WorldWideScience

Sample records for tetraklorida dari pasir

  1. EKSTRAKSI DAN SINTESIS NANOSILIKA BERBASIS PASIR BANCAR DENGAN METODE BASAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munasir Munasir

    2016-11-01

    Full Text Available Pemurnian, ekstrak dan sintesis nanosilika dari bahan dasar pasir kuarsa yang diambil di daerah Bancar Tuban (utara Pulau Jawa-Indonesia telah dilakukan pada penelitian ini. Secara fisik pasir Bancar Tuban mempunyai bentuk butiran agak kasar dan berwarna kuning cerah. Pasir Bancar mempunyai unsur atom Si (69%Wt, dan unsur atom pengotor dominan adalah Ca (7,5%wt dan K (4,8%wt. Pola difraksinya menunjukan intesistas dominan terjadi pada sudut (2 theta ~26o, fase quartz (paling stabil di alam. Ukuran serbuk pasir yang telah dihaluskan sekitar 5-50 mikrometer. Sintesis nanosilika berbasis pasir alam digunakan metode basah, yang terdiri dari dua proses, yaitu: (1 serbuk pasir diproses dengan metode hidrotermal dengan menggunakan senyawa alkali (NaOH dengan molaritas 7M, hingga diperoleh larutan bening sodium silikat (Na2O.xSiO2, dan (2 larutan sodium silikat berperan sebagai prcursor diproses dengan metode co-presipitasi, larutan sodium silikat dititrasi dengan HCl 2 M hingga diperoleh bubur silicite Si(OH4. Produk akhir berupa serbuk silika dengan struktur amorf dan kristal (quartz; kemurnian (%Wt Si mencapai 95,7% dan analisis marfologi menunjukan bahwa partikel SiO2 cenderung membentuk aglomerasi dan ukuran partikel yang tidak beraglomerasi teramati berukuran sekitar ~58 nm.

  2. Pengaruh Pemberian Ekstrak Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn Terhadap Kadar Malondialdehid dan Aktivitas Katalase Tikus yang Terpapar Karbon Tetraklorida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuraida ,

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Pemberian rosella (Hibiscus sabdariffa Linn diharapkan melindung hepar tikus dari kerusakkan akibat stres oksidatif pada keracunan karbon tetraklorida (CCl 4. Senyawa yang sering dijadikan petunjuk adanya kerusakan tersebut adalah malondialdehid (MDA. Rosella mengandung vitamin C, flavonoid, polifenol dan beta karoten. Tujuanpenelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian ekstrak rosella (Hibiscus sabdariffa Linn terhadap MDA dan aktivitas katalase tikus yang terpapar CCl 4. Ini adalah penelitian eksperimental dengan desain Post test Only Control Group Design. Sampel 24 ekor tikus Strain Wistar berumur 2-3 bulan, berat 150-200 gr. Sampel diambil secara acakdan dibagi 4 kelompok terdiri dari kelompok kontrol negatif, kontrol positif (CCl 4, perlakuan 1 (CCl 4 dan ekstrak rosella 250 mg/kg bb dan perlakuan 2 (CCl4  dan ekstrak rosella 500 mg/kg bb. Pemberian CCl 4secara oral dosis tunggal, setelah 24 jam kemudian diberi ekstrak rosella secara oral selama 14 hari. Data dianalisis dengan uji Anova, tingkatkepercayaan 95%.Pemberian ekstrak rosella secara statistik didapatkan perbedaan yang signifikan rerata kadar MDA dan katalase antar kelompok (p < 0,05. Disimpulkan bahwa ekstrak rosella dapat menurunkan kadar MDA dan meningkatkan aktivitas katalase tikus yang terpapar CCl 4. Kata kunci: karbon tetraklorida, MDA, katalase, rosella Abstract Administering roselle (Hibiscus sabdariffa Linn is expected to protect rat liver from damage caused by oxidative stress in CCl4 poisoning. Rosella contains vitamin C, flavonoids, polyphenol and beta carotene. Compounds which was often used as marker of the damage caused by free radicals wa MDA. The objective of this study was to determine the effect of extracts of roselle (Hibiscus sabdariffa Linn on MDA and catalase activity of rats exposed to CCl4. Experimental research design with Post test Only Control Group Design. Samples of 24 male Wistar Strain rats were 2-3 months old. weighing 150-200 gr

  3. ADSORPSI ION CU(II MENGGUNAKAN PASIR LAUT TERAKTIVASI H2SO4 DAN TERSALUT Fe2O3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DS Pambudi

    2014-11-01

    Full Text Available Pasir laut merupakan bahan alam yang melimpah. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, pasir dapat dimanfaatkan sebagai penjerap ion logam berat mengingat 30% lebih dari volumenya adalah pori-pori. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II menggunakan pasir laut kontrol, pasir laut teraktivasi H2SO4, pasir laut tersalut Fe2O3, serta pasir laut teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3. Ada dua macam pasir laut yang digunakan, yaitu pasir hitam dan pasir putih. Kajian yang dilakukan meliputi optimasi adsorben pada variasi pH, konsentrasi ion logam, dan waktu kontak. Optimasi pH diperoleh pada pH 7, optimasi konsentasi ion logam diperoleh 250 ppm untuk pasir hitam dan 200 ppm untuk pasir putih, dan optimasi waktu diperoleh 60 menit untuk pasir hitam dan 90 menit untuk pasir putih. Kapasitas adsorpsi pasir laut teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3 dalam menyerap ion logam tembaga sebesar 24,8634 mg/g untuk pasir hitam dan 19,8854 mg/g untuk pasir putih. Sebanyak 6,5 g pasir hitam teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3 digunakan untuk menyerap limbah pada konsentrasi Cu(II sebesar 2960,32 ppm dengan persentase teradsorpsi sebesar 94,70%. Sedangkan pada pasir putih teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3, sebanyak 8 g pasir digunakan untuk menyerap limbah dengan konsentrasi Cu(II sebesar 2984,13 ppm, hasilnya menunjukkan 92,56% ion logam Cu(II teradsorp. Sea sand is abundant natural materials. In addition to be used as a building material, sand can be utilized as heavy metal ion adsorbent, because it has quite a lot of pores, i.e 30% more than its volume. The purpose of this study was to determine the adsorption capacity of Cu(II ions using sea sand alone as control, H2SO4-activated sea sand, Fe2O3-coated sea sand, as well as H2SO4-activated and Fe2O3-coated sea sand. Two kinds of sea sand have been used in the research, i.e the black sand and the white sand. Studies were performed to examine the optimization of the

  4. EKSTRAKSI DAN SINTESIS NANOSILIKA BERBASIS PASIR BANCAR DENGAN METODE BASAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munasir .

    2013-11-01

    Full Text Available The Purification and synthesis nanosilika extracts from quartz sand base material taken Bancar Tuban area ( north of the Island of Java-Indonesia has been carried out in this study . Physically Tuban Bancar sand grains have a slightly rough shape and bright yellow. Sand Bancar has elements Si atoms (69 %Wt, and elements of the dominant impurity atoms is Ca (7.5 %Wt and K (4.8 %Wt. Diffraction pattern shows a dominant intesistas occurs at an angle (2Ɵ~26o the phase of quartz ( the most stable in nature. Size finely divided powder sand about 5-50 micrometers. Synthesis nanosilika based natural sand used wet method, which consists of two processes, namely: (1 sand powder processed by the hydrothermal method using alkaline compounds (NaOH with molarity 7M, to obtain a clear solution of sodium silicate (Na2O.xSiO2, and (2 a solution of sodium silicate acts as prcursor processed by co-precipitation method, sodium silicate solution was titrated with HCl 2 M (co-precipitation method to obtain a slurry silicite Si(OH4. The final product in the form of silica powder with amorphous and crystalline structures (quartz ; purity (%Wt Si reached 95.7 % and marfologi analysis showed that the SiO2 particles tend to form agglomeration and particle size of about ~ 58 nm Key words: nanosilica, bancar sands, amorphous, quartz   Abstrak Pemurnian, ekstrak dan sintesis nanosilika dari bahan dasar pasir kuarsa yang diambil di daerah Bancar Tuban (utara Pulau Jawa-Indonesia telah dilakukan pada penelitian ini. Secara fisik pasir  Bancar Tuban  mempunyai bentuk butiran agak kasar dan berwarna kuning cerah. Pasir Bancar mempunyai unsur atom Si (69%Wt, dan unsur atom pengotor dominan adalah Ca (7,5%wt dan K (4,8%wt. Pola difraksinya menunjukan intesistas dominan terjadi pada sudut (2 theta ~26o, fase quartz (paling stabil di alam. Ukuran serbuk pasir yang telah dihaluskan sekitar 5-50 mikrometer. Sintesis nanosilika berbasis pasir alam digunakan metode basah, yang

  5. GUA KETUK DI KAWASAN KARST PASIR PAWON KANDUNGAN BUDAYA DAN PERTANGGALAN C14 KETUK CAVE AT PASIR PAWON KARST AREA: CULTURES AND ITS C14 CHRONOLOGY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lutfi Yondri

    2016-06-01

    ABSTRAK Gua Ketuk merupakan gugusan gua yang terdiri dari enam ruang gua. Gua ini terletak satu kawasan dengan Gua Pawon, termasuk dalam lingkungan karst Pasir Pawon. Pengumpulan data arkeologi di Gua Ketuk dilakukan dengan menerapkan metode survei dan ekskavasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan tidak semua ruang gua memiliki indikasi pernah dimanfaatkan sebagai tempat berkativitas oleh masyarakat masa lalu. Tingallan artefaktual antara lain ditemukan di Gua Ketuk Ruang 3, 4, dan Gua Ketuk Atas. Analisis pertanggalan karbon (C14 yang diambil dari sampel tanah dan stalaktit telah dilakukan pada Gua Ketuk Ruang 4 dengan hasil pertanggalan 1560 + 140 BP untuk sampel tanah, sementara itu dari stalaktit diperoleh pertanggalan sekitar 3260 + 120 BP. Dari pertanggalan tersebut dapat disimpulkan bahwa aktivitas manusia di gua tersebut jauh lebih kemudian dibandingkan dengan yang berlangsung di Gua Pawon dengan rentang pertanggalan antara 5660 + 180 BP sampai 9525 + 200 BP.   Kata Kunci: gua, tinggalan Budaya, analisis kronologi, umur karbon, hunian gua.

  6. Pemanfaatan Vinasse -Limbah Industri Alkohol- untuk Perbaikan Sifat Fisik Tanah dalam Pengembangan Tebu (Saccharum officinarum L di Lahan Pasir Pantai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Zulfan Arrodli

    2016-05-01

    Full Text Available Lahan pasir pantai merupakan lahan bermasalah untuk pertanian karena sifat tanahnya tidak mendukung pertumbuhan tanaman dan vinasse merupakan limbah industri ethanol yang jumlahnya sangat besar yang apabila dibuang di lahan terbuka akan mencemari lingkungan. Penggunaan vinasse sebagai bahan perbaikan tanah tanpa memberikan pengaruh negatif kemungkinan dapat dikerjakan untuk tanah bertekstur kasar seperti tanah di lahan pasir pantai. Oleh karena itu dalam penelitian ini, vinasse akan dicoba digunakan untuk membudidayakan tebu pada media tanah yang diambil dari lahan pasir pantai. Penelitian menggunakan pendekatan percobaan pot faktorial 4x4 yang disusun dalam rancangan lingkungan acak lengkap dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vinasse dengan dosis 60.000 l/ha hanya sekali pada awal penanaman tebu mampu memperbaiki kemampuan tanah menyimpan air. Vinasse terbukti tidak memberikan pengaruh kurang baik terhadap tanaman yang dibudidayakan, bahkan pemberian vinasse cenderung memperbaiki pertumbuhan tebu baik dilihat pada tinggi tanaman, diameter batang, berat kering akar dan tajuk, meskipun pengaruhnya tidak berbeda nyata.

  7. PEMODELAN MATEMATIK PERUBAHAN PARAMETER MUTU SELAMA PENYIMPANAN DAN SORPSI-ISOTERMI KERUPUK GORENG PASIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siswantoro Siswantoro

    2013-03-01

    Full Text Available Mathematical Modeling of Change of Quality Parameter during Storage and Sorption-Isotherm of Chip Fries Sand Siswantoro, Budi Rahardjo, Nursigit Bintoro, Pudji Hastuti ABSTRAK Umur simpan suatu produk makanan adalah suatu batas waktu kualitas produk yang masih diterima oleh konsumen.Kerupuk goreng adalah produk yang bersifat higroskopis sehingga mudah menyerap uap air dari lingkungan. Sifathigroskopis yang dimiliki kerupuk merupakan fenomena menarik untuk diteliti, khususnya yang berhubungan denganperubahan parameter mutu produk selama penyimpanan. Pada penelitian ini penyimpanan dilakukan pada udaralingkungan (T = 28 oC, RH 80 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model matematika tentangperubahan parameter produk meliputi kadar air, tegangan, regangan selama penyimpanan, dan mendapatkan kurvasorpsi-isotermi dari kerupuk goreng pasir. Penelitian dilakukan dengan eksperimen laboratorium menggunakan bahanpasir kali, pasir besi, kerupuk mentah, dan larutan garam jenuh. Kisaran diameter pasir kali yang digunakan adalah0,25 – 2,00 mm, dan pasir besi adalah 0,10 – 0,40 mm. Penggorengan dilakukan pada suhu 180 – 220 oC, denganputaran slinder 5 – 36 rpm. Alat yang digunakan terdiri dari alat untuk mengukur tegangan dan regangan (universaltesting machine, oven, timbangan analitik, mesin penggoreng dengan pasir, tachometer, desicator, hygrometer,thermokopel, data logger, interface, dan komputer. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa, perubahan parameter mutuproduk selama penyimpanan akan menurunkan mutu kerupuk khususnya yang berkaitan dengan tingkat kerenyahan,karena kadar air, tegangan, dan regangangan selama penyimpanan mengalami kenaikan. Kesalahan nilai prediksi dandeviasi standard pada penggunaan model matematik untuk perubahan parameter mutu kerupuk lebih kecil dari 10%.Hasil ini mengindikasikan bahwa model matematik yang dikembangkan mempunyai nilai prediksi dengan tingkatketelitian cukup baik.Kata kunci: Penggorengan

  8. Diversity and Abundance of Sand Crabs on the South Coast of Central Java (Diversitas dan Kelimpahan Kepiting Pasir di Pantai Selatan Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Mashar

    2014-12-01

    Full Text Available Kepiting pasir atau undur-undur laut merupakan biota bentik yang hidup di pantai berpasir yang mempunyai nilai ekologi dan nilai ekonomi cukup penting. Adanya tekanan penangkapan mengharuskan adanya pengelolaan yang bijak yang disesuaikan dengan karakteristik populasi kepiting pasir. Informasi tentang jenis dan kelimpahan kepiting pasir penting untuk diketahui terlebih dahulu sebagai langkah awal upaya pengelolaan lestari kepiting pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kelimpahan setiap jenis kepiting pasir yang terdapat di dua lokasi penelitian, yaitu pantai Bocor, Kabupaten Kebumen, dan pantai Bunton, Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kedua lokasi penelitian ditemukan tiga jenis kepiting pasir, yaitu Emerita emeritus, Hippa adactyla, dan Albunea symmysta. Kepiting pasir E. emerita ditemukan dengan persentase komposisi paling besar, 70,5%-75,3%; disusul H. adactyla 22,5%-24,7%; dan A. symmysta 2,2%-4,8%. Kepiting pasir betina dijumpai dengan persentase komposisi paling tinggi, yaitu 78,2% hingga 92,8%. Kepiting pasir E. emeritus juga ditemukan dengan kelimpahan rata-rata paling tinggi di kedua lokasi penelitian, yaitu 5 dan 34 ekor/100m2. Kepiting pasir E. emeritus dan H. adactyla yang ditemukan di pantai Bunton, Cilacap mempunyai kelimpahan lebih tinggi dari yang ditemukan di pantai Bocor, Kebumen, adapun kelimpahan rata-rata Albunea symmysta relatif sama di kedua lokasi penelitian, yaitu sekitar 1 ekor/100m2. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah diversitas kepiting pasir di pesisir selatan Jawa Tengah relatif tinggi dengan kelimpahan yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh intensitas aktivitas manusia di wilayah pantai berpasir. Kata kunci: Albunea symmysta, Emerita emeritus, Hippa adactyla, kelimpahan, kepiting pasir, komposisi jenis   Sand crabs or mole crabs are benthic fauna that live in the sandy beaches. They have ecological and economic value. Because of fishing pressure to

  9. Perubahan Pola Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis, Jacq) Dengan Pemberian ZPT Atonik Pada Media Campuran Pasir Dengan Blotong Tebu Di Pre Nursery

    OpenAIRE

    Angga Reksa

    2009-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pola pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan ZPT Atonik pada Media campuran pasir dengan blotong tebu di pre nursery, dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan, Pada bulan Mei sampai juli 2007. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah ZPT Atonik yang terdiri dari 3 taraf yaitu : A0 : 0cc/L, A2 : 1,5cc/L,...

  10. Penurunan Kandungan Zat Kapur dalam Air Tanah dengan Menggunakan Filter Media Zeolit Alam dan Pasir Aktif Menjadi Air Bersih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Qorry Nugrahayu

    2013-09-01

    Full Text Available Salah satu syarat yang harus terpenuhi dalam kualitas air minum dalam parameter kimia adalah kesadahan. Salah satu kesadahan adalah kesadahan kalsium atau yang lebih sering dikenal dengan air kapur. Pada umumnya air tanah atau air sumur mempunyai tingkat kesadahan yang tinggi. Masalah lain yang timbul dari air tanah adalah kandungan Fe dan Mn yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh komposisi media filter yang efektif dan efisien untuk mereduksi kesadahan Kalsium, Fe dan Mn dalam air tanah sehingga memenuhi baku mutu dan mendapatkan lama waktu breakthrough dari media filter. Pada penelitian ini, sistem aliran filter adalah secara gravitasi dan constant head. Media yang digunakan yaitu zeolit alam jenis Klinoptilotit dan pasir aktif. Kedua media disusun terstratifikasi dengan ketinggian berbeda dan dialiri oleh tiga variasi konsentrasi kesadahan kalsium.  Dari penelitian ini dapat terlihat bahwa komposisi terbaik yang dapat mereduksi kesadahan kalsium adalah komposisi I dengan perbandingan ketinggian media zeolit alam : pasir aktif adalah 30 cm : 60 cm. Dengan persen removal untuk konsentrasi 400 mg/L sebesar 100%, konsentrasi 520 mg/L sebesar 89,03% dan konsentrasi 640 mg/L sebesar 92,13%

  11. PENENTUAN CAMPURAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR DAN SEMEN DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK RAMAH LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ganjar Samudro

    2016-03-01

    Full Text Available Lumpur Lapindo (LL atau Lumpur Sidoarjo (Lusi merupakan lumpur panas, yang pemanfaatannya sangat terbatas dan menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang cukup besar. Karakteristik Lumpur Lapindo mengandung silikat (SiO2 dan kapur (CaO yang cukup tinggi dan bersifat pozoland. Selain kandungan kimia yang menguntungkan, Lumpur Lapindo juga bersifat B3 dengan kandungan logam berat Pb 35,41 ppm dan Cu 21,9 ppm yang melebihi baku mutu Kepmenkes no.907/2002, PP no.82/2001 dan PP no.18/1999. Teknik olidifikasi menjadi paving block dapat digunakan untuk mengubah watak fisik dan kimia limbah B3 dengan cara penambahan senyawa pengikat sehingga pergerakan senyawa-senyawa B3 dapat dihambat dan membentuk ikatan massa monolit dengan struktur yang kekar. Penambahan Lumpur Lapindo sebagai substitusi semen dan pasir ditentukan sebesar 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, dengan pengujian terhadap kuat tekan, daya serap air dan perlindian. Penelitian ini didapatkan variasi Lumpur Lapindo sebagai substitusi pasir dan semen optimum asingmasing sebesar 30% dengan kuat tekan 408 kg/cm2 , daya serap air 10,17% dan uji perlindian dihasilkan dibawah 0,03 ppm Pb dan Cu, serta biaya pembuatan 1 buah paving block berkurang dari Rp 1.302,86 per buah menjadi Rp 1.059,40 per buah. Lumpur Lapindo sebagai substitusi semen lebih baik penggunaannya dalam pembuatan paving block ramah ingkungan.

  12. PEMANFAATAN SERUTAN KARET BAN BEKAS SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR SILIKA PADA CLC (CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Budiarto

    2016-05-01

    Full Text Available CLC adalah jenis beton ringan ramah lingkungan karena proses pembuatannya menggunakan energi yang lebih sedikit daripada bata merah. Namun sebagai salah satu turunan beton, CLC juga memiliki sifat getas. Mempertimbangkan cara untuk memperbaiki sifat-sifat CLC yang getas, maka diperlukan substitusi bahan yang dapat menggantikan material dasar beton. Salah satu substitusi material beton adalah dengan menggunakan limbah karet dari ban bekas yang diserut (panjang ± 2-3 cm, dia. ± 2-4 mm. Ban karet dapat memberikan sifat elastis dan mencegah retak karena memiliki modulus elastisitas 0,77-1,33 MPa, dan memiliki berat isi antara 1,08-1,27 t/m³.Dalam percobaan ini, dibuat 6 formulasi bahan baku beton ringan dan memperoleh 2 formula dengan potensi untuk dimodifikasi. Sampel P10 memiliki berat isi yang paling ringan sekitar 903 kg/m³ dengan perbandingan PS:PC:KP:Al:Air sebesar 63%:12%:2,7%:0.14%: 23% dan formula P12 yang memiliki kuat tekan tertinggi mencapai 6 N/mm² dengan perbandingan PS:PC:KP:Al:Air:PFA sebesar 63%:6%:2,7%:0.14%:23%:6%. Modifikasi dibuat dari P10 dan P12 mengganti komposisi pasir silika dengan serutan ban karet mulai dari 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, sampai dengan 50%. Pemakaian limbah karet ban bekas yang diserut dapat meningkatkan kuat tekan bata ringan tersebut hingga substitusi 50% limbah dengan densitas antara 1.160 – 1.330 kg/m³

  13. Dari Persian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Tadayon

    2011-02-01

    Full Text Available Persian Dari is a language which has been used not only by the people of Madain and western cities on the coast of Arvand river but also by the people in eastern cities like Balkh and Marv . Nevertheless most of the researchers of Persian language or literature are trying to prove that Dari has been a limited language or a dialect of Persian belonged to some eastern districts of Iran and it has been extended to other parts of Iran by some Samanid governors. This article tries to clarify this subject as far as possible and prove that Dari title has been derived from Sasanid Darbar and has not any relation with eastern governors in third or fourth century.

  14. PERBEDAAAN PADAT TEBAR TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP POST PEURULUS LOBSTER PASIR (Panulirus homarus PADA BAK TERKONTROL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik Cokrowati

    2012-10-01

    Full Text Available Prospek budidaya Panulirus homarus menjanjikan dari segi ekonomi dan keadaan alam di wilayah NTB serta merupakan spesies komoditi ekspor utama di Indonesia.Potensi akuakultur lobster pasir tentunya membutuhkan teknik budidaya yang sesuai agar mendapatkan hasil yang optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan padat tebar terhadap pertumbuhan dan nilai Survival rate (SR serta untuk mengetahui padat tebar yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan nilai SR optimum post puerulus Panulirus homarus.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan faktor tunggal yaitu padat tebar dengan densitas 20 ekor/m2, 40 ekor/m2, 60 ekor/m2, dan 80 ekor/m2. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup (SR post puerulus Panulirus homarus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan perbedaan padat tebar berpengaruh (P<0,05 terhadap pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup (SR post puerulus Panulirus homarus. Nilai SGR dan SR tertinggi terdapat pada kepadatan 20 ekor/m2 sebesar 2,15425% dengan nilai SR 75%, dengan kualitas air sebagai faktor pembatas dengan nilai rata-rata pH 7,2, suhu 26,930 C, salinitas 34,4 ppt dan DO 5,86 mg/l nilai tersebut dalam batas toleransi  sebagai kehidupan biota air khususnya  lobster pasir. Kata kunci : Panulirus homarus, padat tebar, survival rate

  15. PENDEKATAN EKOLOGIS DALAM TEKNIK PENGEMASAN IKAN KELING HIJAU (HALICHOERES CHLOROPTERUS: PENGARUH PENAMBAHAN PASIR DAN SCHOOLING TERHADAP KETAHANAN HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rory Anthony Hutagalung

    2016-11-01

    Full Text Available Dalam mata rantai pengiriman ikan hias, kondisi optimal lingkungan pengemasan merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan dalam proses pengiriman. Mengoptimalkan kondisi pengemasan dengan menggunakan faktor fisika-kimia seperti salinitas, suhu, pH, dan kesadahan telah dilakukan namun tingkat kematian masih tetap tinggi. Dalam penelitian ini, fokus utama adalah pada pendekatan ekologis untuk mengurangi tingkat kematian ikan keling hijau (Halichoeres chloropterus selama pengiriman dengan menghadirkan lingkungan asli dalam pengemasan. Pendekatan ekologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menambahkan pasir dan memanfaatkan kebiasaan atau sifat bergerombol Halichoeres chloropterus. Rancangan faktorial diterapkan dengan menggunakan dua faktor, yakni penambahan pasir dan kebiasaan atau sifat bergerombol. Penambahan pasir dapat meningkatkan ketahanan hidup ikan dan kemasan 2 ikan per kemasan dan penambahan pasir 125 g menunjukkan ketahanan hidup paling tinggi (120.994 ± 0,284 jam. Namun kemasan dengan 3 ekor ikan per kemasan dan penambahan pasir 62,5 g dianggap paling efesien karena dapat mengadopsi kepentingan ekonomi tanpa mengorbankan kepentingan ekologi dan tidak mengganggu kenyamanan ikan selama pengiriman. Lebih jauh lagi, optimalisasi pengemasan dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah air sampai kurang dari setengah kemasan normal (200 gram dengan syarat pasir ditambahkan. Teknik pengemasan ini dapat memberikan keuntungan ekonomis, juga turut berperan dalam melestarikan lingkungan dengan mengurangi tekanan (ekploitasi pada alam. In the shipment chain of ornamental fishes, optimum condition of packing environment is the main factor to the success of the process. Optimizing the packing conditions by altering chemical-physical factors, such as varying salinity, temperature, pH and hardness, had been practiced but the mortality rate is still high. In this research, the main attention resides on ecological approach in order

  16. Pola Tekanan Darah Pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Padang Pasir Padang Januari 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saskia Konita

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakSaat ini, di seluruh dunia jumlah penduduk lanjut usia diperkirakan mencapai 500 juta, dan diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai 1,2 milyar. Berdasarkan data penduduk mutakhir, jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia sekarang sekitar 16 juta jiwa. Pada tahun 2025, jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan mencapai 273 juta jiwa, dan hampir seperempat dari jumlah penduduk tersebut atau sekitar 62,4 juta jiwa tergolong sekelompok penduduk lanjut usia.Menjadi lanjut usia adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya.Kemunduran struktur dan fungsi organ juga terjadi pada sistem kardiovaskular, salah satunya adalah dinding arteri telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis sehingga darah dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan darah dan menimbulkan berbagai komplikasi yang mengancam jiwa.Penelitian dilakukan pada lansia di posyandu lansia Kelurahan Padang Pasir pada Januari 2014. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan jenis cross sectional study dengan jumlah sampel 17 lansia. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tekanan darah langsung kepada lansia. Hasil penelitian menemukan bahwa 11 dari 17 lansia (64,7% menderita hipertensi. Kelompok umur terbanyak yang menderita hipertensi dalam rentang 60-65 tahun, dan angka kejadian wanita lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki serta stadium hipertensi yang dominan adalah stadium satu (140-159/90-99. Dari 11 lansia hipertensi, 10 diantaranya (90,9% menderita hipertensi sistolik terisolasi.Kata Kunci: lansia, tekanan darah, hipertensi sistolik terisolasiAbstractCurrently, the worldwide number of elderly people is expected to reach 500 million, and is expected in 2025 will reach 1.2 billion. Based on the latest population data, the number of elderly people in Indonesia now around 16 million people. In 2025

  17. Pasir Vulkanik sebagai Media Filtrasi dalam Pengolahan Air Bersih Sederhana untuk Menurunkan Kandungan Besi (Fe, Mangan (Mn dan Kekeruhan Air Sumur Gali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silviana Dwi Kurniawati

    2017-08-01

    Full Text Available Air merupakan komponen utama baik dalam tanaman maupun hewan termasuk manusia, masyarakat di Kabupaten Bantul, khususnya Pedukuhan Bantul Krajan, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memanfaatkan sumur sebagai sumber utama persediaan air bersih. Masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat yaitu tingginya kadar besi dan mangan di dalam air yang menyebabkan kualitas fisik air menurun, air menjadi keruh dan berbau amis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kandungan Besi (Fe, Mangan (Mn dan Kekeruhan pada air sumur gali dengan pengolahan air sederhana dan manfaat pasir vulkanik sebagai media filtrasi terhadap penurunan kandungan Besi (Fe, Mangan (Mn dan Kekeruhan pada air sumur gali. Penelitian ini merupakan penelitian Experiment dengan desain penelitian Pre test - Post test with Control Group Design menggunakan 5 pengulangan. Sedangkan untuk menguji hipotesis data yang diperoleh diuji secara deskriptif yang kemudian diuji secara analitik menggunakan statistik uji T-test terikat dengan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian dari pengolahan air sederhana menggunakan media pasir vulkanik mampu menurunkan kandungan Fe sebesar 1,34 mg/l, kandungan Mn sebesar 0,6 mg/l dan penurunan kekeruhan sebesar 11,51 NTU. Berdasarkan pengujian statistik dinyatakan bahwa ada penurunan yang bermakna antara pretest dan posttest kadar besi (Fe, mangan (Mn dan kekeruhan yang ditunjukkan dengan nilai Sig. < 0,05. Dengan demikian diketahui bahwa untuk menghilangkan zat besi, mangan dan kekeruhan yang berbentuk senyawa organik dan koloid cukup dilakukan pengolahan air sederhana yaitu koagulasi dilanjutkan dengan proses filtrasi menggunakan media pasir vulkanik yang memiliki sifat porous, mudah diperoleh dan harganya relatif murah.

  18. Determinant factors of industrial symbiosis: greening Pasir Gudang industrial park

    Science.gov (United States)

    Teh, B. T.; Ho, C. S.; Matsuoka, Y.; Chau, L. W.; Gomi, K.

    2014-02-01

    Green industry has been identified as an important element in attaining greater sustainability. It calls for harmonizing robust economic growth with environment protection. Industries, particularly in developing and transitional nations such as Malaysia, are in need of a reform. Many experts and international organizations suggest the concept of industrial symbiosis. Mainly, there are successful cases of industrial symbiosis practices around the world. However, there are numerous cases of failure too. As industrial symbiosis is an emerging new approach, with a short history of two decades, a lot of researches are generally focused on narrow context and technical details. There is a lack of concerted efforts to look into the drivers and barriers of industrial symbiosis across different cases. This paper aims to examine the factors influencing the development of industrial symbiosis from various countries to supports such networks to evolve in Pasir Gudang. The findings show institution, law and regulation, finance, awareness and capacity building, technology, research and development, information, collaboration, market, geography proximity, environmental issues and industry structure affect the formation of industrial symbiosis.

  19. Comparison of condition index in the green-lipped mussel Perna viridis between Sebatu and Pasir Panjang, Peninsular Malaysia.

    Science.gov (United States)

    Al-Barwani, S M; Arshad, A; Amin, S M Nurul; Rahman, Aminur

    2016-07-01

    The condition index (which relates to the tissue dry weight to shell volume) of the green-lipped mussel Perna viridis was investigated at Sebatu in Melaka and Pasir Panjang in Negri Sembilan from September 2003 to February 2004. Monthly samples of P. viridis were collected from culturing rafts at both sites. Variations in the average monthly condition index (CI) of P. viridis ranged from 21.06 to 26.72 g cm(-3) and 15.18 to 19.41 g cm(-3) in Sebatu and Pasir Panjang, respectively. Salinity values were lowest in November between 27.93 to 28.10 ppt in Sebatu and Pasir Panjang, respectively. Salinity then started increasing gradually until it reached 33.26 ppt in Sebatu and 31.23 ppt in Pasir Panjang in the month of February. Chlorophylla in Pasir Panjang showed higher fluctuation, ranging from 2.93 to 14.39 mg/L, while in Sebatu the fluctuations were lower and ranged between 7.70 and 9.37 mg l(-1). Rapid decline in CI values were recorded during January in Sebatu and February in Pasir Panjang. However, this rapid declining state of CI in P. viridis was an indication of its spawning period, when their gametes were released in the water column. These findings would help in the development of captive breeding techniques and mass seed production in aquaculture.

  20. KERAGAAN REMATURASI GONAD INDUK TERIPANG PASIR, Holothuria scabra DENGAN PEMBERIAN JENIS PAKAN BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Budi Moria Sembiring

    2017-10-01

    Full Text Available Rematurasi gonad induk teripang pasir Holothuria scabra yang sudah memijah masih banyak masalah, padahal rematurasi diperlukan untuk keberlanjutan pemijahan dan penyediaan benih. Tujuan penelitian adalah memperoleh jenis pakan yang dapat mempercepat proses rematurasi gonad terhadap induk alam yang sudah dipijahkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan untuk pembenihan teripang di hatcheri, serta mengetahui performa benih yang dihasilkan secara fenotipe dan genotipe. Penelitian rematurasi gonad dengan pemberian pakan berbeda telah dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut, Gondol. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental secara rancangan acak lengkap dengan perlakuan perbedaan jenis pakan, yaitu: A Ulva sp. dan bentos; B Gracilaria sp. dan bentos, dan C bentos saja. Dosis pemberian pakan sebanyak 4% dari bobot badan dengan frekuensi pemberian 1 kali/hari. Setiap perlakuan terdiri atas tiga ulangan. Jumlah induk setiap ulangan sebanyak tiga ekor dengan ukuran panjang dan bobot 13,08 ± 2,04 cm dan 182,75 ± 47,74 g. Benih yang dihasilkan sebelum induk dirematurasi dan setelah rematurasi diamati performa fenotipe dan genotipenya. Analisis genotipe menggunakan metode mikrosatellit dengan empat lokus (Hsc-11; Hsc-28; Hsc-49; dan Hsc-59. Parameter yang diamati meliputi frekuensi pemijahan induk teripang, tingkat kematangan gonad, indeks gonadosomatik, fekunditas, diameter telur, pertumbuhan benih F-1 sebelum dan sesudah rematurasi, serta performa genotipe benih tersebut. Data indeks gonad somatik dan diameter telur dianalisis dengan ANOVA, sedangkan data pertumbuhan, pemijahan, dan fekunditas disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan dapat mempercepat rematurasi gonad dan induk teripang memijah setelah dua bulan pemeliharaan. Jenis pakan bentos menghasilkan indeks gonadosomatik dan diameter telur lebih baik dibandingkan dengan perlakuan pakan lainnya (P0,05. Successful rate

  1. Analisis Efisiensi Daya Listrik Pada Generator Pembangkit Listrik Di PT PLN Persero Paya Pasir Medan

    OpenAIRE

    Siagian, Agus

    2011-01-01

    It has done reserch about power analitic to electric generator at PLTG (Electric Garoline Generator) Paya Pasir Medan, to know power efisient of Nanjing Turbine & Electric Mechinery (Group) co. LDT, made in China which used by the PLTG. By analize the power generator of Nanjing turbine & Electric Mechinery (Group) co. LDT, made in China, we can get the power that produced by the generator and khow how much the power distributed to civilizan and the lone power. 040801043

  2. Studi Deskriptif Kualitatif mengenai Akulturasi Pekerja Tiongkok di PLTU Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu

    OpenAIRE

    Siahaan, Hans Imanuel Prawira

    2015-01-01

    Title of this research is ACCULTURATION OF THE FOREIGN EMPLOYEE IN THE INTERCULTURAL COMMUNICATION PERSPECTIVE (Descriptive Qualitative Study of Tiongkok employee in PLTU Tanjung Pasir village in Pangkalan Susu subdistrict ). The research use qualitative method and projected to find out as far as possibilities of acculturation who adapted by them and then to find out the obstacles of the Tiongkok acculturation. This research used the communication theory that related to intercultural commun...

  3. ANALYSIS OF SOYBEAN FARMING IN PEAT OF PASIR PALEMBANG VILLAGE EAST MEMPAWAH DISTRICT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juliana C.Kilmanun

    2016-07-01

    Full Text Available Soybean is the main commodity beans and become a mainstay of the national as a source of vegetable protein is important for the diversification of food to support national food security. However, soybean production is currently not able to meet national needs. The purpose of this study was to determine farm incomes soybean farmers in peat lands. The study was conducted in Pasir Palembang Village, District of East Mempawah, Mempawah Regency. The primary data obtained through interviews with farmers who are farming soybeans and secondary data from relevant agencies. The data is processed and analyzed descriptively using the R/C ratio. The results showed: (1 peat lands Pasir Palembang Village potential for development of soybean plants, (2 soybean farming in peat lands in Pasir Palembang give benefit IDR 6.4 million with R/C ratio 2, (3 Farmers have the desire high for soybeans, but it faces a shortage of capital to get the seeds in accordance with market demand.

  4. PEMODELAN MATEMATIK PINDAH PANAS DAN MASSA PADA PENGGORENGAN DENGAN PASIR SEBAGAI MEDIA PENGHANTAR PANAS Mathematical Modeling of Heat and Mass Transfer on Frying by Using Sand as A Medium for Transfering Heat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siswantoro Siswantoro

    2012-05-01

    Full Text Available Frying is one of the oldest processes for cooking and drying of food. The frying process is basically the exchangeof thermal energy through direct contact between a transferring heat medium and the food in high temperature. The frying process is the most commonly used oil as frying medium, however in this research used sand as a medium for transferring heat. Even though frying process is a very popular and ancient method to cook foods, the theory of frying processing was long neglected and poorly understood. The objective of this research was to develop a mathematical model of heat and mass transfer, to better explain coefficient of unit surface conductance (h between food (chip and ABSTRAK Penggorengan  merupakan  salah  satu  metode  tertua  dari  proses  pemasakan  dan  pengeringan  pangan.  Prosespenggorengan berlangsung melalui kontak dengan media penghantar panas dan dilakukan pada suhu tinggi. Proses penggorengan biasanya digunakan minyak sebagai media penghantar panas, akan tetapi pada penelitian ini digunakan pasir sebagai media penghantar panas. Meskipun penggorengan merupakan suatu proses pemasakan pangan yang sudah lama dilakukan, tetapi proses tersebut banyak yang belum diungkap secara ilmiah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model matematik pindah panas dan massa yang meliputi koefisien kontak panas

  5. FORMULASI DAN APLIKASI PAKAN BUATAN BERBASIS RUMPUT LAUT UNTUK PENDEDERAN BENIH TERIPANG PASIR (Holothuria scabra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Adiasmara Giri

    2018-01-01

    Full Text Available Teripang merupakan salah satu komoditas perikanan penting dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi di Asia. Teknologi pembenihan teripang sudah mulai dikembangkan dan telah mampu memproduksi benih secara massal untuk budidaya. Pakan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan budidaya teripang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa formula pakan berbasis rumput laut untuk pendederan teripang pasir. Empat pakan percobaan diformulasi menggunakan kombinasi beberapa jenis bahan baku, khususnya rumput laut. Pakan dibuat dalam bentuk pelet dengan kandungan protein 14% dan lemak 4,5%. Kontrol adalah pakan berupa bentos segar. Benih teripang pasir yang digunakan berukuran bobot 2,0 ± 0,6 g dengan panjang 2,8 ± 0,5 cm. Benih teripang dipelihara dalam bak persegi berkapasitas 150 L dengan kepadatan 50 ekor per bak. Benih teripang diberi pakan percobaan sekali dalam sehari pada sore hari. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap terdiri atas lima perlakuan pakan dan empat ulangan. Percobaan berlangsung selama 120 hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa benih teripang pasir yang diberi pakan buatan menghasilkan pertumbuhan (pertambahan bobot 341,3%-386,8% dan sintasan (92,5%-97,5% lebih tinggi dan berbeda nyata (P0,05. Kandungan protein teripang yang diberi pakan buatan (22,3%-24,4% lebih tinggi (P0.05. Protein content of sea cucumber fed the artificial feeds was significantly higher (22.3%-24.4% (P<0.05 than that of the control (18.4%. Results of this study indicated that juveniles of sea cucumber could utilize artificial feed properly and Sargassum sp. based diet could be applied for nursery of sea cucumber juveniles.

  6. Basic Teaching Skill Quality of Teacher Candidates in Microteaching Study Subject of Department of Biology Education, Pasir Pengaraian University

    OpenAIRE

    Nurul Afifah

    2017-01-01

    This research purposed on knowing basic teaching skill quality of teacher candidates in study subject Microteaching of Department of Biology Education, Pasir Pengaraian University, academic year 2016/2016. This research is qualitative research. This research has been done in February to June 2015. The subject of this research is all of the 6th semester students who are taking the Microteaching Study Subject. The instruments of this research including syllabus, teaching plans, and questionnair...

  7. Pola Pemeliharaan Identitas Etnik (Studi Tentang Komunitas Bali di Kepenghuluan Pasir Putih Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir)

    OpenAIRE

    Astuti, Dwi Windri

    2014-01-01

    Community etnhic Bali is Balinese population mobility in 1962 to the North Sumateraregion through a rubber plantation company and ended his tenure in 1979. In 1988 until1989 most people Bali descendants migrated to Riau region, preasury in Pasir Putih village,Bagan Sinembah district. Some communities immigrants and discendants of the relativelysmall of people survival strategis as a newcomer to this day. To analyze the data andresearch conducted with qualitative methods. This research make th...

  8. Quality of Kelantan drinking water and knowledge, attitude and practice among the population of Pasir Mas, Malaysia.

    Science.gov (United States)

    Ab Razak, N H; Praveena, S M; Aris, A Z; Hashim, Z

    2016-02-01

    Information about the quality of drinking water, together with analysis of knowledge, attitude and practice (KAP) analysis and health risk assessment (HRA) remain limited. The aims of this study were: (1) to ascertain the level of KAP regarding heavy metal contamination of drinking water in Pasir Mas; (2) to determine the concentration of heavy metals (Al, Cr, Cu, Fe, Ni, Pb, Zn and Cd) in drinking water in Pasir Mas; and (3) to estimate the health risks (non-carcinogenic and carcinogenic) caused by heavy metal exposure through drinking water using hazard quotient and lifetime cancer risk. Information on KAP was collected using a standardized questionnaire. Heavy metal analysis of drinking water samples was performed using graphite furnace atomic absorption spectrophotometry. The population of Pasir Mas has good knowledge (80%), a less positive attitude (93%) and good practice (81%) towards heavy metal contamination of drinking water. The concentrations of heavy metals analysed in this study were found to be below the permissible limits for drinking water set by the Malaysian Ministry of Health and the World Health Organization. The HRA showed no potential non-carcinogenic and carcinogenic risks from the intake of heavy metal through drinking water. By investigating the quality of drinking water, KAP and HRA, the results of this study will provide authorities with the knowledge and resources to improve the management of drinking water quality in the future. Copyright © 2015 The Royal Society for Public Health. Published by Elsevier Ltd. All rights reserved.

  9. PELATIHAN PENERAPAN TEKNOLOGI IRIGASI TETES SEDERHANA UNTUK MEMPRODUKSI BUAH SALAK GULA PASIR DI LUAR MUSIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IN RAI

    2015-12-01

    Full Text Available Natural flowering of “Salak Gula Pasir” occures once every three months or 4 times a year, however, only oneto two of flower season succeeds to become fruit. Failure fruit-set causes the fruit harvest seasonally; partly due tothe internal water content of leaf is low. The situation is not favorable in terms of agribusiness because productionquantities accumulate only during the harvest time (on-season. Off-season flowering technology of “Salak GulaPasir” by simple dripping irrigation has been founded, gardeners, however have not yet recognised. The aim ofthis community service is to introduce that technology by means of training to the gardeners. The participantsattended the training seriously because the subject was really expected by them. After training, participants wereconvinced that they can do how to make off-season production of “Salak Gula Pasir”, moreover they expect thelocal government would provide rainwater harvesting and the required dripping irrigation installations.Keywords: salak Gula Pasir, drip, irrigation, off-season, training.

  10. Profil Tingkat Penguasaan Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hera Deswita

    2017-03-01

    Full Text Available One of basic skills to be a professional teacher is how to be a master in basic teaching skill. This research aimed to have valid information about basic teaching skill of Educational Mathematics Study Program at University of Pasir Pengaraian by practicing it in micro teaching subject. This is description quantitative research by using ex post facto method that revelaled the fact in the field without any manipulation of variable or making a good condition. The subject of this research is the student of Educational Mathematics Study Program who took a micro teaching subject in academic years 2015/2016 those were 23 sudents. The data were collected by documentation and observation. The instrument of research is questionnaire which was validated by expert of micro teachings. The data were analized by description technique that can describe level basic of teaching skill of the students that can be seen in willingness table that has been decided. The result of this research concluced that guiding discussion skill was at exellence category, the explaning skill, question skill, reinforcement skill and make the variation stimulus skill were all in good ability category. Classroom management skill was categorized low ability. The opening and closing class skills were catgeorized poor ability.

  11. INTERPRETASI DATA ANOMALI MEDAN MAGNETIK UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENINGGALAN KADIPATEN PASIR LUHUR DESA TAMANSARI KARANGLEWAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riza Arfian Susanto

    2017-03-01

    Full Text Available Magnetic surveying have been done in the area around of the Carangandul site, District of Karang lewas, Regent of Banyumas. The research purpose is for identify Kadipaten Pasir Luhur’s remainder whom maybe buried at around that sites. The total magnetic intensity data obtained, then be processed, corrected, and reduced so thatbe obtained the local magnetic anomaly data. Modeling process to magnetic anomaly data with two dimensions (2D have been done by utilize Mag2DC for windows software. Based on the modeling results, be obtained the subsurface lithology section with magnetic susceptibility values of 0.0141 – 0.0626 cgs units. The interpretation ofmodeling resultsshow thatin the depth of 0 – 10 meters be found the sand stone, then in the depth of 10 – 125 meters befound the breccia-andesite rocks, then in the depth of 125 – 250 meters be found the andesite rocks with insert of sand, and then in the depth of 250–500 meters be found two pieces of rocks i.e. breccia-andesite and andesite-basaltic from volcanic lava boulder of Slamet Volcano which be estimated as the basement inthe research area. Based on the interpretation resultis not found available distribution of pure andesite as sites that exist on the surface.

  12. Bioetanol Dari Bonggol Pohon Pisang

    OpenAIRE

    Warsa, I Wayan; Septiyani, Faudzia; Lisna, Camilla

    2013-01-01

    Limbah pohon pisang menghasilkan 48,26% pati yang merupakan sumber bahan organik yang dapat dijadikan bioetanol sebagai energi alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM). Tujuan penelitian ini adalah pembuatan bioetanol dari bonggol pisang menggunakan proses hidrolisis dan fermentasi, dimana hidrolisis ini menggunakan enzim alfa-amilase dan enzim gluko-amilase lalu dilanjutkan dengan proses fermentasi dengan menggunakan saccharomyces cereviceae. Variabel fermentasi yang dijalankan adalah 2...

  13. FABRIKASI FERROGEL BERBAHAN DASAR NANOPARTIKEL MAGNETIT (Fe3O4 DARI HASIL SINTESIS PASIR BESI PANTAI UTARA JAWA DAN SIFAT MAGNETO-ELASTISITASNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Rahmawati

    2013-05-01

    Full Text Available Iron sand is one of natural materials that has been widely explored and so far is  only used  as building materials. This research provides solutions to increase the economic values of iron sand, by preparing ferrogel from iron sand. The purpose of this research is to prepare Fe3O4 nanoparticles-based-ferrogel from  synthetic  Fe3O4   prepared  from  iron  sand.  The  iron  sand  was obtained from north coast of Central Java. The preparation of synthetic Fe3O4 produced nanoparticles having a size of 82,42 – 110,9 nm . The characterization using XRD indicated that Fe2O4 content in the iron sand was 30%, and increased to 76% in the synthetic materials. In addition, the synthetic materials has additional phase of Al0.95  Ga0.05.  The ferrogel was prepared by mixing the synthetic materials with PVA (Polyphinyl alcohol. The ferrogel was characterized for its magnetoelasticity properties so that it can be used for artificial muscles. The results of magneto-elasticity ferrogel characterization showed that the higher the concentration of Fe3O4 filler in PVA matrix, the higher the deviation and elongation. However, the impurity of Al0.95 Ga0.05 in the ferrogel seemed to cause its magnetoelasticity to be less than optimum.

  14. The Correlation Between Students' Vocabulary Mastery and Speaking Skill at Fifth Semester of English Study Program in Pasir Pengaraian University

    OpenAIRE

    Anova, Candra; Antoni, Rivi; Kasyulita, Evi

    2015-01-01

    The purpose of this research was aimed at finding out the correlation between students' vocabulary mastery and speaking skill as well as also the students' mastering in vocabulary mastery and students' skill in speaking at the fifth semester students of english study program in University of Pasir Pengaraian. After analyzing and calculating the data, it was found that r calculated was 0,559 with level significance 0.05, and the degree of freedom (df= n-2) was 22. It means that r- counted was ...

  15. SCREENING FOR NATURAL PRODUCTS OF SHOREA Spp. AND ANISOPTERA Spp. OF THE FAMILY DIPTEROCARPACEAE FROM PASIR MAYANG, JAMBI, SUMATERA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    HILMAN AFFANDI, ,

    1999-01-01

    Full Text Available Screening of 12 species of Shorea and 2 species of Anisoptera from the forest of Pasir Mayang, Jambi with brine shrimp (Anemia salina lethality bioassay showed that Shorea gibosa and Anisoptera marginata have sufficient activity for further investigation. Bioassay-guided fractionation of the active extract of S. gibosa led to the isolation of stigmasterol and the shoreaphenol. Bioassay-guided fractionation of the active extract of A. marginata resulted in the isolation of lupenone and 3-methoxy-4-hydroxybenzoic acid O-p-C glucopyranoside as the bioactive compound

  16. Unhealthy diet practice and symptoms of stress and depression among adolescents in Pasir Gudang, Malaysia.

    Science.gov (United States)

    Tajik, Esra; Latiffah, Abd Latiff; Awang, Hamidin; Siti Nur'Asyura, Adznam; Chin, Yit Siew; Azrin Shah, Abu Bakar; Patricia Koh, Chai Hsia; Mohd Izudin Hariz, Che Ghazali

    2016-01-01

    Missing main meals and an unhealthy snacking pattern can lead to poor diet quality and consequently to the presence of chronic diseases among which mental disorder is no exception. Since there is little research on diet, skipping meals and psychological status in Asian countries, this study tries to determine eating behaviour and predicting symptoms of stress and depression of adolescents in Pasir Gudang, Malaysia. A cross-sectional study was conducted among Form 1 secondary school-going adolescents (n 1565, response rate: 90%) in southern Malaysia from April to May 2013. A self-administered structured and validated questionnaire (socio-demographic, eating behaviour questionnaire, and depression, anxiety and stress scales (DASS-21)) was used for data collection. Among respondents, 803 (51.3%) were female, 1125 were Malay (71.9%) with a mean age of 13.7 (SD=0.8) years. Logistic regression analysis indicated that students who were underweight (OR=3.07, 95% CI 1.21, 7.76), obese (OR=2.64, 95% CI 1.01, 6.87), used to eat out of home (OR=1.37, 95% CI 1.28, 2.13), eat dinner (>4 days/week) (OR=1.59, 95% CI 1.04, 2.43) were more likely to have depression or stress symptoms. Moreover, participants with 4-7 days/week eating breakfast (OR=0.88, 95% CI 0.21, 0.89) were less likely to be at mild/moderate stress. Findings underscore the effect of unhealthy eating practices among adolescents on mental health. Targeted education should be implemented to improve psychological well-being. Copyright © 2015 Asia Oceania Association for the Study of Obesity. Published by Elsevier Ltd. All rights reserved.

  17. A study of Edwardsiella tarda colonizing live Asian clam, Corbicula fluminea, from Pasir Mas, Kelantan, Malaysia with the emphasis on its antibiogram, heavy metal tolerance and genetic diversity.

    OpenAIRE

    Wei, Lee Seong; Wee, Wendy; Che Manan, Zalina; Amin, Md. Ruhul; Hajisamae, Sukree

    2013-01-01

    This paper deals with the antibiogram, heavy metal tolerance and genetic properties of Edwardsiella tarda colonizing live Asian Clam, Corbicula fluminea from Pasir Mas, Kelantan, Malaysia. Asian Clam is a popular snack for Malaysians. An antibiotic susceptibility test was carried out using the disc diffusion method against 19 types of antibiotics, namely: oxolinic acid, ampicillin, erythromycin, lincomycin, oleandomycin, amoxicillin, colistin sulphate, sulfamethoxazole, chloramphenicol, doxyc...

  18. Application of drip irrigation technology for producing fruit of Salak ‘Gula Pasir’ (Salacca zalacca var. Gula Pasir off season on dry land

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I N Rai

    2014-10-01

    Full Text Available Naturally, Salak Gula Pasir (Salacca zalacca var. Gula Pasir is flowering every three months or four times a year, but only one or two flowering seasons that the flowers can develop into fruit. The condition causes Salak Gula Pasir is available in the market in a short period (only 2-3 months i.e. at the time of harvest (on-season from December to February. This seasonal nature of Salak Gula Pasir occurs because Salak Gula Pasir is planted on dry land where irrigation depends only on rainfall, and drought occurs when water is shortage so that the plant internal water content is low that causes a high failure development rate of flower to become fruit (fruit-set failure. This study was aimed to overcome the fruit-set failure by providing drip irrigation. Two treatments (with drip irrigation and without drip irrigation/control with sixteen replicates were tested at Salak Gula Pasir production centre (at Sibetan village, Bebandem District, of Karangasem Regency, Bali at two harvest seasons, i.e. Gadu (July and Sela II (October. The results showed that the plant provided with drip irrigation significantly yielded fruit-set percentage higher that that without drip irrigation, both in Gadu and Sela II seasons. The percentages of fruit-set in Gadu and Sela II seasons provided with drip irrigation were 75.30% and 93.13%, respectively, while those without drip irrigation were only 59.94% and 61.67%, respectively. The increase of fruit-set observed for drip irrigation treatment associated with the increase of leaf chlorophyll content, relative water content (RWC of leaves, and leaf N, P, and K contents. The increase of fruit-set led to higher number of fruits and fruit weight per plant under drip irrigation than that without drip irrigation. Based on the results of this study, drip irrigation can be applied to produce Salak Gula Pasir planted out of season on dry land.

  19. Studi Pengaruh Pembebanan Statis dan Dinamis Terhadap Pondasi Dangkal dengan Perkuatan Tiang Buis dari Komposisi Optimal Beton yang Menggunakan Material Limbah di Kabupaten Bangkalan (Pemodelan di Laboratorium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Ady Sulistyo

    2012-09-01

    Full Text Available Pondasi pendukung suatu bangunan atau penyangga konstruksi yang paling dasar adalah tanah. Jenis tanah yang kita pakai adalah tanah andosol yang ada di kabupaten Bangkalan. Tanah andosol merupakan  tanah lempung yang berasal dari sisa abu vulkanik dari letusan gunung berapi yang  memiliki nilai kembang susut yang cukup tinggi, sehingga tanah tidak stabil dan mudah menimbulkan penurunan/settlement. Salah satu desain pondasi untuk struktur tahan gempa pada rumah sederhana adalah menggunakan buis beton sebagai perkuatan pada pondasi dangkal. Dengan inovasi baru pada konstruksi buis beton yaitu menggunakan material tambahan yaitu fly ash, copper slag, dan batu putih. Limbah batu putih yang digunakan dalam penelitian ini terdapat di Kabupaten Bangkalan. Penelitian dilaksanakan di laboratorium menggunakan tanah yang dikondisikan seperti tanah di Bangkalan dengan nilai LL 78,32%. Berupa campuran pasir 56,16% bentonite 43,84%. Pondasi menggunakan komposisi campuran 1:2:3 dengan perbandingan 50%:50% untuk tiap bahan utama dan limbah, yang memiliki nilai kuat tekan besar. Kemudian pondasi diberi beban statis vertikal 10 kg - 40 kg, untuk kombinasi beban statis dan dinamis digunakan boks getar. Pemodelan pondasi yang digunakan adalah segitiga dan persegi dengan dan tanpa buis beton, diameter buis 0,3m, jarak pemasangan tiang buis beton S = 3D dan kedalaman 1m dengan skala 1:10. Penelitian di laboratorium  mendapatkan hasil, pondasi dengan luas telapak pondasi terkecil memiliki penurunan terbesar dibandingkan dengan luas telapak besar. Pondasi tanpa perkuatan memiliki penurunan terbesar daripada pondasi dengan perkuatan dan penurunan pondasi pada percepatan gempa 0,2g lebih besar dari pada 0,15g. Semakin besar volume berat tanah (γt, geser tanah (C, derajat kejenuhan (Sr, dan Porositas (n penurunan besar, sedangkan semakin kecil angka pori (e penurunan semakin besar.

  20. PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays, L. VARIETAS BISI-2 PADA PASIR REJECT DAN PASIR ASLI DI PANTAI TRISIK KULONPROGO (The Growth of Maize Crop (Zea mays L. BISI-2 Variety on Rejected and non Rejected Sand at Pantai Trisik Kulon Progo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Ekowati

    2011-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Lahan pasir di pesisir Kabupaten Kulon Progo yang sekarang ditanami berbagai komoditi pertanian seperti cabe, semangka, jagung akan ditambang untuk diekstrak mineral besinya. Rencananya setelah diekstrak mineral besinya, pasir sisa (pasir reject akan dikembalikan sebagai material reklamasi untuk dapat ditanami kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan media tanam berupa pasir reject dan pasir asli serta dosis pupuk kandang dan pupuk NPK pada pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L. varietas BISI-2 di Pantai Trisik Kulon Progo. Dosis pupuk yang diberikan ialah 0 Kg pupuk kandang dan 0 g NPK (kontrol; 0 Kg pupuk kandang dan 75 g NPK; 2,5 Kg pupuk kandang dan 0 g NPK; 1,25 Kg pupuk kandang dan 112,5 g NPK; 2,5 Kg pupuk kandang dan 75 g pupuk NPK; dan 3,75 Kg pupuk kandang dan 37,5 g NPK. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tajuk, waktu berbunga, jumlah tongkol, berat tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Data yang diperoleh diuji dengan analisis variansi (Anava dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata tinggi, jumlah daun, berat kering tajuk, jumlah tongkol, berat tongkol, panjang tongkol dan diameter tongkol tanaman jagung pada pasir reject lebih tinggi daripada pasir asli sedangkan rerata waktu berbunga tanaman jagung pada pasir reject lebih lama daripada pasir asli. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan vegetatif tanaman jagung paling optimal diperoleh pada dosis 1,25 Kg pupuk kandang dan 112,5 g pupuk NPK sedangkan pertumbuhan generatif tanaman jagung paling optimal diperoleh pada dosis 3,75 Kg pupuk kandang dan 37,5 g pupuk NPK.   ABSTRACT Sand in the coastal District of Kulon Progo land which is now planted with various agricultural commodities such as pepper, watermelon, corn, will be mined to extract its iron minerals. In the mining plan, after the iron

  1. Hubungan Pelaksanaan Strategi Directly Observed Treatment Short Course dengan Hasil Pengobatan Tuberkulosis Paru Puskesmas Padang Pasir Kota Padang 2011-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurmadya .

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakTuberkulosis (TB paru masih menjadi masalah utama kesehatan global di dunia. Pada tahun 2011, Indonesia berada di posisi keempat dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia. Dalam upaya penanggulangan TB, Indonesia telah mengadopsi strategi DOTS sejak tahun 1995. Berdasarkan laporan tahunan Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2011, angka keberhasilan pengobatan di Puskesmas Padang Pasir yaitu 71,43% dan angka ini belum mencapai target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan strategi DOTS dengan hasil pengobatan TB paru di Puskesmas Padang Pasir Kota Padang. Jenis Penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional study. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada responden menggunakan kuisioner yang kemudian di analisis melalui uji Chi-Square. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara pelaksanaan komitmen oleh petugas kesehatan (p-value : 0,000, pelaksanaan pemeriksaan dahak (p-value: 0,005, ketersedian OAT (p-value : 0,002 dengan hasil pengobatan TB paru. Hasil uji statistik pada peranan PMO (p-value : 0,185 dan pencatatan pelaporan penderita TB paru (p-value 0,184 menunjukkan tidak terdapat hubungan dengan hasil pengobatan TB paru.Kata kunci: tuberkulosis paru, DOTS, hasil pengobatanAbstractTuberculosis (TB remains a major problem pulmonary global health in the world. In 2011, Indonesia was in fourth position with the highest number of TB patients in the world. InTB controlefforts, Indonesia hasadopted theDOTS strategysince 1995.Based on the annual report of Padang City Health Department in 2011, the treatment success rate in Padang Pasir Health Center is 71.43% and this figure has not reached the national target. The study aims to determine the relationship implementation of the DOTS strategy with pulmonary TB treatment success in health centers Padang Padang Pasir.This type of study design was cross-sectional analytic study. Data were collected through interviews with

  2. Pengaruh Konsentrasi Gula dan Ragi Dalam Pembuatan Cuka Dari Rosella (Hibiscus sabdariffa.L Terhadap Mutu Cuka Rosella

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firdausni Firdausni

    2013-12-01

    Full Text Available Rosellla (Hibiscus sabdariffa.L has been traditionally used as nutritious functional beverages. Rosella flowers contain flavonoid secondary metabolites, terpenoids, and vitamin C, which are considered as antioxidant. Research aims to see the effect of sugar and yeast  on quality of vinegar. The study was conducted with the treatment of sugar utilization (10, 15, 20, 25 %, fermentation with yeast Saccharomyces cerevisiae (2, 4, 6 g and fermentation time until three weeks. Rosella vinegar as a results of fermentation further was analyzed the pH, acetic acid content, extract content and antioxidant activity test consisted of qualitative test of phenolic, flavonoid, and % inhibition. Result of the optimal research was obtained in the treatment of sugar utilization 20% and the addition of yeast 6 g with analysis result of pH 2.67, acetic acid 14.80%, extract content 7.15%, and % inhibition 31%, moreover it contained phenolic and flavonoidscompounds qalitatively.ABSTRAKRosellla (Hibiscus sabdariffa.L telah digunakan secara tradisional sebagai minuman yang berkhasiat fungsional. Bunga rosella mengandung flavonoid metabolit sekunder, terpenoid, dan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemakaian gula dan ragi  terhadap mutu cuka. Penelitian dilakukan dengan perlakuan penggunaan gula pasir (10, 15, 20, 25 %, fermentasi dengan ragi Saccharomyces cerevisiae (2, 4, 6 g dan waktu fermentasi  sampai tiga minggu. Hasil fermentasi berupa cuka rosella selanjutnya diuji pH, kandungan asam asetat, kadar sari dan uji aktifitas antioksidan yang terdiri dari uji kualitatif fenolik, flavonoid, dan % inhibisi. Hasil penelitian optimal diperoleh pada perlakuan penggunaan gula 20% dan penambahan ragi 6 g dengan hasil analisis pH 2,67, asam asetat 14,80%, kadar sari 7,15% dan % inhibisi 31% serta secara kualitatif mengandung senyawaan fenolik dan flavonoid.

  3. PENAPISAN BAKTERI KITINOLITIK DARI LIMBAH PENGOLAHAN UDANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekowati Chasanah

    2009-06-01

    Full Text Available Limbah pengolahan udang merupakan salah satu sumber enzim pendegradasi kitin (enzim kitinolitik potensial. Tulisan ini melaporkan sebagian hasil rangkaian riset mengenai pencarian sumber enzim Kitinolitik dari lingkungan laut, khususnya dari limbah industri perikanan. Tujuan dari riset ini adalah mengisolasi bakteri kitinolitik dan limbah pengolahan udang, mengetahui kondisi optimum untuk memproduksi enzim tarsebut dan mengidentifikasi bakteri terbaik penghasil enzim tersebut. Penapisan diakukan dengan mengevaluasi indeks kitinolitik pada medium kitin padat (2% dan mengukur aktivitas kitinolitik pada medium minimal (MSM cair yang diperkaya koloidal kitin 0,5%. Optimasi produksi enzim dilakukan dengan mangkultur isolat pada berbagai pH, suhu, dan substrat menggunakan penangas air bersuhu 37ºC dengan agitasi 100 rpm. Sejumlah 106 isolat berhasil diisolasi, dan di antaranya isolat KPU 218 yang memiliki aktivitas kitinolitik tertinggi (0,134 ± 0,004 U/mg dalam waktu tercepat (24 jam. Kondisi optimum untuk memproduksi enzim tersebut adalah pH 5, suhu 25ºC dengan substrat koloidal kitin dan waktu produksi 30 jam. Hasil identifikasi berdasarkan 16S-rDNA menunjukkan bahwa isolat KPU 218 memiliki kemiripan 87% dengan Acinetobacter sp.

  4. KATALIS HETEROGEN DARI ABU VULKANIK UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA CHLORELLA SP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catur Rini Widyastuti

    2014-02-01

    Full Text Available Selama ini, proses produksi biodiesel konvensioanal banyak menghasilkan air limbah pada tahap pemisahan produk dari katalis yang larut dan produk samping yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk mengurangi limbah yang dihasilkan selama proses pemisahan tersebut, jenis katalis heterogen dapat digunakan untuk menggantikan katalis homogen alkali yang biasa digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis katalis dan aktivitasnya dalam reaksi transesterifikasi minyak mikroalga Chlorella sp menjadi biodiesel. Tahap awal penelitian yang dilakukan adalah preparasi minyak mikroalga yang akan digunakan untuk uji aktivitas katalis. Minyak mikroalga diperoleh dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Rendemen minyak yang diperoleh sebesar 12,26%. Dari hasil uji GC-MS diketahui dua kandungan asam lemak terbesar dalam minyak mikroalga, yaitu Dodecanoic acid sebesar 59.52% dan n-Decanoic acid sebesar 12.64%. Selanjutnya minyak mikroalga direaksikan dengan metanol dengan rasio molar 1:6 menggunakan katalis yang disintesis dari abu vulkanik. Preparasi katalis dilakukan dengan dua metode yang berbeda, yaitu refluks dengan larutan H 2 SO 2 M dan secara alkali hidrotermal menggunakan larutan NaOH 2M. Reaksi transesterifikasi berlangsung pada suhu 60 o 4 C dengan penambahan katalis padat sebanyak 5% selama 60 menit. Yield biodiesel yang diperoleh dari reaksi menggunakan katalis yang dipreparasi dengan larutan H 2 SO adalah 28,27% dengan densitas 0,684 g/ mL. Sedangkan reaksi dengan katalis yang dipreparasi secara alkali hidrotermal menghasilkan biodiesel sebanyak 23% dengan densitas 0,69 g/mL.

  5. Karakterisasi Enzim Kitosanase dari Bakteri Kitinolitik T5a1 yang Diisolasi dari Terasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Seswita Zilda

    2006-04-01

    Full Text Available Bakteri kitinolitik yang mendegradasi kitin dan turunannya telah banyak diisolasi dari berbagai sumber seperti tanah, spons dan limbah udang dan rajungan. Sumber lain yang diduga potensial untuk isolasi bakteri kitinolitik adalah terasi yang merupakan produk fermentasi berbahan baku rebon. Kitosanase adalah enzim kitinolitik yang terlibat dalam produksi kitooligosakarida yang lebih larut air dan berguna dalam berbagai bidang seperti nutrasetikal, medik, dan farmasi. Isolat T5a1, salah satu isolat kitinolitik yang diisolasi dari terasi, ditumbuhkan pada medium minimal sintetik (MSM dengan penambahan 0,5% koloidal kitin pada 37o C, 100 rpm, di inkubator goyang selama 24 jam untuk produksi kitosanase. Enzim kasar kemudian dipekatkan menggunakan amonium sulfat dan didialisis. Dari hasil karakterisasi, diketahui pH dan suhu optimum aktivitas enzim adalah 7 dan 50o C. Enzim stabil pada suhu 40o C selama lebih dari 200 menit. Penambahan ion Mg2+ dan Zn2+ menurunkan aktivitas enzim sampai 15% sementara penambahan ion Ca2+ meningkatkan aktivitas enzim sampai 37%.

  6. KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN OBAT DARI HUTAN KERANGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kissinger Kissinger

    2016-08-01

    Full Text Available Identifikasi tumbuhan obat dari hutan kerangas dalam penelitian ini dilaksanakan dengan metode wawancara semi terstruktur.  Penduduk desa yang tinggal di sekitar hutan kerangas diwawancarai menyangkut pengetahuan etnobotani. Penelitian dilakukan di satu lokasi utama hutan kerangas, yaitu Desa Guntung Ujung Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Tiga lokasi penelitian dipilih sebagai lokasi referensi penelitian:  i Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, ii Nyaru Menteng Kalimantan Tengah, iii Tanjung-Kelanis Kalimantan Selatan-Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan kerangas kerangas memiliki 36 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan. Beberapa potensi bioaktivitas yang dapat dikembangkan berdasarkan pengetahuan tradisional di antaranya adalah sebagai antibakteri, antioksidan, antimalaria, antihipertensi, dan andiabetes. Di samping itu, terdapat manfaat lain dari penggunaan atau keberadaan jenis tumbuhan hutan kerangas. Penduduk desa menggunakan berbagai jenis tumbuhan untuk bahan perabotan, pangan, penggunaan spiritual, tanaman hias, bahan pewarna, bahan kerajinan dan kayu bakar. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan kerangas mempunyai fungsi potensial sebagai sumber penghasil tumbuhan bermanfaat. Kata kunci: keanekaragaman jenis, tumbuhan obat, manfaat, hutan kerangas

  7. Pembuatan Biobriket dari Limbah Cangkang Kakao

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munas Martynis

    2012-06-01

    Full Text Available Biobriquette is an alternative energy as fuel substitute which is produced from organic materials or underutilized agricultural waste (biomass. Some types of biomass waste has considerable potential as wood waste, rice husks, straw, bagasse, palm shells, and municipal solid waste. Another untapped potential is the cocoa shell waste. These wastes are not used if it will cause a bad odor and may damage ecosystems. This study aims to see the effect of particle size variations and biobriquette shape to the biobriquette compressive strength produced, quality analysis, and combustion rate of biobriquette. The making of biobriquette used starch as adhesive as much as 50% of the biobriquette weight, variations of biobriquette particle size were 30 mesh and 60 mesh, the shape of biobriquette were hollow cylinder and solid cylinder. The results showed that biobriquette generated met the fuel standards for households. The best biobriquette was hollow cylinder biobriquette with the size of 30 mesh and the resulting calorific value was more than 4000 cal/g. Based on burning test, biobriquette obtained could be used as fuel.ABSTRAKBiobriket merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar yang dihasilkan dari bahan-bahan organik atau limbah pertanian (biomassa yang kurang termanfaatkan. Beberapa jenis limbah biomassa memiliki potensi yang cukup besar seperti limbah kayu, sekam padi, jerami, ampas tebu, cangkang sawit, dan sampah kota. Potensi lain yang belum tergarap adalah limbah cangkang kakao. Limbah-limbah tersebut apabila tidak dimanfaatkan maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat merusak ekosistem lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi ukuran partikel dan bentuk biobriket terhadap kuat tekan biobriket yang dihasilkan, menganalisa mutu dan laju pembakaran bioriket. Pembuatan biobriket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji sebanyak 50 % dari berat biobriket, variasi ukuran partikel biobriket adalah 30 mesh

  8. Karakteristik Osilometrik dari Simulator Tekanan Darah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    FUAD UGHI

    2017-06-01

    Full Text Available ABSTRAKDalam proses evaluasi performa tensimeter otomatis, simulator tekanan darah biasa digunakan sebagai nilai referensi. Simulator akan memberikan osilasi tekanan yang merepresentasikan detak jantung pada manset tensimeter untuk menyimulasikan tekanan darah sesuai metode osilometrik. Studi ini merupakan bagian dari pengembangan simulator tekanan darah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik osilometrik dari sebuah simulator tekanan darah komersial, untuk kemudian digunakan sebagai data referensi untuk pengembangan simulator tekanan darah. Data osilometrik diambil dari simulator komersial dengan menggunakan sistem akuisisi data berbasis LabVIEW. Pengambilan data untuk beberapa simulasi tekanan darah orang dewasa yang tersedia pada simulator dilakukan dengan metode pengukuran deflasi. Data diperoleh dengan metode pengukuran deflasi. Titik mulai osilasi adalah 20 mmHg di atas nilai sistol dan terjadi perbedaan tingkat penurunan osilasi setelah 5 mmHg di bawa nilai diastol. Untuk detak jantung 80 detak per menit, osilasi terjadi setiap 750 milidetik. Nilai mean arterial pressure berbeda untuk tiap nilai tekanan darah.Kata kunci: karakteristik, osilometrik, simulator, tekanan darah, tensimeter.ABSTRACTIn a performance evaluation process of an automatic sphygmonamometer a blood pressure simulator is usually used as reference input. A blood pressure simulator will generates pressure oscillation which represents heart beat to simulates blood pressure as in oscillometric method. This study is part of development of low-cost blood pressure simulator. This study analyze oscillometric characteristic of a blood pressure simulator that the result is used as reference for the development of blood pressure simulator. Oscillometric data was acquired from a commercial simulator using data acquisition system that based on LabVIEW. Data was taken for a few preset blood pressure simulations with deflation measurement method. Data was gathered with

  9. Destinasi Para Pelancong Perubatan Dari Sumatera Utara Di Semenanjung Malaysia

    OpenAIRE

    Aulia, Destanul; Ayu, Sri Fajar

    2016-01-01

    Destanul Aulia Indonesia adalah penyumbang terbesar kepada pelancong perubatan di Malaysia. Kebanyakan pelancong perubatan dari Indonesia adalah daripada Sumatera Utara. Pertumbuhan bilangan pelancong perubatan dari Sumatera Utara ke Malaysia adalah 10.68% per tahun pada periode 2000 sampai dengan 2012. Ini menunjukkan pertambahan bilangan pelancong perubatan setiap tahun. Berdasarkan keadaan ini, kajian ini ingin menganalisis a) destinasi para pelancong perubatan ini di ...

  10. Health Information in Dari (دری)

    Science.gov (United States)

    ... Control Methods - دری (Dari) MP3 Teen Wise Minnesota Family Tree Clinic C Expand Section Child Dental Health Foods ... General Tips - دری (Dari) MP3 Teen Wise Minnesota Family Tree Clinic Poisoning Health and Well-Being 6 - Poison ...

  11. Sintesis Coco-diethanolamide Dari Minyak Kelapa Dengan Metode Amdasi

    OpenAIRE

    Yuniasari, Kendedes

    2007-01-01

    Coco-diethanolamide merupakan surfaktan non-ionik dapat di buat dari minyak kelapa. coco-diethanolamide lebih mudah terurai secara biologis apabila dibandingkan dengan surfaktan yang diperoleh dari sistesis petrokimia. penelitian sintesis coco-diethanolamide skala laboratorium telah di lakukan dengan dua metode yaitu dengan cara metode lansung dan metode bertingkat.

  12. Manifestasi Penyakit Achondroplasia Di Rongga Mulut Ditinjau Dari Gambaran Radiografi

    OpenAIRE

    Tengku Ayu Masitah

    2009-01-01

    Achondroplasia merupakan penyakit pertumbuhan tulang yang genetik (turunan) dan biasanya terjadi satu dari setiap 20.000 kelahiran. Achondroplasia sebagian besar berasal dari tipe dwarfism (kekerdilan). Gambaran radiografi pada penderita Achondroplasia menunjukkan adanya pembesaran tengkorak, penyempitan foramen magnum, frontal bossing, penekanan nasal bridge, hipoplasia maksila, protrusi mandibula melebihi jarak normal, garis tengah muka hipoplasia, maloklusi, beberapa gigi permanen yang te...

  13. Diversitas dan Bioaktivitas Aktinomisetes Laut dari Pantai Selatan Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rofiq Sunaryanto

    2012-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan isolasi, identifikasi dan uji sitotoksisitas aktinomisetes yang diperoleh dari sampel sedimen laut pantai selatan Yogyakarta. Sebanyak 30 sampel sedimen laut diambil dari beberapa titik lokasi yang berbeda. Isolasi dilakukan menggunakan metode perlakuan sampel heat shock treatment, pemanasan sampel pada suhu 65ºC selama 60 menit dan isolat ditumbuhkan dalam medium HV Agar. Produksi senyawa aktif dilakukan menggunakan medium Yeast Pepton Glukosa (YPG. Dari 30 sampel yang diisolasi diperoleh total 93 isolat aktinomisetes. Dari hasil identifikasi menggunakan 16 S rRNA diperoleh informasi bahwa isolat terbanyak adalah Streptomycineae sebanyak 38 isolat, diikuti oleh Micromonosporineae 17 isolat dan Corynebacterineae 16 isolat, serta beberapa isolat teridentifikasi sebagai Micrococcineae, Streptosporangineae, Frankineae, Propionibacterineae, Pseudonocardineae, dan Proteobacteria. Dari hasil uji sitotoksisitas menggunakan cell line A549 diperoleh informasi bahwa sebanyak 6 isolat menunjukkan aktivitas yang kuat terhadap cell line A549, sementara 2 isolat menunjukkan aktivitas sedang, 9 isolat menunjukkan aktivitas lemah dan 76 isolat tidak memiliki bioaktivitas.

  14. Ekstraksi Selulosa Dari Limbah Pembuatan Karaginan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diini Fithriani

    2007-12-01

    Full Text Available Penelitian pemanfaatan limbah padat karaginan sebagai bahan baku selulosa telah dilakukan untuk mencari bahan baku alternatif pembuatan selulosa. Percobaan dilakukan dengan alkalinasi limbah karaginan menggunakan larutan NaOH dan pemucatan menggunakan larutan H2O2 Alkalinasi dilakukan dengan variasi konsentrasi larutan NaOH 20; 30; 40% dan pemucatan dengan larutan H2O2 2:4 dan 6%. Perbandingan antara limbah dan larutan NaOH adalah 1:12 (b/v dan perbandingan antara limbah dan larutan H2O2 adalah 1: 30 (b/v. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa perlakuan terbaik adalah alkalinasi menggunakan NaOH 20% dan H2O2 6% yang menghasilkan alfa selulosa 71,38%; kadar air 10,4% dan kadar abu 10,69% dengan nilai derajat putih 17,8% .

  15. KARAKTERISASI EKSTRAK KASAR POLIFENOLOKSIDASE DARI UDANG VANAME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    medal lintas perceka

    2014-07-01

    Full Text Available Polifenoloksidase (PPO merupakan enzim yang bertanggung jawab terhadap proses diskolorasi yang disebut melanosis. Blackspot atau melanosis merupakan proses penurunan mutu yang terjadi pada udang selama penanganan dan penyimpanan postmortem. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas enzim PPO udang vaname dan mengkarakterisasi enzim yang meliputi suhu, pH, konsentrasi substrat optimum serta kinetika enzim. Enzim PPO telah berhasil diisolasi dari karapas udang vaname dengan ekstraksi buffer fosfat (1:3. Enzim ini dikarakterisasi menggunakan L-DOPA sebagai substrat spesifiknya. Ekstrak kasar PPO memiliki aktivitas optimum pada suhu 35°C, pH 6 dan konsentrasi L-DOPA sebesar 10 mM. Nilai Km dan Vmaks PPO untuk substrat L-DOPA adalah sebesar 1,17 mM dan 285,71 U.Kata kunci: L-Dihidroksifenilalanin, Litopenaeus vannamei, melanosis, polifenoloksidase

  16. PRINSIP DAN KRITERIA PERIKLANAN DARI PERSPEKTIF ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teuku Meldi Kesuma

    2012-06-01

    Full Text Available Advertising in marketing Islamic products must be believed and understood as an important part of marketing based on Islam which should not be separated. This paper examines the principles and criteria of the advertising in the perspective of Islam. It is caused by the increasing of the companies and institutions which are based on Islamic values such as Islamic financial institutions that promote its products the consumers. The important issues discussed in this paper is how the real of concepts, principles, and criteria of Islamic advertising? Therefore this paper is developing an advertising concept from the perspective of Islam and to know for sure whether the principles and criteria that should exist in advertising Islam. The methodology applied in this paper is through literature review by using content analysis. Hopefully, this study could develop an Islamic perspective advertisement concept in terms of principles and criteria. =========================================== Periklanan dalam memasarkan produk-produk Islam harus diyakini dan di pahami merupakan bahagian penting dalam pemasaran yang berdasarkan Islam yang tidak boleh dipisahkan. Tulisan ini mengkaji prinsip-prinsip dan kriteria periklanan dalam perspektif Islam. Hal ini disebabkan semakin ramai dan tingginya pertumbuhan perusahaan dan institusi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti institusi keuangan Islam yang mempromosikan produk dan perkhidmatannya kepada orang ramai. Persoalan penting yang dibahas dalam kertas kerja ini adalah bagaimanakah bentuk konsep, prinsip dan kriteria periklanan Islam yang sebenarnya? Oleh karena itu tujuan kertas kerja ini adalah untuk membangun satu konsep periklanan dari perspektif Islam dan untuk mengenal pasti apakah prinsip-prinsip serta kriteria yang seharusnya ada dalam periklanan Islam. Metodologi kajian yang digunakan dalam kertas kerja ini adalah metode kepustakaan dengan menggunakan analisis isi. Kajian ini diharapkan dapat

  17. English-to-Dari and Dari-to-English Medical Phrasebook Android Application Software System Documentation

    Science.gov (United States)

    2012-04-01

    special trainer’s edition of a medical reference manual, the need for a bilingual English-Dari glossary of technical medical terms became very...RelativeLayout. A RelativeLayout allows child widgets and other views to specify their position relative to each or their parent. The buttons are contained...orientation to vertical and force the child buttons to be set to the same width and height (android:layout_weight = “1”). The english_button is used

  18. PEMBUATAN DEKSTRIN DARI PATI UBI KAYU MENGGUNAKAN KATALIS AMILASE HASIL FRAKSINASI DARI Azospirillum sp. JG3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zusfahair

    2012-05-01

    Full Text Available Amilase merupakan salah satu enzim potensial dalam proses industri. Amilase dapat diperoleh dari bakteri Azopsirillum sp. JG3. Amilase ini dapat dimanfaatkan untuk hidrolisis pati ubi kayu pada pembuatan dekstrin. Dekstrin memiliki peran yang cukup penting dalam industri seperti pembuatan roti, makanan bayi dan bahan penyalut lapis tipis tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi biokimiawi amilase hasil fraksinasi dari Azospirillum sp. JG3 serta potensinya dalam pembuatan dekstrin. Tahap penelitian ini dimulai dengan memproduksi enzim yang dilakukan dengan cara menumbuhkan inokulum ke dalam medium produksi selama 30 jam kemudian diekstraksi dengan sentrifugasi sehingga diperoleh ekstrak kasar. Ekstrak kasar amilase kemudian difraksinasi secara bertahap (15%, 30%, 45% dan 60% dengan menggunakan ammonium sulfat dan didialisis. Fraksi yang diperoleh diukur aktivitas, volume dan kadar proteinnya. Fraksi dengan aktivitas spesifik tertinggi dikarakterisasi dan digunakan untuk membuat dekstrin dari pati ubi kayu. Dekstrin pati ubi kayu yang diperoleh dikarakterisasi berupa rendemen, kadar air, kadar abu dan dextrose equivalen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi hasil dialisis 45% (FHD 45% menghasilkan aktivitas dan aktivitas spesifik tertinggi berturut-turut sebesar 11,659 U/mL dan 7,319 U/mg. Aktivitas amilase optimum pada suhu 30°C, pH 7 dan konsentrasi substrat 4%. Dekstrin yang diperoleh memiliki rendemen 95,14, kadar air 3,411%, kadar abu 0,209% dan dextrose equivalen 13,4.

  19. KATALIS HETEROGEN DARI ABU VULKANIK UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA 1,2 CHLORELLA Sp

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catur Rini Widyastuti

    2015-02-01

    Full Text Available Proses produksi biodiesel secara konvensional menggunakan bahan baku yang terbatas jumlahnya, proses yang rumit, dan banyaknya limbah yang dihasilkan menyebabkan produksi biodiesel dalam skala besar tidak dapat direalisasikan dengan mudah. Mikroalga merupakan sumber bahan alam terbarukan yang sangat potensial untuk produksi biodiesel karena kandungan minyaknya yang tinggi, kecepatannya tumbuh pada lahan yang terbatas, serta merupakan produk non-pangan. Salah satu jenis mikroalga dengan kandungan minyak yang relatif besar (28-32% berat kering adalah mikroalga Chlorella sp. Selain bahan baku, pemilihan proses yang lebih sederhana dan ekonomis perlu dikembangkan. Selama ini, proses produksi biodiesel konvensioanal banyak menghasilkan air limbah pada tahap pemisahan produk dari katalis yang larut dan produk samping yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk mengurangi limbah yang dihasilkan selama proses pemisahan tersebut, jenis katalis heterogen dapat digunakan untuk menggantikan katalis homogen alkali yang biasa digunakan. Katalis padat tersebut dapat disintesis dari abu vulkanik yang mengandung unsur-unsur seperti SiO2, Al2O3, Fe2O3, TiO2, MnO, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O5, serta beberapa elemen minor seperti Zr, Sr, dan V. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis katalis dan aktivitasnya dalam reaksi transesterifikasi minyak mikroalga Chlorella sp menjadi biodiesel. Tahap awal penelitian yang dilakukan adalah preparasi minyak mikroalga yang akan digunakan untuk uji aktivitas katalis. Minyak mikroalga diperoleh dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Rendemen minyak yang diperoleh sebesar 12,26%. Dari hasil uji GC-MS diketahui dua kandungan asam lemak terbesar dalam minyak mikroalga, yaitu Dodecanoic acid sebesar 59.52% dan n-Decanoic acid sebesar 12.64%. Selanjutnya minyak mikroalga direaksikan dengan metanol dengan rasio molar 1:6 menggunakan jenis katalis yang disintesis dari abu vulkanik. Preparasi katalis

  20. KINERJA KARYAWAN DITINJAU DARI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Palgunanto

    2010-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan wiraniaga PT. AJB Bumiputera 1912 cabang Salatiga yang berjumlah 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah studi populasi, yaitu subjek yang digunakan dalam penelitian diambil keseluruhan dari jumlah populasi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala gaya kepemimpinan transformasional dan data dokumentasi kinerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment diperoleh nilai korelasi (r 0.463 dengan p < 0.01 artinya ada hubungan positif yang sangat signifi kan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja. Semakin tinggi gaya kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi kinerja. Peranan atau sumbangan efektif gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja sebesar 21.4% yang ditunjukkan oleh nilai koefi sien determinan (r2 sebesar 0.214. Hal ini berarti masih terdapat 78.6% faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja di luar variabel gaya kepemimpinan transformasional.

  1. KEMISKINAN DITINJAU DARI PERPEKSTIF AL-QURAN DAN HADIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Tri Cahya

    2015-03-01

    41   adalah problema klasik dan global yang selalu ada, dan memiliki pengaruh sangat besar terhadap kehidupan individu maupun sosial. Kemisikinan juga merupakan musuh besar umat Islam, mereka berkewajiban melawan kemiskinan yang menderanya. Di Indonesia, kemiskinan seolah menjadi suatu keniscayaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam. Ironi memang, kemiskinan tetap ada di negeri yang konon kaya akan berbagai sumber daya alam. Sebagian orang memahami kemiskinan secara komparatif, sementara yang lain melihatnya dari perspektif  moral dan evaluatif, dan yang lain lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Namun, ekonomi Islam bisa dijadikan tools dalam menyelamatkan umat Islam dari kemiskinan. Ekonomi islam bukan hanya sebatas alternatif, melainkan  solusi dari  sistem  kapitalisme  atau  sistem  ekonomi manapun yang selama ini diagung-agungkan oleh Barat. Kata Kunci: Kemiskinan, Sistem Ekonomi, Ekonomi Islam.

  2. Kinetika Pelarutan Silika Amorf dari Lumpur Panas Bumi Dieng

    OpenAIRE

    Riyanto, Nurdin; Sumardi, P; Perdana, Indra

    2013-01-01

    Lumpur geotermal yang dihasilkan dari proses operasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Dieng mengandung silika amorf sebesar 50 %, yang sangat potensial untuk dijadikan sumber kebutuhan silika amorf untuk dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika pelarutan silika amorf dari lumpur panas bumi dengan menvariasikan variabel – variabel yang mempengaruhinya. Pada penelitian ini, alkali-solubilization yang merupakan proses pelarutan silika dalam larutan NaOH dalam labu ...

  3. Karakterisasi Enzim Selulase PMP 0126Y dari Limbah Pengolahan Agar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekowati Chasanah

    2013-12-01

    Full Text Available Hasil penapisan bakteri penghasil enzim selulase terdahulu mendapatkan isolat PMP 0126 sebagai isolat yang berpotensi yang diisolasi dari limbah pengolahan agar skala UKM di Pamengpeuk, Garut. Isolat tersebut ternyata belum merupakan koloni tunggal, terdiri dari 2 isolat bakteri yaitu PMP 0126Y dan PMP 0126W. Isolat PMP 0126Y memiliki kemampuan mendegradasi selulosa yang lebih besar dibanding PMP 0126W. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memproduksi dan mengkarakterisasi enzim selulase dari isolat PMP 0126Y, serta mengidentifikasi isolat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim selulase diproduksi optimum pada hari ke-3 kultivasi menggunakan medium cair berisi  CMC 1%. Enzim kasar yang diperoleh dapat bekerja optimal pada suhu 30 °C dan pH 5, dapat ditingkatkan aktivitasnya dengan ion logam dalam bentuk garam CaCl2 dan ZnCl2 5 mM.. Pemurnian dengan sistem penukar anion dapat meningkatkan aktivitas enzim 15x dengan perolehan 20%. Dari hasil SDS-PAGE terlihat bahwa ada 3 selulase dengan perkiraan berat molekul 39, 30, dan 14 kDa. Enzim kasar ini memiliki kemampuan menghidrolisis limbah pengolahan agar sebaik ketika memecah substrat CMC,  yang mengindikasikan bahwa enzim dari isolat ini berpotensi sebagai kandidat agen sakarifikasi pada produksi bioetanol. Identifikasi bakteri dengan 16S-rDNA menunjukkan bahwa isolat ini memiliki kemiripan 96% dengan bakteri Chryseobacterium indologenes McR-1.

  4. Optimasi Pembuatan Komposit dari Nanoclay Polistiren

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Puspa Sari

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak   Pengembangan teknologi dapat dilakukan dengan rekayasa material, salah satunya pada pembuatan komposit. Pada pengembangan komposit berbasis polistiren nanoclay, faktor utama yang menentukan keberhasilan dalam peningkatan sifat material adalah pendispersian nanoclay dalam matrik polimer yaitu masuknya molekul polimer diantara lapisan silika sehingga nanoclay akan terdistribusi secara acak kedalam matrik polimer. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi yang terbaik dari komposit nanoclay polistiren dan menentukan karakteristiknya. Parameter yang divariasikan adalah komposisi nanoclay (1%, 3% dan 5% dan lamanya putaran pada mesin ekstruder (50, 80 dan 120 rpm. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nanoclay 3% pada kecepatan screw 50 rpm memiliki nilai terbaik pada uji kuat tarik, yaitu sebesar 55,15 MPa dengan nilai d-spacing (berdasarkan uji XRD sebesar 4,6nm. Hasil pengamatan dengan menggunakan SEM menunjukan telah terbentuk interkalasi pada komposit nanoclay- polistirena.   Kata kunci : Nanoclay, komposit, polistiren, XRD, SEM   Abstract   Technology development can be done with materials engineering , one of them in the manufacture of composites . On the development of polymer -based nanoclay composites, the main factor that determines the success in improving the material properties are dispersing of nanoclay in the polymer matrix , namely the inclusion of the silica layer between the polymer molecules, so nanoclay will be randomly distributed into the polymer matrix . This study aims to get the best composition of nanoclay composite polystyrene and determine its characteristics . The parameters varied are the nanoclay composition ( 1 % , 3 % and 5 % and the length of the extruder machine in the range of (50 , 80 and 120 rpm. The results showed that 3 % nanoclay concentration at 50 rpm screw speed has the best value on the tensile strength test, which amounted to 55.15 MPa with ad - spacing values ( based on XRD

  5. Ibu sebagai Ikon Periklanan: Dari “Supermom” sampai “Smart Mom”

    OpenAIRE

    Maman Chatamallah

    2004-01-01

    Dunia periklanan tak pernah sepi dari gempita –mulai dari gempita seputar pernak-pernik periklanan, gemerlap selebritis periklanan, riuh rendah omset iklan yang luar biasa di tengah krisis, sampai pada diskusi menyoal isu-isu politis dalam periklanan. Iklan, bagaimanapun, adalah sebuah medium representasi simbolik, yang tak lepas dari tarik-menarik antarberbagai kepentingan. Ibu, sebagai bagian dari perempuan, sering disimbolisasikan oleh iklan secara verbal ataupun nonverbal. Dari berbagai c...

