WorldWideScience

Sample records for terhadap pertumbuhan tanaman

  1. Pengaruh Waktu Aplikasi Pyraclostrobin terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum Annuum L.)

    OpenAIRE

    Muryasani, Ayu Ainullah; Sulistyaningsih, Endang; Susila Putra, Eka Tarwaca

    2018-01-01

    Pemberian pyraclostrobin yang merupakan fungisida dari jenis strobilurin memiliki kemampuan untuk memacu sintesis prekursor IAA yaitu L-tryptopha yang dapat memicu pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu aplikasi pyraclostrobin terbaik terhadap pertumbuhan, hasil dan kesehatan tanaman cabai (Capsicum annuum L.). Penelitian dilakukan di Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ngipiksari, Sleman, Yogyakarta pada bulan Februari-Agustu...

  2. UJI POTENSI Gliocladium sp TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lina Herlina

    2013-09-01

    Full Text Available AbstrakMikroorganisme tanah seperti Gliocladium sp dapat bertindak sebagai dekomposer dan juga sebagai agen pengendali hayati patogen tanaman hal ini memberikan harapan untuk mengurangi penggunaan pupuk dan fungisida sintetik. Tujuan penelitian untuk menguji potensi biofertililzer Gliocladium sp terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. Variabel bebas yaitu bioferlizer Gliocladium sp  dengan dosis (g/tanaman 0,50, 100, 150, dan 200 .Variabel tergantung adalah pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah  tinggi tanaman, kandungan klorofil a dan b. Parameter hasil tanaman yang diukur adalah berat buah setelah panen. Hasil uji Anava satu jalan menunjukkan bahwa pemberian Gliocladium sp perpengaruh terhadap tinggi tanaman, kandungan klorofil a dan klorofil b, berat tomat  . Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa dosis 100, g 150 g dan 200 g tidak berbeda signifikan terhadap tinggi tanaman, dosis 150g dan 200 g tidak berbedan nyata dalam pembentukan klorofil a dan klorofil b. Pemberian Gliocladium dosis 150g paling tinggi terhadap berat buah. Simpulan dalam penelitian ini bahwa pemberian Gliokompos sp berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. AbstractSoil microorganisms such as Gliocladium sp. can play role in the decomposition and can also become the biological control of pathogenic plants. The animal is potentially reduce the use of fertilizers and synthetic fungidid. The aim of the study was to test the potential effect of biofertililzer Gliocladium sp. on the growth and production of tomatoes. The independent variables was biofertilizer Gliocladium sp. at various dosages (g/plant of 0, 50, 100, 150, dan 200. The dependent variables were the growth and the production of tomatoes. The growth parameter measured were plant height, as well as a and b chlorophyl contents.  The crop parameter was the fruit weight post-harvest.  A one-way anova showed that Gliocladium sp. affected the

  3. DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN RAMBUTAN RAPIAH (Nephelium lappaceum L. TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TEMULAWAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. A. Istri Mirah Dharmadewi

    2015-12-01

    Full Text Available Rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L. merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat yang termasuk kedalam family Sapindaceae. Rambutan mengandung senyawa alelopati yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman yang tumbuh disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun rambutan rapiah terhadap pertumbuhan temulawak serta mengetahui kemampuan tanaman temulawak untuk bertahan terhadap pemberian ekstrak daun rambutan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, jumlah tunas dan berat rimpang yang diamati pada akhir pengamatan. Pemberian ekstrak daun rambutan dengan konsentrasi 5%,10%,15%, 20% mengakibatkan tinggi tanaman, panjang daun, lebardaun, jumlah daun dan berat rimpang lebih rendah jika dibandingkan dengan kontrol.

  4. Pengaruh Konsentrasi Subletal Deltametrin terhadap Nutrisi dan Pertumbuhan Tanaman Padi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuni Ratna

    2011-12-01

    Full Text Available Increasing the reproductive capacity through increasing plant growth and nutrition is one plausible mechanism of resurgence. This research was intended to determine the effect of deltamethrin on plant vigor and nutrition contents. The experiment was carried out outdoor. The treatments tested were deltamethrin (50 ppm, buprofezin (100 ppm, and control (water. Insecticide applications were applied one time (at age 26 d or 50 d and two times (at age 26 and 50 d. Deltamethrin applications as many as two times did not increase the total chlorophyll and the photosynthesis rate, nutrients (total nitrogen, total protein, total sugar, total reducing sugar at aged 26 d, and sucrose, growth (plant height and number of tillers, and yield (number of panicles. However, application of deltamethrin at aged 26 d increased the amount of asparagine. Asparagine is known to be associated with the feeding rate of Nilaparvata lugens stimulation. Therefore, increasing level of asparagine after application of deltamethrin at sublethal concentration was considered as one of the factors that might be involved in the mechanism of N. lugens resurgence. Salah satu mekanisme resurjensi adalah peningkatan reproduksi hama melalui peningkatan nutrisi dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat pengaruh deltametrin terhadap kandungan nutrisi dan vigor tanaman. Pengujian dilakukan di lapangan. Perlakuan yang diuji adalah deltametrin 50 ppm, buprofezin 100 ppm, dan kontrol (air. Aplikasi insektisida dilakukan satu kali masing-masing pada umur tanaman 26 dan 50 hst dan dua kali pada umur 26 dan 50 hst. Aplikasi deltametrin sebanyak dua kali tidak meningkatkan total klorofil dan laju fotosintesis, nutrisi (total nitrogen, total protein, total gula, total gula reduksi pada 26 hst, dan sukrosa kecuali asparagin, pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah anakan, dan hasil (jumlah malai tanaman. Oleh karena asparagin berperan sebagai pemacu laju makan Nilaparvata

  5. Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu sebagai Pupuk Cair Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea Reptans Poir)

    OpenAIRE

    Aliyenah, Aliyenah; A Napoleon, A Napoleon; Yudono, Bambang

    2015-01-01

    Penelitian tentang Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu Sebagai Pupuk Cair Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) ini telah dilaksanakan pada Ja-nuari - Maret 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan limbah cair industri tahu agar dapat digunakan sebagai pupuk cair organik untuk tanaman kangkung darat. Penelitian ini dilakukan dengan meng-gunakan Rancang Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan konsentrasi pupuk cair organik dari ...

  6. Pengaruh Tingkat EC (Electrical Conductivity terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L. pada Sistem Instalasi Aeroponik Vertikal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pusdima Rahma Pratiwi

    2015-07-01

    Full Text Available Kebutuhan akan tanaman sawi semakin meningkat, sehingga diperlukan teknologi yang dapat memaksimalkan hasil serta memperbaiki teknik budidaya, salah satunya teknik budidaya aeroponik vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman sawi yang terbaik terhadap pengaruh tingkat EC pada larutan nutrisi. Penelitian ini dilaksanakan di daerah Bekasi Timur dengan ketinggian 25 m di atas permukaan laut, dimulai pada bulan April 2014 sampai Juli 2014. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan yaitu A (Tingkat EC 1 mS cm-1, B (Tingkat EC 1,5 mS cm-1, C (Tingkat EC 2 mS cm-1, dan D (Tingkat EC 2,5 mS cm-1 dengan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat EC berpengaruh terhadap tinggi tanaman sawi pada umur 14 dan 18 hst, luas daun pada umur 26 dan 30 hst, panjang akar pada umur 30 hst, dan bobot basah pada umur 30 hst. Tingkat EC 2,5 mS cm-1 memberikan pengaruh baik terhadap bobot basah. The increasing need of mustard require technologies that can maximize result and improve cultivation, one of them is aeroponic vertical cultivation technique. This research aimed to know the best response of mustard growth on influence of nutrient EC level. This research was carried out in Bekasi Timur with altitude of 25 m above sea level, form April 2014 to July 2014. The design used was Randomized Block Design with 4 treatments that A (EC level 1 mS cm-1, B (EC level 1,5 mS cm-1, C (EC level 2 mS cm-1, and D (EC level  2,5 mS cm-1 with 4 replications. The results showed that EC level affected on plant height at 14 and 18 dap, leaf area at 26 and 30 dap, root length at 30 dap, and wet weight at the age of 30 dap. The EC level 2,5 mS cm-1had better effect on wet weight.

  7. Pengaruh Pemberian Pyraclotrobin Terhadap Efisiensi Penyerapan Nitrogen Dan Kualitas Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merr.)

    OpenAIRE

    Mansur, Mansur; Ashari, Sumeru; Kuswanto, Kuswanto

    2015-01-01

    Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) adalah tanaman kacang-kacangan (Leguminosae) yang menjadi komoditas tanaman pangan penting karena tingginya kandungan protein. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pyraclostrobin terhadap efisiensi penyerapan nitrogen, pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman kedelai. Bahan penelitian yang digunakan adalah benih kedelai varietas wilis, pyraclostrobin dan pupuk urea 46% N. Rancangan yang digunakan adalah rancangan tersarang yang terdiri da...

  8. Pengaruh Waktu Pemberian Pupuk Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Paprika (Capsicum Annum Var Grossum L.)

    OpenAIRE

    Milla, Yulius Ndara; Widnyana, I Ketut; Pandawani, Ni Putu

    2016-01-01

    Paprika (Capsicum annum var grossum L.) adalah tumbuhan penghasil buah yang berasa manis dan sedikit pedas dari suku terong-terongan atau Solanaceae. Sama dengan jenis cabai lainnya. Paprika memiliki nilai jual yang bagus, permintaan pasar akan sayuran ini juga terus meningkat, terutama permintaan dari banyak restoran dan hotel berkembang di Bali. Kenyataan ini bisa dimanfaatkan dengan mengembangkan budidaya tanaman paprika untuk memasok kebutuhan pasar akan paprika yang kian hari kian me...

  9. Pengaruh Pemberian Cendawan Endofit Asal Tanaman Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit Pada Tanah Terinfeksi Ganoderma Spp.

    OpenAIRE

    Kurniawan, Rendi; pinem, Mukhtar iskandar; lisnawita, lisnawita

    2017-01-01

    Penggunaan mikroorganisme antagonis merupakan salah satu alternatif pencegahan penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Ganodermaspp. pada perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cendawan endofit asal tanaman kelapa sawit yang berpotensi sebagai agens biokontroluntuk mengendalikan Ganodermapadapembibitan kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian USU pada Juni 2015 sampai Januari 2016 menggunakanRancanganAcakKelompoknon faktori...

  10. Pengaruh Pemberian Berbagai Bentuk Azolla Dan Pupuk N Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Var. Saccharata)

    OpenAIRE

    Putra, Dwi Firmansyah; Soenaryo, Soenaryo; Tyasmoro, Setyono Yudo

    2013-01-01

    Jagung manis sangat responsif terhadap pupuk N, agar kebutuhan N terpenuhi dan memberikan nilai tambah dapat menyuburkan tanah tanpa menurunkan produktifitas jagung manis, maka diperlukan penyeimbang berupa pupuk organik yang memiliki kandungan N tinggi. Pupuk organik potensial yang memiliki kandungan N tinggi yaitu Azolla. Azolla dapat ditemukan dalam 3 bentuk yaitu Azolla segar, Azolla kering dan kompos Azolla. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Azolla segar, Azolla...

  11. Daya Hambat Ekstrak Aloe Vera terhadap pertumbuhan Staphylococcus Aureus

    OpenAIRE

    Rahmat, drg.Sp,Pros

    2011-01-01

    Dari hasil penelitian , maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak Aloe Vera dapat menghambat pertumbuhan bakteri Stafhylococcus aureus, dan kadar hambat minimal ekstrak Aloe Vera adalah pada konsentrasi 25%. Tujuan Penelitan Ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak Aloe vera dalam menghambat pertumbuhan bakteri Stafhylococcus aureus dan daya hambat menimal, (DHM) terhadap pertumbuhan bakteri tersebut. Metode yang digunakan adalah pertumbuhan ekstrak Aloe vera, penegnceran ekstrak , pemur...

  12. Respon 2 Varietas Padi (Oryza Sativa L.) Terhadap Pyraclostrobin Dalam Efisiensi Penyerapan Nitrogen

    OpenAIRE

    Rudyanto, Mochamad Yusuf; Basuki, Nur; Kuswanto, Kuswanto

    2014-01-01

    Penggunaan varietas unggul serta berumur pendek memiliki sifat responsif terhadap aplikasi nitrogen. Pyraclostrobin merupakan fungisida sistemik berbentuk emulsi yang dapat larut dalam air dan memiliki fungsi sebagai Zat Pengatur Tanaman (ZPT) yang dapat menjadi pemicu pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji pyraclostrobin dalam peningkatan efisiensi nitrogen dan produktivitas serta pertumbuhan tanaman padi. Bahan percobaan varietas padi yaitu varietas Ciherang d...

  13. PENGARUH MEDIA KOMPOS DAN ASAL BENIH KRANJI (Pongamia pinnata TERHADAP PERTUMBUHAN TINGGI BIBIT DI PERSEMAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aam Aminah

    2014-11-01

    Full Text Available Salah satu hal terpenting dalam penyediaan bibit tanaman adalah media yang digunakan dalam pembibitan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media kompos yang diberikan dan asal benih kranji (Pongamia pinnata terhadap pertumbuhan tinggi bibit di persemaian.  Penelitian dilakukan dengan menggunakan benih yang berasal dari Bangka, Carita, Batukaras dan banyuwangi.  Masing-masing bibit hasil perkecambahan dilakukan penyapihan dalam polybag dan dilakukan pengukuran sebanyak 3 kali.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada α = 5% pertumbuhan bibit tanaman kranji sangat dipengaruhi oleh penggunaan jenis kompos dan tidak dipengaruhi oleh lokasi asal benih. Pembibitan tanaman kranji lebih membutuhkan pupuk kompos sebagai pemberi nutrisi dan perbaikan struktur media.   Media is an important in the making seedling and it use in the production of cultivated seeds have economic value, is easily available and the range of non-destructive.  Determination of nutrients in the medium nursery is one of the factors to produce seedlings with a good quality.   The aim of research is produce of good seedling based on the compost type (conventional and brand and origin of seed (Bangka, Carita and Banyuwangi. The result is  α = 5% come from type of compost (conventional of randomized block design with 4 treatments. Compost, besides as fertilizer also contribute improving the structure of media for producing kranji (Pongamia pinnata seedlings.

  14. Pengaruh Fungi Indigenous Toleran Zn terhadap Pertumbuhan Bibit Jagung di Media Tailing Steril

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Santi

    2015-07-01

    Full Text Available Keberadaan logam Zn dalam jumlah tertentu di tailing pasca tambang akan berdampak pada rendahnya populasi mikroba tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman. Aplikasi pemanfaatan fungi indigenus dari lahan tercemar merupakan salah satu usaha dalam memperbaiki sifat tanah untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulasi fungi dan toksisitas Zn terhadap pertumbuhan jagung pada fase VE-V9 di media tailing steril.  Fungi diisolasi dari tailing lahan pasca penambangan timah di Sungailiat  Bangka. Tiga isolat dari 15 isolat dipilih untuk pengujian pengaruh inokulasi fungi terhadap pertumbuhan jagung. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK dua faktor dengan perlakuan jenis fungi dan konsentrasi Zn. Isolat yang digunakan toleran terhadap Zn pada konsentrasi 0-25 ppm dan mampu menghasilkan fitohormon. Hasil percobaan di rumah kaca menunjukkan bahwa inokulasi fungi nyata memperbaiki pertumbuhan jagung, dibandingkan tanpa inokulan. Serapan tertinggi ditunjukkan oleh isolat R 7J1, namun pertumbuhan jagung terbaik didapatkan dari inokulasi isolat B 2J1. The existence of Zn metal in a certain amount in the post tin mine tailings will result in low soil microbial populations and inhibit plant growth. Application of indigenous fungi utilization on contaminated land is one effort to improve soil properties for plant growth.This study aimed to determine the effect of inoculation of fungi and toxicity of zinc on the growth of corn in the phase of VE-V9 in sterile tailings medium. Fungi were isolated from post tin mining tailings tin lands in Bangka Sungailiat. Three isolates from 15 isolates were selected to test the effect of fungal inoculation on the growth of corn. Experiment used a Randomized Complete Block Design (RCBD two factors with fungi and Zn concentration treatments.Tolerant isolates used were at a concentration of 0-25 ppm Zn and capable to produce phytohormones. Result of experiment in greenhouse

  15. PENGARUH VARIETAS DAN SISTEM BUDIDAYA TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN KANDUNGAN GIZI JAGUNG (ZEA MAYS L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yukarie Ayu Wulandari

    2016-06-01

    Full Text Available Jagung merupakan bahan pangan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan lokal, pakan, dan bahan baku industri. Mengingat pentingnya jagung, maka perlu adanya upaya untuk peningkatan produktivitasnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan sistem budidaya terhadap pertumbuhan, produksi, dan kandungan gizi jagung. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama varietas (Srikandi Putih-1 dan Srikandi Kuning-1 dan anak petak sistem budidaya (organik dan inorganik yang diulang lima kali. Hasil menunjukkan bahwa varietas Srikandi Putih-1 memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, lingkar batang, pati, dan vitamin A. Varietas Srikandi Kuning-1 memberikan hasil tertinggi pada produksi, protein dan lemak. Sistem budidaya inorganik memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tongkol, bobot bersih tongkol, bobot pipilan kering, bobot 100 butir, konversihasil/ha, patidan protein. Interaksi varietas Srikandi Putih-1 dengan sistem budidaya organik memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah daun, lingkar batang dan kandungan vitamin A. Varietas Srikandi Kuning-1 yang dibudidayakan secara inorganik memberikan hasil tertinggi terhadap bobot bersih tongkol, bobot pipilan kering, bobot 100 butir, konversi hasil ha-1 dan kandungan protein. Kandungan pati tertinggi pada varietas Srikandi Putih-1 yang dibudidayakan secara inorganik, sedangkan kandungan lemak tertinggi pada varietas Srikandi Kuning-1 yang dibudidayakan secara organik.

  16. Respon Tiga Varietas Sawi (Brassica Rapa L.) Terhadap Cekaman Air

    OpenAIRE

    Moctava, Mohammad Aries; Koesriharti, Koesriharti; Maghfoer, Mochammad Dawam

    2013-01-01

    Kebutuhan air tanaman berbeda-beda tergantung pada jenis tanamannya. Ketersediaan air bagi tanaman yang tidak mencukupi akan mempengaruhi morfologi dan fisiologis sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan dari penelitian mendapatkan varietas sawi (Brassica rapa L.) yang tahan terhadap cekaman air. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2012. Tempat penelitian Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang.Penelitian menggunakan ...

  17. Peranan Tanaman terhadap Pencemaran Udara di Jalan Protokol Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nana Kariada Tri Martuti

    2013-03-01

    Full Text Available Peningkatan jumlah kendaraan bermotor berpotensi meningkatkan pencemaran udara terutama di jalan-jalan protokol. Untuk mengurangi semakin tingginya bahan pencemar yang dihasilkan kendaraan bermotor, perlu adanya pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyerap dan penjerap bahan pencemar dan debu di udara yang dihasilkan kendaraan bermotor. Tujuan penelitain ini adalah mengetahui peranan tanaman di jalan-jalan protokol Kota Semarang dilihat dari kualitas dan kuantitasnya. Data mengenai jenis tanaman peneduh yang ada di jalan protokol Kota Semarang dihitung dengan metode line intercept. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara di Kota Semarang sudah cukup mengkhawatirkan, hal ini dipandang dari kadar CO yang relatif tinggi. Hasil penelitian terhadap jenis tanaman yang ada di jalan protokol Kota Semarang, dapat diketahui jenis tanaman yang ditanam di 5 jalan protokol Kota Semarang berjumlah 29 jenis. Jenis maupun jumlah tanaman yang ada pada masing-masing stasiun penelitian tidak berpengaruh positif terhadap kadar bahan pencemar udara yang ada. Simpulan dari penelitian ini ialah kualitas maupun kuantitas tanaman yang ada pada jalan-jalan protokol lokasi penelitian tidak berpengaruh positif terhadap kadar bahan pencemar udara yang ada. Hal ini dikarenakan jenis dan jumlah tanaman pada masing-masing jalan protokol tidak sesuai dengan tanaman peneduh yang mempunyai fungsi sebagai penjerap dan penyerap polutan udara.The increasing number of motor vehicles might potentially increase the air pollution in main roads. To reduce the increasing concentration of pollutants generated by motor vehicles, the trees are planted to absorb the pollutants and the dust in the air. The objective of the research was to understand the role of the plants along the main roads in Semarang City, from point of view of quality and quantity. Data on the kind and density of shedding plants along the main roads of Semarang City was collected using line intercept method

  18. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADA MEDIA TANAH YANG MENGANDUNG TIMBAL (Pb TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Listiatie Budi Utami

    2016-06-01

    pupuk organik dengan dosis 0 gram, 50 gram, 100 gram, 150 gram, 200 gram, dan 250 gram dalam 2 kg tanah dari TPA Piyungan, Bantul. Setiap perlakuan diulang 4 kali dan dilakukan selama 4 minggu. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang akar, dan berat basah tanaman. Pada minggu ke-4, dilakukan pengukuran kadar timbal (Pb dalam daun. Dilakukan uji ANOVA dan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung darat. Dosis yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat adalah 200 gram dalam 2 kg tanah. Pemberian pupuk organik tidak dapat menurunkan kandungan Pb dalam tanaman kangkung darat.

  19. EFISIENSI PENGGUNAAN Trichoderma sp UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM (Fusarium oxysporium DAN PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN PISANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bukhari Bukhari

    2018-02-01

    Full Text Available             Penelitian ini dilakukan di Pante Cermin  Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie.  pada bulan Maret  sampai dengan bulan Agustus 2015, dengan tujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan Trichoderma sp terhadap pertumbuhan beberapa jenis bibit Pisang (Musa Paracica L.  Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK pola faktorial dengan faktor yang diteliti  adalah Jenis pisang  dan dosis trichoderma.  Kedua faktor terdiri dari 4 taraf yaitu: Pisang Barangan (J1,pisang Ambon (J2, pisang Raja (G3 dan pisang Geupok (J4.  Sedangkan dosis  Tricoderma sp  yaitu :TO = 0 g/ bibit T1 = 15 g/ bibit  T2 = 30 g/ bibit  dan T3 = 45 g/ bibit.  Sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali,  yang menghasilkan 48 satuan percobaan.            Untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit pisang, dilakukan analisis ragam (Uji F dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ pada taraf 5%.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisul pertumbuhan bibit pisang yang baik diantara 4 jenis yang diteliti ditunjukkkan oleh pisang Barangan namun secara statistika tidak berbeda dengan pisang 3 jenis pisang lainnya.  Namun pemberian trichoderma sampai umur 4 bulan belum memeperlihatkan pertumbuhan dan intensitas serangan yang berbeda nyata, sehingga harus diperpanjang masa penelitian menjadi 6 Bulan.   Setelah 6 bulan  penelitian ternyata telah ada perbedaan pertumbuhan dan    intensitas serangan,  dimana intensitas serangan yang paling besar diperlihatkan oleh T0 (tanpa pemberian trichoderma . Sedang intensitas serangan terkecil diperlihatkan oleh T3 (Dosis trichoderma sp 45 gr/bibit pisang. Jenis pisang tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan Intensitas serangan layu fusarium. serta  interaksi   kedua faktor tersebut berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan bibit pisang dan intensitas serangan penyakit layu

  20. Efektivitas Bioremediasi Lima Jenis Tanaman Terhadap Kandungan Logam Berat (Cr2+dan Pb2+ dalam Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I.G. Seregeg

    2012-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian di Laboratorium, tentang efektivitas bioremediasi lima jenis tanaman ; mendong {Scirpus articularis welingi (Cyperus sp, purun (Typha sp., tales-talesan (Typhonium sp, kangkung (Ipomoea aquatica terhadap kandungan Cr2+ dan Pb2+ dalam air tercemar di Jakarta, Desember 1994. Kelima jenis tanaman tersebut ditempatkan dalam akuarium berkapasitas 10 liter, yang diisi air tercemar Cr2+ dan Pb2+ sebanyak lima liter. Penelitian ini dilengkapi dengan akuarium kontrol, seluruh perlakuan diulang dua kali. Hasilnya menunjukkan, bahwa semua jenis tanaman mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Kemampuan yang paling kuat ditunjukkan oleh purun disusul berturut-turut oleh welingi, mendong, kangkung dan tales-talesan. Pengaruh tanam terhadap Pb2+ menunjukkan, daya serap yang cukup kuat dan pola urutannya sama seperti yang ditunjukkan terhadap Cr2+. Tanaman yang tumbuh tegak dengan batang yang kuat (rumput-rumputan mempunyai daya serap yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman menjalar.

  1. Uji Efektifitas Pyraclostrobin Sebagai Agensia Planth Health Dengan Beberapa Level Cekaman Air Pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L.)

    OpenAIRE

    Pradana, Febry Mitra; Sumarni, Titin; Wicaksono, Karuniawan Puji

    2015-01-01

    Pyraclostrobin ialah salah satu bahan aktif golongan strobirulin yang dapat memberikan efek toleran terhadap cekaman pada fase pertumbuhan tanaman seperti cekaman suhu dan air. Pada penelitian ini agensia Pyraclostrobin akan diuji pada berbagai cekaman air dan menggunakan tanaman sawi hijau sebagai indikator. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari sejauh mana agensia pyraclostrobin dapat membantu tanaman menghadapi stress air. Penelitian dilaksanakan dalam rumah plastik pada bulan...

  2. Ketersediaan Nitrogen Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L. yang Diperlakukan dengan Pemberian Pupuk Kompos Azolla

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Amir

    2014-01-01

    Full Text Available DOWNLOAD PDFPenelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui kadar  nitogen  tanah  dan  pertumbuhantanaman bayam yang diberi pupuk kompos Azolla. Penelitian ini menggunakan rancanganacak kelompok (RAK yang terdiri atas 2 kelompok, dimana tiap kelompok terdiri atas 4perlakuan dan  1  kontrol  dengan  3  ulangan.  Parameter  pengamatan adalah  pertumbuhantanaman bayam yang meliputi tinggi tanaman (cm, berat kering tanaman bayam (gram,kadar amonium (NH4+ dan nitrat (NO3- pada tanah serta kadar nitrat (NO3- air lindihan.Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  pupuk  kompos  Azolla  mulai  berpengaruh  nyataterhadap  tinggi  tanaman  sejak  pengamatan  minggu  ke-tiga  dan  berpengaruh  nyata  pulaterhadap berat kering tanaman bayam. Pemberian pupuk kompos Azolla berpengaruh nyataterhadap kadar amonium dan nitrat tanah masing-masing pada minggu ke dua dan mingguke  dua  dan  ke  empat.  Disamping  itu  pemberian  pupuk  tersebut  juga  berpengaruh  nyataterhadap kadar nitrat pada air lindihan.Kata kunci : Pupuk kompos Azolla, pertumbuhan tanaman bayam, nitrogen tanah

  3. Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Belimbing Manis (Averrhoa carambola terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus pneumoniae secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Risandi

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakBuah belimbing manis (Averrhoa carambola merupakan salah satu tanaman Indonesia yang diyakini memiliki khasiat obat. Salah satu manfaat yang dapat diambil dari sari buah belimbing manis (Averrhoa carambola adalah dapat mengobati radang tenggorokan. Radang tenggorokan merupakan salah satu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Tujuan penelitian ini adalah menentukan daya hambat ekstrak buah belimbing manis (Averrhoa carambola terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pneumoniae  secara in vitro. Metode studi ini ialah eksperimental dengan desain postest only control group design yang dilakukan di Laboratorium Biota Sumatera Universitas Andalas dan Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari Agustus sampai Oktober 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah belimbing manis (Averrhoa carambola dengan konsentrasi yaitu 5%, 10%, 15% dan 20% tidak memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pneumoniae.  Hal ini terbukti karena tidak terbentuk zona hambat pada agar darah dan tidak terdapat pengaruh lama kontak ekstrak buah belimbing manis (Averrhoa carambola  terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pneumoniae secara in vitro. Ekstrak buah belimbing manis tidak memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pneumoniae.Kata kunci: ekstrak buah belimbing manis, Streptococcus pneumoniae, daya hambat Abstract             Star fruit (Averrhoa carambola is a Indonesian plant that is believed to have medicinal properties. One of the benefits that can be drawn from the juice of star fruit (Averrhoa carambola is the ability to treat strep throat. Strep throat is a bacterial infection caused by Streptococcus pneumoniae. The objective of this study was to determine the inhibitory extract of star fruit (Averrhoa carambola on the growth of the bacterium Streptococcus pneumoniae in vitro. This was an experimental  research  with design

  4. FORMULASI AUKSIN (INDOLE ACETIC ACID DAN SITOKININ (KINETIN, ZEATIN UNTUK MORFOGENESIS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN, SINTASAN DAN LAJU REGENERASI KALUS RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum

    2013-03-01

    Full Text Available Interaksi auksin dan sitokinin dianggap penting untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan dalam kultur jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi auksin dan sitokinin yang optimum untuk morfogenesis kalus rumput laut K. alvarezii, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap pertumbuhan, sintasan, dan laju regenerasi kalus. Kultur kalus dilakukan pada media cair dengan formulasi zat pengatur tumbuh (ZPT indole acetic acid (IAA : kinetin : zeatin, dengan komposisi konsentrasi sebagai berikut: A 0,4:0:1 mg/L; B 0,4:0,25:0,75 mg/L; C 0,4:0,5:0,5 mg/L; D 0,4:0,75: 0,25 mg/L; E 0,4:1:0 mg/L; kontrol (tanpa ZPT. Desain penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan pengulangan tiga kali untuk masing-masing perlakuan. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan harian, sintasan, laju regenerasi, panjang tunas, dan morfologi tunas. Analisis data dilakukan dengan uji keragaman (ANOVA dan hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum untuk morfogenesis rumput laut K. alvarezii adalah formula A dengan komposisi IAA : zeatin = 0,4:1 mg/L. Penggunaan formula zat pengatur tumbuh yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05 terhadap sintasan kalus. Tunas rumput laut K. alvarezii mulai terbentuk pada hari ke-15 masa kultur.

  5. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADA MEDIA TANAH YANG MENGANDUNG TIMBAL (Pb TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Listiatie Budi Utami

    2016-11-01

    Full Text Available Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir. merupakan tanaman hiperakumulator  logam timbal (Pb, padahal kangkung darat banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kandungan timbal (Pb kangkung darat pada berbagai dosis pupuk organik; serta untuk mengetahui dosis pupuk organik yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan menurunkan kandungan timbal (Pb dalam kangkung darat. Penelitian dilakukan secara Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan pemberianpupuk organik dengan dosis 0 gram, 50 gram, 100 gram, 150 gram, 200 gram, dan 250 gram dalam 2 kg tanah dari TPA Piyungan, Bantul. Setiap perlakuan diulang 4 kali dan dilakukan selama 4 minggu. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang akar, dan berat basah tanaman. Pada minggu ke-4, dilakukan pengukuran kadar timbal (Pb dalam daun. Dilakukan uji ANOVA dan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung darat. Dosis yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat adalah 200 gram dalam 2 kg tanah. Pemberian pupuk organik tidak dapat menurunkan kandungan Pb dalam tanaman kangkung darat.

  6. Pengaruh Bakteri Pelarut Fospat terhadap Ketersediaan Fospat dan Pertumbuhan Tanaman

    OpenAIRE

    Nursanti, Ida

    2008-01-01

    Soil has runs out of phosphore.Moreover, P fertilizing is inefficient because the P compound to be absorved by plants is bound to the other compound. Consequently, it is suggested that farmers use phosphate solvent microba such as phosphate solvent bacteria. As biofertilizer, phosphate solvent bacteria may function as a provider of P substance and soil arranger,besides, it is enviroment-friendly. Several types of phosphate solvent bacteria that significantly provide P substance and support th...

  7. DAMPAK FOREIGN DIRECT INVESTMENT TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA; Studi Makroekonomi dengan Penerapan Data Panel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Kholis

    2013-11-01

    Full Text Available FDI (Foreign Direct Investment is believed to be one important source of financing for developing countries including Indonesia. The presence of FDI is expected to provide a substantial contribution to development through the transfer of assets, technology and managerial skills to improve an economic growth. This research analyzes the effect of FDI on economic growth in Indonesia in the period 2006 to 2010. The method of analysis used Pooled Least Square (PLS. The variables employed in this study are economic growth, growth of FDI, growth of export and growth of import. By applying the panel data model is expected to be known to what extent the presence of FDI in promoting economic growth in Indonesia. Calculation results showed that the growth of FDI and import growth have a negative impact on economic growth in Indonesia, while the growth of exports has a positive effect on economic growth. These results indicate that the main driver of economic growth still depends on exports. FDI (Foreign Direct Investment diyakini menjadi salah satu sumber penting pembiayaan bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Kehadiran FDI diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan melalui transfer aset, teknologi dan keterampilan manajerial untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menganalisis pengaruh FDI terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada periode 2006 hingga 2010. Metode analisis yang digunakan Pooled Least Square (PLS. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan FDI, pertumbuhan ekspor dan pertumbuhan impor. Dengan menerapkan model data panel ini diharapkan akan diketahui sejauh mana kehadiran FDI dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pertumbuhan FDI dan pertumbuhan impor berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sedangkan pertumbuhan ekspor memiliki efek positif pada pertumbuhan ekonomi. Hasil ini

  8. PENGARUH WAKTU PENYADAPAN DAN UMUR TANAMAN KARET TERHADAP PRODUKSI GETAH (Lateks

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Ulfah

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan antara waktu penyadapan dan Usia Tanaman Karet terhadap produksi Lateks. Penelitian dilakukan di desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah. Penelitian dilakukan menggunakan model desain eksperimental RAL (Rancangan Acak Lengkap desain faktorial 3 x 2 dengan 5 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pohon-pohon karet berusia 15 tahun menghasilkan lateks lebih besar dibandingkan usia 7 tahun dan 11 tahun. Pada usia 15 tahun memiliki rata-rata produksi 56,2 gram, sedangkan pada usia 7 tahun dan 11 tahun adalah 50,0 gr dan 48,5 gr. Hal ini karena pada usia 15 tahun pertumbuhan pohon telah stabil sehingga dapat melakukan aktivitas fotosintesis dengan baik dan sel-selnya mengandung pembuluh lateks lebih banyak dari pada dua usia lainnya sehingga pada 15 tahun produksi lateks lebih tinggi dibandingkan usia 7 dan 11 tahun. Selain umur tanaman diketahui bahwa produksi lateks di pagi hari pada jam 06-07 menghasilkan 54,69 gram sedangkan pada jam 09-10 pm adalah 48,47 gr karena penyadapan yang dilakukan pagi 06- 07:00, bersamaan dengan keadaan turgor pembuluh lateks masih tinggi sehingga keluarnya lateks dari pembuluh lateks yang terpotong berlangsung dengan aliran yang kuat. This study aims to determine the effect of the relationship between time and age intercepts the production Latex Rubber Plant. The study was conducted in the village tumbles Lahang, District Middle Katingan, Central Kalimantan. The study was conducted using an experimental design model CRD (completely randomized design 3 x 2 factorial design with 5 replications. The results showed that the rubber trees aged 15 years to produce latex is greater than the age of 7 years and 11 years. At the age of 15 years had an average production of 56.2 grams, while at the age of 7 years and 11 years was 50.0 g and 48.5 g. This is because at the age of 15 years of tree growth has been stable so that it can

  9. ANALISIS RESPON PEMANGKU KEPENTINGAN DI DAERAH TERHADAP KEBIJAKAN HUTAN TANAMAN RAKYAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Herawati

    2014-08-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah menganalisis respon para pemangku kepentingan di daerah terhadap kebijakan Hutan Tanaman Rakyat. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantifikasi data kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan tingginya potensi pengembangan kegiatan HTR, yaitu di Provinsi Kalimantan Selatan dan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kalimantan Selatan, khususnya mereka yang telah terlibat dalam pengembangan tanaman kehutanan memiliki minat yang tinggi untuk menjadi peserta program HTR. Sedangkan masyarakat di Riau kurang berminat terhadap program penanaman tanaman kehutanan, disebabkan adanya pengalaman buruk di masa sebelumnya. Para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten yang terdiri dari pihak pemerintah daerah dan swasta menyambut baik program tersebut, dan mendukung terselenggaranya program sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Berdasarkan hasil analisis stakeholder diketahui bahwa terdapat sejumlah pemangku kepentingan di daerah yang memiliki posisi dan pengaruh penting untuk keberhasilan program. Hal ini berimplikasi bahwa para pengambil kebijakan di tingkat pusat harus mempertimbangkan aspirasi mereka untuk mewujudkan keberhasilan program HTR.

  10. Dampak belanja irigasi dan jaringan terhadap output PDRB sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi Kota Jambi

    OpenAIRE

    Aminah, Siti; Parmadi, Parmadi

    2018-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Belanja irigasi dan jaringan serta perkembangan output GDP sektor pertanian Kota Jambi selama periode tahun 2005-2015 dan menganalisis pengaruh belanja irigasi dan jaringan terhadap  GDP Output sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan Selama periode penelitian tahun 2005-2015 dengan rata-rata pertumbuhan 61,98%, nilai rata-rata PDRB harga berlaku Kota Jambi sebesar 157.601,68 dalam juta rupi...

  11. Determinan penerimaan daerah dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Jambi

    OpenAIRE

    Zamzami, Zamzami; Hastuti, Dwi

    2018-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Kontribusi penerimaan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi, serta menganalisis perkembangan penerimaan daerah yang diwakilkan dari perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) dan juga menganalisis pengembangan laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi. (2) Penelitian ini di maksudkan untuk memperoleh jawaban atas seberapa besar pengaruh PAD, DAU, DAK, dan DB...

  12. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADA MEDIA TANAH YANG MENGANDUNG TIMBAL (Pb) TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.)

    OpenAIRE

    Listiatie Budi Utami; Ulfah Rachmawati

    2016-01-01

    Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) merupakan tanaman hiperakumulator  logam timbal (Pb), padahal kangkung darat banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kandungan timbal (Pb) kangkung darat pada berbagai dosis pupuk organik; serta untuk mengetahui dosis pupuk organik yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan menurunkan kandungan timbal (Pb) dalam kangkung darat. Penelitian dilakukan secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan...

  13. PENGARUH FOTOPERIODE TERHADAP AKTIFITAS PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Yuda Setiawan

    2016-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fotoperiode terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus. Hasil penelitian diperoleh data laju pertumbuhan bobot relative tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G dengan nilai rata – rata 1713,3, laju pertumbuhan panjang relative tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G dengan nilai rata –rata 145,7, laju pertumbuhan harian tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G dengan nilai rata – rata 5,17, dan kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G dengan nilai rata – rata 89,3.  Hasil statistik menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang sangat nyata antar perlakuan yang diberikan, dan hasil uji lanjutan menyatakan bahwa  perlakuan A berbeda sangat nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya.  Kemudian hasil perhitungan lanjutan terhadap parameter penunjang berupa faktor kondisi, juga diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G dengan nilai rata – rata 0,82 dan  efesiensi pakan tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G dengan nilai rata –rata 159,6 serta data kualitas air yang masih berada pada kisaran dan standar hidup yang diinginkan.   Data pertumbuhan dan kelangsungan hidup menunjukan bahwa semakin lama waktu gelap yang diberikan, semakin baik pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya, karena suasana gelap memberikan pengaruh terhadap nafsu makan ikan uji, sesuai dengan kebiasaan hidupnya yang aktif pada malam hari (nocturnal.  Berarti hasil penelitian ini menjawab hipotesis,  terima  H1 dan tolak Ho  dimana fotoperiode yang diberikan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan uji.

  14. Studi Laju Transpirasi Peltophorum dassyrachis dan Gliricidia sepium Pada Sistem Budidaya Tanaman Pagar Serta Pengaruhnya Terhadap Konduktivitas Hidrolik Tidak Jenuh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugeng Prijono

    2016-01-01

    Full Text Available Laju transpirasi tanaman bervariasi dengan karakter vegetasi, karakter tanah, lingkungan dan budidaya tanaman. Studi ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan kadar lengas tanah dan laju transpirasi tanaman pagar, dan pengaruh laju transpirasi tanaman terhadap konduktivitas hidrolik tidak jenuh. Studi ini dilakukan di Daerah Karta, Lampung Utara, Indonesia selama tiga bulan. Studi ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi, dengan dua perlakuan petak utama (jenis tanaman pagar yaitu Peltophorum dassyrachis (P dan Gliricidia sepium (G. Dua perlakuan (anak petak adalah jarak tanaman 40 cm (A dan 120 cm (B. Masing-masing perlakuan ini diulang empat kali.  Pengamatan kadar lengas tanah dilakukan dengan mengkalibrasikan hasil pengukuran Neutron Probe dengan kadar air gravimetrik. Laju transpirasi tanaman dihitung berdasarkan selisih antara kadar lengas tanah pada perlakuan tanaman pagar tanpa perakaran (T dengan kadar lengas tanah pada perlakuan tanaman pagar dengan perakaran (R. Konduktivitas hidrolik tidak jenuh diukur dengan menggunakan metode Pedo Transfer Functions. Data hasil pengamatan selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis ragam (ANOVA, uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar lengas tanah di bawah G. sepium lebih tinggi dibandingkan dengan P. dassyrachis, kecuali pengamatan hari ke-0 di kedalaman 40-70 cm. Kadar lengas tanah cenderung menurun seiring dengan waktu pengamatan pada semua jenis tanaman pagar dan jarak tanamnya. Laju transpirasi G. sepium lebih tinggi dibandingkan dengan P. dassyrachis pada kedalaman tanah 0-40 cm, sedangkan pada kedalaman 40-60 cm laju transpirasi kedua jenis tanaman pagar tersebut adalah sama. Pada kedalaman tanah 0-20 cm, laju transpirasi tanaman pagar dengan jarak tanam 40 cm lebih tinggi dibandingkan dengan jarak 120 cm. Sedangkan pada kedalaman tanah 20-60 cm, laju transpirasi tanaman pagar dengan jarak 120 cm lebih tinggi dibandingkan dengan jarak tanam 40 cm. Hasil uji

  15. PENGARUH KEMISKINAN, PERTUMBUHAN EKONOMI, DAN BELANJA MODAL TERHADAP IPM JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Denni Sulistio Mirza

    2015-12-01

    Full Text Available The purpose of this study is to know the influences of poverty, economic growth and capital expenditures to the Human Development Index (HDI in Central Java. The result of Panel data regression indicates that poverty significantly and negative related to IPM. The economic growth has positive and significant impact on IPM. Next, the capital expenditures have a positive and significant effect on the HDI. It is recommended that the planning policy of government does not only view the achievement of economic growth but also the target of human development. It is because economic growth has not been able enough to improve the quality of human resources, especially in the aspects of education, health and income.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan belanja modal terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM di Jawa Tengah. Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM dan belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Disarankan agar dalam merencanakan kebijakan pemerintah tidak hanya melihat dari pencapaian target peningkatan pertumbuhan ekonomi saja namun juga target peningkatan pembangunan manusia karena pertumbuhan ekonomi sendiri belum memadai untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama pada aspek pendidikan, kesehatan dan pendapatan masyarakat.

  16. PENGARUH NAUNGAN, ZAT PENGATUR TUMBUH , DAN TANAMAN INDUK TERHADAP PERAKARAN STEK JABON (Anthocephaus cadamba

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Astho Pramono

    2015-12-01

    Full Text Available Teknologi pembiakan vegetatif perlu dikuasai dalam perbanyakan masal terhadap klon terseleksi yang akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi hutan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas naungan, dosis IBA dan tanaman induk terhadap perakaran stek jabon. Intensitas naungan yang diuji adalah: tanpa naungan, naungan (25%, dan dosis IBA yang diuji adalah: 0 ppm, 750 ppm, 1500 ppm, dan 3000 ppm. Asal tanaman induk yaitu: bibit berasal dari biakan stek, dan bibit berasal dari biakan biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan IBA dari konsentrasi 0 sampai 3000 ppm tidak berpengaruh secara nyata terhadap kualitas perakaran stek jabon. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap perkaran stek adalah perlakuan naungan. Perlakuan naungan mampu meningkatkan kualitas perkaran stek jabon. Stek yang ditanam pada media dengan naungan 25% mampu meningkatkan keberhasilan hidup stek dari 57,5% menjadi 74,38% dan nilai panjang akar meningkat dari 9,75 cm menjadi 16,37 cm. Pucuk jabon dari bibit yang dibiakkan secara stek mampu meningkatkan keberhasilan stek dibandingkan dengan pucuk dari bibit biakan generatif.

  17. Penambahan Sabut Kelapa Pada Media Tanam Dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq.) Di Main Nursery

    OpenAIRE

    Juanda, Chriso

    2017-01-01

    100301129 Chriso Juanda, ?Penambahan Sabut Kelapa Pada Media Tanam Dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Main Nursey? , dibawah bimbingan Charloq dan Revandy I.M. Damanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon penambahan sabut kelapa pada media tanam dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2017 hingga Maret 2017 di PPKS Aek Pancur, Kecamat...

  18. EFEKTIVITAS AGENS PENGENDALI HAYATI DAN INSEKTISIDA SINTETIK TERHADAP HAMA TANAMAN PADI DI KECAMATAN MAYANG KABUPATEN JEMBER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Maghfiratul

    2017-12-01

    Full Text Available ABSTRAKPadi (Oryza sativa L merupakan komoditas tanaman pangan utama di Indonesia. Hambatan dalam produksi padi yaitu serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas APH (Agens Pengendali Hayati dalam mengendalikan OPT serta mengetahui pengaruh pengendalian APH terhadap produksi padi. Penelitian dilakukan di lahan pertanaman padi di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember pada bulan juni sampai september 2014. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK yang terdiri 5 perlakuan yaitu: P1 = Nematoda Entomopatogen (NEP, P2 = Beauveria bassiana, P3 = Bakteri Merah Serratia spp., P4 = Insektisida, dan P5 = Kontrol setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati meliputi jenis hama pada tanaman padi: belalang hijau, kepik hijau, dan walang sangit, populasi hama pada tanaman padi, produksi padi yang meliputi berat basah dan berat kering hasil panen padi. Hasil pengematan menunjukkan bahwa berbagai jenis APH memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap penurunan populasi hama belalang hijau (Oxya sp dengan rerata populasi mencapai 4,12 ekor/10rumpun, populasi kepik hijau (Nezara viridula dengan rerata 0,56 ekor/10rumpun dan walang sangit (Leptocorisa oratorius F. dengan rerata 4,76 ekor/10rumpun diakhir pengamatan (91 HST. Hasil berat gabah kering sawah dan berat gabah kering giling terbanyak yaitu pada perlakuan P4 (Insektisida sebesar 532 gram dan 432 gram, sedangkan hasil produksi terkecil pada perlakuan P3 (Bakteri merah sebesar 468 gram dan 390 gram.Kata kunci: Padi, Hama, Agens hayati 

  19. PENGARUH ATRAKTAN TERHADAP LALAT BUAH PADA TANAMAN BELIMBING DI KABUPATEN BLITAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moch. Sodiq

    2016-09-01

    Full Text Available Lalat buah telah menjadi salah satu hama penting pada tanaman belimbing (Averrhoa carambola L..  Guna mengatasi serangan lalat buah, petani selalu membungkus buah dan memasang atraktan metil eugenol pada tanaman belimbing pada saat tanaman berbunga sampai dengan buah belimbing dipanen, namun hasilnya belum optimal dalam mengendalikan lalat buah, sehingga perlu dicari cara lain untuk mengendalikan lalat buah belimbing yang lebih efektif.  Penelitian dilakukan pada lahan belimbing petani Kabupaten Blitar.  Sedangkan untuk mengetahui jenis lalat buah yang menyerang buah belimbing, dilakukan identifikasi di Laboratorium HamaTanaman.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan setiap perlakuan diulang 4 kali.  Parameter yang diamati adalah spesies, intensitas serangan, jumlah, dan kelamin lalat buah yang terperangkap.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraktan tidak berpengaruh terhadap intensitas serangan lalat buah.  Lalat buah yang terperangkap hanya satu spesies yaitu Bactrocera carambolae dan kombinasi jenis atraktan, perangsang bau pakan, warna dan volume tempat atraktan tidak berpengaruh terhadap ketertarikan lalat buah jantan dan betina. Kata kunci : pengaruh, atraktan, lalat buah

  20. PENGARUH PANJANG ENTRES TERHADAP KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN TANAMAN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dirgahani Putri

    2016-06-01

    Full Text Available Beragamnya hasil produksi dan kualitas buah alpukat dapat diperbaiki dengan metode penyambungan. Penyambungan merupakan kegiatan untuk mengga-bungkan dua atau lebih sifat unggul dalam satu tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai panjang entres terhadap keberhasilan penyam-bungan tanaman alpukat. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan panjang entres, yaitu 3 cm, 6 cm, 9 cm, 12 cm, dan 15 cm.Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali dan setiap perlakuan terdiri atas lima tanaman;sehingga jumlah totalnya sebanyak 125 tanaman. Pengamatan dilakukan pada peubah persentase sambung hidup, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan diameter batang atas. Berbagai panjang entres tidak memberikan pengaruh yang nyata pada peubah persentase sambung hidup, panjang tunas terpanjang, jumlah daun, dan diameter batang atas tetapi berpengaruh nyata pada peubah jumlah tunas. Perlakuan panjang entres 15 cm memberikan hasil tertinggi untuk jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan diameter batang atas, sedangkan untuk persentase hidup perlakuan 6 cm, 12 cm memberikan hasil tertinggi yaitu 100%. Perlakuan panjang entres 3 cm adalah perlakuan yang memberikan pengaruh yang rendah pada persentase sambung hidup (yaitu 92%, peubah jumlah tunas, panjang tunas, serta diameter batang atas pada berbagai umur tanaman alpukat.

  1. PENGARUH CAMPURAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI (Fragaria vesca L.) SEBAGAI TANAMAN HIAS TAMAN VERTIKAL

    OpenAIRE

    Naomi Endah Pratiwi; Bistok Hasiholan Simanjuntak; Dina Banjarnahor

    2017-01-01

    Research on the effects of growing medium mixtures of strawberry’s (Fragaria vesca L.) growth as ornamental plants in vertical garden was implemented from April to July 2016 in anexperimental field in Salaran Getasan Village. The purpose of this study were to 1) investigate the effects of different organic medium mixtures containing soil and rice husk, cocopeat, on compost banana stem on strawberry’s growth and 2) determine the best mixture for strawberry’s vertical system. The study was cond...

  2. Serapan Fosfor dan Pertumbuhan Kedelai(Glycine max pada Tanah Ultisol dengan Pemberian Asam Humat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyuningsih Wahyuningsih

    2017-08-01

    Full Text Available Ultisol merupakan salah satu jenis tanah asam yang memiliki kelarutan Al, Fe, dan Mn tinggi, serta kandungan P dan Moyang rendah. KelarutanAl dan Fe yangtinggiakan menjerap fosfat, sehingga ketersediaan dan serapan P bagi tanaman menjadi rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi ketidaktersediaan P pada tanah Ultisol yaitu dengan penambahan asam humat. Asam humat merupakan makromolekul polielektrolit yang memiliki gugus fungsional seperti -COOH, -OH fenolat, maupun -OH alkoholat,sehingga asam humat memiliki kemampuan untuk membentuk kompleks dengan ion logam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1 mengetahui pengaruh asam humat terhadap serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai (2 menentukan konsentrasi asam humat yang paling baikdalam meningkatkan serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK. Pengelompokan didasarkan atas perbedaan intensitas cahaya yang ada di rumah kaca. Perlakuan berupa konsentrasi asam humat, dengan 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 0 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm dan 1600 ppm. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, luas daun, bobot basah, dan bobot kering, P tersedia serta P tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakananalisis ragam pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Apabila hasil perlakuan berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam humat berpengaruh terhadap serapan P dan pertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol. Asam humat 1200 ppm merupakan perlakuan paling baik dalam meningkatkan ketersediaan P, sehingga mampu meningkatkanpertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol.

  3. Kemampuan Daya Hambat Bahan Aktif Beberapa Merek Dagang Hand sanitizer terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus

    OpenAIRE

    Putri Srikartika; Netti Suharti; Eliza Anas

    2016-01-01

    AbstrakHand sanitizer sebagai pembersih tangan antiseptik inovatif saat ini, sering menjadi alternatif pengganti cuci tangan dengan sabun dan air. Mencuci tangan dengan hand sanitizer merupakan salah satu cara memelihara kebersihan tangan agar terhindar dari penyakit  yang disebabkan oleh flora normal di kulit yang berpotensi patogenik seperti bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan daya hambat beberapa merek dagang hand sanitizer terhadap pertumbuhan Sta...

  4. PENGARUH KADAR TRIPTOPAN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN KRABLET KEPITING BAKAU, Scylla serrata SELAMA MASA PENDEDERAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2017-01-01

    Full Text Available Kepiting bakau bersifat kanibal dan cenderung memiliki laju pertumbuhan yang lambat ketika diberi pakan buatan. Triptopan adalah salah satu asam amino esensial untuk pertumbuhan dan merupakan prekursor pembentukan serotonin yang dapat mengontrol sifat agresif pada beberapa vertebrata. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis optimum triptopan pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan krablet selama masa pendederan. Empat dosis penambahan L-triptopan dalam pakan yaitu: 0% (A; 0,25% (B; 0,5% (C; dan 1,0% (D dengan kadar triptopan dalam pakan berturut-turut 0,41%; 0,52%; 0,67%; dan 0,96%; serta kontrol berupa pakan rebon kering (E yang mengandung triptopan sebanyak 0,79%. Hewan uji yang digunakan adalah krablet kepiting bakau berumur 3-5 hari sejak memasuki stadia krablet. Krablet dipelihara dalam bak fiber berukuran 1,0 m x 1,0 m x 0,5 m sebanyak 15 unit dengan kepadatan masing-masing 50 ekor/m2. Selama lima minggu pemeliharaan, krablet diberi pakan uji sebanyak 30%-15%/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krablet yang diberi pakan mengandung triptopan 0,67% menunjukkan laju pertumbuhan tertinggi dan berbeda nyata (P0.05 among the treatments.

  5. Aplikasi Trichoderma Harzianum Terhadap Hasil Tiga Varietas Kentang Di Dataran Medium

    OpenAIRE

    Hermawan, Rifqi; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik

    2013-01-01

    Faktor kelestarian lingkungan menyebabkan ekstensifikasi lahan pertanian kentang di dataran tinggi tidak dapat dilakukan, sehingga dataran medium menjadi alternatif eksplorasi lahan budidaya kentang. Untuk meningkatkan produktivitas kentang di dataran medium disamping pemilihan bibit yang tepat adalah dengan menggunakan Trichoderma harzianum. Trichoderma harzianum selain berperan antagonis terhadap pathogen, juga berperan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui produksi auksin dan pros...

  6. ANALISIS PENGARUH UMK TERHADAP JUMLAH TENAGA KEJA, KESEJAHTERAAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rindang Rahma Virginanda

    2017-06-01

    Full Text Available Upah masih menjadi salah satu persoalan yang selalu menjadi sorotan terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini mengingat bahwa upah merupakan komponen terbesar dari pendapatan seseorang sehingga tingkat upah merupakan salah satu indikator yang dapat mencerminkan kesejahteraan masyarakat dari suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum terhadap Jumlah Tenaga Kerja, Kesejahteraan tenaga dan Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah. Hasil penelitian ini menunjukkan hanya satu variabel dependen yang tidak berpengaruh dengan variabel independen yaitu variabel jumlah tenaga kerja, dan ada dua variabel dependen yang berpengaruh terhadap variabel independen yaitu variabel kesejahteraan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah UMK tidak berpengaruh terhadap jumlah tenaga kerja di Jawa Tengah, jika UMK mengalami perubahan maka jumlah tenaga kerja yang diambil akan tetap sama dengan jumlah tenaga kerja pada awal yang di pekerjakan dan UMK berpengaruh terhadap kesejahteraan di Jawa Tengah, jadi jika ada perubahan UMK maka akan mempengaruhi kesejahteraan tenaga kerja tersebut karena saling berpengaruh serta UMK berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, jika ada perubahan UMK maka pertumbuhan ekonomi juga akan berubah karena kedua variabel tersebut saling berpengaruh satu sama lain. Wages still one issue that is always in the spotlight, especially in developing countries like Indonesia. It is given that wages are the largest component of a person's income so that the wage rate is one indicator that can reflect the public welfare of a country. This study aimed to analyze the effect of the Minimum Wage to Total Employment in Central Java, to analyze the effect of minimum wage on the welfare of workers in Central Java and to analyze the effect of minimum wage to economic growth in Central Java. The conclusion of this study is the Minimum Wages District ( UMK do not affect the

  7. Pengaruh Nilai Tukar Terhadap Ekspor Dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia [The Effect of Exchange Rates on Exports and its Impact on Indonesia's Economic Growth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annaria Magdalena Marpaung

    2017-09-01

    Full Text Available Indonesia's export policy has been promoted since 1983. Since then, exports have been a concern in spurring economic growth along with the changing industrialization strategy from the emphasis on import substitution industry to the export promotion industry. In line with the 2017 economic growth target of 5.4%, the study on exports is interesting to examine given that exports are one of the factors driving Indonesia's economic growth. The objectives of the study were to analyze the effect of exchange rate on exports and their impact on Indonesia's economic growth. The data analysis was done by path analysis, using historical data from 1970 to 2015. The results showed: (a The exchange rate (Rp/USD partially has a positive and significant influence on the export volume of Indonesia, with a total influence of 71.57%,( b Partial export changes have a positive and significant impact on economic growth Indonesia, with a total influence of 65.29%, (c Partial exchange rates have a positive but insignificant effect on economic growth in Indonesia, with a total influence of 1.19% and (d Changes in exchange rates and export changes have a positive effect on the economic growth of Indonesia, with direct effect of 77.38% and indirect effect of 6.36% and both exogenous variables have an effect of 71.02% on the economic growth of Indonesia. Bahasa Indonesia Abstrak:  Pengutamaan ekspor Indonesia sudah digalakkan sejak tahun 1983. Sejak saat itu, ekspor menjadi perhatian dalam memacu pertumbuhan ekonomi seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi dari penekanan pada industri substitusi impor ke industri promosi ekspor. Sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 5,4%, maka kajian tentang ekspor menarik untuk diteliti, dimana ekspor merupakan salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Perilaku ekspor dipengaruhi oleh kurs. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh nilai tukar terhadap ekspor dan dampaknya terhadap

  8. PENGARUH PEMBERIAN FeCl3 TERHADAP PERTUMBUHAN Chaetoceros calcitrans

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahya Laila Oktaviana Putri

    2009-04-01

    Full Text Available Besi termasuk unsur yang esensial bagi makhluk hidup. Pada tumbuhan termasuk algae, besi berperan sebagai penyusun sitokrom dan klorofil. Selain itu, besi juga berperan dalam sistem enzim dan transfer elektron pada proses fotosintesis. Namun, belum diketahui konsentrasi yang tepat untuk pengunaannya oleh algae sehingga diperlukan penelitian yang dapat mengetahui konsentrasi pemakaian FeCl3 untuk perkembangan algae terutama untuk C. calcitrans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian FeCl3 terhadap kepadatan C. calcitran sehingga dapat mengetahui konsentrasi FeCl3 yang paling baik terhadap kepadatan C. calcitran. Serta untuk Mengetahui kepadatan C. calcitran berdasarkan hari. Penelitian ini diawali dengan menyetock C. calcitran hingga kepadatan 400 ribu sel/ml kemudian dilanjutkan dengan mengkultur C. calcitran pada toples yang telah dibuat sama parameternya kecuali pemberian FeCl3 sesuai dengan perlakuan. Untuk menganalisa pengaruh pemberian FeCl3 pada konsentrasi yang bebeda terhadap kepadatan C. calcitrans digunakan analisa sidik ragam (ANOVA dua langkah dengan bantuan software SPSS 12 dan dilakukan uji lanjut Tukey (Multiple Comparisons untuk melihat perlakuan yang berbeda dengan membandingkan berbagai hasil perlakuan. Pada konsentrasi FeCl3 0 mg/l berbeda nyata (P<0,05 sedangkan konsentrai FeCl3 0,02 mg/l, 0,2  mg/l, 2 mg/l berbeda signifikan terhadap kepadatan C. calcitrans sehingga hanya konsentrasi FeCl3 0 mg/l yang mempengaruhi kepadatan C. calcitrans. Ini disebabkan karena pemberian konsentrasi terlalu sedikit dan selisih konsentrasi yang kecil sehingga tidak mempengaruhi kepadatan C. calcitrans. Sedangkan untuk hari  diperoleh hari ke-1 dan ke-7 merupakan hari yang signifikan terhadap kepadatan C. calcitrans.  Kata Kunci : Chaetoceros calcitrans, FeCl3 dan kepadatan

  9. PENGARUH INVESTASI PMA, PMDN, APBD DAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ganjar Wahyudihantoro

    2017-06-01

    Full Text Available Pembangunan ekonomi adalah usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup suku bangsa yang seringkali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riil per kapita. Jadi tujuan pembangunan ekonomi di samping untuk menaikkan pendapatan nasional riil juga untuk meningkatkan produktivitas (Irawan dan Suparmoko, 1992: 5. Secara umum pembangunan ekonomi juga bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, menjaga keseimbangan ekonomi negara dan pendistribusian pendapatan yang merata. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Adakah pengaruh Penanaman Modal asing (PMA, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN, Tenaga Kerja dan APBD baik secara bersama-sama maupun secara sendiri-sendiri terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur pada tahun 2010-2012. Sampel  pada penelitian ini seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur.. Metode pengumpulan data menggunakan data skunder. Metode Analisis menggunakan analisis regresi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Secara bersama- sama Investasi PMA, PMDN, APBD dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten / Kota Di Jawa Timur memiliki pengaruh positif dan signifikan pada taraf 5%.  Economic development is the efforts to improve the lives of the peoples who are often measured by the level of real income per capita. So the purpose of economic development in addition to raise real national income as well as to improve productivity (Irawan and Suparmoko, 1992: 5. In general, economic development also aims to achieve a sufficiently high economic growth, keeping the country's economic balance and equitable distribution of income. The problem in this research is there any influence of foreign Investment (PMA, Domestic Investment (DCI, Labor  and budget either jointly or individually to economic growth in East Java in 2010-2012. Samples in this study all regencies / cities in East Java .. Methods of data collection using secondary data. Analysis Method using regression analysis. Based on the results of the

  10. Pengaruh Kepekatan Esktrak Daun Nimba Terhadap Penekanan Serangan (Alternaria porri (EII.CIF) Pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L)

    OpenAIRE

    Enni Sahrani Nst

    2009-01-01

    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepekatan ekstrak daun mimba terhadap penekanan Alternaria porri (EII. Cif.) pada tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Sumatera Utara, pada ketinggian tempat lebih kurang 25 m dpl. Penelitian dimulai bulan Nopember 2007 sampai Januari 2008. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Non factorial yang terdiri dari P0 (Kontrol tanpa perlakuan), P1 (100 gr daun mimba d...

  11. KONDISI SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA BEKAS TAMBANG NIKKEL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TRENGGULI DAN MAHONI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Merryana Kiding Allo

    2017-06-01

    Full Text Available Mining activities through land clearing, dredging and backfilling will lead to changes in the ecosystem. Land conditions badly damaged among other unproductive, high erosion and loss of top soil layer of soil. The physical properties of the soil pH is acid soil, the texture increased dust causes soil compacted is difficult to be processed and chemical properties of the soil decreased to lower and lower, that it can not support the root system of plants and would affect the plant growth is not normally. The need for nutrients origin of organic fertilizers and inorganic fertilizers combined with the planting hole and alcosorb can spur the growth of trengguli and mahoni that is expected to speed up the recovery process mined lands of nickel. Planting  trengguli and mahogany produced by percentage grew to 95% by using a experiments using completely randomized design (CRD with a combination of the size of the hole, the dosage of fertilizer and alcosorb on trengguli and mahoni plants produce the best height and diameter growth on the kind trengguli obtained from treatment of the planting hole size 0.30 mx 0.40 mx 0.30 m ( A2 15 kg of organic fertilizer (B3 with alcosorb 3 gr and the best diameter growth in mahoni generated by the use of manure dosage of 7.5 kg and 7.5 gr NPK (B2. Kegiatan penambangan secara land clearing, pengerukan dan penimbunan  akan menyebabkan perubahan ekosistem. Kondisi lahan rusak berat antara lain tidak produktif, terjadi erosi berat dan hilangnya lapisan top soil tanah. Sifat fisik fisik pH tanah menjadi masam, tekstur debu meningkat menyebabkan pemadatan tanah sukar diolah dan sifat kimia tanah menurun menjadi makin rendah, sehingga tidak dapat mendukung sistem perakaran tanaman dan akan berdampak pertumbuhan tanaman tidak normal. Kebutuhan akan unsur hara asal pupuk organik maupun pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan lubang tanam dan alcosorb dapat memacu pertumbuhan tanaman jenis trengguli dan mahoni yang

  12. TINGKAT HIDUP DAN PERTUMBUHAN AVOKAD HASIL SAMBUNG PUCUK ENTRES YANG DISIMPAN DALAM PELEPAH BATANG PISANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lazarus Agus Sukamto

    2014-01-01

    Full Text Available Buah avokad mempunyai kandungan nutrisi yang sangat baik bagi masyarakat khususnya kandungan lemak tidak jenuh dan protein yang tertinggi bila dibandingkan jenis buah lain. Untuk tujuan komersial, tanaman avokad perlu diperbanyak secara vegetatif untuk memperoleh bibit yang telah terbukti kualitas dan kuantitas tinggi, serta berbuah lebih awal. Keberhasilan penyambungan sangat dipengaruhi oleh kesegaran entres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan dan pertumbuhan sambungan tanaman avokad dengan menggunakan entres yang disimpan dalam pelepah batang pisang selama dua hingga sembilan hari. Parameter pengamatan meliputi persentase tingkat hidup sambungan, pertumbuhan panjang, jumlah daun, jumlah cabang, dan panjang percabangan batang atas setiap bulan sampai enam bulan. Data pertumbuhan dianalisis secara statistik dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Lama penyimpanan entres berpengaruh terhadap tingkat hidup hasil sambungan dan pertumbuhan batang atas avokad. Rerata tingkat hidup bibit sambungan avokad terus menurun dari 99,5% pada umur satu bulan sampai 71% pada umur enam bulan setelah penyambungan, tetapi tidak mengalami penurunan setelah lima bulan penyambungan. Penyimpanan entres avokad dalam pelepah pisang dapat dipertahankan kesegarannya selama sembilan hari, yaitu tingkat hidup sambungan 60% - 84% enam bulan setelah penyambungan. Ada kecenderungan bahwa makin lama penyimpanan entres, makin menurun pertumbuhan batang atas avokad; sebaliknya makin lama umur penyambungan, makin meningkat pertumbuhan batang atas avokad, kecuali jumlah cabangnya yang relatif tidak meningkat setelah dua bulan penyambungan.

  13. PENGARUH KONDISI KEUANGAN, PERTUMBUHAN DAN OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badingatus Solikhah

    2012-03-01

    Full Text Available Penelitian tentang going concern ditujukan untuk menguji secara empiris dampak kondisi keuangan corporate, perkembangan corporate dan opini audit tahun lalu terhadap opini audit going concern Data dikumpulkan dengan menggunakan content analysis dan metode dokumentasi dan diproses dengan Logistic Regression. Berdasarkan hasil penelitian, bukti empiris yang ditemukan adalah bahwa kondisi keuangan corporate opini audit tahun lalu berdampak signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Namun sebaliknya variabel pertumbuhan corporate terbukti tidak signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. AbstractThe going concern research has a goal for testing empirically the effect of corporate financial condition, corporate growth, and last year audit opinion towards going concern audit opinion The data were collected by using content analysis and documentation methods, and processed by means of Logistic Regression. Based on the result of the study, empirical evidence is found that corporate financial condition and last year audit opinion has significant effect towards going concern audit opinion acceptance. In the contrary, corporate growth variable is proven insignificant towards going concern audit opinion acceptance.Keywords: audit opinion; going concern; logistic regression

  14. PERBEDAAAN PADAT TEBAR TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP POST PEURULUS LOBSTER PASIR (Panulirus homarus PADA BAK TERKONTROL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik Cokrowati

    2012-10-01

    Full Text Available Prospek budidaya Panulirus homarus menjanjikan dari segi ekonomi dan keadaan alam di wilayah NTB serta merupakan spesies komoditi ekspor utama di Indonesia.Potensi akuakultur lobster pasir tentunya membutuhkan teknik budidaya yang sesuai agar mendapatkan hasil yang optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan padat tebar terhadap pertumbuhan dan nilai Survival rate (SR serta untuk mengetahui padat tebar yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan nilai SR optimum post puerulus Panulirus homarus.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan faktor tunggal yaitu padat tebar dengan densitas 20 ekor/m2, 40 ekor/m2, 60 ekor/m2, dan 80 ekor/m2. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup (SR post puerulus Panulirus homarus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan perbedaan padat tebar berpengaruh (P<0,05 terhadap pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup (SR post puerulus Panulirus homarus. Nilai SGR dan SR tertinggi terdapat pada kepadatan 20 ekor/m2 sebesar 2,15425% dengan nilai SR 75%, dengan kualitas air sebagai faktor pembatas dengan nilai rata-rata pH 7,2, suhu 26,930 C, salinitas 34,4 ppt dan DO 5,86 mg/l nilai tersebut dalam batas toleransi  sebagai kehidupan biota air khususnya  lobster pasir. Kata kunci : Panulirus homarus, padat tebar, survival rate

  15. EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia TERHADAP PERTUMBUHAN Salmonella typhi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Dewi Dwiyanti

    2015-06-01

    , Saponin, dan Antrakuinon yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas air rebusan daun Binahong terhadap pertumbuhan Salmonella typhi secara in vitro. Jenis penelitian ini adalah true eksperiment dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group Design dan metode yang digunakan adalah difusi (sumuran dengan 5 perlakuan. Konsentrasi air rebusan daun Binahong yang dgunakan adalah 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Hasil penelitian didapatkan zona hambat air rebusan daun Binahong terhadap Salmonella typhi pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% adalah 0 mm, sedangkan pada konsentrasi 100% didapatkan zona hambat sebesar 11 mm. Kesimpulan penelitian ini adalah air rebusan daun Binahong pada konsentrasi 100% memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Salmonella typhi, namun hasil ini belum efektif karena masih dalam kategori resisten. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk meningkatkan konsentrasi air rebusan daun binahong atau menggunakan ektrak alkohol daun binahong untuk menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Kata kunci : Air rebusan daun Binahong, Salmonella typhi, antibakteri.

  16. PERBEDAAN DAYA HAMBAT PASTA GIGI BERBAHAN HERBAL TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susi Susi

    2015-09-01

    Full Text Available AbstrakKaries gigi dan penyakit periodontal dapat dicegah dengan mengontrol pembentukan plak secara teratur. Penggunaan pasta gigi herbal dapat memberikan efek kimia untuk mengontrol pembentukan plak. Studi terdahulu mendapatkan bahwa pasta gigi herbal dapat mengurangi jumlah bakteri utama pada rongga mulut yaitu Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perbedaan daya hambat beberapa pasta gigi herbal (mengandung siwak, cengkeh, dan daun sirih terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Metode penelitian adalah eksperimental dengan meletakkan cakram yang sudah direndam dengan pasta gigi ke medium agar darah yang mengandung koloni Streptococcus mutans. Uji daya hambat bakteri dilakukan dengan metode difusi. Terbentuknya zona bening di sekitar koloni bakteri menunjukkan adanya penghambatan pertumbuhan bakteri uji. Hasil uji satu arah ANOVA menunjukkan adanya perbedaan daya hambat yang bermakna antar pasta gigi herbal yang digunakan (p<0.05. Ketiga pasta gigi didapakan memiliki kemampuan antibakteri kuat dengan rata-rata zona hambat 16.075 mm, 13.375 mm dan 11.080 mm. Jadi dapat disimpulkan bahwa pasta gigi herbal mempunyai efek anti bakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dengan efek anti bakteri terkuat di tunjukkan oleh pasta gigi mengandung cengkeh.AbstractDental caries and periodontal disease can be eliminated by regularly control plaque formation. The usage of herbal toothpaste is able to give chemical effect toward plaque control. Previous studies shown that the usage of herbal toothpaste was able to reduce the growth of Streptococcus mutans, the main bacteria in the mouth. The study aimed at investigating the difference of zone of inhibition of several herbal toothpastes (siwak- , cloves- , and betel leaves- contained toward the growth of Streptococcus mutans.This study was experimental research using disc that had been immersed and subsequently put it onto Blood agar medium that contain Streptococcus mutans

  17. Kemampuan Daya Hambat Bahan Aktif Beberapa Merek Dagang Hand sanitizer terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Srikartika

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakHand sanitizer sebagai pembersih tangan antiseptik inovatif saat ini, sering menjadi alternatif pengganti cuci tangan dengan sabun dan air. Mencuci tangan dengan hand sanitizer merupakan salah satu cara memelihara kebersihan tangan agar terhindar dari penyakit  yang disebabkan oleh flora normal di kulit yang berpotensi patogenik seperti bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan daya hambat beberapa merek dagang hand sanitizer terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap pada empat macam hand sanitizer dengan tiga kali pengulangan. Data diolah secara manual dan menggunakan analisis varians (ANOVA dilanjutkan dengan uji pos-hoc dengan Tukey HSD dan independent t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan aktif hand sanitizer mampu mengurangi pertumbuhan Staphylococcus aureus secara signifikan. Perbedaan prosentase rerata pengurangan jumlah koloni pada waktu 30 detik berkisar antara 57,65%-72,45%, sedangkan pada waktu 1 menit berkisar 67,88%-82,65%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna terhadap perlakuan, antar perlakuan dan waktu yang diujikan dengan nilai signifikasi p <0,05. Didapatkan hand sanitizer lebih efektif menghambat pertumbuhan pada waktu 1 menit daripada 30 detik. Hand sanitizer yang mengandung alkohol 70% dan triklosan 0,05% memiliki kemampuan daya hambat lebih baik terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.Kata kunci: bahan aktif, hand sanitizer, Staphylococcus aureus AbstractHand sanitizer is one of the ways for maintaining the hand hygiene. Hand sanitizer as an innovative antiseptic product at this time, becomes an alternative hand washing with soap and water. It prevents  the disease that can be caused by normal flora that potentially pathogenic bacterium such as Staphylococcus aureus. The objective of this study was to evaluate the inhibition ability of several trademarks hand sanitizer on the growth of

  18. PENGARUH KUALITAS AUDIT, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2011-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Ratna Sari

    2014-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas audit, pertumbuhan perusahaan, likuiditas dan solvabilitas terhadap opini audit going concern. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2013 terdiri dari 148 perusahaan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yang menghasilkan 92 perusahaan. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan analisis deskriptif dan analisis regresi logistik. Dalam penelitian ini dibuktikan bahwa kualitas audit berpengaruh signifikan positif, pertumbuhan perusahaan berpengaruh signifikan negatif, rasio likuiditas berpengaruh signifikan negatif dan rasio solvabilitas berpengaruh signifikan positif terhadap opini audit going concern.

  19. PENGARUH STARVASI RANSUM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN, SINTASAN, DAN PRODUKSI UDANG VANAMEI (Litopenaeus vannamei DALAM WADAH TERKONTROL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwardi Tahe

    2008-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengurangan ransum pakan secara periodik terhadap pertumbuhan, sintasan, produksi, rasio konversi pakan, dan efisiensi pakan pada pemeliharaan udang vanamei dalam wadah terkontrol. Penelitian dilakukan menggunakan 12 akuarium berukuran 50 cm x 75 cm x 60 cm dan dilengkapi dengan sistem aerasi. Hewan uji adalah pascalarva udang vanamei dengan bobot awal rata-rata 0,18 ± 0,02 g yang ditebar dengan kepadatan 50 ekor/akuarium. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yang masing-masing perlakuan terdiri atas tiga ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah starvasi (pemuasaan melalui pengurangan ransum pakan secara periodik yaitu A pengurangan ransum pakan 75%, B pengurangan ransum pakan 50%, C pengurangan ransum pakan 25%, dan D kontrol (tanpa pengurangan ransum pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan ransum pakan secara periodik tidak berpengaruh nyata (P > 0,05 terhadap pertambahan bobot biomassa, laju pertumbuhan harian, sintasan, produksi, dan rasio konversi pakan serta mampu meningkatkan efisiensi pakan sekitar 16,04%—21,97%. Penghematan penggunaan pakan untuk udang vanamei dapat dilakukan dengan pengurangan ransum pakan hingga 75% bobot biomassa/minggu. The aim of this study was to know the effect of starvation period by a gradual decrease in feed amounts on the growth, survival rate, productivity, food conversion ration (FCR, and food efficiency rate of white leg shrimp (Litopenaeus vannamei in controlled containers. Twelve of 50 cm x 75 cm x 60 cm aquaria with aeration systems were used in this experiment. In each aquarium, we stocked 50 post larvae (PL with average weight of 0.18 ± 0.02 g. Four treatments, comprising, A a 75% decrease in feed, B a 50% decrease in feed, C a 25% decrease in feed, and D control (without feed reduction with three replications were employed in the experiment following complete randomized design (DSG. The results

  20. PENGARUH UMUR BAHAN SETEK TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK AKOR (Acacia auriculiformis A. Cunn. Ex Benth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    nurmawati siregar

    2016-09-01

    Full Text Available Akor (Acacia auriculiformis termasuk salah satu jenis sumber energi biomassa mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan untuk pengembangannya adalah ketersediaan bibit bermutu. Bibit bermutu dapat diperoleh dari perbanyakan generatif (biji dan vegetatif (setek. Melalui setek dapat diproduksi bibit bermutu dalam jumlah yang cukup, setiap waktu dan tidak tergantung dengan musim. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan perbanyakan vegetatif dengan setek adalah juvenilitas (umur bahan setek, oleh karena itu dilakukan penelitian pengaruh umur bahan setek. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan perlakuan umur bahan setek yaitu umur 2,3,4 dan 5 bulan, ulangan tiga kali dan setiap unit perlakuan terdiri dari 45 setek. Respon pertumbuhan yang diamati meliputi: waktu tumbuh tunas setek, persentase tumbuh setek, panjang akar, jumlah akar, panjang tunas, berat kering akar, berat kering tunas, ratio tunas dengan akar dan analisis ratio C/N. Umur bahan setek berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati kecuali persen tumbuh setek. Bahan setek yang paling optimal digunakan untuk jenis akor adalah pada umur 3 - 4 bulan.

  1. EFEK VITAMIN C DALAM MEDIUM DMEM TERHADAP PERTUMBUHAN SEL PARU-PARU FETUS HAMSTER SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Kurnia W,

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efek vitamin C dalam medium DMEM terhadap pertumbuhan sel paru-paru fetus hamster secara in vitro dan untuk mengetahui pada konsentrasi berapakah vitamin C dalam medium DMEM yang berpengaruh paling efektif terhadap pertumbuhan sel paru-paru fetus hamster secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 6 perlakuan dan 2 ulangan. Masing-masing perlakuan tersebut adalah vitamin C dengan konsentrasi 0mM (kontrol, 5mM, 10mM, 15mM, 20mM, dan 25mM. Vitamin C dengan berbagai konsentrasi tersebut ditambahkan ke dalam medium DMEM dan selanjutnya digunakan untuk menumbuhkan sel paru-paru fetus hamster. Sel paru-paru fetus hamster diisolasi dari fetus hamster berumur 2 hari, ditumbuhkan dalam medium DMEM yang sudah ditambah dengan vitamin C dengan berbagai konsentrasi dan diinkubasi dalam inkubator CO2 5% pada suhu 370C selama beberapa hari sampai biakan sel-sel tersebut konfluen. Setelah konfluenbiakan sel diamati persentase konfluen, viabilitas dan abnormalitas sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin C dengan konsentrasi 0mM (kontrol, 5mM, 10mM, 15mM, 20mM, dan 25mM dalam medium DMEM mampu menghasilkan persentase konfluen berturut-turut 50%, 65%, 72.5%, 82.5%, 87.5%, dan 92.5% dan persentase viabilitas sel sebesar 89%, 94.5%, 94%, 93%, 94%, dan 96.5%. Sedangkan konsentrasi vitamin C yang efektif terhadap pertumbuhan sel paru-paru fetus hamster secara in vitro adalah konsentrasi 25mM.

  2. Pengaruh Pemberian Pyraclostrobin Terhadap Efisiensi Pupuk Nitrogen Dan Kualitas Hasil Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

    OpenAIRE

    Kaido, Boris; Kuswanto, Kuswanto; Wicaksono, Karuniawan Puji

    2013-01-01

    Jagung adalah tanaman komoditas utama di Indonesia sebagai bahan baku makanan dan pakan. Pyraclostrobin adalah salah satu fungisida yang diasumsikan memberi efek untuk meningkatkan efisiensi nitrogen dalam tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektifitas Pyraclostrobin dalam meningkatakan amilosa pada biji jagung. Perlakuan kombinasi nitrogen dan pyraclostrobin menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk semua parameter. Tetapi perlakuan ini tidak signifikan pada parameter umur be...

