WorldWideScience

Sample records for tata letak dan

  1. PERANCANGAN TATA LETAK FLEKSIBEL DENGAN TEORI GRAPH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Ristono

    2006-01-01

    Full Text Available In this paper, plant layouts is designed by considering the influence of the environment, i.e., the variability of demand. It also considers the new Total of Material Handling Cost (TMHC, which captures the inventory carrying costs. Moreover, the comparison between the distributed and the modular layout performance is presented. Those two types of layout are called as the next generation layout. It shows that the modular layout, which is done by using graph theory, i.e., modified Hamiltonian chain, gives flexibility as good as the distributed layout. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam makalah akan dipaparkan suatu rancangan tata letak yang memperhatikan pengaruh dari lingkungan berupa permintaan yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Selain itu digunakan juga ukuran Ongkos Material Handling (OMH yang baru dengan mengakomodasi ongkos simpan selama penanganan bahan. Selanjutnya diberikan juga perbandingan performansi antar tata letak generasi baru, yaitu tata letak terdistribusi dan tata letak modular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak modular dengan menggunakan teori graph, yaitu rantai Hamilton yang dimodifikasi, dapat dikatakan sama fleksibelnya dengan tata letak terdistribusi. Kata kunci: tata letak terdistribusi, tata letak modular, Total Ongkos Material Handling (TOMH, tata letak generasi masa depan

  2. PERANCANGAN CASING DAN TATA LETAK KOMPONEN OZONIZER PENGAWET MAKANAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Fanani

    2012-02-01

    Full Text Available Penelitian ini berisi tentang perancangan casing dan tata letak komponen ozonizer pengawet makanan. Proses perancangan produk dilakukan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD pada fase perencanaan produk (Product Planning dan fase perencanaan disain (Design Planning. Pada fase perencanaan produk, dilakukan identifikasi kebutuhan konsumen terhadap ozonizer pengawet makanan. Pengumpulan data mengenai kebutuhan konsumen diperoleh dari penyebaran angket (kuisioner kepada pengguna produk, yaitu rumah makan dan industri makanan. Setelah diperoleh daftar kebutuhan konsumen, kebutuhan-kebutuhan tersebut kemudian diolah menggunakan metode QFD pada fase perencanaan produk hingga diperoleh spestifikasi teknis produk dan House of Quality (HOQ. Spesifikasi teknis produk ini akan digunakan sebagai acuan dalam menyusun fase kedua proses QFD, yaitu fase perencanaan disain. Pada fase perencanaan disain, dihasilkan beberapa sketsa alternatif solusi. Alternatif solusi disain tersebut kemudian dievaluasi dan dilakukan penilaian untuk memilih solusi disain produk ozonizer pengawet makanan. Setelah solusi disain produk ozonizer dipilih, alternatif solusi tersebut kemudian dirancang secara detail, dan kemudian dibuat prototype produk. Prototype produk  yang dibuat adalah prototype visual, yakni gambar disain yang dianimasi untuk melihat proses perakitan, penyusunan tata letak komponen penyusun produk dan penyusunan display dan panel operasi produk. Kata Kunci   :   Kebutuhan konsumen, Quality Function Deployment, Spesifikasi Teknis Produk, Solusi Disain, Prototype Disain Produk     This research contains about casing project and ozonizer component layout of food preservative. The project is practiced using Quality Function Deployment (QFD method on product planning and design planning phase. In product planning phase, there is identification about consumer needs in ozonizer food preservative. Collecting data about consumer needs are received

  3. TATA LETAK GUDANG RAW MATERIAL CHEMICAL MENGGUNAKAN METODE SHARED STORAGE DAN REL SPACE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indramawan Hadi Kuswoyo

    2016-04-01

    Full Text Available Storage system in the manufacturing industry in this modern era is a very important role especially international scale company, may not directly produce or distribute all of the work unit. this led to the need for raw materials warehouse, warehouse storage systems should not be large in size because if supported by a good inventory of the warehouse to the maximum utilization of the problems faced by the company occurred in the warehouse of raw materials (raw materials. deficiencies in the arrangement of items in the warehouse procedures cause problems in the warehouse, so the warehouse impressed narrow and less structured cause inefficiencies time retrieval and storage of materials, as well as complicate the operator in handling the placement process raw materials. In the method of shared storage and rail space (relationchip chart for the relationship between activity is indicated by activity relationship approach, which shows each activity as a single activity model in the form of a diagram. ARD basic idea of the link between patterns of flow of goods and location of service activities related to production activities. ARD is the development of ARC (activity relationship chart.

  4. Model Manajemen Laba Stubben, Tata Kelola dan Nilai Perusahaan Industri Dasar dan Kimia di Indonesia

    OpenAIRE

    Gultom, Riris Rollyna; Ahmar, Nurmala

    2016-01-01

    Implementasi IFRS secarra mandatory berdampak pada semakin bergesernya manajemen laba secara akrual. Model Manajemen Laba Stubben merupakan solusi untuk mengukur manajemen laba. Tata kelola yang baik akan meningkatkan nilai Perusahaan. Riset ini menguji 43 data tahun Perusahaan inndustri dasar dan kimia. Pengujian dilakukan dengan uji analisis regresi berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengukuran tata kelola dengan pendekatan kepemilikan manajerial (KM), komite audit (KA), dewan ...

  5. Tata Kelola Publik Dan Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handoko A Hasthoro

    2016-08-01

      Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penerapan tata kelola publik terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah di Indonesia. Pelaksanaan pemerintahan umum diukur dengan menggunakan transparansi pemerintah daerah, akuntabilitas pemerintah daerah, budaya hukum, dan partisipasi masyarakat. Sejumlah lima puluh pemerintah daerah yang disurvei oleh Tansparency International Indonesia pada tahun 2010 digunakan sebagai sampel. Hasil dari analisis regresi berganda menunjukkan bahwa budaya hukum yang ditunjukkan oleh indeks persepsi korupsi, dan partisipasi masyarakat yang diwakili oleh jumlah pemilih pemilu memiliki pengaruh signifikan positif pada kinerja keuangan pemerintah daerah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum dan pemilu yang adil mendorong kepercayaan masyarakat untuk membayar pajak yang meningkatkan pendapatan asli.

  6. DIAGNOSIS DAN TATA LAKSANA ENSEFALITIS HERPES SIMPLEKS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Yuliantini

    2014-12-01

    Full Text Available Infeksi Herpes simpleks pada susunan saraf pusat (SSP merupakan infeksi SSP yang paling beratdan sering berakibat fatal. Angka kejadiannya diperkirakan 1 kasus per 250 000 sampai 500 000orang per tahun, sepertiganya terjadi pada anak-anak. Gejala dan tanda klinis pada fase awal sangattidak khas. Pemberian terapi yang terlambat membawa dampak terjadinya kecacatan permanen.Deteksi virus Herpes simpleks (VHS di dalam cairan serebrospinal dengan polymerase chain reactionmerupakan modalitas pilihan untuk diagnosis ensefalitis herpes simpleks (EHS. Asiklovir intravenamerupakan obat pilihan pertama. Pengobatan segera diberikan kepada pasien yang dicurigai menderitaEHS, kemudian pengobatan dapat dilanjutkan atau dihentikan sesuai konfirmasi laboratorium atauhasil biopsi otak. Pasien yang tidak diberikan antivirus atau pengobatannya terlambat angkakematiannya cukup tinggi.

  7. IDENTIFIKASI LETAK DAN JENIS RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN PERMUKIMAN PERKOTAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nada Alifia

    2016-12-01

    The final result of this research is to find locations that have the potential as a green open space based on the needs of the community. The chosen location of which is distantly related to public facilities (eg religious facilities, near or on the river bank, located around the main street and in public facilities land. The quality of green open space is needed is to provide a sense of comfort, beauty, sustainability and public health. Functions and types of green open space which is expected by the public are parks and sports fields as a means of social activities for children, adolescents, adults and the elderly REFERENCES Budi Santoso, R. H. (2012. Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau pada Kawasan Perkampungan Plemburan Tegal, Ngaglik Sleman. INERSIA , Vol. VIII No. 1. Departemen Dalam Negeri. (2007. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan. Jakarta: Departemen Dalam Negeri. Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. (1988. Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 14 Tahun 1988 Tentang: Penataan Ruang Terbuka Hijau Di Wilayah Perkotaan . Jakarta: Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Penataan Ruang. (2008. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum. Ida Bagos Mantra, K. d. (2012. Penentuan Sampel. Jakarta: LP3ES. Rushayati, dkk. (2011. Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Distribusi Suhu Permukaan di Kabupaten Bandung. Jurnal Forum Geografi No.25/I/Juli ISSN 0852-2682 . Singarimbun, M. (2012. Metode dan Proses Penelitian. Jakarta: LP3ES

  8. Implikasi Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Izin Penyelenggaraan Pos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahyuningsih

    2016-03-01

    Full Text Available Abstrak Industri pos sebagai sarana komunikasi dan informasi yang mendukung distribusi diatur dalam UU 38 tahun 2009 tentang Pos Ketentuan Izin Penyelenggaraan Pos selanjutnya diatur dalam Peraturan Pemerintah No.15 tahun 2013, dan Peraturan Menteri Kominfo no.32/2014 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Izin Penyelenggaraan Pos. yaitu Izin Penyelenggaraan Pos Nasional, Izin Penyelenggaraan Pos Provinsi dan Izin Penyelenggaraan Pos Kabupaten/Kota. Kajian membahas implikasi persyaratan izin penyelenggaraan pos dari aspek bisnis dan operasional.Hasil kajian literatur dan data sekunder dengan analisis menggunakan konsep Mattew B.Miles dan A.Michael Huberman,didapatkan kejelasan implikasi terhadap bisnis, penyelenggara pos memiliki peluang menentukan wilayah potensial sedangkan implikasi terhadap aspek operasional penyelenggara pos wajib melakukan kegiatan jaringanya sesuai jenis izin yang diajukan. Penyelenggara pos dapat melakukan interkoneksi untuk pengembangan bisnis dan operasionalnya, sehingga pola bisnis dapat direncanakan lebih efektif dan efisien. Abstract Postal industry as a means of communication and information that support the distribution stipulated in Law 38 of 2009 on the Post Operation License further provisions stipulated in Government Regulation 15 of 2013, and the Regulation of the Minister of Communications and Information Technology no.32 / 2014 on Conditions and Procedures for Granting Licenses Implementation Pos. namely the National Post Operation Permits, Licenses and Permits Province of Post of Post Regency / City. Studies discuss the implications of the requirements of the operating license of the postal business aspects and operasional.Hasil literature review and secondary data analysis using the concept Mattew B.Miles and A.MichaelHuberman, obtained clarity on the business implications, the organizer of the post has a chance determine potential areas while the implications of the operational aspects the

  9. PERAN DINAS TATA RUANG DAN CIPTA KARYA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN BULUKUMBA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Affandi

    2015-10-01

        Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran dan upaya Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya dalam mengelola sampah di Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan instrumen wawancara dan observasi. Data tersebut dianalisis secara deskriktif dan interpretasi kepada informan dengan melakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: dalam melaksanakan peran sebagai implementor dan pengawas terhadap pengelolaan sampah di Kabupaten Bulukumba, Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Bulukumba belum dapat memberikan hasil yang maksimal. Belum maksimalnya hasil tersebut dipengaruhi oleh kurangnya sumber daya manusia serta masih minimnya sarana dan prasarana yang tersedia memiliki pengaruh lebih besar dalam pengelolaan sampah. Adapun faktor pendukung yakni: partisipasi masyarakat dan ketersediaan lahan (TPA.

  10. PENTINGNYA VARIASI TATA LETAK DAN GARNISH PADA HIDANGAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN TAMU DI HOTEL HORISON ULTIMA MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    antonius bayu kartiko

    2016-12-01

    Full Text Available In food presentation, especialy in a restaurant and a hotel, required human resource who have artistic�s soul, creativity, and high profesionalism. Thus food layout and garnish� variation can increase guest�s satisfaction. But now food layout and garnish are often forgotten. The writter want to know the importance of food layout and garnish for guest satisfaction and guest�s response to food that are served. The Writter used primary and secondary data collection�s method and then analyzed using descriptive-qualitative method. The lack of human resources who understand the art of food production, limit variety of food layout and garnish. And then increase guest�s surfeit who have become rugular guest. For the� guests food layout and garnish are important think and proportional against guest�s satisfaction.

  11. Proses Penanganan Tata Kearsipan Daerah pada Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Deli Serdang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisnawati Lisnawati

    2014-06-01

    Full Text Available Kebutuhan manusia akan informasi begitu penting, beragamnya jenis media saluran informasi turut menambah kemudahan bagi siapa saja untuk mencari informasi tidak terkecuali bagi pemerintahan daerah sebagai penyelenggara pemerintahan memiliki peran penting untuk menyediakan sistem pengarsipan dalam mendukung kinerja. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimanakah proses penanganan tata kearsipan daerah pada kantor perpustakaan arsip dan dokumentasi Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah berjenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif dimana pencarian data menggunakan data primer dan data skunder. Hasil penelitian memperlihatkan peralatan penyimpanan arsip masih mengunakan peralatan sederhana dan belum berbasis teknologi.

  12. TATA RUANG RUMAH BANGSAWAN YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Widayatsari

    2002-01-01

    Full Text Available To Study old buildings, it is necessary to study cultural aspects, hintory, place, environment, spatial arrangement, plan, shape, structure and construction, building materials, dcoration, and other architectural aspects. This article is a part of the result of the whole study about Architecture of the Noble Residence in Yogyakarta, studying especially the soatial arragement. The conslusion of this part of study is architecture of the noble residence in Yogyakarta having some abstract concept as a part of the tradition that couln't explain rationally. Criterias to select noble residences to study are: the owner's relationship to Sri Sultan Hamengku Buwono, locations near kraton inside and outside fortifications, and recent condition. Four selected noble residences are: Yudaningratan, Notoprajan and Mangkubumen. This study aims to discover the traditional norms including regulations and beliefs that gave shape to noble residence's architecture, to give reference for noble residence's conservation and applied proportional design concept to modern vernakular construction. Abstract in Bahasa Indonesia : Kajian mengenai bangunan masa lalu, mencakup aspek budaya, sejarah, tempat, lingkungan, tata letak, denah, bentuk, struktur dan konstruksi, bahan bangunan, dekorasi, dll aspek arsitektural. Artikel ini adalah bagian dari penelitian tentang Arsitektur Rumah Bangsawan di Yogyakarta mengkaji aspek-aspek tersebut, khusus mengemukakan tata-ruang. Kesimpulan kajian dari segi ini, rumah bangsawan Yogyakarta cukup banyak mempunyai konsep-konsep abstrak, sebagai bagian dari tardisi yang tidak dapat diterangkan secara rasional. Dalem di Yogyakarta cukup banyak sehingga tidak mungkin diteliti secara mendetail semuanya, maka dipilih dengan kriteria : perkerabatan pemilik pertama dengan Sri Sultan Hamengku Buwana, lokasi sekitar kraton dan kondisinya saat ini. Berdasarkan kriteria tersebut dipilih empat yaitu: Yudaningratan, Pakuningratan, Notoprajan dan

  13. Makna dan Kriteria Diskresi Keputusan Dan/Atau Tindakan Pejabat Publik dalam Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Baik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Budi Susilo

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam rangka melakukan tindakan hukum, pejabat publik sering melakukan tindakan di luar ketentuan hukum tertulis. Keadaan ini sebagai suatu konsekuensi logis, bahwa Undang-Undang dan peraturan tertulis lainnya seringkali tertinggal dalam mengantisipasi perkembangan zaman, perubahan nilai, dan meningkatnya kebutuhan hidup manusia seiring dengan kemajuan yang dicapainya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, agar prinsip legalitas pada tahap operasionalnya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, maka diperlukan “diskresi” sebagai sarana pengembangannya. Ironisnya, tidak jarang penggunaan diskresi oleh pejabat publik dengan dalih untuk kepentingan umum dan kepastian hukum, justru mengorbankan hak-hak masyarakat baik secara individu pribadi, kelompok maupun badan hukum perdata. Untuk mengantisipasinya, perlu ada konsep lain yang mengendalikan diskresi keputusan dan/atau tindakan pejabat publik, dan konsep tersebut adalah good governance, yang sering diartikan tata pemerintahan yang baik. Dengan memahami prinsip-prinsip utama dari tata pemerintahan yang baik itu sendiri, diharapkan diskresi keputusan dan/atau tindakan pejabat publik dapat diterapkan sesuai rel hukum (rechtmatigheid van regering.

  14. POTENSI PERKEMBANGAN WILAYAH DAN KAITANNYA DENGAN TATA RUANG DI KAWASAN LERENG MERAPI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luthfi Muta'ali

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan perkembangan wilayah kawasan lereng Merapi yang dikalikan dengan peruntukan fungsi tata ruang. Lingkup wilayah dan unit analisis adalah seluruh desa di kawasan pengembangan Lereng Merapi, yaitu sejumlah 206 desa yang tersebar di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Banta Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitis, dengan menggunakan data sekunder. Potensi perkembangan wilayah diidentifikasi dengan indikator demografis, karakteristik social ekonomi, penggunaan lahan dan infrastruktur, dan aksesibilitas. Sedangkan data peruntukan ruang dikelompokkan dalam peruntukan fungsi kawasan lindung dan kawasan budidaya. Teknik analisis yang digunakan antara lain stalistik deskriptip, penentuan tipologi wilayah, analisis deskriminan, shift analysis, dan pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan, pola perkembangan wilayah di kawasan lereng Merapi terkonsentrasi di bagian tengah (kota Yogyakarta dan pinggirannya dan menuju kearah lereng atas (Kabupaten Sleman. Pada fungsi budidaya, sebagian besar wilayah bertipe 1: (besar tumbuh berada di daerah perkotaan dan perluasannya, sedangkan wilayah ripe 1l (kecil tumbuh urnumnya berfungsi sebagai daerah pertanian lahan basah. Pada peruntukan fungsi lindung, khususnya lindung bawahan (resapan air, terdapat 36,7% (18 desa yang berpotensi berkembang pesat. Analisis basis ekonomi juga menunjukkan bahwa potensi perkembangan wilayah tinggi, akan diiringi oleh pergeseran menguatnya peran sektor non pertanian. Tipologi wilayah menurut fungsi kawasan dapat digunakan sebagai dasar dalam determinasi perkembangan wilayah, karena memiliki tingkat perbedaan yang signifikan antara fungsi lindung dan budidaya. Gejala potensi perkembangan wilayah yang tinggi di lereng bagian tengah dan atas yang berfungsi sebagai kawasan lindung dan resapan tidak menguntungkan dart sisi ekologis, dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu penelitian ini

  15. Tata Kelola Mahasiswa Terhadap Integritas Akademik Dan Plagiarisme

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abid Rohmanu

    2016-10-01

    Full Text Available Abstract: This research would like to see how the instituion of Postgraduate Program (PPs STAIN Ponorogo to manage about the scholars academic integrity and plagiarism, and how ideal the respond of PPs STAIN Ponorogo about that scholars’ attitude is. This research is quite important because of many things. First, the scientific writing in short paper (makalah is the entry point of education and teaching in PT. Second, in other side, PPs STAIN Ponorogo is immediately charged to address and respond an indication of plagiarism di the scholars level, and it needs the research as its basis. This research basically is survey quantitatively toward active scholars in Sharia Economic Study amount of 37 scholars. Instrument used is questionnaire with analysis technique of descriptive statistic. This research concludes that as many as 53% of respondents accustomed to cite exactly what words, phrase, sentence say from reference even though not in the context of direct citation (word for word plagiarism. According to it, so the implication of policy can be taken is socialization about academic integrity in any kind and forum, integrating strict rule about plagiarism in the academic guide, shaping an institution “Language Service (Layanan Bahasa”, and “ Assembly of Academic Consideration (Majelis Pertimbangan Akademik” which concern about plagiarism and software of plagiarism detector, and no less important is building academic culture which is full of integrity holistically. Abstrak: Penelitian ini ingin melihat bagaimana pengelolaan mahasiswa PPs STAIN Ponorogo terhadap integritas akademik dan plagiarisme, dan bagaimana idealnya respon kebijakan PPs STAIN Ponorogo terhadap sikap mahasiswa tersebut. Penelitian ini dirasa cukup penting karena beberapa hal. Pertama, penulisan karya ilmiah dalam bentuk makalah merupakan ujung tombak pendidikan dan pengajaran PT. Kedua, di sisi yang lain, PPs STAIN Ponorogo dituntut untuk segera menyikapi dan merespon

  16. PEMAHAMAN, SIKAP, DAN UNJUK KERJA HIGIENE-SANITASI SISWA DALAM PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN MAKANAN DI SMK BIDANG KEAHLIAN TATA BOGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Masdarini

    2012-08-01

    Full Text Available The gastronomy students’ hygiene-sanitation under standing, attitude and performance in SMK. This study aims at describing the gastronomy students’ hygiene-sanitation understanding, attitude and performance. This research is a des­crip­tive quantitative one with research subjects are the gastronomy students of SMKs in Bali with the total number of 198 students. The instruments used are skill test, questionnaire and observation sheet. Then, the data are analyzed descriptively by using percentage formula. The data analysis shows that: (1 the gastronomy students’ understanding over the hygiene-sanitation 82,89% is very good, (2 the gas­tronomy stu­dents’ attitude over the hygiene-sanitation 84,36% is very good, (3 the gastronomy students’ performance over the hygiene-sanitation 90,20% is very good. Pemahaman, Sikap, dan Unjuk Kerja Higiene-sanitasi Siswa dalam Peng­olahan dan Penyajian Makanan di SMK Bidang Keahlian Tata Boga. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman, sikap, dan unjuk kerja higiene-sani­tasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian siswa di SMK Bidang Keahlian Tata Boga di Bali yang berjumlah 198 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pengetahuan, angket, dan lembar observasi. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik deskriptif dengan menggunakan formula persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1 pemahaman higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan 82,89% adalah sangat baik, (2 Sikap higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan 84,36% adalah sangat baik, (3 Unjuk kerja higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan 90,20% adalah sangat baik.

  17. RELASI ISLAM, NEGARA, DAN PANCASILA DALAM PERSPEKTIF TATA HUKUM INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamdan Zoelva

    2012-12-01

    Full Text Available There aredifferences of opinion in looking at the relationship between religion and state. Some proposed that the state should be based on religion (Islam and others have argued the opposite, the state should be separated from the religion (secular nationalism. The debate is considered complete after the Jakarta Charter formula was agreed, although it was annulled after the legalization of the Constitution on August 18, 1945. History shows that Muslims sacrifice for this country is invaluable both in terms of physical struggle (body and soul and ideological (Islamic values. So that, returning authority to the Muslim community to determine the direction of development of the country has become a necessity. Through this article, the author would like to express a new form of moral calling on Muslims to contribute to this country, some of them with sincerity impose Islamic lawinto national law. Terdapat perbedaan pendapat dalam memandang hubungan agama dan negara. Ada yang berpendapat negara  harus  berdasarkan  pada  agama  (Islam  dan  ada  yang  berpendapat sebaliknya,  bahwa negara  harus  dipisah  dari  agama  (nasionalisme  sekuler.  Perdebatan dianggap selesai setelah disepakati rumusan Piagam Jakarta, meskipun kemudian dianulir setelah  disahkannya  UUD  tanggal  18  Agustus  1945.  Sejarah  ini  menunjukkan  bahwa pengorbanan umat Islam untuk negeri ini tidak ternilai harganya baik ditinjau dari segi perjuangan fisik (jiwa raga maupun ideologis (nilai-nilai keislaman. Dari pengorbanan tersebut,  mengembalikan  kewenangan  kepada  umat Islam  untuk  menentukan  arah pembangunan negara ini menjadi keniscayaan. Karena itu melalui tema ini, penulis ingin mengungkapkan bentuk baru panggilan moral umat Islam untuk memberikan konstribusi terhadap negeri ini, yaitu diantaranya melalui keikhlasan memberlakukan hukum Islam ke dalam hukum nasional.

  18. PENGARUH LETAK GEOGRAFIS SEKOLAH TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismah Ismah

    2015-07-01

    Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data statistik dengan teknik regresi berganda dengan variabel dummy. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa: terdapat pengaruh yang positif antara letak geografis sekolah terhadap konsentrasi belajar matematika siswa, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan angka indeks korelasi product moment 0,303. Sedangkan tingkat pengaruh yang diperoleh dari letak geografis sekolah dengan konsentrasi belajar sebesar 9,2%.

  19. Integrasi Foto Udara dan Sistem Informasi Geografis untuk Evaluasi Penentuan Letak Bangunan Candi di Wilayah Prambanan, Klaten, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno Sutikno

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Sebagai bangunan keagamaan, bangunan candi didirikan atau dibangun berdasarkan syarat tertentu.  Dikenal beberapa kitab pedoman pembangunan candi seperti Manasara, Silpasastra, Vastupurusa, Kashyapasilpa. Pedoman pembangunan candi tersebut tidak hanya berlaku di India saja tetapi juga di Indonesia dan begitu juga di wilayah Prambanan. Lahan yang sesuai adalah lahan yang subur, datar, jenis tanah yang baik, permeabilitas baik, tidak mengandung gas atau racun, serta mudah memperoleh air. Kesesuaian lahan merupakan tujuan utama dari penelitian ini. Penelitian dilakukan terhadap lahan di wilayah Prambanan meliputi Kecamatan Kalasan dan Prambanan Kabupaten Sleman, DIY dan Kecamatan Prambanan,  Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Digunakan data foto udara hitam putih skala 1:20.000 liputan wilayah Yogyakarta tahun perekaman 2001. Dari foto udara akan dilakukan interpretasi parameter fisik lahan yaitu bentuklahan dan penggunaan lahan.  Parameter lainnya diperoleh dari data sekunder hasil penelitian yang telah dilakukan. Dilakukan interpretasi, digitasi, overlay analisis dan penilaian terhadap parameter fisik lahan dengan bantuan perangkat SIG dan diperoleh kelas kesesuaian lahan untuk bangunan candi. Diperoleh tiga kelas kesesuaian lahan untuk bangunan candi yaitu kelas S1 (Baik, S2 (Sedang dan S3 (Buruk. Dari 11 bangunan candi terdapat sembilan candi yang terletak di lahan kelas S1 (Baik, dua candi di lahan kelas S2 (Sedang dan tidak ada candi yang terletak di lahan kelas S3 (Buruk. Bangunan candi yang didirikan dengan persyaratan lahan secara konseptual dan tradisional berdasarkan kitab ternyata  sesuai dengan kriteria  kesesuaian lahan dalam pengetahuan modern. Integrasi antara data penginderaan jauh (foto udara dan perangkat analisis SIG (ArcView dapat digunakan untuk menyadap informasi parameter fisik lahan untuk memperoleh kelas kesesuaian lahan untuk bangunan candi di wilayah Prambanan.   ABSTRACT As a religious building, the temple was

  20. MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH BERBASIS SISTEM INFORMASI GUNA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN OPTIMALISASI TATA KELOLA PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN JATINANGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tine Silvana

    2014-11-01

    ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Kecamatan Jatinangor dengan mengambil tempat pelaksanaan di Aula Kantor UPTD TK, SD dan PNF Kecamatan Jatinangor dan di Ruang Pertemuan GERKOPIN Kecamatan Jatinangor. Sebagai Masyarakat Mitra dalam PKM ini yakni Unit Pengelola Teknis Dinas TK, SD dan PNF Kecamatan Jatinangor. Pencapaian Sasaran PKM ini adalah para Pengelola Perpustakaan Sekolah Dasar Se-Kecamatan Jatinangor. Kegiatan PKM yang telah dilaksanakan yakni dimulai dari kegiatan FGD untuk mengetahui kebutuhan pencapaian sasaran, kemudian Seminar dan Workshop yang diikuti oleh para Kepala Sekolah Dasar serta para Pengelola Perpustakaan dari 29 SD Negeri maupun Swasta. Berikutnya kegiatan Monitoring dan Evaluasi Akhir. Tujuan dari Program PKM ini adalah agar pencapaian sasaran dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis dalam mengelola dan mengolah koleksi bahan pustaka maupun layanan perpustakaan sekolah dengan menggunakan sistem informasi perpustakaan yang lebih mudah digunakan. Dalam kegiatan FGD diketahui bahwa hampir semua pengelola perpustakaan sekolah belum dapat menangani pengolahan koleksi secara sistematis. Meskipun sebagian diantara mereka sudah mengetahui adanya sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengolah dan mengelola koleksi, mereka belum mengetahui dan belum dapat memanfaatkan dan menggunakannya. Dalam sesi Seminar, para Kepala Sekolah mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang pentingnya mengelola perpustakaan sekolah secara lebih profesional. Terlebih lagi bahwa mereka saat ini mulai dituntut untuk selalu siap menyediakan data dan informasi tentang tata kelola perpustakaan baik untuk pelaporan dan evaluasi maupun untuk kepentingan akreditasi sekolah. Dalam sesi Workshop, para peserta yang umumnya para pelaksana pengelola perpustakaan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan teknis tentang tata cara pengolahan koleksi yang terdiri dari inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi, pelayanan serta administrasi perpustakaan

  1. Dinamika Tata Kelola Kebijakan Industri Penyiaran dan Telekomunikasi Indonesia Menuju Konvergensi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vience Mutiara Rumata

    2016-03-01

    Full Text Available Abstrak Konvergensi antara penyiaran dan telekomunikasi di Indonesia tidak terhindarkan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK serta ketatnya persaingan dalam industri keduanya. Kedua industri telah mengintegrasi TIK sebagai nilai tambah dari layanan ataupun produk yang ditawarkannya. Meski demikian, tata kelola kedua industri ini masih terpisah yakni melalui UU Penyiaran tahun 2002 dan UU Telekomunikasi tahun 1999. Di saat RUU konvergensi telematika belum menemukan titik terang, regulator berupaya merevisi kedua UU tersebut. Studi ini bertujuan untuk memahami relasi kekuasaan serta pandangan para pemangku kebijakan dalam mengatur industri penyiaran dan telekomunikasi di era konvergensi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam kepada narasumber yang dipilih secara purposif yakni Kemkominfo, KPI, BRTI, dan DPR, selama Januari-Februari 2015. Setiap institusi memiliki path dependence yang berbeda antar satu dengan yang lain, sehingga membentuk pola distribusi kekuasan berbeda dalam prosedur pembuatan kebijakan. Proposal revisi UU baik dari Kemkominfo dan KPI tidak mengatur hal-hal yang berkaitan dengan konvergensi. Akan tetapi, perebutan otoritas antar kedua institusi tersebut justru menjadi fokus dalam proposal tersebut. Kemkominfo, sebagai inisiator UU Telekomunikasi, berencana untuk mengubah revisi UU tersebut menjadi UU konvergensi.     Abstract The convergence between broadcasting and telecommunication in Indonesia is inevitable as the growing information and communication technology and competition within both industries. Nevertheless, the policy governance of these industries remains distinctively separated under the 2002 Broadcasting Law and the 1999 Telecommunication Law. Whilst the regulators failed to enact the convergence bill, the only way is to synergize the revision of both laws.. This study aims to understand the point of views as well as power relation among regulators in

  2. Dinamika Tata Kelola Kebijakan Industri Penyiaran dan Telekomunikasi Indonesia Menuju Konvergensi: Sebuah Studi Paradigma Interpretatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vience Mutiara Rumata

    2017-03-01

    Konvergensi antara penyiaran dan telekomunikasi di Indonesia tidak terhindarkan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK serta ketatnya persaingan dalam industri keduanya. Kedua industri telah mengintegrasi TIK sebagai nilai tambah dari layanan ataupun produk yang ditawarkannya. Meski demikian, tata kelola kedua industri ini masih terpisah yakni melalui UU Penyiaran tahun 2002 dan UU Telekomunikasi tahun 1999. Di saat RUU konvergensi telematika belum menemukan titik terang, regulator berupaya merevisi kedua UU tersebut. Studi ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan kerangka paradigma interpretatif dengan berlandaskan teori neo-institusionalisme, yakni historical institutionalism. Studi ini bertujuan untuk memahami relasi kekuasaan serta pandangan para pemangku kebijakan dalam mengatur industri penyiaran dan telekomunikasi di era konvergensi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam kepada narasumber yang dipilih secara purposif yakni Kemkominfo, KPI, BRTI, dan DPR, selama Januari-Februari 2015. Setiap institusi memiliki path dependence yang berbeda antar satu dengan yang lain, sehingga membentuk pola distribusi kekuasan berbeda dalam prosedur pembuatan kebijakan. Proposal revisi UU baik dari Kemkominfo dan KPI tidak mengatur hal-hal yang berkaitan dengan konvergensi. Akan tetapi, perebutan otoritas antar kedua institusi tersebut justru menjadi fokus dalam proposal tersebut. Kemkominfo, sebagai inisiator UU Telekomunikasi, berencana untuk mengubah revisi UU tersebut menjadi UU konvergensi. Fokus utama revisi tersebut adalah upaya untuk memfasilitasi interkoneksi dan internetworking dalam infrastruktur digital sebagai fondasi ekosistem konvergensi.     Abstract The convergence between broadcasting and telecommunication in Indonesia is envitable as the growing information and communication technology and the growing competition in both industries. These industries have integrated ICT as part of their

  3. PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alexander Prasetya

    2016-01-01

    Full Text Available One of the big investment in a business is facility design. It is a long-term investment due to great value. In its development, PT. Dwi Putra Sakti faced some problems related to facility layout. Problems that can be identified, such as work in process that has accumulated on the production floor, as well as the anorganizad facility layout. Therefore, it is necessary to redesign the layout for the production process more effective and efficient. This study uses a lean manufacturing approach to redesign facility layout. It used value stream mapping, seven waste, cellular manufacturing and 5S principle. Analysis of the implementation result is used to design the layout of the new facility. Level layout that will be examined are the macro-and micro-layout layout. Results of macro-layout design is decreasing production cycle time of trousers. While the micro-layout design is decreasing in material handling displacement.

  4. Kajian Paduserasi Tata Ruang Daerah (Trd) dengan Tata Guna Hutan (Tgh)

    OpenAIRE

    Syahadat, Epi; Dwiprabowo, Hariyatno

    2013-01-01

    Kajian paduserasi tata ruang daerah dengan tata guna hutan adalah suatu kajian terhadap aturan main dalam pelaksanaan paduserasi rencana tata ruang daerah dengan tata guna hutan, dasar hukum, serta upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengoptimalkan struktur ruang daerah sesuai dengan rencana pembangunan/pengembangan daerah. Kajian paduserasi tata ruang daerah dengan tata guna hutan berorientasi terhadap aspek-aspek utama dan pendukung yang menyebabkan keberhasilan maupun kegagalan dari...

  5. PEMBENTUKAN SEL-SEL MESIN UNTUK MENDAPATKAN PENGURANGAN JARAK DAN BIAYA MATERIAL HANDLING DENGAN METODE HEURISTIK DI PT. BENGKEL COKRO BERSAUDARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Purwanggono

    2012-02-01

    Full Text Available Tata letak pabrik dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik dengan memanfaatkan luas seoptimal mungkin guna menunjang kelancaran proses produksi. Tata letak fasilitas pada PT. Cokro Bersaudara diatur berdasarkan process layout dimana segala jenis mesin / fasilitas produksi lainnya yang memiliki tipe atau jenis yang sama ditempatkan dalam satu tempat. Dengan layout seperti itu perusahaan memperoleh keuntungan berupa fleksibilitas dalam memproduksi produk yang memiliki tingkat variasi yang tinggi, namun sebagai akibatnya perusahaan menghadapi permasalahan berupa tingginya kebutuhan material handling. Cellular Manufacturing System adalah aplikasi dari Group Technology yang merupakan metode pengaturan fasilitas-fasilitas produksi yang dibutuhkan untuk memproses suatu part family tertentu kedalam sel manufaktur. Dengan menerapkan Cellular Manufacturing System dapat diketahui pengurangan jarak antar mesin dan biaya material handling. Berdasarkan pengolahan data menggunakan algoritma heuristik yaitu Bond Energy Algorithm (BEA, Rank Order Clustering (ROC, dan Rank Order Clustering 2 (ROC 2 disimpulkan bahwa metode terpilih adalah metode BEA, dengan mengelompokkan 6 mesin (M dan 6 komponen (P kedalam 2 sel manufaktur, dimana sel 1 (M4, M6, M1, M2, P2, P5, P6, P1 dan sel 2 (M4, M6, M1, M3, M5, P3, P4. Dengan perubahan layout ini didapatkan pengurangan total jarak material handling sebesar 428,06 meter dan pengurangan biaya material handling sebesar Rp. 2.111.316,058 / bulan Kata Kunci : Cellular Manufacturing System, Algoritma Heuristik, Gorup Technology

  6. PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN TATA RUANG KANTOR TERHADAP KINERJA PEGAWAI KELURAHAN KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masasti Suci

    2015-11-01

    Full Text Available Kinerja adalah suatu hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Kinerja yang baik tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti disiplin kerja, motivasi kerja, dan tata ruang kantor yang ada di kantor Kelurahan Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu kedisiplinan pegawai dalam jam kerja yang kurang baik, rendahnya semangat pegawai untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan maksimal, masih terdapat ketidakteraturan dalam hal penataan ruang kantor dan lingkungan fisik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket dan dokumentasi. Uji keberartian persamaan regresi dilihat dari uji Fhitung = 49,993 dengan probabilitas sebesar 0,000 < 0,05 sehingga diperoleh hasil analisis regresi linear berganda dengan persamaan Y = 0,281 + 0,357X1 + 0,252X2 + 0,222X3. Besarnya pengaruh secara simultan antara disiplin kerja, motivasi kerja, dan tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai yaitu 59,2%. Variabel yang memberikan pengaruh paling besar terhadap kinerja pegawai secara parsial adalah disiplin kerja yaitu sebesar 21,34%, sedangkan untuk motivasi kerja, dan tata ruang kantor berpengaruh lebih kecil yaitu masing-masing sebesar 19,53%, dan 9,18%. A performance is the work result either qualitatively or quantitatively achieved by a person to reach the certain goal. The good performance is influenced by some factors such as work discipline, work motivation, and office room arrangement in the village office. The problems of this reserach were the low disipline of civil servants’ in the work time, the low motivation of the civil servants to give the service for the guests, and the bad ordered office room arrangement and the physical environment. The data were colleted by questionnaire and documentation. The significance test of regression was found out from F test = 49.993 with probability was 0.000 < 0.05, therefore the

  7. PENGARUH KEPEMIMPINAN SENIOR, TATA KELOLA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP KINERJA KEPALA RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI KOTA BOGOR TAHUN 2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adila Kasni Astiena

    2010-09-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kepemimpinan Senior, Tata Kelola dan Tanggung Jawab Sosial Terhadap Kinerja Kepala Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Karya Bhakti (RSKB Bogor Tahun 2008. Kerangka teori dari penelitian ini diambil dari Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE bagi institusi kesehatan dalam Hertz (2008. Kriteria MBCfPE yang diambil adalah kepemimpinan (leadership yang dijabarkan menjadi variabel Kepemimpinan Senior, Tata Kelola Dan Tanggung Jawab Sosial. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Data yang dikumpulkan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner dan diolah dengan menggunakan metode analisis jalur (Path Analysis. Responden penelitian ini adalah semua perawat ruang rawat inap Dahlia Anyelir RSKB tahun 2008. Hasil penelitian ditemukan bahwa Kepemimpinan Senior, Tata Kelola dan Tanggung Jawab Sosial mempengaruhi Kinerja Kepala Ruang sebesar 57.59% sedangkan sisanya 42.41% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti. Variabel yang paling besar mempengaruhi kinerja kepala ruang adalah kepemimpinan senior (30.44% disusul oleh variabel tata kelola (22.96% dan Tanggung Jawab Sosial (4.18%. Tanggung Jawab Sosial mempunyai koefisen jalur yang tidak bermakna dan sangat kecil, namun tetap dipertahankan dalam model akhir karena secara substantif, penting dalam menentukan kinerja kepala ruang. Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan kepemimpinan senior, tata kelola dan tanggung jawab sosial guna meningkatkan kinerja kepala ruang dengan cara (1 melakukan pembinaan dalam hal kepemimpinan mencakup kemampuan (ability, keterampilan (skill dan perilaku (behaviour. (2 Menciptakan kebijakan guna terciptanya kondisi peningkatan kemampuan kepemimpinan senior, tata kelola dan tanggung jawab sosial, termasuk memberikan kesempatan untuk menambah pengetahuan (3 Dalam pemilihan kepala ruang disarankan untuk memperhatikan

  8. ANALISIS TATA KELOLA OPTIMALISASI SUMBER DAYA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN JEMBATAN TIMBANG (EDM04 BERDASARKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 PADA DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudistira Dian Hastiti

    2016-06-01

    Full Text Available Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo Provinsi Jawa tengah sebagai perumus dan pelaksana kebijakan teknis, fasilitator, dan evaluator terkait penyelengaraan kegiatan penimbangan kendaraan bermotor melalui 16 jembatan timbang yang tersebar di wilayah provinsi jawa tengah telah mengimplementasikan sebuah system yang dipergunakan untuk kemudahan dalam menimbang kendaraan dengan mendata setiap kendaraan pada suatu system yang disebut Sistem Informasi Manajemen Jembatan Timbang (SIM JT. Masalah yang ditemukan saat ini yaitu, melihat padatnya antrian panjang kendaraan yang akan ditimbang disebabkan karena SIM JT yang belum memiliki database identitas kendaraan dan tidak dapat terpantau secara real time yang terjadi saat local server dalam keadaan down. Berdasarkan hal tersebut Dinhubkominfo berupaya mengoptimalkan kinerja SIM JT baik dari segi sumber daya manajemen manusia, TI, serta keuangan untuk meminimalkan kesalahan serta meningkatkan efektifitas pelayanan. Dari hasil studi dokumen, wawancara, dan kuesioner  berdasarkan COBIT 5 menghasilkan tingkat kapabilitas tata kelola proses optimalisasi sumer daya (EDM04 pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah saat ini berada di level 3 dengan status pencapaian Largely Achieved sebesar 80,18% setara dengan 3,80 dimana level 0, 1, dan 2 mencapai status Fully Achieved. Hal ini menunjukan telah mengelola dengan baik proses optimalisasi sumber daya dan diimplementasikan untuk mendukung pengerjaan proses standar dan efektif. Untuk mencapai tingkat target, Dinhubkominfo dapat melakukan strategi perbaikan dengan memperhatikan secara bertahap dari proses atribut level 1 sampai 4 Kata Kunci: Analisis Tata Kelola TI, COBIT 5, Sistem Informasi Manajemen Jembatan Timbang, Analisis Tingkat Kapabilitas, Analisis Kesenjangan.

  9. MODEL COBIT SEBAGAI KERANGKA KERJA TATA KELOLA ARSITEKTUR SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Hermawan

    2011-07-01

    Full Text Available COBIT (Control Tujuan Informasi dan Teknologi Terkait adalah model standar Teknologi Informasi (TI yang dapat membantumanajemen untuk jembatan kesenjangan antara resiko bisnis, kontrol kebutuhan dan masalah teknis. COBIT berguna dan praktissedang digunakan untuk mengukur kinerja TI manajemen berdasarkan tingkat kematangan khususnya organisasi non-profitoriented dan pemerintah (Welianto, 2008. Kerangka kerja COBIT dalam penelitian ini akan mengukur kinerja tingkat kematanganpada sistem informasi arsitektur Dan teknologi di Negara Semarang POLITEKNIK. Model kematangan COBIT yang menunjukkanpada tingkat 2, berarti bahwa sistem informasi arsitektur pemerintahan yang baik adalah berulang. Ide untuk pengembangan sistem yang ada sudah tersedia tetapi kesamaan paling tidak didokumentasikan dan dilakukan secara konsisten.

  10. PENGUNGKAPAN RISIKO FINANSIAL DAN TATA KELOLA PERUSAHAAN: STUDI EMPIRIS PERBANKAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoko Suhardjanto

    2017-03-01

    Full Text Available The purpose of this study was to examine the effect of corporate governance to financial risk disclosures ofIndonesian banks. Corporate governance was identified as the board size, the number of board meetings, theproportion of independent commissioners, the proportion of independent audit committee members and numberof audit committee meetings. This study also used leverage and profitability as control variable. The levelof financial risk disclosure was measured based on identified items of a circular enclosure of Bank IndonesiaNo.5/21/DPNP/2003. Under purposive sampling, secondary data of 60 annual reports year 2007-2009 ofbanks in Indonesian Stock Exchange were selected. The average level of financial risk disclosures was at46.50%. It indicated that Indonesian’s banks were not fully compliance to regulations since financial riskdisclosures were as mandatory matters. The result of multiple regression showed that corporate governanceaffected the level of financial risk disclosure through the variable board size and the number of board meetings.The important role in implementing tata kelola perusahaan(company management was at the board of commissionerswho served as supervisors of activities and performance of banks as well as advisory directors inensuring that companies implemented good corporate governance, including financial risk disclosures (KomiteNasional Kebijakan Governance, 2006.

  11. Peluang dan Tantangan Undang-undang Desa dalam Upaya Demokratisasi Tata Kelola Sumber Daya Alam Desa: Perspektif Agraria Kritis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Shohibuddin

    2016-11-01

    Full Text Available Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa-terlepas dari terobosan politiknya dalam menggulirkan demokratisasi relasi negara-desa-memiliki keterbatasan mendasar terkait isu sumber daya alam di desa mengingat krisis agraria dan krisis ekologi yang terjadi di pedesaan. Selain tidak banyak mengelaborasi aspek-aspek penting dari isu sumber daya alam, UU Desa juga hanya memberikan kewenangan yang minim terhadap swakelola sumber daya alam desa oleh pemerintah desa serta tidak menyentuh ketimpangan akses warga desa terhadap sumber daya alam setempat. Dihadapkan pada tantangan struktural demikian, perjuangan "otonomi desa" akan sulit mendorong transformasi sosial yang berarti tanpa melibatkan upaya penataan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, perjuangan "keadilan sosial-ekologis" akan sulit tampil sebagai agenda kolektif desa tanpa mengupayakan demokratisasi yang lebih dalam di internal desa sendiri. Tulisan ini menawarkan kerangka perjuangan "demokratisasi tata kelola sumber daya alam desa" sebagai konvergensi strategis dari dua perjuangan sebelumnya: "otonomi desa" dan "keadilan sosial-ekologis". Hal ini diupayakan melalui tiga agenda konkret yang saling terkait: penguatan kewenangan desa atas sumber daya alam setempat, demokratisasi relasi-relasi sosio-agraria di desa, dan pembalikan krisis pedesaan untuk merevitalisasi basis-basis produksi desa.Law Number 6 of 2014 on Village-apart from its political contribution in democratizing state-village relation-has a fundamental limitation on natural resource issues in the village in the light of agrarian and ecological crises. This Law offers a minor elaboration on natural resource issues and provides limited authority to the village on this field, while no reference is made to the problem of inequality in community's access to local natural resources. Confronted with such structural challenges, it is argued that "struggle for village autonomy" will

  12. PENGEMBANGAN PROGRAM VRML (VIRTUAL REALITY MODELLING LANGUAGE UNTUK E-LEARNING BERBASIS WEB TERINTEGRASI DALAM PHP-MySQL MATA KULIAH ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA POKOK BAHASAN SISTEM TATA SURYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azwar Anas

    2012-01-01

    Full Text Available Pemahaman tentang fenomena sistem tata surya  membutuhkan daya imaginasi yang cukup. Hal ini merupakan salah satu kesulitan dalam memahami materi tentang sistem tata surya, sehingga diperlukan adanya visualisasi untuk membantu mengatasi kesulitan tersebut. Salah satu visualisasi adalah dengan menggunakan program visualisasi 3D. Pembuatan program diawali dengan identifikasi masalah dan persiapan perangkat lunak. Dalam hal ini program yang digunakan adalah VRML(Virtual Reality Modelling Language. Pelaksanaan pembuatan program dimulai dengan memodelkan gejala-gejala fisis yang terkait dengan fenomena sistem tata surya. Bahasa pemrograman VRML hanya mampu melakukan perhitungan dasar yang sangat sederhana. Untuk perhitungan data yang kompleks digunakan bantuan Microsoft Office Excel. Data yang dihasilkan dari perhitungan menggunakan Microsoft Office Excel kemudian dimasukkan ke dalam list program VRML. Hasil penelitian berupa pemodelan sistem tata surya yang diintergrasikan dalam e-learning berbasis web. Untuk menampilkan hasil program ini digunakan browser Cortona VRML player. Tampilan 3D yang dihasilkan menarik dan interaktif. User dapat mengamati model 3D dari berbagai sudut pengamatan dengan menggunakan toolbar yang tersedia pada browser. Kata kunci : VRML, visualisasi 3D, sistem tata surya

  13. Menanamkan Konsep Tata Krama pada Anak melalui Perancangan Game Edukasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dea Faustina Shaula

    2017-09-01

    Full Text Available Tata krama sangat berperan penting untuk mepermudah manusia untuk diterima di lingkungan masyarakat sekitar. Peran orang tua sangatlah penting dalam pembentukan karakter anak terutama dalam menerapkan sikap tata krama atau sopan santun anak. . Saat ini perilaku anak lebih cenderung kehilangan etika dan sopan santun. Berdasarkan obeservasi yang dilakukan di beberapa sekolah dasar di Semarang ditemui beberapa sikap yang mencerminkan kurangnya tata krama siswa di sekolah. Perlu adanya media yang kreatif untuk menanmkan tata krama kepada anak dengan melibatkan perkembangan teknologi, salah satunya melalui perancanan game edukasi berbasis mobile. Pada penelitian ini,metode yang digunakan adalah metode pengembangan multimedia yang meliputi membuat konsep (concept, merancang desain (design, mengumpulkan bahan (material collecting, pembuatan (assembly, melakukan pengujian (testing, dan evaluasi produk (evaluating. Desain game dibuat desain vektor dengan style karakter chibi yang memiliki ciri kepala besar dan badan mungil atau kecil untuk membuat karakter lebih terlihat lucu. Hasil perancangan ini adalah sebuah game edukasi untuk menanamkan tata krama pada anak.

  14. Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi di BAPAPSI Pemkab Bandung Menggunakan framework COBIT 5 Pada Domain EDM dan DSS

    OpenAIRE

    Rati Amanda Fajrin; Murahartawaty; Soni Fajar S. Gumilang

    2016-01-01

    Abstrak— Teknologi informasi memiliki peranan penting untuk mendukung pelaksanaan informasi publik. Pemerintah Kabupaten Bandung memiliki salah satu badan, yaitu BAPAPSI. Permasalahan yang ada di BAPAPSI, terutama pada bidang PPI adalah tidak meratanya jaringan internet di seluruh kecamatan, jaringan internet yang buruk, penanganan insiden yang buruk dan pengadaan server yang tidak mendukung penggunaan aplikasi di BAPAPSI. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan BA...

  15. Analisis Teknis dan Ekonomis Pembangunan Galangan Kapal untuk ProduksiFPU (Floating Production Unit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsul Latif

    2017-03-01

    Full Text Available Potensi sumber daya minyak dan gas nasional saat ini cukup besar, namun hingga kini ketersediaan kapal untuk menunjang kegiatan operasi pengeboran minyak dan gas bumi di Indonesia masih sangat minim, padahal kebutuhannya sangat besar dari tahun ke tahun. Salah satu kebutuhan kapal penunjang tersebut adalah FPU (Floating Production Unit.  Tujuan dari studi ini adalah menganalisis secara teknis dan ekonomis pembangunan galangan kapal untuk produksi FPU. Pertama dilakukan analisis peluang pasar FPU. Kedua dilakukan analisis pada aspek teknis untuk menentukan fasilitas yang dibutuhkan serta tata letak galangan kapal untuk memproduksi FPU. Ketiga dilakukan analisis pada aspek ekonomis untuk mengukur kelayakan pembangunan galangan kapal. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan perencanaan galangan di Desa Sidokelar, Paciran, Lamongan dengan luas 350 m x 200 m. Sarana pokok galangan kapal yang dibutuhkan untuk menunjang proses produksi berupa slipway dan skidway (transfer lift system yang digunakan untuk proses load out topside processing module ke FPU hull melalui jetty pada galangan. Pembangunan galangan kapal untuk produksi FPU memerlukan biaya sekitar 336, 289 milyar rupiah dan perkiraan investasi kembali pada tahun ke-8 bulan ke-9 dengan nilai Return on Investment sekitar 11,754 milyar rupiah. Nilai Internal Rate of Return sebesar 11,07 % lebih besar dari bunga bank yang telah ditetapkan yakni 10,25%. Sehingga investasi pembangunan galangan kapal untuk produksi FPU layak dilakukan.

  16. PERBAIKAN SISTEM DIVISI PENGOLAHAN DAN PENGADAAN PERPUSTAKAAN UK. PETRA DENGAN FILOSOFI LEAN SIX SIGMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jani Rahardjo

    2007-01-01

    Full Text Available The responsibility of Acquisition and Processing Unit in Petra Christian University Library is to handle books purchasing, processing the books, then hand them over to the circulation unit. To improve the unit performance, a new system was proposed using Lean Six Sigma philosophy. We employ the common tools of Six Sigma i.e. DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control. The results are a new procedure, a better software design, and a better workplace lay out. We believe that the results could reduce the book processing time, eliminate non value added activities, reduce defects, and decrease the total distance taken by books when being processed. Abstract in Bahasa Indonesia : Tanggung jawab divisi Pengadaan dan Pengolahan Perpustakaan U.K. Petra adalah menangani pembelian buku, memprosesnya lalu menyerahkan ke bagian sirkulasi. Untuk meningkatkan performa divisi ini, maka dilakukan perbaikan sistem dengan menggunakan metode Lean Six Sigma dengan salah satu tool yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Hasil akhir dari metode tersebut adalah prosedur baru, desain software baru, dan tata letak baru yang jika diimplementasikan dapat mengurangi waktu pemrosesan buku, non value added activity, jumlah kecacatan buku, dan jarak total yang ditempuh buku selama pemrosesan. Kata kunci: Lean Six Sigma, Perpustakaan U.K. Petra, Perbaikan Sistem

  17. ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PADA BAGIAN TATA USAHA BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muzakiyah Muzakiyah

    2011-12-01

    Full Text Available Kepuasan pelanggan merupakan hasil (outcome yang dirasakan atas penggunanya produk atau jasa, sama atau melebihi harapan yang diinginkan. Pelayanan di bagian Tata Usaha idealnya lebih bersahabat, cepat dan akurat. Ini berarti orientasi layanan di bagian Tata Usaha harus didasarkan pada kebutuhan mahasiswa. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dengan menggunakan Pendekatan Lean ServPerf (Lean Service dan Service Performance. Service Performance digunakan untuk menganalisis tingkat instrumen kinerja pelayanan bagian Tata Usaha. Lean Service digunakan untuk menghilangkan waste aktivitas yang tidak bernilai tambah. Hasil dari penelitian ini, terdapat 14 atribut pelayanan yang perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bagian Tata Usaha Fakultas.

  18. Kajian Algoritma Sequential Pattern Mining Dan Market Basket Analysis Dalam Pengenalan Pola Belanja Customer Untuk Layout Toko

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusito Rusito

    2016-01-01

    Full Text Available Penelitian ini membahas tentang keterkaitan antar item yang dibeli oleh customer dalam toko ritel. Pengetahuan keterkaitan item yang dibeli dapat digunakan untuk  menentukan tata letak barang dagangan toko ritel. Hal ini penting agar konsumen dapat mudah mendapatkan barang yang dibutuhkan. Sehingga dapat meningkatkan omzet penjualan toko ritel sehingga akhirnya menambah keuntungan bagi pemilik toko ritel. Teknik yang digunakan untuk menyelesaikan penggalian data dan keterkaitan pembelian tersebut menggunakan pendekatan Association rule dan Market Basket Analysis. Sedangkan untuk mencari keterkaitan item tersebut digunakan algoritma Sequential Pattern Mining. Digunakan karena mampu menangani jumlah database yang besar dan sangat baik disisi kecepatan pemrosesan. Berbagai aplikasi telah diidentifikasi, termasuk misalnya, cross-selling, analisis situs Web, pendukung keputusan, evaluasi kredit, acara prediksi kriminal, analisis perilaku pelanggan  dan deteksi penipuan. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh  pola-pola belanja customer untuk membentuk suatu layout display dalam toko ritel. Penelitian ini juga menyajikan suatu kerja algoritma yang lebih efektif dari algoritma asli karena terdapat pembatasan perulangan. Untuk kombinasi maksimal 5 item dengan waktu eksekusi 421.06 detik untuk 200 nota.   Kata kunci : Data Mining, Algoritma Sequential Pattern Mining, Market Basket Analysis, Apriori, Layout, Toko Ritel

  19. DESAIN VEGETASI BERNILAI KONSERVASI DAN EKONOMI PADA KAWASAN PENYANGGA SISTEM TATA AIR DAS BOLANGO (Designing of Vegetation which Conservation and Economic Values in the Buffer Area of Water System at the Bolango Watershed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danang Wahyu Purnomo

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Perencanaan pembangunan arboretum di DAS Bolango dengan konsep konservasi dan ekonomi perlu dilakukan karena DAS ini memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah memberikan rekomendasi tentang komposisi dan struktur vegetasi penyusun hutan pada kawasan arboretum sebagai pemelihara mata air Sungai Bolango. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi sumber mata air, tanah, dan kondisi vegetasi eksisting. Metode wawancara kepada masyarakat setempat dilakukan untuk mendukung data etnobotani. Kajian lahan dilakukan antara lain tata guna, kelas kemampuan, konsep pengelolaan, kesesuaian lahan, dan penentuan vegetasinya. Hasil identifikasi sumber mata air menunjukkan bahwa terdapat 3 lokasi yang potensial dibangun arboretum, yaitu Desa Meranti Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango, Desa Dulamayo Selatan Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo, dan Desa Mongiilo Kecamatan Bolango Ulu Kabupaten Bone Bolango. Berdasarkan data kualitas tanah, ketiga lokasi memiliki media perakaran yang cukup baik untuk tanaman budi daya. Secara umum, semua jenis tanaman budi daya sesuai untuk ditanam di ketiga lokasi arboretum. Perlu dilakukan pembuatan teras dan penerapan pola tanam konservasi yang mengaplikasikan tanaman penutup tanah (cover crop, tanaman budi daya, dan pohon penyusun hutan. Selain itu, perlu pemberian pupuk organik berupa kompos dan pupuk kandang.   ABSTRACT Arboretum development planning in Bolango Watershed using concept of conservation and economy is conducted because the watershed has an important role in people's lives around. This study aims to provide recommendations about composition and structure of forest vegetation in the arboretum area for conserving of Bolango River’s water springs. The study began by identifying the source of the springs, soil, and the existing vegetation. Interview to local communities was conducted to support the data of ethnobotany. Land observation was studied

  20. Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudung O. Pardede

    2016-11-01

    LPB diberikan dua dosis selang waktu dua minggu. Rituximab dapat mengurangi aktivitas penyakit dan memperbaiki sensitivitas terhadap obat imunsupresan. Efek samping yang sering terjadi berupa reaksi akut seperti demam, nyeri abdomen, diare, muntah, ruam kulit, bronkospasme, takikadia, dan hipertensi. Rituximab memberikan hasil yang baik dalam tata laksana sindrom nefrotik refrakter, namun diperlukan uji klinik dengan jumlah sampel yang cukup untuk menilai efikasi dan keamanan obat

  1. Implementasi Kebijakan Tata Kelola Pemerintahan Daerah Dengan Semangat Euforia Demokrasi Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jaelan Usman

    2011-04-01

    Full Text Available Perjalan reformasi kurang lebih 13 tahun pasca pemerintahan rezim Orde Baru 32 tahun; menimbulkan beberapa pertanyaan kritis yang harus dijawab dalam konteks “Tata Kelola Pemerintahan Daerah, dengan semangat Efouria Demokrasi Lokal”. Beberapa pertanyaan kritis dimaksud, timbul dari praktek desentralisasi dan otonomi daerah, antara lain: Sejauh mana desentralisasi dan otonomi daerah mendorong tumbuhnya demokrasi lokal yang kokoh dan beradab? Bagaimana nasib perkembangan demokrasi lokal pasca Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden 2009? Desentralisasi, secara teoretis, merupakan upaya untuk membawa negara lebih dekat dengan masyarakat lokal serta mendorong tumbuhnya tata pemerintahan lokal yang lebih demokratis. Dengan kata lain, tanpa diikuti dengan demokrasi lokal, desentralisasi dan otonomi daerah tidak lebih hanya memindahkan sentralisasi dan korupsi dari pusat ke daerah. Tata pemerintahan lokal yang demokratis, mengedepankan prinsip pemerintahan “dari” masyarakat, dikelola secara akuntabel dan transparan “oleh” masyarakat dan dimanfaatkan secara responsive “untuk” kepentingan masyarakat luas.

  2. B V R Tata

    Indian Academy of Sciences (India)

    2015-11-27

    Nov 27, 2015 ... Home; Journals; Pramana – Journal of Physics. B V R Tata. Articles written in Pramana – Journal of Physics. Volume 75 Issue 6 December 2010 pp 1209-1214 Conributed Papers. Quasi-elastic laser light scattering study of polyacrylamide hydrogel immersed in water and salt solutions · M Sivanantham ...

  3. Aspek Budaya Dalam Keistimewaan Tata Ruang Kota Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryanto .

    2015-09-01

    Full Text Available Dengan ditetapkannya budaya dan tata ruang kota sebagai penanda keistimewaan Yogyakarta dalam UU No. 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta, maka Yogyakarta merupakan kasus spesifik dalam Penataan Ruang, karena aspek Tata Ruang menjadi salah satu penanda Keistimewaannya. Apa yang istimewa. Apanya yang istimewa dang mengapa istimewa; apakah penanda (tata ruang kota, petanda (konsep budaya atau makna/pesan dari hubungan antara petanda dengan penandanya yang tersirat dalam wujud tata ruang kota Yogya. Penelitian ini berupaya untuk mengenali dan memahami hubungan antara kebudayaan, tata kota dan keistimewaan Yogyakarta. Dari bukti-bukti empiris, kajian tentang kebudayan dan tata ruang kota memerlukan rentang waktu panjang, karena akan menyangkut data longitudinal (diakronik dan lateral (sinkronik. Oleh karena itu studi ini perlu didudukkan dalam bingkai sejarah dan budaya, untuk membaca peristiwa sepanjang perkembangan kota Yogyakarta, dari HB I sampai HB IX. Kemudian untuk memahami makna kaitan antar penanda dan petanda sepanjang perjalanan perkembangan kota, maka digunakan metoda hermeneutika, khususnya Hermeneutik Paul Ricoeur. Dari hasil kajian terhadap obyek tata ruang kota yang dianggap istimewa, maka budaya yang mewujud dalam keistimewaan tata ruang kota Yogyakarta bisa dilihat dari komponen ruang kotanya maupun konfigurasi fungsi ruang kotanya. Kesimpulan penting dari penelitian ini adalah konsep budaya yang mewujud dalam tata ruang kota, yaitu monumental dan pertahanan, yang tidak ditemui di kota manapun di Indonesia. Kemudian dari sisi makna, terjadi perbedaan makna simbol-simbol tata ruang kota di era HB I dan HB IX.Kata kunci. Kebudayaan, tata ruang kota, budaya, Yogyakarta. Since Yogyakarta’s culture and spatiality were proclaimed as special features of Yogyakarta as stated in Law No. 13, 2012 on the Special Region of Yogyakarta, Yogyakarta is recognized as a specific case in spatial planning, because its spatiality is one of

  4. SISTEM Tata niaga KEDELAI DI DESA CIPEUYEUM, KECAMATAN HAURWANGI, KABUPATEN CIANJUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldha Hermianty Alang

    2014-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objectives of this research were 1 identify the channel, institution, and trade system function of soy in Cipeuyeum Village, Haurwangi District, Cianjur, 2 Analyze the structure and the behavior of soy market in Cipeuyeum Village, Haurwangi District, Cianjur, also 3 Analyze the efficiency of soy trade system at each channel with trade channel margin approach, farmers’ share and profit-cost ratio (π/c. Qualitative and quantitative analysis were used to analyze the data. Qualitative analysis includes: channel and institution of the trade system, analysis of farmers and institutions functions involved in the trade system, analysis of market structure and behavior, trade system margin analysis, farmers’ share analysis, and analysis of π/c ratio.  There are four channels of marketing system in this village with five institutions that identified with the snowball method. The institutions within the trade systems perform their own function and face diverse market structures. Quantitative analysis showed that the most efficient channel is the one with Rp917 for the trade margin, 85,89% for the farmer’s share value, and 7,06 for profit-cost ratio. Therefore, Soybean Farmers should not sell the entire stock system directly to large traders without going through the small traders as it will increase the share of the farmers.Keywords: soy agribusiness, Cipeuyeum village, demand for soy, trade system of soy, soyABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah 1 mengidentifikasi saluran, lembaga, dan fungsi tata niaga kedelai di Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, 2 menganalisis struktur dan perilaku pasar kedelai di Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, dan 3 menganlisis efisiensi tata niaga kedelai pada setiap saluran yang ada dengan pendekatan margin tata niaga, farmer’s share, serta rasio keuntungan terhadap biaya (π/c. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif

  5. PENGATURAN KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA MENGENAI TATA NIAGA IMPOR PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sihabudin Sihabudin

    2016-03-01

    This paper is about to do a reformulation of the government's policy regarding the adjustment of the trade system for food imports, in order to find effective policy formulation and efficient in solving the problems that arise regarding the marketing of food imports that has been happening. By using descriptive normative legal analysis, the study found that the common thread of chaos cross trade system for food import regulations which are due to unfitted between national regulations and regional regulations (AFTA, CAFTA, APEC as well as global regulations (GATT-WTO. Thus, administrative reform of domestic and foreign trade are necessary, particularly regarding to the procedure of rice imports. All forms of deviations in import licensing process, document manipulation, and the pattern of non-governmental practices must obtain decisive action, both administratively and legally, as a valuable shock-therapy. Key words: government policy, trade , regulation, import Abstrak Kebijakan adalah keputusan pemerintah yang bersifat umum dan berlaku untuk seluruh anggota masyarakat. Konsekuensi hukum dari menjadi anggota organisasi perdagangan dunia adalah bahwasanya pemerintah Indonesia harus ikut tunduk dan patuh pada kaidah-kaidah yang disepakati dalam persetujuan perdagangan internasional terkait ekspor-impor, termasuk melakukan perubahan terhadap instrumen hukum dan kebijaksanaan pembangunan di sektor perdagangan. Tata niaga beras dan beberapa komoditas pangan lain yang melibatkan impor memiliki dimensi permasalahan yang tidak sederhana, bahkan multi-dimensi, mulai dari ekonomi, politik, bahkan sosio kultural. Kebijakan pemerintah Indonesia mengenai pengaturan tata niaga impor pangan merupakan upaya melindungi produsen dalam negeri dari kegiatan dumping atau karena meningkatnya produk impor, juga untuk melindungi konsumen Indonesia dari produk impor yang tidak memenuhi standar kualitas keamanan dan kesehatan konsumen. Tulisan ini hendak melakukan reformulasi kebijakan

  6. THE LOST-CITY DAN LOST-SPACE KARENA PERKEMBANGAN PENGEMBANGAN TATA-RUANG KOTA Kasus Koridor Komersial Jalan Tunjungan Kotamadya Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Benny Poerbantanoe

    1999-01-01

    Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Malang and Ujung Pandang with their respective spesific colonial character impression. For the aging generation of the town, Surabaya is called with much regret as the lost city, because of the declining quality of some of its urban artefacts, which once has been their pride and their joy. The abovementioned commercial corridor of Jalan Tunjungan is an example of a lost space Abstract in Bahasa Indonesia : Kota adalah arsitektur. Arsitektur yang bukan sekedar gambar (wujud fisik-visual dari kota yang bisa dilihat saja, melainkan juga sebagai suatu konstruksi. Yaitu konstruksi dari kota sepanjang waktu (Aldo Rossi, 1980. Kota merupakan karya seni yang sempurna, yang dibuat hanya oleh orang-orang yang benar-benar mengerti tentang urban. Konsep kota atau tepatnya urban-artefak sebagai karya seni selalu muncul dan diketemukan dalam bentuk-bentuk yang bervariasi ; dalam segala jaman dan kehidupan sosial-religius. Urban-artefak selalu berkaitan dengan tempat, peristiwa dan wujud-kota. Kota pada umumnya mempunyai sifat dinamis, alias tidak statis. Oleh karena itu tidaklah berlebihan apabila terdapat pernyataan umum yang menyebutkan bahwa; kota itu adalah lambang perjalanan sejarah, teknologi dan jamannya. Namun jika disimak dari sistem-sejarah maupun sistem-visual. Banyaknya ruang fisik dan sosial telah berubah baik secara kwalitas maupun kwantitas, sebagai konsekwensi logis adanya pertumbuhan (perkembangan dan pengembangan dari ruang fisik dan sosial, yang belum dikelola secara benar dan baik. Bisa mengganggu keseimbangan , serta merusak kesan dan memori publik tentang identitas dan citra. Yang akhirnya akan dapat melahirkan apa yang disebut dengan lost space. Surabaya adalah salah satu kota besar di Indonesia, yang memiliki beberapa artefak-urban yang spesifik. Salah satunya yaitu jalan Tunjungan; yang pernah didesain serta dikembangkan pada masa pemerintahan Gemeente, sebagai "koridor komersial" Belanda dengan segala kelebihan dan

  7. Penerapan Framework COBIT untuk Identifikasi Tingkat Kematangan Tata Kelola Teknologi Informasi: Studi Kasus di Fasilkom Unwidha

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus Suradi

    2017-07-01

    Full Text Available Perkembangan IT sebagai media komunikasi data hingga saat ini berkembang sangat pesat. Peranan teknologi informasi dalam suatu lembaga sangat krusial, namun  masalah  yang sering terjadi di lembaga/ instansi adalah penggunaan teknologi informasi yang ternyata tidak sesuai dengan harapan, oleh karena itu diperlukan tata kelola terhadap penggunaan teknologi informasi. Permasalahan yang dihadapi di Fasilkom Unwidha adalah adanya ketidak puasan layanan IT yang diberikan, terdapatnya gangguan layanan yang tidak segera diatasi, adanya koordinasi maintenance infrastruktur IT yang kurang optimal. Sehingga perlu adanya evaluasi terhadap tata kelola teknologi informasi yang diberikan untuk penyelarasan dengan tujuan organisasi agar visi yang diharapkan dapat tercapai. Penelitian ini membahas tentang kondisi tata kelola teknologi informasi di Fasilkom Unwidha, dan sejauh mana telah menerapkan tata kelola teknologi informasi yang baik. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan  framework Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT. Hasil dari analisis ini berupa tingkat kematangan tata kelola  teknologi informasi  yang  mencerminkan  kondisi  tata  kelola  teknologi informasi  di  Fakultas Ilmu Komputer Unwidha. Tingkat kematangan dengan mengacu pada maturity level yang disediakan kerangka kerja COBIT, diperoleh nilai  kematangan 2,84 yaitu pada level Defined Process. Sistem memiliki ruang lingkup Business Goals sebanyak 13, IT Goals sebanyak 18, IT Process sebanyak 30 proses dan 4 Domain.

  8. VISUALISASI SISTEM TATA SURYA MENGGUNAKAN ANIMASI 3D

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Nur Hamid

    2008-02-01

    Full Text Available Multimedia berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Salah satu aspek yang dipengaruhi adalah dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan multimedia digunakan sebagai media pembelajaran. Dengan aplikasi pembelajaran berbasis multimedia, materi yang disajikan diharapkan lebih menarik dan mudah dipahami. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk membuat aplikasi system tatasurya menggunakan animasi 3 dimensi untuk menunjang sarana belajar yang sudah ada seperti buku. Pengumpulan data dalam pembuatan aplikasi ini dilakukan dengan cara mendayagunakan sumber informasi yang terdapat pada perpustakaan dan sumber informasi lain seperti internet. Aplikasi ini dikembangkan dengan metode pengembangan multimedia menurut Luther yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing dan distribution. Dalam pembuatan aplikasi ini menggunakan 3DS Max 2009 sebagai software untuk membuat objek-objek yang terdapat pada system tata surya dengan bentuk 3 dimensi, Adobe Premiere Pro sebagai software untuk menggabungkan suara (audio dan video hasil renderan dari 3DS Max, Adobe Flash CS4 Professional di gunakan sebagai penggabungan semua objek multimedia yang telah dibuat oleh perangkat lunak lainnya. Dengan aplikasi ini siswa dapat memahami materi tentang sistem tata surya dan membuat suasana belajar lebih menyenangkan.

  9. Prinsip Kehati-Hatian di Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    La Ode Angga

    2017-06-01

    Full Text Available Prinsip Kehati-Hatian di Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dalamPeraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku bertujuan untuk mengetahui hakekat prinsip kehati-hatian dalam Rencana Tata Ruang Wilayah di Provinsi Maluku.Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian yang dilakukan terhadap azas-azas hukum, kaedah-kaedah hukum dalam arti nilai (norma peraturan hukum konkrit dan sistem hukum.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekaan filosofis (philosophicalapproach, pendekatan konseptual (conseptual approach, pendekatan perundang-undangan (statute approach. Hasil yang diperoleh bahwa prinsip kehati-hatian dalam Perda RTRW Provinsi Maluku No. 16 Tahun 2013 dilakukan pencegahan secara dini, pencegahan antisipatif, kehati-hatian (Prudential Principles terhadap perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta penataan ruang. Filosofis pengaturan prinsip kehati-hatian dalam Perda RTRW Provinsi Maluku bahwa mengingat fungsi ruang sebagai tempat manusia dan makhluk hidup lain, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya, pada dasarnya ketersediaannya tidak tak terbatas. Berkaitan itu untuk mewujudkan rencana tata ruang wilayah Provinsi Maluku yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan perlu dilakukan rencana tata ruang wilayah yang dapat mengharmonisasi lingkungan alam dan lingkungan buatan  mampu mewujudkan keterpaduan penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan, serta dapat memberikan perlindungan terhadap fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan hidup akibat pemanfaatan ruang. 

  10. Analisis Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja COBIT 4.1 pada Fakultas Teknik Undip

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arini Arumana

    2014-06-01

    Full Text Available Peran teknologi informasi dalam suatu instansi sudah tidak dapat dielakkan lagi, mengingat perkembangannya yang begitu pesat seiring berjalannya waktu. Namun masalah yang sering terjadi di instansi adalah penggunaan teknologi informasi yang kadang tidak sesuai dengan harapan. Oleh karena itu diperlukan tata kelola terhadap penggunaan teknologi informasi yang biasa disebut dengan IT Governance. Fakultas teknik UNDIP adalah salah satu fakultas yang dalam operasionalnya sangat mengandalkan teknologi informasi, baik dalam aktifitas belajar mengajar maupun dalam menjalankan operasional bisnis. Kondisi sekarang di Fakultas Teknik sendiri tidak terdapat suatu indikator yang dapat menyatakan bahwa kinerja TI yang berjalan telah sesuai dengan visi dan misi Fakultas Teknik, oleh karena itu perlu dilakukan analisis tata kelola teknologi informasi, guna mengetahui performa TI sekarang sesuai dengan yang diharapkan oleh managemen atau tidak. Hasil dari analisis ini berupa tingkat kematangan tata kelola TI yang mecerminkan kondisi tata kelola TI di Fakultas Teknik dengan mengacu pada maturity level yang disediakan kerangka kerja COBIT 4.1, yakni dari level 0 (non-existent sampai 5 (optimized. Berdasarkan analisis yang dilakukan, secara garis besar kondisi kematangan tata kelola TI Fakultas Teknik berada pada level 2 yakni repeatable but intuitive. Kondisi ini mengacu pada beberapa kelemahan dalam proses-proses TI yang berjalan, diantaranya penetapan dan dokumentasi tindakan, kebijakan dan prosedur yang minim, serta tidak tersedianya service level yang disetujui bersama.

  11. The TATA box regulates TATA-binding protein (TBP) dynamics in vivo.

    Science.gov (United States)

    Tora, Laszlo; Timmers, H Th Marc

    2010-06-01

    Early work established the TATA box as the predominant DNA element of core promoters which directed accurate transcription initiation by RNA polymerase II. This element is recognized by TATA-binding protein (TBP), the central DNA-binding subunit of TFIID. In vitro binding and structural experiments indicate that TBP has a strong preference for TATA and induces severe DNA bending. Recent in vivo studies in Saccharomyces cerevisiae indicate that TBP turnover is higher at TATA-containing than at TATA-less promoters; this turnover seems to be regulated by NC2 and Mot1p. We propose that bending of TATA by TBP acts in synergy with NC2 and Mot1p to release TBP more rapidly from TATA promoters in vivo, thus providing a rationale for the predominance of TATA boxes in highly regulated promoters versus constitutively active TATA-less promoters. Copyright 2010 Elsevier Ltd. All rights reserved.

  12. Letak Chalazion

    OpenAIRE

    Budihardjo, Budihardjo

    2015-01-01

    Chalazion cases attending the Eye Clinic of the Gadjah Mada University had been collected during 1978. It was found that the incidence of chalazion was 1,78%. Chalazion at the upper palpebra are more frequent than at the lower.Key Words: chalazion - blepharitis - palpebra - Meibomian glands - excochleation

  13. KESESUAIAN LABORATORIUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI PRODI TATA BOGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Sadha Bakti

    2017-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk: (1 Menganalisis kondisi sarana dan prasarana la­­boratorium; (2 ke­sesuaian sarana dan prasarana laboratorium Tata Boga Jurusan TI-FT UM dengan standar minimal laboratorium maupun yang te­lah di­per­sya­rat­kan Permendiknas No.40 tahun 2008. Metode penelitian dan analisis di­gunakan   ranc­ang­an dan statistik deskriftif.  Hasilpenelitian   kondisi peralatan di La­boratorium Pastry (luas ruang 136m2,intensitas cahaya dan kuat arus pencahayaan   710 lux 82,57% se­suai standar minimal. Prasarana   (lantai,warna dinding,sirkulasi uda­ra, tempat cuci peralatan dan bahantersedia dan  memadai. Kondisi laboratorium Pro­duksi(jumlah peralatan, lantai keramik, sirkulasi udara  56,00% sesuai dan me­madai,    di­dukung jendela sepanjang 12m dan exhouse fan dan kipas angin dibe­be­ra­pa titik, re­rataintensitas cahaya 990 lux dengan luas ruangan 80m2, kuat arus pen­ca­hayaan da­lam laboratorium sangat memenuhi. Laboratorium Industri kondisi per­alatan 50,00% me­­menuhi standar,luas ruang 96m2 untuk 30 mahasiswa kurang me­me­nuhi. In­ten­si­tas cahaya 710 lux, kuat arus pencahayaan  laboratorium sudah me­me­nuh­i, namun kon­disi lantai belum memenuhi dari segi kemiringan dan material.

