian sebanyak 30 dewasa awal tuna daksa yang memiliki cacat tubuh seteleh kelahiran. D...

  6. “How to Track Baby Feedings” Penerapan Model Dokumentasi Dengan Menggunakan Software Sebagai Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Bayi

    OpenAIRE

    Dwi Susanti, Henny

    2014-01-01

    “How To Track Baby Feedings” Penerapan Model Dokumentasi Dengan Menggunakan Software Sebagai Upaya Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Bayi“How to Track Baby Feedings” Implementation Documentation Model by Using Software as an Effort to Improve Growth and Development in InfantsHenny Dwi SusantiFakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145E-mail : Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran tubuh, sedangkan perk...

  7. PENGARUH OBESITAS PADA PERKEMBANGAN SISWA SEKOLAH DASAR DAN PENANGANANNYA DARI PIHAK SEKOLAH DAN KELUARGA

    OpenAIRE

    Labib Sajawandi

    2015-01-01

    Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Obesitas adalah permasalahan umum yang dialami anak-anak pada masa sekarang ini, tetapi tidak mendapat banyak perhatian karena dianggap hanya masalah fisik bukan masalah kognitif, padahal dampaknya dapat mengancam masa depan anak. Beberapa factor yang menyebabkan anak mengalami obesitas,diantaranya adalah: Factor genetic, Pola makan, Kurangnya aktifitas fisik, Fa...

  8. Perbedaan Kadar Kolesterol Total Dan Trigliserida Pada Wanita Vegetarian Tipe Vegan Dan Non-vegan

    OpenAIRE

    Pamungkas, Mira Rizky; Margawati, Ani

    2013-01-01

    Latar Belakang : Wanita vegetarian non-vegan berisiko memiliki kadar kolesterol total dan trigliserida yang tinggi dibandingkan dengan vegan. Hal tersebut berkaitan dengan vegetarian non-vegan masih mengkonsumsi produk hewani antara lain susu, telur dan produk olahannya. Selain itu, faktor usia, lama menjadi vegetarian, indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Metode : Desain penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif kualitatif. Jum...

  9. Hubungan Konsumsi Junk Food dengan Status Gizi Lebih pada Siswa SD Pertiwi 2 Padang

    OpenAIRE

    Rizki Nur Amalia; Delmi Sulastri; Rima Semiarty

    2016-01-01

    AbstrakGizi lebih adalah keadaan tubuh seseorang yang mengalami berat badan berlebih karena kelebihan jumlah asupan energi yang disimpan dalam bentuk cadangan berupa lemak. Prevalensi gizi lebih pada anak di Indonesia mencapai 10,4. Salah satu faktor risiko terjadinya gizi lebih adalah kebiasaan mengonsumsi junk food. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara konsumsi junk food dengan status gizi lebih pada anak usia sekolah. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan ranc...

  10. Kasus Diabetes Mellitus Pada Kucing Lokal

    OpenAIRE

    Ayu Fitriani; I Nyoman Suartha; Sri Kayati Widyastuti

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan mengamati gejala klinis, gambaran hematologi dan kimia klinis pada penderita DM. Penelitian dilaksanakan di Bali Veterinary Clinic Pererena Bali. Waktu penelitian berlangsung pada akhir bulan Maret sampai bulan Mei 2015. Kucing penderita DM memiliki gejala klinis polyuria, polydipsia, polyphagia, penurunan berat badan, luka basah yang tidak kunjung sembuh, gusi pucat kekuningan, peningkatan temperatur tubuh, anoreksia. Pada uji darah lengkap didapatkan hasil White Blo...

  11. STUDI PEMBUATAN BISKUIT DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG IKAN GABUS (Ophiocephalusstriatus) Study of Making Biscuit With Fish Meal Substitutied Flour Snakehead (Ophiocephalusstriatus)

    OpenAIRE

    UMAR, MUSDALIFAH

    2013-01-01

    2013 Ikan Gabus (Ophiocephalusstriatus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar.Ikan gabus (Ophiocephalusstriatus) terkenal dengan memiliki sumber protein dan kandungan albumin yang tinggi.Selain itu ikan gabus juga mengandung lemak, air dan mineral yang sangat penting bagi tubuh kita.Ikan gabus dapat diolah dengan berbagai macam produk olahan baru seperti misalnya biskuit.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk biskuit dengan substitusi tepung ikan gabus yang diharapkan dapat...

  12. Penerimaan Penggemar K-pop Terhadap Sensualitas Dalam Video Klip Girls Day “Something”

    OpenAIRE

    Madayanti, Ratna Kartika Dewi

    2015-01-01

    Penerimaan penggemar terhadap media massa seperti video klip berbeda satu dengan lainnya. Seperti dalam video klip Girls Day “Something” terdapat sensualitas yang diterima secara berbeda-beda oleh penggemar K-pop baik penggemar Girls Day. Penelitian ini menggunakan teori resepsi dan konsep sensualitas, di mana dalam sensualitas itu sendiri terdapat tiga unsur yaitu tampilan tubuh, perilaku, dan aktivitas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan m...

  13. Tinjauan Etika Kristen Terhadap Operasi Transeksual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Purnama

    2011-04-01

    Full Text Available Adapun tujuan penulisan dari pokok masalah diatas adalah: Untuk mengetahuipandangan etika Kristen tentang operasi transeksual.Mengingat begitu luasnya pembahasan tentang transeksual secara umum makapenulis membatasi karya ilmiah ini hanya berfokus pada operasi transeksual.Pembahasan operasi disini juga dibatasi hanya operasi alat kelamin ditinjau dari etikaKristen. Etika yang digunakan dalam penulisan ini dibatasi hanya etika yang bersifatdeontologis.Berdasarkan pembahasan yang telah dikemukakan oleh penulis dalam karyailmiah ini maka penulis menyimpulkan. Pertama, tubuh, seks, jenis kelamin, dan kepuasanseksual, pada dasarnya diciptakan Allah sangat baik, mulia dan suci dan dengan tujuanyang baik, dan ini juga merupakan gambar Allah. Akibat kejatuhan manusia pertamakedalam dosa maka gambar Allah menjadi rusak, sehingga Tubuh, seks, jenis kelamin,kepuasan seksual kehilangan peranannya. Banyak penyimpangan seksual yangberkembangan saat ini, dan sudah sangat meresahkan di dalam masyarakat. Kedua,transeksual adalah salah satu bentuk kelainan seksualitas yang abnormal dimanaseorang penderita mengalami ganguan identitas gender, yaitu seseorang merasa terjebakdalam tubuh yang berbeda. Ketiga, secara etika Kristen menjadi seorang transeksualatau waria tidak menjadi masalah. Karena secara Alkitabiah ada orang yang terlahirdengan keadaan abnormal. Perilaku homoseksual bagi seorang transeksual secaraAlkitabiah dilarang karena melanggar prinsip Alkitab. Keempat, segala bentuk tindakanoperasi transeksual yang mementingkan keegoisan dan kenikmatan belaka dari segi etikaKristen adalah salah dan melanggar kaidah Tuhan yang sudah ditetapkan. Seorang yangmelakukan operasi transeksual sudah menghina dan tidak menghargai dan juga tidakmengucap syukur atas apa yang sudah diberikan Tuhan yaitu kodrat sejak lahir sebagailaki-laki maupun perempuan. Seorang yang melakukan operasi transeksual akanmempunyai prilaku homoseksual. Kelima, orang kristiani harus dapat

  14. Pengaruh Senam SKJ 2008 Terhadap Kebugaran Jasmani Siswi Sekolah Dasar Negeri 20 Alang Laweh Padang Selatan Kota Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lucy Oktavani

    2017-08-01

    Full Text Available Pendidikan jasmani merupakan bagian integrasi dari pendidikan secara keseluruhan melalui berbagai kegiatan jasmani. Aktivitas fisik yang terencana dan terukur memungkinkan siswi bisa meningkatkan kebugarannya. Latihan yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswi adalah senam kebugaran jasmani (SKJ 2008. Siswi yang tidak memiliki kebugaran jasmani yang baik, maka siswi tidak akan belajar dengan baik, karena kurangnya semangat di dalam belajar, pusing dan mengantuk. Masa usia sekolah dasar (SD merupakan masa kanak-kanak yang berlangsung dari usia enam tahun, karakteristik utama siswa SD adalah mereka menampilkan perbedaan-perbedaan individual dalam banyak segi dan bidang, di antaranya perkembangan fisik anak. Kebugaran adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, sehingga tubuh masih memiliki simpanan tenaga untuk mengatasi beban kerja tambahan. Senam  ialah suatu latihan tubuh yang dipilih dan dikonstruk secara sengaja, yang dilakukan secara sistematis dengan tujuan meningkatkan kebugaran jasmani. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, populasi dan sampel penelitian siswi dari kelas IV sampai V dengan jumlah 28 orang. Uji statistik yang digunakan adalah t-test, dari hasil thitung (3,70 > ttabel (2,05. Berarti bahwa hipotesis penelitian dapat diterima dengan nilai selisih peningkatan yang ditemukan sebesar 3,97%. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka dapat dikemukakan kesimpulan. Senam SKJ 2008 berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kebugaran jasmani siswi.

  15. PENGARUH MASSASE PADA PENDERITA HIPERTENSI DI UPTD PANTI TRESNA WERDHA LAMPUNG SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Giri Udani

    2016-12-01

    Full Text Available Hipertensi merupakan 5 penyakit terbesar yang ditemukan di UPTD Panti Tresna Werdha. Berdasarkan keterangan dari penderita hipertensi di Panti Tresna Werdha bahwa belum pernah dilakukan tindakan massase untuk menurunkan tekanan darah. Massase refleksi adalah pijat dengan melakukan penekanan pada suatu titik untuk memberikan rangsangan bio-elektrik pada organ tubuh tertentu yang dapat memberikan perasaan rileks dan segar karena aliran darah dalam tubuh menjadi lebih lancar. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh massase pada penderita hipertensi di UPTD Panti Tresna Werdha, Lampung Selatan. Desain penelitian ini comparative. Populasi Panti Tresna Werdha sebanyak 33 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling, didapatkan sampel sebanyak 10 orang sesuai dengan kriteria yaitu Lansia yang menderita penyakit hipertensi dan berumur 60-75 tahun. Hasil penelitian bahwa rata-rata penurunan tekanan sistole sebelum dan setelah massase  mean=10, SD=12,472,  sedang rata-rata penurunan tekanan diastole sebelum dan setelah massase  mean=6, SD=6.902. Analisis uji T-independent  didapatkan nilai sistole  p-value=0.032 dan diastole p-value=0.024. Kesimpulan Ada pengaruh massase pada penderita hipertensi di UPTD Panti Tresna Werdha,  sehingga diharapkan bagi Tenaga kesehatan di UPTD Panti Tresna Werdha dapat mengaplikasikan terapi massase sebagai terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Selain tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi penderita hipertensi, terapi massase juga lebih bersifat ekonomis dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

  16. OMEGA 6

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fivi Melva Diana

    2012-09-01

    Full Text Available Kejadian gizi kurang di Indonesia dari tahun ke tahun masihtinggi Penyebab tingginya angka kejadian gizi kurang di Indonesia salah satunya diduga karena kurangnya konsumsi makanan sumber omega 6, secara alami terdapat pada minyak biji-bijian, minyakjagung dan kacang kedelai. Omega 6 merupakan asam lemak tak jenuh ganda yang mempunyai banyak manfaat terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan balita. Tulisan ini membahas tentang defenisi omega 6, sumber, klasifikasi, manfaat dan kerugian bila mengkonsumsi omega 6. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan konsumsi omega 6 dengan tumbuh-kembang anak, selain itu bagi ibu-ibu disarankan untuk memperhatikan konsumsi makanan dari sumber omega 6 guna pengoptimalan tumbuh-kembang anak. Hal ini jika terlaksana dapat memberikan dukungan terhadap program pemerintah di bidang promosi kesehatan.

  17. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI BPM NURTILA PALEMBANG

    OpenAIRE

    Rahmalia Afriyani; Shintya Halisa; Hetty Rolina

    2016-01-01

    WHO dan UNICEFmerekomendasikan standar emas pemberian makan pada bayi  yaitu  menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan didahului dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir, mulai umur 6 bulan berikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-6 bulan di BPM Nurtila Palembang tahun 2016.Desain penelitian kuantitatif bersifat survei analitik dengan pe...

  18. Semen Basis Sebagai Insulator Terhadap Therma Shock Di Bawah Restorasi Logam

    OpenAIRE

    Kadariani

    2008-01-01

    Restorasi yang terbuat dari bahan logam dapat menghantarkan perubahan suhu yang berasal dari makanan dan minuman ke pulpa sehingga menyebabkan perasaan yang tidak nyaman pada pasien. Untuk menanggulangi hal ini maka diperlukan semen basis yang diletakkan di bawah restorasi logam sebagai semen insulator. Penggunaan semen basis dengan tujuan sebagai insulator terhadap perubahan suhu tergantung pada ketebalan dentin yang tersisa setelah preparasi kavitas. Penggunaan semen basis hanya diindika...

  19. The Description Of 1 Liter Of Tears Written By Aya Kito

    OpenAIRE

    Yendie, Rizka

    2011-01-01

    Tulisan ini membahas arti dari judul novel 1 liter of Tears. Novel ini dibuat berdasarkan diary sang penulis Aya Kito dalam berjuang melawan penyakit yang tidak ada obatnya yaitu Spinocerebellar Ataxia (SCA), penyakit yang menyerang sel-sel penopang sel saraf. Awalnya penderita merasakan tubuhnya melemah. Berangsur-angsur kemampuan motorik penderita menurun. Sampai-sampai Aya-chan mengalami kesulitan menelan makanan, berbicara dan bahkan tersenyum. Aya-chan mulai merasakan gejala penyakit...

  20. Persepsi Ibu Rumah Tangga Terhadap Iklan Produk Susu Bayi (Studi Deskriptif Persepsi Ibu-Ibu Di Komplek Tasbi (Taman Setia Budi Indah) Terhadap Iklan Susu Enfagrow+

    OpenAIRE

    Harahap, Tariq Enda

    2010-01-01

    Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi ibu-ibu yang mempunyai anak balita/batita di Komplek Taman Setia Budi Indah terhadap iklan televisi susu Enfagrow+. Umumnya ibu-ibu sangat memperhatikan anak-anak mereka terutama balita dan batita. Pada masa ini banyak sekali perilaku khas pada anak-anak, di antaranya adalah dalam hal memenuhi kebutuhannya. Bagi para produsen makanan khususnya, produk susu anak balita/batita merupakan sasaran utama yang mempunyai pangsa...

  1. Perancangan Desain Kemasan Produk Loenpia Nyonya Giok

    OpenAIRE

    Christanti, Giovanny; Natadjaja, Listia; Malkisedek, Mendy H

    2017-01-01

    Loenpia Nyonya Giok merupakan produsen jajanan tradisional dengan makanan khas berupa loenpia yang berdiri sejak tahun 2003. Produk-produk yang dijual oleh Loenpia Nyonya Giok adalah loenpia basah, loenpia goreng, risoles ayam, risoles mayonais, kroket ayam, dan sosis solo. Perancangan ini menjawab berbagai permasalahan yang ditemukan dalam kemasan Loenpia Nyonya Giok, yang kurang sesuai dengan positioning Loenpia Nyonya Giok, yaitu higienis dan berkualitas. Oleh karena itu, dalam perancangan...

  2. Potensi Diversifikasi Rosela Herbal (Hibiscus Sabdariffa L.) untuk Pangan dan Kesehatan

    OpenAIRE

    Nurnasari, Elda; Khuluq, Ahmad Dhiaul

    2017-01-01

    Tanaman penghasil serat alami dari genus Hibiscus yang cukup populer di Indonesia adalah rosela (Hibiscus sabdariffa L.). Nilai kemanfaatan rosela sangat luas baik untuk pangan dan kesehatan, sehingga potensi diversifikasi rosela cukup besar. Tujuan penulisan review ini adalah untuk memberikan informasi kandungan fitokimia potensial tanaman rosela herbal yang memiliki efek farmakologis dan fisiologis serta beberapa diversifikasi produk makanan, minuman dan produk kesehatan. Bagian tanaman ro...

  3. Perancangan Mesin Fish Dryer Menggunakan Tenaga Angin Untuk Mempercepat Proses Pengeringan Ikan

    OpenAIRE

    Waluyo, Ahmad Edi; Najib, M. Imha Ainun; Mutiasari, Erna; Inayah, Miftahul; Fiati, Rina

    2017-01-01

    Ikan merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat dalam dan bahkan luar negeri. Namun, ikan cepat membusuk karena adanya bakteri dan enzyme jika dibiarkan begitu saja tanpa proses pengawetan.salah satu cara yang digunakan untuk proses pengawetan ikan adalah dengan pengeringan dengan memanfaatkan energi matahari, hal tersebut kurang efektif karena waktu pengeringan yang lama, sangat bergantung pada cuaca dan ikan kurang higienis karena banyak bakteri yang menempel pada waktu penge...

  4. Peran Service Bar Sebagai Pendukung Kegiatan Food and Beverage Department di The Aryaduta Hotel Medan

    OpenAIRE

    Sitepu, Indra Syahputra

    2015-01-01

    Globalisasi menyebabkan industri jasa yang terdiri dari berbagai macam industri seperti industri telekomunikasi, transportasi, perbankan, dan perhotelan berkembang dengan cepat. Industri perhotelan, khususnya, adalah salah satu industri yang memadukan produk dan layanan. Desain bangunan, interior dan eksterior kamar hotel serta restoran dan bar, suasana yang tercipta di dalam hotel, kamar, restoran serta makanan dan minuman yang dijual beserta keseluruhan fasilitas yang ada merupakan contoh p...

  5. Pengaruh Cara Kematian Dan Tahapan Penurunan Kesegaran Ikan Terhadap Kualitas Pasta Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)

    OpenAIRE

    Wibowo, Imam Restu; Darmanto, YS; Anggo, Apri Dwi

    2014-01-01

    Kualitas produk hasil perikanan dipengaruhi oleh kesegaran ikan. Pengolahan merupakan salah satu cara untuk mempertahankan daya awet dan juga meningkatkan nilai ekonomis ikan. Pasta ikan merupakan salah satu alternatif penganekaragaman produk berbasis produk gel. Pasta ikan merupakan makanan yang berasal dari bahan baku lumatan daging ikan yang ditambahkan dengan tepung, garam dan berbagai jenis sayuran. Cara kematian ikan dan tahapan penurunan kesegaran ikan dapat mempengaruhi kualitas produ...

  6. AN ANALYSIS OF PROTEIN AND CALORIE CONSUMPTION IN CENTRAL JAVA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Widarjono

    2014-10-01

    Full Text Available AbstractThis study analyses calorie and protein consumption in Central Java Province. The calorie and protein elasticity are derived from demand elasticity of the ten food groups encompassing cereals, fish, meats, eggs and milk, vegetables, fruits, oil and fats, prepared foods and drinks, other foods and tobacco products. Most of calorie and protein-price elasticity of the ten food group are negative. Consumption of calorie and protein are most responsive to prices of eggs and milk. Protein -price elasticities are less elastic than calorie-price elasticities. Calorie and protein-income elasticity are positive and become lesselastic in moving from lower to higher income households but protein is less responsive to income change than calorie. Keywords: QUAIDS, demand elasticity, nutrient elasticity, Central Java ProvinceJEL Classification numbers: D12, O12AbstrakStudi ini menganlisis konsumsi kalori dan protein di Jawa Tengah. Elastisitas kalori dan protein dihitung dari elastisitas permintaan dari 10 kelompok komoditi makanan yang terdiri dari padi-padian, ikan, daging, telur dan susu, sayur-sayuran, buah-buahan, minyak dan lemak, makanan dan minumun jadi, makanan lainnya dan tembakau dan hasilnya. Sebagian besar elastisitas harga kalori dan protein adalah negatif. Konsumsi kalori dan protein adalah kelompok makanan yang paling responsif terhadap perubahan harga telur dan susu. Elastisitas pendapatan kalori dan protein adalah positif tetapi menjadi lebih elastis untuk rumah tangga berpenghasilan lebih tinggi tetapi protein kurang responsif terhadap perubahan pendapatan daripada kalori.Keywords: QUAIDS, elastisitas permintaan, elastisitas nutrisi, Jawa TengahJEL Classification numbers: D12, O12

  7. Ekstraksi Gula Stevia Dari Tanaman Stevia Rebaudiana Bertoni

    OpenAIRE

    Ratnani, R. D; Anggraeni, R

    2005-01-01

    Stevia Rebaudiana Bertoni adalah sejenis Tanaman perdu yang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Didalam Industri, banyak digunakan sebagai bahan pemanis untuk produk makanan dan minuman berkalori rendah atau sebagai pengganti gula bagi penderita diabetes.Proses pengambilan bahan pemanis dari daun Stevia Rebaudiana dilakukan dengan cara ekstraksi bubuk daun didalam pelarut ( metanol,etanol ,spiritus , aquadest ) yang dilanjutkan dengan pencucian menggunakan Khloroform.Kemudian dicuci kemb...

  8. PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN RESTORAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI METODE DINESERV DAN TRIZ

    OpenAIRE

    Anggraeni, Ira Tania; Daryanto, Yosef

    2014-01-01

    Pasta Banget merupakan salah satu restoran yang mengusung menu makanan Italia di Yogyakarta. Banyaknya pesaing sejenis menuntut Pasta Banget selalu melakukan peningkatan kualitas layanan. Untuk itu, perusahaan perlu mengetahui atribut layanan yang dinilai belum memuaskan oleh pelanggan dan mencari solusi perbaikannya. Metode yang digunakan untuk mengukur kualitas layanan adalah modifikasi dari DINESERV. Metode ini mengandung 32 atribut untuk mengukur kualitas pelayanan berdasarkan 5 dimensi k...

  9. KARAKTERISTIK GENETIK Kappaphycus alvarezii SEHAT DAN TERINFEKSI PENYAKIT ICE-ICE DENGAN METODE Amplified Fragment Length Polymorphism (AFLP)

    OpenAIRE

    Emma Suryati; Lida Puspaningtyas; Utut Widyastuti; Suharsono Suharsono

    2013-01-01

    Infeksi penyakit ice-ice pada Kappaphycus alvarezii seringkali menyebabkan penurunan produksi yang sangat signifikan. K. alvarezii merupakan alga merah penghasil karaginan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri, seperti farmasi, makanan, stabilizer, dan kosmetik. Perbaikan genetik sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kemiripan genetik K. alvarezii sehat dan terinfeksi penyakit dari Ba...

  10. Meningkatkan Keterampilan Petani Salak Didesa Sibetan Menjadi Produk Bernilai Ekonomi Dalam Rangka Menunjang Argowisata

    OpenAIRE

    Tika, I Nyoman; Triagustiana, I Gusti Ayu; Yuniarta, I Gede Adi

    2014-01-01

    Program IbM Salak Di Desa Sibetan Bali bertujuan untuk : (1) meningkatkan kemampuan petani salak untuk mengolah salak menjadi makanan olahan(wine, manisan, dodol, asinan) (2) optimalisasi fermentasi wine salak, (3) memperluas jangkauan pemasaran wine salak. Program ini diinspirasi oleh melimpahnya produksi salak Bali saat musim panen yang kerap nilai jualnya jatuh sehingga petani salak rugi, kebun salak Bali telah dikembangkan menjadi wisata argo oleh Pemda Karangasem, Lokasi kebun Sibetan te...

  11. Risiko Rantai Pasok Minuman Sari Apel Dalam Perspektif Sistem Traceability

    OpenAIRE

    Handayani, Dwi Iryaning

    2014-01-01

    Risiko merupakan faktor-faktor yang menghambat operasional pada rantai pasok makanan yang tidak dapat dihindari akan tetapi dapat diminimalisir atau dihilangkan dengan melakukan penanganan risiko yang tepat. Salah satu penanganan risiko dengan menggunakan sistem traceability. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan penaksiran risiko yang terjadi pada rantai pasok minuman sari apel berdasarkan informasi sistem traceability. Dalam penelitian ini menggunakan metode SCOR (Supply ...

  12. Analisa Meal Experience Dan Pengaruhnya Terhadap Minat Beli Ulang Di Restoran Jepang Di Surabaya

    OpenAIRE

    Nathania, Clairine; Tjandra, Catherine; Kristanti, Monika

    2015-01-01

    Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa perbedaan meal experience yang dialami oleh konsumen dari gender dan kelompok usia yang berbeda, serta apakah meal experience memiliki pengaruh terhadap minat beli ulang di Restoran Jepang di Surabaya. Meal experience terdiri dari aspek makanan, minuman, pelayanan, kebersihan dan higienitas, suasana, serta harga dan nilai uang. Teknik analisa yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, One Way Anova, Independent Sample t-Test, serta regresi linier ...

  13. PENETAPAN KADAR RESIDU ORGANOKLORIN DAN TAKSIRAN RESIKO KESEHATAN MASYARAKAT TERHADAP RESIDU PESTISIDA ORGANOKLORIN PADA 10 KOMODITI PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Isnawati

    2012-10-01

    Full Text Available Usaha untuk mendapatkan hasil pertanian yang meningkat tidak ekonomis jika tidak menggunakan pestisida untuk menanggulangi serangan hama tanaman. Selain memberikan keuntungan bagi petani, disisi lain residu pestisida dapat membahayakan konsumen dalam batas-batas tertentu. Pemakaian pestisida  organoklorin telah dilarang penggunaannya melalui Menteri Pertanian nomor 434.1/kpts/TP.270/7/2001 karena sifatnya yang persisten. Oleh karena itu untuk mengetahui sejauh mana residu pestistda organoklorin masih ada dikomoditi makanan, maka dilakukan penetapan kadar residu pestisida organoklorin dan melakukan perhitungan taksiran resiko terhadap kesehatan masyarakat. Sampel adalah 10 jenis makanan (beras, }agung, kacang panjang, pisang ambon, tahu tempe, daging sapi, daging ayam, ikan mas, ikan gabus yang paling banyak dikonsumsi masyarakat yang digolongkan sebagai makanan pokok, lauk, sayur dan buah. Tempat pengambilan sampel dipilih secara purposif dt wilayah propinsi Jawa Barat dari 3 kota besar, yaitu Bandung, Cirebon dan Serang. sepuluh jenis sampel diambil secara acak sederhana di beberapa kios di satu pasar tradisional dart tiap kota. Penetapan kadar residu organoklorin dilakukan dengan menggunakan kromatografi gas. Sampel diambil secara acak sederhana dibeberapa kios di satu pasar tradisional dari tiap kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging sapi yang berasal dari Bandung merupakan jenis makanan yang terdeteksi pestisida organoklorin, yaitu: alfa-endosulfon dan beta endosulfon dengan kadar masing-masing 0,0284 mg/kg dan 0,0249 mg/kg. Kadar yang didapat masih di bawah BMR (Batas Maksimum Residu dan nilai ADI (Acceptable Daily Intake untuk endosulfon, sehingga tidak berisiko terhadap masyarakat yang mengkonsumsinya.

  14. Aplikasi Pembelajaran Table Manners Berbasis Multimedia

    OpenAIRE

    Yosanny, Agustinna; Pradipta, Albert; Viles, Dody; Pensen, Pensen

    2011-01-01

    Table manners adalah aturan-aturan pokok yang berlaku di meja makan. Aturan ini biasanya diterapkan padajamuan makan resmi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan suatu aplikasipembelajaran tentang table manners untuk memudahkan dalam mempelajari aturan-aturan yang perlu diketahuidalam jamuan makan resmi, meliputi etika sebelum dan saat proses menyantap makanan, serta penggunaanalat-alat makan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Interactive Multimedia System De...

  15. UNJUK KERJA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU SECARA BIOLOGI

    OpenAIRE

    Indriyati, Indriyati; Susanto, Joko Prayitno

    2016-01-01

    Sebagian besar industri makanan, termasuk industri tahu membuang limbah cairnya yang mengandung bahan organik dengan kadar tinggi (lebih dari 16,483 mg/L) langsung ke badan air. Dengan menggunakan teknologi yang tepat, limbah cair ini dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan produk samping berupa biogas yang mengandunggas methan sebagai substitusi energi pada industri yang bersangkutan. Desa Kalisari merupakan salah satu sentra industri UKM tahu, untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan...

  16. ANALISIS KADAR HARA PUPUK ORGANIK KASCING DARI LIMBAH KANGKUNG DAN BAYAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfayetti Elfayetti

    2017-04-01

    Full Text Available Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang holistik yang mendukung dan mempercepat biodeversiti, siklus biologi dan aktivitas biologi tanah(International Federation of Organic Agriculture Movements,2014. Geografi Pertanian merupakan mata kuliah di Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi yang diterapkan di Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed merupakan matakuliah wajib pada semester genap, tepatnya pada semester IV (empat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pertumbuhan berat cacing tanah pada pupuk kascing dari limbah kangkung dan bayam dan untuk mengetahui kandungan hara N, P, K dan pH kascing dari limbah kangkung dan bayam pada tanah ultisol. Untuk mengatasi permasalahan pada pupuk organik, maka harus diupayakan bagaimana memperoleh pupuk yang memiliki unsur hara yang padat dan pengadaannya relatif murah dan mudah. Pemanfaatan limbah organik untuk budidaya cacing tanah merupakan salah satu tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Rendahnya bahan organik, N, P, K menunjukkan bahwa tanah pada percobaan ini membutuhkan bahan organik. Pemberian bahan organik seperti cacing diharapkan dapat meningkatkan Produktivitas Ultisol dimana Kascing mempunyai sifat-sifat kimia, fisika, dan biologi tanah yang baik, sehingga dapat meningkatkan serapan hara dan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Jenis makanan berpengaruh terhadap pertumbuhan cacing tanah dan kualitas kascing yang dihasilkan. 2.Terdapat perbedaaan pada bobot cacing tanah yang dihasilkan dengan adanya perbedaan jenis makanan. Jenis makanan bayam memberikan tingkat pertumbuhan cacing tanah terbaik dengan terjadinya pertambahan bobot sebesar 650 gram yang awalnya hanya 250 gram. 3. Dari beberapa parameter sifat kimia dan biologi kascing, maka jenis makanan bayam memberikan nilai N tertinggi yaitu 0,52 dan pada pakan kangkung terdapatnilai p tertinggi yaitu 0,35. Kata Kunci

  17. Co-creation Communication Pengguna Instagram Dalam Foodstagram Di Surabaya

    OpenAIRE

    Goenawan, Giovanny

    2015-01-01

    Co-creation communication merupakan sebuah interaksi yang terjadi dengan pengumpulan respon-respon yang diberikan terhadap sebuah pesan yang ada yang membutuhkan adanya partisipasi audiens dimana mereka memiliki pengaruh dalam sistem tersebut. Co-creation communication biasanya dilakukan dalam sosial media, dimana sosial media yang digunakan dalam penelitian ini adalah instagram dalam mengomentari dan juga melakukan posting foto makanan (foodstagram). Untuk mengetahui keinginan berpartisipasi...

  18. Analisa Pengaruh Service Quality, Price, Dan Customer Relationship Terhadap Customer Loyalty Dengan Customer Satisfaction Sebagai Variabel Intervening Di Rumah Makan Taman Handayanisurabaya

    OpenAIRE

    Sutanto, Priscilia

    2013-01-01

    Berkembangnya industri makanan menyebabkan tingkat persaingan untuk mendapatkan konsumen semakin tinggi. Setiap pelaku bisnis restoran harus dapat memberikan sesuatu yang unik pada produk mereka dan selalu memberikan inovasi-inovasi baru agar USAha mereka dapat bertahan dalam ketatnya persaingan. Pelaku bisnis restoran yang sadar akan pentingnya kepuasan dan loyalitas konsumen akan selalu memikirkan mengenai tiga variable yang sangat berpengaruh dalam bisnis mereka yaitu service quality, pr...

  19. Perancangan Marketing Plan sebagai Salah Satu Strategi untuk Meningkatkan Penjualan pada Pa Tani Organik

    OpenAIRE

    Saragih, Rintan

    2016-01-01

    Ketertarikan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan organic mulai meningkat, dalam hal ini adalah sayuran dan buah. Masyarakat mulai perduli terhadap kesehatan. “Pa Tani Organik” salah satu produsen penghasil sayur dan buah organic berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Proses pemasaran yang selama ini dilakukan melalui direct marketing. Untuk meningkatkan penjualan pada “Pa Tani Organik” maka perlu dirancang marketing plan agar diperoleh hasil yang maksimal. Analisa strategi a...