  3. PENGEMBANGAN TANAMAN TALAS BENTUL KOMODITAS UNGGULAN PADA LAHAN RAKYAT DI KECAMATAN PEGANTENAN KABUPATEN PAMEKASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainol Arifin

    2015-12-01

    antara lain tidak tahan terhadap penyakit, tidak tahan terhadap kekeringan dan tidak tahan terhadap genangan air.Periode kritis terhadap air didefinisikan sebagai periode tanaman membutuhan air dalam jumlah yang cukup. Periode ini berbeda antara tanaman, akan tetapi umumnya hal tersebut terjadi pada masa awal pertumbuhan, fase perkembangan bunga dan fase pengisian umbi. Gangguan pada fase krisis air tersebut akan berpengaruh nyata pada produktivitas tanaman. Mempertimbangkan hal tersebut, terutama pada daerah yang ketersediaan air tidak mencukupi perlu dilakukan upaya konservasi air seperti pemberian mulsa untuk mengurangi evaporasi tanah disertai dengan upaya pemanenan air seperti embung dan daerah resapan.Berdasarkan hasil survey di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Pegantenan, Kecamatan Palengaan dan Kecamatan Proppo menunjukkan 100% mereka terkendala dalam menyediaan air untuk budidaya tanaman talas, di daerah penelitian termasuk lahan kering yang hanya mengandalkan tadah hujan. Masyarakat di daerah penelitian untuk manajemen pemberian air bagi tanaman talas mereka melakukan pengaturan tanam agar tanaman talas mereka dapat tumbuh dan menghasilkan yang maksimal, penanaman tanaman talas dilakukan pada akhir musim kemarau, disamping itu masyarakat melakukan efesiensi atau mengurangi proses evaporasi tanah dengan cara pemberian seresah daun di sekitar tanaman talas pada waktu fase awal pertumbuhan. Pada fase generative masyarakat tidak perlu lagi dalam penyediaan air bagi tanaman talas karena pada fase generative bertepatan pada musim hujan. Ketersediaan air bagi tanaman talas akan mempengaruhi kelangsungan budidaya talas secara berkelanjutan.Pemberian pupuk baik unsur hara makro maupun mikro didasarkan pada pertimbangan bahwa high yielding variety umumnya sangatresponsive terhadap pemupukan. Selain itu, pemanenan yang berulang-ulang akan menguras unsur-unsur hara yang berada dalam tanah terbawa oleh hasil panen.Manajemen pemupukan yang dilakukan masyarakat di daerah

  4. Pengaruh Air Limbah Industri Tahu Terhadap Laju Pertumbuhan Tanaman Bayam Cabut (Amaranthus Tricolor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Siswoyo

    2017-06-01

    Full Text Available The concentration of BOD, COD, N, P and K in the tofu industrial waste is very high, therefore without appropriate treatment, it will become one of environmental problem. The recent study aimed to investigate the effect of tofu waste concentration on spinach plant growth. The plant is put in the plastic pot filled by mixed soil and humus and then added by tofu waste (500 mL with different concentrations from 0% (balnk, 20%, 40%, 60%, 80% and 100%. Parameters such number of leaf, surface of leaf, wet weight of leaf, dry weight of leaf and height of stem were measured after 15, 20, 25, 30, 35 and 40 days. In order to measure the surface area of leaf, gravimetry method was used. The result of the study showed that after 40 days, pure tofu waste (100% have the best result for all parameters. This result indicated that high amount of organic substances in tofu industrial waste give ositive impact on the spinach growth, therefore it could be considered as fertilizer in the agricultural activities.

  5. Pengaruh kadar krom limbah lumpur industri penyamakan kulit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. R. Budi Darmawan

    2010-06-01

    Full Text Available Abstract The aim of the experiment was to study the effect of chrom content of leather tanning industry waste ti the growth and yield of mustards. The experiment used factorial design 2x3 factors, and 2 control were used and the treatments were arranged in a complete randomized design with 15 experimental pots for replication. The first factor was variety of mustard; consisting of 2 kinds, i,e, green mustard (caisim dan bitter mustard (leaf mustard. The second factor was the amount of leather tanning industrial waste, consisting of 3 levels, i.e.500, 1000 and 1500 mg/kg Cr/polybag (125,250, 375 g waste mud/polybag. Waste mud was added in the polybag after 1 week plantation. Controls were madewith code S1L1C0, S2L1C0 whereas L1C0 = without waste mud added. The observed parameters were plant height, leaf number, fresh weight (shoots-roots, dry weight (shoots-roots, leaf area, neg assimilation rate, relative growth rate and leaf area ratio. The results showed that there were interactions between varieties of mustard and the amount of leather tanning industrial waste for all parameters. The addition of leather tanning waste until 1000 mg/kg soil gave fine growth and yields for all mustard varieties.

  6. Pengaruh Ethyl Methane Sulphonate (EMS Terhadap Pertumbuhan dan Variasi Tanaman Marigold (Tagetes sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NI MADE DIAN PRATIWI

    2015-09-01

    Full Text Available The Effect of Ethyl Methane Sulphonate (EMS on Growth and Variations of Marigold (Tagetes sp. The aims of this research are to determine the variation of marigold (Tagetes sp derived from seed treated with EMS and to recommend the EMS concentrations that are able to induce varietion. Seeds of marigold cv Narai Orange were soaked in water for 6 hours, followed by soaking in EMS at concentration of 0%, 0.3%, 0.6% and 0.9% for 4 hours. This study employed Randomized Complete Blok Design with 10 replicates and each replicate consisted of 10 plants. Six plants were randomly chosen for measurements. The total number of samples observed were 240 plants. Observations were made on the percentage of the growth, plant height, number of leaves, number of branches, diameter and weight of flowers. Data obtained from the observations were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA, followed by DMRT (Duncan’s Multiple Range Test if there is a significant difference between treatments. The EMS treatment reduced all characters observed. The EMS concentration of 0.6% showed plant that had yellow flowers. The 0.9% EMS treatment resulted in one plant with chimera, 6 dwarf plants, 2 plants with thin stems, and 1 short plant with many branches. Untreated plants did not show any variation.

  7. DAYA HAMBAT SARI TANAMAN OBAT TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STRAIN Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Hilda Putri

    2016-09-01

    Full Text Available Staphylococcus aureus infection can be treated with Methicilin, β lactam class of antibiotics that have drug targets in the cell wall. Bacteria S. aureus that is resistant to methicillin called methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA. One alternative that can be used in strains of antibiotic-resistant bacteria that have this is to use medicinal plants. This study aimed to know the ability of medicinal plant extracts inhibit the growth of bacterial strains of MRSA. This kind of research is experimental research. Medicinal plants tested were Garlic, Turmeric, Aloe Vera, Daun Salam, Curcuma, Ginger, Betel Leaf and Alpinia galanga. As a control, which is used Amphicillin, β lactam antibiotic class. The method used to determine the diameter of inhibition area of medicinal plant extracts is paper diffusion method. The results showed that all medicinal plants can inhibit bacterial growth of MRSA strains characterized by the inhibition zone formed on each treatment. The ability of garlic and turmeric extract better than Amphicillin and other medicinal plants to inhibit bacterial growth of MRSA strains. Kata kunci: inhibit,  growth, bacteria, methicillin resistant staphylococcus aureus (MRSA

  8. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans Poir)

    OpenAIRE

    Edi, Syafri

    2016-01-01

    The increasing demand for vegetables should be offset by the increasing of production. Kangkung is one of short-lived plants and the price can be reached by various circles of society. Therefore, kangkung can be used as food diversification in Indonesia. To get good quality vegetables and optimal yield, fertilization is a very important technology. Fertilization aims to add nutrients to the plants so that the plants can grow and produce well. The study aims to determine the effect of using or...

  9. PERAN GENDER PEREMPUAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2008-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frestiana Dyah Mulasari

    2017-06-01

    Full Text Available Kesenjangan antara perempuan dan laki-laki di Provinsi Jawa Tengah masih tinggi baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Semakin tumbuhnya perekonomian justru membuat kaum perempuan semakin terpinggirkan dan masuk semakin dalam pada kemiskinan. Oleh karena itu, perlu diteliti tentang peran gender perempuan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dilihat dari Angka Harapan Hidup Perempuan, Rata-rata Lama Sekolah Perempuan, dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran Gender Perempuan dilihat dari sisi kesehatan yaitu Angka Harapan Hidup Perempuan, Rata-rata Lama Sekolah Perempuan dari sisi pendidikan, dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan dari sisi ketenagakerjaan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2012. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode dokumentasi dengan jenis data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif.Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah peran perempuan dilihat dari angka harapan hidup perempuan memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan laki-laki, rata-rata lama sekolah perempuan masih berada di bawah rata-rata lama sekolah laki-laki, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih di bawah tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki. Saran dalam penelitian ini adalah peningkatan dalam pendidikan perempuan, pendidikan dan kesehatan perempuan adalah dua hal yang saling berkaitan. Apabila perempuan pendidikannya baik maka kelak generasi penerus akan memiliki kualitas yang baik pula. Dalam ketenagakerjaan adalah dilakukan peninjauan kembali kebijakan yang membuat perempuan termarginalkan dalam dunia kerja.  Discrepancy between man and woman in Central Java which still high in health, education, and employment areas. The growing economy makes women increasingly marginalized in deeper poverty

  10. PENGARUH DESENTRSLISASI FISKAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP KETIMPANGAN WILAYAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 1991 - 2012

    OpenAIRE

    Raditya, Theresia Dyah Okta

    2015-01-01

    Desentralisasi fiskal merupakan salah satu kebijakan yang dilaksanakan pemerintah daerah untuk mengurangi ketimpangan wilayah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat di suatu wilayah. Salah satu indikator sederhana untuk kesejahteraan rakyat adalah pertumbuhan ekonomi. Namun, kecenderungan yang terjadi di negara berkembang adalah ketimpangan wilayah meningkat searah dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta ...

  11. Pengaruh Campuran Ampas Tebu Dan Alang-Alang (Imperata Cylindrica) Sebagai Media Pertumbuhan Terhadap Kandungan Nutrisi Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus)

    OpenAIRE

    Naila, Ishmatun; Purnomo, Adi Setyo

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ampas tebu dan alang-alang (Imperata cylindrica) sebagai media pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap kandungan nutrisinya. Ampas tebu dan alang-alang dipilih sebagai media pertumbuhan alternatif, karena tidak hanya mengandung lignoseluosa, tapi juga tersedia berlimpah di lingkungan. Variasi komposisi ampas tebu:alang-alang yang digunakan adalah 75:25 (A1); 50:50 (A2); 25:75 (A3); 0:100 (A4); dan 100:0 (A5). Pada penelit...

  12. Efektifitas Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum sebagai Additif Pakan dan Antimikrobia terhadap Pertumbuhan Bakteri Anaerob dan Coliform Secara In Vivo pada Ayam Pedaging

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    J.R. Manullang

    2015-10-01

    Full Text Available Jahe merah (Zingiber officinale Var. Rubrum dikenal sebagai bakteriasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakterial bubuk jahe terhadap pertumbuhan bakteri anaerob dan coliform (Escherichia coli dan Salmonella sp. secara in vivo pada Broiler. Penelitian ini menggunakan dua puluh empat DOC dengan berat badan 40,7 g. Pemberian bubuk jahe diberikan pada Broiler selama 5 hari dengan konsentrasi ekstrak jahe merah yaitu, 0,5, 1, dan 1,5% per kg pakan. Peubah yang diamati adalah berat badan, asupan pakan dan koloni bakteri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh ekstrak jahe merah pada total koloni bakteri yang cenderung menurun dengan semakin tinggi konsentrasi ekstrak jahe merah, semakin tinggi efek hambatan pertumbuhan bakteri. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe merah memiliki sejumlah aktivitas antibakteri untuk pertumbuhan bakteri anaerob dan coliform (E. coli dan Salmonella sp..

  13. Uji Daya Hambat Sabun Cair Cuci Tangan pada Restoran Waralaba di Kota Padang Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anisha Fazlisia

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakSabun cair cuci tangan terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Sebagian besar restoran waralaba di Kota Padang menyediakan sabun cair cuci tangan yang telah diencerkan. Proses pengenceran mengubah kemampuan sabun dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian bertujuan untuk menguji daya hambat sabun cair cuci tangan pada restoran waralaba di Kota Padang terhadap pertumbuhan E. coli dan S. aureus. Sampel diambil dari empat restoran waralaba dan diuji dengan metode difusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat sabun dapat menghambat pertumbuhan S. aureus namun hanya sebagian yang memiliki daya hambat terhadap E. coli. Median daya hambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus pada setiap periode yaitu 0, 7.4, 7.3 dan 0, 26.1, 23.3. Nilai maksimum daya hambat pertumbuhan E.coli dalam tiga periode yaitu 19.5, 35.4, 27.1 dan 20.7, 40.2, 36.6 untukS. aureus. Daya hambat minimum terhadap kedua bakteri adalah 0.00. Hal tersebut dapat dipengaruhi komposisi dan konsentrasi antiseptik, antibakteri, pH sabun, pengenceran dan struktur dinding sel bakteri. Disimpulkan bahwa sabun cair cuci tangan yang diuji memiliki kemampuan lebih besar dalam menghambat pertumbuhan S.aureus daripada E.coli.Kata kunci: sabun cair cuci tangan, restoran, pengenceran, uji daya hambat, pertumbuhan bakteriAbstractLiquid hand soaps proved to inhibit Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacterial growth. In Padang, most of Restaurants provide diluted liquid hand soaps. Research found dilution changed soap ability to inhibit bacterial growth. The purpose of this study was to examine the ability of Padang City Restaurants’ liquid hand soaps to inhibit E. coli and S. aureus bacterial growth. The samples were taken from four restaurants and examined by using diffusion method. The results showed all of them could inhibit S. aureus but only a half inhibited Escherichia coli bacterial growth. Median for E. coli and S

  14. PENGARUH PERBEDAAN TINGKAT PROTEIN DAN RASIO PROTEIN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN SEPAT (Trichogaster pectoralis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syachradjad Fran

    2016-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat protein dan energi pakan terbaik pada ikan sepat. Manfaat penelitian ini untuk dapat dijadikan informasi dasar mengenai tingkat protein dan energi yang sesuai bagi kebutuhan konsumsi pakan dan pertumbuhan benih ikan sepat. Ikan uji yang digunakan ikan sepat (Trichogaster pectoralis dengan bobot individu berkisar antara 5±2 gram dan panjang baku berkisar 5±3 cm. Penelitian dilakukan secara eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 6 macam perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang diberikan terdiri atas tingkat  energi protein yang berbeda, yaitu perlakuan A (2800 kkal/35%, perlakuan B (3150 kkal/35%, perlakuan C (3150 kkal/40%, perlakuan D (3600 kkal/ 40%, perlakuan E (3600 kkal/45%, dan perlakuan F (4050 kkal/45%. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan relatif, konversi pakan, efisiensi pakan, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dengan tingkat protein 40% dan energi 3150 kkal/kg menghasilkan pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan relatif, konversi pakan, dan efisiensi pemberian pakan yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kelangsungan hidup ikan sepat berkisar antar 96,67-100%. Kualitas air (suhu, pH, DO, NH3, dan CO2 pada tiap perlakuan masih memenuhi standar untuk  kehidupan ikan sepat.

  15. Penambahan xylitol dalam glukosa, sukrosa terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans (in vitro (The Additional xylitol in glucose and sucrose on growth of Mutans Streptococci (in vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilowati Susilowati

    2014-12-01

    Full Text Available Background: Xylitol is a sugar alcohol group consisting of five-carbon chain and the sugar substitutes are recommended to prevent caries. Dietary sugars known as a good substrate for the growth of Streptococcus mutans (S. mutans. Two types of sugar, xylitol and dietary sugars have different effects on the growth of S.mutans. Purpose: The objective of this study were to determine the minimal inhibitory concentration (MIC of xylitol on the growth of S.mutans and to determine the addition of xylitol in glucose and sucrose in the growth of S. mutans in vitro. Methods: The samples were divided into 3 groups: xylitol group, xylitol and sucrose combination group, and xylitol and glucose combination group . In all groups were tested against S.mutans growth in various concentrations. Results: The minimum inhibitory concentration against S.mutans xylitol was equal to 0.625%. The addition of xylitol in sucrose the inhibition of S.mutans growth occurred at concentrations of 0.625 % and 2.5%. The addition of xylitol in glucose inhibited the growth of S.mutans at all concentrations. Conclusion: This study showed that the combination of xylitol with dietary sugars could inhibit the growth of S.mutans.Latar belakang: Xylitol adalah golongan gula alkohol yang terdiri dari lima rantai karbon dan merupakan sugar substitutes yang dianjurkan untuk mencegah terjadinya karies. Dietary sugars diketahui sebagai substrat yang baik untuk pertumbuhan bakteri rongga mulut salah satunya Streptococcus mutans (S. mutans. Dua jenis gula yaitu xylitol dan dietary sugars memiliki pengaruh yang berbeda pada pertumbuhan S. mutans. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti konsentrasi hambat minimal (Minimal Inhibitory Concentration/ MIC xylitol terhadap pertumbuhan S mutans dan meneliti pengaruh penambahan xylitol dalam glukosa dan dalam sukrosa terhadap pertumbuhan S. mutans secara in vitro. Metode: Sampel dibagi dalam 3 kelompok: kelompok xylitol, kelompok kombinasi

  16. Pengaruh Beberapa Dosis Kompos Dan Azolla ( Azolla Pinnata R. B ) Segar Pada Pertumbuhan Dan Hasil 2 Varietas Tanaman Wortel ( Daucus Carotta L. )

    OpenAIRE

    Huda, M. Syahrial; Widaryanto, Eko; Nugroho, Agung

    2016-01-01

    Wortel termasuk jenis sayuran umbi yang bernilai ekonomis penting di dunia. Salah satu factor budidaya wortel adalah tanah yang tidak hanya sebagai media akar tanaman namun sebagai media tanaman dapat menyerap nutrisi, air dan oksigen. Salah satu peranan bahan organik adalah memperbaiki sifat fisik tanah. Azolla (Azolla pinnata) ialah tumbuhan paku air yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk memperbaiki agregat tanah. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui pengaruh dosis kom...

  17. Kajian Penggunaan Pupuk Hayati untuk Mengendalikan Penyakit Akar Gada (Plasmodiophora brassicae pada Tanaman Sawi Daging

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diding Rachmawati

    2016-03-01

    Full Text Available Pada budidaya tanaman sawi daging (pakcoi  dijumpai berbagai masalah  serius  yang menghambat upaya peningkatan produksi dan kualitas hasil. Salah satu kendala utama adalah penyakit tular tanah yang disebabkan oleh cendawan Plasmopara brassicae Wor . Serangan patogen tular tanah dapat menekan produksi tanaman hortikultura secara significan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan patogen tular tanah antara lain dengan menggunakan bekterisida sistemik . Salah satu alternatif pengendalian yang paling prospektif adalah dengan menggunakan pupuk hayati yang telah diperkaya dengan mikroorganisme. antara lain bakteri selulotik, Azotobacter sp., Azospirillium sp., Rhizobium sp., Pseudomonas sp., Lactobacillus sp., dan  bakteri pelarut fosfat yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah dan mengendalikan penyakit tular tanah. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Karangploso BPTP Jatim,  pada bulan Januari sampai dengan April 2014, menggunakan rancangan acak kelompok, 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan  terdiri dari  : A = Pupuk hayati dosis 15 kg/ha,   B = Pupuk hayati dosis 30 kg/ha,  C = Pupuk hayati dosis 45 kg/ha, D = Cara petani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas pupuk hayati dalam mengendalikan penyakit akar gada  P.brassicae  pada tanaman sawi daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati dosis 45 kg/ha dapat memberikan pertumbuhan yang baik terhadap tinggi tanaman ( 26,50 cm, jumlah daun (21 helai, lebar tajuk (33,25 cm, panjang akar (14,38 cm dan bobot/tanaman (380 g/tanaman. Persentase serangan penyakit akar gada terendah juga ditunjukkan oleh pemberian pupuk hayati dosis 45 kg/ha, yaitu sebesar 1,75 % dan penekanan penyakit sebesar 70,83 %.Kata Kunci : Brassica juncea, pupuk hayati, penyakit bengkak akar

  18. PENGARUH MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PEMANFAATAN BIOFLOK UNTUK PERTUMBUHAN IKAN BANDENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2011-12-01

    Full Text Available Upaya konversi limbah budidaya ikan menjadi bioflok mulai banyak dilakukan oleh pembudidaya untuk memperbaiki kualitas air dan menekan biaya pakan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan bioflok sebagai makanan ikan bandeng melalui pengaturan dosis pemberian pakan. Perlakuan yang dicobakan adalah ikan uji dipelihara dengan: (A bioflok tanpa diberi pemberian pakan buatan, (B bioflok + pakan buatan sebanyak 2,5% per hari, (C bioflok + pakan buatan sebanyak 5% perhari, (D pemberian pakan buatan sebanyak 5%/hari tanpa bioflok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan bandeng ukuran awal rata-rata 1,6 g yang hanya diberi bioflok dapat tumbuh dengan laju pertumbuhan 1,82%/hari, namun laju pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan yang diberi pakan buatan 5%/hari yaitu 2,01%/hari. Tanpa memperhitungkan jumlah pemberian molase, ikan yang diberi pakan buatan sebanyak 2,5%/hari dalam media bioflok, dapat meningkatkan efisiensi pakan sebanyak 58,5% dan efisiensi pemanfaatan protein sebanyak 59,2%. Kandungan TAN, nitrit dan oksigen terlarut dalam media budidaya cukup baik bagi pertumbuhan ikan bandeng.

  19. Analisis Pengaruh Kurs Rupiah, Laju Inflasi, Jumlah Uang Beredar dan Pertumbuhan Ekspor terhadap Total Pembiayaan Perbankan Syariah dengan Dana Pihak Ketiga sebagai Variabel Moderating

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syukuri Ahmad Rifai

    2017-06-01

    Full Text Available The purpose of this study was to determine the effect of the rupiah exchange rate, inflation, money supply and the growth of exports to total Islamic banking financing by using third party funds as a moderating variable. The population in this study is all Islamic banking in Indonesia both Islamic Banks or Business Unit of Sharia in 2007-2015. The sample is the entire population with time series data as much as 108 of data. The method used is multiple regression analysis. The results of this study showed that simultaneous variable rupiah exchange rate, inflation, the money supply and export growth significantly influence the total financing of Islamic banking in Indonesia. Meanwhile, third-party funds moderating influences the rupiah exchange rate, inflation and export growth to the total financing of Islamic banking in Indonesia Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kurs rupiah, inflasi, jumlah uang beredar dan pertumbuhan ekspor terhadap total pembiayaan perbankan syariah dengan menggunakan dana pihak ketiga sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perbankan syariah di Indonesia baik Bank Umum Syariah atau pun Unit Usaha Syariah tahun 2007-2015. Sampelnya adalah seluruh populasi dengan data time series sejumlah 108. Metode yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel kurs rupiah, inflasi, jumlah uang yang beredar dan pertumbuhan ekspor berpengaruh signifikan terhadap total pembiayaan perbankan syariah di Indonesia. Sedangkan, dana pihak ketiga memoderasi pengaruh kurs rupiah, inflasi dan pertumbuhan ekspor terhadap total pembiayaan perbankan syariah di Indonesia

  20. Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Dan Mikoriza Terhadap Intensitas Serangan Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia Solanacearum), Pertumbuhan, Dan Hasil Tanaman Tomat

    OpenAIRE

    Aulia, Fatimatul; Susanti, Hilda; Fikri, Edwin Noor

    2016-01-01

    The research about the effect of applications biofertilizer and mycorhiza to intensity attack of bacterial wilt disease, growth, and yield of tomato was conducted in trial garden of Agriculture Faculty Lambung Mangkurat University from November 2015 until February 2016. The experiment was arranged in a completely randomized design with one factor, four treatments (no treatment (control), biofertilizer, mycorhiza, and biofertilizer + mycorhiza), and five replications. The results of experimen...

  1. Keragaan Vegetatif Dan Generatif Beberapa Varietas Tanaman Padi ( Oryza Sativa L. Terhadap Cekaman Kekeringan Pada Fase Pertumbuhan Yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hariyono Hariyono

    2014-02-01

    Full Text Available The research was conducted to study the effects of drought stress conditions on the performance of vegetative and generative of various rice varieties on the different growth stages. The research was performed at field trial of Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Yogyakarta, Kasihan Bantul, from March to June 2010. The research was designed using a factorial experiment that arranged in Completely Randomized Design 4 x 5 with three replications. The first factor was the varieties of rice i.e. IR 64, Menthik, Cisadane and Dodokan. The second factor was the period of drought stress at the difference plant stage, i.e at the vegetative period, booting period, heading period, grain filling period, and without drought stress or control.The results showed that Cisadane varieties had a higher tolerance to the drought stress than to all varieties. Moreover, the plant treated on drought stress at vegetative period had lower grain number per hill than the other drought stress period.

  2. PENGARUH MEDIA TANAM DAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOI (Brassica juncea L. DENGAN SISTEM HIDROPONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Balia Perwitasari

    2012-03-01

    Full Text Available Pakchoi (Brassica juncea L.. is one kind of a vegetable crop that has high economic value and high nutrition. The technology of hydroponic is one of alternative cultivation using other media than soil substrates and nutrients. The purpose of this research is to determine the effect of media composition and nutrition on growth and yield of  pakchoi crops and find out which treatment is best for plant growth and yield of pakchoi. Researchcarried outinthe gardenexperiment ina plastichouse, Faculty ofAgriculture, University ofTrunojoyoMadura, at an altitude of±5 mabove sea level, temperature29ºC, and± 75% RH. The research was conductedin December2011 toFebruary2012.The analysis was usednonfaktorialRAL. Treatmentwithcomposemediatypes(raw rice husk, rice huskcharcoal, sand andnutrients(no nutrients, premiumnutrition, nutritiongoodplant. There are ninetreatment, threereplicationsandthreesamples ofthe plant, furthertestswere analyzed byDMRT5%. Results showedthe treatmentcompositionandnutrientmediaprovidesignificantly differentresultsatdifferent ages ofobservationson eachvariableobservation. The besttreatmentcompositioncontained in thehusk charcoalandnutrientmediagoodplant(M2N2. Evidenced by theaverage ofthe highestresultson the length ofthe plant(29.38cm, number of leaves(22.22 strands, leaf area(3226.79 cm2, wetweight(242.19 g and dry weight(13, 27g totalplantpakchoiat age4 MST.

  3. Pemberian Kombinasi Pupuk Hijau Azolla Pinnata Dengan Pupuk Guano Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pakchoy (Brassica Chinensis L.)

    OpenAIRE

    OS, Ozi Nurhasanah; Yetti, Husna; Ariani, Erlida

    2015-01-01

    This research aimed to look the influence of the combination of green fertilizer Azolla pinnata with guano toward the growth and production of pakchoy and to obtain the best treatment from Azolla pinnata with guano toward pakchoy. This research was conducted at the experimental farm of Farming Faculty of Riau University. This research was accomplished during 3 months that was from June to August 2014. It was carried out experimentally with Group Random Design (GRD), the treatment given which ...

  4. Pengujian Kompos dan Inokulan Mikroba terhadap Pertumbuhan Tanaman Sengon Buto (Enterolobium cyclocarpum, Willd Pada Lahan Bekas Tailing Pond di Cikotok

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartati Imamuddin

    2012-10-01

    Full Text Available Soil pollution has been so attracting considerable public attentions over the last decades. Phytoremediation is an emerging technology that uses plants to clean up pollutant soils. The study was carried out in gold mining Cikotok, Banten. Sengon buto (Enterolobium cyclocarpum, (Willd which is used as cyanogenic plant, compost and microbes inoculant is as stimulator to growththis plant. The experiment consist of K0 as control (plant without compost, K1 as plant + compost and K2 as plant+compost + microbe inoculant, with 3 replicated. The objectives of this experiment were to investigate the potential for phytoremediation of cyanide contaminated soils using hyperaccumulator/cyanogenic plants and to assess the fate and transport of cyanide compounds in soils.The results showed that compost and microbe were able to stimulate growth of Sengon Buto after 7 months planting and to reduce cyanide until 66% Total bacteria in the study was relatively stable but NFB bacteria was decline.

  5. PENGARUH KONSENTRASI NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS EKSPLAN TANAMAN PISANG CAVENDISH (Musa paradisiaca L. MELALUI KULTUR IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saktiyono Sigit Tri Pamungkas

    2015-12-01

    Full Text Available The objectives of this research were to find the optimized combination micropropagation technique of Pisang “Cavendish” using Napthaleneacetic acid (NAA and Benzylaminopurin (BAP on culture in vitro. The research was conducted in Balai Benih Induk Hortikultura laboratorium (270 m upper sea level Salaman, Magelang, Central Java from November 2008 - Januari 2009. Design used was Complete Randomized Design. Experimental factor were concentration of NAA and BAP. NAA concentration comparised four levels (0, 1, 2, and 3 ppm. BAP concentration comparised four levels (0, 3, 6, and 9 ppm. Obtained data was analyzed by F test, when significantly different then followed by LSD test with 5% level. Observed variables is longest roots, total of buds, and total of roots. Statistic analysis result showed that concentration of BAP have significant effect on longest roots. Concentration 0 ppm of BAP (B0 yielding optimalized on longest root ( 8,3 cm. Concentration of NAA have significant effect on longest roots. Concentration 2 ppm of NAA (N2 yielding optimalized on longest root (6,0 cm. Concentration of BAP have significant effect on total buds. Concentration 9 ppm of BAP (B3 yielding optimalized on total of buds (2,5.

  6. PENGARUH RUANG TUMBUH TERHADAP RESPON PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN MERANTI MERAH (Shorea pauciflora King. DAN NYAWAI (Ficus variegata Blum.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adistina Fitriani

    2016-08-01

    Full Text Available The results showed that the arrangement of growing space T1, T2 and T1 + T2 combinations, each of which can increase the high growth 143.7% (172.30 cm, 37.1% (96.9 cm and 105.7 % (145.40 cm, stem diameter width of 110.0% (18.30 mm, 34.7% (11.0 mm and 123.3% (18.29 mm and 142.6% canopy ( 181, 45 cm, 36.9% (102.4 cm and 106.6% (154.55 cm than the control (T0 to plant the meranti merah (Shorea stenoptera Burk.. The space to grow this type of Meranti merah (Shorea stenoptera King Age 5 years have shown that treatment with a combination of vertical and horizontal (T3 showed best in order to enhance the growth of stem diameter, equal 118.2% (3.0 cm than in the control (T0. The height of the plants in T1 and T2, and T3 have shown increased 55.6% growth, respectively at 133.3% and 66.7% compared to control (T0. Bandwidth test vintage Meranti merah (Shorea selanica Bl cultivation of clippings from shoots in the treatment of broad lines of 2 m, 3 m and 4 m is still the original data (0 months show a consistent altitude is 45.5 cm, 6 cm and 46, 47.7 cm. Growing requirements nyawai (Ficus variegata Blum. In KHDTK Kintap in some areas with B-type, red soil climate yellow podzólicos (FA, the texture of sandy clay with drain if - so, solum shallow soil ( 1 m, the pH of 4 to 5.5 soil with an elevation of 50 metres on the level of the sea - 433 meters of altitude in the Valley and the slope (flat topography - tracks (> 45% on the State of the type of vegetation in the mix rare density (natural vegetation. Tree species associated with nyawai (Duabanga moluccana, Macaranga spp, Shorea spp, Trema sp., and Anthocephalus cadamba. Related plant species are under cylindica grass, vines, shrubs, narrow leaved (leaves ribbon, among others, ferns, nettles and some types of grass. Keywords : growing space, growth, meranti merah,  nyawai

  7. Kajian Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Isi Rumen Kerbau Dan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Caisim (Brassica juncea L.)

    OpenAIRE

    Patmawati, Linda

    2014-01-01

    This study aimed at determining the best composition, consentrate and the frequency of rumen of buffaloes and coconut water as liquid organic fertilizer towards the growth and production of mustard greens. This research carried out at the land experiment of UMSU Agricultural Faculty, at the region of medan amplas subdistrict. This research was carried out in September up to November 2012. The enviroment design used in the research was split split plot design with 3 factors and repeated 2 time...

  8. Pengaruh Bokhasi Eceng Gondok pada Tanaman Selada (Lactuca sativa L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Seprita Lidar

    2016-03-01

    Full Text Available Isu pertanian organik akhir-akhir ini memang mulai berkembang kembali dengan semakin banyaknya masyarakat yang menyadari pentingnya kesehatan dan mutu bahan pangan yang dikonsumsi. Selain alasan kesehatan, pertanian organik juga diyakini ramah lingkungan karena dapat meminimalkan penggunaan bahan kimia dalam proses produksinya, karena penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dengan dosis yang meningkat justru dapat menyebabkan tanah menjadi keras dan keseimbangan unsur hara tanah terganggu.  Permintaan pasar terhadap tanaman sayuran khususnya selada yang biasanya dikonsumsi mentah terus meningkat, apalagi tanaman selada yang dipupuk dengan pupuk organik. Tanah di Kota Pekanbaru tergolong tanah Podsolid Merah Kuning (PMK yang kandungan bahan organik dan unsur haranya relatif rendah, maka salah satu usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara pemupukan yang aman bagi tanaman dan tanah yaitu pupuk bokhasi eceng gondok yang mengandung unsur hara N, P dan K, juga memanfaatkan yang ada di lingkungan yang kalau tidak dimanfaatkan akan menyebabkan pencemaran di perairan.  Dari penelitian yang dilakukan pemberian bokhasi eceng gondok berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada dengan dosis terbaik adalah 2000 g/m2. Kata Kunci : Selada, Bokhasi, Eceng Gondok.The issue of organic farming lately indeed began to grow back more and more people will realize the importance of health and quality of food consumed. In addition to health reasons, organic farming is also believed to be environmentally friendly because it can minimize the use of chemicals in the production process, due to the use of chemical fertilizers continuously with increasing doses it can cause the soil to be loud and disturbed soil nutrient balance. Market demand for vegetable crops, especially lettuce is usually consumed raw continue to rise, especially lettuce plants are fertilized with organic fertilizer. Land in the city of Pekanbaru classified as

  9. Pola Sebaran Kelompok Telur Ostrinia furnacalis Guenée (Lepidoptera: Crambidae pada Beberapa Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subiadi Subiadi

    2014-07-01

    Full Text Available A field study was conducted to determine the distribution of egg masses of Ostrinia furnacalis on corn leaves and within corn field. The corn field was divided into three regions: the inner edge closed to other crops and outer edge closed to main road and the middle region. The numbers of egg masses laid were recorded entirely in all corn plants existed (census method. Egg laying period lasted for 34 days, with 11 days from initiation of egg laying to the peak of oviposition and 23 days from the peak to termination of egg laying. The egg masses laid on corn leaves were distributed in aggregation pattern. During eight-opened-leaf to twelve-opened-leaf stages, there were 847 egg masses found, and 80.9% was laid on the sixth-to-ninth leaves. From tasseling to blister stages there were 491 egg masses found of which approximately 80.7% was laid on the seventh-to-11 32.8, and 29.8% of those were found in the inner edge, middle, and outer edge of corn field, respectively. leaves. Egg masses laid within corn field varied, in which 37.4, 32.8, and 29.8% of those were found in the inner edge, middle, and outer edge of corn field, respectively.   Kajian lapang dilaksanakan untuk mengetahui pola sebaran peletakan kelompok telur ngengat Ostrinia furnacalis pada daun tanaman jagung dan penyebarannya pada lahan pertanaman jagung. Lahan penelitian dibagi menjadi tiga kelompok yaitu lahan pinggir dalam berdekatan dengan pertanaman lain, bagian tengah lahan, dan lahan pinggir luar berdekatan dengan jalan raya. Pengamatan kelompok telur dilakukan pada seluruh tanaman jagung (sensus. Periode peletakan telur berlangsung selama 34 hari, dengan periode inisiasi hingga puncak 11 hari dan periode setelah puncak hingga akhir peletakan telur 23 hari. Peletakan telur O. furnacalis pada daun tanaman jagung menyebar secara berkelompok. Pada fase 8 hingga 10 daun telah terbuka sempurna ditemukan sebanyak 847 kelompok telur, 80,9% diantaranya  ditemukan pada daun ke 6–9

  10. UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees TERHADAP BAKTERI Staphylococus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuska Novi Yanti

    2017-03-01

    Full Text Available Tumbuhan memiliki zat kimia aktif yang memiliki potensi besar salah satunya adalah membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional adalah tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees yang mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan manusia,berbagai aktivitas farmakologi dari sambiloto adalah antiinflamasi,antibakteri,antipiretik dan antioksidan.Sampel dalam penelitan ini adalah koloni Staphylococcus aureus dan ekstrak kental tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees . Ekstraksi dengan metode maserasi Salanjutnya di rotary dengan menggunakan Rotary evaporator dan dilakukan uji susut pengeringan. Kemudian ekstrak dibagi menjadi lima perlakuan yaitu 10 µg/ml, 50 µg/ml, 100 µg/ml, 500 µg/ml, 1000 µg/ml dibuat kontrol posistif dan negatif lalu dilakukan pembuatan media NA dan NB. Selanjutnya dibuat peremajaan bakteri dan pembuatan larutan uji lalu dilalukan pengujian daya hambat dengan metode cakram lalu diikubasi dan diukur diameter zona hambat.Dari hasil pengujian menunjukan bahwa semua konsentrasi ekstrak sambiloto memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Daya hambat ekstrak sambiloto ditunjukkan dengan adanya zona bening disekitar cakram. Diketahui bahwa pada dosis 100 µg/mL, 1000 µg/mL memiliki daya hambat lemah dan dilanjutkan dengan analisa SPSS diperoleh hasil yang tidak berbeda secara signifikan.

  11. UJI TOKSISITAS BEBERAPA EKSTRAK TANAMAN TERHADAP LARVA AEDES AEgYPTI VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Boesri

    2015-09-01

    Full Text Available Mosquito vector control are still using insecticide  from pyrethroid, carbamates and organophosphates groups because they are effective, having fast result but having less concern for the negative impact to the environment. In order to solve the side effects the side effect, it was necessary to find bio-insecticides which are sustainable, accessible and effective to kill mosquitoes and larvae. In this study the extract of Nicotiana tabacum / tobacco with minimum concentration of 1,56 % was effective to kill larvae with of 100% mortality, with of LC90  0,628 %, LC50 0,194 %. The extract contain chemical dominant alkaloids, Euvodia gravolens / zodiac with minimum concentration 1,56 % the mortality effects 100%, is with LC90 0,628 %, and LC50 0,194 %, the extract concentration 1,56 %, the mortality effect is 100 %, is with LC90a of 0,628% and dominant chemical contains Evodiamine, Alpinia galanga/ of  / galanga with minimum concentration of 1,56 %, the mortality effects is 29,3% and LC90 8,216 %, LC50 2,980 % and dominant chemical contain flavonoids, Andropogon nardus/ lemongrass with minimum concentration of 1,56% the mortality effect is 68% and LC90 4,898 %, LC50 1,068 % and dominant chemical contain of vetivetate acid, rosemary ( Rosmarinus officinalis L with minimum concentration of 1,56% gives mortality effect 78,7% and LC90 3,175 %, LC50 0,659 %. The dominant contain of the chemical is alkaloid = Pengendalian  nyamuk vektor masih menggunakan bahan insektisida dari golongan piretroid, karbamat, dan organofosfat karena  efektif, cepat diketahui hasilnya, namun kurang memperhitungkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh sebab itu perlu dicari insektisida alernatif, yaitu insektisida nabati yang ramah lingkungan, mudah diperoleh, efektif membunuh nyamuk dewasa dan pradewasa. Pada penelitian diperoleh hasil Nicotiana tabacum/tembakau konsentrasi ekstrak minimal 1,56%, mampu membunuh larva nyamuk sebesar 100 % dan LC90 0,628 %, LC50 0

  12. PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays, L. VARIETAS BISI-2 PADA PASIR REJECT DAN PASIR ASLI DI PANTAI TRISIK KULONPROGO (The Growth of Maize Crop (Zea mays L. BISI-2 Variety on Rejected and non Rejected Sand at Pantai Trisik Kulon Progo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Ekowati

    2011-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Lahan pasir di pesisir Kabupaten Kulon Progo yang sekarang ditanami berbagai komoditi pertanian seperti cabe, semangka, jagung akan ditambang untuk diekstrak mineral besinya. Rencananya setelah diekstrak mineral besinya, pasir sisa (pasir reject akan dikembalikan sebagai material reklamasi untuk dapat ditanami kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan media tanam berupa pasir reject dan pasir asli serta dosis pupuk kandang dan pupuk NPK pada pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L. varietas BISI-2 di Pantai Trisik Kulon Progo. Dosis pupuk yang diberikan ialah 0 Kg pupuk kandang dan 0 g NPK (kontrol; 0 Kg pupuk kandang dan 75 g NPK; 2,5 Kg pupuk kandang dan 0 g NPK; 1,25 Kg pupuk kandang dan 112,5 g NPK; 2,5 Kg pupuk kandang dan 75 g pupuk NPK; dan 3,75 Kg pupuk kandang dan 37,5 g NPK. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tajuk, waktu berbunga, jumlah tongkol, berat tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Data yang diperoleh diuji dengan analisis variansi (Anava dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata tinggi, jumlah daun, berat kering tajuk, jumlah tongkol, berat tongkol, panjang tongkol dan diameter tongkol tanaman jagung pada pasir reject lebih tinggi daripada pasir asli sedangkan rerata waktu berbunga tanaman jagung pada pasir reject lebih lama daripada pasir asli. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan vegetatif tanaman jagung paling optimal diperoleh pada dosis 1,25 Kg pupuk kandang dan 112,5 g pupuk NPK sedangkan pertumbuhan generatif tanaman jagung paling optimal diperoleh pada dosis 3,75 Kg pupuk kandang dan 37,5 g pupuk NPK.   ABSTRACT Sand in the coastal District of Kulon Progo land which is now planted with various agricultural commodities such as pepper, watermelon, corn, will be mined to extract its iron minerals. In the mining plan, after the iron

  13. Efektivitas Pupuk Organik Dan Pupuk N Pada Pertumbuhan Bibit Eboni (Diospyros Celebica Bakh.)

    OpenAIRE

    Siregar, Hartutiningsih M; Utami, Ning Wikan

    2002-01-01

    Eboni (Diospyros celebica Bakh.) merupakan tanaman keras dan termasuk jenis kayu mewah yang tumbuh alami di Sulawesi.Masalah yang dihadapi adalah pertumbuhan bibit yang lamban sehingga diperlukan percobaan tentang media pertumbuhan bibit yang sesuai. Bahan yang digunakan adalah bibit eboni berumur 6 bulan dengan pertumbuhan seragam.Percobaan I: Bibit ditanam pada polybag berkapasitas 5 kg yang masing-masing berisi campuran media tanam yakni A (tanah); B (tanah:kompos = 1:1); C (tanah:pupuk ka...

  14. PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii YANG TERKONTAMINASI EPIFIT DI PERAIRAN SUMENEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Apri Arisandi

    2013-10-01

    Full Text Available Peningkatan suhu musim kemarau yang relatif tinggi memicu peningkatan kontaminasi penyakit dan epifit di perairan Sumenep, sehingga mempengaruhi rata-rata pertumbuhan harian Kappaphycus alvarezii.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kontaminasi epifit, terhadap pertumbuhan K. alvarezii di perairan Sumenep.  Penelitian dilakukan menggunakan metode budidaya dalam rakit apung, thallus K. alvarezii yang terkontaminasi epifit diamati serta dihitung rata-rata pertumbuhan hariannya.  Hasil penelitian menunjukkan,kontaminasi epifitmenyebabkanrata-rata pertumbuhan harian K. alvareziimenurunhingga-0,07% sampai 0,92%, oleh karena itu K. alvareziiyang telah terkontaminasiharus segera dipanen.Kata Kunci: epifit, pertumbuhan, K. alvarezii

  15. PENGARUH BERBAGAI LUAS PERMUKAAN DAUN TANAMAN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata ‘Golden Hahnii’ TERHADAP PENURUNAN RADIASI KOMPUTER RUANG KERJA DI RS KIA SADEWA, YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Larasati

    2017-04-01

    Full Text Available Komputer yang banyak digunakan oleh masyarakat karena bermanfaat dalam menyelesaikan banyak pekerjaan, memiliki dampak negatif berupa radiasi jenis non pengion. Berdasarkan sur-vei pendahuluan, hasil pengukuran radiasi komputer di RS KIA Sadewa tidak melebihi baku mu-tu, tetapi apabila terpapar terus-menerus akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Lidah Mertua merupakan salah satu tanaman yang dapat mengurangi radiasi komputer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai luas permukaan daun jenis Sansevie-ria trifasciata ‘Golden Hahnii’ terhadap penurunan radiasi komputer. Ada tiga perlakuan yang di-gunakan, yaitu: Perlakuan A (510-570 cm2 luas daun, Perlakuan B (1020-1140 cm2 luas daun, dan Perlakuan C (1530-1710 cm2 luas daun. Penelitian ini bersifat quasi experiment dengan menggunakan desain pre-test post-test with control group. Ada 10 komputer dalam 10 ruangan berbeda yang diukur radiasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata penurunan radiasi setelah diletakkan Perlakuan A adalah sebesar 0.142 x 10-4 mT, Perlakuan B sebesar 0.277 x 10-4 mT dan Perlakuan C sebesar 0.351 x 10-4 mT. Hasil uji statistik menggunakan uji One Way Anova pada derajat kepercayaan 95 % menghasilkan p-value < 0,001 yang berarti perbedaan penurunan tersebut bermakna. Hasil uji lanjutan dengan LSD menyimpulkan bahwa Perlakuan C menghasilkan penurunan radiasi komputer yang paling tinggi.

  16. PENGARUH PERBAIKAN TANAH SALIN TERHADAP KARAKTER FISIOLOGIS Calopogonium mucunoides

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    F Kusmiyati

    2015-06-01

    Full Text Available Peralihan fungsi lahan pertanian menjadi wilayah pemukimam dan industri menyebabkan semakinberkurangnya lahan pertanian.Hal tersebut menyebabkan pengembangan pertanian perlu diarahkan padalahan-lahan marginal seperti tanah salin.Tanah salin adalah tanah yang mengandung garam terlarut netraldalam jumlah tertentu yang berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.Penelitian yangdilaksanakan bertujuan mengkaji pengaruh perbaikan tanah salin secara kimia dan biologi terhadap karakterfisiologis Calopogonium mucunoides. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3ulangan. Perbaikan tanah salin dilakukan melalui penambahan gipsum (P1, pupuk kandang (P2, abu sekampadi (P3, tanaman halofita (P4, gipsum dan pupuk kandang (P5, gipsum dan abu sekam padi (P6, gipsumdantanamanhalofita (P7, pupuk kandang dan abu sekam padi (P8, pupuk kandang dan tanaman halofita(P9, abusekam padi dan tanaman halofita (P10 dan tanpa penambahan sebagai kontrol (P0. Parameter yangdiamati adalah kandungan klorofil a, kandungan klorofil b, kandungan total klorofil, aktivitas nitrat reduktase,luas daun dan laju fotosintesis.Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut dengan ujiwilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan klorofil a, klorofil b, total klorofil, aktivitasnitrat reduktase dan laju fotosintesis calopo berbeda nyata (P<0,05 lebih tinggi pada perlakuan perbaikantanah salin dibandingkan kontrol. Kandungan klorofil a, klorofil b dan total klorofil calopo pada perlakuankombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi serta kombinasi gipsum dan pupuk kandang berbeda nyata(P<0,05 lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Aktivitas nitrat reduktase dan laju fotosintesis calopopada perlakuan kombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi serta perlakuan pupuk kandang berbeda nyata(P<0,05 lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Simpulan adalah perbaikan tanah salin dengan penambahankombinasi pupuk kandang dan abu

  17. KERAGAMAN PERTUMBUHAN BIBIT GEMPOL(Nauclea orientalis L. DARI BEBERAPA POHON INDUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurniawati Purwaka Putri

    2017-02-01

    Full Text Available Gempol (Nauclea orientalis L. is one of the fast growing species that potential to be developed in agroforestry system. These species used as wood production and also Jabon, which is the alternative for sengon wood. Gempol adapted growth at wet and drylands such as at riverbanks, rice fields and yards. The constrained of the development of community forests of gempol for high productivity is the availability of good quality seed sources. Seeds and seedlings are largely determined by the quality of the parent tree, hence the diversity of the mother plant will affect the seeds it produces. The purpose of this study was to determine the diversity of the growth of seedlings in the nursery gempol of 64 parent trees from Majalengka and Banten. The study design used was completely randomized design consisting of 64 trees parent gempol, with three replications and each replication consisted of six seedlings. The variables measured were the diameter and height of seedlings. The results showed that significantly affected the parent tree diameter and height of seedlings gempol. Growth in diameter is the best demonstrated by the parent tree 16 at 5.4 cm. The high growth (32.88 cm produced by seeds from the parent tree 10. Gempol (Nauclea orientalis L. merupakan salah satu tanaman cepat tumbuh yang potensial untuk dikembangkan dengan pola agroforestry.. Jenis tanaman ini dimanfaatkan khususnya masyarakat Jawa Barat sebagai pohon penghasil kayu pertukangan selain sengon dan jabon.Gempol mampu beradaptasi pada lahan basah maupun kering seperti di bantaran sungai, pematang sawah, tegalan dan pekarangan.  Pengembangan hutan rakyat gempol yang produktifitas tinggi terkendala ketersediaan sumber benih yang berkualitas. Benih dan bibit yang berkualitas sangat ditentukan oleh pohon induknya, oleh karena itu keragaman pada pohon induk akan berpengaruh terhadap bibit yang dihasilkannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaman pertumbuhan bibit gempol di

  18. PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii YANG TERKONTAMINASI EPIFIT DI PERAIRAN SUMENEP

    OpenAIRE

    Arisandi, Apri; Farid, Akhmad; Rokhmaniati, Sri

    2013-01-01

    Peningkatan suhu musim kemarau yang relatif tinggi memicu peningkatan kontaminasi penyakit dan epifit di perairan Sumenep, sehingga mempengaruhi rata-rata pertumbuhan harian Kappaphycus alvarezii.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kontaminasi epifit, terhadap pertumbuhan K. alvarezii di perairan Sumenep.  Penelitian dilakukan menggunakan metode budidaya dalam rakit apung, thallus K. alvarezii yang terkontaminasi epifit diamati serta dihitung rata-rata pertumbuhan hariannya.  H...

  19. PENGARUH BERBAGAI RASIO ENERGI PROTEIN PADA PAKAN ISO PROTEIN 30% TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mas Bayu Syamsunarno

    2011-04-01

    Full Text Available Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan rasio energi protein optimum yang menghasilkan pertumbuhan maksimum benih ikan patin (Pangasius hypophthalmus. Percobaan menggunakan 5 (lima pakan iso protein dengan rasio energi protein berbeda, yaitu: 8,5; 9,0; 9,5; 10,0; dan 10,5 kkal DE/g protein. Benih patin berukuran 1,84±0,02 g ditebar secara acak ke dalam 15 akuarium (50 cm x 40 cm x 35 cm dengan kepadatan 20 ekor per akuarium. Benih ikan patin tersebut diberi pakan uji dua kali sehari sekenyangnya (satiation selama 40 hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kandungan protein tubuh tertinggi dihasilkan oleh pakan dengan rasio energi protein 9,0 kkal DE/g protein, sedangkan lemak tubuh terendah dicapai oleh perlakuan 8,5 kkal DE/g protein. Namun, protein karkas adalah sama untuk perlakuan 8,5–9,5 kkal DE/g protein dan kandungan lemak karkas terendah dicapai oleh 8,5 kkal DE/g protein. Konsumsi pakan, retensi protein, dan pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh pakan dengan rasio energi protein 9,0 kkal DE/g protein (P0,05. Oleh karena itu, kandungan optimum rasio energi protein 9,0 kkal DE/g protein memberikan pertumbuhan tertinggi pada benih ikan patin

  20. Respon Enam Generasi Kentang (Solanum Tuberosum L.) Terhadap Pemberian Pyraclostrobin Di Dataran Medium

    OpenAIRE

    Setiawan, Hans Kurnia; Ainurrasyid, Ainurrasyid; Kuswanto, Kuswanto

    2016-01-01

    Kentang ialah salah satu tanaman yang dibudidayakan karena kaya akan karbohidrat, mineral dan vitamin. Pyraclostrobin merupakan fungisida sis-temik yang berbentuk emulsi yang dapat larut dalam air, yang berfungsi sebagai pemicu pertumbuhan dan hasil tanaman. Selain sebagai fungisida, Pyraclostrobin dapat digunakan sebagai tambahan unsur hara bagi tanaman karena Pyraclostrobin juga mengandung unsur nitrogen (N) dan klor (Cl) yang diperlukan tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji resp...

  1. Bacillus NP5 Improves Growth Performance and Resistance Against Infectious Myonecrosis Virus in White Shrimp (Litopenaeus vannamei (Bacillus NP5 Meningkatkan Pertumbuhan dan Ketahanan Terhadap Infeksi Virus Myonecrosis pada Udang Putih (L. vannamei

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widanarni Widanarni

    2015-07-01

    Full Text Available Infectious Myonecrosis (IMN merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang udang vaname. Probiotik banyak digunakan pada budidaya udang karena terbukti mampu mengurangi serangan penyakit pada udang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian probiotik Bacillus NP5 melalui pakan terhadap kinerja pertumbuhan, respons imun, dan resistensi udang vaname terhadap infeksi Infectious Myonecrosis Virus (IMNV. Udang vaname Litopenaeus vannamei (2.41±0.07 g ekor-1 diberi pakan yang disuplementasi probiotik Bacillus NP5 dengan dosis yang berbeda, 102 CFU.g-1 (A, 104 CFU.g-1 (B, 106 CFU.g-1 (C, dan kontrol tanpa suplementasi probiotik (kontrol negatif, KN; kontrol positif, KP selama 30 hari dan dengan tiga ulangan untuk masing-masing dosis, kemudian KP, perlakuan A, B, dan C diuji tantang secara intramuskular dengan IMNV (100 µl.ekor-1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa udang vaname yang diberi pakan dengan suplementasi probiotik mempunyai laju pertumbuhan harian (LPH, rasio konversi pakan (RKP, dan respons imun yang lebih tinggi. Udang tersebut juga mempunyai total hemocyte count (THC dan resistensi terhadap IMNV yang lebih tinggi dibandingkan kontrol positif. Konsentrasi probiotik 106 CFU.g-1 memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan, respon imun, dan resistensi udang vaname terhadap infeksi IMNV. Kata kunci: probiotik, Bacillus NP5, Litopenaeus vannamei, pertumbuhan, IMNV Infectious Myonecrosis (IMN is one of the most prevalent white shrimp diseases. Probiotics are widely used in shrimp cultivation because they have been proven to reduce shrimp disease outbreak. This study aimed to observe the effect of oraly administered probiotic Bacillus NP5 on the white shrimp's growth performance, immune response, and resistance to Infectious Myonecrosis Virus (IMNV infection. White shrimp Litopenaeus vannamei (2.41±0.07 g individual-1 were fed with a feed supplemented with different doses of the probiotic Bacillus NP5, i

  2. Pertumbuhan Setek Sambung Kina (Cinchona sp. Klon QRC Akibat Perbedaan Panjang Setek Batang Atas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Santoso

    2016-07-01

    Full Text Available Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi panjang setek terhadap  pertumbuhan setek sambung kina (Cinchona sp klon QRC telah dilaksanakan di kebun percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK Gambung, Kabupaten Bandung, dengan ketinggian kurang lebih 1300 meter di atas permukaan laut, jenis tanah Andisol, tipe iklim B menurut klasifikasi Schmidt dan Fergusson (1951 dengan curah hujan rata-rata antara 2000 - 3000 mm per tahun dan suhu rata-rata 13,5oC- 21,1oC.  Kelembaban relatif antara 68% sampai 97%. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan 5 perlakuan dan diulang lima kali. Jumlah tanaman per plot adalah 50 tanaman: perlakuan panjang setek terdiri dari  5 cm,  7 cm,  9 cm, 11 cm, dan 13 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Panjang setek sambung atas yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap persentase setek hidup, panjang setek, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar bibit kina di pembibitan. Penggunaan setek sambung dengan panjang 7 cm,  memberikan pengaruh yang paling baik terhadap pertumbuhan bibit sambung kina (Cinchona ledgeriana Moens di pembibitan yang ditunjukkan oleh persentase hidup, jumlah daun, tinggi bibit dan jumlah akar yang lebih tinggi dibanding perlakuan yang lain. The objective of this research was to evaluate the effect of variation in the length of cuttings on the growth of grafted cutting of cinchona (Cinchona  Sp. clone QRC. The research was conducted in Gambung Experimental Garden, Research Institute for Tea and Cinchona, Bandung at 1,300 m above sea level, Andisol soil type with type B of climate according to the classification of Schmidt and Fergusson (1951, average of rainfall between 2,000 mm – 3,000 mm per year, average temperature of 13,5oC – 21,1oC, and relative humidity of 68% – 97%. The research used randomized block design (RBD with five treatments and five replications. The treatment was length of cutting was consisted of 5, 7, 9, 11, and 13 cm. The

  3. Akselerasi Pertumbuhan Cendana (Santalum album dengan Aplikasi Unsur Hara Makro Ensensial pada Tiga Jenis Tanah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eny Faridah

    2014-01-01

    Full Text Available Cendana (Santalum album Linn. merupakan satu dari pilihan penting untuk digunakan dalam program rehabilitasi lahan-lahan kritis di Indonesia. Upaya untuk mempercepat tingkat pertumbuhannya menjadi sangat penting karena pertumbuhannya yang lambat mengganggu tingkat keberhasilan program rehabilitasi hutan. Mempertimbangkan permasalahan tersebut, studi ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan formulasi pendekatan untuk mempercepat pertumbuhan cendana melalui aplikasi unsur hara makro esensial yang dibutuhkan cendana pada tiga tipe tanah, dalam bentuk pupuk biologi seperti biofosfo dan biosulfo. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk: 1 Pengaruh jenis media tanah (Grumusol (Vertisol, Mediteran (Alfisol dan Regosol (Entisol terhadap pertumbuhan semai cendana, 2 Pengaruh jenis dan dosis pupuk (biosulfo, biofosfo, dan NPK terhadap pertumbuhan semai cendana, dan 3 Pengaruh jenis media tanah, jenis serta dosis pupuk terhadap ketersediaan hara pada tanah dan jaringan daun tanaman. Penelitian dilakukan di Lab. Silvikultur Intensif, Klebengan, Fakultas Kehutanan UGM dengan menggunakan anakan cendana umur enam bulan. Desain Rancangan Acak Lengkap (RAL digunakan dengan perlakuan berupa 3 tipe tanah (Grumusol (Vertisol, Mediterran (Alfisol dan Regosol (Entisol, 3 tipe pupuk (biosulfo, biofosfo, dan NPK, serta 5 dosis pupuk (0; 2,5; 5; 7,5 dan 10 g dengan 5 ulangan untuk setiap unit eksperimen. Parameter yang diukur meliputi tingkat pertumbuhan tanaman (pertumbuhan tinggi & diameter, panjang akar dan tingkat kandungan hara pada tanah dan jaringan daun tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Mediteran secara positif mempengaruhi semua parameter pertumbuhan diikuti oleh Regosol dan Grumusol, sementara aplikasi jenis dan dosis pupuk yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter pertumbuhan. Tanah Mediteran memiliki kandungan N dan K paling tinggi dibandingkan dengan jenis tanah Regosol dan Grumusol, sementara tanah

  4. PEMANFAATAN DAUN TANAMAN BERKAYU SEBAGAI PUPUK ORGANIK TANAMAN SAYURAN DAN JAGUNG - (UTILIZATION OF WOODY PLANT LEAVES AS ORGANIC FERTILIZER FOR VEGETABLES AND CORN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dody Priadi

    2017-12-01

    Full Text Available This study aimed to use woody plant leaves as organic fertilizer (compost and their effects on vegetables and corn. The compost was made from leaves of Samanea saman, Swietenia macrophylla, Nephelium lappaceum and cow dung (1:3, 2:2 and 3:1 using OrgaDec (0.5% w/w, Decomic (0.1% v/w and Dectro (0.1 v/w as bioactivator. The result showed that compost from Samanea saman leaves and cow dung (1:3 using Decomic (0.1% v/w met the organic fertilizer standard. The compost was applied to Ipomoea reptans, Capsicum annuum and Zea mays on a media from compost and latosol soil (1:3, 2:2 and 3:1 using Completely Randomized Design (CRD with 3 replications. The analyzed data using ANOVA showed no significant difference in the growth parameter of tested plants. The best media for Ipomoea reptans was the mixture of compost and latosol soil (3:1 meanwhile for Zea mays and Capsicum annuum were 1:3 and 2:2, respectively.Keywords: compost, compost application, organic fertilizer, woody plant leavesABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun tumbuhan berkayu menjadi pupuk organik (kompos serta pengaruhnya terhadap tanaman sayuran dan jagung. Kompos dibuat dari daun kihujan (Samanea saman, daun mahoni (Swietenia macrophylla daun rambutan (Nephelium lappaceum dan kotoran sapi (1:3, 2:2 dan 3:1 dengan penambahan bioaktivator OrgaDec (0,5% w/w, Decomic (0,1% v/w dan Dectro (0,1 v/w. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa kompos yang dibuat dari daun kihujan dan kotoran sapi (1:3 yang menggunakan bioaktivator Decomic (0,1% v/w adalah perlakuan yang paling sesuai dengan baku mutu pupuk organik berdasarkan Permentan No.70/Permentan/SR.140/10/2011. Kompos hasil penelitian diujicobakan kepada tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans, cabe keriting (Capsicum annuum dan jagung manis (Zea mays pada media campuran kompos dan tanah latosol (1:3, 2:2 dan 3:1 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 3 ulangan sedangkan data yang diperoleh diolah dengan ANOVA

  5. Pemanfaatan Tepung Daun Lamtoro (Laucaena Gluca) Yang Telah Difermentasikan Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nila Merah (Oreochromis Niloticus)

    OpenAIRE

    Restiningtyas, Rachma; Subandiyono, -; Pinandoyo, -

    2015-01-01

    Tepung daun lamtoro merupakan sumberdaya bahan baku yang potensial untuk bahan baku pakan ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Namun pemanfaatannya terkendala dengan adanya kandungan zat antinutrisi yang terkandung di dalam daun lamtoro seperti neutral detergent fiber (NDF), acid detergent fiber (ADF), defisiensi asam amino esensial dan kandungan mimosin. Hasil fermentasi diharapkan terjadi peningkatan terhadap kualitas bahan pakan yang akan digunakan campuran pakan ikan. Daya cerna ika...

  6. RESPON BIBIT SURIAN (Toona sinensis (Juss, M. Roem. TERHADAP INOKULASI BEBERAPA DOSIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA MEDIA TANAH ULTISOL YANG DICAMPUR PUPUK KOMPOS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Feby Zulya

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian tentang pertumbuhan bibit surian (Toona sinensis (Juss, M. Roem pada tanah ultisol yang dicampur pupuk kompos dengan penambahan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA telah dilakukan pada bulan November 2014 sampai April 2015 di Rumah Kaca dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit surian pada media tanah ultisol yang dicampur pupuk kompos dengan penambahan FMA. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuannya adalah tanpa inokulasi (hanya pupuk organik, 5 g inokulan per tanaman, 10 g inokulan per tanaman, 15 g inokulan per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit surian pada media tanah ultisol yang dicampur pupuk kompos dengan penambahan FMA memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan diameter batang.Abstract Study on the seedling growth of surian inoculated with some doses of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF on ultisol mixed compost has been conducted from November 2014 until February 2015 in the Greenhouse and Plant Physiology Laboratory, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Andalas University, Padang. The aim of this study was to find the growth of surian seedling that inoculated with some dosages of AMF on ultisol mixed compost. The study used a Completely Randomized Design with four treatments and six replications. The treatments were done without inoculation, 5 g inoculants/ plant, 10 g inoculants/ plant, 15 g inoculants/ plant. Result of this study indicated that AMF given on ultisol soil gave significant effect on increasing stem diameter of surian seedlings.

  7. Perbedaan Daya Hambat Ekstrak Daun Sirih Hijau ( Piper betle L. dan Daun Sirih Merah ( Piper crocatum Ruiz & Pav terhadap Pertumbuhan Escherichia coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tristika Aulia Syahrinastiti

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakSirih hijau (Piper betle L. dan sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav dipercaya memiliki khasiat mencegah penyakit infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh Escherichia coli. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan perbedaan daya hambat ekstrak daun sirih hijaudan daun sirih merah terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain post test only control group. Penelitian dilakukan di laboratorium mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Hasil penelitian adalah: 1. Efek daya hambat ekstrak daun sirih merah pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%, yaitu 0,6cm, 1,1cm, 1,2cm, dan 1,2cm; 2. Ekstrak daun sirih hijau tidak memiliki efek daya hambat pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Kesimpulan eksperimen ini adalah ekstrak daun sirih merah memiliki efek daya hambat lebih baik daripada ekstrak daun sirih hijau.Kata kunci: ekstrak daun sirih hijau, ekstrak daun sirih merah, escherichia coli, daerah bebas hambat AbstractGreen betel (Piper betle L. and red betel (Piper crocatum Ruiz & Pav are trusted of possessing an efficacy of preventing urinary tract infection caused by Eschericia coli. The objective of this study was to explain the difference of inhibition zones between the green betel and the red betel towards the growth of Eschericia coli. The type of this research was experimental study with post test only control group design. This research was carried out in Microbiology Laboratory, Faculty of Medicine Andalas University.The results of this research were: 1.The inhibition zones of red betel extract in concentration of 2.5%, 5%, 7.5%, and 10% were 0.6 cm, 1.1 cm, 1.2 cm, and 1.2 cm; 2. The extract of green betel had none of inhibition zones in concentration of of 2.5%, 5%, 7.5%, and 10%. In conclusion, the red betel extract has better inhibition zones than the green betel extrac.Keywords: green betel extract, red betel extract, eschericia coli, inhibition zone

  8. Pengayaan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tkks) dengan Spent Earth terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.)Merril) di Lahan Gambut

    OpenAIRE

    Adwa, Tengku Yulia Ispi; ', Nelvia

    2014-01-01

    This research aims to study the effect composting of oil palm empty fruit bunches enriched spent earth to the growth and yield of soybean. This research conducted on peat soil at Kualu Nenas village, Tambang sub-district, Kampar Regency starts from March to June 2013. The material used was soybean variety Grobogan, empty fruit bunches of oil palm (EFBOP) compost and spent earth (spent earth is a byproduct of vegetable oil processing). Research carried out experimentally using complete randomi...

  9. Pengaruh Pemberian Urea, Tsp, Kcl Dan Pupuk Organik Cair (Poc) Kulit Pisang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum Annum L.)

    OpenAIRE

    adrian, Edo; Yetti, Husna

    2017-01-01

    This research to determine the interaction of inorganic fertilizer (Urea, TSP, KCl)and banana peelliquid organic fertilizer (POC) to find the best results on the growth and yield of red pepper (Capsicum annuum L.).This study was conducted for four months (March-June, 2016), the Experimental Station, Faculty of Agriculture, University of Riau Pekanbaru,using a completely randomized design (CRD) factorial,consists of two factors and three replications.The results were analyzed by analysis of va...

  10. Pengaruh Jenis Dan Waktu Pemberian Bokashi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays L. Saccharata Sturt) Varietas Super Sweet

    OpenAIRE

    Setiani, Wike

    2014-01-01

    Effect of Type and Bokashi Application Time on the Growth and Yield of Sweet Corn (Zea mays L. saccharata Sturt), Super Sweet variety. Objectives of the research were to know the effect of Bokashi types and application time as well as their interactions on the growth and yield of sweet maize. The research lasted for about four months, started from February 2013 to May 2013, carried out in Dempar Village, Nyuatan Sub-District of West Kutai District, East Kalimantan Province. The research em...

  11. EFIKASI DOSIS PUPUK TEPUNG TULANG (TULAG SAPI DAN TULANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SORGHUM (Sorghum bicolor, (L MOENCH PADA TANAH PMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Utami Lestari

    2015-02-01

    Full Text Available ABSTRACT                  Sorghum has the advantage on agroecology broad adaptability, resistant to drought, higher production, and greater resistance to pests and diseases than other food crops. In addition to food substitution of sorghum utilization can also be used as a raw material source of alternative energy, namely as a fertilizer industry bioethanol.Dengan the bones of calcium and magnesium in the soil can be supplied and is also expected to increase the soil pH.                The purpose of this study was to determine the effect and get a good dose of fertilizer tlang on the growth of sorghum.                Research conducted an experiment with completely randomized design consisting of 4 levels treatments and 3 replications. S0 = Without treatment (control, S1 = Giving bone meal 5 g / plant, S2 = Giving bone flour 10 gr / plant, S3 = Giving bone flour 15 gr / plant. Data were analyzed using analysis of variance if F count ≥ F tables at the level of 5%, then followed by a further test Duncans.                The results Award bone meal no real effect on all parameters of plant growth (plant height, leaf width and leaf length, results showed an increasing trend of numerical results with increasing dose given bone meal.

  12. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L. terhadap Cekaman Kekeringan di Lahan Pasir Pantai pada Tahun Pertama Siklus Produksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Made Arya Parwata

    2014-07-01

    Full Text Available ABSTRACTDevelopment of Jatropha, an important tropical biofuel crop, to coastal sandy soil is an urgent situation due to more limited of fossil fuel in one side, and high potency of coastal sandy land that has not been utilized yet. Tolerant and sensitive genotypes of Jatropha were treated with drought stress using watering interval, and their responds on the vegetative growth and yield were studied in this reasearch. Drought stress significantly decreased all vegetative growth parameters observed, except the number of branch. Different jatropha genotypes had different number of branch, number of leaf, root surface area, total of root length, root diameter, plant dry weight, shoot root ratio and light absorption. IP-1A genotype had the highest yield, i.e 33.54 g of dry seed plant-1 (equal to 0.15 ton ha-1, in the first year.Keywords: biofuel, sand, watering

  13. Perbandingan Efektivitas Daya Hambat Kotrimoksazol Generik dan Paten terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli sebagai Penyebab Infeksi Saluran Kemih secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puti Anggun Sari

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi saluran kemih merupakan salah satu infeksi yang sering ditemukan setelah infeksi saluran napas. Penyebab terbanyak infeksi saluran kemih adalah Escherichia coli. Kotrimoksazol merupakan kombinasi dari dua obat yaitu trimetoprim dan sulfametoksazol serta salah satu contoh antibiotik yang merupakan first-line therapy untuk infeksi saluran kemih. Kotrimoksazol terbagi menjadi dua jenis obat yaitu obat generik dan paten. Akan tetapi, belakangan ini penggunaan obat generik mulai menurun di masyarakat dan masyarakat cenderung meragukan kualitasnya. Padahal masyarakat yang akan diuntungkan jika mengetahui mutu obat generik tidak kalah dengan obat paten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas daya hambat kotrimoksazol generik dan paten terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli sebagai penyebab infeksi saluran kemih secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian analitik eksperimental dengan desain cross-sectional study. Penelitian ini menggunakan 19 sampel isolat bakteri dari pasien infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh Escherichia coli di RSUP Dr. M. Djamil yang ditentukan rumus minimal adequate sample size menggunakan metode difusi cakram dan dilihat perbandingan antara zona bebas kuman yang dibentuk oleh obat generik dan paten tersebut. Data yang diperoleh akan diolah secara statistik dengan uji hipotesis t-independent test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 17 sampel tidak didapatkan zona bebas kuman baik pada kotrimoksazol generik atau paten. Sedangkan pada 2 sampel lainnya didapatkan zona bebas kuman pada kedua obat kotrimoksazol generik dan paten. Setelah dilakukan analisis statistik menggunakan SPSS dengan uji t-independent test didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara sensitivitas bakteri Escherichia coli penyebab infeksi saluran kemih terhadap kotrimoksazol generik dan paten. Sedangkan resistensi yang terjadi pada 17 sampel lain diduga disebabkan penggunaan

  14. POMPA AIR BERTENAGA HIBRID UNTUK IRIGASI TANAMAN BUAH NAGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danar Susilo Wijayanto

    2016-12-01

    Full Text Available Pemanfaatan angin dan radiasi matahari sebagai sumber energi bisa mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar fosil, mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang, dan mendukung konservasi sumber daya alam. Pengabdian ini menerapkan penggunaan sumber energi terbarukan untuk pompa air yang digunakan sebagai sumber irigasi tanaman buah dan sayuran pada pertanian organik di Balai Percontohan Pertanian (BPP Ngasinan, Kelurahan Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Teknologi hibrid menggabungkan turbin tenaga angin dan sel surya untuk memberikan pasokan listrik kepada pompa yang mengangkat air dengan Total Dynamic Head (TDH 12 meter. Sistem hibrid turbin angin dan solar sel mampu menghidupkan pompa air, sehingga pompa bisa mengalirkan air dari sumur ke tandon air. Sistem irigasi tetes dari tandon ke tanaman buah naga menyebabkan tanaman selalu lembab, sehingga mengurangi resiko kekeringan dan penyakit tanaman.

  15. DAYA HAMBAT JUS KULIT APEL MANALAGI (Malus sylvestris Mill. TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli PENYEBAB MASTITIS PADA SAPI PERAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puguh Surjowardojo

    2016-08-01

    Full Text Available Apel Manalagi (Malus sylvestris Mill. sering dikonsumsi baik secara segar maupun diolah menjadi keripik apel. Pengolahan ini menghasilkan limbah berupa kulit. Kandungan kulit apel Manalagi berupa saponin, flavonoid, tannin, polifenol dan katekin yang dapat berperan sebagai antibakteri, kandungan ini dapat dimanfaatkan sebagai pengganti larutan teat dipping iodip untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli penyebab mastitis pada sapi perah. Tujuan penelitian ini untuk menentukan apakah jus kulit apel Manalagi dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli penyebab mastitis pada sapi perah serta untuk mengetahui konsentrasi yang lebih baik untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcusaureus dan Escerichia coli. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium dengan cara diffusi sumurandengan analisis yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan juskulit apel Manalagi dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30% dapat menghambat pertumbuhan bakteristaphylococcus aureus dan Escherichia coli secara signifikan (P<0,01 dengan hasil terbaik terhadapbakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan konsentrasi 30% sedangkan untuk bakteriEscherichia coli menggunakan konsentrasi 10%. Namun, penggunaan jus kulit apel Manalagi belumdapat mengimbangi iodip dalam menghambat bakteri Escherichia coli. Kesimpulan dari penelitian iniadalah jus kulit apel Manalagi dapat digunakan untuk larutan antiseptik alami untuk teat dipping padasapi perah. Kata kunci: Staphylococcus aureus, Eschericia coli, zona hambat bakteri, mastitis.

  16. Daya hambat xylitol dan nistation terhadap pertumbuhan Candida albicans (in vitro (Inhibition effect of xylitol and nistatin combination on Candida albicans growth (in vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarah Kartimah Djajusman

    2014-09-01

    Full Text Available Background: The growth of Candida albicans can be controlled by using antifungal such as nystatin. These days we found that using antifungal is not enough to control Candida albicans, we also have to control the intake of sugar by using xylitol. Purpose: Purpose of the study was to determine the optimal inhibitory concentration of xylitol-nystatin in the Candida albicans growth. Methods: This was an in-vitro study using an antimicrobial test of serial dilution with xylitol-nystatin and sucrose–nystatin consentration of 1%, 3%, 5%, 7%, 9%, and 10%.Growth inhibition of C. albicans was determined by the inhibition zone of xylitol + nystatin on C. albicans culture media (in vitro Results: The result of study was the inhibitory consentration of xylitol-nystatin to inhibit Candida albicans growth was 3%-10%. Conclusion: The study showed that combination of xylitol and nystation could inhibit the growth of Candida albicans.Latar belakang: Pertumbuhan Candida albicans dapat dikontrol dengan menggunakan antijamur seperti nistatin. Penggunakan antijamur saja tidak cukup untuk mengontrol Candida albicans, namun perlu pula mengontrol asupan gula dengan menggunakan xylitol. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi hambat optimal xylitol-nistatin dalam pertumbuhan Candida albicans. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian in vitro menggunakan uji antimikroba pengenceran serial dengan xylitol-nistatin dan nystatin-sukrosa konsentrasi 1%, 3 %, 5 %, 7%, 9%, dan 10%. Daya hambat pertumbuhan C. albicans diukur dari zona hambat xylitol + nistatin pada media kultur C. albicans (in vitro Hasil: Konsentrasi penghambatan xylitol-nistatin untuk menghambat pertumbuhan Candida albicans adalah 3-10%. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi xylitol dan nystation bisa menghambat pertumbuhan Candida albicans.

  17. SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT DAN HAMA PADA TANAMAN PEPAYA CALIFORNIA DI DUSUN KETHITANG-RAWALO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afit Nadhar Pratitis

    2010-02-01

    Full Text Available Terbatasnya jumlah pakar membuat proses penyuluhan terhadap petani khususnya petani pepaya dalam pengendalian penyakit dan hama tidak maksimal, sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang dapat di jadikan alternatif berkonsultasi bagi para petani. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang dan membangun sistem pakar diagnosa penyakit dan hama tanaman pepaya california yang dapat dijadikan pendamping bagi pakar tanaman pepaya california. Batasan masalah dari penelitian diantaranya hanya meneliti tanaman pepaya california, metode inferensi forward chaining, representasi pengetahuan menggunakan kaidah produksi, diterapkan pada sistem berbasis web. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah waterfall. Hasil dari penelitian ini telah berhasil dibuat aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit dan hama pada tanaman pepaya california menggunakan Adobe Dreamweaver CS5 dan XAMPP-Win32-1.7.7. Dengan adanya sistem pakar diagnosa penyakit dan hama pada tanaman pepaya california dapat menjadi media alternatif konsultasi para petani pepaya california, serta sistem pakar ini dapat dijadikan pendamping untuk pakar dalam memberikan ilmu pengetahuannya.

  18. Pembuatan Pewarna Biru Dari Tanaman Indigofera tinctoria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kun Lestari

    2016-04-01

    Full Text Available Tanaman Indigofera yang terdapat di beberapa daerah di persada nusantara (Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera dll menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai potensi SDA yang melimpah yang dikaitkan dengan perbendaharaan sumber pewarna alami. Sementara itu telah dilakukan percobaan pengambilan zat warna indigo dari daun dan ranting tanaman liar Indigofera tinctoria secara fermentasi dingin. Dalam daun dan ranting tanaman Indigofera terdapat zat warna alam yang mengandung senyawa indigoida dengan struktur >N-H dan kromofor gugus carbonyl (>C == 0.Daun dan ranting tanaman Indigo/era segar direndam dalam air dengan perbandingan 1: 5. Ekstrak larutan dibuat suasana alkalis dengan penambahan kapur untuk mengendapkan indigo.Dari hasil percobaan ternyata bahwa kondisi optimum pembuatan pasta indigo dari daun segar tanaman Indigofera tinctoria adalah pada penggunaan kapur/alkali 30 g/kg daun, dengan waktu fermentasi antara 24 - 48 jam (24 jamterhadap pencucian, gosokan, keringat asam dan sinar matahari yang menghasilkan ni/ai baik (4 - 5.Tanaman Indigofera yang terdapat di beberapa daerah di persada nusantara (Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera dll menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai potensi SDA yang melimpah yang dikaitkan dengan perbendaharaan sumber pewarna alami. Sementara itu telah dilakukan percobaan pengambilan zat warna indigo dari daun dan ranting tanaman liar Indigofera tinctoria secara fermentasi dingin. Dalam daun dan

  19. Pemanfaatan Limbah Tanaman Rambutan Sebagai Pupuk dan Sirup Di Kelurahan Ngadirgo Mijen Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Anas Dzakiy,

    2014-05-01

    Program IbM meliputi brainstorming enterpreneurship dan strategi mengoptimalisasi potensi daerah khususnya tanaman rambutan; pengenalan tentang rambutan dan alternatif pemanfaatannya; pengenalan tentang variasi pupuk dan dampak pupuk kimia terhadap lingkungan; pelatihan pembuatan sirup rambutan; serta pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar limbah tanaman rambutan dengan aktivator MOL (Mikro Organisme Lokal. Hasil yang dicapai adalah terbukanya wacana tentang strategi peningkatan taraf hidup masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal tanaman rambutan sebagai produk sirup dan pupuk organik cair yang lebih murah dan ramah lingkungan Kata kunci : Rambutan, Enterpreneurship, Pupuk Organik Cair, Sirup

  20. POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA NESS. DAN KUNYIT (CURCUMA LONGA LINN. SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Putu Happy Sandha

    2015-01-01

    Full Text Available Penggunaan tanaman tradisional sebagai obat telah banyak dikembangkan sebagai solusi pada kasus resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antimikroba dari ekstrak sambiloto, kunyit serta kombinasinya terhadap pertumbuhan bakteri gram negatif Esherichia coli. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni yang dilakukan secara in-vitro. Ekstrak sampel kunyit dan sambiloto diperoleh dari proses ekstraksi menggunakan methanol 95%. Aktivitas antimikroba dinilai dari diameter zona hambat yang terbentuk pada bakteri E. coli dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa kombinasi ekstrak sambiloto dan kunyit memiliki potensi antimikroba yang bermakna terhadap bakteri E. coli dengan zona hambat sebesar 27,33 mm (p=0,002 pada konsentrasi 15 µg/ml. Ekstrak kunyit tunggal memiliki potensi antimikroba terhadap E. coli pada konsentrasi 15 µg/ml dengan zona hambat 28,67 mm (p=0,004. Ekstrak sambiloto tunggal tidak memiliki potensi antimikroba untuk E. coli. Simpulan penelitian ini yaitu penggunaan kunyit sebagai antimikroba tunggal memiliki potensi yang lebih baik dibandingkan kombinasi ekstrak, sehingga tidak perlu dikombinasi dengan sambiloto.    