  14. Trust Ownership of the Tata Group

    DEFF Research Database (Denmark)

    Thomsen, Steen

    : the main holding company Tata Sons Limited is majority-owned by charitable trusts. We examine the governance of this remarkable entity. The Trusts own 66% of Tata Sons, the main holding company of the Group, while members of the founding Tata family are very small minority shareholders. The governance...... structure is characterized by managerial distance between trusts and Group companies. The Trusts are almost exclusively concerned with philanthropy, and according to the Articles of Association of Tata Sons Limited, their governance role is limited to nominating two members to the Selection Committee which...

  15. EVALUASI RINCI KARAKTERISTIK DAN TINGKAT KESESUAIAN LAHAN TAMBAK DI KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tarunamulia Tarunamulia

    2016-11-01

    Full Text Available Upaya peningkatan produksi tambak yang optimal dan berkelanjutan mutlak didukung oleh informasi karakteristik lahan yang rinci dan mudah diinterpretasi oleh berbagai stakeholder. Ketersediaan informasi spasial tambak di berbagai daerah di Indonesia utamanya masih diperuntukkan bagi kebutuhan umum perencanaan tata ruang wilayah pesisir dan pantai tingkat provinsi dan kabupaten. Dengan demikian data tersebut tentunya belum memuat informasi yang berhubungan langsung dengan upaya pengelolaan dan peningkatan produktivitas lahan tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan menilai tingkat kesesuaian secara rinci lahan tambak pada salah satu kawasan tambak di Kecamatan Balusu Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan melalui analisis spasial. Informasi spasial secara rinci yang meliputi tata letak tambak dan saluran tambak termasuk penggunaan lahan di sekitar tambak diekstrak dari citra satelit resolusi tinggi Quickbird akuisisi tahun 2007. Pengambilan sampel tanah tambak mengikuti metode acak bertingkat (Stratified random sampling pada wilayah pertambakan. Hasil analisis spasial peubah kimia tanah yang secara rinci dikelompokkan menurut peubah yang mewakili tingkat kemasaman dan kesuburan tanah menunjukkan bahwa hamparan tambak eksisting umumnya memiliki karakteristik tanah yang masam dengan tingkat kesuburan yang rendah. Lebih lanjut diketahui bahwa dari total lahan tambak 548,33 ha yang disurvai; 260,6 ha lahan tersebut berkategori kurang layak; 283,3 ha layak; dan hanya sekitar 4,43 ha yang berkategori sangat layak. Namun demikian 52,47% lahan yang berstatus layak hingga sangat layak tersebut juga masih dapat berubah status menjadi kurang layak dengan adanya batasan aspek hidrologis, utamanya tingkat ketersediaan air yang mengandalkan jaringan saluran tambak. The current national plan to increase shrimp production to the optimum and sustainable level must be supported by adequate and accurate information on detailed spatial

  16. ANALISA INVESTASI RASIONALISASI GALANGAN KAPAL REPARASI DI PROVINSI RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ikhsan

    2016-10-01

    Full Text Available Galangan Reparasi PT.WIrastuti adalah sebuah perusahaan galangan kapal nasional yang bergerak dalam bidang reparasi dan perawatan kapal yang ada di Provinsi Riau. PT.Wirastuti saat ini tidak mampu melayani banyaknya permintaan reparasi. Dengan kondisi dan kapasitas galangan kapal PT. Wirastuti saat ini, menyebabkan banyak kapal-kapal yang beroperasi di Riau dan sekitarnya melakukan reparasi atau pengedokan berpindah ke galangan-galangan di luar Propinsi Riau seperti: Batam, Palembang, Jakarta dan daerah-daerah lainnya.  Rasionalisasi dalam industri galangan kapal dapat dilakukan dengan cara re-layout galangan, renovasi fasilitas galangan, penambahan fasilitas galangan dan peningkatan sistem material handling. Dengan merasionalisasikan galangan PT.Wirastuti tersebut, didapatkan dua alternatif layout galangan, alternatif pertama tata letak galangan masih mengacu pada tata letak galangan saat ini, alternatif tata letak galangan kedua dilakukan perubahan secara keseluruhan. Alternatif pertama dan kedua dilakukan penambahan gudang plat, bengkel plat, bengkel mesin dan listrik, bengkel pipa, dan juga dilakukan beberapa renovasi bagunan kantor, dan mess karyawan serta penambahan dua peralatan material handling, forklift dan crane, dari alternatif yang dapat maka didapatkan investasi dari masing-masing alternatif. Evaluasi ekonomis tata letak petama dan kedua dengan metode Discount Cash Flow (DFC dan Net Present Value (NPV dan perhitungan Payback Period dinyatakan bahwa investasi  rasionalisasi galangan reparasi PT.Wirastuti layak secara ekonomis.

  17. Mechanistic Differences in Transcription Initiation at TATA-Less and TATA-Containing Promoters.

    Science.gov (United States)

    Donczew, Rafal; Hahn, Steven

    2018-01-01

    A yeast in vitro system was developed that is active for transcription at both TATA-containing and TATA-less promoters. Transcription with extracts made from cells depleted of TFIID subunit Taf1 demonstrated that promoters of both classes are TFIID dependent, in agreement with recent in vivo findings. TFIID depletion can be complemented in vitro by additional recombinant TATA binding protein (TBP) at only the TATA-containing promoters. In contrast, high levels of TBP did not complement Taf1 depletion in vivo and instead repressed transcription from both promoter types. We also demonstrate the importance of the TATA-like sequence found at many TATA-less promoters and describe how the presence or absence of the TATA element is likely not the only feature that distinguishes these two types of promoters. Copyright © 2017 American Society for Microbiology.

  18. Trust Ownership of the Tata Group

    DEFF Research Database (Denmark)

    Thomsen, Steen

    : the main holding company Tata Sons Limited is majority-owned by charitable trusts. We examine the governance of this remarkable entity. The Trusts own 66% of Tata Sons, the main holding company of the Group, while members of the founding Tata family are very small minority shareholders. The governance...... structure is characterized by managerial distance between trusts and Group companies. The Trusts are almost exclusively concerned with philanthropy, and according to the Articles of Association of Tata Sons Limited, their governance role is limited to nominating two members to the Selection Committee which...... recommends the Chairman of the company’s Board of Directors. Group companies are independently managed, but there are significant cross shareholdings and a member of the founding family, Mr Ratan Tata, chairs the Trusts, holding companies and major subsidiaries. Mr. Cyrus P Mistry, Managing Director...

  19. PERBEDAAN TATA BUSANA DAN TATA RIAS ANTARA PERTUNJUKAN KETOPRAK DAN KABUKI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Hastuti

    2014-05-01

    Full Text Available Abstract Kabuki and ketoprak are two art performances that are still growing and liked by their supportive society. Some elements of kabuki and ketoptrak making us easy to recognize what performance is being played, beside the actors and actresses get dressed and make up. The actors and actresses of kabuki and ketoprak must know how to get dressed and make up. Things the actors and actresses should consider in making up the face are the face, characters, and the actors face shape. While the actors and actresses of kabuki wear kimono. Keywords: dress, make up, characters, face shape, kimono

  20. Usulan Tata Letak Ulang Menggunakan Software Quantitative Systems untuk Meminimalkan Jarak Perpindahan Bahan di Lantai Produksi Departemen Mechanic PT Jefta Prakarsa Pratama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khristian Edi Nugroho

    2012-06-01

    Full Text Available The layout applied on the production floor of the Department of Mechanic of PT. Jefta Prakarsa Pratama is not considered as an optimal layout. The reason triggered this optimal level, are some backtrack movements that reduce the effectiveness and efficiency of material handling activities. This research refers to two types of calculation methods. First, manual calculation, which is rectilinear distance measure. Second, computerized calculation, which is Quantitative Systems (QS software. There are three critical criterias referenced in this research, i.e. straight flow of material, more minimal backtrack movement, and more minimal material moving distance. The iteration results using QS software are translated into block layout and then are made as a proposed layout. The rectilinear calculations performed manually are intended to calculate the totalof material moving distance. The data processing obtained a re-layout solution which is more optimal for the production floor of the Department of Mechanic, because it could reduce backtrack distance by 75.28% and the material moving distance by 30.03%. The implementation of the proposed layout is expected to reduce the time of material moving activity on the production floor of the Department of Mechanic, so that the material moving process could run more effectively and efficiently.

  1. Perencanaan dan Implementasi Information Security Management System Menggunakan Framework ISO/IEC 20071

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggi Anugraha Putra

    2016-01-01

    Full Text Available Penerapan tata kelola Teknologi Informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan di setiap instansi penyelenggara pelayanan publik mengingat peran TI yang semakin penting bagi upaya peningkatan kualitas layanan sebagai salah satu realisasi dari tata kelola pemerintahan yang baik (Good Corporate Governance. Dalam penyelenggaraan tata kelola TI, faktor keamanan informasi merupakan aspek yang sangat penting diperhatikan mengingat kinerja tata kelola TI akan terganggu jika informasi sebagai salah satu objek utama tata kelola TI mengalami masalah keamanan informasi yang menyangkut kerahasiaan (confidentiality, keutuhan (integrity dan ketersediaan (availability. Information Security Management System (ISMS adalah seperangkat kebijakan berkaitan dengan manajemen keamanan informasi atau terkait dengan risiko TI. Prinsip yang mengatur di balik ISMS adalah bahwa organisasi harus merancang, menerapkan dan memelihara seperangkat kebijakan, proses dan sistem untuk mengelola risiko aset informasi mereka, sehingga memastikan tingkat risiko keamanan informasi yang dapat diterima. Dari perencanaan dan implementasi sistem manajemen keamanan informasi ini, dihasilkan daftar nilai risiko akhir aset- aset kritikal dan dokumen-dokumen tata kelola penunjang ISMS. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus yang didalam hal ini, merupakan penelitian kualitatif. Adapun proses yang digunakan untuk mengukur tingkat kematangan dari tata kelola keamanan sistem informasi ini berdasarkan kerangka kerja ISO/IEC 27001. Dari kerangka tersebut kemudian dilakukan evaluasi terhadap objek kontrol yang dimiliki ISO/IEC 27001. Hasil yang didapat adalah peningkatan terhadap tata kelola keamanan sistem informasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dibutuhkannya tata kelola keamanan sistem informasi agar IT dapat diandalkan untuk mencapai tujuan bisnis.

  2. How to achieve Tat transport with alien TatA

    OpenAIRE

    Hauer, René Steffen; Freudl, Roland; Dittmar, Julia; Jakob, Mario; Klösgen, Ralf Bernd

    2017-01-01

    TatA is an essential and structurally conserved component of all known Twin-arginine transport (Tat) machineries which are able to catalyse membrane transport of fully folded proteins. Here we have investigated if bacterial TatA, or chimeric pea/E. coli TatA derivatives, are capable of replacing thylakoidal TatA in function. While authentic E. coli TatA does not show any transport activity in thylakoid transport experiments, TatA chimeras comprising the transmembrane helix (TMH) of pea TatA a...

  3. EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI DENGAN PENDEKATAN DUNIA KERJA PADA PROGRAM D3 TATA BOGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Febriana

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran berbasis kompetensi dengan pendekatan dunia kerja (model PKBK, rumusan kompetensi mahasiswa D3 Tata Boga, rancangan pembelajaran berbasis kompetensi, dan rubrik penilaian. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang mengadopsi model prosedural Borg & Gall.Subjek penelitian adalah praktisi industri perhotelan, mahasiswa proram D3 Tata Boga dan dosen matakuliah praktik. Teknik pengumpulan data lewat FGD dan pemberian angket, sedang teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatitif dan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1 model PKBK memiliki komponen: profil lulusan, learning outcomes, rumusan kompetensi, pengalaman pembelajaran, rancangan pembelajaran, dan evaluasi kompetensi, (2 rumusan kompetensi untuk lulusan terbagi menjadi 2 kelompok yaitu technical skills dan employability skills, (3 rancangan pembelajaran pada model PKBK terdiri dari: struktur kurikulum, materi dan bahan pembelajaran, diagram pencapaian kompetensi dan dokumen kurikulum, (4 rubrik penilaian berisi penilaian terhadap employability dan technical skills. THE EFFECTIVENESS OF A COMPETENCY-BASED LEARNING MODEL USING WORLD OF WORK APPROACH AT D3 FOOD AND NUTRITION PROGRAMME Abstract: This research aims to produce a model of competence-based learning using the world of work approach (model PKBK, to formulate students’ competence, to design competence-based learning, and to develop evaluation rubric. This research adopted Research and Development model developed by Borg and Gall. The research subjects were hotel practitioners, students of D3 Food and Nutrition, and lechturers of practice courses. Data were collected through FGDs and questionnaires and analysed using descriptive qualitative and descriptive stastitics tecniques. The findings show that (1 the PKBK model comprises graduates’ profile, learning outcomes, competence formulation, learning design, and competence

  4. EPISTEMOLOGI DAN KETERBATASAN TEORI GRAVITASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Erwin

    2017-08-01

    Full Text Available Peristiwa tentang kecenderungan jatuhnya benda-benda menuju pusat bumi dan keteraturan peredaran planet dan benda-benda langit lainnya dalam tata surya dahulu dianggap dua fenomena yang berbeda. Mekanika benda langit dan mekanika bumi yang sebelumnya merupakan dua pengetahuan yang terpisah, dianggap satu kesatuan oleh Sir Isaac Newton. Newton mengemukakan hukum gravitasi umum yaitu gaya tarik menarik antara dua benda besarnya sebanding dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum gravitasi ini sukses menjalaskan bagaimana benda cendrung jatuh menuju pusat bumi dan peredaran planet dan benda-benda langit lain mengelilingi matahari dalam sistem tata surya. Namun hukum gravitasi Newton ternyata tidak sepenuhnya tepat, beberapa hal dapat dijelaskan dengan hukum relativitas Einstein, namun demikian hukum relativitas Einstein juga dicurigai masih perlu diamandemen agar dapat menjelaskan fenomena alam dengan tepat.

  5. Epistemologi dan Keterbatasan Teori Gravitasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Erwin

    2017-08-01

    Full Text Available Peristiwa tentang kecenderungan jatuhnya benda-benda menuju pusat bumi dan keteraturan peredaran planet dan benda-benda langit lainnya dalam tata surya dahulu dianggap dua fenomena yang berbeda. Mekanika benda langit dan mekanika bumi yang sebelumnya merupakan dua pengetahuan yang terpisah, dianggap satu kesatuan oleh Sir Isaac Newton. Newton mengemukakan hukum gravitasi umum yaitu gaya tarik menarik antara dua benda besarnya sebanding dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum gravitasi ini sukses menjalaskan bagaimana benda cendrung jatuh menuju pusat bumi dan peredaran planet dan benda-benda langit lain mengelilingi matahari dalam sistem tata surya. Namun hukum gravitasi Newton ternyata tidak sepenuhnya tepat, beberapa hal dapat dijelaskan dengan hukum relativitas Einstein, namun demikian hukum relativitas Einstein juga dicurigai masih perlu diamandemen agar dapat menjelaskan fenomena alam dengan tepat.

  6. PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA, LEAN DAN KAIZEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Zaqi Al Faritsy

    2015-06-01

    Full Text Available Produktivitas merupakan perbandingan antara output dengan input.Jikaoutput yang dihasilkan besar dengan input yang tetap atau lebih kecil dari sebelumnya, maka produktivitas perusahaan mengalami peningkatan. HasilOutput dipengaruhi oleh faktor dalam proses produksi diantaranya defect dan waste. Proses penelitian dengan metodologi six sigma yaitu define, tahap ini mendefinisikan masalah dan aktivitas kerja, selanjutnya measure,tahap ini menghitung waktu baku, menghitung produktivitas awal dan membuat CVSM, kemudian analyze, tahap ini menganalisis penyebab terjadinya waste, dan menganalisis CVSM, dan terakhir improve, tahap ini membuat usulan proses produksi, aktivitas kerja, dan tata letak pabrik untuk meningkatkan produktivitas, menghitung produktivitas baru, dan membuat FVSM. Selain itu juga ada tahap perbaikan dengan 5S. Produktivitas kerja awal rangkaian rangka sebesar 1,56 sigma, setelah dilakukan perbaikan menjadi 1,99 sigma. Pada peta proses operasi saat ini ditemukan waktu transportasi = 37,5 menit dan waktu delay = 305 menit. Pada peta proses operasi usulan dihasilkan waktu transportasi = 16,25 menit dan waktu delay= 70 menit. Pada CVSMwaktu siklus = 4,71 jam, dan lead time = 38,86 jam dengan total WIP = 299 unit. Pada FVSM waktu siklus = 4,399 jam, dan lead time = 30,01 jam dengan total WIP = 198 unit.     Abstract Improving productivity is the most important factors in the development of the company to seek profit. Theprocess of improving productiviy can be done by reducing the activity of waste in the production process. Wasteis non-value-added activities in the activity of the production process so that the inefficient use of working time. The purpose of this study is to reduce the activity of waste in the production process to improve productivity. The method used is the six sigma methodology which consists of define, measure, analyse, and improve. Define phase process that defines the problems that occur in the company and work

  7. PERUBAHAN DAERAH PENANGKAPAN, TARGET TANGKAPAN DAN TEKNOLOGI ARMADA PUKAT CINCIN LAUT JAWA YANG DIOPERASIKAN DI SAMUDERA PASIFIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus Anung Widodo

    2016-05-01

    Full Text Available Hasil tangkapan armada pukat cincin pelagis kecil yang menurun di perairan Laut Jawa telah mendorong perpindahan daerah penangkapan 61 armada ke perairan Samudera Pasifik. Perpindahan daerah penangkapan telah mengakibatkan berbagai perubahan yang meliputi perubahan target ikan tangkapan dari ikan pelagis kecil ke ikan tuna. Perubahan lain yang juga terjadi adalah perubahan aspek teknis alat tangkap, kapal dan pesawat bantu penangkapan. Guna mendeskripsikan perubahan-perubahan tersebut, maka telah dilakukan penelitian pada bulan Juni 2009 hingga 2010 di Bitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek tekhnis yang diubah meliputi: (1 pesawat bantu penangkapan dari gardan (horizontal capstan menjadi alat power block, (2 disain dan konstruksi jaring yaitu dari ukuran mata jaring 1 inci menjari 4 inci, (3 tata letak (layout bangunan di atas dek terutama anjungan (bridge dan kamar ABK dari posisi semula yaitu di belakang menjadi di bagian depan. Perubahan tersebut telah meningkatkan laju tangkap hingga 5,5 kali lipat yaitu dari 0,547 kg/tawur menjadi 3.032,6 kg/tawur jaring.   The countinously decreasing catch of small pelagic purse seine fleet in Java Sea waters has pushed 61 boats move to the Pacific Ocean as their new fishing ground. The moving resulted from some changes of the target species from small pelagic to large pelagic fishes in particular tuna and the technical aspects, i.e. the layout of super structure of boat, design and construction of net as well as the deck machinery.  To investigate the changes, a research was carried out on June 2009 to December 2010. The results showed that: (1 deck machinery in particular net hauler equipment namely ‘gardan’ or horizontal capstan is changed to the specific equipment namely power block, (2 the net mesh size changed from 1 inch to 4 inch, (3 some boats were also changed the layout of its the super structure from the aft position to the bow position. The changings were increased the catch

  8. molecular interactions of the TATA-binding protein

    Indian Academy of Sciences (India)

    Unknown

    variants and lacking a UASGAL, showed that TATA-binding protein (TBP)-TATA complex gets stabilized in the presence of the acidic activator GAL4-VP16. Activator also greatly suppressed the non-specific TBP-DNA complex formation. The effects were more pronounced over weaker TATA boxes. Activator also reduced the.

  9. Penilaian Tingkat Kemapanan Tata Kelola Teknologi Informasi Berbasis COBIT 4.1 Pada Layanan Portal Akademik Online (Studi Kasus : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fachrul Kurniawan

    2014-09-01

    Full Text Available Pemanfaatan TI dalam dunia pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang kegiatan akademiknya. Termasuk juga di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang terkenal dengan sistem administrasi akademik online atau biasa disebut siakad. Namun dalam pemanfatan tersebut belum bisa diketahui sejauh mana TI yang digunakan bisa mendukung proses bisnis yang ada di universitas, khususnya yang terkait dengan layanan akademik online. Oleh karena itu perlu adanya penilaian resmi dan prosedural terkait kualitas tata kelola TI pada layanan portal akademik online. Proses penilaian tata kelola TI ini menggunakan framework COBIT 4.1. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pengembangan Sistem Informasi (LPSI. Dalam proses penilaian tata kelola TI tersebut COBIT 4.1 menggunakan sistem pemetaan proses bisnis sehingga terpilih proses TI terkait COBIT atau dengan diagram value chain. Hasil dari pemetaan proses bisnis berdasarkan COBIT 4.1 terpilih proses TI DS1 Define and manage service levels dan DS4 Ensure continuous service sebagai acuan penilaian dengan hasil perhitungan tingkat kemapanan kedua proses TI pada level 3 (Defined. Namun LPSI memiliki keinginan dan harapan besar dalam meningkatkan tingkat kemapanan TI yang semakin baik, yaitu tata kelola yang optimal. Hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan tingkat kemapanan yang diharapkan (to-be , yaitu berada pada level 5 (Optimised. Kata kunci : tingkat kemapanan, tata kelola ti, COBIT, portal akademik online.

  10. Mutations on the DNA binding surface of TBP discriminate between yeast TATA and TATA-less gene transcription.

    Science.gov (United States)

    Kamenova, Ivanka; Warfield, Linda; Hahn, Steven

    2014-08-01

    Most RNA polymerase (Pol) II promoters lack a TATA element, yet nearly all Pol II transcription requires TATA binding protein (TBP). While the TBP-TATA interaction is critical for transcription at TATA-containing promoters, it has been unclear whether TBP sequence-specific DNA contacts are required for transcription at TATA-less genes. Transcription factor IID (TFIID), the TBP-containing coactivator that functions at most TATA-less genes, recognizes short sequence-specific promoter elements in metazoans, but analogous promoter elements have not been identified in Saccharomyces cerevisiae. We generated a set of mutations in the yeast TBP DNA binding surface and found that most support growth of yeast. Both in vivo and in vitro, many of these mutations are specifically defective for transcription of two TATA-containing genes with only minor defects in transcription of two TATA-less, TFIID-dependent genes. TBP binds several TATA-less promoters with apparent high affinity, but our results suggest that this binding is not important for transcription activity. Our results are consistent with the model that sequence-specific TBP-DNA contacts are not important at yeast TATA-less genes and suggest that other general transcription factors or coactivator subunits are responsible for recognition of TATA-less promoters. Our results also explain why yeast TBP derivatives defective for TATA binding appear defective in activated transcription. Copyright © 2014, American Society for Microbiology. All Rights Reserved.

  11. PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PEGAWAI TATA USAHA DI SMP NEGERI SE-KOTA SALATIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aan Ikhsananto

    2016-06-01

    Full Text Available Pegawai tata usaha memiliki tugas-tugas pelayanan yang berhubungan dengan banyak orang di lingkungan sekolah. Observasi awal yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM masih kurang. Melalui peningkatan kompetensi pegawai diharapkan dapat memenuhi standar pelayanan minimal pegawai tata usaha di sekolah. Pemanfaatan fasilitas kantor juga diharapkan dapat menunjang standar pelayanan minimal. Selain itu ketersediaan teknologi informasi diharapkan penerapan standar pelayanan minimal dapat semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kompetensi pegawai, fasilitas kantor, dan teknologi infomasi berpengaruh terhadap penerapan SPM pegawai tata usaha.Variabel dalam penelitian ini adalah kompetensi pegawai (X1, fasilitas kantor (X2 dan teknologi informasi (X3 sebagai variabel bebas serta standar pelayanan minimal (Y sebagai variabel terikatnya. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai tata usaha (TU di SMP Negeri Se-Kota Salatiga, berjumlah 54 pegawai. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Teknik analisis data dapat menggunakan regresi berganda bantuan SPSS, asumsi klasik, dan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kompetensi pegawai, fasilitas kantor, dan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan standar pelayanan minimal pegawai. Clerical employee has service tasks associated with many people in the school environment. Preliminary observations conducted by researchers showed that the application of the Minimum Service Standards (SPM is still lacking. By improving the competence of employees is expected to meet minimum service standards in school administration employees. The usefullness of office facilities are also expected to support the minimum service standards. Besides the availability of information technology is expected implementation of

  12. 75 FR 24747 - TATA Technologies Incorporated, a Subsidiary of TATA Technologies Limited, Formally Known as...

    Science.gov (United States)

    2010-05-05

    ... wages reported under two separate unemployment insurance (UI) tax accounts under the names Tata... acquiring engineering design and product lifecycle management in India. The amended notice applicable to TA...

  13. 75 FR 21352 - Tata Technologies Incorporated; A Subsidiary of Tata Technologies Limited: Formally Known As...

    Science.gov (United States)

    2010-04-23

    ... wages reported under two separate unemployment insurance (UI) tax accounts under the names Tata... acquiring engineering design and product lifecycle management in India. The amended notice applicable to TA...

  14. Characterization of TATA-containing genes and TATA-less genes in S. cerevisiae by network topologies and biological properties.

    Science.gov (United States)

    Yang, Lei; Wang, Jizhe; Lv, Yingli; Hao, Dapeng; Zuo, Yongchun; Li, Xiang; Jiang, Wei

    2014-12-01

    The TATA box is the core sequence of the promoter and the binding site of many transcription factors. Based on the presence or absence of TATA box, genes can be defined as TATA-containing or TATA-less genes. Many important stress-response functions and highly variable expression patterns are found to be correlated with the TATA box. However, until now, the relationships and differences between TATA-containing and TATA-less genes remain unclear. In this study, based on the transcriptional profiling of the Saccharomyces cerevisiae genome, the perturbation sensitivity (PS) network is constructed. The topological and biological properties are used to investigate differences between TATA-containing and TATA-less genes. Significant differences are found in all topological properties and most of the biological properties. Notably, the TF number, determined mathematically by the number of transcription factors regulating a gene, demonstrates the highest discrimination between TATA-containing and TATA-less genes when all properties are estimated by the F-score. Copyright © 2014 Elsevier Inc. All rights reserved.

  15. IDENT IFIKASI ARAH REMBESAN DAN LETAK AKUMULASI LINDI DENGAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER ~ SCHLUMBERGER DI TPA TEMESI KABUPATEN GIANYAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I K PUTRA

    2015-06-01

    Full Text Available Garbage Dump (GD of Temesi which is located at Temesi village within 6.5 km south east of Gianyar city, which is geographically located at a point 8°33 south latitude and 115Q east longitude with an altitude ± 191 - ± 196 meters above sea level. The area of GD of Temesi about 4 ha, by limitation; North: field rice and population residences; East: field rice; South: field rice and West: field rice. GD of Temesi Gianyar has been collecting garbage about 198.52 m2 /day. GD of Temesi operates with open dumping, so that the leachate from garbage to pollute the enviorment and shallow ground water around the GD. This study ms conducted to know the direction of seepage and location of point accumulation of leachate at GD of Temesi Gainyar. This study was conducted with measuring soil layer values at GD of Temesi Gianyar, was taken eight tracks measurement. The method used in this study by using the geoelectric resistivity with Wenner configuration and Schlumberger configuration. The eight tracks are taken represent the overall of the soil layer condition in GD of Temesi Gianyar. The result of study showed that the tracks 1st, 2nd, 3rd, 4th, 5th, 6th, and ih was indicated that leachate seep on area in each tracks, however, in 8th tracks was not identified of leachate (8th tracks is located far from the GD and it's contours are higher than the tracks of garbage. Value of leachate resistivity ranged from 3.98 - 8.91 nm with a depth ranging from 1.55 - 6.91 meters. Most of leachate spread to southward of GD as far as more than 400 meters. Accumulated of leachate widely available at a distance of 20, 50, and 400 meters to the south of the GD of Temesi. The main factor is the south of the GD has a lower contour. Another factor affecting the leachate seeped into the south is the present of some field irrigation water from north to south across a stack of garbage.

  16. An experimental verification of the predicted effects of promoter TATA-box polymorphisms associated with human diseases on interactions between the TATA boxes and TATA-binding protein.

    Science.gov (United States)

    Savinkova, Ludmila; Drachkova, Irina; Arshinova, Tatyana; Ponomarenko, Petr; Ponomarenko, Mikhail; Kolchanov, Nikolay

    2013-01-01

    Human genome sequencing has resulted in a great body of data, including a stunningly large number of single nucleotide polymorphisms (SNPs) with unknown phenotypic manifestations. Identification and comprehensive analysis of regulatory SNPs in human gene promoters will help quantify the effects of these SNPs on human health. Based on our experimental and computer-aided study of SNPs in TATA boxes and the use of literature data, we have derived an equation for TBP/TATA equilibrium binding in three successive steps: TATA-binding protein (TBP) sliding along DNA due to their nonspecific affinity for each other ↔ recognition of the TATA box ↔ stabilization of the TBP/TATA complex. Using this equation, we have analyzed TATA boxes containing SNPs associated with human diseases and made in silico predictions of changes in TBP/TATA affinity. An electrophoretic mobility shift assay (EMSA)-based experimental study performed under the most standardized conditions demonstrates that the experimentally measured values are highly correlated with the predicted values: the coefficient of linear correlation, r, was 0.822 at a significance level of αTATA boxes (δ= -ln[K(D,TATAMut)]-(-ln[K(D,TATAMut)])). It has been demonstrated that the SNPs associated with increased risk of human diseases such as α-, β- and δ-thalassemia, myocardial infarction and thrombophlebitis, changes in immune response, amyotrophic lateral sclerosis, lung cancer and hemophilia B Leyden cause 2-4-fold changes in TBP/TATA affinity in most cases. The results obtained strongly suggest that the TBP/TATA equilibrium binding equation derived can be used for analysis of TATA-box sequences and identification of SNPs with a potential of being functionally important.

  17. Penerapan Augmented Reality 3 Dimensi Berbasis Android Untuk Menentukan Letak Perabot Dalam Rumah

    OpenAIRE

    Lolowang, Roland T; Lumenta, Arie S. M; Putro, Muhamad

    2017-01-01

    Perabot merupakan bagian yang ada dalam rumah, dengan adanya perabot orang dapat merasa nyaman berada dalam rumah. Dalam mengatur perabot dalam rumah harus memindahkan suatu perabot dari suatu tempat ke tempat lain, ini membuat waktu dan tenaga terkuras. Berdasarkan masalah tersebut peneliti membuat sebuah sistem yang menggunakan Augmented Reality dengan platform Android. Augmented Reality sendiri merupakan teknologi yang menggabungkan objek maya dengan objek nyata ke dalam suatu lingkungan n...

  18. DNA structural features of eukaryotic TATA-containing and TATA-less promoters.

    Science.gov (United States)

    Yella, Venkata Rajesh; Bansal, Manju

    2017-03-01

    Eukaryotic genes can be broadly classified as TATA-containing and TATA-less based on the presence of TATA box in their promoters. Experiments on both classes of genes have revealed a disparity in the regulation of gene expression and cellular functions between the two classes. In this study, we report characteristic differences in promoter sequences and associated structural properties of the two categories of genes in six different eukaryotes. We have analyzed three structural features, DNA duplex stability, bendability, and curvature along with the distribution of A-tracts, G-quadruplex motifs, and CpG islands. The structural feature analyses reveal that while the two classes of gene promoters are distinctly different from each other, the properties are also distinguishable across the six organisms.

  19. How to achieve Tat transport with alien TatA.

    Science.gov (United States)

    Hauer, René Steffen; Freudl, Roland; Dittmar, Julia; Jakob, Mario; Klösgen, Ralf Bernd

    2017-08-18

    TatA is an essential and structurally conserved component of all known Twin-arginine transport (Tat) machineries which are able to catalyse membrane transport of fully folded proteins. Here we have investigated if bacterial TatA, or chimeric pea/E. coli TatA derivatives, are capable of replacing thylakoidal TatA in function. While authentic E. coli TatA does not show any transport activity in thylakoid transport experiments, TatA chimeras comprising the transmembrane helix (TMH) of pea TatA are fully active. For minimal catalytic activity it is even sufficient to replace three residues within TMH of E. coli TatA by the corresponding pea residues. Almost any further substitution within TMH gradually raises transport activity in the thylakoid system, while functional characterization of the same set of TatA derivatives in E. coli yields essentially inverse catalytic activities. Closer inspection of the substituted residues suggests that the two transport systems have deviating demands with regard to the hydrophobicity of the transmembrane helix.

  20. Nucleosomal TATA-switch: competing orientations of TATA on the nucleosome.

    Science.gov (United States)

    Hapala, Jan; Trifonov, Edward N

    2013-09-15

    Transcription is known to be affected by the rotational setting of the transcription response elements within nucleosomes. We studied the rotational positioning of the TATA box, the most universal promoter motif. We applied a bioinformatic high-resolution nucleosome mapping technique to eukaryotic promoters. Our results show that the nucleosome DNA sequence harboring the TATA box encodes alternative rotational positions for the same piece of DNA. This may serve for switching the gene activity on and off. Copyright © 2013 Elsevier B.V. All rights reserved.

  1. Identifikasi Letak Cracks Pada Bidang Longsor Menggunakan Metode Resistivitas 2D

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arin Dwi Agustin

    2017-03-01

    Full Text Available Bencana tanah longsor merupakan bancana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama pada daerah yang memiliki kelerengan yang cukup curam. Berdasarkan peta gerakan tanah Kab. Blitar yang dikeluarkan oleh Kementrian ESDM pada bulan Oktober 2016 [5], kawasan penelitian yang berada di Kecamatan Selorejo memiliki potensi gerakan tanah menengah. Salah satu faktor yamg mempengaruhi kestabilan lereng adalah adanya cracks yang terbentuk dibawah permukaan. Ketika cracks dalam lereng terinfiltrasi oleh air hujan, maka akan menjadi proses water prressure built up pada lereng yang menyebabkan lereng tidak stabil. Salah satu metode geofisika yang dapat mendeteksi keberadaan cracks adalah metode geolistrik. Dengan metode ini akan diketahui daerah yang memiliki kandungan air tinggi yang ditunjukkan dengan nilai resistivitas yang rendah. Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran tentang perilaku cracks pada lereng ketika sebelum dan sesudah hujan. Setelah dilakukan pengukuran terhadap 6 lintasan, didapatkan hasil bahwa cracks memiliki rentang nilai resistivitas sekitar 0.1 – 1.6 Ωm dengan kedalam sekitar 3 meter.

  2. Tata Kelola Sistem Informasi pada Perusahaan Pelayaran Lepas Pantai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bimo Andono

    2017-05-01

    peningkatan tingkat kematangan Sistem Informasi (SI PT BRL menggunakan kerangka kerja COBIT. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui arah yang diinginkan manajemen PT BRL serta dapat disusun beberapa rekomendasi untuk dapat mewujudkannya. Tata kelola TI adalah konsep penting yang berkembang di perusahaan TI dan bertindak sebagai patokan untuk mengukur kematangan organisasi TI (Ayat et al. 2011. Secara keseluruhan proses perencanaan dan implementasi Sistem Informasi (SI di PT BRL sudah mengikuti kaidah-kaidah sesuai dengan kerangka kerja COBIT dan Maturity Level-nya berada pada level: 3 – Defined dimana prosedur kerja telah distandarisasi dan didokumentasikan serta dikomunikasikan melalui proses pelatihan. Telah dimandatkan pula bahwa prosedur ini wajib dipatuhi, namun bagaimanapun juga masih ada deviasi prosedur dalam pelaksanaannya yang belum diakomodasi. Sudah ada prosedur yang memiliki standar dan didokumentasikan dengan baik, sudah ada pelatihan formal untuk mengkomunikasikan prosedur dan kebijakan yang dibuat. Namun pada tahap implementasinya masih tergantung pada individu apakah mau melakukan prosedur yang ditetapkan atau tidak. Prosedur yang dibuat masih terbatas pada bentuk formalisasi dari praktik yang ada.Kata kunci: Audit, COBIT, CSF, KPI, KGI

  3. Mot1 redistributes TBP from TATA-containing to TATA-less promoters.

    Science.gov (United States)

    Zentner, Gabriel E; Henikoff, Steven

    2013-12-01

    The Swi2/Snf2 family ATPase Mot1 displaces TATA-binding protein (TBP) from DNA in vitro, but the global relationship between Mot1 and TBP in vivo is unclear. In particular, how Mot1 activates transcription is poorly understood. To address these issues, we mapped the distribution of Mot1 and TBP on native chromatin at base pair resolution. Mot1 and TBP binding sites coincide throughout the genome, and depletion of TBP results in a global decrease in Mot1 binding. We find evidence that Mot1 approaches TBP from the upstream direction, consistent with its in vitro mode of action. Strikingly, inactivation of Mot1 leads to both increases and decreases in TBP-genome association. Sites of TBP gain tend to contain robust TATA boxes, while sites of TBP loss contain poly(dA-dT) tracts that may contribute to nucleosome exclusion. Sites of TBP gain are associated with increased gene expression, while decreased TBP binding is associated with reduced gene expression. We propose that the action of Mot1 is required to clear TBP from intrinsically preferred (TATA-containing) binding sites, ensuring sufficient soluble TBP to bind intrinsically disfavored (TATA-less) sites.

  4. Pelaksanaan Rencana Tata Bangunan Dan Lingkungan Kawasan Kota Lama Semarang

    OpenAIRE

    Jati, Ardian; Widayati, Wiwik; Astuti, Puji

    2015-01-01

    City of Semarang, has a valuable asset in the form of the Old City, which is a visual image of the splendor of European architecture in the past. The existence of the building and the old building by the Dutch in the Old Town area to be conserved and managed by the Government as stipulated in Law No.11 of 2010 on Heritage and Building Management Plan and Environmental ( RTBL ). The method used in this study is a qualitative research, research that is empirical ( observable by the senses corre...

  5. Perubahan peran dan fungsi benteng dalam tata ruang kota

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoko Marihandono

    2008-04-01

    Full Text Available This research aims to explain and describe the colonial history of fortresses andtheir influence on the development of urban planning in Indonesia. The fortressesfunctioned as centres of colonial administration and control. In former days thesefortresses were identified with the domination of power, economic exploitationand as symbols of foreign rule in areas ruled by local kings and entrepeneurs.Due to political and economic changes as well as in town planning, the funtion ofthese fortresses also changed. At present, the fortresses function as heritage sitesand interesting places to be visited by tourists. The current efforts to conservethese historical sites can have an effect on urban development planning. TheIndonesian government, especially the Department of Tourism and Culture,should give much attention not only for preservation but also for restaurationof these sites.

  6. Kelangsungan dan Perlawanan Tata Pemerintahan yang Baik di Tingkat Desa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christianti Oktiarini

    2010-08-01

    Full Text Available This paper is based on the study of political decentralization and the resistance is carried out in three areas, West Sumatra, Javanese and Batak. Obtained from the three research areas each of these karkteristik peralawanan and sustainability of the local nature of the resistance. There was found to give each region a religious response in the context of regional autonomy that has been ongoing since 1999 in Indonesia. Society against its own way that occasionally showed intensity that it seems it never ceases to deal with the conditions faced daily. While the country is also facing the community in its own way so it does not collide with each other mutual support.

  7. HARMONISASI JALINAN DAKWAH DAN POLITIK HUKUM TATA NEGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paisol Burlian

    2015-07-01

    Relationship between the two, it was shown that the political ideal function becomes a tool to carry out the mission of preaching. On the other hand Dakwah must also be able to provide an understanding of the political importance of the State constitutional law for the advancement of religion and Muslims, and not vice versa ie away from politics because of the perception that one or manipulate dakwah for political purposes of constitutional law. To ensure that the political activities of the State constitutional law is not lost, it should be understood that in the politics of the State constitutional law is no law that must be followed, while the law is no political aspects of constitutional law which should be implemented. It will allow the synergy of political dakwah and constitutional law for the realization of the glory of Islam in national and international rankings.

  8. Tata Laksana SAR Minor untuk Mengurangi Rekurensi dan Keparahan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Ayu Tri Wulandari

    2013-06-01

    Full Text Available Recurrent aphthous stomatitis (RAS is an inflammatory condition of oral mucosa and is very common that occur in 20% of population, in which 80% of all cases are minor type. Etiology remains unknown but there are factors that can precipitate the attack, known as predisposing factors, which are haematinic deficiency, food hypersensitivity, bacterial or viral infection, hormonal changes, psychological stress, drugs and local trauma. Management of minor RAS are symptomatic and also discovering all predisposing factors which may play role in order to give the appropriate treatments to all predisposing factors. The appropriate treatment for all predisposing factors is to prevent recurrency or reduce the severity of RAS.This paper presents 2 cases of minor RAS which have bacterial infection from poor oral hygiene; local trauma from radices, irritating tooth cusp and rough surface of calculus; haematinic deficiency; physical / psychological stress and food hypersensitivity, as predisposing factors. The management of those cases are scaling, grinding irritating cusp, giving advice of proper and healthy diet including vitamin supplementation, finding any stress factor and also overcome it. We concluded that finding and eliminating predisposing factors can reduce recurrency and severity of RAS.DOI: 10.14693/jdi.v15i2.72

  9. Perdarahan Intrakranial pada Hemofilia: Karakteristik, Tata Laksana, dan Luaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novie Amelia C

    2016-11-01

    Kesimpulan. Angka kejadian perdarahan intrakranial pada hemofilia di RSCM 7,1%. Ketersediaan faktor pembekuan untuk replacement therapydan kerjasama tim multidisiplin sangat penting untuk memperbaiki luaran pasien hemofilia yang mengalami perdarahan intrakranial.

  10. HIPOTESIS SAPIR-WHORF DAN TATA PERGAULAN GENERASI MUDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Hardiyanti

    2011-03-01

    Full Text Available This paper deals with language, culture and thought of the young generation in the society. How they interact among others. Is the eastern culture of Indonesian’s heritage still remaining in the youth?  Interrelationship between language, culture, and thought becomes the basic idea of the Sapir and Whorf hypothesis. The paper will analyze the song lyrics that famous among the youth. How this hypothesis works in the analysis of song lyrics. And can this hypothesis be used to determine the correlation between language, culture and thought of the youth that were written in the lyrics. Keywords: Saphir-Whorf hypothesis, song lyrics, the youth, language, culture and thought.

  11. DESENTRALISASI INDONESIA MEMUPUK DEMOKRASI DAN PENCIPTAAN TATA PEMERINTAHAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudy Rudy

    2015-11-01

    Full Text Available Local Governance Decentralization covers the distribution of authority from the center to the regions in the form of deconcentration of authority and delegation of authority. Translation of decentralization set out in Law No. 22 of 1999 which is then converted into Law No. 32 of 2004 and Law No. 25 of 1999 which is then converted into Law No. 33 of 2004 on Financial Balance between the Central Government and Local Government in terms of implementation, both the regulation has not been fully implemented. Keywords: Democracy, Decentralization, Local Governance

  12. PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN DAS WAY SEPUTIH HULU LAMPUNG TENGAH MENGGUNAKAN MODEL TATA AIR (Landuse Planning for Way Seputih Watershed at Central Lampung by Water Management Model

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Amin

    2008-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Das Way Seputih Hulu merupakan sungai yang terletak di Kabupaten Larnpung Tengah, merniliki luas 175,28 km2. Kejadian banjir di Desa Segalarninder hilir Way Seputih Hulu terjadi setiap datang musim penghujan. Hasil penelitian bempa software program tata-air.exe, konsep dasar rnodel menggunakan neraca air (waterbalance yang dibuat dengart program delphi versi 7. Hasil uji t-tes antara tebal aliran model simulasi dengan pengukuran lapangan menunjukkan nilai t-hitung (0,14 lebih besar dari t-tabel (2,51, sehingga dikatakan model dapat digunakan untuk melakukan simulasi berbagai alternatif penggunaan lahan. Hasil simulasi program tata-air.exe menunjukkan bahwa keseluruhan alternatif untuk eksperimentasi model menghasilkan nilai rasio tebal aliran di bawah angka 30. Kondisi rasio tebal aliran air Way Seputih Hulu memiliki nilai berkisar antara 2,84 sanrpai 3,40, sehingga dapat dikatakan dalam kondisi masih wajar bahkan dapat dikatakan mempunvai nilai yang cukup bagus. Alternatif penggunaan lahan yang mengarah kepada bentuk lahan kebun campuran akan memberikan nilai rasio paling kecil dan menghasilkan produksi air yang kecil pula.   ABSTRACT  Watersheed of Way Seputih Upstream represent river which located in Kabupaten Lampung Tengah, oing wide of 175,28 km2. Occurence of floods in Countryside of Segalaminder go downstream Way Seputih Upstream happened in every coming rain season. Result of the research namely tata-air.exe, base concept of modeling uses water balance was made by using Delphi 7th version. Result of t-test value between modeled discharge flow and field measurement result shows t-counting value (0.14 higher than t-table (2.51, hence the model is can be used for simulating various landuse alternative. The simulation result using tata-air.exe shows that entire alternatives for model experimentation resulted discharge ratio value was under 30. Condition of Way Seputih Hulu River discharge was in the range between 2.84 until 3

  13. PENGEMBANGAN BUKU AJAR MATA PELAJARAN TATA HIDANG PAKET KEAHLIAN JASA BOGA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Astuti

    2016-01-01

    Full Text Available Textbooks are the ingredients or the subject matter is arranged systematically used by students in the learning process. The purpose of this study was to develop teaching materials such as textbooks on the subjects of governance hidang class X SMK in Magetan consisting of 3 KD, namely, (1 The scope of food and beverage service, (2 Operating equipment food and beverage service, and (3 providing food and beverage service at the restaurant. The results show that the development of an overall assessment of the completeness of the presentation of the textbook of the development of criteria that are in "good", which means it does not need to be revised textbooks. Buku ajar adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan oleh siswa dalam proses belajar mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berupa buku ajar pada mata pelajaran tata hidang kelas X SMK di Kabupaten Magetan yang terdiri dari 3 KD yaitu, (1 Ruang lingkup pelayanan makanan dan minuman, (2 Mengoperasikan peralatan layanan makanan dan minuman, dan (3 menyediakan layanan makanan dan minuman di restoran. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa secara keseluruhan penilaian tentang kelengkapan penyajian terhadap buku ajar hasil pengembangan berada pada kriteria “baik”, yang berarti buku ajar tidak perlu direvisi.

  14. Homi Bhabha Centre for Science Education, Tata Institute of ...

    Indian Academy of Sciences (India)

    Home; Journals; Resonance – Journal of Science Education; Volume 22; Issue 2. Homi Bhabha Centre for Science Education, Tata Institute of Fundamental Research (A Deemed University). Information and Announcements Volume 22 Issue 2 February 2017 pp 189-189 ...

  15. RNAa Induced by TATA Box-Targeting MicroRNAs.

    Science.gov (United States)

    Zhang, Yijun; Zhang, Hui

    2017-01-01

    Recent studies reveal that some nuclear microRNAs (miRNA) and synthesized siRNAs target gene promoters to activate gene transcription (RNAa). Interestingly, our group identified a novel HIV-1-encoded miRNA, miR-H3, which targets specifically the core promoter TATA box of HIV-1 and activates viral gene expression. Depletion of miR-H3 significantly impaired the replication of HIV-1. miR-H3 mimics could activate viruses from CD4 + T cells isolated from patients receiving suppressive highly active antiretroviral therapy, which is very intriguing for reducing HIV-1 latent reservoir. Further study revealed that many cellular miRNAs also function like miR-H3. For instance, let-7i targets the TATA box of the interleukin-2 (IL-2) promoter and upregulates IL-2 expression in T-lymphocytes. In RNAa induced by TATA box-targeting miRNAs, Argonaute (AGO) proteins are needed, but there is no evidence for the involvement of promoter-associated transcripts or epigenetic modifications. We propose that the binding of small RNA-AGO complex to TATA box could facilitate the assembly of RNA Polymerase II transcription preinitiation complex. In addition, synthesized small RNAs targeting TATA box can also efficiently activate transcription of interested genes, such as insulin, IL-2, and c-Myc. The discovery of RNAa induced by TATA box-targeting miRNA provides an easy-to-use tool for activating gene expression.

  16. TATA is a modular component of synthetic promoters.

    Science.gov (United States)

    Mogno, Ilaria; Vallania, Francesco; Mitra, Robi D; Cohen, Barak A

    2010-10-01

    The expression of most genes is regulated by multiple transcription factors. The interactions between transcription factors produce complex patterns of gene expression that are not always obvious from the arrangement of cis-regulatory elements in a promoter. One critical element of promoters is the TATA box, the docking site for the RNA polymerase holoenzyme. Using a synthetic promoter system coupled to a thermodynamic model of combinatorial regulation, we analyze the effects of different strength TATA boxes on various aspects of combinatorial cis-regulation. The thermodynamic model explains 75% of the variance in gene expression in synthetic promoter libraries with different strength TATA boxes, suggesting that many of the salient aspects of cis-regulation are captured by the model. Our results demonstrate that the effect of changing the TATA box on gene expression is the same for all synthetic promoters regardless of the arrangement of cis-regulatory sites we studied. Our analysis also showed that in our synthetic system the strength of the RNA polymerase-TATA interaction does not alter the combinatorial interactions between transcription factors, or between transcription factors and RNA polymerase. Finally, we show that although stronger TATA boxes increase expression in a predictable fashion, stronger TATA boxes have very little effect on noise in our synthetic promoters, regardless of the arrangement of cis-regulatory sites. Our results support a modular model of promoter function, where cis-regulatory elements can be mixed and matched (programmed) with outcomes on expression that are predictable based on the rules of simple protein-protein and protein-DNA interactions.

  17. Functional analysis of the molecular interactions of TATA box-containing genes and essential genes.

    Science.gov (United States)

    Bae, Sang-Hun; Han, Hyun Wook; Moon, Jisook

    2015-01-01

    Genes can be divided into TATA-containing genes and TATA-less genes according to the presence of TATA box elements at promoter regions. TATA-containing genes tend to be stress-responsive, whereas many TATA-less genes are known to be related to cell growth or "housekeeping" functions. In a previous study, we demonstrated that there are striking differences among four gene sets defined by the presence of TATA box (TATA-containing) and essentiality (TATA-less) with respect to number of associated transcription factors, amino acid usage, and functional annotation. Extending this research in yeast, we identified KEGG (Kyoto Encyclopedia of Genes and Genomes) pathways that are statistically enriched in TATA-containing or TATA-less genes and evaluated the possibility that the enriched pathways are related to stress or growth as reflected by the individual functions of the genes involved. According to their enrichment for either of these two gene sets, we sorted KEGG pathways into TATA-containing-gene-enriched pathways (TEPs) and essential-gene-enriched pathways (EEPs). As expected, genes in TEPs and EEPs exhibited opposite results in terms of functional category, transcriptional regulation, codon adaptation index, and network properties, suggesting the possibility that the bipolar patterns in these pathways also contribute to the regulation of the stress response and to cell survival. Our findings provide the novel insight that significant enrichment of TATA-binding or TATA-less genes defines pathways as stress-responsive or growth-related.

  18. Karakteristik Perubahan Penggunaan Lahan yang Tidak Sesuai Rencana Tata Ruang Di Koridor Lingkar Timur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kathon Wira Ajimas

    2017-03-01

    Full Text Available Untuk mempermudah akses, memecah kemacetan, serta pembangunan wilayah, Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo membangun Jalan Lingkar Timur Sidoarjo pada tahun 2006. Pembangunan jalan Lingkar Timur Sidoarjo dapat meningkatkan nilai lokasi dari lahan di sekitar koridor jalan tersebut karena adanya peningkatan aksesibilitas yang ada. Peningkatan nilai lokasi ini kemudian menyebabkan perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai rencana. Karakteristik perubahan penggunaan lahan di perlukan untuk menangani perubahan lahan di koridor Lingkar Timur Sidoarjo . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai rencana tata ruang di koridor Lingkar Timur Sidoarjo. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan cara mengidentifikasi karakteristik perubahan penggunaan lahan berdasarkan jenis-jenis perubahan lahan, luas lahan, dan kecepatan perubahan lahan dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu segmentasi wilayah. Berdasarkan hasil yang ditemukan pada segmen satu, perubahan lahan pertanian menjadi permuikiman adalah 1,3ha/th (lambat, Permukiman menjadi pergudangan adalah 0,7 ha/th (lambat, dan pertanian menjadi pergudangan adalah 5,9 ha/th (cepat. Perubahan . Perubahan lahan yang terjadi pada segmen 2, perubahan lahan pertanian menjadi permukiman adalah 4,4 ha/th sedang dan pertanian menjadi fasilitas umum 6,3 ha/th (cepat.

  19. Structural basis for TatA oligomerization: an NMR study of Escherichia coli TatA dimeric structure.

    Science.gov (United States)

    Zhang, Yi; Hu, Yunfei; Li, Hongwei; Jin, Changwen

    2014-01-01

    Many proteins are transported across lipid membranes by protein translocation systems in living cells. The twin-arginine transport (Tat) system identified in bacteria and plant chloroplasts is a unique system that transports proteins across membranes in their fully-folded states. Up to date, the detailed molecular mechanism of this process remains largely unclear. The Escherichia coli Tat system consists of three essential transmembrane proteins: TatA, TatB and TatC. Among them, TatB and TatC form a tight complex and function in substrate recognition. The major component TatA contains a single transmembrane helix followed by an amphipathic helix, and is suggested to form the translocation pore via self-oligomerization. Since the TatA oligomer has to accommodate substrate proteins of various sizes and shapes, the process of its assembly stands essential for understanding the translocation mechanism. A structure model of TatA oligomer was recently proposed based on NMR and EPR observations, revealing contacts between the transmembrane helices from adjacent subunits. Herein we report the construction and stabilization of a dimeric TatA, as well as the structure determination by solution NMR spectroscopy. In addition to more extensive inter-subunit contacts between the transmembrane helices, we were also able to observe interactions between neighbouring amphipathic helices. The side-by-side packing of the amphipathic helices extends the solvent-exposed hydrophilic surface of the protein, which might be favourable for interactions with substrate proteins. The dimeric TatA structure offers more detailed information of TatA oligomeric interface and provides new insights on Tat translocation mechanism.

  20. Tata võidujooks Jaguarile ja Roverile / Gail Edmondson, David Welch

    Index Scriptorium Estoniae

    Edmondson, Gail

    2007-01-01

    India autotöösturile Ratan N. Tata kuuluv Tata Motors soovib osta kahjumis olevad Jaguar Carsi ja Land Roveri, mille Ford Motor on enampakkumisele pannud. Kaasautor Nandini Lakshman. Diagramm: Briti brändidest kaugel ees

  1. Genome-wide characterization of the relationship between essential and TATA-containing genes.

    Science.gov (United States)

    Han, Hyun Wook; Bae, Sang Hun; Jung, Yun Hwa; Kim, Ju Han; Moon, Jisook

    2013-03-01

    Essential genes are involved in most survival-related housekeeping functions. TATA-containing genes encode proteins involved in various stress-response functions. However, because essential and TATA-containing genes have been researched independently, their relationship remains unclear. The present study classified Saccharomyces cerevisiae genes into four groups: non-essential non-TATA, non-essential TATA, essential non-TATA, and essential TATA genes. The results showed that essential TATA genes have the most significant codon bias, the highest level of expression, and unique characteristics, including a large number of transcription factor binding sites, a higher degree in protein interaction networks, and significantly different amino acid usage patterns compared with the other gene groups. Notably, essential TATA genes were uniquely involved in functions such as unfolded protein binding, glycolysis, and alcohol and steroid-related processes. Copyright © 2013 Federation of European Biochemical Societies. Published by Elsevier B.V. All rights reserved.

  2. Homi Bhabha Centre for Science Education Tata Institute of ...

    Indian Academy of Sciences (India)

    INF. & ANN. Homi Bhabha Centre for Science Education. Tata Institute of Fundamental Research (A Deemed University. Admission to PhD Programme in Science Education – 2018). We are looking for young people with. • Interest in science education • Flair for teaching and writing • Curiosity about how students learn.

  3. Genome-wide regulation of TATA-binding protein activity

    NARCIS (Netherlands)

    van Werven, F.J.

    2009-01-01

    Transcription, the synthesis of RNA from a DNA template, is a well-controlled process. TATA binding protein (TBP) recruitment to promoters is essential for transcription by all three RNA polymerases, and often is the rate-limiting step of transcription initiation. TBP is incorporated into different

  4. Controlling transcription fidelity via TATA-binding protein dynamics

    NARCIS (Netherlands)

    Koster, M.J.E.

    2015-01-01

    Transcription underlies all cellular processes and responses to internal and external cues. Deregulation of transcription has implications for the fitness of the cell or organism. During my PhD I have investigated the importance of proper TATA-binding protein (TBP) regulation as a mechanism to

  5. Homi Bhabha Centre for Science Education Tata Institute of ...

    Indian Academy of Sciences (India)

    Tata Institute of Fundamental Research (A Deemed University). Admission to PhD Programme in Science Education – 2017 We are looking for young people with. • Interest in science ... mathematical thinking in students at school and college level • Design and technology in the curriculum •. Visual and spatial modes in ...

  6. PRAKTIK TATA KELOLA PERUSAHAAN (CORPORATE GOVERNANCE DAN USEFULNESS INFORMASI AKUNTANSI (Telaah Teoritis Dan Empiris

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Miqdad

    2012-01-01

    Full Text Available Accounting researchs on corporate governance and earnings management refers to the positive accounting theory and agency theory. Most of the result empirical studies showed that implementing of good corporate governance (GCG negatively affect to earnings management. Excessive earnings management practices will affect the credibility of the financial statements in the user’s perception namely investors, creditors and other stakeholders. Corporate governance and earnings management associated with behavioral problems, therefore qualitative research method as an alternative to explore further of the behavioral problems.

  7. IDENTIFIKASI TIPOLOGI DAN DINAMIKA, POTENSI DAN PERMASALAHAN, DAN STRATEGI PENGELOLAAN WILAYAH KEPESISIRAN DI WILAYAH KEPESISIRAN DEMAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eni Yuniastuti

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan di zona kepesisiran Demak, Provinsi Jawa Tengah. Tujuanpembuatan artikel ini adalah mengidentifikasi tipologi dan dinamika wilayah kepesisirDemak, mengidentifikasi potensi dan permasalahan wilayah kepesisiran Demak, danmengetahui strategi pengelolaan wilayah kepesisiran Demak.Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengumpulan data dengan samplingdan metode analisisnya secara kualitatif. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan dariwilayah kepesisiran Demak. Metode pengumpulan data dengan cara sampling. Teknikpengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Teknik penggumpulan datadengan analisis data sekunder dan observasi lapangan, dan analisis hasilnya secaradeskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi pesisir Demak ini termasuk dalam tipologipesisir primer akibat deposisional sub-arial (Sub-areal deposition coast, yaitu pesisir yangterbentuk akibat akumulasi secara langsung bahan-bahan sedimen sungai, glasial, angin,atau akibat longsor lahan ke arah laut. Dinamika kawasan Pesisir yang terjadi di Demak ada2 dinamika yang terjadi yaitu terjadi proses akresi dan proses abrasi. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat lima potensi utama yang dapat dikembangkan di wilayah kepesisiranDemak, sedangkan hasil identifikasi permasalahannya terdapat delapan permasalahan utamayang mampu teridentifikasi. Strategi pengelolaan pesisir secara terpadu di pesisir Demakyang difokuskan pemanfaatan ruang adalah sebagai berikut, (1 identifikasi pengguna ruangdan kebutuhannya, (2 penyusunan rencana tata ruang, (3 penetapan sempadan pantai danpenanaman mangrove, (4 pengendalian reklamasi pantai, (5 pengetatan baku mutu limba,(6 penataan permukiman kumuh, (7 perbaikan sistem drainase, dan (8 penegakan hukumsecara konsisten. Kata kunci: wilayah kepesisiran, strategi pengelolaan, tipologi dan dinamika pesisir

  8. EVALUASI PENERAPAN ICT DALAM MENDUKUNG KETERAMPILAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN TATA SURYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septiana Indri Hapsari

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak ___________________________________________________________________ Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase penerapan ICT dalam mendukung keterampilan saintifik pada pembelajaran IPA tema tata surya. Pemilihan sampel dengan cara purpossive sampling, diperoleh guru IPA dan peserta didik kelas VIII di SMPN 5, 8, 15 Yogyakarta dan SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Evaluasi dengan model yang digunakan adalah Countenance Stake. Instrumen yang digunakan adalah angket peserta didik, angket guru, serta observasi. Data diolah dengan menggunakan deskriptif.  Hasil penelitian ini adalah 77,54% peserta didik mengaku ICT membantu kegiatan mengamati, 57,97% ICT membantu kegiatan menanya, 75,36% ICT membantu kegiatan mengumpulkan informasi, 57,00% ICT membantu kegiatan mengasosiasi, dan 42,75% ICT membantu kegiatan mengkomunikasikan. Dengan demikian penerapan ICT cukup mendukung keterampilan saintifik, namun harus tetap perlu ditingkatkan. Abstract ___________________________________________________________________ The purpose of this study to determine the percentage of the application of ICT in supporting scientific skills in learning science theme of the solar system. Election sample by purposive sampling, obtained a science teacher and students in class VIII SMPN 5, 8, 15 and SMP Pangudi Luhur Yogyakarta 1 Yogyakarta. This study is evaluation of the model used is the Countenance Stake. The instrument used was a questionnaire the learner, teacher questionnaire, and observation. The data was processed using descriptive. The results of this study are 77,54% of students admitted to ICT helps the activity observed, 57,97% ICT help activities ask, 75,36% ICT help in gathering information, 57,00% ICT assist the associates, and 42,75% ICT help communicate the activities. Thus the application of ICT support enough scientific skills, but must still be improved.

  9. Manajemen Sumber Daya Teknologi Informasi Laboratorium Komputer Menggunakan Balanced Scorecard (BSC dan COBIT 5

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Panji Ismail

    2017-05-01

    Full Text Available Laboratorium komputer merupakan salah satu sarana pembelajaran yang berbasis Teknologi Informasi (TI yang terdiri dari tiga sumber daya TI, yaitu software, hardware, dan brainware. Tidak adanya kesesuaian antara kemampuan hardware dengan spesifikasi hardware yang digunakan dapat menghambat pengguna (brainware dalam melakukan praktikum dan pembelajaran di laboratorium. Selain itu, ketidaksesuaian tersebut juga mengakibatkan software berjalan lambat dan computer sering error sehingga praktikum menjadi terganggu dan berjalan tidak lancar. Untuk mengetahui kesesuaian antar sumber daya TI yang ada di laboratorium dibutuhkan proses pengukuran manajemen sumber daya TI yang ada saat ini. Skala likert menjadi salah satu metode untuk mengukur kinerja software, hardware, dan tata kelola laboratorium saat ini. Hasil pengukuran kemudian dievaluasi menggunakan framework Balance Scorecard (BSC dengan melalui beberapa tahapan dan penyelarasan strategi TI. Setelah mengetahui hasil evaluasi dan kendala-kendala apa saka yang ada dalam melakukan pengelolaan maka langkah berikutnya adalah menentukan bagaimana cara memperbaiki dan melakukan peningkatan tata kelola TI. COBIT 5 akan menjadi framework pelengkap untuk memperbaiki sekaligus memprediksi pengembangan manajemen sumber daya TI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrase antara COBIT 5 dengan Balance Scorecard (BSC memberikan kemampuan dalam melakukan pengukuran tata kelola laboratorium serta memberikan kemampuan untuk meningkatkan pelayanan secara kontinyu.

  10. Pengaruh Tata Ruang Perpustakaan STMIK Potensi Utama Terhadap Kepuasan Pengguna

    OpenAIRE

    Sari, Lela Maya

    2010-01-01

    Penelitian ini dilakukan di perpustakaan STMIK Potensi Utama yang berlokasi di Jl. K.L Yos Sudarso Km 6,5 No. 3A, Tj. Mulia Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tata ruang perpustakaan terhadap kepuasan penggunadi STMIK Potensi Utama. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak perpustakaan STMIK Potensi Utama, bagi peneliti lain, serta bagi penulis. Penelitian ini adalah termasuk jenis penelitian deskriptif asosiatif yang menggunakan angket sebagai...

  11. Medical applications of accelerators at Tata Memorial Centre

    International Nuclear Information System (INIS)

    Dinshaw, K.A.

    2003-01-01

    The Tata Memorial Centre constitutes the national comprehensive cancer centre for the prevention, diagnosis, treatment and research on cancer. It is well equipped with sophisticated state-of-the-art equipment capable of delivering External Beam Radiotherapy (Ebert) and Brachytherapy. Nearly 400 patients receive Ebert daily at the institute from a team of highly skilled and dedicated radiation oncologists, medical physicists and technologists, making it one of the busiest centres in the country

  12. Predominant gain of promoter TATA box after gene duplication associated with stress responses.

    Science.gov (United States)

    Zou, Yangyun; Huang, Wei; Gu, Zhenglong; Gu, Xun

    2011-10-01

    TATA box, the core promoter element, exists in a broad range of eukaryotes, and the expression of TATA-containing genes usually responds to various environmental stresses. Hence, the evolution of TATA-box in duplicate genes may provide some clues for the interrelationship among environmental stress, expression differentiation, and duplicate gene preservation. In the present study, we observed that the TATA box is significantly overrepresented in duplicate genes compared with singletons in human, worm, Arabidopsis, and yeast genomes. We then conducted an extensive functional genomic analysis to investigate the evolution of TATA box along over 700 yeast gene family phylogenies. After reconstructing the ancestral TATA-box states (presence or absence), we found that significantly higher numbers of TATA box gain events than loss events had occurred after yeast gene duplications-the overall gain-loss ratio is about 3-4 to 1. Interestingly, these TATA-gain duplicate genes on average have experienced greater expression divergence from the ancestral expression states than their most closely related TATA-less duplicate partners, but only under environmental stress conditions (asymmetric evolution); indeed, under normal physiological conditions, they have similar expression divergence (symmetric evolution). Moreover, we showed that TATA-gain duplicates are enriched in stress-associated functional categories but that is not the case for TATA-ancestral duplicates (those inherited from their ancestors prior to duplication). Together, we conclude that after the gene duplication, gain of the TATA box in duplicate promoters may have played an important role in yeast duplicate preservation by accelerating expression divergence that may facilitate the adaptive evolution of the organism in response to environmental changes.

  13. Subunit Organization in the TatA Complex of the Twin Arginine Protein Translocase

    OpenAIRE

    White, Gaye F.; Schermann, Sonya M.; Bradley, Justin; Roberts, Andrew; Greene, Nicholas P.; Berks, Ben C.; Thomson, Andrew J.

    2009-01-01

    The Tat system is used to transport folded proteins across the cytoplasmic membrane in bacteria and archaea and across the thylakoid membrane of plant chloroplasts. Multimers of the integral membrane TatA protein are thought to form the protein-conducting element of the Tat pathway. Nitroxide radicals were introduced at selected positions within the transmembrane helix of Escherichia coli TatA and used to probe the structure of detergent-solubilized TatA complexes by EPR spectroscopy. A compa...

  14. Efektifitas Dukungan Sosial Dokter kepada Orangtua dalam Tata Laksana Anak Asma

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fx. Wikan Indrarto

    2016-11-01

    Kesimpulan. Pemberian dukungan sosial dokter tidak berhubungan dengan keberhasilan tata laksana anak asma. Kepuasan orangtua akan pemberian dukungan sosial dokter, terutama diperoleh dari jenis dukungan penghargaan.

  15. Anomalous DNA binding by E2 regulatory protein driven by spacer sequence TATA.

    Science.gov (United States)

    Xi, Zhiqun; Zhang, Yongli; Hegde, Rashmi S; Shakked, Zippora; Crothers, Donald M

    2010-06-01

    We have investigated the anomalously weak binding of human papillomavirus (HPV) regulatory protein E2 to a DNA target containing the spacer sequence TATA. Experiments in magnesium (Mg(2+)) and calcium (Ca(2+)) ion buffers revealed a marked reduction in cutting by DNase I at the CpG sequence in the protein-binding site 3' to the TATA spacer sequence, Studies of the cation dependence of DNA-E2 affinities showed that upon E2 binding the TATA sequence releases approximately twice as many Mg(2+) ions as the average of the other spacer sequences. Binding experiments for TATA spacer relative to ATAT showed that in potassium ion (K(+)) the E2 affinity of the two sequences is nearly equal, but the relative dissociation constant (K(d)) for TATA increases in the order K(+ )TATA relative to ATAT is independent of ion concentration, whereas for Mg(2+) the affinity for TATA drops sharply as ion concentration increases. Thus, ions of increasing positive charge density increasingly distort the E2 binding site, weakening the affinity for protein. In the case of Mg(2+), additional ions are bound to TATA that require displacement for protein binding. We suggest that the TATA sequence may bias the DNA structure towards a conformation that binds the protein relatively weakly.

  16. A conserved GA element in TATA-less RNA polymerase II promoters.

    Science.gov (United States)

    Seizl, Martin; Hartmann, Holger; Hoeg, Friederike; Kurth, Fabian; Martin, Dietmar E; Söding, Johannes; Cramer, Patrick

    2011-01-01

    Initiation of RNA polymerase (Pol) II transcription requires assembly of the pre-initiation complex (PIC) at the promoter. In the classical view, PIC assembly starts with binding of the TATA box-binding protein (TBP) to the TATA box. However, a TATA box occurs in only 15% of promoters in the yeast Saccharomyces cerevisiae, posing the question how most yeast promoters nucleate PIC assembly. Here we show that one third of all yeast promoters contain a novel conserved DNA element, the GA element (GAE), that generally does not co-occur with the TATA box. The distance of the GAE to the transcription start site (TSS) resembles the distance of the TATA box to the TSS. The TATA-less TMT1 core promoter contains a GAE, recruits TBP, and supports formation of a TBP-TFIIB-DNA-complex. Mutation of the promoter region surrounding the GAE abolishes transcription in vivo and in vitro. A 32-nucleotide promoter region containing the GAE can functionally substitute for the TATA box in a TATA-containing promoter. This identifies the GAE as a conserved promoter element in TATA-less promoters.

  17. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR POLA DASAR BUSANA WANITA PADA PROGRAM STUDI D3 TATA BUSANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idah Hadijah

    2014-05-01

    Full Text Available Teaching Materials Development of the Basic Pattern of Women's Clothing on Clothing Design Program. The purpose of this development is to pro­­duce teaching materials of archetypal body of woman fashion, whichis equipped with a Power Po­int in order to assist faculty and students on conducting learning ac­ti­vi­ty. The research development me­thod used was adapted from the instructional de­sign model of Dick and Carey. The results of the study in the form of assess­ment/feedback showed that the mean score reached 86.00%, which meant that the teaching materials categorized as well qualify­ed/ decent, the media has a very good Power Point as it re­ached 91.00%, the lecturers gui­de reached 92.00% and catehorized as ex­cell­ent/ve­ry decent, and the students guide achieved 83.00% and categorized as good/de­cent. Thus, the teaching material is feasible to be used as the instructional materials for learning on Clothing Design Program.   Tujuan pengembangan ini un­­­tuk menghasilkan produk bahan ajar po­­la dasar ba­dan busana wanita dilengkapi de­ngan Power Point, sehingga dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam me­lak­sa­na­kan pembelajaran. Metode penelitian pengembangan yang digunakan diadaptasi dari ran­­­cangan pembelajaran model Dick dan Carey. Hasil pe­nelitian berupa penilaian/tanggapan menunjukan rerata skor bah­­wa bahan ajar mencapai 86,00% termasuk ke da­lam kualifikasi baik/layak, media Po­­wer Point termasuk sangat baik karena men­capai 91,00%, pan­­duan dosen mencapai 92,00% termasuk ke dalam kualifikasi sangat ba­ik/sa­­­­ngat layak, dan panduan ma­ha­siswa mencapai 83,00% termasuk kua­lifikasi ba­ik/la­yak, dengan demikian bahan ajar ter­­sebut layak digunakan untuk pem­­b­e­lajaran pada Program Studi D3Tata Busana.

  18. Tempat Penampungan Air dan Kepadatan Jentik Aedes sp. di Daerah Endemis dan Bebas Demam Berdarah Dengue

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wanti Wanti

    2014-12-01

    Full Text Available Tingkat kepadatan jentik merupakan indikasi diketahuinya kepadatan nyamuk Aedes sp yang akan menularkan virus dengue sebagai penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD dan juga sebagai salah satu indikator keberhasilan kegiatan pengendalian vektor. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik tempat penampungan air (TPA dan perbedaan kepadatan jentik House Index, Container Index, Breatau Index (HI, CI, BI di Kelurahan Alak sebagai daerah endemis dan Kelurahan Belo sebagai daerah bebas DBD di Kota Kupang Tahun 2011. Penelitian observasional analitik ini menggunakan rancangan studi potong lintang. Variabel penelitian adalah jenis, kondisi, letak, bahan TPA dan kepadatan jentik Aedes sp. Data dikumpulkan dengan observasi langsung pada TPA dan rumah terpilih. Data disajikan dalam bentuk tabel kemudian dianalisis dengan uji-t. Penelitian ini menemukan TPA positif jentik paling banyak adalah TPA untuk kebutuhan sehari-hari, kondisi TPA tidak tertutup rapat, letak TPA di luar rumah, bahan TPA adalah bahan keramik, dan warna TPA adalah warna putih. Hasil penelitian menunjukkan nilai dari HI 0,887, CI 0,146 dan BI 0,080, yang artinya tidak ada perbedaan kepadatan jentik antara Kelurahan Alak (daerah endemis dengan Kelurahan Belo (daerah bebas. Disimpulkan tidak ada perbedaan kepadatan jentik (HI, CI, dan BI antara daerah endemis dan daerah bebas DBD. Kedua daerah sama-sama memiliki tingkat kepadatan jentik yang tinggi, sehingga disarankan pemberantasan sarang nyamuk tidak hanya diprioritaskan pada daerah endemis DBD tetapi juga daerah daerah bebas DBD. Water Container and the Aedes sp. Larvae Density in Endemic and Free Dengue Haemorrhagic Fever The larva density is an indication of the density of Aedes sp known to be capable of transmitting the dengue virus as the cause of dengue haemorrhagic fever (DHF and also as one of the indicators of the success of vector control activities. This study aimed to determine the difference of the water

  19. Perencanaan Ulang Sistem Pengkondisian Udara Pada lantai 1 dan 2 Gedung Surabaya Suite Hotel Di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Priatna

    2017-01-01

    Full Text Available Sistem pengkondisian udara menggunakan Air conditioner tidak hanya berfungsi sebagai pendingin, melainkan dituntut untuk dapat menghasilkan suatu kondisi udara nyaman. Perencanaan ulang yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi peralatan yang digunakan apakah telah sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Perencanaan ulang ini dilakukan dengan perhitungan beban pendinginan dari setiap ruangan dan penurunan tekanan pada saluran ducting dengan menggunakan metode CLTD (Cooling Load Temperature Difference dengan memperhatikan letak geografis, dimensi, konstruksi dan kondisi luar bangunan. Desain temperatur ruangan didasarkan pada ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers standard comfort zone sedangkan desain di luar gedung didasarkan pada data dari BMKG Juanda. Dari hasil perhitungan beban pendinginan dan kapasitas udara, didapatkan peralatan pengkondisian udara yakni AHU dan FCU yang mengalami kelebihan kapasitas pendinginan dan kapasitas udara suplai menyebabkan ruangan yang dikondisikan nantinya tidak berada pada kondisi nyaman dikarenakan temperatur yang dihasilkan lebih rendah dari temperature ruangan pada kondisi nyaman. Dari hasil perhitungan, juga didapatkan peralatan pengkondisian udara dengan kapasitas yang lebih rendah dari kapasitas perencanaan ulang pada kondisi nyaman menyebabkan kondisi ruangan tidak lagi pada kondisi nyaman. Dari hasil perhitungan perencanaan ulang juga didapatkan besar fan static pressure yang dibutuhkan oleh tiap peralatan pengkondisian udara untuk mensirkulasikan udara didalam system termasuk menyalurkan udara suplai keruangan yang dikondisikan dimana kebutuhan fan static pressure terbesar ialah pada FCU 1-6 sebesar 318,33 Pa dan terkecil pada FCU 206 sebesar 1,08 Pa.

  20. Studi Kesiapan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Serta Implementasi E-Goverment dengan Kerangka Kerja Cobit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Budi Setiawan

    2011-03-01

    Full Text Available Studi ini bertujuan untuk melihat tentang kesiapan pemanfaatan TeknologiInformasi dan Komunikasi (e-readiness pada Kementerian Komunikasi danInformatika dalam rangka implementasi tata kelola pemerintahan secaraelektronis atau e-government. Dalam studi ini juga dibahas mengenai strategi implementasi e-government menggunakan kerangka kerja COBIT. Hasil dari studi ini menyimpulkan bahwa dengan menggunakan kerangka kerja COBIT sangat membantu dalam menentukan target kinerja proses-proses TI dalam proses implementasi e-government.