  6. Ibu Sebagai Ikon Periklanan: Dari “Supermom” Sampai “Smart Mom”

    OpenAIRE

    Chatamallah, Maman

    2004-01-01

    Dunia periklanan tak pernah sepi dari gempita –mulai dari gempita seputar pernak-pernik periklanan, gemerlap selebritis periklanan, riuh rendah omset iklan yang luar biasa di tengah krisis, sampai pada diskusi menyoal isu-isu politis dalam periklanan. Iklan, bagaimanapun, adalah sebuah medium representasi simbolik, yang tak lepas dari tarik-menarik antarberbagai kepentingan. Ibu, sebagai bagian dari perempuan, sering disimbolisasikan oleh iklan secara verbal ataupun nonverbal. Dari berbagai c...

  7. Studi Awal Pra Desain Pabrik Bioetanol dari Nira Siwalan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novarian Budisetyowati

    2017-01-01

    Full Text Available Bioetanol kini banyak dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil. Bioetanol untuk campuran bensin harus memiliki kemurnian sebesar 99,5-100%. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari nira siwalan ini menggunakan proses fermentasi. Bahan baku berupa nira siwalan diasamkan dengan menggunakan H2SO4, kemudian disterilisasi sebelum difermentasi di fermentor selama 36 jam. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Bakteri ini mampu mengurai gula tanpa kehadiran oksigen dan menghasilkan etanol dan karbondioksida. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari nira siwalan ini menggunakan proses fermentasi. Bahan baku berupa nira siwalan diasamkan dengan menggunakan H2SO4, kemudian disterilisasi sebelum difermentasi di fermentor selama 36 jam. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Setelah dari fermentor nira yang sudah difermentasi dinetralkan pH nya menggunakan NH4OH di tangki netralisasi. Dari tangki netralisasi nira dipompakan melewati preheater sebelum masuk ke kolom distilasi. Pemurnian dilakukan dengan menggunakan kolom distilasi sebanyak 2 buah. Pada distilasi yang pertama diperoleh kadar etanol sebesar 60% dan pada distilasi yang kedua diperoleh kadar 96%. Dari kolom distilasi 2 larutan didinginkan menggunakan cooler untuk didapatkan suhu 32oC agar sesuai dengan suhu proses dehidrasi dengan menggunakan Molecular Sieve yang diinginkan. Proses dehidrasi dilakukan untuk mendapat kadar etanol 99,5%. Etanol 99,5% yang dihasilkan kemudian disimpan dalam tangki penampung. Kebutuhan bioetanol dalam negeri pada tahun 2018 diperkirakan 3.166.015,13 kL/tahun. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut internal rate of return 26,53 % per tahun, pay out time 4,73 tahun, dan BEP 34,62 % Ditinjau

  8. MINYAK ATSIRI DARI KAMBOJA KUNING, PUTIH, DAN MERAH DARI EKSTRAKSI DENGAN N-HEKSANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Megawati -

    2013-05-01

    Full Text Available Bunga kamboja merupakan jenis bunga yang banyak ditanam dan dapat tumbuh dengan baik serta merupakan bunga yang beraroma yang mempunyai nilai guna tinggi untuk diproduksi minyak atsirinya, yaitu minyak yang mudah menguap dan mengeluarkan aroma khas. Minyak atsiri ini mengandung lebih dari 30 jenis senyawa kimia, beberapa diantaranya merupakan senyawa-senyawa kimia yang sangat berharga, yang termasuk dalam golongan senyawa sesquiterpen, alkohol, alkana, resin, dan wax/parafin. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi minyak atsiri kamboja dengan 3 variasi jenis bunga, yaitu kamboja merah, kuning, dan putih. Metode ekstraksi yang dipilih menggunakan ekstraksi dengan n-heksana. Minyak kamboja diperoleh dengan menguapkan hasil ekstrak pada titik didih n-heksana sampai tidak didapatkan lagi embunan, dilanjutkan dengan analisis rendemen minyak. Sementara itu, analisis jenis komponen minyak atsiri kamboja menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS. Kadar minyak atsiri hasil ekstraksi dengan pelarut n-heksana dari masing-ma-sing jenis bunga kamboja berbeda, dari kamboja kuning (4,457%, kamboja putih (2,908%, dan dari kamboja merah (2,763%. Hasil analisis GC-MS juga menunjukkan bahwa masing-masing minyak atsiri kamboja memiliki komponen kimia yang berbeda-beda. Senyawa kimia golongan alkohol diantaranya geraniol (2,64%, farnesol (8,61%, dan oktadekanol (3,87%, masing-masing dalam kamboja kuning, putih, dan merah. Adapun senyawa golongan alkana diantaranya oktadekana sebesar 21,24% (kamboja kuning, nonadekana (7,54% pada kamboja putih, dan 7,84% pada kamboja merah. Frangipani is a type of flower which is widely grown and have a nice scent, this flower  have a high value in order to produce essential oils. This essential oil contains more than 30 different types of chemical compound; some of them are chemical compounds that are very valuable, which is included in the sesquiterpen compounds, alcohols, alcane, wax/resin, and paraffin. In

  9. Studi Awal Desain Pabrik Pupuk Organik Granul Dari Organic Waste

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulfatul Hanna

    2015-12-01

    Full Text Available 800x600 Banyak pertanian di Indonesia yang masih bergantung pada penggunaan pupuk kimia. Padahal penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan bahan organik tanah. Untuk menyeimbangkannnya saat ini petani juga sedang menggalakkan penggunaan pupuk organik. Sehingga membuat kebutuhan pupuk organik meningkat setiap tahunnya. Pendirian pabrik pupuk organik granul ini dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik untuk petani. Prosess pembuatan pupuk organik granul terdiri dari pencampuran bahan baku, yakni sampah organik, kotoran sapi, kotoran domba, dan dipotong dengan rotary knife cutter. Tahap berikutnya adalah proses fermentasi, dengan penambahan bioactivator agar meningkatkan kandungan C-organik, phosphor, dan kalium. Selanjutnya adalah proses granulasi, pembesaran dari partikel dengan proses aglomerasi. Ukuran yang diharapkan pada proses granulasi ini adalah 2-4 mm sehingga produk undersize maupun oversize akan dikembalikan ke dalam granulator setelah melewati screener. Selanjutnya pupuk organik granul dikeringkan. Selanjutnya produk dipisahkan berdasarkan ukurannya lalu didinginkan di Rotary cooler. Setelah keluar dari Rotary Cooler suhu keluaran sekitar 40 oC dan masih mengandung kadar air sebesar 13,7%. Produk dari rotary cooler siap untuk di packaging dan masuk ke dalam pupuk organik granul storage. Dari analisa ekonomi didapatkan BEP sebesar 45% dengan POT sesudah pajak sebesar 4,8 tahun. Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

  10. Pemisahan dan Pemurnian Phthalic Acid Ester dari Minyak Nyamplung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    William Ekaputra Taifan

    2013-09-01

    Full Text Available Minyak nyamplung dikenal sebagai minyak yang tidak dapat dikonsumsi. Oleh sebab itu, penelitian tentang minyak ini hanya fokus pada konversi minyak menjadi biodiesel. Pada penelitian ini, kami berusaha untuk memisahkan resin beracun dari fraksi metanol menggunakan ekstraksi pelarut diikuti kolom kromatografi. Resin beracun ini diidentifikasi sebagai phthalic acid ester (PAE. PAE ini biasanya digunakan sebagai zat aditif di industri polimer. Minyak nyamplung mengandung 1,8% PAE, yang masih jauh melebihi nilai ambang batas. Isolasi PAE dari minyak ini diharapkan dapt mengubah minyak yang tidak dapat dikonsumsi menjadi suplemen makanan yang bernilai. Proses isolasi PAE dimulai dengan memisahkan senyawa yang diinginkan dari lipid menggunakan ekstraksi pelarut bertingkat dengan metanol dan n-heksan. Analisa mass spectra dari fraksi pertama dan fraksi kedua metanol menunjukkan kandungan PAE sebesar 60% dan 6% pada tiap fraksi. Fraksi heksan tidak mengandung PAE. PAE yang terkandung pada fraksi metanol diisolasi lebih lanjut dari asam lemak menggunakan liquid column chromatography dengan n-heksan – etil asetat sebagai mobile phase. Bis- 2ethylhexyl phthalate diidentifikasi pada ketiga fraksi sesuai dengan hasil analisa GC-MS. Fraksi pertama diambil pada kondisi mobile phase 5% etil asetat, sedangkan fraksi kedua merupakan campuran 5% etil asetat dan 10% etil asetat. Fraksi ketiga diambil pada kondisi mobile phase 10% etil asetat mengandung PAE sebesar 98%. Fraksi keempat merupakan campuran 10% dan 15% mobile phase dan mengandung PAE sebesar 97%. Akhirnya, kandungan PAE pada fraksi metanol sebesar 58%. Dari hasil analisa, dapat disimpulkan bahwa mobile phase yang optimum untuk kromatografi adalah 10- 15% etil asetat dalam n-heksan.

  11. Pra Desain Pabrik Sorbitol dari Tepung Tapioka dengan Hidrogenasi Katalitik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hellen Kartika Dewi

    2014-03-01

    Full Text Available Sorbitol yang dikenal juga sebagai glusitol, adalah suatu gula alkohol yang dimetabolisme lambat di dalam tubuh. Sorbitol banyak digunakan sebagai bahan baku untuk industri barang konsumsi dan makanan seperti pasta gigi, permen, kosmetika, farmasi, vitamin C, termasuk industri tekstil dan kulit. Pembuatan sorbitol dari bahan baku tepung tapioka. Pabrik sorbitol ini direncanakan akan didirikan di Propinsi Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Batang dengan kapasitas produksi 30.000 ton/tahun. Proses produksi Sorbitol menggunakan proses hidrogenasi katalitik. Pembuatan sorbitol dari bahan baku pati melalui dua tahap proses utama yaitu proses perubahan starch menjadi glukosa melalui hidrolisa double enzym. Enzim yang digunakan yaitu α-amylase dan glukoamylase. Proses hidrogenasi katalitik dilakukan dengan mereaksikan larutan dekstrose dan gas hidrogen bertekanan tinggi dengan menambahkan katalis nikel dalam reaktor (Reaktor Hidrogenasi. Gas hidrogen masuk dari bawah reaktor secara bubbling dan larutan dekstrose diumpankan dari atas reaktor sehingga kontak yang terjadi semakin baik. Sorbitol yang di hasilkan dalam pradesain pabrik sorbitol ini dengan konsentrasi 58,2%. Pendirian pabrik sorbitol memerlukan biaya investasi modal tetap (fixed capital sebesar Rp 168.801.192.952, modal kerja (working capital  Rp 29.788.445.815, investasi total Rp 198.589.638.767, Biaya produksi per tahun Rp 368.832.813.809 dan  hasil penjualan per tahun Rp 540.000.078.750. Dari analisa ekonomi didapatkan BEP sebesar 26,32%. ROI sesudah pajak 48,5 %, POT sesudah pajak 2,14 tahun. Dari segi teknis dan ekonomis, pabrik ini layak untuk didirikan.

  12. Pengaruh Norma HAM Terhadap Proses Kemerdekaan Timor Leste dari Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardli Johan Kusuma

    2017-04-01

    Full Text Available This paper discusses about the reasons of Indonesia which provides a referendum to East Timor which resulted in East Timor being independent from Indonesia. This paper is analytical descriptive, using qualitative methods, with the data collection techniques, using "librarian research" where data to support arguments are obtained by collecting such data from various sources such as books or literature, journals, newspapers, Magazines, as well as data sourced from the internet. The results of the discussion in this paper indicate the fact that the process of independence of Timor Leste from Indonesia because of the influence of human rights norms that at that time developed and became the international world agenda. So that, with using the human rights norms, Timor Leste and the international community succeeded in intervening in Indonesia to provide a referendum to Timor Lesete as the embodiment of human rights enforcement in Indonesia.   Tulisan ini membahas tentang alasan Indonesia yang memberikan referendum kepada Timor Leste yang mengakibatkan Timor Leste merdeka dari Indonesia. Tulisan ini bersifat diskriptif analitis, dengan menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data, menggunakan teknik librarian researchdimana data-data untuk mendukung argumen diperoleh dengan cara mengumpulkan data tersebut dari berbagai sumber seperti buku-buku atau literatur, jurnal, surat kabar, majalah, maupun data-data yang bersumber dari internet. Adapun hasil dari pembahasan dalam tulisan ini menunjukkan adanya fakta bahwa proses kemerdekaan Timor Leste dari Indonesia karena adanya pengaruh dari norma HAM yang saat itu berkembang dan menjadi agenda dunia internasinal. Sehingga dengan menggunakan norma HAM tersebut, Timor Leste bersama masyarakat internasional berhasil mengintervensi Indonesia untuk memberikan referendum kepada Timor Lesete sebagai perwujudan penegakan HAM di Indonesia.

  13. Perencanaan Lingkungan Perkotaan yang Aman dari Ancaman Kriminalitas Terhadap Anak: Sebuah Studi Kasus dari Negeri Jepang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riela Provi Drianda

    2015-04-01

    Full Text Available Abstrak. Isu keselamatan anak selama berada di ruang publik telah menjadi perhatian masyarakat perkotaan di berbagai negara. Ruang publik modern kini dipersepsikan sebagai arena berbahaya bagi seorang anak untuk bergerak dan beraktivitas tanpa pengawasan orang tua maupun orang dewasa yang dapat dipercaya oleh orang tua. Persepsi ini telah membuat sejumlah anak di berbagai belahan dunia menghadapi penurunan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan sehari-harinya secara aktif dan hal ini ternyata berdampak pada kesehatan anak serta kemampuan anak untuk menjadi pengguna lingkungan yang independen. Namun demikian, studi kami mencatat bahwa masih ada satu negara di dunia yang merespon isu keselamatan anak di ruang perkotaan dengan cara yang berbeda. Keberadaan anak tidaklah ditarik dari ruang publik maupun semi publik seperti yang umum terjadi di beberapa negara barat. Di Jepang, pemerintah dan komunitas lokal justru melaksanakan berbagai intervensi agar anak tetap dapat beraktivitas secara mandiri di lingkungan hariannya. Artikel ini mengupas mengenai tiga tipe intervensi yang dilakukan oleh masyarakat Jepang untuk meningkatkan keamanan di lingkungan perkotaan dari ancaman kriminalitas terhadap anak. Ketiga tipe intervensi yang dimaksud adalah peningkatan aksi komunitas untuk pencegahan tindak potensi kriminal, penggunaan teknologi untuk pencegahan tindak potensi kriminal, dan desain dan manajemen ruang kota.Kata Kunci: Keamanan Kota, kriminalitas, anak, JepangAbstract. The issue of child safety in public space has attracted a considerable attention from urban society in many countries. Modern public space has been perceived as a dangerous zone for children to move around and play without the supervision of their parents or adults trusted by their parents. This perception has made a number of children around the world to experience a decline in their opportunities to actively explore their daily environment and this has an impact on the children

  14. Revisar el Renacimiento para entender el Darién

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Claudia Steiner

    2013-09-01

    Full Text Available Tierra firme. El Darién en el imaginario de los conquistadores. Paolo Vignolo y Virgilio Becerra (Comps. Universidad Nacional de Colombia, Facultad de Ciencias Humanas, Instituto Colombiano de Antropología e Historia, Bogotá, 2011, 301 págs., il.

  15. Analisa Struktur dan Mineralogi Batuan dari Sungai Aranio Kabupaten Banjar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarningsih Sudarningsih

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi mineral dan struktur secara mikro dari permukaan batuan yang terdapat di Sungai Aranio, Kabupaten Banjar. Penelitian dilakukan dengan melakukan uji mineralogi dengan alat x-ray difractometer(XRD dan foto dengan alat scanning electron microscope(SEM terhadap empat sampel batuan yang telah diambil dari Sungai Aranio. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa pada sampel 1A komposisi mineralnya adalah magnesiohornblende 27 %, albite, calcian 30 %, kuarsa 17 %, Phillipsite-K 14 % dan muscovit (mika 12 %. Pada sampel 1B mineralnya adalah magnesiohornblende 14 %, albite, calcian 29 %, kuarsa 21 %, Phillipsite-K 15 %, muscovit (mika 12 % dan chlorite-serpentine 13 %. Sampel 2A memiliki komposisi mineral yaitu magnesiohornblende 20 %, albite, calcian 13 %, kuarsa 28 %, muscovit (mika 8 % dan chlorite-serpentine 31 %, sedangkan pada sampel 2B terdapat mineral yaitu magnesiohornblende 28 %, kuarsa 42 %, chlorite-serpentine 21 %, muscovit (mika 4 % dan amfibol 5 %. Hasil pada foto SEM memperlihatkan struktur batuan telah menjadi struktur yang mengalami laminasi dengan dua sampel kenampakan kristal mineralnya masih terlihat dan dua sampel sudah berubah dan banyak terdapat clay atau tanah dan strukturnya adalah struktur foliasi. Dapat disimpulkan bahwa batuan yang berasal dari Sungai Aranio, Kabupaten Banjar telah mengalami pemalihan yang berasal dari batuan beku yang keras.

  16. Beberapa Sifat Bambu Lamina Yang Terbuat Dari Tiga Jenis Bambu

    OpenAIRE

    Sulastiningsih, l. M

    2008-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan penggunaan bambu lamina sebagai bahan substitusi kayu, khususnya mengetahui pengaruh jenis bambu terhadap sifat bambu lamina yang direkat dengan urea formaldehida. Bambu yang digunakan dalam penelitian ini adalah bambu andong (Gigantochloa pseudoarandinacea), bambu mayan (Gigantochloa robusta) dan bambu tali (Gigantochloa apus) yang berasal dari tanaman rakyat di Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa sifat bambu lamina d...

  17. Kandungan Inulin Dari Umbi Dahliasp Yang Ditanam Pada Jenis Tanah Vertisol, Inceptisol Dan Andisol

    OpenAIRE

    Iskandar, Yetti Mulyati; Pudjiraharti, Sri; Ratnaningrum, Diah

    2014-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kandungan inulin dari umbi Dahlia sp yang ditanam didaerah sejuk seperti Cianjur, Lembang dan Sukabumi pada jenis tanah yang berbeda dalam rangka rencana produksi di Jawa Barat. Inulin adalah oligosacharida yang terjadi secara alami dengan komposisi gabungan fruktooligosacharida dari oligomer dengan derajat polimerisasi yang berbeda. Umbi dahlia dari bunga berwarna ungu, merah, kuning dan putih yang ditanam di tiga lokasi digunaka...

  18. Surfaktan Sodium Ligno Sulfonat (SLS dari Debu Sabut Kelapa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukti Mulyawan

    2015-03-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara agraris yang menghasilkan beragam hasil pertanian yang melimpah. Salah satu hasil pertanian yang menonjol di Indonesia adalah kelapa. Produksi buah kelapa di Indonesia rata-rata sebanyak 15,5 miliar butir/tahun atau setara dengan 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serat sabut (coir fiber dan 3,3 juta ton debu sabut (coir dust/ cocopeat. Komposisi sabut kelapa terdiri dari 25% gabus dan 75% serat . Tetapi, debu sabut kelapa masih dikembangkan sebatas sebagai media tanam. sisanya akan menjadi limbah dengan kontribusi sangat besar dari pengisi pada volume total sampah domestiK. Banyaknya komoditas kelapa dan potensi limbah sabut yang dihasilkan, membuat pemanfaatan Debu Sabut menjadi bahan yang bernilai ekonomis patut untuk dilakukan. Salah satunya adalah sebagai bahan pembuatan Surfakatan Sodium Ligno Sulfonat (SLS yang selama ini komoditasnya diperoleh seluruhnya dari impor. Adapun tahapan proses pembuatan SLS dari Debu Sabut kelapa adalah mempersiapan Bahan Baku berupa Debu Sabut Kelapa. Dilanjutkan dengan pemasakan/pulping menggunakan metode organosolv dengan alat pemasak digester (R-120. Dari lindi hitam yang dihasilkan, akan diproses dengan Isolasi Lignin dengan metode presipitasi asam. Lindi hitam yang telah didapat diendapkan dengan menambahkan secara perlahan H2SO4dengan konsentrasi 20% sampai pH 2 pada tangki isolasi pertama (M-211.Proses isolasi dengan metode pengasaman banyak digunakan untuk mendapatkan lignin dengan kemurnian tinggi. Untuk Menghasilkan SLS, Lignin Isolat perlu direaksikan dengan bahan penyulfonasi natrium bisulfit (NaHSO3, sehingga menghasilkan natrium lignosulfonat (SLS pada reaktor sulfonasi (R-310. Berlokasi di Provinsi Riau, Pabrik ini akan dibangun dengan kapasistas 20.150 ton/tahun. Dari analisa ekonomi, diperlukan Modal tetap (FCI sebesar Rp 316.323.349.677; Modal kerja (WCI sebesar Rp 74.429.023.453; Investasi total (TCI sebesar Rp 390

  19. HAK AKADEMISI PELAKU PLAGIARISME DIPANDANG DARI SUDUT PANDANG ETIKA LIBERAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Arya

    2014-05-01

    Abstrak Plagiarisme adalah sebuah dosa besar dalam dunia akademik. Walaupun demikian, hal ini masih seringkali terjadi, yang bahkan dilakukan oleh para pelaku akademik itu sendiri. Direktorat Jeneral Pendidikan Tinggimenyatakan bahwa terdapat 21 perguruan tinggi negeri dan 7  perguruan tinggi swasta yang didaulat sebagai pelaku plagiarism. Pelaku plagiarisme dalam hal ini jelas besar pasak daripada tiang.Demosi sampai dengan moratorium pengangkatan profesor untuk institusi pelaku plagiarism jelas merupakan sesuatu yang sangat merugikan. Artikel ini mencoba untuk meninjau, bagaimana para pelaku plagiarism dari sudut pandang etika liberalism, yang sangat mennyanjung tinggi kebebasan individual. Dari hasil kajian, ternyata, dengan mengambil pendapat Nozick sebagai tokoh kebebasan individu sekalipun, perilaku plagiarism tetaplah sebuah tindakan yang melanggar prinsip-prinsip keadilan. Kata Kunci:Plagiarisme, Pendidikan Tinggi, Etika Liberalisme

  20. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Nyamplung Menggunakan Pemanasan Gelombang Mikro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatih Ridho Muhammad

    2014-09-01

    Full Text Available Energi fosil yang selama ini menjadi tumpuan penduduk seluruh dunia, jumlahnya semakin menipis dari waktu ke waktu. Peran minyak bumi dalam penyediaan energi nasional pun masih dominan. Sekitar 53% kebutuhan energi nasional dipenuhi dari minyak bumi. Oleh karena itu, pencarian energi alternatif pengganti minyak bumi harus dikembangkan, salah satunya biodiesel. Penggunaan microwave sebagai sumber energi pembuatan biodiesel dapat mempercepat waktu reaksi. Sehingga microwave dipandang lebih efisien. Biji nyamplung (Calophyllum inophyllum memiliki kandungan minyak sebesar 60,1% berat. Dengan kandungan minyak sebesar ini maka biji nyamplung memiliki potensi yang besar bila digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Nyamplung tersebar luas di pantai-pantai Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mensintesa biodiesel dari minyak mentah nyamplung (Callophyluminophyllum dengan proses trans-esterifikasi dengan menggunakan microwave, mempelajari daya optimal dalam pembuatan biodiesel, mempelajari jumlah katalis yang dibutuhkan untuk mendapatkan biodiesel yang paling baik, mempelajari yield biodiesel yang dihasilkan serta mempelajari pengaruh penambahan ratio mol minyak-metanol terhadap kualitas biodiesel yang dihasilkan. Langkah awal pembuatan biodiesel nyamplung adalah proses degumming atau penghilangan impurities seperti getah, kemudian dilanjutkan dengan esterifikasi yang bertujuan untuk mengubah free fatty acid (FFA menjadi metil ester. Setelah esterifikasi, larutan dititrasi dengan NaOH dan indicator pp hingga konsentrasi FFA menjadi < 2%. Kemudian masuk proses trans-esterifikasi yang merubah trigliserida dalam minyak menjadi metil ester dan gliserol. Proses selanjutnya adalah pemisahan biodiesel dan gliserol dan terakhir proses pencucian. Variabel percobaan adalah kadar katalis CaO 2, 3, 4, 5, dan 6% berat minyak. Ratio mol minyak-metanol 1:9 dan 1:12. Variabel terakhir adalah daya microwave sebesar 100W, 264W dan 400W. Dari hasil

  1. SENYAWA FENOLAT DARI KAYU BATANG Garcinia picrorhiza Miq

    OpenAIRE

    Maria Dewi Astuti; Taslim Ersam

    2009-01-01

    Senyawa biflavonoid, 5,7,4',3",5",7",12-heptahidroksi-12-metilhidrofuran-(3''',4''')3,8"-biflavanon (1), dan benzofenon, 2,2',4-trihidroksibenzofenon (2), telah diisolasi dari ekstrak etilasetat kayu batang Garcinia picrorhiza Miq (Clusiaceae). Ekstrak etilasetat difraksinasi dengan metode kromatografi berulang. Penentuan struktur dilakukan berdasarkan data spektroskopi (UV, IR, 1H-NMR dan 13C-NMR) dan perbandingan spektrum dengan biflavonoid dan benzofenon ynag telah dikenal. Dilakukan pu...

  2. Efek Fotoreduksi Besi Dari Fraksi Daun Cengkih (Eugenia Aromatica)

    OpenAIRE

    Datu, Lysa L

    2015-01-01

    Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis kandungan fitokimia fenolik, flavonoid, tanin dari limbah daun cengkih dan menguji kemampuannya dalam memfotoreduksi. Daun cengkih diekstrak dengan pelarut etanol 80% secara refluks selama 2 jam dan dipartisi dengan petroleum eter (PE), etil asetat (EA), n-butanol (B), etanol (E) dan akuades (Aq). Selanjutnya ekstrak hasil partisi dianalisis kandungan fitokimia fenolik, flavonoid, dan tanin. Pengujian fotoreduksi dilakukan pada cahaya flourescents...

  3. Ekstraksi Gula Stevia Dari Tanaman Stevia Rebaudiana Bertoni

    OpenAIRE

    Ratnani, R. D; Anggraeni, R

    2005-01-01

    Stevia Rebaudiana Bertoni adalah sejenis Tanaman perdu yang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Didalam Industri, banyak digunakan sebagai bahan pemanis untuk produk makanan dan minuman berkalori rendah atau sebagai pengganti gula bagi penderita diabetes.Proses pengambilan bahan pemanis dari daun Stevia Rebaudiana dilakukan dengan cara ekstraksi bubuk daun didalam pelarut ( metanol,etanol ,spiritus , aquadest ) yang dilanjutkan dengan pencucian menggunakan Khloroform.Kemudian dicuci kemb...

  4. Produksi Biogas dari Limbah Makanan melalui Peningkatan Suhu Biodigester Anearob

    OpenAIRE

    Purnomo, Agus; Mahajoeno, Edwi

    2010-01-01

    Isu lingkungan seperti pencemaran udara, pemanasan global, dan zero waste telah mendorong peningkatan perhatian pada sumber-sumber energi terbarukan. Harga bahan bakar minyak (fosil) yang semakin mahal menjadi salah satu alasan untuk memenuhi kebutuhan energi, salah satu diantaranya berupa biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi biogas dari limbah makanan dengan peningkatan suhu dalam biodigester anaerob.Penelitian dilaksanakan di Sub Laboratorium Biologi, UPT Lab. Pusat MI...

  5. Isolasi dan Karakterisasi Parsial Kolagen dari Teripang Gamma (Stichopus variegatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusro Nuri Fawzya

    2016-06-01

    Full Text Available Isolasi dan karakterisasi parsial kolagen dari teripang gamma (Stichopus variegatus telah dilakukan. Isolasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu preparasi, ekstraksi dan isolasi. Tahap preparasi meliputi tahapan penyiangan, pencucian dan perendaman dalam akuades, dalam alkohol, dalam larutan Tris-HCl dan etilenadiaminatetraasetat  (EDTA dan perendaman dalam larutan natrium hidroksida (NaOH. Ekstraksi dilakukan dengan perendaman asam asetat 0,5M. Isolasi dilakukan dengan cara pengendapan menggunakan NaCl dilanjutkan proses dialisis. Isolat kolagen teripang gamma yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 16,40% (bobot kering, nilai pH 6,08 dan derajat putih 77,02%. Gugus fungsi kolagen terdiri dari amida A (3412 cm-1, B (2929 cm-1, I (1654 cm-1, II (1554 cm-1, dan III (1239 cm-1. Asam amino utama penyusun kolagen yaitu glisin, prolin, dan alanin, masing-masing sebesar 16,88%; 6,71%; dan 6,42%. Kolagen yang dihasilkan merupakan kolagen tipe I, diduga terdiri dari 3 rantai a1 yang homolog dengan berat molekul 130,33 kDa.

  6. HIDROLISIS MINYAK KELAPA OLEH ENZIM LIPASE DARI KENTOS KELAPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Su'i

    2012-05-01

    Full Text Available Hydrolysis of Coconut Oil by Lipase Enzyme from Coconut Houstorium ABSTRACT Penelitian ini mempelajari jenis dan jumlah asam lemak yang dihasilkan dari hidrolisis minyak kelapa menggunakan enzim lipase dari kentos kelapa. Minyak kelapa dihidrolisis oleh enzim lipase kentos selama 30, 60, 9, dan 120 menit. Selanjutnya jenis asam lemak yang dihasilkan dan jumlahnya dianalisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hidrolisis selama 90 menit menghasilkan asam lemak paling tinggi yaitu sebesar 40,20 %. Jenis asam lemak yang paling banyak dihidrolisis adalah asam laurat sebesar 21,23 %, kemudian asam miristat 7,62 %, dan asam kaprat 3,06 % dari total asam lemak dalam minyak kelapa. ABSTRACT This research learned the kind and amount of fatty acid that was produced from coconut oil hydrolyzed by lipase enzyme from coconut houstorium. Coconut oil was hydrolyzed by lipase enzyme from coconut houstorium for 30, 60, 90, and 120 minutes. The kind and amount of fatty acid obtained from hidrolization were measured. The result showed that hidrolization for 90 minutes produced the highest fatty acid 40,20 %. The highest fatty acid was lauric acid with 21,229 %, furthermore miristic acid 7,615 %, and capric acid 3,062 %.

  7. Optimasi Proses Produksi Etanol dari Molases Menggunakan Teknik Fermentasi- Ekstraktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firda Atikah Rosyadi

    2014-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan yield dan produktivitas etanol menggunakan fermentasi kontinyu pada packed bed bioreaktor dan proses fermentasi yang diintegrasikan proses ekstraksi dengan recycle dari rafinat yang dikembalikan pada fermentor serta mengetahui jenis pelarut yang terbaik untuk proses fermentasi ekstraktif ditinjau dari sifat inhibisi serta melakukan optimasi dengan mengembangkan model matematis dari proses fermentasi-ekstraktif menggunakan MATLAB 7.0 dengan metode Golden Section serta membandingkan hasilnya antara eksperimen dan pemodelannya. Pada proses ini digunakan molases sebagai bahan baku dan n-amyl alcohol, 1-octanol dan 1-dodecanol sebagai solvent pada proses ekstraksi. Konsentrasi awal molases adalah 161,14 g/L (17%. Variabel recycle ratio yang digunakan sebesar 40%, 50%, 60% dan 70% terhadap feed. Pelarut yang digunakan ada tiga macam berdasarkan jumlah atom C-nya yaitu n-amyl alcohol (C-5, 1-octanol (C-8, dan 1-dodecanol(C-12. Konsentrasi gula reduksi sisa dianalisa dengan metode DNS (Dinitrosalisilic acid, sedangkan kadar etanol dianalisa dengan metode Gas Cromatography (CG. Fermentasi-ekstraktif dilakukan secara eksperimen dan pemodelan dengan metode Golden Section. Yield optimum untuk pelarut n-amyl alcohol adalah sebesar 10,0049%. Pada recycle ratio 0.4 . Nilai yield optimum yang didapatkan untuk pelarut 1-octanol dan 1-dodecanol adalah saat tidak ada recycle sebesar 9,9949% dan 9,992%. Berdasarkan hasil tersebut maka diketahui bahwa n-amyl-alkohol merupakan pelarut terbaik yang digunakan pada proses fermentasi ekstraktif.

  8. PEMBUATAN GULA NON KARSINOGENIK NON KALORI DARI DAUN STEVIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Buchori

    2011-07-01

    Full Text Available Stevia merupakan bahan pemanis selain tebu dengan kelebihan tingkat kemanisan 200 – 300 kali dari gula tebu dan diperoleh dari estrak daun stevia. Pembuatan gula stevia dilakukan dengan metode ekstraksi untuk mengambil stevioside kemudian dipekatkan dengan cara evaporasi lalu dikristalisasi sehingga diperoleh kristal stevioside. Dalam penelitian ini dicari pengaruh suhu (45°C; 50°C; 55°C, pengaruh waktu ekstraksi (1 ; 1,5 ; 2 jam, serta pengaruh jenis solvent yang digunakan (metanol, etanol, aseton terhadap berat gula yang didapatkan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tinggi suhu maka jumlah produk yang terekstrak semakin banyak, baik untuk solvent metanol maupun etanol. Sedangkan untuk solvent aseton kondisi optimum dicapai pada suhu 50°C. Untuk waktu ekstraksi, semakin lama waktu ekstraksi jumlah produk yang terekstrak semakin banyak. Untuk jenis solvent yang digunakan, metanol lebih banyak mengekstrak produk dibanding etanol maupun aseton. Produk yang diperoleh mempunyai range pH antara 5,2 – 5,5, titik leleh antara 196 – 198 °C, dan densitas antara 1,43 – 1,67, dimana harga-harga tersebut berada di dalam range pH, titik leleh, dan densitas gula stevia.

  9. EKSTRAKSI SELULOSA DARI POD HUSK KAKAO MENGGUNAKAN SODIUM HIDROKSIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gatot Siswo Hutomo

    2013-03-01

    Full Text Available EKSTRAKSI SELULOSA DARI POD HUSK KAKAO MENGGUNAKAN SODIUMHIDROKSIDA Cellulose Extraction from Cacao Pod Husk Using Sodium Hydroxide Gatot Siswo Hutomo, Djagal Wiseso Marseno, Sri Anggrahini, Supriyanto ABSTRAK Pod husk kakao banyak mengandung komponen kimia seperti pektin, lignin, hemiselulosa dan selulosa serta beberapakomponen yang lain yaitu caffein dan theobromine. Khusus selulosa dapat dilakukan modiÞ kasi sebagai turunanselulosa yang mempunyai banyak fungsi serta dapat diaplikasikan untuk pangan. Penelitian ekstraksi selulosa dari podhusk kakao telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh konsentrasi sodium hidroksida sebagaibahan untuk ekstraksi selulosa dari pod husk kakao. Selulosa pada pod husk kakao terikat sangat kuat dengan lignin,sodium hidroksida akan memutus dengan baik ikatan antara selulosa dengan lignin. Bleaching pada selulosa jugadilakukan dengan menggunakan sodium hipoklorida 3% dan sodium bisulÞ t 3% untuk meningkatkan lightness. SpektraFT-IR dan X-ray juga dilakukan untuk pendeteksian pada selulosa hasil ekstraksi. Hasil ekstraksi selulosa dari pod huskkakao menggunakan sodiumhidroksida 12% menghasilkan rendemen sekitar 26,09% (db dengan kristalinitas 27,14%,kadar abu 6,56% (db, WHC 5,87 g/g dan OHC 2,74 g/g. Dapat disimpulkan bahwa sodium hidroksida 12% adalahkonsentrasi yang paling baik untuk mengekstraksi selulosa dari pod husk kakao.Kata kunci: Selulosa, pod husk, kakao, ekstraksi ABSTRACT Cacao pod husk contains some compounds like pectin, lignin, hemicelluloses and cellulose, and other compounds suchas caffeine and theobromine. Especially for cellulose should be modiÞ ed as derivates which it have multi functionsin food application. Extraction cellulose from pod husk cacao was investigated. The aim of the research was to Þ ndthe concentration of sodium hydroxide for cellulose extraction from pod husk cacao. Bleaching for cellulose werecarried out twice using sodium hypochlorite 3% (oxydator and

  10. PERBANDINGAN KEMAMPUAN KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG DENGAN ALUMINIUM SULFAT UNTUK MENURUNKAN KEKERUHAN AIR DARI OUTLET BAK PRASEDIMENTASI IPAM NGAGEL 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cecilia Dwi Triastiningrum

    2017-01-01

    Full Text Available PDAM Surya Sembada Surabaya menggunakan air dari Kali Surabaya sebagai sumber air baku utama. Koagulan yang digunakan untuk mengolah air baku tersebut adalah aluminium sulfat. Penggunaan aluminium sulfat dapat mempengaruhi pH air dan menyebabkan kerugian baik dalam sisi lingkungan maupun kesehatan konsumen. Di lain hal, terdapat pula masalah peningkatan jumlah limbah kulit udang yang berpotensi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Dari masalah-masalah tersebut muncul ide untuk mencari alternatif koagulan yang ramah lingkungan, efektif, efisien dan sekaligus dapat memanfaatkan limbah kulit udang. Kitosan yang terdapat di kulit udang dapat dijadikan alternatif karena sifatnya tidak beracun, mudah terdegradasi dan bahan bakunya mudah didapatkan. Kitosan adalah senyawa polimer dengan ion positif yang diperoleh dari proses hidrolisis kitin menggunakan basa kuat sehingga terjadi deasetilasi gugus asetamida (NH-COCH3 menjadi gugus amino (NH2. Kitosan diperoleh dari serbuk kulit udang yang melalui proses deproteinasi dengan NaOH 6%, proses demineralisasi dengan HCL 1,1 N, dan proses deasetilasi dengan NaOH 50%. Kitosan yang dihasilkan kemudian di cek kualitasnya dengan melakukan uji kelarutan menggunakan CH3COOH 1% dan pengecekan derajat deasetilasi dengan metode titrasi asam basa. Efektifitas dan efisiensi kitosan diuji dengan metode jar test menggunakan sampel air yang berasal dari outlet bak prasedimentasi IPAM Ngagel 2. Aspek yang diuji adalah kekeruhan dan pH dengan variabel berupa dosis koagulan dan kekeruhan air. Dari sisi biaya, yang akan dibandingkan adalah biaya pemakaian koagulan per hari, per jam dan per m3. Penelitian ini membandingkan kemampuan kitosan dengan aluminium sulfat 17% dan 45% untuk menurunkan kekeruhan air dari outlet bak prasedimentasi IPAM Ngagel 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aluminium sulfat lebih efektif dari kitosan, namun aluminium sulfat tidak lebih efisien dari kitosan. Dari segi biaya, pemakaian aluminium

  11. GALA DAN RAHN: ANALISIS KORELASI DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azharsyah Ibrahim

    2012-06-01

    Full Text Available Gala is a term used by the society of Aceh—a formal Islamic state in Indonesia—referring to an economic transaction similar to the concept of the pawn in Western. The concept has long been practiced in the society and left many unsolved problems. Lately, academic scholars have questioned the implementation of the concept. Although it has root in Islam, some scholars suspect that the concept has been misguiding in its practices. This paper intends to analyze the implementation of the Gala concept in the Acehnese society through their economic transactions. It also aims to make a comparison to an Islamic economic’s concept known as Rahn. The primary data is mainly gathered through observation in the length of 5 years in the selected areas in Aceh. To support the data, an in-depth interview technique with relevant people was also used. In addition, the secondary data from journal’s articles, books, and other related literature were also utilized. Data was analyzed using content and comparative analysis. The findings show that the basic purpose of Gala in the Acehnese society is relevant to the Rahn scheme. In the implementation level, however, the concept is closely related to the interest lending scheme which is considered as riba (usury in Islam. Consequently, the balanced economy as one of the core concepts in Islamic economic is not achieved. It is reflected from the continuance benefits gaining for one party while another party gaining nothing except the core objects which has to be repaid. In Islam, the principal meaning of Rahn is helping each other among Islamic society (ummah. Thus, it is prohibited of gaining any material benefit which leads to the riba practices. Finally, this article suggests the related parties return to the core concept of the Gala which is actually same as Rahn or else they should abandon it to avoid harming the ummah. =========================================== Gala adalah salah satu dari sekian banyak

  12. PENGARUH PLASTICIZER PADA KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI PEKTIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sang Kompiang Wirawan

    2012-05-01

    Full Text Available EFFECT OF PLASTICIzER ON THE PECTINIC EDIBLE FILM CHARACTERISTICS. The peel of Balinese Citrus contains high concentration of pectin which can be further processed to be edible films. The edible films can be utilized as a food coating which protects the food from any external mass transports such as humid, oxygen, and soluble material and can be served as a carrier to improve the mechanical-handing properties of the food. Edible films made of organic polymers tend to be brittle and thus addition of a plasticizer is required during the process. The work studies the effect of the type and the concentration of plasticizers on the tensile strength, the elongation of break, and the water vapor permeabilty of the edible film. Sorbitol and glycerol were used as plasticizers. Albedo from the citrus was hydrolized with hydrochloride acid 0.1 N to get pectinate substance. Pectin was then dissolved in water dan mixed with the plasticizers and CaCl2.2H2O solution. The concentrations of the plasticizers were 0, 0.03, 0.05, 0.1, and 0.15 mL/mL of solution. The results showed that increasing the concentration of plasticizers will decrease the tensile strength, but increase the elongation and film permeability. Sorbitol-plasticized films are more brittle, however exhibited higher tensile strength and water vapor permeability than of glycerol-plasticized film. The results suggested that glycerol is better plasticizer than sorbitol.  Kulit jeruk bali banyak mengandung pektin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku edible film. Edible film bisa digunakan untuk melapisi bahan makanan, melindungi makanan dari transfer massa eksternal seperti kelembaban, oksigen, dan zat terlarut, serta dapat digunakan sebagai carrier untuk meningkatkan penanganan mekanik produk makanan. Film yang terbuat dari bahan polimer organik ini cenderung rapuh sehingga diperlukan penambahan plasticizer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar dan jenis

  13. The Dynamic Anaerobic Reactor & Integrated Energy System (DARIES) model: model development, validation, and sensitivity analysis.

    Science.gov (United States)

    Brouwer, A F; Grimberg, S J; Powers, S E

    2012-12-01

    The Dynamic Anaerobic Reactor & Integrated Energy System (DARIES) model has been developed as a biogas and electricity production model of a dairy farm anaerobic digester system. DARIES, which incorporates the Anaerobic Digester Model No. 1 (ADM1) and simulations of both combined heat and power (CHP) and digester heating systems, may be run in either completely mixed or plug flow reactor configurations. DARIES biogas predictions were shown to be statistically coincident with measured data from eighteen full-scale dairy operations in the northeastern United States. DARIES biogas predictions were more accurate than predictions made by the U.S. AgSTAR model FarmWare 3.4. DARIES electricity production predictions were verified against data collected by the NYSERDA DG/CHP Integrated Data System. Preliminary sensitivity analysis demonstrated that DARIES output was most sensitive to influent flow rate, chemical oxygen demand (COD), and biodegradability, and somewhat sensitive to hydraulic retention time and digester temperature.

  14. Ibu sebagai Ikon Periklanan: Dari “Supermom” sampai “Smart Mom”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maman Chatamallah

    2004-12-01

    Full Text Available Dunia periklanan tak pernah sepi dari gempita –mulai dari gempita seputar pernak-pernik periklanan, gemerlap selebritis periklanan, riuh rendah omset iklan yang luar biasa di tengah krisis, sampai pada diskusi menyoal isu-isu politis dalam periklanan. Iklan, bagaimanapun, adalah sebuah medium representasi simbolik, yang tak lepas dari tarik-menarik antarberbagai kepentingan. Ibu, sebagai bagian dari perempuan, sering disimbolisasikan oleh iklan secara verbal ataupun nonverbal. Dari berbagai citraan yang muncul, terlihat bahwa dominasi citra Ibu dalam periklanan Indonesia ternyata belum beranjak dari gambaran klasik tentang perempuan tradisional: berkutat di ruang domestik, tersubordinasi di bawah bayang-bayang suami, dan terperangkap dalam ilusi sebagai sosok yang selalu siap berkorban, kendati sesungguhnya dikorbankan.

  15. Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Amilolitik dari Industri Pengolahan Pati Sagu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusmarini Yusmarini

    2017-03-01

    Full Text Available Amylolytic lactic acid bacteria are a group of bacteria that are capable to use starch as the carbon source. The objectives of this research were to characterize, and identify the lactic acid bacteria from sago starch processing industry, which might be used to modify the sago starch. There were 39 isolates isolated from sago processing industry, and 36 of them were presumed as lactic acid bacteria. From 36 isolates suspected as lactic acid bacteria, 9 of them had amylolytic properties. Morphological identification results show that the 9 isolates were l Gram-positive bacteria, negative catalase, rod shape, and 5 isolates produced gas, while 4 isolates did not produce gas. The ability to produce amylase varied among isolates and isolate RN2.12112 had the higher amylolytic ability than others. Results show that the nine isolates identified as lactic acid bacteria were dominated by Lactobacillus plantarum 1.   ABSTRAK Bakteri asam laktat (BAL yang bersifat amilolitik adalah bakteri asam laktat yang mampu memanfaatkan pati sebagai substratnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengkarakterisasi sifat amilolitik dan mengidentifikasi bakteri asam laktat yang mempunyai kemampuan amilolitik untuk memodifikasi pati sagu. Hasil penelitian memperoleh 39 isolat dari industri pengolahan sagu dan 36 diantaranya diduga sebagai bakteri asam laktat. Sembilan dari 36 isolat yang diduga bakteri asam laktat mempunyai sifat amilolitik. Sembilan isolat yang bersifat amilolitik selanjutnya diidentifikasi secara morfologi yang meliputi pewarnaan Gram, bentuk sel, uji katalase, dan uji kemampuan fermentasi. Hasil identifikasi secara morfologi menunjukkan bahwa kesembilan isolat termasuk kelompok bakteri Gram positif, katalase negatif, bentuk basil, dan lima isolat menghasilkan gas sedangkan empat isolat tidak menghasilkan gas. Kemampuan isolat untuk menghasilkan amilase bervariasi dan isolat RN2.12112 mempunyai kemampuan amilolitik lebih tinggi dibanding isolat lainnya

  16. ANALISIS HUKUM JUAL BELI AIR SUSU IBU (ASI) DITINJAU DARI HUKUM ISLAM

    OpenAIRE

    ABDULLAH, RIZKY DWI PUTRI

    2017-01-01

    2017 Rizky Dwi Putri Abdullah (B11113098), Analisis Hukum Jual Beli Air Susu Ibu (ASI) ditinjau dari Hukum Islam, dibawah bimbingan Achmad selaku Pembimbing I dan Fauziah P. Bakti selaku Pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan jual beli air susu ibu atau ASI dan untuk mengetahui analisis kedudukan hukum dari jual beli ASI ditinjau dari Hukum Islam. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar, tepatnya di Majelis Ulam...

  17. Perbandingan Kemampuan Kitosan dari Limbah Kulit Udang dengan Aluminium Sulfat untuk Menurunkan Kekeruhan Air dari Outlet Bak Prasedimentasi IPAM Ngagel II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cecilia Dwi Triastiningrum

    2017-01-01

    Full Text Available Koagulan yang digunakan IPAM Ngagel II untuk mengolah air baku adalah aluminium sulfat. Penggunaan aluminium sulfat yang tidak sesuai dapat mempengaruhi pH air dan menyebabkan kerugian baik dalam sisi lingkungan maupun kesehatan konsumen. Di lain hal, terdapat pula masalah peningkatan jumlah limbah kulit udang yang berpotensi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Dari masalah-masalah tersebut munculah ide untuk mencari alternatif koagulan yang ramah lingkungan, efektif, efisien dan sekaligus dapat memanfaatkan limbah kulit udang. Kitosan yang terdapat di kulit udang dapat dijadikan alternatif karena sifatnya tidak beracun, mudah terdegradasi dan bahan bakunya mudah didapatkan. Kitosan adalah senyawa polimer dengan ion positif yang diperoleh dari proses hidrolisis kitin menggunakan basa kuat sehingga terjadi deasetilasi gugus asetamida (NH-COCH3 menjadi gugus amina (NH2. Kitosan diperoleh dari serbuk kulit udang yang melalui proses deproteinasi dengan NaOH 6%, proses demineralisasi dengan HCl 1,1 N, dan proses deasetilasi dengan NaOH 50%. Kitosan yang dihasilkan kemudian di cek kualitasnya dengan melakukan uji kelarutan menggunakan CH3COOH 1% dan pengecekan derajat deasetilasi dengan metode titrasi asam basa. Efektifitas dan efisiensi kitosan diuji dengan metode jar test menggunakan sampel air yang berasal dari outlet bak prasedimentasi IPAM Ngagel 2. Aspek yang diuji adalah kekeruhan dan pH dengan variabel berupa dosis koagulan dan kekeruhan air. Dari sisi biaya, yang akan dibandingkan adalah biaya pemakaian koagulan per hari dan per jam. Penelitian ini membandingkan kemampuan kitosan dengan aluminium sulfat 45% untuk menurunkan kekeruhan air dari outlet bak prasedimentasi IPAM Ngagel 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aluminium sulfat 45% lebih efektif dari kitosan, namun kitosan lebih efisien dari aluminium sulfat. Dari segi biaya, pemakaian aluminium sulfat 45% memakan biaya yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pemakaian kitosan.

  18. STUDI TENTANG PENGAJUAN KLAIM KONSTRUKSI DARI KONTRAKTOR KE PEMILIK BANGUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herry Pintardi Chandra

    2005-01-01

    Full Text Available Claim in construction industry is a problem leading to request of additional cost or time extensions, which can lead to a dispute between the owner and contractor. This paper discusses claims submitted by the contactor to the owner. Causes of claim, types, proposal submitted by the contractors, and dispute resolution methods are observed. This research shows that design changes and additional work by owner are the major cause of claims. The contractors’ claim mostly is in additional costs, the proposal submitted by the contractors includes an explanation of the cause of claim, and the claim resolution method used is engineering judgment. Abstract in Bahasa Indonesia : Klaim dalam industri konstruksi merupakan masalah yang dapat mengarah kepada permohonan tambahan biaya atau tambahan waktu serta perselisihan antara pemilik bangunan dan kontraktor. Paper ini mendiskusikan klaim yang diajukan kontraktor ke pemilik bangunan, dilihat dari penyebab, bentuk, dan proses pengajuan klaim, serta metode penyelesaian perselisihan dari klaim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama klaim adalah perubahan desain dan pekerjaan tambah yang dilakukan pemilik bangunan, sedangkan klaim kontraktor sering berupa penambahan biaya, proses pengajuan klaim dengan menyertakan penjelasan terhadap penyebab klaim, dan metode penyelesaian klaim yang sering digunakan oleh para pihak adalah engineering judgment

  19. KLONING PROMOTER b-AKTIN DARI IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Estu Nugroho

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi promoter b-aktin (ggBA dari ikan gurami (Osphronemus gouramy. Sekuens promoter ggBA diisolasi menggunakan metode “degenerate” PCR. Sekuensing dilakukan menggunakan mesin ABI PRISM 3100-Avant. Analisis sekuens menggunakan program BLAST, GENETYX versi 7 dan TFBind. Panjang sekuens DNA hasil kloning adalah sekitar 2,2 kb. Analisis BLAST menunjukkan bahwa sekuens DNA hasil kloning memiliki kemiripan dengan sekuens gen b-aktin ikan yang ada di Bank Gen. Sekuens hasil kloning memiliki faktor transkripsi yang konserf untuk promoter b-aktin, yaitu: CCAAT, CC(A/T6GG, dan boks TATA. Posisi faktor transkripsi tersebut juga mirip dengan yang dimiliki oleh promoter b-aktin dari ikan yang ada di Bank Gen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fragmen DNA hasil amplifikasi PCR tersebut merupakan sekuens promoter b-aktin ikan gurami. The research was aimed to isolate b-actin promoter of gouramy (ggBA. Sequence of ggBA promoter was isolated using “degenerate” PCR. Sequencing was conducted using ABI PRISM 3100-Avant machine. The sequencing analysis was done using BLAST, GENETYX ver 7 and TFBind programs. The sequencing length of DNA clone result was around 2.2 kb. BLAST analysis showed that sequences from cloned DNA had the resemblence to those of b-actin sequences in GenBank database. The cloned sequences had transcript factors which followed b-actin promoter namely CCAAT, CC(A/T6GG and TATA box.

  20. Melindungi Aplikasi dari Serangan Cross Site Scripting dengan Metode Metacharacter

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianingsih Yulianingsih

    2017-04-01

    Full Text Available Kebutuhan masyarakat atas penggunaan jasa internet semakin meluas dan mencakup berbagai bidang kehidupan hal ini mengakibatkan turut meningkatkannya kejahatan dalam dunia internet. Keamaanan aplikasi yang tidak baik mengakibatkan data penting dan kerahasiaan pengguna menjadi terancam. Hal ini tentu saja merugikan bagi pihak pengguna maupun penyelenggara. Untuk itu perlu dikedepankan metode–metode terbaik dalam keamanan berinternet dan untuk menentukan tindakan penanggulangan yang tepat terlebih dahulu harus dipahami cara kerja dari jenis kejahatan tersebut. Cross Site Scripting merupakan jenis serangan injection terhadap situs dengan mengandalkan kelemahan dari target atau pengguna internet. Penyerang akan memanfaatkan kelemahan pengguna melalui ajakan atau bujukan untuk mengikuti arahan menuju suatu kondisi tertentu yang telah dimuati oleh usaha untuk pencurian data, kerahasiaan atau perintah tertentu melalui code scripting oleh penyerang.Dalam penelitian ini dilakukan Sejumlah Eksperimen untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan, yaitu dengan menanamkan metacharacter kedalam code scripting sebelum dan sesudah proses berjalan. Tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah pembuktian terhadap fungsi metacharacter dalam menutup celah kerentanan keamanan aplikasi

  1. Produksi Kitin Skala Pilot Plant dari Cangkang Rajungan (Portunus spp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumpeno Putro

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari konsentrasi NaOH teknis (technical grade dan waktu ekstraksi optimum dalam proses pengolahan kitin dari limbah cangkang rajungan (Portunus spp. skala pilot plant. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa NaOH merupakan bahan kimia yang efektif dalam proses deproteinasi cangkang rajungan, namun harganya cukup mahal. Untuk skala besar, maka perlu digunakan NaOH teknis yang harganya lebih murah. Karena NaOH teknis mempunyai tingkat kemurnian yang lebih rendah, maka perlu dilakukan penyesuaian konsentrasi yang diperlukan, agar tercapai efiensi usaha, dalam arti kualitas produk terjamin, tetapi biaya produksi dapat ditekan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa untuk pembuatan kitin diperlukan NaOH p.a. (pro analysis grade sebanyak 3%, penelitian ini didesain dengan menggunakan NaOH teknis dengan konsentrasi 3,5%, 5% dan 6,5% dan waktu perendaman 2 dan 3 jam. Hasil penelitian skala pilot plant ini menunjukkan bahwa penggunaan NaOH teknis dengan konsentrasi 3,5%, 5% dan 6,5% dan waktu perendaman selama 2 dan 3 jam tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen kitin yang dihasilkan. Dari uji coba skala pilot plant ini dapat disimpulkan bahwa proses deproteinasi cangkang rajungan yang paling optimal adalah dengan menggunakan larutan NaOH teknis 3,5% selama 2 jam. Rendemen kitin yang dihasilkan cukup tinggi (13,3% dan mutunya sesuai dengan standar yang berlaku di pasar internasional.

  2. APLIKASI PENGONTROLAN ROBOT PEMANTAU DARI UDARA BERBASIS ANDROID

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jacquline M.S. Waworundeng

    2016-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk membuat Aplikasi pengontrolan robot pemantau dari udara berbasis Android untuk memantau daerah yang berbahaya atau daerah dengan ketinggian tertentu yang sulit dijangkau oleh manusia. Hardware yang digunakan berupa Helicopter R/C yang dimodifikasi dengan menambahkan kamera IP serta remote control yang terhubung dengan Arduino Uno dan Arduino Ethernet Shield.  Sistem ini dilengkapi dengan aplikasi pengontrolan robot dan kamera untuk melakukan pemantauan dan proses pengambilan gambar dengan menggunakan jaringan wireless. Jaringan wireless berfungsi sebagai media transmisi data berupa gambar dan dapat menampilkan hasil pemantauan object kepada user, melalui layar tablet-PC yang menggunakan sistem operasi mobile berbasis Android. Metode pengembangan yang digunakan dalam pembuatan aplikasi pengontrolan ini adalah metode prototype, dengan bahasa pemrograman untuk pengembangan aplikasi yaitu Java Android dan bahasa pemrograman C yang digunakan untuk pengembangan perangkat pengontrol. Hardware dan software dalam penelitian ini dapat berfungsi sesuai dengan rancangan. Dengan aplikasi pengontrolan robot pemantau dari udara berbasis android ini dapat membantu user untuk melakukan observasi di suatu daerah.

  3. MESIN PENCETAKAN DENGAN PENGGERAK DARI PARAMETER PROGRAM BERBASIS WINDOWS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Sunaryono

    2003-07-01

    Full Text Available Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Proses pencetakan merupakan alat bantu yang harus ada pada semua aplikasi terutama pada pembuatan aplikasi sistem informasi. Dua model pembuatan pencetakan yang selama ini tersedia adalah dengan pembuatan laporan langsung lewat program atau dengan pencetakan lewat alat bantu yang terpisah dengan program. Persoalan terbesar pada proses pembuatan laporan terjadi pada fleksibilitas dari isi laporan, sehingga mudah di ubah tanpa mengubah program asli (executable atau membuka alat bantu yang dipakai. Persoalan ini dapat diatasi dengan mengubah pendekatan ke pemisahan program utama yang mengurus masalah inti dari aplikasi sedangkan pembuatan laporan pencetakan dapat ditugaskan pada mesin penggerak yang bisa di modifikasi, sehingga mudah di pelihara khususnya terjadi permintaan perubahan format laporan atau perubahan lainnya yang berkaitan dengan pembuatan laporan. Pembuatan laporan dapat diatur dengan dimiripkan dengan skrip program tertentu dengan membangun fungsi generik untuk membantu mempercepat pembuatan format laporan. Tujuan pencetakan dapat diatur tergantung dari kebutuhan pelaporan yang diinginkan misalnya pencetakan lewat port LPT, lewat driver manufacturer, lewat word dan lewat excel. Khusus untuk

  4. KEEFEKTIFAN STRATEGI REACT DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR, KEMAMPUAN PENYELESAIAN MASALAH, KONEKSI MATEMATIS, SELF EFFICACY

    OpenAIRE

    Runtyani Irjayanti Putri; Rusgianto Heri Santosa

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan keefektifan strategi pembelajaran REACT pada pembelajaran turunan fungsi ditinjau dari prestasi belajar matematika, kemampuan penyelesaian masalah matematis, kemampuan koneksi matematis, dan Self efficacy siswa SMA Negeri 4 Magelang, (2) menentukan strategi pembelajaran yang lebih efektif diantara strategi REACT dan pembelajaran konvensional pada pembelajaran turunan fungsi ditinjau dari aspek prestasi belajar matematika, kemampuan penyelesa...

  5. Identifikasi Dan Sinergisme Kapang Lipolitik Dari Limbah Sbe (Spent Bleaching Earth) Sebagai Agen Bioremediasi

    OpenAIRE

    Mukharomah, Ervina; Munawar, Munawar; Widjajanti, Hary

    2015-01-01

    Identifikasi dan sinergisme lipolitik dari Limbah SBE (Spent Bleaching Earth) yang berpotensi sebagai agen bioremediasi telah dilakukan pada bulan Januari-Maret 2015. Pengambilan sampel dengan metode Random Sampling dari PT Wilmar International Group Mariana Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan di Labolatorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Sriwijaya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat kapang lipolitik yang berpotensi mendegra...

  6. Identifikasi kandungan Squalene dari Minyak Nyamplung (calophyllum inophyllum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Saputra

    2014-09-01

    Full Text Available Sebuah studi baru mencatat temuan yang mengkhawatirkan. Sekitar 100 juta ekor ikan hiu mati setiap tahunnya. Berbagai eksploitasi telah dilakukan untuk keperluan manusia, salah satunya dengan memperdagangkan minyak hati ikan hiu, yang disebut squalene. Squalene kini menjadi salah satu bahan mahal untuk pembuatan kosmetik dan pelembap, serta kerap dijual dalam bentuk pil sebagai suplemen dan mampu mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari indentifikasi kandungan squalene (senyawa non polar dari minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum. Identifikasi dilakukan melalui hasil ekstraksi multi stage 8 kali dilanjutkan dengan metode stirred batch-wise. Ekstraksi dilakukan sebagai alternatif saponifikasi. Metode stirred batch-wise dilakukan pada suhu -6°C sebanyak 5 batch dan dicampur menjadi satu sampel. Setelah sampel diuji dengan TLC dan GC-MS, komponen squalene dapat teridentifikasi dan ter-recovery 100% dengan kadar 1,71 %.

  7. PRODUKSI ETANOL DARI SISA GULA LIMBAH PABRIK BREM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Oka Suartama

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi gula yang terkandung dalam limbah pabrik brem untuk produksi etanol. Kadungan gula pereduksi dan kadar etanol ditentukan berturut-turut dengan metode luff schoorl and hydrometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan rata-rata gula pereduksi pada limbah pabrik brem sekitar 4,55% (b/v dan jumlah ini cukup untuk difermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae menjadi etanol. Pada akhir proses (hari ke 21 konsentrasi etanol yang terbentuk sebesar 2,9% (v/v atau 22,64 g/liter atau 0,49 mol/liter. Hasil ini menunjukkan bahwa efisiensi proses pengubahan gula menjadi etanol mencapai 96%. Selama proses fermentasi terjadi penurunan pH dari 4,25 ±0.00 (pada hari ke 0 menjadi 3.58±0.10 (pada hari ke 21. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa limbah pabrik brem sangat berpotensi sebagai sumber gula pereduksiuntuk produksi etanol.

  8. ISOLASI BAKTERIOFAGA ANTI Streptococcus agalactiae DARI IKAN NILA (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angela Mariana Lusiastuti

    2016-11-01

    Full Text Available Infeksi Streptococcus merupakan salah satu penyakit serius pada ikan yang disebabkan oleh bakteri gram positif. Infeksi oleh streptococcus beta-hemolitik paling sering dilaporkan menginfeksi ikan. Di antara streptococci beta-hemolitik, Streptococcus iniae penyebab septicemia, meningoencefalitis, dan kematian pada ikan budidaya. Selain itu, Streptococcus agalactiae juga menyebabkan streptococcosis parah pada ikan nila. Alternatif yang bisa digunakan untuk terapi infeksi streptococcosis adalah dengan penggunaan bakteriofaga yang merupakan virus yang hidup pada bakteri. Tujuan penelitian ini adalah isolasi bakteriofaga S. agalactiae sebagai kandidat agen terapi yang memberikan efek protektif melawan infeksi streptococcosis. Faga diisolasi dari Brain Heart Infusion Agar (BHIA yang sudah ditanami dengan 15 isolat S. iniae dan S. agalactiae. Isolat S. iniae dan S. agalactiae diisolasi dari ikan sakit dengan gejala klinis Streptococcosis. Setelah itu diidentifikasi dengan pewarnaan Gram, tes katalase, pertumbuhan pada agar darah dan API 20 Strep System. Pertumbuhan faga ditunjukkan dengan adanya zona lisis pada tempat yang ditetesi dengan sampel cairan usus dari ikan nila sehat. Faga yang tumbuh lalu dikoleksi secara steril, disentrifus dan supernatannya difiltrasi dengan membran filter 0,45 µm dan disimpan pada suhu 4oC. Dari 15 isolat S. iniae dan S. agalactiae hanya satu isolat yaitu PSaT-18 yang menunjukkan zona lisis seperti yang ditunjukkan pada cawan petri isolat kontrol S. iniae. Zona lisis tersebut timbul akibat adanya faga yang memberikan proteksi terhadap S. iniae dan S. agalactiae. Zona lisis yang tidak jernih disebabkan konsentrasi faga yang terlalu rendah akibat dilakukan pengenceran pada proses filtrasi. Faga yang diperoleh selanjutnya akan dilakukan uji in vitro dan in vivo untuk mengetahui efektivitasnya. Streptococcal infection is a serious disease in fish caused by gram positive bacteria. The causative agent is Streptococcus b

  9. Kontrak Baku Franchise Ditinjau dari Ketentuan Unidroit dan KUH Perdata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susiana Susiana

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRAK: Kontrak baku merupakan kontrak yang telah dipersiapkan oleh salah satu pihak, dimana pihak lain tidak memiliki andil dalam merumuskan isi kontrak. Kontak franchise sebagai salah satu jenis kontrak yang berkembang dalam praktek kontrak bisnis internasional dewasa ini, umumnya telah dibuat dalam bentuk baku. Dalam perdagangan internasional, khusus mengenai kontrak bisnis internasional berlaku ketentuan yang diatur dalam Unidroit. Di Indonesia, pembuatan kontrak diatur dalam KUH Perdata. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan prinsip-prinsip kontrak dalam Unidroit dan KUH Perdata serta melakukan analisis apakah kontrak franchise yang dibuat dalam bentuk kontrak baku tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kontrak yang diatur dalam Unidroit dan KUHPerdata. Dari hasil kajian kepustakaan dapat dijelaskan bahwa prinsip-prinsip kontrak yang diatur dalam Unidroit Principle (UP antara lain: prinsip kebebasan berkontrak, itikad baik dan transaksi jujur, Prinsip kesepakatan melalui penawaran dan penerimaan, Prinsip perlindungan pihak lemah dari syarat-syarat baku, Prinsip contra proferentem dalam penafsiran kontrak baku.  Franchise Standardized Contract Viewed from the Rules of Unidroit and the Civil Code ABSTRACT: Standard contract is a contract which has been prepared by one of the parties, in which the other party has not participated in making the contract. Contract francise as one the the types of contracts that developed in the practice of today’s international business contracts, generally have been made in raw form. In international trade, especially regarding international business contracts applicable provisions laid down in Unidroit. In Indonesia, the manufacturing contract stipulated in the Civil Code. The result show that the contract principles set out in Unidroit Principle (UP, among other: the principle of freedom of contract, good faith and transaction honest (fair dealing. Principles of the agreement through

  10. Pembuatan Gliserol Karbonat Dari Gliserol Dengan Katalis Berbasis Nikel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktarinda Damayanti

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin berkembangnya penggunaan biodesel sebagai bahan bakar yang bersifat renewable mendorong bertambahnya jumlah gliserol di pasaran sebagai produk samping reaksi pembuatan biodesel. Upaya peningkatan nilai jual gliserol dilakukan dengan pengolahan gliserol menjadi produk turunannya, salah satunya gliserol karbonat. Gliserol karbonat memiliki fungsi sebagai bahan baku polimer, surfaktan, emulsifier dan sebagainya yang juga bersifat biodegradable. Gliserol karbonat dapat diperoleh melalui reaksi karboksilasi katalitik antara gliserol dengan urea. Reaksi ini dilakukan dalam reactor batch dilengkapi yang dilengkapi dengan pompa. Gliserol, urea dan katalis dimasukkan dalam reaktor, kemudian dipanaskan. Saat suhu operasi tercapai, pompa vakum dinyalakan vakum untuk mengeliminasi gas ammonia yang terbentuk sebagai produk samping. Penelitian ini diawali dengan seleksi 3 jenis katalis yakni Ni powder, Ni yang diambil dari NiCl2.6H2O dan Ni/γAl2O3, jumlah katalis yang digunakan dalam seleksi sebesar 3%  dengan suhu proses 150oC selama 4 jam. Hasil yang terbaik adalah katalis Ni/γAl2O3 dengan konversi gliserol 38,88% dan yield gliserol karbonat 23,56%. Kemudian dilakukan uji pengaruh jumlah katalis 1%, 3% & 5% dari berat gliserol dengan menggunakan Ni/γAl2O3. Hasil terbaik pada berat katalis 5% dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat 27,83%. Penelitian dilanjutkan dengan seleksi suhu proses antara 100oC, 125oC, 150oC, 175oC & 200oC. Pada seleksi ini terpilih suhu 150oC yang menghasilkan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%. Berikutnya adalah mengetahui pengaruh waktu terhadap konversi gliserol dan yield gliserol karbonat dengan variable 0 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Hasil terbaik diperoleh pada 4 jam proses dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%.

  11. OPTIMASI EKSTRAKSI ENFLEURASI FRAGRANCE DARI BUNGA BINTARO (Cerbera odallam G.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Sudarsana

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK: Ekstraksi Enfleurasi dapat dioptimasi dengan memvariasikan perbandingan lemak dan bunga Bintaro serta waktu ekstraksi. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kondisi optimal ekstraksi enfleurasi dan kandungan senyawa fragrance pada bunga Bintaro. Optimasi ekstraksi enfleurasi dilakukan dengan memvariasikan perbandingan lemak dan bunga Bintaro serta waktu ekstraksi. Identifikasi senyawa pada fragrance dari bunga Bintaro dilakukan menggunakan Kromatografi Gas Spektrometri Massa (GC-MS. Perbandingan lemak dan bunga serta variasi waktu optimal yang diperoleh untuk ekstraksi enfleurasi adalah 3 : 21 (w/w dan 48 jam. Senyawa fragrance dalam bunga bintaro  muncul  tiga puncak asing-masing dengan waktu retensi (tR adalah 4,2; 6,9; dan 10,4 menit. Senyawa fragarance yang diduga berturut-turut adalah feniletil alkohol, indol, dan alfa-farnesen.  Selanjutnya terdeteksi pula senyawa golongan ester yaitu etil palmitat, etil oleat, dan etil stearat  dengan waktu retensi adalah  18,1; 20,4; dan 20,7 menit.   ABSTRACT: Enfleurage extraction can be optimized by varying the ratio of fat and Bintaro flower and extraction time. The aims of this study were to determine the optimal extraction and identify kind of compounds in fragrances of Bintaro flowers. Enfleurage extraction optimization was done by varying the ratio of fat and Bintaro flower and extraction time. Identification of compounds in the fragrances of Bintaro flowers was performed using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS. Optimal ratio of fat and Bintaro flower and optimal extraction time were 3: 21 (w / w and 48 hours. Fragrance compound in Bintaro flower show three peaks with retention time (tR 4,2; 6,9; and 10,4 minutes. The fragrance compound are allegedly phenylethyl alcohol, indole, and alpha farnesene. Ester compounds which are ethyl palmitate, ethyl oleate, and ethyl stearate, are detected as well with retention Time 18,1; 20,4; and 20,7 minutes.

  12. IDENTIFIKASI LIMBAH PABRIK KANCING BAJU DARI KULIT KERANG LOLA DI PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sahadi Didi Ismanto

    2016-03-01

    Full Text Available Tujuan Penelitian ini adalah Mengidentifikasi kandungan kimian bahan yang terkandung pada limbah pabrik kancing baju dari kulit kerang dan Mengkaji kemungkinan pemanfaatan limbah pabrik kancing baju dari kulit kerang sedangkan manfaatnya adalah untuk memanfaatkan limbah pabrik kancing baju dari kulit kerang dari bahan kurang bermanfaat menjadi barang bernilai ekonomi. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metoda eksploratif, yaitu mencari tahu kandungan apa yang ada pada limbah pabrik kancing baju dari kulit kerang lola.  Hasil penelitian didapatkan kandungan kimia pada limbah pabrik kancing kulit kerang dari bahan baku kerang Lola adalah Protein10,01 %, Karbohidrat 2,94 %, Kadar Air 3,40 %, Kalsium 31,17 %, Abu 12,44 %, SiO2 7,88 %,  MgO 18,88 %, Fe2O3 0,03  %, Lemak 0,97 % dan Fosfor 12,28 %.  Limbah pabrik kancing kulit kerang dari bahan baku kerang Lola dapat digunakan untuk pakan ternak ayam, Hidroksiapatit, bahan campuran beton polimer, pembuatan pangan kaya kalsium, sebagai adsorben ion timah putih,  Saran perlu penelitian lebih lanjut untuk pemanfaatan limbah pabrik kancing kulit kerang yang banyak mengandung Kalsium untuk keperluan farmasi dan bahan tambahan pangan sebagai fortifikasi kalsium.

  13. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KERAMIK MAGNESIUM ALUMINA SILIKA DARI ABU VULKANIK GUNUNG SINABUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Exaudi Sidabutar

    2017-02-01

    Full Text Available Berlimpahnya material abu vulkanik Gunung Sinabung merupakan suatu hal yang menarik untuk diteliti lebih lanjut, khusunya tentang kelayakan penggunaan abu vulkanik tersebut sebagai bahan dasar untuk membuat material keramik magnesium alumina silika. Sebagian besar abu vulkanik tersebut belum termanfaatkan sama sekali. Material keramik dibuat dari bahan dasar yang tersusun atas abu vulkanik, alumina silika (Al2O3 dan Magnesium Oksida (MgO. Keberadaan abu vulkanik hasil dari letusan Gunung Sinabung merupakan hal yang cukup potensial sebagai pembuatan bahan keramik.Tujuan dari penelitian ini adalah membuat keramik yang keras dan kuat dari abu vulkanik Gunung Sinabung dan untuk mengetahui pengaruh penambahan Al2O3 dan MgO pada pada sampel material keramik. Sekaligus untuk mengetahui proses pembakaran (sintering yang optimal terhadap karakterisasi dari sampel keramik yang meliputi sifat fisik, kekerasan dan struktur Kristal dari material.Adapun hasil dari penelitian yang telah dilakukan untuk memnuhi tujuan tersebut adalah nilai densitas tertinggi dengan komposisi abu (80%, Al2O3 (10% dan MgO (10% adalah 2.06 gr/cm2 dengan suhu pembakaran 1200 0C, morfologi yang baik pada komposisi yang sama dengan suhu pembakaran 1200 0C, fasa yang dominan terbentuk adalah Silika oksida (SiO2, dan fasa lainnya MgSiO3, Al₂MgO₄ dan hasil kekerasan yang diperoleh sebesar 768.21 kgf/mm2.

  14. Teknik Pewarnaan Agel dengan Zat Warna Alam dari Daun Jati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eustasia Sri Murwati

    2011-04-01

    Full Text Available ABSTRAKAgel (Corypha gebanga BL merupakan jenis tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia dan telah dimanfaatkan oleh para perajin untuk dibuat menjadi berbagai jenis barang kerajinan bernilai ekonomis. Namun proses pewarnaan yang sering digunakan selama ini adalah pewarnaan menggunakan zat warna sintetis yang kurang ramah lingkungan. Hal ini terjadi karena masih banyak kendala dalam pewarnaan alam, salah satunya adalah warna yang didapatkan menjadi kusam. Untuk itu diperlukan penelitian teknik pewarnaan yang tepat untuk memperoleh hasil yang optimal. Daun jati dipilih menjadi bahan dasar zat warna alam karena jumlah yang melimpah di Indonesia, regenerasi yang cukup cepat dibandingkan bahan pewarna alam dari kayu, dan termasuk jenis zat warna yang memiliki afinitas besar terhadap serat selulose. Penelitian ini bertujuan memperoleh suhu, lama perendaman, dan proses mordan yang tepat untuk pewarnaan agel dengan zat warna alam dari daun jati. Metoda eksperimental dengan tahapan; penelitian bahan baku, uji kekuatan tarik sebelum dan sesudah diwarna, diproses mordan, diwarna dengan variasi suhu (60°C, 80°C, 100°C dan waktu pencelupan 30 menit, pengujian (ketahanan luntur warna terhadap cuci, gosok, dan sinar matahari, dan ketuaan warna. Hasil pengujian ketuaan warna pada suhu 100°C didapatkan warna paling tua (penyerapan optimal dengan %T (Transmitansi terkecil, suhu 80°C %T lebih tinggi dari pada suhu 100°C, dan pada suhu 60° C %T memiliki nilai tertinggi dengan warna kurang tua. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap cuci,gosok, dan sinar matahari baik. Sesudah pewarnaan tidak menurunkan kekuatan tarik.Kata kunci: agel, daun jati, ketuaan warna, suhu,warna alamABSTRACTAgel (Corypha gebanga BL grow widely in Indonesia and has been used by craftmen as material for various kinds of valuable handicrafts. However the coloring process of agel still use the staining with synthetic dyes that are less environmentally friendly. It is caused by

  15. BIODIESEL DARI CAMPURAN LEMAK SAPI (Beef Tallow DAN MINYAK SAWIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wara Dyah Pita Rengga

    2013-05-01

    Full Text Available Cadangan minyak bumi semakin menipis, sehingga dicari bahan bakar alternatif, salah satunya adalah biodiesel. Minyak nabati terutama minyak sawit merupakan bahan baku edible sedangkan lemak sapi merupakan bahan baku non-edible dengan biaya rendah dan memiliki ketersediaan tinggi pada produksi sapi. Pemanfaatan lemak sapi yang belum maksimal dapat digunakan bersama minyak sawit untuk menghasilkan biodiesel. Lemak sapi dicairkan supaya menjadi minyak sapi. Bahan baku minyak sapi dan minyak sawit dicampur dengan perban-dingan 3:1. Campuran minyak ditransesterifikasi dengan metanol dengan perbandingan molar (1:6 dan katalis NaOH. Proses dilakukan selama 90 menit pada suhu ±65°C. Hasil proses transesterifikasi adalah metil ester dan gliserol. Metil ester pada lapisan atas dipisahkan dari gliserol kemudian dilakukan pencucian. Metil ester atau biodiesel selanjutnya diuji angka asam, viskositas, densitas, dan analisis menggunakan GC-MS. Yield biodiesel yang dihasilkan dari campuran minyak sapi dan minyak sawit adalah 76%, angka asam 0,67124 mg-KOH/g, densitas 857,76 kg/cm³, dan viskositas 3,0074 mm2/s. Kesemua parameter tersebut sesuai dengan standart mutu SNI biodiesel. Kandungan metil ester dari minyak sawit dan lemak sapi adalah metiloleat dan metil palmitat. The availability of the fossil fuel is decreasing; hence the finding of an alternative fuels is very important. One of those alternative fuels is biodiesel. Vegetable oil, especially palm oil is the edible raw material, while the beef tallow is the non-edible raw material with low cost production and the availability is huge in the cattle production. The beef tallow mixed with palm oil can be used as raw material for producing biodiesel. Firstly, the beef tallow was melted into beef oil. The raw materials of beef tallow and palm oil were mixed with the composition ratio of 3:1. The resulted mixed-oil was transesterificated by adding methanol with molar ratio of 1:6 and NaOH as

  16. Formulasi Perbandingan Asam Basa Serbuk Effervescent dari Coklat Bubuk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inda Three Anova

    2016-12-01

    Full Text Available Chocolate can be made various kinds of chocolate drink products. Chocolate drink is usually  mix with milk or coffee and drink with hot water become a refreshing drink. Chocolate can be made into effervescent drinks, these drinks produce gas bubbles which gives good taste. The presence of carbonate can provide another taste, so as to create a more interesting flavor diversification. The purpose of this study was to get optimal formulation to make an effervescent cocoa powder and more variety of cocoa powder drinks. The study was conducted by using a comparison method of citric acid : tartatic acid (A and acid : base (B. The results showed that treatment of acid ratio and acid-base had an effect on the pH value, moisture content, flow time, compressibility value, and soluble time. Optimal treatment was obtained in ratio of citric acid : tartaric acid (1:2 and ratio acid 20% : base 25% which had pH value 6.77, moisture content 1.3%, the flow time 6.19 g/sec, compressibility 28.83, and soluble time 5.69 minutes. Except the compressibility value and soluble time, as a whole met criteria for effervescent powder drink.ABSTRAKCoklat dapat dibuat berbagai macam  produk minuman coklat. Minuman coklat biasanya diminum dengan mencampur susu atau kopi dan diminum dengan air panas menjadi minuman penyegar. Coklat dapat dibuat menjadi minuman effervescent, minuman ini menghasilkan gelembung gas yang memberikan rasa enak. Adanya karbonat dapat memberikan rasa lain, sehingga tercipta diversifikasi rasa yang lebih menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi yang optimal dalam pembuatan serbuk minuman effervescent dari coklat bubuk dan variasi minuman dari coklat bubuk yang lebih beragam. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode perbandingan asam sitrat : asam tartarat (A dan asam : basa (B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbandingan asam dan asam basa berpengaruh pada nilai pH, kandungan lembab, waktu alir, nilai

  17. Pengaturan Terhadap Yurisdiksi Cyber Crime Ditinjau dari Hukum Internasional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galuh Kartiko

    2013-12-01

    Full Text Available Abstrak      Menurut hukum internasional, negara memiliki batas-batas tertentu dalam menerapkan yurisdiksi untuk kasus yang melibatkan kepentingan negara lain. Salah satu batas tersebut dalam bentuk kewajiban setiap negara untuk menghindari kesulitan negara lain dalam upaya menerapkan yurisdiksi. Hukum  Indonesia yang mengatur cybercrime adalah Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE, bagian mengatur yurisdiksi yang bagian ke-2 mencakup dasar teritorial subjektif bagi setiap orang melakukan cybercrime dan dikualifikasi berbahaya di  Indonesia . Namun, dalam prakteknya, hal ini sulit untuk dilakukan jika kejahatan dilakukan dari luar Indonesia karena belum tentu setiap negara akan menyampaikan, meskipun UU ITE telah mengikuti ketentuan substantif dalam Konvensi tentang cybercrime,kecuali Indonesia ikut meratifikasi Konvensi cybercrime. Keuntungan Indonesia meratifikasi,  Indonesia dapat menjalin kerjasama dengan peserta dalam hal kasus cybercrime yang merugikan Indonesia terutama jika pelaku melakukan cybercrime di luar wilayah Indonesia, posisi Indonesia dapat mengajukan ekstradisi terhadap pelaku akan menjadi lebih kuat.Kata kunci: cybercrime, yurisdiksi, hukum internasional

  18. PENGARUH KONSENTRASI MALTODEKSTRIN TERHADAP MUTU MINUMAN INSTAN DARI TEH KOMBUCHA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risa Meutia Fiana

    2016-09-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi maltodekstrin yang tepat untuk membuat minuman instan teh kombuca dan menciptakan variasi jenis olahan teh kombucha.  Perlakuan pada penelitian ini adalah perbedaan konsentrasi maltodekstrin yang digunakan pada minuman instan teh kombuca.Konsentrasi maltodekstrin yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak lengkap (RAL. Data dianalisa secara statistika dengan uji F dan jika berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT pada taraf nyata 5%. Konsentrasi maltodekstrin terbaik yang digunakan untuk membuat minuman instan teh kombucha adalah 20%. Konsentrasi maltodekstrin terbaik dipilih berdasarkan kadar antioksidan dan polifenol dari minuman instan teh kombucha. Analisa kimia minuman instan teh kombucha dengan menggunakan maltodekstrin sebanyak 20 % adalah kadar air 6,39%, pH 3,12, kadar asam laktat 0,15%, vitamin C 0,16 %, antioksidan 10,39% dalam 100 ppm dan kadar polifenol 41,3% dalam 100 ppm.

  19. Pra Desain Pabrik Bioetanol Dari Nira Batang Sorghum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fredi Susanto

    2015-12-01

    Full Text Available Etanol merupakan salah satu bahan kimia yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia misalnya digunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol. Akan tetapi etanol yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar harus mempunyai grade sebesar 99,5-100% volume, grade tersebut mutlak karena jika berkadar di bawah 90%, mesin tidak dapat menyala karena kandungan airnya terlampau tinggi. Bioetanol dengan kadar kemurnian 95% masih layak dimanfaatkan sebagai bahan bakar motor. Hanya saja, dengan kadar kemurnian itu perlu penambahan zat antikorosif pada tangki bahan bakar agar tidak menimbulkan karat. Salah satu bahan baku yang dimanfaatkan untuk produksi bioetanol adalah sorghum karena memiliki kadar glukosa yang cukup tinggi. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari batang sorghum ini menggunakan proses fermentasi. Batang sorghum digiling dalam roll mill dan ditambahkan air sehingga menghasilkan nira. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Bakteri ini mampu mengurai gula tanpa kehadiran oksigen dan menghasilkan etanol dan karbondioksida. Konsumsi premium pada 2017 diperkirakan sebesar 63.052.915 kL/tahun. Proses pembuatan bioetanol ini berlangsung secara kontinyu, 24 jam/hari dan 330 hari/tahun dengan perencanaan sebagai berikut, Kapasitas produksi : 355.916,41 kL/tahun, Bahan baku : 5.000.000 ton/tahun. Pabrik bioetanol ini akan didirikan di Sukoharjo pada tahun 2017. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: Internal Rate of Return : 36 %  per tahun, Pay Out Time : 4.09  tahun, dan BEP : 25.13 %.

  20. Pra Desain Pabrik Bioetanol Dari Nira Batang Sorghum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurniawan Candra

    2015-12-01

    Full Text Available Abstrak- Etanol merupakan salah satu bahan kimia yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia misalnya digunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol. Akan tetapi etanol yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar harus mempunyai grade sebesar 99,5-100% volume, grade tersebut mutlak karena jika berkadar di bawah 90%, mesin tidak dapat menyala karena kandungan airnya terlampau tinggi. Bioetanol dengan kadar kemurnian 95% masih layak dimanfaatkan sebagai bahan bakar motor. Hanya saja, dengan kadar kemurnian itu perlu penambahan zat antikorosif pada tangki bahan bakar agar tidak menimbulkan karat. Salah satu bahan baku yang dimanfaatkan untuk produksi bioetanol adalah sorghum karena memiliki kadar glukosa yang cukup tinggi. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari batang sorghum ini menggunakan proses fermentasi. Batang sorghum digiling dalam roll mill dan ditambahkan air sehingga menghasilkan nira. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Bakteri ini mampu mengurai gula tanpa kehadiran oksigen dan menghasilkan etanol dan karbondioksida. Konsumsi premium pada 2017 diperkirakan sebesar 63.052.915 kL/tahun. Proses pembuatan bioetanol ini berlangsung secara kontinyu, 24 jam/hari dan 330 hari/tahun dengan perencanaan sebagai berikut, Kapasitas produksi : 355.916,41 kL/tahun, Bahan baku : 5.000.000 ton/tahun. Pabrik bioetanol ini akan didirikan di Sukoharjo pada tahun 2017. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: Internal Rate of Return : 36 % per tahun, Pay Out Time : 4.09 tahun, dan BEP : 25.13 %

  1. Pengaruh Strategi React Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Aktivitas Belajar Siswa Kelas V SD

    OpenAIRE

    I KOMANG AGUNG DIANSIH FORTUNA; Prof. Dr. Nyoman Dantes; Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi REACT terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari aktivitas belajar pada siswa kelas V. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus 3 Kecamatan Marga yang berjumlah 153 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 60 orang dari 4 sekolah yang dipilih dengan teknik random sampling denga 2 kelas eksperimen dan 2 kelas kontrol. Desain penelitian ini adalah desain dua faktor (two factor design) dengan instrumen tes hasil belajar ...

  2. Ekstraksi Serat Bambu Dari Bambu Tali (Gigantochloa Apus) Untuk Bahan Baku Industri Kreatif

    OpenAIRE

    Wahyudi, Tatang; Kasipah, Cica; Sugiyana, Doni

    2015-01-01

    Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi serat bambu dari bambu tali (Gigantochloa apus) yang dapat dipintal menjadi benang serat bambu sebagai bahan baku industri kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh metode optimum ekstraksi serat bambu dengan proses kombinasi kimia-mekanis yang lebih ramah lingkungan dan mengevaluasi karakteristik serat bambu tali siap pintal yang dihasilkan. Metode ekstraksi serat bambu meliputi proses degumming, pengelantangan, pencucian, softening dan op...

  3. PENGARUH PENAMBAHAN SURFAKTAN SODIUM LIGNOSULFONAT (SLS) DALAM PROSES PENGENDAPAN NANO CALCIUM SILICATE (NCS) DARI GEOTHERMAL BRINE

    OpenAIRE

    Ulya, M Ridho; Perdana, Indra; Mulyono, Panut

    2018-01-01

    Konsentrasi yang tinggi dari kelarutan silika dalam larutan geothermal menyebabkan masalah dalam pengoperasian produksi uap di PLTP Dieng. Mitigasi silika scaling diperlukan untuk mengurangi resiko kegagalan produksi uap. Dalam penelitian ini, asam silika dalam larutan geothermal direaksikan dengan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) membentuk n ano calcium silicate (NCS). Tujuan penelitian ini adalah membentuk endapan NCS dari surfaktan SLS dan Ca(OH)2 ke dalam larutan geothermal. Mempelajari perub...

  4. Karakteristik Emulsi Beberapa Fraksi Gelatin dari Kulit Ikan Nila (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryanti Suryanti

    2017-06-01

    Full Text Available Fraksinasi ekstrak gelatin dari kulit ikan nila (Oreochromis niloticus dengan menggunakan kantong dialisis MWCO 100 kD telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik emulsi dari fraksi gelatin yang diperoleh melalui proses asam asetat 0,10 M (GAs dan asam sitrat 0,05 M (GSi. Fraksi gelatin GAs yang diperoleh memiliki distribusi berat molekul  13,6-218,87 kD dan 15,27-61,1 kD sedangkan fraksi gelatin GSi sebesar 107,5-142,23 kD dan 12,5-82,9 kD. Gugus fungsional molekul dari keempat fraksi gelatin tersebut terdiri dari amida I (1648 cm-1, amida II (1452 cm-1 dan amida III (1089 cm-1. Karakteristik emulsi yang meliputi sifat emulsi (aktivitas dan stabilitas emulsi serta ukuran partikel emulsi semakin meningkat dengan semakin meningkatnya berat molekul. Zeta potensial droplet emulsi gelatin dari proses asam sitrat 0,05 M (GSi lebih banyak bermuatan ion positif daripada proses asam asetat 0,10 M(GAs. Emulsi yang terbentuk dari fraksi GAs dan GSi pada konsentrasi 0,1% termasuk dalam makroemulsi dengan ukuran droplet >100 nm dan stabilitas mencapai 22,62 menit yang dapat diaplikasikan pada produk pangan seperti whipping cream, salad dressing dan mayonnaise.

  5. Pemanfaatan Asam Lemak Bebas Teroksidasi dari Minyak Jarak untuk Sintesis Membran Poliuretan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marlina Marlina

    2007-12-01

    Full Text Available Membran poliuretan (PU dibuat dengan cara mereaksikan asam lemak bebas dan asam lemak yang telah teroksidasi yang berasal dari minyak jarak dengan 2,4-tolulen diisosianat (TDI. Komposisi monomer, temperatur dan waktu polimerisasi divariasikan. Membran PU dicetak di atas plat kaca, yang diteruskan dengan proses koagulasi menggunakan air pada temperatur kamar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum sintesa membran PU dari asam lemak bebas hasil oksidasi-metilasi diperoleh pada perbandingan 1,2 : 0,56 (mol/mol, temperatur 100 oC dan waktu polimerisasi 5 menit. Membran yang dihasilkan bersifat transparan, elastis, homogen, kuat dan mempunyai titik transisi gelas 127,4 oC dan ketahanan tarik 41,7 MPa. Pengukuran spektrum inframerah (IR dari polimer yang dihasilkan menunjukkan masih adanya puncak –CO dari –NCO pada bilangan gelombang 2272,9 cm-1, sedangkan serapan terhadap gugus –OH pada bilangan gelombang 3100-3300 cm-1 telah hilang. Dari data di atas terlihat bahwa reaksi polimerisasi pada sintesa membran PU dari asam lemak bebas teroksidasi telah berlangsung dengan sempurna. Kata kunci: asam lemak bebas, minyak jarak, poliuretan, 2,4-tolulen diisosianat (TDI.