  20. Analisa Kenyamanan Kendaraan Roda Dua dengan Pemodelan Pengendara sebagai Sistem Multi D.O.F

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chika Olviani

    2014-09-01

    Full Text Available Sepeda motor merupakan sarana transportasi yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia untuk jarak dekat maupun jauh. Seseorang yang mengendarai sepeda motor akan merasakan getaran yang berasal dari ketidakrataan profil jalan. Getaran tersebut akan ditransfer oleh sistem suspensi melalui bodi kendaraan ke tubuh pengendara. Hal tersebut dapat menimbulkan kelelahan pada pengendara sepeda motor jika terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Oleh karena itu faktor kenyamanan sangat penting untuk diperhatikan agar terhindar dari akibat fatal karena kelelahan yaitu kecelakaan. Secara garis besar penelitian ini dilakukan dengan pemodelan pengendara sepeda motor yang diberi input eksitasi (amplitudo jalan dan kecepatan kendaraan yang bervariasi. Pemodelan pengendara dan sepeda motor dilakukan dengan sistem 8 derajat kebebasan yang terdiri dari massa roda depan, massa roda belakang, massa bodi motor, massa paha, massa lower torso, massa upper torso, dan massa kepala. Dari model matematis dibuat persamaan gerak dari sistem, state variable dari model, dibuat blok diagram, kemudian disimulasikan dan dianalisa hasilnya. Dari hasil simulasi didapatkan nilai percepatan maksimum pada tubuh pengendara  karena pemberian input harmonik minimum sebesar 0.01 m pada kecepatan maksimal (80 km/jam, nilai RMS percepatan tubuh pengendara dari paha, lower torso, upper torso dan kepala berturut-turut adalah 0.4906 m/s2, 0.5451 m/s2, 0.5092 m/s2, dan 0.5145 m/s2. Kemudian pemberian input harmonik maksimal sebesar 0.03 m pada kecepatan maksimal (80 km/jam, nilai RMS percepatan  tubuh pengendara dari paha, lower torso, upper torso dan kepala berturut-turut adalah 1.472 m/s2, 1.635 m/s2, 1.528 m/s2, dan 1.544 m/s2. Berdasarkan ISO 2631, nilai percepatan hasil simulasi pada kecepatan 20 km/jam pada semua input tubuh pengendara dari paha, lower torso, upper torso dan kepala berada di bawah standart kenyamanan. Sedangkan pada kecepatan 50 km/jam dan 80 km/jam pada

  1. PENGEMBANGAN BUKU AJAR MATA PELAJARAN TATA HIDANG PAKET KEAHLIAN JASA BOGA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Astuti

    2016-01-01

    Full Text Available Textbooks are the ingredients or the subject matter is arranged systematically used by students in the learning process. The purpose of this study was to develop teaching materials such as textbooks on the subjects of governance hidang class X SMK in Magetan consisting of 3 KD, namely, (1 The scope of food and beverage service, (2 Operating equipment food and beverage service, and (3 providing food and beverage service at the restaurant. The results show that the development of an overall assessment of the completeness of the presentation of the textbook of the development of criteria that are in "good", which means it does not need to be revised textbooks. Buku ajar adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan oleh siswa dalam proses belajar mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berupa buku ajar pada mata pelajaran tata hidang kelas X SMK di Kabupaten Magetan yang terdiri dari 3 KD yaitu, (1 Ruang lingkup pelayanan makanan dan minuman, (2 Mengoperasikan peralatan layanan makanan dan minuman, dan (3 menyediakan layanan makanan dan minuman di restoran. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa secara keseluruhan penilaian tentang kelengkapan penyajian terhadap buku ajar hasil pengembangan berada pada kriteria “baik”, yang berarti buku ajar tidak perlu direvisi.

  2. Penerapan Algoritma A Star (A* pada Game Petualangan Labirin Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Widodo

    2018-01-01

    Full Text Available Game memiliki arti dasar permainan, permainan dalam hal ini merujuk pada pengertian kelincahan intelektual. Di dalam penerapannya, sebuah Game tentu memerlukan sebuah AI (Artificial Intelligence, dan AI yang digunakan dalam pembangunan Game petualangan labirin ini adalah algoritma A* (A Star dengan euclidean distance. Algoritma ini merupakan algoritma pencarian untuk menemukan rute terpendek dengan cost paling minimum, algoritma A* mencari rute terpendek dengan menjumlahkan jarak sebenarnya dengan jarak perkiraan sehingga membuatnya optimum dan complete. Petualangan labirin merupakan Game yang menceritakan mengenai petualangan kelinci melewati sebuah labirin untuk mencari makanannya. Genre dari Game ini adalah adventure dan puzzle, dibangun dengan bahasa pemrograman java dengan tools Android Studio, AI yang digunakan adalah algoritma A* dengan euclidean distance yang digunakan pada bantuan untuk melakukan pencarian jalur guna menemukan makanan kelinci. Hasil uji dari Game Petualangan labirin ini adalah jika pemain dalam kesusahan menemukan jalur menuju makanan kelinci, maka pemain dapat menggunakan tombol bantuan yang akan dicarikan jalur terpendek oleh algoritma A* (A Star dengan euclidean distance untuk menuju lokasi tempat makanan kelinci berada.

  3. IDENTIFIKASI RISIKO RANTAI PASOK BERBASIS SISTEM TRACEABILITY PADA MINUMAN SARI APEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Iryaning Handayani

    2013-10-01

    Full Text Available Risiko merupakan faktor-faktor yang menghambat operasional pada rantai pasok makanan yang tidak dapat dihindari akan tetapi dapat diminimalisir atau dihilangkan dengan melakukan penanganan risiko yang tepat. Penanganan risiko dalam rantai pasok sangat diperlukan agar dapat meminimalkan biaya, waktu dan kinerja dalam aktifitas rantai pasok. Traceability merupakan suatu sistem yang dapat meningkatkan transparansi dalam rantai supplai dalam mengurangi risiko klaim serta menemukan potensi risiko proses rantai pasok makanan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses yang terkait dengan traceability dan mengidentifikasi risiko yang terjadi pada rantai pasok makanan berdasarkan informasi sistem traceability. Aktivitas yang terkait dalam membangun sistem traceability antara lain pemeriksaan level stock dan produk minuman sari buah, penerimaan material dari pemasok, pembongkaran inspeksi bahan baku, penyimpanan bahan baku, penyimpanan sari buah di gudang, mengeluarkan sari buah dalam gudang untuk memulai aktivitas proses, inspeksi kualitas produk minuman sari buah, labeling produk jadi, persiapan pengiriman produk jadi, penyimpanan produk minuman sari apel di gudang, pengiriman produk ke distributor. Adapun risiko terjadi yang dapat di tangani dengan traceability yaitu, ketidak sesuaian data dengan produk dan bahan baku di gudang, kekurangan barang dan bahan baku digudang, keterlambatan penerimaan material, ketidak sesuaian barang yang dipesan, material busuk,sari buah rusak di gudang, sari buah tercampur dengan benda lain kesalahan pengangkutan produk, kesalahan dalam pengambilan galon sari buah yang tidak bersifat FIFO, kualitas produk tidak sesuai, kesalahan memberikan identitas, produk rusak digudang, produk cacat dalam perjalanan.

  4. PENGARUH LAMA DAN CARA PENYIMPANAN TERHADAP PERKEMBANGAN KANDUNGAN AFLATOKSIN PADA GAPLEK DI RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukati Saidin

    2012-11-01

    Full Text Available Aflatoksin yang mencemari makanan dapat menyebabkan timbulnya kanker hati. Gaplek merupakan salah satu komoditi yang dapat tercemar aflatoksin. Ada beberapa daerah di Indonesia yang menggunakan gaplek sebagai makanan pokok. Karena gaplek pada umumnya disimpan sampai panen berikutnya maka ada peluang untuk tercemar aflatoksin. Karena itu perlu diteliti sampai berapa jauh pencemaran aflatoksin pada gaplek. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama dan cara penyimpanan terhadap cemaran aflatoksin pada gaplek.Gaplek yang sudah dikeringkan dengan cara yang lazim dilakukan di daerah dengan makanan pokok gaplek dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama disimpan di lantai semen terbuka, bagian kedua disimpan dalam bakul terbuka dan bagian ketiga di simpan dalam karung goni yangdiikat. Analisa kandungan aflatoksin dan kadar air gaplek dilakukan pada permulaan dan 4, 8, 12, 16 dan 20 minggu dalam penyimpanan.Perkembangan cemaran aflatoksin gaplek dalam penyimpanan ini mengungkapkan makin lama gaplek disimpan makin tinggi kadar aflatoksinnya. Rata-rata kadar air gaplek selama penyimpanan berkisar antara 13,1% sampai 14,0%. Gaplek yang disimpan di lantai menunjukkan kandungan aflatoksin tertinggi, diikuti oleh gaplek yang disimpan dalam bakul dan dalam karung.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sampai waktu panen berikutnya sekitar 10 bulan, kandungan aflatoksin gaplek yang disimpan di dalam karung diikat belum mencapai taraf yang menbahayakan kesehatan.

  5. UPAYA PERBAIKAN KUALITAS KERUPUK UDANG TIPE MILD-B PADA PT. INDOSIGMA SURYA CORPORATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Naniek Utami Handayani

    2012-02-01

    Full Text Available Perusahaan makanan adalah satu bisnis yang menghasilkan makanan untuk manusia. Salah satu bentuk makanan adalah kerupuk udang. Perusahaan makanan berkembang luas di Indonesia. Banyak perusahaan di dalam dan juga luar negeri aktif dalam hal ini. Konmpetisi membuat setiap perusahaan mencari cara untuk mampu berdiri. Tak terkecuali PT. INDOSIGMA SURYA CORP. Salah satu usaha PT. INDOSIGMA SURYA CORP untuk mampu bertahan sebagai satu industri makanan di Indonesia adalah tidak berhenti meningkatkan kualitas produk yang mana mereka hasilkan. Tetapi dalam proses produksi masih ditemukan produk cacat dan rework dalam jumlah tinggi. Sebagian besar produk rework terjadi pada jenis Mild B dari kerupuk udang karena Moisture Content level (MC tidak sesuai standar. Laporan ini bertujuan untuk mencari dan meneliti penyebab Moisture Content level (MC tidak sesuai dari standar sehingga didapatkan solusi untuk menyelesaikan masalah. Metoda yang digunakan dalam laporan ini adalah Sig Sigma dengan proses tahap adalah DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control. Dari penerapan metoda dihasilkan perbaikan untuk PT. INDOSIGMA SURYA CORP untuk mengurangi sejumlah produk rework. Kata kunci : Sig Sigma, MC (Moisture Content, Kerupuk udang               Food Manufacturing is a business that produce food for human. One of forming food that is prawn crisply. Food manufacturing expand in Indonesia. A lot of good company own in and also abroad active in this. Tighten emulation make every company look for the way of in order to still able to stand up. Do not aside from PT. INDOSIGMA SURYA CORP. One of effort of PT. INDOSIGMA SURYA CORP in order to able to hold out as one of food industry in Indonesia is non-stoped to improve the quality of product which they yield. But from the production process remain to be found defect product and high rework. Mostly rework happened in type Mild B of  prawn crisply because Moisture Content level (MC inappropriate from the

  6. Perilaku Hygienitasi Pengelolaan dan Pembuatan Kue Home Industri Rumahan di Desa Lampanah Kecamatan Seulimeum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajriansyah Fajriansyah

    2017-05-01

    Full Text Available There are many home-based food managers that do not maintain the hygiene of the food they manage, other than that the habit of managers who do not pay attention to personal hygiene in making home food. The purpose of this research is to know the management of home cake making in Lampanah Village, Seulimeum District, Aceh. This descriptive study includes knowledge, personal hygiene and the habit of home-made cake management. The research location was conducted in Lampanah Village, Seulimeum District. The results of the research are known that the management of home cake is still much less good that is equal to 60,0%. Although generally high knowledge (80.0%, but has a poor hygienist of 60.0%. Likewise with the habit of cake-making is generally not good (80.0%. In conclusion, the high knowledge of home industry managers does not necessarily have an impact on hygiene and habits on positive behavior related to business management in the health sector. The suggestion is expected to the public more to maintain hygiene, especially personal hygiene so that the food served can be protected from various diseases, in addition to counseling to the community related to the management of home-cooked food needs to be done by health personnel. Keywords:   Home industry, habits, knowledge, personal hygiene Terdapat banyak pengelola makanan rumahan yang tidak menjaga kebersihan makanan yang dikelolanya, selain itu kebiasaan pengelola yang tidak memperhatikan personal hygiene dalam pembuatan makanan rumahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan pengelolaan pembuatan kue rumahan di Desa Lampanah Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dekriptif ini meliputi pengetahuan, personal hygiene dan kebiasaan pengelolaan pembuatan kue rumahan. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Lampanah Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian diketahui pengelolaan pembuatan kue rumahan masih banyak yang kurang baik yaitu sebesar 60

  7. PENTINGNYA VARIASI HIDANGAN BREAKFST DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN TAMU HORISON ULTIMA MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Estikowati Estikowati

    2017-07-01

    Full Text Available Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan kepuasan pengunjung yang datang dan menginap di Hotel Horison Ultima dengan kualitas hidangan breakfast yang diberikan oleh hotel dan mengetahui penyediaan hidangan yang dapat membeir kepuasan terhadap pengunjung.. Semua hidangan yang ada yaitu kondisi kesegaran makanan, kelengkapan makanan, desain dalam penyusunan makanan dan tata warna serta kebersihan makanan harus diperhatikan karena akan berkaitan erat dengan apa yang akan didapat dandirasakan oleh pengunjung. Pentingnya Variasi Hidangan juga dapat berupaya meningkatkan kepuasan dari pengunjung hotel karena keberagaman makanan di hotel yang diberikan dan disediakan untuk pengunjung harus baik dan memuaskan, jika peranan variasi hidangan tidak diperhatikan baik-baik akan mempengaruhi terhadap kepuasan pengujung di hotel. Memuaskan kebutuhan konsumen adalah keinginan setiap perusahaan. Selain faktor penting bagi kelangsungan hidup perusahaan, memuaskan kebutuhan konsumen dapat meningkatkan keunggulan dalam persaingan. Konsumen yang puas terhadap produk dan jasa pelayanan cenderung untuk membeli kembali produk dan menggunakan kembali jasa pada saat kebutuhan yang sama muncul kembali dikemudian hari. Hal ini berarti kepuasan merupakan faktor kunci bagi konsumen dalam melakukan pembelian ulang yang merupakan porsi terbesar dari volume penjualan perusahaan.The goal of this research is : 1. To increase the satisfaction of visitors who come and stay at Hotel HorisonUltima quality breakfast dishes provided by the hotel, 2. Knowing the provision of dishes that can give satisfaction to visitors. Knowing the description of the hotel breakfast menu variations provided by Hotel HorisonUltima (Main Dish, Side Dish, Tematic Dish.All the dishes there is the condition of the food freshness, completeness food, food preparation and design in color management and food hygiene must be considered because it will be closely related to what they

  8. STATUS KEKEBALAN DAN FAKTOR RISIKO TOXOPLASMOSIS PADA WANITA USIA SUBUR HASIL RISKESDAS 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rabea Pangerti Jekti

    2015-04-01

    Full Text Available Toxoplasmosis disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Diperkirakan sekitar 30 - 50% populasi dunia telah terinfeksi oleh toxoplasma, sebagian besar tanpa gejala. Penderita dengan kekebalan tubuh yang kuat apabila terinfeksi T. gondii pada umumnya tidak mengalami keadaan patologik yang nyata walaupun pada beberapa kasus dapat juga mengalami pembesaran kelenjar limfe, rasa lelah yang berlebihan, miokarditis akut, miositis hingga radang otak. Analisis ini bertujuan untuk mengukur hubungan kekebalan tubuh (titer antibodi pada wanita usia subur  terhadap kejadian toxoplasmosis  dan faktor risiko tingkat kekebalan tubuh. . Analisis ini menggunakan data potong lintang Riskesdas 2007. Subjek adalah wanita usia subur (WUS yang berusia 15-45 tahun. Kekebalan terhadap toxoplasmosis dilihat dengan mengukur kadar immunoglobulin G (IgG melalui tehnik ELISA (toxolisa. Subjek dikatakan tidak memiliki kekebalan terhadap toxoplasmosis jika toxolisanya <32 IU Sampel yang terpilih di analisis lebih lanjut untuk mengetahui faktor demografi, risiko, dan perilaku yang berhubungan dengan status kekebalan toksoplasmosis. Jumlah sampel yang terpilih dan mempunyai data yang lengkap sejumlah 6068 subjek dari 10521 women in repeoductive age. Hasil menunjukkan bahwa 63,7% memiliki kekebalan, dan 36,3% tidak memiliki kekebalan terhadap toxoplasmosis.  WUS yang berusia 15-17 tahun mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk tidak memiliki kekebalan toxoplasmosis yaitu sebesar 26% (ORs=1,26, 95% CI 1,03-1,55, p=0,027, begitu juga dengan WUS yang berstatus Ibu Rumah Tangga (IRT dan pelajaryaitu 16% (ORs=1,16, 95% CI 1,04-1,30, p=0,007, dan WUS yang berstatus kawin yaitu 30% (ORs=1,30, 95% CI 1,13-1,49, p=0,000. WUS yang berusia 15-17 tahun, berstatus kawin, dan IRT serta pelajar, merupakan kelompok yang berisiko tidak memiliki kekebalan terhadap toxoplasmosis, sehingga perlu kewaspadaan untuk meningkatkan upaya pencegahan dan perlindungan terhadap toxoplasmosis.   Kata kunci

  9. PENGUKURAN AKTFITAS FISIK PADA USIA LANJUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dien GA Nursa

    2008-09-01

    Full Text Available Kehilangan fungsi pada Usia lanjut merupakan tahapan akhir dari berbagai penyakit yang dialami Usia lanjut. Kemunduran fungsional berarti menurunnya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan hal ini dapat diukur dengan menilaiADL (Activity Daily Life, termasuk didalamnya mobility, eating, toileting, dressing, grooming. Halini dapat pula dilanjutkan dengan memeriksa aktivitas tambahan sehari-hari IADL seperti berbelanja, pergi ke bank, memasak, menyetir, membersihkan rumah atau menggunakan fasilitas kendaraan umum. Sebagai tambahan, pemeriksaan objektif dari fungsi kognitif dan perilaku serta ekonomi, sosial, emosionaljuga dibutuhkan untuk memperoleh data yang lengkap mengenai fungsi tubuh yang berhubungan dengan kesehatan pada Usia lanjut.

  10. Redefinisi Kaum Paderi Melalui Metodologi Genealogis Foucauldian Sebagai Rekonsiliasi Etnis Minangkabau-Batak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfi Arifian

    2016-11-01

    Full Text Available Redefinisi Kaum Paderi merupakan konsep pendefinisian Kaum Paderi berdasarkan metodologi genealogis yang menulis sejarah berdasarkan kerangka kekinian. Definisi ini berbeda dari definisi Kaum Paderi dalam pandangan sejarah umum. Redefinisi ini dimaksudkan untuk memetakan gerakan Paderi berdasarkan konsep kekuasaan berbasis keamiran melalui gelar Tuanku Imam Bonjol merujuk kerangka kekuasaan nagari (balad-dalam pemahaman imamah. Tujuan pemetaan gerakan Paderi adalah membuktikan (secara teori bahwa ada dikotomi di tubuh Paderi sebagai gerakan pemurni Islam serta yang bersifat radikal. Dikotomi inilah yang digunakan sebagai dalih untuk membangun wacana rekonsiliasi antara etnis Minangkabau-Batak lantaran konflik masa lalu "Perang Paderi" jilid I.

  11. Kasus Diabetes Mellitus Pada Kucing Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Fitriani

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mengamati gejala klinis, gambaran hematologi dan kimia klinis pada penderita DM. Penelitian dilaksanakan di Bali Veterinary Clinic Pererena Bali. Waktu penelitian berlangsung pada akhir bulan Maret sampai bulan Mei 2015. Kucing penderita DM memiliki gejala klinis polyuria, polydipsia, polyphagia, penurunan berat badan, luka basah yang tidak kunjung sembuh, gusi pucat kekuningan, peningkatan temperatur tubuh, anoreksia. Pada uji darah lengkap didapatkan hasil White Blood Cell, Red Blood Cell, Hematocrite, Platelet, dan Hemoglobin rendah sedangkan Lymphocytes tinggi. Pada uji glukosa darah menunjukan bahwa glukosa darah tinggi. Tes fungsi hati menunjukkan bahwa AST tinggi tetapi ALT normal.

  12. PENERAPAN ENGINEERING CONTROL DAN ADMINISTRATIVE CONTROL SEBAGAI BENTUK INTERVENSI ERGONOMI DI PT GANDING TOOLSINDO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nataya Charoonsri Rizani

    2012-02-01

    Full Text Available PT. Ganding Toolsindo,sebuah perusahaan  manufaktur yang bergerak di bidang industri otomotif, mengalami permasalahan ergonomi berdasarkan tanda-tanda umum terjadinya permasalahan ergonomi yaitu apparent trend in accidents and injuries, incidence of CTD (cumulative trauma disorder, absenteeism & high turnover rates, employee complaints, poor quality,dan  manual material handling. Permasalahan  yang menjadi focus untuk diselesaikan oleh perusahaan adalah CTD. Penelitian  pada dua stasiun kerja utama  yang bermasalah  yaitu mesin chinfong dan ada yang menggunakan tiga tools yaitu Rapid Upper Limb Assessment (RULA, Nordic Body Map dan pengukuran momen tubuh dengan software Mannequin Pro 7. Hasil dari ketiga tools ini menunjukkan perlu dilakukan intervensi ergonomi dengan pendekatan engineering control maupun administrative control. Intervensi dengan pendekatan engineering control dilakukan dengan meninggikan area kerja dan modifikasi bangku kerja, sedangkan pendekatan administrative control dilakukan dengan menerapkan rotasi kerja dan pemanasan tubuh sebelum bekerja. Hasil implementasi intervensi ergonomic menunjukkan adalanya penurunan pada skor RULA, persentasi keluhan tubuh dan penggunaan momen tubuh. Kata Kunci: CTD, intervensi ergonomi, engineering control, administrative control     PT. Ganding Toolsindo, a manufacturing company engaged in the automotive industry, ergonomics problems experienced by general signs of ergonomics problems are apparent trend in accidents and injuries, incidence of CTD (cumulative trauma disorder, high absenteeism & turnover rates, employee complaints, poor quality, and manual material handling. The problems to be resolved by the company's focus for the CTD. Research on the two main work stations that are problematic and aida chinfong machine uses three tools namely Rapid Upper Limb Assessment (Rula, Nordic Body Map and measurement of body moments with Mannequin Pro 7 software. The results of all three

  13. Peran Direct Fed Microbials (DFM Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus oryzae terhadap Produktivitas Ternak Ruminansia : Review

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. Suryani

    2015-02-01

    Full Text Available Mikroorganisme yang biasa digunakan dalam pakan ternak ruminansia biasanya berupa probiotik. Probiotik memiliki makna yang bersepadanan dengan Direct Fed Microbials (DFM. Penambahan DFM jenis Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus oryzae pada pakan ternak ruminansia mampu memanipulasi rumen dengan meningkatkan populasi bakteri pemecah serat sehingga dapat meningkatkan kecernaan dan meningkatkan bobot badan. Mekanisme kerja S. cerevisiae dan A. oryzae yang masuk kedalam tubuh ternak dan mempengaruhi pencernaan atau penyerapan, ada yang sudah diketahui secara jelas tetapi ada juga yang masih berupa hipotesa. Pemanfaatan DFM jenis S. cerevisiae dan A. oryzae secara tunggal maupun kombinasi sebagian telah diamati dan memberikan respon positif.

  14. Faktor yang berhubungan dengan preferensi konsumen street food pada mahasiswa Universitas Gadjah Mada

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Budi Permana P.

    2016-08-01

    Full Text Available ABSTRACTBackground: Habits and preferences influence the street food consumption. Consuming of foods that are high in fat, protein, and carbohydrate could increase the risk to suffered from coronary heart  diseases, high blood pressure, diabetes mellitus, and stroke. More than 90% diseases that occurs in human were caused by food contamination of microorganisms, likes typhus and hepatitis A.Objectives:To analyze factors related to street food consumer preferences of Universitas Gadjah Mada’s students.Methods:This was an observational research with cross sectional design. Samples were 96 UGM’s undergraduate students of the year 2012 taken by cluster sampling. Datas were obtained by interview using questionnaire consumer preferences of street food and the individual and food characteristics. Data were then analysed by statistical analysis using correlation test (contingency coeffi cient and Spearman and multivariate analysis using logistic regression.Results: There was correlation between sex (RR:1.60, p=0.012, income (RR:1.36, p=0.017 and food prices (RR:0.52, p=0.001 with preference of street food meal.There was correlation between knowledge about nutrition (RR:27.75, p=0.000 and hygiene and sanitation (RR:1.25, p=0.000 with preference of street food on fruit group at Universitas Gadjah Mada’s students.Conclusions: Sex, income, and food prices related to preference of street food on meal. Knowledge about nutrition and hygiene sanitation related to preference of fruit group street food of Universitas Gadjah Mada’s students.KEYWORDS: food preference, consumer, street food, university students ABSTRAKLatar belakang: Kebiasaan dan preferensi seseorang akan sangat mempengaruhi konsumsi street food. Mengonsumsi makanan tinggi lemak, protein, dan karbohidrat dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, dan stroke. Lebih dari 90% penyakit yang terjadi pada manusia disebabkan oleh

  15. ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUB SEKTOR BAHAN PANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zaenuri

    2017-06-01

    Full Text Available Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1. Komoditas tanaman bahan makanan unggulan apa saja yang ada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Boyolali, 2 Bagaimana strategi perencanaan pengembangan subsektor tanaman bahan makanan dilihat dari kelengkapan infrastruktur di Kabupaten Boyolali, 3 Bagaimana laju pertumbuhan sektor tanaman bahan makanan yang dimiliki tiap kecamatan di Kabupaten Boyolali. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis Location Quotient (LQ, Shift Share (SS, Klassen Typologi. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ diketahui pengembangan komoditas padi terdapat di Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Banyudono, Kecamatan Sawit. Komoditas tanaman jagung terdapat di Kecamatan Selo, Kecamatan Ampel, Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Musuk. Komoditas ubi kayu di Kecamatan Klego, kecamatan Simo. Komoditas ubi jalar di Kecamatan Selo, Kecamatan Simo dan Kecamatan Mojosongo. Komoditas kacang tanah ada di Kecamatan Boyolali dan Kecamatan Nogosari. Komoditas kedelai di Kecamatan Juwangi, Kecamatan Sambi, Kecamatn Kemusu dan Kecamatan Wonosegoro. The problems that were in this research is 1 Commodities food plants seed material what it was in each carpel kecamatan in kabupaten boyolali, 2 how strategy sub planning the development of the food crops sector seen from the completeness of the infrastructure in boyolali district, 3 how sector growth rate of plants of food material possessed every sub-district in boyolali district. The data used was secondary data. Data analysis methods using analysis loqation quotient (LQ, shift share (SS, klassen typologi . According to the research using analysis loqation quotient (LQ development rice is in in ngemplak, in banyudono, in palm. Corn is crops in district violoncello, in ampel, in cepogo and in musuk. Commodities cassava in district klego, in simo. Commodities sweet potatoes in in violoncello, in simo and

  16. Identifikasi dan Penentuan Kadar Boraks dalam Lontong yang Dijual di Pasar Raya Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizki Amelia

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakKeamanan makanan merupakan salah satu masalah yang harus mendapatkan perhatian terutama di negara berkembang seperti Indonesia, karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab produsen pangan terhadap mutu dan keamanan makanan terutama pada industri kecil atau industri rumah tangga. Hal ini menyebabkan produsen sering menambahkan bahan kimia ke dalam produk makanan, salah satunya boraks. Konsumsi boraks dapat menyebabkan mual, muntah, kanker bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan penentuan kadar boraks pada lontong yang dijual di Pasar Raya Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Laboratorium FMIPA Universitas Andalas Padang dari bulan Januari sampai bulan Desember 2013. Identifikasi dan penentuan kadar boraks dilakukan terhadap 10 sampel lontong yang diambil secara random. Metoda yang digunakan adalah metoda titrasi dan menggunakan larutan standar NaOH. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 10 sampel, didapatkan tidak ada satupun sampel lontong yang mengandung boraks.Kata kunci: boraks, lontong, titrasiAbstractThe food safety is one of problems that should get attention, especially in developing countries like Indonesia, because it can gives a negative impact for health. The cause is lack of knowledge, skill, and responsibility for the quality and safety of food, especially in small industries or home industry. It causes producers often add chemicals to food products, one of which borax. Consumption of borax can cause nausea, vomiting, cancer and even death. This research was to identify and determination of borax in lontong which sold at Pasar Raya Padang. This was a descriptive study at The Chemistry Laboratory, Andalas University Padang from January to December 2013. The identification and determination of borax on 10 samples of lontong taken by random. The method used is titration

  17. PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMENTASI ASAM AMINOBERCABANG TERHADAP PRESTASI PEJUDO DI PUSLATNAS JUDO CILOTO, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. S. Slamet

    2012-11-01

    Full Text Available Beberapa faktor berpengaruh terhadap peningkatan prestasi olahragawan, antara lain bobot latihan fisik dan masukan zat gizi, terutama saat dan menjelang bertanding. Kebutuhan energi diharapkan bagi olahragawan lebih besar daripada bukan olahragawan. Bila energi dari karbohidrat dipakai terus menerus selama bertanding, kebutuhan energi diambil dari protein. Bila keadaan tersebut berlanjut dapat menurunkan prestasi olahragawan tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut dengan disuplementasi asam amino bercabang ke dalam makanan olahragawan akan digunakan pada waktu proses metabolisme protein sebagai sumber energi selama bertanding. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bila ke dalam makanan olahragawan diberikan asam amino bercabang (BCAA akan meningkatkan prestasi olahragawan. Subyek diambil dari cabang olahraga judo sebanyak 15 orang pejudo yunior, umur antara 14-19 tahun, dibagi dalam 2 kelompok (A dan B masing-masing terdiri dari komposisi, berat badan dan jenis kelamin yang sama, tinggal di asrama dan mendapat makanan yang sama pula. Perlakuan ada 3 periode, masing-masing selama 12 hari. Periode I subyek diberi kapsul placebo ke dalam makanannya selama 12 hari. Hari ke 11 subyek diperiksa keadaan klinis, biokimia darah dan uji kebugaran jasmani. Setelah diistirahatkan selama 14 hari, dilakukan Periode II, subyek diberi kapsul placebo selama 12 hari, pada hari ke 11 dilakukan pemerlksaan klinis, biokimia darah menjelang uji kebugaran jasmani. subyek diberi kapsul asam amino bercabang (BCAA. Setelah diistirahatkan selama 14 hari, dilakukan Periode III, pemberian kapsul placebo diganti dengan kapsul yang berisi asam amino campuran selama 12 hari. Pada hari ke 11 diperiksa ulang klinis dan biokimia darah. Menjelang uji kebugaran jasmani subyek diberi kapsul BCAA. Parameter yang digunakan adalah masukan dan keluaran energi, zat gizi makanan yang dikonsumsi, biokimia darah dan uji kebugaran jasmani. Periode I, II, III, dengan melalui

  18. KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI GLISEROL DAN ASAM ASETAT MENJADI TRIACETIN MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hantoro Satriadi

    2015-12-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar diesel. Gliserol merupakan produk dengan produksi biodiesel dari reaksi transesterifikasi. Gliserol saat diesterifikasi dengan asam asetat untuk membentuk triacetin. Kegunaan triacetin sangat baik untuk makanan dan non makanan. Untuk bahan makanan, triacetin dapat digunakan sebagai bahan aroma dalam permen, minuman dari susu, minuman ringan dan permen karet. Adapun non-makanan dapat digunakan untuk pelarut pada parfum, tinta cetak, pelarut dalam rasa, plasticizer untuk resin selulosa, polimer dan co-polimer, bahkan dapat digunakan sebagai bahan aditif bahan bakar untuk mengurangi knocking di mesin mobil. Dalam penelitian ini akan diperoleh kondisi optimum pembuatan triacetin. Volume total gliserol dan asam asetat 600 ml, kecepatan pengadukan 100 rpm dan berat katalis adalah 5% berat gliserol. Dalam penelitian ini proses analisis kualitatif dengan menggunakan instrumen FTIR telah mendeteksi adanya produk triacetin. Hasil analisis kuantitatif diperoleh persamaan kecepatan reaksi esterifikasi dan kondisi optimum yang dihasilkan pada rasio mol reagen gliserol dan asam asetat 1:7 dengan temperatur 120 oC pada menit ke-5 dengan nilai konversi sebesar 67,63%. [Title: Kinetics of Esterification Reaction of Triacetin Formation from Glycerol and Acetic Acid Using Sulfuric Acid Catalyst] Biodiesel, as one of alternative energy, is expected to replace diesel fuel. Glycerol is a by product of biodiesel production from transesterification reaction. The glycerol was esterified with acetic acid to form triacetin. The triacetin was useful for food and non- food application. For food application, the triacetin can be used as a fragrance ingredient in candy, beverages from milk, soft drinks and chewing gum. Meanwhile, for non-food materials, it can be used for solvent triacetin on perfumes, printing ink, solvent in flavor, plasticizer for cellulose resin, polymer and co

  19. ANALISIS PERBANDINGAN EVAPORATOR KULKAS (LEMARI ES DENGAN MENGUNAKAN REFRIGERANT R-22 DAN R-134A

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Faozan

    2017-03-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui komponen mesin refrigerasi khususnya pembahasan evaporator. Dalam penelitian ini digunakan lemari pendingin (kulkas sederhana untuk pengawetan dan pendinginan bahan makanan dalam rumah tangga. Untuk refrigerant yang digunakan adalah Refrigerant Freon  R – 22 dan  Freon R - 134a sebagai perbandingan dan untuk mengetahui performance evaporator ( COP pada mesin refrigerasi untuk rumah tangga. Lemari pendingin yang dianalisa berukuran tinggi  = 1 m, panjang  = 0,55 m  dan lebar 0,5 m. Temperatur evaporasi = -5°C dan temperature kondensasi = 40°C.