  1. STRATEGI PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN SEMPADAN SUNGAI (Studi Kasus : Kali Surabaya di Kecamatan Driyorejo dan Wringinanom Kabupaten Gresik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suprapti Suprapti

    2014-11-01

    Pasal 35 Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Pemanfaatan Ruang disebutkan bahwa pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan melalui Peraturan Zonasi, perizinan, pemberian insentif/disinsentif, dan pemberian sanksi. Strategi pengendalian dan pengawasan sempadan sungai di Kecamatan Driyorejo dan Wringinanom dilakukan dengan menetapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR dan Peraturan Zonasi Kecamatan Driyorejo dan Kecamatan Wringinanom yang di-perda-kan. Pengendalian melalui perizinan merupakan filter berjenjang melalui penerbitan Izin Prinsip, Izin Lokasi, Izin Site Plan, Izin Mendirikan Bangunan, dan izin lainnya yang diperlukan, oleh Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Gresik yang berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik, Badan Pertanahan Kabupaten Gresik, dan instansi lain yang berkaitan. Pengendalian melalui pemberian disinsentif merupakan upaya untuk menghambat pemanfaatan ruang yang tidak dikehendaki perkembangannya. Pemberian sanksi berupa sanksi administratif mulai peringatan tertulis sampai pembongkaran bangunan.

  2. IMPLEMENTASI ASAS-ASAS UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK TERHADAP KEPUTUSAN BERSIFAT BESCHIKKING DALAM TATA USAHA TENTARA NASIONAL INDONESIA / THE IMPLEMENTATION OF GOOD GOVERNANCE GENERAL ESTABLISHMENT AND APPLICATION IN THE FORMATION OF GOOD GOVERNANCE IMPLEMENTATION IN INDONESIAN NATIONAL ARMY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djodi Suranto

    2017-03-01

    Full Text Available Implementasi dan pemberlakuan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (AAUPB menjelmakan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dalam Tata Usaha TNI di Pusat dan di Mabes TNI serta peranannya dalam melengkapi kekurangan, ketidakjelasan dan kekosongan peraturan perundang-undangan sebagai penemuan hukum. Implementasi beberapa asas bersifat formil yaitu asas kecermatan, motivasi dan larangan penyalahgunaan prosedur. Sedangkan asas bersifat materiil yaitu kepastian hukum, kepercayaan, larangan penyalahgunaan wewenang dan asas persamaan. Asas-asas tersebut berlaku karena implementasi sesuai dengan hukum kebiasaan yang hidup, tumbuh dan berkembang dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan, juga sesuai dengan kaidah hukum yang lebih tinggi serta adanya hubungan antara suatu kondisi faktual dengan akibat-akibat yang ditimbulkannya dan memiliki peranan yang mengisi ketidaklengkapan dan ketidakjelasan, serta kekosongan peraturan perundang-undangan sebagai penemuan hukum demi terjelmanya penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance dalam Tata Usaha TNI.  Implementation of good governance general establishment and application in the formation of good governance implementation in Indonesian National Army (TNI Administration in the Central Office and Base Office (Mabes TNI, and also its roles in equipping the weakness, ambiguities and lack of ordinance as a law finding. Results of this study find and reveal the implementation of several principles, having formal in character, they are: prudent preparation principle, motivation and prohibition in procedural abuse, and matrial character are: law certainty, trust and expectation, prohibition on authority abuse and equality principles. The principles are applied due to its formation is in accordance with prevailed, developed and grown custom law in governance implementation practice, and also because it is according to the higher law norms and also the existing relationship between factual conditions

  3. PENGARUH BRAND EQUITY KAWASAN BELANJA KAIN CIGONDEWAH KOTA BANDUNG TERHADAP CITRA KAWASAN DAN KEPUTUSAN BERBELANJA (Survei Pada Konsumen Akhir Pengunjung Kawasan Belanja Kain Cigondewah)

    OpenAIRE

    Ani Solihat

    2016-01-01

    ABSTRAK   Pemerintah daerah Indonesia, dewasa ini mulai meninjau ulang pendekatan dan cara pandang dalam mengelola daerah dengan memberikan otonomi untuk membangun sarana dan prasarana dalam mendukung pembangunan ekonomi, sosial, manajemen tata ruang dan lingkungan bagi daerah, termasuk diantaranya Jawa Barat khususnya Kota Bandung. Pelaksanaan otonomi daerah yang seluas-luasnya bagi Kota Bandung merupakan suatu tantangan yang berat, karena adanya tuntutan untuk mewujudkan kemandirian ...

  4. Transcription factor binding site positioning in yeast: proximal promoter motifs characterize TATA-less promoters.

    Science.gov (United States)

    Erb, Ionas; van Nimwegen, Erik

    2011-01-01

    The availability of sequence specificities for a substantial fraction of yeast's transcription factors and comparative genomic algorithms for binding site prediction has made it possible to comprehensively annotate transcription factor binding sites genome-wide. Here we use such a genome-wide annotation for comprehensively studying promoter architecture in yeast, focusing on the distribution of transcription factor binding sites relative to transcription start sites, and the architecture of TATA and TATA-less promoters. For most transcription factors, binding sites are positioned further upstream and vary over a wider range in TATA promoters than in TATA-less promoters. In contrast, a group of 6 'proximal promoter motifs' (GAT1/GLN3/DAL80, FKH1/2, PBF1/2, RPN4, NDT80, and ROX1) occur preferentially in TATA-less promoters and show a strong preference for binding close to the transcription start site in these promoters. We provide evidence that suggests that pre-initiation complexes are recruited at TATA sites in TATA promoters and at the sites of the other proximal promoter motifs in TATA-less promoters. TATA-less promoters can generally be classified by the proximal promoter motif they contain, with different classes of TATA-less promoters showing different patterns of transcription factor binding site positioning and nucleosome coverage. These observations suggest that different modes of regulation of transcription initiation may be operating in the different promoter classes. In addition we show that, across all promoter classes, there is a close match between nucleosome free regions and regions of highest transcription factor binding site density. This close agreement between transcription factor binding site density and nucleosome depletion suggests a direct and general competition between transcription factors and nucleosomes for binding to promoters.

  5. Penanganan Masalah Erosi Dan Sedimentasi Di Kawasan Kelurahan Perkamil

    OpenAIRE

    Fitriyah, Fifi Nur Fitriyah Nur; Halim, Fuad; Jasin, Muhammad I

    2014-01-01

    Erosi tanah dapat menyebabkan sedimentasi di sungai maupun di saluran drainase sehingga dapat mengurangi daya tampung saluran, seperti yang terjadi di Kawasan Kelurahan Perkamil, Kecamatan Tikala, Kota Manado. Seiring dengan berjalannya waktu maka pertumbuhan penduduk semakin pesat, sehingga mengakibatkan terjadinya Perubahan tata guna lahan di daerah lereng bukit kawasan Kelurahan Perkamil yang menimbulkan masalah erosi dan sedimentasi. Oleh karena itu dilakukan kajian terhadap “Penanganan M...

  6. Potensi Tinggalan Arkeologis di Kawasan Bandar Udara Sam Ratulangi Manado: Upaya Pelestarian, Pemanfaatan, dan Pengembangan bagi Masyarakat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfanuddin W. Marzuki

    2016-08-01

    Full Text Available The area of Sam Ratulangi airport’s Manado has archaeological heritage which has been know as it is closed for public. This research used descriptive method, using inductive reasoning. Meanwhile, the analysis method used morphologyl, technology, and contextual analysis. This research aimed to find out the potential of archaeological heritage in Sam Ratulangi airport area of Manado. In addition to its strategy of preservation the haritage included veilbox, bungker, and waruga. The preservation can be conducted by doing protection, development, and utilization. The preservation both physical and non physical protection. The effort for its development and utilization was conducted for the purpose of science, education, culture, and tourism. Kawasan Bandar Udara Sam Ratulangi Manado mempunyai potensi tinggalan arkeologis yang selama ini tidak diketahui masyarakat luas, dikarenakan letak tinggalan yang berada dalam kawasan tertutup untuk umum. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan penalaran induktif. Metode analisis menggunakan analisis morfologi, teknologi dan kontekstual. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi tinggalan arkeologis yang terdapat di kawasan Bandar Udara Sam Ratulangi dan strategi pelestariannya. Tinggalan arkeologis yang terdapat di kawasan Bandar Udara Sam Ratulangi meliputi veilbox, bungker, dan waruga. Upaya pelestarian dapat dilakukan dengan cara perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan. Upaya perlindungan meliputi perlindungan secara fisik dan non fisik. Upaya pengembangan dan pemanfaatan dilakukan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan dan pariwisata.

  7. Dynamics of TBP binding to the TATA box

    Science.gov (United States)

    Schluesche, Peter; Heiss, Gregor; Meisterernst, Michael; Lamb, Don C.

    2008-02-01

    Gene expression is highly controlled and regulated in living cells. One of the first steps in gene transcription is recognition of the promoter site by the TATA box Binding Protein (TBP). TBP recruits other transcriptions factors and eventually the RNA polymerase II to transcribe the DNA in mRNA. We developed a single pair Förster Resonance Energy Transfer (spFRET) assay to investigate the mechanism of gene regulation. Here, we apply this assay to investigate the initial binding process of TBP to the adenovirus major late (AdML) promoter site. From the spFRET measurements, we were able to identify two conformations of the TBP-DNA complex that correspond to TBP bound in the correct and the opposite orientation. Increased incubation times or the presence of the transcription factor TFIIA improved the alignment of TBP on the promoter site. Binding of TBP to the TATA box shows a rich dynamics with abrupt transitions between multiple FRET states. A frame-wise histogram analysis revealed the presence of at least six discrete states, showing that TBP binding is more complicated than previously thought. Hence, the spFRET assay is very sensitive to the conformation of the TBP-DNA complex and is very promising tool for investigating the pathway of TBP binding in detail.

  8. A Random Screen Using a Novel Reporter Assay System Reveals a Set of Sequences That Are Preferred as the TATA or TATA-Like Elements in the CYC1 Promoter of Saccharomyces cerevisiae.

    Science.gov (United States)

    Watanabe, Kiyoshi; Yabe, Makoto; Kasahara, Koji; Kokubo, Tetsuro

    2015-01-01

    In Saccharomyces cerevisiae, the core promoters of class II genes contain either TATA or TATA-like elements to direct accurate transcriptional initiation. Genome-wide analyses show that the consensus sequence of the TATA element is TATAWAWR (8 bp), whereas TATA-like elements carry one or two mismatches to this consensus. The fact that several functionally distinct TATA sequences have been identified indicates that these elements may function, at least to some extent, in a gene-specific manner. The purpose of the present study was to identify functional TATA sequences enriched in one particular core promoter and compare them with the TATA or TATA-like elements that serve as the pre-initiation complex (PIC) assembly sites on the yeast genome. For this purpose, we conducted a randomized screen of the TATA element in the CYC1 promoter by using a novel reporter assay system and identified several hundreds of unique sequences that were tentatively classified into nine groups. The results indicated that the 7 bp TATA element (i.e., TATAWAD) and several sets of TATA-like sequences are preferred specifically by this promoter. Furthermore, we find that the most frequently isolated TATA-like sequence, i.e., TATTTAAA, is actually utilized as a functional core promoter element for the endogenous genes, e.g., ADE5,7 and ADE6. Collectively, these results indicate that the sequence requirements for the functional TATA or TATA-like elements in one particular core promoter are not as stringent. However, the variation of these sequences differs significantly from that of the PIC assembly sites on the genome, presumably depending on promoter structures and reflecting the gene-specific function of these sequences.

  9. EVALUASI APLIKASI ADOBE FLASH™ UNTUK PEMBUATAN PETA DIGITAL DITINJAU DARI ASPEK KARTOGRAFIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adittiyo Darmawan

    2015-02-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi komputer dan perangkat lunak grafis memberi banyak kerugian dalam pembuatan serta penyajian informasi spasial berbentuk peta. Adobe Flash™ menjadi salah satu aplikasi yang digunakan oleh untuk membuat peta interaktif, seoerti yang dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG  dengan programnya Atlas Elektronik Bakosurtanal. Adobe Flash™ perlu dikaji ulang tentang kemampuannya membuat sebuah peta apakah sudah memenuhi aturan yang ada atau belum, karena dengan  adanya perkembangan teknologi komputer dan fitur yang ada memungkinkan setiap orang berkreasi pada visualisasinya, sedang disisi lain, peta yang dihasilkan kehilangan kaidah kartografinya.Terdapat beberapa tahapan dalam proses pembuatan peta digital ITS ini yaitu, digitasi peta untuk memetakan bangunan bangunan baru untuk mendapatkan peta digital ITS Sukolilo terbaru berdasarkan Citra Worldview menggunakan Autocad Land Desktop 2009, kemudian pemberiaan beberapa aspek kartografis seperti pewarnaan peta, desain simbol, menggunakan Coreldraw X5, dan tahapan terakhir adalah desain tata letak dan pemberian koordinat agar peta yang dibuat sesuai dengan aturan kartografi menggunakan Adobe Flash™ CS5. Dari penelitian pembuatan peta digital ITS ini diperoleh hasil bahwa telah dibuat sebuah Peta Digital ITS 2014 dengan aplikasi pemetaan Adobe Flash™. Peta yang disajikan menggunakan Adobe Flash™ dibuat melalui beberapa proses dan software, dimulai dari penggambaran peta menggunakan Autocad Land Desktop 2009, pewarnaan dan simbolisasi menggunakan Coreldraw X5, dan tata letak serta desain peta sesuai aturan kartografis. Dari aturan yang ada desain tata letak peta digital ini sudah memenuhi keseimbangan simetris dengan judul di atas muka peta sedangkan informasi tepi terletak dibawah muka petadan  dari kriteria kartografis dapat disimpulkan bahwa aplikasi Adobe Flash™ mampu membuat sebuah peta sesuai dengan aturan kartografi dengan memenuhi lima dari enam aspek

  10. Enough is enough: TatA demand during Tat-dependent protein transport.

    Science.gov (United States)

    Hauer, René Steffen; Schlesier, René; Heilmann, Kathleen; Dittmar, Julia; Jakob, Mario; Klösgen, Ralf Bernd

    2013-05-01

    The twin-arginine translocation (Tat(1)) pathway is unique with respect to its property to translocate proteins in a fully folded conformation across ion-tight membranes. In chloroplasts and Gram-negative bacteria, Tat translocase consists of the integral subunits TatB and TatC, which are assumed to constitute the membrane receptor, and TatA, a bitopic membrane protein being responsible in a yet unknown manner for the membrane translocation step. Antibody inhibition of intrinsic thylakoidal TatA activity and recovery of transport by heterologously expressed, purified TatA allowed to exactly quantify the amount of TatA required to catalyse membrane transport of the model Tat substrate 16/23. We can show that TatA concentrations in the 100nM range are sufficient to efficiently catalyse membrane transport of the protein, which corresponds well to the amount of TatA identified in thylakoids. Furthermore, TatA shows cooperativity in its catalytic activity suggesting that Tat translocase operates as an allosteric enzyme complex. Copyright © 2013 Elsevier B.V. All rights reserved.

  11. SNPs in the HIV-1 TATA box and the AIDS pandemic.

    Science.gov (United States)

    Suslov, Valentin V; Ponomarenko, Petr M; Efimov, Vadim M; Savinkova, Ludmila K; Ponomarenko, Mikhail P; Kolchanov, Nikolay A

    2010-06-01

    Evolutionary trends have been examined in 146 HIV-1 forms (2662 copies, 2311 isolates) polymorphic for the TATA box using the "DNA sequence-->affinity for TBP" regression (TBP is the TATA binding protein). As a result, a statistically significant excess of low-affinity TATA box HIV-1 variants corresponding to a low level of both basal and TAT-dependent expression and, consequently, slow replication of HIV-1 have been detected. A detailed analysis revealed that the excess of slowly replicating HIV-1 is associated with the subtype E-associated TATA box core sequence "CATAAAA". Principal Component Analysis performed on 2662 HIV-1 TATA box copies in 70 countries revealed the presence of two principal components, PC1 (75.7% of the variance) and PC2 (23.3% of the variance). They indicate that each of these countries is specifically associated with one of the following trends in HIV-1 evolution: neutral drift around the normal TATA box; neutral drift around the slowly replicating TATA box core sequence (phylogenetic inertia); an adaptive increase in the frequency of the slowly replicating form.

  12. Stepwise bending of DNA by a single TATA box binding protein

    DEFF Research Database (Denmark)

    Tolic-Nørrelykke, Simon F; Rasmussen, Mette B; Pavone, Francesco S

    2006-01-01

    The TATA-box binding protein (TBP) is required by all three eucaryotic RNA polymerases for the initiation of transcription from most promoters. TBP recognizes, binds to, and bends promoter sequences called "TATA-boxes" in the DNA. We present results from the study of individual Saccharomyces...... cerevisiae TBPs interacting with single DNA molecules containing a TATA-box. Using video microscopy, we observed the Brownian motion of the beads tethered by short surface-bound DNA. When TBP binds to and bends the DNA, the conformation of the DNA changes and the amplitude of Brownian motion of the tehtered...

  13. Use of waste plastics in cokemaking at Tata Steel

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Krishnan, S.H.; Sharma, R.; Dash, P.S.; Haldar, S.K.; Biswas, B. [Tata Steel, Jamshedpur (India)

    2006-08-15

    Disposal of waste plastics is a serious global issue, and hence it is imperative to explore methods to recycle them for efficient utilisation. The coke making process is considered to be a promising area to which the thermal decomposition of waste plastics is applicable, because the process involves coal carbonisation at a high temperature under a reducing atmosphere. As an outcome of the research work carried out on a laboratory scale followed by plant trials at Tata Steel, it was found that waste plastics recycling process using stamp charged coke ovens is feasible to recover coke, tar, light oil and gas from general waste plastics mixed in coal by carbonisation in coke ovens. It has also been established in the laboratory that waste plastics up to 1% can be used in coke making without any deterioration in coke strength. Plant trials have also indicated that co-carbonisation of waste plastics with coal is a possible solution for its disposal.

  14. Role of indirect readout mechanism in TATA box binding protein-DNA interaction

    Science.gov (United States)

    Mondal, Manas; Choudhury, Devapriya; Chakrabarti, Jaydeb; Bhattacharyya, Dhananjay

    2015-03-01

    Gene expression generally initiates from recognition of TATA-box binding protein (TBP) to the minor groove of DNA of TATA box sequence where the DNA structure is significantly different from B-DNA. We have carried out molecular dynamics simulation studies of TBP-DNA system to understand how the DNA structure alters for efficient binding. We observed rigid nature of the protein while the DNA of TATA box sequence has an inherent flexibility in terms of bending and minor groove widening. The bending analysis of the free DNA and the TBP bound DNA systems indicate presence of some similar structures. Principal coordinate ordination analysis also indicates some structural features of the protein bound and free DNA are similar. Thus we suggest that the DNA of TATA box sequence regularly oscillates between several alternate structures and the one suitable for TBP binding is induced further by the protein for proper complex formation.

  15. Interpreting SCAMPI for a People CMM Appraisal at Tata Consultancy Services

    National Research Council Canada - National Science Library

    Radice, Ron; Hefley, William E; Curtis, Bill; Ferguson, Jack; Hayes, Will

    2005-01-01

    Tata Consultancy Services (TCS) is a large information technology consulting, services, and business process outsourcing organization interested in reducing the costs of conducting process improvement appraisals at its multiple locations...

  16. Cellular microRNAs up-regulate transcription via interaction with promoter TATA-box motifs.

    Science.gov (United States)

    Zhang, Yijun; Fan, Miaomiao; Zhang, Xue; Huang, Feng; Wu, Kang; Zhang, Junsong; Liu, Jun; Huang, Zhuoqiong; Luo, Haihua; Tao, Liang; Zhang, Hui

    2014-12-01

    The TATA box represents one of the most prevalent core promoters where the pre-initiation complexes (PICs) for gene transcription are assembled. This assembly is crucial for transcription initiation and well regulated. Here we show that some cellular microRNAs (miRNAs) are associated with RNA polymerase II (Pol II) and TATA box-binding protein (TBP) in human peripheral blood mononuclear cells (PBMCs). Among them, let-7i sequence specifically binds to the TATA-box motif of interleukin-2 (IL-2) gene and elevates IL-2 mRNA and protein production in CD4(+) T-lymphocytes in vitro and in vivo. Through direct interaction with the TATA-box motif, let-7i facilitates the PIC assembly and transcription initiation of IL-2 promoter. Several other cellular miRNAs, such as mir-138, mir-92a or mir-181d, also enhance the promoter activities via binding to the TATA-box motifs of insulin, calcitonin or c-myc, respectively. In agreement with the finding that an HIV-1-encoded miRNA could enhance viral replication through targeting the viral promoter TATA-box motif, our data demonstrate that the interaction with core transcription machinery is a novel mechanism for miRNAs to regulate gene expression. © 2014 Zhang et al.; Published by Cold Spring Harbor Laboratory Press for the RNA Society.

  17. Early Contacts between Substrate Proteins and TatA Translocase Component in Twin-arginine Translocation*

    Science.gov (United States)

    Fröbel, Julia; Rose, Patrick; Müller, Matthias

    2011-01-01

    Twin-arginine translocation (Tat) is a unique protein transport pathway in bacteria, archaea, and plastids. It mediates the transmembrane transport of fully folded proteins, which harbor a consensus twin-arginine motif in their signal sequences. In Gram-negative bacteria and plant chloroplasts, three membrane proteins, named TatA, TatB, and TatC, are required to enable Tat translocation. Available data suggest that TatA assembles into oligomeric pore-like structures that might function as the protein conduit across the lipid bilayer. Using site-specific photo-cross-linking, we have investigated the molecular environment of TatA under resting and translocating conditions. We find that monomeric TatA is an early interacting partner of functionally targeted Tat substrates. This interaction with TatA likely precedes translocation of Tat substrates and is influenced by the proton-motive force. It strictly depends on the presence of TatB and TatC, the latter of which is shown to make contacts with the transmembrane helix of TatA. PMID:22041896

  18. Early contacts between substrate proteins and TatA translocase component in twin-arginine translocation.

    Science.gov (United States)

    Fröbel, Julia; Rose, Patrick; Müller, Matthias

    2011-12-23

    Twin-arginine translocation (Tat) is a unique protein transport pathway in bacteria, archaea, and plastids. It mediates the transmembrane transport of fully folded proteins, which harbor a consensus twin-arginine motif in their signal sequences. In Gram-negative bacteria and plant chloroplasts, three membrane proteins, named TatA, TatB, and TatC, are required to enable Tat translocation. Available data suggest that TatA assembles into oligomeric pore-like structures that might function as the protein conduit across the lipid bilayer. Using site-specific photo-cross-linking, we have investigated the molecular environment of TatA under resting and translocating conditions. We find that monomeric TatA is an early interacting partner of functionally targeted Tat substrates. This interaction with TatA likely precedes translocation of Tat substrates and is influenced by the proton-motive force. It strictly depends on the presence of TatB and TatC, the latter of which is shown to make contacts with the transmembrane helix of TatA.

  19. The conformational state of the nucleosome entry–exit site modulates TATA box-specific TBP binding

    Science.gov (United States)

    Hieb, Aaron R.; Gansen, Alexander; Böhm, Vera; Langowski, Jörg

    2014-01-01

    The TATA binding protein (TBP) is a critical transcription factor used for nucleating assembly of the RNA polymerase II machinery. TBP binds TATA box elements with high affinity and kinetic stability and in vivo is correlated with high levels of transcription activation. However, since most promoters use less stable TATA-less or TATA-like elements, while also competing with nucleosome occupancy, further mechanistic insight into TBP's DNA binding properties and ability to access chromatin is needed. Using bulk and single-molecule FRET, we find that TBP binds a minimal consensus TATA box as a two-state equilibrium process, showing no evidence for intermediate states. However, upon addition of flanking DNA sequence, we observe non-specific cooperative binding to multiple DNA sites that compete for TATA-box specificity. Thus, we conclude that TBP binding is defined by a branched pathway, wherein TBP initially binds with little sequence specificity and is thermodynamically positioned by its kinetic stability to the TATA box. Furthermore, we observed the real-time access of TBP binding to TATA box DNA located within the DNA entry–exit site of the nucleosome. From these data, we determined salt-dependent changes in the nucleosome conformation regulate TBP's access to the TATA box, where access is highly constrained under physiological conditions, but is alleviated by histone acetylation and TFIIA. PMID:24829456

  20. The conformational state of the nucleosome entry-exit site modulates TATA box-specific TBP binding.

    Science.gov (United States)

    Hieb, Aaron R; Gansen, Alexander; Böhm, Vera; Langowski, Jörg

    2014-07-01

    The TATA binding protein (TBP) is a critical transcription factor used for nucleating assembly of the RNA polymerase II machinery. TBP binds TATA box elements with high affinity and kinetic stability and in vivo is correlated with high levels of transcription activation. However, since most promoters use less stable TATA-less or TATA-like elements, while also competing with nucleosome occupancy, further mechanistic insight into TBP's DNA binding properties and ability to access chromatin is needed. Using bulk and single-molecule FRET, we find that TBP binds a minimal consensus TATA box as a two-state equilibrium process, showing no evidence for intermediate states. However, upon addition of flanking DNA sequence, we observe non-specific cooperative binding to multiple DNA sites that compete for TATA-box specificity. Thus, we conclude that TBP binding is defined by a branched pathway, wherein TBP initially binds with little sequence specificity and is thermodynamically positioned by its kinetic stability to the TATA box. Furthermore, we observed the real-time access of TBP binding to TATA box DNA located within the DNA entry-exit site of the nucleosome. From these data, we determined salt-dependent changes in the nucleosome conformation regulate TBP's access to the TATA box, where access is highly constrained under physiological conditions, but is alleviated by histone acetylation and TFIIA. © The Author(s) 2014. Published by Oxford University Press on behalf of Nucleic Acids Research.

  1. Perhitungan Dan Rancangan Penerangan Buatan Pada Ruang Dubbing Suatu Studio Produksi Film (Calculation and Design of Artificial Lighting System of a Dubbing Room)

    OpenAIRE

    N, Ningsar; Sangkertadi, Prof

    2013-01-01

    Metode perhitungan penerangan merata diterapkan dalam perencanaan ruang dubbing dari suatu konseprancangan studio produksi film. Ruang dubbing memiliki fungsi strategis dalam proses produksi film, sehinggamemerlukan tata cahaya yang baik. Para artis, dubber dan operator dubbing, memerlukan cahaya di ruangdubbing dengan kuat penerangan yang mencukupi, nyaman, merata serta tidak menyilaukan, agar dapatmelaksanakan tugas produksi film secara optimal. Karena itu, diperlukan perhitungan yang tepat...

  2. A minimal tat system from a gram-positive organism - A bifunctional TatA subunit participates in discrete TatAC and TatA complexes

    NARCIS (Netherlands)

    Barnett, James P.; Eijlander, Robyn T.; Kuipers, Oscar P.; Robinson, Colin

    2008-01-01

    The Tat system transports folded proteins across bacterial and thylakoid membranes. In Gram-negative organisms, a TatABC substrate-binding complex and separate TatA complex are believed to coalesce to form an active translocon, with all three subunits essential for translocation. Most Gram-positive

  3. Tata Institute of Fundamental Research School of Physics

    International Nuclear Information System (INIS)

    Daniel, R.R.

    1975-01-01

    The diverse activities currently in progress in the School of Physics at Tata Institute of Fundamental Research, Bombay are reported in detail. The activities involving theoretical and experimental research are grouped under the following areas: (1) pure physics (2) astronomy and space science (3) chemical and biological studies and (4) applied research. In pure physics, studies are in progress in nuclear physics, high energy physics and solid state physics. In astronomy and space science, the fields of investigation comprise: cosmic ray physics, theoretical astrophysics and radio-astronomy. In chemical physics, structure of a variety of systems have been investigated using NMR and Moessbauer techniques. In molecular biology, basic biological processes have been studied in terms of structure and properties of biomolecules. In addition to these areas of pure research, considerable advances have been made in computer science and technology, solid state electronics, microwave engineering and hydrogy. The work done in each one of these areas is briefly summarized. A number of supporting research facilities are mentioned. A brief mention has also been made on the existing education and training programmes. (A.K.)

  4. Crystal structure of Methanococcus jannaschii TATA box-binding protein.

    Science.gov (United States)

    Adachi, Naruhiko; Senda, Miki; Natsume, Ryo; Senda, Toshiya; Horikoshi, Masami

    2008-11-01

    As the archaeal transcription system consists of a eukaryotic-type transcription apparatus and bacterial-type regulatory transcription factors, analyses of the molecular interface between the transcription apparatus and regulatory transcription factors are critical to reveal the evolutionary change of the transcription system. TATA box-binding protein (TBP), the central components of the transcription apparatus are classified into three groups: eukaryotic, archaeal-I and archaeal-II TBPs. Thus, comparative functional analysis of these three groups of TBP is important for the study of the evolution of the transcription system. Here, we present the first crystal structure of an archaeal-II TBP from Methanococcus jannaschii. The highly conserved and group-specific conserved surfaces of TBP bind to DNA and TFIIB/TFB, respectively. The phylogenetic trees of TBP and TFIIB/TFB revealed that they evolved in a coupled manner. The diversified surface of TBP is negatively charged in the archaeal-II TBP, which is completely different from the case of eukaryotic and archaeal-I TBPs, which are positively charged and biphasic, respectively. This difference is responsible for the diversification of the regulatory functions of TBP during evolution.

  5. Annual report 1988-89: Tata Institute of Fundamental Research

    International Nuclear Information System (INIS)

    Isloor, J.D.

    1989-01-01

    The annual report surveys the work of the Tata Institute of Fundamental Research (TIFR), Bombay, during the fiscal year 1988-89. Most of the research activities are organised and carried out in two schools of the Institute, namely, the School of Mathematics and the School of Physics. In the School of Mathematics, active research is carried out in almost every branch of pure mathematics. The School of Physics is engaged in research activities of both theoretical and experimental nature in high energy physics, astrophysics, cosmic rays, space physics, astronomy, nuclear and atomic physics, condensed matter physics, molecular biology, computer science and communication and microwave engineering. TIFR has a Basic Dental Research Unit which carries out intervention studies on oral cancer and precancerous lesions. Its Homi Bhabha Centre for Science Education (HBCSE) carries out programmes for improvement of science education at all levels in the country. TIFR outstation units are: (1) TIFR Centre at Bangalore which in collaboration with the Indian Institute of Science, Bangalore has a programme in Applications of Mathematics (2) Radio Astronomy Centre, Ooty, (3) Baloon Facility, Hyderabad and (4) National Image Processing Facility, Ooty. The academic and research activities of the schools, new technique and instruments and experimental facilities developed and fabricated by various units of TIFR are briefly described. Faculty and section wise list of staff members is given. Lists of publications by the members and other activities such as colloquia, seminars, conferences etc. are also given. (M.G.B.)

  6. STRATEGI PENGGUNAAN KOSAKATA DAN TATA BAHASA DALAM BERITA HARIAN UMUM INDEPENDEN SINGGALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Ramadhanti

    2015-04-01

    Full Text Available This article  aims to describe the strategy of the use of vocabulary and grammer in general daily news i Singgalang newspaper. The method used is  descriptive method to descripe the use of vocabulary and grammer in writing news writer. The  discusiion carried out in accordance with the opinion expressed by Roger Flower, etal. Vocabulary  and grammer in general daily news in singgalang newspaper tend to marginalize the victim because writers to write descriptions of the perpetrator, while the victim semed to be ignored. Vocabulary used tend vocabulary and grammer marginalizations tend syntax used passive or passivation and nominalition resulting in the removal of the perpetrator in the news. Victims tend to be the main core of the problem

  7. Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Workshop Tata Busana Smk Negeri 1 Ampek Angkek Agam

    OpenAIRE

    Sovia, Ray; Ernawati, Ernawati; Idrus, Yenni

    2012-01-01

    This study revealed on the Application of Health and Safety (K3) in dressmaking workshop SMK State 1 Ampek Angkek Agam, terms of three indicators, that is (1) Application of K3 with itself, (2) Application of K3 in using the tools of practice, (3) Application of K3 in the work environment. This research is a qualitative study, in order to examine the condition of the natural objects with the intent of exposing some of the circumstances in which the researcher as the key instrument. Source of ...

  8. Pengaruh Tata Kelola Perusahaan dan Penghindaran Pajak Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juoro Larastomo

    2016-05-01

    Full Text Available The Impact of Corporate Governance and Tax Avoidance on Earning Management at Indonesian Manufacturing CompaniesThe objective of this study is to determine the impact of corporate governance and tax avoidance on earning management by Indonesian manufacturing companies listed on IDX in 2010-204. This study used board of commissioner, independent commissioner, audit committee, and managerial ownership as corporate governance’s variabel. Population of this study is Indonesian manufacturing companies listed on IDX in 2010-2014. Sample of this study are 21 companies that generated using purposive sampling method. The multiple regression analysis test showed that board of commissioner, independent commissioner and tax avoidance have positive impact on earning management. But, managerial ownership has positive impact on earning management and audit committee has no impact on earning managementDOI: 10.15408/ess.v6i1.3121

  9. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI, DAN TATA RUANG KANTOR TERHADAP KINERJA PEGAWAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melinda Puspitasari

    2018-03-01

    Full Text Available The purpose of this study is to determine whether there is influence of archival management and competence on the quality of archival services in the Department of Education and Culture of Demak Regency. The population in this study was all employees in DinsosP2PA Demak which were 76 employees with saturation sampling technique. Data collection methods used in this study were questionnaires, observation, documentation, and interviews. Data analysis using multiple linier regression analysis method, classical test assumption analysis, descriptive percentage analysis, and hypothesis test analysis with SPSS For Windows versi 21.0 program. The results of multiple linear regression analysis obtained equation Y = -3,880 + 0,434 X1 + 0,292 X2 + 0,219 X3. The significance test of regression equation with F test, obtained Fcount = 29,520 with significance 0,000 and less than 0,05. The influence of simultaneous or joint from the leadership style, organizational culture, and office layout towards the employee performance is equal to 53,3%.

  10. PENENTU BESARAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI: TATA KELOLA, TINGKAT PENGUNGKAPAN, DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cynthia Afriani Utama

    2015-06-01

    Full Text Available Indonesian firms are characterized by conglomeration that tends to conduct related party transaction (RPT. Extant academic literature provides two competing views on RPTs: the efficient transaction hypothesis and the conflict of interest hypothesis. The purpose of this study is to investigate RPT from the point of view of the conflict of interest hypothesis. Specifically, this study examines the size of RPT which is performed by majority shareholders to expropriate minority shareholders. The size of RPT measures the direct influence of RPT on shareholders’ wealth. In this study, the size of RPT is measured by RPT transactions of assets plus liabilities (RPTAL and sales plus expenses (RPTSE relative to book value of equity. Furthermore, this study investigates whether RPTAL and RPSE are determined by CG practices, disclosure of RPT, and ownership structure. This study cannot find the influence of CG on size of RPTAL and RPTSE. The results of the study also show that only disclosure of RPT and ownership structure that have positive impact on size of RPTSE. Disclosure of RPT increases more efficient RPTSE than abusive RPTSE. This study find that the relationship between the disclosure and RPTAL is insignificant as efficient RPTAL does not dominate abusive RPTAL, while concentrated ownership has a positive impact on abusive RPTSE.

  11. TATA GUNA LAHAN DALAM TINJAUAN PENYUSUNAN KEBIJAKAN DAN PENGELOLAANNYA SECARA ISLAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldrin Yusuf Firmansyah

    2013-09-01

    Full Text Available Land use is still one of the key elements of urban design. It determines the basic two dimensional plans on which three dimensional spaces are created and functions are performed. Urban is also a fusion of architecture, economics, history, geography, politics and religion. This entire aspects make a city has complex form. Islam as an amalgamation on community life, it contributes urban order include policy and management of land use. This paper has a purpose to explore Islamic contribution on arrangement of land use policy and management, from philosophical level to operational level. This paper uses methodical interpretative-historical research. It means investigations into social-physical phenomena that are a past condition, within complex contexts, with a view toward explaining those phenomena in narrative form and in a holistic fashion.

  12. Penerapan Aplikasi Fruity Loops sebagai Media Pembelajaran Penciptaan Komposisi dan Aransemen Tata Suara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunanto Tri Laksono

    2017-11-01

    Full Text Available The software is one of the essential tools in the learning process used in the modern era today, both for the improvement of technology and as a medium of learning. Fruity Loops is one of the learning media based on digital technology in the form of software used in writing and creating works or arrangements on the art of music in the way of partitions and audio. The structure of the creation of compositions and arrangements is an essential part of the art of music, mostly the value of harmonization created and felt in developing creativity in the art of music. Several things play a crucial role in the planning of the arrangement and composition, namely: (a the form of musical composition, (b primary ideas, (c concepts, (d patterns and methods of arrangement, (e musical works. DIV Computer Multimedia at Stikom Surabaya which is the object of this research is one of the study programs which focus on film, television, and animation, so the purpose of learning through Fruity Loops is to develop the concept of sound in animation and film, and videos are original and do not violate copyright ethics, and serve as an introduction to learning based on Communication Technology.

  13. DAMPAK TATA RUANG WILAYAH TERHADAP AKTIVITAS KEWIRAUSAHAAN DAN PERTUMBUHAN USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER DI PROVINSI JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rufti Puji Astuti

    2016-05-01

    Full Text Available Spatial is one issue that is important in assessing the concept of entrepreneurship. Interest studied the problems of spatial and entrepreneurship is to create business growth, through the support of business locations atmosphere, leading to the creation of entrepreneurial activity. The purpose of this study to (1 identify the determining factors of the characteristics of the zone; (2 to analyze the influence of the characteristics of the zone of entrepreneurial activity; (3 Analyze the effects of entrepreneurial activity on the growth of broiler chicken farm. The research was conducted by survey method, conducted in three zones in Jambi province with a total sample of 140 farmers. The results showed (1 Characteristics of the zone formed by the spatial characteristics, enterprises and entrepreneurs. (2 Characteristics of significant zones of direct and positive effect on entrepreneurial activity (3 entrepreneurial activities significantly affect the growth of broiler chicken farm, both of which have a positive relationship. In other words, the growth of the business acquired, occur because of the encouragement of entrepreneurial activity increased farmers.

  14. Peran Facebook dalam Komunikasi Interpersonal Studi Deskriptif Kualitatif tentang Peran Facebook sebagai Media dalam Komunikasi Interpersonal antara Guru dan Murid di SMP Maria Immaculata

    OpenAIRE

    Pertiwi, Skolastika Santi

    2013-01-01

    Facebook (FB) digunakan sebagai media untuk berkomunikasi antara guru dengan murid di SMP Maria Immaculata (MI). Komunikasi interpersonal antara mereka dapat dilihat dari aspek hubungan personal, penerapan tata tertib, dan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran FB dalam komunikasi interpersonal antara guru dan murid di SMP MI. Jenis penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan selama bulan Juli 2012 – Juni 2013 dengan cara observasi timeline FB mili...

  15. Comprehensive study in the inhibitory effect of berberine on gene transcription, including TATA box.

    Science.gov (United States)

    Wang, Yugang; Kheir, Michael M; Chai, Yushuang; Hu, Jun; Xing, Dongming; Lei, Fan; Du, Lijun

    2011-01-01

    Berberine (BBR) is an established natural DNA intercalator with numerous pharmacological functions. However, currently there are neither detailed reports concerning the distribution of this alkaloid in living cells nor reports concerning the relationship between BBR's association with DNA and the function of DNA. Here we report that the distribution of BBR within the nucleus can be observed 30 minutes after drug administration, and that the content of berberine in the nucleus peaks at around 4 µmol, which is twelve hours after drug administration. The spatial conformation of DNA and chromatin was altered immediately after their association with BBR. Moreover, this association can effectively suppress the transcription of DNA in living cell systems and cell-free systems. Electrophoretic mobility shift assays (EMSA) demonstrated further that BBR can inhibit the association between the TATA binding protein (TBP) and the TATA box in the promoter, and this finding was also attained in living cells by chromatin immunoprecipitation (ChIP). Based on results from this study, we hypothesize that berberine can suppress the transcription of DNA in living cell systems, especially suppressing the association between TBP and the TATA box by binding with DNA and, thus, inhibiting TATA box-dependent gene expression in a non-specific way. This novel study has significantly expanded the sphere of knowledge concerning berberine's pharmacological effects, beginning at its paramount initial interaction with the TATA box.

  16. Transcription factors operate TATA switches via rotational remodeling of local columnar chromatin structure.

    Science.gov (United States)

    Trifonov, Edward N

    2016-12-01

    Our earlier study on the nucleosomes containing TBP binding sites (TATA boxes) indicated that generally the same sequence, which harbors the TATA box, encodes simultaneously an alternative rotational setting of the box, so that the TATA element is either exposed (position "minor groove out") or hidden in position "minor groove in". The sequence elements (dinucleotides) residing on the inner surface of DNA in contact with histone octamers are identified by calculating YR tracks in the promoter regions of the genes - periodically reappearing YR elements, at distances of 10-11 bases from one another. Non-YR elements of the YR tracks are also verified by nucleosome mapping procedure based on alternation of runs of purines with runs of pyrimidines. The tracks observed in yeast promoter regions are found to split into two, passing further downstream either through the TATA element or 4-6 bases toward the tail of the box. The points of splitting which play the role of TATA switches are located in close vicinity or within the transcription factor binding sites. This suggests the regulatory function of transcription factors changing the YR tracks by over- or under-twisting DNA induced by their binding.

  17. KOMPETENSI ABSOLUT PENGADILAN TATA USAHA NEGARA DALAM KONTEKS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN (The Absolut Competence of Administrative Court Based on Law Number 30 of 2014 Concerning Government Administration

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yodi Martono Wahyunadi

    2016-03-01

    Full Text Available Dalam konteks Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (UUAP kompetensi PTUN tidak hanya Keputusan Tata Usaha Negara akan tetapi mempunyai kompetensi mengadili Tindakan Administrasi. Selain itu pula PTUN mempunyai kompetensi memutus permohonan untuk menentukan penilaian ada tidaknya unsur penyalahgunaan wewenang serta permohonan keputusan fiktif positif. Sikap diam atau abainya Badan dan/atau Pejabat pemerintahan terhadap permohonan badan atau seseorang dianggap telah mengeluarkan keputusan. Kompetensi PTUN yang baru lainnya terhadap keputusan Badan atau Pejabat pemerintahan yaitu Upaya Administrasi. UUAP tidak hanya mengatur hukum materiil tetapi juga hukum formil (acara. Untuk itu UUAP harus diubah hanya memuat hukum materiil saja dan perlu adanya perubahan terhadap UU Peradilan Tata Usaha Negara untuk mengakomodir penegakan hukum materiil. In the context of Law Number 30 of 2014 concerning Government Administration the competence of administrative court was not only the decision of the Administration but also has the competence to judge the actions of Administration. In addition administrative court also have competence to decide an application for assessment to determine whether there are elements of authority abuse as well as the application for a fictitious positive decision. However to determine the application for approval of a person or body of civil law are not automatically, but must first be tested through administrative courts. The Government's Administration Law regulates the material law and formal law. For the Government's Administration Law should be amended to load any material law and the need for changes to the Administrative Law to accommodate the enforcement of material law.

  18. Effective Governance in the Era of Disruptive Changes in Business Illustrated by the Tata Capital Framework

    DEFF Research Database (Denmark)

    Rose, Caspar; Sherman, David; Haraszuk, Anni

    2015-01-01

    Identifying, assessing, managing, and containing risks is a fundamental responsibility of business and ‘business as usual’ in 2015. The question is: How can businesses be effectively governed in an era of disruptive changes while managing risks of business? This article explores – through the case...... example of Tata Capital, part of the Indian, global conglomerate Tata Group – how to effectively govern in an environment of disruptive forces impacting business while managing risk seen from an audit committee and internal audit perspective. Effective governance through regular evaluation of internal...... financial controls and risk management ensures that the systems of risk management are robust and defensible. This agenda should be integrated into the audit committee oversight and cannot merely reflect a check the box exercise. Instead, as illustrated by the Tata Capital Framework, it must reflect...

  19. Recombinant expression and purification of human TATA binding protein using a chimeric fusion.

    Science.gov (United States)

    Silvers, Robert; Saxena, Krishna; Kudlinzki, Denis; Schwalbe, Harald

    2012-09-01

    The TATA binding protein (TBP) is the central core protein of the transcription factor II D that binds directly to the TATA box and therefore plays an integral part in eukaryotic transcription. This pivotal position of TBP is underlined by the vast number of interaction partners involved. Expression and purification of human TATA binding protein (hTBP) has remained a challenge due to protein instability and the protein loss during expression and purification involved. Here, we present a novel approach for high yield expression and purification of human TBP core (hTBPc) protein. Protein fold and activity are verified by nuclear magnetic resonance (NMR) spectroscopy and microscale thermophoresis (MST). Copyright © 2012 Elsevier Inc. All rights reserved.

  20. ANALISA YURIDIS PROSEDUR MEMORANDUM I DAN MEMORANDUM II DPR MENUJU SIDANG ISTIMEWA 2001 (Opini Publik dan Polemik Interpretasi Hukum Ketatanegaraan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noor Tri Hastuti

    2001-10-01

    Full Text Available Dinamika ketatanegaraan harus diwujudkan dalam ketentuan formal yang harus dipatuhi oleh lembaga-lembaga negara sebagai alat perlengkapan negara. Memorandum adalah tata cara yang ditetapkan sebagai bentuk pengawasan DPR terhadap kinerja Presiden dalam melaksanakan GBHN. DPR akan meminta kepada MPR untuk mengadakan Sidang Istimewa, bila Presiden tidak memperhatikan Memorandum DPR tersebut. Realitas yang terjadi di balik fenomena Memorandum dan Sidang Istimewa adalah saratnya nuansa kepentingan politik berbagai pihak yang terlibat, adanya polemik interpretasi hukum yang sebenarnya telah disadari adanya legitimasi formal atas permasalahan tersebut. Hal ini ditambah dengan belum membudayanya ketertundukan pada supremasi hukum di kalangan politisi yang duduk dalam Majelis dan Parlemen.

  1. PENINGKATAN KAPASITAS GUDANG DENGAN PERANCANGAN LAYOUT MENGGUNAKAN METODE CLASS-BASED STORAGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heldy Juliana

    2016-06-01

    Full Text Available Gudang adalah suatu tempat penyimpanan untuk semua barang-barang hasil produksi maupun penjualan. Fungsinya sebagai tempat penyimpanan memiliki peranan yang sangat vital. Oleh sebab itu diperlukan adanya pengaturan yang tepat dan cepat dalam penggunaan ruang gudang. CV.MDP-Semarang merupakan industri kemasan karton yang berlokasi di Semarang. Tingginya tingkat penggunaan gudang di perusahaan ini membuat effisiensi waktu dan ruang menjadi penting. Dari hasil pengamatan, CV. MDP-Semarang belum memiliki tata letak penyimpanan yang baik. Hal ini terlihat dari cara penyimpanan bahan baku di gudang yang belum mengikuti kaidah tata letak gudang. Pada gudang bahan baku, karton diletakkan secara acak sehingga menyulitkan pencarian, kapasitas gudang bahan baku saat ini dikeluhkan tidak mencukupi kebutuhan. Parameter tata letak gudang bahan baku yang baik adalah dipenuhinya ruang secara maksimal dan pemenuhan terhadap permintaan bahan baku yang lebih cepat. Pada penelitian ini, metode class-based storage dan penggunaan rak, memisahkan karton berdasarkan jenis karton di gudang bahan baku mampu memberikan peningkatan kapasitas gudang. Dengan rancangan tata letak gudang bahan baku usulan dapat meningkatkan kapasitas gudang, sehingga mampu memberikan ruang kosong untuk 64.000 pieces karton.     Abstract   Warehouse is a storage for all the goods of production and sales. Its function as a storage has a very vital role. Therefore it is necessary to have the proper regulations in the use of warehouse space. CV.MDP-Semarang is the carton packaging industry located in Semarang. The high level of the activity in the warehouse make time and space efficiency becomes important. From the observation, CV. MDP-Semarang do not yet have good storage layout. It is shown from raw material inventory in storage that are not following the principle of good storage layout. In the raw materials storage carton are placed randomly, so it makes the operator difficult to find the

  2. Kepribadian Guru PAI dan Tantangan Globalisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susanna Susanna

    2014-12-01

    Full Text Available Education is the process of changing attitudes and code of conduct of a person or group of people within the framework of human mature through teaching and training efforts. Behavior is a very important factor in the success of a teacher as an agent in learning. Teacher's personality will determine whether he be a good educator and mentor for the students. The phenomenon shows that globalization, especially those that are negative, if not careful will destroy the young generation with deviant behaviors. Abstrak Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. Kepribadian merupakan faktor yang sangat penting dalam kesuksesan seorang guru sebagai agen dalam pembelajaran. Kepribadian seorang guru akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. Fenomena menunjukan bahwa arus globalisasi, terutama yang bersifat negative, bila tidak hati-hati akan menghancurkan generasi muda dengan perilaku-perilaku yang menyimpang. Kata Kunci: Kepribadian Guru PAI dan Globalisasi

  3. PENGAWASAN, EVALUASI, DAN PENILAIAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERKAIT BILLING SYSTEM PADA RSUD UNGARAN BERDASARKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 (MEA02

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marthania Firmadita

    2016-10-01

    Full Text Available RSUD Ungaran Kabupaten Semarang ini memiliki sejumlah layanan kesehatan yang melayani masyarakat umum, layanan kesehatan dinamakan dengan Billing System yang dibuat dengan tujuan mempercepat pelayanan kesehatan terhadap pelanggan. Melihat banyaknya kebutuhan setiap bagian yang terkait sehingga semakin besar pengelolaan data yang ada menyebabkan keterlambatan sistem dan kesalahan dalam pengelolaan data. Berbagai upaya dilakukan untuk memberikan layanan operasional terbaik dan meminimalisasi kesalahan. Salah satunya dilakukan penilaian kinerja pengelolaan layanan yang diberikan, penilaian kinerja ini merupakan pengendalian kontrol internal secara sistematik, untuk melihat tingkat kesesuaian dan keefektifan implementasi layanan. Dari hasil observasi, wawancara, dan kuesioner berdasarkan COBIT 5 dihasilkan level kapabilitas tata kelola proses pengawasan, evaluasi, dan penilaian pengendalian internal terkait billing system (MEA02 pada RSUD Ungaran saat ini adalah Level 2 dengan status Largely Achieved sebesar 71,56% setara 2,71 dimana Level 1 dan Level 0 tercapai Fully Achieved.Hal ini menunjukan sudah dilakukan komunikasi perencanaan kedepan dari hasil penilaian kinerja tetapi belum diimplementasikan. Dan untuk mencapai level kapabilitas, RSUD Ungaran dapat melakukan strategi perbaikan yang dilakukan secara bertahap dari proses atribut level 1 sampai 3. Kata Kunci: Analisis Tata Kelola TI, Sistem Informasi Kesehatan, COBIT 5, Analisis Tingkat Kapabilitas, Analisis Kesenjangan

  4. Core promoter-specific gene regulation: TATA box selectivity and Initiator-dependent bi-directionality of serum response factor-activated transcription.

    Science.gov (United States)

    Xu, Muyu; Gonzalez-Hurtado, Elsie; Martinez, Ernest

    2016-04-01

    Gene-specific activation by enhancers involves their communication with the basal RNA polymerase II transcription machinery at the core promoter. Core promoters are diverse and may contain a variety of sequence elements such as the TATA box, the Initiator (INR), and the downstream promoter element (DPE) recognized, respectively, by the TATA-binding protein (TBP) and TBP-associated factors of the TFIID complex. Core promoter elements contribute to the gene selectivity of enhancers, and INR/DPE-specific enhancers and activators have been identified. Here, we identify a TATA box-selective activating sequence upstream of the human β-actin (ACTB) gene that mediates serum response factor (SRF)-induced transcription from TATA-dependent but not INR-dependent promoters and requires the TATA-binding/bending activity of TBP, which is otherwise dispensable for transcription from a TATA-less promoter. The SRF-dependent ACTB sequence is stereospecific on TATA promoters but activates in an orientation-independent manner a composite TATA/INR-containing promoter. More generally, we show that SRF-regulated genes of the actin/cytoskeleton/contractile family tend to have a TATA box. These results suggest distinct TATA-dependent and INR-dependent mechanisms of TFIID-mediated transcription in mammalian cells that are compatible with only certain stereospecific combinations of activators, and that a TBP-TATA binding mechanism is important for SRF activation of the actin/cytoskeleton-related gene family. Copyright © 2016 Elsevier B.V. All rights reserved.

  5. Regulation of activity of the yeast TATA-binding protein through intra ...

    Indian Academy of Sciences (India)

    Unknown

    413. Keywords. Chemical cross-linking; dimerization; gene regulation; TBP; transcription; yeast ... [Vanathi P, Mishra A K and Bhargava P 2003 Regulation of activity of the yeast TATA-binding protein through intra-molecular interactions; J. Biosci. ..... Data given was obtained from more than three independent estimations in ...

  6. Regulation of activity of the yeast TATA-binding protein through intra ...

    Indian Academy of Sciences (India)

    ... TATA-binding protein (TBP) activity both in vitro and in vivo. The reversible dimer-monomer transition of TBP is influenced by the buffer conditions in vitro. Using in vitro chemical cross-linking, we found yeast TBP (yTBP) to be largely monomeric in the presence of the divalent cation Mg2+, even at high salt concentrations.

  7. The archaeal TFIIE homologue facilitates transcription initiation by enhancing TATA-box recognition

    NARCIS (Netherlands)

    Bell, S.D.; Brinkman, A.B.; Oost, van der J.; Jackson, S.P.

    2001-01-01

    Transcription from many archaeal promoters can be reconstituted in vitro using recombinant TATA-box binding protein (TBP) and transcription factor B (TFB)—homologues of eukaryal TBP and TFIIB—together with purified RNA polymerase (RNAP). However, all archaeal genomes sequenced to date reveal the

  8. Pretata: predicting TATA binding proteins with novel features and dimensionality reduction strategy.

    Science.gov (United States)

    Zou, Quan; Wan, Shixiang; Ju, Ying; Tang, Jijun; Zeng, Xiangxiang

    2016-12-23

    It is necessary and essential to discovery protein function from the novel primary sequences. Wet lab experimental procedures are not only time-consuming, but also costly, so predicting protein structure and function reliably based only on amino acid sequence has significant value. TATA-binding protein (TBP) is a kind of DNA binding protein, which plays a key role in the transcription regulation. Our study proposed an automatic approach for identifying TATA-binding proteins efficiently, accurately, and conveniently. This method would guide for the special protein identification with computational intelligence strategies. Firstly, we proposed novel fingerprint features for TBP based on pseudo amino acid composition, physicochemical properties, and secondary structure. Secondly, hierarchical features dimensionality reduction strategies were employed to improve the performance furthermore. Currently, Pretata achieves 92.92% TATA-binding protein prediction accuracy, which is better than all other existing methods. The experiments demonstrate that our method could greatly improve the prediction accuracy and speed, thus allowing large-scale NGS data prediction to be practical. A web server is developed to facilitate the other researchers, which can be accessed at http://server.malab.cn/preTata/ .

  9. DTIE, a novel core promoter element that directs start site selection in TATA-less genes.

    Science.gov (United States)

    Marbach-Bar, Nadav; Bahat, Anat; Ashkenazi, Shaked; Golan-Mashiach, Michal; Haimov, Ora; Wu, Shwu-Yuan; Chiang, Cheng-Ming; Puzio-Kuter, Anna; Hirshfield, Kim M; Levine, Arnold J; Dikstein, Rivka

    2016-02-18

    The transcription start site (TSS) determines the length and composition of the 5' UTR and therefore can have a profound effect on translation. Yet, little is known about the mechanism underlying start site selection, particularly from promoters lacking conventional core elements such as TATA-box and Initiator. Here we report a novel mechanism of start site selection in the TATA- and Initiator-less promoter of miR-22, through a strictly localized downstream element termed DTIE and an upstream distal element. Changing the distance between them reduced promoter strength, altered TSS selection and diminished Pol II recruitment. Biochemical assays suggest that DTIE does not serve as a docking site for TFIID, the major core promoter-binding factor. TFIID is recruited to the promoter through DTIE but is dispensable for TSS selection. We determined DTIE consensus and found it to be remarkably prevalent, present at the same TSS downstream location in ≈20.8% of human promoters, the vast majority of which are TATA-less. Analysis of DTIE in the tumor suppressor p53 confirmed a similar function. Our findings reveal a novel mechanism of transcription initiation from TATA-less promoters. © The Author(s) 2015. Published by Oxford University Press on behalf of Nucleic Acids Research.

  10. CRTC1 mediates preferential transcription at neuronal activity-regulated CRE/TATA promoters.

    Science.gov (United States)

    Parra-Damas, Arnaldo; Rubió-Ferrarons, Laura; Shen, Jie; Saura, Carlos A

    2017-12-21

    Gene expression mediated by the transcription factor cAMP-responsive element-binding protein (CREB) is essential for a wide range of brain processes. The transcriptional coactivartor CREB-regulated transcription coactivator-1 (CRTC1) is required for efficient induction of CREB target genes during neuronal activity. However, the mechanisms regulating induction of specific CREB/CRTC1-dependent genes during neuronal activity remain largely unclear. Here, we investigated the molecular mechanisms regulating activity-dependent gene transcription upon activation of the CREB/CRTC1 signaling pathway in neurons. Depolarization and cAMP signals induce preferential transcription of activity-dependent genes containing promoters with proximal CRE/TATA sequences, such as c-fos, Dusp1, Nr4a1, Nr4a2 and Ptgs2, but not genes with proximal CRE/TATA-less promoters (e.g. Nr4a3, Presenilin-1 and Presenilin-2). Notably, biochemical and chromatin immunoprecipitation analyses reveal constitutive binding of CREB to target gene promoters in the absence of neuronal activity, whereas recruitment of CRTC1 to proximal CRE/TATA promoters depends on neuronal activity. Neuronal activity induces rapid CRTC1 dephosphorylation, nuclear translocation and binding to endogenous CREB. These results indicate that neuronal activity induces a preferential binding of CRTC1 to the transcriptional complex in CRE/TATA-containing promoters to engage activity-dependent transcription in neurons.

  11. TATA Box Insertion Provides a Selection Mechanism Underpinning Adaptations to Fe Deficiency.

    Science.gov (United States)

    Zhang, Meiling; Lv, Yuanda; Wang, Yi; Rose, Jocelyn K C; Shen, Fei; Han, Zhenyun; Zhang, Xinzhong; Xu, Xuefeng; Wu, Ting; Han, Zhenhai

    2017-01-01

    Intraspecific genetic variation is essential for the responses and adaption of plants to evolutionary challenges, such as changing environmental conditions. The development of the Earth's aerobic atmosphere has increased the demand for iron (Fe) in organisms, and Fe deficiency has become a limiting environmental factor for plant growth. Here, we demonstrate that genus Malus adapt to Fe deficiency through modification of the Iron-Regulated Transporter1 (IRT1) promoter. Specifically, an IRT1 mutant allele with a TATA-box insertion in the promoter region upstream of the coding region exhibited increased IRT1 expression. The altered IRT1 promoter is responsible for enhancing Fe uptake. Increasing the number of synthetic repeat TATA-boxes correlates with increased promoter activity. Furthermore, we demonstrate that the insertion of the TATA-box correlates with an increase in transcriptional activation via specific binding of the transcription factor IID (MDP0000939369). Taken together, these results indicate that an allelic insertion of a TATA-box in a gene promoter has allowed apple to adapt to the selective pressure posed by Fe deficiency. More broadly, this study reveals a new mechanism for enhancing gene expression to help plants adapt to different environments, providing new insights into molecular genetic divergence in plants. © 2017 American Society of Plant Biologists. All Rights Reserved.

  12. TBP-like protein (TLP) interferes with Taspase1-mediated processing of TFIIA and represses TATA box gene expression.

    Science.gov (United States)

    Suzuki, Hidefumi; Isogai, Momoko; Maeda, Ryo; Ura, Kiyoe; Tamura, Taka-Aki

    2015-07-27

    TBP-TFIIA interaction is involved in the potentiation of TATA box-driven promoters. TFIIA activates transcription through stabilization of TATA box-bound TBP. The precursor of TFIIA is subjected to Taspase1-directed processing to generate α and β subunits. Although this processing has been assumed to be required for the promoter activation function of TFIIA, little is known about how the processing is regulated. In this study, we found that TBP-like protein (TLP), which has the highest affinity to TFIIA among known proteins, affects Taspase1-driven processing of TFIIA. TLP interfered with TFIIA processing in vivo and in vitro, and direct binding of TLP to TFIIA was essential for inhibition of the processing. We also showed that TATA box promoters are specifically potentiated by processed TFIIA. Processed TFIIA, but not unprocessed TFIIA, associated with the TATA box. In a TLP-knocked-down condition, not only the amounts of TATA box-bound TFIIA but also those of chromatin-bound TBP were significantly increased, resulting in the stimulation of TATA box-mediated gene expression. Consequently, we suggest that TLP works as a negative regulator of the TFIIA processing and represses TFIIA-governed and TATA-dependent gene expression through preventing TFIIA maturation. © The Author(s) 2015. Published by Oxford University Press on behalf of Nucleic Acids Research.

  13. Live cell imaging shows reversible assembly of the TatA component of the twin-arginine protein transport system.

    Science.gov (United States)

    Alcock, Felicity; Baker, Matthew A B; Greene, Nicholas P; Palmer, Tracy; Wallace, Mark I; Berks, Ben C

    2013-09-17

    The twin-arginine translocation (Tat) machinery transports folded proteins across the cytoplasmic membrane of bacteria and the thylakoid membrane of chloroplasts. It has been inferred that the Tat translocation site is assembled on demand by substrate-induced association of the protein TatA. We tested this model by imaging YFP-tagged TatA expressed at native levels in living Escherichia coli cells in the presence of low levels of the TatA paralogue TatE. Under these conditions the TatA-YFP fusion supports full physiological Tat transport activity. In agreement with the TatA association model, raising the number of transport-competent substrate proteins within the cell leads to an increase in the number of large TatA complexes present. Formation of these complexes requires both a functional TatBC substrate receptor and the transmembrane proton motive force (PMF). Removing the PMF causes TatA complexes to dissociate, except in strains with impaired Tat transport activity. Based on these observations we propose that TatA assembly reaches a critical point at which oligomerization can be reversed only by substrate transport. In contrast to TatA-YFP, the oligomeric states of TatB-YFP and TatC-YFP fusions are not affected by substrate or the PMF, although TatB-YFP oligomerization does require TatC.

  14. TatA complexes exhibit a marked change in organisation in response to expression of the TatBC complex.

    Science.gov (United States)

    Smith, Sarah M; Yarwood, Andrew; Fleck, Roland A; Robinson, Colin; Smith, Corinne J

    2017-04-19

    The twin-arginine translocation (Tat) system is an integral membrane protein complex that accomplishes the remarkable feat of transporting large, fully folded polypeptides across the inner membrane of bacteria, into the periplasm. In Escherichia coli , Tat comprises three membrane proteins: TatA, TatB and TatC. How these proteins arrange themselves in the inner membrane to permit passage of Tat substrates, whilst maintaining membrane integrity, is still poorly understood. TatA is the most abundant component of this complex and facilitates assembly of the transport mechanism. We have utilised immunogold labelling in combination with array tomography to gain insight into the localisation and distribution of the TatA protein in E. coli cells. We show that TatA exhibits a uniform distribution throughout the inner membrane of E. coli and that altering the expression of TatBC shows a previously uncharacterised distribution of TatA in the inner membrane. Array tomography was used to provide our first insight into this altered distribution of TatA in three-dimensional space, revealing that this protein forms linear clusters in the inner membrane of E. coli upon increased expression of TatBC. This is the first indication that TatA organisation in the inner membrane alters in response to changes in Tat subunit stoichiometry. © 2017 The Author(s).

  15. GUDANG-GUDANG DI KARAWANG: KELETAKAN DAN FUNGSINYA DALAM SEJARAH PERNIAGAAN MASA HINDIA BELANDA The Storehouses In Karawang: Location and Functions On Commerce History in The Netherlands Indie Period

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Libra Hari Inagurasi

    2014-06-01

    Abstrak Tulisan ini mencoba membahas keberadaan gudang-gudang kuna kolonial di Karawang, yang selama ini belum banyak ditulis. Topik gudang dalam tulisan ini dikaitkan dengan konteks perniagaan lokal, yang berlangsung di wilayah Karawang dengan daerah sekitarnya pada periode akhir Hindia Belanda. Melalui tulisan ini berhasil diungkapkan dua buah gudang kuna dari masa Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, yakni gudang di Tanjungbungin dan gudang di Cilamaya. Letak dua buah gudang berada di tepi Ci Tarum, jalur perniagaan antara Tanjungbungin dengan Batavia, dan berada stasiun kereta Cilamaya jalur perniagaan antara Cilamaya dengan Cikampek. Jenis-jenis komoditas penting yang didistribusikan, misalnya, garam,  padi, ikan, kayu, dan kapur. Gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan garam, padi, yang  didistribusikan dari Laut Jawa menuju ke Tanjungbungin, dan dari Cilamaya ke Cikampek. Garam dan padi merupakan jenis-jenis komoditas penting untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Tulisan bertema gudang di Karawang ini berhasil diselesaikan setelah melalui tahap-tahap penelusuran literatur, deskripsi data gudang kuna, dan sintesa antara data arkeologi dengan sumber tertulis.   Kata kunci: gudang, komoditas perniagaan lokal, Karawang, Hindia  Belanda.

  16. Real-Time Interaction between TBP and the TATA Box of the Human Triosephosphate Isomerase Gene Promoter in the Norm and Pathology.

    Science.gov (United States)

    Arkova, O V; Kuznetsov, N A; Fedorova, O S; Kolchanov, N A; Savinkova, L K

    2014-04-01

    The TATA-binding protein (TBP) is a key part of the transcription complex of RNA polymerase II. Alone or as a part of the basal transcription factor TFIID, TBP binds the TATA box located in the core region of the TATA-containing promoters of class II genes. Previously, we studied the effects of single nucleotide polymorphisms (SNPs) on TBP/TATA-box interactions using gel retardation assay. It was demonstrated that most SNPs in the TATA boxes of some human gene promoters cause a 2- to 4-fold decrease in TBP/TATA affinity, which is associated with an increased risk of hereditary diseases, such as β thalassemias of diverse severity, hemophilia B Leyden, myocardial infarction, thrombophlebitis, lung cancer, etc. In this work, the process of TBP/TATA complex formation has been studied in real time by a stopped-flow technique using recombinant human TBP and duplexes, which were identical to the TATA box of the wild-type and a SNP-containing triosephosphate isomerase gene promoter and were fluorescently labeled by the Cy3/Cy5 FRET pair. It has been demonstrated for the first time that real-time binding of TBP to the TATA box of the TPI gene promoter is complete within 10 s and is described by a single-stage kinetic model. The complex formation of TBP with the wild-type TATA box occurs 5.5 times faster and the complex dissociation occurs 31 times slower compared with the SNPcontaining TATA box. Within the first seconds of the interaction, TBP binds to and simultaneously bends the TATA box. Importantly, the TATA box of the wild-type TPI gene promoter requires lower TBP concentrations compared to the TATA box containing the -24T → G SNP, which is associated with neurological and muscular disorders, cardiomyopathy, and other diseases.

  17. The Association between Prolonged Jaundice and TATA Box Dinucleotide Repeats in Gilbert's Syndrome.

    Science.gov (United States)

    Pasha, Yadollah Zahed; Kacho, Mousa Ahmadpor; Niaki, Haleh Akhavan; Tarighati, Mehdi; Alaee, Ehsan

    2017-09-01

    Jaundice is a common condition during the neonatal period. Prolonged jaundice occurs in a large number of breastfed infants, considering the impact of genetic factors on the incidence of jaundice. To determine the association between prolonged jaundice and TATA box dinucleotide repeats in Gilbert's Syndrome (GS). In this case-control study, the case group consisted of 51 neonates with jaundice, aged more than two weeks with indirect bilirubin level higher than 10 mg/dl. Acute diseases, mother's use of phenobarbital and other medications were the exclusion criteria. The control group consisted of 54 newborns without jaundice. The two groups were matched in terms of age and sex. TATA box polymorphisms in the promoter region of UGT1A1 gene were evaluated using Polymerase Chain Reaction (PCR) in order to determine TATA box dinucleotide repeats. Overall, 64.7% and 50% of subjects in the case and control groups were male, respectively (p=0.168). The mean age of neonates in the case and control groups was 20.1±7.1days and 18.8±4.1 days, respectively. The distribution of Gilbert genome was not significantly different between the two groups. In the case group, 13.7% of the subjects were homozygous, 37.3% were heterozygous and 49% were normal. In the control group, 7.4% of the participants were homozygous, 35.2% were heterozygous and 57.4% were normal. The results of this study showed an association between TATA box polymorphism and prolonged jaundice in neonates which revealed that TATA box polymorphism is an important risk to increase and extend icterus.

  18. Deteksi Dini Penyakit Parkinson: Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Petani Desa Tanjung Wangi Cicalengka Mengenai Bahaya Pestisida bagi Kesehatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Budi Yulianti

    2016-02-01

    Full Text Available Abstrak Pestisida bersifat toksik bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. Petani adalah kelompok masyarakat berisiko tinggi terpapar pestisida. Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku petani mengenai bahaya pestisida sangat diperlukan agar keputusan untuk menggunakan pestisida sesuai dengan jenis, waktu, dan cara menjadi tepat. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Maret–Juli 2015 dan merupakan penelitian observasional dengan subjek penelitian petani Desa Tanjung Wangi. Subjek penelitian diambil secara acak diperoleh 62 subjek penelitian yang terdiri atas 47 laki-laki dan 15 perempuan. Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku diukur dengan kuesioner yang sudah divalidasi. Pengukuran gejala dini Parkinson menggunakan kuesioner PDQ39 yang sudah dimodifikasi. Diperoleh tingkat pengetahun dan sikap petani mengenai bahaya pestisida skor terendah 0,70 dan tertinggi 0,97 dengan nilai median 0,80 dan modus 0,79. Perilaku pestisida ini mengenai tata-cara penggunaan pestisida skor terendah 0,64, tertinggi 1 dengan modus 0,84. Gejala dini Parkinson pada petani di Desa Tanjung Wangi skor tertendah 0,74 dan tertinggi 1 dengan nilai median 0,84 dan modus 0,91. Simpulan, pengetahuan, sikap, dan perilaku petani Desa Tanjung Wangi mengenai bahaya pestisida baik. Hasil yang diperoleh dari kuesioner tidak menggambarkan kondisi petani di lapangan. Hal ini dapat terjadi karena peneliti tidak memasukkan unsur ekonomi sebagai salah satu faktor penentu pengambilan keputusan menggunakan pestisida sehingga diperlukan upaya edukasi petani.

  19. Konflik dan Kontestasi Penataan Ruang Kota Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Aminah

    2016-01-01

    Full Text Available Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 Artikel ini merangkum dua hal. Pertama, permasalahan praktik penataan ruang di perkotaan, khususnya di Surabaya, yang telah menimbulkan kontestasi dan konflik dengan melibatkan aktor pemerintah, masyarakat, dan kekuatan kapitalis/investor. Kedua, kerangka penataan ruang yang menggunakan Perda RTRW No. 3 Tahun 2007 telah menimbulkan dampak yang berujung pada penguatan dan keberpihakan pemerintah kota kepada pihak kapitalis/investor. Kedua hal tersebut dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosio-spasial. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Problematika praktik tata ruang yang ada di Surabaya merupakan indikasi dari transformasi dalam proses penataan ruang di mana ruang bukan hanya diproduksi dan direproduksi untuk kepentingan klas kapitalis, melainkan juga ruang direstrukturisasi dengan cara mengubah fungsi ruang dan diperuntukkan untuk publik. Hal ini relevan dengan perkembangan kajian penataan ruang mutakhir yang menunjukkan bahwa praktik penataan ruang di perkotaan merupakan refleksi dari kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Selain itu, ruang diproduksi dalam modus produksi kapitalis dan ekspresi ruang kota merupakan dialektika antara produksi, konsumsi, dan administrasi (perencanaan dan implementasi kebijakan.  Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 This article summarizes two hypotheses. Firstly, the practices problem of spatial planning in urban areas, especially in Surabaya City, has led to the contestation and conflict among governmental actors, the public, and the power of capitalist/investor. Secondly, the use of spatial planning framework, in this case is the use of Local Regulation on Urban Planning and Land Use Number 3 year of 2007, has shown the partiality and strengthening investor by the government. These hypotheses are analyzed by using socio spatial approach. The

  20. Processing by rhomboid protease is required for Providencia stuartii TatA to interact with TatC and to form functional homo-oligomeric complexes.

    Science.gov (United States)

    Fritsch, Maximilian J; Krehenbrink, Martin; Tarry, Michael J; Berks, Ben C; Palmer, Tracy

    2012-06-01

    The twin arginine transport (Tat) system transports folded proteins across the prokaryotic cytoplasmic membrane and the plant thylakoid membrane. In Escherichia coli three membrane proteins, TatA, TatB and TatC, are essential components of the machinery. TatA from Providencia stuartii is homologous to E. coli TatA but is synthesized as an inactive pre-protein with an N-terminal extension of eight amino acids. Removal of this extension by the rhomboid protease AarA is required to activate P. stuartii TatA. Here we show that P. stuartii TatA can functionally substitute for E. coli TatA provided that the E. coli homologue of AarA, GlpG, is present. The oligomerization state of the P. stuartii TatA pro-protein was compared with that of the proteolytically activated protein and with E. coli TatA. The pro-protein still formed small homo-oligomers but cannot form large TatBC-dependent assemblies. In the absence of TatB, E. coli TatA or the processed form of P. stuartii TatA form a complex with TatC. However, this complex is not observed with the pro-form of P. stuartii TatA. Taken together our results suggest that the P. stuartii TatA pro-protein is inactive because it is unable to interact with TatC and cannot form the large TatA complexes required for transport. © 2012 Blackwell Publishing Ltd.

  1. Multimerization of the mouse TATA-binding protein (TBP) driven by its C-terminal conserved domain.

    Science.gov (United States)

    Kato, K; Makino, Y; Kishimoto, T; Yamauchi, J; Kato, S; Muramatsu, M; Tamura, T

    1994-04-11

    The conformational states of the mouse TATA-binding protein (TBP) in solution were studied. A histidine tag and a factor Xa recognition site-carrying mouse TBP was expressed in E. coli, highly purified, and its fundamental functions as a TBP were demonstrated. We analyzed the molecular states of mouse TBP by gel filtration and glycerol gradient sedimentation, and found that TBP forms heterogeneous multimers in solution. Direct binding of TBP molecules to each other was proven by the far-Western procedure. Analyses using TBPs truncated at the N- and C-termini demonstrated that the functionally important C-terminal domain was responsible for homomultimer formation, and the N-terminal domain enhances multimerization. Furthermore, it was found that the TATA sequence dissociates homomultimers, and only monomeric TBP binds to the TATA-box. We suggest that TBP shares structural motifs in the C-terminal conserved domain for intermolecular interaction and TATA-binding.

  2. [TATA box polymorphisms in genes of commercial and laboratory animals and plants associated with selectively valuable traits].

    Science.gov (United States)

    Suslov, V V; Ponomarenko, P M; Ponomarenko, M P; Drachkova, I A; Arshinova, T V; Savinkova, L K; Kolchanov, N A

    2010-04-01

    Most of more than 11 million experimentally established polymorphisms, accumulated in dbSNP, were identified in the intergenic spacers or coding DNA regions. This fact enables interpretation of the former polymorphisms as neutral, while the latter make clear the biological sense of the associated mutant phenotypes, "the defect of certain proteins". The association of polymorphisms in regulatory DNA regions with mutant phenotypes is poorly studied. Specifically, the defects in certain DNA/protein binding sites were identified in less than 500 cases. In TATA-containing genes of eukaryotes the TATA box, the TBP (TATA-binding protein) binding site, is located about 30 bp upstream from the transcription start site. Interaction between DNA and TBP triggers assemblage of the preinitiation complex. For 37 TATA box polymorphisms in the genes of commercial and laboratory animals and plants, the effect on TBP-binding activity was evaluated using the equilibrium equation for the four subsequent steps of TBP/TATA box binding (nonspecific binding sliding recognition stabilization). According to the GenBank data, these 37 polymorphisms were associated with the changes in a number of selectively valuable traits. Statistically significant congruence of in silico analysis performed with mutant phenotypes (a TATA box mutations in specified genes on selectively valuable traits of the species, varieties, and breeds.

  3. Dan Wang

    Indian Academy of Sciences (India)

    Home; Journals; Bulletin of Materials Science. Dan Wang. Articles written in Bulletin of Materials Science. Volume 36 Issue 6 November 2013 pp 1013-1017. Adhesion enhancement for liquid silicone rubber and different surface by organosilane and Pt catalyst at room temperature · Fang Wang Yanni Li Dan Wang.

  4. Sistem Informasi Pusat Data Dampak Kebakaran Hutan Dan Lahan Berbasis Mobile Web Di Propinsi Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aidil Fitriansyah

    2017-04-01

    Full Text Available Abstract—Land and forest fires in Indonesia has been a problem that continues from year to year. While the information anywhere region or pin-point the fire became the most important hurdle to get the position or location of the fire area. as long as this information is granted only in terms of the quantity and location of land and forest fires. While information about the victim impact from forest fires and land not owned. In this research, using a local based system (LBS to indicate the position where the only occurrence of forest fire by sending the position coordinates. So also the victims as victims affected by ISPA, Died and displaced reportedly accompanied by coordinate neighborhoods' victims and the number of victims. The positions are then displayed shipped in a separate system in the form of Geographic Information System (GIS. In this report the system can display the position of the affected region and complete with the number of victims. Reporting data can be in the form of short Message System (SMS and mobile web.   Keyword—  Land and forest fires, local based system (LBS, Geographic Information System (GIS, , short Message System  (SMS, web mobile   Intisari—Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menjadi permasalahan yang terus berlanjut dari tahun ke tahun. Sedangkan Informasi mengenai dimana saja wilayah atau titik posisi kebakaran menjadi rintangan paling utama untuk mendapatkan posisi atau letak daerah yang terbakar. selama ini informasi yang diberikan hanya dalam bentuk jumlah dan lokasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Sementara informasi mengenai korban dampak dari kebakaran hutan dan lahan tidak dimiliki. Pada penelitian ini, menggunakan sistem local based system (LBS untuk menandakan posisi dimana saja terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan cara mengirimkan posisi koordinat. Begitu juga mengenai korban seperti korban terkena ISPA, Meninggal dan mengungsi dilaporkan dengan disertai koordinat

  5. Bibliometric dimension of innovation communication productivity of Tata Institute of Social Sciences

    OpenAIRE

    Koganuramath, M. M.; Angadi, Mallikarjun; Kademani, B. S.

