WorldWideScience

Sample records for temperatur tinggi tipe

  1. Analisis Model Pembelajaran Tipe Think-Pair-Share Berbasis Pemecahan Masalah Terhadap Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumarli Sumarli

    2018-03-01

    Full Text Available Pembelajaran fisika sampai saat ini lebih mengutamakan penilaian hasil belajar tanpa menilai proses pembelajarannya. Selain itu, sistem penilaian prestasi siswa lebih banyak didasarkan melalui tes-tes yang sifatnya menguji kemampuan kognitif tingkat rendah sehingga menyebabkan rendahnya prestasi siswa Indonesia di bidang sains khususnya fisika yang masih di bawah rata-rata internasional. Kemampuan kognitif tingkat rendah ini belum melibatkan proses analisis siswa. Untuk melibatkan proses analisis siswa diperlukan tes yang menguji kemampuan kognitif tingkat tinggi. Namun untuk memberikan tes yang dapat menguji kemampuan kognitif tingkat tinggi diperlukan proses pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman langsung pada siswa. Pembelajaran yang melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat dikembangkan melalui pembelajaran langsung dengan tujuan agar siswa dapat memperoleh ingatan dalam jangka panjang dan siswa juga dapat mengonstruk pengetahuannya sendiri, tetapi kenyataannya secara umum pembelajaran fisika didominasi dengan metode ceramah. Aktivitas siswa hanya terbatas pada mendengarkan, mencatat, menjawab pertanyaan bila guru memberikan pertanyaan, maka proses pembelajaran tersebut jelas tidak mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam beraktivitas. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan permasalahan tersebut adalah model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS berbasis pemecahan masalah. Model ini dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada diri siswa, membuat siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga siswa belajar konstruktif tidak bersifat hapalan dan melatih siswa untuk melakukan proses berpikir dan mengungkapkan pendapat dalam memecahkan permasalahan yang ada. Dengan adanya model pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang meliputi keterampilan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan seiring dengan meningkatnya

  2. Studi Kinetika Dekomposisi Glukosa pada Temperatur Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fika Anjana

    2014-09-01

    Full Text Available Glukosa banyak dimanfaatkan untuk proses dekomposisi dan menghasilkan beberapa senyawa anorganik, dalam penelitian ini salah satu produk yang di hasilkan dalam produksi dekomposisi glukosa adalah HMF (5-hydroxymethyl-2-furaldehyde. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses dekomposisi glukosa pada tekanan dan temperature tinggi dimana tekanan dibuat konstan 10 atm dengan bantuan gas nitrogen sedangkan temperature berkisar antara 140-180 °C. Pengaruh konsentrasi asam sulfat dipelajari untuk mengetahui aspek kinetika. Dari penelitian ini didapat dekomposisi glukosa mengikuti orde satu dengan 5-HMF sebagai produk paling banyak sedangkan harga energi aktivasi didapat paling besar 1426.68 J/mol pada komsemtrasi asam sulfat 0.4 N dan konsentrasi HMF paling banyak didapat pada suhu 180, waktu 40 menit sebesar 0.00949 mol/L dengan konsentrasi asam sulfat sebesar 0.4 N.

  3. Pengaruh Penambahan Paladium Terhadap Perilaku Thermal Amalgam Tembaga Tinggi Tipe Lathe Cut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellyza Herda

    2015-09-01

    Full Text Available Effects of additing 1 percent (w/o palladium (Pd on the thermal behavior of a lathe cut type high copper amalgam (13 w/o copper were studied. The identical alloys, with and without 1% Pd were fabricated. X-ray diffraction studies of the amalgams revealed the elimination of the γ2-phase by Pd addition DSC thermogram of non-Pd containing amalgam indicated the existence of two γ1-phaseone with the transition temperature (endothermic peak at 88◦C and the other at 109◦C. The thermogram data of the Pd containing amalgam showed an endothermic peak at 110.7◦C. The transition temperature of the n phase of the palladium containing amalgam is 4.9◦C lower than the transition temperature of the n phase of the non Pd containing amalgam. This result indicates that the n phase of the Pd containing amalgam includes more of Tin (Sn than the non-Pd containing amalgam. The thermogravimetri diagram showed that the phase decomposition occurred at about 390◦C for the non-Pd containing amalgam and at about 410◦C for the Pd containing amalgam. It is concluded that the addition of 1% Pd into a lathe cut type of high copper amalgam (13% could eliminate the formation of γ2 phase as well as an unstable γ1 phase, promoting strong mercury bonding to Silver.

  4. Studi Eksperimen Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Bioetanol Tipe Side Burner dengan Variasi Diameter Firewall

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.R. Vienna Sona Saputri Soetadi

    2012-09-01

    Full Text Available Untuk mendapatkan kompor bioetanol efisiensi thermal maksimal diperlukan penelitian komprehensif. Salah satunya adalah penelitian terhadap posisi peletakkan beban pada kompor bioetanol kompak. Pengujian dilakukan pada kompor uji bioetanol dengan kadar 99%, yaitu kompor bioetanol tipe side burner dengan firewall 2.5 inci dan firewall 3 inci. Pengukuran temperatur api dengan 13 thermocouple K dengan pengukuran searah api keatas setiap 5 mm-an. Kemudian, water boiling test dilakukan untuk mendapatkan daya dan beban dan dilanjutkan mengukur waktu pendidihan air. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran total distribusi temperatur nyala api difusi. Hasil menunjukkan untuk kompor 2.5 inci dengan daya 1.6 kW mempunyai temperatur 542 ºC dengan jarak ketinggian 5 mm dari rim kompor sedangkan kompor 3 inci menghasilkan daya 2.38 kW dengan temperatur 516 ºC.

  5. Studi Numerik Pengaruh Variasi Tekanan Input, Variasi Putaran Poros, Variasi Tinggi Rongga dan Variasi Panjang Rongga (Pitch Terhadap Laju Kebocoran Aliran Uap Refrigerant (R123 yang Melewati Labyrinth Seal Tipe Stepped

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Anggun Wibowo

    2013-03-01

    Full Text Available ORC (Organic Rankine Cycle merupakan teknologi yang dapat memanfaatkan tekanan rendah serta temperatur rendah dari panas bumi untuk dikonversi menjadi energi listrik. Salah satu komponen yang terpenting dalam ORC adalah turbin uap. Untuk memaksimalkan efisiensi turbin uap maka kebocoran yang terjadi pada turbin uap harus diminimalisir sekecil mungkin. Untuk meminimalisir hal tersebut maka perlu adanya penggunaan labyrinth seal. Pada dunia industri banyak jenis labyrinth seal yang dipakai, salah satunya adalah stepped labyrinth seal. Penelitian ini dilakukan dengan metode numerik (CFD dengan software Fluent 6.3.26. Simulasi menggunakan model turbulensi k-ε RNG. Penelitian ini menggunakan variasi tekanan inlet yaitu 5, 10 dan 15 bar, putaran poros 0, 1500 dan 3000 rpm,  tinggi rongga 3,415 mm, 3,915 mm dan 5,915 mm serta panjang pitch 4, 6, 8, dan 10 mm. Pada variasi tekanan inlet laju kebocoran paling besar terjadi pada tekanan 15 bar. Pada variasi putaran poros laju kebocoran yang terjadi sama pada setiap variasi. Pada variasi tinggi rongga laju kebocoran paling besar terjadi pada tinggi rongga 5,915 mm. Pada variasi panjang pitch, laju kebocoran paling besar terjadi pada panjang pitch 4 mm.

  6. Perancangan Sistem Pengukuran pH dan Temperatur Pada Bioreaktor Anaerob Tipe Semi-Batch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dimas Prasetyo Oetomo

    2013-12-01

    Full Text Available Proses pada bioreaktor dapat dilakukan secara aerob yaitu menggunakan bantuan oksigen dan anaerob yaitu tidak menggunakan bantuan oksigen. Pada penelitian ini dilakukan fermentasi  enceng gondok untuk menghasilkan biogas menggunakan bioreaktor anaerob tipe semi-batch. Enceng gondok memiliki rasio C/N sebesar 22.5 – 35.84% yang merupakan komposisi optimum untuk ekstraksi biogas. Kinerja dari bioreaktor dalam produksi biogas dipengaruhi oleh beberapa parameter seperti pH dan temperatur. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem pengukuran besaran pH dan temperatur secara online sehingga memudahkan dalam pengambilan data. Bahan yang digunakan pada proses fermentasi adalah campuran enceng gondok yang telah dicincang dan dicampur air dengan dua komposisi penambahan berbeda untuk dibandingkan. Pada Bioreaktor1 digunakan komposisi enceng gondok dan air sebesar 1:3 dan pada bioreaktor 2 digunakan komposisi enceng gondok dan air sebesar 0,75: 1,25. Hasil penelitian menyebutkan bahwa bioreaktor 2 dengan komposisi enceng gondok dan air sebesar 0,75: 1,25 menghasilkan biogas lebih aktif dibandingkan dengan bioreaktor 1 dengan komposisi enceng gondok dan air sebesar 1 : 3. Hal tersebut diketahui dari hasil pengukuran selama 76 hari. Dari hasil pengukuran juga diketahui bahwa penurunan nilai COD pada bioreaktor 2 lebih besar dari pada  bioreaktor 1.

  7. BIOPHOTOVOLTAIC TIPE-N DAN TIPE-P DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK KULIT JERUK DARI ACEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luthviyah Choirotul Muhimah

    2017-11-01

    Full Text Available Sel surya berpewarna tersensitisasi atau dikenal dengan dye-sensitized solar cell (DSSC dengan menggunakan semikonduktor tipe-n dan tipe-p serta ekstrak jeruk Mentui (khas Aceh sebagai biomolekul pewarna sensitisasi (dye telah difabrikasi dan dikarakterisasi. Sebagai pembanding, ekstrak jeruk nipis dan jeruk purut juga digunakan. Ekstrak jeruk mentui berdasarkan spektrum inframerah mengandung berbagai macam karotenoid dan flavonoid seperti beta karoten, hesperidin, lutein, naringin, quersetin, tangeretin, dan zeaxanthin. Karakteristik optik ekstrak jeruk Mentui juga menunjukkan nilai absorptivitas molar yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk pembuatan DSSC. Hasil pengujian arus-tegangan menunjukkan hasil bahwa penggunaan ekstrak jeruk Mentui pada semikonduktor tipe-n mampu menghasilkan efisiensi yang lebih besar daripada semikonduktor tipe-p. Adapun tegangan rangkaian terbuka (VOC dan faktor pengisian (fill factor, FF relatif sama untuk semua jenis ekstrak jeruk yaitu VOC ~ 0.340 V dan FF ~ 0.4. Rapat arus pada rangkaian singkat terbesar (Jsc = 1.21 mA·cm-2 dihasilkan DSSC dengan molekul pewarna ekstrak jeruk mentui.

  8. Pengaruh penggunaan modifikasi DIS Tipe 2 terhadap gas buang kendaraan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I GNP Tenaya

    2018-01-01

    Full Text Available Abstrak Sistem pengapian adalah salah satu faktor yang mempengaruhi proses pembakaran didalam mesin. Gas buang adalah salah satu indikator untuk mengetahui proses pembakaran dan performa mesin. Pengapian dengan modifikasi DIS tipe 2 sistemnya adalah setiap silinder ditangani dengan satu koil pengapian dan tidak menggunakan kabel tegangan tinggi serta titik persambungan yang dapat mengurangi energi pengapian pada area tegangan tinggi. Untuk membuktikan kebenarannya terhadap proses pembakaran maka dilakukan penelitian pengaruh penggunaan modifikasi DIS tipe 2 terhadap gas buang kendaraan. Dalam penelitian ini digunakan kendaraan 1300 cc. Pada putaran 800 rpm sampai 3300 rpm yang menggunakan DIS tipe 2 dan modifikasi DIS tipe 2. Data yang diamati adalah kadar CO, CO2, HC dan O2.Dari hasil penelitian didapatkan pengapian dengan menggunakan modifikasi DIS tipe 2 kadar gas buang CO dan HC lebih rendah sedangkan kadar gas buang O2 dan CO2lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengapian menggunakanDIS tipe 2. Kata kunci: DIS Tipe 2, Modifikasi, Gas Buang Abstract The ignition system is a factor which influence the combustion process of engine. Exhaust gas is one indicator to know about a combustion and engine performance. The modification ignition of DIS type 2 system is each cylinder handlled using an ignition coil and it is without the high tenssion cord and also splace points which can be ignition energy decrease in high voltage area. To approve that truth about the combustion process is done by research for the effect of modification DIS type 2 toward vehicle exhaust gas.This research use vehicle in 1300 cc. On the circle about 800 rpm until 3300 rpm which using DIS type 2 and DIS type 2 modification. The data by observed was degree of CO, CO2, HC and O2.From this research, that by DIS type 2 modification ignition, degree of CO and HC was decrease while degree of O2 and CO2 was increase if compare by DIS type 2 ignition. Keywords: DIS Type 2

  9. TIPE ARGUMEN WACANA ARGUMENTASI TULIS SISWA SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Ridhani

    2013-07-01

    and evaluation. The proving argument is based on an observation of an object and general knowledge. The concluding argument is inductively and deductively made. The use of opinion, proof, and conclusion as arguments in written discourse is related to the preliminary knowledge stored in every person’s long-term memory.

  10. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brillyano Agni Pradipta

    2013-09-01

    Full Text Available Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi Pulse Width Modulation (PWM sebagai alat pengontrol generator HHO dengan duty cycle 25%, 50%, dan 75%. Penggabungan bahan bakar dilakukan secara difusi menggunakan ejector. Hasil yang didapatkan bahwa efisiensi unjuk kerja generator HHO tertinggi pada duty cycle 25%, yaitu sebesar 54,32% dan efisiensi terendah pada generator HHO tanpa PWM, yaitu sebesar 13,2%. Temperatur api yang dihasilkan gabungan kerosin dan gas HHO lebih panas dari pembakaran kerosin saja. Gabungan daya bahan bakar yang dihasilkan gas HHO sebesar 16,5W dan daya yang dikeluarkan kerosin murni sebesar 25,77kW, menaikkan temperatur api lebih dari 100oC dari temperatur api hasil pembakaran kerosin murni .

  11. Studi Numerik Pengaruh Baffle Inclination Pada Alat Penukar Kalor Tipe Shell And Tube Terhadap Aliran Fluida Dan Perpindahan Panas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rezky Fadil Arnaw

    2014-09-01

    Full Text Available Heat exchanger atau alat penukar kalor merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk memindahkan sejumlah energi dalam bentuk panas dari satu fluida ke fluida yang lain. Perpindahan panas tersebut terjadi dari suatu fluida yang suhunya lebih tinggi ke fluida lain yang suhunya lebih rendah. Pada tugas akhir ini akan dilakukan penelitian tentang pengaruh baffle inclination terhadap aliran fluida dan perpindahan panas pada alat penukar kalor tipe shell and tube. Dalam penelitian ini akan dilakukan tiga variasi sudut baffle inclination yaitu 0º, 10° dan 20° dengan besar laju aliran massa yang divariasikan yaitu sebesar 0.5 kg/s, 1 kg/s dan 2 kg/s. Tipe baffle yang digunakan adalah single segmental baffle dengan baffle cut sebesar 36% dan menggunakan arah aliran jenis parallel. Hasil analisa simulasi menunjukkan bahwa laju aliran massa yang meningkat akan menyebabkan kenaikan pressure drop yang cukup drastis dan penurunan temperatur outlet. Alat penukar kalor dengan baffle inclination 0° memiliki nilai perpindahan panas terbaik jika dibandingkan dengan baffle inclination 10° dan 20°.

  12. PELATIHAN MANAJEMEN DIRI UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kondang Budiyani

    2011-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan manajemen diri dapat meningkatkan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe II. Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan kepatuhan diet antara pretest dan post test. Kepatuhan diet lebih tinggi pada saat post test. Subjek penelitian sebanyak 3 orang. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design dan rancangan eksperimen the one group pretest-posttest design. Analisis data menggunakan pemeriksaan visual (visual inspection. Hasil menunjukan (1 apabila dibandingkan dengan sebelum pelatihan manajemen diri maka ada peningkatan skor kepatuhan diet pada saat pelatihan manajemen diri dan sesudah pelatihan manajemen diri. Skor kepatuhan diet yang paling tinggi adalah pada saat pelatihan manajemen diri, (2 Apabila dibandingkan dengan sebelum pelatihan manajemen diri maka ada peningkatan skor manajemen diri sesudah pelatihan manajemen diri Kata kunci : kepatuhan diet, pelatihan manajemen diri, penderita diabetes melitus tipe II

  13. Studi Numerik Dua Dimensi Labyrinth Seal Turbin Uap Organic Rankine Cycle (ORC Type Straight-Through dengan Variasi Tekanan Inlet, Kecepatan Putaran Poros, Jarak Pitch, dan Tinggi Rongga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fungki Setyo Yulianto

    2013-03-01

    Full Text Available ORC (Organic Rankine Cycle merupakan salah satu sistem pembangkit tenaga yang mampu memanfaatkan waste energy dengan menggunakan fluida organik yang mampu menguap pada temperatur dan tekanan rendah. Salah satu komponen utama pada sistem ORC adalah Turbin. Untuk mendapatkan efisiensi yang maksimal,  kebocoran fluida pada turbin uap harus di minimalisir. Untuk itulah di perlukan penggunaan labyrinth seal untuk mengurai kebocoran fluida R123 pada turbin uap ORC. Pada dunia Industri jenis labyrinth seal sangat banyak sekali, salah satunya adalah labyrinth seal tipe Straight-Through. Penelitian ini dilakukan dengan metode numerik (CFD software Fluent. Penelitian ini menggunakan variasi tekanan inlet yaitu 5, 10 dan 15 bar, putaran poros 0, 1500 dan 3000 rpm, panjang pitch 4 mm, 6 mm, 8 mm, 10 mm, serta tinggi rongga 3,415 mm, 3,915 mm dan 5,915 mm. Simulasi menggunakan model turbulensi k-ε RNG. Pada variasi tekanan inlet laju kebocoran paling besar terjadi pada tekanan 15 bar. Pada variasi putaran poros laju kebocoran terjadi berubah secara signifikan pada setiap variasi. Pada variasi tinggi rongga laju kebocoran paling kecil terjadi pada tinggi rongga 3,415 mm. Pada variasi panjang pitch, laju kebocoran paling kecil terjadi pada panjang pitch 10 mm.

  14. ANALISIS TERMAL KOLEKTOR SURYA TIPE PLAT DATAR DENGAN FLUIDA KERJA ETANOL 96% PADA SISTEM SOLAR WATER HEATER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rianda .

    2017-12-01

    Full Text Available Abstrak – Optimasi penggunaan energi matahari perlu ditingkatkan, salah satunya dengan menggunakan kolektor surya. Panas yang diterima digunakan sebagai sumber kalor untuk memanaskan etanol 96% sebagai fluida kerja pada sistem solar water heater (SWH. Kegiatan penelitian diawali dengan desain, kontruksi, dan pengujian termal kolektor surya tipe plat datar. tujuan penelitian makalah adalah untuk menentukan energi yang diperoleh oleh fluida kerja secara optimal pada kolektor surya tipe plat datar berdasarkan perubahan debit dan pemasangan batu-batu kerikil yang disusun secara teratur dan merata diatas permukaan plat absorber untuk memperluas permukaan dan meningkatkan temperatur dalam kolektor surya serta menentukan pengaruh penggunaan dua cermin datar terhadap energi berguna pada kolektor surya tipe plat datar secara eksperimen. Analisis termal ini dilakukan untuk memanfaatkan potensi radiasi matahari yang bisa mencapai 5,2 kWh/m2 sebagai media pemanas fluida kerja yaitu etanol 96% merupakan langkah awal penelitian. Kolektor surya tipe plat datar yang digunakan memiliki geometri panjang 1m, lebar 0,5 m, tinggi 0,18 m, kolektor surya dilapisi dua bahan yang berbeda yaitu polistirena foam dengan tebal 0,02 m dan armaflex dengan tebal 0,02 m. Pengambilan data dilakukan dengan sesuai variasi. Pengukuran besaran radiasi dan temperatur didalam box kolektor surya, temperatur pada satu kaca penutup, temperatur plat absorber, temperatur lingkungan, temperatur masuk etanol 96%, temperatur keluar etanol 96% dan kecepatan angin. Pengambilan radiasi matahari menggunakan kamera termal dan lux meter, temperatur menggunakan thermocouple tipe K, kecepatan angin menggunakan environment meter, dan debit menggunakan flow monitor. Hasil dari penelitian ini adalah temperatur capaian maksimum terjadi ketika debit maksimal 2.0 lpm, dengan batu kerikil pada plat absorber dan sudut reflektor 0⁰. Kata kunci: optimasi, analisis termal, kolektor surya Abstract

  15. PENGARUH DIAYOGAROBIK DAN KGD AWAL TERHADAP KAPASITAS FISIK DAN KIMIAWI DARAH PENDERITA DM TIPE 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Imawati

    2014-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1 pengaruh latihan diayogarobik terhadap kapasitas fisik dan kimiawi darah, (2 perbedaan pengaruh latihan diayogarobik terhadap kapasitas fisik dan kimiawi darah antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kadar glukosa darah awal di bawah 250 mg/dl dan di atas 250 mg/dl. Metode penelitian ini adalah eksperimen. ata penelitian ini diperoleh melalui tes dan pengukuran terhadap fleksibilitas dengan menggunakan fleksometer, kekuatan otot lengan dengan Push & Pool Dinamometer, kekuatan otot tungkai dengan Leg & Back Dinamometer, serta kadar glukosa darah dan kadar kolesterol darah dengan Glukometer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1 diayogarobik terbukti dapat meningkatkan kapasitas fisik dan menurunkan kimiawi darah secara signifikan. (2 a. tidak ada perbedaan pengaruh peningkatan kapasitas fisik yang signifikan antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kadar glukosa darah 250 mg/dl, (2 b. ada perbedaan pengaruh penurunan kadar glukosa darah yang signifikan antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kadar glukosa darah 250 mg/dl, dengan penurunan yang lebih tinggi yaitu kadar glukosa darah >250 mg/dl, (2 c. tidak ada perbedaan pengaruh penurunan kadar kolesterol darah yang signifikan antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kadar glukosa darah 250 mg/dl. Latihan diayogarobik memberikan pengaruh yang baik terhadap peningkatan kapasitas fisik dan penurunan kimiawi darah. Kata Kunci: Latihan diayogarobik, kadar glukosa darah, kapasitas fisik, kimiawi darah, diabetes mellitus tipe 2.

  16. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    OpenAIRE

    Brillyano Agni Pradipta; Djoko Sungkono Kawano

    2013-01-01

    Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi P...

  17. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    OpenAIRE

    Pradipta, Brillyano Agni; Kawano, Djoko Sungkono

    2013-01-01

    Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi P...

  18. Profil Proses Berpikir Mahasiswa Tipe Kepribadian Sensing dalam Pemecahan Masalah Logika Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M.J. Dewiyani Sunarto

    2017-06-01

    Full Text Available ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil proses berpikir mahasiswa dengan tipe kepribadian Sensing, yang terdiri atas Artisan dan Guardian, dalam menyelesaikan masalah matematika.  Pengenalan terhadap profil berpikir mahasiswa penting diketahui oleh pengajar, karena melalui pengenalan tersebut, pengajar dapat mengembangkan model pembelajaran yang sesuai pada masing-masing tipe kepribadian sehingga proses pembelajaran dapat dicapai secara optimal. Mengenai tipe kepribadian, David Keirsey membagi menjadi tipe Sensing dan Intuisi. Pada penelitian ini, akan dibicarakan tipe Sensing, yang terbagi menjadi tipe Artisan dan Guardian. Subjek penelitian adalah mahasiswa jurusan Sistem Informasi sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Metode yang digunakan  adalah metode kualitatif eksploratif dimana subjek diminta untuk memecahkan masalah matematika menggunakan langkah heuristik dari Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil proses berpikir mahasiswa dengan tipe Guardian lebih detail dan spesifik dalam memecahkan masalah matematika daripada tipe Artisan, yang lebih mengutamakan persoalan yang harus diselesaikan. Kata Kunci:  Pemecahan Masalah Matematika, Tipe Kepribadian, Sensing, Proses Berpikir. THINKING PROCESS PROFILE OF SENSING STUDENTS’ PERSONALITY TYPE IN SOLVING MATHEMATICAL PROBLEMS   ABSTRACT. The study was aimed  to understand the thinking process profile of Artisan and Guardian students in solving mathematical problem. The importance of thinking process profile,  an instructor can develop appropriate learning model for each personality type. So, the learning process can be optimized. The personality type is divided, by David Keirsey, into two types, Sensing and Intuition. In this research will be studied about Sensing type, which is divided into two, Artisan and Guardian. The subjects were students of Information Systems at a college in Surabaya. The used methods in this research is eksploratif qualitative method

  19. EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DI KABUPATEN PURWOREJO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainnur Wijayanto

    2015-02-01

    Full Text Available prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan disposisi matematis tinggi, sedang, atau rendah, 4 pada masing-masing kategori disposisi matematis, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan pendekatan open-ended atau pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Purworejo tahun ajaran 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 20 Purworejo, SMPN 14 Purworejo, SMPN 13 Purworejo yang diambil secara stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen tes prestasi belajar matematika, instrumen angket disposisi matematis siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji hipotesis menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa : 1 prestasi belajar matematika siswa yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan pendekatan open-ended lebih baik daripada siswa yang diberi pembelajaran langsung, 2 prestasi belajar matematika siswa dengan disposisi matematis tinggi lebih baik daripada siswa dengan disposisi matematis sedang dan rendah, begitu juga dengan prestasi belajar matematika siswa dengan disposisi matematis sedang lebih baik daripada siswa dengan disposisi matematis rendah, 3 pada model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan pendekatan open-ended prestasi belajar matematika siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki disposisi matematis sedang maupun rendah. Pada pembelajaran langsung, siswa dengan disposisi matematis tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang memiliki disposisi matematis sedang dan rendah, siswa dengan disposisi matematis sedang memiliki prestasi belajar yang sama dengan siswa yang memiliki disposisi matematis rendah, 4 Pada siswa

  20. Pengaruh Strategi SQ4R Tipe Bantuan Multimedia vs Buku Teks, Pengetahuan Awal, Gaya Belajar Kolb terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Teknik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meiti Leatemia

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh strategi SQ4R tipe bantuan multimedia versus buku teks, pengetahuan awal dan gaya belajar terhadap hasil belajar bahasa Inggris Teknik. Subjek penelitian adalah 96 mahasiswa  Teknik Sipil dan Mesin Politeknik Negeri Ambon tahun akademik 2011-2012. Desain eksperimen menggunakan kuasi versi  factorial  (2 x 2 x 2 pre test-post test non-equivalent control group design. Analisis data menggunakan statistik Three Ways ANOVA. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5% atau á=0,5  menggunakan SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1 Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar  antara kelompok strategi SQ4R tipe bantuan multimedia dan buku teks, (2 ada perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok pengetahuan awal tinggi dan rendah, (3 tidak ada perbedaan yang signifikan antara pembelajar diverger dan assimilator,  (4 tidak ada pengaruh interaksi antara strategi SQ4R tipe bantuan dengan pengetahuan awal terhadap hasil belajar, (5 tidak ada pengaruh interaksi antara strategi SQ4R tipe bantuan dengan gaya belajar terhadap hasil belajar, (6 ada pengaruh interaksi an-tara pengetahuan awal dengan gaya belajar terhadap hasil belajar, dan, (7 ada pengaruh interaksi antara strategi SQ4R tipe bantuan, pengetahuan awal dan gaya belajar terhadap hasil belajar. Kata kunci: strategi SQ4R tipe bantuan, multimedia, pengetahuan awal, gaya belajar,  hasil  belajar

  1. EFEK GENDER DAN TIPE KEPRIBADIAN DALAM PROSES PEMEROLEHAN BAHASA JAWA SEBAGAI BAHASA KEDU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paundra Pristyasiwi

    2018-02-01

    Full Text Available Pemerolehan bahasa kedua tidak lepas dari beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam keberhasilan proses pemerolehan bahasa kedua adalah usia, jenis kelamin dan tentunya perbedaan kepribadian setiap individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan efek gender dan tipe kepribadian terhadap pemerolehan bahas Jawa sebagai bahasa kedua pada siswa di SMK Giki 1 Surabaya. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas sebelas dan duabelas yang berasal dari luar Jawa (Surabaya tahun akademik 2017/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan model analisis kategoris deskriptif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa (1 terdapat perbedaan pada proses pemerolehan bahasa kedua atara siswa perempuan dan laki-laki, siswa perempuan memiliki kemauan dan kemampuan yang lebih tinggi daripada siswa laki-laki, (2 terdapat perbedaan penguasaan pemerolehan bahasa pada siswa berkepribadian ekstrovert dan introvert, siswa ektrovert memiliki kompetensi pemerolehan lebih tinggi daripada siswa berkepribadian introvert.

  2. Analisis Keanekaragaman Sagu (Metroxylon sagu Rottb. pada Tiga Tipe Habitat di Pulau Padang Kepulauan Meranti

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeni Rahayu

    2013-03-01

    Full Text Available Pulau Padang memiliki areal penanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.. Menurut pengetahuan masyarakat lokal terdapat tiga tipe habitat kebun sagu di Pulau Padang, yaitu Gambut, Kilang Manis, dan habitat bertanah liat. Produktifitas sagu berkorelasi dengan ketiga tipe habitat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap keanekaragaman sagu pada tiga tipe habitat di Pulau Padang dan menentukan tipe habitat yang mendukung produktifitas sagu yang tinggi, sebagai informasi dasar bagi upaya konservasi habitat sagu. Sebanyak 19 individu sagu telah dikoleksi dari tiga tipe habitat dan diamati karakter morfologi dan agronominya. Hasil karakterisasi ditemukan tiga tipe variasi sagu yaitu sagu duri, sagu sengke, dan sagu bemban. Analisis kluster menunjukan bahwa tanaman sagu mengelompok pada tiga kelompok utama berdasarkan asal habitat dan keberadaan durinya pada tingkat kesamaan 31-88%. Berdasarkan analisis komponen utama membagi tanaman sagu menjadi 5 kelompok, cenderung mengelompok juga berdasarkan asal habitat dan keberadaan duri dengan nilai akumulasi keragaman dua komponen utama 58%. Tipe habitat kilang manis direkomendasikan sebagai habitat sagu yang perlu dikonservasi di pulau Padang.Padang Island has a large sago plantation areas. Indigeneous people recognize three habitat types of sago in Padang island, i.e. peat, kilang manis and clay soil. The productivity of sago is closely correlated to the habitat types. The aims of this research were to reveal the diversity of Sago palms in three habitat types in Padang Island and to determine the habitat types which support high productivity of sago as the information base for conservation of sago habitats. The nineteen sago individuals were collected from three habitats and their morphological and agronomic characters were observed. The result of sago characterization obtained three variations of sago in Padang Island, namely Duri, Sengke and Bemban. The cluster analysis showed that sago dendrograms

  3. EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DI KOTA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annis Deshinta Ayuningtyas

    2015-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1 manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik diantara model pembelajaran kooperatif tipe TPSatau pembelajaran langsung, (2 manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik di antara siswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi, sedang, atau rendah, (3 pada masing-masing tingkatan kemandirian belajar (tinggi, sedang, dan rendah, manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe TPS atau pembelajaran langsung. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental semu dengan desain factorial 2x3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP Negeri Se-Kota Yogyakarta Semester I tahun pelajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan carastratified cluster random sampling. Banyak sampel adalah 195 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket kemandirian belajar siswa dan tes prestasi belajar matematika. Uji coba angket meliputi validitas isi, konsistensi internal dan reliabilitas. Uji coba tes prestasi meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitas. Untuk uji normalitas menggunakan uji Lilliefors, uji homogenitas menggunakan uji barlett. Uji keseimbangan yang digunakan yaitu anava satu jalan dengan sel tak sama. Analisis tes prestasi matematika menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1 Prestasi belajar matematika dengan model pembelajaran kooperatiftipe TPS memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung, (2 Siswa yang kemandirian belajarnya tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa dengan kemandirian belajar sedang dan rendah, sedangkan siswa yang kemandirian belajarnya sedang mempunyai prestasi belajar yang sama dengan siswa dengan kemandirian belajar rendah, (3 Pada siswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi

  4. MOTIVASI DAN STRATEGI KELUARGA MISKIN NAGARI TALU, KAB. PASAMAN BARAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN ANAK KE PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cici Rahma Sari

    2017-01-01

    Full Text Available Poverty described as a lack of income to fulfill the basic necessities of life. One way to reduce poverty is education. Education is not only a means of forming human resources with high competitiveness, but expected to also determine the occurrence of various social changes. Poverty makes it difficult for people to get a better education. It’s caused by education cost is expensive in general, and not all parents are able to finance their child to studying. In Nagari Talu, 15% of poor parents send their children to college. This paper describes the motive and strategy of poor parents sent their children to college. This research was conducted with a qualitative approach and descriptive type. Informants were selected by proposive. Data collected through observation, interviews and study document. The result showing the parents motivation is to change the fate and environmental factors. The parents strategy is double living, assistance from extended family, borrowing and seek scholarships.   Kemiskinan lazimnya digambarkan sebagai kekurangan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Salah satu jalan untuk keluar dari kemiskinan adalah pendidikan. Pendidikan bukan saja sebuah alat pembentuk sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, melainkan diharapkan juga ikut menentukan terjadinya berbagai perubahan sosial. Namun kemiskinan membuat masyarakat sulit untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Hal ini dikarenakan biaya pendidikan pada umumnya mahal dan tidak semua orang tua mampu membiayai studi anaknya. Di Nagari Talu 15% orang tua menyekolahkan anaknya ke pergurun tinggi dengan kondisi kehidupan mereka miskin. Tulisan ini mendeskripsikan strategi orang tua miskin melanjutkan pendidikan anaknya ke perguruan tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan tipe deskriptif. Informan penelitian dipilih secara proposive. Dengan proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Penelitian

  5. DESAIN AWAL TURBIN UAP TIPE AKSIAL UNTUK KONSEP RGTT30 BERPENDINGIN HELIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sudadiyo

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK DESAIN AWAL TURBIN UAP TIPE AKSIAL UNTUK KONSEP RGTT30 BERPENDINGIN HELIUM. Konsep reaktor daya nuklir yang dikembangkan merupakan jenis reaktor berpendingin gas dengan temperatur tinggi (RGTT. Gas yang digunakan untuk mendinginkan teras RGTT adalah helium. Konsep RGTT ini dapat menghasilkan daya termal 30 MWth sehingga dinamakan RGTT30. Temperatur helium mampu mencapai 700 °C ketika keluar dari teras RGTT30 dan digunakan untuk memanaskan air di dalam steam generator hingga mencapai temperatur 435 °C. Steam generator dihubungkan dengan turbin uap yang dikopel dengan generator listrik untuk membangkitkan daya 7,27 MWe. Uap yang keluar dari turbin dilewatkan kondensor untuk mencairkan uap menjadi air. Rangkaian komponen dari steam generator, turbin, dan kondensor dinamakan sistem turbin uap. Turbin terdiri dari sudu-sudu yang dimaksudkan untuk mengubah tenaga uap kedalam tenaga mekanis berupa putaran. Efisiensi turbin merupakan parameter yang harus diperhatikan dalam sistem turbin uap ini. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengusulkan sudu tipe aksial dan untuk menganalisa perbaikan efisiensi turbin. Metode yang digunakan yaitu aplikasi prinsip termodinamika yang berhubungan dengan konservasi energi dan massa. Perangkat lunak Cycle-Tempo dipakai untuk mendapatkan parameter termodinamika dan untuk mensimulasikan sistem turbin uap berbasis RGTT30. Pertama, dibuat skenario dalam simulasi sistem turbin uap untuk mengetahui efisiensi dan laju aliran massa uap yang diperoleh nilai optimal 87,52 % dan 8,759 kg/s pada putaran 3000 rpm. Kemudian, turbin uap diberi sudu tipe aksial dengan diameter tip 1580 mm dan panjang 150 mm. Hasil yang diperoleh adalah nilai efisiensi turbin uap naik menjadi 88,3 % pada putaran konstan (3000 rpm. Penambahan nilai efisiensi turbin sebesar 0,78 % menunjukkan peningkatan kinerja RGTT30 secara keseluruhan. Kata kunci: Tipe aksial, turbin uap, RGTT30   ABSTRACT PRELIMINARY DESIGN ON STEAM TURBINE OF AXIAL TYPE

  6. Pengaruh Pola Makan Tinggi Kalori Terhadap Peningkatan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2

    OpenAIRE

    Baequny, Ahmad; Harnany, Afiyah Sri; Rumimper, Elsye

    2015-01-01

    The research objective is to describe about high-calorie diet to increase blood sugar levels in people with Type 2 Diabetes Mellitus. Population and sample in this study are patients with type 2 Diabetes at the health center Bendan Pekalongan. This is a descriptive analytic study with cross-sectional design and analyzed using chi square test. The results show that there is an effect of high-calorie diet in the increase of blood sugar levels in people with type 2 diabetes mellitus in PHC Benda...

  7. Die benutting van ureumaangevulde en verskillende tipes ...

    African Journals Online (AJOL)

    Die benutting van ureumaangevulde en verskillende tipes geammoniseerde garsstrooi by skape. AA Brand, SWP Cloete. Abstract. No Abstract. Full Text: EMAIL FREE FULL TEXT EMAIL FREE FULL TEXT · DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT · AJOL African Journals Online. HOW TO USE AJOL.

  8. Asupan vitamin C berhubungan dengan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan DM tipe 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riya Purwaningtyastuti

    2018-01-01

    Full Text Available ABSTRACKBackground: High sugar levels in people with diabetes mellitus causes changes in the body. One of its detrimental process called oxidation reaction that causes the increased formation of harmful substances called free radicals. Antioxidant vitamin A, C, and E helpful to reduce oxidative damage in people with diabetes mellitus and prevent complications. Objectives: The know relationship intake antioxidant with blood glocuse level outpatient type 2 diabetes mellitus in RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Methods: This study was observasional with of cross sectional. The subjects in this study were outpatients with diabetes mellitus type 2 with sampels of 89 respondents. Purposive sampling technique. Data consumption pattern of antioxidant, used semi quantitative food frequency (SQFFQ laboratories to examination and blood glucose levels. Data analysis used Fisher’s Exact Test. Results: There is significant association between vitamin C intake with blood sugar levels in patients diabetes mellitus the value of p = 0.004. The existence of a no signifi cant association between vitamin E intake with blood sugar levels in patients diabetes mellitus the value of p = 0.073 and there is no signifi cant association between vitamin A intake with blood sugar levels in patients diabetes mellitus the value of p = 0.252. Conclusion: There is a relationship between vitamin C intake with blood sugar levels, while the intake of vitamin A and E are not related to blood sugar levels KEYWORDS: type 2 diabetes mellitus, blood glucose level, vitamin C intake, vitamin A intake, vitamin E intake. ABSTRAK Latar Belakang : Kadar glukosa yang tinggi pada penderita kencing manis/DM menyebabkan berbagai perubahan di dalam tubuh. Salah satu proses merugikan dinamakan reaksi oksidasi yang menyebabkan peningkatan pembentukan zat berbahaya yang disebut radikal bebas. Antioksidan vitamin A,C dan E bermanfaat dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan: Untuk

  9. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Find Someone Who terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jumrawarsi Jumrawarsi

    2017-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Find Someone Who terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X MAN Lubuk Alung. Jenis penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian randomized control group only design. Populasinya adalah seluruh siswa kelas X MAN Lubuk Alung tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dari populasi menggunakan teknik purposive sampling. kelas eksperimen adalah kelas X2 dan kelas kontrol kelas X3. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 74,235 dan nilai rata-rata pada kelas kontrol sebesar 67,411 artinya rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Hasil analisis uji-t diperoleh t-hitung = 2,251 dan t-tabel = 1,669 pada taraf nyata 0,05 dengan dk = 66. Hasil perhitungan terlihat t-hitung > t-tabel berarti H0 ditolak, Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Find Someone Who terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X MAN Lubuk Alung.  Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif tipe Find Someone Who, hasil belajar  This research is aimed to clarify the effectiveness of the applying of the cooperative learning Find Someone Who strategy Toward Learning Outcome Mathematics Students at MAN Lubuk Alung. The design of this study was a randomized experiment. The population of the research was all students of grade X 2015/2016 academic year. The sample was two classes; both classes were X2 as an experimental class and class X3 as a control class. Based on data, the result of this research shown that means a score of experiment class was 74.235 and average math learning outcomes mean control class was 67.411 averages higher than the experimental class. The results of t-test analysis were obtained t = 2,251 and t table = 1,669 on the real level of 0.05 with df = 66. t calculate> t table, then H0 was rejected and H1 was accepted, so it is concluded that the

  10. Hubungan Antara Resiliensi Dengan Stres Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Kedinasan

    OpenAIRE

    Septiani, Tria; Fitria, Nurindah

    2016-01-01

    Mahasiswa sekolah tinggi kedinasan memiliki tingkat stres lebih tinggi karena sumber stress yang berbeda dibandingkan mahasiswa perguruan tinggi lain. Stres yang terjadi mempengaruhi keberlangsungan kehidupan mahasiswa di asrama dan pendidikan. Setiap mahasiswa memiliki cara yang berbeda untuk menyikapi stresor yang ada. Individu yang mampu bertahan tentunya mempunyai sikap dalam menghadapi stress sehingga setiap mahasiswa harus bisa menjadi resilien, yaitu dapat beradaptasi, mampu untuk bert...

  11. PENGARUH TIPE LANTAI KANDANG DAN KEPADATAN TERNAK TERHADAP TABIAT MAKAN AYAM PEDAGING UMUR 2-6 MINGGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ENY PUSPANI

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh tipe lantai dan kepadatan ternak yang berbeda terhadap tabiat makan ayam pedaging telah dilaksanakan di Tabanan, Bali. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan pola faktorial 3×3 dalam 3 blok. Faktor pertama adalah tipe lantai kandang yang terdiri dari litter sekam di tanah (L1, lantai slat bambu (L2 dan lantai litter panggung (L3. Faktor kedua adalah kepadatan ternak yang terdiri dari 10 ekor/m2 (P1, 12 ekor/m2 (P2, dan 14 ekor/m2 (P3. Hasil penelitian tabiat makan menunjukkan bahwa frekuensi makan, frekuensi minum, frekuensi istirahat pada L1 nyata lebih tinggi (P0,05. Lama minum pada L3 nyata lebih lama (P0,05. Lama makan pada P1 nyata lebih lama (P0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi interaksi antara tipe lantai dan kepadatan ternak terhadap tabiat makan, lantai slat bambu dan litter panggung menghasilkan tabiat makan yan lebih baik dibandingkan litter sekam di tanah. Kepadatan ternak 10 ekor/m2 menghasilkan tabiat makan lebih baik daripada 12 ekor/m2 dan 14 ekor/m2. THE EFFECT OF FLOOR TYPE AND BIRDS DENSITY ON FEEDING BEHAVIOUR OF BROILER AGED 2-6 WEEKS ABSTRACT The experiment aimed to study the effect of floor type and birds density on feeding behaviour of broilers. This experiment was carried out at Tabanan, Bali. The experiment used a completely randomized block design (CRBD with factorial arrangement (3x3 in tree blocks. The first factor was floor type consisted of deep litter in the ground (L1, bamboo slat floor (L2 and litter podium floor (L3. The second factor was birds density consisted of 10 birds/m¬2 (P1, 12 birds/m2 (P2, and 14 birds/m2 (P3. The results of the experiment showed that the frequency of the eating, the drinking, and the resting at L1 were significantly higher (P0.05. The time for drinking at L3 was significantly longer (P0.05. The time feeding of P1 were significantly longer (P0.05. It was concluded that

  12. A remarkably stable TipE gene cluster: evolution of insect Para sodium channel auxiliary subunits

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Li Jia

    2011-11-01

    Full Text Available Abstract Background First identified in fruit flies with temperature-sensitive paralysis phenotypes, the Drosophila melanogaster TipE locus encodes four voltage-gated sodium (NaV channel auxiliary subunits. This cluster of TipE-like genes on chromosome 3L, and a fifth family member on chromosome 3R, are important for the optional expression and functionality of the Para NaV channel but appear quite distinct from auxiliary subunits in vertebrates. Here, we exploited available arthropod genomic resources to trace the origin of TipE-like genes by mapping their evolutionary histories and examining their genomic architectures. Results We identified a remarkably conserved synteny block of TipE-like orthologues with well-maintained local gene arrangements from 21 insect species. Homologues in the water flea, Daphnia pulex, suggest an ancestral pancrustacean repertoire of four TipE-like genes; a subsequent gene duplication may have generated functional redundancy allowing gene losses in the silk moth and mosquitoes. Intronic nesting of the insect TipE gene cluster probably occurred following the divergence from crustaceans, but in the flour beetle and silk moth genomes the clusters apparently escaped from nesting. Across Pancrustacea, TipE gene family members have experienced intronic nesting, escape from nesting, retrotransposition, translocation, and gene loss events while generally maintaining their local gene neighbourhoods. D. melanogaster TipE-like genes exhibit coordinated spatial and temporal regulation of expression distinct from their host gene but well-correlated with their regulatory target, the Para NaV channel, suggesting that functional constraints may preserve the TipE gene cluster. We identified homology between TipE-like NaV channel regulators and vertebrate Slo-beta auxiliary subunits of big-conductance calcium-activated potassium (BKCa channels, which suggests that ion channel regulatory partners have evolved distinct lineage

  13. CORPORATE GOVERNANCE, CHARTER VALUE, TIPE KEPEMILIKAN, DAN PENGAMBILAN RISIKO PERBANKAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hikmatul Fitri

    2016-01-01

    Full Text Available Penelitian ini menguji pengaruh corporate governance dan charter value terhadap pengambilan risiko perbankan pada bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20042013. Jenis data dalam penelitian ini adalah data panel tidak berimbang. Corporate governance diukur dengan jumlah komisaris, persentase komisaris independen, kualitas manajemen risiko, dan jumlah rapat gabungan komisari dan direksi per tahun. Charter value diukur dengan Tobins’Q. Proksi pengambilan risiko yang digunakan adalah berdasarkan data pasar saham (market based measure dan data akuntansi (accounting based measure. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa corporate governance dan charter value mampu mendisiplinkan pengambilan risiko perbankan. Kepemilikan asing dan domestik sebagai ultimate shareholder di suatu bank, tidak menunjukkan perbedaan terkait pengambilan risiko mereka. Kedua kelompok kepemilikan tersebut menginginkan return yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengambilan risiko yang dilakukan oleh pihak manajemen bank lebih tercermin dalam pengukuran risiko berdasarkan data akuntansi, karena pengukuran tersebut memberikan hasil yang lebih konsisten.Kata kunci: corporate governance, charter value, tipe kepemilikan, pengambilan risiko, z-score

  14. Pengembangan Model Pengendalian Kejadian Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kota Sibolga Tahun 2005

    OpenAIRE

    Sempakata Kaban

    2008-01-01

    Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit degeneratif yang banyak di derita penduduk dunia dan belum ditemukan pengobatan yang efektif. Penelitian epidemiologi di Indonesia prevalensi diabetes melitus tipe 2 sebesar 1,5-2,3% pada usia lebih dari 15 tahun. Di Provinsi Sumatera Utara kunjungan rawat jalan diabetes melitus tipe 2 tahun 2000 urutan kelima. Laporan rumah sakit umum Dr. Ferdinan Lumbantobing proporsi kunjungan penderita diabetes melitus tipe 2 dari tahun 2002 ke 2003 meningkat ...

  15. PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE DENGAN MENGGUNAKAN CATATAN KECIL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Twenty Febriyanti

    2017-08-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa, sehingga perlunya alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa, salah satunya adalah pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan menggunakan cakil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1 Apakah peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Think-Pair-Share menggunakan cakil lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional; (2 Apakah peningkatan kemampuan penalaran matematis (berkelompok nilai tinggi, sedang, rendah siswa yang mendapatkan pembelajaran Think-Pair-Share menggunakan cakil lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional; (3 Bagaimanakah sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan cakil dalam model pembelajaran Think-Pair-Share. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 17 Kota Serang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan Non-Equivalent Control Group Design. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling yaitu sampel ditentukan oleh pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan: (1 Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Think-Pair-Share menggunakan cakil lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional dengan thitung = 8,30 dan ttabel = 1,66; (2 Peningkatan kemampuan penalaran matematis (berkelompok nilai tinggi, sedang, rendah siswa yang mendapatkan pembelajaran Think-Pair-Share menggunakan cakil lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional dengan thitung = 21,55 dan ttabel = 1,75 (kelompok tinggi, thitung = 13,99 dan ttabel = 1,67 (kelompok sedang dan thitung = 17,06 dan ttabel = 1,94 (kelompok rendah;  (3 Hasil dari analisis data angket yang diisi oleh kelas eksperimen diperoleh bahwa sikap terhadap pembelajaran Think-Pair-Share dengan menggunakan cakil terdapat pada kriteria kuat dengan rata

  16. TRADISI DAN INOVASI MATERIAL FASADE BANGUNAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jimmy Priatman

    1999-01-01

    Full Text Available Designers of tall building realize that the product of their creativity will impact the built environment for hundred of years. Differ from the past (great pyramids Giza Egypt, the Parthenon Athens- Greece, Cliff Palace Mesa Verde- Colorado, current tall buildings are designed with systems and materials to be properly maintained to enhance the life expectancy of the building. These timeless structures demand a higher level of performance and integration among its major components such as structure, mechanical-electrical, interior and envelope system, which can be extensively monitored and modified. The building facade as "the epidermis" plays a significant role in the protective outer layer. The research was initiated in response to fulfill this criteria had lead to creative innovations in building envelope materials as a future prospective material. Abstract in Bahasa Indonesia : Para perancang bangunan tinggi menyadari bahwa hasil karya kreativitas perancangannya akan mempengaruhi tatanan lingkungan hidup manusia untuk jangka waktu lama. Berbeda dengan bangunan tinggi masa lalu (piramida agung Giza di Mesir, kuil Parthenon di Yunani, Cliff Palace Mesa Verde di Colorado, bangunan tinggi dewasa ini dirancang dengan perangkat sistim dan material yang mudah dirawat untuk meningkatkan umur bangunan. Gedung gedung tinggi ini menuntut suatu kinerja dan integrasi prima diantara komponen komponen utama yang terkait melalui sistim struktur, mekanikal, interior dan sistim selubung bangunan, yang dapat di monitor dan dimodifikasi secara ekstentif. Fasade bangunan sebagai "epidermis" memainkan peran penting melalui fungsi pelapis luar yang protektif. Serangkaian riset yang telah dilakukan sebagai tindakan responsif untuk menjawab kriteria ini telah menuntun kepada inovasi inovasi kreatif di bidang material selubung bangunan sebagai material masa depan yang dapat diandalkan. Kata kunci: selubung bangunan, fasade bangunan.

  17. Aplikasi Promosi Perguruan Tinggi Berbasis Multimedia Interaktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyudi ,

    2017-02-01

    Full Text Available Promosi dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada jaminan mutu suatu perguruan tinggi, semakin dikenalnya jaminan mutu suatu perguruan tinggi maka semakin banyak pula masyarakat pengguna jasanya. Promosi dalam bentuk teknologi komunikasi visual interaktif memiliki kemampuan untuk menyimpan data audio-visual, sebagai media untuk promosi dan pencitraan jaminan mutu, akuntabilitas dan kredibelitas perguruan tinggi. STMIK Indonesia Padang sebagai perguruan tinggi berbasis IT sangat membutuhkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan R & D (Research and Developmentdengan lima langkah utama (Borg & Gall, yaitu: 1 Menganalisis produk yang akan dikembangkan; 2 Pengembangkan produk awal; 3 Validasi ahli & revisi; 4 Uji coba lapangan & revisi produk; 5 Uji coba lapangan & produk akhir.Disini dilakukan analisa sejauhmana efisiensi perancangan dan pengembangan teknologi komunikasi visual interaktif aplikasi promosi bagi perguruan tinggi STMIK Indonesia Padang, mahasiswa, stakeholders serta memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan: kinerja/dukungan promosi; kegiatan publikasi; dan efisiensi informasi dengan memberikan informasimelalui tampilan multimedia audio visual interaktif.Hal ini akan dapat mengurangi pembiayaan dan pemborosan sumber daya manusia melalui efisiensi komunikasi, informasi, dan promosi.Kata Kunci : aplikasi promosi, interaktif, multimedia Promotion can be used to increase public confidence in the quality assurance of the higher education, the growing recognition of the quality assurance of the higher education so the more people who use its services. Promotion in the form of interactive visual communication technology has the ability to store the audio-visual data, as a medium for promotion and imaging quality assurance, accountability and credible of the higher education. STMIK Indonesia Padang as IT-based of the higher educationreally need it. This study uses the

  18. Tipe Dry Cell dan Wet Cell berdimensi 80 x 80 mm dengan Penambahan PWM E-3 FF (1 kHz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanur Arzaqa Ghiffari

    2013-09-01

    Full Text Available Ketersediaan bahan bakar minyak semakin terbatas dan hasil pembakarannya berdampak pada pencemaran lingkungan, salah satu solusinya dengan memanfaatkan gas HHO pada kendaraan bermotor. Penelitian dengan sistem direct connection, temperatur mencapai lebih dari 90oC menyebabkan  generator HHO menjadi rusak dan meleleh, maka penelitian ini menambahan alat untuk mengkontrol besarnya arus, frekuensi, dan duty cycle. Pengembangan generator HHO menggunakan tipe kering (dry cell dan tipe basah (wet cell dengan penambahan PWM (Pulse Width Modulation E-3 Fixed Frequency 1 kHz divariasikan berupa duty cycle: 20%, 40%, 60%, 80%  dan direct connection. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Pembakaran dan Bahan Bakar - Teknik Mesin ITS.  Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik unjuk kerja terbaik pada kedua tipe generator HHO dengan penambahan PWM. Nilai arus dan tegangan lebih stabil dibandingkan dengan tanpa penambahan PWM (direct connection, namun arus cenderung meningkat seiring dengan kenaikan temperatur mencapai 70oC. Efisiensi terbaik pada generator tipe wet dengan duty cycle 80%,  yaitu 27,7 %.

  19. PERANGKAT PEMBELAJARAN PERISTIWA ALAM DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Sunarsih

    2015-08-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran IPA dengan model pembelajaran cooperative learning tipe inside outside circle untuk dapat meningkatkan kemampuan berpikir kognitif dan menumbuhkan kemampuan komunikasi ilmiah siswa yang valid materi peristiwa alam. Uji coba skala terbatas dilakukan di SDN 02 Ambowetan. Uji coba skala luas kelas eksperimen SDN 01 Ambowetan VA, sedangkan kelas kontrol SDN 01 Ambowetan VB. Desain uji coba penelitian ini nonequivalent control group design. Prosedur pengembangan dan penelitian dikembangkan mengacu model pengembangan Dick dan Carry terdiri 4 tahap yaitu define, design, develop, dan disseminate. Hasil penelitian diperoleh pengembangan perangkat pembelajaran menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe inside outside circle berupa silabus, RPP, bahan ajar, lembar tes formatif, lembar observasi kemampuan komunikasi ilmiah, dan angket respon siswa valid, efektif, dan praktis diterapkan dalam pembelajaran IPA kelas V sekolah dasar materi peristiwa alam. Perangkat pembelajaran valid dengan nilai skor validitas akhir 3,43. Perangkat pembelajaran efektif terlihat peningkatan hasil uji N-gain menunjukkan hasil 0,50 pada klasifikasi tingkat sedang dan prosentase kemampuan ilmiah kelas eksperimen hasil sebesar 82%. Kriteria praktis dari nilai angket menunjukkan respon siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (73% > 67 %.Purpose of this study is produce device the learning cooperative learning type inside outside circle to improve cognitive ability students and foster communication skills scientific a valid on material natural events. Trials limited scale in the SDN 02 Ambowetan. Trials wide scale for experimental class in the SDN 01 Ambowetan 5A, while the control class SDN 01 Ambowetan 5B. Design wide scale nonequivalent control group design. Procedures the development and developed research Dick and Carry consisting of 4 stage define, design, develop, and disseminate

  20. Flood loss assessment in the Kota Tinggi

    International Nuclear Information System (INIS)

    Tam, T H; Ibrahim, A L; Rahman, M Z A; Mazura, Z

    2014-01-01

    Malaysia is free from several destructive and widespread natural disasters but frequently affected by floods, which caused massive flood damage. In 2006 and 2007, an extreme rainfall occured in many parts of Peninsular Malaysia, which caused severe flooding in several major cities. Kota Tinggi was chosen as study area as it is one the seriously affected area in Johor state. The aim of this study is to estimate potential flood damage to physical elements in Kota Tinggi. The flood damage map contains both qualitative and quantitative information which corresponds to the consequences of flooding. This study only focuses on physical elements. Three different damage functions were adopted to calculate the potential flood damage and flood depth is considered as the main parameter. The adopted functions are United States, the Netherlands and Malaysia. The estimated flood damage for housing using United States, the Netherlands and Malaysia was RM 350/m 2 RM 200/m 2 and RM 100/m 2 respectively. These results successfully showed the average flood damage of physical element. Such important information needed by local authority and government for urban spatial planning and aiming to reduce flood risk

  1. Downregulated TIPE2 is associated with poor prognosis and promotes cell proliferation in non-small cell lung cancer

    International Nuclear Information System (INIS)

    Li, Yuexia; Li, Xiaohui; Liu, Gang; Sun, Rongqing; Wang, Lirui; Wang, Jing; Wang, Hongmin

    2015-01-01

    Highlights: • TIPE2 is down-regulated in NSCLC tissues. • TIPE2 inhibits NSCLC cell proliferation, colony formation and invasion. • TIPE2 reduces the anti-apoptotic Bcl-XL protein and mesenchymal marker N-cadherin expression. - Abstract: The present study aims to investigate the expression pattern of TIPE2 protein and its clinical significance in human non-small cell lung cancer (NSCLC). We investigated the expression levels of TIPE2 in 96 NSCLC tumor samples by immunohistochemistry and then analyzed its clinical significance. Furthermore, the role of TIPE2 on the biological properties of the NSCLC cell line H1299 and A549 was experimentally tested in vitro and in vivo. We found that the expression level of TIPE2 was significantly higher in normal lung tissues compared with NSCLC tissues (P < 0.001), and TIPE2 downregulation was significantly correlated with advanced TNM stage (P = 0.006). TIPE2 expression was lower in lung cancer cell lines than normal bronchial cell line HBE. Transfection of TIPE2 plasmid was performed in H1299 and A549 cells. TIPE2 overexpression inhibited lung cancer cell proliferation, colony formation and cell invasive in vitro, and prevented lung tumor growth in vivo. In addition, TIPE2 transfection reduced the anti-apoptotic Bcl-XL protein and mesenchymal marker N-cadherin expression. Taken together, our results demonstrate that TIPE2 might serve as a tumor suppressor in NSCLC progression

  2. Downregulated TIPE2 is associated with poor prognosis and promotes cell proliferation in non-small cell lung cancer

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Li, Yuexia [Intensive Care Unit, The First Affiliated Hospital of Zhengzhou University, Zhengzhou, Henan 450052 (China); Li, Xiaohui [Department of Cardiovascular Surgery, Henan Provincial People’s Hospital, Zhengzhou, Henan 450003 (China); Liu, Gang; Sun, Rongqing; Wang, Lirui [Intensive Care Unit, The First Affiliated Hospital of Zhengzhou University, Zhengzhou, Henan 450052 (China); Wang, Jing, E-mail: jing_wang1980@163.com [Department of Respiratory Medicine, The First Affiliated Hospital of Zhengzhou University, Zhengzhou, Henan 450052 (China); Wang, Hongmin, E-mail: hmwangzz@126.com [Department of Respiratory Medicine, The First Affiliated Hospital of Zhengzhou University, Zhengzhou, Henan 450052 (China)

    2015-01-30

    Highlights: • TIPE2 is down-regulated in NSCLC tissues. • TIPE2 inhibits NSCLC cell proliferation, colony formation and invasion. • TIPE2 reduces the anti-apoptotic Bcl-XL protein and mesenchymal marker N-cadherin expression. - Abstract: The present study aims to investigate the expression pattern of TIPE2 protein and its clinical significance in human non-small cell lung cancer (NSCLC). We investigated the expression levels of TIPE2 in 96 NSCLC tumor samples by immunohistochemistry and then analyzed its clinical significance. Furthermore, the role of TIPE2 on the biological properties of the NSCLC cell line H1299 and A549 was experimentally tested in vitro and in vivo. We found that the expression level of TIPE2 was significantly higher in normal lung tissues compared with NSCLC tissues (P < 0.001), and TIPE2 downregulation was significantly correlated with advanced TNM stage (P = 0.006). TIPE2 expression was lower in lung cancer cell lines than normal bronchial cell line HBE. Transfection of TIPE2 plasmid was performed in H1299 and A549 cells. TIPE2 overexpression inhibited lung cancer cell proliferation, colony formation and cell invasive in vitro, and prevented lung tumor growth in vivo. In addition, TIPE2 transfection reduced the anti-apoptotic Bcl-XL protein and mesenchymal marker N-cadherin expression. Taken together, our results demonstrate that TIPE2 might serve as a tumor suppressor in NSCLC progression.

  3. PERANCANGAN TURBIN ARUS LAUT UNTUK DAERAH PESISIR PANTAI TIPE KOBOLD DENGAN BILAH HLIFT DAN NACA 0018 YANG DIMODIFIKASI DENGAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Trimulyono

    2013-01-01

    Full Text Available Sebagai negara dengan wilayah lautan yang cukup besar membuat Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan energi alternatif yang meliputi antara lain energi panas laut, energi arus akibat pasang surut, energi gelombang laut dan energi arus laut. Selain ramah lingkungan, energi yang dibangkitkan dari arus laut membutuhkan alat konversi yang kecil, tidak bising, memiliki densitas yang tinggi dibandingkan angin. Menurut sistem pembangkitan energi laut yang ada terbagi menjadi dua yaitu sistem turbin dan non turbin (Khan et al,2008.Turbin  Darrieus adalah salah satu tipe turbin penggerak vertikal axis sedangkan bilah yang digunakan adalah NACA simetris(0012 dan 0018. Turbin tipe ini memiliki permasalahan tersendiri dalam start awal/self starting( Brian,2008,  dibandingkan Turbin Kobold yang menggunakan bilah tipe HLIFT  yang dikembangkan untuk penggunaan dalam air(Coiro et al,2005 memiliki kinerja yang lebih baik. Modifikasi dengan cara memberi flap pada tralling edgenya memiliki pengaruh yang singnifikan terhadap torsi statik berkisar 35% kenaikan yang terjadi dibandingkan dengan tanpa flap (Tabassum,1987. Untuk mendapatkan performansi tersebut maka penelitian ini bermaksud memodifikasi bilah HLIFT dan NACA dengan cara memvariasi ketebalan,kelengkungan camber serta panjang bilah diharapkan hasil dari memodifikasi bilah ini dapat menghasilkan varian baru dari untuk turbin arus tipe vertical axis. Penelitian ini bermaksud mengetahui performansi modifikasi bilah HLIFT  maupun NACA berdasarkan variasi ketebalan,camber dan panjang bilah tersebut dengan menggunakan metode numerik yaitu Computational Fluid Dynamics( CFD . Hasil simulasi numerik menunjukkan performansi terbaik untuk satu foil HLIFT ditunjukkan pada modifikasi kelengkungan camber ke empat nilai CL,CD serta rasio CL/CD dan untuk NACA 0018 ditunjukkan oleh tunggal ditunjukkan pada modifikasi penambahan panjang chord ketiga yaitu panjang chord + 15%. Setelah modifikasi Torsi poros

  4. PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA TIPE TIMSS MENGGUNAKAN KONTEKS RUMAH ADAT UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Susanti

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk: (1 menghasilkan soal-soal tipe TIMSS yang valid dan praktis menggunakan konteks Rumah Adat di SMP; (2melihat efek potensial soal-soal tipe TIMSS terhadap kemampuan penalaran matematika siswa di SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (development research. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 9 Palembang sebanyak 32 orang. Pengumpulan data menggunakan analisis dokumen, dan tes soal tipe TIMSS. Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa (1 penelitian ini telah menghasilkan suatu produk soal tipe TIMSS menggunakan konteks Rumah Adat untuk siswa kelas VIII SMP yang valid dan praktis. Valid tergambar dari hasil penilaian validator, dimana semua validator menyatakan sudah baik berdasarkan content, konstruk, dan bahasa.  Selain itu kevalidan soal tipe TIMSS ini tergambar setelah dilakukan analisis validasi butir soal pada siswa sebanyak 26 orang non subjek penelitian. Praktis tergambar dari hasil uji coba small group dimana sebagian besar siswa dapat menyelesaikan soal tipe TIMSS yang diberikan. (2 prototype soal tipe TIMSS  yang dikembangkan memilki efek potensial yang positif terhadap kemampuan penalaran matematika siswa. Hasil yang diperoleh rata-rata kemampuan penalaran matematika siswa dalam menjawab soal matematika tipe TIMSS sebesar 56 yang termasuk kategori baik. Kata Kunci: Penelitian Pengembangan, Soal tipe TIMSS, Konteks Rumah Adat DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jpm.10.2.3631.53-74

  5. IDENTIFIKASI PROFIL BUDAYA ORGANISASI YANG MENDUKUNG IMPLEMENTASI SISTEM PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Debby Willar

    2015-06-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi (SPMI-PT Politeknik Negeri Manado yang mengacu pada Sistem Manajemen Mutu (SMM ISO 9001, mengidentifikasi profil budaya organisasi Politeknik Negeri Mando, dan menganalisis hubungan antara implementasi SMM ISO 9001 dan budaya organisasi institusi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner. Penelitian menemukan bahwa implementasi delapan prinsip mutu ISO 9001 belum mencapai tingkat efektivitas yang maksimal dan tipe budaya clan mendominasi profil budaya organisasi institusi. Selain itu, juga ditemukan bahwa budaya clan berkorelasi signifikan dengan prinsip mutu kepemimpinan, keterlibatan orang-orang dalam aktivitas institusi, pendekatan proses dalam aktivitas institusi, pendekatan fakta untuk pengambilan keputusan, dan prinisp mutu bubungan yang saling menguntungkan; budaya market berkorelasi signifikan dengan prinsip mutu fokus pada pelanggan; budaya hierarchy berkorelasi signifikan dengan prinsip mutu pendekatan sistem untuk manajemen institusi, dan perbaikan terus-menerus. Hasil penelitian menjadi dasar bagi institusi untuk dapat mengembangkan budaya organisasi yang kuat sebagai pendukung dalam menerapkan SPMI-PTsecara efektif dan meningkat berkelanjutan. Keywords: sistem penjaminan mutu internal, budaya organisasi, perguruan tinggi IDENTIFICATION OF THE ORGANIZATIONAL CULTURE PROFILE SUPPORTING THE IMPLEMENTATION OF THE HIGHER EDUCATION QUALITY ASSURANCE SYSTEM Abstract: This research was aimed to evaluate the implementation of the Internal Quality Assurance System of the Higher Education (SPMI-PT of Manado State Polytechnic based on the ISO 9001 Quality Management System (QMS, to identify the organizational culture profile of Manado State Polytechnic, and to examine the relationship between the implementation of ISO 9001 and the culture profile of the institution. Questionnaireswere used in order

  6. Pendidikan Tinggi Islam Dan Peradaban Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasbi Indra

    2016-06-01

    Full Text Available Abstract: Indonesia’s Islamic higher education has a strategic position in developing the future of Indonesian civilization. The institution which was established in the era of independence has been as a part of Indonesia education system following the policies and regulations made by the government. Pendidikan tinggi Islam mengalami dinamika dan pengembangan antara lain dari STAIN/IAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri/Institut Agama Islam Negeri menjadi UIN (Universitas Islam Negeri.  The Islamic High Education has been experiencing dynamical changes and developments which started from Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri/ Institute Agama Islam Negeri (STAIN/IAIN which are then changed into Universitas Agama Islam Negeri (UIN. In addition, private Islamic high school and private Islamic university have also developed. And their existence continues to develop up to this era of globalization. The globalization era is indicated by the massive development of sciences and technology creating a borderless world where people can communicate each other easily in a distance places.  . This globalization era is also marked by an open economy with its system of capitalism that has brought human being to easily fulfill their sexual libido. Now days, Islamic high education also exists amid international trades, including bilateral trade among Asian countries that should be responded in order to produce qualified graduates. Although the role of Islamic High Education has not given an optimal contribution to the nation, this research attempts to describe its existence and history since its birth in independence. With all of its potentials it has, Islamic High Education provides human resources in all aspects of life. It is not impossible for Islamic high education, as a part of nation, to bring Indonesia to reach its civilization peak. Like the civilization that had happened several decades ago, that is, in the era of the Umayyad and the Abbasid, was a

  7. Perbedaan Kadar LDL-kolesterol pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan dan tanpa Hipertensi di RS Dr. M. Djamil Padang Tahun 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Finisia Noviyanti

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakHipertensi seringkali menjadi kondisi komorbid yang menyertai diabetes melitus tipe 2. Diabetes melitus, hipertensi dan peningkatan LDL kolesterol merupakan keadaan yang sering dijumpai saling berkaitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kadar LDL kolesterol penderita diabetes melitus tipe 2 dengan dan tanpa hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional comparatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi data rekam medis pasien diabetes melitus tipe 2 dengan dan tanpa hipertensi tahun 2011 di RS. Dr. M. Djamil Padang. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dan uji t-berpasangan. Hasil penelitian menemukan kadar LDL kolesterol pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi (137,56±41,43 mg/dl lebih tinggi dibandingkan tanpa hipertensi (94,39±35,36 mg/dl. Uji chi-square menunjukkkan adanya hubungan yang bermakna antara peningkatan kadar LDL kolesterol dengan kejadian hipertensi (p<0,05. Uji t-berpasangan menunjukkan bahwa adanya perbedaan bermakna kadar LDL kolesterol antara kelompok pasien diabetes melitus dengan hipertensi dan tanpa hipertensi (p<0,05. Penelitian ini menyimpulkan adanya perbedaan yang bermakna kadar LDL kolesterol pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi dan tanpa hipertensi di RS. Dr. M. Djamil Padang.Kata kunci: LDL kolesterol, diabetes melitus tipe 2, hipertensi AbstractHypertension is often a comorbid conditions that accompany diabetes mellitus type 2. Diabetes mellitus, hypertension and increased LDL cholesterol is a condition that is often be found related one another. The objective of this study was to determine difference LDL cholesterol level among diabetes melitus type 2 with hypertension and without hypertension.This research used cross-sectional comparatif design. The data was collected through observation of the patient’s medical records diabetes mellitus type 2 with hypertension and without hypertension in 2011 at the hospital Dr. M

  8. SEBARAN ASPEK KERUANGAN TIPE LONGSORAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI ALO PROVINSI GORONTALO (Spread of Spatial Aspect of Landslide Types at Alo Watershed in Gorontalo Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitryane Lihawa

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Sebaran aspek keruangan tipe longsoran di DAS Alo Provinsi Gorontalo telah dikaji dan dievaluasi menggunakan bentuk Peta Sebaran Tipe Longsoran Skala 1 : 50.000. Lokasi penelitian ini meliputi seluruh wilayah DAS Alo Provinsi Gorontalo dengan luas 7.588 Ha. Penentuan sampel penelitian dilakukan secara Accidental Sampling yaitu dengan melakukan penelusuran di seluruh wilayah yang rawan longsor di DAS Alo untuk menemukan titik-titik kejadian longsoran. Dalam pengkajian tipe dan sebaran longsoran, dilakukan pengamatan dan pengukuran terhadap kejadian longsoran yang terjadi pada seluruh wilayah DAS Alo yaitu sejumlah 15 (lima belas titik kejadian longsoran.  Tipe longsoran ditentukan melalui pengukuran dan pengamatan morfometri longsoran untuk menentukan indeks klasifikasi longsoran dan hasil analisis tersebut di plot ke dalam Peta Lokasi Sebaran Tipe Longsoran Skala 1 : 50.000 untuk mengetahui sebaran keruangan dari kejadian longsoran di DAS Alo Provinsi Gorontalo. Berdasarkan analisis morfometri dan indeks klasifikasi longsoran menunjukkan bahwa tipe longsoran yang terjadi adalah rotational slide, planar slide, slide flow dan rock block slide. Kejadian longsoran yang terjadi di DAS Alo Provinsi Gorontalo tersebar pada wilayah dengan kemiringan lereng curam dan sangat curam dengan bentuk permukaan lereng cembung dan cenderung lurus. Kejadian longsoran juga terjadi pada wilayah dengan tekstur tanah lempung dan lempung berlanau, serta jenis batuan vulkanik dan batuan beku yang mengandung silika tinggi dan telah mengalami pelapukan. Berdasarkan wilayah  administrasi, kejadian longsoran tersebar di wilayah Kecamatan Tibawa, Kecamatan Pulubala dan Kecamatan Isimu Utara.    ABSTRACT Distribution of spatial aspect of landslide at ALO Watershed of Gorontalo Province has been studied by providing it through form of spread landslide maps at scale of 1 : 50.000. Research site involved all areas of ALO Watershed in Gorontalo Province as having an

  9. ANALISIS KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN INDIVIDU DALAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENUNJANG PROSES BELAJAR MENGAJAR DI PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supardi Supardi

    2017-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan dan menguji secara empiris hubungan faktor sosial dengan cognitive absorption dan hubungannya terhadap faktor kepercayaan-kepercayaan (perceived ease of use dan perceived usefulness dalam menggunakan teknologi informasi pada proses belajar mengajar diperguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan sebanyak 125 dosen jurusan akuntansi di propinsi Yogyakarta sebagai responden. Faktor sosial diukur dengan menggunakan pengaruh rekan sejawat, cognitive absorption diukur dengan menggunakan lima dimensi yaitu temporal dissociation, focused immertion, heightened enjoyment, control, dan curiosity serta kepercayaan-kepercayaan diukur dengan menggunakan perceived ease of use dan perceived usefulness. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara non-probability yaitu purposive sampling dengan tipe judgment. Data dianalisis dengan structural equation modeling (SEM menggunakan SmartPLS2.0. Dari hasil pengujian hipotesis, diperoleh temuan bahwa seluruh hipotesis terdukung. Hal ini ditunjukkan dengan adanya bukti hubungan secara positif signifikan antara faktor sosial dengan cognitive absorption dan cognitive absorption dengan faktor kepercayaan-kepercayaan dalam menggunakan teknologi informasi. Penelitian ini telah membuktikan adanya pengaruh faktor sosial terhadap cognitive absorption dalam kepercayaan-kepercayaan menggunakan teknologi infomarmasi untuk mendukung proses belajar mengajar. Selain itu, penelitian ini telah berhasil mengembangkan model penelitian yang dilakaukan oleh Agarwal dan Karahanna (2000, yaitu dengan memberikan bukti empiris faktor sosial sebagai anteseden bagi cognitive absorption

  10. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE CIRC UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lina Salantina

    2018-01-01

    Full Text Available Keberhasilan belajar matematika, salah satunya ditentukan oleh minat siswa, dan untuk membangkitkan minat siswa tersebut ditentukan oleh kemampuan guru dalam menggunakan pendekatan mengajarnya yang dapat mengakibatkan siswa lebih tertarik, mengerti, berperan serta aktif, mencari dan menemukan sendiri. Untuk bahan penelitian, pokok bahasan yang diambil adalah perbandingan senilai (seharga dan perbandingan berbalik nilai (berbalik harga. Dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC,ternyata hasil belajar dapat meningkat bila dibandingkan dengan hasil belajar sebelumnya.Hal ini diduga karena guru kurang tepat dalam mengambil model pembelajaran untuk materi tersebut. Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran Cooperative Learning Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan perbandingan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Kuningan tahun pelajaran 2015/2016, dengan jumlah siswa 40 orang yang terdiri dari 18 siswa putri, dan 22 siswa putra. Prosedur tindakan kelas ini ditempuh dalam 3 siklus. Langkah-langkah siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Cara pengambilan data dalam penelitian ini dengan menggunakan tes, penilaian kinerja, dan observasi. Sebagai tolok ukur keberhasilan adalah nilai rata-rata silkus I, II, dan III berturut-turut 63,4, 63,0, 65,6 dan ketuntasan belajar klasikal berturut-turut 72,5%, 67,5%, dan 80,0%. Simpulan yang dapat peneliti ambil adalah penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Cooperative Integrated Reading And Compositon (CIRC dapat meningkatkan hasil belajar. Sedangkan peneliti menyarankan guru hendaknya menggunakan model pembelajaran ini untuk pokok-pokok bahasan perbandingan. Kata kunci: Penerapan Model Pembelajaran Tipe CIRC.