  6. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUNARTO

    2012-05-01

    Full Text Available Pamungkas GS, Sutarno, Mahajoeno E. 2012. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam. Bioteknologi 9: 18-25. Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternative sumbernya. Dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan ayam dengan penambahan limbah organik lain dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy. Tujuan penelitian ini adalah (i menguji produksi biogas dari pencerna anaerob limbah peternakan ayam dengan perlakuan pengenceran, dan penambahan berbagai substrat sampah organik skala laboratorium, (ii mengetahui produksi biogas dari pencerna anaerob sistem curah limbah peternakan ayam dengan frekuensi agitasi berbeda pada skala semi pilot. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu penelitian skala laboratorium dan skala semi pilot. Rancangan percobaan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 2 faktor yaitu, rasio pengenceran, dan penambahan substrat. Hasil dari produksi biogas terbaik direkomendasikan pada penelitian skala semi pilot sistem curah. Perlakuan dalam tahapan semi pilot dengan interval waktu pengadukan, yaitu 4 jam/hari dan 8 jam/hari. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari penyampuran kotoran ayam dengan eceng gondok pengenceran 1:1 sebesar 0,60 L dalam 6 minggu dan efisiensi perombakan COD, TSS, VS adalah 63,80%; 14,79%; 75,14%. Pada sekala semi pilot sistem curah dengan frekuensi pengadukan 8 jam/hari, diperoleh hasil biogas tertinggi sebesar 624,99 L dalam 6 minggu.

  7. Pengaruh Penambahan Kitin pada Medium Produksi terhadap Aktivitas Kitin Deasetilase dari Bacillus K29 14.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusro Nuri Fawzya

    2017-07-01

    Full Text Available Penelitian untuk mempelajari pengaruh kandungan kitin dalam medium produksi terhadap aktivitas enzim kitin deasetilase telah dilakukan. Sebagai penghasil enzim digunakan bakteri termofilik Bacillus K29‑14, sedangkan kitin yang digunakan sebagai komponen dalam medium adalah kitin limbah udang buatan lokal, terdiri dari kitin kepala udang dari Cirebon, kitin kulit punggung udang dari Cirebon dan kitin limbah udang (III campuran kulit punggung dan kepala udang dari Sidoarjo. Enzim kitin deasetilase yang dilhasilkan dari fermentasi Bacillus K29‑14 pada medium yang mengandung kitin, merupakan filtrat hasil sentrifugasi larutan fermentasi. Hasil fermentasi Bacillus K29‑14 pada medium yang mengandung kitin kepala udang dengan konsentrasi 0, 1, 2 dan 3% selama 24, 48 dan 72 jam pada suhu 55 derajad Celcius menunjukkan bahwa aktivitas enzim tertinggi dihasilkan dari perlakuan konsentrasi kitin 2% selama 48 jam, yaitu sebesar 25,49 mU/ml. Sedangkan berdasarkan jenis kitin di dalam medium produksi kitindeasetilase, aktivitas enzim tertinggi dihasilkan oleh perlakuan medium produksi yang mengandung kitin kulit punggung udang sebesar 2% pada fermentasi selama 72 jam. Aktivitas enzim kitin deasetilase yang dihasilkan sebesar 87,39 mU/ml, dengan kadar protein 4,43 mg/ml dan aktivitas spesifik enzim sebesar 19,73 mU/mg.

  8. Kajian Kualitas Briket Biomassa dari Sekam Padi dan Tempurung Kelapa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idzni Qistina

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak Biomassa seperti sekam padi dan tempurung kelapa dapat menjadi sumber bahan baku briket sebagai salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas briket sekam padi dan tempurung kelapa melalui proses semi-karbonisasi pada temperatur antara 50-125 0C dengan durasi waktu proses 50-120 menit. Proses pembuatan briket meliputiproses semi-karbonisasi, pencampuran biomassa dengan perekat, pencetakan, pengeringan, dan uji kualitas briket. Pengujian kualitas briket meliputi analisis briket yaitu nilai kalor, kadar air, fixed carbon, volatile matter, abu, dan analisis ultimat. Disamping itu juga dilakukan uji kuat tekan, pengukuran emisi gas, dan uji termal briket yang dihasilkan.Hasilnya menunjukkan penurunan kadar air bahan baku briket sekam padi dan tempurung kelapa membutuhkan energi masing-masing 8.54% dan 4.97% dari proses karbonisasi murni yang menghasilkan semi arang. Nilai kalor briket sekam padi maupun tempurung kelapa mengalami penurunan masing-masing 9.72% dan 7.21% jika dibandingkan dengan bahan bakunya.Gas emisi dari briket sekam padi dan tempurung kelapa yaitu gas NOx, SOx, CO, dan hidrokarbon (HC masih di bawah baku mutu yang dipersyaratkan. Hasil uji termal briket menunjukkan efisiensi termal briket sekam lebih baik dibandingkan briket tempurung kelapa dengan nilai efisiensi masing-masing sebesar 31.13% dan 22.28%. Kata kunci: Briket sekam padi, briket tempurung kelapa, semi karbonisasi, emisi gas, efisiensi termal. Abstract   Biomass energy, among others, rice husk and coconut shell can be an alternative energy source to replace fossil fuels (petroleum. This study aims to assess the quality briquettes rice husk and coconut shell with raw materials through semi-carbonization process at a temperature between 50-125 0C with a duration of 50-120 minutes of processing time. Briquetting process meliputu semi-carbonization, refining raw materials and sieving made

  9. Ekstraksi Oleoresin dari Limbah Penyulingan Pala Menggunakan Ultrasonik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Normalina Arpi

    2013-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ukuran partikel limbah penyulingan pala (Myristica fragrans Houtt. dan suhu ekstraksi terhadap rendemen dan mutu oleoresin pala yang dihasilkan pada proses ekstraksi pelarut menggunakan bantuan ultrasonik. Etanol mutu teknis (technical grade digunakan sebagai pelarut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial dengan ulangan sebagai kelompok yang terdiri dari ukuran partikel bahan (P yaitu P1= 10 mesh, P2= 40 mesh dan P3= 60 mesh dan suhu ekstraksi (S yaitu S1= 40oC, S2= 50oC dan S3= 60oC. Analisis oleoresin pala yang dilakukan meliputi analisis awal (kadar air dan kadar abu dan analisis akhir (bobot jenis, indeks bias, dan sisa pelarut. Hasil penelitian menunjukkan ukuran partikel dan suhu ekstraksi berpengaruh terhadap rendemen dan mutu oleoresin yang dihasilkan. Rendemen tertinggi sebesar 7,16% diperoleh pada  ukuran partikel 10 mesh dan suhu 60oC. Hasil analisis bobot jenis oleoresin menunjukkan bahwa bobot jenis tertinggi yaitu 1,250 dihasilkan pada suhu ekstraksi 50oC. Sementara itu, hasil analisis indeks bias oleoresin menunjukkan bahwa ukuran partikel dan suhu ekstraksi memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap oleoresin pala dimana ukuran partikel 40 mesh pada suhu ekstraksi 40oC dan 60oC  serta ukuran partikel 60 mesh pada suhu 50oC memiliki nilai indeks bias yang lebih tinggi yaitu berkisar antara 1,476 hingga 1,480. Hasil analisis sisa pelarut juga menunjukkan bahwa ukuran partikel dan suhu ekstraksi berpengaruh terhadap tingginya sisa pelarut, dimana ukuran partikel 10 mesh mengandung sisa pelarut 0,229% dan suhu ekstraksi 40oC mengandung sisa pelarut 0,265%.

  10. PERBANDINGAN VARIABEL PADA ISOLASI DAN PEMURNIAN EUGENOL DARI MINYAK DAUN CENGKEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Fitri

    2012-09-01

    Full Text Available Tanaman cengkeh (Eugenia aromatika O.K. termasuk dalam familia Myrtaceae, tersebar luas di Indonesia, Malaysia, Pulau Madagaskar dan Tanzania. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang banyak dipakai untuk bahan baku eugenol dan pembuatan vanilin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh suatu prosedur isolasi eugenol dari minyak daun cengkeh yang lebih efisien dengan membandingkan beberapa variabel, yaitu pendiaman setelah pengocokan dengan natrium hidroksida selama 19 dan 24 jam (variabel 1 dan perbandingan fase air: n-heksana yang digunakan dalam pencucian yaitu 1:1; 1:1; 1:1; dan 1: 1; 1: 1/2 ; 1: 1/2 (variabel 2; melakukan pemurnian terhadap eugenol yang diperoleh dari hasil isolasi tersebut dengan cara destilasi sederhana bervakum; dan membandingkan eugenol yang diperoleh dari hasil pemurnian tersebut dengan sediaan eugenol yang diperoleh dari perdagangan yaitu eugenol A (lokal dan eugenol B (impor dengan cara menggunakan kromatografi gas. Hasil yang diperoleh dari peragaman variabel menurut uji statistik, yaitu terdapat perbedaan bermakna dari rendemen hasil isolasi yang disebabkan oleh perbedaan lama pendiaman setelah pengocokan dengan natrium hidroksida dan perbedaan banyaknya n-heksana yang digunakan dalam pencucian. Artinya pemilihan variabel 19 jam untuk pendiaman setelah pengocokan dan pencucian dengan memakai rasio 1:1; 1: 1/2 ; 1: 1/2 akan lebih efisien. Proses pemurnian lebih lanjut dari eugenol hasil isolasi dilakukan dengan cara destilasi sederhana dengan vakum. Eugenol yang didapat mempunyai warna yang lebih baik yaitu kuning pucat, dan kemurniannya juga lebih tinggi daripada eugenol hasil isolasi dan telah menyamai sediaan eugenol dalam perdagangan. Kata kunci: oils, plants, medicinal, eugenol 

  11. Desain Pabrik Sodium Karbonat Dari CO2 Flue Gas Pabrik Semen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Fadlan Minallah

    2017-03-01

    Full Text Available Dengan semakin meningkatnya kebutuhan energi di Indonesia selama beberapa tahunn terakhir ini, semakin juga meningkatkan bertambahnya gas rumah kaca yang dihasilkan. Gas rumah kaca (GRK yang terdiri dari CO2, CH4, N2O, HCFC, dan CFC serta uap air (H2O, dimana yang menjadi sumber utama terjadinya pemasan global. Terutama pada pabrik yang menghasilkan GRK itu sendiri selama proses produksi, seperti pabrik semen 15.107.267 ton, pabrik produksi kapur 3.688.147 ton, dan pabrik kaca/gelas 170.000 ton. Prospek soda abu (nama pasar sodium karbonat di Indonesia masih dalam kondisi baik karena kebutuhan komoditas ini semakin bertambah dengan rate 3,4% pertahun untuk industri kapur, industri gelas, dan industri keramik. Selama ini kebutuhan soda abu di Indonesia masih dipenuhi dengan adanya impor dari negara lain, karena belum adanya produsen natrium karbonat di dalam negeri yang menjadikan komoditas ini sebagai produk utama dari pabriknya. Pabrik ini direncanakan akan didirikan di Kabupaten Tuban, JawaTimur dengan estimasi waktu mulai produksi pada tahun 2017. Penentuan lokasi pabrik berdasarkan pada sumber bahan baku. Hal ini karena bahan baku yang digunakan adalah flue gas dari pabrik semen. Untuk menemuhi kebutuhan akan sodium karbonat kapasitas produk sodium karbonat ini sebesar 86,37 ton/jam. Pabrik beroperasi selama 24 jam per hari dengan hari kerja 330 hari per tahun. Proses pembuatan soda abu dengan proses karbonasi terdiri dari empat unit proses, yaitu dust removal unit, absorption unit, crystalization unit, dan soda ash unit. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat Investasi Rp79.285.526.850, IRR sebesar 26%, POT selama 4,39 tahun, dan NPV positif 15 tahun sebesar Rp589.068.911.634. Umur dari pabrik ini diperkirakan selama 15 tahun dengan masa periode pembangunannya selama 2 tahun di mana operasi pabrik ini 330 hari/tahun.

  12. PEMODELAN MATEMATIKA PROSES PRODUKSI POLYHYDROXYBUTYRATE (PHB DARI TAPIOKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Margono Margono

    2012-05-01

    Full Text Available MATHEMATICS MODELLING OF POLYHYDROXYBUTYRATE (PHB PRODUCTION FROM TAPIOCA. One of the technical approaches to get improvement of PHB productivity was a process simulation by using mathematical modeling. The objective of this research was to develop mathematical model which could be used to simulate fermentation of polyhydroxybutyrate production by Bacillus cereus IFO 13690 using tapioca substrates. Three different experiments with initial ammonium of 0.286, 0.566, and 1.203 g/L were carried out in 5 L fermentor and 500 rpm of agitation speed. The pH medium was controlled at 5.6 after it came down from the initial pH of 6.8. Meanwhile, the initial doT was 70% air saturation and also came down to and maintained at doT of 5% air saturation. PHB accumulation was growth associated product. Model of bacteria mechanism on utilizing tapioca and the mathematical model were proposed. The proposed model was suitable with the experimental phenomena. However, the rate of fermentation process was the controlling rate for overall PHB synthesis.   Abstrak   Salah satu pendekatan teknis untuk melakukan optimasi proses fermentasi adalah melakukan simulasi menggunakan model matematika.  Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model matematika yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi proses pada fermentasi produksi polyhydroxybutyrate (PHB dari tapioka oleh Bacillus cereus IFO 13690. Tiga buah percobaan dengan konsentrasi amonium awal 0,286, 0,566, dan 1,203 g/L dilakukan pada fermentor dengan volume 5 L dan kecepatan pengadukan 500 rpm. Percobaan dilakukan dengan kondisi awal  pH 6,8 dan konsentrasi oksigen terlarut (doT 70% udara jenuh. Kondisi awal tidak dikontrol sehingga pH medium turun dan dijaga pada 5,6 menggunakan pengontrol pH. Sedangkan doT turun dan dikontrol pada 5% udara jenuh. Data percobaan dan model matematika menunjukkan bahwa produksi PHB mengikuti pola pertumbuhan berasosiasi dengan produk (growth associated product. Model mekanisme

  13. Pemurnian Silika Pada Abu Layang Dari Pembangkit Listrik Di Paiton (PT YTL) Dengan Pelarutan Asam Klorida Dan Aqua Regia

    OpenAIRE

    Anggia, Denida Mega; Suprapto, Suprapto

    2016-01-01

    Penelitian mengenai pemurnian silika melalui pelarutan menggunakan asam klorida (HCl) dan aqua regia pada abu layang yang berasal dari PT YTL, Paiton, telah dilakukan.Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsentrasi asam dan waktu pelarutan HCl. Pengaruh pelarutan unsur Fe, Ca, dan Al dari sampel juga diteliti.Dari hasil XRD abu layang, terkandung mineral quartz, mullite, hematite dan kalsium oksida. Kondisi paling baik pada saat pelarutan sampel adalah menggunakan pelarutan a...

  14. Pra Desain Pabrik Lube Base Oil dari Oli Bekas dengan Proses Ekstraksi Solvent

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amirut Tahfifah

    2017-01-01

    Full Text Available Minyak pelumas dasar  merupakan bahan baku dari pembuatan minyak pelumas atau oli yang digunakan untuk berbagai jenis permesinan baik berat maupun ringan. Sebagian besar pelumas terdiri dari lube base oil 80% dan 20% merupakan aditive. Minyak pelumas, baik yang berasal dari ekstraksi  crude oil atau yang berasal dari minyak sintetis telah digunakan secara luas dalam dunia industri, dari proses pelumasan, transfer panas, metal cutting dan sebagainya. Dari proses pengaplikasian tersebut, minyak pelumas yang digunakan  akan terkontaminasi dan atau terdegradasi. Minyak inilah yang selanjutnya disebut minyak pelumas bekas (used oil. Hal ini secara otomatis memunculkan permasalahan baru dengan hadirnya limbah minyak peIumas atau oli bekas yang sangat melimpah tersebut. sehingga akan berdampak bagi kesehatan dan lingkungan. Minyak pelumas bekas mengandung sejumlah zat yang bisa mengotori udara, tanah, dan air. Di Indonesia terdapat beberapa perusahaaan yang telah memproduksi minyak pelumas dari baik dari crude oil maupun dari oli bekas. Menurut Kemenperin (2008 - 2012, impor lube base oil ataupun minyak pelumas terus mengalami peningkatan. Melihat banyaknya penggunaan minyak pelumas bekas yang tersedia di Indonesia dan kebutuhan akan minyak pelumas yang semakin meningkat, maka direncanakan akan didirikan pabrik pengolohan lube base oil (minyak pelumas dasar dari oli bekas. Selain untuk memenuhi kebutuhan, proses ini juga untuk mengurangi jumlah limbah oli bekas yang merupakan limbah B3. Terdapat beberapa  proses pembuatan minyak pelumas dasar dari oli bekas ini, diantaranya proses hidrotreathing dan ekstraksi solvent. Pada proses hidrotreathing, minyak pelumas dasar dipisahkan dari fraksi unsaturated melalui reaksi hidrogenasi. Pada proses ini digunakan gas hidrogen. Sedangkan pada proses ekstraksi solvent, minyak pelumas bekas diekstraksi menggunakan pelarut organik untuk memisahkan fraksi minyak pelumas dasar dan unsaturated/sludge nya. Dari

  15. Profil Pemahaman Mahasiswa dalam Memecahkan Masalah pada Matakuliah Matematika SMP Ditinjau dari Multiple Intelligence

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vera Dewi Susanti

    2017-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pemahaman mahasiswa semester III dengan kecerdasan linguistik, matematis logis dan visual dalam memecahkan masalah Matematika SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari tiga mahasiswa yang masing-masing memiliki jenis inteligensi linguistik, matematis logis, dan visual yang dominan. Teknik pengumpulan data berdasarkan hasil tes dan wawancara. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triagulasi teknik. Hasil penelitian ini adalah (1 Mahasiswa linguistik memenuhi 3 indikator pemahaman yaitu menerjemahkan, menafsirkan dan mengekstrapolasi dengan menerapkan pemecahan masalah secara berurutan dimulai dari memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, namun cenderung dalam memahami masalah. (2 Mahasiswa matematis logis memenuhi 3 indikator pemahaman yaitu menerjemahkan, menafsirkan dan mengekstrapolasi dengan menerapkan pemecahan masalah secara berurutan dimulai dari memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, namun cenderung dalam merencanakan pemecahan masalah. (3 Mahasiswa visual memenuhi 3 indikator pemahaman yaitu menerjemahkan, menafsirkan dan mengekstrapolasi dengan menerapkan konsep pemecahan masalah secara berurutan dimulai dari memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, namun cenderung pada memahami masalah dengan menggunakan sketsa atau gambar.

  16. VARIASI GENETIK PERTUMBUHAN SEMAI PADA UJI PROVENAN NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum DARI DELAPAN PULAU DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Maria Hasnah

    2016-09-01

    Full Text Available Nyamplung (Calophyllum inophyllum menjadi salah satu jenis HHBK yang berpotensi sebagai biofuel mulai banyak dikembangkan untuk mendukung kebijakan energi nasional pemerintah. Adanya sumber benih Nyamplung sebagai penyedia bahan baku menjadi kebutuhan mendesak. Peningkatan kualitas dan kuantitas sumber benih membutuhkan serangkaian uji-uji pemuliaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik pertumbuhan semai Nyamplung dari 8 pulau di Indonesia sebagai informasi awal bagi seleksi dalam uji provenan/ras lahan yang akan dilakukan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok (RCBD yang terdiri atas 8 provenan (@25 semai dengan 6 ulangan (blok, sehingga total ada 1200 semai. Provenan tersebut berasal dari Gunung Kidul (Jawa, Padang (Sumatera, Ketapang (Kalimantan, Madura (Madura, Dompu (Sumbawa, Selayar (Sulawesi, Bali (Bali, dan Yapen (Papua. Karakter yang diamati adalah tinggi, diameter, kekokohan semai dan persen hidup yang dilakukan setiap bulan hingga semai siap tanam (6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen jadi semai Nyamplung dari 8 pulau di Indonesia berbeda nyata antar provenan, dengan kisaran 56,00% (Bali - 96,67% (Padang pada umur 6 bulan. Masing-masing provenan membutuhkan waktu rata-rata 2 bulan untuk beradaptasi di persemaian (persen jadi semai stabil pada bulan ke-3. Pertumbuhan semai dari Provenan Ketapang menjadi yang terbaik dari 8 pulau di Indonesia (tinggi semai 50,16 cm, diameter semai 7,79 mm dan kekokohan semai 6,49 cm/mm.

  17. PENGENALAN SANDI MORSE DARI SINYAL ELECTROENCEPHALOGRAM YANG DIREKAM PERANGKAT NEUROSKY MINDWAVE MENGGUNAKAN DYNAMIC TIME WARPING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Hayam Brilian

    2016-01-01

    Full Text Available Komunikasi terjadi antara mahluk hidup yang satu dengan yang lain. Komunikasi yang sering digunakan oleh manusia adalah komunikasi verbal. Namun, beberapa orang yang menderita kecacatan parah tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Penderita cacat parah tidak mampu menuliskan kata yang dikehendaki, apalagi untuk berkomunikasi secara lisan karena mengalami gangguan syaraf. Namun beberapa penderita cacat parah masih bisa mengedipkan matanya dengan normal. Sehingga perlu dibangun sebuah metode yang mampu menerjemahkan kedipan mata menjadi kata verbal. Salah satu bentuk pengkodean yang sering dipakai adalah sandi morse. Pemilihan ini disebabkan karena pola-pola yang terdapat pada sandi morse dapat ditirukan dengan menggunakan kedipan mata. Pada pengerjaan penelitian ini, sinyal electrooculogram (EOG diekstrak dari sinyal electroenchepalogram (EEG yang didapatkan dari perangkat Neurosky Mindwave. Tahap pertama dalam pengerjaan penelitian ini adalah desain sistem penerima data dari perangkat. Data yang diperoleh akan diekstraksi dengan menggunakan filter bandpass. Filter bandpass cenderung memberikan tren dari sinyal EEG karena cukup baik dalam membersihkan noise. Tren sinyal yang didapatkan diasumsikan sebagai sinyal EOG. Sinyal EOG hasil filterisasi akan diperkecil ukuran panjangnya untuk mempercepat proses klasifikasi dengan menggunakan k-nearest neighbor dan dynamic time warping. Dengan menggunakan data yang diambil dari 3 subjek uji, didapatkan nilai rata-rata akurasi sebesar 96,3%.

  18. PRODUKSI KITOOLIGOSAKARIDA MENGGUNAKAN SELULASE DARI Trichoderma reesei DAN BIOAKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusro Nuri Fawzya

    2009-12-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan sebagian dari rangkaian penelitian mengenai eksplorasi enzimenzim kitinolitik mikroba dan aplikasinya untuk pembuatan oligomer kitosan (kitooligosakarida serta uji bioaktivitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan antibakteri kitooligosakarida yang diproduksi dari kitosan dengan menggunakan enzim selulase non spesifik komersial dari Trichoderma reesei. Enzim ini ditentukan terlebih dahulu suhu dan pH optimumnya sebagai kitosanase, kemudian digunakan untuk menghidrolisis kitosan dengan konsentrasi 10, 13, dan 15 U/g kitosan, masing-masing selama 1, 2, dan 3 jam. Kitooligosakarida yang dihasilkan kemudian diidentifikasi dengan menggunakan khromatografi lapis tipis, dan diuji bioaktivitasnya sebagai antibakteri. Kitooligosakarida terpilih berdasarkan aktivitas antibakterinya kemudian diproduksi lagi untuk penentuan viskositas dan bobot molekulnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim selulase ini bekerja optimal sebagai enzim kitosanase pada suhu 60ºC dan pH 6. Identifikasi dengan menggunakan khromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa kitooligosakarida yang dihasilkan dari semua perlakuan mengandung dimer, trimer, tetramer, dan pentamer. Kitooligosakarida tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sampai dengan 84%, Salmonella typhosa sampai dengan 26%, Bacillus subtilis sampai dengan 15%, dan Escherichia coli sampai dengan 5,6%. Kitooligosakarida yang dihasilkan dari hidrolisis menggunakan enzim ini pada 10 U/g kitosan selama 1 jam memiliki viskositas 2,15 cPs dan bobot molekul 323,76 Da.

  19. PERTUMBUHAN DAN VARIASI GENETIK IKAN BANDENG, Chanos chanos DARI PROVINSI ACEH, BALI, DAN GORONTALO, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Budi Moria Sembiring

    2018-01-01

    Full Text Available Ikan bandeng, Chanos chanos merupakan salah satu ikan ekonomis penting di Asia. Sejak tahun 1995, di Indonesia sebagian besar benih bandeng diproduksi dari hatchery sekitar Dusun Gondol, Bali Utara baik untuk pasar domestik maupun perdagangan internasional. Dalam rangka meningkatkan kualitas benih, perlu dilakukan perbaikan induk secara genetik menggunakan populasi yang unggul. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data laju pertumbuhan dan variasi genetik induk ikan bandeng yang berasal dari lokasi perairan Aceh, Bali, dan Gorontalo. Pertumbuhan ikan bandeng diamati melalui pengukuran panjang dan bobot benih hingga ukuran 500 g (calon induk, serta variasi genetik diamati menggunakan metode RFLP DNA. Benih dan calon induk masing-masing dianalisis sebanyak 15 ekor. Hasil pengamatan pertumbuhan ikan bandeng mulai dari benih hingga menjadi calon induk, menunjukkan bahwa ikan bandeng dari Aceh dan Bali mempunyai pertumbuhan panjang dan bobot yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ikan bandeng dari Gorontalo, walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (P0.05 were observed among the populations. The genetic analysis showed five haplotypes composite from four restriction enzymes i.e., Mbo I, Hae III, Hha I, and Nla IV at on cytochrome-b sequen. The average number of restriction site was 1-3 haplotypes. Aceh and Bali populations have lower genetic variations (0.080 and 0.000 compared to Gorontalo (0.115.

  20. KEEFEKTIFAN MODEL KOLB-KNISLEY DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR, KEMAMPUAN PENALARAN, DAN SELF-ESTEEM SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Kusumayanti

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan (MPMK-K Model Pembelajaran Matematika Kolb-Knisley ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan penalaran matematis, dan self-esteem siswa;pembelajaran yang lebih efektif antara MPMK-K dengan pembelajaran konvensional ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan penalaran matematis, dan self-esteem siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain kelompok pretest-posttest. Penelitian ini menggunakan satu kelompok eksperimen (MPMK-K dan satu kelompok kontrol (pembelajaran konvensional.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Yogyakartasebanyak 4 kelas. Sampel penelitian sebanyakdua kelas VIII yang dipilih secara acak.Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan one sample t-test untuk mengetahui keefektifan MPMK-K dan konvensional. Setelah itu dilanjut dengan Multivariate Analysis of Variance (MANOVAuntuk mengetahui perbedaan keefektifan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Untuk membandingkan MPMK-Kdengan pembelajaran konvensional digunakan uji univariat  independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: MPMK-K dan pembelajaran konvensional efektif terhadap pembelajaran matematika ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan penalaran matematis, dan self-esteem siswa; MPMK-K lebih efektif dari pembelajaran konvensional ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan penalaran matematis, dan self-esteem siswa.

  1. Pembuatan Nitroselulosa dari Kapas (Gossypium Sp. dan Kapuk (Ceiba Pentandra Melalui Reaksi Nitrasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Erlangga Pramunditta

    2012-09-01

    Full Text Available Saat ini pemanfaatan kapas dan kapuk masih terbatas penggunaannya dan seiring dengan berkembangnya teknologi yang ada saat ini penggunaan kapas dan kapuk mulai sering banyak yang ditinggalkan. Oleh karena hal tersebut perlu dipikirkan kembali penggunaan kapas dan kapuk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis yang lebih tinggi, diantaranya memanfaatkannya untuk pembuatan nitroselulosa. Tulisan ini menerangkan tentang pengaruh bahan baku selulosa pada proses pembuatan nitroselulosa dari bahan selulosa kapas dan kapuk dengan reaksi nitrasi, yang kedua pengaruh waktu reaksi, suhu reaksi, dan komposisi larutan asam terhadap kualitas nitroselulosa yang dihasilkan, dan yang ketiga perbandingan kualitas nitroselulosa yang dihasilkan dari selulosa kapas dan dari selulosa kapuk. Pada penelitian ini dibagi dalam dua tahapan yaitu tahap pembuatan nitroselulosa dan tahap pengujian ratio %nitroselulosa yang diperoleh dan kandungan gugus nitro dalam nitroselulosa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah diketahui bahwa bahan baku selulosa kapas menghasilkan % rasio nitroselulosa produk lebih besar apabila dibandingkan dengan % rasio yang dihasilkan oleh bahan baku selulosa kapuk. %Rasio nitroselulosa dari bahan kapas adalah 20-50%, sedangkan untuk bahan kapuk adalah 6-30%.  Untuk menghasilkan gugus nitro yang paling banyak, pada variabel kapas diperlukan waktu reaksi 30 menit, suhu reaksi 15OC, dan komposisi campuran asam H2SO4 60 ml dan HNO3 45 ml. Sedangkan untuk variabel kapuk, untuk menghasilkan gugus nitro yang paling banyak, pada variabel kapas diperlukan waktu reaksi 60 menit, suhu reaksi 5OC, dan komposisi campuran asam H2SO4 60 ml dan HNO3 30 ml.

  2. ANALISIS DESAIN PICKUP PIEZOELEKTRIK DARI MODEL HYBRID SOLAR CELL-PIEZOELECTRIC UNTUK DAYA RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ery Diniardi

    2017-06-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negera yang memiliki sumber energi baru dan terbarukan yang belum dikembangkan secara optimal dan besar-besaran digali dan digunakan, terutama energy sel surya dan energi air hujan. Kelebihan dari iklim tropis, yaitu hujan dan panas, sudah seharusnya dikembangkan secara masif dan secara diversifikasi energy. Bukan hanya energy fosil yang digunakan, tetapi energy yang ada disekitar kita. Salah satunya energy air hujan dengan menggunakan Piezolektrik. Bahan piezoelektrik yang mampu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik menjadi sumber utama pembahasan dalam penelitian ini. Banyaknya energi yang dihasilkan dari benturan air hujan dapat dihitung menggunakan model mekanik-elektrik. Besarnya energi yang bisa dihasilkan bergantung secara langsung kepada ukuran membran piezoelektrik, ukuran titik air hujan dan frekuensinya. Dan juga sel surya yang digunakan sebagai penghasil listrik. Apabila kedua energy ini digabungkan seperti apakah hasilnya. Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai analisis desain pickup Piezoelektrik dari model hybrid pembangkit listrik ini.

  3. PROSES RECOVERY DAN PEMEKATAN BAHAN PENYEDAP DARI LIMBAH CAIR PENGOLAHAN RAJUNGAN DENGAN OSMOSIS BALIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uju Uju

    2009-12-01

    Full Text Available Recovery dan pemekatan bahan penyedap dari limbah cair pengolahan rajungan dilakukan dengan membran osmosis balik. Tekanan transmembran (transmembrane pressure dan suhu memberikan pengaruh signifikan terhadap fluks permeat (flux permeate. Semakin tinggi suhu maka fluks permeat akan semakin meningkat, sedangkan kenaikan tekanan transmembran hanya dapat meningkatkan fluks pada tekanan kurang dari 7.16 kPa. Sementara itu nilai rejeksi protein selama recovery tidak signifikan dipengaruhi oleh parameter operasi tekanan transmembran, suhu, dan pH. Selama pemekatan berlangsung, fluks mengalami penurunan secara eksponensial. Pada faktor konsentrasi 2,75 dihasilkan konsentrat protein 79% dan Non Protein Nitrogen (NPN 12%. Kadar asam-asam amino bahan dapat ditingkatkan 2-23 kali dari semula, bahkan asam amino arginin dan sistin yang awaInya tidak terdeteksi pada akhir proses pemekatan terdeteksi masing-masing dengan kadar 0,036 dan 0,025% (b/v.

  4. Kandungan Senyawa Penangkal Sinar Ultra Violet dari Ekstrak Rumput Laut Eucheuma cottonii dan Turbinaria conoides

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Yanuarti

    2017-09-01

    Full Text Available Rumput laut memiliki beberapa aplikasi ekonomi dalam berbagai jenis industri, salah satunya untuk industri kosmetik. Salah satu kosmetik yang banyak digunakan yaitu krim tabir surya. Efektivitas dari krim tabir surya biasanya dinyatakan dengan nilai SPF (sun protection factor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa aktif dan nilai SPF pada ekstrak rumput laut Turbinaria conoides dan Eucheuma cottonii yang dapat digunakan sebagai bahan aktif pada sediaan krim tabir surya. Hasil pengujian menunjukkan rumput laut Turbinaria conoides mengandung golongan senyawa fenol hidrokuinon, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan saponin. Rumput laut Eucheuma cottonii hanya ditemukan senyawa alkaloid. Nilai SPF tertinggi pada rumput laut Turbinaria conoides terdapat pada ekstrak metanol (SPF 16.7, sedangkan untuk rumput laut Eucheuma cottonii terdapat pada ekstrak etil asetat (SPF 8.8. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa ekstrak dari rumput laut Turbinaria conoides  dan Eucheuma cottonii memiliki potensi yang baik jika digunakan sebagai bahan aktif pada sediaan krim tabir surya.

  5. Pembuatan Membran Komposit Khitosan-Selulosa dari Limbah Kulit Kepala Udang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Aprilia

    2006-06-01

    Full Text Available Khitosan adalah produk yang dapat diasetilasi dari khitin, dan banyak terdapat di alam. Khitin diisolasi dari limbah kulit udang yang merupakan polimer alam yang mempunyai struktur mirip dengan selulosa. Khitosan ini bersifat hidrofilik  dan merupakan material biodegradable. Dengan pesatnya teknologi pemisahan, maka khitosan telah digunakan sebagai bahan pembuat membran. Membran khitosan bersifat hidrofilik yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam melewatkan permeat berupa air. Pada penelitian ini khitosan diisolasi dari khitin pada temperatur  120oC dan waktu deasetilasi 120 menit. Kandungan air yang diperoleh adalah 7% dan kandungan abu adalah 1,28%. Membran komposit khitosan dan selulosa dibuat dengan metode inversi fasa dan teknik  polimerisasi antar muka. Hasil peneletian dilakukan karakterisasi membran dengan permeasi pelarut. Fluks besar diperoleh pada membran dengan konsentrasi khitosan terkecil yaitu 0,25%. Koefisien permeabilitas (Lp terbesar diperoleh pada membran dengan konsentrasi khitosan 0,25%, yaitu sebesar 1,522 l/m2jam bar.

  6. PENYISIHAN LIMBAH NITROGEN DARI SISTEM AKUAKULTUR MULTITROFIK TERPADU MENGGUNAKAN TANAMAN SAYUR SEBAGAI KONVERTER FOTOAUTOTROF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumoharjo Sumoharjo

    2016-04-01

    Full Text Available Tiga spesies tanaman sayur, kangkung darat (Ipomoea reptana, sawi (Brassica juncea, dan kemangi (Ocimum basilicum dibandingkan guna mengonversi ammonium dan nitrat nitrogen dari sistem akuakultur. Tanaman tersebut ditanam secara hidroponik menggunakan teknik rakit (rafting technique dengan tata letak rancangan acak kelompok lengkap (RAKL. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tingkat konversi nitrogen oleh ketiga jenis tanaman berbeda secara nyata dengan tingkat retensi nitrogen tertinggi pada tanaman kangkung sebesar 0,73±0,28 g; diikuti oleh kemangi (0,30±0,17 g; dan terakhir oleh sawi (0,03±0,07 g. Secara keseluruhan ketiga tanaman mampu menyisihkan limbah nitrogen sebesar 6,70% dari total produksi TAN dari sisa metabolisme ikan yang dibudidayakan.

  7. KARAKTERISASI BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN PEREAKSI BIOETANOL TETES TEBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sagung Ngurah Mayuni

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK: Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang dapat disintesis dari minyak jelantah dan alkohol melalui proses esterifikasi. Penelitian ini menggunakan bahan dasar minyak jelantah dengan kadar asam lemak bebas sebesar 9,16 %, dimana alkohol yang digunakan adalah bioetanol tetes tebu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi biodiesel hasil esterifikasi dan transesterifikasi minyak jelantah dengan hasil destilasi bioetanol tetes tebu. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan perbandingan bervariasi antara minyak jelantah dan etanol yaitu 1 : 1 (B1, 3:1 (B2, 5:1 (B3. Hasil karakterisasi biodiesel diperoleh sesuai dengan SNI berturut-turut untuk densitas B1 = 860,3, B2 = 865,3 , B3 = 866,3 (kg/m3, Viskositas B1 = 19,138 , B2 = 24,881 , B3 = 25,359(mm2/s, Titik NyalaB1 = 138,5, B2 = 93,5, B3 = 212,5 (0C. Titik tuang B1 = 6, B2 = 93,5, B3 = 212,5. Titik Tuang B1 = 6, B2 = 6, dan B3 = 9 (0C. Korosi B1 = 1a, B2 = 1a dan B3 =1a. Untuk kadar air dengan hasil B1 = 0,05, B2 = trace (tidak terdeteksi dan B3 = 0,2 (% v/v.Biodiesel minyak jelantah dan etanol tetes tebu dapat terbentuk, setelah dianalisis dengan kromatografi gas menunjukkan adanya senyawa ester (etil palmitat, etil linoleat, etil laurat dengan waktu retensi masing-masing adalah 17,0, 18,6 , 18,7 menit. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bioetanol tetes tebu dapat digunakan dalam sintesis biodiesel. Penggunaan bioetanol tetes tebu dalam sintesis biodiesel diperoleh karakteristik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI -04-7182-2006 kecuali viskositas. ABSTRACT: Biodiesel is an alternative energy for fossil fuel. It can be synthesized by esterification of waste cooking oil with alcohol. In this research, the used waste cooking oil contains 9.16 % FFA, while the alcohol used was bioethanol fermented from molase. The aim of this research was to characterize biodiesel produced from esterification and transesterification of used cooking oil with

  8. Dari Tari ke Musik: Pembentukan Musik Suita Pada Era Musik Barok

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pola - Martiana

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRACT Suite as a musical form was composed by many Baroque composers. It was built and based on dances which is popular in the Renaissance or Baroque eras. This paper tries to understand the way composers adapt one form of art to another form, that is from dance to music, which is widely known as ecranisation. To grasp it in depth, this paper firstly describes what dance musics consist in suite. Secondly, it describes the dances which form the dance music. To make it clear, it also describes the essence of dance that makes it possible the transformation from dance to music. The result shows that the transformation does happen because of the abstract essence in dance was transformed into notes in music. This process is revealed by using the method of phenomenology of Maurice Merleau-Ponty. Keywords: music, dance, suite, art, ecranisation, inspiration, transformation, abstract, movement, note ABSTRAK Musik suita yang banyak digubah pada era musik Barok dibangun dari sejumlah gerakan musik yang berasal-usul dari tari-tari yang populer di era Renaisans/ Barok. Tulisan ini berusaha memahami bagaimana komponis mengalihwahanakan seni yang ada: dari tari ke musik. Untuk memahami kejadian itu, penulis memaparkan gerakan musik apa saja yang terdapat di dalam suita, setelah itu dipaparkan tari-tari yang menjadi sumber inspirasi komponis. Setelah didapatkan gambaran lengkap mengenai musik dan tari yang relevan, perlulah dipahami apa yang terdapat di dalam tari sehingga bisa diserap oleh komponis untuk kemudian dikeluarkan kembali dalam bentuk musik. Dari paparan itu terlihatlah bahwa transformasi dari tari ke musik hanya mungkin karena adanya transformasi gagasan abstrak yang terdapat di dalam tari untuk kemudian diekspresikan dalam bentuk nada-nada, dan hal itu semua hanya bisa dipahami dengan menggunakan metode fenomenologi dari Maurice Merleau-Ponty. Kata kunci: musik, tari, suita, seni, alih wahana, inspirasi, transformasi, abstrak, gerakan, nada

  9. PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN REFLUKS TERHADAP KADAR FENOLIK DARI EKSTRAK TONGKOL JAGUNG (Zea mays L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susanty Susanty

    2016-10-01

    Full Text Available Jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Produksinya yang terus meningkat setiap tahun menghasilkan limbah tongkol jagung yang melimpah paska panen. Salah satu upaya pemanfaatan limbah tongkol jagung ini dengan mengekstrak kandungan fenolik yang terdapat di dalamnya. Fenolik merupakan golongan flavonoid yang memiliki sifat antioksidan dan aktivitas antiradikal yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode ekstraksi maserasi dan refluks terhadap kadar fenolik yang dihasilkan dari ekstrak etanol 75 % dari tongkol jagung (Zea mays L.. Ekstrak  dipekatkan menggunakan alat rotary evaporator pada temperatur 50oC dan putaran 120 rpm untuk mendapatkan ekstrak senyawa fenolik yang kental, kemudian di oven pada suhu 50oC selama 2 hari. Selanjutnya penentuan kadar fenolik total dari hasil ekstraksi dilakukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu  yang  menyerap  cahaya  pada panjang  gelombang  765  nm dengan menggunakan  larutan  standar asam galat (GAE untuk mengkalibrasi respon spektrofotometer pada konsentrasi 300, 400, 500, 600, dan 700 mg/L.  Persamaan regresi linear y = 0,0008 x + 0,0086 dengan nilai R2 = 0,9987 yang diperoleh dari kurva kalibrasi digunakan untuk membantu menentukan kadar fenol dalam sampel. Hasil menunjukkan bahwa kadar fenolik dari ekstraksi maserasi sebesar 0,312 mg/g atau 312,420 mg/kg, sedangkan kadar Fenolik dalam ekstrak etanol 75 % pada tongkol jagung dengan metode ekstraksi refluks sebesar 0,397 mg/g atau 396,768 mg/kg. Kadar fenolik yang lebih besar diperoleh dari metode refluks. Kata kunci: antioksidan, fenolik, maserasi, refluks, tongkol jagung

  10. Analisa Penggunaan Bahan Bakar Bioethanol Dari Batang Padi Sebagai Campuran Pada Bensin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andre Dwiky Kurniawan

    2014-03-01

    Full Text Available Kandungan minyak bumi didunia semakin menipis, karena semakin bertambahnya kebutuhan manusia terhadap penggunaan  minyak bumi sebagai bahan bakar. Dengan kondisi yang semakin menipis ini, cadangan minyak diprediksi hanya cukup untuk beberapa tahun ke depan. Semakin menipisnya kandungan minyak bumi menyebabkan harga bahan bakar melambung tinggi. Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah.  Banyak kekayaan alam yang terdapat di Indonesia, dimana sektor pertanian merupakan salah satu urat nadi bangsa Indonesia.  Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Melimpahnya sumber daya alam dan semakin menipisnya kandungan minyak bumi di Indonesia mendorong manusia beralih menggunakan bahan bakar alternative yang ramah lingkungan dan mempunyai jumlah atau stok yang banyak.  Bahan bakar yang berasal dari alam disebut bioethanol.  Salah satu sumber daya alam yang bisa digunakan untuk dijadikan bahan bakar yaitu Batang padi.  Pada saat panen padi para petani hanya mengambil biji atau berasnya saja, sekam dan batang padi hasil panen dibuang begitu saja padahal sekam dan batang padi bisa digunakan untuk membuat bahan bakar alternative yaitu bioethanol. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pembuatan bioethanol dari batang padi, kandungan ethanol dalam batang padi, uji performa mesin otto dengan variasi konsentrasi bahan bakar bensin dengan etanol dengan variasi 100% Bensin, 75% Bensin + 25%Etanol, 50% Bensin + 50% Etanol, 25% Bensin + 75% Etanol dan 100% Etanol. Serta dengan variasi pembebanan yaitu dengan menggunakan beban 500, 1000, 1500, 2000,2500 watt. Selain itu juga dilakukan penelitian emisi yang dihasilkan oleh bahan bakar bioethanol. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan bahan bakar bioethanol memilki kandungan ethanol sebesar 95% dan hasil uji performa dari mesin otto dengan menggunakan variasi konsentrasi bahan bakar dan variasi

  11. ANALISA KADAR PROTEIN CRUDE ENZIM SELULASE DARI KAPANG Rhizopuz Sp PADA SUBSTRAT AMPAS TEBU HASIL ISOLASI DARI KEBUN CENGKEH, KARE, MADIUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pujiati pujiati

    2017-01-01

    Full Text Available Kapang Rhizopus sp merupakan salah satu mikroorganisme yang memiliki kemampuan tinggi untuk menghasilkan enzim selulase.Enzim selulase merupakan enzim yang dapat menghidrolisis selulosa. Hidrolisis meliputi proses pemecahan polisakarida di dalam biomassa lignoselulosa, yaitu: selulosa dan hemiselulosa menjadi monomer gula penyususnnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan aktivitas enzim selulase terhadap aktivitas crude enzim selulase dari kapang Rhizopus sp dengan subsrtat ampas tebu (bagase. Metode penelitian menggunakan kuantitatif eksperimen dengan pola rancangan acak lengkap (RAL dua faktorial. Perlakuan penelitian meliputi perbedan inokulum (K yaitu 5% (K1, 15% (K2, 25% (K3 dan lama fermentasi (T yaitu 3hari (T1, 6hari (T2, 9hari (T3, dan 12hari (T4. Data yang diambil dari perlakuan tersebut adalah kadar protein dengan metode brownstead lowry. Analisis data menggunakan variansi anava dua jalur dengan taraf signifikansi 5% setelah itu dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Fhit > Ftab sehingga ada pengaruh antara konsentrasi inokulum dan lama fermentasi terhadap aktivitas crude enzim selulase dari kapang Rhizopus sp, Perlakuan perbedaan konsentrasi dan lama fermentasi mendapatkan kadar protein tertinggi 0,715 dengan konsentrasi 25%  dan lama fementasi 25%

  12. Kondisi Keberfungsian Keluarga Dari Remaja Nakal Di Kelurahan Sei Kera Hilir I Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan

    OpenAIRE

    Nursiva, Kirayna

    2017-01-01

    130902040 Keluarga merupakan pranata sosial yang sangat penting artinya bagi kehidupan sosial. Kenakalan remaja dapat dikaitkan dengan pengaruh keberfungsian keluarga. Remaja yang berasal dari keluarga dengan kondisi keberfungsian keluarga yang buruk, masalah inti yangmereka hadapi adalah karena kurangnya perhatian, pengawasan dan kasih sayang dari kedua orang tua dan orang tua yang terlalu sibuk mencari nafkah sehingga mengabaikan pengawasanterhadap perkembangan perilaku anak mereka dan a...

  13. SINTESIS FOSFOLIPID MENGANDUNG ASAM LEMAK w-3 DARI FOSFOLIPID KEDELAI DAN MINYAK KAYA ASAM LEMAK w-3 DARI HASIL SAMPING PENGALENGAN TUNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teti Estiasih

    2013-03-01

    Full Text Available Synthesis of Phospholipid Containing w-3 Fatty Acids from Soy Phospholipidsand Fish Oil Enriched with w-3 Fatty Acids from Tuna Canning Processing Teti Estiasih, Moch. Nur, Jaya Mahar Maligan, Satrio Maulana ABSTRAK Keunggulan fosfolipid dapat ditingkatkan dengan menggabungkan asam lemak w-3, terutama EPA (eicosapentaenoicacid, C20:5w-3 dan DHA (docosahexaenoic acid, C22:6w-3, pada struktur fosfolipid sehingga diperoleh fosfolipidterstruktur. Strukturisasi fosfolipid kedelai komersial dilakukan dengan cara mengganti asam lemak dari fosfolipidkedelai dengan asam lemak w-3 dari minyak kaya asam lemak w-3 dari hasil samping pengalengan tuna. Sintesisfosfolipid terstruktur dilakukan secara asidolisis enzimatis dengan menggunakan lipase dari R. miehei. Faktor yangdikaji pada proses sintesis ini adalah konsentrasi enzim dan lama sintesis. Tingkat inkorporasi EPA dan DHA padastruktur fosfolipid dipengaruhi oleh konsentrasi enzim. Pada konsentrasi enzim yang rendah, peningkatan lama reaksisetelah tingkat inkoporasi optimum tercapai cenderung menyebabkan penurunan tingkat inkorporasi EPA+DHA. Padakonsentrasi enzim yang tinggi, lama reaksi tampaknya tidak mempengaruhi tingkat inkorporasi. Tingkat inkorporasiDHA lebih tinggi dari EPA sehingga fosfolipid terstruktur yang dihasilkan sangat sesuai digunakan untuk produk panganyang memerlukan kadar DHA tinggi. Ada preferensi inkorporasi EPA+DHA pada fosfatidiletanolamin dibandingkanjenis fosfolipid yang lain.Kata kunci: Fosfolipid terstruktur, asam lemak w-3, EPA, DHA, asidolisis enzimatis ABSTRACT The superiority of soy phospholipids could be obtained by incorporation of w-3 fatty acids into phospholipids structure,especially EPA (eicosapentaenoic acid, C20:5w-3 and DHA docosahexaenoic acid, C22:6w-3. Structurization ofcommercial soy phospholipids was conducted by replacement of natural fatty acids in soy phospholipids by w-3 fattyacids from w-3 fatty acids enriched Þ sh oil from tuna canning processing

  14. ANALISIS KEMAMPUAN DAN DISPOSISI BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tati Haryati

    2017-07-01

    Full Text Available Analisis kemampuan dan disposisi berpikir reflektif matematis siswa ditinjau dari gaya belajar merupakan deskripsi tentang kemampuan berpikir reflektif matematis (berpikir tingkat tinggi siswa beserta disposisi (sikap yang muncul sebagai pendukung dari kemampuan reflektif yang dimilikinya, yang ditinjau berdasarkan gaya belajar siswa. Gaya belajar yang digunakan menurut DePorter dan Hernacki, yaitu gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif matematis serta disposisi berpikir reflektif matematis siswa yang ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII A di SMPN 13 Kota Serang yang dipilih secara purposive Sampling pada materi kubus dan balok. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik  memiliki rata-rata presentase kemampuan berpikir reflektif matematis (KBRM berturut-turut adalah 58.333 %, 43.056 % dan 62.5% dan disposisi berpikir reflektif matematis (DBRM berturut-turut yaitu 77.778 % , 63.672 %, dan 62.506%. Berdasarkan tingkatan presentasenya, diperoleh bahwa hubungan antara kemampuan dan disposisi berpikir reflektif matematis yang ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik adalah hubungan negatif, yang berarti kemampuan yang baik tidak menjamin disposisinya juga akan baik, begitu pula sebaliknya.Kata kunci: Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis, Disposisi Berpikir Reflektif Matematis, Gaya Belajar.

  15. Daris, a low-frequency distributed aperture array for radio astronomy in space

    NARCIS (Netherlands)

    Boonstra, A.J.; Saks, N.; Bentum, Marinus Jan; van 't Klooster, K.; Falcke, H.

    2010-01-01

    DARIS (Distributed Aperture Array for Radio Astronomy in Space) is a radio astronomy space mission concept aimed at observing the low-frequency radio sky in the range 1-10 MHz. Because of the Earth's ionospheric disturbances and opaqueness, this frequency range can only be observed from space. The

  16. Pembuatan Bakto Agar dari Rumput Laut Gelidium rigidum untuk Media Tumbuh bagi Mikroorganisme

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murdinah murdinah

    2008-06-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan bakto agar dari rumput laut Gelidium rigidum untuk media tumbuh bagi mikroorganisme. Pembuatan bakto agar dilakukan dengan variasi waktu ekstraksi yaitu 1, 2, dan 3 jam pada suhu 121°C dan tekanan 1,1 atm. Bakto agar dianalisis rendemen dan mutunya yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar abu tak larut asam, kadar sulfat, kekuatan gel, pH, titik leleh, dan titik jendal. Uji mikrobiologi yang diamati meliputi angka lempeng total bakteri (ALT dan diameter koloni. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa bakto agar hasil ekstraksi dari rumput laut jenis Gelidium rigidum selama 2 jam mutunya menyamai bakto agar komersial, khususnya dari nilai kadar air, pH, kadar abu, kadar abu tak larut asam, kekuatan gel, serta kemampuannya menumbuhkan bakteri yang terdapat pada ikan segar dan kultur murni yaitu E. coli dan L. lactis. Tetapi dalam hal kadar sulfat, titik leleh, dan titik jendal masih di bawah mutu bakto agar komersial. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa waktu ekstraksi selama 2 jam menghasilkan bakto agar yang memenuhi standar bakto agar komersial dengan karakteristik kadar air 10,41%, kadar abu 2,1%, kadar abu tak larut asam 0,18%, kekuatan gel 670,72 g/cm2, dan pH 7,1.

  17. PENGARUH KONSENTRASI GLISERIN TERHADAP VISKOSITAS DARI PEMBUATAN PASTA GIGI CANGKANG KERANG DARAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heriawan Budiarto

    2013-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian "Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Viskositas Dari Pembuatan Pasta Gigi Cangkang Kerang Darah" yang dilakukan di PT Biotek Indonesia. Pasta gigi tersebut dibuat dari tepung cangkang kerang darah berukuran 800 mesh dengan campuran gliserin, MgC03, minyak peppermint, ekstrak daun sirih, dan pewarna appel green. Alasan penggunaan cangkang kerang darah adalah untuk memanfaatkan limbah cangkang kerang darah dan kandungan kalsium pada cangkang kerang darah itu tinggi.   Prosedur penelitian ini dilakukan dengan cara pembersihan dan pengeringan cangkang kerang darah, grinding dan screening, penambahan bahan-bahan sampai terbentuk gel pasta gigi berwarna hijau seulas, kemudian dilakukan pengukuran viskositas dari masing- masing konsentrasi gliserin dengan menggunakan viskometer Brookfield model LVDVI+, dengan spindle 4, kecepatan 0,3 rpm. Dari hasil penelitian didapatkan konsentrasi gliserin ideal pembuatan pasta gigi tersebut adalah sebesar 50%. Pasta gigi ini memenuhi standar SNI 12-3524-1994 dengan viskositas 120.000 cP. Peningkatan kadar gliserin (x terbukti menurunkan viskositas pasta gigi (y menurut persamaan linier : y = -25.900x + 14.200.   Kata kunci : gliserin, viskositas, cangkang, kerang darah, limbah

  18. Isolasi dan Identifikasi Mikroba Lipolitik dari Limbah Cair Surimi dan Rajungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devi Ambarwati Oktavia

    2017-05-01

    Full Text Available Industri pengolahan hasil perikanan di sepanjang pantai Utara Jawa seperti pengalengan rajungan di Cirebon (Jawa Barat dan pengolahan surimi di Kendal (Jawa Tengah, menghasilkan air limbah yang mengandung banyak protein dan lemak. Bakteri yang hidup di limbah yang banyak mengandung protein dan lemak tersebut diperkirakan memiliki kemampuan untuk menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioremedian alami bagi penanganan air limbah hasil perikanan di tempat lain. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penapisan dan identifikasi bakteri lipolitik potensial sebagai bioremedian air limbah perikanan. Penapisan dilakukan terhadap 11 isolat bakteri lipolitik dari air limbah yang diambil dari industri pengalengan rajungan di Cirebon dan pengolahan surimi di Kendal dengan menggunakan media spesifik agar tributirin. Isolat bakteri lipolitik potensial ditentukan berdasarkan zona bening yang terbentuk di sekitar koloni, yaitu sekurang-kurangnya 6 mm. Isolat bakteri potensial ini selanjutnya diidentifikasi secara molekuler berdasarkan analisis sekuen 16S-rDNA. Dari penapisan diperoleh empat isolat bakteri potensial, yaitu isolat SPB, SHj, SOr dan SKn. Identifikasi molekuler menunjukkan bahwa isolat SPB dan SHj masing-masing adalah Serratia fonticola 10AdanBacillus cereus strain 103.2.2dengan kemiripan 97%, isolat SOr memiliki kemiripan 96% dengan Bacillus pumilus strain vit bac1 dan isolat SKn adalah Enterococcus pseudoavium strain L3C21K2dengan kemiripan 87%. Keempat isolat tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioremedian pada air limbah dari industri pengolahan hasil perikanan di Indonesia.

  19. PEMANFAATAN SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK KULIT BATANG Artocarpus sp SEBAGAI INHIBITOR TIROSINASE PADA PIGMENTASI KULIT

    OpenAIRE

    Florentina Maria Titin Supriyanti

    2009-01-01

    Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan senyawa bioaktif dari ekstrak kulit batang Artocarpus sp sebagai inhibitor tirosinase pada pigmentasi kulit. Pada penelitian ini digunakan tiga jenis Artocarpus, yaitu A. heterophyllus (nangka), A. altilis (sukun) dan A. communis (kluwih). Kajian difokuskan pada penentuan jenis Artocarpus apakah yang potensial dalam menginhibisi reaksi tirosinase, serta pelarut organik apakah yang mampu mengekstrak senyawa bioaktif tersebut secara optimum. Metode...

  20. PEMBUATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG UDANG SERTA APLIKASINYA DALAM MEREDUKSI KOLESTEROL LEMAK KAMBING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hargono Hargono

    2011-07-01

    Full Text Available Kitosan adalah hasil proses deasetilasi dari senyawa kitin yang banyak terdapat dalam kulit luar hewan golongan Crustaceae seperti udang dan kepiting. Bila dikonsumsi di dalam tubuh manusia Kitosan bisa berfungsi menyerap lemak. Kemampuan Kitosan untuk menyerap lemak tergantung pada derajat deasetilasinya. Percobaan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembuatan Kitosan dari kulit udang, dengan variasi konsentrasi NaOH masing-masing 20, 30, 40 dan 50% (% berat. Kitosan yang dihasilkan dari proses ini dianalisis derajat deasetilasinya dengan FTIR. Tahap kedua adalah proses penyerapan lemak menggunakan Kitosan dengan derajad deasetilasi paling besar. Variabel penelitian adalah ekstrasi  masing-masing  10, 30, 45, 60 menit. massa lemak yang ditambahkan ke dalam 50 ml lemak masing-masing 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 gr. Lemak kemudian dianalisis kadar kolesterolnya dengan Spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat deasetilasi Kitosan  paling tinggi adalah 82,98% yang didapat dari proses deasetilasi menggunakan konsentrasi NaOH 50%, sedangkan kondisi yang efektif proses penyerapani lemak adalah pada konsentrasi (g/ml berat Kitosan 5 gr  di dalam 50 ml lemak serta waktu penyerapani lemak 60 menit menunjukkan derajad penyerapan kolesterol sebesar 45,46%

  1. PEMBUATAN KHITOSAN DARI KULIT UDANG UNTUK MENGADSORBSI LOGAM KROM (Cr6+ DAN TEMBAGA (Cu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kristinah Haryani

    2011-07-01

    Full Text Available Khitosan adalah hasil proses deasetilasi dari senyawa khitin yang banyak terdapat dalam kulit luar hewan golongan Crustaceae seperti udang dan kepiting. Elektron nitrogen pada gugus amino yang dimiliki khitosan dapat mengikat ion-ion logam, membentuk senyawa kompleks koordinasi yang stabil. Oleh karena itu, khitosan dapat digunakan untuk mengadsorbsi logam berat hasil buangan industri seperti krom dan tembaga yang bersifat karsinogenik dan berbahaya bagi tubuh manusia. Kemampuan khitosan untuk menjerap limbah logam tergantung pada derajat deasetilasinya. Proses adsorbsi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jumlah adsorbent, pH, waktu, kecepatan pengadukan dan suhu. Percobaan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembuatan khitosan dari kulit udang, dengan konsentrasi NaOH dari 20 hingga 60% (%berat. Khitosan yang dihasilkan dari proses ini dianalisa derajat deasetilasinya dengan FTIR. Tahap kedua adalah proses adsorbsi limbah krom dan tembaga menggunakan khitosan dengan derajat deasetilasi yang paling besar. Pada proses ini waktu adsorbsi divariasi untuk limbah logam krom sedangkan untuk limbah tembaga menggunakan variabel berubah pH dan waktu. Limbah krom dan tembaga kemudian dianalisa dengan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat deasetilasi khitosan yang optimum sebesar 91,88% diperoleh pada konsentrasi NaOH 50%, waktu optimum untuk proses adsorbsi limbah krom adalah 30 menit dengan kadar krom sebesar 13,96 ppm sedangkan untuk adsorbsi Cu optimum pada pH 3 dengan kadar 0,24 ppm dan efisien untuk waktu 30 menit.

  2. KEEFEKTIFAN PENDEKATAN METAKOGNITIF DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR, KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Isabella Chrissanti

    2015-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan metakognitif, pendekatan konvensional, dan perbandingan keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan metakognitif dan pendekatan konvensional ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan minat belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Banguntapan yang terdiri atas delapan kelas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan non tes sedangkan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa soal tes prestasi belajar dan soal tes kemampuan berpikir kritis, serta angket minat belajar matematika siswa. Data dalam penelitian ini diuji menggunakan uji proporsi dengan hampiran normal. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pendekatan metakognitif efektif ditinjau dari prestasi belajar siswa dan minat belajar matematika siswa, namun tidak efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa. Pendekatan konvensional tidak efektif ditinjau dari prestasi belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis, namun tidak efektif ditinjau dari minat belajar matematka siswa. Selain itu diperoleh pula hasil bahwa pendekatan metakognitif lebih efektif dibanding pendekatan konvensional ditinjau dari prestasi belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis, namun tidak lebih efektif dibanding ditinjau dari minat belajar matematika siswa. Kata kunci: pendekatan metakognitif, pendekatan konvensional, prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan minat belajar matematika siswa.   THE EFFECTIVENESS OF METACOGNITIVE APPROACH ACCORDING TO LEARNING ACHIEVEMENT, CRITICAL THINKING SKILL, AND INTEREST IN LEARNING MATHEMATICS Abstract This study is aimed to describe the effectiveness of metacognitive approach, the effectiveness of conventional approach, and the effectiveness of the comparison between metacognitive approach and

  3. Penentuan Teknologi Proses Pembuatan Gambir Murni dan Katekin Terstandar dari Gambir Asalan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gustri Yeni

    2017-06-01

    Full Text Available Uncaria gambir Roxb. is an industrial crop commodity that has a high economic value and good prospect for farmers and exporter. Gambier of traditional processed products (raw gambier generally have various catechin content, so it is required further handling to increase the purity of catechins from raw gambier. The research was aimed to get a process technology on the making of pure gambier and standardized catechins. Sources of raw materials was obtained from extraction process through steaming leaves and twigs of gambier (KA using equipment from aluminum (RA and from iron (RF. Purification of raw gambier through repeated extraction with water could decrease tannin content from 24% to 2.4% and increase catechin levels between 40% to 74%. Gambier with a low tannin content (catechin KA through re-extraction using water had the highest increase of catechin content with a color of yellowish white product. The iron-containing equipment affected the color of the pure gambier produced, which was reddish-brown. The effect of solvent on further extraction using ethyl acetate solvent resulted in higher catechin content (up to 99% compare to ethanol (95%. The catechin purity of KA samples was tested by looking at its stability at varying levels of acidity, showing catechins of gambier was stabile at pH 6.ABSTRAK Uncaria gambir Roxb. merupakan komoditas tanaman industri yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta mempunyai prospek cukup baik bagi petani dan pemasok negara-negara asing. Gambir hasil olahan tradisional (gambir asalan, umumnya memiliki kandungan katekin yang beragam, sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut untuk meningkatkan kemurnian katekin dari gambir asalan. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan teknologi proses pembuatan gambir murni dan katekin terstandar. Sumber bahan baku diperoleh dari proses ekstraksi melalui pengukusan daun dan ranting tanaman gambir (KA menggunakan peralatan dari aluminium (RA dan dari besi (RF. Pemurnian

  4. Studi Proses Pemisahan Bitumen dari Asbuton dengan Proses Hot Water Menggunakan Bahan Pelarut Kerosin dan Larutan Surfaktan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Sidiq

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan studi proses pemisahan bitumen dari asbuton dengan proses hot water menggunakan bahan pelarut kerosin dan larutan surfaktan. Asbuton adalah aspal alam yang terdeposit dalam batuan dengan kadar bitumen antara 15-30% yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara dengan jumlah deposit aspal sebesar 677juta ton. Bitumen dapat digunakan sebagai campuran aspal minyak untuk pembangunan dan pemeliharaan sarana infrastruktur berupa jalan raya. Salah satu cara pemisahan bitumen dari mineral adalah dengan proses hot water menggunakan bahan pelarut kerosin dan larutan surfaktan. Sistem yang ditinjau dalam penelitian ini adalah tangki berpengaduk berbentuk silinder dengan kapasitar 2000cm2. Dalam penelitian ini akan ditinjau pengaruh dari penambahan ratio larutan surfaktan/asbuton dan penambahan kerosin terhadap %recovery bitumen. Proses ekstraksi dilakukan selama 20 menit dengan suhu proses 90oC dan kecepatan putar pengaduk 1500 rpm. Hasil proses ini akan terbentuk 3 lapisan yaitu lapisan atas terdiri dari larutan bitumen (kerosin dan bitumen, lapisan tengah terdiri dari air, larutan surfaktan dan mineral murni yang terpisah, dan lapisan bawah terdiri dari asbuton yang tidak terekstrak, kerosin dan sedikit air. Lapisan paling atas di ambil dan dilakukan analisa densitasnya untuk diketahui konsentrasi bitumennya. Sehingga dapat dihitung %recovery bitumen yang dihasilkan. Lapisan paling atas dipisahkan dan dianalisa konsentrasi bitumennya dengan mengukur densitasnya. Dari hasil eksperimen diperoleh kesimpulan bahwa (% recovery bitumen tertinggi adalah pada penambahan kerosin 50% dan 0,1% konsentrasi larutan surfaktan 35 % sebesar 80,797%.

  5. POTENSI TAPE SEBAGAI PANGANAN TRADISIONAL TERHADAP EFEK HEPATOTOKSIK TIKUS TERINDUKSI KARBON-TETRAKLORIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gidion Krisnadi Yoseph

    2016-04-01

    transaminase. The result showed that “Tape” suspension had a potential effect to reduce the hepatotoxicity induced by carbon tetrachloride. “Tape” suspension with 5 days fermentation was significantly decreased serum level of transaminase (P<0,05 upon carbon tetrachlorideinduced hepatic damage in rats. Keywords: hepatotoxicity, tape, fermentation time,carbon tetrachloride

  6. Studi Perancangan Degaussing System untuk Melindungi Kapal Perang Tipe OPV 90m dari Medan Magnet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emil Faridhan Primaseta

    2012-09-01

    Full Text Available Degaussing system adalah suatu sistem yang digunakan pada bagian logam atau perangkat elektronik yang beresiko medan magnetik. Pada kapal militer sistem ini digunakan untuk menghindari ranjau magnetik maupun torpedo yang menggunakan medan magnet sebagai sensor pendeteksi logam ketika kapal sedang berpatroli maupun sedang berperang. Dari studi literatur yang dilakukan, dapat diketahui bagaimana cara instalasi degaussing system pada kapal dan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk sistem tersebut. Degaussing system yang didesain pada skripsi ini mempunyai kekuatan medan magnet sebesar 27,5 Tesla dengan daya sebesar 12 kW. Desain koil diletakkan pada lambung kapal tepat dibawah garis air untuk mendapatkan daya hantar magnet yang baik. Berat dari instalasi untuk degaussing system ini adalah 1040 kg.

  7. IDENTIFIKASI DAN SINERGISME KAPANG LIPOLITIK DARI LIMBAH SBE (SPENT BLEACHING EARTH SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ervina Mukharomah

    2016-03-01

    Full Text Available Identifikasi dan sinergisme lipolitik dari Limbah SBE (Spent Bleaching Earth yang berpotensi sebagai agen bioremediasi telah dilakukan pada bulan Januari-Maret 2015. Pengambilan sampel dengan metode Random Sampling dari PT Wilmar International Group Mariana Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan di Labolatorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Sriwijaya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat kapang lipolitik yang berpotensi mendegradasi residu minyak dan sebagai agen remediasi. Hasil penelitian ini diperoleh kapang lipolitik yang mampu mendegradasi minyak yaitu Cylindrocladium sp (V2, Fumago sp (V5 dan Aspergilus Fumigatus (V8. Ketiga isolat kapang ini dapat menurunkan residu minyak sebesar 76,6 %. Kapang yang memiliki potensi tinggi dalam mendegradasi minyak yaitu Aspergilus Fumigatus (V8.

  8. KARAKTERISASI STRUKTUR MIKRO DAN STRUKTUR KRISTAL FILM TEBAL FETIO3 DARI BAHAN MINERAL INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yus Rama Denny

    2016-07-01

    Full Text Available Telah dilakukan studi awal pembuatan dan pengolahan bahan mineral Indonesia sebagai bahan dasar pembuatan termistor NTC. Bahan mineral yarosit dari alam dimurnikan dengan larutan HCl, diendapkan dengan menggunakan NH4OH dan dipanaskan pada suhu kalsinasi 700oC selama 2 jam. Pembuatan termistor NTC dilakukan dengan mecampurkan serbuk yarosit hasil pemurnian dan pengendapan dengan TiO2. Pasta termistor FeTiO3 dicetak dipermukaan alumina substrat dengan metode screen printing, kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500oC selama 1 jam diruangan udara dilanjutkan disinter pada suhu 1100oC selama 1 jam diruangan hidrogen. Sifat listrik keramik film tebal hasil sinter diukur pada berbagai suhu. Struktur kristal dievaluasi dengan difraksi sinar x (XRD, dan struktur mikro dievaluasi dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope. Data analisis XRD memperlihatkan bahwa seluruh keramik film tebal berstruktur heksagonal (Illiminite. Data struktur mikro dan sifat listrik memperlihatkan bahwa termistor dari yarosit memenuhi kebutuhan pasar.

  9. Karakteristik Nori dari Campuran Rumput Laut Ulva lactuca dan Eucheuma cottonii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fransiska Rungkat Zakaria

    2017-06-01

    Full Text Available Rumput laut jenis Ulva lactuca dan Eucheuma cottonii merupakan rumput laut yang dapat dijumpai di perairan Indonesia, akan tetapi pemanfaatannya sebagai produk nori belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi nori dari rumput laut U. lactuca dan E. cottonii dan menguji karakteristik mutu fisik, kimia dan sensori. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa campuran rumput laut U. lactuta dan E. cottonii dapat menghasilkan produk nori yang berkualitas. Hasil uji organoleptik menunjukkan produk nori yang dipanggang lebih dapat diterima dibandingkan nori tidak dipanggang. Karakteristik kimia dan fisik produk berbeda nyata pada taraf 5%. Hasil analisis karakteristik kimia menunjukkan bahwa produk nori rumput laut U. lactuca dan E. cottonii mempunyai kandungan protein yang lebih rendah (18.84%, kandungan karbohidrat yang lebih tinggi (62.31%, kandungan serat pangan yang lebih tinggi (36.76% dan kapasitas antioksidan yang lebih rendah (43.01% dibandingkan nori komersial (karbohidrat 41.8%, protein 40%, serat 21.3%, kapasitas antioksidan 51%.

  10. PENGENDALIAN KOMPRESOR DAN STEAM REFORMER PADA PERANCANGAN PABRIK BIOHIDROGEN DARI BIOMASSA DENGAN PENGENDALI PI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Wahid

    2016-09-01

    Full Text Available Proses pada pabrik biohidrogen dari biomassa terbagi menjadi beberapa unit proses, yaitu unit pengolahan awal bahan baku, unit gasifikasi, unit char combustor, unit kompresi, unit H2S Removal, unit steam reforming, unit water gas shift, dan unit pressure swing adsorber. Pada penelitian ini akan dijelaskan pengendalian pada kompresor dan steam reformer. Kedua unit tersebut penting dikendalikan agar mencapai tekanan yang diinginkan pada masukan H2S Removal dan untuk mendapatkan gas hidrogen pada unit Steam Reformer. Pengendali yang digunakan adalah pengendali PI karena hampir dapat menangani setiap situasi pengendalian proses. Untuk mendapatkan kinerja yang optimum, dilakukan penyetelan pengendali dengan metode Ziegler Nichols, Lopez, dan Default Unisim, kemudian membandingkan nilai IAE dan ISE dari ketiga jenis penyetelan tersebut. Hasilnya pengendalian tekanan dan suhu yang optimum adalah dengan metode penyetelan pengendali Ziegler Nichols. Sedangkan pengendalian surge-01, surge-02, surge-03 pada kompresor metode yang paling optimum adalah Default Unisim, dan untuk surge-04 adalah metode Lopez.

  11. IDENTIFIKASI BAKTERI DARI IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis YANG DIPERDAGANGKAN DI PASAR IKAN KEDONGANAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ayu Dianti Violentina

    2016-06-01

    Full Text Available Ikan tongkol (Euthynnus affinis merupakan ikan konsumsi yang disukai masyarakat.Pengetahuan tentang bakteri yang ditemukan pada tubuh ikan ini sangat penting untuk tujuan kesehatan masyarakat dan kajian biologi ikan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang berasosiasi dengan ikan tersebut.Bakteri dari usus ikan diambil secara aseptis dan ditumbuhkan pada Blood Agar dan Nutrient Broth. DNA total dari kultur agar cair diisolasi dengan chelax, gen 16S RNA diamplifikasi dengan PCR menggunakan primer universal dengan produk sekitar 1300 bp. Produk PCR dirunut dengan metode Big-Dye termination. Hasilnya disepadankan dan dianalisis dengan MEGA 6.0. Pada penelitian ini, 14 spesies bakteri yang memiliki > 99% kesamaan dengan data GenBankteridentifikasi, yaitu Photobacterium leiognathi, Uruburuella testudinis, Aeromonas molluscorum, Psychrobacter celer, Psychrobacer faecalis, Acinetobacter johnsonii, Vibrio gallicus, Bacillus megaterium, Vagococcus fessus, Shewanella baltica, Shewanella algae, Rothia nasimurium, Myroides phaeus dan Yersinia ruckeri. Peran bakteribakteri tersebut dalam biologi ikan dan kesehatan masyarakat perlu dikaji lebih lanjut.

  12. BILOU DAN TANTANGAN MENGKONSERVASINYA DI MENTAWAI: Sebuah Tinjauan dari Perspektif Sosial Budaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Indrizal

    2016-11-01

    Full Text Available Tulisan ini merupakan sebuah essai ilmiah berisi pokok-pokok pemikiran tentang perlunya mengakomodasi perspektif sosial budaya dalam upaya pelestarian bilou (Hylobates klossii di Kepulauan Mentawai. Penulis bermaksud menunjukkan perlunya pendekatan terpadu, meliputi  persepektif sosial budaya dalam rangka pembangunan konservasi bilou. Di satu sisi secara internal persepsi dan pemanfaatan bilou dalam kehidupan tradisional orang Mentawai erat kaitannya dengan sistem kepercayaan, adat istiadat dan kebiasaan hidup suku asli Mentawai sendiri. Di sisi lain orang Mentawai juga dihadapkan dengan berbagai bentuk kemasan modernitas yang dipromosikan dan bahkan mungkin didesakkan “pihak luar”. Di tengah-tengah ancaman kepunahan bilou di Kepulauan Mentawai dewasa ini, maka amatlah penting memetik pembelajaran dari kearifan lokal setempat dan menyeleksinya untuk dijadikan bagian dari penedekatan dan intrumen terpadu pelestarian bilou. Sebagaimana juga penting meninjau ulang berbagai bentuk promosi modernitas dan intervensi pembangunan yang selama ini kontra-produktif terhadap tujuan konservasi bilou, meliputi perlunya regulasi baru dan penegakan hukum yang lebih konsekuen.

  13. Profil Kreativitas Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal tentang Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Gaya Kognitif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alvani Alvani

    2016-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal tentang bangun ruang sisi datar ditinjau dari gaya kognitif Field Dependent (FD dan Field Independent (FI. Subjek penelitian ini adalah dua orang siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Ketapang, yaitu satu siswa dengan gaya kognitif FD dan satu siswa dengan gaya kognitif FI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pemberian The Group Ebedded Figure Test (GEFT, tes penyelesaian soal, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah yaitu mereduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk mendapatkan data yang valid, digunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata kedua tipe gaya kognitif ini memenuhi tiga komponen dari berpikir kreatif yaitu kefasihan, fleksibel, dan kebaruan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1 profil kreativitas siswa field dependent dalam menyelesaikan soal tentang bangun ruang sisi datar, mencakup (a fasih, ditunjukkan dari kemampuan siswa memberikan tiga jawaban yang berbeda dalam menyelesaikan soal tentang bangun ruang sisi datar; (b fleksibel, ditunjukkan dengan terdapatnya lebih dari satu cara, ide, atau gagasan penyelesaian yang berbeda untuk membagi balok menjadi dua bagian yang volumenya sama; (c kebaruan, ditunjukkan bahwa semua jawaban yang diberikan merupakan jawaban dari soal yang baru pertama diselesaikan oleh siswa field dependent; (2 profil kreativitas siswa field independent dalam menyelesaikan soal tentang bangun ruang sisi datar, mencakup (a fasih, ditunjukkan dari kemampuan siswa memberikan empat jawaban yang berbeda dalam menyelesaikan soal tentang bangun ruang sisi datar; (b fleksibel, ditunjukkan dengan terdapatnya lebih dari satu cara, ide, atau gagasan penyelesaian yang berbeda untuk membagi balok menjadi dua bagian yang volumenya sama; (c kebaruan

  14. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Dengan Katalis NaOH Menggunakan Gelombang Mikro (Microwave Secara Kontinyu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daru Satria Prayanto

    2016-04-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Proses pembuatan biodiesel dapat dilakukan dengan metode pemanasan konvensional maupun dengan metode pemanasan microwave. Dengan radiasi microwave, maka waktu yang dibutuhkan saat proses transesterifikasi lebih singkat dibandingkan dengan konvensional. Disisi lain, minyak kelapa memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan biodiesel karena ketersediaannya yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biodiesel dari minyak kelapa secara kontinyu melalui proses transesterifikasi metanol dengan menggunakan radiasi microwave dengan katalis NaOH dan mempelajari pengaruh konsentrasi tiap katalis, daya, dan laju umpan yang digunakan terhadap yield, densitas, dan viskositas biodiesel yang dihasilkan. Dalam penelitian ini di gunakan 3 variabel, yaitu laju umpan 0,73; 1,25; 1,72 ml/s, konsentrasi katalis 0,25; 0,5; 1 (% berat variabel daya microwave 100, 264, 400, 600, dan 800 Watt. Rasio umpan ditentukan pada 1:9. Pada tahap persiapan melarutkan metanol dan katalis sesuai dengan variabel hingga tercampur homogen. Selanjutnya tahap transesterifikasi dengan mencampurkan larutan metanol (metanol dan katalis dengan minyak kelapa dengan mol ratio yang telah ditentukan dan mengatur daya microwave untuk memulai proses transesterifikasi, proses berlangsung secara kontinyu menggunakan mix flow reaktor. Selanjutnya pemisahan hasil transesterifikasi dari gliserol, dilanjutkan dengan tahap pencucian dengan aquadest untuk memisahkan impurities dan katalis yang masih tersisa dalam biodiesel kemudian memanaskan pada oven untuk menguapkan kandungan air dalam biodiesel. Selajutnya menganalisisa hasil biodiesel terhadap yield, densitas, dan viskositasnya. Hasil terbaik dari variabel yang digunakan di atas adalah pada katalis NaOH dengan konsentrasi 1

  15. ANALISIS PERAN POLA ASUHAN DAN PROSES SOSIALISASI OLAHRAGA BELADIRI DITINJAU DARI PERSPEKTIF KESETARAAN GENDER

    OpenAIRE

    Berliana Berliana

    2014-01-01

    Abstrak: Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa peluang yang diberikan pada anak perem- puan untuk melakukan aktivitas publik belum sepenuhnya. Keengganan orang tua memberikan izin kepada anak perempuan menggeluti cabang olahraga berat, masih dipengaruhi oleh konteks masyarakat dan budaya. Masalah pokok dan fokus kajian berkaitan dengan pola pengasuhan anak pada keluarga, klub, dan sekolah dalam menggiring mereka mengambil keputusan sebagai atlet dalam olahraga kompetitif. Sekaitan ...

  16. Fear of Success Pada Perempuan Bekerja Ditinjau Dari Konflik Peran Ganda Dan Hardiness

    OpenAIRE

    Lestari, Yuliana Intan

    2017-01-01

    Terbukanya peluang dan adanya tuntutan peran bagi perempuan salah satunya adalah bekerja menyebabkan munculnya ketegangan dan penderitaan psikologis seperti kecemasan dan ketakutan, salah satunya ketakutan akan kesuksesan atau fear of success. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fear of success pada perempuan yang bekerja ditinjau dari konflik peran ganda dan hardiness. Sampel dalam penelitian ini adalah perempuan yang bekerja di Kota Pekanbaru yang berjumlah 100 orang. Metode pengumpul...

  17. Fear Of Success Pada Perempuan Bekerja Ditinjau Dari Konflik Peran Ganda Dan Hardiness

    OpenAIRE

    Yuliana Intan Lestari

    2017-01-01

    Terbukanya peluang dan adanya tuntutan peran bagi perempuan salah satunya adalah bekerja menyebabkan munculnya ketegangan dan penderitaan psikologis seperti kecemasan dan ketakutan, salah satunya ketakutan akan kesuksesan atau fear of success. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fear of success pada perempuan yang bekerja ditinjau dari konflik peran ganda dan hardiness. Sampel dalam penelitian ini adalah perempuan yang bekerja di Kota Pekanbaru yang berjumlah 100 orang. Metode pengumpul...

  18. Senyawa Hiptolida Dan Pektinolida Dalam Fraksi Diklorometana Dari Daun Hyptis Pectinata Poit

    OpenAIRE

    Suzery, Meiny; Gultom, Merry; Cahyono, Bambang

    2013-01-01

    Hyptis pectinata Poit merupakan salah satu tanaman Lamiaceae, tanaman ini tumbuh subur dan mudah diperoleh pada tempat yang cukup sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh senyawa bioaktif yang terdapat dalam fraksi diklorometan dari daun Hyptis pectinata Poit. Metode pemisahan menggunakan teknik kromatografi dan penetuan struktur menggunakan spektroskopi inframerah dan GC/MS. Hasil pemisahan dengan kolom kromatografi diperoleh kristal dengan titik leleh titik leleh 88,5-890C,...

  19. Ekstraksi Emas dari Limbah Papan Sirkuit Telepon Genggam Menggunakan Teknik Membran Cair Emulsi

    OpenAIRE

    Imam Santoso; Silvana Tatian; Irna Ratna Kartika; Tritiyatma H

    2017-01-01

    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persen ekstraksi emas dari limbah papan sirkuit telepon genggam dengan teknik  membran cair emulsi menggunakan MIBK sebagai carrier. Reaksinya terjadi secara simultan di permukaan membran, antara senyawa yang akan dipisahkan pada fasa umpan dengan senyawa pembawa pada fasa organik. Logam emas hasil reaksi akan terdifusi ke fasa membran yang pada akhirnya hasil ekstraksi terkumpul dan terkonsentrasi di fasa penerima. Sebelum diaplikasikan ke li...

  20. Ekstraksi Emas Dari Limbah Papan Sirkuit Telepon Genggam Menggunakan Teknik Membran Cair Emulsi

    OpenAIRE

    Santoso, Imam; Tatian, Silvana; Kartika, Irna Ratna; H, Tritiyatma

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persen ekstraksi emas dari limbah papan sirkuit telepon genggam dengan teknik membran cair emulsi menggunakan MIBK sebagai carrier. Reaksinya terjadi secara simultan di permukaan membran, antara senyawa yang akan dipisahkan pada fasa umpan dengan senyawa pembawa pada fasa organik. Logam emas hasil reaksi akan terdifusi ke fasa membran yang pada akhirnya hasil ekstraksi terkumpul dan terkonsentrasi di fasa penerima. Sebelum diaplikasikan ke limbah tel...

  1. PARODI CALON ARANG DALAM NOVEL JANDA DARI JIRAH KARYA COK SAWITRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Netari Mulyawati

    2017-02-01

    Full Text Available This research described characters parody in the novel Janda dari Jirah by Cok Savitri. Parodi appears indicating that the glorification of Calon Arang. This research method uses descriptive analytical with the theory of parody as part of intertextuality. Parody which appears also associated with feminine and masculine leadership style defined by Parker. This study shows that there is a glorification through figures and depictions of feminine leadership style Candidate Arang.

  2. Representasi Penindasan Ganda dalam Novel Mirah Dari Banda; Perspektif Feminisme Poskolonial

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Awla Akbar Ilma

    2016-09-01

    Full Text Available This study specifically examines the multiple forms of oppression that is found in the novel Mirah dari Banda by postcolonial feminist perspective. The analysis showed that the novel talk about inferior position of women as a result of the dominance of Dutch and Japanese colonial system and patriarchal domination both colonial and indigenous men. With the two forms of oppression Thus, indigenous women suffer and the lowest level in a colonial situation. Associated with the time of publication, the 1980 novel Mirah dari Banda include nostalgia novel of oppression and the strug gle against colonialism. Thus at the same nostalgic attitude can be regarded as a reflection on the possibility of the presence of the double oppression of women today which synonymous with the era of capitalism (imperialism and still rooted patriarchal ideology. Penelitian ini secara khusus mengkaji bentuk-bentuk penindasan ganda yang terdapat dalam novel Mirah dari Banda berdasarkan perspektif feminisme poskolonial. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel mewacanakan kedudukan inferior perempuan akibat dominasi sistem kolonialisme Belanda dan Jepang serta dominasi patriarki baik lelaki kolonial maupun pribumi. Melalui dua bentuk penindasan demikian, perempuan pribumi menderita dan berada di level terendah dalam situasi kolonial. Terkait dengan waktu penerbitannya, yakni tahun 1980 novel Mirah dari Banda termasuk novel nostalgia atas penindasan dan perjuangan melawan kolonialisme. Sikap nostalgia demikian sekaligus dapat dianggap sebagai refleksi atas kemungkinan hadirnya penindasan penindasan ganda terhadap perempuan saat ini yang identik dengan era kapitalisme (imperialisme dan masih mengakarnya ideologi patriarki.

  3. KLONING cDNA HORMON PERTUMBUHAN DARI IKAN GURAME (Osphronemus gouramy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Estu Nugroho

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian mengenai kloning cDNA pengkode hormon pertumbuhan ikan gurame telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh sekuens DNA komplemen hormon pertumbuhan sebagai langkah awal dalam rangka pengembangan teknologi rekayasa genetik ikan gurame. Empat buah kelenjar hifopisa ikan gurame digunakan sebagai bahan bakunya dan dilakukan proses ekstraksi RNA total dari kelenjar hipofisa, dilanjutkan dengan sintesis cDNA, amplifikasi PCR, purifikasi fragmen DNA dari gel, ligasi produk PCR dengan vektor kloning, transformasi dan inkubasi bakteri, seleksi koloni bakteri putih, isolasi plasmid, dan sekuensing. Hasil sekuensing menunjukkan bahwa panjang produk amplifikasi PCR adalah 843 bp yang menyandikan 204 asam amino residu dan mengandung sekuens-sekuens yang konserf untuk gen hormon pertumbuhan (GH. Analisis homologi menunjukkan kesamaan sekuens hasil isolasi antara 52,4%--97,6% dengan gen GH ikan lainnya, dengan persentase homologi tertinggi adalah dengan ikan sepat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sekuens hasil isolasi merupakan sekuens gen GH. Dari hasil analisis sekuens terlihat bahwa gen GH ikan gurame secara evolusi adalah konserf. Research on cDNA cloning encoded the gouramy growth hormone was conducted. The aim of the research was to get complementary DNA, cDNA, sequences of growth hormone as an initial step to develop genetic engineering of gouramy fish. Four pituitary glands of the gouramy were taken and then processed with total RNA extraction, and continued with cDNA synthesis, PCR amplification, DNA fragment purification from the gel, PCR product legation with cloning vector, transformation and incubation of bacteria, white colony bacteria selection, plasmid isolation and sequencing analysis. Sequencing result showed that the amplified PCR product length had 834 bp, encoding 204 amino acid residue and contained conserve sequence for GH (growth hormone gen. Homolog analysis showed sequence similarity of

  4. PERDAGANGAN LINTAS BATAS PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN DARI PULAU SEBATIK KE TAWAU MALAYSIA

    OpenAIRE

    Made, Sutinah

    2013-01-01

    makalah akan di presentasikan di Seminar Nasional Sosial Ekonomi Perikanan di Universitas Diponegoro Semarang Tanggal 28 September 2013 ABSTRAK Tujuan Penelitian; 1. Mengkaji proses perdagangan lintas batas produk kelautan dan perikanan dari Pulau Sebatik hingga ke Tawau, Malaysia. 2. Menganalisis kebijakan pemerintah mengenai perdagangan lintas batas antar negara. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di 2 negara perbatasan yakni Pulau Sebatik Indonesia, dan Tawau Malaysia. Waktu pe...

  5. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenolik Dari Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.)

    OpenAIRE

    Dungir, Stevi G; Katja, Dewa G; Kamu, Vanda S

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah manggis. Sampel yang digunakan adalah kulit buah manggis segar dan kering, diekstraksi dengan pelarut air panas dan metanol selama 24 jam. Metode penelitian ini dilakukan dengan menentukan kandungan total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan menggunakan metode penangkal radikal bebas DPPH. Kandungan total senyawa fenolik tertinggi pada ekstrak metanol sampel kering ...

  6. Profil Bayi Rujukan Saat Masuk Rawat Ditinjau dari the STABLE Program

    OpenAIRE

    Ema Alasiry

    2016-01-01

    Latar belakang. Sugar and safe care, temperature, airway, blood pressure, laboratoratorium work and emotional support (S.T.A.B.L.E) program adalah suatu program/pelatihan kepada para pelaku pelayanan kesehatan untuk menilai dan menstabilkan bayi sakit setelah tindakan resusitasi atau sebelum bayi dirujuk. Dalam program ini, seorang bayi sakit harus terhindar dari kondisi tidak stabil yaitu hipoglikemi, instabilitas suhu (terutama hipotermi), gangguan napas (hipoksia), dan hipo...

  7. Studi Pemanfaatan Limbah Padat dari Perkebunan Kelapa Sawit pada PLTU 6 MW di Bangka Belitung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harris Harris

    2013-03-01

    Full Text Available Limbah padat dari perkebunan kelapa sawit berupa cangkang dan fibre dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pada PLTU. Cangkang memiliki kandungan energi sebesar 4115 kkal/kg dan fibre sebesar 3500 kkal/kg. Cangkang dan fibre dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada PLTU 6 MW, yang digunakan untuk memanaskan air didalam boiler sehingga menghasilkan temperatur uap dan tekanan uap yang mampu memutar turbin uap. Turbin uap berfungsi sebagai prime mover untuk memutar generator sehingga menghasilkan output berupa daya listrik. Pada saat menggunakan bahan bakar cangkang PLTU 6 MW menghasilkan ouput rata – rata sebesar 4.8 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.02 ton cangkang dan pada saat menggunakan bahan bakar fibre PLTU 6 MW menghasilkan output rata – rata 2.3 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.83 ton fibre. Karena lebih optimal dalam pengoperasian serta maksimalnya output yang dihasilkan dari bahan bakar cangkang, maka efisiensinya pun lebih baik. Efisiensi PLTU 6 MW pada saat menggunakan bahan bakar cangkang sebesar 20.5 % dan efisiensi PLTU 6 MW dari bahan bakar fibre 13 %. Oleh karena itu bahan bakar cangkang merupakan bahan bakar utama yang digunakan pada PLTU 6 MW.