  1. Uji Efektifitas Beberapa Konsentrasi Larutan Daun Kirinyuh (Choromolaena odorata (L. King & Robinson Terhadap Ulat Tritip (Plutella xylostella L Pada Tanaman Kubis (Brassica oleraceae var. capitata Di Laboratorium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firdaus Firdaus

    2016-12-01

    Full Text Available Ulat tritip, Plutella xylostella, merupakan hama cosmopolitan yang memiliki kecendrungan tinggi untuk resisten terhadap insektisida konvensional.  Oleh karenanya perlu terus dikaji bahan alternative yang berpotensi insektisidal untuk hama ini.  Kirinyuh, Chromolaena odorata, merupakan gulma invasive yang memiliki kandungan senyawa dengan  potensi insektisidal.   Penelitian ini  telah dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Jalan Kaharudin Nasution, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru KM 11; dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi konsentrasi filtrate daun kirinyuh dengan dua cara aplikasi (metoda tetes/topical dan metoda celup daun/pakan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap ( RAL faktorial, dimana faktor pertama adalah berbagai tingkat konsentrasi larutan daun kirinyuh ( D terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu : kontrol, 150 gr/liter air, 300 gr/liter air, 450 gr/liter air dan 600 gr/liter air dan faktor kedua adalah cara aplikasi ( A yang terdiri dari 2 taraf perlakuan dimana  cara pertama yaitu larutan yang ditetesi secara topikal ketubuh larva dan bahan makan larva yang dicelupkan kedalam larutan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah : persentase mortalitas larva Plutella xylostella, persentase larva menjadi pupa, persentase pupa menjadi imago dan dampak perlakuan terhadap progeni.Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian berbagai tingkat konsentrasi filtrat kirinyuh dan cara aplikasi larutan daun kirinyuh secara interaksi berpengaruh secara nyata terhadap parameter pengamatan persentase mortalitas larva, persentase larva menjadi pupa, dan persentase pupa menjadi imago. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu pada konsentrasi tertinggi yang di uji 600 g bahan per liter air dan metode celup daun.  Sedangkan perlakuan utama tingkat konsentrasi larutan kirinyuh berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Pengaruh

  2. ALGORITMA ESTIMASI KANDUNGAN KLOROFIL TANAMAN PADI DENGAN DATA AIRBORNE HYPERSPECTRAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdi Sukmono

    2015-02-01

    Full Text Available Klorofil merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis. Tanaman sehat yang mampu tumbuh maksimum umumnya  memiliki jumlah klorofil yang lebih besar daripada tanaman yang tidak sehat. Dalam Estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan airborne hyperspectral dibutuhkan algoritma khusus untuk mendaaptkan akurasi yang baik. Objek dari penelitian ini mengembangkan reflektan in situ menjadi model algoritma   estimasi kandungan klorofil tanaman padi untuk airborne hyperspectral.  Dalam penelitian ini beberapa indeks vegetasi seperti normalized difference vegetation index (NDVI, modified simple ratio (MSR  , modified/transformed chlorophyll absorption ratio index (MCARI, TCARI dan bentuk integrasi (MCARI/OSAVI and TCARI/OSAVI digunakan untuk membentuk model estimasi dengan metode regresi linear. Selain itu juga digunakan  Blue/Green/Yellow/Red Edge Absorption Clhorophyll Index. Dari proses regresi di dapatkan tiga ground model yang mempunyai korelasi kuat (R2≥0.5 terhadap klorofil tanaman padi. Ketiga model tersebut yaitu MSR (705,750 dengan R2 sebesar 0.51, TCARI/OSAVI (705, 750 dengan R2 sebesar 0.52 dan REACL 2 dengan R2 sebesar 0.57. Dari ketiga tersebut dipilih groun model terbaik REACL 2 untuk di upscalling ke model algoritma airborne hyperspectral.  Pembentukan algoritma dengan data airborne hyperspectral sensor Hymap dan REACL 2 menghasilkan model algoritma ( Klorofil (SPAD unit = 3.031((B22-B18/(B18-B13 + 31.596 dengan R2 sebesar 0.78

  3. PENGARUH 2,4-D TERHADAP HIPOKOTIL DAN KOTILEDON KEDELAI VARIETAS SLAMET YANG DITUMBUHKAN SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Budisantoso

    2015-02-01

    Full Text Available Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh 2,4-D terhadap pertumbuhan dan perkembangan hipokotil dan kotiledon kedelai varietas Slamet dalam kultur in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL, perlakuan yang dicobakan adalah larutan 2,4-D yang terdiri dari 4 level konsentrasi yaitu 0 mg/L; 20 mg/L; 40 mg/L dan 60 mg/L dan masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Parameter perkembangan eksplant yang diamati meliputi prosentase pertumbuhan melalui pembentukan kalus maupun proses embriogenesis, waktu tumbuh kalus, berat basah kalus dan jenis kalus yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplant hipokotil maupun kotiledon kedelai varietas Slamet yang ditumbuhkan dalam media MS dengan perlakuan 2,4-D 20-60 mg/L tidak menghasilkan kalus maupun tanaman melalui proses embriogenesis, eksplant berwarna coklat dan mati. Setelah perlakuan konsentrasi hormon diubah menjadi 0, 5, 10 dan 15 mg/L, kalus tumbuh pada eksplant hipokotil dengan perlakuan 2,4-D 5 mg/L, sedangkan eksplant kotiledon kalus tumbuh pada media dengan perlakuan 2,4-D 15 µM.

  4. Optimasi Dosis Pupuk Dolomit pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq. Belum Menghasilkan Umur Satu Tahun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sudradjat

    2015-09-01

    Full Text Available Kelapa sawit merupakan komoditi perkebunan utama karena sebagai sumber devisa negara dan menyediakan lapangan kerja. Indonesia adalah negara produsen terbesar kelapa sawit di dunia dengan luas areal mencapai 10.1 juta hektar. Peningkatan produktivitas dicapai dengan intensifikasi antara lain dengan melakukan rasionalisasi pemupkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum pupuk dolomit pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan umur satu tahun. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit IPB-Cargill, Jonggol, Bogor dari bulan Maret 2013 sampai Maret 2014. Rancangan yang digunakan adalah Faktorial Tunggal,  dosis pupuk dolomit,  yang disusun dalam lingkungan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Dosis pupuk dolomit yang diuji  terdiri atas 0, 200, 400, dan 600 g tanaman-1 tahun-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk dolomit meningkatkan secara nyata terhadap peubah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan kandungan khlorofil daun, namun tidak berpengaruh terhadap kandungan Mg dalam jaringan daun. Berdasarkan tanggap peubah tinggi tanaman, dosis optimum pupuk dolomit untuk tanaman kelapa sawit pada umur satu tahun adalah 306.4 g dolomit tanaman-1tahun -1. Kata kunci: dolomit, dosis optimum, kelapa sawit, respons fisiologi, respons morfologi.

  5. DAMPAK PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI Acacia crassicarpa DI LAHAN GAMBUT TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN DAN LAJU PENURUNAN PERMUKAAN TANAH (The Impact of Development of Industrial Plantation Forest Acacia crassicarpa in Peatland Towards the Maturity

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Lisnawati

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pembangunan hutan tanaman di lahan gambut tidak terlepas dari sorotan isu negatif lingkungan terkait dengan penurunan kedalaman muka air tanah, sehingga terjadi perubahan ekosistem asli. Kegiatan reklamasi lahan untuk HTI Acacia crassicarpa dalam jangka panjang disinyalir akan menimbulkan dampak negatif terhadap perubahan karakteristik tanah gambutnya seperti tingkat kematangan dan laju penurunan permukaan tanah gambut (subsiden. Kajian mengenai dampak pembangunan HTI di lahan gambut terhadap tingkat kematangan dan laju subsiden perlu dilakukan untuk memberikan informasi mengenai kondisi exsisting daya dukung lahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan gambut baik secara vertikal (berdasarkan kedalaman gambut maupun secara horizontal (berdasarkan jarak dari bibir kanal dan mengetahui laju subsiden sebagai dampak dari reklamasi lahan gambut menjadi HTI A. crassicarpa. Penelitian dilakukan di PT AA, Distrik Rasau Kuning, Kabupaten Siak, Riau. Plot penelitian ditempatkan dalam satu transek sepanjang 100 m yang dibuat tegak lurus dengan kanal tersier, terdapat 12 plot dan dalam satu transek terdapat 3 titik pengamatan sehingga total titik pengamatan adalah 36 titik. Parameter yang diamati adalah dinamika kedalaman muka air tanah, nilai kadar serat tanah gambut dan laju subsiden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak perubahan kedalaman muka air tanah gambut di lokasi penelitian hanya mempengaruhi tingkat kematangan gambut pada kedalaman kurang dari 2 m, sedangkan jarak kanal tersier sebesar 125 m tidak berpengaruh secara nyata terhadap tingkat kematangan gambut. Pada kedalaman kurang dari 2 m tingkat kematangan gambut lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan di bawahnya. Pembangunan HTI A. crassicarpa di lokasi penelitian menyebabkan laju subsiden sebesar rata-rata 5,5 cm/tahun.  ABSTRACT The establishment of forest on peat areas is insepatable from the glare of the negative environmental issues associated

  6. AKTIVITAS ANTIFUNGI FRAKSI ETILASETAT AKAR SINGAWALANG (PETIVERIA ALLIACEA L. TERHADAP ASPERGILLUS NIGER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niken Indriyanti

    2015-06-01

    Full Text Available Aspergillus niger is a mold that can infect respiratory tract in certain condition. Azoles are used to solve this infection. Drug development on antifungal drugs still continued, one of the resorce is from plant. A plant that widely studied as antifungi is singawalang (Petiveria alliacea L.. Activity of ethanol extract and fraction of singawalang roots on Aspergillus niger tested by microdilution broth method appropriate to Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI standard. Microdilution test results showed that Singawalang roots extract has antifungal activity against Aspergillus niger with Minimum Inhibition Concentration (MIC 32 μg/mL and Minimum Fungicidal Concentration (MFC 1048 μg/mL. Fraction that has high activity against Aspergillus niger was ethylacetate fraction of Singawalang roots with MIC 128 µg/ml dan MFC 512 μg/mL. The higher activity of the extract than the fraction was predicted as the impact of multiple compounds that have synergic activity. The growth profile of Aspergillus niger showed unconstant result and tends to descend. However, further research needed to ensure this effect.   Keywords:    antifungal, microdilution, singawalang (Petiveria alliacea L., Aspergillus niger      ABSTRAK   Aspergillus niger merupakan kapang penginfeksi saluran pernafasan pada kondisi tertentu. Obat-obat golongan azol biasa digunakan untuk mengatasi infeksi ini. Pengembangan obat antifungi saat ini terus dilakukan, termasuk dari tanaman. Salah satu tanaman yang telah banyak diteliti memiliki efek antifungi adalah tanaman singawalang (Petiveria alliacea L.. Pengujian dilakukan dengan Broth Microdilution sesuai standar Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI. Ekstrak akar singawalang menghambat pertumbuhan Aspergillus niger dan memiliki KHM 32 ppm dan KFM 1048 ppm. Hasil dan Fraksi Ekstrak Akar Singawalang Terhadap Aspergillus niger pada fraksi etilasetat ekstrak etanol akar singawalang adalah Konsentrasi Hambat

  7. PENGARUH PEMBERIAN TUMBUHAN AIR PADA AIR LIMBAH RUMAH TANGGA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy SEBAGAI INFORMASI BAGI MASYARAKAT TENTANG PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN DAUR ULANG LIMBAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafzon Exaputra

    2016-05-01

    Full Text Available Utilization fern (Azolla pinnata and water hyacinth (Eichhornia crassipes in addition to preserving the environment also produces elements that are needed for the growth of living things. Household wastewater by plants Azolla pinnata and hyacinth will return sustainability, and can be used as a maintenance gourami (Osphronemus gouramy.        The purpose of this research are: (1 to determine the effect of aquatic plants in domestic wastewater to the quality of the water quality standard household waste and growth of carp (Osphronemus gouramy. (2 to find out which one is better growth of carp (Osphronemus gouramy in household waste water between the new and old by fern (Azolla pinnata and by plants hyacinth (Eichhornia crassipes. (3 as a source of information for the public about environmental pollution and recycling of waste water by using plants in domestic wastewater.        This type of research experiments. Samples of each treatment 20 fish carp with 4 treatments. Treatment I (wastewater new households by ferns, treatment of II (wastewater new households by plants hyacinth, Treatment III (domestic wastewater long by ferns, treatment IV (household wastewater long by water hyacinth plants. The measured parameters ie width, length and weight of carp within a certain period. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA two lanes and qualitative analysis.        The results obtained by analysis of existing water plants on the effect of domestic wastewater on growth of carp (Osphronemus gouramy, as well as the provision of fern (Azolla pinnata provides the most good influence on the growth of carp. Kata Kunci: Tumbuhan air, air limbah rumah tangga, pertumbuhan ikan gurami.

  8. PENGARUH KONSENTRASI ANTIMIKROORGANISME, MEDIA FERMENTASI, DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP PERTUMBUHAN Absidia corymbifera (Cohn Sacc. & Trotter DARI JAMUR ENDOFIT Fusarium nivale (Fr. Ces.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suciatmih Suciatmih

    2012-12-01

    Full Text Available Fusarium nivale (Fr. Ces., an endophytic fungi from Dendrobium crumenatum Sw. (pigeon orchidshowed an antimicroorganism activity against Absidia corymbifera (Cohn Sacc. & Trotter, causing of human zygomycosis. The aim of this study is to find out the effect of concentration of antimicroorganism agent, fermentation medium, and incubation time to control A. corymbifera by F. nivale; and to make curve of F. nivale growth and curve of its antimicrobial production. Five different concentrations of antimicroorganism agent (0, 75, 150, 225, and 300 ul, four different fermentation media (PotatoDextrose Yeast, Tauge Extract Broth , Kedelai Extract Broth , and Jagung Extract Broth, and eight different incubation times (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, and 7 days were chosen for this experiment. Parameters of the study were change of filtrate pH, dry weight of mycelial cell of F. nivale, and percentage inhibition of mycelial growth of A. corymbifera. The results indicated that antimicroorganism agent concentration of 150 ul applied and potato dextrose yeast medium were the most effective to inhibit A.corymbifera. The antimicroorganism agent was produced during growth of the fungi. The production of antimicroorganism agent coinced with the decrease in pH from 6.0 to 4.81; and the increase in pH from4,81 to 7.24-8.01. A optimum activity of antimicroorganism agent (31,23 during growth of fungi occurred on the 2th day of incubation. Keywords: A. corymbifera; aktivitas antimikroorganisme; F. nivale; persentase hambatan pertumbuhan miselium A. corymbifera

  9. Deteksi Pengimbasan Ketahanan Pisang terhadap Penyakit Layu Fusarium dengan Asam Fusarat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christanti Sumardiyono

    2015-07-01

    tilosis yaitu pertumbuhan sel dalam jaringan xilem. Pengimbasan ketahanan diharapkan dapat menjadi salah satu cara pengendalian penyakit layu fusarium. Penelitian sebelumnya menunjukkan penambahan asam fusarat dalam kultur jaringan dapat mengimbas ketahanan bibit pisang terhadap penyakit layu fusarium. Asam salisilat adalah salah satu signal ketahanan yang akan meningkat kandungannya bila terjadi peningkatan ketahanan akibat pengimbasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi hasil pengimbasan ketahanan pisang dengan asam fusarat dalam kultur jaringan. Tanaman telah ditanam di lapangan yang terinfeksi berat oleh Foc. Intensitas penyakit di lapang diamati dengan menghitung persentase daun menguning dan atau layu. Intensitas kerusakan akar diamati dengan pembuatan irisan tipis dan pengamatan tilosis dengan cara skoring. Analisis asam salisilat dalam akar dilakukan dengan metode analisis senyawa fenol menggunakan HPLC. Hasil penelitian tanaman dari bibit yang diimbas dengan 1,165 ppm asam fusarat dalam kultur jaringan menunjukkan peningkatan ketahanan di lapang. Intensitas tilosis lebih rendah pada tanaman yang diimbas ketahanannya dibandingkan yang tidak diimbas. Asam salisilat dalam tanaman yang diimbas ketahannnya denga asam fusarat 9,32 ppm terdeteksi pada konsentrasi yang sangat rendah yaitu 2 ppb, dengan ketahanan moderat. Pada tanaman hasil pengimbasan yang menunjukkan kriteria tahan asam salisilat tidak terdeteksi, namun terdeteksi tiga puncak senyawa fenol yang belum teridentifikasi. Intensitas tilosis pada tanaman yang diimbas ketahanannya tidak menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tanaman yang tidak diperlakukan. Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan sampel yang lebih banyak. Identifikasi jenis senyawa fenol perlu dilakukan dalam penelitian lanjutan.

  10. PENINGKATAN USAHA TERNAK DOMBA MELALUI DIVERSIFIKASI TANAMAN PANGAN: EKONOMI PENDAPATAN PETANI (IMPROVEMENT OF CATTLE SHEEP THROUGH CROPS DIVERSIFICATION: ECONOMIC INCOME FARMERS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Rusdiana dan L. Praharani

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRAKPeningkatan usaha ternak domba dan tanaman pangan dapat dilakukan pada semua agroekosistem wilayah lahan kering dataran tinggi maupun dataran rendah, baik di lahan sawah, lahan tegalan, lahan perkebunan, bahkan lahan di sekitar hutan. Diversifikasi usaha ternak dan tanaman pangan di Indonedia berpariasi,populasi ternak domba 2013 sekitar 12.7 juta ekor dan produksi ubi kayu 2013 sekitar 21 juta ton. Mengingat basarrnya peran petani terhadap pertumbuhan ekonomi, perlu dilakukan upaya peningkatan produktivitas,agar lebih produktif dan efisien. Tujuan tulisan untuk mengetahui peningkatan usaha pemeliharaan ternak domba melalui diversifikasi tanaman pangan dalam analisis ekonomi pendapatan, dengan melakukan diversifikasi usaha dapat mengurangi risiko dan tetap memberikan potensi tingkat keuntungan terhadap petani. Diversifikasi ternak dan tatanam, dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan skala  5 ekor domba jantan dapat dicapai pada nilai penjualan BEP Produksi sekitar 4,17 ekor dan BEP harga jual sekitar Rp.1.043.625/ekor, keuntungan bersih sekitar  Rp.1.121.875/ periode, dengan nilai B/C sekitar 1,19, usaha tanaman ubi kayu varietas mentega dan arsin dengan luas sekitar 2 ha, keuntungan ubi kayu varietas mentega sekitar Rp.8.414.085/ha/tahun, keuntungan ubi kayu varietas Arsin sekitar Rp.6.921.705/ha/tahun,nilai B/C ratio, sekitar 2,7 dan 2,6 tidak berbeda nyata hasil yang diperoleh petani. Usaha secara diversifikasi ternyata semakin penting untuk diusahakan oleh petani, karena sumber penghasilan yang dapat di degarakan sebagai roda ekonomi petani di pedesaan perhitungan biaya dan investasi, ternyata usaha ternk domba dan ubi kayu sebagai produk utama secara teknis sangat layak, ekonomis dan secara ekonomi finansial cukup baik, artinya usaha dengan melakukan diversifikasisangat  layak untuk dilanjutkan.ABSTRACTIncrease of sheep and crops can be performed in all dryland agroecosystem plateau region and lowlands, both in the paddy field, dry

  11. MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum DENGAN SISTEM BUDIDAYA HIDROPONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catur Wasonowati

    2011-03-01

    Full Text Available Tomato is vegetable that has high economic and nutritional value. Hydroponics is the cultivation of plants without soil but using rice husk charcoal, rockwool, pumice, sand, gravel, perlite water and air media. This research aims to study the effect of nutrients and polybag size on growth and yield of hydroponic tomatoes. The experiment was conducted in Kassa House of Agroekoteknologi Departement Faculty of Agriculture Trunojoyo University. Fertilizers used were Hidrogroup and Greentonik while polybag size are 30x30 cm, 30x40 cm and 40x40 cm. The design of this study using Complete Randomized Design (CRD with 3 replications. The result showed that this research affect to the vegetative phase. No interaction between type of nutrition and polybag size on plant height, leaf number, stem diameter, number of flowers, flowering time of tomato. Type of nutrition significantly affect plant height, leaf number, stem diameter, flower number and wet and dry weight of stems and leaves, whereas the size of polybags significantly affects in the number of leaves, wet and dry weight of stems and leaves of tomato.

  12. PENDEKATAN MATEMATIS DALAM PENENTUAN WAKTU EFEKTIF PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N.W. SURYAWARDHANI

    2012-11-01

    Full Text Available Mathematical Model in Determining Effective Time for Growth Rate of Red Chili The growth rate showed a sigmoidal shaped pattern with initially slow growth rate and speeding up till a certain period before slowing down to approach a limit. So it is very important to define the plant growth model. The aim of the study is to estimate the effective time of plant growth by looking at the mathematical model. The statistical analysis showed that the growth ofCapsium annum Cult. Hot Beauty’s can be fit well by Janoscheck model and the effective growth time occurs as the plant is in the interval of 14 to 21 days after transplanting.

  13. TEKNIK PENGATURAN AIR PADA INTENSIFIKASI PADI AEROB TERKENDALI-BERBASIS ORGANIK (IPAT-BO UNTUK MENINGKATKAN POPULASI RHIZOBACTERIA, EFISIENSI PENGGUNAAN AIR, PERAKARAN TANAMAN, DAN HASIL TANAMAN PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hingdri -

    2013-03-01

    Full Text Available Teknik pengaturan air pada budidaya tanaman padi melalui Intensifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik (IPAT-BO perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui aktivitas rhizobacteria, tingkat efisiensi penggunaan air, perkaran tanaman, dan hasil tanaman pada berbagai teknik pengaturan air.Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Tanjungsari pada inceptisol pada skala pot plastik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK faktor tunggal dengan 16 perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu terdiri dari kombinasi antara perlakuan air dan empat varietas. Perlakuan air: tinggi muka air + 5cm, 0 cm, – 5 cm dan  – 10 cm. Empat varietas: Ciherang, Sintanur, Inpari 13 dan Fatmawati..Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruhnyata terhadap populasi Rhizobacteria, perkembangan akar, dan hasil tanaman. Perlakuan tinggi muka air – 10 cm varietas Fatmawati memberikan hasil tertinggi pada volume akar 186,67 ml, populasi bakteri Azotobacter sp. (1,43 x 1010 CFU g-1, bakteri pelarut fosfat (6,07 x 108 CFU g-1, hasil tanaman tertinggi 95,9 g rumpun-1 setara dengan 9,14 ton ha-1 serta meningkatkan efisiensi penggunaan air 47,1 % dibandingkan dengan pengenangan 5 cm.Kata kunci:  Teknik pengaturan air, efisiensi penggunaan air, IPAT-BO, populasi rhizobakteria

  14. Pengaruh Konsentrasi Tawas terhadap Ketuaan dan Ketahanan Luntur Warna pada Pencelupan Kain Sutera dengan Zat Warna Gambir

    OpenAIRE

    Dwi Suheryanto; Tri Haryanto

    2016-01-01

    Zar warna gambir diperoleh dari hasil ekstrak tanaman gambir yang merupakan saah satu tanaman komoditi ekspor unggulan Sumatera Barat yang memberikan devisa cukup besar dengan prospek pengembangan yang cukup baik. Zat warna gambir adalah zat wama alam jenis mordan-dye dan  tidak tahan terhadap garam yang dipakai dalam pencucian. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian memegang peranan penting dan sebagai penentu kualitas produk batik. Untuk meningkatkan kualitas hasil celupan zat warna gamb...

  15. Pengaruh Konsentrasi Tawas Terhadap Ketuaan Dan Ketahanan Luntur Warna Pada Pencelupan Kain Sutera Dengan Zat Warna Gambir

    OpenAIRE

    Suheryanto, Dwi; Haryanto, Tri

    2008-01-01

    Zar warna gambir diperoleh dari hasil ekstrak tanaman gambir yang merupakan saah satu tanaman komoditi ekspor unggulan Sumatera Barat yang memberikan devisa cukup besar dengan prospek pengembangan yang cukup baik. Zat warna gambir adalah zat wama alam jenis mordan-dye dan tidak tahan terhadap garam yang dipakai dalam pencucian. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian memegang peranan penting dan sebagai penentu kualitas produk batik. Untuk meningkatkan kualitas hasil celupan zat warna gamb...

  16. Uji Infeksi Mycosphaerella spp Terhadap Bibit Eucalyptus spp

    OpenAIRE

    Lidya Morita Sondang

    2009-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketahanan 2 klon Eucalyptus spp yaitu Eucalyptus grandis x Eucalyptus pellita dan Eucalyptus grandis x Eucalyptus urophylla terhadap Mycosphaerella spp serta mengetahui virulensi Mycospaherella spp pada 2 kelas umur (2 dan 3 bulan) pada tanaman Eucalyptus spp. Penelitian ini dilaksanakan dengan pengambilan sampel bibit tanaman Eucalyptus grandis x Eucalyptus pellita dan Eucalyptus grandis x Eucalyptus urophylla dari pembibitan PT.Toba Pulp...

  17. POTENSI KONTRIBUSI SEKTOR KEHUTANAN TERHADAP KETAHANAN PANGAN NASIONAL MELALUI PENGEMBANGAN AGROFORESTRY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tigor Butarbutar

    2016-11-01

    Full Text Available Undang-undang No. 7 Tahun 1996 tentang pangan menyebutkan tujan ketahanan pangan  sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman dan terjangkau. Resesi ekonomi global yang masih akan terjadi beberapa tahun kedepan akan menyebabkan menurunnya pertumbuhan ekonomi karena sulitnya mendapatkan dana dalam menjalankan sektor riil.  Kelangkaan  lapangan kerja dan pertambahan penduduk menyebabkan sulitnya  masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama  pangan. Untuk antisipasi hal tersebut diperlukan kontribusi sektor kehutanan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Sektor kehutanan dapat berkontribusi terhadap pangan dengan mengembangkan potensi hutan yang terdapat di hutan alam, hutan tanaman, hutan lindung dan kawasan konservasi. Selain pemanfaatan dan pengembangan potensi yang ada juga perlu dipertimbangkan pemanfaatan areal hutan/kawasan sebagai areal pengembangan pangan terpadu. Pola agroforestri yang lebih berorientasi komoditi pangan dapat dikembangkan. Pengembangan agroforestri dapat dilakukan dengan model silvopastur serta harus mempertimbangkan kesesuaian jenis, ekonomi dan kebijakan. Tujuan dari pengembangan model agroforestry ini adalah untuk pemanfaatan kawasan hutan guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar hutan khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.

  18. Cemaran Kapang pada Pakan Sapi dan Uji In Vitro Sirih terhadap Pertumbuhan Kapang Aspergillus flavus (MOLD CONTAMINATION IN CATTLE FEED AND IN VITRO ASSAY OF PIPER BETEL AGAINTS GROWTH OF MOLD CONTAMINANT ASPERGILLUS FLAVUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riza Zainuddin Ahmad

    2017-09-01

    . Penicillium sp and 17 species of mold were the most frequently found compared to other fungi. Powders the best form of the piper betel as antimold. ABSTRAK Cemaran kapang pada pakan dan bahan penyusunnya adalah penting sebab kapang yang tergolong patogenik dan toksigenik dapat mencemari dan menyebabkan mikosis dan mikotoksikosis pada ternak sapi. Informasi mengenai kapang pencemar diperlukan dalam usaha pengendaliannya. Berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui daun sirih (Piper betle mempunyai aktivitas antikapang yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data cemaran kapang pada pakan ternak sapi dan bahan penyusunnya dari propinsi Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, serta menguji sirih sebagai obat herbal antikapang yang telah terpilih dari tanaman obat tradisional asli Indonesia. Isolasi dan  identifikasi kapang telah dilakukan pada tepung, gliserida, onggok, jagung, kacang, kelapa, kopi, konsentrat, lamtoro, nenas, beras, rumput, sawit, singkong, ampas tahu, tepung ikan, tepung tulang dari provinsi Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Isolasi dilakukan dengan membiakkan sampel pada media agar, Kapang yang sudah tumbuh pada media diidentifikasi. Pakan yang telah dicampur dengan ektrak dan serbuk ditambahkan inokulum kapang, kemudian diinkubasi. Setelah 3-7 hari diinkubasi, dihitung colony forming unit (CFU yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pakan tercemar kapang, tetapi levelnya masih berada di bawah batas ambang. Cemaran kapang pada tepung, jagung, konsentrat, dan ampas tahu melebihi batas ambang. Kapang-kapang tersebut adalah Aspergillus sp, A. amstelodami, A. clavatus, A. candidus, A. flavus, A. fumigatus, A. glaucus, A. niger, Cladosporium sp., Curvularia sp., Fusarium sp., Hyphomycetes sp., Miselia sterilata, Mucor sp., Paecilomyces sp., Penicillium sp., dan Rhizopus sp. Kapang Penicillium sp adalah yang paling banyak ditemukan pada pakan yakni sebanyak 2,56.107 CFU. Uji in vitro menunjukkan bahwa

  19. PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEBUTUHAN PANGAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Rusdiana

    2017-04-01

    Full Text Available Pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap kebutuhan pangan, sesuai dengan pertambahan jumah penduduk. Kebutuhan pangan di Indonesia hampir dapat dipenuhi semua, dari potensi domestik, kecuali untuk komoditas pangan asal daging impor dan kedelai yang masih mengalami defisit, sedangkan untuk beras, jagung, kacang maupun ubi, telor, daging ayam, dan susu mengalami surplus yang tinggi. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui petumbuhan ekonomi dan kebutuhan pangan di Indonesia, sehingga dapat diatasi dengan penyediaan pangan asal pertanian dan peternakan sesuai kebutuhan. Pemerintah dapat mempertahankan dan berupaya terus memacu pembangunan ketahanan pangan, melalui program yang benar-benar mampu memperkokoh untuk ketahanan pangan, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan yang diarahkan pada peningkatan produksi pangan asal daging sapi dan tanamanm pangan beras. Tingkat pendapatan rumah tangga dapat mencerminkanmenjadi salah satu ukuran kemampuan dalam mengakses konsumsi pangan yang dibutuhkan beserta keragamannya.Pertumbuhan komoditi pangan yang paling tinggi setiap tahun adalah komoditi beras, sedangkan kontribusi daging sapi dalam memenuhi kebutuhan protein hewani menduduki urutan yang kedua setelah daging unggas. Dalam pencapaian swasembada pangan perlu difokuskan pada terwujudnya ketahanan pangan dan pengembangan teknologi pangan, diharapkan mampu memfasilitasi program pasca panen dan pengolahan hasil pertanian, secara efektif, serta mendukung kebijakan pemerintah, lebih memperhatikan masalah ketahanan pangan yang ada di Indonesia.

  20. PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS MIKORIZA PADA KOMPOS SAMPAH KOTA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) DALAM KEADAAN CEKAMAN AIR (Mycorrhizal Doses Effect of Various Cities Compost Trash on Plant Growth and Yields of S

    OpenAIRE

    Afriyon, Rendra; Soverda, Nerty; Myrna, Nyimas

    2014-01-01

    The study was conducted in order to see the effect of mycorrhiza on municipal solid waste compost on the growth and yield of soybean under water stress conditions. The research also aims to obtain doses of mycorrhiza plus municipal waste compost is best for the growth and yield of soybean in the state of water stress. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) is a factor, giving Mycorrhizae. Media used in all treatments and so on municipal solid waste compost added 20...

  1. PENGARUH PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA

    OpenAIRE

    Nizar, Muhammad Afdi

    2011-01-01

    This study aims to determine the impact of tourism to economic growth in Indonesia during 1995 – 2000. Based on quarterly time series data and using VAR model, the study tries to analyze patterns of causal relationship between the growth of tourism (tourism receipts) and economic growth. The results showed several conclusions : (i) the growth of tourism and economic growth have reciprocal causal relationship. However, the impact of tourism (receipts) growth increase will accelera...

  2. SELEKSI RUMPUT LAUT Kappaphycus striatum DALAM UPAYA PENINGKATAN LAJU PERTUMBUHAN BIBIT UNTUK BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Parenrengi

    2017-01-01

    Full Text Available Budidaya rumput laut di Indonesia semakin berkembang seiring dengan peningkatan permintaan bahan baku industri untuk pasar domestik dan eksport. Rumput laut Kappaphycus striatum, salah satu spesies rumput laut komersil, telah intensif dibudidayakan di perairan pantai. Saat ini, masalah utama yang dihadapi pembudidaya adalah rendahnya kualitas bibit yang berasal dari hasil budidaya. Seleksi varietas merupakan salah satu metode yang diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan rumput laut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh seleksi varietas terhadap pertumbuhan rumput laut sehingga dapat dilakukan produksi bibit unggul untuk keperluan budidaya. Budidaya rumput laut K. striatum telah dilakukan di Teluk Laikang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan metode long line. Seleksi varietas dilakukan berdasarkan parameter laju pertumbuhan harian (LPH dan metode seleksi mengacu pada protokol seleksi yang telah dikembangkan pada rumput laut K. alvarezii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPH bibit hasil seleksi lebih tinggi (P

  3. Pengaruh Ekstrak Alang-alang, Babadotan dan Teki terhadap Penyakit Antraknosa pada Buah Pisang Kultivar Cavendish

    OpenAIRE

    Intan Zahara Arie; Joko Prasetyo; Efri Efri

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak alang-alang (Imperata cylindrica), teki (Cyperus rotundus), dan babadotan (Ageratum conyzoides) terhadap pertumbuhan dan sporulasi Colletotrichum musae. Penelitian juga bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak alang-alang, teki dan babadotan terhadap keparahan penyakit antraknosa secara in vivo.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, dari bulan Juni sampai dengan September 2014....

  4. PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK Sargassum aquifolium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Ali Akbar

    2016-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan Sargassum aquifolium dengan konsentrasi dan lama waktu perendaman yang berbeda terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii, serta mengetahui pengaruh penggunaan S. aquifolium terhadap persentase kadar karaginan K. alvarezii. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor 1 berupa konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium dan faktor 2 berupa perlakuan lama perendaman. Faktor 1 terdiri atas 4 perlakuan konsentrasi perendaman yaitu kontrol (K0, konsentrasi 5% (K1, 10% (K2, 15% (K3. Faktor 2 terdiri atas 3 taraf yaitu lama perendaman 30 menit (T1, 60 menit (T2 dan 90 menit (T3.  Data variabel penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Perlakuan K1T3 (perendaman dengan konsentrasi 5% selama 90 menit menunjukkan hasil tertinggi dari perlakuan lainnya, nilai laju pertumbuhan spesifik 6.11%, pertumbuhan mutlak 663.89 gram, berat kering 197.80 gr dan nilai kadar karaginan yaitu 53.33%. Berat kering terendah diperoleh pada perlakuan K3T3 (perendaman dengan konsentrasi 15% selama 90 menit. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii dan kadar karaginan tertinggi adalah 53.33% terdapat pada perlakuan  konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium 5% dengan perendaman selama 90 menit.Kata Kunci: berat kering, ekstrak, karaginan, perendaman, pertumbuhan.GROWTH PERFORMANCE OF Kappaphycus alvarezii WITH ADDING Sargassum aquifolium EXTRACTABSTRACTThis research purpose is to study the effect of adding Sargassum aquifolium extract dan time of submersion for growth performance and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii. This research

  5. IMPLEMENTASI FUZZY TSUKAMOTO DALAM PENENTUAN KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KARET DAN KELAPA SAWIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Yusida

    2017-09-01

    Full Text Available Land suitability is the suitability of a plot of land for a particular use. In the determination of appropriate plant recommendations on land, the Banjarbaru Swampland Food Crops Research Institute sets out 8 criteria in its assessment. These criteria include Soil Depth (cm, CEC Soil (cmol, Saturation Bases (%, pH (H2O, C-Organic (%, N Total (%, P2O5 (mg / 100g, K2O (mg / 100g. Making this expert system using Fuzzy Tsukamoto method. The results obtained from this expert system in the form of data on land suitability for rubber and palm oil plantations that are prioritized to be planted in a field based on the growing requirements of a plant. Keywords: Expert System, Land Suitability, Fuzzy Tsukamoto Kesesuaian lahan adalah kecocokan sebidang lahan untuk penggunaan tertentu. Dalam penentuan rekomendasi tanaman yang sesuai terhadap lahan, Balai Penelitian Tanaman Pangan Lahan Rawa Banjarbaru menetapkan 8 kriteria dalam penilaiannya. Kriteria tersebut meliputi Kedalaman Tanah (cm, KTK Tanah (cmol, Kejenuhan Basa (%, pH (H2O, C-Organik (%, N Total (%, P2O5 (mg/100g, K2O (mg/100g. Pembuatan sistem pakar ini menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto. Hasil yang didapat dari sistem pakar ini berupa data tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman karet dan kelapa sawit yang lebih diprioritaskan untuk ditanam disuatu lahan berdasarkan syarat tumbuh suatu tanaman. Kata Kunci : Sistem Pakar, Kesesuaian Lahan, Fuzzy Tsukamoto

  6. PENGARUH SUHU DAN KELEMBABAN TERHADAP PERTUMBUHAN Fusarium verticillioides BIO 957 DAN PRODUKSI FUMONISIN B1 (The Effect of Temperature and Humidity on the Growth of Fusarium verticillioides Bio 957 and Fumonisin B1 Productions

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Rahayu

    2015-09-01

    dan kedelai masing-masing yaitu 374 dan 67 ppb, pengamatan pada suhu 30 °C pada jagung dan 20 °C pada kedelai, keduanya pada kelembaban yang sama (90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Bio 957 mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan konsentrasi FB1 paling tinggi pada jagung dan kedelai pada suhu 20 dan 30 °C dengan kelembaban 90%. Pada suhu 40 °C dengan kelembaban 70, 80 dan 90%,  Bio 957 tidak menunjukkan adanya pertumbuhan, sehingga pembentukan FB1 dapat dihindari. Kata kunci: Fumonisin B1, Bio 957, kelembaban, suhu

  7. Sistem Pakar Diagnosis Hama dan Penyakit Tanaman Hortikultura dengan Teknik Inferensi Forward dan Backward Chaining

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ginanjar Wiro Sasmito

    2017-05-01

    Full Text Available One of the obstacles to doing cultivation of horticulture plant is to overcome pest and disease. Pest and disease attack can decrease productivity and even causes harvest fail that influence toward one of income sources the country. Therefore the diagnose on pest and disease must be done fastly and accurately. One of horticulture plant is red onion and chili plant. An expert system is offered as the second choice after expert on consultation. Using Expert System Development Life Cycle (ESDLC method, combination inference engine of and backward chaining for diagnosing pest and horticulture plant disease created as giving the solution. The technique of reasoning used in this research is the rule-based. The result of the research is an application that can be used to diagnosis pest and disease horticulture plant, that are red onion and chili. By this application, the farmer can determine quick action should be taken if the farm pests and diseases, without waiting for a consultation with an expert to do the handling. The application result also could be a learning system to the farmer about pest and disease horticulture plant. Salah satu kendala melakukan budidaya tanaman hortikultura adalah dalam mengatasi hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit dapat menurunkan produktivitas dan bahkan menyebabkan gagal panen yang berpengaruh terhadap salah satu sumber devisa negara. Oleh karena itu, diagnosis terhadap hama dan penyakit harus dilakukan dengan cepat dan akurat. Tanaman hortikultura tersebut salah satunya adalah bawang merah dan cabai. Sistem pakar dihadirkan sebagai pilihan kedua setelah pakar dalam melakukan konsultasi. Dengan menggunakan metode Expert System Development Life Cycle (ESDLC, penggabungan teknik inferensi forward dan backward chaining untuk diagnosis hama dan penyakit tanaman hortikultura dibuat sebagai solusi atas permasalahan yang ada. Teknik penalaran yang digunakan dalam penelitian ini yakni rule-based reasoning. Hasil

  8. Potensi Tanaman Di Indonesia Sebagai Larvasida Alami Untuk Aedes aegypti

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoke Astriani

    2017-02-01

    Full Text Available AbstractDengue Hemorrhagic Fever (DHF still become one of the health problems in Indonesia. This disease has emerged since 1968 and has become one of the deadliest disease in various regions in Indonesia. Indonesia has not implemented an effective dengue vaccine program to provide protection against all four serotypes of the dengue virus. Vector control using chemical insecticides has made the vectors resistant to the insectisides. One option to avoid those bad effect is natural larvicide. The lack of literature that can be used as a foundation for further studies on the natural larvicidal is the reason why a review of several articles and research results is needed. We use the method of literature review. Our literature reveals that 68% of the 25 plants species are categorized as highly effective with LC50 <750 ppm. Jasmine, Zodia and Tobacco have the highest effectivity compared to the other plants use in this literature review. The LC50 of these plants are 0.999 ppm, 1.94 ppm, and 1.94 ppmrespectively. All twenty five plants that we present suitable to be cultivated in the region of Indonesia with tropical climate so that people can easily cultivate and use it as a natural larvicides.Keyword: Natural larvicides, Aedes aegypti, LC50, and essential oilAbstrakPenyakit Demam Berdarah Dengue (DBD sampai saat ini masih menjadi salah satu permasalahan dunia kesehatan di Indonesia. Penyakit yang muncul sejak tahun 1968 ini telah banyak menelan korban di berbagai daerah dan hingga saat ini, Indonesia belum menerapkan program vaksin yang efektif untuk memberikan perlindungan terhadap empat serotipe dari virus dengue. Pengendalian vektor menggunakan bahan insektisida kimiawi banyak memberikan efek resisten terhadap insektisida tersebut. Salah satu pilihan untuk menghindari hal tersebut dibutuhkan adanya larvasida alami. Oleh karena masih tersebarnya informasi yang dapat dijadikan dasar untuk studi lanjut mengenai larvasida alami, maka tulisan ini

  9. Studi Kemampuan Tanaman Rumah dalam Penyerapan Panas Matahari untuk Mengatasi Panas Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Syuhada

    2015-07-01

    Full Text Available Energi matahari sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup untuk berbagai macamkeperluan kehidupan. Pemakaian dengan jumlah yang tepat untuk setiap makhluk hidupmerupakan usaha untuk kelangsungan hidupnya. Tetapi apabila berlebihan akan sangatmengganggu kenyamanan thermal hidupnya. Banyaknya keluhan dari masyarakat yangmengatakan bahwa keadaan cuaca semakin panas khususnya di perkotaan, keadaan ini terjadiakibat tidak seimbangnya banyak bangunan dan jumlah tanaman yang ada sehingga penyerappanas radiasi yang dipancarkan matahari berkurang drastis. Untuk mengurangiketidaknyamanan thermal lokal di Banda Aceh dan sekitarnya dilakukan dengan caramemperbanyak pepohonan, dimulai dari lingkungan pekarangan rumah masing-masing, tamankota maupun taman-taman pekarangan rumah, sehingga akan tercipta kenyamanan thermal dilingkungan sekitarnya, karena fungsi tanaman adalah menguraikan karbondioksida menjadiOksigen serta menyerap panas matahari yang digunakan pada proses fotosintesis. Untukmemilih tanaman yang akan di tanam di pekarangan rumah supaya dapat mengurangi panas,diperlukan pengetahuan tentang kemampuannya tanaman dalam menyerap panas matahari.Karena itulah perlu kajian untuk mengetahui jenis tanaman yang paling banyak menyerappanas akibat radiasi matahari. Tanaman yang dikaji adalan tanaman yang biasa ditanam olehmasyarakat disekitar rumahnya seperti tanaman melinjo, jeruk nipis, mangga dan jambu.Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi bagimasyarakat khususnya di Banda Aceh tentang kemampuan masing-masing tanaman dalammenyerap panas untuk kenyamanan thermal di linkungan perumahan, dan tanaman mana yanglayak dan bagus untuk menjadikan suasana rumah sejuk dan nyaman terhadap panas.Kata kunci: panas, matahari, tanaman, kenyamanan termal Solar energy is needed by all living beings for various purposes of life. The use of the rightamount for every living being is an attempt for survival. But it would be very

  10. Hubungan Antara Perdagangan Internasional, Pertumbuhan Ekonomi Dan Perkembangan Industri Keuangan Syariah Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aam Slamet Rusydiana

    2009-03-01

    Full Text Available Di dalam konteks ekonomi terbuka, perdagangan internasional dalam hal ini adalah ekspor dan impor, dan aliran dana antarnegara menjadi sesuatu yang tidak dapat dinafikan perannya dalam pemberian kontribusi bagi pertumbuhan. Sedangkan untuk hubungan keduanya terhadap perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia nampaknya hingga saat ini belum ada yang mencoba menelisik lebih jauh. Studi ini mencoba menganalisis pola hubungan antara perdagangan internasional, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri keuangan dan bisnis syariah di Indonesia dengan menggunakan metode Vector Auto Regression (VAR dan Vector Error Correction Model (VECM.Hasilnya menunjukkan bahwa pola hubungan antara ekspor dan growth adalah bi-directional causation yakni growth driven export dan export led growth. Begitu pula variabel impor. Temuan lain yang menarik adalah bahwa ternyata booming industri syariah belakangan ini tidak berkorelasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara makro. Begitu pula fakta bahwa semakin besar growth Indonesia tidak diiringi dengan semakin suburnya industri keuangan syariah. Oleh karena itu, syarat utama agar share industri syariah Indonesia dapat tumbuh dan berkembang signifikan adalah perlu political will dari pemerintah.JEL Classification : F40, F43, G20, G21Keywords : Perdagangan Internasional, Growth, Keuangan Syariah, VAR/VECM

  11. Aplikasi Berbagai Bahan ZPT Alami untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (Blanco Airy Shaw

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitri Kurniati

    2017-07-01

    Full Text Available Kemiri Sunan  merupakan tanaman alternatif penyediaan bahan bakar nabati dan bahan baku berbagai produk industri. Kulit benih kemiri yang keras menjadi penghalang dalam perkecambahan. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT eksogen alami seperti umbi bawang merah sumber auksin, rebung bambu sumber giberelin, bonggol pisang dan air kelapa sebagai sumber sitokinin. Tujuan penelitian adalah mengetahui kemampuan berbagai bahan ZPT alami atau kombinasinya untuk menstimulasi perkecambahan dan pertumbuhan bibit kemiri sunan asal biji. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2016, rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Kelompok yang diulang tiga kali, dengan perlakuan: a0 : kontrol (tanpa ZPT; a1 : ekstrak umbi bawang merah (BM; a2 : ekstrak rebung bambu (RB; a3: ekstrak bonggol pisang (BP;   a4 : air kelapa (AK; a5: BM + RB; a6 : BM + BP;  a7 : BM + AK; a8 : RB+ BP; a9 : RB+ AK;  a10  : BP+ AK; a11  : BM + RB + BP + AK. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang berbeda terhadap daya kecambah, tinggi bibit umur 30 hari setelah tanam (HST, 37 HST, 44 HST, dan 51 HST, juga jumlah daun pada 51 HST. Aplikasi zpt BP + AK menghasilkan daya kecambah paling baik (97,78 %, namun tidak berbeda dengan aplikasi RB + BP; BM+ RB+ BP+ AK; BM + AK. Aplikasi zpt asal BP + AK menghasilkan tinggi bibit tertinggi (13,57 cm. Jumlah daun terbanyak dihasilkan pada aplikasi BP + AK (1,45 helai. Secara umum zpt bonggol pisang + air kelapa memberikan hasil paling baik, namun umbi bawang merah maupun rebung bambu mempunyai harapan untuk dikembangkan. Candlenut cv. Sunan is alternative biofuels plant also as raw of many industrial products. Its hard pulp seed becomes barrier of germination. This condition can be overcome by  giving natural plant growth regulators (PGRs, i,e shallot as auxin source, bamboo shoot as gibberellin source, banana bulb and coconut water as sources of cytokinin. The research aim was knowing effect of

  12. PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEBUTUHAN PANGAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Rusdiana

    2017-04-01

    Full Text Available ABSTRAKPertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap kebutuhan pangan, sesuai dengan pertambahan jumah penduduk. Kebutuhan pangan di Indonesia hampir dapat dipenuhi semua, dari potensi domestik, kecuali untuk komoditas pangan asal daging impor dan kedelai yang masih mengalami defisit, sedangkan untuk beras, jagung, kacang maupun ubi, telor, daging ayam, dan susu mengalami surplus yang tinggi. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui petumbuhan ekonomi dan kebutuhan pangan di Indonesia. Pemerintah dapat mempertahankan dan berupaya terus memacu pembangunan ketahanan pangan, melalui program yang  benar-benar mampu memperkokoh untuk ketahanan pangan, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tingkat pendapatan rumah tangga dapat mencerminkan menjadi salah satu ukuran kemampuan dalam mengakses konsumsi pangan yang dibutuhkan beserta keragamannya. Pertumbuhan komoditi pangan yang paling tinggi setiap tahun adalah komoditi beras, sedangkan kontribusi daging sapi dalam memenuhi kebutuhan protein hewani menduduki urutan yang kedua setelah daging unggas.ECONOMIC GROWTH AND IN INDONESIA NEEDS FOODABSTRACTGrowth effect economic on food requirements, accordance with increasing the sheer the number residents. Food needs can be met in Indonesia, almost all, of the domestic potential, except for the origin of food commodities imported meat and soybeans are still in deficit, while for rice, corn, beans and potatoes, eggs, chicken, and milk have a surplus high. The purpose of this article to find out of economic and food needs in Indonesia. Household income levels can be one measure reflects the ability to access food consumption is required along with diversity. The growth of most food commodities are higher every year is rice, while the contribution of beef in meeting the needs of animal protein ranks second after the poultry.

  13. Eksplorasi Bakteri Endofit dari Akar Tanaman Adam Hawa dan Potensinya sebagai Agens Hayati dan Pemacu Pertumbuhan Tanaman Padi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ankardiansyah Pandu Pradana

    2015-06-01

    Full Text Available Rhoeo discolor has been known to have a good adaptation to various environmental conditions. This character might be due to mutualistic association with endophytic bacteria. The objective of this study was to isolate endophytic bacteria from roots of R. discolor and to evaluate their potency as biocontrol agents and plant growth promoters. The methods to isolate endophytic bacteria involved the following methods, sterilization of root surface, grinding of root tissues, dilution, and plating in the medium tryptone soya agar (TSA. A total of 21 isolates of endophytic bacteria were isolated from the roots of R. discolor. Based on hypersensitivity test on tobacco leaves, 19 isolates showed negative reaction (no necrosis symptom and only 2 isolates showed positive reaction (necrosis was developed. The results on biocontrol and growth promoters assay showed that 7 isolates were able to inhibit the growth of Fusarium oxysporum under in vitro test and 12 isolates were able to increase the growth of rice seedlings.

  14. KINERJA USAHA TANAMAN HIAS POTONG PT PESONA DAUN MAS ASRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Arief Bangun Sanjaya

    2017-01-01

    manajerial untuk Pesona Daun Mas Asri. Hasil pengukuran menunjukan kinerja dariPesona Daun Mas Asri termasuk sangat baik dengan nilai mencapai 78,04%. Pada setiap sasaran strategis mencapai kinerja yang baik. Namun, target pada sasaran strategis tingkat pertumbuhan penjualan dan kegiatan pemasaran menunjukan perlu pengembangan karena sasaran strategis tersebut masuk ke dalam skala penilaian rata-rata (average.Kata kunci: balanced scorecard, evaluasi kinerja, indeks kinerja, KPI, tanaman hias potong

  15. Selektivitas Beberapa Insektisida Terhadap Hama Liriomyza Huidobrensis Blanchard (Diptera : Agromyzidae) Dan Parasitoid Hemiptarsenus Varicornis Girault (Hymenoptera : Eulophidae)

    OpenAIRE

    Setiawati, Wiwin; Somantri, Aang

    2002-01-01

    Liriomyza huidobrensis merupakan hama baru pada tanaman kentang. Hama ini pertama kali dilaporkan menyerangtanaman kentang di Puncak, Jawa Barat pada tahun 1994 dan diduga telah resisten terhadap berbagai jenis insektisidadari golongan organofosfat, karbamat, dan piretroid sintetik. Upaya pengendalian hama tersebut diarahkan pada pro -gram pengendalian hama terpadu (PHT). Dalam pro gram tersebut penggunaan insektisida hanya dilakukan apabilapopulasi hama sudah mencapai ambang pengendalian dan...

  16. ANALISIS PENGEMBANGAN SEKTOR BASIS EKONOMI DAN POTENSI PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN BLORA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yayik Kartika Sari

    2017-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa keadaan pertumbuhan ekonomi, pengembangan sektor basis ekonomi, dan faktor yang memiliki pengaruh dominan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora tahun 1990-2013 dengan menggunakan alat analisis basis ekonomi dan persamaan simultan dengan metode Two Stage Least Squared (2SLS. Variabel endogen dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, dan upah minimum, sedangkan variabel eksogennya adalah angkatan kerja, tabungan, pengeluaran pemerintah daerah, dan jumlah penduduk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 sektor basis ekonomi di Kabupaten Blora yang diperoleh dari analisis basis ekonomi yaitu sektor pertambangan dan galian; sektor pertanian; dan sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan. Berdasarkan hasil uji persamaan simultan menunjukkan bahwa variabel tabungan, pengeluaran pemerintah daerah, upah minimum, dan jumlah penduduk merupakan faktor yang memiliki pengaruh dominan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora. Saran dalam penelitian ini adalah Pemerintah Kabupaten Blora harus mengembangkan ketiga sektor basis ekonomi dan faktor yang berpengaruh dominan tersebut serta harus melakukan proteksi terutama untuk sektor basis ekonomi, sehingga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora.  The purpose of this research was to determine and analyze the condition of economic growth, the economic base sector for development, and factors which have a dominant influence on the economic growth in Blora years 1990-2013 and used analysis of the economic base and the analysis of simultaneous equations with Two Stage Least Square method (2SLS. The rate of economic growth, regional income, and the minimum wage is an endogenous variable, while the labor force, savings, regional government expenditure, and resident are exogenous variable. The results showed that there are three sectors of the economic base in Blora

  17. Identifikasi Transgene pada Tanaman Padi (oryza sativa var. koshihikari yang Ditransformasi dengan Bantuan Agrobacterium tumefaciens, Menggunakan Metode Tanpa Teknik Kultur Jaringan.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Suparthana

    2015-04-01

    Full Text Available Metode transformasi tanaman dengan bantuan Agrobacterium tumefaciens biasa dilakukan dengan melibatkan teknik kultur jaringan, akan tetapi teknik kultur jaringan memiliki beberapa kelemahan yaitu memerlukan suatu kondisi steril, memakan banyak waktu, sering terjadi mutasi dalam proses kultur in vitro dan sejumlah tanaman bersifat rekalsitran pada tahap regenerasi. Disisi lain metode baru (in planta transformation system yang dikembangkan dalam penelitian ini mampu mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut. Penelitian dilakukan pada tanaman padi dengan bantuan A. tumefaciens sebagai inokulum namun tidak melibatkan teknik kultur jaringan pada masa regenerasinya. Biji padi (Oryza sativa L. var. Koshihikari direndam dalam air selama 2 hari, dengan demikian embrionya yang mengandung sel apikal meristem dapat diinokulasi dengan cara menusukkan jarum yang telah dicelupkan dalam inokulum. Biji padi yang telah diinokulasi selanjutnya ditumbuhkan dilapangan selayaknya pembenihan biasa tanpa perlakuan steril. Untuk menentukan keberhasilan teknik ini, dua jenis strain mutan A. tumefaciens (M-21 dan LBA4404 digunakan dalam transformasi. Mutan M-21 mengandung Tn5 tersisip dalam gen iaaM dan mutan LBA4404 membawa binari plasmid vektor. Transgen dari mutan M-21 dapat diidentifikasi dari perubahan fenotipe pada tanaman padi transgenik sedangkan dari mutan LBA4404 dapat diidentifikasi dengan uji histokimia dan ketahanan terhadap antibitik (hygromycin B.Kata kunci: in planta transformation, A. tumefaciens, transformation method

  18. MODEL MULTILEVEL PERTUMBUHAN ANAK USIA 0-24 BULAN DAN VARIABEL YANG MEMPENGARUHINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irianton Aritonang

    2013-01-01

    Full Text Available Tujuan umum penelitian ini untuk mengkaji bagaimana berbagai variabel mempengaruhi pertumbuhan anak usia 0-24 bulan di kabupaten Sleman. Penelitian noneksperimen desain korelasional ini dilakukan pada 272 anak usia 0-24 bulan yang diambil secara acak stratifikasi dari dua kecamatan (Sleman dan Moyudan yang ditentukan secara purposif. Analisis multilevel pertumbuhan anak dilakukan dengan program Stata-10 dan analisis jalur dilakukan dengan program Amos-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan variabel berat badan lahir, jenis kelamin dan strata usia anak dan status gizi ibu dengan pertumbuhan anak pada level-1 dan ada hubungan variabel hasil penimbangan pada level-2, sedangkan pada level 3 ada hubungan yang tidak signifikan hasil penimbangan dan pencapaian program. Hasil analisis jalur yang mempengaruhi pertumbuhan anak 0-24 bulan, yakni variabel endogenous terdiri dari status gizi ibu, pengetahuan ibu tentang gizi seimbang, pertumbuhan anak indeks BB/U, hasil penimbangan tingkat dusun dan hasil program tingkat desa. Sedangkan variabel exogenous terdiri dari sikap ibu terhadap posyandu, berat badan lahir, jenis kelamin dan stratifikasi usia anak. Kata kunci: Model multilevel, Pertumbuhan anak 0-24 bulan ______________________________________________________________ A MULTILEVEL MODEL FOR THE GROWTH OF CHILDREN AGED 0-24 MONTHS AND THE VARIABLES AFFECTING IT Abstract The main objective of this study is to investigate how various variables contribute to the growth of children between 0-24  months old in Sleman Regency. This study was a non-experimental correlational design which was conducted on 272 children aged 0-24 months, selected using the purposive stratified random sampling technique from 21 hamlets in two districts (Sleman and Moyudan. The multilevel analysis of children’s growth of was carried out using the Stata-10 program and the path analysis using the Amos-8 program. The results show  that there is a significant

  19. Pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan pada jarak tanam yang berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayuningsih Ria Sapitri

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract. The purpose of this study is to determine the best planting space on the growth of regenerated tissue culture Kappaphycusalvarezii. The completely randomized design (CRD was utilized in this study, thre treatment was four different planting spaces; P1: 15cm, P2: 20 cm, P3: 25 cm, and P4: 30 cm with initial weight of 100g/hill. Every treatment has four replicates (four rafts. The data were subjected to one way of analysis of variance (ANOVA at 5% of error levels and followed by Least Significant Difference (LSD test. The Anova test showed that planting space gave a significant affect on weight gain and growth rate where the best planting space was 25 cm with weight gain and growth rate of 331.4 g and 4.87% perday, respectively. Keywords: K.alvarezii;space; tissue culture regenerated;growth;photosynthesis   Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jarak tanam optimum untuk pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 4 perlakuan menggunakan bibit hasil kultur jaringan dengan jarak tanam yang berbeda yakni P1: jarak tanam 15cm , P2: jarak tanam 20 cm, P3: jarak tanam 25 cm, dan P4: jarak tanam 30 cm dengan berat awal 100 g/rumpun, masing-masing perlakuan dengan empat kali ulangan pada 4 rakit. Data penelitian yang diperoleh, ditabulasi menggunakan Microsoft excel dan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA pada taraf kesalahan 5%, kemudian dilakukan uji lanjut dengan uji Least Significant Difference (LSD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut (P<0,05, dimana jarak tanam terbaik adalah 25 cm dengan pertambahan bobot 331,4 g dan laju pertumbuhan 4,87% per hari. Kata Kunci: K. alvarezii; Jarak tanam; kultur jaringan; pertumbuhan; fotosintesis

  20. Pedofilia sebagai Salah Satu Bentuk Kejahatan Kekerasan Seksual terhadap Anak

    OpenAIRE

    Mokale, Junita

    2013-01-01

    UU No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, secara tegas menyatakan bahwa anak berhak atas pemeliharaan dan perlindungan sejak dalam kandungan ibunya. Selain itu anak berhak atas perlindungan terhadap lingkungan hidup yang membahayakan atau menghambat bagi pertumbuhannya dengan wajar. Anak berhak atas perlindungan-­perlindungan lingkungan hidup yang dapat membahayakan atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan dengan wajar. Dalam realitas ternyata jangan melindungi, malah anak sering di...

  1. POTENSI MAGGOT UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN STATUS KESEHATAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melta Rini Fahmi

    2016-11-01

    Full Text Available Penggunaan maggot sebagai pakan alternatif ikan telah dikaji di Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar (LRBIHAT, Depok. Maggot merupakan larva serangga black soldier (Hermetia illusence yang dapat mengkonversi material organik menjadi biomassanya. Salah satu keunggulan maggot adalah dapat diproduksi dalam berbagai ukuran, sesuai dengan kebutuhan. Penyimpanan maggot pada suhu rendah dapat menghambat pertumbuhan dan mempertahankan kehidupannya. Produksi maggot pada ukuran kecil dimulai dari penyediaan telur, penetasan, dan pembesaran dalam media PKM (Palm Kernel Meal atau bungkil kelapa sawit, pemanenan dan penyimpanan dalam suhu rendah. Nilai nutrisi maggot pada umur 6-7 hari adalah protein: 60,2%; lemak: 13,3%; abu: 7,7%; karbohidrat: 18,8%. Percobaan pemanfaatan maggot sebagai suplemen pakan diujikan terhadap ikan Balashark (Balantiocheilus melanopterus Bleeker ukuran 2,0 ± 0,2 g. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa pemberian maggot memberikan pertumbuhan dan sintasan yang lebih baik. Dampak penambahan maggot pada ikan terlihat signifikan terhadap gambaran darah ikan yang menunjukkan daya tahan tubuh ikan yang lebih baik. Maggot utilization as fish feed alternative has been studied at Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar (LRBIHAT, Depok. Maggot is an insect larvae of black soldier (Hermetia illusence that can convert organic material to its body biomass. One of the advantages in maggot culture is that it can be produced in different sizes according to fish requirement. Keeping maggot at low temperature can delay its growth while keeping it alive. Production of small size maggot starts from eggs preparation, hatching, and rearing in media of PKM (Palm Kernel Meal or coconut oil cake of palm, cropping and then keeping it in low temperature. Nutritional value of maggot at the age of 6-7 days is as follows: protein, 60.2%, fat; 13.3%, ash; 7.7%, carbohydrate; 18.8%. Trial feeding using maggot as feed supplement was done on Balashark

  2. Aplikasi Pupuk Kandang Kotoran Ayam pada Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogeae L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neni Marlina

    2015-09-01

    Full Text Available Pupuk kandang kotoran ayam diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, sehingga dapat menyuburkan tanah dan membantu dalam menyumbangkan unsur hara yang dapat digunakan dalam meningkatkan hasil kacang tanah.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan takaran pupuk kandang kotoran ayam yang tepat dalam meningkatkan produksi tanaman kacang tanah. Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun petani di Desa Payakabung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir dari bulan Januari sampai dengan April  2014. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan tiga perlakuan dan delapan kelompok, sehingga berjumlah 24 petak penelitian dan setiap petak diambil 10 tanaman sebagai sampel .  Perlakuannya adalah takaran pupuk kandang kotoran ayam 5, 10 dan 15 ton ha-1.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 10 ton ha-1 memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik dengan ditunjukkan produksi per petak sebesar 2,73 kg petak-1.Poultry manure is expected to improve soil physical, chemical and biological properties. It can improve soil fertility and help in nutrients contribution that can be used to increase the yield of peanut. This study aimed to get the right dose of poultry manure fertilizer in increasing the production of ground peanut plants. This research was conducted in farmyard in the North Indralaya Payakabung District of Ogan Ilir from January to April 2014. The design used in this study was a randomized block design with three treatments and eight groups, thus consisting 24 research plots and each plot was taken as a sample of 10 plants. The treatments of poultry manure fertilizer rate 5, 10 and 15 ton ha-1. The results showed that poultry manure fertilizer rate as much as 10 tons ha-1 gave the best growth and production of 2.73 kg per plot.

  3. Tanaman Genetically Modified Organism (GMO dan Perspektif Hukumnya di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuwono Prianto

    2017-08-01

    Full Text Available Abstrak Genetically modified organism (GMO merupakan organisme yang gen-gennya telah diubah dengan menggunakan teknik rekayasa genetika. Produk rekayasa genetika diklasifikasikan menjadi 4 macam, yaitu generasi pertama: satu sifat; generasi kedua: kumpulan sifat; generasi ketiga dan keempat: near-intragenic, intragenic, dan cisgenic. Adapun produk rekayasa genetika pada tanaman di Indonesia di antaranya adalah padi, tomat, tebu, singkong, dan kentang. Regulasi tanaman hasil rekayasa genetika diatur oleh beberapa lembaga, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Komisi Keamanan Hayati, Tim Teknis Keamanan Hayati, dan Biosafety Clearing House, berdasarkan peraturan pemerintah No. 21 tahun 2005. Pengujian yang dilakukan pada produk rekayasa genetika meliputi analisis sumber gen penyebab alergi, sekuens homolog asam amino, resistensi pepsin, skrining serum, serta penggunaan hewan uji. Berbagai produk GMO di Indonesia sejauh ini merupakan produk yang dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, yang perlu diawasi secara ketat dari segi dampaknya terhadap lingkungan melalui ketentuan hukum yang berlaku, yang diwakili oleh instansi-instansi terkait tersebut.Abstract Genetically modified organism (GMO is an organism whose genes that have been altered by using genetic engineering techniques. Genetic engineering products are classified into 4 types, which are the first generation: one trait; the second generation: a collection of properties; the third and fourth generation: near-intragenic, intragenic, and cisgenic. The genetic engineering products in plants in Indonesia include rice, tomatoes, sugar cane, cassava, and potatoes. The application of the genetically engineered crops is regulated by several institutions, including the Ministry of Environment, the Ministry of Agriculture, the Biosafety Commission, the Biosafety Technical Team and the Biosafety Clearing House, under government regulation No. 21 of the year

  4. ISOLASI BAKTERI ENDOFIT DARI DAUN SIRIH (Piper betle L. SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    desi - sagita

    2017-03-01

    Full Text Available Bakteri endofit adalah salah satu alternatif penghasil senyawa antimikroba. Keberadaan bakteri dalam tanaman memungkinkan bakteri menghasilkan senyawa bioaktif yang sama seperti yang terkandung dalam tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri endofit yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri lainnya. Aktifitas antibakteri diukur menggunakan metode Kirbi Bauer. Sirih (Piper bettle adalah tanaman yang telah digunakan oleh banyak orang karena mengandung senyawa yang baik untuk kesehatan. Jumlah bakteri endofit yang berhasil diisolasi adalah 13 isolat yaitu E1, E2, E3,E4,E7,E8, E9, E10, E11, E12 dan E13. Berdasarkan uji aktifitas antibakteri, 6 dari 13 isolat endofit yang berpotensi memberikan aktifitas antibakteri. 5 dari isolat tersebut yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphyl,ococcus aureus dan E8 yang aktifitas nya tinggi dengan diameter zona bening 18.96 mm dan hanya 1 isolat yaitu E7 yang mampu menghambat  Escherichia coli dengan diameter zona bening 14.01 mm.

  5. Aplikasi Pemupukan Berimbang untuk Peningkatan Laju Pertumbuhan Tanaman Gaharu (Gyrinops verstegii di Kabupaten Tabanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    KETUT DHARMA SUSILA

    2013-08-01

    Full Text Available The research that purposed to find out the combination dosage of balanced fertilizing betweenunorganic and organic fertilizers for growth rate increasing of gaharu was conducted at West MundehVillage, West Selemadeg District and Baturiti Village Kerambitan District, Tabanan Regency from August2006 until August 2007. The factorial experiment used was randomized block design consisted of twofactors namely organic fertilizers as the first factor with four levels: 0 kg bokashi/tree; 2.5 kg bokashi/tree; 5.0 Kg bokashi/tree; 7.5 kg bokashi/tree; and unorganic fertilizer (NPK fertilizers as a secondfactor with four levels: without NPK; 0.10 kg NPK/tree; 0.20 kg NPK/tree, and 0.30 kg NPK/tree.There were 16 treatments with 4 replications. The result showed that no interaction between organicand unorganic fertilizer treatments, however, each factors influenced growth rate increasing of gaharuindividually. Both organic (bokashi and unorganic fertilizers (NPK were increasing the stem diametersand hight of plants gaharu. Treatments of 0.30 kg NPK/tree and 7.5 kg bokashi/tree indicated betterperformance significantly for raising stem diameter than the others.

  6. PERTUMBUHAN TANAMAN SENGON (PARASERIANTHES FALCATARIA L. TERINFEKSI MIKORIZA PADA LAHAN TERCEMAR Pb.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triono Bagus Saputro

    2016-11-01

    Full Text Available Paraserianthes falcataria plant is well known to be capable to make an excellent association and symbiosis with mycorrhizae. Mycorrhizae can improve the plant's ability to survive in heavy metal contaminated land, one of which is Pb (lead. Pb is the main heavy metal pollutants in all environments. This aims of this research were to determine the accumulation of Pb on sengon plant roots and its growth in Pb contaminated media. This research uses a completely randomized design. Pb(NO32 were given at a dose of 833 mg/kg and the concentration of mycorrhizal inoculation of Glomus sp. used were 25, 50 and 75 grams of mycorrhizae. The measured parameters were plant height, root length, plant dry weight, accumulation of Pb in roots, chlorophyll and protein profile test. The results showed that 75 grams of mycorrhizal Glomus sp. were the highest on several parameters including plant height, dry weight, root length. The chlorophyll content were grown on media containing Pb with each value of 77.5 cm; 17.86 grams; 31.5 cm; 8.99 g/ml. A dose of 75 grams of Glomus sp. also increased the absorption and accumulation of Pb in the roots with 3.60 ppm. while the protein electrophoresis show the specific band in P. falcataria that exposed to Pb with molecular weight 53.67 kDa.

  7. Evaluasi Pertumbuhan dan Perkembangan Arachis Pintoi sebagai Biomulsa pada Budidaya Tanaman di Lahan Kering Tropis

    OpenAIRE

    Sumiahadi, Ade; Chozin, M. Achmad; Guntoro, dan Dwi

    2016-01-01

    ABSTRACTCover crops is widely used as biomulch because of its advantages for land conservation, weed control and increasing soil nutrients, especially in upland agriculture. The objective of the research was to study the growth and development of Arachis pintoi as biomulch in upland agriculture. The experiment was carried out at IPB Experimental Field from February until May 2014. Observation was done everyweek up to 12 weeks with 10 plants were used for each observation. One stolon of A. pin...

  8. Potensi Jamur Parasit Telur Sebagai Agens Hayati Pengendali Nematoda Puru Akar Meloidogyne incognita pada Tanaman Tomat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siwi Indarti

    2014-12-01

    Full Text Available Root-knot nematodes Meloidogyne spp. are sedentary endoparasitic that attacks various economically important plants. Utilization of nematode’s fungal egg parasite as biocontrol agents of sedentary endoparasitic nematodes have a good possibility of potential success to be applied in the field level, because this fungi is able to colonize in and causes damage to eggs as well as female nematodes inside the root. The purpose of this research are to know the parasitism ability of this parasitic fungi to Meloidogyne incognita eggs, and its effects on second stage larvae hatching rate and the development of galls number in the host. The result shows that the parasitic fungi, those of Trichoderma, Penicillium, Talaromyces, Fusarium genera were able to parasitize root-knot nematode eggs (25.09 to 89.79%, caused root-knot nematode egg hatching to decrease, suppressed the formation of galls, and reduced the population of second stage nematode larvae in the greenhouse. Nematoda puru-akar Meloidogyne spp. adalah nematoda endoparasitik sedentari, bersifat polifag, dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan jamur parasit telur sebagai agens hayati pengendali nematoda endoparasitik sedentari mempunyai potensi tingkat keberhasilan tinggi untuk diterapkan pada aras lapangan karena mampu mengoloni dan merusak telur maupun stadium nematoda betina yang terlindungi jaringan tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan parasitasi isolat-isolat jamur parasit telur terhadap telur nematoda Meloidogyne incognita, dan pengaruhnya terhadap tingkat penetasan telur menjadi L-2, serta pembentukan jumlah puru pada tanaman terserang. Hasil penelitian didapatkan bahwa jamur parasit telur yang termasuk genera Tricoderma, Penicillium, Talaromyces, dan Fusarium mampu memarasit telur M. incognita berkisar antara 25,09–89,79%, mengakibatkan penurunan persentase jumlah L-2 nematoda yang bersangkutan, serta menekan pembentukan puru akar pada aplikasi aras

  9. Pengaruh Faktor Abiotik Terhadap Hubungan Kekerabatan Tanaman Sansevieria Trifasciata L

    OpenAIRE

    Raharjeng, Anita Restu Puji

    2015-01-01

    Sansevieria trifasciata L. (Agavaceae) is a plant that can be grown in all places, both in lowland and highland. Malang with its heights ranging from the coast to 1,200 m asl is interesting to be studied because it has great potential for the diversity of Sansevieria. Altitude affects the soil and climatic conditions, so that the altitude affects the phenotype of the plant. The aim of this study was to investigate the influence of abiotic factors on the relationship of Sansevieria trifasciata...

  10. PENGARUH FAKTOR ABIOTIK TERHADAP HUBUNGAN KEKERABATAN TANAMAN Sansevieria trifasciata L

    OpenAIRE

    Anita Restu Puji Raharjeng

    2015-01-01

    Sansevieria trifasciata L. (Agavaceae) is a plant that can be grown in all places, both in lowland and highland. Malang with its heights ranging from the coast to 1,200 m asl is interesting to be studied because it has great potential for the diversity of Sansevieria. Altitude affects the soil and climatic conditions, so that the altitude affects the phenotype of the plant. The aim of this study was to investigate the influence of abiotic factors on the relationship of Sansevieria trifasciata...

  11. PENGARUH EKSTRAK BEBERAPA TANAMAN OBAT TERHADAP USUS TERISOLASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B. Dzulkarnain

    2012-09-01

    Full Text Available The extraction of Anacardium occidentale L.leaves, Aegle marmelos Corr leaves and wood bark, Acorus calamus L. tuber and Desmodium triquetrum D.C. leaves has been tested on the isolated rabbit and guinea pig intestine. The extraction of A. occidentale L. leaves stimulated the isolated rabbit and guinea pig intestine which may due to the anacardic acid content. No consistent influence was seen by the extraction of A.marmelos Corr. leaves and wood bark. The A. calamus L. tuber extraction decreases the isolated intestine activities which is of the atropine-like type not antihistamin one. This may explain the use as antidysentri agent from the motility point of view. The D. triquetrum D.C. leaves extraction stimulated the isolated intestine which has a pilocarpine and histamine-like activity but does not exclude a seretonine-like action.

  12. PENGARUH FAKTOR ABIOTIK TERHADAP HUBUNGAN KEKERABATAN TANAMAN Sansevieria trifasciata L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anita Restu Puji Raharjeng

    2015-08-01

    Full Text Available Sansevieria trifasciata L. (Agavaceae is a plant that can be grown in all places, both in lowland and highland. Malang with its heights ranging from the coast to 1,200 m asl is interesting to be studied because it has great potential for the diversity of Sansevieria. Altitude affects the soil and climatic conditions, so that the altitude affects the phenotype of the plant. The aim of this study was to investigate the influence of abiotic factors on the relationship of Sansevieria trifasciata L. that grow at different altitude. Sansevieria samples were taken from 23 locations in Malang in lowland and highland. The observation was on the morphology, and it abiotic factors, ie altitude, temperature, humidity, soil pH, precipitation, and light intensity. The results showed that the abiotic factors have little effect on the morphology of Sansevieria trifasciata L. that grows in the highlands and lowlands.

  13. PENGARUH EKSTRAK TANAMAN OBAT ASLI TERHADAP SUHU NORMAL MENCIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B. Wahjoedi

    2012-09-01

    Full Text Available In the frame of screening of the medicinal plants efficacy, 19 plants have been tested to see their influence to the normal body temperature of mice. Among the 19 plants there are some medicinal plants which are used as antipyretic by the Indonesian people. Those are Ageratum conyzoides L, Brasica rugosa Prain, Euphatorium triplinerve Vahl, Messua ferrea L and Oroxylum indicum Vent. The administration is intra-peritoneally. Some extract at test dose (1/3 - 1/2 LD 50 decrease the normal body temperature more than 2°C. Most of them happened to be known as antipyretic in traditional medicines.

  14. PENGARUH PERBEDAAN SUMBER POLEN DAN VARIETAS SALAK (Salacca zalacca Gaertner Voss.) TERHADAP KUALITAS BUAH

    OpenAIRE

    Achmad Zaed

    2015-01-01

    Salak (Salacca zalacca  Gaertner Voss.)  merupakantanaman yang cukup potensial dikembangkan di Bangkalan. Namun budidaya dan pengembangan tanaman salak ini belum optimal.Kualitas serbuk sari pada bunga jantan yang baik sangat menentukan kualitas buah yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui  PengaruhPerbedaan Sumber Polen dan Varietas Salak  (Salacca zalacca  Gaertner Voss.)  Terhadap Kualitas Buah. Penelitian ini dilakukan di kebun kelompok tani Ambudi Makm...

  15. POTENSI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Khakim

    2011-12-01

    Full Text Available This research objectives are first, to determine the influence of potential fiscal (local revenue, general allocation fund, sharing fund, and other official local revenues to local economic growth. Second, to study potential fiscal impact and local economic growth to its society welfare. The study took all population as it samples (116 cities in Java, ie: local budget realization of all cities in Java from 2007-2009 and uses panel data. Lisrel 8.54 is employed to analyze to form Structural Equation Modeling. The result shows that first, local revenues and sharing fund have positive influence to economic growth, while general allocation fund and other local revenues influence negatively to economic growth. Second, local revenues, general allocation fund and sharing fund have positive impact on local society welfare, while the other local revenues have no significant impact on it.

  16. Pengaruh Peluang Pertumbuhan dan Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Tindakan Manajemen Laba

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aang Kunaifi

    2016-09-01

    Full Text Available Effect of Growth Opportunities and Environmental Uncertainties To Profit ManagementThe purpose of this study is to investigate the determinant of firm’s earning management by food and beverage industry in Indonesian Stock Exchange (IDX during 2010-2015. The impact growth opportunity and environmental uncertainty may induce greater manager’s use discretionary accruals as earning management. Furthermore, this study also examines the effect auditor quality on the relationship between growth opportunity and earning management. Using purposive sampling, the sample of this study consist 8 companies are listed on IDX (48 firms-year. The result indicated that firm’s situation under growth opportunity and environmental uncertainty had an impact on the earning management. However, auditor quality proven has an impact on the relationship between growth opportunity and eaning management.DOI: 10.15408/ess.v6i2.3572

  17. Pengaruh Pemberian Bokashi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jagung (Zea Mays)

    OpenAIRE

    Raksun, Ahmad

    2009-01-01

    . This research has done in Selebung Ketangga Village East Lombok. The objective of this research are: (1) to identify the effect of the use of bokashi to the growth and production of corn, (2) to identify the optimum extent of bokashi that must be added to the soil of Selebung Ketangga farm land in oder that corn can grow and product optimally. Complately randomized design with four replicates were used in this research. There are ten treatment to the bokashi, namely: Bo = without bokashi,...

  18. POTENSI BEBERAPA ISOLAT PROBIOTIK SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP PERTUMBUHAN Vibrio spp.

    OpenAIRE

    HASBIAH

    2015-01-01

    The research about potential of some probiotic isolates as an antibacterial on the growth of Vibrio spp had been done. This research aimed to know the antibacterial potency from some isolates probiotic on the growth of Vibrio spp. This research to tested the inhibition on the three species of Vibrio that are Vibrio harveyi, Vibrio prahaemolyticus, and Vibrio cholerae using agar diffusion method. Probiotic isolates come from lactic acid bacteria group that provide beneficial effects on health ...

  19. Dampak Economic Freedom Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Negara Asia

    OpenAIRE

    Suparyati, Agustina; Fadilah, Nurul

    2015-01-01

    : This study aimed to examine the effect of variable FDI, exchange rate and economic freedom and its constituent components in influencing economic growth in Asian countries, which are grouped into two groups: the group of developing countries that consists of 7 countries including Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, Laos, Cambodia and the Philippines, while for developed countries group consisting of four countries, namely Japan, South Korea, China and Singapore in the period 2001-2012. ...

  20. PENINGKATAN KUALITAS WARNA KUNING DAN MERAH SERTA PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOI MELALUI PENGAYAAN TEPUNG KEPALA UDANG DALAM PAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Subamia

    2016-04-01

    Full Text Available Ikan hias koi merupakan salah satu produk perikanan yang budidayanya telah dikuasai oleh petani ikan di beberapa daerah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas warna benih ikan hias koi melalui pengayaan tepung kepala udang dalam pakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan dosis tepung kepala udang dalam formulasi pakan sebagai sumber karotenoid yaitu: 0% (kontrol, 5%, 10%, 15%. Pakan yang diberikan diformulasikan dengan isoprotein (30%, dan isolipid (15%. Ikan yang digunakan adalah benih dan ditempatkan dalam hapa-hapa di kolam. Pengamatan yang dilakukan selama pemeliharaan adalah parameter kualitas warna yang dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan TCF (Toca Color Finder, sedangkan pengukuran kuantitatifnya dilakukan dengan pengukuran total karotenoid pakan dan jaringan tubuh ikan. Selain itu, dilakukan pula pengamatan parameter pertumbuhan panjang, dan bobot yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas warna pada ikan koi optimal pada pemberian tepung kepala udang sebesar 10% dicirikan dari nilai warna kuning dan merah. Selama penelitian juga diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik bobot dan panjang tubuh, dan sintasan pada semua perlakuan.

  1. Analisa Pengaruh Brand Extension Terhadap Customer Loyalty Konsumen Kecap Sedaap Di Surabaya Melalui Brand Association, Brand Awareness, Dan Brand Image Sebagai Variabel Perantara

    OpenAIRE

    Boentoro, Steven

    2015-01-01

    Pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia pada tahun 2015 semakin meningkat sehingga dibutuhkan Competitive Advantage dalam bersaing. Wings Group memanfaatkan reputasi mereknya yang baik untuk membuat produk baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Brand Extension yang telah dilakukan oleh Wings Group terhadap produk Kecap Sedaap. Penelitian ini juga melihat hubungan yang mempengaruhi Customer Loyalty pengguna produk Kecap Sedaap dengan melihat Brand Awareness konsumen Kecap Sed...