  11. Hubungan Tipe Kepribadian Introvert dengan Kecanduan Internet pada Siswa Kelas X di Sman 1 Banjarmasin

    OpenAIRE

    Anggraeni, Muthia; Husain, Achyar Nawi; Arifin, Syamsul

    2014-01-01

    : Kecanduan internet adalah suatu impulse-control disorder yang disebabkan oleh pemakaian internet berlebihan yang menghabiskan waktu 19 jam perminggu. Perilaku kecanduan internet dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tipe kepribadian (introvert-ekstrovert). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian introvert dengan kecanduan internet. Metode penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dipili...

  12. Studi Variasi Laju Pengeluaran Kalor Kondensor High Stage Sistem Refrigerasi Cascade Menggunakan Refrigeran MC22 dan R404A dengan Heat Exchanger Tipe Concentric Tube

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faberto Subrida

    2013-03-01

    Full Text Available Masih adanya kekurangan pada alat penukar panas tipe compact yang digunakan pada sistem refrigerasi cascade sebelumnya, pada studi eksperimental ini dibuat kembali suatu sistem refrigerasi cascade dengan alat penukar panas tipe concentric. Data didapatkan dengan melakukan pengujian pada peralatan sistem Pendingin dan Pengkondisian Udara di laboratorium pendingin, dengan menguji sistem cascade menggunakan refrigeran MC22 di high stage dan R404A di low stage. Memvariasikan laju pengeluaran kalor pada kondensor dengan mengatur kecepatan aliran udara yang melalui kondensor yaitu 0,7 m/s, 1,7 m/s, 2 m/s, 2,4 m/s, dan 2,8 m/s.Hasil yang didapatkan dari studi eksperimen ini adalah dengan bertambahnya laju pengeluaran kalor pada kondensor HS,temperatur dan tekanan kondensor HS semakin kecil yang mengakibatkan efek  refrigerasi, kapasitas refrigerasi, dan koefisien prestasi akan semakin naik. Pada saat variasi kecepatan fan tertinggi 2,8 m/s,nilai evectiveness alat penukar kalor tipe concentric sebesar 94,35%, COP sistem sebesar 1,14, kapasitas refrigerasi sebesar 1,819 kW, HRR sistem sebesar 1,303, temperatur evaporator LS sebesar -35,40C, dan temperatur kabin terendah sebesar   -35,10C.

  13. Kepribadian Tipe A dan Risiko Hipertensi pada Orang Dewasa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nancy Chitrayana

    2014-05-01

    Full Text Available Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak terjadi di Jakarta. Ciri kepribadian tipe A, yaitu tampak selalu sibuk, terburu-buru, tidak sabar atau mudah marah, tampak pada beberapa pasien hipertensi. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian tipe A dengan hipertensi. Sebanyak 64 responden, yang usia > 30 tahun dan tidak sedang dalam pengobatan dengan antihipertensi, dipilih secara konsekutif di antara pengunjung Puskesmas Kelurahan Joglo-II antara 30 April – 5 Mei 2012. Tekanan darah diukur sesuai dengan protokol standar. Informasi tentang kepribadian dan faktor-faktor risiko yang lain dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis statistik menggunakan prosedur generalized linear model. Ditetapkan batas kemaknaan 0,05. Dari 64 responden, 36 orang (56,3% mempunyai kepribadian tipe A dan 22 orang (34,4% menderita hipertensi. Hipertensi didapatkan pada 13 dari 36 responden (36,1% dengan kepribadian tipe A dan 9 dari 28 responden (32,1% tanpa kepribadian tersebut. Pada usia dan jenis kelamin yang disetarakan, risiko hipertensi lebih besar secara bermakna 1,3 kali pada responden dengan kepribadian tipe A dibandingkan dengan mereka dengan kepribadian tipe non-A (PR = 1,3; nilai p = 0,003. Penambahan faktor-faktor risiko hipertensi yang lain melemahkan asosiasi, tetapi tidak mengubah kemaknaan statistik (PR = 1,2; nilai p = 0,04. Identifikasi tipe kepribadian disarankan sebagai bagian dari pencegahan hipertensi. Hypertension is one of the major diseases in Jakarta. The typical characteristics of type A personality include being busy, in hurry, impatient and irritable, were shown in some hypertensive patients. This cross-sectional study examined the relationhip between type A personality and hypertension. Sixty-four respondents (age > 30 years and were not on antihypertensive medication, were consecutively selected among patients attending Joglo-II Primary Health Center, between

  14. PENGARUH LINGKUNGAN SUHU TINGGI DAN SUHU RENDAH TERHADAP KONSUMSI ZAT GIZI DAN STATUS GIZI ORANG DEWASA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fithia Dyah Puspitasari

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe imbalance nutrition intake for a long term period can cause changes in weight, body composition andmay alter health problem. The environment temperature can affect the 24 Hours Energy Expenditure (24-hEE magnitude. This research was aimed to investigate the differences of adult's nutrient intake pattern inhigh-temperature and low-temperature area. Research was held in high-temperature area (Jakarta and lowtemperaturearea (Tawangmangu. Frequency distribution analysis was done to obtain the respondentcharacteristics, while bivariat test was done to determine the difference of energy consumption rate andnutritions. The results showed that the subjects in high-temperature area consumed higher total protein,total vitamin B2 and total calcium than the subjects in low-temperature area. Subject in low-temperaturearea consumed more partial calcium compare to subjects in high-temperature area. There was a signifiCantdifference in average of total vitamin A intake between less and overweight group (p=0,049; normal andoverweight group (p=0,007 and between overweight and obese group (p=0,004.Keywords: Nutrient intake, nutrition status, environment temperature ABSTRAKKetidakseimbangan asupan zat gizi pada jangka waktu yang lama mengakibatkan perubahan berat badan,komposisi tubuh dan memungkinan timbulnya gangguan kesehatan. Suhu lingkungan mempengaruhibesaran 24 Hours Energy Expenditure (24-h EE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan polakonsumsi zat gizi orang dewasa di lingkungan bersuhu tinggi dan lingkungan bersuhu rendah. Penelitiandilakukan di area bersuhu tinggi (Jakarta dan area bersuhu rendah (Tawangmangu. Analisis distribusifrekuensi dilakukan untuk mengetahui karakteristik responden sedangkan uji bivariat dilakukan untukmengetahui beda jumlah konsumsi energi dan zat gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek padaarea suhu tinggi mengonsumsi protein total, vitamin B2 total dan kalsium total lebih banyak

  15. KAJIAN DAERAH RAWAN GELOMBANG TINGGI DI PERAIRAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roni Kurniawan

    2014-08-01

    Full Text Available Berkaitan dengan pentingnya informasi tentang gelombang laut, terutama bagi keselamatan beragam kegiatan di laut, berdasarkan data periode tahun 2000-2010, dilakukan studi tentang gelombang tinggi di perairan Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa variasi spasial dan temporal tinggi gelombang dan frekuensi terjadinya gelombang tinggi mempunyai pola yang berasosiasi dengan siklus angin monsunal, periode monsun Australia (Desember, Januari, Februari dan monsoon Australia (Juni, Juli, Agustus. Daerah rawan gelombang tinggi pada periode monsun Asia umumnya lebih luas daripada pada periode monsun Australia. Pada periode peralihan antar monsun, sebagian besar wilayah perairan Indonesia tidak rawan gelombang tinggi. Daerah rawan gelombang tinggi pada periode peralihan antar monsun umumnya lebih sempit dan terdapat di perairan Indonesia yang menjadi bagian dari Laut Cina Selatan, Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, terutama selatan Jawa sampai Bengkulu. Meskipun korelasinya tidak signifikan, berlangsungnya El- Nino menyebabkan meningkatnya tinggi gelombang di wilayah perairan Indonesia bagian timur, terutama utara ekuator dan berlangsungnya La-Nina menyebabkan meningkatnya tinggi gelombang di perairan Indonesia yang berada di Samudera Hindia terutama di selatan Jawa. Sedangkan terjadinya IODM negatif menyebabkan meningkatnya tinggi gelombang di perairan barat Sumatera sebelah utara ekuator.   Related to the importance of information about ocean waves, especially for the safety of a variety activities at sea, based on data in the period 2000-2010 obtained by numerical wave model, conducted a study of high waves in the Indonesian waters.The study shows that the spatial and temporal variations in wave height and frequency of high waves have a pattern associated with monsunal wind cycle, Australia monsoon period (December, January, February and the Australian monsoon (June, July, August. High waves prone areas in the period of monsoon Asia are

  16. TIPE2, a negative regulator of innate and adaptive immunity that maintains immune homeostasis.

    Science.gov (United States)

    Sun, Honghong; Gong, Shunyou; Carmody, Ruaidhri J; Hilliard, Anja; Li, Li; Sun, Jing; Kong, Li; Xu, Lingyun; Hilliard, Brendan; Hu, Shimin; Shen, Hao; Yang, Xiaolu; Chen, Youhai H

    2008-05-02

    Immune homeostasis is essential for the normal functioning of the immune system, and its breakdown leads to fatal inflammatory diseases. We report here the identification of a member of the tumor necrosis factor-alpha-induced protein-8 (TNFAIP8) family, designated TIPE2, that is required for maintaining immune homeostasis. TIPE2 is preferentially expressed in lymphoid tissues, and its deletion in mice leads to multiorgan inflammation, splenomegaly, and premature death. TIPE2-deficient animals are hypersensitive to septic shock, and TIPE2-deficient cells are hyper-responsive to Toll-like receptor (TLR) and T cell receptor (TCR) activation. Importantly, TIPE2 binds to caspase-8 and inhibits activating protein-1 and nuclear factor-kappaB activation while promoting Fas-induced apoptosis. Inhibiting caspase-8 significantly blocks the hyper-responsiveness of TIPE2-deficient cells. These results establish that TIPE2 is an essential negative regulator of TLR and TCR function, and its selective expression in the immune system prevents hyperresponsiveness and maintains immune homeostasis.

  17. EFEK PEMBERIAN SUSU SAPI BUBUK TERHADAP KADAR SERUM HDL (HIGH DENSITY LIPOPROTEIN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus GALUR WISTAR MODEL DIABETES MELITUS TIPE 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zakia Umami

    2015-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the cow’s milk powder to increased serum levels of High Density Lipoprotein (HDL of white male rat model with diabetes mellitus type 2. The design of this study was a post-test control group study conducted in 30 male rats which randomly divided into five groups. Negative control group was the group of rats which fed normally, the positive control group was induced by streptozotocin (STZ without given cow’s milk, group P1, P2, P3 were given a normal diet and cow’s milk 0.9; 1.8, and 2.7 g orally every day. The results of this study were the levels of HDL in K(-=44.22 mg/dl, K(+=47.45 mg/dl, P1=56.56 mg/dl, P2=51.82 mg/dl, and P3=59.45 mg/dl. The conclusion was the milk powder was not significantly increase levels of HDL (p>0.05. More longer intervention was suggested for further research to get more significant of HDL level on type 2 diabetes mellitus.Keywords: HDL serum level, high fat diet, milk powder, streptozotocinABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian susu sapi bubuk terhadap peningkatan kadar serum High Density Lipoprotein (HDL tikus putih (Rattus norvegicus berjenis kelamin jantan model diabetes melitus (DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain penelitian post test control group dengan 30 ekor tikus dibagi secara acak menjadi lima kelompok. Kelompok K(- adalah tikus yang diberi pakan normal, kelompok K(+ diinduksi dengan streptozotocin (STZ tanpa diberi susu, kelompok P1 sampai P3 diberi diet normal dan susu 0,9; 1,8, dan 2,7 g secara oral setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan kadar HDL pada K(-=44,22 mg/dl, K(+=47,45 mg/dl, P1=56,56 mg/dl, P2=51,82 mg/dl, dan P3=59,45 mg/dl. Susu sapi bubuk mampu meningkatkan kadar HDL tikus model DM tipe 2 akan tetapi tidak signifikan (p>0,05. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan waktu lama penelitian yang berbeda sehingga bisa berdampak yang lebih signifikan untuk kadar HDL pada DM tipe 2.Kata kunci

  18. Pengaruh Program Edukasi Perawatan Kaki Berbasis Keluarga terhadap Perilaku Perawatan Kaki pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Citra Windani Mambang Sari

    2017-10-01

    Full Text Available Perilaku perawatan kaki merupakan komponen yang penting dalam pencegahan kaki diabetik. Namun, banyak pasien Diabetes Melitus (DM yang tidak menjalankannya akibat rendahnya pengetahuan dan self-efficacy pasien maupun keluarga. Di sisi lain, dukungan dan keterlibatan keluarga merupakan aspek penting dalam terlaksananya perilaku perawatan kaki pasien DM. Pengembangan program peningkatan perawatan kaki DM berbasis keluarga penting dilakukan guna mengatasi kelemahan program sejenis yang berbasis individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh program edukasi perawatan kaki berbasis keluarga terhadap perilaku perawatan kaki pasien DM. Penelitian quasi experiment dengan pre-test and post-test with control group design ini melibatkan 72 responden DM Tipe 2 dan keluarganya yang diseleksi secara purposive dari populasi responden Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Pasirkaliki Kota Bandung. Sampel dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol dengan masing-masing 36 responden. Responden pada kelompok intervensi mendapatkan program edukasi perawatan kaki berbasis keluarga, konseling serta tindak lanjut 1 kali melalui telepon dan tiga kali melalui kunjungan langsung ke rumah. Perilaku perawatan kaki dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan paired dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan karakteristik antar kelompok. Perilaku perawatan kaki post test (M=84.69, SD=4.49 pada kelompok intervensi berbeda secara bermakna (p = 0.000 lebih tinggi dibanding pre test (M=49.50, SD=9.40, sedangkan pada kelompok kontrol ada penurunan skor setelah pengukuran (sebelum M=51,33, SD=8,58; sesudah M=49,50, SD=9,40; p=0,219. Program edukasi perawatan kaki berbasis keluarga efektif meningkatkan perilaku perawatan kaki pasien DM. Dengan demikian, perawat dapat mengintegrasikan program edukasi perawatan kaki berbasis keluarga ke program perkesmas sebagai upaya pencegahan kaki diabetik pada

  19. Interaksi Belajar Matematika Siswa Dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Septi Nur Afifah

    2012-02-01

    Full Text Available Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menuntut siswa untuk bersikap aktif, kreatif dan inovatif. Namun dalam pelaksanaannya menunjukkan adanya kekurangan pada praktek pembelajaran. Salah satu pembelajaran  yang melibatkan siswa aktif adalah pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif siswa saling berinteraksi satu sama lain dalam kelompok untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Interaksi belajar siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dibedakan menjadi dua yaitu interaksi belajar siswa dalam tugas dan interaksi siswa di luar tugas. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan interaksi belajar matematika siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII-A SMP N I Modo Lamongan dengan jumlah siswa 33 orang. Data interaksi belajar siswa dalam kelompok diperoleh dengan lembar observasi dan rekaman handycam. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa interaksi belajar matematika siswa dalam pembelajaran kooperatif yang terjadi dalam menyampaikan ide atau pendapat yaitu sebesar 34,4% untuk kelompok 1 dan 32,3% untuk kelompok 2, memberi bantuan yang disertai dengan penjelasan sebesar 15,6% untuk kelompok 1 dan 20,6% untuk kelompok 2, memberi bantuan tanpa disertai dengan penjelasan sebesar 25,0% untuk kelompok 1 dan 20,6% untuk kelompok 2 dan interaksi belajar matematika siswa dalam meminta bantuan sebesar 25,0% untuk kelompok 1 dan 26,5% untuk kelompok 2.

  20. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS PADA KOMPETENSI DASAR SURAT MENYURAT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMK PGRI 2 SALATIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatmawati Nur Fadhilah

    2013-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI di SMK PGRI 2 Salatiga. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas XI AP-3 yang berjumlah 31 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua siklus. Kegiatan dalam setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I diperoleh total skor 36 dari 10 aspek yang diamati, dan hasil perhitungan aktivitas belajar siswa diperoleh persentase sebesar 72%, nilai tersebut dalam kategori tinggi. Pada penilaian aktivitas belajar siswa siklus II meningkat dengan total skor 42 dari 10 aspek yang diamati, dan hasil perhitungan aktivitas belajar siswa diperoleh persentase sebesar 84%, nilai tersebut dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan aktivitas siswa kelas XI Administrasi Perkantoran 3 pada Kompetensi Dasar Surat Menyurat melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS. The purpose of this research is to improve students' learning activities in class XI SMK PGRI 2 Salatiga. Subjects in this study were class XI AP-3 is 31 students. This study was conducted in two (2 cycles. Activities in each cycle includes planning, implementation, observation, and reflection. The results showed that students' learning activities in the first cycle obtained a total score of 36 out of 10 aspects were observed, and the calculation results obtained by the percentage of student learning activity by 72%, the value is in the high category. In the assessment of student learning activities second cycle increased by a total score of 42 out of 10 aspects are observed, and the calculation results obtained by the percentage of students' learning activities by 84%, the value is in the very high category. Based on these results, we can conclude that there is an increase in the activity of the students of class XI

  1. MODEL PENGEMBANGAN DASHBOARD UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KINERJA PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Hariyanti

    2011-01-01

    Full Text Available Tujuan utama dari penelitian ini adalah merancang model pengembangan dashboard untuk kebutuhan perguruan tinggi. Dashboard adalah aplikasi sistem informasi yang menyajikan informasi mengenai indikator utama dari aktifitas organisasi secara sekilas dalam layar tunggal. Pembuatan model memperhatikan 3(tiga aspek utama dashboard yaitu penyajian data/informasi, personalisasi, dan kolaborasi antar pengguna. Model yang dihasilkan digunakan untuk pengembangan dashboard bagi kebutuhan monitoring dan evaluasi kinerja perguruan tinggi. Monitoring dan evaluasi kinerja mutlak dilakukan secara terus menerus oleh perguruan tinggi untuk memastikan bahwa proses bisnis yang dijalankannya dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan, melalui strategi pengelolaan yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan survei kuesioner. Studi literatur dilakukan untuk membuat rancangan awal model. Sedangkan survei kuesioner dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan calon pengguna dashboard dan mengetahui faktor-faktor yang yang mempengaruhi kesuksesan pengembangan sistem informasi di perguruan tinggi. Jumlah responden sebanyak 95 orang di lingkungan Universitas Airlangga (UA dan Institut Teknologi Bandung (ITB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prioritas kebutuhan dashboard untuk pengguna di UA dan ITB. Namun secara umum dapat dinyatakan bahwa kebutuhan yang terkait aspek penyajian data/informasi, personalisai, dan performansi merupakan hal yang dianggap penting untuk sebuah dashboard. Sedangkan aspek kolaborasi hanya dianggap sebagai daya tarik dashboard. Model pengembangan dashboard yang dihasilkan menggambarkan bahwa kepuasan pengguna dipengaruhi oleh kualitas sistem, kualitas layanan, dan manfaat positif yang diberikan oleh sistem.

  2. Memahami Peran Pendidikan Tinggi terhadap Mobilitas Sosial di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Husni Arifin

    2017-10-01

    Full Text Available Abstrak   Tulisan ini menjelaskan hubungan antara pendidikan tinggi dan mobilitas sosial di Indonesia. Ada beberapa kerangka konseptual yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara pendidikan tinggi dan mobilitas sosial, salah satunya yang relevan adalah kerangka konseptual Inequality of Educational Opportunity (IEO dan Inequality of Social Opportunity (ISO yang dikemukakan oleh Raymond Boudon. Hasil analisis menjelaskan bahwa hubungan antara pendidikan tinggi dan mobilitas sosial di Indonesia ternyata dipengaruhi oleh faktor lainnya, yakni ketimpangan sosial-ekonomi dan disparitas geografi dan kultural. Semakin rendah ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat akan berdampak pada semakin meningkatnya akses masyarakat ke pendidikan tinggi dan pada gilirannya akan mendorong terjadinya mobilitas sosial vertikal.   Abstract   This paper explains the link between higher education and social mobility in Indonesia. There are several theoretical frameworks talking about the link between higher education and social mobility and the relevant theory of them is Raymond Boudon’s Inequality of Educational Opportunity (IEO danInequality of Social Opportunity (ISO. The results reveal that the link between higher education and social mobility in Indonesia is influenced by other factors: inequality of social-economy and geograpfy and cultural disparities. Furthermore, the more decreasing inequality in the society, the more people can go to higher education and in turn will promote upward social mobility. Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE

  3. PERBEDAAN PROKRASTINASI AKADEMIK DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UKSW BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN A DAN B

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutriyono Sutriyono

    2012-12-01

    semester genap 2011/2012 yang mengambil matakuliah skripsi dan skripsi lanjut dilibatkan. Alat pengumpul data menggunakan dua skala, yang pertama adalah modifikasi skala prokrastinasi Tuckman (Tuckman Procrastination Scale untuk mengukur tingkat prokrastinasi dan modifikasi skala Bortner untuk menggolongkan kedalam salah tipe kepribadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara signifikan, mahasiswa dengan kepribadian tipe A mempunyai tingkat prokastinasi dalam menyelesaikan skripsi lebih rendah dibandingkan dengan mahasiswa yang mempunyai tipe kepribadian B.

  4. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECKS PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN SOCIAL SKILL SISWA

    OpenAIRE

    R. Lestari; S. Linuwih

    2012-01-01

    Tujuan penelitian tindakan kelas ini untuk mengetahui pengaruh proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks pemecahan masalah terhadap peningkatan social skill siswa. Pada proses penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks pemecahan masalah siswa dibagi dalam kelompok-kelompok dan satu kelompok terdiri dari dua orang. Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan suatu masalah, kemudian hasil diskusi kelompok akan dicek oleh pasangan dari...

  5. Meningkatkan Hard Skills dan Soft Skills Siswa melalui Model Pembelajaran Koooperatif Tipe Stad

    OpenAIRE

    Alfiansyah, Muhammad; Jamal, M. Arifuddin; An'nur, Syubhan

    2014-01-01

    Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan hard skills dan soft skills siswa SMAN 8 Barabai pada pokok bahasan fluida statis. Secara khusus untuk mendeskripsikan keterlaksanaan RPP model kooperatif tipe STAD, hard skills siswa, soft skills siswa dan respon siswa. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pen...

  6. Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Dwi Santoso

    2017-06-01

    Full Text Available Kepribadian merupakan gambaran tingkah laku dari individu. Penerimaan teman sebaya merupakan penilaian individu bahwa dirinya diterima, didengar, diperhatikan, dihargai, serta dapat merasa aman dan nyaman saat bersama dengan teman-teman dengan umur yang sama. Kepribadian dan penerimaan teman sebaya penting untuk diketahui agar dapat mengenal potensi diri. Tes kepribadian merupakan salah satu sarana untuk mengetahui dan mengklasifikasikan kepribadian seseorang ke tipe kepribadian tertentu. Jaringan syaraf tiruan Backpropagation dapat digunakan untuk melakukan klasifikasi sebuah pola berdasarkan permasalahan tertentu seperti halnya dalam mengklasifikasi tipe kepribadian dan penerimaan teman sebaya seseorang. Sistem klasifikasi tipe kepribadian dan penerimaan teman sebaya menggunakan jaringan syaraf tiruan Backpropagation dapat digunakan untuk mengklasifikasi tipe kepribadian dan penerimaan teman sebaya seseorang ke dalam beberapa tipe yaitu introvert diterima, introvert ditolak, ekstrovert diterima dan ekstrovert ditolak berdasarkan sejumlah set pertanyaan yang menjadi alat ukur dalam penentuan kepribadian. Sistem klasifikasi tipe kepribadian dan penerimaan teman sebaya menggunakan jaringan syaraf tiruan Backpropagation menghasilkan arsitektur Backpropagation terbaik untuk klasifikasi kepribadian dan penerimaan teman sebaya pada saat menggunakan 1 hidden layer dengan 7 neuron, 10000 epoch, nilai target error 0.01 dan laju pembelajaran 0.1. Hasil eksperimen jaringan syaraf tiruan Backpropagation pada sistem ini menghasilkan rata-rata tingkat akurasi 98.75% dan tingkat error 1.25%.

  7. PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TALKING STICK DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADAMATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS X SMAN 1 BONJOL KABUPATEN PASAMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cici Idrus

    2013-10-01

    Full Text Available Riset didasari oleh hasil belajar ekonomi kelas X SMAN 1 Bonjol yang masih rendah, yang masih memakai metode Teacher Center Learning, sehingga para siswa kurang aktifi dan kreatif. Satu usaha untuk meningkatkan hasil pelajaran siswa adalah dengan menerapkan jenis model pelajaran ekonomi Talking Stick. Tujuan Studi ini untuk menentukan perbedaan antara hasil belajar menggunakan metode Talking Stick dan konvensional pada kelas X SMAN 1 Bonjol. Riset ini adalah semacam eksperimen. Populasi Studi adalah suatu para siswa nilai/kelas X Sma Negeri 1 Bonjol, sedangkan kelas X3 menggunakan jenis model pelajaran Talking Stick sebagai kelas eksperimen dan X4 Kelas sebagai kelas yag dikendalikan dengan metode konvensional. Hasil menunjukkan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi( 79.62 dibanding kelas kontrol ( 73.21. Pada hasil pengujian hipotesis yang menggunakan SPSS versi 16. nilai yang diperoleh t= 2.892 dan t tabel= 1.671 maka> ttable kemudian Tolak H0 dan menerima H1. Maka dapat disimpulkan bahwa Ada perbedaan penting pada hasil pelajaran siswa yang menggunakan tipe Talking Stick dan konvensional pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMAN 1 Bonjol.

  8. Kajian Gender Leadership And Inequality Pada Perguruan Tinggi Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iswachyu Dhaniarti

    2017-10-01

    Full Text Available Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (2013, menyatakan meskipun Indonesia, Laos, dan Kamboja telah melakukan berbagai macam program kesetaraan gender, tiga negara tersebut termasuk negara dengan indeks ketimpangan gender yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki masih dominan di masing-masing indikator, baik ketenagakerjaan, pendidikan maupun keterwakilan di parlemen. Pentingnya masalah pengambilan keputusan pada perempuan telah diakui dalam kerangka tujuan pembangunan milenium. Salah satu indikator untuk memantau Millennium Development Goal 3 tentang kesetaraan gender. Penelitian McKinsey and Company (2008 dalam bukunya yang berjudul Women Matter 2 menunjukan bahwa memiliki lebih banyak pemimpin perempuan diposisi jajaran manajemen atas dapat memberikan perusahaan suasana kompetisi yang nyata. Salah satu persyaratan keterampilan bagi seorang pemimpin yang dapat menjadi tolak ukur efektivitas kepemimpinan adalah pengambilan keputusan. Berdasarkan hal tersebut, organisasi dapat berjalan secara produktif dan efektif apabila pemimpin dapat dengan tangkas, cerdas, cepat dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Penelitian dilaksanakan di Universitas Narotama, Surabaya sedangkan untuk survey dan pengambilan data dilakukan pada Kementerian Ristek Dikti (PT se-Indonesia dan Kopertis VII wilayah Jawa Timur (PTS se-Jawa Timur. Lebih banyak pemimpin perempuan diposisi jajaran manajemen atas Perguruan Tinggi diharapkan dapat memberikan suasana kompetisi yang nyata. Salah satu persyaratan keterampilan bagi seorang pemimpin yang dapat menjadi tolak ukur efektivitas kepemimpinan adalah pengambilan keputusan. Perguruan Tinggi dapat berjalan secara produktif dan efektif apabila pemimpin dapat dengan tangkas, cerdas, cepat dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Dampaknya adalah meningkatnya peringkat Perguruan Tinggi dengan Rektor Perempuan, dalam klasifikasi dan pemeringkatan PT Kementerian Ristek Dikti sebagai gambaran perbaikan

  9. Pemanfaatan Mikrobakteri Terhadap Beton Mutu Tinggi dengan Tambahan Silica Fume

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azwar Annas

    2016-04-01

    Full Text Available Beton mutu tinggi adalah beton yang kuat tekan tinggi sekitar 50 MPa – 100 MPa. Untuk meningkatkan kuat tekan, material pozollan seperti silica fume dan flyash biasanya digunakan untuk mengganti material beton Dalam laporan ini, beton mutu tinggi dengan silica fume sebagai pengganti semen dipelajari. Kadar silica fume yang digunakan adalah 0%, 5%, 7,5% dan 10%. Selain itu pengaruh dari mikrobakteri juga dipelajari. Faktor water per binder yang dipakai adalah 25% dari berat binder, dan untuk membuat workabilitynya bagus maka digunakan superplasticizer. Kadar superplasticizer yang digunakan dicari lewat trial pengujian di laboratorium. Pengujian yang dilakukan pada umur 1, 3, 7, 14, 21, 28 adalah uji tekan pasta, mortar dan beton, selain itu pada benda uji beton umur 28 hari akan dilakukan uji split beton dan uji porositas. Dari hasil penelitian didapatkan kuat tekan beton tertinggi pada umur 28 hari (B7,5M adalah 69,71 MPa, sedangkan variasi silica fume yang paling optimum ada pada kadar 7,5%. Penambahan mikrobakteri tidak berpengaruh pada berat volume beton tetapi berpengaruh pada kuat tekan beton tersebut. Dengan penambahan mikrobakteri maka kuat tekan beton meningkat sebesar ± 30%. Sedangkan porositas total dan porositas tertutup yang terjadi pada beton semakin kecil, ini dibuktikan dengan hasil SEM terlihat bahwa bakteri mengisi area antara aggregat dan matrix beton.

  10. MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DALAM SPEKTRUM BLUE OCEAN STRATEGY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardia Mardia

    2011-06-01

    Full Text Available Abstract: The Islamic higher educations are undergoing important changes involving the development of missions and reorganization of management, with implications for their quality education in the midst of complexity. The main study of this article highlights the importance of governance quality in Islamic higher education in the face of complexity from the perspective of Blue Ocean Strategy. It can be concluded that to win in the future, Islamic higher educations must stop competing each other. The only way to beat the competition is to stop trying to beat the competition. Blue Ocean Strategy to be one of the alternatives in the management of educational institutions to create distinctive adavantage and competitiveness based graduates. Abstrak:  Pendidikan tinggi Islam mengalami perubahan signifikan pada pengembangan misi dan reorganisasi manajemen yang mempengaruhi kualitas pendidikan di era kompleksitas. Kompleksitas tersebut tidak dapat diprediksi dan mempengaruhi munculnya gejala disorientasi nilai, disharmoni sosial, dan peran disfungsional. Pokok kajian tulisan ini menyorot pentingnya tatakelola pendidikan tinggi Islam bermutu dalam perspektif Blue Ocean Strategy dalam menghadapi kompleksitas. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif teoritis dan praktis. Temuan penelitian adalah untuk berdaya saing di masa depan, pendidikan tinggi Islam harus berhenti bersaing satu sama lain. Satu-satunya cara untuk mengalahkan kompetisi adalah berhenti berusaha memenangi kompetisi. Blue Ocean Strategy menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan lembaga pendidikan dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan unggul.

  11. PERANCANGAN DATA WAREHOUSE UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN PEMASARAN PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    agung prasetyo

    2017-02-01

    Full Text Available Salah satu indikasi perguruan tinggi yang besar adalah dilihat dari jumlah mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Karenanya, mahasiswa baru merupakan salah satu sumber daya yang menentukan berjalannya sebuah perguruan tinggi. Setiap tahunnya STMIK AMIKOM Purwokerto selalu melakukan penerimaan calon mahasiswa. Data mahasiswa baru tersebut sangat berguna bagi bagian pemasaran sebagai informasi untuk evaluasi kegiatan pemasaran berikutnya. Dengan dibangunnya data warehouse dan aplikasi OLAP dengan menggunakan aplikasi Pentaho Data Integration/Kettle sebagai perangkat ETL dan Pentaho Workbench yang merupakan Online Analytical Processing (OLAP sebagai pengolah database, manajemen di STMIK AMIKOM Purwokerto bisa mengambil beberapa informasi misalnya; banyak jumlah pendaftar per-periode/gelombang, per/asal sekolahnya, per/asal sumber informasi yang diperoleh calon mahasiswa baru, serta tren minat terhadap jurusan yang dipilih oleh calon mahasiswa baru. Data warehouse mampu menganalisis data transaksi, mampu memberikan laporan yang dinamis dan mampu memberikan informasi dalam berbagai dimensi tentang penerimaan mahasiswa baru di STMIK AMIKOM Purwokerto.Kata Kunci: Data Warehouse, OLAP, Pentaho, Penerimaan Calon Mahasiswa.

  12. Model Pemberdayaan Laboratorium Bank Mini Syariah di Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Fauziah

    2018-03-01

    results showed that the model of empowerment of Mini Sharia Bank laboratory in Higher Education has four models; they are 1 model of secondary empowerment, 2 model primary internal empowerment of student, 3 model of primary internal empowerment of student and lecturer and 4 model of primary external empowerment. This laboratory empowerment model is based on observations at four universities in Java, namely Bandung Islamic University (UNISBA, Islamic University of Malang (UNISMA, UIN Malang and UIN Sunan Ampel Surabaya. Laboratorium Bank Mini Syariah merupakan sarana penunjang dan pelaksana program Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi untuk mengakselerasi perkembangan syariah di Indonesia. Oleh karena itu, pemberdayaan laboratorium Bank Mini Syariah sebagai tempat mengembangkan kompetensi baik dalam bidang intelektual, ketrampilan motorik dan terampil memggunakan alat-alat media perbankan syariah untuk peningkatan kompetensi mahasiswa lulusan keuangan dan perbankan syariah perlu ditelaah. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi mendalam. Analisis data menggunakan analisis domain model spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemberdayaan laboratorium Bank Mini Syariah di Perguruan Tinggi memiliki empat model yaitu 1. Model pemberdayaan sekunder, 2. Model pemberdayaan primer internal mahasiswa, 3. Model pemberdayaan primer internal mahasiswa dan dosen, dan 4. Model pemberdayaan primer eksternal. Model pemberdayaan laboratorium ini berdasarkan pengamatan pada empat perguruan tinggi di Jawa yaitu Universitas Islam Bandung, Universitas Islam Malang, UIN Malang dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

  13. Kandungan Flavonoid, Total Fenol, Dan Antioksidan Snack Bar Sorgum Sebagai Alternatif Makanan Selingan Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2

    OpenAIRE

    Isdamayani, Linda; Panunggal, Binar

    2015-01-01

    Latar Belakang: Sorgum merupakan pangan lokal yang mengandung komponen antioksidan seperti favonoid dan total fenol. Konsumsi sorgum dapat diolah menjadi produk makanan selingan berupa snack bar. Kandungan antioksidan pada sorgum bermanfaat sebagai pangan sumber antioksidan bagi penderita diabetes mellitus (DM) tipe 2. Diabetes mellitus (DM) tipe 2 ditandai dengan hiperglikemia yang meningkatkan stres oksidatif. Stress oksidatif dapat berkembang menjadi komplikasi makro maupun mikrovaskuler. ...

  14. Kandungan Pati Resisten, Amilosa, Dan Amilopektin Snack Bar Sorgum Sebagai Alternatif Makanan Selingan Bagi Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2

    OpenAIRE

    Fathurrizqiah, Ratna; Panunggal, Binar

    2015-01-01

    Latar Belakang: Hiperglikemia pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 tidak terkontrol menyebabkan komplikasi penyakit, sehingga perlu pengaturan diet untuk mengontrol gula darah. Sorgum mengandung pati resisten, amilosa, dan amilopektin yang dapat menghambat kenaikan gula darah sehingga pembuatan sorgum sebagai snack bar dapat dijadikan sebagai alternatif makanan selingan penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.Tujuan: Menganalisis kandungan pati resisten, amilosa, amilopektin, dan tingkat peneri...

  15. Peranan Perbankan terhadap Perkembangan Lembaga Keuangan Mikro di Kota Tebing Tinggi

    OpenAIRE

    Sidadolog, Muhammad Taufiq Assyauri; Syahwier, Coki Ahmad

    2013-01-01

    This study aimed to determine the role of banking on the development of microfinanace institutions in Tebing Tinggi. Also to know how to influence lending rates, lending process, the number of credits the bank's desicion on the loan request in Tebing Tinggi. Availability of funds given MFI banking is one indicator that banks have an influence in the development of microfinance institutions. In this study, the research object is the Microfinance institutions in Tebing Tinggi. With a sample of ...

  16. Studi Eksperimen Pengaruh Sudut Plat Pengganggu Di Depan Returning Blade Turbin Angin Tipe Savonius Terhadap Performa Turbin “ Studi Kasus Untuk Rasio Lebar Plat Pengganggu Terhadap Diameter Turbin (L/D = 1,4144”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoga Erry Priandika

    2017-01-01

    Full Text Available Energi Angin merupakan salah satu energi alternatif yang sangat menjanjikan jika dapat dimanfaatkan dengan baik. Pemanfaatan energi angin untuk diubah menjadi energi listrik dapat menggunakan turbin angin dan generator. Turbin angin tipe Savonius merupakan rotor angin dengan sumbu tegak (vertical yang dikembangkan oleh Singuard J. Savonius pada tahun 1920. Salah satu kelemahan yang dimiliki turbin Savonius yaitu efisiensi yang rendah. Torsi dan putaran yang dihasilkan oleh turbin Savonius disebabkan oleh adanya perbedaan gaya drag pada advancing blade dan returning blade. Salah satu cara untuk meningkatkan performa turbin Savonius  dapat dilakukan dengan pemberian plat pengganggu didepan returning blade. Untuk meningkatkan performa turbin Savonius dengan diameter D sebesar 60 mm dan tinggi h sebesar 80 mm, sebuah plat dengan tebal 3 mm dan lebar 84,9 mm digunakan sebagai pengganggu yang diletakkan didepan returning blade turbin. Pengganggu tersebut diletakkan dengan pada sudut 0o< ɑ < 90o. Penelitian ini dilakukan pada subsonic open circuit wind tunnel. Alat ini memiliki panjang 2980 mm, dengan test section 304 mm x 304 mm. Kecepatan free stream pada wind tunnel diatur sebesar 8,752 m/s, 10,94 m/s, 13,128 m/s, sesuai dengan Reynolds number Re = 6.0 x 104, 7.5 x 104, 9.0 x 104 (berdasarkan panjang karakteristik d = 2D-b, dimana b adalah lebar diameter overlap dari kedua sudu turbin, dan kecepatan free stream. Kecepatan aliran udara diukur menggunakan static pitot tube yang dihubungkan dengan inclined manometer. Putaran turbin Savonius diukur menggunakan tachometer. Torsi statis diukur menggunakan torsi meter digital dan daya output dihasilkan dari pengukuran tegangan dan arus listrik yang dihasilkan generator yang dihubungkan dengan poros turbin. Untuk Re = 60.000, penggunaan plat dengan lebar L/D = 1,4144 pada posisi ɑ = 40o sebagai pengganggu didepan turbin Savonius, terbukti paling efektif untuk meningkatkan performa turbin Savonius. Pada

  17. Pengaruh Modifikasi Heat Exchanger Tipe Concentric Tube Terhadap Performance Sistem Refrigerasi Cascade

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jhona Purnama Putra

    2014-03-01

    Full Text Available Dalam beberapa bidang industri seperti pengawetan makanan, perminyakan, pengolahan bahan-bahan kimia dan pendinginan setempat (spot cooling pada industri baja dibutuhkan kondisi ruangan yang sangat rendah berkisar antara -30°C hingga -60°C. Maka dari itu digunakanlah sistem refrigerasi cascade yang disusun atas dua stage yaitu high dan low. Dimana kedua stage ini digabungkan menjadi satu oleh sebuah heat exchanger yang melakukan perpindahan kalor dari kondensor low stage menuju evaporator high stage. pada penelitian terdahulu alat penukar panas yang digunakan yaitu alat penukar panas tipe concentric tube masih menunjukan performa yang belum baik kepada sistem refrigerasi cascade. Penelitian dilakukan dengan memodifikasi alat penukar panas dan menganalisa performa sistem setelah dilakukannya modifikasi penambahan panjang pada alat penukar panas, dengan fluida kerja refrigeran Musicool-22 di High Stage dan R-404A di Low Stage. Setelah perancangan alat selesai, dilakukan eksperimen pada sistem tersebut dengan variasi beban pendinginan menggunakan electric heater di evaporator Low Stage sebesar 0 (tanpa beban, 6, 16, 40, 60, dan 98 Watt.. Hasil dari studi eksperimen ini menunjukkan nilai-nilai optimum yang didapatkan yaitu pada pembebanan 60 Watt dengan Qevap = 0,599 kW, COP cascade = 0,968 dan temperatur di dalam cooling box sebesar -30,1°C serta nilai-nilai maksimum dari performa sistem refrigerasi cascade pada beban 98 Watt yaitu kapasitas pendinginan maksimum pada sistem Low Stage adalah 0,60654 kW, kerja maksimum kompresor pada sistem High Stage 0,1711 kW dan Low Stage 0,4432 kW, nilai COP cascade maksimum 0,9969, efek refrigerasi maksimum pada Low Stage 137,85 kJ/kg, HRR maksimum pada Low Stage 1,731. Kemudian diperoleh nilai effectiveness cascade heat exchanger tertinggi 0,922 dan terendah 0,912 serta nilai NTU tertinggi 7,1800 dan terendah 6,4121.

  18. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Mulawakkan Firdaus

    2016-10-01

    Full Text Available [Bahasa]: Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen semu yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa SMP Negeri 13 Makassar yang diajar dengan menggunakan Model Kooperatif Tipe Snowball Throwing dan Metode Ekspositori, serta untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing efektif digunakan dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar. Luaran yang akan dihasilkan dari penelitian ini adalah penerapan alternatif pembelajaran yang tidak monoton sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa dan perangkat pembelajaran (silabus dan RPP yang berorientasi pada pembelajaran koperatif tipe Snowball Throwing. Subjek penelitian dibagi dalam 2 kelompok, yakni kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan kelompok kontrol yang diajar dengan menggunakan metode ekspositori. Setiap kelompok diajar dengan frekuensi pertemuan yang sama dengan materi yang sama. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing lebih efektif jika dibandingkan dengan penerapan metode ekspositori untuk pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel. [English]: This experiment research aims to describe the learning outcomes of students at SMP Negeri 13 Makassar taught with snowball throwing (cooperative and expository method and to find out whether snowball throwing method is more effective in learning mathematics than the expository method in grade 7. The results of this research are implementing alternative learning method which is not monotonous to improve students' mathematics learning outcomes and producing learning tools that consist of syllabus and lesson plans based on snowball throwing method in cooperative learning. Research subjects are divided into two groups namely the experimental group taught with snowball throwing and the control group taught with the expository method. Each

  19. Pengaruh Penambahan PWM (Pulse Width Modulation Pada Generator HHO Tipe Dry Cell

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fungky Dyan Pertiwi

    2013-09-01

    Full Text Available Generator HHO memanfaatkan proses elektrolisis air agar mendapatkan gas H2. Namun, pada praktiknya pemakaian arus dari aki yang besar dan temperatur tinggi membuat bejana generator menjadi cepat rusak, sehingga dibutuhkan tambahan rangkaian elektronika PWM pada pengujian generator HHO guna mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian menggunakan elektroda plat berjumlah 9 berdimensi 120mm 120mm, tebal 1mm dan dibatasi oleh o-ring dengan diameter 126mm, tebal 3mm. Pengujian dilakukan secara eksperimen dengan 2 kelompok yaitu kelompok control yang mana pengujian tanpa menggunakan PWM serta kelompok uji dimana pengujian menggunakan PWM dengan variasi duty cycle 30%, 50% dan 70%. Pengujian dilakukan hingga temperatur elektrolit 93oC. Hasil uji didapatkan bahwa arus, laju produksi dan efisiensi terbesar didapatkan pada pengujian tanpa PWM yang mencapai 60,6A, 6,033 10-6kg/s dan 25,69%. Namun, pada pengambilan data kedua efisiensi turun menjadi 19,74%. Penambahan PWM pada pengujian berpengaruh pada arus dan temperatur yang stabil meskipun laju produksi dan efisiensi lebih kecil daripada pengujian tanpa PWM. Pengujian dengan PWM pada duty cycle 70% menghasilkan laju produksi dan efisiensi terbesar yang mencapai 1,843 10-6 kg/s dan 15,19%.

  20. Studi Variasi Laju Pelepasan Kalor Kondensor High Stage Sistem Refrigerasi Cascade R22 Dan R404a Dengan Heat Exchanger Tipe Concentric Tube

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Royyan Firdaus

    2014-03-01

    Full Text Available Sistem refrigerasi cascade merupakan kombinasi dua sistem refrigerasi tunggal yang digunakan untuk mendapatkan temperatur sangat rendah dimana aplikasinya adalah sebagai cold storage. Salah satu kelebihan dari cascade ini adalah dalam hal penghematan daya kompresor yang berkaitan langsung dengan penghematan konsumsi listrik bila dibandingkan dengan multistage. Eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan refrigerant R-22 pada high stage dan R-404A pada low stage. Metode pada penelitian ini adalah pengambilan data dilakukan dengan cara switching kecepatan fan yang berbeda dengan 5 variasi kecepatan fan pada kondensor high stage. Hasil yang didapatkan pada saat variasi kecepatan fan tertinggi adalah nilai effectiveness alat penukar kalor tipe concentric sebesar 90,42%, COP sistem sebesar 1,28, kapasitas refrigerasi sebesar 0,55 kW, HRR sistem sebesar 1,78, temperatur evaporator LS sebesar -36,950C, dan temperatur kabin terendah sebesar -37,30C.

  1. TIPE2 Inhibits the Expression of Asthma-Related Inflammatory Factors in Hyperstretched Bronchial Epithelial Cells Through the Wnt/β-Catenin Pathway.

    Science.gov (United States)

    Sun, Xinrong; Chen, Lu; Yan, Wen

    2017-06-01

    Childhood asthma, an airway inflammatory disease, is a serious threat to the child's quality of life. Recently, TIPE2 expression was reported to be decreased in children with asthma. Therefore, additional studies focusing on TIPE2 might provide an approach for treating childhood asthma. In this study, we found that TIPE2 was poorly expressed in hyperstretched human bronchial epithelial cells (BEAS-2B). TIPE2 overexpression also significantly suppressed the stretch-induced secretion of asthma-related inflammatory factors (TNF-α, TSLP, MMP-9, and VEGF). In contrast, TIPE2 inhibition significantly promoted the secretion of TNF-α, TSLP, MMP-9, and VEGF. Furthermore, overexpression of TIPE2 remarkably inhibited the activation of Wnt/β-catenin in hyperstretched BEAS-2B cells, while siTIPE2 activated Wnt/β-catenin in hyperstretched BEAS-2B cells. Further analysis showed that the Wnt/β-catenin signal inhibitor Dkk-1 could further enhance the TIPE2-induced suppression of Wnt/β-catenin signaling, which also suppressed the siTIPE2-induced secretion of TNF-α, TSLP, MMP-9, and VEGF in hyperstretched BEAS-2B cells. Dkk-1 reversed the effects of siRNA-TIPE2 on Wnt/β-catenin signaling and inflammatory cytokines. In summary, we have exhibited that TIPE2 inhibited the expression of asthma-related inflammatory factors in hyperstretched BEAS-2B cells by suppressing the Wnt/β-catenin signaling pathway. TIPE2 may be involved in airway inflammation during asthma attack, and it may be used as a potential therapeutic target for bronchial epithelial inflammation in childhood asthma.

  2. PERBEDAAN POLA PERTUMBUHAN TINGGI BADAN, TINGGI DUDUK, INDEKS SKELIK ANTARA ANAK-ANAK DAERAH RURAL DAN URBAN USIA 7-15 TAHUN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Wijanarko

    2014-09-01

    Full Text Available Status  gizi  merupakan  salah  satu tolok  ukur  yang  sering  digunakan  untuk  menilai  perkembangan  dan pertumbuhan individu. Salah satu indikator penilaian status gizi adalah pertumbuhan tinggi badan pada anak-anak.  Tinggi  badan  sering  digunakan  sebagai  indikator  karena  mudah  diukur  dan  diamati.  Tinggi badan  merupakan  hasil  penambahan  tinggi  duduk  dan  panjang  tungkai.  Pertumbuhan  indikator  ini dipengaruhi  oleh  beberapa  faktor  diantaranya  lingkungan  tempat  tinggal  dan  status  ekonomi.  Daerah rural,  umumnya  memiliki  tingkat  aktivitas  yang  tinggi  dan  mempunyai  penghasilan  rata-rata  yang  lebih rendah  dibandingkan  daerah  urban.  Penelitian  bertujuan  mengkaji  perbedaan  pola  pertumbuhan  tinggi badan, tinggi duduk, dan indeks skelik pada anak-anak rural dan urban di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan rancangan  crosssectional. Rata-rata tinggi badan, tinggi duduk, dan indeks  skelik pada anak rural dibandingkan dengan anak  urban  untuk  mengetahui  signifikansi  perbedaannya.  Analisis  data  yang  digunakan  adalah  ANOVA satu arah dengan menggunakan program olah data SPSS. Sebelum dilakukan tes ANOVA, terlebih dahulu dilakukan uji normalitasan distribusi data sampel penelitian. Hasil studi menunjukkan bahwa pada anak urban memiliki rata-rata tinggi badan dan tinggi duduk yang lebih tinggi dibandingkan anak rural (p<0,05. Rata-rata  indeks  skelik  pada  anak  urban  lebih  besar dibandingkan  anak  rural.  Lonjakan  pertumbuhan terjadi  paling  cepat  pada  saat  pubertas,  dan  anak  urban  memiliki  onset  terjadinya  pubertas  yang  lebih cepat  dibandingkan  rural.  Kesimpulan:  Pada  studi  ini  adalah  anak  urban  memiliki  onset  pubertas  yang lebih cepat dibandingkan anak rural. Hal ini

  3. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-pair-share Terhadap Self-efficacy Siswa SMP Ditinjau Berdasarkan Gender

    OpenAIRE

    NI MADE SRI NUYAMI; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd

    2014-01-01

    Penelitian bertujuan menganalisis (1) perbedaan self-efficacy siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaan self-efficacy siswa laki-laki dan siswa perempuan,(3) pengaruh interaksi model pembelajaran dan jenis kelamin, (4) perbedaan self-efficacy yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dan model pembelajaran konvensional untuk siswa laki-laki, (5) perbedaan self-efficacy yang b...

  4. Composition and Sources of Sterols in Pulau Tinggi, Johor, Malaysia

    International Nuclear Information System (INIS)

    Masni Mohd Ali; Norfariza Humrawali; Mohd Talib Latif; Mohamad Pauzi Zakaria

    2011-01-01

    This study explores the role of sterols as lipid bio markers to indicate their input which originates from various sources in the marine environment. Sterols and their ratios were investigated in sediments taken from sixteen sampling stations at Pulau Tinggi, Johor in order to assess the sources of organic matter. The compounds extracted from the sediments were quantified using a gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). The distributions of sterols indicated that organic matter at all sampling stations originated from a mixture of marine source and terrestrial origins at different proportions. A total of eleven sterols were quantified, with the major compounds being phytosterols (44 % of total sterols), cholesterol (11 %), brassica sterol (11 %) and fecal sterols (12 %). (author)

  5. Permasalahan Implementasi Sistem Informasi Di Perguruan Tinggi Swasta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Ali Murtadho

    2016-02-01

    Full Text Available Abstrak Efektivitas implementasi sistem informasi dalam proses manajemen kelembagaan sering terhambat oleh banyak faktor. Sehingga mengakibatkan transformasi business process yang diharapkan dengan sistem informasi berakselerasi dengan cepat justru mengalami kemandekan. Pada penelitian ini mengkaji permasalahan dalam impelementasi sistem informasi di perguruan tinggi swasta. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat masalah yang sifatnya teknis dan non-teknis. Masalah teknis, diantaranya adalah internet, infrastruktur jaringan, perangkat komputer dan pendukungnya, keamanan sistem, integrasi sistem, ketersediaan sistem, dan pemeliharaan Teknologi Informasi (TI. Sedangkan masalah non-teknis dalam implementasi sistem informasi di perguruan tinggi swasta, yaitu penerimaan dan partisipasi, budaya dan perilaku, sumber daya manusia, perencanaan, manajemen dan tatakelola TI, organisasi, konten sistem informasi, anggaran dan biaya, serta dukungan pimpinan dan karakter kepemimpinan. Kata kunci: sistem informasi, masalah teknis, masalah non-teknis. Abstract The effectiveness of the implementation of information systems in the process of institutional management is often hampered by many factors. Resulting in business process transformation that is expected to accelerate quickly information systems precisely to stagnate. In this research study the problems in the implementation of information systems in private colleges. From the results of this study indicate that there are problems that are both technical and non-technical. Technical problems, which are internet, network infrastructure, computers and supporters, security systems, system integration, system availability, and Information Technology (IT maintenance. While the non-technical issues in the implementation of information systems in private colleges, namely acceptance and participation, culture and behavior, human resources, planning, management and governance of IT, organizations

  6. TIPE attenuates the apoptotic effect of radiation and cisplatin and promotes tumor growth via JNK and p38 activation in Raw264.7 and EL4 cells.

    Science.gov (United States)

    Liu, Yao; Ni, Xiao Yan; Chen, Rui Ling; Li, Juan; Gao, Feng Guang

    2018-06-01

    Tumor necrosis factor α‑induced protein 8 (TIPE) is highly expressed in many types of malignancies. Apoptosis is the process of programmed cell death which maintains the balance of cell survival and death. TIPE is involved in the carcinogenesis of many tumor types, yet the exact role of TIPE in defective apoptosis‑associated carcinogenesis remains uncertain. In the present study, TIPE‑overexpressing Raw264.7 and EL4 cells and vector control cells were treated with 4 mJ/cm2 ultraviolet radiation or 2 µg/ml cisplatin. Following ultraviolet irradiation, TIPE overexpression decreased the percentage of apoptotic cells as detected by flow cytometric and reversed the cisplatin‑mediated decrease in mitochondrial membrane potential by JC‑1 assay. Western blot analyses also revealed that TIPE overexpression inhibited cisplatin‑induced activation of caspase‑3 and ‑9 and PARP. Secondly, TIPE overexpression increased the levels of phosphorylated JNK, MEK and p38. Moreover, inhibition of JNK and p38, but not MEK, efficiently abolished the cell pro‑survival effect of TIPE. Most importantly, an in vivo tumor implantation model revealed that TIPE overexpression augmented the volume and weight of the implanted tumors, indicating that TIPE facilitated tumor formation. We found that TIPE exhibited an anti‑apoptotic effect via JNK and p38 activation, which ultimately promoted tumor. Hence, the present study revealed that activation of JNK and p38 kinases contribute to the TIPE‑mediated anti‑apoptotic effect, indicating that JNK and p38 may be potential therapeutic molecules for TIPE overexpression‑associated diseases.

  7. TIPE MEDIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP KESELAMATAN INTERNET ANAK DAN REMAJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inasari Widiyastuti

    2017-12-01

    Pengguna internet terbesar berada di usia produktif, sebagian besar di antara mereka adalah anak dan remaja. Mereka adalah generasi IoT yang memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi karena terlahir dalam paparan teknologi maju. Aktivitas anak berinternet cenderung didukung dan difasilitasi oleh lingkungan, terutama keluarga. Padahal bahaya mengintai anak ketika berinternet yang kerap diabaikan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi digital dan upaya perlindungan yang diberikan ibu rumah tangga terhadap aktivitas anak dan remaja menggunakan gadget serta berinternet. Survey dilakukan pada ibu rumah tangga peserta pelatihan Internet Safety Online yang diselenggarakan oleh BPPKI Yogyakarta dan Dinas Kominfo Kab. Kulonprogo serta Kab. Gunung Kidul. Hasil survey menunjukkan, ibu rumah tangga memiliki tingkat literasi digital yang baik. Meski demikian, sebagaian besar menerapkan tipe mediasi restriktif dengan membatasi penggunaan waktu. Tidak banyak yang menerapkan tipe mediasi teknik karena merasa tidak mampu mengoperasikan TIK sebaik anaknya.

  8. PELATIHAN MANAJEMEN DIRI UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kondang Budiyani

    2010-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan manajemen diri dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat kadar gula darah antara pretest dan post test. Kadar gula darah lebih rendah pada saat post test. Subjek penelitian sebanyak 3 orang. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design dan rancangan eksperimen the one group pretest-posttest design. Hasil analisis berdasarkan pemeriksaan visual (visual inspection yaitu dengan penyajian secara grafik menunjukkan tidak terjadi penurunan kadar gula darah sesudah pelatihan manajemen diri. Namun, pada saat pelatihan manajemen diri terlihat penurunan kadar gula darah menjadi kurang dari 200 mg/dl Kata kunci : kadar gula darah, pelatihan manajemen diri, penderita diabetes melitus tipe II

  9. Literatur Review Tingkat Kematangan E-Learning di Perguruan Tinggi Indonesia

    OpenAIRE

    Sari, Purwita; Antoni, Darius; Rizal, Syahril

    2016-01-01

    Implementasi e-learning di Indonesia sudah banyak diterapkan pada Perguruan Tinggi dalam hal mengatasi kendala sumber daya belajar. Untuk memahami proses implementasi e-learning yang sudah ada, dibutuhkan evaluasi tingkat kematangan sistem e-learning yang dianggap mampu mengungkapkan dan menggambarkan proses yang sudah berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek atau katergori apa yang telah mencapai tingkat kematangan sistem e-learning yang ada di Perguruan Tinggi Indonesia ya...

  10. Diabetes Mellitus Tipe II Gula Darah Tak Terkontrol Dengan Ulkus Pedis Dextra Digiti III Dan Prehipertensi

    OpenAIRE

    Sihaloho, Elfrida

    2013-01-01

    Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Diabetes melitus tipe 2 disebabkan kegagalan relatif sel β dan resistensi insulin. Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol pada pasien diabetes melitus akan menyebabkan berbagai komplikasi salah satunya ulkus pedis. Tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal pada pasien diabetes ...

  11. Perbandingan Nilai Agregasi Trombosit pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Dislipidemia dan Normolipidemia di Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado

    OpenAIRE

    Sulamanda, Ivan Chandra

    2014-01-01

    : Pada pasien diabetes mellitus tipe 2 terjadi resistensi insulin sehingga merangsang lipolisis di jaringan adiposa yang meningkatkan asam lemak bebas dan menimbulkan dislipidemia. Dislipidemia sering dikaitkan dengan peningkatan aktivitas platelet dan potensi trombogenik. Pemeriksaan agregasi trombosit bertujuan untuk mendeteksi abnormalitas fungsi trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan nilai agregasi trombosit pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan dislipidemia ...

  12. Ayam Pedaging Jantan yang Dipelihara di Dataran Tinggi Sulawesi Selatan Produktivitasnya Lebih Tinggi (HIGHER PRODUCTIVITY PERFORMANCE OF MALE BROILERS REARED IN THE HIGHLANDOF SOUTH SULAWESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bahri Syamsuryadi

    2017-05-01

    Full Text Available Study to determine the correlation between husbandry environment and sex to the performance, hematological characteristics, and meat quality of broilers have been conducted. Two hundred and eighty eight female and male Cobb broilers, were kept in cage where eight broilers with the same sex in each pen. A completely randomized experimental design with a 3x2 factorial arrangement (three different altitudes x two sexes with three replicates was applied. The three different altitudes included 50 m, 300 m, and 500 m above sea level, respectively. The results showed that differences in maintenance altitude and sex significantly influenced (P0.01 the animal srectal temperature, feed conversion, and meat chemical and organoleptic. It is concluded that better productivity can be achieved when male broilers are reared in a high altitude environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan lingkungan pemeliharaan dan jenis kelamin ayam pedaging terhadap performans, karakteristik hematologi, dan kualitas daging. Sebanyak 288 ekor ayam pedaging strain Cobb, berjenis kelamin jantan dan betina, dipelihara dalam petak kandang dan tiap petak diisi delapan ekor ayam dengan jenis kelamin yang sama. Penelitian disusun berdasarkan Randangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial (3x2 dengan tiga ulangan. Faktor pertama ialah ketinggian tempat pemeliharaan dengan tiga kategori yaitu: ketinggian (50 mdpl, ketinggian (300 mdpl, dan ketinggian (500 mdpl sedangkan faktor kedua ialah jenis kelamin jantan dan betina. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan ketinggian tempat pemeliharaan dan jenis kelamin nyata memengaruhi (P0.01 suhu rektal, konversi pakan, kimia daging dan organoleptik. Hasil penelitian ini menyimpulkan performans yang lebih baik dapat dicapai apabila ayam pedaging dipelihara pada dataran tinggi dengan jenis kelamin jantan.

  13. KEEFEKTIFAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBING-PROMPTING DENGAN PENILAIAN PRODUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Himmatul Ulya

    2012-06-01

    Full Text Available Abstract Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting dengan penilaian produk dan pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting materi keliling dan luas lingkaran dapat mencapai ketuntasan belajar dan lebih baik dari pembelajaran ekspositori pada peserta didik kelas VIII. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII MTs. Nurussalam Gebog Kudus tahun pelajaran 2011/2012. Dengan cara acak terpilih sampel yaitu peserta didik kelas VIIIA dan VIIIC sebagai kelas eksperimen 1 dan 2, serta VIIIB sebagai kelas kontrol. Diperoleh hasil penelitian bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen 1 sebesar 79,91, kelas eksperimen 2 sebesar 73,21, dan kelas kontrol sebesar 66,10. Dari hasil uji ketuntasan belajar diperoleh peserta didik kelas eksperimen mencapai ketuntasan belajar (individual dan klasikal. Dari hasil uji Anava nilai Sig.= 0,000 < 0,05 artinya ada perbedaan rata-rata, kemudian dilakukan uji lanjut Scheffe menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan antara masing-masing kelas. Simpulan yang diperoleh adalah pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting yang disertai dengan penilaian produk dan pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting materi keliling dan luas lingkaran dapat mencapai ketuntasan belajar, model pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting dengan penilaian produk lebih baik dari pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting, dan pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting lebih baik dari pembelajaran ekspositori. The purpose of this study was to determine whether the cooperative learning of probing-prompting by assessing products of circle perimeter and circle area material could reach the completeness learning of students. The population of this study was the students of grade VIII MTs. Nurussalam Gebog Kudus year 2011/2012. Randomly, the selected samples were the students of VIIIA and VIIIC as the experiment classes 1

  14. Hubungan Berbagai Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadma Yuliani

    2014-01-01

    Full Text Available AbstrakPenyebab mortalitas dan morbiditas utama pada pasien diabetes mellitus (DM tipe 2 adalah penyakit jantung koroner (PJK dimana penderitanya dua sampai empat kali lebih berisiko terkena penyakit jantung dari pada non DM. Mekanisme terjadinya PJK pada DM tipe 2 dikaitkan dengan adanya aterosklerosis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan berbagai faktor risiko terhadap kejadian PJK pada penderita DM tipe 2. Penelitian dilaksanakan di RSUP. Dr. M. Djamil Padang dan RS. Khusus Jantung Sumbar pada bulan Maret-Agustus 2013. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional comparative. Jumlah sampel 176 orang yang terdiri dari 88 orang penderita DM dengan PJK dan 88 orang DM tanpa PJK. Pengolahan data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan sistem komputerisasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2 adalah jenis kelamin (p=0,000, lama menderita DM (p=0,043, hipertensi (p=0,007, dislipidemia (p=0,000, obesitas (p=0,023, dan merokok (p=0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat bermakna (p<0,0001 antara jenis kelamin, dislipidemia, dan merokok dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2 dan terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05 antara lama menderita DM, hipertensi, obesitas dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2.Kata kunci: DM tipe 2, PJK, faktor risikoAbstractThe main causes of mortality and morbidity in type 2 diabetes mellitus (DM patients is coronary heart disease (CHD which adults who suffer from DM are two to four times have the risk of heart disease than people without DM. The mechanism of CHD in DM is associated with the presence of atherosclerosis that influenced by various factors. This research has aims to determine the relationship of risk factors for CHD incident in patients with DM. The study was conducted in the Dr. M. Djamil Padang and Cardiac Hospital of West Sumatra from March to August

  15. ANALISIS RELEVANSI LULUSAN PERGURUAN TINGGI DENGAN DUNIA KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Muhson

    2012-04-01

    Full Text Available Abstract: A Relevance Analysis of University Graduates with World of Work. Education should be oriented to the competencies required by the workforce as a percentage of unemployment among the educated increase continuously. This study aims to examine the relevance of YSU Economic Education graduates. The study only focuses on the type of work and subjects taught. The subject of this study is the alumni of Economic Education Study Program. Sampling technique used is snowball sampling. Data collection technique using questionnaires and documentation while the technique of data analysis using descriptive analysis. The result suggests that the majority of the graduates find their first job as private a teacher, a private employee and a tutor, while current job of the most graduates are private teacher, private employee, and civil servant (teacher. The data shows that more than 50 percent of the graduates work in the education area. This implies that the relevance level based on the type of work is categorized as sufficient. Majority of the graduates teaches social science, economic, and entrepreneurship, hence it can be concluded that the relevance level based on the subjects taught is highly relevant.   Keyword: relevance of graduates, type of work, unemployment, employment     Abstrak: Analisis Relevansi Lulusan Perguruan Tinggi dengan Dunia Kerja. Pendidikan harus berorientasi pada kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja karena persentase penganggur di kalangan terdidik terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat relevansi (kesesuaian lulusan Pendidikan Ekonomi UNY. Kajian hanya diarahkan pada jenis pekerjaan dan mata pelajaran yang diampu. Penelitian ini mengambil subjek alumni Prodi Pendidikan Ekonomi dari berbagai angkatan. Teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini

  16. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECKS PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN SOCIAL SKILL SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Lestari

    2012-07-01

    Full Text Available Tujuan penelitian tindakan kelas ini untuk mengetahui pengaruh proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks pemecahan masalah terhadap peningkatan social skill siswa. Pada proses penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks pemecahan masalah siswa dibagi dalam kelompok-kelompok dan satu kelompok terdiri dari dua orang. Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan suatu masalah, kemudian hasil diskusi kelompok akan dicek oleh pasangan dari kelompok lain. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dua siklus. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan angket skala sikap, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif. Social Skill siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Hal ini didapatkan dari data angket skala sikap siklus I ke siklus II ketuntasan klasikalnya meningkat dan sebagian besar siswa sudah memiliki social skill yang baik. Hasil belajar kognitif siswa juga mengalami peningkatan. Model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks pemecahan masalah dapat meningkatkan social skill siswa.This two cycles-action research aimed to know learning process applying cooperative learning model-pair checks problem solving type and improvement of student’s social skills. The process of the model was as follows: deviding students into some groups consisting of two students, solving problem by each group and checking result of the discussion by other groups. Data collection method used was test and the use of attitude scale questionnaire, while technique of data analysis used was quantitative data analysis technique. The data analysis result showed that there was an increase of student’s social skill and students’ achievement from cycle one to two. It is concluded that cooperative learning model-pair checks problem solving type can enhance student’s social skills

  17. Perbedaan Sindrom Metabolik Pada Wanita Vegetarian Tipe Vegan Dan Non Vegan

    OpenAIRE

    Setiyani, Diah Ari; Wirawanni, Yekti

    2012-01-01

    Latar Belakang: Sindrom metabolik adalah kumpulan kelainan metabolik yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Diet vegetarian terutama vegan dapat berperan dalam penurunan risiko sindrom metabolik, tetapi masih didapatkan penelitian yang menyatakan bahwa vegan berisiko sindrom metabolik bahkan lebih tinggi daripada non vegan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sindrom metabolik pada wanita vegetarian vegan dan non vegan. Metode: Penelitian ini dilakuk...

  18. HUBUNGAN ANTARA KENDALI GLIKEMIK DENGAN PROFIL LIPID PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rheza Priyadi

    2015-01-01

    Full Text Available Penyebab terbanyak morbiditas dan mortalitas pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2 adalah penyakit kardiovaskuler. Banyak faktor risiko yang terlibat dalam kejadian PJK pada pasien DM tipe 2, salah satunya adalah profil lipid. Berdasarkan penelitian sebelumnya ditemukan bahwa kondisi hiperglikemik memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap kondisi pembuluh darah. Efek tidak langsung kondisi hiperglikemik diperkirakan melalui pengaruhnya terhadap profil lipid. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara kendali glikemik dengan profil lipid. Sampel diambil dari rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pada penelitian ini dipakai 77 sampel yang terdiri dari  42 pria (54,5% dan 35 wanita (45,5%. Usia rata-rata sampel adalah 54 tahun dengan tujuh data yang belum diketahui usianya. Rata-rata HbA1c pasien adalah 10,194%. 16 pasien (20,8% memiliki kontrol glikemik yang baik (HbA1c <7 %, sedangkan 61 (79,2% pasien memiliki kontrol glikemik yang buruk (HbA1c ?7 %. 26 pasien (33,8% mengalami peningkatan kadar trigliserida (?150 mg/dl. 60 pasien (77,9% mengalami penurunan kadar HDL (<40 mg/dl. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analisa potong lintang. Sampel diambil dari pasien-pasien rawat jalan dengan diagnosis DM tipe 2 yang memeriksakan dirinya di RSUP Sanglah Denpasar periode Juli 2010 sampai Mei 2012. Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi spearman satu arah. Berdasarkan hasil uji analitik korelatif satu arah terdapat hubungan yang bermakna antara kendali glikemik dengan kadar trigliserida darah dan antara kadar trigliserida dengan kadar HDL. Korelasi antara kendali glikemik dengan kadar trigliserida darah menunjukkan korelasi yang lemah dengan nilai korelasi 0,342 (p < 0,005; 95% CI.  Korelasi antara antara kadar trigliserida dengan kadar HDL menunjukkan korelasi lemah dengan kadar HDL, dengan nilai korelasi - 0,310 (p < 0,005; 95% CI. Korelasi antara antara kadar trigliserida dengan

  19. Die hantering van teenoorgesteldheid in enkele tipes woordeboeke, toegelig met Afrikaanse voorbeelde

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anna Nel Otto

    2011-10-01

    Full Text Available Opsomming: Hoewel teenoorgesteldheid tot dusver deur baie leksikograwe as 'n bonus beskou is in die meeste tipes woordeboeke, word in hierdie artikel aangevoer dat hul insluiting verpligtend behoort te wees in aanleerderwoordeboeke en dat dit ook van groot nut kan wees in verskeie ander tipes woordeboeke. Eers word 'n uiteensetting gegee van verskillende tipes teenstellingsverhoudings. Daarna word die hantering van teenoorgesteldheid toegelig met Afrikaanse voorbeelde, in drie tipes woordeboeke bespreek met betrekking tot twee kategorie?: inligting in die toeligtingsgedeelte en in die alfabetiese gedeelte. Met verwysing na die pluspunte sowel as die tekortkominge in die bespreekte woordeboeke, word voorstelle ter verbetering van die hantering van teenoorgesteldheid in hierdie woordeboeke gemaak, bv.: (1 die term teenoorgesteldheid behoort duidelik omskryf te word in die toeligtingsgedeelte, (2 die leksikale items waarby teenoorgesteldes aangedui kan word, behoort as lemmas op hulle alfabetiese plekke opgeneem te word, (3 die teenoorgesteldes van hierdie lemmas behoort by di? lemmas aangedui te word, en (4 die mees frekwente teenoorgesteldes kan deur middel van korpusontleding ge?dentifiseer word. Sleutelwoorde: AANLEERDERWOORDEBOEK, ALFABETIESE GEDEELTE, ANTONIMIE,DEFINI?RING, EENTALIGE WOORDEBOEK, KRUISVERWYSINGS, LEKSIKOGRAFIE, LEMMA, SEMANTIESE OPPOSISIE, TEENOORGESTELDHEID, TOELIGTINGSGEDEELTE, TWEETALIGE WOORDEBOEK Abstract: The Treatment of Opposites in a Few Types of Dictionaries, Illustrated by Afrikaans Examples. Although lexical items indicating semantic opposition have, until now, been regarded by many lexicographers as a bonus in most types of dictionaries, it is argued in this article that their inclusion should be compulsory in learner's dictionaries and that it can also be of great value in many other types of dictionaries. First an exposition is given of different types of semantic opposition. Then the treatment of opposition

  20. RISET PERMASALAHAN DALAM MENCARI INFORMASI DAN PERTIMBANGAN YANG DIPERLUKAN CALON MAHASISWA UNTUK MENENTUKAN PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luk lu’ul Ilma

    2017-03-01

    Full Text Available Pene litian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh siswa Sekolah Menengah Atas atau calon mahasiswa dalam mencari informasi terkait perguruan tinggi dan mengidentifikasi berbagai hal yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan pemilihan perguruan tinggi yang menjadi tujuannya. Penelitian dilakukan dengan metode qualitatif research melalui in - depth interview ke beberapa pihak yang terkait yaitu pihak kampus, sekolah menen gah atas dan siswa SMA/ Calon Mahasiswa di kota Bandung. Hasil interview ini kemudian di lakukan analisis, pengambilan kesimpulan dan rekomendasi solusi nya .