    2002-01-01

    Bibliometric analysis of 663 papers published by the social scientists of Tata Institute of Social Sciences during 1990-2000 in diverse domains: Criminology and Correctional Administration, Extra Mural Studies, Family and Child Welfare, Health Service Studies, Medical and Psychiatric Social work, Personnel Management and Industrial Relations, Research Methodology, Social Welfare Administration, and Urban and Rural Community Development, and Research Units: Social Work Education and Practice ...

  6. Conserved features of complexes of TATA-box binding proteins with DNA.

    Science.gov (United States)

    Zanegina, Olga; Aksianov, Evgeniy; Alexeevski, Andrei V; Karyagina, Anna; Spirin, Sergei

    2016-04-01

    A comparative analysis of all available structures of complexes of TATA-box binding proteins (TBPs) with DNA is performed. Conserved features of DNA-protein interaction are described, including nine amino acid residues that form conserved hydrogen bonds, 13 residues participating in formation of two conserved hydrophobic clusters at DNA-protein interface, and four conserved water-mediated contacts. Partial symmetry of conserved contacts reflects quasi-symmetry of TBP structure.

  7. Subunit organization in the TatA complex of the twin arginine protein translocase: a site-directed EPR spin labeling study.

    Science.gov (United States)

    White, Gaye F; Schermann, Sonya M; Bradley, Justin; Roberts, Andrew; Greene, Nicholas P; Berks, Ben C; Thomson, Andrew J

    2010-01-22

    The Tat system is used to transport folded proteins across the cytoplasmic membrane in bacteria and archaea and across the thylakoid membrane of plant chloroplasts. Multimers of the integral membrane TatA protein are thought to form the protein-conducting element of the Tat pathway. Nitroxide radicals were introduced at selected positions within the transmembrane helix of Escherichia coli TatA and used to probe the structure of detergent-solubilized TatA complexes by EPR spectroscopy. A comparison of spin label mobilities allowed classification of individual residues as buried within the TatA complex or exposed at the surface and suggested that residues Ile(12) and Val(14) are involved in interactions between helices. Analysis of inter-spin distances suggested that the transmembrane helices of TatA subunits are arranged as a single-walled ring containing a contact interface between Ile(12) on one subunit and Val(14) on an adjacent subunit. Experiments in which labeled and unlabeled TatA samples were mixed demonstrate that TatA subunits are exchanged between TatA complexes. This observation is consistent with the TatA dynamic polymerization model for the mechanism of Tat transport.

  8. [A precise equilibrium equation for four steps of binding between TBP and TATA-box allows for the prediction of phenotypical expression upon mutation].

    Science.gov (United States)

    Ponomarenko, P M; Suslov, V V; Savinkova, L K; Ponomarenko, M P; Kolchanov, N A

    2010-01-01

    Among the main events of transcription initiation of TATA-containing genes in eukayotes are the recognition and binding of the TATA-box by the TATA-binding protein (TBP) to start the preinitiation complex formation on the nucleosomal DNA. Using the equilibrium equation for step-by-step TBP/TATA-binding, we have analyzed 69 experimental datasets on the characteristics of biologicacally important features altered by TATA-box mutations. Among these features, the TBP/TATA-complex parameters, the transcription level, the activity of gene products, yeast colony growth at a dose of growth inhibitor (phenotype), and the heterogenity of the response of a population to unspecific environmental stress have been described. Significant correlations were found between in silico prediction for TBP/TATA affinity and experimental data for in vivo and in vitro test-systems based on 15 cell types of 19 species, RNA polymerases II and III, and natural, recombinant or mutant TBP. Such an invariant impact of the step-by-step TBP/TATA-binding on the biological activity of complex systems, from a molecule to a population, might be due to the fact that TBP/TATA-complex formation precedes specific steps of transcription machinery assembly, which provide the multivariant jigsaw puzzle according to the expression pattern of each eukaryotic gene.

  9. FAKTOR ADOPSI INTERNET MARKETING UNTUK USAHA MIKRO DAN USAHA KECIL MENENGAH (UMKM DI KABUPATEN KUDUS DENGAN SEM (STRUCTURAL EQUATION MODEL DAN FRAMEWORK COBIT 4.1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Supriyati

    2013-06-01

    Full Text Available ABSTRAK Pemasaran melalui internet merupakan strategi baru dalam era teknologi informasi saat ini. Teknologi informasi diarahkan untuk mendukung proses bisnis utama dan pendukung yang ada di Usaha Mikro Dan Usaha Kecil Menengah (UMKM. Penelitian ini dilakukan pada UMKM di Kab Kudus yang bergerak di bidang konveksi dan kerajinan bordir. Analisa terhadap Tata Kelola TI diperoleh Domain COBIT yang sesuai yaitu PO5 (Mengukur Investasi TI. Indikator yang dianalisa adalah indikator penggunaan internet marketing. Dari identifikasi ini, kuisioner disebar ke UMKM. Pendekatan Struktural Equation Modeling (SEM digunakan untuk menganalisa secara empiris tentang faktor-faktor yang terkait dengan penggunaan internet marketing dalam memasarkan produk UMKM. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi Internet Marketing dengan PO5 cukup kuat (-0,358 akan tetapi arahnya negatif sehingga semakin kecil pengaturan investasi TI semakin kecil juga penggunaan Internet Marketing. Kata Kunci : UMKM, Internet marketing, COBIT, PO5, SEM

  10. PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILANPREPARE DANTABLE SET UP DALAM MATA KULIAH TATA HIDANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyuningsih Wahyuningsih

    2011-02-01

    Full Text Available This learning teching research was intended to improve the learning outcomes of the students practicing in the subject of prepare and table set up, the main subject of Tata Hidang I (Servicing Arragements I. The subject for this research consisted of 18 S1 students of the learning group number 02 for the study Program for PKK, concentrating on Tata Boga, Departement of Service & Production Technology, the Technical Faculty of Semarang State University for the academic period of 2009-2010. This research was conducted in the gasal semester of the academic year of 2009-2010. The needed data were collected by means of tests and obsevation on the learning outcomes of the students practicing in the sub-subject of Prepare and Table Set up. The data collection used grading sheets for practices in Tata Hidang as its instrument. The data were then analized using the method of descriptive presentation. This was a classroom-action research planned in three cycles. The second and third cycles were implemented based on reflections on the first cycle and on improvements that should be reached. Every cycle consisted of two face to face encounters and of 4 activities: (1planning, (2 implementations, (3 observations, (4 reflections. The results of this research showed that the use of peeer tutorials for the learning-teching pocesses had positive effects both on the students and the lecturers that it might improve the quality of lecturing for the Tata Hidang I. The grades obtained by the students from practicing in the sub-subject of prepare and table set up increased from the lowest grade C (46.7% BC and B (60% and AB (26.6 %, and AB (26.6%.. Trough the three cycles, the number of BC grade decreased from 66% to only 20%. Based on the results of this research, it is recommended that peer tutorial for the subject of Tata Hidang I and Servicing in Food & Beverage should be continued in order that the educational serveices provided to the practicing students might be

  11. SAGA mediates transcription from the TATA-like element independently of Taf1p/TFIID but dependent on core promoter structures in Saccharomyces cerevisiae.

    Science.gov (United States)

    Watanabe, Kiyoshi; Kokubo, Tetsuro

    2017-01-01

    In Saccharomyces cerevisiae, core promoters of class II genes contain a TATA element, either a TATA box (TATA[A/T]A[A/T][A/G]) or TATA-like element (1 or 2 bp mismatched version of the TATA box). The TATA element directs the assembly of the preinitiation complex (PIC) to ensure accurate transcriptional initiation. It has been proposed the PIC is assembled by two distinct pathways in which TBP is delivered by TFIID or SAGA, leading to the widely accepted model that these complexes mediate transcription mainly from TATA-like element- or TATA box-containing promoters, respectively. Although both complexes are involved in transcription of nearly all class II genes, it remains unclear how efficiently SAGA mediates transcription from TATA-like element-containing promoters independently of TFIID. We found that transcription from the TATA box-containing AGP1 promoter was greatly stimulated in a Spt3p-dependent manner after inactivation of Taf1p/TFIID. Thus, this promoter provides a novel experimental system in which to evaluate SAGA-mediated transcription from TATA-like element(s). We quantitatively measured transcription from various TATA-like elements in the Taf1p-dependent CYC1 promoter and Taf1p-independent AGP1 promoter. The results revealed that SAGA could mediate transcription from at least some TATA-like elements independently of Taf1p/TFIID, and that Taf1p-dependence or -independence is highly robust with respect to variation of the TATA sequence. Furthermore, chimeric promoter mapping revealed that Taf1p-dependence or independence was conferred by the upstream activating sequence (UAS), whereas Spt3p-dependent transcriptional stimulation after inactivation of Taf1p/TFIID was specific to the AGP1 promoter and dependent on core promoter regions other than the TATA box. These results suggest that TFIID and/or SAGA are regulated in two steps: the UAS first specifies TFIID or SAGA as the predominant factor on a given promoter, and then the core promoter structure

  12. Substrate-triggered position switching of TatA and TatB during Tat transport in Escherichia coli.

    Science.gov (United States)

    Habersetzer, Johann; Moore, Kristoffer; Cherry, Jon; Buchanan, Grant; Stansfeld, Phillip J; Palmer, Tracy

    2017-08-01

    The twin-arginine protein transport (Tat) machinery mediates the translocation of folded proteins across the cytoplasmic membrane of prokaryotes and the thylakoid membrane of plant chloroplasts. The Escherichia coli Tat system comprises TatC and two additional sequence-related proteins, TatA and TatB. The active translocase is assembled on demand, with substrate-binding at a TatABC receptor complex triggering recruitment and assembly of multiple additional copies of TatA; however, the molecular interactions mediating translocase assembly are poorly understood. A 'polar cluster' site on TatC transmembrane (TM) helix 5 was previously identified as binding to TatB. Here, we use disulfide cross-linking and molecular modelling to identify a new binding site on TatC TM helix 6, adjacent to the polar cluster site. We demonstrate that TatA and TatB each have the capacity to bind at both TatC sites, however in vivo this is regulated according to the activation state of the complex. In the resting-state system, TatB binds the polar cluster site, with TatA occupying the TM helix 6 site. However when the system is activated by overproduction of a substrate, TatA and TatB switch binding sites. We propose that this substrate-triggered positional exchange is a key step in the assembly of an active Tat translocase. © 2017 The Authors.

  13. DINAMIKA SISTEM KOTA-KOTA DAN PEMILIHAN ALTERNATIF PUSAT PERTUMBUHAN BARU DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sriyanto Prakoso

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian adalah menganalisa dinamika dan variasi perkembangan sistem kota-kota dan karakter kekotaan, guna memilih atau menentukan alternatif pengembangan pusat pusat baru di Propinsi sehingga pembangunan lebih merata. Penelitian menggunakan metode deskriptifianalitis dengan analisis data sekunder. Lingkup daerah penelitian meliputi seluruh desa di Propinsi DIY, sejumlah 438 desa yang tersebar di lima Kabupaten. Variabel yang digunakan meliputi variabel demografis untuk menganalisa sistem dan hirarki kota-kota dan variabel karakter kekotaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Index primacy, Analisis Faktor, Crosstab dan Korelasi, Pembuatan Tipologi Wilayah. Sedangkan analisis spasial atau pemetaan dengan program Arc View. Hasil penelitian menunjukkan, dinamika sistem kota-kota di Propinsi DIY sepanjang tahun 1960-2002 memperlihatkan gejala primacy atau pemusatan perkembangan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya (pinggiran. Hal tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan perkembangan wilayah dan beban kota semakin meningkat. Semakin tinggi peringkat wilayah, semakin dinamis perubahan yang terjadi, sena semakin tinggi karakter kekotaan yang dimilikinya. Fenomena pemusatan perkembangan yang tedadi di kota Yogyakarta dan sekitarnya merupakan bukti empiris pemusatan sistem perkotaan. Berdasarkan analisis yang komprehensif, ditetapkan kluster pusat pertumbuhan baru di lima Kabupaten Kota, yaitu Kluster Sentolo (Kabupaten Kulonprogo, Kluster Srandakan-Galur (Kabupaten Bantul, Kluster Playen-Patuk (Kabupaten Gunung Kidul, Kluster Tempel-Sleman (Kabupaten Sleman, dan Kluster Giwangan (Kota Yogyakarta. Penelitian merekomendasikan redistribusi hasil-hasil pembangunan melalui pengembangan dan penguatan pusat pertumbuhan baru, pembentukan tata ruang perwilayahan dan sistem perkotaan yang fungsional. Pusat pertumbuhan baru harus `mandiri. dan diintegrasikan dengan wilayah belakangnya (hinterland, sehingga tercipta keterkaitan fisik

  14. The mechanism by which TATA-box polymorphisms associated with human hereditary diseases influence interactions with the TATA-binding protein.

    Science.gov (United States)

    Drachkova, Irina; Savinkova, Ludmila; Arshinova, Tatyana; Ponomarenko, Mikhail; Peltek, Sergey; Kolchanov, Nikolay

    2014-05-01

    SNPs in ТАТА boxes are the cause of monogenic diseases, contribute to a large number of complex diseases, and have implications for human sensitivity to external and internal environmental signals. The aim of this work was to explore the kinetic characteristics of the formation of human ТВР complexes with ТАТА boxes, in which the SNPs are associated with β-thalassemias of diverse severity, immunosuppression, neurological disorders, and so on. It has for the first time been demonstrated, using an electrophoretic mobility shift assay, that TBP interacts with SNP-containing ТАТА boxes with a significant (8-36-fold) decrease in TBP/ТАТА association rate constant (ka ) as compared with that in healthy people, a smaller decrease in dissociation rate constant (kd ) and changes in the half-lives of TBP/ТАТА complexes. Carriers of the -24G allele (rs 1800202T>G) in the TATA box of the triosephosphate isomerase gene promoter, associated with neurological and muscular disorders, were observed to have a 36-fold decrease in TBP/TATA association rate constant that are consistent with TPI deficiency shown for patients who carry this defective allele. The kinetic characteristics of TBP/ТАТА complexes obtained suggest that, at a molecular level, hereditary diseases are largely caused by changes in TBP/ТАТА association rates and these changes have a bearing on disease severity. © 2014 WILEY PERIODICALS, INC.

  15. Characterize the relationship between essential and TATA-containing genes for S. cerevisiae by network topologies in the perturbation sensitivity network.

    Science.gov (United States)

    Yang, Lei; Wang, Shiyuan; Zhou, Meng; Chen, Xiaowen; Zuo, Yongchun; Lv, Yingli

    2016-10-01

    Essential genes are those that are indispensable for the survival and propagation of an organism. TATA-containing genes are associated with responses to various stresses and are highly regulated. Although both essential genes and TATA genes are very important in the function of biological systems, their relationship remains unclear because they have typically been researched independently. In this study, to investigate the relationship between essential genes and TATA genes, S. cerevisiae genes were classified as: essential TATA-containing, non-essential TATA-containing, essential non-TATA, and non-essential non-TATA genes. Network-based methods were applied to analyze these four gene categories in the S. cerevisiae perturbation sensitivity (PS) network, which was created from the transcriptional profiling of hundreds of different gene disruptions. All of the topological properties were found to be statistically discriminative among the four gene categories, and the non-essential TATA-containing genes had the most important roles in the yeast PS network. Copyright © 2016 Elsevier Inc. All rights reserved.

  16. Escherichia coli TatA and TatB Proteins Have N-out, C-in Topology in Intact Cells*

    Science.gov (United States)

    Koch, Sabrina; Fritsch, Maximilian J.; Buchanan, Grant; Palmer, Tracy

    2012-01-01

    The twin arginine protein transport (Tat) system translocates folded proteins across the cytoplasmic membrane of prokaryotes and the thylakoid membrane of chloroplasts. In Escherichia coli, TatA, TatB, and TatC are essential components of the machinery. A complex of TatB and TatC acts as the substrate receptor, whereas TatA is proposed to form the Tat transport channel. TatA and TatB are related proteins that comprise an N-terminal transmembrane helix and an adjacent amphipathic helix. Previous studies addressing the topological organization of TatA have given conflicting results. In this study, we have addressed the topological arrangement of TatA and TatB in intact cells by labeling of engineered cysteine residues with the membrane-impermeable thiol reagent methoxypolyethylene glycol maleimide. Our results show that TatA and TatB share an N-out, C-in topology, with no evidence that the amphipathic helices of either protein are exposed at the periplasmic side of the membrane. We further show that the N-out, C-in topology of TatA is fixed and is not affected by the absence of other Tat components or by the overproduction of a Tat substrate. These data indicate that topological reorganization of TatA is unlikely to accompany Tat-dependent protein transport. PMID:22399293

  17. Escherichia coli TatA and TatB proteins have N-out, C-in topology in intact cells.

    Science.gov (United States)

    Koch, Sabrina; Fritsch, Maximilian J; Buchanan, Grant; Palmer, Tracy

    2012-04-27

    The twin arginine protein transport (Tat) system translocates folded proteins across the cytoplasmic membrane of prokaryotes and the thylakoid membrane of chloroplasts. In Escherichia coli, TatA, TatB, and TatC are essential components of the machinery. A complex of TatB and TatC acts as the substrate receptor, whereas TatA is proposed to form the Tat transport channel. TatA and TatB are related proteins that comprise an N-terminal transmembrane helix and an adjacent amphipathic helix. Previous studies addressing the topological organization of TatA have given conflicting results. In this study, we have addressed the topological arrangement of TatA and TatB in intact cells by labeling of engineered cysteine residues with the membrane-impermeable thiol reagent methoxypolyethylene glycol maleimide. Our results show that TatA and TatB share an N-out, C-in topology, with no evidence that the amphipathic helices of either protein are exposed at the periplasmic side of the membrane. We further show that the N-out, C-in topology of TatA is fixed and is not affected by the absence of other Tat components or by the overproduction of a Tat substrate. These data indicate that topological reorganization of TatA is unlikely to accompany Tat-dependent protein transport.

  18. Molecular Mechanism of Mot1, a TATA-binding Protein (TBP)-DNA Dissociating Enzyme.

    Science.gov (United States)

    Viswanathan, Ramya; True, Jason D; Auble, David T

    2016-07-22

    The essential Saccharomyces cerevisiae ATPase Mot1 globally regulates transcription by impacting the genomic distribution and activity of the TATA-binding protein (TBP). In vitro, Mot1 forms a ternary complex with TBP and DNA and can use ATP hydrolysis to dissociate the TBP-DNA complex. Prior work suggested an interaction between the ATPase domain and a functionally important segment of DNA flanking the TATA sequence. However, how ATP hydrolysis facilitates removal of TBP from DNA is not well understood, and several models have been proposed. To gain insight into the Mot1 mechanism, we dissected the role of the flanking DNA segment by biochemical analysis of complexes formed using DNAs with short single-stranded gaps. In parallel, we used a DNA tethered cleavage approach to map regions of Mot1 in proximity to the DNA under different conditions. Our results define non-equivalent roles for bases within a broad segment of flanking DNA required for Mot1 action. Moreover, we present biochemical evidence for two distinct conformations of the Mot1 ATPase, the detection of which can be modulated by ATP analogs as well as DNA sequence flanking the TATA sequence. We also show using purified complexes that Mot1 dissociation of a stable, high affinity TBP-DNA interaction is surprisingly inefficient, suggesting how other transcription factors that bind to TBP may compete with Mot1. Taken together, these results suggest that TBP-DNA affinity as well as other aspects of promoter sequence influence Mot1 function in vivo. © 2016 by The American Society for Biochemistry and Molecular Biology, Inc.

  19. Model Tata Kelola Administrasi Pemerintahan Yang Baik di Daerah Otonom Baru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulia Neta

    2014-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah menghasilkan model tatakelola administrasi pemerintahan yang baik di Kabupaten Pesawaran sebagai Daerah Otonom Baru.. Penelitian ini dilakukan mulai Mei sampai November 2011 meliputi survay lapang dan analisis di laboratorium. Pekerjaan lapang dilakukan di Kabupaten Pesawaran sebagai daerah otonom baru (DOB. Data di petik melalui wawancara terhadap para key informan. Selain itu data diperoleh dari berbagai dokumen pendukung dan hasil-hasil penelitian pendahuluan yang relevan, dan sebagainya. Hasil penelitian tahun pertama ini adalah :1.Tatakelola administrasi pemerintahan yang baik  di Kabupaten Pesawaran melalui pelayanan publik di bidang kependudukan dan catatan sipil antara lain pelatihan tenaga teknis SIAK, pemutahiran data penduduk,  pelatihan/diklat bagi tugas pendaftaran penduduk dan diklat aparatur dibidang Administrasi Kependudukan serta penerapan pprogram e-KTP 2. pelayanan publik di bidang pendidikan antara lain penyetaraan kualitas pendidikan, pelaksanaan program life skill pada semua sekolah sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang siap pakai dalam menghadapi dunia kerja, melaksanakan rekruitmen terbuka untuk memperoleh tenaga pendidik yang memiliki spesifikasi latar pendidikan yang tepat, peningkatan pembangunan unit gedung baru, ruang kelas baru dan rehabilitasi gedung sekolah, peningkatan pengadaan sarana pendidikan seperti alat pendidikan dan  alat laboratorium di semua jenis jenjang pendidikan untuk mendukung program peningkatan kualitas dan relevansi tenaga kependidikan. 3.di bidang kesehatan masyarakat melalui penyempurnaan manajemen pelaksanaan program yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien, meningkatkan profesionalisme dan kualitas tenaga kesehatan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan advokasi ke Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan Provinsi serta

  20. TC-motifs at the TATA-box expected position in plant genes: a novel class of motifs involved in the transcription regulation.

    Science.gov (United States)

    Bernard, Virginie; Brunaud, Véronique; Lecharny, Alain

    2010-03-12

    The TATA-box and TATA-variants are regulatory elements involved in the formation of a transcription initiation complex. Both have been conserved throughout evolution in a restricted region close to the Transcription Start Site (TSS). However, less than half of the genes in model organisms studied so far have been found to contain either one of these elements. Indeed different core-promoter elements are involved in the recruitment of the TATA-box-binding protein. Here we assessed the possibility of identifying novel functional motifs in plant genes, sharing the TATA-box topological constraints. We developed an ab-initio approach considering the preferential location of motifs relative to the TSS. We identified motifs observed at the TATA-box expected location and conserved in both Arabidopsis thaliana and Oryza sativa promoters. We identified TC-elements within non-TA-rich promoters 30 bases upstream of the TSS. As with the TATA-box and TATA-variant sequences, it was possible to construct a unique distance graph with the TC-element sequences. The structural and functional features of TC-element-containing genes were distinct from those of TATA-box- or TATA-variant-containing genes. Arabidopsis thaliana transcriptome analysis revealed that TATA-box-containing genes were generally those showing relatively high levels of expression and that TC-element-containing genes were generally those expressed in specific conditions. Our observations suggest that the TC-elements might constitute a class of novel regulatory elements participating towards the complex modulation of gene expression in plants.

  1. PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Darmwati

    2013-04-01

    Full Text Available Abstrak: Pengaruh Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap organizational citizenship behavior. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan mengambil sampel karyawan bagian Tata Usaha FISE UNY. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode survey dan analisis datanya menggunakan analisis regresi berganda. Penelitian ini menemukan bahwa variabel kepuasan kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel organizational citizenship behavior sementara itu komitmen organisasi pengaruhnya tidak signifikan.   Kata Kunci: kepuasan kerja, komitmen organisasi, organizational citizenship behavior   Abstract: Effect of Job Satisfaction and Organizational Commitment on Organizational Citizenship Behavior. This study aims to determine the effect of job satisfaction and organizational commitment on organizational citizenship behavior. This study is a correlational study with a sample of Administration Division employees of FISE UNY. The data was collected using survey method and analyzed through multiple regression analysis. This study finds that job satisfaction variable has a positive and significant effect on the organizational citizenship behavior variable while the organizational commitment effect is not significant.   Key words:         job satisfaction, organizational commitment, organizational citizenship behavior

  2. PENYISIHAN LIMBAH NITROGEN DARI SISTEM AKUAKULTUR MULTITROFIK TERPADU MENGGUNAKAN TANAMAN SAYUR SEBAGAI KONVERTER FOTOAUTOTROF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumoharjo Sumoharjo

    2016-04-01

    Full Text Available Tiga spesies tanaman sayur, kangkung darat (Ipomoea reptana, sawi (Brassica juncea, dan kemangi (Ocimum basilicum dibandingkan guna mengonversi ammonium dan nitrat nitrogen dari sistem akuakultur. Tanaman tersebut ditanam secara hidroponik menggunakan teknik rakit (rafting technique dengan tata letak rancangan acak kelompok lengkap (RAKL. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tingkat konversi nitrogen oleh ketiga jenis tanaman berbeda secara nyata dengan tingkat retensi nitrogen tertinggi pada tanaman kangkung sebesar 0,73±0,28 g; diikuti oleh kemangi (0,30±0,17 g; dan terakhir oleh sawi (0,03±0,07 g. Secara keseluruhan ketiga tanaman mampu menyisihkan limbah nitrogen sebesar 6,70% dari total produksi TAN dari sisa metabolisme ikan yang dibudidayakan.

  3. Aplikasi Pembelajaran Manasik Haji dan Umroh Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dimas Robby Firmanda

    2016-10-01

    aplikasi mobile sebagai media pembelajaran manasik haji dan umroh yang bersifat interaktif bagi siapa saja melalui sebuah perangkat Android. Dengan adanya panduan manasik haji dan umroh berbasis Android diharapkan dapat memudahkan bagi pengguna untuk belajar mengenai tata cara manasik haji dan umroh dengan baik dan benar. Apikasi ini menggunakan perangkat lunak Android Studio sebagai IDE pembuatan aplikasi Android. Langkah pertama yang diperlukan dalam pembuatan Penelitian ini yaitu dengan membuat desain yang berupa teks, gambar, animasi, dan audio petunjuk dan tata cara haji dan umroh. Kemudian langkah kedua yaitu dengan memasukan doa yang disertai dasar-dasar hukumnya dalam bentuk tulisan Arab serta makna artinya. Langkah ketiga yaitu memasukkan gambar, animasi, dan audio  yang  telah dibuat beserta doa dan dalilnya kedalam layout Android Studio yang dikemas ke dalam tampilan Webview kemudian untuk dilakukan inisialisasi dengan menambahkan suara dalam setiap pengucapan doa disetiap pelaksanaan rukun-rukun haji dan umroh. Hasil dari pembuatan aplikasi ini, adalah aplikasi multimedia yang menampilkan teks, gambar, animasi, dan audio untuk pembelajaran manasik haji dan umroh yang berbasis Android sehingga memudahkan bagi pengguna untuk mempelajarinya.

  4. PENGELOLAAN ARSIP DALAM MENDUKUNG SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM DI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KABUPATEN REMBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sevi Martya Lungvy

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan arsip dalam mendukung system informasi manajemen (SIM di kantor Perpusakaan dan Arsip Kabupaten Rembang. Sumber data sebagai informan yaitu Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Rembang, Kepala dan Staf Sub Bagian Tata Usaha, Kepala dan Seksi Arsip. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Prosedur penelitian ini meliputi tahap pra-lapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahap analisis data. Hasil penelitian yang diperoleh pada perencanaan arsip dengan mengidentifikasi kebutuhan arsip dan ruang khusus untuk menyimpan arsip. Pelaksanaan pengelolaan arsip diantaranya pelimpahan wewenang petugas arsip, pengalokasian anggaran, penyediaan peralatan dan perlengkapan, serta pengaplikasian sistem penyimpanan arsip. Pengendalian arsip untuk arsip yang mengalami kerusakan yang disebabkan oleh faktor eksternal, seperti terserang rayap dilakukan dengan cara memberi obat anti rayap dan dibersihkan secara rutin seminggu sekali serta menempatkan arsip pada rak dan lemari arsip yang terbuat dari bahan besi atau logam. Pengawasan arsip tidak hanya dilakukan oleh Kepala pada masing-masing bagian tetapi juga dilakukan oleh Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Rembang di masing-masing bagian baik Sub Bagian Tata Usaha maupun bagian Seksi Kearsipan yang mengelola arsip. The purpose of this research is the record management in support of management information systems (MIS in the Library and Archieve Office in Rembang Regency. The sources data were from the Head of Library and Archieve Office in Rembang Regency, the Head and the staff of Administration Office, the Head and the staff of Archieve Office. The data were collected by interview, observation, and documentation, whereas; the procedures of the research were observation, in-depth interviews, and data analysis. The research showed that archival management needed a specific space for

  5. APLIKASI PERMAINAN SUSUN KATA UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN ALGORITMA KNUTH–MORRIS–PRATT DAN FISHER-YATES SHUFFLE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryo Hadi Sampurno

    2016-01-01

    Full Text Available Abstrak -Proses pembelajaran bahasa Inggris tentu perlu mempelajari tentang tata bahasa Inggris (grammar. Dengan definisi, rumus, dan contohnya yang cukup rumit, aplikasi komputer interaktif (game yang memuat konten edukasi bahasa Inggris ini hadir sebagai hiburan yang mendidik. Penggunaan game susun kata sebagai sarana edukasi dikarenakan sifatnya yang interaktif sekaligus menghibur. Pemain diminta aktif untuk merangkai kata menjadi kalimat yang sesuai dengan tata bahasa tertentu. Permainan dibangun dengan mengimplementasikan metode Knuth–Morris–Pratt pada proses koreksi susunan kata dan metode Fisher–Yates shuffle pada proses membangkitkan permutasi susunan soal. Hasil uji coba metode Knuth–Morris–Pratt didapatkan hasil akurasi sebesar 100% dengan konsumsi waktu rata-rata adalah  detik menunjukkan proses koreksi susunan kata pada permainan berjalan efektif dari segi akurasi dan konsumsi waktu. Hasil uji coba metode Fisher–Yates shuffle didapatkan frekuensi permutasi dengan nilai rata-rata range sebesar 1,61% menunjukkan permutasi acak dari suatu himpunan terhingga terdistribusi secara hampir merata sehingga susunan soal yang ditampilkan permainan seimbang dan lebih bervariasi.

  6. SEBARAN INFEKSI TAURA SYNDROME, INFECTIOUS MYONECROSIS, DAN Penaeus vannamei NERVOUS VIRUS (TSV, IMNV, DAN PvNV PADA BUDIDAYA UDANG Litopenaeus vannamei DI JAWA BARAT, JAWA TIMUR, DAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isti Koesharyani

    2015-09-01

    Full Text Available Pada budidaya udang introduksi Litopenaeus vannamei, virus merupakan penyakit yang memberi dampak cukup merugikan dan menimbulkan kematian massal budidaya udang vaname. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran adanya infeksi virus di beberapa daerah budidaya udang L. vannamei, di Jawa Timur (Bangil, Banyuwangi, Situbondo, Bali, dan Jawa Barat (Karawang dan Mauk-Tangerang. Jenis virus yang dianalisis adalah Taura Syndrome (TSV, Infectious Myonecrosis (IMNV, dan Penaeus vannamei Nervous Virus (PvNV dan merupakan golongan RNA virus. Sebanyak 5-10 ekor sampel diambil dari setiap daerah secara individu berupa jaringan insang, pleopod, dan daging, disimpan dalam RNAlater. Selanjutnya sampel sampel tersebut dianalisis di Laboratorium Kesehatan Ikan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya, Jakarta. Metode analisis menggunakan Reverse-Transcription Polymerase Chain Reaction (RTPCR dengan spesifik primer: TSV (230 bp, IMNV-1 (600 bp, PvNV-1 (339 bp. Hasil analisis RT-PCR, menunjukkan bahwa dari 56 sampel, ternyata infeksi TSV diperoleh di lokasi budidaya udang di Bangil, Banyuwangi, dan Bali. Sementara, kasus infeksi IMNV terdapat di Banyuwangi dan Bali, sedangkan infeksi PvNV yang merupakan penyakit baru tidak diperoleh dari semua sampel yang ada. Beberapa sampel uji  menunjukkan multi infeksi secara alami antara TSV-IMNV yang berasal dari budidaya di Banyuwangi. Mengingat, kasus infeksi PvNV belum pernah ada di Indonesia, maka perlu aturan tata cara impor atau pengawasan tentang udang vaname agar tidak terjadi introduksi penyakit virus baru ke Indonesia.

  7. El tratamiento de la metáfora en la traducción de Historias de Tata Mundo (The Treatment of the Metaphor in the Translation of Historias de Tata Mundo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jacqueline Araya Ríos

    2016-09-01

    Full Text Available Fabián Dobles plantea mediante hechos característicos y regionalismos una imagen del campesino nacional de mediados de siglo xx en su obra Historias de Tata Mundo. Joan Henry lo traduce al inglés en 1998 y lo titula The Stories of Tata Mundo, transportando al campesino costarricense a la escena de habla inglesa. Se analizan las decisiones de la traductora sobre el tratamiento de las metáforas, teniendo en cuenta el lenguaje figurado como una herramienta empleada por el autor para caracterizar la vida rural del campesinado costarricense. Using traditional activities and regionalisms, Fabián Dobles reconstructed the image of the Costa Rican country folk of the mid-twentieth century in his literary work Historias de Tata Mundo. Joan Henry translated it in 1998, with the title The Stories of Tata Mundo, transporting the local peasant to the English-speaking scenario. The translator’s decisions are analyzed here regarding the translation of metaphors, taking into account figurative speech as a tool used by the author to characterize and depict the rural life of Costa Rican country folk.

  8. Makna Motif Mirong Bangsal Witana dan Bangsal Manguntur Tangkil Keraton Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukirman Sukirman

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKMirong adalah satu di antara macam motif ragam hias pada tiang Bangsal Witana, Bangsa Manguntur Tangkil, dan beberapa bangsal lainnya di dalam Keraton Yogyakarta. Mirong ikut memperindah tampilan tiang bangsal. Mirong berfungsi sebagai ornamen penambah keindahan, dan simbol tentang makna tertentu. Para interpreter memaknainya dari sudut pandang bentuk, kepercayaan dan agama, yaitu mirong sebagai bentuk kaligrafi huruf Arab Alif-lam-mim atau Alif-lam-mim-ra, gambaran sosok Kanjeng Ratu Kidul, dan gambaran Kalifatullah. Di balik sejumlah makna yang ada, ternyata terdapat makna-makna yang tersembunyi yang dapat diungkap. Hubungan antar makna yang sudah ada, sudut pandang orientasi arah hadap motif, letak dan hierarki, ternyata dapat digunakan untuk mengungkap makna-makna yang baru. Simulasi-simulasi motif dibantu beberapa prinsip korektif, semakin mempermudah membuka makna yang tersembunyi, dan akhirnya dapat diangkat ke permukaan. Semuanya semakin menambah beragamnya makna mirong, tanpa menutup makna yang telah ada. Motif mirong ternyata memiliki makna sebagai status terpenting, yaitu bahwa motif mirong adalah gambaran sosok Sultan. Mirong semestinya juga sebagai tanda tentang hak milik suatu bangunan, bahwa bangunan yang dikenai motif mirong menandai sebagai hak milik Keraton atau atau sebagai milik Sultan. Masyarakat pada umumnya oleh karena itu dapat mempertimbangkan tingkat kelayakan secara etika kemungkinan penerapan mirong pada bangunan miliknya atau bangunan di luar Keraton. Kata kunci: Mirong, Alif-lam-mim-ra, Kalifatullah, Sultan ABSTRACTMirong is decorativ motif on the pillars at Bangsal Witana, Bangsal Manguntur Tangkil, and some other bangsal in Yogyakarta Palace. Mirong embellieshs the appearance of the pillar. Mirong has fungtion ornament to additition esthetic, and symbol of specific meanings. The interpreters deffine its meanings from such as from its shape, belief and religion, that is mirong as shape calligraphy of

  9. Molecular Cloning of a cDNA Encoding for Taenia solium TATA-Box Binding Protein 1 (TsTBP1) and Study of Its Interactions with the TATA-Box of Actin 5 and Typical 2-Cys Peroxiredoxin Genes.

    Science.gov (United States)

    Rodríguez-Lima, Oscar; García-Gutierrez, Ponciano; Jiménez, Lucía; Zarain-Herzberg, Ángel; Lazzarini, Roberto; Landa, Abraham

    2015-01-01

    TATA-box binding protein (TBP) is an essential regulatory transcription factor for the TATA-box and TATA-box-less gene promoters. We report the cloning and characterization of a full-length cDNA that encodes a Taenia solium TATA-box binding protein 1 (TsTBP1). Deduced amino acid composition from its nucleotide sequence revealed that encodes a protein of 238 residues with a predicted molecular weight of 26.7 kDa, and a theoretical pI of 10.6. The NH2-terminal domain shows no conservation when compared with to pig and human TBP1s. However, it shows high conservation in size and amino acid identity with taeniids TBP1s. In contrast, the TsTBP1 COOH-terminal domain is highly conserved among organisms, and contains the amino acids involved in interactions with the TATA-box, as well as with TFIIA and TFIIB. In silico TsTBP1 modeling reveals that the COOH-terminal domain forms the classical saddle structure of the TBP family, with one α-helix at the end, not present in pig and human. Native TsTBP1 was detected in T. solium cysticerci´s nuclear extract by western blot using rabbit antibodies generated against two synthetic peptides located in the NH2 and COOH-terminal domains of TsTBP1. These antibodies, through immunofluorescence technique, identified the TBP1 in the nucleus of cells that form the bladder wall of cysticerci of Taenia crassiceps, an organism close related to T. solium. Electrophoretic mobility shift assays using nuclear extracts from T. solium cysticerci and antibodies against the NH2-terminal domain of TsTBP1 showed the interaction of native TsTBP1 with the TATA-box present in T. solium actin 5 (pAT5) and 2-Cys peroxiredoxin (Ts2-CysPrx) gene promoters; in contrast, when antibodies against the anti-COOH-terminal domain of TsTBP1 were used, they inhibited the binding of TsTBP1 to the TATA-box of the pAT5 promoter gene.

  10. KEHILANGAN KARBON AKIBAT DRAINASE DAN DEGRADASI LAHAN GAMBUT TROPIKA DI TRUMON DAN SINGKIL ACEH (Carbon Loss from Drainaged and Degradation of Tropical Peatland in Trumon and Singkil, Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aswandi Aswandi

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Ekosistem hutan gambut tropika merupakan penyimpan karbon potensial, tetapi konversi lahan dan penebangan tidak lestari menyebabkan ekosistem ini juga menjadi sumber emisi karbon ke atmosfer. Pengaruh perubahan penutupan lahan dan pembangunan drainase terhadap dinamika muka air, penurunan tanah dan kehilangan karbon masih belum banyak diketahui pada tipologi gambut pesisir dengan bentang lahan yang sempit. Penelitian dilaksanakan pada berbagai tipe penutupan lahan gambut di Trumon dan Singkil, Provinsi Aceh mulai Mei 2013 hingga Oktober 2014. Penyimpanan dan kehilangan karbon dihitung berdasarkan bobot isi, kadar abu, karbon organik tanah, dan kedalaman tanah. Hasil penelitian menunjukkan perubahan penutupan lahan dan pembangunan drainase mempengaruhi tata air, penurunan tanah, dan kehilangan karbon sebesar 38,54 – 58,52%. Penurunan permukaan tanah tertinggi sebesar 5,6 cm/tahun terjadi pada lahan dengan bobot isi rendah dan intensitas drainase yang tinggi. Kehilangan karbon dari degradasi lahan gambut melepaskan sekitar1,352 ton CO2 eq/ha/tahun.    ABSTRACT Tropical peat forest is one of significant atmospheric carbon sequester, but land conversion and illegal logging affects carbon stocks and transform these ecosystem into source of carbon emissions. The influence of land use change and drainage on water table fluctuation, soil subsidence and carbon loss are insufficiently known especially on typhology of narrow marine peatland. A study was conducted in Trumon and Singkil, Aceh Province from May 2012 until October 2014 in various peat land use types. Carbon stocks and carbon loss were calculated from data of bulk density, ash and carbon content, and peat depth. Results showed that land use types and distance from drainage influences the level of water table depth, subsidence rate, and carbon loss 38.54 – 58.52%. The highest subsidence rate occurred on peatlands which low bulk density and highly drainage intensity. Carbon loss

  11. Ultrastructural characterisation of Bacillus subtilis TatA complexes suggests they are too small to form homooligomeric translocation pores.

    Science.gov (United States)

    Beck, Daniel; Vasisht, Nishi; Baglieri, Jacopo; Monteferrante, Carmine G; van Dijl, Jan Maarten; Robinson, Colin; Smith, Corinne J

    2013-08-01

    Tat-dependent protein transport permits the traffic of fully folded proteins across membranes in bacteria and chloroplasts. The mechanism by which this occurs is not understood. Current theories propose that a key step requires the coalescence of a substrate-binding TatC-containing complex with a TatA complex, which forms pores of varying sizes that could accommodate different substrates. We have studied the structure of the TatAd complex from Bacillus subtilis using electron microscopy to generate the first 3D model of a TatA complex from a Gram-positive bacterium. We observe that TatAd does not exhibit the remarkable heterogeneity of Escherichia coli TatA complexes but instead forms ring-shaped complexes of 7.5-9nm diameter with potential pores of 2.5-3nm diameter that are occluded at one end. Such structures are consistent with those seen for E. coli TatE complexes. Furthermore, the small diameter of the TatAd pore, and the homogeneous nature of the complexes, suggest that TatAd cannot form the translocation channel by itself. Biochemical data indicate that another B. subtilis TatA complex, TatAc, has similar properties, suggesting a common theme for TatA-type complexes from Bacillus. Copyright © 2013 Elsevier B.V. All rights reserved.

  12. A conserved TATA-less proximal promoter drives basal transcription from the urokinase-type plasminogen activator receptor gene

    DEFF Research Database (Denmark)

    Soravia, E; Grebe, A; De Luca, P

    1995-01-01

    have cloned an uPAR DNA segment containing upstream regulatory sequences from both the human and murine genomes. We report that a proximal promoter, contained within 180 bp from the major transcription start sites of the human uPAR gene, drives basal transcription. This region lacks TATA and CAAT boxes...

  13. Single-molecule fluorescence resonance energy transfer shows uniformity in TATA binding protein-induced DNA bending and heterogeneity in bending kinetics.

    Science.gov (United States)

    Blair, Rebecca H; Goodrich, James A; Kugel, Jennifer F

    2012-09-25

    TATA binding protein (TBP) is a key component of the eukaryotic RNA polymerase II transcription machinery that binds to TATA boxes located in the core promoter regions of many genes. Structural and biochemical studies have shown that when TBP binds DNA, it sharply bends the DNA. We used single-molecule fluorescence resonance energy transfer (smFRET) to study DNA bending by human TBP on consensus and mutant TATA boxes in the absence and presence of TFIIA. We found that the state of the bent DNA within populations of TBP-DNA complexes is homogeneous; partially bent intermediates were not observed. In contrast to the results of previous ensemble studies, TBP was found to bend a mutant TATA box to the same extent as the consensus TATA box. Moreover, in the presence of TFIIA, the extent of DNA bending was not significantly changed, although TFIIA did increase the fraction of DNA molecules bound by TBP. Analysis of the kinetics of DNA bending and unbending revealed that on the consensus TATA box two kinetically distinct populations of TBP-DNA complexes exist; however, the bent state of the DNA is the same in the two populations. Our smFRET studies reveal that human TBP bends DNA in a largely uniform manner under a variety of different conditions, which was unexpected given previous ensemble biochemical studies. Our new observations led to us to revise the model for the mechanism of DNA binding by TBP and for how DNA bending is affected by TATA sequence and TFIIA.

  14. Perancangan Tata Kelola Layanan Teknologi Informasi Menggunakan ITIL versi 3 Domain Service Transition Dan Service Operation Di Pemerintah Kota Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luki Aisha Kusuma Wardani

    2016-10-01

    Full Text Available Nowadays, Information Technology plays an important role in an organization, and not only as a support equipment. Bandung City Government, as a government agency, make IT into one of the visions that need to be achieved. To achieve good governance based on Minister Regulation Number 41 in 2007, IT Governance is needed to ensure that the investment of IT can add value and align with institution’s objective. Bandung City Government currently doesn’t have policies and procedure that regulate about IT Service Management. Therefore, this study was conducted with the aim to create a guidance for Office of Communications and Information Technology of Bandung (Diskominfo to optimize the service provided. This study also aims to make Service Management governance so that the management of IT service have certain quality and meet the needs of business customers, and improve the quality as the agreement with the customers. This study was conducted using ITIL v3 with Service Operation and Service Transition domain. ITIL is IT Service Management best practice to improve the efficiency of IT operational. ISO 15504 was conducted to asses Capability Level of ITIL Process. Capability Level of Service Transition is 24.5% and Capability Level of Service Operation is 23%. Because of the inadequacy of the primary data, the assessment was also carried out by mapping the objective of institution with the risks related to the lack of ITIL processes. The results of the design are the governance policies and procedures related to the ITIL processes needed by the institution.

  15. PENGARUH MOTIVASI DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA PEGAWAI TATA USAHA (Studi pada Tujuh Fakultas di Universitas Negeri Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widya Paramita

    2014-04-01

    Full Text Available The purpose of these research are: 1 To know the description of the motivation, organizational commitment, job satisfaction, and working period at the State University of Jakarta. 2 To know the influence of motivation which had been controlled by working period on job satisfaction at State University of Jakarta. 3 To know the influence of organizational commitment which had been controlled by working period on job satisfaction at State University of Jakarta. 4 To know the influence of motivation and organizational commitment which had been controlled by working period simultaneously influence on job satisfaction at State University of Jakarta. The analysis conducted in this research is descriptive and explanatory analysis. The study was conducted on civil servants at seven faculties in the State University of Jakarta, while the techniques of data collection was done by distributing questionnaires and the data being processed using SPSS. The regression shows that there is influence between motivation which had been controlled by working period towards job satisfaction and there is influence between organizational commitment which had been controlled by working period towards job satisfaction. Motivation and organizational commitment which had been controlled by working period simultaneously influence job satisfaction with significance value.

  16. Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi di BAPAPSI Pemkab Bandung Menggunakan framework COBIT 5 Pada Domain EDM dan DSS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rati Amanda Fajrin

    2016-10-01

    Full Text Available Information technology has an important role to support the implementation of public information. Bandung regency government has one of the bodies, named BAPAPSI. The existing problems in BAPAPSI, especially in PPI are uneven internet network in all districts, bad internet connection, bad handling of the incident, and the procurement of servers that do not support the use of the application in BAPAPSI. Therefore, 7 lifecycle COBIT 5 methodology is used to solve the problems in BAPAPSI. COBIT 5 provides complete, comprehensive guidelines in helping organizations to achieve the effective use of IT. The first stage in this research is assess capability level, then the next stage are mapping governance objective, enterprise goals, IT Related Goals and IT Process on COBIT 5. So, the results are the priority process on EDM04 and DSS01 domain to be analyzed and to design procedure IT governance using COBIT 5. This research also recommends the target of organizational structure in accordance with the needs of the Bandung regency government.

  17. PENGARUH KOMUNIKASI NON FORMAL, DISIPLIN KERJA, KOMPETENSI PEGAWAI DAN EMPATI PEGAWAI TATA USAHA TERHADAP PELAYANAN SISWA SMK PALEBON SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ary Fidayatul Ikhsani

    2017-02-01

    Full Text Available Services students` is one important component in supporting the learning process. If the service provided is poor then the students will find it difficult to take care of all administrative and obtain the information needed. Based on data from interviews with five vocational students obtained Palebon Semarang is still a gap between expectations and the reality of the service given to vocational students Administrative Palebon Semarang. Based on the background of the above problems can be obtained formulation of the problem is there any influence of non-formal communication, work discipline, employee competence and empathy clerical employees with the services of vocational students Palebon Semarang ?. This study aims to determine whether there is influence of non-formal communication, work discipline, employee competence and empathy towards employees Administrative Services Vocational students Palebon Semarang. , This study includes quantitative research. Methods of data collection using the questionnaire. Methods of data analysis using multiple linear regression, the classic assumption test, test hypotheses and descriptive analysis. Y = 1.775 + 0.277 + 0.123 X1 + 0.285 X2 X3 + X4 + 0.39 e. The test results obtained Fhitung 57 601 simultaneous with significance 0.000 <0.05 .. The amount of influence simultaneously the influence of non-formal communication, work discipline, employee competence and empathy employees with the services of 61.3%. Influence in partial non formal communication that is 12.5%, which is 3.8% of labor discipline, the competence of employees is 13.2%, while empathy is 16.6%

  18. Full trans-activation mediated by the immediate-early protein of equine herpesvirus 1 requires a consensus TATA box, but not its cognate binding sequence.

    Science.gov (United States)

    Kim, Seong K; Shakya, Akhalesh K; O'Callaghan, Dennis J

    2016-01-04

    The immediate-early protein (IEP) of equine herpesvirus 1 (EHV-1) has extensive homology to the IEP of alphaherpesviruses and possesses domains essential for trans-activation, including an acidic trans-activation domain (TAD) and binding domains for DNA, TFIIB, and TBP. Our data showed that the IEP directly interacted with transcription factor TFIIA, which is known to stabilize the binding of TBP and TFIID to the TATA box of core promoters. When the TATA box of the EICP0 promoter was mutated to a nonfunctional TATA box, IEP-mediated trans-activation was reduced from 22-fold to 7-fold. The IEP trans-activated the viral promoters in a TATA motif-dependent manner. Our previous data showed that the IEP is able to repress its own promoter when the IEP-binding sequence (IEBS) is located within 26-bp from the TATA box. When the IEBS was located at 100 bp upstream of the TATA box, IEP-mediated trans-activation was very similar to that of the minimal IE(nt -89 to +73) promoter lacking the IEBS. As the distance from the IEBS to the TATA box decreased, IEP-mediated trans-activation progressively decreased, indicating that the IEBS located within 100 bp from the TATA box sequence functions as a distance-dependent repressive element. These results indicated that IEP-mediated full trans-activation requires a consensus TATA box of core promoters, but not its binding to the cognate sequence (IEBS). Copyright © 2015 Elsevier B.V. All rights reserved.

  19. The TatA component of the twin-arginine translocation system locally weakens the cytoplasmic membrane ofEscherichia coliupon protein substrate binding.

    Science.gov (United States)

    Hou, Bo; Heidrich, Eyleen S; Mehner-Breitfeld, Denise; Brüser, Thomas

    2018-03-13

    The twin-arginine translocation (Tat) system that comprises the TatA, TatB, and TatC components transports folded proteins across energized membranes of prokaryotes and plant plastids. It is not known, however, how the transport of this protein cargo is achieved. Favored models suggest that the TatA component supports transport by weakening the membrane upon full translocon assembly. Using Escherichia coli as model organism, we now demonstrate in vivo that the N-terminus of TatA can indeed destabilize the membrane, resulting in a lowered membrane energization in growing cells. We found that in full-length TatA, this effect is counterbalanced by its amphipathic helix. Consistent with these observations, the TatA N-terminus induced proton leakage in vitro , indicating membrane destabilization. Fluorescence quenching data revealed that substrate binding causes the TatA hinge region and the N-terminal part of the TatA amphipathic helix to move toward the membrane surface. In the presence of TatBC, substrate binding also reduced the exposure of a specific region in the amphipathic helix, indicating a participation of TatBC. Of note, the substrate-induced reorientation of the TatA amphipathic helix correlated with detectable membrane weakening. We therefore propose a two-state model in which membrane-destabilizing effects of the short TatA membrane anchor are compensated by the membrane-immersed N-terminal part of the amphipathic helix in a resting state. We conclude that substrate binding to TatABC complexes switches the position of the amphipathic helix, which locally weakens the membrane on demand to allow substrate translocation across the membrane. Published under license by The American Society for Biochemistry and Molecular Biology, Inc.

  20. LEVEL PENALARAN MORAL DAN KONFLIK PERAN: STUDI EKSPERIMEN BAGI MODEL PERILAKU WHISTLEBLOWING APARAT PENGAWASAN INTERNAL PEMERINTAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rury Citra Diani

    2017-12-01

    Full Text Available Peran Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP sangat diharapkan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Namun banyak kecurangan dan berbagai praktek pelanggaran etika dan hukum yang mengakibatkan kerugian negara tidak berhasil diungkap oleh APIP, melainkan diungkap oleh pihak di luar organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh level penalaran moral dan konflik peran terhadap perilaku whistleblowing APIP. Dengan menggunakan desain faktorial 2x2 antar subjek, eksperimen yang melibatkan 102 mahasiswa magister akuntansi, menemukan bahwa APIP dengan level penalaran moral yang tinggi memiliki perilaku whistleblowing lebih tinggi dibandingkan APIP dengan level penalaran moral yang rendah. APIP dalam kondisi konflik peran terbukti memiliki perilaku whistleblowing lebih rendah dibandingkan APIP dalam kondisi tidak ada konflik peran. APIP dengan level penalaran moral tinggi dan tidak ada konflik peran memiliki perilaku whistleblowing lebih tinggi dibandingkan APIP dengan level moral rendah dan ada kondisi konflik peran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perilaku whistleblowing APIP dengan level penalaran moral yang tinggi tidak berbeda signifikan dalam kondisi ada konflik peran atau dalam kondisi tidak ada konflik peran.

  1. PENGARUH PEMANFAATAN TEKNOLOGI DAN MODERNISASI SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titik Aryati

    2016-12-01

    Keywords: the utilization of technology; modernization of tax administration system; personal taxpayers compliance. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemanfaatan teknologi dan modernisasi sistem administrasi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak pribadi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah sistem administrasi perpajakan modern, peraturan pemerintah yang mendukung pemanfaatan teknologi informasi, modernisasi struktur organisasi, modernisasi strategi organisasi, peningkatan sumber daya manusia, good governance, dan whistleblowing system, sedangkan variabel dependennya adalah kepatuhan wajib pajak pribadi. Penelitian ini menggunakan data primer, dengan memberikan kuesioner kepada responden secara online kepada Wajib Pajak orang pribadi dan diisi oleh 180 responden. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode convenience sampling. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Secara parsial, hasil analisis dan hipotesis menunjukkan bahwa variabel sistem administrasi perpajakan modern, modernisasi strategi organisasi, tata pemerintahan yang baik dan sistem whistleblowing berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak pribadi, sedangkan variabel lainnya adalah: peraturan pemerintah, modernisasi struktur organisasi, dan Juga peningkatan sumber daya manusia tidak berdampak terhadap kepatuhan wajib pajak pribadi. Kata Kunci: Pemanfaatan teknolog;  modernisasi sistem administrasi perpajakan; Kepatuhan wajib pajak pribadi.

  2. Processing by rhomboid protease is required for Providencia stuartii TatA to interact with TatC and to form functional homo-oligomeric complexes

    OpenAIRE

    Fritsch, Maximilian J; Krehenbrink, Martin; Tarry, Michael J; Berks, Ben C; Palmer, Tracy

    2012-01-01

    The twin arginine transport (Tat) system transports folded proteins across the prokaryotic cytoplasmic membrane and the plant thylakoid membrane. In Escherichia coli three membrane proteins, TatA, TatB and TatC, are essential components of the machinery. TatA from Providencia stuartii is homologous to E. coli TatA but is synthesized as an inactive pre-protein with an N-terminal extension of eight amino acids. Removal of this extension by the rhomboid protease AarA is required to activate P. s...

  3. Variable stoichiometry of the TatA component of the twin-arginine protein transport system observed by in vivo single-molecule imaging

    OpenAIRE

    Leake, Mark C.; Greene, Nicholas P.; Godun, Rachel M.; Granjon, Thierry; Buchanan, Grant; Chen, Shuyun; Berry, Richard M.; Palmer, Tracy; Berks, Ben C.

    2008-01-01

    The twin-arginine translocation (Tat) system transports folded proteins across the bacterial cytoplasmic membrane and the thylakoid membrane of plant chloroplasts. The essential components of the Tat pathway are the membrane proteins TatA, TatB, and TatC. TatA is thought to form the protein translocating element of the Tat system. Current models for Tat transport make predictions about the oligomeric state of TatA and whether, and how, this state changes during the transport cycle. We determi...

  4. Chromatin interaction of TATA-binding protein is dynamically regulated in human cells.

    Science.gov (United States)

    de Graaf, Petra; Mousson, Florence; Geverts, Bart; Scheer, Elisabeth; Tora, Laszlo; Houtsmuller, Adriaan B; Timmers, H Th Marc

    2010-08-01

    Gene transcription in mammalian cells is a dynamic process involving regulated assembly of transcription complexes on chromatin in which the TATA-binding protein (TBP) plays a central role. Here, we investigate the dynamic behaviour of TBP by a combination of fluorescence recovery after photobleaching (FRAP) and biochemical assays using human cell lines of different origin. The majority of nucleoplasmic TBP and other TFIID subunits associate with chromatin in a highly dynamic manner. TBP dynamics are regulated by the joint action of the SNF2-related BTAF1 protein and the NC2 complex. Strikingly, both BTAF1 and NC2 predominantly affect TBP dissociation rates, leaving the association rate unchanged. Chromatin immunoprecipitation shows that BTAF1 negatively regulates TBP and NC2 binding to active promoters. Our results support a model for a BTAF1-mediated release of TBP-NC2 complexes from chromatin.

  5. Construction of Hunveyor-9 and Experiments with its Magnetic Carpet Observing Dust Mixtures at Eötvös High School, Tata, Hungary

    Science.gov (United States)

    Magyar, I.; Varga, T.; Bérczi, Sz.; Hegyi, S.; Hudoba, Gy.; Almády, B.; Badics, A.; Bakonyi, I.; Franko, M.; Gyürky, A.; Héricz, M.; Ikonga, R.; Németh, A.; Pardy, T.; Varga, T.; Végh, Gy.

    2008-03-01

    We report about the construction of the ninth Hungarian University Surveyor (Hunveyor-9) and its experiment with magnetic dust observation by carpet containing small discs of magnets at Tata, Eötvös József High School, Hungary.

  6. Perancangan Augmented Realty Media Markerless Point Of Interest dalam Memberikan Informasi Gedung Berbasis Android (Studi Kasus : Universitas Kristen Satya Wacana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abraham Christover Manuputty

    2017-09-01

    Full Text Available    Abstrak. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW merupakan sebuah intuisi pendidikan swasta yang terletak di Salatiga. Setiap intuisi pendidikan tinggi memiliki fasilitas penunjang berupa gedung tempat mahasiswa berkuliah. Melihat permasalahan umum kesalahan gedung perkuliahan yang sering terjadi bagi mahasiswa baru terlebih di UKSW, maka dibangun sebuah aplikasi pencarian lokasi gedung yang dirancang dengan mengacu pada tata letak gedung yang diperoleh melalui google map. Penelitian ini menggunakan teknologi Augmented Reality sebagai media informasi yang digunakan sebagai point of interest dan penanda gedung yang dapat dijalankan pada smarthphone Android. Objek penelitian ini adalah gedung-gedung perkuliahan yang ada di UKSW. Hasilnya adalah aplikasi Find Buildings dapat memberikan informasi mengenai gedung yang dituju secara cepat dan dapat diintegrasikan dengan media promosi konvensional lainnya.Kata Kunci:  Universitas, Android, Augmented Reality, Pengenalan Gedung

  7. PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS DAN MANAJEMEN PEMASARAN MELALUI WEB BAGI PEMILIK HOMESTAY DESA WISATA KANDRI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Testiana D.W

    2016-12-01

    Full Text Available Homestay merupakan bagian penting promosi wisata lokal yang sangat membantu pengembangan pariwisata khususnya desa wisata di desa Kandri Semarang. Hal ini harus didukung dengan kemampuan berbahasa Inggris para pemilik homestay di desa tersebut yang seharusnya siap menerima wisatawan mancanegara yang datang. Tetapi pada kenyataannya kemampuan mereka cenderung relatif rendah karena rata-rata memiliki latar belakang pendidikan yang minim. Berdasarkan pernyataan tersebut, tim pengabdi kami memfokuskan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan daily conversation bahasa Inggris, pengelolaan web homestay, manajemen pelayanan dan pemasaran, serta tata kelola homestay bagi pemilik homestay desa wisata Kandri Gunungpati Semarang. Dari program pelatihan pengabdian masyarakat tersebut dihasilkan peningkatan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris, peningkatan pengelolaan web homestay yang mendukung promosi desa wisata, peningkatan manajemen pelayanan dan pemasaran homestay bagi para pemilik homestay desa wisata Kandri Semarang.

  8. Sebaran Populasi dan Potensi Tanaman Ganitri ( Elaeocarpus ganitrus Roxb di Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Rohandi

    2015-12-01

    Full Text Available Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb merupakan jenis tanaman multiguna yang cukup potensial untuk dikembangkan. Jenis ini sudah mulai dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat khususnya diwilayah Jawa Tengah. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran populasi dan mengetahui potensi tanaman ganitri meliputi informasi geografi dan kondisi ekologisnya. Metode yang dilakukan meliputi : (1 studi literatur dan komunikasi langsung dengan pihak terkait dan masyarakat, (2 survei lapangan untuk pengumpulan data penampilan dan produktifitas tegakan ganitri meliputi : lokasi, luas, tahun tanam, kerapatan tegakan, tinggi, diameter, bentuk batang, sistem penanaman, (3 pengumpulan data primer dan sekunder kondisi tempat tumbuh tanaman ganitri meliputi : letak geografis, ketinggian, curah hujan dan jenis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ganitri di wilayah Jawa Tengah tersebar di hutan tanaman pada ketinggian 0-1.300 m dpl pada jenis tanah regosol, andosol, podsolik coklat, atosol dengan curah hujan 3.500-4.500 mm/tahun. Sebaran hutan tanaman ganitri tidak ditemukan di semua kabupaten, tetapi hanya terdapat di beberapa wilayah/kabupaten yang secara umum ditanam dengan beberapa tujuan yaitu terutama untuk dimanfaatkan bijinya sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK, selain untuk kayu pertukangan serta fungsi lindung. Sebaran hutan tanaman ganitri di Jawa Tengah ditemukan di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Kendal, Brebes, Purworejo, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, Temanggung, Semarang dan Karanganyar. Secara umum, ganitri memiliki kisaran wilayah yang cukup luas mulai dari dataran tinggi sampai dataran rendah, khususnya berada diwilayah Jawa Tengah bagian tengah dan selatan. Pengembangan tanaman ganitri untuk produksi biji dapat ditemukan di Kabupaten Cilacap,Kebumen,Purworejo, dan Banjarnegara. Katakunci: Elaeocarpus ganitrus Roxb, hutan rakyat, Jawa Tengah, sebaran populasi, potensi   Distribution and the potential growth of ganitri

  9. Seni Sastra, Teater, dan Film dalam Konteks Perkotaan: Industrialisasi dan Urbanisme (Studi Kasus Serial Sinetron Film ”Intan”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soediro Satoto

    2010-06-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan memaparkan korelasi antara produksi seni sastra, seni teate, dan film serta menjelaskan keterkaitan yang erat antara urbanisasi, industrialisasi, dan urbanisme dengan perkembangan iptek dan seni, termasuk seni sastra, seni drama/teater, dan seni film/sinetron. Seirama dengan dinamika proses globalisasi di segala bidang, termasuk budaya dan seni, fenomena tersebut akan berdampak pada proses akulturasi lintas/silang budaya, perge- seran dan atau perubahan tata nilai dan identitas budaya bangsa. Akankah muncul identitas bu- daya ’baru’ (sebut yang khas ’urban’ dengan cara mengesampingkan atau membuang jauh-jauh identitas budaya ’lama’ (sebut tradisional yang dianggap sudah ketinggalan zaman? Bagaimana sepantasnya ’masyarakat sastra, teater, dan film’ menyikapi fenomena-fenomena tersebut secara kritis, realistis, dinamis, dan arif? Serial Sinetron Film “Intan” dalam makalah ini diambil seba- gai studi kasus karena rating-nya yang relatif konstan tertinggi jika dibandingkan dengan serial sinetron film lainnya di media yang sama dalam kurun waktu yang sama. Abstract: This paper is aimed to describe correlation between literary, theater, and film art production and explain the strong interrelatedness between urbanization, industrialization, and urbanism by the development of science technology and art, including literary art, drama/theater art, and film/sinetron art. Along with the dynamic of globalization process in all aspects, including culture and art (literary, theater, and film art in this case, the phenomena will have influences to cross/inter-cultural acculturation process, shift and/or change in a nation’s cultural identity and values. Will a ‘new’ (call it urban cultural identity emerge by putting aside or getting rid of the ‘old’ cultural identity (call it traditional which is regarded as old fashion? How should a ‘literary, theater, and film community’ behave critically, realistically

  10. Highly redundant function of multiple AT-rich sequences as core promoter elements in the TATA-less RPS5 promoter of Saccharomyces cerevisiae.

    Science.gov (United States)

    Sugihara, Fuminori; Kasahara, Koji; Kokubo, Tetsuro

    2011-01-01

    In eukaryotes, protein-coding genes are transcribed by RNA polymerase II (pol II) together with general transcription factors (GTFs). TFIID, the largest GTF composed of TATA element-binding protein (TBP) and 14 TBP-associated factors (TAFs), plays a critical role in transcription from TATA-less promoters. In metazoans, several core promoter elements other than the TATA element are thought to be recognition sites for TFIID. However, it is unclear whether functionally homologous elements also exist in TATA-less promoters in Saccharomyces cerevisiae. Here, we identify the cis-elements required to support normal levels of transcription and accurate initiation from sites within the TATA-less and TFIID-dependent RPS5 core promoter. Systematic mutational analyses show that multiple AT-rich sequences are required for these activities and appear to function as recognition sites for TFIID. A single copy of these sequences can support accurate initiation from the endogenous promoter, indicating that they carry highly redundant functions. These results show a novel architecture of yeast TATA-less promoters and support a model in which pol II scans DNA downstream from a recruited site, while searching for appropriate initiation site(s).

  11. Pembuatan Tata Kelola Keamanan Informasi Kontrol Akses Berbasis ISO/IEC 27001:2005 Pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Surabaya I

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Margo Utomo

    2012-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini turut berimbas kepada penggunaan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan. KPPN Surabaya I sebagai instansi vertikal dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan juga menerapkan teknologi informasi dalam untuk mendukung kegiatan pelayanan terhadap satuan kerja yang berada di lingkup bayarnya. Sayangnya masalah keamanan informasi yang merupakan bagian penting dari teknologi informasi sering kali kurang mendapatkan perhatian. Tidak dapat dipungkiri bahwa munculnya ancaman ataupun kelemahan dalam teknologi informasi dapat menggangu jalannya kegiatan pelayanan yang menggunakan teknologi informasi. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan teknologi informasi berbasis risiko yang dituangkan dalam tata kelola untuk mengelola ancaman ataupun kelemahan yang muncul. ISO/IEC 27001:2005 merupakan framework sistem manajemen keamanan informasi yang dapat dijadikan dasar dalam pengelolaan keamanan informasi. Tata kelola keamanan informasi yang dibuat ini menitikberatkan pada kontrol akses yang merupakan salah satu kotrol keamanan dari ISO/IEC 27001:2005

  12. MODEL TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PELAYANAN INFORMASI PUBLIK JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Widjajanto

    2013-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menghasilkan suatu model tatakelola teknologi informasi untuk pelayanan informasi publik Jawa Tengah.  Kegiatan yang dilakukan adalah mengidentifikasi layanan-layanan pada website pemerintah dengan cara studi pustaka/dokumentasi dan observasi website pemerintah Kabupaten Wonogiri, Cilacap, Kudus, Semarang, Pekalongan dan Kebumen berdasarkan tingkatan e-government, kualitas konten informasi dan ketersediaan konten informasi pada website berdasarkan ketentuan UU No. 14/2008, serta melakukan diskusi terarah dengan pihak-pihak yang terkait. Dan berdasarkan peta layanan informasi publik kemudian dirumuskan suatu model layanan informasi publik berbasis teknologi informasi berdasarkan pemetaan kondisi pelayanan publik. Hasilnya dari 6 website pemerintah Kabupaten, layanan situs masih bersifat informatif dan didukung dengan konten informasi yang berkualitas (akurat, terkini dan relevan, serta kersediaan konten-konten informasi publik pada situs pemerintah berdasarkan UU No. 14/2008 sebesar 43%, sehingga diperlukan peningkatan layanan atau fungsi pada situs pemerintah menjadi interaktif dengan menambah konten-konten informasi publik dalam bentuk web portal agar sesuai dengan ketentuan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kata kunci: informasi publik, teknologi informasi, e-government

  13. Perencanaan dan Penataan Menara Telekomunikasi Seluler di Kabupaten Sidoarjo menggunakan MapInfo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ervin Tri Sasongko

    2015-03-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dan industri telekomunikasi telah demikian pesatnya. Ketersediaan layanan diupayakan oleh sejumlah operator yang menawarkan berbagai sistem dan layanan yang bervariasi dengan pembangunan infrastruktur jaringan radio seluler, termasuk di dalamnya menara untuk antena BTS (Base Transceiver Station. Tetapi penempatan menara yang terlalu banyak dan tanpa perencanaan yang tepat akan menimbulkan efek yang kurang baik. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka dapat diselesaikan dengan menyusun suatu master plan tentang penataan lokasi menara di wilayah Kabupaten Sidoarjo untuk 5 tahun mendatang. Penataan lokasi menara dilakukan dengan menggunakan peta MapInfo dan berdasarkan pada kebutuhan trafik pelanggan seluler, RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sidoarjo dan regulasi tentang peyelenggaraan menara telekomunikasi. Dalam perhitungan perencanaan kebutuhan BTS untuk tahun 2018, Kabupaten Sidoarjo membutuhkan 783 BTS yang ditopang oleh 454 menara telekomunikasi seluler bersama. Maka perlu dilakukan penambahan jumlah menara sebanyak 52 menara untuk mencukupi kebutuhan trafik pada tahun 2018. Jumlah penambahan menara tersebut akan ditempatkan di zona menara baru dengan luas total zona 14,6962 .

  14. Sistem Pengaturan Pencahayaan Ruangan Berbasis Android pada Rumah Pintar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Dwisnanto Putro

    2016-11-01

    Full Text Available Rumah pintar pada umumnya memperhatikan efesiensi pemakaian energi yang dapat dimaksimalkan dengan memakai pencahayaan alami di siang hari, tata letak lampu penerangan yang tepat, pemakaian peralatan listrik yang hemat energi dan pemakaian lampu hemat energi. Sistem lampu pengaturan penerangan ruangan pada umunya hanya menggunakan prinsip on/off dan tidak praktis untuk dioperasikan, Sistem ini masih memiliki kelemahan yaitu dalam hal efektifitas. Selain dari pada itu faktor kenyamanan dan kebutuhan dalam penerangan ruangan menjadi pengaruh penting untuk kesehatan penglihatan mata manusia. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu membangun sistem pengaturan pencahayaan yang efisien, praktis, sesuai kebutuhan dan dilengkapi dengan optimasi pengaturan pencahayan berdasarkan efesiensi dan standar penerangan ruangan SNI 03-6197-2000. Sistem ini pun dirancang praktis yang dikendalikan secara jarak jauh dengan menggunakan perangkat android smartphone. Penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat penghuni rumah tinggal sehingga dapat merasa nyaman, efisien dan praktis untuk mengoperasikan sistem pengaturan pencahayaan pada rumah pintar. Pada perancangannya sistem ini terdiri atas perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak perancangan perangkat keras terdiri atas perancangan sensor, aktuator, pengendali dan pengendalian jarak jauh. Sedangkan untuk perancangan perangkat lunak terdiri atas algoritma pemograman cerdas sistem dan pemograman mobile. Pada perancangan pemograman cerdas menggunakan aplikasi arduino IDE sedangkan pada pemograman mobile menggunakan aplikasi APP INVENTOR 2. Kekurangan dari sistem ini adalah dalam penentuan metode nilai parameter, dengan cakupan nilai parameter yang sempit dan respon perubahan intensitas cahaya yang cepat membuat sistem ini tidak stabil

  15. Multimerization of the mouse TATA-binding protein (TBP) driven by its C-terminal conserved domain.

    OpenAIRE

    Kato, K; Makino, Y; Kishimoto, T; Yamauchi, J; Kato, S; Muramatsu, M; Tamura, T

    1994-01-01

    The conformational states of the mouse TATA-binding protein (TBP) in solution were studied. A histidine tag and a factor Xa recognition site-carrying mouse TBP was expressed in E. coli, highly purified, and its fundamental functions as a TBP were demonstrated. We analyzed the molecular states of mouse TBP by gel filtration and glycerol gradient sedimentation, and found that TBP forms heterogeneous multimers in solution. Direct binding of TBP molecules to each other was proven by the far-Weste...

  16. CMS delegation for MTB55 held at Tata Institute in Mumbai (Bombay) during CMS week 14 December 2000.

    CERN Multimedia

    A. Payn

    2000-01-01

    CMS delegation at MTB55 in Tata Institue Mumbai on 14 December 2000. From left to right Bertrand Blau/ETHZ, Stefania Farinon/INFN-Genova, Alain Hervé/CERN, Lucien Veillet/CERN, Jean-Paul Grillet/CERN, Yves Pabot/Saclay, Bruno Levesy/Saclay, Alain Payn/Saclay, François Kircher/Saclay, Benoît Curé/CERN.

  17. Evaluasi Manajemen Keamanan Informasi Menggunakan Indeks Keamanan Informasi (KAMI Berdasarkan ISO/IEC 27001:2013 pada Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI ITS Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firzah Abdullah Basyarahil

    2017-03-01

    Full Text Available DPTSI merupakan sebuah direktorat untuk menangani permasalahan teknologi informasi dan sistem informasi yang dimiliki oleh ITS. Menurut UU. No. 12 Tahun 12 Ttg. Perguruan Tinggi, misi mencari, menemukan, dan menyebarluaskan kebenaran ilmiah tersebut dapat diwujudkan apabila perguruan tinggi di kelola berdasarkan suatu Tata kelola perguruan tinggi yang baik (Good University Governance. Pengelolaan Informasi merupakan salah satu aspek dalam Good University Governance, termasuk kualitas dan keamanan pengelolaan informasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari keamanan informasi, kementrian Kominfo membuat alat bantu untuk mengukur tingkat kematangan dan kelengkapan dalam keamanan informasi yang disebut dengan Indeks Keamanan Informasi (KAMI. Penggunaan Indeks KAMI ini juga diikuti dengan penerapan ISO 27001 sebagai standar keamanan internasional yang dapat membantu sebuah organisasi memastikan bahwa keamanan informasi yang diterapkan sudah efektif. Hasil dari penggunaan Indeks KAMI versi 3.1 di DPTSI ITS ini adalah tingkat ketergantungan penggunaan sistem elektronik sebesar 26 dari total skor 50 dan masuk kedalam kategori Tinggi dimana sistem elektronik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses kerja yang berjalan. Hasil penilaian kelima area yang telah dilakukan adalah sebesar 249 dari 645 dan berada pada kategori tidak layak. Dari hasil tersebut maka dibuat rekomendasi berdasarkan kontrol ISO 27002:2013 untuk pertanyaan-pertanyaan yang mendapat nilai kurang. Kemudian rekomendasi dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi bagi pihak DPTSI ITS Surabaya dalam melakukan perbaikan yang berkaitan dengan mitigasi atau pencegahan kerentanan keamanan informasi, serta memastikan regulasi dapat dicapai dengan baik dan kebijakan keamanan institusi di masa yang akan datang.

  18. MODEL PEMBELAJARAN NILAI DAN KARAKTER BERBASIS NILAI-NILAI KEHIDUPAN DI SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sa’dun Akbar

    2016-02-01

    Full Text Available Value-based Model for the Teaching and Learning of Characters in Primary Schools. This is a descriptive study on the teaching and learning process and problems in the teaching and learning of characters and values in primary schools across East Java. On the basis of the study, the article presents a draft of a (proposed model for the teaching and learning of values in primary schools. The study was conducted in 13 municipalities/regencies in East Java. The data were collected through questionnaires and interviews. The results indicate that primary schools in East Java have carried out integrated, yet not systemic, teaching and learning of characters and values. One of the salient problems is that life values have not been comprehensively accommodated in the visions, missions, and objectives of the schools, as well as regulations in the schools. The draft of the proposed model takes the form of reformulating schools’ visions and their implications for the physical and social arrangements of the schools.   Model Pembelajaran Nilai dan Karakter Berbasis Nilai-nilai Kehidupan di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelenggaraan dan masalah-masalah pembelajaran nilai dan karakter yang terjadi di SD Jawa Timur, serta menghasilkan draf awal model pendidikan nilai-nilai kehidupan di SD. Penelitian deskriptif ini dilakukan pada 13 kota/kabupaten di Jawa Timur. Data dikumpulkan dengan angket dan observasi, serta dianalisis secara deskriptif. Hasilnya adalah SD di Jawa Timur sudah menjalankan pendidikan nilai dan karakter secara terintegrasi, namun penyelenggaraannya belum dilakukan secara sistemik. Masalah yang dihadapi antara lain nilai-nilai kehidupan belum seluruhnya terakomodasi dalam visi, misi, tujuan, dan berbagai tata tertib yang berlaku di sekolah. Draf awal model pendidikannya berupa reformulasi visi sekolah dan implikasinya terhadap program penataan fisik dan sosial.