  2. SKRINING FITOKIMIA TANAMAN OBAT DI KABUPATEN BIMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sry Agustina

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK : Telah dilakukan penelitian tentang skrining fitokimia tanaman obat yang sering digunakan oleh masyarakat Bima sebagai obat tradisional. Beberapa jenis tanaman yang digunakan oleh masyarakat Bima sebagai obat-obatan tradisional diantaranya kunyit, temulawak, jahe, kulit buah delima dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman obat lokal yang berperan aktif dalam penyembuhan penyakit. Tanaman obat yang dianalisis pada penelitian ini adalah rimpang kunyit (Curcumma longa Linn, rimpang jahe (Zingiber officinale, rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza, rimpang lengkuas (Alpinia galanga, daun jambu biji (Psidium guajava, daun sirsak (Annona muricata L., daun sirih (Piper betle L., daun salam (Syzygium polyanthum, kulit buah delima (Punica granatum dan daun kecubung (Datura metel L. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode penapisan/skrining fitokimia untuk mendeteksi kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, steroid/terpenoid, saponin dan tanin. Dari hasil skrining fitokimia ekstrak etanol tanaman obat yang telah dianalisis menunjukkan bahwa 10 sampel mengandung flavonoid, 9 sampel mengandung alkaloid, 9 sampel mengandung steroid, 4 sampel mengandung terpenoid, 5 sampel mengandung saponin dan 7 sampel mengandung tanin.   ABSTRACT : A research on the phytochemical screening of medicinal plants are often used by Bima community as a traditional medicine was been done. Some types of plants used by Bima community as traditional medicines such as turmeric, ginger, pomegranate skin and so on. This study aims to determine the content of active compound contained in local medicinal plants an active compound in the healing of disease. Medicinal plants are analyzed in this study are turmeric, ginger rhizome, rhizome of ginger, galangal rhizome, the leaves of guava, soursop leaves, betel leaves, bay leaves, bark and leaves of pomegranate. The

  3. Pemanfataan Pupuk Daun, Air Kelapa dan Bubur Pisang sebagai Komponen Medium Pertumbuhan Plantlet Anggrek Dendrobium Kelemense

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uhwatul Hasanah

    2014-09-01

    Full Text Available Bahan alternatif alami diperlukan untuk menggantikan bahan kimia yang mahal untuk kegiatan kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh merk, konsentrasi pupuk daun, interaksinya terhadap pertumbuhan plantlet anggrek Dendrobium dan menentukan konsentrasi yang paling optimal dalam menginduksi pertumbuhan plantlet. Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua perlakuan yaitu merk pupuk dan konsentrasi pupuk, masing-masing dengan tiga taraf perlakuan yaitu merk pupuk (growmore, hyponex, gandasil dan konsentrasi (1 g/l, 2 g/l, 3 g/l. Pertumbuhan plantlet anggrek pada penelitian ini diukur berdasarkan parameter tinggi plantlet, jumlah daun, luas daun, jumlah akar dan panjang akar. Data dianalisis dengan anava dua arah, bila signifikan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil anava menunjukkan merk pupuk berpengaruh signifikan terhadap penambahan jumlah daun, luas daun dan jumlah akar, konsentrasi pupuk berpengaruh signifikan terhadap penambahan tinggi plantlet dan panjang akar sedangkan interaksi merk pupuk dengan konsentrasi pupuk signifikan terhadap penambahan tinggi plantlet dan luas daun. Kombinasi perlakuan yang paling optimal yang menginduksi penambahan tinggi plantlet dan luas daun adalah pupuk hyponex dengan konsentrasi 2 g/l (5,40 cm dan 5,43 cm2. Untuk mendapatkan pertumbuhan plantlet paling tinggi dan luas daun paling optimal digunakan media pupuk hyponex dengan konsentrasi pupuk 2 g/l.Natural alternative materials needed to replace expensive chemicals for tissue culture activities. This study aimed to examine the influence of the brand, the concentration of foliar fertilizer, interaction on the growth of dendrobium orchid Dendrobium and determine the optimal concentration in inducing the growth of plantlets. Experiments were carried out with completely randomized factorial design consisting of two treatments, the brand of fertilizer and manure concentration, each with three levels

  4. Teknologi Pengendalian Gulma Alang-alang dengan Tanaman Legum untuk Pertanian Tanaman Pangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ishak Juarsah

    2015-07-01

    Full Text Available Di Indonesia, Alang-alang (Imperata cylindrica L. Beauv merupakan salah satu gulma terpenting dan termasuk sepuluh gulma bermasalah di dunia.  Melalui biji dan rimpang, alang-alang dapat tumbuh dan menyebar luas pada hampir semua kondisi lahan. Teknologi pengendalian alang-alang telah banyak dikenal namun belum dapat menjamin eradikasi populasi alang-alang secara berkelanjutan tanpa diikuti oleh kultur teknis dan pola budidaya tanaman pangan sepanjang tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa lahan alang-alang dapat dikendalikan/dikelola menjadi lahan produktif setelah direhabilitasi dengan tanaman legume (Mucuna sp. untuk usaha tani tanaman pangan lahan kering berorientasi konservasi tanah. Bahan hijauan tanaman Mucuna dapat meningkatkan kadar C-organik, memperbaiki sifat fisika, kimia tanah dan meningkatkan  produksi tanaman pangan. In Indonesia, Alang-alang (Imperata cylindrica L. Beauv is one of important weeds and included to ten most problematic weeds around the world. Through its seeds and roots, alang-alang can grow and expand in nearly all soil conditions. Many technologies for controlling have been known but can not ensure the eradication of weeds population, however the controlling via food crops cropping systems for the whole years is the best method so far to have sustainability of the agriculture land. Research showed that alang-alang area could be controlled/managed became more productive land after rehabilitation with legume (ie Mucuna sp. especially for dry land conservation oriented. Mucuna green materials might increase C-organic content, both soil chemical and physical improvement, furthermore increased foodcrops production.

  5. PERAN REVEGETASI TERHADAP RESTORASI TANAH PADA LAHAN REHABILITASI TAMBANG BATUBARA DI DAERAH TROPIKA (The Role of Revegetation on the Soil Restoration in Rehabilitation Areas of Tropical Coal Mining

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahyono Agus

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Pertambangan batubara terbuka menyebabkan degradasi lahan, sehingga perlu upaya rehabilitasi lahan melalui program revegetasi. Penelitian dilakukan di areal PT. Berau Coal  pada site Binungan, Lati dan Sambarata, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap ber-blok dengan umur revegetasi sebagai perlakuan, tiga kali ulangan dan tiga site sebagai blok. Pemilihan lokasi menggunakan metode purposif sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan pada umur pengolahan lahan revegetasi, meliputi S1 : area hutan sebelum ditambang (rona awal, S2 : revegetasi awal, umur tanaman  5 tahun. Pengambilan sampel tanah pada  kedalaman 0–20 dan 20-40 cm pada setiap perlakuan di ketiga lokasi, selanjutnya dianalisis sifat fisik dan kimianya. Tanah Typic Hapludult pada lahan hutan sebelum ditambang batubara secara terbuka (S1,  rona awal mempunyai kadar C-organik (1,87 %, N-total (0,14 %, P-tersedia (31,40 ppm, K-tertukar (0,11 me/100g, pH (3,98, KTK (10,72 me/100g dan kejenuhan basa (17 %. Penambangan terbuka batubara telah menyebabkan lapisan bawah dan  permukaan tanah menjadi terbongkar dan terjadi penurunan kualitas tanah yang sangat drastis. Penimbunan lahan dengan media tanah permukaan sebelumnya, telah cukup  mampu memperbaiki sifat-sifat tanah tertambang namun belum sesuai sebagai media pertumbuhan, serta sangat rentan terhadap degradasi lahan lebih lanjut. Revegetasi menggunakan tanaman pionir, cepat tumbuh dan adaptif seperti Sengon, Akasia, Sungkai, Melina, Angsana, Jarak serta Legume Cover Crop (LCC pada area bekas tambang  batubara memberikan pengaruh yang  nyata terhadap peningkatan kandungan C-organik, N-total dan  pH tanah. Revegetasi menggunakan spesies cepat tumbuh setelah berumur 5 tahun telah mengembalikan bahkan memperbaiki sifat kimia tanah dibanding dengan kondisi pada hutan tropika basah sebelum dilakukan penambangan terbuka.   ABSTRACT Open coal mining

  6. PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE (QWL TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN DISIPLIN DAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titik Nurbiyati

    2016-01-01

    Full Text Available Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh antara variable Quality of Work Life (QWL terhadap kinerja karyawan dengan disiplin dan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Data dalam riset ini menggunakan data primer dengan menggunakan alat analisis regresi dan analisis path. Dari analisis data diperoleh hasil secara parsial QWL berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai namun tidak berpengaruh terhadap disiplin kerja. Secara simultan QWL, disiplin kerja dan kepuasan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu ada pengaruh tidak langsung (QWL terhadap kinerja melalui disiplin kerja lebih kecil dibandingkan pengaruh langsung terhadap kinerja. Kemudian ada pengaruh tidak langsung (QWL terhadap kinerja melalui kepuasan kerja lebih besar dibandingkan pengaruh langsung (QWL terhadap kinerja. Nilai R Square sebesar 0,553 yang artinya variabel QWL, kepuasan kerja dan disiplin kerja mempengaruhi kinerja hanya sebesar 55,30 % sedangkan 44,7% dipengaruhi faktor lain. Rekomendasi dari hasil riset ini variabel QWL kategori pertumbuhan dan perkembangan perlu adanya program Training Need Analysis (TNA guna memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Sedangkan variabel QWL kategori kompensasi perlu mengadakan salary survey terhadap perguruan tinggi yang dipilih secara sampling yang bertujuan untuk melakukan perbandingan data mengenai kebijakan, praktek dan metode penggajian. Perlu dilakukan riset lanjutan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kinerja selain faktor QWL, disiplin kerja dan kepuasan kerja.Kata Kunci: Quality of Work Life (QWL, Disiplin Kerja, Kepuasan kerja dan Kinerja Karyawan

  7. Uji Efektivitas Pestisida terhadap Beberapa Patogen Penyebab Penyakit Penting pada Buah Naga (Hylocereus sp. secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Widiastuti

    2011-12-01

    Full Text Available Problem caused by pathogen in Dragon Fruit (Hylocereus sp. cultivation became very important because it decreased significantly the quantity and quality of the fruit production. This study aims to determine the effectiveness of some pesticides against pathogens that cause diseases of dragon fruit in several plantations in the DIY (Sleman and Kulon Progo and Central Java (Magelang and Batang. Test of fungicide effectiveness was done in vitro on PDA medium (potato dextrose agar by poisoned food technique. The fungicides were mancozeb 80 %, methyl tiofanat 70 %, copper hydroxide 80 %, chlorotalonil 75 %, mancozeb 64 % + metalaxyl 4 %, mancozeb karbendazim 73.8 % + 6.8 %,benomyl 50 % at a concentration of 1g/L. The bactericides used were streptomycin sulfate 20 % and oxytetracycline 150 AL with each concentration of 1 g/L and 1 mL /L. The results showed that benomyl 50 % was the most effective fungicide to suppress the growth of Fusarium sp. (brown spot, Colletotrichum sp. (anthracnose and Pestalotiopsis sp. (scab, followed by mancozeb 73.8 % +karbendazim 6.8 % and 73.8 % mancozeb. Bactericide which was able to suppress the growth of Erwinia sp. (stem rot was streptomycin sulfate 20 %.   Gangguan patogen pada buah naga (Hylocereus sp. saat ini menjadi masalah penting karena secara signifikan menurunkan kuantitas dan kualitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan beberapa pestisida terhadap patogen penyebab penyakit-penyakit penting pada tanaman buah naga yang ditanaman pada beberapa sentra pertanaman di Propinsi DIY (Sleman dan Kulon Progo dan Jawa Tengah (Magelang dan Batang. Uji keefektivan pestisida dilakukan secara in vitro pada medium PDA (potato dextrose agar dengan metode teknik makanan beracun (poisoned food technique. Fungisida yang dipergunakan adalah mankozeb 80%, tiofanat metil 70%, tembaga hidroksida 80%, klorotalonil 75%, mankozeb 64% + metalaksil 4%, mankozeb 73,8% + karbendazim 6,8%, benomil 50% dengan

  8. POTENSI PENYERAPAN KARBON PADA KARET POLA TUMPANGSARI TANAMAN HUTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sahuri Sahuri

    2017-10-01

    Full Text Available Rubber plant (Hevea brasilliensis has a very big role in the economy and the absorption of CO2. Rubber plants as well as forest plants capable of processing CO2 as a carbon source that is used for photosynthesis. CO2 absorption can be enhanced through the implementation of intercropping pattern rubber and forest plant. This study aims to determine the potential for carbon sequestration in intercropping pattern rubber and forest plant. The experiment was conducted at the Sembawa Research Station, South Sumatra, with three cropping pattern (PT, namely PT1: rubber plants + teak (Tectona grandis, PT2: rubber plants + trembesi (Samanea saman, PT3: rubber plant monocultures, PT4: teak monocultures, and PT5: trembesi plant monocultures. Measurement of carbon reserves consist of tree biomass and soil organic matter. The results showed that the amount of absorption of CO2/year in the rubber plantations for 10 years for PT1, PT2, PT3, PT4, and PT5, respectively were 86.46 tons/ha, 125.90 tons / ha, 77.90 tons/ha, 36.26 tons/ha and 49.03 tons/ha. The addition of carbon sequestration for 10 years due to intercrop rubber and forest plant was 30.13% or 49.17 tons CO2/ha compared to the rubber plant monocultures. Tanaman karet (Hevea brasilliensis memiliki peran yang sangat besar dalam perekonomian dan penyerapan CO2. Tanaman karet seperti halnya tanaman hutan mampu mengolah CO2 sebagai sumber karbon yang digunakan untuk fotosintesis. Penyerapan CO2 dapat ditingkatkan melalui penerapan pola tumpangsari karet dan tanaman hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penyerapan karbon pada pola tumpangsari karet dan tanaman hutan. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Balai Penelitian Sembawa, Sumatra Selatan, dengan tiga pola tanam (PT, yaitu PT1: tanaman karet + jati (Tectona grandis, PT2: tanaman karet + trembesi (Samanea saman, PT3: tanaman karet monokultur, PT4: tanaman jati monokultur, dan PT5: tanaman trembesi monokultur. Pengukuran

  9. Zona Hambat Ekstrak Daun Sirih Merah Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Candida Albicans Diisolasi Dari Denture Stomatitis

    OpenAIRE

    Veronika, lara

    2017-01-01

    Zona Hambat Ekstrak Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans diisolasi dari denture stomatitis xi + 43 halaman Ekstrak daun sirih merah merupakan salah satu obat tradisional yang saat ini banyak digunakan masyarakat Indonesia. Ekstrak daun sirih merah ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur disebabkan karena adanya senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin dan minyak atsiri. Salah satu bakteri dan jamur yang dapat dihambat oleh ekstrak daun sir...

  10. ANALISIS PENGARUH KUALITAS FINANSIAL PERUSAHAAN, KUALITAS AUDITOR DAN KUALITAS PEREKONOMIAN TERHADAP OPINI AUDIT (GOING CONCERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Baqarina Hadori

    2014-04-01

    Full Text Available Abstrak: Analisis Pengaruh Kualitas Finansial Perusahaan, Kualitas Auditor, Dan Kualitas Perekonomian Terhadap Opini Audit (Going Concern. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor keuangan dan faktor non-keuangan terhadap pemberian opini audit going concern oleh auditor. Faktor keuangan yang diuji adalah profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, pertumbuhan penjualan tahunan, dan pertumbuhan harga saham. Sedangkan faktor non-keuangan yang diuji adalah kualitas auditor dan kualitas perekonomian. Penelitian ini menggunakan 109 sampel laporan keuangan auditan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008-2012 yang dipilih secara acak. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa solvabilitas, pertumbuhan penjualan tahunan, dan pertumbuhan harga saham tahunan berpengaruh terhadap opini audit going concern. Sedangkan profitabilitas, likuiditas, kualitas auditor, dan kualitas perekonomian tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern.   Kata kunci: kualitas finansial perusahaan; kualitas auditor, kualitas perekonomian, opini audit going concern.   Abstract: Effect of Corporate Financial Analysis Quality, Quality Auditor, and Quality Audit Opinion on Economy (Going Concern. The research described in this paper was designed to empirically examine the effects of financial quality of a company, auditor quality, and quality of the relevant economy on going concern audit opinion. Financial quality is measured by profitability, liquidity, solvability, annual sales growth, and growth in stock market price. Logistic regression was used to test the hypothesis with 109 sample of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2008-2012. The results indicated that solvability, annual sales growth, and growth in stock market price do significantly affect going concern audit opinion. On the other hand, profitability, liquidity, auditor quality, and quality of the economy do not significantly

  11. UJI POTENSI ANTIPLASMODIUM EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L. TERHADAP Plasmodium falcifarum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilawati

    2014-05-01

    Full Text Available Malaria masih menjadi salah satu penyakit endemis dan masalah kesehatan utama di Indonesia. Buah pare (Momordica charantia L. secara tradisional sering digunakan sebagai obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi antiplasmodium in vitro ekstrak buah pare terhadap Palsmodium falciparum sehingga dapat digunakan sebagai obat anti malaria. Buah pare diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji aktivitas antiplasmodium dilakukan secara pengamatan mikroskopik pada kultur strain P. falcifarum 3D7. Berdasarkan hasil pengujian, sampel ekstrak metanol buah pare memiliki aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan parasit P. falciparum 3D7. Kekuatan aktivitas antimalaria dengan nilai IC50 = 0,39 µg/mL.

  12. ANALISIS PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niswah Baroroh

    2014-07-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh modal intelektual terhadap kinerja keuangan perusahaan saat ini dan masa yang akan datang serta pengaruh pertumbuhan modal intelektual terhadap kinerja keuangan di masa yang akan datang. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan menghasilkan 57 perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis Partial Least Square (PLS untuk menguji pengaruh modal intelektual terhadap kinerja perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan modal intelektual berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan saat ini dan di masa yang akan datang serta rata-rata pertumbuhan modal intelektual berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan di masa yang akan datang. The objectives of this study to analyze the effects of intellectual capital to corporate financial performance and future performance and analyze the growth average of intellectual capital to the company’s future financial performance. In determining the sample, purposive sampling is employed with 57 companies. Partial Least Square (PLS used to analyze these effects. The results show that there is a positive significant effect of intellectual capital to financial performance and future financial performance and there is a positive significant of growth average of intellectual capital to the future financial performance of the companies

  13. KEPUASAN PELAKU USAHA TERHADAP KUALITAS LAYANAN PERIZINAN PUPUK DI KEMENTERIAN PERTANIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasim Ashari

    2014-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objectives of this study were: 1 analyze level of satisfaction index, 2 analyze factors that influence the satisfaction of fertilizer license services at the Ministry of Agriculture, 3 analyze the impact of satisfaction that influence recommendation. Data obtained from 86 respondents who were making license at the Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP and Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP. The data were processed using Microsoft Office Excel to perform a descriptive cross tabulation analysis for each variable, while the analysis of the direct impact of service satisfaction variable to the recommendation used Path Analysis with LISREL 8.30 program. The conclusion of this study is the reliability and empathy shows direct significant influence to satisfaction but directly all variables are insignificant to recommendation. Indirectly, the variables of tangibility, reliability and responsiveness have significant influence to recommendation.Keywords: servqual model, fertilizer permit service, path analysis, fertilizerABSTRAKTujuan dai penelitian adalah 1 menganlisis tingkat kepuasn, 2 menganalilis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan terhadap pelayanan perizinan pupuk di Kementerian Pertanian, 3 menganalisis pengaruh kepuasan terhadap pemberian rekomendasi. Pengambilan data terdiri dari 86 responden yang sedang mengurus perizinan di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP. Pengolahan data dengan menggunakan Mocrosoft Office Excel untuk menghitung analisis tabulasi silang pada setiap variabel, dan untuk mengetahui pengaruh kepuasan terhadap pemberian rekomendasi menggunakan analisis jalur (path analysis yang menggunakan program Lisrel 8.30. Kesimpulan pada penelitian ini adalah secara langsung variabel keandalan (reliability dan empati (empathy berpengaruh siknifikan terhadap terhadap

  14. APLIKASI KOMBINASI KOMPOS JERAMI, KOMPOS AZOLLA DAN PUPUK HAYATI UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH POPULASI BAKTERI PENAMBAT NITROGEN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI BERRBASIS IPAT-BO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferina Rosiana

    2013-03-01

    Full Text Available Penelitian untuk mengetahui efek pemberian kombinasi kompos jerami dengan Azolla dan pupuk hayati majemuk terhadap peningkatan populasi bakteri penambat N dan produktivitas tanaman padi dengan teknologi IPAT-BO dilaksanakan dari bulan April hingga Juli 2012 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, dengan ketinggian + 740 m dpl. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan dua belas perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari (A tanpa kompos jerami, (B kompos jerami 2,5 ton ha-1, (C kompos jerami 5 ton ha-1, (D kompos Azolla 0,5 ton ha-1, (E kompos jerami 2,5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1, (F kompos jerami 5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1, (G pupuk hayati 400 g ha-1, (H kompos jerami 2,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (I kompos jerami 5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (J kompos Azolla 0,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (K kompos jerami 2,5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (L kompos jerami 5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1.Aplikasi perlakuan kompos jerami, kompos Azolla dan pupuk hayati majemuk memberikan pengaruh terhadap populasi penambat N (Azotobacter sp. dan Azospirilium sp. dan produktifitas tanaman padi. Aplikasi kompos jerami 2,5 ton ha-1 dengan pupuk hayati 400 g ha-1 memberikan hasil GKP yaitu 64,39 g tanaman-1 (6,13 ton ha-1. Kata kunci: IPAT-BO, kompos Azolla, kompos jerami, pupuk hayati.

  15. ESTIMASI PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT DAN TANTANGAN PEREKONOMIAN TAHUN 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ansofino

    2015-07-01

    Full Text Available Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam periode perencanaan tahun 2013 diperkirakan akan tumbuh sebesar 6,3% s/d 6,8%. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional terutama di dorong oleh semakin membaiknya kinerja balance of payment terutama mulai membaiknya eksport yang selama krisis global mengalami penurunan yang lambat (slowdown. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang terus membaik (recovery, tahun 2012 telah mencapai 6,35% keadaan ini sudah mendekati sebelum keadaan krisis. Sehingga jika dibandingkan dengan target laju pertumbuhan yang ditetapkan dalam RPJM II Sumatera Barat untuk tahun 2014 adalah sebesar 7,12%, optimis akan tercapai dengan baik. Namun, jika harga komoditi ekspor dunia masih belum membaik justru membuat pertumbuhan menjadi melambat di tahun 2014.

  16. Potensi Trichoderma Spp. Sebagai Agens Pengendali Fusarium Spp. Penyebab Penyakit Layu Pada Tanaman Stroberi

    OpenAIRE

    Dwiastuti, Mutia Erti; Fajri, Melisa N; Yunimar, Yunimar

    2015-01-01

    Layu yang disebabkan oleh Fusarium spp. merupakan salah satu penyakit penting tanaman stroberi (Fragaria x ananassa Dutch.) di daerah subtropika, yang dapat menggagalkan panen. Penelitian bertujuan untuk mempelajari potensi Trichoderma spp. dalam mengendalikan Fusarium spp. Isolat Trichoderma spp. diisolasi dari rizosfer tanaman stroberi dan Fusarium spp. diisolasi dari tanaman stroberi yang mengalami layu fusarium. Isolat cendawan dimurnikan, dikarakterisasi, dan dibandingkan dengan isolat c...

  17. Teknologi Pengendalian Gulma Alang-alang dengan Tanaman Legum untuk Pertanian Tanaman Pangan

    OpenAIRE

    Ishak Juarsah

    2015-01-01

    Di Indonesia, Alang-alang (Imperata cylindrica L. Beauv) merupakan salah satu gulma terpenting dan termasuk sepuluh gulma bermasalah di dunia.  Melalui biji dan rimpang, alang-alang dapat tumbuh dan menyebar luas pada hampir semua kondisi lahan. Teknologi pengendalian alang-alang telah banyak dikenal namun belum dapat menjamin eradikasi populasi alang-alang secara berkelanjutan tanpa diikuti oleh kultur teknis dan pola budidaya tanaman pangan sepanjang tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa...

  18. Pengaruh Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L. Var. Kawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Edy Suminarti

    2015-07-01

    Full Text Available Diversifikasi pangan merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan.  Hal ini menjadi penting karena setiap tahun luas lahan basah telah mengalami penyusutan sekitar 0,1% dari total luas lahan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, maka pemanfaatan ubi jalar sebagai sumber bahan pangan alternatif perlu dilakukan. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang macam dan waktu aplikasi bahan organik yang tepat telah dilakukan di Desa Landungsari, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah, macam bahan organik ditempatkan pada petak utama, terdiri dari 3 macam, yaitu  pupuk kandang sapi, kompos azolla dan kompos sampah kota.  Waktu aplikasi bahan organik sebagai anak petak, terdiri dari 3 macam, yaitu : 30 hari sebelum tanam, 15 hari sebelum tanam dan bersamaan tanam. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif, meliputi  komponen pertumbuhan dan panen, analisis pertumbuhan tanaman dan analisis tanah. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Interaksi nyata terjadi pada sebagian besar parameter yang diamati, dan hasil umbi tertinggi didapatkan pada kompos sampah kota yang waktu aplikasinya dilakukan 30 hari sebelum tanam : 28,03 ton umbi ha-1. Food diversification is a precise step to anticipate food shortage condition. It becomes important because wetland area is decreasing of approximately 0,1% each year of total area in Indonesia. Related to that point, also in order to meet food national demand, utilization of sweet potato as alternative food resource needs to be done. Research aimed to get information about proper kind and application time of organic matter had been done at Landungsari, Malang. The design used was Split Plot, kind of organic matter was placed as main plot, consisting of 3 kinds, ie: cow manure, azzola

  19. UJI ZONA HAMBAT EKSTRAK DAUN PUTRI MALU (Mimosa pudica TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Ririn Chandrika Sari

    2015-04-01

    Full Text Available Resistensi Staphylococcus aureus dan MRSA terhadap antibiotika spektrum luas mendorong berbagai penelitian untuk menemukan senyawa aktif yang sensitif dan efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penghambatan ekstrak daun putri malu (Mimosa pudica terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan MRSA.Penelitian terhadap aktivitas antimikrobial ekstrak daun putri malu dilakukan dengan metode agar difusi cakram dengan menggunakan metode Kirby-Bauer.Suspensi bakteri disesuaikan dengan standar kekeruhan Mc Farland 0.5. Biakan bakteri dalam cawan petri masing-masing diberikan 6 perlakuan, yaitu kontrol positif (amoxicillin atau vancomycin, kontrol negatif (alkohol, serta ekstrak daun putri malu dengan konsentrasi 25 mcg/ml, 50 mcg/ml, 75 mcg/ml dan 100 mcg/ml. Pertumbuhan Staphylococcus aureus dihambat secara signifikan oleh ekstrak daun putri malu, dengan efek inhibisi pada semua konsentrasi secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan kontrol positif (p<0.05. Zona inhibisi Staphylococcus aureus pada konsentrasi 25 mcg/ml adalah 28.86 mm dan telah memenuhi kriteria sebagai antimikrobial sensitif berdasarkan Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI. Inhibisi pertumbuhan MRSA secara signifikan terjadi pada semua konsentrasi ekstrak daun putri malu dibandingkan dengan kontrol negatif (p=0.00. Zona inhibisi terbesar ditemukan pada konsentrasi 100 mcg/ml dengan diameter sebesar 14.16 mm dan memiliki efek antimikrobial sebanding dengan vancomycin dalam menghambat pertumbuhan MRSA (p=0.186. Hasil uji agar difusi cakram menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam ekstrak daun putri malu memiliki aktivitas antimikrobial yang tinggi terhadap Staphylococcus aureus dan MRSA secara in vitro.

  20. PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN LQ 45

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Fajarini S.W.

    2012-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intelectual capital terhadap kinerja keuangan perusahaan, kinerja keuangan perusahaan masa akan datang dan rata-rata pertumbuhan intelectual capital terhadap kinerja keuangan perusahaan masa akan datang. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 18 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara IC (VAICTM terhadap kinerja keuangan perusahaan, terdapat pengaruh IC (VAICTM terhadap kinerja keuangan masa depan perusahaan dan terdapat pengaruh ROGIC terhadap kinerja keuangan masa depan perusahaan, baik untuk periode ROGIC 2006-2007 terhadap kinerja keuangan 2006 maupun ROGIC 2006-2007 terhadap kinerja keuangan 2007. Abstract The objective of study investigates the effects of intellectual capital to corporate financial performance, financial performance and the growth average of intellectual capital  to the company’s future financial performance. In ditermining the sample,  purposive sampling method is employed and 18 companies are obtained. The results show that there is IC (VAICTM influence to the company’s financial performance, there is influence of IC (VAICTM to the company’s future financial performance and there is ROGIC influence to the company’s future financial performance. Those are for both  the ROGIC period of 2006-2007 to financial performance of  2006 and the ROGIC period of 2006-2007 to the financial performance of 2007.

  1. EKSPLORASI CENDAWAN ENDOFIT DARI TANAMAN PADI SEBAGAI AGENS PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN (The Exploration of Endophytic Fungi from Oryza sativa as Plant Growth Promoting Agents)

    OpenAIRE

    Wilia, Weni; Hayati, Islah; Ristyadi, Dwi

    2013-01-01

    Endophityc fungi have been successfully isolated from Oryza sativa atLaboratory of Plant Disease, Agriculture Faculty University of Jambi. Theaim of this research was to get endophityc fungi from Oryza sativa. Therewere three (3) candidates of endophityc fungi that have been successfullyisolated. Pathogenosity test which was done showed that all of fungi wereendophityc fungi. Those fungi were identified as endophityc fungi due to theseed of paddy could growth normally in pure culture of endop...

  2. Produksi Ruang Kekuasaan di Pulau Jawa Abad ke-16-17 dan Dampaknya pada Pertumbuhan Kota

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafid Setiadi

    2017-12-01

    Full Text Available Abstrak Studi ini membahas keterkaitan antara tradisi kekuasaan, produksi ruang, dan pertumbuhan kota. Tujuan utamanya adalah untuk memahami secara mendalam pola dan proses spasial produksi ruang kekuasaan dan implikasinya pada pertumbuhan kota. Lingkup penelitian mencakup situasi geopolitik di Pulau Jawa selama abad ke-16 hingga ke-17 ketika Kesultanan Mataram memegang dominasi kekuasaan berlandaskan tradisi sawah. Metode analisis yang diterapkan mengacu pada pemikiran hermeneutika yang mengedepankan metode pembacaan teks. Data penelitian berasal dari sumber-sumber sekunder terutama berupa hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam bentuk artikel, buku, peta maupun makalah seminar.  Hasil analisis memperlihatkan bahwa selama rentang waktu tersebut pola dan proses spasial produksi ruang kekuasaan didominasi oleh netralisasi dan pembentukan wilayah pinggiran sebagai konsekuensi dari absolutisme kekuasaan raja.  Modus produksi ini menyebabkan terjadinya likuidasi politik terhadap kota-kota tertentu yang ditandai oleh perubahan identitas kota, terutama di wilayah pesisir.   Abstract This study discusses the relations between the tradition of power, the production of space, and city growth. This study primarily aimed to comprehend the spatial pattern and process of the production of authority space and its implications for city growth. It covers the geopolitical situation in Java during the 16th and 17th centuries when the Mataram Sultanate ran a dominant power based on ricefield tradition. The analysis method applied in this study referred to hermeneutical thinking, which foregrounds a text reading method. The research data was obtained from secondary resources, especially published research in the forms of articles, books, maps, and seminar papers. The analysis results showed that the spatial pattern and process of authority space production within these centuries were dominated by neutralization and the formation of peripheries, i

  3. Ekstraksi Dan Karakterisasi Serbuk Nano Pigmen Dari Daun Tanaman Jati (Tectona Grandis Linn. F

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riahna br Kembaren

    2014-04-01

    Full Text Available Tanaman Jati (Tectona grandis linn. F umumnya hanya dimanfaatkan bagian kayunya untuk industri meubel, namun bagian lain seperti daun kurang dimanfaatkan. Daun jati terutama bagian pucuk daun muda dapat menghasilkan pigmen. Produksi serbuk nano pigmen dari daun jati dan karakterisasi serbuk nano pigmen tersebut belum dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan nano pigmen dari pucuk daun jati muda dalam bentuk serbuk dengan menggunakan persentase filler yang berbeda dan melakukan karakterisasi serbuk nano pigmen jati tersebut. Pucuk daun jati muda diberi perlakuan mekanik dengan penggerusan kemudian disaring, larutan yang diperoleh diukur partikelnya dengan Particle Size Analyzer (PSA, dan dikeringkan dengan penambahan filler maltodekstrin 5% dan 10%. Serbuk yang diperoleh dihitung rendemen, ukuran partikel, dan kelarutan dalam air. Warna merah yang dihasilkan dari filtrat pucuk daun jati muda berasal dari zat warna antosianin yang terkandung dalam daun jati muda. Ekstrak dari pucuk daun jati muda memiliki ukuran dengan kisaran 87,8- 318,1 nm dengan ukuran rata-rata 109,2 nm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak tersebut merupakan produk nano di alam. Penambahan filler dengan konsentrasi berbeda berpengaruh terhadap warna, rendemen, ukuran partikel serbuk, dan kelarutan pigmen serbuk dalam air. 

  4. Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Tanaman Obat Tradisional Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Komang Surya Cahyani Putri

    2016-01-01

    Full Text Available Makalah ini membahas mengenai hubungan client-server yang terjadi pada Sistem Informasi Tanaman Obat Tradisional. Sistem informasi tanaman obat tradisional dibuat berbasis Android, untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi dengan menggunakan mobile phone. aplikasi ini menggunakan database server, dimana hanya admin yang dapat mengakses dan melakukan edit, hapus dan update data pada database server. Aplikasi client dibangun pada perangkat mobile dengan sistem operasi Android. Aplikasi client hanya dapat mengakses informasi yang sudah disediakan oleh admin, dimana admin merupakan entitas yang bertugas untuk mengelola data master. Sisi server dibangun dengan basis web. Server memegang peranan khusus untuk mengelola data master pada basis data sistem. Hubungan client-server yang terjadi pada sistem menjaga data yang ada pada basis data sistem baik pada client maupun server tetap sinkron.   Kata kunci: Client-server, Tanaman Obat Tradisional, Sistem Informasi, Android.

  5. KOEFISIEN TANAMAN PADI SAWAH PADA SISTEM IRIGASI HEMAT AIR Crop Coefficient for Paddy Rice Field under Water Saving Irrigation Systems

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Sujono

    2012-05-01

    with wetting and drying (SWD, semi-dry cultivation (SDC, AWD dengan mulsa (AWD-Mul dan system of rice intensification (SRI  diterapkan di lahan percobaan (pot. Jumlah dan kapan air irigasi harus diberikan tergantung pada besarnya laju penguapan, kelembaban tanah dan sistem irigasi hemat air yang digunakan. Untuk itu penimbangan pot dilakukan setiap hari sebelum dan sesudah pemberian air irigasi. Selanjutnya k dihitung berdasarkan ratio antara evapotranspirasi tanaman (aktual dengan evapotranspirasi acuan yang dihitung dengan metoda Penman-Montheit berdasarkan data klimat yang tersedia.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal tanam hingga fase pertumbuhan vegetatif (hingga 45 hari setelah tanam koefisien tanaman k  sistem irigasi hemat air hampir setengahnya cdari nilai k (Prosida. Sebaliknya pada fase produktif nilai k metoda sistem irigasi hemat air hampir sama (AWD dan SDC atau lebih besar (SRI, SWD dari nilai k (Prosida. Berdasarkan nilai k , maka sistem pemberian air AWD dan SDC dapat menghemat air jauh lebih besar dibandingkan dengan metoda SRI dan SWD, penghematan air dapatditingkatkan apabila sistem AWD dikombinasikan dengan mulsa.

  6. Pemetaan Sebaran Dan Karakter Populasi Tanaman Buah Di Sepanjang Koridor Jalur Wisatadesa Kemiren, Tamansuruh, Dan Kampunganyar, Kabupaten Banyuwangi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zakiyah Zakiyah

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta persebaran tanaman buah, karakter populasi tanaman buah, serta persepsi masyarakat pemilik tanaman buah di sepanjang jalur wisata Desa Kemiren, Tamansuruh, dan Kampunganyar, Kabupaten Banyuwangi. Metode yang dilakukan meliputi survei pemetaan tanaman buah (mangga, rambutan, manggis, durian, jambu air dan jambu biji dengan merekam titik koordinat dari GPS untuk setiap tanaman buah. Penentuan karakter populasi tanaman buah dilakukan dengan mengamati morfologi tanaman terkait vitalitas dan periodisitas. Persepsi masyarakat dilakukan dengan wawancara dan kuisioner. Analisis data dilakukan dengan mengolah data koordinat dan data pengamatan karakter populasi tanaman buah ke dalam peta dasar melalui aplikasi GIS. Pemetaan persepsi masyarakat diperoleh dengan wawancara dan kuisioner yang dihitung dengan skala Likert kemudian dipetakan sebaran spasialnya dengan aplikasi GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran tanaman buah yang ada di pekarangan rumah banyak tersebar di sepanjang jalur desa wisata dengan perbandingan jumlah buah yang ditemukan di Desa Kemiren 76 pohon, Tamansuruh 53 pohon, dan Kampunganyar 40 pohon. Kondisi tanaman buah dalam keadaan tumbuh dengan baik, bertunas, berbunga dan berbuah, hal ini dikarenakan pada saat penelitian waktunya tanaman buah memasuki masa berbuah dan masa panen. Antusiasme masyarakat tinggi untuk menjadikan tanaman buah yang ada di sepanjang jalur desa wisata sebagai daya tarik wisatawan. Kata Kunci: jalur wisata, karakter populasi, pemetaan, persepsi, tanaman buah

  7. Hubungan Pembangunan Industri Pelancongan Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Beberapa Negara Utama ASEAN.

    OpenAIRE

    Othman, Redzuan; Salleh, Norlida Hanim Mohd

    2008-01-01

    ABSTRAK Penulisan ini bertujuan mengkaji corak hubungan antara pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan industri pelancong di beberapa negara utama ASEAN iaitu Malaysia, Thailand, Singapura dan Indonesia. Khususnya kajian cuba menguji hipotesis sama ada perkembangan industri pelancongan sebagai perangsang kepada pertumbuhan ekonomi (tourism-led economic growth - (TLG) atau pertumbuhan ekonomi sebagai perangsang kepada perkembangan industri pelancongan (economic growth-led tourism – GLT). Un...

  8. Pengaruh Pemberian Timbal (Pb Terhadap Morfologi Daun Bayam (Amaranthus tricolor L. dalam Skala Laboratorium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wirdati Irma

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh timbal (Pb terhadap bentuk morfologi daun bayam (Amaranthus tricolor L. dengan 3 konsentrasi Pb yang berbeda, yaitu 1 ppm, 3 ppm, 5 ppm dan kontrol dalam skala laboratorium. Metode penelitian secara eksperimen di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari analisis Pb yang dilakukan, bayam Pb 1 ppm terjadi perubahan morfologi hanya pada warna daun dan permukaan daun. Pada bayam Pb 3 ppm dan 5 ppm terjadi perubahan morfologi pada semua karakteristik daun. Kerusakan terlihat yang diakibatkan dari ketiga konsentrasi tersebut beragam, makin tinggi konsentrasi Pb, kerusakan tanaman pun semakin besar.

  9. Analisis Kelayakan USAhatani Tanaman Padi di Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak

    OpenAIRE

    Sulistyanto, Gunardi Dwi; Kusrini, Novira; Maswadi, Maswadi

    2013-01-01

    Pemerintah mempunyai peranan yang penting dalam USAha meningkatkan produktivitas pertanian yaitu salah satunya dengan perbaikan sistem pertanian yang ada sekarang dan pembentukan lahan pertanian baru. Pembangunan pertanian ini ditujukan pada daerah yang memiliki potensi yang dapat dikembangkan dibidang pertanian, salah satunya adalah Kecamatan Sebangki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan finansial yang mencakup biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan dari USAhatani tanaman...

  10. MODEL TANAMAN HORTIKULTURA ORGANIK PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS PERTANIAN TERPADU UNIVERSITAS LANCANG KUNING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latifa Siswati

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian ini mengetahui model pertanian tanaman hortikultura organic  .Pertanian organik merupakan suatu usahatani untuk melakukan pemberian pupuk berasal dari urin sapi dan tidak mengandung zat kimia . ini berarti limbah yang dihasilkan akan dimanfaatkan kembali menjadi sumberdaya yang dapat menghasilkan.  Pada penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah menemukan tanaman hortikultura organik. Mengetahui pendapatan jenis hortikultura.menerapkan pengembangan agribisnis tanaman unggulan dengan   pupuk urin sapi di lahan  dengan pertanian terpadu memiliki manfaat ekonomis dan ekologis.Metode penelitian adalah ekperimen , dilakukan penanaman tanaman hortikultura kangkung,timun, pare, gambas Unit Pelaksana Teknis Univ.Lancang Kuning kota Pekanbaru. Penelitian ini  dapat memberikan model tanaman hortikultura organic serta  mengurangi biaya pupuk tanaman.Hasil penelitian Model tanaman kacang panjang diberikan pupuk urin sapi  yang terbaik. penaman sayur di Unit Pelaksana Teknis  Pertanian terpadu diperoleh hasil tanaman dengan pemakaian pupuk urin cair terjadi peningkatan berat tanaman .Pendapatan pertanian terpadu Rp 514.000- per periode.Key word: pupuk cair, hortikultura,pendapatan 

  11. Pengaruh Market Orientation Terhadap Customer Loyalty Dengan Perceived Quality Dan Customer Experience Sebagai Variabel Perantara Serta Brand Reputation Sebagai Variabel Intervening Di English First Surabaya

    OpenAIRE

    Santosa, Teguh Wibisono

    2015-01-01

    - Masuknya AFTA ( ASEAN Free Trade Area ) dan MEA ( Masyarakat Ekonomi ASEAN ) di Indonesia tahun 2015. Berdampak pada kebutuhan SDM yang berkualitas, tentunya salah satu talak ukur kualitas SDM adalah kemampuan berbahasa asing. Hal inilah yang berdampak pada pertumbuhan pelanggan bagi Perusahaan penyedia layanan pendidikan bahasa asing di Indonesia seperti English First, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh dari Market Orientation Terhadap Customer Loyalty English First Sur...

  12. Pertumbuhan, Hasil dan Analisis Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L. yang Diperlakukan dengan Pupuk Organik dan Biourin di Lahan Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I MADE SUKADANA

    2015-09-01

    Full Text Available Growth, Yield, and Production Analysis of Maize (Zea mays L. Treated by Organic Fertilizer and Cow Biourine in Dry Land Maize productivity in Bali is still low at around 3.4 ton/ha. Low soil fertility is one of the factors contributable to the low productivity of maize. Soil condition at the research field has low level of fertility with low levels of nitrogen and C-organic. This research aims at finding out the impact of organic fertilizers and cow biourine to the growth and yield of maize in dry land and to analyze it gross margin. Experiment was designed with randomized block design (RBD with two factors and four replications. The dosage of the first factor namely without organic fertilizer, cow organic fertilizer 15 tonnes/ha and worm casting fertilizer 15 tonnes/ha, whereas dosage of cow biourine namely 0 liter, 1.000 liters, 2.000 liters and 3.000 liters/ha respectively for the second factor. The research results show that there is highly significant interaction (p<0.01 between organic fertilizers and cow biourine to the number of leaves aged at 21, 35, 49 and 63 dap, trunk diameter, dry matter weight/plant, number of cobs/plant, and harvest index, however it shows significant interaction (p<0.05 to leave area index (LAI at age 35 dap and soil pH at harvest. The combination of worm casting fertilizer of 15 tonnes/ha with cow biourine 2.000 liters/ha resulted in the highest dry weight of seed/ha to 4,09 tonnes/ha, an increase of 69,71% compared to no fertilizer. The relationship between organic fertilizer and cow biourine to the dry matter yield follows a quadratic pattern, hence 15 tonnes/ ha worm casting fertilizer and 2000 liters/ha of cow biourine resulted in optimum yield from this research. Result from the gross margin analysis shows that revenue received at Rp 8.7935 million based on the price of dry shelled corn at Rp 2.150/kg does not cover the high variable cost at Rp 26.664,500.

  13. PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI DAN JERAMI KACANG TANAH SEBAGAI BOKASHI CAIR BAGI PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Artiana Artiana

    2016-12-01

    Full Text Available Has conducted a study entitled " Cow Manure Waste Utilization and Straw Peanut For Liquid Bokashi For Plant Growth mustard (Brassica juncea L.". This study aimed to analyze the nutrient content in the liquid Bokashi is derived from cow dung and straw peanuts, and study the effect of dosing Bokashi different liquid to the growth of the mustard plant (Brassica juncea L.. Methods using a completely randomized design with one factor at a dose of 125 ml, 250 ml, 375 ml and 500 ml, and as control using Bokashi solid. This research was conducted with four replications. Bokashi liquid nutrient content of C of 0,1045%, 0,0461% of N, P and K amounted to 0.0172% at 0.2500%. The content of nutrient dense Bokashi C of 6,0874%, 2,0169% of N, P and K amounted to 0,0218% at 5,7802%. Bokashi dosing different liquid to the growth of mustard (Brassica juncea L. significant effect on the growth of mustard, but still lower than the solid Bokashi. Dose liquid Bokashi most optimal for growing mustard (Brassica juncea L. is at 375 ml.

  14. Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Dan Jerami Kacang Tanah Sebagai Bokashi Cair Bagi Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.)

    OpenAIRE

    Artiana Artiana; Lilis Hartati; Abrani Sulaiman; Jamzuri Hadie

    2016-01-01

    Has conducted a study entitled " Cow Manure Waste Utilization and Straw Peanut For Liquid Bokashi For Plant Growth mustard (Brassica juncea L.)". This study aimed to analyze the nutrient content in the liquid Bokashi is derived from cow dung and straw peanuts, and study the effect of dosing Bokashi different liquid to the growth of the mustard plant (Brassica juncea L.). Methods using a completely randomized design with one factor at a dose of 125 ml, 250 ml, 375 ml and 500 ml, and as control...

  15. Efektivitas Amelioran pada Lahan Gambut Terdegradasi untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Serapan NPK Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. var. saccharata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eni Maftu’ah

    2013-10-01

    Full Text Available This study was aimed to determine the effectiveness of several of ameliorant formulas to increase plant growthand NPK uptake on sweet corn (Zea mays L. var. saccharata on degraded peatlands. The research was conducted in thegreenhouse of Balittra during May to July 2011. Sweet corn was planted in pot with soil taken from previously burnt peatin Kalampangan, Palangkaraya. The treatment consisted of two factors, i.e., combination of ameliorant (A1=80% chicken manure + 20% dolomite, A2=80% agricultural weeds + 20% dolomite, A3=80% mineral soil (Spodosol + 20% dolomite,A4=20% chicken manure + 20% agricultural weeds + 20% Eleocharis dulcis + 20% mineral soil + 20% dolomite, andA5=19% chicken manure + 71.5% mineral soil + 9.5% dolomite and application rates at 5, 10, 15, 20 and 25 ton ha-1, arranged in a randomized complete block design, with 3 replications. The results showed that ameliorants and application rates affected growth and NPK uptake of sweet corn. Application of 20 ton ameliorant (80% chicken manure + 20% dolomite ha-1 produced the highest dry weight of root and shoot, and NPK uptake.Keywords: ameliorants, degraded peatland, nitrogen, phosphate, potassium

  16. Efektivitas Aspergillus Niger Dan Penicillium SP. Dalam Meningkatkan Ketersediaan Fosfat Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Tanah Andiso

    OpenAIRE

    Artha, Putri Juli; Hardy Guchi, Hardy Guchi; Posma Marbun, Posma Marbun

    2013-01-01

    This research topic is the effectiveness of Aspergillus Niger and Penicillium sp. in increasingphosphate and growth of corn on Andisol. The objective is to compare the effect of Aspergillusniger application with Penicillium sp. in increasing phosphate and corn growth on Andisol.Andisols material was taken from Kuta Rakyat Village, Namanteran Subdistrict, Karo District. Thisresearch was conducted at green house, Soil Biology Laboratory, and Soil Fertility and ChemistryLaboratory. The design us...

  17. EFEKTIFITAS BAKTERI ENDOFIT DAN PENAMBAHAN INDOLE ACETIC ACID (IAA DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN PADI Oryza sativa L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aria Rizki Ramadhan

    2017-09-01

    Full Text Available Rice plant needs essential and non-essential nutrients to grow. However, the use of inorganic fertilizers may affect the soil microbe community which expected to increase the availability of nutrients for both plants and microbes, a condition that could control several types of diseases. Many efforts were made to find alternative fertilizer which environmentally friendly, for instance by exploiting microorganisms such as endophytic bacteria associated with plant tissue or seed plant cell. This research aimed to determine the effect of endophytic bacteria, the concentration of IAA, and the combination of endophytic bacteria with a concentration of IAA, on the growth of rice plant. This research was conducted at the Laboratory of Soil Biology, The Soil Research Institute located in Cimanggu Bogor from December 2015 to February 2016. This research was a Completely Randomized Design (CRD with two factors, i.e., the inoculant of endophytic bacteria (2.2 KT, KR 6, and I CM, and the concentration of IAA (0, 0.01, 0.1, 0.5, and 1 ppm. Three replicates were applied for each treatment of the inoculant combined with different doses of IAA. The variety of rice plants tested were Inpari 13 and IR 64. The potential test has been applied to determine the factor with the highest yield of the rice plant growth. The parameters observed were the height of the rice plant, the length of the rice plant roots, and the total weight of the plant including root. The results showed the inocula of endophytic bacteria alone had no effect to increase growth for both IR 64 and Inpari 13 rice variety. The IAA concentration of 0.1 ppm was able to increase the height of rice plant and the length of rice plant root for both IR 64 rice plant and Inpari 13. The combined treatment of KR 6 bacterial inoculum with 1 ppm of IAA concentration was effectively promoted rice plant growth for both IR 64 and Inpari 13.

  18. PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI DAN JERAMI KACANG TANAH SEBAGAI BOKASHI CAIR BAGI PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)

    OpenAIRE

    Artiana Artiana; Lilis Hartati; Abrani Sulaiman; Jamzuri Hadie

    2016-01-01

    Has conducted a study entitled " Cow Manure Waste Utilization and Straw Peanut For Liquid Bokashi For Plant Growth mustard (Brassica juncea L.)". This study aimed to analyze the nutrient content in the liquid Bokashi is derived from cow dung and straw peanuts, and study the effect of dosing Bokashi different liquid to the growth of the mustard plant (Brassica juncea L.). Methods using a completely randomized design with one factor at a dose of 125 ml, 250 ml, 375 ml and 500 ml, and as control...

  19. Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila Gesit (Oreochromis Niloticus) pada Sistem Akuaponik dengan Jenis Tanaman yang Berbeda

    OpenAIRE

    Mulqan, Muhammad; El Rahimi, Sayyid Afdhal; Dewiyanti, Irma

    2017-01-01

    Aquaponics system is a farming system which saving land use and improving the efficiency of nutrient utilization of residual feed and fish metabolism. This system is environmentally friendly fish farming. This research was aimed to measure the growth and survival rate of tilapia (Oreochromis niloticus) on the use of Aquaponics system with different plant species. The difference treatment consisted of four treatments and three repetitions which used plant kale, collards, lettuce and control. R...

  20. PERBEDAAN MUSIM TANAM TERHADAP PERFORMA BUDIDAYA EMPAT VARIAN RUMPUT LAUT EUCHEUMATOIDS DI TELUK GERUPUK, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2014-08-01

    Full Text Available Musim tanam rumput laut di perairan Teluk Gerupuk dikelompokkan menjadi musim produktif dan non-produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan performa budidaya dari empat varian rumput laut: Kappaphycus alvarezii varian Tambalang dan Maumere, Eucheuma denticulatum, dan K. striatum yang dibudidayakan di perairan Teluk Gerupuk dengan metode long line pada musim tanam yang berbeda. Pengamatan terhadap parameter performa budidaya meliputi laju pertumbuhan harian, pertambahan biomassa, dan produksi rumput laut, yang dilakukan setiap 15 hari sekali selama masa budidaya yaitu 45 hari per siklus. Pengamatan dilakukan selama tiga siklus tanam dari bulan Juli-Desember. Analisis ragam (ANOVA dengan rancangan acak lengkap faktorial dan uji lanjut Tukey Test dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan varian rumput laut dan periode musim tanam terhadap parameter yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musim tanam (produktif dan non-produktif merupakan salah satu aspek penting yang berpengaruh nyata terhadap performa budidaya rumput laut (P<0,05. Dari keempat varian yang dibudidayakan, E. denticulatum merupakan varian yang memiliki performa terbaik yang berbeda nyata dengan ketiga varian lainnya (P<0,05, baik pada musim produktif maupun musim non-produktif. Pemilihan varian rumput laut yang tepat dengan tingkat pertumbuhan dan daya adaptasi yang lebih baik terhadap perbedaan kondisi lingkungan merupakan salah satu kunci keberhasilan dan keberlanjutan budidaya rumput laut.

  1. Pertumbuhan dan Hasil Seledri (Apium graveolens L. pada Sistem Hidroponik Sumbu dengan Jenis Sumbu dan Media Tanam Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riana Pradina Embarsari

    2015-12-01

    Full Text Available Tanaman seledri dipergunakan sebagai pelengkap masakan ataupun sebagai obat. Tingginya permintaan seledri dalam bentuk segar oleh masyarakat  Indonesia belum dapat terpenuhi, selain itu tanaman seledri bersifat aditif dalam bahan makanan sehingga dipergunakan dalam jumlah sedikit tetapi penting. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2014 di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan ketinggian sekitar 700-800 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 2 taraf, yaitu kain sumbu bahan wol dan kain sumbu bahan katun. Faktor ke dua adalah media tanam yang terdiri dari beberapa 5 taraf yaitu media tanam 100% kompos, media tanam 50% kompos + 50% arang sekam, media tanam 25% kompos daun bambu + 75% arang sekam, media tanam 75% kompos daun bambu + 25% arang sekam dan media tanam 100% arang sekam. Sehingga terdapat 10 kombinasi taraf perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali.Uji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan. Parameter utama yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah batang, dan bobot segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara jenis sumbu dan media tanam pada tinggi tanaman dari umur 3 MST sampai umur 8 MST dengan perlakuan (s2m2, pada jumlah batang terjadi interaksi pada umur 6 dan 8 MST dengan perlakuan (s2m3, bobot segar terjadi interaksi umur 8 MST dengan perlakuan (s2m2. Jenis sumbu dan media tanam yang paling baik pada umur 8 MST terhadap tinggi tanaman dan bobot segar adalah (s2m2 sedangkan pada jumlah batang terdapat pada perlakuan (s2m3. Celery plant is used as a food supplement or as a medicine. The high demand in the form of fresh celery by the people of Indonesia has not been met by supply, besides celery plants are additive in food ingredients also used in small amounts but vital. The experiment was conducted in May until August 2014 at screen house

  2. KINETIKA PERTUMBUHAN MIKROBIA DAN KEMUNDURAN MUTU BAKSO BERPELAPIS EDIBLE AKTIF BERBASIS PATI KIMPUL (Xanthosoma sagittifolium PADA BERBAGAI KETEBALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Warkoyo Warkoyo

    2015-11-01

    kemunduran mutu bakso terlapisi edible aktif berbasis pati umbi kimpul (X. sagittifolium dengan berbagai ketebalan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah ketebalan pelapis edible yang berbeda (0,43; 0,48; 0,53; 0,58 mm. Parameter pengamatan meliputi jumlah mikrobia (total mikrobia dan Pseudomonas aeruginosa, kadar protein, TVB-N, susut bobot, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan pelapis edible aktif berpengaruh nyata terhadap populasi mikrobia, dan TVB-N, serta berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein, susut bobot, dan tekstur bakso. Pertumbuhan mikrobia (TPC dan P. aeruginosa berubah secara eksponensial dengan laju peningkatan sebesar 0,049-0,055 per jam untuk TPC, dan 0,071-0,075 per jam untuk P. aeruginosa atau sebesar 0,026 per mm.jam kali ketebalan. Kadar TVB-N bakso berubah secara linier dengan laju peningkatan sebesar 0,132-0,153 mg/100g.jam atau sebesar 0,206 mg/100g.mm.jam kali ketebalan. Pelapis edible aktif berbasis pati X. sagittifolium yang diinkorporasi kalium sorbat dengan tebal 0,43 mm dapat meningkatkan umur simpan bakso sampai 4 kali lebih lama dibandingkan bakso tanpa pelapis. Kata kunci: Ketebalan pelapis edible aktif, kinetika kemunduran mutu

  3. Pengaruh Unsur Alam terhadap Minat Berkunjung Kembali di Mal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riza Septriani Dewi

    2016-12-01

    Full Text Available Pusat perbelanjaan yang berkonsep alam dianggap lebih diminati pengunjung. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh unsur-unsur alam terhadap minat konsumen untuk berkunjung kembali. Variabel yang akan dikaji terdiri dari variabel bebas, yaitu air (diam-bergerak dan vegetasi (tanaman rendah-tanaman tinggi, dan variabel terikat, yaitu persepsi alam dan sikap berkunjung kembali. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen stimulus-respon melalui pendekatan kuantitatif dengan prinsip between-subject factorial design. Simulasi gambar digital dari interior pusat perbelanjaan pada 4 kondisi sebagai kombinasi variabel tersebut di atas digunakan sebagai stimulus percobaan, di mana 4 kelompok responden, masing-masing 20 orang, akan menilai stimulus eksperimen dalam kondisi berbeda, atas dasar persepsi alam dan sikap berkunjung kembali. Data eksperimen dihitung dan dianalisa dengan statistik one-way ANOVA. Efek kombinasi variabel air bergerak dan tanaman tinggi ternyata tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap persepsi alam responden. Efek kombinasi variabel air diam dengan tanaman tinggi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap minat responden untuk berkunjung kembali. Namun, efek kombinasi variabel air mengalir dengan tanaman rendah cenderung lebih mengundang persepsi alam yang baik dan minat berkunjung kembali. Hasil eksperimen ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi perkembangan ilmu desain dan sebagai salah satu referensi bagi desainer dan pengembang.Kata Kunci: mal; minat berkunjung; persepsi alam; perilaku konsumen.Effects of Natural Elements on Interest to Revisit a MallShopping malls with a natural concept are more attractive to visitors. This study examined the influence of natural interior design elements on client interest to revisit a mall. The assessed elements consisted of independent variables, namely water (still-standing/flowing and vegetation (ground plants/potted plants, and dependent variables, namely nature

  4. Karakter Morfologi dan Pertumbuhan Tiga Jenis Cacing Tanah Lokal Pekanbaru pada Dua Macam Media Pertumbuhan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Indriyani Roslim

    2013-03-01

    Full Text Available Limbah organik dari limbah rumah tangga, pertanian, perkebunan, dan peternakan sering menimbulkan masalah, karena mencemari lingkungan. Cacing tanah dapat menggunakan limbah organik tersebut sebagai media pertumbuhannya dan juga merombaknya menjadi pupuk kasting. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan tiga jenis cacing tanah yang ditemui di kota Pekanbaru pada dua media pertumbuhan. Tiga jenis cacing tanah yang diteliti adalah Amynthas aspergillum (Cacing Gila Bodoh, Perionyx sp1 (Cacing Merah, dan Perionyx sp2 (Cacing Susu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Faktorial Lengkap. Masing-masing cacing tanah ditumbuhkan pada dua media, yaitu serasah dan campuran kotoran sapi+tanah, di dalam pot plastik. Medium tanpa cacing tanah digunakan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan cacing tanah Amynthas aspergillum (Cacing Gila Bodoh, Perionyx sp1 (Cacing Merah, dan Perionyx sp2 (Cacing Susu memiliki perbedaan karakter morfologi pada panjang tubuh, warna kulit, jumlah segmen, tipe prostomium, jumlah seta per segmen, warna dan posisi klitellum, posisi dan jumlah lubang jantan. Medium campuran kotoran sapi+tanah lebih cocok untuk pertumbuhan Perionyx sp2 (Cacing Susu, media serasah untuk pertumbuhan Amynthas aspergillum (Cacing Gila Bodoh, dan media kotoran sapi saja tanpa penambahan tanah untuk Perionyx sp1 (Cacing Merah.Organic waste produced from household, agriculture, plantation, and animal husbandry may cause environmental pollution. Earthworms can utilize this organic waste for their growth medium and decompose them to produce casting fertilizer. The objective of this study was to analyze the growth of three earthworm species from Pekanbaru using two types of media, i.e. Perionyx sp1 (Cacing Merah, Perionyx sp2 (Cacing Susu, and Amynthas aspergillum (Cacing Gila Bodoh. All these earthworms were grown in litter media and manure-soil mixture. Media without the earthworms were used as control. The experiment design used in this

  5. Pengaruh pemberian ekstrak meniran merah (Phyllanthus urinaria terhadap penekanan jumlah limfosit pada organ timus mencit balb/C yang diinfeksi bakteri Salmonella thypi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IFANDARI

    2012-05-01

    Full Text Available Ifandari, Suranto, Wuryaningsih YNS. 2012. Pengaruh pemberian ekstrak meniran merah (Phyllanthus urinaria terhadap penekanan jumlah limfosit pada organ timus mencit balb/C yang diinfeksi bakteri Salmonella thypi. Bioteknologi 9: 1-6. Meniran merah merupakan salah satu anggota dalam genus Phyllanthus. Anggota dalam genus ini memiliki variasi karakter morfologi dimana beberapa diantaranya telah digunakan sebagai tanaman obat tradisional. Meniran merah digunakan dalam pene- litian sebagai diuretik, hipoglikemik, antihepatitis-B dan anti kanker. Kemanfaatan tanaman ini sebagaii immunomodulator belum digali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian meniran merah terhadap jumlah limfosit pada organ timus mencit Balb/C yang diinfeksi bakteri Salmonella thypi dan mengetahui pengaruh variasi dosis ekstrak meniran merah terhadap jumlah limfositnya. Penelitian ini menggunakan rancangan the post test-only control group terhadap 48 ekor mencit Balb/C yang terbagi dalam 8 kelompok dan dilakukan selama 10 hari. Kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kelompok perlakuan dengan variasi dosis masing-masing 3x 0,065 mg/hr, 3x0,130 mg/hr dan 3x0,260 mg/hr untuk tiap jenis ekstrak meniran merah dan hijau. Mencit diinfeksi pada hari ke-4 S. typhi dan hari ke-11 dikorbankan. Limfosit diisolasi dari organ timus, kemudian dihitung jumlahnya. Data dianalisis dengan T test untuk melihat perbedaanya dan data dalam kelompok meniran merah dilakukan uji anava. Pemberian ekstrak meniran merah menekan jumlah limfosit mendekati keadaan normal. Variasi penambahan dosis ekstrak meniran merah tidak mepengaruhi penurunan jumlah limfosit.

  6. APLIKASI THERMAL PRE-TREATMENT LIMBAH TANAMAN JAGUNG (Zea mays SEBAGAI CO·SUBSTRAT PADA PROSES ANAEROBIK DIGESTI UNTUK PRODUKSI BIOGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darwin Darwin

    2016-04-01

    mikroorganisme anaerobik untuk mengkonversi polimer yang berupa selulosa dan hemiselulosa menjadi biogas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan kajian mengenai penerapan thermal pre-treatment pada limbah tanaman jagung terhadap proses anaerobik digesi yang meliputi efisiensi proses digesi dan produksi biogas yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan reaktor tipe batch yang suhunya dipertahankan pada kondisi mesophilic atau di atas rata-rata suhu kamar (33 ± 2 oC. Hasil penelitian diperoleh bahwa thermal pre-treatment yang diberikan pada limbah tanaman jagung mampu mempercepat proses produksi biogas pada 10 hari pertama sehingga dapat mengurangi lag-phase pada proses anaerobik digesi. Limbah tanaman jagung yang diberikan thermal pre-treatment mengalami perlambatan produksi biogas pada hari ke 26 dengan rata-rata total produksi 12.412,5 mL untuk limbah tanaman jagung yang diberikan thermal pre- treatment selama 15 menit, dan 12.310 mL untuk limbah tanaman jagung yang diberikan thermal pre-treatment selama 25 menit, sedangkan limbah tanaman jagung yang tidak diberikan pre-treatment menghasilkan produksi biogas sebesar 12.557 mL pada hari ke 26. Produksi biogas harian tertinggi terjadi pada substrat yang diberikan thermal pre-treatment 25 menit, dengan produksi biogas tertinggi pada hari ke 9 dengan rata-rata produksi sebesar 915 mL. Substrat yang diberikan thermal pre-treatment 15 menit juga memproduksi biogas jauh lebih tinggi (772,5 mL pada hari ke 9 jika dibandingkan dengan substrat tanpa diberikan pre-treatment yang hanya memproduksi biogas sebesar 405 mL. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah tanaman jagung yang diberikan thermal pre-treatment memperoleh biogas yield lebih tinggi dari pada yang tidak diberikan pre-treatment dimana 670,39 mL/g volatile solids untuk thermal pre- treatment 15 menit, 690,65 mL/g volatile solids untuk thermal pre-treatment 25 menit dan 456,37 mL/g volatile solids untuk limbah tanaman jagung yang tidak

  7. Pengaruh Lama Penyimpanan Biji Picung (Pangium edule Reinw. Beku terhadap Aktivitasnya dalam Mengawetkan Ikan Nila (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novalia Rachmawati

    2011-12-01

    Full Text Available Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan biji picung beku terhadap kemampuannya dalam mengawetkan ikan. Biji picung cacah disimpan dalam kondisi beku (-18° selama 4 bulan. Setiap bulan biji picung beku diambil dan diaplikasikan pada ikan nila segar dengan perbandingan 3% (b/b dengan dan tanpa penambahan garam 2% (b/b. Ikan nila disimpan pada suhu ruang dan dilakukan pengamatan terhadap parameter mikrobiologi (Angka Lempeng Total dan antibakteri, kimiawi (TVB dan kadar air serta organoleptik. Uji aktivitas antibakteri dari biji picung beku dilakukan terhadap bakteri Eschericia colidan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdas arkan parameter mikrobiologi, kimia dan organoleptik, biji picung beku yang disimpan hingga 1 bulan mampu mempertahankan kesegaran ikan hingga penyimpanan hari ke-2. Sedangkan dari hasil uji aktivitas antibakteri, biji pic ung beku dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. colidan S. aureusdengan kategori aktivitas sangat kuat.

  8. HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU PENCEGAHAN TERHADAP KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rensat Bastian Tino

    2016-10-01

    Full Text Available Infeksi malaria pada kehamilan merugikan ibu dan janin yang dikandungnya karena dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Data kematian ibu di Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2014, menunjukkan bahwa kematian ibu berdasarkan penyebab malaria berada pada urutan ke tiga. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh faktor perilaku pencegahan (pemakaian kelambu, pemasangan kawat kasa, penggunaan obat anti nyamuk dan kebiasaan berada di luar rumah pada malam hari terhadap kejadian malaria pada ibu hamil di Kabupaten TTS. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan penelitian case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan Multi Stage Sampling dengan besar sampel sebanyak 90 orang. Analisis data menggunakan analisis bivariabel. Hasil penelitian menunjukkan ibu hamil yang tidak menggunakan kelambu dan atau memiliki kebiasaan berada di luar rumah pada malam hari memiliki risiko yang lebih besar untuk terinfeksi malaria di Kabupaten TTS p=0,000 (OR 8,389, 95% CI : 3,152-22,292 dan p : 0,010 (OR : 3,143, 95% CI : 1,300-7,599. Dengan demikian maka perlu adanya pemerataan, monitoring pemanfaatan dan pemeliharaan kelambu berinsektisida dan perlu mengidentifikasi potensi-potensi lokal yang dapat dijadikan sebagai media pengusir nyamuk dan dapat juga memanfaatkan tanaman-tanaman pengusir nyamuk, seperti zodia, selasih, geranium, suren, lavender, serai dan mimba. Kata Kunci: Malaria, Ibu Hamil, Perilaku, Pencegahan

  9. Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014

    OpenAIRE

    Sinaga, Terry Praganda

    2016-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan produksi komoditi tanaman pangan selama periode tersebut sehingga dapat menganalisis komoditi subsektor tanaman pangan yang menjadi unggulan di Sumatera Utara. Komoditi unggulan tersebut juga dijabarkan untuk setiap kabupatem/kota yang ada di Sumatera Utara. Metode yang digunakan yaitu secara Convenience Sampling, dan metode analisis data dengan menggunakan analisis Location Quotient. Hasil penelitian menyimpulkan ba...

  10. Pemanfaatan Limbah Tanaman Rambutan sebagai Pupuk dan Sirup di Kelurahan Ngadirgo Mijen Semarang

    OpenAIRE

    Dzakiy,, M. Anas; Sulistyoningsih, Mei; Ristanto, Sigit; Rakhmawati, Reni; Handayani, Diana Endah

    2013-01-01

    Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang sangat melimpah tetapi keberadaannya belum mampu dimanfaatkan secara maksimal. Kelurahan Ngadirgo Mijen Semarang memiliki potensi tanaman rambutan yang melimpah tetapi ironisnya masih banyak masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan. Tujuan dari IbM ini meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Ngadirgo melalui optimalisasi pemanfaatan tanaman rambutan. Program IbM meliputi brainstorming enterpreneurship dan strategi mengoptimalisasi poten...

  11. Pengaruh Konsentrasi Tawas terhadap Ketuaan dan Ketahanan Luntur Warna pada Pencelupan Kain Sutera dengan Zat Warna Gambir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Suheryanto

    2016-04-01

    Full Text Available Zar warna gambir diperoleh dari hasil ekstrak tanaman gambir yang merupakan saah satu tanaman komoditi ekspor unggulan Sumatera Barat yang memberikan devisa cukup besar dengan prospek pengembangan yang cukup baik. Zat warna gambir adalah zat wama alam jenis mordan-dye dan  tidak tahan terhadap garam yang dipakai dalam pencucian. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian memegang peranan penting dan sebagai penentu kualitas produk batik. Untuk meningkatkan kualitas hasil celupan zat warna gambir pada kain sutera, maka perlu dilakukan penelitian penggunaan tawas sebagai zat fiksator pada proses pencelupan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan tawas terhadap ketuaan dan ketahanan luntur warna pencelupan kain sutera dengan zat warna gambir. Konsentrasi tawas yang digunakan adalah 30 gram/I, 50 gram/I dan 70 gram/I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada pengaruh yang nyata pada penggunaan tawas 30 gram/I, 50 gram/I dan 70 gram/I terhadap ketuaan warna kain sutera yang dicelup dengan zat warna gambir menghasilkan ketuaan warna yang berbeda dengan kain sutera yang tidak difiksasi. Tidak ada pengaruh yang nyata pada penggunaan konsentrasi tawas 30 gram/I, 50 gram/I dan 70 gram/l terhadap ketahanan luntur warna ditinjau dari perubahan warna pada kain sutera yang dicelup dengan zat warna gambir. Kain sutera yang difiksasi dengan tawas 70 gram/l menghasilkan warna yang lebih tua bila dibandingkan dengan kain sutera yang difiksasi dengan tawas 30 gram/l dan 50 gram/l.Kata kunci : fiksator, konsentrasi tawas, ketuaan warna, ketahanan luntur warna, zat warna gambir.

  12. PENYISIHAN LIMBAH NITROGEN DARI SISTEM AKUAKULTUR MULTITROFIK TERPADU MENGGUNAKAN TANAMAN SAYUR SEBAGAI KONVERTER FOTOAUTOTROF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumoharjo Sumoharjo

    2016-04-01

    Full Text Available Tiga spesies tanaman sayur, kangkung darat (Ipomoea reptana, sawi (Brassica juncea, dan kemangi (Ocimum basilicum dibandingkan guna mengonversi ammonium dan nitrat nitrogen dari sistem akuakultur. Tanaman tersebut ditanam secara hidroponik menggunakan teknik rakit (rafting technique dengan tata letak rancangan acak kelompok lengkap (RAKL. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tingkat konversi nitrogen oleh ketiga jenis tanaman berbeda secara nyata dengan tingkat retensi nitrogen tertinggi pada tanaman kangkung sebesar 0,73±0,28 g; diikuti oleh kemangi (0,30±0,17 g; dan terakhir oleh sawi (0,03±0,07 g. Secara keseluruhan ketiga tanaman mampu menyisihkan limbah nitrogen sebesar 6,70% dari total produksi TAN dari sisa metabolisme ikan yang dibudidayakan.

  13. Ekstraksi Gula Stevia Dari Tanaman Stevia Rebaudiana Bertoni

    OpenAIRE

    Ratnani, R. D; Anggraeni, R

    2005-01-01

    Stevia Rebaudiana Bertoni adalah sejenis Tanaman perdu yang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Didalam Industri, banyak digunakan sebagai bahan pemanis untuk produk makanan dan minuman berkalori rendah atau sebagai pengganti gula bagi penderita diabetes.Proses pengambilan bahan pemanis dari daun Stevia Rebaudiana dilakukan dengan cara ekstraksi bubuk daun didalam pelarut ( metanol,etanol ,spiritus , aquadest ) yang dilanjutkan dengan pencucian menggunakan Khloroform.Kemudian dicuci kemb...

  14. Trichoderma sp. dalam Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat

    OpenAIRE

    Novita, Trias

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Trichoderma sp dalam pengendalianpenyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca FakultasPertanian Universitas Jambi, perlakuannya terdiri dari : t0 = tanpa Trichoderma sp; t1 = 25 gTrichoderma sp/8 kg media; t2 = 50 g Trichoderma sp/8 kg media; t3 = 75 g Trichoderma sp/8 kgmedia; dan t4 = 100 g Trichoderma sp /8 kg media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichodermasp berperan dalam mengendalikan penyakit layu...

  15. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ARANG DARI BATANG TANAMAN GUMITIR (Tagetes erecta PADA BERBAGAI SUHU DAN WAKTU PIROLISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Siaka

    2017-03-01

    Full Text Available ABSTRAK: Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan dan karakterisasi arang dari batang tanaman gumitir (Tagetes erecta pada berbagai suhu dan waktu pirolisis. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh suhu dan waktu yang optimum dalam pembuatan arang serta mengetahui karakteristik arang yang dihasilkan pada suhu dan waktu optimumnya. Karakteristik arang mengacu pada SNI 06–3730-1995 dengan melakukan analisis terhadap kadar air, abu, volatile, dan karbon serta daya serapnya terhadap odine dan metilen biru. Suhu optimum pirolisis pembuatan arang adalah 300oC dengan karakteristik terbaik berupa rendemen, kadar air, volatile, abu, dan karbon berturut-turut sebesar 40,27 ±; 4,00 ± 0,00; 6,58 ± 0,07; 4,34 ± 1,22; dan 85,06%, serta daya serapnya terhadap iodin dan metilen biru sebesar 631,0935 ± 0,00 dan 131,34 ± 1,7 mg/g arang. Waktu pirolisis optimum adalah 90 menit dengan karakterisitik paling baik, yakni rendemen, kadar air, volatile, abu, dan karbon berturut-turut sebesar 42,30 ± 8,7; 2,00 ± 0,00; 2,87 ± 0,07; 9,68 ± 1,17; dan 85,44% serta daya serapnya terhadap iodin dan metilen biru sebesar 647,4642 ± 0,00 dan 136,20 ± 1,28 mg/g arang. Arang yang dihasilkan dari pirolisis pada suhu dan waktu optimum memiliki karakteristik yang sesuai dengan SNI 06-3730-1995 memiliki gugus fungsi O-H dan berupa karbon alifatik.   ABSTRACT: This paper discusses the manufacture and characterization of carbon made from the stems of marigold (Tagetes erecta at various temperatures and times of pyrolysis. This research aimed to obtain the optimum temperature and time of pyrolising in producing carbon, as well asto recognize the characteristics of the carbon produced. Characteristics of the carbon quality followed the Indonesian National Standard (SNI 06-3730-1995 by analyzing the contents of water, volatile substances, ash, and carbon, as well as, the ability of the carbon in absorption capacities of iodine and methylene blue. The optimum pyrolysis

  16. ANALISIS PERTUMBUHAN DAN KONTRIBUSI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN RETRIBUSI DAERAH KABUPATEN KUDUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elly Rosalina

    2017-06-01

    Full Text Available Kontribusi yang diberikan oleh retribusi daerah terhadap PAD di Kabupaten Kudus sudah cukup besar, namun masih belum optimal dan bahkan kecenderungan menurun, sehingga perlu ditemukan permasalahannya dan dipecahkan agar tidak memberikan gangguan bagi penerimaan asli daerah dan kinerja pemerintahan Kabupaten Kudus. Variabel-variabel penelitian yaitu jumlah rumah sakit dan puskesmas, penerbitan KTP dan akta catatan sipil, jumlah kendaraan bermotor bersama-sama merupakan penyumbang bagi penerimaan retribusi daerah dalam bentuk pos pungutan retribusi daerah. Berdasarkan analisis dapat diperoleh hasil bahwa jumlah rumah sakit dan puskesmas memberikan kontribusi bagi pos retribusi pelayanan kesehatan dengan rata-rata sebesar 66,3% per tahun yang tumbuh cenderung meningkat dari tahun 2001 hingga tahun 2011 dan menurun pada tahun 2012 dan 2013, jumlah penerbitan KTP dan akta catatan sipil memberikan kontribusi bagi pos retribusi ganti cetak KTP, KK dan akta catatan sipil dengan rata-rata sebesar 1,73% per tahun dengan pertumbuhan cenderung meningkat dari tahun 2001 hingga 2008 dan mengalami penurunan pada tahun 2009 hingga 2013, jumlah kendaraan diproyeksikan oleh pos penerimaan retribusi parkir di tepi jalan umum, retribusi pengujian kendaraan bermotor, retribusi terminal, retribusi tempat parkir dan retribusi ijin trayek dengan rata-rata sebesar 7,62% per tahun dengan pertumbuhan rata-rata 20% pertahun.  Retribution income in Kudus gives a big contribution into government self-income, but in the last years the retribution income of Kudus region is not significant and it tends to attenuate. Considering to this current background, it is necessary to ascertain and solve the issues, particularly in order to bear the governmental self-income and disrupt to the work of the regional government of Kudus. The research variables are the number of hospital and puskesmas, the number of civilian registration and the number of vehicle. These variables in the

  17. Implementasi Estimator Kecepatan Pertumbuhan Mikroorganisme pada Bioreaktor Anaerob

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewinta Ria Wardhani

    2013-03-01

    Full Text Available Mikroba memiliki peranan yang sangat penting dalam produktivitas biogas pada pengolahan limbah bahan organik khususnya kotoran ternak pada bioreaktor anaerob, dimana dalam pengolahanya bakteri dipengaruhi oleh nutrisi, pH dan temperatur. Sehingga akan mempengaruhi produk biogas yang dihasilkan. Agar mendapatkan hasil biogas yang diharapkan maka diperlukan sebuah monitoring kecepatan pertumbuhan mikroorganisme. Namun saat ini belum ada alat untuk memonitoring secara langsung sehingga diperlukan sebuah estimator untuk memprediksi pertumbuhan mikroorganisme, untuk memprediksi pertumbuhan mikroorganisme berdasarkan parameter pH dan volume yang diukur. Estimator bekerja berdasarkan model matematis dengan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan arsitektur Backpropagation dengan metode Lavenberg Marquardt. Estimator yang telah dihasilkan secara offline memiliki input berupa pH dan volume yang dianalogikan melalui tegangan dari potensiometer. Pada penelitian ini akan di implementasikan estimator kecepatan pertumbuhan mikroorganisme (µ secara online pada bioreaktor anaerob yang digunakan untuk mengekstrak kotoran ternak. Dari pengukuran secara online dan offline didapatkan nilai µ terbaik pada pengukuran secara online yaitu 7,5 pada pH 7,45 dan volume 0,05 L sedangkan nilai µ terbaik pada simulasi 7,3092 pada pH 5,47 dan volume 0,0106 L

  18. Pemanfaatan Vinasse -Limbah Industri Alkohol- untuk Perbaikan Sifat Fisik Tanah dalam Pengembangan Tebu (Saccharum officinarum L di Lahan Pasir Pantai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Zulfan Arrodli

    2016-05-01

    Full Text Available Lahan pasir pantai merupakan lahan bermasalah untuk pertanian karena sifat tanahnya tidak mendukung pertumbuhan tanaman dan vinasse merupakan limbah industri ethanol yang jumlahnya sangat besar yang apabila dibuang di lahan terbuka akan mencemari lingkungan. Penggunaan vinasse sebagai bahan perbaikan tanah tanpa memberikan pengaruh negatif kemungkinan dapat dikerjakan untuk tanah bertekstur kasar seperti tanah di lahan pasir pantai. Oleh karena itu dalam penelitian ini, vinasse akan dicoba digunakan untuk membudidayakan tebu pada media tanah yang diambil dari lahan pasir pantai. Penelitian menggunakan pendekatan percobaan pot faktorial 4x4 yang disusun dalam rancangan lingkungan acak lengkap dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vinasse dengan dosis 60.000 l/ha hanya sekali pada awal penanaman tebu mampu memperbaiki kemampuan tanah menyimpan air. Vinasse terbukti tidak memberikan pengaruh kurang baik terhadap tanaman yang dibudidayakan, bahkan pemberian vinasse cenderung memperbaiki pertumbuhan tebu baik dilihat pada tinggi tanaman, diameter batang, berat kering akar dan tajuk, meskipun pengaruhnya tidak berbeda nyata.

  19. Pertumbuhan dan Mutu Fisik Bibit Jabon (Anthocephalus Cadamba Miq.) di Polibag dan Politub

    OpenAIRE

    Junaedi, Ahmad

    2010-01-01

    Informasi pertumbuhan dan mutu fisik bibit jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) di wadah bibit dengan volume yang berbeda diperlukan sebagai bagian yang akan diperhitungkan dalam pemilihan wadah bibit yang akan digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan mutu fisik bibit jabon yang disapih pada wadah bibit polibag (volume 300 cm3) dan politub (volume 60 cm3). Tahapan penelitian meliputi : pembibitan serta pengamatan pertumbuhan dan penilaian mutu fisik bibit jabon yang ...