  8. IDENTIFIKASI TAHAP BERPIKIR GEOMETRI CALON GURU SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI TAHAP BERPIKIR VAN HIELE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isna Rafianti

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah dalam penguasaan konsep geometri yang membutuhkan pola berpikir dalam menerapkan konsep dan keterampilan dalam memecahkan masalah tersebut. Tetapi dalam kenyataannya siswa-siswa masih mengalami kesulitan dalam mempelajari dan memecahkan soal-soal geometri. Mahasiswa S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa merupakan mahasiswa yang dipersiapkan untuk menjadi guru sekolah dasar yang profesional. Bukan hanya penguasaan konsep yang harus dimiliki seorang guru, tetapi kesiapan dalam hal mengajar juga harus diperhatikan, terutama pada materi geometri. Guru sebaiknya mengetahui tahapan atau level berpikir geometri siswanya berada pada tahap apa, agar proses pembelajaran dapat dipahami oleh siswa. Sebelum guru mengetahui tahapan berpikir siswanya, sebaiknya guru juga mengetahui tahap berpikir geometri yang dimilikinya, agar guru dapat mengevaluasi diri ketika nanti akan mengajar. Tahap berpikir yang menjadi acuan adalah tahap berpikir geometri dari Van Hiele. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tahap berpikir geometri calon guru Sekolah Dasar ditinjau dari tahap  berpikir Van Hiele. Metode yang digunakan adalah menggunakan penelitian deskriptif. Adapun instrumen yang digunakan yaitu angket berupa tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap berpikir geometri calon guru Sekolah Dasar ditinjau dari tahap  berpikir Van Hiele sebagian besar (50% hanya mencapai tahap 1 atau tahap pengenalan. Kata Kunci: Geometri, Tahap Berpikir

  9. Penggunaan Tepung Rumput Laut Eucheuma cottonii pada Pembuatan Beras Analog dari Tepung Modified Cassava Flour (MOCAF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusman Agusman

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian penggunaan tepung rumput laut Eucheuma cottoni pada pembuatan beras analog dari tepung modified cassava flour (mocaf menggunakan teknologi granulasi telah dilakukan. Tepung rumput laut yang ditambahkan pada pembuatan beras analog adalah 0, 3, 5, dan 7% dari berat tepung mocaf. Beras analog yang dihasilkan diamati karakteristik mutunya yang meliputi rendemen, sensori, densitas kamba, derajat putih, komposisi proksimat, serat pangan, dan iodium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung rumput laut tidak berpengaruh terhadap densitas kamba dan komposisi proksimat beras analog tetapi berpengaruh pada derajat putih, rendemen, serat pangan, dan iodium. Berdasarkan uji kesukaan (hedonik, beras analog yang dibuat dari tepung mocaf dengan tepung rumput laut sebesar 5% lebih disukai panelis dibandingkan dengan perlakuan lain. Karakteristik beras analog yang dihasilkan memiliki rendemen 99%, densitas kamba 0,57 g/ml, derajat putih 17,70%, kadar air 8,76%, kadar abu 1,96%, kadar protein 0,86%, lemak 0,15%, serat pangan 49,76%, dan iodium 24,98 µg/g. Beras analog berbentuk silinder berukuran panjang 3–5 mm dan belum menyerupai bentuk beras.

  10. Model Lokasi Menara BTS ditinjau dari Faktor – faktor penentu lokasi Menara BTS di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dynastya Dynastya

    2013-03-01

    Full Text Available Perkembangan tower Base Transceiver Station (BTS di Kota Surabaya berlangsung sangat pesat. Keberadaan tower BTS yang mulai menjamur di kawasan permukiman mengakibatkan protes dari masyarakat yang takut akan dampak negatif tower BTS. Perkembangan jumlah penggunaan telepon genggam di kota Surabaya dapat diasumsikan bahwa kebutuhan jaringan komunikasi nirkabel bertambah. Untuk mengatur hal tersebut diperlukan adanya suatu pengendalian tower BTS di Kota Surabaya untuk meminimalisasi gangguan terhadap estetika kota. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan hubungan faktor penentu lokasi menara BTS terhadap lokasi menara BTS di Surabaya dengan menggunakan kajian teoritis dari berbagai pustaka.  Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran lokasi tower BTS tersebut kemudian diiterasi menurut pendapat pakar dengan menggunakan analisa delphi. Yang kemudian digunakan untuk menyusun hubungannya dengan lokasi tower BTS dengan analisa regresi logistik. Hasil dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang menjadi penentu lokasi tower BTS, yang menurut konsensus pakar adalah faktor faktor kepadatan penduduk, biaya sewa lahan, ketinggian menara, jenis lokasi menara, faktor pola ruang, faktor keamanan, dan faktor coverage service area. Hasil konsensus tersebut kemudian dianalisis dengan analisa regresi logistik sehingga menghasilkan model regresi yang menunjukkan peluang faktor yang berpengaruh dan seberapa besar pengaruhnya terhadap lokasi menara BTS.

  11. PEMBUATAN KALSIUM KARBONAT DARI BITTERN DAN GAS KARBON DIOKSIDA SECARA KONTINYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soemargono Soemargono

    2012-01-01

    Full Text Available Kalsium karbonat  yang  digunakan  dalam  industri- industri cat, karet, dan  kertas  harus  mempunyai  mutu yang  tinggi, terutama  kemurnian  dan kehalusannya.Untuk itu, Indonesia masih  mendatangkan  kalsium  karbonat murni dari luar negeri dalam jumlah yang cukup besar. Bittern merupakan bahan buangan industri garam yang disebut juga air tua, mengandung senyawa kalsium. Karbon dioksida biasanya berasal dari hasil pembakaran yang masuk ke udara. Kandungannya di udara kecil, tetapi berpotensi sebagai pencemar. Dengan mereaksikan kalsium yang terkandung dalam bittern dengan gas CO2 akan terbentuk CaCO3 dalam suasana basa. Pembentukan kalsium karbonat dilakukan dengan proses kontinyu dalam reaktor kolom bersekat miring. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengendapan magnesium dengan larutan ammonia menyebabkan kandungan kalsium ikut terdegradasi. Hasil terbaik yang diperoleh dicapai pada kondisi pH awal, kecepatan alir gas CO2, kecepatan alir cairan, dan suhu masing-masing pada 8,7; 2265 mL/menit; 10 mL/menit; dan 303 K, dengan konversi sebesar 38,40%. Produk berupa CaCO3, yang diperoleh mempunyai kemurnian sebesar 21,34%.

  12. Formulasi dan Karakterisasi SNE (Self Nanoemulsion Astaxanthin dari Haematococcus pluvialis sebagai Super Antioksidan Alami

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusi Nurdianti

    2017-12-01

    Full Text Available Astaxanthin merupakan kelompok karotenoid xantofil larut lemak yang banyak ditemukan pada berbagai mikroorganisme dan hewan laut. Permasalahan yang terdapat di dalam pengunaannya sebagai bahan aktif sumber antioksidan adalah karena lipofilisitasnya dan stabilitas astaxanthin yang rendah di dalam saluran cerna sehingga membuat ketersediaan hayati yang rendah. Di dalam penelitian ini menawarkan teknologi nano untuk mengembangkan nanoemulsi astaxanthin yang ditujukan untuk meningkatkan stabilitas astaxanthin di dalam sediaan dan juga kedepannya untuk mengembangkan jalur penghantaran baru dalam pemakaian antioksidan yakni melalui rute transdermal sehingga ditujukan agar penggunaan astaxanthin dapat optimal. Di dalam penelitian ini akan dibuat formulasi nanoemulsi astaxanthin untuk menghasilkan karakteristik fisik dan kimia yang baik. Nanoemulsi dibuat dengan menggunakan metode Nanoemulsi spontan (SNE. Dilakukan optimasi formula mulai dari skrining fase minyak, skrining jenis surfaktan, dan optimasi rasio fase minyak:surfaktan:kosurfaktan. Karakterisasi nanoemulsi berupa karakterisasi secara fisik meliputi ukuran globul dan indeks polidispersitas, potensial zeta, tampilan visual, dan morfologi globul. Karakterisasi secara kimia meliputi uji efisiensi penjeratan. Hasil penelitian menunjukkan nanoemulsi Astaxanthin yang dikembangkan memiliki ukuran globul 10-20 nm (dengan kurva distribusi ukuran globul normal, nilai indeks polidispersitas kurang dari 0.5, potensial zeta lebih besar dari (-20 mV, dan efisiensi penjeratan berkisar antara 80-87% serta morfologi globul yang berbentuk sferis.

  13. PENGARUH BLENDING MINYAK NABATI PADA PELUMAS DARI MINYAK MINERAL TERHADAP STABILITAS OKSIDASI DAN KETAHANAN KOROSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tita Diana Ningsih

    2017-04-01

    Full Text Available Pelumas adalah bahan yang dipakai untuk melapisi permukaan sehingga tidak kontak langsung dengan permukaan lain yang bergerak relatif terhadap permukaan lain. Beberapa usaha telah dilakukan untuk meminimalkan pemakaian pelumas dari minyak bumi, karena terbatasnya ketersediaan, tidak terbarukan dan mempunyai kelemahan diantaranya tidak mampu didegradasi sehingga bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk menurunkan konsumsi dan meningkatkan karakteristik minyak bumi adalah dengan mencampurkan antara base oil dari minyak mineral dengan minyak nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pencampuran minyak nabati pada base oil dari minyak mineral terhadap kestabilan oksidasi. Kestabilan oksidasi dikaji berdasarkan sifat fisik dan kimianya, yaitu Total Acid Number (TAN, Indek Viskositas (IV, dan Uji ketahanan terhadap korosi. Penelitian dilakukan dengan mencampurkan base oil minyak mineral dengan campuran minyak kelapa dan minyak dedak padi agar kualitasnya meningkat. Minyak nabati yang ditambahkan terhadap base oil minyak mineral pada penelitian ini adalah 0%, 5%, 10%, 15%, serta 20% (%v/v, pencampuran dilakukan selama 15 menit pada temperatur 600C sampai dengan 700C. Campuran minyak didiamkan selama 30 hari, selanjutnya diuji Total Acid Number, Indeks Viskositas, dan Pengurangan Berat Logam   Kata Kunci: Base Oil, Minyak Nabati, Stabilitas Oksidasi

  14. Perancangan Permainan "Membuat Bioetanol dari Limbah Buah" Menggunakan Adobe Flash CS3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Arifa

    2014-01-01

    Permainan membuat bioetanol ini ditujukan untuk semua kalangan dan usia, namun lebih dikhususkan untuk kalangan pelajar SMP dikarenakan pada masa jenjang pendidikan ini sesuai dengan kurikulum mata pelajaran ilmu pengetahuan alam telah diajarkan tentang unsur, senyawa, larutan asam basa yang diperlukan sebagai dasar awal untuk memahami istilah-istilah dalam pembuatan bioetanol. Hasil pengujian permainan menunjukkan bahwa permainan ini dapat berjalan dengan baik pada sistem operasi Windows 7. Tombol-tombol dan fungsi-fungsi pada permainan juga dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan fungsionalitasnya masing-masing pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode black-box. Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh pengguna yaitu 30 siswa SMP, permainan “Membuat Bioetanol Dari Limbah Buah” ini membantu dalam mengenalkan tahap-tahap membuat bioetanol dari limbah buah, serta tampilan permainannya bagus. Hal ini terlihat pada semua aspek penilaian yang telah dihitung menggunakan skala Likert. Permainan ini dapat digunakan sebagai media yang dapat memberikan pengetahuan tentang tahap-tahap dalam membuat bioetanol dari limbah buah.

  15. ISOLASI, SELEKSI, DAN IDENTIFIKASI BAKTERI DARI SALURAN PENCERNAAN IKAN LELE SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titin Kurniasih

    2013-08-01

    Full Text Available Penambahan probiotik pada pakan telah banyak diaplikasikan pada kegiatan akuakultur dan terbukti bermanfaat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan. Probiotik yang ditujukan untuk membantu meningkatkan aktivitas pencernaan dalam saluran pencernaan ikan, akan lebih baik apabila diisolasi dari saluran pencernaan ikan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri probiotik dari saluran pencernaan ikan lele, mengisolasi, menyeleksi, serta mengidentifikasi bakteri yang didapatkan. Lambung dan usus lele, digerus dan diencerkan, kemudian dikultur dengan teknik cawan sebar. Koloni yang didapat dimurnikan dan diseleksi dengan uji zona hidrolisis protein dan uji patogenisitas, dan diidentifikasi secara biokimiawi dan molekuler. Tahap isolasi mendapatkan 10 isolat, tahap uji zona hidrolisis protein mendapatkan 4 isolat dengan zona hidrolisis tertinggi, sedangkan uji patogenisitas hanya meloloskan 2 isolat, yaitu A1 dan L1. Hasil uji identifikasi biokimiawi dan molekuler menunjukkan bahwa isolat A1 adalah Staphylococcus epidermidis dan L1 adalah Bacillus cereus. Bacillus cereus merupakan spesies yang sebagian besar anggotanya merupakan probiotik bagi hewan darat dan ikan, dengan demikian dari penelitian ini didapatkan bahwa Bacillus cereus merupakan kandidat bakteri yang berpeluang untuk dijadikan probiotik.

  16. PENGARUH PERUBAHAN BENTUK BADAN HUKUM DARI PERUM MENJADI PERSEROAN TERBATAS TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wafrotur rohmah

    2012-06-01

    Untuk menguji hipotesis digunakan t test, dengan menggunakan t tabel pada level of significance 0,05 diperoleh sebesar 2,776 dan t hitung sebesar –0.331. Dari hasil perhitungan ini di peroleh hasil bahwa perubahan bentuk Badan hukum dari Perum menjadi Persero tidak mempengaruhi terhadap tingkat pendapatan, yang dapat dibuktikan dengan –2,776 £ -0.331 atau £ 2.776 yang berarti Ho diterima.

  17. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat Penghasil Inhibitor Enzim HMG-KoA Reduktase dari Bekasam sebagai Agen Pereduksi Kolesterol

    OpenAIRE

    Rinto, Rinto; Dewanti, Ratih; Yasni, Sedarnawati; SUHARTONO, MAGGY THENAWIDJAJA

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan memperoleh bakteri penghasil statin sebagai inhibitor enzim HMG-KoA reduktase (HMGR), penghambat sintesis kolesterol. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah isolasi bakteri yang resisten terhadap compactin dan lovastatin, produksi statin, uji penghambatan ekstrak dari kultur bakteri terhadap HMG-KoA reduktase dan identifikasi bakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 20 isolat bakteri yang resisten terhadap compactin maupun lovastatin, terdapat 5 isolat bakter...

  18. Eksistensi Garis Batas Landas Kontinen Antara Indonesia Dan Malaysia Di Gosong Niger Ditinjau Dari Segi Hukum Internasional

    OpenAIRE

    Boboy, Reza

    2011-01-01

    Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap Eksistensi Garis Batas Landas Kontinen Antara Indonesia Dan Malaysia Di Gosong Niger Ditinjau Dari Segi Hukum Internasional. Dalam penulisan skripsi ini yang menjadi permasalahan adalah Eksistensi Gosong Niger sebagai bagian dari landas kontinen dan cara penentuan Garis Batas Landas Kontinen yang berada di antara Indonesia dan Malaysia berdasarkan ketentuan Hukum Laut Internasional. Adapun metode penelitian dilaku...

  19. STUDI PEMBUATAN BAHAN ALTERNATIF PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI UBI JALAR DENGAN PLASTICIZER GLISEROL DENGAN METODE MELT INTERCALATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsul Aripin

    2017-03-01

    Full Text Available Masalah lingkungan dari pembuangan limbah plastik turunan minyak bumi telah menjadi isu penting karena sifatnya yang sulit diuraikan. Oleh karena itu, upaya telah dilakukan untuk mempercepat tingkat degradasi material polimer dengan mengganti beberapa atau seluruh polimer sintetis dengan polimer alami. Pati merupakan salah satu polimer alami yang dapat digunakan untuk produksi material biodegradable karena sifatnya yang mudah terdegradasi, melimpah, dan terjangkau namun memiliki kekurangan seperti kuatnya perilaku hidrofilik dan sifat mekanis yang lebih buruk. Untuk meningkatkan kekuatan mekanis pada pati, sejumlah kecil pegisi (filler berupa bahan penguat biasanya ditambahkan ke dalam matriks polimer. Oleh karena itu, bioplastik disiapkan dengan pencampuran pati ubi jalar sebagai matriks, gliserol sebagai pemlastis, dan kitosan sebagai pengisi (filler melalui metode melt intercalation. Variasi konsentrasi gliserol dan kitosan mempengaruhi sifat mekanis dan biodegradabilitas bioplastik. Ketika gliserol divariasikan dari 0,5% menjadi 1,5% kekuatan tarik menurun  dari 19,23 MPa menjadi  8,83 Mpa, sedangkan niali elongasi meningkat dari 0% menjadi 39,16%. Sebaliknya pada saat variasi konsentrasi Kitosan dari 1% menjadi 2% kekuatan tarik meningkat dari 4,90 MPa menjadi 5,60 MPa, dan pada saat konsentrasi kitosan 3% nilai kuat tarik menurun menjadi 4,22 MPa, sedangkan nilai elongasi mengalami penurunan yaitu 32,62%, 16,60% dan 8,35%. Biodegradabilitas bioplastik dengan variasi plasticizer gliserol mencapai 2,50 % dalam waktu 8 hari. Sedangkan bioplastik pada variasi konsentrasi kitosan mempunyai biodegradabilitas 1,63% dalam waktu 8 hari.

  20. Pemanfaatan Constructed Wetland Sebagai Bagian Dari Rancangan Lansekap Ruang Publik Yang Berwawasan Ekologis Studi Kasus Houtan Park China

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Barito Adi Buldan Rayaganda Rito

    2017-01-01

    Full Text Available Kebutuhan akan air bersih merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang sering terjadi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan akan kualitas lingkungan yang lebih baik, khususnya dalam kasus ruang luar atau lansekap. Lansekap berbasis suasana air merupakan satu bentuk ruang luar yang memiliki keistimewaan sekaligus tantangan, terkait kualitas air dan model pembersihannya. Dari berbagai metode pembersihan air yang ada, Constructed Wetland merupakan suatu bentuk pembersihan kondisi air alamiah dengan meniru wetland alamiah baik dari segi struktur pewadahannya maupun vegetasi – vegetasi yang digunakan.Paper ini bertujuan untuk mengetahui penerapan upaya pembersihan air secara alami menggunakan metode constructed wetland, dan melihat pemanfaatan metode ini dalam integrasinya dengan rancangan lansekap. Penelitian bersifat kualitatif dengan Metode penelitian deskriptif, melalui studi literature dan kasus di Houtan Park, China.Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa sebagai pilihan metode pembersihan air secara alamiah, ruang dan suasana yang tercipta dari sistem ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari konsep rancangan lansekap. Dalam studi kasus di Houtan park, Shanghai, China, constructed wetland tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana pembersihan air, namun menjadi bagian dari area lansekap ruang publik yang dapat dinikmati dan membuat pengunjung lebih dekat dengan alam dan lingkungan yang berkualitas.

  1. PROFIL TUMOR PANCOAST DI BANGSAL PARU RS DR. M. DJAMIL PADANG DARI TAHUN 1998-2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zailirin Zailirin

    2008-05-01

    Full Text Available AbstrakTumor Pancoast adalah tumor paru yang berada di perifer dengan gejala yang tidak mirip dengan tumor paru lainnya seperti batuk, hemoptisis dan sesak nafas pada stadium awal, tetapi dapat terjadi kemudian pada sebagian besar penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penderita tumor Pancoast. Penelitian deskriptif ini dilakukan secara retrospektif. Data diambil dari rekam medis penderita tumor pancoast mulai dari tahun 1998 sampai dengan 2007 di Bagian Paru RS. DR. M. Djamil Padang, dikumpulkan dan dilakukan analisa univariat. Jumlah penderita tumor Pancoast adalah sembilan orang, dengan penderita laki-laki tujuh orang dan perempuan dua orang. Penderita umumnya berumur lebih dari 40 tahun dengan insiden terbanyak pada kelompok umur 40-49 tahun dan 60-69 tahun yaitu 33%. Keluhan penderita yang terbanyak adalah nyeri yaitu 44%. Pemeriksaan diagnostik yang terbanyak dilakukan adalah ronsen torak. Jenis sel terbanyak adalah skuamousa dan adenokarsinoma, yaitu 11%. Pemberian terapi terbanyak, yaitu 98%, adalah terapi paliatif dengan pemberian analgesik dan kodein serta radioterapi Penelitian ini mendapatkan sembilan orang penderita tumor Pancoast dengan keluhan terbanyak adalah nyeri. Laki-laki lebih banyak dari perempuan, dan insiden terbanyak pada umur lebih dari 40 tahun. Terapi paliatif yang terbanyak dilakukan.Kata kunci: tumor pancoast – insiden – terapi paliatifAbstractPancoast tumor is the tumor of the lung residing at the periphery, which symptoms does not look like other lung tumors such as coughing, hemopthysis or out of breath at its initial stages, but the symptom could present in most of advance cases. The purpose of this research is to describe the profile of the tumor. Descriptive research was conducted retrospectively. Data of Pancoast tumor cases was gathered from medical record data from the year 1998 to 2007 at the Department of Pulmonology, DR. M. Djamil Hospital in Padang. After collecting, the

  2. PERANCANGAN FUNGSI RANGKAIAN LOGIKA MELALUI FINITE STATE MACHINE DENGAN MEKANISME BELAJAR DARI CONTOH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudhi Purwananto

    2003-01-01

    Full Text Available Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Perancangan rangkaian logika secara umum dapat dilakukan dengan metode sebagai berikut : mendefinisikan permasalahan, membentuk diagram keadaan atau tabel keadaan, membentuk tabel kebenaran, membentuk fungsi logika dan menuangkannya dalam rangkaian logika. Penerapan metode tersebut membutuhkan ketelitian dan waktu yang sebanding dengan kompleksitas rangkaian yang dirancang. Karena itu, perlu dibuat sebuah perangkat lunak untuk membantu proses perancangan rangkaian logika, agar proses perancangan dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan dengan ketelitian yang tinggi. Untuk merancang rangkaian logika,dalam penelitian ini diterapkan mekanisme belajar dari contoh, yang memanfaatkan teori-teori otomata dan switching. Penelitian ini mencoba membangun model untuk rangkaian logika yang diinginkan berdasarkan atas contoh input/output dari rangkaian logika yang diinginkan, dengan langkah-langkah : membangun model dari contoh yang diberikan, melakukan modifikasi model (jika diperlukan berdasarkan atas contoh tambahan yang diberikan, memilih salah satu model sebagai solusi akhir jika diperoleh lebih dari satu model, dan menerjemahkan model ke dalam rangkaian logika. Penelitian ini menghasilkan model untuk rangkaian logika

  3. KERAGAMAN PERTUMBUHAN BIBIT GEMPOL(Nauclea orientalis L. DARI BEBERAPA POHON INDUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurniawati Purwaka Putri

    2017-02-01

    persemaian dari 64 pohon induk yang berasal dari Majalengka (Jawa Barat dan Banten.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 64 pohon induk/famili gempol, dengan tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri dari enam bibit. Variabel yang diamati adalah diameter dan tinggi bibit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pohon induk berpengaruh nyata terhadap diameter dan tinggi bibit gempol. Pertumbuhan diameter yang terbaik ditunjukkan oleh pohon induk 16 yaitu sebesar 5,4 cm. Pertumbuhan tinggi terbesar (32,88 cm dihasilkan oleh bibit yang berasal dari pohon induk 10.

  4. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI IMPOR GANDUM INDONESIA DARI AUSTRALIA TAHUN 1980-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istiadi Priyo Utomo

    2017-06-01

    Full Text Available Ketika konsumsi gandum Indonesia meningkat maka impor gandum ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat akan makanan berbahan dasar gandum. Salah satu pengekspor gandum terbesar untuk Indonesia adalah Australia. Produksi gandum Australia cenderung berfluktuatif. Namun ketika produksi gandum Australia menurun impor gandum Indonesia dari Australia justru meningkat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data time series berdasarkan tahun periode 1980-2013. Metode analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS. Pengujian secara parsial digunakan uji t-statistik dan pengujian secara serempak digunakan uji F-statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produksi gandum Australia tidak berpengaruh dan signifikan terhadap impor gandum Indonesia dari Australia dengan nilai koefisiens ebesar 0,0000802. Konsumsi gandum Indonesia berpengaruh positif dan signifikan terhadap impor gandum Indonesia dari Australia dengan koefisien sebesar 0,000241. Kurs berpengaruh positif terhadap impor gandum Indonesia dari Australia dengan nilai koefisien sebesar 0,000501. Saran dari penelitian ini maka pemerintah perlu menekan impor gandum dengan mengeluarkan kebijakan penanaman komoditas pertanian alternatif pengganti gandum untuk bahan tepung terigu seperti singkong. Masyarakat perlu kembali beralih mengkonsumsi komoditas lokal.  When the Indonesian wheat consumption increases, imports of wheat increased to meet the consumption needs of the community will be wheat-based foods. One of the biggest wheat exporter to Indonesia is Australia. Australian wheat production is likely to fluctuate. But when the Australian wheat production decreased Indonesian wheat imports from Australia have increased. This research is a quantitative study with time series data based on the period 1980-2013. The analytical method used is Ordinary Least Square (OLS. Partial test used statistical t-test and test simultaneously used the F

  5. DARI PETANI KE PENAMBANG; PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI DI JORONG KOTO PANJANG, NAGARI LIMO KOTO, KABUPATEN SIJUNJUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melta Ardila Sari

    2013-06-01

    primer dan data skunder. Metode pengumpulan data dilakukan dalam dua cara: observasi, wawancara. Hasil penelitian pasca penambangan emas  tidak ada penanggulangannya, sawah yang telah habis digarap dibiarakan begitu saja menjadi rawa dan pasir. Status sosial pascapenambangan jadi ibu rumah tangga tukang ojek, buruh tani dan buruh penambang emas. Juga terjadi penurunan pendapatan.

  6. PENGARUH WAKTU KONTAK TERHADAP DAYA ADSORPSI KARBON AKTIF PADA PROSES PURIFIKASI CH4 DARI BIOGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nani Harihastuti

    2016-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penggunaan biogas sebagai bahan bakar secara langsung sering menimbulkan permasalahan yaitu terjadi bau tidak sedap, peralatan logam  dan kompor cepat berkarat, dinding dapur terkikis  dan api sering  padam sendiri. Hal ini disebabkan dalam biogas selain metana (CH4 terkandung gas-gas lain H2S, NH3, CO2, H2 , CO dan uap air (H2O. Beberapa gas yang bersifat impurities ( H2S, NH3, CO2 dan uap air /H2O akan menurunkan nilai kalori dari biogas dan merugikan lingkungan dan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghilangkan gas impurities dari biogas melalui proses purifikasi sehingga diperoleh biogas yang mempunyai nilai kalor tinggi dan ramah lingkungan.Metode yang dilakukan dengan proses adsorpsi menggunakan  adsorben karbon aktif dengan variabel waktu kontak, untuk mendapatkan daya adsorpsi yang optimum dari karbon aktif terhadap gas impurities yang ada dalam biogas. Hasil penelitian ini diperoleh data- data              penghilangan / reduksi gas  impuritis H2S mencapai 99,99% , dari 4200 ppm menjadi 0,22 ppm, penghilangan gas NH3 mencapai 94,96%, dari 12,7 ppm menjadi 0,65 ppm, penghilangan gas CO2 mencapai 77,48 %, dari 30, 77 % menjadi 6,93 %, penghilangan uap air (H2O mencapai 97,95%,  dari 0,584 mg/lt menjadi 0,012 mg/lt.Kenaikan konsentrasi methane (CH4 dari 38,2 % menjadi 84,12 %. Hasil purifikasi metana (CH4 dari biogas ini merupakan sumber energi  terbarukan yang aman dan  ramah lingkungan serta dapat di kembangkan lagi penerapannya di IKM tahu lainnya. Waktu jenuh adsorben karbon aktif diperoleh setelah  48 jam proses purifikasi berlangsung. Daya adsorpsi Karbon aktif optimum terhadap masing masing komponen gas impuritis adalah sebagai berikut terhadap H2S adalah  10,98 mg H2S/gram karbon aktif/menit, terhadap NH3  adalah 0,016 mg NH3/gram karbon aktif/menit, terhadap CO2 adalah 0,090mg CO2/gram karbon aktif/menit.Dampak yang terjadi bila biogas tidak dimanfaatkan dan dibiarkan terlepas ke

  7. Permen dan Jelli Sebagai Produk Inovasi dari Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatmir Edwar

    2015-06-01

    Full Text Available Pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack merupakan salah satu jenis tumbuhan hutan tropis di Indonesia yang pemanfaatannya sebagai bahan baku dalam pembuatan obat baik yang modern maupun tradisional.  Pasak bumi mengandung senyawa erikomanon yang ampuh mengobati malaria dan senyawa kuasinoid serta alkaloid yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Pasak bumi juga mempunyai senyawa aktif flavonoid yang berfungsi untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektifitas vitamin C, anti inflamasi, mencegah keropos tulang, antioksidan, dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat produk permen dan jelli dari bagian akar, batang, daun, ranting, dan kulit pasak bumi sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan memudahkan akses bagi masyarakat luas untuk mendapatkan khasiat zat aktif yang dikandung tumbuhan tersebut dalam bentuk produk inovatif.  Standard produk yang dihasilkan (permen dan jelli mengacu kepada SNI 3547.1:2008 tentang kembang gula keras dan SNI No. 3547.2:2008 tentang kembang gula lunak. Berdasarkan hasil pengujian permen, semua parameter yaitu kadar air, abu, gula, sukrosa, Zn, Hg, Pb, As, Angka Lempeng Total, Coliform, Ecoli, Salmonella dan Kapang/Khamir memenuhi syarat, kecuali untuk parameter Cu dengan nilai antara 3,48–8,17% tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan yaitu maksimal 2%. Sedangkan produk jelli sebagian besar memiliki kadar air bervariasi antara 18,20–39,45% tidak memenuhi standar  yang dipersyaratkan maksimal 20%. Hasil dari penelitian ini dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai jual dari tumbuhan pasak bumi berupa produk permen dan jelli yang memiliki cita rasa, keunggulan dan manfaat bagi kesehatan.ABSTRAKPasak bumi (Eurycoma longifolia Jack merupakan salah satu jenis tumbuhan hutan tropis di Indonesia yang pemanfaatannya sebagai bahan baku dalam pembuatan obat baik yang modern maupun tradisional.  Pasak bumi mengandung senyawa erikomanon yang ampuh mengobati malaria dan senyawa kuasinoid serta

  8. PEMISAHAN DAN ANALISIS 137Cs DARI LARUTAN PELAT ELEMEN BAKAR U-7%Mo/Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Anggraini

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMISAHAN DAN ANALISIS 137Cs DARI LARUTAN PELAT ELEMEN BAKAR U-7%Mo/Al. Pemisahan cesium dari larutan pelat elemen bakar (PEB U-7Mo/Al telah dilakukan dengan menggunakan metode pengendapan dan penukar kation. Tujuan penelitian adalah mendapatkan metode yang valid untuk pemisahan cesium dari larutan PEB U-7Mo/Al melalui penentuan parameter unjuk kerja metode yaitu akurasi, presisi dan rekoveri. Metode pengendapan dan metode penukar kation yang digunakan mengacu kepada metode ASTM 690-000 dan kepada hasil penelitian U3Si2/Al. Penentuan parameter unjuk kerja metode pengendapan dilakukan dengan menggunakan larutan sampel PEB U-7%Mo/Al sebanyak 150 μL, larutan standar 137Cs sebanyak 50 μL dalam 2 mL HCl 0,1N. Larutan dikenakan proses pengendapan dengan menggunakan pereaksi HClO4 pekat dan penambahan senyawa carrier CsNO3 seberat 225 mg pada temperatur 0oC selama 1 jam, sedangkan proses penukar kation dilakukan dengan menggunakan resin zeolit Lampung sebanyak 400 mg. Proses penukar kation dilakukan secara batch dengan pengocokan selama 1 jam. Hasil proses pengendapan diperoleh endapan CsClO4 dan penukar kation diperoleh berupa padatan cesium - zeolit serta supernatan. Pengukuran dan analisis radionuklida137Cs dalam endapan CsClO4 dan padatan 137Cs-zeolit dilakukan dengan spektrometer gamma. Hasil pengukuran diperoleh nilai cacahan radionuklida 137Cs per detik (cps. Perhitungan rekoveri metode dilakukan dengan perbandingan nilai cacahan radionuklida 137Cs sebelum dan sesudah proses pemisahan. Hasil pemisahan radionuklida 137Cs dari larutan PEB U-7Mo/Al menggunakan metode pengendapan diperoleh rekoveri sebesar 95,56 % dengan akurasi dan presisi pengukuran masing-masing sebesar 0,375 % dan 1,875 %, sedangkan rekoveri pemisahan radionuklida 137Cs dengan metode penukar kation diperoleh rekoveri sebesar 26,73 %. Hal ini menunjukkan bahwa metode pengendapan lebih baik dari pada metode penukar kation untuk pemisahan 137Cs dari larutan bahan bakar

  9. KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PROBLEM POSING DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS DAN KRITIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tantan Sutandi Nugraha

    2015-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan pembelajaran matematika berbasis masalah, problem posing, dan pendekatan konvensional serta perbandingan keefektifannya ditinjau dari kemampuan berpikir logis dan kritis. Jenis penelitian adalah quasi experiment dengan pretest-posttest with nonequivalent group design. Populasi penelitian adalah 240 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ciamis. Tiga kelas diambil secara acak untuk sampel penelitian, kemudian ditentukan lagi secara acak kelas eksperimen pertama, kelas eksperimen kedua, dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir logis dan tes kemampuan berpikir kritis yang terdiri atas soal pretest dan posttest. Teknik analisis data meliputi t-one sample test untuk menguji keefektifan masing-masing pendekatan pembelajaran dan MANOVA untuk menguji perbedaannya yang dilanjutkan dengan uji  univariat. Semua uji menggunakan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 pembelajaran berbasis masalah dan problem posing keduanya efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kritis tetapi tidak efektif ditinjau dari kemampuan berpikir logis sedangkan pembelajaran konvensional tidak efektif ditinjau dari kemampuan berpikir logis maupun kemampuan berpikir kritis; (2 ditinjau dari kemampuan berpikir logis, tidak ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran berbasis masalah dan problem posing tetapi keduanya lebih unggul dibandingkan pembelajaran konvensional sedangkan jika ditinjau dari kemampuan berpikir kritis, pembelajaran berbasis masalah lebih unggul dibandingkan pembelajaran problem posing dan pembelajaran konvensional serta pembelajaran problem posing lebih unggul dibandingkan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: pembelajaran berbasis masalah, problem posing, kemampuan berpikir logis, kemampuan berpikir kritis   THE EFFECTIVENESS OF PROBLEM-BASED LEARNING AND PROBLEM POSING IN TERM OF THE LOGICAL AND CRITICAL THINKING ABILITY Abstract This study aims to

  10. STUDI METODE-METODE EKSTRAKSI PEWARNA MAKANAN ALAMI ANNATTO DARI BIJI KESUMBA (Bixa orellana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johnner Parningotan Sitompul

    2012-05-01

    . Annatto merupakan pewarna alami makanan yang didapatkan melalui ekstraksi dari biji pohon kasumba (Bixa orellana dengan komponen pewarna utamanya adalah bixin. Keberadaan ikatan rangkap terkonjugasi menyebabkan bixin dan norbixin  larut dalam sebagian besar pelarut organik. Ciri struktur kimia dari bixin ini yang menjadi dasar dalam pemilihan pelarut untuk ekstraksi pewarna annatto. Tujuan makalah ini adalah studi metode-metode ekstraksi terhadap perolehan bixin, metode Soxhlet pada temperatur didih pelarut dan metoda ultrasonic bath pada temperatur kamar, dengan dua tempat sumber biji kasumba, Bandung dan Duri. Pelarut yang digunakan adalah etil asetat dan aseton. Pengujian dilakukan dengan mengukur kadar pigmen yang dihasilkan menggunakan spektrofotometri pada panjang gelombang tertentu. Dari penelitian ini, didapatkan data yield (perolehan bixin dari berbagai variasi percobaan. Perolehan bixin (terhadap biji yang didapat dari ekstraksi ultrasonic bath lebih tinggi yaitu rata-rata sebesar 0,584%, dibanding dengan metode soxhlet yang rata-rata sebesar 0,443%. Ekstraksi menggunakan metode ekstraksi ultrasonic bath, dan menggunakan pelarut etil asetat lebih tinggi yaitu rata-rata 0,602% daripada menggunakan aseton yang rata-rata 0,565%. Sedangkan dengan metode soxhlet menunjukkan perolehan bixin berbeda, dengan pelarut aseton 0,460%, sedangkan untuk pelarut etil asetat adalah 0,427%. Biji yang berasal dari 2 tempat berbeda, ketika diekstraksi dengan dua metode tersebut tidak memberikan perbedaaan hasil bixin yang signifikan

  11. IDENTIFIKASI DAN UJI POTENSI BAKTERI LIPOLITIK DARI LIMBAH SBE (SPENT BLEACHING EARTH SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitralia Elyza

    2016-03-01

    Full Text Available Limbah minyak kelapa sawit yang terbanyak adalah SBE (Spent Bleaching Earth, limbah ini mengandung residu minyak tinggi yang dapat mencemari lingkungan, 30% residu minyak pada limbah SBE dapat digunakan bakteri untuk pertumbuhannya, sehingga adanya bakteri mampu menjadi agen bioremediasi pencemaran SBE. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan bakteri lipolitik sebagai agen potensial bioremediasi pada limbah SBE. Metode pengambilan sampel limbah SBE secara random sampling. Sampel tanah diambil secara acak dari beberapa titik area limbah SBE. Bakteri diisolasi dari sampel limbah SBE, kemudian dilakukan tahapan yaitu : pemurnian, seleksi, uji potensi, bakteri berpotensi mereduksi lipid dikarakterisasi dan diidentifikasi genusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas enzim lipase yang tinggi menandakan bahwa bakteri lipolitik bekerja optimal merombak zat pencemar. Bakteri yang memiliki potensi sebagai agen bioremediasi terdiri dari genus Citrobacter (B1, Enterobacter (B2 dan Acinetobacter (B3. The most palm oil waste is SBE (Spent Bleaching Earth, this waste had many reduced lipid that got pollution for inviroments, Bacteria can use lipid from SBE as much as 30% for growed. So that consist of bacteria in SBE as a potensial agent for remediation. This study aims to obtain lipolytic bacteria as a potential agent of bioremediation. The method of sampling soil were taken at random from SBE waste, Bacteria were isolated from the SBE waste, then they were selected into steps : performed purification, selection, potential test, then characterized and identified it’s genus of potential bacteria. The results showed that the higest activity enzyme of lipolytic indicated that the lipolytic bacteria worked optimal for reduce polution. Bacteria had potential as a bioremediation agent consisting of genus Citrobacter (B1, Enterobacter (B2 and Acinetobacter (B3.

  12. DARI MEMORIA PASSIONIS KE FORERI: SEJARAH POLITIK PAPUA 1999-2000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ngurah Suryawan

    2012-07-01

    Full Text Available This paper focuses on Papua memory of suffering in the tragedies of violations against humanity (memoria passionis under the authority of the Indonesian Government with brutal military actions. Memoria Passionis was also a foundation of social movement in the urban people of Papua in 1999-2000. FORERI (Forum Rekonsiliasi Rakyat Irian Jaya – Forum of the Irian Jaya People’s Reconciliation and PDP (Presidium Dewan Papua- Papuan Presidium Council were educated local elites who struggled for Papua freedom peacefully. FORERI then transformed into Tim 100 who met President Habibie in February 1999 with the claim that the people of Papua wanted independence (separation from Indonesia. They carry out MUBES (Great Council of Papuan people on 23 to 26 February 2000 and the Papuan Congress II from May to June 2000. Consolidation of democracy and social movement in Papua ended after Theys Hiyo Eluay, one of the leaders of PDP was killed by Indonesian Army in 2001. Keywords: Papuan, memoria passionis, social movement, local elites   Makalah ini berfokus pada memori Papua orang tentang penderitaan dalam tragedi pelanggaran terhadap kemanusiaan (Memoria Passionis di bawah kewenangan Pemerintah Indonesia dengan tindakan militer yang brutal. Memoria Passionis juga adalah dasar dari gerakan sosial di masyarakat perkotaan Papua pada 1999-2000. FORERI (Forum Rekonsiliasi Rakyat Irian Jaya dan PDP (Presidium Dewan Papua merupakan elite berpendidikan lokal berjuang kebebasan Papua dengan damai. FORERI kemudian bertransformasi menjadi Tim 100 yang bertemu Presiden Habibie pada Februari 1999 dengan tuntutan bahwa rakyat Papua menuintut kemerdekaan (memisahkan diri dari Indonesia. Mereka melaksanakan MUBES (Musyawarah Besar Rakyat Papua 23-26 Februari 2000 dan Kongres Rakyat Papua II Mei-Juni 2000. Konsolidasi demokrasi dan gerakan sosial di Papua berakhir setelah Theys Hiyo Eluay, salah satu pemimpin dari PDP dibunuh oleh Angkatan Darat Indonesia pada

  13. STRATEGI PRODUKSI PUPUK ORGANIK CAIR KOMERSIAL DARI LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiharyanto Oktiawan

    2015-09-01

    Full Text Available Limbah Rumah Pemotongan Hewan (RPH Kota Semarang yang didominasi oleh rumen sapi jika tidak diolah dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada manusia dan kerusakan lingkungan. Dampak negatif dari limbah adalah proses pembuangan dan pembersihannya memerlukan biaya serta efeknya dapat mencemari lingkungan. Hal ini mendorong adanya inovasi dan pengembangan teknologi pengolahan air limbah yang murah dan mudah operasional dan pemeliharaannya serta biaya yang sedikit. Upaya meningkatkan keuntungan akan keberadaan limbah dilakukan cara mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual. Keuntungan yang bisa diperoleh dari proses pengolahan limbah tersebut menjadi biogas, bioenergi, dan pupuk. Pupuk yang mengandung magnesium yang tinggi yang beredar di pasaran biasanya berbentuk granul/ serbuk. Apabila tanaman mengalami kekurangan magnesium maka akan menyebabkan kuningnya daun dan menghambat proses fotosintesis yang terjadi di daun. Penambahan limbah garam pada penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kandungan unsur hara makro C,N,P,K, dan Mg, tidak mencemari lingkungan, tidak merusak struktur tanah, serta mudah dalam pengaplikasiannya. Variasi rasio serat kasar dengan cairan rumen bertujuan untuk mengetahui kandungan paling optimum,antara lain: 100:0 ,75:25 , 50:50 , 25:75 , 0:100 (serat kasar:cairan rumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan limbah garam tidak mempengaruhi terhadap kandungan unsur hara C-Organik dan Nitrogen, sedangkan pada kandungan Fospor, Kalium, dan Magnesium memiliki pengaruh dari penambahan limbah garam. Kandungan unsur hara makro paling optimum yaitu C-Organik pada fermentor B1 sebesar 1,44%, Ntotal pada fermentor B2 sebesar 0,73%, Fospor (P2O5 pada fermentor B3 sebesar 2,243%, Kalium pada fermentor B3 sebesar 13,05, dan Mg pada fermentor B3 sebesar 26,82%. meskipun demikian, pupuk organik cair ini belum memenuhi persyaratan teknis Permentan No.70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang pupuk organik, pupuk

  14. DI MORFOMETRIK UDANG JERBUNG (Fenneropenaeus merguiensis de Man DARI BEBERAPA POPULASI DI PERAIRAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eni Kusrini

    2016-11-01

    Full Text Available Udang jerbung, Fenneropenaeus merguiensis merupakan salah satu jenis udang penaeid indegenous yang memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai kandidat budidaya tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman secara morfologi dan jarak genetik udang jerbung dari populasi alam di Selat Sunda, pantai Cilacap, pantai Bengkulu, Selat Lombok, dan pantai Pontianak. Analisis komponen utama (PCA digunakan untuk mengetahui keragaman morfologi antar populasi alami udang jerbung. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan secara morfologi udang jerbung yang diteliti. Populasi Pontianak memiliki keragaman yang paling tinggi dan Bengkulu paling rendah. Dari analisis kluster diperoleh dua kelompok utama yaitu kluster yang pertama terdiri atas Pontianak-Selat Lombok-Bengkulu dan kluster kedua Selat Sunda-Cilacap. Jarak genetik terjauh dimiliki populasi udang jerbung dari Cilacap-Selat Lombok dan terdekat Cilacap-Selat Sunda. Banana prawn, Fenneropenaeus merguiensis, is one of several prospective local crustaceans for shrimp culture. The objective of this study was to reveal the genetic differences among banana prawn populations from Sunda strait, Cilacap coast, Bengkulu coast, Lombok strait, and Pontianak coast. Principle Component Analysis (PCA was used to determine genetic differences among the five wild populations. Results of the PCA analysis show that there are morphometrically genetic variations among studied banana prawn populations. Banana prawn from Pontianak has the highest variation of morphology. Results of cluster analysis indicate that there are two main clusters where banana prawns from Pontianak, Lombok Strait, and Bengkulu are categorized as the first cluster while Sunda Strait and Cilacap populations are categorized as the second cluster. The highest value of genetic distance is shown by banana prawn populations from Cilacap and Lombok and the lowest value is Cilacap-Sunda Strait.

  15. KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KLASIFIKASI DAN PERINGKAT DARI PENYEBAB-PENYEBABNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budiman Proboyo

    1999-01-01

    Full Text Available Successfully executing construction project within schedule is one of the most important aims, both for the owner and the contractor. Construction delay is a condition which is completely unwanted, because it will cause lost of money and time for both parties. Research in finding factors which are dominant or having great influences as the causes of delay, is intended to prepare and build the construction planning and scheduling more complete and accurate; so that delay can be avoided or controlled. Confirmation to the founded causes by site surveys using questionaire distributed to contractors, have shown that problems arisen from inaccurate workplan, lack of resources. lack of communication/coordination, were dominant factors for causing construction delay from contractor side. On the other hand, the owner side, problems arisen from incomplete and unclear design and scope of works, inspection and control system of the project were dominant for causing delay. Abstract in Bahasa Indonesia : Keberhasilan melaksanakan proyek konstruksi tepat pada waktunya adalah salah satu tujuan terpenting, baik bagi pemilik maupun kontraktor. Keterlambatan adalah sebuah kondisi yang sangat tidak dikehendaki, karena akan sangat merugikan kedua belah pihak dari segi waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan menemukan faktor-faktor yang sangat berperan atau mendominasi sebagai penyebab keterlambatan, dengan maksud agar proses perencanaan dan penjadwalan proyek konstruksi dapat dilakukan dengan lebih lengkap dan cermat; sehingga keterlambatan sedapat mungkin dihindarkan atau dikendalikan. Temuan penyebab-penyebab keterlambatan, yang dikonfirmasikan dengan sigi lapangan menggunakan kuesioner yang didistribusikan kepada kontraktor, menunjukkan bahwa masalah-masalah tidak seksamanya rencana kerja, tidak tersedianya sumber daya dan kurangnya komunikasi/koordinasi, merupakan faktor-faktor yang dominan sebagai penyebab keterlamabatan dari sisi kontraktor. Dari sisi

  16. Disain Sistem Pemantauan Lingkungan Untuk Evaluasi Lepasan Radionuklida dari Subsistem pada Kecelakaan Reaktor Daya PWR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2013-03-01

    Full Text Available PLTN. (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebagai sumber energi baru dipilih sebagai alternatif, karena memiliki berbagai kelebihan yaitu ramah lingkungan, pasokan bahan bakar yang tidak bergantung musim, serta harganya yang dapat bersaing dengan pembangkit listrik yang lain. Namun demikian, adanya keraguan sebagian masyarakat tentang keselamatan radiasi PLTN, maka pemerintah harus bisa meyakinkan tentang operasi PLTN yang aman dan selamat. Penelitian tentang disain sistem pemantauan lingkungan untuk evaluasi lepasan radionuklida dari subsistem reaktor dan lingkungan akibat terjadinya kecelakaan pada reaktor daya telah dilakukan. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan sebaran radionuklida ke subsistem dan lingkungan serta membuat sistim monitoring radiasi di lingkungan. Sistem monitoring lingkungan terdiri dari system pencacah radiasi, sistem peringatan dini, sistem pengukuran meteorologi, sistem GPS dan system GIS. Sistem pencacah radiasi digunakan untuk mencatat data radiasi, sistem pengukuran meteorologi digunakan untuk mencatat data arah dan kecepatan angin, sedangkan sistem GPS digunakan untuk menentukan data posisi pengukuran. Data tersebut kemudian dikirimkan ke system akuisisi data untuk ditransmisikan ke pusat kendali. Pengumpulan dan pengiriman data dilakukan melalui SMS menggunakan perangkat modem yang ditempatkan di ruang kendali. Ruang kendali menerima data dari berbagai tempat pengukuran. Dalam hal ini ruang kendali memiliki fungsi sebagai SMS gateway. Sistem ini dapat memvisualisasi untuk lokasi pengukuran yang berbeda. Selanjutnya, data posisi dan data radiasi diintegrasikan dengan peta digital. Integrasi sistem tersebut kemudian divisualisasikan dalam personal komputer. Untuk posisi pengukuran terlihat langsung di peta dan untuk data radiasi ditampilkan di monitor dengan tanda lingkaran merah atau hijau yang digunakan sebagai pemonitor batas aman radiasi. Bila tanda lingkaran berwarna merah maka akan menyalakan alarm di

  17. KEEFEKTIFAN STRATEGI REACT DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR, KEMAMPUAN PENYELESAIAN MASALAH, KONEKSI MATEMATIS, SELF EFFICACY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Runtyani Irjayanti Putri

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk: (1 mendeskripsikan keefektifan strategi pembelajaran REACT pada pembelajaran turunan fungsi ditinjau dari prestasi belajar matematika, kemampuan penyelesaian masalah matematis, kemampuan koneksi matematis, dan Self efficacy siswa SMA Negeri 4 Magelang, (2 menentukan strategi pembelajaran yang lebih efektif diantara strategi REACT dan pembelajaran konvensional pada pembelajaran turunan fungsi ditinjau dari aspek prestasi belajar matematika, kemampuan penyelesaian masalah matematis, kemampuan koneksi matematis, dan Self efficacy siswa SMA Negeri 4 Magelang. Penelitian ini adalah penelitian quasi experiment. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan nontes. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji one sample t-test, uji T2 Hotelling’s, dan uji t-Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 strategi pembelajaran REACT efektif pada pembelajaran turunan fungsi ditinjau dari prestasi belajar matematika, kemampuan penyelesaian masalah matematis, kemampuan koneksi matematis, dan Self efficacy siswa SMA Negeri 4 Magelang, dan (2 strategi pembelajaran REACT lebih efektif daripada pembelajaran konvensional pada pembelajaran turunan fungsi ditinjau dari aspek prestasi belajar matematika, kemampuan penyelesaian masalah matematis, kemampuan koneksi matematis, dan Self efficacy siswa SMA Negeri 4 Magelang. Kata Kunci: strategi REACT, prestasi belajar, kemampuan penyelesaian masalah matematis, kemampuan koneksi matematis, dan Self efficacy siswa SMA   THE EFFECTIVENESS OF REACT STRATEGY VIEWED FROM LEARNING ACHIEVEMENT, PROBLEM SOLVING ABILITY, MATHEMATICAL CONNECTION, SELF EFFICACY Abstract The aims of this study are to: (1 to describe the effectiveness of the REACT strategy viewed from Mathematics Learning Achievement, Mathematics Problem Solving Ability, Mathematics Connection Ability, and Student Self efficacy of State Senior High School 4 Magelang Students, and (2 determine a more effective

  18. SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA Chlorella vulgaris DENGAN REAKSI TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS KOH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catur Rini Widyastuti

    2014-10-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang dianggap mampu menjawab permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak. Biodiesel dapat disintesis dari minyak nabati melalui reaksi transesterifikasi. Sumber minyak nabati yang potensial adalah mikroalga yang memiliki produktifitas minyak yang lebih tinggi per satuan luas lahan yang digunakan jika dibandingkan dengan tanaman darat. Mikroalga jenis Chlorella sp diketahui mengandung komponen lipid cukup tinggi yaitu sebesar 14-22%. Langkah-langkah penelitian yang dilakukan meliputi ekstraksi minyak mikroalga dengan n-heksana, reaksi transesterifikasi minyak mikroalga dan metanol dengan katalis KOH, dilanjutkan dengan filtrasi untuk memisahkan produk biodiesel dengan gliserol yang terbentuk. Untuk mengetahui kandungan kimia dalam bahan baku dan produk, minyak hasil ekstraksi mikroalga dan biodiesel yang dihasilkan dianalisis dengan GC-MS. Dari hasil uji GC-MS diketahui dua kandungan asam lemak terbesar dalam minyak mikroalga, yaitu Dodecanoic acid sebesar 59.52% dan n-Decanoic acid sebesar 12.64%. Dari proses transesterifikasi, yield biodiesel yang diperoleh sebesar 59.85% dengan densitas 0.88 g/cm3. Kandungan kimia biodiesel diketahui terdiri dari senyawa Fatty Acid Methyl Ester (FAME sebesar 15.4% dan Fatty Acid Ethyl Ester (FAEE sebesar 21.14%.Biodiesel is one of the alternative energy which expected to provide a solution towards our dependence of fossil fuel. Biodiesel could be synthesized from vegetable oil through transesterification process. One of the most potential sources of vegetable oil is microalgae which is more productive than a land-based plant. One of the species of microalgae which is Chlorella sp is known for containing high lipid content from 14 to 22%. The steps of the research including extraction of microalgae oil using n-hexane, transesterification reaction between microalgae and methanol using KOH as a catalyst, and continued by filtration to separate the biodiesel product

  19. PARADIGMA PEMBANGUNAN EKONOMI; SATU ANALISIS TINJAUAN ULANG DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SYAMSURI SYAMSURI

    2016-10-01

    Full Text Available Abstract. Paradigm of Economic Development; Perspective of Islamic Economics Analysis. The capitalist economic system has failed because the rich exploiting the poor and a socialist economic system justifies the poor seize property of the rich. This problem becomes an important issue for the Muslim economists. Paradigm both the liberal system is exploitative, unfair and treats people not as people. Not pay attention to moral values and akhlaqs, a dichotomy between religion and economics, make man a slave of development and not development for human. This paper is a reflection phenomenon of damage to the environment, social inequality and poverty not been abated. So the liberal economic theories and concepts need to be reviewed by presenting a new economic development concept that comes from revelation that is the Quran and hadith. Finally, from the discussion can be concluded that economic development can not be achieved except with implementing Islamic guidance in everything. And the nature of development must necessarily multi-dimensional, included the gratification of physical and ruh. Economic development must also be able to create a balance between individual interests and the interests of society, kindness balanced and consistent according the rules of Islam. Measure of the success of development if the concept of caliphate, ‘adalah, and tazkiyah can meet all basic needs of every human being and nature conservation around for the long term future generations. Abstrak. Paradigma Pembangunan Ekonomi; Satu Analisis Tinjauan Ulang Dari Perspektif Ekonomi Islam. Kegagalan sistem ekonomi kapitalis yang membenarkan orang kaya mengeksploitasi orang miskin, dan sistem sosialis membenarkan orang miskin merampas harta orang kaya menjadi satu isu penting bagi para ekonom muslim. Paradigma kedua sistem liberal tersebut bersifat eksploitatif dan tidak fair serta memperlakukan manusia bukan sebagai manusia. Mengesampingkan nilai moral dan akhlak

  20. PENGGUNAAN PENGHUBUNG GESER DARI RANTING BAMBU SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN DAN KEKAKUAN BALOK BAMBU SUSUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astuti Masdar

    2016-05-01

    Full Text Available AbstractBamboo is an environmentally friendly construction material that has great potential to be used as a structural material. As a structural material, bamboo can be used in a variety of building components such as beams, columns, or as a truss structure. High strength bamboo material cannot be fully utilized due to the stiffness of the structure. One of the efforts is by making bamboo beam stacking using shear connectors in order to obtain good stiffness and deflection does not exceed the limit deflection permit. The use of steel bolts as shear connectors on beam stacking bamboo makes bamboo construction is less economical because the cost of a bamboo construction to be expensive. Therefore in this study used a beam shear connectors in the form of pegs of bamboo twigs ori ((Bambusa arundinacea having good strength and a relatively cheap price. It can conclude that the used shear connector from Bamboo ori branch have a good potential to be develop. Keywords: bolt, connector, bamboo,  bamboo beam, construction AbstrakBambu merukan material yang ramah linggkungan yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai material struktur. Sebagai material struktur,  bambu dapat digunakan pada berbagai macam komponen struktur seperti balok,kolom atau sebagai struktur rangka batang.  Kekuatan bambu yang tinggi tidak sepenuhnya dapat dimamfaatkan karena terkendala oleh lemahnya kekakuan struktur . Salah satu cara yang dilakukan adalah menggunaan konektor geser dari baja untuk membuat konstruksi bambu menjadi lebih kaku dan lendutan yang terjadi tidak melampuai lendutan ijin. Penggunaan baut dari baja sebagai konektor geser pada balok bambu susunmenjadikan konstruksi bambu kurang ekonomis karena biaya sebuah konstruksi bambu menjadi mahal. Penelitian ini merupakan upaya untuk memaksimalkan penggunaan bambu sebagai material struktur yang mempunyai keunggulan sebagai material konstruksi yang mempunyai kekuatan yang baik, mudah dalam

  1. KARAKTERISTIK SEKUEN cDNA PENGKODE GEN ANTI VIRUS DARI UDANG WINDU, Penaeus monodon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Parenrengi

    2016-11-01

    Full Text Available Transgenesis pada ikan merupakan sebuah teknik modern yang berpotensi besar dalam menghasilkan organisme yang memiliki karakter lebih baik melalui rekombinan DNA gen target termasuk gen anti virus dalam peningkatan resistensi pada udang. Gen anti virus PmAV (Penaeus monodon Anti Viral gene merupakan salah satu gen pengkode anti virus yang berasal dari spesies krustase. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik gen anti virus yang diisolasi dari udang windu, Penaeus monodon. Isolasi gen anti virus menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR dan selanjutnya dipurifikasi untuk sekuensing. Data yang dihasilkan dianalisis dengan program Genetyx Versi 7 dan basic local alignment search tool (BLAST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen anti virus PmAV yang berhasil diisolasi dari cDNA udang windu dengan panjang sekuen 520 bp yang mengkodekan 170 asam amino. BLAST-N menunjukkan tingkat similaritas yang sangat tinggi (100% dengan gen anti virus yang ada di GeneBank. Komposisi asam amino penyusun gen anti virus yang paling besar adalah serin (10,00%, sedangkan yang terkecil adalah asam amino prolin dan lisin masing-masing 1,76%. Analisis sekuen gen dan deduksi asam amino (BLAST-P memperlihatkan adanya C-type lectin-like domain (CTLD yang memiliki kemiripan dengan gen C-type lectin yang diisolasi dari beberapa spesies krustase. Transgenic fish technology is a potential modern technique in producing better character organism through DNA recombinant of target genes including anti viral gene for improvement of shrimp immunity. PmAV (Penaeus monodon Anti Viral gene is one of anti viral genes isolated from crustacean species. The research was conducted to analyze the characteristics anti viral gene isolated from tiger prawn, Penaeus monodon. Anti viral gene was isolated using Polymerase Chain Reaction (PCR technique and then purified for sequencing. Data obtained were analyzed using Genetyx Version 7 software and basic local alignment

  2. Unggulan Ekonomis Penggunaan Zat Penguat Lapisan Peka Sinar Dari Gondorukem untuk Kasa Cap

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kun Lestari

    2016-04-01

    Full Text Available Dibuat formulasi zat penguat lapisan peka sinar yang komponen utamanya adalah gondorukem. Gondorukem dicairkan dengan beberapa pelarut organik selektif sampai kekentalan tertentu. Untuk meningkatkan laju pengeringan, sistem larutan gondorukem setelah diberi stabilisator diemulsikan dengan kecepatan pengadukan 5000 RPM (konstant, selama 5 menit dengan pengemulsinya dibuat variatif.Formulasi yang mempunyai tingkat ketahanan optimal ditentukan sebagai berikut: zat penguat lapisan peka cahaya setelah dioleskan diatas lapisan peka sinar (pada kasa cap diamati laju pengeringannya kemudian diuji ketahanannya terhadap gosokan (mekanik dan pasta zat warna (kimia. Nilai ketahanannya dibandingkan dengan ketahanan zat penguat peka sinar yang biasa dipakai seperti: lak merah, renyulux dan kopal vernis. Dari hasil percobaan, ternyata bahwa formulasi yang menggunakan pelarut organik terpentin dan emulsifier TS memberikan ketahanan yang paling baik dengan laju pengeringan sekitar 3 jam (alamiah atau 2 jam (dibantu kipas angin, nilai ketahanan gosok 3-4, sedikit lebih rendah dari nilai ketahanan gosok lak merah (4, sedang komposisinya sebagai berikut: gondorukem : terpentin = 1 : 1. asam sitrat 0,5%, air 5% dan pengemulsi 0,325% - 0,35%.Dibuat formulasi zat penguat lapisan peka sinar yang komponen utamanya adalah gondorukem. Gondorukem dicairkan dengan beberapa pelarut organik selektif sampai kekentalan tertentu. Untuk meningkatkan laju pengeringan, sistem larutan gondorukem setelah diberi stabilisator diemulsikan dengan kecepatan pengadukan 5000 RPM (konstant, selama 5 menit dengan pengemulsinya dibuat variatif.Formulasi yang mempunyai tingkat ketahanan optimal ditentukan sebagai berikut: zat penguat lapisan peka cahaya setelah dioleskan diatas lapisan peka sinar (pada kasa cap diamati laju pengeringannya kemudian diuji ketahanannya terhadap gosokan (mekanik dan pasta zat warna (kimia. Nilai ketahanannya dibandingkan dengan ketahanan zat penguat peka sinar yang

  3. PENGARUH TOLUENA DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP AKTIVITAS SELULASE DARI TANAH HUTAN MANGROVE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Komang Lia Wahyuni

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK: Tanah hutan mangrove diketahui memiliki biodiversitas yang tinggi sebagai lokasi yang berpotensi untuk eksplorasi enzim. Salah satu enzim yang dapat dieksplorasi dari tanah hutan mangrove adalah selulase yang merupakan biokatalisator yang banyak digunakan dalam bidang industri. Tidak seperti pengukuran aktivitas selulase murni atau ekstrak kasar yang berasal dari salah satu sumbernya, pengukuran aktivitas selulase secara langsung dari tanah sering mengalami kesulitan dan banyak faktor yang harus dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan toluena dan waktu inkubasi reaksi enzimatis terhadap aktivitas selulase yang terdapat pada tanah hutan mangrove pantai Suwung Bali. Pengukuran aktivitas selulase dilakukan dengan metode CMC (Carboxymethyl Cellulose Assay pada sampel tanah (slurry, pelet, dan supernatan dengan dan tanpa penambahan toluena dengan waktu inkubasi reaksi enzimatis 1 dan 24 jam. Glukosa yang dihasilkan dari reaksi dengan substrat CMC (Carboxymethyl Cellulose dianalisis secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 540 nm setelah direaksikan dengan asam 3,5-dinitrosalisilat (DNS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan antiseptik toluena dan waktu inkubasi reaksi enzimatis berpengaruh terhadap aktivitas selulase tanah hutan mangrove pantai Suwung Bali. Aktivitas selulase tertinggi sebesar 249,26 U/mL diperoleh pada lumpur dengan penambahan toluena dan inkubasi reaksi enzimatis 1 jam.   ABSTRACT: Mangrove soil has high biodiversity and has been well known as potential location for enzymes exploration. One of the enzymes explored from mangrove soil is cellulase which is a biocatalysator commonly used in industries. Unlike the measurement of cellulase activity of pure or crude extract obtained from one source, direct measurement of cellulase activity of the soil often counter many obstacles and many factors are involved that need to be elaborated. The aim of this study is to

  4. Dunia Simbolik dan Gaya Hidup dalam Beragama: Dari Ideologisasi ke Komersialisasi Spiritualitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idi Subandy Ibrahim

    2002-06-01

    Full Text Available Ternyata, agama selama ini cuma ditempatkan di bagian pengjaran dalam drama kehidupan masyarakat dan nilai bangsa. Sekiranya menguasai sejarah kita gunakan untuk melihat sejauh mana peran agama dalam hubungannya dengan proses politik di Indonesia selama setengah abad ini. betapa akibat langsung atau tidak langsung dari korupsi wilayah agama ini telah mengantarkan bangsa kila mencapai "prestasi" terbesar, paling tidak dalam empat hal: salah satu paling korup di dunia, negara paling banyak utangnya. bangsayang paling tidak kompetiti[di dunia, dan bangsa yangpaling sering mempertontonkan silang saling-tuding bahkan saling bunuh antarbangsa sendiri.

  5. KAJIAN CEMARAN LOGAM BERAT TIMBAL DARI KEMASAN KERTAS BEKAS KE DALAM MAKANAN GORENGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iis Siti Suwaidah

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe function of packaging is to protect food from contamination that can disrupt, harm and endanger human health. Packaging material could contain dagerous substances such as lead, that could migrate into the food, and consumed by human. Migration test is intended to ensure food safety by controlling the migration rate of unwanted compounds from the packaging into the food. The purposes of the study were to determine lead metal content migrated from packaging made of waste paper into fried foods and to define the model of migrating reaction and and the rate of release. The method of the study were kinetics reaction method using Arrhenius equation and lead analysis method using Atomic Absorption Spectrophotometer. The results showed that there was a number of metallic lead migrated from simulation packaging paper into the simulation fried foods. Increasing temperature and storage time, correspond to the lead levels leached from the packaging increased and showed a linear relationship between storage time and the release. The realising rate of lead agree with first order of kinetics reaction, the plot of the number of lead released toward time produced a straight-line. The constant (K of lead releasing rate in average was 4.97 x 10-3 ppm / min with an activation energy (Ea of 3775.3 cal mol-1K-1.Keywords: lead, used paper packaging, fried foodsABSTRAKFungsi pengemasan pada makanan antara lain untuk melindungi makanan dari kontaminasi yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Bahan pengemas dapat mengandung senyawa berbahaya seperti logam berat timbal yang dapat mencemari makanan, dan dikonsumsi oleh manusia. Uji cemaran ditujukan untuk memastikan keamanan makanan dengan cara mengontrol laju masuk senyawa yang tidak dikehendaki dari kemasan ke dalam makanan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kadar logam timbal yang terikut dari kemasan kertas bekas ke dalam makanan gorengan serta menentukan model reaksi

  6. MAKNA YURIDIS STATUS HUKUM HAK WARIS ANAK HASIL DARI PERKAWINAN SIRI MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zidna Nama

    2015-06-01

    Full Text Available Abstract   The aim of this jurnalis to determine the meaning of judicial and juridical implications of the legal status of the inheritance rights of a child who is born from the siri marriage accordingto KHI. The method used in this jurnal is a normative study by using conceptual approach of legislation and then assisted with legal materials that will be outlined, described, and analyzed its relationship between one and another.A child can become an heir according to Islam is based on family lineage that come fromthe existence of a valid marriage according to the religion. According to KHI, the validity of a marriage not only has to fulfill the requirements of valid marriage but also has to fulfill the registration of the marriage. If not, it will cause a marriage that has no legal force, and it will impact to the inheritance relationship that is not going to have a legal force as well. The implication of the juridical status of the inheritance rights of children from an siri marriage is there is no protection of law and justice, due to a loss of status for the child's inheritance rights. Key words: inheritance rights, child who is born from the siri marriage, compilation of islamic law   Abstrak     Jurnal ini bertujuan untuk  mengetahui makna yuridis dan implikasi yuridis status hukum hak waris anak yang dilahirkan dari perkawinan siri menurut KHI. Metode yang digunakan dalam jurnal ini adalah penelitian yuridis normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan yang bersifat konseptual. Kemudian dibantu dengan bahan-bahan hukum yang akan diuraikan, dideskripsikan, dan dianalisis keterkaitan satu sama lain. Seorang anak dapat menjadi ahli waris menurut agama Islam selalu berdasar pada adanya hubungan nasab yang ditimbulkan dari adanya perkawinan yang sah menurut agama,tetapi menurut KHI untuk sahya suatu perkawinan selain harus memenuhi rukun dan syarat perkawinan juga harus memenuhi syarat pencatatan,yang jika tidak dilakukan

  7. Desain Pabrik Synthetic Gas (Syngas dari Gasifikasi Batu Bara Kualitas Rendah sebagai Pasokan Gas PT Pupuk Sriwidjaja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toto Iswanto

    2015-12-01

    Full Text Available Menurut data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM tahun 2013, cadangan gas bumi Indonesia saat ini sebesar 170 TSCF dan akan habis dalam kurun waktu 59 tahun, dengan estimasi tidak ada peningkatan atau penurunan produksi. Di lain pihak, industri-industri kimia di Indonesia, semisal industri pupuk, sangat mengandalkan pasokan gas alam sebagai bahan baku pupuk maupun sumber energi. Permasalahan utama yang dihadapi industri pupuk dewasa ini adalah kurangnya pasokan gas alam untuk proses produksi. Di PT Pupuk Sriwidjaja misalnya, kebutuhan gas alam rata-rata untuk proses produksi amonia dan urea mencapai 225 MMSCFD. Namun, pasokan gas dari Pertamina selalu kurang dari jumlah tersebut. Karena selalu berulang, maka hal ini akan mengganggu kinerja PT Pupuk Sriwidjaja sebagai garda terdepan pertahanan pangan nasional bersama petani. Salah satu jenis sumber daya alam yang potensial mengganti dan atau mensubtitusi pemakaian gas alam adalah Synthetic Gas (Syngas. Syngas merupakan gas campuran yang komponen utamanya adalah gas karbon monoksida (CO dan hidrogen (H2 yang dapat digunakan sebagai bahan bakar dan juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan zat kimia baru seperti metana, amonia, dan urea. Syngas dapat diperoleh dari proses gasifikasi batu bara dimana batu bara diubah dari bentuk padat menjadi gas. Batu bara yang merupakan bahan baku pembuatan syngas jumlahnya sangat melimpah di Indonesia. Menurut data dari Kementrian ESDM tahun 2011, total sumber daya batu bara di Indonesia diperkirakan 119,4 miliar ton, dimana 48%-nya terletak di Sumatera Selatan dan 70% deposit batu bara di Sumatera Selatan tersebut adalah batu bara muda berkualitas rendah. Deposit batu bara terbesar di Sumatera Selatan terletak di Kab. Muara Enim yang letaknya tidak terlalu jauh dengan PT Pupuk Sriwidjaja. Ditambah lagi dengan adanya PT Bukit Asam sebagai produsen terbesar batu bara di Kab. Muara Enim tentu akan mempermudah pasokan batu bara

  8. OBAT TRADISIONAL UNTUK PENYAKIT TEKANAN DARAH TINGGI DARI PENGOBAT TRADISIONAL (BATTRA DI DKI JAKARTA, D.I. YOGYAKARTA DAN SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sapardiyah Santoso

    2012-10-01

    Full Text Available Untuk mencapai Indonesia sehat tahun 2010, jangkauan pelayanan kesehatan modem semakin dirasakan sampai tingkat pedesaan, walaupun demikian masih ada sebagian masyarakat yang mencari pengobatan ke pengobat tradisional. Sehubungan dengan itu telah dilakukan penelitian manfaat pengobatan tradisional untuk penyaklt tidak menular di DKI Jakarta, D.!. Yogyakarta, dan Surabaya, dengan sampel sebanyak 30 orang informan pengobat tradisional (BAITRA. Salah satu tujuan penelitian adalah ingin mengetahui obat tradisional apa saja yang diberikan oleh BAITRA kepada pasien tekanan darah tinggi, dan bagaimana cara meramunya. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada sejumlah informan BATTRA dengan menggunakan pedoman wawancara. Teknik analisis data dengan trianggulasi dan selanjutnya dilaporkan secara diskriptif, naratif. Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian tentang "Manfaat obat tradisional untuk penyakit tidak menular (diabetes mellitus, tekanan darah tinggi dan rematik di kota besar ". Hasil penelitian manfaat pengobatan tradisional untuk penyakit tidak menular di tiga kota besar, menunjukkan bahwa 93 responden pasien tekanan darah tinggi di DKI Jakarta, D.I. Yogyakarta, dan Surabaya berobat ke pengobatan tradisional dengan harapan ingin cepat sembuh berkisar antara 70,8% sampai 90,3%. Bahan ramuan obat tradisional yang diberikan oleh BATTRA adalah berasal dari berbagai jenis tumbuhan misalnya dari buah mengkudu (pace, seledri, akar, batang, daun, umbi dan lain-lain. Meskipun obat tradisional dibuat dari bahan tumbuhan yang sama, namun cara meramu dan pengolahannya berbeda tergantung dari masing-masing BATTRA.   Kata kunci: BAITRA, obat tradisional, tekanan darah tinggi.

  9. Pengaruh Prosentase Solvent Non Polar dalam Campuran Pelarut terhadap Pemisahan Senyawa Non Polar dari Minyak Nyamplung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Anggraini

    2014-03-01

    Full Text Available Minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum oil dikenal sebagai minyak yang tidak dapat dikonsumsi. Oleh sebab itu, penelitian tentang minyak ini kebanyakan hanya terfokus pada konversi minyak menjadi biodiesel. Pada penelitian ini, diharapkan agar trigliserida (senyawa non polar terpisah dengan resin beracun yang ada di dalam minyak nyamplung itu sendiri, dengan tujuan agar minyak nyamplung bisa dikonsumsi oleh manusia. Minyak nyamplung sendiri disinyalir mengandung senyawa anti HIV dan anti tumor yang sangat berfungsi bagi manusia. Resin beracun yang terdapat dalam minyak ini diidentifikasi sebagai phthalic acid ester (PAE. Trigliserida dalam minyak nyamplung sendiri berkisar antara 70-80%, sehingga jika trigliserida ini dapat terpisah dengan baik dari PAE atau komponen lain yang berbahaya dalam minyak nyamplung, bukan tidak mungkin minyak nyamplung nantinya akan dapat dikonsumsi oleh manusia. Proses isolasi trigliserida dimulai dengan memisahkan senyawa yang diinginkan dari lipid menggunakan ekstraksi pelarut-pelarut dengan dua macam variable solvent yaitu : n-hexane-methanol serta petroleum eter-methanol. Pemilihan pelarut berdasarkan atas nilai kepolaran yang dimilikinya karena solvent yang saling larut tidak dapat digunakan dalam ekstraksi ini. Rasio jumlah solvent non polar dan polar ini juga divariasikan, yaitu : 100:0, 75:25, 50:50 dan 0:100.

  10. Pembuatan Biofuel dari Palm Stearin dengan Proses Perengkahan Katalitik Menggunakan Katalis ZSM-5

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rondang Tambun

    2016-06-01

    Full Text Available Bahan bakar fosil telah digunakan selama beberapa abad yang menyebabkan ketersediaannya semakin berkurang. Hal ini mendorong perlu dilakukan pengembangan baru di bidang energi. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Minyak sawit ini dapat dikonversi melalui proses perengkahan katalitik menjadi biofuel yang ramah lingkungan karena tidak mengandung nitrogen dan sulfur seperti gasolin, kerosin dan diesel. Pada penelitian ini digunakan palm stearin sebagai bahan baku dengan katalis ZSM-5 yang memiliki luas permukaan 425 m2/g dan rasio Si/Al 50. Variabel yang divariasikan adalah suhu operasi dari 400oC - 450oC dan waktu reaksi dari 60 menit - 150 menit. Hasil penelitian menunjukkan yield liquid product (biofuel tertinggi diperoleh sebesar 93,29% pada suhu 400oC saat waktu reaksi 60 menit, dengan komposisi C6-C12  sebesar 21,82%, C14-C16 sebesar 19,21% dan C18-C28 sebesar 58,97%.

  11. Konsep Perlindungan Hak Cipta Karya Musik Dalam Ranah Hukum Hak Kekayaan Intelektual Dari Tindak Pidana Pembajakan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oksidelfa Yanto

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract: The concept of Protection of Copyright Works Music In the realm of Intellectual Property Rights Law Of Crime of Piracy. Intellectual Property Rights or IPR is a right arising from a work produced by using human intellectual abilities for the benefit of the community, both in the fields of science, art, literature and technology. Object of intellectual property is created by the human mind. HKI is actually a system of recognition, award, legal protection and economic value for intellectual works that cover a wide range. One form of IPR that is copyright protected. For example, music, art, painting, photography, books, and so forth.   Abstrak: Konsep Perlindungan Hak Cipta Karya Musik Dalam Ranah Hukum Hak Kekayaan Intelektual Dari Tindak Pidana Pembajakan. Hak Kekayaan Intelektual atau HKI adalah hak yang timbul dari suatu karya yang dihasilkan dengan menggunakan kemampuan intelektual manusia yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, baik di bidang ilmu pengetahuan, seni, sastra dan teknologi. Obyek Kekayaan Intelektual adalah hasil kreasi pikiran manusia. Secara aktual HKI merupakan satu sistem pemberian pengakuan, penghargaan, perlindungan hukum dan mempunyai nilai ekonomi bagi karya-karya intelektual yang mencakup jangkauan yang luas. Salah satu bentuk HKI yang dilindungi adalah hak cipta. Misalnya, musik, seni, lukisan, fotografi, buku dan lain sebagainya. DOI: 10.15408/jch.v2i1.2310

  12. Produksi Gas hidrogen dari Limbah Alumunium dan Uji Daya Listrik dengan Fuel Cell

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusraini DIS

    2017-03-01

    Full Text Available Teknologi Fuel Cell adalah teknologi masa depan yang ramah lingkungan. Bahan baku untuk fuel cell adalah hidrogen. Produksi hidrogen dari limbah alumunium dan storage telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah alumunium (alumunium foil dan kaleng minuman yang direaksikan dengan larutan beralkalin untuk menghasilkan hidrogen. Hidrogen yang dihasilkan sebanding dengan tekanan yang terukur yang diukur dengan CASSY LAB Version 1.41. Hasilnya adalah: a. Semakin tinggi konsentrasi NaOH (5 %, 10 % dan 15 % semakin cepat reaksi produksi hidrogen berlangsung. b. Jumlah limbah alumunium yang berbeda (0,01 g, 0,05 g dan 0,10 g kurang berpengaruh terhadap waktu reaksi jika konsentrasi NaOHnya sama. c. Temperatur yang dihasilkan berkisar antara 27 oC - 33,7 oC, semakin banyak jumlah alumunium yang direaksikan semakin tinggi temperatur yang dihasilkan. d. Daya listrik yang dihasilkan dari 0,10 gram alumunium foil adalah sebesar 45-51 watt dengan daya rata-rata 0,08 watt per detik. e. Daya listrik yang dihasilkan dengan kaleng Coca Cola adalah sebesar 12,13 watt dengan daya rata-rata 0,009 watt per detik.

  13. Pengaruh Problem-Based Learning terhadap Hasil Belajar ditinjau dari Motivasi Belajar PLC di SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bekti Wulandari

    2013-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1 perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pemrograman sistem kendali PLC antara siswa yang diajar dengan metode PBL dengan siswa yang diajar dengan metode demonstrasi, (2 pengaruh interaksi antara metode PBL dan metode demonstrasi dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa, (3 perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang diajar dengan metode PBL dengan yang diajar dengan metode demonstrasi ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial yang dilakukan dengan memberikan perlakuan metode pembelajaran. Analisis data dalam penelitian ini  menggunakan uji-t dan ANAVA dengan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan metode PBL dengan yang diajar dengan metode demonstrasi, (2 tidak terdapat pengaruh interaksi antara metode PBL dan demonstrasi dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar, (3 terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan metode PBL dengan yang diajar dengan metode demonstrasi ditinjau dari motivasi tinggi dan rendah. Kata kunci: metode pembelajaran, Problem-Based Learning, motivasi belajar, hasil belajar

  14. PEMBUATAN AYAKAN MOLEKULER BERBASIS KARBON UNTUK PEMISAHAN N2/O2 DARI PIROLISIS RESIN PHENOL FORMALDEHYDE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Prasetyo

    2012-02-01

    Full Text Available Proses pemisahan campuran gas dengan menggunakan carbon molecular sieve (CMS atau ayakan molekuler berbasis karbon merupakan teknologi proses pemisahan yang mulai banyak diterapkan di dalam industri kimia. Dalam penelitian ini, CMS untuk pemisahan N2 dari udara dibuat dari pirolisis bahan polimer sintetis yaitu resin phenol formaldehyde (PF. Prekursor yang berupa resin tersebut dipanaskan dalam retort pada suhu 400-950oC selama 0,5-3 jam yang disertai dengan pengaliran gas N2 ke dalam retort dengan laju 100 mL/jam. Dengan proses pirolisis, atom-atom non-karbon penyusun bahan polimer akan terurai dan menguap sehingga hanya menyisakan arang karbon dengan struktur kerangka atom karbon yang sesuai dengan struktur kerangka dasar rantai polimer. Kemudian karbon hasil prolisis tersebut dipanaskan lebih lanjut pada suhu 750-950oC sambil dialiri gas CO2 selama 1 jam. Pada kondisi ini karbon akan mengalami proses gasifikasi parsial sehingga terbentuk karbon dengan porositas tinggi. Melalui rekayasa proses polimerisasi dan karbonisasi dihasilkan material karbon berpori yang mayoritas porinya adalah mikropori dengan ukuran pori efektif < 2 nm yang dapat dikategorikan sebagai CMS yang dapat dipergunakan untuk memisahkan campuran gas N2-O2.  Pada penelitian ini dihasilkan CMS dengan selektifitas kinetis DN2/DO2 sekitar 3.

  15. sintesis nanopartikel tembaga dari larutan CuNO3 menggunakan ekstrak cengkeh (Syzygium aromaticum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wara Dyah Pita Rengga

    2017-05-01

    Full Text Available Abstrak Nanoteknologi pada pembuatan material difungsikan untuk membuat kemampuan terhadapa katalis dan antibakteri semakin meningkat dan mengurangi jumlah sediaan logam. Nanopartikel tembaga salah satu  nanopartikel yang berperan sebagai katalis dan anti bakteri yang digunakan di bidang non-pangan dan kesehatan karena Tembaga termasuk logam yang stabil namun beracun. Perkusor yang digunakan adalah CuNO3. Ekstrak bunga cengkeh sebagai bioredukto didapat dari ekstraksi serbuk bunga cengkeh dengan aquades yang dilakukan suhu 80oC selama 30 menit. Nanopartikel tembaga dibuat melalui prinsip kimia hijau dengan metode reduksi. Volume larutan bioreduktor dan prekursor dicampur dengan rasio 1 : 1; 1 : 2; 1 : 3; dan 1 : 4. Hasil nanopartikel tembaga berwarna coklat kehijauan dan dikarakterisasi untuk mendapatkan nanopartikel tembaga dengan ukuran nanopartikel terkecil dan distribusi ukuran yang lebih homogen dan jenis nanopartikel yang didapat. Analisi yang digunakan adalah GCMS untuk mengetahui kadar eugenol dalam ekstrak bunga cengkeh, XRD untuk menentukan jenis nanopartikel tembaga, dan TEM untuk mengetahui ukuran nanopartikel tembaga. Nanopartikel tembaga yang didapat dari sintesis adalah serbuk berwarna coklat kehijauan. Bioreduktor ekstrak bunga cengkeh mengandung eugenol sebesar 79,41% yang berperan sebagai reduktor. Nanopartikel tembaga yang diperoleh adalah nanopartirkel kembaga Cuo dengan bentuk kristal Face Centered Cubic. Ukuran nanopartikel tembaga mencapai 10,39 pada rasio 1 : 1 merupakan ukuran terkecil dibandingkan rasio 1 : 2, 1 : 3, dan 1 : 4. Ukuran tersebut terdistribusi ukuran partikel .

  16. Uji Aktivitas Senyawa Antioksidan dari Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca Sapientum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfira Rosa Pane

    2017-03-01

    Full Text Available AbstrakTelah dilakukan penelitian uji aktivitas senyawa antioksidan dari ekstrak metanol kulit pisang raja (Musa paradisiaca Sapientum. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstraksi bertingkat dilakukan terhadap ekstrak metanol dengan n-heksan dan etil asetat. Dari uji fitokimia terhadap fraksi metanol menunjukkan positif flavonoid. Pengujian aktifitas antioksidan dilakukan dengan reaksi oksidasi asam linoleat dengan metoda feritiosianat (FTC 0,05%. Sebagai standar antioksidan digunakan Butil hidroksianisol (BHA. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak metanol, fraksi n-heksan dan etil asetat memiliki aktifitas antioksidan yang tidak jauh berbeda dengan BHA. Sedangkan fraksi etil asetat memiliki aktifitas antioksidan yang lebih tinggi daripada BHA.Kata kunci : antioksidan, feritiosianat, Musa paradisiaca SapientumAbstractA research has been done to evaluate the antioxidant activity of metanol extract Musa paradisiaca Sapientum peel’s. Maseration technique was used to get the extract using metanol as solvent. The metanol extract of the peel was re-extracted by solvents into n-hexan and ethyl acetate fractions. Phytochemical screening of metanol extract showed positive flavonoid. The antioxidant activities were tested by using ferric thiocyanate method 0,05% (FTC on linoleic acid and buthyl hydroxyanisole (BHA as antioxidant standard. Metanol extract, n-hexan and ethyl acetate fraction exhibited antioxidative activity that was not significantly different from BHA, on the other hand, the ethyl acetate fraction exhibited significant antioxidative activity, which is better than BHA.Keywords : antioxidant, ferric thiocyanate, Musa paradisiaca Sapientum

  17. OPTIMASI PEMBUATAN KITOSAN DARI KITIN LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN (Portunus pelagicus UNTUK ADSORBEN ION LOGAM MERKURI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. H. Rahayu

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum faktor suhu dan waktu proses deasetilasi dari khitin cangkang rajungan (Portunus pelagicus menjadi khitosan dan mengetahui pengaruh pH adsorpsi dari khitosan terhadap penurunan jumlah ion merkuri (%. Proses deasetilasi dilakukan dengan memanaskan campuran khitin dengan larutan NaOH 50 % (rasio 1:20 b/v pada suhu 70 oC, 80 oC, 90 oC, dan 100 oC dengan waktu proses masing-masing 30, 60, 90, dan 120 menit. Parameter respon adalah derajad deasetilasi khitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat deasetilasi khitosan tertinggi adalah 79,65 % yang dihasilkan pada suhu  90 oC dan waktu proses 120 menit. Khitosan selanjutnya diuji kemampuan adsorpsinya terhadap ion merkuri pada pH 2, 3, 4, 5, dan 6. Hasil uji aplikasi khitosan sebagai adsorben ion logam merkuri menunjukkan bahwa semakin tinggi pH adsorpsi semakin besar penurunan jumlah ion merkuri (%, dimana hubungan keduanya ditunjukkan dengan persamaan y = 7,50.x + 26,11.

  18. KOMPOSISI KIMIA KERANG PISAU (Solens spp. DARI PANTAI KEJAWANAN, CIREBON, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjanah Hasil Perikanan

    2014-04-01

    Full Text Available Kerang pisau (Solen sp. merupakan salah satu hasil perairan yang bergizi namun informasinya masihsedikit di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan komposisi kimia, asam lemak, kolesterol,mineral dan logam berat pada kerang pisau. Kerang pisau pada penelitian ini berasal dari Pantai Kejawanan,Cirebon, Jawa Barat. Analisis proksimat daging dan jeroan kerang pisau antara lain masing-masing kadar airsebesar 78,59% dan 75,49%, abu 1,53% dan 2,56%, protein 14,48% dan 15,21%, lemak 1,72% dan 1,95%, dankarbohidrat (dihitung by diff erence sebesar 3,68% dan 4,79%. Kandungan asam lemak kerang pisau terdiriatas asam lemak jenuh dengan kandungan tertinggi yaitu palmitat dan stearat, kandungan asam lemak tidakjenuh tunggal yang tertinggi terdiri atas palmitoleat dan oleat, sedangkan asam lemak tidak jenuh majemuktertinggi yaitu EPA dan DHA. Kolesterol pada daging kerang pisau yaitu 36,16 mg/100 gram, sedangkankolesterol pada jeroannya adalah sebesar 139,43 mg/100 gram. Kandungan mineral makro pada kerangpisau adalah natrium (yang terbesar, diikuti kalium, fosfor, magnesium dan kalsium. Kandungan mineralmikro pada kerang pisau adalah besi (yang terbesar dan seng. Hasil analisis logam berat menunjukkanbahwa kandungan logam berat kerang pisau berada di bawah ambang batas maksimum yang diperbolehkan.

  19. Proses Pengambilan Minyak Atsiri Dari Daun Nilam Dengan Pemanfaatan Gelombang Mikro (Microwave

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novita Setya Hernawati

    2012-09-01

    Full Text Available Minyak daun nilam merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang sering juga disebut dengan minyak eteris atau minyak terbang. Proses pembuatan minyak daun nilam  dapat dilakukan dengan destilasi air, destilasi uap-air dan destilasi uap. Untuk menaikkan harga jual minyak atsiri dan mengoptimalkan potensi minyak atsiri, maka perlu dilakukan usaha untuk menaikkan mutunya sehingga sesuai dengan standart mutu (SNI. Salah satu cara adalah memperbaiki teknik destilasi dan memperbaiki kondisi operasi agar proses distilasi dapat menghasilkan minyak atsiri dengan standart mutu yang berlaku. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan gelombang mikro (microwave, pertama daun nilam sebanyak 100 gram ditambahkan pelarut atau steam untuk variabel daun kering,untuk daun kering di labu distilasi  II diberi steam dari labu distilasi I yang bersuhu 100oC dan tekanannya ± 1 atm yang dialirkan ke labu distilasi II, sedangkan untuk daun  kering dengan penambahan pelarut kemudian memanaskan labu destilasi yang berisi daun nilam dengan mengatur daya pemanas dan suhu pada proses distilasi sesuai dengan variabel yang ditentukan. Kemudian menampung destilat dan memisahkan air dengan minyak menggunakan corong pemisah kemudian minyak disimpan ke dalam freezer, kemudian menganalisa minyak yang dihasilkan. Dari hasil penelitian diperoleh %rendemen minyak yang dihasilkan dengan menggunakan MDP lebih besar daripada menggunakan MDS untuk daun nilam utuh maupun daun nilam cacah (±2cm. Perlakuan daun cacah (±2cm lebih baik secara kuantitas dibandingkan dengan perlakuan daun utuh. Dan % pactchouli alcohol pada daun nilam cacah lebih besar dibandingkan dengan daun nilam utuh.

  20. Karakterisasi dan Aplikasi Enzim Transglutaminase dari Streptoverticillium ladakanum pada Daging Lumat IKan Mata Goyang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusro Nuri Fawzya

    2011-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan karakterisasi enzim transglutaminase mikroba (MTGase yang diproduksi dari Streptoverticillium ladakanumdengan menggunakan media yang mengandung limbah cair tahu dan hidrolisat tepung tapioka. Enzim MTGase yang dikarakteris as i merupakan enzim kasar yang telah dipekatkan menggunakan ultrafiltrasi dan dikeringbekukan. Enzim ini kemudian diaplikasikan pada daging lumat ikan mata goyang (Priacanthus macracanthus lalu diamati sifat fisik (tekstur produk restrukturisasi yang dihasilkan. Sebagai pembanding,  dilakukan aplikasi TGase komersial (KTGase pada daging lumat yang sama. Penambahan TGase dilakukan dengan 2 cara, yaitu:  (1 bersama-sama dengan garam NaCl 1%, (2 bersama-sama dengan garam NaCl 1% dan sodium kaseinat 1%. Sebagai control adalah daging lumat ditambah garam N aCl 1% (tanpa penambahan enzim TGase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTGase dari S. ladakanumbekerja optimum pada pH 8 dan suhu 55°C. Aktivitas enzim ini relatif tidak terpengaruh oleh adanya ion logam Ca2+,Mg2+, Na+, dan K+maupun inhibitor seperti ethylenediaminetetraacetic acid(EDTA, dan phenylmethyl-sulfonylfluoride(PMSF. Enzim MTGase tanpa penambahan sodium kaseinat menunjukkan kemampuan membentuk gel yang tidak berbeda dengan TGase komersial, menghasilkan kekuatan gel 16848 g mm dan nilai kekenyalan 0,97. Enzim ini juga terbukti dapat meningkatkan kekuatan gel, kekenyalan, dan kepadatan produk restrukturisasi daging lumat ikan yang hanya ditambah garam NaCl saja atau yang ditambah garam NaCl dan sodium kaseinat.