  1. Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Akademik Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yonas Boky

    2016-09-01

    Full Text Available Bidang akademik Sekolah Tinggi Theologia Jaffray telah berusaha sebaik mungkin untuk melakukan pelayanan kepada mahasiswa sebagai konsumennya. Namun tidak dapat dipungkiri lagi bahwa selalu saja ada kekurangan dalam pelayanannya sehingga menimbulkan ketidakpuasan dari mahasiswa sebagai pelanggannya. Kenyataannya, kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik berbeda-beda. Oleh karena itu tujuan penulisan ini adalah Pertama, untuk menjelaskan sejauh mana tingkat kepuasan mahasiswa S1 terhadap pelayanan bidang akademik Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow. Kedua, menjelaskan bagaimana bidang akademik Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Strategi untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap layanan Akademik STFT Jaffray Makassar adalah perlunya melaksanakan hal-hal yang menjadi prioritas utama, seperti: pelayanan akademik mampu bertindak cepat atas setiap keluhan mahasiswa, adanya evaluasi di bidang akademik sendiri secara rutin untuk melihat sejauh mana tingkat kepuasan mahasiswa itu tercapai, sistem komputerisasi akademik yang sudah berjalan baik walaupun dinilai oleh mahasiswa masih perlu peningkatan lagi. Hal-hal yang harus dipertahankan oleh bidang akademik STFT Jaffray Makassar adalah pihak kampus harus terus memberikan keamanan dan kenyamanan kepada mahasiswa, memberikan bimbingan akademik maupun konseling bagi mahasiswa yang mengalami kendala.The academic department of Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jaffray has striven to minister to students as consumers, the fact is, contentment differs among students toward the service given by academics. Because of this, the purpose of this writing is as follows: First, to explain how high the level of contentment is among bachelor level students towards the services of the department of academics of Sekolah Tinggi Theologia Jaffray based on Maslow’s hierarchy of needs. Second, to explain how the academic

  2. Studi Numerik Pengaruh Baffle Inclination Pada Alat Penukar Kalor Tipe U – Tube Terhadap Aliran Fluida Dan Perpindahan Panas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reza Hidayatullah

    2014-09-01

    Full Text Available Alat penukar kalor sangat berpengaruh dalam industri terhadap keberhasilan keseluruhan rangkaian proses, karena kegagalan operasi alat ini baik akibat kegagalan mekanikal maupun opersional dapat menyebabkan berhentinya operasi unit. Penelitian terhadap desain heat exchanger masih terus dilakukan untuk mencari kinerja dari heat exchanger yang paling optimal, baik pada bagian baffle cut dan baffles inclination maupun susunan dari tube dengan menggunakan heat exchanger ukuran kecil sebagai model. Berdasarkan pada permasalahan di atas, maka dilakukan penelitian terhadap kinerja heat exchanger tipe U-tube dengan memvariasikan baffle inclination. Penelitian ini dilakukan secara numerik dengan variasi baffle inclination sebesar 0o, 10o, 20o dan variasi laju aliran massa sebesar 0,5 kg/s, 1kg/s, dan 2 kg/s. Tube yang digunakan adalah tipe U-tube yang disusun secara persegi. Model viskous yang digunakan adalah turbulensi model yaitu k-ε standar, dimana fluida yang digunakan adalah air pada boundary condition. Hasil analisa numerik menunjukkan adanya pengaruh baffle inclination pada alat penukar kalor tipe U – tube terhadap aliran fluida dan perpindahan panas. Peningkatan laju aliran massa dapat meningkatkan pressure drop secara cepat, alat penukar kalor shell and tube tipe U – tube dengan baffle inclination 20o memiliki unjuk kerja yang terbaik dibandingkan dengan baffle inclination 0o dan 10o.

  3. HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT DENGAN KEJADIAN STRES PADA KOASISTEN ANGKATAN TAHUN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Suprayoga Sukmana Putra

    2015-04-01

    Full Text Available Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang seringkali dijumpai di kalangan koasisten fakultas kedokteran. Sumber stres dapat bersifat internal maupun eksternal. Tipe kepribadian merupakan salah satu faktor yang memengaruhi munculnya stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebar pada 62 koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Jumlah responden yang memiliki kepribadian ekstrovert lebih banyak dibandingkan dengan yang introvert (56,5% vs 43,5% dan responden yang mengalami stres berjumlah 33 orang (53,2%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres (p = 0,000 [p < 0,05]. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.    

  4. PERANCANGAN ULANG ALAT PENGERING BIJI KAKAO TIPE ROTARI SEDERHANA PADA USAHA MANDIRI DI DESA WIYONO KABUPATEN PESAWARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Yudi Eka Risano

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan pada alat pengering biji kakao untuk proses pengeringan biji kakao milik Usaha Mandiri di Desa Wiyono, Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana agar proses pengeringan lebih efektif dan didapat kualitas hasil pengeringan biji kakao lebih baik. Perhitungan yang dilakukan meliputi dimensi alat pengering, termal yang terjadi pada alat pengering, dan kebutuhan bahan bakar pada alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana, serta dilakukan simulasi pada model alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana yang telah dirancang menggunakan Software Autodesk CFD untuk mengetahui sebaran suhu pada model alat pengering yang telah dirancang.  Dari hasil penelitian yang telah dilakukan alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana ini memiliki dimensi ruang pengering dengan diameter 90 cm, panjang 108 cm, dan tebal 1,2 mm. sebaran suhu pada ruang pengering sebesar 65,06oC , kalor yang dibutuhkan untuk proses pengeringan biji kakao sebesar 1028906,047 KJ, waktu yang dibutuhkan untuk proses pengeringan ± 8 jam 14 menit dan bahan bakar yang dibutuhkan untuk proses pengeringan sebanyak 302,62 kg atau 0,30260 kubik serta sebaran suhu rata-rata hasil simulasi menggunkan Software Autodesk CFD sebesar 63,5116oC.  Kata Kunci: kakao, pengeringan, Autodesk CFD, suhu

  5. Water Quality Index in the Vicinity of Pelepah Kanan Mine, Kota Tinggi, Johor

    International Nuclear Information System (INIS)

    Wan Mohd Razi Idris; Sahibin Abdul Rahim; Mohd Talib Latif; Zulfahmi Ali Rahman; Tukimat Lihan; Chong, L.Y.; Azman Hashim; Shahrinizam Mohd Yusuf

    2009-01-01

    This study was carried out to determine the water quality index at the Pelepah Kanan River, Kota Tinggi, Johor. Six stations were chosen from different part of the river from upstream to downstream to represent the water quality index along this river. Three replicates of samples were taken from each station. Samples were collected in two different seasons namely dry season (July) and rainy season (December) 2007. In-situ physico-chemical measurements included temperature, ph, dissolved oxygen and conductivity. Physico-chemical parameters determined in the laboratory were turbidity, total suspended solid (TSS), biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD) and ammonia nitrogen (NH3-N). According to the Interim National Water Quality Standards (INWQS), results showed that all sampling stations along the Pelepah Kanan River in July fall in Class I-II for physical and chemical parameters except for dissolved oxygen and pH which was in Class I-II. The results obtained in December also showed that all sampling stations fall in Class I for physical and chemical parameters except for pH which was in Class III. Correlation test showed that some physico- chemical parameters have significant correlation with each other. Water Quality Index (WQI) analysis showed that the mean WQI value for the month of July is 96.88 (Class I) while for December, the WQI value deteriorated to 84.03 (Class II). According to the calculated values of WQI and comparison with INWQS, the index of water quality in Pelepah Kanan River is in the clean category and is not affected by pollution neither anthropogenic activities nor natural pollution. (author)

  6. BIJI MAHONI (SWIETENIA MAHAGONI MENURUNKAN GLUKOSA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ani astuti

    2017-10-01

    Full Text Available Abstrak Kontrol glukosa darah dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan tanaman berkhasiat obat atau herbal. Obat herbal yang mempunyai efek hipoglikemik salah satunya adalah biji mahoni yang berfungsi sebagai astrigen menghambat asupan glukosa dan laju peningkatan glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biji mahoni terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II, dengan desain penelitian adalah quasi eksperimental ‘’Pre and Post-Test Control Group Design’’, pada desain ini responden penelitian dibagi menjadi dua kelompok. 34 responden kelompok intervensi, dan 34 responden kelompok kontrol sebagai pembanding. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah pre dan post perlakuan, lembar observasi dan hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak (100% responden sebelum dilakukan intervensi dan pemberian glibenklamide dengan kadar glukosa darah > 200 mg/dl. Sebanyak (85,3% responden sesudah intervensi dengan nilai kadar glukosa darah 90-199 mg/dl. Dari analisis bivariat terdapat pengaruh biji mahoni terhadap kadar glukosa darah dengan nilai p- value = 0,000 (p<0,05. Biji mahoni lebih berpotensi menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan dengan glimepiride dengan beda rerata median 17,5 mg/dl.  Kata Kunci: Biji Mahoni, Glukosa Darah, Diabetes Melitus Tipe II  

  7. Total integrated performance excellence system (TIPES): A true north direction for a clinical trial support center.

    Science.gov (United States)

    Sather, Mike R; Parsons, Sherry; Boardman, Kathy D; Warren, Stuart R; Davis-Karim, Anne; Griffin, Kevin; Betterton, Jane A; Jones, Mark S; Johnson, Stanley H; Vertrees, Julia E; Hickey, Jan H; Salazar, Thelma P; Huang, Grant D

    2018-03-01

    This paper presents the quality journey taken by a Federal organization over more than 20 years. These efforts have resulted in the implementation of a Total Integrated Performance Excellence System (TIPES) that combines key principles and practices of established quality systems. The Center has progressively integrated quality system frameworks including the Malcom Baldrige National Quality Award (MBNQA) Framework and Criteria for Performance Excellence, ISO 9001, and the Organizational Project Management Maturity Model (OPM3), as well as supplemental quality systems of ISO 15378 (packaging for medicinal products) and ISO 21500 (guide to project management) to systematically improve all areas of operations. These frameworks were selected for applicability to Center processes and systems, consistency and reinforcement of complimentary approaches, and international acceptance. External validations include the MBNQA, the highest quality award in the US, continued registration and conformance to ISO standards and guidelines, and multiple VA and state awards. With a focus on a holistic approach to quality involving processes, systems and personnel, this paper presents activities and lessons that were critical to building TIPES and establishing the quality environment for conducting clinical research in support of Veterans and national health care.

  8. Total integrated performance excellence system (TIPES: A true north direction for a clinical trial support center

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mike R. Sather

    2018-03-01

    Full Text Available This paper presents the quality journey taken by a Federal organization over more than 20 years. These efforts have resulted in the implementation of a Total Integrated Performance Excellence System (TIPES that combines key principles and practices of established quality systems. The Center has progressively integrated quality system frameworks including the Malcom Baldrige National Quality Award (MBNQA Framework and Criteria for Performance Excellence, ISO 9001, and the Organizational Project Management Maturity Model (OPM3, as well as supplemental quality systems of ISO 15378 (packaging for medicinal products and ISO 21500 (guide to project management to systematically improve all areas of operations. These frameworks were selected for applicability to Center processes and systems, consistency and reinforcement of complimentary approaches, and international acceptance. External validations include the MBNQA, the highest quality award in the US, continued registration and conformance to ISO standards and guidelines, and multiple VA and state awards. With a focus on a holistic approach to quality involving processes, systems and personnel, this paper presents activities and lessons that were critical to building TIPES and establishing the quality environment for conducting clinical research in support of Veterans and national health care.

  9. PENGARUH PERSEPSI AKAN DIMENSI DESAIN ORGANISASI DAN TIPE KEPRIBADIAN TERHADAP TINGKAT STRES KARYAWAN PT. INTERNASIONAL DETA ALFA MANDIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eddy M. Sutanto

    2006-01-01

    Full Text Available Job stress can be caused by organizational factors and non-organizational factors. In the organizational factor, the dimensions of organizational design affect the job-stress level. This happens because the organizational design determines how the organization or company will run its process. One of the non-organizational factors that cause stress is the personality type of the employees. This research will be examined the variables of organizational design and the personality type which affect the employee's stress level in the company. It suggests that employees' perception to the dimensions of organizational design significantly and positively affect the level of employees' work stress along with their personality type. In this case, those dimensions are formalization-authority, specialization, environment, work load-type of work, centralization-number of workers. The personality type is only considered as minor factor. Abstract in Bahasa Indonesia : Stres kerja dapat disebabkan oleh faktor-faktor organisasional maupun faktor-faktor non organisasional. Dimensi-dimensi disain organisasi memberikan pengaruh terhadap tingkat stres kerja. Hal ini terjadi disebabkan karena disain organisasi yang menentukan bagaimana sutau organisasi atau perusahaan menjalankan prosesnya. Salah satu faktor non organisasional yang dapat menyebabkan stres ialah tipe kepribadian dari karyawan. Di dalam penelitian ini akan diuji variabel-variabel disain organisasional dan tipe kepribadian yang mempengaruhi tingkat stres kerja karyawan di dalam perusahaan. Penelitian menyimpulkan bahwa persepsi karyawan terhadap dimensi-dimensi disain organisasional dan tipe kepribadiannya secara signifikan dan positif mempegaruhi tingkat stres kerja karyawan. Dalam hal ini, beberapa dimensi tersebut ialah formalisasi-wewenang, spesialisasi, lingkungan, beban kerja-tipe pekerjaan, sentralisasi-jumlah pekerja. Sementara itu tipe kepribadian merupakan faktor yang minor. Kata kunci: disain

  10. Pengaruh Trust Terhadap Berbagi Pengetahuan Melalui Mediasi Komitmen Organisasi pada Dosen Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ery Faisal Badar

    2017-08-01

    Full Text Available Berbagi pengetahuan merupakan hal dasar dalam sebuah organisasi baik orgnasasi bisnis maupun pendidikan seperti pada Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi adalah organisasi pendidikan dimana knowledge (pengetahuan banyak diciptakan dan digunakan secara terus menerus dan berkesinambungan. Berbagi pengetahuan tidak hanya dosen kepada mahasiswa tetapi juga kepada sesama kolega. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dosen dalam berbagi pengetahuan. Dosen sebagai salah satu sumber daya Perguruan Tinggi, memilik dua jenis pengetahuan yaitu explicit knowledge (data maupun dokumen dan juga tacit knowledge (pengetahuan yang bersifat subjektif serta berbasis pengalaman. Dua jenis pengetahuan ini merupakan aset penting dalam organisasi yang harus dikomunikasikan antar individu ataupun organisasi. Hal ini dimaksud agar proses berbagi pengetahuan (knowledge sharing berjalan baik untuk mendukung berbagai keputusan.  Penciptaan knowledge dalam sebuah organisasi tercapai melalui pemahaman terhadap hubungan proses mengubah tacit knowledge yang ada menjadi pengetahuan yang mudah dikomunikasikan dan mudah didokumentasikan, serta melalui desain proses sosial dengan mengalihkan tacit knowledge ke dalam explicit knowledge untuk menciptakan sebuah knowledge baru.Kegiatan berbagi pengetahuan di dalam sebuah organisasi pendidikan seperti Perguruan Tinggi dipengaruhi oleh beberapa hal seperti trust dan komitmen organisasi. Trust dan komitmen organisasi mempengaruhi sejauh mana dosen akan berbagi pengetahuan sesama koleganya. Semakin tinggi trust antara dosen danrekan kerja serta komitmen organisasi dalam sebuah organisasi pendidikan, maka akan terdapat kecenderungan yangsangat besar bagi mereka untuk melakukan berbagi pengetahuan. Penelitian ini didasari oleh teori Hoff dan Weenan (2004 untuk berbagi pengetahuan, McAllister (1995 untuk trust, dan Meyer dan Allen (1997 untuk komitmen organisasi.   Kata kunci : Berbagi Pengetahuan, Komitmen Organisasi, dan

  11. Pemodelan Sistem Informasi Untuk Mengukur Kualitas Kinerja Perguruan Tinggi dengan Pendekatan Balanced Scorecard dan Blue Ocean Strategy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herlinah Baharuddin

    2016-01-01

    Full Text Available Semakin tingginya persaingan saat ini, khususnya perguruan tinggi bidang pendidikan, memunculkan kebutuhan strategi bisnis untuk bertahan. Pemodelan Sistem Informasi dengan pendekatan Balanced Scorecardkini merupakan salah satu tujuan dalam pencapaian pengukuran hasil kinerja untuk mencapai sasaran perguruan tinggi serta menciptakan inovasi solusi dengan menerapkan Blue Ocean sehingga selaras dengan strategi bisnis yang dijalankan. Pemodelan sistem informasi yang akan dibahas adalah menggunakan strategi bisnis Balanced Scorecard (BSC diintegrasikan dengan Blue Ocean Strategy (BOS. Dengan sifat-sifat pada BSC dan BOS, model ini menjawab kebutuhan Strategi Sistem Informasi pada perguruan tinggi yang berkarakteristik dinamis, inovatif, dan tingkat persaingan tinggi dengan hasil pencapaian kinerja yang terukur. Pemodelan sistem informasi diimplementasikan pada Universitas Pancasakti Makassar. Hasil menunjukkan komponen-komponen perguruan tinggi yang dipetakan ke dalam 4 perspektif BSC, yaitu perspektif pelanggan, finansial, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan dan kanvas strategi serta kerangka kerja 4 langkah pada BOS yaitu kurangi-tingkatkan-hapus-ciptakan. Hasil penelitian berupa pengukuran penilaian kinerja dengan program aplikasi berbasis web, yang merupakan bagian dari sistem informasi management perguruan tinggi. Sistem ini memberikan informasi kepada seluruh anggota yang terkait tentang kualitas kinerja. Kata kunci : Balanced Scorecard(BSC; Kualitas kinerja; Blue ocean strategy(BOS; Web; Perguruan tinggi

  12. Perbedaan Kadar Kolesterol Total Dan Trigliserida Pada Wanita Vegetarian Tipe Vegan Dan Non-vegan

    OpenAIRE

    Pamungkas, Mira Rizky; Margawati, Ani

    2013-01-01

    Latar Belakang : Wanita vegetarian non-vegan berisiko memiliki kadar kolesterol total dan trigliserida yang tinggi dibandingkan dengan vegan. Hal tersebut berkaitan dengan vegetarian non-vegan masih mengkonsumsi produk hewani antara lain susu, telur dan produk olahannya. Selain itu, faktor usia, lama menjadi vegetarian, indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Metode : Desain penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif kualitatif. Jum...

  13. Korelasi Kadar Magnesium Serum dengan Albuminuria pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Juli Edi Tarigan

    2015-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran magnesium pada nefropati diabetes dan mendapatkan proporsi albuminuria pada pasien DM tipe 2 dengan hipomagnesemia dan magnesium normal serta mendapatkan korelasi kadar Mg dengan albuminuria. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan consecutive sampling pada pasien DM tipe 2 yang terdiagnosis nefropati diabetes di Poliklinik Diabetes RSCM pada bulan Maret-Juni 2014. Dilakukan anamnesis faktor risiko, pemeriksaan fisik, kadar magnesium, albumine creatinine ratio dan A1C. Terdapat 38 subjek yang diikutsertakan dalam penelitian yang sebagian besar berusia lebih 50 tahun dan memiliki kontrol glikemik yang buruk (81,6%. Pada subjek penelitian yang memiliki kadar Mg<1,7 mg/dl 80% mengalami albuminuria, sedangkan pada subjek yang memiliki kadar Mg ≥ 1,7 mg/ dl sebanyak 63,6% mengalami albuminuria. Didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,006 yang menunjukkan hubungan yang lemah antara kadar magnesium dalam darah dengan albuminuria. Disimpulkan tidak terdapat korelasi antara kadar magnesium dengan derajat albuminuria. Kata kunci: kadar magnesium, albuminuria, diabetes melitus tipe 2   Correlation between Magnesium Level and Albuminuria in Patients with Type 2 Diabetes Abstract The purposes of this study are to know: the role of magnesium in diabetic nephropathy, the proportion of albuminuria in type 2 DM with hypomagnesemia and normal magnesium level, and correlation between magnesium level and albuminuria. This cross-sectional study was done in Diabetes Clinic RSCM from March to June 2014 with consecutive sampling for type 2 DM patients who had been diagnosed with diabetic nephropathy. History taking, physical exam, albumin creatinine ratio test, and A1c level were done. Thirty eight subjects included in this study were mostly more than 50 years old and had poor glycemic control (81,6%. 80% of subjects with Mg level < 1.7 mg/dl experienced albuminuria and 63.6% of subjects with Mg level

  14. Perancangan Alat Ukur Digital untuk Tinggi dan Berat Badan dengan Output Suara berbasis Arduino UNO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MUHAMMAD AFDALI

    2018-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Alat pengukur tinggi badan dan penimbang berat badan yang sekaligus memberikan informasi berat badan ideal akan sangat bermanfaat bagi para pengguna. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, dirancang dan direalisasikan suatu alat ukur yang sekaligus dapat mengukur tinggi badan dan berat badan serta memberikan informasi ideal atau tidaknya berat badan yang terukur. Alat ukur ini menggunakan Arduino Uno sebagai otaknya, sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan, dan sensor strain gauge untuk mengukur berat badan. Data dari kedua sensor tersebut diolah oleh Arduino untuk mendapatkan indeks massa tubuh (IMT dan berat badan ideal (BBI. Nilai tinggi badan, berat badan, dan berat badan ideal akan ditampilkan pada LCD. Selanjutnya, informasi suara menyangkut kondisi berat badan yaitu ideal, gemuk, atau kurus akan dikeluarkan oleh speaker. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data maka diperoleh nilai persentase keberhasilan rata-rata pada pengukuran tinggi badan adalah 96,80% dan pada pengukuran berat badan adalah 99,04%. Sedangkan tingkat keberhasilan penampilan informasi suara adalah 95%. Kata kunci: Alat ukur digital, tinggi badan, beratbadan, Arduino, output suara. ABSTRACT An instument for measuring height and weight while providing information ideal weight for users will be very helpful. Therefore, in this study, it was designed and realized a measuring instrument which can simultaneously measure the height and weight as well as providing the ideal information whether or not the weight measured. This instrument uses an Arduino Uno as the brain, the ultrasonic sensor to measure the height and strain gauge sensor for measuring weight. Data from the sensors is processed by the Arduino to get a body mass index and ideal weight. The values of height, weight, and ideal weights will display on LCD. Furthermore, voice information regarding the ideal conditions of weight, namely ideal, fat, or thin will be emitted by a speaker. Based on test

  15. Rancang Bangun Pengering Surya Tipe Bak Untuk Biji Kopi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Syah

    2016-04-01

    Abstract. The main aim of this study was to design and develop hybrid dryer in which heat sources are coming from coffee husks furnace and solar collectors used for coffee beans drying. We also tested its performance and calculated the energy consumption produced and total costs required to perform coffee beans drying. The study consisted of three stages; (1 structural and functional design of drying chamber, furnace and solar collector, (2 dryer construction and development, (3 functional test. The overall results of this study showed that solar collector was effectively working properly during the ten days drying. Yet, this developed dryer is still heavily influenced by the weather, and thus the use of biomass as an energy supplement is needed. The average air temperature produced by the dryer ranges between 36.2 oC to 48.6 oC, while the relative humidity (RH ranging from 43.6% -72.6%.

  16. Distribution of polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) in surface sediments of Pulau Tinggi, Johor

    Science.gov (United States)

    Razak, Ezzati Sulhi Abdul; Halim, Izzyan Syazwani Abdul; Ali, Masni Mohd

    2016-11-01

    Surface sediments samples were collected at 11 stations around the Pulau Tinggi, Johor in September 2015. A total of 15 PAHs were determined and quantified by gas chromatography coupled with mass spectrometry (GC-MS). The total PAH concentrations of surface sediments from Pulau Tinggi ranged from 39.61 ng/g to 149.2 ng/g and they were classified as being in low to moderate pollution range. Individual PAH analysis showed that two and three rings PAHs were the most frequently detected isomers and accounted for 22 - 46% of the total PAH concentrations. The sources of PAHs were evaluated by employing diagnostic ratiosof specific PAH compounds.PAH ratios analysis showed a prevalence of pyrogenic PAH origin at most of the stations with exception of only a few stations.

  17. PROFIL KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA BERMOTIVASI BELAJAR TINGGI BERDASARKAN IDEAL PROBLEM SOLVING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Himmatul Ulya

    2016-08-01

    Full Text Available Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika perlu dikaji guru. Keberagaman tingkat motivasi belajar siswa menyebabkan pembelajaran di kelas belum terlaksana maksimal, sehingga mempengaruhi proses pemecahan masalah matematikanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa bermotivasi belajar tinggi. Motivasi belajar ditentukan menggunakan angket. Subjek penelitian ini adalah dua siswa yang memiliki motivasi tinggi. Siswa diberi tes pemecahan masalah dan diwawancarai untuk memperoleh keabsahan data. Kemampuan pemecahan masalah subjek penelitian tergolong baik. Sebagian besar indikator pemecahan masalah dapat dipenuhi dengan baik. Subjek dapat mengidentifikasi masalah tetapi belum mampu menuliskan informasi esensial secara ringkas. Subjek dapat mendefinisikan tujuan dengan menuliskan hal yang ditanyakan. Subjek dapat menggali solusi dengan menuliskan rencana pemecahan masalah serta rumus yang digunakan. Subjek dapat melaksanakan strategi sampai dengan mengkomunikasikan simpulan tetapi menemui kendala untuk menuliskan penyelesaian dalam bahasa matematika. Subjek belum mampu melakukan pengecekan hasil pemecahan masalah dan belum mampu menyusun penyelesaian dengan langkah yang berbeda.

  18. Wayang Potehi Tiongkok Di Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara: Analisis Pertunjukan Dan Teks

    OpenAIRE

    Harahap, Ade Ima Melati

    2016-01-01

    Chinese Puppet Theatre in Tebing Tinggi City: Performance and Text of Presenting Analysis.This research reviews two aspect in Chinese Puppet Performance.There are is perfomance and text. To analyze, the writer used Performance and Linguistik Systemic Functional (LSF) theory. The background of this paper is because the glove puppet know is wayang potehi, originated from Fujian, was originally in Hokkian dialect and performed Chinese legend. In is journay, Potehi used Low Malay language which b...

  19. KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN MODEL INVESTIGASI KELOMPOK DAN MODEL STAD BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK KELAS VII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Pujianto

    2015-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan pembelajaran keterampilan menulis cerpen dengan model investigasi kelompok dan model STAD berdasarkan tipe kepribadian peserta didik kelas VII. Keterampilan menulis cerpen membutuhkan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran. Melalui keterampilan menulis cerpen siswa dapat berkreasi untuk mengemukakan ide atau gagasan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Ide atau gagasan juga berpengaruh terhadap hasil dalam menulis cerpen. Selain itu, pengetahuan tentang cerpen juga penting dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen. Siswa perlu berpikir kritis untuk memunculkan ide atau gagasan yang menarik dan untuk pemahaman mengenai unsur-unsur cerpen. Tipe kepribadian yang berbeda juga perlu membutuhkan cara pengajaran yang berbeda. Oleh karena itu, dibutuhkan model pembelajaran yang cocok. Model pembelajaran yang dipilih adalah model investigasi kelompok dan model STAD.

  20. Land Exploration Study and Water Quality Changes in Tanah Tinggi Lojing, Kelantan, Malaysia

    International Nuclear Information System (INIS)

    Wan Adi Yusoff; Mokhtar Jaafar; Mohd Khairul Amri Kamarudin; Mohd Khairul Amri Kamarudin; Mohd Ekhwan Toriman; Mohd Ekhwan Toriman

    2015-01-01

    Land exploration activities in the highlands areas without mitigation can give more impact on the environment health in the river basin. Tanah Tinggi Lojing Gua Musang is one of the commercial areas developed for agricultural activities. Sungai Belatop is one of the affected river at Tanah Tinggi Lojing. This article was conducted to investigate the relationship of land development and water quality changes in the Belatop river basin.The study was conducted by analyzing data from the Department of Environment starts from February to October 2012. The results indicated the development of land exploration activities in the Tanah Tinggi Lojing area has affected on water quality parameters in the area. Where, the suspended sediment (SS) is high with 1161 mg/L, turbidity value is 991 (NTU) and this parameters is increasing on the rainy season impacted from surface erosion and surface runoff at land is not covered. Magnisium content also has increased from 0.66 mg/L to 1.38 mg/L. The high content magnesium result is from fertilizers used in agricultural activities in the study area. Chemical fertilizers content excessive causes the contents of calcium (Ca) high (3.18 mg/L). Ferum content in the water has also exceeded (0.3 mg/L), in Class IIA/B and Class III by WQI. Therefore, some recommendations is proposed to reduce and solving this problem. (author)

  1. Phrasal alternation in the Pondok Tinggi dialect of Kerinci; An intergenerational analysis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E. Ernanda

    2015-07-01

    Full Text Available This paper examines the implications of language contact in a Malay sub-variety known as Pondok Tinggi, spoken in Sumatra. My focus is on the grammatical phenomenon of phrasal alternation. Phrasal alternation is characterized by the presence of two distinct forms for nearly all lexical items, whose final syllables differ in shape. These are termed absolute and oblique (Steinhauer and Usman 1978: 485. The intergenerational transmission of this uncommon feature offers a way to measure the degree of contact-induced language change in Pondok Tinggi. An experiment was conducted to elicit the usage of the absolute and the oblique forms in order to find out how the distribution of phrasal alternation has changed within the last two generations. I reveal a grammatical simplification caused by contact between Pondok Tinggi and Bahasa Indonesia, a related Malayic variety serving as Indonesia’s prestigious official language. This adds a dimension of loss of local linguistic diversity to more familiar tropes of the national success of Bahasa Indonesia.

  2. PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT PADA MATERI GERAK PARABOLA DAN GERAK MELINGKAR MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wari Prastiti

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar fisika  materi gerak parabola dan gerak melingkar siswa kelas XI IPA1SMA Negeri 5 Metro Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT melalui kegiatan Lesson Study. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap plan kemudian dilanjutkan do dan see/refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA1SMA Negeri 5 Metro Tahun Pelajaran 2014/2015. Data diperoleh melalui observasi menggunakan lembar observasi aktivitas belajar dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa XI IPA1 SMA Negeri 5 Metro Tahun Pelajaran 2014/2015 . Hal ini terlihat dari hasil siklus I dan siklus II terjadi peningkatan aktivitas belajar pada tiap indikator aktivitas belajar yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar fisika  materi gerak parabola dan gerak melingkar siswa kelas XI IPA1SMA Negeri 5 Metro Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT melalui kegiatan Lesson Study. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap plan kemudian dilanjutkan do dan see/refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA1SMA Negeri 5 Metro Tahun Pelajaran 2014/2015. Data diperoleh melalui observasi menggunakan lembar observasi aktivitas belajar dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa XI IPA1 SMA Negeri 5 Metro Tahun Pelajaran 2014/2015 . Hal ini terlihat dari hasil siklus

  3. Hubungan Antara Dislipidemia Dengan Status Penyakit Arteri Perifer (Pap) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol Sedang

    OpenAIRE

    Aryani, Eka; Nugroho HS, K. Heri; Margawati, Ani

    2016-01-01

    Latar Belakang: Penyakit arteri perifer adalah gangguan suplai darah ke ekstremitas atas atau bawah karena obstruksi yang disebabkan aterosklerosis. Pasien PAP memiliki risiko yang lebih besar terhadap kematian akibat stroke, infark miokard dan serangan jantung. Diabetes melitus dan dislipidemia merupakan faktor risiko PAP yang sering ditemukan. Belum terdapat penelitian mengenai hubungan dislipidemia dengan status PAP pada pasien DM tipe II terkontrol sedang.Tujuan: Membuktikan hubungan anta...

  4. Pengaruh Pendekatan Cooperative Learning Tipe (TPS Think, Pair, and Share Terhadap Hasil Belajar PKn di Sekolah Dasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulistyani Puteri Ramadhani

    2017-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan cooperative learning tipe think, pair, and share terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kebon Baru 10 Pagi dengan sampel penelitian siswa kelas V pada semester II tahun pelajaran 2016-2017. Sampel penelitian menggunakan teknik Simple Random Sampling. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar tes yang dilakukan setelah materi pembelajaran diberikan lembar tes untuk mengetahui hasil belajar PKn siswa, yang sebelumnya telah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas dengan justifikasi ahli dan dianalisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Hasil pengujian normalitas menunjukan bahwa kedua kelas berdistribusi normal. Hasil pengujian homogenitas menunjukan bahwa kedua kelas tersebut homogen. Setelah dilakukan uji persyaratan analisis, maka dilakukan uji hipotesis dengan perhitungan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t maka hipotesis nol (Ho ditolak dan hipotesis kerja (H1 diterima. Dari perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan cooperative learning tipe think, pair, and share berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas V sekolah dasar. Implikasi hasil penelitian ini adalah penggunaan pendekatan cooperative learning tipe think, pair, and share pada pembelajaran PKn dapat  diterapkan guru agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

  5. PENGARUH DIET TINGGI MINYAK KELAPA DAN MINYAK SAWIT TERHADAP PROFIL LEMAK DARAH TIKUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susila Sastri

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakProfil lemak darah ikut ditentukan oleh jenis dan proporsi asam lemak dalam minyaksawit dan minyak kelapa yang dikonsumsi. Kandungan asam lemak tak jenuh (ALTJ danasam lemak jenuh (ALJ dalam minyak sawit hampir sama banyak, sedangkan minyakkelapa kaya akan asam lemak jenuh rantai sedang (ALJRS yang mudah dirubah menjadienergi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh diet tinggi minyak sawitdan minyak kelapa terhadap profil lemak darah tikus putih jantan galur Wistar. Penelitiandilakukan melalui pemberian diet tinggi minyak sawit (DMS dan diet tinggi minyak kelapa(DMK terhadap tikus jantan Wistar putih selama 8 minggu adlibitum. Profil lemak darah diukurdengan spektrofotometer. Data diolah secara non-parametrik dengan p<0,05. Hasil penelitianmenunjukkan DMS dan DMK meningkatkan profil lemak darah bermakna dibandingkan kontrol.Kelompok DMK meningkatkan dengan bermakna kolesterol total (p=0,047, HDL-kolesterol(p=0,009 dan rasio HDL-kolesterol/kolesterol total (p=0,009. Kelompok DMS meningkatkantrigliserida (p=0,076 tetapi tidak bermakna, sedangkan fraksi non-HDL-kolesterol meningkatbermakna (p=0,009. Diet tinggi minyak kelapa pada tikus meningkatkan kadar kolesteroltotal dan HDL-kolesterol, sedangkan diet tinggi minyak sawit meningkatkan fraksi non-HDLkolesterol.AbstractBlood lipid profiles were determined by the types and proportion of fatty acids contained bycoconut and palm oil which is consumed. The proportion of unsaturated fatty acids (UFA andsaturated fatty acids of palm oil is almost balanced, while coconut oil is rich with medium chainsaturated fatty acids (MCSFA, which is easily converted into energy. This study determinedthe effect of consumption of palm oil and coconut oil on blood lipid profiles of male white Wistarrats. This was an experimental study. High palm oil and coconut oil diet were given to male whiteWistar rats ad libitum for eight weeks. Blood lipid profiles were measured by spectrofotometer.The data

  6. PENGARUH E-SCAFFOLDING DALAM THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DINAMIKA PARTIKEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Fauzul Albab

    2016-01-01

    Full Text Available Abstract: This study aimed to examine the effect of e-learning based Think Pair Share cooperative learning model toward higher order thinking skills of students. This study was conducted at SMAN 1 Jember for X grade students and used factorial design. Two experimental groups (TPS with E-Scaffolding and TPS with scaffolding were compared with a control group (TPS. This research was carried out to 180 students. The results showed that there is a difference in high-order thinking skills among groups of students who take the e-scaffolding in the TPS, scaffolding in TPS, and TPS learning; there is a difference in high-order thinking skills among groups of students with different prior knowledge levels; and there is no interactional effect among e-scaffolding in TPS, scaffolding in TPS and TPS strategy and the student’s prior knowledge on high order thinking skills. Key words: e-scaffolding, think pair share, high order thinking, prior knowledge.                                                                                     Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran berbasis e-learning yang terintegrasi dalam model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS dalam bentuk E-Scaffolding terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Jember untuk siswa kelas X ini dengan menggunakan rancangan faktorial. Dua kelompok eksperimen (TPS dengan E-Scaffolding dan TPS dengan Scaffolding dibandingkan dengan sebuah kelompok kontrol (TPS. Penelitian dilaksanakan terhadap sampel sebanyak 180 siswa yang dipilih secara acak kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran e-scaffolding dalam TPS dengan pembelajaran scaffolding dalam TPS maupun siswa dengan pembelajaran TPS; terdapat perbedaan kemampuan berpikir

  7. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, SATISFACTION DENGAN STRATEGI ACTIVE LEARNING TIPE INDEX CARD MATCH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK SISWA SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frasticha Frasticha

    2016-08-01

    Full Text Available Pemecahan masalah merupakan kegiatan matematika yang sulit baik dalam mempelajari maupun mengajarkannya, sehingga diperlukan adanya suatu model pembelajaran yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu model pembelajaran ARIAS dengan strategi active learning tipe ICM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1 model pembelajaran ARIAS dengan strategi active learning tipe ICM berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMA; (2 Sikap siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran ARIAS dengan strategi active learning tipe ICM. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 dengan jumlah 38 siswa sebagai kelas kontrol dan XI IPA 2 dengan jumlah 39 siswa sebagai kelas eksperimen di SMAN 19 Kabupaten Tangerang pada tahun ajaran 2015-2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan adalah desain kuasi eksperimen dengan bentuk Nonequivalent Control Group serta Cluster Sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS Statistics Version 22. Hasil penelitian :(1 model pembelajaran ARIAS dengan strategi active learning tipe ICM berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMA dan memberikan pengaruh yang positif; (2 sikap siswa positif terhadap model pembelajaran ARIAS dengan strategi active learning tipe ICM. Kata Kunci: Assurance Relevance Interest Assessment Satisfaction, Index Card Match, Kemampuan Pemecahan Masalah

  8. The pro-apoptotic effects of TIPE2 on AA rat fibroblast-like synoviocytes via regulation of the DR5–caspase–NF-κB pathway in vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shi C

    2016-02-01

    Full Text Available Chunyan Shi,1,2,* Shifeng Zhang,1,3,* Shifu Hong,1 Jinglong Pang,1 Yeletai Yesibulati,1 Ping Yin,4 Guohong Zhuang1 1Organ Transplantation Institute, Anti-Cancer Research Center, Medical College, Xiamen University, Xiamen, Fujian, 2The Department of Oncology, Jiujiang No.1 People’s Hospital, Jiujiang, Jiangxi City, 3Division of Gastroenterology Surgery, Zhongshan Hospital, Gastroenterology Institute of Xiamen University, Gastroenterology Center of Xiamen, 4The Department of Pathology, Zhongshan Hospital, Xiamen University, Xiamen, Fujian, People’s Republic of China *These authors contributed equally to this work Abstract: TIPE2, also known as TNFAIP8L2, a member of the tumor necrosis factor- alpha-induced protein-8 (TNFAIP8 family, is known as an inhibitor in inflammation and cancer, and its overexpression induces cell death. We examined the role of TIPE2 with respect to adjuvant arthritis (AA-associated pathogenesis by analyzing the TIPE2 regulation of death receptor (DR5-mediated apoptosis in vitro. The results showed that TIPE2 was detected in normal fibroblast-like synoviocytes (FLSs, but scarcely observed in AA-FLSs. Therefore, recombinant MIGR1/TIPE2+/+ and control MIGR1 lentivirus vectors were transfected to AA-FLSs, which were denoted as TIPE2+/+-FLSs and MIGR1-FLSs, respectively. Our results showed that TIPE2+/+-FLSs were highly susceptible to ZF1-mediated apoptosis, and ZF1 was our own purification of an anti-DR5 single chain variable fragment antibody. Under the presence of TIPE2, the expression of DR5 was significantly increased compared with that of the MIGR1-FLS group. In contrast, the level of phosphorylated nuclear factor-kappa B (pNF-κB was lower in the TIPE2+/+-FLS group treated with ZF1, whereas the activity of caspase was higher. Moreover, the rate of apoptosis in the TIPE2+/+-FLS group, which was pretreated with caspase inhibitor Z-VAD-FMK, was significantly decreased. In contrast, the apoptosis occurrence in the MIGR1

  9. Flood Zoning Simulation by HEC-RAS Model (Case Study: Johor River-Kota Tinggi Region)

    OpenAIRE

    ShahiriParsa, Ahmad; Heydari, Mohammad; Sadeghian, Mohammad Sadegh; Moharrampour, Mahdi

    2015-01-01

    Flooding of rivers has caused many human and financial losses. Hence, studies and research on the nature of the river is inevitable.However, the behavior of rivers hasmany complexities and in this respect, computer models are efficient tools in order to study and simulate the behavior of rivers with the least possible cost. In this paper, one-dimensional model HEC-RAS was used to simulate the flood zoning in the Kota Tinggi district in Johor state. Implementation processes of the zoning on ca...

  10. Kualitas Pengeringan Kayu Mahoni pada Berbagai Variasi Kerapatan Incising dengan Dua Skedul Pengeringan Suhu tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tomy Listyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi variasi kerapatan incising dan dua skedul pengeringan terhadap kecepatan dan cacat-cacat pengeringan kayu mahoni, serta mengetahui pengaruh variasi kerapatan incising terhadap kekuatan lengkung statik kayu mahoni yang telah dikeringkan. Tiga pohon mahoni (Swietenia mahagony berdiameter 300-350 mm ditebang dan selanjutnya dibelah dan dibuat menjadi balok dengan ukuran 60 mm × 100 mm dengan panjang 500 mm untuk dijadikan sampel pengeringan. Di antara masing-masing bagian tersebut, dibuat sampel ukuran 20 mm × 20 mm × 25 mm, yang digunakan untuk penentu kadar air awal dan distribusinya. Sampel pengeringan selanjutnya dibagi menjadi 5 variasi kerapatan incising, yaitu 0 lubang/m2 (tanpa incising, 1000 lubang/m2, 2000 lubang/m2, 3000 lubang/m2, dan 4000 lubang/m2. Setiap variasi kerapatan incising selanjutnya akan dikeringkan dengan 2 skedul pengeringan, yaitu suhu pengeringan 100°C sampai tercapai kadar air akhir 12% dan suhu 60°C pada 8 jam pertama dan selanjutnya dilanjutkan 100°C, sampai tercapai kadar air akhir 12%. Paramater yang diamati adalah kecepatan pengeringan, cacat retak permukaan, dan distribusi kadar air akhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerapatan incising 3000-4000 lubang/m2 memberikan pengaruh yang cukup nyata di dalam mempercepat proses pengeringan dan distribusi kadar air akhir. Skedul pengeringan dan variasi kerapatan incising tidak berpengaruh pada retak permukaan. Pra perlakuan incising sampai batas 4000 lubang/m2 ini dapat diterapkan untuk mempercepat proses pengeringan dengan penurunan nilai modulus elastisitas dan modulus patah yang tidak berbeda nyata. Kata kunci: incising, pengeringan suhu tinggi, mahoni, lengkung statik, skedul pengeringan   Drying Quality of Mahoni Wood in Various Incising Densities and Two High Temperature-Drying Schedules Abstract The aims of this research were to investigate the effects of interaction

  11. Dukungan Keluarga pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dalam Menjalankan Self-Management Diabetes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sisca Damayanti

    2017-08-01

    Full Text Available Penyakit diabetes melitus tipe 2 (DMT2 memerlukan pengontrolan untuk meminimalisir komplikasi melalui penerapan self-managementyang baik. Efektifitas penerapan self-managementdipengaruhi banyak faktor salah satunya dukungan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan sosial yang paling dekat dengan pasien DM sehingga diharapkan dapat membantu, mengontrol dan membentuk perilaku pasien DM termasuk dalam hal ini perilaku self-management. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang ini bertujuan untuk menggali dukungan keluarga dalam konteks pasien DM di Indonesia. Sebanyak 78 responden dilibatkan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode concecutive sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan instrumen yang di modifikasi dari The Diabetes Social Support Questionnaire-Family Version (DSSQ-Family dengan skor Alpha Cronbach 0,973 dan korelasi inter-item0.386-0.859. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif, dan dukungan keluarga dikategorikan menjadi favorable(bila skor total individu > nilai mean kelompok 69,62. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah responden (55,1% melaporkan dukungan keluarga favorable. Dari analisis domain dukungan keluarga, dimensi dukungan lingkungan sosial secara umum menunjukkan persentase terendah (48,71% dibandingkan domain dukungan keluarga yang lainnya. Dengan demikian menjadi penting bagi perawat untuk meningkatkan keterlibatan keluarga dalam perawatan DMT2 serta meningkatkan aspek dukungan lingkungan sosial.

  12. INTRODUKSI GEN METALLOTHIONEIN TIPE II KE DALAM RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulia Fajriah

    2014-12-01

    Full Text Available Kappaphycus alvarezii adalah jenis alga merah yang memproduksi kappa karagenan yang sangat penting untuk industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Untuk meningkatkan produksi, diperlukan ketersediaan bahan baku yang baik. Salah satu yang memengaruhi ketersediaan bahan baku adalah kondisi ingkungan perairan untuk budidaya. Metallothionein (MT adalah protein yang memiliki kemampuan untuk mengikat ion logam seperti Cd, Zn, dan Cu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengintroduksi gen Metallothionein Tipe II (MaMt2 ke dalam genom K. alvarezii menggunakan Agrobacterium tumefaciens. Talus rumput laut diinokulasi dengan A. tumefaciens mengandung plasmid pIG6-SMt2 yang membawa gen MaMt2, selanjutnya dilakukan seleksi bertingkat menggunakan higromisin 10 mg/L dan 20 mg/L. Hasil efisiensi transformasi yang diperoleh adalah 27,4%, efisiensi regenerasi tunas transgenik adalah 27,6%. Analisis molekuler dengan PCR menunjukkan bahwa 13 tunas transgenik mengandung gen MaMt2. Tunas transgenik putatif ditumbuhkan hingga menjadi talus baru dan dapat dilakukan uji tantang pada penelitian selanjutnya.

  13. USAHA PENURUNAN PERSENTASE CACAT RING PISTON TIPE 4JA1 PADA PROSES HABANAKASHI MESIN BESLY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E.V. Yuliana Wibisono

    2007-01-01

    Full Text Available One of the programs that can be used to improve the quality is Six Sigma program using DMAIC method. The research is performed at PT Baninusa Indonesia (PT. BN producing the 2nd type of 4JA1 piston ring. The program is implemented to decrease the defect proportion The production process performance and the problem priority are known from the CTQ itself. The fish bone diagram is used to determine the causes of the problem. The improvement is performed by determination of the best process parameter through the fullfactorial experiment design. The result is significantly decrease defect proportion by 2.682%. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu program peningkatan kualitas yang dapat mengakomodasi tuntutan peningkatan kualitas adalah program Six Sigma dengan menggunakan metode DMAIC. Penelitian dilakukan pada PT.Baninusa Indonesia (PT.BN, salah satu perusahaan yang memproduksi produk ring piston tipe 4JA1 jenis 2nd ring. Program digunakan untuk menurunkan persentase cacat produk. Dari CTQ yang ada dapat diketahui kinerja proses produksi saat ini dan prioritas permasalahan. Fish bone diagram digunakan untuk akar penyebab masalah Tindakan perbaikan yang dipilih adalah menentukan parameter proses terbaik dengan menggunakan metode eksperimen full factorial. Hasil penerapan parameter proses tersebut menunjukkan pengurangan yang signifikan terhadap persentase cacat sebesar 2,682%. Kata kunci: metoda six sigma, DMAIC, perbaikan kualitas, karakteristik kualitas kritis, diagram fish bone.

  14. MODEL WORK-BASED LEARNING SEBAGAI KEMITRAAN UNTUK PERSIAPAN LULUSAN PERGURUAN TINGGI MEMASUKI DUNIA KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Haris Indrakusuma

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah Pola kemitraan work based learning di Perguruan Tinggi dan Kemitraannya dengan dunia kerja dalam melaksanakan pembelajaran work based learning sehingga menghasilkan lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini diharapkan bisa mewakili bahwa penerapan model work-based learning di Perguruan Tinggi memang sangat perlu dikembangkan karena merupakan bekal untuk menciptakan lulusan yang sudah punya kesiapan dalam memasuki dunia kerja. Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi. peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Peneliti menggunakan obserasi, wawancara, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analysis Interactive Model dari Miles dan Huberman yang membagi kegiatan analisis menjadi beberapa bagian yaitu: pengumpulan data, pengelompokan menurut variabel, reduksi data, penyajian data, memisahkan outlier data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Berdasarkan analisis deskriptif menunjukan bahwa magang dalam konteks work-based learning sudah berjalan sesuai dengan karakteristik work-based learning. Dapat dilihat dalam persiapan magang (pembekalan berupa sosialisasi kepada pebelajar, sehingga pebelajar menyadari akan pentingnya magang sebagai bekal pengalaman masuk ke dalam dunia industri yang merupakan dunia kerja nyata. Keseriusan menjalankan magang terlihat mulai dari monitoring pebelajar yang dijalakan secara maksimal. Evaluasi magang sebagai umpan balik untuk magang yang telah dijalankan (feedback dan memberikan informasi yang diperlukan untuk menjalankan magang dimasa yang akan datang (feedforward sudah dilaksanakan meskipun belum maksimal dilaksanakan, mulai dari tes wawancara hingga presentasi.

  15. KONSEKUENSI ENERGI AKIBAT PEMAKAIAN BIDANG KACA PADA BANGUNAN TINGGI DI DAERAH TROPIS LEMBAB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anik Juniwati Santoso

    2005-01-01

    Full Text Available Glazing elemen of the high-rise building plays an importan role in determining energy performance of the building . Apart from aesthetic consideration, glazing provides view outside and allows internal spaces to be lit naturally. In tropical climate, however, this can be disadvantage as it brings heat inside. Using computer simulation, the present study invitigates these two conctradictory function in terms of energi consumption in four cases of high-rise building in Surabaya. It appears from the study that provision of thermally good glazing contributes more in energy saving than that of glazing for daylighting. Abstract in Bahasa Indonesia : Bidang kaca sebagai elemen fasad bangunan tinggi ikut menentukan karakter arsitektur dan kinerja energi sebuah bangunan. Bidang kaca disamping diperlukan untuk penyediaan pemandangan juga untuk untuk penerangan alami. Fungsi yang disebut terakhir sering kali disertai oleh peningkatan panas pada bangunan, khususnya di daerah beriklim tropis lembab. Penyelidikan konsekuensi energi akibat bidang kaca ini dilakukan dengan simulasi komputer pada empat bangunan bertingkat di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghematan energi dengan jalan peningkatan kemampuan termal kaca lebih besar dibanding dengan peningkatan kemampuan untuk pencahayaan almi. Kata kunci: bangunan tinggi, bidang kaca, energi, iklim tropis lembab.

  16. Prevalence and factors related to smoking among secondary school students in Kota Tinggi District, Johor, Malaysia.

    Science.gov (United States)

    Lim, K H; Amal, N M; Hanjeet, K; Mashod, M Y; Wan Rozita, W M; Sumarni, M G; Hadzrik, N O

    2006-06-01

    Smoking among adolescent is a public health concern in Malaysia. Multiple studies on smoking prevalence and its related factors have been conducted in Malaysia, however, they were specific to either urban or rural areas alone. Studies in mixed settlement areas (urban, rural, land development area) had not been intensively investigated. This study reports the prevalence, demographic and factors related to smoking amongst form four students in the district of Kota Tinggi, Johor. A cross-sectional study of 16-year old secondary school students in Kota Tinggi district was conducted using two-stage stratified, proportionate sampling in July 2005. The study instrument used was a validated structured questionnaire on smoking and its related factors. Smoking prevalence was found to be 29.7%. More than 50% of male students were smokers. Prevalence was highest in FELDA (Federal Land Development Authority) settlement areas. Smoking was associated with having a brother or friend who smokes and poor academic performance. The study revealed that smoking prevalence was high, especially among male students in land development schemes. This situation will contribute to high smoking-related health problems in the future if proper preventive measures are not taken accordingly.

  17. KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS XI DALAM PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI BERBASIS MASALAH DI SMA NEGERI 18 PALEMBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Etika Prasetyani

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada pembelajaran matematika berbasis masalah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 18 Palembang yang berjumlah 30 orang. Proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan karakteristik dan langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis yang terdiri atas tiga soal dan wawancara untuk memperoleh data tambahan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pembelajaran matematika berbasis masalah di kelas XI MIPA 1 SMAN 18 Palembang adalah terkategori cukup dengan rincian sebagai berikut: persentase siswa yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat baik adalah sebesar 16,667%. Selanjutnya, 26,667% memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan kategori baik; 30,000% memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi terkategori cukup; 26,667% memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi terkategori kurang; dan tidak ada yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan kategori sangat kurang. Indikator menganalisis memiliki persentase kemunculan tertinggi yaitu sebesar 72,500%. Kemudian, kemunculan pada indikator mengevaluasi adalah sebesar 70,000%, dan indikator dengan persentase kemunculan terendah adalah mengkreasi yaitu sebesar 35,417%. Kata kunci: kemampuan berpikir tingkat tinggi, pembelajaran trigonometri, berbasis masalah This study is descriptive research aiming to describe students higher order thinking skills in mathematics problem-based learning. Total of 30 students of class XI Mathematics 1 SMA Negeri 18 Palembang were selected as research subjects. The learning process was done in accordance with the characteristics and steps of problem-based learning. Data were collected through written test consisting of three questions and interviews to obtain

  18. Hubungan Pola Konsumsi dengan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. Fauziah Bireuen Provinsi Aceh

    OpenAIRE

    nur, abidah; Fitria, Eka; Zulhaida, Andi; Hanum, Sari

    2016-01-01

    Kebiasaan masyarakat Aceh adalah mengonsumsi makanan manis, asin, dan berlemak. Konsumsikarbohidrat, gula, dan makanan serta minuman manis yang tinggi dalam masyarakat Aceh berisikoterkena diabetes melitus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi masyarakatAceh dengan penyakit diabetes melitus. Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan desain kasuskontroldi RSUD dr. Fauziah Bireuen Provinsi Aceh tahun 2014. Populasi penelitian adalah pasien yangrawat jalan yang berku...

  19. MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP KONSEP DASAR PENGANTAR ILMU EKONOMI MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nina Oktarina

    2011-06-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep dasar pengantar ilmu ekonomi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep dasar pengantar ilmu ekonomi meningkat. Peningkatan ini dapat dilihat dari prestasi belajar mahasiswa. Ketuntasan belajar mahasiswa sebelum penerapan metode Think-Pair-Share  0%, setelah penerapan metode Think-Pair-Share adalah 76,67%. Kata kunci: Pengantar Ilmu Ekonomi, Metode Pembelajaran Tipe Think-Pair-Share  

  20. Pengaruh Fungsi Advence Centrifugal dan Putaran Terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Motor Toyota Tipe 4K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paryono Paryono

    2009-02-01

    Full Text Available Kesalahan yang sering dilakukan oleh pengelola bengkel mobil dan mekaniknya adalah pada waktu melaksanakan pekerjaan tune up. Mereka hanya menyetel saat pengapian dan platina saja tanpa mengontrol fungsi advance centrifugal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsumsi bahan-bakar pada motor bensin saat advance centrifugal bekerja normal dan macet pada putaran menengah dan tinggi. Sebagai obyek penelitian digunakan motor Toyota Type 4K yang telah diservis sesuai dengan standar industri. Hasil pengujian menunjukkan bahwa putaran motor dan kondisi advance centrifugal ada interaksi yang signifikan dengan F rasio = 82,975 dan P lebih kecil 0,05 terhadap konsumsi bensin pada motor Toyota Type 4K. Hal ini berarti bahwa pada berbagai putaran motor dengan kondisi advance centrifugal bekerja normal, konsumsi bensin pada motor Toyota Type 4K lebih irit jika dibandingkan dengan kondisi advance centrifugal yang macet.

  1. HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT DENGAN KEJADIAN STRES PADA KO-ASISTEN ANGKATAN TAHUN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Suprayoga Sukmana Putra

    2015-07-01

    Full Text Available Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang seringkali dijumpai di kalangan koasisten Fakultas Kedokteran. Sumber stres dapat bersifat internal maupun eksternal. Tipe kepribadian merupakan salah satu faktor yang memengaruhi munculnya stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebar pada 62 koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Jumlah responden yang memiliki kepribadian ekstrovert lebih banyak dibandingkan dengan yang introvert (56,5% vs 43,5% dan responden yang mengalami stres berjumlah 33 orang (53,2%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres (p = 0,000 (p < 0,05. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.    

  2. Karakteristik Tingkat Kreativitas Siswa yang Memiliki Disposisi Matematis Tinggi dalam Menyelesaikan Soal Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Patmalasari

    2017-09-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman ide siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kreativitas siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sehingga kehadiran peneliti sangat penting karena peneliti berperan sebagai instrumen utama. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan metode angket, tes dan wawancara. Instrumen penunjang yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket disposisi matematis, soal tes masalah matematika, dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan mengacu terdiri dari tiga tahap yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Dalam penelitian ini reduksi data dilakukan dengan mengelompokkan siswa kedalam tingkat disposisi matematis tinggi, sedang, dan rendah melalui angket disposisi matematis siswa. Selanjutnya data disajikan berupa deskripsi karakteristik tingkat kreativitas siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi dalam menyelesaikan soal matematika. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan triangulasi waktu untuk memeriksa keabsahan data. Hasil penelitian ini adalah siswa memiliki tingkat kreativitas 4 dan 3.   The research motivated by the student's idea of diversity in mathematic problems solving. This research aims to describe student’s level of creativity that has high mathematic disposition. This research is qualitative research, so the presence of researcher is very important because researcher acted as the main instrument. In this research, the techniques of data collection are questionnaire, test, and interview. While instruments that use in this study are student’s mathematic disposition questionnaire, the test of mathematic problems solving and guidelines for interviews. The analysis data used are data reduction, data displayed, and conclusions. In this research, data reduction was done by grouping students into mathematical disposition

  3. PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEMILIH MEDIA KOMUNIKASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zumrotul Hasanah

    2013-02-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil observasi di SMK Hidayah Semarang diketahui bahwa siswa di kelas XI AP 1 kurang aktif, malas, dan saling mengelompokan diri, di sisi lain guru lebih banyak mengajar dengan cara ceramah dan kurang memotivasi siswa. Akibatnya banyak siswa yang belum paham terhadap materi dan hasil belajarnya belum mencapai KKM. Kondisi tersebut perlu diperbaiki, salah satu alteratif yang dapat digunakan yaitu dengan penerapan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division (STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Hasil penelitian siklus I menunjukkan� rata-rata keaktifan siswa sebesar 64%, kinerja guru dalam menyampaikan materi sebesar 70%, dan nilai rata-rata siswa 72. Selanjutnya pada siklus II diperoleh hasil rata-rata keaktifan siswa sebesar 70%, kinerja guru dalam menyampaikan materi sebesar 70%, dan nilai rata-rata siswa yaitu 78. Abstract ___________________________________________________________________ Based on the observation in SMK Hidayah Semarang, it shows that XI grade students of AP 1 were less active, lazy, and making gangs, another side teacher use conventional method and lacking motivation for students. Consequently students do not understand the subject and� achievements which has not passed on KKM. These condition need to be repaired, one of the alternative is by applying Student Teams Achievement Division (STAD. This classroom action research was conducted in two cycles. Cycle I shows that average activity of student is 64%, performance of teacher in presenting the lesson is 70%, and student average value is 72. Cycle II show that average activity of student is 70%, performance of teacher in presenting the lesson is 70%, and student average value is 78.

  4. PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEMILIH MEDIA KOMUNIKASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasanah Zumrotun

    2012-06-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil observasi di SMK Hidayah Semarang diketahui bahwa siswa di kelas XI AP 1 kurang aktif, malas, dan saling mengelompokan diri, di sisi lain guru lebih banyak mengajar dengan cara ceramah dan kurang memotivasi siswa. Akibatnya banyak siswa yang belum paham terhadap materi dan hasil belajarnya belum mencapai KKM. Kondisi tersebut perlu diperbaiki, salah satu alteratif yang dapat digunakan yaitu dengan penerapan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division (STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Hasil penelitian siklus I menunjukkan �rata-rata keaktifan siswa sebesar 64%, kinerja guru dalam menyampaikan materi sebesar 70%, dan nilai rata-rata siswa 72. Selanjutnya pada siklus II diperoleh hasil rata-rata keaktifan siswa sebesar 70%, kinerja guru dalam menyampaikan materi sebesar 70%, dan nilai rata-rata siswa yaitu 78. Based on the observation in SMK Hidayah Semarang, it shows that XI grade students of AP 1 were less active, lazy, and making gangs, another side teacher use conventional method and lacking motivation for students. Consequently students do not understand the subject and �achievements which has not passed on KKM. These condition need to be repaired, one of the alternative is by applying Student Teams Achievement Division (STAD. This classroom action research was conducted in two cycles. Cycle I shows that average activity of student is 64%, performance of teacher in presenting the lesson is 70%, and student average value is 72. Cycle II show that average activity of student is 70%, performance of teacher in presenting the lesson is 70%, and student average value is 78.

  5. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Filsafat Matematika melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Strategi Berbasis Kompetensi dan Konservasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hardi Suyitno

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran Filsafat Matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan strategi berbasis kompetensi dan konservasi. Perangkat dikembangkan menggunakan model 4-D yang dicetuskan oleh Thiagarajan, Semmel, & Semmel. Dari segi validitas, silabus yang dikembangkan memperoleh skor kevalidan 86.11, SAP yang dikembangkan memperoleh skor kevalidan 89.58, kontrak perkuliahan yang dikembangkan memperoleh skor kevalidan 86.81, lembar kerja mahasiswa yang dikembangkan memperoleh skor kevalidan 86.81. Sementara dari segi kepraktisan, hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran mendapatkan skor 91.00, serta respon positif mahasiswa terhadap semua aspek berada di atas 50%. Dari segi keefektifan, diperoleh hasil bahwa nilai rata-rata hasil tes pertama dan kedua meningkat dari 84.43 menjadi 94.49. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran Filsafat Matematika yang dikembangkan bersifat valid, praktis, dan efektif.This research aims to develop a learning tools of Philosophy of Mathematics through STAD cooperative learning with the competency-based and conservation-based strategies. We develop the learning tools using 4-D models developed by Thiagarajan, Semmel, & Semmel. In terms of validity, the syllabus obtain a score of validity 86.11, lesson plan obtain a score of validity 89.58, lectures contract obtain a score of validity 86.81, and student worksheets obtain a score of validity 86.81. In terms of practicality, observation of feasibility study get a score of 91.00, and we get more then 50% of positive response for all aspects in a questionnaire filled out by students. In terms of effectiveness, the average value of the first and the second test results increase of 84.43 into 94.49. These results suggest that the learning tools developed are valid, practical, and effective.

  6. EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI MODEL PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE INTEGRATED DALAM PEMBELAJARAN TEMA CAHAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Muqoyyanah

    2016-09-01

    Full Text Available Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi model pembelajaran terpadu yang memang sudahdianjurkan pemerintah untuk diterapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP. Pembelajaran IPA terpadu tipeintegrated dipilih dengan menggabungkan materi dari tiga mata pelajaran, yaitu fisika, biologi, dan geografi dalam satu tema yaitucahaya. Populasi adalah kelas VIII semester 2 yang berjumlah 5 kelas. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kelompok kontrol lebih baik daripada kelompok eksperimen tetapi rata-rata nilai keduakelompok sudah melebihi Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM sekolah, yaitu 70. Ketuntasan klasikal kedua kelompokjuga sudah dicapai, bahkan ketuntasannya lebih dari 90%. Efektivitas model pembelajaran IPA terpadu tipe integrated tidakberbeda secara signifikan dengan model pembelajaran IPA terpisah tetapi lebih efisien dalam waktu pembelajaran. Jadi, modelpembelajaran terpadu layak diterapkan dalam pembelajaran dengan beberapa pembenahan. This experiment research aimed to find effectiveness and efficiency of integrated science learning model which is suggested by thegovernment to be applied in Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP. The learning of integrated science was chosen bycombining the materials of three subjects: physics, biology and geography in a theme, which is light. The population of the researchwas the VIII grade second semester student consisting of five classes and sampling technique used was random sampling. Theresult of the research showed that learning achievement of control group was better than that of experiment group, but the averagevalue of both groups was more than minimal learning achievement standard of the school which was 70. Classical learning-masteryof both groups which was 90% has also been reached. Although the effectiveness of integrated science learning model was notdifferent significantly

  7. Pembuatan Dashboard Berbasis Web Sebagai Sarana Evaluasi Diri Berkala Untuk Persiapan Penilaian Akreditasi Berdasarkan Standar Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fandi Cahyo Saputro

    2012-09-01

    Full Text Available Akreditasi perguruan tinggi oleh BAN-PT merupakan salah satu parameter dalam menentukan mutu  perguruan tinggi serta program studi di Indonesia. Keadaan saat ini menunjukkan bahwa untuk mencapai nilai akreditasi yang sesuai diinginkan maka perguruan tinggi serta program studi harus menyesuaikan kondisi internal mereka sesuai dengan standar yang telah diberikan oleh BAN-PT. Sebagai pertimbangan untuk mencapai standar yang ditentukan oleh BAN-PT, maka diperlukanlah proses evaluasi diri apakah program studi atau perguruan tinggi tersbut sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh BAN-PT. Dalam melaksanakan proses evaluasi diri, diperlukan sumber data yang digunakan sebagai dasar dalam menilai pada suatu kriteria. Pada kebanyakan program studi, semua data tersebar pada sistem informasi dan dokumen fisik yang berbeda sehingga membutuhkan waktu dan usaha yang lebih untuk mengintegrasikan hingga menilainya. Sehingga diperlukan sebuah sistem yang mampu mengambil dan menampilkan hasil evaluasi secara visual secara otomatis dengan lebih hemat waktu dan usaha. Salah satu bentuk visualisasi yang dapat menggambarkannya adalah dashboard.  Melalui dashboard, pihak internal program studi dapat mengetahui posisi penilaian mereka pada periode tertentu dan mampu memperbaikinya jika kurang dari target yang ditetapkan oleh standar.

  8. ANALISIS KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN INDIVIDU DALAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENUNJANG PROSES BELAJAR MENGAJAR DI PERGURUAN TINGGI

    OpenAIRE

    Supardi Supardi; Eka Noor Asamara

    2017-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan dan menguji secara empiris hubungan faktor sosial dengan cognitive absorption dan hubungannya terhadap faktor kepercayaan-kepercayaan (perceived ease of use dan perceived usefulness) dalam menggunakan teknologi informasi pada proses belajar mengajar diperguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan sebanyak 125 dosen jurusan akuntansi di propinsi Yogyakarta sebagai responden. Faktor sosial diukur dengan menggunakan pengaruh rekan sejawat, cognitive ab...

  9. New pigment pattern of the polychromatic Mesanthura protei, Kensley 1980 (Isopoda, Cymothoida, Anthuroidea) from Pulau Tinggi, Johor, Malaysia

    Science.gov (United States)

    Chew, Melvin; Rahim, Azman Bin Abdul; Yusof, Nurul Yuziana Binti Mohd

    2015-09-01

    A female Mesanthura protei, Kensley 1980 with a new polychromatic pigment pattern found from dead coral rubbles in the shallow water coral reef area of Pulau Tinggi, Johor, Malaysia is described. The present species is the fifth colour morph of M. protei. In addition, it is distinctive in having irregular spotted pigment pattern (1) between the eyes and (2) pereonites and pleonites dorsally.

  10. KEEFEKTIFAN STRATEGI VISUAL DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA ANAK DENGAN KONDISI SPEKTRUM AUTIS TIPE SINDROMA ASPERGER (ASD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wawan Wawan

    2016-04-01

    Full Text Available Kefektifan Strategi Visual dalam Pembelajaran Keterampilan Sosial pada Anak dengan Kondisi Spektrum Autis Tipe Sindroma Asperger (ASD. Perilaku tantrum merupakan perilaku yang sering muncul pada anak spektrum autisme, berupa perilaku  mengamuk, amarah meledak-ledak, jeritan, tangisan, membentur-benturkan kepala, memukul-mukul, menendang, berguling-guling dan kekakuan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan strategi visual untuk mengatasi perilaku tantrum pada anak dengan kondisi Autis Spectrum Disorder (ASD. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analitik kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling dengan kriteria tertentu (purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah guru pendamping (shadow teacher, orang tua dan guru kelas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 perencanaan pembelajaran keterampilan sosial dengan strategi visual sudah terencana dengan baik tetapi sistem pendokumentasian masih bersifat umum, (2 pelaksanaan pembelajaran keterampilan sosial dengan strategi visual dilakukan di dalam kelas dan luar kelas, dengan menggunakan gambar-gambar mengenai suatu tindakan yang harus dilakukan oleh anak, (3 evaluasi pembelajaran keterampilan sosial dengan strategi visual sudah dilaksanakan selama proses pembelajaran maupun di akhir pembelajaran, namun belum terdokumentasi dengan baik, (4 penggunaan strategi visual dalam pembelajaran keterampilan sosial pada anak ASD tipe Sindroma Asperger dinilai sangat efektif dilihat dari perubahan perilaku yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran keterampilan sosial dengan strategi visual. Implikasi penelitian ini bahwa TPP Al Firdaus perlu menggunakan strategi visual dalam pembelajaran keterampilan sosial pada anak autis serta meningkatkan kualitas guru dan terapis agar penggunaan strategi visual dalam pembelajaran dan terapi untuk anak autis lebih optimal.

  11. UPAYA MENGEMBANGKAN LEARNING COMMUNITY SISWA KELAS X SMA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS CTL PADA PEMBELAJARAN FISIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyudi -

    2012-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL pada pembelajaran fisika dalam mengembangkan learning community dan meningkatkan hasil belajar siswa serta mengetahui dampak penerapannya terhadap learning community dan hasil belajar siswa kelas X-7 SMA N 1 Tahunan Jepara. Hasil penelitian menunjukkan meningkatnya hasil belajar serta berkembangnya learning community siswa kelas X-7 SMA N 1 Tahunan Jepara setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL pada pokok bahasan listrik dinamis.This research is describe the implementation of cooperative learning model STAD CTL-based for Physics learning subject to develop learning community, improve students learning and also find out the outcome of its implementation  to the learning community and learning result of SMA N 1 Tahunan Jepara Students class of X-7. The research result shows that there is an improvement of students’ learning result and also a development of learning community of N 1 Tahunan Jepara Students class of X-7 after implementing cooperative learning model STAD CTL-based for Dynamic Electricity topic.

  12. PENGARUH EFIKASI DIRI, KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, DAN BIMBINGAN KARIR TERHADAP MOTIVASI MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Wakhid Ibrahim

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh efikasi diri, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan bimbingan karir terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi baik secara simultan maupun parsial. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket/kuesioner dan dokumentasi. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Variabel independennya yaitu efikasi diri, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan bimbingan karir. Hasil uji hipotesis simultan menunjukkan bahwa ada pengaruh efikasi diri, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan bimbingan karir terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa ada pengaruh efikasi diri terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ada pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan ada pengaurh bimbingan karir terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Simpulan dari penelitian ini yaitu efikasi diri, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan bimbingan karir berpengaruh terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi baik secara simultan maupun secara parsial. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah guru hendaknya memberikan dorongan kepada siswa untuk meningkatkan efikasi diri; guru dan orangtua hendaknya memberikan dorongan dan informasi tentang beasiswa; peningkatan inovasi layanan bimbingan karir; dan siswa hendaknya lebih rajin belajar. This study aimed to examine the influence of self efficacy, parental economic social condition, and career guidance toward motivation to continue study either simultaneously or partially. population and sample in this research were students of class XI IPS. Data collection method in this research using questionnaires / questionnaire, and

  13. Technical Analysis Feasibility Study on Smart Microgrid System in Sekolah Tinggi Teknik PLN

    Science.gov (United States)

    Suyanto, Heri

    2018-02-01

    Nowadays application of new and renewable energy as main resource of power plant has greatly increased. High penetration of renewable energy into the grid will influence the quality and reliability of the electricity system, due to the intermittent characteristic of new and renewable energy resources. Smart grid or microgrid technology has the ability to deal with this intermittent characteristic especially if these renewable energy resources integrated to grid in large scale, so it can improve the reliability and efficiency of the grid. We plan to implement smart microgrid system at Sekolah Tinggi Teknik PLN as a pilot project. Before the pilot project start, the feasibility study must be conducted. In this feasibility study, the renewable energy resources and load characteristic at the site will be measured. Then the technical aspect of this feasibility study will be analyzed. This paper explains that analysis of ths feasibility study.

  14. SEKOLAH TINGGI ASTRONOMI DI KOTA PARE-PARE TEMA ARSITEKTUR METAFORA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shahibuddin Juddah

    2015-06-01

    Full Text Available Abstrak— Kota Pare-Pare sebagai kota yang layak memiliki suatu fasilitas ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperuntukkan bagi generasi-generasi muda penerus bangsa di kota Pare-Pare dalam hal ini fasilitas ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan astronomi yakni Sekolah Tinggi Astronomi (Ilmu Perbintangan di Kota Pare-pare dengan tema Arsitektur Metafora. Pada bidang astronomi terdapat berbagai macam bentuk-bentuk fantastis yang dapat dijadikan lambang bentuk dalam arsitektur seperti bentuk rasi bintang, bentuk lintasan orbit planet dan bentuk-bentuk benda langit lainnya, begitu juga dengan bentuk-bentuk fenomena yang dihasilkannya. Dengan perwujudan bentuk-bentuk ini sebagai simbol pada gaya bangunan, baik bentuk bangunan, fungsi maupun penataan ruang di dalamnya, diharapkan pelaku kegiatan dalam bangunan merasakan maksud dan ekspresi dari bangunan. Kata Kunci : Sekolah Tinggi, Astronomi, Arsitektur Metafora Abstract—Pare- Pare as a city that deserves to have a facility of science and technology that is intended for younger generations in Pare - Pare in this case the facilities of science and technology relates to astronomy namely the College of Astronomy (Science Astrology in Pare- pare the theme of Architecture Metaphor. In the field of astronomy there are various kinds of fantastic shapes that can be used as the epitome of form in architecture such as the shape of constellations, planets orbit trajectory shapes and forms of other celestial bodies, as well as the forms of the phenomenon produces. The realization of these forms as a symbol on the style of the building, both buildings form, function and arrangement of space in it, it is hoped the perpetrators of activity in the building feel the intention and expression of the building Key word : High School, Astronomy, Metaphor Architecture

  15. EFEKTIVITAS BAHAN AJAR IPA TERPADU TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Yuliati

    2013-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar IPA terpadu untuk SMP, khususnya tema Air Limbah Rumah Tangga. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan Pretest-Postest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMPN 20 Malang kelas VII. Sampel ditetapkan dengan purposive sampling. Perlakuan pada kelompok eksperimen adalah pembelajaran yang menggunakan bahan ajar IPA terpadu, sedangkan kelompok kontrol  menggunakan buku  sekolah elektronik (BSE. Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes, lembar observasi pembelajaran, dan perangkat  pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan Anava AB untuk uji perbedaan rerata dan uji scheffe untuk uji efektivitas bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA Terpadu dengan siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA yang terpisah bidang kajiannya, dan bahan ajar IPA terpadu efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. This study aims totest the effectiveness of an integrated science teaching materials for students of junior high school, particularly in themeof Domestic Wastewater. The study designused a quasi-experimental pretest-posttest with control group design. The experiment was conductedin Junior High School of Malang. Samples were determined by purposive sampling. Treatmentin the experimental group was learning to integrated science teaching materials, whereas in the control group with the teaching materials available in schools. The instrument used were a matter oftestitems, observation sheets of learning, and learningtools. Data analysis was performed with AnovaAB totestmean difference and Scheffetesttotestthe effectiveness ofinstructional materials. The results showed that 1there aredifferences inhigher-order thinkingskillsinjunior high school students using teaching materials in integrated science withjunior high school students

  16. Analisis Matriks Boston Consulting Group (BCG untuk Memenangkan Strategi Organisasi (Studi Kasus Perguruan Tinggi Di Kopertis Wilayah III – DKI Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryadi Sarjono

    2013-05-01

    Full Text Available This research intends to know position of market growth in higher education, especially Sekolah Tinggi, based on market share, using BCG metrics. Unit analysis is all private higher educations in Kopertis III – DKI Jakarta, consisting of University, Sekolah Tinggi, Institute, and Academics. The object of analysis is the numberof new student admission. Method of data collection in this paper is field research including observation and literature research method. The secondary data used in this study is data from Kopertis region III. Based on the results of the study, it is obtained Sekolah Tinggi for the academic year 2008 and 2009 is in quadrant III (Cash Cow.

  17. AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI DENGAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    Ridwan; Jafar, Nurhaedar; Indriasari, Rahayu

    2014-01-01

    ABSTRAK Salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan di masyarakat yaitu diabetes mellitus (DM) atau biasa juga disebut penyakit gula atau kencing manis. Prevalensi diabetes mellitus sudah semakin tinggi, baik di negara - negara maju. Maupun di negara-negara berkembang khususnya Indonesia disebabkan karena pola makan dan pola aktivitas kurang terkontrol maupun kurang sejalan atau perilaku sedentari. Pencegahan diabetes mellitus sebaiknya dimulai sejak dalam kandungan sampai daur...