  20. Model Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Yang Efektif Dikaitkan Dengan Kompetensi Di Peradilan Agama Dalam Rangka Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renny Supriyatni B

    2017-06-01

    menerapkan model mediasi di dalam Pengadilan yang ditangani oleh mediator-mediator independent bersertifikat dan berstatus hakim yang memiliki kompetensi absolut, serta didukung oleh putusan yang memiliki kepastian dan kekuatan hukum mengikat. Saran diajukan, dibentuk Peradilan Niaga Syariah Adhoc yang akan menerapkan proses mediasi syariah untuk menyelesaikan sengketa ekonomi syariah, sehingga pada akhirnya akan lahir kepercayaan yang tinggi terhadap proses penyelesaian sengketa di Pengadilan Agama. Hal tersebut, akan berdampak positif, diantaranya kepercayaan investor untuk berinvestasi dalam bidang bisnis syariah meningkat, dan secara tidak langsung memberikan kontribusi positif terhadap meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional.

  1. Tembaga (Cu Menurunkan Kandungan Pigmen dan Pertumbuhan Mikroalga Merah, Porphyridium cruentum (Effect of Copper on Pigments Content and Growth of Red Microalgae, Porphyridium cruentum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reza Hafiz Pranajaya

    2014-06-01

    Full Text Available Logam berat tembaga (Cu merupakan salah satu pencemar yang paling mengkhawatirkan di wilayah pesisir dan lautan. Berbagai metode telah banyak dikembangkan untuk mengatasi dan mengurangi pencemaran logam berat, baik secara fisika, kimia dan biologi. Masalah teknis dan biaya yang mahal menyebabkan manusia menggunakan cara biologis (bioremediasi. Salah satu diantaranya menggunakan mikroalga Porphyridium cruentum. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi logam berat Cu terhadap kandungan klorofil, pigmen fikobiliprotein dan pertumbuhan mikroalga P. cruentum. Bibit mikroalga diperoleh dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Situbondo. Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium. Konsentrasi logam berat Cu yang digunakan adalah 0 ppm sebagai kontrol, 1, 2, 3  dan 4 ppm. Logam berat Cu dianalisa menggunakan AAS dan pigmen (klorofil dan fikobiliprotein menggunakan spektrofotometri UV-Vis.Hasil yang didapat menunjukkan bahwa logam berat Cu dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01 terhadap kandungan pigmen (klorofil dan fikobiliprotein, BCF dan pengaruh nyata (P<0,05 terhadap laju pertumbuhan P. cruentum. Semakin tinggi logam berat Cu membuat laju pertumbuhan, kandungan pigmen (klorofil dan fikobiliprotein, dan BCF pada P. cruentum semakin menurun. Prosentase penyerapan logam berat Cu tertinggi sebesar  13,1 % (1 ppm, 8,2 % (2 ppm, 6,9 % (3 ppm, dan 2,6% (4 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa P. cruentum berpotensi sebagai bioremediator. Kata kunci: Porphyridium cruentum; pigmen; klorofil; fikobiliprotein; pertumbuhan; tembaga   Copper (Cu is one of heavy metals and the most pollutant at seawater ecosystem. Various methods have been developed to reduce heavy metal pollution with in physics, chemistry and biology method. Technical problems and high costs cause human use biological method (bioremediation. One of them used microalgae Porphyridium

  2. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN JAGUNG MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SPASIAL Land Suitability Assessment Of Corn (Zea mays L. Using Spasial Analysis Method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruslan Wirosoedarmo

    2012-05-01

    Full Text Available Land suitability assessment was needed to plan productive and sustainable land use. The aim of this research was to de- liver an informative data about land suitability of corn using spatial analysis model. The research was conducted from July 2007 to January 2008, located in Blitar district. The land survey and analysis covered several parameters needed for suitability assessment for corn such as temperature, rainfall, soil drainage, soil texture, pH, effective depth of soil, organic- C, soil content, Cation Exchange Capacity of clay, slope, altitude, and erosion endangered. The land suitability classes were classified into four classes, those were very suitable, suitable, marginally suitable, and not suitable. The data were finally analyzed using Map Calculator in Arc View GIS Software.The results showed that there were three classes of land suitability for corn i.e. very suitable, suitable and marginally suitable which accounted for 85 %, 10 %, and 5 % of 150.96 hectare areas in Blitar. The suitable class mainly located in the northern of Blitar district, while the marginally suitable class mostly located in more than 1200 meters height above sea level covered 10, 117, and 52 hectares area of Wlingi, Gandusari, and Doko county area respectively. ABSTRAK Evaluasi kesesuaian lahan diperlukan untuk perencanaan penggunaan lahan yang produktif dan lestari. Tujuan peneli- tian adalah untuk menyajikan data dan informasi tentang evaluasi kesesuaian lahan bagi tanaman jagung menggunakan model analisa spasial. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli 2007 sampai bulan Januari 2008. Lokasi penelitian dilaksanakan di Blitar, Jawa Timur. Data yang diperlukan meliputi data spasial berupa peta kontur dan peta jenis tanah skala 1:25000 serta data atribut berupa data klimatologi wilayah dan hasil pengamatan lapangan terhadap sifat fisik, morfologi dan kimia tanah. Parameter kesesuaian untuk tanaman jagung yang ditetapkan meliputi temperatur, curah hujan

  3. Fitoakumulasi Ion Logam Tembaga(II) Oleh Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata Prain)

    OpenAIRE

    Ayu Ika Pratiwi, Asmawati, Syarifuddin Liong

    2017-01-01

    Limbah Cu yang bersumber dari aktivitas industri memiliki sifat toksik bagi makhluk hidup. Pengolahan limbah Cu dapat dilakukan dengan teknik fitoremediasi yaitu teknik pembersihan lingkungan yang tercemar dengan memanfaatkan tanaman hiperakumulator dan telah dikembangkan menjadi metode yang murah dan ramah lingkungan. Pada penelitian ini digunakan tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain) untuk menarik ion logam berat Cu(II) dari tanah dengan variasi waktu sehingga dapat diketahui...

  4. PENGGUNAAN ALGORITMA NDVI DAN EVI PADA CITRA MULTISPEKTRAL UNTUK ANALISA PERTUMBUHAN PADI (STUDI KASUS : KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Hafizh S

    2015-02-01

    Full Text Available Kabupaten Indramayu merupakan salah satu kabupaten yang merupakan daerah sentra pertanian dimana sektor ini menyumbang 43% dari total PDRB (Produk Domestik Regional Bruto. Strategi yang tepat dan cepat harus dicanangkan untuk selalu memenuhi kebutuhan akan bahan pokok tersebut. Teknologi penginderaan jauh dapat mengakomodir informasi suatu objek secara cepat dan akurat tanpa harus berinteraksi langsung dengan objek dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi yang diinginkan. Pembangunan model - model estimasi produktivitas pada beberapa komoditas vegetasi pertanian seperti padi telah digunakan sejak dua dekade lalu. Dari berbagai macam permodelan vegetasi, indeks vegetasi yang paling umum digunakan adalah NDVI (Normalized Difference Vegetation Index dan EVI (Enhanced Vegetation Index. Hasil dari penelitian ini adalah penentuan fase pertumbuhan , masa tanam, dan masa panen tumbuhan padi pada citra MODIS L1B. Masa tanam padi di kabupaten Indramayu berada pada bulan Juni dan Desember 2011, masa panen berada pada bulan  Mei dan September 2011. Citra Aster digunakan sebagai data pendukung untuk menentukan korelasi linear  terhadap data lapangan (fieldspectometer. Korelasi yang dihasilkan Antara Modis - Aster sebesar 0.9576 pada EVI dan 0.9654 pada NDVI; Modis - Fieldspectometer sebesar 0.8798 pada EVI dan 0.9077 pada NDVI; dan pada Aster - Fieldspectometer sebesar 0.9220 pada EVI dan 0.9460 pada NDVI. Korelasi dari ketiga data tersebut memiliki hubungan yang cukup kuat dikarenakan nilai yang dihasilkan mendekati nilai 1.

  5. ANALISIS WAKTU PEMUPUKAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis DENGAN TEKNIK PERUNUT RADIOAKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Sutapa

    2016-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian analisis waktu pemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensisdengan teknik perunut radioaktif. Untuk menuju sistem pertanian berkelanjutan perlu adanya perbaikan pertanian(intensifikasi selama beberapa tahun yang lalu masih signifikan, karena ketersediaan sumber daya alam danteknologi pertanian cukup memadai dan berimbang dengan ketersediaan lahan dan peningkatan jumlah penduduk.Keadaan ini sulit untuk dipertahankan dimasa yang akan datang, kecuali ada pendekatan baru yang menawarkan ide dan teknik untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Efesiensi pemupukan tanaman dengan teknik perunut (tracer radioisotop adalah salah satu potensi menujusistem pertanian berkelanjutan. Teknik perunut dapat digunakan antara lain untuk mempelajari hubungan antaratanah dan tanaman, menentukan kondisi optimal dalam penggunaan pupuk (waktu pemupukan, pola perakaranaktif tanaman, jenis dan takaran pupuk, mempelajari proses dekomposisi dan mineralisasi bahan organik, sertamempelajari proses fotosintesis tanaman,baik dengan metoda langsung maupun tidak langsung.Waktu pemupukanyang lebih tepat dapat ditentukan dengan teknik perunut tersebut, sehingga optimalisasi pemupukan dapat dicapai,tanpa pemborosan yang tidak berguna.Dari penelitian dengan menggunakan radioisotop P, ternyata waktupemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis yang paling signifikan adalah padapukul 9.00 pagi. Waktu siang hari mulai pukul 11.00 sampai pukul 15.00 adalah waktu pemupukan yang sangatburuk. Sedangkan waktu sore hari yaitu pukul 15.00 sampai 17.00 menunjukkan waktu pemupukan yang semakinbaik namun tidak signifikan.32

  6. ANALISIS WAKTU PEMUPUKAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis DENGAN TEKNIK PERUNUT RADIOAKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Sutapa

    2016-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian analisis waktu pemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensisdengan teknik perunut radioaktif. Untuk menuju sistem pertanian berkelanjutan perlu adanya perbaikan pertanian(intensifikasi selama beberapa tahun yang lalu masih signifikan, karena ketersediaan sumber daya alam danteknologi pertanian cukup memadai dan berimbang dengan ketersediaan lahan dan peningkatan jumlah penduduk.Keadaan ini sulit untuk dipertahankan dimasa yang akan datang, kecuali ada pendekatan baru yang menawarkan ide dan teknik untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Efesiensi pemupukan tanaman dengan teknik perunut (tracer radioisotop adalah salah satu potensi menujusistem pertanian berkelanjutan. Teknik perunut dapat digunakan antara lain untuk mempelajari hubungan antaratanah dan tanaman, menentukan kondisi optimal dalam penggunaan pupuk (waktu pemupukan, pola perakaranaktif tanaman, jenis dan takaran pupuk, mempelajari proses dekomposisi dan mineralisasi bahan organik, sertamempelajari proses fotosintesis tanaman,baik dengan metoda langsung maupun tidak langsung.Waktu pemupukanyang lebih tepat dapat ditentukan dengan teknik perunut tersebut, sehingga optimalisasi pemupukan dapat dicapai,tanpa pemborosan yang tidak berguna.Dari penelitian dengan menggunakan radioisotop P, ternyata waktupemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis yang paling signifikan adalah padapukul 9.00 pagi. Waktu siang hari mulai pukul 11.00 sampai pukul 15.00 adalah waktu pemupukan yang sangatburuk. Sedangkan waktu sore hari yaitu pukul 15.00 sampai 17.00 menunjukkan waktu pemupukan yang semakinbaik namun tidak signifikan.32

  7. Pertumbuhan Chlorella sp. pada beberapa konsentrasi limbah batubara (The growth rate of the Chlorella sp. at different concentrations of coal waste water

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zerli Selvika

    2016-12-01

    Full Text Available Chlorella sp. is a single-celled microalga that mostly grows in marine waters. Chlorella sp. can grow in heavy polluted waters and therefore it has potency as a bioremediation agent. This study aimed was to analyze the effect of coal on the growth of Chlorella sp. in plant isolation media and the quality of water in plant isolation media for Chlorella sp. The complete randomized design with 4 treatments of coal concentration was used in this study. Four concentration concentrations were tested namely, 0 ppt, 1 ppt, 3 ppt and 5 ppt. The results revealed that coal with different concentrations gave no significant effect on the growth of Chlorella sp. (p> 0.05. The density among the concentrations of 0 ppt, 1 ppt, 3 ppt and 5 ppt were not significantly different. In addition, the coal concentration gave no significant effect on temperature, salinity and potential hydrogen (pH (p>0.05. The Chlorella sp. can grow in the polluted water by coal, and therefore this alga can be used as potential organisms for bioremediation of coal waste. Chlorella sp. merupakan mikroalga bersel satu yang banyak tumbuh di perairan laut. Chlorella sp. dapat tumbuh di perairan yang tercemar berat sehingga berpotensi sebagai bioremediator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi batubara terhadap pertumbuhan Chlorella sp. dan kualitas air pada media kultur Chlorella sp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen skala laboratorium. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan konsentrasi batubara 0 ppt, 1 ppt, 3 ppt dan 5 ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batubara dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan Chlorella sp (P>0,05. Kepadatan antara konsentrasi 0 ppt, 1 ppt, 3 ppt dan 5 ppt tidak terlalu jauh berbeda. Konsentrasi batubara juga tidak berpengaruh nyata terhadap parameter suhu, salinitas dan derajat keasaman (pH (p>0,05. Chlorella sp

  8. EKSTRAKSI TANNIN SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI DARI TANAMAN PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA MENGGUNAKAN PELARUT ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjukup Marnoto

    2012-05-01

    Full Text Available EXTRACTION OF TANNINS AS NATURAL DYES FROM PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA PLANT USING VARIOUS ORGANIC SOLVENTS. Public awareness on using natural dyes has encouraged the extraction of tannins from putrimalu. Extraction was performed continuously using a Soxhlet apparatus. The parameter studied was the influence of solvent polarity on the amount of tannin and mass transfer coefficient. Tannin was extracted from ten grams of dried putrimalu plants using polar solvents (ethanol, acetone and methanol and a non-polar solvent (n-hexane. Extraction is considered complete when the concentration of tannins in the liquid is no longer changing with time. Liquid samples were withdrawn every 20 minutes interval for tannin analyses using Thin Layer Chromatography (TLC. The results showed that the maximum concentration of tannins in the extract (g/mL when extraction were performed using n-hexane was 0.0031, acetone (0.016, methanol (0.0274 and ethanol (0.044. From extract yield and mass transfer coefficient point of views, it can be concluded that the best solvent is ethanol. The relationship between tannin concentration in the ethanol 96% solvent and the time was expressed in term of mathematical equations             CAL=1.046(1-e-0.0213t with error was 3.6%. Where CAL is the concentration of tannins in the solvent (g/ml and t is the extraction time (minutes.  Kesadaran masyarakat untuk kembali menggunakan bahan pewarna alami mendorong dilakukannya ekstraksi tannin dari putrimalu. Ekstraksi dilakukan secara kontinyu menggunakan alat Soxhlet. Parameter yang dipelajari adalah pengaruh polaritas pelarut terhadap ekstrak tannin dan koefisien transfer massa. Tannin diekstrak dari sepuluh gram tanaman putrimalu kering menggunakan pelarut polar (etanol, aseton dan metanol dan pelarut non-polar n-heksana. Ekstraksi dianggap selesai jika konsentrasi tannin di dalam pelarut sudah tidak berubah. Tannin di dalam contoh cairan yang diambil setiap selang waktu 20

  9. Aktivitas antibakteri ekstrak etanolik kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale Linn. terhadap Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. Harsini

    2018-04-01

    antibakteri merupakan tanda terganggunya pertumbuhan bakteri. Kulit batang tanaman jambu mete (Anacardium occidentale Linn. mengandung senyawa fenolik seperti flavonoid dan tanin serta asam anakardat yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Salah satu bakteri gram positif dalam mulut yang patogen adalah Staphylococcus aureus (S.aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kulit batang jambu mete (anacardium occidentale Linn. terhadap S.aureus yang ditandai dengan kebocoran ion logam. Penelitian menggunakan sebanyak 1 ose dengan kepadatan 106  CFL/mL disentrifuse dengan kecepatan 3500 rpm selama 20 menit. Filtrat dibuang, pellet dalam tabung dicuci menggunakan buffer fosfat pH 7,0. Ekstrak etanolik kulit batang jambu mete konsentrasi 3; 5 dan 7% serta tanpa ekstrak sebagai kontrol, masing-masing dalam 5 tabung, diinkubasi dalam inkubator goyang selama 24 jam. Suspensi kemudian disentrifuse dengan kecepatan 3500 rpm selama 20 menit lalu disaring. Cairan supernatan diambil diukur absorbansinya menggunakan AAS (Atomic absorption Spectroscopy. Data dianalisis menggunakan Anava satu jalur. Hasil menunjukkan kebocoran Ca2+ pada konsentrasi 0, 3, 5 dan 7% berturut-turut adalah 2,42 ± 0,82; 32,87 ± 1,97; 49,10 ± 3,3; 66,73 ± 3,29, sedangkan logam K+ adalah 15,28 ± 0,46; 606,36 ± 14,14; 895 ± 9,5; 1251 ± 11,54. Hasil analisis statistik Anava menunjukkan terdapat aktivitas antibakteri ekstrak etanolik kulit batang jambu mete. Hasil LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar seluruh kelompok perlakuan. Kesimpulan terdapat aktivitas antibakteri ekstrak etanolik kulit batang jambu mete terhadap S.aureus dilihat dari kebocoran ion logam Ca2+ and K+. Kebocoran tertinggi pada konsentrasi ekstrak 7%.

  10. Guncangan Variabel Makroekonomi Terhadap Jakarta Islamic Index (JII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pribawa E Pantas

    2017-09-01

    Full Text Available Pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif, hal ini ditunjukkan dengan semakin besarnya nilai kapitalisasi serta minat investor dalam berinvestasi di pasar modal syariah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara empiris pengaruh jangka pendek dan jangka panjang variabel makroekonomi terhadap Jakarta Islamic Indeks (JII serta menganalisis kecepatan respon Jakarta Islamic Indeks (JII terhadap guncangan makroekonomi pada periode Januari 2011 – Desember 2016. Variabel makroekonomi yang digunakan antara lain inflasi, suku bunga bank Indonesia, nilai tukar, dan harga minyak dunia. Metode analisis menggunakan Vector Error Correction Model (VECM dengan innovation accounting berupa Impulse Response Function (IRF dan Forecasting Error Variance Decomposition (FEVD dari data agregat Jakarta Islamic Indeks (JII. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Guncangan variabel inflasi direspon negatif oleh JII, sedangkan variabel, suku bunga bank Indonesia, nilai tukar tukar, dan harga minyak dunia direspon positif oleh JII. Penelitian ini  juga  mengungkapkan bahwa guncangan yang paling cepat direspon oleh JII adalah variabel suku bunga bank Indonesia (15 diikuti variabel nilai tukar (16, inflasi (17, dan harga minyak dunia(17

  11. Identifikasi dan Kuantifikasi Metabolit Bakteri Pelarut Fosfat dan Pengaruhnya terhadap Aktivitas Rhizoctonia solani pada Tanaman Kedelai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Candra Setiawati

    2008-09-01

    Full Text Available Phosphate solubilizing bacteria (PSB metabolites are organic acids, phosphomonoesterase enzyme (alkaline phosphatase and antibiotic, which is able to dissolve insoluble phosphate. Phosphate solubilizing bacteria used in this study was expected to suppress Rhizoctonia solani attacks. This experiment was aimed at (1 identifiying and quantifying PSB metabolites, and (2 examining their capability as biocontrol agent for Rhizoctonia solani in vitro and hydroponics soybean. This study was conducted in three stages. The first stage of this study was culturing two PSB isolates (Pseudomonas putida 27.4B and Pseudomonas diminuta in the Pikovskaya medium to analyze their metabolites. The second and third stage of this study was testing the antagonist of two bacteria to suppressed R. solani activity, which was conducted in vitro, and in hydroponics medium soybean as indicator plant. The results showed that P. putida 27.4B and P. diminuta produced organic acids i.e.: citrate, formic, succinic, acetic, propionate, butyrate, and oxalate. The totals of organic acids from each bacterium were 70,3 mg.kg-1 and 61,9 mg.kg-1. Production of alkaline phosphatase enzyme in Pikovskaya medium of P. Putida 27.4B was 11,71 ìg pNP .mL-1.h-1 and P. diminuta was 24,04 ìg pNP.mL-1.h-1. Concentration of this enzyme in soil medium was higher than that in Pikovskaya medium with 26,27 ìg pNP.g-1.h-1 and 39,03 ìg pNP.g-1.h-1 respectively. This study also showed that total concentration of antibiotics (tetracycline, oxitetracycline and penicillin produced by the PSB, were 3,2 ìg.mL-1 (P. putida 27.4B and 10,96 ìg.m1-1 (P. diminuta, respectively. The results from second stage of this study showed that by using in vitro, the reduced growth of R. solani was observed 58,35% with P. putida 27.4B and 41,96% with P. diminuta. In addition, inoculations of PSB in hydroponics medium reduced the fungal pathogenesis from 10,71% to 21,42% of pre and post emergence damping-off. Visually, the symptom of pathogen attack appeared within the period of 2 untill 14 days after infection.

  12. PERSEPSI PETANI TERHADAP INOVASI TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI GOGO DI KABUPATEN SARMI PROVINSI PAPUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Petrus A. Beding

    2015-06-01

    Full Text Available This study aims to determine the perception of the application of innovation upland rice integrated crop management at the farm level. The research was conducted from May to October 2015 in the village of Mukti Mawes, District Bonggo, Sarmi. Data collected through a structured interview with guiding questions (questionnaire. Data were analyzed descriptively. The results showed that farmers have a positive perception of technological innovation upland rice integrated crop management. Farmers assume that upland rice integrated crop management profitable, uncomplicated, easy to try, easy to see the result, not bertentangkan with the values of local traditions and in accordance with the needs of the community. Perception level of technological innovation Integrated Crop Management upland rice reached 89.12%. The efforts of priorities that need attention in order to improve farmers' understanding of the management of upland rice farming that is both integrated manner by taking into account several factors: the income of farmers, farm business climate supportive of farmers and extension activities better.

  13. Induksi Ketahanan terhadap Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Tanaman Padi di Lapangan Menggunakan Rizobakteri Indigenos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Khaeruni

    2014-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Induced resistance to bacterial leaf blight disease in rice field by indigenous rhizobacteria.  Bacterial leaf blight is the most important disease on paddy at Southeast Sulawesi. Utilization of biological agents that induce plant resistance is an alternative tool to control bacterial leaf blight disease on paddy. The aim of  the experiment was obtain rhizobacteria that were able to stimulate the growth of paddy plants as well induce plant resistance towards bacterial leaf blight in the field. All experiment units were arranged with a factorial design in a randomized complete block design. The first factor was the rhizobacteria isolates, consisting 4 treatments, i.e: without rhizobacteria (R0, isolate P11a (R1, isolate PKLK5 (IR2, and  mixture P11a and PKLK5 (R3, the second factor is paddy varieties, (V1: IR64 variety, (V2: Cisantana variety. The pathogen was inoculated on leaf when 45 day after crop.  Weekly observation of disease severity, vegetative plant growth (leaf and stem numbers, and yield were conducted. The results showed that the 10 isolates of rhizobacteria tested were able to induce plant resistance toward bacterial leaf blight, stimulated vegetative growth as well as increased yield of paddy plant. Rhizobacteria application could increase the resistance of paddy toward Xanthomonas oryzae pv. oryzae. The application rhizobacteria could increase the vegetative plant growth, application  mixture P11a and PKLK5 isolates showed higher resistance than single application in terms of plant growth and yield, both IR64 and Cisantana varietes

  14. PENGARUH INFUS BEBERAPA TANAMAN OBAT TERHADAP TEKANAN DARAH DAN FAAL JANTUNG KUCING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B. Dzulkarnain

    2012-09-01

    Full Text Available The 10 percent infusion of Sericoccalyx crispus BL administered intravenously at dose 1 ml/kg did not alter the cardiovascular system of the anaesthetized cat. Piper betle LINN and Euphatorium triplinerve VAHL at the same dose of administration decreased the blood pressure with short onset and duration. One milliliter of a 10 percent infusion of Curcuma domestica VAHL decreased the blood pressure of the anaesthetized cat slowly and lasting about 3 hours reaching its maximal depression at one hour after injection. The action on the heart rate, contractility and autonomic ganglion is not clear. A direct action, after reaction of substance or after formation of a substance, on the blood vessels is sugested to be the most probable mechanism of action of this crude infusion of Curcuma domestica.

  15. Reproduksi Hemiptarsenus varicornis (Hymenoptera: Eulophidae : pengaruh ketinggian tempat, suhu dan tanaman inang terhadap keperidian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reflinaldon Reflinaldon

    2017-02-01

    Full Text Available H. varicornis is a larval parasitoid of leafminer distributing and associating with several host plants in highland vegetables planting. Three experiments were conducted to study effects of elevations, temperatures and host plants on female reproduction fitness. The first experiment, we compared fitness traits of female originated from different elevation areas i.e Pandai Sikek (900-1000 m above sea level , Alahan Panjang(1200-1300m and Kayu Aro (1400-1500m whilst two other experiments were treatment of temperatures level (18, 23, 280C, and host plants (red bean, bean and cucumber to investigate longevity, egg layed, survivorship. Parasitoids originated from Kayu Aro showed the highest longevity and number of eggs. The best fitness also was performed when adult female maintained at 230C. Parasitism, superparasitism and paralization of the parasitoid have been discussed in this paper.

  16. Pengaruh Kombinasi Komposisi Media Organik dan Konsentrasi Nutrisi terhadap Daya Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khoirul Bariyyah

    2015-08-01

    Full Text Available This research was addressed to study the effect of plant growth media composition and nutrients concentration on yield of Cucumis melo L. The research was designed in complete factorial test of 4x4 with three replicates. Mixed growth media of bokashi:cocopeat:husk charcoal were tested in four compositions, i.e. 90%:5%:5% (M1, 80%:10%:10%(M2, 70%:15%:15% (M3 and 60%:20%:20% (M4 respectively. The other tested factor was nutrients concentraion that consists of four levels, i.e. control/no nutrient given (K0, 2 g/L (K1, 4 g/L (K2 and 6 g/L (K3. The Action 434 variety of Cucumis melo L. seedlings were then transplanted into 10 kg’s polybag and allowed to grow till harvested. The results showed that Chlorophyll content of M1 plants were higher than others, but the highest sugar content was resulted by M3 plants, and the highest thick of flesh fruit was resulted by interaction 60% bokashi:20% cocopeat:20% husk charcoal with 4 g/L nutrient concentration.

  17. Pengaruh Daun Tanaman dalam Pemeraman terhadap Perkembangan Antraknos pada Pisang Ambon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toekidjo Martoredjo

    1998-07-01

    Full Text Available Using plant leaves such as banana leaves, glyricidia leaves, and rice straw for ripening resulted in lower ripening stage score than control or using chemical such as ethrel, although statistically they are not siginificantly different. Glyricidia leaves and rice straw inhibit disease symptom representing anthracnose (Colletotrichum musae development on Gros-Michel banana. Key words: anthracnose, fruit-ripening stage

  18. Biosorpsi Tanaman Puring (Codiaeum variegatum Terhadap Emisi Timbal (Pb Pada Kendaraan Bermotor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Amalia P

    2014-07-01

    Full Text Available Enhancement the motorized vehicle number will be potential for air pollution in the big cities. One of the pollutant which is resulted from burning process fuel is timbale (Pb metal. Alternative effort that is used to decrease the higher timbale (Pb metal pollutantmaterial is with manner biosorption use puring plant (codiaeumvariegatum.The aim of this research is to know the puring plantability in absorbs Pb metal. The treatment methodis used to sprinkling plant and without sprinkling and than directly exposure to plant with period 3,6 and 9 days. The result of research  that puring leaves ability can absorb Pb concentration metal between (1 until 1,5 ppm or 0,304 mg/Kg at nine days of period exposure, it order can be considered as biosorption agent Pb metal pollution.

  19. Pengaruh beberapa Jenis Ekstrak Tanaman sebagai Moluskisida Nabati terhadap Keong Mas (Pomacea canaliculata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Kardinan

    1997-12-01

    Full Text Available Research has been carried out at the Pest and Disease Laboratory, Research Institute for Spices and Medicinal Crops, Bogar, in the 1997. Research consisted of three parts, those were; (I The toxicity of Dens elliptica, Blumea balsamifera, and methaldehyde, by determining the LC50 values, (2 Effect of the leaves of B.balsamifera, Euphorbia tirucalli and Tephrosia vogelii, (3 Effect of the most poisonous plant as ovicides. Result showed that D.elliptica was the most poisonous material to golden snail with its LC50 value was 400ppm, but it was still under the toxicity value of methaldehyde (11. 78 ppm. There was no significant difference among B.balsamifera, T.vogelii and E. canaliculata, but extract of B.balsarnifera tended to be better material among those plant extracts tested. The extract of D.elliptica did not affect egg hatching of golden snail.

  20. Pengaruh Habitat Sekitar Lahan Persawahan dan Umur Tanaman Padi terhadap Keanekaragaman Hymenoptera Parasitika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nina Herlina

    2015-09-01

    Full Text Available As the largest group of biological control agents, Parasitic Hymenoptera play important role in controlling pest outbreak in agricultural habitat. Unfortunately, there is lack of information about how these parasitoids occur in agricultural habitat related to condition of surrounding habitat and phenology of crop plant. The objective of this research was to study the effect of rice field surrounding habitat and age of rice plant on the diversity of Parasitic Hymenoptera. Research area was located in Carang Pulang Village, Dramaga, Bogor. We selected four blocks which represented different of habitat condition and age of rice plant. Each block was set six yellow pan traps (with minimum distance 20 meter and one malaise trap. Sampling of insects were conducted weekly from 6 to 12 week after planting. From this research, we collected 1,833 individual of Hymenoptera (without ants belong to 9 superfamilies, 23 families, and 216 species. Parasitic Hymenoptera was more abundant (96% and species rich (84% than Aculeata. Rice field surrounding habitat (block and age of rice field significantly affect the diversity of Parasitic Hymenoptera. We found positively correlation between age of rice plant and species richness of Parasitic Hymenoptera.

  1. Toleransi Tanaman Peneduh Polyalthia longifolia dan Pterocarpus indicus terhadap Ganoderma sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Muslimah Widyastuti

    2014-08-01

    Full Text Available Susceptibility of Urban Trees Polyalthia longifolia and Pterocarpus indicus to Infection of  the red root rot fungus Ganoderma sp. Urban trees on the Gadjah Mada University (UGM area play an important role in increasing environmental qualities as well as in supporting the teaching and learning processes. However, red root rot disease caused by Basidiomycete Ganoderma sp. has severely infected some existing urban trees. This experiment was aimed to determine the susceptibility of Polyalthia longifolia (glodokan and Pterocarpus indicus (angsana to the infection of Ganoderma sp. Identification of infected trees was performed in UGM area. Further steps were carried out to achieve those objectives : (1 isolation of Ganoderma spp. and testing of Koch’s postulate and (2 examination of the susceptibility of  P. longifolia and P. indicus to infection of Ganoderma sp. The susceptibility test of P. longifolia and P. indicus to Ganoderma sp. indicated that P. longifolia was more resistant to fungal pathogen infection than that of P. indicus. Based on this experiment, it can be concluded that P. longifolia is a species that is more suitable than P. indicus.  P. longifolia should be planted on the areas that have been infested with inocula of Ganoderma sp..

  2. Kajian intensitas penaungan dan penjarangan buah terhadap hasil tanaman Arbei fragaria sp

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwie Retna Suryaningsih

    2001-12-01

    Full Text Available This study was done in "Materia Medica", Technical Implementation Unit East Java Health Service Bureau, Batu, East java, from May to December 1995. It has an altitude of approximately 750 m above sea level. This study has the objective of determining light intensity and fruit thinning which maximize strawberry yield of high quality. A three replicate two factors experiment, laid out in a completely randomized design with repeated measurements were. The first factor was shading intensity consisting of three levels: unshaded, shading intensity of 40% and 65%. The second factor was fruit thinning consisting of three levels: no fruit thinning applied, fruit thinning of 40% and 60%. The result indicated that: (1 maximum growth and yield of strawberry was attained at 40% incoming light, (2 removing 40% of fruits in a cluster increased weight of individual fruit, (3 shading which passed 40% of incoming light coupled with fruit thinning of 40% was the best combination, (4 shading increased vitamin C content of strawberry fruit, and (5 yield components might be predicted from tiller number, flower number per plant, and fruit weight average.

  3. Dampak Penyakit Tanaman terhadap Pendapatan Petani Kubis-kubisan di Daerah Agropolitan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Pratama

    2017-03-01

    Full Text Available Cruciferous vegetables are very important agricultural commodities for increasing  farmers  income. The main obstacles in their cultivation involved among others high level of pathogen infestation that may cause reduction in farmer’s income. This research was conducted to determine the main pathogens and their impact on farmer income in Agropolitan area of Cianjur Regency, West Java Province. The research was conducted through three activities, i.e. farmer survey, identification of the main pathogens, and measurement of disease intensity. The results showed that there were three main pathogens on assessed cruciferous vegetables, i.e. Alternaria brassiccicola (alternaria leaf spot, Plasmodiophora brassicae (clubroot, and Xanthomonas campestris (black rot, with disease intensity of 16.7%, 18.7%, and 15.1%, respectively. Clubroot disease was the most affecting disease in decreasing the  production of cruciferous vegetables and the farmer income. Incidence of clubroot disease with an average disease intensity of 16.67% might lead to the decrease of farming income about 24%–28%.

  4. RESPON DUA VARIETAS TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L. TERHADAP MACAM NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catur Wasonowati

    2013-03-01

    Full Text Available Lettuce (Lactuca sativa L is a common vegetables crops grown in the highland and lowlands.  A sample hydroponic lettuce cultivation provides an sources an alternative for farmers who have a narrow area, so that can server as an adequate source of income.  Providing nutrients to the two varienties of lettuce are expected to yield maximum production.  This tudy aims to determine the effect of nutrients on two varieties of lettuce plants.            The study was conducted in the greenhouse Agroekoteknologi Departement Faculty of Agriculture, University Trunojoyo Madurese from January to March 2011.  The method used was a factorial experiment based on Completely Randomized Design (CRD with three replicates consisting of two treatment factors, the first factor are two different varieties of lecctuce and the second factor are two differwnt kinds of nutrients.            The results showed that the chief varieties of butter (V1 produces the number of leaves and dry biomass is higher than the varieties of cos (V2.  Nutrition in V1 generate the number of leaves, wet biomass, dry biomass, and root length was higher than without the provision of (N0. V1 responses to nutrient hidrogroup (N1 resulted in higher leaf number than nutrition greentonik (N2, but the provision of dry biomass yield N2 higher than N1. Nutrition on V2 generate the number of leaves, wet biomass and dry biomass was higher than N0. V2 response to the provision of N1 and N2 produce the number of leaves, wet biomass, dry biomass, and root length are not significantly different.Key word : lettuce, varieties, nutrition, simple hydroponics

  5. Respon Pertumbunan Tanaman Kedelai terhadap Bradyrhizobium japonicum Toleran Masam dan Pemberian Pupuk di Tanah Masam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    , Triadiati

    2013-10-01

    Full Text Available The use of acid tolerant rhizobacteria such as Bradyrhizobium japonicum is one effort for increasing soybeanproductivity in acid soil. B. japonicum is a N-fixing bacteria that can promote soybean growth through symbiosis with thehost plants. The objective of this study was to investigate the growth and production of soybean var. Wilis inoculated by B.japonicum and NPK inorganic fertilizer application in acid soil. Two isolates of B. japonicum that were BJ 11(19 and BJ11(wt were used as inoculant for soybean. BJ 11(19 was resulted by transposons mutagenesis, whereas BJ 11(wt is a wild type of bacteria. Both isolates of B. japonicum were acid tolerant. Soybean was inoculated with BJ 11(19 and BJ 11(wtcombined with compost and nitrogen fertilizer (with two rates. The field experiment was conducted at Cikabayan, Darmaga,in a randomized complete block design with 12 treatments and 3 replicates. The results showed that application of the acidtolerant B. japonicum BJ 11(wt, compost, and nitrogen fertilizer (10 g m-2 increased the plant height, dry weight of shootsand roots, nodule number, dry weight of nodules, nitrogenase activity, number of pod and seed, seed weight, and nitrogencontent of seeds in acid soil.Keywords: acid soil, acid tolerant rhizobia, Bradyrhizobium japonicum, compost, nitrogen fertilizer

  6. Potensi Anthelmintik Akar Tanaman Putri Malu (Mimosa pudica L. terhadap Hymenolepis nana pada Mencit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. A. Candra

    2008-08-01

    Full Text Available The objective of this experiment was to observe the anthelmintic effect of different concentration of root extract of the sensitive plant (Mimosa pudica L. to Hymenolepis nana (Hymenolepis sp. in mice. Sixty mice were divided into 6 groups consisting of 10 mice per group. Mice were infected with 100 infective eggs of Hymenolepis sp. after deworming by mebendazol. After reaching the prepaten phase ( 21st day, mice were treated with different concentration of root extract per oral, namely 100%, 50%, 25%, 12.5%. Positive control treated with mebendazole and negative control treated with distilled water. Fecal eggs were counted using McMaster method on day 2, 4, 6 and 8 after treatment. Mice were sacrificed for worm counting of Hymenolepis sp. in mice intestine on the day 10 day after treatment. Efication of the root extract to Hymenolepis sp. in mice for concentration 100%, 50%, 25% and 12.5% were 59.62%, 86.38%, 45.54%, 92.49% respectively. Reducing in the number of Hymenolepis sp. was inconsistency decreasing in the eggs number per gram fecal.

  7. Pengaruh Penggunaan Lumpur Limbah Industri Penyamakan Kulit Terhadap Penyerapan Krom Pada Tanaman Sawi

    OpenAIRE

    Darmawan, A. R. Budi

    2012-01-01

    The aims of research was to study the effect of contaminated soil with tannery industrial wastesludge, and absorption level of chromium by the green mustard. The experiment was carried out in Kayen, Sleman, Yogyakarta for 3 months. The form of a pot experiment using a full factorial design 2x3 and 2 additional treatments as a control was set out in Completely Randomized Design (CRD), using 15 units of pots as replicates. The first factor consists of two varieties of mustard, which is kailan (...

  8. Pengaruh penggunaan lumpur limbah industri penyamakan kulit terhadap penyerapan krom pada tanaman sawi

    OpenAIRE

    A. R. Budi Darmawan

    2012-01-01

    The aims of research was to study the effect of contaminated soil with tannery industrial wastesludge, and absorption level of chromium by the green mustard. The experiment was carried out in Kayen, Sleman, Yogyakarta for 3 months. The form of a pot experiment using a full factorial design 2x3 and 2 additional treatments as a control was set out in Completely Randomized Design (CRD), using 15 units of pots as replicates. The first factor consists of two varieties of mustard, which...

  9. Pengaruh penggunaan lumpur limbah industri penyamakan kulit terhadap penyerapan krom pada tanaman sawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. R. Budi Darmawan

    2012-12-01

    Full Text Available The aims of research was to study the effect of contaminated soil with tannery industrial wastesludge, and absorption level of chromium by the green mustard. The experiment was carried out in Kayen, Sleman, Yogyakarta for 3 months. The form of a pot experiment using a full factorial design 2x3 and 2 additional treatments as a control was set out in Completely Randomized Design (CRD, using 15 units of pots as replicates. The first factor consists of two varieties of mustard, which is kailan (chinesse kale and spoon mustard greens (pak choy green. The second factor consists of 3 doses of leather tanning industry waste, i.e 500 mg chromium/kg soil, 1000 mg chromium/kg soil, 1500 mg chromium/kg soil. Control treatment was the planting of two varieties of mustard without the addition of sewage sludge. Preparation of sewage sludge was carried out by mixing the sewage sludge into the planting medium consisting of a mixture of soil, compost and manure treatments in accordance with the treatment. Observations made by harvesting the plants at the age of 3 and 6 weeks after planting for the next shoots and roots of plants and chromium content of growing media was analyzed. The results showed that the accumulation of chromium in the roots of plants was greater than in the plant canopy for the two types of mustards either good harvested at the age of 3 or 6 weeks after planting, and the content of chromium in plant tissues of mustard as part of vegetable that generally consumed exceeds the threshold of human daily consumption (0,035 mg/kg daily consumption.

  10. RESPON TANAMAN KEDELAI TERHADAP PUPUK HAYATI MIKORIZA ARBUSKULA HASIL REKAYASA SPESIFIK GAMBUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Sasli

    2013-03-01

    Full Text Available The objectives of  this research were to study the  effectiveness of arbuscular mycorrhizal biofertilizer on growth and yield of soybean in peat soil. The  experiment was arranged in a Split-Plot Design  with factorial pattern, consisting of two factors and three replications. The first factor was Mycorrhizal consisted  of the levels: without mycorrhizae, mycorrhizal from biofertilizer, and indigenous mycorrhizal propagule from  pineapple’s rhizosphere were as main-plot.  Dosage of phospate fertilizer  were as sub-plot consisted of:  100, 75,  50, and 25 kg P2O5.ha-1.  The research showed that the mycorrhizal biofertilizer can improve plant growth and increase the some variables, such as plant heights, days to flowering, number of productive branches, dry wight of 100 seeds, number of pods of plant, and the percentage of plant to mycorrhizal dependency. It can be concluded that the arbuscular mycorrhizal specific of peat can be developed as a biologiocal fertilizer and cope with limited nutrient in peat soils and to improve the efficiency of phopate fertilizer.Keyword : fertilizzer, mycorrhyzal,  peat, soybean

  11. Keefektivan Trichoderma harzianum sebagai Agens Pengendali Hayati Penyakit Pembuluh kayu (Vascular Streak Dieback Pada Tanaman Kakao Klon ICCRI 03 dan TSH 858

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    joko susiyanto

    2017-06-01

    Full Text Available ABSTRAKPenyakit Pembuluh Kayu (PPK/ Vascular Streak Dieback (VSD merupakan penyakit penting yang menyerang perkebunan kakao yang disebabkan oleh patogen Oncobasidium theobromae. Penggunaan cendawan Trichoderma harzianum sebagai agens antagonis karena mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan cendawan patogen. Pengujian keefektivan cendawan T. harzianum isolat Jember dan isolat Banyuwangi pada beberapa konsentrasi dalam mengendalikan penyakit pembuluh kayu (PPK/VSD telah dilaksanakan dikebun percobaan pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dan pengamatan setiap minggu. Perlakuan yang digunakan dalam keefektivan yaitu: (1 T. harzianum isolat Jember dengan konsentrasi 108 spora/ml, (2 T. harzianum isolat Jember dengan konsentrasi 109 spora/ml, (3 T. harzianum isolat Jember dengan konsentrasi 1010 spora/ml, (4 T. harzianum isolat Banyuwangi konsentrasi 108 spora/ml, (5 T. harzianum isolat Banyuwangi konsentrasi 109 spora/ml, (6 T. harzianum isolat Banyuwangi konsentrasi 1010 spora/ml, dan Kontrol menggunakan air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa T. harzianum  baik isolat Jember dan Banyuwangi cukup efektif menekan perkembangan penyakit pembuluh kayu (PPK/VSD. Perlakuan T. harzianum terbaik dalam mengendalikan penyakit (PPK/VSD ditunjukkan oleh perlakuan T. harzianum  isolat Jember  109 spora/ml dengan nilai IP sebesar 0,71 % pada klon ICCRI 03, sedangkan pada klon TSH 858 isolat Banyuwangi konsentrasi 1010 spora/ml dengan nilai 7,38%. Kategori Tingkat Efikasi (TE tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan isolat Jember konsentrasi 109 spora/ml dengan nilai sebesar 95,3% pada klon ICCRI 03, sedangkan pada klon TSH 858 isolat banyuwangi konsentrasi  1010 spora/ml dengan nilai 80,55%. Hasil uji t tanpa memperhatikan perlakuan pada Tingkat Efikasi (TE klon ICCRI 03 menunjukkan hasil berbeda nyata dengan nilai TE lebih tinggi/terbaik bila dibandingkan dengan nilai TE klon TSH 858. 

  12. Perbandingan Daya Hambat Larutan Antiseptik Povidone iodine dengan Ekstrak Daun Sirih terhadap Candida albicans secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septriana Putri

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Candida albicansb (C. albicans adalah salah satu mikroorganisme penyebab masalah kesehatan reproduksi wanita, yaitu keputihan (fluor albus. Penggunaan larutan povidone iodine dan bahan alam seperti ekstrak daun sirih menjadi pilihan masyarakat sebagai pembersih alat kewanitaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkandaya hambat larutan antiseptik povidone iodine dan ekstrak daun sirih terhadap jamur C. albicans secara in vitro. Penelitian dilakukan terhadap lima isolat jamur C. albicans dengan larutan kontrol akuades.Perlakuan terdiri dari povidone iodine, ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa povidone iodine memiliki daya hambat terhadap C. albicans. Ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 5% dan 10% tidak memiliki daya hambat terhadap C. albicans, namun ekstrak daun sirih konsentrasi 20% memiliki daya hambat terhadap C. albicans. Analisis statistik dengan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post-hoc menunjukkan perbedaan bermakna antara daya hambat larutan povidone iodine dan ekstrak daun sirih 20% terhadap kontrol(p < 0.05.Larutan povidone iodine memiliki daya hambat dua kali lebih besar terhadap pertumbuhan C. albicans dibandingkan ekstrak daun sirih 20%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa larutan povidone iodine dan ekstrak daun sirih 20% dapat menghambat pertumbuhan jamur C. albicans secara in vitro. Kata kunci: povidone iodine, ekstrak daun sirih, Candida albicansAbstract Candida albicans (C. albicans is one of the frequent causes of  reproductive health problems in women, namely vaginal discharge (fluor albus. The antiseptic solution, povidone iodine, is still an option to overcome vaginal discharge. The use of natural materials such as betel (Piper betle L. leaves extract also become a popular choice as adouche for women. The objective of this study was to compare the inhibitory activity of povidone iodine solution and betel leaf extract against the growth of

  13. PENGARUH PERBEDAAN SUMBER POLEN DAN VARIETAS SALAK (Salacca zalacca Gaertner Voss. TERHADAP KUALITAS BUAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Zaed

    2015-09-01

    Full Text Available Salak (Salacca zalacca  Gaertner Voss.  merupakantanaman yang cukup potensial dikembangkan di Bangkalan. Namun budidaya dan pengembangan tanaman salak ini belum optimal.Kualitas serbuk sari pada bunga jantan yang baik sangat menentukan kualitas buah yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui  PengaruhPerbedaan Sumber Polen dan Varietas Salak  (Salacca zalacca  Gaertner Voss.  Terhadap Kualitas Buah. Penelitian ini dilakukan di kebun kelompok tani Ambudi Makmur di desa Kramat, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini dimulai pada bulan Februari  -  Juli 2014. Rancangan percobaan  yang digunakan  dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK. Parameter yang diamati adalah waktu terbentuknya buah, jumlah biji yang terbentuk,  ukuran biji,  bobot biji, ukuran buah  (Diameter dan Panjang, jumlah buah yang terbentuk dalam satu  tandan, bobot buah, , bobot daging buah, bobot total buah/rtandan,  tebal daging buah, ukuran biji dan kadar gula dalam daging buah.  Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada perbandingan sumber polen dengan varietas pada tanaman salak berpengaruh pada beberapa parameter dan umur pengamatan saja. Kata kunci : Salacca zalacca Gaertner Voss., sumber polen, varietas

  14. ANALISIS PERSEPSI PETANI BAWANG MERAH TERHADAP PROGRAM PENGEMBANGAN BAWANG MERAH DI KABUPATEN KAMPAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    amalia amalia

    2017-11-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah: menganalisis persepsi petani tanaman bawang merah terhadap program pengembangan tanaman bawang merah.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang diterapkan adalah teknik wawancara dan observasi atau supervisi langsung pada lokasi obyek pengembangan bawang merah.  Pengarahan wawancara serta ketepatan pengumpulan data yang dibutuhkan berpedoman pada daftar pertanyaan terstruktur.Teknik penetapan sampling lokasi/wilayah dilakukan secara purposive didasarkan pada potensi dan daya dukung pengembangan komoditi tersebut.  Sedangkan sampel responden diambil dengan metode cluster purvosif sampling untuk mengelompokkan sampel sesuai dengan tujuan penelitian, ditentukan sebayak 100 orang yang diambil dari anggota kelompok tani sebagai pelaku usaha produksi bawang merah.  Teknik analisis yang digunakan adalah penelitian Deskriptif (Descriptive Research.               Dari hasil penelitian bahwa persepsi petani yang masuk pada kategori tinggi adalah kriteria Dukungan/keterlibatan masyarakat sebesar 114,10%, kriteria bantuan saprodi sebesar 123.47%, dan bantuan bibit sebesar 101.10% artinya rataan persepsi petani bawang merah di Kabupaten Kampar dengan kriteria tersebut lebih dari 100%.  Kemudian kriteria persepsi petani yang masuk dalam kategori rendah adalah kejelasan program sebesar 93,27%, ketepatan sasaran program sebesar 89,74%, pendampingan dan penyuluhan sebesar 86.81% dan bantuan pembiayaan sebesar 91,49%, kriteria ini dikatakan rendah karena persentase rataan kriteria tersebut kurang dari 100%.  Kata Kunci  :  Program pengembangan, persepsi, bawang merah.

  15. PENGARUH PENAMBAHAN LIDAH BUAYA (Aloevera sp TERHADAP KEKENTALAN DAN PH PADA SOYGURT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wenny Diah Rusanti

    2016-10-01

    Full Text Available Lidah buaya adalah tanaman yang memiliki kandungan serat yang baik untuk pencernaan. Soygurt adalah minuman susu berfermentasi yang terbuat dari susu kedelai. Soygurt menjadi minuman alternative bagi penyuka yogurt tapi tidak dapat mengkonsumsi minuman dari susu sapi. Yogurt yang banyak beredar di pasaran biasanya memiliki kadar keasaman yang tinggi dan kental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan lidah buaya terhadap kekentalan dan pH pada yogurt dengan komposisi ekstrak lidah buaya (v/v 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Data dianalisis menggunakan pHmeter dan alat uji kekentalan Brookfield viscosimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan ekstrak lidah buaya pada soygurt dapat menurunkan derajat keasaman yogurt dan tingkat kekentalan yogurt meningkat.   Kata Kunci : lidah buaya, pH, kekentalan, soygurt, susu kedelai

  16. PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN CUPANG ALAM (Betta imbellis YANG DIBERI HORMON PERTUMBUHAN REKOMBINAN MELALUI PERENDAMAN DAN PAKAN ALAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erma Primanita Hayuningtyas

    2017-01-01

    Full Text Available Pemberian hormon pertumbuhan rekombinan (recombinant growth hormone/rGH dapat meningkatkan pertumbuhan ikan. Pemberian rGH yang berasal dari ikan kerapu kertang (rEIGH diharapkan meningkatkan pertumbuhan ikan cupang alam (Betta imbellis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi performa pertumbuhan ikan cupang alam (Betta imbellis yang telah diberi rGH ikan kerapu kertang (rEIGH melalui perendaman dan pakan alami. Pemberian rGH dilakukan melalui perendaman dengan dosis yang sama 1,5 mg/L pada larva umur lima hari. Kejut salinitas pada 20 ppt selama 90 detik dilakukan sebelum direndam dalam 100 mL larutan rGH selama satu jam. Pemberian rGH dilanjutkan setelah satu minggu menggunakan pakan alami yang sudah diperkaya rGH dengan dosis 0; 0,3; 3; dan 30 mg/L; serta kontrol tanpa perlakuan. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Pakan alami yang digunakan meliputi nauplii Artemia, Moina, cacing Tubifex, dan bloodworm yang diberi secara bertahap mengikuti bukaan mulut, dengan frekuensi pemberian dua kali sehari. Pemberian pakan rGH dilakukan dua kali dalam seminggu pada hari senin dan kamis dan diberikan pada pagi hari saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi terbaik adalah pemberian rGH melalui perendaman 1,5 mg/L yang dikombinasikan dengan oral dosis 3 mg/L air. Laju pertumbuhan ikan cupang yang dihasilkan sebesar 5,54% dan rataan bobot akhir 1,03 ± 0,26 g atau sekitar 2,4 kali lebih tinggi dibandingkan kontrol (P<0,05. Pemberian rGH melalui perendaman saja sudah dapat meningkatkan pertumbuhan ikan cupang alam tetapi akan lebih baik jika dikombinasikan dengan pemberian rGH melalui pakan alami dosis berkisar 0,3-3 mg/L. The used of recombinant growth hormone (rGH for wild betta fish could enhance growth performance. The use of rGH of giant grouper fish (rEIGH is expected to enhance the growth performance of wild betta fish. The aim of this study is to determine the performance of wild betta fish treated with the

  17. Pengembangan Dana Zakat, Infak, Shadaqah dan Wakaf Terhadap Pertumbuhan Industri Keuangan Non Bank Syariah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Makhrus Ahmadi

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari upaya pengembangan zakat, infak, shadaqah dan wakaf (Ziswaf kedalam program yang lebih bersifat jangka panjang, bentuk akad yang tepat dalam melakukan sindikasi program lintas lembaga Ziswaf dan keuangan syariah, serta bentuk integrasi program lembaga ziswaf dengan Industri Keuangan Non Bank yang berbasis syariah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi (contens analysis, sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi dan kecukupan referensi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dan disajikan secara diskriptif. Selain itu, kecukupan data-data perpustakaan yang dipelajari telah dikumpulkan sebelumnya serta data yang sudah terkumpul dianalisis secara kualitatif dengan metode deduktif dan induktif.   Hasil penenelitian ini menunjukkan bahwa upaya pengembangan zakat, infak, shadaqah dan wakaf (Ziswaf kedalam program yang lebih bersifat jangka panjang dilakukan dengan memperkuat program dalam berbagai sektor. Oleh sebab itu, diperlukan pola dan bentuk program yang lebih kreatif dalam penyediaan program pemberdayaan masyarakat, sehingga dana yang terkumpul sebagai tidak terlalu banyak terserap dalam kegiatan charity, melainkan dapat dioptimalkan dengan menyediakan program yang lebih memberdayakan mustahik/dhuafa dalam jangka panjang. Bentuk akad yang tepat dalam melakukan sindikasi program lintas lembaga Ziswaf dan keuangan syariah dapat dilakukan dengan akad percampuran dalam hukum islam sebenarnya lebih dikenal dengan istilah syirkah atau musyarakah. Sementara bentuk integrasi program lembaga ziswaf dengan Industri Keuangan Non Bank yang berbasis syariah dapat dilakukan bila terjalin kerjasama dalam pelaksanaan pilot project yang memungkinkan lembaga yang terlibat aktif sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang telah ditentukan sebelumnya. Kata-kata kunci : zakat, wakaf, keuangan syariah

  18. Respons Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Tanah Terhadap Pemberian Kompos Jerami Padi Dan Fungi Mikoriza Arbuskula

    OpenAIRE

    Bangun, Tua Bastari Prima; Rahmawati, Nini; Meiriani, Meiriani

    2013-01-01

    Growth Response and Yield of Peanut with Straw Compost and Mycorhiza Vesicular ArbuscularApplication. This research aims to study response in growth and yield of peanut for giving strawcompost and mycorhiza vesicular arbuscular. This research conducted on community land locatedat Pasar 1 Street, Tanjung Sari with altitude ± 25 meters above sea level in June until September2012 using Randomized Block Design (RBD) factorial with two factors , which are straw compostdoses (0, 750, 1500, 2250 g p...

  19. Pengaruh Eksplan Dan Zpt Terhadap Pertumbuhan Nepenthes Albomarginata Secara in Vitro

    OpenAIRE

    Sukamto, Lazarus Agus

    2011-01-01

    Nepenthes albomarginata Lobb ex Lindl. is a carnivorous plant, distributes in several regions in Indonesia. The plant population decreases drastically because of over exploitation and ruining nature habitat. Plant propagation by nature and cutting are not enough to rehabilitation its population. In vitro culture of N. albomarginata was carried out using plantlets grown from the seeds in vitro. Plantlets were cut to became two part explants, consisted of shoot tip and under-shoot tip cuttings....

  20. Respon Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) TerhadapPemberian Pupuk Guano Dan KCl

    OpenAIRE

    Rajagukguk, Pispa; Siagian, Balonggu; Rosanty Lahay, Ratna

    2015-01-01

    Addition of guano in cultivation of cacao seedling is the one step to use organic fertilizer thatcomes from animal feces and it is used to add soil nutrient for the growth of cocoa seedlings, aswell addition of KCl is used to add soil nutrient too. For that purpose addition guano and KCl aimsto increase growth of cacao in cultivation of seedling. This research had been conducted atexperimental field of agriculture fakulty University of North Sumatera in October 2013 - January2014 using factor...

  1. Respon pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) terhadap pemberian pupuk guano dan KCl

    OpenAIRE

    Rajagukguk, Pispa

    2015-01-01

    Addition of Guano in Cultivation of Cacao Seedling is the one of step to use organic fertilizer that comes from animal feces in the world. For that purpose addition guano aims to increase growth of Cacao in Cultivation of Seedling. This research had been conducted at experimental field of Fakultas Pertanian USU in October 2013 - January 2014 using factorial randomized block design with two factor, i.e. addition dose of Guano (0, 75 , 150 , 225 g/polibag) and dose of KCl (0 , ...

  2. ANALISIS SEKTOR KEUANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL DI WILAYAH JAWA: PENDEKATAN MODEL LEVINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utami Baroroh

    2015-09-01

    Full Text Available The objectives of this study are to analyze the influence of financial development to economic regional growth on Jawa region, using panel of province-level data on Jawa region for the period 2005-2010. The analysis method that used on this paper is panel data regression. The empirical results shown that financial asset and financial credit had a positive influence to economic regional growth on Jawa region, meanwhile third party fund had negative influence to economic regional growth on Jawa region.  The other result shown that individual effect from fixed effect model showed that DKI Jakarta, Banten and East Jawa have potential as the centre of economic growthDOI: 10.15408/etk.v11i2.1892

  3. ANALISIS KINERJA KESEHATAN LPD DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN ASET LPD KABUPATEN BADUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Rusmala Dewi S

    2014-02-01

    Full Text Available The aims of this research are to evaluate the health of LPDs in Badung Regency and to analyse the effect of LPDs in Badung Regency as measured by CAEL analysis, i.e. Capital (Capital Adequacy Ratio, Asset Quality (productive Asset Quality, Earnings (Rentability, and Liquidity on Asset Growth both simultaneously and partially. The sample of this research contains 79 LPDs, which were drawn under the purposive sampling method. The results of the analysis indicate that CAR, KAP, PPAP, ROA, BOPO, LACLR, and LDR simultaneously effect on Asset Growth with coefficient of determination (R2 of 0.37. Partially, only the CAR and KAP ratios have statistically significant effect on Asset Growth. On average, all of the LPDs in the Badung Regency were in healthy condition.

  4. PENGARUH PEMBERIAN IBA DAN KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK Sansevieria cylindrica var. patula

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sesar Fikri Firmansyah

    2014-06-01

    Full Text Available Sansevieria is an ornamental plant commonly known as mother-in-law's tongue, devil's tongue, and snake tongue. It has many functions e.g. uses as medicine, its fiber for the textile industry, and as indoor air pollutants absorber. However, the growth of Sansevieria is slow. Therefore the supply of it seeds in large quantities in the short time was difficult. The use of Plant Growth Regulator (PGR was one solution to accelerate the propagation of Sansevieria leaf cuttings. This study aimed to determine the concentration of IBA and the composition of media to increase the leaf cuttings propagation of Sansevieria cylindrica var. patula. The method was randomized block design with factorials. Factor I was the IBA concentrations comprised of  K0 at 0 ppm, K1 at 50 ppm, K2 at 100 ppm, K3 at 150 ppm, and K4 at 200 ppm. Factor II was the ratio of manure:sand:rice-husk-ash as the growth media, comprised of M1 with 1:1:1 ratio, M2 with 1:2:1 ratio, and M3 with 1:1:2 ratio respectively. Each with three replicates overall was 45 experimental units. The parameters observed were a percentage of propagated cuttings, the number of roots, the longest length of roots, the number of shoots. The results showed the IBA could not increase the growth of cuttings in all media composition; however media compositions could enhance the number of shoots. The effective media composition propagated the cuttings was the M1 a 1:1:1 ratio of manure:sand:rice-husk-ash.

  5. Uji Daya Hambat Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Longa) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Pseudomonas SP.

    OpenAIRE

    Pangemanan, Andrew; Fatimawali; Budiarso, Fona

    2016-01-01

    : Turmeric (Curcuma longa) is a plant that is known to have medicinal properties, especially the rhizome. The active compound that contained in the rhizomes are able to work as an antibacterial. This study aimed to measure the inhibitory of turmeric rhizome (Curcuma longa) extract against the growth of Staphylococcus aureus and Pseudomonas sp. This was an experimental laboratory study. The polar extract of turmeric rhizome (Curcuma longa) was tested by well method with concentration of 40%, 2...

  6. DAMPAK PROGRAM BANTUAN SOSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEMISKINAN KABUPATEN TERTINGGAL DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edo Pramana Putra

    2015-08-01

    Full Text Available The issue of underdeveloped areas and the problems of inequality ofdevelopment is the disparity problem areas that endanger national unity. The purpose of this study is to examine the dynamics of poverty and the dynamics of social aid in underdeveloped areas, to analyze the effect of social aid Ministry of underdeveloped areas to economic growth in underdeveloped areas, and to analyze the relationship between economic growth and poverty reduction in underdeveloped area in Indonesia. The results showed the increase dynamics and decline of poor people in underdeveloped areas in Indonesia within the period 2010-2013. From the results of regression analysis of panel data model of economic growth known that variable social and cultural institutional support, infrastructure support, and help the world economy and a significant effort to increase economic growth in under dev eloped areas, while the human resources aid and specific support area is not significant in improving economic growth in underdeveloped regions. The results of the regression analysis poverty panel data model known that the variable number of unemployed, IPM, and the share of the services sector significantly affect to the level of poverty in underdeveloped areas, while the variable PDRB, the share of agriculture and industry sector share is not significant in influencing to the poverty level in underdeveloped area.

  7. Pengaruh Investasi Dan Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Serta Penyerapan Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Taufik

    2015-11-01

    Full Text Available This research was aims to know the influence of investment and exports on economic growth and Labor recruitment of East Kalimantan Province. The research was analyzed by using model of analysis two lanes performed with SPSS software version 11.5 with data retrival based on primary data of investment, exports, economic growth and labor from BPS of East Kalimantan from 2003 until 2011. Based on analysis way substructure 1 model through F test, showed that the independent variables (investment and exports have a significant influence on economic growth because the value of the probability of the F-statistic less than standard real (0,008 < 0,08. So it can be said that both free variables used in the model has a real influence on economic growth at 5% level of trust (a=0,05. On the sub structure 2 model, indicates that the three of independent variables (investment, exports, economic growth has significant effects on the labor recruitment  because probability F statistic’s value is less than real standard used by (0,000 < 0,05. So it can be said which this third free variable has a significant influence to labor reqruitment at 5% level of trust (a=0,05.

  8. Analisa Pengaruh Ekonomi Kerakyatan sesuai Amanat UUD 1945 terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Hartono

    2011-11-01

    Full Text Available Cooperatives are one ideological concept of Indonesian economy and stated firmly in constitutional of Republik Indonesia. The growth of cooperatives in Indonesia has complex problems so they are pushed by capitalism power from private companies. Whereas, cooperatives were built as economical blocks in mediating Indonesian people to be more welfare economically. Data from Cooperatives Department, there are significant growth of cooperatives from 2006 to 2010: the active cooperatives are 98.944 up to 124.855. Meanwhile, the unactive cooperatives are 42.382 (2006 to 52.627 (2010, in total amount of 177.482 in 2010. The cooperatives growth is interesting to be research in the future to identify wealth of cooperatives and which area has the most rapid growing of cooperatives. 

  9. Pengaruh Instrumen Moneter Syariah dan Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wulan Asnuri

    2015-11-01

    Full Text Available The aim from this research is to analyze the effect of total financing in Islamic banking, sharia certificate of Bank Indonesia (SBIS and export contribution to economic growth in Indonesia. The method that used in this study is error correction model (ECM. The result showed that in short-run SBIS gave a negative impact to economic growth, otherwise the total financing and export contribution didn't have an impact to economic growth. In the long-run, total financing, SBIS, and export contribution have a negative impact to Indonesian economic growth.DOI: 10.15408/aiq.v5i2.2122

  10. Pemberian fortifikasi multi-mikronutrien berpengaruh terhadap pertumbuhan balita keluarga miskin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mursalim Mursalim

    2011-10-01

    Full Text Available Background: Underfives from poor communities are susceptible group that will unlikely have suffcient nutrition (micronutrient meanwhile this micronutrient is essential for growth. Some studies show the supplementation of micronutrient has good effects to child growth. Therefore it is necessary to study the supply of fortified multi-micronutrient and its effect to growth of underfives from poor communities. Objective: To identify the supply of fortifed multi micronutrient and its effect to growth of underfves of 6-59 months from poor communities. Method: The study was a pre-experiment that used a group pre test-post test design. Subject were underfives of 6-59 months from poor communities that got fortifed multi micronutrient. The intervention of fortifed multi micronutrient supply was given once a week (1 sachet/day within 4 months. Data of family characteristics and identity of the subject were collected at the beginning of the study. Measurement of physical weight and height/length, consumption recall, collection of data on disease infection (acute respiratory tract and diarrhea were carried out at the beginning and end of the study. Results: The result of statistics test showed there was signifcant increase (p<0.05 in weight, height/length and nutrition status (z-score to index of weight for height/length, height for age, and that there was signifcant descent to acute respiratory tract infection and diarrhea of underfves of  6-59 months from poor communities after the supply of fortifed micronutrient containing vitamin A, B1, B2, B3, B6, B12, folate acid, vitamin C, D3, E, Fe and zink. Conclusion: The supply of fortifed multi micronutrient could increase weight, height/length and nutrition status (z-score, index of weight for height/length and index of weight for age and decreased of acute respiratory tract infection and diarrhea disease in underfives of 6-59 months from poor communities.

  11. Pengaruh Pembiayaan Perbankan Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Studi Empiris di 13 Negara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    prastowo

    2018-01-01

    Full Text Available This study aims to analyze the effect of financing in Islamic banking on economic growth. As case studies, 13 countries are selected which covers period from 2010 to 2015 by employing the Panel GMM. The results of this study indicate that financial depth in Islamic banking has a positive influence on economic growth. In addition, this research shows that trade oppennes has a positvely contribution towards economic growth, and reversely inflation has negative impact. This research recomends policymakers to support Islamic banking industry in order to create sustainable economic development.

  12. PENGARUH PERASAN DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli PATOGEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitrotin Azizah

    2017-12-01

    abstract  (Averrhoa bilimbi is one of the plants that can be used as an antibacterial, good flowers, stems, leaves and stems have benefits and efficacy. Chemical constituents of the leaves starfruit are tannins, flavonoids, saponins. The active ingredient in the leaves starfruit is tannin. Escherichia coli is a bacterium that causes diarrhea. From the above discussion, the authors raised the theme of Influence starfruit juice of the leaves on the growth of pathogenic E. coli bacteria. Formulation of the problem researchers is whether there is influence starfruit juice of the leaves on the growth of Escherichia coli pathogens. This study aims to determine the concentration that could inhibit and kill Esherichia coli Escherichia coli. This research is experimental. The sample used is leaf green starfruit not so young in a fresh state taken in the area around the boarding author Sutorejo 11B stay. In this study, the sample size for each treatment as much as 3 100%, 90%, 80%, 70%, 60%, 50%, 40%, 30%, 20%, 10% and C (control. Independent variables are starfruit juice of the leaves, while the dependent variable growth of Escherichia coli. When the study carried out in January and July 2012. Data on the effect of starfruit juice of the leaves on the growth of Escherichia coli tested by laboratory examination and data collection techniques using Chi-Square 0:05. Based on the results it appears that at a concentration of 100% and 90% were able to kill the bacteria Escherichia coli, whereas the inhibitory power ranging from a concentration of 80%, 70%, 60%, 50%, 40%, 30%, 20%, 10%. From Chi-Square test was obtained λ2 count

  13. Pengaruh Asan-free Trade Area Terhadap Pertumbuhan Ekpor Crude Palm Oil Indonesia 2003-2012

    OpenAIRE

    Rani, Faisyal; Febrianti, Ria

    2015-01-01

    International trade that used in traditional and limited, now has progressed veryrapidly. The flow of goods can not be blocked even by doing a free trade agreement.Trade liberalization is intended for all countries in the world, has long been discussed bythe experts of the economy and also the leaders of the countries in the world. Attempts tobring this AFTA born of thinking about how to improve relationships (and also cooperation),especially in the economic field, which is closely among ASEA...

  14. Tanggap Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza sativa L.) Varietas Ciherang Terhadap Pemberian Pupuk Organik

    OpenAIRE

    Sari, Vira Irma

    2011-01-01

    VIRA IRMA SARI. Response of Growth and Production of Rice (Oryza sativa L.) Variety Ciherang to The Application of Organic Fertilizer. Scarcity of inorganic fertilizer and the negative effect caused by inorganic fertilizer continuing to make organic fertilizer as a solution to overcome these problems. The availability of organic fertilizers is expected that the farmers can get the optimal production and profit, because the organic fertilizer is cheaper and easy ...

  15. EVALUASI MEDIA DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reki Hendrata

    2010-03-01

    Full Text Available are oftentimes met by problem of availability  irrigating water. The aims  of this research was  to study the know influence of media and frequency of sprinkler irrigation  to growth of seed of cocoa plant, the best of media and also frequency of optimum sprinkler it to growth of seed. The research was conducted in month of April until July 2007 in  Wonocatur, Banguntapan subdistrict, Bantul Regency.The experiment was arranged in a  factorial completete romdomed design with two factor. The first factor were media ( M consisted to by 4 level, namely M1 : latosol soil , M2 : latosol soil + organic munure (2:1, M3 : sphagnum, and M4 : sphagnum + organic munure (2:1. The factor second  of sprinkler frequency irrigation (P, consisted of  3 level, with  P1 : 1 day, P2 : 2 day  and P3 : 3 day once, so that obtained  12 combination of treatment three repeated. The results showed that the kinds of media have an in with high seed, leaf amount, diamater, and the length root seed. The media  sphagnum + organic manure (M4 give influence tend to compared  by better could be leaf amount, high, and the diameter. The media organic  manure (M2 which were give effect tend to compared  by better of length root grow. The sprinkler irigation  3 day once (P3 show better effect to length root grow  seed, although was not  interakasion.

  16. KAJIAN MACAM LIMBAH DAN PENAMBAHAN TEPUNG TONGKOL JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Setyarini

    2016-12-01

    Full Text Available One limiting for factor the production of oyster mushrooms was difficult to obtain the raw material of sengon wood sawdust, meanwhile, the production of oyster mushroom necessary need the nutrients in the form of bran or cornmeal. The purpose of this study was to study planting medium, the concentration of corn cob flour, and to find the effective interaction of these two factors on growth and yield of oyster mushroom. This study used a completely randomized design (CRD with two factors, concentration of media and corn cob flour. The media used in this study are sengon sawdust, glugu sawdust, acacia wood sawdust, rice straw and bagasse, while the concentration of corn cob flour was 0% per baglog, 1% per baglog, 2% per baglog, 3% per baglog and 4% per baglog. Data analysis was using F test level 5% and continued with Duncan test. The results of this study showed that sawdvst sengon media generally give better effect to the growth and yield of oyster mushroom, while corn cob flour treatment concentration was not known exactly in enhancing the growth and yield of oyster mushroom. Treatment of media accelerate the deployment of mycelium old, when appearing pin head, increasing the number of fruiting bodies in a single clump and increasing the mushroom fruit body weight. Extra flour treatment corncob accelerate as emerging pin head, increasing the number of fruiting bodies in a clump and increase total body weight of mushrooms.

  17. Pengaruh Gibberellin (GA4 terhadap Waktu Perkecambahan dan Pertumbuhan Tinggi Semai Cendana (Santalum Album Linn.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asri Insiana Putri

    2008-07-01

    Full Text Available Effect of Gibberellins (GA4 on Germination Time and Height of Cendana (Santalum album Linn.  The hemiparasite Santalum album Linn. (cendana grows very slow, in nature the rare and difficult seeds need stimulation to germinate. Gibberellins (including GA4 are growth regulators, usually used to increase growth as well as to break seed dormancy. The objectives of this research were to investigate the influence of gibberellins on germination percentage and height of cendana growth. Experiment was laid out in a Completely Randomized Design with 3 replicates of 300 seeds for germination percentage and 3 replicates of 10 seeds for seedling growth. Gibberellin was applied as treatment with 100, 300, and 500 ppm. The seed germination was recorded until 9 weeks, and height of plants measured until 8 months at the greenhouse. The results showed that the addition of gibberellins at all treatment increased the percentage of germination and caused the seeds germinated four weeks earlier than the control. In the first 4 months, 500 ppm gibberellins gave the highest acceleration of germination, afterward all treatments have relatively the same influences. Gibberellins gave positive effect on height of cendana growth. After 7 months, the growth decreased although all gibberellin treatments gave higher growth than the control.

  18. PENGARUH NPM, FDR, KOMITE AUDIT, PERTUMBUHAN USAHA, LEVERAGE DAN SIZE TERHADAP MANAJEMEN LABA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahfudzotun Nahar

    2017-04-01

    Full Text Available The purpose of this study was to know the influence of NPM , FDR, Audit Committee, the sales growth (growth, leverage and size of the company earnings management practices of Islamic banking in Indonesia. The dependent variable used in this study was calculated using the earnings management of discretionary accruals. The independent variables used in this study is the net profit margin ratio, the ratio of Financing to Deposit Ratio, the Audit Committee, Sales Growth (Growth, Leverage and Firm Size.             The sample in the study of Islamic banking, comprising both Sharia Bank or Sharia in commercial banks by the Financial Services Authority statistics as of June 2015. The sample was selected using purposive sampling was then obtained 6 Islamic Banks and 12 Sharia sampled in this study ,             The results of this study indicate that there is significant influence between NPM ratio to earnings management of Islamic banking. As for the ratio of FDR, the Audit Committee, Growth, Leverage and Size (size of the company had no significant effect on earnings management practices in Islamic banking. Keywords: earnings management, NPM, FDR,audit committee, Growth, Leverage, Company Size

  19. Manfaat Prebiotik Tepung Pisang Kepok (Musa paradisiaca formatypica terhadap Pertumbuhan Probiotik Lactobacillus casei secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Hardisari

    2016-09-01

    Full Text Available This background reviewed cases of diarrhea, one of health problems related to the digestive tract and caused by an imbalance in intestinal microflora. Probiotics are microorganisms that can be used to balance the intestinal microflora’s population. Prebiotics are nutrients required for the growth of good bacteria in human’s intestine. Kepok banana (Musa paradisiaca formatypica that contains inulin and FOS is a natural source of prebiotics. The purpose of this study is to observe the effect of various concentrations of kepok banana flour (Musa paradisiaca formatypica on the growth of probiotic bacterium Lactobacillus casei. In order to observe the prebiotic activity of Lactobacillus casei, post-test with control group design method is used toward the kepok banana flour. The amounts of kepok banana flour concentration used are varied, which are 2%, 4%, 6%, 8 %, and 10%. As much as 30 data was resulted from this research that was, later, descriptively analyzed with One-Way ANOVA test using SPSS 16.0 for Windows. The research’s finding shows the average numbers of bacterium Lactobacillus casei (the number of bacteria x 107CFU/ml produced in the media with the addition of MPF’s concentrations of 2%, 4%, 6%, 8%, and 10% are, respectively, 29187,5 ; 42491,67 ; 52225 ; 89879,17 and 155108,33. This research also obtained a significance value of 0.000 of the One-way Anova test. The conclusion of this study is that there is an in vitro effect of adding various concentrations of kepok banana flour on the growth of probiotic bacterium Lactobacillus casei.

  20. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Desmawati

    2016-02-01

    Full Text Available This study aimed to analyze the effect of economic growth on revenue districts / cities in Jambi Province. The data used is data panel districts / cities in Jambi province during the Year 2007-2013. Data were analyzed using panel data regression. The study found that a significant effect of economic growth to local revenue. This means that the economic growth of the district/city has been effective in increasing revenue growth. In other words, economic growth has spread in the economic sector is a source of local revenue.

  1. PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Djunaedy

    2009-03-01

    Full Text Available The purpose of this Research to determine the effect of fertilizer type and dose of bokashi of growth and yield bean (Vigna sinensis L.. Results of research: 1 bokashi fertilizer and chicken manure effect on plant length and number of leaves at the age of 24 days after the plant, 2 dose of fertilizer bokashi or chicken manure is best for the total fruit weight per plant is 20 tons / ha.

  2. PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A.A.A.S. Trisnadewi

    2011-08-01

    Full Text Available The experiment that aimed to study the types and various levels of manure for improving growth and production of sweet corn was conducted for 9 weeks. Completely randomized design (CRD arranged with nested model was used in this experiment. The main plot consisted of three kind of manures, there were broiler manure (A, horse manure (K, and pig manure (B. As sub plot were levels of manure: without manure D0 (0 ton/ha, D1 (10 ton/ha = 87.51 g/pot, D2 (20 ton/ha = 175 g/pot, D3 (30 ton/ha = 262.5 g/pot, with three replication in each combination treatment. Variables measured in this experiment were plant high, stem diameter, fresh and dry weight of leaf, stem and maize-ear of corn, total dry weight of forage production (stem + leaf and dry weight ratio of stem and leaf of sweet corn. The result of the experiment showed that the effect of broiler, horse, and pig manure on all variables which measured in the experiment were not significantly different (P>0,05. The highest growth and production of sweet corn were obtained at 20 ton/ha level for all kind of manures that used in this experiment with total dry weight of forage production 48.88; 51.11; and 48.30 g/pot and dry weight of maize-ear production 23.80; 23.30 and 22.00 g/pot for broiler, horse and pig manure respectively. Based on results of the experiment it can be concluded that no different effect on type of manure (broiler, horse and pig to the growth and production of sweet corn and the using manure at 20 ton/ha level give the highest growth and production of sweet corn.

  3. Efek Penambahan Glukosa pada Saburoud Dextrose Broth terhadap Pertumbuhan Candida albicans (Uji In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lakshmi A. Leepel

    2012-10-01

    Full Text Available High carbohydrate intake is one of predisposing factors of oral candidiasis. Objective: Investigating the effect of 1%,5%,10% glucose addition on the growth of C.albicans in vitro. Method: C.albicans sample was taken from oral swab of a male oral candidiasis patient. Identification of C.albicans was conducted using CHROMagar and confirmed by germ tube formation in serum. As a comparison, C.albicans ATCC10231 was used. After 2 days the cultures were serially diluted and inoculated in SDB without glucose, and with 1%,5%,10% addditional glucose, kept for 3 and 7 days in room temperature, then inoculated in SDA. The CFU/ml were counted after 2 days. ANOVA with α0.05 was used. Result: Statisticaly, additional 1% glucose for 3 days lead to significant decreased of growth of both clinical strain and ATCC 10231 C. albicans. However, only additional 5% and 10% glucose in clinical isolate for 7 days increased the growth of C.albicans significantly. Conclusion: The effect of additional glucose on the increased growth of C.albicans in vitro is influenced by the concentration, exposure duration of glucose, and by the strain of C.albicans.DOI: 10.14693/jdi.v16i1.14

  4. Pengaruh Media Dan Interval Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Vigor Cengkeh (Syzygum Aromaticum L.)

    OpenAIRE

    Ahmad, Fandi

    2016-01-01

    This study aims to determine the effect of treatment of media planting and fertilizing Interval on the growth vigor of clove plant (Syzygum aromaticum L.) and get an alternative land planting medium. This study was conducted from April 2015 through June 2015 is housed in a new village districts Baolan. This research was conducted using the method of completely randomized design (RAL) factorial with 2 factors, namely: Factor I: Various Media consisting of M0 = ground = 5; M1 = soil + sand = 3:...

  5. SELEKSI DAN UJI ANTAGONISME TRICHODERMA SPP. ISOLAT TAHAN FUNGISIDA NABATI TERHADAP PERTUMBUHAN PHYTOPHTHORA CAPSICI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Prasetyo, Efri & Radix Suharjo .

    2011-11-01

    Full Text Available Screening and testing of isolate of Trichoderma spp. resistant to botanical fungicides on the growth of P. capsici. The research was conducted at the Plant Disease laboratory, Plant Protection Department, Faculty of Agriculture, Lampung University from March – November 2007. The aim of the research was to find isolate of Trichoderma spp. resistant to botanical fungicide  which still have its capability to inhibit the growth of P. capsici. Completely randomized design with three replicates was used in the research. Data collected in this research were isolates of Trichoderma spp. resistant to botanical fungicides and inhibition percentage of isolates of Trichoderma spp. resistant to botanical fungicide on the growth of P. capsici. The data were analysed with anova and continued with LSD test at 5% of significant level. As much as 9 isolates of Trichoderma spp. resistant to botanical fungicide were found. Three isolates of T. viride could survive in the 100% of tumeric powder (C, east indian galangale powder (A, and clove leaf powder (B. Two isolates of T. harzianum could survive in the 100% of tumeric powder (A and clove leaf powder (A. One isolate survived in the 90% of east indian galangale powder (D. Two isolates of T. koningii also could survive in the 100% of tumeric powder (A  and clove leaf powder (A. One isolate survived in the 90% of east indian galangale powder (C. All of the isolates  inhibited  P. capsici. All of the isolates found statistically had the same capability to inhibit the growth of P. capsici.