  20. Hubungan Kadar Vitamin C Plasma dengan Serangan Asma pada Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azwar Aruf

    2016-11-01

    Hasil. Karakteristik subyek, antara lain umur, jenis kelamin, riwayat kontak hewan peliharaan, riwayat kontak tungau debu rumah, perokok pasif, alergi makanan, infeksi saluran pernapasan, kadar vitamin C plasma. Analisis bivariat dilakukan dengan uji kemaknaan (nilai p<0,05, dan rasio Odds. Kadar vitamin C plasma kelompok asma dalam serangan dan tidak dalam serangan tidak berbeda bermakna dengan nilai p=0,77 dan rasio Odds 1,18 (IK95%: 0,32;3,64. Infeksi pernapasan merupakan faktor risiko serangan asma yang bermakna dengan nilai p=0,006 dan rasio Odds 3,6 (IK 95% 1,41;9,19.

  1. INVENTARISASI JENIS ARTHROPODA DAN ECHINODERMATA DI ZONA PASANG SURUT TIPE SUBSTRAT BERBATU PANTAI GATRA KABUPATEN MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arindra Trisna Widiansyah

    2016-07-01

    Pantai Gatra merupakan salah satu ekowisata pantai di Kabupaten Malang yang memiliki zona pasang surut dengan substrat dominan batu. Substrat berbatu merupakan daerah yang paling padat makroorganismenya. Arthropoda dan Echinodermata mempunyai peranan penting dari segi sumber makanan maupun ekologi. Mengingat belum adanya pelaporan jenis Arthropoda dan Echinodermata di zona pasang surut Pantai Gatra, maka dilakukan penelitian inventarisasi di daerah ini. Tujuan penelitian ini adalah invetarisasi jenis Arthropoda dan Echinodermata. Hasil penelitian tentang inventarisasi jenis Arthropoda dan Echinodermata di zona pasang surut pantai Gatra Kabupaten Malang, secara keseluruhan ditemukan 14 jenis, 13 genus, dan 11 famili dari filum Arthropoda dan Echinodermata.

  2. PENINGKATAN KUALITAS WARNA KUNING DAN MERAH SERTA PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOI MELALUI PENGAYAAN TEPUNG KEPALA UDANG DALAM PAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Subamia

    2016-04-01

    Full Text Available Ikan hias koi merupakan salah satu produk perikanan yang budidayanya telah dikuasai oleh petani ikan di beberapa daerah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas warna benih ikan hias koi melalui pengayaan tepung kepala udang dalam pakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan dosis tepung kepala udang dalam formulasi pakan sebagai sumber karotenoid yaitu: 0% (kontrol, 5%, 10%, 15%. Pakan yang diberikan diformulasikan dengan isoprotein (30%, dan isolipid (15%. Ikan yang digunakan adalah benih dan ditempatkan dalam hapa-hapa di kolam. Pengamatan yang dilakukan selama pemeliharaan adalah parameter kualitas warna yang dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan TCF (Toca Color Finder, sedangkan pengukuran kuantitatifnya dilakukan dengan pengukuran total karotenoid pakan dan jaringan tubuh ikan. Selain itu, dilakukan pula pengamatan parameter pertumbuhan panjang, dan bobot yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas warna pada ikan koi optimal pada pemberian tepung kepala udang sebesar 10% dicirikan dari nilai warna kuning dan merah. Selama penelitian juga diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik bobot dan panjang tubuh, dan sintasan pada semua perlakuan.

  3. Faktor Risiko Kejadian HIV pada Komunitas LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki Mitra Yayasan Lantera Minangkabau Sumatera Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Said Firdaus

    2013-05-01

    Full Text Available HIV (Human Immunodeficiency Virus adalah virus penyebab AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan segala penyakit. Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL adalah lelaki heteroseks (tertarik pada perempuan, tetapi juga tertarik kepada lelaki. LSL yang terinfeksi HIV hingga tahun 2011 sebanyak 1.061 kasus dan diperkirakan akan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2025. Di Yayasan Lantera Minangkabau Sumatera Barat tahun 2011, dari 621 LSL yang dibina ditemukan sebanyak 24 orang terinfeksi HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian HIV pada komunitas LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki Mitra Yayasan Lantera Minangkabau Sumatera Barat dengan menggunakan metode survei analitik dan case control. Sampel penelitian adalah 24 kasus dan 24 kontrol. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square dan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko kejadian HIV pada komunitas LSL adalah perilaku seksual (p=0.009, OR 5.898 dan CI 95% 1.609-20.479, sementara faktor penggunaan narkoba suntik bukan faktor risiko kejadian HIV pada komunitas LSL (p=1.000, OR 1.571 dan CI 95% 0.238-10.365. Diharapkan agar pihak Yayasan meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE kepada komunitas LSL yang dibina serta penemuan kasus HIV terutama pada populasi kunci.

  4. HUBUNGAN IMT, RLPP DAN RIWAYAT DIABETES PADA KELUARGA DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PNS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafifatul Auliya Rahmy

    2015-03-01

    Full Text Available Diabetes melitus (DM adalah penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. DM dan komplikasinya menyebabkan sekitar 4% kematian dari seluruh total kematian di dunia dan 3% di Di Indonesia. Skrining melalui pemeriksaan kadar gula darah sangat diperlukan untuk mencegah DM. Penelitian ini bertujuan  mengetahui kadar gula darah dan hubungan indeks massa tubuh, rasio lingkar pinggang pinggul dan riwayat diabetes pada keluarga dengan kadar gula darah. Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional pada PNS di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan bulan Februari - April 2014. Jumlah sampel berdasarkan hasil perhitungan sampel sebanyak 147 responden yang dipilih secara random. Analisis yang digunakan meliputi analisis univariat dan bivariat (regresi linear sederhana dan ­t test independen. Rata-rata kadar gula darah yang didapatkan adalah 177,52±27,67 mg/dl, rata-rata IMT adalah 23,93±4,20 m/kg2 pada perempuan dan 26,23±4,07 m/kg2 pada laki-laki dan rasio lingkar pinggang pinggul adalah 0,87±0,06 pada perempuan dan 0,90±0,04 pada laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh, rasio lingkar pinggang pinggul dan riwayat diabetes pada keluarga dengan kadar gula darah (p value < 0,05. Pencegahan DM dapat dilakukan dengan skrining khususnya pada kelompok berisiko dengan pemantauan status gizi.

  5. Pengaruh Latihan Traditional Push Up, Plyometric Push Up, dan Incline Push Up Terhadap Kekuatan Otot Lengan, Power Otot Lengan, dan Daya Tahan Otot Lengan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Febriyan Dwi Cahyono

    2018-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk peningkatan performa fisik otot lengan siswa ekstrakulikuler putra SMAN 2 Lamongan yang memiliki kelemahan saat dilakukan evaluasi fisik. Empat puluh siswa sehat dengan melihat status gizi melalui indeks masa tubuh (IMT dipilih sesuai dengan kriteria dan dilakukan pretest dan pemeringkatan sehingga masuk dalam pengelompokan traditional push up, plyometric push up, incline push up dan kelompok kontrol. Push up 30 detik, push up 60 detik dan medicine ball test digunakan untuk mengukur peningkatan kinerja. Ketiga kelompok berpartisipasi dalam penelitian tiga hari dalam seminggu selama enam minggu dan menyelesaikan 18 sesi pelatihan, pada frekuensi 3 sesi per minggu. Hasil uji paired sample t-test dalam kelompok traditional push up menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel kekuatan dan daya tahan, kelompok plyometric push up menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel kekuatan dan power, dan kelompok incline push up menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel kekuatan dan daya tahan.  Disimpulkan dari penelitian ini bahwa pelatihan traditional push up, plyometric push up dan incline push up ketiganya efektif untuk peningkatan kinerja tubuh bagian atas.

  6. Sensor Asam Nukleat Sebagai Aktivator Imunitas Intrinsik Terhadap Patogen Intraseluler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usmar Usmar

    2017-12-01

    Full Text Available Vertebrata, termasuk manusia, dilengkapi dengan sistem imun alamiah dan sistem imun adaptif yang saling bekerjasama untuk melindungi tubuh dari material berbahaya, termasuk berbagai patogen dan sel-sel kanker. Kedua sistem imun tersebut secara rutin melakukan pengecekan terhadap beragam material yang ada di dalam tubuh. Salah satu cara yang digunakan oleh sistem imun dalam melaksanakan tugasnya adalah melalui pengaktifan sensor asam nukleat yang berfungsi untuk memberikan informasi keberadaan DNA atau RNA asing maupun kemungkinan adanya salinan DNA inang di sitoplasma atau lokasi lain yang tidak semestinya. Ketika genom patogen terdeteksi oleh sensor-sensor tersebut, selanjutnya efektor sistem imun akan diaktivasi melalui serangkaian proses dan berakhir dengan eradikasi asam nukleat target atau bahkan induksi apoptosis sel yang bersangkutan. Beberapa sensor asam nukleat yang telah ditemukan antara lain adalah Toll-like receptor (TLR, RIG-I-like receptors (RLRs, cyclic GMP-AMP synthase (cGAS, dan interferon-γ-inducible protein 16 (IFI16. Namun, sejumlah patogen telah memiliki mekanisme untuk menghindari sensor-sensor tersebut sehingga infeksi tetap dapat terjadi. Dengan demikian, berbagai penelitian untuk meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana sensor asam nukleat bekerja sebagai salah satu respon imun intraseluler serta mekanisme terbentuknya resistensi patogen terhadap deteksi sensor tersebut sangat penting untuk didorong. Hal ini akan memberikan wawasan baru dalam pengembangan berbagai sediaan farmasi terkait seperti vaksin dan antimikroba intraseluler.

  7. KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL GURU DAN SISWA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN INKLUSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuryani Nuryani

    2016-12-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi komunikasi guru padasiswa ABK di SMK Balai Perguruan Putri Bandung, bagaimana komunikasi instruksional yang dilakukan guru pada siswa ABK di SMK BPP, dan mengapa sekolah memilih untuk melaksanakan komunikasi pembelajaran yang menggabungkan siswa ABK dan nonABK. Penelitian ini menggunakan tradisi studi kasus dengan metode kualitatif serta menggunakan beberapa teori yang melandasi penelitian yakni teori interaksi simbolik dan teori konvergensi simbolik. Kesimpulan penelitiaan ini adalah 1 beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan komunikasi pembelajaran di antaranya kompetensi guru, kesiapan siswa, dan dukungan lingkungan sekolah. Termasuk juga dukungan orang tua dan pendamping. 2 Komunikasi pembelajaran dilaksanakan dalam dua saluran yakni komunikasi pembelajaran di depan kelas dan komunikasi individual antara guru dan siswa. Teknik yang digunakan mulai dari ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan juga tutor sebaya. Bahasa verbal dan nonverbal digunakan seperti raut muka ekspresif, suara lantang, artikulasi jelas, gaya tubuh dan bahasa tubuh ekspresif, disertai dengan sentuhan, belaian, tatapan mata. 3 Alasan yang melatar belakangi penyelenggaraan komunikasi instruksional yang menggabungkan siswa ABK dan nonABK di SMK BPP Bandung dilakukan demi kepentingan tiga pihak, yakni siswa ABK, organisasi, serta siswa non ABK DOI: 10.24198/jkk.Vvol4n2.4

  8. PENGARUH BERBAGAI RASIO ENERGI PROTEIN PADA PAKAN ISO PROTEIN 30% TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mas Bayu Syamsunarno

    2011-04-01

    Full Text Available Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan rasio energi protein optimum yang menghasilkan pertumbuhan maksimum benih ikan patin (Pangasius hypophthalmus. Percobaan menggunakan 5 (lima pakan iso protein dengan rasio energi protein berbeda, yaitu: 8,5; 9,0; 9,5; 10,0; dan 10,5 kkal DE/g protein. Benih patin berukuran 1,84±0,02 g ditebar secara acak ke dalam 15 akuarium (50 cm x 40 cm x 35 cm dengan kepadatan 20 ekor per akuarium. Benih ikan patin tersebut diberi pakan uji dua kali sehari sekenyangnya (satiation selama 40 hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kandungan protein tubuh tertinggi dihasilkan oleh pakan dengan rasio energi protein 9,0 kkal DE/g protein, sedangkan lemak tubuh terendah dicapai oleh perlakuan 8,5 kkal DE/g protein. Namun, protein karkas adalah sama untuk perlakuan 8,5–9,5 kkal DE/g protein dan kandungan lemak karkas terendah dicapai oleh 8,5 kkal DE/g protein. Konsumsi pakan, retensi protein, dan pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh pakan dengan rasio energi protein 9,0 kkal DE/g protein (P0,05. Oleh karena itu, kandungan optimum rasio energi protein 9,0 kkal DE/g protein memberikan pertumbuhan tertinggi pada benih ikan patin

  9. PENGEMBANGAN DAN PERANCANGAN TEMPAT TIDUR BAYI (BABY BOX YANG ERGONOMIS MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOCAD DENGA PENDEKATAN DATA ANTROPOMETRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Kristanto

    2011-01-01

    Full Text Available Dengan semakin majunya sistem informasi diluar maupun didalamnegeri, Kini masyarakat lebih memperhatikan atau tertarik pada produk-produk yang dihasilkan harus lebih mempunyai nilai ringkas atau flexibledan tentunya sesuai dengan harga dari produk tersebut, Hal ini menjadisebuah acuan bagi pengembang inovasi produk yang mementingkankeinginan masyarakat untuk mendapatkan kekuatan dari kalangan konsumen,Dengan mempertimbangkan usulan dari para orang tua maka penulismencoba menawarkan prototype tempat tidur balita yang sesuai dengandimensi antropometri tubuh bayi di Indonesia. Dengan maksud tempat tidurbayi tersebut mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi bayi,khususnya kepuasan bagi para orang tua dalam mengasuh atau memfasilitasianaknya. Metodologi penelitian dilakukan dengan penggalian data dariresponden menggunakan metode Quality Funcion Deployment (QFD untukmengetahui keinginan dari konsumen, serta data antropometri untukmengetahui persentil dari ukuran yang diperlukan untuk merancang TempatTidur Bayi (Baby Box yang sesuai dengan dimensi tubuh bayi di Indonesia.Hasil penelitian ini dapat diketahui atribut-atribut tempat tidur bayi yangsesuai dengan keinginan pelanggan meliputi : Tempat tidur mampu menahanberat dan gerakan bayi, Dilengkapi dengan kain tile pelindung dari gigitannyamuk, Adanya rak tempat untuk menyimpan pakaian bayi, Warna tempattidur yang cerah, Adanya kantong tas sehingga mudah dibawa. Ukurantempat tidur bayi dikembangkan berdasarkan penerapan data antropometridengan menggunakan persentil 5-th dan 95-th sehingga diperoleh ukurantinggi tempat tidur bayi adalah 80cm, panjang 110 cm, dan lebar 80cm. 

  10. PENERAPAN DATAMINING PADA POPULASI DAGING AYAM RAS PEDAGING DI INDONESIA BERDASARKAN PROVINSI MENGGUNAKAN K-MEANS CLUSTERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mhd Gading Sadewo

    2017-09-01

    Full Text Available Ayam bukanlah makanan yang asing bagi penduduk Indonesia. Makanan tersebut sangat mudah dijumpai dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun tingkat konsumsi daging ayam di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan Negara tetangga. Penelitian ini membahas tentang Penerapan Datamining Pada Populasi Daging Ayam Ras Pedaging di Indonesia Berdasarkan Provinsi Menggunakan K-Means Clustering. Sumber data penelitian ini dikumpulkan berdasarkan dokumen-dokumen keterangan populasi daging ayam yang dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik Nasional. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dari tahun 2009-2016 yang terdiri dari 34 provinsi. Variable yang digunakan (1 jumlah populasi dari tahun 2009-2016. Data akan diolah dengan melakukan clushtering dalam 3 clushter yaitu clusther tingkat populasi tinggi, clusther tingkat populasi sedang dan rendah. Centroid data untuk cluster tingkat populasi tinggi 4711403141, Centroid data untuk cluster tingkat populasi sedang 304240647, dan Centroid data untuk cluster tingkat populasi rendah 554200. Sehingga diperoleh penilaian berdasarkan indeks populasi daging ayam dengan 1 provinsi tingkat populasi tinggi yaitu Jawa Barat, 6 provinsi tingkat populasi sedang yaitu Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, dan 27 provinsi lainnya termasuk tingkat populasi rendah. Hal ini dapat menjadi masukan kepada pemerintah, provinsi yang menjadi perhatian lebih pada populasi daging ayam berdasarkan cluster yang telah dilakukan

  11. Child Health Improvement through Implementation of Food Safety Model

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Safari

    2016-06-01

    Pemenuhan akan pangan merupakan komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, masih terdapat permasalahan dalam mewujudkannya, di antaranya masalah keamanan pangan dengan persentase kasus keracunan makanan masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situasi pelaksanaan keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS yang ada saat ini dan memilih alternatif model keamanan pangan yang paling efektif dan efisien diterapkan di usaha mikro kecil (UMK guna meningkatkan keamanan pangan yang dihasilkannya sehingga terjadi peningkatan kesehatan anak. Penelitian dilakukan pada kuartal II tahun 2015 sampai dengan awal kuartal III tahun 2015 melalui survei lapangan dan survei pakar dengan mengambil studi kasus di lingkungan sekolah dasar. Survei lapangan melibatkan 102 responden untuk memungkinkan dilakukannya analisis situasional dan juga survei pakar untuk memilih model keamanan pangan yang paling efektif dan efisien untuk diterapkan pada UMK PJAS dengan Analytical Hierarchy Process. Hasil survei lapangan menunjukkan 91% responden anak sekolah pernah mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi PJAS. Selain itu, 100% responden UMK PJAS tidak menggunakan masker dan sarung tangan sebelum mengolah makanan/minuman, 62% masih menggunakan air sumur sebagai sumber air untuk produksi PJAS dan 86% menggunakan Bahan Tambahan Pangan. Hasil survei pakar menunjukkan model Lima Kunci Pangan Aman terpilih sebagai model keamanan pangan yang paling efektif dan efisien diterapkan pada UMK PJAS.

  12. PENGARUH CARA PENGAWETAN TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAN EFISIENSI DALAM BENTUK HAY DAN SILASE PADA DAUN 16 PROVENAN GAMAL (GLIRICIDIA SEPIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. W. Puger

    2012-09-01

    Full Text Available RINGKASAN Percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara pengawetan terhadap kandungan zat-zat makanan dan efisiensinya pada daun 16 provenan gamal telah dilaksanakan selama 3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan pengawetan (gamal segar, gamal hay, dan gamal silase dan 3 blok sebagai ulangan. Setiap perlakuan terdiri atas 16 provenan, yaitu 6 dari Mexico (M, 4 dari Guatemala (G, dan satu provenan masing-masing dari Colombia (C, Indonesia (I, Nicaragua (N, Panama (P, Costa Rica (R, dan Venezuela (V. Sampel setiap daun (helai dan tangkai provenan sebelum dan setelah diawetkan dianalisis kandungan zat-zat makanannya dan dihitung efisiensinya setelah dibuat hay dan silase. Kandungan DM dan CP dari hay adalah tertinggi (P0,05 setelah diawetkan menjadi hay dan silase, sedangkan efisiensi DM, OM, dan CP dari hay lebih tinggi (P<0,05 daripada silase. Provenan P13, R12, dan M34 mengandung zat-zat makanan lebih tinggi; sementara provenan G14 dan G17 lebih efisien bila diawetkan dalam bentuk hay dan silase. Pada pertanian lahan kering pengawetan gamal dalam bentuk hay lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan dalam bentuk silase.

  13. PERANAN COOK DI EVENT KITCHEN HOTEL HYATT REGENCY BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Firdaus

    2016-03-01

      Abstrak - Hotel merupakan salah satu pendukung pariwisata, dimana keberadaanya begitu penting untuk mengakomodir kebutuhan-kebutuhan wisatawan yang berkaitan dengan penginapan, restoran, penyelenggaraan event dan hiburan, sehingga faktor kualitas pelayanan yang diberikan menjadi kunci keberhasilan dari suatu hotel. Penyelenggaraan event di hotel menjadi tren tersendiri dan sangat berpotensi untuk terus dikembangkan, salah satu kualitas pelayanan yang sangat penting yaitu penyediaan hidangan bagi kegiatan event, maka peran cook di event kitchen menjadi aspek yang dapat menentukan baik tidaknya event terlaksana. Hotel Hyatt Regency Bandung sebagai hotel bintang 5 memiliki 6 outlet untuk mendukung pelayanan hidangan bagi event yang diselenggarakan di hotel tersebut. Keenam outlet tersebut yaitu outlet Banquet Kitchen, outlet Taruma Café Kitchen, outlet Regecy Kitchen, outlet Cha Yuen Kitchen, outlet Commissary Kitchen dan outlet Simider Kitchen. Dalam suatu outlet biasanya terdiri dari 6 sampai 7 cook. Dimana mereka memiliki tugas masing-masing, seperti bagian chef de partie yang bertugas untuk menyediakan dan mengawasi pengadaan kebutuhan bahan makanan, dan ada pula bagian commis yang bertugas untuk mengolah bahan makanan menjadi masakan yang dapat disajikan untuk kegiatan event. Peran dari masing-masing bagian begitu penting bagi kelancaran event yang terlaksana, dan kelancaran suatu event yang terlaksana berdampak baik pada image hotel dimata konsumen.   Kata Kunci : Hotel, Even Kitchen, Cook.

  14. EGG TRAY DAUN SALAM (Eugenia polyantha

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isna Bekti Pertiwi

    2017-02-01

    Full Text Available Telur ayam ras merupakan salah satu makanan yang bergizi tinggi dengan rasa yang enak dan harga relatif murah serta dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan. Namun, telur ayam ras mentah memiliki sifat mudah menurun kualitasnya dan mudah rusak karena lama wak-tu simpan telur yang relatif pendek. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui pe-ngaruh penggunaan baki telur daun salam (Eugenia polyantha terhadap lama waktu simpan telur ayam ras mentah yang dicuci dan tidak dicuci, dan secara khusus bertujuan untuk menge-tahui pengaruh perbandingan komposisi 0 %, 20 % dan 40 % dari daun salam yang digunakan. Penelitian yang dilakukan adalah true experiment dengan rancangan post test only with control group. Sebagai kontrol adalah baki telur yang biasa dijumpai di pasaran. Di setiap baki telur, pa-da suhu kamar diletakkan masing-masing 10 butir telur yang tidak dicuci dan 10 butir telur yang dicuci sebelumnya. Pengamatan lama waktu simpan telur dilakukan selama dua puluh tujuh hari dengan melihat perubahan kondisi telur-telur tersebut. Data dianalisis menggunakan uji Anova satu jalan pada α 0,05; dan hasilnya menunjukkan bahwa baki telur dengan komposisi daun salam 40 % adalah yang paling efektif dalam memperpanjang lama waktu simpan telur ayam ras mentah yang dicuci. Nilai mean difference yan dihasilkan adalah 14.00000 dan nilai p lebih kecil dari 0,001.

  15. Makna Simbolik Tradisi Rebo Kasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rian Rahmawati

    2017-07-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti terkait makna dibalik penggunaan simbol tertentu pada tradisi Rebo Kasan yang sampai sekarang masih dipertahankan oleh beberapa kelompok masyarakat di Kabupaten Garut. Hal ini penting mengingat tradisi Rebo Kasan ini merupakan rangkaian sejarah masa lalu yang mengandung nilai-nilai moral maupun keagamaan didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menjelaskan lebih dalam mengenai makna denotasi, konotasi dan mitos pada simbol-simbol Rebo Kasan di Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Semiotik Roland Barthes, yaitu studi yang mengkaji makna suatu tanda baik itu makna denotasi, konotasi dan mitos, dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini dapat mengungkap makna denotasi, konotasi dan mitos pada simbol-simbol yang digunakan dalam tradisi Rebo Kasan di Kabupaten Garut. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, studi kepustakaan. Subjek pada penelitian ini adalah jamuan yang dihidangkan pada perayaan tradisi tersebut serta pengambilan informan dengan menggunakan purposive sampling. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi Rebo Kasan di Kabupaten Garut memiliki makna denotasi, konotasi dan mitos. Adapun yang merupakan simbol tradisi tersebut adalah, air putih, Dupi, Leupeut dan Bugis yang merupakan makanan khas dari daerah tersebut. Makna tradisi dari Rebo Kasan itu sendiri adalah berbagi atau bersedekah dengan tujuan menolak marabahaya yaitu dengan jamuan berupa makanan yang dimaknai dengan makna tertentu yaitu diantaranya, air putih merupakan simbol kesucian, Dupi sebagai simbol penolakan, Leupeut sebagai simbol mempersatukan, dan Bugis sebagai simbol keyakinan.

  16. THE STUDY OF ORGANIZATIONAL BEHAVIOR ON FISHERY MANUFACTURE INDUSTRIES EMPLOYEES PERFORMANCES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Wahyu Handaru

    2015-06-01

    Full Text Available The purpose of this study was to examine the employee performance of fish-based food processing industries in West Java, which driven by variables of organizational culture, job satisfaction and motivation. The fishing industry in Indonesia has resulted in huge foreign exchange. On the other hand, their products are still poor quality and do not meet export standard. This is likely due to low employee performance. The research object were employees of three fish-based food processing plants. The sample was selected by simple random sampling technique. This study revealed different results from previous studies, that only organizational culture has an effect on employee performance. While job satisfaction and motivation has no effect on performance. Tujuan penelitian ini adalah menguji kinerja karyawan industri pengolahan makanan berbasis ikan di wilayah Jawa Barat, yang dipengaruhi dari variabel budaya organisasi, kepuasan kerja dan motivasi. Industri perikanan di Indonesia telahmenghasilkan devisa negara besar. Disisi lain, hasil produknya masih banyak yang belum memenuhi standar ekspor dan bermutu rendah. Hal tersebut kemungkinan dikarenakan kinerja karyawan yang rendah. Objek penelitian ini adalah karyawan dari tiga pabrik pengolahan makanan berbasis ikan. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini mengungkapkan hasil yang berbeda dari penelitian sebelumnya. Dari ketiga variabel independen, hanya budaya organisasi yang berpengaruh pada kinerja karyawan. Sedangkan kepuasan kerja dan motivasi tidak berpengaruh.

  17. TAREKAT KADIRAN PADA MASYARAKAT KADUARA TIMUR PRAGAAN SUMENEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Hadi

    2013-01-01

    Full Text Available Tarekat Kadiran adalah sebuah ritual keagamaan yang sudah mentradisi pada masyarakat Kaduara Timur Paragaan Sumenep. Walaupun masyarakat Kaduara tidak memiliki catatan secara pasti tentang sejarah Kadiran, tetapi mereka sudah menjadikannya sebagai suatu tradisi yang terus dipertahankan secara turun-temurun, berlangsung sekian lama dan eksis sampai saat ini. Penelitian ini didekati secara kualitatif fenomenologis untuk mengungkap masyarakat Kaduara Timur setia menjalankan tradisi Kadiran. Kedua, bentuk kesetiaan masyarakat terhadap tradisi Kadiran, sampai saat ini tetap eksis secara turun temurun dan mereka berupaya mewariskannya kepada anak cucunya. Keempat, tradisi Kadiran ini sampai sekarang tidak ada perubahan secara signifikan, masyarakat Kaduara Timur berupaya menjaga keaslian tradisi ini. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Tradisi Kadiran ini memiliki keunikan-keunikan tersendiri yang menjadi ciri khas serta memiliki makna simbolik mendalam bagi masyarakat sebagai sebuah internalisasi keber-Islam-an mereka yang termanifestasikan dalam pola hidupnya. Aktualisasi ritual keagamaan dalam bentuk selamatan atau rokatan, berdzikir dengan amalan Syekh Abdul Qodir al Jailani yang diawali dengan prosesi memasak makanan atau hidangan yang dilakukan orang laki-laki tanpa batal wudlu dan tidak boleh bercakap-cakap. Secara simbolik memasak tanpa batal dari hadast adalah manifestasi keberislaman yang bertujuan menghidangkan makanan kepada orang yang ikut berdzikir agar do’a-do’a yang disampaikan diterima oleh Allah Swt.

  18. A SURVEY AMONG NUTRITIONAL ANAEMIA IN PREGNANCY PREGNANT AND NON-PREGNANT WOMEN IN A RURAL DISTRICT OF WESTERN-JAVA, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soekartijah Martoatmodjo

    2012-09-01

    Full Text Available Penyelidikan ini dilakukan didaerah pegunungan di Jawa Timur pada masyarakat dengan penghasilannya rendah, untuk mengetahui sampai berapa jauh anemia terdapat pada ibu hamil maupun pada wanita dewasa normal. Ternyata 60 - 85 per cent dari seluruh wanita yang hamil maupun tidak hamil menderita nutritional anemia ringan maupun sedang. Sedangkan bagimereka yang mempunyai nilai haemoglobin rendah tidak harus selalu diikuti dengan rendahnya kadar protein serum, Packed Cell Volume, maupun serum iron. Hal ini mungkin dapat diterangkan karena adanya beberapa makanan yang dipantang sewaktu hamil dan juga oleh karena 80 percent dari total calori yang didapat adalah berasal dari beras dan 6-7 percent calori lainnya berasal dari ikan asin. Satu-satunya sumber protein mereka adalah juga dari ikan asin. Dari hasil penyelidikan Tjiat dan Soedarmo di Rumah Sakit Umum Jakarta didapat juga hasil bahwa 50 per cent dari ibu-ibu hamil menderita anemia ringan, 40.0 percent anemia sedang, dan 9.0 percent anemia berat yang kesemuanya itu disebabkan oleh karena nilai gizi makanan mereka yang kurang.

  19. KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA DI BAWAH DUA TAHUN (BADUTA DI KELURAHAN KEBON KALAPA, KECAMATAN BOGOR TENGAH, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Handayani Utami

    2015-09-01

    Ketahanan pangan rumah tangga dalam beberapa studi sebelumnya ditemukan berhubungan dengan terjadinya kekurangan gizi pada anak. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan terjadinya pendek pada anak usia di bawah 2 tahun (6-23 bulan di Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah. Studi ini memiliki disain potong lintang dan dilakukan di Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah. Sebanyak 216 anak usia dibawah dua tahun (6-23 bulan beserta ibu nya menjadi sampel dalam penelitian ini. Variabel terikat dalam studi ini adalah status gizi anak (TB/U, sedangkan variabel bebas utama yaitu: ketahanan pangan rumah tangga. Ketahanan pangan diukur dengan menggunakan instrumen Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh rumah tangga termasuk dalam kategori tahan pangan (63%. Di antara rumah tangga responden masih ada yang tergolong dalam kategori tidak tahan pangan tingkat ringan, sedang dan berat 17 persen, 11 persen dan 9 persen. Studi ini menyimpulkan bahwa ketahanan pangan rumah tangga merupakan risiko terhadap kejadian pendek pada baduta, dimana anak baduta dengan keluarga yang ketahanan pangan nya tidak baik memiliki resiko sebesar 10,9 kali anak badutanya menjadi pendek setelah dikoreksi oleh usia anak, berat lahir, konsumsi ASI, penggunaan dot, keragaman makanan, usia ibu, pendidikan ibu, pengetahuan gizi ibu, praktek higiene makanan, pendidikan ayah serta pekerjaan ayah.