  18. Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Melalui Pembelajaran Model 4K Berdasarkan Tipe Kepribadian Peserta Didik Kelas VII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Dian Pertiwi

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis  melalui pembelajaran model 4K berdasarkan tipe kepribadian Guardian, Artisan, Rational, dan Idealist. Subjek penelitian dalam penelitian ini terdiri dari 4 peserta didik kelas VII G SMP Negeri 2 Semarang. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah tes komunikasi matematis dan wawancara. Hasil tes dan wawancara dianalisis mengacu pada kriteria kemampuan komunikasi matematis yakni kemampuan: (1 menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan sesuai permasalahan (KKM 1; (2 menuliskan jawaban sesuai dengan maksud soal (KKM 2; (3 menuliskan alasan-alasan dalam menjawab soal (KKM 3; (4 membuat gambar yang relevan dengan soal (KKM 4; (5 menuliskan istilah-istilah dan simbol-simbol matematika (KKM 5; dan (6 membuat simpulan secara tertulis menggunakan bahasa sendiri. (KKM 6  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 Guardian menguasai KKM 1, 2, 3, 4, dan 5, namun kurang menguasai KKM 6; (2 Artisan menguasai KKM 1, 2, 3, dan  4, namun kurang menguasai KKM 5 dan 6; (3 Rational menguasai keenam KKM; (4 Idealist menguasai KKM 1, 2, dan 4, namun kurang menguasai KKM 3, 5, dan 6.The purpose of this research is obtain a description of mathematical communication through 4K learning model based on personality types Guardian, Artisan, Rational, and Idealist. The subjects of this research consist of 4 students 7th grade in state junior high school 2 Semarang. The techniques to collect data of this research are mathematical communication test and interviews. Test result and interviews are analyzed based on the mathematical communication ability criteria, they are the ability of: (1 writing what are known and what are asked (MCA1; (2 writing an answer appropriate with the problem intention (MCA 2; (3 writing the reason in problem solving (MCA 3; (4 making a sketch related to problem (MCA 4; (5 writing the technical terms and mathematics symbols (MCA 5; and (6 writing a conclusion with own

  19. EFEK HIDROTERAPI PADA PENURUNAN KADAR GULA DARAH SESAAT (KGDS TERHADAP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elmatris Sy

    2012-09-01

    Full Text Available AbstrakHidroterapi atau terapi air putih merupakan metode perawatan danpenyembuhan dengan menggunakan air putih untuk mendapatkan manfaat terapisdalam penanganan penyakit. Diabetes Mellitus adalah salah satu penyakitdegeneratif, yang mana perlu suatu upaya untuk menekan terjadinya peningkataninsiden penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efekhidroterapi terhadap penurunan kadar gula darah sesaat pada penderita DM tipe 2.Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan control groupdesign with pretest and posttest. dengan teknik pengambilan sampel yangdigunakan adalah non probability sampling dengan pendekatan purposivesampling. Total responden adalah 27 orang, 15 responden untuk kelompok kontroldan 12 orang kelompok intervensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kurangdari separoh (40% responden yang mengalami penurunan kadar gula darah sesaat(KGDS setelah pemberian terapi oral, dan didapatkan semua responden (100%mengalami penurunan KGDS setelah diberikan terapi oral dan hidroterapi. Dapatdisimpulkan bahwa Terdapat pengaruh hidroterapi pada penderita diabetes melitustipe 2 yang diberi terapi oral, ini terlihat terdapatnya perbedaan yang signifikandengan p = 0,00 (p<0,05 dari rata-rata kadar gula darah sesaat (KGDS antarakelompok intervensi (pemberian terapi oral dan hidfroterapi dan kelompokkontrol (hanya pemberian terapi oral.Kata kunci: Hidroterapi, kadar gula darah sesaat, dan diabetes mellitusAbstractHydrotherapy or water therapy is a method of treatment and healing withwater for get the profit therapeutic in the treatment of disease. Diabetes Mellitus isa degenerative disease, which need an effort to suppress the increased incidenceof the disease. This the aims of the research to determine the effect ofhydrotherapy to decrease blood sugar random diabetes mellitus type 2 patients.The method of this research is a quasi experimental control group design approachwith pretest and posttest. the sampling

  20. Efek Pemberian Asam Alfa Lipoat untuk Mencegah Lesi Aterosklerosis Aorta Abdominal pada Tikus Diabetes Mellitus Tipe 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismawati ismawati

    2018-01-01

    Full Text Available Efek asam lipoat terhadap komplikasi diabetes mellitus telah banyak diteliti. Efek protektif asam lipoat (ALA terhadap aterosklerosis pada diabetes mellitus masih perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk men­getahui pencegahan lesi aterosklerosis oleh asam alfa lipoat pada tikus diabetes mellitus (DM tipe 2. Se­banyak 21 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok; kelompok kontrol, kelompok DM dan kelompok DM +ALA. Induksi DM tipe 2 dilakukan dengan pemberian streptozotocin (50 mg/kg diikuti oleh nikotinamide (110 mg/kg dosis tunggal intraperitoneal. Asam lipoat diberikan peroral (60 mg/kg selama 3 minggu setelah hewan coba terdiagnosis DM. Penelitian yang merupakan penelitian eksperimental den­gan desain post test only with control ini dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Univer­sitas Riau bulan Juni - Oktober 2016. Hasil penelitian memperlihatkan skor aterosklerosis pada kelompok DM+ALA lebih rendah dibandingkan kelompok DM dan perbedaan ini bermakna secara statistik. Asam lipoat dapat mencegah pembentukan lesi aterosklerosis pada tikus DM tipe 2.   The Effect of Alpha Lipoic Acid in Preventing Atherosclerosis Lesion on the Abdominal Aorta of Diabetes Mellitus Type 2 Rats   AbstractVarious studies have studied the clinical use of alpha-lipoic acid (ALA for treating diabetic complica­tions. The protective effect of lipoic acid in atherosclerosis induced by diabetes mellitus type 2 (DM type 2 still needs further study. This study was aimed to investigate the protective effect of ALA in atherosclerosis induced by DM type 2. Twenty one rats were divided into 3 groups: control, DM−treated and DM+ALA-treated group. Type-2 diabetes was induced by intraperitoneal injection of streptozotocin (50 mg/kg followed by nicotinamide (110 mg/kg. ALA was administered orally at a dose of 60 mg/kg body weight/day throughout the feeding period for three weeks. This study was an experimental study with post-test only

  1. PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INVESTIGASI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Khoridatul Huda

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK. Subjek penelitian, yaitu siswa kelas VIII-E SMP N 4 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP N 4 Malang materi persamaan garis lurus. Langkah pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII-E SMP N 4 Malang materi persamaan garis lurus meliputi: siswa berkelompok sesuai dengan kesamaan minat pada suatu topic bahasan, diskusi kelompok dengan pemberian tambahan nilai bagi kelompok yang paling aktif, presentasi hasil diskusi oleh dua wakil kelompok yang ditunjuk oleh kelompok lain, dan diskusi kelas dengan guru hanya sebagai pendamping. Pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok ini dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang meliputi aspek kemampuan menjalin kerja sama, kemampuan menuliskan permasalahan dalam bentuk yang mudah dipahami, dan kemampuan menggunakan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Meningkatnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa tersebut dapat diketahui dari peningkatan nilai tes siswa, yaitu sebesar 69,44% dari jumlah siswa dan peningkatan keaktifan siswa pada aspek: bekerja sama memecahkan masalah, memberikan pendapat apabila ada teman sekelompok yang belum mengerti, menyelesaikan perbedaan pendapat, dan berkomunikasi dengan teman dan guru selama proses pembelajaran di kelas.   This research is a classroom research. Subject of this research is students VIII-E of SMP N 4 Malang. This research supposes to describe the steps of cooperative learning type group investigation that can increase the student’s ability of problem solving of mathematics at class VIII-E of SMP N 4 Malang on the material linear equation. The steps obtained in this research include: students sit with their group

  2. PENGARUH PRESTASI BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR, KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP MINAT MELANJUTKAN KE PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lystia Aryanti Nurjannah

    2016-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan prestasi belajar, motivasi belajar, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan lingkungan sosial terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi pada siswa kelas XI IPS di MAN 2 Semarang tahun ajaran 2015/2016 baik secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas XI IPS di MAN 2 Semarang berjumlah 115 siswa, dengan rumus Isaac dan Michel diperoleh sampel 89 siswa dan menggunakan Simple Random Sampling. Metode pengumpulan data yaitu dokumentasi dan angket. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar, motivasi belajar, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan lingkungan sosial berpengaruh 53% terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi. Prestasi Belajar berpengaruh 9,9% terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, motivasi belajar berpengaruh 5,7% terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, kondisi sosial ekonomi orang tua berpengaruh 19,8% terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, dan lingkungan sosial berpengaruh 7,5% terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi. The purpose of this research is to determine the level of positive influence between academic achievement, learning motivation, socio economic condition of parents, and social environment toward interest of continuing studies to college of 11th IPS students at MAN 2 Semarang in academic year 2015/2016 simultaneously or partially. Population that used in this research is students of 11th at MAN 2 Semarang academic year 2015/2016 totaling 115 students, with 89 samples obtained Isaac and Michael formula students and using Simple Random Sampling. Methods of the data collection is documentation and questionnaire. Methods of data analysis is descriptive and multiple linear regression analysis. The result of experiment show that academic achievement, learning

  3. PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATAN AKTIVITAS KOLABORATIF MAHASISWA PGSD PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA I

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Purnamasari

    2016-09-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan aktivitas kolaboratif mahasiswa pada mata kuliah pendidikan matematika I dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis lesson study. Penelitian dilakukan dengan tahapan-tahapan yang berlaku dalam pembelajaran berbasis lesson study yang terdiri dari plan, do dan see. Lokasi penelitian di FKIP UNPAK dengan waktu pelaksanaan antara bulan Mei-Juni 2013. Subyek penelitian mahasiswa S1 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD semester VI yang mengambil mata kuliah pendidikan matematika I. Pengumpulan data dengan teknik dokumentasi, observasi, wawancara dan angket. Instrumen meliputi : lembar observasi, pedoman wawancara dan angket. Data hasil observasi dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengetahui peningkatan aktivitas kolaboratif mahasiswa dalam kerja kelompok. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis lesson study dapat meningkatkan aktivitas kolaboratif mahasiswa dalam kerja kelompok pada mata kuliah pendidikan matematika I, khususnya pada materi KPK, FPB dan pecahan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan ketercapaian indikator kegiatan lesson study di setiap siklusnya, serta hasil angket respon mahasiswa yang mayoritas menyatakan positif terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Selain itu, hasil wawancara terhadap mahasiswa juga menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ternyata dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk belajar secara berkolaborasi. Alangkah baiknya jika para dosen dalam membelajarkan mata kuliah pendidikan matematika 1 mencoba menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis lesson study. Kata Kunci: Aktivitas Kolaboratif, Jigsaw, Lesson Study  Abstract. This study aimed to increase collaborative activities of students in the subject of Pendidikan Matematika I by implementing cooperative learning jigsaw-based lesson study. Research carried out by stages that apply in lesson

  4. FORMULASI RUMPUT LAUT Gracilaria sp. DALAM PEMBUATAN BAKSO DAGING SAPI TINGGI SERAT DAN IODIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lovi Dwi Princestasari

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to formulate seaweed Gracilaria sp. in producing meatballs with high fiber and iodine content. The formulation was made by seaweed porridge addition as much as 30%, 40%, and 50% of total weight of raw material. Meatball product with the addition of 40% of seaweed porridge was the most accepted in organoleptic tests. The proximate analysis of the selected meatballs showed that the content of water, ash, fat, protein, and carbohydrate was 76.93%, 2.31%, 0.5%, and 8.11% respectively. The total dietary fiber and iodine content was 5.98% and 1.14 ppm. The acceptance test done by 31 elementary school students showed that 90% of them stated “like” and could accept the product properly. The contribution of selected product to nutrient adequacy level of 6-12 years old’s children was 2.12-2.67% for energy, 7.03-12.05% for protein, 0.36-0.42% for fat, 2.19-2.87% for carbohydrate, 10.37-14.13% for fiber, and 49.4% for iodine. Hence, the meatball product with addition of Gracilaria sp. 40% is a high fiber and iodine product.Keywords: fiber, Gracilaria sp. seaweed, iodine, meatballsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memformulasikan rumput laut Gracilaria sp. dalam pembuatan bakso daging sapi agar diperoleh produk dengan kadar serat dan iodium yang tinggi. Formulasi dibuat dengan penambahan bubur rumput laut Gracilaria sp. sebesar 30%, 40%, dan 50% terhadap berat adonan total. Produk bakso dengan penambahan rumput laut sebanyak 40% menunjukkan nilai penerimaan tertinggi secara organoleptik dan dipilih sebagai produk terpilih. Hasil uji proksimat kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat secara berturut-turut adalah 76,93%; 2,31%; 0,5%; 8,11%, dan 12,16%. Kadar serat pangan total dan iodium produk terpilih masing-masing adalah 5,98% dan 1,14 ppm. Hasil uji daya terima terhadap 31 anak SD menunjukkan 90,3% subjek menyatakan suka dan dapat menerima produk bakso terpilih dengan baik. Produk bakso terpilih

  5. Desain dan Implementasi Konverter DC-DC Rasio Tinggi Berbasis Pensaklaran Kapasitor dan Induktor Terkopel untuk Aplikasi pada Photovoltaic

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Rinaldi Zulkarnain

    2017-01-01

    Full Text Available Seiring dengan berkembangnya pembangkit listrik yang menggunakan photovoltaic sebagai salah satu energi terbarukan, maka berdampak kepada perkembangan teknologi konverter. Tegangan output dari photovoltaic masih perlu ditingkatkan agar mampu dihubungkan pada sistem grid. Salah satu pengembangan topologi konverter boost untuk aplikasi keluaran photovoltaic yaitu konverter DC-DC rasio tinggi berbasis pensaklaran kapasitor dan induktor terkopel. Konverter ini merupakan pengembangan dari konverter gabungan boost-flyback yang ditambahkan rangkaian pensaklaran kapasitor. Kelebihan dari konverter ini adalah memiliki rasio konversi dan efisiensi yang tinggi. Konverter ini mampu menjaga tegangan output konstan ketika tegangan inputnya berubah-ubah. Konverter ini sangan cocok diaplikasikan pada sumber energi alternatif yang menghasilkan tegangan DC rendah seperti photovoltaic.

  6. SINERGITAS KEPEMIMPINAN TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI (STUDI PADA ORGANISASI MAHASISWA PERGURUAN TINGGI DI KABUPATEN JEMBER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nike Norma Epriliyana

    2017-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergitas antara kepemimpinan, komitmen organisasi dan budaya organisasi pada Organisasi Kemahasiswaan tingkat Perguruan Tinggi di Kabupaten Jember. Variabel bebas terdiri dari Kepemimpinan. Variabel Terikat terdiri dari komitmen organisasi dan budaya organisasi. Sampel penelitian berjumlah 180 responden yang terdiri dari mahasiswa pada  6 (enam Perguruan Tinggi di Kabupaten Jember yaitu Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Moch. Sroedji Jember, IKIP PGRI Jember, STIE Mandala Jember dan Akademi Akuntansi PGRI Jember. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis MANOVA (Two Way Anova. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Kepemimpinan berpengaruh terhadap komitmen organisasi. Kepemimpinan berpengaruh terhadap budaya organisasi. Kepemimpinan berpengaruh terhadap komitmen organisasi dan budaya organisasi.   Kata Kunci : Kepemimpinan; Komitmen Organisasi; Budaya Organisasi

  7. PENURUNAN KADAR GULA DARAH AKIBAT PEMBERIAN EXTRA VIRGIN OLIVE OIL (Studi pada Tikus Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Pakan Tinggi Lemak)

    OpenAIRE

    SH Bintari; K Nugraheni

    2013-01-01

    Prevalensi penyakit diabetes mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah hiperglikemia yang dipicu oleh pola makan tinggi lemak. Alternatif cara pengobatan dan pencegahannya adalah mengkonsumsi minyak zaitun. Diperlukan bukti ilmiah bahwa minyak zaitun dapat menurunkan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian minyak zaitun ekstra virgin terhadap kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi pakan tinggi lemak. Desain penelitian...

  8. Penurunan Kadar Gula Darah Akibat Pemberian Extra Virgin Olive Oil (Studi Pada Tikus Galur Sprague Dawley Yang Diinduksi Pakan Tinggi Lemak)

    OpenAIRE

    Bintari, SH; Nugraheni, K

    2012-01-01

    Prevalensi penyakit diabetes mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah hiperglikemia yang dipicu oleh pola makan tinggi lemak. Alternatif cara pengobatan dan pencegahannya adalah mengkonsumsi minyak zaitun. Diperlukan bukti ilmiah bahwa minyak zaitun dapat menurunkan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian minyak zaitun ekstra virgin terhadap kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi pakan tinggi lemak. Desain penelitian...

  9. Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Fisika Siswa pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Happy Komike Sari

    2016-06-01

    Full Text Available Berdasarkan observasi di SMA Negeri 15 Bandarlampung, proses pelaksanaan pembelajaran fisika masih belum meraih hasil yang maksimal terutama pada siswa kelas X. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan Keterampilan Proses Sains (KPS dan hasil belajar fisika siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus pada 30 siswa di kelas X5 SMA Negeri 15 Bandarlampung. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan dan pengamatan, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi untuk Keterampilan Proses Sains (KPS dan soal uraian untuk hasil belajar. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD dapat meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS dan hasil belajar fisika siswa dari siswa ke siswa. Based on observations in SMA NegerI 15 Bandarlampung, the implementation process of learning physics is still not achieve the maximum results, especially in class X. The main purpose of this study is to describe the increase of KPS and students’ learning achievement in learning physics using a cooperative learning model type Student Team Achievement Division (STAD. This classroom action research has been conducted in three cycles with 30 students of X5 Class of SMA Negeri 15 Bandarlampung. Every cycle consists of planning, action and observation, and reflection. The data were collected using observation sheet for KPS and essay test for learning achievement. Based on the results indicate that the cooperative learning model type STAD effectively could increase KPS and students’ learning achievement in learning physics from cycle to cycle

  10. Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada Mahasiswa di Lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

    OpenAIRE

    Reno Renaldi

    2014-01-01

    Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hang Tuah Pekanbaru sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar bagi mahasiswa sekaligus tempat kerja bagi karyawannya,  yang mana seyogyanya tempat tersebut menjadi tempat Kawasan Tanpa Rokok berdasarkan Undang-undang kesehatan.Oleh karena itu sejak tahun2011STIKes Hang Tuah telah mengeluarkan kebijakan dalam bentuk surat edaran dengan nomor surat No/09/STIKes-HTP/IX/2011/289/mengenai Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan STIKes Hang Tuah Pekanbaru.P...

  11. Pengkajian Rakitan Teknologi Budidaya Kentang dan Strategi Pengembangannya : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan

    OpenAIRE

    Santoso, Pudji; Yuniarti; Purnomo, Sudarmadi; Subandi

    2009-01-01

    Pengkajian Rakitan Teknologi Budidaya Kentang dan Strategi Pengembangannya : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan. The assessment on improving the cultivation technology of potato as demonstration plot in farmer's land was done in Prima Tani area of Magetan regency in Genilangit village, during dry season on June – September 2007. Collecting data was done using farm record keeping method on the application of improving cultivation technology of potat...

  12. ANALISIS POLA MANAJEMEN BAHAN BAKAR DESAIN TERAS REAKTOR RISET TIPE MTR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lily Suparlina

    2015-03-01

    Full Text Available Parameter neutronik dibutuhkan dalam mendesain teras reaktor riset. Reaktor riset jenis MTR (Material Testing Reactor sangat diminati karena dapat digunakan baik untuk riset dan juga produksi radio isotop. Reaktor riset yang ada saat ini sudah tua sehingga dibutuhkan desain reaktor yang mempunyai teras kompak. Desain teras reaktor riset yang sudah ada saat ini belum cukup memadai untuk memenuhi persyaratan di dalam UCD yang telah ditetapkan yaitu fluks neutron termal di teras 1x1015 n/cm2s, oleh karena itu perlu dibuat desain teras reaktor baru sebagai alternatif yang kompak dan dapat menghasilkan fluks neutron tinggi. Telah dilakukan perhitungan dan analisis terhadap manajemen bahan bakar desain teras kompak dengan konfigurasi teras 5x5, berbahan bakar U9Mo-Al dan tinggi teras aktif 70 cm. Tujuan dari riset ini untuk memperoleh fluks neutron di teras memenuhi kebutuhan seperti yang telah ditetapkan di UCD dengan panjang siklus operasi minimum 20 hari pada daya 50 MW. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan paket program komputer WIMSD-5B untuk menggenerasi tampang lintang makroskopik bahan bakar dan Batan-FUEL untuk memperoleh nilai parameter neutronik serta Batan-3DIFF untuk perhitungan nilai reaktivitas batang kendali. Perhitungan parameter neutronik teras reaktor riset ini dilakukan untuk bahan bakar U-9Mo-Al dengan tingkat muat bervariasi dan 2 macam pola pergantian bahan bakar yaitu teras segar dan teras setimbang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada teras segar, tingkat muat 235U sebesar 360 gram, 390 gram dan 450 gram memenuhi kriteria keselamatan dan kriteria penerimaan di UCD dengan nilai fluks neutron termal di teras lebih dari 1x1015 n/cm2s dan panjang siklus >20 hari, sedangkan pada teras setimbang panjang siklus dapat terpenuhi hanya untuk tingkat muat 450 gram. Kata kunci: desain teras reaktor, bahan bakar UMo, pola bahan bakar, WIMS, BATAN-FUEL   Research reactor core design needs neutronics parameter calculation use computer

  13. Sistem Pengurusan Kualiti Menurut Perspektif Islam MS 1900 di Institusi Pengajian Tinggi Malaysia: Suatu Cabaran Masa Kini

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Al-Banna, M.

    2014-12-01

    Full Text Available Malaysia telah terkehadapan kerana berjaya memperkenalkan satu piawaian bagi Sistem Pengurusan Kualiti Islam (SPKI yang pertama kalinya di dunia pada tahun 2005. Piawaian ini dikenali sebagai MS 1900:2005 (Sistem Pengurusan Kualiti – Keperluan Menurut Perspektif Islam. Kajian ini dijalankan bertujuan meneroka tentang cabaran-cabaran yang dihadapi dalam pelaksanaan MS 1900 di Institusi Pengajian Tinggi (IPT di Malaysia yang melibatkan Institusi Pengajian Tinggi Awam (IPTA dan Institusi Pengajian Tinggi Swasta (IPTS. Kajian kualitatif ini menggunakan kaedah temu bual separa berstruktur sebagai kaedah utama pengumpulan data yang kemudiannya disokong oleh data dari beberapa dokumen berkaitan dan menerusi pemerhatian. Data dianalisis dengan bantuan perisian NVivo versi 10 bagi membina kodkod dan tema-tema isu yang dikaji. Informan kajian yang terlibat adalah dipilih secara kaedah persampelan bertujuan iaitu membabitkan pelbagai golongan warga kerja terlibat secara aktif dengan pelaksanaan SPK MS 1900 di IPT terlibat. Hasil kajian mendapati bahawa terdapat perbezaan keutamaan antara cabaran yang dihadapi bagi kedua-dua IPT terbabit. Merujuk kepada hasil kajian di IPTA, cabarannya bermula dengan aspek berkaitan dengan sikap pekerjanya sendiri, bebanan tugas, kekurangan latihan dan aspek kemanusiaan. Manakala cabaran IPTS lebih banyak tertumpu kepada aspek bebanan, latihan, kemanusiaan, pemantauan, kewangan dan sikap individu sendiri. Kajian ini merupakan antara kajian terawal mengenai pelaksanaan MS 1900 di Malaysia, maka hasil daripada kajian ini memberi sumbangan yang besar dalam pembangunan ilmu dan teori berkenaan dengan bidang pengurusan kualiti Islam.

  14. Impact Test Size and Type of Echinometra mathaei as Agent of Bioerosion on Reef Flat (Pengaruh Ukuran dan Tipe Echinometra mathaei pada Bioerosi Karang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cristiana Manullang

    2014-06-01

    Full Text Available Bioerosi adalah aktivitas berbagai organisme yang menyebabkan terjadinya erosi dan kerusakan misalnya pada kalsium karbonat karang. Aktivitas ini merupakan faktor utama yang mempengaruhi morfologi terumbu karang. Bioerosi dipengaruhi oleh tiga variabel yakni jenis spesies, ukuran dan kelimpahan spesies tersebut. Tujuh puluh lima persen dari bioerosi disebabkan oleh landak laut. Perbedaan pada ukuran dan jenis landak laut memberikan dampak signifikan terhadap daerah yang terjadi bioerosi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran dan jenis landak laut E. mathaei (tipe A dan B pada komposisi CaCO3 dalam isi usus dan tinja organisme tersebut sebagai agen bioersi. Landak laut yang digunakan diperoleh dari ekosistem karang di pantai Minatogawa, Okinawa-Jepang. Masing-masing tipe landak laut dibedakan berdasarkan ukuran ≥30 mm dan <30mm. Penelitian dilakukan dengan tiga ulangan. Pemeliharaan ini dilakukan di laboratorium dengan analisis komposisi CaCO3 pada tinja dan konten usus. Hasil penelitian membuktikan bahwa komposisi CaCO3 disebabkan karena aktivitas bioerosi harian dari E. mathaei. Landak laut dengan ukuran diameter ≥30 mm terbukti lebih aktif dibandingkan dengan diameter <30mm. Disamping itu landak laut tipe B lebih aktif dibandingkan tipe A dengan ukuran yang sama. Persentase CaCO3 dalam usus selama pemeliharaan di laboratorium adalah 73% dan sisa 27% berupa bahan organik dan anorganik. Bierosion harian E. mathaei tipe A ≥ 30 mm 166,70 mg.hari-1, tipe A <30 mm 77.78 mg.hari-1, tipe B ≥ 30 mm 126,30 mg.hari-1, tipe B <30 mm 116,17 mg.hari-1. Tingkat bioerosion harian E. mathaei dipengaruhi oleh jenis, spesies, kecepatan menggiling, dan ukuran landak laut. Kata kunci: ukuran; Echinometra mathaei; bioerosi; karang Bioerosion is an activity of various organisms such as erosion and destruction of coral calcium carbonate and become a major factor influencing coral reefs morphology. Bioerosion is influenced by three variables

  15. Preliminary study on swarming marine bacteria isolated from Pulau Tinggi's sponges

    Science.gov (United States)

    Sairi, Fareed; Idris, Hamidah; Zakaria, Nur Syuhana; Usup, Gires; Ahmad, Asmat

    2015-09-01

    Marine sponges were known to produce novel bioactive compounds that have anti-bacterial, anti-viral, anti-cancer and anti-fungal activities. Most of the bioactive compounds were secreted from the bacteria that lives on the sponges. The bacterial communities also produced biofilm, toxin or biosurfactant that protect the sponges from disease or in-coming predator. In this study, twenty nine marine bacteria with swarming motility characteristic was isolated from 2 different sponge samples collected in Pulau Tinggi These isolates were grown and their genome were extracted for molecular identification using the 16S rRNA approach. Sequence comparison using BLASTn and multiple alignments using MEGA4 was performed to produce a phylogenetic tree. The phylogenetic tree revealed that 20 of the isolates were grouped under α-Proteobacteria that comprised of 19 isolates in the Vibrionaceae family and one belongs to Aeromonadaceae family. Furthermore, six isolates from Actinobacteria family and three isolates from Firmicutes were also detected. The swarming characteristic indicates the possible production of biosurfactant.

  16. Analisa Ketelitian Geometrik Citra Resolusi Tinggi Hasil Ortorektifikasi pada Pembuatan Peta Skala 1: 5000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Rizal Al-Amin

    2017-03-01

    Full Text Available Di era teknologi yang berkembang pesat, berbagai metode survei telah banyak digunakan salah satunya dengan cara penginderaan jauh menggunakan satelit. Sebagaimana diketahui bahwa proses perekaman citra satelit diliput dari wahana (satelit yang bergerak di atas permukaan bumi pada ketinggian ratusan kilometer, sehingga menyebabkan citra satelit memiliki distorsi geometrik. Untuk mengurangi pengaruh distorsi geometrik objek pada citra, dilakukan koreksi geometrik dengan cara ortorektifikasi. Pleiades merupakan satelit penghasil citra satelit resolusi tinggi yang dibuat oleh perusahaan Airbus Defence & Space. Citra satelit yang dihasilkan memiliki resolusi spasial 0,5 meter Sebagai acuan bagi kegiatan pemanfaatan ruang yang lebih rinci dari kegiatan pemanfaatan ruang yang diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW, maka dibuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR dengan peta skala 1:5.000 yang telah diatur oleh Badan Informasi Geospasial. Dalam proses ortorektifikasi citra satelit untuk pembuatan peta skala 1 : 5000 ini, digunakan titik kontrol tanah atau Ground Control Point (GCP untuk proses koreksi geometris dan data Digital Elevation Model (DEM. Pada penelitian ini dilakukan proses ortorektifikasi dengan metode polinomial Rational Function menggunakan 21 GCP pada polinomial orde 2. Didapat nilai RMS Error jarak pada citra hasil ortorektifikasi sebesar 0.419 meter, tetapi masih masuk toleransi untuk pembuatan peta skala 1:5000 pada uji statistik T-Test dengan α=5% & α=10%. Didapat juga nilai pixel citra sebelum ortorektifikasi sebesar 0,543592 meter sedangkan setelah ortorektifikasi sebesar 0,500032 meter. Yang berarti, setelah proses ortorektifikasi, nilai pixel sesuai dengan resolusi spasial citra ≈ 0,5 meter.

  17. Kebutuhan Masyarakat Desa Tebat Gabus Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKU Selatan Terhadap Program Pengendalian Malaria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Arisanti

    2015-09-01

    Full Text Available Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS merupakan salah satu daerah endemis malaria di ProvinsiSumatera Selatan dengan Annual Malaria Incidence (AMI yang mengalami perubahan flktuatif,dimana pada tahun 2007 sebesar 6,50/00 meningkat menjadi 8,700/00 di tahun 2008. Desa Tebat Gabusmerupakan salah satu daerah endemis malaria di Kabupaten OKUS dengan AMI 2011 sebesar231,890/00. Program pemberantasan malaria sudah dijalankan di Indonesia sejak tahun 2000 yaitukegiatan penemuan dan pengobatan penderita, perluasan cakupan pengobatan, pemberantasanvektor, gebrak malaria, penyuluhan, kerja sama lintas sektor dan pengamatan vektor. Hasil penelitian diwilayah kerja Puskesmas Tenang Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKUS tahun 2009 menyatakanbahwa pengetahuan masyarakat masih rendah (61,5% dan sebanyak 97,8% masyarakat belum pernahmendapatkan penyuluhan kesehatan tentang malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikebutuhan masyarakat dalam program pengendalian malaria. Pengumpulan data dilakukan selama 5bulan tahun 2012 dengan menggunakan metode pengumpulan data Focus Group Discussion (FGD.Informan FGD terdiri dari 4 kelompok masyarakat:i. kelompok wanita dengan pendidikan SMP kebawah, ii. kelompok wanita dengan pendidikan SMA ke atas, iii kelompok laki-laki dengan pendidikanSMP ke bawah dan iv. kelompok laki-laki dengan pendidikan SMA ke atas yang memenuhi kriteria inklusidan eksklusi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap program pengendalian malaria berupa edukasikesehatan, kemudahan memperoleh pengobatan malaria dan pemeriksaan darah untuk diagnosismalaria serta pembagian kelambu berinsektisida dan penyemprotan insektisida di dinding rumah untuktindakan pencegahan.

  18. Preliminary study of mysid community on seagrass bed of Pulau Tinggi, Johor

    Science.gov (United States)

    Siang, Tan Hai; Rahim, Azman Abdul; Ross, Othman Haji

    2015-09-01

    This study aims to elucidate the abundance and species composition of the mysid community from seagrass bed of Pulau Tinggi. Samples were taken from July 2009 until October 2009 excluding September 2009 by using epibenthic sledge from Kampung Pasir Panjang and Kampug Sebirah Kecil. A greater abundance of mysids occurred in the seagrass area of Kampung Pasir Panjang (69.10%) compared to the Kampung Sebirah Kecil (30.90%). Maximum mysid abundance occurred during October at both study sites for the whole study period. A total of 1136 mysid individuals comprising 14 species from 5 subfamilies were identified. They were Erythrops minuta Hansen, 1910, Anchialina dentata Pillai, 1964, Haplostylus bengalensis (Hansen, 1910), Haplostylus sp. 1, Haplostylus sp. 2, Pseudanchialina inermis (Illig, 1906), Prionomysis aspera Ii, 1937, Acanthomysis longispina Fukuoka & Murano, 2002, Acanthomysis platycauda (Pillai, 1961), Acanthomysis quadrispinosa Nouvel, 1965, Anisomysis aikawai Ii, 1964, Lycomysis spinicauda Hansen, 1910 and Siriella vulgaris Hansen, 1910. Maximum species richness occurred in the Kampung Sebirah Kecil (10) during July 2009 followed by October 2009 (9) and August 2009 (8) while for Kampung Pasir Panjang highest species richness occurred during October 2009 (8), July 2009 (7) and August 2009 (6). Siriella vulgaris was the most dominant species consisting 41.20% (195ind/m3) of the total mysids sampled.

  19. Correlates of susceptibility to smoking among secondary school students in Kota Tinggi district, Johor, Malaysia.

    Science.gov (United States)

    Hock, Lim Kuang; Ghazali, Sumarni Mohd; Cheong, Kee Chee; Kuay, Lim Kuang; Li, Lim Hui; Ying, Chan Ying; Huey, Tay Chien; Yee, Lai Wai; Ying, Ong Shiau; Yen, Yeo Lay; Abdullah, Norhamimah; Wymen, Seet; Ibrahim, Normala

    2013-01-01

    Smoking among adolescents has been linked to a variety of adverse and long term health consequences. "Susceptibility to smoking" or the lack of cognitive commitment to abstain from smoking is an important predictor of adolescent smoking. In 2008, we conducted a study to determine the psycho-sociological factors associated with susceptibility to smoking among secondary school students in the district of Kota Tinggi, Johor. Two thousand seven hundred students were randomly selected by proportional stratified sampling. Analyses on 1,736 non-smoking students revealed that prevalence of adolescents susceptible to smoking was 16.3%. Male gender (aOR=2.05, 95%CI= 1.23-3.39), poor academic achievement (aOR 1.60, 95%CI 1.05-2.44), ever-smoker (aOR 2.17, 95%CI 1.37-3.44) and having a smoking friend (aOR 1.76, 95%CI 1.10-2.83) were associated with susceptibility to smoking, while having the perception that smoking prohibition in school was strictly enforced (aOR 0.55, 95%CI 0.32-0.94), and had never seen friends smoking in a school compound (aOR 0.59, 95%CI 0.37-0.96) were considered protective factors These results indicate that follow-up programmes need to capitalise on the modifiable factors related to susceptibility to smoking by getting all stakeholders to be actively involved to stamp out smoking initiation among adolescents.

  20. PENGARUH MEDIA KOMPOS DAN ASAL BENIH KRANJI (Pongamia pinnata TERHADAP PERTUMBUHAN TINGGI BIBIT DI PERSEMAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aam Aminah

    2014-11-01

    Full Text Available Salah satu hal terpenting dalam penyediaan bibit tanaman adalah media yang digunakan dalam pembibitan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media kompos yang diberikan dan asal benih kranji (Pongamia pinnata terhadap pertumbuhan tinggi bibit di persemaian.  Penelitian dilakukan dengan menggunakan benih yang berasal dari Bangka, Carita, Batukaras dan banyuwangi.  Masing-masing bibit hasil perkecambahan dilakukan penyapihan dalam polybag dan dilakukan pengukuran sebanyak 3 kali.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada α = 5% pertumbuhan bibit tanaman kranji sangat dipengaruhi oleh penggunaan jenis kompos dan tidak dipengaruhi oleh lokasi asal benih. Pembibitan tanaman kranji lebih membutuhkan pupuk kompos sebagai pemberi nutrisi dan perbaikan struktur media.   Media is an important in the making seedling and it use in the production of cultivated seeds have economic value, is easily available and the range of non-destructive.  Determination of nutrients in the medium nursery is one of the factors to produce seedlings with a good quality.   The aim of research is produce of good seedling based on the compost type (conventional and brand and origin of seed (Bangka, Carita and Banyuwangi. The result is  α = 5% come from type of compost (conventional of randomized block design with 4 treatments. Compost, besides as fertilizer also contribute improving the structure of media for producing kranji (Pongamia pinnata seedlings.

  1. Deteksi Outlier Transaksi Menggunakan Visualisasi-Olap Pada Data Warehouse Perguruan Tinggi Swasta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Mega Nata

    2016-07-01

    Full Text Available Mendeteksi outlier pada data warehouse merupakan hal penting. Data pada data warehouse sudah diagregasi dan memiliki model multidimensional. Agregasi pada data warehouse dilakukan karena data warehouse digunakan untuk menganalisis data secara cepat pada top level manajemen. Sedangkan, model data multidimensional digunakan untuk melihat data dari berbagai dimensi objek bisnis. Jadi, Mendeteksi outlier pada data warehouse membutuhkan teknik yang dapat melihat outlier pada data yang sudah diagregasi dan dapat melihat dari berbagai dimensi objek bisnis. Mendeteksi outlier pada data warehouse akan menjadi tantangan baru.        Di lain hal, Visualisasi On-line Analytic process (OLAP merupakan tugas penting dalam menyajikan informasi trend (report pada data warehouse dalam bentuk visualisasi data. Pada penelitian ini, visualisasi OLAP digunakan untuk deteksi outlier transaksi. Maka, dalam penelitian ini melakukan analisis untuk mendeteksi outlier menggunakan visualisasi-OLAP. Operasi OLAP yang digunakan yaitu operasi drill-down. Jenis visualisasi yang akan digunakan yaitu visualisasi satu dimensi, dua dimensi dan multi dimensi menggunakan tool weave desktop. Pembangunan data warehouse dilakukan secara button-up. Studi kasus dilakukan pada perguruan tinggi swasta. Kasus yang diselesaikan yaitu mendeteksi outlier transaki pembayaran mahasiswa pada setiap semester. Deteksi outlier pada visualisasi data menggunakan satu tabel dimensional lebih mudah dianalisis dari pada deteksi outlier pada visualisasi data menggunakan dua atau multi tabel dimensional. Dengan kata lain semakin banyak tabel dimensi yang terlibat semakin sulit analisis deteksi outlier yang dilakukan. Kata kunci — Deteksi Outlier,  Visualisasi OLAP, Data warehouse

  2. Pengaruh Strategi SQ4R Tipe Bantuan Multimedia vs Buku Teks, Pengetahuan Awal, Gaya Belajar Kolb terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Teknik

    OpenAIRE

    Meiti Leatemia

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh strategi SQ4R tipe bantuan multimedia versus buku teks, pengetahuan awal dan gaya belajar terhadap hasil belajar bahasa Inggris Teknik. Subjek penelitian adalah 96 mahasiswa  Teknik Sipil dan Mesin Politeknik Negeri Ambon tahun akademik 2011-2012. Desain eksperimen menggunakan kuasi versi  factorial  (2 x 2 x 2) pre test-post test non-equivalent control group design. Analisis data menggunakan statistik Three Ways ANOVA. Pengujian hipotesis dilakuk...

  3. Studi Ketebalan Elektroda Pada Produksi Gas HHO (Hidrogen Hidrogen Oksigen) Oleh Generator Hho Tipe Basah Dengan Katalis NaHCO3 (Natrium Bikarbonat)

    OpenAIRE

    Ihsan Sopandi; Yuli Hananto; Bayu Rudiyanto

    2015-01-01

    Abstrak. Salah satu energi alternatif yang efektif dikembangkan sekarang ini untuk mengganti bahan bakar minyak yaitu hidrogen. Untuk mendapatkan gas hidrogen dapat  dilakukan melalui proses elektrolisis air dengan memecahkan senyawa H2O menjadi gas HHO (Hidrogen Hidrogen Oksigen) dengan bantuan listrik arus searah (Direct Current) melalui media elektroda berupa plat stainless steel 304. Pada penelitian ini, akan diteliti hasil produksi gas HHO oleh generator HHO tipe basah dengan metode elek...

  4. Penerapan Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Think-Pair-Share Dalam Materi Usaha Dan Energi Ditinjau Dari Gender Siswa Kelas Xi Ipa Sma Negeri 1 Sungai Ambawang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Nofita Sari

    2016-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran model kooperatif tipe think-pair-share dalam materi usaha dan energi ditinjau dari gender siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungai Ambawang. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa laki-laki dan hasil belajar siswa perempuan. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode eksperimen dan bentuk penelitian eksperimen yang digunakan adalah Pre-Eksperimental Designs dengan rancangan penelitian The One-Shot Case Study.Sampel yang digunakan ialah kelas XI IPA 1 yang diambil secara purposive sampling.. Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengukuran dengan alat pengumpul data berupa tes yang berbentuk essay. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh kesimpulan: (1 Rata-rata hasil belajar siswa laki-laki yang diajarkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dalam materi usaha dan energi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungai Ambawang mencapai KKM (72 dengan nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,715 > 0,05. (2 Rata-rata hasil belajar siswa perempuan yang diajarkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dalam materi usaha dan energi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungai Ambawang mencapai KKM (72 dengan nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,185 > 0,05. (3 Terdapat perbedaan antara rata-rata hasil belajar siswa laki-laki dengan rata-rata hasil belajar siswa perempuan yang diajarkan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dalam materi usaha dan energi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungai Ambawang dengan nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,101 > 0,05.

  5. Konseling gizi mempengaruhi kualitas diet pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefania Widya S

    2016-08-01

    .Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan non-randomized control group pretest-posttest. Kualitas diet 54 responden yang mengalami diabetes mellitus akan digali menggunakan semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ sebelum dikonversikan menjadi skor kualitas diet berdasarkan standar perhitungan skor healthy eating index (HEI. Kelompok perlakuan kemudian akan diberi konseling gizi secara individu. Kemudian pasien dibentuk menjadi kelompok kelompok kecil yang terdiri dari 2 hingga 5 orang untuk melakukan diskusi kelompok terarah. Setiapminggu pasien akan diingatkan tentang dietnya melalui telepon atau pesan singkat. Pada minggu keempat, kualitas diet pasien kelompok kontrol dan kelompok perlakuan akan kembali dievaluasi. Hasil: Proporsi subjek yang memiliki kualitas diet baik meningkat pada kelompok perlakuan sesudah menerima intervensi berupa konseling gizi individu dan kelompok, sedangkan pada kelompok kontrol cenderung mengalami penurunan di akhir penelitian. Tingkat keberhasilan konseling gizi dalammeningkatkan skor HEI sebesar 73%.Kesimpulan: Gabungan konseling gizi secara individu dan kelompok dapat meningkatkan kualitas diet pada pasien diabetes mellitus tipe 2.KATA KUNCI: diabetes mellitus, kualitas diet, konseling gizi

  6. PERBEDAAN PENGARUH DIET TINGGI MINYAK SAWIT SEGAR DENGAN MINYAK JELANTAH TERHADAP LEMAK DAN TNF- α DARAH TIKUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susila Sastri

    2010-05-01

    Full Text Available AbstrakMasyarakat akhir-akhir ini cenderung memilih minyak sawit sebagai bahan penggoreng, hal ini mungkin karena harganya lebih murah dan mudah didapat dibandingkan minyak lain. Pemakain MS oleh masyarakat biasanya untuk bahan penggoreng bahan makanan. Minyak sawit mengandung asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh yang hampir seimbang, asam lemak jenuh meningkatkan lemak darah dan asam lemak tidak jenuh dikatakan dapat menurunkan lemak darah. Asam lemak tidak jenuh disisi lain mudah dioksidasi dengan pemanasan. Penelitian ini bertujuan melihat perbedaan pengaruh diet tinggi minyak sawit segar dan jelantah minyak sawit terhadap lemak darah dan TNF-α.Sudah dilakukan pemberian diet tinggi minyak sawit (50% pada tikus Wistar selama 8 minggu secara adlibitum. Pengukuran kadar kolesterol total, HDL-kol dan trigliserida melalui serum darah dengan alat spectrophotometer dan pemeriksaan TNF-α darah dengan cara ELISA.Hasil penelitian menunjukkan terdapat peninggian kadar lemak (trigliserida dan kolesterol total dan TNF-α darah bermakna (p<0,05 pada tikus diet tinggi minyak sawit segar ataupun minyak jelantah bila dibandingkan dengan kontrol namun peninggian lemak dan TNF-α oleh minyak jelantah lebih tinggi bermakna bila dibandingkan dengan minyak sawit segar. Kadar kolesterol darah tikus DMS lebih rendah dari kelompok kontrol positif.Kesimpulan; diet tinggi minyak sawit segar dan minyak jelantah pada tikus dapat meningkatkan kadar kolesterol total, trigliserida dan TNF-α secara bermakna dibandingkan kontrol, sedangkan peningkatan oleh minyak jelantah lebih tinggi bermakna dari minyak sawit segar.Kata kunci : diet tinggi minyak sawit, lemak darah, TNF-αAbstractSociety these days tend to prefer palm oil as raw roaster, this is probably because the price is cheap and easily available than other oils. MS usage by the community generally to material food fryer. Palm oil contains saturated fatty acids and unsaturated fatty acids are nearly balanced

  7. Pengaruh Lama Pemberian Diet Tinggi Kolesterol terhadap Kadar LDL dan TGF-Β Serum Tikus Putih (Rattus novergicus strain Wistar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Biomechy Oktomalioputri

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakDiet tinggi kolesterol ini akan meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL sebagai penanda hiperlipidemia yang berdampak pada terjadinya aterosklerosis. Transforming Growth Factor β (TGF-β memiliki peranan dalam proses terjadinya aterosklerosis ini. Keterlibatannya dalam hiperlipidemia sebagai faktor risiko utama aterosklerosis belum banyak diketahui. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh lama permberian diet tinggi kolesterol terhadap kadar LDL dan TGF-β pada tikus putih (Rattus novergicus strain Wistar. Penelitian ini menggunakan metode post test only control group design yang dilakukan terhadap tikus Rattus novergicus jantan umur 3-4 bulan, berat 200-250 gram. Sampel penelitian terdiri dari 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol, A, B dan C. Selain kelompok kontrol, kelompok tikus diberi diet tinggi kolesterol berupa lemak kambing 10%, telur puyuh 5%, selama 10 hari untuk kelompok A, 20 hari untuk kelompok B dan 30 hari untuk kelompok C. Pada akhir percobaan darah tikus diambil dan dilakukan pemeriksaan kadar LDL dan TGF-β serum. Hasil penelitian diolah secara bivariat. Analisis yang digunakan yaitu uji oneway Anova. Hasil penelitian diketahui terdapat pengaruh lama pemberian diet tinggi kolesterol terhadap peningkatan kadar LDL serum tikus dengan p=0,01 (p<0,05. Terdapat pengaruh lama pemberian diet tinggi kolesterol terhadap penurunan kadar TGF-β dimana p=0,04 (p>0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh lama pemberian diet tinggi kolesterol terhadap kadar LDL dan tikus putih Rattus novergicus strain Wistar.Kata kunci: diet tinggi kolesterol, LDL, TGF-β AbstractHigh-cholesterol diet will increase Low Density Lipoprotein (LDL levels which impact to atherosclerosis. Transforming Growth Factor β (TGF-β play a role in atherosclerosis process. But its involvement in hyperlipidemia as the main risk factor of atherosclerosis still unknown. The objective of this study was

  8. UPAYA PERBAIKAN KUALITAS KERUPUK UDANG TIPE MILD-B PADA PT. INDOSIGMA SURYA CORPORATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Naniek Utami Handayani

    2012-02-01

    Full Text Available Perusahaan makanan adalah satu bisnis yang menghasilkan makanan untuk manusia. Salah satu bentuk makanan adalah kerupuk udang. Perusahaan makanan berkembang luas di Indonesia. Banyak perusahaan di dalam dan juga luar negeri aktif dalam hal ini. Konmpetisi membuat setiap perusahaan mencari cara untuk mampu berdiri. Tak terkecuali PT. INDOSIGMA SURYA CORP. Salah satu usaha PT. INDOSIGMA SURYA CORP untuk mampu bertahan sebagai satu industri makanan di Indonesia adalah tidak berhenti meningkatkan kualitas produk yang mana mereka hasilkan. Tetapi dalam proses produksi masih ditemukan produk cacat dan rework dalam jumlah tinggi. Sebagian besar produk rework terjadi pada jenis Mild B dari kerupuk udang karena Moisture Content level (MC tidak sesuai standar. Laporan ini bertujuan untuk mencari dan meneliti penyebab Moisture Content level (MC tidak sesuai dari standar sehingga didapatkan solusi untuk menyelesaikan masalah. Metoda yang digunakan dalam laporan ini adalah Sig Sigma dengan proses tahap adalah DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control. Dari penerapan metoda dihasilkan perbaikan untuk PT. INDOSIGMA SURYA CORP untuk mengurangi sejumlah produk rework. Kata kunci : Sig Sigma, MC (Moisture Content, Kerupuk udang               Food Manufacturing is a business that produce food for human. One of forming food that is prawn crisply. Food manufacturing expand in Indonesia. A lot of good company own in and also abroad active in this. Tighten emulation make every company look for the way of in order to still able to stand up. Do not aside from PT. INDOSIGMA SURYA CORP. One of effort of PT. INDOSIGMA SURYA CORP in order to able to hold out as one of food industry in Indonesia is non-stoped to improve the quality of product which they yield. But from the production process remain to be found defect product and high rework. Mostly rework happened in type Mild B of  prawn crisply because Moisture Content level (MC inappropriate from the

  9. PRINSIP-PRINSIP GATS (GENERAL AGREEMENT ON TRADE IN SERVICES TERHADAP PERDAGANGAN JASA PENDIDIKAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alberta Hartiana

    2017-05-01

    Full Text Available International trade in higher education belongs to the more complex reality in the international trade in services, become global trends and reform in system of higher education all over the world. This research is aimed at finding out both modes of supply and principles of GATS regarding international trade in services. The main objective of the GATS is creating a credible and reliable system of international trade rules; ensuring fair and equitable treatment of all members; stimulating economic activity through guaranteed policy bindings and promoting trade and development through progressive liberalization. This study used normative research. The method used for collecting data was the statute approach. Primary legal sources derived from WTO Trade in Services Division regarding GATS obligations and the principles of the international trade in services. The result of this study, it was found that, there were four modes of supply trade in education under GATS (article 1:2 such as: cross-border supply; consumption abroad; commercial presence and delivery abroad; and the principles of GATS divided into two categories; Firstly, unconditionally obligations, such as the Most-Favoured Nation (article II GATS and Transparency (article III GATS apply directly and automatically to all WTO members and services sector regardless of whether WTO member schedule commitment or not; Secondly, conditionally obligations such as: National Treatment (article XVII and Market Access (article XVI  and only applies to commitment listed in national schedules. Perdagangan internasional dalam pendidikan tinggi milik realitas yang lebih kompleks dalam perdagangan internasional di bidang jasa, menjadi tren global dan reformasi dalam sistem pendidikan tinggi di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model-model pasokan dan prinsip-prinsip GATS mengenai perdagangan internasional di bidang jasa. Tujuan utama dari GATS adalah menciptakan sistem yang kredibel

  10. Faktor sosiodemografi dan tinggi badan orang tua serta hubungannya dengan kejadian stunting pada balita usia 6-23 bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Afia Amin

    2016-08-01

    merupakan gangguan pertumbuhan linier yang ditunjukkan dengan nilai skor-z TB/U kurang dari -2SD. Terdapat berbagai macam faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Faktor sosial demografi , meliputi pendapatan yang rendah, pendidikan orang tua yang rendah, dan jumlah anggota dalam rumah tangga secara tidak langsung juga berhubungan dengan kejadian stunting. Tinggi badan orang tua juga berkaitan dengan kejadian stunting. Ibu yang pendek memiliki kemungkinan melahirkan bayi yang pendek pula. Hasil penelitian di Mesir menunjukkan bahwa anak yang lahir dari ibu dengan tinggi badan <150 cm memiliki risiko lebih tinggi untuk tumbuh menjadi stunting.Tujuan: Mengetahui faktor sosiodemografi dan tinggi badan orang tua sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta.Metode: Desain penelitian adalah case-control. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Kecamatan Sedayu. Besar sampel yang diambil sebesar 252 balita usia 6-23 bulan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui identitas balita, identitas responden, status gizi balita, dan data sosiodemografi. Infantometer digunakan untuk mengukur panjang badan balita dan microtoise untuk mengukur tinggi badan orang tua. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik.Hasil : Dalam penelitian ini diketahui prevalensi kejadian stunting di Kecamatan Sedayu sebesar 16,20%. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu tinggi badan ibu (p=0,01 menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting. Hasil uji multivariat membuktikan bahwa variabel yang paling berpengaruh dengan stunting yaitu tinggi badan ibu. Variabel pekerjaan, pendidikan, pendapatan dan pengeluaran, jumlah anggota keluarga, dan tinggi badan ayah tidak menunjukkan hasil yang bermakna terhadap kejadian stunting.Kesimpulan: Faktor sosioemografi bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting

  11. Pengaruh Senam Nifas terhadap Penurunan Tinggi Fundus Uteri pada Ibu Post Partum di RSUP DR. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurniati Tianastia Rullynil

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakPerdarahan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu pada masa nifas, dimana 50%-60% karena kegagalan miometrium berkontraksi secara sempurna. Salah satu asuhan untuk memaksimalkan kontraksi uterus pada masa nifas adalah dengan melaksanakan senam nifas, guna mempercepat proses involusi uteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri (TFU pada ibu post partum. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan Post Test Only Control Group Design. Alat yang digunakan dalam penelitian berupa kaliper pelvimetri. Diberikan perlakuan senam nifas pada kelompok intervensi dan tidak senam nifas pada kelompok kontrol, kemudian dilakukan pengukuran tinggi fundus uteri hari ke-1, hari ke-3 dan hari ke-6. Data dianalisa menggunakan Uji General Linier Model (GLM. Rerata TFU hari ke-1 pada kelompok intervensi 12,37±0,72 dan 12,42±0,54 pada kelompok kontrol. Rerata TFU hari ke-3 pada kelompok intervensi 9,00±0,94 dan 9,87±0,75 pada kelompok kontrol. Sedangkan rerata TFU hari ke-6 pada kelompok intervensi 5,72±0,88 dan 7,37±0,68 pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan yang signifikan penurunan tinggi fundus uteri antara kedua kelompok pada hari ke-3 (p=0,00 dan hari ke 6 (p=0,00. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa senam nifas berpengaruh terhadap penurunan tinggi fundus uteri. Penurunan tinggi fundus uteri pada kelompok intervensi lebih turun dibanding kelompok kontrol.Kata kunci: senam nifas, tinggi fundus uteri, post partumAbstractHemorrhage is a major cause of maternal morbidity and mortality in the puerperium, about 50%-60% of hemorrhage occurs due to failure of myometrium to contract completely. One care to maximaze uterine contraction during the puerperium is by implementing parturition gymnastics in order to accelarate the process of uterine involution. The purpose of this study was to determine the effect of parturition gymnastics on a decreasing of

  12. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token Berbantu Puzzle Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas X Pada Materi Gelombang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Latifah

    2015-04-01

    Full Text Available The purpose in this research is to know the influence of cooperative Learning Models Time Type Token with puzzle toward critical thought abilityof the students grade X on Wave material at MA Al Hikmah Bandar Lampung year2014/2015 This research is quantitative with quasi experiment. Reasearch design that used is Nonequivalent Control Group Design with the population of all the students in grade X semestre even at MA Al Hikmah, Bandar Lampung year 2014/2015. The Sample of this research are used 2 classes; experiment and control class, where as experiment class (XA used cooperative time type token model with puzzle and control class (XB used cooperative learning model with pictures as media. Data colecting is using test (pretest and posttest, observation and documentation. After the data test collected, then it is analyzed by using normality test of statistic analysis, homoginity test and test-t. According to the result, it can be concluded that time type token with puzzle application influence significantly ttoward the ability of critical thinking of the students on Wave material at MA Al Hikmah Bandar Lampung year 2014/2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe time token berbantu puzzle terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X pada materi Gelombang di MA Al Hikmah Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2014/2015 .Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimen. Desain penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group Design dengan populasi yaitu seluruh peserta didik kelas X semester genap di MA Al Hikmah Bandar Lampung T.P 2014/2015. Sampel penelitian ini menggunakan 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kontrol, dimana kelas eksperimen (XA menggunakan model kooperatif tipe time token berbantu puzzle dan kelas kontrol (XB menggunakan model pembelajaran kooperatif media gambar. Teknik pengambilan data menggunakan test (pretest dan

  13. Faktor-faktor yang BerhubungandenganKetepatan Diagnosis Bidan Dalam Merujuk Pasien Kasus Kehamilan dan Persalinan Risiko Tinggi Ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desmariyanti .

    2015-11-01

    Full Text Available Ketepatan diagnosis merupakan ketepatan pendiagnosaan suatu kasus yang ditegakkan oleh petugas kesehatan dan telah memenuhi standar nomenklatur diagnosis. Bidan yang melakukan rujukan kehamilan dan persalinan risiko tinggi ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau pada tahun 2014 sebanyak 210 kasus, dan yang tidak tepat mendiagnosis sebanyak 35 kasus (17%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan diagnosis bidan dalam merujuk pasien kasus kehamilan dan persalinan risiko tinggi yaitu pengetahuan, sikap, kompetensi, masa kerja dan bidan delima. Penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif analitik observasional dengan studi penampang analitik (analitic crosssectional study. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda dengan jumlah sampel sebanyak 120 orang yang diambil secara total populasi.Hasil penelitian diperoleh variabel yang berhubungan dengan ketepatan diagnosis bidan dalam merujuk pasien kasus kehamilan dan persalinan risiko tinggi adalah pengetahuan (OR:4,656; 95%CI: 1,200-18,064, kompetensi (OR:11,834; 95%CI: 1,371-102,141, dan masa kerja (OR:10,887; 95%CI: 2,657-44,602. Disarankan sebaiknya bidan mengikuti pelatihan APN, memiliki masa kerja yang optimal dan keterampilan dalam mengolah kasus kehamilan dan persalinan risiko tinggi, dan mengikuti seminar, workshop, pelatihan ataupun kegiatan yang dapat menambah ilmu pengetahuan khususnya ketepatan diagnosis kehamilan dan persalinan risiko tinggi

  14. BIOAKTIFITAS BUNGA SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L. TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH MENCIT (Mus musculus YANG MENGALAMI HIPERKOLESTEROLEMIA DENGAN DIET TINGGI LEMAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rinza Rahmawati Samsudin

    2017-12-01

      Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bioaktifitas ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis l. terhadap  kadar kolesterol darah mencit (Mus musculus yang mengalami hiperkolesterolemia dengan diet tinggi lemak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni, dengan menggunakan rancangan randomized post-test only control group design. Bunga sepatu mengandung pigmen antosianin yang termasuk golongan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Sebanyak dua puluh delapan mencit dibagi menjadi empat kelompok (K1, K2, K3 dan K4. Kelompok K1 adalah kelompok yang mendapat perlakukan pakan tinggi lemak dan aquadest setelah aklimatasi. Kelompok K2, K3, dan K4 adalah kelompok  terapi yang mendapat perlakukan pakan tinggi lemak, ekstrak bunga septum sebanyak 1 ml dan aquadest setelah aklimatasi. Pemberian pakan tinggi lemak berlangsung selama 28 hari. Selama penelitian berlangsung penimbangan berat badan tikus dilakukan sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian 1 ml ekstrak bunga sepatu selama dua puluh delapan hari dapat menurunkan kadar kolesterol mencit dimana nilai p<0.05.   Kata kunci: ekstrak bunga sepatu, kadar kolesterol, diet tinggi lemak

  15. Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Mahasiswa (Higher Order Thinking dalam Menyelesaikan Soal Konsep Optika melalui Model Problem Based Learning

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati Nurhayati

    2017-12-01

    Full Text Available Abstract This study aims to describe the ability of higher order thinking students in solving the problem of the concept of optics after given the learning with problem-based learning model. This research uses a descriptive method with quantitative approach. The subjects of the research are students of the second semester of physics education study program, amounting to 19 people. Data collection techniques used are two tier multiple choice shaped test consisting of eight questions include the level of analyzing, evaluating and creating. Based on the results of data analysis, it is known that the ability of high-level thinking of students in optical learning has enough categories with the following details: (1 The percentage of students who have excellent high-level thinking skills is 15.79%, good category of 31.58%, enough category of 42.11%, and category less than 10.53%; (2 The percentage of student ability in answer about level of analyze equal to 68.42%, student ability in answer about evaluation level 57.89% and equal to 53.51% for student ability in answer level question create. Keywords: higher order thinking, optics, problem-based learning model Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa (higher order thinking dalam menyelesaikan soal konsep optika setelah diberikan pembelajaran dengan model problem based learning. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian yaitu mahasiswa semester II program studi pendidikan fisika yang berjumlah 19 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes berbentuk two tier multiple choice yang terdiri dari delapan soal meliputi tingkatan menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa dalam pembelajaran optika memiliki kategori cukup dengan rincian sebagai berikut: (1 Persentase mahasiswa yang

  16. PENGARUH FLUKTUASI TINGGI MUKA AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DI SUNGAI DAN RAWA MAHAKAM HULU KALIMANTAN TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaluddin Kasim

    2015-12-01

    Full Text Available Beberapa penelitian menyebutkan bahwa fluktuasi tinggi muka air (TMA dapat mempengaruhi hasil tangkapan ikan di perairan sungai dan rawa namun tidak terhadap semua jenis ikan.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil tangkapan jenis ikan sungai dan rawa sungai Mahakam yang mendapat pengaruh fluktuasi TMA dan jenis ikan yang tidak mendapatkan pengaruh langsung oleh fluktuasi TMA. Data mengenai hasil tangkapan ikan yang berasal dari alat tangkap pancing dan jaring diperoleh melalui enumerator di Tempat Pendaratan Ikan (TPI Selili Kota Samarinda pada periode 2007-2012, sedangkan nilai rata-rata Tinggi Muka Air (TMA DAS Mahakam secara bulanan diperlukan sebagai salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap hasil tangkapan beberapa jenis ikan sungai dan rawa. Data dianalisis dengan metode regresi linear sederhana dan penentuan perbedaan hasil tangkapan pada musim hujan, peralihan dan kemarau dilakukan dengan Analysis of Variance (ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah hasil tangkapan ikan berkorelasi kuat (r=0,7 terhadap Tinggi Muka air (TMA dengan arah hubungan negatif atau berkebalikan, yakni semakin tinggi nilai TMA maka hasil tangkapan semakin rendah. Jenis ikan sungai dan rawa seperti patin, nila, sepat siam (Trichogaster pectoralis, lais dan betok (Anabas testudineus merupakan jenis ikan yang hasil tangkapannya dipengaruhi secara signifikan (P0,05 oleh fluktuasi TMA.   Some studies have showed that water level fluctuation may have a significant correlation to the catch of several commercial fish target in inland fishery and does not influence directly the cath of some commercial fish. This study aimed to determine which species are directly influenced and such species not inluenced by water level fluctuation for its catches. Catch data obtained from hand line and gill net are recorded by enumerators at Fish Landing Sites of Selili, Samarinda during the period of 2007-2012, while the data of surface water

  17. Penentuan Kadar Air Dan Kadar Kotoran Minyak Inti Sawit Di PTPN III PKS Kebun Rambutan – Tebing Tinggi

    OpenAIRE

    Nadapdap, Nova Dana Isabela

    2010-01-01

    PTPN III PKS Kebun Rambutan – tebing tinggi is factory which manufactures CPO starting from fresh fruit bunch to be crude oil.And the second product produced by PTPN III is Palm kernel.The proses of palm kernel oil within several steps are separation,solution,drying and storage.In other to be distributed,palm kernel must the following the quality specification free fatty acid 0,5 %,water content 7,0 %,pollutant content 6,0 %,ang these are the standart for obtaining high quality palm kernel.An...

  18. Peran Perguruan Tinggi, Pemerintah dan Investor dalam Membangun Wisata Pedesaan Di Jawa Barat Sebagai Upaya Mengurangi Kemiskinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dede R Oktini

    2007-06-01

    Full Text Available Jumlah penduduk miskin di Jawa Barat semakin lama semakin bertambah, sumber  mengatakan bahwa pada bulan Februari  2005 tingkat kemiskinan di Jawa Barat hanya 16 %, sedangkan per Juli 2005 naik menjadi 18,7% dan estimasi sementara untuk maret 2006 mencapai 22 %. (www.bps.co.id. Jumlah penduduk miskin di pedesaan lebih tinggi dibandingkan dengan di perkotaan, misalnya saja pada tahun 2005 persentase kemiskinan di perkotaan hanya 11,37 % sedangkan di pedesaan mencapai 19,51 %. Demikian pula pada tahun-tahun sebelumnya jumlah penduduk miskin yang ada di pedesaan selalu lebih tinggi dibandingkan dengan di perkotaan. Fenomena kemiskinan ini juga tampak dari aktivitas sehari-hari yang mana di pedesaan lebih terlihat bahwa banyak orang yang hanya menghabiskan waktu dengan duduk-duduk, sementara gadis dan pemudanya berkumpul di pos-pos ronda mengobrol hal-hal yang kurang bermanfaat. Kondisi buruk seperti ini tentunya tidak bisa dibiarkan dan masyarakat pedesaan khususnya di Jawa Barat tidak bisa tinggal diam hanya mengharapkan belas kasihan dari pemerintah, namun harus segera bergerak untuk berupaya terlepas dari  kemiskinan yang membelenggu. Di setiap daearah di Jawa Barat memiliki potensi yakni lahan pertanian seperti sawah, kebun dan ladang yang hingga saat ini hanya dimanfaatkan sesuai dengan fungsi dasarnya saja yaitu menanam padi dan tanaman lain, padahal sebenarnya lahan-lahan tersebut dapat lebih dimanfaatkan misalnya dijadikan lokasi pariwisata pedesaan tradisional. Namun demikian untuk mewujudkannya tentu diperlukan dukungan dari berbagai pihak yakni Perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia / masyarakat setempat sebagai calon pramuwisata atau calon wirausaha, penghubung antara calon pramuwisata/ wirausahawan dengan pihak investor, sedangkan pemerintah berperan dalam menyediakan infrastruktur seperti jalan raya, listrik serta mendidik masyarakat agar lebih mencintai alam pedesaan. Sedangkan

  19. Tingkat Keamanan Konsumsi Residu Karbamat dalam Buah dan Sayur Menurut Analisis Pascakolom Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Wispriyono

    2013-02-01

    Full Text Available Karbamat merupakan salah satu jenis pestisida yang banyak digunakan untuk membasmi hama buah dan sayur. Untuk menentukan bahwa residu karbamat dalam sayuran masih aman dikonsumsi manusia, telah dilakukan analisis beberapa residu karbamat seperti metomil, karbaril, karbofuran, dan propoksur. Sampel-sampel tomat, apel, selada air, kubis, dan sawi hijau dikumpulkan dari tiga supermarket dan satu pasar tradisional di Depok, Jawa Barat. Analisis dilakukan serempak untuk ke empat residu karbamat menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi denganpereaksi o-ftalaldehida dan 2-merkaptoetanol dalam reaktor pascakolom dengan detektor fluoresensi. Dari sampel-sampel buah dan sayur yang dianalisis, hanya sawi hijau asal pasar tradisional yang positif mengandung propoksur dengan kadar 1,2 mg/25 gram berat basah (0,048 mg/g berat basah. Dengan Acceptable Daily Intake(ADI propoksur 0,005 mg/kg berat badan/hari, konsumsi sawi hijau harian seberat 20 g/hari masih cukup aman dari gangguan kesehatan akibat pajanan kronik propoksur dengan margin of safety 298,7 (> 100 sebagai batas aman. Carbamat is a group of pesticides which is commonly used to control fruits and vegetables pests. To determine that carbamat residues in fruits and vegetables are safe for human consumption, carbamate residues such as methomyl, carbaryl, carbofuran, and propoxur in vegetables and fruits have been analyzed. Samples of tomato, apple, water lettuces, cabbage, and mustard greens were collected from three supermarkets and one traditional market in Depok, West Java. The analysis was carried out simultaneously for all four carbamate residues by high performance liquid chromatography using o-phtaladehyde and 2 mercaptoethanol reagents in post-column reactor with a fluorescence detector. Of fruits and vegetable samples analyzed, only mustard greens from traditional market positively containe propoxur at 1.2 mg/ 25 gram wet weight (0,048 mg/gram wet weight. With Acceptable Daily Intake (ADI

  20. PENGEMBANGAN METODE PENETAPAN KADAR SIKLAMAT BERBASIS KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI GUNA DIIMPLEMENTASIKAN DALAM KAJIAN PAPARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Wibowotomo

    2012-08-01

    Full Text Available The aim of this research was to develop a method for determining cycla­mate content in foods based on High Performance Liquid Chromatography for exposure assessment of cyclamate. The extraction procedure is conducted by de­creasing pH sample until less than 2, and mobile phase is executed by applying the ratio of phosphate buffer-methanol as 75:25, 80:20, 85:15. The results of experiments be obtained colom: ODS RP-18, 5 μm, 250 x 4,6 mm ID; mobile phase: phosphate buffer/KH2PO4 pH 4,6 and metanol in a ratio of 85:15; flow rate: 1 ml/min; injection volume: 20 μl; and detector: UV-Vis 200 nm. The indication of extraction showed by parameter distribution ratio D ≈ KD and the extraction efficiency of 83.04–94.92%. The exposure estimated of cyclamate based concentration analysis is about 28.41 mg/kg bw/day (258.27% ADI, where SNI 01-6993-2004 regulates 2.99 mg/kg bw/day (27.21% ADI. Tujuan penelitian adalah mengembangkan metode penetapan siklamat ber­basis kromatografi cair kinerja tinggi untuk pengukuran konsentrasi siklamat. Prose­dur  ekstraksi menggunakan  modifikasi  pH sampel hingga pH lebih kecil 2, dan fase gerak diterapkan perlakuan rasio bufer fosfat–metanol 75 : 25, 80 : 20, dan 85 : 15. Hasil eksperimen diperoleh kolom: ODS RP-18, 5 μm, 250 x 4,6 mm ID; fase gerak: bufer fosfat/KH2PO4 pH 4,6 dan metanol rasio 85 : 15; laju aliran: 1 ml/menit; volume injeksi: 20 μl; dan detektor: UV-Vis 200 nm. Indikasi keberhasilan ekstraksi ditunjukkan dengan parameter rasio distribusi D ≈ KD dan efisiensi ekstraksi 83,04–94,92%. Estimasi paparan berdasar konsentrasi analisis langsung sebesar 28,41 mg/kg bb/hari (258,27% ADI, sedang estimasi paparan berbasis SNI 01-6993-2004 sebesar 2,99 mg/kg bb/hari (27,21% ADI.

  1. PEMANFAATAN LM35 SEBAGAI SENSOR SUHU OTOMATIS PADA SISEM PENGONTROLAN SUHU RUANGAN PENGERING (STUDI KASUS : PENGERING TIPE RAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Rahayuningtyas

    2016-01-01

    Full Text Available Aliran udara dan suhu pada ruang pengering memegang peranan penting dalam proses pengeringan suatu produk. Laju penguapan air bahan dalam pengeringan sangat ditentukan oleh kenaikan suhu. Pada penelitian ini pengontrolan suhu ruang pengering dilakukan dengan merancang bangun sensor suhu dengan menggunakan LM35 dan berbasis mikrokontroler ATMEGA 8535. Input berupa suhu disensor oleh LM35 yang kemudian diolah dan dikontrol oleh mikrokontroler. Keluaran dari mikrokontroler berupa nilai bacaan suhu yang akan ditampilan pada LCD display 16 x 2. Pengamatan ini bertujuan untuk menguji parameter teknis yang terkait dengan unjuk kerja mesin pengering tipe rak meliputi sebaran suhu dengan konveksi paksa menggunakan kipas mekanik. Pengamatan dilakukan pada suhu 50ºC dan 60ºC, dengan 2 buah kipas dengan kecepatan masing-masing 3,9 m/dt dan 4,7 m/dt. Setiap 30 menit data suhu pada 6 titik diambil dalam ruang pengering. Dengan membandingkan hasil pengukuran dengan menggunakan sensor suhu LM35 dan termometer raksa dapat terlihat bahwa tidak terjadi perbedaan suhu yang jauh. Jika terdapat perbedaan hasil pembacaan, hal tersebut masih diijinkan karena nilainya berada dalam jangkauan toleransi. Perbedaan ini juga dipengaruhi oleh tata letak kipas yang mengakibatkan perbedaan hembusan udara dan berpengaruh pada rataan suhu dalam ruang pengering.

  2. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Game Tournament dengan Metode Tutor Sebaya untuk Menuntaskan Hasil Belajar Siswa Pada Kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mabruratul Hasanah

    2017-03-01

    , Heat and Heat Transfer.Penelitian ini berlatar belakang adanya hasil belajar siswa kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan yang belum mencapai KKM hususnya dalam bidang studi fisika. Oleh karena itu, peneliti mencoba menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan metode tutor sebaya di kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan pada pokok bahasan Kalor dan Perpindahan Kalor. Permasalahan penelitian ini yaitu 1. Bagaimana ketuntasan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan metode tutor sebaya pada kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan?. 2. Bagaimana aktivitas siswa selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan metode tutor sebaya pada siswa kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan?.Tujuan Penelitian ini adalah 1. Untuk Menuntaskan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan metode tutor sebaya. 2. Untuk mengetahui Aktivitas belajar siswa selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan metode tutor sebaya. pada pokok bahasan Kalor dan Perpindahan Kalor. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan tiga siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, evaluasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan tahun pelajaran 2014/2015. Analisis data yang digunakan adalah teknik statistik deskriptif. Dari hasil analis didapatkan bahwa hasil belajar siswa dari Siklus I sampai Siklus III sudah mencapai kriteria ketuntasan dengan persentase yaitu, Siklus I (50%, Siklus II (70%, Siklus III (85% dan aktivitas siswa telah sesuai dengan tujuan pembelajaran kooperatif. Hasil evaluasi pretes-postes yaitu dari 10,00% (tidak tuntas menjadi 90,00%(tuntas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan Metode Tutor Sebaya dapat menuntaskan hasil belajar fisika dan aktivitas siswa Kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan pada pokok bahasan Kalor dan Perpindahan Kalor. Kata Kunci: TGT, Hasil

  3. Analisis Arus Kas Terkait Kebijakan Uang Kuliah Tunggal di Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surtiati Surtiati

    2017-05-01

    , dan rasio lancar. Analisis perbedaan penerimaan SPP S1 sebelum dan sesudah kebijakan UKT menggunakan uji t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis rasio arus kas PTN Badan Hukum “XYZ” memiliki rasio kas yang likuid. Hasil analisis uji t sampel berpasangan menunjukkan bahwa total penerimaan SPP S1 satu tahun pertama (TPB sebelum dan sesudah UKT berbeda nyata sedangkan total penerimaan SPP S1 dari tahun pertama hingga tahun ke empat sebelum dan sesudah UKT tidak berbeda nyata. Kebijakan pengelolaan SPP S1 reguler sesudah UKT sebaiknya penundaan pembayaran SPP diminimalisir agar dana SPP dapat terkumpul seutuhnya. Alokasi SPP ke fakultas/departemen semula berdasarkan BPMP dan BPMK menggunakan sistem tarif, sehingga biaya per mata kuliah belum tentu sesuai dengan kebutuhan. Hal ini tidak sesuai dengan sistem UKT yang didasarkan pada unit cost. Artinya, biaya mata kuliah didasarkan kepada kebutuhan riilnya, bukan berdasarkan tarif yang ditetapkan.Kata kunci: analisis arus kas, perguruan tinggi negeri badan hukum, uang kuliah tunggal

  4. Tinggianthura alba: a new genus and species of Anthuridae (Isopoda, Cymothoida, Anthuroidea) from Pulau Tinggi, Johor, Malaysia with an updated key to the genera of Anthuridae.