  19. USULAN PERBAIKAN KESELAMATAN KERJA MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ariel Levi

    2017-10-01

    Full Text Available PT Prima Utama Mitra Anda adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan box karoseri. Proses produksinya banyak menggunakan alat atau mesin yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Data perusahaan menunjukkan terdapat 73 kasus kecelakaan kerja pada tahun 2013 dan 107 kasus kecelakaan kerja pada tahun 2014. Dengan demikian, perlu dilakukan tindakan perbaikan guna menghindari terjadinya kerugian. Dalam penelitian ini digunakan metode Job Safety Analysis (JSA dengan pendekatan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA. Berdasarkan tahapan JSA, terdapat 86 jenis kecelakaan kerja dan diperoleh 5 pekerjaan kritis untuk dianalisis menggunakan metode FMEA. Setelah dilakukan perhitungan RPN, didapatkan 3 pekerjaan dengan tingkat kecelakaan paling tinggi, yaitu pekerjaan menggunakan mesin saw blade, pekerjaan menggunakan mesin las dan pekerjaan menggunakan mesin bor. Selanjutnya, pekerjaan tersebut diberi rekomendasi perbaikan berupa penyusunan Instruksi Kerja (IK. IK berisi langkah dasar pekerjaan, potensi bahaya, serta tata cara kerja yang benar. Selain menyusun IK, tingkat disiplin kerja juga perlu diperhatikan untuk membuktikan penyebab pasti kecelakaan kerja. Tingkat disiplin kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tujuan dan kemampuan, teladan pimpinan, balas jasa, keadilan, pengawasan melekat, sanksi hukuman, ketegasan, dan hubungan kemanusiaan. Selain faktor-faktor tersebut, tingkat disiplin kerja dapat dibentuk melalui 2 cara, yaitu dengan disiplin preventif dan disiplin korektif.

  20. Towards understanding the Tat translocation mechanism through structural and biophysical studies of the amphipathic region of TatA from Escherichia coli.

    Science.gov (United States)

    Chan, Catherine S; Haney, Evan F; Vogel, Hans J; Turner, Raymond J

    2011-09-01

    The twin-arginine translocase (Tat) system is used by many bacteria and plants to move folded proteins across the cytoplasmic or thylakoid membrane. In most bacteria, the TatA protein is believed to form a defined pore in the membrane through homo-oligomerization with other TatA protomers. The predicted secondary structure of TatA includes a transmembrane helix, an amphipathic helix, and an unstructured C-terminal region. Here biophysical and structural investigations were performed on a synthetic peptide representing the amphipathic region of TatA (residues 22 to 44, abbreviated TatAH2). The C-terminal region of TatA (residues 44-89) was previously shown to be accessible from both the cytoplasmic and periplasmic sides of the membrane only when the membrane potential was intact, suggesting dependence of its topology on an energized membrane (Chan et al. 2007 Biochemistry 46: 7396-404). Such observation suggests that the TatAH2 region would have unique lipid interactions that may be related to the function of TatA during translocation and thus warranted further investigations. NMR and CD spectroscopy of TatAH2 show that it adopts a predominantly helical structure in a membrane environment while remaining unstructured in aqueous solution. Differential scanning calorimetry studies also reveal that TatAH2 interacts with DPPG lipids but not with DPPC, suggesting that negatively charged phospholipid head groups contribute to the membrane interactions with TatA. Copyright © 2011 Elsevier B.V. All rights reserved.

  1. A T9G mutation in the prototype TATA-box TCACTATATATAG determines nucleosome formation and synergy with upstream activator sequences in plant promoters.

    Science.gov (United States)

    Ranjan, Amol; Ansari, Suraiya A; Srivastava, Rakesh; Mantri, Shrikant; Asif, Mehar H; Sawant, Samir V; Tuli, Rakesh

    2009-12-01

    We had earlier reported that mutations to G and C at the seventh and eighth positions in the prototype TATA-box TCACTATATATAG inhibited light-dependent activation of transcription from the promoter. In this study, we characterized mutations at the ninth position of the prototype TATA-box. Substitution of T at the ninth position with G or C enhanced transcription from the promoter in transgenic tobacco (Nicotiana tabacum) plants. The effect of T9G/C mutations was not light dependent, although the 9G/C TATA-box showed synergy with the light-responsive element (lre). However, the 9G/C mutants in the presence of lre failed to respond to phytochromes, sugar, and calcium signaling, in contrast to the prototype TATA-box with lre. The 9G/C mutation shifted the point of initiation of transcription, and transcription activation was dependent upon the type of activating element present upstream. The synergy in activation was noticed with lre and legumin activators but not with rbcS, Pcec, and PR-1a activators. The 9G mutation resulted in a micrococcal nuclease-sensitive region over the TATA-box, suggesting a nucleosome-free region, in contrast to the prototype promoter, which had a distinct nucleosome on the TATA-box. Thus, the transcriptional augmentation with mutation at the ninth position might be because of the loss of a repressive nucleosomal structure on the TATA-box. In agreement with our findings, the promoters containing TATAGATA as identified by genome-wide analysis of Arabidopsis (Arabidopsis thaliana) are not tightly repressed.

  2. Direct observation of preferential processing of clustered abasic DNA damages with APE1 in TATA box and CpG island by reaction kinetics and fluorescence dynamics.

    Science.gov (United States)

    Singh, Vandana; Kumari, Bhavini; Maity, Banibrata; Seth, Debabrata; Das, Prolay

    2014-01-01

    Sequences like the core element of TATA box and CpG island are frequently encountered in the genome and related to transcription. The fate of repair of clustered abasic sites in such sequences of genomic importance is largely unknown. This prompted us to investigate the sequence dependence of cleavage efficiency of APE1 enzyme at abasic sites within the core sequences of TATA box and CpG island using fluorescence dynamics and reaction kinetics. Simultaneous molecular dynamics study through steady state and time resolved fluorescence spectroscopy using unique ethidium bromide dye release assay confirmed an elevated amount of abasic site cleavage of the TATA box sequence as compared to the core CpG island. Reaction kinetics showed that catalytic efficiency of APE1 for abasic site cleavage of core CpG island sequence was ∼4 times lower as compared to that of the TATA box. Higher value of Km was obtained from the core CpG island sequence than the TATA box sequence. This suggests a greater binding effect of APE1 enzyme on TATA sequence that signifies a prominent role of the sequence context of the DNA substrate. Evidently, a faster response from APE1 was obtained for clustered abasic damage repair of TATA box core sequences than CpG island consensus sequences. The neighboring bases of the abasic sites in the complementary DNA strand were found to have significant contribution in addition to the flanking bases in modulating APE1 activity. The repair refractivity of the bistranded clustered abasic sites arise from the slow processing of the second abasic site, consequently resulting in decreased overall production of potentially lethal double strand breaks. Copyright © 2014 Elsevier B.V. All rights reserved.

  3. Differential stability of TATA box binding proteins from archaea with different optimal growth temperatures

    Science.gov (United States)

    Kopitz, Annette; Soppa, Jörg; Krejtschi, Carsten; Hauser, Karin

    2009-09-01

    The TATA box binding protein (TBP) is involved in promoter recognition, the first step of transcription initiation. TBP is universally conserved and essential in archaea and eukaryotes. In archaea, TBPs have to be stable and to function in species that cover an extremely wide range of optimal growth temperatures (OGTs), from below 0 °C to more than 100 °C. Thus, the archaeal TBP family is ideally suited to study the evolutionary adaptation of proteins to an extremely wide range of temperatures. We characterized the thermostability of one mesophilic and one thermophilic TBP by infrared spectroscopy. Transition temperatures ( Tms) of thermal unfolding have been determined using TBPs from Methanosarcina mazei (OGT 37 °C) and from Methanothermobacter thermautotrophicus (OGT 65 °C). Furthermore, the influence of protein and salt concentration on thermostability has been characterized. Together with previous studies, our results reveal that the Tms of archaeal TBPs are closely correlated with the OGTs of the respective species. Noteworthy, this is also true for the TBP from M. mazei representing the first characterized TBP from a mesophilic archaeon. In contrast, the only characterized eukaryotic TBP of the mesophilic plant Arabidopsis thaliana has a Tm more than 40 °C above the OGT.

  4. Operation of Cryogenic Facility in e-way at Tata Institute of Fundamental Research, Mumbai, India

    International Nuclear Information System (INIS)

    Srinivasan, K V

    2012-01-01

    In an attempt towards the development of modern, model and paperless cryogenic facility, the Low Temperature Facility of Tata Institute of Fundamental Research, at Mumbai, India; carried out many automation works using programmable logic controller (PLC) and other modern electronic tools, with the objective of bringing the entire plant operation to your palm whenever and wherever you are. Efficiency in the plant operation by keeping a watch on the plant healthiness, advance indication about the possible plant problem by means of pre-warning alarms, so that the remedial action can be taken well prior to the actual failure affects the plant operation, reduction in plant down time were achieved by the automation works. Large size in our cryogen production, controlling the complicated helium liquefier, meeting the uninterrupted supply of cryogen to the users on “any time availability basis,” safety in handling cryogens and high pressure gas, effective usage of limited skilled manpower etc., all these requirements call for the definite need of modern electronic gears and gadgets. This paper will describe in details about the automation works carried out at our cryogenic facility at TIFR.

  5. Tolerance to acetic acid is improved by mutations of the TATA-binding protein gene.

    Science.gov (United States)

    An, Jieun; Kwon, Hyeji; Kim, Eunjung; Lee, Young Mi; Ko, Hyeok Jin; Park, Hongjae; Choi, In-Geol; Kim, Sooah; Kim, Kyoung Heon; Kim, Wankee; Choi, Wonja

    2015-03-01

    Screening a library of overexpressing mutant alleles of the TATA-binding gene SPT15 yielded two Saccharomyces cerevisiae strains (MRRC 3252 and 3253) with enhanced tolerance to acetic acid. They were also tolerant to propionic acid and hydrogen peroxide. Transcriptome profile analysis identified 58 upregulated genes and 106 downregulated genes in MRRC 3252. Stress- and protein synthesis-related transcription factors were predominantly enriched in the upregulated and downregulated genes respectively. Eight deletion mutants for some of the highly downregulated genes were acetic acid-tolerant. The level of intracellular reactive oxygen species was considerably lessened in MRRC 3252 and 3253 upon exposure to acetic acid. Metabolome profile analysis revealed that intracellular concentrations of 5 and 102 metabolites were increased and decreased, respectively, in MRRC 3252, featuring a large increase of urea and a significant decrease of amino acids. The dur1/2Δmutant, in which the urea degradation gene DUR1/2 is deleted, displayed enhanced tolerance to acetic acid. Enhanced tolerance to acetic acid was also observed on the medium containing a low concentration of amino acids. Taken together, this study identified two SPT15 alleles, nine gene deletions and low concentration of amino acids in the medium that confer enhanced tolerance to acetic acid. © 2014 Society for Applied Microbiology and John Wiley & Sons Ltd.

  6. Elevated TATA-binding protein expression drives vascular endothelial growth factor expression in colon cancer.

    Science.gov (United States)

    Johnson, Sandra A S; Lin, Justin J; Walkey, Christopher J; Leathers, Michael P; Coarfa, Cristian; Johnson, Deborah L

    2017-07-25

    The TATA-binding protein (TBP) plays a central role in eukaryotic gene transcription. Given its key function in transcription initiation, TBP was initially thought to be an invariant protein. However, studies showed that TBP expression is upregulated by oncogenic signaling pathways. Furthermore, depending on the cell type, small increases in cellular TBP amounts can induce changes in cellular growth properties towards a transformed phenotype. Here we sought to identify the specific TBP-regulated gene targets that drive its ability to induce tumorigenesis. Using microarray analysis, our results reveal that increases in cellular TBP concentrations produce selective alterations in gene expression that include an enrichment for genes involved in angiogenesis. Accordingly, we find that TBP levels modulate VEGFA expression, the master regulator of angiogenesis. Increases in cellular TBP amounts induce VEGFA expression and secretion to enhance cell migration and tumor vascularization. TBP mediates changes in VEGFA transcription requiring its recruitment at a hypoxia-insensitive proximal TSS, revealing a mechanism for VEGF regulation under non-stress conditions. The results are clinically relevant as TBP expression is significantly increased in both colon adenocarcinomas as well as adenomas relative to normal tissue. Furthermore, TBP expression is positively correlated with VEGFA expression. Collectively, these studies support the idea that increases in TBP expression contribute to enhanced VEGFA transcription early in colorectal cancer development to drive tumorigenesis.

  7. Interconversion between active and inactive TATA-binding protein transcription complexes in the mouse genome.

    Science.gov (United States)

    Choukrallah, Mohamed-Amin; Kobi, Dominique; Martianov, Igor; Pijnappel, W W M Pim; Mischerikow, Nikolai; Ye, Tao; Heck, Albert J R; Timmers, H Th Marc; Davidson, Irwin

    2012-02-01

    The TATA binding protein (TBP) plays a pivotal role in RNA polymerase II (Pol II) transcription through incorporation into the TFIID and B-TFIID complexes. The role of mammalian B-TFIID composed of TBP and B-TAF1 is poorly understood. Using a complementation system in genetically modified mouse cells where endogenous TBP can be conditionally inactivated and replaced by exogenous mutant TBP coupled to tandem affinity purification and mass spectrometry, we identify two TBP mutations, R188E and K243E, that disrupt the TBP-BTAF1 interaction and B-TFIID complex formation. Transcriptome and ChIP-seq analyses show that loss of B-TFIID does not generally alter gene expression or genomic distribution of TBP, but positively or negatively affects TBP and/or Pol II recruitment to a subset of promoters. We identify promoters where wild-type TBP assembles a partial inactive preinitiation complex comprising B-TFIID, TFIIB and Mediator complex, but lacking TFIID, TFIIE and Pol II. Exchange of B-TFIID in wild-type cells for TFIID in R188E and K243E mutant cells at these primed promoters completes preinitiation complex formation and recruits Pol II to activate their expression. We propose a novel regulatory mechanism involving formation of a partial preinitiation complex comprising B-TFIID that primes the promoter for productive preinitiation complex formation in mammalian cells.

  8. Operation of Cryogenic Facility in e-way at Tata Institute of Fundamental Research, Mumbai, India.

    Science.gov (United States)

    Srinivasan, K. V.

    2012-12-01

    In an attempt towards the development of modern, model and paperless cryogenic facility, the Low Temperature Facility of Tata Institute of Fundamental Research, at Mumbai, India; carried out many automation works using programmable logic controller (PLC) and other modern electronic tools, with the objective of bringing the entire plant operation to your palm whenever and wherever you are. Efficiency in the plant operation by keeping a watch on the plant healthiness, advance indication about the possible plant problem by means of pre-warning alarms, so that the remedial action can be taken well prior to the actual failure affects the plant operation, reduction in plant down time were achieved by the automation works. Large size in our cryogen production, controlling the complicated helium liquefier, meeting the uninterrupted supply of cryogen to the users on “any time availability basis,” safety in handling cryogens and high pressure gas, effective usage of limited skilled manpower etc., all these requirements call for the definite need of modern electronic gears and gadgets. This paper will describe in details about the automation works carried out at our cryogenic facility at TIFR.

  9. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DRAINASE KOTA SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sriyanto Eko Prakoso

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian adalah melakukan identifikasi basis data dan “software” yang digunakan untuk mengelola basis data tersebut di daerah penelitian, dan mengembangkan atau merancang Sistem Informasi Drainase di daerah penelitian. Hasil identifikasi basis data dan “software” pengelolanya menunjukkan adanya dua jenis basis data yang telah dikembangkan di Kota Surabaya. Basis data yang pertama bersifat umum dan kurang lengkap serta dikelola dengan program Autocad. Sedangkan basis data yang kedua sudah memadai, bahkan struktur basis data dan tata letak data sudah baik yang dikelola dengan program ArcView versi 3.1. Oleh karena itu, pilihan basis data dijatuhkan pada basis data yang kedua dengan program pengelolanya adalah ArcView. Mengingat adanya, beberapa kekurangan pada basis data tersebut maka diperlukan penambahan dan pengurangan data serta dilakukan beberapa perubahan pada struktur data yakni untuk kepentingan hubungan dengan kenampakan lain. Aplikasi Sistem Informasi Drainase Kota Surabaya dikembangkan dengan program Visual Basic 6.0 dan ArcView versi 3.2. Dengan aplikasi ini memungkinkan pengguna akhir yang kurang ahli dapat mengoperasikan dengan cepat dan mudah dalam menghasilkan informasi yang dapat digunakan oleh para pengambil kebijakan untuk perencanaan dan pengelolaan sistem drainase Kota Surabaya.

  10. SURABAYA KOTA PELABUHAN (‘SURABAYA PORT CITY’ Studi tentang perkembangan ‘bentuk dan struktur’ sebuah kota pelabuhan ditinjau dari perkembangan transportasi akibat situasi politik dan ekonomi dari abad 13 sampai awal abad 21

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samuel Hartono

    2007-01-01

    Full Text Available From an obscure area by the banks of an estuary, which is later named Kalimas (Golden River, Surabaya, located in the coastal area of northern Java, developed into an important port in the Mojopahit era in the 14th century. Its geographically strategic position would then encouraged the Dutch colonial government in the 19th century to make it one of the primary ports in the long chain of gathering the farm produce from the whole area in the eastern Java and exporting them to Europe. This decision had resulted in transforming the 'shape and structure' of this town to become like a ribbon spreading from the northern area (the port to the south (the plantation and farming areas. In the 20th century, besides being a traditional port by the banks of Kalimas River for the local people, Surabaya was also built into a trading port and the second largest navy port after Batavia. Its role as a port city has become very essential in supporting the trades specifically in the eastern part of Indonesia and generally in the whole Indonesia. Abstract in Bahasa Indonesia : Dari sebuah tempat yang tidak berarti, di tepi muara sungai kecil, yang kelak bernama Kalimas, Surabaya yang terletak di pesisir Utara P. Jawa, berkembang menjadi sebuah pelabuhan penting di jaman Mojopahit pada abad ke 14. Letak geografisnya yang sangat strategis membuat pemerintah kolonial Belanda pada abad ke 19, memutuskannya sebagai pelabuhan utama dari rangkaian terakhir kegiatan pengumpulan hasil produksi pertanian di ujung Timur P. Jawa untuk eksport ke Eropa. Keputusan ini mengakibatkan 'bentuk dan struktur' kota menjadi semakin seperti pita yang membentang dari Utara (arah pelabuhan ke Selatan (arah pedalaman penghasil pertanian dan perkebunan. Pada abad ke 20, Surabaya di bangun menjadi pelabuhan dagang dan pelabuhan angkatan laut modern terbesar kedua setelah Batavia, disamping pelabuhan rakyat yang terletak di tepi Kali Mas. Pada abad awal ke 21 bentuk dan struktur kota Surabaya

  11. The novel isotopically coded short-range photo-reactive crosslinker 2,4,6-triazido-1,3,5-triazine (TATA) for studying protein structures.

    Science.gov (United States)

    Brodie, Nicholas I; Petrotchenko, Evgeniy V; Borchers, Christoph H

    2016-10-21

    Short-distance molecular-modeling constraints are advantageous for elucidating the structures of individual proteins and protein conformational changes. Commonly used amine-reactive crosslinks are relatively long (14Å), partly due to the length of the lysine side-chain, and are sparsely distributed throughout a protein. Short-distance non-specific crosslinkers can provide a larger number of tighter molecular-modeling constraints. Here we describe the use of a short-range homo-trifunctional isotopically-coded non-specific photo-reactive crosslinking reagent, 2,4,6-triazido-1,3,5-triazine (TATA)- 12 C 3 / 13 C 3 , for MS-based protein crosslinking studies. Upon activation by 254nm UV light, TATA- 12 C 3 / 13 C 3 generates up to three nitrene radicals capable of non-selective crosslinking at ~5Å. This reagent was validated using cyclohexane, several test peptides, and myoglobin, and was found to react with a large number of amino acids, forming multiple crosslinked products. The myoglobin crosslinks detected by MS agreed with the known structure of myoglobin; arranging the protein's secondary-structure motifs into their correct fold was possible based solely on the constraints imposed by the crosslinks. Finally, TATA was used to crosslink the α-synuclein monomer. The 10 short-distance constraints provided by TATA crosslinking led to an initial model of the molten-globule form of the native α-synuclein monomer; this provides a suggested structure for the precursor of the misfolded α-synuclein proteoforms involved in synucleopathies. The isotopically labeled short-range non-specific crosslinker TATA- 12 C 3 / 13 C 3 was characterized for use in crosslinking-based protein structural studies. The crosslinking products of TATA can provide a distance constraint of merely 5Ǻ between crosslinked residues. TATA- 12 C 3 / 13 C 3 had broad reactivity, crosslinking a wide variety of amino acids, including lysine, glutamic and aspartic acid, asparagine, glutamine, glycine

  12. STRATEGI APLIKASI SEL SURYA (PHOTOVOLTAIC CELLS PADA PERUMAHAN DAN BANGUNAN KOMERSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Santoso Mintorogo

    2000-01-01

    Full Text Available World Oil Energy crisis in the Europe and West countries that forces them to look for alternative energy in term of innovation of photovoltaics technology. Photovoltaics Energy that is so clean, it causes zero pollution and so simple to apply that you hardly know it sit there, no sound and noise, no smoke, no CO2 and Nitrogen-just pure power. That imaginarily nice communities is here now. The communities, countries, and worlds are Solar. The photovoltaic technology has reached to both the invention of the solar cell materials, and to the application of highly applied solar cells technologies in term of building materials such as roofings, claddings-curtain walls and curtain glasses,as well as architectural atria and canopy. Abstract in Bahasa Indonesia : Krisis energi dunia dan tingginya harga sumber energi (minyak di belahan dunia Eropa dan Barat menyebabkan innovasi dalam pemanfaatan energi alternatif yang tidak menimbulkan polusi udara CO2 maupun radioaktif (nuclear power. Energi Sel Surya adalah jawaban tepat dalam menciptakan suatu lingkungan hidup dalam lingkup perumahan maupun bangunan komersial yang ramah lingkungan, abadi, dan gratis dalam tata surya kita ini. Teknologi Aplikasi Sel Surya terus dikembangkan baik dalam innovasi chip sel surya sendiri maupun aplikasi pada bangunan arsitektur dalam berbagai material bangunan seperti : bahan atap, penutup facade bangunan ( cladding dan curtain wall atau glass , canopy atau atrium. Kata kunci: sel surya, perumahan, bangunan komersial.

  13. Optimizations of siRNA design for the activation of gene transcription by targeting the TATA-box motif.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miaomiao Fan

    Full Text Available Small interfering RNAs (siRNAs are widely used to repress gene expression by targeting mRNAs. Some reports reveal that siRNAs can also activate or inhibit gene expression through targeting the gene promoters. Our group has found that microRNAs (miRNAs could activate gene transcription via interaction with the TATA-box motif in gene promoters. To investigate whether siRNA targeting the same region could upregulate the promoter activity, we test the activating efficiency of siRNAs targeting the TATA-box motif of 16 genes and perform a systematic analysis to identify the common features of the functional siRNAs for effective activation of gene promoters. Further, we try various modifications to improve the activating efficiency of siRNAs and find that it is quite useful to design the promoter-targeting activating siRNA by following several rules such as (a complementary to the TATA-box-centered region; (b UA usage at the first two bases of the antisense strand; (c twenty-three nucleotides (nts in length; (d 2'-O-Methyl (2'-OMe modification at the 3' terminus of the antisense strand; (e avoiding mismatches at the 3' end of the antisense strand. The optimized activating siRNAs potently enhance the expression of interleukin-2 (IL-2 gene in human and mouse primary CD4+ T cells with a long-time effect. Taken together, our study provides a guideline for rational design the promoter-targeting siRNA to sequence-specifically enhance gene expression.

  14. Optimizations of siRNA design for the activation of gene transcription by targeting the TATA-box motif.

    Science.gov (United States)

    Fan, Miaomiao; Zhang, Yijun; Huang, Zhuoqiong; Liu, Jun; Guo, Xuemin; Zhang, Hui; Luo, Haihua

    2014-01-01

    Small interfering RNAs (siRNAs) are widely used to repress gene expression by targeting mRNAs. Some reports reveal that siRNAs can also activate or inhibit gene expression through targeting the gene promoters. Our group has found that microRNAs (miRNAs) could activate gene transcription via interaction with the TATA-box motif in gene promoters. To investigate whether siRNA targeting the same region could upregulate the promoter activity, we test the activating efficiency of siRNAs targeting the TATA-box motif of 16 genes and perform a systematic analysis to identify the common features of the functional siRNAs for effective activation of gene promoters. Further, we try various modifications to improve the activating efficiency of siRNAs and find that it is quite useful to design the promoter-targeting activating siRNA by following several rules such as (a) complementary to the TATA-box-centered region; (b) UA usage at the first two bases of the antisense strand; (c) twenty-three nucleotides (nts) in length; (d) 2'-O-Methyl (2'-OMe) modification at the 3' terminus of the antisense strand; (e) avoiding mismatches at the 3' end of the antisense strand. The optimized activating siRNAs potently enhance the expression of interleukin-2 (IL-2) gene in human and mouse primary CD4+ T cells with a long-time effect. Taken together, our study provides a guideline for rational design the promoter-targeting siRNA to sequence-specifically enhance gene expression.

  15. Optimizations of SiRNA Design for the Activation of Gene Transcription by Targeting the TATA-Box Motif

    Science.gov (United States)

    Huang, Zhuoqiong; Liu, Jun; Guo, Xuemin; Zhang, Hui; Luo, Haihua

    2014-01-01

    Small interfering RNAs (siRNAs) are widely used to repress gene expression by targeting mRNAs. Some reports reveal that siRNAs can also activate or inhibit gene expression through targeting the gene promoters. Our group has found that microRNAs (miRNAs) could activate gene transcription via interaction with the TATA-box motif in gene promoters. To investigate whether siRNA targeting the same region could upregulate the promoter activity, we test the activating efficiency of siRNAs targeting the TATA-box motif of 16 genes and perform a systematic analysis to identify the common features of the functional siRNAs for effective activation of gene promoters. Further, we try various modifications to improve the activating efficiency of siRNAs and find that it is quite useful to design the promoter-targeting activating siRNA by following several rules such as (a) complementary to the TATA-box-centered region; (b) UA usage at the first two bases of the antisense strand; (c) twenty-three nucleotides (nts) in length; (d) 2′-O-Methyl (2′-OMe) modification at the 3′ terminus of the antisense strand; (e) avoiding mismatches at the 3′ end of the antisense strand. The optimized activating siRNAs potently enhance the expression of interleukin-2 (IL-2) gene in human and mouse primary CD4+ T cells with a long-time effect. Taken together, our study provides a guideline for rational design the promoter-targeting siRNA to sequence-specifically enhance gene expression. PMID:25250958

  16. Penyimpangan Penggunaan Lahan Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Aceh Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hairul Basri

    2013-04-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1 mengevaluasi kesesuaian alokasi ruang RTRW Kabupaten Aceh Barat tahun 2012- 2031 dengan alokasi penetapan kawasan hutan Kabupaten Aceh Barat berdasarkan SK Menhutbun No. 170/Kpts- II/2000, dan (2 mengevaluasi penyimpangan penggunaan lahan eksisting Kabupaten Aceh Barat tahun 2012 dengan RTRW Kabupaten Aceh Barat tahun 2012-2031 dan (3 membahas secara umum penyebab dari penyimpangan penggunaan lahan dan dampak yang ditimbulkannya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret 2012 hingga Februari 2013 di Kabupaten Aceh Barat dan di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan berbagai data sekunder dan primer yang diperlukan dan analisis tumpang tindih peta (overlay serta cek lapangan (ground check penggunaan lahan terkini. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penyimpangan alokasi ruang RTRW Kabupaten Aceh Barat tahun 2012-2031 terhadap kawasan hutan Kabupaten Aceh Barat yang ditetapkan dalam SK Menhutbun No. 170/Kpts- II/2000 seluas 6.663,45 ha (2,41%. Penggunaan lahan eksisting Kabupaten Aceh Barat tahun 2012 juga menunjukkan terjadi penyimpangan terhadap alokasi ruang RTRW Kabupaten Aceh Barat tahun 2012-2031 yaitu seluas 25.319,21 ha (9,16%. Secara umum faktor penyebab terjadinya penyimpangan penggunaan lahan adalah pemekaran kabupaten/kota, pengembangan infrastruktur wilayah, pengembangan usaha perkebunan dan pertambangan. Penyimpangan penggunaan lahan tersebut berdampak kepada semakin luasnya deforestasi, meningkatnya koefisien limpasan dan frekuensi banjir. Deviation of Land Use Based on Spatial Planning of West Aceh District Abstract. This study aimed to: (1 evaluate the suitability of spatial allocation of space in West Aceh district from 2012 to 2031 with the allocation of forest establishment of West Aceh by Decree of Menhutbun No. 170/Kpts-II/2000, (2 evaluate the deviation of the

  17. MUSEUM TEMBIKAR DAN KERAJINAN TANGAN DENGAN PENDEKATAN BANGUNAN PINTAR DI MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Akbar Basran

    2015-06-01

    Full Text Available Abstrak— Musik Orkestra dapat menjadi warna baru bagi jenis musik yang ada khususnya di Makassar, sehingga memberikan pengetahuan dan pemahaman akan musik orkestra bagi masyarakat dan pecinta musik, sehingga perlunya wadah untuk pertunjukkan musik orkestra dan sarana edukasi bagi masyarakat di Makassar. Faktor lain yang mempengaruhi timbulnya gagasan untuk merencanakan gedung Orkestra ini karena untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap seni musik klasik yang perlu ditunjang dengan wadah pertunjukkan musik yang memadai dengan mempertimbangkan tata suara/akustik, tata panggung dan tata cahaya dalam perancangan, agar pesan yang diungkapkan penyaji seni dapat tertangkap dengan baik sehingga tercapai kualitas pertunjukkan yang optimal serta kepuasan bagi penikmatnya. Berdasarkan kondisi diatas menghasilkan suatu fenomena bahwa di Makassar membutuhkan sarana pewadahan aktifitas pengaktualisasian seni terutama untuk musik orkestra yang memiliki karakter yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman modern saat ini, sesuai dengan konsep futuristik yang sejalan dengan perkembangan teknologi dimana dengan semakin majunya teknologi yang diciptakan manusia maka keberadaan futuristik itu juga akan semakin berkembang. Futuristik ini merupakan upaya untuk menciptakan suatu masa depan yang lebih baik. Pemikiran akan futuristik itu sendiri jauh lebih kreatif dan inovatif kedepannya dan jauh lebih maju dari masanya, sehingga tercipta bangunan yang tidak hanya ramah lingkungan, akan tetapi tidak mengenyampingkan nilai-nilai estetikanya sehingga tercipta kesan yang nyaman dan aman. Kata Kunci : Gedung Orkestra, Architecture Futuristik Abstract—Orchestral music could be a new color for the type of music that exist, especially in Makassar, so as to provide knowledge and understanding of orchestral music for the community and lovers of music, so the need for container for orchestral music performances and educational tool for the

  18. A conserved TATA-less proximal promoter drives basal transcription from the urokinase-type plasminogen activator receptor gene

    DEFF Research Database (Denmark)

    Soravia, E; Grebe, A; De Luca, P

    1995-01-01

    have cloned an uPAR DNA segment containing upstream regulatory sequences from both the human and murine genomes. We report that a proximal promoter, contained within 180 bp from the major transcription start sites of the human uPAR gene, drives basal transcription. This region lacks TATA and CAAT boxes...... and contains relatively GC-rich proximal sequences. A subregion of this sequence, highly conserved between human and murine genes, contains most of the promoter activity and is specifically bound by HeLa nuclear proteins, one of which belongs to the SP1 class....

  19. International Conference on Analytic and Algebraic Geometry held at the Tata Institute of Fundamental Research and the University of Hyderabad

    CERN Document Server

    Biswas, Indranil; Morye, Archana; Parameswaran, A

    2017-01-01

    This volume is an outcome of the International conference held in Tata Institute of Fundamental Research and the University of Hyderabad. There are fifteen articles in this volume. The main purpose of the articles is to introduce recent and advanced techniques in the area of analytic and algebraic geometry. This volume attempts to give recent developments in the area to target mainly young researchers who are new to this area. Also, some research articles have been added to give examples of how to use these techniques to prove new results.

  20. UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT MELALUI TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN PEMANFAATAN BAMBU OLAHAN DI KECAMATAN TANRALILI KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muthmainnah Muthmainnah

    2017-10-01

    dan penyakit, dan penebangan (pemanenan.  Pendapatan yang diperoleha dari bambu adalah pedangang bambu sebesar Rp. 53.658.000/tahun, pembuat tusuk bakso/tusuk sate sebesar Rp. 39.039.100/tahun dan pembuat bale’-bale sebesar  Rp. 15.666.600/tahun  Jalur tata niaga untuk pedagang bambu adalah dari pemilik bambu ke pedagang pengumpul kemudian ke konsumen.  Jalur tata niaga untuk pembuat tusuk bakso/tusuk sate dan bale’-bale’ adalah dari pemilik bambu ke pembuat tusuk bakso dan bale’-bale kemudian ke konsumen.

  1. Structure of TatA paralog, TatE, suggests a structurally homogeneous form of Tat protein translocase that transports folded proteins of differing diameter.

    Science.gov (United States)

    Baglieri, Jacopo; Beck, Daniel; Vasisht, Nishi; Smith, Corinne J; Robinson, Colin

    2012-03-02

    The twin-arginine translocation (Tat) system transports folded proteins across bacterial and plant thylakoid membranes. Most current models for the translocation mechanism propose the coalescence of a substrate-binding TatABC complex with a separate TatA complex. In Escherichia coli, TatA complexes are widely believed to form the translocation pore, and the size variation of TatA has been linked to the transport of differently sized substrates. Here, we show that the TatA paralog TatE can substitute for TatA and support translocation of Tat substrates including AmiA, AmiC, and TorA. However, TatE is found as much smaller, discrete complexes. Gel filtration and blue native electrophoresis suggest sizes between ∼50 and 110 kDa, and single-particle processing of electron micrographs gives size estimates of 70-90 kDa. Three-dimensional models of the two principal TatE complexes show estimated diameters of 6-8 nm and potential clefts or channels of up to 2.5 nm diameter. The ability of TatE to support translocation of the 90-kDa TorA protein suggests alternative translocation models in which single TatA/E complexes do not contribute the bulk of the translocation channel. The homogeneity of both the TatABC and the TatE complexes further suggests that a discrete Tat translocase can translocate a variety of substrates, presumably through the use of a flexible channel. The presence and possible significance of double- or triple-ring TatE forms is discussed.

  2. PUSAKA SAUJANA BOROBUDUR: PERUBAHAN DAN KONTINUITASNYA (Borobudur Cultural Landscape: Change and Continuity

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwita Hadi Rahmi

    2012-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, untuk mengkaji potensi dan nilai keunggulan pusaka saujana Borobudur, serta mengetahui perubahan dan kontinuitasnya. Dengan interpretasi sejarah dan penjelasan secara naratif, wujud pusaka saujana Borobudur dapat diapresiasi dalam bentuk: a pola pengolahan lahan; b tata kehidupan; c arsitektur tradisional kawasan; dan d bentukan-bentukan alami. Potensi yang dimiliki pusaka saujana Borobudur meliputi potensi budaya, sejarah, bentukan-bentukan alami, dan panorama kawasan. Potensi-potensi yang dimiliki kawasan Borobudur, serta kontinuitas kondisi bentanglahan dan budayanya menjadikan kawasan Borobudur sebuah pusaka saujana yang unggul, dan nilai keunggulan ini meliputi: a kandungan sejarah lingkungan kawasan, b kawasan peninggalan benda-benda arkeologi, c saujana-saujana desa yang menunjukkan kehidupan agraris masyarakatnya, dan d panorama indah bentanglahan. Dalam lingkungan yang dinamis, pusaka saujana Borobudur terus mengalami perubahan yang dapat mengancam kontinuitasnya. Perubahan terjadi terutama pada tata guna lahan, kualitas visual, dan sebagian budaya masyarakat, sedangkan kontinuitas masih dapat ditemui pada kegiatan pertanian secara tradisional; sebagian tradisi atau adat istiadat yang berkaitan dengan pertanian, keagamaan, dan kepercayaan; arsitektur tradisional kawasan perdesaan; dan panorama indah bentanglahan. Sampai saat ini, perubahan-perubahan yang terjadi belum berdampak pada hilangnya atau menurunnya kontinuitas pusaka saujana Borobudur. Meskipun demikian, upaya-upaya pelestarian dan pengelolaannya diperlukan untuk menjaga kontinuitasnya.   ABSTRACT This research was conducted in Borobudur area, Magelang Regency, Central Java, to examine the potencies and  outstanding values of Borobudur cultural landscape heritage, and to understand its changes and continuity. By historic interpretation and narrative explanation, the forms of Borobudur

  3. Penggunaan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pembuatan Prototipe Perangkat Lunak Simulasi Penyebaran Kebakaran Hutan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Mulyo Widodo

    2017-04-01

    Full Text Available Telah didesain dan disusun prototipe perangkat lunak model interaktif kebakaran hutan, yang dapat memberikan skenario terjadinya kebakaran hutan dengan masukan berupa lokasi titik api (hotspot dan keluaran berupa informasi lokasi penyebaran kebakaran, luas kebakaran, waktu simulasi yang diperlukan untuk mencapai luas kebakaran serta kecepatan penyebaran kebakaran. Prototipe model interaktif ini dibangun dengan mendefinisikan suatu satuan perluasan eskalasi kebakaran (FirePixel yang mewakili granularitas data riil lapangan sebesar 400X400 m, letak (posisi geografis dan luasan pengamatan simulasi kebakaran yang dapat dikustomisasi (disetting oleh pengguna secara interaktif dengan asumsi kondisi pada sebuah satuan perluasan eskalasi kebakaran atau Fire Pixel diasumsikan homogen dengan parameter konfigurasi vegetasi, kelerengan, sebaran gambut, sebaran batubara sebagai faktor internal dan faktor eksternal yaitu faktor tetangga terdekat, kecepatan dan arah angin, temperatur rata-rata, kelembaban rata-rata dari simulasi dapat dikustomisasi secara interaktif pada saat simulasi. Dalam perhitungan proses kebakaran dan proses pemadaman kebakaran hutan didefinisikan faktor percepatan proses kebakaran yang merupakan akumulasi dari faktor internal dan eksternal yang secara langsung mempengaruhi kecepatan terjadinya proses kebakaran dan pemadaman kebakaran hutan. Perubahan fase kebakaran diperoleh melalui pemodelan matematik dari faktor internal dan eskternal mulai dari fase mulai terbakar sampai kebakaran padam. Hasil validasi prototipe diperoleh kebenaran yang dapat diterima dalam perhitungan statistik menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov Dua Sampel. Hasil skenario 1 menghasilkan nilai KD hitung (=1,5722 < KD tabel (-1,9176 dan skenario 2 menghasilkan nilai KD hitung (=1,36 < nilai KD tabel (=1,5722.   It has been designed and structured software prototype interactive model of forest fires, which can provide forest fire scenario, input is the location of

  4. Perencanaan Tata Ruang Daerah Perbatasan Kabupaten/Kota dalam Kaitannya dengan Kewenangan Daerah di Provinsi Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arnita Arnita

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRAK: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi penelitian yang dilaksanakan semua kabupaten/kota telah membuat Berita Acara Rapat Koordinasi antara kabupaten/kota yang berbatasan. Bahkan Berita Acara Konsultasi dan Sinkronisasi juga telah dibuat antara Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Hasil dari analisa dari data di lapangan dalam penelitian, bahwasanya telah ada jalan keluar antara kabupaten/kota yang berbatasan dalam lingkup wilayah Provinsi Aceh yang berkaitan dengan penataan ruang. Sehingga berita Acara Rapat koordinasi dan  koordinasi tersebut diharapkan dapat  menyelaraskan dengan serasi, seimbang akan hal pemanfaatan ruang pada masing-masing kabupatenkota yang berbatasan. The Region Spatial Planning in Border Municipalities/District in Relation to the Regional Authorities in Aceh Province ABSTRACT: The research shows that the research location conducted in all districts/municipalities has made Coordination Meeting Proceeding between border districts/municipalities. Even the consultation proceeding and sincronization has been made between the Province of Aceh and North Sumatera Province. The analysis shiws that there is a way between the district and municipalities border areas in the province relating to the spatial planning. Thus, the proceedings are expected to be suitable and balance in using the space in every district/municipalities that are bounderies.

  5. Identification, cloning, and functional analysis of the TATA-less mouse FNDC5 promoter during neural differentiation.

    Science.gov (United States)

    Seifi, Tahere; Ghaedi, Kamran; Tanhaei, Sommayeh; Karamali, Fereshteh; Kiani-Esfahani, Abbas; Peymani, Maryam; Baharvand, Hossein; Nasr-Esfahani, Mohammad-Hossein

    2014-07-01

    FNDC5 (also termed PEP) gene encodes a type I membrane protein which is cleaved and secreted as Irisin hormone. We have identified mouse putative core promoter of FNDC5 and characterized its activity. FNDC5 is located within mouse chromosome 4, spans about 7,534 bp, and consists of 6 exons. The mouse FNDC5 promoter is TATA-less and lacks a consensus initiator sequence. In silico analyses revealed that the core promoter (-561/+101 with respect to translation start site) is located in a GC-rich domain (approximately 70.01 %) with one CpG island as a promoter index and several GC box factors including GC/SP1 which is necessary for transcription of TATA-less promoters. The core promoter showed a lower activity than CMV promoter in CHO and P19 cell lines when located upstream of EGFP CDS in an appropriate expression vector. Data implicated that both exon 1 and intron 1 of the gene are included in the core promoter. Upon treating with retinoic acid, FNDC5 expression was upregulated during embryoid body formation and decreased slowly at final stage of neural differentiation when neurospheres emerged. However, Noggin induction induced up regulation of FNDC5 expression at final stage of neural differentiation. In conclusion, stage dependent expression of FNDC5 is affected by neural induction method used for neural differentiation.

  6. TANGKI SEPTIK DAN MASALAHNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Soewasti Soesanto

    2012-10-01

    Full Text Available Manusia yang sehat tiap hari membuang tinja yang harus ditampung dan/atau diolah secara saniter. Meskipun Indonesia telah 55 tahun merdeka dan telah memiliki banyak ahli sanitasi/teknik penyehatan baik lulusan dalam maupun luar negeri, namun cara pengelolaan tinja yang ada kebanyakan masih belum memenuhi syarat kesehatan. Tangki septik dianggap sebagai cara penampungan tinja yang terbaik, padahal sebenarnya masih terjadi pencemaran tanah dan air melalui saluran perembesan.Tangki septik (septic tank merupakan salah satu macam sarana pengolahan tinja manusia yang pada garis besarnya terdiri dari sebuah tangki pembusukan lumpur (sludge digester dan saluran perembesan efluen. Tangki pembusukan harus memenuhi syarat mengenai perbandingan panjang dan lebar serta syarat kedalaman maksimum dan minimum, agar pembusukan lumpur dari tinja manusia dapat berjalan sempurna malahan tidak berbau busuk lagi.

  7. CORPORATE IDENTITY DAN PERSONALITY BANK SYARIAH DI SURAT KABAR NASIONAL (Tekstual Analisis Konstruksi Meelalui Publikasi Perusahaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juwono Tri Atmodjo

    2015-05-01

    pesan publikasi dari sisi isi, jenis, tampilan, konstruksi yang dibangun dengan berbagai kombinasi tulisan dan gambar dan makna dibalik yang tampak. Hasil penelitian tekstual menunjukkan bahwa identitas dan personaliti bank bank syariah, perawatan untuk pengusaha muda dari kampus, BNI syariah membutuhkan dukungan politik, dukungan regulasi, adalah ISO 9001:2008 sebagai bank memiliki manajemen mutu yang baik. Konstruksi sebagai bank dengan landasan Syariah sebagai implementasi ajaran Agama Islam dikonstruksikan berbeda degan bank reguler dengan memberikan nama produk, istilah bunga, bagian atau divisi, spirit atau nilai serta norma yang bersumber dari ajaran Agama Islam. Tata cara pelayanan, petuhas pelayanan, ornamen perusahaan sampai cindera mata bersumber dari nilai-nilai Agama Islam. Rujukan budaya yang disampaikan bank syariah berkiblat pada budaya negara-negara Islam yang nampak pada sistem keuangan berbasis emas.

  8. GOOD GOVERNANCE DAN PEMBARUAN HUKUM DI INDONESIA: REFLEKSI DALAM PENELITIAN SOSIO-LEGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herlambang P. Wiratraman

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam dekade terakhir pasca Soeharto, Good Governance (GG telah sering mendengar seperti 'mantra' GG tampaknya mudah diucapkan banyak bicara, formal, dan tumbuh menjadi cita-cita politik yang dominan serta konstitusional dan publik wacana administrasi besar yang telah berakar dalam hukum, kebijakan, dan pendidikan tinggi. Seperti ayam yang berkokok di pagi hari, is terns berbicara di pagi hari, lebar kotak bibit 'governance', seperti 'tata kelola kehutanan yang baik', 'tata kelola keuangan yang baik', 'good university governance', dan banyak lainnya. GG, dalam konteks itu, tampaknya seperti nutrisi yang tepat untuk mengatasi kelemahan sistem hukum Indonesia, birokrasi yang korup, dan kepemimpinan politik predatoric. Dalam hal ini, harus dilihat lebih dekat, apa yang sebenarnya keunggulan yang dimiliki saat GG adalah berbicara? Jelas, hukum adalah salah satu alat untuk memastikan pengoperasian mantra dalam pelaksanaannya, dan didasarkan pada penelitian utama yang dilakukan pada tahun 2005-2006, dengan fokus pada isu Reformasi Hukum dengan menerapkan pendekatan sosio-legal. Akibatnya, penelitian ini memberikan fakta yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan cita-cita bangunan politik atau diformalkan atau terwujud hukum dan kebijakan. Sebagai contoh, satu studi menunjukkan bahwa GG dalam konteks reformasi hukum di Indonesia sebenarnya sangat menakutkan dan melemahnya jaminan hak asasi manusia. Hukum, khususnya produk legislasi dan lembaga, serta transmisi mesin yang dominan dalam mengadvokasi pasar bebas (pasar reformasi hukum ramah gratis. Mungkin, kesimpulan tidak populer di tengah-tengah pidato ejaan bising GG dan proyekproyeknya. Namun demikian, Indonesia saat ini menunjukkan kelanjutan dari korupsi besar-besaran, pelanggaran HAM, impunitas dan semua situasi non-perlindungan dalam sistem hukum Indonesia.   In the last decade post Soeharto, Good Governance (GG has been often heard like a `mantra'. GG seems easily uttered talkative

  9. Sosiologi Ruang dan Tempat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    John Urry

    2017-09-01

    Full Text Available Diterjemahkan dari John Urry “The Sociology of Space and Place”, dalam Blau (editor The Blackwell Companion to Sociology, Malden: Blackwell, 2004, hlm. 3-15. Artikel ini membahas bahwa ruang (dan tempat perlu menjadi pusat perhatian sosiologi. Artikel ini merangkum beberapa tulisan “klasik” tentang ruang yang dikembangkan dalam konteks kolonisasi geografi atas ruang. Artikel ini juga menunjukkan apa yang mengubah pandangan itu pada akhir 1970an dan kembalinya ruang dalam teori sosiologi dan ilmu sosial secara lebih umum. Pada bagian analisis akhir dihadirkan perkembangan terkini tentang sebuah proyek penelitian sosiologi tentang ruang yang mengikutsertakan pentingnya perbedaan mobilitas spasial antara, dalam, dan melampaui ruang-ruang tersebut.

  10. DEPRESI DAN GANGGUAN TIDUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wayan Eko Radityo

    2012-12-01

    Full Text Available Depresi merupakan gangguan mood berupa kesedihan yang intens, berlangsung dalamwaktu lama, dan mengganggu kehidupan normal yang insidennya semakin meningkatseiring dengan meningkatnya tekanan hidup. Tahun 2020, depresi diperkirakanmenempati urutan kedua penyakit di dunia. Gejala-gejala depresi terdiri dari gangguanemosi, gangguan kognitif, keluhan somatik, gangguan psikomotor, dan gangguanvegetatif. Salah satu gejala depresi yang muncul adalah gangguan tidur yang bisaberupa insomnia, bangun secara tiba-tiba, dan hipersomnia. Hal ini disebabkan olehgangguan neurotransmiter dan regulasi hormon. Selain sebagai gejala depresi, gangguantidur juga bisa merupakan penyebab depresi. Beberapa penelitian memberikanhubungan gangguan tidur dapat meningkatkan risiko depresi di kemudian hari.

  11. TATA-binding protein and the retinoblastoma gene product bind to overlapping epitopes on c-Myc and adenovirus E1A protein

    NARCIS (Netherlands)

    Hateboer, G.; Timmers, H.T.M.; Rustgi, A.K.; Billaud, Marc; Veer, L.J. Van 't; Bernards, R.A.

    1993-01-01

    Using a protein binding assay, we show that the amino-teminal 204 amino acids of the c-Myc protein interact di y with a key component of the basal p tdon factor TFID, the TATA box-binding protein (TBP). Essentialy the same region of the c-Myc protein alo binds the product of the retinoblatoma

  12. TATA boxes in gene transcription and poly (A) tails in mRNA stability: New perspective on the effects of berberine.

    Science.gov (United States)

    Yuan, Zhi-Yi; Lu, Xi; Lei, Fan; Chai, Yu-Shuang; Wang, Yu-Gang; Jiang, Jing-Fei; Feng, Tian-Shi; Wang, Xin-Pei; Yu, Xuan; Yan, Xiao-Jin; Xing, Dong-Ming; Du, Li-Jun

    2015-12-16

    Berberine (BBR) is a natural compound with variable pharmacological effects and a broad panel of target genes. We investigated berberine's pharmacological activities from the perspective of its nucleotide-binding ability and discovered that BBR directly regulates gene expression by targeting TATA boxes in transcriptional regulatory regions as well as the poly adenine (poly (A)) tail at the mRNA terminus. BBR inhibits gene transcription by binding the TATA boxes in the transcriptional regulatory region, but it promotes higher levels of expression by targeting the poly (A) tails of mRNAs. The present study demonstrates that TATA boxes and poly (A) tails are the first and second primary targets by which BBR regulates gene expression. The final outcome of gene regulation by BBR depends on the structure of the individual gene. This is the first study to reveal that TATA boxes and poly (A) tails are direct targets for BBR in its regulation of gene expression. Our findings provide a novel explanation for the complex activities of a small molecule compound in a biological system and a novel horizon for small molecule-compound pharmacological studies.

  13. Asian-American Mental Health and Help-Seeking Behavior: Comment on Solberg et al. (1994), Tata and Leong (1994), and Lin (1994).

    Science.gov (United States)

    Sue, Derald Wing

    1994-01-01

    Comments on previous articles (this issue) by Solberg et al., Tata and Leong, and Lin on help-seeking behaviors of Asian Americans. Sees articles as dispelling false images and stereotypes about mental health needs of Asian Americans. Suggests that future research focus on diversity of Asian American population and development of theories and…

  14. The human immunodeficiency virus type 1 promoter contains a CATA box instead of a TATA box for optimal transcription and replication

    NARCIS (Netherlands)

    van Opijnen, Tim; Kamoschinski, Joost; Jeeninga, Rienk E.; Berkhout, Ben

    2004-01-01

    The human immunodeficiency virus type 1 (HIV-1) transcriptional promoter contains a single polymorphism in the TATA box. Most subtypes contain the sequence TATAAGC, but subtype E and some recombinant AG strains have the sequence TA (A) under bar AAGC. Based on mutagenesis studies of cellular RNA

  15. Using FRET to Measure the Angle at Which a Protein Bends DNA: TBP Binding a TATA Box as a Model System

    Science.gov (United States)

    Kugel, Jennifer F.

    2008-01-01

    An undergraduate biochemistry laboratory experiment that will teach the technique of fluorescence resonance energy transfer (FRET) while analyzing protein-induced DNA bending is described. The experiment uses the protein TATA binding protein (TBP), which is a general transcription factor that recognizes and binds specific DNA sequences known as…

  16. Perturbation of discrete sites on a single protein domain with RNA aptamers: targeting of different sides of the TATA-binding protein (TBP).

    Science.gov (United States)

    Hohmura, Ken I; Shi, Hua; Hirayoshi, Kazunori

    2013-01-01

    Control of interactions among proteins is critical in the treatment of diseases, but the specificity required is not easily incorporated into small molecules. Macromolecules could be more suitable as antagonists in this situation, and RNA aptamers have become particularly promising. Here we describe a novel selection procedure for RNA aptamers against a protein that constitutes a single structural domain, the Drosophila TATA-binding protein (TBP). In addition to the conventional filter partitioning method with free TBP as target, we performed another experiment, in which the TATA-bound form of TBP was targeted. Aptamers generated by both selections were able to bind specifically to TBP, but the two groups showed characteristics which were clearly different in terms of their capability to compete with TATA-DNA, their effects on the TATA-bound form of TBP, and their effects on in vitro transcription. The method used to generate these two groups of aptamers can be used with other targets to direct aptamer specificity to discrete sites on the surface of a protein.

  17. Keragaman dan Peran Biologi Arthrophoda pada Sawah Irigasi dan Tegalan

    OpenAIRE

    Suwarno, Suwarno

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman arthropoda dan peran biologinya pada tanah sawah irigasi dan tegalan. Penelitian ini dilaksanakan di daerah persawahan di daerah Sragen pada bulan Maret – Mei 2016. Metode Penelitian dengan menggunakan pitfall trap atau perangkap jebakan yang diletakkan area persawahan dan tegalan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan purposive sampling. Sampel arthropoda yang diperoleh diidentifikasi dan dianalisis di Laboratorium pendidikan Biologi. ...

  18. Implementasi Sistem ERP (Enterprise Resources Planning PT Pos Indonesia : Sebuah Inisiasi dan Strategi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anton Susanto

    2013-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP PT Pos Indonesia merupakan bagian dari strategi penguatan internal bisnis perusahaan dan pilihan yang cukup penting dalam konteks karena tidak sedikit berbagai implementasi ERP oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia yang mengalami kegagalan baik disebabkan oleh over budget, over time dalam pengerjaan proyek, kinerja sistem yang kurang dan keuntungan yang tidak sesuai harapan (Dantes & Hasibuan, 2011. Pilihan investasi ERP ini bukan karena sebab, berbagai pengaruh lingkungan internal maupun eksternal telah menjadi dorongan tersendiri bagi perlunya ERP pada PT Posindo. Faktor eksternal dimaksud seperti iklim kompetisi yang semakin meningkat, upaya IPO (Initial Public Offering yang membutuhkan penerapan tata kelola bisnis dengan standar yang berlaku best practice dan diterima secara internasional dan berbagai kebijakan dan regulasi terkati UU Perposan dan juga peraturan tentang BUMN. Sebagai sebuah sistem terintegrasi, ERP dalam konteks internal diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja aset produk agar lebih meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan, seperti Layanan Pos dan bisnis retail yang secara financial memberikan value added negatif pada tahun 2012. Dalam tahap inisiasi, implementasi ERP dilakukan secara bertahap dimulai dengan modul SAP modul FICO (Financial Controlling dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur dan pengembangan aplikasi-aplikasi existing (in-house development agar nantinya dapat diintegrasikan dengan basis data pada ERP. ABSTRACT The implementation of Enterprise Resource Planning (ERP at PT Pos Indonesia is a part of strengthening internal business strategy and important options because there is many implementation of ERP by various companies in Indonesia that have failed either due to over-budget, over- time in construction project , the performance of the system is lacking and  benefits that are not as expected (Dantes & Hasibuan , 2011. ERP investment

  19. Activin A induces ovine follicle stimulating hormone beta using -169/-58 bp of its promoter and a simple TATA box

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miller William L

    2009-06-01

    Full Text Available Abstract Background Activin A increases production of follicle stimulating hormone (FSH by inducing transcription of its beta subunit (FSHB. This induction has been studied here in LbetaT2 gonadotropes using transient expression of ovine FSHBLuc (-4741 bp of ovine FSHB promoter plus exon/intron 1 linked to Luc. Several sequences between -169/-58 bp of the ovine FSHB proximal promoter are necessary for induction by activin A in LbetaT2 cells, but deletions between -4741/-752 bp decrease induction > 70% suggesting the existence of other important 5' sequences. Induction disappears if a minimal T81 thymidine kinase promoter replaces the ovine FSHB TATA box and 3' exon/intron. The study reported here was designed to determine if sequences outside -169/-58 bp are important for induction of ovine FSHB by activin A. Methods Progressively longer deletions of ovine FSHBLuc were created between -4741/-195 bp. Deletions internal to this region were created also, but replaced with substitute DNA. The ovine FSHB TATA box region (-40/+3 bp was replaced by thymidine kinase and rat prolactin minimal promoters, and substitutions were made in 3' intron/exon sequences. All constructs were tested for basal and activin A-induced expression in LbetaT2 cells. Results Successive 5' deletions progressively lowered fold-induction by activin A from 9.5 to zero, but progressively increased basal expression. Replacing deletions with substitute DNA showed no changes in basal expression or fold-induction. Induction by activin A was supported by the minimal rat prolactin promoter (TATA box but not the thymidine kinase promoter (no TATA box. Replacement mutations in the 3' region did not decrease induction by activin A. Conclusion The data show that specific ovine FSHB sequences 5' to -175 bp or 3' of the transcription start site are not required for induction by activin A. A minimal TATA box promoter supports induction by activin A, but the sequence between the TATA box and

  20. Kajian Tentang Perilaku Dysfungsional Dalam Keterkaitan Dengan Anggaran, Struktur Organisasi Dan Tata Kerja, Dan Budaya Nasional Dengan Tiga Dimensi (Power Distance, Materialism Dan Femininism) (Penelitian Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Dae

    OpenAIRE

    Lili Sugeng Wiyantoro; Agus Solikhan Yulianto

    2012-01-01

    This study examines the effect of budgetary participation, reliance on accounting performance measures, standard operating procedure of local government toward dysfunctional behavior, to examines the effect of national culture toward dysfunctional behavior and to examines three dimensions of national cultures (power distance, materialism, and feminism) as moderating variable that effect of relationship between budgetary participation, reliance on accounting performance measures, and standard ...

  1. PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN DISIPLIN BELAJAR MELALUI MOTIVASI BELAJAR SEBAGAI VARIABEL INTERVENING TERHADAP PRESTASI BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Nur Prasetyo

    2015-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja, fasilitas kerja, tingkat pendidikan dan kepemimpinan terhadap pengelolaan kearsipan di kantor kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan baik secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai kantor kecamatan Wiradesa sebanyak 57 pegawai. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner, observasi, dokumentasi dan interview. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa persamaan garis regresi linier berganda yaitu Y = 34.975 + 0.210X1 + 0.358X2 + 0.472X3 + 0.179X4 + e. Hasil perhitungan menunjukkan besarnya pengaruh secara parsial disiplin kerja sebesar 8.6%, besarnya pengaruh fasilitas kerja sebesar 8.9%, besarnya pengaruh tingkat pendidikan sebesar 10.6%, dan besarnya pengaruh kepemimpinan sebesar 8.7%. Sedangkan secara simultan disiplin kerja, fasilitas kerja, tingkat pendidikan dan kepemimpinan sebesar 79.2%.. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X Tata Niaga SMK N 1 Salatiga kurang optimal. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh kompetensi pedagogik dan disiplin belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar kewirausahaan. Adakah pengaruh positif kompetensi pedagogik dan disiplin belajar serta motivasi belajar terhadap prestasi belajar kewirausahaan. Selanjutnya adakah pengaruh positif kompetensi pedagogik dan disiplin belajar melalui motivasi belajar sebagai variabel intervening terhadap prestasi belajar kewirausahaan. Base observation at SMK N 1 Salatiga, known that haven't all student on ten grade Commerce reach the high score in learning achievement of entrepreneurial. Problem in this research is about influence pedagogic competence of teachers and discipline learning jointly toward learning achievement of entrepreneurial. Pedagogic competence of teachers and discipline learning and

  2. Pengaruh Kompetensi Sumberdaya Manusia, Perangkat Pendukung dan Peran Auditor Internal terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Freddie Lasmara

    2016-06-01

    kompetensi sumber daya manusia, perangkat pendukung dan peran auditor internal secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Kerinci, faktor yang paling dominan yaitu kompetensi sumber daya manusia hal ini di sebabkan bahwa untuk penyusunan laporan keuangan dibutuhkan sumber daya manusia yang mengerti tata cara pengelolaan keuangan. Kata Kunci : Sumberdaya Manusia, Manajemen Keuangan, Peran Auditor Internal

  3. Tata Laksana Kasus Perempuan dengan Pure Gonadal Dysgenesis 46, XY (Sindrom Swyer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kanadi Sumapradja

    2016-06-01

    Full Text Available Disorders of sex development (DSD adalah kelainan medis yang dikaitkan dengan ketidakcocokan antara kromosom, gonad dan fenotip. Sindrom Swyer adalah kelainan berupa disgenesis gonad 46,XY dan diikuti dengan tidak terjadinya pelepasan anti-mullerian hormone (AMH dari gonad yang mengalami disgenesis sehingga mengakibatkan berkembangnya duktus muller menjadi uterus. Keadaan tersebut mengakibatkan pasien mengeluh amenorea primer dan organ seks sekunder tidak berkembang. Orientasi gender umumnya adalah sebagai perempuan, karena kurangnya paparan hormon androgen terhadap otak. Tatalaksana kasus Disorders of sex development (DSD sangat mementingkan pasien (patient-centered sehingga tatalaksana medikamentosa maupun pembedahan harus berdasarkan pemahaman pasien terhadap orientasi gendernya. Pada makalah ini dilaporkan kasus sindrom swyer pada seorang perempuan usia 29 tahun dengan keluhan amenorea primer. Hasil analisis kromosom 46,XY (20 metafase dengan hormon follicle stimulating hormone (FSH 31.5miu/ml, luteinizing hormone (LH 10.8miu/ml, estradiol (E2 <5pg/ml, testosteron total (T <0.0025ng/ml. Tatalaksana medikamentosa adalah memberikan terapi hormon estrogen untuk membantu proses feminisasi. Karena risiko tinggi terjadinya tumor pada kasus disgenesis gonad intra-abdomen dengan kromosom Y, maka direncanakan tindakan gonadektomi. Kata kunci: Tatalaksana, Sindrom Swyer, pure gonadal dysgenesis Case Management of Pure Gonadal Dysgenesis 46, XY (Sindrom Swyer Abstract Disorders of sex development (DSD are medical conditions in which the development of chromosomal, gonadal or anatomic sex varies from normal and may be incongruent with each other. Swyer syndrome is a condition caused by pure gonadal dysgenesis 46,XY, which followed by inadequate anti-mullerian (AMH production results in maintenance and further development of mullerian duct into uterus. Therefore, many patients who suffer from this condition initially come with chief complaint of primary

  4. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SUMBER DAYA ALAM INDONESIA BERBASIS WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Robi’in

    2008-07-01

    Full Text Available Sistem informasi geografis merupakan teknologi untuk mengelola, menganalisis dan menyebarkan informasi geografis yang berkaitan dengan tata letak keruangan dan informasi-informasi yang terkait. Berkaitan dengan sumber daya alam, maka informasi geografis akan berisi mengenai lokasi suatu daerah, dan informasi mengenai sumber daya alam yang terkandung pada daerah tersebut. Perubahan-perubahan yang terjadi kapan saja pada alam berkaitan dengan penambahan atau pengurangan data akan dapat dilakukan secara uptodate tanpa harus membuat baru. Dalam membangun sistem informasi geografis sumber daya alam indonesia indonesia ini menggunakan mapserver sebagai server pemetaan dan script php sebagai bahasa pemrograman web dalam membangun halaman web. Penelitian dilakukan melalui empat tahap yaitu Persiapan, Perancangan, Implementasi, dan tahap Uji coba. Hasil dari penelitian ini adalah Sistem informasi geografis yang menampilkan peta digital dapat disimpan dalam bentuk shape file yang dapat dibuat menggunakan salah satu perangkat lunak sistem nformasi berbasis desktop yaitu ArcView. Selain itu, Sistem infomasi geografis sumber daya alam dapat dijadikan sebagai salah satu sumber inforasi mengenai sebaran sumber daya alam indonesia yang dapat diakses oleh masyarakat luas baik dari dalam maupun luar negeri. Kata kunci : Web, SIG, SDA Indonesia.

  5. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SUMBER DAYA ALAM INDONESIA BERBASIS WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Robi’in

    2012-05-01

    Full Text Available Sistem informasi geografis merupakan teknologi untuk mengelola, menganalisis dan menyebarkan informasi geografis yang berkaitan dengan tata letak keruangan dan informasi-informasi yang terkait. Berkaitan dengan sumber daya alam, maka informasi geografis akan berisi mengenai lokasi suatu daerah, dan informasi mengenai sumber daya alam yang terkandung pada daerah tersebut. Perubahan-perubahan yang terjadi kapan saja pada alam berkaitan dengan penambahan atau pengurangan data akan dapat dilakukan secara uptodate tanpa harus membuat baru. Dalam membangun sistem informasi geografis sumber daya alam indonesia indonesia ini menggunakan mapserver sebagai server pemetaan dan script php sebagai bahasa pemrograman web dalam membangun halaman web. Penelitian dilakukan melalui empat tahap yaitu Persiapan, Perancangan, Implementasi, dan tahap Uji coba. Hasil dari penelitian ini adalah Sistem informasi geografis yang menampilkan peta digital dapat disimpan dalam bentuk shape file yang dapat dibuat menggunakan salah satu perangkat lunak sistem nformasi berbasis desktop yaitu ArcView. Selain itu, Sistem infomasi geografis sumber daya alam dapat dijadikan sebagai salah satu sumber inforasi mengenai sebaran sumber daya alam indonesia yang dapat diakses oleh masyarakat luas baik dari dalam maupun luar negeri.

  6. Interaction between TATA-Binding Protein (TBP and Multiprotein Bridging Factor-1 (MBF1 from the Filamentous Insect Pathogenic Fungus Beauveria bassiana.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chi Song

    Full Text Available TATA-binding protein (TBP is a ubiquitous component of eukaryotic transcription factors that acts to nucleate assembly and position pre-initiation complexes. Multiprotein bridging factor 1 (MBF1 is thought to interconnect TBP with gene specific transcriptional activators, modulating transcriptional networks in response to specific signal and developmental programs. The insect pathogen, Beauveria bassiana, is a cosmopolitan fungus found in most ecosystems where it acts as an important regulator of insect populations and can form intimate associations with certain plants. In order to gain a better understanding of the function of MBF1 in filamentous fungi, its interaction with TBP was demonstrated. The MBF1 and TBP homologs in B. bassiana were cloned and purified from a heterologous E. coli expression system. Whereas purified BbTBP was shown to be able to bind oligonucleotide sequences containing the TATA-motif (Kd ≈ 1.3 nM including sequences derived from the promoters of the B. bassiana chitinase and protease genes. In contrast, BbMBF1 was unable to bind to these same target sequences. However, the formation of a ternary complex between BbMBF1, BbTBP, and a TATA-containing target DNA sequence was seen in agarose gel electrophoretic mobility shift assays (EMSA. These data indicate that BbMBF1 forms direct interactions with BbTBP, and that the complex is capable of binding to DNA sequences containing TATA-motifs, confirming that BbTBP can link BbMBF1 to target sequences as part of the RNA transcriptional machinery in fungi.

  7. The cultivation of medicinal, aromatic and spice plants in South Marocco. Relation to a trip to the regions between Agadir - Marrakech - Ouarzazate and Tata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ait Chitt, M.

    1985-01-01

    Full Text Available Studies about aromatic, medicinal and seasoning plants are integrated into activities of Department of "Vegetables Cultures" of the Section of Agadir (Agronomical and Veterinary Institute Hassan II. An explanatory mission has been carried out in the provinces of Agadir and Marrakech in semi-barren areas and of Ouarzazate and Tata in Saharan regions. The mean cultivated species are listed. A technical and economical approach is considered.

  8. Salt-Mediated Electrostatics in the Association of TATA Binding Proteins to DNA: A Combined Molecular Mechanics/Poisson-Boltzmann Study

    OpenAIRE

    Bredenberg, Johan H.; Russo, Cristina; Fenley, Marcia O.

    2008-01-01

    The TATA-binding protein (TBP) is a key component of the archaea ternary preinitiation transcription assembly. The archaeon TBP, from the halophile/hyperthermophile organism Pyrococcus woesei, is adapted to high concentrations of salt and high-temperature environments. Although most eukaryotic TBPs are mesophilic and adapted to physiological conditions of temperature and salt, they are very similar to their halophilic counterparts in sequence and fold. However, whereas the binding affinity to...

  9. Interaction between TATA-Binding Protein (TBP) and Multiprotein Bridging Factor-1 (MBF1) from the Filamentous Insect Pathogenic Fungus Beauveria bassiana.

    Science.gov (United States)

    Song, Chi; Ortiz-Urquiza, Almudena; Ying, Sheng-Hua; Zhang, Jin-Xia; Keyhani, Nemat O

    2015-01-01

    TATA-binding protein (TBP) is a ubiquitous component of eukaryotic transcription factors that acts to nucleate assembly and position pre-initiation complexes. Multiprotein bridging factor 1 (MBF1) is thought to interconnect TBP with gene specific transcriptional activators, modulating transcriptional networks in response to specific signal and developmental programs. The insect pathogen, Beauveria bassiana, is a cosmopolitan fungus found in most ecosystems where it acts as an important regulator of insect populations and can form intimate associations with certain plants. In order to gain a better understanding of the function of MBF1 in filamentous fungi, its interaction with TBP was demonstrated. The MBF1 and TBP homologs in B. bassiana were cloned and purified from a heterologous E. coli expression system. Whereas purified BbTBP was shown to be able to bind oligonucleotide sequences containing the TATA-motif (Kd ≈ 1.3 nM) including sequences derived from the promoters of the B. bassiana chitinase and protease genes. In contrast, BbMBF1 was unable to bind to these same target sequences. However, the formation of a ternary complex between BbMBF1, BbTBP, and a TATA-containing target DNA sequence was seen in agarose gel electrophoretic mobility shift assays (EMSA). These data indicate that BbMBF1 forms direct interactions with BbTBP, and that the complex is capable of binding to DNA sequences containing TATA-motifs, confirming that BbTBP can link BbMBF1 to target sequences as part of the RNA transcriptional machinery in fungi.

  10. Perawatan dan Pelestarian Bahan Pustaka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Ibrahim

    2013-06-01

    Full Text Available Perawatan bahan pustaka sangat diperlukan untuk menunjang fungsi perpustakaan dalam melaksanakan jasa perpustakaan dengan mengusahakan agar kondisi bahan pustaka terpelihara sebaik mungkin dan siap pakai. Pada umumnya media yang digunakan pada bahan pustaka adalah kertas, baik dalam bentuk buku, surat kabar, naskah, peta, gambar, dokumen dan bahan cetakan lainnya, selain itu ada juga perpustakaan yang memiliki koleksi foto dan negatif foto. Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bagi perpustakaan yang telah maju sudah melengkapi koleksinya dengan bentuk mikro (mikrofilm dan mikrofish, rekaman suara, film, penyimpan data elektronik, CD-ROM dan lain-lain. Semua koleksi tersebut pasti akan mengalami kerusakan.

  11. EFEKTIVITAS SANKSI PIDANA PAJAK DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN (Studi di Pengadilan Pajak Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Wibowo

    2009-09-01

    Full Text Available One effort of realizing independence of nation in defrayal of development is find the source of fund that coming from tax. But, there are behavior of tax evasion that manipulated by legal subject and object of tax for to get thrift of tax by doing contempt of court (unlawful, and manipulate the tax is coherent virus (inherent in each tax system that applying in every jurisdiction.  Based on research result, applying of sanction in the case of manipulate of tax is not yet effective, because not all that order in the norm did, for example bookkeeping’s not true and not yet had NPWP. Therefore, the policy formulation of crime sanctions in Law Taxation and also there must be support society and from government enforcers, so application of sanction of crime in taxation area can effectively did it.   Kata Kunci : Pajak, Penggelapan Pajak, efektivitas sanksi pidana

  12. EFEKTIVITAS SANKSI PIDANA PAJAK DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN (Studi di Pengadilan Pajak Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Wibowo

    2009-09-01

    Full Text Available One effort of realizing independence of nation in defrayal of development is find the source of fund that coming from tax. But, there are behavior of tax evasion that manipulated by legal subject and object of tax for to get thrift of tax by doing contempt of court (unlawful, and manipulate the tax is coherent virus (inherent in each tax system that applying in every jurisdiction. Based on research result, applying of sanction in the case of manipulate of tax is not yet effective, because not all that order in the norm did, for example bookkeeping’s not true and not yet had NPWP. Therefore, the policy formulation of crime sanctions in Law Taxation and also there must be support society and from government enforcers, so application of sanction of crime in taxation area can effectively did it.

  13. TATA KELOLA PENANGGULANGAN BENCANA ALAM Suatu Deskripsi Inter-Relasi dan Kesiapan Para Pihak dalam rangka Rehabilitasi-Rekonstruksi Rumah Warga Terdampak Pascagempa di Kabupaten Tanah Datar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin -

    2015-03-01

    Full Text Available At the time of the earthquake affecting substantial losses due to the damage they cause, usually very high expectations of the people to the government for rehabilitation and reconstruction (rehabilitation and reconstruction of homes affected. Therefore readiness to undertake the rehabilitation of earthquake remains an important concern by the parties in the response to natural disasters, both government and society.  This study is a qualitative study to describe the experience of the parties in order to direct the rehabilitation of houses affected by the earthquake of 2007 in Tanah Datar, West Sumatra province. The results of this study found the application of the principles of transparency, participation and accountability in the interrelation between the government and society in the process of preparation and implementation of the rehabilitation of earthquake-affected neighborhoods. Open governance practices have proven quite successful even minimize complaints and public protests or other social conflict that impacts are not uncommon in post-disaster management in the region. Experiences of good practice organizing the rehabilitation of houses affected by the earthquake in Tanah Datar this would even be used as a pilot, and learning resources of many parties in implementing the governance of disaster management in the various regions

  14. Evaluasi Kualitas Air Sungai-sungai Di Kawasan DAS Brantas Hulu Malang Dalam Kaitannya Dengan Tata Guna Lahan Dan Aktivitas Masyarakat Di Sekitarnya

    OpenAIRE

    Yetti, Elvi; Soedharma, Dedi; Hariyadi, Sigid

    2011-01-01

    Brantas River that is located at Upper Brantas River Basin Area has been polluting that is noted by poluttion that taking place at Karangkates and Sengguruh Reservoir. Development of people and industries around Malang Upper Brantas River Basin Area since 2000, leading to increasing of river water using and pollution, particularly organic pollution. This research evaluated river water quality at Malang Upper Brantas River Basin Area, refered to water quality standard inserted on Governmental ...

  15. PEMBELAJARAN TATA BAHASA INGGRIS SECARA KOMUNIKATIF DENGAN PENYAJIAN INDUKTIF DAN PENGINTEGRASIAN KETERAMPILAN BERBAHASA: STUDI KASUS DI KELAS BAHASA INGGRIS I DI IAIN RADEN FATAH PALEMBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annisa Astrid

    2011-11-01

    Full Text Available AbstractTeaching grammar has been regarded as prominence in teaching a language where there are some different views of how to teach it. Recently, with the introduction of Communicative Language Teaching, teaching grammar is emphasized on experiential learning and communicative goals. For these reasons the writer tried to implement inductive approach in Bahasa Inggris class, where all the students are from Non English Department. In inductive approach, the learners study examples and from these examples derives an understanding of the rule. the writer also presented the grammar integrated with four language skills (speaking, listening, reading, and writing, where the writer paid more attention to enabling students to work with the target language during the lesson and communicate in it by the end of it.. In totally 14 meetings, the teacher applied inductive approach in presenting the materials and gave all exercises integratedly to four language skills (speaking, writing, reading and listening. The data were collected by means of T-Test. From the results of the T-test, it can be seen that the T value is 5,193, with the significance value 0,001. T value is more than T table ,2,042 . It can be interpreted that there is a significant difference between the students’ achievement in grammar before the treatment and after the treatment by using inductive approach and applying the activities that integrates grammar into four language skills. It was also found that the students were enthusiastic along the teaching and learning processes by implementing inductive approach. Keywords: inductive, communicative language teaching

  16. MEMPERKUAT FUNGSI DAN PERAN PENGAWASAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD MELALUI ADVOKASI HAK WARGA ATAS INFORMASI PUBLIK UNTUK MEMBANGUN TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rochmad Effendy

    2017-04-01

    Full Text Available Unlike during the New Order era which saw village as an extension of the central government without adequate authority to run the village government, village now has recently become self -governing community equipped with broad authority to manage their own affairs for the sake of realizing people’s welfare. It is an entity of community combined with government. It is community who possesses special governmental organizational structure with unique and vast authority to carry out development programs. In doing so, they handle themselves autonomously based on their own cultural values, their initiatives. As such, the central government has nothing but to respect and concede the uniqueness of its each respective village across the nation. In addition, central government has to allocate state budget to realize social and economic justice for more than 17,000 villages. This is the way the Village Law No 6 2014 has designed which differs dramatically from the previous village law. It has adopted recognition and subsidiarity principle in managing village development. In order this to materialize, Village Council whose membership consists elected representatives from among the villagers prominent figures has been empowered its political roles by means of annulling its inherent legislative authorities. To pave the way, it is positioned outside the formal village government organizational structure which makes it fit to function as representative of villagers civil organization. Given this setting, the Council’s main duty is to fight to people’s interest by preventing themselves from village government vested political interest. To make things better, the law has authorized it to organize a strategic villagers gathering held annually namely Village Meeting. As the key actor of the meeting, the council members has to show off their capacities in political communication as well as public communication to run village democratic governance whose operating values are transparency and accountability. For this to occur, advocating people’s information rights is necessary requirement. By so doing, those values will institutionalize within village government daily operations by establishing Public Information and Archives Operator as required by Public Information Transparency Law No 11 2008 which will bring about good village governance.

  17. How to Use SNP_TATA_Comparator to Find a Significant Change in Gene Expression Caused by the Regulatory SNP of This Gene's Promoter via a Change in Affinity of the TATA-Binding Protein for This Promoter.