  20. Identifikasi Pewarna Sintetis Pada Produk Pangan Yang Beredar di Jakarta dan Ciputat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    La Ode Sumarlin

    2017-03-01

    Full Text Available Warna merupakan faktor yang dapat digunakan sebagai indikator kesegaran atau kematangan suatuproduk. Warna merupakan daya tarik terbesar untuk menikmati aroma makanan. Warna dalammakanan dapat meningkatkan penerimaan konsumen tentang sebuah produk. Namun, penggunaanpewarna sintetis harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku karena dapat merugikankesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring pewarna sintetis berbagai produk makananyang dikonsumsi oleh masyarakat. Metode analisis kualitatif yang digunakan adalah kromatografikertas. Sementara analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Pewarna sintetis yangterkandung dalam sebagian besar sampel yang dianalisis adalah pewarna yang memungkinkanpenggunaannya untuk makanan oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI seperti sunset yellow, ponceau4R, tartrazine, dan carmoisin. Namun sampel krupuk pati mengandung zat yag dilarang yaituRhodamin B dengan konsentrasi 2,1892 ppm. Sampel mengandung zat pewarna campuran dari duaatau tiga jenis warna tunggal seperti es limun botol/orange (Amaranth,Tartrazine dan KuningFCF/Sunset Yellow dan sampel permen merah (Ponceau 4R, Kuning FCF. Namun sebagian besarberupa pewarna tunggal. Pewarna sintetik yang ada dalam sampel permen kuning sebesar 22,642ppm dan 9,0119 ppm pada mie basah.

  1. Glycogen and proximate content of white shrimp fed on different carbohydrate level and feeding frequency

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    , Zainuddin

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRACT White shrimp Litopenaeus vannamei is one of penaeid shrimp which can be cultured either in traditional and advanced technology scale. One problem that commonly faced by pond farmer is the high price of feed with high protein content. This research was to identify the optimal level of carbohydrate and feeding frequency on glycogen deposit and chemical composition of white shrimp juvenile. Research used factorial completely randomized design with two factors in triplicates. Treatments were factor A, carbohydrate level in feed respectively A1 (30%, A2 (37%, A3 (44%, A4 (50%, and factor B daily feeding frequency respectively B1 (twice, B2 (four times, and B3 (six times respectively. White shrimp used had an initial average body weight of 0.3 g/shrimp. Feeding level was 10% of shrimp body weight. Results showed that both factors, carbohydrate level in feed, feeding frequency and their interactions were not significantly different on glycogen deposit of white shrimp juvenile. Analysis result on chemical compositions of white shrimp juvenile consisted of protein, lipid, nitrogen-free extract, crude fiber, ash, and energy were generally increased after treatments. Keywords: glycogen deposit, feeding frequency, chemical composition, carbohydrate level ABSTRAK Udang vaname Litopenaeus vannamei merupakan salah satu jenis udang penaeid yang dapat dibudidayakan baik dalam skala teknologi tradisional maupun skala teknologi maju. Salah satu masalah yang dihadapi para petani tambak adalah tingginya harga pakan yang disebabkan karena tingginya kandungan protein pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek pemberian pakan dengan kadar karbohidrat dan frekuensi pemberian berbeda terhadap deposit glikogen dan komposisi kimia tubuh juvenil udang vanamei. Penelitian menggunakan desain rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor dan setiap faktor diberi masing-masing tiga ulangan. Perlakuan yang diuji adalah faktor A, kadar karbohidrat

  2. Pengaruh Olahraga Jalan Cepat dan Diet terhadap Tekanan Darah Penderita Prahipertensi Pria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustafa Kamal

    2013-01-01

    Full Text Available Diet mengendalikan hipertensi orang Indonesia di Jakarta (dietary approach to stop hypertension for Indonesian at Jakarta, disingkat DASHI-J dan olahraga jalan cepat dapat mengurangi berat badan dan menurunkan tekanan darah pada pasien prahipertensi. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi diet dan olahraga tersebut dengan desain penelitian clinical trial terhadap 100 laki-laki berusia 25 – 55 tahun di PT Krama Yudha Ratu Motor. Responden dialokasikan secara acak dalam 4 kelompok perlakuan meliputi kelompok diet (A, kelompok olahraga jalan cepat (B, kelompok diet dan olahraga jalan cepat (C, dan kelompok kontrol (D. Kelompok A dan C menerima diet 5 hari dalam seminggu selama 8 minggu. Kelompok diet DASHI-J diberikan makan siang dan makan malam. Setelah 2 bulan intervensi, berat badan, indeks massa tubuh, visceral fat, body fat, lingkar perut, tekanan darah sistolik dan diastolik, kolesterol serum dari semua kelompok menurun secara signifikan. Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok diet DASHI-J dan olahraga jalan cepat dengan penurunan berat badan 4,18 kg, indeks massa tubuh 1,50 kg/m2, tekanan darah 12,00 mmHg/8,60 mmHg. Diet DASHI-J dan olahraga jalan cepat berperan menurunkan berat badan, indeks massa tubuh, serta tekanan darah sistolik dan diastolik. Dietary approach to stop hypertension for Indonesian at Jakarta (DASHI-J and brisk walking exercise could reduce body weight and blood pressure of males prehypertension. The objective of the study was to evaluate DASHI-J by an experimental clinical trial conducted with 100 male subjects, aged 25 – 55 years divided randomly into 4 groups: DASHI-J diet group (A, brisk walking exercise group (B, DASHI-J and brisk walking exercise group (C, and control group (D. Group A and C got 5 days a week for 8 weeks diet. DASHI-J group was given lunch and dinner. After 2 months of intervension, the body weight, body mass index, body fat, visceral fat, waist circumference, systole, diastole, cholesterol

  3. Fisiologi dan Gangguan Keseimbangan Natrium, Kalium dan Klorida serta Pemeriksaan Laboratorium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rismawati Yaswir

    2012-09-01

    Full Text Available AbstrakElektrolit adalah senyawa di dalam larutan yang berdisosiasi menjadi partikel yang bermuatan (ion positifatau negatif. Sebagian besar proses metabolisme memerlukan dan dipengaruhi oleh elektrolit. Konsentrasielektrolit yang tidak normal dapat menyebabkan banyak gangguan. Pemeliharaan tekanan osmotik dan distribusibeberapa kompartemen cairan tubuh manusia adalah fungsi utama empat elektrolit mayor, yaitu natrium (Na+,kalium (K+, klorida (Cl-, dan bikarbonat (HCO3-. Pemeriksaan keempat elektrolit mayor tersebut dalam klinisdikenal sebagai ”profil elektrolit. Natrium adalah kation terbanyak dalam cairan ekstrasel, kalium kation terbanyakdalam cairan intrasel dan klorida merupakan anion terbanyak dalam cairan ekstrasel. Jumlah natrium, kalium danklorida dalam tubuh merupakan cermin keseimbangan antara yang masuk terutama dari saluran cerna dan yangkeluar terutama melalui ginjal. Gangguan keseimbangan natrium, kalium dan klorida berupa hipo- dan hiper-. Hipoterjadibila konsentrasi elektrolit tersebut dalam tubuh turun lebih dari beberapa miliekuivalen dibawah nilai normaldan hiper- bila konsentrasinya meningkat diatas normal.Pemeriksaan laboratorium untuk menentukan kadarnatrium, kalium dan klorida adalah dengan metode elektroda ion selektif, spektrofotometer emisi nyala,spektrofotometer atom serapan, spektrofotometri berdasarkan aktivasi enzim, pemeriksaan kadar klorida denganmetode titrasi merkurimeter, dan pemeriksaan kadar klorida dengan metode titrasi kolorimetrik-amperometrik.Kata kunci: elektrolit, keseimbangan, gangguan keseimbanganAbstractElectrolyte is compound in condensation which is disociation become particle which is charged (ionnegative or positive. Most metabolism processes need and influenced by electrolyte. Electrolyte concentrationwhich abnormal can cause many troubles. Conservancy of osmotic pressure and distribution some human beingbody fluid compartment are especial function four major electrolyte, that is natrium (Na

  4. Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Stadium Penyakit Kanker Payudara Menggunakan Logika Fuzzy Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rico Adrial

    2017-08-01

    Full Text Available Kanker payudara dapat lebih mudah diatasi saat masih stadium dini. Langkah awal dari pengobatan kanker payudara adalah dengan mendeteksi apakah gejala yang muncul pada tubuh pasien benar-benar merupakan sel kanker. Stadium kanker adalah hasil diagnosis dari fisikawan medis sehingga memudahkan pemahaman tentang penyakit pasien. Pada penelitian ini digunakan Fuzzy Logic sebagai metode yang membantu pada sistem pendukung keputusan dalam menentukan stadium kanker payudara. Saat ini banyak aplikasi android yang dibuat sebagai penyedia informasi di bidang kesehatan. Penggabungan ilmu di bidang kesehatan. Fuzzy logic dan android diharapkan menjadi sebuah aplikasi mutakhir dalam membuat keputusan di bidang kesehatan. Sistem pendukung keputusan stadium kanker payudara telah dirancang. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini dapat mengkalkulasi berdasarkan fuzzy logic metode Sugeno dan telah di uji baik secara penghitungan pada matlab maupun manual.

  5. SUFI HEALING: TERAPI DALAM LITERATUR TASAWUF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Amin Syukur

    2012-12-01

    Kajian ini mengungkap tentang sufi healing, yaitu terapi di dalam literatur tentang sifisme. Kajian ini memfokuskan pada perilaku yang berasosiasi dengan sufi healing atau pencegahan penyakit, baik secara fisik maupun mental, dan kemudian menentukan aspek-aspek yang mendukung sistem terapi rasional dan empirik. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah penemuan treatment alternatif atau preventif terhadap penyakit secara tepat yang sesuai dengan tuntutan masyarakat saat ini. Ditemukan bahwa sufi healing merupakan bentuk terapi alternatif yang dilakukan dengan menggunakan nilai-nilai sufisme se­bagai cara treatment atau pencegahan. Model ini telah dikenal dalam ma­syarakat sejak Islam dan sufisme berkembang. Rujukan ilmiah dari mengenai sistem kerja peng­obatan­nya dapat ditemukan dalam berbagai teori psikologi transpersonal, di mana kesadaran menjadi fokus kajian. Secara medis, pengobatan ini juga disebut psycho-neurons-endocrine-immunology, yang kesimpulannya adalah adanya hubungan antara fikiran dan tubuh dalam kesehatan manusia,

  6. KAJIAN METAMORFOSIS PERFORMANCE ART SERTA ASPEK SOSIALNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satriana Didiek Isnanta

    2006-01-01

    . Dalam konteks seni, penggunaannya sering dipahami sebagai tawaran kemungkinan baru dalam menciptakan atau mengalami kesenian. Salah satunya adalah adanya metamorfosis performance art menjadi multimedia performance dan yang terakhir bermetamorfosis menjadi video performance. Video performance, lahir dari sejarah panjang perkembangan performance art sekitar tahun 1909 lewat manifesto kelompok Futurist di Paris yang beranggotakan penyair, pelukis, dan pemain teater, dengan menggunakan tubuh sebagai medium, performance art melakukan dematerialisasi dalam seni. Video performance dalam presentasinya, tubuh sudah tidak lagi menjadi bagian, tetapi yang hadir kemudian adalah tubuh yang virtual (maya. Kehadiran tubuh tidak benar-benar nyata, tetapi kehadirannya dapat terasa dari tampilan visual yang keluar dari projector. Di sini, performance art telah termediasi dan bermetamorfosa. Selain persoalan fusi seni dan teknologi yang mendorong metamorfosis performance art menjadi video performance seperti di atas, tulisan ini juga membahas aspek-aspek sosial seiring kemunculan dan perkembangan performance art di Indonesia. Pertama performance art sebagai seni penyadaran dan perlawanan dengan mendekonstruksi realitas sosial dan kemapanan seni rupa itu sendiri. Kedua adanya fenomena ambient media dalam praktik periklanan global (termasuk Indonesia yang membelokkan arah perjuangan ”genue” performance art dari media penyadaran menjadi seni ”kitsch” sebagai ujung tombak periklanan untuk kepentingan pasar. Kata kunci: performance art, video art, seni media baru, ambient media.

  7. Total working period and other risk factors related to eating protein foods habits among civil pilots in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Imelda Hutabarat

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Latar belakang: Kebiasaan makan protein yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit ginjal dan hati serta meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang dapat menyebabkan terjadinya inkapasitasi pada pilot. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor sosiodemografi dan faktor lainnya terhadap kebiasaan makan protein berlebih pada pilot sipil di Indonesia. Metode: Penelitian potong lintang menggunakan data sekunder Survei kebiasaan makan, minum dan latihan fisik pada pilot  sipil di Indonesia 2016. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik demografi, kebiasaan latihan fisik, pengetahuan, indeks massa tubuh dan karakteristik penerbangan. Analisis regresi cox dipakai untuk menganalisis faktor-faktor dominan yang berhubungan dengan kebiasaan makan protein berlebih. Hasil: Di antara 528 pilot yang berusia 19-64 tahun, 194 (36.74% pilot memiliki kebiasaan makan protein berlebih. Lama masa kerja dan indeks massa tubuh menjadi faktor risiko dominan yang berkaitan dengan kebiasaan makan protein berlebih pada pilot. Jika dibandingkan dengan pilot dengan lama masa kerja 1 – 9 tahun, pilot dengan masa kerja 10 – 40 tahun berisiko 35% lebih kecil memiliki kebiasaan makan protein berlebih (RRa = 0.65 ; 95% CI 0.49 – 0.87. Jika dibandingkan dengan pilot dengan indeks massa tubuh normal, pilot yang overweight berisiko 34% lebih  kecil  memiliki kebiasaan makan protein berlebih (RRa = 0.66 ; 95% CI 0.47 – 0.93. Kesimpulan: Masa kerja yang lebih panjang dan overweight merupakan faktor protektif terhadap risiko kebiasaan makan protein berlebih Kata kunci: kebiasaan makan protein, lama masa kerja, indeks massa tubuh, pilot sipil Indonesia       ABSTRACT Background: Excessive protein eating habits may cause kidney and liver disease and increase the risk of cardiovascular disease leading to incapacitation of the pilot. The purpose of this study was to identify sociodemographic and other factors on protein eating habits among civilian

  8. MOBILE APPLICATION SISTEM MONITORING KONDISI PASIEN SERANGAN JANTUNG BERBASIS GOOGLE MAPS DAN ANDROID

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musfirah Putri Lukman

    2017-09-01

    merasakan nyeri dada, napas yang pendek dan keringat dingin. Tercatat 45% kasus dalam jurnal Circulation terbitan America Heart Association serangan jantung yang tidak diawali dengan gejala membuat kematian akibat jantung meningkat tiga kali lipat. Oleh sebab itu perlu pemantauan berkelanjutan terhadap tanda vital tubuh seperti detak jantung, frekuensi nafas dan suhu tubuh penderita khususnya untuk fungsi aktivitas yang telalu cepat, terlalu lambat dan tidak ada perlu untuk mengurangi resiko kelumpuhan, pasien koma, bahkan kematian. Metode yang digunakan pada aplikasi mobile berbasis Google Maps dan android ini menggunakan model waterfall. Aplikasi ini dirancang dengan tujuan melindungi penderita terutama dengan faktor resiko lansia dari kematian mendadak pada lokasi serangan jantung berulang dengan mengidentifikasi kelainan fungsi aktivitas vital tubuh secara real-time yang menjadi alarm bagi keluarga terhadap tanda bahaya yang terjadi pada penderita. Sebuah sistem monitoring menggunakan mikrokontroller dan sensor yang dipasang pada penderita akan mengirimkan lokasi serangan berulang penderita dengan bantuan teknologi google maps dan nilai alat vital tubuh akan ditampilkan pada layar smartphone tanpa batasan lokasi, jarak, dan waktu. Aplikasi dibangun dengan bahasa pemrograman java, dan menggunakan web service serta MySQL untuk basis data. Hasil dari penelitian ini aplikasi telah mampu menampilkan nilai parameter yang diukur oleh dengan tepat dan dapat menampilkan lokasi terjadinya serangan berulang jantung.  Perangkat tekno-biomedik dengan teknologi GPS juga dapat memberikan respon cepat terhadap penanganan penyelamatan awal terhadap penderita yang tiba-tiba mengalami serangan berulang dengan mengirimkan tanda bahaya sebagai alarm dalam bentuk panggilan telepon. Keywords: Aplikasi, Monitoring, Jantung, Nafas dan Suhu

  9. IDENTIFIKASI BAKTERI DARI IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis YANG DIPERDAGANGKAN DI PASAR IKAN KEDONGANAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ayu Dianti Violentina

    2016-06-01

    Full Text Available Ikan tongkol (Euthynnus affinis merupakan ikan konsumsi yang disukai masyarakat.Pengetahuan tentang bakteri yang ditemukan pada tubuh ikan ini sangat penting untuk tujuan kesehatan masyarakat dan kajian biologi ikan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang berasosiasi dengan ikan tersebut.Bakteri dari usus ikan diambil secara aseptis dan ditumbuhkan pada Blood Agar dan Nutrient Broth. DNA total dari kultur agar cair diisolasi dengan chelax, gen 16S RNA diamplifikasi dengan PCR menggunakan primer universal dengan produk sekitar 1300 bp. Produk PCR dirunut dengan metode Big-Dye termination. Hasilnya disepadankan dan dianalisis dengan MEGA 6.0. Pada penelitian ini, 14 spesies bakteri yang memiliki > 99% kesamaan dengan data GenBankteridentifikasi, yaitu Photobacterium leiognathi, Uruburuella testudinis, Aeromonas molluscorum, Psychrobacter celer, Psychrobacer faecalis, Acinetobacter johnsonii, Vibrio gallicus, Bacillus megaterium, Vagococcus fessus, Shewanella baltica, Shewanella algae, Rothia nasimurium, Myroides phaeus dan Yersinia ruckeri. Peran bakteribakteri tersebut dalam biologi ikan dan kesehatan masyarakat perlu dikaji lebih lanjut.

  10. Analisa Spektrum Motor Imagery pada Sinyal Aktivitas Otak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Chandra

    2017-01-01

    Full Text Available Otak merupakan organ vital pada tubuh manusia yang berperan sebagai pusat kendali sistem saraf manusia. Sinyal yang dikeluarkan otak (EEG mengandung berbagai informasi yang dapat dimanfaatkan pada teknologi BCI. Salah satu informasi yang dapat digunakan adalah informasi motorik baik mengenai motor execution maupung motor imagery. Pada penderita stroke yang biasanya mengalami kelumpuhan pada anggota gerak tubuhnya, informasi mengenai motor imagery dapat dimanfaatkan untuk aplikasi Brain Computer Interface terutama dalam rehabilitasi kelumpuhan anggota gerak pasien tersebut. Pada penelitian ini dirancang sebuah alat sistem EEG untuk merekam sinyal EEG pada otak untuk menganalisa spektrum motor imagery pada sinyal aktivitas otak. Sistem terdiri dari rangkaian filter pasif, rangkaian proteksi, penguat isntrumentasi, common mode rejection, amplifier, dan filter. Pengujian dilakukan dengan membandingkan sinyal EEG pada tasking motor imagery dan motor execution. Selanjutnya, informasi motorik baik motor execution dan motor imagery dapat diaplikasikan lebih lanjut pada sistem BCI terutama pada rehabilitasi medik.

  11. ANALISIS PENGUKURAN FOREMETRIC DAN MYOLINE ATLET PPLM UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasmyati .

    2014-08-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keadaan postur tulang belakang (vertebrae atlet PPLM UNM. Penelitian survey ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah 15 atlet PPLM UNM. Alat ukur menggunakan Foremetric Diers. Metode Penelitian melalui pemeriksaan famus yang terdiri atas foremetric dan myoline. Hasil pengukuran dianalisis dan ditabulasi berdasarkan penggolongan kyphosis, scoliosis, dan lordosis dan melalui komputer terintegrasi yang langsung menghasilkan program latihan terapi untuk pemulihan asal. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dari 15 atlet terdapat 1 dinyatakan kyphosis, 6 dinyatakan scoliosis, dan tidak ditemukan adanya lordosis. Kasus tersebut disebabkan oleh pola latihan dengan gerakan dan penambahan beban yang satu dimensi. Karenanya, tubuh membentuk reposisi sesuai pola aktivitas yang kerap dilakukan. Temuan tersebut sebagai bahan tindak lanjut untuk mereposisi tulang belakang yang telah mengalami kelainan. Kata Kunci: vertebrae, kyphosis, lordosis, skoliosis

  12. A PRELIMINARY STUDY OF MALAYAN FILARIASIS IN PUDING VILLAGE, JAMBI PROVINCE (SUMATERA, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudomo M.

    2012-09-01

    Full Text Available Beberapa daerah di Propinsi Jambi akan dikembangkan menjadi daerah transmigrasi, satu di antara­nya adalah daerah Kumpeh yang terletak berdekatan dengan daerah endemik filariasis malayi. Desa yang paling dekat dengan lokasi transmigrasi tersebut adalah desa Puding. Penelitian pendahuluan tentang penyakit filariasis telah dikerjakan di desa Puding untuk mengetahui tingkat endemisitas, periodisitas B. malayi, fauna nyamuk, jenis nyamuk yang potensial menjadi vektor filariasis, hospes reservoir dan keadaan sosial-ekonomi-budaya penduduk setempat. Mf rate pada penduduk desa Puding adalah 18,7% dan dari B. malayi jenis subperiodiknokturna. Nyamuk yang tertangkap terdiri dari enam genera yaitu genus Anopheles, Aedes, Culex, Coquilletidia, Mansonia dan Tripteroides. Dari enam genera tersebut yang potensial untuk menjadi vektor filariasis adalah genus Mansonia dan ini didukung dengan diketemukannyd larva stadium L3 (infektif Brugia sp di tubuh nyamuk tersebut. Keadaan sosial-ekonomi-budaya, khususnya menyangkut adat istiadat dan kebiasaan penduduk setempat, telah dipelajari.

  13. PERBAIKAN WORKSTATION DI PT. YUSHIRO INDONESIA UNTUK MENGURANGI RESIKO KELUHAN MUSKULOSKELETAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dene Herwanto

    2016-07-01

    Full Text Available Salah satu pekerjaan yang masih dilakukan secara manual di PT. Yushiro Indonesia adalah penuangan bahan baku berupa cairan kimia pada saat proses pencampuran bahan. Pada saat penuangan cairan kimia tersebut, operator banyak melakukan aktivitas manual material handling yang tidak tepat dan tidak alami, sehingga timbul beberapa keluhan muskuloskeletal, seperti sakit pinggang, sakit punggung, sakit leher, dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RWL dan LI yang terjadi dalam proses penuangan cairan kimia selama ini secara berturut-turut adalah 9,7 dan 1,7 yang berarti bahwa pekerjaa yang dilakukan mengandung resiko terjadinya keluhan. Untuk mengatasi hal itu, selanjutnya dilakukan modifikasi pada alat bantu, yang sebelumnya menggunakan trolley diganti dengan table lifter yang dapat disetel ketinggiannya. Selain itu juga dengan mengubah jarak beban ke pusat tubuh. Hasil modifikasi menunjukkan nilai RWL dan LI berturut-turut sebesar 13,1 dan 0,96. Dengan demikian, modifikasi ini berhasil menurunkan resiko terjadinya muskuloskeletal.

  14. Ekspresi Gen CYP19 Aromatase, Estrogen, Androgen pada penderita Periodontitis Agresif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dahlia Herawati

    2016-11-01

    Full Text Available Kepadatan tulang tubuh ditentukan oleh gen CYP19 aromatase, hormon estrogen dan androgen. Pada periodontitis agresif terjadi perkembangan cepat kerusakan tulang alveolar, dan kerusakan tulang alveoler tersebut tidak diimbangioleh regenerasi tulang. Tujuan penelitian ini adalah menunjukkan ekspresi gen CYP19 aromatase, estrogen, androgen pada penderita periodontitis agresif agar dapat untuk menjadi pertimbangan pada saat melakukan perawatan periodontal. Metode penelitian, pemeriksaan ekspresi gen aromatse CYP19 berasal dari spesimen tulang alveolar menggunakan imunohistokimia, pengukuran hormon estrogen dan androgen dari serum menggunakan Vidas: Elfa. Hasil penelitian ekspresi gene CYP19 aromatase pada periodontitis agresif menunjukkan gambaran lebih rendah densitasnya dibandingkan pada nonperiodontitis. Estrogen dan androgen pad aperiodontitis agresif ada kecenderungan lebih rendah dibandingkan pada nonperiodontitis. Kesimpulan regenerasi tulang alveoler pad a periodontitis agresif terhambat karena sedikitnya gen CYP19 aromatase dan hormon estrogen dan androgen yang berperan pada pembentukan tulang alveoler kurang memadai.

  15. PERBANDINGAN EUCLIDEAN DISTANCE DENGAN CANBERRA DISTANCE PADA FACE RECOGNITION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sendhy Rachmat Wurdianarto

    2014-08-01

    Full Text Available Perkembangan ilmu pada dunia komputer sangatlah pesat. Salah satu yang menandai hal ini adalah ilmu komputer telah merambah pada dunia biometrik. Arti biometrik sendiri adalah karakter-karakter manusia yang dapat digunakan untuk membedakan antara orang yang satu dengan yang lainnya. Salah satu pemanfaatan karakter / organ tubuh pada setiap manusia yang digunakan untuk identifikasi (pengenalan adalah dengan memanfaatkan wajah. Dari permasalahan diatas dalam pengenalan lebih tentang aplikasi Matlab pada Face Recognation menggunakan metode Euclidean Distance dan Canberra Distance. Model pengembangan aplikasi yang digunakan adalah model waterfall. Model waterfall beriisi rangkaian aktivitas proses yang disajikan dalam proses analisa kebutuhan, desain menggunakan UML (Unified Modeling Language, inputan objek gambar diproses menggunakan Euclidean Distance dan Canberra Distance. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah aplikasi face Recognation menggunakan metode euclidean Distance dan Canverra Distance terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk kedepannya aplikasi tersebut dapat dikembangkan dengan menggunakan objek berupa video ataupun objek lainnya.   Kata kunci : Euclidean Distance, Face Recognition, Biometrik, Canberra Distance

  16. Aplikasi Media Pembelajaran Tematik untuk Anak TK Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Y. Haryo Sulistyanto Sunaryo

    2015-08-01

    Full Text Available Proses pembelajaran anak usia dini di Taman Kanak-kanak telah menggunakan pendekatan tematik dimana guru menggunakan beberapa tema sebagai fokus dari kegiatan pembelajaran. Tema-tema belajar yang disajikan dalam kegiatan pembelajaran diambil dari lingkungan kehidupan sekitar anak untuk mempermudah memberikan pembelajaran pada anak. Android merupakan sebuah sistem operasi berbasis kernel Linux. Android telah menjadi mobile platform paling populer di dunia. Aplikasi media pembelajaran Cerdas Tema dikembangkan sebagai sarana untuk memudahkan kegiatan pembelajaran siswa TK. Aplikasi Cerdas Tema diimplementasikan pada platform Android menggunakan Bahasa Lua dan terdiri dari beberapa tema diantaranya anggota tubuh, rumahku, binatang, dan tema bagian tanaman. Aplikasi Cerdas Tema memberikan pembelajaran tematik yang disajikan dalam bentuk gambar, suara, dan ejaan yang berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan hasil persentase yang dominan baik atau mudah dimengerti oleh user dalam aspek grafis visual serta aspek entertainment dan pembelajaran. Kata Kunci: Aplikasi, Media Pembelajaran, Cerdas Tema, Pembelajaran Tematik, Taman Kanak-kanak

  17. Tor-Tor Sebagai Properti Dan Perwujudan Adat

    OpenAIRE

    Frida Deliana Harahap

    2009-01-01

    Tulisan ini mendeskripsikan tor?tor Angkola. Tor?tor adalah tarian adat  yang dipergunakan dalam upacara adat nagodang (adat besar), sehingga pertunjukan tor?tor  dalam upacara adat haruslah bersumber dari adat Angkola itu sendiri.  Ada dua aspek yang akan dibicarakan dalam tulisan ini:  yang pertama mengenai aspek koreografi yang juga meliputi olah gerak tubuh;  kedua, aspek tata busana penari saat melakukan pertunjukan tor?tor.   etn-sep2005-6...

  18. PROFIL RESISTIVITAS 2D PADA GUA BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER (STUDI KASUS GUA DAGO PAKAR, BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Dwi Ardi

    2015-01-01

    Full Text Available Makalah ini menampilkan sebuah pendekatan dalam penyelidikan rongga-rongga di bawah tanah. Akuisisi data resistivitas telah dilakukan di Gua Dago Pakar, Bandung. Lintasan resistivitas telah diukur dan dilanjutkan dengan pengukuran secara manual dengan menggunakan tali serta GPS untuk memperkirakan bentuk gua secara akurat. Sistem konfigurasi lintasan resistivitas menggunakan konfigurasi elektroda WennerSchlumberger. Pemrosesan dan pemodelan data menggunakan perangkat lunak Res2DInv dengan metode komputasi kuadrat terkecil. Hasil dari pemodelan inverse 2D menunjukkan bahwa bentuk tubuh gua berlokasi sekitar 10 – 12,4 m di bawah lintasan resistivitas dengan rentang nilai resistivitas 540-600 Ohm meter. Hasil ini dikorelasikan dengan data geologi dan pengukuran secara manual di dalam gua. Kata kunci:  Rongga, Resistivitas, Wenner-Schlumberger, Inversi

  19. KEMATIAN TAHANAN DI RUANG SEL POLISI KONTROVERSI PEMBUNUHAN ATAU BUNUH DIRI DILIHAT DARI SUDUT PANDANG ILMU KEDOKTERAN FORENSIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rika Susanti

    2012-05-01

    Full Text Available AbstrakKematian tahanan cukup sering ditemukan, beberapa cara mati dapat terjadi. Kasus yang banyak adalah cara mati dengan bunuh diri. Tugas dokter dalam menangani kasus kematian yang diotopsi adalah untuk menentukan sebab mati dan mekanisme mati, sedangkan cara mati adalah kewenangan penyidik. Pada kematian akibat asfiksia mekanik, akan ditemukan ciri umum yang sama, tetapi dokter dapat memperkirakan jenis asfiksia dari gambaran luka yang ditemukan tubuh korban.Dua kakak beradik, laki-laki, umur masing-masing 18 tahun dan 15 tahun ditemukan dalam keadaan tergantung di runag tahanan polisi. Otopsi dilakukan antara 24-48 jam post mortem. Pada pemeriksaan ditemukan luka lecet tekan dengan pola sesuai kasus gantung dileher dan beberapa luka lecet dan memar dianggota gerak terutama anggota gerak bawah. Kuku berwarna keunguan, daerah leher dan wajah berwarna lebih gelap. Tubuh kedua korban sudah mulai membusuk. Pada pemeriksaan dalam ditemukan memar pada otot leher, tanda-tanda mati lemas pada beberapa organ, sedangkan pada bagian tubuh lain tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.Sebab kematian kekerasan tumpul dileher karena ditemukan tanda-tanda intravitalitas luka, dan tanda- tanda asfiksia pada tubuh korban, pola luka dileher sesuai pola gantung. Tidak ditemukan tanda kekerasan lain yang bisa menyebabkan kematian. Beberapa luka lecet dengan umur yang berbeda-beda ditemukan di ekstremitas hal ini bisa disebabkan oleh berbagai kekerasan tumpul. Kasus ini menjadi kontroversi karena kematian di tahanan dianggap ada kelalain petugas, dan korban adalah usia anak dan kakak beradik.Kata kunci : kematian di tahanan-asfiksis mekanik-cara matiAbstractDeath of prisoner quite often find in several methods. The most case of death are by suicide method. Physician role in autopsy is to found cause of death and death mechanism, whereas death method is authority of investigating officer. Death caused by mechanical asphyxia will find the same general characteristic

  20. DESAIN SABIT PERKEBUNAN SALAK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nastiti Septi Kinasih

    2012-04-01

    Full Text Available Salak merupakan komoditas unggulan dari Kabupaten Sleman. Saat ini proses produksi pertanian salak masih dilakukan secara tradisional menggunakan sabit yang tidak ergonomis sehingga banyak salak yang rusak saat di panen dan tidak jarang petani tertusuk duri pohon salak karena ujung handle sabit yang terlalu pendek. Selain itu petani juga sering mengalami keluhan fisik dan kelelahan karena sabit yang digunakan cukup berat dan kurang tajam. Dengan penerapan metode Quality Function Deployment (QFD berdasarkan voice of custumer melalui pendekatan partisipatori didapatkan sebuah sabit yang dapat mengakomodir keinginan petani, yaitu sabit yang handlenya panjang dan tidak licin dengan tekstur gelombang, sesuai dengan dimensi tubuh petani dan tajam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain sabit yang diinginkan petani mampu menurunkan keluhan muskuloskeletal sebesar 34,51%, penurunan kelelahan sebesar 13,74% serta peningkatan produktivitas sebesar 43,95%.