    Science.gov (United States)

    Chew, Melvin; Abdul Rahim, Azman; bin Haji Ross, Othman

    2014-01-01

    A new anthurid isopod from dead coral rubble and stones in the intertidal area of Pulau Tinggi, Johor, Malaysia, is described. It is placed in a new genus and species, Tinggianthura alba. Tinggianthura is characterized by: (1) subtriangular carpus shape of pereopods 4-7, (2) pereopod 1 propodus palm without prominent tooth or steps and (3) maxillipedal palp 2-articled.

  5. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN KECEMASAN PESERTA DIDIK SMA KELAS XI PADA MATERI SISTEM KOLOID

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zikra Azizah

    2017-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap peningkatan penguasaan konsep dan penurunan kecemasan peserta didik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest, nonequivalent control group design. Subyek penelitian berjumlah 79 peserta didik kelas XI IPA di salah satu SMAN di kota Padang, terdiri dari 40 peserta didik kelas eksperimen dan 39 peserta didik kelas kontrol. Instrumen yang digunakan yaitu tes penguasaan konsep, kuesioner kecemasan, pedoman wawancara, dan lembar observasi peserta didik. Analisis data menggunakan uji perbedaan rata-rata yaitu Uji-t atau uji Mann-Whitney. Skor rata-rata N-Gain penguasaan konsep peserta didik kelas eksperimen sebesar 0,60 dan kelas kontrol sebesar 0,49. Skor rata-rata N-Gain kecemasan peserta didik kelas eksperimen 0,45 dan kelas kontrol sebesar 0,36. Berdasarkan skor N-Gain terdapat perbedaan yang signifikan antara penguasaan konsep dan kecemasan peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan penguasaan konsep peserta didik dan menurunkan kecemasan peserta didik.

  6. HUBUNGAN PENYAKIT GONDOK DENGAN PRESTASI BELAJAR DAN TINGGI BADAN ANAK MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN KORONG GADANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusri Dianne Jurnalis

    2008-09-01

    Full Text Available AbstrakYodium adalah komponen esensial dalam asupan makanan manusia, yang merupakan bagian dari hormon tiroid yaitu tiroksin (T4 and triyodotironin (T3. Hormon tersebut dibutuhkan untuk menjaga metabolisme basal, metabolisme sel, dan kesatuan jaringan tubuh. Hormon tiroid diperlukan dalam pekembangan sistem saraf janin dan bayi. Kekurangan asupan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok, yaitu pembesaran kelenjar tiroid. Gondok endemik merupakan hasil dari peningkatan kerja kelenjar tiroid oleh Thyroid Stimulating Hormone (TSH dalam memaksimalkan penggunaan yodium yang tersedia, hal ini merupakan penyesuaian terhadap keku-rangan yodium. Gangguan paling parah yang dapat disebabkan oleh kekurangan yodium adalah retardasi mental yang menetap dan hambatan pertumbuhan. Selama kurun wktu 5 tahun, prevalensi penyakit gondok di Kota Padang meningkat dari 8,5% menjadi 21,5%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi penyakit gondok dan hubungannya dengan prestasi belajar dan tinggi badan anak Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang.Telah dilakukan penelitian pada 169 murid kelas II, III, IV, V, dan VI di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Data tentang prestasi belajar didapatkan dari hasil ujian semester. Tinggi badan ditentukan berdasarkan tinggi badan per umur.Selama penelitian ini didapatkan 84 anak (49,7% menderita penyakit gondok. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara penyakit gondok dan prestasi belajar (p>0,05. Penelitian ini juga menemukan tidak terdapat hubungan antara penyakit gondok dan pertumbuhan fisik (p>0,05.Kata kunci : Penyakit Gondok, Prestasi Belajar, Tinggi Badan AnakAbstractIodine is an essential component of human diet, which part of thyroid hormones, thyroxine (T4 and triiodothyronine (T3. These hormones are involved in the maintenance of metabolic rate, cellular metabolism and integrity of connective tissue. Thyroid hormones are

  7. Smoking among Secondary School Students in Kota Tinggi, Johor, Malaysia--Findings from a Cross-Sectional Study.

    Science.gov (United States)

    Lim, Hock Kuang; Teh, Huey Chien; Lim, Li Hui; Lau, Joo Keng; Kee, Cheong Chee; Ghazali, Sumarni Mohd; Chan, Ying Ying; Sabtu, Mohd Yusoff; Ismail, Hasimah; Mohd Zaki, Nor Azian; Thomas, Leni Tupang; Lim, Kuay Kuang; Sm, Cheong; Ibrahim, Normala; Mohd Yusoff, Muhammad Fadhli

    2015-01-01

    Smoking is a learnt behavior during adolescence and understanding the factor/s associated with smoking will assist in identifying suitable measures in combating the rising prevalence of smoking among adolescents. This research aimed to identify the factor/s associated with smoking among form four students in Kota Tinggi, Johor. Multistage sampling was used to select a representative sample of students in 2008 and data were collected using a self-administered validated questionnaire. This study revealed that the overall smoking prevalence was 19.0% with a significantly higher proportion of male smokers (35.8%) as compared to females (3.15%). Adolescents who were male (aOR 6.6, 95%CI 2.61-16.4), those who had peer/s who smoked (aOR 4.03, 95% CI 1.31-12.4), and those who studied in rural areas and Felda Settlements ( aOR 4.59, 95 CI 1.11-18.0; aOR 9.42, 95%CI 3.91-29.1) were more likely to smoke in the past one week. On the other hand, adolescents with better knowledge on the hazards of smoking and negative attitudes towards smoking were less likely to smoke (aOR 0.51, 95%CI 0.37-0.72; aOR 0.67, 95%CI 0.46-0.99). Future promotional and interventional programmes on smoking should be considered and the above identified risk factors integrated to reduce smoking prevalence among students of school-going ages in Kota Tinggi. Johor.

  8. MOTIVASI PUSTAKAWAN PERGURUAN TINGGI NEGERI (PTN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY DALAM PENULISAN ARTIKEL YANG DIPUBLIKASIKAN MEDIA CETAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erni Susilowati

    2015-12-01

    Full Text Available Pustakawan memiliki peluang yang besar untukmenulis di media cetak sebab mereka memiliki kedekatan dan kemudahan dalam memperoleh sumber-sumber informasi yang diperlukan. Namun demikian, pustakawan sangat sedikit memberikan kontribusi dalam penulisan di media cetak. Salah satu sebabnya adalah minimnya penguasaan keterampilan menulis serta rendahnya motivasi sebagai pemacu kemampuan diri pustakawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi yang mendorong pustakawan untuk menulis artikel yang dipublikasikan lewat media cetak. Selain itu untuk mengetahui motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik yang mendorong pustakawan untuk menulis artikel di media cetak. Motivasi pustakawan dalam menulis artikel juga dilihat dari tingkat pendidikan, pengalaman kerja, usia, jenis kelamin dan keikutsertaan dalam pelatihan kepenulisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif survey. Populasi dalam penelitian ini adalah pustakawan 3 perguruan tinggi negeri di DIY, yaitu UGM, UNY, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sampel ditentukan secara area random sampling dari ketiga perguruan tinggi yang ada. Data yang diperlukan didapat dengan metode: (1 angket untuk pustakawan sampel, (2 wawancara kepada 5 orang pustakawan senior, dan (3 studi pustaka untuk melengkapi data penelitian. Simpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1 Motivasi paling kuat yang melatarbelakangi pustakawan dalam menulis artikel di media cetak adalah motivasi angka kredit, dengan skor 3,81. (2 Motivasi intrinsik lebih besar pengaruhnya daripada motivasi ekstrinsik dalam mendorong pustakawan untuk menulis artikel di media cetak. (3 Hal yang mempengaruhi motivasi pustakawan untuk menulis artikel di media cetak adalah jenjang kepustakawanan, tingkat pendidikan, dan keikutsertaan dalam pelatihan teknik penulisan. (4 Hal yang kurang mempengaruhi motivasi pustakawan untuk menulis artikel di media cetak, antara lain usia, jenis kelamin, dan lamanya bekerja di

  9. TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leny Marlina

    2013-11-01

    Full Text Available AbstracTrust is a very significant thing in a management. Good management is supported by good leadership. Leadership stands on the foundation of trust. When confidence fragile, then the leader will soon collapse. Similar to a standing leadership in education on the basis of trust. Therefore, the most fundamental and important when being a leader is to instill confidence in the members or subordinates because of the way that a leader will be respected and honored in an organization. Planting a sense of trust in subordinates leadership is influenced by the type of person and the type of leadership style depends on the person. Keywords: Leadership, Education, Management

  10. FACTORS INFLUENCING HUMAN RELIABILITY OF HIGH TEMPERATURE GAS COOLED REACTOR OPERATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sigit Santoso

    2016-10-01

    ABSTRAK Peran dan tindakan operator pada reaktor berpendingin gas akan berbeda dengan peran operator pada operasi tipe reaktor lain. Analisis unjuk kerja operator dan faktor yang berpengaruh dapat dilakukan secara komprehensif melalui analisis keandalan manusia(HRA. Melalui HRA dampak dari kesalahan manusia pada sistem maupun cara untuk mengurangi dampak dan frekuensi kesalahan dapat diketahui. Makalah membahas faktor yang berpengaruh pada tindakan operator, yaitu pada kejadian kecelakaan pendingin reaktor gas bersuhu tinggi-HTGR. Analisis untuk kualifikasi faktor pembentuk kinerja(PSF dilakukan berdasarkan kurva keandalan fungsi waktu, dan metode keandalan manusia yang dikembangkan berdasar pada aspek kognitif yaitu Cognitive Reliability and Error Analysis Method (CREAM. Hasil analisis berdasar kurva keandalan fungsi waktu menunjukkan komponen waktu berkontribusi positif pada peningkatan keandalan operator (PSF<1 pada kondisi semua fitur keselamatan berfungsi sesuai rancangan. Sedangkan pada metoda analisis dengan pendekatan kognitif CREAM diketahui selain faktor ketersediaan waktu, faktor pelatihan dan rancangan HMI juga berkontribusi meningkatkan keandalan operator. Faktor pembentuk kinerja keseluruhan diketahui sebesar 0,25 dengan faktor kontribusi positif dominan atau berpengaruh pada penurunan kesalahan manusia adalah ketersediaan waktu (PSF=0,01, dan faktor kontribusi negatif dominan adalah prosedur dan siklus kerja (PSF=5. Nilai PSF tersebut sebagai faktor pengali dalam perhitungan probabilitas kesalahan manusia. Analisis faktor pembentuk kinerja perlu dikembangkan pada skenario kejadian lain untuk selanjutnya digunakan untuk perhitungan dan analisis keandalan manusia yang komprehensif dan perancangan sistem interaksi manusia mesin di ruang kendali. Kata kunci: PSF, HTGR, operator, ruang kendali, keandalan manusia

  11. Eksperimen Dan Analisis Lebar Retak Pada Balok Beton Bertulang Pasca Paparan Suhu Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizki Prasetiya

    2018-01-01

    Full Text Available Cracking is one of the structural behaviors reviewed under the service boundary conditions. Cracks will be the gaps in the various substances in the reinforced concrete structures that will make the structure vulnerable. The fragility of building structures due to exposure to high temperatures or fires can be observed from the behavior of structures when the boundary conditions and maximum crack widths become one of the conditions to how the strength of the structure can survive. This research aims to find how big influence of high temperature on reinforced concrete beam especially to crack width. The test performed is a bending test with a beam-sized test object (10 x 15 x 120 cm. The variation of this research is normal reinforced concrete beam (BN, exposed to temperature 400°C (BS1, exposure temperature 600°C (BS2, and exposure temperature of 800°C. The results show that the decrease of bending strength from normal temperature to 400°C is 10%, from normal temperature to 600°C at 22% and from normal temperature to 800°C at 29%. For the average crack width at normal beam load load of 0,148 mm, then for 400°C beam decrease and the average crack width is 0,095 mm. For the average crack width when the load of beam service 600°C increased and gained 0,696 mm, for beam of 800°C crack width at service load 0,276 decreased compared to beam 600°C. Keywords : Service Boundary Conditions, Bending Capacity , Crack width , High Temperature, Reinforced Cocrete Beam.

  12. UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING PADA MATA DIKLAT KOMUNIKASI SISWA SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Pratiwi

    2016-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing pada mata diklat komunikasi siswa kelas X AP SMK Gatra Praja Pekalongan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X AP yang berjumlah 37 siswa. jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas, dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner,dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan minat belajar hasil dari lembar pengamatan siklus I sebesar 60,33% dengan kategori kurang berminat dan pada siklus II menjadi 75,27% dengan kategori berminat. Sedangkan hasil minat belajar dari angket/kuesioner pada siklus I 68,90% dengan kategori berminat dan pada siklus II menjadi 76,71% dengan kategori berminat. Kesimpulanya Penerapan pembelajaran menggunakan model Snowball Throwing dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas X AP pada mata diklat komunikasi SMK Gatra Praja Pekalongan, terbukti setiap siklusnya mengalami peningkatan. This study is aimed at improving students’ interest through cooperative learning model Snowball Throwing at Communication Training Subject in Class X Office Administration of Gatra Praja Vocational High School Pekalongan. Subject of this research was the 37 students of XI AP. This type of research is classroom action research and conducted in two cycles. Data collecting technique used is observation, questionnaires, and documentation. The result of the research shows that the learning interest form of the observation sheet on the first cycle is 60.33% with less interest category and the second cycle, it turns into 75.27% to the category of interest. While the results of the learning interest from the questionnaire in the first cycle is 68.90% of the maximum percentage of the interest category and the second cycle it turns into 76.71% to the category of interest. The conclusion is the application of learning using models Snowball Throwing can increase students’ interest in

  13. Hubungan Jumlah Komplikasi Kronik Dengan Derajat Gejala Depresi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Poliklinik Rsup Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Try Rahmi Lussii Karsuita

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakKomplikasi akibat penyakit Diabetes Melitus (DM dapat menyebabkan terjadinya perubahan psikologis, salah satunya adalah gejala depresi pada pasien DM. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan jumlah komplikasi kronik pada setiap derajat depresi pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional yang dilaksanakan dari Maret sampai Mei 2014 di Poliklinik RSUP Dr. M. Djamil Padang. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 76 pasien DM. Jumlah komplikasi kronik diketahui dengan melihat rekam medik pasien, sedangkan derajat gejala depresi dinilai dengan wawancara menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami gejala depresi sebanyak 27 orang (35,5%. Derajat gejala depresi normal atau minimal sebanyak 64,5%, derajat ringan sebanyak 27,6% dan derajat sedang sebanyak 7,9%. Gejala depresi pada responden dengan satu komplikasi sebesar 6,9%, dengan dua komplikasi 42,4%, dengan tiga komplikasi 88,8 % dan empat komplikasi sebesar 60%. Setelah dilakukan analisis dengan uji Kruskal Wallis didapatkan bahwa terdapat perbedaan rerata jumlah komplikasi kronik pada setiap derajat depresi pada pasien DM tipe 2 (p < 0,001.Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, gejala depresi, komplikasi kronikAbstractComplications due to diabetes disease can cause psychological changes, such as depression symptom. The objective of this study was to reveal the difference of the number of chronic complications on every single degree of depression in patients with type 2 diabetes. This was an analytic study that carried out from March to May 2014 in the polyclinic of RSUP Dr. M. Djamil Padang. The subject consisted of 76 diabetic patients. The number of chronic complications was identified by looking at the medical record of patients, whereas the degree of depressive symptom assessed by interview using a questionnaire BDI II. The results showed that respondents having

  14. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC Bermuatan Nilai Karakter terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas VII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mhd. Jasri Ilham

    2017-03-01

    Full Text Available Abstract: This study aimed at investigating the effect of cooperative learning of CIRC type with character values on short story seventh graders’ writing achievement at junior high school. In addition to that, a quantitative method with a quasi experimental design (pretest-posttest control group design was conducted. It turned out that there was a significant effect of using cooperative learning of CIRC type with character values on short story seventh graders’ writing achievement at State Senior High School 5 Muara Bungo in (1 developing theme (3,383 e” 2,0086, (2 using the language (2,533 e” 2,0086, (3 developing the background (2,469 e” 2,0086, (4 developing characters (2,319 e” 2,0086, (5 developing the plot (2,087 e” 2,0086, and (6 implementing character values in cooperative learning of CIRC type in writing short story ran well. The finding was corroborated by the mean of students’ character values (3,16 and was categorized as good. Key Words: writing learning, short story, CIRC cooperative learning, character value Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe CIRC bermuatan nilai karakter terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas VII SMP. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan rancangan kuasi eksperimen (quasi experimental dengan desain pretest-posttest control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC bermuatan nilai karakter terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas VII SMPN 5 Muara Bungo; dalam (1 mengembangkan tema (3,383 e” 2,0086, (2 menggunakan bahasa (2,533 e” 2,0086, (3 mengembangkan latar (2,469 e” 2,0086, (4 mengembangkan penokohan (2,319 e” 2,0086, (5 mengembangkan alur (2,087 e” 2,0086, dan (6 pengimplentasian nilai karakter dalam pembelajaran kooperatif tipe CIRC dalam menulis cerpen terlaksana dengan baik. Hal ini terbuktikan

  15. Induksi Mutasi Kalus Embriogenik Gandum (Triticum aestivum L. melalui Iradiasi Sinar Gamma untuk Toleransi Suhu Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ryan Budi Setiawan

    2015-06-01

    Full Text Available Mutation techniques through gamma ray irradiation is useful to support breeding programs for genetic improvement of wheat. Genetic improvement on tolerance to high temperatures is necessary for development of wheat in Indonesia. The purpose of this study was to determine the level of radiosensitivity to be used as the basis for the induction of mutations by gamma ray irradiation on embryogenic callus to obtain putative mutants with high temperature tolerance. Explants used were embryogenic callus cultured on MS medium containing 30 g L-1 sukrosa, 2 g L-1 gelrite, 2 mg L-1 2.4D and 1 mg L-1 picloram. Culture incubated for 6 weeks with temperature 20±4 oC in the room culture. Five irradiation doses (10, 20, 30, 40 and 50 Gy were used in radiosensitivity testing. A factorial, completely randomized design was applied to the experiment. The first factor was selection temperature with three levels (25, 30 and 35 oC, and the second factor was doses of gamma ray iradiation with three levels (10, 20, and 30 Gy. The result showed that radiosensitivity levels varied among varieties, LD20: 7.79 to 18.96 Gy and LD50: 24.29-33.63 Gy. Selayar variety which has highest sensitivity value compared with Dewata and Nias. Increasing doses of iradiation and temperature decrease survival of embryogenic callus, number of embryos, and percentage of germinated plantlets. Based on in vitro selection using high temperature (25, 30, and 35 oC, the obtained 19 putative mutants were derived from embryos that appear on the surface of embryogenic callus survival after irradiation and high temperature selection.Keywords: in vitro selection, putative mutant, radiosensitivity, somatic embryo

  16. Karakterisasi dan Stabilitas Fisik Mikroemulsi Tipe A/M Dengan Berbagai Fase Minyak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Wahyu Fitriani

    2016-04-01

    Full Text Available This research consists of formulation, characterization and physical stability of the microemulsion of water-in-oil type. On the microemulsion, VCO, palm oil, olive oil and soybean oil were used as oil phase, aqua demineralisata used as the aqueous phase, a combination of Span® 80 and Tween® 80 as a surfactant and propanol as cosurfactant. Each formula was made three times replication and determined the physical characteristics including organoleptic observations, measurements of density, droplet, viscosity, flow properties, and pH. Determination of physical characteristics was done at the beginning of the microemulsion formed and after 5 weeks storage at room temperature. The physical stability test including the centrifugation test at 10,000 rpm for 30 minutes, the freeze-thaw test for 6 cycles, and heating stability with the oven temperature of 60ºC, 70ºC, 80ºC, 90ºC and 100ºC for 5 hours were done. The data were analyzed using t-Test and one-way ANOVA. Based on the characteristic and physical stability tests, it showed that microemulsion with VCO, palm oil and soybean oil had better physical characteristics and stability compared to the microemulsion with olive oil.

  17. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD MELALUI METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 1 SMAN 5 METRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wari Prastiti

    2016-03-01

    Hasil penelitian adalah: (1 Terjadi peningkatan rata-rata aktivitas siswa dari siklus I sampai siklus III dengan nilai rata – rata aktivitas siswa pada siklus I adalah 70,3 % tergolong cukup aktif, nilai rata-rata aktivitas pada siklus II adalah 74,4 % tergolong cukup aktif, dan nilai rata – rata aktivitas siswa pada siklus III adalah 84,0 % tergolong aktif, (2  Terjadi penurunan rata – rata hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Dengan nilai rata – rata hasil belajar siswa sebesar 78 pada siklus II menjadi 52 pada siklus III, (3 Terjadi peningkatan rata – rata  hasil belajar siswa dari nilai 52 siklus II menjadi 88 siklus III. Dengan demikian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievment Division (STAD Melalui Metode Eksperimen berhasil untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa.

  18. Peningkatan Hasil Belajar Fisika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization pada Siswa Kelas VII.D SMP Negeri 2 Bangkala Kabupaten Jeneponto

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhardi Suhardi

    2015-12-01

    Full Text Available Abstract This research is a class action (Classroom Action Research, which aims to improve learning outcomes Physics VII.D grade students of SMP Negeri 2 Bangkala through Cooperative Learning Model Team Assisted Individualization. The subjects were VII.D grade students of SMP Negeri 2 Bangkala on odd semester 2013/2014 academic year consisting of 36 students. Research conducted two cycles consisting of four activities, namely: planning, action, observation and reflection. In the first cycle was conducted over four sessions and the second cycle was conducted over four sessions. Data collection was done by studying the results of the final tests of learning at the end of the first cycle and the end of the second cycle. The collected data were analyzed quantitatively and qualitatively. The results of the quantitative analysis of physics learning outcome data indicate that the number of students classified as learning completed the first cycle were completed only 22 0rang 61.11% and in the second cycle up to 25 people who completed 69.44%. The results of the qualitative analysis showed an increase in activity of students during the learning process through a model of Cooperative Learning Physics Team Assisted Individualization type. Based on these results it can be concluded that the physics learning through cooperative learning model of Type Team Assisted Individualization can improve student learning outcomes. Keywords: Results Learning, Cooperative Learning Model Team Assisted Individualization, Qualitative, and Student Activities Abstrak Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research yang bertujuan meningkatkan hasil belajar Fisika siswa kelas VII.D SMP Negeri 2 Bangkala melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII.D SMP Negeri 2 Bangkala pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 36 siswa. Penelitian dilaksanakan dua

  19. Pelaksanaan Kontrak Kerjasama dengan Sistem Bangun Guna Serah / Build Operate Transfer (Bot) dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi

    OpenAIRE

    Budi Santoso, Rinitami Njatrijani, Putri Anita Sitanggang*

    2017-01-01

    Kontrak kerjasama dengan sistem bangun guna serah / Build Operate Transfer (BOT) yang diterapkan dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) telah membantu pemerintah dalam membangun Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi. Dengan adanya sistem BOT, maka pemerintah tidak lagi kesulitan dalam penyediaan dana untuk merealisasikan jalan tol tersebut. Disamping itu pelaksanaan kontrak kerjasama tersebut haruslah mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerinta...

  20. Pengolahan Internal Air Boiler Dengan Penambahan Asam Sulfat (H2SO4) 98% dan Kaustik Soda (NaOH) Di PTPN III Pabrik Kelapa Sawit Rambutan Tebing Tinggi

    OpenAIRE

    Simanjuntak, Depi Fitri

    2010-01-01

    Have been do observation to treatment of water domestic boiler with additional material of chemistry that is: H2SO4 98 % in tank cation and NaOH in tank anion. From result of observation, so geted, pH value, Total Dissolved Solid (TDS), Phenolphtalein Alkalinity, Methyl Alkalinity, Total Alkalinity, Sulfite, Chloride, Total Hardness, Hardness, has appropriate with prerequirement water of boiler wich used in PTPN III RAMBUTAN TEBING TINGGI. 072409006

  1. Korelasi indeks morfologi wajah dengan sudut interinsisal dan tinggi wajah secara sefalometri (Cephalometric correlation of facial morphology index with interincisal angle and facial height

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pricillia Priska Sianita K

    2013-12-01

    Full Text Available Background: In a disaster or criminal case, comprehensive information is needed for identification process of each victim. Especially for some cases that only leave skull without any information that could help the identification process, including face reconstruction that will be needed. One way of identifications is specific face characteristic, race, some head-neck measurements, such as facial morphology index, interincisal angle and facial height. Purpose: The aim of study was to determine the correlation of facial morphology index with interincisal angle and facial height through cephalometric measurement. Methods: The samples were cephalogram of 31 subjects (Deutro-Malayid race who met the inclusive criteria. Cephalometric analysis were done to all samples and followed by Pearson Correlation statistical test. Results: The correlation was found between facial morphology index and facial height, but no correlation between facial morphology index and interincisal angle. Conclusion: The study showed that the cephalometric measurement of facial morphology index and facial height could be used as the additional information for identification process.Latar belakang: Dalam bencana alam atau kasus kriminal informasi yang komprehensif diperlukan untuk proses identifikasi masing korban. Khususnya pada beberapa kasus yang hanya meninggalkan tengkorak tanpa informasi yang dapat membantu proses identifikasi, termasuk rekonstruksi wajah yang akan dibutuhkan. Salah satu cara identifikasi karakteristik wajah tertentu, ras, beberapa pengukuran kepala leher, seperti indeks morfologi wajah, sudut interincisal dan tinggi wajah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan meneliti korelasi indeks morfologi wajah dengan sudut interincisal dan tinggi wajah melalui pengukuran sefalometrik. Metode: Sampel penelitian adalah cephalogram dari 31 subyek ras Deutro - Malayid ras yang memenuhi kriteria inklusif. Analisis cephalometri dilakukan pada semua sampel dan dilanjutkan

  2. Kinerja Pengeringan Gabah Menggunakan Alat Pengering Tipe Rak dengan Energi Surya, Biomassa, dan Kombinasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tamaria Panggabean

    2017-09-01

    Full Text Available Paddy drying was performed using a hybrid drier utilizing solar energy, biomass and combined solar-biomass energy as energy sources. This research objective was to evaluate performance of the hybrid paddy drier using solar energy and paddy straw and coconut coir biomass. The experimental and descriptive method was used. The result showed that the drier with solar system was capable to generate temperature of drying chamber to 40.42 °C in average, while the average relative humidity was 41.45%. The paddys final moisture was 14.88%w.b after 7 hours of drying with drying rate of 0.64% d.b/h and energy consumption of 32,595.32 kJ. Paddy drying with biomass energy system was capable to obtain drying chambers temperature of 33.8 °C in average, the average relative humidity of 57%, the final moisture of 15.57%, the drying rate of 0.50 %d.b/h and energy consumption of 160,662.15 kJ with the same drying times. The solar-biomass drying system was capable to achieve temperature of 39.98 °C, the average relative humidity of 45.85 %, the final moisture of 15.33%w.b with drying rate of 0.55 %d.b/h and energy consumption of 136,457.76 kJ. Therefore, the best performance for drying paddys was with the solar drying system.   ABSTRAK Pengeringan gabah dapat dilakukan menggunakan alat pengering energi surya, energi biomassa dan energi kombinasi surya dan biomassa.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja alat pengering gabah hybrid energi surya dan biomassa jerami padi dan sabut kelapa.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dan deskritif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan gabah dengan energi surya menghasilkan suhu ruang pengering rata-rata 40,42 °C, kelembaban relatif ruang pengering rata-rata 41,45 %, waktu pengeringan 7 jam, kadar air akhir rata-rata 14,88 %bb, laju pengeringan rata-rata 0,64 %bk/jam, dan energi pengering 32.595,32 kJ.  Pengeringan gabah dengan energi biomassa menghasilkan suhu ruang

  3. Rancang Bangun Alat Pengering Klanting Tipe Rak dengan Sumber Panas Kompor Listrik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hardanto

    2010-04-01

    Full Text Available Klanting is a cassava products that one of special food from Banyumas residence besides Gethuk goreng and Mendoan. Problem from produced of klanting is in drying process of raw material. IKM in Banyumas residence still has been using a conventional method. It use sunshine to dry the product, so it make capacities of klanting production became decrease in rainy season. Aims of the research were: (1 to design the rack dryer equipment for klanting with heat source from electric-stove, (2 to study performance of the equipment. This research used three steps, the steps were: (1 design of dryer equipment, include: functional and structural design, (2 dryer equipment manufacturing, and (3 performance test of dryer equipment include: functional test, reliability test, test without burden and test with burden. Design and manufacture of the equipment was processed in Agricultural Mechanization laboratory, Agricultural Faculty, Jendral Soedirman University. Furthermore, it was tested in UKM Sari Murni, Tamansari village, District Of Karanglewas, Banyumas residence. Result of the research showed that as a functional and structural design it is can operate with dimensions are, length 144 cm, wide 80 cm, and high 100 cm. At performances test without burden showed that the lowest draining in 370C, highest 470C, air stream at inlet equal 6.24x10-2m3/s, air stream exhaust 0.36x10- 2m3/s, while amount energy the required is 0.945 kW. The result of performances test with burden showed that total dryer capacities are 15.00 kg with mean capacities equal to 1.501 kg, lowest temperature in 310C, while highest temperature in 380C, air stream at inlet equal is 6.24x10-2 m3/s, air stream exhaust is 0.224x10-2 m3/s, while amount of energy required to dry klanting is 2.52 kW. Whereas water content of klanting dried by appliance is 28.21%bb or 39.52% bk from water content initial 56.15%bb.

  4. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI B PADA MATA PELAJARAN PKN DI SMK PGRI II SALATIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nani Mediatati

    2012-06-01

    Full Text Available Hasil pengamatan peneliti terhadap pembelajaran PKn di kelas XI B SMK PGRI II Salatiga, nampak bahwa guru masih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam menyampaikan materi. Pembelajaran lebih berpusat pada guru dan menekankan pada pembelajaran secara individual, sehingga tingkat keaktifan siswa rendah (34,25% dari seluruh siswa di kelas . Hal ini juga berdampak kepada rendahnya hasil belajar yang mencapai 62,17 persen siswa di bawah KKM ( 75 . Terkait masih rendahnya keaktifan siswa serta rendahnya hasil belajar siswa tersebut, maka dilakukan PTK sebagai upaya untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe learning together, sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang lebih tepat. Indikator keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah keaktifan belajar siswa meningkat lebih dari 80 persen dari jumlah siswa dan hasil belajar siswa mencapai KKM (≥ 75 meningkat 100 persen. Selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe learning together keaktifan belajar siswa dapat meningkat, karena siswa diberdayakan dan diberi kepercayaan untuk kritis dan terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Ketercapaian persentase rata-rata keaktifan belajar siswa mencapai 71,4 persen pada siklus I yang lebih baik dari rata-rata keaktifan belajar siswa pada pra siklus yang hanya mencapai 34,25 persen saja, pada siklus II meningkat menjadi 91,4 persen. Dampak positif dari meningkatnya keaktifan belajar siswa adalah pada hasil belajar siswa yang juga meningkat, semula nilai rata-rata 72,43 pada pra siklus menjadi 75,86 pada siklus I dan 80,92 pada siklus II. Ketercapaian KKM (75, semula 37,83 persen pada pra siklus meningkat menjadi 81,08 persen pada siklus I dan menjadi 100 persen pada siklus II.

  5. Tracing the source of emerging seepage water at failure slope downstream, Kampung Bharu Bukit Tinggi, Bentong, Pahang

    International Nuclear Information System (INIS)

    Lakam Mejus; Wan Zakaria Wan Mohd Tahir; Md Shahid Ayub; Jeremy Andy; Johari Latif

    2006-01-01

    This paper discusses method and monitoring result of the source of seepage water emerging (mud flow) at downstream toe of the failure slope at Kampung Bharu Bukit Tinggi, Bentong Pahang. In this investigation, a saline-tracer experiment was conducted by injecting its solution into a drain at an upstream section (old road to Janda Baik town) where a pipeline was found leaking in the vicinity of the roadside and flowing towards hill slopes. Some parts of flowing water was left undetected and seeped through the soil on its way to downstream area. Seepage water downstream was monitored by using a conductivity sensor hooked up to a CR10X data logger and optical back scattering conductivity probes. From the result, it is believed that the source of seepage water is related to the water from the leaking pipeline upstream. The travelling time for the leaking water to reach downstream slope failure was within 16-17 hours. Based on this preliminary investigation, one can conclude that seepage water is one of the main contributing factors that cause slope failure in the vicinity of the investigated hill slopes. Further investigation to understand the failure mechanism at this place by conducting multi-experimental approaches in different seasons, particularly during continuous rain storms. (Author)

  6. Analisa Performansi Sistem Air Conditioning Mobil tipe ET 450 dengan Variasi Tekanan Kerja Kompresor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Purnawan

    2012-11-01

    Full Text Available Comfort and coolness when traveling by vehicle especially car is highly needed. So many attempts have been made byhumans that comfortable traveling by car can be achieved. One of the effective ways in which comfortable traveling by car can beobtained is by installing air conditioning. The performance of air conditioning system is highly influenced by how the compressorworks. In other words, the pressure resulting from the suction highly determines the performance of air conditioning system,which then affects how the compressor works, the compressor power, the refrigeration effect, the efficiency of isentropic andcoefficient of performance (COP of the car air conditioning sytem especially that of the car air conditioner type ET 450. Fromwhat has been described above, the writer would like to conduct a research entiled “ Analysis of the Performance of the Car AirConditioning system Type ET 450 with Variation of the Compressor Pressure”.The test was conducted on the car air conditioner type ET 450 with variations of suction 2.8 bar, 3 bar, 3.2 bar, 3.4bar, 3.6 bar and 3.8 bar. The data were obtained from the pressure of compressor output (P2, the temperatures in each point areT1, T2, T3, T4, the compressor rotationn is n, the strength of electrical current is I, and the volumetric flow rate. The data werethen processed and analyzed so that so that the performance of each variation of the suction could be actually and theoreticallyobtained.The findings show that the bigger the suction, the bigger the performance of the car air conditioner type ET 450 wouldbe. The theoretical coefficient of performance (COP produced was bigger than the actual COP. The optimal COP took placewhen the suction was 441.325 kPa, the actual COP was 3.513177 and the theoretical COP was 3.632062

  7. RANCANG BANGUN ALAT PENGERING TIPE RAK DENGAN SYSTEM HYBRID UNTUK USAHA PISANG SALE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Makky

    2008-09-01

    A rack type solar dryer has build with a secondary heat source using gas fireplace. The rack build from light material using fickle timber and aluminums made it become portable. The dryer build with a knock down system, so it can be assemble and disassemble to reposition it in area with better solar recipient. Total weight of this dryer is only 32 kg and consists of four major parts. The first part is solar collector, height 22 cm, width 85 cm and length 187 cm at an angle of 5o to the horizontal axle. The solar collector constructed in wave shape to maximize the acceptance area of solar ray. The collector builds in a glass house frame to optimize the heat dissipation so it can reach Working temperature of 65oC. The fireplace was the second part, and made from rust proof steel. It has dimension of 85 cm width, 65 cm length and 22 cm height. The fireplace filled with 6 liters sand to maximize heat collect from the stove. The stove was the third part; consist of a gas stove and a 5 kg gas tube. The stove can be turn on in rainy day or at night as an alternative heat source for drying process. The tube contain of 3 kg gas that can fuel the stove for 60 hours. The last part was the drying rack with 360 liters volume. It has five cabinets and can fill up to 1500 pieces of dried banana. The rack equipped with a shell type door to simplify the containing process.

  8. PENGARUH PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION (GI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU KELAS VIII SEMESTER GENAP SMPYPI 1 BANDAR MATARAM LAMPUNG TENGAH T.P 2015/2016

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desi Fatmawati Maryatun

    2016-05-01

    Full Text Available Metode cooperative learning tipe group investigation merupakan model pembelajaran kooperatif yang dapat melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan pembelajaran mulai dari merencanakan topik-topik yang akan dipelajari, bagaimana melaksanakan investigasinya, hingga melakukan presentasi kelompok dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran cooperative learning tipe Group Investigation terhadap hasil belajar IPS Terpadu peserta didik kelas VIII semester genap SMP YPI 1 Bandar Mataram  Lampung Tengah tahun pelajaran 2015/2016. Hipotesis yang penulis ajukan adalah “Ada pengaruh yang positif pada model pembelajaran cooperative learning tipe Group Investigation terhadap hasil belajar IPS Terpadu peserta didik kelas VIII semester genap SMP YPI 1 Bandar Mataram  Lampung Tengah tahun pelajaran 2015/2016. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP YPI 1 Bandar Mataram Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2015/2016 yaitu berjumlah 48 orang siswa dan diantaranya terdiri dari 2 kelas. Dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIIa dan VIIIb. Kelas VIIIa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIb sebagai kelas control, sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, Eksperimen dilaksanakan pada siswa kelas VIIIa Semester Genap SMP YPI 1 Bandar Mataram Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 24 peserta didik. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan  metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Sedangkan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas penulis menggunakan rumus K-R 20. Kemudian untuk menguji/membuktikan hipotesis digunakan rumus Regresi Linier Sederhana yaitu  Ŷ = a + bx. Nilai Ŷ = 73,33+ 0,5 X yang dilanjutkan dengan rumus thitung > ttabel.pada daftar signifikan 5% yaitu 4 > 1,72  dan pada taraf signifikan 1% yaitu 4 > 2,52. Dengan demikian hipotesisnya diterima karena ada pengaruh yang positif

  9. Potensi dan konservasi jenis-jenis Hoya dataran tinggi Pulau Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rahayu

    2013-10-01

    Full Text Available Hoyas (Hoya Sp.: Asclepiadoideae - Apocynaceae has been utilized as ornamental plant especially in Europe and the USA. The original distribute from the South of India to Samoa, and from South of Japan to the North –East of Australia. Altitudinal distribution from the sea level to about 2000m. According to the thermoecological concept by Van Steenish, altitudinal distribution of plant correlated with the latitudinal distribution regarding with the environmental temperature. The lowland plant prefer to higher temperature and distribute in arround the eqator, while high altitude plant able to adapt in temperate zones. The inventory of high altitude Hoya species has been conduct in Java by fl ora exploration during 1996–2011. The species can be utilized as ornamental plant for export trade to Europe and USA. There were eight species of Hoya in high altitude of Java, six of them have wide altitude range distribution, while the two species i.e. H. kuhlii (Blume Koorders and H. purpureofusca Hook. evolve restricted distribution only at the high altitude of Java/Bali above 1000m. H. wrayi King & Gamble only found once at 1200 m in East Java, but this species has been found in lower altitude in Sumatra. Species which have wide range altitudinal distribution i.e. H. campanulata Blume, H. lacunosa, H. latifolia G. Don, H. lasiantha Korth., H. multifl ora Blume and H. wrayi Kimg & Gamble, able to adapt in wider latitude. The potencial development and conservation aspect described in this paper

  10. RESTRUKTURISASI MENIR MENJADI BERAS BERKALSIUM TINGGI DENGAN METODE EKSTRUSI Restructured Fine Grain Rice to High Calcium Rice by Extrusion Method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chatarina Wariyah

    2012-05-01

    . Permasalahannya adalah sifat fisik dan inderawi  serta kualitastanak beras ditentukan oleh binder (bahan pengikat yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan berashasil ekstrusi atau beras ultra berkalsium tinggi dengan sifat fisik, inderawi dan kualitas tanak seperti beras biasa. Se-cara khusus tujuannya adalah mengevaluasi pengaruh jenis dan jumlah binder (gluten dan tapioka terhadap sifat-sifatberas ultra, menentukan jenis dan jumlah binder yang tepat agar dihasilkan beras ultra dengan sifat fisik dan kualitastanak yang disukai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras ultra berkalsium tinggi yang dibuat dengan bindertapioka memiliki warna, tekstur dan sifat inderawi seperti beras biasa. Secara khusus kesimpulannya adalah jenis dan jumlah binder kurang berpengaruh terhadap tekstur beras maupun nasi beras ultra, namun dibandingkan beras IR-64 tekstur beras ultra cenderung lebih keras, akan tetapi nasinya lebih lunak. Sedangkan warna beras ultra dengan binder tapioka hampir sama dengan beras IR-64, sedang dengan gluten agak kekuningan. Kualitas tanak beras ultra kurang baik dibandingkan beras IR-64. Beras ultra yang paling disukai adalah yang dibuat dengan binder tapioka 4 %. Beras tersebut memiliki karakteristik kekerasan 140,43N, deformasi 63,70 %,  warna dengan nilai L: 71,08, b: 11,00 dan a:-0,27 dengan kualitas tanak cukup baik.

  11. 102 Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(1 Pola Komplikasi Kronis Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap di Bagian Penyakit Dalam RS. Dr. M. Djamil Padang Januari 2011 - Desember 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Amelisa Edwina

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakDiabetes Melitus (DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. DM tipe 2 adalah yang paling sering ditemukan. Komplikasi kronis DM tipe 2 yaitu mikrovaskular dan makrovaskular yang dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang insidensi penderita DM tipe 2 dengan komplikasi kronis. Penelitian deskriptif ini dilakukan dengan mengambil data pada rekam medik penderita DM tipe 2 dengan komplikasi kronis yang dirawat inap di bagian Penyakit Dalam RS.Dr. M. Djamil, Padang Januari 2011-Desember 2012. Penelitian dilakukan dari Februari 2013-April 2013 di bagian rekam medik RS. Dr. M. Djamil Padang. Data didapatkan sebanyak 261 pasien, dari jumlah tersebut didapatkan 197 pasien memiliki komplikasi kronis DM tipe 2. Data dikategorikan berdasarkan jenis komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita dengan komplikasi kronis makrovaskular (66,5% dan mikrovaskular (81,7%. Terdapat perubahan insidensi dalam dua tahun yaitu dari tahun 2011 dengan 2012. Komplikasi kronis yang paling sering terjadi adalah nefropati diabetik (42,6% pada perempuan <60 tahun.Kata kunci: diabetes melitus, komplikasi mikrovaskular, komplikasi makrovaskularAbstractDiabetes mellitus is a group of metabolic diseases with characterized by hyperglycemia. Type 2 diabetes is the most common disease in the world. Chronic complications of type 2 diabetes are microvascular and macrovascular complications that can reduce the quality of life of patients. The objective of this study was to obtain a picture of the incidence of type 2 diabetic chronic complications. This descriptive study was conducted by taking medical record data of hospitalized type 2 diabetic patients with chronic complications inInternal Medicine Department Dr. M. Djamil hospital, Padang on January 2011-December 2012. The study was conducted from February 2013-April 2013 at the

  12. PENGARUH PENGGUNAAN COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS TERHADAP HASIL BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS X SEMESTER GENAP SMK KARTIKATAMA 1 METRO T.P 2015/2016

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Safitri Kurnia Lestari

    2016-05-01

    Full Text Available Metode cooperative learning tipe think-pair-share  merupakan model pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran mulai dari merencanakan topik-topik yang akan dipelajari, bagaimana mendiskusikan topik suatu materi, hingga melakukan presentasi kelompok dan evaluasi. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini yaitu “ Masih banyak peserta didik yang belum tuntas hasil belajar pada mata pelajaran  kewirausahaan  peserta didik kelas X semester genap  SMK Kartikatama 1 Metro  tahun pelajaran 2015/2016”. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengatuh penggunaan model Cooperative Learning Tipe Think-Pair-Share(TPS terhadap hasil belajar kewirausahaan pada kelas X semester genap SMK Kartikatama 1 metro tahun pelajaran 2015/2016. Maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: “Ada pengaruh positif pengunaan model Cooperative Learning TipeThink-Pair-Share  terhadap hasil belajar  kewirausahaan  peserta didik kelas X semester genap  SMK Kartikatama 1 Metro  tahun pelajaran 2015/2016”. Populasi dalam penelitian ini wilayah yang sebanyak 3 kelas dengan jumlah 71 peserta didik. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X AK 1 yang berjumlah 24sebagai kelas eksperimen dan kelas X AK 2yang berjumlah 21 sebagai kelas kontrol. Setelah dianalisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari analisis perhitungan nilai thitung>ttabel dapat dilihat pada daftar G, pada daftar signifikan 5% yaitu 9,10>1,72. Dan pada taraf signifikan 1% yaitu 9,10>2,51. Dengan demikian hipotesisnya berbunyi bahwa : ada pengaruh positip penggunaan Cooperative Learning Tipe Think-Pair-Share (TPS dapat meningkatkan hasil belajar kewirausahaan siswa kelas X AK 1 semester genap SMK Kartikatama 1 metro tahun pelajaran 2015/2016 pada pokok bahasan mengelola konflik. Siswa yang dinyatakan tuntas dengan KKM (75 setelah treatment sebanyak 14 siswa atau sebesar 58,33% dan siswa yang dinyatakan belum

  13. Analisis Domain Proses COBIT Framework 5 Pada Sistem Informasi Worksheet (Studi Kasus: Perguruan Tinggi STMIK, Politeknik Palcomtech

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fahmi Ajismanto

    2018-01-01

    Full Text Available Perguruan tinggi Stmik, PalComTech adalah lembaga pendidikan komputer dan internet yang berdiri sejak tahun 2003. PalComTech menggunakan Sistem belajar praktek, diskusi, pemecahan studi kasus, praktikum di laboratorium dan setiap pertemuan didukung dengan fasilitas komputer dan internet. Sistem Pembelajaran Worksheet merupakan sistem informasi akademik yang digunakan oleh STMIK Palcomtech Palembang dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menentukan domain proses pada Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT 5 dan Analisa Current Maturity Level, pengukuran tingkat kematangan tata kelola Worksheet. Metode yang digunakan yaitu, deskriptif, quantitative dan metode analisis mengunakan COBIT 5. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa proses domain COBIT Framework versi 5 yang digunakan adalah: (1. EDM, (Evaluate, Direct And Monitor, (a EDM03, (b EDM04 sedangkan pada domain  (2. APO (Align Plan and Organise yaitu: (a. APO02, (b. APO04, (c. APO07, (d. APO11, (e. APO12, (f. APO13 dan pada domain (3. MEA (Monitor Evaluate and Assess yaitu: MEA01. Hasil dari Analisis Current Maturity Level adalah: (1. EDM03 : 4,23 berada pada level 4 - Managed and Measureable,(2. APO12 : 4,15 berada pada level 4 - Managed and Measureable,   (3. APO07 : 4,07 berada pada level 4 - Managed and Measureable, (4. MEA01 Memantau,: 3,96 berada pada level 4 - Managed and Measureable, (5. EDM04: 3,90 berada pada level 4 - Managed and Measureable, (6. APO11: 3,80 berada pada level 4 - Managed and Measureable, (7. APO02: 3,70 berada pada level 4 -  Managed and Measureable, (8. APO13 : 3,61 berada pada level 4 - Managed and Measureable, (9. APO04: 3,55 berada pada level 4 - Managed and Measureable.   Keywords : COBIT Fremework 5, Tata Kelola TI, Domain Proses, Worksheet

  14. STUDI SIMULASI MODEL PENERANGAN ALAMI (DAYLIGHTING RUANG PADA BANGUNAN FASILITAS PENDIDIKAN TINGGI DENGAN SUPERLITE 2.0

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanni Elitasari Mahaputri

    2012-08-01

    Full Text Available Daylight was the only efficient source of light available for building. Therefore, architecture was dominated by the goal of creating openings large enough to distribute daylight to building interiors. It is important to understand the amount of natural light penetration when outdoor obstruction are displaced in order to propose optimum external shading strategies as design solutions. This paper presents a study of the daylight factor and daylight contourt approaches and also investigates the effect of outdoor obstruction displacement on natural-light penetration of a specific room in higher-education building facility. The interior daylight illuminance data were simulated and analyzed using Superlite 2.0. The result shows that several effects of the external obstruction displacement as shading provider, depending on transmitted natural-light penetration, which determine the better consideration option in designing landscape surround building, especially in hot humid climates. Sinar matahari merupakan sumber penerangan yang efisien bagi bangunan. Tujuan utama dalam arsitektur adalah merancang bukaan pencahayaan yang cukup besar bagi bangunan untuk mendistribusikan cahaya ke bagian dalam bangunan. Sangat penting untuk mengetahui besar penetrasi penerangan alami yang masuk ke dalam ruang bila di luar bangunan diletakkan suatu halangan sebagai salah satu solusi disain dengan mengoptimalkan strategi perancangan pem­bayangan lingkungan. Makalah ini membahas tentang kajian pendekatan faktor penerangan alami (daylight factor dan koefisien penerangan alami, serta mengamati pengaruh perletakan halangan lingkungan terhadap penetrasi penerangan alami suatu ruang fasilitas pendidikan tinggi. Data illuminasi penerangan interior disimulasikan dan dianalisa menggunakan software Superlite 2.0. Hasil penelitian menunjukkan beberapa pengaruh perletakan halangan lingkungan sebagai elemen pembayangan lingkungan berkaitan dengan penetrasi cahaya alami, yang

  15. Heavy Metal Uptake by Nepenthes sp. in Ex-Iron and Tin Mine Soil, Pelepah Kanan, Kota Tinggi, Johor

    International Nuclear Information System (INIS)

    Sahibin Abd. Rahim; Tukimat Lihan; Zulfahmi Ali Rahman; Wan Mohd Razi Idris; Muhd Barzani Gasim; Azman Hashim; Sharilnizam Mohd. Yusof; Liow Hai Yin; Baba Musta; Adon Laming

    2008-01-01

    Heavy metals which are Pb, Co, Ni, Zn and Cd content in four Nephentes sp. plant component (roots, stem, leaf and pots) and in soil substrates from former iron and tin mining land at Pelepah Kanan, Kota Tinggi, Johor were determined. The composition of heavy metals in soil were extracted using a mixture of concentrated nitric acid and perchloric acid. Meanwhile, heavy metals in plants samples were extracted using wet digestion method. Heavy metals content in solution extract of soil and plant were determined by Flame Atomic Absorption Spectrophotometer (FAAS - model Perkin Elmer 3300). BAC (Biological Absorption Coefficient) which is a ratio of heavy metal content in plant to that of heavy metal in soil was obtained by calculation. The result of analyses showed that the former mining area has low organic matter contents and low values of soil electrical conductivity, whereas the soil pH showed an acidic value. Concentration of heavy metal in soil substrates in decreasing sequence start with Zn at 698.5 mg/ kg followed by Co (182.9 mg/ kg), Pb (58.2 mg/ kg), Ni (12.2 mg/ kg) and Cd (2.09 mg/ kg). Heavy metal concentration in plant in decreasing sequence was Ni>Co>Cd>Pb>Zn. Concentration in different part of the plant did not show any significant difference for all of the metals. Nepenthes sp. was found to accumulate high concentration of Ni as indicated by its high BAC value. This plant may be useful as bio-indicator for high concentration of Ni in soil. (author)

  16. Prevalence and factors associated with smoking intentions among non-smoking and smoking adolescents in Kota Tinggi, Johor, Malaysia.

    Science.gov (United States)

    Hock, Lim Kuang; Ghazali, Sumarni Mohamad; Cheong, Kee Chee; Kuay, Lim Kuang; Li, Lim Hui; Huey, Teh Chien; Ying, Chan Ying; Yen, Yeo Lay; Ching, Fiona Goh Swee; Yi, Khoo Yi; Lin, Chong Zhuo; Ibrahim, Normala; Mustafa, Amal Nasir

    2014-01-01

    Intention to smoke is a valid and reliable factor for predicting future smoking habits among adolescents. This factor, however, has received inadequate attention in Malaysia. The present paper elaborates the prevalence and factors associated with intent to initiate or to cease smoking, among adolescent nonsmokers and smokers in Kota Tinggi, Johor, Malaysia. A total of 2,300 secondary school students aged 13-16 years were selected through a two-stage stratified sampling method. A set of standardized questionnaires was used to assess the smoking behavior among adolescents and the inter-personal and intra-personal factors associated with smoking intention (intention to initiate smoking or to cease smoking). Multivariable logistic regression was used to identify factors related to smoking intention. The prevalence of intention to smoke in the future or to cease smoking among non- smoking adolescents and current smokers were 10.7% and 61.7% respectively. Having friends who smoke, social influence, and poor knowledge about the ill effects on health due to smoking showed significant relationships with intention to smoke in the future among non-smokers. Conversely, perceived lower prevalence of smoking among peers, weak contributory social influence, and greater awareness of the ill effects of smoking are factors associated with the intention to cease smoking sometime in the future. The study found that prevalence of intention to initiate smoking is low among non-smokers while the majority of current smokers intended to cease smoking in the future. Existing anti-smoking programmes that integrate the factors that have been identified in the current study should be put in motion to reduce the prevalence of intention to initiate smoking and increase the intention to cease smoking among adolescents.

  17. Studi Ketebalan Elektroda Pada Produksi Gas HHO (Hidrogen Hidrogen Oksigen Oleh Generator Hho Tipe Basah Dengan Katalis NaHCO3 (Natrium Bikarbonat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ihsan Sopandi

    2015-12-01

    Full Text Available Abstrak. Salah satu energi alternatif yang efektif dikembangkan sekarang ini untuk mengganti bahan bakar minyak yaitu hidrogen. Untuk mendapatkan gas hidrogen dapat  dilakukan melalui proses elektrolisis air dengan memecahkan senyawa H2O menjadi gas HHO (Hidrogen Hidrogen Oksigen dengan bantuan listrik arus searah (Direct Current melalui media elektroda berupa plat stainless steel 304. Pada penelitian ini, akan diteliti hasil produksi gas HHO oleh generator HHO tipe basah dengan metode elektrolisa H2O menggunakan variasi ketebalan elektroda jenis stainless steel 304 yaitu 0,8 mm, 1 mm dan 1,2 mm dengan katalis NaHCO3 (Natrium Bikarbonat pada larutan elektrolitnya. Karakteristik yang diketahui meliputi konsumsi daya listrik yang digunakan oleh generator, volume gas yg dihasilkan,  laju produksi gas HHO yang dihasilkan dan efisiensi generator. Hasil penelitian dan pengujian generator HHO tipe basah ini didapatkan generator terbaik pada ketebalan elektroda 1 mm diperoleh data hasil pengujian dengan daya HHO yang digunakan sebesar 59,11 Watt, laju produksi gas HHO yang dihasilkan sebanyak 0,00054 kg/s dan efisiensi generator HHO sebesar 9,42 %.   Study On The  Electrode Thickness In HHO (Hidrogen Hidrogen Oksigen Gas Production By Wet Type HHO Generator With Catalyst NaHCO3 (Natrium Bikarbonat Abstract. One of the alternative energy that effective and currently being developed to replace fossil fuels is hydrogen. To obtain the hydrogen gas can be done through the process of electrolysis of water by breaking the compound H2O into HHO (Hydrogen Hydrogen Oxygen gas by using an electric direct current through the medium of 304 stainless steel plate  as an electrode. This research will be developing and observing HHO gas production process using HHO generator wet type (wet cell through electrolysis H2O with thickness variation of electrode that used 0.8 mm, 1 mm and 1.2 mm of electrode 304 stainless steel plate with NaHCO3 (Nathrium Bicarbonat

  18. Pengaruh Faktor Keluarga Terhadap Pilihan Menjadi Seorang Wirausaha (Studi Kasus Pada Pedagang Di Pajak Pasar Bengkel Jalan Medan – Tebing Tinggi Km. 45 Serdang Bedagai)

    OpenAIRE

    Dongoran, Ardiana

    2014-01-01

    This study aims to identify and analyze the influence of family factor son the choice of becoming an entrepreneur in the Market Tax Workshop Jln. Medan – T.Tinggi Km. 45 Serdang Bedagai. Type of research is descriptive method using a logistic regression analysis to see the impact of family factor son the choice of becoming an entrepreneur. Research subjects addressed to the traders in the Market Tax Workshop, namely the self-employed. Based on the test results of the coefficient of dete...

  19. Perbandingan Tinggi Tulang Maksila dan Mandibula di Regio Interisisivi Sentral antara Pra dan Pasca Perawatan Ortodontik dengan Pencabutan ke Empat Gigi Premolar Pertama (Kajian pada Foto Panoramik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wayan Ardhana

    2012-12-01

    Full Text Available Latar belakang. Perawatan ortodontik pada kasus-kasus gigi berjejal dan protusif sering membutuhkan pencabutan gigi premolar untuk penyediaan ruang agar gigi berjejal dapat dirapikan dan gigi depan yang protusif dapat diundurkan. Gigi insisivus sentral merupakan salah satu gigi yang paling banyak mengalami pergerakan selama proses retrusi. Pergerakan gigi insisivus mengakibatkan terjadinya perubahan pada puncak tulang alveolar selama perawatan yang mungkin akan mempengaruhi tinggi tulang maksila dan mandibula pasca perawatan. Tujuan penelitian. Membandingkan tinggi tulang maksila dan mandibula di daerah interdental gigi insisivi sentral pada foto panoramic antara pra dan pasca perawatan maloklusi dengan pencabutan ke empat gigi premolar pertama. Metode penelitian. Digunakan 30 pasang foto panoramic pra dan pasca perawatan yang dipilih sesuai dengan kriteria penelitian dari pasien-pasien peneliti yang telah selesai mendapat perawatan aktif dengan teknik edgewise. Analisis Kolmogorov-Smirnov dan Shaviro-Wilk digunakan untuk uji normalitas dan Student t-test data berpasangan digunakan untuk menguji perbedaan tinggi tulang maksila dan mandibula antara pra dan pasca perawatan. Hasil Penelitian. Tidak didapatkan perbedaan (p>0,05 tinggi tulang maksila dan amndibula antara pra dan pasca perawatan ortodontik dengan pencabutan keempat gigi premolar pertama.   Background. In orthodontic treatment, premolar extractions are often needed in crowding and prostrusive cases to provide space for the teeth can be aligned and retracted to their desire position. Central incisor teeth are the teeth that mostly undergone more movement during retrusion. The change of the alveolar bone crest in this incisors might affect the maxillary and mandibular bone height post-treatment. Research objectives. The present study aimed to compare the bone height in the interdental maxillary and mandibular central incisors regions before and after orthodontic treatment with four

  20. ANALISIS PRODUKTIVITAS ALAT MEKANIS, PEMAKAIAN MATERIAL SIPIL DAN BIAYA OPERASI PADA DISPOSAL AREA PT. INCO TBk.

    OpenAIRE

    Alamin, Rahmatan Lil

    2011-01-01

    Aktivitas disposal merupakan salah satu rangkaian dari aktivitas penambangan. Disposal adalah daerah pada suatu operasi tambang terbuka yang digunakan sebagai tempat membuang material kadar rendah dan/atau material bukan bijih. Material-material tersebut, merupakan material yang perlu digali dari pit demi memperoleh bijih/material kadar tinggi. PT. Inco Tbk. mempunyai dua tipe disposal aktif yang dibedakan berdasarkan faktor geometrinya, yaitu disposal tipe Finger dan disposal tipe Semi I...

  1. Selected Heavy Metals Content in Soil and Arundina graminifolia from Pelepah Kanan Mine, Kota Tinggi, Johor, Malaysia

    International Nuclear Information System (INIS)

    Sahibin Abdul Rahim; Zulfahmi Ali Rahman; Wan Mohd Razi Idris; Azman Hashim; Tukimat Lihan; Muhd Barzani Gasim; Jumaat Adam; Lim, F.N.

    2009-01-01

    Heavy metals composition of Cd, Co, Cr, Ni, Pb and Zn in Arundina graminifolia collected from mining area at Lombong Pelepah Kanan, Kota Tinggi, Johor were determined. The heavy metal content was also analysed in their soil substrates. The plants were separated into different portions for example root, stem and leaf and extracted for their heavy metal content by digestion method whereas the soils heavy metal content was extracted by sequential extraction. Heavy metal content in soil and plant extract was determined using the Flame Atomic Absorption Spectrophotometer. Heavy metal contents of Cd, Cr, Ni and Pb in plants were compared with their content in the control plant, whereas the Co and Zn contents were three to five folds higher. As for heavy metal content in different plant parts, it was found that Cd concentration was high in roots (2.03 mg/ kg) followed by leaf (1.67 mg/ kg) and stem (1.49 mg/ kg). Co concentration was high in leaf (9.26 mg/ kg) followed by root (9.18 mg/ kg) and stem (6.94 mg/ kg). For Cr, the concentration in decreasing sequence was root (0.46 mg/ kg) > leaf (0.19 mg/ kg) > stem (0.08 mg/ kg). Ni concentration was higher in leaf (2.78 mg/ kg) followed by root (2.71 mg/ kg) and stem (1.66 mg/ kg). Concentration in decreasing order was root (10.34 mg/ kg) > leaf (4.18 mg/ kg) > stem (3.75 mg/ kg). Zn concentration was higher in leaf (44.03 mg/ kg) followed by root (32.30 mg/ kg) and stem (13.21 mg/ kg). Total heavy metal content in soil was 2.07 - 5.59 mg/ kg, 8.72 - 39.93 mg/ kg, 1.81 - 2.14 mg/ kg, 2.66 - 6.87 mg/ kg, 23.02 - 51.56 mg/ kg and 0.64 - 2.61 mg/ kg for Ni, Zn, Cd, Pb, Co and Cr, respectively. The available fraction of heavy metals in soil was 21.9 % for Ni, 15.3 % for Zn, 49.9 % for Cd, 19.3 % for Pb, 45.7 % for Co and nil percent for Cr. Biological adsorption coefficient for the heavy metals studied was very low except for Zn where BAC value slightly higher than 1. This plant was not suitable to be used as a phyto

  2. HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN PESTISIDA DAN DAMPAK KESEHATAN: STUDI KASUS DI DATARAN TINGGI SUMATRA BARAT (The Relationship Between Pesticides Use and Health Impact: A Case Study in Highlands of West Sumatera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enny S. Pawukir

    2002-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Pestisida merupakan agensia beracun, sehingga berpotensi untuk menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan. Kasus keracunan pestisida di negara berkembang sangat tinggi tetapi tingkat penggunaan pestisida yang tinggi justru di negara maju. Tujuan kajian ini adalah menilai korelasi antara penggunaan petisida dan dampakrya terhadap kesehatan. Kajian ini dilakukan di dataran tinggi Sumatra Barat tempat para petani menggunakan pestisida dalam jumlah yang banyak. Analisis dilakukan dengan metode regresi berganda. Hasil kajianr ini menunjukkan bahwa daya racun pestisida, jumlah pestisida, dan tingkat pemajanan pestisida secara signifikan menimbulkan dampak kesehatan. Hal ini didukung oleh kenyataan bahwa petani masih menggunakan pestisida yang sangat berbahaya dan perilaku penyemprotan yang berisiko tinggi terhadap terjadinya keracunan. Kajian ini menjawab pertanyaan: mengapa kasus keracunan di negara-negara berkembang sangat tinggi sementara penggunaan pestisida yang tinggi terjadi di negara-negara maju.    ABSTRACT Pesticide is a poisonous agent, so which has adverse impacts on human health. The number of cases of pesticide poisoning is highly occurred in developing countrieseven though the high level of pesticide use is in developed countries. The objective of this study is to assess the relationship between pesticide use and its adverse health impacts among farmers who used the pesticides, and to identify the major cause of health impact. The study was conducted in highlands of West Sumatra where the farmers used pesticides in high volume. Analyses were carried out by employing multiregression and descriptive methods. The study indicates that toxicity, volume and exposure level of pesticides have caused significant negative impacts on the health of the farmers. It is supported by evidence is that the farmers used highly poisonous chemicals with risky behavior of spraying practices. The pesticides furthermore, exposed substantially to

  3. PEMBIYAAN PENDIDIKAN TINGGI

    OpenAIRE

    Ibrohim, Busthomi

    2017-01-01

    The BHMN implementation policy for a number of State Universities (PTN) may continue. This policy resulted in the consequences of tuition fees becoming moreexpensive, because the university sought shortcuts to address the shortage of funds by way of SPP. Understandable if this step invites protests from students, parents and the community, because they have to spend up to tens of millions of dollars to be able to study at these respected universities. The concept of higher education by the go...

  4. Sekolah Tinggi Aviasi Indonesia

    OpenAIRE

    Laviana

    2017-01-01

    The demand of air transportion has increased significantly each year. This supports the concept of Aerotropolis region at Kualnamu Airport, where the airport as the center of economic movements with various commercial functions in the vicinity. By doing so, the aviation industry require the HR (Human Resources) fatherly balance demand and the needs. In addition, the human resources are also required to have high qualifications in performing their duties. Therefore, Indonesia...

  5. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE “THINK-PAIR-SHARE” UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 1 SDN 1 JOSARI KEC. JETIS KAB. PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2012/2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Setyo Widati

    2016-08-01

    Full Text Available Abstraksi Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar, salah satunya dengan pembelajaraan kooperatif dengan pendekatan struktural,”Think-pair-share”. Strategi ini menantang asumsi bahwa seluruh resitasi dan diskusi perlu dilakukan di dalam seting seluruh kelompok. Think-Pair-Shere memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit untuk memberi siswa waktu lebih banyak untuk berfikir, menjawab, dan saling membantu satu sama lain. Berdasarkan hal tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: adakah peningkatan kemampuan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20 dengan model pembelajaran kooperatif tipe ”Think-Pair-Share”  pada siswa kelas 1 SD Negeri 1 Josari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2012/2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Dalam penelitian ini peneliti  berkolaborasi dengan guru lain serta dengan kepala sekolah. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning, pelaksanaan (acting, observasi (obseving, dan refleksi (relecting. Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu mengunakan rumus mean atau rata-rata. Mengacu pada hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini maka dapat disimpulkan ada peningkatan kemampuan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20 dengan model pembelajaran kooperatif tipe ”Think-Pair-Share”  pada siswa kelas 1 SD Negeri 1 Josari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2012/2013. Kata Kunci : Prestasi Belajar Matematika

  6. TINGKAT KERUSAKAN LINGKUNGAN DI DATARAN TINGGI DIENG SEBAGAI DATABASE GUNA UPAYA KONSERVASI (The Level of Environmental Damage in Dieng Plateau for Database to Conservation Action

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Ngabekti

    2007-07-01

    Full Text Available ABSTRAK  Penebangan hutan secara liar guna memperluas area tanaman kentang di wilayah Dieng, berakibat menurunnya tingkat keanekaragaman hayati. Berdasarkan hasil penilaian oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah (2001, hanya ditemukan kurang dari 50 jenis tumbuhan per hektar, sehingga dikategorikan sebagai kawasan miskin jenis tumbuhan dan perlu dilakukan upaya untuk mengatasi kerusakan lingkungan di dataran tinggi Dieng melalui konservasi lingkungan. Agar konservasi lingkungan berhasil, perlu adanya database kondisi lingkungan sehingga diperoleh cara konservasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan di dataran tinggi Dieng sebagai database guna upaya konservasi. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi secara langsung di lokasi penelitian melalui pengamatan, pengukuran, pemetaan, dan wawancara dengan petani dan aparat terkait. variabel yang akan diukur adalah tingkat kerusakan fisik lahan, kerusakan biologis lingkungan, dan aspek demografi, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik, tingkat kerusakan lahan pertanian semakin parah, sehingga menurunkan produksi kentang di daerah ini. Secara biologis, tingkat keanekaragaman jenis tanaman liar berkisar antara 0,81 – 0,98, dan termasuk kategori rendah. Dari aspek perilaku penduduk dalam upaya konservasi, belum menunjukkan hasil, karena areal tanaman kentang menjadi semakin luas akibat penebangan hutan konservasi. Tingkat kerusakan lingkungan di daataran tinggi Dieng semakin parah, sehingga dapat menurunkan produksi kentang. Saran yang dapat disampaikan adalah perlunya dilakukan upaya pengelolaan dan konservasi kawasan Dataran Tinggi Dieng. Oleh karena kondisi geografisnya, pola usaha pertanian yang dilakukan di Dieng harus diikuti dengan kajian konservasi lahan, perlunya dicari tanaman pengganti kentang yang dapat mencegah terjadinya erosi.   ABSTRACT  Wild deforestation to expand potato cultivation

  7. Rancang Bangun Alat Ukur Kelajuan Udara Tipe Thermal Terintegrasi Termometer Udara Berbasis Sensor LM35 dan PT100

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laila Katriani

    2017-11-01

    INTEGRATED WITH AIR THERMOMETER USING  LM35 SENSOR AND PT100 SENSOR This research aimed to design a thermal type anemometer integrated with air thermometer using Lm35 sensor and PT100 sensor. The study began in Mei until Oktober 2016. The study was conducted at the Laboratory of Electronics and Instrumentation, Department of Physics Education, State University of Yogyakarta. The design of the thermal type anemometer consists of two stages, namely, the design of the hardware and software design. Hardware design consists of a sensor system design (LM35 and PT100,  LM317 design, system design for data processing and display. Software design using C language. Based on the results of tests that had been done, shows that the sensor output LM35, whic is voltage is proportional to temperature changes, which had a sensitivity of 0.009 volts / ºC and initial output voltage of the sensor when the temperature reach 0 °C is 0,041 volts. PT100 sensor output, which is resistance is proportional to temperature changes, which had sensitivity of 0.391 Ω/oC and initial output resistance of the sensor when temperature reach 28 °C is 100,8 Ω. Error percent of thermal-type air speed measuring instrument testing is 4%.

  8. PENGARUH MOTIVASI, PRESTASI BELAJAR, STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MINAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI PADA SISWA KELAS XII KOMPETENSI KEAHLIAN AKUNTANSI DI SMK NEGERI SE-KOTA SEMARANG TAHUN AJARAN 2014/

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nabila Kharisma

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh positif motivasi, prestasi belajar, status sosial ekonomi dan lingkungan teman sebaya terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa kelas XII kompetensi keahlian akuntansi di SMK Negeri se-Kota Semarang baik secara simultan maupun parsial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Kompetensi Keahlian Akuntansi di SMK Negeri se-Kota Semarang tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 213 siswa. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah responden sebanyak 135 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh motivasi, prestasi belajar, status sosial ekonomi orang tua, dan lingkungan teman sebaya secara simultan berpengaruh sebesar 71,5% terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sedangkan motivasi berpengaruh sebesar 17,47% terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi secara parsial, prestasi belajar berpengaruh sebesar 23,91% terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi secara parsial , status sosial ekonomi orang tua berpengaruh sebesar 16,81% terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi secara parsial, dan lingkungan teman sebaya berpengaruh sebesar 10,50% terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi secara parsial. This research aims to determine the level of positive influence between motivation, academic achievement, socio economic status of parents and peers environment on interest in continuing education to the collage of 12th Accounting Program Students at State Vocational High School of Semarang City in 2014/2015. Populations in this research is students at State Vocational High School of Semarang city specially 12

  9. UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI MODEL COOPERATIVE TIPE PICTURE AND PICTURE KELAS XI SMA N I KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susi Susanti

    2015-09-01

    learning ratamotivasi before using the model Cooperative Picture and Picture mode is 57.0% with less category, and after using the model Cooperative type Picture and Picture in the first cycle was 72.4% in the category quite well and then in the second cycle can be obtained average value of students' motivation is at 85.7% categorized either. Means of pre-action to cycle 1 rose to 15.4% and in the second cycle, up 13.3%. It shows that the motivation of students of class XI IPS 3 SMAN 1 Kelam Permai Sintang District after using the model type Picture and Picture Cooperative has increased, as well as student motivation categorized either. Kata kunci: learning motivation, Pembelajaran Sejarah, Model Cooperative Tipe Picture and Picture

  10. PERBANDINGAN IMT DAN INDIKATOR OBESITAS SENTRAL TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 (DMT2 (Analisis data sekunder baseline studi kohor PTM di kelurahan Kebon Kalapa Bogor tahun 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Dewi Susilawati

    2015-04-01

    Full Text Available AbstractBackground: Several studies show that obesity is associated with risk of type 2 diabetes mellitus (T2DM. However, the most appropriate indicator of obesity measurement to predict the occurrence of T2DM is still varies.The purpose of the study is to identify whether indicator of general obesity or central obesity which has a more strong relationship to T2DM. Methods: Design of the study was a cross sectional using secondary data of the raw data of cohort study on non-communicable diseases risk factors, NIHRD 2011. The multivariate logistic regression is applied for analysis. Result:Statistical models show that there is no strength of correlations of BMI, WC and WHtR ratio with the occurrence of T2DM were not different. The Odds ratio values of BMI, LP, and LP/TB are 2.83, 2.70 and 2.49 respectively; with 95% CI value is coincided.Conclusion: The strength of association of the three indicators of obesity with T2DM after controlled by age, family history, hypertension, and physical activity are not much different. The use of appropriate indicators depends on the healthpractitioner’s decision based on the available resources.Keywords : T2DM, BMI, WC, WHtRAbstrakLatar belakang: Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa obesitas berkaitan dengan risiko terjadinya DM tipe 2 (DMT2. Namun indikator pengukuran obesitas yang paling tepat dalam memprediksi terjadinya DMT2 masih berbeda-beda. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasiindikator pengukuran obesitas umum atau obesitas sentral yang lebih kuat hubungannya dengan kejadian DMT2. Metode : Desain penelitian ini potong lintang dengan menggunakan data sekunder dari data dasar studi kohor faktor risiko penyakit tidak menular (PTM Badan Litbangkes RI tahun 2011. Analisis menggunakan regresi logistik ganda. Hasil : Kekuatan hubungan ketiga indikator obesitas yaitu IMT, LP dan rasio LP/TB terhadap terjadinya DMT2 tidak berbeda. Odds Ratio IMT 2,83 OR LP 2,70 dan OR LP/TB 2,49 dengan nilai 95 % CI

  11. PROTOTIPE ALAT PENGEKSTRAK PATI SAGU TIPE MIXER ROTARY BLADE BERTENAGA MOTOR BAKAR Prototype of Mixer Rotary Blade of Sago Starch Extractor Powered by Internal Combustion Engine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darma Darma

    2012-05-01

    pengolahan tradisional ke pengolahan meka- nis. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat ekstraksi pati sagu tipe mixer rotary blade bertenaga motor bakar. Hasilnya adalah prototipe alat ekstraksi pati dengan performansi bagus. Kapasitas ekstraksi adalah 160 kg hancuran empulur per jam, atau setara dengan 33 kg pati segar per jam, jumlah pati yang dapat diekstrak lebih dari 99 % sedan- gkan kehilangan pati yang terikut ke ampas kurang dari 1%. Aplikasi alat ini ke masyarakat petani sagu diharapkan akan merubah sistim pertanian yang bersifat subsistence ke sistim komersial. Sebagai kesimpulan, alat ekstraksi pati sagu yang telah dihasilkan layak secara teknis maupun ekonomis.