  6. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

    OpenAIRE

    Nasution, Sulfida Syahliza Amin

    2011-01-01

    Profit is the increase in economic benefits during one accounting period in the form of income or assets increase or decrease in liabilities. It is important for users of financial statements to determine the profit growth because of the increased profits from the company will determine the rate of return to shareholders or for prospective investors to take a decision whether to invest in the company. In analyzing and assessing the financial conditions necessary tools of financial analysis of...

  7. PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH KULIT KOPI (Coffea robusta L. TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Berlian

    2015-08-01

    Full Text Available Curly chili (Capsicum annum L. is a kind of vegetable commodities which very demand among the Indonesian because of its spicy taste that can be used as a flavoring dishes and has a high economic value. The goal of this study is to determine the effect of bark compost coffee (Coffea robusta in growing media on the growth and development of plants curly chili (Capsicum annum L. and severe skin compost coffee (Coffea robusta which gives the maximum growth of the plant curly chili (Capsicum annum L.. This research is conducted in the Laboratory Science UIN Raden Fatah Palembang by using experimental methods and completely randomized design (CRD consisting of 4 treatments and 6 replications treatment namely: P0 = Without the addition of compost the coffee (Coffea robusta (control, P1= Adding compost the coffee (Coffea robusta 30 grams, P2= Adding compost the coffee (Coffea robusta 60 grams , P3 = Addition of compost skin (Coffea robusta coffee 90 grams. Data are analyzed by F test followed by a test BJND (Difference Distance Real Duncan. The parameters of this study are plant height, number of leaves (pieces, the amount of fruit, and fruit weight. The results show that the addition of compost the coffee (Coffea robusta 90 grams (treatment P3 gives a very real effect on the growth of plant height, number of leaves, number of fruits, and also fruit weight. The conclusion is compost the coffee (Coffea robusta gives effect to the addition of compost and bark coffee (Coffea robusta 90 grams provides maximum growth and development of the plant curly chili (Capsicum annum L..

  8. PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP KESEMPATAN KERJA (KASUS PROVINSI BALI, 2001--2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Dayuh Rimbawan

    2012-12-01

    Full Text Available Job opportunities are considered as one of important targets in each phase of development process. Job opportunities are highly related to economic growth. The relation is expected to be positive, meaning that the higher the economic growth the more job available. Therefore it is important to ensure the high rate of economic growth. However, economic growth and job opportunities are not always in line, even though the economic growth is high job opportunities grow slower. Consequently, many workforces stay unemployed and increase poverty level. During 2001 – 2011 the economy of Bali grew 5.57 percent per year in average, but job opportunities only grew 3.36 percent. Job opportunity elasticity and ILOR are the methods that can be used to describe the effect of economic growth on job opportunities creation. In the period of 2001 – 2011 the job opportunity elasticity of Bali was less than one. This means that the capability of economic growth to create job opportunities is low. ILOR rate for the period in average was less than 10.000 persons. Thus in Bali poor people are still found, about 2.3 percent per year; income distribution is also imbalanced which is shown by the increasing Gini Ratios. The low creations of job opportunities in Bali are due to: (1 Bali economic growth is mainly supported by consumption expenditures; (2 distribution of the use of GDP is dominated by consumption expenditures (71 percent while investment reaches only 27 percent; and (3 in each year regional budget always earns a surplus (called SiLPA which reflects unproductive funds.

  9. Bioaktivitas Ekstrak Metanol Daun Pegagan (Centella Asiatica L. Terhadap Pertumbuhan Bakteri Mycobacterium Tuberculosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusran Yusran

    2016-01-01

    Full Text Available Plants gotu kola (Centella Asiatica L .Urban is a wild plant that efficacious as remedies traditional cure disease tuberculosis (TB.TB is disease contagious infection caused by bacteria mycobacterium tuberculosis. Research aims to understand the ability extract methanol leaves gotu kola red and leaves gotu kola green and determines the concentration optimal extract methanol leaves gotu kola red and leaves gotu kola green and to know the comparison between extract methanol leaves gotu kola red with an extract methanol leaves gotu kola green in inhibits the activity of mycobacterium tuberculosis.Extraction done with the methods maceration use methanol and continued with evaporation until obtained extract viscous .Testing antibacterial activity done in a microscopic observation drug susceptibility ( mods use plate petri dish 24 hole with the variation of concentration ie 20%,40%, 60%, 80% and 100%.The results of testing show that extracts methanol leaves gotu kola red and leaves gotu kola green positive capable of inhibiting the growth of bacteria mycobacterium tuberculosis with inhibition optimal in concentration 80 % and 100 % characterized by the absence of growth bacteria colonies which are (- or 0 %.Extract methanol leaves gotu kola green capable of inhibiting the growth of bacteria mycobacterium tuberculosis better than extract methanol leaves gotu kola red seen in concentration 40% and 60%.

  10. Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Provinsi Jambi dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Ekonomi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohar Mondes

    2017-04-01

    Full Text Available The purpose of this research is to analise government’s financial performance of Jambi Province. This research is using multiple linear regression to calculate and to see the effect of direct and indirect expenditure variable to the economic growth. This research is using secondary data that includes of local revenues, equalization funds, financial reception area, direct and indirect expenditure and also total expenditure of Jambi Province. This research is using verifikatif and kuantitatif analysis which is suite for analise fiscal autonomy degree, fiscal dependency of Jambi Province toward central government and also to find out whether the direct and indirect expenditure has effect to economic growth. Research results showed that Jambi Province’s DOF based on local revenue is 39,57%, placed in average condition, however if local revenue is add on DBH, it showed that the criteria is very good with 58,92%. The level of fiscal dependency 34,80% in average for years during observasion periode. By using multiple linear regression, the result showed that direct and indirect expenditure were positively and significantly effected to the economic growth of Jambi Province

  11. Analisis Pengaruh Rasio Camels terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hidayatullah Hidayatullah

    2012-11-01

    Full Text Available This study aims to analyze the influence of CAMELS method of profit growth in banking companies listed on stock exchanges of Indonesia. The methodology this research is t use purposive sampling, namely by taking a sample of 20 from a total of 30 banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The type of data used are secondary data. Secondary data were obtained in the form of documentation of routine financial statements issued annually by competent parties contained in the Indonesia Capital Market Directory (ICMD and the official site www.idx.co.id. This study tested the effect of CAR, NPLs, NIM, BO / PO, LDR, and the reserve requirement on profit growth at banks listed on the Indonesia Stock Exchange. Techniques of data analysis in this study using multiple linear regression analysis. F test results indicate that the variable CAR, NPLs, NIM, BO / PO, LDR, and the reserve requirement is jointly significant effect on the variable income changes. While partially by t-test, indicates that the variable has positive and significant CAR, NPLs and no significant negative effect, NIM has positive and insignificant, BO / PO and a significant negative effect, LDR has positive and significant, negative effect and the reserve requirement no significant effect on bank profit growth. The results also showed an adjusted R2 value of 18.3%. The limitations of this study is the sample data and the year that is used relatively little. The results of this study is expected to be taken into consideration for management to predict the growth of bank earnings and improve overall performance by improving business efficiency and credit portfolio without ignoring the precautionary principle.

  12. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Disparitas Pendapatan Antardaerah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Komang Oka Artana Yasa

    2015-11-01

    Full Text Available Public welfare is goal of development. Its can be seen from increasing economic growth and inequality in income distribution. Although welfare of Bali is increasing every year, but increase is still relatively low and still occurregionalincome disparities. This study aims to determine regional income disparitiesof Bali and the relationship between economic growth, regional income disparities ofpublic welfare. This study uses secondary data was analyzed using analysis of Index Williamson and path analysis. The analysis shows income disparity between regions of Bali Province in 2001-2012 decreased by an average value of 0.29 means that relatively low levels of disparity. Economic growth in a negative and significant impact on regional income disparities, but a positive and significant impact on public welfare. Regional income disparities in a negative and significant impact on public welfare. Economic growth was indirect effect on public welfare through regional income disparities. Local governments in development policy to pay attention to economic growth and income distribution in order to create a public welfare.

  13. EFEKTIVITAS PEMBERIAN AIR LERI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ummu Kalsum

    2011-09-01

    Full Text Available White oyster mushroom is kind of consumed mushroom that has delicious taste and efficacious drug. Mushroom need nutrition addition to increase growth and development so that better production, like nutrition from rice washing water. The contain are carbon element, nitrogen, mineral and vitamin B. This experiment aim to determine addition of rice washing water effect, optimal volume and time interval on growth and yield of white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus. This experiment is carried out at mushroom’s house Maduraya Agro Kamal. The research design used was factorial completely randomized design with two factors. First factor is addition rice washing water volume with 4 level, that is without addition rice washing water (A0, addition rice washing water as much as 20 ml/1000 g substrat (A1, 40 ml/1000 g substrat (A2 and 60 ml/1000 g substrat (A3. Second factor is addition time interval that consists of 2 level, that is 2 days (B1 and 4 days (B2. Experiment result shows that interaction between volume treatment and addition time interval give effect on fruit body total. Addition rice washing water volume treatment give real effect on maximal pileus fruit width. While addition time interval treatment does not give significant difference on all parameters but it can increase pileus fruit width, total weight and biological efficiency. Interaction of volume treatment and addition time interval is the best combination is volume treatment 40 ml/1000 g substrat with time interval 2 days (A2B1, this matter is showed in lot fruit body total as big as 8,871 fruit. Addition rice washing water volume 40 ml/1000 g substrat is the best volume that indicated from first bud appear, first harvest time, total weight and biological efficiency.

  14. ANALISIS PENETAPAN SEKTOR BASIS DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN BONE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Cahyang

    2017-06-01

    The sector that has several advantages (four and three excellence such as Mining and quarrying sector which has a rapid growth at the provincial level, competitiveness / competitive, and included in the progressive growth (forward. Procurement Electricity and gas sector has a comparative advantage, rapid growth at the provincial level, and included in the category of progressive growth as well as in the sector, a local basis. Then the Wholesale and Retail sector has a comparative advantage, competitiveness, economic growth rate faster than the provincial and progressive growth or progress. With the advantages possessed hence these sectors can be considered as potential sectors to be developed in Bone regency.

  15. Pengaruh Aktivitas Wanita Wirausaha Terhadap Pertumbuhan Usaha Olahan Kentang di Kabupaten Kerinci, Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvia Sari

    2017-03-01

    Full Text Available Indonesia need to strengthen the national economy to face the AEC (ASEAN Economic Community in the end of 2015 by growing Micro Small and Medium Enterprises (SMEs which has entrepreneurial characteristics. Currently there is an increasing activity of women in SMEs. This research aimed at identifying and analyzing the forming factors of women’s entrepreneurial activities that contribute to grow new enterprise on processed potato business.This study is located in Kerinci regency because there were increased entrepreneurial activity by women. Primary data were collected through questionnaire to 111 women entrepreneurs of potato processing by the sampling “census” technique, and the data were analyzed by Structural Equation Modeling (SEM. The exogenous latent variables were entrepreneurial characteristics, personal characteristics, opportunity, and resources. Where as women’s entrepreneurial activities and grow new enterprise as endogenous latent variables. The results showed that the built model had goodness fit and good reliability measurement variables (CR≥0.70, VE≥0.50. Women entrepreneurial activities were reflected the most by resources (γ=0.66 and entrepreneurial characteristics (γ=0.59. Entrepreneurial characteristics of women entrepreneur were formed by motivation (λ= 0.54, risk taking (λ= 0.32, and innovation (λ= 0.95. Thus women who processing potatoes in Kerinci regency have the entrepreneurial character. Women’s entrepreneurial activities positively proved contribute to grow new enterprise on processed potato business (β=0.95. Facilitating new venture program, strengthening of capital program, and business training to women entrepreneurs should be a priority of the Indonesian government programs in the future to compete in the AEC (ASEAN Economic Community.

  16. Pengaruh Zooxanthellae Karaug Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Kerang Raksasa Kima (Tridacna Squamosa)

    OpenAIRE

    Ambariyanto, Ambariyanto

    2007-01-01

    The influence of zooxanthellae isolated from corals on the growth and suwivorshipof giant clams. Giant clam known as marine bivalves (Tridacnidae) which live in coralreef. One important aspect of giant clam biology is the existence of zooxanthellae assymbiotic algae which have important role source of energy In hatchery operationalprocedure zooxanthellae were introduced into larvae. Zooxanthellae were isolated fromadult clams. Since clams are also known as endangered species, it is important ...

  17. UJI DAYA HAMBAT PERASAN BUAH JERUK SIAM BANJAR (Citrus reticulata TERHADAP PERTUMBUHAN Shigella dysenteriae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Kumalasari

    2017-10-01

    Full Text Available Siam orange (Citrus reticulata is kind of orange which a lot in Sout Borneo and a national top variety called banjar siam orange. Orange contains secondary metabolites flavonoids, saponins, alkaloids which cause damage bacteria cell wall permeability. Objective of this study is to find out inhibition siam orange fruit squeeze to Shigella dysenteriae growth. This study is an experimental research laboratory. Inhibition test of siam banjar orange (Citrus reticulata fruit squeeze to Shigella dysenteriae growthwas conducted with diffusion methodwhich performed at Bacteriology Laboratory of Banjarbaru Center Veterinary. Result of phytochemicals screening showedthat banjar siam orange fruit squeeze contain alkaloids, saponins, and flavonoids. Result of the study showed banjar siam orange fruit squeeze has the ability to inhibite Shigella dysenteriae growth with 25%, 50%, 75% and 100% concentrations. The higher concentration of banjar siam orange squeeze, the greater diameter of inhibition zone result.

  18. PENGARUH FAKTOR MAKRO EKONOMI DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP LEVERAGE DAN NILAI PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sujoko Sujoko

    2016-10-01

    Full Text Available The purpose of this empirical study is to investigate the influence of macro economic,growth firm on leverage and value of the firm.This study uses Agency Free Cash Flow, Static trade off Theory, Pecking Order Theory and Signaling Theory.This study uses empirical data from Indonesian Capital Market Directory 2015 issued By Indonesian Stock Exchange. This research uses quantitative analysis. The Population of the research are manufacturing firm listed in Indonesian Stock Exchange. The hypothesis test uses structural equation model-ing with the degree of signifance at 0.05. Sample in this study are manufacturing company listed in Indone-sian Stock Exchange during 2012-2014. As much as 75 manufacturing firm listed in Indonesian Stock exchange were taken as a sample using a purposive sampling method. The data were there analyzed by Structural Equation Modeling (SEM. The Result of the study show that: (1 Macro economic factor have negative significant influence on leverage with p value 0.06 (2 Growth firm have significant influences on leverage with value 0.004 (3 Macro economic have negative t influences on value of the firm with p value 0.006 (4 Growth firm have positive significant influence on value of the firm with p value 0.005 (5 Leverage have negatives significant influence on value of the firm with p value 0.006 The result of the study is support to Agency Free Cash Flow,Jensen (1986,Static Trade off Theory, Pecking Order Theory, Myers and Majluf (1984 and Signaling Theory, Ross (1977

  19. STRUKTUR KEPEMILIKAN, PROFITABILITAS, PERTUMBUHAN AKTIVA DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kartini Kartini

    2017-03-01

    Full Text Available This research aimed to test influence of the Ownership Structure, Profitability, Assetgrowth, and Size measure of firm to Capital Structure. This Research was limited onlymanufacturing company which had gone public in Jakarta Stock Exchange. This research wasconducted by taking secondary data. Population in this research was manufacturing companyobtained from share which was listed and “go public” in Jakarta Stock Exchange period 2002-2005. The intake technique was random sampling, and the obtained data was 38 companies.Result of analysis or T test in this research indicated that the ownership structure, asset growth,and size of company were significant or accepted. Only unprovable profitability was refused.While result F test showed that independent variable had an effect on the significance toCapital Structure of company in significance level 5%, and variable of size of company insignificance level 10%.

  20. Respon Pertumbuhan Bibit Anggrek Dendrobium sp. pada Saat Aklimatisasi terhadap Beragam Frekuensi Pemberian Pupuk Daun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RINDANG DWIYANI

    2014-01-01

    Full Text Available The aim of the experiment was to investigate the appropriate frequency of foliar fertilizer applicationof Hyponex and Gandasil D for the growth of seedlings of Dendrobium sp. at acclimatization stage.Various frequency of application for both foliar fertilizers were trialed, i.e. once in 5 days, once in 10days, once in 15 days and control (without fertilizer. The results showed that the most appropriatefrequency for the application of Hyponex and Gandasil D for seedlings of Dendrobium sp. was once inevery 10 days.

  1. PENGARUH EKSPOR DAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 1980-2006

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adrian Sutawijaya

    2013-03-01

    Full Text Available Economic growth basically measures the ability of a country to expand output faster rate than population growth rate. Exports and investment are important in increasing the rate of economic growth. Exports would generate foreign exchange that will be used to finance imports, especially imports of raw materials and capital goods needed in the production process which will shape the value added. Aggregation of the value added generated by all units of production in the economy is the value of Gross Domestic Product. Investment or capital investment is also a component of value added to national building, which is the purchase of capital goods and production equipment to improve the ability to produce goods needed in the economy. Using OLS method, it shows that economic growth is positively correlated to government investment, private investment, and non oil exports. While,oil and gas export gives negative influence to economic growth. Overall government investment, private investment, oil and gas exports and non-oil exports are able to explain variation economic growth of 98.9 percent while the rest explained by other factors.

  2. Pengaruh Cekaman Kekeringan terhadap Perilaku Fisiologis dan Pertumbuhan Bibit Black Locust (Robinia pseudoacacia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novita Anggraini

    2015-01-01

    Full Text Available Black locust (Robinia pseudoacacia is a native species from North America and it has spread to Europe and Asia. Black locust is also one species used for land rehabilitation in semiarid and arid areas. However, adaptability of black locust on their distribution area is quite disturbing due to its invasive potential that tends to suppress the growth of native plants. The purpose of this study is to examine the effect of drought stress through watering volume and watering intervals treatments on physiological behavior and growth of black locust seedlings, and to analyze the level of black locust on drought tolerance through water use efficiency (WUE character and chlorophyll content. The watering volumes are 30-40 % of field capacity representing drought conditions and 70-80 % of field capacity representing good water conditions, while the watering intervals are 1, 3 and 7 days. Trend analysis is used to analyze the data. The results indicate that the lower watering volume (30-40 % and the longer the watering interval (for 7 days, the lower the photosynthesis and transpiration rate, stomatal conductance and growth (height, diameter, shoot dry weight and root of plants, but the higher the WUE and chlorophyll content. Increasing WUE and chlorophyll content are two indicators indicating that black locust is able to adapt (tolerant to drought stress situations. Therefore, the use of black locust for dry land reclamation requires special attention and careful strategy to avoid its invasive impact in the future.

  3. PENGARUH KONSENTRASI PERASAN MENGKUDU (Morinda citrofilia Linn TERHADAP PERTUMBUHAN Shygella disenteriae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Ariana

    2017-09-01

    Abstract Mengkudu (Morinda citrofilia Linn Indonesia is known as a medicinal plant that can treat a variety of diseases. This study  to determine the effect of noni juice concentration on the growth of Shigella dysenteriae, the bacteria that causes the disease shigellosis (bacillary dysentery. The design of this study used an experimental design to test laboratory, noni juice obtained by weighing 100g were still ripe noni fruit (puti yellowish color and texture is still hard and washed, blender 100gr noni plus 100ml of sterile distilled water, filtered with sterile gauze and then Stril put in a test tube, back in autoclav sterilized for 15 minutes at a temperature of 1210C that noni juice is really sterile. Inhibition test with freshly made juice dilution method at concentrations of 100%, 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, 3.13%, 1.57% and 0.78%, followed planted in the media Muller Hinton Shigella to know whether it is growing or not growing, Statistical data analysis using Chisquer test on α = 0.05. The test results showed λ2 Chisquer count> λ2 table, then Ho is rejected. The results showed 12.5% of concentration - 100% can inhibit the growth of Shigella dysenteriae while the concentration of 0.78% - 6.25% solid not inhibit the growth of Shigella dysenteriae, so it can be concluded that the noni (Morinda citrofilia Linn can inhibit the growth of Shigella dysenteriae and noni efficiently used for dysentery patients because of the concentration of 12.5% was able to inhibit the growth of Shygella dysenteriae. Keywords: Mengkudu (Morinda citrofilia Linn , Shigella dysenteriae

  4. PEMBERIAN VARIASI JENIS PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN ARWANA (Scleropages formosus DI DALAM WADAH BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yahya Yahya

    2016-06-01

    Based on the analysis of variance (ANOVA on all treatments only on survival and feed conversion were significantly different, followed by HSD test for survival and Duncan test for feed conversion. Judging from the data is the best overall treatment A with variations of mosquito larvae-bloodworms-mosquito larvae.

  5. Pengaruh Lama dan Waktu Peneduhan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau Varietas Camar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoko Heru Pamungkas

    2014-02-01

    Full Text Available A study on the effect of length time shading (approx 70 % of sun rise intensity to the growth and yield of Camar mung bean variety was conducted in Nogotirto, Gamping, Yogyakarta. The experiment was arranged in a Randomized Complete Block Design with 3 replications. The treatment were 6 levels of length and time of shading of Camar mung bean variety, i.e.: shading at the whole life cycles (A, the first half life cycles (B, the second half life cycles (C, the first quarter life cycles (D, the second quarter life cycles (E and no shading at the whole life cycles or control (F.The result showed that the length and time of shading affected the growth and yield of Camar mung bean variety significantly except for the number of root - pimples, the number of effective root - pimples and weight of 100 grain per plant parameters. In accordance with the control, the shading at the first quarter and second quarter or at last life cycles gave no significant different in the growth and yield. The yield of that treatments ware 1.77, 1.72 and 1.82 tons seed per hectare. While in accordance with the control, the shading at the first half, the second half and at the whole life cycles gave the lower growth and yields. The decreasing at the yields were 28.95, 32.96 and 42.36 %.

  6. STUDI PERTUMBUHAN LAMUN Enhalus sp DALAM UPAYA PENGELOLAAN PESISIR DI PULAU TANAKEKE

    OpenAIRE

    Syarifuddin Kune

    2016-01-01

    Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan membandingkan pertumbuhan E. acoroides pada satu perlakukan dengan perlakuan lainnya.  Perlakuan A = lamun E. acoroides tanpa kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii,  B = lamun E. acoroides dengan kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii di atasnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa laju pertumbuhan E. acoroides pada semua hamparan baik dengan dan tanpa aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii tidak berbeda nyata...

  7. RANCANG BANGUN PROTOTIPE GARDENING SMART SYSTEM (GSS UNTUK PERAWATAN TANAMAN ANGGREK BERBASIS WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Kurnia

    2016-04-01

    Full Text Available Gardening Smart System (GSS adalah protitipe sistem perawatan tanaman yang pengontrolannya dirancang melalui web. Prototipe ini dimaksudkan untuk membantu pengontrolan sistem perawatan tanaman berjenis anggrek pada tingkat perorangan (personal user yang kedepannya dapat dikembangkan lebih luas lagi aplikasinya. Perancangan prototipe ini meliputi aspek hardware dan software. Dari sisi hardware prototipe dirancang menggunakan soil mosturise sensor, arduino, ethernet shield dan waterpump, sedangkan dari sisi software prototipe dirancang dengan membangun user interface berbasis HTML dan CSS. Komunikasi data antara software dengan hardware dilakukan melalui IP address yang dapat diakses melalui mobile phone (HP maupun desktop/PC. Pengujian prototipe diterapkan pada salah satu tanaman anggrek berjenis Phalaenopsis. Setelah dilakukan pengujian pada aspek hardware dan software, hasil yang diperoleh sesuai dengan desain dan spesifikasi yang telah direncanakan. Kedepan, pengembangan prototipe ini masih terbuka lebar untuk mengontrol sistem berbasis web dengan aplikasi lebih kompleks lagi. Kata kunci: aplikasi berbasis web, komunikasi data, IOT (internet of thing.

  8. SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN MESIN INFERENSI FUZZY UNTUK MENENTUKAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN BAWANG MERAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilis Kaswidjanti

    2010-01-01

    Penelitian ini dilakukan berdasarkan atas kebutuhan akan adanya alat bantu bagi petani dalam menentukan hama/penyakit pada tanaman sayuran/palawija serta bagaimana mengendalikannya agar tidak keliru dalam memakai peptisida. Alat bantu tersebut merupakan sistem pakar yang selain untuk mendiagnosis, sistem ini diharapkan mampu memberikan saran-saran pengendalian. Pada dasarnya perangkat lunak ini terdiri atas 2 bagian utama, yaitu bagian input basis pengetahuan, dan bagian konsultasi. Keputusan yang diambil dengan menggunakan metode aturan. Metode inferensi yang digunakan adalah metode inferensi fuzzy dengan defuzzifikasi menggunakan metode max-min dan center average. Keluaran dari perangkat lunak ini adalah jenis hama/penyakit yang menyerang tanaman dan saran pengendaliannya sesuai dengan besar kerusakan yang dialami oleh tanaman tersebut.

  9. ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KAPANG ENDOFIT DARI TANAMAN KUNYIT (Curcuma longa L. SEBAGAI PENGHASIL ANTIOKSIDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiwit Widowati

    2016-06-01

    Full Text Available Endophyte fungi are microbe that living inside the plant tissue without harming the host plant. Endophyte fungi can produce secondary metabolite which can be used as antioxidant, anticancer and antimicobes compound. Endophyte fungi can be found in many plants especially herbs such as turmeric (Curcuma longa L. The aims of this study are to isolate and identify endophyte fungi from stem of C. longa L. which is potential as an antioxidant producer. The endophyte fungi isolated from turmeric stem were 12 isolates. Antioxidant activity was assayed using 1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH showed that isolate K.Cl.Sb.B1 produced the highest inhibition value (78,81%. Based on molecular identification, the isolate K.Cl.Sb.B1 was Colletotrichum sp.Keywords: Curcuma longa L., endophyte fungi, identification antioxidant ABSTRAKKapang endofit merupakan mikroba yang terdapat di dalam jaringan tanaman tanpa membahayakan tanaman inang. Kapang endofit mampu menghasilkan metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai senyawa antioksidan, antikanker dan antimikroba. Kapang endofit dapat ditemukan pada berbagai jenis tanaman terutama tanaman obat seperti kunyit (Curcuma longa L. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi kapang endofit dari batang tanaman kunyit yang berpotensi sebagai penghasil antioksidan. Kapang endofit yang diisolasi dari batang tanaman kunyit diperoleh 12 isolat. Uji antioksidan menggunakan 1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH menunjukkan bahwa isolat K.Cl.Sb.B1 menghasilkan nilai inhibisi tertinggi (78,81%. Berdasarkan identifikasi molekuler, isolat K.Cl.Sb.B1 merupakan Colletotrichum sp.Kata kunci: Curcuma longa L., identifikasi antioksidan, kapang endofit

  10. PENGGUNAAN MIKORIZA DAN PUPUK NPK DALAM PEMBIBITAN JABON MERAH (Anthocephalus macrophyllus (Roxb. Havil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NFN Danu

    2016-09-01

    Full Text Available Pembangunan hutan tanaman jabon merah (Anthocephalus macrophyllus (Roxb. Havil memerlukan bibit yang bermutu. Bibit berkualitas dapat dihasilkan dengan mengoptimalkan proses fisiologis tanaman seperti fotosintesa dan metabolisme yang dipengaruhi oleh faktor luar seperti sinar matahari, air, hara mineral dan kondisi tempat tumbuh. Penambahan inokulan mikoriza dan pupuk sebagai penyedia hara dapat memacu pertumbuhan dan meningkatkan daya hidup bibit. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan mikoriza dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit jabon merah. Penambahan mikoriza 5 gram dan NPK 0,5 - 1,0 gram/polybag media tanah solum B dapat menghasilkan bibit jabon merah dengan tinggi 28,33 – 30,33 cm dan diameter 5,42 – 6,70 mm pada umur 5 bulan.

  11. Uji Kandungan Timbal (Pb dalam Daun Tanaman Peneduh di Jalan Protokol Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pawit Dwi Istiaroh

    2014-03-01

    Full Text Available Gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor pengguna bahan bakar bensin bertimbal mengemisikan Pb ke dalam lingkungan dan berpotensi terserap ke dalam jaringan daun tanaman peneduh jalan. Penelitian bertujuan untuk menguji kandungan timbal (Pb dalam daun tanaman peneduh di jalan protokol Kota Semarang. Sampel penelitian adalah daun angsana (Pterocarpus indicus Willd, glodokan (Polyalthia longifolia Bent & Hook. F dan mahoni (Swietenia mahagoni (L. Jacq. yang dominan digunakan sebagai peneduh di lima jalan protokol Kota Semarang yaitu Jl. Kalibanteng, Jl. Pemuda, Jl. Brigjen Katamso, Jl. Kaligawe dan Jl. Setyabudi. Kandungan Pb dalam daun tanaman angsana, glodokan dan mahoni diuji menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometery di Laboratorium Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI Semarang. Hasil penelitian ditemukan kandungan Pb dalam daun tanaman peneduh di jalan protokol Kota Semarang. Kandungan Pb dalam daun tertinggi 0,05 ppm/g daun basah terdapat pada tanaman angsana dan terendah sebesar 0,01 ppm/g terdapat pada tanaman glodokan dan mahoni. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kandungan Pb dalam daun tanaman peneduh di jalan protokol Kota Semarang berkisar 0,01-0,05 ppm/g daun basah dan tergolong rendah dibawah kadar normal Pb dalam tanaman yaitu 0,5-3,0 ppm.Exhaust gases produced by motor vehicle users leaded gasoline emits Pb into the environment and potentially absorbed into the leaf tissue of plants along the roadside. The study aimed to examine the content of lead (Pb in the shade plant leaves in the Semarang City road protocol. Samples were angsana leaves (Pterocarpus indicus Willd, glodokan (Polyalthia longifolia Bent & Hook. F and mahogany (Swietenia mahagoni (L. Jacq.. They were predominantly used as a shade in five main streets of Semarang is Kalibanteng St, Youth St, Brig Katamso St, Kaligawe St and Setyabudi St. The content of Pb in the Angsana, glodokan and mahogany leaves were

  12. POTENTIAL USE OF ENDOPHYTIC BACTERIA TO CONTROL Pratylenchus brachyurus ON PATCHOULI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Harni

    2012-10-01

    tana-man nilam yang dapat menurunkan hasil dan kualitas minyak nilam. Salah satu cara pengendalian yang potensial terhadap nematoda tersebut adalah menggunakan bakteri endofit. Selain dapat membunuh nematoda, bakteri endofit juga dapat meng-induksi pertumbuhan tanaman. Penelitian bertujuan untuk  mengevaluasi potensi bakteri endofit yang berasal dari tanaman nilam untuk mengendalikan namatoda parasit P. brachyurus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bakteriologi, Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor, serta di  laboratorium dan rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, pada bulan April sampai Desember 2007. Bakteri endofit diisolasi dari sampel akar tanaman nilam dari beberapa lokasi di Jawa Barat. Isolat-isolat bakteri endofit diseleksi kemampuannya untuk membunuh P. brachyurus dan menginduksi pertumbuhan tanam-an nilam. Isolat bakteri endofit yang potensial selanjutnya diidentifikasi secara molekuler menggunakan primer universal 16S rRNA. Penelitian memperoleh 257 isolat bakteri endofit dengan kerapatan populasi 2,3 x 102 sampai 6,0 x 105  cfu g-1 berat basah akar. Enam puluh isolat (23,34% di antaranya bersifat antagonis terhadap P. brachyurus dengan mortalitas 70-100%, 72 isolat (28,01% dapat memacu pertumbuhan tanaman nilam, 93 isolat (36,18% bersifat netral, dan 32 isolat (12,47% dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil peng-ujian antagonis dan pemacu pertumbuhan tanaman, lima isolat bakteri, yaitu Achromobacter xylosoxidans TT2, Alcaligenes faecalis NJ16,  Pseudomonas putida EH11, Bacillus cereus MSK, dan Bacillus subtilis NJ57 dapat menekan populasi nematoda 74,0-81,6% dan meningkatkan pertumbuhan nilam 46,97-86,79%. Penelitian mengindikasikan bahwa bakteri endofit dari tanaman nilam berpotensi mengendalikan P. brachyurus pada tanaman nilam.

  13. PENGARUH FAKTOR EKONOMI TERHADAP INFLASI YANG DIMEDIASI OLEH JUMLAH UANG BEREDAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harda Putra Aprileven

    2017-06-01

    Full Text Available Setiap bangsa menginginkan adanya perkembangan atau kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan secara berkelanjutan. Namun, pada kondisi inflasi, taraf kemakmuran sebagian besar masyarakat akan menurun, terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap. Inflasi juga akan mengakibatkan prospek pembangunan ekonomi jangka panjang akan menjadi semakin memburuk. Lebih lanjut, investasi produktif akan berkurang, ekspor turun dan menaikkan impor yang pada gilirannya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi, sehingga perlu dikaji kembali faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat suku bunga dan kurs sebagai variable independen terhadap jumlah uang beredar dan inflasi, serta menguji peran mediasi jumlah uang beredar dari pengaruh tingkat suku bunga dan kurs terhadap inflasi di Indonesia, pada tahun 2006-2012. Data yang dugunakan dalam penelitian ini adalah data time series yang diolah dan dianalisis menggunakan regresi linier ordinary leas square, serta path analysis guna mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung dari variable independen terhadap variable dependen. Hasil penelitian menunjukkan; secara parsial, tingkat suku bunga berpengaruh negatif (signifikan dan kurs berpengaruh positif (tidak signifikan terhadap jumlah uang beredar. Secara parsial, tingkat suku bunga berpengaruh positif (signifikan, kurs berpengaruh positif (tidak signifikan, dan jumlah uang beredar berpengaruh positif (signifikan terhadap inflasi. Jumlah uang beredar dalam penelitian menunjukkan tidak memediasi pengaruh tingkat suku bunga terhadap inflasi, tetapi memediasi pengaruh kurs terhadap inflasi.  Every nation wants the development or progress in various aspects of life in a sustainable manner. However, in conditions of inflation, the level of prosperity most people will decline, particularly fixed-income communities. Inflation will also lead to long-term economic development prospects will be getting worse. Furthermore

  14. Analisis Neraca Air Lahan untuk Tanaman Padi dan Jagung Di Kota Bengkulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jaka A. I. Paski

    2018-01-01

    Citation: Paski, J.A.I., Faski, G.I.S.L., Handoyo, M.F. dan Pertiwi, D.A.S. (2017. Analisis Neraca Air Lahan untuk Tanaman Padi dan Jagung di Kota Bengkulu. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2, 83-89, doi:10.14710/jil.15.2.83-89

  15. Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

    OpenAIRE

    Sutardi, Sutardi

    2016-01-01

    Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyem-buhkan berbagai penyakit. Pegagan mengandung bahan aktif alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Tiga golongan bioaktif, yaitu triterpenoid, steroid, dan saponin termasuk antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Bahan aktif tersebut merupakan bahan baku obat tradisional yang bermanfaat sebagai antipikun, antistres, obat lemah syaraf, ...

  16. UJI EFEK ANALGETIK EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L. Var. Arum manis TERHADAP MENCIT PUTIH BETINA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mhd Riza Marjoni

    2018-03-01

    Full Text Available Penggunaan tanaman sebagai salah satu bahan pengobatan di Indonesia sudah dikenal sejak lama dan sampai sekarang masih banyak dilakukan oleh masyarakat secara luas. Mangga varietas arumanis yang merupakan produk asli Indonesia merupakan salah satudari tanaman tersebut yang telah digunakan secara tradisional oleh masyarakat untuk meredakan rasa nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgetik dari ekstrak methanol daun mangga arumanis menggunakan 3 variasi dosis.Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit putih betina sebagai hewan uji yang dikelompokan menjadi 5 kelompok. Kelompok pertama diberi obat analgetik tramadol sebagai kontrol positif, kelompok kedua diberi aquades sebagai kontrol negatif, dan kelompok ketiga sampai kelima diberi ekstrak methanol daun mangga arumanis dengan 3 variasi dosis 25 mg, 50 mg, 100 mg setiap 0,5 ml secara oral.  Pengamatan yang dilakukan terhadap hewan uji adalah respon berupa melompat dan atau menjilat kaki sebelum perlakuan, dan pada menit ke-30, 60, 90, 120 setelah diberi rangsangan nyeri berupa suhu panas 55 0 C menggunakan metoda hot plate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dosis ektrak metanol daun mangga arum manis memiliki efek analgesik pada mencit putih betina

  17. PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA KONDISI CEKAMAN AIR DAN PEMBERIAN MIKOKOMPOS (Growth and Yield of Soybean (Glycine max (L) Merril) Under Water Stress Conditions and Mycocompost Application)

    OpenAIRE

    Buhaira, .; Soverda, Nerty; Lestari, Ardiyaningsih Puji; Achnopa, Yudi

    2013-01-01

    Thi research was conducted to increase soybean tolerance to drought and soil fertility by applying compost and   arbuscular mycorhiza fungi. This system will create environmental friendly agriculture or agricultural system focusing on utilizing biological manure which can improve land productivity. Experiment was arranged in completely randomized design with two treatment factors and three replicated . First factor is type of compost, municipal waste compost , cow manure compost, chicken manu...

  18. Potensi Pengembangan Bahan Ajar: Handout Pada Pembelajaran IPA SMP Berbasis Penelitian Pengaruh Konsentrasi Nutrisi Ab Mix Pada Pertumbuhan Tanaman Bayam (Amaranthus Tricolor L.) Dengan Teknik Hidroponik Sistem Wick

    OpenAIRE

    Putra, Rayshatico Perdana; Wulandari, Sri; Fauziah, Yuslim

    2017-01-01

    This study was conducted to determine the effect of nutrient concentrations on plant growth AB Mix the spinach with hydroponic techniques wick system as well as the design for the development of learning handout on SMP IPA in March-May 2016. The study was carried out by two phases: an experiment: the effect of nutrient concentrations AB Mix the spinach plant growth (Amaranthus tricolor L.) with hydroponic techniques and the wick system design stage handout science teaching junior high school....

  19. PENGARUH KEPUASAN KARYAWAN, TRAINING, TURNOVER, DAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING MELALUI KINERJA PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardiani Ika Sulistyawati

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk menentukan dan menganalisis kinerja sumberdaya manusia untuk keunggulan kompetitif karyawan PT. Kubota Indonesia berdasarkan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran karyawan dengan metode balance scorecard. Variabel yang digunakan adalah kepuasan kerja karyawan, turnover karyawan, training dan produktivitas karyawan sebagai variabel independen adalah keunggulan kompetitif sebagai variabel intervening kinerja. Jumlah sampel sebanyak 68 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja memiliki pengaruh langsung yang paling besar terhadap keunggulan bersaing. Produktivitas memberikan pengaruh langsung yang paling kecil terhadap keunggulan bersaing. Selain itu variabel turnover karyawan memberikan pengaruh tidak langsung yang paling besar terhadap keunggulan bersaing, sedangkan variabel produktivitas memberikan pengaruh tidak langsung yang paling kecil terhadap keunggulan bersaing. This study aims to determine and analyze the performance of human resources to the competitive advantage of PT. Kubota Indonesia’s employees from the growth perspective and employee learning. The balanced scorecard method is implemented. The variabels used in this study consist of four independent variabels; they are employee satisfaction at work, employee turnover, training and employee productivity. Then, a dependent variabel (competitive advantage as well as an intervening variabel (performance are also used. The data  are primary data, derived from the questionnaires consisted of closed questions. The questionaires are deployed in 68 respondents. After analyzing the data, the result say that the performance variabel provides the most direct influence on competitive advantage. The productivity variabel  gives the least impact on the competitive advantage. Then, turnover variabel of employee provides the greatest indirect effect on the competitive advantage, while the productivity variabel provides the least indirect

  20. FITOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL,KROM, DAN KADMIUM DARI TANAH MENGGUNAKAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans poir)

    OpenAIRE

    Asmawati A; Taba, Paulina; Lion, Syarifuddin

    2008-01-01

    ABSTRAK TEKNOSAINS 2009 Telah dilakukan penelitian fioakumulasi spesies logam berat Cd,cr,dan Pb pada tanah tercemar dengan menggunakan tanaman kangkung darat (Ipomoae reptans Poir) pada variasi waktu panen dan konsentrasi masing-masing logam pada media tanaman kangkung tersebut. Hasil analisis ketiga logam dengan spektrofotometer serapan atom menunjukkan bahwa konsentrasi maksimum ketiga logam ini masing-masing adalah ; 1342,01; 1067,55; dan 1627,90 mg/kg berat dengan waktu tanam 21 hari....

  1. PENGGUNAAN PARTIAL LEAST SQUARE REGRESSION (PLSR UNTUK MENGATASI MULTIKOLINEARITAS DALAM ESTIMASI KLOROFIL DAUN TANAMAN PADI DENGAN CITRA HIPERSPEKTRAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdi Sukmono

    2015-02-01

    Full Text Available Klorofil merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis. Tanaman sehat yang mampu tumbuh maksimum umumnya  memiliki jumlah klorofil yang lebih besar daripada tanaman yang tidak sehat. Dalam Estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan airborne hiperspektral dibutuhkan model khusus untuk mendaaptkan akurasi yang baik. Citra Hhiperspektral mempunyai ratusan band dan julat yang sempit pada setiap bandnya, sehingga mempunyai kemampuan yang cukup baik untuk estimasi klorofil. Akan tetapi karena julat yang cukup sempit ini menyebabkan adanya efek multikolinearitas. Objek dari penelitian ini mengembangkan reflektan in situ menjadi model  estimasi kandungan klorofil tanaman padi untuk citra airborne hiperspektral dengan menggunakan metode partial least square regression untuk menghilangkan efek multikolinearitas.  Dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik hubungan reflektan dan klorofil dipilih band-band yang berhungan dan efektif untuk estimasi klorofil. Dari hasil seleksi tersebut terpilih 44 band yang efektif untuk estimasi kandungan klorofil daun tanaman padi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan mertode PLSR dapat menghasilkan model yang cukup baik untuk estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan nilai Koefisien determinasi (R2 mencapai 0.75 pada PC no 11 dan mempunyai RMSE sebesar 1.44 SPAD unit. Validasi menggunakan data citra airborne hiperspektral menghasilkan RMSE sebesar 1.07 SPAD Unit.

  2. AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI AKAR SINGAWALANG (Petiveria alliacea L. TERHADAP JAMUR PENYEBAB KETOMBE DENGAN METODE BROTH MICRODILUTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niken Indriyanti

    2013-06-01

    Full Text Available Dandruff was an anomaly of scalp caused by abnormal growth of Pityrosporum ovale. Ketoconazole and sulfuric compounds known as antifungal, include antifungal against Pityrosporum ovale. One of medicinal plant that has polysulfide compounds was Singawalang (Petiveria alliacea L.. Activity of ethanol extract and fraction of singawalang roots tested using microdilution broth method appropriate to Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI standard, then growth profiles determined by colony count. Microdilution test results showed that Singawalang roots extract has antifungal activity against Pityrosporum ovale with Minimum Inhibition Concentration (MIC 16 μg/mL and Minimum Fungicidal Concentration (MFC 64 μg/mL. Fraction that has highest activity against Pityrosporum ovale was n-hexane fraction of Singawalang roots with MIC 16 µg/ml dan MFC 128 μg/mL. The higher activity of the extract predicted that there were some polysulfide compounds have synergic activity.  Key words : singalawang roots, polysulfide, Pityrosporum ovale   ABSTRAK Ketombe adalah suatu keadaan anomali pada kulit kepala disebabkan jamur Pityrosporum ovale dalam jumlah diatas normal. Selama ini antijamur yang digunakan adalah ketokonazol. Selain itu, senyawa sulfur juga diketahui aktif terhadap jamur. Salah satu tanaman yang telah diteliti mengandung senyawa polisulfida adalah tanaman singawalang (Petiveria alliacea L.. Penelitian aktivitasnya terhadap Pityrosporum ovale dilakukan dengan Broth Microdilution sesuai standar Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI. Konsentrasi Hambat Minumum (KHM terkecil ada pada ekstrak dan fraksi n-heksan, yaitu 16 μg/mL, seperempat dari aktivitas ketokonazol. Konsentrasi Fungisidal Minimum (KFM terkecil ekstrak adalah 64 μg/mL, dan pada fraksi n-heksan ekstrak etanol akar singawalang dengan konsentrasi 128 μg/mL. Diduga aktivitas antijamur lebih kuat pada ekstrak karena adanya kombinasi aktivitas beberapa senyawa

  3. MATAKAO SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DAN REPRESIF TERHADAP TINDAK PENCURIAN DI PULAU AMBON DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    La Jamaa

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak:Pencurian merupakan tindak pidana meresahkan masyarakat, sehingga dibutuhkan upaya preventif, dan represif, baik dari aparat kepolisian maupun kesadaran masyarakat sendiri. Upaya yang dilakukan masyarakat dusun Telaga Pange dan Telaga Pange di pulau Ambon terhadap pencurian tersebut adalah penggunaan matakao. Penelitian ini mengungkap dampak penggunaan matakao terhadap pencegahan pencurian barang masyarakat dusun Telaga Pange dan Telaga Kodok dan penggunaan matakao dianalisis dari aspek preventif dan represif terhadap pencurian dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan syar’i dan fenomenologis serta dianalisis secara kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara mendalam kepada beberapa informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dusun Telaga Pange dan Telaga Kodok memercayai penggunaan matakao menimbulkan efek fisik berupa rasa sakit kepada pencuri tanaman atau hewan ternak yang dipasang matakao. Matakao karimpu menimbulkan efek psikologis; pencuri kesulitan keluar dari areal tanaman atau hewan ternak yang dicurinya hingga ditemukan korban atau orang lain. Rasa sakit yang dialami pencuri akan hilang, setelah diberikan penawar, jika pencuri mengakui perbuatannya dan bertobat tak akan mencuri lagi di hadapan korban (pemilik barang. Sehingga tanaman dan hewan ternak masyarakat setempat aman dari pencurian. Karena itu, matakao berdampak positif sebagai upaya preventif sekaligus represif terhadap pencurian di dusun Telaga Pange dan Telaga Kodok. Usaha pencegahan dari pencurian itu, sejalan dengan maqashîd al-syarî`ah, sebab pencurian merupakan jarîmah hudûd dalam hukum Islam. Pengakuan pelaku pencurian pada dasarnya merupakan alat bukti yang sah dalam perspektif hukum Islam.Abstract:Theft is a criminal act of disturbing the public, so that the necessary preventive measures and repressive, including police and public awareness. Efforts are being made publics of

  4. Analisis Pengaruh Pertumbuhan Pembiayaan Modal Kerja, Investasi dan Konsumsi Pada Perbankan Umum Syariah Terhadap Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB Kalimantan Barat Periode 2009-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hayet Hayet

    2016-04-01

    Full Text Available Islamic banking has an important role in stimulating the economy because of the intermediaryfunction performed. Improved economy is reflected in the value of the Gross Regional DomesticProduct (GRDP of an area / region. Distribution of funding performed Islamic banking is givenbased on the purpose and use of the funds are classified into financing for working capital,investment and consumption. This research was to determine (1 the effect of the growth ofworking capital financing (MK, investment (I, and consumption in Islamic commercial bankingon growth GRDP West Kalimantan. (2 Determine which variables are the most dominantinfluence on GRDP growth in West Kalimantan. Sources of data working capital financing,investment and consumption of Islamic banking statistics obtained from Bank Indonesia whilethe GRDP data from the Central Statistics Agency (BPS of West Kalimantan. The analyticalmethods used were multiple linear regression with a significance level of 0.05. The results of thisresearch indicate that (1 the growth of working capital financing, investment and consumptionin Islamic commercial banking simultaneously the effect on the GRDP growth in WestKalimantan. Partially, on the financing of investment and consumption variables there aresignificant positive effect on GRDP growth West Kalimantan. However, variable financing forworking capital of individual negative and not significant. 2 The most dominant variable effecton the GRDP growth is financing consumption, followed by financing investment and workingcapital. The value of the coefficient of determination Adjusted R2 of 0.489, it means that thefinancing of working capital, investment, and consumption of Islamic commercial banking affectGRDP growth of 48.9 percent. While the rest influenced by other variables not included in thisstudy.

  5. SKRINING FARMAKOGNOSI TANAMAN ETNOFARMASI ASAL KABUPATEN BULUKUMBA YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIKANKER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asni Amin

    2012-06-01

    Full Text Available The use of traditional medicine has long been known and used by the people of South Sulawesi and recorded since the 15th century in lontara 'pabbura. Bulukumba as one of the areas of south Sulawesi inhabited by ethnic of Kajang and ethnic of Makassar has also been used plants to treat several of diseases including. Screening studies pharmacognostic origin Bulukumba conducted to identify medicinal plants used by the community Bulukumba to treat cancer. The research location is the village of Bahari Bonto Lembanna District Bulukumba, The research location is the village Lembana of Bonto Bahari District Regency of Bulukumba, the surveys plants etnofarmasi through sanro (traditional healers, public figures and society who have knowledge of traditional medicine with purposive sampling method. Pharmacognosy screening includes determination etnofarmasi plants that have been collected, organoleptic examination, morphology, anatomy and identification of chemical constituents using color reagent and precipitation reactions. The results obtained five plants etnofarmasi potential for the treatment of cancer, leaf of landep (Barleria prionitis L. Family Acanthaceae, gewor (Basella rubra L Famili Acanhtaceae, pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis Family Loranthaceae, rumput mutiara (Hedyotis corymbosa L. family Rubiaceae dan gondola (Commelina benghalensis L. Family Commelinaceae, with chemical ingredients contain flavonoids, saponins, alkaloids, and tannins. The content of flavonoids and alkaloids in plants has the potential to be used as a cancer treatment. Keywords : Etnopharmacy, anticancer, Pharmacognosy screening. Abstrak Penggunaan obat tradisional telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan dan dibukukan sejak abad ke-15 dalam lontara’ pabbura. Bulukumba sebagai salah satu wilayah Sulawesi Selatan dihuni oleh etnis Makassar dan etnis Kajang juga telah menggunakan tanaman termasuk untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian

  6. Pengaruh Online Customer Review dan Rating Terhadap Kepercayaan dan Minat Pembelian pada Online Marketplace di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Farki

    2017-01-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi telah membuat pergeseran perilaku berbelanja pelanggan dari offline ke online di seluruh dunia termasuk Indonesia, salah satunya ditandai dengan pertumbuhan e-commerce di seluruh dunia yang sedang mengalami peningkatan yang signifikan. Salah satu fitur yang terdapat pada online shop, Online Customer Review (OCR baru-baru ini mendapat perhatian yang cukup besar, baik dalam komunitas akademis maupun bisnis pada hubungannya dengan minat pembelian pelanggan. OCR dianggap merupakan salah satu faktor yang cukup penting dalam memengaruhi kepercayaan maupun minat pembelian pelanggan. Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa OCR memiliki pengaruh terhadap minat pembelian pelanggan di online shop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak OCR pada online marketplace di Indonesia dengan menambahkan variabel baru yaitu rating. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM dengan 313 responden dikumpulkan dari pengguna internet yang pernah berbelanja di online marketplace. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah OCR baik review maupun rating terbukti memiliki hubungan terhadap minat pembelian pelanggan dan menjadi salah satu fitur yang penting, namun bukan faktor yang menyebabkan meningkatnya kepercayaan pelanggan. Oleh karena itu perusahaan online marketplace harus menjadikan review dan rating sebagai salah satu tools marketing utama yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.

  7. PENGARUH PAKAN ALAMI Chaetoceros spp. TERHADAP PERKEMBANGAN DAN SINTASAN LARVA UDANG WINDU, Penaeus monodon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samuel Lante

    2015-09-01

    Full Text Available Pakan alami berupa mikroalga merupakan salah satu faktor pendukung dalam keberhasilan usaha pembenihan udang windu, Penaeus monodon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pakan alami, Chaetoceros spp., yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan sintasan larva udang windu. Penelitian ini menggunakan 15 buah bak fiber berukuran 60 cm x 40 cm x 50 cm dengan volume 120 liter yang disi air sebanyak 100 liter. Kepadatan naupli adalah 90 ekor/liter atau 9.000 ekor/bak dan lima jenis pakan alami Chaetoceros spp. yang diuji yaitu: Chaetoceros simplex, Chaetoceros ceratosporum, Chaetoceros calcitrans, Chaetoceros amami, dan Chaetoceros gracilis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kelima jenis pakan alami memberikan laju perkembangan larva yang relatif sama sampai stadia PL-1. Aplikasi Chaetoceros gracilis memberikan sintasan larva udang windu tertinggi yaitu 41,48% dan dengan Chaetoceros simplex memberikan sintasan larva terendah (28,02%. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa aplikasi Chaetoceros spp. yang berbeda pada pemeliharaan larva berpengaruh terhadap sintasan larva udang windu, namun tidak berpengaruh terhadap laju metamorfosis larva. Aplikasi Chaetoceros gracilis sebagai pakan alami adalah terbaik untuk sintasan larva udang windu.

  8. PROFIL DAN KARAKTER SOSIAL EKONOMI PETANI TANAMAN PANGAN DIBOJONEGORO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kuntoro Boga Andri

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAKPetani Bojonegoro saat ini didorong untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dengan cara optimalisasi pertanian, revitalisasi agribisnis, diversifikasi pertanian dan fasilitasi dari pemerintah daerah. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui profil petani di Kabupaten Bojonegoro yang berisi tentang kondisi petani, kepemilikan lahan, pendapatan dan potensi yang dimiliki, serta menganalisis faktor-faktor penentu yang mempengaruhi perilaku petani dan kondisi sosial ekonomi mereka. Penelitian dilaksanakan dengan memahami dan mengelola data sekunder maupun data primer untuk kemudian dianalisis deskriptif dan finansial untuk mengetahui profil petani dalam usaha bidang petanian, sehingga mampu memberikan solusi dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Hasil analisa usahatani menggambarkan sebagian besar komoditas tanaman pangan yang diusahakan oleh petani di Kabupaten Bojonegoro sudah memberikan tingkat keuntungan yang sangat memuaskan. Meski demikian masih diperlukan optimalisasi penerapan teknologi dan input pertanian agar  potensi  unggulan dapat dimaksimalkan dengan intervensi  berbagai  program meliputi  keseluruhan  proses  mulai  dari  on  farm/ produksi/ hulu  sampai  off  farm/industri/ hilir dan permodalan usahatani.ABSTRACTFarmers in Bojonegoro are currently supported to improve their welfare by means of optimization of agriculture, revitalize agribusiness, agricultural diversification and facilitation of the local government. This study aims to determine the profile of farmers in Bojonegoro which contains the conditions of farmers, land ownership , revenue and potential, and to analyze the determinants that influence the behavior of farmers and their socio-economic conditions. The experiment was conducted with the understanding and managing secondary data and primary data for the analysis to determine the financial and descriptive profile of farmers in the business of agricultural fields

  9. Sebaran Populasi dan Potensi Tanaman Ganitri ( Elaeocarpus ganitrus Roxb di Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Rohandi

    2015-12-01

    Full Text Available Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb merupakan jenis tanaman multiguna yang cukup potensial untuk dikembangkan. Jenis ini sudah mulai dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat khususnya diwilayah Jawa Tengah. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran populasi dan mengetahui potensi tanaman ganitri meliputi informasi geografi dan kondisi ekologisnya. Metode yang dilakukan meliputi : (1 studi literatur dan komunikasi langsung dengan pihak terkait dan masyarakat, (2 survei lapangan untuk pengumpulan data penampilan dan produktifitas tegakan ganitri meliputi : lokasi, luas, tahun tanam, kerapatan tegakan, tinggi, diameter, bentuk batang, sistem penanaman, (3 pengumpulan data primer dan sekunder kondisi tempat tumbuh tanaman ganitri meliputi : letak geografis, ketinggian, curah hujan dan jenis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ganitri di wilayah Jawa Tengah tersebar di hutan tanaman pada ketinggian 0-1.300 m dpl pada jenis tanah regosol, andosol, podsolik coklat, atosol dengan curah hujan 3.500-4.500 mm/tahun. Sebaran hutan tanaman ganitri tidak ditemukan di semua kabupaten, tetapi hanya terdapat di beberapa wilayah/kabupaten yang secara umum ditanam dengan beberapa tujuan yaitu terutama untuk dimanfaatkan bijinya sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK, selain untuk kayu pertukangan serta fungsi lindung. Sebaran hutan tanaman ganitri di Jawa Tengah ditemukan di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Kendal, Brebes, Purworejo, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, Temanggung, Semarang dan Karanganyar. Secara umum, ganitri memiliki kisaran wilayah yang cukup luas mulai dari dataran tinggi sampai dataran rendah, khususnya berada diwilayah Jawa Tengah bagian tengah dan selatan. Pengembangan tanaman ganitri untuk produksi biji dapat ditemukan di Kabupaten Cilacap,Kebumen,Purworejo, dan Banjarnegara. Katakunci: Elaeocarpus ganitrus Roxb, hutan rakyat, Jawa Tengah, sebaran populasi, potensi   Distribution and the potential growth of ganitri

  10. STUDI PERTUMBUHAN LAMUN Enhalus sp DALAM UPAYA PENGELOLAAN PESISIR DI PULAU TANAKEKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifuddin Kune

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan membandingkan pertumbuhan E. acoroides pada satu perlakukan dengan perlakuan lainnya.  Perlakuan A = lamun E. acoroides tanpa kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii,  B = lamun E. acoroides dengan kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii di atasnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa laju pertumbuhan E. acoroides pada semua hamparan baik dengan dan tanpa aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii tidak berbeda nyata. Secara kuantitatif pada hamparan tanpa aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii (A, rata-rata pertumbuhan E. acoroides 1,1695 cm/hari, dan pada kawasan dengan aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii dan hutan mangrove (B, rata-rata pertumbuhan 1,1365 cm/hari.  Hasil pengukuran kualitas air menunjukan  bahwa suhu air, salinitas, pH, kecepatan arus, DO dan kecerahan tidak berbeda nyata antara area lamun E. acoroides dengan maupun tanpa aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii.  Nitrat dan fosfat lebih banyak terdeteksi pada perlakuan lamun E. acoroides dengan budidaya rumput laut K. alvarezii di atasnya (B dibandingkan tanpa kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii (A

  11. KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN VARIASI GENETIK ABALON Haliotis squamata Reeve (1846 HASIL SELEKSI F-1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Permana

    2015-12-01

    Full Text Available Produksi benih abalon Haliotis squamata skala massal di hatcheri telah berhasil dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali. Permasalahan utama dalam budidaya abalon adalah pertumbuhan yang lambat. Keadaan tersebut diduga karena pengaruh faktor genetik dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaan pertumbuhan dan variasi genetik abalon tumbuh cepat hasil seleksi individu. Hasil penelitian ini diketahui bahwa pembentukan populasi F-1 mempunyai pertumbuhan yang lebih baik dengan F-1 kontrol. Peningkatan bobot yang dicapai 22,15 g atau 17,93% lebih baik dibandingkan F-1 kontrol. Keragaman genetik F-1 terseleksi yang ditunjukkan dari nilai heterozigositas adalah (Ho. 0,023 terjadi penurunan 21,7% jika dibandingkan F-0. Hal ini dapat terjadi karena hilangnya beberapa allele dalam proses seleksi. Terdapat hubungan antara jumlah heterozigot pada lokus tertentu dengan pertumbuhan abalon. Hasil ini diharapkan dapat mendukung upaya meningkatkan produksi benih yang mempunyai performa fenotipe dan genotipe unggul sehingga dapat mendukung kegiatan budidaya abalon yang berkelanjutan.

  12. PERTUMBUHAN DAN VARIASI GENETIK IKAN BANDENG, Chanos chanos DARI PROVINSI ACEH, BALI, DAN GORONTALO, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Budi Moria Sembiring

    2018-01-01

    Full Text Available Ikan bandeng, Chanos chanos merupakan salah satu ikan ekonomis penting di Asia. Sejak tahun 1995, di Indonesia sebagian besar benih bandeng diproduksi dari hatchery sekitar Dusun Gondol, Bali Utara baik untuk pasar domestik maupun perdagangan internasional. Dalam rangka meningkatkan kualitas benih, perlu dilakukan perbaikan induk secara genetik menggunakan populasi yang unggul. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data laju pertumbuhan dan variasi genetik induk ikan bandeng yang berasal dari lokasi perairan Aceh, Bali, dan Gorontalo. Pertumbuhan ikan bandeng diamati melalui pengukuran panjang dan bobot benih hingga ukuran 500 g (calon induk, serta variasi genetik diamati menggunakan metode RFLP DNA. Benih dan calon induk masing-masing dianalisis sebanyak 15 ekor. Hasil pengamatan pertumbuhan ikan bandeng mulai dari benih hingga menjadi calon induk, menunjukkan bahwa ikan bandeng dari Aceh dan Bali mempunyai pertumbuhan panjang dan bobot yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ikan bandeng dari Gorontalo, walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (P0.05 were observed among the populations. The genetic analysis showed five haplotypes composite from four restriction enzymes i.e., Mbo I, Hae III, Hha I, and Nla IV at on cytochrome-b sequen. The average number of restriction site was 1-3 haplotypes. Aceh and Bali populations have lower genetic variations (0.080 and 0.000 compared to Gorontalo (0.115.

  13. KONTRIBUSI SEKTOR PARIWISATA TERHADAP GDP INDONESIA TAHUN 2004 - 2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfiah Mudrikah

    2014-10-01

    Full Text Available Abstrak ___________________________________________________________________ Indonesia memiliki kekayaan dan sumberdaya alam yang melimpah serta didukung dengan lautan dan ribuan pulau yang mengelilinginya.Berbagai kekayaan sumberdaya alam yang dimilikinya menjadi potensi tersendiri bagi Indonesia untuk mengembangkan pariwisata terutama dibidang alamnya. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau atau disebut juga sebagai nusantara atau negara maritim, telah menyadari pentingnya sektor pariwisata terhadap perekonomian Indonesia dikarenakan pertumbuhan pariwisata Indonesia selalu di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia (Soebagyo 2012. Maka dari itu pariwisata belakangan ini selalu menjadi pusat perhatian bagi wisatawan untuk mengunjungi tempat wisata tersebut. Industri pariwisata merupakan salah satu cara yang tepat dalam meningkatkan kemajuan ekonomi masyarakat baik lokal maupun global. Pariwisata mempunyai pengaruh dan manfaat yang banyak, diantaranya selain menghasilkan devisa negara dan memperluas lapangan kerja, sektor pariwisata bertujuan untuk menjaga kelestarian alam dan mengembangkan budaya lokal (Dritasto dan Anggraeni 2013. Pada tahun 2008 kepariwisataan Indonesia berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB sebesar Rp. 153,25 trilyun atau 3,09% dari total PDB Indonesia (BPS, 2010. Pada tahun 2009, kontribusinya meningkat menjadi 3,25%. Pertumbuhan PDB pariwisata pun sejak tahun 2001 selalu menunjukkan angka pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan PDB nasional. Walaupun masih menunjukkan angka sementara, pada tahun 2009 pertumbuhan PDB pariwisata mencapai 8,18%, sedangkan PDB nasional hanya 4,37%. Pada tahun yang sama, devisa dari pariwisata merupakan kontributor terbesar ketiga devisa negara, setelah minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit. Peringkat ini menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat sejak tahun 2006 yang hanya menempati peringkat ke-6 dari 11 komoditi sumber devisa

  14. PENGARUH INFUS BUAH PARE (Momordica charantia L TERHADAP KELENJAR PROSTAT TIKUS PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Wien Winarno

    2012-10-01

    Full Text Available Buah pare (Momordica charantia L.. selain dikenal sebagai sayuran juga digunakan sebagai obat tradisional. Beberapa hasil penelitian menyimpulkan bahwa perasan buah pare dapat menurunkan kadar glukosa darah. Sebagai kontrasepsi pria, buah pare terbukti menyebabkan abnormalitas struktur morfologi sperma dan menurunkan kadar testosteron darah. Ekstrak buah pare secara invitro menghambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat. Buah pare mengandung momordisin, momordin, asam resinal dan sterol. Berdasarkan efeknya yaitu dapat menurunkan hormon testosteron, dan secara invitro menghambat sel-sel kanker prostat dan adanya kandungan sterol, maka dilakukan penelitian Pengaruh infus buah pare (M. charantia L. terhadap kelenjar prostat tikus putih. Penelitian menggunakan hewan coba tikus putih, galur Wistar dengan bobot badan 180-200 gram. Rancangan penelitian yang digunakan "Rancangan Acak Lengkap". Bahan yang diteliti berupa infus buah pare dengan dosis pemberian 625 mg, 1250 mg, 2500 mg dan 5000 mg/kg bb. Sebagai pembanding digunakan akuades. Bahan diberikan secara oral, satu kali sehari selama 30 hari. Hari ke-31 hewan dibunuh, diambil kelenjar prostatnya untuk dibuat preparat histopatologi. Pengamatan meliputi berat dan ketebalan sel epitel kelenjar prostat. Hasilnya, pemberian infus buah pare pada semua dasis dibandingkan dengan akuades (kontrol berpengaruh sangat nyata (P<0,01 terhadap berat kelenjar prostat. Sementara infus buah pare dosis 2500 mg/kg bb. berpengaruh sangat nyata (P<0,01 terhadap tebal set epitel kelenjar prostat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa infus buah pare dapat menurunkan berat kelenjar prostat normal dan menipiskan sel epitel dari kelenjar prostat.   Kata kunci : pare, Momordica charantia L., kelenjar prostat

  15. SEKTOR PERTANIAN MERUPAKAN SEKTOR UNGGULAN TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI PROVINSI MALUKU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Esther Kembauw

    2015-10-01

    Full Text Available Pengembangan sektor pertanian merupakan salah satu strategi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi pada masa yang akan datang. Agroindustri sebagai subsistem agribisnis mempunyai potensi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, karena memiliki peluang pasar dan nilai tambah yang besar. Pembangunan agroindustri dapat menjadi pintu masuk proses transformasi struktur ekonomi dari pertanian ke industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan I-O. Tujuan penelitian ini menetapkan subsektor unggulan yang potensial untuk dikembangkan Provinsi Maluku, menganalisa sektor-sektor yang bisa memberikan efek multiplier yang besar, dan mengukur tingkat kontribusi sektor pertanian dan sektor-sektor unggulan dalam pembangunan daerah dan yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengembangkan daerahnya. Penentuan arah dan strategi kebijakan pembangunan wilayah yang berbasis pada kapasitas atau potensi lokal (local spesific wilayah harus mampu mengidentifikasi dan mengembangkan sektor-sektor unggulan selain memiliki nilai tambah dan mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect yang memiliki keterkaitan ke depan maupun ke belakang (linkages terhadap sektornya sendiri dan sektor-sektor lainnya. Percepatan dan pengembangan sektor-sektor unggulan menjadi dasar untuk meningkatkan PDRB. ABSTRACTThe development of agricultural sector is one of the key strategies to spur economic growth in the future. Agro-industry as a subsystem of agribusiness has potential as a driver of economic growth, because it has a market opportunity and a great added value. Agro-industry development can be the entrance to the structural transformation of the economy from agriculture to industry. This study uses the I-O approach. The objective of this study set seed sub-sector with the potential to be developed Maluku province, analyze the sectors that can provide a large multiplier effect, and measure the level of contribution of the agricultural sector and leading sectors in regional

  16. Pertumbuhan Dan Produktivitas Sawi Pak Choy (Brasica Rapa L.) Pada Umur Transplanting Dan Pemberian Mulsa Organik

    OpenAIRE

    Pribadi, Gandhi Yudhistira; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik

    2014-01-01

    Potensi produksi tanaman pak choy belum optimal, rendahnya produksi pak choy dikarenakan pada teknik budidayanya petani cendrung tidak memperhatikan kondisi lingkungan mikro dan masih belum adanya standart transplanting yang tepat. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan teknik budidaya pak choy dengan penggunaan mulsa dan saat transplanting yang tepat. Dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2013 di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji - Batu. Penelitian menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok Faktoria...

  17. KARAKTERISTIK DAN PERSEPSI MASYARAKAT DESA WONOASRI, KECAMATAN TEMPUREJO, KABUPATEN JEMBER TERHADAP KEGIATAN PEMULIHAN EKOSISTEM TAMAN NASIONAL MERU BETIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dodit Ari Guntoro

    2017-04-01

    Full Text Available Pemulihan Ekosistem di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB dilakukan sebagai upaya untuk mencapai suatu kondisi masa depan tertentu sesuai dengan tujuan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan persepsi masyarakat desa Wonoasri terhadap kegiatan Pemulihan Ekosistem.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel  dilakukan secara acak terhadap 34 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Mitra Rehabilitasi (KETANMERAH. Data selanjutnya dianalisa menggunakan pendekatan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik masyarakat desa Wonoasri berusia produktif dan rata-rata telah berpartisipasi selama 13 tahun. Persepsi petani KETANMERAH terkait pengetahuan Pemulihan Ekosistem dan kesediaan melakukan pembibitan mandiri memiliki nilai tinggi dikarenakan Program Rehabilitasi di TNMB telah berjalan sejak tahun 1999. Persepsi terkait jumlah tanaman pokok yang dipersyaratkan dan kesediaan meninggalkan lahan rehabilitasi memiliki nilai sedang. Hal ini terkait jumlah dan jenis tanaman pokok petani yang belum sesuai Kesepakatan serta ketergantungan yang tinggi terhadap lahan rehabilitasi.CHARACTERISTIC AND PERCEPTION OF WONOASRI COMMUNITY TEMPUREJO DISTRICT JEMBER ON ACTIVITIES OF ECOSYTEM RECOVERY IN MERU BETIRI NATIONAL PARKABSTRACTEcosystem recoveryin Meru Betiri National Park (TNMB was conducted to reach a certain condition as it listed in the objective of management. This research was conducted to evaluate the characteristic and perception of Wonoasri communityon the activities of ecocystem recovery. This reseach method was descriptive. Data were collected random on thirty-four (34 respondens member of  KelompokTani Mitra Rehabilitasi (KETANMERAH. Data were then analyzed with Likert scale. The results showed that charateristic of  Wonoasri community involved in therecovery activities were in productive age. The average of their participations in those

  18. TRANSMISI GEN PhGH DAN PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN LELE AFRIKA (Clarias gariepinus TRANSGENIK GENERASI KETIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Huria Marnis

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi transmisi transgen PhGH dan performa ikan lele Afrika transgenik generasi ketiga (F3 yang meliputi pertumbuhan, rasio efisiensi konversi pakan, konsentrasi hormon pertumbuhan dan hormon IGF-I. Ikan lele transgenik F3 telah diproduksi dengan meyilangkan ikan lele transgenik F2 dengan non-transgenik. Deteksi transgen (PhGH dilakukan menggunakan metode PCR. Analisis hormon pertumbuhan dan hormon insuline-like growth factor (IGF-I menggunakan sampel serum darah dan metode enzyme linked immunosorbent assay (ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan lele transgenik F3 yang digunakan pada pengujian ini terdeteksi positif membawa transgen dengan ukuran fragmen gen sebesar 1.500 bp. Transmisi transgen dari induk F2 ke F3 berkisar 0-75%. Pertumbuhan bobot populasi ikan lele transgenik F3 lebih tinggi 51,26% dibandingkan dengan ikan lele non-transgenik (P<0,05. Pertumbuhan bobot populasi ikan transgenik mencapai 484±60,3 g, sedangkan pertumbuhan bobot ikan non-transgenik 319,98±65,3 g. Nilai rasio konversi pakan ikan lele transgenik F3 sebesar 0,89 sedangkan non-transgenik 1,30. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi pakan ikan lele transgenik F3 lebih tinggi dibandingkan dengan ikan non-transgenik (P<0,05. Ikan lele transgenik mempunyai konsentrasi hormon pertumbuhan (5,67±2,65 ng/mL yang lebih tinggi (P<0,05 jika dibandingkan dengan ikan lele non-transgenik (3,00±1,41 ng/mL. Ikan lele transgenik juga memiliki kandungan hormon IGF-I (6,63±0,11 ng/mL lebih tinggi (P<0,05 dibandingkan dengan ikan lele non-transgenik (5,38±0,63 ng/mL. Tingginya konsentrasi hormon pertumbuhan dan hormon IGF-I dapat mewakili performa pertumbuhan dan efisiensi penggunaan pakan pada ikan lele transgenik. The aim of this study was to determine the transmission of a transgene (PhGH and to evaluate the performance of F3 transgenic African catfish, such as body weight, feed conversion ratio (FCR, growth hormone and IGF-I hormone

  19. Laju Pertumbuhan SomatikKappaphycus alvarezii Di Perairan Desa Sathean Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nally Y.G.F. Erbabley

    2014-05-01

    Full Text Available Rumput laut Kappaphycus alvareziidijadikan unggulan bagi pengembangan dan peningkatan komoditi sumber daya laut di Maluku Tenggara dan merupakan komoditas unggulan yang ditetapkan oleh PEMDA Maluku Tenggara. Aspek penting dan karakteristik menguntungkan yang berkaitan dengan pengembangan budidaya rumput laut ini antara lain meliputi aspek ekonomi, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan harian (pertumbuhan somatik Kappaphycus alvarezii varieatas hijau dan coklatdi perairan desa Sathean Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara.Penelitian dilakukan di perairan desa Sathean pada bulan Januari-September 2013 dengan 2 (dua perlakuan bibit yang dipelihara selama 6 kali musim tanam.Pemeliharaan Kappaphycus alvarezii menggunakan metode longline. Hasil penelitian menunjukanparameter kualitas air diamati secara in-situ selama pemeliharaan berlangsung.Oksigen terlarut (DO pada stasiun I - III berkisar antara 3.4-4.58  ppm,  suhu  300C,  salinitas  antara  27-32  ppt,  pH  berkisara  antara  8.15-8.26. Sedangkan nilai nitrit (NO2 0.009 mg/L, nitrat (NO3 < 5 mg/L,  ammonia (NH3 berkisar antara 0.0010– 0.126mg/L dan phosphat (PO4 berkisar antara <0.25 mg/L.Laju pertumbuhan harian dan laju pertumbuhan rata-rata harian Kappaphycus alvarezii selama pemeliharaan (42 hari adalah nilai rata-rata pengukuran rumpur laut pada long line 1- long line 5, dengan periode penanaman I - IV di desa Sathean diperoleh untuk bibit varietas hijau (BHT berat rata-rata tertinggi ditemukan pada periode penanaman IV pada long line 4 dengan berat yaitu 407 gr sedangkan nilai rata-rata terendah ditemukan pada periode penanaman I pada long line 5 dengan berat 24 gr. Sebaliknya berat  rata-rata rumput laut dengan bibit varietas coklat (BCT ditemukan bahwa berat tertinggi masih pada periode ke IV long line ke 2, dengan berat 427 gr sedangkan berat terendah ditemukan pada periode penanaman I long line 5 dengan berat 52 gr. Waktu tanam pada bulan

  20. STUDI KEBIJAKAN DEVIDEN: ANTESEDEN DAN DAMPAKNYA TERHADAP HARGA SAHAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Werner R. Murhadi

    2008-01-01

    ownership to dividend policy found by result which do not support agency theory. Life Cycle theory in this research is obtained by result which is research confirmation before all, where there are influence of cycle step of company life to dividend policy. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan untuk menguji teori signaling deviden pada kondisi pasar modal di Indonesia. Teori signalling menyataan bahwa kebijakan deviden memiliki kandungan informasi, sehingga hal ini dapat berpengaruh terhadap harga saham. Pengujian teori signalling ini berkaitan dengan fenomena penelitian di manca negara yang menunjukkan bahwa secara persentase terjadi penurunan perusahaan yang membayarkan deviden. Penelitian ini juga melakukan pengujian teori keagenan. Dalam penelitian ini teori keagenan dipergunakan untuk menguji pengaruh: (1 Aliran Kas Bebas terhadap harga saham, (2 Struktur Kepemilikan terhadap harga saham, dan (3 Struktur kepemilikan terhadap kebijakan deviden. Penelitian ini juga menguji teori daur hidup, dengan melihat pengaruh tahapan daur hidup perusahaan terhadap kebijakan deviden. Perusahaan yang masuk dalam tahap pertumbuhan cenderung untuk tidak membagikan deviden, dibandingkan dengan perusahaan pada tahapan matang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode path analysis. Penelitian ini menggunakan sampel berupa perusahaan yang membagikan deviden untuk periode 1995-2005 yang terdaftar di PT Bursa Efek Jakarta. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 1052 tahun observasi. Dalam penelitian ini juga dilakukan uji sensitifitas dengan memperlebar waktu even dari 1 hari pada model utama, menjadi 5 dan 10 hari. Selain itu uji sensitifitas juga dilakukan dengan mengganti pendekatan market model menjadi mean adjusted model dalam menentukan expected return. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teori signalling masih relevan dalam mempengaruhi pergerakan harga saham. Selain itu, temuan penelitian juga menunjukkan

  1. Pengaruh Negative Framing dan Adverse Selection terhadap Eskalasi Komitmen

    OpenAIRE

    Arimawan, Muhammad Sandi; Sukirno, Sukirno

    2014-01-01

    Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh negative framing terhadap eskalasi komitmen, (2) Pengaruh adverse selection terhadap eskalasi komitmen, (3) Pengaruh negative framing dan adverse selection secara bersama-sama terhadap eskalasi komitmen, (4) Pengaruh negative framing terhadap eskalasi komitmen dimoderasi locus of control, (5) Pengaruh adverse selection terhadap eskalasi komitmen dimoderasi locus of control, (6) Pengaruh negative framing dan adverse selection se...

  2. PENGARUH APLIKASI URIN KAMBING DAN PUPUK CAIR ORGANIK KOMERSIAL TERHADAP BEBERAPA PARAMETER AGRONOMI PADA TANAMAN PAKAN INDIGOFERA SP.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Abdullah

    2011-08-01

    Full Text Available An experiment has been done during 6 months period in order to study the effect of goat urine and comersial liquid organic fertilizer (NASA® as fertizers on some agronomic parameters which are related with potential forage production. Completely randomized design was used in this experiment which is consist of PO = control, P1 = 50% goat urine + 50% mineral water, P2= 100% urine, P3= NASA 0.25%, P4 NASA= NASA 0.50% and P5 = NASA 0.75%, with 5 repetitions. Some agronomic parameters observed were biomass production of tajuk, leaves dry matter production, numbers of leafs and leaf square. To observe the effect of goat urine observation were conducted in two growth periodes. The results of the experiment showed that the application of goat urine and comercial liquid organic fertilizer produce better results in all treatments compared to control. 100% goat urine treatment showed that better results in all parameters compared to commercial liquid organic fertilizers

  3. Fitoremediasi Tanaman Akar Wangi (Vetiver zizanioides Terhadap Tanah Tercemar Logam Kadmium (Cd Pada Lahan TPA Tamangapa Antang Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfia Patandungan

    2016-07-01

    Full Text Available One example of soil contamination on land landfill is (TPA Makassar. The method of prevention is phytoremediation of the contaminated land. This study examined the ability of the plant will vetiver (Vetiver zizanioides in reducing the levels of Cd in the soil. To increase the potential of these plants to remediate Cd, the soil where the plants grow is combined with compost in which bacteria within the compost might improve the absorption of Cd. Planting medium used is pure soil and compost from Tamangapa Makassar. Research carried out for 28 days with a variation of the study. The composition of the media that the contaminated soil (TT metal kadmium  (Cd  and compost (K with a ratio of 100% (TT: 0 K, 5 (TT: 1 (K, 4.5 (TT: 1.5 (K and 4 (TT: 2 (K. The results shwed that vetiver plants were able to absorb Cd of 0,298 mg/Kg so it can be concluded that the composition of the planting medium with a combination of compost less significant because the combination of the contaminated soil with compost are less precise in  helping vetiver plants accumulate or reduce metal pollution cadmium in  contaminated soil Tamangapa Antang Makassar.

  4. Aktivitas Antivirus Beberapa Ekstrak Tanaman terhadap Bean Common Mosaic Virus strain Black Eye Cowpea (BCMV-BIC pada Kacang Panjang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Asmira Damayanti

    2014-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Antivirus actitivity of several plant extracts against Bean common mosaic virus strain Black eye cowpea (BCMV-BlC on Yard long bean.  Bean common mosaic virus (BCMV is an important virus on yard long bean and it is difficult to control. One of control effort way by utilizing antiviral substances of plant origin. The research was done to select and test the effectiveness of plant extracts in suppressing BCMV infection on yard long bean. Twenty two plant extracts were selected by (1 spraying the crude extract to Chenopodium amaranticolor leaves, then plant inoculated by BCMV 1 hour after spraying, and (2 mixturing the crude extract with sap containing BCMV, then inoculated mechanically to C. amaranticolor.  Local necrotic lesion  number and inhibition percentage are measured. All plant extract treatments were able to reduce Necrotic lokal lesion  formation significantly  compared to untreatment control. Further, fifteen plant extracts were selected to test their effectiveness in controlling BCMV on yard long bean in green house trial. The results showed that except geranium and red ginger treatment, other extract treatments were able to reduce significantly the disease incidence and severity, symptoms, and  BCMV titer, respectively. Among tested extracts, Bougainvillea spectabilis, Mirabilis jalapa, and Celosia cristata are the most effective crude extracts in suppressing BCMV infection.

  5. PENGARUH PERBEDAAN PENGELOLAAN AGROEKOSISTEM TANAMAN TERHADAP STRUKTUR KOMUNITAS SERANGGA PADA PERTANAMAN KEDELAI DI NGALE, KABUPATEN NGAWI, JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lutfi Afifah

    2015-03-01

    Full Text Available Effect of different agroecosystem management on community structure of insects in soybean crop in Ngale, Ngawi District, East Java. Insect community structures in agroecosystem may always change. Agroecosystem management techniques affect insect community structure. The aim of this study was to determine the diversity and composition of insects on soybean plants under different pest management systems and varieties. The experiment design was split plot with varieties (Anjasmoro and Wilis as the main plots and pest management systems (Integrated Pest Management (IPM, Non-Chemical Management (P-NK, Chemical Management (P-K, and Control as the sub plots. There were ten insect sampling sessions for each plot. Samplings were done in June until September 2013 using pitfall traps, sticky traps, sweep net, and yellow pan traps. Statistically the results of experiment showed that varieties and pest management had no significant differences to the insects diversity. Herbivore and beneficial insect in soybean crop had differences composition between varieties Anjasmoro and Wilis. In both soybean Anjasmoro and Wilis varieties, herbivore populations tend to be higher in the control plots compared to the IPM plots. Abundance of decomposers, parasitoids, and predators tend to be higher in the control and P-NK plots which were without the use of synthetic insecticides compared to the IPM and P-K plots which were given the treatment of synthetic pesticides. This indicates that the use of pesticides causes decrease in the beneficial insect populations such as pollinator, parasitoids, and predators.