    Science.gov (United States)

    Ponomarenko, Mikhail; Rasskazov, Dmitry; Arkova, Olga; Ponomarenko, Petr; Suslov, Valentin; Savinkova, Ludmila; Kolchanov, Nikolay

    2015-01-01

    The use of biomedical SNP markers of diseases can improve effectiveness of treatment. Genotyping of patients with subsequent searching for SNPs more frequent than in norm is the only commonly accepted method for identification of SNP markers within the framework of translational research. The bioinformatics applications aimed at millions of unannotated SNPs of the "1000 Genomes" can make this search for SNP markers more focused and less expensive. We used our Web service involving Fisher's Z-score for candidate SNP markers to find a significant change in a gene's expression. Here we analyzed the change caused by SNPs in the gene's promoter via a change in affinity of the TATA-binding protein for this promoter. We provide examples and discuss how to use this bioinformatics application in the course of practical analysis of unannotated SNPs from the "1000 Genomes" project. Using known biomedical SNP markers, we identified 17 novel candidate SNP markers nearby: rs549858786 (rheumatoid arthritis); rs72661131 (cardiovascular events in rheumatoid arthritis); rs562962093 (stroke); rs563558831 (cyclophosphamide bioactivation); rs55878706 (malaria resistance, leukopenia), rs572527200 (asthma, systemic sclerosis, and psoriasis), rs371045754 (hemophilia B), rs587745372 (cardiovascular events); rs372329931, rs200209906, rs367732974, and rs549591993 (all four: cancer); rs17231520 and rs569033466 (both: atherosclerosis); rs63750953, rs281864525, and rs34166473 (all three: malaria resistance, thalassemia).

  18. PREFERENSI PEMBIAYAAN USAHA MIKRO DAN KECIL : PERSPEKTIF GENDER DAN ENTREPRENEURABILITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khaira Amalia Fachrudin

    2013-06-01

    Full Text Available Preferensi pembiayaan dalam perusahaan besar lebih didasarkan pada karakteristik perusahaan tersebut.  Namun dalam usaha mikro dan kecil hal ini mungkin berbeda dan bergantung pada karakteristik pemiliknya seperti gender dan entrepreneurability.   Perbedaan gender mungkin juga membedakan entrepreneurability dan dukungan yang diterima.  Penelitian ini akan menguji apakah terdapat perbedaan preferensi pembiayaan berdasarkan gender, entrepreneurability berdasarkan gender dan berdasarkan preferensi pembiayaan, serta perbedaan dukungan berdasarkan gender.  Sampel dari usaha mikro dan kecil yang bergerak dalam bidang kuliner  diuji dengan uji beda Independent Sample t Test dan kemudian dengan Crosstabulation untuk lebih memperinci hasilnya.  Hasil uji menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan preferensi pembiayaan berdasarkan gender dan berdasarkan  entrepreneurability, namun entrepreneurability berbeda signifikan berdasarkan gender dan juga ditemukan bahwa dukungan moral, tenaga, dan modal yang diterima pemilik usaha pria dan wanita tidak berbeda signifikan (p value lebih kecil dari 0.05.   Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat kesetaraan gender dalam pembiayaan usaha dan entrepreneurability lebih tinggi pada pria.  Pria pemilik usaha juga mendapatkan dukungan tenaga kerja yang lebih banyak daripada wanita.  Dukungan tenaga ini adalah salah satu bentuk  financial bootstrapping karena dapat mengurangi pembiayaan usaha

  19. MiRNAs regulate oxidative stress related genes via binding to the 3' UTR and TATA-box regions: a new hypothesis for cataract pathogenesis.

    Science.gov (United States)

    Wu, Changrui; Liu, Zhao; Ma, Le; Pei, Cheng; Qin, Li; Gao, Ning; Li, Jun; Yin, Yue

    2017-08-14

    Age-related cataracts are related to oxidative stress. However, the genome-wide screening of cataract related oxidative stress related genes are not thoroughly investigated. Our study aims to identify cataract regulated miRNA target genes that are related to oxidative stress and to propose a new possible mechanism for cataract formation. Microarrays were used to determine the mRNA expression profiles of both transparent and cataractous lenses. The results were analyzed by significance analyses performed by the microarray software, and bioinformatics analysis was further conducted using Molecular Annotation System. The Eukaryotic Promoter Database (EPD) was used to retrieve promoter sequences and identify TATA-box motifs. Online resource miRWalk was exploited to screen for validated miRNAs targeting mRNAs related to oxidative stress. RNAhybrid online tool was applied to predict the binding between significantly regulated miRNAs in cataract lenses and target mRNAs. Oxidative stress pathway was significantly regulated in cataractous lens samples. Pro-oxidative genes were half up-regulated (11/20), with a small number of genes down-regulated (4/20) and the rest of them with no significant change (5/20). Anti-oxidative genes were partly up-regulated (17/69) and partly down-regulated (17/69). Four down-regulated miRNAs (has-miR-1207-5p, has-miR-124-3p, has-miR-204-3p, has-miR-204-5p) were found to target 3' UTR of pro-oxidative genes and could also bind to the TATA-box regions of anti-oxidative genes (with the exception of has-miR-204-3p), whilst two up-regulated miRNAs (has-miR-222-3p, has-miR-378a-3p) were found to target 3' UTR of anti-oxidative genes and could simultaneously bind to the TATA-box regions of pro-oxidative genes. We propose for the first time a hypothesis that cataract regulated miRNAs could contribute to cataract formation not only by targeting 3' UTR but also by targeting TATA-box region of oxidative stress related genes. This results in the

  20. Deep Overbite Dan Cara Penanggulangannya

    OpenAIRE

    Siti Rofiah Nasution

    2008-01-01

    Masalah deep overbite dan seluruh dimensi vertikal harus dipertimbangkan pada setiap perawatan maloklusi. Deep overbite merupakan keadaan pada relasi sentrik di mana terdapat jarak vertikal yang besar antara kedua insisal insisivus rahang atas dan bawah dengan hubungan oklusal posterior yang normal. Berdasarkan etiologi deep overbite dapat dibedakan atas dua bagian besar yaitu deep overbite dentoalveolar (melibatkan gigi dan tulang alveolar) dan deep overbite skeletal (melibatkan gigi, tulang...

  1. INOVASI DAN STRATEGI PENCAPAIANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liem Ferryanto

    2009-01-01

    Full Text Available Innovation is the way of life of any institution to profitably sustain its life. It starts with empathy, the ability to reach outside of ourselves and walk in someone else’s shoes, and optimal implementation of the newly advanced technology. Innovation shows its results through continuously hard working efforts known as "10 Thousand Hours Rule". As world uncertainty creates complexity we, instead of predicting, should therefore anticipate the future by creating and managing real options on contingent projects or elements of alternative optimal strategies. This should reflect into our portfolio strategy. Abstract in Bahasa Indonesia: Inovasi merupakan darah bagi suatu institusi untuk bisa hidup berkelanjutan serta menguntungkan. Inovasi berupa penemuan baru secara sistematis yang berawal dari empati, kemampuan untuk melihat dunia melalui mata orang lain, dan pemanfaatan secara optimal kemajuan teknologi yang ada. Inovasi baru menghasilkan buahnya melalui kerja keras, yaitu dengan mengikuti “Aturan 10 Ribu Jam” secara berkesinambungan. Ketidakpastian, interaksi, keterbatasan dan degradasi menciptakan kompleksitas tentang kebutuhan dan solusi di masa depan. Oleh sebab itu daripada meramalkan risiko yang bakal terjadi, kita sebaiknya memasang strategi berupa skenario untuk mereduksi akibat dari risiko masa depan yang tidak kita mengerti. Skenario ini dapat diperoleh lewat penciptaan dan penanganan beberapa pilihan nyata atas semua proyek antisipatif yang ada. Kata kunci: Inovasi, ketidakpastian dan kompleksitas, aturan 10 ribu jam, paradoks strategi, peta jalan, empati, kerja berkesinambungan.

  2. Democracy leadership (study approach of bureaucrats leadership at sub bagian tata usaha badan perencanaan pembangunan daerah, East Java province)

    Science.gov (United States)

    Lestari, Y.; Rosdiana, W.; Noviyanti

    2018-01-01

    The main key to organizational success depends on the success of a leadership. Each organization’s progress will require the ability of a leader to transformed the organization. The emergence of the democratic-leadership is one of the most humane style of leadership. Democratic leadership positioned people as the most important factor in the leadership exercised by the orientation and emphasis on relationships with members of the organization. This study raised that the democratic-leadership in government agencies to study the leadership approach of bureaucrats at Sub Bagian Tata Usaha Badan Perencanaan Pembangunan Daerah East Java Province. The data collection techniques used descriptive research with qualitative approach, then the techniques were interviews, observation and documentation. While, the research data analysis used interactive analysis model approach of Miles and Huberman, which includes: (1) data reduction; (2) the presentation of the data; and (3) conclusion. Based on Nawawi theory’s [1], this study showed that (1) Leaders are very obedient to the rules/procedures work, (2) Leaders look more autocratic, (3) leaders make familiarity with subordinates, (4) leaders develop kinship situation and teamwork, (5) the leaders seem monotonous work and do not like a modification, (6) Leaders seem slow in decision making, and (7) leaders are accustomed to low-risk jobs with less survival trends.

  3. Suppression of intragenic transcription requires the MOT1 and NC2 regulators of TATA-binding protein.

    Science.gov (United States)

    Koster, Maria J E; Yildirim, Asli D; Weil, P Anthony; Holstege, Frank C P; Timmers, H Th Marc

    2014-04-01

    Chromatin structure in transcribed regions poses a barrier for intragenic transcription. In a comprehensive study of the yeast chromatin remodelers and the Mot1p-NC2 regulators of TATA-binding protein (TBP), we detected synthetic genetic interactions indicative of suppression of intragenic transcription. Conditional depletion of Mot1p or NC2 in absence of the ISW1 remodeler, but not in the absence of other chromatin remodelers, activated the cryptic FLO8 promoter. Likewise, conditional depletion of Mot1p or NC2 in deletion backgrounds of the H3K36 methyltransferase Set2p or the Asf1p-Rtt106p histone H3-H4 chaperones, important factors involved in maintaining a repressive chromatin environment, resulted in increased intragenic FLO8 transcripts. Activity of the cryptic FLO8 promoter is associated with reduced H3 levels, increased TBP binding and tri-methylation of H3K4 and is independent of Spt-Ada-Gcn5-acetyltransferase function. These data reveal cooperation of negative regulation of TBP with specific chromatin regulators to inhibit intragenic transcription.

  4. PENGELOLAAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DI THAILAND, MYANMAR, DAN INDIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anorital, SKM Anorital, SKM

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam bulan Januari 1991 yang lalu, Sdr. Anorital, SKM (Ka. Subbag. Pengumpulan dan PengolahanData Badan Litbangkes dan H. Syafwani Mirin, SKM (Ka. Bag. Keuangan Badan Litbangkes memperoleh fellowship dari WHO untuk melakukan studi perbandingan ke institusi-institusi penelitian kesehatan di Thailand,Myanmar, dan India.Berikut di bawah ini tulisan bersangkutan yang menggambarkan secara garis besar pengelolaan penelitian dan pengembangan kesehatan pada masing-masing negara obyek studi. Semoga informasi yang terkandung pada tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

  5. Penentuan Letak Hidrolisis Pati Hidroksipropil Dengan Analisis HPLC

    OpenAIRE

    Haryadi, Haryadi

    1989-01-01

    Monosakarida yang didapatkan dari hidrolisis pati hidroksipropil oleh α-amilase maupun glukoamilase ialah glukosa. Hidroksipropil glukosa tidak ditemukan pada hidrolisat. Bagian ujung-ujung pereduksi pada hidrolisat juga tidak ditemukan anhidroglukosa tersubstitusi. Kenyataan-Kenyataan ini menunjukkan bahwa ikatan glukosida pada satuan hidroksipropil anhidroglukosa dengan satuan anhidroglukosa pada pati hidroksipropil tidak bisa dipecah oleh kedua enzim tersebut.

  6. Kes meist ei mäletaks oma esimest lastetuba

    Index Scriptorium Estoniae

    2005-01-01

    USA kompanii Stanley on välja töötanud kollektsioonide seeria "Young America", mis peavad silmas 21. sajandi lapse unistusi ning fantaasiaid. Väikese tüdruku toa kollektsioonist "Isabella". Väikese poisi toa kollektsioonist "Harbour Town". Teismeliste toa kollektsioonist "Teen Bungalow". Eestis on kollektsioonid müügil LUXOR Mööblisalongis. 6 värv. ill

  7. Neuronal expression of TATA box-binding protein containing expanded polyglutamine in knock-in mice reduces chaperone protein response by impairing the function of nuclear factor-Y transcription factor.

    Science.gov (United States)

    Huang, Shanshan; Ling, Joseph J; Yang, Su; Li, Xiao-Jiang; Li, Shihua

    2011-07-01

    The polyglutamine diseases consist of nine neurodegenerative disorders including spinocerebellar ataxia type 17 that is caused by a polyglutamine tract expansion in the TATA box-binding protein. In all polyglutamine diseases, polyglutamine-expanded proteins are ubiquitously expressed throughout the body but cause selective neurodegeneration. Understanding the specific effects of polyglutamine-expanded proteins, when expressed at the endogenous levels, in neurons is important for unravelling the pathogenesis of polyglutamine diseases. However, addressing this important issue using mouse models that either overly or ubiquitously express mutant polyglutamine proteins in the brain and body has proved difficult. To investigate the pathogenesis of spinocerebellar ataxia 17, we generated a conditional knock-in mouse model that expresses one copy of the mutant TATA box-binding protein gene, which encodes a 105-glutamine repeat, selectively in neuronal cells at the endogenous level. Neuronal expression of mutant TATA box-binding protein causes age-dependent neurological symptoms in mice and the degeneration of cerebellar Purkinje cells. Mutant TATA box-binding protein binds more tightly to the transcription factor nuclear factor-Y, inhibits its association with the chaperone protein promoter, as well as the promoter activity and reduces the expression of the chaperones Hsp70, Hsp25 and HspA5, and their response to stress. These findings demonstrate how mutant TATA box-binding protein at the endogenous level affects neuronal function, with important implications for the pathogenesis and treatment of polyglutamine diseases.

  8. The interaction of hyperthermophilic TATA-box binding protein with single-stranded DNA is entropically favorable and exhibits a large negative heat capacity change at high salt concentration.

    Science.gov (United States)

    Nagatoishi, Satoru; Tanaka, Yoshikazu; Kudou, Motonori; Tsumoto, Kouhei

    2009-09-01

    We have investigated the thermodynamics of the interaction between the TATA-box-binding protein from Pyrococcus horikoshii (PhoTBP) and its target DNA (TATA-1). The interaction between PhoTBP and double-stranded DNA (dsDNA) is entropically favorable and enthalpically unfavorable. The thermodynamic parameters for TATA-1 duplex formation in the presence of PhoTBP, that is, ternary PhoTBP-dsDNA complexation, are similar to those for TATA-1 duplex formation, which is enthalpically favorable. Surface plasmon resonance analysis indicates that the interaction between PhoTBP and single-stranded DNA (ssDNA) of TATA-1 is entropy driven and has a large negative heat capacity change (-1.19 kcal mol(-1) K(-1)) at high salt concentration (800 mM NaCl). These results suggest that the favorable entropic effect corresponding to the interaction between PhoTBP and dsDNA is due not to ternary complexation but to the interaction between PhoTBP and ssDNA. This report is the first to describe the thermodynamics of the interaction between TBP and ssDNA.

  9. Kondisi oral higiene dan karies gigi pada vegetarian dan non vegetarian di Maha Vihara Maitreya Medan

    OpenAIRE

    Prawira, Albert

    2011-01-01

    Perbedaan pola makan antara vegetarian dan non vegetarian dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi oral higiene dan karies gigi pada umat vegetarian dan non vegetarian di Maha Vihara Maitreya Medan. Jenis penelitian adalah survei deskriptif. Sampel terdiri atas 74 vegetarian dan 65 non vegetarian. Pemeriksaan oral higiene dan karies gigi masing-masing menggunakan indeks OHIS Greene dan Vermillion dan indeks DMFT Klein, se...

  10. Facies volcánicas del depósito de avalancha de detritos del volcán Tata Sabaya, Andes Centrales Volcanic facies of the debris avalanche deposit of Tata Sabaya Volcano, Central Andes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Benigno Godoy

    2012-09-01

    Full Text Available Las avalanchas de detritos, asociadas a colapsos parciales de edificios volcánicos, son fenómenos comunes en la evolución de un volcán. Este tipo de flujos son por inestabilidades, que pueden deberse a factores tales como la existencia de zonas afectadas por alteración hidrotermal, cambios climáticos, terremotos, intrusión de magmas en zonas superficiales (criptodomos y/o diques y/o movimiento de fallas bajo el edificio volcánico o cercanas a él. El producto final de estos flujos -denominado depósito de avalancha de detritos (DAD- presenta morfologías típicas de cerrillos y drenajes cerrados. En los Andes Centrales se han reconocido, al menos, 14 centros volcánicos con depósitos de avalancha asociados, entre los que está el volcán Tata Sabaya (Bolivia. El colapso que ha dado origen a este depósito podría haberse generado por una combinación de actividad sísmica y magmática en el volcán. El depósito asociado al colapso parcial de este volcán se distribuye sobre la parte baja del flanco sur del volcán y sobre la parte noroccidental de la cuenca del salar de Coipasa. Cubre una superficie de más de 230 km² y tiene un volumen estimado de 6±1 km³. Sobre la base de las composiciones litológicas, se ha establecido que el depósito está constituido por 6 tipos distintos de cerrillos, los cuales son: lávicos, piroclásticos, sedimentarios mixtos, brecha piroclástica y andesítico-basálticos. Considerando el tipo predominante de cerrillos y su distribución espacial dentro del depósito, se ha definido 6 facies diferentes (Facies de Bloques Toreva, Facies de Cerrillos Volcánicos, Facies Central, Facies de Cerrillos Sedimentarios, Facies Mixta y Facies de Cerrillos de Brecha Piroclástica. Tomando en cuenta la distribución espacial de estas facies, se propone la estructura del paleovolcán previa a su colapso parcial.Debris avalanches associated with partial sector collapse of volcanic edifices are common phenomena in the

  11. DanRIS

    DEFF Research Database (Denmark)

    2009-01-01

    Windows 2000/XP/Vista platform computerprogram til DanRIS indberetning baseret på indskrivning af klienter på CPR, klientsforløb, faseforløb, ASI EuropASI composite score beregninger. Udgave: 2.1.0.5 Udgivelsesdato: 01-01-2009...

  12. ANALISIS BUTIR SOAPENGELOLAAN ARSIP INAKTIF DALAM UPAYA MENDUKUNG LAYANAN INFORMASI DI KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJOL MATA PELAJARAN PENGANTAR ADMINISTRASI PERKANTORAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nita Rahmawati

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Purworejo, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Akuisisi, Pengelolaan Arsip dan Dokumentasi,Staff Sub Tata Usaha,dan Arsiparis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Prosedur penelitian ini meliputi tahap pra-lapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahap analisis data. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip meliputi pencatatan arsip, pengendalian dan pendistribusian arsip, penyimpanan arsip, pemeliharaan arsip, pengawasan arsip, pemindahan dan pemusnahan arsip. Kendala yang ada antara lain masih adanya arsip yang menumpuk di ruang depo penyimpanan arsip, tidak adanya sanksi bagi peminjam arsip yang terlambat mengembalikan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pencatatan arsip melalui kelengkapan arsip, pengendalian dan pendistribusian dengan tanggal terima, tanggal surat, paraf penerima. Sistem penyimpanan arsip yang digunakan adalah sistem penyimpanan kronologis (tanggal, pemeliharaan dengan membersihkan setiap sudut ruang arsip baik dengan kemoceng atau sapu dan memberikan kapur barus disela rak arsip juga melapisi arsip dengan kertas payung, pemindahan dan pemusnahan arsip dilakukan setiap periodik atau setahun sekali. Dengan demikian menyarankan : 1 mengoptimalkan ruang depo penyimpanan yang arsipnya masih ditumpuk dan belum diolah, 2 memberikan sanksi kepada peminjam arsip yang mengembalikan tidak tepat waktu. It was a qualitative research. The data source of the were the Head Office of Regional Library and Archive Office in Purworejo Regency, the Head of Administration, the Head Section of Procurement, Archives and Documentation Management,the Sub Staff of Administration, and the Archivist. The data were

  13. MODAL MANUSIA DAN PRODUKTIVITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlinda Puspita Sari

    2014-03-01

    Full Text Available Modal manusia dianggap sebagai salah satu faktor penentu produktivitas. Modal manusia merupakan dimensi kualitatif dari sumberdaya manusia, seperti keahlian dan keterampilan, yang akan memengaruhi kemampuan produktif manusia tersebut. Dimensi kualitatif tersebut diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganaliss efek dari modal manusia terhadap tingkat produktivitas di provinsi-provinsi di Indonesia. Dalam penelitian ini, tingkat pendidikan diukur dengan beberapa indikator, yaitu; angka melek huruf dan angka partisipasi murni tingkat SD, SMP maupun SMA. Tingkat kesehatan diukur dengan angka kematian bayi. Data yang digunakan adalah data panel dari 25 provinsi di Indonesia selama perioede 1996-2010 yang dianalisis dengan menggunakan Model Panel Data Fixed Effect. Hasil analisis menunjukkan bahwa modal manusia yang diukur dari tingkat pendidikan (APM dan tingkat kesehatan (AKB merupakan faktor yang berpengaruh dan signifikan untuk menjelaskan variasi produktivitas meskipun magnitude-nya lebih kecil dibandingkan dengan modal fisik. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa variabel pendidikan memiliki magnitude yang lebih besar dibandingkan dengan variabel kesehatan. Human capital is regarded as one of the determining factors of productivity. Human capital is qualitative dimension of human resource which includes skills and knowledge. These qualitative dimensions are internalized through education, training and health. This study aimed to analyze the effect of human capital on productivity level across provinces in Indonesia. In this study, the level of education was measured by literacy and school enrollment rate (in primary, secondary and high school. The level of health was measured by infant mortality rate. The study employed a panel data of 25 provinces in Indonesia during the period of 1996-2010. Using fixed effect method, the result showed that secondary school enrollment rate and infant mortality

  14. Doubly Spliced RNA of Hepatitis B Virus Suppresses Viral Transcription via TATA-Binding Protein and Induces Stress Granule Assembly.

    Science.gov (United States)

    Tsai, Kuen-Nan; Chong, Chin-Liew; Chou, Yu-Chi; Huang, Chien-Chiao; Wang, Yi-Ling; Wang, Shao-Win; Chen, Mong-Liang; Chen, Chun-Hong; Chang, Chungming

    2015-11-01

    The risk of liver cancer in patients infected with the hepatitis B virus (HBV) and their clinical response to interferon alpha therapy vary based on the HBV genotype. The mechanisms underlying these differences in HBV pathogenesis remain unclear. In HepG2 cells transfected with a mutant HBV(G2335A) expression plasmid that does not transcribe the 2.2-kb doubly spliced RNA (2.2DS-RNA) expressed by wild-type HBV genotype A, the level of HBV pregenomic RNA (pgRNA) was higher than that in cells transfected with an HBV genotype A expression plasmid. By using cotransfection with HBV genotype D and 2.2DS-RNA expression plasmids, we found that a reduction of pgRNA was observed in the cells even in the presence of small amounts of the 2.2DS-RNA plasmid. Moreover, ectopic expression of 2.2DS-RNA in the HBV-producing cell line 1.3ES2 reduced the expression of pgRNA. Further analysis showed that exogenously transcribed 2.2DS-RNA inhibited a reconstituted transcription in vitro. In Huh7 cells ectopically expressing 2.2DS-RNA, RNA immunoprecipitation revealed that 2.2DS-RNA interacted with the TATA-binding protein (TBP) and that nucleotides 432 to 832 of 2.2DS-RNA were required for efficient TBP binding. Immunofluorescence experiments showed that 2.2DS-RNA colocalized with cytoplasmic TBP and the stress granule components, G3BP and poly(A)-binding protein 1 (PABP1), in Huh7 cells. In conclusion, our study reveals that 2.2DS-RNA acts as a repressor of HBV transcription through an interaction with TBP that induces stress granule formation. The expression of 2.2DS-RNA may be one of the viral factors involved in viral replication, which may underlie differences in clinical outcomes of liver disease and responses to interferon alpha therapy between patients infected with different HBV genotypes. Patients infected with certain genotypes of HBV have a lower risk of hepatocellular carcinoma and exhibit a more favorable response to antiviral therapy than patients infected with other HBV

  15. TATA-binding protein-associated factor 7 regulates polyamine transport activity and polyamine analog-induced apoptosis.

    Science.gov (United States)

    Fukuchi, Junichi; Hiipakka, Richard A; Kokontis, John M; Nishimura, Kazuhiro; Igarashi, Kazuei; Liao, Shutsung

    2004-07-16

    Identification of the polyamine transporter gene will be useful for modulating polyamine accumulation in cells and should be a good target for controlling cell proliferation. Polyamine transport activity in mammalian cells is critical for accumulation of the polyamine analog methylglyoxal bis(guanylhydrazone) (MGBG) that induces apoptosis, although a gene responsible for transport activity has not been identified. Using a retroviral gene trap screen, we generated MGBG-resistant Chinese hamster ovary (CHO) cells to identify genes involved in polyamine transport activity. One gene identified by the method encodes TATA-binding protein-associated factor 7 (TAF7), which functions not only as one of the TAFs, but also a coactivator for c-Jun. TAF7-deficient cells had decreased capacity for polyamine uptake (20% of CHO cells), decreased AP-1 activation, as well as resistance to MGBG-induced apoptosis. Stable expression of TAF7 in TAF7-deficient cells restored transport activity (55% of CHO cells), AP-1 gene transactivation (100% of CHO cells), and sensitivity to MGBG-induced apoptosis. Overexpression of TAF7 in CHO cells did not increase transport activity, suggesting that TAF7 may be involved in the maintenance of basal activity. c-Jun NH2-terminal kinase inhibitors blocked MGBG-induced apoptosis without alteration of polyamine transport. Decreased TAF7 expression, by RNA interference, in androgen-independent human prostate cancer LN-CaP104-R1 cells resulted in lower polyamine transport activity (25% of control) and resistance to MGBG-induced growth arrest. Taken together, these results reveal a physiological function of TAF7 as a basal regulator for mammalian polyamine transport activity and MGBG-induced apoptosis.

  16. Trinucleotide repeat expansion of TATA-binding protein gene associated with Parkinson's disease: A Thai multicenter study.

    Science.gov (United States)

    Choubtum, Lulin; Witoonpanich, Pirada; Kulkantrakorn, Kongkiat; Hanchaiphiboolkul, Suchat; Pongpakdee, Sunsanee; Tiamkao, Somsak; Pulkes, Teeratorn

    2016-07-01

    Spinocerebellar ataxia type 17 (SCA17) is an inherited cerebellar degeneration associated with trinucleotide repeat expansions in the TATA-binding protein gene (TBP). Low-range expansions of TBP have recently been described in association with Parkinson's disease (PD). However, these low-range expansion alleles were also observed in healthy individuals. Prior distinct findings may result from reduced penetrance or age-dependent susceptibility, which may influence phenotypic expression. A case-control study of 456 PD patients and 374 control subjects was conducted. Data and blood samples were collected during 2008-2013. Control subjects were individuals over 65 years old without parkinsonism. Sizes of TBP trinucleotide repeats were analyzed. All available carriers of the TBP repeat of ≥40 repeats were re-examined. A high prevalence of carriers of TBP repeat expansion ≥41 developed PD, mainly at an advanced age. Half of these carriers had onset after 70 years of age (range 34-84). Seven participants carried expansion alleles of ≥42, and all had PD. Fourteen participants (six patients and eight controls) carried a heterozygous 41-repeat allele. At the current mean age of 79 years and mean follow-up period of 4 years, three out of the eight control carriers of the 41-repeat allele developed PD, while none of the thirteen asymptomatic carriers of the 40-repeat allele did. A high prevalence of PD was observed in carriers of low-range expansions of TBP (41-45 repeats), especially in elderly. This finding suggests that cut-off value for pathological TBP repeat expansion appear to be 41. Copyright © 2016 Elsevier Ltd. All rights reserved.

  17. A Cellular MicroRNA Facilitates Regulatory T Lymphocyte Development by Targeting the FOXP3 Promoter TATA-Box Motif.

    Science.gov (United States)

    Zhang, Yiwen; Liu, Weiwei; Chen, Yingshi; Liu, Jun; Wu, Kang; Su, Lishi; Zhang, Wanying; Jiang, Yawen; Zhang, Xu; Zhang, Yijun; Liu, Chao; Tao, Liang; Liu, Bingfeng; Zhang, Hui

    2018-02-01

    The CD4 + CD25 + FOXP3 + regulatory T cells (Tregs) mediate immunological self-tolerance and suppress various immune responses. FOXP3 is a key transcriptional factor for the generation and development of Tregs. Its expression is regulated by various cytokines including TGF-β, IL-2, and IL-10. It is important to further identify the regulatory factors for Tregs. Given that many microRNAs (miRNAs) could specifically interact with the core promoter region and specifically enhance the transcription of many target genes, we searched for any possible miRNA(s) targeting the core promoter region of the FOXP3 gene. We found that miR-4281, an miRNA specifically expressed in hominids, can potently and specifically upregulate FOXP3 expression by directly interacting with the TATA-box motif in the human FOXP3 promoter. Consequently, miR-4281 significantly accelerated the differentiation of human naive cells to induced Tregs (iTregs) that possess immune suppressor functions and weaken the development of graft-versus-host disease in a humanized mouse model. Interestingly, iTregs induced by the combination of TGF-β, IL-2, and chemically synthesized miR-4281 were more stable and functional than those induced by TGF-β and IL-2 alone. Moreover, we found that the IL-2/STAT5 signal transduction upregulates FOXP3 expression not only through the classical pathway, but also by enhancing the expression of the miR-4281 precursor gene ( SNCB ) and, correspondingly, miR-4281. This study reveals a novel mechanism regulating FOXP3 expression and human iTreg development and, therefore, offers a new therapeutic target to manipulate immunosuppressive system. Copyright © 2018 by The American Association of Immunologists, Inc.

  18. STRATEGI ADAPTASI ORANG MINANG TERHADAP BAHASA, MAKANAN, DAN NORMA MASYARAKAT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Indah Ariyani

    2013-04-01

    Full Text Available Suku Bangsa Minangkabau adalah suku yang terkenal dengan kebiasaan merantau. Salah satu tempat di Semarang yang banyak ditemukan orang Minangkabau adalah Sekaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana strategi adaptasi orang Minang terhadap bahasa Jawa, makanan Jawa dan norma masyarakat Jawa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi adaptasi orang Minang terhadap bahasa Jawa adalah dengan lebih sering menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan orang Jawa agar mengurangi adanya kesalahpahaman, serta tetap berusaha untuk belajar bahasa Jawa. Strategi adaptasi orang Minang terhadap makanan Jawa adalah dengan memilah-milah makanan yang pedas sesuai dengan selera atau dengan memasak sendiri. Orang Minang yang mempunyai tempat usaha warung makan khas masakan Minang meyesuaikan menu dengan selera masyarakat sekitar. Strategi adaptasi orang Minang terhadap norma masyarakat Jawa adalah dengan berusaha mematuhi segala tata tertib yang ada dan menyesuaikan dengan tradisi Jawa serta menggunakan panggilan Jawa yang sering digunakan oleh orang Jawa. The Minangkabau is well-known for its migration habit. One of the places in Semarang with many Minangkabau people is Sekaran. The study was conducted to examine the adaptation strategies of Minang people to Javanese people, Javanese food and the Java community norms. The research was conducted using qualitative research methods. The results showed that the Minang adaptation strategies for the Javanese language is by more often by using the Indonesian language to communicate with Javanese in order to reduce the misunderstandings, though they are still trying to learn the Javanese language. Adaptation strategies of Minang people to Javanese food is by sorting out the spicy foods according to their taste or cook for themselves. Minang

  19. Development of a system for the study of protein-protein interactions in planta: characterization of a TATA-box binding protein complex in Oryza sativa.

    Science.gov (United States)

    Zhong, Jingping; Haynes, Paul A; Zhang, Shiping; Yang, Xinping; Andon, Nancy L; Eckert, Donna; Yates, John R; Wang, Xun; Budworth, Paul

    2003-01-01

    We describe a simple, rapid method for protein complex purification in planta. Using a biotin peptide as an affinity tag with TATA-box binding protein (TBP), 86 unique proteins present in the purified complex were identified by tandem mass spectrometry. We identified proteins known to be associated with TBP, and many other proteins involved in pre-mRNA processing and chromatin remodeling. The identification of these novel protein-protein associations will upon further investigations provide new insights into the mechanisms of mRNA transcription and pre-mRNA processing.

  20. A real-time study of the interaction of TBP with a TATA box-containing duplex identical to an ancestral or minor allele of human gene LEP or TPI.

    Science.gov (United States)

    Arkova, Olga; Kuznetsov, Nikita; Fedorova, Olga; Savinkova, Ludmila

    2017-11-01

    It is known that only a single-nucleotide substitution (SNP: a single nucleotide polymorphism) in the sequence of a TATA box can influence the affinity of the interaction of TBP with the TATA box and contribute to the pathogenesis of complex hereditary human diseases and sometimes may be a cause of monogenic diseases (for instance, β-thalassemia). In the present work, we studied the interaction of human TBP with a double-stranded oligodeoxyribonucleotide (ODN) 15 or 26 bp long identical to a TATA box of promoters of a real-life human gene, TPI or LEP, and labeled with fluorophores TAMRA and FAM. To analyze the interaction of TBP with a TATA box of an ancestral or minor allele (SNP in the TATA box) in real time, we used the stopped-flow method with detection of a Förster resonance energy transfer (FRET) signal. The nature of the resulting kinetic curves reflecting changes in the FRET signal (and therefore of DNA conformation during the interaction with TBP) pointed to a multistage mechanism of the formation of the TBP complex with the TATA-containing ODN. The results showed that with the increasing concentration and length of the ODN, heterogeneity of conformational changes (taking place during the first second of the interaction with TBP) in DNA also increases. In contrast to the initial nonspecific interaction, the subsequent phases strictly depend on TBP concentration: at the TBP:ODN ratio of 10:1, the velocity of change of the FRET signal increases approximately 100-fold.

  1. ISLAM DAN RADIKALISME: Upaya Antisipasi dan Penanggulangannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idrus Ruslan

    2017-02-01

    Full Text Available Sejak tragedi pemboman WTC tanggal 11 September 2001 yang disusul dengan rangkaian peledakan bom di sejumlah negara, banyak orang non Muslim yang berasumsi bahwa ajaran Islam identik dengan radikalisme. Walaupun assumsi yang berkembang itu dapat dimaklumi, namun keyakinan tersebut tentu saja tidak sepenuhnya benar. Karena meskipun terdapat sekelompok orang Islam yang berbuat radikal, akan tetapi mayoritas Muslim justru bertentangan dengan mereka. Lagi pula, jika dicermati secara mendalam, sesungguhnya Islam sama sekali tidak mentolerir tindakan radikal. Ia adalah agama kasih sayang yang sangat mendodrong penganutnya untuk berbuat baik terhadap orang lain, termasuk kepada orang-orang non-Muslim. Artikel ini menawarkan beberapa upaya strategis dalam mengantisipasi dan menanggulangi bahaya radikalisme-terorisme.

  2. URGENSI DAN PROSPEK PENGATURAN (IUS CONSTITUENDUM UU TENTANG CONTEMPT OF COURT UNTUK MENEGAKKAN MARTABAT DAN WIBAWA PERADILAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilik Mulyadi

    2015-07-01

    Full Text Available UU Contempt of Court merupakan kebutuhan yang bersifat urgent, segera dan mendesak, sehingga perlu dilakukan kajian dan penelitian secara kritis, akademis dan bersifat komprehensif untuk menjaga keluhuran dan menegakkan martabat dan wibawa peradilan.

  3. Sifilis Laten: Diagnosis dan Pengobatan

    OpenAIRE

    Rasmia Rowawi

    2013-01-01

    Abstrak   Sifilis laten merupakan stadium sifilis yang diakibatkan oleh T. pallidum yang masih menetap dalam tubuh, namun tidak menunjukkan gejala dan hanya menunjukkan hasil pemeriksaan serologis yang reaktif. Sifilis laten yang tidak diterapi dapat menetap bertahun-tahun atau seumur hidup dan dapat meningkatkan risiko terinfeksi HIV. Ibu hamil dengan sifilis laten dini akan menyebabkan sekitar 40% bayi yang dilahirkankannya tertular, 20% prematur, 10% lahir mati, dan 4% meningga...

  4. En kamp om dans

    DEFF Research Database (Denmark)

    Zachariassen, Annette

    2004-01-01

    Hvordan er det muligt at medtænke et legende og "kæmpende" element i det faglige indholdsområde musik, bevægelse og kropsudtryk/dans? og hvordan er det muligt at lade sig inspirere af elementer fra genren elektric boogie-battel og brasiliansk kampdans "Capoeira" i tilrettelæggelse af et undervisn......Hvordan er det muligt at medtænke et legende og "kæmpende" element i det faglige indholdsområde musik, bevægelse og kropsudtryk/dans? og hvordan er det muligt at lade sig inspirere af elementer fra genren elektric boogie-battel og brasiliansk kampdans "Capoeira" i tilrettelæggelse af et...

  5. NYERI KEPALA DAN GANGGUAN TIDUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lina Kamelia

    2014-09-01

    Full Text Available Nyeri kepala dan tidur merupakan dua fenomena yang saling mempengaruhi dengan patomekanisme yang kompleks. Nyeri kepala primer, terutama migren, nyeri kepala klaster dan hypnic headache dapat timbul karena pengurangan waktu tidur, parasomnia, maupun gangguan pada regulasi arsitektur tidur terutama fase rapid eye movement. Sebaliknya, adanya nyeri kepala memicu timbulnya berbagai macam gangguan tidur. Studi pencitraan otak dan biokimia menunjukkan peranan penting melatonin dan nukleus suprachiasmatik   yang mengalami disfungsi pada penderita nyeri kepala yang berhubungan dengan gangguan tidur. [MEDICINA 2013;44:101-104].

  6. ASIMETRI INFORMASI DAN UNDERPRICING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tety Anggita Safitri

    2013-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh asimetri informasi terhadap underpricing. Penelitian ini menggunakan sampel 63 perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2005-2010. Analisis data menggunakan regresi linier berganda, yaitu menguji proksi asimetri informasi yang terdiri atas ukuran perusahaan, umur perusahaan, proporsi saham yang ditawarkan kepada masyarakat, reputasi underwriter dan reputasi auditor terhadap underpricing. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa reputasi underwriter dan reputasi auditor berpengaruh terhadap underpricing. Ukuran perusahaan, umur perusahaan dan proporsi saham yang ditawarkan tidak berpengaruh terhadap underpricing.The aim of this research is to examine the effect of assymetric information on underpricing. This research used a sample of 63 companies that make initial public offering on the Indonesia Stock Exchange in the period of 2005-2010. The data analysis is using multiple linear regression, which is testing the proxy of asymmetric information which consists of the firm size, the firm age, the proportion of shares offered to the public, underwriter reputation and auditor reputation on underpricing. This research indicates that underwriter reputation and auditor reputation have a significant effect on underpricing. The firm size, the firm age and the proportion of shares offered to the public have no significant effect on underpricing.

  7. REDUKSI PEMBOROSAN UNTUK PERBAIKAN VALUE STREAM PRODUKSI “MI LETHEK” MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING (Waste Reduction to Improve Value Stream of “Mi Lethek” Production Using Lean Manufacturing Approach

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditya Nugroho

    2015-09-01

    of raw materials. These recommendations could increase PCE score  to 15,68 %. Keywords: Waste, value stream, “Mi Lethek”, lean manufacturing   ABSTRAK Industri “Mi Lethek” merupakan industri yang menghasilkan produk berupa mi kering berbahan baku tepung tapioka. Pada proses pengolahan mi di industri “Mi Lethek”, terdapat berbagai pemborosan ( yang dapat merugikan industri. Diantara pemborosan yang terjadi berupa persediaan bahan baku yang belum diperlukan dan transportasi berlebih. Untuk mereduksi pemborosan tersebut diperlukan suatu perbaikan pada   menggunakan pendekatan . Pendekatan aktivitas yang ada pada industri “Mi Lethek”. Aktivitas-aktivitas tersebut kemudian digolongkan menjadi dua jenis aktivitas, yaitu aktivitas yang memberikan nilai tambah dan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Waktu dari masing-masing aktivitas tersebut yang selanjutnya digunakan untuk menghitung nilai (PCE. nilai pada produk dibandingkan total waktu yang digunakan produk selama dalam proses. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai PCE awal dari industri “Mi Lethek” sebesar 12,05 %Perbaikan yang dilakukan ialah dengan mengubah tata letak pabrik dan melakukan perbaikan penjadwalan pemesanan bahan baku. Hasil perbaikan tersebut berhasil meningkatkan nilai PCE menjadi  15,68 %. Kata kunci: Pemborosan, “Mi Lethek”

  8. DIVERSITAS DAN KERAPATAN MANGROVE, GASTROPODA DAN BIVALVIA DI ESTUARI PERANCAK, BALI

    OpenAIRE

    Susiana; Ali, Syamsu Alam; Rukminasari, Nita

    2011-01-01

    Penelitian ini bertujuan membandingkan diversitas dan kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia di mangrove alami dan rehabilitasi. Pengukuran ekosistem mangrove menggunakan transek kuadrat 10 m x 10 m. Kelimpahan dan kepadatan gastropoda dan bialvia menggunakan transek kuadrat berukuran 1 m x 1 m. Analisis nMDS, cluster untuk melihat hubungan karekteristik mangrove alami dan rehabilitasi dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi untuk mendetermi...

  9. KOSMOLOGI DALAM ARSITEKTUR TORAJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianto Sumalyo

    2001-01-01

    Full Text Available Modernism in architecture always has a concrete, profane and clear concept.On the totally contrary, traditional architecture traditional has an abstract, spiritual and often religious concept or way of thinking. Toraja, an ethnic group in the northern part of South Sulawesi, has a beautiful and unique architecture which is the expression of Aluk Todolo their way of life and religion. The cosmological thinking of Aluk Todolo is expressed in the architecture of Toraja through it's site plan and units orientation, construction, orientation, material, detail, ornament and other architectural aspects. This article summarises the results of researches, seminars and bibliographical studies on the architecture of Toraja,conducted in the department of architecture University of Hasanuddin Makassar cases from three traditional villages (desa adat: Palawa a big traditional village, Ketekesu' one of the most beautiful traditional villages and Siguntu represent a small desa adat, represent the Toraja traditional architecture. Abstract in Bahasa Indonesia : Modernisme dalam arsitektur selalu menunjuk pada hal-hal yang bersifat konkrit, profan dan konsep yang jelas. Sebaliknya tradisional seperti arsitektur tradisional menunjuk pada hal-hal yang bersifat abstrak, spiritual dan bahkan konsep religius atau "way of thinking". Toraja, sebuah kelompok etnik yang tinggal disebelah utara propinsi Sulawesi Selatan, mempunyai bentuk arsitektur tradisional yang unik dan indah, yang merupakan ekspresi dari "Aluk Todolo", agama dan "way of life" nya. Pemikiran kosmologi dan "Aluk Todolo" diekspresikan dalam arsitektur Toraja, baik dalam tata letak ( site plan, orientasi, konstruksi, material bangunan, detail, ornamen dan aspek-aspek arsitektur lainnya. Tulisan ini merupakan hasil ringkasan dari riset, seminar dan studi kepustakaan arsitektur Toraja, yang dilakukan oleh jurusan arsitektur Universitas Hasanuddin, Makasar di tiga desa adat. Palawa (desa tradisional yang

  10. Contribution of phenylalanine side chain intercalation to the TATA-box binding protein-DNA interaction: molecular dynamics and dispersion-corrected density functional theory studies.

    Science.gov (United States)

    Mondal, Manas; Mukherjee, Sanchita; Bhattacharyya, Dhananjay

    2014-11-01

    Deformation of DNA takes place quite often due to binding of small molecules or proteins with DNA. Such deformation is significant due to minor groove binding and, besides electrostatic interactions, other non-covalent interactions may also play an important role in generating such deformation. TATA-box binding protein (TBP) binds to the minor groove of DNA at the TATA box sequence, producing a large-scale deformation in DNA and initiating transcription. In order to observe the interactions of protein residues with DNA in the minor groove that produce the deformation in the DNA structure, we carried out molecular dynamics simulations of the TBP-DNA system. The results reveal consistent partial intercalation of two Phe residues, distorting stacking interactions at two dinucleotide step sites. We carried out calculations based on dispersion-corrected density functional theory to understand the source of such stabilization. We observed favorable interaction energies between the Phe residues and the base pairs with which they interact. We suggest that salt-bridge interactions between the phosphate groups and Lys or Arg residues, along with the intercalation of Phe residues between two base pair stacks, stabilize the kinked and opened-up DNA conformation.

  11. Candidate SNP Markers of Chronopathologies Are Predicted by a Significant Change in the Affinity of TATA-Binding Protein for Human Gene Promoters.

    Science.gov (United States)

    Ponomarenko, Petr; Rasskazov, Dmitry; Suslov, Valentin; Sharypova, Ekaterina; Savinkova, Ludmila; Podkolodnaya, Olga; Podkolodny, Nikolay L; Tverdokhleb, Natalya N; Chadaeva, Irina; Ponomarenko, Mikhail; Kolchanov, Nikolay

    2016-01-01

    Variations in human genome (e.g., single nucleotide polymorphisms, SNPs) may be associated with hereditary diseases, their complications, comorbidities, and drug responses. Using Web service SNP_TATA_Comparator presented in our previous paper, here we analyzed immediate surroundings of known SNP markers of diseases and identified several candidate SNP markers that can significantly change the affinity of TATA-binding protein for human gene promoters, with circadian consequences. For example, rs572527200 may be related to asthma, where symptoms are circadian (worse at night), and rs367732974 may be associated with heart attacks that are characterized by a circadian preference (early morning). By the same method, we analyzed the 90 bp proximal promoter region of each protein-coding transcript of each human gene of the circadian clock core. This analysis yielded 53 candidate SNP markers, such as rs181985043 (susceptibility to acute Q fever in male patients), rs192518038 (higher risk of a heart attack in patients with diabetes), and rs374778785 (emphysema and lung cancer in smokers). If they are properly validated according to clinical standards, these candidate SNP markers may turn out to be useful for physicians (to select optimal treatment for each patient) and for the general population (to choose a lifestyle preventing possible circadian complications of diseases).

  12. PENGARUH KOMPENSASI, KOMPETENSI DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KEPUASAN DAN KINERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudi Supiyanto

    2015-10-01

    Full Text Available Abstrak: Pengaruh Kompensasi, Kompetensi dan Komitmen Organisasional Terhadap Kepuasan dan Kinerja. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kompensasi, kompetensi dan komitmen organisasional terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan koperasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan KSP (Koperasi Simpan Pinjam yang tersebar di Kabupaten Tuban. Analisis data menggunakan teknik Path Analysis dengan model trimming. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kompensasi, kompetensi dan komitmen organisasi baik secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Kompensasi, kompetensi, komitmen organisasi dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan; namun secara parsial kompetensi dan kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kata kunci: Kompensasi, Kompetensi, Komitmen Organisasional, Kepuasan Kerja Dan Kinerja Karyawan. Abstract: The Effect of Compensation, Competencies and Organizational Commitment toward Job Satisfaction and Performance. The purpose of this study is to examine the effect of compensation, competencies and organizational commitment to employee’s job satisfaction and performance of cooperatives. The population in this study is all employees of KSP (Credit Unions/Loan and Saving Cooperative in Tuban. Data analysis employed is path analysis with trimming model. The study's findings indicate that the compensation, competency and organizational commitment simultaneously and partially have a significant effect on employee’s job satisfaction. Compensation, competencies, organizational commitment and job satisfaction simultaneously have a significant effect on employee’s performance, but partially competence and job satisfaction do not has a significant effect on employee’s performance. Keywords: compensation, competency, organizational comitment, job satisfaction, employee’s performance

  13. MUSEUM TARI DI MAKASSAR DENGAN PENDEKATAN EKSPOSE STRUKTUR PADA FASAD BANGUNAN DAN PENERAPAN TEORI FRAKTAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufik Arfan

    2015-12-01

    Full Text Available Abstrak—Pentingnya museum tari di Makassar adalah untuk memperkenalkan budaya yang dimiliki di Sulawesi Selatan yang dapat dikenal oleh seluruh manca negara, serta parawisatawan dan semua orang untuk berkunjung. Tujuan penelitian non arsitektural ini adalah menampilkan unsur kebudayaan, sejarah serta memperkenalkan Tari Tradisional yang ada di Sulawesi Selatan, sedangkan tujuan arsitekturalnya adalah menentukan lokasi yang sesuai dengan keberadaan museum tari, merancang ruang-ruang yang dibutuhkan sesuai dengan standar Museum serta kebutuhan ruang untuk Museum seni tari, merancang museum tari yang dikaitkan dengan ekspos struktur pada fasad dan penggabungannya dengan teori fraktal, merancang penggunaan fasad bangunan,struktur, utilitas, penampilan bangunan, serta tranformasi bentuk pada museum tari dan merancang tata massa pada museum tari. Hasil laporan ini adalah mendesain bangunan museum tari di Makassar dengan pendekatan ekspos pada struktur fasade bangunan dan penerapan teori fraktal yang disesuaikan dengan standar dan kebutuhan ruang. Kata Kunci :Museum tari, struktur, fasad, fractal Abstract-The importance of dance in Makassar museum is to introduce a culture held in South Sulawesi, which can be known by all foreign countries, as well as parawisatawan and everyone to visit. The research objective non architecturally it is featuring elements of culture, history and introduce Traditional Dance in South Sulawesi, while the purpose of the architectural is to determine the location that corresponds to the existence of the museum of dance, designing spaces required in accordance with the standards Museum as well as the need for space for art museum dance, design a museum of dance that is associated with exposure to the facade structure and merger with fractal theory, designing the use of facades of buildings, structures, utilities, appearance of the building, as well as the transformation of the museum forms of dance and design the masses on

  14. Quantitative mass spectrometry of TATA binding protein-containing complexes and subunit phosphorylations during the cell cycle

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Baltissen Marijke PA

    2009-12-01

    Full Text Available Abstract Background Progression through the cell cycle is accompanied by tightly controlled regulation of transcription. On one hand, a subset of genes is expressed in a cell cycle-dependent manner. On the other hand, a general inhibition of transcription occurs during mitosis. Genetic and genome-wide studies suggest cell cycle regulation at the level of transcription initiation by protein complexes containing the common DNA-binding subunit TATA binding protein (TBP. TBP is a key player in regulating transcription by all three nuclear RNA polymerases. It forms at least four distinct protein complexes with TBP-associated factors (TAFs: SL1, B-TFIID, TFIID, and TFIIIB. Some TAFs are known to remain associated with TBP during the cell cycle. Here we analyze all TAFs and their phosphorylation status during the cell cycle using a quantitative mass spectrometry approach. Results TBP protein complexes present in human cells at the G2/M and G1/S transitions were analyzed by combining affinity purification with quantitative mass spectrometry using stable isotope labeling with amino acids in cell culture (SILAC. Phosphorylations were mapped and quantified after enrichment of tryptic peptides by titanium dioxide. This revealed that subunit stoichiometries of TBP complexes remained intact, but their relative abundances in nuclear extracts changed during the cell cycle. Several novel phosphorylations were detected on subunits of the TBP complexes TFIID and SL1. G2/M-specific phosphorylations were detected on TAF1, TAF4, TAF7, and TAFI41/TAF1D, and G1/S-specific dephosphorylations were detected on TAF3. Many phosphorylated residues were evolutionary conserved from human to zebrafish and/or drosophila, and were present in conserved regions suggesting important regulatory functions. Conclusions This study provides the first quantitative proteomic analysis of human TBP containing protein complexes at the G2/M and G1/S transitions, and identifies new cell cycle

  15. DAMPAK NEGATIF PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMATIKA DAN KOMUNIKASI DAN CARA ANTISIFASINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Ratnaya

    2011-03-01

    Full Text Available Sampai saat ini perkembangan ilmu pengetahuan telah menghantarkan masyarakat menuju babak baru yaitu babak yang memanfaatkan peralatan-peralatan yang merupakan hasil dari teknologi. Penggunaan tenaga manusia yang semakin hari semakin kecil volumenya sering kali menyebabkan orang kehilangan pekerjaannya karena tugasnya telah tergantikan oleh peralatan atau mesin. Sebagai sarana penyampaian informasi dan komunikasi, komputer bisa dipakai sebagai sarana berinternetan. Lewat internet orang bisa mencari bermacam-macam informasi dan berkomunikasi. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Selain memberikan keuntungan, ternyata peralatan teknologi informasi dan komunikasi juga memberikan dampak negatif bagi penggunanya. Dampak negatif tersebut muncul sebagai akibat dari penggunaan yang salah atau tidak bertanggung jawab dari yang menggunakan. Beberapa dampak negatif tersebut adalah 1. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton TV ketimbang melakukan hal lainnya (seperti belajar dan olah raga, 2. Anak kehilangan kemampuan berbaur dengan masyarakat dan cenderung nyaman dengan kehidupan online, 3 Adanya pelanggaran hak cipta, 4.  Kejahatan di internet, 5. Penyebaran virus komputer, dan 6. Pornografi, perjudian, penipuan, tayangan kekerasan. Adapun cara mengatasi dampak-dampak negatif tersebut adalah : 1. Gunakan teknologi untuk menjalin hubungan dengan orang yang sudah dikenal, 2. Cari komunitas positif  yang sering melakukan pertemuan didunia nyata, 3. Perlunya penegakkan hukum yang berlaku dengan dibentuknya polisi internet, 4. Menghindari pemakaian telepon seluler yang berfitur canggih oleh anak-anak dibawah umur dan lebih mengawasi penggunaan telepon seluler, 5. Perbanyak membaca buku-buku yang bersifat edukatif dan bersifat keimanan serta aplikasi komputer yang bersifat mendidik, dan 6. Perlunya pengaturan

  16. KETERGANTUNGAN ONLINE GAME DAN PENANGANANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ridwan Syahran

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perilaku yang ditimbulkan dari kecanduan bermaian online game pada siswa SMP Negeri 1 Palu yang meliputi faktor-faktor penyebab kecanduan, keadaan psikologis yang ditimbulkan dari kecanduan bermain online game dan dampak-dampak yang ditimbulkan dari kecanduan bermain online game.Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan berdasarkan responden dan informan sebagai bahan sumber data. Dalam proses pengumpulan data digunakan teknik observasi dan wawancara, dimana setelah data diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian ini, bahwa subyek (RZ dan (MT, kedua subyek penelitian menjadi ketergantungan atau kecanduan untuk bermain online game yang dikarenakan tersedianya beberapa fasilitas pendukung untuk bermain game di rumah, adanya faktor sosial dari pertemanan dengan teman bermain dan keingintahuan yang sangat besar terhadap suatu jenis game. Penanganan ketergantungan game online dengan bantuan dari berbagai pihak terutama pihak sekolah memberikan kepercayaan kepada konselor sekolah atau guru BK untuk mengadakan seminar kepada orang tua siswa tentang game online dan masalah yang akan ditimbulkan, mengatur waktu belajar dan bermain anak, memasukkan materi tentang game online dan dampaknya kepada siswa serta memberikan penyaluran yang baik dalam memilih game yang edukatif serta Menjalin komunikasi interpersonal agar anak dapat terbuka dengan orang tua.

  17. Proses Komunikasi Antar Pribadi Dalam Keluarga Ibu Bekerja (Studi Deskriptif Kualitatif mengenai Proses Komunikasi Antar Pribadi Ibu Bekerja pada Subbagian Tata Laksana dan Kepegawaian, Biro Umum, Sekjen Kemendikbud Jakarta dengan Suami dan Anak dalam Hubungan Harmonisasi)

    OpenAIRE

    Putri, Melati Wanda

    2016-01-01

    This study titled Interpersonal Communication Process in the Mother's Work Family. A qualitative descriptive study aimed to determine the process of interpersonal communication that takes place between mother worked with her husband and children in the harmonization of the relationship as well as to find out the scheme in family relationships. The theory used in this study is the Theory of Communication, Interpersonal Communication Theory, Theory of Self-Disclosure, and Family Communication. ...

  18. TatAc, the Third TatA Subunit of Bacillus subtilis, Can Form Active Twin-Arginine Translocases with the TatCd and TatCy Subunits

    NARCIS (Netherlands)

    Monteferrante, Carmine G.; Baglieri, Jacopo; Robinson, Colin; van Dijl, Jan Maarten

    Two independent twin-arginine translocases (Tat) for protein secretion were previously identified in the Gram-positive bacterium Bacillus subtilis. These consist of the TatAd-TatCd and TatAy-TatCy subunits. The function of a third TatA subunit named TatAc was unknown. Here, we show that TatAc can

  19. ANALISIS KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR DI KECAMATAN KARANGAN DAN KALIORANG KABUPATEN KUTAI TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iin Sumbada Sulistyorini

    2017-02-01

    Kecamatan Karangan.Karakteristik bentang alam di dua kecamatan hampir sama, yaitu merupakan perbukitan dengan torehan kecil. Begitu juga ketiga lokasi sumber air merupakan kawasan perbukitan Karst (Batu kapur. Bentang lahan Karst bukan hanya menyediakan bahan-bahan material, keanekaragaman hayati, tetapi juga penyedia jasa ekosistem seperti air bersih, pengatur tata air dan potensi atas dan bawah permukaan seperti gua-gua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik air dari ketiga sumber air memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Dari hasil pengujian laboratorium, kualitas kimia air di tiga lokasi memiliki kandungan BOD (Biochemical Oxygen Demand  dan COD (Chemical Oxygen Demand yang relatif tinggi. Tingginya nilai BOD dan COD mengindikasikan bahwa air tersebutt dalam kondisi tercemar oleh akumulasi bahan organik terutama seresah dari vegetasi hutan diatasnya. Selanjutnya untukTotal coliform dan Fecal coliform walaupun jumlahnya di bawah ambang batas baku mutu yang dipersyaratkan, namun keberadaaannya di dalam air menunjukkan adanya kontaminasi sumber mata air oleh limbah seperti dari limpasan pertanian, kotoran hewan yang mengandung bakteri, virus, dan atau organisme penyebab penyakit lainnya. Berdasarkan kelas peruntukkan air, sumber air di ketiga lokasi sangat sesuai untuk digunakan sebagai irigasi, sarana atau prasarana budidaya ikan air tawar, rekreasi, dan peruntukkan lainnya yang mempersyaratkan baku mutu yang sama. Sedangkan untuk peruntukkan air sebagai bahan baku air minum terlebih dahulu harus melalui pengolahan atau treatment tertentu.

  20. Ilmu Kesehatan Masyarakat Dan Kedokteran Pencegahan

    OpenAIRE

    Rivai, SKM, M.Kes

    2009-01-01

    Winslow, Profesor kesehatan masyarakat pada Yale University pada tahun 1920 mendefinisikan (Leavel and Clark, 1958): Kesehatan masyarakat (public health) adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk diagnosa...

  1. Fasilitas Edukasi dan Rekreasi Kalimas di Surabaya

    OpenAIRE

    Harsono, Meiliana Sutanto

    2013-01-01

    Fasilitas Edukasi dan Rekreasi Kalimas di Surabaya” merupakan fasilitas yang bertujuan mengenalkan dan mengedukasi masyarakat mengenai manfaat, permasalahan, dan sejarah Kalimas secara interaktif dengan memanfaatkan air olahan sungai Kalimas. Fasilitas ini diharapkan mampu mengangkat keberadaan sungai Kalimas di kawasan Dinoyo yang juga merupakan salah satu titik rencana revitalisasi Kalimas oleh Pemerintah kota. Karya desain arsitektur dan pendalaman ruang yang didesain diharapkan mampu meny...

  2. Candidate SNP markers of reproductive potential are predicted by a significant change in the affinity of TATA-binding protein for human gene promoters.

    Science.gov (United States)

    Chadaeva, Irina V; Ponomarenko, Petr M; Rasskazov, Dmitry A; Sharypova, Ekaterina B; Kashina, Elena V; Zhechev, Dmitry A; Drachkova, Irina A; Arkova, Olga V; Savinkova, Ludmila K; Ponomarenko, Mikhail P; Kolchanov, Nikolay A; Osadchuk, Ludmila V; Osadchuk, Alexandr V

    2018-02-09

    The progress of medicine, science, technology, education, and culture improves, year by year, quality of life and life expectancy of the populace. The modern human has a chance to further improve the quality and duration of his/her life and the lives of his/her loved ones by bringing their lifestyle in line with their sequenced individual genomes. With this in mind, one of genome-based developments at the junction of personalized medicine and bioinformatics will be considered in this work, where we used two Web services: (i) SNP_TATA_Comparator to search for alleles with a single nucleotide polymorphism (SNP) that alters the affinity of TATA-binding protein (TBP) for the TATA boxes of human gene promoters and (ii) PubMed to look for retrospective clinical reviews on changes in physiological indicators of reproductive potential in carriers of these alleles. A total of 126 SNP markers of female reproductive potential, capable of altering the affinity of TBP for gene promoters, were found using the two above-mentioned Web services. For example, 10 candidate SNP markers of thrombosis (e.g., rs563763767) can cause overproduction of coagulation inducers. In pregnant women, Hughes syndrome provokes thrombosis with a fatal outcome although this syndrome can be diagnosed and eliminated even at the earliest stages of its development. Thus, in women carrying any of the above SNPs, preventive treatment of this syndrome before a planned pregnancy can reduce the risk of death. Similarly, seven SNP markers predicted here (e.g., rs774688955) can elevate the risk of myocardial infarction. In line with Bowles' lifespan theory, women carrying any of these SNPs may modify their lifestyle to improve their longevity if they can take under advisement that risks of myocardial infarction increase with age of the mother, total number of pregnancies, in multiple pregnancies, pregnancies under the age of 20, hypertension, preeclampsia, menstrual cycle irregularity, and in women smokers

  3. FILOSOFI DAN PENERAPAN KONSEPSI BUNGA PADMA DALAM PERWUJUDAN ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Widya Paramadhyaksa

    2016-09-01

    Full Text Available Padma adalah sebutan bunga teratai merah dalam bahasa Sanskerta. Padma tumbuh secara alami di media lumpur dengan kandungan air yang cukup. Akarnya tumbuh menjalar di media tanah, batangnya terendam di air, sedangkan daunnya yang lebar mengapung di permukaan air. Bunga padma yang sedang mekar berada di atas permukaan air, menengadah, bersih dari noda lumpur, dengan kelopaknya yang merekah sempurna ke segala arah. Karakter fisik padma yang sedemikian rupa ini telah lama melahirkan ilham dijadikannya padma sebagai bunga suci dalam ajaran Hindu dan Buddha. Dalam seni lukis dan seni arca timur, padma juga sering dijadikan lapik atau atribut yang digenggam tokoh dewa-dewi tertentu. Di Bali, padma juga dijadikan sebagai konsepsi dasar wujud bangunan suci dan arah mata angin. Kelopak-kelopak bunga padma yang merekah sempurna sering kali dikaitkan dengan keberadaan delapan arah mata angin utama yang diyakini dijaga oleh para dewata utama pula. Tulisan ini merupakan ringkasan dari suatu kajian yang menerapkan metode hermeneutik tentang filosofi bunga padma dan keterkaitannya dengan konsep arah mata angin utama yang dikenal dalam tatanan arsitektur tradisional Bali. Pada beberapa bagian juga akan dipaparkan gambaran wujud penerapan konsepsi bunga padma tersebut dalam berbagai perwujudan arsitektur tradisional Bali. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa Konsepsi Padma ini telah terejawantahkan dalam tata ruang Pulau Bali, tata mandala pura, seni bangunan suci, dan seni ikonografis arca tradisional Bali.   Padma refers to red water lily in Sanskrit. Padma grows naturally in the mud media with enough water content. Its roots spread in the soil planting media, the stem is submerged in water, while the leaves float on the water surface. Water lily flower blooms above the surface of the water, looking up, clean from mud, with petals that splitting all directions. Such padma’s physical characteristics have brought inspiration so that it becomes a

  4. RESISTENSI AGAMA DAN BUDAYA MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    David Samiyono

    2013-12-01

    Interaksi antar etnis, agama dan budaya bukanlah barang langka di Bali. Sejak semula hal tersebut sudah ada, ketika pulau ini menjadi locus perdagangan hasil bumi. Sebab sesungguhnya kebudayaan Bali menjujung tinggi nilai-nilai keseimbangan dan harmonisasi antar manusia dengan Tuhan (perhyangan, dengan sesama (pawongan dan dengan lingkungan (palemahan. Konsep ini disebut Tri hita karana. Bali kini berubah. Budayanya berorientasi pada jasa, yang berkait dengan industri pariwisata. Sikap orang Bali kini tidak lagi ramah dan harmoni. Akibat ledakan bom dalam bulan Oktober 2002 dan 2005, masyarakat lebih berhati-hati terhadap para pendatang. Ajeg Bali merupakan kearifan lokal –agama dan budaya– masyarakat Bali dalam rangka menanggulangi pengaruh luar yang mengakibatkan perubahan di berbagai bidang sehingga identitas kebalian mengalami degradasi. Ajeg Bali merupakan bentuk resistensi masyar­akat Bali dalam rangka membatasi pendatang dari luar Bali. Kajian ini berusaha untuk menjawab pertanyaan “apakah Ajeg Bali, sebuah kearifan lokal masyarakat Bali dapat membendung pengaruh budaya, agama dan ekonomi masyarakat Bali?”

  5. GAMBARAN JENIS DAN JUMLAH KONSUMSI FAST FOOD DAN SOFT DRINK PADA MAHASISWA OBESITAS DI UNIVERSITAS HASANUDDIN

    OpenAIRE

    Suryanti, Rut; Jafar, Nurhaedar; Syam, Aminuddin

    2013-01-01

    Konsumsi fast food dan soft drink dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis dan jumlah zat gizi makro dari konsumsi fast food dan soft drink pada mahasiswa yang obesitas.Jenis penelitian adalah deskriptif, dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2013 di Universitas Hasanuddin dengan jumlah responden 60 orang. Instrument penelitian adalah kuesioner identitas diri dan food frekuensiSemiQuantitatif fast food dan soft drink, food pictur...

  6. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khaidir Anwar

    2014-06-01

    Full Text Available Menjelaskan dinamuka dan perkembangan filsafat ilmu merupakan tujuan penulisan ini. Metode penelitian normatif (doctrinal research dengan menggunakan bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dikumpulkan melalui studi pustaka yang kemudian dianalisis dengan pendekatan sejarah (historical approach dan filosofis (fhylosofy approach dipergunakan untuk menemukan jawaban atas tujuan tersebut. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sejarah perkembangaan filsafat ilmu tidak dapat dilepaskan dengan sejarah filsafat tu sendiri, khususnya filsafat barat. perkembangan foilsafat barat dibagi menjadi 4 (empat periodesasi yaitu: (a zaman yunani kuno (b zaman abad pertengahan (c zaman abad moderen (d zaman abad kontemporer.

  7. DIAGNOSIS DAN PENATALAKSAAN SPONDILITIS TUBERKULOSA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Suyasa

    2012-11-01

    Full Text Available Spondilitis tuberculosis merupakan fokus sekunder infeksi tuberculosis yang mengenai tulang belakang. Keterlibatan tulang belakang akan dapat memperberat morbiditas karena adanya potensi defsit neurologis dan deformitas yang permanent. Diagnosis ditegakkan berdasarkan klinis, laboratories, imaging, bakteriologis dan histopathologis. Sampai saat ini belum ada therapi definitif yang baku. Masih ada kontroversi antara terapi konservative dengan pembedahan. Telah dikembangkan metode total treatment yang merupakan gabungan terapi konservatif dan tindakan operatif berdasarkan identifikasi masalah yang dihadapi masing ? masing penderita.Therapi pembedahan dapat berupa radikal atau middle path, anterior atau posterior, atau kombinasi anterior posterior dengan atau tanpa instrumentasi.

  8. Perancangan dan Analisis Redistribution Routing Protocol OSPF dan EIGRP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DWI ARYANTA

    2016-02-01

    Full Text Available Abstrak OSPF (Open Shortest Path First dan EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol adalah dua routing protokol yang banyak digunakan dalam jaringan komputer. Perbedaan karakteristik antar routing protokol menimbulkan masalah dalam pengiriman paket data. Teknik redistribution adalah solusi untuk melakukan komunikasi antar routing protokol. Dengan menggunakan software Cisco Packet Tracer 5.3 pada penelitian ini dibuat simulasi OSPF dan EIGRP yang dihubungkan oleh teknik redistribution, kemudian dibandingkan kualitasnya dengan single routing protokol EIGRP dan OSPF. Parameter pengujian dalam penelitian ini adalah nilai time delay dan trace route. Nilai trace route berdasarkan perhitungan langsung cost dan metric dibandingkan dengan hasil simulasi. Hasilnya dapat dilakukan proses redistribution OSPF dan EIGRP. Nilai delay redistribution lebih baik 1% dibanding OSPF dan 2-3% di bawah EIGRP tergantung kepadatan traffic. Dalam perhitungan trace route redistribution dilakukan 2 perhitungan, yaitu cost untuk area OSPF dan metric pada area EIGRP. Pengambilan jalur utama dan alternatif pengiriman paket berdasarkan nilai cost dan metric yang terkecil, hal ini terbukti berdasarkan perhitungan dan simulasi. Kata kunci: OSPF, EIGRP, Redistribution, Delay, Cost, Metric. Abstract OSPF (Open Shortest Path First and EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol are two routing protocols are widely used in computer networks. Differences between the characteristics of routing protocols pose a problem in the delivery of data packets. Redistribution technique is the solution for communication between routing protocols. By using the software Cisco Packet Tracer 5.3 in this study were made simulating OSPF and EIGRP redistribution linked by technique, then compared its quality with a single EIGRP and OSPF routing protocols. Testing parameters in this study is the value of the time delay and trace route. Value trace route based on direct calculation of cost

  9. Differential utilization of TATA box-binding protein (TBP) and TBP-related factor 1 (TRF1) at different classes of RNA polymerase III promoters.

    Science.gov (United States)

    Verma, Neha; Hung, Ko-Hsuan; Kang, Jin Joo; Barakat, Nermeen H; Stumph, William E

    2013-09-20

    In the fruit fly Drosophila melanogaster, RNA polymerase III transcription was found to be dependent not upon the canonical TATA box-binding protein (TBP) but instead upon the TBP-related factor 1 (TRF1) (Takada, S., Lis, J. T., Zhou, S., and Tjian, R. (2000) Cell 101, 459-469). Here we confirm that transcription of fly tRNA genes requires TRF1. However, we unexpectedly find that U6 snRNA gene promoters are occupied primarily by TBP in cells and that knockdown of TBP, but not TRF1, inhibits U6 transcription in cells. Moreover, U6 transcription in vitro effectively utilizes TBP, whereas TBP cannot substitute for TRF1 to promote tRNA transcription in vitro. Thus, in fruit flies, different classes of RNA polymerase III promoters differentially utilize TBP and TRF1 for the initiation of transcription.

  10. PANDANGAN MOHAMMED ARKOUN DAN SAYYED HOSSEIN NASR TENTANG TRADISI DAN MODERNITAS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMIKIRAN HUKUM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahsun Mahsun

    2014-09-01

    Full Text Available Tulisan ini mengurai pemikiran Mohammed Arkoun dan Sayyed Hossein Nasr tentang tradisi dan modernitas. Arkoun memahami tradisi sebagai wujud profan dan relatif yang terbentuk dalam kerangka ruang-waktu tertentu, sedangkan Nasr memahaminya sebagai wujud sakral dan transenden sebagai manifestasi ilahi dalam jagat raya kesejarahan umat manusia. Implikasinya terhadap pemikiran hukum Islam adalah kemungkinan visionable dari pemikiran tradisi Arkoun dan resistensi dari pemikiran tradisi Nasr. Kritisisme Arkoun yang menganggap al-Qur’an sebagai yang profan dan dalam batas-batas tertentu qabil an-niqas, karena sebagai human contruction, dan pandangan utamanya yang menyatakan bahwa segala wujud tradisi sebagai produk sejarah, akan memungkinkan diri untuk mengadopsi pemikiran-pemikiran dan metode-metode baru tanpa sama sekali menggugat, untuk dipatrik ke dalam sistem metodologi hukum Islam. Implikasi ini akan mengantarkan pada pentingnya pendekatan a unified approach to shari’ah and social inference, yang berusaha menjembatani dan memadukan pendekatan tekstual (normatif dan pendekatan kontekstual (sosial secara simultan dalam penemuan hukum Islam. Kemungkinan implikasi ini akan nampak berbeda dalam perspektif konservativisme dan tradisionalisme Nasr atas tradisi yang akan membawa pada kepongahan orientasi kajian hukum yang hanya terfokus pada law in book dari pada law in action. Hal inilah yang dalam pandangan NJ. Coulson yang telah melahirkan konflik dan ketegangan baru antara teori dan praktek dalam sejarah hukum Islam.  Kata kunci: tradisi, modernitas, dan hukum Islam

  11. Perawatan Pergeseran Mandibula dan Kliking Menggunakan Teknik Edgewise dan Trainer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rully Utami

    2014-06-01

    Full Text Available Kasus ini terjadi pada perempuan usia 22 tahun yang bersedia dipublikasikan untuk kepentingan  ilmu pengetahuan. Keluhan utama mandibula dan dagunya bergeser ke kanan, gigitan terbuka posterior dan bunyi click di persendian temporomandibular. Diagnosis pasien adalah maloklusi Angle kelas III tipe dento skeletal, pergeseran garis tengah mandibula dan dagu ke kanan, gigitan terbuka posterior dan clicking pada sendi temporomandibular. Perawatan dilakukan dengan teknik Edgewise dan trainer. Leveling dan unraveling dilakukan menggunakan kawat stainless steel bulat diameter 0,014 mm dengan multiloop. Trainer digunakan untuk koreksi pergeseran mandibula. Perawatan dilakukan selama 11 bulan, dan menunjukkan hasil hubungan molar pertama kanan menjadi kelas I. Overjet meningkat dari 0,1 mm menjadi 2 mm, overbite meningkat dari 0,2 mm menjadi 2,57 mm, garis tengah mandibula yang semula bergeser ke kanan 4,38 mm menjadi 2,53 mm, gigitan terbuka posterior dan clicking telah terkoreksi. Compromised Treatment of Class III Malocclusion with Mandibular Shifting, Posterior Openbite and Clicking Using Edgewise Technique and Trainer In Adult. This case report described the treatment of an adult female 22 years old who complained that her mandibula and chin shift to the right, posterior openbite and clicking. The patient diagnosed class III molar relationship, skeletal class III malocclusion, mandibular midline and chin shift to the right, posterior openbite and clicking on temporomandibular joint. Treatment was conducted using combination between  Edgewise Technique and trainer.  Leveling and unraveling are achieved by round stainless steel archwire 0,014 mm with multiloop. Trainer used to corrected the mandibular shifting. Result after 1 years treatment showed that the right molar relationship became class I, overjet increased  from 0,1 mm to 2 mm, overbite increased  from 0,2 mm to 2,57 mm, mandibular midline shifting decresed from 4,38 mm to 2,53 mm

  12. Nurcholish Madjid dan Pemikirannya (Diantara Kontribusi dan Kontroversi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasitotul Janah

    2017-09-01

    Full Text Available Dalam konteks Indonesia, sejak tahun 1970-an, Nurcholish Madjid adalah ikon cendekiawan Islam yang dianggap paling kontroversi sekaligus paling kontibutif. Pemikirannya berkelindan diantara tiga tema besar; Keislaman, Keindonesiaan dan Kemodernan. Dia berani mendekonstruksi pemikiran pemikiran Islam yang dianggapnya sudah mengalami fosilisasi, kemandegan, stagnasi dan  kejumudan yang membuat umat Islam menjadi kehilangan daya adaptasinya menghadapi laju problematika kehidupan nyata yang semakin kompleks. Salah satu pemikiran yang dianggap paling polemis dan kontroversial adalah ketika ia mendekontruksi eksklusivisme dan menawarkan inklusvisme sebagai gantinya. Hal ini jelas dianggap melawan arus pemahaman mainstream. Sebagai cendekiawan neomodernisme, Ia membangun nalar inklusivisme menggunakan pendekatan dan metodologi modern tanpa menafikan  argumensi doktrin-doktrin otentik Islam itu sendiri, yaitu al Qur’an dan hadis plus pendapat ulama-ulama terdahulu. Oleh karena itulah, walaupun sejak ia mempublikasikan pemikiran-pemikirannya, ia telah mengundang kontroversi yang hebat bahkan sampai saat ini, ia tetaplah dianggap sebagai pemikir yang paling memiliki kontribusi yang cemerlang bagi dinamika pemikiran Indonesia.

  13. RADIKALISME NEGARA DAN KEKUASAAN PERSPEKTIF POLITIK GLOBAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Sidi Ritaudin

    2014-12-01

    Full Text Available Meskipun tragedi kemanusiaan yang berbasis terorisme bersifat domistik regional, tetapi sebab musababnya, setelah dilakukan penelusuran secara kritis dan tajam serta mendalam oleh para ahli, adalah dimensi politik global. Ini bukan asumsi tetapi fakta dan realita. Sebut saja misalnya tragedi WTC di Amerika serikat 11 September 2001, yang berbuntut pada pembumihangusan Irak, pembantaian dan pembunuhan secara keji di Palestina. Dan saat ini terjadi pembumihangusan Irak jilid dua dengan peristiwa ISIS, tragedi kemanusiaan di Ukraina dan Somalia. Sebahagian pemerhati Islam dan Timur Tengah menengarai bahwa motif gerakan radikalisme merupakan antitesa dari keserakahan politik, ekonomi, kekuasaan dan keangkuhan peradaban. Paradoksal radikalisme Islam dengan para aktivis pengusung ide sekularisme, pluralisme, dan liberalisme agama sudah berlangsung cukup lama dan tiada berkesudahan, menarik untuk didiskusikan.