  1. Pembuatan Plastik Kemasan Terbiodegradasikan Dari Polipropylena Tergrafting Anhidrid Maleat dengan Bahan Pengisi Pati Sagu Kelapa Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuty Dwi Sriaty Matondang

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak   Pati sagu kelapa sawit mempunyai potensi yang besar untuk dijadikan filler pada pembuatan bahan kemasan terbiodegradasikan dari polypropylena tergrafting maleat anhidrida. Pati sagu kelapa sawit dapat diekstraksi dari batang kelapa sawit . Grafting polypropylena dengan maleat anhidrida dilakukan dengan metode refluks dari 1 g maleat anhidrida, 0,1 g BPO, 10 g polypropylene dengan xylene sebagai pelarut. Campuran polypropylena tergrafting maleat anhidrida dan pati sagu kelapa sawit dilakukan dengan metode kempa tekan pada temperatur 1700C selama 20 menit dengan variasi polypropylena tergrafting maleat anhidrida dan pati sagu kelapa sawit adalah (99,5: 0,5, (99:1, (98:2, (97:3, ( 96:4 (%b/b dan tapioka komersil sebagai pembanding dengan variasi (99,5:0,5, (99:1, (99:2 (%b/b. Hasil penelitian menunjukkan campuran dengan perbandingan (97:3 adalah yang paling optimum dimana tensil strenght 16,010 N/m2; elongation et break 8,593% sedangkan pada perbandingan (98:2 harga elongation et break hampir sam dengan harga elongation et break tapioka komersil sebagai pembanding yaitu 3,1875% dan 3,847%. Menurut persyaratan kemasan terbiodegradasikan SNI 7188.7:2011 campuran yang berisi termoplastik, pati alami tidak mengandung prodegradant dan harga elongation et break kurang dari 5% dapat dipakai untuk bahan pembuatan plastik kemasan terbiodegradasikan . Penelitian ini didukung oleh Uji SEM, Uji DTA, Uji FTIR dan Uji kemampuan terurai di alam.Uji SEM, Uji DTA, Uji FTIR dan Uji kemampuan terurai dialam.   Kata kunci : kemasan biodegradable, grafting polypropylena, pati dari batang kelapa sawit   Abstract   Palm sago starch has a big potential to be filler for biodegradable packaging material. Starch of palm sago starch can be extracted of the oil palm trunk. Grafted polypropylena with maleic unhidride by refluks method from 1g maleic unhidride, 0,1 g BPO and 10 g polypropylena   with xylene as solvent made PP-g-MA. Mixed between PP-g-MA and PSKS

  2. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  3. Determinasi Konsentrasi Saksitoksin pada Kerang Hijau dari Pasar Di Sekitar Teluk Jakarta serta Bagan Di Teluk Lampung dan Teluk Panimbang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryoto Kusnoputranto

    2013-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan determinasi konsentrasi saksitoksin (STX dari 9 sampel kerang hijau yang dikumpulkan dari beberapa pasar di Jakarta (Cilincing, Dadap dan Muara Karang, Teluk Lampung dan Teluk Panimbang. Penentuan konsentrasi saksitoksin dilakukan dengan menggunakan detektor fluoresensi HPLC. Dari hasil pengukuran didapatkan bahwa konsentrasi saksitoksin pada sampel kerang Pasar Cilincing berkisar antara 6,9165–17,3387 µg STXeq. per 100 g daging kerang, Pasar Dadap berkisar antara 7,7466–11,7575 µg STXeq. per 100 g, Pasar Muara Karang sebesar  4,9280 µg STXeq. per 100 g, Teluk Lampung sekitar 7,2946 µg STXeq. per 100 g dan Teluk Panimbang sekitar  6,3876 µg STXeq. per 100 g. Mengacu SNI 3460.1:2009 tentang Spesifikasi Daging Kerang Beku, konsentrasi saksitoksin dalam kerang hijau di daerah tersebut masih di bawah ambang yang diperbolehkan yaitu 80 µg STXeq. per 100 g daging kerang.

  4. Analisis Pengaruh Waktu Hidrolisis Terhadap Sifat Mekanis Selulosa Kristalin Dari Campuran Serbuk Gergaji Kayu Belian, Bengkirai, Jati dan Meranti

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neng Ayu Arini

    2015-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh waktu hidrolisis terhadap sifat mekanis selulosa kristalin dari campuran serbuk gergaji kayu belian, bengkirai, jati dan meranti. Isolasi selulosa kristalin dari serbuk gergaji dilakukan melalui 3 tahap yaitu ekstraksi, bleaching dan hidrolisis asam. Tahap ekstraksi menggunakan larutan alkohol-benzena (1:2 dan larutan NaOH dengan Na2S. Tahap bleaching menggunakan hipoklorit 30%. Sedangkan tahap hidrolisis asam menggunakan HCl 37% dengan asam: selulosa yaitu 4:1. Selulosa kristalin dibuat dengan variasi waktu hidrolisis yaitu 30 menit, 45 menit dan 90 menit. Nilai optimum diperoleh dari hasil hidrolisis 30 menit dengan derajat kristalinitas 74,49%, kekuatan tarik 20,09 kPa, kekuatan putus 17,64 kPa dan modulus elastisitas 1,3393 MPa. Nilai derajat kristalinitas berbanding lurus dengan parameter mekanis selulosa kristalin yang dihasilkan.

  5. PERBAIKAN VISKOSITAS ALGINAT DARI Sargassum filipendula DAN Turbinaria decurens MENGGUNAKAN CaC03 DAN LOCUST BEAN GUM (LBG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subaryono Subaryono

    2009-12-01

    Full Text Available Penelitian untuk meningkatkan viskositas alginat dari Sargassum filipendula dan Turbinaria decurens telah dilakukan dengan menggunakan bahanbakurumput laut dari Perairan Binuangeun, Provinsi Banten. Peningkatan viskositas alginat dari kedua jenis rurnput laut yang umurnnya rendah, dilakukan dengan pembentukan ikatan silang menggunakan ion Ca² sebagai jembatan penghubung dan interaksinya dengan locust bean gum (LBG. Pembentukan ikatan silang antar molekul alginat dilakukan dengan penambahan CaC03 sebagai sumber ion Ca². Konsentrasi CaCO3 yang digunakan divariasi 2,5; 3,5; dan 4,5; mM. Sebagai pembanding digunakan alginat kontrol tanpa penambahan CaCO3. Penarnbahan LBG dilakukan pada konsentrasi CaCO3 terpilih yaitu 3,5 mM. Penambahan LBG divariasi 0, 10, 20, 30, 40, dan 50 g/100 g alginat. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL dengan tiga kali ulangan. Data dianalisis dengan uji sidik ragam dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penarnbahan CaC03 berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan viskositas alginat. Viskositas alginat dari S. filipendula dan T decurens meningkat masing-masing dari 108 cP menjadi 274 cP dan 72 cP menjadi 111 cP pada penambahan CaCO3 3,5 mM. Locust bean gum (LBG mempunyai efek sinergis dalarn meningkatkan viskositas alginat. Viskositas alginat dari S. filipendula dan T decurens meningkat masing-masing menjadi 556 cP dan 238 cP pada penambahan LBG 30 g/100 g alginat. Penambahan CaCO3 dan LBG tidak hanya meningkatkan viskositas alginat tetapi juga meningkatkan stabilitas viskositas alginat terhadap pengaruh panas.

  6. Produksi Panel Dinding Bangunan Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Industri Minyak dan Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Hakim

    2015-10-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil uji karakteristik fisik terhadap panel dinding dari komposit limbah industry migas berupa activated alumina, sandblasting dan glasswall yang telah dilakukan pada tahun pertama diketahui bahwa kuat lentur tertinggi diperoleh dari sampel B4 yaitu sebesar 67,8 Kg/Cm2 dengan standar DIN 1101 17 Kg/cm2, kuat desak sampel B 2 68,31 N/mm2 dengan standar bata merah 25 N/mm2 dan batako 20 N/mm2 dan tingkat keausan terendah diperoleh dari sampel 37 streap. Dari hasil tersebut diketahui bahwa uji telah memiliki kemampuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar yang berlaku. Maka pada penelitian lanjutan yang akan dilakukan bertujuan untuk mempelajari apakah produk panel dinding ini ramah lingkungan sehingga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode uji toxicity characteristic leaching procedure (TCLP dan LC50 terhadap produk panel dinding terbaik. Uji TCLP yang akan dilakukan yaitu dengan cara mendestruksi dan ekstraksi produk panel dinding dengan menggunakan rotating agitator selama 24 jam kemudian diuji dengan menggunakan AAS untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang terdapat dalam produl panel dinding. Adapun untuk uji LC50 dilakukan dengan menggunakan hewan uji larva udang atau tikus.Berdasarkan hasil uji TCLP dan LC50 diketahui bahwa: a Kadar kandungan logam berat yang terdapat di dalam wall panel setelah dilakukan uji TCLP ternyata berada dibawah baku mutu seperti yang telah ditetapkan dalam PP No.85 Tahun 1999. Jadi ini artinya produk wall panel dalam penelitian ini ramah lingkungan, b pengujian terhadap bahan baku wall panel, Limbah Activated Alumina, Sandblasting dan Glasswoll sebelum di solidifikasi dapat mematikan sebesar 50% hewan uji pada konsentrasi 116.667 ppm dalam waktu 96 jam, dan c hasil uji LC50 terhadap produk wall panel selama 96 jam tidak menunjukkan adanya kematian hewan uji. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produk wall panel dari

  7. Gambaran Sitologi Sediaan Ulas Darah Kambing Kacang yang didapat dari Rumah Potong Kambing Tradisional di Denpasar Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulva Hanif Pratiwi

    2017-01-01

    Full Text Available Kambing kacang merupakan salah satu kambing asli Indonesia yang keberadaannya semakin langka sehingga perlu dilestarikan dan diteliti berbagai keunggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sitologi sel darah abnormal pada kambing kacang yang berada di Rumah Potong Kambing tradisional Denpasar Barat. Sampel diambil dari kambing kacang betina berwarna coklat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 ekor kambing kacang yang diperiksa ada yang mengalami kelainan pada sel darahnya. Kelainan-kelainan yang dijumpai pada leukosit adalah: neutrofilia 7,5%, neutropenia 5%, eosinofilia 7,5%, limfositopenia 5%. Kelainan pada eritrosit berupa : anisositosis, akantosit, dan hipokromasia. Dapat disimpulkan bahwa kambing kacang yang diamati mengalami kelainan pada sel  sel darahnya.

  8. EKSTRAKSI TANNIN SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI DARI TANAMAN PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA MENGGUNAKAN PELARUT ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjukup Marnoto

    2012-05-01

    Full Text Available EXTRACTION OF TANNINS AS NATURAL DYES FROM PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA PLANT USING VARIOUS ORGANIC SOLVENTS. Public awareness on using natural dyes has encouraged the extraction of tannins from putrimalu. Extraction was performed continuously using a Soxhlet apparatus. The parameter studied was the influence of solvent polarity on the amount of tannin and mass transfer coefficient. Tannin was extracted from ten grams of dried putrimalu plants using polar solvents (ethanol, acetone and methanol and a non-polar solvent (n-hexane. Extraction is considered complete when the concentration of tannins in the liquid is no longer changing with time. Liquid samples were withdrawn every 20 minutes interval for tannin analyses using Thin Layer Chromatography (TLC. The results showed that the maximum concentration of tannins in the extract (g/mL when extraction were performed using n-hexane was 0.0031, acetone (0.016, methanol (0.0274 and ethanol (0.044. From extract yield and mass transfer coefficient point of views, it can be concluded that the best solvent is ethanol. The relationship between tannin concentration in the ethanol 96% solvent and the time was expressed in term of mathematical equations             CAL=1.046(1-e-0.0213t with error was 3.6%. Where CAL is the concentration of tannins in the solvent (g/ml and t is the extraction time (minutes.  Kesadaran masyarakat untuk kembali menggunakan bahan pewarna alami mendorong dilakukannya ekstraksi tannin dari putrimalu. Ekstraksi dilakukan secara kontinyu menggunakan alat Soxhlet. Parameter yang dipelajari adalah pengaruh polaritas pelarut terhadap ekstrak tannin dan koefisien transfer massa. Tannin diekstrak dari sepuluh gram tanaman putrimalu kering menggunakan pelarut polar (etanol, aseton dan metanol dan pelarut non-polar n-heksana. Ekstraksi dianggap selesai jika konsentrasi tannin di dalam pelarut sudah tidak berubah. Tannin di dalam contoh cairan yang diambil setiap selang waktu 20

  9. Kajian Potensi Limbah Pertanian Sebagai Sumber Karbon Pada Produksi Avicelase dan CMCase dari Bacillus circulans

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amrullah Hamdan Rahmadani

    2017-03-01

    Full Text Available AbstrakAvicelase dan CMCase mewakili aktivitas eksoselulase dan endoselulase, termasuk dua dari tiga jenis selulase dalam sistem selulase yang dihasilkan oleh Bacillus circulans. Ekspresi keduanya sangat dipengaruhi oleh jumlah dan jenis sumber karbon dalam media produksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis dan konsentrasi limbah pertanian terbaik untuk menghasilkan avicelase dan CMCase dari B. circulans serta kemampuan sistem selulase tersebut untuk mendegradasi substrat lignoselulosa. Limbah pertanian yang diteliti berupa ampas tebu, bonggol jagung dan sekam. Limbah pertanian tersebut digunakan sebagai satu-satunya sumber karbon pada media produksi. Avicel digunakan sebagai sumber karbon pembanding. Aktivitas avicelase dan CMCase ditentukan berdasar jumlah gula pereduksi yang dihasilkan dengan menggunakan metoda Somogy-Nelson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua limbah pertanian yang diteliti berpotensi sebagai sumber karbon yang lebih baik dibandingkan dengan avicel untuk produksi avicelase dan CMCase dari B. circulans. Limbah pertanian yang terbaik adalah ampas tebu. Penggunaan ampas tebu pada konsentrasi 0,5 % menghasilkan aviselase dan CMCase sebesar 309,39 dan 405,48 U/mL. Sistem selulase yang dihasilkan mampu mendegradasi ampas tebu, bonggol jagung dan sekam.Kata kunci : avicelase, CMCase, limbah pertanian, sumber kabon, Bacillus circulansAbstractAvicelase and CMCase activity represent exocellulase and endocellulase, including two of the three types of cellulase in the cellulase system produced by Bacillus circulans. Expression both of them strongly influenced by the amount and type of carbon source in the production medium. The aims of this research were to determine the type and concentration of the best agricultural waste to generate avicelase and CMCase from B. circulans and their ability to degrade lignocellulosic substrates. Studied agricultural wastes are bagasse, corn stalks and husks. Agricultural waste is used as

  10. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF DITINJAU DARI PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN LOGIS MATEMATIS SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karman Lanani

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Masalah penelitian ini adalah rendahnya kemampuan penalaran logis matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektifitas pembelajaran kooperatif ditinjau dari peningkatan kemampuan penalaran logis matematis siswa SMA. Penelitian ini berbentuk quasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Sampel penelitian ini berjumlah 38 siswa yang diambil secara proposive sampling dari dua kelas siswa pada suatu sekolah swasta di Kabupaten Halmahera Selatan. Penelitian ini mempunyai dua variabel, yaitu: pembelajaran kooperatif sebagai variabel bebas, dan kemampuan penalaran logis matematis siswa sebagai variabel tak bebas. Intrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes kemampuan penalaran logis matematis. Data primer yang diperoleh dari penerapan instrumen tes tersebut, dianalisis menggunakan statistik uji One-Sample Test pada taraf signifikansi α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran logis matematis siswa SMA melalui pembelajaran kooperatif mencapai 74,97% dalam kualifikasi baik dan peningkatannya mencapai 0,72 tergolong tinggi. Kata Kunci    :   Penalaran Logis Matematis, Kemampuan Penalaran Logis Matematis Siswa, dan Pembelajaran Kooperatif     ABSTRACT The research problem is the lack of logical mathematical reasoning abilities of students. This study aimed to describe the effectiveness learning cooperative in terms of improvement of mathematical logical reasoning abilities of high school students. This form of quasi-experimental research design with pretest-posttest control group. Sample size was 38 students were taken proposive sampling of two classes of students at a private school in South Halmahera. This study has two variables, namely: cooperative learning as independent variables, and logical mathematical reasoning abilities of students as dependent variables. Instruments used for data collection is a logical mathematical reasoning ability tests. Primary data were

  11. PENGARUH JENIS ANODA PADA PROSES PEMULIHAN LOGAM NIKEL DARI TIRUAN AIR LIMBAH ELECTROPLATING MENGGUNAKAN SEL ELEKTRODEPOSISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djaenudin Dhaenudin

    2013-11-01

    Full Text Available EFFECT OF ANODES TYPES ON NICKEL RECOVERY FROM SYNTHETIC ELECTROPLATING WASTE ELECTRODEPOSITION CELLS. A study concerning the recovery of nickel from electroplating wastewater artificial solution. The study was conducted with a batch system using electrodeposition cell consisting of two spaces separated by water hyacinth leaf, copper cathode plate, H2SO4 solution anolyte, catholyte solution of NiSO4 plus NaCl supporting electrolyte and anode varied. Electrodeposition performed at the direct current of 5V power for 4 hours each run. The research objective was to obtain the best anode in nickel electrodeposition process of electroplating waste artificial solution. Graphite, stainless steel type AISI 316 and the lead were used as a variation of the anode. Concentration of nickel in the catholyte at baseline 2200 mg/L. The results showed that the anode was a graphite anode with best value decreased by 72.44% nickel concentration, deposition of nickel on the cathode of 0.188 grams and specific energy values ​​of 6.1625 kWh/kg.nickel.   Telah dilakukan penelitian tentang pemulihan logam nikel dari larutan tiruan air limbah electroplating. Penelitian dilakukan dengan sistem batch menggunakan sel elektrodeposisi yang terdiri dari dua ruang yang dipisahkan dengan daun eceng gondok, katoda pelat tembaga, anolit larutan H2SO4, katolit larutan NiSO4 ditambah elektrolit pendukung larutan NaCl dan anoda divariasikan. Elektrodeposisi dilakukan pada listrik searah sebesar 5V selama 4 jam setiap tempuhan. Tujuan penelitian adalah memperoleh anoda terbaik pada proses elektrodeposisi nikel dari larutan tiruan limbah electroplating. Grafit, Stainless Steel  tipe AISI 316 dan timbal digunakan sebagai variasi jenis anoda. Konsentrasi nikel dalam katolit pada awal penelitian 2200 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anoda grafit merupakan anoda yang paling baik dengan nilai penurunan konsentrasi nikel sebesar 72,44%, deposisi nikel di katoda sebesar 0

  12. Pembuatan Karbon Aktif Dari Arang Tempurung Kelapa Dengan Aktivator Zncl2 Dan Na2co3 Sebagai Adsorben Untuk Mengurangi Kadar Fenol Dalam Air Limbah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gilar S. Pambayun

    2013-03-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah membuat karbon aktif dari arang tempurung kelapa sesuai dengan SII No.0258 – 79 ; untuk mengetahui karateristik kadar air, kadar abu,  iodine number dan surface area karbon aktif dari arang tempurung kelapa ; untuk mempelajari pengaruh konsentrasi dan jenis aktivator terhadap efisiensi penurunan kandungan konsentrasi fenol (persen removal menggunakan karbon aktif dari arang tempurung kelapa ; menentukan kapasitas optimum penyerapan fenol dengan karbon aktif dari arang tempurung kelapa. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karbon aktif dapat dibuat dari arang tempurung kelapa dengan aktivasi kimia ZnCl2 dan Na2CO3 disertai pirolisis pada suhu 700 oC selama 4 jam. Karakteristik karbon aktif yang dihasilkan telah sesuai dengan SII No.0258–79, kadar air sebesar 0,382-1,619%, kadar abu 2,28-7,79%, iodine number 448,02-1599,72 mg/g, surface area 189,630-1900,69 m2/g. Semakin tinggi konsentrasi aktivator maka semakin tinggi persen removal dari fenol yang telah diadsorbsi oleh karbon aktif. Persen removal tertinggi didapat pada karbon aktif dengan zat aktivator Na2CO3 5% dengan persen removal sebesar 99,745%. Kapasitas optimum penyerapan fenol dengan karbon aktif dari arang tempurung kelapa terbaik didapat pada karbon aktif dengan zat aktivator Na2CO3 5% dengan kapasitas serapan sebesar 220,751 mg fenol/gram karbon aktif

  13. Penggunaan Program Geogebra dan Casyopee dalam Pembelajaran Geometri Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggun Badu Kusuma

    2017-04-01

    Full Text Available Geometri merupakan ilmu matematika yang berisi materi-materi abstrak, bagi siswa yang memiliki kemampuan abstraksi rendah maka ia akan mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan tersebut berdampak pada kondisi siswa di dalam kelas, seperti pasif dalam belajar, kurang produktif, ketertarikan belajar menurun, dan motivasi belajar siswa rendah. Untuk itu, perlu adanya suatu media yang dapat menggambarkan materi geometri dalam bentuk lebih real dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Program-program komputer yang dapat digunakan sebagai media tersebut diantaranya adalah program Geogebra dan Casyopee. Kelebihan dari Geogebra dan Casyopee adalah dapat memvisualisasikan materi-materi geometri. Dengan kemampuan visualisasi yang lengkap maka program-program ini diindikasikan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

  14. KARAKTERISTIK EDIBLE FILM YANG DIPRODUKSI DARI KOMBINASI GELATIN KULIT KAKI AYAM DAN SOY PROTEIN ISOLATE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Hasdar

    2012-09-01

    SDS-PAGE dan menunjukkan sebagai molekul kolagen. Hasil analisis kandungan asam amino edible film menggunakan HPLC dihasilkan komposisi residu asam amino terbesar adalah glysin yaitu 29,42%, 37,88%, 38,32%, 39,28% dan 39,17% pada masing-masing perlakuan. Hal itu menggambarkan bahwa profil protein edible film dapat dipastikan sebagian besar berasal dari kolagen gelatin. Pengamatan dengan scaning electron microscope menunjukkan telah terbentuk cross linking antara molekul protein gelatin dan molekul soy protein isolate dan yang ditunjukan semakin berkurangnya retakan seiring dengan meningkatnya konsentrasi gelatin. Perbedaan kombinasi gelatin kulit kaki ayam dan soy protein isolate untuk membentuk edible film tidak memberikan pengaruh nyata pada kekuatan tarik (tensile strenght, dan kemuluran (elongation, namun berpengaruh nyata pada laju transmisi uap air (Water Vapour Transmision Rate. Kombinasi 95:5 protein gelatin kulit kaki ayam dan soy protein isolate menghasilkan edible film yang terbaik. (Kata kunci: Edible film, Gelatin kaki ayam, Soy protein isolate

  15. SIFAT FISIKA DAN KETEGUHAN PATAH PAPAN SEMEN PARTIKEL DARI PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Violet Burhanuddin

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku papan semen partikel dan untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika papan semen partikel pada berbagai perbandingan semen dan partikel dari dua merek semen (Tonasa dan Tiga Roda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan pola faktorial 2 x 3 sebanyak 5 kali ulangan, dimana faktor A adalah merek semen yaitu semen tonasa dan semen Tiga Roda kemudian faktor B adalah perbandingan antara partikel dan semen. Hasil pengujian sifat fisika dan mekanika masing-masing menunjukan pengaruh yang sangat berbeda nyata, hal ini disebabkan karena semakin banyak penambahan jumlah perekat semen maka semakin baik pula sifat fisika dan mekanika papan semen yang dibuat, sedangkan untuk faktor merek semen tidak menunjukan perbedaan yang nyata. Kata kunci : Pelapah kelapa sawit, sifat fisika dan mekanika, papan semen partikel.

  16. SIFAT FISIKA DAN KETEGUHAN PATAH PAPAN SEMEN PARTIKEL DARI PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Violet Burhanuddin

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku papan semen partikel dan untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika papan semen partikel pada berbagai perbandingan semen dan partikel dari dua merek semen (Tonasa dan Tiga Roda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan pola faktorial 2 x 3 sebanyak 5 kali ulangan, dimana faktor A adalah merek semen yaitu semen tonasa dan semen Tiga Roda kemudian faktor B adalah perbandingan antara partikel dan semen. Hasil pengujian sifat fisika dan mekanika masing-masing menunjukan pengaruh yang sangat berbeda nyata, hal ini disebabkan karena semakin banyak penambahan jumlah perekat semen maka semakin baik pula sifat fisika dan mekanika papan semen yang dibuat, sedangkan untuk faktor merek semen tidak menunjukan perbedaan yang nyata. Kata kunci : Pelapah kelapa sawit, sifat fisika dan mekanika, papan semen partikel

  17. PEMODELAN STRUKTURAL DARI EMOSI POSITIF SEBAGAI PEMEDIASI TERHADAP PEMBELIAN TIDAK TERENCANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NI WAYAN ARNI YANITA

    2015-06-01

    Full Text Available Latent variables are variables that can not be observed directly. Latent variables can be observed with constituent indicators. One of the methods used to analyze the latent variables are Structural Equation Modeling (SEM. This research raised the case of impulse buying to be applied to the SEM method. Impulse buying influenced by the characteristics of the hypermarket, situational factors, the characteristics of the product, promotion and positive emotions. The purpose of this research was to determine the effect dari positive emotions as mediation to impulse buying.The results obtained indicate that positive emotions directly affect the impulse buying of 0.302, promotion directly affects the positive emotions of 0.367, and the promotion of indirect effect to impulse buying of 0.111. So positive emotions can mediate to impulse buying of 0.020. Goodness of fit mediation models not good with value 0.39.

  18. PENGARUH KOMPOSISI BAHAN PENGISI STYROFOAM PADA PEMBUATAN BATAKO MORTAR SEMEN DITINJAU DARI KARAKTERISTIK DAN KUAT TEKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Winarno

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan limbah styrofoam untuk dijadikan sebagai alternatif salah satu bahan pengisi campuran pembuatan batako mortar semen. Dengan menganalisis variasi komposisi bahan pengisi styrofoam  untuk campuran mortar beton semen terhadap karakteristik dan kuat tekan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dibandingkan batako biasa. Penelitian ini direncanakan dalam masa empat bulan, dengan menganalisis variasi komposisi bahan pengisi styrofoam  untuk campuran mortar beton semen terhadap karakteristik dan kuat tekan. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen yang dilakukan di Laboratorium Uji Bahan dan Beton Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Urgensi penelitian ini dengan memanfaatkan limbah styrofoam untuk dijadikan sebagai alternatif salah satu bahan pengisi campuran pembuatan batako mortar semen, dapat menekan kerusakan lingkungan dimana limbah styrofoam  merupakan salah satu bagian dari pencemaran lingkungan.

  19. SINTESIS LIPIDA TERSTRUKTUR DARI ASAM LAURAT DAN GLISEROL DALAM PELARUT ISOOKTANA DENGAN BIOKATALIS LIPASE Candida rugosa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sriyono Poerwanto

    2012-02-01

    Full Text Available Lipida terstruktur (LS yang mengandung asam lemak rantai medium mempunyai keuntungan untuk kesehatan dan banyak dipelajari kegunaannya untuk keperluan medis, fungsional nutrisi, dan makanan. Dalam penelitian ini dikaji sintesis enzimatik LS rantai medium dari asam laurat dan gliserol menggunakan lipase Candida rugosa. Berbagai pengaruh parameter reaksi seperti konsentrasi enzim, lama reaksi, suhu, penambahan molecular sieve, dan perbandingan molar substrat (mmol asam laurat/mmol gliserol telah dikaji. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi terbaik untuk sintesis gliserida rantai medium dicapai pada suhu reaksi 37°C selama 24 jam dengan  jumlah lipase sebanyak 80 mg, penambahan molecular sieve 0,1 mg, dan perbandingan molar substrat asam laurat/gliserol 3:1. Analisa produk reaksi menggunakan kromatografi gas menunjukkan bahwa lipase Candida rugosa dapat menghasilkan gliserida dengan komposisi persentase molar 15,55% monolaurin, 10,29% dilaurin, dan 1,41% trilaurin

  20. KEMAMPUAN FERMENTASI BAKTERI Lactobacillus bulgaricus UNTUK MENGHASILKAN SUSU RENDAH LAKTOSA DARI SUSU YANG RUSAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Yuniati

    2012-11-01

    (IPS tidak semua susu dari peternak dapat diterima oleh Koperasi Pengumpul Susu (KPS, susu segar harus memenuhi beberapa persyratan baik kimia maupun fisik. Penolakan susu oleh Industri Pengelola Susu disebabkan oleh kualitas susu yang tidak memenuhi syarat, antara lain lemak dan laktosa yang sudah terfermentasi mikroorganisme pencemar. Walaupun demikian susu yang ditolak ini bernilai gizi tinggi dengan kadar protein 3,4 g%, yang masih bisa dimanfaatkan untuk pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan susu segar yang ditolak KPS menjadi susu rendah laktosa yang dapat digunakan  untuk diet khusus pada  anak/bayi dengan status gizi buruk atau intoleran terhadap laktosa. Bahan (sampel yang digunakan adalah susu segar yang ditolak IPS dan diambil dari Koperasi Pengumpul Susu (KPS Cipanas dan Pengalengan. Analisis komposisi sampel meliputi penentuan kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar air, kadar laktosa, glukosa, uji mikrobiologis. Analisis dilakukan di Laboratorium Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik (Puslitbang Gizi Bogor, Badan Litbang Kementerian Kesehatan RI. Dari hasil analisis, susu yang difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus  dapat menurunkan kadar laktosa  yaitu dari 1,48% menjadi 1,06%. Hasil uji mikrobiologis susu rendah laktosa yaitu 1,55 x104 koloni/g, sedangkan menurut Standar Nasional no 01-6366- 2000 total count susu bubuk 5x104 koloni/g. Kesimpulan penelitian bahwa susu segar yang ditolak oleh Industri Pengolah Susu masih dapat dimanfaatkan menjadi susu yang kadar laktosanya rendah, karena sumber protein dan lemaknya masih tinggi. Hasil penelitian ini memenuhi Standar Nasional Indonesia dan aman untuk dikonsumsi. Kata kunci : susu ditolak, proses fermentasi, laktobacillus bulgaricus, susu tinggi protein dan rendah laktosa.

  1. Aplikasi Campuran Alginat Dari Sargassum Crassifolium Dan Gum Sebagai Pengental Textile Printing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subaryono Subaryono

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian aplikasi campuran alginat dari Sargassum crassifolium dan gum untuk meningkatkan viskositas alginat sebagai pengental pada textile printing telah dilakukan. Viskositas campuran alginat dengan guar gum, gum arab, dan locust bean gum diamati pada penyimpanan selama 8 jam. Produk terbaik diujikan sebagai pengental pada textile printing. Campuran alginat dengan guar gum pada perbandingan 90:10 dan 80:20 meningkatkan viskositas dan stabilitas alginat selama penyimpanan. Campuran alginat dengan gum arab dan locust bean gum akan menurunkan viskositas alginat sehingga tidak sesuai untuk aplikasi textile printing. Aplikasi campuran alginat dengan guar gum 90:10 dan 80:20 sebagai pengental pada tekstil printing menghasilkan produk akhir yang setara dengan pengental komersial manutex.

  2. Pengujian Bending Biomaterial Hidroksiapatit Dari Tulang Sapi Sebagai Prosthesis Sendi Rahang (TMJ Pada Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hikmah Annur

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam dunia kedokteran jika terapi fisik dan obat-obatan tidak dapat mengatasi kelainan atau kerusakan pada sendi rahang pasien maka jalan satu-satunya adalah dengan dilakukan perawatan bedah dengan mengganti sendi yang mengalami gangguan dengan prosthesis sebagai pengganti anggota gerak yang hilang. Dalam penelitian ini digunakan material hidroksiapatit dalam pengujian bending karena memiliki komposisi kimia yang sama dengan jaringan keras pada manusia seperti gigi dan tulang. Penelitian ini bertujuan mencari nilai tegangan bending maksimum yang bisa diterima oleh komposit hidroksiapatit. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil variasi fraksi volume hidroksiapatit 40% HA, 50% HA, 60% HA, dan 70% HA. Setelah itu material di uji bending dengan menggunakan standar ASTM D790 dengan menggunakan metode pengujian three point bending. Dari penelitian ini didapatkan bahwa tegangan bending maksimum sebesar 31.2 Mpa pada spesimen dengan persentase hidroksiapatit 50% fraksi volume. Fraksi ini adalah fraksi yang paling optimal di antara variabel-variabel uji lain.

  3. ORIENTASI DAN AGREGASI MOLEKUL DARI FILM DISPERSE RED-1 DENGAN METODE ELECTRIC FIELD ASSISTED PVD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. R. Wenas

    2012-02-01

    Full Text Available Telah dibuat film Disperse Red 1 (DR1 dengan metode Electric field assisted Physical Vapor Deposition (E-PVD. Metode ini merupakan pengembangan dari metode PVD yang diperlengkapi dengan penambahan medan listrik luar dalam chamber. Film diperoleh dengan deposisi molekul DR1 di atas substrat silane pada variasi medan listrik luar. Film yang dihasilkan dianalisis dan dikarakterisasi dengan menggunakan spektroskopi FTIR, UV-Vis, dan Difraksi sinar-X. Hasil pengukuran spektroskopi memperlihatkan bahwa molekul-molekul DR1 tersusun teratur (stacking tegak lurus permukaan substrat, yang menunjukkan suatu indikasi efek agregasi molekul yang tersusun secara paralel karena adanya ikatan hidrogen.   Kata kunci: Agregasi paralel, Disperse Red-1, E-PVD

  4. Optimasi Waktu Proses Hidrolisis dan Fermentasi dalam Produksi Bioetanol dari Limbah Pengolahan Agar (Gracilaria sp. Industri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rodiah Nurbaya Sari

    2013-12-01

    menggunakan kapang Trichoderma viride dan khamir Saccharomyces cerevisiae. Penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap yaitu karakterisasi limbah agar industri, hidrolisis enzimatis menggunakan kapang Trichoderma viride penghasil selulase, dan fermentasi dengan khamir Saccharomyces cerevisiae. Hasilnya menunjukkan bahwa waktu optimal untuk hidrolisis enzimatis adalah 4 hari pada suhu 28 oC dan pH 3,91; aktivitas CMCase 210,48 IU/ml dan menghasilkan total gula pereduksi 6,74 mg/ml. Sedangkan untuk waktu fermentasi yang optimal adalah 2 hari pada suhu 32 oC dan pH 4,66 dengan nilai OD 600 nm 0,0181 menghasilkan etanol kasar dengan kadar 0,47% (b/b.

  5. Senyawa Bufadienolida yang bersifat Insektisida, Daigremontianin dari daun Cocor Bebek (Kalanchoe daigremontiana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Mayanti

    2017-03-01

    Full Text Available Dalam penelitian berkelanjutan untuk pencarian senyawa-senyawa yang bersifat insektisida daritanaman Kalanchoe (Cocor bebek Indonesia, diperoleh hasil bahwa ekstrak metanol daun Cocorbebek (Kalanchoe daigremontiana memberikan aktivitas insektisida yang kuat terhadap instar ke tigalarva ulat sutera (Bombyx mori. Ekstrak metanol yang diperoleh selanjutnya dipisahkan senyawasenyawanyamenggunakan partisi dengan pelarut organik dan kombinasi kolom kromatografi padasilika gel dan ODS sehingga dihasilkan satu senyawa aktif insektisida. Struktur kimia senyawa yangbersifat insektisida tersebut ditentukan dengan metoda spektroskopi dan perbandingan data spektrasenyawa analog yang telah diperoleh dari penelitian sebelumnya sehingga senyawa aktif insektisidatersebut diidentifikasikan sebagai senyawa turunan bufadienolida, daigremontianin. Daegremontianinmenunjukkan aktivitas insektisidal yang kuat terhadap instar ke tiga ulat sutera (Bombyx mori denganLD50 0,9 μg/g diet.

  6. EFEK PENDAPATAN PEDAGANG TRADISIONAL DARI RAMAINYA KEMUNCULAN MINIMARKET DI KOTA MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwinita Aryani

    2011-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mengkomparasikan jumlah pendapatan para pedagang di pasar tradisional sebelum dan sesudah munculnya minimarket di Kota Malang serta mengetahui permasalahan yang dihadapi pedagang di pasar tradisional berkaitan dengan keberadaan minimarket. Penelitian ini dilakukan di 6 pasar di kota Malang. Responden terbagi menjadi dua yaitu responden pedagang dan responden pembeli. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa 66% responden pedagang menyatakan keberadaan minimarket berpengaruh terhadap penurunan pendapatannya. Dari hasil uji beda membuktikan bahwa terdapat perbedaan rata-rata pendapatan para pedagang di pasar tradisional sebelum dengan sesudah munculnya minimarket. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi lesunya pasar tradisional antara lain munculnya keberadaan minimarket, pesaing lain seperti pedagang sayur keliling/mlijo dan toko pracangan, kondisi pasar tradisional yang kurang baik. This research aims to compare the earning of traders in traditional markets before and after existing minimarket in Malang, and also to identify the problems faced by traders in traditional markets and to formulate a concept of empowerment of traditional markets. The objects of this research are six traditional markets in Malang. The conclusion showed that 66% of respondents claimed the existence of minimarket is declining their revenues. With t test resulted there is a significant influence on the emergence of minimarket to total income traders. The results of questionnaires on consumers, as much as 66% of respondent consumers/buyers prefer to buy vegetables in the vegetable traders /mlijo than the traditional market. Meanwhile respondent rarely go to shop to traditional market because of high competitions among sellers, far from their house; dirty; not comfortable and bad service.

  7. ANALISIS PERAN POLA ASUHAN DAN PROSES SOSIALISASI OLAHRAGA BELADIRI DITINJAU DARI PERSPEKTIF KESETARAAN GENDER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Berliana Berliana

    2014-10-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa peluang yang diberikan pada anak perem- puan untuk melakukan aktivitas publik belum sepenuhnya. Keengganan orang tua memberikan izin kepada anak perempuan menggeluti cabang olahraga berat, masih dipengaruhi oleh konteks masyarakat dan budaya. Masalah pokok dan fokus kajian berkaitan dengan pola pengasuhan anak pada keluarga, klub, dan sekolah dalam menggiring mereka mengambil keputusan sebagai atlet dalam olahraga kompetitif. Sekaitan dengan itu, situs penelitian lapangan dilakukan pada atlet, keluarga, pelatih, dan sekolah, selain ditambah data yang digali dari suami, rekan tempat bekerja, dan lingkungan masyarakat. Observasi partisipasi sebagai upaya memotret data dilakukan peneliti selama enam bulan lama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh yang diterapkan pada anak perempuan akan menggiring mereka untuk menggeluti olahraga prestasi sejak kecil dan menumbuhkan kemandirian yang memperkokoh konteks pandangan perempuan terhadap dirinya sebagai sumberdaya manusia yang berkualitas. Kata Kunci: pola asuh, atlit perempuan, perspektif gender AN ANALYSIS OF THE CHILD REARING PRACTICE AND THE MARTIAL ARTS SOCIALIZATION PROCESS VIEWED FROM THE GENDER EQUALITY PERSPECTIVE Abstract: This study started from the idea that girls were not given sufficient opportunities to do public activities. The parents’ reluctance to give permission to their daughters to do heavy sports was influenced by the community’s contexts and culture. The core problem and the focus of this study was related to the child rearing practice in the family, in the club, and in schools by encouraging the girls to make a decision as competitive sports athletes. Accordingly, the field study was focused on the athletes, the family, the coach, and schools. The data were also obtained from husbands, colleagues, and community environment. The researcher conducted participant observation for six months. The findings showed that

  8. ANCANG-ANCANG 11 LANGKAH LEBIH BAIK DARI 7 DAN 15 LANGKAH PADA NOMOR LOMPAT JAUH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nengah Sandi

    2014-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan penelitian perbedaan ancang-ancang (AA lompat jauh 7 langkah (lk, 11 lk dan 15 lk pada siswa usia 11 tahun. Sampel diambil dari siswa SD 7 Pedungan dan dipilih sebanyak 29 orang secara acak sederhana dan dibagi menjadi 3 kelompok. Kemudian setiap kelompok diberikan 3 perlakuan yang dialokasikan secara cross over yaitu: AA 7 lk (± 10m, AA 11 lk (± 15m dan AA 15 lk (± 20m selama tiga hari berturut-turut. Pada hari pertama kelompok-1 dengan  AA 7 lk, kelompok-2 11 lk dan kelompok-3 15 lk, pada hari kedua kelompok-1 dengan AA 11 lk, kelompok-2 15 lk dan kelompok-3 7 lk, sedangkan pada hari ketiga kelompok-1 dengan AA 15 lk, kelompok-2 7 lk dan kelompok-3 11 lk. Uji One Way Anova dengan Least Significant Differencs (LSD dipakai untuk menganalisis data pada tingkat kemaknaan 0,05.  Beda hasil lompatan antara AA 11 lk dengan AA 7 lk dan antara AA 11 lk dengan AA 15 lk berturut-turut 0,16m dan 0,18m dengan nilai p berturut-turut 0,05 (p ? 0,05 dan 0,03 (p < 0,05. Jadi lompatan terjauh dihasilkan dari AA 11 lk, yang beda bermakna (p ? 0,05 dengan AA 7 lk dan AA 15 lk.  Untuk itu disarankan kepada siswa usia 11 tahun menggunakan AA 11 lk dalam berlatih.[MEDICINA 2009;40:5-10].

  9. Karakteristik Kerupuk Panggang Ikan Lele (Clarias gariepinus dari Beberapa Perbandingan Daging Ikan dan Tepung Tapioka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Dwi Suryaningrum

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari  karakteristik kerupuk panggang dari ikan lele  (Clarias gariepinus yang diolah dengan perbandingan daging ikan dan tepung tapioka yaitu L1= 20:100, L2= 30:100 dan L3= 40:100 (b/b dengan 3 kali ulangan. Kerupuk diolah melalui tahapan pengadukan adonan, pencetakan, pengukusan, pengirisan, pengeringan, penggilingan menjadi butiran dan pemanggangan. Kerupuk dipanggang menggunakan alat pemanggang kerupuk berupa moulding yang terbuat dari plat besi berbentuk bulat dengan diameter 7,5 cm, ketebalan 1 cm, yang dilengkapi dengan sistem pemanasan. Butiran kerupuk dimasukkan ke dalam moulder, kemudian ditutup dan dipanggang pada suhu 200±3 °C selama ±13 detik. Ketika moulder dibuka maka kerupuk akan mengembang. Pengamatan kerupuk panggang dilakukan terhadap analisis proksimat, aktivitas air (aw, pengembangan volume, profil tekstur, warna, struktur mikroskopis serta uji sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar proporsi daging lele berpengaruh nyata terhadap peningkatan nilai gizi (kadar protein dan lemak namun peningkatan sifat sensori seperti aroma, kerenyahan dan rasa kerupuk panggang pada proposi daging lele 30% tidak berbeda dengan 40%. Sebaliknya semakin besar proporsi daging lele yang digunakan berpengaruh terhadap menurunnya kadar air, nilai aw dan kecerahan kerupuk yang dihasilkan. Perbandingan daging ikan lele dan tepung tapioka sebesar 30:100 (b/b merupakan rasio perbandingan yang dapat menghasilkan kualitas kerupuk panggang terbaik dengan kadar protein sebesar 6,79±0,54%, kadar lemak sebesar 5,99±1,04%, pengembangan volume sebesar 886,21±67,81%, kerenyahan sebesar 11,51±3,28N dan warna dengan nilai tingkat kecerahan (L* sebesar 82,62±0,20, kemerahan (a* 5,01±0,20 dan kekuningan (b* 20,37±0,50, dengan aroma, rasa dan kerenyahan paling disukai oleh panelis.

  10. PERBANDINGAN METODE JUNBIKI KANBAN CYCLIC DITINJAU DARI JIT DAN SUMBER DAYA Studi Kasus pada Perusahaan Otomotif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Eri

    2005-01-01

    Full Text Available The research has done at an automotive company. The intention of this research are to knowing the effect and also the advantages and disadvantages of Junbiki Method which is a new method in this company in increasing JIT(Just in Time, use of resources, and make comparison between Junbiki method and Kanban System. The research is done by comparing the Kanban system with the Junbiki method on the parts i.e. seat part and door trim. The measured variables are those in the period of September as the basic period, continued with the periods of October, November, and December 2004. The productivities to be observed are those of energy and labor consumption. The research proves that the Junbiki method is better than the Kanban system. It is shown from the increase of JIT performance during four periods at the average of 73% and least of resources. By using the Junbiki method, the wastage in the use of energy, labor, movement, and process can be eliminated. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serta kelemahan dan kelebihan metode Junbiki yang merupakan metode baru yang diterapkan perusahaan terhadap peningkatan JIT (Just in Time dan penggunaan sumber daya, dan membuat perbandingan antara metode Junbiki dan sistem Kanban. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan sistem Kanban dengan metode Junbiki pada part yang memenuhi syarat, yaitu part seat dan door trim. Variable yang diukur adalah pada periode September sebagai periode dasar, dilanjutkan dengan periode Oktober, November, dan Desember 2004. Pemakaian sumber daya yang ingin diteliti adalah pemakaian energi dan tenaga kerja. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode Junbiki lebih baik daripada sistem Kanban. Hal ini terlihat dari peningkatan perfoma JIT selama empat periode rata-rata sebesar 73% dan kebutuhan sumber daya yang lebih sedikit. Dengan metode Junbiki

  11. Efektivitas Metode Mnemonik Ditinjau dari Daya Ingat dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X TPA SMK N 2 Depok Sleman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yokhana Ardika

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk 1 Mengetahui efektivitas penggunaan metode mnemonik yang ditinjau dari daya ingat siswa dalam mengingat rumus-rumus trigonometeri, 2 Mengetahui efektivitas penggunaan metode mnemonik yang ditinjau dari hasil belajar siswa pada materi trigonometri. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif-kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Pemesinan A  SMK N 2 Depok Sleman sebagai kelas eksperimen. Dari hasil penelitian, analisis data dan pembahasan diperoleh simpulan bahwa metode mnemonik efektif untuk pembelajaran trigonometri yang ditinjau dari daya ingat dan hasil belajar siswa.This study aims to 1 assess the effectiveness of the use of the mnemonic method in terms of memory the students in remembering formulas trigonometry, 2 Determine the effectiveness of using the mnemonic method in terms of student learning outcomes in trigonometry material. The research is a quasi-experimental approach descriptive qualitative-quantitative research. Subjects in this study were students of class X Mechanical Machining A SMK N 2 Depok Sleman as a class experiment. From the research, data analysis and discussion of research concluded that an effective method for learning trigonometry mnemonics that in terms of memory and learning outcomes of students.

  12. Perbedaan Daya Hambat Bakteri dari Propolis Cair yang Ada di Pasaran Terhadap Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus Secara In Vitro

    OpenAIRE

    Bangun Azhari Yusuf; Aziz Djamal; Asterina ,

    2015-01-01

    Abstrak Propolis adalah zat yang digunakan lebah melindungi sarangnya dari berbagai ancaman. Komponen utama propolis adalah resin yang dikumpulkan lebah dan dicampur dengan air liurnya. Manusia juga menggunakan propolis sebagai obat berbagai penyakit, seperti infeksi bakteri. Propolis memiliki kemampuan antibakteri terhadap Escherichiacoli dan Staphylococcus aureus. Kualitas dan jenis propolis sesuai dengan komposisi kimia, iklim dan tempat berkembang biak. Tujuan penelitian ini adalah meliha...

  13. Iklim Belajar dan Iklim Praktik serta Produktivitas Belajar ditinjau dari Aspek Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Konteks Pendidikan Sistem Ganda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hakim Hakim

    2004-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peibedaan: (1 kepemimpinan kepala sekolah, (2 iklim belajar, (3 iklim praktik, dan (4 produktivitas belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah causal-comparative research. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Yogyakarta dan SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta pada Junisan Bangunan Gedung. Sumber datanya meliputi kepala sekolah, staf, guru, dan siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi. Kesahihan instrumen penelitian diuji dengan menggunakan analisis faktor, dan keandalan instrumen diuji dengan menggunakan koefisien alpha dari Cronbach. Dari hasil uji coba instrumen telah memenuhi persyaratan vatiditas dan reliabilitas. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1 kepemimpinan kepala sekolah SMK Negeri 2 Yogyakarta lebih cendenmg bersifat kepemimpinan administrator, sedangkan kepemimpinan kepala sekolah SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta lebih cendenmg bersifat kepemimpinan manajer; (2 terdapat peibedaan iklim belajar antara SMK Negeri 2 Yogyakarta dengan SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta; (3 terdapat peibedaan iklim praktek antara SMK Negeri 2 Yogayakarta dengan SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta; (4 terdapat peibedaan produktivitas belajar siswa antara SMK Negeri 2 Yogyakarta dengan SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta; (5 hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan administrator lebih baik dari pada gaya kepemimpinan manager. Kata kunci: iklim, produktifitas, aspek, kepemimpinan konteks.

  14. Pengaruh Variasi Mikroorganisme dan Pelarut Dalam Produksi Etanol Dari Nira Tebu (Sachharum officinarum Dengan Proses Fermentasi Ekstraktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusfa Anugrah Baihaki

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak bumi (BBM didunia semakin tahun mengalami peningkatan tajam. Salah satu energi alternatif yang didorong pemerintah Indonesia adalah dengan memproduksi bioetanol. Salah satu bahan yang sangat berpotensial sebagai bahan baku utama dalam pembuatan bioetanol adalah nira batang tebu. Upaya peningkatan produktivitas etanol dilakukan secara kontinyu dikarenakan pada fermentasi konvensional terdapat kendala pada produktivitas dan konsentrasi etanol yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk produksi etanol dengan keunggulan keterpaduan proses dan rendah energi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar desain untuk rancang bangun skala industri kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa terbaik dari variasi mikroorganisme dan pelarut yang digunakan dalam memproduksi etanol dengan proses fermentasi ekstraktif dan untuk mengetahui karakteristik kinerja sistem fermentasi kontinyu dalam bioreaktor packed bed dengan variasi mikroorganisme. Dalam penelitian ini digunakan macam variasi mikroorganisme Zymomonasmobilis A3 termutasi dan campuran Saccharomyces cerevisiae dan Pichiastipitis dengan sistem tanpa recycle dan pelarut n-Amyl Alcohol. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa proses fermentasi kontinyu dan ekstraksi tanpa recycle menggunakan Zymomonas mobilis A3 dan pelarut n-Amyl Alkohol memberikan hasil produktivitas dan yield yang terbaik, yaitu sebesar 133,417 g/l.jam dan 35,049%.

  15. Uji Resistensi Bakteri Escherichia Coli dari Sungai Boyong Kabupaten Sleman terhadap Antibiotik Amoksisilin, Kloramfenikol, Sulfametoxasol, dan Streptomisin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadi Sasongko

    2014-05-01

    Full Text Available Resistensi mikrobia merupakan masalah yang serius dihadapi oleh ahli-ahli mikrobiologi kesehatan. Hal ini menimbulkan masalah yang menyebabkan antibiotika menjadi tidak berkhasiat bagi penyembuhan penyakit infeksi, perawatan menjadi lebih lama, dan biaya perawatan menjadi lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui resistensi bakteri SE. Coli yang diisolasi dari air sungai dan air rumah tangga sepanjang Sungai Code wilayah Kabupaten Sleman terhadap antibiotika amoksisilin, kloramfenikol, sulfametoxasol, dan streptomisin.Isolasi E. coli dari sumber air sungai dan air rumah tangga dilakukan dengan cara taburan menggunakan medium kromogenik TBX, sedangkan uji resistensi menggunakan metode difusi padat cara Kirby Bauer yang dimodifikasi menngunakan medium Mueller Hinton Agar (MHA. Inokulasi isolat E.coli pada medium MHA dilakukan secara apus menggunakan kapas kidi streril, selanjutnya diletakkan disk antibiotika amoksisilin, kloramfenikol, sulfametoxasol, dan eritromisin di atasnya. Inkubasi dilakukan pada 37 derajat celcius selama 24 jam. Bakteri dapat dikatakan resisten, intermediet ataupun sensitif dengan mengukur zona hambat pada media uji, kemudian membandingkannya dengan Tabel Interpretasi Zona Hambat Standar dari BSAC version 8, January 2009.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : Isolat bakteri E.coli dari air sungai dan air rumah tangga sepanjang Sungai Code wilayah Sleman telah resisten terhadap antibiotik, khususnya amoksisilin dan streptomisin. Hasil uji resistensi memperlihatkan untuk amoksisilin 80% dan 66.7%, Kloramfenikol : 20% dan 6.7% ; Sulfametoxasol : 33.3% dan 46.7%, serta streptomisin 73.3% dan 86.7%.

  16. Analisa Biomassa dan Kandungan Logam Berat Pada Beras Merah Hasil Pemupukan Kompos Sludge dari Pabrik Kertas dan Pulp

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thamzil Las

    2017-03-01

    Full Text Available Pabrik kertas dan pulp menghasilkan limbah cair dan limbah padat (sludge. Limbah cair dikelolamelalui instalansi pengelolaan air limbah (IPAL, sedangkan sludge hanya di timbun dalam tanah.Upaya yang dilakukan untuk mengelola sludge adalah diubah menjadi pupuk melaluipengomposan, karena sludge mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian inibertujuan menguji kandungan logam berat yang terdapat pada sampel padi merah hasil pemupukankompos sludge yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Dari tanaman padi merah terlebihdahulu dilakukan uji biomassa, selanjutnya dilakukan pengujian kadar protein dan kadar logam,terhadap beras merah. Analisis kandungan protein dengan metode Kjedahl dan pengukurankonsentrasi logam dan logam berat dengan metode spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa padi merah hasil pemupukan kompos sludge memiliki biomassa yang lebihtinggi dari pada kontrol (yang tidak dilakukan pemupukan kompos sludge. Peningkatan optimalbiomassa dan kadar protein pada pemupukan kompos sludge 3 kg/m2 yaitu 78 gram dan 11,1%.Biomassa tanaman padi meningkat sebanyak 20 gram (dari 58 gram menjadi 78 gram ketika padapemupukan kompos sludge 0 kg/m2 menjadi 3 kg/m2. Kandungan protein beras merah meningkatsebanyak 2,8% (dari 8,3% menjadi 11% ketika pada pemupukan kompos sludge 0 kg/m2 menjadi3 kg/m2. Hasil analisis logam pada beras merah menunjukkan penambahan dosis kompos sludgetidak menaikkan kandungan logam (α = 0,05. Kandungan logam Cu, Zn, Mn dan Fe berturut-turut2,41 ppm; 7,77 ppm; 32,7 ppm dan 37,71 ppm. Kandungan logam Cu dan Zn yang teranalisismasih aman untuk beras. Logam berat seperti Pb, Cd dan Cr tidak terdeteksi walaupun pada sampelyang pemupukannya 4,5 kg/m2.

  17. Pengaruh Variasi Temperatur Karbonisasi dan Temperatur Aktivasi Fisika dari Elektroda Karbon Aktif Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak Terhadap Nilai Kapasitansi Electric Double Layer Capacitor (EDLC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haniffudin Nurdiansah

    2013-03-01

    Full Text Available Dewasa ini kebutuhan akan energi semakin meningkat. Keadaan yang diharapkan adalah tersedianya perangkat penyimpan energi yang praktis, canggih, tahan lama dan ramah lingkungan. Salah satu solusinya adalah penggunaan EDLC sebagai media penyimpanan energi, hal ini karena EDLC mempunyai kapasitansi yang lebih tinggi daripada kapasitor konvensional dan juga lebih ramah lingkungan. Sehingga dilakukan penelitian ini untuk menganalisis karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak untuk dimanfaatkan sebagai elektroda EDLC. Dari pengujian Kadar Karbon Fix didapat nilai fixed carbon Tempurung Kelapa sebesar 74.62% dan untuk Tempurung Kluwak sebesar 74.59% sehingga  Tempurung Kelapa dan  Kluwak berpotensi sebagai bahan karbon aktif. Proses pembuatan karbon aktif dilakukan dengan cara karbonisasi selama 2 jam pada temperatur 700OC dan 800OC selanjutnya diaktivasi kimia dengan KOH dan diaktivasi fisika pada 110 OC dan 600OC. Hasilnya didapatkan nilai kapasitif tertinggi adalah 884 mF/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 291 mF/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak pada sampel yang dikarbonisasi 700OC dan di aktivasi fisika 600OC. Sedangkan luas permukaan spesifik tertinggi adalah 548.542 m2/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 333.399  m2/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak  serta bilangan iodine tertinggi sebesar 1122.96 mg/g untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 968.83 mg/g untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak juga pada temperatur karbonisasi 700OC dan diaktivasi fisika 600OC. Sehingga dapat dikatakan bahwa karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak memiliki kualitas yang sesuai standar SNI dan dapat dimanfaatkan sebagai elektroda EDLC.

  18. SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIODIESEL DARI MINYAK KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma DENGAN VARIASI KONSENTRASI KATALIS NAOH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Holilah -

    2014-06-01

    Full Text Available Sintesis biodiesel dari minyak Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (RTO menggunakan NaOH sebagai katalis dengan variasi konsentrasi katalis yaitu 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 wt% telah diteliti. Minyak kemiri sunan (Reutealis trisperma adalah bahan baku yang menarik untuk produksi biodiesel. Biodiesel disintesis dengan dua tahap reaksi yaitu esterifikasi menggunakan katalis H2SO4 dan transesterifikasi dengan menggunakan katalis NaOH. Dalam penelitian ini, diteliti pengaruh konsentrasi katalis terhadap produk biodisel serta dan karakteristiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield biodiesel meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi katalis dari 0,5-1,0 wt%, selanjutnya dengan meningkatnya konsentrasi katalis dari 1,5-2,0 wt% membuat yield menurun. Yield optimum dicapai pada 84,7%. FAME (fatty  acid  methyl  ester diperoleh dengan konsentrasi katalis 1 wt% pada kondisi reaksi 65°C, waktu reaksi 1 jam dan rasio metanol minyak 1:2 (wt/wt. Karakteristik biodiesel diamati dengan uji standart bahan bakar dan hasilnya dibandingkan dengan standart ASTM D6751-02. Karakteristik biodiesel yang disintesis dengan konsentrasi katalis NaOH 1% adalah angka asam (0,55 mg KOH/g, densitas (0,90 gr/cm3, viskositas pada 40°C (9,2 cSt, angka setana (54,5 dan residu karbon (0,24 wt%/wt. This research was investigated bio diesel synthesis of Reutealis trisperma oil (RTO by using NaOH as a catalist with variation of catalyst concentration as follow 0.5; 1.0; 1.5 and 2,0 wt% . Reutealis trisperma oil is an attractive raw material for  bio diesel production. It was produced by two steps of reactions, they are esterification by using H2SO4 catalyst and transesterification by using NaOH catalyst. This study examined the effect of catalyst concentration on the yield of biodiesel and their selected properties. The result showed, that the bio diesel yield  with catalyst concentration increasing from 0,5-1,0 wt%, increased, while increasing the concentration from 1

  19. DESAIN KONSEPTUAL TERAS REAKTOR RISET INOVATIF BERBAHAN BAKAR URANIUM MOLIBDENUM DARI ASPEK NEUTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2015-03-01

    Full Text Available Manfaat yang luas dari penggunaan reaktor riset membuat banyak negara membangun reaktor riset baru. Kecenderungan saat ini adalah reaktor tipe reaktor serbaguna (MPR dengan teras yang kompak untuk mendapatkan fluks neutron yang tinggi dengan daya yang relatif sedang atau rendah. Reaktor riset yang ada di Indonesia yang paling muda usianya sudah berumur 25 tahun. Oleh karena itu diperlukan desain reaktor riset baru sebagai alternatif, disebut reaktor riset inovatif (RRI, kelak pengganti reaktor riset yang sudah ada. Tujuan dari riset ini mendapatkan konfigurasi teras setimbang reaktor riset yang optimal dengan kriteria memiliki fluks neutron termal minimum sebesar 2,5x1014 n/cm2 s pada daya 20 MW (minimum, memiliki panjang operasi satu siklus lebih dari 40 hari dan penggunaan bahan bakar yang paling efisien. Desain neutronik dilakukan untuk bahan bakar baru U-9Mo-Al dengan kerapatan bervariasi dan jenis reflektor yang bervariasi. Desain dilakukan dengan paket program WIMSD-5B dan BATAN-FUEL. Hasil desain konseptual menyajikan 4 konfigurasi teras yaitu 5×5, 5×7, 6×5 dan 6×6. Hasil optimasi menunjukkan bahwa teras setimbang reaktor RRI dengan konfigurasi 5×5, tingkat muat 235U sebesar 450 g, reflektor berilium, fluks neutron termal maksimum di daerah reflektor sebesar 3,33×1014 neutron cm-2s-1 dan panjang siklus 57 hari merupakan desain teras reaktor riset inovatif yang paling optimal. Kata kunci: desain konseptual, bahan bakar uranium-molibdenum,berilium, D2O, WIMS, BATAN-FUEL   The multipurpose of research reactor utilization make many countries build the new research reactor. Trend of this reactor for this moment is multipurpose reactor type with a compact core to get high neutron flux at the low or medium level of power. The research newest reactor in Indonesia right now is already 25 year old. Therefore, it is needed to design a new research reactor, called innovative research reactor (IRR and then as an alternative to replace the old

  20. Permeasi Transdermal Losartan In Vitro dari Larutan dengan Variasi Kadar Losartan dan Propilen Glikol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annas Binarjo

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak Losartan, senyawa antagonis reseptor angiotensin II, mempunyai bioavailabilitas oral 0.25-0.35.  Bioavailabilitas yang rendah ini dapat diatasi dengan penghantaran obat secara transdermal. Enhancer sering ditambahkan ke dalam formula sediaan transdermal, misalnya propilen glikol (PG.  Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh kadar propilen glikol terhadap permeasi transdermal losartan pada kadar obat yang berbeda. Penelitian dilakukan secara in vitro dengan sel difusi tipe vertikal dilakukan terhadap empat formula yaitu 2% potasium losartan (k-los :15% PG (F1, 10% k-los :15% PG (F2, 2% k-los :20% PG (F3, dan 10% k-los: 20% PG (F4 dengan dapar sitrat pH 5 sebagai mediumnya.  Kulit punggung tikus jantan galur wistar digunakan sebagai membran, PBS pH 7,4 sebagai medium kompartemen reseptor, dan HPLC untuk pengukuran kadar k-los dalam kompartemen reseptor dengan detektor UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar k-los dari 2% ke 10% pada kadar PG 15% meningkatkan fluks, sedangkan pada kadar 20% tidak berpengaruh terhadap fluks.  Peningkatan kadar PG dari 15% ke 20% justru menurunkan fluks pada kadar k-los 2%, dan tidak berpengaruh pada kadar k-los 10%.  Nilai lag time tidak berbeda diantara semua fomula. Hal ini berarti penggunaan enhancer PG lebih dari 15% justru merugikan permeasi transdermal. Kata Kunci : transdermal, losartan, propilen glikol, enhancer   Abstract Losartan is an angiotensin receptor antagonis which has low oral bioavailability (0.25-0.35.  Transdermal drug delivery system is needed as one solution for this low oral bioavailability drug.  Propilen glikol (PG, as enhancer, is frequently added in transdermal dosage form.  This research was purposed to explore the effect of PG as losartan permeation enhancer in various concentration of potasium losartan (k-los. The research was carried out in vitro using vertical tipe difusion cel for 4 formulas, i.e. 2% potasium losartan (k-los :15% PG (F1, 10% k

  1. UJI KETAHANAN LARVA UDANG GALAH DARI BEBERAPA SUMBER POPULASI TERHADAP BAKTERI Vibrio harveyi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ikhsan Khasani

    2016-11-01

    Full Text Available Salah satu penyakit yang sering menyerang udang di pembenihan adalah vibriosis, yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan beberapa strain larva udang galah, yaitu asal Sungai Ogan, Sumatera Selatan; Sungai Asahan, Sumatera Utara; Sungai Barito, Kalimantan Selatan; Sungai Ciasem, Jawa Barat; dan strain GIMacro terhadap infeksi bakteri Vibrio harveyi, sebagai dasar perakitan varietas unggul udang galah. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan lima perlakuan, yaitu strain larva dan tiga ulangan. Larva udang galah stadia 4 dari 5 populasi berbeda, dengan panjang rata-rata 2,7±0,4 mm ditempatkan di stoples volume 3 L dengan padat penebaran  larva 100 ekor/L. Setiap wadah diisi 1 L air payau 10‰. Selanjutnya diinfeksi bakteri V. harveyi patogen berumur 24 jam dengan kepadatan 105 cfu/mL. Nauplii Artemia diberikan pada pagi dan sore hari. Parameter yang diamati meliputi pengamatan visual abnormalitas larva uji yang dilihat dari tingkah laku larva dan kondisi organ hepatopankreas, tingkat sintasan, kelimpahan total bakteri Vibrio sp. dan V. harveyi, identifikasi bakteri, dan parameter kualitas air. Selama 48 jam perlakuan sintasan larva yang berasal dari strain induk yang berbeda memberikan hasil berbeda nyata dengan tingkat sintasan tertinggi pada larva asal Barito, yaitu 75%; diikuti GIMacro 65%; Asahan 61,33%; Ciasem 53,66%; strain Ogan 20%. Vibriosis caused by Vibrio harveyi is a serious problem in intensive system hatcheries of freshwater prawn. This study was conducted to study the resistance of larvae from different locations i.e. Ogan River, South Sumatra; Asahan River, North Sumatra; Barito River, South Kalimantan; Ciasem River, West Java; and GIMacro, as part of breeding program to create superior prawn strain. Complete randomized design was used in this study, with 5 treatments, i.e. larvae source and 3 replications. 4th stage of freshwater prawn larvae from

  2. PEMBUATAN FILM PLASTIK BIODEGRADABLE DARI LIMBAH BIJI DURIAN (Durio zibethinus Murr.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Astuti Handayani

    2015-07-01

    Full Text Available Pembuatan film plastik biodegradable dilakukan melalui proses pencampuran menggunakan pelarut aquades dengan komposisi 10 g tepung biji durian, 50 mL larutan kitosan 2% , dan gliserol 25% dari berat pati.Variasi suhu pencampuran yaitu 70oC, 80oC, dan 90oC. Film plastik biodegradable yang dihasilkan dilakukan karakterisasi FTIR, biodegradasi, kuat tarik dan elongasi. Hasil penelitian menunjukkan variasi suhu proses pengadukan mempengaruhi kemampuan kuat tarik dan elongasi. Film plastik biodegradable terbaik dihasilkan pada suhu pengadukan 80oC dengan nilai kuat tarik sebesar 1187,732 N/m2 dan % elongasi sebesar 7,547%. Film plastik biodegradable dari limbah biji durian mampu terdegradasi selama 15 hari, sedangkan variasi suhu proses pengadukan tidak mempengaruhi kemampuan biodegradasi.Gugus fungsi yang terdapat dalam film plastik biodegradable diantaranya C-H, O-H, N-H, C-O, C≡C, C=O, dan C=C. Adanya gugus fungsi amida dan ester dalam analisis FTIR menunjukkan film plastik biodegradable dari limbah biji durian ini dapat terdegradasi dan dapat dikatakan sebagai plastik yang ramah lingkungan.Kata  kunci: film plastik biodegradable, biji durian, degradasi, kuat tarik, elongasi, dan FTIR. The manufacture of the biodegradable plastic film was done through the mixing process using  an aquades solvent with 10 g of durian seed flour, 50 mL of 2% chitosan solution, and 25% of glycerol from the weight of starch. The variation of the mixing temperature are 70oC, 80oC, and 90oC. The biodegradable plastic film was characterized by FTIR, its biodegradation, tensile strength, and elongation. The results were showed that the variations of temperature mixing proses affecting the ability of tensile strength and elongation.The best biodegradable plastic film was produced from the mixing process at 80oC and the value of tensile strength at 1187,732 N/m2 and percentation of elongation at 7,547%. The biodegradable plastic from the waste of durian seed was able to

  3. KANDUNGAN KIMIA SERAT KENAF DARI KOMPOS KULIT UDANG DENGAN PESTISIDA ALAMI KEONG MAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusmini Rusmini

    2017-10-01

    serta bahan baku industri biofuel.  Penelitian bertujuan menghasilkan kandungan kimia serat kenaf terbaik dengan pemberian pupuk organik kompos kulit udang dan pestisida alami keong mas.  Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan  dua faktor dengan faktor pertama kompos dari kulit udang (k yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua adalah pestisida nabati yang terdiri dari tiga taraf (p. Pada setiap penelitian ini  diulang sebanyak 2 ulangan sehingga keseluruhan ada 18 perlakuan.  Variabel yang diamati kandungan kimia serat yang meliputi kadar air batang, holosellulosa, sellulosa dan lignin.  Data yang diperoleh, dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil pada taraf uji 5%.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kandungan holosellulosa pada serat kenaf yang terbaik pada perlakuan p2  dan k2 yaitu 81,2800 %, untuk kandungan sellulosa yang terbaik adalah p0 dan ko yaitu 40,5695% sedangkan untuk lignin tidak dilanjutkan uji lanjut karena menunjukkan tidak beda nyata.

  4. PEMODELAN DAN ANALISIS SEBARAN RADIONUKLIDA DARI PWR PADA KONDISI ABNORMAL DI TAPAK BOJANEGARA-SERANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2015-04-01

    Full Text Available Penambahan pembangkit listrik yang baru khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN berpotensi memberikan konsekuensi radiologis pada masyarakat dan lingkungan, karena adanya lepasan radioaktif dalam kondisi operasi normal maupun abnormal. Oleh karena itu maka pengelola reaktor nuklir harus bisa menyediakan data dan argumentasi yang kuat untuk menjelaskan tentang keselamatan PLTN terhadap lingkungan. Untuk itu perlu dilakukan analisis kondisi abnormal yang terjadi pada PLTN yang akan memberikan konsekuensi radiologis pada lingkungan. Analisis dilakukan dengan membuat pemodelan simulasi kondisi abnormal yang dipostulasikan pada PLTN tipe PWR 1000 MWe serta simulasi dan pemodelan pola potensi lingkungan sebagai daya dukung tapak terhadap penerimaan konsekuensi radiologis tersebut. Pemodelan fenomena transport radionuklida dari teras reaktor sampai ke luar dari sungkup reaktor dilakukan menggunakan perangkat lunak EMERALD dan pemodelan pola dispersi radioaktivitas ke lingkungan dari reaktor meliputi simulasi kondisi meteorologi, distribusi penduduk, produksi dan konsumsi masyarakat pada kondisi ekstrim di daerah studi, menggunakan perangkat lunak GIS, Arcview, Windrose, dan PC COSYMA. Pemodelan konsekuensi radiologis menggunakan tapak contoh daerah Bojanegara-Kramatwatu Pantai Serang-Banten. Dengan menggunakan data sourceterm, data meteorologi dan data dispersi (sebaran penduduk, produksi pertanian dan ternak dan modeling alur paparan (pathway, dihasilkan model sebaran radionuklida dan penerimaan paparan radiasi di lingkungan tapak Bojanegara-Serang, dengan penerimaan dosis radiasi di bawah batas yang diijinkan badan regulator BAPETEN. Kata kunci : PLTN, radioaktivitas, pola dispersi, keselamatan   Additional of electrical power especially Nuclear Power Plant will give radiological consequences to population and environment due to radioactive release in normal and abnormal condition. In consequence the management of nuclear power plant must

  5. Pembuatan Bioplastik Dari Pati Ubi Kayu Berpenguat Nano Serat Jerami dan ZnO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chairul Amni

    2015-12-01

    Full Text Available Production of biodegradable plastic film had been done using cassava starch which serves as a main raw material, distilled water as a solvent, as well as nano fiber straw, ZnO, and a mixture of nano fiber straw and ZnO that function as a reinforcement of bioplastic. Cassava starch was chosen as the raw material for making plastics because of easy to obtain and inexpensive, moreover the use is still very low when compared to other plants that as staple food stuffs, such as rice, corn, potatoes, wheat, and so forth. This research was aimed to make plastics that can reduce the environmental impact by looking at the effect of reinforcing the concentration used for the mechanical properties of the film, water absorption, and the decomposition rate of the plastic. The reinforcer used was nano fibers straw, ZnO, and a mixture of both with a concentration of 1%, 3%, 6%, and 9% of each reinforcer. Testing of mechanical properties (tensile strength and elongation used the Electronic System Universal Testing Machines, testing of water absorption was done by immersing the film in water for 24 hours, and testing of decomposition rate was done by burying the film into the ground. The results showed the highest tensile strength values was 0.32 kgf/mm2obtained at a concentration of 9% ZnO, whereas the highest percent elongation was 34% obtained at a concentration of 1% nano-fiber straw. The lowest water absorption was 16% obtained at a concentration of 9% ZnO. The highest absorption of water was 27.23% obtained at a concentration of 1% nano-fiber straw and the decomposition process occured for 18-27 days.ABSTRAKPembuatan film plastik biodegradable telah dilakukan dengan menggunakan pati ubi kayu  yang berfungsi sebagai bahan baku utama dan bahan-bahan lain yaitu aquades yang berfungsi sebagai pelarut, serta  nano serat jerami, ZnO dan campuran dari serat jerami dan ZnO yang berfungsi sebagai penguat bioplastik. Pati ubi kayu dipilih sebagai bahan baku

  6. Produksi Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Au/HZSM-5 dan Kompositnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tillotama Anindita Sari

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak menyebabkan cadangan minyak bumi semakin menipis sehingga perlu adanya pengembangan bahan lain sebagai sumber bahan bakar alternatif yang dapat menggantikannya. Salah satu produk energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui adalah biofuel. Perubahan minyak sawit menjadi biofuel salah satunya adalah dengan proses perengkahan katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dimana dalam penelitian ini akan dipelajari kondisi operasi dan  unjuk kerja katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada reaksi perengkahan minyak sawit menjadi biofuel. Penelitian ini diharapakan mampu menghasilkan teknologi pembuatan katalis baru dan teknologi proses baru dalam proses produksi biofuel pada proses perengkahan katalitik asam palmitat dari minyak sawit. Pada penelitian ini biofuel telah berhasil diperoleh pada proses perengkahan minyak sawit menggunakan katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada berbagai temperatur dan laju alir gas N2. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu sintesa katalis, karakterisasi katalis dan proses perengkahan katalitik. Au/HZSM-5 disintesa dengan metode Plank dan katalis komposit disentesa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Qjang Tang et all. Hasil yang telah berhasil disintesa dikarakterisasi dengan Energy Difraction X-Ray (EDX, X-Ray Difraction (XRD dan Brunaur Emmet Teller (BET. Dari hasil karakterisasi dapat disimpulkan bahwa katalis yang telah disintetis telah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai katalis pada proses perengkahan. Proses perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed dengan berat katalis yang digunakan sebanyak 2 gram dan proses perengkahan dimulai saat gas N2 dialirkan selama 60 menit. Proses perengkahan dilakukan pada variasi temperatur 350-550 °C dan laju alir gas N2 90-400 ml/min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang

  7. SINTESIS BIODISEL DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KOH UNTUK TAHAPAN TRANSESTERIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Dewi Kusumaningtyas

    2013-05-01

    Full Text Available Bahan bakar yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel atau fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel berasal dari minyak nabati yang dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik, dan mudah diperoleh. Pada penelitian ini digunakan minyak biji karet untuk sintesis FAME. Proses utama dalam pembuatan FAME adalah transesterifikasi. Penelitian ini mengkaji hasil optimum dari variasi konsentrasi katalis KOH dan suhu reaksi pada reaksi transesterifikasi. Preparasi minyak biji karet dengan menggunakan arang aktif granular diikuti dengan degumming. Reaksi esterifikasi dilaksanakan pada kondisi operasi 500 C selama 1 jam, katalis asam sulfat (98% sebesar 0,5% volume minyak, dan metanol sebesar 20% volume minyak. Reaksi transesterifikasi dilaksanakan selama 1 jam, serta perbandingan volume minyak dan metanol sebesar 4:1. Analisis kadar metil ester yang terbentuk, jumlah komponen, dan komposisinya yang terdapat pada senyawa hasil dilakukan dengan menggunakan alat GC. Kondisi operasi terbaik pada transesterifikasi minyak biji karet menjadi metil ester adalah pada katalis KOH 1% dan suhu 60 0C. Berdasarkan uji sifat-sifat fisis, metil ester yang dihasilkan belum semua memenuhi mutu sifat fisis biodiesel yang disyaratkan. The most widely used fuel is diesel fuel or fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel is derived from vegetable oil that can be renewed, can be produced periodically, and easy to obtain. In this research, the rubber seed was used for synthesizing the FAME. The main process in the production of FAME is transesterification. This study examined the optimum result from variations of the concentration of KOH catalyst and the reaction temperature on the transesterification reaction. Preparation of the rubber seed oil using granular activated charcoal was followed by degumming. Esterification reaction was carried out at 50 oC for 1 h with the sulfuric acid catalyst of 0.5% by volume of oil and methanol of 20% by the volume of

  8. PENGARUH STRUKTUR PORI TERHADAP KAPASITANSI ELEKTRODA SUPERKAPASITOR YANG DIBUAT DARI KARBON NANOPORI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Ariyanto

    2012-05-01

    Full Text Available THE EFFECT OF PORE STRUCTURE ON THE ELECTRODE CAPACITANCE OF SUPERCAPACITOR PREPARED BY NANOPOROUS CARBON. Nanoporous carbons, due to high specific surface area, high pore accessibility, and relatively low cost, have been used as material electrode supercapacitors. In this work, the influence of pore structure of nanoporous carbons on the specific capacitance of supercapacitors was examined. Nanoporous carbons with several types of pore structure were prepared by carbonization of phenolic resin produced by polymeric condensation of phenolic compound with formaldehyde. Furthermore, ethylene glycol, as a filler, was added in the phenolic resin polymerization to increase the mesoporosity of nanoporous carbon. The nanoporous carbons produced were characterized for their surface morphology, specific internal surface area (BET method, and pore structure. Samples were used as electrode material in supercapacitor and specific capacitances were characterized by galvanostatic test using 30% KOH aqueous solution as electrolyte. The capacitance test of supercapacitors exhibited that increasing mesoporosity increase specific capacitance value of supercapacitors. The highest specific capacitance of 336 F/g was obtained by using mesoporous carbon produced by carbonization of resorcinol phenol formaldehyde ethylene glycol (C-RPFEG2 as electrode material of supercapacitors.  Karbon nanopori dikarenakan memiliki luas permukaan internal yang tinggi, aksesibilitas pori yang baik, dan relatif murah telah digunakan sebagai material elektroda superkapasitor. Pada penelitian ini, pengaruh struktur pori dari karbon nanopori terhadap kapasitansi spesifik superkapasitor telah dipelajari. Karbon berpori dengan berbagai struktur pori dibuat dengan cara karbonisasi phenolic resin yang dibuat dengan cara polimerisaasi kondensasi senyawa phenolic dengan formaldehyde. Selain itu, etilen glikol sebagai filler ditambahkan pada saat polimerisasi phenolic resin untuk meningkatkan

  9. Analisis Kriteria Pengembangan Penganggaran Elektronik Menggunakan Software Quality Function Deployment (SQFD dari Sudut Pandang Pengguna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmi Kartika Jati

    2017-08-01

    Full Text Available Pesatnya perkembangan sistem informasi menjadi pemicu dalam pengembangan aplikasi pendukung operasional organisasi. Tak terkecuali pemerintah Indonesia. Sebagai organisasi yang besar, pemerintah Indonesia memandang perlu adanya perbaikan layanan kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan menetapkan penerapan e-government. E-government merupakan salah satu alat yang digunakan dalam perbaikan birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Pusat Penelitian X sebagai lembaga pemerintahan melakukan perbaikan terus menerus untuk meningkatkan tata kelola organisasi. Dari beberapa area yang akan menjadi objek pengembangan e-government, pihak manajemen Pusat Penelitian X memutuskan untuk memprioritaskan perbaikan pada proses keuangan, khususnya proses penganggaran. Dalam rangka perbaikan proses anggaran tersebut, perlu kajian terkait pengembangan penganggaran elektronik. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk pengembangan penganggaran elektronik di Pusat Penelitian X. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan Software Quality Function Deployment (SQFD yang merupakan pengembangan Quality Function Deployment (QFD tradisional yang umum digunakan pada pengembangan produk manufaktur. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa dalam pengembangan penganggaran elektronik di Pusat Penelitian X, programmer perlu memperhatikan delapan kriteria prioritas yang menurut pengguna perlu ada di dalam penganggaran elektronik. Dimana delapan kriteria prioritas tersebut dapat digunakan sebagai dasar pengetesan sistem untuk finalisasi pengembangan penganggaran elektronik.*****The rapid development of information system is the trigger for the developing of organization operational support applications. This is also the case of Indonesian government. As a big organization, Indonesian government sees the need of improving public services. Those can be conducted by implementing e-government, as a tool to improve the bureaucracy and governance effectively and

  10. Kajian Termodinamika Adsorpsi Hibrida Merkapto-Silika dari Abu Sekam Padi Terhadap Ion Co(II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Rasy Mujiyanti

    2017-03-01

    Full Text Available AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang kajian termodinamika adsorpsi hibrida merkapto-silika dari abu sekam padi terhadap ion Co(II. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas dan energi adsorpsi hibrida merkapto-silika (HMS dan silika gel (SG terhadap ion Co(II. Pada penelitian ini, silika gel dibuat menggunakan natrium silikat dari abu sekam padi. Selanjutnya, senyawa organik 3-(trimetoksisilil-1-propantiol diimobilisasi pada SG menghasilkan HMS. Adsorben dikarakterisasi menggunakan difraktometer sinar-X dan spektrofotometer FTIR. Larutan Co(II kemudian dikontakkan dengan SG dan HMS pada variasi pH, waktu, dan konsentrasi awal. Hasil penelitian kapasitas adsorpsi yang diperoleh HMS hampir tiga kali lebih besar dibandingkan dengan SG, dengan besarnya kapasitas adsorpsi masing-masing yaitu 250,00 mg/g dan 90,91 mg/g. Sedangkan energi adsorpsi yang diperoleh adalah 51,69 KJ/mol untuk SG, dan 23,65 KJ/mol untuk HMS.Kata kunci : sekam padi, hibrida merkapto-silika, adsorpsi, ion Co(IIAbstractA research on the study of the thermodynamics of adsorption mercapto-silica hybrid from rice husk ash to the ions Co (II has been done. This study aims to determine capacity and energy adsorption of hybrid mercapto-silica (HMS and silica gel (SG to the ions Co (II . In this study, silica gel was made using sodium silicate from rice husk ash. Furthermore, the organic compound 3-(trimethoxysilil -1-prophantiol immobilized on SG to HMS produced. Adsorbents were characterized using X-ray diffraction and FTIR spectrophotometer. Solution of Co (II is then contacted with the SG and HMS at the variation of pH, time , and initial concentration. The results obtained by HMS adsorption capacity is almost three times larger than the SG, the magnitude of adsorption capacity of each is 250.00 mg / g and 90.91 mg / g . While the adsorption energy obtained is 51.69 KJ / mol for SG , and 23.65 KJ / mol for HMS.Keywords : rice husk, mercapto-silica hybrid , adsorption

  11. PEMBUATAN KULTUR SEL PRIMER DARI SIRIP EKOR IKAN MAS (Cyprinus carpio

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Sumiati

    2009-04-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat kultur sel primer dari sirip ekor ikan mas (Cyprinus carpio dan diberi nama common carp tail (CCT. Explant ditumbuhkan dalam cawan kultur (culture flask ukuran 25 cm2 yang berisi media Leibovitz’s L-15 dengan penambahan serum 20%, Penicillin 250 IU, Streptomycin 250 µg/mL, Kanamycin Sulfate 250 µg/mL dan L-Glutamin 2 mM, serta diinkubasi pada suhu 28oC. Perbedaan perlakuan berupa waktu pergantian media dan konsentrasi media dilakukan untuk mendapatkan kultur sel primer. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa explant menunjukkan pertumbuhan sel setelah diinkubasi selama 24 jam. Pembentukan sel selapis (monolayer mulai terlihat pada hari ke-4. Pasase pertama dilakukan pada hari ke-21 saat konfluensi mencapai 65%. Pasase selanjutnya dilakukan setiap 3 minggu di mana konfluensi mencapai 70%-80%. CCT terdiri atas sel berbentuk fibroblas dan epitel, dan berhasil dipasase sebanyak 12 kali selama lebih 2 tahun pemeliharaan. The objectives of this research were to develop primary cell from caudal fin of common carp (Cyprinus carpio and designate it as Common Carp Tail (CCT. The explants were maintained in 25 cm2 tissue culture flask containing Leibovitz’s L-15 medium supplemented with 20% Fetal bovine serum, 250IU Penicilline, 250 µg/mL Streptomycin, 250 µg/mL Kanamycin Sulphate and 2 mM L-Glutamin, and incubated at 28oC. Different concentrations of glutamine and media, and timing of media replacement were applied to establish primary cell culture. The result showed that explants produced cell outgrowth after 24 hours of incubation. Monolayer was first observed at day 4th. First passage was done at day 21st when the cells achieved 65% confluent. The subsequence passages were done every 3 weeks when the cells reached 70-80% confluent. CCT consisted of both fibroblast-like and epithelial-like cells, and has been passaged for 12 times for over 2 years.

  12. Pembentukan Hidrogen dari Air Secara Fotokatalitik oleh Serbuk TiO2 yang Didoping Nitrogen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Febrina Arfi

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak   Kesadaran terhadap ancaman krisis energi karena kebutuhan yang sangat besar dan pencemaran lingkungan yang terjadi, maka perlu dilakukan penelitian untuk menghasilkan sumber energi alternatif. Hidrogen merupakan energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, ramah lingkungan, dan dihasilkan dari sumber yang melimpah di bumi  yaitu air. Salah satu metode yang dipakai untuk memproduksi gas hidrogen adalah metode fotolisis. Katalis yang digunakan adalah TiO2 yang didoping N, tujuannya mempelajari pengaruh variasi perbandingan TiO2/N terhadap aktifitas fotokatalitik pembentukan hidrogen. Hasil penelitian memperlihatkan produksi gas menggunakan TiO2/N pada kondisi optimum terjadi pada perbandingan 4:6 yang menghasilkan gas 2.2 mL. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa TiO2 doping N dapat membantu pembentukan gas secara fotokatalitik.   Kata kunci : Fotolisis, katalis, doping, fotokatalitik Abstract The awareness about energy crisis is rising quickly. Consider to the very fast growing need of energy and the environmental impact caused by the conventional energy, so that the research about renewable energy as an alternative energy resource is very urgent. Therefore, the research to produce hydrogen as an alternative energy resourse was conducted. Hydrogen can be used as a green fuel which can be extracted from water, a huge amount of resource on the earth. In this research, the photolysis method was used. Nitrogen-doped TiO2 catalyst was used in order to analyse the influence of variational ratio of TiO2/N to the photocatalytic process of hydrogen production. The result shows that the optimum condition in producing gas using TiO2/N occured at the ratio 4:3 which produced as much as 2.2 ml gas. From this result can be concluded that Nitrogen-doped TiO2 supports the extraction of gas in photocatalytic process.   Keywords: Photolysis, catalys, doped, photocatalytic   DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3077

  13. Rekayasa Glukosa Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Melalui Proses Fermentasi Dengan Saccharomyces cerevisiae Menjadi Bioetanol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasruddin Nasruddin

    2013-06-01

    Full Text Available This research aims to study the performance of Saccharomyces cerevisiae in glucose engineering into bioethanol. Glucose comes from palm oil empty fruit bunches that had been pretreated by delignification and fermentation. Glucose solution result from hydrolysis for each treatment of 500 ml was fermented with Saccharomyces cerevisiae (2, 4, 6 and 8 g, fermentation time (4, 6, 8 and 10 days. Result of fermentation was distilled at 75°C ± 5°C for 60 minutes. Bioethanol produced were tested including: specific gravity by using picnometer and acidity was tested by volumetric methods. The analysis showed that the best bioethanol produced in this experiment, followed by laboratory tests obtained from the interaction between treatments for time of hydrolysis by Aspergillus niger for 6 days, with 4 grams of Saccharomyces cerevisiae fermentation for 6 days. Based on the test results of bioethanol obtained density 0.9873 g/cm3, percentage of bioethanol 9.2889% (v/v and acid number value 1.820 mg/L.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajarai kinerja Saccharomyces cerevisiae  merekayasa glukosa menjadi bioetanol. Glukosa berasal dari tandan kosong kelapa sawit yang telah dilakukan pretreatment dengan cara delignifikasi dan fermentasi. Larutan glukosa hasil hidrolisis untuk masing-masing perlakuan sebanyak 500 mL difermentasi dengan S. cerevisiae (2; 4; 6 dan 8 g, waktu fermentasi (4; 6; 8 dan 10 hari. Hasil fermentasi didestilasi pada suhu 75oC ± 5oC selama 60 menit. Bioetanol yang dihasilkan diuji yang meliputi : berat jenis dengan mengunakan piknometer dan keasaman diuji dengan metode volumetri. Hasil analisis menunjukkan bioetanol yang terbaik berdasarkan hasil percobaan yang dilanjutkan dengan uji laboratorium didapatkan dari interaksi antar perlakuan untuk waktu hidrolisis dengan Aspergilus niger selama 6 hari, fermentasi dengan 4 gram Saccharomyces cerevisiae selama 6 hari. Berdasarkan hasil uji bioetanol untuk berat jenis 0,9873 g/cm3

  14. PRODUKSI ENZIM SELULASE DARI BAKTERI TS2b YANG DIISOLASI DARI RUMPUT LAUT DAN PEMANFAATANNYA DALAM MENGHIDROLISIS KULIT UBI KAYU DAN DAUN UBI KAYU SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN Irma

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Melati

    2014-08-01

    mengingat makin meningkatnya harga pakan ikan. Salah satu bahan yang berpotensi untuk dimanfaatkan adalah kulit ubi kayu (KUK dan daun ubi kayu (DUK. Tingginya kadar serat kasar khususnya selulosa dalam bahan baku tersebut, menjadi kendala dalam upaya pemanfaatannya. Penggunaan enzim selulase dapat menjadi alternatif untuk menangani masalah tersebut. Kemampuan komplek enzim selulase dari bakteri selulolitik dalam mendegradasi selulosa sangat beragam. Tujuan penelitian ini adalah memproduksi dan memanfaatkan enzim selulase dari bakteri yang diisolasi dari rumput laut untuk menghidrolisis KUK, DUK, dan selulosa murni (Carboxymethyl Cellulose. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap yaitu: pertama adalah produksi optimum enzim selulase dari bakteri TS2b dengan waktu inkubasi 24, 48, 72, 78, dan 96 jam dan kedua adalah tahap untuk mengetahui kemampuan enzim selulase bakteri TS2b dalam menghidrolisis KUK, DUK, dan Carboxymethyl Cellulose (CMC (in vitro. Parameter yang diamati adalah aktivitas enzim selulase berdasarkan modifikasi metode Miller dan kadar gula pereduksi (glukosa berdasarkan metode DNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimum untuk produksi enzim selulase terjadi pada jam ke-78 yaitu sebesar 0,0214 U/mL dengan kadar glukosa yang dilepaskan sebesar 0,0231 mg/L. Daya hidrolisis enzim selulase tertinggi diperoleh pada substrat KUK dengan aktivitas enzim selulase dan kadar gula pereduksi yang dilepaskan berturutturut sebesar 0,0179 U/mL dan 0,9701 mg/L; sedangkan daya hidrolisis terendah diperoleh pada substrat DUK dengan aktivitas selulase sebesar 0,0015 U/mL dan kadar gula pereduksi yang dilepaskan sebesar 0,0787 mg/L. Enzim selulase isolat TS2b mempunyai kemampuan menghidrolisis substrat KUK dengan baik, tapi kurang efektif untuk menghidrolisis CMC dan DUK.