  1. Total Nitorgen Content from Earthworm (Eisenia Foetida Using The Kjeldahl Method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zarina Zakaria

    2013-04-01

    Full Text Available In the fish aquaculture management, fish feed is identified as a major problem. The high cost and scarcity of fishmeal in formulated feeds have led to the use of other protein sources such as earthworms and animal by-product. Earthworm is an alternative protein source to replace the fish meal in the fish feed formulation. In this study, total nitrogen content in earthworm powder is determined using the Kjeldahl method by employing the statistical software, Full Factorial Design (FFD which could provide the significant information about the studied parameters. The parameters are the digestion time (min and the volume of sulfuric acid (H2SO4 (ml. From the analysis of variance (ANOVA, the volume of H2SO4and the interaction between digestion time and the volume of H2SO4arefound to be important parameters in the nitrogen determination process via the Kjeldahl method. The highest nitrogen content obtained was 12.23% when using 15 ml H2SO4 and 60 mins of digestion time. The value of R2 is 0.9986 which shows that the selected parameters (the digestion time and the volume of H2SO4 and its corresponding levels are highly correlated to the percentage nitrogen content in earthworm powder using the Kjeldahl method. ABSTRAK:Dalam pengurusan akuakultur ikan, makanan telah dikenalpasti sebagai masalah utama. Kos yang tinggi serta kekurangan sumber makanan telah menggalakkan pencarian sumber protein baru seperti cacing tanah dan hasil sampingan sembelihan haiwan ternakan. Cacing adalah sumber protein alternatif menggantikan ramuan ikan (fish meal dalam formulasi makanan ikan. Dalam kajian ini, kandungan jumlah nitrogen dalam serbuk cacing tanah telah dianalisa menggunakan kaedah Kjeldahl dengan menggunapakai perisian statistikal iaitu Full Factorial Design (FFD yang boleh memberikan maklumat yang penting berkenaan dengan parameter-parameter yang dikaji. Parameter-parameter tersebut adalah masa pencernaan (min dan isipadu asid sulfurik (H2SO4 (ml. Daripada

  2. Preliminary study on domestication of coconut crab (Birgus latro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Sulistiono

    2007-07-01

    kepiting kelapa dewasa menunjukkan bahwa tingkat survival rate berkisar 12,5-50%, dan tingkat mortalitasnya sebesar 50-87,5%.  Keadaan yang serupa juga dijumpai pada stadia klomang dimana survival ratenya sebesar 12,5% dan mortalitasnya sebesar 87,5%.  Dari uji coba makanan yang diberikan, diketahui bahwa kepiting dewasa kebanyakan lebih menyukai kelapa, dibandingkan jenis makanan yang berupa sayur ataupun ayam. Kata kunci:  penangkaran, kepiting kelapa (Birgus latro, makanan.

  3. PR Crisis Melalui Media Sosial

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gladys Carlina

    2017-07-01

    Full Text Available The background of this research is communication, new media, PR and PR Crisis. Fourth of this background has a close relationship, starting from communication, human in everyday life would require communication to receive and convey information, human can not be released from human life. The advancement of the times and the development of technology, causing people to communicate easily and the development of this era caused a new challenge for the PR and PR Crisis of a company, they should be able to maintain a positive image of the company in the minds of people. In this study using descriptive qualitative methodology, it contains many writings and drawings compared to the numbers. The purpose of this research is to know the strategy used by Pizza Hut in dealing with the issue of expired food. Penelitin results, social media is very positive impact on Pizza Hut in the recovery of food issues expired. The strategy used by the Pizza Hut Crisis PR is to utilize social media. Visible from the issue of expired food that disappeared in public and Pizza Hut restaurant until now crowded visited. Latar belakang dari penelitian ini yaitu komunikasi, media baru, PR dan PR Krisis. Keempat dari latar belakang ini mempunyai hubungan yang erat, dimulai dari komunikasi, manusia di dalam kehidupan sehari-hari tentunya memerlukan komunikasi untuk menerima dan menyampaikan informasi, manusia tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Majunya perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, menyebabkan manusia melakukan komunikasi dengan mudah dan perkembangan zaman ini menyebabkan adanya tantangan baru bagi para PR dan PR Krisis sebuah perusahaan, mereka harus bisa mempertahankan citra positif perusahaan di benak masyarakat. Dalam penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deksriptif, memuat banyak tulisan dan gambar dibandingkan angka-angka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh Pizza Hut dalam menangani isu makanan

  4. SERUM METHYLMALONIC ACID DAN HOMOCYSTEIN DALAM MENDIAGNOSIS ANEMIA MEGALOBLASTIK AKIBAT DEFISIENSI KOBALAMIN DAN FOLAT PADA TRAVEL MEDICINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Gian Indra Rahayuda

    2014-09-01

    Full Text Available Anemia adalah salah satu masalah kesehatan global yang utama, terutama pada negara-negara berkembang.Anemia adalah kondisi dimana massa sel darah merah dan/atau massa hemoglobin yang beredar dalam tubuh menurun hingga dibawah kadar normal sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik dalam menyediakan oksigen untuk jaringan tubuh. Salah satu jenis yang banyak ditemukan adalah anemia megaloblastik.Anemia megaloblastik paling banyak disebabkan oleh kekurangan vitamin B12(kobalamin dan folat.Salah satu penyebab anemia defisiensi kobalamin dan folat adalah tropical sprue.Anemia defisiensi kobalamin dan asam folat memberikan gambaran yang serupa namun pada defisiensi kobalamin terdapat gejala neuropati.Batas normal serum folat antara 3-15 ng/mL.Folat eritrosit batas normalnya dari 150 – 600 ng/mL.Pada defisiensi kobalamin, serum kobalamin menurun di bawah cut off point100pg/mL (normalnya 100- 400pg/mL.Pemeriksaan lain seperti homocystein, methylmalonic acid, atau formioglutamic acid(FIGLU yang meningkat pada urin dapat memastikan diagnosis defisiensi kobalamindan asam folat. Belum ada konsensus mengenai cut off point Homocystein dan MMA. Homocysteine telah dianggap meningkat bila kadarnya di atas 12-14 µmol/L pada wanita dan di atas 14-15 µmol/L. Menurut penelitian yang dilakukan Robert et al pada kasus defisiensi kobalamin, kadar serum tHcy> 15.0 µmol/L.Kebanyakan penelitian menganggap peningkatan MMA pada defisiensi kobalamin adalah >0.28 µmol/L, tapi cut off point yang beredar bervariasi antara 0.21-0.48 µmol/L.Kadar MMA meningkat dalam serumdan urin pada defisiensi kobalamin, sedangkan pada defisiensi folat MMA normal.

  5. STIMULASI PUBERTAS PUYUH BETINA DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BIJI KORO BENGUK (MUCUNA PRURIENS DALAM PAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wulan Christijanti

    2011-02-01

    Full Text Available Abstrak. Biji koro benguk banyak dipergunakankan untuk tambahan pakan ternak seperti babi dan unggas dengan memberikan hasil berupa meningkatnya berat badan dan performan tubuh yang baik. Tercapainya pubertas pada puyuh dapat diamati dari performan tubuh, munculnya suara, bertelur dan secara morfologi adalah dengan melihat perkembangan folikel ovariumnya. Senyawa bioaktif dalam biji koro benguk yang diduga berefek fertilitas adalah alkaloid dan L-Dopa melalui pengaruhnya pada sekresi hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung biji koro benguk untuk stumulasi pubertas puyuh. Sampel penelitian adalah 16 ekor puyuh prapubertas yang terbagi menjadi empat, yaitu kelompok 0 %, 10 %, 20 % dan 40 % tepung biji koro benguk. Tepung yang dicampur pakan diberikan 2 kali sehari selama 30 hari. Data berupa berat ovarium dianalisis dengan anava satu jalan pada taraf uji 5 % dan Beda Nyata Terkecil. Struktur morfologi ovarium dianalisis secara deskriptif dengan mengamati folikelnya. Hasil penelitian menunujukkan bahwa ada pengaruh tepung biji koro benguk pada berat ovarium dengan hasil F hitung 3,60 > dari F tabel 3,49 dan terdapat beda nyata antara kelompok yang mendapatkan 0 % dengan 20 % dan 40 %, namun tidak berbeda antara kelompok 0 dengan 10 % dan 20 % dengan 40 %. Struktur morfologi ovarium menunjukkan bahwa ada kecenderungan bertambahnya folikel yang berkembang dengan semakin banyaknya persentase tepung yang diberikan. Simpulan yang diambil adalah bahwa penambahan tepung biji koro benguk mampu mempercepat pubertas puyuh betina yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan rata-rata berat ovarium antara kelompok Kontrol dan perlakuan serta gambaran folikel ovarium kelompok perlakuan yang berkembang lebih baik dibanding Kontrol.

  6. Effect of L-Ascorbyl-2-Phosphate Magnesium as a Vitamin C Source in Different Doses on Growth of Patin Pangasius Hypophthalmus Fingerlings

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Jusadi

    2007-01-01

    Full Text Available This study was aimed to determine optimum dose of L-Ascorbyl-2-Phosphate Magnesium in the diet of patin, Pangasius hypophthalmus fingerlings.  Five isoprotein and isocaloric diets containing different dose of L-Ascorbyl-2-Phosphate Magnesium, i.e. 0, 25, 75 and 100 mg/kg diet were used in this experiment.  Fish with an average size of 5.00±0.11 g were maintained at a density of 15 fish per aquarium.  Fish were fed three times a day at satiation, for 40 days.  The results of study shows that vitamin C content in fish body increased as the vitamin C level of the diet increased.  Similar pattern to vitamin C content was also found in protein retention, lipid retention, daily growth rate, and feed efficiency (p Keywords: vitamin C, patin, Pangasius hypophthalmus.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar optimum L-Ascorbyl-2-Phosphate Magnesium dalam pakan ikan patin, Pangasius hypophthalmus ukuran sejari. Lima macam pakan isoprotein dan isokalori mempunyai kandungan L-Ascorbyl-2-Phosphate Magnesium berbeda, berturut-turut 0, 25, 50, 75 dan 100 mg/kg pakan telah digunakan dalam penelitian ini. Benih berukuran rata-rata 5,00±0,11 g dipelihara dalam akuarium dengan kepadatan 15 ekor per akuarium. Ikan diberi pakan tiga kali sehari, secara at satiation, selama 40 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C tubuh meningkat sejalan dengan kadar vitamin C pakan. Demikian pula retensi protein, retensi lemak laju pertumbuhan harian, efisiensi pakan mengikuti pola yang sama seperti kandungan vitamin C tubuh (p Kata kunci: vitamin C, ikan patin, Pangasius hypophthalmus.

  7. Survival and growth of catfish Pangasionodon sp. larvae fed on vitamin C-enriched Artemia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mia Setiawati

    2015-05-01

    Full Text Available ABSTRACT The research was conducted to evaluate effect of the administration of Artemia enriched with vitamin C on the survival, total body length, and average body weight of Pangasionodon sp. larvae. Artemia were enriched with either 0, 50, 100, or 150 mg/L vitamin C immersed in the culture medium for 13 hours. Two days old larvae were fed on enriched Artemia 12 times/day for seven days. At the end of feeding experiment, it was found that fish fed on Artemia enriched with 100 mg/L culture medium had the highest survival, total length and body weight, respectively 76.17±12.78%, 1.63±0.34 cm, and 20.6±3.8 mg. Keywords: survival, growth, Artemia, vitamin C, catfish, Pangasionodon sp.  ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Artemia yang diperkaya dengan vitamin C dosis berbeda terhadap kelangsungan hidup, panjang total, dan bobot tubuh larva ikan patin Pangasionodon sp. Pada penelitian ini, Artemia diperkaya dengan vitamin C dosis 0, 50, 100, atau 150 mg/L media pengayaan. Larva yang berumur dua hari diberi pakan Artemia hasil pengayaan sebanyak 12 kali sehari selama tujuh hari masa pemeliharaan. Pada akhir percobaan, didapatkan bahwa larva ikan yang diberi Artemia diperkaya vitamin C dosis 100 mg/L media pengayaan memberikan kelangsungan hidup 76,17±12,78%, panjang total 1,63±0,34 cm, dan bobot tubuh paling tinggi 20,6±3,8 mg. Kata kunci: kelangsungan hidup, pertumbuhan, Artemia, vitamin C, ikan patin, Pangasionodon sp. 

  8. ANEMI GIZI DAN KEKUATAN JASMANI PEKERJA PROYEK PEMBANGUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darwin Karyadi

    2012-11-01

    Full Text Available Pada tahun 1972 dilakukan penelitian gizi dan kesehatan terhadap 571 pekerja pada tiga proyek pembangunan di Jawa. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui apakah tingkat gizi dan kesehatan yang rendah, pengaruhnya nyata terhadap kekuatan jasmani para pekerja. Selanjutnya cara mana yang sebaiknya diambil untuk meningkatkan itu.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya banyak penyakit infeksi di kalangan pekerja tersebut. Makanan sehari-hari mereka kekurangan berbagai zat gizi, dan tercermin dalam beberapa gejala defisiensi. Prevalensi anemi kurang zat besi dan infestasi cacing tambang amat mencolok. Kekuatan jasmani yang diukur dengan Harvard Step Test pekerja yang anemi ternyata lebih rendah daripada yang tidak anemi.Sebagai tindakan lanjut, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian zat besi terhadap peningkatan kekuatan jasmani dan kemampuan kerja para pekerja pembangunan tersebut.

  9. Penerapan Metode Dempster Shafer Untuk Mendiagnosa Penyakit Dari Akibat Bakteri Salmonella

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mikha Dayan Sinaga

    2016-12-01

    Full Text Available Infeksi dari bakteri Samonella dapat menyerang saluran gastrointestin yang mencakup perut, usus halus, dan usus besar atau kolon. Beberapa spesies salmonella dapat menyebabkan infeksi melalui makanan. Termasuk ke dalamnya adalah Salmonella Typhi yang mengakibatkan penyakit tifus, dan Salmonella Shigella yang mengakibatkan penyakit disentri dan diare. Masih banyak orang yang belum mengetahui gejala-gejala dari infeksi bakteri ini serta bagaimana cara untuk mendiagnosa dengan nilai kepastian yang tinggi. Untuk dapat mengetahui tingkat kepastian infeksi bakteri ini peneliti menggunakan metode Dempster-Shafer. Metode ini dipilih karena metode ini dianggap mampu untuk memberikan tingkat kepastian yang tinggi. Metode Dempster-Shafer adalah representasi, kombinasi dan propogasi ketidakpastian, dimana teori ini memiliki beberapa karakteristik yang secara instutif sesuai dengan cara berfikir seorang pakar, namun dasar matematika yang kuat. Hasil dari penelitian ini adalah untuk membuat aplikasi sistem pakar yang dapat mendiagnosa bakteri dari akibat bakteri salmonella dengan menggunakan metode Dempster Shafer. Kata Kunci  : Sistem Pakar,Metode Dempster Shafer, Bakteri Salmonella.

  10. ANCAMAN DI BALIK HASIL LAUT DI PERAIRAN TELUK JAKARTA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satmoko Wisaksono

    2012-10-01

    Full Text Available Tidak dapat dipungkiri dan disangsikan bahwa bahan makanan yang berasal dari hasil perikanan laut mempunyai kadar nilai gizi tinggi. lkan laut misalnya selain dagingnya mudah dicerna, juga kandungan protein, vitamin, mineral serta lemak tak jenuh sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Jenis-jenis ikan laut segar yang banyak dikonsumsi dan disajikan di restoran seafood adalah ikan tongkol, tengiri, kakap, kerang, cumi, sotong, udang, kepiting, rajungan, dan lain sebagainya.Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indoneia (YLKI bekerjasama dengan IPB tahun 1997 menunjukkan bahwa contoh komoditi hasil laut yang diperoleh mengandung logam berat Hg adalah dari kelompok kerang-kerangan (Bivalvia yaitu kerang darah, hijau dan tahu.

  11. EKSTRAKSI PEKTIN DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca MENGGUNAKAN PELARUT HCl SEBAGAI EDIBLE FILM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Megawati Megawati

    2016-06-01

    Full Text Available Pisang merupakan buah yang sering dikonsumsi oleh manusia, baik secara langsung setelah buahnya matang ataupun diolah menjadi makanan lain. Kulit pisang biasanya hanya dibuang menjadi limbah, padahal didalam pisang terdapat kandungan pektin sebanyak 22,4%. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi pektin dengan bahan dasar kulit pisang yang bertujuan untuk mengetahui jenis pisang yang banyak mengandung pektin, pengaruh variasi bahan serta jenis pelarut yang menghasilkan pektin maksimum. Percobaan dilakukan memakai pisang kepok yang dikeringkan dan diekstraksi menggunakan pelarut dengan suhu ekstraksi 600 W, variasi berat bahan 10 dan 15 gram dengan waktu ekstraksi 20 menit. Dengan pelarut HCl. Hasil ekstraksi ditambahkan dengan etanol hingga terbentuk endapan, kemudian disaring dan di oven pada suhu 65 0C sampai berat konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan metode MAE kadar yield nya yaitu 16,53% lebih besar daripada menggunakan metode konvensional kadar yield nya yaitu 12,8%.

  12. Senyawa Penciri Ekstrak Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk sebagai Anti-Kolesterol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irmanida Batubara

    2017-08-01

    Full Text Available Jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk leaves is traditionally used as slimming and cholesterol reducing agent. This research aims to determine the active component on jati belanda leaves as marker compound for cholesterol reducing agent. The quality of leaves was checked prior to use for next step of analysis. Jati belanda leaves with good quality was extracted by ethanol 30% and the extract was separated by chromatography technique such as open column chromatography and preparative high performance liquid chromatography. The results showed that the quality of samples is meet to the requirement of Indonesian Food and Drug Agency (Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM based on moisture content, ash content, and heavy metal content. Based on the separation results showed that the cholesterol reducing compound from jati belanda is quercetin

  13. UPAYA MENJADIKAN MALANG KEMBALI SEBAGAI ATRAKSI WISATA BUDAYA DAN SENI GUNA MELESTARIKAN KEBUDAYAAN LOKAL TOPENG MALANGAN UNTUK MENARIK WISATAWAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irwan yulianto

    2017-07-01

    Full Text Available � Malang Kembali � merupakan gagasan yang sangat cemerlang disaat��� generasi muda mengalami krisis akan kebudayaan terutama terhadap kesenian lokal Malangan yang mulai terlupakan dan tergeser dengan kesenian modern. Dengan adanya, festival � Malang Kembali� diharapkan tumbuh kesadaran dikalangan generasi muda akan adanya Kekayaan budaya lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan keberadaanya, bukan sekedar sebagai kesenangan atau hiburan semata namun juga mengandung nilai jual. Suatu daerah akan terus dikenang oleh wisatawan apabila daerah tersebut memiliki kekayaan budaya yang menarik seperti kekayaan kulinernya, senitari dan ukiran serta souvenir khas yang mengingatkan wisatawan pada tempat tersebut. Malang sebagai salah satu kota tujuan wisata memiliki semua itu. Dari wista kuliner hingga industri makanan ringan keripik tempe yang jadi ciri khas Malang,juga �kesenian Topeng Malangan sampai seni Ludruk semua terangkum dan disajikan di festival �Malang Kembali�.

  14. HUBUNGAN KEBIASAAN SENAM, ASUPAN KALSIUM DAN VITAMIN C DENGAN DENSITAS MASSA TULANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ginta Siahaan

    2015-09-01

    Osteoporosis pada perempuan di mulai pada usia 30 tahun dan meningkat secara nyata di usia 50 tahun, atau sekitar usia menopause dan prevalensi nya 80 persen terjadi pada kaum perempuan. Pencegahannya dengan melakukan olahraga dan memperhatikan asupan makanan tinggi kalsium, dan vitamin C. Tujuan penelitian adalah mengetahui kebiasaan berolahraga senam, asupan kalsium dan vitamin C dengan densitas massa tulang peserta senam di komplek Asia Mega Mas Sukaramai Medan tahun 2013. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain penelitian cross sectional. Perhitungan sampel menggunakan rumus statistik didapatkan jumlah 67 orang orang. Penentuan sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling. Analisis bivariat digunakan uji chi square, dilanjutkan uji logistik regresi multivariat untuk melihat variabel yang paling mempengaruhi densitas massa tulang. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna untuk ketiga variabel independent yang mempengaruhi densitas massa tulang (p 30 tahun sebaiknya kegiatan olahraga diikuti dengan asupan kalsium yang cukup untuk mencegah terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis yang lebih cepat.

  15. Dampak Ketiadaan Pengaturan Kuota Ekspor Hiu Tikus (Alopias Ssp. di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Hardiningsih

    2017-12-01

    Full Text Available Kuota ekspor merupakan salah satu mekanisme perlindungan ekosistem laut. Banyaknya perburuan Ikan Hiu Tikus (Alopias Ssp. di Indonesia saat ini karena permintaan pasar yang tinggi, khususnya dari luar negeri. Tingginya permintaan menyebabkan ikan jenis ini masuk ke dalam daftar Convention on International Trade in Endanger Species of Wild Fauna and Flora (CITES Appendiks II pada tahun 2016. Jika Ikan Hiu Tikus yang merupakan predator puncak pada rantai makanan di laut ini sampai terancam punah, maka ekosistem laut akan mengalami kerusakan parah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki perangkat hukum yang memadai terkait dengan penentuan komponen-komponen kuota ekspor Ikan Hiu, khususnya Ikan Hiu Tikus sebagaimana ketentuan yang diatur di dalam CITES. Keadaan ini menimbulkan dampak terhadap kelestarian Ikan Hiu Tikus itu sendiri, kepentingan masyarakat Indonesia, keberlangsungan lingkungan laut dan generasi yang memanfaatkannya, serta berdampak terhadap perdagangan internasional.

  16. HUBUNGAN DOSIS TEPUNG GEMBILI (Dioscorea esculenta DENGAN TINGKAT EKSPRESI ENZIM Ampk-α2 PADA MODEL TIKUS DIABETES MELITUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    neni oktiyani

    2015-06-01

    Full Text Available Abstract: Alternative methods of controlling glucose levels in patients with diabetes is by type of food, either by utilizing yam flour. At the flour contained inulin and resistant starch that can activate the enzyme AMPK-α2. Activation of these enzymes will stimulate glucose transport in skeletal muscle and liver, thus causing a decrease in glucose production. Varying doses of flour is expected to affect the expression of AMPK-α2. This study aims to dosage relationship yam flour (Dioscorea esculenta with tigkat-α2 AMPK enzyme expression in the nucleus skeletal muscle and liver in mouse models of diabetes mellitus. The study was a quasi-experimental design with Post Test Only Group Design. Rats were divided into 5 (five groups, healthy mice, the mice with type 2 diabetes, and type 2 groups of diabetic rats with dietary intake yam flour addition of 1.25 g (TG-1:25,, 2.5 g (TG -2.5, 5.0 g (TG-5.0. Yam flour is mixed into the rat diet feed with varying doses. The results showed no significant correlation between the dose of yam flour with AMPK-α2 expression levels in skeletal muscle nuclei (p = 0.312 and liver (p = 0.474 in a mouse model of DM. The need for other studies using other types of food as an alternative arrangement of food for patients with diabetes Keywords: diabetes mellitus type 2, AMPK-α2, yam flour Abstrak: Metode alternatif pengendalian kadar glukosa pada penderita DM adalah dengan pengaturan jenis makanan, salah satunya dengan memanfaatkan tepung gembili. Pada tepung terdapat inulin dan pati resisten yang dapat mengaktivasi enzim Ampk-α2. Aktivasi enzim ini akan menstimulasi transpor glukosa di otot skelet dan hepar, sehingga menyebabkan terjadinya penurunan produksi glukosa. Dosis bervariasi dari tepung diharapkan mampu berpengaruh terhadap ekspresi Ampk-α2. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan dosis tepung gembili (Dioscorea esculenta dengan tigkat ekspresi enzim Ampk-α2 di nukleus otot skelet dan hepar pada model

  17. SEROPOSITIVE OF TOXOPLASMOSIS ON STRAY CATS IN BANJARNEGARA DISTRICT PUBLIC PLACES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Wijayanti

    2015-01-01

    Full Text Available Toksoplasmosis merupakan zoonosis yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii, mempunyai penyebaran yang luas padamanusia dan hewan piaraan maupun satwa liar. Penularan secara horisontal pada manusia terutama disebabkan karenadaging hewan/ternak yang terinfeksi T. gondii atau ookista pada makanan atau minuman yang terkontaminasi feses kucing.Oleh karena itu, perlu diketahui kucing liar dengan seropositif T. gondii. Jenis penelitian ini adalah potong lintang danlaboratorik serologi pada bulan Mei–Oktober 2013. Sampel sebanyak 22 ekor kucing liar yang berasal dari pasar induk,rumah sakit dan kompleks pertokoan kelurahan Semampir, Banjarnegara. Pemeriksaan serologis menggunakan FELISAimunostik. Hasil penelitian menunjukkan kucing liar dengan seropositif IgG T. gondii sebanyak 40,9% (9 dari 22 ekor.Kucing liar di kompleks pertokoan Kelurahan Semampir berpeluang lebih besar memaparkan T. gondii.Kata kunci: toksoplasmosis, kucing liar, tempat umum, seropositif

  18. KANDUNGAN VITAMIN B6, B9, B12 DAN E BEBERAPA JENIS DAGING, TELUR, IKAN DAN UDANG LAUT DI BOGOR DAN SEKITARNYA (VITAMIN B6, B9, B12 AND E CONTENT OF SEVERAL TYPES OF MEATS, EGGS, FISHES AND MARINE SHRIMPS IN BOGOR AND SURROUNDING AREAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Yuniati

    2012-06-01

    Full Text Available ABSTRACT Food Composition Table (DKBM in Indonesia has not mentioned all types of nutrients available in the food, particularly vitamin B6, B9 (folic acid, B12, and vitamin E. Therefore this study aimed to analyze the content of vitamin B6, B9 (folic acid, B12, and vitamin E in several types of meat, eggs, fish and marine shrimps consumed in Bogor and surrounding areas. Vitamin B6, B9, B12, and vitamin E from three kinds of meat (chicken, beef, lamb, two types of eggs (chicken, duck, and four species of fish (snapper, bloating, carp and tuna and crayfish are analyzed using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC. The samples used are raw and taken from three locations in Bogor and surrounding areas. Fishes, meats and eggs contain high levels of folic acid, however the amount of folic acid content in meat varies depending on which part of meat the samples are taken, types of organ, and the fat content of the meat. The folic acid content in chicken wings is different with those in thigh. In fatty mutton the folic acid is higher than in those lean meat, and in yolk is higher than those in egg white. Vitamin E content of snapper is the highest amongs other types of fishes (6.54 µg/100 g.Chicken eggs contain a higher amount of vitamin E than duck eggs, while the yolk contains ahigher amount of vitamin E than those egg white. Keywords: animal foods, vitamin B6, vitamin B9 (folic Acid, vitamin B12, vitamin E   ABSTRAK Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM yang ada di Indonesia belum memuat semua jenis zat gizi dalam makanan, khususnya vitamin B6, B9 (asam folat, B12 dan vitamin E. Menganalisis kandungan vitamin B6, B9 (asam folat, B12, dan vitamin E dalam beberapa jenis daging, telur, ikan dan udang laut yang dikonsumsi masyarakat di Bogor dan sekitarnya. Kandungan vitamin B6, B9, B12 dan vitamin E dari tiga jenis daging (ayam, sapi, kambing, dua jenis telur (ayam, itik, serta empat jenis ikan (kakap, kembung, mas, tongkol dan udang laut

  19. Rancang Bandun Game Edukasi Dagang Jajanan Bali Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anak Agung Putu Mahendra Putra

    2016-04-01

    Full Text Available Game bukan merupakan hal yang baru di Masyarakat Indonesia. Game yang berisi unsur edukasi sangat jarang ditemukan, apalagi game yang bisa memupuk rasa cinta terhadap kebudayaan Indonesia kepada para pemainnya. Jajanan Bali biasanya dibuat untuk keperluan hari raya agama hindu di Bali atau sebagai makanan ringan Masyarakat Bali. Game Edukasi Dagang Jajanan Bali dibuat untuk memberikan edukasi tentang resep-resep Jajanan Bali dimana memperkenalkan bahan-bahan umum seperti tepung, gula, kelapa, dan berbagai macam bahan lainnya tergantung dari jenis jajanan apa yang dibuat. Metode pembelajaran dengan menggunakan game merupakan salah satu inovasi dalam pengenalan jenis-jenis Jajanan Bali dan bahan-bahan umum yang dipakai dalam pembuatan Jajanan Bali. Game ini dibuat berbasis Android dengan menggunakan Corona SDK. Hasil dari kuesioner menyatakan 50% mendapat pengetahuan tentang Jajanan Bali yang terdapat dalam Game. Kata kunci: Android, Jajanan Bali, Game Edukasi

  20. OBSERVATION ON THE USE OF YELLOW COLOURING MATTERS IN SOME FOOD PRODUCTS SOLD IN JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    G. Nainggolan

    2012-09-01

    Full Text Available Beberapa macam makanan terolah berwarna kuning yang dijual di Jakarta telah diperiksa mengenai bahan pewarna yang digunakan. Ditemukan bahwa tempe dan tahu mengandung bahan pewarna non-pangan metanil kuning. Dari 15 contoh bakmi segar yang diperiksa, 13 diantaranya di­warnai bahan pewarna tartrazin yang diizinkan, sedangkan yang 2 lagi diwarnai dengan'pewarna nonpangan metanil kuning. Dari 4 macam bakmi kering yang digungkus kantong plastik dan ber­label, ditemukan 2 macam yang mengandung metanil kuning, dan 2 macam lainnya berupa mie "instant" diwarnai bahan pewarna tartrazine yang diizinkan. Delapan dari 9 macam bahan pewarna yang dijual sebagai bahan pewarna pangan di Jakarta ternyata mengandung metanil kuning dan yang satu lagi mengandung bahan pewarna non-pangan auramin O.

  1. Unequal Impact of Price Changes in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rulyusa Pratikto

    2015-12-01

    Full Text Available The main idea of this study is to determine the impact of relative inflation on poverty incidents and to investigate whether inflation inequality has occurred in Indonesia. Interesting results were found at regional level. Firstly, Jakarta had different poverty response with respect to price increases. Processed food and transportation inflation were more imperative for the poor in Jakarta. Secondly, the poor in province with low poverty figures were more prone to inflation. In general, the results show that food inflation has the major adverse impact on the poor. Moreover, we found that inflation in Indonesia has not been pro-poor. Abstrak Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan dampak dari perubahan harga terhadap kemiskinan, serta juga untuk mengetahui apakah terjadi ketimpangan inflasi di Indonesia. Hasil yang menarik diperoleh dari analisa pada tingkat provinsi. Pertama, kemiskinan pada provinsi Jakarta memiliki karakteristik yang berbeda. Inflasi pada makanan jadi dan transportasi justru memiliki dampak yang lebih merugikan masyarakat miskin. Kedua, masyarakat miskin yang berada di provinsi dengan tingkat kemiskinan relatif rendah justru lebih sensitif terhadap inflasi. Secara umum, inflasi bahan makanan merupakan faktor terbesar dalam peningkatan kemiskinan. Selain itu, masyarakat miskin telah mengalami total inflasi yang lebih besar dibandingkan dengan masyarakat tidak miskin. Kata kunci: Kemiskinan; Inflasi; Elastisitas Harga terhadap Kemiskinan; Pro-Poor Price Index; Price Index for the Poor JEL classifications: E3; I3; O1; R2

  2. KINERJA KEUANGAN KONVENSIONAL, ECONOMIC VALUE ADDED, DAN RETURN SAHAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sudiyatno

    2011-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja keuangan konvensional; Return on Asset (ROA, Return on Equity (ROE, Residual Income (RI, dan kinerja keuangan yang lebih modern; Economic Value Added (EVA terhadap return saham pada perusahaan-perusahaan dalam industry makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus, karena semua perusahaan dalam industry makanan dan minuman digunakan sebagai sampel. Namun dalam proses samplingnya mengunakan metode purposive sampling, yaitu menggunakan sampel dengan criteria-kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return on Asset (ROA dan Residual Income (RI berpengaruh positif dan secara statistik signifikan terhadap return saham pada level signifikansi 1%. Sedangkan Return on Equity (ROE berpengaruh negative dan secara statistik signifikan terhadap return saham pada level signifikansi 10%, dan Economic Value Added (ERA berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap return saham.This study aims to test the effect of conventional financial performance i.e. Return on Asset (ROA, Return on Equity (ROE, Residual Income (RI, and the more modern financial performance which is Economic Value Added (EVA toward stock returns on companies in the food and beverage industry listed in Indonesia Stock Exchange. Sampling technique in this study uses the census method, all companies in the food and beverage industry are used as a sample. The process of sampling using purposive sampling method. The result shows that Return On Asset (ROA and Residual Income (RI are positive and statistic significant impact on the stock returns at significance level 1%. While the Return on Equity (ROE is negative and statistic significant impact on the stock returns at significance level 10%, Economic Value Added (EVA is positive and statistic not significant impact on the stock returns.