  12. MENGGAGAS PENDIDIKAN BERWAWASAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI ISLAM: STUDI KASUS FAKULTAS SYARI`AH DAN EKONOMI ISLAM IAIN “SMH” BANTEN 2014-2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NUR HIDAYAH

    2016-03-01

    Abstrak. Menggagas Pendidikan Berwawasan Kewirausahaan Di Perguruan Tinggi Islam: Studi Kasus Fakultas Syari`Ah Dan Ekonomi Islam Iain “Smh” Banten 2014-2015. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya tingkat pengangguran di kalangan para sarjana lulusan perguruan tinggi (Islam dan masih rendahnya proporsi pengusaha di Indonesia. Padahal tingginya proporsi pengusaha dapat menjadi salah satu indikator kemakmuran sebuah negara. Oleh karena itu timbul pertanyaan sejauh mana nilai-nilai Islam mendorong budaya wirausaha di kalangan umatnya? Dan bagaimana budaya wirausaha ditumbuh-kembangkan di lembaga pendidikan tinggi Islam? Penelitian ini bersifat deskriptif eskploratif dengan studi kasus pendidikan kewirausahaan di Fakultas Syari`ah dan Ekonomi Islam (FSEI IAIN “SMH” Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum prodi-prodi yang ada di FSEI belum sepenuhnya berwawasan kewirausahaan. Mahasiswa umumnya banyak dibekali dengan kompetensi dan ketrampilan yang mempersiapkan mereka sebagai sarjana ekonomi syari`ah yang akan mengisi profesi-profesi yang membutuhkan kompetensi di bidang ini seperti manajer, dosen, peneliti, dewan pengawas syariah, dan sebagainya, ketimbang profesi wirausahawan yang berkompetensi untuk merintis usaha dari bawah. Untuk membangun prodi kewirausahaan Islam/bisnis syari`ah di FSEI IAIN SMHB dibutuhkan political will yang kuat dari tidak hanya pihak kampus tetapi juga lembaga otoritas seperti Diktis Kemenag untuk memfasilitasi berdirinya prodi ini baik dari segi perizinan maupun pendanaan. Studi kelayakan awal yang lebih komprehensif perlu dilakukan untuk memetakan kebutuhan sarana dan prasarana seperti kebutuhan formasi dosen yang qualified di bidangnya, struktur kurikulum yang dapat membekali mahasiswa dengan berbagai karakter dan ketrampilan sebagai (calon pengusaha handal, dan sistem perekrutan untuk menjaring calon mahasiswa unggul. Mengingat profesi ini sangat berhubungan erat dengan sektor rill, perlu dibangun

  13. PENURUNAN KADAR GULA DARAH AKIBAT PEMBERIAN EXTRA VIRGIN OLIVE OIL (Studi pada Tikus Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Pakan Tinggi Lemak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SH Bintari

    2013-07-01

    Full Text Available Prevalensi penyakit diabetes mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah hiperglikemia yang dipicu oleh pola makan tinggi lemak. Alternatif cara pengobatan dan pencegahannya adalah mengkonsumsi minyak zaitun. Diperlukan bukti ilmiah bahwa minyak zaitun dapat menurunkan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian minyak zaitun ekstra virgin terhadap kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi pakan tinggi lemak. Desain penelitian pre experimental dengan rancangan post test only randomized controlled group design. Subjek penelitian adalah 28 ekor tikus putih jantan galur Sprague Dawley usia 8 minggu, berat badan 180-220 gram, dan kondisi sehat. Tikus dibagi menjadi empat kelompok secara simple random sampling. Kelompok kontrol diberi akuades, kelompok perlakuan P1, P2, dan P3 berturut-turut diberi minyak zaitun ekstra virgin sebanyak 0,5 g/hari; 0,7 g/hari; dan 0,9 g/hari. Penelitian dilakukan selama 6 minggu. Pengukuran kadar glukosa darah menggunakan metode glukosa oksidase (GOD PAP. Data dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dengan derajat kemaknaan 95%. Pemberian minyak zaitun ekstra virgin pada dosis 0,5 g/hari; 0,7 g/hari; dan 0,9 g/hari dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih. Penurunan ini terbukti bermakna pada semua kelompok perlakuan. Persentase penurunan kadar glukosa darah paling tinggi ditemukan pada dosis pemberian 0,9 gram/hari yaitu sebesar 62,23%. Minyak zaitun ekstra virgin terbukti dapat menurunkan kadar gula darah akibat dislipidemia. The prevalence of diabetes has increased from year to year. It is caused by hyperglycemia induced by high-fat diet. Several alternative methods of treatment and prevention widely used is consuming olive oil. Therefore we need scientific evidence that olive oil can lowered blood sugar levels. The purpose of research to determine the effects of extra virgin olive oil on blood glucose levels of white rats induced by high

  14. UJI PERFORMANSI MESIN PENEPUNG TIPE DISC (Disc Mill UNTUK PENEPUNGAN JUWAWUT (Setaria italica (L. P. Beauvois Disc Mill Performance Test for Juwawut (Setaria italica (L. P. Beauvois

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parlaungan Adil Rangkuti

    2012-05-01

    Full Text Available Juwawut is a food from the grains includes in Setaria italica (L. P. Beauvois species. Juwawut in the form of flourhas long been a food ingredient in various countries such as in South-Eastern Europe, North Africa, Northern China, and India. Performance test needs to be conducted, includes characteristics of the engine: capacity, yield, shrinkage scattered, power requirements, efficiency and quality of the flour: particle size, degree of fineness, and moisture content of flour. Disc mill performance test conducted by using 1 kg of juwawut seed per treatment with four rolling speed or rotation per minute (rpm: 1,425, 2,850, 4,750, and 5,700 rpm, and using 80 and 100 mesh sieve. The perfomance test result showed that optimum capacity obtained at 5,700 rpm using 80 mesh sieve: engine capacity 20.43 kg/hour, engine yield 91.66%, and shrinkage scattered 1.77 %. Mill engine at 5,700 rpm with 80 mesh sieve and using 3 phase electric motor needs 519 watt of power with 0.20 % efficiency. As the quality of the flour showed that particle size around0.016 inch, degree of fineness 96.25%, moisture of flour 8.80% of average with intial moisture content of juwawut seed12.03% (wet basis. Based on analysis of variance and Duncam further test rpm treatment was significantly different to mill capacity and yield. For shrinkage scattered analysis showed that rpm treatment of 2,840 is not significantly different to rpm treatment of 4,750, but significantly different to 5,700 rpm treatment. ABSTRAK Juwawut merupakan bahan pangan dari biji-bijian termasuk dalam spesies Setaria italica (L. P. Beauvois. Juwawutdalam bentuk tepung telah lama menjadi bahan pangan di berbagai negara seperti di Eropa bagian tenggara, Afrika Utara, Cina bagian utara, dan India. Uji performansi mesin penepung tipe disc meliputi karakteristik mesin yakni kapasitas, rendemen, susut tercecer, kebutuhan tenaga dan efisiensi serta kualitas tepung yakni ukuran partikel, derajat kehalusan dan kadar

  15. Evaluasi karakteristik abu sekam padi dengan kitosan molekul tinggi nanopartikel sebagai bahan dentinogenesis (Characteristic evaluation of rice husk ash with chitosan high molecule nanoparticle as dentinogenesis material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pretty Farida Sinta Silalahi

    2014-06-01

    langsung karena biokompatibel, namun bahan ini memiliki banyak kekurangan. Trioksida Mineral agregat mengandung sejumlah kecil arsenik dan setting time-nya lama, sementara HEMA dalam SIKMR bersifat sitotoksik. Abu sekam padi nanopartikel (ASPn merupakan sumber potensial dari silika. Kitosan molekul tinggi nanopartikel (KMTn dapat merangsang pembentukan dentin reparatif. Kombinasi dari kedua bahan tersebut memiliki sifat biokompatibel dan memiliki kemampuan pelapisan yang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik mikrostruktur hubungan permukaan abu sekam padi dengan kitosan molekul tinggi nanopartikel pada jaringan dentin untuk melindungi jaringan pulpodential kompleks. Metode: Dua puluh empat gigi premolar mandibula yang diekstraksi untuk tujuan ortodontik digunakan sebagai sampel, gigi dibuat preparasi kavitas klas I dengan kedalaman 3 mm di atas cemento enamel junction (CEJ. Kemudian masing-masing gigi dibelah dua arah bucco-lingual dan setiap bagian dipotong menggunakan disc bur servikal. Sampel dibagi 3 kelompok, kelompok I diaplikasikan MTA, kelompok II diaplikasikan SIKMR, kelompok III diaplikasikan ASPn + KMTn. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM pada interface antara bahan uji dan dentin berdekatan dengan pulp untuk melihat struktur mikro permukaan. Hasil: Microstructure bahan ASPn + KMTn yang diaplikasi pada dentin menunjukkan struktur seperti tag yang lebih signifikan daripada MTA. ASPn + KMTn menunjukkan kemampuan pelapisan yang lebih baik dari MTA. Porositas ASPn + KMTn lebih sedikit dari MTA dan SIKMR. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi biomaterial ASPn + KMTn dapat digunakan sebagai biomaterial aktif yang dapat menjaga integritas pulpa.

  16. EFEKTIVITAS MODEL STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP PRESTASI BELAJAR STATISTIKA DASAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADA POKOK BAHASAN DISTRIBUSI PELUANG DISKRIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Krisdiana

    2013-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1 Keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions dengan pembelajaran langsung. (2 Perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah. (3 Perbedaan prestasi mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran kooperatif tipe STAD. (4 Perbedaan prestasi mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran langsung. (5 Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas tinggi. (6 Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas sedang. (7 Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas rendah. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampling random stratifikasi (stratified random sampling dan sampling random kluster (cluster random sampling. Pengujian hipotesis menggunakan Anava dua jalan dengan sel tak sama, dengan taraf signifikansi 5 %. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu Uji Normalitas menggunakn Uji Liliefors dan Uji Homogenitas menggunakan Uji Bartlett. Dari hasil analisis disimpulkan : (1 prestasi mahasiswa dengan pembelajaran STAD lebih baik daripada pembelajaran langsung. (2 mahasiswa dengan aktivitas tinggi mempunyai prestasi belajar lebih baik daripada mahasiswa dengan aktivitas sedang dan rendah. (3 mahasiswa dengan aktivitas tinggi prestasinya lebih baik daripada mahasiswa dengan aktivitas rendah dan sedang jika diajar dengan pembelajaran STAD. (4 mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah mempunyai prestasi yang sama jika diajar dengan pembelajaran langsung. (5 mahasiswa dengan aktifitas tinggi jika diajar dengan pembelajaran STAD memberikan prestasi yang lebih baik daripada pembelajaran langsung. (6 mahasiswa dengan aktivitas sedang memberikan prestasi yang sama jika diajar dengan

  17. TANGGUNGJAWAB REKTOR SEBAGAI KPA DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN PERGURUAN TINGGI NEGERI YANG MENYELENGGARAKAN PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM (PTN PK-BLU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Kania Sugiharti

    2013-11-01

    Full Text Available Perguruan Tinggi yang menerapkan konsep Badan Layanan Umum (PTN PKBLU dalam menjalankan fungsi sebagai organ yang bergerak dalam bidang pelayanan adalah dukungan sarana dan prasarana melalui barang atau jasa. Sebagai institusi yang berada dalam naungan pemerintah dan menerima anggaran negara maka PTN PK-BLU melaksanakan mekanisme untuk memperoleh barang atau jasa sesuai ketentuan hukum. Namun proses pengadaan dalam memperoleh barang atau jasa terkadang menimbulkan persoalan yang muncul sebagai konsekuensi berjalannya proses pengadaan barang atau jasa yang melibatkan organ-organ di dalamnya seperti PA/KPA, PPK, ULP, dan Panitia/Pejabat Penerima Pengadaan. Rektor sebagai KPA dalam PTN PK-BLU memiliki wewenang dalam melakukan kontrol terhadap organ-organ yang melaksanakan proses pengadaan barang/jasa pada lingkungannya. Kesalahan dalam proses pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh PPK dan ULP/Pejabat Pengadaan menyebabkan kerugian negara akibat kesalahan tersebut, baik akibat kelalaian atau tindakan melanggar hukum. Sebagai KPA dalam proses pengadaan barang/jasa Rektor dapat melakukan kontrol pada organ-organ tersebut sesuai dengan wewenang yang diberikan. Konsekuensi yang diterima jika pada akhirnya pejabat pelaksanaan pengadaan barang/jasa tidak mengindahkan teguran Rektor maka pejabat yang terkait proses pengadaan barang/jasa akan menerima sanksi. Universities that apply the concept of Public Service Agency (BLU - PK PTN in performing functions as an organ which isengaged in the service infrastructure support through goods or services . As an institution under the auspices of the government and the state budget receives PTN PK - BLU implement mechanisms to acquire goods or services in accordance with the law . However, the procurement process in obtaining goods or services sometimes poses problems that arise as a consequence of the passage of the procurement of goods or services involving the organs in it as PA / KPA , KDP , ULP , and

  18. Optimalisasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Aset Tanah dan Bangunan Perguruan Tinggi Negeri (PTN yang Melaksanakan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU0 dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan Pendidikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Kania Sugiharti

    2014-08-01

    Full Text Available Abstrak Perguruan Tinggi Negeri Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PTN-PK BLU merupakan instansi pemerintah yang diberi kewenangan untuk melakukan pengelolaan keuangan badan layanan umum, dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan bidang pendidikan kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan PTNPKBLU berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas, serta penerapan praktik bisnis yang sehat. Berdasarkan PP Nomor 23 Tahun 2005 dan PP Nomor 6 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 38 Tahun 2008, fleksibilitas tersebut hanya berlaku dalam pengelolaan keuangan. Tanah dan bangunan yang berada dalam penguasaan PTNPKBLU, wajib dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi PTNPKBLU tersebut. Secara normatif, tidak ada ketentuan yang memberikan wewenang kepada kuasa pengguna barang untuk memanfaatkannya untuk tujuan lain. Aturan memberi peluang untuk mendayagunakan barang milik negara yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, yaitu dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, dan bangun serah guna/bangun guna serah dengan tidak mengubah status kepemilikan, namun pemanfaatan tersebut hanya dapat dilakukan oleh pengelola barang, bukan oleh kuasa pengguna barang. Dalam hal ini, kuasa pengguna barang milik negara hanya berwenang dan bertanggung jawab untuk menyerahkan tanah dan/atau bangunan yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi kantor yang dipimpinnya tersebut, kepada pengguna barang. Abstract State University implementing PK BLU is a government agency with the right to use Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU to better increase educational service in order to improve the intellectual life of the people of Indonesia. Flexibility in a State University implementing PK BLU has to be based on economic principles, productivity, and fairness. Based on Government Regulation 23/2005 and Government

  19. FORMULASI MIKROEMULSI MINYAK DALAM AIR (O/W YANG STABIL MENGGUNAKAN KOMBINASI TIGA SURFAKTAN NON IONIK DENGAN NILAI HLB RENDAH, TINGGI DAN SEDANG Stable O/W Microemulsion Formulation Using Combination of Three Nonionic Surfactants with Low, High and Med

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sih Yuwanti

    2012-05-01

    Full Text Available The aim of this research was to determine the proportion of oil, surfactant and water which could produce a stable O/W microemulsion using combination of three nonionic surfactants with low, high and medium HLB values; and to determine the role of surfactant with a medium HLB value in O/W microemulsion formulation. The first group of microemulsions were prepared using combination of Tween 80, Span 80 and Span 40 (80 %:10 %:10 % with dif- ferent proportions of VCO:surfactant (1:3, 1:3.5 dan 1:4.  The second goups of microemulsion were prepared using combination of Tween 80, Span 80 and Span 40 (90 %:5 %:5 % with different proportions of VCO:surfactant 1:4,1:4.5 dan 1:5.  The stability of microemulsion was determined during storage at room temperature and after being ovened at 105 0C 5 hours and centrifuged at 2300 g 15 minutes. Microemulsion stability was determined by measur- ing absorbance of the microemulsion at 502 nm and then converted to turbidity (%.  In order to determine the role of surfactant with a medium HLB value in the formulation of O/W microemulsion, one set microemulsions were made without surfactant with a medium HLB value, and another set of microemulsions were prepared with different ratios of low and medium HLB surfactant (1:1, 2:1 and 1:2. The most stable microemulsion was achieved when the proportion of VCO:surfactant:water was 4:20:76 and combination of Tween 80:Span 80:Span 40 with the ratio of 90:3.33:6.67. A more stable O/W microemulsion could be obtained when surfactant with a medium HLB value was added to O/W microemulsion formulation. Surfactant with a medium HLB value would link the oil phase and water phase with sur- factant layer, interaction of surfactant-oil and surfactant-water increased. It provided a smooth transition between oil phase and water phase, and the microemulsion became more stable. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan proporsi minyak, surfaktan dan air yang dapat

  20. Perbandingan Kadar Glukosa Darah Setelah Mengonsumsi Coca-cola Reguler Dan Coca-cola Zero Pada Populasi Non-diabetes

    OpenAIRE

    Hutapea, Gabriella Carolina; Ariosta, Ariosta; Hardian, Hardian

    2016-01-01

    Latar belakang : Diabetes melitus (DM) tipe II dan obesitas merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh sejumlah faktor gaya hidup diantaranya adalah aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, pola diet. Coca-cola merupakan salah satu minuman yang digemari dan mengandung tinggi karbohidrat yang diduga meningkatkan risiko obesitas dan kejadian DM tipe II. Coca cola zero merupakan solusi yang diberikan oleh coca cola untuk mengurangi peningkatan glukosa darah.Tujuan : Mengetahui perbedaa...

  1. AKUNTABILITAS PERGURUAN TINGGI ISLAM SWASTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Rusdiana

    2016-02-01

    Full Text Available This study aims to assess policies and programs WASDALBIN, constraints in WASDALBIN implement the policy, the steps in implementing policies WASDALBIN PTAIS. The method used descriptive analytic. The unit of analysis of this study determined purposively, is in 3 areas Kopertais I Jakarta, Banten West Java II, and IV Surabaya, which is considered to represent the whole territory of Indonesia. Data were collected through interviews, documentation and observation studies. The result of the research shows that communication is less effective WASDALBIN policy. The policy implementers assume that WASDALBIN policy is less clear, consistent and appropriate. The quality and the proportion of inadequate resources. Performance of policy implementing is less than optimal. The structure of the bureaucracy in the implementation WASDALBIN still convoluted, making it less efficient. This weakness is almost evenly in all regions studied WASDALBI, with slight variations. Conclusion This study shows that the policy WASDALBIN on Kopertais not be implemented optimally.

  2. Knowledge Management di Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harjanto Prabowo

    2010-11-01

    Full Text Available Conceptually, Knowledge Management is the organization's activities in managing knowledge as an asset, it is necessary that knowledge is properly distributed to the right people and in swift time, until they can interact, share knowledge and apply it in their daily work in order to improve organizational performance. In the study of higher education, in addition to being an element forming a sustainable competitive advantage, knowledge is also the value created by the college to be conveyed to consumers. This research discusses the understanding of knowledge management that is implemented in universities. 

  3. Manajemen Mutu Terpadu Perguruan Tinggi

    OpenAIRE

    Shalahudin, Shalahudin

    2011-01-01

    The problem facing education is the lack of quality output, management, human resources, and weak ability to compete in the Global World Arena. This is Evidences by the increasing number of educated unemployment and lack of student academic achievement. To that end, expert of management education (total quality management) quality (TQM) as Joseph M. Juran and his colleagues offer in order to implement TQM in a consistent and continuous. By involving all components of the organization to impro...

  4. PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KETANGGUHAN IMPAK DAN STRUKTUR MIKRO PADA PENGECORAN ALUMINIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Tofa Wijaya

    2017-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh temperatur tuang terhadap ketangguhan impak dan struktur mikro hasil pengecoran paduan aluminium dengan menggunakan cetakan pasir. Bahan penelitian ini adalah paduan alumunium dari scrap aluminium, kemudian dilebur dan dituang ke dalam cetakan dengan variasi temperatur tuang dari 660 °C, 700 °C dan 740 °C. Pengujian impak dilakukan untuk mengetahui ketangguhan impak pada hasil coran dengan menggunakan alat uji impak Charpy (ASTM E 23-02a. Foto struktur mikro dilakukan dengan menggunakan mikroskop optik Nikon seri 661103. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temperatur tuang pada saat pengecoran berpengaruh terhadap nilai ketangguhan impak dan struktur mikro hasil coran. Dari tiga variasi temperatur tuang yang dilakukan, semakin tinggi temperatur tuang maka nilai ketangguhan impaknya juga semakin meningkat. Struktur mikro yang terbentuk dari  logam paduan aluminium coran secara umum memiliki bentuk struktur mikro berupa struktur dendrite.

  5. STUDI PENINGKATAN KINERJA MANAJEMEN RANTAI PASOK SAYURAN DATARAN TINGGI DI JAWA BARAT Study of Performance Improvement for Highland Vegetables Supply Chain Management in West Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alim Setiawan S

    2012-05-01

    Model pengukuran kinerja sangat diperlukan sebagai alat untuk peningkatan kinerja rantai pasok sayuran dataran tinggi di Jawa Barat. Pengukuran kinerja dapat mendukung perencanaan tujuan, evaluasi kinerja, perumusan kebijakan strategik, taktis dan operasional rantai pasok. Studi ini dilaksanakan dengan pendekatan sistem yang didukung dengan Teknik/Metode Perbandingan Eksponensial (MPE untuk menyeleksi komoditi prioritas, kombinasi teknik SCOR dan Fuzzy AHP digunakan untuk merancang metrik pengukuran kinerja, Data Envelopment Analysis (DEA untuk pen- gukuran kinerja individu anggota rantai pasok dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan kinerja ran- tai pasok. Hasil MPE menunjukkan bahwa 3 (tiga komoditas yang diunggulkan adalah Paprika, Lettuce dan Brokoli. Kombinasi SCOR - Fuzzy AHP menghasilkan bobot metrik kinerja rantai pasok: kinerja pengiriman (0,111, Kesesua- ian dengan standar kualitas (0,299, kinerja pemenuhan pesanan (0,182, waktu tunggu pesanan (0.068, pemenuhan siklus pesanan (0,080, fleksibilitas rantai pasok (0,052, biaya manajemen rantai pasok (0,086, siklus pembayaran tunai (0,080, dan stok harian (0.048. Pengukuran kinerja rantai pasok komoditi lettuce dengan teknik DEA menun- jukkan bahwa kinerja efisiensi petani belum mencapai 100 %. Kinerja efisiensi perusahaan pada kasus komoditi lettuce dan sayuran segar potong telah mencapai 100%. Analisa SWOT merekomendasikan strategi untuk peningkatan kinerja rantai pasok lettuce sebagai berikut: 1 penggunaan teknologi hidroponik dan pengurangan penggunaan pestisida, 2 optimasi penjadwalan penanaman dan pemanenan dengan memperhatikan iklim, 3  peningkatan fleksibilitas dalam pemenuhan pesanan, dan 4 penerapan standar manajemen penjaminan kualitas untuk menjamin konsistensi kualitas produk dan penerimaan produk oleh konsumen.

  6. FAKTOR-FAKTOR PENYIMPANGAN POSITIF (POSITIVE DEVIANCE STATUS GIZI BALITA PADA KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN GIZI-KURANG RENDAH DAN TINGGI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN (FACTORS OF POSITIVE DEVIANCE IN NUTRITIONAL STATUS OF UNDER-FIVES AMONG POOR FAMILY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Luciasari

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: The amount of poor population in Jeneponto & Selayar districts, South Sulawesi, were relatively similar and higher than the national average. However, Janeponto had high prevalence in malnutrition among children under five (28%, whereas Selayar had low prevalence in malnutrition among children under five (11,31%. Objective: This research aims to measure positive deviance which affects nutrition status in two different districts with relative-similar poverty level as well as different nutrition deficiency prevalence. Method: This research is an advance analysis of Riskesdas 2007 data which targeted poor family with under-five-children as sample. As the first step, data verification is conducted to make sure data completeness. Analysis is done by using statistical description, whereas Chi square test is used to analyzing nutrition-status-factors difference between two districts. Result: Under-five-children nutrition status is highly affected by family socio-economy status which covers education level of parents, income, total of family member, access to clean water, environment hygiene and sanitation, and family morbidity. Conclusion: Positive deviation factor of less malnutrition nutritional status than high malnutrition in poor areas was the high parental education, the small number of household members, and ease of access to water.   Keywords: positive deviance, nutritional status, under-fives, poor family   ABSTRAK Latar Belakang: Penduduk miskin di Kabupaten Jeneponto dan Selayar, Sulawesi Selatan, jumlahnya relatif sama dan lebih tinggi dari angka nasional. Namun, Jeneponto memiliki prevalensi balita gizi-kurang yang tinggi (28%, sedangkan Selayar memiliki prevalensi balita gizi-kurang yang rendah (11,3%. Tujuan: Menentukan faktor-faktor penyimpangan positif yang memengaruhi status gizi di dua kabupaten dengan tingkat kemiskinan relatif sama tetapi berprevalensi gizi kurang berbeda. Metode: Analisis lanjut data

  7. PROFIL KONSUMSI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI, STATUS GIZI, KEBIASAAN MEROKOK DAN SANITASI LINGKUNGAN PADA DAERAH DENGAN TB-PARU TINGGI DI INDONESIA (PROFILE OF NATURAL SOURCE ANTIOXIDANTS CONSUMPTION, NUTRITIONAL STATUS, SMOKING HABIT AND ENVIRONMENTAL SANITA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Setyawati

    2012-06-01

    fruits and vegetables. Keywords: pulmonary-TB, antioxidants, nutritional status, smoking habit, sanitation ABSTRAK Indonesia peringkat ketiga di dunia setelah India dan China dalam jumlah penderita tuberkulosis-paru (TB-paru. Status gizi, kebiasaan merokok, kondisi rumah dan sanitasi lingkungan yang buruk, serta konsumsi sumber antioksidan alami (sayuran, buah-buahan, dan jamu yang rendah, dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko terinfeksi TB-paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari profil status gizi, konsumsi sumber antioksidan alami, kebiasaan merokok, kondisi rumah dan sanitasi lingkungan di wilayah Indonesia dengan kasus TB-paru tinggi. Studi observasional analitis dengan desain potong-lintang. Sampel merupakan sampel Riskesdas 2010, berusia minimal 15 tahun dan tinggal di wilayah dengan kasus TB-paru tinggi di Indonesia. Variabel yang dipelajari meliputi profil status TB-paru, karakteristik responden, status gizi, konsumsi sumber antioksidan alami, kebiasaan merokok dan perilaku pencegahan TB-paru, serta kondisi rumah dan sanitasi lingkungan. Proporsi penderita TB-paru lebih tinggi dijumpai pada lelaki, pendidikan rendah, usia produktif, dan status gizi rendah. Proporsi besar juga ditemukan pada perokok yang mulai merokok diusia muda (<10 tahun dan durasi merokok lama (31-40 tahun. Proporsi agak tinggi penderita TB-paru ditemukan pada konsumen sayuran-buah kurang dari lima porsi perhari. Proporsi perilaku pencegahan TB-paru, kondisi rumah dan lingkungan yang sehat ditemukan lebih besar pada non-penderita TB-paru. Untuk mengurangi jumlah penderita TB-paru, usaha perbaikan hendaknya diarahkan pada perbaikan status gizi, kondisi rumah dan sanitasi lingkungan, pengurangan jumlah perokok usia dini, dan peningkatan konsumsi sayuran dan buah dengan jumlah 5 porsi sehari. [Penel Gizi Makan 2012, 35(1: 55-69]   Kata Kunci: TB-paru, antioksidan, status gizi, kebiasaan merokok, sanitasi

  8. Optimisasi Suhu Pemanasan dan Kadar Air pada Produksi Pati Talas Kimpul Termodifikasi dengan Teknik Heat Moisture Treatment (HMT (Optimization of Heating Temperature and Moisture Content on the Production of Modified Cocoyam Starch Using Heat Moisture Treatment (HMT Technique

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nengah Kencana Putra

    2016-12-01

    Full Text Available One of the physically starch modification technique is heat-moisture treatment (HMT. This technique can increase the resistance of starch to heat, mechanical treatment, and acid during processing.  This research aimed to find out the influence of heating temperature and moisture content in the modification process of cocoyam starch  with HMT techniques on the characteristic of product, and then to determine the optimum heating temperature and moisture content in the process. The research was designed with a complete randomized design (CRD with two factors factorial experiment.  The first factor was temperature of the heating consists of 3 levels namely 100 °C, 110 °C, and 120 °C. The second factor was the moisture content of starch which consists of 4 levels, namely 15 %, 20 %, 25 %, and 30 %. The results showed that the heating temperature and moisture content significantly affected water content, amylose content and swelling power of modified cocoyam starch product, but the treatment had no significant effect on the solubility of the product. HMT process was able to change the type of cocoyam starch from type B to type C. The optimum heating temperature and water content on modified cocoyam starch production process was 110 °C and 30 % respectively. Such treatment resulted in a modified cocoyam starch with moisture content of 6.50 %, 50,14 % amylose content, swelling power of 7.90, 0.0009% solubility, paste clarity of 96.310 % T, and was classified as a type C starch.   ABSTRAK Salah satu teknik modifikasi pati secara fisik adalah teknik Heat Moisture Treatment (HMT. Teknik ini dapat meningkatkan ketahanan pati terhadap panas, perlakuan mekanik, dan asam selama pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan kadar air pada proses modifikasi pati talas kimpul dengan teknik HMT terhadap karakteristik produk, dan selanjutnya menentukan suhu dan kadar air yang optimal dalam proses tersebut. Penelitian ini dirancang

  9. PENGEMBANGAN PENGENDALIAN KELEMBABAN, TEMPERATUR PADA RUMAH KACA DENGAN PENCATATAN DATA OTOMATIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faisal Faisal

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian pengembangan pengendalian kelembaban pada rumah kaca telah selesai dilakukan. Pengembangan alat ini terdiri atas pengukuran kelembaban, temperatur dan intensitas cahaya dan pengendalian kelembaban udara. Sistem alat ukur terdiri dari power supply DC, sensor SHT11, sensor LDR, relay, mikrokontroler ATMega8535, pengkodisi sinyal, LCD karakter 20x2 dan humidifier. Sensor SHT11 terkalibrasi secara digital melalui port B. Sensor LDR dikarakterisasi menggunakan lampu pijar di dalam chamber tidak tembus cahaya, sehingga menghasilkan persamaan karakteristik sensor v = 0,7595ln(I – 2,2484 volt. Persamaan karakterisasi tersebut diproses melalui program BASCOM AVR untuk mengisi perintah pada mikrokontroler ATMega8535 dalam proses pengukuran secara terus menerus dan menampilkannya pada LCD karakter 20x2 dalam satuan lux dan data disimpan dalam file dengan format *xlsx. Humidifier dihidupkan oleh relay yang dikendalikan oleh mikrokontroler ATMega8535 dengan set poin pengukuran kelembaban udara kurang dari 60%. Rumah kaca yang digunakan berukuran panjang 240 cm, lebar 150 cm, tinggi dinding 200 cm dan tinggi atap 50 cm. Uji pengendalian kelembaban udara berhasil dipertahankan pada kelembaban udara kisaran 60% dengan error rata-rata sebesar 1,9% dari pukul 11.00 WITA sampai dengan 16.00 WITA.

  10. PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE CERAMAH BERVARIASI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERKELOMPOK TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER PADA MATA DIKLAT STENOGRAFI KELAS XI BIDANG ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NURUL ULUM LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Wahyu Ismail

    2016-03-01

    Full Text Available Kegiatan pembelajaran Stenografi di kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Nurul Ulum Lebaksiu belum melibatkan siswa untuk aktif dan mengalami proses belajarnya sendiri. Siswa belum diarahkan untuk melakukan aktivitas belajar yang bervariasi. Hal ini membuat siswa jenuh dan tidak fokus dalam pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Faktor yang diteliti adalah aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pada siklus I yaitu 66,63 dengan ketuntasan klasikal 60%, sedangkan untuk siklus II nilai rata-ratanya 79,74 dengan ketuntasan klasikal 80%. Pada siklus I aktivitas siswa 60% dan siklus II menjadi 95,5%. Berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode ceramah bervariasi dengan model pembelajaran berkelompok tipe NHT (Numbered Head Together pada mata diklat Stenografi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Nurul Ulum Lebaksiu. Stenography learning activities in class XI Office Administration SMK Nurul Ulum Lebaksiu not involve students for active and experiencing their own learning process. Students have not been directed to perform a variety of learning activities. This makes students bored and do not focus on learning so the impact on student learning outcomes are still low. The purpose of this study is to increase the activity and student learning outcomes. This research is a class act with two cycles, each cycle including planning, implementation, observation and reflection. Factors studied were learning activities and student learning outcomes. The results obtained by the average value in the first cycle is 66.63 with classical completeness 60%, while for the second cycle the average

  11. Atropisomerism in a new type biphenyl and o-terphenyl condensed tannins. Atropisomerie in nuwe tipe bifeniel en o-terfeniel gekondenseerde tanniene

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Young, E

    1984-03-01

    Chemical investigation of the core wood Prosopis glandulosa has revealed that it has a complex flavenoid content. The predominant phenolic component of the core wood is flavan-3-ol with a 3/sup ,/,4/sup ,/,7,8-tetrahydroxy phenolic substitute pattern. Apart from the isolation of 'conventionally' coupled biflavenoids based on electrophilic attack at the C/sub 4/-carbeniumion from flavan-3,4-diol on the nucleophilic positions of flavan-3-ols, a new 1-flavenyl-1,3-diarylpropan-2-ol as wel as a B-ring coupled flavenyl-2-benzoylbenzofuran was isolated. The uniqueness of this study lies in the identification of (5,6)-coupled and atropisomeric (5,5)-biflavenoids based on a biphenyl bond which was extended to the triflavenoid level with the identification of four (5,5:5,6)-0-terphenyl triflavenoidatropisomers. The /sup 1/H nmr spectra of the 5,5-dimers and (5,5:5,6)-trimers exhibit sharply defined spectra at room temperatures which suggests rigidity of structure at these temperatures. Further proof of atropisomerism at the (5,5)-coupled dimers was obtained by means of an isomerization experiment. At the (5,6)-coupled isomers, a dynamic equilibrium at the /sup 1/H nmr-spectra of the methyl etheracetate derivatives was observed. Synthesis of the optically pure (4,6)-biflavenoid with 3/sup ,/,4/sup ,/,7,8-tetrahydroxylation pattern was, conducted through reduction of (+-)-3/sup ,/,4,7,8-tetramethoxydihydroflavonol, condensation of it to the monomeric (+)-3/sup ,/,4/sup ,/,7,8-tetrahydroxyflavan-3-ol and subsequent separation of the diastereo-isomeric mixture.

  12. Die benutting van ureumaangevulde en verskillende tipes ...

    African Journals Online (AJOL)

    compared with urea-supplemented barley straw in an intake and in vivo digestibility study. The ADF-N content ... mied- en oondmetode is in 'n inname- en in vivo-verteringstudie onderling en met ureumaangevulde garsstrooi vergelyk. ..... of 24,7% between the latter treatment and stack-ammoniated wheat straw reaching.

  13. Temperature Pill

    Science.gov (United States)

    1988-01-01

    Ingestible Thermal Monitoring System was developed at Johns Hopkins University as means of getting internal temperature readings for treatments of such emergency conditions as dangerously low (hypothermia) and dangerously high (hyperthermia) body temperatures. ITMS's accuracy is off no more than one hundredth of a degree and provides the only means of obtaining deep body temperature. System has additional applicability in fertility monitoring and some aspects of surgery, critical care obstetrics, metabolic disease treatment, gerontology (aging) and food processing research. Three-quarter inch silicone capsule contains telemetry system, micro battery, and a quartz crystal temperature sensor inserted vaginally, rectally, or swallowed.

  14. PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henderi Henderi

    2009-10-01

    Full Text Available Strategic planning of information systems is to establish policy and planning implementation of information technology as a supporter of bussiness process and solution of the problem with high accuracy and know the possibilities of the system is less precise procedure. To achieve this, an information systems strategy planning organizations (including universities therein should be done through the stages: an analysis of objectives and issues / information needs (goals and poblem, critical success factor (CSFs, SWOT analysis, impact analysis information technology (technology impact analysis and analysis of the vision or strategic view of the system (strategy vision system and a review model of business functions (business proccess organization. In STMIK Raharja, strategic planning and information system model was developed based on through these stages and includes information services to be provided by STMIK Prog as a university. Determination of information system strategic planning and selection of models developed subsequently determined by the specific needs and determinants with attention to rules and procedures. This paper presented a discussion about the foundation and information systems strategic planning phases of Higher Education as an organization by taking a model of information services at Raharja STMIK Tangerang, with academic information subsystem as an example the case of the implementation of the development. To clarify the discussion, at this writing are also discussed briefly about the strategy on information systems implementation STMIK Prog as a university organization.Keywords: critical success factor, model, business process, strategy system vision

  15. Mencari Bentuk Mengajar Entrepreneurship pada Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Pratama

    2010-11-01

    Full Text Available The high number of unemployment in Indonesia is caused by college graduates not brave enough to determine a career path as an entrepreneur. The embedded bad image and false myths about entrepreneurs has made its spread very low in Indonesia. Universities in Indonesia are looking for a more effective form of teaching entrepreneurship so as to produce graduates who are productive rather than educated, but unemployed graduates. Entrepreneurship is very unique because it contains multiple disciplines. There are various forms of teaching entrepreneurship used by different countries in the world from various literatures. Universities and entrepreneur lecturers should be able to take an example on (adapt and adopt how to teach according to the college culture and taught students, without having to look at what disciplines the student is enrolled in, also by integrating the values of entrepreneurship in the curriculum and extracurricular activities as supporting activities. Thus, entrepreneurial atmosphere can be created within the campus so that students, during their stay in college, do not seem to have lived and becoming used to a dynamic entrepreneurial environment, inspiring, and full of innovation. Thus, graduates will be braver in becoming an entrepreneur without it becomes their last choice like the current situation. 

  16. Peran Strategis Public Relations Di Perguruan Tinggi

    OpenAIRE

    Sulistyaningtyas, Ike Devi

    2007-01-01

    S: Public Relations emphasizes in building and maintaining a relationship between an organization and its public. It is applied also for a higher education institution or university. Nowadays, public relations in higher education institution become an integral part of the management team. It must contribute to achieve organizational goals and demonstrate an organizational accountability identified by measurable result. Synergy and cooperation are the strategic way to reach good relationship a...

  17. Peran Strategis Public Relations di Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ike Devi Sulistyaningtyas

    2013-12-01

    Full Text Available Abstracts: Public Relations emphasizes in building and maintaining a relationship between an organization and its public. It is applied also for a higher education institution or university. Nowadays, public relations in higher education institution become an integral part of the management team. It must contribute to achieve organizational goals and demonstrate an organizational accountability identified by measurable result. Synergy and cooperation are the strategic way to reach good relationship and reputation.

  18. DESAIN ETL DENGAN CONTOH KASUS PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Spits Warnars

    2009-01-01

    Full Text Available Data Warehouse for higher education as a paradigm for helping high management in order to make an effective and efficient strategic decisions based on reliable and trusted reports which is produced from Data Warehouse itself. Data Warehouse is not a software, hardware or tool but Data Warehouse is an environment where the transactional database is modelled in other view for decision making purposes. ETL (Extraction, Transformation and Loading is a bridge to build Data Warehouse and transform data from transactional database. In every fact and dimension table will be inserted with fields which represent the construction merge loading as an ETL (Extraction, Transformation and Loading extraction. ETL needs an ETL table and ETL process where ETL table as table connectivity between tables in OLTP database and tables in Data Warehouse and ETL process will transform data from table in OLTP database into Data Warehouse table based on ETL table. The extraction process will be run with a table database as differentiate ETL process and an ETL algorithm which will be run automatically in idle transactional process, along with daily transactional database backup when the information system are not used.

  19. MANIFESTASI KESETARAAN GENDER DI PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RAIHAN PUTRY

    2016-07-01

    Full Text Available Following the flow of transformation and the times today, the discourse on women's leadership turned out to be growing and getting a response from the community, along with the growth and development of Scientific Management (Scientific. Leadership is no longer based on talent, heritage, experience and the male gender, but more than the physical and mental readiness of men and women in a planned towards professionalism. All the program is done through planning, analysis and development systematically to raise stamina leadership qualities in accordance with the spirit of the Shari'ah. This paper discusses the concept of gender equality in representation in college. First, gender equality is seen as a condition when women are placed on an equal footing and given the same rights and obligations as men. Secondly, gender equality is seen as a condition that is expected to bring about a change for a better life. Both representations of gender equality is highly influenced by the history, background, purpose, and vision and mission of the organization for women. Furthermore, the representation is then manifested in features of managerial college.

  20. SELF EFFICACY DAN PLAGIARISME DI PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ermis Suryana

    2017-02-01

    Full Text Available College or often called campus is a form of academic kehidupann. Academic life has a very long track record as an environment that has its own rules, are indefenden, and impartially. Science can only flourish and grow if the basic characteristics are maintained. In order to maintain this, the development of science and academic life in general have certain ethics and rules that should be independent of any moment. Ethical values and morals are appropriately dominated academic life in college. Colleges are supposed to have ethics and morals solid academic to academic community can form a strong character. The academicians in universities, especially lecturers and students who do not have a standard of moral and ethical values that will either take advantage of the institution or college institutions as a means to deceive a lot of things. At this time, one of the cases that emerged in this country is the rampant cases of plagiarism that occur in some universities, both public universities and private colleges. This is an example of opaque in portrait dynamics of education in Indonesia.

  1. Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Mahasiswa di Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Simon M. Tampubolon

    2013-10-01

    Full Text Available The article discusses about how to develop spiritual intelligence of students in the college environment. This article describes pinciples of the application of the six ways of spiritual intelligence development into learning models, assignments, and campus life. The principles should be done by considering the meaning of the spiritual, developmental characteristics of students, and the characteristics of students’ spiritual development.  

  2. Pendidikan Tinggi Islam dan Pengembangan Entrepreneuer Skill

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Muhammad

    2009-12-01

    Full Text Available Islamic education has three related foundations. One of the intended foundations is education and teaching. Without leaving aside other two foundations (research and dedication to the society, education is the important element that becomes the instrument of potential development of human resources that have competitive superiority. Two kinds of these superiorities (added by collaborative and spiritual superiority become “condition sine qua non” that has to be developed by Islamic education world, so that its existence will not be the “ivory tower”. The knowledge expansion from normative way to the development of business skill which stands on religious values as “added value” that becomes a must in the middle of crowded global economic. The objectives of this article are to explain the basic economic concept which is built on the foundation and religious value (Read: Islamic Economy, entrepreneurship character building and the role of Islamic University.

  3. KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI MENYIAPKAN ENTREPRENEUR UNGGUL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Margunani Margunani

    2015-02-01

    Full Text Available Product or service Wira New Business (WUB generated the students have the advantage of science and technology. Independent entrepreneurs from universities that produce the products / services can be developed through the science and technology-based business consulting to experts, research and laboratories on campus. Readiness is integrated and holistic childbirth entrepreneurs from universities, superior, has a broader and more adaptative insight. Entrepreneurship lecture testruktur, entrepreneurial practices chance divasilitasi Entrepreneurship Student Creativity Program (PKM-K through a grant to try to try. Student Entrepreneurial Program (PMW which provide more opportunities, where students who tried because of limited funds got very soft loan (without interest. Useful for students to practice managing capital / funding from outside to study the production, trade, repay, and so on.

  4. TEKNIK PENGELOLAAN USAHATANI TANAMAN CABAI BERKELANJUTAN DI DATARAN TINGGI KECAMATAN CIKAJANG KABUPATEN GARUT (Management Technique of Sustainable Red Pepper Crop Farming System in Upland Distric of Cikajang Garut Regency

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wa Ode Muliastuty

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi dalam usahatani cabai merah dataran tinggi adalah penurunan produktivitas tanaman akibat ketidaksesuaian agroteknologi dengan karakteristik lahan dan kebutuhan tanaman. Hal ini mempercepat proses erosi dan meningkatkan kehilangan lapisan atas tanah yang lebih subur sehingga menurunkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar erosi, menganalisis kontribusi pendapatan usahatani terhadap Kebutuhan Hidup Layak (KHL petani, dan mengkaji alternatif teknik Konservasi Tanah dan Air (KTA.Erosi dianalisis menggunakan persamaan USLE. Pendapatan usahatani menggunakan analisis anggaran arus uang tunai. KHL petani dihitung berdasarkan jumlah anggota keluarga petani, didekati dari kebutuhan fisik minimal ditambah kebutuhan hidup tambahan. Teknik konservasi tanah diuji pada percobaan petak erosi berukuran 2 x 20 meter dan dibuat pada kemiringan lereng 40 %. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor. Pertama adalah pola tanam, yaitu cabai merah monokultur (T1 dan cabai merah tumpangsari dengan kubis (T2. Kedua adalah teknik konservasi tanah, yaitu guludan searah lereng sebagai kontrol (K1, guludan searah lereng + guludan memotong lereng jarak 6,60 meter (K2, guludan memotong lereng (K3, dan guludan memotong lereng miring 20° (K4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin curam kemiringan lereng maka erosi semakin besar melebihi batasETol dan kontribusi pendapatan usahatani terhadapKHL petani semakin rendah. Pola tanam cabai merah monokultur mempunyai erosi yang lebih besar dan kontribusi pendapatan terhadapKHL lebih kecil daripada tumpangsari. Teknik konservasi T1K3, T2K3, T1K4 dan T2K4 dapat diterapkan pada lahan dataran tinggi karena mampu menurunkan erosi ≤ ETol (30,92 ton.ha-1.th-1 dan meningkatkan pendapatan usahatani ≥ KHL (Rp. 23.920.000 kk-1.th-1, sehingga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi dapat tercapai. ABSTRACT The problems encountered in red pepper

  5. Isolasi dan Karakterisasi Sifat Pati Kacang Hijau (Vigna radiata L. Beberapa Varietas Lokal Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyanto Triwitono

    2017-09-01

    Full Text Available Mung beans is a kind of legumes that possesses a potential  amylose to produce low calories RS-3. Studies on the characteristics of the starch will be useful for the treatment of obesity in the future. Isolation and characterization of the properties of mung bean starch of 4 local Indonesian varieties (Walet, Sriti, Murai, and Vima-1 have done. Isolation of starch using a modified method of Hoover. The analyzed properties of starch consist of starch content, amylose content, granular shape, color, swelling power, WHC, the blue value, amylograph and crystallinity properties. The results indicated that the mung bean varieties Walet have the highest amylose content (55.39%, that’s potential as source of  RS-3. Mung beans Walet have the 42.11% of starch content; 35.33% of yield starch; 99.63%  of starch purity; 17.11 g/g of highest swelling power; 65.26 g/g of WHC; 59.36 g/g  of OHC; 8.92% of blue value; Oval granular shape; white  color (88.09 of  Lightness; 78.7 °C of gelatinization temperature; tipe C of X-ray diffraction pattern, and 1430 Cp of the fastest retrograded starch viscosity. ABSTRAK Kacang hijau merupakan jenis kacang-kacangan sumber pati beramilosa tinggi yang potensial menghasilkan RS-3 tinggi dan rendah kalori. Kajian tentang karakteristik patinya akan membuka peluang pemanfaatannya untuk penanganan obesitas di masa datang. Telah dilakukan isolasi dan karakterisasi sifat-sifat pati kacang hijau dari 4 varietas lokal Indonesia (Walet, Sriti, Murai, dan Vima-1. Isolasi pati menggunakan metode Hoover yang dimodifikasi dan sifat-sifat pati yang dianalisis meliputi kadar pati, amilosa, bentuk granula, warna pati, swelling power, WHC, blue value, viskositas, dan sifat kristalinitas pati. Hasil isolasi dan analisis menunjukkan bahwa kacang hijau varietas Walet memiliki kadar amilosa paling tinggi (55,39%, sehingga potensial sebagai bahan dasar RS-3. Kacang hijau Walet menghasilkan kadar pati 42,11%; rendemen pati 35

  6. Temperature metrology

    Science.gov (United States)

    Fischer, J.; Fellmuth, B.

    2005-05-01

    The majority of the processes used by the manufacturing industry depend upon the accurate measurement and control of temperature. Thermal metrology is also a key factor affecting the efficiency and environmental impact of many high-energy industrial processes, the development of innovative products and the health and safety of the general population. Applications range from the processing, storage and shipment of perishable foodstuffs and biological materials to the development of more efficient and less environmentally polluting combustion processes for steel-making. Accurate measurement and control of temperature is, for instance, also important in areas such as the characterization of new materials used in the automotive, aerospace and semiconductor industries. This paper reviews the current status of temperature metrology. It starts with the determination of thermodynamic temperatures required on principle because temperature is an intensive quantity. Methods to determine thermodynamic temperatures are reviewed in detail to introduce the underlying physical basis. As these methods cannot usually be applied for practical measurements the need for a practical temperature scale for day-to-day work is motivated. The International Temperature Scale of 1990 and the Provisional Low Temperature Scale PLTS-2000 are described as important parts of the International System of Units to support science and technology. Its main importance becomes obvious in connection with industrial development and international markets. Every country is strongly interested in unique measures, in order to guarantee quality, reproducibility and functionability of products. The eventual realization of an international system, however, is only possible within the well-functioning organization of metrological laboratories. In developed countries the government established scientific institutes have certain metrological duties, as, for instance, the maintenance and dissemination of national

  7. Temperature metrology

    International Nuclear Information System (INIS)

    Fischer, J; Fellmuth, B

    2005-01-01

    The majority of the processes used by the manufacturing industry depend upon the accurate measurement and control of temperature. Thermal metrology is also a key factor affecting the efficiency and environmental impact of many high-energy industrial processes, the development of innovative products and the health and safety of the general population. Applications range from the processing, storage and shipment of perishable foodstuffs and biological materials to the development of more efficient and less environmentally polluting combustion processes for steel-making. Accurate measurement and control of temperature is, for instance, also important in areas such as the characterization of new materials used in the automotive, aerospace and semiconductor industries. This paper reviews the current status of temperature metrology. It starts with the determination of thermodynamic temperatures required on principle because temperature is an intensive quantity. Methods to determine thermodynamic temperatures are reviewed in detail to introduce the underlying physical basis. As these methods cannot usually be applied for practical measurements the need for a practical temperature scale for day-to-day work is motivated. The International Temperature Scale of 1990 and the Provisional Low Temperature Scale PLTS-2000 are described as important parts of the International System of Units to support science and technology. Its main importance becomes obvious in connection with industrial development and international markets. Every country is strongly interested in unique measures, in order to guarantee quality, reproducibility and functionability of products. The eventual realization of an international system, however, is only possible within the well-functioning organization of metrological laboratories. In developed countries the government established scientific institutes have certain metrological duties, as, for instance, the maintenance and dissemination of national

  8. Pengaruh Variasi Temperatur Hidrotermal Pada Sintesis Lithium Mangan Oksida (Limn2o4 Spinel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Kurniawan

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dalam bidang material menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.Salah satu material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aplikasi adalah lithium. Lithium sendiri bisa didapatkan dari air laut brines dan geothermal fluid. Salah satunya adalah Lumpur Sidoarjo. Lithium Mangan Oksida Spinel digunakan sebagai material absorben karena murah, tidak beracun dan mudah didapatkan. Pada penelitian ini metode hidrotermal digunakan sebagai metode sintesis pada LiMn2O4 karena dapat dilakukan pada temperatur yang relatif rendah dan menghasilkan partikel yang lebih homogen. Metode hidrotermal dilakukan pada temperatur 160 oC, 180 oC dan 200 oC selama 24 jam. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui struktur kristal. Pengujian SEM dilakukan untuk mengetahui morfologi material setelah proses hidrotermal. Pengujian BET dilakukan untuk mengetahui surface area. Setelah itu metode acid treatment dilakukan untuk proses adsorpsi dan desorpsi. Adsorpsi dilakukan dengan mencelupkan Lithium Mangan Oksida Spinel yang telah disintesis kedalam Lumpur Sidoarjo.Pengujian ICP dilakukan untuk mengetahui kandungan lithium yang terdapat pada Lumpur Sidoarjo sebelum dan sesudah adsorpsi untuk mengetahui jumlah lithium yang terserap.Pengujian desorpsi dilakukan dengan mencelupkan LiMn2O4 kedalam larutan HCL. Pada uji XRD menunjukkan bahwa LiMn2O4 berstruktur kristal cubic. Dari hasil uji SEM terlihat bahwa tidak banyak perbedaan morfologi pada ketiga variasi.Partikel cenderung membentuk aglomerasi. Pada hasil uji ICP menunjukkan bahwa LiMn2O4 dengan temperatur hidrotermal 160oC memiliki efisiensi adsorpsi paling tinggi dengan 6,775 ppm. Sementara untuk desorpsi yang paling tinggi adalah 200oC sebesar 0.081 ppm

  9. temperature overspecification

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mehdi Dehghan

    2001-01-01

    Full Text Available Two different finite difference schemes for solving the two-dimensional parabolic inverse problem with temperature overspecification are considered. These schemes are developed for indentifying the control parameter which produces, at any given time, a desired temperature distribution at a given point in the spatial domain. The numerical methods discussed, are based on the (3,3 alternating direction implicit (ADI finite difference scheme and the (3,9 alternating direction implicit formula. These schemes are unconditionally stable. The basis of analysis of the finite difference equation considered here is the modified equivalent partial differential equation approach, developed from the 1974 work of Warming and Hyett [17]. This allows direct and simple comparison of the errors associated with the equations as well as providing a means to develop more accurate finite difference schemes. These schemes use less central processor times than the fully implicit schemes for two-dimensional diffusion with temperature overspecification. The alternating direction implicit schemes developed in this report use more CPU times than the fully explicit finite difference schemes, but their unconditional stability is significant. The results of numerical experiments are presented, and accuracy and the Central Processor (CPU times needed for each of the methods are discussed. We also give error estimates in the maximum norm for each of these methods.

  10. Budaya Organisasi di Perguruan Tinggi: Studi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE Abdi Bangsa Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salfen Hasri

    2016-02-01

    Full Text Available Organizational culture is a shared meaning of values, beliefs, traditions, and organizational philosophy which members of the organization own, so, the organization is different from the other organizations. Organizational culture that members feel is a quality, it is supported by the shared meaning based on the value of helping each other. The quality of culture is supported by all tangible and intangible organization elements. They are statements of vision and mission, organization value, artifacts, teaching-learning process, technology, the practice of management and accounting and training for English, Chinese, and Japanese skill.

  11. KEADILAN DALAM HUBUNGAN HUKUM ANTARA DOSEN PERGURUAN TINGGI SWASTA DENGAN BADAN PENYELENGGARA PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftakhul Huda

    2017-09-01

    Full Text Available The position of the lecturer as a professional educator who runs the college tridharma causes the legal relationship of the lecturer of Private Higher Education with the Private University Administration Board to have its own distinct characteristic from the legal relationship in the labor law which is characterized by a limited relationship or sub-ordinate (dienstverhovding Which characterizes the relationship between the government/the authorities and the people. The construction of these different legal relationships causes the courts in Indonesia to have no strong foothold regarding the absolute authority to adjudicate disputes or disputes arising in the legal relations of Private University lecturers with the Private University Organizing Body. Thus, it is necessary to create a new concept of legal relationship in parallel position whose basic rights and obligations are determined by the Law because the implementation of education should be the obligation of the government so that the people who assist its implementation should be given optimal protection both in terms of freedom of academic pulpit and welfare protection of lecturers

  12. Fabrikasi Sistem Alat Ukur Temperatur Lapisan Buah Mangga dengan Menggunakan Sensor Waterproof LM35

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Sarif

    2017-03-01

    Full Text Available Telah dibuat sistem alat ukur untuk memonitoring secara real time pada temperatur lapisan buah mangga dan temperatur lingkungan lemari pendingin. Ada tiga lapisan buah mangga yang dimonitoring dengan menggunakan sensor waterproof LM35. ketiga lapisan buah mangga yang dimaksud adalah lapisan 1 lapisan dekat dengan biji buah, lapisan 2 merupakan lapisan daging buah, dan lapisan 3 adalah lapisan di sekitar kulit buah mangga. Sinyal tegangan keluaran probe sensor LM35 dikondisikan dengan penguat tak mebalik yang mengaplikasikan IC OP07. Keluaran dari penguat tak membalik yang berupa data analog selanjutnya diolah menjadi data digital dengan modul mikrokontroler ATMega8535. Data digital hasil pengolahan mikrokontroler ATMega8535 di tampilkan ke unit penampil berupa liquid crystal display (LCD 20x4 karakter. Persamaan karakteristik yang diperoleh dari kalibrasi probe sensor LM35 menunjukkan performa yang sangat baik terlihat dari hasil karakterisasi yang memiliki linieritas tinggi. Persamaan karakteristik yang diperoleh dari masing masing probe sensor LM35 adalah probe sensor 1 dengan V = (9,663T – 6,054 milivolt, probe sensor 2 dengan V = (9,656 T – 2,517 milivolt, probe sensor 3 dengan V = (9,771T – 9,826 milivolt, dan probe sensor 4 dengan V = (9,782T – 8,092 milivolt.

  13. Pengaruh Temperatur Hydrothermal Terhadap Performa Elektrokimia Lifepo4 Sebagai Katoda Baterai Ion Lithium Type Aqueous Elektrolit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendro Waluyo

    2014-09-01

    Full Text Available Katoda yang biasa digunakan produsen baterai lithium saat ini adalah LiCoO2. Dimana LiCoO2 memilki beberapa kekurangan beracun, tidak stabil, dan harganya mahal. Bahan katoda yang sangat menjanjikan adalah lithium iron phosphate (LiFePO4 untuk bisa menggantikan LiCoO2 .Dalam proses sintesis katoda LiFePO4 pada penelitian ini menggunakan metode hydrothermal dengan variasi temperatur 1500C,1750C dan 2000C selama 12 jam untuk waktu holdingnya. Dari hasil pengujian XRD menunjukkan terbentuknya fase LiFePO4 pada semua sampel, namun masih ditemukan zat pengotor. Untuk hasil uji SEM, serbuk LiFePO4 memiliki bentuk bulat tidak beraturan dan terjadi aglomerasi. Serbuk LiFePO4 dengan variasi temperatur 2000C memiliki performance yang paling baik dengan nilai kapasitas sebesar 109.32 mA/g hal ini karena dari hasil CV menunjukkan kinetik tranfer ion Lithium yang baik akibat distribusi ukuran partikel yang merata dan juga tingkat kristanilitas yang tinggi.

  14. PHASE CHANGES ON 4H AND 6H SIC AT HIGH TEMPERATURE OXIDATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jan Setiawan

    2016-10-01

    -016-4971 card.  Diffraction pattern on 46S also showed lattice parameter, composition and crystallite size changes.  The lattice parameter changes not significant.  For 6S and 46S sam-ples at 1400 oC, the 6H-SiC phase changes into other phases more than 50 % from its original weight percentage. Keywords: silicon carbide, 4H-SiC, 6H-SiC, oxidation, high temperature. ABSTRAK PERUBAHAN FASA 4H DAN 6H SIC YANG TEROKSIDASI PADA TEMPERATUR TINGGI.  Telah dilakukan proses oksidasi pada silikon karbida yang mengadung fasa 6H dan silikon karbida yang mengandung fasa 4H dan 6H.  Silikon karbida merupakan keramik non oksida dengan sifat-sifat unggulnya yang sangat potensial digunakan dalam dunia industri.  Dalam industri nuklir silikon karbida digunakan sebagai bahan struktur kelongsong pada bahan bakar reaktor air ringan light water reactor (LWR dan sebagai pelapis pada kernel bahan bakar reaktor gas temperatur tinggi (RGTT.  Pada studi ini dilakukan simulasi oksidasi silikon karbida pada kernel apabila terjadi kegagalan pada pipa pendingin utamanya. Sampel dibentuk dari serbuk silikon karbida yang di pres hingga berbentuk pelet dengan diameter 12,7 mm dan ketebalan 1.0 mm kemudian dioksidasi pada temperatur 1000 oC, 1200 oC dan 1400 oC selama 1 jam.  Sampel sebelum dan setelah dioksidasi dilakukan penimbangan dan pengujian difraksi sinar-X menggunakan Difraktometer Panalytical Empyrean dengan Cu sebagai sumber sinar-X.  Analisis pola difraksi dilakukan menggunakan aplikasi General Structure Analysis System (GSAS, dengan hasil yang diperoleh adalah perubahan parameter kisi dan kandungan fasa SiC-nya.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua sampel yang teroksidasi mengalami peningkatan berat.  Oksidasi sampel 6S menyebabkan kenaikan berat tertinggi pada temperatur 1200 oC, sedangkan sampel 46S memiliki berat dengan kecenderungan meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur oksidasi.  Analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa fasa domi-nan yang terbentuk pada sampel

  15. SINTESIS PATI SAGU IKATAN SILANG FOSFAT BERDERAJAT SUBSTITUSI FOSFAT TINGGI DALAM SUASANA ASAM [Synthesis of Cross-Linked Sago Starch Phosphate with the Highest Degree of Substitution of Phosphate Under Acidic Condition

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jorion Romengga*

    2011-12-01

    Full Text Available Cross-linked sago starch phosphate (SgP with high phosphorus contents was successfully synthesized by reacting sago with a mixture of primary and secondary sodium phosphates under acidic condition. The experimental variables investigated include pH, temperature, reaction time, and mixture rate. The physicochemical properties evaluated were moisture, swelling power, water binding capacity, transmittance (%T and percent amylose (%Am, while the pasting properties examined were pasting time, pasting temperature, viscosity at peak, final, and setback. The granule structure was observed by scanning electron microscope and X-ray diffraction. The results showed that the maximum degree of phosphate substitution was obtained at pH of 6.50, 40°C, 20 minutes of reaction time and 300 rpm of mixing rate. The physicochemical (%T and %Am and pasting (viscosity at peak, final, and setback properties of SgP were significantly different (P<0.01 from Sg. Structure of SgP was characterized by FT-IR and the results indicated a new absorption peak at 2362.87 cm-1 which was characterized as the phospho-diester (RO-PO3-R’ stretching vibration. In the fingerprint area, there were two new absorption peaks at 1242.05 and 989.79 cm-1 which were characterized as the P=O and C-O-P vibration, respectively. Sago granules were substantially altered after cross-linking.

  16. Studi Variasi Beban Pendinginan Di Evaporator Low Stage Sistem Refrigerasi Cascade Menggunakan Heat Exchanger Tipe Concentric Tube Dengan Fluida Kerja Refrigeran Musicool-22 Di High Stage Dan R-404a Di Low Stage

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arrad Ghani Safitra

    2013-03-01

    Full Text Available Salah satu aplikasi dalam refrigerasi makanan adalah pembekuan daging dalam cold storage. Dimana temperaturnya dijaga konstan dalam standar tertentu untuk mempertahankan kesegaran, memperpanjang masa simpan dan memberikan tekstur daging yang lebih baik. Penggunaan refrigeran Musicool-22 dan R-404A dengan compact heat exchanger pada sistem refrigerasi cascade masih kurang bagus. Sebagai solusi maka akan digunakan sistem refrigerasi cascade dengan refrigeran yang sama dan menggunakan concentric tube sebagai heat exchanger. Penelitian dilakukan dengan merancang alat sistem refrigerasi cascade dengan refrigeran Musicool-22 di High Stage dan R-404A di Low Stage. Kemudian dilakukan eksperimen pada sistem tersebut dengan variasi beban pendinginan di evaporator Low Stage menggunakan electric heater. Variasi mulai dari 0 (tanpa beban, 11, 35, 70, 95, 140, 210, dan 300 Watt. Hasil dari studi eksperimen ini menunjukkan nilai-nilai optimum untuk proses pembekuan daging yaitu pada pembebanan 35 Watt dengan Qevap = 0,327 kW, COPcas = 0,935 dan temperatur di dalam cooling box sebesar -26,2°C. Pada beban 300 Wat diperoleh kapasitas pendinginan maksimum pada sistem Low Stage sebesar 0,622 kW. Kerja maksimum kompresor pada sistem High Stage 0,148 kW dan Low Stage 0,461 kW, nilai COP cascade maksimum 1,020, efek refrigerasi maksimum pada Low Stage 135,865 kJ/kg, HRR maksimum pada Low Stage 1,742 Kemudian diperoleh nilai effectiveness cascade heat exchanger tertinggi 0,93 dan terendah 0,89 serta nilai NTU tertinggi 7,06 dan terendah 4,76 pada saat beban 300Watt.

  17. Pengaruh Variasi Temperatur Karbonisasi dan Temperatur Aktivasi Fisika dari Elektroda Karbon Aktif Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak Terhadap Nilai Kapasitansi Electric Double Layer Capacitor (EDLC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haniffudin Nurdiansah

    2013-03-01

    Full Text Available Dewasa ini kebutuhan akan energi semakin meningkat. Keadaan yang diharapkan adalah tersedianya perangkat penyimpan energi yang praktis, canggih, tahan lama dan ramah lingkungan. Salah satu solusinya adalah penggunaan EDLC sebagai media penyimpanan energi, hal ini karena EDLC mempunyai kapasitansi yang lebih tinggi daripada kapasitor konvensional dan juga lebih ramah lingkungan. Sehingga dilakukan penelitian ini untuk menganalisis karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak untuk dimanfaatkan sebagai elektroda EDLC. Dari pengujian Kadar Karbon Fix didapat nilai fixed carbon Tempurung Kelapa sebesar 74.62% dan untuk Tempurung Kluwak sebesar 74.59% sehingga  Tempurung Kelapa dan  Kluwak berpotensi sebagai bahan karbon aktif. Proses pembuatan karbon aktif dilakukan dengan cara karbonisasi selama 2 jam pada temperatur 700OC dan 800OC selanjutnya diaktivasi kimia dengan KOH dan diaktivasi fisika pada 110 OC dan 600OC. Hasilnya didapatkan nilai kapasitif tertinggi adalah 884 mF/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 291 mF/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak pada sampel yang dikarbonisasi 700OC dan di aktivasi fisika 600OC. Sedangkan luas permukaan spesifik tertinggi adalah 548.542 m2/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 333.399  m2/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak  serta bilangan iodine tertinggi sebesar 1122.96 mg/g untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 968.83 mg/g untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak juga pada temperatur karbonisasi 700OC dan diaktivasi fisika 600OC. Sehingga dapat dikatakan bahwa karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak memiliki kualitas yang sesuai standar SNI dan dapat dimanfaatkan sebagai elektroda EDLC.

  18. Body temperature norms

    Science.gov (United States)

    Normal body temperature; Temperature - normal ... Morrison SF. Regulation of body temperature. In: Boron WF, Boulpaep EL, eds. Medical Physiology . 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2017:chap 59. Sajadi MM, Mackowiak ...

  19. Pengaruh Temperatur, Massa Zink, Substrat Dan Waktu Tahan Terhadap Struktur Dan Morfologi Zno Hasil Sintesis Dengan Metode Chemical Vapour Transport (CVT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arisela Distyawan

    2013-09-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Material Zink Oksida (ZnO telah berhasil disintesis menggunakan metode Chemical Vapour Transport dengan bahan dasar prekursor berupa serbuk Zn yang dipanaskan hingga mencapai temperatur uap dalam furnace horisontal. Adapun variasi yang diberikan dalam penelitian adalah berupa temperatur pemanasan (850, 900, dan 950oC, massa prekursor Zn (0,15, 0,25, dan 0,35g, lama waktu sputtering substrat (90 dan 180 detik, dan waktu tahan khusus untuk mengetahui initial growth ZnO (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Pembentukan Zink Oksida (ZnO dikonfirmasi melalui data X-RD, dimana telah terbentuk material ZnO dengan struktur hexagonal wurtzite. Berdarsarkan data XRD juga diketahui ukuran kristal pada sampel sputtering 90 detik mengalami penurunan bersamaan penambahan massa Zn. Dari hasil pengamatan SEM didapatkan bahwa morfologi permukaan lapisan tipis ZnO terdiri dari berbagai macam bentuk berupa nanoparticle, nanowires, nanorods, dan nanotetrapod. Lapisan Zno paling tebal sebesar ±350 nm pada sampel 950oC-0,15g sputter 90 detik. Semakin tinggi temperatur operasi berdampak peningkatan ukuran partikel. Pengujian FTIR turut menguatkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan substrat Alumina. Hal ini didasarkan terjadinya penyerapan vibrasi yang membentuk lekukan pada kisaran area 509 cm-1 dari masing-masing sampel.

  20. PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIFTIPETPS TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    sri wahyuni

    2013-10-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar ekonomi ujian mid semester II siswa kelas X SMAN 7 Padang Tahun Pelajaran 2012/2013 masih rendah di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar ekonomi siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih tinggi dari pada hasil belajar ekonomi siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional kelas X SMAN 7 Padang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 7 Padang Tahun Pelajaran 2012/2013. Berdasarkan skor tes hasil belajar ekonomi siswa, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 76,15 dan kelas kontrol 68,13. Hasil analisis uji-Z, diperoleh Zhitung (47,18 > Ztabel (1,645 yang berarti hipotesis diterima. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar ekonomi siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPSlebih tinggi dari pada siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional siswa kelas X SMAN 7 Padang. Untuk itu peneliti menyarankan agar guru‑guru bidang studi ekonomi khususnya SMAN 7 Padang dan guru SMA pada umumnya dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dan kepada peneliti yang berminat disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan pada materi yang berbeda.

  1. Temperature indicating device

    International Nuclear Information System (INIS)

    Angus, J.P.; Salt, D.

    1988-01-01

    A temperature indicating device comprises a plurality of planar elements some undergoing a reversible change in appearance at a given temperature the remainder undergoing an irreversible change in appearance at a given temperature. The device is useful in indicating the temperature which an object has achieved as well as its actual temperature. The reversible change is produced by liquid crystal devices. The irreversible change is produced by an absorbent surface carrying substances e.g. waxes which melt at predetermined temperatures and are absorbed by the surface; alternatively paints may be used. The device is used for monitoring processes of encapsulation of radio active waste. (author)

  2. Penguat Audio Kelas D dengan Umpan Balik Tipe Butterworth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunawan Dewantoro

    2016-03-01

    Full Text Available A class D amplifier would, in ideal sense, amplify signals without any noises and distortions which yield 100% efficiency and 0% Total Harmonic Distortion (THD. However, class D amplifiers have some drawbacks that lead to nonlinearity and increasing THD. Therefore, a feedback mechanism was employed to enhance THD performance of amplifier. Some feedback techniques have been using first order filter in the feedback path to retrieve audio signals. This research proposed a second order filter with Butterworth approach. A power amplifier was realized using full-bridge amplifier with MOSFETs to provide greater power. This class D amplifier was designed to meet following specifications: maximum output power up to 32.6 W with an 8 Ω load, sensitivity of 90 mV/W, frequency response ranging from 20 Hz – 20 kHz with tolerance ± 1 dB, THD as low as 1.1 %, SNR up to 90.16 dB, and efficiency of 82.1 %.

  3. Senam efektif Menurunkan Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jati Ekawati

    2018-01-01

    Full Text Available Background: Diabetes is one of the major threats to human health in the 21st century. Indonesia's own country with diabetes mellitus was ranked the world's fourth largest with 8.6% of the total prevalence of diabetes sufferers after India, China, and the United States. Factors that influence diabetes include; 1 age, 2 Obesity, 3 Family History, and 4 ethnic group. There are four pillars of prevention in Indonesia which is applied to the diabetes to control blood sugar levels, namely: 1 diet, 2 Physical Exercise, 3 medications, and 4 Health Education. Objective: To determine the effect of physical exercises Gymnastic DM administration and Gymnastic Senior to decrease blood sugar levels in patients with type 2 diabetes. Method: This study is a quantitative study with this type of study without a comparison group quasy experiments. The design of the study is a pretest-posttest one group design. Number of samples used were 41 respondents from the participants calisthenics DM in the psychiatric hospital. Prof. dr. Soerojo Magelang. Analysis of the data used is the analysis bivariabel univariabel and analysis using statistical models Paired sample t-tests with significance level α = 0.05. Result: There was a decrease in blood sugar levels after exercise DM for 3 times a week for 2 weeks, an average of 64.780 mg/dl. T count value obtained at 13.624 with a p-value 0.000 <0.05, means that there are significant differences in blood sugar levels before and after doing gymnastic DM and Gymnastic Senior. Conclusion: The provision of physical training exercises conducted by DM DM participants calisthenics in Prof. RSJ. Dr. Soerojo Magelang for 3 times a week for 2 weeks can lower blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus.

  4. Rancang Bangun Aplikasi Pendeteksi Tipe Dan Nilai Resistor Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Pratama Andika

    2015-11-01

    Full Text Available Android can be identified as the phone with the ability a high degree resembling computer, by making use of technological progress, an error in the determination of type and value of obstruction from resistors led a series of electronics result of the damage can be avoided, this is because of a resistor having the function of as parapet an electric current or as voltage divider of the series, detection so that the application of type and value of resistor able to contribute to the introduction of a resistor, by using processing tecnology digital image that is a method of hsv ( hue saturation value . Hsv useful as a limit of a color become a reference of the rings of color resistor, by applying this method application can do the introduction of against resistors diinputkan, to then give them the information relating to a type and value of a resistor. It has the percentage research success in the introduction of the value and type resistor by 57 %, to misidentified 30 % and not being recognized of 13 % .

  5. TIPE VERBA BAHASA PERANCIS DAN PERWUJUDANNYA PADA KLAUSA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roswita Lumban Tobing

    2013-01-01

    Full Text Available This study aims to describe types of verbs and their realizations in clauses in French. The data were collected from books on the French language system. The data were analyzed using a structural approach combined with referential semantics to check the acceptability of verb uses in clauses. The results are as follows. First, an intransitive verb in a clause serves as a predicate that describes the subject action without an object. Second, a transitive verb must be followed by a direct or an indirect object which can be placed in front of the verb. Third, a dual-type verb can be a transitive verb or an intransitive verb. Fourth, in the passive voice, the construction of the main verb is ‘participe passé’ that must be accompanied by the auxiliary verb ‘etre’.

  6. Kromium serum dan asupan mikromineral pada penyandang diabetes tipe 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Ketut Sutiari

    2017-04-01

    Full Text Available Background: Status of minerals such as zinc, magnesium, and chromium among diabetic patients are considered lower than non-diabetic peoples, both in the serum and intake. Some reviews show that those minerals contribute to carbohydrate metabolism among diabetic patients. Objective: This study aims to explore intake of zinc, magnesium, and chromium among DMT2 in Denpasar. Method: This is a cross-sectional analytic study. The population was all (70 DMT2 patients registered at Chronic Disease Service (Prolanis at two Primary Health Care (PHC Denpasar Utara III PHC and Denpasar Timur I PHC. The sample for the study was DMT2 patients and non-diabetic people age 50-70 years reside in Denpasar city. DMT2 patients were randomly selected with simple random technique, while non-diabetic peoples were non-randomly selected. The level of serum chromium was measured by AAS method, whereas microminerals intake were collected by a recall and SQ-FFQ method. Data was analyzed descriptively and differences were tested with two independent t-test at 95% confidence level. Results: The mean of serum chromium DMT2 and non-diabetic were 0.044 mg/L and 0.094 mg/L respectively. The mean±SEM magnesium (DMT2 316.1±22.4 mg/day; non-diabetic 211.0±33.5 mg/day, zinc intake was (DMT2 8.4±0.7 mg/day; non-diabetic 6.2±0.8 mg/day, and chromium (DMT2 10.8±1.3 µg/day; non-diabetic 8.7±0.9µg/day. A significant difference was found between magnesium intake (p=0.01. Conclusion: The study showed that zinc, magnesium and chromium intake is appeared higher among DMT2 patients compare to non-diabetic in Denpasar region.