  6. EFEKTIFITAS DAYA HAMBAT BAKTERI Streptomyces sp TERHADAP Erwinia sp PENYEBAB PENYAKIT BUSUK REBAH PADA TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis Mill

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SARMILA TASNIM

    2013-05-01

    Full Text Available Streptomyces sp was conducted from December 2010 - June 2011 at the Laboratoryof Microbiology, Biology Department, Math and Science Faculty, UdayanaUniversity Bukit Jimbaran-Bali. Implementation stages of the research consisted ofisolation and testing of the antibiotic activity Streptomyces sp to inhibit growthbacterial pathogens Erwinia sp as a cause of disease in plants fallen foul (Soft rot ofAloe barbadensis Mill.The results of this study have eight isolates of Streptomyces spwith macroscopic and microscopic characters are varied. Furthermore, all isolateswere obtained and then tested against antibiotic activity to inhibit growth the bacteriaErwinia sp. Test results obtained by Streptomyces sp that has the most effective ininhibiting the ability of the bacteria Erwinia sp isolates are Streptomyces sp2for (45%.

  7. Pemberian Zeolit Dan Arang Sekam Pada Lahan Sawah Tercemar Limbah Pabrik Terhadap Pb Tanah Dan Tanaman Padi

    OpenAIRE

    Juliana, Ester; Sarifuddin, Sarifuddin; Jamilah, Jamilah

    2015-01-01

    This study aimed to determine the effect of zeolites and rice husk to soil Pb and growth and production of paddy rice. The research was conducted in the screen house at Faculty of Agriculture USU and soil analyzed at the Laboratory Institute for Agricultural Technology ( BPTP) Medan North Sumatra . This experiment using a factorial randomized block design with two factors , namely zeolite treatment consists of 3 levels: Z0 = 0 g / pot , Z1 = 12.5 g / pot , Z2 = 25 g / pot and rice Husk consis...

  8. Uji Antagonisme Jamur Trichoderma koningii dan Trichoderma harzianum Terhadap Penyakit Bidang Sadap Tanaman Karet Mouldy rot (Ceratocystis fimbriata) di Laboratorium

    OpenAIRE

    Marbun, Harif Nepen

    2016-01-01

    The objective of the research wasto test antagonism ability of Trichoderma koningii andTrichoderma harzianumto control Ceratocystis fimbriatain laboratory. The research was conducted at Laboratory of Research Agency of Rubber, Sungei Putih from April to December 2015. It was done by using Completely Randomized Design (CRD) non factorial with three treatments and eight replications. The results showed Trichoderma koningii andTrichoderma harzianumpotential as biological agents to control Cerato...

  9. Pengaruh Pemberian Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA Campuran terhadap Kemunculan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Najmah Farhati

    2017-09-01

    Full Text Available Melon (Cucumis melo L. has economic potential to be cultivated because the fruit contains protein, fat, carbohydrate, calcium, phosphor, fiber, iron, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, and niacin. Fusarium wilt caused by Fusarium oxysporum will decrease melon crop production. One of controlling method to Fusarium wilt diseases on melon plants which safe for environtmental by using biological control. One of microorganisms which can be biological control agent is Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM. This research use experimental method with a Completely Randomized Design (CRD. The experimental treatment consists of two types of treatment which combine 5 doses of VAM mixture ( 0 g/plant, 10 g/plant, 12,5 g/plant, 15 g/plant, 17,5 g/plant and two inoculation method VAM is inoculated when seeds are planted and inoculation when the seedlings are replanted. Each treatment was repeated 3 times and each unit consist of three plant, so there are 30 units of experiments or 90 plants. The main variabels are observed consist of the incubation periode of the disease and the intensity of fusarium wilt and the supporting variabels consist of pH, temperature, humidity, and the scale of infection. The mixed MVA 15 g/plant dosage inoculated when seeds are planted and 15 g/plant dosage inoculated when the seedlings are replanted is the most effective to suppress incubation period of Fusarium wilt disease.

  10. Uji Antagonis Trichoderma harzianum Terhadap Fusarium spp. Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Cabai (Capsicum annum) Secara In Vitro

    OpenAIRE

    Mukarlina; Khotimah, Siti; Rianti, Reny

    2010-01-01

    Fusarium spp., the causal agent of Fusarium wilt disease, infect sweet pepper inflicting damages on the roots, stems, leaves, flowers, and fruits. Infection of Fusarium spp. on some crops can be controlled by using Trichoderma harzianum as a biological control agent. The aims of this study were to determine: 1) the species of Fusarium infecting sweet pepper; and 2) the in vitro antagonistic potential of T. harzianum in controlling Fusarium spp. in vitro. The study was conducted fr...

  11. PENGARUH MACAM MULSA DAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa, L.) VAR. NEW GRAND RAPID

    OpenAIRE

    Herumia, Mia; Haryono, Gembong; Susilowati, Yulia Eko

    2017-01-01

    The research on the effect of mulch kinds and the effect of chiken manure doses to the lettuce yield (Lactuca sativa, L.) var New Grand Rapid. Experiment conducted in August until October 2016. Location of experiment in Dukuhan, Sumber, Dukuh, Magelang. The latitude is 663 m. The soils regosol with pH 6,3. The research method used factorial experiment (3x4) arranged in a randomized complete block design with three blocks. The first factor is mulch kind, transparant plastic mulch, black silver...

  12. Pemanfaatan lumpur limbah industri penyamakan kulit untuk kompos dan pengaruhnya terhadap kandungan krom dalam tanaman uji (jagung dan sawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sutyasmi

    2004-07-01

    Full Text Available The aim of this study is to use waste sludge from leather tanning industry for compos and its influence to chromium content in the treatment plant (Zea mays and Brassica chinensis L. In such way it is useful for agriculture and it can prevent the environment pollution. Sludge from leather tanning waste water treatment is around 250 kg per ton hide/skin being processed. If it is not be managed, this kind of sludge will distributes bad smell because of the highly protein content. The nitrogen content within the sludge varies from 2 – 10 %, calcium 10 – 30 %, chromium 0.2 – 3 %, so it is comfortable to use for compos. The activities for making compos were carried out in one of the leather tanning industries in Yogyakarta. Compos was made by following the Windows method with the composition of sludge 45%, rice shell 14.8 %, rice bran 0.2 %, earth 40% and P. Bio 100 ml per kilogram compos mixture. The results of raw sludge of raw sludge analysis before to be used for making compos was N total 2.163%, C organic 44.60%, P. total 0.24%, the available P was 0.012 %, K total 0.54 %, the available K was 0.3 %, C/N ratio was 20.62 and chromium content was 0.39%. the result of compos analysis was N total 0.605%, C organic 82.23%, P total 0.11%, the available P was 0.038%, K total 0.017%, the available K was 0.69%, C/N ratio was 135.98 and chromium content was 0.26%. compos then used for fertilize to Zea mays and Brassica chinensis L and their growth rate were noticed and the chromium content in the Zea mays and Brassica chinensis L was analyzed in the part of roots, stems, leaves and fruits. Based on the noticed and analyzed data could be seen that chromium content in the Zea mays were not be detected; whereas the chromium content in Brassica rugosa were 28.76 g/kg in roots, 30.78 g/kg in stems, 15.30 30.78 g/kg in leaves. It is suggested that this kind of compos don not used for vegetable but for high plants.

  13. PENGARUH INOKULASI MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA (MVA CAMPURAN TERHADAP KEMUNCULAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uswatun Hasanah

    2017-03-01

    Full Text Available Tomato has an important role to fullfil the nutrition of society. The most important problem in the cultivation of tomatoes is fusarium wilt caused by Fusarium oxysporum it will attacking the plants from nursery to adult. One of the alternative control is use the Vesicles Arbuscular Mycorrhizae (VAM. The success of VAM infection in plants is determined by the dose and the inoculation. The aim of this research is to determine the effect of dose and mixture VAM inoculation to against the emergence of fusarium wilt in tomato plants and to determine the dosage mixture VAM inoculation as the most effective way for controlling fusarium wilt in tomato plants. The method of this research used experimental with completely randomized design. The experimental treatment consists of two types of treatment that are combined with used 5 doses of VAM mixture (0 g/plant, 10 g/plant, 12,5 g/plant, 15 g/plant, 17,5 g/plant and used two ways of inoculation ( inoculation when the seed is planted and inoculation when transplanting the seeds. Each treatment was repeated 3 times and each test are three plants. The parameters was observed the incubation period of the disease and the intensity of fusarium wilt as the main parameter and the measurement of pH, temperature, humidity room, and the degree of infection as supporting parameters. The results of this research showed that the dosage and inoculation of VAM mixture is not able to reduce the emergence of fusarium wilt on tomatoes, but it was able to extend the incubation period of fusarium wilt on tomato plants a dose with 10 g /plant inoculated plants when the seeds are planted and inoculation when transplanting the seeds.

  14. DAMPAK APLIKASI HERBISIDA IPA GLIFOSAT DALAM SISTEM TANPA OLAH TANAH (TOT TERHADAP TANAH DAN TANAMAN PADI SAWAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Dharma Kesuma

    2015-07-01

    Full Text Available Weed is one of the important constraints in rice production, and therefore its effective control measure should be considered that the production can be optimized. The application of no tillage by using herbicide is assumed more effective and efficient than conventional one. However, herbicide which is used as contionusly can influence residue in soil, plant and rice. The objectives of the research were to analyze the effect of no tillage and its combination of IPA glyphosate herbicide concentration levels to rice productivity and to analyze IPA glyphosate herbicide residue in soil, straw and rice. The study was conducted in the field by using IPA glyphosate herbicide with five treatments, namely maximum tillage (Gm, no herbicide spraying (G0, glyphosate herbicide doses 1.5 l ha-1(G1, 3 l ha-1 (G2 and 4.5 l ha-1(G3. The analysis of glyphosate residue was done in soil, straw and rice samples by using HPLC (high performance liquid chromatography method. The research results showed that Gm and G1 treatments had highest with rice yield average were 938 g m-2 and 728 g m-2, respectively. Gm treatmen more profitable with R / C ratio of 1.84 with a profit of Rp 13.714 million, but using more labor than G1 treatment. Thereby, no-tillage treatment (G1 could be done by using glyphosate herbicide in doses 1.5 l ha-1, economically. Glyphosate contained in soil samples, straw, and rice proved that using of gyphosate intensively could have negative impacts on soil microbial activity, plant resistance to plant diseases and residue of glyphosate carried by plants. Glyphosate residue concentration was highest found on rice sample in treatments G3 was 0.272 mg kg-1. These glyphosate residual values on rice was highest than maximum residue limit which was decided by Indonesia government (0.1 mg kg-1. Glyphosate residues contained in food is not within safe limits if taken every day and can cause adverse effects to human health. Keywords: glyphosate herbicide, maximum residue limits, paddy field, weed control

  15. Daya Bunuh Hand Sanitizer Berbahan Aktif Alkohol 59% dalam Kemasan Setelah Penggunaan Berulang terhadap Angka Lempeng Total (ALT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isnaeni Walidah

    2014-03-01

    Full Text Available Kebersihan merupakan tahap awal untuk menjaga pola hidup sehat dan terhindar dari penyakit. Pencegahan penyebaran penyakit salah satunya adalah dengan mencuci tangan menggunakan antiseptik hand sanitizer.  Hand sanitizer berbahan aktif alkohol 40 – 80%  mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tetapi pemakaian hand  sanitizer yang tidak langsung habis akan mempengaruhi kualitas hand sanitizer Penggunaan berulang hand sanitizer akan mempengaruhi kemampuan bahan aktif dalam membunuh kuman karena alkohol sebagai bahan aktif pada hand sanitizer memiliki sifat yang mudah menguap. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya bunuh hand sanitizer berbahan aktif alkohol 59% dalam kemasan setelah penggunaan berulang terhadap angka lempeng total. Metode  penelitian analitik observasional, menggunakan 10 responden yang diuji angka lempeng total pada tangan setelah penggunaan berulang hand sanitizer dari volume 50 ml sampai dengan ± 25 ml dan dari volume ± 25 ml sampai dengan ± 12,5 ml. Hasil penelitian menunjukkan daya bunuh hand sanitizer berbahan aktif alkohol 59% dalam kemasan setelah penggunaan berulang dari volume 50 ml sampai volume ± 25 ml sebesar  21,38%. Sedangkan daya bunuh hand sanitizer pada penggunaan berulang  hand sanitizer dari volume ± 25 ml sampai dengan volume ± 12,5 ml sebesar 15,83%. Ada pengaruh penggunaan berulang hand sanitizer berbahan aktif alkohol 59% dalam kemasan terhadap jumlah angka lempeng total

  16. Pengelolaan Kutu Kebul (Bemisia tabaci Gen. dengan Sistem Barier pada Tanaman Tembakau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Maruto Aji

    2015-07-01

    Full Text Available Since 2009, the leaf curl disease was observed on tobacco plants grown under net shadow of PTPN X (Persero and has caused yield losses up to 70%. The disease was likely to be associated with the existence of a high population of the sweet potato whitefly (Bemisia tabaci Gen. and the symptoms resembled that reported for Begomovirus infection on eggplant and tomatoes. This study aimed to know the effectiveness of physical barriers in combination with a biological barrier to avoid B. tabaci in infesting the farm. The research was done by monitoring tobacco diseases to measure the diseases intensity. Research for the management of insect vectorsB. tabaci were done based on two pretexts: (1 physical barrier using the type of net; and (2 combinations of a net with a plant (corn belt. The result showed that an effective control was obtained using a net with higher mesh size rather than using a standard net with low mesh size which was presently used by PTPN X (Persero. Corn barrier did not effective to control B. tabaci except as a wind breaker. INTISARI Peningkatan populasi kutu kebul (B. tabaci Gen. di daerah Klaten, Jawa Tengah pada tahun 2009 ternyata menjadi penyebab mewabahnya penyakit kerupuk pada tanaman Solanaceae di wilayah tersebut. Tanaman tembakau cerutu Vorstenlanden milik PTPN X (Persero yang ditanam di area bawah naungan (TBN yang berada di wilayah tersebut turut terjangkit wabah penyakit kerupuk setelah sebelumnya terindikasi terjadi peningkatan jumlah kutu kebul. Wabah penyakit kerupuk pada tembakau cerutu Vorstenlanden milik PTPN X (Persero telah menurunkan hasil hingga 70%. Gejala penyakit pada tembakau berupa penyakit kerupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan barier fisik sebagai langkah awal untuk mengendalikan populasi kutu kebul pada pertanaman tembakau cerutu milik PTPN X (Persero. Penelitian dimulai dengan memonitoring populasi kutu kebul dan peningkatan intensitas penyakit kerupuk pada tanaman

  17. Efek Antibakteri dari Rebusan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees dan Produk Herbal Sambiloto Terhadap Staphylococcus Aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adriyan Sikumalay

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakSambiloto (Andrographis paniculata Nees merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai khasiat, salah satunya sebagai antibakteri.  Staphylococcus aureus merupakan penyebab utama infeksi. Penggunaan Sambiloto di masyarakat saat ini mempunyai beberapa pilihan diantaranya dengan membuat rebusan langsung dari daun sambiloto ataupun dengan membeli produk herbal sambiloto yang dijual di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah menentukan efek antibakteri dari rebusan daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees dan produk herbal sambiloto terhadap Staphylococcus aureus. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan sembilan kali pengulangan menggunakan metode difusi. Penelitian dilakukan di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang dari Maret  sampai Desember 2014. Sambiloto diekstrak dengan metode infusum. Kontrol yang digunakan adalah amoksisilin. Hasil penelitian memperlihatkan tidak ada daerah bebas kuman di sekitar cakram disk yang telah mengandung sambiloto. Kesimpulan hasil ini ialah rebusan daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees dan produk herbal sambiloto tidak mempunyai efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.Kata kunci: sambiloto, staphylococcus aureus, infusum AbstractBitter (Andrographis paniculata Nees is a medicinal plant that have various benefits, such as an antibacterial. Staphylococcus aureus is a major cause of infection. The use of bitter in today's society has several options such as by making direct decoction of the leaves of bitter or by buying herbal products of bitter sold in the market. The objective  of this study was to determine the antibacterial effect of decocted leaf of bitter (Andrographis paniculata Nees and herbal products of bitter against Staphylococcus aureus.This type of research was experimental with nine repetitions using diffusion method. This research was conducted in the laboratory of Microbiology Faculty of Medicine Andalas University Padang in March to

  18. PEMANGKASAN AKAR DAN INOKULASI JMA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN FITOREMEDIASI TANAH TERCEMAR MERKURI AKIBAT PENAMBANGAN EMAS OLEH TANAMAN JATI DI KOKAP KULON PROGO YOGYAKARTA (Under ground root pruning and JMA inoculation to improve phytoremediation of soil contaminated with mercury due to gold mining by Tectona grandis in Kokap Kulonprogo Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhsin Zulkoni

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan akar (underground root pruning/URP terhadap fitoremediasi tanah yang tercemar merkuri di Kokap Kulon Progo Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah URP, yaitu dengan dan tanpa URP. Faktor kedua ialah takaran Jamur Mikoriza Arbuskula (JMA, meliputi 0; 50; 100, dan 150 g/pot. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa pemangkasan akar serta inokulasi JMA ke dalam tanah sisa olahan penambangan emas telah berhasil memacu proses fitoremediasi melalui perluasan rizosfer. Serapan merkuri oleh tanaman Jati yang menjalani pemangkasan akar serta inokulasi JMA sebanyak 100% paling tinggi dibanding perlakuan lain maupun kontrol. Pada perlakuan ini, efisiensi penurunan merkuri di dalam tanah oleh tanaman jati sebesar 88,61%, sedangkan kontrol hanya mencapai 64,11%.   ABSTRACT This study aims to determine the effect of underground root pruning (URP of the mercury-contaminated soil phytoremediation in Kokap Kulon Progo, Yogyakarta. This study was conducted using complete randomized block design with three replications. The first factor is the URP, that divided as with and without URP (root pruning. The second factor is the dose of JMA, are 0; 50; 100, and 150 g/pot. Results of studies have proven that the root pruning and inoculation of JMA into the residual gold mining soil has successfully accelerated the process of phytoremediation through the expansion of the rhizosphere. Mercury uptake by Tectona grandis, Linn F that is with root pruning and 100% JMA inoculation are highest other treatment and control. In this treatment, the removal efficiency of mercury in the soil by plants amounted to 88.61% identity, meanwhile control only reached 64.11%.

  19. PENGARUH FAKTOR-FAKTOR EKONOMI TERHADAP INFLASI DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adrian Sutawijaya

    2015-04-01

    Full Text Available Price stability or inflation control is one of the major macroeconomic issues. Inflation received special attention in the economy of Indonesia. Every time there is a distortion in the society, politic or economic development, people always relate it to inflation. Low and stable inflation is a stimulator of economic growth. The variables that will be examined in this study are interest rate, investment, money supply, and exchange rate. This study is using data from the Central Statistics Agency (BPS, and Bank Indonesia (BI between 1985-2005. The research data were analyzed by using OLS (Ordinary Least Square. The study indicates that interest rate, money supply, investment, and exchange rates simultaneously effect the inflation in Indonesia. Interest rate has a positive influence 1289%. Money supply will has a positive influence on inflation 0.001%. Investment negatively impact inflation -0.0001802%. Exchange rate has a positive impact on inflation 0.00427%. Stabilitas harga atau pengendalian inflasi merupakan salah satu isu utama ekonomi makro. Inflasi mendapat perhatian khusus dalam perekonomian Indonesia. Setiap kali ada distorsi di masyarakat, politik atau ekonomi, orang selalu mengaitkannya dengan inflasi. Tingkat inflasi yang rendah dan stabil akan menjadi inflasi stimulator pertumbuhan ekonomi. Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah tingkat suku bunga, investasi, uang beredar, dan nilai tukar. Penelitian ini menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS dan Bank Indonesia (BI antara 1985-2005. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan OLS (Ordinary Least Square. Studi ini menunjukkan bahwa tingkat suku bunga, jumlah uang beredar, investasi, dan nilai tukar secara simultan mempengaruhi inflasi di Indonesia. Tingkat bunga memiliki pengaruh positif 1,289%. Uang beredar akan memiliki pengaruh positif terhadap inflasi 0,001%. Investasi berdampak negatif inflasi -,0001802%. Kurs memiliki dampak positif pada inflasi 0,00427%.

  20. HUBUNGAN PANJANG BADAN LAHIR TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 12 BULAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitrah Ernawati

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTGrowth retardation such as stunting among children under five years old in Indonesia was serious. Stunting have negative effects on mental development especially in children under five years old. We conducted a 24 months follow up study at 10 primary health care (Puskesmas in Bogor District. Subjects of the study were children in their gestational stage which were followed up for 12 months after birth. The indicator of stunting was measured by Z-score of height for age (HAZ, while child development was assesed using Bailey’s test III. Spearman correlation is used in data analysis. The result of the study showed that 9.5 percent children were born with low birth weight (birth weight < 2500 gr and stunted ( body length < 48 cm. There was an association between birth length and motoric as well as socio-emotional development since birth (0 month old (rho=0,33; p=0,004 for motoric, and rho=0,244 ,p=0,036 for socio-emotion. On the other hand, significant correlation between birth length and linguistic development only showed up at one month old (rho=0,29, p=0,031 , and the correlation with cognitive development showed up at two month old (rho=0,031,p=0,0011. The linguistic abilities of a stunted child were lower than that of a normal child. The duration of breast feeding also had a role in the development of these children. Length of child at birth has an effect on child development.Keywords: birth length, birth weight, child developmentABSTRAKPendek (stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak balita di Indonesia yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satu dampaknya adalah stunting, terutama pada anak usia kurang dua tahun yang mengakibatkan penurunan tingkat kecerdasan. Artikel ini menggunakan data penelitian yang dilakukan di 10 puskesmas di Kabupaten Bogor, selama 48 bulan dengan disain follow up study. Partisipan dalam penelitian ini adalah bayi yang diikuti mulai dari dalam kandungan sampai bayi berusia 12 bulan. Data yang

  1. EFEK PEMBERIAN SPILANTHES ACMELLA DAN LATIHAN FISIK TERHADAP JUMLAH SEL OSTEOBLAS FEMUR MENCIT YANG DIINDUKSI DEKSAMETASON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hening Laswati

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakTelah dilakukan penelitian untuk mengetahui uji aktivitas anti-osteoporosis secara in vivo dari tanaman Spilanthes acmella terhadap sel osteoblas tulang trabekula proksimal femur mencit jantan model osteoporosis induksi deksametason. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian posttest only control group, 60 ekor mencit jantan sehat (usia >5 bulan dikelompokkan secara random menjadi 10 kelompok yaitu kelompok sehat tanpa induksi deksametason dan kelompok osteoporosis induksi deksametason. Kontrol positif mendapat suspensi alendronat dan kelompok latihan fiik menggunakantreadmill mencit berjalan 10m/menit bertahap selama 5 -12 menit, 3 kali dalam satu minggu, kelompok kombinasi ekstrak etanol 70% dan latihan fiik serta kelompok uji fraksi butanol, heksan, etil asetat dan air. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu. Osteoporosis akibat pemakaian glukokortikoid menjadi penyebab osteoporosis sekunder yang meningkatkan risiko fraktur. Telah banyak bukti klinik tentang peran fioestrogen dalam pengobatan osteoporosis pada pascamenopause. Spilanthes acmella, atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan Legetan, termasuk famili Asteracea merupakan satu tanaman obat di Indonesia yang mempunyai kandungan senyawa polifenol dan flvonoid. Dari hasil penelitian sebelumnya diketahui bahwa baik fraksi butanol dan air dari tanaman tersebut mampu meningkatkan aktivitas enzim alkalin fosfatase yang merupakan marker pembentukan tulang. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% Spilanthes acmella dikombinasikan dengan latihan fiik meningkatkan jumlah sel osteoblas secara bermakna bila dibandingkan dengan hanya ekstrak etanol atau latihan fiik. Ini membuktikan bahwa ekstrak etanol 70% Spilanthes acmella mempunyai efek additive terhadap efek latihan pembebanan aksial pada kondisi osteoporosis. Fraksi heksana, etil asetat dan air juga meningkatkan secara bermakna jumlah sel osteoblas. Fraksi non polar merupakan fraksi yang lebih potensial untuk

  2. Pengaruh Aerasi dan Sumber Nutrien terhadap Kemampuan Alga Filum Chlorophyta dalam Menyerap Karbon (Carbon Sink untuk Mengurangi Emisi CO2 di Kawasan Perkotaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lancur Setoaji

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian terkait mitigasi pemanasan global, khususnya dalam penyerapan karbon dioksida (CO2, menjadi fokus utama di kalangan ilmuwan dunia. Secara alamiah, karbon dioksida dapat diserap oleh tumbuhan hijau, laut, karbonasi batuan kapur, dan alga. Pigmen hijau dalam alga atau klorofil dapat menyerap karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Alga memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga cocok digunakan sebagai carbon sink. Penelitian terkait carbon sink ini bertujuan untuk menentukan kemampuan rata-rata serapan CO2 oleh alga di kawasan perkotaan dan menentukan pengaruh aerasi dan variasi sumber N terhadap pertumbuhan dan perkembangan alga. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan reaktor dengan proses batch. Sampel alga yang digunakan didapatkan dari hasil pengembangbiakan yang bersumber dari perairan di kawasan perkotaan. Penelitian ini menggunakan dua variabel uji, yaitu aerasi dan sumber nutrien. Jumlah karbon dioksida yang diserap didapatkan dari perbandingan stoikiometri pada reaksi fotosintesis.  Berdasarkan perbandingan stoikiometri tersebut diketahui bahwa 1 gram sel alga yang terbentuk sebanding dengan 1,92 gram CO2 yang diserap. Dari hasil penelitian, alga dengan penambahan pupuk urea dapat menyerap 4,87 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,84 mg CO2/hari dengan aerasi. Sedangkan alga dengan penambahan pupuk NPK dapat menyerap 3,61 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,01 mg CO2/hari dengan aerasi.

  3. IDENTIFIKASI SENYAWA EKSTRAK ETANOL DAUN MIMBA (Azadirachta indica A.Juss SEBAGAI ANTIBAKTERI SECARA KLT-BIOAUTOGRAFI TERHADAP BAKTERI Stahpylococcus aureus DAN Escherichia coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurfijrin Ramadhani

    2017-03-01

    Full Text Available Rendahnya kesadaran masyarakat dan kurangnya sarana kesehatan membuat penyakit infeksi semakin meningkat. Pengobatan secara alami sekarang menjadi pilihan baru sebagai antibakteri, salah satunya adalah mimba. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa daun mimba dapat menghambat pertumbuhan bakteri, akan tetapi belum diketahui senyawa apa yang berperan sebagai antibakteri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui di dalam daun mimba senyawa yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian dilakukan dengan metode KLT Bioautografi langsung, dimana hasil maserasi esktrak etanol daun mimba yang telah dielusi ditempelkan ke media yang telah ditanami bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Zona hambat yang terbentuk dilakukan identifikasi senyawa dengan menggunakan pereaksi semprot Dragendorf, FeCl3, Sitroborat, Lieberman Bouchardat, dan SbCl3. Hasil uji KLT-Bioautografi menunjukkan bahwa daun mimba dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona bening masing-masing dengan Rf 0,4 pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Senyawa yang berperan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli diduga adalah senyawa saponin dimana terbentuk warna ungu dengan pereaksi SbCl3.

  4. PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN UPAH TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA WANITA KOTA MAKASSAR PERIODE 2000-2009

    OpenAIRE

    AKBAR M, ILHAM

    2012-01-01

    The purpose of this research is able to transform and find out how much influence economic growth and wages to the Labor Force Participation Rate (LFPR) for Women 2000-2009 period the city of Makassar. With free variable of economic growth in the city of Makassar is proxi the level of GDP at constant prices and wages, while variable minimu Makassar city is bound to Labour Force Participation Rate (LFPR) Women Makassar city. Data ...

  5. Pengaruh Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular (Fma) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Varietas Tembakau (Nicotiana Tabaccum L.) Di Lapangan

    OpenAIRE

    Sinaga, Parulian; Purba, Edison; Ginting, Jonis

    2014-01-01

    The growth and yield of a selected tobacco varieties (Nicotiana tabaccum L) treated withmycorhiza fungi arbuskular were evaluated in a field experiment. The aimed of the research was todetermine the effect of mycorhiza fungi on the growth and yield of several varieties of tobacco. Theresearch was conducted outdoor in the field at Balai Benih Penelitian Tembakau Deli Medan withaltitude of about 25 meters above sea level at the beginning of February until May 2012, with twotreatment factors. Th...

  6. PENGARUH EKSPLAN DAN ZPT TERHADAP PERTUMBUHAN nEPEnTHES ALBOmARGInATA SECARA In VITRO

    OpenAIRE

    Sukamto, Lazarus Agus

    2016-01-01

    Nepenthes albomarginata Lobb ex Lindl. is a carnivorous plant, distributes in several regions in Indonesia. The plant population decreases drastically because of over exploitation and ruining nature habitat. Plant propagation by nature and cutting are not enough to rehabilitation its population. In vitro culture of N. albomarginata was carried out using plantlets grown from the seeds in vitro. Plantlets were cut to became two part explants, consisted of shoot tip and under-shoot tip cuttings....

  7. Pengaruh Perbandingan Media Tanam Gambut dan Pupuk P Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kelapa Sawit (Eiaeis guineensis Jacq.) di Main Nursery

    OpenAIRE

    Tirtana, Andang

    2012-01-01

    The objective of this research knowing peat land exploiting as media grow and phosphate palm oil seed in Main Nursery. This research executed at green house Faculty of Agriculture North Sumatra of University, Medan started in February 2004 up to May 2004 The research uses the Factorials Group Random Sampling, with two treatment factors. Factor I, treatment media composition peat land, which 4 level, that is Go = top soil ( 100 %), Gx = peat land: top soil ( 25%:75%), G2 = peat land: top s...

  8. PENGARUH KUALITAS AUDIT, OPINION SHOPPING, DEBTDEFAULT PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDITGOING CONCERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Istiana

    2016-02-01

    Full Text Available This research have a purpose to test the effect of Audit Quality, opinion shopping, debt default, company growth and company financial condition to going concern audit opinion acceptance. The sample which used in this research is Manufacture Company which registered in Indonesia Stock Exchange use of 2006-2008. The sample was taken with purposive sampling method and the result 53 companies were match and fulfill the sample criteria. Hypotheses testing was done whit logistic regression test tool from SPSS application program. The research result show that audit quality does not effect to the possibility of going concern audit opinion acceptance, opinion shopping does not effect to the possibility of going concern audit opinion acceptance, debt default have effect to the possibility of going concern audit opinion acceptance, company growth does not effect to the possibility of going concern audit opinion acceptance, and company financial condition have effect to the possibility of going concern audit opinion acceptance.

  9. Respon Pertumbuhan Ayam Lokal Pedaging terhadap Suplementasi Protein Isolasi Biji-bijian (PIB dan Perbedaan Level Protein Ransum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Aman Yaman

    2009-10-01

    Full Text Available The response of local meat chicken growth to supplementation of isolated grain protein and the difference in ration protein level ABSTRACT. A research which aims to determine the response of local meat chicken growth of protein supplementation with Isolation Grains Protein (IGB and the difference in ration protein level has been conducted in the Laboratory of Experimental Farm, Animal Husbandry Department, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University-Darussalam, Banda Aceh for 90 days. This study used a completely randomized design factorial with 2 factors, consisting of factors namely male gender (JJ and female (JB and the ration is a combination of factors and levels IGB in the ration, ie: treatment A: 17% protein and 0.4% IGB; treatment B 19% protein and 0.6% IGB and treatment C 21% protein and 0.8% IGB. Each combination consisted of 4 replications and each replication consists of 5 chickens. Parameters observed in the study were weight gain, achievement of final weight, consumption, conversion and efficiency of ration. DOC used a derivative result of selection of local meat chicken which are in the process of selection. Data acquired and processed by ANOVA. The results showed that supplementation of IGB and ration protein level difference was significantly effect (P <0.01 on weight gain, final weight, rate of consumption, conversion efficiency of rations and rations, but there is no interaction effect between sex and ration factors . The highest weight gain obtained in the male local chicken achieved by feeding a ration B (93.23 grams, while the hen rations achieved by providing treatment C (63.86 grams / week. The highest final body weight of male chicken on treatment B (1491.5 gram/90 days and hens in treatment C (1061.5 gram/90 days. However, the highest ration consumption in both male and female local chickens obtained from the ration A. Feed conversion value and the best feed efficiency obtained in treatment B for the treatment of male and C for female chicken. The study concluded that there were different responses between male and female local chickens of the use of IGB in the rations. In male local chicken, IGB is more effective when added in the ration with a protein level of 19% whereas in female at the protein level of 21%.

  10. Pengaruh Nitrat (NO3 Terhadap Pertumbuhan Alami Eceng Gondok (Eichornia crassipes Solms. Berdasarkan Biomassa Basah Di Danau Batur, Kintamani, Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisa Rosalia Prayuda

    2017-08-01

    Full Text Available Batur Lake is one of the natural lakes in the province of Bali where the activity of fishing, agriculture, tourism and housing available. This study aims to determine the effect of nitrate relation to the natural growth of the water hyacinth (Eichornia crassipes. Increased water hyacinth biomass in Songan station is the highest among the three other stations (Batur, Buahan, and Trunyan. At the end of the study (day 42 , water hyacinth biomass of Songan station increased by 338.2 % from the initial weight, while at another station the increase weight  ranges from 75 % -158 %. The highest daily growth rate in Trunyan station 3.68% / day, and the lowest in station Buahan which only reached 0.88% / day. At the Songan station where are many floating net which contribute to increase nitrate. There is a tendency of growth of water hyacinth faster at higher nitrate conditions. Nitrate conditions ranged from 0,35 to 0,62 m /l which shows that the waters of Batur Lake classified into waters that have a high fertility rate (eutrophic.

  11. Pengaruh Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negeri Dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reza Lainatul Rizky

    2016-03-01

    Full Text Available This study is aimed to investigate the influence of foreign direct investments, domestic direct investments, and capital expenditures towards the Indonesia economic growth 2010-2013. Quantitative research design was employed in this study. The data used are secondary data with panel data. Panel data utilized cross section data comprising 33 provinces in Indonesia while the use of time series data in 2010-2013. The analysis method applied was panel regression analysis method with a Fixed Effect model. The result of this study demonstrated foreign direct investments, domestic direct investments, and capital expenditures have positive and significant influences towards provincial economic growth in Indonesia from the year 2010-2013 partially and simultaneously.

  12. PENGARUH EKSTRAK BUNGA FLAMBOYAN (Delonix regia Hook Raf TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Royana Pakpahan

    2017-03-01

    Full Text Available The reach aim to the effect of flamboyant (Delonix regia Hook Raf. flower extract on the growth of large red pepper plant (Capsicum annuum L., for use a land under of flamboyant trees. The research design used was Random Block Design, with five treatments extract concentration, control, 5%, 10%, 15%, and 20%, each treatment was repeated five time. Observations were made during the 15 weeks. The results showed the percentage of germination and plant height are effect significant, while the number of leaves, root length and dry weight of the plant does not provide effect for the growth of large red pepper plant. Keywords : flamboyant, allelopathy, large red pepper

  13. UJI ZPT HANTU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq DI MAIN NURSERY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enny Mutryarny

    2018-04-01

    Full Text Available Oil palm (Elaeis guineensis Jacq is one of Indonesia's mainstay plantation commodities and plays an important role for the national economy. Oil palm and plantations managed by state-owned enterprises, this is due to the increasing demand for palm oil in the industrial market. With the continuous development of oil palm plantations so that the provision of seeds should be considered because the success of planting in the field and the production of production is highly dependent on the quality of the seeds of oil palm plants used. Efforts that can be done to accelerate the growth of seeds Main Nursery is to provide NPK fertilizer and growth regulatory substances (ZPT Hantu that can help the absorption of nutrients and accelerate the growth of vegetative plants. The aim of this research is to get the interaction of ZPT Hantu concentration and NPK fertilizer dosage which give the best influence to the growth of oil palm seed (Elaeis guineensis Jacq in Main-nursery. The experiment was conducted experimentally with factorial Randomized Design (RAL, consisting of 2 factors ie H factor is ZPT Hantu and N factor is NPK fertilizer (16:16:16 which each consist of 3 levels. Thus obtained 9 treatment combinations with 3 replications. The observed data were analyzed by Duncan's multipoint test and Duncan's multiplexed test of 5%. Test of ZPT Hantu and NPK fertilizer significantly affect the growth of oil palm seedlings in Main Nursery that is on the parameters of seed height, stem diameter, leaf number and leaf area, whereas the combination of both only on bar diameter parameters that gives a real effect, with best treatment is combination giving ZPT Hantu 2 cc / l water and NPK 20 grams / plant.

  14. STUDI DAMPAK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN ANAK USIA 5 BULAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vita Kartika

    2012-11-01

    Full Text Available STUDY ON THE EFFECT OF THE SUPPLEMENTARY FEEDING ON THE GROWTH RATE OF 5 MONTH OLD INFANT AT THE BOGOR REGENCYBackground: Growth faltering of infants In Indonesia started at their early life i.e 1-3 month of their age. Growth faltering appear mainly due to the supplementary feeding practice which is not adequate for their requirement. Objectives: The objectives of this research are to evaluate the effect of food supplementation which made by industry. The food contains allmicronutrient as well as macronutrients that are needed for the growth of 5 month infant. Methods: Research design is quasi experimental. Data analysis were used univariat, bivariat, multivariat analysis (linear regression to find out independent variable which most influenced to the weight increase of the sample. Sample population are infants 5 month old from the poor families at Kemang and Ciomas district which fulfill the inclusion of criteria. The treatment group (53 samples received intervention in form of supplementary food made by industry containing energy 197 kcal and 4,8 gram protein, given 48 gram/day for 4 months period, on the other hand the control group (51 samples did not receive food intervention. The foods were distributed weekly. Data collection (anthropometries measurement of infant every months during 4 months period of this research. Results: After 4 months intervention, the weight of treatment group has higher increase  than the control group which is 1,30 kg for the treatment group and 0,52 kg for the control group. Growth rate during 4 months period can be seen from the z score point according to weight for age and weight for length indexes. Z score showed significant difference (p<0,005 between the two groups. At treatment group although the growth rate tend to decrease it was stil on the normal rate while in the control group the growth development were sharply decrease below the normal weight (<2 SD.Conclusions: Intervention by formulated supplementary food made by industry increased body weight significally. Intervention improved the intake of energy, protein and iron and decreased the morbidity rate significally. Keywords: growth rate, supplementary food and morbidity. 

  15. PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN DARI KOMBINASI TEPUNG CACING TANAH DAN TEPUNG AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN BETOK (Anabas testudineus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Berlian

    2015-08-01

    Full Text Available soil Worm and knowing Waste to own womb very high protein until Soil Worm and knowing Waste can to be used as the good addition food to betok's fish. with fish age betok 4 month Soil Worm Giving and knowing Waste to be expected can to level it growing to Fish Betok. this Research have go to know the influence of Soil Worm-giving and Waste Know in Fish growing Betok (Anabas testudineus and to know foodwhich is to get it result that maximal in Fish growing Betok (Anabas testudineus. the Research is executed in Laboratory TO MIPA UIN Raden Fatah Palembang . This Research to use it Random Planing Complete (RAL with 4 Treatment and 6 Repeating. The mentioned Treatment is P0= pelet, P1= knowing waste 8 gr and soil worm 4 gram, P2= knowing Waste 6 gr and soil worm 6 gr, P3= Soil Worm 8 gr and knowing waste 4 gr. show analysiical Result that growing grew highest to long of fish to treatment P3=4,36 cm and lowest 1,96 cm. To highest heavy to treatment P3= 4,76 gr, and lowest 1,5 gr. Its conclusion is Soil Worm giving and Waste Know to fish Betok (Anabas testudineus influency in long growing and heavy of body betok's fish

  16. Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Lidah Mertua (Sansevieriae Trifasciata Folium) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli Dan Streptococcus SP

    OpenAIRE

    Lombogia, Brily; Budiarso, Fona; Bodhi, Widdhi

    2016-01-01

    : Mother in law's tongue plant has some active compounds inter alia saponin, polyphenol, and flavonoid that have antibacterial effects. This study aimed to identify whether the antibacterial effects of mother in law's tongue leaf (Sansevieria Trifasciata) towards the growth of Escherichia coli and Streptococcus sp. This was an experimental laboratory study. The concentrations of mother in law's tongue leaf extract were tested with well methods, as follows: 5%, 10%, 20%, and 40%. The results s...

  17. DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH PISANG KEPOK MENTAH (Musa paradisiaca forma typica TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli SECARA IN VITRO¬

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novia Ariani

    2017-10-01

    Full Text Available Banana plants is the most one that produce and used by Indonesian people. Banana plants has a lot of kind, and the one is kepok banana. Kepok banana peel has used to make some kind of foods but for drug use is still limited whereas in banana peel contains secondary metabolites flavonoids, alkaloids, saponins and tannins has antibacterial activity. The purpose of this research was to determine resistivity of peel extract of raw banana kepok (Musa paradisiaca forma typica on the growth of Escherichia coli in vitro. This type of research is non experimental with the method of wells conducted in the laboratory of Microbiology of Pharmacy Academy of ISFI Banjarmasin. The sampling used by purposive sampling technique with certain criteria. To determination of resistibility saw the transparent zone around the well. The results of this research showed that bark extract of raw banana peel extract had inhibitory power to growth of Escherichia coli in vitro.

  18. Pengaruh Kombinasi Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Pisang Kepok Kuning (Musa acuminata × M. balbisiana Pada Lahan Kering di Banyumas, Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saktiyono Sigit Tri Pamungkas

    2015-06-01

    Full Text Available Kepok Kuning banana (Musa acuminate × M.balbisiana is a banana which has a good adaptability tothe water shortage conditions. The banana has cultivatedin watershed of Tajum river, Banyumas. The place haspotential to be centre of Yellow Kepok banana productionbut the farmers occasionally applied fertilizer unbalancedwhich effect to productivity and quality of banana. It isnecessary to examine proportion of fertilizers to determinethe effective and effi cient fertilizer composition whichincreased productivity and quality of banana.The experiment was conducted on Gentawangi dryland farm, Jatilawang, Banyumas on January-June 2009. Theexperiment was laid out in randomized block design with12 replications and involving single factor. It consistedof 5 treatments The Banana was planted in pattern 3 m x3 m. Results showed that banana required both of organicfertilizers and inorganic in vegetative stage. The treatmentof Urea 150 g + 100 g + SP36 compost 10 kg/tree/applicationshowed the effi cient compared to other, followed bytreatment of ZA 150 g + SP36 KCl 150 g + 50 g/tree/application. Combination of Urea and ZA without organicfertilizer indicated uneffi cient compared to others

  19. PEMBERIAN DAUN KAYU MANIS CINNAMOMUN BURMANNI DALAM PAKAN TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN DAN KOMPOSISI NUTRIEN TUBUH IKAN PATIN PANGASIUS HYPOPTHALMUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mia Setiawati

    2014-08-01

    Full Text Available This research was carried out to evaluate the effect of cinnamon leaf (Cinnamomun burmanni as a suplement inthe diet due to growth performance and nutriet composition of patin (Pangasius hypothalamus. A triplicateexperiment was conducted using fish with an initial body weight of 7.27 ± 0.28 g. Fish were culture in aquaria 50 x40 x 35 cm at a density of 10 fish/aquaria. Fish were fed on the diet contained either 0, 0.5, 1; or 1.5% respectively.Fish fed on the diet at satiation for 30 days. The result shows that the suplementation of cinnamon leaf powder inthe diet 0 to 1.5% was insignificantly affected feed consumption, specific growth rate, and survival rate of fish.However, the addition of Cinnamomumn burmanni up to 1% was significantly increased the level of total feeddigestibility twice, the protein digestibility to 87.39%, and protein retention 1.5 higher than the control (withoutcinnamon leaf powder. On the other hand, the diet of 1% Cinnamomumn burmanni were the optimal result of thisresearch with the feed efficient, decrease 30% of fat and have more compact flesh texture.

  20. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) Pada Berbagai Tingkat Konsentrasi Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus Mutans

    OpenAIRE

    Saifuddin, Agus; Raharjo, Sapto; Eso, Amiruddin

    2015-01-01

    Red algae Kappaphycus alvarezii contain flavonoids compound which has activity as an anti bacterial. This study aims to determine the difference of inhibition zone of the growth of Streptococcus mutans bacteria by seaweed methanol extract (K. alvarezii) at each concentrations. This research was conducted by post–test only design (one-shot case study) with a variable treatment of the seaweed methanol extract (K. alvarezii) against S. mutans. Extracts were then divided into 7 concentration of 5...

  1. Respons Pertumbuhan Berbagai Ukuran Diameter Batang Stek Bugenvil (Bougainvillea SpectabilisWilld.) terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh

    OpenAIRE

    H Panjaitan, Leo Richi; Ginting, Jasmani; Haryati, Haryati

    2014-01-01

    Successive percentage of bugenvil plant propagation by cutting method is low enough sincebugenvil is difficult to rooting plant. The availability of carbohydrate source and plant growthregulator in the stem cutting are factors that influencing the successive of cutting. Solution to solvethis problem is selection of the size of stem and giving the exsogen plant growth regulator. Theresearch was done in Screen House at Agricultural Faculty, University of North Sumatra, Medan inJanuary until Aug...

  2. PEMBERIAN KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL WORTEL (Daucus carota DAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L. DENGAN BUDIDAYA TUMPANGSARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trias Budi Rahayu

    2016-03-01

    Full Text Available Intercropping cultivation model is commonly used in organic farming system. The system is aimed to save land and fertilizer aside from creating biodiversity in a portion of a planting. The research was conducted in Permata Hati Farm, Ciburial Village, Cisarua Sub district, Bogor Regency, West Java from October 2012 to January 2013. The purposes of the research are: a to know the effect of goat dung application toward the growth and yield of organically managed carrot and scallion intercropping, and b to determine the best quantity of goat dung to promote growth and yield of carrot and scallion intercropping. Randomized Completely Block Design (RCBD with 6 treatments and 3 replications was used in this experiment. The treatments applied were 0 ton ha- 1, 5 ton ha-1, 10 ton ha-1, 15 ton ha-1, 20 ton ha-1, and 25 ton ha-1 of goat dung. Duncan’s Multiple Range Test (DMRT at the confidence level of 95% was used to analyze the result. The application of 15 ton ha-1 goat dung affected scallion’s height and number of seedlings as well as carrot’s biomass and height. This dosage resulted in the best yield of scallion and carrot intercropping.

  3. Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan, Kompetensi Sosial Dan Lingkungan Bisnis Terhadap Pertumbuhan USAha (Studi Pada Rumah Makan Di Kecamatan Tembalang, Semarang)

    OpenAIRE

    Hanifati, Kinanti; Pradhanawati, Ari

    2017-01-01

    The purpose of this research to determine the influence of Entrepreneurship Knowledge, Social Competence and Business Environment to Business Growth at Restaurant in Tembalang District, Semarang. This research type is explanatory research. Sampling technique is using non probability sampling with 90 samples of business owners. Technique of data collection with questioner and documentation. Data analysis technique used validity test, reliability test, correlation coefficient test, simple linea...

  4. Efek Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle L) Dengan Amoksisilin Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

    OpenAIRE

    Siahaan, Remon Gortap

    2017-01-01

    The combination of antibiotic and plant extract is a new concept and has been used for the treatment of resistant bacterial infections. Betel leaves have antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus because they contain secondary metabolites such as flavonoid, saponin, tanin, and steroid/ triterpenoid. Extract combination with amoxicillin needs to be tested to determine the effectiveness of a single comparison. This study aims was to investigated the characteristi...

  5. DAYA HAMBAT SARI DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gustina Indriati

    2016-09-01

    Full Text Available Sirih merah (piper crocatum ruiz & pav has been used, since ancient society, as drugs.  The chemical compounds contained in red betel are as antibacterial, the compounds are: flavonoids, alkaloids. tannins and essential oils. The research has been conducted in order to determine the inhibition of red betel leaf extract (piper crocatum ruiz & pav on the growth of the bacteria Escherichia coli and staphylococcus aureus. This study uses RAL with 6 treatments and 3 replications: A treatment (red betel leaf extract 10%, B (red betel leaf extract 20%, C (red betel leaf extract 30%, D (red leaf extract 40% , E (red betel leaf extract 50% and F (amoxicilin 10% as controls. The results showed no real influence with inhibition diameter on treatment A (6.69 mm, treatment B (8.88 mm, treatment C (7.76 mm, treatment D (9.53 mm, treatment E (12 , 79mm and treatment F (9.45 mm. From staphylococcus aureus it  was obtained significant results with a diameter of inhibition in treatment C (7.70 mm, treatment A (8.22 mm, treatment D (8.58 mm, treatment B (9.53 mm, treatment E (10.39 mm and treatment F (17.59 mm. The red betel leaf extract was able to inhibit the growth of bacteria Escherichia coli and staphylococcus aureus Key words: Sirih merah, Escherichia coli, Staphylococcus aureus

  6. Daya Hambat Infusum Daun Sirih Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Yang Diisolasi Dari Denture Stomatitis ; Penelitian In Vitro.

    OpenAIRE

    bin Abdullah, Muhammad Naim

    2011-01-01

    Denture Stomatitis merupakan lesi mukosa oral berwarna merah, sakit, dan bengkak, kondisi ini karena kebiasaan jelek pada pemakai gigitiruan yang tidak mumbuka protesa pada malam hari dan jarang dibersihkan. Faktor sistemik yang mendukung terjadinya Denture Stomatitis dapat disebabkan oleh beberapa bakteri, salah satunya Staphylococcus aureus. Pencegahan Denture Stomatitis dapat dilakukan dengan sering membersihkan gigitiruan dan pemakaian obat kumur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguj...

  7. PENGARUH APLIKASI PSEUDOMONAS FLUORESCENS P60 TERHADAP MUTU PATOLOGIS, MUTU FISIOLOGIS, DAN PERTUMBUHAN BIBIT PADI IR 64

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisa Navitasari

    2014-08-01

    Full Text Available Effect of Pseudomonas fluorescens P60 on pathological and physiological quality and growth of rice IR 64  seedlings. The research objectives were (1 detection and identification of seed-borne pathogens of IR 64 rice, (2 testing Pseudomonas fluorescents P60 in inhibiting the in vitro growth of seed-borne pathogens colonies, (3 testing P. fluorescents P60 for pathological and physiological seed quality, and (4 testing P. fluorescents P60 on the growth of seedlings in the greenhouse. The results showed that some seed-borne pathogens can be found both on farmers’ IR 64 rice and factory’s; they were Aspergillus flavus, Alternaria padwickii, Pseudomonas glumae, and P. syringae. Application of P. flourescens P60 was able to inhibit the in vitrogrowth of colonies of all seed-borne pathogens, except P. syringae.  Related to pathological quality, the effect of P. flourescens P60 on percentage of seed-borne pathogens attack did not significantly different from that of benomil but smaller than distilled water. On the physiological quality of seeds, treatment of P. flourescens P60 has the same effect with benomil and distilled water, with  germination rate was more than 80%. In the greenhouse study,treatment of seed immersion time  in P. flourescens P60 suspension showed that the effect of immersion time as long as15 minutes and 25 minutes on  seedling height, root length, and seedling dry weightdid not significantly different. were. However, 25 minutes immersion time resulted in fresh seedling weight and root dry weight higher than that of 15 minutes immersion time.

  8. Pengaruh Penyiraman dan Dosis Pemupukan terhadap Pertumbuhan Kangkung (Ipomoea reptans pada Komposisi Media Tanam Tanah+Pasir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AHMAD RIFQI FAUZI

    2015-09-01

    Full Text Available Effect of Water Requirment and Fertilization on Growth of Kangkong (Ipomoea reptans in media composition soil+sand. Kangkong plant is a tropical vegetable widely cultivated in Indonesia. Village has a wide adaptability to climate and soil in the tropics. This experiment aimed to see the effect of watering and fertilization on the growth of kangkong plants. Experiments was carried out in the garden experiment Cikabayan, IPB on March-April 2011. This experiment was arranged with randomized complete design which consisted of two factors are 3 levels of watering (watering every 1 day (A1, every 2 days (A2, and every 3 days (A3 and fertilization with 5 doses (100% dose recommendation (P1, 75% (P2 , 50% (P3, 25% (P4, and 0 (P5. Planting medium was a mixture of soil : sand (1:1. The results of this study indicate that the frequency of watering significant effect on plant height and weight of wet kangkong plants. Watering once every 2 days to produce the highest plant height (41.41 cm. While fertilization had no effect on all observed variables. Conclusion of the experiment is watering is one of important factor for plant production which significant effect on plant growth.

  9. PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP VARIASI PERTUMBUHAN ANGGREK Brachypeza indusiata (Reichb.f Garay SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Utami Dewi Wardhani

    2007-01-01

    Full Text Available A research was carried out in Orchid Laboratory of Bogor Botanical Gardens to observe the effect of gamma ray irradiation on the growth variation of Brachypezo indusiata (Reichb.f Garray and suitable culture medium for propagating the plant. The research was arranged in a factorial experiment with a Completely Randomized Design. The first factor was gamma ray irradiation on protocorm-like­bodies (plb of germinated seeds of B. indusiata in which four levels of irradiation was applied, i.e. 0, 10, 20, and 30 Gy. The second factor was the use of two different culture media, i.e. Vacin & Went medium supplemented with either banana pulp or a mixture of tomato and sprout bean as the essential organic compound of the medium. The result showed that the irradiation treatment improved the survival of B. indusiata explants, most significantly at 20 Gy level of irradiation, and could modify the growth of the resulted plantlets by reducing the height of the plant and the length and width of the leaves. The higher the level of irradiation the smaller the plantlets produced. Meanwhile, the addition of organic compound derived from banana fruit into the basal medium of Vacin & Went enhanced the growth of the plantlets better than that derived from a mixture of tomato fruit and bean sprout. However, there was no significant interaction effect detected between the irradiation treatments and the use of different culture media.

  10. DETERMINASI EKSPOR, INVESTASI, DAN PRODUKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN DI SEKTOR PRIMER DAN SEKUNDER INDONESIA PERIODE 2005-2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santi Rizkiyanti

    2016-10-01

    Full Text Available Economic growth is an indicator to determine the overall of economy condition. There are some leading sectors that become jump-start economic growth of a country. They are the primary sectors consist of agriculture and mining, and the secondary sector is processing industry. This research aims to understand the impact of export, investment, and productivity to economic growth in Indonesia’s primary and secondary sectors. This research uses the panel data regression method (Panel Least Square. From the estimation result, fixed effect is the best model of the model selection using the Chow test. It is shown by partial test (ttest that exports, investment and productivity have a positive and significant impact to economic growth in Indonesia’s primary and secondary sectors. In a cross-sectoral, relative estimation results indicate that exports of agricultural and industrial have positive impact on the growth while the mining sector has a negative impact. In other side, investment and productivity of primary sectors (agricultur and mining have negatif impact on growth while the industrial has positive impact.

  11. DAMPAK KEBERADAAN KAPAL PENYAMBANG TERHADAP PERTUMBUHAN KAWASAN EKONOMI PERIKANAN DI PELABUHAN PERIKANAN MUARA KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Martiah Akhdianti

    2016-06-01

    Full Text Available Kintap coastal area is one of the areas that developed as a coastal fishery production.    Area-based coastal fisheries as Kintap Muara district is consisting of the main activities of fishing activity in the form of Fish Landing Base (PPI with a variety of amenities. Coastal areas in the village of Muara Kintap pattern fisheries are people who are known to pattern  middlemen (Indonesian : penyambang and developed since 2003. Study was conducted to see how the existence determines penyambang ships for fishing communities and the fishing estuary fishing port Kintap with : identifying the impact of fishing communities penyambang vessel catch and fishing port Muara Kintap; analyze business profits as penyambang ship; formulate strategy development as a fishing port economic zone fisheries. Technique uses qualitative and quantitative methods with a descriptive approach. The existence of the ship penyambang was a positive impact on fishermen catch. Fishermen catch will work more effectively and provide capital as a form of business development, while for the Port of Muara Kintap, penyambang ship has negatif impact on the port becauses penyambang ship can not be loading and unloading in the port. So that data from the catches of fishermen willnot be sould to penyambang as data the basis for determining the policy is difficult to know and retribution for PAD port no.  Average profit businesses penyambang vessel during fishing season is Rp. 2.773.611,00 per month while the crew (ABK get Rp.1.386.806, 00 per month and crew still above the local minimum wage (UMR South Kalimantan Province of  Rp. 1.337.500.00. Fishing harbor in the village of Muara Kintap, Tanah Laut District as district fisheries economy still needs a better development strategy so that the presence of the ship penyambang can contribute to Improved Income (PAD Kintap Estuary Fishery Port.

  12. PENGARUH WAKTU PERPINDAHAN PAKAN ALAMI KE PAKAN BUATAN BERENZIM TERHADAP SINTASAN, PERTUMBUHAN PADA PEMELIHARAAN LARVA IKAN BAUNG (Mystus nemurus cv

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Aysah

    2016-06-01

    Full Text Available This study aimed to determine the switching time from natural food to artificial food with the addition of mix enzyme in baung larval rearing. The results showed that the survival rate of baung larvae had the highest  score in treatment E (natural feed Artemia salina aged 3 days to 7 days followed by artificial feed in the form of pasta until age 30 days, did not differ with treatment A. Treatment A (Natural Food Artemia salina was given at the age of 3 days to 8 days and then followed by artificial food (shrimp flour + mix enzyme from the age of 9 days to 15 days  artificial feeding was continued until the age of 30 days showed the highest absolute growth was 0.62 grams and the value of relative growth rate of 14.25 grams did not differ  with B, C and E treatments. The highest Individual weight, protein content and  mix enzyme activity on all measurement  of baung larvae found in treatment A.  Water quality of maintenance media of eel was the temperature 27,33oC, pH 7,86, dissolve oxygen  4,76 mg/l and ammonia 0,93 mg/l.

  13. Kajian Hubungan Fosfat Air Dan Fosfat Sedimen Terhadap Pertumbuhan Lamun Thalassia Hemprichii Di Perairan Teluk Awur Dan Pulau Panjang Jepara

    OpenAIRE

    Setiawan, Dedi; Riniatsih, Ita; Yudiati, Ervia

    2013-01-01

    Seagrass growth is limited by the supply of nutrients such as nitrogen and phosphate particulates that serve as energy for photosynthesis. The magnitude of the role of phosphate in the metabolism and growth of seagrass Thalassia hemprichii important to serve as a study to determine the relationship of nutrients to the growing rate of seagrass in Teluk Awur and Pulau Panjang Jepara. The purpose of this study was to determine the concentration of phosphate in the water and sediment in the water...

  14. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Mayana Jantan (Coleus Atropurpureus Benth) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus SP. Dan Pseudomonas SP.

    OpenAIRE

    Muljono, Patrick; Fatimawali; Manampiring, Aaltje E

    2016-01-01

    : The painted nettle (Coleus atropurpureus benth) is a plant that is known to have medicinal properties, especially the leaf. The active compounds that are contained in the leafs are thought to work as an antibacterial. This study aims to measure the inhibitory strength of painted nettle leaf (Coleus atropurpureus benth) extract against the growth of Streptococcus sp. and Pseudomonas sp. This was an experimental laboratory study. The polar extract of painted nettle leaf (Coleus atropurpureus ...

  15. Pemanfaatan Tepung Kulit Buah Terong Belanda (Cyphomandra Betacea) Fermentasi (Aspergillus Niger) Terhadap Pertumbuhan Burung Puyuh (Coturnix-Coturnix Japonica)

    OpenAIRE

    Nainggolan, Frans H

    2011-01-01

    Frans H Nainggolan, 2008. Utilization of fermented tree tomato (Cyphomandra betacea) skin fruit flour to to performance of Quail (Coturnix-coturnix japonica). Under suvervision of Dr. Ir. Ristika Handarini, MP and Ir. Eniza Saleh, MS. The research caried out in Biological Labolatory, Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, North Sumatera University, started from 5 July 2007 until 16 August 2007. The purpose of this experiment was to observe the respon of utilization of ...

  16. Analisa pertumbuhan keausan pahat karbida coated dan uncoated pada alloy steel AISI 4340

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sobron Lubis

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak: Keausan pahat merupakan data yang sangat penting dalam perencanaan pemesinan. Penelitian ini menjelaskan tentangpercobaan pertumbuhan keausan pahat pada karbida coated dan uncoated dalam pembubutan bahan alloy steel AISI 4340.Penelitian dilakukan dengan memperhatikan pertumbuhan keausan pada menit 12, 24, 36, 48, 60 sampai didapat VB sebesar0.3 mm untuk kedua mata pahat, sedangkan kondisi pemotongan lain seperti gerak makan, kedalaman potong, kecepatanpotong konstan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara ilmiah pertumbuhan keausan yang terjadi pada mata pahatkarbida coated dan uncoated pada proses pemotongan alloy steel AISI 4340. Metode grafik digunakan untuk analisispercobaan, untuk melihat perbandingan pertumbuhan keausan mata pahat karbida coated dan uncoated serta mekanismekeausan yang terjadi, serta korelasi pertumbuhan keausan dengan kekasaran permukaan benda kerja. Hasil penelitianmendapatkan keausan pahat karbida coated pada menit 60 dengan VB sebesar 0.366 mm, sedangkan pada karbida uncoatedpada menit 36 sebesar 0.45 mm. Mekanisme keausan yang terjadi adalah keausan adhesi.Kata Kunci: Pahat potong karbida, baja paduan, keausan pahat, keausan tepi. Abstract: A tool life is an important data in planning a machining process. In this research, an experiment describe about growth of toolwear on carbide coated and uncoated cutting tools used in turning process of an alloy steel of AISI 4340. The experiment wasconducted by observing the growth of tool wear on minutes 12, 24, 36, 48, 60 until get VB 0.3 mm for both of cutting tools, whilethe other cutting conditions such a feed rate, depth of cut, cutting speed constant. The purpose of this experiment is to examinescientifically the growth of tool wear on carbide coated and uncoated in turning process of and alloy steel of AISI 4340. Graphicalmethod used for analisis of the experiment, to compare the growth of tool wear on cutting tool carbide coated and uncoated, andthe

  17. Keanekaragaman makrofauna tanah pada lahan tanaman padi dengan sistem rotasi dan monokultur di Desa Banyudono, Boyolali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AYU OKTARIANA VIDYA

    2014-05-01

    Full Text Available Vidya AO, Sugiyarto, Sunarto. 2013. Diversity of soil macrofauna on the ricefield with rorarion and monoculture systems in Banyudono Village, Boyolali. Bioteknologi 11: 19-22. Makrofauna tanah berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah persawahan. Perbedaan sistem pengelolaan lahan mempengaruhi populasi dan komposisi makrofauna tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman makrofauna tanah pada lahan tanaman padi dengan sistem rotasi dan monokultur di Desa Banyudono Boyolali, Jawa Tengah. Koleksi makrofauna dalam tanah dilakukan dengan metode hand sorting. Lokasi sampling ditentukan dengan metode purposive sampling, yang masing-masing stasiun terdapat 5 titik sampling. Indeks dinyatakan dengan indeks keanekaragaman Simpson. Perbandingan studi komunitas antar penggunaan lahan dinyatakan dengan Indeks Similaritas Sorensen. Hubungan antara keanekaragaman makrofauna tanah dengan faktor lingkungan abiotik dianalisis dengan korelasi Pearson. Berdasarkan penelitian ini ditemukan 3 phylum yaitu annelida, arthopoda dan mollusca. Indeks keanekaragaman makrofauna dalam tanah tertinggi adalah pada lahan tanaman padi monokultur umur 80 hari (0,66. Berdasarkan hasil korelasi pearson menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman makrofauna dalam tanah berhubungan kuat dengan suhu tanah (-0,732.

  18. Pengaruh Sumber Daya Perusahaan dan Orientasi Wirausaha Terhadap Kinerja Usaha Kecil dan Menengah [Effect of Corporate Resources and Entrepreneur Orientation on Small and Medium Business Performance

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jein Sriana Toyib

    2017-09-01

    Full Text Available The intense competition between economic operators including those in Small and Medium Scale Enterprises (SMEs is a challenge that must be encountered in the era of the ASEAN Economic Community. The development of SMEs needs to be concerned since it is a potential sector to boost economic growth, employment and also directly drive the local economy. The study aims to analyze the influence of company resources and entrepreneurial orientation on the performance of SMEs in Manokwari. This was a quantitative research, with associative research method. The research population was all SMEs listed in Department of Cooperatives and SMEs Manokwari District. 100 samples of SMEs were chosen using accidental sampling technique. Data were obtained by giving questionnaires and interviews to SMEs in Manokwari. Multiple regression analysis was applied for data analysis.  Results of the study shows that both company resources and entrepreneurial orientation have significant affect on the performance of SMEs in Manokwari. Bahasa Indonesia Abstrak: Persaingan yang ketat antara pelaku ekonomi termaksud pelaku usaha kecil dan menengah merupakan tantangan yang harus dihadapi dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Perhatian terhadap perkembangan usaha kecil dan menengah perlu terus dilakukan karena usaha kecil dan menengah adalah sektor yang potensial mendorong pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja dan secara langsung mengerakan ekonomi masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh sumber daya perusahaan dan orientasi wirausaha terhadap kinerja usaha kecil dan menengah di kabupaten Manokwari. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh usaha kecil menengah yang tercatat di Dinas Koperasi dan UKM kabupaten Manokwari. Sampel penelitian berjumlah 100 UKM yang diambil dengan mengunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui  penyebaran kuesioner dan wawancara langsung

  19. TINJAUAN PSIKOLOGIS TERHADAP HUKUMAN MATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pujiastuti Handayani

    2014-10-01

    Full Text Available Abstrak Tindak pidana mutilasi merupakan kejahatan terhadap tubuh dalam bentuk pemotongan bagian-bagian tubuh tertentu dari korban. Persoalan terkait tindak pidana mutilasi yaitu penerapan sanksi pidana terhadap pelaku berupa hukuman mati. Tulisan ini akan menguraikan penerapan hukuman mati terhadap tindak pidana mutilasi yang ditinjau dari perspektif psikologis, hak asasi manusia, maupun agama. Abstract The criminal act of mutilation is a crime against the body in the form of cutting certain body parts of the victim. One of the issues related to mutilation as a crime is the application of death penalty to the perpetrators. This paper describes the application of the death penalty for the perpetrator of the crime of mutilation from a psychological, human rights, and religious perspectives.

  20. DARI METOBU HINGGA MEKAMBO: PERTUMBUHAN PEMUKIMAN KOTA KOLAKA PADA ABAD XX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Basrin Melamba

    2013-01-01

    Full Text Available This paper describes the growth of Kolaka city in Bone in XX century. In early XX century, Kolaka became the capital of onderafdeeling Kolaka since 1911. In 1912 indirectly the influence of this policy was the development and repair of city facilities in the form of port medium, warehouse, office of toll and duty, and road network in Kolaka. Those settlement growths in Kolaka affected the economic activity and commerce. The settlement and physical region got much better especially after Dutch government settled the resident settlement with the settlement model following the centripetal roadway pattern with the village (kampung pattern (o’kambo. The resident settlement pattern also followed the coastline of Mekongga and Bone Bay. Exploiting the nickel mine yielded the urban symptom in the center of area of nickel mining. Key words: growth, settlement, Kolaka city  Makalah ini menjelaskan tentang pertumbuhan Kota Kolaka di Bone pada abad XX. Pada awal abad XX, Kolaka menjadi ibukota daerah setingkat kabupaten (onderafdeeling Kolaka sejak tahun 1911. Pada tahun 1912 secara tidak langsung pengaruh dari kebijakan ini adalah adanya pengembangan dan perbaikan fasilitas kota dalam bentuk sarana pelabuhan, gudang, kantor tol dan pajak, serta jaringan jalan di Kolaka. Pertumbuhan pemukiman di Kolaka tersebut mempengaruhi kegiatan ekonomi dan perdagangan. Pemukiman dan fisik wilayah menjadi jauh lebih baik terutama setelah Pemerintah Belanda menyelesaikan pemukiman penduduk dengan model pemukiman yang mengikuti pola jalan sentripetal dengan pola kampung (o'kambo. Pola pemukiman penduduk juga mengikuti garis pantai Teluk Mekongga dan Bone. Memanfaatkan tambang nikel juga menghasilkan gejala urban di tengah area pertambangan nikel.Kata kunci: pertumbuhan, pemukiman, kota Kolaka

  1. DINAMIKA SISTEM KOTA-KOTA DAN PEMILIHAN ALTERNATIF PUSAT PERTUMBUHAN BARU DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sriyanto Prakoso

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian adalah menganalisa dinamika dan variasi perkembangan sistem kota-kota dan karakter kekotaan, guna memilih atau menentukan alternatif pengembangan pusat pusat baru di Propinsi sehingga pembangunan lebih merata. Penelitian menggunakan metode deskriptifianalitis dengan analisis data sekunder. Lingkup daerah penelitian meliputi seluruh desa di Propinsi DIY, sejumlah 438 desa yang tersebar di lima Kabupaten. Variabel yang digunakan meliputi variabel demografis untuk menganalisa sistem dan hirarki kota-kota dan variabel karakter kekotaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Index primacy, Analisis Faktor, Crosstab dan Korelasi, Pembuatan Tipologi Wilayah. Sedangkan analisis spasial atau pemetaan dengan program Arc View. Hasil penelitian menunjukkan, dinamika sistem kota-kota di Propinsi DIY sepanjang tahun 1960-2002 memperlihatkan gejala primacy atau pemusatan perkembangan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya (pinggiran. Hal tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan perkembangan wilayah dan beban kota semakin meningkat. Semakin tinggi peringkat wilayah, semakin dinamis perubahan yang terjadi, sena semakin tinggi karakter kekotaan yang dimilikinya. Fenomena pemusatan perkembangan yang tedadi di kota Yogyakarta dan sekitarnya merupakan bukti empiris pemusatan sistem perkotaan. Berdasarkan analisis yang komprehensif, ditetapkan kluster pusat pertumbuhan baru di lima Kabupaten Kota, yaitu Kluster Sentolo (Kabupaten Kulonprogo, Kluster Srandakan-Galur (Kabupaten Bantul, Kluster Playen-Patuk (Kabupaten Gunung Kidul, Kluster Tempel-Sleman (Kabupaten Sleman, dan Kluster Giwangan (Kota Yogyakarta. Penelitian merekomendasikan redistribusi hasil-hasil pembangunan melalui pengembangan dan penguatan pusat pertumbuhan baru, pembentukan tata ruang perwilayahan dan sistem perkotaan yang fungsional. Pusat pertumbuhan baru harus `mandiri. dan diintegrasikan dengan wilayah belakangnya (hinterland, sehingga tercipta keterkaitan fisik

  2. ANALISIS PSAK NO. 27 TENTANG AKUNTANSI PERKOPERASIAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEHATAN USAHA PADA KPRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Khafid

    2012-03-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kepatuhan penerapan PSAK 27 (Cooperative Accounting, dan untuk menganalisa dampak  kepatuhan penerapan PSAK 27 (Cooperative Accounting  pada pengoperasian kinerja KPRI di kota Semarang. Populasinya adalah 62 KPRI di kota Semarang, dan sempel yang digunakan adalah 29 KPRI. Metode pengumpulan datanya adalah dokumentasi dan kuesioner. Metode analisis data adalah analisis deskriptif  dan statistik inferensial. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa KPRI di kotamadya Semarang dikategorikan cukup dan terbukti bahwa hipotesis menyatakan bahwa tingkat kepatuhan penerapan PSAK 27 berpengaruh terhadap pertumbuhan usaha. Abstract The purposes of this research are to analyze the implementation compliance of PSAK 27 (Cooperative Accounting, and to analyze the effects of implementation compliance of PSAK 27 (Cooperative Accounting on KPRI performance  in Semarang Municipality. The population are 62 KPRIs in Semarang.However, there are only twenty nine KPRIs become the samples. The methods for collecting the data are documentation and questionairre. Then, for analyzing the data, it requires descriptive analysis and inferential analysis. The results of study shows that KPRIs in Semarang Municipality are categorized as fair and hypothesis states that the level of implementation compliance of PSAK 27 is influencial to the business has successfully proven.Keywords:  cooperative accounting; compliance

  3. STIMULASI PERTUMBUHAN JUVENIL ABALON, Haliotis squamata DENGAN PEMBERIAN HORMON REKOMBINAN IKAN rElGH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriyah Husnul Khotimah

    2017-01-01

    Full Text Available Masalah yang paling utama dalam budidaya abalon tropis adalah pertumbuhan yang lambat. Penggunaan rElGH (recombinant giant grouper, Epinephelus lanceolatus growth hormone untuk menstimulasi pertumbuhan beberapa spesies ikan sudah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji akselerasi pertumbuhan juvenil abalon tropis, Haliotis squamata setelah diberi perlakuan perendaman hormon rekombinan ikan kerapu kertang, Epinephelus lanceolatus pada frekuensi yang berbeda. Ada empat perlakuan frekuensi perendaman rElGH yaitu 4, 9, 16 kali, dan tanpa perendaman (kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Perendaman dilakukan selama tiga jam, dengan interval waktu empat hari. Kepadatan abalon tropis 100 ekor/L air laut yang mengandung 30 mg rElGH. Wadah untuk perendaman berupa beaker glass yang dilengkapi dengan aerasi. Penelitian dilakukan selama tujuh bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abalon tropis yang direndam rElGH dengan frekuensi empat kali menghasilkan pertumbuhan bobot tubuh dan panjang cangkang tertinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya (P<0,05. Sintasan abalon tropis yang diberi perlakuan perendaman hormon rElGH lebih tinggi dibandingkan perlakuan kontrol. The most crucial problem in tropical abalone aquaculture is the slow growth of the species. Studies investigating the use of rElGH (recombinant giant grouper, Epinephelus lanceolatus growth hormone for promoting growth have been performed in various species. This research aimed to examine the growth acceleration of tropical abalone, Haliotis squamata juvenile after being treated in different immersion frequencies of recombinant giant grouper, Epinephelus lanceolatus growth hormone (rElGH. There were four treatments of rElGH immersion frequency: 4, 9, 16 times and without rElGH immersion (control. Each treatment was performed in triplicates. Immersion was performed for 3 hours, at 4-day intervals and a density of 100 tropical abalones in 1 L seawater containing 30

  4. Pengaruh Atmosferik terhadap Kepuasan dan Niatan Perilaku Konsumen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Purwanto

    2016-12-01

      Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran atmosferik di restoran “X,” sebuah restoran Jepang yang berada di berbagai area di Jakarta. Penelitian ini menganalisis (1 pengaruh atmosferik terhadap kualitas layanan; (2 pengaruh atmosferik terhadap kualitas makanan; (3 pengaruh atmosferik terhadap nilai yang dirasakan; (4 pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan; (5 pengaruh nilai yang dirasakan terhadap kepuasan pelanggan; (6 pengaruh kualitas makanan terhadap kepuasan pelanggan; (7 pengaruh kualitas layanan terhadao niatan perilaku konsumen; (8 pengaruh kepuasan pelanggan terhadap niatan perilaku konsumen; (9 pengaruh kualitas makanan terhadap niatan perilaku konsumen; (10 pengaruh tidak langsung atmosferik terhadap kepuasan pelanggan; dan (11 pengaruh tidak langsung atmosferik terhadap niatan perilaku konsumen. Desain penelitian ini adalah kuantitatif. Kami membagikan kuesioner kepada para pelanggan restoran “X” di Jakarta dan kuesioner yang kembali berjumlah 283, yang mana ada 54 kuesioner yang tidak dapat digunakan, sehingga penelitian ini menggunakan 229 sampel. Setiap indikator terbukti sahih dan setiap variabel terbukti handal. Penelitian ini menemukan bahwa pengaruh atmosferik terhadap kualitas layanan, kualitas makanan, dan nilai yang dirakan secara parsial positif dan signifikan. Pengaruh nilai yang dirasakan dan kualitas makanan terhadap kepuasan pelanggan secara parsial juga positif dan signifikan. Pengaruh kepuasan pelanggan terhadap niatan perilaku konsumen positif dan signifikan. Pengaruh kualitas makanan terhadap niatan perilaku konsumen juga ditemukan positif dan signifikan. Pengaruh tidak langsung atmosferik terhadap kepuasan pelanggan dan niatan perilaku konsumen juga positif dan signifikan. Namun, karena di restoran yang diteliti konsumen mereka melayani diri sendiri, maka kualitas layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dan niatan perilaku konsumen.

  5. KINETIKA PERTUMBUHAN MIKROBIA DAN KEMUNDURAN MUTU BAKSO DAGING TERLAPISI PATI UMBI KIMPUL (Xanthosoma sagittifoliumYANG DIINKORPORASI KALIUM SORBAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Warkoyo Warkoyo

    2015-05-01

    dan 0,036 kali konsentrasi kalium sorbat. Pelapis edible aktif berbasis pati X. sagittifolium yang diinkorporasi kalium sorbat 0,6% dapat meningkatkan umur simpan bakso sampai 4 hari, sementara bakso tanpa pelapis hanya bertahan kurang dari 1 hari. Kata kunci: Pelapis edible aktif, kinetika pertumbuhan mikrobia, kalium sorbat

  6. HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN DENGAN KEBERADAAN GEN TAHAN PENYAKIT MAJOR HISTOCOMPATIBILITY COMPLEX (MHC PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erma Primanita Hayuningtyas

    2016-04-01

    Full Text Available Wabah penyakit koi herpes virus (KHV di Indonesia yang terjadi sejak tahun 2002 merupakan salah satu faktor yang memicu kemerosotan produksi ikan mas budidaya. Pembentukan strain unggul ikan mas tahan KHV dapat menjadi solusi bagi permasalahan tersebut. Pemilihan genotip ikan mas tahan KHV dengan marka molekuler gen major histocompatibility complex class II (MHC-II, khususnya pada alel Cyca DAB 1*05 akan membantu dalam kegiatan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan gen MHC-II pada populasi dasar G0 ikan mas strain Rajadanu dan hubungannya dengan pertumbuhan (bobot. Metode deteksi keberadaan gen MHC-II pada dua kelompok ikan dengan ukuran berbeda dilakukan dengan teknik PCR. Hubungan antara pertumbuhan ikan mas dengan persentase kemunculan gen MHC-II dianalisis dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences, sehingga diperoleh korelasi di antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pertumbuhan dengan persentase keberadaan gen MHC-II berkorelasi negatif dengan nilai R = -0,742. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin cepat pertumbuhan populasi ikan mas maka semakin sedikit persentase individu yang mempunyai gen MHC-II pada setiap populasi ikan mas. Sehingga populasi ikan mas yang pertumbuhannya lambat memiliki tingkat persentase positif MHC-II lebih tinggi (85,71%-100% dibandingkan populasi ikan mas yang pertumbuhannya cepat (42,86%-85,71%.

  7. Upaya Dinas Pertanian Kabupaten Blitar Dalam Rangka Implementasi Renstra Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2010-2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laila Asmari

    2013-09-01

    Full Text Available Renstra Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2010-2014 merupakan dokumen perencanaan untuk mencapai sasaran makro pembangunan tanaman pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan.   Penelitian ini bertujuan  mendeskripsikan dan menganalisis upaya Dinas Pertanian Kabupaten Blitar dalam rangka mengimplementasikan Renstra tersebut dan faktor pendukung serta penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman.  Upaya Dinas Pertanian Kabupaten Blitar antara lain pengelolaan produksi tanaman pangan melalui SLPTT, pengelolaan sistem penyediaan benih dan pelayanan penanganan pasca panen.  Perencanaannya bersifat top down dan implementasi rencananya sesuai dengan nature of planning process. Sebagian besar rencana tahun 2010-2012 berhasil diimplementasikan, tetapi terdapat kegiatan yang tidak tepat sasaran dari segi waktu dan target group.  Faktor pendukungnya adanya dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, ketersediaan dana, dan keberlanjutan program.  Sedangkan faktor penghambatnya perubahan kebijakan dari Pusat, keterbatasan ketersediaan benih di tingkat penyalur, keterbatasan tenaga administrasi dan lapang. Kata kunci: upaya, implementasi, renstra, top down

  8. PENETAPAN KADAR RESIDU ORGANOKLORIN DAN TAKSIRAN RESIKO KESEHATAN MASYARAKAT TERHADAP RESIDU PESTISIDA ORGANOKLORIN PADA 10 KOMODITI PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Isnawati

    2012-10-01

    Full Text Available Usaha untuk mendapatkan hasil pertanian yang meningkat tidak ekonomis jika tidak menggunakan pestisida untuk menanggulangi serangan hama tanaman. Selain memberikan keuntungan bagi petani, disisi lain residu pestisida dapat membahayakan konsumen dalam batas-batas tertentu. Pemakaian pestisida  organoklorin telah dilarang penggunaannya melalui Menteri Pertanian nomor 434.1/kpts/TP.270/7/2001 karena sifatnya yang persisten. Oleh karena itu untuk mengetahui sejauh mana residu pestistda organoklorin masih ada dikomoditi makanan, maka dilakukan penetapan kadar residu pestisida organoklorin dan melakukan perhitungan taksiran resiko terhadap kesehatan masyarakat. Sampel adalah 10 jenis makanan (beras, }agung, kacang panjang, pisang ambon, tahu tempe, daging sapi, daging ayam, ikan mas, ikan gabus yang paling banyak dikonsumsi masyarakat yang digolongkan sebagai makanan pokok, lauk, sayur dan buah. Tempat pengambilan sampel dipilih secara purposif dt wilayah propinsi Jawa Barat dari 3 kota besar, yaitu Bandung, Cirebon dan Serang. sepuluh jenis sampel diambil secara acak sederhana di beberapa kios di satu pasar tradisional dart tiap kota. Penetapan kadar residu organoklorin dilakukan dengan menggunakan kromatografi gas. Sampel diambil secara acak sederhana dibeberapa kios di satu pasar tradisional dari tiap kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging sapi yang berasal dari Bandung merupakan jenis makanan yang terdeteksi pestisida organoklorin, yaitu: alfa-endosulfon dan beta endosulfon dengan kadar masing-masing 0,0284 mg/kg dan 0,0249 mg/kg. Kadar yang didapat masih di bawah BMR (Batas Maksimum Residu dan nilai ADI (Acceptable Daily Intake untuk endosulfon, sehingga tidak berisiko terhadap masyarakat yang mengkonsumsinya.