  15. UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TAMBAK DI TANAH SULFAT MASAM DENGAN MENGURANGI UNSUR TOKSIK DARI PEMATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brata Pantjara

    2016-11-01

    Full Text Available Kegagalan budi daya udang windu di tambak tanah sulfat masam disebabkan adanya kelarutan unsur toksik dalam tambak yang diduga berasal dari pematang terutama pada saat hujan lebat. Oleh karena itu, dalam pemanfaatan untuk tambak di lahan semacam ini diperlukan upaya mencegah terjadinya kelarutan senyawa toksik tersebut melalui perbaikan pematang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pematang tambak yang baik di tanah sulfat masam terhadap peningkatan kualitas air dan pertumbuhan serta sintasan udang windu. Penelitian dilakukan di Instalasi Tambak Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros. Sebanyak 9 tambak berukuran luasan 800 m2 dan padat penebaran tokolan udang windu 5 ekor/m2. Pemeliharaan terhadap hewan uji dilakukan selama 12 minggu. Perlakuan kondisi pematang adalah pematang yang dilapisi kapur (A; Pematang yang permukaannya ditambah dolomit (B; Pematang yang permukaannya dilapisi plastik (C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tambak dengan kondisi pematang pada A dan C menghasilkan kualitas air yang lebih baik dibandingkan B. Semua perlakuan kondisi pematang menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05 terhadap pertumbuhan udang windu. Kondisi pematang pada perlakuan A dan C di tambak tanah sulfat masam berpengaruh nyata (P0.05. The pond dyke condition to A and C treatments in acid sulphate soil was significantly (P<0.15 to compare with B treatment to survival rate. The survival rate was obtained by the end of research each to the A and C treatments were 29.86% and 28.82% and B treatment was 6.1%.

  16. Rekayasa Katalis Ni/Zn-HZSM-5 untuk Memproduksi Biofuel dari Minyak Bintaro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Iqbal

    2014-09-01

    Full Text Available Sumber energi alternatif terbarukan sangat diperlukan pada masa kini, sebab penggunaan sumber energi fosil tidak dapat menjadi andalan untuk masa depan. Hal ini karena sumber energi fosil semakin menipis dan penggunaannya menghasilkan emisi CO2 yang tidak ramah lingkungan. Salah satu sumber energi alternatif yang menjanjikan adalah biofuel. Biofuel merupakan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh katalis berpromotor ganda Ni/Zn-HZSM-5 dan suhu terhadap proses perengkahan minyak bintaro untuk memproduksi biofuel. Variabel yang digunakan adalah perbandingan massa Ni terhadap Zn, perbandingan massa logam terhadap katalis total serta suhu. Parameter kualitas biofuel dapat dilihat dari nilai selektivitas. Selektivitas maksimum gasoline sebesar 52,42% tercapai pada suhu 350°C dan selektivitas maksimum kerosene sebesar 86,72% tercapai pada suhu 400°C pada pengguunaan katalis dengan perbandingan Ni:Zn sebesar 1:1 dengan logam 2% massa total katalis. Diperlukan penelitian yang lebih lanjut untuk memproduksi biofuel yang lebih berkualitas pada suhu yang lebih tinggi dan massa katalis yang lebih besar.

  17. PENGENDALIAN PROSES PURIFIKASI DME DAN METANOL PADA PABRIK DME DARI GAS SINTESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Wahid

    2015-02-01

    Full Text Available Pengembangan produksi DME (dimetil eter sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan sudah banyak dilakukan di negara-negara lain seperti Jerman, Belanda, Australia, Jepang, China dan Taiwan. Indonesia masih mengimpor DME untuk memenuhi seluruh kebutuhan industri dalam negeri, karena itu perlu didirikan pabrik pembuatan DME. Proses pembuatan DME secara indirect melibatkan sintesis metanol, dehidrasi metanol, purifikasi DME hingga purifikasi metanol untuk di recylce. Optimasi proses purifikasi DME dilakukan dengan mendapatkan kinerja pengendalian yang optimum pada proses purifikasi DME hingga purifikasi metanol. Unit-unit yang ada pada proses purifikasi DME ialah unit distilasi DME, unit cooler dan unit storage tank, sedangkan pada proses purifikasi metanol terdapat unit distilasi metanol, unit cooler dan unit pompa. Proses purifikasi DME dan Metanol ini mengandalkan unit distilasi yang memiliki suhu operasi hingga 190oC dan tekanan hingga 1950 kPa. Sistem pengendalian yang dipilih untuk proses ini ialah jenis pengendali Proportional Integral (PI karena dapat menangani hampir setiap situasi pengendalian proses di dalam skala industri. Penelitian ini menggunakan pemodelan penyetelan pengendali Ziegler Nichols dan Lopez, lalu dibandingkan nilai parameter kinerja pengendalinya yaitu Offset, Rise Time, Time of First Peak, Settling Time, Periode osilasi, Decay Ratio, Overshoot, Deviasi maksimum, Integral Absolute Error (IAE dan Integral Square Error (ISE dari kedua jenis penyetelan tersebut. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk penentuan variabel input dan output yang optimum pada proses purifikasi DME dan Metanol yang dapat diterapkan pada pabrik DME.

  18. JALUR SEPEDA SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM TRANSPORTASI KOTA YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A Artiningsih

    2016-01-01

    Full Text Available Menciptakan kota berwawasan lingkungan dapat diupayakan dengan mengurangi volume kendaraan, misalnya melalui penggunaan angkutan umum massal atau penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Penggunaan sepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan di Jakarta, telah diinisiasi oleh komunitas yang menerapkan gaya hidup berwawasan lingkungan, misalnya komunitas B2W (Bike to Work. Sepeda menjadi pilihan menarik karena biaya operasionalnya yang murah, dan kesanggupan memperpendek waktu tempuh di jalanan yang macet, serta kemampuannya bermanuver di sela-sela kendaraan lain. Namun sekarang ini jalur khusus sepeda, maupun lahan parkir khusus sepeda di per-kotaan masih terbatas. Akibatnya, muncul ancaman terhadap keselamatan pengguna sepeda, karena harus berkendara pada kondisi jalan tanpa pemisah jalur kendaraan bermotor dan tidak bermotor. Akibatnya ada okupansi pedestrian menjadi jalur sepeda, yang akhirnya mengancam keselamatan pe-jalan kaki. Banyak hal patut dipertanyakan. Apa urgensi jalur sepeda pada pengembangan infratruktur jalan di perkotaan? Apakah kemudian upaya pengembangan jalur sepeda tidak akan menjadi hal yang kontra produktif dalam penataan ruang? Mengingat, penciptaan kota berkelanjutan melalui perenca-naan dan pengelolaan sistem transportasi baru efektif jika terintegrasi dengan strategi pengelolaan penggunaan lahan dan lingkungan. Alokasi jalur sepeda di perkotaan bukanlah upaya yang berdiri sendiri, namun harus menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian strategi pem-bangunan berkelanjutan yang dilakukan secara simultan.

  19. MORFOLOGI , ANATOMI DAN KANDUNGAN KIMIA BENIH MINDI DARI BERBAGAI ASAL BENIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianti Bramasto

    2016-09-01

    Full Text Available Perkecambahan benih mindi (Melia azedarach masih mengalami kendala, yang terekspresikan dari masih rendahnya daya berkecambah benih, sehingga akan mempengaruhi penyediaan bibit mindi yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur morfologi, anatomi serta kandungan kimia pada benih mindi. Struktur morfologi dan anatomi benih didasarkan pada struktur makroskopis dan mikroskopis, sedangkan kandungan kimia benih adalah lignin, lemak dan Abscisic acid (ABA. Berdasarkan hasil pengujian terhadap struktur anatomi benih mindi, ketebalan endocarp berkisar antara 331,4 –1448,2 µm dan tebal testa berkisar 41,9–148,6 µm, dengan kerapatan sel berkisar 2031-4635 sel per mm2. Benih mindi mengandung ABA cukup tinggi (0,0386- 0,0955 mg/g dengan kadar lignin pada kulit benih termasuk kategori sedang yaitu berkisar antara 22,26-26,57%. Keberadaan ABA pada benih dapat menjadi faktor penghambat dalam perkecambahan, demikian pula dengan ketebalan dan kekerasan endocarp yang disebabkan oleh adanya lignin. Oleh karena itu perlu dilakukan delignifikasi untuk dapat meningkatkan daya berkecambah benih mindi.

  20. EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI PEKTIN DARI BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi,L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Roikah

    2016-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan ekstraksi pektin dari belimbing wuluhdengan variasi suhu ekstraksi 60 dan 100°C, serta variasi waktu ekstraksi 30, 60, 90 dan 120 menit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu dan waktu ekstraksi terbaik. Proses ekstraksi dengan metode refluks menggunakan air destilatyang telah ditambahkan dengan asam klorida. Proses selanjutnya adalah pengendapkan,pencucian dan pengeringan. Pektin yang dihasilkan dianalisis kemudian pektin terbaik dipilih menggunakan perhitungan metode Bayes. Kondisi ekstraksi pektin terbaik adalah pada suhu 100°C dengan waktu ekstraksi 30 menit dengan karakteristik sebagai beerikut: rendemen 0,38%, kadar abu 2,92%, kadar air 25,40%, berat ekivalen 650,77%, kadar metoksil 5,01%, kadar galakturonat 55,51%, derajat esterifikasi 51,25% dan viskositas 22cP. Pektin hasil ekstraksi terbaik telah memenuhi standarInternational Pectin Producers Assosiation (IPPA. Pektin terbaik memiliki warna coklat yang lebih gelap dibandingkan dengan pektin komersial. Hasil analisis FT-IR menunjukkan pektin terbaik dan pektin komersial keduanya mengandung gugus fungsi O-H, C-H alifatik, C=O, CH3, dan C-O.

  1. ISOLASI DAN PURIFIKASI FITASE DARI KOTILEDON KEDELAI [GLYCINE MAX (L. MERR.] HASIL PERKECAMBAHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MISWAR MISWAR

    2012-09-01

    Full Text Available RINGKASAN Asam fitat (myo-inositol hexakisphosphate merupakan bentuk utama unsur P yang terdapat dalam biji legum dan sereal. Selama proses perkecambahan, unsur P dari asam fitat digunakan sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan kecambah. Hidrolisis asam fitat dalam biji oleh aktivitas fitase akan melepaskan inositol dan fosfat bebas. Tidak adanya aktivitas fitase dalam saluran pencernaan ternak non-ruminansia menyebabkan mineral dan unsur nutrisi lain yang terikat pada asam fitat tidak dapat diserap. Penggunaan fitase untuk menghidrolisis asam fitat meningkatkan daya serap usus terhadap mineral dan unsur nutrisi lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas fitase pada kotiledon kedelai hasil perkecambahan. Biji kedelai ditumbuhkan pada media kapas basah selama 14 hari dan setiap 2 hari kotiledon dipanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji kedelai var. Bromo yang dikecambahkan selama 10 hari menghasilkan aktivitas fitase kotiledon tertinggi. Purifikasi fitase kotiledon kedelai dengan amonium sulfat dan fraksinasi dengan DEAE-celullose menghasilkan tiga bentuk fitase. Fitase 2 mempunyai aktivitas spesifik tertinggi (35,96 ug Pi jam-1mg protein-1 dengan nilai km dan Vmaks masing-masing sebesar 0.221 mM asam fitat dan 0.383 ?Pi jam-1.

  2. VERBA TRILITERAL BAHASA ARAB: TINJAUAN DARI PREPEKTIF MORFOLOGI DERIVASI DAN INFLEKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ridwan

    2015-04-01

    Full Text Available Abstract As aglutination language arabic verb is polymorphemic word. Among the Arabic verbs are verbs called basic triliteral verbs. In addition to the root morpheme, three are other morphemes contained in the basic triliteral verbs. This study is to reveal the number and shape of morphemes contained basic triliteral verb. Methode of data collection to gather basic triliteral verb conjugation and listening means. The analys method used is distributional method that realized with the technique opposition, the immediate constituen. The conclution of this research the basic triliteral verbs commpossed by the root morpheme, transffix, affixperson, number, and gender. Keywords: Aglutination, basic triliteral verbs, morpheme, affix.      Abstrak Sebagai bahasa bertipe aglutinatif, verba dalam bahasa Arab memiliki bentuk-bentuk inflektif dan derivatif karena verba bahasa Arab merupakan kata polimorfermik. Di antara verba-verba bahasa Arab terdapat verba yang disebut verba dasar triliteral. Selain morfem akar, terdapat morfem-morfem lain yang terdapat pada verba dasar triliteral. Makalah ini mengungkap paradigma persona, jumlah, dan gender pada verba dasar trilateral. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyimak konjugasi verba dasar triliteral. Metode analisis yang digunakan adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dan oposisi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah verba dasar triliteral tersusun atas morfem akar, transfiks, dan afiks persona, jumlah dan jenis. Kata-kata kunci: Aglutinatif, verba dasar triliteral, morfem, afiks.

  3. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Kimia dari Ekstrak n-heksan Batang Benalu Tanaman Jeruk (Dendrophtoe pentandra (L. Miq.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    rizky maulida amalia hanif

    2016-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian isolasi dan identifikasi senyawa kimia dari ekstrak n-heksan batang benalu tanaman jeruk (Dendrophtoe pentandra (L. Miq.. Penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol dan air, uji fitokimia, uji mortalitas larva udang dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test serta isolasi dengan kromatografi kolom dan identifikasi dengan menggunakan spektrofotometer Fourier Transform Infra Red (FT-IR dan Kromatografi Gas – Spektrometri Massa (KG-SM. Dari hasil uji mortalitas larva udang didapatkan bahwa ekstrak n-heksan adalah ekstrak yang paling aktif kemudian dilanjutkan pada proses isolasi dan diperoleh isolat n-heksan 3.2 yang memiliki nilai toksisitas (LC50 sebesar 92,197 ppm. Berdasarkan hasil analisis dengan spektrofotometer FT-IR dan KG-SM senyawa kimia yang diduga terdapat dalam ekstrak n-heksan batang benalu tanaman jeruk (Dendrophtoe pentandra (L. Miq. adalah senyawa Stigmasterol.

  4. Power Switching Pada Automatic Transfer Switch Dalam Menjaga Keandalan Power Supply Yang Dicatu Dari Pln Dan Genset

    OpenAIRE

    Sabari, Wandi Perdana, Tohari

    2012-01-01

    Genset akan beroperasi jika suplai dari PLN padam dan genset merupakan suatu mesin/alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik dengan diseting/dioperasikan secara otomatis melalui alat Automatic Transfer Switch.Setelah melakukan perencanaan dan menganalisa serta praktek membuat alat peraga berupa alat ATS maka diperoleh hasilnya antara lain ATS adalah alat sistem otomatis yang berfungsi sebagai pemindah saluran daya listrik untuk menjaga keandalan sistem kelistrikkannya dim...

  5. Contamination from gold and platinum-group metals mining in the Gulf of Darién, Colombia

    Science.gov (United States)

    Vasquez-Bedoya, L.; Palacio Baena, J.

    2013-12-01

    Gulf of Darién, triangular southernmost extension of the Caribbean Sea, bounded by Panama on the southwest and by Colombia on the southeast and east. The Gulf is made up of 17 municipalities in the department of Choco and Antioquia. The Gulf of Darién is a geostrategic region, rich in biodiversity, known for its natural resources of minerals, oil, lumber as well as its water and fertile land. The Darién also acts as the bridge between South America and Central America and has access to the Pacific Ocean and the Caribbean Sea. The economy in the region is based mainly on agribusinesses, tourism and mining activities, mainly the 'mining of gold and platinum-group metals'. In our study we determined the degree of trace element contamination in estuarine sediment samples originated from mining activities and municipal waste water discharges of effluents on the gulf of Darién. . Surface samples were taken from 17 locations through the entire Gulf. Grain size, Corg, Ag, Al, Ca , Cr, Cu, Fe, Mg, Mn, Na, Ni, Pb and Zn concentrations were analyzed, and enrichment factors (EF) as well as geo-accumulation indices (Igeo) were calculated. Concentrations of Pb, Zn, Ni, Cu and Cr show levels that are consistent with those typically found in urbanized marine environments. EF and Igeo values revealed that the Gulf is extremely contaminated with Ag and moderately contaminated with Cr and Zn. The sources of Cr, Ag, Hg and Zn are associated with the development of mining activities in the Atrato River basin. The observed enrichment of Ag may be explained as a residue of the extraction of gold and platinum-group metals.

  6. Sintesis N-Etanol -9,10,12- Trihidroksi Stearamida Yang Diturunkan Dari Minyak Jarak (Ricinus Communis Linn.)

    OpenAIRE

    Manurung, Simon

    2008-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan metil risinoleat yang merupakan komponen utama sebagai trigliserida yang dijumpai pada minyak jarak (Ricinus Communis Linn.) sebagai bahan untuk sintesis senyawa N-etanol-9,10,12-trihidroksi stearamida. Untuk mendapatkan senyawa N-etanol-9,10,12-trihidroksi stearamida, minyak jarak terlebih dahulu dimetanolisis dengan metanol menggunakan katalis H2SO4 dalam pelarut benzena pada kondisi refluks. Metil risinoleat dipisahkan dari metil ester asam le...

  7. Pengambilan Minyak Atsiri dari Daun dan Batang Serai Wangi (Cymbopogon winterianus Menggunakan Metode Distilasi Uap dan Air dengan Pemanasan Microwave

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuni Eko Feriyanto

    2013-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pengambilan minyak serai wangi (Citronella oil dari daun dan batang serai wangi dengan metode distilasi uap dan air dengan pemanasan microwave dan membandingkan hasil yang didapatkan dengan penelitian terdahulu yaitu hydro distillation dan steam distillation kemudian mempelajari beberapa faktor yang berpengaruh terhadap rendemen dan mutu  minyak serai wangi yang dihasilkan seperti pengaruh kondisi bahan (segar dan layu dari daun dan batang serai wangi, pengaruh perlakuan bahan (utuh dan dicacah ± 2 cm, pengaruh bagian dari serai wangi (daun dan batang serta pengaruh suhu operasi (100 °C, 105 °C dan 110 °C. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode distilasi uap dan air (steam and hydro distillation dengan pemanasan microwave. Dalam pemanfaatan microwave akan ditambahkan pelarut berupa air untuk mengambil minyak di dalam daun dan batang serai wangi serta dilakukan pengambilan distilat tiap 20 menit. Kondisi operasi untuk metode ini adalah pada massa 200 gram dan tekanan atmosferik. Dari hasil penelitian didapatkan % rendemen minyak serai wangi yang tinggi pada variabel daun adalah pada daun layu cacah pada suhu 110 ℃ dengan % rendemen sebesar 1,52 % dan untuk batang adalah pada batang layu cacah pada suhu operasi 110 ℃ dengan % rendemen sebesar 1,03 %. Kandungan Citronella yang tinggi pada daun adalah saat kondisi daun segar sebesar 67,36 % dan pada batang saat kondisi batang layu sebesar 85,73 %. Densitas minyak serai wangi untuk daun pada range 0,872 – 0,882  gram/cm3 dan untuk batang pada range 0,862 – 0,877 gram/cm3. Nilai indeks bias untuk daun pada range 1,415 – 1,472 dan pada batang pada range 1,415 – 1,438. Nilai bilangan asam untuk daun pada range 2,805 – 3,366 dan pada batang pada range 3,086 – 3,647.

  8. PENGGUNAAN DAN PEMILIHAN PENGAMAN MINI CIRCUIT BREAKER (MCB) SECARA TEPAT MENYEBABKAN BANGUNAN LEBIH AMAN DARI KEBAKARAN AKIBAT LISTRIK

    OpenAIRE

    i Ketut Wijaya

    2009-01-01

    Diperlukan suatu penelitian tentang alat pengaman yang sederhana dan sangat diperlukan untuk menjaga instalasi rumah agar menjadi aman. Tidak jarang akibat ketidaktahuan tentang listrik akan berakibat patal. Alat pengaman sederhana ini Mini Circuit Breaker atau MCB banyak dijual dipasaranYang menjadi masalah adalah jika membeli suatu alat pengaman MCB : harus tahu kapasitas, berapa harga, kwalitas, dilihat secara seksama dan bila perlu dicoba. Begitu banyak macam dan ragam merek dari alat pen...

  9. KEMATIAN TAHANAN DI RUANG SEL POLISI KONTROVERSI PEMBUNUHAN ATAU BUNUH DIRI DILIHAT DARI SUDUT PANDANG ILMU KEDOKTERAN FORENSIK

    OpenAIRE

    Rika Susanti

    2012-01-01

    AbstrakKematian tahanan cukup sering ditemukan, beberapa cara mati dapat terjadi. Kasus yang banyak adalah cara mati dengan bunuh diri. Tugas dokter dalam menangani kasus kematian yang diotopsi adalah untuk menentukan sebab mati dan mekanisme mati, sedangkan cara mati adalah kewenangan penyidik. Pada kematian akibat asfiksia mekanik, akan ditemukan ciri umum yang sama, tetapi dokter dapat memperkirakan jenis asfiksia dari gambaran luka yang ditemukan tubuh korban.Dua kakak beradik, laki-laki,...

  10. KAJIAN KUAT BENDING DAN KADAR AIR PADA KOMPOSIT DARI SEKAM PADI DAN SERAT BAMBU MENGGUNAKAN STATISTIK TAGUCHI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Yunianto Prihatin

    2017-11-01

    Full Text Available Kayu merupakan komoditi utama dalam pembuatan mebel yang berasal dari alam. Dewasa ini penyusutan  hutan  dunia  telah  mengkhawatirkan mencapai  80%.  Sehingga  kebutuhan  oksigen  akan menurun karena tidak sesuai dengan upaya reboisasi. Disisi lain bambu memiliki kelebihan dalam hal masa panen yang lebih cepat berkisar 2–3 tahun. Sedangkan sekam padi adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan pengolahan hasil pertanian yang pemanfaatannya selama ini hanya sebagai bahan pembantu dalam aktifitas produksi, maka nilai ekonomis sekam padi ini sangat rendah. Berdasarkan permasalahan diatas, maka penelitian ini dititik beratkan pada pembuatan komposit anyaman bambu dan sekam padi sebagai pengganti kayu dalam industri mebel. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen statistik taguchi, sehingga meghasilkan nilai kuat bending optimal 35,58N/mm2 dengan kadar air 0,334%. Kondisi optimal tersebut terdiri dari A3B2C2D1 Variasi anyaman Satin, Tekanan hidrolik 60N, Waktu pemanasan sebelum pengecoran pada suhu 105oC adalah 45 menit, dan Komposisi = Resin 100 : Katalis 0,75.

  11. Total Dan Diferensial Leukosit Babi Landrace Yang Diberi Pakan Eceng Gondok (Eichornia crassipes Dari Perairan Tercemar Timbal (Pb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komang Suciani Paramita

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian eceng gondok yang berasal dari perairan tercemar Pb dalam ransum terhadap total dan diferensial leukosit babi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Sampel yang digunakan adalah sampel darah dari 8 ekor babi Landrace yang digunakan sebagai perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah: A = babi yang mendapat ransum tanpa eceng gondok, B = babi yang mendapat ransum yang ditambah dengan eceng gondok 2,5%, C = babi yang mendapat ransum yang ditambah dengan eceng gondok 5%, dan D = babi yang mendapat ransum yang ditambah dengan eceng gondok 7,5%. Sampel darah diambil melalui vena auricularis superficialis.  Total dan diferensial leukosit diperiksa di Laboratorium Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Total leukosit diperiksa dengan menggunakan alat otomatis auto analyzer Scil Vet ABC (ABC Vet 16p dan diferensial leukosit diperiksa lewat preparat apus darah dengan pewarnaan Giemsa. Penghitungan diferensial leukosit dilakukan di bawah mikroskop dengan pembesaran lensa 100 kali, menggunakan straight-edge method hingga ditemukan 100 sel leukosit. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian eceng gondok yang berasal dari perairan tercemar Pb pada pakan tidak berpengaruh terhadap total dan diferensial leukosit babi.

  12. Ketahanan Susu Kambing Peranakan Ettawah Post-Thawing pada Penyimpanan Lemari Es Ditinjau dari Uji Didih dan Alkohol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andriawino Berdionis Sanam

    2014-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan dan kerusakan susu kambing peranakan ettawah (PE post-thawing pada penyimpanan lemari es ditinjau dari uji didih dan alkohol. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu kambing PE yang berasal dari distributor Tuban Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan empat perlakuan yaitu susu kambing PE post-thawing yang disimpan pada suhu 4?C dengan lama penyimpanan jam ke-0, jam ke-4, jam ke-8 dan jam ke-12. Pemeriksaan dilakukan terhadap ketahanan atau kerusakan susu meliputi uji didih dan uji alkohol. Penelitian diulang sebanyak lima kali dengan interval pengambilan sampel setiap hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan keadaan susu kambing PE post-thawing pada penyimpanan suhu 4?C ditinjau dari uji didih maupun uji alkohol, masih layak untuk dikonsumsi pada penyimpanan hingga 4. Hal tersebut ditunjukkan dengan kualitas susu masih bagus, sedangkan mulai jam 8 sampai jam 12 hasilnya positif, yang berarti susu sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Simpulan yang dapat ditarik adalah susu kambing baik disimpan dalam lemari es selama 4 jam.

  13. TANDA KARDINAL PEMERIKSAAN EKSTERNAL JENASAH DIDUGA TENGGELAM DARI DATA BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK RSUP SANGLAH BALI TAHUN 2012 -2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Dewi Astreani

    2015-06-01

    Full Text Available Kematian dengan tenggelam sulit untuk didiagnosis karena membutuhkan pemeriksaan eksternal dan internal. Jenasah yang diduga tenggelam memerlukan tanda kardinal agar mengarahkan untuk pemeriksaan forensik selanjutnya. Bali sebagai  potensi pariwisata air memiliki risiko ditemukannya jenasah kasus diduga tenggelam. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tanda kardinal pada jenasah diduga tenggelam dari data bagian Ilmu Kedokteran Forensik RSUP Sanglah Bali tahun 2012-2014. Desain penelitian deskriptif retrospektif. Sampel 91 kasus. Berdasarkan karakteristik laki-laki 77 kasus, perempuan 14 kasus, WNI 50 kasus, WNA 41 kasus, anak-anak 12,1%, dewasa 87,9%. Jenasah diduga tenggelam di pantai 52 kasus, kolam renang 8 kasus, sungai 10 kasus, sisanya di rawa dan kamar mandi hanya dengan pemeriksaan eksternal. Tanda kardinal busa putih pada hidung (26,4%, mulut (31,9%, telinga (3,3%, bintik perdarahan mata (4,4%, pelebaran pembuluh darah mata (33% dan ada keduanya (28,6%, cadaveric spasm (1,1%, cutis anserine (4,4%, hands & feet of a washer woman (53,8%, tanda sianosis (56,0% & benda asing di tubuh korban (12,1%. Pemeriksaan internal getah paru 17 kasus, Ganggang Hijau (15,29%, Diatom (5,88%, Kristal Charcot Leyden (5,88%, Ganggang Merah (1,17% tidak ditemukan (3,52%. Tanda kardinal  patognomonis dari pemeriksaan eksternal hanya berperan untuk menguatkan pemeriksaan selanjutnya dari jenasah diduga tenggelam. Harapannya dapat menjadi informasi jenasah diduga korban tenggelam di Bali.  

  14. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MEMBRAN SELULOSA ASETAT-PVC DARI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes UNTUK ADSORPSI LOGAM TEMBAGA (II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nazaratun Thaiyibah

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian tentang isolasi selulosa dari eceng gondok (Eichhornia crassipes melalui proses ekstraksi sokletasi, delignifikasi dan bleaching, dilanjutkan dengan sintesis asetilasi dengan memasukkan gugus asetat ke dalam gugus fungsi selulosa hasil isolasi telah dilakukan. Membran selulosa asetat-PVC dibuat dengan mencampurkan selulosa asetat dengan polivinilklorida (PVC sebagai matriks yang terlebih dahulu dilarutkan dengan pelarut tetrahidrofuran (THF, kemudian ditambahkan dioktilftalat (DOP sebagai pemlastis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok dapat dimanfaatkan menjadi membran selulosa asetat-PVC dengan komposisi optimum pada perbandingan selulosa asetat : PVC : DOP yaitu 6:3:1. Hasil analisis FT-IR menunjukkan adanya interaksi antar ion Cu2+ dengan membran dilihat dari penurunan intensitas serapan sebelum dan sesudah didop yaitu 78.564 % menjadi 66.857 %  pada gugus C=O dari selulosa asetat. Hal ini diperkuat dengan analisis SEM yang menunjukkan morfologi permukaan membran yang porinya diduga terisi oleh ion logam Cu2+.   Kata Kunci : Eceng gondok, Membran selulosa asetat-PVC, Tembaga (II

  15. Analisis Pelaksanaan Program Kemitraan Bidan Dan Dukun Ditinjau Dari Aspek Input, Proses Dan Output Di Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat

    OpenAIRE

    Fretes, Elzina De; Warsono, Hardi; Sriatmi, Ayun

    2016-01-01

    Jumlah tenaga bidan di kabupaten Fakfak tahun 2012 adalah 108 orang, jumlah dukun bersalin 191 orang, yang terlatih 79(41%) dan tidak terlatih 112 (59%). Jumlah dukun lebih banyak dari bidan menyebabkan masih tingginya peran dukun dalam pertolongan persalinan. Cakupan persalinan nakes belum mencapai target. Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program kemitraan bidan dan dukun ditinjau dari aspek input, process dan output diwilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak. Je...

  16. Perbandingan Nilai Kalor Biobriket yang Terbuat dari Bottom Ash Limbah Pltu dan Biomassa Cangkang Kopi dengan Variasi Komposisi dan Jenis Pengikat yang Berbeda

    OpenAIRE

    Budi Gunawan; Sugeng Slamet; Ahmad Syahroni

    2015-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah membuat biobriket dari bahan bottom ash limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan biomassa cangkang kopi dengan zat pengikat tetes tebu serta menguji nilai kalor yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah; pembuatan biobriket dengan memvariasi komposisi antara bottom ash dengan biomassanya serta zat pengikat yang berbeda. Variasi komposisi antara biomassa cangkang kopi dengan bootom ash yang digunakan adalah 60% : 40% dan 70% ...

  17. Ekstraksi Dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami Dari Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-sinensis L) Dan Bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa L)

    OpenAIRE

    Siregar, Yusraini Dian Inayati; Nurlela, Nurlela

    2011-01-01

    Ekstraksi dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami dari Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) dan Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L) telah dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengekstraksi bunga kembang sepatu dan bunga rosella dengan mencari temperatur dan konsentrasi yang optimum untuk mendapatkan pigmen dari bunga kembang sepatu dan bunga rosella dengan pelarut air dan etanol, selain itu dilakukan juga uji stabilitas zat warna. Analisa kadar zat warna dilakukan dengan metode spektr...

  18. PENGARUH DRAMA KOREA TERHADAP DRAMA PADA PERTELEVISIAN INDONESIA (Study Kasus Drama My Love From The Stars dan Kau yang Berasal dari Bintang)

    OpenAIRE

    Dyah Ayu Wiwid Sintowoko

    2016-01-01

    This research tried to know the influence of Korean drama entitled My Love From The Stars toward Indonesian drama Kau yang Berasal dari Bintang. This research constituted as qualitative descriptive research with those two dramas as the objects. The findings showed that the Indonesian drama Kau yang Berasal dari Bintang drama has similarity with the Korean drama My Love From The Star in the storyline, setting, and costumes. In the storyline, both dramas used a historical time describing lov...

  19. ANALISA PERBANDINGAN KETELITIAN PENENTUAN POSISI DENGAN GPS RTK-NTRIP DENGAN BASE GPS CORS BIG DARI BERBAGAI MACAM MOBILE PROVIDER DIDASARKAN PADA PERGESERAN LINEAR (STUDI KASUS: SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atika Sari

    2015-02-01

    Full Text Available Penentuan posisi dalam pemetaan menggunakan penginderaan jauh dan foto udara memerlukan pengamatan GPS geodetik sebagai titik kontrol yang memilki ketelitian tinggi. Sistem koreksi data penentuan posisinya diperoleh dari transmisi data dari stasiun base ke receiver. Dalam perkembangan sekarang ini metode pengukuran RTK telah menggunakan metode NTRIP (Networked Transport of RTCM via Internet Protocol sebagai metode transmisi koreksi data dengan menggunakan intenet sehingga pengukuran tersebut masih bisa dilakukan dengan jarak yang lebih jauh dari base-nya. Pada metode NTRIP ini menggunakan metode pengiriman koreksi data GNSS melalui jaringan internet. Pengembangan sistem dengan fasilitas akses internet mobile melalui general packet radio service (GPRS dan global system for mobile (GSM, menyediakan metode cepat dan handal untuk mendistribusikan baris data GPS atau koreksi diferensial real-time (DGPS / RTK ke penerima GPS di daerah manapun yang berada di bawah jangkauan jaringan telepon seluler. Sehingga untuk mengetahui provider yang sesuai digunakan dalam wilayah surabaya dalam menggunakan metode RTK NTRIP maka dilakukanlah penelitian ini. Dari hasil pengamatan dari pengukuran dengan menggunakan  metode RTK-NTRIP dengan base GPS CORS BIG didapat nilai rata-rata dari masing-masing provider sekitar < 4 m.

  20. Dampak Penggantian Fe3O4 secara Parsial dengan Abu Sekam Padi (ASP terhadap Porositas dan Kuat Tekan Keramik Komposit Clay-Fe3O4

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nizar Machmud

    2015-06-01

    Full Text Available Berdasarkan kajian pendahuluan diketahui bahwa penggunaan pasir laut dan penggantiannya dengan abu sekam padi (ASP hingga pada fraksi berat tertentu dalam pembentukan keramik komposit clay belum mampu menunjukkan kuat tekan seperti yang diinginkan. Ditambah lagi karena kandungan Cl-dan SO4- yang bersifat korosif, penggunaan pasir laut tersebut tidak lagi direkomendasikan. Mineral utama dari pasir besi yaitu Fe3O4selanjutnya diajukan sebagai penggantinya untuk memproduksi keramik komposit clay baru. Karena pasir besi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, maka penggunaan mineral Fe3O4 tersebut perlu dibatasi. Selanjutnya, ASP masih dipilih untuk menggantikan Fe3O4secara parsial demi keberlanjutan produksi dari material-material keramik tersebut. Keramik dari komposit clay-Fe3O4/ASP tersebut selanjutnya diperkenalkan dalam makalah ini dan nantinya dirancang sebagai material bagi komponen-komponen yang menerima pembebanan berupa tekan dan juga termal. Dua tipe ASPlalu disiapkan dan selanjutnya dikarakterisasimenggunakan spektrometer X-ray fluorescence (XRF. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada komposisi kimia dari keduanya. Namun, keduanya memiliki bulk density yang berbeda. Hasil pengujian porositas terhadap material keramik komposit tersebut menunjukkan bahwa penggantian Fe3O4dengan ASP meningkatkan porositas material. Hasilpengujian tekan menunjukkan bahwa meningkatnya berat fraksi dari ASP diikuti oleh penurunan kuat tekan material. Analisis X-ray diffraction (XRD terhadap material baru tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar dari Fe3O4 telah bertransformasi menjadi Fe2O3 dan transformasi tersebut selanjutnya dapat menentukan besarnya porositas dan juga kuat tekan dari material tersebut.

  1. KARAKTERISTIK MINYAK IKAN DARI LIMBAH PENGOLAHAN FILET IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus DAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Hastarini

    2013-03-01

    ABSTRAK Ikan Patin merupakan salah satu ikan air tawar ekonomis penting di Indonesia yang dikenal dengan sebutan catfish. Ikan patin memiliki kandungan lemak yang tinggi dan merupakan sumber asam lemak tidak jenuh termasuk asam lemak omega 3 yang memiliki fungsi positif bagi kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data karakteristik minyak ikan dari limbah pengolahan fillet ikan patin jenis Siam (Pangasius hypopthalmus dan Jambal (Pangasius djambal terutama mengenai profil asam lemaknya. Proses pengolahan filet menghasilkan filet sebagai produk utama dan sisanya berupa 6 komponen limbah yang terdiri dari kepala, tulang-ekor, kulit, daging trimm (sisa perapian fillet, daging belly flap (daging bagian perut dan isi perut. Ekstraksi minyak ikan dilakukan menggunakan metode wet rendering yang dimodifikasi. Bagian kepala, daging belly flap dan isi perut merupakan bagian yang potensial digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak ikan dengan rendemen minyak ikan kasar yang dihasilkan berturut – turut sebesar 9,84%, 28,52% dan 20,34% untuk ikan patin Siam dan 9,54%, 25,60% dan 30,05% untuk ikan patin Jambal. Profil asam lemak dari minyak ikan patin Siam maupun Jambal menunjukkan bahwa asam lemak palmitat dan oleat merupakan komponen utama. Persentase asam lemak tak jenuh memiliki jumlah yang lebih tinggi dibandingkan asam lemak jenuh dari total asam lemak secara keseluruhan yaitu sebesar 53,24%, 54,38%, 52,74% dan 62,70%, 62,92%, 61,97% berturut–turut untuk ikan patin jenis Siam dan Jambal bagian kepala, daging belly flap dan isi perut. Asam lemak omega 3 yaitu linolenat, EPA dan DHA terdeteksi pada kedua jenis minyak ikan patin dengan jumlah yang relatif kecil. Hasil analisis DSC minyak ikan patin Siam menunjukkan tiga kisaran zona pencairan minyak yang terdeteksi, yaitu pada kisaran suhu – 30 sampai – 16 oC, kisaran suhu – 16 sampai 25 oC, dan kisaran suhu 25 sampai 46 oC. Pada patin Jambal pencairan minyak terdeteksi lebih awal yaitu

  2. KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Mustika

    2015-03-01

    Full Text Available KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA. Silikon karbida (SiC merupakan keramik non oksida yang memiliki sifat unik seperti ketahanan mekanik, kimia dan stabilitas termal sehingga digunakan dalam berbagai aplikasi. Hasil pemodelan SiC dari beberapa studi yang menunjukkan stabilitas yang baik terhadap radiasi netron dan permeabilitas yang rendah terhadap produk fisi. Hal ini meningkatkan ketertarikan penggunaan SiC dalam industri nuklir. Untuk meningkatkan sifat mekanik SiC, umumnya dibentuk berupa komposit. Komposit dengan penguat serat menunjukkan karakteristik mekanik yang lebih baik dibandingkan penguat partikel ataupun whisker. Pada komposit SiC, sifat mekanik komposit dominan dipengaruhi oleh sifat antar fasa dan atau karakteristik dari permukaan SiC. Electrospinning merupakan metode yang menjanjikan untuk menghasilkan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik permukaan serat silikon karbida hasil pemintalan listrik dari polycarbosilane dalam N,N-dimetilformamida (DMF/ toluena. Perbedaan persentase DMF dan polycarbosilane dalam toluene mempengaruhi elektrospinnabilitas dan karakteristik permukaan serat yang dihasilkan. Serat SiC yang dihasilkan dari prekursor polycarbosilane dengan pelarut toluena dan kopelarut     N-N, dimetilformamida (DMF diperoleh serat kontinu, dengan berbentuk sedikit cekungan menyerupai pita. Adanya titik-titik hitam di permukaan serat hasil pirolisis dimungkinkan akibat adanya karbon bebas dan atau kontaminasi dari grafit material tungku. Serat hasil pirolisis memiliki luas muka sebesar 3,321 – 46,14 m2/g dan pori berukuran mikro, dengan distribusi radius pada rentang 1-3 nm, dengan jumlah pori terbanyak memiliki ukuran kurang dari 2 nm. Suhu pirolisis dan sintering yang lebih tinggi diharapkan menghasilkan serat yang minim pori dan densitasnya mampu mendekati densitas teori.   SiC SURFACE

  3. EVALUASI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DARI SUMBER YANG BERBEDA DI PERAIRAN KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Makmur Makmur

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performansi rumput laut dari bibit berbeda. Penelitian dilakukan di perairan Desa Tambeanga, Konawe Selatan. Budidaya rumput laut menggunakan metode tali bentangan sepanjang 50 m. Waktu penelitian terdiri atas tiga siklus yang menggunakan rumput laut dari empat sumber yang berbeda, yaitu: Sirica (Seaweed Improvementfrom Coastal Aquaculture 1, Sirica 2, lokal 1, dan lokal 2. Parameter yang diamati selama penelitian adalah pertumbuhan, kandungan alginat, kandungan keraginan, dan kandungan kadar air rumput laut serta kualitas perairan. Hasil penelitian selama tiga siklus pemeliharaan menunjukkan bahwa pertumbuhan, produksi, kandungan alginat, dan karagenan tertinggi pada bibit rumput laut Sirica 1. Khusus untuk laju pertumbuhan harian jenis bibit Sirica 1 tertinggi pada siklus ketiga dengan nilai 6,54% dan untuk produksi tertinggi pada siklus kedua sebesar 20.865 ton/ha. Pertumbuhan dan produksi terendah terjadi pada jenis bibit lokal 2 dengan laju pertumbuhan harian 2,27% dan produksi 6.840 ton/ha yang terjadi pada siklus ketiga. Kandungan alginat juga tertinggi pada bibit Sirica 1= 600,6 g/cm2 dan terendah pada jenis bibit lokal 2= 446,1 g/cm2 begitu pula kandungan keraginan masih tertinggi pada jenis bibit rumput laut Sirica 1= 54,4% dan terendah pada jenis bibit lokal 2= 38,4%. Sedangkan kandungan kadar air untuk bibit rumput laut yang dipanen pada umur 30 hari berkisar 20%-30%. Disimpulkan bahwa penggunaan bibit rumput laut Sirica memberikan performa yang lebih baik dibandingkan bibit lokal. This study aims to evaluate the performance of seaweed Kappaphycus alavarezii cultured from different seed sources. This studywas conducted in Tambeanga Village, South Konawe. The seaweeds were cultured by using long-line method. The seaweed was cultured in three culture cyclesusing seeds from different sources, namely Sirica (Seaweed Improvementfrom Coastal Aquaculture 1, Sirica 2, Local 1, and Local 2. The

  4. Penggunaan Larutan Ekstrak Etanol dari Temulawak Sebagai Fotosensitizer di Dalam Pemutihan (Pengelantangan Pulp dengan Penyinaran Lampu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Perdana

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKEkstrak etanol dari temulawak (Curcuma Xanthorriza dapat digunakan sebagai fotosensitiser pada pemutihan pulp dengan penyinaran lampu, dimana pada pemutihan ini menghasilkan oksigen singlet yang mendegradasi lignin di dalam pulp (delignifikasi sehingga kenaikan kecerahan pulp meningkat secara signifikan. Kenaikan kecerahan pulp yang didapatkan pada pemutihan dengan penyinaran lampu pada saat waktu pemutihan 60 menit dan menggunakan ekstrak etanol temulawak sebagai fotosensitizer sebesar 4,23 %. Pemutihan dengan tidak menggunakan lampu tidak dapat meningkatkan kecerahan pulp yang cukup signifikan karena tidak menghasilkan oksigen singlet. Hasil kenaikan kecerahan pulp yang didapatkan pada pemutihan ini adalah 2,36 % pada generator oksigen singlet ditutup, dan 3,28 % pada generator oksigen singlet tidak ditutup dan 2,75 % pada pemutihan dengan pengaliran oksigen langsung ke reaktor pemutihan. Penyebab kenaikan kecerahan pulp yang lebih besar pada pemutihan pulp dengan tidak menggunakan penyinaran lampu dan generator oksigen singlet tidak ditutup daripada pemutihan pulp dengan tidak disinari lampu dan generator oksigen singlet ditutup adalah adanya kemungkinan jumlah foton yang masuk ke dalam reaktor oksigen singlet pada pemutihan dengan tanpa lampu dan reaktor oksigen singlet tidak ditutup adalah lebih besar, sehingga kemungkinan elektron dari fotosensitizer tereksitasi dan terbentuknya oksigen singlet lebih besar. Sedangkan penyebab kenaikan kecerahan pulp yang lebih besar pada pengaliran oksigen langsung ke reaktor pemutihan lebih besar daripada pemutihan pulp tidak disinari lampu dan generator oksigen singlet ditutup adalah dikarenakan pada pemutihan tanpa lampu dan tidak ditutup, oksigen triplet yang mengoksidasi pulp tidak menuju langsung ke pulp, akan tetapi melewati terlebih dahulu larutan fotosensitizer. Jadi sebagian oksigen masih ada di dalam larutan fotosensitizer, dan apabila oksigen menuju ke pulp membutuhkan waktu yang lebih

  5. HUBUNGAN ETNIK DI MALAYSIA DARI PERSPEKTIF ISLAM (ETHNIC RELATIONS IN MALAYSIA FROM AN ISLAMIC PERSPECTIVE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Hidayat Buang

    2011-01-01

    Full Text Available Islam adalah satu agama yang lengkap merangkumi segenap aktiviti kehidupan manusia. Ajaran Islam bukan hanya menganjurkan umatnya berbuat baik sesama Islam tetapi juga antara bukan Islam. Orang bukan Islam mempunyai hak yang tertentu dan dilindungi selagi tidak memerangi Islam. Dalam hubungan antara orang Islam dan orang bukan Islam, Islam telah menetapkan peraturan tertentu yang mesti dipatuhi. Hal ini jelas sepertimana dalam Surah al-Hujurat ayat 13 yang mengiktiraf kepelbagaian etnik itu adalah sesuatu yang lumrah dan kepelbagaian itu bukan untuk berkonflik tetapi saling mengenali antara satu dengan lain. Justeru, artikel ini akan membincangkan pandangan Islam terhadap hubungan etnik yang ditinjau dari sudut al-Quran, hadis nabi dan tokoh-tokoh Islam. Turut dibincangkan ialah prinsip kesamarataan dan keadilan dalam Islam dengan melihat situasi yang berlaku di Malaysia khususnya yang melibatkan kedudukan istimewa orang Melayu dalam Perkara 153 Perlembagaan Persekutuan. Hasil perbincangan menunjukkan, kedudukan istimewa orang Melayu itu tidak bercanggah dengan prinsip keadilan dan kesamarataan dalam Islam berdasarkan empat hujah iaitu pertama, walaupun orang Melayu mendapat keistimewaan seperti yang termaktub dalam perlembagaan, namun ia bukan melalui rampasan harta orang bukan Melayu sebaliknya mendapatkannya dari tambahan kepada ekonomi keseluruhan. Kedua, pelaksanaan terhadap keistimewaan orang Melayu tidak menjejaskan kedudukan ekonomi, dan pendidikan serta politik orang bukan Melayu, malah dalam sektor ekonomi dan pendidikan, mereka lebih baik daripada orang Melayu. Ketiga, kedudukan istimewa orang Melayu adalah sesuatu yang telah wujud sebelum merdeka dan dimasukkan kembali apabila perlembagaan digubal. Keempat, ia adalah persetujuan yang telah dicapai melalui perundingan antara etnik.Islam is a complete way of life (din and encompasses all activities in life. Islam preaches to its followers to enjoin good not only towards fellow Muslims

  6. Preparasi Dan Karakterisasi Edible Film Dari Poliblend Pati Sukun-Kitosan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wini Setiani

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak   Plastik biodegradable dan terbuat dari bahan terbarukan seperti edible film merupakan salah satu solusi permasalahan lingkungan. Bahan baku utamanya yaitu pati, karena keberadaannya melimpah serta beragam di Indonesia, salah satunya pati sukun yang memiliki kandungan pati cukup tinggi (60 %. Namun edible film berbahan dasar pati saja memberikan sifat mekanik dan ketahanan air yang masih rendah. Pada penelitian ini akan dipreparasi edible film dari poliblend pati sukun-kitosan dengan plasticizer sorbitol. Metode yang dilakukan yaitu preparasi dan karakterisasi pati sukun kemudian preparasi dan karakterisasi edible film. Hasil karakterisasi pati sukun yang diperoleh yaitu kadar pati total 76,39 %, kadar amilosa dan amilopektin berturut-turut 26,76 % dan 73,24 %, suhu gelatinisasi pati sukun 73,98 ºC, kadar air 22,38 % serta derajat kecerahan yang menunjukkan karakteristik cerah dan berwarna abu-abu pucat. Hasil karakterisasi edible film menunjukkan, dengan bertambahnya kitosan maka kuat tarik dan ketahanan air cenderung meningkat. Secara umum hasil terbaik edible film adalah pada formulasi pati sukun-kitosan 6:4 dengan nilai water uptake sebesar 212,98 %, nilai kuat tarik sebesar 16,34 MPa, nilai elongasi sebesar 6,00 % dan modulus young sebesar 2,72 MPa. Meskipun demikian, hasil analisis morfologi edible film pada formulasi pati sukun-kitosan 6:4 masih terdapat pori dan retakan.   Kata kunci : edible film, pati sukun, kitosa.   Abstract   Biodegradable and renewable plastic such as edible film is one of solution the environmental problem. The main raw material is from starch, because of it is abundant and varied in Indonesia, one of them is breadfruit starch which has enough high starch content (60 %. But edible film based on starch give less mechanical properties and less water resistance. In this research the edible film was made from poliblend of breadfruit starch-chitosan with sorbitol addition. The Method was done, preparation

  7. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ARANG DARI BATANG TANAMAN GUMITIR (Tagetes erecta PADA BERBAGAI SUHU DAN WAKTU PIROLISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Siaka

    2017-03-01

    Full Text Available ABSTRAK: Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan dan karakterisasi arang dari batang tanaman gumitir (Tagetes erecta pada berbagai suhu dan waktu pirolisis. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh suhu dan waktu yang optimum dalam pembuatan arang serta mengetahui karakteristik arang yang dihasilkan pada suhu dan waktu optimumnya. Karakteristik arang mengacu pada SNI 06–3730-1995 dengan melakukan analisis terhadap kadar air, abu, volatile, dan karbon serta daya serapnya terhadap odine dan metilen biru. Suhu optimum pirolisis pembuatan arang adalah 300oC dengan karakteristik terbaik berupa rendemen, kadar air, volatile, abu, dan karbon berturut-turut sebesar 40,27 ±; 4,00 ± 0,00; 6,58 ± 0,07; 4,34 ± 1,22; dan 85,06%, serta daya serapnya terhadap iodin dan metilen biru sebesar 631,0935 ± 0,00 dan 131,34 ± 1,7 mg/g arang. Waktu pirolisis optimum adalah 90 menit dengan karakterisitik paling baik, yakni rendemen, kadar air, volatile, abu, dan karbon berturut-turut sebesar 42,30 ± 8,7; 2,00 ± 0,00; 2,87 ± 0,07; 9,68 ± 1,17; dan 85,44% serta daya serapnya terhadap iodin dan metilen biru sebesar 647,4642 ± 0,00 dan 136,20 ± 1,28 mg/g arang. Arang yang dihasilkan dari pirolisis pada suhu dan waktu optimum memiliki karakteristik yang sesuai dengan SNI 06-3730-1995 memiliki gugus fungsi O-H dan berupa karbon alifatik.   ABSTRACT: This paper discusses the manufacture and characterization of carbon made from the stems of marigold (Tagetes erecta at various temperatures and times of pyrolysis. This research aimed to obtain the optimum temperature and time of pyrolising in producing carbon, as well asto recognize the characteristics of the carbon produced. Characteristics of the carbon quality followed the Indonesian National Standard (SNI 06-3730-1995 by analyzing the contents of water, volatile substances, ash, and carbon, as well as, the ability of the carbon in absorption capacities of iodine and methylene blue. The optimum pyrolysis

  8. EKSTRAKSI OLEORESIN DARI KAYU MANIS BERBANTU ULTRASONIK DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT ALKOHOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bakti Jos

    2012-05-01

    telah dilakukan, menunjukkan bahwa penggunaan pelarut polar lebih baik dibandingkan pelarut non polar. Pemilihan pelarut yang digunakan untuk ekstraksi harus mempertimbangkan pelarut GRAS (Generally Recognized as Safe dan juga parameter kelarutan Hildebrand. Penelitian ini menggunakan metanol, etanol, dan isopropil alkohol sebagai pelarut untuk mengekstraksi oleoresin dari kayu manis yang menggunakan ultrasonik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh waktu dan intensitas ekstraksi berbantu ultrasonik dan juga menentukan model laju ekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimal dan intensitas optimal masing-masing adalah 66 menit dan 20%, sedangkan kadar oleoresin yang dihasilkan dengan pelarut metanol, etanol, dan isopropil alkohol berturut-turut  sebesar 22,86%, 17,87%, dan 14,64%, dimana hasil ini relatif sama dengan hasil ekstraksi dengan menggunakan metode konvensional. Studi kinetika menunjukkan bahwa model laju ekstraksi orde dua lebih sesuai untuk penelitian ini dan dari hasil penelitian diperoleh nilai konstanta laju ekstraksi, k berturut-turut 0,098; 0,057; dan 0,089

  9. Transformasi Teks Dari Pancatantra India Ke Tantri Kamandaka Jawa Kuno: Telaah Sastra Bandingan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ambar Andayani

    2011-12-01

    Full Text Available Motif cerita Tantri Kamandaka Jawa Kuno memiliki banyak kesamaan dengan Pancatantra India. Akan tetapi, jenis transformasi teks dari Pancatantra ke Tantri menunjukkan perubahan, baik ekserp, modifikasi, maupun ekspansi. Perbandingan warna lokal keduanya menunjukkan perbedaan. Pancatantra dicoraki ajaran Hindu dan Budha, sedangkan Tantri Kamandaka lebih diwarnai Hindu-Shiwa dan Tantrisme. Pancatantra lebih memuliakan Dewi Laksmi (ćakti Wishnu, sedangkan Tantri Kamandaka lebih mensakralkan Batari Uma (ćakti Shiwa. Pancatantra lebih menekankan pesan moral Karmaphala Hindu (perbuatan baik menghasilkan kebaikan, perbuatan buruk menghasilkan keburukan, sedangkan Tantri Kamandaka lebih menekankan Karma Budha (nilai suatu perbuatan bergantung pada niat pelakunya. Pancatantra mengajarkan Dharma Hindu bahwa tiap manusia mempunyai hak dan kewajiban sesuai dengan status kasta, sedangkan Tantri Kamandaka mengajarkan Kaladesa bahwa setiap tindakan harus menyesuaikan kondisi tempat dan waktu (empan papan. Abstract: The motifs of Old Javanese Tantri Kamandaka and Indian Pancatantra stories have so much in common. The texts of Pancatantra and Tantri Kamandaka however show types of transformation: excerpt, modification and expansion. The comparison of local color from both of them indicates differences. Pancatantra contains the lessons of Hindu and Buddha, while Tantri Kamandaka is colored more with Hindu-Siva and Tantrism. Dewi Laksmi is more respected in Pancatantra and Batari Uma (ćakti Shiwa is more sacred in Tantri Kamandaka. Pancatantra more emphasizes on the moral value of Hindu Karmaphala (good deed results good, bad deed results bad, while Tantri Kamandaka more emphasizes on Buddha Karma (the value od deed depends on the will of the doer. Pancatantra educates Hindu Dharma that every human has right and duty depends on his caste status, and Tantri Kamandaka teaches Kaladesa that every conduct has to adapt with condition of the place and time (empan

  10. MASKULINITAS PEREMPUAN DALAM IKLAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN CITRA SOSIAL PEREMPUAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cons. Tri Handoko

    2005-01-01

    Full Text Available In Indonesia%2C women models appear in advertisements not far away from their ray construction which resemble with their experiences in society. They are appeared as the other%2C subordinate%2C and live in the domestic region. However%2C in the late of 90’s till now%2C some advertisements have been appearing women models outside of general construction about femininity concepts: weak%2C delicate%2C passive%2C modest%2C submissive%2C charming%2C etc.; but masculine: rational%2C strong%2C intelligent%2C and explicit. The globalization of information and communication which also have impact to people’s thinking pattern which influence to advertisemenst themes as well. Such as feminism concepts become themes of advertisements%2C at least educate community that masculinity is not just belong to men. Abstract in Bahasa Indonesia : Di Indonesia%2C penampilan model perempuan dalam iklan tidak jauh dari konstruksi bias gender yang mirip dialami mereka pula di kehidupan bermasyarakat. Mereka ditampilkan sebagai the other%2C disubordinasikan%2C dan masih di wilayah domestik. Namun sejak akhir 90-an sampai saat ini%2C beberapa iklan mulai berani menampilkan model perempuan di luar konstruksi umum tersebut. Mereka ditampilkan tidak lagi sesuai dengan konstruksi umum tentang arti feminin: lemah lembut%2C lemah fisik%2C halus%2C pasif%2C rendahan hati%2C submisif%2C bersikap manis%2C dan sejenisnya; namun maskulin: rasional%2C kuat%2C cerdas%2C dan tegas. Globalisasi informasi dan komunikasi memberi pengaruh pada pola pikir manusia yang berpengaruh juga pada tema-tema iklan. Contohnya seperti iklan yang bertema kesetaraan gender sedikit banyak membantu pembelajaran masyarakat akan nilai-nilai maskulinitas yang tidak hanya boleh ‘dimiliki’ laki-laki saja. masculine%2C woman%2C advertisement%2C gender.

  11. Ekstraksi Kalium dari Abu Tandan Kosong Sawit sebagai Katalis pada Reaksi Transesterifikasi Minyak Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karna Wijaya

    2008-04-01

    Full Text Available Process of the transesterification reaction of palm oil with methanol by using ash of palm empty fruitbunches (EFB as base catalyst has been conducted. The studied variables were effect of weight ash of EFB(5, 10, 15, 20, 25 g and the molar ratio (3:1; 6:1; 9:1; and 12:1 of methanol to palm oil. Sample of ash wasprepared through heating, screening, and reashing. A certain amount of ash was extracted in methanolwith mixing for about 1 h at room temperature and the product was used as catlayst for transesterificationprocess. The composition of the methyl esters (biodiesel was analyzed using GC-MS and 1H NMR, whereascharacters of biodiesel were analyzed using ASTM methods. The results of AAS analysis showed that potassiumcarbonate content in ash of EFB was 25.92% w/w. The main components of biodiesel were mixture ofmethyl palmitate and methyl oleat as the major compounds. The increasing of EFB ash weight (catalystconcentration in reaction of transesterification enhanced the biodiesel conversion of 53.0; 76.9; 88.2; 90.5and 97.8% (w/w respectively. The increasing of the molar ratio of methanol to palm oil, the biodiesel conversionenhanced too, that were 74.0; 90.5; 92.3 and 98.8% (w/w respectively. The properties of biodieselwere relatively conformed with specification of biodiesel (ASTM D 6751. © 2008 BCREC UNDIP. All rights reserved.(Received: 25th September 2008, Accepted: 5th October 2008[How to Cite: M. Imaduddin, Y. Yoeswono, I. Tahir. (2008. Ekstraksi Kalium dari Abu Tandan Kosong Sawit Sebagai Katalis Pada Reaksi Transesterifikasi Minyak Sawit. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 3 (1-3: 14-20. doi:10.9767/bcrec.3.1-3.18.14-20

  12. SINTESA GULA DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Irawan

    2012-11-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SUGAR FROM ORGANIC WASTES VIA ACID CATALYSTHYDROLYSIS. Hydrolysis process is an important step from every process to produce biofuel withorganic wastes as raw material. Hydrolysis process with chemical uses hydrochloride acid as catalystin which will transform holocellulose to glucose. Raw material of 100 grams is put into hydrolysisreactor with batch system equipped with pressure control and ratio hydrochloride of 1 : 6 w/v. Thevariables studied were temperature of 110-140oC, HCl concentration of 0.5-1%, time of hydrolysis of15-60 minutes. The sugar concentration was taken and then be analyzed by Nelson-Somogy method.The hydrolysis, which was carried out with the temperature of 120oC, time of 30 minutes, HClconcentration of 0.75%, and the pressure of 6 bar, produced sugar reduction of 27.3 mg/mL and yieldof 15.07%. Proses hidrolisis merupakan satu tahap penting dari rangkaian tahapan proses produksi bahan bakarnabati menggunakan bahan baku sampah organik. Proses hidrolisis secara kimiawi menggunakanHCl sebagai katalis akan mengubah holoselulosa yang terdapat pada sampah organik menjadi gula.Gula yang dihasilkan inilah yang dapat difermentasi menjadi bahan bakar nabati. Bahanbaku sebanyak 100 g dimasukkan dalam reaktor hidrolisis sistem batch yang dilengkapi denganpengukur tekanan dan ditambahkan larutan HCl pada perbandingan 1:6 b/v. Hidrolisis dilakukandengan memvariasikan suhu operasi 100-140oC, waktu proses 15-60 menit, serta konsentrasi HCl 0,5-1%. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar gula menggunakan metode Nelson-somogy. Hasilhidrolisis yang dilakukan pada suhu 120oC selama 30 menit serta konsentrasi HCl 0,75% dan tekananterukur 6 bar menghasilkan gula 27,30 mg/mL dan yield gula sebesar 15,07%.

  13. Ekstraksi Emas dari Limbah Papan Sirkuit Telepon Genggam Menggunakan Teknik Membran Cair Emulsi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Santoso

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persen ekstraksi emas dari limbah papan sirkuit telepon genggam dengan teknik  membran cair emulsi menggunakan MIBK sebagai carrier. Reaksinya terjadi secara simultan di permukaan membran, antara senyawa yang akan dipisahkan pada fasa umpan dengan senyawa pembawa pada fasa organik. Logam emas hasil reaksi akan terdifusi ke fasa membran yang pada akhirnya hasil ekstraksi terkumpul dan terkonsentrasi di fasa penerima. Sebelum diaplikasikan ke limbah telepon , terlebih dahulu dipelajari beberapa parameter yang berpengaruh  terhadap perolehan persen ekstraksi. Pada penelitian ini kondisi optimum untuk parameter pembuatan fasa emulsi yaitu 1:1, pengaruh kecepatan pembuatan emulsi pada yaitu 1000 rpm.Pengaruh konsentrasi carrier terhadap persen ekstraksi emas dengan konsentrasi MIBK sebesar 3%, pengaruh kecepatan kontak terhadap persen ekstraksi emas adalah pada 1000 rpm. Penerapan kondisi optimum pada limbah papan sirkuit telepon genggam memberikan persen ekstraksi Au sebesar 83.24%. Kata Kunci: limbah papan sirkuit telepon genggam, MIBK, teknik membran cair emulsi. Abstrack This research aim is to determine extraction percentage of gold from cellular phone circuit board waste using emulsion liquid membrane technique with Methyl Isobutyl Ketone (MIBK as carrier. The reaction occur simultaneously on the membrane surface, between compound going to be separate in feed phase with carrier compound in organic phase. Gold from reaction will diffuse into membrane phase which finally will be collected and concentrated in receiving phase. Before it applied to phone waste, there are several parameters studied which influence the extraction percentage result. In this research the optimum condition for building emulsion phase parameter is 1:1, effect on building emulsion rate is 1000 rpm. Carrier concentration effect to extraction percentage of gold is at 3% MIBK and contact rate effect is at 1000 rpm. Optimum

  14. FAUNA IKAN SILURIFORMES DARI SUNGAI SERAYU, BANJARAN, DAN TAJUM DI KABUPATEN BANYUMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D Bhagawati

    2014-06-01

    Full Text Available Abstrak __________________________________________________________________________________________ Sebagian besar Ordo Siluriformes hidup di perairan sungai, dan kelompok ikan ini memiliki morfologi yang sangat beragam.  Suatu kajian telah dilakukan untuk mengetahui variasi morfologi, kekayaan spesies serta kelimpahan Ordo Siluriformes pada Sungai Serayu, Banjaran, dan Tajum yang melintas di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah survei eksploratif dan pengambilan sampel dilakukan secara acak kelompok, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Fauna ikan Siluriformes yang berhasil dikoleksi dari ketiga sungai adalah sebanyak tujuh spesies dan yang termasuk ke dalam familia Bagridae lima spesies, Clariidae satu spesies, serta  Sisoridae sebanyak satu spesies. Karakter morfologi yang dapat digunakan sebagai pembeda spesies pada anggota Siluriformes adalah adanya sirip lemak, perbandingan panjang sirip lemak dan sirip dubur, bentuk dan ukuran panjang sungut serta bentuk ujung sirip ekor. Secara umum keberadaan ikan Mystus nigriceps lebih melimpah dibandingkan keenam spesies lainnya.   Abstract __________________________________________________________________________________________ Most of the order Siluriformes live in river, this the fish has various morphology diversities. This study was conducted to determine the morphology variations, species richness, and abundance of the order Siluriformes in Serayu, Banjaran, and Tajum River in Banyumas. The research method used explorative survey while the sample drawing used random sampling method, then the data were analyzed descriptively. The species of Siluriformes that were collected from three rivers belong to family Bagridae (seven species; Clariidae (one species, and Sisoridae (one species.  The morphology characters that can be used to differentiate the Siluriformes member are the presence of adipose fin; the ratio of the length of adipose and anal fin; the shape

  15. ADVANCE PRICING AGREEMENT DAN PROBLEMATIKA TRANSFER PRICING DARI PERSPEKTIF PERPAJAKAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Santoso

    2004-01-01

    Full Text Available Economic globalization impacts to the increase of international transactions. The Company does not boundary their operation within their county anymore, but also extends their business performance abroad and may become multinasional and transnational typed of enterprise. The company then will be operating through its affiliates and branchs in many countries. This brings a consequence of a transfer pricing arrangement in their inter-group transactions. Transfer pricing could be conducted among others with taxes motivation, in which the main objective is to transfer the tax burden from the higher rated country to the lower rate jurisdiction. Under this circumstance, some countries may have losses the potential taxes revenue because of such transfer mechanism. To anticipate the conditions outlined above, Indonesian Tax Law introduces a transfer pricing resolution so called Advance Pricing Agreements (APA. APA are short of agreement betwen the tax authority and the tax payers on the reasonable (fair selling prices of the product that has been concluded to the parties who has special relationship to justify that the transactions are arms length. Abstract in Bahasa Indonesia : Globalisasi ekonomi telah membawa dampak semakin meningkatnya transaksi internasional. Perusahaan tidak lagi membatasi operasinya hanya di negara sendiri, tetapi merambah ke mancanegara dan menjadi perusahaan multinasional dan transnasional. Perusahaan-perusahaan ini beroperasi melalui anak perusahaan dan cabang-cabangnya di banyak negara. Akibatnya, timbul harga transfer yang disebut transfer pricing karena adanya transaksi antarmereka. Transfer pricing dapat dilakukan dengan motivasi pajak, yang bertujuan menggeser beban pajak dari negara dengan tarif pajak tinggi ke negara dengan tarif pajak rendah. Pergeseran ini diyakini dapat menghilangkan potensi penerimaan pajak suatu negara. Untuk mencegah praktek transfer pricing dengan motivasi pajak ini, Undang-Undang Pajak

  16. DARI METOBU HINGGA MEKAMBO: PERTUMBUHAN PEMUKIMAN KOTA KOLAKA PADA ABAD XX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Basrin Melamba

    2013-01-01

    Full Text Available This paper describes the growth of Kolaka city in Bone in XX century. In early XX century, Kolaka became the capital of onderafdeeling Kolaka since 1911. In 1912 indirectly the influence of this policy was the development and repair of city facilities in the form of port medium, warehouse, office of toll and duty, and road network in Kolaka. Those settlement growths in Kolaka affected the economic activity and commerce. The settlement and physical region got much better especially after Dutch government settled the resident settlement with the settlement model following the centripetal roadway pattern with the village (kampung pattern (o’kambo. The resident settlement pattern also followed the coastline of Mekongga and Bone Bay. Exploiting the nickel mine yielded the urban symptom in the center of area of nickel mining. Key words: growth, settlement, Kolaka city  Makalah ini menjelaskan tentang pertumbuhan Kota Kolaka di Bone pada abad XX. Pada awal abad XX, Kolaka menjadi ibukota daerah setingkat kabupaten (onderafdeeling Kolaka sejak tahun 1911. Pada tahun 1912 secara tidak langsung pengaruh dari kebijakan ini adalah adanya pengembangan dan perbaikan fasilitas kota dalam bentuk sarana pelabuhan, gudang, kantor tol dan pajak, serta jaringan jalan di Kolaka. Pertumbuhan pemukiman di Kolaka tersebut mempengaruhi kegiatan ekonomi dan perdagangan. Pemukiman dan fisik wilayah menjadi jauh lebih baik terutama setelah Pemerintah Belanda menyelesaikan pemukiman penduduk dengan model pemukiman yang mengikuti pola jalan sentripetal dengan pola kampung (o'kambo. Pola pemukiman penduduk juga mengikuti garis pantai Teluk Mekongga dan Bone. Memanfaatkan tambang nikel juga menghasilkan gejala urban di tengah area pertambangan nikel.Kata kunci: pertumbuhan, pemukiman, kota Kolaka

  17. Kandungan Tembaga (Cu dan Timbal (Pb pada Lamun Enhalus accoroides dari Perairan Batam, Kepulauan Riau, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismarti Ismarti

    2017-02-01

    Full Text Available The objective of the present study was to analyze the metal content of copper and lead in Enhalus accoroides seagrass in Batam Island waters. Samples of seagrass (E. accoroides were collected from six locations along the western region of Batam Island then dried and performed with acid destruction. The measurements of Cu and Pb in the samples were conducted by Atomic Absorption Spectrophotometer. The result showed that there was an increasing of copper and lead contaminant level on sample E accoroides during two periods in a year.  The Cu level ranged from 0.63 to 46.1 mg/kg, meanwhile, lead level ranged from  2.14 to 10.52mg/kg respectively. The highest accumulation of copper and lead were recorded on leaves, it was reached 10.81 mg/kg and 5.98mg/kg, respectively. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan logam tembaga (Cu dan timbal (Pb pada lamun Enhalus accoroides di sepanjang perairan barat Pulau Batam. Sampel lamun dikumpulkan dari enam lokasi  kemudian dikeringkan dan dilakukan destruksi dengan asam. Penentuan kadar logam tembaga dan timbal dalam sampel dilakukan dengan spektrometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kadar logam Cu dan Pb pada sampel lamun E. accoroides selama 2 periode sampling dalam 1 tahun. Kadar logam Cu dan Pb pada lamun secara berturut berada pada rentang 0.63-46.1 mg/kg dan 2.14-10.52mg/kg. Akumulasi logam Cu dan Pb dalam lamun E. accoroides tertinggi pada bagian daun sebanyak 10.81 mg/kg Cu dan 5.98 mg/kg Pb.

  18. Produksi Hidrogen dari Gliserol dengan metode Pemanasan Konvensional Berbasis γ-Alumina

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitria Fatmawati

    2014-09-01

    Full Text Available Sumber energi alternatif diperlukan karena menipisnya cadangan bahan bakar fosil. Salah satu sumber energi alternatif adalah biodiesel. Penggunaan biodiesel dalam skala besar akan menghasilkan gliserol yang melimpah sebagai produk samping yang juga menghasilkan harga yang lebih rendah dan biodiesel dengan harga jual yang tinggi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah untuk mengkonversi gliserol menjadi produk yang bernilai ekonomis, salah satunya adalah hidrogen. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu persiapan katalis dan reaksi katalitik. Ada 2 jenis katalis yang digunakan yaitu γ-Al2O3 dan Ni/γ-Al2O3.Tahapan pada proses reaksi katalitik, yaitu memasukkan reaktan berupa larutan gliserol P.A. 85% berat sebanyak 20 ml ke dalam tangki pemanas. Kemudian memanaskan reaktan tersebut pada suhu 290oC. Larutan gliserol akan menguap dan mengalir melalui pipa menuju reaktor yang berisi 2 gram katalis dengan variabel suhu 200, 225, 250, 275, dan 300oC. Selanjutnya vapor akan dikondensasi sehingga diperoleh destilat dan non condensable gas. Data yang diperoleh adalah konsentrasi gliserol sisa dan konsentrasi hidrogen yang dianalisis menggunakan GC. Dari hasil penelitian didapatkan pengaruh suhu reaksi dan jenis katalis terhadap konversi dan yield produk. Pengaruh jenis katalis terhadap konversi gliserol dan yield menunjukkan bahwa katalis Ni/γ-Al2O3 menghasilkan lebih besar daripada γ-Al2O3. Konversi gliserol tertinggi dicapai pada suhu 225oC sebesar 96,799% menggunakan 2 gram katalis Ni/γ-Al2O3. Yield hidrogen tertinggi diperoleh pada suhu 250oC menggunakan 2 gram katalis γ-Al2O3, yaitu sebesar 0,000214 gram H2/gram gliserol.

  19. DARI MIYANG KE LONGLENAN : PENGARUH JARINGAN SOSIAL PADA TRANSFORMASI MASYARAKAT NELAYAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novi Dwi Harini

    2013-04-01

    Full Text Available Stereotip masyarakat miskin umumnya melakat bagi masyarakat wilayah pesisir pantai di Indonesia. Akan tetapi stereotip itu tidak berlaku bagi Masyarakat Desa Suradadi. Tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Suradadi cukup tinggi. Hal ini sebabkan karena adanya proses transformasi masyarakat dari miyangan (nelayan tradisional ke longlenan (nelayan moderen. Proses transformasi tersebut dipengaruhi oleh adanya peran serta jaringan sosial yang ada di masyarakat pesisir Desa Suradadi. Dalam penelitian ini penulis mengeksplorasi alasan yang melatar belakangi nelayan miyangan beralih ke longlenan, peran jaringan sosial terhadap akses kerja para calon nelayan longlenan, dan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah nelayan (longlenan. Hasil penelitiannya adalah bahwa factor ekonomi, prestise, keinginan untuk melihat dunia luar merupakan dasar keputusan menjadi nelayan longlenan. Jaringan sosial yang digunakan nelayan longlenan adalah dengan berbagi informasi dan keberadaan broker. Dampak adanya nelayan longlenan adalah perubahan ekonomi, penghargaan sosial yang lebih tinggi terhadap profesi longlenan, perubahan gaya hidup, perubahan relasi dan nilai dalam keluarga, serta tranformasi profesi. Stereotypes as being impoverished are often attached to the inhabitants of coastal areas in Indonesia. But the stereotypes cannot be applied to the residents of Suradadi village where the villagers are quite prosperous. The economic advancement occurs in the village follows the transformation of fishing methods from miyangan (traditional fisherman to longlenan (modern fisherman. The transformation is influenced by role of social networks that exist in the coastal village communities Suradadi. In this research, the author examines the roots of transformation from miyangan to longlenan, the role of social networks, and the social changes following the transformation in the community

  20. Pengaruh Konsentrasi CaCl2 Dan Alginat Terhadap Karakteristik Analog Bulir Jeruk Dari Alginat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosmawaty Peranginangin

    2015-12-01

    Full Text Available Alginat memiliki sifat dapat membentuk gel dengan adanya ion Ca2+, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan bulir jeruk analog. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi alginat dan CaCl2 yang optimum dalam pembuatan bulir jeruk analog  dengan menggunakan response surface methodology (RSM dan mempelajari karakteristik bulir jeruk analog yang dihasilkan. RSM dengan central composite design (CCD pada software Design Expert 7 (DX 7 digunakan dengan variasi konsentrasi alginat dan konsentrasi CaCl2 sebagai variabel. Parameter yang diamati pada analog bulir jeruk meliputi kekuatan gel, viskositas, sineresis, dan pH. Selain itu juga diamati kadar air, kadar abu, kadar serat, dan uji sensoris (hedonik skala 5. Analog bulir jeruk disimpan dalam larutan sari jeruk  selama 1 bulan dengan pengamatan berat dan warna periode per minggu. Optimasi dilakukan dengan menggunakan program DX 7 (RSM dan 5 kali ulangan pada bulir jeruk yang dibuat dari alginat 0,8% dan CaCl2 0,5%.  Analog bulir jeruk yang dihasilkan memiliki kekuatan gel 130,29 g/cm2; viskositas larutan 118,6 cPs; sineresis 43,47% dan pH 3,99; sedangkan kadar air 94,05%; kadar abu 0,35%; kadar serat 2,46%. Hasil uji hedonik skala 5 pada analog bulir jeruk  memiliki nilai yaitu mendekati suka untuk tekstur (3,73, suka untuk kenampakan (4 dan antara agak suka hingga suka untuk rasa (3,53.

  1. Instalasi Buku dari Batu sebagai Representasi Reinkarnasi Ilmu dalam Pengkaryaan Tiga Dimensi Seni Patung Kontemporer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gabriel Aries Setiadi

    2016-07-01

    Full Text Available Penemuan tulisan telah membawa cahaya peradaban kedalam kehidupan manusia, penemuan yang telah ada lebih dari 5000 tahun yang lampau tersebut memungkinkan pelestarian buah pikiran maupun pengalaman, dan pewarisan kebijaksanaan yang telah diperoleh kepada generasi berikutnya. Tulisan-tulisan tersebut awalnya hanya berupa lembaran atau lempengan yang terpisah, namun seiring dengan perubahan jaman dan kebutuhannya maka lempengan batu dan tanah berubah menjadi lembaran kulit, daun, maupun kayu. Media kulit, kayu, serta daun kemuadian tidak lagi dipakai dan kertas menjadi media utama. Kumpulan kertas tersebut disatukan dalam jumlah yang banyak yang kita kenal saat ini sebagai wujud buku. Sesuai kebutuhan zamannya, wujud buku secara fisik sudah mengalami beberapa kali perubahan namun secara fungsi buku tetap sebagai medium untuk dibaca dan dituliskan sesuatu. Berdasarkan fakta tersebut, kita perlu menyadari bahwa peran buku selama sejarah manusia akan tetap sama, yaitu sebagai media transfer ilmu pengetahuan, baik dengan cara penulisan ilmiah, novel, dongeng, maupun ayat-ayat kitab suci. Peranan buku terhadap perubahan sangatlah signifikan. Berapa banyak buku yang dapat mempengaruhi pemikiran orang lain. Berapa banyak orang yang dapat dipengaruhi pikirannya oleh satu buku yang berkualitas. Berapa banyak perubahan yang diawali oleh satu tulisan. Buku sebagai objek karya merupakan kumpulan sebuah tulisan perwujudan buah pikiran maupun pengalaman yang tersusun dari berbagai kalimat, terdiri atas kata-kata yang terbentuk akibat susunan huruf dan menghasilkan makna. Secara harfiah buku itu sendiri terdiri atas sampul depan, halaman-halaman isi yang dilambangkan dengan tumpukan lembaran kertas, ketebalan jilid, judul buku dan pengarang pada sampul depan dan pada ketebalan jilid. Seiring  perkembangan buku secara fisik, dari awal penciptaannya hingga kini, telah banyak tulisan tentang perasaan, ide,dan  pengalaman diungkapkan. Selama itu pula telah

  2. ANALISA PERBANDINGAN TINGGI PERMUKAAN LAUT DARI DATA SGDR RETRACKING DAN GDR SATELIT ALTIMETRI JASON-2 TAHUN 2011 (STUDI KASUS : PESISIR PANTAI SELATAN JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewangga Eka Mahardian

    2015-02-01

    Full Text Available Indonesia adalah negara maritim dimana memiliki wilayah laut sekitar 70% sehingga segala aktifitas sangat dipengaruhi oleh kondisi laut. Sea surface high (SSH merupakan tinggi permukaan air laut di atas ellipsoid. Pengkajian tentang sea surface high (SSH sangat penting dilakukan di Indonesia untuk memperoleh informasi spasial tentang kondisi perairannya. Saat ini telah dikembangkan suatu sistem satelit yang mempunyai obyek penelitian mengamati kondisi perairan yakni satelit altimetri Jason-2.Metode analisa perbandingan tinggi permukaan laut retracking dari data SGDR dengan tinggi permukaan laut non retracking dari data GDR menggunakan metode Center of gravity. Metode ini digunakan untuk mendapatkan  sea surface high retracking. Pengolahan data netcdf satelit altimetri jason-2 menggunakan software radar altimetry toolbox (BRAT dan matrix laboratory. Pengolahan data tinggi permukaan laut dilakukan tiap pass perbulan pada tahun 2011.Hasil penelitian SSH pada 2011 didapatkan nilai SSH onboard  6,0430 m – 28,1084 m. Banyak faktor yang menyebabkan tinggi rendah SSH pada daerah pesisir yakni Ketinggian air laut , morfologi pantai , Iklim dan cuaca. Dari beberapa faktor tersebut , ketinggian air laut dapat langsung di olah dari satelit altimetri, didapatkan Ketinggian air laut onboard berkisar 5,7611 m – 28,2212 m.Hasil penelitian dari proses retracking SSH OCOG menujukan bahwa nilai SSH pada lintasan satelit dari daratan ke lautan (pass genap lebih besar  daripada lautan ke daratan (pass ganjil. Yang disebabkan oleh pantulan dan noise dari daratan yang relatif besar. Selain itu hasil ploting SSH OCOG masih sangat noise dibandingkan SSH onboard / SSH non retracking tetapi SSH memiliki keuntungan data lebih luas mencakup wilayah pesisir daripada SSH onboard.   

  3. Muatan Nilai-nilai Multikultural dan Antimultikultural dari Mimbar Masjid di Kota Solo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zakiyuddin Baidhawy

    2014-12-01

    Full Text Available Abstract This research aims to identify the scope of religious sermons and materials in different mosques in Solo, and identify multicultural and anti-multicultral aspects presented in sermons. Using qualitative method and content analysis, the research found the following conclusions: First, the diversity of communities—ethnic, cultural, or religious— has received little attention from the preacher at various mosques and majelis taklim. Second, in addition to multicultural values, sermons and religious lectures contains some values of anti-multicultural, such as prejudice and stereotypes against other groups, particularly in relation to the non-Muslim and western countries. Third, the sermons material and religious lectures implied the intensity of purification. Along with the movement, religious preaching implied resistance to local culture (Java, which is considered as the main source of religious impurity. Finally, the development trend of Islam in Solo implies religious radicalization as reflected in hostility towards the local culture, foreigners and non-Muslims.Keywords: multiculturalism, antimulticulturalism, radicalism, mosque, religious speech AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lingkup materi khotbah agama dan khotbah di masjid-masjid dan majelis taklim di Solo, dan mengidentifikasi aspek-aspek multikultural dan anti-multikultural yang disampaikan dalam khotbah dan ceramah. Riset ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisis isi. Studi ini menemukan kesimpulan sebagai berikut: Pertama, keragaman masyarakat—etnis, budaya, atau agama—mendapat sedikit perhatian dari pengkhotbah di berbagai masjid dan majelis taklim. Kedua, di samping nilai-nilai multikultural, khotbah dan ceramah keagamaan berisi beberapa nilai-nilai anti-multikultural, seperti prasangka dan stereotip terhadap kelompok lain, khususnya dalam hubungan dengan non-Muslim dan negara-negara barat. Ketiga, materi

  4. Isolasi Dan Identifikasi Terpenoid dari Fraksi n-Butanol Herba Lampasau (Diplazium esculentum Swartz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Dewi Astuti

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia yang diisolasi dari fraksi n-butanol ekstrak metanol herba lampasau (Diplazium esculentum Swartz. Ekstrak metanol diperoleh secara maserasi dan difraksinasi berturut-turut denganpetroleum eter, etil asetat, dan n-butanol. Fraksi n­-butanol difraksinasidengan kromatografi kolom dengan fase diam silika gel dihasilkan fraksi A, B, C, dan D. Fraksi B dimurnikan dengan kromatografi lapis tipis preparatif pada silika geldihasilkan isolat B1. Isolat B1 berupa padatan tidak berwarna danberfluoresensi putih di bawah lampu UV 366 nm. Panjang gelombang maksimum pada spektra UV  isolat B1 adalah 225 nm dan 272.5 nm yang menunjukkan adanya ikatan rangkap tak terkonjugasi. Spektra IR isolat B1 menunjukkan adanya gugus C=C, –OH, C=O lakton, –CO, C–H ulur, dan C–H tekuk. Spektra 1H-NMR isolat B1 menunjukkan sinyal proton pada ikatan rangkap, proton –OH, proton pada –CH2 yang terikat atom oksigen, serta proton gugus metil –CH3. Berdasarkan data spektra UV, IR, dan 1H-NMR maka isolat B1 disarankan sebagai turunan senyawa triterpenoid hopan-lakton. Kata kunci : diplazium esculentum Swartz, fraksi n-butanol, triterpenoid hopan-lakton  Abstract The research  aims to identify chemical compounds isolated fromn-butanol fraction methanol extract of lampasau herbs (Diplazium esculentum Swartz. The methanol extract was obtained by maceration and fractioned by petroleum ether, ethyl acetate, andn-butanol. N-butanol fraction was fractionated using column chromatography on silica gel produced fractions A, B, C, and D. Fraction B was purified by preparative thin layer chromatography on silica gel produced isolate B1. Isolate B1was colorless solid and has white fluorescent under UV lamp 366 nm. The maximum wavelength on UV spectra of B1 are 225 nm and 272,5 nm indicates the unconjugated double bond. IR spectra of B1 showed the vibration of C=C, –OH, C=O lactone, –CO, C

  5. SINTESIS SENYAWA C18H26O9 DARI HIPTOLIDA HASIL ISOLASI DAUN HYPTIS PECTINATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meiny Suzery

    2012-05-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF C18H26O9 COMPOUNDS FROM HYPTOLIDE ISOLATED FROM HYPTIS PECTINATA LEAVES. Isolation of hyptolide has been done from Hyptis pectinata, and alkene group transformation through oxidation reactions using H3B: OEt2 to the isolated compound was also conducted. Product analyses were carried out using TLC, UV spectrometry, IR, and LC-MS. Pure crystal with melting point of 86-87oC was isolated. The yield was 1.75% (w/w. After analysing and compilating of spectroscopic data it was confirmed as hyptolide compound. Hydroboration of this compound (followed by hydrolysis using H2O2 under alkaline conditions produce its alcohol derivatives, with 28.9% the percentage of transformation, it was demonstrated by LCMS data. IR spectrum at 3600cm-1, confirming the replacement of hydroxyl bond by alkene. Regioselectivity of addition reaction is proposed through simulation with Chem Office. The reaction product was suspected as 6-hydroxy-7-(6-oxo-3,6-dihydro-2H-pyran-2-yl heptane-2,3,5-tryil triacetate. Extension of reaction time to 24 hours, has increase hydroboration product to 78.3%. This research has opened other studies of natural materials in accordance to the roadmap set.  Telah dilakukan isolasi hiptolida dari bahan alam Hyptis pectinata, dan transformasinya melalui reaksi oksidasi menggunakan H3B:OEt2 terhadap gugus alkena pada senyawa hasil isolasi. Analisis produk dilakukan menggunakan KLT, spektrometri UV, IR, dan LC-MS. Kristal murni dengan titik leleh 86-87oC berhasil diisolasi dengan rendemen 1,75 % (b/b, dirujuk sebagai senyawa hiptolida setelah melalui analisis dan kompilasi data-data spektroskopi. Hidroborasi terhadap senyawa hiptolida (yang diikuti hidrolisis menggunakan H2O2 dalam suasana basa menghasilkan senyawa alkohol turunannya, dengan persentase transformasi sebesar 28,9%, dapat ditunjukkan melalui data LCMS. Data spectrum IR menunjukkan adanya puncak pada 3600cm-1, memperkuat dugaan  adanya ikatan hidroksil menggantikan gugus

  6. PENGARUH OBESITAS PADA PERKEMBANGAN SISWA SEKOLAH DASAR DAN PENANGANANNYA DARI PIHAK SEKOLAH DAN KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Labib Sajawandi

    2015-09-01

    Full Text Available Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Obesitas adalah permasalahan umum yang dialami anak-anak pada masa sekarang ini, tetapi tidak mendapat banyak perhatian karena dianggap hanya masalah fisik bukan masalah kognitif, padahal dampaknya dapat mengancam masa depan anak. Beberapa factor yang menyebabkan anak mengalami obesitas,diantaranya adalah: Factor genetic, Pola makan, Kurangnya aktifitas fisik, Factor psikologis, Factor keluarga, Factor social ekonomi, Factor psikososial, dan Factor kesehatan. Dampak Obesitas bukan hanya masalah fisik (seperti sakit-sakitan dan mudah lelah tetapi juga psikis yang dapat mempengaruhi perkembangannya.Dalam memecahkan masalah obesitas ini, kita dapat merumuskan pola pemecahan masalahnya dari dua pihak, yaitu pihak sekolah dan keluarga. Kedua pihak ini harus bekerja sama saling mendukung untuk memecahkan masalah obesitas yang mengancam masa depan anak-anak mereka. Sekolah dan pihak keluarga terutama orang tua harus bisa mensosialisasikan dan mengimplementasikan pola makan sehat dan gaya hidup aktif untuk mengurangi dan mencegah obesitas sehingga dapat menyelamatkan masa depan anak-anak.Kata kunci: Obesitas, dampak fisik dan psikis, pola makan sehat, gaya hidup aktifObesity is defined abnormality or as a disease characterized by accumulation of excessive body fat. Obesity is a very common problem at the present time on children, but it did not get a lot of attention because look like just physical problem and not cognitive problems, whereas the impact can threatens future of children. Several factors that led children are obese: genetic factors,diet, lack of physical activity, psychological factors, family factors, social economic factors, psychosocial factors, and health factors. The impact of obesity is not only physical problems (such as sickly and easy tired but also psychic that can affect on child development. In

  7. Ekstraksi Kalium dari Abu Tandan Kosong Sawit Sebagai Katalis Pada Reaksi Transesterifikasi Minyak Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Imaduddin

    2010-10-01

    Full Text Available Process of the transesterification reaction of palm oil with methanol by using ash of palm empty fruit bunches (EFB as base catalyst has been conducted. The studied variables were effect of weight ash of EFB (5, 10, 15, 20, 25 g and the molar ratio (3:1; 6:1; 9:1; and 12:1 of methanol to palm oil. Sample of ash was prepared through heating, screening, and reashing. A certain amount of ash was extracted in methanol with mixing for about 1 h at room temperature and the product was used as catlayst for transesterification process. The composition of the methyl esters (biodiesel was analyzed using GC-MS and 1H NMR, whereas characters of biodiesel were analyzed using ASTM methods. The results of AAS analysis showed that potassium carbonate content in ash of EFB was 25.92% w/w. The main components of biodiesel were mixture of methyl palmitate and methyl oleat as the major compounds. The increasing of EFB ash weight (catalyst concentration in reaction of transesterification enhanced the biodiesel conversion of 53.0; 76.9; 88.2; 90.5 and 97.8% (w/w respectively. The increasing of the molar ratio of methanol to palm oil, the biodiesel conversion enhanced too, that were 74.0; 90.5; 92.3 and 98.8% (w/w respectively. The properties of biodiesel were relatively conformed with specification of biodiesel (ASTM D 6751. © 2008 BCREC UNDIP. All rights reserved.(Received: 25th September 2008, Accepted: 5th October 2008[How to Cite: M. Imaduddin, Y. Yoeswono, I. Tahir. (2008. Ekstraksi Kalium dari Abu Tandan Kosong Sawit Sebagai Katalis Pada Reaksi Transesterifikasi Minyak Sawit. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 3 (1-3: 14-20.  doi:10.9767/bcrec.3.1-3.7119.14-20][How to Link/DOI: http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.3.1-3.7119.14-20 || or local:  http://ejournal.undip.ac.id/index.php/bcrec/article/view/7119][Cited by: Scopus 1 | ] 

  8. Dampak Problem Based Learning terhadap Pemahaman Konsep Ditinjau dari Gaya Berpikir Siswa pada Mata Pelajaran Fisika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Halim

    2017-06-01

    konsep fisika dan indikator pemahaman manakah paling tinggi peningkatannya. Inilah tujuan yang ingin diketahui dari hasil penelitian yang dilakukan pada 24 siswa MAN Rukoh Banda Aceh kelas XI sebanyak 24 siswa untuk kelas eksperimen dan 25 siswa kelas kontrol setelah dilakukan perlakuan dengan model PBL berbasis eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental, dengan desain nonequivalent control group design dan pengumpulan data menggunakan; tes untuk melihat peningkatan pemahaman konsep; dan angket untuk melihat jenis gaya berpikir yang dimiliki siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pemahaman konsep “Translasi” terjadi peningkatan tertinggi pada siswa yang memiliki jenis gaya berpikir “Sekuensial Konkret (SK” pada kelompok eksperimen, sebaliknya untuk siswa yang memiliki jenis gaya berpikir “Sekuensial Abstrak (SA” indikator pemahaman konsep tertinggi adalah “Translasi”, ini terjadi pada kelas kontrol. Kata Kunci: Model Pembelajaran PBL Berbasis Eksperimen, Pemahaman Konsep, Gaya Berpikir.