  7. Modifikasi Alat Pengupas Kulit Dan Pemotong Buah Nanas Tipe Manual

    OpenAIRE

    Lubis, Rizky Adrian Ramadhan

    2016-01-01

    Until this time, peeling of pineapple fruit is known only through manual tools by kitchen knife. However, later on pineapple peeler has begun to be developed in the form of pineapple peeler manually press by using human operator. Therefore through this research design, the author tried to ease the peeling of pineapple peel by designing a pineapple peeler equipment which had a larger capacity which to be more effective and efficient in pineapple peeling. This principle of the manual pineapple...

  8. PEMBELAJARAN HIDROLISIS GARAM MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TIPE GALLET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Buchori Muslim

    2015-11-01

    Full Text Available This study aimed to obtain a model of learning that can improve the performance and capabilities of students in lab reports, and can train thinking skills and self-confidence of students to the concept of salt hydrolysis. The research method used was a quasi-experimental design with nonequivalent control group design. Research subjects consisted of 78 students of class XI Science SMAN 16 Bandung, 40 students of the experimental group and 38 control group students. The instrument used in this study consisted of an attitude scale, interview and observation sheets. The data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results show that the learning problem solving can improve the performance and ability of the students in the lab reports, and can train thinking skills and self-confidence of students. There are significant differences between the performance and abilities of students in the student lab reports and the experimental group and a control group of students who responded positively to the learning problem solving in the concept of hydrolysis of salts, including in both categories with an average percentage score of 67.81%.

  9. IDENTIFIKASI TIPE HLA KELAS II DENGAN TEKNIK PCR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ervi Salwati

    2012-09-01

    Full Text Available HLA (Human Leukocyte Antigen contains a set of genes located together on the short arm of chromosome 6. These genes control immune responses, graft acceptance or rejection and tumor surveillance. These abilities have close relationship with genetic variation (occur in "many forms" or alleles that bind and present antigens to T lymphocytes. Using advanced technology and molecular biology approaches (PCR technique detection of genetic variation in the HLA region (or HLA typing has been performed based on DNA.. PCR is an in vitro technique to amplify the DNA sequence enzymatically. "Sequence Specific Primers" (SSP are designed for this PCR to obtain amplification of specific alleles or groups of alleles. The PCR products are visualized through agarose gel electrophoresis stained with ethidium bromide. The PCR technique requires small amount of whole blood (0.5 - 1 ml, gives rapid, accurate and complete result. This paper discuss identification of HLA class II typing using PCR-SSP technique and show the examples of the results.   Key words: HLA (Human Leukocyte Antigen class II, PCR (Polymerase Chain Reaction

  10. HASIL BELAJAR DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Loli Jasdilla

    2017-03-01

    Full Text Available The objectives of this research is to improve social science outcomes by using Think Pair Share (TPS for the fourth grade in elementary school. This research is classroom action research. The procedure of this research conducted planning, acting, observation, and reflection. Subject of this research was 22 students for the fourth grade in SD 20 Kalumbuk, Padang. Techniques of collecting data were using test and observation. Data analyzed by using thematic analysis. Data validated by using triangulation, member checking, and reflecivity. The students’ learning outcomes improved from 76,75% into 89,67% (very good. The result of this research shows that cooperative model of Think Pair Share (TPS type can improve social science outcomes for the fourth grade students of elementary school.

  11. TIPE KESANTUNAN TUTURAN JAWA PADA MASYARAKAT JAWA PESISIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Suryadi

    2015-03-01

    Full Text Available Javanese coastal communities have a different form of civility with the standard Java language. This difference is very substantial. Standard Java language still maintains strong normative rules, being at the coast of Java language has undergone a shift. The shift that has occurred: (1 type P_1 (model civility good manners: Speakers have the freedom to use the lexicon of krama or krama inggil for yourself (or good manner self, (2 type P_2 (model civility verbal reduplication: speakers have freedom of speech that has been reiterated by the partners speech. Two shifts are to be taboo for speakers of the standard Java language, and otherwise be inappropriate for polite Javanese coastal communities because of the high frequency of use.

  12. Tipe Kepribadian dan Tahapan Komunikasi Intim pada Dewasa Awal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rani Agias Fitri

    2015-07-01

    Full Text Available Personality aspect is an aspect that cannot be discharged in an individual. It is as same as communication aspect, which is important in a relationship, including in marriage relationship. The purpose of this study is to determine whether there is a correlation between Extrovert and Introvert personality type with intimate communication phases in early adulthood. This study belongs to the type of correlation research. In this study, the result showed that there was a positive relationship between extrovert personality type with two phases of intimate communication, namely sharing the self and becoming one. Meanwhile, there was a negative relationship between Introvert personality typet with two phases of intimate communication, namely sharing the self and becoming one. 

  13. Studi Eksperimental Perancangan Turbin Air Terapung Tipe Helical Blade

    OpenAIRE

    Muhammad, Andi Haris; Had, Abdul Latief; Terti, Wayan

    2016-01-01

    This research describes the design of floating helical water turbine for electric power generation in free flow and low head water operation. The design involves the use of strips attached to the blades of turbine. The efficiency of turbine (??) investigation was carried out using empirical formulas. The rotation of turbine (n) of the calculation with variation strips angles (450, 900, and 1350) were obtained through captive model tests carried out in towing tank. The result indicated the eff...

  14. Temperature fluctuations superimposed on background temperature change

    International Nuclear Information System (INIS)

    Otto, James; Roberts, J.A.

    2016-01-01

    Proxy data allows the temperature of the Earth to be mapped over long periods of time. In this work the temperature fluctuations for over 200 proxy data sets were examined and from this set 50 sets were analyzed to test for periodic and quasi-periodic fluctuations in the data sets. Temperature reconstructions over 4 different time scales were analyzed to see if patterns emerged. Data were put into four time intervals; 4,000 years, 14,000 years, 1,000,000 years, and 3,000,000 years and analyzed with a goal to understanding periodic and quasi-periodic patterns in global temperature change superimposed on a “background” average temperature change. Quasi-periodic signatures were identified that predate the Industrial Revolution, during much of which direct data on temperature are not available. These data indicate that Earth temperatures have undergone a number of periodic and quasi-periodic intervals that contain both global warming and global cooling cycles. The fluctuations are superimposed on a background of temperature change that has a declining slope during the two periods, pre-ice age and post ice age with a transition about 12,000 BCE. The data are divided into “events” that span the time periods 3,000,000 BCE to “0” CE, 1,000,000 BCE to “0” CE, 12,000 BCE to 2,000 CE and 2,000 BCE to 2,000 CE. An equation using a quasi-periodic (frequency modulated sine waves) patterns was developed to analyze the date sets for quasi-periodic patterns. “Periodicities” which show reasonable agreement with the predictions of Milankovitch and other investigators were found in the data sets.

  15. Maine River Temperature Monitoring

    Data.gov (United States)

    National Oceanic and Atmospheric Administration, Department of Commerce — We collect seasonal and annual temperature measurements on an hourly or quarter hourly basis to monitor habitat suitability for ATS and other species. Temperature...

  16. GISS Surface Temperature Analysis

    Data.gov (United States)

    National Oceanic and Atmospheric Administration, Department of Commerce — The GISTEMP dataset is a global 2x2 gridded temperature anomaly dataset. Temperature data is updated around the middle of every month using current data files from...

  17. Supersymmetry at high temperatures

    International Nuclear Information System (INIS)

    Das, A.; Kaku, M.

    1978-01-01

    We investigate the properties of Green's functions in a spontaneously broken supersymmetric model at high temperatures. We show that, even at high temperatures, we do not get restoration of supersymmetry, at least in the one-loop approximation

  18. Supersymmetry at finite temperature

    International Nuclear Information System (INIS)

    Clark, T.E.; Love, S.T.

    1983-01-01

    Finite-temperature supersymmetry (SUSY) is characterized by unbroken Ward identities for SUSY variations of ensemble averages of Klein-operator inserted imaginary time-ordered products of fields. Path-integral representations of these products are defined and the Feynman rules in superspace are given. The finite-temperature no-renormalization theorem is derived. Spontaneously broken SUSY at zero temperature is shown not to be restored at high temperature. (orig.)

  19. Room temperature superconductors

    International Nuclear Information System (INIS)

    Sleight, A.W.

    1995-01-01

    If the Holy Grail of room temperature superconductivity could be achieved, the impact on could be enormous. However, a useful room temperature superconductor for most applications must possess a T c somewhat above room temperature and must be capable of sustaining superconductivity in the presence of magnetic fields while carrying a significant current load. The authors will return to the subject of just what characteristics one might seek for a compound to be a room temperature superconductor. 30 refs., 3 figs., 1 tab

  20. Digital temperature meter

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Glowacki, S

    1982-01-01

    Digital temperature meter for precise temperature measurements is presented. Its parts such as thermostat, voltage-frequency converter and digital frequency meter are described. Its technical parameters such as temperature range 50degC-700degC, measurement precision 1degC, measurement error +-1degC are given. (A.S.).

  1. Rescaling Temperature and Entropy

    Science.gov (United States)

    Olmsted, John, III

    2010-01-01

    Temperature and entropy traditionally are expressed in units of kelvin and joule/kelvin. These units obscure some important aspects of the natures of these thermodynamic quantities. Defining a rescaled temperature using the Boltzmann constant, T' = k[subscript B]T, expresses temperature in energy units, thereby emphasizing the close relationship…

  2. High-temperature superconductivity

    International Nuclear Information System (INIS)

    Lynn, J.W.

    1990-01-01

    This book discusses development in oxide materials with high superconducting transition temperature. Systems with Tc well above liquid nitrogen temperature are already a reality and higher Tc's are anticipated. The author discusses how the idea of a room-temperature superconductor appears to be a distinctly possible outcome of materials research

  3. Temperature compensated photovoltaic array

    Science.gov (United States)

    Mosher, Dan Michael

    1997-11-18

    A temperature compensated photovoltaic module (20) comprised of a series of solar cells (22) having a thermally activated switch (24) connected in parallel with several of the cells (22). The photovoltaic module (20) is adapted to charge conventional batteries having a temperature coefficient (TC) differing from the temperature coefficient (TC) of the module (20). The calibration temperatures of the switches (24) are chosen whereby the colder the ambient temperature for the module (20), the more switches that are on and form a closed circuit to short the associated solar cells (22). By shorting some of the solar cells (22) as the ambient temperature decreases, the battery being charged by the module (20) is not excessively overcharged at lower temperatures. PV module (20) is an integrated solution that is reliable and inexpensive.

  4. Locality of Temperature

    Science.gov (United States)

    Kliesch, M.; Gogolin, C.; Kastoryano, M. J.; Riera, A.; Eisert, J.

    2014-07-01

    This work is concerned with thermal quantum states of Hamiltonians on spin- and fermionic-lattice systems with short-range interactions. We provide results leading to a local definition of temperature, thereby extending the notion of "intensivity of temperature" to interacting quantum models. More precisely, we derive a perturbation formula for thermal states. The influence of the perturbation is exactly given in terms of a generalized covariance. For this covariance, we prove exponential clustering of correlations above a universal critical temperature that upper bounds physical critical temperatures such as the Curie temperature. As a corollary, we obtain that above the critical temperature, thermal states are stable against distant Hamiltonian perturbations. Moreover, our results imply that above the critical temperature, local expectation values can be approximated efficiently in the error and the system size.

  5. PENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wawan Suseno

    2017-10-01

    Berdasarkan pengalaman mengajar di SMPN 01 Bang Haji, ternyata masih banyak yang mengalami kesulitan dalam memahami persamaan linear dua variabel. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan keaktifan siswa belajar di dalam kelas. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK dengan dua siklus, siklus I terdiri atas 9 pertemuan, dan siklus II 6 pertemuan. Subjek penelitian adalah 24 orang siswa kelas VIII, 6 orang laki-laki, dan 18 orang perempuan. Kegiatan penelitian pada tanggal 16 Januari sampai 17 Maret 2017. Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT telah terlaksana dengan sangat baik, keaktifan belajar siswa yang diperoleh dari hasil observasi dan angket berada pada kategori tinggi dan baik, hasil belajar siswa mencapai 87,5 % dan telah mencapai nilai ≥ 70.

  6. Melting temperature of graphite

    International Nuclear Information System (INIS)

    Korobenko, V.N.; Savvatimskiy, A.I.

    2001-01-01

    Full Text: Pulse of electrical current is used for fast heating (∼ 1 μs) of metal and graphite specimens placed in dielectric solid media. Specimen consists of two strips (90 μm in thick) placed together with small gap so they form a black body model. Quasy-monocrystal graphite specimens were used for uniform heating of graphite. Temperature measurements were fulfilled with fast pyrometer and with composite 2-strip black body model up to melting temperature. There were fulfilled experiments with zirconium and tungsten of the same black body construction. Additional temperature measurements of liquid zirconium and liquid tungsten are made. Specific heat capacity (c P ) of liquid zirconium and of liquid tungsten has a common feature in c P diminishing just after melting. It reveals c P diminishing after melting in both cases over the narrow temperature range up to usual values known from steady state measurements. Over the next wide temperature range heat capacity for W (up to 5000 K) and Zr (up to 4100 K) show different dependencies of heat capacity on temperature in liquid state. The experiments confirmed a high quality of 2-strip black body model used for graphite temperature measurements. Melting temperature plateau of tungsten (3690 K) was used for pyrometer calibration area for graphite temperature measurement. As a result, a preliminary value of graphite melting temperature of 4800 K was obtained. (author)

  7. Model Organisasi Ideal Bagi Perguruan Tinggi Islam di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afiful Ikhwan

    2013-06-01

    Full Text Available The model of organization plays significant role in controlling the quality of Islamic higher education. In this matter, the model becomes the core of the managerial works to develop the theory of management. An ideal organization is the one which has clear job description, hierarchy of autonomy, and career development. Too formal organization cannot be organized well. Therefore, for higher Islamic education, the most suitable model is organic unbiropatology.

  8. PENGEMBANGAN KOMPETENSI CREATIVE WRITING DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putra Manuaba

    2013-02-01

    literature learning as a compulsory course at universities, (2 theory and practice (practice being more dominant than theory for literature students, (3 attempts to make lecturers good at writing theory and practice, (4 reading enrichment in quality literary works, and (5 use of creative processes from high quality authors as inspiring part of creative work writing.

  9. Model Perilaku Keselamatan Kerja Karyawan pada Industri Berisiko Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usep Firdaus Huda

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract. Workplace accident rate in Indonesia is still high and likely to increase each year. The most dominant factor which causes accidents to happen in high-risk industries is because of the low behaviour of the workers' safety work. The research was conducted on the employees of LPG Bulk Filling Station (SPBE in Bogor Region. The aim of this research is conducted to develop a model of the worker's safety behavior on high-risk industries. Some of the factors that have an influence on the safety behavior, among others: safety leadership style, safety climate, job satisfaction, fatigue, and safety motivation. The population of this research is all employees of SPBE ini Bogor region. The samples were taken by using multy stage cluster random sampling technique with two stages. The first stage, SPBE separated by location, and the second, employees is separated by working environment; office and field. A total of 100 questionnaires were distributed, of which 92 were returned and 69 were analyzed. Respondent data were analyzed by SEM-PLS using smart PLS software. The resulting model showed that safety leadership by participating and delegating style has a positive effect on safety climate and workers' safety behaviour. Worker's safety motivation has a positive effect on workers' safety behaviour, and worker's safety motivation affected by the safety climate. Keywords: safety climate, safety leadership, safety motivation, safety behaviour, workplace accident

  10. Implemetasi Data Warehouse pada Bagian Pemasaran Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Miranda

    2012-06-01

    Full Text Available Transactional data are widely owned by higher education institutes, but the utilization of the data to support decision making has not functioned maximally. Therefore, higher education institutes need analysis tools to maximize decision making processes. Based on the issue, then data warehouse design was created to: (1 store large-amount data; (2 potentially gain new perspectives of distributed data; (3 provide reports and answers to users’ ad hoc questions; (4 perform data analysis of external conditions and transactional data from the marketing activities of universities, since marketing is one supporting field as well as the cutting edge of higher education institutes. The methods used to design and implement data warehouse are analysis of records related to the marketing activities of higher education institutes and data warehouse design. This study results in a data warehouse design and its implementation to analyze the external data and transactional data from the marketing activities of universities to support decision making.

  11. BELAJAR BERDASAR REGULASI DIRI DALAM PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    St. Nurjannah Yunus Tekeng

    2015-06-01

    Full Text Available Abstract: Self-regulated learning is very important for university students to adapt with their academic demand and it is very critical in the lifelong learning process that allow them to face later real life challenges. It refers to their active role in taking responsibility with their learning or their active activities in directing themselves in learning and regulating many areas such as their cognitive, behavior, context, and motivation in order to achieve their learning goals. Self-Regulated learning is based on social cognitive theory and factor affecting it which is explained in the reciprocal triadic between individual, behavior, and environment. Besides, the positive influences of self-regulated learning on students learning have been supported by many empirical evidences. Abstrak: Belajar berdasar regulasi diri sangat penting bagi mahasiswa untuk dapat beradaptasi dengan tuntutan akademik dan sangat penting dalam proses pembelajaran seumur hidup untuk beradaptasi dengan tantangan hidup di masa depan. Belajar berdasar regulasi diri mengacu kepada peran aktif mereka dalam mengambil tanggung jawab dalam belajar atau kegiatan aktif dalam menga­rah­kan diri dalam belajar dengan meregulasi berbagai area seperti kognitif, perilaku, konteks, dan motivasi untuk mencapai tujuan pembelajarannya. Belajar berdasar regulsi diri didasarkan pada teori sosial kognitif dan faktor yang berngaruh dijelaskan dengan hubungan triadik resiprokal antara individu, perilaku, dan lingkungan. Selain itu, pengaruh positif belajar berdasar regulasi diri terhadap pembelajaran telah didukung oleh bukti empiris.

  12. Kondisi Manajemen Pengetahuan Perguruan Tinggi Swasta di DKI Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Budiastuti

    2013-05-01

    Full Text Available Globalization affects not only economic sector, but also education sector especially higher education. It changes the mindset on managing university as higher education executant which is responsible in producing science and technology. As an organization focusing on human capital, a university should have ability in knowledge management. This research aims to determine the conditions of knowledge management on privateuniversities in Jakarta, and to propose the implementations of knowledge management which could create value. The study was conducted on 184 private universities in Jakarta with descriptive statistical analysis methods. The results showed that the conditions of knowledge management on the universities have not been able to create value for the universities concerned. So that, the implementations should be linked to the provision of knowledge management components, such as the provision of information technology, the process management, and theprovision/improvization on human capital capability in managing knowledge management systems.

  13. DAMPAK KONFLIK INTERNAL KEPEMIMPINAN PADA KINERJA DOSEN PERGURUAN TINGGI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adri Efferi

    2016-02-01

    Full Text Available This paper intends to unravel the leadership internal conflict that generally happened in all State Islamic College in Indonesia, especially in the institutions named Institute (IAIN and high school (STAIN. These issues was revealed by using case study. The selected case is STAIN Kudus in Central Java. Data were collected through interviews, observation and documentation study. The data was then analyzed using Miles and Huberman interactive model and based on the theory of transactional leadership proposed by Yulk (1998, the theory of effective leadership from Razik (1995 and models of leadership (Muhammad SAW of Islam. The results showed that internal leadership conflicts that occurred in STAIN Kudus is the impact of 'direct election' mechanism in selecting the chairman in the late 2005. The battle between the winning and losing camps continues to become a long-drawn leadership internal conflicts. The conflicts apparently decrease the performance of the lecturers. It is characterized by shifting the focus of the lecturers‟s performances from academic to political performance.

  14. Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi: Pengalaman Perpustakaan STAIN Kediri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komarudin Komarudin

    2016-07-01

    Abstract; The importance of quality has been a concern of college library librarian. National Library has compiled standards can be used as a minimum level college library quality. A form of formal recognition of compliance with these standards is by accrediting library. Accreditation aims to improve accredited institution so useful to build a library quality. As stipulated by Law Decree(UU No. 43 of 2007 and Government Regulation (PPNo. 24 of 2014, the National Library has the National Library Accreditation Agency (LAP-N. Accredited certificate can obtain a library based on the number of components weighted values of service, cooperation, collection, organization of library materials, human resources, building / space and infrastructure, budget, library management and maintenance of library collection. The experience of STAIN Kediri library in carrying out the library accreditation including : make a plan of accreditation activities, form preparation team of accreditation, perform self assessments, set up support files, send a letter of application and data file support, assessment accreditation forms, prepare for site assessment and carry out the acreditation. The main thing is the accreditation is a culture of quality. Hope to obtain the best value of accreditation lies in the culture of quality.

  15. USAHA MENGATASI PROBLEMATIKA PENDIDIKAN SAINS DI SEKOLAH DAN PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Milya Sari

    2012-02-01

    Full Text Available Science holds an important role in the age of globalization. Countries that ruled the science will dominate the economy. Indonesia including State lagging in science and technological literacy. A lot of things that cause less maximum learning science during this time. Eleven science education policy issues from Unesco in 2008, all the problems of the science education in Indonesia. The largest factor is the teacher, then the policy leadership and Government. Attempts to overcome this of course relates to the improvement of the quality of teachers and better government policy prioritizing science education

  16. MODEL PEMBELAJARAN SINTAKSIS DI PERGURUAN TINGGI DI JATENG DAN DIY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Markhamah Markhamah

    2015-07-01

    Full Text Available A research on Syntax learning model in university is needed because such research is barely available for reference yet. Existing research on learning models are commonly carried out in high and middle schools, not university. This research aims to expose Syntax learning model in universities in Central Java and Yogyakarta.As object of research, two departments of Indonesian Language and Literature in Yogyakarta, one department of Indonesian language and Literature in Central Java, and one department of Indonesian Language and Literature Education in Central Java are chosen to be analyzed. The model includes: existence of lecture plan (RPP/RMP, teaching material, lecturer methods/strategy, learning media, and evaluation method. Data of research is collected through interview and document analysis, which is done quantitatively us- ing interactive and comparative models. This research reaches five conclusions. First, all departments in the research have both RPP (lecture plan and RMP (lecture quality plan, even though with slight differences in names and details. Second, the departments have similarities and differences in term of teaching material. As a similarity, teaching material based on lecturer research is not found. Third, the departments have similarities and differences in term of teaching methods. Interestingly, some departments use unique learning method that synergizes with ideology of the particular university. Fourth, learning media between the departments is varied. Not every department is familiar with multimedia technology though some lecturers smartly use games as learning media to cover the lack of multimedia technology. Fifth, the departments use different evaluation method with different components. Some departments uses UKD (base competence test while some are using UAS (end semester test.

  17. Learning Commons: Konsep Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi Menghadapi Generasi Digital

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Choironi Yusuf

    2015-11-01

    Full Text Available n the digital age, when information can be accessed without any  limits  of  space  and  time,  has  given  the  considerable  impact  of the  library. During  this  period,  the  existence  of  library  started  to  be questioned. Information search behavior changes and the changing needs of the library makes a librarian sued to be able to keep abreast of the latest developments  in managing a  library. To answer  this need,  the  idea of learning commons appears, by changing the concept of management of libraries that are adapted to the character of the digital generation. The concept of learning commons present  in an efort to ofset any change in  behavior  of  the  digital  generation  in utilizing  community  library. Creating  Library  learning  commons-based  does  not mean  having  to pay, but the most important is how to change the mindset of librarian.

  18. Mata Ketiga: Se Laen, Sang Pembebas Sistem Pendidikan Tinggi Akuntansi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Triyuwono

    2010-04-01

    Full Text Available The objectives of the study are to criticize the existing accounting education especially in Indonesian universities and to give an alternative idea for a better one. It is done as there is a strong indication that accounting education is driven by intellectual intelligence, market, and other artificial interests. Through a deconstruction approach and critical analysis, the study suggests the internalization of “Mata Ketiga” (the Third Eye in accounting curriculum. Mata Ketiga, that refers to spiritual intelligence, is “the Other” that is consciously entered to the singularity of intellectual intelligence of modern curriculum. Under the internalization of Mata Ketiga, accounting education can be emancipated from the domination of intellectual intelligence, market, and other artificial interests. By doing so, the education may guide an accounting student to find his/her “real self” without neglecting contemporary accounting competence.

  19. Modal Intelektual dan Daya Saing Perguruan Tinggi di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Prihatni Amrih Rahayuningtyas

    2017-07-01

    Full Text Available This study aims to examine the factors that affect the disclosure of intellectual capital on universities in Indonesia, and how the influence of intellectual capital disclosures on the competitiveness of higher education internationally. This study uses 35 samples both public and privatemuniversities in Indonesia. This research use linear regression and two stage least square to test the hyphoteses that processed by Eviews.6. The results showed that the autonomy of the universities and colleges rank previously have a significant impact on the disclosure of intellectual capital on the official website of the universities. In addition, the disclosure of intellectual capital have a significant impact on the competitiveness of universities.

  20. Gambaran Disonansi Kognitif pada Wanita Perokok Dewasa Muda Berpendidikan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rani Agias Fitri

    2013-04-01

    Full Text Available This research aims to get the description of cognitive dissonance of high educated young adult smoker women, such as the source of dissonance and how to lessen their dissonance. By qualitative research method through depth interview with four research subjects, it is found out that logical inconsistency, general opinion, and past experience are the source of dissonance. Culture norm becomes the source of dissonance only on three subjects. The way the four subjects lessen their cognitive dissonance are changing behavior element and increasing cognitive element whereas changing cognitive element is only done by one subject. 

  1. Peningkatan Mutu Proses Perguruan Tinggi Melalui Sistem Mutu Iso 9000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Th. Widia Soerjaningsih

    2004-09-01

    Full Text Available Article was made to answer these several questions;  what is acreditation and the application in the college; what is ISO 9000 quality system; why is ISO 9000 needed by the college; how ISO 9000 can support the achievement of the defined quality level; how ISO  9000 guarantee the achievement of BAN target including quality, efficiency, and relevance; what is the difference between BAN Acreditation and ISO 9000 Certification; ISO 9000 Consultant: why it is necessary, how to choose it, the line of the contract; ISO 9000 Assessor and the achieve certification: SGS and etc.; and ISO 9000 Certification Proccess Cost Aspect.   

  2. Epistemologi Pendidikan Islam: Melacak Metodologi Pengetahuan Perguruan Tinggi Islam Klasik

    OpenAIRE

    Hery, Musnur

    2008-01-01

    Islamic higher college not only limited to higher education that famous at Islamic history like madrasah (e.g. Nizamiyah), and al-Jami'ah (e.g. al-Azhar). Yet, Islamic higher college is the implementation of learning process that can be categorized in higher education stage, that being practiced in Moslem society, even still in non-formal or informal form before madrasah existence. Several epistemologies branch indeed take place at formal institution, while some epistemologies branch theoreti...

  3. Epistemologi Pendidikan Islam: Melacak Metodologi Pengetahuan Perguruan Tinggi Islam Klasik

    OpenAIRE

    Hery, Musnur

    2015-01-01

    Islamic higher college not only limited to higher education that famous at Islamic history like madrasah (e.g. Nizamiyah), and al-Jami’ah (e.g. al-Azhar). Yet, Islamic higher college is the implementation of learning process that can be categorized in higher education stage, that being practiced in Moslem society, even still in non-formal or informal form before madrasah existence. Several epistemologies branch indeed take place at formal institution, while some epistemologies branch theoreti...

  4. PENERAPAN TEKNOLOGI TINGGI UNTUK PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DI SINGAPURA

    OpenAIRE

    Wahyono, Sri

    2011-01-01

    The application of high technology (hitech) for solid waste management andtreatment in Singapore is one of examples of solving the municipal solid waste problem. Singapore with more than 4 million inhabitants produced 7676 ton wastes per day in 2001. Now, all the combustible solid wastes goes to the incinerator plant that can convert the heat into electricity. The ash from incinerator and the incombustible solid wastes are transported via waste harbour in Tuas to the Semakau off shore landfil...

  5. Peningkatan Keunggulan Kompetitif Perguruan Tinggi melalui Analisis Struktur Industri Porter

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Robert Roy Rondonuwu

    2003-06-01

    Full Text Available The existence of competitive advantage for an organization is something that cannot be avoided. Globalization and hyper-competitive market condition makes the management try to consolidate and count their assests in order to definie the way and position that they want to achieve in the market. By using the business process reengineering, the organization can get new energy (revitalization to make it one of the best in the competition. The objective of this paper is to motivate the organization by evaluating its internal condition in order to achieve the competitive advantage. The competitive advantage concept of Michael E. Porter is the central topic in all of the efforts to make the organization ambitions grow and expand in a dynamic market.

  6. Fuzzy Quantitive Strategic Planning Matrix dalam Perencanaan Strategi Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fera Tri Wulandari

    2016-01-01

    Full Text Available The strategic plan helps the college in determining the direction of the college to achieve a desired future and provides a framework for achieving competitive advantage. In the strategic planning process, the selection of strategies is essential if universities do not have the resources to implement all the strategies. FQSPM designed to determine the relative attractiveness of each alternative strategy using triangular fuzzy numbers. Merger FQSPM and FTOPSIS used in the decision-making process on strategic planning by a college to conduct the election strategy based on the results of internal and external analysis. The results of the strategic planning helps colleges determine the direction to achieve the desired future so that colleges can anticipate environmental changes and predict the risk while continuing to adjust the action with the aim to be achieved college. Keywords: Strategic Planning; SWOT; Fuzzy QSPM; Fuzzy TOPSIS

  7. IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU (STUDI TRANSFORMATIF PADA PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Buyung Syukron

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract The system of quality management implemented with the consistent commitment would provide the benefits and success for all stakeholders in the University. To obtain those benefits and success should be based on several principles of the established quality management. The starting entry of foreign University enliven the “competition” existed in Indonesia. The University is not only seen as the center of science, research, and community service, but also as the corporation entity of “producing science” that needs to compete to ensure the survival. The competition, as experienced by companies for profit, covers the competition of quality, price, and service. University as nonprofit entity also faces the same case. To manage these all, it needs the knowledge and skill of management namely integrated quality management of University.   Keywords: Integrated Quality Management, Transformation of Management, University

  8. Kajian Penurunan Pariwisata di Dataran Tinggi Kerinci, Provinsi Jambi

    OpenAIRE

    Pratama, Martha; Muktiali, Muhammad

    2016-01-01

    Highlands Kerinci as a tourism icon Jambi province has a natural beauty and unique culture.But in its development, Highlands Kerinci as a tourist destination is not progressing even tends to decline.Tourist arrivals decline that occurred a slump Kerinci Highlands tourism sector as a the local economy sector.Based on this, the objective of this study is to examine what and why a decline in tourism in the Highlands Kerinci, Jambi Province.The approach in this study using a mixture or mixed meth...

  9. MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DALAM SPEKTRUM BLUE OCEAN STRATEGY

    OpenAIRE

    Mardia Mardia

    2011-01-01

    Abstract: The Islamic higher educations are undergoing important changes involving the development of missions and reorganization of management, with implications for their quality education in the midst of complexity. The main study of this article highlights the importance of governance quality in Islamic higher education in the face of complexity from the perspective of Blue Ocean Strategy. It can be concluded that to win in the future, Islamic higher educations must stop competing each ot...

  10. MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MAHASISWA MELALUI MEDIA SOSIAL

    OpenAIRE

    R Nadia Hanoum

    2014-01-01

    Abstract. Social media allow their users to share, collaborate, and making network more flexibly without having to be in the same place and time. The use of social media in learning gives students more opportunities to interact and exchange information with each other through various activities like discussion, peer correction, and peer evaluation. Viewing from social learning and social constructivism theories, using social media in learning will affect students’ behavior and learning outcom...

  11. Urgensi Sistem Penjaminan Mutu Internal Terhadap Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Fitrah

    2018-02-01

    Full Text Available One of the effects of globalization is the increase of the opportunity of work but this is accompanied by the strict competition in getting job caused by globalization so the implementation system of university should continually be able to anticipate those dynamic changes that the alumnus has the high competition level. This condition underlines the urgency of system implementation of internal quality guarantee. System implementation of internal quality guarantee was made as the basis control management of the high education quality with national standard. The process of system implementation of internal quality guarantee was not far from quality, target of education implementation quality, and all documentations of quality that mus be socialized elements of academic and institution leader to implement optimally because the important values of effort from system of internal quality guarantee if the discovery gotten, was continued by planning and application of programs for future fixes. There were some crucial urgencies gotten by university in evaluation that was done by system of internal quality guarantee, university should; 1 able to identify power and weakness as the basis of arrangement of continue plan of development. 1 able to learn the opportunity to develop the quality of education, score the success of development effort, and do adaptation of programs; 3 able to know the level of performance success based on Standard, and 4 able to supply the valid report to holder of interest about progress and result-raised.

  12. Pemanfaatan Perpustakaan Sebagai Trend Dalam Pembelajaran Mandiri di Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadli Fadli

    2014-12-01

    Full Text Available The library is one of the forms of organization of learning resources that collects various information in the form of a book and other form (non-book material that can be utilized by the user (faculty, students, and community in an effort to develop their knowledge, ability and skill. Library itself is a resource center for learning. If related to teaching and learning in universities, libraries provide a very valuable contribution in the effort to increase the activity of students and improve the quality of education and teaching. Through the provision of libraries, students can interact and engage directly both physically and mentally in the learning process. Library is an integral part of the overall university programs, which together with other educational components also determine the success of the process of education and teaching. Use of the library as a trend in self-learning in higher education, must be supported by student interest in reading. Several attempts to do to improve student reading craze through the library are: 1 To provide students the literaturs they interested in ; 2 Make the library as a fun place for students through a good arrangement, with a friendly service; 3 Make the promotion and development activities interests and passions read by using the library; 4 Provide additional tasks to students outside of the classroom. Provision of additional task is certainly related to the limited hours of lessons in the classroom.

  13. Meningkatkan Prestasi Belajar di Perguruan Tinggi dengan Mengembangkan Kecerdasan Emosional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nikodemus Thomas Martoredjo

    2013-10-01

    Full Text Available To be successful in a particular field, someone does not only rely on academic ability or technical skills. There is another ability that has big contribution to determine the success, which is the ability to manage emotions well or emotional intelligence. It was found many cases which people have failed not because they lack of the potential for mastery of academic or technical skills but they lack of the skills to manage their emotions. Speaking about emotional intelligence, there are five things to consider: self-awareness, self control, motivation, empathy, and social skills. These five things work together in developing emotional intelligence. If emotional intelligence can be realized and well developed, it can be a benefit for students who are studying in universities. The hope is the systematic development of emotional intelligence will best promote student achievement in learning.  

  14. STRATEGI PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM BERBASIS BALANCED SCORECARD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Machasin Machasin

    2011-12-01

    Kajian ini merupakan kajian kebijakan, yang menggunakan STAIN di Jawa Tengah sebagai obyek penelitian, dengan pejabat fakultas, mahasiswa, pegawai, dan lulusan yang menjadi obyek analisis. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, dengan perspektif stakeholder, pejabat administratif dan keuangan, proses belajar mengajar, etos kerja, budaya, dan dan good governance. Hasil dari lima perspektif ini menunjukkan adanya perbedaan implementasi, sementara dari perspektif pengelola administrasi dan keuangan menghadapi masalah yang sama yaitu tidak optimalnya unit-unit perawatan sehingga masih kecil kontribusinya bagi perolehan STAIN.

  15. Model Manajemen E-learning di Perguruan Tinggi

    OpenAIRE

    Prasojo, Lantip Diat

    2009-01-01

    Information and Communication Technology (ICT) is growing fast included in the case of learning management based on ICT. Learning management based on ICT which is being trend namely e-learning management. E-learning management has implemented to educational institutions. Based on the background, thus emerged general problem ”how e-learning management at university can increase quality college students' learning outcome quality”.The effectiveness and efficiency of E-learning management at univ...

  16. Penerapan Knowledge Sharing Untuk Peningkatan Layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Safitri

    2014-12-01

    Full Text Available Sharing knowledge is one of important elements in academic libraries. The activity uses ICT to inform one another. Most academic libraries in Indonesia, supporting infrastructures and reward are the main factor to conduct the activity. The implementation of such activity, especially in academic libraries, has resulted some beneficial both for librarians and its users. Motivation is considered as one of important aspects in sharing knowledge. By having supporting facilities or infrastructures, the activity can run smoothly and properly.

  17. PEMIKIRAN HARUN NASUTION TENTANG KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Huda

    2013-11-01

    Full Text Available Harun Nasution's experience serves an office IAIN to regard its educational view. Largely Indonesian Islamic people, notably modernist Islamic thinking haven't available one spots Harun Nasution's thinking flank educational. Islam education speaking, terminologicaling it don't despite 4 subject problems, first, to the effect Religion education; both of, Religion education material; third, Religion education method; and fourth, religion teacher quality. Component fourth upon point out education planning step islam in processes teaching and learning. To the effect education constitute first one element functioning as guidance in exhaustive education activity. Teaching that involves to learn, material and student gets orientation on intent. After intent education is formulated, second plan is arrange education material that terangkum systematically deep curriculum. Curriculum is arranged and at plots to base aim already being established.

  18. Kebijakan Perguruan Tinggi Negeri Yogyakarta Terhadap Penyandang Disabilitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Soleh

    2014-09-01

    Full Text Available This study discusses the accessibility of university education in the four public universities in Yogyakarta; Indonesian Arts Institute (ISI, University of Gajah Mada (UGM,Yogyakarta State University (UNY, and State Islamic University (UIN Sunan Kalijaga. Upto now, the disability groups have not got an equal access and the opportunity in a higher education. There are only a few students with disabilities that are accepted in Universities in Indonesia, because of physical limitations that would interfere the teaching-learning process in their classrooms. The research findings showed that the education systems in the UGM, Yogyakarta State University, and the ISI have a system of “integration”, while at UIN has led to the inclusion system, that is “accommodative” and has the ability to service for persons with disabilities.

  19. Kajian Pembelajaran Online Berbasis Wiki Di Lingkup Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soetam Rizky Wicaksono

    2012-01-01

    Full Text Available Scope of online learning in higher education now more widely assumed to be a repository of teaching materials for both teachers and students. Nevertheless there are still many things that can still be developed and studied with an experimental model for online learning can be more participatory in the learning context given that the scope of the college is more directed to andragogik. One innovation that leads to this is to make the application of model-based learning wiki adopting crowdsourcing. This paper explores theoretical study attempted as a first step in the research development of wiki-based online learning model. The results of this study should be the basis for experiments to be conducted in order to adapt contextually in real state.

  20. Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama Di Perguruan Tinggi Umum

    OpenAIRE

    Kasuwi, Kasuwi

    2006-01-01

    Corruption is often viewed as a social disease representing an endemic problem. The corruption in Indonesia is seriously increasing due to the slow law process of corruption, the non-discouraging effect of the corruption punishment, the easily-spread corruption behaviour, the corruption rooted from traditional values, and the non-transparent governance. Preventive and corrective actions should be taken to deal with corruption, one of which is through public learning.

  1. PERKEMBANGAN BIOFILM NITRIFIKASI DI FIXED BED REACTOR PADA SALINITAS TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarno

    2012-03-01

    Full Text Available Development of nitrification biomass that is growing attached on carried material was examined by measuring its ammonium or nitrit oxidation rates. Porous ceramic rings (36 pieces were put into the fixed bed reactor (FBR . The fixed bed reactor that was operated continuously for more than 500 day was continued to be operated at a HRT of 1 day, a DO of above 5 mg L-1 and pH of 8. Ammonia concentration in the feeding was 50 mg NH4+-N L-1. At days 1, 5, 12, 20, 33 and 50, six porous ceramic rings were taken out and then ammonia and nitrite removal rate by biofilm in the ceramic rings was separately measured. The measurement of rates was done in small cylindrical glass reactors with initial concentration of ammonia and nitrite was 10 mg N L-1. Until 50 days of incubation AORs were always higher than NORs. Additionally, ammonia oxidizers attach or grow faster in the porous ceramic material than nitrite oxidizers.

  2. MODEL PENDAMPINGAN UMKM PANGAN MELALUI INKUBATOR BISNIS PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rokhani Hasbullah

    2014-04-01

    Full Text Available Business incubator in Indonesia has not developed yet as in developed countries. It is caused by a lack of support from the government and the lack of a model of the concept of business incubation as a reference. This study aimed to develop a mentoring model for food processing SMEs through the Business Incubator in higher education. Research was conducted at several Business Incubators belong to universities by interviewing managers and tenants of the business incubators that have focus on the food processing sector. Data were analyzed using Analytical Hierarchy Process (AHP and SWOT. The results showed that the most effective incubation models for the food processing SMEs is a model of mentoring participatory. SMEs tenants should be involved in any decision-making process and are actively involved in discussions about their business problems and solutions to overcome their problems. Incubation of tenants is carried out for three years covering the stage of pre incubation, incubation and post-incubation. The main program of incubation for SMEs include technical and managerial training, simple accounting, preparation of business plan, facilitating access to capital and marketing.

  3. Identifikasi Informasi perguruan tinggi negeri dengan model knowledge management

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Anwar

    2014-08-01

    Full Text Available In theory and practice, knowledge management (knowledge management is part of the strategy implementation process. Knowledge management is a systematic action to identify, document, and distribute all Solving. The involvement of administrative management knowledge, both top level, middle, or bottom becomes a very important thing. Well in detecting the problem, generating solutions, evaluating the decision to apply the knowledge that has been tested as a product and service in the implementation of strategy. This activity can be used to make the issues become clearer and under proper supervision. Despite the heavy dotted knowledge management to “technology“, in this case the role of “man“ needs to be taken into account in order to complete the process of knowledge management integrating various angles between technology, human strategies through four areas to view. However, the hypothesis of cause and effect of the method can be used as a basis for understanding knowledge management and implementation.

  4. Penggunaan Komputer sebagai Media Pembelajaran di perguruan tinggi

    OpenAIRE

    Saefulloh, Aris

    2015-01-01

    Although computer has been used in into the educational world since along ago, it is not intensively used as media in learning process at university. It usually used as media in learning process only for computer lesson. If its functions in a larger as media in learning process of other lessons, it hopefully became an alternative way to improve the quality of learning at university..

  5. Sistem Informasi Katalog Perpustakaan Di Perguruan Tinggi Darmajaya

    OpenAIRE

    lestari, sri

    2007-01-01

    Have been conducted a research of web based library information system development on-line at Darmajaya. At this time, Darmajaya`s Library has 4551 eks with 1993 titles, 86 eks Journal with 44 titles, 660 eks of final assignments, 186 eks of Skripsi and 443 eks of KP report, and this will be continued to increase along with the program of book levying coming from student. Donation and also form institution. At this time data of book`s catalogue at Darmajaya`s Library still using Microsoft Ex...

  6. Proses Belajar-Mengajar di Perguruan Tinggi Berwawasan Pencipta Kerja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyanto Suyanto

    2016-02-01

    Full Text Available Recently, the unemployment of college graduates has been greater and greater. Even more, in the recent economic crisis, college graduates face heavy challenges in entering the work place. They have to compete to find out employment which is more and more abundant due to the sharp decrease of our economic investment. Our college graduates at present, and even more in the beginning of the 21st century, will also face neck to neck global competition in finding jobs. Therefore, our colleges have to set up a new orientation in conducting teaching-learning processes so that they are able to be responsible to their stakeholders. Our colleges need to renew their vision, mission, and commitment in carrying out the teaching-learning processes to be able to produce graduates with the vision of job creators

  7. Chapter 6: Temperature

    Science.gov (United States)

    Jones, Leslie A.; Muhlfeld, Clint C.; Hauer, F. Richard; F. Richard Hauer,; Lamberti, G.A.

    2017-01-01

    Stream temperature has direct and indirect effects on stream ecology and is critical in determining both abiotic and biotic system responses across a hierarchy of spatial and temporal scales. Temperature variation is primarily driven by solar radiation, while landscape topography, geology, and stream reach scale ecosystem processes contribute to local variability. Spatiotemporal heterogeneity in freshwater ecosystems influences habitat distributions, physiological functions, and phenology of all aquatic organisms. In this chapter we provide an overview of methods for monitoring stream temperature, characterization of thermal profiles, and modeling approaches to stream temperature prediction. Recent advances in temperature monitoring allow for more comprehensive studies of the underlying processes influencing annual variation of temperatures and how thermal variability may impact aquatic organisms at individual, population, and community based scales. Likewise, the development of spatially explicit predictive models provide a framework for simulating natural and anthropogenic effects on thermal regimes which is integral for sustainable management of freshwater systems.

  8. High temperature refrigerator

    International Nuclear Information System (INIS)

    Steyert, W.A. Jr.

    1978-01-01

    A high temperature magnetic refrigerator is described which uses a Stirling-like cycle in which rotating magnetic working material is heated in zero field and adiabatically magnetized, cooled in high field, then adiabatically demagnetized. During this cycle the working material is in heat exchange with a pumped fluid which absorbs heat from a low temperature heat source and deposits heat in a high temperature reservoir. The magnetic refrigeration cycle operates at an efficiency 70% of Carnot

  9. Temperature control in vacuum

    International Nuclear Information System (INIS)

    Dearnaley, G.

    1986-01-01

    The patent concerns a method for controlling the temperature of silicon wafers (or samples), during ion beam treatment of the wafers, in a vacuum. The apparatus and method are described for irradiation and temperature control of the samples. The wafers are mounted on a drum which is rotated through the ion beam, and are additionally heated by infra-red lamps to achieve the desired temperature. (U.K.)

  10. Low temperature carbonization

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Abbott, A A

    1934-01-10

    A process is described in which coal is passed through a distillation chamber in one retort at a comparatively low temperature, then passing the coal through a distillation chamber of a second retort subjected to a higher temperature, thence passing the coal through the distillation chamber of a third retort at a still higher temperature and separately collecting the liquid and vapors produced from each retort.

  11. Temperature measurement and control

    CERN Document Server

    Leigh, JR

    1988-01-01

    This book treats the theory and practice of temperature measurement and control and important related topics such as energy management and air pollution. There are no specific prerequisites for the book although a knowledge of elementary control theory could be useful. The first half of the book is an application oriented survey of temperature measurement techniques and devices. The second half is concerned mainly with temperature control in both simple and complex situations.

  12. Maximal combustion temperature estimation

    International Nuclear Information System (INIS)

    Golodova, E; Shchepakina, E

    2006-01-01

    This work is concerned with the phenomenon of delayed loss of stability and the estimation of the maximal temperature of safe combustion. Using the qualitative theory of singular perturbations and canard techniques we determine the maximal temperature on the trajectories located in the transition region between the slow combustion regime and the explosive one. This approach is used to estimate the maximal temperature of safe combustion in multi-phase combustion models

  13. Neutron ion temperature measurement

    International Nuclear Information System (INIS)

    Strachan, J.D.; Hendel, H.W.; Lovberg, J.; Nieschmidt, E.B.

    1986-11-01

    One important use of fusion product diagnostics is in the determination of the deuterium ion temperature from the magnitude of the 2.5 MeV d(d,n) 3 He neutron emission. The detectors, calibration methods, and limitations of this technique are reviewed here with emphasis on procedures used at PPPL. In most tokamaks, the ion temperature deduced from neutrons is in reasonable agreement with the ion temperature deduced by other techniques

  14. EFFECT OF STORAGE TEMPERATURE PERCENTAGE OF EGG HATCHING OF AEDES AEGYPTI IN LABORATORY=PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP PRESENTASE TETAS TELUR Aedes aegypti DI LABORATORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riyani Setiyaningsih

    2015-03-01

    Full Text Available EnglishABSTRACTAedes aegypti is the vector of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF in Indonesia. Ae. aegypti has a high reproductive capacity, one female mosquitoes can lay 100-150 eggs. Eggs of Ae. aegypti can survive on dry temperatures within a few months, thus increasing the chances of transmission of dengue virus The aim of the study was to determine the effect of temperature on egg hatching percentage of Ae. aegypti. Eggs Ae. aegypti colonization in laboratory results are stored at room temperature and refrigerator temperature. Observations percentage of eggs hatching was observed at month zero, one, two, third, fourth, fifth, and sixth. The results of the study until the sixth month percentage of hatching eggs at room temperature was 63,17, 59,26, 24,33, 13,62, 10, and 0%. While storage on egg hatching refrigerator not occur in the first to sixth.INDONESIANAedes aegypti merupakan vektor Demam Berdarah Dengue (DBD di Indonesia. Ae. aegypti memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi, satu ekor nyamuk betina dapat bertelur 100-150 butir telur. Telur Ae. aegypti mampu bertahan hidup pada suhu kering dalam beberapa bulan sehingga memperbesar peluang terjadinnya proses penularan virus DBD. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap presentase penetasan telur Ae. aegypti. Telur Ae. aegypti hasil kolonisasi di laboratorium disimpan pada suhu ruang dan suhu refrigerator. Pengamatan presentase penetasan telur diamati pada bulan ke nol, kesatu, kedua, ketiga, keempat, kelima, dan keenam. Hasil penelitian pada bulan bertama sampai keenam presentase penetasan telur pada suhu ruang adalah 63,17, 59,26, 24,33, 13,62, 10, dan 0%. Sedangkan penyimpanan pada suhu kukas tidak terjadi penetasan telur pada bulan pertama sampai keenam.

  15. Pengaruh Lingkungan Individu Mahasiswa dan Kinerja Bauran Pemasaran Perguruan Tinggi terhadap Proses Keputusan Mahasiswa dan Nilai Jasa Pendidikan Tinggi Komputer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harjanto Prabowo

    2011-11-01

    Full Text Available Colleges offering computer education are increasing, especially with the widespread use of information technology in all fields. This paper presents the results of research that aims to uncover the level of service marketing mix of performance conformity with the interests of education and expectations of students. Research conducted descriptive, while the research method used is the method of explanatory survey of 770 students and 54 leaders from computer private colleges in Jakarta. The results showed that the individual's environment is more influential on the decision process of selecting college students compared the performance of education services marketing mix. There is a gap between the performance of the marketing mix of educational services with the level of expectation and perceived level of student interest. Therefore, leaders of computer private colleges in Jakarta should pay attention to changes in consumer behavior to marketing mix program of education services can further enhance the value of education services.

  16. Pengaruh Lingkungan Individu Mahasiswa dan Kinerja Bauran Pemasaran Perguruan Tinggi terhadap Proses Keputusan Mahasiswa dan Nilai Jasa Pendidikan Tinggi Komputer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harjanto Prabowo

    2012-05-01

    Full Text Available Colleges that offer computer education are increasing, partly because of the widespread use of information technology in all areas of life so that it takes labors/computer graduates qualified and applicably ready. This situation also occurs in colleges at Jakarta. This paper presents the results, which aims to reveal the compatibility level of educational services mixed-marketing performance with the interests and expectations of college students. Research conducted is descriptive and verification, while the method of research is an explanatory survey method to 770 students of computer private universities in Jakarta and 54 leaders in computer private universities in Jakarta. The results show that the environment of one individual affects more to college students in processing decision to choose the college compared to educational services mixed-marketing performance. Whereas, the value of education services is not affected by the environmental of students but by educational services mixed-marketing performance and student decision process. There is a mismatch/gap between the educational service mixed-marketing performance to the level of expectations and interests level of students perceived.

  17. High temperature materials; Materiaux a hautes temperatures

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    2003-07-01

    The aim of this workshop is to share the needs of high temperature and nuclear fuel materials for future nuclear systems, to take stock of the status of researches in this domain and to propose some cooperation works between the different research organisations. The future nuclear systems are the very high temperature (850 to 1200 deg. C) gas cooled reactors (GCR) and the molten salt reactors (MSR). These systems include not only the reactor but also the fabrication and reprocessing of the spent fuel. This document brings together the transparencies of 13 communications among the 25 given at the workshop: 1) characteristics and needs of future systems: specifications, materials and fuel needs for fast spectrum GCR and very high temperature GCR; 2) high temperature materials out of neutron flux: thermal barriers: materials, resistance, lifetimes; nickel-base metal alloys: status of knowledge, mechanical behaviour, possible applications; corrosion linked with the gas coolant: knowledge and problems to be solved; super-alloys for turbines: alloys for blades and discs; corrosion linked with MSR: knowledge and problems to be solved; 3) materials for reactor core structure: nuclear graphite and carbon; fuel assembly structure materials of the GCR with fast neutron spectrum: status of knowledge and ceramics and cermets needs; silicon carbide as fuel confinement material, study of irradiation induced defects; migration of fission products, I and Cs in SiC; 4) materials for hydrogen production: status of the knowledge and needs for the thermochemical cycle; 5) technologies: GCR components and the associated material needs: compact exchangers, pumps, turbines; MSR components: valves, exchangers, pumps. (J.S.)

  18. Temperature controlled 'void' formation

    International Nuclear Information System (INIS)

    Dasgupta, P.; Sharma, B.D.

    1975-01-01

    The nucleation and growth of voids in structural materials during high temperature deformation or irradiation is essentially dependent upon the existence of 'vacancy supersaturation'. The role of temperature dependent diffusion processes in 'void' formation under varying conditions, and the mechanical property changes associated with this microstructure are briefly reviewed. (author)

  19. Disorders of body temperature.

    Science.gov (United States)

    Gomez, Camilo R

    2014-01-01

    The human body generates heat capable of raising body temperature by approximately 1°C per hour. Normally, this heat is dissipated by means of a thermoregulatory system. Disorders resulting from abnormally high or low body temperature result in neurologic dysfunction and pose a threat to life. In response to thermal stress, maintenance of normal body temperature is primarily maintained by convection and evaporation. Hyperthermia results from abnormal temperature regulation, leading to extremely elevated body temperature while fever results from a normal thermoregulatory mechanism operating at a higher set point. The former leads to specific clinical syndromes with inability of the thermoregulatory mechanism to maintain a constant body temperature. Heat related illness encompasses heat rash, heat cramps, heat exhaustion and heat stroke, in order of severity. In addition, drugs can induce hyperthermia and produce one of several specific clinical syndromes. Hypothermia is the reduction of body temperature to levels below 35°C from environmental exposure, metabolic disorders, or therapeutic intervention. Management of disorders of body temperature should be carried out decisively and expeditiously, in order to avoid secondary neurologic injury. © 2014 Elsevier B.V. All rights reserved.

  20. High temperature structural silicides

    International Nuclear Information System (INIS)

    Petrovic, J.J.

    1997-01-01

    Structural silicides have important high temperature applications in oxidizing and aggressive environments. Most prominent are MoSi 2 -based materials, which are borderline ceramic-intermetallic compounds. MoSi 2 single crystals exhibit macroscopic compressive ductility at temperatures below room temperature in some orientations. Polycrystalline MoSi 2 possesses elevated temperature creep behavior which is highly sensitive to grain size. MoSi 2 -Si 3 N 4 composites show an important combination of oxidation resistance, creep resistance, and low temperature fracture toughness. Current potential applications of MoSi 2 -based materials include furnace heating elements, molten metal lances, industrial gas burners, aerospace turbine engine components, diesel engine glow plugs, and materials for glass processing

  1. Desain Dan Pengujian Kolektor Surya CPC Berselubung Kaca Sebagai Media Evaporasi Sistem ORC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Yuliaji

    2018-04-01

    Full Text Available Abstrak: Bagian dari kegiatan penelitian pembangkit Organic Rankine Cycle (ORC dengan sumber kalor dari radiasi matahariadalah kolektor surya. Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan disain kolektor surya dengan menggabungkan dua tipe,yaitu reflektor plat datar dengan concentrated parabolic collector (CPC.Bagian terpenting dari kolektor surya adalahselubung kaca pada receiver yang bertujuan sebagai media evaporasi pada system Organic Rankine Cycle(ORC.Geometri kolektor termal solar memiliki dimensi dengan panjang 1 m, tinggi 0,9 m, lebar alas 0,028 m, lebartutup 1,16 m. Concentrator merupakan bagian penangkap radiasi matahari dengan model semi silinder tipe CPCdengan bahan AISI 1015 yang dilapisi alumunium foil. Receiver menggunakan pipa tembaga 12,7mm, tebal 20mm,panjang total 3,46 m. Pipa tembaga dibungkus oleh pipa kaca diameter 51,4 mm, tebal 20mm. Dinding reflectormenggunakan AISI 201. Isolator terdiri dua lapisan, lapisan dalam menggunakan bahan polistirena foam tebal 20mmdan lapisan luar menggunakan Harmaflek tebal 20mm. Temperatur tertinggi pipa reciever sebelum dialiri fluida 104,4oCpada intensitas cahaya matahari 57,8 flux.Kata kunci: Kolektor surya, reflektor plat datar, concentrated parabolic collector (CPC, Organic Rankine Cycle (ORC Abstract: A Part of the research activity for development of Organic Rankine Cycle (ORC plant with a heat source from solarradiation aresolar collector. The purpose in this paper is to describe design of solar collector with combining two type ofreflector, flat type reflector and concentrated parabolic collector (CPC. Most important part of the solar collector is theglass layer on the receiver which intended as media evaporation in the ORC system. The geometries of solar collectorhave dimensions of length 1 m, height 0.9 m, width of pedestal 0,028 m, width 1.16 m for cap. Then, concentrator is thepart solar radiation catcher using semi-cylinder models type CPC with material AISI 1015 was coated by

  2. Control of supply temperature

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Madsen, H; Nielsen, T S; Soegaard, H T

    1996-09-01

    For many district heating systems, e.g. the system in Hoeje Taastrup, it is desirable to minimize the supply temperature from the heat production unit(s). Lower supply temperature implies lower costs in connection with the production and distribution of heat. Factors having impact on the heat demand are for instance solar radiation, wind speed, wind direction and a climate independent part, which is a function of the time of the day/week/year. By applying an optimization strategy, which minimizes the supply temperature, it is assumed that optimal economical operation can be obtained by minimizing the supply temperature and thereby the heat losses in the system. The models and methods described in this report take such aspects into account, and can therefore be used as elements in a more efficient minimization of the supply temperature. The theoretical part of this report describes models and methods for optimal on-line control of the supply temperature in district heating systems. Some of the models and methods have been implemented - or are going to be implemented - in the computer program PRESS which is a tool for optimal control of supply temperature and forecasting of heat demand in district heating systems. The principles for using transfer function models are briefly described. The ordinary generalized predictive control (OGPC) method is reviewed, and several extensions of this method are suggested. New controller, which is called the extended generalized predictive controller (XGPC), is described. (EG) 57 refs.

  3. High temperature pipeline design

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Greenslade, J.G. [Colt Engineering, Calgary, AB (Canada). Pipelines Dept.; Nixon, J.F. [Nixon Geotech Ltd., Calgary, AB (Canada); Dyck, D.W. [Stress Tech Engineering Inc., Calgary, AB (Canada)

    2004-07-01

    It is impractical to transport bitumen and heavy oil by pipelines at ambient temperature unless diluents are added to reduce the viscosity. A diluted bitumen pipeline is commonly referred to as a dilbit pipeline. The diluent routinely used is natural gas condensate. Since natural gas condensate is limited in supply, it must be recovered and reused at high cost. This paper presented an alternative to the use of diluent to reduce the viscosity of heavy oil or bitumen. The following two basic design issues for a hot bitumen (hotbit) pipeline were presented: (1) modelling the restart problem, and, (2) establishing the maximum practical operating temperature. The transient behaviour during restart of a high temperature pipeline carrying viscous fluids was modelled using the concept of flow capacity. Although the design conditions were hypothetical, they could be encountered in the Athabasca oilsands. It was shown that environmental disturbances occur when the fluid is cooled during shut down because the ground temperature near the pipeline rises. This can change growing conditions, even near deeply buried insulated pipelines. Axial thermal loads also constrain the design and operation of a buried pipeline as higher operating temperatures are considered. As such, strain based design provides the opportunity to design for higher operating temperature than allowable stress based design methods. Expansion loops can partially relieve the thermal stress at a given temperature. As the design temperature increase, there is a point at which above grade pipelines become attractive options, although the materials and welding procedures must be suitable for low temperature service. 3 refs., 1 tab., 10 figs.

  4. Temperature measurement device

    International Nuclear Information System (INIS)

    Oltman, B.G.; Eckerman, K.F.; Romberg, G.P.; Prepejchal, W.

    1975-01-01

    Thermoluminescent dosimeter (TLD) material is exposed to a known amount of radiation and then exposed to the environment where temperature measurements are to be taken. After a predetermined time period, the TLD material is read in a known manner to determine the amount of radiation energy remaining in the TLD material. The difference between the energy originally stored by irradiation and that remaining after exposure to the temperature ofthe environment is a measure of the average temperature of the environment during the exposure. (U.S.)

  5. Finite temperature field theory

    CERN Document Server

    Das, Ashok

    1997-01-01

    This book discusses all three formalisms used in the study of finite temperature field theory, namely the imaginary time formalism, the closed time formalism and thermofield dynamics. Applications of the formalisms are worked out in detail. Gauge field theories and symmetry restoration at finite temperature are among the practical examples discussed in depth. The question of gauge dependence of the effective potential and the Nielsen identities are explained. The nonrestoration of some symmetries at high temperature (such as supersymmetry) and theories on nonsimply connected space-times are al

  6. High temperature reaction kinetics

    International Nuclear Information System (INIS)

    Jonah, C.D.; Beno, M.F.; Mulac, W.A.; Bartels, D.

    1985-01-01

    During the last year the dependence of the apparent rate of OD + CO on water pressure was measured at 305, 570, 865 and 1223 K. An explanation was found and tested for the H 2 O dependence of the apparent rate of OH(OD) + CO at high temperatures. The isotope effect for OH(D) with CO was determined over the temperature range 330 K to 1225 K. The reason for the water dependence of the rate of OH(OD) + CO near room temperatures has been investigated but no clear explanation has been found. 1 figure

  7. Microelectronic temperature sensor; silicon temperature sensor

    International Nuclear Information System (INIS)

    Beitner, M.; Kanert, W.; Reichert, H.

    1982-01-01

    The goal of this work was to develop a silicon temperature sensor with a sensitivity and a reliability as high and a tolerance as small as possible, for use in measurement and control. By employing the principle of spreading-resistance, using silicon doped by neutron transmutation, and trimming of the single wafer tolerances of resistance less than +- 5% can be obtained; overstress tests yielded a long-term stability better than 0.2%. Some applications show the advantageous use of this sensor. (orig.) [de

  8. Temperatures of exploding nuclei

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Serfling, V.; Schwarz, C.; Begemann-Blaich, M.; Fritz, S.; Gross, C.; Kleinevoss, U.; Kunze, W.D; Lynen, U.; Mahi, M.; Mueller, W.F.J.; Odeh, T.; Schnittker, M.; Trautmann, W.; Woerner, A.; Xi, H. [Gesellschaft fuer Schwerionenforschung mbH, Darmstadt (Germany); Bassini, R.; Iori, I.; Moroni, A.; Petruzzelli, F. [Milan Univ. (Italy). Ist. di Scienze Fisiche]|[Istituto Nazionale di Fisica Nucleare, Milan (Italy); Gaff, S.J.; Kunde, G.J. [Michigan State Univ., East Lansing, MI (United States). Dept. of Physics and Astronomy]|[Michigan State Univ., East Lansing, MI (United States). National Superconducting Cyclotron Lab.; Imme, G.; Maddalena, V.; Nociforo, C.; Raciti, G.; Riccobene, G.; Romano, F.P.; Saija, A.; Sfienti, C.; Verde, G. [Catania Univ. (Italy). Dipt. di Fisica]|[Istituto Nazionale di Fisica Nucleare, Catania (Italy); Moehlenkamp, T.; Seidel, W. [Forschungszentrum Rossendorf e.V. (FZR), Dresden (Germany); Ocker, B.; Schuettauf, A. [Frankfurt Univ. (Germany). Inst. fuer Kernphysik; Pochodzalla, J. [Max-Planck-Institut fuer Kernphysik, Heidelberg (Germany); Trzcinski, A.; Zwieglinski, B. [Soltan Inst. for Nuclear Studies, Warsaw (Poland)

    1998-01-01

    Breakup temperatures in central collisions of {sup 197}Au+{sup 197}Au at bombarding energies E/A=50 to 200 MeV were determined with two methods. Isotope temperatures, deduced from double ratios of hydrogen, helium, and lithium isotopic yields, increase monotonically with bombarding energy from 5 MeV to 12 MeV, in qualitative agreement with a scenario of chemical freeze-out after adiabatic expansion. Excited-state temperatures, derived from yield ratios of states in {sup 4}He, {sup 5,6}Li, and {sup 8}Be, are about 5 MeV, independent of the projectile energy, and seem to reflect the internal temperature of fragments at their final separation from the system. (orig.)

  9. Surface Temperature Data Analysis

    Science.gov (United States)

    Hansen, James; Ruedy, Reto

    2012-01-01

    Small global mean temperature changes may have significant to disastrous consequences for the Earth's climate if they persist for an extended period. Obtaining global means from local weather reports is hampered by the uneven spatial distribution of the reliably reporting weather stations. Methods had to be developed that minimize as far as possible the impact of that situation. This software is a method of combining temperature data of individual stations to obtain a global mean trend, overcoming/estimating the uncertainty introduced by the spatial and temporal gaps in the available data. Useful estimates were obtained by the introduction of a special grid, subdividing the Earth's surface into 8,000 equal-area boxes, using the existing data to create virtual stations at the center of each of these boxes, and combining temperature anomalies (after assessing the radius of high correlation) rather than temperatures.

  10. Temperature measurement device

    International Nuclear Information System (INIS)

    Fournier, Christian; Lions, Noel.

    1975-01-01

    The present invention relates to a temperature measuring system that can be applied in particular to monitoring the temperature of the cooling liquid metal of the outlet of the core assemblies of a fast reactor. Said device combines a long hollow metallic pole, at least partially dipped into the liquid metal and constituting a first thermocouple junction between said pole, and two metallic conductors of different nature, joined at one of their ends to constitute the second thermocouple junction. Said conductors suitably insulated are arranged inside a sheath. Said sheath made of the same metals as the pole extends inside the latter and is connected with the pole through a soldered joint. Said reliable system permits an instantaneous measurement of a quantity representing the variations in the recorded temperature and a measurement of the mean surrounding temperature that can be direcly used as a reference for calibrating the first one [fr

  11. Designing for elevated temperature

    International Nuclear Information System (INIS)

    Boer, G.A. de

    1982-01-01

    The reasons for the application of higher process temperatures are explained. The properties of stainless steel are compared with those of other materials such as molybdenum. Factors influencing the choice of the material such as availability of material data at high temperature, controllability, and strength of heat-affected zone are discussed. The process of designing a structure for safe and economic high-temperature application is outlined: design-by-analysis in contrast to the design-by-rule which is general practice for low-temperature applications. The rules laid down in the ASME Pressure Vessel Code Case N47 are explained as well as the procedure for inelastic stress calculations. (author)

  12. Elevated temperature fracture mechanics

    International Nuclear Information System (INIS)

    Tomkins, B.

    1979-01-01

    The application of fracture mechanics concepts to cracks at elevated temperatures is examined. Particular consideration is given to the characterisation of crack tip stress-strain fields and parameters controlling crack extension under static and cyclic loads. (author)

  13. High temperature battery. Hochtemperaturbatterie

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Bulling, M.

    1992-06-04

    To prevent heat losses of a high temperature battery, it is proposed to make the incoming current leads in the area of their penetration through the double-walled insulating housing as thermal throttle, particularly spiral ones.

  14. QCD at finite temperature

    International Nuclear Information System (INIS)

    Kikkawa, Keiji

    1983-01-01

    The varidity of the perturbation method in the high temperature QCD is discussed. The skeleton expansion method takes account of plasmon effects and eliminates the electric infrared singularity but not the magnetic one. A possibility of eliminating the latter, which was recently proposed, is examined by a gauge invariant skeleton expansion. The magnetic singularity is unable to be eliminated by the perturbation method. This implies that some non-perturbative approaches must be incorporated in the high temperature QCD. (author)

  15. High-temperature superconductivity

    International Nuclear Information System (INIS)

    Ginzburg, V.L.

    1987-07-01

    After a short account of the history of experimental studies on superconductivity, the microscopic theory of superconductivity, the calculation of the control temperature and its possible maximum value are presented. An explanation of the mechanism of superconductivity in recently discovered superconducting metal oxide ceramics and the perspectives for the realization of new high-temperature superconducting materials are discussed. 56 refs, 2 figs, 3 tabs

  16. Temperature measuring device

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Lauf, R.J.; Bible, D.W.; Sohns, C.W.

    1999-10-19

    Systems and methods are described for a wireless instrumented silicon wafer that can measure temperatures at various points and transmit those temperature readings to an external receiver. The device has particular utility in the processing of semiconductor wafers, where it can be used to map thermal uniformity on hot plates, cold plates, spin bowl chucks, etc. without the inconvenience of wires or the inevitable thermal perturbations attendant with them.

  17. Sweating at low temperature

    International Nuclear Information System (INIS)

    Chalaye, H.; Launay, J.P.

    1980-11-01

    Tests of penetration liquids normally used between 10 and 40 0 C have shown that the arrangement of operationaal conditions (penetration and revealing times) was not sufficient to maintain their sensitivity below 10 0 C, thereby confirming that this temperature is a limit below which such products cannot be employed. The results achieved with a penetrant and a tracer specially devised for low temperatures (SHERWIN B 305 + D100) are satisfactory between 0 0 C and 15 0 C [fr

  18. Utilization Efficiency of Yolk Egg on Maanvis (Pterophyllum scalare Embryos and Larvae in Different Incubation Temperatures

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    T. Budiardi

    2007-01-01

    Full Text Available This study was performed to determine the efficiency of yolk egg utilization in embryos and larvae, hatching rate, incubation time to hatch, and growth rate of maanvis (Pterophyllum scalare larvae incubated at room remperature, 27oC, and 30oC.  Results of study showed that yolk egg utilization efficiency of embryos and larvae incubated at 30oC was 73.70% and 0,18%, respectively, and no different with that of room and 27oC incubation temperatures.  Hatching rate of eggs incubated at 30oC (84.75% was also same with that of other treatments.  However, incubation time to hatch (27.41 hours was shorter than that of other treatments.  The growth rate by length of larvae (2.16% and survival rate (75.28% incubated at 30oC was also higher compared with that of other treatments.  Thus, in general, optimum temperature for egg hatching and larval rearing of maanvis was 30oC. Keywords: maanvis, Pterophyllum scalare, egg yolk, larvae, embryo, temperature   ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi pemanfaatan kuning telur pada embrio dan larva, derajat penetasan, lama inkubasi telur hingga menetas, dan laju pertumbuhan serta kelangsungan hidup larva ikan maanvis (Pterophyllum scalare yang diinkubasi pada suhu ruang, 27oC dan 30oC.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi pemanfaatan kuning telur bila diinkubasi pada suhu 30oCsebesar 73,70% pada fase embrio dan 0,18% pada fase larva, dan tidak berbeda dengan suhu ruang dan 27oC.  Demikian juga dengan derajat penetasan telur  (84,75% tidak berbeda dengan perlakuan lainnya.  Sementara itu, lama inkubasi telur hingga menetas (27,41 jam lebih cepat dibandingkan dengan suhu inkubasi perlakuan lainnya. Demikian juga dengan laju pertumbuhan panjang (2,16% dan kelangsungan hidup larva (75,28% lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Dengan demikian, secara umum suhu optimal untuk penetasan dan pemeliharaan larva ikan maanvis adalah 30°C. Kata kunci: ikan maanvis

  19. Temperature in the throat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dariush Kaviani

    2016-09-01

    Full Text Available We study the temperature of extended objects in string theory. Rotating probe D-branes admit horizons and temperatures a la Unruh effect. We find that the induced metrics on slow rotating probe D1-branes in holographic string solutions including warped Calabi–Yau throats have distinct thermal horizons with characteristic Hawking temperatures even if there is no black hole in the bulk Calabi–Yau. Taking the UV/IR limits of the solution, we show that the world volume black hole nucleation depends on the deformation and the warping of the throat. We find that world volume horizons and temperatures of expected features form not in the regular confining IR region but in the singular nonconfining UV solution. In the conformal limit of the UV, we find horizons and temperatures similar to those on rotating probes in the AdS throat found in the literature. In this case, we also find that activating a background gauge field form the U(1 R-symmetry modifies the induced metric with its temperature describing two different classes of black hole solutions.

  20. Temperature Effect on Energy Demand

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Kim, Young Duk [Korea Energy Economics Institute, Euiwang (Korea)

    1999-03-01

    We provide various estimates of temperature effect for accommodating seasonality in energy demand, particularly natural gas demand. We exploit temperature response and monthly temperature distribution to estimate the temperature effect on natural gas demand. Both local and global smoothed temperature responses are estimated from empirical relationship between hourly temperature and hourly energy consumption data during the sample period (1990 - 1996). Monthly temperature distribution estimates are obtained by kernel density estimation from temperature dispersion within a month. We integrate temperature response and monthly temperature density over all the temperatures in the sample period to estimate temperature effect on energy demand. Then, estimates of temperature effect are compared between global and local smoothing methods. (author). 15 refs., 14 figs., 2 tabs.

  1. Low temperature distillation

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Vandegrift, J N; Postel, C

    1929-04-09

    To recover gas, oil tars, and coked residues by low temperature distillation from bituminous coals, lignites, oil shales, and the like, the raw material is fed from a hopper into a rotary retort which is zonally heated, the temperature being greatest at the discharge end. The material is heated first to a relatively low temperature, thereby removing the moisture and lighter volatiles which are withdrawn through a pipe by the suction of a pump, while the higher boiling point volatiles and fixed gases are withdrawn by suction through an outlet from the higher temperature zone. The vapors withdrawn from the opposite ends of the retort pass through separate vapor lines and condensers, and the suction in each end of the retort, caused by the pumps, is controlled by valves, which also control the location of the neutral point in the retort formed by said suction. Air and inert gas may be introduced into the retort from pipe and stack respectively through a pipe, and steam may be admitted into the high temperature zone through a pipe.

  2. High temperature thermometric phosphors

    Science.gov (United States)

    Allison, Stephen W.; Cates, Michael R.; Boatner, Lynn A.; Gillies, George T.

    1999-03-23

    A high temperature phosphor consists essentially of a material having the general formula LuPO.sub.4 :Dy.sub.(x),Eu.sub.y) wherein: 0.1 wt %.ltoreq.x.ltoreq.20 wt % and 0.1 wt %.ltoreq.y.ltoreq.20 wt %. The high temperature phosphor is in contact with an article whose temperature is to be determined. The article having the phosphor in contact with it is placed in the environment for which the temperature of the article is to be determined. The phosphor is excited by a laser causing the phosphor to fluoresce. The emission from the phosphor is optically focused into a beam-splitting mirror which separates the emission into two separate emissions, the emission caused by the dysprosium dopant and the emission caused by the europium dopent. The separated emissions are optically filtered and the intensities of the emission are detected and measured. The ratio of the intensity of each emission is determined and the temperature of the article is calculated from the ratio of the intensities of the separate emissions.

  3. Temperature Data Evaluation

    International Nuclear Information System (INIS)

    Gillespie, David

    2003-01-01

    Groundwater temperature is sensitive to the competing processes of heat flow from below the advective transport of heat by groundwater flow. Because groundwater temperature is sensitive to conductive and advective processes, groundwater temperature may be utilized as a tracer to further constrain the uncertainty of predictions of advective radionuclide transport models constructed for the Nevada Test Site (NTS). Since heat transport, geochemical, and hydrologic models for a given area must all be consistent, uncertainty can be reduced by devaluing the weight of those models that do not match estimated heat flow. The objective of this study was to identify the quantity and quality of available heat flow data at the NTS. One-hundred-forty-five temperature logs from 63 boreholes were examined. Thirteen were found to have temperature profiles suitable for the determination of heat flow values from one or more intervals within the boreholes. If sufficient spatially distributed heat flow values are obtained, a heat transport model coupled to a hydrologic model may be used to reduce the uncertainty of a nonisothermal hydrologic model of the NTS

  4. Do `negative' temperatures exist?

    Science.gov (United States)

    Lavenda, B. H.