  3. BIODIVERSITAS DAN POTENSI JAMUR BASIDOMYCOTA DI KAWASAN KASEPUHAN CISUNGSANG, KABUPATEN LEBAK, BANTEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Ni’matullah Al Ulya

    2017-04-01

    Full Text Available Abstrak Biodiversitas jamur Basidiomycota di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS yang terletak di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, belum pernah diteliti sebelumnya. Kawasan konservasi tersebut dihuni oleh masyarakat adat dari Kasepuhan Cisungsang, yang selama ini memanfaatkan jamur dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini mengeks-plorasi keanekaragaman jamur Basidiomycota dan pemanfaatannya oleh masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2016. Sebanyak 34 spesies dari 21 marga, 16 keluarga, dan 5 bangsa dari jamur Basidiomycota berhasil ditemukan di daerah sawah, pekarangan, kebun, talun atau dudukan, dan hutan. Tujuh marga yang ditemukan diketahui dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan, yaitu supa ceuli (Auricularia sp.; supa amis (Marasmiellus sp.; supa beas (Coprinus sp.; supa tiram (Pleurotus sp.; supa jerami (Volvariella sp.; suung tunggal (Termitomyce sp.; dan supa kebo (Boletus sp.. Data ini menunjukkan tingginya biodiversitas jamur Basidiomycota di daerah masyarakat adat wilayah ini dan potensinya sebagai sumber makanan. Abstract Biodiversity of fungi Basidiomycota in the conservation area of Taman Nasional Gunung Halimun (TNNGHS Salak in Lebak, Province Banten, has never been studied. This area is resided by indigenous people from Kasepuhan Cisungsang, which uses the fungi in their life. Therefore, this study was aimed at exploring the biodiversity of mushrooms (Basidiomycota in Kasepuhan Cisungsang. The exploration was conducted from March to May 2016. A total number of 34 species which belong to 21 genera, 16 families, 5 orders were found in the rice field, yard, garden, and forest. About 7 genera are commonly consumed by the community. These include supa ceuli (Auricularia sp.; supa amis (Marasmiellus sp.; supa beas (Coprinus sp.; supa tiram (Pleurotus sp.; supa jerami (Volvariella sp.; suung tunggal (Termitomyce sp.; and supa kebo (Boletus sp

  4. ISLAM AND ARAT SABULUNGAN IN MENTAWAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maskota Delfi

    2013-12-01

    Full Text Available The remoteness of the Mentawai Islands has contributed to an almost autonomous development, unaided by mainland Sumatra. As a result of a well endowed environment and supported by staple local foods such as sago, taro and bananas, as well as an abundance of wildlife including wild boars, a finely tuned self-sufficiency was realised. In this space the management and distribution of food, including animal protein, is an important aspect of the culture of Arat Sabulungan. As the result of the compulsory state sanctioned religions program introduced in 1954, some Mentawaians have converted to Islam or Catholicism as their formal religious identity. However, a remarkable adaptation occured in which the layers of Mentawai identity were not lost in the adaption to the Islamic faith. Islam with its teachings, and other formal religions, are considered as  the sasareu (outsiders. The prohibition of consuming boar as part of islamic rules is a sasareu rules that contradict to Mentawaian Arat .[Kepulauan Mentawai yang terisolasi telah berkembang secara mandiri tanpa bantuan dari pulau induknya, Sumatra. Lingkungan yang subur dan mendukung ketersediaan sumber makanan pokok lokal seperti sagu, talas, dan pisang serta berlimpahnya satwa liar, termasuk babi hutan, telah mendorong terciptanya swasembada pangan. Manajemen dan distribusi makanan merupakan aspek penting dalam jalinan budaya dan sistem kepercayaan local, Arat Sabulungan. Sebagai hasil dari kebijakan pemerintah untuk menerapkan agama resmi bagi orang Mentawai pada tahun 1954, orang Mentawai kemudian masuk Islam atau Katolik. Namun demikian, adaptasi yang luar biasa juga terjadi, sehingga lapisan-lapisan identitas Mentawai tidak hilang dalam adaptasinya dengan keyakinan Islam. Islam dengan ajaran-ajarannya, juga agama-agama dunia lainnya, dipandang sebagai ajaran asing. Larangan mengkonsumsi daging babi sebagai bagian dari ajaran Islam, misalnya, dipandang sebagai ajaran asing yang bertentangan

  5. IKLAN ANIMASI 3D POCARI SWEAT YOUTH SWEET BEAUTIFUL VERSI PINOKIO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novianto Ari Wibowo

    2012-05-01

    Full Text Available Iklan merupakan jembatan  yang menghubungkan antara perusahaan dengan konsumen. Saat ini belanja iklan di Indonesia kategori makanan dan minuman tergolong paling banyak mengeluarkan anggaran besar untuk iklan. Dari data yang di olah oleh AGB Nielsen Media Research Indonesia memperlihatkan bahwa kategori belanja iklan minuman lebih banyak peminat dibanding kategori makanan. Maka dari itu penulis lebih tertarik untuk membuat iklan kategori minuman, yaitu tentang minuman isotonic berjudul “Iklan Animasi 3D Pocari Sweat Youth Sweet Beautiful Versi Pinokio”. Berdasarkan Frontier Consulting Group Pocari Sweat terpilih menjadi Market Leader dan menjadi Top Brand Index selama 3 tahun terakhir. Penulis bertujuan menjadikan pocari sweat sebagai Market Leader di tahun berikutnya. Penulis membuat iklan animasi berbasis full 3D karena dalam pembuatan iklan animasi tidak membutuhkan model manusia sehingga lebih menghemat biaya dan waktu, karya yang penulis buat merupakan redesain yang menggabungkan antara iklan pocari sweat versi pinokio dan versi youth sweet beautiful yang diperankan oleh model cantik dan imut yang sampai sekarang iklan ini membius dan membuat penasaran masyarakat. Pembuatan iklan 3D dibutuhkan software-software untuk membangun sebuah karakter dan efek animasi, penulis menggunakan software 3D Max 2010 untuk karakter dan efek animasinya. Iklan Pocari Sweat merupakan iklan reminder dimana iklan ini membuat pocari sweat menjadi suatu kebutuhan bagi setiap orang dalam beraktifitas. Dalam berkreativitas membuat karya iklan animasi 3D lebih dianjurkan menggunakan software yang bersifat free atau open source agar karya yang kita komersilkan bebas dari biaya penggunaan software tersebut. Kata kunci : 3D, animasi, iklan, pocari sweat, redesign

  6. STRATEGI PRODUK CILOK KENYAL KENYOL DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Solihat

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAC_Cilok Kenyal Kenyol is a brand of traditional food from Bandung. Created for lifting traditional food to be more modern, more popular nationally and internationally. Various innovations in products cilok already taken in an effort to increase sales, but these measures still do not meet the sales target. This study uses qualitative research with case study approach. Data collected by FGD (Focus Group Discussion involving 20 people consisting of teachers Catering, Lecturer in Tourism, Employees Restaurant, Blogger (Food Blogger and Travel Blogger, Media, and Consumer (Students, Student, Employee, Housewife. This research produced models of the product development strategy, namely through its attributes and product features, style and design of products, brands and logos, packaging, labeling of the product support services. Keyword : Product, Product Strategy, Case Study ABSTRAK_Cilok Kenyal Kenyol merupakan makanan tradisional yang berasal dari Kota Bandung. Diciptakan dengan tujuan untuk mengangkat makanan tradisional menjadi lebih modern dan lebih popular baik secara nasional maupun internasional. Berbagai inovasi pada produk cilok sudah dilakukan sebagai usaha meningkatkan penjualan, namun langkah tersebut masih belum memenuhi dengan target penjualan . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan FGD (Focus Group Discussion yang melibatkan 20 orang terdiri dari Guru Tata Boga, Dosen Akademi Pariwisata, Karyawan Restoran, Blogger (Food Blogger dan Travel Blogger, Media, dan Konsumen (Mahasiswa, Siswa, Karyawan, Ibu Rumah.  Penelitian ini menghasilkan model strategi pengembangan produk, yaitu melalui atribut dan fitur produk, gaya dan rancangan produk, merek dan logo, pengemasan, pemberian label pelayanan penunjang produk. Kata Kunci : Produk, Strategi Produk, Studi Kasus.

  7. PENERAPAN PENDEKATAN SOSIAL DAN EKOLOGI PADA UPAYA PROMOSI KESEHATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Charles Surjadi

    2016-09-01

    Full Text Available AbstractIn line to development of social epidemiology, WHO develops social determinant of healthapproach, in relation to this approach among health promotion experts socioecology determinant has beendeveloped. This manuscript describe development of socioecology approach which has been linked withdevelopment of health promotion started with ottawa charter . To look for socioecological determinant ofobesity at university students , an indepth interviews of 16 obese students and five of their parents, 7 vicedean/ rector for student affairs, and 10 food vendors at the university and 5 manager of fast food industrynear campus it describes the socioecological determinant of obesity at university student, discuss how toextend paradigm of health promotion from changing personal behaviour to changing personal, communitybehaviour and changing policy relate to daily life/ Sociecological determinant .It discuss how to implementthis approach as part of development of public health and community medicine to overcome public healthproblems.Keywords: health promotion, socio ecology Abstrak Sejalan dengan berkembangnya sosial epidemiologi,WHO mengembangkan pendekatan determinan sosial kesehatan . Berkaitan dengan pendekatan itu diantara pemerhati promosi kesehatan konsep sosioekologi determinan juga berkembang, Makalah ini menguraikan perkembangan pendekatan sosioekologi dikaitkan dengan perkembangan upaya promosi kesehatanyang dimulia melalui ottawa charter. Untuk melihatmodel determinan sosioekologi dari obesitaspada mahasiswa dilakukan wawancara mendalampada 16 mahasiswa gemuk, danlima orang tua mereka,7 pembantu dekan/rektor urusan mahasiswa,10 pedagang makanan dan5 pengelola wirausaha makanan siap sajiyang berdekatan dengan kampus. Diuraikan faktor lingkunganyang berkaitan dengan kejadian obesitaspada kelompok mahasiswa di perguruan tinggiJakarta, dikemukakan perlunya perubahan paradigma promosi kesehatan diperluas dari perubahan perilaku individu menjadi

  8. PEMBUATAN PARTIKEL SELULOSA MENGGUNAKAN LARUTAN ALKALIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edy Hermawan

    2017-02-01

    Full Text Available Selulosa adalah biopolimer terbanyak jumlahnya di alam dan memiliki arti yang sangat penting untuk industri serat dan kertas. Partikel selulosa dicirikan memiliki tingkat kekristalan yang tinggi dan mempunyai ukuran dari beberapa ratus nanometer (nm sampai 100 mikrometer (μm. Partikel selulosa ini banyak digunakan dalam bentuk murninya sebagai filler pada industri makanan untuk menambah konsistensi dan tekstur makanan. Tujuan utama penelitian ini dapat dibagi menjadi dua. Pertama adalah untuk mempelajari pembuatan larutan selulosa dengan menggunakan larutan selulosa-sodium hidroksida. Kedua, mempelajari proses pembuatan partikel nano dengan metode sol-gel dengan menggunakan larutan selulosa-sodium hidroksida yang dipersiapkan sebelumnya. Bahan kimia yang dipakai untuk pembuatan larutan garam adalah Sodium hidroksida (NaOH, sodium klorida (NaCl, sodium sulfat (NaSO4, seng klorida (ZnCl, seng sulfat (ZnSO4, amonium klorida (NH4Cl, amonium sulfat ((NH42SO4. Pertama menentukan tingkat kelarutan pulp, pembuatan larutan basa-selulosa, proses ultrasonication dan dialysis, analisis SEM dan Flow Cytometry. Hasil eksperimen didapatkan enzyme-treated pulp menghasilkan tingkat kelarutan yang lebih tinggi dibandingkan dengan untreated pulp,ukuran partikel selulosa terkecil dihasilkan dari proses koagulasi di larutan NaCl yaitu sekitar 300 nm, dan perlakuan ultrasonication cukup efektif untuk menghasilkan ukuran dan jumlah partikel berukuran nanometer. Metode ini bisa menjadi metode alternatif yang ramah lingkungan untuk menghasilkan produk selulosa. Proses koagulasi yang diikuti dengan perlakuan ultrasonication menghasilkan ukuran rata-rata partikel 200 nm dan jumlah rata-rata partikel sekitar 25,000.

  9. The Utilization of Banana Peel in the Fermentation Liquid in Food Waste Composting

    Science.gov (United States)

    Kadir, A. A.; Rahman, N. A.; Azhari, N. W.

    2016-07-01

    Municipal solid waste in Malaysia contains a high amount of organic matters, particularly food waste. Food waste represents almost 60% from the total municipal solid waste disposed in the landfill. Food waste can be converted into useful materials such as compost. However, source separation of food waste for recycling is not commonly practiced in Malaysia due to various constraints. These constraints include low awareness among the waste generators and low demand of the products produced from the food waste such as composts. Composting is one of the alternatives that can be used in food waste disposal from Makanan Ringan Mas. The aim of the study is to convert food waste generated from Makanan Ringan Mas which is a medium sale industry located at Parit Kuari Darat, Batu Pahat by using composting method. The parameters which include temperature, pH value, NPK (Nitrogen, Phosphorus, Potassium) values has been examined. Banana peel is being used as the fermentation liquid whilst soil and coconut husk were used as the composting medium. Based on the results during the composting process, most of the pH value in each reactor is above 5 and approximately at neutral. This shown that the microbial respiration in the well controlled composting reactor was inhibited and had approached the mature phase. On the other hand, during the period of composting, the overall temperature range from 25 °C to 47 °C which shown the active phase for composting will occoured. As for NPK content Nitrogen value range is 35325 mg/L to 78775 mg/L, Phosphorus, 195.83 mg/L to 471 mg/L and potassium is 422.3 mg/L to 2046 mg/L which is sufficient to use for agricultural purpose. The comparison was made with available organic compost in the market and only showed slightly difference. Nevertheless, in comparison with common fertilizer, the NPK value of organic compost are considerably very low.

  10. Pengaruh Penambahan Jerami Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam Terhadap Karakteristik Fruit Leather Mangga (Mangifera indica L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisa Yusmita

    2018-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Penganekaragaman pangan merupakan program kebijakan pemerintah dengan tujuan untuk terus mengembangkan pangan agar dapat memantapkan kemandirian dan penyediaan pangan dengan jenis yang beragam dan kualitas yang makin meningkat, jumlah yang memadai dan tersebar merata sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi. Untuk mendukung penganekaragaman pangan tersebut maka diperlukan upaya untuk melakukan pengolahan produk-produk hasil pertanian. Buah-buahan merupakan salah satu produk hasil pertanian yang umumnya dibuat menjadi produk olahan seperti jam, jelly, puree, sari buah, buah kaleng, manisan kering atau basah. Salah satu jenis produk buah-buahan yang kering selain manisan adalah fruit leather. Fruit leather adalah jenis makanan yang berasal dari daging buah yang telah dihancurkan dan dikeringkan. Produk ini berbentuk lembaran tipis seperti halnya kulit buah dengan tekstur yang plastis dan kenyal, rasanya manis tetapi masih memiliki ciri rasa khas buah yang digunakan. Fruit leather juga termasuk produk makanan yang tidak mengandung zat pewarna sehingga cocok untuk dijadikan cemilan dan mempunyai aneka ragam bentuk dan warna. Pengolahan buah-buahan menjadi fruit leather merupakan salah satu upaya divesifikasi pangan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan uji F, kemudian bila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Dharma Andalas dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa konsentrasi penambahan jerami nangka berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C dan kadar serat kasar. Sementara untuk pengujian kadar air, total asam dan kadar gula ternyata tidak dipengaruhi oleh konsentrasi penambahan

  11. Kebiasaan sarapan tidak berhubungan dengan status gizi anak sekolah dasar di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Yunawati

    2016-08-01

    bangsa. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM harus dilakukan sejak dini. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas SDM yaitu status gizi. Sarapan memiliki kontribusi dalam memenuhi asupan gizi, menyumbangkan 15-25% AKG. Melewatkan sarapan membuat tubuh kekurangan glukosa sehingga tubuh membongkar persediaan tenaga dari jaringan lemak tubuh dan menyebabkan penurunan berat badan.Tujuan: Mengetahui hubungan kebiasaan sarapan terhadap status gizi anak sekolah dasar di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder Alma Ata Centre for Healthy Life and Food (ACHEAF 2013. Subjek penelitian adalah anak sekolah dasar kelas II-VI di Kecamatan Amanuban Barat dan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan total sampel sebanyak 313 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling menggunakan software computer generated random number. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan confi dence interval (CI 95% pada tingkat kemaknaan p<0,05 dan hasil analisis data yang bemakna dilanjutkan dengan uji regresi logistik.Hasil: Proporsi kebiasaan sarapan anak sekolah adalah 82,11%. Jenis sarapan yang paling banyak dikonsumsi adalah sarapan beras (bubur nasi dan nasi sebesar 78,32% dan sebanyak 21,68% mengonsumsi sarapan non-beras (jagung bose, ubi/singkong, pisang rebus, mie instan, bubur jagung, roti/kue. Kontribusi asupan energi sarapan sebesar 13,94% AKG dan asupan protein sarapan sebesar 14,4% AKG. Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi pada anak sekolah.Kesimpulan: Kebiasaan sarapan tidak berhubungan dengan status gizi anak sekolah di Kecamatan Amanuban Barat dan Kie.KATA KUNCI: kebiasaan sarapan, anak sekolah, status gizi

  12. Analysis of Effective Broodstock Management and Breeding of Patin Siam (Pangasius hypophthalmus in BBAT Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mimid A. Hamid

    2009-01-01

    2006.   Beberapa parameter seperti bobot tubuh, bobot telur yang diovulasikan (egg somatic index, jumlah  1 gram telur, dan jumlah larva yang dihasilkan  dicatat setiap kegiatan pemijahan.  Data yang terkumpul dan dianalis, hubungan produktivitas dengan ukuran  dan umur induk dievaluasi secara terpadu.  Semua betina ditandai dengan menggunakan PIT tag system (micro chip.  Perkembangan kematangan gonad dimonitor tiap bulan. Data yang terkumpul menunjukkan adanya korelasi negatif antara egg somatic index dengan bobot tubuh ikan. Selain itu daya tetas cendrung  menurun dengan meningkatnya bobot tubuh..  Semua betina yang lebih tua menunjukkan produktivitas yang rendah, hal ini ditunjukkan dengan rendahnya ESI, daya tetas dan jumlah larva/kg induk.  Prosentase induk matang gonad cukup tinggi dari bulan Januari sampai April.     Pengamatan kematangan gonad per individu menunjukkan siklus reproduksi  yang cepat dalam 2 bulan.dari Januari sampai Maret. Beberapa induk lain ditemukan  dengan tingkat kematangan gonad yang tinggi pada periode tersebut sampai bulan April.  Secara umum tingkat kematangan menurun secara drastis  pada bulan Mei dan kematangan yang rendah sampai bulan Nopember. Kata kunci : pembenihan, patin siam, egg somatic index, kematangan

  13. Performance of broodstock and hybrid juvenile of Egyptian and sangkuriang Clarias gariepinus strains

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Zulfania

    2016-02-01

    nyata (P>0,05 pada seluruh parameter reproduksi, kecuali indeks gonadosomatik (GSI pada induk betina. Derajat pembuahan dan penetasan telur pada seluruh persilangan tidak berbeda nyata (P>0,05. Pertumbuhan benih persilangan MM lebih tinggi, dibandingkan benih hasil persilangan lain. Nilai heterosis panjang total, panjang standar, dan bobot tubuh yang dihasilkan pada setiap stadia pendederan bervariasi, sedangkan nilai heterosis kelangsungan hidup menunjukkan hasil seluruhnya positif dibandingkan rataan galur murni. Heterosis pertumbuhan benih persilangan SM pada pendederan ketiga menunjukkan hasil yang positif (2,61% untuk panjang total; 2,16% untuk panjang standar dan 4,79% untuk bobot tubuh. Nilai heterosis kelangsungan hidup benih persilangan MS (24,20% untuk panjang total; 103,13% untuk panjang standar dan 11,62% untuk bobot tubuh lebih tinggi dibandingkan benih persilangan SM (6,86%, 48,57% dan 3,09% pada setiap stadia pendederan. Kata kunci: ikan lele Afrika, hibridisasi intraspesifik, pertumbuhan, kelangsungan hidup, heterosis 

  14. PEER GROUP DAN UANG SAKU BULANAN MENINGKATKAN RISIKO PERSEPSI BODY IMAGE NEGATIF PADA REMAJA PUTRI DI BEKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bunga Christitha Rosha

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACTAdolescence is a phase of rapid growth experienced in human life. Adolescent girls will experience anincrease in body fat in•order to prepare reproduction. That makes the body more far from the ideal shape.These, sometime make adolescent girlsfeel dissatisfied with their body shape and eager to have an idealbody shape. The desire to have an ideal body shape is also influenced by the surrounding environment suchas peer group and media. This study discusses the determinant factors of body image and efforts to achieveideal body shape among adolescent girls in Bekasi. This is a quantitative research study with crosssectional design. Respondents in this study were 80 girls aged 11-19 years old in Bekasi. Data analysis wasperformed using descriptive, bivariate and multivariate. Chi square analysis was conducted prior to themultiple logistic regression test to determine the determinant variables of body image perceptions amongadolescent girls. The results showed that 73.8 percent of adolescent girlshad a negative body imageperception. The main determinant factors of body image perceptions on adolescent girls were having a peergroup (OR 5.09 ; 95% CI 1.02 -25.42 and monthly allowance (OR 3.61; 95% CI 1.22 -10.73. Effortsmade by respondents to achieve the body image were diet and physical activity, but the results of chisquare test showed that there were no relationship between the diet and physical activity behavior andperceptions of body image.Keywords: Body image, peer group, a monthly allowance ABSTRAKMasa remaja merupakan fase pertumbuhan cepat yang dialami dalam kehidupan manusia. Remaja putrikhususnya akan mengalami peningkatan lemak tubuh sebagai persiapan reproduksi yang membuattubuhnya semakin jauh dari bentuk ideal. Hal ini menyebabkan remaja putri merasa tidak puas akan bentuktubuhnya dan menginginkan bentuk tubuh ideal. Keinginan untuk memiliki tubuh yang ideal ini jugamerupakan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti peer group

  15. PENGARUH PEMBERIAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG PADA TIKUS JANTAN (Rattus Norvegicus TERHADAP FSH DAN LH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulkarnain Edward

    2010-09-01

    Full Text Available AbstrakKemajuan teknologi informasi membawa dampak terhadap perubahan gaya hidup masyarakat, termasuk perubahan pola konsumsi makanan yang lebih banyak mengkonsumsi jenis makanan cepat saji, makanan kemasan dan makanan awetan yang belakangan ini semakin banyak dijual dipasar tradisional dan swalayan. Penggunaan bahan tambahan makanan sering dijumpai, salah satunya adalah bahan penyedap yang banyak sekali digunakan seperti senyawa L-asam glutamat yang digunakan dalam bentuk garam yaitu monosodium glutamat (MSG. Berbagai merk dagang MSG telah dikenal dimasyarakat secara luas seperti ajinomoto, vetsin, micin, sasa, miwon dan sebagainya.MSG adalah garam monosodium dengan asam glutamat yang sering digunakan sebagai bahan penyedap masakan untuk merangsang selera makan. Pemberian MSG mengakibatkan gangguan hormonal pada hewan coba, ion glutamat dalam sirkulasi portal akan mempengaruhi hipotalamus dalam memproduksi GnRH yang selanjutnya akan mengganggu hipofise anterior dalam memproduksi FSH dan LH. Fungsi FSH adalah untuk bekerja pada tubulus seminiferus terutama pada sel sertoli untuk meningkatkan spermatogenesis, sedangkan LH berfungsi pada sel Leydig untuk mengatur sekresi testosteron.Penelitian ini bersifat eksperimen dengan rancangan post only group design. Penelitian dilakukan di laboratorium Biologi dan laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Unand Padang dari tanggal 20 Desember 2009 sampai 30 Februari 2010. Populasi adalah tikus putih jantan strain Jepang (Rattus norvegicus yang berasal dari laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unand. Sampel berjumlah 20 ekor dibagi atas 4 kelompok dengan satu kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan. Dosis MSG yang digunakan yaitu P1= 4800 mg/kgbb/hari, P2=7200 mg/kgbb/hari dan P3= 9600 mg/kgbb/hari diberikan peroral sebanyak dua siklus epitel seminiferus. Analisa dengan uji Anova dengan derajat kepercayaan 95% dan jika bermakna dilanjutkan dengan uji Multiple Comparissons jenis

  16. Kadar Hemoglobin dan Kecerdasan Intelektual Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuni Kusmiyati

    2013-10-01

    Full Text Available Kualitas sumber daya manusia dipengaruhi oleh inteligensi anak. Skor kecerdasan intelektual yang tidak menetap pada usia tertentu dapat berubah karena faktor genetik, gizi, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan kecerdasan intelektual anak. Penelitian observasional dengan desain potong lintang ini dilakukan pada populasi siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Giwangan Yogyakarta, tahun 2013. Penarikan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling terhadap 37 sampel siswa. Instrumen untuk mengukur kecerdasan intelektual dengan Cultural Fair Intelligence Quotient Test yang dirancang untuk meminimalkan pengaruh kultural dengan memperhatikan prosedur evaluasi, instruksi, konten isi, dan respons peserta. Tes dilakukan oleh Biro Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, kadar hemoglobin diukur menggunakan Portable Hemoglobin Digital Analyzer Easy Touch secara digital.Variabel luar indeks massa tubuh diukur langsung menggunakan parameter tinggi badan dan berat badan. Analisis menggunakan uji regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan indeks massa tubuh tidak berhubungan dengan kecerdasan intelektual (nilai p = 0,052. Anemia berhubungan cukup dengan kecerdasan anak (r = 0,491 dan berpola positif, semakin tinggi kadar hemoglobin semakin tinggi kecerdasan intelektual anak. Nilai koefisien determinasi 0,241 menerangkan bahwa 24,1% variasi anemia cukup baik untuk menjelaskan variabel kecerdasan intelektual. Ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan kecerdasan intelektual (nilai p = 0,002. Quality of human resources is influenced by the child’s intelligent. Intelligence Quotient (IQ score will not settle at a certain age and can change due to genetic factors, nutrition, and the environment. The objective is known relationship of anemia with IQ to child. Method of observational study with cross sectional design. Population are students of class VI elementary school of Giwangan Yogyakarta in

  17. GENDER AND THE ACTION FILM: QUESTIONS OF FEMALE HEROISM (ANALYSIS OF FEMALE MASCULINITY OF THE FEMALE HEROIC CHARACTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Hajariah

    2017-08-01

    Full Text Available Abstrak. Action telah memantapkan dirinya sebagai salah satu genre terkemuka yang telah hadirdi industri film untuk waktu yang lama. Meskipun film aksi sering kali diidentifikasi dengan filmproduksi Hollywood, dan disebut sebagai state-of-the-art dari film aksi, film Jmaes Bond,bagaimanapun, adalah pertama dan terutama adalah produk Inggris. Bergenre action, film iniditandai sebagai film berorientasi laki-laki (Tasker 2004: 8 sementara itu melalui esainya VisualPleasure and Narrative Cinema” oleh Laura Mulvey (1975 mengingatkan kita pada bagianpenting yang dimainkan oleh isu gender dan kritik film yang feminis, dalam analisis film aksi.Makalah ini membahas perkembangan film laga atau aksi dalam proses untuk membangunkarakter heroik perempuan, yang menunjukkan gagasan perempuan 'maskulinitas', istilah yangdiciptakan oleh Tasker (1993. Penguatan kode biner gender telah diteliti pada film-film aksiyang mengarah ke argumen pada identifikasi pemberdayaan atau eksploitasi dalam aksi yangdipilih teks filmis dari 2010 dan 2011. Perempuan Berdasarkan teori Laura Mulvey padapandangan laki-laki, analisis skrining tubuh di film action berkisar pada aspek narasi, dansinematografi film yang dipilih: Salt (Phillip Noyce, 2010.Abstrak. Action telah memantapkan dirinya sebagai salah satu genre terkemuka yang telah hadirdi industri film untuk waktu yang lama. Meskipun film aksi sering kali diidentifikasi dengan filmproduksi Hollywood, dan disebut sebagai state-of-the-art dari film aksi, film Jmaes Bond,bagaimanapun, adalah pertama dan terutama adalah produk Inggris. Bergenre action, film iniditandai sebagai film berorientasi laki-laki (Tasker 2004: 8 sementara itu melalui esainya VisualPleasure and Narrative Cinema” oleh Laura Mulvey (1975 mengingatkan kita pada bagianpenting yang dimainkan oleh isu gender dan kritik film yang feminis, dalam analisis film aksi.Makalah ini membahas perkembangan film laga atau aksi dalam proses untuk membangunkarakter heroik

  18. Hubungan antara Fatigue, Jumlah CD4, dan Kadar Hemoglobin pada Pasien yang Terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusman Ibrahim

    2018-01-01

    Full Text Available Keberadaan Human Immunodeficiency Virus (HIV di dalam tubuh secara terus menerus menyebabkan gangguan pada hampir semua sistem tubuh yang berdampak pada munculnya gejala kelelahan (fatigue. Fatigue banyak dilaporkan pada penderita HIV/AIDS dengan prevalensi berkisar antara 20% sampai 60%. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara fatigue dengan jumlah CD4 dan kadar Hb pada pasien HIV/AIDS. Sebanyak 77 responden direkrut secara purposif di sebuah Klinik Rawat Jalan Rumah Sakit di Kota Bandung. Fatigue diukur menggunakan kuesioner HIV Related Fatigue Score (HRFS. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji pearson correlation. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara fatigue dengan jumlah CD4 dalam darah (r = -.289, p< 0.05 dan kadar Hb (r = -.349, p< 0.05. Selain itu, kadar Hb memiliki hubungan yang bermakna dengan jumlah CD4 pada pasien HIV/AIDS (r = .360, p < .01. Hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya monitoring kadar CD4 dan Hb secara berkala dan melakukan intervensi untuk mengatasi penurunan Hb dan CD4 sesegera mungkin sehingga dapat mencegah agar fatigue tidak berkelanjutan. Kata kunci: CD4, fatigue, hemoglobin, HIV/AIDS.   The Correlation of Between Fatigue, CD4 Cell Count, and Hemoglobin Level among HIV/AIDS Patients Abstract The existence of Human Immunodeficiency Virus (HIV in the body continuously causes disruption in almost all body systems that impact on the emergence of symptoms of fatigue. Fatigue was widely reported in HIV/AIDS patients with prevalence ranging from 20% to 60%. This study examined the relationship between fatigue and CD4 cell count and hemoglobin levels in HIV/AIDS patients. A total of 77 respondents were recruited purposively in Outpatient Clinic, General Hospital Bandung City. Fatigue was measured using the HIV Related Fatigue Score (HRFS questionnaire. The collected data were analyzed using pearson correlation product moment. The results showed there were significant

  19. Deoxypyridinoline level in gingival crevicular fluid as alveolar bone loss biomarker in periodontal disease

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustin Wulan Suci Dharmayanti

    2012-06-01

    Full Text Available Background: Periodontal diseases have high prevalence in Indonesia. They are caused by bacteria plaque that induced host response to release pro inflammatory mediator. Pro inflammatory mediators and bacteria product cause degradation of collagen fibers in periodontal tissue. Deoxypyridinoline is one of pyridinoline cross-link of collagen type I that can be used as biomarker in bone metabolic diseases, however, their contribution to detect alveolar bone loss in periodontal diseases remains unclear. Purpose: This study was to evaluate deoxypyridinoline level in gingival crevicular fluid as alveolar bone loss biomarker on periodontal disease. Methods: This study used 24 subjects with periodontal diseases and 6 healthy subjects. Dividing of periodontal disease was based on index periodontal. Gingival crevicular fluid was taken at mesial site of maxillary posterior tooth by paper point and deoxypyridinoline be measured by ELISA technique. Results: We found increasing of deoxypyridinoline level following of the severity of periodontal diseases. There was also significant difference between healthy subjects and periodontal diseases subjects (p<0.05. Conclusion: Deoxypyridinoline level in gingiva crevicular fluid can be used as alveolar bone loss biomarker in periodontal disease subjects.Latar belakang: Prevalensi penyakit periodontal di Indonesia cukup tinggi. Ini disebabkan oleh bakteri plak yang merangsang respon tubuh untuk mengeluarkan mediator keradangan. Mediator keradangan dan produk bakteri menyebabkan degradasi serat kolagen jaringan periodontal. Deoksipiridinolin merupakan salah satu ikatan piridinium dari kolagen tipe I yang dapat digunakan sebagai biomarker penyakit metabolisme tubuh. Akan tetapi, penggunaan deoksipiridinolin untuk mendeteksi kehilangan tulang alveolar pada penyakit periodontal masih belum jelas. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa kadar deoksipiridinolin pada cairan krevikular gingival dapat digunakan

  20. Detection of Vibrio harveyi using hemolysin primer in tiger shrimp Penaeus monodon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Suriyani

    2015-05-01

    bakteri Vibrio yang hidup dalam tubuh dan media pemeliharaan udang. Pentingnya deteksi cepat diawal udang terinfeksi bakteri (3–12 jam karena setelah 12 jam infeksi sudah sulit untuk mendeteksi keberadaan bakteri patogen di dalam tubuh udang. Kata kunci: primer spesifik, bakteri Vibrio berpendar, patogenik, metode PCR, gen hemolisin 

  1. Studi Kasus; “Koreksi terhadap Pengukuran Polutan di Udara Unit Perajin Logam dan Dampaknya terhadap Kesehatan”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husaini Husaini

    2016-09-01

    darah serta pemeriksaan faal paru pekerja. Hasil penelitian menunjukkan penurunan fungsi paru dan abnormalisasi respon imun pekerja, akibat terpajan berbagai polutan di udara,sehingga sangat sulit ditentukan dan diprediksi karena disebabkan oleh polutan tunggal atau mungkin disebabkan dari hasil berbagai reaksi polutan tersebut, untuk itulah perlu dilakukan koreksi mengenai pengukuran dan analisis polutan di udara yang dilakukan selama ini, termasuk dampaknya di dalam tubuh manusia. Manfaat penelitian ini sebagai bentuk koreksi terhadap penggunaan Nilai Ambang Batas (NAB dan alat ukur polutan di udara termasuk dampak target organ dalam tubuh manusia.Kata kunci : Koreksi pengukuran, polutan, faal paru, respon imun.