  9. Studi Eksperimental Laju Keausan Material Gigi Tiruan dari Resin Akrilik Berpenguat Fiberglass dengan Variasi Susunan Serat Penguat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prastika Kristasari

    2017-01-01

    Full Text Available Resin akrilik adalah salah satu material yang mulai banyak digunakan sebagai salah satu material untuk pembuatan gigi tiruan. Penelitian sebelumnya tentang analisis pengujian laju keausan resin akrilik berpenguat serat pada dental prosthesis pada kondisi dry sliding menunjukkan hasil nilai laju keausan berkurang dengan adanya penambahan serat[1]. Saat ini belum ada kajian mengenai laju keausan resin akrilik berpenguat serat pada kondisi wet sliding dengan variasi pola susunan serat yang berbeda dengan kondisi terendam cairan saliva buatan. Metode pengujian ekperimental ini menggunakan alat uji keausan tribometer tipe pin on disk.  Material untuk pin dan disk menggunakan material dari resin akrilik berpenguat serat. Disk diputar dan bergesekan dengan pin. Variabel tetap pengujian ini yaitu panjang lintasan sejauh 505,92 m, beban sebesar 2 kg, dan sliding speed sebesar 0,07 m/s. Perlakuan gesekan dilakukan pada resin akrilik berpenguat serat dengan variasi susunan serat 0%, 7% berpola 6 mm serat acak, dan 7% berpola 6 mm serat teratur. Spesimen direndam dahulu dan saat pengujian keausan dikondisikan terendam dalam cairan saliva buatan. Kemudian, spesimen tersebut dianalisis laju keausannya dan diamati gambar mikro dari permukaan spesimen. Hasil dari penelitian adalah data pengujian berupa nilai laju keausan spesifik terbesar sebesar 0.0126 mm3/Nm yang terdapat pada material resin akrilik tanpa penguat serat dan nilai laju keausan yang terkecil yaitu pada material resin akrilik berpenguat 7% serat berpola teratur sebesar 0.0006 mm3/Nm. Hasil foto mikro menunjukkan bahwa mekanisme keausan yang paling dominan terjadi adalah keausan abrasif dan keausan fatigue.

  10. Isolasi Kitin dari Cangkang Kepiting Laut (Portunus pelagicus Linn. serta Pemanfaatannya untuk Adsorpsi Fe dengan Pengompleks 1,10-fenantrolin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Murniati

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak Telah dilakukan isolasi kitin dari cangkang kepiting laut (Portunus pelagicus Linn. yang digunakan sebagai fasa padat dalam Adsorpsi kompleks tris(1,10-fenantrolinbesi(II. Optimasi berat kitin dan penentuan eluen yang sesuai telah dipelajari dalam penelitian ini dengan tujuan untuk meningkatkan recovery kompleks yang optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spektra Inframerah dari kitin hasil isolasi memberikan bilangan gelombang yang hampir sama dengan kitin standar. Penentuan kadar abu, kadar nitrogen dan kadar karbon serta derajat deasetilasi dari hasil analisis kitin hasil isolasi memberikan hasil yang memenuhi syarat kitin standar. Berat kitin optimum untuk adsorpsi kompleks [Fe(phen3]2+ 0,4 ppm adalah 0,2 g yang memberikan % recovery sekitar 55,56% dan eluen yang sesuai adalah campuran etanol : HCl (6 : 4, v/v. Kata Kunci: Isolasi kitin, Adsorpsi, Besi, 1,10-fenantrolin dan Eluen. Abstrack The isolated crab shell chitin from the sea crab (Portunus pelagicus Linn. for solid-phase extraction  [Fe(1,10-phenantroline3]2+complex based. The weight optimized of chitin and searched of eluent were compatible. The result showed that infrared spectra of the isolated chitin has similar characteristic absorption with that of the standard chitin. The measurement of ash contents, nitrogen contents, and carbon contents and de-acetylated degrees from analysis result of the isolated chitin up to the standard chitin. The weight optimized of chitin used for solid-phase extraction of 0.4 ppm trace(1.10-phenanthrolineiron(II complex are 0.2 g with % recovery 55,56% and the eluent compatible are the mixed ethanol: HCl (6:4, v/v.   Keywords: Chitin isolation, Adsorption, Iron, 1,10-phenantroline and Eluent.

  11. Adsorbsi Hafnium (Hf) Dalam Resin Penukar Anion Dowex-1x8 Adsorbtion of Hafnium (Hf) in Dowex - 1x8 Anion Exchange Resin

    OpenAIRE

    Susiantini, Endang; Setyadji, Moch

    2014-01-01

    Hafnium memiliki titik lebur yang tinggi dan kemampuan menyerap neutron per luas penampang 600 kali lebih besar dari Zr sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan batang pengendali reaksi fisi nuklir. Berbagai metode pemurnian Hf dari Zr telah dikembangkan salah satunya adalah dengan menggunakan resin penukar ion. Pada penelitian ini digunakan umpan berbentuk sulfat dari hafnium murni dan hafnium-zirkonium campuran hasil proses pengolahan pasir zirkon. Umpan hafnium sulfa...

  12. Bird Names and Folklore from the Emberá (Chocó in Darién, Panamá

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stephanie C. Kane

    2015-06-01

    Full Text Available This paper presents data on names and folklore of birds collected among native speakers of Emberá in the moist tropical forests of Darién, Panamá.  The naming data was collected by systematic elicitation of names from pictorial representations of birds.  It is organized here to facilitate analysis of various aspects of folk taxonomy in relation to scientific taxonomy.  Folklore about birds collected in natural contexts is also included to indicate the role of birds and their names in symbolic processes that exceed the limits of literal reference.

  13. Perbedaan Daya Hambat Bakteri dari Propolis Cair yang Ada di Pasaran Terhadap Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus Secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bangun Azhari Yusuf

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Propolis adalah zat yang digunakan lebah melindungi sarangnya dari berbagai ancaman. Komponen utama propolis adalah resin yang dikumpulkan lebah dan dicampur dengan air liurnya. Manusia juga menggunakan propolis sebagai obat berbagai penyakit, seperti infeksi bakteri. Propolis memiliki kemampuan antibakteri terhadap Escherichiacoli dan Staphylococcus aureus. Kualitas dan jenis propolis sesuai dengan komposisi kimia, iklim dan tempat berkembang biak. Tujuan penelitian ini adalah melihat perbedaan daya hambat bakteri Propolis cair 1 dan Propolis cair 2 yang ada di pasaran terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Propolis yang akan diuji adalah propolis cair yang ada di pasaran dipilih dua secara acak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2013 di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jenis penelitian eksperimentalmenggunakan metode difusi (metode cakram dan analitik dengan menghubungkan perbedaan kedua propolis sebagai antibakteri. Hasil penelitian ini menunjukkan propolis cair 1 dan propolis cair 2 yang ada di pasaran tidak memiliki efek antibakteri terhadap Escherichia coli dan terdapat perbedaan daya hambat bakteri dari kedua propolisterhadap Staphylococcus aureus. Propolis cair 2 (diklaim berasal dari Selandia baru memiliki daya hambat bakteri yang lebih baik daripada propolis cair 1 (diklaim berasal dari Malaysia.Kata kunci: propolis cair, perbedaan daya hambat bakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureusAbstract Propolis is substance which use to protect bee hive from various threat. The main component of propolis is resin which is collected and mixed with saliva. The human also use propolis as a treatment against various illness such as bacterial infection. Propolis has an antibacterial effect to Escherichia coli and Stahpylococcus aureus. The quality and type of propolis is also in accordance with chemical composition, climate and their breeding location. The

  14. PEMBUATAN MMC BERBASIS TEKNOLOGI METALURGI SERBUK DENGAN BAHAN BAKU ALUMINIUM DARI LIMBAH KALENG MINUMAN DAN ADITIF ABU SEKAM PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Akrom

    2016-09-01

    Full Text Available Komposit matriks logam (aluminium yang berasal dari limbah kaleng minuman dengan penguat partikel silikon karbida danpenguat tambahan abu sekam padi telah berhasil difabrikasi dengan metode teknologi metalurgi serbuk. Tujuan dari penelitian iniadalah merekayasa material baru yang murah akan tetapi memiliki mutu dan daya saing yang sangat baik. Penelitian ini terdiri daribeberapa tahap yakni, pembuatan bahan baku, pencampuran, pencetakan sampel, sintering dan pengujian. Dari hasil pengujianfisik diperoleh bahwa komposit matrik logam dengan penambahan abu sekam padi memiliki kerapatan lebih rendah dibandingkandengan komposit Al/SiC tanpa sekam padi, sedangkan sifat kekerasan dan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan Al/SiCtanpa penambahan abu sekam padi. Dari analisis XRD ditemukan bahwa terjadi penyebaran unsur utama Al, Si, senyawa SiC,serta timbul senyawa stabil MgAl O , Al O yang bersifat konstruktif yang dapat memberikan sifat mekanis yang baik bagi komposit,dan senyawa destruktif Al C yang bersifat korosif. Analisis SEM menunjukkan ukuran butiran partikel yang cenderung lebar danmemanjang, ikatan antar partikel penyusun bahan yang terbentuk cukup baik, sehingga memberikan sifat mekanis bahan yangbaik.Tidak tampaknya pori-pori bahan menunjukkan pula bahwa ikatan partikel antar bahan cukup baik. Metal (aluminium matrix composite originated from beverage can waste with carbide silicon particle reinforcement and additionalreinforcement of paddy chaff ash has been fabricated successfully by employing powder metallurgy technology method. Thepurpose of the research is to create a cheap new material, qualified and having high competitive value. This research wasconducted through several stages, those were making raw material, mixing, sample moulding, sintering, and testing. The result ofphysical test shows that metal matrix composite added by paddy chaff ash has lower density, stronger and bigger power comparedto Al/SiC composite without

  15. PERHITUNGAN TEGANGAN PIPA DARI DISCHARGE KOMPRESOR MENUJU AIR COOLER MENGGUNAKAN SOFTWARE CAESAR II 5.10 PADA PROYEK GAS LIFT COMPRESSOR STATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Maulana

    2016-06-01

    Full Text Available Gas lift merupakan suatu metode pengangkatan fluida dari lubang sumur yang mengandung minyak bumi dengan cara menginjeksikan gas bertekanan tinggi kedalam kolom fluida. Gas bertekanan berasal dari sumur gas yang ditekan dengan menggunakan kompresor dan terhubung dengan peralatan lain seperti bejana bertekanan dan air cooler yang dihubungkan dengan rangkaian sistem perpipaan. Peningkatan tekanan dan temperatur pada discharge kompresor menyebabkan terjadinya tegangan sepanjang pipa sistem perpipaan tersebut sehingga perlu dilakukan perhitungan tegangan agar sistem perpipaan aman pada saat beroperasi. Hasil yang diharapkan dari perhitungan ini adalah tercapainya desain sistem perpipaan yang aman dengan penyangga pipa yang mampu menahan beban pipa serta tegangan pipa. Perhitungan ini dilakukan dengan menghitung tegangan sustain dan ekspansi termal menggunakan program CAESAR II.5.10 maupun perhitungan manual dengan mengacu pada ASME B31.3 sebagai nilai batasan tegangan izin, dengan jalur pipa yang dihitung adalah dari discharge nozzle kompresor menuju inlet nozzle air cooler pada proyek gas lift compressor station yang berada di Azerbaijan, Asia Tengah. Hasil perhitungan menunjukan bahwa nilai tegangan sustain tertinggi menggunakan program CAESAR II.5.10 sebesar 47746,6 kN/m² dengan batas tegangan izin sebesar 137895,14 kN/m², sedangkan untuk nilai tegangan akibat beban ekspansi terbesar dari hasil CAESAR II.5.10 adalah 23428,73 kN/m² dengan batas tegangan izin 206842,71 kN/m².

  16. ISOLASI BAKTERI ENDOFIT DARI DAUN SIRIH (Piper betle L. SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    desi - sagita

    2017-03-01

    Full Text Available Bakteri endofit adalah salah satu alternatif penghasil senyawa antimikroba. Keberadaan bakteri dalam tanaman memungkinkan bakteri menghasilkan senyawa bioaktif yang sama seperti yang terkandung dalam tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri endofit yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri lainnya. Aktifitas antibakteri diukur menggunakan metode Kirbi Bauer. Sirih (Piper bettle adalah tanaman yang telah digunakan oleh banyak orang karena mengandung senyawa yang baik untuk kesehatan. Jumlah bakteri endofit yang berhasil diisolasi adalah 13 isolat yaitu E1, E2, E3,E4,E7,E8, E9, E10, E11, E12 dan E13. Berdasarkan uji aktifitas antibakteri, 6 dari 13 isolat endofit yang berpotensi memberikan aktifitas antibakteri. 5 dari isolat tersebut yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphyl,ococcus aureus dan E8 yang aktifitas nya tinggi dengan diameter zona bening 18.96 mm dan hanya 1 isolat yaitu E7 yang mampu menghambat  Escherichia coli dengan diameter zona bening 14.01 mm.

  17. Analisis On-Bottom Stability dan Local Buckling: Studi Kasus Pipa Bawah Laut dari Platform Ula Menuju Platform Uw

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Clinton Sibuea

    2017-01-01

    Full Text Available Pipa bawah laut merupakan suatu teknologi transportasi yang digunakan untuk mengangkut produk hidrokarbon. Industri minyak dan gas telah membuktikan bahwa penggunakan pipa bawah laut merupakan cara yang paling ekonomis untuk memindahkan fluida dalam skala besar. Pada penelitian ini, dilakukan analisis on-bottom stability dan local buckling pada pipa bawah laut dari platform ULA menuju platform UW milik PT.PHE ONWJ. Analisis on-bottom stability bertujuan untuk mengetahui apakah pipa bawah laut stabil secara vertikal dan lateral di dasar laut pada saat terkena beban hidrodinamis. Analisis local buckling bertujuan untuk menentukan panjang maksimum free span yang diijinkan agar pipa tidak mengalami buckling. Besar gaya horizontal pada kondisi instalasi dan operasi masing-masing adalah 405 N/m dan 1119 N/m. Besar gaya vertikal pada kondisi instalasi dan operasi masing-masing adalah 138 N/m dan 1058 N/m. Besar gaya tahanan tanah pada kondisi instalasi dan operasi masing-masing adalah  111 N/m dan 121 N/m.  Hasil analisis absolute lateral static menunjukkan pipa bawah laut tidak stabil secara lateral pada kondisi instalasi dan operasi karena berat terendam aktual lebih kecil dari berat terendam minimum yang harus dipenuhi agar stabil. Hasil analisis generalized parameter menunjukkan pipa bawah laut tidak stabil secara lateral pada kondisi operasi, namun stabil secara lateral pada kondisi instalasi. Panjang free span pipa bawah laut maksimum yang diijinkan agar tidak terjadi local buckling adalah 50 m.

  18. PENGARUH PRAKTIKUM DAN DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATERI ASAM BASA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitria Rizkiana

    2016-03-01

    Full Text Available This study aimed to compare the students' motivation that learned by two different methods viewed from prior knowledge. This study used the quasi-experimental design. Data were obtained from motivation questionnaire which consist of 31 point statements. Data were analyzed using two ways ANOVA. The results showed that: (1 there was differences in students' motivation that learned with hands-on and demonstration in guided inquiry learning, (2 student with high prior knowledge have better motivation in learning rather than students with low prior knowledge, (3 there was no interaction between learning methods and prior knowledge on students' motivation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan 2 metode berbeda ditinjau dari kemampuan awal. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu. Data penelitian diperoleh dari angket motivasi yang terdiri atas 31 butir pernyataan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 ada perbedaan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan praktikum dan demonstrasi dalam pembelajaran inkuiri terbimbing, (2 siswa dengan kemampuan awal tinggi memiliki motivasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan kemampuan awal rendah, (3 tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan kemampuan awal terhadap motivasi belajar siswa.

  19. Potensi Pemanfaatan Membran Untuk Regenerasi Refrigeran Dari Absorber Pada Sistem Pendingin Absorpsi Lithium Bromide-H2O

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Rudiyanto

    2017-07-01

    Full Text Available Sistem pendingin absorpsi mempunyai karakteristik yaitu untuk menghasilkan siklus pendinginan tidak menggunakan kompresor tetapi menggunakan energi panas. Pemanfaatan energi tingkat rendah atau panas untuk proses regenerasi pada generator tidak semua bisa dimanfaatkan bila temperatur kurang dari 85 °C. Oleh karena itu perlu dicari alternatif proses untuk memisahkan antara refrigeran dan absorban tanpa penggunaan panas yang tinggi. Salah satu teknik pemisahan yang sedang berkembang saat ini adalah teknologi membran, dimana prinsip kerjanya adalah dengan memindahkan pelarut dari larutan encer menjadi larutan pekat (strong solution. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tekanan operasi sebesar 7 bar menunjukkan tingkat faktor rejeksi yang paling tinggi yaitu sebesar 0,96 tetapi massa fluks yang dihasilkan adalah paling rendah jika dibandingkan dengan tekanan operasi 7,2 bar dan 7,4 bar. Tekanan 7 bar dengan tingkat rejeksi 0.96 akan menghasilkan waktu pendinginan yang lama, selain itu tingkat faktor rejeksi akan berakibat besarnya beda tekanan uap antara ruang evaporator dan absorber yang akan mempengaruhi temperatur terendah yang dicapai.

  20. SINTESIS DAN KARAKTERISASI GAMMA ALUMINA (γ-Al2O3 DARI KAOLIN ASAL TATAKAN, SELATAN BERDASARKAN VARIASI TEMPERATUR KALSINASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utami Irawati

    2013-05-01

    Full Text Available Sintesis dan karakterisasi gamma alumina (γ-Al2O3 dari kaolin asal Tatakan, Kalimantan Selatan berdasarkan variasi temperatur kalsinasi telah dilakukan. Gamma alumina (γ-Al2O3 diperoleh dengan metode sol-gel. Polyethylene glycol 6000 digunakan sebagai template pembentuk pori, presipitasi dilakukan dengan penambahan NH4OH 2,6 M hingga pH larutan 8-9 untuk memperoleh Al(OH3. Kalsinasi dilakukan pada temperatur 500, 600, 700 dan 800 0C. Gamma alumina (γ-Al2O3 hasil kalsinasi kemudian di analisis menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR dan X-Ray Diftraction (XRD. Hasil analisis karakterisasi FTIR menunjukkan pada masing-masing variasi temperatur terbentuknya kerangka gamma alumina (γ-Al2O3 dan hasil XRD menunjukkan fasa alumina yang terbentuk adalah gamma alumina (γ-Al2O3. Struktur terbaik dari gamma alumina (γ-Al2O3 berdasarkan kekristalannya yaitu pada temperatur kalsinasi 700 0C dengan nilai 2θ = 46,06; 60,07 dan 66,93.

  1. APLIKASI CRUDE ENZIM SELULASE DARI TONGKOL JAGUNG (Zea mays L PADA PRODUKSI ETANOL DENGAN METODE SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION (SSF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ery Susiany Retnoningtyas

    2014-12-01

    Full Text Available Tongkol jagung yang melimpah sebagai produk samping dari hasil pengolahan industri jagung pipilan, memberikan peluang untuk dimanfaatkan sebagai substrat dalam produksi crude enzim selulase. Crude enzim selulase dari tongkol jagung selanjutnya diaplikasikan pada produksi etanol dengan memanfaatkan tongkol jagung juga dengan metode simultaneous saccharification and fermentation (SSF. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh volume crude enzim selulase terhadap kadar etanol, kinerja crude enzim selulase dalam memproduksi etanol dan membandingkan kinerjanya dengan crude enzim komersial. Penelitian ini terbagi dalam dua tahap yaitu : pretreatment tongkol jagung, dan fermentasi. Tongkol jagung yang sudah dikeringkan, dihaluskan hingga menjadi serbuk dengan ukuran 12 mesh, dan diberi perlakuan hidrolisis dengan uap panas (steam explosion selama 60 menit. Serbuk tongkol jagung difermentasi,dengan penambahan nutrisi, crude enzim selulase dan jamur Saccharomyces cerevisiae. Proses fermentasi dilakukan pada suhu 30oC selama 120 jam, sedangkan pengamatan dilakukan setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan produksi etanol yang dihasilkan dengan menggunakan crude enzim selulase dan crude enzim komersial berturut-turut adalah 1,28 dan 2,89 %.

  2. KADAR GLUKOSA DARI HIDROLISIS SELULOSA PADA ECENG GONDOK MENGGUNAKAN Trichoderma viride DENGAN VARIASI TEMPERATUR DAN WAKTU FERMENTASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purbowatiningrum R Sarjono

    2012-11-01

    Full Text Available Telah kita ketahui bahwa eceng gondok merupakan salah satu sumber selulosa yang melimpah di alam dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon bagi jamur Trichoderma viride. Eceng gondok memiliki bobot kering selulosa 21,5%, hemiselulosa 33,9% dan lignin 7,01%. Trichoderma viride adalah jamur saprofit yang berpotensi memproduksi selulase yang mampu mendegradasi ikatan β-1,4-glikosida pada rantai selulosa untuk menghasilkan glukosa. Glukosa dapat dimanfaatkan dalam produksi sirup gula, asam organik dan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Trichoderma viride yang mampu tumbuh pada media pertumbuhan hasil modifikasi eceng gondok serta memperoleh temperatur optimum aktivitas Trichoderma viride dalam menghidrolisis eceng gondok dan waktu fermentasi terbaik dalam menghasilkan glukosa. Proses pertama adalah persiapan sampel enceng gondok meliputi delignifikasi, kurva pertumbuhan Trichoderma viride dibuat dalam media modifikasi eceng gondok untuk mengetahui waktu optimum pertumbuhan Trichoderma viride. Penentuan temperatur optimum dan waktu fermentasi terbaik dari aktivitas Trichoderma viride didasarkan pada glukosa yang dihasilkan dari hidrolisis selulosa pada eceng gondok menggunakan metode Nelson Somogyi. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa Trichoderma viride mampu tumbuh pada media modifikasi eceng gondok. Temperatur optimum aktivitas Trichoderma viride dalam menghidrolisis selulosa pada eceng gondok adalah 35oC dan waktu fermentasi terbaik dihasilkannya glukosa pada jam ke-96 yaitu sebesar 1,3864 mg/L.

  3. Produksi Bioetanol dari Bahan Baku Singkong, Jagung dan Iles-iles :Pengaruh Suhu Fermentasi dan Berat Yeast Saccharomyces cerevisiae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K. Kusmiyati

    2014-12-01

    Full Text Available Kebutuhan bahan bakar di masa sekarang semakin bertambah besar sehingga berdampak pada menipisnya sumber bahan bakar dan meningkatnya polusi udara di lingkungan. Penggunaan bahan bakar alternatif dari sumber non fosil merupakan pilihan terbaik sebagai pengganti bahan bakar fosil. Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif yang tepat digunakan baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang. Bahan baku etanol yang digunakan pada penelitian ini adalah singkong, dan iles-iles.Variabel penelitian yang diamati temperatur fermentasi (30°C; 40°C;­­ 50°C dan komposisi Saccharomyces cerevisiae (2,5 g; 5 g; 10 g; 15 g Proses pembuatan bioetanol terdiri dari hidrolisis enzim yaitun likuifikasi menggunakan a-amylase1,6% v/w (t = 1 jam; T = 95-100°C; pH 6 dan sakarifikasi menggunakan b-amylase 3,2% v/w (t = 4 jam; T = 60°C; pH 5 serta proses fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae ( t = 120 jam; pH 4,5; yeast 5 g. Kadar etanol tertinggi dihasilkan pada temperatur fermentasi 30°C untuk semua bahan baku dengan kadar etanol masing-masing 83,43 g/L untuk singkong,80,77 g/L untuk jagung,dan 79,94 g/L untuk iles-iles. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

  4. PEMBENTUKAN TUNAS DARI BIJI MANGGIS (Garcinia mangostana L. ASAL BENGKALIS DENGAN PENAMBAHAN BAP DAN MADU SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mayta Novalida Isda

    2016-12-01

    Full Text Available AbstrakGarcinia mangostana L. merupakan salah satu spesies dari famili Guttiferae kaya senyawa dari golongan xanthon. Manggis memiliki juvenil yang lama. Salah satu metode yang dapat memecahkan masalah dalam perbanyakan tanaman manggis dalam jumlah yang banyak, bisa sepanjang musim dan menghasilkan tanaman yang seragam yaitu kultur in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi terbaik antara Benzil Amino Purin (BAP dan madu terhadap induksi tunas dari eksplan biji manggis yang belah tiga melintang  secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan BAP (0;3 mg/L dan madu (3;6 mg/L pada media MS (Murashige-Skoog dengan pengamatan 70 hari setelah tanam (hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAP maupun madu mampu meningkatkan pembentukan tunas. Pemberian BAP dan madu berpengaruh nyata terhadap persentase terbentuknya tunas, waktu muncul tunas, jumlah tunas dan panjang tunas.  Jumlah tunas terbanyak terdapat pada perlakuan 3 mg/L BAP sebanyak 20 tunas per biji. Kombinasi perlakuan dengan penambahan 3 mg/L BAP + 3 ml/L madu menghasilkan persentase terbentuk tunas tertinggi (100%; waktu muncul tunas tercepat 12,75 hst; dan panjang tunas tertinggi 1,86 cm. Pada penelitian ini telah berhasil menginduksi tunas dari biji manggis yang dibelah tiga melintang asal Bengkalis dengan penambahan BAP dan madu.AbstractGarcinia mangostana L. is one of the species within the family Guttiferae that rich in compounds from the class of xanthon. Mangosteen has time juvenile problems. One method that can solve the problem in the mangosteen plant propagation which can be produced in a large number in all season and uniform is in vitro culture. The purpose of this study was to determine the best concentration of BAP and honey to induce the formation of shoot from explants of mangosteen seeds split transversely into three pieces by in vitro method. This study used a Completely Randomized Design

  5. SAMPAH UNTUK ENERGI: KELAYAKAN PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK DARI KANTIN DI LINGKUNGAN UNDIP BAGI PRODUKSI ENERGI DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irawan Wisnu Wardana

    2012-09-01

    Full Text Available Harga minyak yang melonjak mempengaruhi aktifitas perekonomian dunia termasuk Indonesia, hal tersebut mendorong pemerintah untuk mengembangkan energi terbarukan termasuk diantaranya biogas. Limbah-limbah kantin memiliki potensi untuk menjadi sumber energi terbarukan, yaitu biogas.Limbah sisa makanan dan aktifitas dapur dalam jumlah yang cukup dari kantin di lingkungan fakultas teknik dikumpulkan, dilakukan perlakuan seperti penghalusan dan homogenisasi, lalu tahap memasukkan substrat beserta ekstrak rumen sapi sebagai sumber bakteri anaerob kedalam batch reactor dengan penambahan air sebagai variasi. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan, bahwa penambahan air mempengaruhi jumlah gas yang dihasilkan. Diketahui bahwa limbah yang ditambahkan air sebanyak 64 ml, mampu menghasilkan volume gas lebih banyak dibanding yang lainnya. Umur produksi gas mampu menghasilkan gas hingga hari ke 19. Dalam penelitian didapatkan adanya penurunan dan peningkatan produksi gas. Hal ini disebabkan adanya tahap pembentukan gas yang terjadi, mulai dari tahap hidrolisis, acidogenesis, asetogenesis, dan metanogenesis

  6. Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Kimia dalam Menganalisis Ayat-ayat Kauniyah yang berasal dari Al-Quran dan As-Sunnah sebagai Petunjuk Pengembangan Kimia Berbasis Wahyu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    r arizal firmansyah

    2016-02-01

    Full Text Available Kemampuan mahasiswa Pendidikan Kimia dalam menganalisis Ayat-ayat Kauniyah yang berasal dari Al-Quran dan As-Sunnah sebagai petunjuk pengembangan riset kimia berbasis wahyu telah dilakukan. Al-Quran dan As-Sunnah merupakan sumber hukum agama dan sains bagi Muslim sehingga dikatakan bahwa dalam Islam tidak terjadi dikotomi antara agama dan sains, justru integrasi agama dan sains. Ayat-ayat Kauniyah dalam Al-Quran dan As-Sunnah dapat dijadikan sumber gagasan sebagai petunjuk pengembangan riset kimia berbasis wahyu. Pada mata kuliah Keterpaduan IPTEK dan Islam di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo, mahasiswa dilatih menggali gagasan riset kimia dari ayat-ayat Kauniyah dalam Al-Quran dan As-Sunnah menjadi satu makalah ilmiah. Kemampuan mahasiswa Pendidikan kimia secara keseluruhan dalam menganalisis Ayat-ayat Kauniyah ini cukup baik yang dapat diketahui dari menganalisis makalah yang telah disusun secara mandiri, lembar refleksi, dan wawancara.

  7. ELEKTRODEKOLORISASI LIMBAH CAIR PEWARNA BATIK DENGAN MEMANFAATKAN BATANG KARBON DARI LIMBAH BATERAI BEKAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MSK Amal

    2017-03-01

    Full Text Available Rhodamin B (RhB, indogosol dan naphtol merupakan zat warna pada industri batik. Metode elektrodekolorisasi merupakan suatu proses elektrokimia untuk menghilangkan zat warna dengan menggunakan arus listrik searah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menurunkan konsentrasi limbah cair pewarna batik secara optimum menggunakan metode elektrodekolorisasi dengan memanfaatkan batang karbon baterai bekas. Limbah cair batik yang diuji adalah rhodamin B (RhB, naphtol blue black dan indigosol sebagai sumber limbah pewarna. Katoda sel elektrokimia berupa batang karbon berasal dari baterai bekas dan anodanya berupa lempeng besi. Optimalisasi pada proses degradasi pewarna ini dilakukan pada variasi arus, pH dan jarak elektrode. Variasi arus diatur pada 3, 5 dan 7 A; variasi pH pada 3, 5, 7, 9, dan 11; serta variasi jarak elektrode pada jarak 1; 1,5 dan 2 cm. Penurunan konsentrasi pewarna rhodamin B (RhB menunjukkan keadaan jarak, pH dan arus optimum berturut turut 1 cm, pH 9 dan arus 7 A sebesar 78,68%. Penurunan konsentrasi pewarna indigosol pada keadaan jarak, pH dan arus optimum berturut turut 1 cm, pH 11 dan arus 7 A sebesar 95,90 %, sedangkan pewarna naphtol blue black menunjukkan keadaan jarak, pH dan arus optimum berturut turut 1 cm, pH 9 dan arus 7 A sebesar 74,15 %.Rhodamine B (RhB, indogosol and naphtol dyes are used in batik industries. Electrodecolorization method is an electrochemical process to remove the dye using direct current. The purpose of this study is to decrease the concentration of the liquid waste of batik dye optimally by electrodecolorization method by utilizing the carbon rods of used batteries. The batik liquid waste is rhodamine B (RhB, naphtol blue black and indigosol as a source of dye. Electrochemical cell cathode in the form of carbon rod derived from used batteries and anode in the form of iron plate. Optimization in dye degradation process is done on the variation of the current, pH and distance of two electrodes. Current

  8. SINTESIS BAHAN UBAHAN GRADUAL ALUMINUM TITANAT/KORUNDUM DARI ALUMINA TRANSISI DENGAN PENAMBAHAN MgO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Sulhan Fauzi

    2013-03-01

    1 jam, kemudian diinfiltrasi secara berulang dengan infiltran larutan TiCl3 (20% yang dibuat dengan cara melarutkan serbuk logam Ti ke dalam HCl. Selanjutnya bahan disinter pada temperatur 1500C dengan holding time selama 3 jam. Karakterisasi fisik bahan memperlihatkan adanya kenaikan densitas dan penurunan porositas bahan akibat penambahan MgO. Dari hasil identifikasi fasa didapatkan kandungan fasa AT dan korundum yang gradual terhadap kedalaman, menunjukkan bahwa FGM telah terbentuk. Hasil ini didukung dengan analisis pada pola difraksi sinar-x yang memperlihatkan terbentuknya larutan padat Al2(1-xMgxTi1+xO5 yang ditandai terjadinya pergeseran puncak fasa AT pada sampel FGM dengan penambahan MgO.

  9. IMPLIKASI PENETAPAN MARGIN KEUNTUNGAN PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH (SUATU STUDI DARI PERSPEKTIF ISLAM PADA BAITUL QIRADH AMANAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azharsyah Ibrahim

    2012-12-01

    keuntungan pembiayaan pada sebuah lembaga keuangan mikro syariah, yaitu Baitul Qiradh Amanah. baik terhadap nasabah ataupun terhadap Baitul Qiradh itu sendiri. Data primer dikumpulkan dengan wawancara dan observasi. Observasi dilakukan selama lebih kurang dua bulan di mana salah seorang peneliti terlibat langsung sebagai trainee di Baitul Qiradh yang menjadi objek penelitian. Wawancara dilakukan untuk memperjelaskan hal-hal yang tidak bisa didapat melalui observasi. Di samping itu, untuk memperkuat data primer, peneliti juga mengumpulkan data sekunder melalui buku-buku, majalah, serta penelitian-penelitian lainnya. Data sekunder ini kemudian dibandingkan dengan temuan lapangan untuk kemudian dianalisis dengan cara content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan margin keuntungan di awal secara sepihak memunculkan implikasi positif maupun negatif baik terhadap nasabah atau Baitul Qiradh sendiri. Implikasi positifnya adalah jelasnya jumlah keuntungan yang didapat Baitul Qiradh dan menghindarkan nasabah dari risiko inflasi atau krisis ekonomi. Sedangkan implikasi negatif adalah menghilangkan daya tawar nasabah. Hal ini berimplikasi pada berkurangnya kepuasan nasabah untuk berurusan dengan Baitul Qiradh.

  10. PENGARUH SUHU DAN KONSENTRASI RUMEN SAPI TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DARI VINASSE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rr. Dewi Artanti Putri

    2015-07-01

    Full Text Available Vinasse merupakan limbah yang dihasilkan oleh produksi bioetanol yang mempunyai kandungan COD (Chemical Oxygen Demand yang tinggi. Dengan karakteristik tersebut vinasse lebih tepat diuraikan dengan proses anaerob menjadi biogas. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh suhu dan perbandingan rumen sapi  yang dibutuhkan untuk mendapatkan biogas dengan hasil yang optimum. Suhu mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme dan kecepatan reaksi dalam pembentukan biogas. Rumen sapi adalah inokulum atau starter yang merupakan bahan yang perlu ditambahkan ke dalam sistem digester biogas. Percobaan dilakukan dalam digester volum 500 ml, dioperasikan pada pH 7 dengan memvariasikan perbandingan suhu,yaitu suhu ruang, suhu 50 oC, dan suhu60 oC dan variasi konsentrasi rumen sapi  5%, 10%, 15%. Proses fermentasi dilakukan dengan cara batch dengan pengukuran gas setiap 2-3 hari menggunakan metode water displacement technique sampai gas tidak terbentuk selama 60 hari. Respon yang diambil pada penelitian ini adalah volume gas yang dihasilkan berdasarkan pengaruh suhu dan konsentrasi rumen sapi terhadap produksi biogas. Perubahan suhu dan konsentrasi rumen sapi sangat mempengaruhi produksi biogas. Hasil yang terbaik dari penelitian ini adalah pada konsentrasi rumen 15% pada suhu ruang yaitu sebanyak 370 ml. Kata kunci: biogas, vinasse, suhu, rumen sapiVinasse is the waste generated by the production of bioethanol which has high content of COD (Chemical Oxygen Demand. With these characteristics, it is more appropriate to convert it into biogas through anaerobic digestion process. This study was conducted to assess the effect of temperature and the cow rumen concentration needed to obtain biogas with optimum results. Temperature affects the growth of microorganisms and speed of reaction in the formation of biogas. The cow rumen was used as inoculum or starter material that needs to be added to the biogas digester system. Experiments conducted in the digester

  11. PERFORMA IKAN PATIN HIBRIDA PASUPATI (PANGASIID DARI INDUK TERSELEKSI PADA SISTEM BUDIDAYA BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evi Tahapari

    2016-11-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menguji performa ikan patin Pasupati II pada segmen pembesaran yang dilakukan di kolam air tenang (KAT berukuran 50 m2, dan di jaring (berukuran 5 m x 3 m x 1,5 m yang dipasang di tambak air payau (TAP, salinitas < 10 ppt. Ikan uji yang digunakan adalah ikan patin Pasupati II, Pasupati I, dan patin Siam F-1 dengan bobot awal di KAT 11,1-16,1 g/ekor, dan di TAP 21,3-32,5 g/ekor. Sebanyak dua KAT, dan dua jaring di TAP digunakan untuk setiap kelompok ikan. Parameter yang diamati meliputi: pertambahan bobot dan panjang harian, konversi pakan, sintasan, kualitas air pemeliharaan, dan konsentrasi hormon Insuline-like Growth Factor (IGF-I pada plasma darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa ikan patin Siam F-1 pada parameter pertambahan bobot memberikan yang terbaik (P<0,05 dibandingkan patin Pasupati I dan II yang dipelihara di KAT dan di TAP. Kemudian performa pertambahan bobot ikan patin Pasupati II lebih baik (P<0,05 daripada patin Pasupati I yang dipelihara di TAP. Hasil analisis ELISA pada beberapa ikan uji yang dipelihara di KAT menunjukkan bahwa konsentrasi hormon IGF- 1 tertinggi terdapat pada ikan patin siam F-1 (4,48 ± 0,81 ng/mL, kemudian diikuti oleh patin Pasupati II (3,96 ± 0,51 ng/mL; dan terendah pada ikan patin Pasupati I (3,93 ± 0,54 ng/mL. Jika dicermati dari data pertumbuhan dan konsentrasi hormon IGF-1 ikan uji ternyata terdapat korelasi yang positif antara pertumbuhan ikan dengan konsentrasi hormon IGF-1, semakin tinggi tingkat pertumbuhan ikan maka semakin tinggi konsentrasi hormon IGF-1 pada ikan uji. In thenursery, Pasupati II catfish hybrid of female Siamese catfish and male Jambal catfish showed the best performance compared to Pasupati I catfish and Siam catfish F-1 generation. The aim of this study was to test performance of Pasupati II on grow out segment in freshwater pond (KAT measure 50 m2 and in net cage (measure 3 m x 5 m x 1.5 m which settled in brackishwater pond (TAP, salinity < 10 ppt

  12. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI ERD GENERATOR NOTASI ORM DARI SKRIP BASIS DATA ORACLE BERBASIS J2EE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leo Willyanto Santoso

    2004-01-01

    Full Text Available The existing of database processing is needed by many institutions and companies. Database is not only to get information faster, it is also enlarging their service to customer. For companies, this advantage can increase competency. Because of this reason, many companies using manual processing turn to database. As mentioned above, database reverse engineering process has became a necessity for database developers to understand the structure of any databases. Commonly, this structure is modeled in some notations of Entity Relationships Diagram (ERD. The graphical visualization of database structure in an ERD can use many notations, so it is easy to understand. One of the approaches, which are easy to understand, is Object Role Modeling (ORM diagram. By reverse engineering the mapping process to relation schema of a database, ERD generation from a data definition language script of Oracle can be done. For more flexibility, this application is constructed web based with Servlets technology that is propertied by JavaTM 2 SDK. Abstract in Bahasa Indonesia : Kehadiran pemrosesan basis data diperlukan oleh berbagai institusi dan perusahaan. Basis data tidak hanya mempercepat pemerolehan informasi, tetapi juga dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Bagi perusahaan, keuntungan seperti ini dapat meningkatkan daya saingnya terhadap perusahaan lain. Hal ini pulalah yang mendorong banyak perusahaan yang menggunakan pemrosesan manual mulai beralih memanfaatkan basis data. Sejalan dengan hal di atas, proses reverse engineering terhadap suatu basis data menjadi suatu kebutuhan bagi perancang basis data untuk mengetahui struktur dari sebuah basis data. Struktur tersebut biasanya dimodelkan dalam bentuk Entity Relationships Diagram (ERD. Penggambaran struktur basis data dalam sebuah ERD dapat menggunakan berbagai notasi agar menjadi lebih mudah dimengerti. Salah satu notasi yang pendekatannya mudah dipahami adalah notasi Object Role Modeling (ORM diagram

  13. PENGGUNAAN DAN PEMILIHAN PENGAMAN MINI CIRCUIT BREAKER (MCB SECARA TEPAT MENYEBABKAN BANGUNAN LEBIH AMAN DARI KEBAKARAN AKIBAT LISTRIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Wijaya

    2009-12-01

    Full Text Available Diperlukan suatu penelitian tentang alat pengaman yang sederhana dan sangat diperlukan untuk menjaga instalasi rumah agar menjadi aman. Tidak jarang akibat ketidaktahuan tentang listrik akan berakibat patal. Alat pengaman sederhana ini Mini Circuit Breaker atau MCB banyak dijual dipasaranYang menjadi masalah adalah jika membeli suatu alat pengaman MCB : harus tahu kapasitas, berapa harga, kwalitas, dilihat secara seksama dan bila perlu dicoba. Begitu banyak macam dan ragam merek dari alat pengaman MCB ini, sehingga perlu suatu penelitian, betulkah alat pengaman ini dapat andal dan aman jika dipergunakan. Penelitian mempergunakan MCB MG, MCB Daiko dan MCB King’s. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengam beban yang sama pada masing-masing kapasitas didapat hasil selisih waktu putus dantara MCB MG 2A dan MCB Daiko 2A sebesar (109,800 ± 31,428 detik dan t = 0,001. Pada MCB MG 4A dan MCB King’s 4A didapat selisih waktu putus sebesar (126 ± 64,293 detik dan t = 0,012. Untuk MCB MG 6A dan MCB King’s 6A didapatselisih waktu putus sebesar (126,920 ± 12,982 detik dengan t = 0,000. Sedangkan untuk MCB MG 10A dan MCB King’s 10A didapat selisih waktu putus sebesar (116,200 ± 45,899 detik dengan t = 0,005. Keempat nilai penelitianMCB ini menghasilkan nilai yang berbeda dan sangat bermakna. Dari ketiga MCB yang dipergunakan sebagai sampel penelitian hanya MCB MG yang memiliki waktu putus sedangkan MCB Daiko dan MCB King’s memiliki waktu putus = 0 detik (gagal putus. Dengan demikian dari ketiga MCB yang mengalami penelitian hanya MCB MG yang pantas sebagai alat pengaman. Cara memilih alat pengaman sebaiknya dipilih secara seksama, memeriksa kapasitas, merek, kwalitas dan alat pengaman MCB dipilih tidak berdasarkan harga yang murah

  14. PERBANDINGAN TINGKAT PENGENALAN CITRA DIABETIC RETINOPATHY PADA KOMBINASI PRINCIPLE COMPONENT DARI 4 CIRI BERBASIS METODE SVM (SUPPORT VECTOR MACHINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Ayu Wulandari

    2016-06-01

    Full Text Available Perbedaan pigmentasi mempengaruhi me­­­­tode pengenalan pola citra retinopati di­a­betik beserta set­ting poinnya. Di­butuhkan sebuah pe­rangkat lunak, yang mampu menjadi alat bantu pengenalan citra retinopati diabetik. Telah dilakukan penelitian tentang pe­nge­nalan po­la citra retinopati dia­be­tik, dengan meng­gunakan citra kanal ku­ning (Yello­w, dengan menggunakan filter gabor dan ciri yang diambil dari tiap citra ada­lah ciri rerata (Means, variasi Varians, skewness dan entropy, yang dilanjutkan de­ngan ekstraksi ciri  PCA (Principle Com­­ponent Analysis. Pada ekstraksi ci­ri PCA, Matriks hasil PCA meru­pakan ma­triks bujur sangkar, yang jumlah ko­lom­nya, sama dengan jumlah ciri. Pe­ne­li­tian menggunakan 4 ciri, dengan de­mi­­kian, terdapat 4 buah PC (Principle Com­ponent, PC1, PC2, PC3 dan PC4. Pada artikel ini akan dibahas mengenai tingkat akurasi tertinggi dari peng­gunaan pasangan PC. Tingkat aku­ra­si, dihitung dengan meng­gu­­nakan mo­del linear dari SVM. Model de­ngan akurasi tertinggi dan tercepat ada­lah model pasangan PC1 dan PC2, yang mempunyai akurasi citra pem­be­lajaran tertinggi yaitu 100% dan waktu terce­pat, yang secara eksplisit diperli­hat­kan pada jumlah support vektor ter­kecil, yaitu 2. Pasa­ngan yang mempu­nyai ting­kat akurasi terburuk adalah PC3 dan PC4. Pengenalan turun pada citra pengu­jian, yaitu hanya 93,75%, hal ini disebabkan oleh pelebaran daerah ca­ku­pan. Pelebaran daerah cakupan ke­mungkinan disebabkan oleh pemi­lihan nilai rerata pada PCA, sebelum matriks reduksi. Pada penelitian berikutnya, bi­sa dilakukan dengan menggunakan pencarian nilai standart deviasi atau varians, dengan begitu, akan diketahui matriks reduksi yang mewakili sebaran angka pada matriks.

  15. ANALISIS SIFAT FISIKOKIMIA GELATIN YANG DIEKSTRAK DARI KULIT AYAM DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM LAKTAT DAN LAMA EKSTRAKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Prihatiningsih

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi asam laktat dan lama ekstraksi gelatin dari kulit ayam yang terbaik berdasarkan sifat fisikokimia. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial dengan 2 faktor yaitu variasi konsentrasi asam laktat 1% (L1, 2% (L2, dan 3% (L3 dengan variasi  lama ektraksi 12 jam (T1, 24 jam (T2, dan 48 jam (T3 dengan suhu 45oC pada pH 4-5. Data rendemen, kekuatan gel, nilai pH, kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak dianalisis dengan ANOVA. Perbedaan  data antar perlakuan diuji dengan uji beda nyata terkecil dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum ekstrak gelatin dari kulit ayam adalah konsentrasi asam laktat 3% dan lama ekstraksi 48 jam (L3T3 dengan karakteristik fisikokimia : kekuatan gel (81,20 g bloom, nilai pH (3,54, kadar air (0,23%, kadar abu (0,10%, kadar protein (87,60%, dan kadar lemak (3,81%. Gelatin kulit ayam yang dihasilkan tidak berbeda jauh dengan gelatin komersial hal ini dilihat dari hasil karakteristik fisikokimianya.   Kata kunci: gelatin, kulit ayam, asam laktat, kekuatan gel   ABSTRACT: The aim of this study is to determine the best concentration of lactic acid and  duration of extraction of gelatin extracted from chicken skin based on physicochemical properties. The experiment was designed using an experiment in Randomized Complete Design with two factors which are variation in lactid acid concentration of 1% (L1, 2% (L2, and 3% (L3 and  variation of long extraction of 12 hours (T1, 24 hours (T2, and 48 hours (T3 at 45oC and pH of 4-5. Data of yield, gel strength, pH, water content, ash content, protein content, and lipid content were analyzed with Analysis of Varians. A Least Significant Difference (LSD test was conducted to find out the difference among the treatment and continued by Duncan test. The research results showed that the optimum conditions of extract gelatin from the chicken

  16. Sastra dan Difabel: Menilik Citra Difabel dalam Novel Biola Tak Berdawai dari Sudut Pandang Sosiologi Sastra Ian Watt

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukhanif Yasin Yusuf

    2015-06-01

    Dengan menggunakan pendekatan teori sosiologi sastra Ian Watt, Biola Tak Berdawai tidak jauh berbeda dengan karya-karya Seno lainnya yang melemparkan gagasan kritis terhadap realitas sosial. Latar belakang sosial Seno yang sekaligus sebagai wartawan melemparkan gagasan kritisnya terkait kondisi difabel yang masih mendapat stigma negatif dari masyarakat. Cerminan sosial dalam novel tidak jauh berbeda dengan realitas yang terjadi di Indonesia, dimana ideologi kenormalan menyumbangkan berbagai bentuk ketidakadilan terhadap difabel. Difabel masih dianggap sebagai individu yang cacat, sebagai kutukan Tuhan, dan sebagai sumber aib bagi keluarga. Pendobrakan terhadap realitas yang ada, dilakukan pengarang lewat tokoh utama “Aku” yang difabel dengan menyajikan fakta bahwa difabel memiliki kemampuan yang berbeda, tetapi masyarakat masih belum memahaminya karena sudah terlanjur terjebak pada stigma negatif terhadap difabel.

  17. Produksi NH3, Protein By Pass dan Sintesis Protein Mikroba dari Pod Kakao yang di Suplementasi Chromolaena odorata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Dona

    2015-10-01

    Full Text Available Penyediaan pakan alternatif merupakan tantangan utama bagi peternak ketika pakan hijauan semakin berkurang, diantaranya pod kakao. Supaya dapat dimanfaatkan secara optimal, maka pod kakao perlu disuplementasi dengan Chromolaena odorata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan Chromolaena odorata pada pod kakao terhadap produksi NH3, protein by pass dan sintesis protein mikroba. Pada percobaan dibuat empat formulasi ransum sebagai perlakuan yaitu : A. Pod kakao 100% + Chromolaena odorata 0 %, B. Pod kakao 100% + Chromolaena odorata 10 %, C. Pod kakao 100% + Chromolaena odorata 20 %, D. Pod kakao 100% + Chromolaena odorata 30 %. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan empat kali ulangan. Data dianalisa dengan analisis sidik ragam dan jika terdapat pengaruh yang nyata dilakukan uji lanjut DMRT. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi Chromolaena odorata sampai 20% pada pod kakao memberikan hasil yang baik terhadap produksi NH3, protein by pass dan sintesis protein mikroba.

  18. Pengaruh Waktu Dan Temperatur Hidrolisis Dalam Proses Sintesis Furfural Dari Sekam Padi Dengan Menggunakan Metode Hidrolisis Dan Dehidrasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cindi Amborowati

    2017-01-01

    Full Text Available Lahan persawahan di Kalimantan Timur merupakan salah satu lahan yang masih produktif. Hal ini terlihat dari banyaknya tumpukan limbah sekam padi di tempat penggilingan padi. Limbah sekam padi tersebut belum banyak dimanfaatkan, sehingga pada penelitian ini menggunakan limbah sekam padi sebagai bahan baku pembuatan furfural. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap, yaitu persiapan bahan baku, hidrolisa dan analisa. Pada tahap persiapan bahan baku, sekam padi dikecilkan ukurannya hingga 100 mesh, kemudian dikeringkan didalam oven. Proses hidrolisa menggunakan asam sulfat 1% sebagai katalis dengan memvariasikan waktu 10, 40, 70, 100, 130 (menit dan temperatur 30, 50, 70, 90, 105 (°C. Kemudian hasil hidrolisis disaring dan filtratnya dianalisa kuantitatif dengan metode volumetri, pada variasi waktu diperoleh hasil tertinggi yaitu pada 130 menit dengan konsentrasi furfural 8,182 mol/L, sedangkan pada variasi temperatur diperoleh hasil tertinggi pada suhu 105°C dengan konsentrasi furfural yaitu 10,741 mol/L.

  19. PEMBUATAN ETANOL DARI BIJI CEMPEDAK (Artocarpus champeden sp. DENGAN HIDROLISIS MENGGUNAKAN ENZIM ALFA AMILASE DAN GLUKOLASE FERMENTASI Saccharomyces cerevisiae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Teguh Santoso

    2016-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui potensi dari biji cempedak (Artocarpus champedan sp. sebagai bahan baku pembuatan etanol, sekaligus mengetahui apakah variasi penambahan nutrisi ammonium sulfat dan lamanya waktu fermentasi dapat meningkatkan konsentrasi etanol yang dihasilakan. Proses hidrolisis pati dilakukan secara  enzimatis melalui tahap liquifikasi dan sakarifikasi dengan menggunakan enzim alfa-amilase dan glukolase yang akan mengkonversi pati menjadi glukosa. Hasil hidrolisis ditambahkan amonium sulfat sebagai sumber nutrisi dengan variasi 0,1 %, 0,3 % dan 0,5 % (b/v kemudian difermentasi dengan variasi waktu 4, 5 dan 6 hari. Konsentrasi etanol tertinggi berada pada penambahan nutrisi amonium sulfat 0,3 % (b/v dengan waktu fermentasi 6 hari sebesar 8,233 %   Kata Kunci: Etanol, Biji Cempedak (Artocarpus champedan sp. dan Fermentasi.

  20. Optimasi Sintesa Dekstrin dari Umbi Janeng (Dioscore hispida Dennest dengan Katalis Asam Nitrat (HNO3 Menggunakan Metode Permukaan Respon (RSM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Meutia Sari

    2016-10-01

    Full Text Available Umbi Janeng (Dioscorea hispida Dennst dapat digunakan sebagai bahan dasar pati dalam pembuatan dekstrin. Dekstrin merupakan produk degradasi pati secara hidrolisis dengan mengunakan asam ataupun enzim. Pembuatan dekstrin dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya hidrolisa pati secara kering dengan menggunakan katalis asam. Asam yang digunakan dalam penelitian ini yaitu HNO3.  Penelitian bertujuan unutkmengetahui pengaruh konsentrasi HNO3 , waktu hidrolisis dan ukuran partikel terhadap kadar dekstrin yang dihasilkan.  Rancangan penelitian menggunakan Central Composite Design (CCD tiga faktor peubah yaitu konsentrasi HNO3 , waktu hidrolisis dan ukuran partikel. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi HNO3, waktu hidrolisis dan ukuran partikel berpengaruh signifikan terhadap kadar dekstrin. Kadar dekstrin tertinggi diperoleh pada konsentrasi HNO3 1,5N, waktu hidrolisis 40 menit dan ukuran partikel 100 mesh yaitu sebesar 6,48%.

  1. PEMBUATAN PATI TINGGI AMILOSA SECARA ENZIMATIS DARI PATI UBI KAYU (Manihot esculenta DAN APLIKASINYA UNTUK PEMBUATAN MALTOSA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dr.Ir. Yunianta, DEA

    2009-03-01

    Full Text Available Sebagian besar pati alami seperti pati jagung, gandum, tapioka, kentang dan sagu mengandung prosentase yang tinggi dari rantai percabangan amilopektin. Tingginya komponen amilopektin dalam tapioka tersebut merupakan salah satu kendala dalam pemanfaatan tapioka secara meluas dalam berbagai industri. Agar dihasilkan pati dengan amilosa tinggi maka salah satu alternatifnya adalah memodifikasi pati secara enzimatis dengan debranching enzymes yaitu enzim yang mampu menghidrolisis ikatan α-1,6 pada pati. Aplikasi pati tinggi amilosa dalam penelitian ini adalah untuk pembuatan maltosa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tapioka dan lama inkubasi terhadap kadar amilosa yang dihasilkan oleh enzim pullulanase dan mengetahui pengaruh penambahan enzim -amilase pada tapioka dengan amilosa tertinggi terhadap maltosa yang dihasilkan.Rancangan percobaan yang digunakan pada tahap I adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial dengan dua faktor, faktor I adalah konsentrasi tapioka (5, 10, 15, dan 20% dan faktor dua adalah lama inkubasi (12 dan 24 jam pada larutan 2% enzim pullulanase. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji DMRT. Sedangkan pada tahap II menggunakan metode eksperimen secara deskriptif.Hasil penelitian tahap I menunjukkan bahwa dari perlakuan kombinasi konsentrasi substrat tapioka dan lama inkubasi, kadar amilosa tertinggi diperoleh pada konsentrasi tapioka 15% dengan lama inkubasi 12 jam yaitu sebesar 41,12%, dengan kadar pati 77,46%, viskositas 358,33 cP dan kadar air 4,01%. Penelitian tahap II menunjukkan hasil hidrolisis tapioka tinggi amilosa oleh β-amilase adalah maltosa 30,84%, maltotriosa 2,90%, glukosa 0,27% dan oligosakarida 5,42%. Sedangkan untuk tapioka tanpa proses debranching menghasilkan maltosa 26,47%, maltotriosa 1,86%, glukosa 0,28% dan oligosakarida 13,83%.

  2. Optimasi Rasio Air dan Bahan Yang ditambahkan pada Pembuatan Pupuk Organik Granul dari Tepung Rumput Laut Sargassum sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Wullandari

    2017-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan pembuatan pupuk organik granul dari tepung rumput laut Sargassum sp. dengan menggunakan granulator hasil rancang bangun Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio air dan bahan yang tepat dalam proses pembuatan pupuk granul sehingga menghasilkan rendemen pupuk organik granul tertinggi dan mengetahui kualitas pupuk yang dihasilkan. Metode granulasi yang digunakan yaitu metode granulasi basah (wet granulation. Bahan yang digunakan yaitu tepung rumput laut Sargassum sp., kapur pertanian, dan air. Variasi rasio air dengan bahan (tepung rumput laut Sargassum sp. dan kapur pertanian yaitu 10:30, 11:30, 12:30, dan 13:30 (ml air/g bahan. Pupuk organik granul dengan rendemen tertinggi yang terpilih kemudian dianalisa kandungan hara makro, C organik, kadar air, kadar hara mikro, dan logam berat. Sebagai pembanding digunakan pupuk organik komersial. Rendemen pupuk organik granul yang sudah diayak menunjukkan nilai tertinggi sebesar 26,43% pada rasio air : bahan sebesar 12:30. Kadar C organik pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik granul komersial berturut-turut adalah 15,1% dan 20,2% dengan rasio C/N berturut-turut adalah 18,41% dan 3,10%. Kadar air pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik granul komersial berturut-turut adalah 19,47% dan 13,79%. Kadar timbal (Pb pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik granul komersial berturut-turut adalah kurang dari 0,04 ppm, dan 6,20 ppm sedangkan kadar Fe total pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik komersial berturut-turut adalah 8.031 ppm dan 5.316 ppm.

  3. Kultivasi Fungi Mfw-01-08 yang Diisolasi dari Ascidia Aplidium longithorax dan Uji Aktivitas Sitotoksiknya Terhadap Sel Kanker Payudara T47D

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nursid

    2010-12-01

    Full Text Available Mikroba laut, khususnya fungi, banyak digunakan sebagai sumber senyawa bioaktif baru. Banyak dari senyawa ini digunakan sebagai senyawa pemandu dalam pencarian obat-obatan baru antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak fungi MFW -01-08. Fungi diisolasi dari ascidia laut Aplidium longithoraxyang diambil dari Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Fungi MFW-01-08 diisolasi dengan menggunakan media malt extract agar (MEA kemudian dikultivasi selama 5 minggu (statis pada suhu 27–29oC dalam media SWS yang mengandung pepton soya (0,1%, pati larut air (2,0%, dan air laut buatan (1 L. Uji sitotoksik dilakukan menggunakan sel lestari T47D (kanker payudara berdasarkan metode MTT assay. Senyawa metabolit sekunder dari miselium fungi diekstraksi dengan campuran diklorometan – metanol 1 : 1 sedangkan media kultur fungi diekstraksi dengan etil asetat. Hasil uji MTT memperlihatkan bahwa ekstrak media kultur memiliki aktivitas sitotoksik medium (IC50= 92,6 µg/mL dan ekstrak miselium tidak menunjukkan aktivitas sitotoksik (IC50183,6µg/mL terhadap sel T47D. Oleh karena itu penelitian lanjutan akan difokuskan pada ekstrak media kultur.

  4. VIHARA DI TENGAH-TENGAH SERIBU PURA (STUDI KASUS TENTANG KONVERSI AGAMA DARI AGAMA HINDU KE AGAMA BUDHA DI DESA ALASANGKER, KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG-BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Sedana Arta

    2014-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah (1 Untuk mengetahui latar belakang adanya anggota masyarakat di Desa Alasangker yang beralih agama dari agama Hindu ke Agama Budha; (2 Untuk mengetahui proses konversi agama dan perkembangan Agama Budha di Desa Alasangker dari awal masuknya sampai sekarang; (3 Untuk mengetahui implikasi konversi agama terhadap keluarga dan desa pakraman Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif, teknik penentuan informan dengan purposive sampling dan informan terus dikembangkan dengan teknik snowball. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan: (1 Wawancara mendalam dengan membuat pedoman wawancara; (2 Observasi partisipasi. (3 Studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang konversi agama di Desa Alasangker disebabkan oleh faktor Interen:1 untuk memperbaiki citra diri, hal ini disebabkan masyarakat yang berkonversi agama pada zaman Orde Lama adalah anggota PKI dan Partindo, sehingga segala aktivitasnya dicurigai oleh masyarakat desa. 2 Kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama Hindu, yang disebabkan sumber ajaran agama hanya berasal dari lontar dan buku-buku agama Hindu sulit didapatkan di awal tahun 1970-an ditambah pihak PHDI kurang mengadakan pembinaan ke desa-desa tentang agama Hindu. 3 Faktor kemiskinan, kepapaan disebabkan mereka kehilangan orang tua maupun saudara yang menjadi tulang punggung keluarga. Sedangkan faktor eksternal adalah adanya pengaruh ajaran tokoh-tokoh agama Budha yang mempunyai keahlian dan kharisma, kemiripan ajaran agama Hindu dan Budha seperti ajaran hukum karma, punarbawa, dan tujuan akhir agama hidup manusia, kemudahan-kemudahan yang diberikan dari lembaga agama Budha,  seperti pemberian buku-buku secara gratis.

  5. Bioaktivitas Senyawa Asam Heksadekanoat dan ??-sitosterol Isolat dariHydroid Aglaophenia cupressina Lamoureoux sebagai BahanAntimikroba pada bakteri Staphilococcus aureus dan jamur Aspergillus flavus

    OpenAIRE

    Yohannes, Eva

    2014-01-01

    Saat ini sangat diperlukan sumber antibiotik baru yang lebih efektif untuk mengatasi Multi Drug Resistant (MDR), pada pengobatan penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktivitas senyawa asam heksadekanoat dan ??-sitosterol hasil isolat dari hydroid Aglaophenia cupressina Lamoureoux dalam menghambat atau mematikan bakteri Staphyloccocus aureus dan jamur Aspergillus flavus yang sering mencemari bahan pangan. Metode yang digunak...

  6. Ekstraksi dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami dari Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L dan Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusraini Dian Inayati Siregar

    2017-03-01

    Full Text Available Ekstraksi dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami dari Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L dan Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L telah dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengekstraksi bunga kembang sepatu dan bunga rosella dengan mencari temperatur dan konsentrasi yang optimum untuk mendapatkan pigmen dari bunga kembang sepatu dan bunga rosella dengan pelarut air dan etanol, selain itu dilakukan juga uji stabilitas zat warna. Analisa kadar zat warna dilakukan dengan metode spektrofotometri. Hasil ekstrasi optimum menggunakan metode maserasi dengan pelarut air  adalah pada temperatur 90°C dan dengan pelarut etanol pada konsentrasi 96 %.Uji stabilitas warna memberikan hasil sebagai berikut: a Kondisi penyimpanan, sinar matahari dan sinar lampu dapat mempengaruhi stabilitas zat warna ekstrak Hibiscus rosa-sinensis L dan Hibiscus sabdariffa L dengan meningkatnya nilai absorbansi pada kedua ekstrak. b Penambahan oksidator, H2O2 dapat mempengaruhi stabilitas zat warna ekstrak Hibiscus rosa-sinensis L dan Hibiscus sabdariffa L dengan perubahan dari ekstrak berwarna menjadi ekstrak tidak berwarna karena menghasilkan turunan asam benzoat. c Nilai pH yang semakin meningkat, dari pH 4 ke pH 5, mempengaruhi stabilitas zat warna ekstrak Hibiscus rosa-sinensis L dan Hibiscus sabdariffa L dengan perubahan ekstrak berwarna menjadi tidak berwarna karena terbentuknya basa kuinodal.   Kata Kunci: Ekstraksi, Hibiscus rosa-sinensis L, Hibiscus sabdariffa L, Spektrofotometri UV-Vis

  7. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brillyano Agni Pradipta

    2013-09-01

    Full Text Available Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi Pulse Width Modulation (PWM sebagai alat pengontrol generator HHO dengan duty cycle 25%, 50%, dan 75%. Penggabungan bahan bakar dilakukan secara difusi menggunakan ejector. Hasil yang didapatkan bahwa efisiensi unjuk kerja generator HHO tertinggi pada duty cycle 25%, yaitu sebesar 54,32% dan efisiensi terendah pada generator HHO tanpa PWM, yaitu sebesar 13,2%. Temperatur api yang dihasilkan gabungan kerosin dan gas HHO lebih panas dari pembakaran kerosin saja. Gabungan daya bahan bakar yang dihasilkan gas HHO sebesar 16,5W dan daya yang dikeluarkan kerosin murni sebesar 25,77kW, menaikkan temperatur api lebih dari 100oC dari temperatur api hasil pembakaran kerosin murni .

  8. STUDI PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DI WILAYAH PENGENDAPAN PASIR SISA TANBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Sumantri

    2012-11-01

    Full Text Available Study on Environmental Management Sustainability in the Deposition Area.Mineral mining is important sector which contributes significantly to the national and local government's revenue as well as for local community prosperity. Most mineral mining to the ore process isusing flotation process, which produces concentrate with tailing as waste products. Tailing is finely ground natural rock residue from the processing of mineralized ore which amount to approximately 96-97% of theprocessed ore and only 3-4% concentrate containing copper, gold and silver. Tailing should be managed properly to minimize environmental impact. The objective of this study is to identify the elements ofmineral mining environmental management system, to study existing environmental policy and to design sustainable model on the tailing handling. Case study was done in the Modified Ajkwa Deposition Area (Mod-ADA at the Mimika Regency, Papua. This research was using soft system methodology (SSM and policy development was using the total system intervention (TSD procedure which highlighted environmental care, complementarism and community development. The system modeling techniques used were Strategic Assumption Surfacing and Testing (SAST, Interpretative Structural Modeling (ISM and Issue Management Technology (IMT with Face validation by expert survey and FGD. Effective cost parameter and related SME business feasibility were calculated through field survey. The strategic policy model was formulated based on COMHAR sustainable development themes: satisfaction of human needs by the efficient use of resource, respect for ecological integrity and bio diversity, social equity and good decision making.This study resulted conceptual model which consists of the tailing management model (PET AS for the physical environmental aspect and the Mod-ADA land rehabilitation (RELAW for the biological aspect. The strategic policy model was developed according to environmental management and monitoring procedure (RKPL. The strategy should be strengthened by community empowerment and local environmental forum for stakeholder engagement. Based on the model formulation, the policy implicationis carried out through regional control of Informal Mining, community participation in the reclamation of deposition area activities and activities and optimalization of the CSR-fund with CSER guideline. The long term solution of Mod-ADA environmental management is tailing processing to increase added value such as cement industry. This plan should be supported by integrated EIA and environmental audit in line with the clean development mechanism (CDM principles.Keywords: Mineral mining, tailing management, sustainability, strategic policy

  9. PENGARUH STRATEGI REACT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH, PRESTASI BELAJAR DAN APRESIASI SISWA TERHADAP MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inggrid Marlissa

    2015-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh strategi pembelajaran dan gaya kognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, prestasi belajar matematika, dan apre-siasi siswa terhadap matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang populasinya mencakup seluruh siswa kelas X SMA Negeri 10 Ambon yang terdiri dari enam kelas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan non tes sedangkan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi soal tes kemampuan pemecahan masalah matematika, soal tes prestasi belajar matematika, dan angket apresiasi siswa terhadap matematika. Untuk melihat pengaruh strategi REACT dan gaya kognitif terhadap ketiga variabel dependen secara simultan, data dianalisis menggunakan uji statistik Analisis Varians Multivariat Dua Jalur (Two Way MANOVA, sedangkan untuk menganalisis masing-masing gaya kognitif terhadap ketiga variabel dependen secara simultan, digunakan uji statistik Multivariate Analysis of Variance (MANOVA. Hasil penelitian pada taraf signi-fikan 5%, menunjukkan bahwa ada pengaruh strategi REACT terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, prestasi belajar matematika, dan apresiasi siswa terhadap matematika pada siswa SMA Negeri 10 Ambon. Berdasarkan analisis yang dilakukan, siswa dengan gaya kognitif field inde-pendent lebih baik dari siswa dengan gaya kognitif field dependent ditinjau dari kemampuan pemecah-an masalah matematika, prestasi belajar matematika, dan apresiasi siswa terhadap matematika. Kata kunci: strategi REACT, gaya kognitif, kemampuan pemecahan masalah matematika, prestasi belajar matematika, dan apresiasi siswa terhadap matematika.   THE EFFECT OF REACT STRATEGY IN TERMS OF COGNITIVE STYLE ON THE PROBLEM SOLVING SKILLS, LEARNING ACHIEVEMENT, AND MATHEMATICAL APPRECIATION OF STUDENTS Abstract The purpose of this study was to describe the effect of learning strategies and cognitive style on mathematical problem solving skills

  10. Pengaruh Penggunaan Senyawa Pengomplek dan Bahan Tambahan Terhadap Mutu Tinta Pemilu dari Ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Muchtar

    2014-12-01

    Full Text Available Election ink is applied to the forefinger of voters during election in order to prevent electoral frauds such as double voting. The current election inks contain silver nitrate solutions to make it more durable which stains the skin on exposure to ultraviolet light, leaving a mark that is impossible to wash off and is only removed as external skin cells are replaced. But the silver nitrate solution may damage the human skins and is poisonous to the environment. This research was carried out to investigate the use of gambir extracts for election inks as environment-friendly raw materials. The aim of this study was to obtain the optimal ink from gambir extrac which technically could meet quality requirements of the election ink. In this study, gambir was extracted through the following refinement process; heating in boiling water, stirring, cooling, filtering, molding, and drying. The cube black then was dissolved in technical ethanol, added one of the complexing compounds FeSO4 and FeNO3 depending on the formula used. The best ink composition was 70% gambier extract in ethanol, 22% of FeSO4 saturated solution in ethanol, 5% of turmeric extract, and 3% of crystal violet solution 4%. This ink was more homogenous with violet color at pH 3.86 which gave rub resistant to water and soap. The ink stains could stay on finger skin for 3 days. Analytical results showed that the ink did not contain Pb, Cd, and Hg while Cu 65.04 ppm and fulfill the requirement of general election commitee number 16/2013.ABSTRAK Tinta pemilu  digunakan untuk identifikasi pada jari tangan pada waktu pemilihan umum atau kegiatan sejenis lainnya guna mencegah terjadinya kecurangan. Pada tinta pemilu saat ini digunakan bahan perak nitrat agar lebih tahan lama, namun penggunaan perak nitrat dapat merusak kulit dan bersifat racun. Untuk itu telah dilakukan penelitian pengaruh jenis bahan senyawa pengomplek dan bahan tambahan terhadap mutu tinta pemilu dari ekstrak gambir

  11. PENGARUH KATALIS Co DAN Fe TERHADAP KARAKTERISTIK CARBON NANOTUBES DARI GAS ASETILENA DENGAN MENGGUNAKAN PROSES CATALYTIC CHEMICAL VAPOUR DEPOSITION (CCVD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tutuk Djoko Kusworo

    2013-11-01

    Full Text Available EFFECT OF Co AND Fe ON CARBON NANOTUBES CHARACTERISTICS FROM ACETYLENE USING CATALYTIC CHEMICAL VAPOUR DEPOSITION (CCVD PROCESS. Carbon Nanotubes (CNTs is one of the most well known nano-technology applications which the most of attracting the attention of researchers, because it has more advantages than other materials. The application of the CNT has extended into various aspects, such as electronics, materials, biology and chemistry. This research uses a system of Catalytic Chemical Vapour Deposition (CCVD, which aims to determine the influence of Co and Fe as a catalyst and zeolite 4A as a support catalyst with acetylene gas (C2H2 as carbon source in the synthesis of Carbon Nanotubes (CNTs. In this experiment, used the ratio of acetylene gas and flow rate of N2 gas is 1:1 by weight of the catalyst Co/Zeolite and Fe/Zeolite amounted to 0.5 grams at the operating temperature of 700oC for 20 minutes. N2 gas serves to minimize the occurrence of oxidation reaction (explosion when operating. From analysis result by Scanning Electron Microscopy (SEM shows the CNTs formed a type of MWNT with different of diameter size and product weight, depending on the size of the active component concentration on the catalyst. The larger of active components produced CNTs with larger diameter, whereas product weight syntheses result smaller. Use of the catalyst Fe/Zeolite produce CNTs with a diameter larger than the catalyst Co/Zeolite.  Carbon Nanotubes (CNTs merupakan salah satu aplikasi nanoteknologi yang paling terkenal dan banyak menarik perhatian para peneliti, karena memiliki beberapa kelebihan daripada material lainnya. Aplikasi dari CNT telah merambah ke berbagai aspek, seperti bidang elektronika, material, biologi dan kimia. Penelitian ini menggunakan sistem Catalytic Chemical Vapour Deposition (CCVD yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi Cobalt (Co dan Ferrum (Fe sebagai katalis dan zeolit tipe 4A sebagai penyangga katalis dengan gas

  12. PEMBUATAN BIOETANOL DARI ALGA Codium geppiorum DAN PEMANFAATAN BATU KAPUR NUSA PENIDA TERAKTIVASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Karta

    2015-05-01

    Full Text Available ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi penambahan ragi tape dan waktu fermentasi terhadap kadar etanol dalam pembuatan bioetanol berbahan alga Codium geppiorum, dan pengaruh variasi suhu aktivasi dan massa batu kapur Nusa Penida dalam meningkatkan kadar etanol. Penelitian adalah True Experiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial 3 x 4 yang terdiri dari dua faktor. Kadar etanol diukur dengan Gas Chromatography Varian 3300 dan dianalisis dengan Anava dua jalur menggunakan software SPSS 17.0. Hasil penelitian pada kadar etanol hasil fermentasi menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel (38,212 > 2,51 dengan probabilitas 0,000 yang berarti adanya interaksi antara variasi konsentrasi ragi dan waktu fermentasi. Perlakuan yang optimum diperoleh pada W3D3 (waktu 7 hari dan konsentrasi 20% yaitu dengan rata-rata 3,03% dari massa sampel alga 25 gram. Hasil penelitian dehidrasi etanol menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel (3,082 > 2,51 dengan probabilitas 0,022 yang berarti terdapat interaksi antara suhu aktivasi dan massa batu kapur dalam dehidrasi etanol. Perlakuan yang optimum adalah M1T1 (massa 50 gram dan suhu 800oC dengan rata-rata kadar etanol 99,15 %. Aplikasi batu kapur dengan dehidrasi optimum mampu meningkatkan kadar bioetanol dari 28,92% menjadi 83,78%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa variasi konsentrasi ragi tape dan waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap kadar etanol yang dihasilkan pada pembuatan bioetanol berbahan alga Codium geppiorum; dan variasi suhu aktivasi dan massa batu kapur berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kadar etanol.  ABSTRACT: The aims of this research are to determine the effect of the concentration of yeast addition and length of fermentation on the amount of ethanol produced in the fermentation of algae Codium geppiorum and the effect of activation temperature and the amount of Nusa Penida’s limestone on the concentration of ethanol in the

  13. EFEK EKSTRAK SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA NEES PADA EKSPRESI TELOMERASE DARI KANKER PAYUDARA TIKUS YANG DIINDUKSI DENGAN DMBA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yurika Sastyarina

    2010-12-01

    penelitian efek ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata Nees pada ekspresi telomerase terhadap kanker payudara tikus betina (Sprague dawley yang diinduksi dengan 7,12 dimethylbenz(aanthracene (DMBA menggunakan metode imunohistokimia. Diketahui model kanker payudara dengan induksi DMBA untuk menginvestigasi perubahan dari sel epitel yang terjadi selama prorses karsinogenesis kanker payudara. Pemberian ekstrak sambiloto pada tikus yang mengalami kanker payudara menyebabkan penurunan volume tumor dan ditinjau dari aspek hispatologi dan imunohistokimia adanya ekstrak sambiloto menyebabkan penghambatan proliferasi sel, penurunan ekspresi telomerase dan meningkatkan apoptosis.   Kata Kunci : Andrographis paniculata,DMBA, kanker payudara, proliferasi sel

  14. Beban Biaya Telekomunikasi yang Dikeluarkan Masyarakat Pengaruh dari Adopsi Teknologi [Telecommunication Costs Incurred Expenses Society Effect of Technology Adoption

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Ariyanti

    2016-07-01

    Full Text Available Salah satu Rencana Pita Lebar Indonesiatahun 2014 – 2019 yaitu dapat memberikan akses bergerak  di wilayah pedesaan  menjangkau 52% pupulasi dengan data rate mencapai 1 Mbps.  Agar layanan pita lebar dapat terjangkau oleh masyarakat luas, maka harga layanan pita lebar ditargetkan paling tinggi sebesar 5% dari rata-rata pendapatan bulanan pada akhir tahun 2019.  Rencana pita lebar dengan target minimal data rate tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya perubahan teknologi.  Teknologi yang mendukung terpenuhinya data rate tersebut antara lain teknologi 3.5G dan 4G LTE.  Dalam rangka upgrade teknologi, perlu adanya biaya yang cukup besar yang dikeluarkan oleh operator.  Biaya tersebut sangat mempengaruhi besar biaya yang akan dibebankan kepada pelanggan.  Oleh karena itu dalam penelitian ini mengkaji seberapa besar biaya yang ditanggung pelanggan seluler setelah adanya teknologi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah biaya yang dibebankan kepada masyarakat sudah sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Rencana Pita Lebar Indonesia. Teknik peneltiian ini menggunakan pendekatan data kuantitatif yang dianalisis dengan ekonometrika.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data penegeluarna telekomunikasi rumah tangga maupun data ARPU, biaya yang dibebankan kepada pelanggan sudah memenuhih persyaratan yang telah ditetapaka oleh rencana pita lebar Indonesia yaitu kurang dari 5%. *****One of the Indonesia Broadband Plan in 2014 – 2019 is that it can be provided mobile data reaching 52% rural areas with data rate up to 1 Mbps. In order to be affordable, so that maximum price is 5% of the average monthly income at the end of 2019.  That data rate cannot be achieved without upgrading the technology. The technology of 3.5G and 4G are among others technology that can support high data rate.  In order to upgrade technology, it needs a considerable cost from mobile operators, while it can influence the cost

  15. UPAYA HUKUM YANG DILAKUKAN KORBAN KEJAHATAN DIKAJI DARI PERSPEKTIF SISTEM PERADILAN PIDANA DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilik Mulyadi

    2012-03-01

    Full Text Available Ketentuan Hukum Positif Indonesia memberikan perlindungan terhadap korbankejahatan yang bersifat tidak langsung baik dalam KUHP, KUHAP, maupun di luarKUHP dan KUHAP. Kemudian dalam kebijakan formulatif yaitu KUHAP dan KUHPuntuk pengertian korban dipergunakan terminologis berbeda-beda yaitu sebagai pelapor,pengadu, saksi korban, pihak ketiga yang berkepentingan, dan pihak yang dirugikan. Padaprakteknya permohonan PK dilakukan oleh pemohon dengan kualitas sebagai saksikorban, pihak ketiga yang berkepentingan, Penasihat Hukum maupun oleh Jaksa PenuntutUmum dan ternyata hanya upaya hukum peninjauan kembali yang dilakukan olehPenuntut Umum dan Pihak Ketiga yang berkepentingan (Putusan PK Nomor: 4PK/PID/2000 tanggal 28 November 2001 yang dikabulkan oleh Mahkamah Agungsedangkan untuk permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan pemohon saksi korban(Putusan PK Nomor: 11 PK/PID/2003 tanggal 6 Agustus 2003, atau saksi pelapor olehMahkamah Agung dinyatakan tidak diterima oleh karena pemohon bukan berkualitasmelakukan permohonan Peninjauan Kembali. Dari dimensi teoretis ternyata MahkamahAgung melakukan penafsiran berbeda sebagaimana ditentukan Psl. 263 ayat (1 KUHAPyaitu dengan dikabulkannya pemohon Peninjauan Kembali yang dilakukan oleh PenuntutUmum dan Pihak Ketiga yang berkepentingan di satu sisi sedangkan di sisi lainnyapermohonan dari pemohon Peninjauan Kembali yang berkualitas saksi korban atau saksipelapor dinyatakan tidak dapat diterima.   Positive Legal Indonesia provides protection against crime victims who are not directly in the Penal Code, Criminal Procedure Code, as well as outside the Criminal Code and Criminal Procedure Code. Later in the Code of Criminal Procedure formulatif policies and bylaws to understanding the victim used different terminology, namely the complainant, the complainant, witnesses, interested third parties and the injured party. In practice, the request made by the applicant with the PK as the quality of the witnesses

  16. Menyusun Model yang Efisien dan Efektif dari Dimensi-Dimensi School Wellbeing untuk Memprediksi Prestasi Belajar Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asmadi Alsa

    2015-04-01

    Full Text Available The study aimed to discover the combination of the variables of social relationships and means for self-fulfillment was effec¬tive for predicting students’ performance in mathematics. The subjects were 83 students of 11th grade of senior high school students in Yogyakarta. The variables were measured using the self-efficacy scale, teacher-student relationships scale, student attachment scale, parent support scale, school climate scale, and mathematics midterm exams. The data were analyzed using Stepwise regression analysis. The results indicated that out of the five independent variables, self-efficacy and teacher-student relationships were the most effective predictors. The contribution of both to mathematic performance amounted 13.3 percent, which was 6.3 percents higher if compared with self-efficacy only as single predictor. In addition, out of the five variables tested, it was the school climate did not have a significant effect on mathematic performance. Keywords: self-efficacy, students-teacher relationships, student engagement, parental support, school climate, mathematic performance Penelitian ini bertu¬juan untuk menemukan kombinasi variabel variabel dalam social relationships dan means for self-fulfillment, yang efektif memprediksi prestasi belajar matematika siswa kelas 11 SMA. Subjek penelitainnya adalah 83 siswa kelas 11 SMA Negeri ‘Y’ di Kota Yogyakarta. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala efikasi diri, skala hubungan guru-siswa, skala keterikatan siswa, skala dukungan orangtua, skala iklim sekolah, dan nilai UTS Matematika. Metode analisis data yang digunakan adalah satatistik analisis regresi metode Stepwise. Hasil penelitiannya adalah bahwa dari kelima variabel independen (prediktor, kombi¬nasi yang efektif untuk memprediksi prestasi matematika adalah variabel efikasi diri dan hubungan guru-siswa. Kontribusi keduanya terhadap prestasi matematika sebesar 13,3 persen, 6,3 persen lebih tinggi dibanding kalau

  17. Potensi Pemanfaatan Membran Untuk Regenerasi Refrigeran Dari Absorber Pada Sistem Pendingin Absorpsi Lithium Bromide-H2O

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Rudiyanto

    2015-04-01

    Full Text Available Abstrak. Sistem pendingin absorpsi  mempunyai karakteristik yaitu untuk menghasilkan siklus pendinginan tidak menggunakan kompresor tetapi menggunakan energi panas. Pemanfaatan energi tingkat rendah atau panas untuk proses regenerasi pada generator tidak semua bisa dimanfaatkan bila temperatur kurang dari 85 °C. Oleh karena itu perlu dicari alternatif proses  untuk memisahkan antara refrigeran dan absorban tanpa penggunaan panas yang tinggi. Salah satu teknik pemisahan yang sedang berkembang saat ini adalah teknologi membran, dimana prinsip kerjanya adalah dengan memindahkan pelarut dari larutan encer menjadi larutan pekat (strong solution. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tekanan operasi sebesar 7 bar  menunjukkan tingkat faktor rejeksi yang paling tinggi yaitu sebesar 0,96 tetapi massa fluks yang dihasilkan adalah paling rendah jika dibandingkan dengan tekanan operasi 7,2 bar dan 7,4 bar.  Tekanan 7 bar dengan tingkat rejeksi 0.96 akan menghasilkan waktu pendinginan yang lama, selain itu tingkat faktor rejeksi akan berakibat besarnya beda tekanan uap antara ruang evaporator dan absorber yang akan mempengaruhi temperatur terendah yang dicapai.   Utilization Potential Of Membrane For Regeneration Refrigerant From Absorber On  Lithium Bromide Absorption-H2O Cooling System  Abstract. The absorption refrigeration system has the characteristic is to produce cycle cooling not using compressor but using thermal energy. Utilization of low-level energy or heat to the regeneration process in the generator, not all can be used when the temperature is less than 85 ° C. So it is necessary to find an alternative process for separating between the refrigerant and absorbent to help or do not use high heat. One of the emerging separation technique today is the membrane technology. The working principle of membrane technology in the separation solution is to remove the solvent from weak solution to strong solution. The results showed that the

  18. Rancang Bangun Alat Pengirim Sinyal Arus 4 -20 mA dari Pemancar Suhu melalui Jaringan GPRS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TRIYAN WAHYU NUGROHO

    2017-06-01

    Full Text Available ABSTRAKPeralatan pengendalian proses dan akuisisi data pada industri migas umumnya menggunakan sinyal arus 4-20 mA. Masing-masing peralatan membutuhkan media untuk menyalurkan sinyal yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah mengimplementasikan suatu perangkat dengan tiga kanal masukan dan luaran untuk pengiriman sinyal arus 4-20 mA dan akuisisi data dari pemancar suhu pada jarak yang jauh. Pembacaan masukan sinyal arus menggunakan ADC pada mikrokontroler dan transmisi data menggunakan jaringan Internet melalui modul GPRS. Data yang diterima diubah menjadi sinyal arus dengan fasilitas PWM dan rangkaian pengubah tegangan ke arus. Sistem akuisisi data menggunakan aplikasi web.. Berdasarkan hasil pengujian alat didapatkan bahwa sinyal arus 4-20 mA dari pemancar suhu dengan jangkauan 0-100 ºC dan 0-150 ºC dapat dikirimkan melalui jaringan GPRS dengan jeda waktu antara 4-17 detik, dengan 2,5625% span nilai akurasi alat, 1,3% span nilai kelinieran alat, dan 1,4287% span nilai presisi alat pada pengujian dengan sampel suhu 27 °C dan 97 °C.Kata kunci: sinyal arus, pemancar suhu, GPRS.ABSTRACTControlling process and data acquisition tools in the oil and gas industry generally uses 4-20 mA of current signal. Each tools is requiring the media to transmit the signal that was resulted. The aim of this research is to implement a device equipped by three input and output channels for sending a 4-20 mA current signal and data acquisition from the temperature transmitter at a distance away. Reading of the input current signal is using the ADC on a microcontroller while data transmission is using the Internet network through GPRS module. That the data received is converted into a current signal by PWM facilities and a voltage to current converter circuit. Data acquisition system is using a web application. On testing tool got the result that the current signal of 4-20 mA transmitter with a temperature range of 0-100 °C and 0-150 °C can be transmitted over

  19. KITIN DARI LIMBAH CANGKANG UDANG SEBAGAI MEDIA UNTUK BAKTERI KITINOLITIK YANG DIISOLASI DARI LUMPUR SAWAH (Chitin from Waste of Shrimp Crab As Growth Medium for Chitinolytic Microorganism, Isolated from the Field Mud

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuniek Herdyastuti

    2009-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Limbah cangkang udang dimanfaatkan untuk memproduksi kitin sebagai media pertumbuahn bakteri kitinolitik. Enam isolat yang diperoleh dari lumpur sawah semuanya menunjukkan aktivitas kitinolitik. Hasil analisis selama 5 hari inkubasi menunjukkan bawah jumlah sel dan kadar protein diproduksi paling besar pada hari ke empat oleh isolat TNH23. Aktivitas kitinase tertinggi ditunjukkan oleh isolat TNH54 pada hari kedua sebesar 0,331 U/mL dan aktivitas spesifik 0,721 U/mg. isolat TNH23 dan TNH54 diduga mempunyai genus yang berbeda yaitu Aeoromonas hydrophyla dan Burcholderia pseudomallei.   ABSTRACT A shrimp crab waste have been using to produce chitin as growth medium chitinolytic microorganism. Six isolate has been  isolated from field mud showed that all have chitinolytic activity. The analysis result in 5 day incubation showed that the highest cell number and protein concentration is shown by TNH23 isolate. Chitinase activity is showed by TNH54  in second day 0.331 U/mL and specific activity 0.721U/mg.  TNH23 and TNH54 isolate are presumed to have different genus,  Aeromonas hydrophyla and Burcholderia pseudomallei

  20. EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE DENGAN MODUL(TPS-M TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jatmiko Jatmiko

    2015-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1 manakah diantara Model PembelajaranTPS-M atau Think-Pair-Share” (TPS yang menghasilkan prestasi yang lebih baik, (2 Manakah yang lebih baik, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, sedang atau rendah, (3 manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, di antara Model Pembelajaran TPS-M dan Think-Pair-Share (TPS pada siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, sedang dan rendah.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (Quasi experimental, dengan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMK kelompok Teknik di Kabupaten Nganjuk Tahun Akademik 2012/2013. Sampel terbagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1 Model pembelajaran TPS-M menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran. (2 Siswa dengan minat belajartinggi, sedang dan rendah memiliki hasil belajar matematika yang sama.(3 Pada masing-masing minat belajar siswa baik tinggi, sedang ataupun rendah prestasi belajar matematika pada model pembelajaran TPS-Mlebih baik dari pada model pembelajaran TPS.

  1. Pengaruh Variasi Temperatur Post Hydrothermal Terhadap Sensitivitas Sensor Gas Co Dari Material Wo3 Hasil Proses Sol Gel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Seras Perdana

    2013-03-01

    Full Text Available Gas karbon monoksida (CO adalah gas yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak larut dalam air, tetapi beracun bila berikatan secara metabolis dengan darah ketika terhirup kedalam tubuh manusia.     Oleh karena itu diperlukan suatu alatberupa sensor untuk mendeteksi keberadaan gas CO secara dini untuk mengindari efek yang berbahaya bagi kesehatan.  Penelitian ini bertujuan mempersiapkan material WO3 sebagai sensor gas CO. Proses sintesa material WO3 dilakukan dengan metode sol gel menggunakan WCl6, ethanol, dan NH4OH. Chip sensor dibuat dari serbuk hasil proses post hydrothermal dengan variasi temperatur 160oC, 180oC dan 200oC selama 12 jam dikompaksi pada tekanan 150 bar dan dianil 300oC selama 1 jam. Proses karakterisasi material WO3 dilakukan dengan pengujian Scanning Electron Microscope (SEM dan X-Ray Diffraction (XRD. Luas permukaan aktif diukur dengan Brauner Emmet Teller (BET, dan pengujian sensitivitas menggunakan alat Potentiostat sebagai Instrumen pengukur arus.     Hasil pengujian menunjukkan struktur kristal adalah monoklinik. Sensitivitas  naik seiring dengan kenaikan temperatur operasi, begitu juga dengan peningkatan konsentrasi gas. Nilai sensitivitas tertinggi adalah pada sampel temperatur 160oC dengan temperatur operasi 100oC dan konsentrasi gas 500 ppm.

  2. FRAKSINASI ENZIM LIPASE DARI ENDOSPERM KELAPA DENGAN METODE SALTING OUT (Lipase fractionation of Coconut Endosperm by Salting out Method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Su'i

    2014-02-01

    Full Text Available This research learns about fractionation of lipases activity from coconut endosperm by using ammonium sulphate of 0–15%; 15-30 %, 30–45 %, 45–60 %, 60–75 % and 75–90 %. The results showed that the fractions of 0–15% ; 30–45 %, 45–60 % and 60–75 % have lipase activity. Meanwhile, the highest activity was fractions of 60-75%. fractions of 15-30% and 75-90%  have no lipase enzym activity. Molecule weigh of lipase enzyme was 72 kDa. Keywords: Lipases, endosperm, coconut, fractionation, ammonium sulphate   ABSTRAK Penelitian ini mempelajari fraksinasi enzim lipase dari endosperm kelapa menggunakan ammonium sulfat. fraksinasi dilakukan dengan variasi konsentrasi ammonium sulfat 0–15% ; 15-30%; 30–45 %, 45–60 %, 60–75 % dan 75–90 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim lipase terdapat pada fraksi 0–15% ; 30–45 %, 45–60 % dan fraksi 60–75 % dengan aktivitas enzim tertinggi pada fraksi 60-75%. Sedangkan fraksi 15-30% dan 75-90% tidak ada enzim lipase. Berat molekul enzim lipase pada semua fraksi 72 kDa. Kata kunci: Lipase, endosperm, fraksinasi, ammonium sulfat

  3. “REPRESENTASI PEREMPUAN SEBAGAI IDEOLOGI DALAM CERITA DARI BLORA KARYA PRAMUDYA ANANTA TOER” (Sebuah Kajian Feminisme

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imas Maryanah

    2014-06-01

    Full Text Available The world’s increasing feminist activism has grown gender studies, both in real life and literature. Gender studies in several universities in Indonesia provide a lot of essential information about women’s position that are constructed to be marginal and unfortunate in social life. Critical feminist literature has improved better along with the women’s awareness of their rights that are robbed by patriarchy, which is created to marginalize them. Apparently their have important role and contribution in improving life quality.‘Cerita dari Blora’ (A story from Blora, written by Pramudya Ananta Toer, tells stories about women in Blora, Central Java. Economic, social, political, and cultural disorder in the country has increased the abuse of women as reflected in the dry and infertile land of Blora. There is no hope for the people who are humbled by the harsh and complicated life. Several female protagonists in the story are described to suffer in the patriarchal system that dominates the ideology of Blora community. There is only one strong woman in the story, called ‘Ibu’ (mother who changes and lifts women’s status. The women’s fight will be continued by mothers for the blossoming of the next generation. Key words: feminism, gender, patriarchy, women

  4. A distinctive avian assemblage (Aves: Passeriformes in Western Darién, Panama is uncovered through a disease surveillance program

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Matthew J. Miller

    2014-08-01

    Full Text Available Basic knowledge about the distribution of flora and fauna is lacking for most tropical areas. Improving our knowledge of the tropical biota will help address contemporary global problems, including emerging tropical diseases. Less appreciated is the role that applied studies can have in improving our understanding of basic biological patterns and processes in the tropics. Here, I describe a novel avifauna assemblage uncovered in Western Darién province in the Republic of Panama that was uncovered during a vector-borne disease surveillance program. I compared the passerine bird species composition at 16 sites using records from recent ornithological expeditions sponsored by the Smithsonian Tropical Research Institute in Central and Eastern Panama. Based on the results of a Mantel test, geographic distance did not correlate with pairwise distinctiveness of sites. Instead, based on an index of distinctiveness modified from the Chao-Jaccard index, most sites were more or less similarly distinctive, with one site, Aruza Abajo, significantly more distinctive than the rest. I found that the distinctiveness of this site was due not only to the presence of several rare and range-restricted taxa, but also to the absence of taxa that are common elsewhere. This finding provides more evidence of high species composition turnover (beta-diversity in the Panamanian biota, which appears to be driven by a combination of soil and climate differences over narrow distances. Rev. Biol. Trop. 62 (2: 711-717. Epub 2014 June 01.