    1999-06-01

    A modification of the second law is required for a system with a bounded density of states and not the introduction of a `negative' temperature scale. The ascending and descending branches of the entropy versus energy curve describe particle and hole states, having thermal equations of state that are given by the Fermi and logistic distributions, respectively. Conservation of energy requires isentropic states to be isothermal. The effect of adiabatically reversing the field is entirely mechanical because the only difference between the two states is their energies. The laws of large and small numbers, leading to the normal and Poisson approximations, characterize statistically the states of infinite and zero temperatures, respectively. Since the heat capacity also vanishes in the state of maximum disorder, the third law can be generalized in systems with a bounded density of states: the entropy tends to a constant as the temperature tends to either zero or infinity.

  5. Estimating plasma temperatures

    International Nuclear Information System (INIS)

    Nash, J.K.; Iglesias, C.A.; Chen, M.H.; Rogers, F.J.

    1992-04-01

    Recent laser-produced plasma experiments have relied on spectroscopic comparisons with models to infer plasma temperatures. The models use an experimentally determined value for the matter density as input and treat the temperature as a free parameter to obtain a best fit to the experimental absorption spectrum. However, uncertainties in the ionization balance theories lead to inferred temperatures that are model dependent. We report results of a new approach which combines high=quality atomic data with an ionization balance obtained from systematic expansions of the grand canonical ensemble. The latter avoids the ad hoc cutoffs required in free energy minimization schemes and includes Coulomb corrections usually neglected in other models. Comparisons to experimental spectra show excellent agreement

  6. Temperature-reflection I

    DEFF Research Database (Denmark)

    McGady, David A.

    2017-01-01

    -temperature path integrals for quantum field theories (QFTs) should be T-reflection invariant. Because multi-particle partition functions are equal to Euclidean path integrals for QFTs, we expect them to be T-reflection invariant. Single-particle partition functions though are often not invariant under T......In this paper, we revisit the claim that many partition functions are invariant under reflecting temperatures to negative values (T-reflection). The goal of this paper is to demarcate which partition functions should be invariant under T-reflection, and why. Our main claim is that finite...... that T-reflection is unrelated to time-reversal. Finally, we study the interplay between T-reflection and perturbation theory in the anharmonic harmonic oscillator in quantum mechanics and in Yang-Mills in four-dimensions. This is the first in a series of papers on temperature-reflections....

  7. Analisis Kekuatan Tangki CNG Ditinjau dengan Material Logam Lapis Komposit pada Kapal Pengangkut Compressed Natural Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Firmansah

    2013-03-01

    Full Text Available Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan pada kekuatan pressure vessel compressed natural gas. Pressure vessel yang digunakan yaitu tipe satu dan tipe tiga, tipe satu adalah tabung menggunakan material logam yaitu Carbon Steel SA 516 Grade 70 dan Aluminium Alloy T6-6061. Pada tabung tipe tiga material menggunakan Aluminium Alloy T6-6061 dengan lapisan Komposit (Carbon Fibre – Epoxy pada seluruh tabung (full wrapped. Sudut orientasi serat yang digunakan 54.73560 dan terdiri dari 4 lapis komposit yang membungkus aluminium. Variasi yang dilakukan pada tebal komposit yaitu 25% komposit, 50% komposit, dan 75% komposit. Pressure vessel mendapat perlakuan internal pressure sebesar 125 bar dan temperatur -300C. Analisa dilakukan dengan dua metode yaitu dengan perhitungan manual dan software finite element method (NASTRAN 2010. Dari hasil perhitungan tersebut tabung tipe satu dengan material logam terbukti aman karena memenuhi dari faktor keamanan yang ditentukan tetapi pressure vessel sangat berat. Pada tabung tipe tiga lamina dengan komposisi 75% komposit dan 50% komposit dinyatakan aman karena memenuhi dari kriteria tegangan maksimum. Sedangkan pada komposisi 25% komposit lamina mengalami kegagalan yang disebabkan terlalu rendahnya lapisan komposit. Dari keseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan komposisi ideal pressure vessel yaitu 75% komposit dan 25% aluminium dari tebal keseluruhan sehingga menghasilkan tegangan yang sangat kecil dan memiliki berat yang paling ringan.

  8. ITS Temperature Monitoring

    CERN Document Server

    Savin, A E; CERN. Geneva; Gerasimov, S F

    1999-01-01

    The results of the R&D done under the ISTC#345 grant are presented for consideration for possible future application. The choice of the temperature sensors is described. Thin-film miniature Pt-sensors were produced and the results of the metrological studies of the manufactured samples are presented. The multi-channel temperature data readout system prototype and results of long-term stability tests are discussed. List of figures: Figure 1 Thin film Pt-thermometer topology Figure 2 Studies of long-term stability of Pt-thermometers Figure 3 DT structural scheme Figures 4 & 5 Output data ADC read operation, Control register ADC write operation

  9. Low temperature destructive distillation

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    1938-07-05

    A process is given and apparatus is described for the destructive distillation at low temperature of coal, oil shale, and the like by subjection to the action of a stream of hot gases or superhearted steam, flowing in a closed circuit. Subsequent treatment of the distillation residues with a gas stream containing oxygen results in combustion of the carbon-containing material therein brings to a high temperature the solid residue, in which the process comprises subsequently contacting the hot solid residue with the fluid stream effecting the distillation.

  10. WORKSHOP: Low temperature devices

    International Nuclear Information System (INIS)

    Anon.

    1987-01-01

    With extraterrestrial neutrinos (whether from the sun or further afield) continuing to make science news, and with the search for the so far invisible 'dark matter' of the universe a continual preoccupation, physicists from different walks of life (solid state, low temperature, particles, astrophysics) gathered at a workshop on low temperature devices for the detection of neutrinos and dark matter, held from 12-13 March at Ringberg Castle on Lake Tegernsee in the Bavarian Alps, and organized by the Max Planck Institute for Physics and Astrophysics in Munich

  11. WORKSHOP: Low temperature devices

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Anon.

    1987-06-15

    With extraterrestrial neutrinos (whether from the sun or further afield) continuing to make science news, and with the search for the so far invisible 'dark matter' of the universe a continual preoccupation, physicists from different walks of life (solid state, low temperature, particles, astrophysics) gathered at a workshop on low temperature devices for the detection of neutrinos and dark matter, held from 12-13 March at Ringberg Castle on Lake Tegernsee in the Bavarian Alps, and organized by the Max Planck Institute for Physics and Astrophysics in Munich.

  12. Determination of irradiation temperature using SiC temperature monitors

    International Nuclear Information System (INIS)

    Maruyama, Tadashi; Onose, Shoji

    1999-01-01

    This paper describes a method for detecting the change in length of SiC temperature monitors and a discussion is made on the relationship between irradiation temperature and the recovery in length of SiC temperature monitors. The SiC specimens were irradiated in the experimental fast reactor JOYO' at the irradiation temperatures around 417 to 645degC (design temperature). The change in length of irradiated specimens was detected using a dilatometer with SiO 2 glass push rod in an infrared image furnace. The temperature at which recovery in macroscopic length begins was obtained from the annealing intersection temperature. The results of measurements indicated that a difference between annealing intersection temperature and the design temperature sometimes reached well over ±100degC. A calibration method to obtain accurate irradiation temperature was presented and compared with the design temperature. (author)

  13. High temperature niobium alloys

    International Nuclear Information System (INIS)

    Wojcik, C.C.

    1991-01-01

    Niobium alloys are currently being used in various high temperature applications such as rocket propulsion, turbine engines and lighting systems. This paper presents an overview of the various commercial niobium alloys, including basic manufacturing processes, properties and applications. Current activities for new applications include powder metallurgy, coating development and fabrication of advanced porous structures for lithium cooled heat pipes

  14. High-temperature uncertainty

    International Nuclear Information System (INIS)

    Timusk, T.

    2005-01-01

    Recent experiments reveal that the mechanism responsible for the superconducting properties of cuprate materials is even more mysterious than we thought. Two decades ago, Georg Bednorz and Alex Mueller of IBM's research laboratory in Zurich rocked the world of physics when they discovered a material that lost all resistance to electrical current at the record temperature of 36 K. Until then, superconductivity was thought to be a strictly low-temperature phenomenon that required costly refrigeration. Moreover, the IBM discovery - for which Bednorz and Mueller were awarded the 1987 Nobel Prize for Physics - was made in a ceramic copper-oxide material that nobody expected to be particularly special. Proposed applications for these 'cuprates' abounded. High-temperature superconductivity, particularly if it could be extended to room temperature, offered the promise of levitating trains, ultra-efficient power cables, and even supercomputers based on superconducting quantum interference devices. But these applications have been slow to materialize. Moreover, almost 20 years on, the physics behind this strange state of matter remains a mystery. (U.K.)

  15. Dual temperature concentration system

    International Nuclear Information System (INIS)

    Spevack, J.S.

    1975-01-01

    In a dual temperature isotope exchange system--exemplified by exchange of deuterium and protium between water and hydrogen sulfide gas in hot and cold towers, in which the feed stream (water) containing the desired isotope is passed through a pair of towers maintained at different temperatures wherein it effects isotope exchange with countercurrently circulated auxiliary fluid (H 2 S) and is impoverished in said isotope and then disposed of, e.g. discharged to waste,--the flow of isotope enriched auxiliary fluid between said towers (hot H 2 S saturated with water vapor) is divided and a part thereof is adjusted in its temperature (to cold tower conditions) and then passed to the auxiliary fluid impoverishing (cold) tower, while the remainder of the divided flow of such enriched auxiliary fluid is passed through a subsequent isotope concentration treatment to produce a product more highly enriched in the desired isotope and wherein it is also adjusted in its temperature and is impoverished in said isotope during said subsequent treatment before it is delivered to the said auxiliary fluid impoverishing (cold) tower. Certain provisions are made for returning to the hot tower liquid carried as vapor by the remainder of the divided flow to the subsequent isotope concentration treatment, for recovering sensible and latent heat, and for reducing passage of auxiliary fluid to waste

  16. Low Temperature Plasma Medicine

    Science.gov (United States)

    Graves, David

    2013-10-01

    Ionized gas plasmas near room temperature are used in a remarkable number of technological applications mainly because they are extraordinarily efficient at exploiting electrical power for useful chemical and material transformations near room temperature. In this tutorial address, I will focus on the newest area of low temperature ionized gas plasmas (LTP), in this case operating under atmospheric pressure conditions, in which the temperature-sensitive material is living tissue. LTP research directed towards biomedical applications such as sterilization, surgery, wound healing and anti-cancer therapy has seen remarkable growth in the last 3-5 years, but the mechanisms responsible for the biomedical effects have remained mysterious. It is known that LTP readily create reactive oxygen species (ROS) and reactive nitrogen species (RNS). ROS and RNS (or RONS), in addition to a suite of other radical and non-radical reactive species, are essential actors in an important sub-field of aerobic biology termed ``redox'' (or oxidation-reduction) biology. I will review the evidence suggesting that RONS generated by plasmas are responsible for their observed therapeutic effects. Other possible bio-active mechanisms include electric fields, charges and photons. It is common in LTP applications that synergies between different mechanisms can play a role and I will review the evidence for synergies in plasma biomedicine. Finally, I will address the challenges and opportunities for plasma physicists to enter this novel, multidisciplinary field.

  17. High temperature storage loop :

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Gill, David Dennis; Kolb, William J.

    2013-07-01

    A three year plan for thermal energy storage (TES) research was created at Sandia National Laboratories in the spring of 2012. This plan included a strategic goal of providing test capability for Sandia and for the nation in which to evaluate high temperature storage (>650ÀC) technology. The plan was to scope, design, and build a flow loop that would be compatible with a multitude of high temperature heat transfer/storage fluids. The High Temperature Storage Loop (HTSL) would be reconfigurable so that it was useful for not only storage testing, but also for high temperature receiver testing and high efficiency power cycle testing as well. In that way, HTSL was part of a much larger strategy for Sandia to provide a research and testing platform that would be integral for the evaluation of individual technologies funded under the SunShot program. DOEs SunShot program seeks to reduce the price of solar technologies to 6/kWhr to be cost competitive with carbon-based fuels. The HTSL project sought to provide evaluation capability for these SunShot supported technologies. This report includes the scoping, design, and budgetary costing aspects of this effort

  18. Fast Air Temperature Sensors

    DEFF Research Database (Denmark)

    Hendricks, Elbert

    1998-01-01

    The note documents briefly work done on a newly developed sensor for making fast temperature measurements on the air flow in the intake ports of an SI engine and in the EGR input line. The work reviewed has been carried out in close cooperation with Civ. Ing. Michael Føns, the author (IAU...

  19. High Temperature Electrolysis

    DEFF Research Database (Denmark)

    Elder, Rachael; Cumming, Denis; Mogensen, Mogens Bjerg

    2015-01-01

    High temperature electrolysis of carbon dioxide, or co-electrolysis of carbon dioxide and steam, has a great potential for carbon dioxide utilisation. A solid oxide electrolysis cell (SOEC), operating between 500 and 900. °C, is used to reduce carbon dioxide to carbon monoxide. If steam is also i...

  20. Temperature measurements by thermocouples

    International Nuclear Information System (INIS)

    Liermann, J.

    1975-01-01

    The measurement of a temperature (whatever the type of transducer used) raises three problems: the choice of transducer; where it should be placed; how it should be fixed and protected. These are the three main points examined, after a brief description of the most commonly used thermocouples [fr

  1. A temperature profiler

    Digital Repository Service at National Institute of Oceanography (India)

    Peshwe, V.B.; Desa, E.

    An instrument developed for measuring temperature profiles at sea in depth or time scales is described. PC-based programming offers flexibility in setting up the instrument for the mode of operation prior to each cast. A real time clock built...

  2. Temperature dependent anomalous statistics

    International Nuclear Information System (INIS)

    Das, A.; Panda, S.

    1991-07-01

    We show that the anomalous statistics which arises in 2 + 1 dimensional Chern-Simons gauge theories can become temperature dependent in the most natural way. We analyze and show that a statistic's changing phase transition can happen in these theories only as T → ∞. (author). 14 refs

  3. Estimation of bare soil surface temperature from air temperature and ...

    African Journals Online (AJOL)

    Soil surface temperature has critical influence on climate, agricultural and hydrological activities since it serves as a good indicator of the energy budget of the earth's surface. Two empirical models for estimating soil surface temperature from air temperature and soil depth temperature were developed. The coefficient of ...

  4. Relationship between body temperature and air temperature in ...

    African Journals Online (AJOL)

    Body temperatures of singing male Gryllus bimaculatus were measured for the first time. Body temperatures were strongly correlated with ambient temperature. This indicates that, unlike some other orthopterans, larger crickets are not dependent on an elevated body temperature for efficient calling. Our results confirm that it ...

  5. Astronaut James Lovell checks body temperature with oral temperature probe

    Science.gov (United States)

    1965-01-01

    Gemini 7 pilot Astronaut James A. Lovell Jr. has temperature check with oral temperature probe attached to his space suit during final preflight preparations for the Gemini 7 space mission. The temperature probe allows doctors to monitor astronauts body temperature at any time during the mission.

  6. High temperature materials and mechanisms

    CERN Document Server

    2014-01-01

    The use of high-temperature materials in current and future applications, including silicone materials for handling hot foods and metal alloys for developing high-speed aircraft and spacecraft systems, has generated a growing interest in high-temperature technologies. High Temperature Materials and Mechanisms explores a broad range of issues related to high-temperature materials and mechanisms that operate in harsh conditions. While some applications involve the use of materials at high temperatures, others require materials processed at high temperatures for use at room temperature. High-temperature materials must also be resistant to related causes of damage, such as oxidation and corrosion, which are accelerated with increased temperatures. This book examines high-temperature materials and mechanisms from many angles. It covers the topics of processes, materials characterization methods, and the nondestructive evaluation and health monitoring of high-temperature materials and structures. It describes the ...

  7. Zero Temperature Hope Calculations

    International Nuclear Information System (INIS)

    Rozsnyai, B. F.

    2002-01-01

    The primary purpose of the HOPE code is to calculate opacities over a wide temperature and density range. It can also produce equation of state (EOS) data. Since the experimental data at the high temperature region are scarce, comparisons of predictions with the ample zero temperature data provide a valuable physics check of the code. In this report we show a selected few examples across the periodic table. Below we give a brief general information about the physics of the HOPE code. The HOPE code is an ''average atom'' (AA) Dirac-Slater self-consistent code. The AA label in the case of finite temperature means that the one-electron levels are populated according to the Fermi statistics, at zero temperature it means that the ''aufbau'' principle works, i.e. no a priory electronic configuration is set, although it can be done. As such, it is a one-particle model (any Hartree-Fock model is a one particle model). The code is an ''ion-sphere'' model, meaning that the atom under investigation is neutral within the ion-sphere radius. Furthermore, the boundary conditions for the bound states are also set at the ion-sphere radius, which distinguishes the code from the INFERNO, OPAL and STA codes. Once the self-consistent AA state is obtained, the code proceeds to generate many-electron configurations and proceeds to calculate photoabsorption in the ''detailed configuration accounting'' (DCA) scheme. However, this last feature is meaningless at zero temperature. There is one important feature in the HOPE code which should be noted; any self-consistent model is self-consistent in the space of the occupied orbitals. The unoccupied orbitals, where electrons are lifted via photoexcitation, are unphysical. The rigorous way to deal with that problem is to carry out complete self-consistent calculations both in the initial and final states connecting photoexcitations, an enormous computational task. The Amaldi correction is an attempt to address this problem by distorting the

  8. High Temperature Piezoelectric Drill

    Science.gov (United States)

    Bao, Xiaoqi; Bar-Cohen, Yoseph; Sherrit, Stewart; Badescu, Mircea; Shrout, Tom

    2012-01-01

    Venus is one of the planets in the solar systems that are considered for potential future exploration missions. It has extreme environment where the average temperature is 460 deg C and its ambient pressure is about 90 atm. Since the existing actuation technology cannot maintain functionality under the harsh conditions of Venus, it is a challenge to perform sampling and other tasks that require the use of moving parts. Specifically, the currently available electromagnetic actuators are limited in their ability to produce sufficiently high stroke, torque, or force. In contrast, advances in developing electro-mechanical materials (such as piezoelectric and electrostrictive) have enabled potential actuation capabilities that can be used to support such missions. Taking advantage of these materials, we developed a piezoelectric actuated drill that operates at the temperature range up to 500 deg C and the mechanism is based on the Ultrasonic/Sonic Drill/Corer (USDC) configuration. The detailed results of our study are presented in this paper

  9. High temperature materials characterization

    Science.gov (United States)

    Workman, Gary L.

    1990-01-01

    A lab facility for measuring elastic moduli up to 1700 C was constructed and delivered. It was shown that the ultrasonic method can be used to determine elastic constants of materials from room temperature to their melting points. The ease in coupling high frequency acoustic energy is still a difficult task. Even now, new coupling materials and higher power ultrasonic pulsers are being suggested. The surface was only scratched in terms of showing the full capabilities of either technique used, especially since there is such a large learning curve in developing proper methodologies to take measurements into the high temperature region. The laser acoustic system does not seem to have sufficient precision at this time to replace the normal buffer rod methodology.

  10. The temperature hydration kinetics

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mircea Oroian

    2017-07-01

    Full Text Available The aim of this study is to evaluate the hydration kinetics of lentil seeds (Lens culinaris in water at different temperatures (25, 32.5, 40, 55, 70 and 80 °C for assessing the adequacy of models for describing the absorption phenomena during soaking. The diffusion coefficient values were calculated using Fick’s model for spherical and hemispherical geometries and the values were in the range of 10−6 m2/s. The experimental data were fitted to Peleg, Sigmoidal, Weibull and Exponential models. The models adequacy was determined using regression coefficients (R2, root mean square error (RMSE and reduced chi-square (χ2. The Peleg model is the suitable one for predicting the experimental data. Temperature had a positive and significant effect on the water absorption capacities and absorption was an endothermic process.

  11. Engine Cylinder Temperature Control

    Science.gov (United States)

    Kilkenny, Jonathan Patrick; Duffy, Kevin Patrick

    2005-09-27

    A method and apparatus for controlling a temperature in a combustion cylinder in an internal combustion engine. The cylinder is fluidly connected to an intake manifold and an exhaust manifold. The method and apparatus includes increasing a back pressure associated with the exhaust manifold to a level sufficient to maintain a desired quantity of residual exhaust gas in the cylinder, and varying operation of an intake valve located between the intake manifold and the cylinder to an open duration sufficient to maintain a desired quantity of fresh air from the intake manifold to the cylinder, wherein controlling the quantities of residual exhaust gas and fresh air are performed to maintain the temperature in the cylinder at a desired level.

  12. Ultrahigh temperature intermetallic alloys

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Brady, M.P.; Zhu, J.H.; Liu, C.T.; Tortorelli, P.F.; Wright, J.L.; Carmichael, C.A.; Walker, L.R. [Oak Ridge National Lab., TN (United States). Metals and Ceramics Div.

    1997-12-01

    A new family of Cr-Cr{sub 2}X based alloys with fabricability, mechanical properties, and oxidation resistance superior to previously developed Cr-Cr{sub 2}Nb and Cr-Cr{sub 2}Zr based alloys has been identified. The new alloys can be arc-melted/cast without cracking, and exhibit excellent room temperature and high-temperature tensile strengths. Preliminary evaluation of oxidation behavior at 1100 C in air indicates that the new Cr-Cr{sub 2}X based alloys form an adherent chromia-based scale. Under similar conditions, Cr-Cr{sub 2}Nb and Cr-Cr{sub 2}Zr based alloys suffer from extensive scale spallation.

  13. Supersymmetry at finite temperature

    International Nuclear Information System (INIS)

    Oliveira, M.W. de.

    1986-01-01

    The consequences of the incorporation of finite temperature effects in fields theories are investigated. Particularly, we consider the sypersymmetric non-linear sigma model, calculating the effective potencial in the large N limit. Initially, we present the 1/N expantion formalism and, for the O(N) model of scalar field, we show the impossibility of spontaneous symmetry breaking. Next, we study the same model at finite temperature and in the presence of conserved charges (the O(N) symmetry's generator). We conclude that these conserved charges explicitly break the symmetry. We introduce a calculation method for the thermodynamic potential of the theory in the presence of chemical potentials. We present an introduction to Supersymmetry in the aim of describing some important concepts for the treatment at T>0. We show that Suppersymmetry is broken for any T>0, in opposition to what one expects, by the solution of the Hierachy Problem. (author) [pt

  14. Temperature measuring device

    International Nuclear Information System (INIS)

    Brixy, H.

    1977-01-01

    The temperature measuring device is equipped with an electric resistor installed within a metal shroud tube so as to be insulated from it, the noise voltage of which resistor is fed to a measuring unit. The measuring junctions of one or two thermocouples are connected with the electric resistor and the legs of one or both thermocouples can be connected to the measuring unit by means of a switch. (orig.) [de

  15. Low temperatures - hot topic

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Anon.

    1988-09-15

    Neutrino mass measurements, next-generation double beta experiments, solar neutrino detection, searches for magnetic monopoles and the challenge of discovering what most of the Universe is made of (dark matter), not to mention axions (cosmic and solar), supersymmetric neutral particles and cosmic neutrinos. All this physics could use cryogenic techniques. Thus the second European Workshop on Low Temperature Devices for the Detection of Low Energy Neutrinos and Dark Matter, held at LAPP (Annecy) in May, covered an active and promising field.

  16. Low temperatures - hot topic

    International Nuclear Information System (INIS)

    Anon.

    1988-01-01

    Neutrino mass measurements, next-generation double beta experiments, solar neutrino detection, searches for magnetic monopoles and the challenge of discovering what most of the Universe is made of (dark matter), not to mention axions (cosmic and solar), supersymmetric neutral particles and cosmic neutrinos. All this physics could use cryogenic techniques. Thus the second European Workshop on Low Temperature Devices for the Detection of Low Energy Neutrinos and Dark Matter, held at LAPP (Annecy) in May, covered an active and promising field

  17. High temperature materials

    International Nuclear Information System (INIS)

    2003-01-01

    The aim of this workshop is to share the needs of high temperature and nuclear fuel materials for future nuclear systems, to take stock of the status of researches in this domain and to propose some cooperation works between the different research organisations. The future nuclear systems are the very high temperature (850 to 1200 deg. C) gas cooled reactors (GCR) and the molten salt reactors (MSR). These systems include not only the reactor but also the fabrication and reprocessing of the spent fuel. This document brings together the transparencies of 13 communications among the 25 given at the workshop: 1) characteristics and needs of future systems: specifications, materials and fuel needs for fast spectrum GCR and very high temperature GCR; 2) high temperature materials out of neutron flux: thermal barriers: materials, resistance, lifetimes; nickel-base metal alloys: status of knowledge, mechanical behaviour, possible applications; corrosion linked with the gas coolant: knowledge and problems to be solved; super-alloys for turbines: alloys for blades and discs; corrosion linked with MSR: knowledge and problems to be solved; 3) materials for reactor core structure: nuclear graphite and carbon; fuel assembly structure materials of the GCR with fast neutron spectrum: status of knowledge and ceramics and cermets needs; silicon carbide as fuel confinement material, study of irradiation induced defects; migration of fission products, I and Cs in SiC; 4) materials for hydrogen production: status of the knowledge and needs for the thermochemical cycle; 5) technologies: GCR components and the associated material needs: compact exchangers, pumps, turbines; MSR components: valves, exchangers, pumps. (J.S.)

  18. Temperature responsive track membranes

    International Nuclear Information System (INIS)

    Omichi, H.; Yoshido, M.; Asano, M.; Tamada, H.

    1994-01-01

    A new track membrane was synthesized by introducing polymeric hydrogel to films. Such a monomer as amino acid group containing acryloyl or methacryloyl was either co-polymerized with diethylene glycol-bis-ally carbonate followed by on beam irradiation and chemical etching, or graft co-polymerized onto a particle track membrane of CR-39. The pore size was controlled in water by changing the water temperature. Some films other than CR-39 were also examined. (author). 11 refs, 7 figs

  19. Portable Body Temperature Conditioner

    Science.gov (United States)

    2014-12-01

    temperature is 36.0o C. The patient complains of severe abdominal pain and intra- abdominal injury is suspected. In this scenario the patient is...hypothermia will shiver, experience pain , and on a whole be really uncomfortable. If they are sufficiently obtunded to require this therapy then they...Convective hyper- hypothermia water blankets/wraps Single-Use Blanket Maxi-Therm Adult Box 5 $127.00 Pediatric Box 5 $90.00 Infant Box 5 $72.00

  20. Low-Temperature Supercapacitors

    Science.gov (United States)

    Brandon, Erik J.; West, William C.; Smart, Marshall C.

    2008-01-01

    An effort to extend the low-temperature operational limit of supercapacitors is currently underway. At present, commercially available non-aqueous supercapacitors are rated for a minimum operating temperature of -40 C. A capability to operate at lower temperatures would be desirable for delivering power to systems that must operate in outer space or in the Polar Regions on Earth. Supercapacitors (also known as double-layer or electrochemical capacitors) offer a high power density (>1,000 W/kg) and moderate energy density (about 5 to 10 Wh/kg) technology for storing energy and delivering power. This combination of properties enables delivery of large currents for pulsed applications, or alternatively, smaller currents for low duty cycle applications. The mechanism of storage of electric charge in a supercapacitor -- at the electrical double-layer formed at a solid-electrode/liquid-electrolyte interface -- differs from that of a primary or secondary electrochemical cell (i.e., a battery) in such a manner as to impart a long cycle life (typically >10(exp 6) charge/discharge cycles).

  1. Low-temperature carbonization

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Strankmuller, J

    1954-01-01

    The low-temperature carbonization plant at Boehlen in Eastern Germany (the first in which Lurgi type ovens were installed) worked with a throughput of 300 tons of brown-coal briquets per day per oven since 1936, later increased to 365 tons per day. The rising demand for low-temperature tar for hydrogenation purposes led to development of a modified oven of 450 tons throughput. This was achieved by stepping up the flow of the circulating gas and air mixture from 420,000 to 560,000 cubic feet per hour and by additional rows of V-shaped deflectors across the width of the oven chamber, which break up and loosen the charge, thus reducing cooling-gas pressure and allowing a greater flow of scavenging gas. The distance traversed by each briquet is nearly doubled, and the temperature gradient is less. It is claimed that the tar and the coke from modified ovens are of comparable quality. The compressive strength of the briquets was found to have an appreciable effect on the output. Better qts the chemistry, mechanism and thermodynamics of the Fischer-Tropsch reaction and aectromagnetic radiation.

  2. Ion temperature gradient instability

    International Nuclear Information System (INIS)

    1989-01-01

    Anomalous ion thermal conductivity remains an open physics issue for the present generation of high temperature Tokamaks. It is generally believed to be due to Ion Temperature Gradient Instability (η i mode). However, it has been difficult, if not impossible to identify this instability and study the anomalous transport due to it, directly. Therefore the production and identification of the mode is pursued in the simpler and experimentally convenient configuration of the Columbia Linear Machine (CLM). CLM is a steady state machine which already has all the appropriate parameters, except η i . This parameter is being increased to the appropriate value of the order of 1 by 'feathering' a tungsten screen located between the plasma source and the experimental cell to flatten the density profile and appropriate redesign of heating antennas to steepen the ion temperature profile. Once the instability is produced and identified, a thorough study of the characteristics of the mode can be done via a wide range of variation of all the critical parameters: η i , parallel wavelength, etc

  3. A new temperature collection system

    International Nuclear Information System (INIS)

    Kong Wenchuang; Wang Daihua; Zhang Zhijie

    2011-01-01

    According to the characteristics of explosion field temperature testing, a new temperature collection system based on complex programmable logic device (CPLD), single chip microcontroller (SCM) and static ram (SRAM) is proposed. The system adopts the NANMAC E12 type of thermocouple as the temperature sensor, DS600 temperature sensor for cold temperature compensation, with rapid synchronous collection, trigger and working parameters adjustable characteristics. The system used SCM combined with USB communication interface, easy operation and reliable. (authors)

  4. GlobTemperature

    Science.gov (United States)

    Ghent, Darren; Remedios, John; Bruniquel, Jerome; Sardou, Olivier; Trigo, Isabel; Merchant, Chris; Bulgin, Claire; Goettsche, Frank; Olesen, Folke; Prigent, Catherine; Pinnock, Simon

    2014-05-01

    Land surface temperature (LST) is the mean radiative skin temperature of an area of land resulting from the mean balance of solar heating and land-atmosphere cooling fluxes. It is a basic determinant of the terrestrial thermal behaviour, as it controls the effective radiating temperature of the Earth's surface. The sensitivity of LST to soil moisture and vegetation cover means it is an important component in numerous applications. For instance, LST is a key boundary condition in land surface models, which determine the surface to atmosphere fluxes of heat, water and carbon; thus influencing cloud cover, precipitation and atmospheric chemistry predictions within General Circulation Models. Changes in land-surface cover can affect global climate, and also can be identified by changes in their surface temperatures. With the demand of LST data from Earth Observation currently experiencing considerable growth it is important that the users of this data are appropriately engaged by the LST community. The GlobTemperature project under the Data User Element of ESA's 4th Earth Observation Envelope Programme (2013-2017) aims to promote the wider uptake of global-scale satellite LST by the research and operational user communities. As such, the programme of work is focussed on achieving some innovative milestones for LST data which include: detailed global merged geostationary (GEO) and low earth orbit (LEO) data sets with estimates of both clear-sky and under-cloud LST; a first Climate Data Record for LST for the ATSR series of instruments; and the provision of a globally representative and consistent in-situ validation and intercomparison matchup database. Furthermore, the strength of such a venture lies in the coherence and openness of the interactions with the LST and user communities. For instance: detailed user input into the specifications and subsequent testing of the LST data sets; sustained access to data in a user-friendly manner through common data formats; and

  5. Crowdsourcing urban air temperatures from smartphone battery temperatures

    Science.gov (United States)

    Overeem, Aart; Robinson, James C. R.; Leijnse, Hidde; Steeneveld, Gert-Jan; Horn, Berthold K. P.; Uijlenhoet, Remko

    2014-05-01

    Accurate air temperature observations in urban areas are important for meteorology and energy demand planning. They are indispensable to study the urban heat island effect and the adverse effects of high temperatures on human health. However, the availability of temperature observations in cities is often limited. Here we show that relatively accurate air temperature information for the urban canopy layer can be obtained from an alternative, nowadays omnipresent source: smartphones. In this study, battery temperatures were collected by an Android application for smartphones. It has been shown that a straightforward heat transfer model can be employed to estimate daily mean air temperatures from smartphone battery temperatures for eight major cities around the world. The results demonstrate the enormous potential of this crowdsourcing application for real-time temperature monitoring in densely populated areas. Battery temperature data were collected by users of an Android application for cell phones (opensignal.com). The application automatically sends battery temperature data to a server for storage. In this study, battery temperatures are averaged in space and time to obtain daily averaged battery temperatures for each city separately. A regression model, which can be related to a physical model, is employed to retrieve daily air temperatures from battery temperatures. The model is calibrated with observed air temperatures from a meteorological station of an airport located in or near the city. Time series of air temperatures are obtained for each city for a period of several months, where 50% of the data is for independent verification. The methodology has been applied to Buenos Aires, London, Los Angeles, Paris, Mexico City, Moscow, Rome, and Sao Paulo. The evolution of the retrieved air temperatures often correspond well with the observed ones. The mean absolute error of daily air temperatures is less than 2 degrees Celsius, and the bias is within 1 degree

  6. High temperature superconductors

    CERN Document Server

    Paranthaman, Parans

    2010-01-01

    This essential reference provides the most comprehensive presentation of the state of the art in the field of high temperature superconductors. This growing field of research and applications is currently being supported by numerous governmental and industrial initiatives in the United States, Asia and Europe to overcome grid energy distribution issues. The technology is particularly intended for densely populated areas. It is now being commercialized for power-delivery devices, such as power transmission lines and cables, motors and generators. Applications in electric utilities include current limiters, long transmission lines and energy-storage devices that will help industries avoid dips in electric power.

  7. Residential Indoor Temperature Study

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Booten, Chuck [National Renewable Energy Lab. (NREL), Golden, CO (United States); Robertson, Joseph [National Renewable Energy Lab. (NREL), Golden, CO (United States); Christensen, Dane [National Renewable Energy Lab. (NREL), Golden, CO (United States); Heaney, Mike [Arrow Electronics, Centennial, CO (United States); Brown, David [Univ. of Virginia, Charlottesville, VA (United States); Norton, Paul [Norton Energy Research and Development, Boulder, CO (United States); Smith, Chris [Ingersoll-Rand Corp., Dublin (Ireland)

    2017-04-07

    In this study, we are adding to the body of knowledge around answering the question: What are good assumptions for HVAC set points in U.S. homes? We collected and analyzed indoor temperature data from US homes using funding from the U.S. Department of Energy's Building America (BA) program, due to the program's reliance on accurate energy simulation of homes. Simulations are used to set Building America goals, predict the impact of new building techniques and technologies, inform research objectives, evaluate home performance, optimize efficiency packages to meet savings goals, customize savings approaches to specific climate zones, and myriad other uses.

  8. High temperature radioisotope capsule

    International Nuclear Information System (INIS)

    Bradshaw, G.B.

    1976-01-01

    A high temperature radioisotope capsule made up of three concentric cylinders, with the isotope fuel located within the innermost cylinder is described. The innermost cylinder has hemispherical ends and is constructed of a tantalum alloy. The intermediate cylinder is made of a molybdenum alloy and is capable of withstanding the pressure generated by the alpha particle decay of the fuel. The outer cylinder is made of a platinum alloy of high resistance to corrosion. A gas separates the innermost cylinder from the intermediate cylinder and the intermediate cylinder from the outer cylinder

  9. Ambient temperature signalling in plants.

    Science.gov (United States)

    Wigge, Philip A

    2013-10-01

    Plants are exposed to daily and seasonal fluctuations in temperature. Within the 'ambient' temperature range (about 12-27°C for Arabidopsis) temperature differences have large effects on plant growth and development, disease resistance pathways and the circadian clock without activating temperature stress pathways. It is this developmental sensing and response to non-stressful temperatures that will be covered in this review. Recent advances have revealed key players in mediating temperature signals. The bHLH transcription factor PHYTOCHROME INTERACTING FACTOR4 (PIF4) has been shown to be a hub for multiple responses to warmer temperature in Arabidopsis, including flowering and hypocotyl elongation. Changes in chromatin state are involved in transmitting temperature signals to the transcriptome. Determining the precise mechanisms of temperature perception represents an exciting goal for the field. Copyright © 2013 Elsevier Ltd. All rights reserved.

  10. Otitis Media Supuratif Kronik pada Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Faris Pasyah

    2016-02-01

    Otitis media supuratif kronik (OMSK merupakan masalah pada anak dan remaja yang berdampak pada fisik, sosial serta psikologis dan mempunyai prevalensi yang tinggi. Kondisi ini merupakan proses peradangan akibat infeksi mukoperiosteum rongga telinga tengah yang ditandai oleh perforasi membran timpani dan keluar sekret yang terus menerus atau hilang timbul selama 3 bulan, serta dapat menyebabkan perubahan patologik yang permanen. Tujuan penelitian mengetahui gambaran OMSK pada anak. Penelitian dilakukan secara deskriptif retrospektif di poliklinik Otologi Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan-Kepala Leher (THT-KL RS Dr. Hasan Sadikin Bandung periode Januari 2012–Desember 2013. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis. Didapatkan pasien OMSK anak laki-laki 53% dan pasien anak perempuan 47%. Jumlah OMSK tipe benigna 83% dan tipe maligna 17%. Komplikasi terbanyak OMSK pada anak adalah mastoiditis 32%. Angka putus berobat pada pasien anak dengan OMSK sebesar 60%. Simpulan, penderita OMSK pada anak lebih banyak pada laki-laki tipe benigna dan angka pasien putus berobat masih banyak ditemukan.

  11. Teaching Temperature with Technology

    Science.gov (United States)

    Schillaci, Michael

    2010-10-01

    In recent years it has become very popular to introduce computational tools and/or simulations into the classroom. While the intention of this classroom addition is often meant to help elucidate a particular physical phenomena, teachers at ALL levels --- whether graduate or undergraduate, secondary- or middle-school --- may miss important teaching moments by either relying upon or struggling with the technology! I will demonstrate this phenomena with a sample teaching module developed at our instiitution that seeks to discover the relationship between temperature and latitude by having students gather data (e.g., average monthly temperature for a chosen city) from various world wide web resources. This task may be very difficult for students and teachers for reasons ranging from slow connection speeds to an inability to plot and interpret data.I will wrap up by demonstarting a simple Maple routine that will produce the graphs easily and discuss ways in which this kind of top-down solution may be the best bet for using and teaching technology at all levels.

  12. The relationship between body and ambient temperature and corneal temperature

    DEFF Research Database (Denmark)

    Kessel, Line; Johnson, Leif; Arvidsson, Henrik Sven

    2010-01-01

    Exposure to elevated ambient temperatures has been mentioned as a risk factor for common eye diseases, primarily presbyopia and cataract. The aim of the present study was to examine the relationship among ambient, cornea, and body core temperature.......Exposure to elevated ambient temperatures has been mentioned as a risk factor for common eye diseases, primarily presbyopia and cataract. The aim of the present study was to examine the relationship among ambient, cornea, and body core temperature....

  13. Crowdsourcing urban air temperatures from smartphone battery temperatures

    NARCIS (Netherlands)

    Overeem, A.; Robinson, J.C.R.; Leijnse, H.; Steeneveld, G.J.; Horn, B.K.P.; Uijlenhoet, R.

    2013-01-01

    [1] Accurate air temperature observations in urban areas are important for meteorology and energy demand planning. They are indispensable to study the urban heat island effect and the adverse effects of high temperatures on human health. However, the availability of temperature observations in

  14. Pertumbuhan Setek Sambung Kina (Cinchona sp. Klon QRC Akibat Perbedaan Panjang Setek Batang Atas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Santoso

    2016-07-01

    Full Text Available Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi panjang setek terhadap  pertumbuhan setek sambung kina (Cinchona sp klon QRC telah dilaksanakan di kebun percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK Gambung, Kabupaten Bandung, dengan ketinggian kurang lebih 1300 meter di atas permukaan laut, jenis tanah Andisol, tipe iklim B menurut klasifikasi Schmidt dan Fergusson (1951 dengan curah hujan rata-rata antara 2000 - 3000 mm per tahun dan suhu rata-rata 13,5oC- 21,1oC.  Kelembaban relatif antara 68% sampai 97%. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan 5 perlakuan dan diulang lima kali. Jumlah tanaman per plot adalah 50 tanaman: perlakuan panjang setek terdiri dari  5 cm,  7 cm,  9 cm, 11 cm, dan 13 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Panjang setek sambung atas yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap persentase setek hidup, panjang setek, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar bibit kina di pembibitan. Penggunaan setek sambung dengan panjang 7 cm,  memberikan pengaruh yang paling baik terhadap pertumbuhan bibit sambung kina (Cinchona ledgeriana Moens di pembibitan yang ditunjukkan oleh persentase hidup, jumlah daun, tinggi bibit dan jumlah akar yang lebih tinggi dibanding perlakuan yang lain. The objective of this research was to evaluate the effect of variation in the length of cuttings on the growth of grafted cutting of cinchona (Cinchona  Sp. clone QRC. The research was conducted in Gambung Experimental Garden, Research Institute for Tea and Cinchona, Bandung at 1,300 m above sea level, Andisol soil type with type B of climate according to the classification of Schmidt and Fergusson (1951, average of rainfall between 2,000 mm – 3,000 mm per year, average temperature of 13,5oC – 21,1oC, and relative humidity of 68% – 97%. The research used randomized block design (RBD with five treatments and five replications. The treatment was length of cutting was consisted of 5, 7, 9, 11, and 13 cm. The

  15. Temperature measurement in the sea

    Digital Repository Service at National Institute of Oceanography (India)

    Krishnamacharyulu, R.J.; Rao, L.V.G.

    The importance of measuring sea temperature is explained and the various methods employed for this purpose are reviewed. Instruments used for spot measurement of water temperature at the sea surface and at discrete depths (bucket thermometer...

  16. High temperature superconductor accelerator magnets

    NARCIS (Netherlands)

    van Nugteren, J.

    2016-01-01

    For future particle accelerators bending dipoles are considered with magnetic fields exceeding 20T. This can only be achieved using high temperature superconductors (HTS). These exhibit different properties from classical low temperature superconductors and still require significant research and

  17. Strong interaction at finite temperature

    Indian Academy of Sciences (India)

    Quantum chromodynamics; finite temperature; chiral perturbation theory; QCD sum rules. PACS Nos 11.10. ..... at finite temperature. The self-energy diagrams of figure 2 modify it to ..... method of determination at present. Acknowledgement.

  18. Dual reference point temperature interrogating method for distributed temperature sensor

    International Nuclear Information System (INIS)

    Ma, Xin; Ju, Fang; Chang, Jun; Wang, Weijie; Wang, Zongliang

    2013-01-01

    A novel method based on dual temperature reference points is presented to interrogate the temperature in a distributed temperature sensing (DTS) system. This new method is suitable to overcome deficiencies due to the impact of DC offsets and the gain difference in the two signal channels of the sensing system during temperature interrogation. Moreover, this method can in most cases avoid the need to calibrate the gain and DC offsets in the receiver, data acquisition and conversion. An improved temperature interrogation formula is presented and the experimental results show that this method can efficiently estimate the channel amplification and system DC offset, thus improving the system accuracy. (letter)

  19. Tevatron lower temperature operation

    International Nuclear Information System (INIS)

    Theilacker, J.C.

    1994-07-01

    This year saw the completion of three accelerator improvement projects (AIP) and two capital equipment projects pertaining to the Tevatron cryogenic system. The projects result in the ability to operate the Tevatron at lower temperature, and thus higher energy. Each project improves a subsystem by expanding capabilities (refrigerator controls), ensuring reliability (valve box, subatmospheric hardware, and compressor D), or enhancing performance (cold compressors and coldbox II). In January of 1994, the Tevatron operated at an energy of 975 GeV for the first time. This was the culmination, of many years of R ampersand D, power testing in a sector (one sixth) of the Tevatron, and final system installation during the summer of 1993. Although this is a modest increase in energy, the discovery potential for the Top quark is considerably improved

  20. Variable temperature superconducting microscope

    Science.gov (United States)

    Cheng, Bo; Yeh, W. J.

    2000-03-01

    We have developed and tested a promising type of superconducting quantum interference device (SQUID) microscope, which can be used to detect vortex motion and can operate in magnetic fields over a large temperature range. The system utilizes a single-loop coupling transformer, consisting of a patterned high Tc superconducting thin film. At one end of the transformer, a 20 μm diam detecting loop is placed close to the sample. At the other end, a large loop is coupled to a NbTi coil, which is connected to a low Tc SQUID sensor. Transformers in a variety of sizes have been tested and calibrated. The results show that the system is capable of detecting the motion of a single vortex. We have used the microscope to study the behavior of moving vortices at various positions in a YBa2Cu3O7 thin film bridge.

  1. Hadrons at finite temperature

    CERN Document Server

    Mallik, Samirnath

    2016-01-01

    High energy laboratories are performing experiments in heavy ion collisions to explore the structure of matter at high temperature and density. This elementary book explains the basic ideas involved in the theoretical analysis of these experimental data. It first develops two topics needed for this purpose, namely hadron interactions and thermal field theory. Chiral perturbation theory is developed to describe hadron interactions and thermal field theory is formulated in the real-time method. In particular, spectral form of thermal propagators is derived for fields of arbitrary spin and used to calculate loop integrals. These developments are then applied to find quark condensate and hadron parameters in medium, including dilepton production. Finally, the non-equilibrium method of statistical field theory to calculate transport coefficients is reviewed. With technical details explained in the text and appendices, this book should be accessible to researchers as well as graduate students interested in thermal ...

  2. High temperature metallic recuperator

    Science.gov (United States)

    Ward, M. E.; Solmon, N. G.; Smeltzer, C. E.

    1981-06-01

    An industrial 4.5 MM Btu/hr axial counterflow recuperator, fabricated to deliver 1600 F combustion air, was designed to handle rapid cyclic loading, a long life, acceptable costs, and a low maintenance requirement. A cost benefit anlysis of a high temperature waste heat recovery system utilizing the recurperator and components capable of 1600 F combustion air preheat shows that this system would have a payback period of less than two years. Fifteen companies and industrial associations were interviewed and expressed great interest in recuperation in large energy consuming industries. Determination of long term environmental effects on candidate recuperator tubing alloys was completed. Alloys found to be acceptable in the 2200 F flue gas environment of a steel billet reheat furnace, were identified.

  3. Does Carbon Dioxide Predict Temperature?

    OpenAIRE

    Mytty, Tuukka

    2013-01-01

    Does carbon dioxide predict temperature? No it does not, in the time period of 1880-2004 with the carbon dioxide and temperature data used in this thesis. According to the Inter Governmental Panel on Climate Change(IPCC) carbon dioxide is the most important factor in raising the global temperature. Therefore, it is reasonable to assume that carbon dioxide truly predicts temperature. Because this paper uses observational data it has to be kept in mind that no causality interpretation can be ma...

  4. A survey of temperature measurement

    International Nuclear Information System (INIS)

    Saltvold, J.R.

    1976-03-01

    Many different techniques for measuring temperature have been surveyed and are discussed. The concept of temperature and the physical phenomena used in temperature measurement are also discussed. Extensive tables are presented in which the range and accuracy of the various techniques and other related data are included. (author)

  5. Axial anomaly at finite temperature

    International Nuclear Information System (INIS)

    Chaturvedi, S.; Gupte, Neelima; Srinivasan, V.

    1985-01-01

    The Jackiw-Bardeen-Adler anomaly for QED 4 and QED 2 are calculated at finite temperature. It is found that the anomaly is independent of temperature. Ishikawa's method [1984, Phys. Rev. Lett. vol. 53 1615] for calculating the quantised Hall effect is extended to finite temperature. (author)

  6. Battery system with temperature sensors

    Science.gov (United States)

    Wood, Steven J.; Trester, Dale B.

    2012-11-13

    A battery system to monitor temperature includes at least one cell with a temperature sensing device proximate the at least one cell. The battery system also includes a flexible member that holds the temperature sensor proximate to the at least one cell.

  7. High Temperature Superconductor Machine Prototype

    DEFF Research Database (Denmark)

    Mijatovic, Nenad; Jensen, Bogi Bech; Træholt, Chresten

    2011-01-01

    A versatile testing platform for a High Temperature Superconductor (HTS) machine has been constructed. The stationary HTS field winding can carry up to 10 coils and it is operated at a temperature of 77K. The rotating armature is at room temperature. Test results and performance for the HTS field...

  8. Temperature dependence of surface nanobubbles

    NARCIS (Netherlands)

    Berkelaar, R.P.; Seddon, James Richard Thorley; Zandvliet, Henricus J.W.; Lohse, Detlef

    2012-01-01

    The temperature dependence of nanobubbles was investigated experimentally using atomic force microscopy. By scanning the same area of the surface at temperatures from 51 °C to 25 °C it was possible to track geometrical changes of individual nanobubbles as the temperature was decreased.

  9. Advances in high temperature chemistry

    CERN Document Server

    Eyring, Leroy

    1969-01-01

    Advances in High Temperature Chemistry, Volume 2 covers the advances in the knowledge of the high temperature behavior of materials and the complex and unfamiliar characteristics of matter at high temperature. The book discusses the dissociation energies and free energy functions of gaseous monoxides; the matrix-isolation technique applied to high temperature molecules; and the main features, the techniques for the production, detection, and diagnosis, and the applications of molecular beams in high temperatures. The text also describes the chemical research in streaming thermal plasmas, as w

  10. High-Temperature Piezoelectric Sensing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Xiaoning Jiang

    2013-12-01

    Full Text Available Piezoelectric sensing is of increasing interest for high-temperature applications in aerospace, automotive, power plants and material processing due to its low cost, compact sensor size and simple signal conditioning, in comparison with other high-temperature sensing techniques. This paper presented an overview of high-temperature piezoelectric sensing techniques. Firstly, different types of high-temperature piezoelectric single crystals, electrode materials, and their pros and cons are discussed. Secondly, recent work on high-temperature piezoelectric sensors including accelerometer, surface acoustic wave sensor, ultrasound transducer, acoustic emission sensor, gas sensor, and pressure sensor for temperatures up to 1,250 °C were reviewed. Finally, discussions of existing challenges and future work for high-temperature piezoelectric sensing are presented.

  11. Micro-Mechanical Temperature Sensors

    DEFF Research Database (Denmark)

    Larsen, Tom

    Temperature is the most frequently measured physical quantity in the world. The field of thermometry is therefore constantly evolving towards better temperature sensors and better temperature measurements. The aim of this Ph.D. project was to improve an existing type of micro-mechanical temperature...... sensor or to develop a new one. Two types of micro-mechanical temperature sensors have been studied: Bilayer cantilevers and string-like beam resonators. Both sensor types utilize thermally generated stress. Bilayer cantilevers are frequently used as temperature sensors at the micro-scale, and the goal....... The reduced sensitivity was due to initial bending of the cantilevers and poor adhesion between the two cantilever materials. No further attempts were made to improve the sensitivity of bilayer cantilevers. The concept of using string-like resonators as temperature sensors has, for the first time, been...

  12. Bradycardia During Targeted Temperature Management

    DEFF Research Database (Denmark)

    Thomsen, Jakob Hartvig; Nielsen, Niklas; Hassager, Christian

    2016-01-01

    OBJECTIVES: Bradycardia is common during targeted temperature management, likely being a physiologic response to lower body temperature, and has recently been associated with favorable outcome following out-of-hospital cardiac arrest in smaller observational studies. The present study sought...... to confirm this finding in a large multicenter cohort of patients treated with targeted temperature management at 33°C and explore the response to targeted temperature management targeting 36°C. DESIGN: Post hoc analysis of a prospective randomized study. SETTING: Thirty-six ICUs in 10 countries. PATIENTS......: We studied 447 (targeted temperature management = 33°C) and 430 (targeted temperature management = 36°C) comatose out-of-hospital cardiac arrest patients with available heart rate data, randomly assigned in the targeted temperature management trial from 2010 to 2013. INTERVENTIONS: Targeted...

  13. Quantum entanglement at negative temperature

    International Nuclear Information System (INIS)

    Furman, G B; Meerovich, V M; Sokolovsky, V L

    2013-01-01

    An isolated spin system that is in internal thermodynamic equilibrium and that has an upper limit to its allowed energy states can possess a negative temperature. We calculate the thermodynamic characteristics and the concurrence in this system over the entire range of positive and negative temperatures. Our calculation was performed for different real structures, which can be used in experiments. It is found that the temperature dependence of the concurrence is substantially asymmetrical similarly to other thermodynamic characteristics. At a negative temperature the maximum concurrence and the absolute temperature of the entanglement appearance are significantly larger than those at a positive temperature. The concurrence can be characterized by two dimensionless parameters: the ratio between the Zeeman and dipolar energies and the ratio of the thermal and dipolar energies. It was shown that for all considered structures the dimensionless temperatures of the transition between entanglement and separability of the first and second spins are independent of spin structure and the number of spins. (paper)

  14. Enamel defect of primary dentition in SGA children in relation to onset time of intrauterine growth disturbance

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Willyanti Soewondo Sjarif

    2013-06-01

    kehamilan lanjut: panjang dan berat badan lahir lebih rendah dari normal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan meneliti perbedaan keparahan defek email gigi sulung pada anak KMK berdasarkan saat terjadinya gangguan hambatan pertumbuhan intrauterin. Metode: Jenis penelitian adalah epidemiologi dengan studi Kohort. Ponderal indeks digunakan untuk menentukan tipe KMK subjek terdiri dari anak KMK usia 9-42 bulan, 82 tipe asimetri dan 47 tipe simetri, 200 anak dengan berat lahir normal sebagai kontrol. Pemeriksaan intra oral dilakukan untuk menentukan skor defek email yaitu dengan menggunakan skoring modifikasi DDE indek dari FDI. Subjek di teliti dengan interval 3 bulan, t-test digunakan untuk menentukan perbedaan defek email pada KMK simetri dan asimetri sedangkan chi square menentukan perbedaan RRR (Rasio Resiko Relatif. Hasil: Hasil menunjukan bahwa skor defek enamel pada KMK simeteri lebih tinggi secara signifikan dibanding pada KMK asimetri dan RRR pada defek berat lebih tinggi pada KMK simetri pada gigi anterior dan kaninus. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa defek email lebih parah bila terjadi pada awal masa kehamilan (tipe simetri dibanding bila terjadi pada saat kehamilan lanjut (tipe asimetri.

  15. High temperature interface superconductivity

    International Nuclear Information System (INIS)

    Gozar, A.; Bozovic, I.

    2016-01-01

    Highlight: • This review article covers the topic of high temperature interface superconductivity. • New materials and techniques used for achieving interface superconductivity are discussed. • We emphasize the role played by the differences in structure and electronic properties at the interface with respect to the bulk of the constituents. - Abstract: High-T_c superconductivity at interfaces has a history of more than a couple of decades. In this review we focus our attention on copper-oxide based heterostructures and multi-layers. We first discuss the technique, atomic layer-by-layer molecular beam epitaxy (ALL-MBE) engineering, that enabled High-T_c Interface Superconductivity (HT-IS), and the challenges associated with the realization of high quality interfaces. Then we turn our attention to the experiments which shed light on the structure and properties of interfacial layers, allowing comparison to those of single-phase films and bulk crystals. Both ‘passive’ hetero-structures as well as surface-induced effects by external gating are discussed. We conclude by comparing HT-IS in cuprates and in other classes of materials, especially Fe-based superconductors, and by examining the grand challenges currently laying ahead for the field.

  16. Temperature measurement with neutrons

    International Nuclear Information System (INIS)

    Bizard, G.; Durand, D.; Lecolley, J.F.; Lefebvres, F.; Marques, M.; Peter, J.; Tamain, B.

    1998-01-01

    The results presented in this report were obtained from the information provided by charged products. Another alternative consists in detecting the neutrons abundantly emitted particularly by heavy nuclei. The residue channel was studied in the 40 Ar + 197 Au at 60 MeV/nucleon by means of the neutron multidetector DEMON. The evolution of the multiplicity of neutrons emitted backwards in the framework of the heavy nucleus forwardly detected as a function of the residue velocity by a silicon detector, placed at 8 degrees and at 24.5 cm from target, agrees with the expected results i.e. an increase with the residue velocity hence with the collision violence. For the same detector the first measurements show similarly a linear increase of the apparent temperature of 4.0 to around 6.5 MeV for residue velocities varying from 0.5 to 1.3 cm/ns and masses ranging from 140 to 160 uma. This first results of the analysis show therefore a good behaviour of the assembly and especially of the couple DeMoN-SyReP

  17. Core body temperature in obesity.

    Science.gov (United States)

    Heikens, Marc J; Gorbach, Alexander M; Eden, Henry S; Savastano, David M; Chen, Kong Y; Skarulis, Monica C; Yanovski, Jack A

    2011-05-01

    A lower core body temperature set point has been suggested to be a factor that could potentially predispose humans to develop obesity. We tested the hypothesis that obese individuals have lower core temperatures than those in normal-weight individuals. In study 1, nonobese [body mass index (BMI; in kg/m(2)) temperature-sensing capsules, and we measured core temperatures continuously for 24 h. In study 2, normal-weight (BMI of 18-25) and obese subjects swallowed temperature-sensing capsules to measure core temperatures continuously for ≥48 h and kept activity logs. We constructed daily, 24-h core temperature profiles for analysis. Mean (±SE) daily core body temperature did not differ significantly between the 35 nonobese and 46 obese subjects (36.92 ± 0.03°C compared with 36.89 ± 0.03°C; P = 0.44). Core temperature 24-h profiles did not differ significantly between 11 normal-weight and 19 obese subjects (P = 0.274). Women had a mean core body temperature ≈0.23°C greater than that of men (36.99 ± 0.03°C compared with 36.76 ± 0.03°C; P body temperature. It may be necessary to study individuals with function-altering mutations in core temperature-regulating genes to determine whether differences in the core body temperature set point affect the regulation of human body weight. These trials were registered at clinicaltrials.gov as NCT00428987 and NCT00266500.

  18. Temperature measurements in thermonuclear plasmas

    International Nuclear Information System (INIS)

    Breton, D.

    1958-01-01

    The temperatures needed to produce thermonuclear reactions are of the order of several million degrees Kelvin. Devising methods for measuring such temperatures has been the subject of research in many countries. In order to present the problem clearly and to demonstrate its importance, the author reviews the various conditions which must be fulfilled in order that reactions may be qualified as thermonuclear. The relationship between the temperature and the cross-section of the reactions is studied, and it is shown that the notion of temperature in the plasmas is complex, which leads to a consideration of the temperature of the ions and that of the electrons. None of the methods for the temperature measurements is completely satisfactory because of the hypotheses which must be made, and which are seldom fulfilled during high-intensity discharges in the plasmas. In practice it is necessary to use several methods simultaneously. (author) [fr

  19. Central control of body temperature.

    Science.gov (United States)

    Morrison, Shaun F

    2016-01-01

    Central neural circuits orchestrate the behavioral and autonomic repertoire that maintains body temperature during environmental temperature challenges and alters body temperature during the inflammatory response and behavioral states and in response to declining energy homeostasis. This review summarizes the central nervous system circuit mechanisms controlling the principal thermoeffectors for body temperature regulation: cutaneous vasoconstriction regulating heat loss and shivering and brown adipose tissue for thermogenesis. The activation of these thermoeffectors is regulated by parallel but distinct efferent pathways within the central nervous system that share a common peripheral thermal sensory input. The model for the neural circuit mechanism underlying central thermoregulatory control provides a useful platform for further understanding of the functional organization of central thermoregulation, for elucidating the hypothalamic circuitry and neurotransmitters involved in body temperature regulation, and for the discovery of novel therapeutic approaches to modulating body temperature and energy homeostasis.

  20. Dynamical calculation of nuclear temperature

    International Nuclear Information System (INIS)

    Zheng Yuming

    1998-01-01

    A new dynamical approach for measuring the temperature of a Hamiltonian dynamical system in the microcanonical ensemble of thermodynamics is presented. It shows that under the hypothesis of ergodicity the temperature can be computed as a time average of a function on the energy surface. This method not only yields an efficient computational approach for determining the temperature, but also provides an intrinsic link between dynamical system theory and the statistical mechanics of Hamiltonian system

  1. Finite temperature instability for compactification

    International Nuclear Information System (INIS)

    Accetta, F.S.; Kolb, E.W.

    1986-03-01

    We consider finite temperature effects upon theories with extra dimensions compactified via vacuum stress energy (Casimir) effects. For sufficiently high temperature, a static configuration for the internal space is impossible. At somewhat lower temperatures, there is an instability due to thermal fluctuations of radius of the compact dimensions. For both cases, the Universe can evolve to a de Sitter-like expansion of all dimensions. Stability to late times constrains the initial entropy of the universe. 28 refs., 1 fig., 2 tabs

  2. Thermoluminescent system for low temperatures

    International Nuclear Information System (INIS)

    Rosa, L.A.R. da; Caldas, L.V.E.; Leite, N.G.

    1988-09-01

    A system for measurements of the thermoluminescent glow curve, the thermoluminescent emission spectrum and the optical absorption spectrum of solid samples, from liquid nitrogen temperature up to 473 K, is reported. A specially designed temperature programmer provides a linear heating of the sample at a wide range of selectable heating rates, as also long term steady-state temperatures for annealing and isothermal decay studies. The system operates at a pressure of 1.33 x 10 -3 Pa. Presently it is being used for lithium fluoride low temperature thermoluminescent studies. (author) [pt

  3. Mechanical pumping at low temperature

    International Nuclear Information System (INIS)

    Perin, J.P.; Claudet, G.; Disdier, F.

    1995-01-01

    This novel concept consist of a mechanical pump able to run at low temperature (25K). Since gas density varies inversely with temperature, this pump would deliver much higher mass flow rate than at room temperature for a given size. Advantages of this concept are order of magnitude reduction in size, weight, when compared to a conventional pump scaled to perform the same mass flow rate at room temperature. This pump would be a solution to allow continuously tritium extraction and minimize the mass inventory. (orig.)

  4. Photon propagators at finite temperature

    International Nuclear Information System (INIS)

    Yee, J.H.

    1982-07-01

    We have used the real time formalism to compute the one-loop finite temperature corrections to the photon self energies in spinor and scalar QED. We show that, for a real photon, only the transverse components develop the temperature-dependent masses, while, for an external static electromagnetic field applied to the finite temperature system, only the static electric field is screened by thermal fluctuations. After showing how to compute systematically the imaginary parts of the finite temperature Green functions, we have attempted to give a microscopic interpretation of the imaginary parts of the self energies. (author)

  5. High Temperature Superconductor Resonator Detectors

    Data.gov (United States)

    National Aeronautics and Space Administration — High Temperature Superconductor (HTS) infrared detectors were studied for years but never matured sufficiently for infusion into instruments. Several recent...

  6. Temperature standards, what and where: resources for effective temperature measurements

    International Nuclear Information System (INIS)

    Johnston, W.W. Jr.

    1982-01-01

    Many standards have been published to describe devices, methods, and other topics. How they are developed and by whom are briefly described, and an attempt is made to extract most of those relating to temperature measurements. A directory of temperature standards and their sources is provided

  7. Temperature trends with reduced impact of ocean air temperature

    DEFF Research Database (Denmark)

    Lansner, Frank; Pedersen, Jens Olaf Pepke

    Temperature data 1900-2010 from meteorological stations across the world have been analysed and it has been found that all areas generally have two different valid temperature trends. Coastal stations and hill stations facing dominant ocean winds are normally more warm-trended than the valley sta...

  8. Temperature trends with reduced impact of ocean air temperature

    DEFF Research Database (Denmark)

    Lansner, Frank; Pedersen, Jens Olaf Pepke

    2018-01-01

    Temperature data 1900–2010 from meteorological stations across the world have been analyzed and it has been found that all land areas generally have two different valid temperature trends. Coastal stations and hill stations facing ocean winds are normally more warm-trended than the valley station...

  9. Estimation of complete temperature fields from measured temperatures

    International Nuclear Information System (INIS)

    Clegg, S.T.; Roemer, R.B.

    1984-01-01

    In hyperthermia treatments, it is desirable to be able to predict complete tissue temperature fields from sampled temperatures taken at a few locations. This is a difficult problem in hyperthermia treatments since the tissue blood perfusion is unknown. An initial attempt to do this automatically using unconstrained optimization techniques to minimize the differences between steady state temperatures measured during a treatment and temperatures (at the same locations) predicted from treatment simulations has been previously reported. A second technique using transient temperatures following a step decrease in power has been developed. This technique, which appears to be able to better predict complete temperature fields is presented and both it and the steady state technique are applied to data from both simulated and experimental hyperthermia treatments. The results of applying the two techniques are compared for one-dimensional situations. One particularly important problem which the transient technique can solve (and the steady state technique does not seem to be able to do as well) is that of predicting the complete temperature field in situations where the true maximum and/or minimum temperatures present are not measured by the available instrumentation

  10. STATISTICAL DOWNSCALING DENGAN PERGESERAN WAKTU BERDASARKAN KORELASI SILANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aji Hamim Wigena

    2015-09-01

    Full Text Available Pergeseran waktu (time lag dalam analisis data deret waktu diperlukan terutama untuk analisis hubungan dua peubah (variable, seperti dalam statistical downscaling. Pergeseran waktu ini ditentukan berdasarkan korelasi silang tinggi yang setara dengan hubungan yang kuat antar kedua peubah tersebut sehingga dapat digunakan dalam pemodelan untuk prakiraan yang lebih akurat. Makalah ini mengenai statistical downscaling dengan memperhatikan korelasi silang antara data curah hujan dengan data presipitasi Global Circulation Model (GCM dari Climate Model Inter Comparison Project (CMIP5. Salah satu syarat dalam statistical downscaling adalah peubah  skala lokal dan global berkorelasi tinggi. Kedua tipe peubah tersebut berupa data deret waktu sehingga fungsi korelasi silang diterapkan untuk memperoleh pergeseran waktu. Korelasi silang yang tinggi menentukan pergeseran waktu pada luaran GCM yang menghasilkan hubungan fungsional lebih kuat antara kedua tipe peubah. Model regresi komponen utama dan regresi kuadrat terkecil parsial digunakan dalam makalah ini. Model-model dengan pergeseran waktu menduga curah hujan lebih baik daripada model-model tanpa pergeseran waktu.   Time lag in time series data analysis is required especially to analyze the relationship of two variables, such as in statistical downscaling. Time lag is determined based on high cross correlation which is equivalent to strong relationship between the two variables and can be used in modeling for a more accurate forecast. This paper is about  statistical downscaling by considering the cross correlation between rainfall data and precipitation data from Global Circulation Model (GCM of Climate Model Inter Comparison Project (CMIP5. One of the conditions in statistical downscaling is that local scale and global scale variables are highly correlated. Both types of variables are time series data, thus cross correlation function is applied to find time lags. High cross correlation determines

  11. Thermodynamic Temperatures of High-Temperature Fixed Points: Uncertainties Due to Temperature Drop and Emissivity

    Science.gov (United States)

    Castro, P.; Machin, G.; Bloembergen, P.; Lowe, D.; Whittam, A.

    2014-07-01

    This study forms part of the European Metrology Research Programme project implementing the New Kelvin to assign thermodynamic temperatures to a selected set of high-temperature fixed points (HTFPs), Cu, Co-C, Pt-C, and Re-C. A realistic thermal model of these HTFPs, developed in finite volume software ANSYS FLUENT, was constructed to quantify the uncertainty associated with the temperature drop across the back wall of the cell. In addition, the widely applied software package, STEEP3 was used to investigate the influence of cell emissivity. The temperature drop, , relates to the temperature difference due to the net loss of heat from the aperture of the cavity between the back wall of the cavity, viewed by the thermometer, defining the radiance temperature, and the solid-liquid interface of the alloy, defining the transition temperature of the HTFP. The actual value of can be used either as a correction (with associated uncertainty) to thermodynamic temperature evaluations of HTFPs, or as an uncertainty contribution to the overall estimated uncertainty. In addition, the effect of a range of furnace temperature profiles on the temperature drop was calculated and found to be negligible for Cu, Co-C, and Pt-C and small only for Re-C. The effective isothermal emissivity is calculated over the wavelength range from 450 nm to 850 nm for different assumed values of surface emissivity. Even when furnace temperature profiles are taken into account, the estimated emissivities change only slightly from the effective isothermal emissivity of the bare cell. These emissivity calculations are used to estimate the uncertainty in the temperature assignment due to the uncertainty in the emissivity of the blackbody.

  12. Fibre-optic temperature sensor

    International Nuclear Information System (INIS)

    Zhao Jie; Liu Zhenyuan.

    1993-04-01

    This experiment is a kind of nonfunction fibre-optic temperature sensor. It utilizes high-sensitive bimetallic strip for element of measuring temperature. The changing of bimetallic strip alterates intensity of light through fibre-optic. This equipment is simple in structure, subtle in design, extensive in application, and so on. (author). 4 refs, 6 figs, 1 tab

  13. Prenatal temperature shocks reduce cooperation

    NARCIS (Netherlands)

    Duchoslav, Jan

    2017-01-01

    Climate change has not only led to a sustained rise in mean global temperature over the past decades, but also increased the frequency of extreme weather events. This paper explores the effect of temperature shocks in utero on later-life taste for cooperation. Using historical climate data combined

  14. Temperature evolution during dissipative collapse

    Indian Academy of Sciences (India)

    Abstract. We investigate the gravitational collapse of a radiating sphere evolving into a final static configuration described by the interior Schwarzschild solution. The temperature profiles of this par- ticular model are obtained within the framework of causal thermodynamics. The overall temperature evolution is enhanced by ...

  15. Certification testing at low temperatures

    International Nuclear Information System (INIS)

    Noss, P.W.; Ammerman, D.J.

    2004-01-01

    Regulations governing the transport of radioactive materials require that most hypothetical accident condition tests or analyses consider the effects of the environmental temperature that most challenges package performance. For many packages, the most challenging temperature environment is the cold condition (-29 C according to U.S. regulations), primarily because the low temperature causes the highest free drop impact forces due to the higher strength of many energy-absorbing materials at this temperature. If it is decided to perform low temperature testing, it is only necessary that the relevant parts of the package have the required temperature prior to the drop. However, the details of performing a drop at low temperature can have a large influence on testing cost and technical effectiveness. The selection of the test site, the chamber and type of chilling equipment, instrumentation, and even the time of year are all important. Control of seemingly minor details such as the effect on internal pressure, placement of monitoring thermocouples, the thermal time constant of the test article, and icing of equipment are necessary to ensure a successful low temperature test. This paper will discuss these issues and offer suggestions based on recent experience

  16. Circadian Pacemaker – Temperature Compensation

    NARCIS (Netherlands)

    Gerkema, Menno P.; Binder, Marc D.; Hirokawa, Nobutaka; Windhorst, Uwe

    2009-01-01

    One of the defining characteristics of circadian pacemakers and indicates the independence of the speed of circadian clock processes of environmental temperature. Mechanisms involved, so far not elucidated in full detail, entail at least two processes that are similarly affected by temperature

  17. HIGH TEMPERATURE POLYMER FUEL CELLS

    DEFF Research Database (Denmark)

    Jensen, Jens Oluf; Qingfeng, Li; He, Ronghuan

    2003-01-01

    This paper will report recent results from our group on polymer fuel cells (PEMFC) based on the temperature resistant polymer polybenzimidazole (PBI), which allow working temperatures up to 200°C. The membrane has a water drag number near zero and need no water management at all. The high working...

  18. CTCP temperature fields and stresses

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Minjiang Zhang

    2017-11-01

    Full Text Available Cross-tensioned concrete pavements (CTCPs are used in the construction of continuous Portland cement concrete pavements. They eliminate the need for transverse joints and also restrict cracking of the pavement. A CTCP consists of three components, namely, the CTCP slab, the sand sliding layer (SSL, and the cement-stabilized macadam base, from top to down. The retard-bonded tendons (RBTs of the CTCP slab are arranged diagonally. In the present study, a detailed 3D finite element model was developed and used to examine the temperature fields and stresses of a CTCP by thermal-mechanical coupling analysis, and the results were compared with field measurements. The model investigations revealed that, under typical cloudless summer conditions, the temperature field of the CTCP varied nonlinearly with both time and depth. The resultant step-type temperature gradient of the CTCP represents a significant deviation from that of a conventional pavement and impacts the thermal contact resistance of the SSL. It was found that the SSL could effectively reduce the temperature stresses in the CTCP, and that the residual temperature stresses were effectively resisted by the staged cross-tensioned RBTs. The potential problem areas in the vicinity of the temperature stresses were also investigated by the finite element method and field tests. Keywords: Portland cement concrete pavement, Prestressed concrete pavement, Temperature stress, Temperature field, Finite element method, Retard-bonded tendon

  19. The Kelvin and Temperature Measurements

    Science.gov (United States)

    Mangum, B. W.; Furukawa, G. T.; Kreider, K. G.; Meyer, C. W.; Ripple, D. C.; Strouse, G. F.; Tew, W. L.; Moldover, M. R.; Johnson, B. Carol; Yoon, H. W.; Gibson, C. E.; Saunders, R. D.

    2001-01-01

    The International Temperature Scale of 1990 (ITS-90) is defined from 0.65 K upwards to the highest temperature measurable by spectral radiation thermometry, the radiation thermometry being based on the Planck radiation law. When it was developed, the ITS-90 represented thermodynamic temperatures as closely as possible. Part I of this paper describes the realization of contact thermometry up to 1234.93 K, the temperature range in which the ITS-90 is defined in terms of calibration of thermometers at 15 fixed points and vapor pressure/temperature relations which are phase equilibrium states of pure substances. The realization is accomplished by using fixed-point devices, containing samples of the highest available purity, and suitable temperature-controlled environments. All components are constructed to achieve the defining equilibrium states of the samples for the calibration of thermometers. The high quality of the temperature realization and measurements is well documented. Various research efforts are described, including research to improve the uncertainty in thermodynamic temperatures by measuring the velocity of sound in gas up to 800 K, research in applying noise thermometry techniques, and research on thermocouples. Thermometer calibration services and high-purity samples and devices suitable for “on-site” thermometer calibration that are available to the thermometry community are described. Part II of the paper describes the realization of temperature above 1234.93 K for which the ITS-90 is defined in terms of the calibration of spectroradiometers using reference blackbody sources that are at the temperature of the equilibrium liquid-solid phase transition of pure silver, gold, or copper. The realization of temperature from absolute spectral or total radiometry over the temperature range from about 60 K to 3000 K is also described. The dissemination of the temperature scale using radiation thermometry from NIST to the customer is achieved by

  20. Pricing of temperature index insurance

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Che Mohd Imran Che Taib

    2012-01-01

    Full Text Available The aim of this paper is to study pricing of weather insurance contracts based on temperature indices. Three different pricing methods are analysed: the classical burn approach, index modelling and temperature modelling. We take the data from Malaysia as our empirical case. Our results show that there is a significant difference between the burn and index pricing approaches on one hand, and the temperature modelling method on the other. The latter approach is pricing the insurance contract using a seasonal autoregressive time series model for daily temperature variations, and thus provides a precise probabilistic model for the fine structure of temperature evolution. We complement our pricing analysis by an investigation of the profit/loss distribution from the contract, in the perspective of both the insured and the insurer.