  2. Analisis Semiotik Fashion Ines Ariani Sebagai Bentuk Presentasi Diri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monica Stella Angelina

    2015-12-01

    Full Text Available Fashion can be seen from the side semoitikanya that denotation and connotation. Like the black color that has connotations mysterious, bold, independent, and stylish, yellow color that symbolizes joy and a sense of spirit. Tiger spotted pattern connotes bold. Clothes that show the shape of the body shape connotes the online, open-minded, and confident. Denotation and connotation of this it can be concluded that Ines presenting himself as someone who is brave, open, cheerful, and stylish. Fashion and clothing are included in it has a deeper function than as body armor and kesopan that as the way a person communicates where fashion clothing is non-verbal communication that is artifactual. It can be seen that one can judge others simply on appearances alone. Even generally someone will first see the appearance of others before making conversation. This conversation function to verify whether the accepted meaning when just looking at clothes only in accordance with the meaning of a conversation or when it is doing the opposite. Although a person can wear to present themselves as it is, but nonetheless in reality there is an element of performance in it. It is also likely to be experienced by Ines, where in addition wants to present himself, Ines also wants the fashion that he was wearing viewed and became the center of attention of the crowd. Fashion dapat dilihat secara semoitikanya yaitu dari sisi denotasi dan konotasinya. Seperti warna hitam yang memiliki konotasi misterius, berani, mandiri, dan stylish, warna kuning yang melambangkan keceriaan dan rasa semangat. Pattern totol harimau yang berkonotasi berani. Bentuk pakaian yang memperlihatkan bentuk tubuh berkonotasi daring, open-minded, dan percaya diri. Dari denotasi dan konotasi inilah dapat diambil kesimpulan bahwa Ines mempresentasikan dirinya sebagai seseorang yang berani, terbuka, ceria, dan stylish. Fashion dan pakaian yang termasuk di dalamnya memiliki fungsi yang lebih mendalam selain

  3. Efek ekstrak daun singkong (Manihot utilissima terhadap ekspresi COX-2 pada monosit yang dipapar LPS E.coli (The effect of Manihot utilissima extracts on COX-2 expression of monocytes induced by LPS E. coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zahara Meilawaty

    2013-12-01

    Full Text Available Background: Periodontal disease is a common and widespread disease in the community. Gram negative bacteria have a role inperiodontitis. These bacteria secrete a variety of products such as endotoxin lipopolysaccharide (LPS, which causes the occurrenceof inflammation or infection. The body defense responses are neutrophils and mononuclear cells (monocytes and macrophages. Inresponse to defense mechanism, the body will be expressed enzyme cyclooxygenase (COX which functions convert arachidonic acidto prostaglandins. Cassava leaf cells known to play a role in reducing inflammation, but the mechanism for inhibiting COX-2, is notknown. Purpose: The study was aimed to determine the effect of cassava leaf extract (Manihot utilissima on expression of enzyme COX-2 in monocytes which were exposed by LPS E. coli. Methods: This study was in vitro experimental studies with the design of posttestonly control group design. The sample was the cassava leaves extract (Manihot utilissima at concentration of 12.5 % and 25 %. Theexpression of COX-2 was determined by immunocytochemistry method. Isolated monocytes were incubated in cassava leaf extract, andthen exposed to LPS, after washing imunostaning procedure was performed using a monoclonal antibody (MAb anti-human COX-2.The research data was the number of monocytes that express COX-2. Results: Expression of COX-2 in the group cassava leaf extractwas higher than the group that induced by LPS E. coli only. Conclusion: Cassava leaf extract did not inhibit the expression of COX-2in monocytes which were exposed by LPS E. coli.Latar belakang: Penyakit periodontal merupakan penyakit umum dan tersebar luas di masyarakat. Bakteri yang banyak berperanpada periodontitis adalah Gram negatif. Bakteri ini mengeluarkan berbagai produk antara lain endotoksin lipopolisakarida (LPS yangmenyebabkan inflamasi atau infeksi. Respon pertahanan tubuh pertama adalah netrofil dan sel mononuklear (monosit dan makrofag.Pada respon

  4. Peran Kedelai (Glycine max L. dalam Pencegahan Apoptosis pada Cedera Jaringan Hati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Tejasari

    2013-02-01

    Full Text Available Abstrak Pada liver injury akibat berbagai sebab, terjadi apoptosis sel yang sangat banyak yang dapat memengaruhi fungsi metabolik hati.  Isoflavon kedelai telah diketahui dapat mencegah apoptosis sel pada folikel ovarium dan osteoblas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedelai pada pencegahan apoptosis sel pada jaringan hati mencit yang diinduksi CCl4.  Penelitian dilakukan menggunakan 30 ekor mencit jantan galur DDY berumur 8─10 minggu yang dibagi dalam 6 kelompok perlakuan.  Kelompok 1 merupakan kontrol positif yang hanya diberi makanan pelet standar selama 3 minggu kemudian diberi 0,2 mL larutan CCl4 per oral selama 4 hari. Kelompok 2 merupakan kontrol negatif yang hanya diberi makanan pelet standar dan tidak diberi CCl4, sedangkan kelompok 3─6 merupakan kelompok uji yang selain diberi makanan pelet standar juga diberi kedelai dengan kadar berturut-turut 145,6 mg/hari, 218,4 mg/hari, 291,2 mg/hari dan 364 mg/hari selama 3 minggu kemudian diberi 0,2 mL larutan CCl4 peroral selama 4 hari.  Seluruh kelompok kemudian dikorbankan dan diambil organ hatinya untuk dilakukan pemeriksaan histokimia terminal deoxynucleotidyl transferase-mediated dUTP Nick end labeling (TUNEL.  Parameter yang diukur adalah jumlah apoptosis sel pada sayatan jaringan hati mencit menggunakan mikroskop cahaya.  Data disajikan dan dianalisis secara statistik menggunakan uji analysis of varians (ANOVA untuk menganalisis perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari hasil pemeriksaan imunohistokimia TUNEL tampak jumlah sel yang mengalami apoptosis pada kelompok yang diberi kedelai lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi kedelai. Analisis uji ANOVA antara kelompok tersebut menunjukan perbedaaan yang signifikan dengan nilai p<0,05. Simpulan, bahwa pemberian kedelai dapat mencegah apoptosis sel pada jaringan hati mencit yang diinduksi CCl4. Kata kunci: Apoptosis, CCl4, isoflavon, kedelai, liver injury, TUNEL

  5. ANALISIS SEBARAN RADIONUKLIDA PADA KONDISI NORMAL UNTUK REAKTOR AEC 1000 MW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis sebaran radionuklida pada reaktor daya Atomic Energy Agency (AEC 3568 MWTh, setara dengan 1000 Mwe untuk kondisi operasi normal. Analisis dilakukan untuk dua reaktor yang terpisah sejauh 500 m dan sudut 90o satu dengan yang lain. Langkah awal dalam melakukan analisis adalah menentukan suku sumber reaktor menggunakan program komputer ORIGEN2 dan EMERALD NORMAL. ORIGEN2 digunakan untuk menentukan inventori radionuklida yang terdapat di reaktor. Selanjutnya dengan dengan menggunakan program EMERALD NORMAL dihitung suku sumber yang sampai ke cerobong reaktor. Untuk menganalisis dosis yang diterima penduduk dilakukan dengan menggunakan program PC-CREAM. Perhitungan dilakukan untuk satu dan dua PLTN di calon tapak PLTN. Hasil yang diperoleh adalah sebaran radionuklida terbesar untuk satu PLTN pada jarak 1 km dan kearah zona 9 (191,25o dan untuk dua PLTN pada jarak 1 km dan kearah zona 10 (213,75o. Radionuklida yang sampai ke penduduk melalui dua alur yaitu alur makanan dan hirupan. Untuk alur makanan berasal dari radionuklida I-131, dan terbesar melalui alur produk susu sebesar 53,40 % untuk satu maupun dua PLTN . Untuk alur hirupan ranionuklida pemberi kontribusi paparan terbesar berasal dari Kr-85m sebesar 53,80 %. Dosis total terbesar yang diterima penduduk terdapat pada jarak 1 Km untuk bayi yaitu sebesar 4,10 μSi dan 11,26 μSi untuk satu dan dua PLTN. Hasil ini sangat kecil dibandingkan dengan batas dosis yang diijinkan oleh badan pengawas (BAPETEN untuk penduduk yaitu sebesar 1 mSi. Kata Kunci : Reaktor daya, komputer code, radionuklida, alur makanan, hirupan   Analysis for radionuclide dispersion for the Atomic Energy Agency (AEC 3568 MWth Power Reactor, equal to the 1000 MWe at normal condition has been done. Analysis was done for two piles that is separated by 500 m distance and angle of 90o one to other. Initial pace in doing the analysis is to determine reactors source term using ORIGEN2 and EMERALD NORMAL

  6. Pengaruh Penggunaan Talas (Xanthosoma sagittifolium Terhadap Mutu dan Tingkat Penerimaan Panelis pada Produk Roti, Pastel, Pancake, Cookies, dan Bubur Talas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilsa Hermianti

    2016-06-01

    dilakukan teknologi pembuatan talas blok (Hermianti et al, 2010. Pada penelitian ini dilakukan  penggunaan talas blok untuk pembuatan aneka produk makanan basah, semi basah, dan makanan kering seperti roti, pastel, cookies, pancake, dan bubur talas dengan mensubstitusi tepung terigu dan tepung beras. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan talas yang memberikan hasil yang optimal dalam pembuatan beberapa produk tersebut sehingga dihasilkan pangan dengan mutu yang baik dan disukai.  Penelitian substitusi terigu dengan talas  yang dilakukan dalam pembuatan roti, pastel, dan cookies 0% (kontrol/ tanpa talas blok, 25%, 50% dan 75%, untuk pancake dengan formula talas dengan terigu  0% (kontrol/tanpa talas blok, 30%, 50%,100%, sedangkan untuk bubur talas dengan formula talas dengan tepung beras 0% (kontrol/tanpa talas blok, 30%, 50%, dan 100%. Analisis  kimia dilakukan  terhadap bahan baku talas blok meliputi kadar air, kadar abu, kadar pati, dan protein sedangkan untuk produk olahan pangan dilakukan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur berdasarkan tingkat penerimaan panelis. Produk cookies talas dan roti talas yang paling disukai panelis dianalisis kandungan lemak, protein, karbohidrat dan kalorinya serta daya simpan untuk produk makanan kering (cookies. Hasil penelitian menunjukkan talas blok mengandung kadar air 12,40%, kadar abu 1,12%, kadar pati 73,37%, amilosa 2,88%, amilopektin 70,49% dan protein 3,4%. Hasil  uji organoleptik dengan hasil yang optimal dan lebih disukai adalah roti dan pastel dengan penggunaan 25% talas, cookies dengan penggunaan 50% talas, pancake dengan formula talas  dengan tepung 50% dan bubur dengan pemakaian talas blok 30%.

  7. FAKTOR RISIKO KEGEMUKAN PADA WANITA DEWASA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rian Diana

    2013-11-01

    .875, pendapatan rumah tangga (OR untuk pendapatan menengah ke atas=1.566; 95%CI:1.504—1.631, tipe wilayah (OR untuk perkotaan=1.358; 95%CI:1.304—1.413, aktivitas fisik (OR untuk aktivitas ringan=1.213; 95%CI:1.153—1.275, energi dari karbohidrat (EKA (OR untuk EKA≥55%=1.119; 95%CI:1.067—1.173, serta energi dari makanan dan minuman manis (EMM (OR untuk EMM≥10%=1.100; 95%CI:1.037—1.166. Tingkat pendidikan (OR untuk pendidikan lebih tinggi=0.817; 95%CI:0.782—0.853 merupakan faktor protektif kegemukan. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya mempromosikan aktivitas fisik dan diet yang sehat terutama menurunkan konsumsi makanan dan minuman manis dan konsumsi karbohidrat yang tidak berlebih untuk pencegahan dan pengendalian kegemukan.Kata kunci: faktor risiko, kegemukan, makanan manis, perempuan

  8. PENGARUH PLASTICIZER PADA KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI PEKTIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sang Kompiang Wirawan

    2012-05-01

    Full Text Available EFFECT OF PLASTICIzER ON THE PECTINIC EDIBLE FILM CHARACTERISTICS. The peel of Balinese Citrus contains high concentration of pectin which can be further processed to be edible films. The edible films can be utilized as a food coating which protects the food from any external mass transports such as humid, oxygen, and soluble material and can be served as a carrier to improve the mechanical-handing properties of the food. Edible films made of organic polymers tend to be brittle and thus addition of a plasticizer is required during the process. The work studies the effect of the type and the concentration of plasticizers on the tensile strength, the elongation of break, and the water vapor permeabilty of the edible film. Sorbitol and glycerol were used as plasticizers. Albedo from the citrus was hydrolized with hydrochloride acid 0.1 N to get pectinate substance. Pectin was then dissolved in water dan mixed with the plasticizers and CaCl2.2H2O solution. The concentrations of the plasticizers were 0, 0.03, 0.05, 0.1, and 0.15 mL/mL of solution. The results showed that increasing the concentration of plasticizers will decrease the tensile strength, but increase the elongation and film permeability. Sorbitol-plasticized films are more brittle, however exhibited higher tensile strength and water vapor permeability than of glycerol-plasticized film. The results suggested that glycerol is better plasticizer than sorbitol.  Kulit jeruk bali banyak mengandung pektin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku edible film. Edible film bisa digunakan untuk melapisi bahan makanan, melindungi makanan dari transfer massa eksternal seperti kelembaban, oksigen, dan zat terlarut, serta dapat digunakan sebagai carrier untuk meningkatkan penanganan mekanik produk makanan. Film yang terbuat dari bahan polimer organik ini cenderung rapuh sehingga diperlukan penambahan plasticizer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar dan jenis

  9. Maternal Micronutrient Deficiency during the First Trimester among Indonesian Pregnant Women Living in Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saptawati Bardosono

    2016-09-01

    Full Text Available Restricted fetal growth and development is supported by the adequacy of several micronutrients, andmostly by iron, zinc, calcium, folate and B12 vitamin. This study aims to evaluate the maternal micronutrientstatus from dietary intake and blood sample. A cross-sectional study as part of the micronutrient interventionstudy was carried out in 143 healthy pregnant women during their first visit to the two maternity clinics inJakarta Indonesia (August 2013 – July 2014. Twenty-four hour dietary recall and semi-quantitative foodfrequency questionnaire were used to collect micronutrient intake data, while standard laboratory procedureswere applied to analyze micronutrient status from the blood sample. The dietary assessment data showedinsufficiency of iron, zinc, calcium, vitamin D, folate and vitamin B12 intake (less than its RDA among 88.8%,95.1%, 97.9%, 100%, 90% and 78.3%, respectively. In relation iron status, 11.2% of the subjects were anemicand 20.3% had low ferritin level. Zinc deficient was found among 35% of the subjects. Deficiency of calciumand vitamin D were found among 25.2% and 90.2% of the subjects, respectively. Furthermore, deficiency ofboth folate and vitamin B12 were found to be 2.8%. Nutrition counseling and education, and the provision ofmulti-micronutrient fortified food as well as multi-micronutrient supplement specifically designed for mothersshould be started in the earliest time, i.e. starting from the peri-conception period. Keywords: Indonesia, micronutrient, pregnancy     Defisiensi Mikronutrien Maternal Selama Trimester Pertamapada Ibu Hamil di Jakarta Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan janin didukung oleh kecukupan beberapa mikronutrien, terutama olehzat besi, seng, kalsium, folat dan vitamin B12. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi status mikronutrienibu dari asupan makanan dan sampel darah. Penelitian cross-sectional ini bagian dari penelitian intervensimikronutrien dan melibatkan 143 wanita hamil sehat yang

  10. ANALISIS JENIS, JUMLAH, DAN MUTU GIZI KONSUMSI SARAPAN ANAK INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fachruddin Perdana

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to analyze type, amount, and nutritional quality of breakfast among Indonesian children aged 3—12 years old. Data used for this study was secondary data of Basic Health Survey 2010 (Riskesdas 2010. Data was collected from June until August 2010 by applying a cross sectional design. This study covered 33 provinces of Indonesia, with total 40,437 children consisted of 20,659 boys and 19,778 girls. The results of this study showed that ten major type of foods consumed during breakfast were rice, swamp cabbage, egg, fish, tempe, instant noodles, tofu, bread, chicken and biscuits; and five major type of beverages consumed during breakfast were drinking water, tea, milk, coffee, and syrup. The food consumed on average of more than 5 g a day during breakfast were rice, swamp cabbage, egg, fish, tempe, instant noodles; and the beverages consumed on average of more than 15 mL a day were water, tea, and milk. Only 10.6% of children breakfast met energy intake>30% RDA.Keywords: breakfast, breakfast amount, breakfast type, children, nutritional quality of breakfastABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis, jumlah, dan mutu gizi konsumsi sarapan anak Indonesia usia 3—12 tahun. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder (data konsumsi pangan yang diperoleh dari hasil penelitian Riset Kesehatan Dasar 2010 (Riskesdas 2010 yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementrian Kesehatan Indonesia. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2010 dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini mencakup 33 provinsi di Indonesia, dengan 40 437 total subjek; yang terdiri dari 20 659 laki-laki dan 19 778 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepuluh jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi selama sarapan adalah nasi, kangkung, telur ayam, ikan, tempe, mi instan, tahu, roti, daging ayam, dan biskuit; lima jenis minuman yang

  11. SAFETY DAN SANITASI DI AREA KITCHEN AMAROOSSA HOTEL BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chandra Rizki Yano Putra

    2016-05-01

    prosedur membersihkan area kitchen, bagaimana prosedur mencuci bahan makanan dan peralatan di kitchen, dan hambatan apa saja yang terjadi pada saat kegiatan operasional di kitchen”. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah “Metode Deskriptif”. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi langsung kepada objek penelitian, mengadakan wawancara langsung dengan karyawan kitchen Amaroossa Hotel Bandung, di lengkapi dengan studi pustaka untuk memperoleh data teoritis sebagai dasar dalam pembahasan. Hasil observasi ini bahwa keadaan safety dan sanitasi area kitchen belum memenuhi persyaratan safety dan sanitasinya. Membersihkan area kitchen sudah berjalan dengan baik, tetapi luas kitchen yang dimiliki terbatas. Mencuci peralatan dan bahan makanan belum memenuhi safety dan sanitasi yaitu menggunakan satu bak cuci dalam tempat yang sama untuk mencuci. Hambatan operasional di kitchen ruang gerak yang sempit serta terbatasnya bak pencucian dan peralatan.

  12. PENGARUH PEMBERIAN MONOSODIUM GLUTAMAT TERHADAP KADAR HORMON ESTRADIOL DAN KADAR HORMON PROGESTERON PADA TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    andri ani

    2018-03-01

    Full Text Available Perubahan pola demografi di negara maju dan negara berkembang, angka kejadian infertilitas di negara maju dilaporkan sekitar 5%-8% dan di negara berkembang sekitar 30%.WHO memperkirakan sekitar 8%-10% atau sekitar 50-80 juta pasangan suami istri di seluruh dunia mengalami masalah infertilitas, sehingga membuat infertilitas menjadi masalah mendesak. Untuk itu diperlukan pengendalian infertilitas, salah satunya adalah kewaspadaan perubahan gaya hidup, perubahan ini juga mempengaruhi pola konsumsi makanan dengan lebih banyak mengkonsumsi jenis makanan cepat saji yang banyak mengandung zat aditif (penyedap rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian monosodium glutamate terhadap kadar hormon estradiol dan kadar hormon progesteron pada tikus putih betina ( Rattus norvegicus .Penelitian ini menggunakan metode pendekatan post test only control group design, terhadap tikus putih betina dengan berat 200 – 250 gr. Sampel terdiri dari 24 ekor tikus yang dibagi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol ( K , perlakuan I, II dan III . Kelompok perlakuan diberikan monosodium glutamat dengan dosis masing-masing : 45 mg, 54 mg dan 63 mg setiap hari diberikan peroral yang dilarutkan dengan aquabides 2 ml selama 20 hari yang dimulai pada awal fase proestrus. Setelah 20 hari perlakuan tikus di korbankan dan diambil darahnya. Pemeriksaan kadar hormone estradiol dan progesteron menggunakan Elisa Spectrophotometer.  Kemudian hasilnya dianalisa dengan menggunakan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Multiple Comparison jenis Bonferroni.Hasil penelitian pemberian  monosodium glutamat dengan dosis 45 mg/ ekor/ hari, 54 mg/ekor/ hari dan 63 mg/ ekor /hari dapat menurunkan kadar hormon estradiol tikus putih betina (Rattus norvegicus secara signifikan. Dan pemberian monosodium glutamate dengan dosis 45 mg/ ekor/ hari dapat menurunkan kadar hormon progesteron tikus putih betina (Rattus norvegicus walaupun tidak berpengaruh secara signifikan , dan pada

  13. POTENSI SPAGHETTINI KOMPOSIT SEMOLINA DURUM-PATI GANYONG DALAM PEMBENTUKAN SHORT CHAIN FATTY ACID DAN ASAM LAKTAT PADA FERMENTASI MENGGUNAKAN MIKROFLORA FESES MANUSIA (Potential Production of Short Chain Fatty Acid and Lactic Acid from Durum and Canna Starch-Based Spaghettini Through Fermentation by Human Colonic Microflora

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefani Amanda Harmani

    2016-10-01

    Full Text Available Nowadays people have started considering the health beneficial value in selecting food. Government’s demand for utilization of local food and food diversification is also increasing. Considering those reasons, the objective of this study was to create a way of food diversification using local ingredient which has physiological benefits for human health. Resistant starch can improve human colonic health through fermentation by colonic microflora to produce Short Chain Fatty Acid (SCFA and lactic acid. This research was conducted by combining canna starch with semolina durum into a composite flour for spaghettini production. Various type of canna tuber and canna starch proportion were used in the composite flour. Semolina durum contained higher resistant starch (20% than red canna starch (17.7% and green canna starch (15.4%. Combination of durum and red canna starch-based spaghettini produced higher amount of resistant starch, SCFA, and lactic acid than combination of durum and green canna starch- based spaghettini. Durumcanna based spaghettini had the ability to produce SCFA and lactic acid during in vitro fermentation using human colonic microflora although the concentration was lower than those of only durum spaghettini. Keywords: Canna starch, spaghettini, resistant starch, SCFA, lactic acid ABSTRAK Kriteria pemilihan makanan oleh masyarakat kini mulai mempertimbangkan nilai kesehatan dari suatu makanan. Sementara, permintaan pemerintah untuk pemanfaatan bahan baku lokal dan diversifikasi pangan pokok pun semakin meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mewujudkan penganekaragaman pangan berbasis tepung komposit dari bahan baku lokal yang memiliki nilai fungsional untuk kesehatan kolon. Resistant Starch (RS dapat meningkatkan kesehatan kolon melalui hasil fermentasinya oleh bakteri usus besar yang berupa Short Chain Fatty Acid (SCFA dan asam laktat. Penelitian dilakukan dengan mengkombinasikan pati ganyong dan semolina

  14. Gambaran Zat Pewarna Merah pada Saus Cabai yang Terdapat pada Jajanan yang Dijual di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Padang Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ilham Rizka Putra

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakSaat ini, semakin banyak produsen makanan menggunakan zat pewarna yang sudah dilarang penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran zat pewarna pada saus cabai yang terdapat pada jajanan yang dijual di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Padang Utara pada bulan November 2013 - Februari 2014. Penelitian dilaksanakan di Balai Laboratorium kesehatan Padang. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 25 sampel yang diambil dari pedagang makanan jajanan saus cabai yang terdapat di SD Negeri pada kecamatan Padang Utara. Pemeriksaan dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan pereaksi kimia NaOH 10%, NH4OH 10%, HCl pekat dan H2SO4 pekat serta dilanjutkan dengan metoda kromatografi kertas untuk mendapatkan jenis zat pewarna yang terdapat didalam jajanan saus cabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 sampel (40% mengandung Rhodamin B dan 15 sampel (60% yang diizinkan penggunaannya. yaitu Erytrosin. Rata-Rata kadar Erytrosin dalam saus cabai adalah 639,5% dari 300 mg/kg sampel yang diizinkan.Kata kunci: saus cabai, zat pewarna berbahaya, kadar zat pewarnaAbstractNowadays more and more food manufacturers use dyes that have been banned uses. Applied this study is to describe the dye contained in the chili sauce snacks sold in Elementary School District of the northern desert in November 2013-February 2014. This research was conducted in Health Laboratoratorium Padang. The method used a descriptive with a sample size of 25 samples taken from street food vendors chili sauce found in the districts of SD Negeri Kecamatan Padang Utara. Examination conducted qualitatively by using chemical reagents NaOH 10%, 10% NH4OH, and concentrated HCl and concentrated H2SO4 followed by paper chromatography method to get the type of dye contained in chili sauce snacks.The results showed that 10 samples (40% containing Rhodamine B and 15 samples (60% which allowed determination of use, Erytrosin. Concentration

  15. Kajian awal kadar merkuri (Hg dalam ikan dan kerang di Teluk Kao, Pulau Halmahera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward Edward

    2017-09-01

    Full Text Available The aim of the study was to determine the concentration of Hg  in some species of fish and mussels harvested from Kao Bay . Fish and mussels samples were purchased from fishermen at Kao Bay  in November 2015. The Hg concentration was measured by using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS.The results showed that the highest concentration of Hg was found in gurara fish (Nemipterus japonicus  that is 0.98 ppm, followed by suo fish  (Sphyraena jello  0.89 ppm,  tatameri fish (Gazza minuta  0.38 ppm, gaca fish (Lutjanus argentimaculatus 0.31 ppm, totodi fish (Synodus foetens  0.24 ppm,  bubara fish (Caranx sp 0, 19 ppm, ngafi fish (Stolephorus indicus 0.19 ppm and biji nangka fish (Upeneus vittatus 0.15 ppm. In the shelfish meat, the highest concentration of Hg is found in the blood mussels (Anadara granosa, that is 0.42 ppm, and then followed by papaco (Telescopium telescopium 0.05 ppm. The concentration of Hg in all samples of fish and shelfish were below from the threshold value for seafood fish and shellfish of 0.5 ppm and 1.0 ppm, respectively. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Hg dalam beberapa jenis ikan dan kerang yang ada di Teluk Kao dalam kaitannya dengan kesehatan makanan hasil laut. Contoh ikan dan kerang di beli dari nelayan di Teluk Kao pada bulan November 2015. Kadar Hg  diukur dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS. Hasilnya menunjukkan kadar Hg tertinggi dalam ikan dijumpai dalam daging ikan gurara (Nemipterus japonicus yakni 0,98 ppm, selanjutnya diikuti oleh ikan suo (Sphyraena jello 0,89 ppm, ikan tatameri (Gazza minuta 0,38 ppm, ikan gaca (Lutjanus argentimaculatus 0,31 ppm, ikan totodi (Synodus foetens 0,24 ppm, ikan bubara (Caranx sp 0,19 ppm, ikan ngafi (Stolephorus indicus  0,19 ppm, dan ikan biji nangka (Upeneus vittatus 0,15 ppm. Dalam daging kerang kadar Hg tertinggi dijumpai dalam kerang darah (Anadara granosa yakni 0,42 ppm selanjutnya dikuti oleh kerang papaco (Telescopium

  16. NUTRITION AND HEALTH STATUS AND COGNITIVE PERFORMANCE OF SCHOOL CHILDREN IN JAKARTA AND TANGERANG RECEIVING WORLD FOOD PROGRAM – NUTRITION REHABILITATION PROGRAMME (WFP-NRP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Muslimatun

    2014-09-01

    Full Text Available UN World Food Programme (WFPmelalui Nutrition Rehabilitation Programme (NRPmelakukan inisiasi pemberian makanan tambahan pada anak sekolah tahun 2004 dengan mendistribusikan biskuit yang difortikasi 9 vitamin dan 4 mineral di sekolah dasar di lingkungan penduduk miskin di Jakarta dan Tangerang. Untuk menilai dampak dari program ini dilakukan evaluasi perubahan status gizi dan kesehatan dan juga pengaruhnya pada asupan gizi serta kognitif dari anak setelah satu tahun pelaksanaan program. Data dari 691 anak (335 laki-laki, 356 perempuan diperoleh dari  Jakarta  Barat  (N=243,  Kota  Tangerang  (N=81  dan  Kabupaten Tangerang  (N=367. Sebagian anak merasakan lapar pada waktu sekolah dan lebih dari 80% sangat senang untuk mendapat  biscuit  setiap  hari.  Ditemukan  70%  anak  dapat  menghabiskan  1  pak,  20%  anak menghabiskan ½-1 pak, 10% <½ pack pak biskuit dengan asupan zat besi, zink, kalsium dan vitamin yang lebih tinggi dari biasanya. Dibanding dengan data dasar, terlihat terjadi penurunan prevalensi anemia dari 23,9% menjadi 10% dan cadangan besi yang rendah dari 25,7% menjadi 19,6%, serta untuk anak-anak di kabupaten Tangerang berkurangnya keluhan sakit. Nilai rata-rata kognitif anak yang dinilai berdasarkan % nilai maksimummembaik untuk semua aspek (seperti: kemampuan berbahasa, kemampuan memberikan alasan, penglihatan, konsentrasi, menghafal dan mengingat untuk anak di kabupaten Tangerang, demikian juga di Jakarta Barat dan Kota Tangerang kecuali untuk kemampuan memberikan alasan dan mengingat. Dari studi ini dievaluasi bahwa prevalensi gizi kurang tidak berubah (21.8% Jakarta Barat, 23.5% Kota Tangerang, 39.0% kabupaten Tangerang. Hasil temuan lainnya adalah pengetahuan anak untuk kesehatan dan gizi masih  belum  baik  dan  prevalensi  kecacingan  yang  masih  30%  di  kabupaten  Tangerang. Direkomendasikan  agar  partisipasi  institusi  terkait  perlu  dioptimalkan  untuk