  5. PRODUKSI BIODIESEL BERKEMURNIAN TINGGI DARI CRUDE PALM OIL (CPO DENGAN TERTRAHIDROFURAN-FAST SINGLE-PHASE PROCESS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    O. Rachmaniah

    2012-02-01

    Full Text Available Reaksi transesterifikasi dalam proses pembuatan biodiesel merupakan reaksi yang lambat karena berlangsung dalam sistem dua fase. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penambahan co-solvent yang tidak reaktif. Penambahan co-solvent bertujuan untuk membentuk sistem satu fase. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mempelajari pengaruh penambahan co-solvent THF terhadap metil ester yang dihasilkan pada reaksi transesterifikasi pembuatan biodiesel dari crude palm oil (CPO. Adapun variabel yang dipelajari adalah molar ratio minyak terhadap metanol, jumlah THF dan jumlah katalis yang digunakan, serta waktu reaksi. Selain itu, dilakukan pula reaksi transesterifikasi tanpa penambahan co-solvent (metode konvensional sebagai pembanding. Reaksi dilakukan skala laboratorium menggunakan labu alas bulat berleher tiga dilengkapi pendingin balik, termometer dan pengaduk magnetik. Suhu reaksi dijaga pada 30oC menggunakan penangas air dan tekanan atmosferik. Hasil penelitian menunjukkan reaksi transeterifikasi dengan penambahan co-solvent berlangsung lebih cepat dibandingkan reaksi konvensional. Transesterifikasi dengan penambahan co-solvent menghasilkan kadar metil ester lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Kadar metil ester tertinggi (98,42% dicapai saat penambahan THF:metanol = 2:1, molar ratio CPO:metanol = 1:6 dan katalis NaOH 0,5%-berat. Pemakaian katalis 1,3%-berat memberikan kadar metil ester lebih tinggi dibandingkan saat pemakaian katalis 0,5%-berat (kenaikan rata-rata kadar metil ester sebesar 3-4%. Peningkatan ratio THF:metanol  hingga 2:1 hanya memberikan  kenaikan kadar metil ester sebesar 1,47%.

  6. Bahagia dalam Meraih Cita-cita: Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Teknik Arsitektur Ditinjau dari Regulasi Emosi dan Efikasi Diri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyani Alfinuha

    2017-10-01

    Abstrak: Subjective well-being merupakan evaluasi individu terhadap kehidupannya yang meliputi penilaian kognitif dan afeksi. Individu dikatakan memiliki subjective well-being tinggi jika mengalami lebih banyak afeksi positif atau perasaan menyenangkan dan puas atas kehidupan yang dimiliki. Sebaliknya, orang yang memiliki subjective well-being rendah cenderung diliputi perasaan-perasaan negatif dalam dirinya. Oleh sebab itu, subjective well-being sangat penting dalam kehidupan setiap individu tidak terkecuali pada mahasiswa baru. Ada banyak faktor yang mempengaruhi subjective well-being antara lain jenis kelamin, religiusitas, pendidikan, kecerdasan, regulasi emosi dan self efficacy. Penelitian ini mem­focus­kan tentang pengaruh efikasi diri dan regulasi emosi terhadap subjective well-being. Penelitian ini melibatkan 107 orang mahasiswa baru jurusan teknik arsitektur yang terdiri dari 51 orang laki-laki dan 56 orang perempuan Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang diukur menggunakan empat skala yaitu Possitive and Negative Affect Schedule (PANAS, Satisfaction with Life Scale (SWLS, General Self efficacy (GSE dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ. Analisis yang dilakukan adalah analisis deskripsi dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh self efficacy dan regulasi emosi terhadap subjective well-being. Secara bersama-sama, self efficacy dan regulasi emosi mempengaruhi subjective well-being sebesar 32,5%terhadap subjective well-being. Secara terpisah, self efficacy memberikan sumbangan sebanyak 21,62% dan regulasi emosi sebanyak 3,53% terhadap subjective well-being.

  7. Poriferasta-5,22E,25-trien-3β-ol,22-dehidrokolesterol dari daun Kalanchoe serrata (Crassulaceae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Fauzi Abdullah

    2017-03-01

    Full Text Available Dalam penelitian berkelanjutan untuk pencarian senyawa metabolit sekunder baru dari tumbuhan Kalanchoe Indonesia, telah dilakukan kajian fitokimia terhadap Kalanchoe serrata. Daun segar K. serrata sebanyak 14,8 kg diekstraksi dengan metanol pada temperatur kamar. Ekstrak metanol (292 g dipartisi berturut-turut dengan n-heksana dan metilenklorida. Ekstrak metilenklorida (0,80 g selanjutnya dipisahkan pada kromatografi cair vakum pada silika gel G60 dengan eluen kloroform-aseton yang meningkat kepolarannya sehingga dihasilkan 10 fraksi yang dikelompokan berdasarkan analisis KLT. Padatan yang diperoleh pada fraksi yang terelusi dengan 20% aseton selanjutnya dipisahkan pada kromatografi kolom pada silika gel (230-400 mesh dengan eluen kloroform dan dimurnikan lebih lanjut dengan kristalisasi pada aseton sehingga dihasilkan isolat berbentuk kristal jarum tak-berwarna sebanyak 23 mg. Isolat menunjukkan titik leleh 115-118oC dan memberikan warna hijau-kebiruan pada uji Liebermann-Burchard menunjukkan adanya kerangka steroid.  Hasil analisis spektroskopi yang meliputi UV, IR, 1D-NMR dan 2D-NMR menunjukan bahwa isolat merupakan turunan sterol dan diidentifikasi sebagai poriferasta-5,22E,25-trien-3β-ol,22-dehidrokolesterol.

  8. Pengaruh Lama Penyinaran Gelombang Mikro Terhadap Pembentukan Struktur dan Sifat Thermal Karbon Hitam dari Bambu Ori (Bambusa arundinacea dan Bambu Petung (Dendrocalamus asper

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahma Rei Sakura

    2013-03-01

    Full Text Available Bambu merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki bentuk batang tinggi, berongga, berbentuk bulat dan memiliki kekuatan yang baik. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh proses penyinaran gelombang mikro terhadap pembentukan struktur dan sifat thermal karbon hitam dari bambu ori (Bambusa arundinacea dan bambu petung (Dendrocalamus asper. Metode sintesis karbon hitam yaitu dengan melakukan penyinaran gelombang mikro dengan variasi lama penyinaran selama 1, 2, 3, 4, dan 5 menit, serta variasi daya 400, 600, dan 800 watt. Pengujian nilai kalor terhadap karbon hitam untuk mengetahui potensi bahan bakar. Perubahan gugus fungsi diuji dengan Fourier Transforms Infrared Spectrometer. Untuk mengidentifikasi senyawa atau fasa, dilakukan pengujian X-Ray Difraction. Struktur mikro akan dipelajari menggunakan uji Scanning Electron Microscope. Hasil dari pengujian tersebut yaitu semakin lama pemanasan gelombang mikro, maka berat sisa yang dihasilkan semakin sedikit. Semakin tinggi daya, maka karbon yang dihasilkan semakin homogen. Waktu pemanasan yang semakin lama, mengakibatkan karbon yang terbentuk semakin baik dan homogen.

  9. FUNGSI KEPALA DESA DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DITINJAU DARI UNDANGUNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DI DESA GENTUNG KABUPATEN PANGKEP

    OpenAIRE

    -, Muhammad Fadli R

    2017-01-01

    ABSTRAK MUHAMMAD FADLI R, Nomor Pokok B111 13 110, Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, menyusun skripsi dengan judul : ???Fungsi Kepala Desa Dalam Pengelolaan Keuangan Desa Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Di Desa Gentung, Kabupaten Pangkep??? di bawah bimbingan Prof. Dr. Andi Pangerang, SH.,MH.,DFM dan Eka Merdekawati Djafar, SH.,MH Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fungsi kepala desa dalam pengelo...

  10. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREMATURE SIGN-OFF DENGAN TURNOVER INTENTION SEBAGAI VARIABEL INTERVENING: Suatu tinjauan dari Goal Setting Theory

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ceacilia Srimindarti

    2013-11-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor internal individu (seperti komitmen organisasional auditor dan turnover intention pada penerimaan prematur sign-off. Sumber data penelitian ini adalah auditor yang bekerja di perusahaan audit di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei dengan mengirimkan kuesioner kepada responden melalui pos. Ada 236 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi dan turnover intention mempunyai pengaruh terhadap penerimaan prematur sign-off. Komitmen organisasi berpengaruh pada turn over.

  11. Current Structure and Spatial Variation of Indonesian Throughflow in Makassar Strait Under Ewin 2013 (Struktur Arus dan Variasi Spasial Arlindo di Selat Makassar dari Ewin 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Selfrida Missmar Horhoruw

    2015-06-01

    Full Text Available Selat Makassar (SM merupakan pintu masuk utama Arus Lintas Indonesia (Arlindo membawa transport Arlindo sekitar 75% dari total 15 Sv.  Pengukuran mooring arus di Kanal Labani telah dilakukan sejak tahun 1996, namun pengukuran hidrografi yang mencakup seluruh kawasan SM jarang dilakukan. Kontur selat yang berupa kanal dengan keragaman batimetri sangat mempengaruhi karakteristik massa air yang bergerak di dalamnya sehingga diperlukan penelitian mencakup seluruh kawasan SM. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji variasi spasial dan struktur arus dan massa air Arlindo di kawasan SM dari hasil ekspedisi EWIN Juni 2013. Data hidrografi yang digunakan terdiri dari 29 casts CTD yang tersebar di kawasan SM dan data arus di kedalaman 0-125 m dari shipboard ADCP sepanjang lintasan survei. Hasil penelitian menunjukkan Arlindo Makassar dicirikan arus jet kuat intensif di kedalaman termoklin (75-125 m, dimana pola alirannya mengarah ke selatan sampai barat daya di pintu masuk utara SM. Arus ini berlanjut sampai mendekati lintang 2°LS, yang selanjutnya arah alirannya berubah ke tenggara menyusuri lereng dangkalan Kalimantan yang mengarah ke Kanal Labani.  Arus jet berubah ke arah selatan sampai tenggara di kanal ini dan menjadi lebih kuat. Sirkulasi di sisi tepi barat laut SM terbentuk pusaran arus searah jarum jam. Stratifikasi massa air Arlindo Makassar didominasi massa air Pasifik Utara, yaitu North Pacific Subtropical Water (NPSW di kedalaman termoklin dan North Pacific Intermediate Water (NPIW di bawah termoklin. Terdapat variasi spasial massa air NPSW dan NPIW, dimana semakin kearah selatan nilai salinitas maksimum (minimum NPSW (NPIW semakin berkurang sekitar 0.03 psu. Ketebalan lapisan termoklin sisi timur selat lebih besar sehingga distribusi vertikal massa air Pasifik Utara tersebut cenderung lebih kuat di sisi timur sehingga ditemukan intensifikasi Arlindo ke arah barat Selat Makassar.

  12. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    OpenAIRE

    Brillyano Agni Pradipta; Djoko Sungkono Kawano

    2013-01-01

    Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi P...

  13. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    OpenAIRE

    Pradipta, Brillyano Agni; Kawano, Djoko Sungkono

    2013-01-01

    Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi P...

  14. IDENTIFIKASI MOLEKULER DENGAN TEKNIK PCR-RFLP LARVA PARASIT Anisakis spp (Nematoda: Anisakidae) PADA IKAN TONGKOL (Auxis thazard) DAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta) DARI PERAIRAN MAKASSAR

    OpenAIRE

    Anshary, Hilal

    2011-01-01

    Beragam spesies ikan laut dikenal sebagai inang perantara dari berbagai spesies parasit, termasuk nematoda Anisakis yang merupakan agen penyebab Anisakiasis pada manusia. Anisakiasis dapat terjadi pada manusia setelah memakan ikan mentah atau setengah matang yang terinfeksi oleh Anisakis sp. Di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, informasi tentang Infeksi Anisakis ikan sering kali diabaikan dan tidak terdokumentasi dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan...

  15. ANALISIS FAKTOR HUBUNGAN PEMILIHAN KONSUMSI OBAT HERBAL PADA PASIEN HEMODIALISA LEBIH DARI TIGA BULAN TERHADAP PENINGKATAN UREUM DAN KREATININ DI RUMAH SAKIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jenny Saherna

    2017-04-01

    Full Text Available eyakinan, kerentanan, bahaya, manfaat, hambatan, isyarat dan self efficacy, ekonomi, fasilitas pelayanan terapi obat herbal, kemudahan mendapatkan obat herbal, informasi system pelayanan kesehatan pemerintah dan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah mempengaruhi masyarakat dalam pemilihan konsumsi obat herbal. Penelitian ini menggunakan, desain cross sectional dengan desain penelitian analitik. Populasi pasien mengkonsumsi obat herbal dan hemodialisa lebih dari tiga bulan sebanyak 119, jumlah sampel responden gagal ginjal kronik dan hemodialisa rutin mengkonsumsi obat herbal berjumlah 19 responden. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan, menggunakan cara non probability sampling jenis purposive sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner serta observasi jadual kehadiran pasien menjalani terapi hemodialisa dan hasil laboratorium GFR, ureum dan kreatinin. Penelitian yang didapatkan bahwa analisis faktor hubungan pemilihan konsumsi obat herbal pada pasien hemodialisa lebih dari tiga bulan adalah faktor fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dengan nilai p = 0.169 dan α = 0.25. Faktor dominan yang berhubungan terhadap pemilihan konsumsi obat herbal pada pasien hemodialisa lebih dari tiga bulan terhadap peningkatan ureum dan kreatinin adalah faktor fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah. lanjutkan penelitian tentang jenis dan kandungan herbal terhadap pengaruh faal ginjal .

  16. Aplikasi Semikonduktor TiO2 dengan Variasi Temperatur dan Waktu Tahan Kalsinasi sebagai Dye Sensitized Solar Cell (DSSC dengan Dye dari Ekstrak Buah Terung Belanda (Solanum betaceum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maula Nafi

    2013-03-01

    Full Text Available Penelitian mengenai dye sensitized solar cell dilakukan dengan dye dari ekstrak buah terung belanda sebagai sumber energi alternatif dari tenaga surya. Dye sensitized solar cell (DSSC dibuat dengan menggunakan semikonduktor TiO2 yang dilapiskan pada kaca konduktif Fluorine Doped Tin Oxide (FTO dan dikalsinasi  dengan variasi temperatur 5500C, 6500C, dan 7500C, dengan waktu tahan 60 dan 120 menit pada tiap temperaturnya. Lapisan TiO2 pada substrat dikarakterisasi dengan menggunakan SEM dan XRD. Luas permukaan aktif diukur dengan pengujian BET. Hasil SEM menunjukkan ukuran bentuk partikel TiO2 berupa sphere. Hasil XRD menunjukkan struktur kristal TiO2 adalah body centered tetragonal. Luas permukaan aktif dibandingkan dengan hasil kelistrikan DSSC, yang selaras meningkat dari temperatur 5500C ke 6500C, namun menurun pada 7500C. Densitas arus dan voltase maksimum diperoleh pada variasi temperatur 650oC dengan waktu tahan 60 menit yaitu sebesar 0,356 mA/cm2 dan 593,1 mV. Efisiensi maksimum yang diperoleh sebesar 0,469208%. DSSC dimodifikasi dengan menambahkan pembungkus plastik, sehingga dapat memperlambat penurunan daya yang terjadi saat DSSC bekerja.

  17. KUALITAS KERTAS SENI DARI PELEPAH TANAMAN SALAK MELALUI “BIOCHEMICAL” JAMUR Phanerochaete crysosporium DAN Pleurotus ostreatus DENGAN VARIASI LAMA PEMASAKAN DALAM NaOH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triastuti Rahayu

    2016-09-01

    Full Text Available Kertas seni atau biasa disebut kertas daur ulang merupakan kertas yang biasa digunakan sebagai bahan pembuatan kerajinan tangan. Biasanya terbuat dari limbah tanaman yang mengandung serat tinggi. Limbah pelepah tanaman salak yangtidak termanfaatkan mengandung serat tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas seni. Bahan baku tersebut diproses melalui biopulping jamur Phanerochaete crysosporium dan Pleurotus ostreatus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas kertas seni dari pelepah tanaman salak melalui biokraft jamur Phanerochaete crysosporium dan Pleurotus ostreatus dengan variasi lama pemasakan dalam NaOH dengan parameter penelitian uji daya tarik, daya sobek dan uji sensoris (tekstur, warna, kenampakan serat dan daya terima masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan dua faktor, faktor 1 yaitu lama pemasakan dalam NaOH 15% (P1=1 jam, P2= 2 jam dan faktor 2 yaitu lama inkubasi (L1= 30 hari, L2= 45 hari dengan 4 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kertas seni terbaik adalah pada perlakuan P2L1 (lama pemasakan 2 jam dan lama inkubasi 30 hari yaitu 0,243 N/mm2 yang merupakan hasil uji daya tarik dan 18,711 N yang merupakan daya sobek tertinggi, tekstur halus, warna coklat muda, kenampakan serat kurang jelas dan panelis suka terhadap kertas ini.

  18. KARAKTERISASI SIFAT FISIS MEMBRAN POLIMER MATRIK KOMPOSIT(PMC DARI KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA UNTUK ADSORBSI LOGAM BERAT PADA MINYAK GORENG BEKAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Nurmayanti

    2014-05-01

    Full Text Available Minyak goreng yang sudah berulangkali dipanaskan akan berwarna hitam dan mengandung logam-logam berat. Untuk meremajakannya diperlukan teknologi alternatif yang mampu mereduksi logam berat pada minyak goreng bekas. Salah satunya adalah membran PMC yang digunakansebagai filter. Membran di uji sifat fisis (debit aliran, kerapatan, porositas dengan variasi ukuran mesh dan komposisi karbon aktif tempurung kelapa. Matrik berasal dari campuran 0.3 gr PEG, 5 ml PVA, dan 5 ml Aquades. Filler berupa serbuk karbon aktif berasal dari limbah tempurung kelapa. Membran di buat dengan variasi ukuran mesh 60, 100, 120 mesh dan komposisi 1, 3, dan 5 gr. Karbon aktif diperoleh dari tempurung kelapa dengan teknik pemanasan pada temperatur 500o C dan aktifasi kimia dengan larutan H3PO4 5 M. Hasil terbaik ditunjukkan pada membran dengan penambahan karbon aktif  5 gram 120 mesh yang memiliki efektifitas penyaringan paling baik dan adsorbsi logam berat paling maksimal. Debit aliran semakin meningkat dengan nilai 0.0333 (ml/menit dan kerapatan membran semakin kecil 0.95534 (gr/cm dengan porositas 0.39 %. Hasil AAS menunjukan logam Cu mengalami penurunan kadar logam sebesar 0.0819 mg/L dan logam Fe 0.0285 mg/L. Membran ini merupakan membran mikrofiltrasi dengan rata-rata pori-pori 160.4 nm yang mampu mereduksi partikel dan bakteri dengan ukuran 400 nm hingga 2 µm

  19. EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR AND SHARE (TPS TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA VII SMP NEGERI 2 KEBONSARI TAHUN AJARAN 2011/2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vera Dewi Susanti

    2014-02-01

    Dari hasil analisis data didapatkan: 1 ada perbedaan pengaruh antara model pembelajaran portofolio dan model pembelajaran kooperatif think pair and share (TPS dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa (nilai signifikansi 0,05.

  20. SELEKSI BAKTERI ASAM LAKTAT DENGAN AKTIVITAS ANTI JAMUR YANG DIISOLASI DARI SILASE DAN SALURAN CERNA TERNAK (Isolation of Lactic Acid Bacteria for Antifungal Activity Isolated from Silage and Animal Digestives Tract

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Damayanti

    2015-09-01

    Pengujian aktivitas anti jamur dilakukan dalam secara kualitatif dengan metode dan secara kuantitatif dengan menguji daya hambat supernatan bebas sel menggunakan metode difusi kertas cakram terhadap kapang FNCC 6002,   FNCC 6033 dan   FNCC 6111. Hasil penelitian menunjukkan isolat PDS2 dari silase memiliki daya hambat yang nyata terhadap ketiga jamur uji, sedangkan isolat BAL dari saluran cerna unggas dan ruminansia tidak menunjukkan daya hambat yang nyata. Kata kunci: Anti jamur, bakteri asam laktat, saluran cerna ternak, silase

  1. PENGAMBILAN KEPUTUSAN KRITERIA JAMAK (MCDM UNTUK PEMILIHAN LOKASI FLOATING STORAGE AND REGASIFICATION UNIT (FSRU: STUDI KASUS SUPLAI LNG DARI LADANG TANGGUH KE BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Buda Artana

    2008-01-01

    Full Text Available This paper presents a case study in selecting the best location for a Floating Storage and Regasification Unit (FSRU in Bali. FSRU is an alternative to replace a conventional shore LNG terminal. The selection involves several criteria/attributes that can be grouped into two general criteria, namely qualitative and quantitative criteria. Multiple Criteria Decision Making (MCDM approach is utilized to solve the selection problem, considering the capability of this method in solving multi-criteria problem with mutual conflict. Qualitative criteria are evaluated using AHP method to calculate weight of each criterion. Moreover, decision matrix algorithm is then utilized to convert preference of stakeholders into, consecutively, probability assignment, total probability assignment and preference degree eventually. Quantitative criteria are also converted into preference degree and entropy method is used to rank the alternatives. Selected location would be the alternative having the highest entropy. Four alternatives are under consideration. Those alternatives are Benoa, Celukan Bawang, Pemaron and Gilimanuk. This research found that Celukan Bawang is the best location for the FSRU. Abstract in Bahasa Indonesia: Paper ini menyajikan pemilihan lokasi Floating Storage and Regasification Unit (FSRU untuk proses distribusi LNG dari Ladang Tangguh ke Bali. FSRU merupakan alternatif pengganti LNG receiving terminal di darat. Pemilihan lokasi ini melibatkan kriteria kualitatif dan kuantitatif dan metode Multiple Criteria Decision Making (MCDM digunakan untuk melakukan pemilihan mengingat metode ini dapat memberi solusi tepat saat mutual conflict terjadi pada beberapa kriteria pemilihan. Penilaian terhadap beberapa alternatif didasarkan atas nilai masing-masing kriteria yang diperoleh dari kuisioner terhadap beberapa stakeholders. Untuk kriteria kualitatif dicari relative weight dengan menggunakan metode Analitik Hierarki Proses (AHP. Nilai relative weight ini

  2. PERBANDINGAN NILAI KALOR BIOBRIKET YANG TERBUAT DARI BOTTOM ASH LIMBAH PLTU DAN BIOMASSA CANGKANG KOPI DENGAN VARIASI KOMPOSISI DAN JENIS PENGIKAT YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Gunawan

    2015-12-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah membuat biobriket dari bahan bottom ash limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU dengan biomassa cangkang kopi dengan zat pengikat tetes tebu serta menguji nilai kalor yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah; pembuatan biobriket dengan memvariasi komposisi antara bottom ash dengan biomassanya serta zat pengikat yang berbeda. Variasi komposisi antara biomassa cangkang kopi dengan bootom ash yang digunakan adalah 60% : 40% dan 70% : 30%, sedangkan bahan perekatnya menggunakan tetes tebu dan tepung kanji. Pengujian yang dilakukan adalah menguji nilai kalor dari biobriket yang dihasilkan menggunakan alat uji calloriboom. Dari hasil pengujian didapatkan biobriket dengan komposisi 70% biomassa cangkang kopi dan 30% bottom ash dengan pengikat tetes tebu mempunyai nilai kalor yang paling tinggi dibandingkan dengan komposisi dan pengikat yang lain dengan nilai kalor yang dihasilkan yaitu 2496,18 kal/gr. Nilai kalor ini dipengaruhi oleh kandungan karbon aktif yang terdapat pada arang cangkang kopi dan besar kecilnya kandungan carbon, oxygen dan ash yang dimiliki, semakin tinggi kandungan carbon dan oxygen maka makin tinggi pula nilai kalor yang kandungan kalor yang terdapat pada jenis perekat tetes tebu lebih tinggi dari pada tepung kanji. [Title: Comparison of Calorific Value of Biobriket Made of Bottom Ash Waste and Biomass Plant Shell Coffee by Varying Composition and Types of Binder] This study is aimed to make biobriket of bottom ash material waste biomass power plant and different binder of coffee shell (molasses as well as measuring the calorific value. The method in this study are by manufacturing biobricket by varying the composition of bottom ash with biomass and different binder. Biomass composition variation of the shell coffee and bottom ash are 60%:40% and 70%:30%. The binder used are molasses and starch. This experiment was carry out by measuring the calorific value of produced

  3. Aktivitas Antioksidan Kulit Biji Kakao dari Hasil Penyangraian Biji Kakao Kering pada Derajat Ringan, Sedang dan Berat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratri Retno Utami

    2017-03-01

    Full Text Available Cocoa bean shell is waste from chocolate industry that containing polyphenol 5.78 % and can be used as natural antioxidant source. The most important step in cocoa processing is roasting. Roasting is needed for developing the chocolate flavor. Chocolate industries do their roasting with low, medium and high degree, depend on product’s necessity. The objective of this research is to determine the effect of roasting degree toward cocoa bean shell antioxidant activity. Cocoa bean roasted at low degree (110 ºC for 60 minutes, medium (140 ºC for 40 minutes and high (190ºC for 15 minutes. Cocoa bean shell polyphenol was extracted with acetone 70 %. Yield, total phenolic, DPPH free radical scavenging activity as IC50 and inhibition of linoleic acid oxidation was analyzed from crude polyphenol extract. The result shows that the increasing of roasting temperature leads to low yield. Cocoa bean shell polyphenol extract with high roasting degree has the lowest yield (8.07 % b/b. While cocoa bean shell polyphenol extract using medium roasting degree has the highest total phenolic and DPPH free radical scavenging activity of 21.23 ± 0.39 mg GAE/g dry extract and IC50 74.31 ± 0.72 μg/mL, respectively. Cocoa bean shell polyphenol extract is able to inhibit the linoleic acid oxidation. Roasting enhance the inhibition of linoleic acid oxidation compared to extract without roasting about 6%. For the future study, it is needed to identify the cocoa bean shell antioxidant compound during roasting.   ABSTRAK Kulit biji kakao merupakan limbah dari industri pengolahan cokelat yang mengandung polifenol sebesar 5,78 %, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber senyawa antioksidan alami. Tahapan penting dalam pengolahan biji kakao kering adalah penyangraian yang berguna untuk pengembangan citarasa khas cokelat. Industri pengolahan cokelat melakukan penyangraian dengan derajat ringan, sedang dan berat, berdasarkan produk yang dikehendaki. Penelitian

  4. ANALISIS POTENSI PENERIMAAN KUALITAS ALUMNI PROGRAM STUDI EKONOMI SYARI’AH STAIN KUDUS DITINJAU DARI PERSPEKTIF STAKEHOLDER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekawati Rahayu Ningsih

    2015-03-01

    kebutuhan stakeholder terhadap penerimaan kualitas alumni. Dan ketiga, untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat penyerapan alumni Ekonomi Syari’ah Jurusan Syari’ah STAIN Kudus di dunia kerja. Teori yang dikembangkan sebagai dasar analisis adalah teori piramida motivasi dan kebutuhan dari Abraham Maslow. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, hasil analisis dan pembahasan dari penelitian ini adalah:Pertama, potensi penerimaan lulusan Ekonomi Syari’ah di dunia kerja, terutama di lingkungan perbankan syari’ah dan lembaga keuangan syari’ah masih sangat besar dan potensial seiring dengan semakin berkembang pesatnya pertumbuhan jumlah perbankan syari’ah dan lembaga keuangan syari’ah di Indonesia. Kedua, motivasi dan kebutuhan stakeholder terhadap penerimaan alumni Ekonomi Syari’ah STAIN Kudus adalah karena STAIN Kudus merupakan satu-satunya perguruan tinggi agama negeri di sekitar wilayah Pantura yang memiliki Program Studi Ekonomi Syari’ah dan mudah diakses. Selain itu, untuk menjalin hubungan yang lebih bersifat sinergis dengan STAIN Kudus, maka baik perbankan syari’ah maupun lembaga keuangan syari’ah bersedia menerima alumni Program Studi Ekonomi Syari’ah sebagai karyawan, tentunya dengan berbagai kriteria yang telah ditetapkan dalam persyaratan kerja. Kata Kunci: Potensi, Penerimaan Kualitas, Alumni, Ekonomi Syari’ah, Stakeholder.

  5. Pembuatan Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit melalui Proses Hydrocracking dengan Katalis Ni-Mg/γ-Al2O3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindita Pramesti Putri Nugroho

    2014-09-01

    Full Text Available Keterbatasan bahan bakar fosil sebagai salah satu sumber energi yang tidak dapat diperbarui di Indonesia menjadikan wacana untuk menciptakan sumber energi alternatif dari bahan baku lain yang jumlahnya masih melimpah dan dapat diperbarui. Salah satu sumber energi alternatif tersebut adalah bahan bakar nabati. Biofuel atau bahan bakar nabati sering disebut energi hijau karena asal-usul dan emisinya bersifat ramah lingkungan dan tidak menyebabkan peningkatan pemanasan global secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan biofuel melalui proses hydrocracking minyak kelapa sawit dengan katalis Ni-Mg/γ-Al2O3, mempelajari pengaruh komposisi katalis, waktu, dan suhu terhadap yield biofuel serta mempelajari kondisi operasi terbaik pembuatan biofuel. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu sintesis katalis, karakterisasi katalis, dan proses hydrocracking. Penentuan katalis terbaik melalui proses hydrocracking pada suhu 330oC waktu 60 menit untuk % loading Ni 1%, 5%, 10%, 15%, dan 20% diperoleh katalis Ni-Mg/γ-Al2O3 15% yang menghasilkan yield gasoline tertinggu yaitu 44,819%. Katalis terbaik dikarakterisasi dengan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS dan titrimetri menghasilkan rasio Ni/Mg sebesar 13,5/4,71. Luas permukaan katalis terbaik berdasarkan analisis Brunaur Emmet Teller (BET yaitu 77.746 m2/g. Katalis Ni-Mg/γ-Al2O3 15% yang menghasilkan yield gasoline tertinggi digunakan untuk proses hydrocracking dengan variasi waktu dan temperatur. Hasil yang diperoleh untuk katalis Ni-Mg/γ-Al2O3 15% yield terbaik fraksi gasoline 46,333% pada suhu 360oC waktu 120 menit, yield terbaik kerosene 39,177% pada suhu 300oC waktu 120 menit, dan yield terbaik solar 63,213% pada suhu 300oC waktu 30 menit.

  6. Identifikasi Sebaran Batuan Beku Di Bukit Koci Desa Sempalai Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mimin Setiadi

    2016-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi sebaran batuan beku dibukit Koci Desa Sempalai Kabupaten Sambas Kalimantan Barat dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai resistivitas batuan dan mengetahui pola sebaran serta jenis batuan yang ada di lokasi penelitian. Penelitian dilakukan dengan membuat 6 buah lintasan geolistrik yang dimana 5 lintasan berada di puncak bukit dan 1 lintasan di lembah bukit. Berdasarkan hasil pengolahan data dari keenam lintasan menunjukkan bahwa jenis batuan yang mendominasi pada daerah penelitian adalah pasir, batu pasir, dan batuan beku andesit. Batuan beku andesit tersebar pada puncak bukit dengan lintasan 1,2,3,4, dan 6.

  7. ANTESEDEN DARI KESETIAAN MEREK

    OpenAIRE

    Iin Triyani; Robert Kristaung

    2014-01-01

    Purpose of this research is to analyze the effects of service quality, price, purchase decision, perceived quality, design, and store environment on brand loyalty at Beauty Salon in Jakarta Theoretical model that used in this study is the hypothetical testing method, that means to examine is there the direct effect of service quality, price, purchase decision, perceived quality, design, and store environment on brand loyalty at Beauty Salon in Jakarta using the Multiple Regress...

  8. Secon dary dyslipidaemia

    African Journals Online (AJOL)

    2009-03-20

    Mar 20, 2009 ... a sedentary lifestyle coupled with a calorie- rich diet, but still largely unknown genetic factors clearly interact, leading to the syndrome. Dyslipidaemia, coupled with IR, appears to be the hallmark of the metabolic syndrome. The ensuing hyperinsulinaemia is associated with increased serum free fatty.

  9. Secon dary dyslipidaemia

    African Journals Online (AJOL)

    2009-03-20

    Mar 20, 2009 ... The role of a capable dietician cannot be overemphasised, particularly as proper dietary analysis is not prioritised during medical training. Populations with a high ... Acute intermittent porphyria. Cholestatic liver disease. Intestinal malabsorption. Lifestyle. Anorexia nervosa, bulimia. Cigarette smoking. Diet.

  10. PEMBUATAN RADIONUKLIDA MOLIBDENUM-99 (99Mo HASIL AKTIVASI NEUTRON DARI MOLIBDENUM ALAM UNTUK MEMPEROLEH TEKNESIUM-99m (99mTc

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indra Saptiama

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN RADIONUKLIDA MOLIBDENUM-99 (99Mo HASIL AKTIVASI NEUTRON DARI MOLIBDENUM ALAM UNTUK MEMPEROLEH TEKNESIUM-99m (99mTc. Pembatasan penggunaan uranium sebagai target untuk produksi 99mTc menyebabkan rumah sakit di Indonesia  kesulitan mendapatkan pasokan 99mTc. Saat ini 99mTc diperoleh dari 99Mo hasil fisi (pembelahan uranium.  Pembuatan radionuklida 99Mo dari aktivasi neutron  molibdenum alam (MoO3 di teras reaktor G.A Siwabessy digunakan sebagai metode alternatif untuk memperoleh 99mTc. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pembuatan radionuklida 99Mo dari aktivasi neutron molibdenum alam untuk memperoleh 99mTc. Serbuk MoO3 alam sebanyak 5 gram dikemas dalam ampul kuarsa dan dimasukkan ke dalam inner capsul selanjutnya dikemas menggunakan outer capsul sebagai bahan target. Bahan target diiradiasi di reaktor G.A Siwabessy selama 100 jam. Hasil perhitungan diperoleh aktivitas  99Mo sebesar 65 % dari nilai maksimum yang dapat diperoleh. MoO3 paska iradiasi dilarutkan dengan NaOH 4 M sehingga diperoleh larutan natrium molibdat (Na2MoO4. Radionuklida 99Mo dan 99mTc diukur menggunakan spektrometer gamma. Radionuklida 99Mo terdeteksi dalam produk larutan  Na2MoO4 dengan  aktivitas jenis 99Mo yang diperoleh sebesar 0,81 Ci 99Mo/g Mo.  Radionuklida anak luruh 99mTc dipisahkan dari radionuklida induk 99Mo menggunakan kolom pemisah yang berisi material berbasis zirkonium (MBZ sebagai penyerap 99Mo. Radionuklida 99mTc hasil pemisahan diperoleh dalam bentuk natrium pertehnetat (Na99mTcO4.dengan recovery yang masih rendah yaitu sekitar 52 hingga 71 %. Kata kunci: Molibdenum, teknesium, radionuklida, pemisahan, iradiasi. ABSTRACT PRODUCTION OF ACTIVATED  NEUTRON MOLYBDENUM-99 (99Mo RADIONUCLIDE FROM NATURAL MOLYBDENUM TO OBTAIN TECHNETIUM-99m (99mTc.  Uranium usage restriction causes the hospitals in indonesia difficult to obtain the suply of  99mTc. At Present, 99mTc is obtanied from molybdenum as a uranium fission product

  11. STUDI PERBANDINGAN ANALISIS UNSUR PLUMBUM (PB DARI HASIL ELEKTROLISIS ANTARA METODE LASER- INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS DENGAN METODE KONVENSIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. S. Suyanto

    2014-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menganalisis unsur Pb hasil proses elektrolisis dengan metode alternatif laser-induced breakdown spectroscopy (LIBS dan metode konvensional. Elektrolisis menggunakan tembaga (Cu sebagai katoda dan karbon sebagai anoda. Unsur Pb yang terdeposisi pada katoda diirradiasi laser Nd-YAG (model CFR 200, 1064nm dan emisinya (Pb I 405.7 nm ditangkap spektrometer HR 2500++ yang kemudian ditampilkan dalam intensitas fungsi panjang gelombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi laser, arus listrik dan waktu deposisi proses elektrolisis yang optimum untuk karakterisasi unsur Pb masing - masing adalah 100 mJ, 5,28 mA dan 15 menit. Aplikasi metode ini untuk analisis kuantitatif larutan Pb dengan membuat kurva kalibrasi dari kosentrasi 300 ppm sampai kosentrasi terendah yaitu 0,5 ppm, serta diperoleh deteksi limit sebesar 0,44 ppm. Sebagai perbandingan metode deteksi dengan LIBS ini telah dilakukan analisis dengan metode konvensional dengan menentukan selisih massa katoda sebelum dan sesudah elektrolisis dan diperoleh hasil yang sebanding.ABSTRACTThe aim of this research was to compare between a method of laser-induced breakdown spectroscopy (LIBS and the conventional one to analyse of Plumbum (Pb element resulted from electrolysis process. Electrolysis used copper (Cu and carbon (C as cathode and anode respectively. Plumbum element which was deposited on cathode was irradiated by Nd-YAG laser (model CFR 200, 1064nm and its emission intensity of neutral Pb I 405.7 nm in the plasma was captured by HR 2500++ spectrometer and displayed in a form of intensity as a function of wavelength. The experiment result showed that the optimum condition parameters of electrolysis: laser energy, electric current and electrolysis time duration were 100 mJ, 5.28 mA and 15 minutes respectively. An application of these conditions was done to make calibration curve of Pb element in liquid sample from 300 ppm to 0.5 ppm and resulted a limit of

  12. PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI ASAM, TEMPERATUR DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK FISH GLUE DARI LIMBAH IKAN TENGGIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tony Handoko

    2012-05-01

    . Hasil dari penelitian adalah larutan perendaman yang paling baik adalah asam lemah (CH3COOH dengan konsentrasi 5%-v/v dan ekstraksi pada 4 jam 45oC telah memberikan hasil yang optimum terhadap jumlah fish glue yang diperoleh. Fish glue sudah tidak berbau amis namun belum memiliki kekuatan rekat yang baik.

  13. Pengaruh Penambahan Susu Bubuk Fullcream Terhadap Mutu Produk Minuman Fermentasi dari Ekstrak Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novelina Novelina

    2012-12-01

    acak lengkap (RAL dengan 4 perlakuan penambahan susu bubuk fullcream 5%, 10%, 15% dan 20% dan 3 kali ulangan. Uji organoleptik yang paling disukai oleh panelis adalah perlakuan penambahan susu bubuk fullcream 10%. Produk ini mengandung Lactobacillus total dari 7,3 x 108 CFU / ml, angka lempeng total 1,4 x 107 CFU / ml, asam laktat sebesar 1,56%, pH 4,42, total padatan 25,62%, 25,5 dPa.s viskositas, kandungan lemak 3,4%, kadar protein 6,34%, kadar abu 0,11%, kadar serat kasar 0,17%.

  14. PEMBUATAN ELEKTRODA KARBON BERPORI DARI TEMPURUNG KEMIRI DAN PERANCANGAN PROTOTIPE SISTEM CAPACITIVE DEIONIZATION (CDI UNTUK DESALINASI AIR PAYAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Astuti

    2015-01-01

    Full Text Available Telah dilakukan pembuatan karbon aktif dengan bahan dasar tempurung kemiri menggunakan H3PO4 2,5% sebagai aktivator dengan suhu aktivasi (400, 500, dan 600 oC.Luas permukaan aktif yang dihasilkan masing-masing adalah (6,6; 95,6; dan 391,6 m2/g. Karbon yang diaktivasi pada suhu 600 oC digunakan sebagai bahan dasar pembuatan elektroda kapasitor untuk system capacitive deionization (CDI menggunakan polimer polyvinyl alcohol (PVA sebaga ipengikat. Berdasarkan data voltammogram siklik terhadap elektroda CDI diperoleh besar kapasitansi spesifik elektroda adalah 50,21 mF/g.  Proses desalinasi dilakukan pada larutanNaCl 0,24 M dengan menyusun elektroda menggunakan system monopolar dan diberitegangan DC 1,2 V.  Penurunan konduktivitas larutan NaCl menggunakan sistem CDI ini sebesar 61,58%, dengan penurunan kadar natrium dalam larutan NaCl yaitu dari 138,0 mg/L menjadi 80,7 mg/L  selama 40 menit. Karbon aktif tempurung kemiri ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai elektroda CDI untuk sistem desalinasi air payau.The writers had done the research of the activated carbon that prepared with the candlenut shell by using H3PO4 2,5% as the activating agent.  All samples were heated at the temperatures of (400, 500, and 600 oC.  The activated carbon have specific surface area (6.582; 95.623; and 391.567 m2/g respectively. Capacitor electrode for capacitive deionization (CDI was fabricated by using activated carbon that was heated at activation temperature of 600 oC with polyvinyl alcohol (PVA as the binder. Based on cyclicvoltammogram of electrode, specific capacitance of CDI electrode is 50.21 mF/g.  To observe desalination process of electrode, CDI was made by monopolar system and immersed in NaCl 0.24 M as brackish water sample.  Direct current voltage 1.2 V was applied to CDI cell.  The decreased of NaCl conductivity with CDI system respectively is 61.58%.  Sodium concentration in NaCl decreases from 138.000 mg/L to 80.667 mg/Labout 40

  15. SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIODIESEL DARI MINYAK KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma Oil DENGAN KATALIS KOH (VARIASI KONSENTRASI KATALIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SD Anggraini

    2014-06-01

    Full Text Available Abstrak __________________________________________________________________________________________ Pada penelitian ini new feedstock biodesel diproduksi dari crude minyak kemiri sunan (Reutealis Trisperma-Oil (RETRO. RETRO adalah minyak tumbuhan yang melimpah di Indonesia dan belum tereksploitasi dikarenakan sifatnya yang beracun. RETRO disiapkan melalui reaksi esterifikasi dengan metanol menggunakan katalis asam sulfat untuk menurunkan nilai Free Fatty Acid (FFA dan dilanjutkan reaksi transesterifikasi dengan metanol dan katalis basa. Reaksi transesterifikasi RETRO menggunakan katalis kalsium hidroksida (KOH pada variasi 0,5–2,0 %wt minyak telah dilakukan pada suhu 65 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield biodesel meningkat dengan meningkatnya konsentrasi katalis (pada 0,5-1,0 %wt dan menurun dengan konsentrasi katalis (pada 1,5-2.0 %wt. Hasil Fatty Acid Methyl Ester (FAME optimum sebesar 83,33% diperoleh dengan menggunakan katalis KOH dengan konsentrasi katalis 1 %wt minyak. Karakterisasi hasil biodesel RETRO dilakukan dengan membandingkannya dengan ASTM D6751-02 diperoleh angka asam 0,55 mgKOH/g, densitas 0,90 g/cm3, viskositas 10,6 cSt pada suhu 40 oC, angka setana 54,7 serta residu karbon 0,24%.   Abstract __________________________________________________________________________________________ In this research new feedstock biodiesel was produced from Crude Reutealis Trisperma-Oil (RETRO. RETRO is vegetable oil that is overabundance in Indonesia it has not been explored because of its toxicity. RETRO was prepared through the reaction of esterification with methanol by using sulfuric acid catalyst to decrease Free Fatty Acid (FFA, and then transesterification reaction of refined RETRO was performed with methanol by using the alkaline catalyst. RETRO transesterification  reaction using potassium hidroxyde (KOH as catalyst with variation of 0.5 – 2,0 wt% of oil has been done at 65 °C. The biodiesel yield increased with the

  16. Analisa Kejahatan Penyelundupan Manusia Berdasarkan Smuggling of Migrants Protocol Ditinjau dari Perspektif Perlindungan Pencari Suaka: Studi Kasus Pengungsi Rohingnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diajeng Wulan Christianti

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak Eksodus besar-besaran etnis muslim Rohingya keluar Myanmar kembali terjadi sebagai akibat dilakukannya pembakaran desa, eksekusi, hingga pemerkosaan oleh militer Myanmar di Rakhine. Meskipun mereka harus rela membayar mahal, cara penyelundupan manusia kerap mereka gunakan karena cara formal untuk bisa masuk ke negara lain tidak dimungkinkan. Tindakan penyelundupan manusia adalah tindak pidana dalam Smuggling Protocol di mana negara-negara yang disinggahi pengungsi Rohingya seperti Thailand, Bangladesh, bahkan Indonesia telah menjadi negara pihak. Akibatnya, Pemerintah Thailand dan Bangladesh kerap menangkap pengungsi Rohingya yang masuk ke negaranya bahkan mengusir mereka untuk kembali ke Myanmar. Padahal, sebagai pencari suaka yang terancam persekusi, etnis Rohingya dilindungi oleh hukum Hak Asasi Manusia khususnya prinsip non-refoulement. Artikel ini menganalisa dilema antara aturan Smuggling Protokol yang bertujuan mencegah dan menegakan hukum atas terjadinya kejahatan penyelundupan manusia dengan kewajiban memberikan pengaman untuk melindungi hak-hak para pengungsi yang terancam persekusi. Artikel ini berkesimpulan bahwa meskipun Smuggling Protocol mampu untuk memberikan keseimbangan antara penegakan hukum kejahatan perlindungan manusia dan perlindungan pencari suaka, akan tetapi pada akhirnya semua tergantung dari keinginan negara untuk menerapkan Smuggling Protocol tersebut melalui aturan implementasi yang jelas namun proporsional. Abstract Again, thousands of Rohingya flee Myanmar to escape persecution after they saw their homes burned down, their family executed, and also suffered rape and torture by the Myanmar’s Military. In order to flee to Thailand or Bangladesh, Rohingyas often resort to using people smugglers and have to pay large amount of money. It is the only option left for desperate Rohingyas trying to save their lives. Smuggling of Migrants is criminal act under Smuggling Protocol. Thai and Bangladesh authorities

  17. PEMBERIAN EKSTRAK ENZIM KASAR DARI CAIRAN RUMEN DOMBA PADA TEPUNG BUNGKIL KEDELAI LOKAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titin Kurniasih

    2012-08-01

    Full Text Available Kendala utama yang dihadapi dalam upaya pencarian bahan baku lokal sumber protein alternatif untuk mendapatkan pakan yang ekonomis dan efisien antara lain kualitas bahannya yang tidak sebaik tepung ikan dan tepung bungkil kedelai impor. Enzim protease, amylase, dan selulase bermanfaat untuk meningkatkan kecernaan bahan baku yang mengandung protein kompleks, karbohidrat, dan serat yang tinggi. Cairan rumen ternak domba telah dideteksi banyak mengandung enzim yang dapat membantu meningkatkan kecernaan bahan baku nabati. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sumber enzim alamiah yang murah dan tersedia cukup banyak di Indonesia, yaitu cairan rumen domba, untuk menghidrolisis bahan baku tepung bungkil kedelai lokal (TBKL. Penelitian ini terdiri atas dua tahap yaitu in vitro dan in vivo. Penelitian in vitro bertujuan mengevaluasi kadar produk hidrolisis yang dihasilkan setelah TBKL diinkubasi dengan ekstrak enzim kasar dari cairan rumen domba (EEK CRD dengan dosis 0, 200, 400, 600, dan 800 mL/kg TBKL, dan hasilnya adalah bahwa kadar total gula dan protein terlarut pada TBKL terhidrolisis meningkat apabila konsentrasi EEK CRD bertambah. Penelitian in vivo bertujuan menguji pemakaian TBKL yang telah dihidrolisis dengan dosis yang terpilih (dosis 800 mL EEK CRD/kg TBKL dalam formulasi pakan ikan nila dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan uji adalah nila berukuran rata-rata 2,48 ± 0,0183 g per ekor, dan dipelihara di 15 akuarium berukuran 50 cm x 60 cm x 50 cm yang diisi masing-masing 10 ekor selama 40 hari percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TBKL terhidrolisis dalam formulasi pakan menghasilkan peningkatan signifikan (P0,05 untuk parameter laju pertumbuhan, konsumsi pakan, retensi protein, dan retensi lemak. Tidak ada perbedaan signifikan (P>0,05 untuk tingkat sintasan di antara kelima perlakuan. EEK CRD dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan melalui predigestion terhadap nutrien

  18. Pemurnian Parsial dan Karakterisasi Enzim Xilanase dari Bakteri Laut Bacillus safencis strain LBF P20 Asal Pulau Pari Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitria Fitria

    2017-03-01

    Full Text Available Enzyme xylanase (EC 3.2.1.8 is widely used in various industrial  fields for the hydrolysis of xylan (hemicellulose into xylooligosaccharide and xylose. The aims of this study were to  conduct partial purification and characterization of xylanase from marine Bacillus safencis strain LBF P20 and to obtain the  xylooligosaccharide types from xylan hydrolysis by this enzyme.  Based on this research, the optimum time for enzyme production  occurred at 96 hours with the enzyme activity of 6.275 U/mL and  enzyme specific activity of 5.093 U/mg. The specific activities were  obtained from precipitation by amicon® ultra-15 centrifugal filter devices, gel filtration chromatography and anion exchange chromatography that were increased by 15.07, 34.7, and 96.0  U/mg. The results showed that the highest activity at pH 7, temperature of 60 °C, and stable at 4 °C. Type of  xylooligosaccharide produced by this study were xylohexoses, xylotriose, and xylobiose. SDS-PAGE analysis and zimogram  showed that the molecular weight of xylanase protein were about  25 kDa.   ABSTRAK Enzim xilanase (EC 3.2.1.8 digunakan dalam hidrolisis xilan  (hemiselulosa menjadi xilooligosakarida dan xilosa. Penelitian  ini bertujuan untuk melakukan purifikasi parsial dan karakterisasi xilanase dari bakteri laut Bacillus safencis strain LBF P20 serta uji  hidrolisis untuk mengetahui jenis xilooligosakarida yang  dihasilkan oleh enzim tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, waktu optimum untuk produksi enzim terjadi pada jam ke 96  dengan aktivitas enzim sebesar 6,275 U/mL dan aktivitas spesifik enzim sebesar 5,093 (U/mg. Aktivitas spesifik enzim hasil  pemekatan dengan amicon® ultra-15 centrifugal filter devices,  kromatografi filtrasi gel dan kromatografi penukar anion  mengalami peningkatan berturut-turut sebesar 15,1; 34,7 dan96,0 U/mg. Hasil karakterisasi menunjukkan aktivitas  tertinggi pada pH 7, suhu 60 °C dan stabil pada suhu 4 °C. Analisis SDS

  19. PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DAN NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN GANDA SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budiyono Budiyono

    2014-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki : ( 1 yang model J - MAM , J - NHT , dan hasil pembelajaran konvensional pada prestasi belajar yang lebih baik di Matematika pembelajaran , (2 multiple intelligence dari Logical - Mathematical yang , Visual - Spasial , dan interpersonal hasil jenis dalam prestasi belajar yang lebih baik di Matematika , (3 di setiap multiple intelligence , yang model J - MAM , J - NHT , dan hasil pembelajaran konvensional pada prestasi belajar yang lebih baik di Matematika belajar ; dan ( 4 di masing-masing model pembelajaran , yang multiple intelligence dari Logical - Mathematical , Visual - Spasial , dan interpersonal hasil jenis dalam prestasi belajar yang lebih baik di Matematika . Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen kuasi dengan desain faktorial 3 x 3 . Populasinya adalah semua siswa di kelas XI SMK Negeri di Kabupaten Sragen . Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling . Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis dua arah tidak seimbang varians pada tingkat signifikansi 5 % . Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1 The J - MAM dan model pembelajaran J- NHT menghasilkan prestasi belajar yang sama di Matematika , tapi baik mengakibatkan prestasi belajar yang lebih baik di Matematika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional , 2 Ada tidak ada perbedaan dalam prestasi belajar Matematika siswa dengan Logical - Mathematical , Visual - Spasial , dan jenis Interpersonal , 3 dalam setiap jenis multiple intelligence , J- MAM dan model pembelajaran J- NHT menghasilkan barang yang sama prestasi dalam Matematika , namun kedua hasil dalam prestasi belajar yang lebih baik di Matematika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional pembelajaran , 4 dalam setiap model pembelajaran , para siswa dengan Logical - Mathematical , Visual - Spasial , dan jenis interpersonal memiliki prestasi belajar yang sama di Matematika.

  20. Evaluación de los problemas presentados en la implementación intergubernamental del contrato Plan Atrato Gran Darién

    OpenAIRE

    Uribe Lemos, Niza Estella

    2014-01-01

    El presente trabajo, desarrolla un análisis en la implementación y resultados de políticas públicas, originadas desde el gobierno central y ejecutadas en regiones con limitadas capacidades administrativas, financieras y de gestión como es el caso del departamento del Chocó -- Se parte de un estudio de caso, con el análisis del proceso y resultado que se ha obtenido en el desarrollo del Contrato Plan Atrato Gran Darién -- El documento inicia con el estudio del proceso descentralizador en Colom...

  1. Uji Mekanik Plastik Biodegradable dari Pati Sagu dan Grafting Poly(Nipam-Kitosan dengan Penambahan Minyak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Sebagai Antioksidan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isna Safitri

    2016-12-01

    Full Text Available Nonbiodegradable plastic is packaging that can be decomposed by microorganisms so that a viable alternative to replace conventional plastic packaging that cause problems for the environment. This study was aimed to evaluate the effect of the mechanical test and others consisting of three variables and each variable consists of three  level of concentration. The first variable was additional grafting of Poly (Nipam - chytosan consisting of 5%, 7% and 9%. The second variable was additional glycerols which were 15%, 30%, 45%. The third variable was concentrations of cinnamon oil which were 10%, 15% and 20%. This research produced a thin sheet of plastic, transparant, and elastic and it had a slightly yellowish translucent color. The tensile strength value was about 1.34-2.57MPa, 36.22-66.30% of elongation value, and 22.22% -58.82% of water absorption. Antioxidant test was performed by wrapping an apple with biodegradable plastics containing cinnamon oil. It could inhibit the growth of microorganisms. The apples changed significantly on day 8. In biodegradability test, this plastic was decomposed after buried for 56 days in the soil.ABSTRAKPlastik biodegradable adalah kemasan yang dapat diurai oleh mikroorganisme sehingga menjadi alternatif untuk menggantikan plastik kemasan konvensional yang menimbulkan permasalahan bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terhadap uji mekanisnya dan lain-lain yang terdiri atas tiga variabel dan masing-masing variabel terdiri dari tiga taraf kosentrasi. Variabel pertama adalah variasi penambahan grafting Poly(NIPAM-kitosan yang terdiri dari kosentrasi 5%, 7% dan 9%.  Variabel kedua adalah variasi penambahan gliserol yang terdiri dari kosentrasi 15%, 30%, 45% dan variabel ketiga adalah variasi penambahan minyak kayu manis yang terdiri dari kosentrasi 10%, 15% dan 20%. Penelitian ini menghasilkan plastik berupa lembaran tipis, transparan, dan elastis serta memiliki warna bening sedikit

  2. Turismo y paz: una apuesta para el desarrollo en la región de Urabá-Darién

    OpenAIRE

    Pedro Alejandro Villamizar Barahona

    2017-01-01

    The importance that tourism has gained worldwide has not been oblivious to the reality of Colombia, positioning it today as one of the key sectors for the national economy. The improvement in security conditions in Urabá-Darién has enabled the region to bet on tourism as a means for achieving development for its ability to strengthen social cohesion, improve social imaginary and generate income. The appropriation that the community of this region has made on tourism as a means of development ...

  3. PENGARUH LAMA PROSES ADSORBSI TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS (FFA DAN BILANGAN PEROKSIDA (PV PADA MINYAK SAWIT MENTAH (CPO MENGGUNAKAN BIOADSORBEN DARI ENCENG GONDOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustinah Yustinah

    2014-07-01

    C.  Selanjutnya  campuran  disaring  dengan  pompa  vakum  dan diambil filtratnya. Filtrat yang diperoleh dianalisa kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida dan absorbansinya. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa dengan waktu proses adsorbsi selama 100 menit,  menghasilkan  kadar  asam  lemak  bebas  terendah  yaitu  sebesar  11,47%,  bilangan  peroksida terendah yaitu sebesar 10,72 mg oksigen/100 gr minyak dan nilai absorbansi terendah sebesar 1,849 Abs.

  4. INDIKATOR TITRASI ASAM-BASA DARI EKSTRAK BUNGA SEPATU (Hibiscus rosa sinensis L Indicator of Acid-Base Titration from the Extract of Hibiscus rosa sinensis L Flower

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nuryanti

    2012-05-01

    Full Text Available Titration acid-base needs indicator  to show the change of color on interval of hydrogen exponent/degree of acid (pH. Indicator of synthetic which always be used have disadvantages like chemical pollution,  stock and expensive of pro- duction  cost. The research has been carried out to substitute the synthetic indicator with herbal indicator extracted from flower crown of Hibiscus rosa sinensis L extract. The herbal indicator was extracted from the flower crown Hibiscus rosa sinensis L using a mixture methanol-acetic acid. Then it was evaluated with phenolphthalein and methyl orange(E merck comparer to titration the acid-base, they are strong acid-strong base, weak base-strong acid and weak acid-strong base. The result of research show that herbal indicator  of flower crown Hibiscus rosa sinensis L to show theequivalent point in all titrations give peer result with the comparison. With the research result hoped that indicatortitration acid-base flower crown Hibiscus rosa sinensis L is able to as replace synthetic indicator  (metyl orange andphenolphtalein which always be used before. ABSTRAK Titrasi asam-basa memerlukan indikator untuk menunjukkan perubahan warna pada setiap interval derajad keasaman (pH. Indikator sintetis yang digunakan selama ini mempunyai beberapa kelemahan seperti polusi kimia, ketersediaan dan biaya produksi mahal. Upaya penelitian sudah dilakukan untuk menggantikan indikator sintetis dengan indikator dari ekstrak mahkota bunga sepatu. Indikator herbal tersebut dibuat dengan cara mengekstrak mahkota bunga Hibiscus rosa sinensis L dengan mengunakan pelarut metanol-asam asetat. Kemudian dievaluasi dengan indikator pembanding fenolftalein dan metil oranye (produksi E merck untuk titrasi asam-basa yaitu asam kuat-basa kuat, basa lemah-asam kuat dan asam lemah-basa kuat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa indikator dari mahkota bunga sepatu untuk menunjukkan titik ekivalen dalam titrasi tersebut memberikan hasil yang

  5. MEKANISME DAN KINETIKA QUENCHING OKSIGEN SINGLET DARI SENYAWA FENOLIK DAUN CENGKEH TERHADAP FOTOKSIDASI YANG DISENSITASI OLEH ERITROSIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Suryanto

    2012-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa fenolik dalam daun cengkeh dan mempelajari mekanisme dan kinetika quenching oksigen singlet. Daun cengkeh diekstraksi dengan cara destilasi uap menggunakan air selama 6 jam. Minyak daun cengkeh kasar selanjutnya dimurnikan dengan destilasi pengurangan tekanan. Fraksi-fraksi yang terisolasi ditentukan strukturnya dengan metoda infra merah (IR, resonansi magnetik inti (1H NMR, dan spectrometer massa (MS. Efek 0, 500, 1000 dan 1500 ppm eugenol terhadap fotooksidasi asam linoleat (0,03M yang mengandung 15 ppm eritrosin dalam etanol dipelajari dengan mengukur angka peroksida minyak. Mekanisme dan kinetika quenching oleh eugenol dipelajari dengan metode steady-state. Sampel 0; 0,06 x 10-4; 0,12 x 10-4; 0,24 x 10-4 dan 0,48x 10-4 mM eugenol dipersiapkan dalam pelarut air yang juga mengandung 0; 17,05 x10-4; 34,10 x 10-4; 68,19 x 10-4 dan 136,39 x 10-4 mM eritrosin yang disinari oleh cahaya fl uoresen (4000 lux pada suhu kamar selama 15 jam. Hasil analisis kandungan eugenol dari minyak cengkeh, F1, F2, F3 dan F4 berturut-turut adalah 49,68; 54,32; 87,16 dan 73,65%. Kebenaran struktur F3 diidentifi kasi dengan spektrometer IR pada serapan kuat 3448 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus hidroksil dari senyawa fenolik sedangkan pada 1H NMR menunjukkan jumlah proton pada cincin aromatic menjadi 3 atom H dan spektrometer massa menunjukkan m/e = 164 sebagai puncak tertinggi dan tidak muncul puncak (M-14+ sebagai petunjuk adanya eugenol. Hasil ini menunjukkan bahwa eugenol memiliki aktivitas antifotooksidatif terhadap fotooksidasi asam linoleat yang disensitasi oleh eritrosin. Mekanisme quenching oksigen singlet terhadap fotodegrasi eritrosin oleh eugenol menunjukkan bahwa eugenol hanya menstabilkan oksigen singlet. Konstanta laju quenching oksigen singlet total oleh eugenol adalah 4,42 x 108/M/s. Kata kunci: Eugenol, quencher, eritrosin, oksigen singlet   ABSTRACT The objectives of this research were to

  6. PENENTUAN VARIASI GENETIK IKAN BATAK (Tor soro DARI SUMATERA UTARA DAN JAWA BARAT DENGAN METODE ANALISIS RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHISM DNA (RAPD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sidi Asih

    2016-12-01

    Full Text Available Variasi genetik ikan batak yang dikoleksi dari daerah Asahan, Aek Sarul (Tarutung, Aek Sirambe, Bahorok (Sumatera Utara, dan Sumedang (Jawa Barat telah diteliti menggunakan metode Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD. Primer yang digunakan untuk analisis adalah OPC-01 dan OPC-02. Dari 2 primer yang digunakan hanya OPC-01 yang menunjukkan hasil PCR yang memberikan Polimorfisme. Berdasarkan nilai rata-rata heterozigositas (0,08—0,1250 dan persentase lokus polimorfik (22%—33% secara umum menunjukkan bahwa keragaman genetik ikan batak yang dianalisis tergolong rendah. Hasil analisis RAPD juga menunjukkan bahwa secara genetik tidak ada perbedaan yang nyata di antara kelima populasi ikan batak. The genetic variabilities of Tor soro collected from Asahan, Aek Sarula (Tarutung, Aek Sirambe, Bahorok (North Sumatra, and Sumedang (West Java were examined by RAPD. Primers used for analysis were OPC-01 and OPC-02. From both of the primers, only OPC-01 showed polymorphism. Based on the heterozigosity (0.08—0.1250 and percentage of polimorphyc locus value (22%—33%, indicated that genetic variation of Tor soro of North Sumatra was low. The RAPD analisis showed that no significantly difference among five population.

  7. Variasi Temperatur dan Waktu Tahan Kalsinasi terhadap Unjuk Kerja Semikonduktor TiO2 sebagai Dye Sensitized Solar Cell (DSSC dengan Dye dari Ekstrak Buah Naga Merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sahat M. R. Nadaek

    2012-09-01

    Full Text Available Salah satu energi alternatif yang mempunyai potensi sumber energi yang sangat besar untuk mencegah terjadinya krisis energi namun sering kali terabaikan adalah sinar matahari. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk  menghasilkan prototype dalam mengkonversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Dye Sensitized Solar Cell (DSSC telah difabrikasi dengan menggunakan serbuk Titanium Dioksida (TiO2 yang dilapisi ke kaca Indium Tin Oxide dan diberi variasi temperatur 350oC, 450oC, dan 550oC dengan waktu tahan kalsinasi 30 dan 60 menit yang kemudian disensitisasi ke dalam larutan dye ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus. DSSC di-assembling dengan coating Pd/Au yang telah di-sputtering ke kaca Indium Tin Oxide yang selanjutnya ditetesi dengan larutan elektrolit. Kemudian lapisan TiO2 tersebut dikarakterisasi menggunakan uji (SEM dan (XRD. Luas permukaan aktif partikel diidentifikasi dengan menggunakan BET analyzer. Dari hasil XRD dapat diketahui struktur kristalnya tetragonal. Hasil SEM menunjukkan bahwa bentuk partikel TiO2 adalah spherical. Untuk luas permukaan aktif yang dihasilkan menunjukkan nilai yang berbanding lurus dengan kenaikan nilai kelistrikan DSSC buah naga. Dari uji kelistrikan didapatkan hasil optimum pada temperatur 550oC dan waktu tahan 60 menit dengan voltase 562 mV, kuat arus 0.307 mA, dan memiliki efisiensi sebesar 0.089%. Kata kunci: Dye ekstrak buah naga merah, dye sensitized solar cell, temperatur kalsinasi, TiO2, waktu tahan kalsinasi.

  8. LEGISLASI MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 46/PUU-VIII/2010 DITINJAU DARI TEORI HUKUM HANS KELSEN TENTANG KONSTITUSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subroto Subroto

    2014-12-01

    Full Text Available ABSTRAK: Legeslasi kewenangan Mahkamah Konstitusi (disingkat MK adalah sebagai berikut : (1 menguji undang-undang terhadap UUD NRI Th.1945; (2 memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD NRI Th.1945; (3 memutus pembubaran partai politik; dan (4 memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. Dari legislasi MK tersebut, penulis tertarik untuk melihat sejauh mana legislasi MK dalam membuat suatu putusan berdasarkan teori hukum yang dikemukakan oleh Hans Kelsen, mengenai konstitusi. Pemikiran Kelsen, mendorong dibentuknya suatu lembaga yang diberi nama Verfassungsgerichtshoft atau MK (Constitutional Court yang berdiri sendiri di luar Mahkamah Agung, sering disebut The Kelsenian Model. Adanya putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010, merupakan suatu produk hukum yang dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi. Dari putusan tersebut, akan dianalisis berkaitan dengan dasar hukum dan pertimbangan hukum yang digunakan MK dalam memutus perkara telah sesuai dengan teori hukum yang dikemukakan oleh Hans Kelsen dalam teori konstitusinya atau belum dan tentang legislasi MK dalam membuat putusan tersebut berdasarkan teori hukum Hans Kelsan. Kata kunci : konstitusi, Hans Kelsen,

  9. PEMBUATAN SUMBER RADIASI GAMMA 137Cs DENGAN AKTIVITAS 20 mCi DARI PEB U3Si2-Al PASCA IRADIASI DALAM CONTAINER STAINLESS STEEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN SUMBER RADIASI GAMMA ISOTOP 137Cs DENGAN AKTIVITAS 20 mCi DARI PEB U3Si2-Al PASCA IRADIASI DALAM CONTAINER STAINLESS STEEL. Kegiatan uji pasca iradiasi pelat elemen bakar (PEB U3Si2-Al banyak menghasilkan larutan dengan keaktifan yang sangat tinggi. Larutan tersebut mengandung isotop 137Cs, uranium serta transuranium yang mempunyai waktu paroh panjang dan berbahaya bagi lingkungan. Namun larutan tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan sumber radiasi sinar gamma isotop 137Cs. Hal ini dapat membantu bidang industri dalam memenuhi kebutuhan sumber radioaktif dalam negeri karena selama ini kebutuhan isotop 137Cs di Indonesia masih tergantung dari industri luar negeri. Selain itu, pengadaan dan transportasi isotop 137Cs dari luar negeri serta dalam penggunaannya memerlukan persyaratan yang cukup ketat dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (BAPETEN, sehingga menyebabkan harga isotop 137Cs menjadi mahal sampai di Indonesia. Dengan alasan tersebut, BATAN sebagai lembaga litbang nuklir di Indonesia perlu mempelajari pembuatan sumber radiasi gamma isotop 137Cs dari larutan hasil pengujian bahan bakar nuklir U3Si2-Al pasca iradiasi. Manfaat isotop 137Cs sangat luas antara lain digunakan dalam menganalisis sampel lingkungan, industri migas, konstruksi, radiografi, perikanan, rumah sakit dan pertambangan. Pembuatan sumber radiasi gamma isotop 137Cs dimulai dari pengumpulan larutan hasil pengujian PEB U3Si2-Al. Larutan larutan hasil pengujian mengandung isotop 137Cs dan isotop lainnya dikumpulkan menjadi satu dalam botol dengan volume 65 mL. Pemisahan isotop 137Cs dari hasil fisi lainnya dilakukan dengan metode penukar kation menggunakan zeolit Lampung dengan berat 45 gr. Hasil pemisahan diperoleh 137Cs-zeolit dalam fasa padat dan isotop lainnya berada dalam fasa cair. Padatan137Cs-zeolit kering kemudian kemudian ditimbang dan diukur aktivitasnya menggunakan spektrometer

  10. AKTIVITAS KITINASE, LESITINASE, DAN HEMOLISIN ISOLAT DARI BAKTERI IKAN NILA (Oreochromis niloticus Lin. YANG DIKULTUR DALAM KERAMBA JARING APUNG WADUK JATILUHUR, PURWAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wibowo Mangunwardoyo

    2016-11-01

    Full Text Available Aeromonas hydrophila Lin. merupakan bakteri patogen oportunistik akuatik yang virulensinya dipengaruhi oleh adanya enzim kitinase, lesitinase, dan toksin haemolisin, merupakan penyebab kematian ikan nila yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengamati aktivitas enzim kitinase, lesitinase, dan toksin hemolisin dari 30 ikan nila dari keramba jaring apung waduk Jatiluhur dengan metode tehnik agar. A. hydrophila menunjukkan positif virulen ditunjukkan adanya zona bening untuk lesitinase sebesar 7,9 mm; kitinase 8,0 mm; dan hemolisin 6,6 mm dibandingkan dengan isolat Enterobacter sp., Pseudomonas sp., dan Vibrio sp. Hal ini menunjukkan bahwa A. hydrophila bersifat patogen dan virulen terhadap ikan nila. Aeromonas hydrophila Lin. is one of opportunistic aquatic pathogen bacteria where its pathogenic behavior is influenced by chitinase, lechitinase, and toxin haemolycine, and causes high mortality in nile tilapia culture. The purpose of the research was to observe the activities of two A. hydrophila’s enzymes i.e.: chitinase and lechitinase, and one extracelullar toxin, haemolycine, isolated from 30 nile tilapias cultured in floating net cage at Jatiluhur using quantitative plate assay technique. A. hydrophila was positive virulent marked with transparent zone of lechitinase of 7.9 mm, haemolycin of 6.6 mm, and chitinase of 8.0 mm compared to Enterobacter sp., Pseudomonas sp., and Vibrio sp. Therefore, A. hydrophila is determined as highly pathogenic bacterium and virulent for nile tilapia.

  11. Peningkatan Kinerja Unit Filtrasi di Instalasi Pengolahan Air Minum Unit Sewon-Bantul dengan Penggantian Sistem Backwash Ditinjau dari Parameter Besi (Fe dan Mangan (Mn

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Delvira Jayatri Prasasti

    2016-05-01

    Full Text Available Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM Unit Sewon-Bantul memiliki kapasitas produksi 10 L/det. Permasalahan pada IPAM unit Sewon adalah tingginya kadar mangan (Mn dalam air baku, bahkan setelah melalui pengolahan hingga didistribusikan ke masyarakat kadar mangan juga masih tinggi. Pada unit filtrasi khususnya, sistem backwash yang digunakan selama ini adalah menggunakan air yang mengandung klorin sehingga dapat mempengaruhi kinerja mikroorganisme. Untuk itulah diperlukan peningkatan kinerja unit pengolahan air bersih pada IPAM unit Sewon agar dihasilkan air bersih yang sesuai dengan standar kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pemeriksaan langsung di lapangan dan pengujian yang dilakukan di laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan pada lima titik yaitu inlet filter, tiga outlet filter, dan air yang siap didistibusikan. Pada penelitian dilakukan trial dengan mengganti sistem backwash pada salah satu dari tiga unit filtrasi yaitu dengan menggunakan air baku dan memanfaatkan prinsip kinerja mikroorganisme. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum ketiga unit filter memiliki performance yang sama dalam removal besi (Fe dan mangan (Mn. Penggantian sistem backwash yang dilakukan tidak memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan kinerja kedua unit filter. Operasional dan pemeliharaan unit filter merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan trial yang dilakukan. Selain itu faktor lain yaitu kondisi lingkungan dan media filter yang digunakan juga berpengaruh terhadap kinerja filter. Secara umum kadar besi pada filter telah memenuhi baku mutu sedangkan kadar mangan masih di atas baku mutu yang ditetapkan.

  12. RANCANGAN UNDANG-UNDANG PENGETAHUAN TRADISIONAL DAN EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL DITINJAU DARI ASPEK BENEFITS PASAL 8J UNCBD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeni Eta

    2016-02-01

    yang terdapat dalam sistem hukum  Hak Kekayaan Intelektual  yang bersifat individual dengan pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional yang bersifat komunal. Berdasarkan hal tersebut maka Indonesia harus memiliki aturan pengetahuan tradisional dan ekspresi tradisional yang diatur secara sui generis. Pada perkembangannya aturan tersebut kini masih dalam bentuk Rancangan Undang-Undang Pengetahuan Tradisional an Ekspresi Budaya Tradisional. Oleh karena itu peneliti menganalisis lebih dalam tentang perlindungan hukum Rancangan Undang-undang Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional ditinjau dari aspek pembagian keuntungan yang adil (benefits berdasarkan Pasal 8j  United Nations Convention on Biological Diversity. Dengan menggunakan jenis penelitian yuridis normatif, maka ditemukan hasil penelitian bahwa RUU PTEBT lebih tegas dan jelas dalam mengatur PTEBT, dalam hal ini meliputi tujuan perlindungan PTEBT guna kepentingan komersial, termasuk di dalamnya adalah ruang lingkup perlindungan PTEBT dan Pembagian hasil pemanfaatan. Hal ini telah sesuai dengan aspek pembagian keuntungan yang adil (benefits berdasarkan Pasal 8j United Nations Convention on Biological Diversity.   Kata kunci: pengetahuan tradisional, ekspresi budaya tradisional, Rancangan Undang-undang, United Nations Convention on Biological Diversity

  13. PERJANJIAN BAKU DALAM JUAL BELI KREDIT SEPEDA MOTOR DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anak Agung Adi Lestari

    2016-07-01

    Full Text Available The title of this legal writing is standard agreemant in motorcycle sale-purchase credit based on Law No. 8 of 1999. This writing has a background on the development of technologies that helps humans more easily to fulfill the porpuse in their lives. This is about transportations means of motorcycle. The various types of vehicles to be marketed provide a portion of the position in the agreemant. One of the agreements can be seen in the field of motorcycle sale-purchases credit which become increasingly importantand a agreement is needed so that there is a legal certainty for the purchas. In a sale-pruchase agreement, there is a standard agreemant often used by business people to make a profit. In this case the party much involved with accountability is the consumer, i.e as and user of goods and services has a powerless position against the standard agreement given by the business people. In this case the business propietors are given the operating restriction and liability for losses suffered by consumers which are poured into the prevailing legislations. The method in this study used empirical methods. The legal protection on consumers in motorcycle sale-purchase credits is guided by the Law No. 8 of 1999, which regulates the rights and obligations of consumers and business people. The application of standard agreements in motorcycle sale-purchase credit must be in accordance with the Consumer Protection Act. Adapun judul penulisan hukum ini adalah perjanjian baku dalam jual beli kredit sepeda motor ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 . Penulisan ini  memiliki latar mengenai perkembangan teknologi yang telah manusia semakin mudah memenuhi tujuannya dalam hidupnya. Hal ini mengenai alat transportasi sepeda motor. Adanya jenia-jenis kendaraan yang beraneka ragam dipasarkan, hal tersebut akan memberikan porsi kedudukan dalam perjanjian. Salah satu perjanjian dapat dilihat pada bidang jual beli kredit terhadap transportasi kendaraan

  14. KEMATIAN TAHANAN DI RUANG SEL POLISI KONTROVERSI PEMBUNUHAN ATAU BUNUH DIRI DILIHAT DARI SUDUT PANDANG ILMU KEDOKTERAN FORENSIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rika Susanti

    2012-05-01

    Full Text Available AbstrakKematian tahanan cukup sering ditemukan, beberapa cara mati dapat terjadi. Kasus yang banyak adalah cara mati dengan bunuh diri. Tugas dokter dalam menangani kasus kematian yang diotopsi adalah untuk menentukan sebab mati dan mekanisme mati, sedangkan cara mati adalah kewenangan penyidik. Pada kematian akibat asfiksia mekanik, akan ditemukan ciri umum yang sama, tetapi dokter dapat memperkirakan jenis asfiksia dari gambaran luka yang ditemukan tubuh korban.Dua kakak beradik, laki-laki, umur masing-masing 18 tahun dan 15 tahun ditemukan dalam keadaan tergantung di runag tahanan polisi. Otopsi dilakukan antara 24-48 jam post mortem. Pada pemeriksaan ditemukan luka lecet tekan dengan pola sesuai kasus gantung dileher dan beberapa luka lecet dan memar dianggota gerak terutama anggota gerak bawah. Kuku berwarna keunguan, daerah leher dan wajah berwarna lebih gelap. Tubuh kedua korban sudah mulai membusuk. Pada pemeriksaan dalam ditemukan memar pada otot leher, tanda-tanda mati lemas pada beberapa organ, sedangkan pada bagian tubuh lain tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.Sebab kematian kekerasan tumpul dileher karena ditemukan tanda-tanda intravitalitas luka, dan tanda- tanda asfiksia pada tubuh korban, pola luka dileher sesuai pola gantung. Tidak ditemukan tanda kekerasan lain yang bisa menyebabkan kematian. Beberapa luka lecet dengan umur yang berbeda-beda ditemukan di ekstremitas hal ini bisa disebabkan oleh berbagai kekerasan tumpul. Kasus ini menjadi kontroversi karena kematian di tahanan dianggap ada kelalain petugas, dan korban adalah usia anak dan kakak beradik.Kata kunci : kematian di tahanan-asfiksis mekanik-cara matiAbstractDeath of prisoner quite often find in several methods. The most case of death are by suicide method. Physician role in autopsy is to found cause of death and death mechanism, whereas death method is authority of investigating officer. Death caused by mechanical asphyxia will find the same general characteristic

  15. Keragaman Genetik dari Msp 1, Msp 2, dan Glurp pada Plasmodium Falciparum di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fridolina Mau

    2016-09-01

    penelitian epidemiologi molekuler pada P. falciparum dengan menggunakan lokus gen Merozoit Surface Protein 1, 2 (MSP1 - MSP2 dan Glutamate Rich Protein (GLURP, yang bertujuan mengidentifikasi keragaman genetik penyandi Plasmodium falciparum di Kabupaten Sumba Tengah. Metode pemeriksaan yangdigunakan adalah nested polymerase chain reaction (PCR terhadap masing-masing lokus gen secara terpisah. Dari 50 darah segar penderita terinfeksi P. falciparum, masing-masing lokus gen MSP 1, MSP 2 dan GLURP yang dapat diidentifikasi sebanyak 38%,12% dan 10%. Ketiga lokus gen hanya ditemukan pada 38 % (19/50 sampel positif. Teridentifikasi 7 alel pada masing-masing lokus gen yaitu pada MSP 1 ditemukan 3 kelas alel (15,8%, MSP 2 ditemukan 4 kelas alel (21,1% dan GLURP ditemukan 3 kelas alel (15,8%. Infeksi multigenotip yang ditemukan pada penderita infeksi P. falciparum dan MSP 2 adalah lokus gen penyandi P. falciparum yang beragam kelas alel. Kesimpulan telah terjadi infeksi multigenotip di lokasi penelitian.Kata kunci : allel, P. falciparum, MSP 1, MSP 2, GLURP, keragaman

  16. KAJIAN TEKNIS PROPELLER -ENGINE MATCHING PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK HYBRID DARI SOLAR CELL DAN GENSET SEBAGAI MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL DI KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-03-01

    Full Text Available Ketersediaan energi tak terbarukan yang kian menipis akan menjadi permasalahan besar bagi kehidupan manusia, banyak pemikiran sudah dicurahkan oleh para ilmuan guna mengantisipasi adanya kemungkinan krisis energi di masa yang akan datang. Selain dari permasalahan keterbatasan energi yang ada juga timbul masalah baru dari penggunaan energi tak terbarukan tersebut yaitu berupa polusi dan pencemaran lingkungan yang berdampak pada perubahan iklim di dunia. Para pemimpin dari berbagai negara menggelar konferensi tentang perubahan iklim di Bali (UNFCCC, sebagai tindak lanjut dari Protokol Kyoto yang diselenggarakan di Jepang sebelumnya, sehubungan dengan perubahan iklim dunia, beberapa negara sepakat untuk mengurangi emisi gas buang pada mesin berbahan bakar mineral, yang dianggap sebagai penyumbang polusi udara terbanyak, dengan membuat kebijakan yang diharapkan dapat menjadi suatu solusi untuk mengurangi polusi udara, salah satu solusi yang dibahas penulis adalah penggunaan motor listrik sebagai pengganti mesin berbahan bakar mineral, tujuan dari penelitian ini adalah menghitung parameter pendukung propeller engine matching (putaran mesin, BHP mesin, dan hambatan kapal , pada kapal ikan tradisional KM Brandal, dan penentuan ukuran propeller yang sesuai dengan kapal ikan KM Brandal dengan menggunakan sistem hybrid. Dalam penelitian ini penulis melakukan pengukuran dan perhitungan pada sistem penggerak kapal baik di lapangan maupun simulasi hybrid, rangkaian hybrid ini terdiri dari beberapa komponen antara lain 2 buah solar cell 100 WP, genset 800 VA, 2 buah baterai 70 Ah, dan motor listrik 12 volt 80 ampere, sedangkan untuk mendapatkan tegangan listrik yang sama pada rangkaian hybrid beberapa komponen seperti baterai, genset, dan solar cell disusun secara paralel. Penelitian tentang Propeller-Engine Matching pada rangkaian hybrid kapal ikan KM Brandal menghasilkan beberapa parameter optimasi propeller antara lain hambatan kapal 1,04 kN, daya efektif

  17. PIROLISIS LIGNIN DARI LIMBAH INDUSTRI KELAPA SAWIT UNTUK PENGEMBANGAN SURFAKTAN DALAM PROSES ENHANCE OIL RECOVERY (EOR (Pyrolysis of Lignin From Waste of Palm Oil Industries for The Development of Surfactants for Enhance Oil Recovery (EOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryo Purwono

    2001-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Pirolisis dari lignin yang berasal dari limbah industri kelapa sawit dapat menghasilkan alkohol dan derivatif lainnyd yang dapat digunakan sehagai surfaktan. Prosedur penelitian proses pirolisis ini odalah sebagai berikut: I serabut atau tandan sisa pengolahon kelapa sawit yang sudah dikeringkan dimasukkan kedalam reaktor dengan berat tertentu dan dipanaskan sampai suhu yang diinginkan, 2 produk pirolisis yang keluar dari reoktor kemudian didinginkan sampoi mencapai suhu kamor, 3 hasil cair ditampung didalam gelas ukur dan hasil gasnya ditampung di suatu botol tertentu. Suhu paling baik yang dicapai adalah 4A0 "C untuk lignin yong berasal dari serabut dan 350'C untuk lignin yang berasal dari tandan kelapa sawit. Surfaktan yang dihasilkan sekitar j4 sampai 38% dari produk pirolisis. Pada penelitian ini kecepatan reaksi dianggap order satu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surfakton yang dihasilkan dapat membentuk emulsi dengan minyak menta.h. Hal ini menunjukkon bahwa surfaktan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan untuk proses EOR.   ABSTRACT Pyrolysis of lignin from waste of palm oil industries produces alcohol and its derivatives which can be sulfonated to become surfactant. The experimental procedures for the pyrolysis process were as follows: 1 dried palm oil husks at a certain weight were put into the pyrolysis reactor and heated up to a certain temperafure; 2 the product leaving the reactor was cooled down to room temperature; and 3 the liquid product was collected in a flask while the gas product was put into a big bottle. The best temperature obtained for producing liquid product was 400 oC for lignin from palm oil fruit fibers and 350 oC for lignin from palm oil fruit stems. The surfactant developed was in the range between 34 and 38% from the pyrolysis product. In this experiment, the reaction rate was assumed to be in first order. The result showed that the surfactant obtained from the experiment could form emulsion

  18. Turismo y paz: una apuesta para el desarrollo en la región de Urabá-Darién

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pedro Alejandro Villamizar Barahona

    2017-05-01

    Full Text Available La importancia que el turismo ha cobrado a nivel mundial no ha sido ajena a la realidad de Colombia, lo que lo posiciona hoy en día como uno de los sectores claves para la economía nacional. La mejora en las condiciones de seguridad en el Urabá-Darién ha permitido que la región le haya apostado al turismo como medio para alcanzar el desarrollo, por su capacidad de fortalecer la cohesión social, mejorar los imaginarios sociales y generar ingresos. La apropiación que ha hecho la comunidad de esta región del turismo como medio de desarrollo resulta fundamental para que en un contexto de posconflicto el sector le pueda aportar a la construcción y el mantenimiento de escenarios de paz.

  19. PENGARUH REGENERASI KOLOM ALUMINA ASAM TERHADAP RECOVERY DAN KUALITAS 99mTc HASIL EKSTRAKSI PELARUT MEK DARI 99Mo HASIL AKTIVASI NEUTRON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adang H G

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK PENGARUH REGENERASI KOLOM ALUMINA ASAM TERHADAP RECOVERY DAN KUALITAS 99mTc HASIL EKSTRAKSI PELARUT MEK DARI 99Mo HASIL AKTIVASI NEUTRON. Melalui kerjasama antara PTRR-BATAN, Chiyoda dan JAEA Jepang telah dilakukan pemurnian 99mTc dari 99Mo hasil aktivasi neutron dengan menggunakan metode kromatografi kolom alumina asam terhadap hasil ekstraksi MEK (Metil Etil Keton. Pemurnian 99mTc dengan metode kolom alumina asam hanya dapat digunakan satu kali dan pemurnian berikutnya harus diganti dengan kolom baru. Hal ini dinilai kurang praktis dan juga memerlukan biaya yang mahal. Dalam penelitian ini dicoba penggunaan kolom alumina asam untuk pemurnian 99mTc lebih dari satu kali dengan melakukan proses regenerasi dengan cara melewatkan larutan HNO3 0,1N setiap kali proses pemurnian selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan larutan 99mTc yang dapat digunakan untuk penandaan kit radiofarmaka. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah recovery, profil elusi, pH, kemurnian radiokimia dan kemurnian radionuklida (lolosan 99Mo. Hasil penelitian yang dilakukan selama 5 hari telah diperoleh pH ~5, recovery > 60 %, kemurnian radiokimia > 95 % dan lolosan 99Mo tidak terdeteksi. Dari hasil perlakuan terhadap kolom alumina asam dengan larutan HNO3 0,1 N disimpulkan bahwa kolom alumina asam tidak perlu diganti setiap hari. Kata kunci: 99mTc, 99Mo, MEK, kolom alumina asam, kemurnian radiokimia. ABSTRACT Purification of 99mTc from 99Mo activation using acidic alumina column chromatography system from MEK (Methyl Ethyl Keton extraction has been carried out through cooperation between PTRR - BATAN, Chiyoda and JAEA Japan. This method has a limitation that acidic alumina column for purification of 99mTc can be used only once, for the next purification acidic alumina column should be replaced with new column, so it is less practical and also requires high cost. This study aims to obtain a 99mTc solution can be use for labelling of a

  20. HISTOLOGI DORSAL HORN DARI SPINAL CORD MENCIT YANG MENGALAMI NYERI INFLAMASI AKIBAT INDUKSI CFA (COMPLETED FREUD’S ADJUVANT SETELAH PEMBERIAN GABAPENTIN DAN BACLOFEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fifteen Aprila Fajrin

    2014-02-01

    patofisiologi yang berhubungan dengan aktivitas reseptor N-methyl-D-aspartate (NMDA subunit 2B (NR2B. Sampai saat ini pengobatan nyeri kronik menjadi tantangan. Obat yang bekerja sebagai agonis GABA seperti gabapentin dan baclofen dilaporkan mempunyai peranan penting dalam penghambatan proses nyeri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian gabapentin dan baclofen terhadap histologi dorsal horn pada keadaan nyeri kronik akibat inflamasi. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana gabapentin dan baclofen dapat digunakan sebagai terapi pada nyeri kronik. Empat puluh mencit dibagi menjadi delapan kelompok, yaitu sham, kontrol negatif, gabapentin dosis 10, 30 dan 100 nmol/mencit serta baclofen dosis 1, 10 dan 30 nmol/mencit. keadaan inflamasi diinduksi oleh injeksi intraplantar CFA (Completed  Freud's Adjuvants. Gabapentin dan baclofen diberikan secara intratekal sehari sekali selama tujuh hari, pada hari ketujuh setelah induksi CFA. Waktu ketahanan terhadap  stimulus panas diukur menggunakan hot/cold plate pada hari ke-0, 1, 3, 5, 7, 8, 10, 12 dan 14 setelah induksi. Tebal plantar diukur pada hari ke-0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 12 dan 14 setelah induksi. Respon nyeri diamati secara visual seperti mendekatkan kedua tungkai kaki ke depan, menjilat tungkai kaki ke depan, gerakan meliuk, berusaha melompat keluar hot/cold plate,dan menghentakkan tungkai belakang. Histologi bagian dorsal horn dari spinal cord diamati menggunakan pewarnaan haematoxyllin-eosin. Pemberian gabapentin dan baclofen meningkatkan waktu ketahanan terhadap stimulus panas secara signifikan dibandingkan kontrol. Secara histologi, pemberian gabapentin dan baclofen menurunkan sel inflamatori, menurunkan vasodilatasi dan meningkatkan bentukan neuron pada dorsal horn dari spinal cord dibandingkan dengan kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian gabapentin dan baclofen meningkatkan waktu ketahanan terhadap stimulus panas serta memperbaiki histologi dorsal horn dari spinal cord

  1. LIFE CYCLE COSTING DAN EKSTERNALITAS BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT DAN MINYAK ALGA DI INDONESIA (Life Cycle Costing and Externities of Palm and Algal Biodiesel in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Dwi Santoso

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Biaya produksi biodiesel menjadi salah satu hambatan program konversi bahan bakar minyak ke biodiesel negara-negara termasuk Indonesia dalam upaya mengantipasi terjadinya krisis energi. Salah satu penyebab biaya produksi yang tinggi adalah karena variabel biaya produksi yang diperbandingkan selama ini belum sepenuhnya mencerminkan keseluruhan potensi yang terkandung dalam biodiesel. Potensi biodiesel yang tergolong ke dalam komoditas lingkungan seperti sifat terbarukan, rendah dalam penggunaan lahan, dan ramah lingkungan perlu dimasukkan dalam perhitungan agar mendapatkan perbandingan perhitungan yang obyektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan komoditas lingkungan pada stuktur biaya produksi biodiesel dari minyak sawit dan minyak alga. Nilai komoditas lingkungan diperkirakan dengan metode metode benefit transfer dan untuk memperlihatkan nilai keuntun