  9. ANALISIS PENGARUH UMUR, PENDIDIKAN, DAN UPAH TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zakaria Firmansyah

    2017-06-01

    Full Text Available Produktivitas merupakan salah satu indikator yang paling penting dari kegiatan ekonomi. Produktivitas merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi penting, yaitu sebagai leverage (leverage untuk pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang. Itulah salah satu alasan mengapa negara-negara saat ini banyak telah berusaha untuk meningkatkan  produktivitas. Masalah ketenagakerjaan didominasi oleh kemampuan produktivitas tenaga kerja masih belum memadai baik dari segi pendidikan, pengalaman kerja dan lain-lain Satu hanya untuk pekerja di mitra industri rambut Purbalingga bahwa sebagian besar pekerja perempuan tersebut. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, Regresi Pengujian, dan Asumsi Klasik Uji. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa secara bersama-sama Umur, Pendidikan, dan Upah dampak positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja di rambut Industri Mitra Purbalingga dibuktikan dari hasil uji F untuk dan nilai prob. F-hitung (0.000000 <5%. R2 = 0,98673. berarti bahwa 98,6 persen dari kemampuan variasi set variabel independen (independent yang digunakan dalam model ini dapat menjelaskan variasi dalam produktivitas tenaga kerja di mitra industri rambut di Purbalingga. Sedangkan 1,4 persen sisanya  dipengaruhi  oleh  variasi dalam variabel dependen dijelaskan oleh variabel lain di luar model yang digunakan dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian yaitu 3 variabel independen digunakan untuk memiliki pengaruh yang signifikan pada α = 5% dari produktivitas tenaga kerja di mitra Industri Rambut di Purbalingga variabel ini adalah usia, pendidikan, dan Upah. Productivity is one of the most important indicator of economic activity . Productivity is a key driver of economic growth vital , namely as leverage ( leverage for national economic growth in the long term. That's one reason why today many countries have sought to improve productivity. Employment issues are dominated by the

  10. PENGUATAN KELEMBAGAAN DI INDUSTRI PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PEMERATAAN EKONOMI DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sidiq Permono Nugroho

    2012-06-01

    Full Text Available Penguatan kelembagaan di Industri pertaniaan diharapkan akan mampu memberikan andil bagi peningkatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, bila didukungan oleh pemerintah, BULOG dan KUD. Penguatan kelembagaan BULOG (Badan Urusan Logistik yang bertugas sebagai pengendali harga dengan mengoptimalkan perannya sebagai penampung hasil pertanian terutama padi dan KUD (Koperasi Unit desa sebagai penyalur sarana pertanian bagi petani. Pemerintah berperan sebagai supporting system dalam mendukung penuh kedua lembaga tersebut dengan adanya kebijakan (regulasi dan pendanaan. Dukungan dari ke tiga elemen tersebut diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Indonesia. Industri pertanian akan semakin maju dengan adanya potensi pendapatan yang meningkat. Investasi akan dengan sendirinya tercipta dan sumber daya akan dapat diserap untuk kegiatan industri pertanian. Trickle Down Effect dan Multiplier Effect akan tercipta karena angkatan kerja akan terserap dalam sector pertanian sehingga angka kemiskinan di sector pertanian akan berkurang. Import beras hanya melukai kerja keras para petani maka seharusnya pemerintah memberikan akses yang maksimal bagi petani sehingga kedepan Indonesia mampu mejaga ketahanan pangan tanpa bergantung dari import.

  11. PENGARUH INFRASTRUKTUR, PMDN DAN PMA TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firdausi Nuritasari

    2013-11-01

    Full Text Available Abstrak ___________________________________________________________________ Anggaran infrastruktur setiap tahun mengalami peningkatan, akan tetapi penelitian dari laporan World Economic Forum menunjukkan peringkat kualitas infrastruktur di Indonesia masih tergolong rendah. Jika dibandingkan grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan realisasi PMDN dan PMA hampir bergerak kearah yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat pengaruh antara infrastruktur, PMDN dan PMA terhadap Produk Domestik Bruto.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber pada laporan Badan Pusat Statistik (BPS khususnya data tahun 1986 sampai dengan tahun 2011. Data yang diteliti meliputi data Produk Domestik Bruto, panjang jalan menurut kewenangan pemerintah, jumlah air yang di salurkan, jumlah listrik yang di produksi, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri, dan realisasi Penanaman Modal Asing. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Data yang dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, Uji Regresi Berganda, dan Uji Asumsi Klasik.Hasil penelitian diperoleh menunjukan bahwa secara bersama-sama infrastruktur jalan, air. Listrik, PMDN dan PMA berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produk Domestik  bruto di Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah secara parsial yaitu terdapat 2 variabel independen yang digunakan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia. Variabel tersebut yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing. Abstract ______________________________________________________________ The infrastructure budget has increased every year, but research from the World Economic Forum report shows the ranking of the quality of infrastructure in Indonesia is still relatively low. When compared to Indonesia's economic growth charts with the realization Domestic Capital Investment and Foreign Direct Investment almost

  12. ANALISIS KURS, TCPI DAN KEBIJAKAN TAX REFUND TERHADAP JUMLAH WISMAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rif’atin Nabilah

    2017-06-01

    Full Text Available Industri pariwisata merupakan suatu sektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, salah satunya sebagai sumber penerimaan devisa. Hal ini  disebabkan karena pertumbuhan pariwisata Indonesia yang terus meningkat dan berdampak positif terhadap penerimaan devisa Indonesia. Jumlah wisman yang datang ke Indonesia merupakan faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap penerimaan devisa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kurs, TCPI dan kebijakan Tax Refund sebagai variabel ekonomi makro terhadap jumlah wisman Singapura yang datang ke Indonesia periode 2009-2013. Metode analisis yang digunakan adalah OLS (Ordinary Least Square menggunakan bantuan program E-views. Hasil menunjukkan bahwa kurs dan kebijakan Tax Refund mempengaruhi jumlah wisman Singapura yang datang ke Indonesia secara signifikan, sedangkan TCPI tidak. Jumlah kunjungan wisman dapat ditingkatkan dengan upaya Pemerintah dalam memaksimalkan pelaksanaan kebijakan Tax Refund, mengendalikan laju inflasi di Indonesia serta mengupayakan agar rupiah tidak selalu terdepresiasi. Dengan upaya tersebut,  wisatawan  global akan semakin tertarik untuk berwisata ke Indonesia.  Tourism is one of sector that have an important effect in economy of Indonesia, one of them as a source of foreign exchange earnings. That’s not caused due to the growth of Indonesian tourism that has a positive impact to foreign exchange earnings in Indonesia. The number of tourists in Indonesia is the factor that directly affects the foreign exchange earnings. This study aims to determine how much kurs, TCPI and Tax Refund as a macro economic variables to the number of  Singapore tourists in Indonesia at 2009-2013. Analysis metode used in this study is OLS (Ordinary Least Square using  E-views program assistance. Research show that kurs and Tax Refund affects significantly to the number of Singapore tourists in Indonesia and TCPI didn’t make it. The

  13. PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, STRUKTUR KEPEMILIKAN, DAN SIKLUS OPERASI TERHADAP KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nadiya Rosyida

    2017-05-01

    Full Text Available Laporan keuangan yang dipublikasikan merupakan sumber informasi bagi sebagian besar pemakai laporan keuangan serta pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan siklus operasi perusahaan terhadap kualitas pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktPopulasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2012. Pemilihan sampel ini menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan metode ini, diperoleh sampel perusahaan sebanyak 25 perusahaan. Metode analisis data penelitian ini yaitu regresi berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, dan siklus operasi perusahaan berpengaruh positif terhadap kualitas pelaporan keuangan, sedangkan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kualitas pelaporan keuangan.Saran dari penelitian ini adalah perlu menggunakan atribut lain dalam penilaian kualitas pelaporan keuangan berbasis pasar (market based attributes. Menggunakan variabel lain seperti pertumbuhan investasi terkait pelaporan keuangan yang dilakukan perusahaan, maupun rasio keuangan seperti likuiditas untuk menghasilkan penelitian yang lebih baik. Published financial statements are the source of information for most of the users of financial statements and the parties concerned to support decision making.. This study aims to determine the effect of firm size, managerial ownership, institutional ownership, and the operating cycle of the financial reporting quality in manufacturing companies.This study population is manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange from 2011-2012. The sample selection is using purposive sampling method. Based on this method, it is obtained a sample consisted of 25 companies. Methods of data analysis of this study is multiple regression.The results show that the

  14. Persepsi Mahasiswa Terhadap Plagiat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elok Putri Nimasari

    2017-12-01

    Full Text Available Ketidakjujuran dalam bidang akademik seperti plagiat, banyak terjadi di lingkungan akademisi. Menjiplak hasil tulisan dan ide tanpa mencantumkan referensi kerap ditemukan dalam banyak kasus, tidak hanya di dalam karya ilmiah tetapi juga pada tugas-tugas perkuliahan. Seiring dengan berkembangnya teknologi melalui telepon pintar dan juga jaringan internet yang semakin mudah untuk mengakses informasi, membuat plagiat di lingkungan akademisi juga semakin meningkat. Dengan atau tanpa sadar mahasiswa menjiplak sebuah karya atau ide pemikiran, adalah tanggung jawab sebuah institusi perguruan tinggi untuk memperkenalkan pada mahasiswanya apa itu plagiat, jenis-jenis plagiat, akibat dari perilaku plagiat, bagaimana cara-cara untuk menghindari plagiat dan bagaimana penerapan sangsi untuk yang melakukan plagiat secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi dan perilaku mahasiswa terhadap plagiat, mengidentifikasi tipe-tipe plagiat, dan menganalisis solusi yang bisa dilakukan untuk mengurangi perilaku plagiat.Pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan analisis dokumen di aplikasikan dalam studi ini.Obyek dalam penelitian ini merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Sampel populasi menggunakan purposive random sampling.

  15. Pengaruh komposisi komposit al2o3/ysz dan variasi feed rate terhadap ketahanan termal dan kekuatan lekat pada Ysz-al2o3/ysz double layer tbc

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parindra Kusriantoko

    2014-03-01

    Full Text Available TBC (Thermal Barrier Coating dengan YSZ-Al2O3/YSZ top coat (TCdan MCrAlY sebagai bond coat (BC yang selanjutnya disebut sebagai YSZ-Al2O3/YSZ double layer TBC dibuat dengan menggunakan metode flame spray.Hasil pelapisan sebelum dan sesudah diuji termal dikarakterisasi menggunakan SEM, EDX dan XRD.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa semakin tinggi powder feed rate akan berpengaruh pada morfologi permukaan lapisan. Feed rate makin rendah menyebabkan struktur yang cenderung kasar dan tidak padat dan cenderung berporos. Lapisan komposit Al2O3/YSZ juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan TGO (Thermally Grown Oxide setelah dilakukan uji termal, dimana komposisi paling bagus dengan pertumbuhan TGO paling rendah adalah 15%Al2O3/8YSZ. Hasil pengujian TGA menunjukkan semua sampel mulai teroksidasi pada temperatur 1000-1030oC dan didapatkan sampel paling stabil adalah 15% Al2O3/8YSZ 14 dan 20 gr/min. Dari pengujian XRD sampel yang memiliki fasa yang paling stabil adalah 15%Al2O3/8YSZ dengan fasa t-ZrO2 dan m-ZrO2. Dari pengujian Thermal Torch dan Pull Off komposisi 15%Al2O3/8YSZjuga memiliki ketahanan terhadap pengerusakan yang paling baik dan kelekatan yang baik sebesar 10 MPa.

  16. “How to Track Baby Feedings” Penerapan Model Dokumentasi Dengan Menggunakan Software Sebagai Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Bayi

    OpenAIRE

    Dwi Susanti, Henny

    2014-01-01

    “How To Track Baby Feedings” Penerapan Model Dokumentasi Dengan Menggunakan Software Sebagai Upaya Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Bayi“How to Track Baby Feedings” Implementation Documentation Model by Using Software as an Effort to Improve Growth and Development in InfantsHenny Dwi SusantiFakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145E-mail : Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran tubuh, sedangkan perk...

  17. Tekanan Metarhizium anisopliae dan Feromon terhadap Populasi dan Tingkat Kerusakan oleh Oryctes rhinoceros

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wtjaksono Witjaksono

    2015-12-01

    memikat kumbang Oryctes jantan maupun betina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gabungan feromon dan Metarhizium anisopliae terhadap dinamika populasi O. rhinoceros dan intensitas kerusakan pada tanaman kelapa. Penelitian ini dilaksanakan di kebun kelapa rakyat di Desa Bojong, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, dari bulan Juni 2009 sampai dengan Januari 2010. Parameter yang diamati adalah intensitas kerusakan sebelum dan setelah perlakuan, jumlah imago yang terperangkap oleh feromon, dan jumlah larva yang berada di breeding site. Analisis data menggunakan analisis varian dan dilanjutkan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beda nyata pada intensitas serangan, jumlah imago dan jumlah larva pada semua perlakuan. Intensitas serangan baru, yakni serangan yang terjadi setelah dilakukan pengendalian, secara berurut dari yang tertinggi adalah perlakuan kontrol, perlakuan perangkap berferomon, dan perlakuan gabungan yakni sebesar 4,73%; 1,08%; dan 0,65%. Jumlah imago yang terperangkap sebesar 101 ekor pada perlakuan ferotrap dan 52 ekor pada perlakuan gabungan. Larva yang terinfeksi M.anisopliae sebanyak 265 ekor dari total 281 ekor.

  18. Eksplorasi dan Karakterisasi Tanaman Genjer (Limnocharis flava (L. Buch di Kabupaten Pangandaran Berdasarkan Karakter Morfologi dan Agronomi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liberty Chaidir

    2016-12-01

    Full Text Available Genjer merupakan tanaman yang tumbuh liar di area persawahan, rawa, atau sungai yang keberadaannya sering dianggap sebagai gulma. Tanaman genjer memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai bahan penyerap logam berat dalam tanah dan sebagai obat yang memiliki banyak kandungan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi karakter morfologi dan karakter agronomi untuk mengetahui hubungan kekerabatan tanaman genjer antar daerah di Kabupaten Pangandaran. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran pada Mei sampai Oktober 2015. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi purposive sampling pada 77 aksesi genjer yang diambil dari Kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman fenotipik yang luas pada karakter morfologi ujung daun, warna batang, tekstur daun, warna daun, panjang lekukan bawah daun, warna kelopak bunga dan warna bunga. Karakter agronomi yang mempunyai keragaman yang luas ialah tinggi tanaman, jumlah batang per rumpun, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, jumlah bunga dan diameter batang. Tanaman genjer di Kabupaten Pangandaran memiliki kekerabatan yang jauh dengan rentang jarak Euclidian 0,48 sampai 10,17. Aksesi yang memiliki hubungan kekerabatan paling jauh yaitu Ciakar (001 dengan jarak Euclidian 10,17, sedangkan yang memiliki hubungan kekerabatan paling dekat yaitu Cikalong (003 dan Cikalong (004 dengan jarak Euclidian 0,48. Genjer or Yellow velvetleaf is a plant that grows wild in lowland area, swamp or river which existence is considered as a weed. Genjer has a lot of benefits, such as material absorbent for heavy metals in the soil and medicine that has a lot of nutrition. This study aimed to determine the variety of morphological and agronomic characters of Genjer in Pangandaran Regency and to determine the genetic relationship of genjer between regions in Pangandaran. The research was conducted in the Pangandaran Regency on May to October 2015. The method used purposive sampling

  19. PENGARUH CUSTOMER RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN

    OpenAIRE

    Verawati, .

    2017-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh customer relationship marketing terhadap loyalitas konsumen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer diperoleh dari hasil jawaban kuesioner nasabah Bank yang disebar di Yogyakarta. Alat analisis yang digunaka n untuk menganalisis pengaruh customer relationship marketing terhadap loyalitas konsumen di bank Yogyakarta adalah analisis regresi berganda metode backward. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ...

  20. PENGARUH PENGALAMAN AUDIT TERHADAP PENINGKATAN KEAHLIAN AUDITOR

    OpenAIRE

    AMIR, YUNITA

    2014-01-01

    2014 Pengaruh Pengalaman Audit terhadap Peningkatan Keahlian Auditor Effect of Audit Experience to Increase The Expertise of Auditor Yunita Amir Mediaty Kartini Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh pengalaman audit terhadap peningkatan keahlian auditor. Penelitian ini dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh auditor di Makassar. Variabel independen dari penelitian ini adalah lamanya masa kerja dan banya...

  1. POLA RESISTENSI KUMAN PENYEBAB DIARE TERHADAP ANTIBIOTIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusri Dianne Jurnalis

    2009-05-01

    Full Text Available AbstrakResistensi kuman terhadap antibiotika sangat dipengaruhi oleh intensitas pemaparan antibiotika. Penggunaan antibiotika yang tidak rasional pada penyakit diare cenderung akan meningkatkan resistensi kuman yang semula sensitif. Perkembangan resistensi kuman terhadap antibiotika perlu dipantau agar dalam pengobatan penyakit diare dengan antibiotika dapat dilakukan pemilihan obat yang tepat.Untuk mengetahui pola resistensi kuman terhadap antibiotika pada pasien diare yang dirawat di bangsal IKA RS Dr. M. Djamil Padang dari Januari-Desember 2008.Data penelitian diperoleh dari catatan medik pasien diare yang dirawat di bangsal IKA dan dilakukan kultur dan sensitivitas dari sampel feses. Dilakukan uji resistensi terhadap kuman yang terdeteksi dengan antibiotika Ampisilin (Amp, Tetrasiklin (TE, Sulfametoxazole-Trimetoprim (STX, sebagai antibiotik ang paling banyak digunakan pada pasien diare.Dari hasil uji kultur dan sensitivitas pada 173 sampel feses didapatkan 3 jenis kuman yang terbanyak yaitu E.Coli sebanyak 92 (51.4%, Klebsiela sp 30 (16.8%, dan kuman Enterobacter sp 28 (15.6%. Resistensi kuman E.Coli terhadap antibotika AMP sebesar 53.3%, terhadap TE 67.4% dan terhadap STX 87%. Resistensi kuman Klebsiela sp terhadap antibiotika AMP sebesar 46%, terhadap TE 40% dan terhadap STX 73.3%. Dan resistensi kuman Enterobacter sp terhadap antibotika AMP sebesar 64.3%, terhadap TE 75% dan terhadap STX 82,1%.Kuman penyebab diare menunjukkan resistensi yang tinggi terhadap Sulfametoxazole-Trimetoprim (STX.Kata kunci. resistensi, antibiotika, diareAbstractMicroorganisme resistance against antibiotic is highly influenced by intensity of antibiotics exposure. Irrational use of antibiotics in diarrhea tends to increase resistance of previously sensitive microorganism. Monitoring in antibiotics development resistance is required to achieve appropriate diarrhea therapy.ARTIKEL PENELITIAN42To assess microorganism resistance pattern against antibiotics in

  2. ANALISIS PERIZINAN PENDIRIAN ALFAMART DAN DAMPAK NEGATIF TERHADAP PERUSAHAAN PERORANGAN DI SEKITARNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ghassan Niko Hasbi

    2016-03-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dan pertumbuhan perekonomian di Indonesia sekarang ini, menjadikan perusahaan-perusahaan waralaba lokal semakin berkembang pesat diantaranya Alfamart dan Indomaret. Pesatnya pertumbuhan penjualan sistem waralaba disebabkan faktor popularitas franchise.  Hal ini tercermin dari kemampuannya untuk menawarkan suatu bidang usaha yang probabilitas keberhasilannya tinggi. Namun keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dampak negatif yang timbul terhadap perusahaan perorangan disekitarnya. Hasil penelitian membuktikan bahwa adanya jarak yang sangat berdekatan antar minimarket bisa berdampak negatif karena mereka akan berlomba-lomba untuk mendapatkan konsumen yang banyak dengan cara program diskon melalui kartu anggota (member card dan program diskon produk pada bulan-bulan tertentu, sehingga efeknya juga akan berdampak pada pengusaha kecil di sekitar minimarket , karena dengan modal yang kecil tidak akan bisa bersaing dengan minimarket tersebut. Ini merupakan salah satu indikator persaingan tidak sehat yaitu persaingan usaha yang dilakukan dengan cara menghambat terjadinya persaingan di antara pelaku usaha dimana yang melihat kondisi pasar yang tidak sehat (Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Upaya pemerintah Kota Magelang untuk mengatasi semakin banyaknya toko modern  maka dikeluarkan kebijakan dari Walikota yaitu dengan membatasi jumlah toko modern di Kota Magelang yaitu hanya 20 gerai. Hal ini tentu saja sangat membantu pedagang kecil atau perusahaan perseorangan yang ada di Kota Magelang. Selain itu juga digalakkan program kemitraan usaha antara toko modern dengan UMKM yang ada di wilayah Kota Magelang dalam hal kerjasama pemasaran yaitu dalam bentuk (1Memasarkan barang produk UMKM yang dikemas atau dikemas ulang (repacking dengan merek pemilik barang, toko modern atau merek lain yang disepakati dalam rangka meningkatkan nilai jual barang(2 Memasarkan produk

  3. Persaingan Tanaman Jagung (Zea Mays) dan Rumput Teki (Cyperus Rotundus) pada Pengaruh Cekaman Garam (NaCl)

    OpenAIRE

    Pranasari, Rizka Amalia; Nurhidayati, Tutik; Purwani, Kristanti Indah

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan Zea mays yang bersaing dengan Cyperus rotundus pada pengaruh cekaman garam (NaCl).Metode yang digunakan replacement series menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 ulangan. Dengan perlakuan cekaman garam (NaCl) 0ppm, 500ppm, 1000ppm, dan 1500ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kultur tunggal terjadi persaingan intraspesies antara Zea mays maupun Cyperus rotundus sedangkan pada kultur campuran terjadi persaingan interspesies ant...

  4. ANALISIS TERHADAP PELAKSANAAN EUTHANASIA PASIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Enggarsasi

    1997-07-01

    Full Text Available Dalam KUHP tidak satu pasal pun yang menjelaskan batasan atau pengertian euthanasia. Namun demikian, pengenaan terhadap euthanasia dianalogikan dengan delik-delik yang tercantum dalam pasal 338, 340, 344 KUHP. Dengan dasar itulah maka pelaksanaan euthanasia dilarang. Larangan euthanasia pasif tidak pernah efektif karena kematian sebagai akibat ketidakmampuan ilmu dan teknologi kedokteran, dipandang sebagai kematian alamiah, sedangkan terhadap kematian alamiah tentu saja tidak ditahan-tahan atau dilarang hukum pidana maupun kode etik kedokteran. Hukum pidana dan kode etik kedokteran, tidak mewajibkan dokter untuk mengobati pasien di Iuar batas kemampuan ilmu dan teknologi kedokteran. berdasarkan penerapan karakteristik delik omisionis terbukti bahwa, larangan euthanasia pasif tidak memenuhi kriteria untuk diterapkan sebagai perbuatan pidana. Dalam hal terjadinya euthanasia pasif, walaupun dokter melakukan perbuatan positif, secara logika, kematian pasien tidak dapat dihindari. Dengan demikian sulit untuk dibuktikan adanya hubungan kausal antara akibat yang dilarang timbulnya dengan kelakuan negatif dokter.

  5. PERENCANAAN PEREKONOMIAN DAERAH MELALUI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUBSEKTOR TANAMAN BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoti Komara Murti

    2017-06-01

    Full Text Available Produk Domestik Regional Bruto (PDRB di Kabupaten Sragen relatif rendah diantara Karesidenan Surakarta.  Sektor pertanian merupakan sektor penyumbang PDRB terbesar diantara sektor-sektor yang lain di Kabupaten Sragen, melalui sektor pertanian ini diharapkan dapat menaikkan angka PDRB dengan dilakukan perencaaan pengembangan komoditas tanaman bahan makanan. Data yang digunakan yaitu data sekunder dan merupakan jenis penelitian kuantitaif. Metode analisis data menggunakan analisis Loqation Quotient, Shift Share, Klassen Typologi, Skalogram, Overlay serta Proyeksi Kecenderungan atau Time Trend. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode Loqation Quotient (LQ Shift Share (SSdan metode analisis Typologi Klassen, hanya daerah komoditas pada komoditas ubi jalar yang tidak terdapat kecamatan yang unggul. Atas dasar analisis overlay, area pengembangan pada komoditas padi terdapat di 2 kecamatan, komoditas jagung terdapat di 2 kecamatan, komoditas kedelai terdapat di 1 kecamatan, komoditas kacang tanah terdapat di 2 kecamatan, komoditas kacang hijau terdapat di 1 kecamatan, komoditas ubi kayu terdapat di 1 kecamatan, dan komoditas ubi jalar terdapat di 1 kecamatan. Berdasarkan analisis dengan menggunakan Proyeksi Kecenderungan atau Time Trend, selama 5 tahun ke depan subsektor tanaman bahan makanan dalam hasil produksi mengalami peningkatan, kecuali pada komoditas kedelai mengalami penurunan.  Gross Regional Domestic Product (GDP in Sragen relatively low among Surakarta. The agricultural sector is the sector's largest contributor to GDP among other sectors in Sragen, through the agricultural sector is expected to raise GDP figures to do planning is the development of food crops. The data used is secondary data and the type of quantitative research. Methods of data analysis using analysis Loqation Quotient, Shift Share, Klassen Typologi, schallogram, Overlay and trend projections or Time Trend. Based on the results of studies using methods

  6. SIKAP KONSUMEN TERHADAP BERAS ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Northa Idaman

    2014-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe purpose of this study were (1 to analyze the product attributes which considered necessary by the consumers of organic rice in Sukabumi Region, (2 to analyze the contribution of attitude toward behavior, subjective norms, and perceived behavioural control toward the intention to buy organic rice in Sukabumi Region, and (3 to formulate the managerial implication to improve the intention to buy organic rice in Kabupaten Sukabumi. The analyzed data on the 151 respondents were collected from four sub-districts in Sukabumi using convenience-sampling method. While analysis used were descriptive, cochran, and structural  equation  modelling. The result show that there were three attributes which were necessitated by the consumers in Sukabumi Region in buying organic rice, and there were big contributions from two constructs in forming the intention to buy organic rice in Sukabumi Region. Keywords: organic rice, consumer attittude, theory of planned behavior, structural equation modelling (SEMABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1 menganalisis atribut-atribut produk yang dipentingkan oleh konsumen terhadap beras organik di Kabupaten Sukabumi. (2 menganalisis kontribusi sikap terhadap perilaku pembelian beras organik (attitude toward behavior, norma subjektif (subjective norms, dan kontrol perilaku (perceived behavioral control terhadap minat (intention membeli beras organik di Kabupaten Sukabumi, (3 merumuskan implikasi manajerial yang dapat diambil dari hasil penelitian untuk meningkatkan minat membeli beras organik di Kabupaten Sukabumi. Analisis data dilakukan terhadap 151 responden yang dikumpulkan dari empat kecamatan di Kabupaten Sukabumi menggunakan metode convenience-sampling. Analisis yang digunakan adalah deskriptif, Cochran dan structural  equation  modelling.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga atribut yang dipentingkan oleh konsumen di Kabupaten Sukabumi dalam membeli beras organik, serta kontribusi yang besar

  7. PERFORMA PERTUMBUHAN KRABLET KEPITING BAKAU (Scylla olivacea DENGAN FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN BERBEDA PADA STADIA PENDEDERAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaruddin Kamaruddin

    2016-12-01

    Full Text Available Salah satu upaya untuk menekan tingkat kanibalisme dan memicu pertumbuhan krablet kepiting bakau adalah dengan pemberian pakan yang cukup, baik jumlah maupun mutu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pertumbuhan dan sintasan krablet kepiting bakau dengan frekuensi pemberian pakan berbeda pada stadia pendederan. Hewan uji berupa krablet kepiting bakau dengan bobot awal 0,037 ± 0,005 g dan lebar karapas awal 3,43 ± 0,42 mm; menggunakan sembilan unit fiber gelas dengan ukuran masing-masing 1 m x 1 m x 0,5 m. Hewan uji ditebar dengan kepadatan 50 ekor/m2. Perlakuan yang diujicobakan adalah frekuensi pemberian pakan per hari, yaitu: (A dua kali (pukul 08.00 dan 18.00, (B tiga kali (pukul 08.00, 13.00, dan 18.00, dan (C empat kali (pukul 08.00, 13.00, 18.00, dan 23.00. Pakan yang digunakan berupa pelet dengan kandungan protein kasar 46,5%; lemak 8,8%; dan energi total 18,8 MJ/kg. Dosis pakan harian sebanyak 30%-15% bobot badan secara menurun hingga akhir penelitian. Setelah lima minggu pemeliharaan didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa pertumbuhan, sintasan, konsumsi pakan harian, rasio konversi pakan, dan rasio efisiensi protein tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05 di antara perlakuan. Namun demikian, pemberian pakan empat kali sehari cenderung menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat dan dengan ukuran krablet yang lebih seragam. One of technique to reduce cannibalism and to stimulate the growth of mud crab is by providing an adequate feed that meet the requirement level of the crablet. The objecive of this study was to evaluate the growth and survival of crablet fed artificial diet with different feeding frequencies during nursery stage. The treatments were different feeding frequencies namely (A 2 times (08:00 and 18:00, (B 3 times (08:00, 13:00, and 18:00 and (C 4 times (08:00, 13:00, 18:00 and 23:00. Feeding rate was from 30 to 15 % of biomass/day. Feed used in the feeding trial was a dry pellet (1.2 mm size containing 46

  8. KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN REPRODUKSI ABALON Haliotis squamata Reeve (1846 TURUNAN KETIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Permana

    2018-01-01

    Full Text Available Pengamatan pertumbuhan dan reproduksi abalon Haliotis squamata dilakukan di hatcheri Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP Gondol, Bali. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh informasi tentang keragaan pertumbuhan dan performansi reproduksi abalon turunan ketiga. Induk H. squamata turunan kedua hasil seleksi yang digunakan untuk menghasilkan benih turunan ketiga mempunyai ukuran panjang cangkang 6,5-7,0 cm. Benih dipelihara dalam bak beton berukuran 2,5 m x 1,2 m x 1,0 m yang diberikan feeding plate sebagai substrat penempelan dan dilengkapi dengan sistem aerasi dan sistem air mengalir. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan adalah diatom jenis Nitzschia sp. dan Melosira sp. yang telah ditumbuhkan terlebih dahulu pada feeding plate sebelum penebaran benih. Benih F-3 dipelihara sampai menjadi calon induk untuk diamati perkembangan reproduksinya. Pengambilan sampel pertumbuhan dilakukan setiap 10 hari. Pengamatan reproduksi dilakukan pada saat abalon mulai tumbuh gonad sampai matang gonad stadia-III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan abalon sangat dipengaruhi ketersediaan pakan pada plate terutama pada hari ke-50. Proporsi jantan-betina abalon F-3 (3,3:1 meningkat dibandingkan dengan F-0 dari alam (2,5:1 menunjukkan ketidakseimbangan jumlah individu yang dapat disebabkan oleh tekanan seleksi. Abalon turunan ketiga pada umur 16 bulan mulai matang gonad dan dapat digunakan sebagai induk untuk pemijahan. Observation on the growth and reproduction development of Haliotis squamata had been undertaken in the hatchery of the Institute for Mariculture Research and Development (IMRAD Gondol, Bali. The research was aimed to study of the growth and reproduction performance of filial-3 abalone in supporting seed production in hatchery. Larvae were obtained from natural spawning of filial-2 abalone broodstock with the length shell of 6.5-7.0 cm in the hatchery. Larvae were reared in 2.5 m x 1.2 m x 1.0 m

  9. PENGARUH PERBEDAAN FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT YUWANA KAKAP MERAH, Lutjanus argentimaculatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Regina Melianawati

    2016-11-01

    Full Text Available Frekuensi pemberian pakan merupakan faktor yang penting karena berpengaruh terhadap pertumbuhan dan berperanan penting dalam efektivitas penggunaan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi pemberian pakan yang tepat pada pemeliharaan yuwana kakap merah. Hewan uji yang digunakan untuk penelitian adalah yuwana kakap merah, Lutjanus argentimaculatus umur 56 hari dengan bobot awal 0,18 ± 0,03 g sebanyak 180 ekor. Penelitian dilakukan menggunakan 12 tangki polyethylene volume 60 L. Rancangan penelitian adalah acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian ini adalah perbedaan frekuensi pemberian pakan, yaitu (A 2 kali sehari (08:00, 14:00; (B 4 kali sehari (08:00, 11:00, 14:00, 17:00; (C 6 kali sehari (08:00, 10:00, 12:00, 14:00, 16:00, 18:00; dan (D 8 kali sehari (08:00, 09:30, 11:00, 12:30, 14:00, 15:30, 17:00, 18:30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan frekuensi pemberian pakan berpengaruh nyata (P0,05. Frekuensi pemberian pakan delapan kali sehari dengan interval waktu setiap 1,5 jam menghasilkan pertumbuhan bobot dan laju pertumbuhan harian yuwana kakap merah yang paling besar serta nisbah konversi pakan yang terendah dan efisiensi pakan yang tertinggi. Feeding frequency was an important factor that gave the influence to growth and also for effectiveness using the feed. This research was aimed to get the information about effective feeding frequency on rearing of mangrove snapper Lutjanus argentimaculatus juvenile. This research was using12 polyethylene tank of 60 L in volume and 180 juvenile of 56 days old with 0.18 ± 0.03 grams of body weight. Complete random design with four treatments and three replicates was used in this research. The treatment was different feeding frequency, i.e.: (A 2 times perday (08:00, 14:00; (B 4 times perday (08:00, 11:00, 14:00, 17:00; 6 times perday (08:00, 10:00, 12:00, 14:00, 16:00, 18:00; dan 8 times perday (08:00, 09:30, 11:00, 12

  10. TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN DI KFC MAKASSAR TOWN SQUARE

    OpenAIRE

    RAMADHANI, IRMA

    2017-01-01

    2017 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di KFC Makassar Town Square. Penelitian ini dilaksanakan terhadap pelanggan KFC Makassar Town Square yang telah bertransaksi lebih dari satu kali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan mendeskripsikan atau menggambarkan tentang tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan. Jumlah sampel penelitian 83 pelanggan KFC Makassar Town. Analisis data menggunak...

  11. TEKNIK PENGELOLAAN USAHATANI TANAMAN CABAI BERKELANJUTAN DI DATARAN TINGGI KECAMATAN CIKAJANG KABUPATEN GARUT (Management Technique of Sustainable Red Pepper Crop Farming System in Upland Distric of Cikajang Garut Regency

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wa Ode Muliastuty

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi dalam usahatani cabai merah dataran tinggi adalah penurunan produktivitas tanaman akibat ketidaksesuaian agroteknologi dengan karakteristik lahan dan kebutuhan tanaman. Hal ini mempercepat proses erosi dan meningkatkan kehilangan lapisan atas tanah yang lebih subur sehingga menurunkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar erosi, menganalisis kontribusi pendapatan usahatani terhadap Kebutuhan Hidup Layak (KHL petani, dan mengkaji alternatif teknik Konservasi Tanah dan Air (KTA.Erosi dianalisis menggunakan persamaan USLE. Pendapatan usahatani menggunakan analisis anggaran arus uang tunai. KHL petani dihitung berdasarkan jumlah anggota keluarga petani, didekati dari kebutuhan fisik minimal ditambah kebutuhan hidup tambahan. Teknik konservasi tanah diuji pada percobaan petak erosi berukuran 2 x 20 meter dan dibuat pada kemiringan lereng 40 %. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor. Pertama adalah pola tanam, yaitu cabai merah monokultur (T1 dan cabai merah tumpangsari dengan kubis (T2. Kedua adalah teknik konservasi tanah, yaitu guludan searah lereng sebagai kontrol (K1, guludan searah lereng + guludan memotong lereng jarak 6,60 meter (K2, guludan memotong lereng (K3, dan guludan memotong lereng miring 20° (K4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin curam kemiringan lereng maka erosi semakin besar melebihi batasETol dan kontribusi pendapatan usahatani terhadapKHL petani semakin rendah. Pola tanam cabai merah monokultur mempunyai erosi yang lebih besar dan kontribusi pendapatan terhadapKHL lebih kecil daripada tumpangsari. Teknik konservasi T1K3, T2K3, T1K4 dan T2K4 dapat diterapkan pada lahan dataran tinggi karena mampu menurunkan erosi ≤ ETol (30,92 ton.ha-1.th-1 dan meningkatkan pendapatan usahatani ≥ KHL (Rp. 23.920.000 kk-1.th-1, sehingga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi dapat tercapai. ABSTRACT The problems encountered in red pepper

  12. OPINI MAHASISWA TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mega Ardina

    2017-09-01

    Full Text Available Tingginya angka perilaku seks pranikah berimbas pada bertambahnya jumlah pengidap HIV/AIDS, aborsi, kematian ibu dan bayi, serta permasalahan lainnya. Penelitian ini akan membahas mengenai opini mahasiswa terhadap perilaku seks pranikah di Yogyakarta dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan mixed methods, dan strategi eksplanatoris sekuensial. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terhadap 60 mahasiwa di Yogyakarta secara random. Analisis data secara kuantitatif dilakukan dengan menggunakan software SPSS 16.0 dan sebagai pelengkap pembahasan dilakukan analisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap opini mahasiswa adalah sikap mahasiswa terhadap perilaku seks pranikah, keluarga, dan media. Dari tiga faktor yang berpengaruh tersebut, yang memiliki pengaruh positif paling tinggi kepada opini mahasiswa adalah keluarga.Kata kunci: Opini, mahasiswa, perilaku seks pranikah

  13. DAMPAK PENGELOLAAN TAMAN WISATA ALAM KAWAH PUTIH TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sopa Martina

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Tourism activity has been shown to promote the growth of the economy through investment and employment opportunities. not only have an impact on the socio-economic dimension alone, but also socio-cultural dimensions even touching the physical environment. Impact on the various dimensions are not only positive but also negative impact. As one of the tourist destinations are Parks Nature White crater located Ciwidey village. The purpose of this study to determine the impact of tourism activities in the Natural Park of the White crater Ciwidey village social and economic communities. This study used a qualitative approach. Data was collected through direct observation. The results showed that tourism activities in Taman Wisata Kawah Putih positive effect in terms of the economy can increase the income of local communities, while the negative impacts in terms of the erosion of the social is the problem - the value of local community norms that tend to mimic the behavior of tourists visiting from outside the area even from abroad.   Keywords : Parks Nature, Social, Economic     Abstrak - Kegiatan pariwisata telah terbukti dapat mendorong pertumbuhan perekonomian melalui peluang investasi dan peluang kerja. tidak hanya berdampak pada dimensi sosial ekonomi semata, tetapi juga menyetuh dimensi sosial budaya bahkan lingkungan fisik. Dampak terhadap berbagai dimensi tersebut bukan hanya bersifat positif tetapi juga berdampak negatif. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata adalah Taman Wisata Alam Kawah Putih yang terletak Desa Ciwidey. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak kegiatan pariwisata di Taman Wisata Alam Kawah Putih Desa Ciwidey terhadap sosial dan ekonomi di masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan pariwisata di Taman Wisata Kawah Putih berpengaruh positif dilihat dari segi

  14. Kejadian Low Back Pain pada Mekanik Bagian UPT Mekanisasi di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kursiah Warti Ningsih

    2016-05-01

    Full Text Available Low Back Pain (LBP adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat merupakannyeri lokal (inflamasi, maupun nyeri radikuler atau keduanya. Low back pain merupakan penyakit yang paling banyak dialami pekerja, dimana kejadian nyeri punggung bawah tidak mengenal perbedaan umur, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, maupun tingkat pendidikan/pengetahuan, semua dapat terkena. Lebih dari 70% manusia dalam kehidupannya pernah mengalami nyeri punggung bawah, dengan rata-rata puncak kejadian berusia 35-55 tahun. Penelitian ini dilakukan di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau pada bulan Juli 2014.Desain Penelitian adalah cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 32 pekerja. Pengumpulan data low back pain  dilakukan dengan intrumen berupa body mapping checklist, dan intrumen pengumpulan variabel pengetahuan, masa bekerja dan umur pekerja dengan kuesionersebagai alat bantu dalam pengumpulan data. Analisis data yang  menggunakan uji regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur pekerja dan masa kerja dengan kejadian low back pain.Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin umur pekerja maka akan terjadi peningkatan 0,084 poin low back pain pada pekerja dan peningkatan 1 poin masa kerja maka akan terjadi peningkatan 0,097 poin low back pain pada pekerja. Disarankan kepada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau untuk mengadakan senam pagi setiap minggunya guna memperkuat masa tulang, menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang, punggung dan lutut mengingat kejadian low back pain ini berhubungan dengan umur dan masa kerja.

  15. Pengaruh Ozonated Water sebagai Antiseptik dalam Menghambat Pertumbuhan Staphilococcus Aureus (in vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulita Kristanti

    2012-06-01

    Full Text Available Latar Belakang. Penelitian seputar ozonazed water akhir-akhir ini cukup banyak diminati karena bahan ini mempunyai potensi antibakteria yang menjanjikan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ozonated water pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus. Metode Penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencampurkan 1 ml larutan bakteri 106 CFU/ml dengan 10 ml ozonated water konsentrasi 4 ppm selama 10 detik (kelompok I, 20 detik (kelompok II, 30 detik  (kelompok III, dan 40 detik (kelompok IV, akuades (kontrol negatif kemudian semua diencerkan dengan akuabides 10ml. selanjutnya dari masing-masing kelompok diambil 0,01 ml untuk ditanam pada MHA, inkubasi 24 jam pada suhu 370 C dalam anaerobic jar kemudian dilakikan perhitungan koloni. Data dianalisis dengan Avana satu jalur dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil. Avana satu jalur memperlihatkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan. Uji LSD menunjukkan perbedaan rerarta yang bermakna (p<0,05 antar kelompok I, II, III, IV dengan kelompok V (akuedes terdapat perbedaan rerata yang bermakna antara kelompok I dan kelompok VI (iod. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok II, III, IV terdapat kelompok VI (oid. Uji korelasi Produk Momen Pearson menunjukkan adanya korelasi negatif yang sangat kuat. Kesimpulan. Ozonated Water 4 ppm memiliki daya antibakreri dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus Aureus. Semakin lama waktu kontak, daya anti bakterinya semakain besar.   Background. Some previous research show that the antibacterial effect of ozonated water is very promi-sing. The aim of this study was to know the antibacterial effect of ozonated water on staphylococcus aureus. Method. One ml of 106 CFU/ ml S. aureus suspension was mixed with 10 ml ozonated water for 10 second (group I, 20 second (group II, 30 second (group III, 40 second (group IVAs negative control S. aureus was mixed with aquadest (group V, and as positive control S. aureus was mixed

  16. IMPLEMENTASI HUTAN TANAMAN RAKYAT DI KABUPATEN PESISIR BARAT-LAMPUNG DAN KABUPATEN TEBO-JAMBI (Implementation of Community Timber Plantation in Pesisir Barat District-Lampung and Tebo District-Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sanudin Sanudin

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Pembangunan Hutan Tanaman Rakyat (HTR merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan partisipasi dan tanggung jawab masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan hutan dengan didasari oleh prinsip-prinsip pengelolaan hutan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi HTR pada koperasi yang mendapatkan Pinjaman Dana Bergulir (PDB dari Pusat Pembiyaan Pembangunan Hutan (PPPH. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2014 – Januari 2015 di KLL, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung dan KMB, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Data primer seperti pengelolaan HTR, kinerja PDB, dan permasalahan yang dihadapi dikumpulkan melalui wawancara dengan pengelola koperasi, pejabat di Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (BP2HP, Dinas Kehutanan Kabupaten/Provinsi, petani dan melalui pengamatan lapangan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap program HTR masih rendah akibat kurang maksimalnya kegiatan sosialisasi. Hal ini menyebabkan konflik dalam implementasi HTR. Berdasarkan kondisi lapangan dan tantangan yang dihadapi, tingkat keberhasilan implementasi HTR di KLL sangat tergantung kepada kesungguhan pihak koperasi dalam melakukan teknik silvikultur dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat, sementara implementasi HTR di KMB dari sisi silvikultur sudah cukup baik namun perlu pendekatan persuasif dalam penanganan masalah sosial. Sifat dari PDB adalah untuk memperkuat modal, oleh karena itu koperasi HTR harus mencari sumber permodalan lainnya baik lembaga keuangan maupun pihak swasta lainnya.   ABSTRACT Development of Community Timber Plantation (HTR is government effort to increase participation and responsibility of community around the forest on forest management based on management production forest. This study aimed is to know HTR implementation of cooperative which get revolving fund scheme (PDB-HTR from Forest Development

  17. IMPACT OF TROPICAL RAIN FOREST CONVERSION ON THE DIVERSITY AND ABUNDANCE OF TERMITES IN JAMBI PROVINCE (Dampak Konversi Hutan Tropika Basah Terhadap Keragaman Jenis dan Kelimpahan Rayap di Provinsi Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryo Hardiwinoto

    2010-03-01

    Full Text Available ABSTRACT The degradation of tropical rain forest might exert impacts on biodiversity loss and affect the function and stability of the ecosystems. The objective of this study was to clarify the impacts of tropical rain forests conversion into other land-uses on the diversity and abundance of termites in Jambi, Sumatera. Six land use types used in this study were primary forest, secondary forest, rubber plantation, oil-palm plantation, cassava cultivation and Imperata grassland. The result showed that a total of 30 termite species were found in the six land use types, with highest species richness and abundance in the forests. The species richness and the relative abundance of termites decreased significantly when the tropical rain forests were converted to rubber plantation and oil-palm plantation. The loss of species richness was much greater when the forests were changed to cassava cultivation and Imperata grassland, while their abundance greatly decreased when the forests were degraded to Imperata grassland. Termite species which had high relative abundances in primary and secondary forests were Dicuspiditermes nemorosus, Schedorhinotermes medioobscurus, Nasutitermes longinasus and Procapritermes setiger.   ABSTRAK  Kerusakan hutan tropika basah dapat menimbulkan dampak lingkungan berupa penurunan keanekaragaman hayati serta terganggunya fungsi dan stabilitas ekosistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak konversi hutan tropika basah  menjadi bentuk penggunaan lahan lain di Jambi Sumatra terhadap keragaman jenis dan kelimpahan rayap. Enam tipe penggunaan lahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah hutan primer, hutan sekunder, tanaman karet, tanaman kelapa sawit, kebun ketela pohon dan padang alang-alang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 30 jenis rayap pada 6 tipe penggunaan lahan tersebut, dengan keragaman jenis dan kelimpahan individu rayap tertinggi pada lahan hutan. Kekayaan jenis dan kelimpahan

  18. Interaksi Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.F.Ness dengan Glibenklamid terhadap Ekspresi Gen CYP3A4 pada Kultur Sel HepG2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andzar Fikranus Shofa

    2017-12-01

    Full Text Available Diabetes melitus (DM merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia. Berbagai terapi dilakukan untuk mengatasi hiperglikemia, baik dengan menggunakan obat antidiabetes oral maupun tanaman herbal berkhasiat antidiabetes. Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.F.Nees merupakan salah satu herbal antidiabetes yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Andrografolida merupakan zat aktif yang terdapat dalam sambiloto yang berperan sebagai agen antidiabetes. Namun, dalam banyak kasus kombinasi antara herbal dan obat sintesis menyebabkan interaksi jika digunakan pada waktu bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data interaksi ekstrak etanol herba sambiloto dengan glibenklamid terhadap ekspresi gen CYP3A4 pada kultur sel HepG2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan ekspresi gen CYP3A4 pada pengujian sampel tunggal maupun kombinasi antara ekstrak etanol herba sambiloto dan glibenklamid dengan bertambahnya konsentrasi. Pada konsentrasi 50 dan 100 μg/mL sambiloto, glibenklamid, dan kombinasinya menyebabkan penurunan ekspresi gen CYP3A4 sekitar 0,82, 0,70; 0,89, 0,53; 0,84, 0,72. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan terjadi penurunan ekspresi gen CYP3A4 dengan bertambahnya konsentrasi sampel.

  19. Pengaruh Diameter Partikel Terhadap Konsentrasi L-Dopa, Kc Dan De Pada Ekstraksi L-Dopa Dari Biji Kara Benguk (Mucuna Pruriens Dc.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eni Budiyati

    2013-10-01

    Full Text Available Mucuna pruriens (biji kara benguk merupakan tanaman penghasil bahan obat-obatan karena mengandung senyawa L-Dopa. Senyawa tersebut dapat digunakan untuk pengobatan penyakit gangguan syaraf, anti bisa ular, meningkatkan bobot dan kekuatan otot, vitalitas seksual pria, zat anti-aging dan obat cacing pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi L- Dopa dari biji kara benguk dengan menggunakan pelarut air. Di samping itu, penelitian ini juga mengevaluasi pengaruh dari diameter partikel terhadap konsentrasi L- dopa hasil ekstraksi, koefisien transfer massa (kC, dan difusivitas efektif (De. Tahapan yang digunakan pada penelitian ini adalah, persiapan bahan baku, proses ekstraksi, dan analisis L-Dopa. Proses ekstraksi dilakukan dalam tangki yang dilengkapi dengan thermometer. Analisis L-Dopa dilakukan dengan dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil diameter partikel maka konsentrasi L-Dopa terekstrak semakin besar. Konsentrasi tertinggi diperoleh pada diameter partikel 0,5 mm yaitu 1739,56 ppm. Nilai difusivitas efektif (De untuk variabel diameter partikel (0,5; 0,675; 2,18; dan 2,5 mm hampir sama yaitu 2,99.10–5 sampai 3,07.10–5 cm2/menit. Sedangkan nilai koefisien transfer massa (kC berbanding terbalik dengan diameter partikel. Nilai kC berkisar antara 2,83.10-2 sampai 3,98.10-2 g/cm2.menit. 

  20. PERAN KEPEMIMPINAN KONTAK TANI DALAM PROSES DIFUSI INOVASI TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN DAN SUMBERDAYA TERPADU PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pepi Rospina Pertiwi

    2013-03-01

    Full Text Available Farmers group is lead by a farmer leader that was expected to improve a dynamic of group activities. The farmer leader has significant role in ensuring the relationship between farmers in relation to the information sharing of the agricultural innovation. This study was aimed to examine the leadership role of the farmer leaders in the process of technology diffusion namely PTT Paddy, an innovation that was currently being introduced. An explanatory research design was chosen to describe the phenomenon of the leadership role of farmer leaders that was evaluated by other farmers. The research was conducted in the subdistrict Carenang, Serang, Banten. Forty participants in successfull farmer groups were selected to evaluate farmer leadership characteristics. The results showed that the farmer leaders have been helping the group to achieve goals, improving communication, increasing the motivation of the farmers, facilitating the farming infrastructure, and solving problems. The role of the farmer leaders as bridging agent in communication is categorized satisfactory. This role is effectively used in the process of the innovation dissemination of PTT Paddy to the farmers. Kelompok tani dipimpin oleh seorang kontak tani yang diharapkan dapat meningkatkan dinamika kegiatan kelompok. Kontak tani memiliki peran penting dalam memastikan hubungan antara petani dengan berbagi informasi mengenai inovasi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti peran kontak tani dalam proses difusi teknologi yaitu Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT Padi, sebuah inovasi yang saat ini sedang diperkenalkan. Desain penelitian adalah eksplanatory research dipilih untuk menggambarkan fenomena peran kontak tani yang dievaluasi oleh petani lain. Penelitian dilakukan di Kecamatan Carenang, Serang, Banten. Empat puluh peserta dalam kelompok tani terpilih untuk mengevaluasi karakteristik kontak tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontak tani telah membantu

  1. KERAGAAN BIOREPRODUKSI DAN PERTUMBUHAN TIGA POPULASI IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus Val. 1840

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jojo Subagja

    2015-03-01

    Full Text Available Ikan baung (Hemibagrus nemurus Val. 1840 termasuk kelompok catfish bernilai ekonomis, di Asia populer dengan nama “green catfish”. Informasi tentang variasi genetik dan keragaan bioreproduksi dari ketiga kandidat populasi hasil kegiatan 2011, yaitu: populasi Cisadane (Sdn, Cirata (Crt, dan Serayu (Sry telah dijadikan informasi dasar dalam keperluan seleksi atau persilangan antar strain agar diperoleh ikan yang cepat tumbuh. Populasi Serayu menunjukkan tingkat variasi genetik paling kecil, namun memiliki aspek bioreproduksi lebih baik, sementara populasi Cirata menunjukkan kekerabatan dan variasi genetik lebih tinggi dari populasi Serayu dan Cisadane. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan bioreproduksi dan pertumbuhan hasil persilangan dari tiga populasi yang digunakan. Keturunan hasil persilangan antara ketiga populasi telah diamati pada aspek Spesific Growth Rate (SGR, bobot akhir, dan sintasan (SR pada stadia benih umur 42 hari, serta parameter bioreproduksi dari masing-masing populasi induk antara lain: perkembangan gonad, fekunditas, dan indeks ova somatik. Hasil persilangan antara populasi Sdn x Sry menghasilkan nilai heterosis tertinggi pada parameter SGR (8,72%; heterosis sintasan tertinggi dicapai oleh persilangan Sry dengan Sdn (45,45%; sedangkan bobot akhir dicapai oleh persilangan Crt dengan Sdn (22,08%. Persilangan dua arah antara populasi Cisadane dan populasi Cirata adalah persilangan dengan respons tertinggi pada parameter SR dan bobot akhir nilai IOS (Indeks Ova Somatik Cisadane 15,9% dan Cirata 20,7%.

  2. UJI IRITASI DAN AKTIVITAS PERTUMBUHAN RAMBUT TIKUS PUTIH: EFEK SEDIAAN GEL APIGENIN DAN PERASAN HERBA SELEDRI (Apium graveolens L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Sri Kuncari

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPerasan seledri (Apium graveolens L. biasa dipergunakan untuk memacu pertumbuhan rambut. Salah satu senyawa utama yang terkandung di dalam seledri adalah apigenin. Penelitian ini membahas tentang pengaruh pemakaian gel yang mengandung apigenin dan perasan herba seledri sebagai penumbuh rambut, meliputi uji iritasi dan aktivitas pertumbuhan rambut pada tikus putih jantan galur Spraque-Dawley. Uji iritasi menggunakan metode Kamkaen dan Rao, sedangkan uji aktivitas penumbuh rambut menggunakan metode Hattori-Ogawa dan Suzuki-Hamada. Berdasarkan indeks iritasi primer, semua formulasi gel tidak potensial menyebabkan iritasi pada kulit tikus putih (p>0,05. Gel yang mengandung apigenin dan perasan herba seledri menunjukkan aktivitas lebih baik dalam memacu pertumbuhan rambut (p<0,05 dibandingkan kontrol tanpa perlakuan. Apigenin menunjukkan aktivitas lebih baik (p<0,05 dalam meningkatkan ketebalan rambut dibandingkan kontrol tanpa perlakuan.Namun perlakuan perasan herba seledri tidak nyata (p>0,05 meningkatkan ketebalan rambut. Dapat disimpulkan bahwa gel yang mengandung apigenin dan perasan herba seledri dapat meningkatkan pertumbuhan rambut pada tikus putih dibandingkan kontrol tanpa perlakuan.Kata kunci : seledri, apigenin, gel, iritasi kulit, penumbuh rambutAbstractCelery (Apium graveolens L. juice is widely used for promoting hair growth. One of the main compounds in celery is apigenin. This research discusses about the effect of gel containing apigenin and celery juice application as hair growth in term of skin irritation and its hair growth activity on Spraque-Dawley male mice. The irritation test was Kamkaen and Rao methods, while hair growth activity was HattoriOgawa and Suzuki-Hamada methods. Based on primary index irritation, all of the gel formulations did not signifiantly potential in resulting skin irritation on the mice (p>0,05. Gel containing apigenin andcelery juice showed better activity in promoting hair growth (p<0,05 than

  3. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN PEMAHAMAN ETIKA KERJA ISLAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Susetyo Indriyati

    2017-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Pemahaman Terhadap Etika Kerja Islami Sebagai Variabel Moderating Studi Kasus Pada Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS Baitul Maal wa Tamwil (BMT Beringharjo Yogyakarta. Responden yang digunakan sebanyak 97 karyawan yang bekerja di Kantor Cabang Yogyakarta. Data diolah menggunakan analisis Partial Least Squares (PLS berbasis variance, dengan software SmartPLS 2.0. Hasil penelitian menunjukkan Gaya Kepemimpinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pemahaman Karyawan Terhadap Etika Kerja Islami, Motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Pemahaman Karyawan Terhadap Etika Kerja Islami, Disiplin Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Pemahaman Karyawan Terhadap Etika Kerja Islami. Sementara Gaya kepemimpinan, motivasi, dan disiplin kerja secara bersama-sama memilki pengaruh yang signifikan terhadap Pemahaman Karyawan Terhadap Etika Kerja Islami. Hasil dari analisis moderating (analisis jalur menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Motivasi memiliki pengaruh negatif tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Disiplin Kerja memilki pengaruh positif tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Pemahaman Karyawan Terhadap Etika Kerja Islami berpengaruh positif tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Secara keseluruhan Gaya Kepemimpinan, Motivasi, Disiplin Kerja, dan Pemahaman Karyawan Terhadap Etika Kerja Islami secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

  4. Keragaman Semut pada Ekosistem Tanaman Kakao di Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Ikbal

    2014-12-01

    Banjaroya menunjukkan bahwa secara keseluruhan keadaan ekosistem pada tanaman kakao masih tergolong stabil atau mantap dikategorikan sebagai medium (H’>1-3. Sementara itu, hasil analisis indeks dominasi (C menunjukkan bahwa komunias semut pada setiap dusun cenderung didominasi oleh satu spesies (C mendekati 0. Hubungan antara kondisi habitat dengan keragaman semut didiskusikan dalam tulisan ini.

  5. Trichoderma spp. dan Penicillium spp. dari Tanah Rizosfer Lahan Rawa Lebak dalam Menginduksi Ketahanan Tanaman Cabai Terhadap Serangan Penyakit Rebah Kecambah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Muslim

    2014-08-01

    Full Text Available Soil microbes associated with rhizosphere are important for promoting plant growth and inducing resistance to diseases. The research was conducted to study the ability of Trichoderma spp. and Penicillium spp. isolated from rhizosphere in lowland swampy area for controlling damping-off disease caused by Rhizoctonia solani Khun. Trichoderma spp. and Penicillium spp. were cultured in bran, corn meal, and rice straw containing media and applied as inoculum to 2-weeks old seedlings. Application of two fungi isolates effectively induced resistance of chili plants to damping-off disease. Trichoderma spp. and Penicillium spp. were significantly reduced disease incidence by 61.5–100% to 46.2–100%, respectively and disease severity by 50–100% and 30–95.9%, respectively. This experiment showed the potential of Trichoderma spp. and Penicillium spp. as biocontrol agents to control damping-off disease on chili.  

  6. Identifikasi Dan Uji Antagonisme Jamur Endofit Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.) Terhadap Perkembangan Xanthomonas Albilineans L. Dengan Metode Sterilisasi Autoklaf Dan Membran Filter

    OpenAIRE

    Wahyuni, Siti Hardianti

    2016-01-01

    This research was conducted in a Laboratory of Agricuture Faculty and greenhouse of Agricuture Faculty, North Sumatra University, Medan, from April until December 2014. The research used completely randomized design with three factors and three replications. The first factor were endophytic fungi 1, endophytic fungi 2, endophytic fungi 3, endophytic fungi 4, endophytic fungi 5, endophytic fungi 6, endophytic fungi 7, and endophytic fungi 8. The second factor were dilution 10-1, 10-2, 10-3 da...

  7. PENGARUH KONSENTRASI PUPUK HAYATI MAJEMUK DAN BATUAN FOSFAT ALAM TERHADAP SERAPAN P OLEH TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L. DI TANAH ANDISOLS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Maryanto

    2010-09-01

    Full Text Available The aims of the experiment were to study the effect of Compound Biofertilizer (CB and Rock Phosphate (RP on the several soil chemistry properties of Andisols as well as the P-uptake by lettuce. The research had been conducted in the greenhouse of Agriculture Faculty, Unsoed at Karangreja, Purbalingga, since May up to August, 2009. The experiment was arranged in factorial 4 x 4 based on Completely Block Randomyzed Design with three replications. The firsrt factor was the concentration of CB consists of 4 levels, i.e. 0, 1, 2 and 3 %; and the second factor was the dosage of RP consists of 4 levels, i.e. 0; 25, 50 and 75 kg P2O5 per hectare.  The variables observed were the soil pH, exchangeable aluminium, the availability of P, P-uptake by plant, plant height, number of leaf, fresh weight of plant and dry weight of plant. The data collected was analyzed using Fisher and DMR-test. The results indicated that the application of 75 kg P2O5 of RP could increase soil pH, reduce exchangeable-Al, increase the availability of P in the soil, P-uptake by plant, the fresh weight and dry weight of plant. The application of 2% concentration of CB could reduce exchangeable-Al, increase the availability of P in the soil, P-uptake by plant, the fresh weight and dry weight of plant.

  8. RESPON TANAMAN ROSELA BUNGA MERAH (Hibiscus sabdariffa L. TERHADAP APLIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PUPUK UREA PADA TANAH JENIS GRUMOSOL (VERTISOLS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sinar Suryawati

    2011-03-01

    Full Text Available This research aims to study the effect of combined aplication Arbuscular Mycorrhiza (AM and Urea to the growth, productivity and quality of roselle plants (Hibiscus sabdariffa L.. The research was conducted at the experimental garden and the Laboratory of Agroecotechnology Department, Faculty of Agriculture, University of Trunojoyo. The study consist of six treatment combinations, repeated 3 times, and based on randomized block design. The observation parameters includes the growth, production and quality of leaf and flower. ANOVA showed that there is no significant effect of combination of AMF and urea on growth parameters, productivity and leaf quality observations, but the real impact on the quality of flowers. Aplication of urea up to 50 kg / ha is still giving the highest effect on growth, plant productivity, vitamine C and protein rosella flowers but decreased the content of vitamin C and protein of leaves. Aplication of AM up to 5 g / plant had the same pattern with the aplication of urea.

  9. EFEK KOMBINASI SISTEM PENGATURAN AIR IRIGASI DENGAN PEMANGKASAN DAUN BAWAH TERHADAP EFISIENSI AIR DAN RADIASI, SERTA PRODUKTIVITAS TANAMAN JAGUNG PADA LAHAN KERING BERIKLIM KERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yonny Koesmaryono

    2012-12-01

    Full Text Available Study on the effect of dose management on water irrigation and the effect of pruning corn lower leaves on productivity of Lamuru variety grown on dry land of dry climate area has been done. The experiment was organized at Naibonat Experimental Station, East Kupang Subdistrict, Kupang, East Nusa Tenggara, from June to October 2011. The area used was 72 × 32 m using split plot design methods, employing two treatments. The first treatment was conducted on the main plot with water irrigation dose given 100, 80, and 60% the dose control was according to the farmer’s customary. The second treatment was applied by pruning or not pruning the lower leaves at the generative phase on the determined submain plot. The result showed that dose of water irrigation of 80 and 60% gave significant effect on corn productivity, that is 7.3 and 5.3 ton/ha, but not significant to the control (6.6 ton/ha. On the other hand, the treatment with and without leaf pruning did not give significant effect on the growth component because pruning was conducted during the generative phase. The Anova test result of corn productivity was not significantly different between the treatment of with and without pruning. The treatment of 80% dose of water irrigation could save water until 842 m3 or 20% per planting season per hectare. Meanwhile, the farmer’s customary wasted the water up to 2.105 m3 or 50% per planting season per hectare. Based on the results, the optimizing of water irrigation interval is seven times more efficient in one planting period as compared to 14 irrigation times in one planting period.

  10. Pemanfaatan Tithonia Diversifolia pada Tanah Sawah yang Dipupuk P Secara Starter terhadap Produksi serta Serapan Hara N, P, dan K Tanaman Padi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusnidar

    2008-09-01

    Full Text Available The research of Tithonia diversifolia utilization in the paddy soil that was fertilized P-starter on yield and N, P, K uptake on rice crop, has been conducted from August to December 2005. The objective of this research was to determine an interaction between P-starter levels, and tithonia levels on production and N, P, K element uptake of rice crop. The research was pot experiment in the green house in factorial design 4 x 4. First factor was 4 levels of tithonia with reduce dosage fertilizer applied (T0 = 0 t ha-1 of tithonia + 200 kg ha-1 of urea + 75 kg ha-1 of KCl ; T1= 2,5 t ha-1 of tithonia+ 150 kg ha-1 of urea , without KCl; T2 = 5,0 ton ha-1 of tithonia+ 100 kg ha-1 of urea , without KCl; dan T3 = 7,5 t ha-1 of tithonia + 50 kg ha-1 of urea, without KCl. The second factor was 4 levels of P-starter (0, 2, 4, and 6 kg P ha-1. The result showed that combination of T3 treatment and 2-4 kg P-starter ha-1 increased the grain yield 20,51-21,08 g pot-1 (18,65-19,21 %. Effect of T3 treatment was not significantly differences with T2 treatment on the grain yield. The best interaction was T3 treatment on N and K uptake (0,84 g pot-1 for N, dan 0,82 g pot-1 for K.

  11. Dinamika Populasi Hama dan Penyakit Utama Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt pada Lahan Basah dengan Sistem Budidaya Konvensional serta Pengaruhnya terhadap Hasil di Denpasar-Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SALBERD FERDINAN RONDO

    2016-11-01

    Full Text Available Dynamics of Pest Population and Main Diseases of Sweet Corn Plants (Zeamays saccharata Sturt at Wetland with Conventional Cultivation Systemand Their Effect on Yields in Denpasar-Bali. The study was conducted usingsurvey techniques of pests and diseases in paddy fields belonging to farmers in Denpasar-Bali, which consists of three fields. The three areas were Sidakarya, Renon and Kesiman.Plant samples in each land were taken using the sample plot diagonal method, with the areaof diagonal plot in each land was 3 m x 3 m. Plot observations on each of the specified areaof plant samples was done randomly (lottery as much as 25% of the total number of plantsper-plot, then observation was done for population growth of pests and diseases, temperature,humidity and crop yield. The observations was started from 1week old plants after planting(MST to 1 week before harvesting, with intervals of 1 week. Recording the population ofpests and diseases from week to week, the temperature condition and humidity in each areaand the condition of the field ( the existing other plants, mulching. Recorded informationabout conventional cultivation systems applied by each farmer were be explored throughinterview techniques. The data were then analyzed using correlation and regression and weredescriptively explained. The results showed that there were four main types of pests (locusts,seed flies, armyworm and caterpillars cob and three kinds of major diseases (blight, rust anddowny mildew associated with sweet corn. The results also showed that there was nosignificant between the correlation dynamics of pest population and diseases withtemperature and humidity. As for the commercial harvest, significant effect was shown by thediseases that had an impact on the decrease in yield in quantity especially downy mildew andpest impact on the quality of yields, especially caterpillar cob.

  12. Pengaruh Jumlah Tanaman Per Lubang terhadap Vigor Benih Tiga Varietas Sorgum (Sorghum Bicolor [L].Moench) dengan Metode Pengusangan Cepat (MPC)

    OpenAIRE

    Purnamasari, Lidya; Pramono, Eko; Kamal, M

    2015-01-01

    The aim of this study is to determine the effect of the number of plants per hole on seed vigor of all sorghum varieties. Experiment is prepared by treatment with randomized block design (RAK) and repeated three times to do to achieve that goal. The first factor is the number of plants per hole that is 1 plant / hole (p1), 2 plants / hole (p2), 3 plants / holes (p3), and 4 plants / hole (p4). The second factor is the variety Numbu (g1), Keller (g2), and Wray (g3). The seed that had been harve...

  13. Pengaruh Demihipo dan ZPT (Decamon® terhadap Mortalitas Telur dan Serangan Lalat Pengorok Daun, Liriomyza huidobrensis (Blanchard pada Tanaman Kentang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Supartha

    2002-12-01

    Full Text Available Field experiment to determine the effectiveness of demihipo and Decamon® to induce the egg extrusion and reduce L. huidobrensis population larvae on potato was conducted in Pancasari, Buleleng (Bali from February to August 1999. The results indicated that application of Decamon to the plant was significantly able to increase egg-extrusion of L. huidobrensis from the leaf compared with the other treatments. While, weekly application of insecticide (demihipo was also significantly able to reduce the Larvae population on the plant. The application of the combination of both control measure (plant growth regulator or PGR and insecticide (demihipo was the most effective control to reduce the feeding or ovipositional-punctures of adult on the leaves. Therefore, the application of PGR and insecticide was the best to prevent and reduce the population development of L. huidobrensis in the field. In general, all control measures were able to increase the yield and advantage-added of the farmer. However, the highest increased of the yield and advantage-added in wet season were given by the plant treated with PGR (Decamon®, while in dry season given by the plant treated with the combination of PGR and demihipo.

  14. Pengaruh Penurunan Kadar Air Terhadap Perubahan Fisiologi Dan Kand Ungan Biokimia Benih Eboni (Diospyros Celebica Bakh.)

    OpenAIRE

    Yuniarti, Naning; Syamsuwida, Dida; Aminah, Aam

    2008-01-01

    Eboni (Diospyros celebica Bakh.) merupakan jenis tanaman yang potensial untuk dikembangkan pada pembangunan hutan tanaman. Secara alami benih eboni mengalami kemunduran dengan bertambahnya waktu.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Perubahan fisiologi dan biokimia yang terjadi pada benih eboni selama pengeringan (penurunan kadar air). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perub...

  15. PENGARUH KOMPONEN WORKING CAPITAL TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggita Langgeng Wijaya

    2012-03-01

    Full Text Available Penelitian ini menguji efek komponen modal kerja terhadap profitabilitas  perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2005-2007. Komponen modal kerja yang digunakan dalam penelitian ini meliputi aktiva lancar terhadap rasio aset total, kewajiban lancar terhadap  rasio aset total, rasio lancar, rasio leverage dan uang tunai. Populasi penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposif. Dan analisis regresi berganda digunakan untuk uji hipotesisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: komponen modal kerja memiliki pengaruh penting pada profitabilitas perusahaan. Kewajiban lancar terhadap rasio aset total, rasio lancar dan leverage berdampak negatif terhadap profitabilitas. Di sisi lain, current aset terhadap aset rasio total dan cash ratio berdampak positif pada profitabilitas. This research tests the effect of working capital’s component to the profitability of manufacturing company listed in Indonesia Stock Exchange over the period of 2005-2007. The working capital’s components used in this research include current asset to total asset ratio, current liabilities to total asset ratio, current ratio, leverage and cash ratio. Population of this research is all of manufacturing company at Indonesia Stock Exchange. Sampling method uses purposive sampling method. Hypothesis test uses multiple regression analysis. The results show that working capital component has significance influence on corporate profitability, current liabilities to total asset ratio, current ratio and leverage have negative impact on profitability. In other side, current asset to total asset ratio and cash ratio have positive impact on profitability.

  16. Efektifitas Fungsida Berbahan Aktif Pyraclostrobin 50 G/KG + Metiram G/KG untuk Mengendalikan Penyakit Embun Tepung (Podosphaera leucotrica Pada Tanaman Apel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eli Korlina

    2016-03-01

    Full Text Available Pengujian efektifitas fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg untuk mengendalian  penyakit embun tepung (Podosphaera leucotricha pada tanaman apel telah dilaksanakan di kebun apel milik petani Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang beriklim tinggi kering dengan ketinggian tempat ±  850 diatas permukaan laut (dpl, mulai bulan Pebruari sampai dengan April 2011, menggunakan kultivar apel  Manalagi yang telah berumur 8-10 tahun.  Perlakuan terdiri atas Fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg dengan 4 (empat tingkat konsentrasi yaitu 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 g/l air, dan kontrol (tanpa perlakuan, disusun dalam rancangan acak kelompok  (RAK dan diulang 4 kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg konsentrasi 0,5-2 g/l air telah efektif mengendalikan penyakit embun tepung P. leucotricha pada tanaman apel dengan penekanan  serangan sebesar 44,42-54,73%.  Rata-rata produksi buah apel berkisar antara 8,49 – 10,38 kg/pohon. Tanaman apel yang diaplikasi dengan fungisida tersebut tidak mengalami fitotoksisitas.Kata Kunci: Apel, penyakit embun tepung (Podosphaera leucotricha.

  17. ANALISIS VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP SPREAD HARGA SAHAM PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SRI UTAMI ADY

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Spread adalah selisih harga jual dan harga beli saham di pasar modal. Harga jual dan harga beli ditentukan oleh Broker. Besar kecilnya spread dipengaruhi oleh dua faktor yaitu ketidakseimbangan informasi dan persaingan di antara pelaku pasar. Semakin tinggi ketidakseimbangan informasi diantara pelaku pasar maka semakin besar spread. Dan semakin kuat persaingan di pasar modal maka harga jual semakin rendah dan harga beli semakin tinggi sehingga spread mengecil. Pengumuman dividen diharapkan dapat memberikan informasi ke pasar modal dan mengurangi informasi asimetri sehingga spread mengecil. Sebagai proxy dari informasi digunakan variabel kapitalisasi pasar dan lama terdaftar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1 pengaruh dari variabel-variabel dividend yield, volume perdagangan, varian return, harga saham, kapitalisasi pasar dan lama terdaftar terhadap spread baik secara simultan ataupun parsial. (2 Manakah diantara variabel-variabel tersebut yang paling berpengaruh terhadap spread Penelitian dilakukan pada 25 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive, yaitu pada perusahaan manufaktur yang membayarkan cash dividend dan aktif diperdagangkan pada tahun 1999. Penelitian menggunakan data harian saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ pada periode Januari sampai dengan Desember 1999, metode analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa : (1 Variabel dividend yield dan volume perdagangan mempunyai pengaruh negatif signifikan, varian return berpengaruh positif signifikan. (2 Harga saham berpengaruh negatif tidak signifikan dan lama terdaftar berpengaruh positif signifikan. (3 Terdapat multikolinier antara volume perdagangan dan kapitalisasi pasar sehingga kapitalisasi pasar dikeluarkan dari model. (4 Varian return adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap spread. Kemungkinan hasil

  18. ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI DAN POLA PERTUMBUHAN IKAN UCENG (Nemacheilus fasciatus DALAM PEMELIHARAAN DI AKUARIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vitas Atmadi Prakoso

    2017-12-01

    Full Text Available Ikan uceng (Nemacheilus fasciatus merupakan salah satu spesies ikan air tawar di Indonesia dengan nilai ekonomi cukup tinggi yang ketersediaannya masih mengandalkan penangkapan di alam, sehingga diperlukan upaya domestikasi untuk menjaga kelestariannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengamati biologi reproduksi dan pola pertumbuhan ikan uceng di lingkungan buatan (akuarium. Ikan uceng hasil tangkapan alam dari Sungai Progo, Temanggung, Jawa Tengah (panjang total 5,55 ± 0,53 cm; bobot 2,49 ± 0,24 g diadaptasikan selama 12 bulan di akuarium (40 cm × 30 cm × 30 cm dengan sistem air mengalir yang dilengkapi dengan aerator. Ikan uceng diberi Tubifex, hingga sampai akhirnya dapat beradaptasi dengan pakan komersial. Pakan komersial yang diberikan yaitu sebesar 3% per hari dari biomassa tubuh dengan frekuensi dua kali sehari. Data biologi reproduksi diperoleh melalui koleksi data panjang total, bobot badan, bobot gonad, fekunditas, diameter telur, dan indeks kematangan gonad. Data pola pertumbuhan diperoleh dengan koleksi data panjang, bobot, dan sintasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk betina yang gonadnya berkembang mempunyai warna bintik hitam yang jelas, sebaliknya induk jantan warna bintik hitam memudar. Indeks kematangan gonad (IKG yang diamati pada ikan uceng setelah 12 bulan pemeliharaan yaitu berkisar antara 0,007-0,027 pada jantan dan 0,13-0,25 pada betina. Kisaran diameter telur yang diamati yaitu berkisar antara 0,61-0,68 mm, dengan fekunditas 680-4.198 butir. Sedangkan pola pertumbuhannya menunjukkan bahwa ikan uceng betina dan jantan memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif (b= 2,739 pada betina; b= 2,895 pada jantan. Nilai faktor kondisi Fulton (K pada ikan uceng yang diamati yaitu 0,44-1,07 (rata-rata ± SD: 0,70 ± 0,11 pada betina dan 0,37-0,72 (rata-rata ± SD: 0,60 ± 0,06 pada jantan. Dari pengamatan ini ditemukan bahwa proses perkembangan kematangan gonad ikan uceng di akuarium lebih lambat dibandingkan

  19. PENGEMBANGAN KINERJA PERAWAT TERHADAP PENCEGAHAN INFEKSI FLEBITIS DI RUMAH SAKIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noor Amaliah

    2017-09-01

    Full Text Available Flebitis merupakan masalah serius karena mengancam kesehatan dan keselamatan pasien. Flebitis mempunyai dampak terhadap kualitas pelayanan dan peningkatan pembiayaan pelayanan kesehatan. Kejadian flebitis yang tinggi mencerminkan rendahnya mutu pelayanan keperawatan dalam hal pencegahan dan pengendalian infeksi. Tujuan dari penelitian ini menganalisis pengembangan model kinerja perawat terhadap pencegahan infeksi flebitis di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Explanatory Research menggunakan pendekatan cross sectional dan Focus Group Discussion. Populasi 69 orang perawat pelaksana. Sampel berjumlah 65 responden. Tekhnik sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh faktor individu, faktor psikologis dan faktor organisasi terhadap kinerja perawat terhadap pencegahan infeksi flebitis dengan nilai T-Statistik > 1,96 dan p Value < 0,05. Kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat terhadap pencegahan infeksi flebitis. Saran dari penelitian ini diharapkan agar perawat dapat meningkatkan kinerjanya terhadap pencegahan infeksi flebitis melalui sikap, motivasi maupun dukungan dari supervisi.

  20. RELIGIOUSITY COMMITMENT DALAM MEMODERASI HUBUNGAN BRAND AWARENESS TERHADAP NIAT PEMBELIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Fakhruddin Mudzakkir

    2014-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1. Pengaruh brand awareness terhadap niat pembelian pada toko roti merk Islami, 2. Pengaruh religousity commitment terhadap niat pembelian pada toko roti merk Islami, 3. Peranan religousity commitment sebagai variabel moderator yang dapat memperkuat pengaruh brand awareness terhadap niat pembelian pada toko roti merk Islami. Jenis penelitian adalah survey. Populasinya adalah konsumen yang melakukan  pembelian pada 3 toko roti Merk Islami di Kota/Kabupaten Malang, yaitu Toko Roti Amanah, Toko Roti As Sunnah, dan Toko Roti Madinah. Teknik pengambilan sampelnya adalah accidental sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis Moderated Regression Analysis. Hasil analisis menunjukkan variabel brand awareness  dan religousity commitment berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian. Religousity commitment tidak dapat berperan sebagai variabel moderasi terhadap hubungan brand awareness terhadap niat pembelian merk produk Islam

  1. Pengaruh Service Quality Terhadap Customer Satisfication English First Surabaya Town Square

    OpenAIRE

    Prabowo, Randy Setio

    2017-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh service quality terhadap customer satisficationdan mengukur apakah memiliki pengaruh antara service quality terhadap customer satisfication baik secara stimultan maupun parsial.Hasil penelitian menunjukan bahwa service quality berpengaruh terhadap customer satisfication secara stilmultan dan secara parsial menunjukan bahwa variabel reliability dan responsiveness tidak memiliki pengaruh terhadap customer satisfication.

  2. Pengaruh Brand Identity Terhadap Timbulnya Brand Preference Dan Repurchase Intention Pada Merek Toyota

    OpenAIRE

    Halim, Beatrice Clementia

    2014-01-01

    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh identitas merk Toyota terhadap timbulnya preferensi merek dan niat pembelian kembali konsumen terhadap merek Toyota. Toyota sebagai penguasa pasar mobil di Indonesia, memiliki keunggulan kompetitif tersendiri dibandingkan dengan pesaingnya. Kepercayaan terhadap merek Toyota juga menimbulkan adanya niat pembelian kembali konsumen terhadap merek tersebut.Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausal asosiatif dengan metode pe...

  3. Analisis Sikap Konsumen terhadap Produk Fashion Lokal dan Impor

    OpenAIRE

    Setiawan, Evelyn

    2014-01-01

    Abstrak: Analisis Sikap Konsumen Terhadap Produk Fashion Lokal dan Impor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap produk fashion lokal dan impor yang akan berpengaruh terhadap keputusan konsumsi. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 1.000 mahasiswa dari 10 perguruan tinggi swasta terbesar di Surabaya. Pengambilan data dilakukan dengan metode kuesioner. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa di Surabaya merasa bangga d...

  4. Pengaruh Customer Perceived Value Terhadap Customer Satisfaction PT. Xyz

    OpenAIRE

    Sucahyo, Martinus Wilman

    2017-01-01

    Penelitian ini membahas tentang Customer Perceived Value terhadap Customer Satisfaction PT. XYZ. Dalam penelitian ini, Customer Perceived Value diukur melalui dimensi Core Product Value, Service Value dan Relationship Value. Masing-masing dimensi ini akan diuji pengaruhnya terhadap Customer Satisfaction, baik secara simultan maupun secara parsial, se