  17. SIFAT MEKANIK KOMPOSIT COKELAT BATANG DENGAN FILLER BIJI METE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P A Wiguna

    2015-07-01

    Full Text Available Bahan komposit yang banyak dijumpai di masyarakat umumnya terbuat dari material berat seperti, logam, keramik, atau polimer. Pada bahan pangan terdapat pula yang termasuk ke dalam kategori material komposit, diantaranya adalah cracker, cookie, kue pie, chasew chocolate, dan lain sebagianya. Diantara komposit bahan pangan tersebut yang paling banyak digemari sebagai makanan camilan adalah  cokelat. Hal menarik yang dikaji pada studi ini berkaitan dengan sifat mekanik komposit cokelat yaitu kekuatan tekan dari komposit tersebut. Komposit ini terbuat dari bahan makanan cokelat dengan variasi  fraksi massa mete sebagai filler yaitu 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, dan 29%. Matriks yang digunakan adalah cokelat jenis dark chocolate. Sifat mekanik yang dikaji adalah kuat tekan pada komposit cokelat batang. Parameter ini diukur untuk mengetahui ukuran maksimum beban yang dapat diterima komposit tersebut. Komposit yang memiliki kekuatan tekan terbesar ada pada cokelat batang dengan fraksi massa mete 29 % yaitu sebesar 2,81 MPa. Hal ini menunjukkan  bahwa variasi fraksi massa mete berpengaruh pada sifat mekanik material komposit karena berkaitan dengan perilaku distribusi partikel. Kuat tekan komposit cokelat teramati meningkat dengan kenaikan jumlah biji mete pada cokelat batang.Generally, the composite materials found in the civilization are made from heavy materials, e.g. metals, ceramics, and polymers. In fact, the composite material also found in food, such as crackers, cookies, pies, and cashew chocolates. Cashew chocolates usually consumed as the most favourite snack. The most interesting object from this study is related with the mechanical composite characteristic of the chocolate, i.e. compressive strength. Chocolate composite is made from chocolate with variety of cashew mass fraction as the filler, i.e. 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, and 29%. In this study, the composite matrix was a dark chocolate, whereas the mechanical characteristic determined

  18. Pengaruh (pH Saliva terhadap Terjadinya Karies Gigi pada Anak Usia Prasekolah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Ayu Lely

    2017-12-01

    Full Text Available AbstractDental caries is a multifactorial process that occurs through the interaction between teeth and saliva as host, the bacteria in the oral cavity, as well as easily fermented foods. Saliva is one of the factors that have a major influence on the severity of dental caries. The aim of this study was to determine the relationship of salivary pH with dental caries among 564 preschool-age children in DIY Province and Banten Province. The results showed that pH levels of the preschool-age children’saliva are more than 75% basic ranging between 6.8 to 8.0 and the highest levels are in Serang District. Index def-t in Serang District is highest (8.83 and the lowest one is in Yogyakarta City (4.97. The mean number of cavities/ decay more than missing teeth or filling teeth. The study indicates that the acidity of saliva among preschool children in the two provinces is not associated with the occurrence of dental caries.It is more likely due to the habit of drinking sweet milk or eating sticky foods.Key words: thepH of saliva, dental caries,sweet food, sticky foods, preschool childrenageAbstrakKaries gigi merupakan proses multifaktor yang terjadi melalui interaksi antara gigi dan saliva sebagai pejamu, bakteri didalam rongga mulut, serta makanan yang mudah difermentasikan. Saliva merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap keparahan karies gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH saliva terhadap terjadinya karies gigi pada anak usia prasekolah. Penelitian dilakukan secara potong lintang pada 564 orang anak usia prasekolah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Provinsi DIY dan Provinsi Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat keasaman (pH saliva pada anak-anak usia prasekolah lebih dari 75% bersifat basa berkisar antara 6,8-8,0 dan tertinggi di Kabupaten Serang. Indeks def-t tertinggi 8,83 di Kabupaten Serang dan yang terendah 4,97 di Kotamadya Yogyakarta. Rerata jumlah gigi berlubang

  19. Promosi Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Berpola Hidup Sehat pada Kelompok Senam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Meily Kurniawidjaja

    2013-04-01

    Full Text Available Pendirian grup senam masyarakat perkotaan sering dipicu oleh ancaman penyakit jantung koroner dan stroke (penyakit kardiovaskular. Banyak diantara mereka masih berisiko tinggi penyakit kardiovaskular antara lain berat badan lebih dan kadar kolesterol tinggi serta faktor umur dan genetik, tetapi faktor risiko penyakit kardiovaskular dapat diturunkan dengan pola hidup sehat. Tujuan penelitian ini adalah menilai pengaruh metode promosi kesehatan dengan pendekatan siklus rekognisi, analisis, perencanaan, komunikasi, persiapan, implementasi, evaluasi, dan kelanjutan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik ibu-ibu pesenam tentang pola hidup sehat. Penelitian ini menggunakan pretest and posttest design untuk menilai hasil intervensi pada 60 orang berusia rata-rata 58,26 tahun dan hampir semua (93,33% adalah perempuan pada dua kelompok senam di Kelurahan Pulogadung selama 10 bulan. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan nilai posttest (58% pengetahuan peserta, peningkatan sikap dengan mau berbagi menu sehat dan mengisi alat pantau diri, serta peningkatan keterampilan berpola hidup sehat berupa menyusun menu sehat, bersenam minimal empat kali seminggu, tidur 7-8 jam perhari dan cukup istirahat. Selain itu, kelompok ini berhasil menyusun buku Masak Makanan Sehat. Disarankan kegiatanini dapat diterusan dengan penyajian dan diskusi makanan bijak secara berkala sekali dalam dua bulan dengan menggunakan dana yang terkumpul dari iuran sukarela. Urban exercise groups are often triggered by the perception of the severity and threat of coronary heart diseases and stroke (cardiovascular disease. But many of them are still high in cardiovascular disease risk i.e.overweight and high cholesterol. Cardiovascular disease risk factors can be reduced by healthy lifestyle. This study aimed to assess the effectiveness of recogni-tion, analysis, planning, communication, preparation, implementation, evaluation and continuity health promotion strategy in

  20. STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL CARICA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Permadi

    2015-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana profil industri kecil carica di Kabupaten Wonosobo serta untuk mengetahui strategi pengembangan apa yang bisa digunakan. Variabel yang diteliti adalah profil industri yang meliputi sumber daya manusia, permodalan, teknologi, dan pemasaran. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa profil industri kecil carica di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2014 ada 15 unit usaha. Ada beberapa prioritas strategi pengembangan yaang dilakukaan yaitu strategi SO dengan meningkatkan kualitas SDM, memanfaatkan tenaga kerja dari daerah sekitar, dan mengoptimalkan lokasi industri yang strategis. Strategi WO menyiapkan stok produk carica, mengoptimalkan produk carica, dan mengoptimalkan pelatihan dari dinas terkait. Strategi ST dengan meningkatkan kualitas ciri khas produk carica,peranan pemerintah dalam hal mengantisipasi bencana longsor di Dieng, dan melakukan inovasi produk carica. Strategi WT dengan meningkatkan kemampuan manajerial pengusaha, menaikkan harga jual produk carica, dan pada musim kemarau diganti dengan produk makanan komoditas Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan hasil penelitian, strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan yang agresif, yaitu industri kecil carica di Kabupaten Wonosobo dapat bersaing dengan produk olahan makanan jenis lainnya dari berbagai daerah dengan cara menjaga dan meningkatkan kualitas produk carica yang dihasilkan.The purpose of this study to find out the profiles of carica industries in Wonosobo regency and to determine what is the development strategy can be used. The variables in this research belongs to human resources, capital, technology, and marketing. Data analysis method used is descriptive analysis method and SWOT analysis. Based on the results of this study showed that small industrial profiles carica in Wonosobo regency in 2014 there were 15 business

  1. JENIS PANGAN SARAPAN DAN PERANNYA DALAM ASUPAN GIZI HARIAN ANAK USIA 6—12 TAHUN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Hardinsyah

    2013-10-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to analyze the type and amount of food consumed at breakfast and its also contribution in daily nutrient intake of school children (6—12 years old. The data used for this study was the secondary data of the Basic Health Survey 2010 (Riskesdas 2010 conducted by the Research and DevelopmentAgency, Ministry of Health. The data of 24-hour recall of food consumption and socio-economic were obtained from 35 000 school age children. The results of the study shows that ten most populer food consumed during breakfast are rice, scramble egg, fried tempeh, vegetable soup, fried fish, instant noodle, fried rice, stir vegetable, and fried tofu; and the five most populer beverages consumed during breakfast are drinking water, sweetened tea, milk creamer, powder milk, and tea. Nearly half (44.6% of the children breakfast with low nutritional quality. Approximately 44.6%, 35.4%, 67.8%, 85.0%, 89.4%, and 90.3% of child-ren consume only Key words: breakfast, RISKESDAS 2010, school childrenABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jumlah dan jenis makanan dan minuman sarapan serta kontribusinyadalam asupan gizi harian anak usia sekolah (6—12 tahun. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder (data konsumsi pangan yang diperoleh dari hasil penelitian Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2010 yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Ke-sehatan Indonesia. Data konsumsi pangan (recall 24 jam dan sosial ekonomi diperoleh dari 35 000 subjek anak usia sekolah (6—12 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sepuluh makanan yang paling favorit dikonsumsi saat sarapan adalah nasi putih, telur ceplok/dadar, tempe goreng, sayur berkuah, ikan goreng, mi instan, nasi goreng, sayuran (tumis, dan tahu goreng; sedangkan lima minuman terpopuler yang dikonsumsi sebagai sarapan adalah air putih, teh manis, susu kental manis, susu instan, dan air teh. Hampir separuh (44

  2. POLA KONSUMSI PANGAN, KEBIASAAN MAKAN, DAN DENSITAS GIZI PADA MASYARAKAT KASEPUHAN CIPTAGELAR JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Linda Dwi Jayati

    2015-04-01

    signifikan terhadap densitas asupan protein rumah tangga, sedangkan preferensi pangan sayur-sayuran berpengaruh signifikan terhadap densitas asupan kalsium rumah tangga. Aspek sosial ekonomi rumah tangga lainnya meliputi besar keluarga, pendapatan perkapita, dan jumlah ketersediaan padi di dalam lumbung padi; serta salah satu aspek sosio-budaya pangan meliputi tabu makanan tidak berpengaruh terhadap densitas asupan zat gizi rumah tangga. Asupan zat gizi dari pangan lain sebaiknya lebih ditingkatkan untuk memenuhi kecukupan zat gizi individu, khususnya individu yang mempraktikkan tabu makanan pada masyarakat tersebut. [Penel Gizi Makan 2014, 37(1: 33-42]Kata kunci: densitas asupan zat gizi, densitas zat gizi pangan, masyarakat tradisional

  3. ASUHAN GIZI PADA HIPERTENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triyani Kresnawan

    2014-09-01

    Full Text Available Prevalensi kejadian hipertensi di Indonesia cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa negara Asia dan berbagai  dampak  dari  kejadian  hipertensi  memerlukan perhatian  dan  penanganan  khusus.  Untuk mencegah  hipertensi  dan  mengendalikan  hipertensi  beberapa  hal  dapat  dikontrol  di  antaranya  berat badan  berlebih,  kurangnya  aktifitas  fisik,  merokok, konsumsi  alkohol,  asupan  natrium  berlebih,  asupan kalium, kalsium, magnesium yang kurang serta kondisi stres. Pada masa lalu penatalaksanaan hipertensi yaitu  dengan  menggunakan  obat  antihipertensi  dan  diet  rendah  garam.  Pada  saat  ini  modifikasi  gaya hidup  (lifestyle  sudah  diterapkan  pada  saat  pra  Hipertensi,  selain  diet  rendah  garam  1500  -2400  mg Natrium sehari telah disusun pula suatu pedoman yang terdiri dari pola makan, jumlah dan jenis bahan makanan  dengan  memperhatikan  beberapa  zat  gizi  lain yang  berperan  pada  kejadian  hipertensi diantaranya  yang  perlu  ditingkatkan  adalah  asupan  kalsium,  magnesium  dan  kalium  yang  disebut  diet DASH  (Dietary  Approaches  to  Stop  Hypertensi.  Peran  tenaga  gizi  (nutrisionis dan  dietisien  sangat penting  dalam  asuhan  gizi  pasien  hipertensi  sebagai konselor  terapi  non-farmakologik.  Diet  DASH diterapkan sejak pra hipertensi, apabila target tekanan darah tidak tercapai pada 4-6 minggu, maka akan diterapkan terapi farmakologik disertai pengaturan makanan (Diet DASH dan modifikasi gaya hidup. Kata kunci: asuhan gizi, hipertensi

  4. Pengembangan Diversifikasi Produk Pangan Olahan Lokal Bengkulu untuk Menun- jang Ketahanan Pangan Berkelanjutan Development of Bengkulu Local Food Processing Products Diversity to Support Sustainable Food Security

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wuri Marsigit

    2012-05-01

    menunjukkan bahwa bahan baku utama produk di wilayah pesisir didominasi oleh produk perikanan (62,86 %, di wilayah dataran sedang oleh produk tanaman pangan (61,11 %, sedangkan di dataran tinggi oleh produk hortikultura (66,67 %. Kandungan gizinya sebagian besar produk adalah sumber karbohidrat (42,06 %. Rata-rata nilai tambah produk olahan pangan adalah 44,54 %. Sebagian besar responden belum memahami dan menerapkan cara produksi makanan yang baik (93,46 %. Berdasarkan potensi pro- mosinya, maka beberapa produk dapat dikembangkan sebagai untuk menunjang perbaikan gizi (39,25 % dan industri rumah tangga produk makanan kemasan (34,76 %.

  5. RISIKO RANTAI PASOK MINUMAN SARI APEL DALAM PERSPEKTIF SISTEM TRACEABILITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Iryaning Handayani

    2014-01-01

    Full Text Available Risiko merupakan faktor-faktor yang menghambat operasional pada rantai pasok makanan yang tidak dapat dihindari akan tetapi dapat diminimalisir atau dihilangkan dengan melakukan penanganan risiko yang tepat. Salah satu penanganan risiko dengan menggunakan sistem traceability. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan penaksiran risiko yang terjadi pada rantai pasok minuman sari apel berdasarkan informasi sistem traceability. Dalam penelitian ini menggunakan metode SCOR (Supply Chain Operation Reference. Sedangkan  penilaian risiko rantai pasok menggunakan teknik FMEA (Failure Mode and Effects Analysis. Upaya yang dilakukan dalam mengetahui risiko yang dapat ditangani dengan sistem traceability menggunakan metode House of Risk (HOR. Terdapat 1 risiko ekstrime yaitu risiko terjadinya kekurangan barang dan bahan baku digudang. Sedangkan risiko sedang sebanyak lima. Risiko yang berkatagori rendah sejumlah tujuh. Risiko yang terjadi disebabkan tidak ada prosedur yang jelas, kurang memperhatikan prosedur penyimpanan, inspeksi dilakukan di akhir proses dan kesalahan komposisi bahan baku, Sedangkan penyebab risiko yang bisa ditangani dengan traceability sebanyak 75% dari semua penyebab risiko yang terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa peran traceability pada rantai pasok makanan dapat mereduksi risiko yang terjadi. Kata kunci:  risiko, traceability, rantai pasok   Abstract Risks are factors that hinder operations in the food supply chain that can not be avoided but can be minimized or eliminated by appropriate risk management . One risk management using a traceability system . Therefore, this study aims to conduct a risk assessment that occurs in apple juice supply chain traceability system based on information . In this study using the SCOR ( Supply Chain Operations Reference . While supply chain risk assessment using the technique of FMEA ( Failure Mode and Effects Analysis . Efforts are made to know the risks that can be addressed by

  6. ACID SPLASH: QISAS PUNISHMENT TO BE IMPOSED AGAINST THE OFFENDER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammed Farid Huzaimi

    2013-02-01

    Full Text Available In Islamic countries, there are cases where a court has given punishment to an acid splasher to be punished by acid as well. In 2004, an Iranian woman was blinded with acid by her suitor for turning down his marriage proposal. Four years later, the Iranian court sentenced the offender to be blinded in both eyes for taking away the woman’s sight under the retribution principle permitted under Iran’s Islamic law. This case’s decision has regularly been objected as the punishment seems inhuman. This paper will discuss in detail the nature of the offence and the punishment imposed in Islamic perspective. Terdapat beberapa kasus di negara-negara Islam di mana pengadilan memberikan hukuman pembalasan terhadap terdakwa yang menyiram cairan asam ke tubuh orang lain. Pada tahun 2004, seorang perempuan Iran dibutakan dengan asam oleh peminangnya setelah si perempuan menolak lamaran pria tersebut. Empat tahun setelahnya, pengadilan di Iran memutuskan untuk menghukum pria tersebut dengan hukuman yang sama, yaitu dibutakan dengan asam. Hukuman ini dijatuhkan dengan dasar asas retribusi menurut hukum Islam di Iran. Putusan hakim dalam kasus ini telah menuai kritik karena hukuman tersebut dianggap tidak berperikemanusiaan. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang perbuatan menyiram cairan asam dan hukuman pembalasan menurut perspektif Islam.

  7. KEEFEKTIFAN STRATEGI VISUAL DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA ANAK DENGAN KONDISI SPEKTRUM AUTIS TIPE SINDROMA ASPERGER (ASD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wawan Wawan

    2016-04-01

    Full Text Available Kefektifan Strategi Visual dalam Pembelajaran Keterampilan Sosial pada Anak dengan Kondisi Spektrum Autis Tipe Sindroma Asperger (ASD. Perilaku tantrum merupakan perilaku yang sering muncul pada anak spektrum autisme, berupa perilaku  mengamuk, amarah meledak-ledak, jeritan, tangisan, membentur-benturkan kepala, memukul-mukul, menendang, berguling-guling dan kekakuan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan strategi visual untuk mengatasi perilaku tantrum pada anak dengan kondisi Autis Spectrum Disorder (ASD. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analitik kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling dengan kriteria tertentu (purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah guru pendamping (shadow teacher, orang tua dan guru kelas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 perencanaan pembelajaran keterampilan sosial dengan strategi visual sudah terencana dengan baik tetapi sistem pendokumentasian masih bersifat umum, (2 pelaksanaan pembelajaran keterampilan sosial dengan strategi visual dilakukan di dalam kelas dan luar kelas, dengan menggunakan gambar-gambar mengenai suatu tindakan yang harus dilakukan oleh anak, (3 evaluasi pembelajaran keterampilan sosial dengan strategi visual sudah dilaksanakan selama proses pembelajaran maupun di akhir pembelajaran, namun belum terdokumentasi dengan baik, (4 penggunaan strategi visual dalam pembelajaran keterampilan sosial pada anak ASD tipe Sindroma Asperger dinilai sangat efektif dilihat dari perubahan perilaku yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran keterampilan sosial dengan strategi visual. Implikasi penelitian ini bahwa TPP Al Firdaus perlu menggunakan strategi visual dalam pembelajaran keterampilan sosial pada anak autis serta meningkatkan kualitas guru dan terapis agar penggunaan strategi visual dalam pembelajaran dan terapi untuk anak autis lebih optimal.

  8. PENGGUNAAN METODE DEMPSTER SHAFER UNTUK MENGANALISA PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI WANITA DENGAN SOLUSI PENANGANAN OBAT HERBAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Ali Saefuddin

    2016-06-01

    Full Text Available Seorang wanita mempunyai kodrat yang tidak dimiliki pria yaitu hamil dan melahirkan, jadi organ reproduksi pada wanita merupakan salah satu bagian terpenting pada tubuh wanita, sehingga kesehatan pada organ reproduksi wanita harus diperhatikan. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gejala-gejala penyakit pada organ reproduksi wanita menyebabkan keterlambatan penanganan yang membuat penyakit yang diderita menjadi lebih sulit untuk diobati dan dapat menjadi penyakit berbahaya yang dapat mengancam kehidupannya. Metodologi yang dipakai untuk penelitian yaitu metode pengembangan waterfall (air terjun. Sistem pakar ini menggunakan aturan metode demspher shafer dalam menentukan hasil akhir. Pembuatan perangkat lunak sistem pakar berbasis android ini menggunakan software eclipe, MySQL sebagai penyimpanan database dan menggunakan bahasa pemograman Java Android. Penelitian ini menghasilkan Penggunaan Metode Dempster Shafer Untuk Menganalisa Penyakit Pada Sistem Reproduksi Wanita dengan Solusi Penanganan Obat Herbal sehingga dapat membantu orang awam yaitu wanita dan pakar kesehatan organ reproduksi wanita untuk mendiagnosa penyakit pada organ reproduksi wanita yang disertai dengan persentase kenyakinan terjangkitnya penyakit pada organ reproduksi wanita dengan menggunakan metode demster shafer dan sistem pakar dapat memberikan informasi tentang penyakit seputar organ reproduksi wanita. Kata Kunci : Sistem Pakar, Sistem Reproduksi, Waterfall, Java,UML

  9. Keragaman genetik simbion alga Zooxanthellae pada anemone laut Stichodactyla gigantea (Forsskal 1775 hasil reproduksi aseksual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. AHSIN RIFA’I

    2012-11-01

    Full Text Available Rifa’i MA. 2012. Keragaman genetik simbion alga Zooxanthellae pada anemone laut Stichodactyla gigantea (Forsskal 1775 hasil reproduksi aseksual. Bioteknologi 9: 49-56. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik simbion alga zooxanthellae yang bersimbiosis dengan anemon laut Stichodactyla gigantea hasil reproduksi aseksual dengan teknik fragmentasi. Penelitian dilaksanakan selama 10 bulan, mulai Oktober 2011 – Juli 2012, bertempat di kolam pembibitan Universitas Hasanuddin di Pulau Barrang Lompo dan kawasan terumbu karang Pulau Barrang Lompo. Rangkaian penelitian meliputi koleksi induk anemon laut, aklimatisasi, fragmentasi tubuh, dan kultur anemon di kawasan terumbu karang, serta koleksi alga zooxanthellae untuk analisis PCR-ISSR. Keragaman genetik dianalisis menggunakan analisis pengelompokan data matriks (cluster analysis dan pembuatan dendrogram pohon kekerabatan menggunakan metode UPGMA melalui program NTSYS. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh primer menghasilkan pita polimorfis antara 16,67%-66,67%. Hasil analisis variasi genetik terhadap zooxanthellae yang ditemukan pada anemon uji menunjukkan polimorfisme sebesar 37,93%. Sedangkan berdasarkan analisis jarak genetik ditemukan tingkat ketidakmiripan sebesar 19% yang bersumber dari 2 kelompok anemon utama yaitu kelompok anemon hasil fragmentasi 4 bagian (AF4 yang terpisah dengan kelompok anemon alami (AA dan anemon hasil fragmentasi 2 bagian (AF2.

  10. Pendekatan Psikoneuroimunologi dalam Penanganan Penyakit Hewan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Kardena

    2016-03-01

    Full Text Available Dokter hewan praktisi seringkali mengabaikan dampak psikologi hewan terhadap kondisi kesehatan hewan. Penatalaksanaan penyakit hewan selalu dikaitkan dengan tindakan medis veteriner. Namun kenyataannya timbulnya gejala klinis penyakit seperti anoreksia, diare, dan demam tidak selalu disertai dengan penyebab yang jelas. Hal ini kemungkinan besar terkait dengan kondisi psikologi hewan. Psikoneuroimunologi (PNI merupakan cabang ilmu kedokteran yang merupakan gabungan dari ilmu psikologi, neurologi, endokrinologi serta imunologi yang memiliki paradigm sendiri. PNI mengkaji bagaimana sistem imun tubuh merespon keadaan homeostasis dan patologis dipengaruhi oleh keadaan psikologis. Hubungan otak dengan sistem imun terjadi melalui sel di HPA axis (hipotalamo-pituitary-adrenal axis, yang melibatkan hormon sitokin, dan melalui sel di jalur ANS (autonomic nervous system. Berbagai macam stresor ini akan mengaktifkan hipotalamus mensekresikan CRH, yang kemudian merangsang pituitary menghasilkan ACTH. ACTH kemudian berikatan dengan reseptornya di kelenjar adrenal untuk menginduksi sekresi Epinefrin (EPI dan Norepinefrin (NE. Sudah dipahami bahwa limfosit memiliki reseptor untuk EPI dan NE sehingga stres ini akan mengakibatkan modulasi imunitas. Psikologi menjadi kajian yang sangat penting dalam dunia kedokteran hewan terkait dengan modulasi imun akibat psikologi. Oleh karena itu pengembangan Psikoneuroimunologi dalam tatalaksana penyakit pada hewan menjadi sangat penting, disamping penanganan medis.

  11. Survival Rate and Growth of Fighting Fish Larvae (Betta splendens Regan Fed on Various Live Foods

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    T. Budiardi

    2007-01-01

    Full Text Available Larval of fighting fish (Betta splendens Regan requires precise live foods for its growth and survival. In this experiment, fish larvae were fed on either Paramecium + Artemia, Paramecium + Artemia + Tubifex, Paramecium + Moina, or Paramecium + Moina + Tubifex. The fish were fed Paramecium from day-2 till day-7 after hatching. There after, the live food was changed according to the treatments till day-28.  Results showed that fish fed on Paramecium + Artemia significantly had the highest total length (12.63 mm than other treatments (11.86 mm. On the other hand, survival rate of fish had no significant affected by the treatments. Keywords: fighting fish, Betta splendens, Paramecium, Moina, Artemia, Tubifex, larvae   ABSTRAK Larva ikan betta (Betta splendens Regan membutuhkan jenis pakan alami yang tepat bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhannya. Pada penelitian ini, larva ikan diberi pakan berupa Paramecium + Artemia, Paramecium + Artemia + Tubifex, Paramecium + Moina, atau Paramecium + Moina + Tubifex.  Ikan diberi pakan pakan berupa Paramecium dari hari ke-2 hingga hari ke-7. Setelah itu, pemberian pakan alami diubah berdasarkan masing-masing perlakuan hingga hari ke-28.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang diberi pakan Paramecium + Artemia memiliki tubuh secara signifikan lebih panjang (12,63 mm dibandingkan perlakuan lainnya (11,86 mm.  Sementara itu, kelangsungan hidup tidak dipengatuhi oleh perlakuan. Kata kunci: ikan betta, Betta splendens, Paramecium, Moina, Artemia, Tubifex, larva

  12. SISTEM PEMESANAN KAMAR RAWAT INAP MENGGUNAKAN SHORT MESSAGE SERVICES (SMS PADA RUMAH SAKIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Beny Irawan

    2016-01-01

    Full Text Available Abstrak – Manusia hidup di dunia ada bermacam-macam bentuk tubuh, besar, kecil, tua-muda, laki-laki, perempuan, bentuk muka, warna kulit atau kondisi fisiknya ada yang sehat dan sakit. Semakin bertambahnya manusia di alam ini, semakin banyak persentase kemungkinan orang mengalami sakit mendadak, sehingga membutuhkan perawatan medis yang mendadak juga. Untuk itu, diperlukan suatu cara yang paling mudah untuk melakukan konfirmasi ada atau tidaknya kamar untuk rawat inap di rumah sakit yang bersangkutan, sehingga pasien tidak harus melakukan pemesanan kamar ketika sudah tiba di rumah sakit yang bersangkutan, dan kemudian semua kamar sudah penuh dan harus dipindahkan lagi ke rumah sakit lain. Hal ini menyebabkan si pasien akan mengalami keterlambatan untuk ditangani, sehingga bisa berakibat fatal bagi pasien tersebut. Permasalahan tersebut dapat ditangani dengan pengembangan sistem baru menggunakan short message services (sms terutama untuk pemesanan kamar rawat inap, dan untuk mengetahui jenis pelayanan lain yang ada di rumah sakit tersebut melalui website rumah sakit, sehingga sistem pemesanan kamar semakin efektif dan efisien. Namun, sistem yang dikembangkan masih memiliki kelemahan karena sistem hanya dapat digunakan pada telepon selular yang menggunakan modem GSM.   Keywords : Short Message Service (SMS, SMS Gateway, GSM

  13. SISTEM PEMESANAN KAMAR RAWAT INAP MENGGUNAKAN SHORT MESSAGE SERVICES (SMS PADA RUMAH SAKIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Beny Irawan

    2016-01-01

    Full Text Available Manusia hidup di dunia ada bermacam-macam bentuk tubuh, besar, kecil, tua-muda, laki-laki, perempuan, bentuk muka, warna kulit atau kondisi fisiknya ada yang sehat dan sakit. Semakin bertambahnya manusia di alam ini, semakin banyak persentase kemungkinan orang mengalami sakit mendadak, sehingga membutuhkan perawatan medis yang mendadak juga. Untuk itu, diperlukan suatu cara yang paling mudah untuk melakukan konfirmasi ada atau tidaknya kamar untuk rawat inap di rumah sakit yang bersangkutan, sehingga pasien tidak harus melakukan pemesanan kamar ketika sudah tiba di rumah sakit yang bersangkutan, dan kemudian semua kamar sudah penuh dan harus dipindahkan lagi ke rumah sakit lain. Hal ini menyebabkan si pasien akan mengalami keterlambatan untuk ditangani, sehingga bisa berakibat fatal bagi pasien tersebut. Permasalahan tersebut dapat ditangani dengan pengembangan sistem baru menggunakan short message services (sms terutama untuk pemesanan kamar rawat inap, dan untuk mengetahui jenis pelayanan lain yang ada di rumah sakit tersebut melalui website rumah sakit, sehingga sistem pemesanan kamar semakin efektif dan efisien. Namun, sistem yang dikembangkan masih memiliki kelemahan karena sistem hanya dapat digunakan pada telepon selular yang menggunakan modem GSM.

  14. Socially Mediated Publicness in Networked Society for Indonesian Muslim Women

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annisa R. Beta

    2016-06-01

    Full Text Available Abstract: This paper addresses discursive processes that generated ‘jilboobs’ term. It tries to ground the notion of socially mediated publicness and its affordances by investigating the process of image making of Indonesian Muslim women. Using Foucauldian discourse analysis approach, the result shows three characteristics of Indonesia’s socially mediated publicness: (1 religiosity has a central role in the shift and contestation of private versus public sphere, (2 the visual turn of the social media has given specifi c augmentation for networked public affordances, and (3 feminine pious bodies are often marked by their concurrent presence and absence. Abstrak: Makalah ini membahas proses diskursif yang memunculkan istilah ‘jilboobs’. Gagasan socially mediated publicness atau kepublikan termediasi dan berbagai bentuk affordances diaplikasikan dengan meneliti proses pencitraan perempuan muslim berjilbab di Indonesia. Menggunakan analisa diskursus Foucauldian, penelitian ini menemukan bahwa terdapat tiga karakteristik dari kepublikan termediasi di Indonesia, yaitu: (1 religiusitas berperan penting dalam pergeseran dan kontestasi pemisahan ranah publik dengan ranah privat, (2 semakin pentingnya dimensi visual dalam media sosial memberikan penekanan spesifi k pada elemen affordances, dan (3 tubuh feminin saleh dalam kepublikan yang termediasi muncul bersamaan melalui keberadaan dan ketiadaan.

  15. PERANCANGAN MESIN PENYAYAT BAMBU SECARA ERGONOMIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Kristanto

    2012-12-01

    Full Text Available Jamboel Kipas adalah UKM yang memproduksi souvenir kipas dengan sistem pesanan make to order. Seiring perkembangan waktu, Jamboel Kipas tidak dapat memenuhi pesanan karena keterbatasan kapasitas produksi souvenir kipas. Hal ini disebabkan karena waktu proses yang lama terjadi pada bagian penyayatan bambu, yaitu sebesar 22 detik/iratan. Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas penyayatan bambu serta memperbaiki posisi operator saat bekerja, dengan perancangan mesin penyayat bambu berdasar anthropometri ukuran tubuh operator, keluhan selama bekerja, dan waktu proses penyayatan bambu. Hasil penelitian setelah perancangan menunjukan posisi operator saat bekerja cukup ergonomis karena ukuran tempat kerja disesuaikan dengan dimensi antropometri operator. Waktu baku pada kondisi sebelum perancangan sebesar 21,16 detik/iratan dan output standar sebesar 170,09 iratan/jam. Sedangkan setelah perancangan sebesar 4,42 detik/iratan dan output standarnya sebesar 815,22 iratan/jam dengan peningkatan output standar 479,46%, terjadi penurunan waktu baku sebesar 378,73%. Sementara itu nilai break event point terjadi ketika UKM Jamboel Kipas sudah memproduksi 12927 kipas.

  16. PERANCANGAN MESIN PENYAYAT BAMBU SECARA ERGONOMIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Kristanto

    2012-12-01

    Full Text Available Jamboel