  14. CORPORATE IDENTITY SEJARAH DAN APLIKASINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christine Suharto Cenadi

    1999-01-01

    Full Text Available In the recent globalization era%2C and the developed market%2C many companies compete to attract consumers to buy their products. One of the keys to compete and survive in this developing market is by creating an image and graphic identity. This paper will discuss about corporate identity%2C image%2C its purpose and applications. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam era globalisasi dewasa ini%2C dan dengan berkembangnya pasar (market%2C banyak perusahaan bersaing untuk menarik perhatian konsumen untuk membeli produknya. Salah satu cara untuk bersaing dan dapat bertahan di dalam pasar yang terus berkembang ini adalah dengan menciptakan suatu image dan identitas graphic. Tulisan ini akan membahas tentang corporate identity%2C image%2C fungsi dan aplikasinya

  15. MUHAMMADIYAH DAN GERAKAN PENCERAHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dartim Dartim

    2016-05-01

    Full Text Available Muhammadiyah is the Islamic movements that make Islam as the soul in any aspects of life. complexity of the faith problems dan Muamalah that hit people make Muhammadiyah should be able to be creative in da'wah. The challenge in keeping Islam in order to become a genuine religion of various forms of shirk and hypocrisy is still relevant. New TBC styles or modern TBC, such as secularism, liberalism, materialism, syncretism and relativism, and other isms that it is shirk and modern hypocrite which are no less dangerous than the traditional TBC. In addition the problem of poverty, economic disparities, pornography, crime and other social problems remains a heavy burden for the nation. Islamic progressive of Muhammadiyah as a trade mark in this period is a movement of enlightenment for the people and nation.

  16. MAKNA PENATAAN PELETAKAN MAKAM KUNA DI TEPI SUNGAI CIRENDE KECAMATAN SUKADANA-CIAMIS MEANING OF STRUCTURING OF LAYING ON KUNA TOMB ON THE BANKS OF CIRENDE DISTRICT RIVER IN SUKADANA SUB DISTRICT IN CIAMIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Effie Latifundia

    2016-06-01

    ABSTRAK Makam mengandung berbagai data penting yang dapat menggambarkan masyarakat pendukungnya di masa lalu. Banyak pemahaman dan makna yang ada pada wujud makam sebagai warisan budaya. Hasil penelitian di Desa Margaharja dan Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, menunjukkan bahwa  makam-makam kuna di tepi Sungai Cirende ada hubungannya dengan status sosial atau stratifikasi sosial. Hal ini dapat dilihat dari penataan peletakan makam, yaitu  di perbukitan atau pedataran yang ditinggikan serta ditempatkan pada bagian yang paling utama dalam kompleks makam. Selain itu, posisi makam tokoh utama terletak di barisan paling timur, paling utara, atau barisan terdepan dari makam-makam lain disekitarnya. Ada kalanya makam tokoh utama diletakkan pada satu ruangan atau dalam bangunan cungkup tersendiri yang diberi pagar atau ditembok keliling yang terpisah dengan makam lainnya. Nilai budaya yang terkandung dari perilaku masyarakat tersebut merupakan pemberian rasa hormat terhadap tokoh yang dimakamkan. yang dipandang masyarakat termasuk pada golongan ber status sosial.   Kata Kunci: makam. tata letak, stratifikasi sosial

  17. Le CRDI dans les Philippines

    International Development Research Centre (IDRC) Digital Library (Canada)

    Le CRDI appuie la recherche dans les. Philippines depuis 1972. Le travail qu'y ont accompli des universités et des instituts de recherche vigoureux et la participation active de la société civile ont entraîné d'importantes améliorations dans les domaines de l'agriculture, du suivi de la pauvreté et de la gestion des forêts.

  18. XML specifications DanRIS

    DEFF Research Database (Denmark)

    2009-01-01

    XML specifications for DanRIS (Danish Registration- og InformationsSystem), where the the aim is: Improved exchange of data Improved data processing Ensuring future access to all gathered data from the year 1999 until now......XML specifications for DanRIS (Danish Registration- og InformationsSystem), where the the aim is: Improved exchange of data Improved data processing Ensuring future access to all gathered data from the year 1999 until now...

  19. MENGENALI GEJALA TINITUS DAN PENATALAKSANAANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Purwita Agustini

    2016-05-01

    Full Text Available Telinga berdenging atau dikenal dalam bahasa medis sebagai tinitus, banyak dikeluhkan sebagai suatu bising atau bunyi yang muncul di kepala tanpa adanya rangsangan dari luar. Adapun keluhan yang dialami ini seperti bunyi mendengung, mendesis, menderu, atau berbagai variasi bunyi yang lain. Tinitus bukanlah penyakit atau sindroma, tapi hanya merupakan gejala yang mungkin berasal dari satu atau sejumlah kelainan. Sebetulnya suara yang terdengar oleh telinga tersebut belum tentu bersifat kelainan atau patologis. Jika orang sehat yang terbukti telinganya normal, berada dalam ruang kedap (anehoic chamber, maka ia akan dapat mendengar berbagai macam suara yang berasal dari berbagai organ tubuhnya sendiri yang memang bekerja setiap saat, contohnya: pernapasan, kontraksi jantung, dan aliran darah. Kenyataannya, dalam kehidupan sehari-hari, suasana yang memungkinkan suara fisiologis atau normal tersebut terdengar oleh seseorang sangat jarang tercipta dan bahkan dalam kamar yang sunyi di malam hari sekalipun. Hal ini dikarenakan, bunyi masking dari lingkungan dengan berintensitas bunyi sekitar 25 – 30 dB. Tinitus baru menjadi gejala jika suara organ tubuh intensitasnya melebihi bunyi masking lingkungan tadi. Tinitus kerap diderita terutama orang pada kelompok usia pertengahan dan usia tua. Menurut data statistic dari pusat kesehatan di Amerika, sekitar 32% orang dewasa pernah mengalami tinitus pada suatu saat tertentu dalam hidupnya, dan 6 % nya sangat menganggu dan cukup sulit disembuhkan. Di Inggris, 17% populasi juga memiliki masalah tinitus. Sayangnya di Indonesia belum ada data statistic yang memadai, namun berdasarkan pengalaman empiris, penderita tinitus cukup banyak dan sering ditemui di tempat praktek, klinik, maupun rumah sakit. Meski tinitus bukanlah keadaan yang membahayakan, munculnya gejala ini pada hampir kebanyakan orang sangat mengganggu dan sering mempengaruhi kualitas hidup dan pekerjaannya. Kata Kunci: Tinitus, berdenging, telinga

  20. Ketergantungan Online Game Dan Penanganannya

    OpenAIRE

    Syahran, Ridwan

    2015-01-01

    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perilaku yang ditimbulkan dari kecanduan bermaian online game pada siswa SMP Negeri 1 Palu yang meliputi faktor-faktor penyebab kecanduan, keadaan psikologis yang ditimbulkan dari kecanduan bermain online game dan dampak-dampak yang ditimbulkan dari kecanduan bermain online game.Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan berdasarkan responden dan informan sebagai bahan sumber data. Dalam proses ...

  1. Pengenalan Dan Proses Pembuatan Gelatin

    OpenAIRE

    Hastuti, Dewi; Sumpe, Iriane Sumpe

    2007-01-01

    Gelatin adalah produk alami yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen. Gelatin merupakan protein yang larut yang bisa bersifat sebagai gelling agent (bahan pembuat gel) atau sebagai non gelling agent. Sumber bahan baku gelatin dapat berasal dari sapi (tulang dan kulit jangat), babi (hanya kulit) dan ikan (kulit). Cara pembuatan gelatin secara umum adalah : kulit atau tulang hewan yang kaya akan kolagen direndam dalam asam atau basa, kemudian diekstrasi dengan panas secara bertingkat. G...

  2. Sifilis Laten: Diagnosis dan Pengobatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rasmia Rowawi

    2013-09-01

    Full Text Available Abstrak   Sifilis laten merupakan stadium sifilis yang diakibatkan oleh T. pallidum yang masih menetap dalam tubuh, namun tidak menunjukkan gejala dan hanya menunjukkan hasil pemeriksaan serologis yang reaktif. Sifilis laten yang tidak diterapi dapat menetap bertahun-tahun atau seumur hidup dan dapat meningkatkan risiko terinfeksi HIV. Ibu hamil dengan sifilis laten dini akan menyebabkan sekitar 40% bayi yang dilahirkankannya tertular, 20% prematur, 10% lahir mati, dan 4% meninggal pada waktu dilahirkan. Diagnosis sifilis laten dini ditegakkan bila dalam 12 bulan terakhir ditemukan satu atau lebih dari tanda-tanda berikut ini: peningkatan titer VDRL/RPR sebanyak empat kali atau lebih; pada anamnesis didapatkan gejala sifilis primer dan sekunder; riwayat kontak seksual dengan seseorang yang didiagnosis atau diduga menderita sifilis primer atau sifilis sekunder atau sifilis laten dini; serta kontak seksual dengan seseorang dengan tes VDRL atau RPR dan TPHA reaktif. Pengobatan yang direkomendasikan untuk sifilis laten dini adalah benzatin penisilin 2,4 juta UI, IM, dosis tunggal, sedangkan pada sifilis laten lanjut, benzatin penisilin 2,4 juta UI, IM, diberikan 3 kali dengan interval satu minggu. Pemeriksaan serologis sifilis non- treponemal (VDRL atau RPR dilakukan setelah pengobatan 3, 6, 12, dan 24 bulan untuk menilai keberhasilan pengobatan.   Kata kunci: Diagnosis, silifis laten, terapi

  3. ENERGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Astra

    2010-11-01

    Full Text Available Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang  lainnya, perubahannya sering mempengaruhi lingkungan dan udara yang kita hirup dengan berbagai cara. Energy kimia dalam bahan bakar fosil diubah menjadi energy panas, mekanik, atau listrik melalui pembakaran dan  ini sebagai penghasil polutan terbesar. Dan dengan demikian pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan kompor adalah penyebab utama terjadinya polusi udara.  Polutan yang dikeluarkan biasanya dikelompokan menjadi  hidrokarbon (HC, nitrogen oksida (NOx, dan  karbon monoksida (CO. Polutan yang dihasilkan pada pembakaran fosil merupakan faktor terbesar terjadinya asap, hujan asam,  pemanasan global dan perubahan iklim.   The conversion of energy from one form to another often affects the environment and the air we breath in many ways. Pollutants are emitted as the chemical energy in fossil fuels is converten to thermal, mechanical, or electrical energy via combustion, and thus power plants, motor vehicles, and even stoves take the blame for air pollution, and  the pollutants released by the vehicles are usually grouped as hydrocarbons (HC, nitrogen oxides (NOx, and carbon monoxide (CO. Pollutans emitted during the combustion of fossil fuels are responsible for smog, acid rain, and global warming and climate change.

  4. Perusakan Hutan Mangrove dan Penularan Malaria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Sudomo

    2012-09-01

    Full Text Available Hutan mangrove di Indonesia mempunyai luas sekitar 4,25 juta hektar, yang tersebar di sepanjang pantai pulau-pulau besar. Kurang lebih 70% dari hutan mangrove yang ada di Indonesia tertetak di Irian Jaya dan masih dalam keadaan bagus, belum dijamah manusia. Sedangkan di Jawa, Sumatera dan Sulawesi Selatan hutan mangrove telah rusak dan dalam keadaan kritis.Hutan mangrove mempunyai berbagai macam fungsi yang semuanya sangat menguntungkan manusia, antara lain sebagai penahan erosi pantai, penahan angin, sumber bahan bakar dan bangunan, tempat pemijahan ikan, udang dan tempat besarangnya berbagai biota laut lainnya seperti kerang dan kepiting.

  5. KAJIAN BIOAKTIF DAN ZAT GIZI PROPOLIS INDONESIA DAN BRASIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eliza Halim

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACTIndonesia has a potency to produce its own propolis, however the propolis market in Indonesia is dominated by imported product, such as from Brazil. Currently, still there is no reasearch which evaluate bioactive compound and nutrient content of Indonesian Propolis (IP compare with Brazilian Propolis (BP. The objectivesof this study were to analyze bioactive compounds and nutrient contents of IP compared to BP. Bioactive compounds and nutrients content were analyzed by gas chromatography–mass spectrophotometry. The resultsshowed both IP and BP contain fenol, α-amyrin, cylolanost, and pyrimidines. Bioactive compounds which specifically found in IP were eudesmane compound, ethyl acridine, lupeol, friedooleanan; while β amyrin and cinnamic acid compound only found in BP. The nutrient contents of IP were higher than BP except for vitamin A. In conclusion, IP might have potential health benefit, similar to BP.Key words: propolis, bioactive, nutrientABSTRAKIndonesia mempunyai potensi untuk menghasilkan propolis tetapi pemasaran propolis di Indonesia didominasi oleh propolis impor seperti propolis yang berasal Brasil. Sampai saat ini belum ada penelitian yang mengungkapkandungan bioaktif dan zat gizi propolis Indonesia (PI dibandingkan dengan propolis Brasil (PB. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian kandungan bioaktif dan zat gizi (vitamin dan mineral PI dibandingkan dengan PB. Komponen bioaktif dan kandungn gizi dianalisis dengan metode gas chromatography–mass spectrometry. Hasil analisis menyatakan bahwa baik PI maupun PB mengandung senyawa fenol, α-amyrin, cylolanost, dan pirimidin. Komponen bioaktif unik yang ditemukan di dalam PI adalah senyawaeudesmane, ethyl acridine, lupeol dan friedooleanan; sedangkan β-amyrin dan senyawa asam sinamat hanya ditemukan di dalam PB. Kandungan zat gizi PI lebih tinggi dari PB kecuali kandungan vitamin A. Hal ini menunjukkan bahwa PI kemungkinan mempunyai khasiat untuk

  6. DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA HEPATOPULMONARY SYNDROME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwitya Elvira

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakSirosis hepatis dan penyakit hati kronik merupakan penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Tingginya angka morbiditas dan mortalitas sirosis berhubungan dengan komplikasinya yang bersifat sistemik. Salah satu komplikasi sirosis dapat mengenai paru berupa sindrom hepatopulmonar atau hepatopulmonary syndrome. Hepatopulmonary syndrome (HPS didefinisikan sebagai trias yang terdiri dari kegagalan hati stadium lanjut, hipoksemia arterial serta dilatasi intravaskular pulmonar tanpa disertai penyakit kardiopulmonar. Patogenesis HPS masih belum diketahui pasti, namun diduga terjadi gangguan metabolisme zat vasoaktif paru yang menimbulkan vasodilatasi vaskuler paru. Manifestasi klinis HPS berupa dispneu yang khas dengan tanda kegagalan hati dan hipertensi portal. Modalitas diagnostik HPS adalah radiologi thorax, analisa gas darah, contrast enhanced echocardiography (CEE, nuclear scanning dengan Tc-99m dan angiografi paru. Penatalaksanaan HPS terutama bertujuan menurunkan vasodilatasi intrapulmonar, meningkatkan oksigenasi arterial dan mengurangi keluhan. Deteksi dini terhadap komplikasi sirosis mutlak diperlukan dalam mencegah dan mengurangi angka morbiditas dan mortalitas.Abstract Liver cirrhosis and chronic liver disease are the leading cause of death worldwide. The high morbidity and mortality associated with their systemic complications. One of the complications of cirrhosis is hepatopulmonary syndrome. Hepatopulmonary syndrome (HPS is defined as the triad of advanced-stage liver failure, arterial hypoxemia and pulmonary intravascular dilatation without cardiopulmonary disease. The pathogenesis of HPS is still not known for sure, but suspected metabolic disorder pulmonary vasoactive substances that cause pulmonary vascular vasodilatation. The clinical manifestations of HPS is typical dispneu with signs of liver failure and portal hypertension. HPS diagnostic modalities are radiology thorax, blood gas analysis, contrast enhanced

  7. DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PELAKSANAAN IMD: STUDI KASUS DI RS SWASTA X DAN RSUD Y DI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novianti Margareth Sihombing

    2016-09-01

    ini adalah penelitian kualitatif pada 30 informan ibu yang baru melahirkan, baik dengan metode pervaginam maupun seksio sesarea di dua RS di Jakarta, yaitu RS Swasta X dan RSUD Y. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam. Triangulasi data diperoleh melalui hasil wawancara mendalam terhadap informan tenaga kesehatan, di antaranya bidan, konselor laktasi dan dokter spesialis kebidanan. Hasil: Dukungan tenaga kesehatan terlihat dari upaya tenaga kesehatan untuk menginformasikan tata laksana dan manfaat IMD, serta mendampingi ibu saat proses IMD dilakukan. Tenaga kesehatan di RS Swasta X cenderung lebih mendukung praktik IMD dibandingkan mereka yang bekerja di RSUD Y. Hal ini disebabkan oleh adanya komitmen tinggi dan sikap positif tenaga kesehatan ditunjang dengan peraturan yang jelas mengenai praktik IMD. Kesimpulan: Peran tenaga kesehatan dalam mendukung pelaksanaan IMD perlu ditingkatkan tidak hanya melalui peningkatan keterampilan teknis tentang IMD,melainkan juga denganmembangun sikap positif agar tenaga kesehatan menjadi lebih serius dalam menjalankan program IMD.Kata Kunci: Inisiasi Menyusu Dini, Tenaga Kesehatan, Dukungan

  8. Perancangan Promosi Dan Kemasan Teh Mangrove Druju

    OpenAIRE

    Halim, Roselinee Nathania; Adib, Ahmad; Suhartono, Ani Wijayanti

    2015-01-01

    Perancangan tugas akhir ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang teh mangrove pertama di Indonesia. Teh Mangrove Druju merupakan produk olahan mangrove yang belum dikenal dan belum melakukan banyak kegiatan promosi. Sehingga perancangan ini bertujuan untuk mengenalkan produk Teh Mangrove Druju dan membantu merubah brand image akan produk olahan mangrove. Sedangkan tujuan dari perancangan ini untuk merancang media promosi dan kemasan yang komunikatif dan efektif agar promosi yang dilak...

  9. Purwarupa Sistem Integrasi Quadcopter dan Mobile Robot

    OpenAIRE

    Dharmawan, Andi; Lusiarta Putera, Christian Antonia

    2012-01-01

    AbstrakQuadcopter, juga dikenal sebagai quadrotor, adalah helikopter dengan empat motor yang dilengkapi dengan  empat buah propeller pada masing-masing motornya yang digunakan untuk terbang dan bermanuver. Pada quadcopter terdapat 3 variabel sudut yang menjadi element utama dalam pengendaliannya yaitu roll, pitch, dan yaw yang diperoleh dari penggabungan sensor accelerometer, gyroscope dan magnetometer dengan metode Direction Cosine Matrix. Pada sistem integrasi mobile robot dan quadcopter, d...

  10. KORELASI ANTARA ISLAM DAN EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akmal Zainal Abidin

    2015-03-01

    Full Text Available CORELATION BETWEEN ISLAM AND ECONOMY. This paper aims to identifies about the correlation between economic and Islam. Islam is the perfect religion that governs all things in life, including the economy. This is evident with the concept of  well-being which is described in the al-Quran and Sunnah. Basically the goal of every human life is to prosper, although humans make sense of  well- being with a different perspective. Most understand economics assume that welfare is the welfare of  earthly material. But to make sense of well-being with the term al-Falah, is meaning holistic wellbeing and balance between material and spiritual dimensions. al-Quran and Sunnah have taught that the human being will be achieved if  living in balance between material and spiritual. This is because human life does not just stop in the life of this world, but there is still a second life that will be faced by humanity in the hereafter, and well-being will be achieved with the truth is that people can balance the needs of the world and the hereafter, and that is what is taught in Islamic economics. Keywords: Islam, Economy, Prosperity. Tulisan ini bertujuan untuk menjelasakn tentang korelasi antara ekonomi  dan  Islam.  Islam  adalah  agama  yang  sempurna  yang mengatur segala hal dalam kehidupan ini, termasuk juga ekonomi. Hal ini terbukti dengan konsep kesejahteraan yang dipaparkan dalam al-Quran dan Sunnah. Pada dasarnya tujuan hidup setiap manusia adalah untuk mencapai kesejahteraan, meskipun manusia memaknai kesejahteraan dengan perspektif  yang berbeda-beda. Sebagian besar paham ekonomi menganggap bahwa kesejahteraan adalah kesejahteraan material duniawi. Namun Islam memaknai kesejahteraan dengan istilah  Falah  yang  berarti  kesejahteraan  holistik  dan  seimbang antara dimensi material dan spiritual. Al-Quran dan Sunnah telah mengajarkan bahwa kesejahteraan akan tercapai jika manusia menjalani hidup secara seimbang antara material dan

  11. Activity of the upstream TATA-less promoter of the p21(Waf1/Cip1) gene depends on transcription factor IIA (TFIIA) in addition to TFIIA-reactive TBP-like protein.

    Science.gov (United States)

    Suzuki, Hidefumi; Maeda, Ryo; Nakadai, Tomoyoshi; Tamura, Taka-aki

    2014-07-01

    TATA-binding protein-like protein (TLP) binds to transcription factor IIA (TFIIA) with high affinity, although the significance of this binding is poorly understood. In this study, we investigated the role of TFIIA in transcriptional regulation of the p21(Waf1/Cip1) (p21) gene. It has been shown that TLP is indispensable for p53-activated transcription from an upstream TATA-less promoter of the p21 gene. We found that mutant TLPs having decreased TFIIA-binding ability exhibited weakened transcriptional activation function for the upstream promoter. Activity of the upstream promoter was enhanced considerably by an increased amount of TFIIA in a p53-dependent manner, whereas activity of the TATA-containing downstream promoter was enhanced only slightly. TFIIA potentiated the upstream promoter additively with TLP. Although TFIIA is recruited to both promoters, activity of the upstream promoter was much more dependent on TFIIA. Recruitment of TFIIA and TLP to the upstream promoter was augmented in etoposide-treated cells, in which the amount of TFIIA-TLP complex is increased, and TFIIA-reactive TLP was required for the recruitment of both factors. It was confirmed that etoposide-stimulated transcription depends on TLP. We also found that TFIIA-reactive TLP acts to decrease cell growth rate, which can be explained by interaction of the p21 promoter with the transcription factors that we examined. The results of the present study suggest that the upstream TATA-less promoter of p21 needs TFIIA and TFIIA-reactive TLP for p53-dependent transcriptional enhancement. © 2014 The Authors.FEBS Journal published by John Wiley & Sons Ltd on behalf of Federation of European Biochemical Societies.

  12. Islam, Media, dan Politik : Sebuah Perdebatan dan Kontempelasi Nilai Berdemokrasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idil Akbar

    2016-10-01

    Full Text Available Infact, press or media is one of pilar democracy. Media in democracy is a public sphere to communi-cation and makes relation, and a same time as public arena to gain information. But, media also could not release from streotypes and tendency that usually bring of interest, either the owner or ideology. It is meaning media can not released from perspective distorsion, values bias and take a side. Media also effective to become propaganda instrument for a political interest and an ideology. It is seen like how media in US, for example, stereotype of Islam in discourses contradiction and glob-al interest opposition. Then, Islam dominantly identified as doctrine teaches radicalism, fundamen-talism and terorism. Thus, it is often be justification for US to operate the military mission in the name of democracy. Tak dipungkiri pers atau media menjadi salah satu pilar bagi demokrasi. Media dalam demokrasi adalah sebagai ruang bagi publik berkomunikasi dan berinteraksi, sekaligus sarana publik mem-peroleh informasi tentang banyak hal. Namun, media juga tak bisa dilepaskan dari stereotip dan kecenderungan-kecenderungan, yang biasanya membawa kepentingan, baik pemilik maupun ide-ologi. Media karenanya tak lepas dari distorsi perspektif, bias nilai dan berpihak. Media juga efektif menjadi alat propaganda bagi sebuah kepentingan politik dan ideologi, seperti bagaimana media di negara Amerika, misalnya, menstereotipkan Islam dalam analisis pertentangan wacana dan kepent-ingan global. Sehingga, dominan Islam diidentikkan dengan sematan sebagai ajaran yang mengajarkan radikalisme, fundamentalisme dan terorisme. Karenanya pula seringkali menjadi alasan pembenar bagi Amerika untuk menjalankan misi militer atas nama demokrasi.

  13. KEANEKARAGAMAN JENIS DAN SEBARAN FAGACEAE DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwaningsih Purwaningsih

    2016-01-01

    Full Text Available Fagaceae umumnya pohon, salah satu suku dengan jumlah jenis yang cukup besar ± 700 jenis di dunia tetapi sebagian besar tumbuh di belahan bumi utara. Di wilayah Malesia, ada lima marga yaitu Nothofagus, Castanopsis, Lithocarpus, Quercus dan Trigonobalanus dan jumlah jenis ± 180 dan sebagian besar di Indonesia tercatat 112 jenis. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur untuk menentukan keanekaragaman jenis Fagaceae di Indonesia serta distribusi dan pemanfaatannya. Fagaceae paling banyak tumbuh di Indonesia adalah marga Lithocarpus (60 jenis dan Castanopsis (24 jenis, sementara Nothofagus (11 jenis sebarannya hanya di Papua. Distribusi jenis Lithocarpus paling di Sumatera (29 jenis dan Kalimantan (26 jenis, sementara Castanopsis paling banyak di Kalimantan (15 jenis. Untuk Nusa Tenggara tidak ditemukan jenis-jenis Fagaceae dan ke arah timur Indonesia semakin sedikit jumlah jenisnya, di Sulawesi dan Maluku hanya diketemukan satu jenis. Sebaran Fagaceae dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama tanah, iklim, dan ketinggian. Di Indonesia habitat tumbuh Fagaceae di hutan yang masih alami, tetapi ada beberapa yang mampu tumbuh di rawa seperti Nothofagus womersleyi. Berdasarkan ketinggian tempat (altitude umumnya Fagaceae di hutan submontane dengan ketinggian 600-1500 m namun ada beberapa spesies yang mampu tumbuh hingga ketinggian >3000 m. Fagaceae yang memiliki sebaran luas (ditemukan di beberapa pulau ada dua jenis yaitu Castanopsis acuminatissima dan Lithocarpus elegans. Pada umumnya pemanfaatan Fagaceae adalah kayunya untuk bahan bangunan dan furniture tetapi ada jenis Castanopsis yang dapat dimakan bijinya dan selain itu kulit kayu mengandung tanin bisa untuk pewarna.

  14. Evaluasi Efektivitas Program Bina Keluarga dan Balita

    OpenAIRE

    Anti Asta Viani

    2009-01-01

    Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas Program Bina Keluarga Balita di kecamatan Ngaglik Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan evaluasi CIPP Stufflebeam. Populasi terdiri dari 434 peserta dan 96 kader. Melalui teknik sampling acak berstrata proporsional terpilih 132 sampel dan 49 kader. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, pengamatan, dan diolah secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan: (1) penyebaran program belum merata pada masyarakat bawah yang membutuhk...

  15. PRODUKSI NANOFIBER DAN APLIKASINYA DALAM PENGOLAHAN AIR

    OpenAIRE

    Krisnandika, Vania Elita

    2017-01-01

    Abstrak Kebutuhan air meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk dan taraf kehidupan masyarakat. Pembangunan yang dilakukan secara terus-menerus dan sangat cepat di Indonesia mengakibatkan penurunan kualitas air permukaan. Teknologi membran merupakan salah satu teknologi pengolahan air yang menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Membran berstruktur nano, khususnya nanofiber, saat ini menjadi perhatian karena menjawab kebutuhan teknologi filtrasi yang efektif dan hemat biaya. Pr...

  16. MUTU SEKOLAH DAN BUDAYA PARTISIPASI STAKEHOLDERS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Kholis

    2014-12-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini memotret dan mengeksplor pemaknaan konsep sekolah bermutu, pengembangan budaya partisipasi, dan budaya sekolah, serta peran-peran yang dilakukan aktor dalam melakukan rekayasa sosial sekolah ke arah tercapainya sekolah bermutu di lembaga konfesional MIN Tegalasri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Standar pengukuran keabsahan datanya adalah; derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan dan kepastian. Ananlisis data dilakukan secara estafet mulai pengumpulan data, koleksi data, dan pemaknaan data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dua aspek mutu yang dicapai bidang akademik dan nonakademik; tingkat partisipasi mulai dari pimpinan, staf pendidik, staf kependidikan, peserta didik, komite sekolah, dan paguyuban kelas; budaya sekolah yang dikembangkan adalah konsolidasi internal-eksternal, mensinergikan potensi internal-eksternal, mendekatkan sekolah dengan masyarakat, bekerjasama dengan berbagai pihak, restrukturisasi dan revitalisasi komite sekolah dan paguyuban kelas, dan mengembangkan budaya bersih, indah dan nyaman; kepala sekolah merupakan aktor pengembangan budaya sekolah bermutu dan partisipasi stakeholders. Kata kunci: mutu sekolah, budaya partisipasi stakeholders

  17. Karakteristik Dan Spektrum Manajemen Pendidikan Islam

    OpenAIRE

    Jannah, Siti Raudhatul

    2013-01-01

    Artikel ini mendiskusikan mengenai manajemen pendidikan Islam, karakteristik, dan spektrumnya. Karakteristik manajemen pendidikan Islam harus didasarkan pada al-Qur'an dan Hadits serta pemikiran rasional yang telah diuji validitasnya. Spektrum manajemen pendidikan Islam meliputi lingkup manajemen personalia pendidikan Islam, manajemen peserta didik pendidikan Islam, maanjemen kurikulum pendidikan Islam, manajemen keuangan pendidikan Islam, manajemen sarana dan prasarana pendidikan Islam, mana...

  18. Podosit dan Slit Diafragma serta Perannya

    OpenAIRE

    Sudung O. Pardede

    2016-01-01

    Podosit dan slit diafragma adalah bagian dari dinding kapiler glomerulus ginjal yang mempunyai peran yang sangat penting dalam filtrasi glomerulus. Berbagai molekul terdapat pada podosit dan slit diafragma yang berperan penting dalam integritas proses filtrasi. Foot processes podosit berinteraksi dengan slit diafragma melalui interaksi antara nefrin dan Neph1 dalam slit diafragma dengan molekul adapter intraselular pada membran foot processes. Molekul adapter intraselular dalam...

  19. Sastra Lokal dan Industri Kreatif: Revitalisasi Sastra dan Budaya Using

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novi Anoegrajekti

    2013-12-01

    Full Text Available Pemerintah mencanangkan tahun 2009 sebagai Tahun Industri Kreatif. Seni pertunjukan, termasuk tradisi lisan yang ada di dalam pertunjukan menjadi salah satu prioritas yang akan dikembangkan agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pendukungnya. Tujuan tersebut representatif karena masyarakat Indonesia memiliki beragam seni pertunjukan dan sastra lokal yang apabila dikelola dengan baik bisa menjadi penopang munculnya ekonomi kreatif. Banyuwangi, misalnya, memiliki beragam seni pertunjukan dan tradisi lisan, seperti syair­ syair gandrung, lagu­lagu dalam pertunjukan angklung, cerita rakyat jinggoan, dan tradisi wangsalan dan basanan. Sampai saat ini, dinas terkait di Banyuwangi belum dapat membuat kebijakan yang mampu mendukung terciptanya pola pikir, sistem, dan praktik industri kreatif berbasis lokalitas dan tetap mengedepankan karakteristik nilai­nilai kultural yang ada. Untuk itu, tulisan ini bertujuan mengembangkan model industri kreatif berbasis sastra lokal dan budaya Using. Dengan metode etnografis dan analisis yang menggunakan pendekatan cultural studies, model tersebut diharapkan mampu mengembangkan industri kreatif di wilayah lokal. Abstract: The Indonesian government announced the year of 2009 as the Creative Industry Year. Performing art, including oral tradition existing in performance, has become a priority which will be developed to improve the prosperity of its supporting community. This goal is representative because Indonesian people have various performing arts and local literature which, if well managed, will support the creative economy. Banyuwangi, for instance, has various performing arts and oral tradition, such as gandrung poems, songs in angklung performance, jinggoan folklores, and traditions of wangsalan and basanan. To date, the relevant services of Banyuwangi government have not been able to make policies able to support the creation of creative industry pattern of thinking, system, and practice which are

  20. PENGARUH PENUTUPAN MANGROVE TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN INTRUSI AIR LAUT DI HILIR DAS CIASEM DAN DAS CIPUNEGARA, KABUPATEN SUBANG (Effect of Mangrove Vegetation Cover to the Shoreline Change and Seawater Intrusion at Downstream of Ciasem

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Gustiani Salim

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Perubahan penggunaan lahan dari hutan ke penggunaan lainnya seringkali diikuti oleh penurunan fungsi tanah sebagai pengatur tata air. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tutupan mangrove terhadap perubahan garis pantai dan intrusi air laut pada hilir DAS. Penelitian difokuskan pada penentuan jenis penggunaan lahan pantai melalui interpretasi citra satelit dan pengecekan lapangan, analisis kondisi fisik tanah, pengamatan intrusi air laut, dan analisis perubahan garis pantai akibat abrasi atau ekresi. Hasil penelitian menunjukkan pada periode tahun 1989 hingga 2013, tambak yang ditanami mangrove di Kabupaten Subang mengalami penurunan luas dari 3402,6 ha menjadi 2384,9 ha, sebaliknya terjadi peningkatan luas tambak tanpa mangrove dari 5745 ha menjadi 8741,5 ha. Analisis perubahan garis pantai menunjukkan adanya abrasi di Ujung Pamanukan dan Teluk Ciasem mencapai 1,2 km ke arah daratan. Akresi dijumpai di Teluk Blanakan dan Muara Cipunagara mencapai 1,3 km dalam kurun waktu 1989 – 2013, sedangkan di Muara Sungai Cipunagara mencapai 1,7 km. Air tanah di Desa Muara dan Desa Legon Wetan termasuk air agak payau karena memiliki nilai DHL yang lebih besar dari 1500 µS/cm dan TDS di Legon Wetan > 1000 ppm, sedangkan di Muara TDS nya mendekati 1000 ppm. Perbandingan konsentrasi khlorida-bikarbonat di Desa Muara dan Desa Legon Wetan menunjukkan angka R > 1 sehingga tingginya kadar garam pada air tanah diakibatkan oleh intrusi air laut. Hal sebaliknya terjadi di Desa Tegalurung yang penggunaan pantainya didominasi tambak bermangrove memiliki nilai DHL dan TDS air tanah yang masuk dalam klasifikasi air tawar.   ABSTRACT Changes in land use from forest to other uses are often followed by a decrease in soil functions as a regulator of the water system. This research aimed to study the effect of mangrove cover to a change of a coastline and sea water intrusion in the downstream watershed. The research were focused on determining the

  1. Obesity-related known and candidate SNP markers can significantly change affinity of TATA-binding protein for human gene promoters.

    Science.gov (United States)

    Arkova, Olga V; Ponomarenko, Mikhail P; Rasskazov, Dmitry A; Drachkova, Irina A; Arshinova, Tatjana V; Ponomarenko, Petr M; Savinkova, Ludmila K; Kolchanov, Nikolay A

    2015-01-01

    Obesity affects quality of life and life expectancy and is associated with cardiovascular disorders, cancer, diabetes, reproductive disorders in women, prostate diseases in men, and congenital anomalies in children. The use of single nucleotide polymorphism (SNP) markers of diseases and drug responses (i.e., significant differences of personal genomes of patients from the reference human genome) can help physicians to improve treatment. Clinical research can validate SNP markers via genotyping of patients and demonstration that SNP alleles are significantly more frequent in patients than in healthy people. The search for biomedical SNP markers of interest can be accelerated by computer-based analysis of hundreds of millions of SNPs in the 1000 Genomes project because of selection of the most meaningful candidate SNP markers and elimination of neutral SNPs. We cross-validated the output of two computer-based methods: DNA sequence analysis using Web service SNP_TATA_Comparator and keyword search for articles on comorbidities of obesity. Near the sites binding to TATA-binding protein (TBP) in human gene promoters, we found 22 obesity-related candidate SNP markers, including rs10895068 (male breast cancer in obesity); rs35036378 (reduced risk of obesity after ovariectomy); rs201739205 (reduced risk of obesity-related cancers due to weight loss by diet/exercise in obese postmenopausal women); rs183433761 (obesity resistance during a high-fat diet); rs367732974 and rs549591993 (both: cardiovascular complications in obese patients with type 2 diabetes mellitus); rs200487063 and rs34104384 (both: obesity-caused hypertension); rs35518301, rs72661131, and rs562962093 (all: obesity); and rs397509430, rs33980857, rs34598529, rs33931746, rs33981098, rs34500389, rs63750953, rs281864525, rs35518301, and rs34166473 (all: chronic inflammation in comorbidities of obesity). Using an electrophoretic mobility shift assay under nonequilibrium conditions, we empirically validated the

  2. PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENSIMULASIKAN DEKORASI RUANGAN SECARA REAL TIME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulva Erida Nur Rochmah

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak Mendekorasi ruangan merupakan kegiatan  yang memakan banyak waktu dan tenaga, terutama jika objek yang digunakan besar dan berat. Akan merepotkan jika seseorang harus menggeser setiap objek untuk menentukan letak yang sesuai. Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan aplikasi berbasis Augmented Reality. Augmented Reality merupakan sebuah teknologi untuk menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual dengan cara menampilkan objek-objek virtual di dunia nyata secara real time. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menciptakan suatu aplikasi Android dengan menggunakan Augmented Reality yang dapat digunakan untuk menggantikan objek nyata dengan objek virtual 3D sehingga memudahkan pengguna dalam mensimulasikan dekorasi ruangan. Aplikasi ini bekerja dengan cara memindai marker yang sudah dicetak pada selembar kertas. Jika marker telah terdeteksi, objek 3D berupa perabot akan ditampilkan di kamera aplikasi. Pengguna dapat memindah lokasi, memutar, dan mengubah ukuran objek untuk mensimulasikan tata letak ruangan. Hasil penelitian ini adalah aplikasi Android berbasis Augmented Reality yang dapat digunakan untuk mensimulasikan dekorasi ruangan secara real time. Kata Kunci: augmented reality, dekorasi, interior, marker Abstract Decorating the room is an activity that takes a lot of time and effort, especially if the object is large and heavy. It would be inconvenient if someone has to drag each object to determine the appropriate location. This problem can be avoided using an Augmented Reality-based application. Augmented reality is a technology that combine the real world and the virtual world by displaying virtual object in real world. The main purpose of this research is to create an Android application using Augmented reality  that can be used to replace the real object with virtual 3D object, making it easier for the user to simulate the decoration of the room. This application works by scanning the marker that has been printed on a

  3. Evaluasi Efektivitas Program Bina Keluarga dan Balita

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anti Asta Viani

    2009-02-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas Program Bina Keluarga Balita di kecamatan Ngaglik Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan evaluasi CIPP Stufflebeam. Populasi terdiri dari 434 peserta dan 96 kader. Melalui teknik sampling acak berstrata proporsional terpilih 132 sampel dan 49 kader. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, pengamatan, dan diolah secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan: (1 penyebaran program belum merata pada masyarakat bawah yang membutuhkan, (2 meski ditemukan kelemahan, pelaksanaan program BKB dinilai berhasil; pengetahuan, penerapan, dan perubahan perilaku peserta berubah lebih positif, (3 kehadiran BKB masih diperlukan, mengingat banyaknya jumlah balita; ibu berpendidikan rendah; dan keluarga yang tingkat kesejahteraannya rendah.

  4. STRUKTUR DAN PRODUKSI LEBAH Trigona spp. PADA SARANG BERBENTUK TABUNG DAN BOLA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Ade Hinduari Putra

    2015-12-01

    Full Text Available Lebah tanpa sengat (Trigona spp. dapat menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1 morfologi Trigona spp., (2 struktur internal sarang Trigona spp. pada sarang berbentuk tabung dan bola, (3 volume sarang serta perkiraan produksi madu, beebread dan selanakan Trigona spp. pada sarang berbentuk tabung dan bola. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2014. Sampel yang digunakan adalah koloni dan sarang Trigona spp. berbentuk tabung dan bola yang diambil di Desa Padang Tunggal,Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali. Hasil penelitian menunjukan bahwa nama spesies dari sampel koloni Trigona spp. pada sarang berbentuk tabung dan bola adalah Trigona laeviceps. Struktur internal sarang Trigona spp. pada sarang berbentuk tabung dan bola mempunyai pola susunan yaitu pot madu, pot beebread dan pot sel anakan. Volume sarang besar memberikan perkiraan total jumlah produksi madu, beebread dan selanakan lebih banyak dibandingkan volume sarang kecil.

  5. MITOS DAN HIPERREALITAS KOMUNIKASI POLITIK (Studi Iklan Pemilu Jusuf Kalla-Wiranto Versi Humble dan Mampu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anang Masduki

    2016-02-01

    Salah satu elemen politik dalam demokrasi modern adalah merebaknya iklan politik. Dalam pemilu 2009 di Indonesia salah satu pasangan yaitu Jusuf Kalla dan Wiranto juga melakukan iklan khususnya di televisi. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya demi memenangkan pemilu. Di dalam iklan tersebut terdapat mitos dan hiperrealitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap mitos dan hiperrealitas yang ada dalam iklan dengan judul “humble” dan “mampu” milik pasangan tersebut. Adapun metode yang digunakan adalah teori semiotika Roland Barthes. dengan pendekatan dua tahap yang dipopulerkan oleh Roland Barthes, makna konotasi dan makna denotasi, pengungkapan makna simbol-simbol dalam iklan akan semakin mencolok. Dari analisis didapat bahwa frase negarawan dan merakyat menjadi fokus mitos dan hiperrealitas yang dilakukan oleh Jusuf Kalla dan Wiranto dalam iklannya.

  6. ETIKA BISNIS AL-GHAZALI DAN ADAM SMITH DALAM PERSPEKTIF ILMU BISNIS DAN EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AM. M. Hafidz MS.

    2013-05-01

    Full Text Available Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi: (1 pembangunan etika bisnis yang telah dirumuskan oleh al-Ghazali dan Adam Smith, (2 persamaan dan perbedaan antara dua etika bisnis pria, dan (3 relevansi bisnis mereka etika bisnis modern dunia dan ekonomi. Bisnis etika dibangun oleh al-Ghazali dan Smith di dataran praksis tidak jauh berbeda. Etika bisnis konstruksi dibangun oleh al-Ghazali didasarkan pada prinsip-prinsip seperti orientasi itikad baik tentang dunia dan akhirat, kejujuran, kepentingan pribadi dan social keseimbangan, dan perilaku / perbuatan yang tepat. Di sisi lain, etika bisnis konstruksi dibangun oleh Smith, berdasarkan keadilan, altruisme, keadilan dan liberal (kebebasan ekonomi. Baik etika bisnis yang diperkenalkan oleh kedua sangat relevan untuk menjadi digunakan sebagai bahan pokok acuan dalam etika bisnis modern.

  7. Pengembangan Sistem Otomatisasi AC dan Lampu Menggunakan Fuzzy dan Raspberry Pi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudy Ariyanto

    2017-11-01

    Full Text Available Otomatisasi AC dan lampu dilakukan untuk menghemat energi yang digunakan pada kehidupan sehari-hari. Dalam pengembangan otomatisasi AC dan lampu perlu menerapkan sebuah perangkat yang memiliki fungsi maksimal dengan harga yang minimal. Raspberry Pi merupakan perangkat atau modul dengan harga rendah yang mampu melakukan komunikasi wireless tanpa bantuan modul lain. Dalam pengembangan otomatisasi AC dan lampu juga diperlukan sebuah metode yang mampu melakukan kontrol terhadap nyala AC dan lampu. Penerapan metode fuzzy dapat dilakukan untuk menghimpun informasi keadaan ruang yang didapat dari sensor untuk menentukan nyala AC dan lampu secara otomatis. Oleh sebab itu pada penelitian ini mengusulkan pengembangan otomatisasi AC dan lampu menggunakan Raspberry Pi dan Fuzzy. Otomatisasi AC dan lampu menggunakan Raspberry Pi yang menerapkan metode Fuzzy dapat menghemat energi hingga 59,87% dalam hal lama waktu nyala AC dan 57,47% untuk lumenasi lampu

  8. Sistem Informasi Penjualan dan Pemesanan Layanan Berbasis Web dan SMS Gateway di Petshop "PetZone"

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siska Fadhilah Wati

    2013-09-01

    Full Text Available Dewasa ini teknologi informasi sangat membantu dalam dunia bisnis. Kemudahan yang ditawarkan akan menjaring lebih banyak konsumen. Namun, perusahan tingkat menengah seperti PetZone saat ini masih jarang yang menawarkan kemudahan berbelanja atau pemesanan layanan secara online. Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem berbasis web di perusahaan PetZone yang dapat memudahkan pemilik dan karyawan dalam apenjualan, pelayanan, dan pemasaran, serta memudahkan pelanggan dalam jual-beli barang dan jasa. Atas dasar masalah tersebut dibangun Sistem Informasi Penjualan dan Pemesanan Layanan Berbasis Web dan SMS Gateway untuk menunjang proses bisnis yang ada. Sistem informasi dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP framework Codeigniter, javascript untuk tampilan yang dinamis, dan database MySQL. Proses pembuatan dan pengembangan Sistem Informasi Penjualan ini menggunakan metode air terjun. Metode air terjun meliputi kebutuhan pengguna, analisis, rancangan, implementasi dan pengujian. Pemodelan Sistem Informasi yang dibangun menggunakan metode berorientasi objek UML (Unified Modeling Language yang terdiri dari Use case  diagram, Class diagram dan Sequence diagram. Hasil pengujian Sistem Informasi Penjualan dan Pemesanan Layanan Berbasis Web dan SMS Gateway menunjukkan bahwa semua fitur yang terdapat baik dalam sistem informasi maupun SMS gateway dapat bekerja dengan baikdengan ratusan sample data, dan server SMS gateway dapat memproses lebih dari satu SMS secara bersamaan. Dalam perkembangan ke depannya nanti, Sistem Informasi Penjualan dan Pemesanan Layanan Berbasis Web dan SMS Gateway masih dapat dikembangkan lagi dengan menambah fitur-fitur pada SMS gateway sehingga lebih memudahkan konsumen.

  9. PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PROTOTYPE SISTEM PARKIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Ayu Septriyaningrum

    2016-10-01

    Abstrak  Sistem parkir manual pada pelayanan parkir mall memerlukan pengelolaan dan pengembangan sistem yang lebih rumit dan jauh dari kata efisien. Informasi yang didapatkan pengelola parkir terkait kondisi parkir di lapangan setiap harinya masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan prototype sistem parkir. Metode pengembangan dan perancangan sistem pada penelitian ini adalah metode Waterfall. Hasil yang didapatkan adalah sistem ini dapat mendeteksi keberadaan mobil pada slot parkir yang tersedia dengan bantuan Intel Galileo Board Gen 2 sebagai kontroler, sensor LDR (Light Dependent Resistor dan sensor ultrasonik (PING sebagai alat bantu pendeteksi keberadaan mobil. Sistem dapat menampilkan aktifitas parkir pada aplikasi web seperti kondisi lahan parkir kosong, lahan terisi, waktu masuk, waktu keluar, lama parkir dan kapasitas parkir yang tersedia serta grafik pemakaian lahan parkir. Dapat disimpulkan bahwa perancangan dan pengembangan sistem berhasil diimplementasikan. Kata Kunci : Sistem parkir, waterfall, Intel Galileo Board Gen 2,sensor LDR (Light Dependent Resistor, sensor ultrasonik

  10. Analysis of polyglutamine-coding repeats in the TATA-binding protein in different human populations and in patients with schizophrenia an bipolar affective disorder

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Rubinsztein, D.C.; Leggo, J. [Addenbrooke`s National Health Service Trust, Cambridge (United Kingdom); Crow, T.J. [Cambridge Univ. (United Kingdom)] [and others

    1996-09-20

    A new class of disease (including Huntington disease, Kennedy disease, and spinocerebellar ataxias types 1 and 3) results from abnormal expansions of CAG trinucleotides in the coding regions of genes. In all of these diseases the CAG repeats are thought to be translated into polyglutamine tracts. There is accumulating evidence arguing for CAG trinucleotide expansions as one of the causative disease mutations in schizophrenia and bipolar affective disorder. We and others believe that the TATA-binding protein (TBP) is an important candidate to investigate in these diseases as it contains a highly polymorphic stretch of glutamine codons, which are close to the threshold length where the polyglutamine tracts start to be associated with disease. Thus, we examined the lengths of this polyglutamine repeat in normal unrelated East Anglians, South African Blacks, sub-Saharan Africans mainly from Nigeria, and Asian Indians. We also examined 43 bipolar affective disorder patients and 65 schizophrenic patients. The range of polyglutamine tract-lengths that we found in humans was from 26-42 codons. No patients with bipolar affective disorder and schizophrenia had abnormal expansions at this locus. 22 refs., 1 tab.

  11. Cloning, expression, and characterization of the TATA-binding protein (TBP) promoter binding factor, a transcription activator of the Acanthamoeba TBP gene.

    Science.gov (United States)

    Huang, W; Bateman, E

    1995-12-01

    TATA-binding protein (TBP) gene promoter binding factor (TPBF) is a transactivator which binds to the TBP promoter element (TPE) sequence of the Acanthamoeba TBP gene promoter and stimulates transcription in vitro. We have isolated a cDNA clone encoding TPBF. TPBF is a polypeptide of 327 amino acids with a calculated molecular mass of 37 kDa. The predicted amino acid sequence of TPBF shows no significant homology to other proteins. TPBF has two potential coiled-coil regions, a basic region, a proline-rich region, a histidine-rich N terminus, and a nuclear targeting sequence. The recombinant protein has an apparent molecular mass of 50 kDa, identical with that of TPBF purified from Acanthamoeba. Recombinant TPBF is able to bind DNA and activate transcription with the same specificity as natural Acanthamoeba TPBF, demonstrating the authenticity of the clone. Mobility shift assays of co-translated TPBF polypeptides and chemical cross-linking demonstrate that TPBF is tetrameric in solution and when bound to DNA. Analyses of TPBF mutants show that Coiled-coil II is essential for DNA binding, but Coiled-coil I and the basic region are also involved. TPBF is thus a novel DNA-binding protein with functional similarity to the tumor suppressor protein p53.

  12. Two-step mechanism for modifier of transcription 1 (Mot1) enzyme-catalyzed displacement of TATA-binding protein (TBP) from DNA.

    Science.gov (United States)

    Moyle-Heyrman, Georgette; Viswanathan, Ramya; Widom, Jonathan; Auble, David T

    2012-03-16

    The TATA box binding protein (TBP) is a central component of the transcription preinitiation complex, and its occupancy at a promoter is correlated with transcription levels. The TBP-promoter DNA complex contains sharply bent DNA and its interaction lifetime is limited by the ATP-dependent TBP displacement activity of the Snf2/Swi2 ATPase Mot1. Several mechanisms for Mot1 action have been proposed, but how it catalyzes TBP removal from DNA is unknown. To better understand the Mot1 mechanism, native gel electrophoresis and FRET were used to determine how Mot1 affects the trajectory of DNA in the TBP-DNA complex. Strikingly, in the absence of ATP, Mot1 acts to unbend DNA, whereas TBP remains closely associated with the DNA in a stable Mot1-TBP-DNA ternary complex. Interestingly, and in contrast to full-length Mot1, the isolated Mot1 ATPase domain binds DNA, and its affinity for DNA is nucleotide-dependent, suggesting parallels between the Mot1 mechanism and DNA translocation-based mechanisms of chromatin remodeling enzymes. Based on these findings, a model is presented for Mot1 that links a DNA conformational change with ATP-induced DNA translocation.

  13. Regulation of anti-sense transcription by Mot1p and NC2 via removal of TATA-binding protein (TBP) from the 3'-end of genes.

    Science.gov (United States)

    Koster, Maria J E; Timmers, H Th Marc

    2015-01-01

    The activity and dynamic nature of TATA-binding protein (TBP) crucial to RNA polymerase II-mediated transcription is under control of the Mot1p and NC2 complexes. Here we show that both TBP regulatory factors play 'hidden' roles in ensuring transcription fidelity by restricting anti-sense non-coding RNA (ncRNA) synthesis. Production of anti-sense ncRNA transcripts is suppressed by Mot1p- and NC2-mediated release of TBP from binding sites at the 3'-end of genes. In this, Mot1p and NC2 collaborate with the Nrd1p-Nab3p-Sen1p (NNS) complex that terminates the synthesis of anti-sense ncRNAs. In several cases anti-sense ncRNA expression interferes with expression of the cognate sense transcript. Our data reveal a novel regulatory mechanism to suppress anti-sense ncRNA expression and pre-initiation complex (PIC) formation at spurious sites. © The Author(s) 2014. Published by Oxford University Press on behalf of Nucleic Acids Research.

  14. Transcription factor IID in the Archaea: sequences in the Thermococcus celer genome would encode a product closely related to the TATA-binding protein of eukaryotes

    Science.gov (United States)

    Marsh, T. L.; Reich, C. I.; Whitelock, R. B.; Olsen, G. J.; Woese, C. R. (Principal Investigator)

    1994-01-01

    The first step in transcription initiation in eukaryotes is mediated by the TATA-binding protein, a subunit of the transcription factor IID complex. We have cloned and sequenced the gene for a presumptive homolog of this eukaryotic protein from Thermococcus celer, a member of the Archaea (formerly archaebacteria). The protein encoded by the archaeal gene is a tandem repeat of a conserved domain, corresponding to the repeated domain in its eukaryotic counterparts. Molecular phylogenetic analyses of the two halves of the repeat are consistent with the duplication occurring before the divergence of the archael and eukaryotic domains. In conjunction with previous observations of similarity in RNA polymerase subunit composition and sequences and the finding of a transcription factor IIB-like sequence in Pyrococcus woesei (a relative of T. celer) it appears that major features of the eukaryotic transcription apparatus were well-established before the origin of eukaryotic cellular organization. The divergence between the two halves of the archael protein is less than that between the halves of the individual eukaryotic sequences, indicating that the average rate of sequence change in the archael protein has been less than in its eukaryotic counterparts. To the extent that this lower rate applies to the genome as a whole, a clearer picture of the early genes (and gene families) that gave rise to present-day genomes is more apt to emerge from the study of sequences from the Archaea than from the corresponding sequences from eukaryotes.

  15. Lõuka tuuliku restaureerimine / Dan Lukas

    Index Scriptorium Estoniae

    Lukas, Dan

    2005-01-01

    Hiiumaal Pühalepa vallas Vahtrepa külas Lõuka talu maadel asuva pukktuuliku ajaloost, restaureerimise käigust. Teostus: Dan Lukas. Muinsuskaitseline järelevalve: Tõnu Sepp, tema kommentaar. Ill.:pukktuuliku lõiked ja korruste plaanid, 7 värv. fotot

  16. Internal Control: Peran Dan Perkembangannya

    OpenAIRE

    Murtin, Alek

    2000-01-01

    Perhatian terhadap pentingnya internal control dalam organisasi berjalan dari waktu ke waktu untuk meningkatkan fungsi internal control yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan organisasi, dimulai dengan adanya internal check, kemudian internal control system, internal control structure dan terakhir adalah internal control-integrated framework. Internal control system sempat berkembang beberapa tahun di Indonesia yang selanjutnya digantikan oleh internal control structure yang digunaka...

  17. Corner Office: Google's Dan Clancy

    Science.gov (United States)

    Albanese, Andrew Richard; Oder, Norman

    2009-01-01

    This article presents an interview with Dan Clancy, engineering director for Google Book Search. In this interview, Clancy talks about the pending Google Book Search settlement, involving millions of volumes digitized from libraries, which drew a lawsuit from the Association of American Publishers and the Authors Guild. He also discusses pricing,…

  18. Harapan, Tawakal, dan Stres Akademik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anni Zulfiani Husnar

    2017-10-01

    Full Text Available Abstract: This study aimed to find out the effect of hope and tawakal toward academic stress among undergraduate students. This study used quantitative method with 102 under­graduate students from Islamic college as subjects of this research. Data were collected through three reliable and valid scales; Hope Scale, Tawakal Scale, and Academic Stress Scale. The result of data using multiple regression analysis showed a negative effect of hope and tawakal together toward academic stress among undergraduate students. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh harapan dan tawakal terhadap stres akademik pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sebanyak 102 mahasiswa S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di D.I. Yogyakarta yang ditentukan dengan teknik accicedental sampling. Data dikumpulkan melalui pemberian tiga skala kepada masing-masing subjek, yaitu Skala Harapan, Skala Tawakal, dan Skala Stres Akademik yang reliabel dan valid. Hasil analisis data menggunakan regresi berganda menunjukkan adanya pengaruh negatif dari harapan dan tawakal secara bersama-sama terhadap stres akademik pada mahasiswa.

  19. Sentik dalam Musik dan Politik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azis Taufik Hirzi

    2011-06-01

    Full Text Available Emotion plays important role in many ways, including in the area of music and politic. Emotion communicates harmony and dynamics, and could be so complicated if it was mismanaged. Sentic is the term attributed for emotion communication. The basic form of sentic consisted of love-hate, respect-anger, happy-sad, and sexual appearance. Based on those essential form, both music and politic communicates well.     Applying sentic, or emotion communication, one could shape the world, coloring the life, transforming the self, giving others, even inspiring, motivating ideas, and interpreting the language of music and politic proportionally.      Emosi memainkan peranan penting dalam banyak hal, termasuk dalam wilayah musik dan politik. Emosi mengomunikasikan harmoni dan dinamika, serta dapat menjadi rumit jika salah dikelola. Sentik adalah istilah yang dilekatkan pada komunikasi emosi. Bentuk dasar sentik terdiri dari cinta-benci, hormat-marah, bahagia, sedih, dan tampilan seksual. Berdasarkan bentuk-bentuk esensial tersebut, baik musik maupun politik berkomunikasi dengan baik. Dengan menerapkan sentik, atau komunikasi emosi, seseorang dapat membentuk dunianya, mewarnai hidupnya, mengubah dirinya, memberi pada yang lain, bahkan mengilhami, memotivasi gagasan, serta menafsirkan bahasa musik dan politik secara proporsional.

  20. HUKUM DAN PERUBAHAN MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Antoni Antoni

    2015-05-01

    Full Text Available Abstract: Where there is sugar there must be an ant, or likefish and water, as it were appropriate parable likens the Lawand Society, because where there is society there must be lawswill be needed. Law and society are two sides of which aredifficult to separate, because they will need each other andinfluence each other.ملخص:حیث یوجد السكر یجب أن یكون ھناك نملة، أو مثل السمك والماء، كما انھاكانت مناسبة المثل یشبھ القانون والمجتمع، وذلك لأن عندما یكون ھناك مجتمع یجبأن یكون ھناك وستكون ھناك حاجة القوانین .القانون والمجتمع وجھان لوالتي یصعبفصل، لأنھا سوف نحتاج إلى بعضنا البعض وتؤثر على بعضھا البعض.Kata Kunci: hukum dan perubahan masyarakat

  1. FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR`AN DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heri Saptadi

    2012-11-01

    Full Text Available Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat merupakan salah satu unit di Universitas Respati Yogyakarta yang bertugas untuk mengelola kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen. Dalam proses pengolahan data kegiatan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat masih mengalami beberapa permasalahan yaitu belum adanya basis data yang digunakan untuk pengumpulan data rekam jejak kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan sistem pengarsipan dokumen masih berbentuk kertas yang berdampak pada kerusakan dokumen, hilangnya dokumen, efisiensi ruang dan pencarian data. Penelitian yang dilakukan bertujuan menghasilkan luaran sistem informasi yang dapat melakukan proses pengolahan data penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikelola oleh Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat di Universitas Respati Yogyakarta. Pengolahan data mengacu pada komponen beban kerja dosen dibidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Metode pengembangan dilakukan dengan tahapan analisa sistem, perancangan sistem, coding dan implementasi sistem. Hasil pengembangan sistem informasi penelitian dan pengabdian masyarakat yaitu sebuah sistem yang dapat membantu Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat dalam proses pengolahan data rekam jejak kegiatan penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen.

  2. Desain dan Uji Kinerja Fungsional Sistem Penggerak dan Kendali ROVERGARD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Fikri Pomalingo

    2017-04-01

    Full Text Available Abstract The high population rate has an impact on increasing of land function change from agricultural land become housing and commercial building. As a result, it is difficult to get land for planting in the urban area. Therefore, this research is aimed to design equipment that can be used for planting in the narrow land using vertical gardening. This paper will report about design and functional testing of drive and control system on ROVERGARD. Drive system is based on water pump with additional gear train and chainsprocket mechanism. Control system use was on open loop type based on timer. The performance test of drive system was focused on electrical energy consumption and rotational speed of the system that was measured by multifunctional mini ammeter and tachometer. The control system was tested during 4 days, to evaluate their performances between set point and actual timing while filling water tank and rotate the system at maximal load condition. Electrical power consumption was 208 W at average rotational speed 2703 rpm. Increasing load caused an increase of energy consumption but made the drive rotation decline. The position control performance had on position error around 50 cm. Consequently, setting time on timer must be adjusted. Abstrak Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, mengakibatkan tingginya alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan perumahan dan komersial. Masalah ini mengakibatkan sulitnya mencari lahan pertanian di daerah padat penduduk khususnya perkotaan. Oleh karena itu perlu dirancang sebuah alat yang dapat digunakan untuk bercocok tanam di lahan sempit. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan menguji sistem penggerak dan kendali pada ROVERGARD. Sistem penggerak berasal dari pompa air yang dimodifikasi. Sedangkan sistem kendali menggunakan tipe open loop berbasis waktu dimana timer sebagai komponen utamanya. Pengujian kinerja penggerak difokuskan pada konsumsi listrik dan rpm yang diukur menggunakan

  3. Dampak Pertambangan Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan dan Kesesuaian Peruntukan Ruang (Studi Kasus Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Hidayat

    2015-05-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian tentang perubahan tutupan/penggunaan lahan dan kesesuaian peruntukan ruang sangat penting, karena perubahan tutupan/penggunaan lahan memiliki dampak terhadap lingkungan fisik dan kesesuaian peruntukan ruang memiliki dampak terhadap peraturan dan perundang-undangan yang mengatur tata ruang. Adapun tujuan artikel ini adalah mengetahui perubahan tutupan/penggunaan lahan dengan menggunakan data citra satelit, memprediksi tutupan/penggunaan lahan 10 tahun ke depan, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan tutupan/penggunaan lahan. Lokasi studi penelitian adalah Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu Land Change Modeler, Ca-Markov, Enter dan  Overlay. Hasil Analisis terhadap perubahan tutupan/penggunaan lahan menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan tipe penggunaan lahan tahun 2002 dan 2013. Penggunaan lahan terbuka yang disebabkan oleh perusahaan tambang mengalami perubahan  seluas 15. 375.93 ha. Kontribusi terbesar dari kelas lahan terbuka berasal dari kelas lahan hutan. Hasil prediksi tutupan/penggunaan lahan tahun 2024 menunjukkan bahwa lahan pemukiman akan bertambah sebesar  23 172.63 ha diikuti oleh lahan terbuka sebesar 19 947.56 ha. Faktor yang berpengaruh terhadap perubahan lahan dari semua kelas tutupan/penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan hutan ke lahan terbuka dan perubahan lahan hutan ke lahan terbangun/permukiman adalah alokasi RTRW untuk kawasan, lokasi pertambangan dan lereng.Kata kunci. Perubahan tutupan/penggunaan lahan, kesesuaian peruntukan ruang, pertambanganAbstract. The studies of land use/cover changes (LUCC and suitability of land utilization are very important because the LUCC affects the physical environment and suitability of space utilization affects regulations and laws on spatial planning. This article aims to measure  LUCC by using satellite imaginery, to predict the results of LUCC 10 years on, to explain out factors affecting  LUCC and

  4. AGROFORESTRI UNTUK ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tigor Butarbutar

    2017-01-01

    Full Text Available Hilangnya tutupan lahan hutan karena konversi hutan untuk pemukiman, perkebunan, pertanian dan kebutuhan untuk pembangunan di sektor lain, telah menyebabkan perubahan pola cuaca/iklim di berbagai tempat. Perubahan iklim dapat diantisipasi dengan mitigasi dan adaptasi. Mitigasi berarti usahausaha pencegahan yang perlu dilakukan, sedangkan adaptasi merupakan kegiatan-kegiatan penyesuaian yang perlu dilakukan untuk dapat hidup dan bertahan dan meningkatkan ketahanan, kelenturan dan mengarahkemigrasikarenakondisiiklimyangberbeda.Agroforestridapatmemitigasidanmengadaptasi perubahaniklim dengan alasan-alasansebagaiberikut: aPencampuranjenis pohonpenghasilkayu,buah dan lain-lain, karena campuran jenis lebih baik dari tanaman murni; b Pencampuran jenis yang didasarkan pada sifat toleransi ( dan , sehingga akan memanfaatkan seluruh cahaya untuk fotosintesis; c Pencampuran perbedaan umur; d Pencampuran berdasarkan perbedaan waktu pemanenan; e Penggabungan nilai ekonomi, sosial dan budaya sehingga perubahan vegetasi dapat berjalan seiring dengan perubahan sosial dan budaya secara berangsur yang dapat disesuaikan dengan perubahan iklim; dan f Dapat digunakan sebagai model untuk memfasilitasi perubahan kelompok vegetasi menjadi kelompok yang baru (adaptasi, seperti teori perubahan vegetasi melalui perladangan berpindah-pindahyangteratur.

  5. KETENTUAN TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA BERDASARKAN ASAS PERIKEMANUSIAAN DAN HAK ASASI MANUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Riyanti

    2017-01-01

    Hasil penelitian, ketentuan tentang standar pelayanan minimal bidang keluarga berencana, keluarga sejahtera dan asas perikemanusiaan dengan hak asasi manusia sangat berhubungan keterbatasan lingkup pelayanan dan standar pelaksanaan Komunikasi Informasi dan Edukasi yang tidak jelasberdampak pada tidak dipenuhinya hak asasi manusia untuk mendapatkan kesetaraan dan kebebasan dalam pelayanan keluarga berencana dan keluarga sejahtera.

  6. INDUSTRIALISASI DAN TANTANGANNYA PADA SEKTOR PENDIDIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Unwanullah

    2015-10-01

    Full Text Available Abstrak: Industrialisasi dan Tantangannya pada Sektor Pendidikan. Sumbangan pendidikan dalam perubahan dan pembangunan masa lalu telah bergeser dengan kemajuan teknoekonomi dan komunikasi. Perubahan yang terjadi telah menggeser tatanan kehidupan dan pandangan masyarakat. Materialisme, kapitalisme, efisiensi, dan efektivitas telah menjadi tujuan dan semangat hidup. Pergeseran pandangan masyarakat telah mengubah pula pandangan keberhasilan dan mutu pendidikan, di mana pendidikan diukur dari keberhasilan dalam keterserapan lulusan dalam dunia kerja, oleh karenanya pendidikan dianalisis dari karakteristik sebagai investasi (capital-investment. Pergeseran makna dan tanggung jawab pendidikan mendorong dunia pendidikan melakukan pembaruan dengan alternatif: membangun pembaruan penalaran warganya menuju pemerdekaan dan pendewasaan, pendidikan dilaksanakan secara komprehensif dan bekerjasama dengan semua pihak secara kemitraan, dan membangun visi pendidikan secara komprehensif dan simultan dengan semua pihak. Kata kunci: perubahan sosial, materialistik, modernisasi dan kapitalis Abstract: Industrialization and its education Sector challenges. Contribution of education has shifted with the progress of technology, economy, and communication. The changes have shifted the society's views. Materialism, capitalism, efficiency, and effectiveness have become of interest and enthusiasm for life. The shift has changed society's view, i.e. the view of success and quality of education, in which education is measured from a rate of the absorption of graduates into labor market, therefore education is analyzed from the characteristics of an investment (capital-investment. A shift in meaning and responsibility of education encourages the education sector to create reformation through these following alternatives: creating new thoughts towards liberation and maturation, implementing education comprehensively and cooperating with all parties in partnership, and creating

  7. IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arifuddin - Sahabu

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAKS   Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data mengunakan metode analisis Miles dan Huberman, dengan melalui tiga prosedur yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi. Sedangkan keabsahan menggunakan teknik berdasarkan atas kriteria derajat kepercayaan, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian suatu data. Tuntutan menghadapi  implementasi Otonomi Daerah mengandung arti pentingnya Pemerintah Daerah memperhatikan kemampuan “self suporting” dalam bidang keuangan. Sumber pendapatan daerah tidak hanya di peroleh dari Pendapatan Asli Daerah, tetapi juga berupa pemberian bagi hasil dari penerimaan Pemerintah Pusat. Diantara sumber penerimaan tersebut adalah Pajak Bumi dan Bangunan. Dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat  dan Daerah, diantaranya dijelaskan bahwa sumber penerimaan daerah dalam penyelenggaraan desentralisasi berasal dari dana perimbangan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan disamping pemberian Dana Alokasi Umum dan Alokasi Khusus. Langkah Implementasi dari pelaksanan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan tersebut dilakukan Departemen Keuangan melalui Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan, sedang Pemerintah daerah menerima pelimpahan penagihan pada Sektor Perkotaan dan Sektor Pedesaan. Meskipun telah ada pelimpahan kewenangan kepada daerah, akan tetapi pelimpahan kewenangan tersebut terbatas pada mekanisme penagihan saja, sedang implementor yang menyangkut masalah administrasi masih berada pada Kantor Pelayan Pajak Bumi dan Bangunan. Kondisi demikian ini ditambah dengan kurangnya koordinasi antara unit organisasi pelaksana menyebabkan setiap tahun terjadi tunggakan. Sebagai sandaran teoritik utama  untuk mendiskripsikan serta menganalisis hambatan-hambatan implementasi kebijakan publik (dalam hal ini pemungutan

  8. Formulasi dan Evaluasi Tablet Kaptopril Menggunakan Amilum Umbi Talas dan HPMC yang Dimodifikasi Sebagai Pengisi dan Pengikat Metode Kempa Langsung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Sastra Kelana

    2018-03-01

    Full Text Available Indonesia adalah negara tropis yang memiliki banyak tumbuhan, salah satu fungsinya bisa menjadi bahan pembuatan obat-obatan seperti pati dan umbi. Amilum dari umbi talas (Colocasia esculenta berpotensi dikembangkan menjadi bahan tambahan obat tetapi peggunaannya masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji formulasi yang optimal dan mengetahui hasil evaluasi sediaan tablet kaptopril menggunakan amilum umbi talas dan HPMC yang dimodifikasi sebagai pengisi dan pengikat pada metode kempa langsung. Amilum talas diperoleh melalui proses ekstraksi, kemudian dikombinasi dengan HPMC dengan metode pregelatinasi parsial dan ko-proses. Variasi penggunaan amilum dibedakan menjadi 5, yaitu Formulasi I, Formulasi II, Formulasi III, Formulasi IV, dan Formulasi V. Pengujian yang dilakukan meliputi evaluasi sifat alir granul, uji keragaman bobot, uji keragaman ukuran, uji kerapuhan, uji kekerasan, uji waku hancur, uji disolusi, dan penetapan kadar. Analisis data dilakukan dengan pendekatan secara teoritis antara hasil evaluasi dengan literatur untuk mengamati hasil dari formulasi modifikasi. Dari kelima formulasi, hasil evaluasi menunjukkan bahwa formulasi III yang mengandung amilum talas pregelatinasi : Avicel PH 102 (50:50 memiliki hasil evaluasi sifat fisik tablet yang paling baik dilihat dari uji keragaman bobot yaitu 151,6±2,74 mg, keragaman ukuran dengan diameter 8,07±0,010 mm dan tebal 2,38±0,08 mm, kekerasan yaitu 5,57±0,36 kg, kerapuhan yaitu 0,17±0,07, waktu hancur 12,09±0,52 menit, penetapan kadar 97,88±1,71 % dan hasil uji disolusi 90,65±4,81 % dimenit ke 20, dan dari keseluruhan uji dapat dikatakan sesuai dengan ketentuan yang ada di literatur. Dapat disimpulkan bahwa dari penelitian ini, formula III sesuai dengan literatur dan cocok sebagai bahan pengisi dan pengikat dalam tablet captopril dengan perbandingan amilum talas pregelatinasi : Avicel PH 102 (50:50. Kata kunci : Tablet, Kaptopril, Ko-Proses, Pregelatinasi Parsial

  9. DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAru LIMFOMA ORtsITA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardizal Rahman

    2014-12-01

    Full Text Available Limfoma orbita merujuk pada limfoma yang terjadi di konjungtiva, kelenjar lakrimal, palpebradan otot-otot ekstraokular. Limfoma primer non-Hodgkin (NHL dari orbita dapat ditemukanpada hanya 1o/o dari semua limforna non-Hodgkin. Anaiisis mutasi somatik pada regiovariabel (V dari immunoglobulin (ig dan segmen gen rantai berat (H telah menunjukkanperan dari stimulasi antigen kronik pada patogenesis limfoma /nucosa-associated lymphoidflssue (MALT. Patogen mikroba seperti Helicobacter pylaridan Chlamydia pneumonia dapaimendasari proses inflamasi dan pada akhirnya memicu akuisisi MALT juga memainkanperan penting dalam tranformasi maligna dan ekspansi klonal lanjutan limfoma. Penentuanstadium kanker sangat penting karena akan menentukan terapi apa yang akan diberikan dankemungkinan remisi dan prognosisnya. Berdasarkan sistem stadium Ann-Arbor, limfoma yangterbatas di orbita disebut sebagai stadium l, keterlibatan struktur sekitar (sinus paranasal,tonsil, dan hidung menjadikannya stadium ll. Stadium lll adalah penyakit nodal abdominaldibawah diafragma dan stadium lV merujuk pada keterlibatan yang tersebar dari satu ataulebih lokasi ekstranodal (hepar, sum-sum tulang atau sistem saraf pusat. Mayoritas pasiendatang dengan keluhan massa konjungtiva berwarna pink (91%, diikuti hiperemis konjungtiva(32%, propiosis (27%, massa palpebra atau orbita (19"fi, penurunan visus dan ptosis (6%,dan diplopia(2%. Bilateralitas terjadi pada 10% hingga 15% kasus dimana 80 % terjadisecarasimultan sedangkan 20% merupakan kondisi yang berurutan. Penilaian lanjut untuk stagingyang akurat dan perencanaan terapitermasuk anamnesis yang lengkap dan pemeriksaan fisik,pemeriksaan laboratorium rutin, elektroforesis protein sei-um, LDH serum, Fr-mikroglobulin,rontgen thoraks, CT scan thoraks, abdornen, dan pelvis, dan biopsisum-sum tulang. Diagnosapositif harus berdasarkan pada perneriksaan histologik dari sampeltumor yang memadai yangdiperoleh dengan biopsiorbita. Beberapa kriteria

  10. VAKSIN DENGUE DAN PERKEMBANGANNYA SAAT INI DAN DI MASA MENDATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triwibowo Ambar Garjito

    2012-09-01

    Full Text Available Dengue virus merupakan salah satu virus anggota dari famili Flaviviridae yang sejak tahun 1956 telah dikenal dapat menimbulkan demam dengue maupun demam berdarah dengue (DBD. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini diperkirakan telah menjangkiti pada selatar 50-100 juta manusia dengan 500.000 kasus di antaranya dalam manifestasi yang ganas yang dikenal sebagai dengue haemorrhagic fever dan dengue shock syndrome dan 25.000 di antaranya berakibat fatal (meninggal. Saat ini pengembangan vaksin merupakan salah satu solusi yang diharapkan dapat menekan penyebaran penyakit tersebut. E (envelope merupakan salah satu bagian dari protein struktural virus yang sangat penting dalam pengembangan vaksin, yaitu sebagai badan yang memproduksi antibodi netralisasi untuk protein. Non-struktural protein l juga telah diketahui sebagai salah satu komponen penting dalam pengembangan vaksin oleh karena kemampuannya untuk dapat diekspresi pada permukaan sel yang diinfeksi yang dapat menjadi target untuk immune cytolisis. Ada dua pendekatan yang digunakan dalam memproduksi suatu vaksin dengue, yaitu: a. Vaksin hidup yang telah dilemahkan (live attenuated vaccine: b. Vaksin hasil rekayasa (engineered vaccine. Penelitian terhadap vaksin DENV baik rekombinan maupun non-rekombinan yang didasarkan pada uji virus telah dilakukan secara terus-menerus baik pada monyet dan manusia. Sampai saat ini telah dikembangkan sejumlah kandidat vaksin DENV yang berdasar pada tetravalent virus dengue, yaitu a. vaksin konvensional, b. vaksin dengue rekombinan berdasar pada flavivirus, c. vaksin intertypic chimeric, d. vaksin chimerivac, e. vaksin dengue rekombinan menggunakan vector non-ftavivirus dan f. vector adenovirus. Namun demikian, sampai sekarang belum ada vaksin yang siap digunakan untuk menangkal infeksi ke empat serotype virus dengue, sehingga masih diharapkan untuk pengembangan virus lebih lanjut.   Kata kunci: Aedes aegypti, dengue virus, vaksin dengue.

  11. Globalisasi dan Demokrasi di Rusia: Suatu Tantangan dan Peluang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Ayu Permatasari

    2017-05-01

    Full Text Available Abstract Globalisation has brought many changes in the world, and has huge implication towards the economy, politics, and socio-culture.  The break up of the Soviet Union in 1991 is one of the historical event cause by the globalisation and transformed to what it is Russia today.  Russia tried to adapt towards globalisation by following it national historical pattern, and not following the pattern that has been used by the Western countries.  For the West, transition democracy process in Russia is incomplete, but as for the Russian point of view, it is a democracy with distinction pattern or “the Russian way” that is different to what is practiced by the West.  For that reason, this essay tried to look at the Russian political and economic policy to handle the strong current of globalisation and democracy. Keywords: Rusia, Globalisation, Democracy and Cold War   Abstrak Globalisasi telah membawa perubahan bagi dunia, yang berimplikasi pada tatanan ekonomi, politik, social dan budaya. Salah satu dampak dari globalisasi adalah pecahnya Uni Soviet pada tahun 1991 yang kemudian bertransformasi menjadi Rusia. Rusia melakukan adaptasi terhadap globalisasi, yaitu dengan mengikuti pola historis nasionalnya, dan tidak mengikuti pola yang telah dilakukan oleh dunia Barat. Bagi Barat, proses transisi demokrasi Rusia merupakan incomplete transformation, sementara dari sudut pandang Rusia, proses tersebut bukan merupakan bentuk demokrasi yang belum lengkap, melainkan demokrasi dengan corak tersendiri yang tidak bias disamakan dengan western democracy. Oleh karena itu, tulisan ini berupaya melihat kebijakan ekonomi politik Rusia dalam menghadapi arus demokrasi dan globalisasi. Kata kunci: Rusia, globalisasi, demokrasi dan perang dingin

  12. PERJANJIAN SEWA GUNA USAHA ANTARA LESSEE DAN LESSOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aprilianti Aprilianti

    2014-03-01

    Full Text Available Perjanjian sewa guna usaha (leasing yang diadakan oleh Lessor dan Lesseen dilakukan secara tertulis dalam bentuk perjanjian standar. Isi perjanjian tersebut ditentukan oleh jenis dari leasing itu sendiri dan hubungan hukum (hak dan kewajiban timbal balik antara Lessor dan Lessee. Bagi Lessor, hak dan kewajibannya adalah memperoleh pembayaran sebagai imbalan jasa dan menyerahkan barang modal kepada Lessee. Sedangkan hak dan kewajiban Lessee adalah meperoleh kegunaan dari barang modal dan membayar sewa secara berkala. Tidak dipenuhinya hak dan kewajiban masing-masing pihak maka dapat disebut wanprestasi. Perjanjian akan berakhir jika hak dan kewajiban Lessor dan Lessee telah dilaksanakan sesuai dengan perjanjian. Kata Kunci: Leasing, Lessor, Lessee, hak dan kewajiban.

  13. KONTEKS DAN KONSTRUKSI SOSIAL MENGENAI KEMATIAN ELEKTIF ( EUTHANASIA ∗

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Helly Prajitno Soetjipto

    2015-09-01

    konteks sosial dan konstruksi sosial kematian. Euthanasia didiskusikan di dalam suatu kerangka pikir yang mencoba memberi perhatian kepada hal-hal yang kontekstual dan interpretatif fenomena sosial suatu proses kematian dan kejadian kematian

  14. Kyste hydatique du foie rompu dans la paroi abdominale et dans le ...

    African Journals Online (AJOL)

    Le kyste hydatique du foie est une parasitose qui sévit à l´état endémique au maroc. La rupture dans la paroi abdominale et dans le psoas est une complication exceptionnelle. Nous rapportons un cas de kyste hydatique du foie rompu dans la paroi et dans le muscle psoas. Le diagnostic a été établi sur les données de ...

  15. Lingkungan Rumah dan Kejadian Difteri di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut

    OpenAIRE

    Kartono, Basuki

    2008-01-01

    Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya (55 kasus dan 15 meninggal) dan Kabupaten Garut (17 kasus dan 2 meningal, CFR = 11,76%, AR = 1,5%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan rumah dengan kejadian difteri pada Kejadian Luar Biasa difteri tersebut. Penelitian dengan desain kasus kontrol dengan kasus adalah anak usia 1 – 15 tahun penderita atau karier difteri berdasarkan hasil diagnosis klinis dan pemeriksaan laboratorium. Kontrol adala...

  16. Penyingkapan Diri Ibas Yudhoyono Dalam Instagram Dan Reaksi Ani Yudhoyono Terhadap Postingan Instagram Ibas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suzy Azeharie

    2015-07-01

    Yudhoyono mengenai postingan-postingan Ibas tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Berdasarkan hasil analisis isi yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Ibas lebih sering melakukan posting tentang keluarganya daripada mengenai kegiatan politiknya. Selain itu Ibas tidak pernah sekalipun merespon semua komentar yang masuk dari para follower-nya, baik itu komentar baik ataupun mencela. Respon aktif justru diberikan oleh Ibu Ani. Ibu Ani memberikan komentar dalam bahasa inggris untuk merespon komentar-komentar yang masuk kedalam postingan Ibas. Respon Ibu Ani ini seringkali mendapat celaan dari para follower lainnya, karena dianggap tidak sesuai dengan tata bahasa inggris dan pada akhirnya berujung pada perang komentar antar sesama follower. Kesimpulan akhir yang dapat diperoleh adalah Ibas tidak menjadikan akun instagram sebagai media penyingkapan dirinya, instragram hanya digunakan Ibas sebagai media untuk berbagi foto, dan yang tampak aktif melakukan komunikasi dan penyingkapan diri adalah Ibu Ani.

  17. KEBAHAGIAAN DAN PERMASALAHAN DI USIA REMAJA (PENGGUNAAN INFORMASI DALAM PELAYANAN BIMBINGAN INDIVIDUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azizah Azizah

    2014-01-01

    Full Text Available Tulisan  ini  bermaksud untuk  memberikan informasi yang bersifat umum tentang penggunaan informasi dalam pelayanan bimbingan secara individual kepada remaja. Berdasarkan tahap perkembangannya, usia remaja disebut dalam masa pancaroba/ transisi/peralihan karena  sedang  mengalami perkembangan fisiologis  (perubahan  fisik  primer  maupun  perubahan fisik sekunder, perkembangan emosi  (psikis  atau  mental  yang mudah berubah-ubah/emosi tidak stabil  dan perkembangan sosial (tuntutan  atau beban sosial yang akan menimbulkan ketakutan, kecemasan bahkan rasa tidak percaya diri. Sehingga usia remaja rawan terhadap munculnya  berbagai permasalahan (baik permasalahan dengan:  diri  sendiri/kurang  puas atas apa yang di miliki, kelompok  bermain atau peer group/selisih pendapat,  orang tua/bersikap memberontak terhadap aturan- aturan, lingkungan masyarakat/tidak mau terlibat dalam aktivitas masyarakat, sekolah/melanggar tata tertib sekolah, norma agama/ tidak melaksanakan perintah agama, hukum/pelanggaran  hukun dalam bentuk tindakan kriminal dan lain-lain. Dengan adanya informasi gambaran tentang kebahagiaan dan permasalahan di usia remaja, diharapkan dapat digunakan panduan para remaja untuk  menciptakan kebahagiaannya sendiri ataupun  berada dalam permasalahan remaja yang tak berujung. Kebahagiaan adalah sebuah pilihan yang perlu diperjuangkan agar mencapai kedewasaan yang matang dan permasalahan adalah keadaan yang harus diupayakan solusinya yang efektif agar menjadi dewasa yang tangguh dan bertanggung jawab. Kata kunci: Kebahagiaan remaja, permasalahan remaja HAPPINESS AND PROBLEMS IN YOUNG AGE.  This paper is intended to provide general information  about the use of information in individual  counseling services to teenagers. Based on the stage of its development, teenager is called the transition period / transition / transition Facing physiological development (physical changes in both primary and physical  changes

  18. Uji Kualitatif Dan Kuantitatif Golongan Senyawa Organik Dari Kulit Dan Kayu Batang Tumbuhan Artocarpus Dadah Miq

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indarto Indarto

    2015-04-01

    Full Text Available Sekarang ini kimia tumbuhan atau yang dikenal dengan fitokimia telah berkembang menjadi suatu disiplin ilmu tersendiri, yang berada di antara kimia organik bahan alam dan biokimia tumbuhan, serta mempunyai kaitan erat dengan keduanya. Bidang perhatian fitokimia adalah aneka ragam senyawa organik yang dibentuk dan ditimbun oleh tumbuhan, yaitu mengenai struktur kimiannya, biosintesisnya, perubahan serta metabolismenya, penyebarannya secara alamiah, dan fungsi biologinya. Penentuan secara kualitatif dapat memberikan informasi keberadaan senyawa atau golongan senyawa tertentu, dan kuantitatif memungkinkan kita membedakan mana komponen utama dan mana komponen tambahan dalam campuran. Tumbuhan A. dadah Miq. merupakan salah satu spesies dari Artocarpus. Uji yang dilakukan secara kualitatif meliputi uji tanin, saponin, flavonoid, steroid, terpenoid, dan kardiak glikosida. Uji kuantitatif meliputi uji fenol total, alkaloid, tanin, dan flavonoid. Dari uji yang telah dilakukan, sampel kulit batang positif mengandung senyawa tanin, saponin, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan kardiakglikosida. Sedangkan sampel kayu batang positif mengandung senyawa tanin, saponin, flavonoid, steroid, terpenoid, dan alkaloid. Sedangkan uji yang dilakukan secara kuantitatif meliputi uji fenol total, tanin, alkaloid, dan uji flavonoid. Dari uji ini, kandungan dalam kulit batang sebesar 0.0529 % untuk fenol total, 27,7176 % tanin, 9,455 % flavonoid, dan 2,756 % alkaloid. Sedangkan dalam kayu batang sebesar 0,5555 % fenol total, 0,8987 % tanin, 3,312 % flavonoid, dan 0,694 % alkaloid. Kata kunci : artocarpus dadah,  miq fitokimi

  19. BAHAYA LATEN INFEKSI GONORE DAN KLAMIDIA DI ASIA SELATAN & ASIA TENGGARA, DI INDONESIA DAN KOTA MANADO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aron Pirade

    2014-04-01

    menempati urutan tertinggi. Wilayah Asia Selatan dan Asia Timur-Selatan (juga disebut Asia Tenggara adalah wilayah dengan prevalensi Gonore dan Klamidia terbesar. Prevalensi Gonore di tahun 1995 dan 1999 yaitu 29.11 dan 27.2 juta penduduk wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Klamidia, di tahun 1995 dan tahun 1999 yaitu 40.48 dan 42.89 juta penduduk wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, pada 11 area penelitian menunjukkan bahwa prevalensi Gonore dalam wilayah Indonesia menunjukkan rata-rata prosentasenya 20%-40% dari keseluruhan STI pada wanita beresiko tinggi terkena STI. Sedangkan infeksi oleh Klamidia prosentasenya 15%- 45% dari keseluruhan STI pada wanita beresiko tinggi terkena penyakit kelamin. Prosentase Gonore dan Klamidia di Kota Manado rata-rata 15-30%. Tingginya prevalensi infeksi Gonore dan Klamidia di Asia Tenggara, ternyata diikuti juga dengan tingginya perkembangan infeksi Gonore dan Klamidia di Indonesia dan Kota Manado.

  20. Perbandingan Efektivitas dan Keamanan Vaksin Pertusis Aselular dan Whole-cell

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sendy Tjahjowargo

    2017-03-01

    Kesimpulan. Vaksin DTaP dan DTwP mempunyai efektivitas yang sebanding. Vaksin DTwP mempunyai effect size yang lebih besar untuk melindungi terhadap penyakit pertusis dan perlindungan jangka panjang yang lebih baik dibandingkan vaksin DTaP. Vaksin DTaP mempunyai KIPI yang lebih ringan dan jarang dibandingkan vaksin DTwP.

  1. NCEP ATP III dan Framingham score

    OpenAIRE

    Hasan, Refli; Fahila, Reny

    2016-01-01

    Laporan ini merupakan Program Pendidikan Kolesterol National yang diperbaharui yaitu pedoman klinis untuk melakukan pengujian kolesterol dan manajemen. ATP III dibuat berdasarkan bukti dan laporan ekstensif yang akan menjadi referensi dan rekomendasi ilmiah. Laporan ATP III dapat dijadikan pedoman untuk pemberian terapi penurun kolesterol yang intensif dalam praktek. Pedoman ini hanya sebagai informasi , tidak dapat mempengaruhi secara mutlak dalam penilaian klinis dokter yang akhirnya menent...

  2. Berwirausaha dan Mengatur Keuangan Sejak Dini

    OpenAIRE

    Putri, Aning Kesuma

    2016-01-01

    Merubah pola pikir untuk berwirausaha sangat susah tapi tidak mungkin tidak bisa dibenahi mulai dari sekarang. Berwirausaha merupakan salah satu profesi yang menjanjikan, yang bisa membuat sesorang menjadi lebih mandiri. Banyak yang menganggap jika berwirausaha harus memiliki modal yang besar, faktor keberuntungan dan faktor keturunan. Kenyataannya kunci untuk menjadi wirausaha adalah tekad dan motivasi tinggi serta sistem pengaturan keuangan dan manajemen yang baik. Lebih baik lagi jika, sej...

  3. Pengelolaan dan Pengembangan Bisnis Tempat Cuci Motor

    OpenAIRE

    Candra, Beny

    2014-01-01

    - Saat ini setiap sisi jalan di jumpai banyak tempat layanan cuci motor, hal tersebut dikarenakan bagi kebanyakan masyarakat kota, jasa cuci motor merupakan sebagai suatu kebutuhan sarana untuk mencuci motor yang praktis disela-sela kesibukan serta rutinitas kerja setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen bisnis jasa cuci sepeda, menganalisis situasi dan kondisi lingkungan eksternal dan internal dengan menggunakan analisis SWOT dan alternatif model rencana strat...

  4. Persepsi Santri dan Kiai terhadap Pluralisme Agama di Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM dan Aswaja Nusantara Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Arifin

    2017-05-01

    Abstrak: Perdebatan pluralisme agama masih mengemuka dalam konteks masyarakat majemuk di Nusantara. Bahkan, tidak jarang menimbulkan konflik dan perang pemikiran. Menarik melihat perspektif kiai dan santri Muhammadiyah dan NU terhadap isu pluralisme melalui praktik pendidikan di Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM Yogyakarta dan Pondok Pesantren Aswaja Nusantara Yogyakarta yang dianggap representatif karena membawa muatan konsep, ide dan paradigma dari Muhammadiyah dan NU. Penelitian ini bersifat kualitatif,  data diperoleh dari wawancara dan studi kepustakaan dengan saling memberikan verifikasi, koreksi dan pelengkap. Hasil penelitian ini, PUTM dan Pesantren Aswaja Nusantara memiliki konsep yang sama dalam memegang teguh akidah, yakni sikap eksklusif dan menolak pluralisme secara teologis namun menerimanya secara sosiologis. Sehingga, paradigma dari dua lembaga tersebut merepresentasikan dari paradigma Muhammadiyah dan NU dalam merespon fenomena pluralisme agama dan budaya.

  5. Sistem Pengukur Suhu dan Kelembaban Ruang Server

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Fahmi Awaj

    2014-01-01

    Full Text Available Makalah ini membahas tentang perancangan sistem pengukur suhu dan kelembaban ruang server yang dapat meningkatkan efisiensi daya listrik dengan menggunakan arduino. Sistem terdiri dari sensor DHT 11 yang berfungsi untuk mengambil data berupa suhu dan kelembaban ruang server kemudian ditampilkan dalam LCD 16x2. Data suhu dan kelembaban ditampilkan juga ke dalam website dengan menggunakan IP address tertentu yang sebelumnya board arduino telah terhubung dengan ethernet shield. Suhu yang melebihi 270C akan menyalakan relay dan kipas serta sistem akan mengirim peringatan sms secara otomatis kepada administrator ruang server melalui sistem sms secara periodik hanya setiap tiga detik. Sistem peringatan sms akan berhenti jika suhu kurang 270C.

  6. Gender dan Pengembangan Pemikiran Pendidikan Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yu’timaalahu yatazaka

    2014-12-01

    Full Text Available Artikel ini berisi penjelasan tentang diskursus gender dalam pengembangan pemikiran pendidikan Islam, dan dijumpai banyak problem ketidakadilan, yang diperlukan solusi untuk mengatasinya. Problem fundamental gender pada level epistemologis-metodologis untuk mengembangkan pendidikan Islam berbasis gender ini ialah direkonstruksinya aspek epistemologi pendidikan Islam. Para pendidik dan peserta didik juga perlu mengubah paradigma dan mindset pada sensitif gender. Artikel ini juga berisi penjelasan tentang metodologi pendidikan Islam berbasis gender dengan pendekatan integrasi, normatif, historis dan intuitif untuk merespon isu-isu gender dalam praktik pendidikan Islam

  7. METODE KETIDAKPASTIAN DAN KESAMARAN DALAM SISTEM PAKAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Manik Prihatini

    2012-11-01

    Full Text Available Kecerdasan buatan dikembangkan untuk membuat agar mesin (komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik manusia. Sistem Pakar merupakan bagian dari kecerdasan buatan yang mengandung pengetahuan dan pengalaman yang dimasukkan oleh satu atau banyak pakar ke dalam satu area pengetahuan tertentu. Pengetahuan dan pengalaman yang ada dalam dunia nyata yang akan direpresentasikan kedalam sistem pakar penuh dengan unsur ketidakpastian dan kesamaran. Beberapa metode yang sering digunakan untuk menangani masalah ketidakpastian dan kesamaran adalah dengan menggunakan teknik probabilitas, faktor kepastian dan logika fuzzy. Teorema Bayes merupakan bagian dari teknik probabilitas yang menekankan pada konsep probabilitas hipotesis dan evidence, sedangkan teknik probabilitas dengan teori Dempster-Shaffer menekankan pada konsep beliefe dan plausability. Pada metode dengan faktor kepastian menekankan pada nilai kepercayaan yang diberikan oleh seorang pengguna dan pakar. Pada metode dengan logika fuzzy menekankan pada derajat keanggotaan dari suatu evidence pada suatu himpunan fuzzy sehingga mampu menangani masalah kesamaran. Untuk memberikan solusi yang lebih baik, metode-metode yang ada bisa dikombinasikan antara yang satu dengan yang lainnya.

  8. PENULARAN DAN PENCEGAHAN AIDS Dl INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tupan Tupan

    2011-12-01

    Full Text Available Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS pertama kali ditemukan pada tahun 1981 di Amerika serikat pada pria homoseksual di California dan pada tahun 1982 sudah ditemukan pada hemofilia, penerima tranfusi darah, pemakai obat bius secara intravena dan orang yang berhubunganseksual dengan kelompok-kelompok tersebut diatas. AIDS kini te1ah meluas menjadi pandemi dan masalah internasional. Pertambahan kasus yang cepat pada se1uruh penduduk dan penyebarannya kese1uruh negara, serta belum adanya obat dan vaksin yang efektif terhadap AIDS te1ah menimbulkan keresahan dan keprihatinan di seluruh dunia. Penyebab AIDS ada1ah suatu retro virus yang sejak tahun 1986 disebutHuman Immunodeficiency Virus (HIV . HIV yang masuk kedalam tubuhakan menyerang sel darah putih, yaitu limposit T4 yang mempunyai peranan penting sebagai pengatur sistem imunitas. HIV mengadakan ikatan dengan CD 4 reseptor yang terdapat pada pennukaan limposit T4. Sekarang diketahui bahwa virus ini dapat langsung merusak sel tubuh yang mempunyai CD4 seperti sel glia yang terdapat pada otak, makrofag dan sel langerhans dikulit, saluran pencernaan dan saluran pernapasan. Suatu enzim, reverse transcriptase mengubah bahan genetik virus (RNA menjadi DNA yang bisa bedntegrasi dengan sel dari hospes. Selanjutnya sel yang berkembang biak akan mengandung genetik menyebabkan infeksi oleh HIV menjadi ireversible dan berlangsung seumur hidup.

  9. Genetic selection for context-dependent stochastic phenotypes: Sp1 and TATA mutations increase phenotypic noise in HIV-1 gene expression.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kathryn Miller-Jensen

    Full Text Available The sequence of a promoter within a genome does not uniquely determine gene expression levels and their variability; rather, promoter sequence can additionally interact with its location in the genome, or genomic context, to shape eukaryotic gene expression. Retroviruses, such as human immunodeficiency virus-1 (HIV, integrate their genomes into those of their host and thereby provide a biomedically-relevant model system to quantitatively explore the relationship between promoter sequence, genomic context, and noise-driven variability on viral gene expression. Using an in vitro model of the HIV Tat-mediated positive-feedback loop, we previously demonstrated that fluctuations in viral Tat-transactivating protein levels generate integration-site-dependent, stochastically-driven phenotypes, in which infected cells randomly 'switch' between high and low expressing states in a manner that may be related to viral latency. Here we extended this model and designed a forward genetic screen to systematically identify genetic elements in the HIV LTR promoter that modulate the fraction of genomic integrations that specify 'Switching' phenotypes. Our screen identified mutations in core promoter regions, including Sp1 and TATA transcription factor binding sites, which increased the Switching fraction several fold. By integrating single-cell experiments with computational modeling, we further investigated the mechanism of Switching-fraction enhancement for a selected Sp1 mutation. Our experimental observations demonstrated that the Sp1 mutation both impaired Tat-transactivated expression and also altered basal expression in the absence of Tat. Computational analysis demonstrated that the observed change in basal expression could contribute significantly to the observed increase in viral integrations that specify a Switching phenotype, provided that the selected mutation affected Tat-mediated noise amplification differentially across genomic contexts. Our study

  10. Alcohol induces RNA polymerase III-dependent transcription through c-Jun by co-regulating TATA-binding protein (TBP) and Brf1 expression.

    Science.gov (United States)

    Zhong, Shuping; Machida, Keigo; Tsukamoto, Hide; Johnson, Deborah L

    2011-01-28

    Chronic alcohol consumption is associated with steatohepatitis and cirrhosis, enhancing the risk for hepatocellular carcinoma. RNA polymerase (pol) III transcribes a variety of small, untranslated RNAs, including tRNAs and 5S rRNAs, which determine the biosynthetic capacity of cells. Increased RNA pol III-dependent transcription, observed in transformed cells and human tumors, is required for oncogenic transformation. Given that alcohol consumption increases risk for liver cancer, we examined whether alcohol regulates this class of genes. Ethanol induces RNA pol III-dependent transcription in both HepG2 cells and primary mouse hepatocytes in a manner that requires ethanol metabolism and the activation of JNK1. This regulatory event is mediated, at least in part, through the ability of ethanol to induce expression of the TFIIIB components, Brf1, and the TATA-binding protein (TBP). Induction of TBP, Brf1, and RNA pol III-dependent gene expression is driven by enhanced c-Jun expression. Ethanol promotes a marked increase in the direct recruitment of c-Jun to TBP, Brf1, and tRNA gene promoters. Chronic alcohol administration in mice leads to enhanced expression of TBP, Brf1, tRNA, and 5S rRNA gene transcription in the liver. These alcohol-dependent increases are more pronounced in transgenic animals that express the HCV NS5A protein that display increased incidence of liver tumors. Together, these results identify a new class of genes that are regulated by alcohol through the co-regulation of TFIIIB components and define a central role for c-Jun in this process.

  11. U-Pb zircon geochronology of the Paleoproterozoic Tagragra de Tata inlier and its Neoproterozoic cover, western Anti-Atlas, Morocco

    Science.gov (United States)

    Walsh, G.J.; Aleinikoff, J.N.; Benziane, F.; Yazidi, A.; Armstrong, T.R.

    2002-01-01

    New U-Pb zircon data obtained by sensitive high resolution ion microprobe (SHRIMP) from the Tagragra de Tata inlier in the western Anti-Atlas, Morocco establish Paleoproterozoic ages for the basement schists, granites, and metadolerites, and a Neoproterozoic age for an ignimbrite of the Ouarzazate Series in the cover sequence. The age of interbedded felsic metatuff in the metasedimentary and metavolcanic sequence of the basement schists is 2072 ?? 8 Ma. This date represents: (1) the first reliable age from the metasedimentary and metavolcanic sequence; (2) the oldest reliable age for the basement of the Anti-Atlas; (3) the first date on the timing of deposition of the sediments on the northern edge of the Paleoproterozoic West African craton; (4) a lower age limit on deformation during the Eburnean orogeny; and (5) the first date obtained from the non-granitic Paleoproterozoic basement of Morocco. Ages of 2046 ?? 7 Ma (Targant granite) and 2041 ?? 6 Ma (Oudad granite) support earlier interpretations of a Paleoproterozoic Eburnean igneous event in the Anti-Atlas. The granites post-date the Eburnean D1 deformation event in the Paleoproterozoic schist sequence, and place a ???2046 Ma limit on short-lived Eburnean deformation in the area. Cross-cutting metadolerite is 2040 ?? 6 Ma; this is the first date from a metadolerite in the western Anti-Atlas. All of the dolerites in the area post-date emplacement of the two granites and the new age constrains the onset of late- or post-Eburnean extension. Ignimbrite of the Ouarzazate Series, immediately above the Paleoproterozoic basement is 565 ?? 7 Ma. This Neoproterozoic age agrees with ages of similar volcanic rocks elsewhere from the Ouarzazate Series. The date also agrees with the ages of associated hypabyssal intrusions, and marks the second and final stage of Pan-African orogenic activity in the western Anti-Atlas. ?? 2002 Elsevier Science B.V. All rights reserved.

  12. Makanan Fungsional, Konsep dan Peraturannya

    OpenAIRE

    Astuti, Mary

    2017-01-01

    Perlu adanya persepsi yang sama tentang apa yang dimaksud dengan makanan fungsional yang dipopulerkan Jepang sebagai FOSHU yang berupa makanan biasa bukan pit ataupun kapsul, dan merupakan makanan yang dirancang sedemikian rupa sehingga fungsi fisologis dapat lebih dioptimalkan terutama untuk mencegah secara dint terjadinya penyakit tertentu. Peraturan perlu segera dipersiapkan baik yang berlaku secara nasional ataupun internasional. Indonesia telah mempunyai Undang-undang Pangan tetapi belum...

  13. TASAWUF DAN TANTANGAN PERUBAHAN SOSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusno Abdullah Otta

    2010-12-01

    Full Text Available Abstract: Sufism in the eras of globalization and information often faces considerable challenges. The function and role of religion in modern life have in some aspects diminished, including sufism because it is claimed to have played no or less role in resolving problems nor stimulating social change. As one of Islamic traditions, sufism makes ihsan as its essential teaching. By this concept, sufism encourages humans to pray to God wholeheartedly. Sufism is now required to show its own existence and function by making fundamental contribution for modern life, an era which differ socio-culturally from the one when sufism firstly emerged. Sufism thus needs to adapt itself to the changes in the era of information and globalization so that it will remain relevant and suitable for human progress. Sufism needs to release itself from its exclusivism and to avoid being trapped in its own logic, namely speculative-trancendentalism Abstrak: Tasawuf di era globalisasi dan informasi seperti saat ini tengah menghadapi tantangan yang sangat berat. Kehidupan modern sudah sampai pada taraf tidak lagi mempercayai fungsi dan peran agama, termasuk di dalamnya tasawuf, sebagai ‘sesuatu’ yang dapat memberikan solusi bagi perubahan sosial. Sebagai manifestasi paripurna dari ajaran Islam, tasawuf berintikan pada konsep Ihsān yang mengajarkan untuk beribadah kepada Sang Pencipta secara ikhlas. Untuk menunjukkan eksistensinya, tasawuf dituntut peran aktifnya secara konstruktif-solutif terhadap berbagai kebutuhan manusia modern yang amat berbeda dengan setting maupun struktur masyarakat pada saat tasawuf “dilahirkan” pada zamannya. Tasawuf dituntut untuk memerlukan “baju” baru di era informasi yang kerap berubah ini, agar tetap realible dan suitable dengan kemajuan zaman. Hal itu dapat dilakukan dengan berusaha “keluar” dari eksklusifismenya dengan meminjam tradisi filsafat analitik pasca positivisme dan tradisi eksistensialis serta dinamika filsafat

  14. ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI NITRIFIKASI DAN DENITRIFIKASI SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yosmaniar Yosmaniar

    2018-01-01

    Full Text Available Senyawa nitrogen yang tinggi pada limbah budidaya perikanan intensif dapat memperburuk kualitas air, sehingga perlu diatasi dengan penambahan probiotik untuk proses bioremediasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bakteri nitrifikasi dan denitrifikasi yang berpotensi sebagai kandidat probiotik pengendali senyawa nitrogen pada budidaya ikan air tawar. Tahap penelitian terdiri atas: 1 koleksi sampel air dan sedimen dari kolam budidaya ikan patin di kawasan minapolitan Desa Pudak Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi dan Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau; 2 pengujian sampel secara in vitro yang meliputi: a Isolasi dan seleksi bakteri nitrifikasi dan denitrifikasi; b Karakterisasi morfologis bakteri terpilih; c Karakterisasi fisiologi/biokimia isolat bakteri terpilih; d Karakterisasi genetika isolat bakteri terpilih dengan sekuensing 16S-rRNA. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh empat isolat bakteri nitrifikasi dan empat isolate bakteri denitrifikasi. Isolat bakteri nitrifikasi Pandoraea pnomenusa strain 1318 (NP1; Pseudomonas aeruginosa strain PSE12 (NP2; Pseudomonas aeruginosa strain PSE12 (NP3; Burkholderia vietnamiensis strain NE 7 (NP4; dan denitrifikasi Achromobacter xylosoxidans strain TPL14 (DP1; Stenotrophomonas acidaminiphila strain BTY (DP2; Stenotrophomonas maltophilia strain BHWSL2 (DP3; Ochrobactrum intermedium strain: SQ 20 (DP4 Achromobacter xylosoxidans strain TPL14 (DP1; Stenotrophomonas acidaminiphila strain BTY (DP2; Stenotrophomonas maltophilia strain BHWSL2 (DP3; Ochrobactrum intermedium strain: SQ 20 (DP4; yang berpotensi digunakan sebagai kandidat probiotik pengendali senyawa nitrogen pada budidaya ikan air tawar. Wastes from an intensive aquaculture contain nitrogen compounds which, if untreated, could rapidly reduce water quality condition within the system. The addition of probiotics as bioremediation to

  15. Analisis Kinerja EIGRP dan OSPF pada Topologi Ring dan Mesh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DWI ARYANTA

    2014-01-01

    Full Text Available ABSTRAK EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol dan OSPF (Open Shortest Path Fisrt adalah routing protokol yang banyak digunakan pada suatu jaringan komputer. EIGRP hanya dapat digunakan pada perangkat Merk CISCO, sedangkan OSPF dapat digunakan pada semua merk jaringan. Pada penelitian ini dibandingkan delay dan rute dari kedua routing protokol yang diimplementasikan pada topologi Ring dan Mesh. Cisco Packet Tracer 5.3 digunakan untuk mensimulasikan kedua routing protokol ini. Skenario pertama adalah perancangan jaringan kemudian dilakukan pengujian waktu delay 100 kali dalam 5 kasus. Skenario kedua dilakukan pengujian trace route untuk mengetahui jalur yang dilewati paket data lalu memutus link utama. Pada skenario kedua juga dilakukan perbandingan nilai metric dan cost hasil simulasi dengan perhitungan rumus. Skenario ketiga dilakukan pengujian waktu konvergensi untuk setiap routing protokol pada setiap topologi. Hasilnya EIGRP lebih cepat 386 µs daripada OSPF untuk topologi Ring sedangkan OSPF lebih cepat 453 µs daripada EIGRP untuk topologi Mesh. Hasil trace route menunjukan rute yang dipilih oleh routing protokol yaitu nilai metric dan cost yang terkecil. Waktu konvergensi rata-rata topologi Ring pada EIGRP sebesar 12,75 detik dan 34,5 detik pada OSPF sedangkan topologi Mesh di EIGRP sebesar 13 detik dan 35,25 detik di OSPF. Kata Kunci: EIGRP, OSPF, Packet Tracer 5.3, Ring, Mesh, Konvergensi ABSTRACT EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol and OSPF (Open Shortest Path Fisrt is the routing protocol that is widely used in a computer network. EIGRP can only be used on devices Brand CISCO, while OSPF can be used on all brands of network. In this study comparison of both the delay and the routing protocol implemented on Ring and Mesh topology. Cisco Packet Tracer 5.3 is used to simulate both the routing protocol. The first scenario is the design of the network and then do the test of time delay 100 times in 5 cases. The

  16. Analisis Kinerja EIGRP dan OSPF pada Topologi Ring dan Mesh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DWI ARYANTA

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol dan OSPF (Open Shortest Path Fisrt adalah routing protokol yang banyak digunakan pada suatu jaringan komputer. EIGRP hanya dapat digunakan pada perangkat Merk CISCO, sedangkan OSPF dapat digunakan pada semua merk jaringan. Pada penelitian ini dibandingkan delay dan rute dari kedua routing protokol yang diimplementasikan pada topologi Ring dan Mesh. Cisco Packet Tracer 5.3 digunakan untuk mensimulasikan kedua routing protokol ini. Skenario pertama adalah perancangan jaringan kemudian dilakukan pengujian waktu delay 100 kali dalam 5 kasus. Skenario kedua dilakukan pengujian trace route untuk mengetahui jalur yang dilewati paket data lalu memutus link utama. Pada skenario kedua juga dilakukan perbandingan nilai metric dan cost hasil simulasi dengan perhitungan rumus. Skenario ketiga dilakukan pengujian waktu konvergensi untuk setiap routing protokol pada setiap topologi. Hasilnya EIGRP lebih cepat 386 µs daripada OSPF untuk topologi Ring sedangkan OSPF lebih cepat 453 µs daripada EIGRP untuk topologi Mesh. Hasil trace route menunjukan rute yang dipilih oleh routing protokol yaitu nilai metric dan cost yang terkecil. Waktu konvergensi rata-rata topologi Ring pada EIGRP sebesar 12,75 detik dan 34,5 detik pada OSPF sedangkan topologi Mesh di EIGRP sebesar 13 detik dan 35,25 detik di OSPF. Kata Kunci : EIGRP, OSPF, Packet Tracer 5.3, Ring, Mesh, Konvergensi ABSTRACT EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol and OSPF (Open Shortest Path Fisrt is the routing protocol that is widely used in a computer network. EIGRP can only be used on devices Brand CISCO, while OSPF can be used on all brands of network. In this study comparison of both the delay and the routing protocol implemented on Ring and Mesh topology. Cisco Packet Tracer 5.3 is used to simulate both the routing protocol. The first scenario is the design of the network and then do the test of time delay 100 times in 5 cases. The

  17. HAMBATAN SEMANTIK DAN BUDAYA DALAM PROSES TRANSFER IDE OLEH MAHASISWA JURUSAN NON BAHASA INGGRIS DALAM PENULISAN PARAGRAF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doddy Rusmono

    2016-05-01

    Full Text Available Abstrak. Proses transfer ide dalam bentuk tulisan yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi sebagai mahasiswa jurusan non Bahasa Inggris (SNED yang mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL perlu diinvestigasi. Ketidakmampuan untuk menjembatani kesenjangan antara ide dalam bahasa ibu (Bahasa Inggris dengan ide dalam bahasa pembaca (Bahasa Inggris menghambat pemahaman pembaca, khususnya pembaca yang merupakan penutur asli Bahasa Inggris. Paragraf yang ditulis oleh mahasiswa SNED sebagai pembelajar Bahasa Inggris tidak dapat dipahami karena hambatan linguistik dan budaya. Sejumlah kecil mahasiswa yang membuat tulisan Bahasa Inggris dalam ujian tengah semester memperlihatkan gambaran ketidaktepatan dalam hal menyusun kalimat sehingga Bahasa Inggris mereka pada tingkatan tertentu terdengar seperti Bahasa Indonesia. Dalam hal ini kemampuan mereka untuk menggunakan Bahasa Inggris seperti layaknya bahasa Indonesia terbukti sangat rendah sehingga seorang penutur asli Bahasa Inggris yang mencoba untuk memahami ide mereka bisa salah memahaminya. Seorang pembelajar Bahasa Inggris harus memiliki kosakata yang cukup banyak dan setidaknya mengetahui aturan gramatikal seperti formulasi 9BP+3CC (Cd,Cx,Cdx dan PoS misalnya, untuk melengkapi pemahaman sebelum benar-benar dapat mengekspresikan ide dalam tulisan Bahasa Inggris yang dapat dipahami. Selain itu, pengetahuan mahasiswa tentang budaya penutur Bahasa Inggris memainkan peranan yang sangat penting untuk menghasilkan tulisan yang bagus, sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang ahli bahasa bahwa seringkali seorang pembelajar bahasa mengetahui aturan tata bahasa tetapi tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang budaya penutur asli. Mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengkomunikasikan idenya dikarenakan ekspresi suatu ide terikat oleh budaya yang merupakan entitas independen. Budaya penutur asli mempengaruhi dan membentuk perasaan, sikap, dan respons terhadap

  18. Diagnosis dan Penatalaksanaan Striktur Esofagus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fachzi Fitri

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang : Kasus striktur esofagus jarang ditemukan, namun kasus ini memerlukan penanganan yang optimal. Sebelum kita melakukan penatalaksanaan terhadap striktur esofagus, perlu dilakukan diagnosis yang akurat agar dapat memilih teknik penatalaksanaan yang tepat. Tujuan : untuk mengetahui cara mendiagnosis dan penatalaksanaan striktur esofagus. Tinjauan pustaka : Striktur esofagus merupakan penyempitan lumen esofagus yang dapat menyebabkan keluhan disfagia. Berdasarkan etiologinya, striktur esofagus dibedakan menjadi striktur esofagus benigna dan maligna. Striktur esofagus benigna disebabkan oleh GERD, zat korosif, web, radiasi, post anastomosis esofagus, sedangkan striktur esofagus maligna disebabkan oleh keganasan baik dari dalam maupun dari luar esofagus. Diagnosis suatu striktur esofagus dapat ditegakkan melalui pemeriksaan barium meal, esofagoskopi, tomografi komputer dan rontgen toraks. Penatalaksanaan kasus striktur ini dapat berupa dilatasi dengan busi atau balon, pemasangan stent dan terapi pembedahan. Pada kasus striktur esofagus maligna juga dapat dilakukan terapi laser dan teknik brakiterapi. Kesimpulan: diagnosis yang akurat perlu dilakukan sebelum memilih teknik penatalaksanaan yang tepat, sehingga dapat mengurangi keluhan disfagia pada penderita striktur esofagus.Kata kunci: Striktur esofagus, barium meal, esofagoskopi, dilatasi, stent, laser, brakiterapiAbstractBackground: Esophageal stricture is rare cases, but these cases required optimal management. Before we manage of esophageal strictures, need an accurate diagnosis in order to choose appropriate management techniques. Purpose: to know how to diagnose and management of esophageal strictures. Literature review: esophageal stricture is a narrowing of the lumen of the esophagus that cause dysphagia. Based on the etiology, esophageal strictures can be divided into benign and malignant. Benign esophageal strictures caused by GERD, corrosive substances, web, radiation

  19. Perbandingan Kode Visual Pertunjukan Golek Sunda Tradisional dan Pertunjukan Golek Sunda dalam Media TV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfansyah -

    2013-06-01

    Full Text Available ABSTRACT   Wayang Golek is a Sundanese typical performing art that has grown on generations by the grip. The grip becomes a kind of rule or code in Wayang Golek show which govern all the constituent elements. Since the presence of Television, Wayang Golek is then performed through this media. However, since Wayang Golek is performed through Television, it represents significant differences with Wayang Golek traditional show. The differences are shown by the creation of stage design com- bined with digital technology and its various effects, such as zoom in/out, opening title, and even the broadcast interactive model. To understand the differences between Wayang Golek traditional show and on Television, the method which is used is the study of cause and effect or comparison (caus- al-comparative studies. The purpose of the study is to determine the changes of the visual elements in Wayang Golek show on Television. The result of the research shows that there are significant differences between Wayang Golek traditional show and on Television.   Keywords: Visual Code, Sundanese Golek Show     ABSTRAK   Kesenian Wayang Golek merupakan pertunjukan khas masyarakat Sunda yang telah ter­ bangun secara turun temurun berdasarkan pakem. Pakem menjadi semacam aturan main (kode yang mengatur pertunjukan dan pembuatan Golek. Sejak munculnya media televisi, pertunjukan Wayang Golek pun kemudian dipentaskan melalui media ini. Akan tetapi, semenjak pertunjukan Wayang Golek dipentaskan dalam media televisi nyatanya mere­ presentasikan perbedaan yang signifikan dengan pertunjukan Wayang Golek tradisional. Perbedaan itu ditunjukkan dengan kreasi tata panggung yang dipadu dengan teknologi digital dan berbagai efeknya, seperti efek zoom in/out, munculnya opening title, hingga model interaktif siaran. Untuk memahami perbedaan antara pertunjukan Wayang Golek tradisional dengan pertunjukan Wayang Golek dalam media televisi, maka metode yang digunakan adalah metode

  20. KEJAHATAN PORNOGRAFI Upaya Pencegahan dan Penanggulangannya di Kabupaten Ponorogo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Rumtianing Uswatul Hanifah

    2013-12-01

    Full Text Available Pemerintah telah mengeluarkan undang-undang No 44 Tahun 2008 tentang pornografi. Tujuan dari undang-undang tersebut salah satunya mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjungjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan. Dalam perkembangannya, materi pornografi mengalami pertumbuhan dan penyebaran yang pesat seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Peredaran dan penyebaran film porno kini semakin pesat karena ditopang dengan kecanggihan sarana informasi dan komunikasi salah satunya media internet yang bisa diakses oleh masyarakat pada setiap saat. Tulisan berikut akan mengkaji bagaimana upaya dan trategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam mencegah dan menanggulangi kejahatan pornografi di Kabupaten Ponorogo, apa hambatan dan bagaimana solusi dalam pencegahan serta penanggulangan kejahatan pornografi di Kabupaten Ponorogo serta bagaimana formulasi kebijakan untuk pencegahan dan penanggulangan kejahatan pornografi di Kabupaten Ponorogo. Kata kunci: Pornografi, Polres, KP3A

  1. KANDUNGAN ASAM AMINO, TAURIN, MINERAL MAKRO-MIKRO, DAN VITAMIN B12 UBUR-UBUR (Aurelia aurita SEGAR DAN KERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - - Nurjanah

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah menentukan komposisi gizi, asam amino, taurin, mineral makro dan mikro,dan vitamin B12 pada ubur-ubur (Aurelia aurita segar dan kering. Asam amino esensial pada ubur-uburyaitu arginina, leusina, valina, treonina, lisina, isoleusina, fenilalanina, metionina, dan histidina, sedangkanasam amino non esensial yaitu asam glutamat, glisina, asam aspartat, serina, alanina, dan tirosina. Asamamino esensial tertinggi segar dan kering adalah arginina sebesar 1,72% (bk dan 1,44% (bk dan terendahhistidina yaitu sebesar 0,19% (bk dan 0,13% (bk. Asam amino non esensial segar dan kering tertinggiadalah asam glutamat dan glisina yaitu sebesar 3,26% (bk dan 2,62% (bk dan terkecil tirosina sebesar0,38% (bk dan 0,41% (bk. Taurin segar sebesar 2,68% (bk dan kering sebesar 0,67% (bk. Mineral makrotertinggi segar dan kering adalah natrium yaitu 180.092,1 ppm (bk dan 111.209,4 ppm (bk, terkecil adalahkalsium yaitu 5.750,2 ppm (bk dan 11,1 ppm (bk. Mineral mikro tertinggi segar dan kering adalah iodium yaitu8.291,5 ppm (bk dan 1.800 ppm (bk dan yang terkecil adalah tembaga yaitu 1,1 ppm (bk dan 0,6 ppm (bk.Vitamin B12 segar adalah 396,6 μm/100 g (bk dan kering 63,5 μm/100 g (bk.Kata kunci: asam amino, mineral, taurin, ubur-ubur (Aurelia aurita, vitamin B12

  2. Pengaruh Susunan dan Ukuran Bilah Bambu Petung (Dendrocalamus asper Dan Bambu Apus (Gigantochloa apus Terhadap Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekan Dan Kekuatan Lentur Untuk Komponen Konstruksi Kapal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parlindungan Manik

    2017-11-01

    Full Text Available Bambu laminasi merupakan bahan bangunan rekayasa yang dibentuk dengan sistem perekatan beberapa bilah bambu sehingga memiliki kelebihan dapat dibuat dalam berbagai ukuran dan sifat mekanika yang lebih uniform dari bahan bambu alami. Teknik laminasi dari bahan bambu menjadi solusi untuk mengembangkan sebuah produk kayu yang memiliki struktur dan sifat mekanik lebih kuat dan awet. Prosedur pembuatan dan pengujian spesimen kayu laminasi bambu petung dan bambu apus mengacu pada SNI-03-3958-1995, SNI-03-3399-1994 dan SNI 03-3959-1995. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur dari dua jenis variasi susunan bilah horizontal dan bata/carvel dengan tebal bilah 3 mm, 5 mm dan 7 mm. Hasil penelitian pada laminasi bambu petung dan bambu apus diperoleh kadar air 12-13 % dan berat jenis 0,60-0,65 gr/cm3 memiliki kuat tarik terbesar 96,72 Mpa (kode PA7H, kuat lentur 101,69 MPa (kode PA7B dan kuat tekan 22,11 MPa (kode PA7B. Variasi susunan bata dan tebal bilah semakin besar mempengaruhi kekuatan tekan dan lentur. Namun sebaliknya untuk kuat tarik, susunan horizontal lebih baik dari susunan bata. Nilai tersebut memenuhi persyaratan kayu lapis sebagai bahan material kapal kayu menurut BKI dan termasuk dalam kelas kuat II sehingga dapat digunakan sebagai material konstruksi kapal.

  3. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN DAN HARAPAN PASEN TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT DAERAH PROVINSI DIY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunarto Sunarto

    2010-10-01

    Full Text Available Kepuasan merupakan perasaan seseorang mengenai kesenangan atau kekecewaan sebagai hasil membandingkan antara kinerja dan harapan. Jumlah kunjungan Puskesmas tahun 2007 sebesar 3.094.027 pasien yang terdiri dari 3.076442 rawat jalan dan 17.585 rawat inap. Penelitian untuk mengentahui gambaran tingkat kepuasan dan untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan dan harapan pasien yang mendapatkan pelayanan Puskemas dan rumah sakit menurut wilayah Kabupatet / Kota di Propinsi DIY Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cros sectional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner dengan 35 item pernyataan yang diambil dari atribut-atribut SERVQUAL dalam 5 dimensi. Total sampel untuk lima Kabupaten Kota sebanyak 1000, masing-masing Kabupaten Kota 200. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien yang menerima pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah di Kabupaten-Kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Penilaian tingkat kepuasan pasien ketika mereka berobat ke Puskesmas dan Rumah Sakit di Propinsi DIY, dengan menggunakan skala O sampai 4. Hasilnya adalah dimensi tangibles, rata-rata kepuasan pasien (2,96 cukup dan harapan pasien (3,38 pada dimensi reliability, rata-rata kepuasan pasien (3,01 bagus dan harapan pasien (3,40. Pada dimensi responsiveness, rata-rata kepuasan pa-sien (3,07 bagus dan harapan pasien (3,42. Dimensi assurance, rata-rata kepuasan pasien (3, 1 0 bagus dan harapan pasien (3 ,42. pada dimensi emphaty, rata-rata kepuasan pasien (3,02 bagus dan harapan pasien (3,35. Hasil uji statistik didapatkan nilai p > 0.05, berarti pada alpha 5%, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kepuasan diantara kelima wilayah kabupaten/kota di DIY. Penilaian tingkat kepuasan pasien, ketika mereka berkunjung ke Puskesmas dan Rumah Sakit di DIY secara rata-rata bagus dan tidak ada perbedaan tingkat kepuasan menurut wilayah Kabupaten-Kota di Propinsi DIY. Kata Kunci : Kepuasan, harapan

  4. Produksi Panel Dinding Bangunan Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Industri Minyak dan Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Hakim

    2015-10-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil uji karakteristik fisik terhadap panel dinding dari komposit limbah industry migas berupa activated alumina, sandblasting dan glasswall yang telah dilakukan pada tahun pertama diketahui bahwa kuat lentur tertinggi diperoleh dari sampel B4 yaitu sebesar 67,8 Kg/Cm2 dengan standar DIN 1101 17 Kg/cm2, kuat desak sampel B 2 68,31 N/mm2 dengan standar bata merah 25 N/mm2 dan batako 20 N/mm2 dan tingkat keausan terendah diperoleh dari sampel 37 streap. Dari hasil tersebut diketahui bahwa uji telah memiliki kemampuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar yang berlaku. Maka pada penelitian lanjutan yang akan dilakukan bertujuan untuk mempelajari apakah produk panel dinding ini ramah lingkungan sehingga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode uji toxicity characteristic leaching procedure (TCLP dan LC50 terhadap produk panel dinding terbaik. Uji TCLP yang akan dilakukan yaitu dengan cara mendestruksi dan ekstraksi produk panel dinding dengan menggunakan rotating agitator selama 24 jam kemudian diuji dengan menggunakan AAS untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang terdapat dalam produl panel dinding. Adapun untuk uji LC50 dilakukan dengan menggunakan hewan uji larva udang atau tikus.Berdasarkan hasil uji TCLP dan LC50 diketahui bahwa: a Kadar kandungan logam berat yang terdapat di dalam wall panel setelah dilakukan uji TCLP ternyata berada dibawah baku mutu seperti yang telah ditetapkan dalam PP No.85 Tahun 1999. Jadi ini artinya produk wall panel dalam penelitian ini ramah lingkungan, b pengujian terhadap bahan baku wall panel, Limbah Activated Alumina, Sandblasting dan Glasswoll sebelum di solidifikasi dapat mematikan sebesar 50% hewan uji pada konsentrasi 116.667 ppm dalam waktu 96 jam, dan c hasil uji LC50 terhadap produk wall panel selama 96 jam tidak menunjukkan adanya kematian hewan uji. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produk wall panel dari

  5. ETIKA, ORGANISASI DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indrawati Yuhertiana

    2017-10-01

    Full Text Available Abstrak: Etika, Organisasi, dan Kepatuhan Wajib Pajak. Penelitian ini menguji peran etika dalam memoderasi beberapa faktor organisasional terhadap kepatuhan wajib pajak. Penelitian kuantitif ini menggunakan sampel penelitian sejumlah 138 wajib pajak di enam kota wilayah Jawa Timur yaitu Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Kediri, Bangkalan dan Madiun. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemahaman etika perpajakan tidak terbukti memoderasi variabel komitmen organisasi, budaya organisasi, dan Good Corporate Governance terhadap kepatuhan wajib pajak. Sementara itu, budaya organisasi dan Good Corporate Governance terbukti memengaruhi pemahaman etika perpajakan. Abstract: Ethics, Organization, dan Taxpayer Complience. This study aimed to explain the ethical understanding of the taxpayer in moderating the organizational commitment, organizational culture dan good corporate governance on tax compliance. This quantitative research used 138 tax payers registered in East Java tax offies located in six selected cities i.e. Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Kediri, Bangkalan dan Madiun. It was concluded that the ethical understanding of taxation has not been proven to moderate variable organizational commitment, organizational culture, and good corporate governance on tax compliance. Meanwhile, organizational culture dan the implementation of Good Corporate Governance proved to affect the taxpayer ethics.

  6. Dhenggung Asmarandana dan Dhegung Banten: Sebuah Komparasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh -

    2013-11-01

    Full Text Available The Comparation of Dhenggung Asmarandana and Dhegung Banten. Penelitian ini membahas perbandinganantara gending Dhenggung Asmaradana gaya Surakarta dengan gending Dhegung Banten gaya Yogyakarta.Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua gending memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaankeduanya terletak pada laras, pathet, bentuk gendhing, struktur gendhing, serta balungan gending. Sedangkanperbedaannya hanya pada nama dan garap tabuhan bonang.

  7. JENIS PINJAL DAN INANG DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adil Ustiawan

    2013-09-01

    Full Text Available Pinjal (ordo Siphonaptera serangga sangatpenting dalam bidang kesehatan karenakemampuannya menularkan berbagai jenispenyakit. Beberapa hasil penelitian tentang pinjalini menggambarkan keaneragaman pinjal diIndonesia dan tidak menutup kemungkinan spesiesyang akan ditemukan bertambah karena masihluasnya daerah dan sedikitnya tenaga yangmendalami bidang ini. Beberapa spesies pinjal daninang yang terdapat di Indonesia

  8. L'astronomie dans le monde

    Science.gov (United States)

    Manfroid, J.

    2017-05-01

    matière sombre – Abell 2744 vu par ALMA – Bousculade dans Orion – Rotation stellaire – Tsunamis martiens – Planète X ou 9 – Formation d’étoiles dans les jets de trous noirs – Éjection d’un trou noir

  9. Zoonosis dan Upaya Pencegahannya (Kasus Sumatera Utara)

    OpenAIRE

    Khairiyah

    2011-01-01

    Dalam beberapa tahun terakhir muncul penyakit zoonosis yang menyebabkan kematian pada manusia. Penyakitini menular secara alamiah dari hewan ke manusia. Untuk mengantisipasi merebaknya wabah zoonosis diperlukanpemahaman secara menyeluruh mengenai penyakit atau infeksi tersebut. Tulisan ini menyajikan gambaran umumzoonosis di Sumatera Utara dan upaya pencegahannya. Berdasarkan agens penyebabnya, zoonosis digolongkanmenjadi zoonosis yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, dan yang disebab...

  10. Penerapan Sistem Remunerasi dan Kinerja Pelayanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Wisesa Soetisna

    2015-08-01

    Full Text Available Remunerasi dapat memengaruhi motivasi pegawai sekaligus meningkatkan kinerjanya. Demikian halnya di rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang padat modal, sumber daya manusia serta padat ilmu dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pegawai terhadap implementasi sistem remunerasi dan kinerja unit pelayanan bedah jantung dewasa (UPBJD di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif. Desain penelitian kuantitatif adalah potong lintang menggunakan instrumen kuesioner self-assessment. Sedangkan desain penelitian kualitatif adalah deskriptif, dilakukan melalui focus group discussion dan telaah dokumen pada data berupa buku jadwal, buku registrasi, catatan keperawatan, dan rekam medis. Pengambilan data dilakukan pada tahun 2013 di salah satu rumah sakit di Jakarta. Responden/informan adalah staf medis fungsional, perawat, dan petugas administrasi berjumlah 29 orang. Data dianalisis secara univariat (metode kuantitatif, dan content analysis (metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar staf medis fungsional dan perawat tidak puas (71,2% dengan beberapa hal dalam penerapan sistem remunerasi, seperti pada sistem penggajian dan penentuan grading. Terlihat kinerja unit pelayanan bedah jantung dewasa mengalami kenaikan setiap tahun sebelum dan setelah penerapan sistem remunerasi. Diharapkan agar rumah sakit ini dapat memperbaiki sistem remunerasi yang sesuai ketentuan kebijakan dan menyusun formulasi insentif dan bonus yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini serta perlu dilakukan sosialisasi yang tepat dan evaluasi secara berkala. Implementation of Remuneration System and Service Performance Remuneration can influence worker`s motivation, and improve their performance. Likewise in hospital as capital-intensive, human resources-intensive as well as knowledge and technology-intensive health care institution. This study aimed to analyze employee

  11. Aspek Organologis dan Musikologis Suling Kebyar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Yasa

    2018-04-01

    ABSTRAK Suling kebyar adalah suling yang digunakan dalam perangkat gong kebyar.  Gong Kebyar dapat diartikan sebagai suatu barungan/perangkat gamelan yang menabuhnya menggunakan sistem “kekebyaran”, yaitu menabuh dengan mengutamakan kekompakan suara, melodi,dan tempo penuh variasi. Suling Kebyar dikaji dari aspek organologis dan musikologis.Hasil penelitian organologis menunjukkan bahwa lokasi bahan sudah mulai langka, proses pengeringan membutuhkan waktu relatif lama, sedangkan alat dan kronologis pembuatan bersifat sederhana. Sedangkan hasil kajian  musikologis menunjukkan bahwa gending yang menggunakan suling kebanyakan bermotif,  bukan jalinan, yang berkarakter halus.  Musikalitas yang dihasilkan berkesan fals (blero, karena nada-nada dari instrumen bilah (gangsa, jublag, danjegoganmemiliki suara dua versi yakni:pengumbang dan pengisep.  Kata Kunci: suling kebyar, organologis, dan musikologis

  12. KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK DAUN STROBILANTHUS CRISPUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Isnawati

    2012-10-01

    Full Text Available Khasiat obat tradisional disebabkan oleh adanya senyawa kimia yang  dikandungnya. Bahan baku obat dari hasil pertanian atau kumpulan tumbuhan liar tentunya kandungan kimianya tidak dapat dijamin selalu konstan (ajeg karena adanya variabel bibit, tempat tumbuh, iklim, kondisi (umur dan cara panen. Kandungan senyawa kimia yang bertanggung jawab terhadap respon biologis harus mempunyai spesifikasi kimia, yaitu informasi  komposisi (jenis dan kadar. 0leh karena itu penetapan karakterisasi suatu simplisia dan ekstrak perlu dilakukan guna menjamin bahwa bahan suatu produk obat tradisional dapat diketahui mutunya. Karakterisasi dilakukan terhadap Tanaman Strobilanthus crispus (BL, yaitu simplisia bagian daun dan ekstrak 50% tanaman tersebut. Karakterisasi simplisa meliputi : penetapan kadar abu, kadar abu larut air, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut air, kadar sari larut asam, dan kadar air secar·a destilasi. Cara penetapan diatas dilakukan sesuai prosedur yang Ielah ditetapkan MMI, 1979. Sedangkan karakterisasi ekstrak mencakup : karakterisasi non spesifik yang meliputi penetapan bobot  jenis, kadar air, kadar sisa pelarut, kadar abu dan karakterisasi spesifik yang mencakup  pemeriksaan·senyawa yang terlarut dalam pelarut air dan etanol, pola kromatografi dengan cara KLT-densitometri, pemeriksaan golongan kimia ekstrak dan penetapan kadar zat kimia. Hasil penetapan karakterisasi simplisia menunjukkan spesifikasi tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan MMI, hanya penetapan sari larut etanol yang memenuhi persyaratan. Penetapan karakterisasi ekstrak etanol 50% menunjukkan tidak terdapat etanol dalam ekstrak, kadar air 13,3 %; bobot jenis 1,262%, senyawa terlarut dalam pelarut air 95,06%, senyawa terlarut dalam pelarut etanol 18,69 % dan kadar flavonoid  17,59 % serta  profil  kromatogram komponen utama fraksi heksan, Khloroform dan etanol.

  13. PERILAKU KONSUMSI SUSU CAIR MASYARAKAT DI DAERAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN

    OpenAIRE

    Wahyu Dyah Prastiwi; Hery Setiyawan

    2016-01-01

    ABSTRAK Penelitian mengkaji hubungan antara faktor sosial ekonomi, preferensi, dan perbandingan perilaku konsumsi susu cair antara masyarakat perkotaan dan pedesaan. Responden penelitian adalah ibu rumah tangga atau anggota keluarga dewasa yang bertanggung jawab atas belanja pangan rumah tangga. Variabel-variabel sosial ekonomi seperti pendapatan, tingkat pendidikan, dan ukuran keluarga secara signifikan berkorelasi dengan perilaku konsumsi susu cair. Karakteristik produk dan atribut produ...

  14. Konjungtivitis Viral: Diagnosis dan Terapi di Pelayanan Kesehatan Primer

    OpenAIRE

    Ratna Sitompul

    2017-01-01

    Konjungtiva adalah membran mukosa tipis transparan yang melapisi bagian anterior bola mata dan bagian dalam palpebral. Konjungtiva berfungsi sebagai salah satu komponen sistem perlindungan mata dari peradangan dan infeksi. Peradangan konjungtiva disebut konjungtivitis dan infeksi virus merupakan etiologi peradangan akut tersering pada konjungtiva. Virus yang menyebabkan konjungtivitis adalah adenovirus, herpes simpleks, herpes zoster, pox virus, myxovirus, paramyxovirus, dan arbovirus. Konju...

  15. Perbaikan Cara Ekstraksi Untuk Meningkatkan Rendemen Dan Mutu Minyak Melati

    OpenAIRE

    Prabawati, Sulusi; A., Endang D; Setiabudi, Dondy Anggono

    2002-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi melalui ekstraksi bertahap denganmeningkatkan perbandingan bunga dan pelarut. Penelitian dikerjakan pada melati gambir (Jasminum officinale),diekstraksi dengan pelarut heksan selama 12 jam. Pelarut diuapkan untuk mendapatkan concrete. Concrete yangdiperoleh dilarutkan dengan etanol dan diuapkan sampai didapatkan minyak melati. Perlakuan yang diterapkanadalah perbandingan bunga dan pelarut (1 : 1,5 dan 1 : 2), tahapan ekstr...

  16. Tuberculome de Bouchut dans la tuberculose multi focale: à propos ...

    African Journals Online (AJOL)

    HIV), radiologique et d'angiographie à la fluorescéine pour suspicion de ... intéressait trois localisations chez les quatre patients: pulmonaire dans quatre cas, ophtalmique dans quatre cas, digestive dans un cas, urinaire dans un cas, cérébrale ...

  17. Diare Persisten: Karakteristik Pasien, Klinis, Laboratorium, dan Penyakit Penyerta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy S Putra

    2016-11-01

    Kesimpulan. Diare persisten terutama mengenai balita dengan tingkat ekonomi keluarga dan pendidikan ibu rendah. Demam dan tinja berlendir merupakan manifestasi klinis yang paling sering dijumpai, sedangkan gizi buruk, alergi susu sapi, infeksi saluran kemih dan infeksi HIV merupakan penyakit yang paling sering menyertai diare persisten. Anemia dan hipoalbumineia merupakan kelainan laboratorium yang paling sering ditemukan.

  18. First Day with Prancing Dan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    James A. Emanuel

    2009-06-01

    Full Text Available We called him Prancing Dan,my brother Raymond and me;beautiful this restless horse(his bright-copper sidestepping--ballet-like, prairie style,teenager like us, as horses go,Nebraska–born too,bred on whirlwind-dust and knobby hail,harnessed too young, like us(men by necessity.Now teamed with a veteran mare,bit in his teeth as pride commanded,he gritted his way through morning,the long blade of his mowing-machinelaying cut-down stems of wheat like carpet,re-coloring the yellowing fieldtill no...

  19. PENGARUH VARIETAS DAN SISTEM BUDIDAYA TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN KANDUNGAN GIZI JAGUNG (ZEA MAYS L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yukarie Ayu Wulandari

    2016-06-01

    Full Text Available Jagung merupakan bahan pangan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan lokal, pakan, dan bahan baku industri. Mengingat pentingnya jagung, maka perlu adanya upaya untuk peningkatan produktivitasnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan sistem budidaya terhadap pertumbuhan, produksi, dan kandungan gizi jagung. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama varietas (Srikandi Putih-1 dan Srikandi Kuning-1 dan anak petak sistem budidaya (organik dan inorganik yang diulang lima kali. Hasil menunjukkan bahwa varietas Srikandi Putih-1 memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, lingkar batang, pati, dan vitamin A. Varietas Srikandi Kuning-1 memberikan hasil tertinggi pada produksi, protein dan lemak. Sistem budidaya inorganik memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tongkol, bobot bersih tongkol, bobot pipilan kering, bobot 100 butir, konversihasil/ha, patidan protein. Interaksi varietas Srikandi Putih-1 dengan sistem budidaya organik memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah daun, lingkar batang dan kandungan vitamin A. Varietas Srikandi Kuning-1 yang dibudidayakan secara inorganik memberikan hasil tertinggi terhadap bobot bersih tongkol, bobot pipilan kering, bobot 100 butir, konversi hasil ha-1 dan kandungan protein. Kandungan pati tertinggi pada varietas Srikandi Putih-1 yang dibudidayakan secara inorganik, sedangkan kandungan lemak tertinggi pada varietas Srikandi Kuning-1 yang dibudidayakan secara organik.

  20. Peran Mitra Strategis dan Agen Perubahan dalam Manajemen Talenta dan Kinerja Manajer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Ketut Kusumawijaya

    2014-06-01

    Full Text Available Abstract  The purposes of the study are to analyze: (1 characteristic of strategic partner and change agent roles, talent management and managers performance, (2 influence of strategic partner and change agent roles to talent management and its impact to managers performance. Four hundred hotel managers in Bali were participated in this study by using proportional random sampling. Data were analyzed using descriptive analysis and SEM. The result shows that: (1 strategic partner and change agent role, talent management and managers performance are in enough category, (2 positive and significant effect between strategic partner and change agent roles to talent management and its impact to managers performance. Keywords:Strategic Partner Role, Change Agent Role, Talent Management, Managers Performance.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1 karakteristik dari mitra strategis dan peran agen perubahan, manajemen bakat dan kinerja manajer, (2 pengaruh mitra strategis dan peran agen perubahan untuk manajemen bakat dan dampaknya terhadap kinerja manajer. Sebanyak empat ratus manajer hotel di Bali berpartisipasi dalam penelitian ini dengan menggunakan proporsional random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 mitra strategis dan peran agen perubahan, manajemen bakat dan kinerja manajer termasuk dalam kategori cukup, (2 pengaruh positif dan signifikan antara mitra strategis dan peran agen perubahan untuk manajemen bakat dan dampaknya terhadap kinerja manajer.Keywords: Peran Mitra Strategis, Peran Agen Perubahan, Manajemen Talenta, kinerja Manajer.

  1. TUGAS DAN WEWENANG PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johari Johari

    2014-03-01

    Full Text Available Tugas dan wewenang Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK terdapat di dalam Pasal 26 dan Pasal 27 Undang-Undang No. 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pencucian Uang. Berdasarkan ketentuan tersebut, tugas dan wewenang PPATK tersebut bertujuan untuk mendeteksi terjadinya tindak pidana pencucian uang, dan membantu penegakan hukum yang berkaitan dengan pencucian uang, termasuk tindak pidana asal yang melahirkannya (predicate offences. Namun, Peranan PPATK akan berjalan secara efektif apabila aparat penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, Bea dan Cukai, para regulator seperti Bank Indonesia, Departemen Keuangan, Badan Pengawas Pasar Modal serta Penyedia Jasa Keuangan, industri perbankan, asuransi, perusahaan pembiayaan, dana pensiun, perusahaan efek, pengelola reksadana, media massa, masyarakat bekerjasama secara terorganisir dan terpadu dalam pemberantasan tindak pencucian uang di Indonesia. Dengan kewenangan yang dimilikinya, PPATK dapat mengejar hasil dari kejahatan, apabila hasil kejahatan tersebut dapat dikejar dan disita maka negara dengan sendirinya akan mengurangi tindak kejahatan itu sendiri. Kata kunci : Pencucian uang, tindak pidana pencucian uang (money laundering, kejahatan terorganisir, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK.

  2. Candidate SNP Markers of Familial and Sporadic Alzheimer's Diseases Are Predicted by a Significant Change in the Affinity of TATA-Binding Protein for Human Gene Promoters

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Petr Ponomarenko

    2017-07-01

    Full Text Available While year after year, conditions, quality, and duration of human lives have been improving due to the progress in science, technology, education, and medicine, only eight diseases have been increasing in prevalence and shortening human lives because of premature deaths according to the retrospective official review on the state of US health, 1990-2010. These diseases are kidney cancer, chronic kidney diseases, liver cancer, diabetes, drug addiction, poisoning cases, consequences of falls, and Alzheimer's disease (AD as one of the leading pathologies. There are familial AD of hereditary nature (~4% of cases and sporadic AD of unclear etiology (remaining ~96% of cases; i.e., non-familial AD. Therefore, sporadic AD is no longer a purely medical problem, but rather a social challenge when someone asks oneself: “What can I do in my own adulthood to reduce the risk of sporadic AD at my old age to save the years of my lifespan from the destruction caused by it?” Here, we combine two computational approaches for regulatory SNPs: Web service SNP_TATA_Comparator for sequence analysis and a PubMed-based keyword search for articles on the biochemical markers of diseases. Our purpose was to try to find answers to the question: “What can be done in adulthood to reduce the risk of sporadic AD in old age to prevent the lifespan reduction caused by it?” As a result, we found 89 candidate SNP markers of familial and sporadic AD (e.g., rs562962093 is associated with sporadic AD in the elderly as a complication of stroke in adulthood, where natural marine diets can reduce risks of both diseases in case of the minor allele of this SNP. In addition, rs768454929, and rs761695685 correlate with sporadic AD as a comorbidity of short stature, where maximizing stature in childhood and adolescence as an integral indicator of health can minimize (or even eliminate the risk of sporadic AD in the elderly. After validation by clinical protocols, these candidate SNP

  3. Recruitment of CBP/p300, TATA-binding protein, and S8 to distinct regions at the N terminus of adenovirus E1A.

    Science.gov (United States)

    Rasti, Mozhgan; Grand, Roger J A; Mymryk, Joe S; Gallimore, Phillip H; Turnell, Andrew S

    2005-05-01

    The N-terminal region of the adenovirus (Ad) 12S E1A gene product targets several cellular proteins that are essential for the induction of S phase, cellular immortalization, cellular transformation, transcriptional repression, and transcriptional activation. The precise binding sites for these proteins, however, remain to be resolved. We therefore undertook an extensive site-directed mutagenesis approach to generate specific point mutants and to precisely map the binding sites for CBP, p300, TATA-binding protein (TBP), S4, S8, hGcn5, P/CAF, and Ran within the first 30 amino acids of the Ad5 12S E1A protein. We determined that although common residues within the N-terminal region can form partial binding sites for these proteins, point mutants were also generated that could discriminate between binding sites. These data indicate that AdE1A can target each of these proteins individually through distinct binding sites. It was evident, however, that the mutation of specific hydrophobic residues typically had the greatest effect upon AdE1A's ability to bind individual partners. Indeed, the mutation of L at positions 19 and 20 eliminated the ability of AdE1A to interact with any of the N-terminal binding proteins studied here. Interestingly, although TBP and S8 or CBP/p300 can exist as functional complexes, RNA interference revealed that the recruitment of either TBP, S8, or CBP/p300 to AdE1A was not dependent upon the expression of the other proteins. These data further indicate that AdE1A can target individual partner proteins in vivo and that it does not necessarily recruit these proteins indirectly as components of larger macromolecular complexes. Finally, we took advantage of the fine-mapping data to ascertain which proteins were targeted during the transformation process. Consistent with previous studies, CBP/p300 was found to be targeted by AdE1A during this process, although our data suggest that binding to other N-terminal proteins is also important for

  4. Construction of Saccharomyces cerevisiae strains with enhanced ethanol tolerance by mutagenesis of the TATA-binding protein gene and identification of novel genes associated with ethanol tolerance.

    Science.gov (United States)

    Yang, Jungwoo; Bae, Ju Yun; Lee, Young Mi; Kwon, Hyeji; Moon, Hye-Yun; Kang, Hyun Ah; Yee, Su-Bog; Kim, Wankee; Choi, Wonja

    2011-08-01

    Since elevated ethanol is a major stress during ethanol fermentation, yeast strains tolerant to ethanol are highly desirable for the industrial scale ethanol production. A technology called global transcriptional machinery engineering (gTME), which exploits a mutant library of SPT15 encoding the TATA-binding protein of Saccharomyces cerevisiae (Alper et al., 2006; Science 314: 1565-1568), seems to a powerful tool for creating ethanol-tolerant strains. However, the ability of created strains to tolerate high ethanol on rich media remains unproven. In this study, a similar strategy was used to obtain five strains with enhanced ethanol tolerance (ETS1-5) of S. cerevisiae. Comparing global transcriptional profiles of two selected strains ETS2 and ETS3 with that of the control identified 42 genes that were commonly regulated with twofold change. Out of 34 deletion mutants available from a gene knockout library, 18 were ethanol sensitive, suggesting that these genes were closely associated with ethanol tolerance. Eight of them were novel with most being functionally unknown. To establish a basis for future industrial applications, strains iETS2 and iETS3 were created by integrating the SPT15 mutant alleles of ETS2 and ETS3 into the chromosomes, which also exhibited enhanced ethanol tolerance and survival upon ethanol shock on a rich medium. Fermentation with 20% glucose for 24 h in a bioreactor revealed that iETS2 and iETS3 grew better and produced approximately 25% more ethanol than a control strain. The ethanol yield and productivity were also substantially enhanced: 0.31 g/g and 2.6 g/L/h, respectively, for control and 0.39 g/g and 3.2 g/L/h, respectively, for iETS2 and iETS3. Thus, our study demonstrates the utility of gTME in generating strains with enhanced ethanol tolerance that resulted in increase of ethanol production. Strains with enhanced tolerance to other stresses such as heat, fermentation inhibitors, osmotic pressure, and so on, may be further created by

  5. Synergistic Toxicity of Polyglutamine-Expanded TATA-Binding Protein in Glia and Neuronal Cells: Therapeutic Implications for Spinocerebellar Ataxia 17.

    Science.gov (United States)

    Yang, Yang; Yang, Su; Guo, Jifeng; Cui, Yiting; Tang, Beisha; Li, Xiao-Jiang; Li, Shihua

    2017-09-20

    Spinocerebellar ataxia 17 (SCA17) is caused by polyglutamine (polyQ) repeat expansion in the TATA-binding protein (TBP) and is among a family of neurodegenerative diseases in which polyQ expansion leads to preferential neuronal loss in the brain. Although previous studies have demonstrated that expression of polyQ-expanded proteins in glial cells can cause neuronal injury via noncell-autonomous mechanisms, these studies investigated animal models that overexpress transgenic mutant proteins. Since glial cells are particularly reactive to overexpressed mutant proteins, it is important to investigate the in vivo role of glial dysfunction in neurodegeneration when mutant polyQ proteins are endogenously expressed. In the current study, we generated two conditional TBP-105Q knock-in mouse models that specifically express mutant TBP at the endogenous level in neurons or in astrocytes. We found that mutant TBP expression in neuronal cells or astrocytes alone only caused mild neurodegeneration, whereas severe neuronal toxicity requires the expression of mutant TBP in both neuronal and glial cells. Coculture of neurons and astrocytes further validated that mutant TBP in astrocytes promoted neuronal injury. We identified activated inflammatory signaling pathways in mutant TBP-expressing astrocytes, and blocking nuclear factor κB (NF-κB) signaling in astrocytes ameliorated neurodegeneration. Our results indicate that the synergistic toxicity of mutant TBP in neuronal and glial cells plays a critical role in SCA17 pathogenesis and that targeting glial inflammation could be a potential therapeutic approach for SCA17 treatment. SIGNIFICANCE STATEMENT Mutant TBP with polyglutamine expansion preferentially affects neuronal viability in SCA17 patients. Whether glia, the cells that support and protect neurons, contribute to neurodegeneration in SCA17 remains mostly unexplored. In this study, we provide both in vivo and in vitro evidence arguing that endogenous expression of mutant

  6. PENGARUH CARA PENGAWETAN TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAN EFISIENSI DALAM BENTUK HAY DAN SILASE PADA DAUN 16 PROVENAN GAMAL (GLIRICIDIA SEPIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. W. Puger

    2012-09-01

    Full Text Available RINGKASAN Percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara pengawetan terhadap kandungan zat-zat makanan dan efisiensinya pada daun 16 provenan gamal telah dilaksanakan selama 3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan pengawetan (gamal segar, gamal hay, dan gamal silase dan 3 blok sebagai ulangan. Setiap perlakuan terdiri atas 16 provenan, yaitu 6 dari Mexico (M, 4 dari Guatemala (G, dan satu provenan masing-masing dari Colombia (C, Indonesia (I, Nicaragua (N, Panama (P, Costa Rica (R, dan Venezuela (V. Sampel setiap daun (helai dan tangkai provenan sebelum dan setelah diawetkan dianalisis kandungan zat-zat makanannya dan dihitung efisiensinya setelah dibuat hay dan silase. Kandungan DM dan CP dari hay adalah tertinggi (P0,05 setelah diawetkan menjadi hay dan silase, sedangkan efisiensi DM, OM, dan CP dari hay lebih tinggi (P<0,05 daripada silase. Provenan P13, R12, dan M34 mengandung zat-zat makanan lebih tinggi; sementara provenan G14 dan G17 lebih efisien bila diawetkan dalam bentuk hay dan silase. Pada pertanian lahan kering pengawetan gamal dalam bentuk hay lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan dalam bentuk silase.

  7. RESPON DAN KOPING PASIEN DM POST AMPUTASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Candra Kusuma Negara

    2017-09-01

    Full Text Available Penyakit DM merupakan masalah kesehatan yang sangat penting karena berkaitan dengan tingginya kejadian komplikasi dan mortalitas yang tinggi. Bagi kebanyakan orang penyakit DM adalah suatu penyakit yang sangat mengkhawatirkan dan masyarakat sadar akan besarnya potensi bahaya yang ditimbulkannya. Bagi individu yang menderita DM dengan pasca amputasi, kehidupan selanjutnya merupakan babak baru yang penuh tantangan dan perubahan serta akan melalui proses koping terhadap proses perubahan tersebut. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman pasien DM pasca amputasi tentang respon dan koping yang dialaminya. Penelitian ini menggunakan studi fenomenologi. Pengambilan data menggunakan indepth interview pada empat orang partisipan yang dirawat jalan di Poli kaki diabetic RSUD Ulin Banjarmasin yang dilengkapi dengan pedoman wawancara dan informed consent. Metode analisis yang terstruktur dari Creswell menjadi 6 langkah. Terdapat 2 Tema yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu berbagai respon post amputasi dan Berbagai koping pasien DM post amputasi. Berbagai respon post amputasi terdiri dari tiga Sub-Tema yaitu: (1 Mengalami hambatan fisik, (2 Mengalami perubahan peran, (3 Mengalami proses berduka, dan Terdapat empat Sub-Tema yang menggambarkan berbagai koping pasien DM post amputasi yaitu: (1 Lebih banyak beribadah, (2 Menerima keadaan, (3 Motivasi yang kuat, (4 Mencari dukungan sosial.

  8. KAJIAN PENGELOLAAN PESISIR DAN LAUT LINTAS NEGARA (REVIEW: PERBANDINGAN TELUK PERSIA DAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Pranajaya

    2012-04-01

    Full Text Available Kawasan perbatasan suatu negara mempunyai peranan penting dalam penentuan batas wilayah kedaulatan, pemanfaatan sumberdaya alam, serta keamanan dan keutuhan wilayah. Selain itu juga merupakan komitmen dunia terhadap pengelolaan alut yang berkelanjutan. Oleh karena itu, beragamnya kerfasama antar negara ditujukan untuk mencapai pengelolaan pesisir yang berkelanjutan dan program pencegahan polusi lingkungan. Skema pengelolaan di kawasan teluk seperti di Teluk Persia dilakukan dengan menggabungkannya ke dalam legislasi nasional seperti Daerah Perlindungan Laut (DPL melalui program ROPME. Hal ini merupakan bagian dari program pengelolaan pesisir terpadu yang efektif dan dapat membawa perubahan signifikan di daerah Teluk Persia. Di Indonesia juga terdapat program-program pengelolaan sumberdaya alam lintas negara, antara lain melalui Konferensi Kelautan Dunia WOC (World Ocean Conference dan Coral Triangle Initiative (CTI. Pertemuan merupakan inisiatif Indonesia dalam rangka penanggulangan perubahan iklim dan penyelamatan terumbu karang yang memiliki nilai strategis di wilayah zona ekonomi eksklusif dan segitiga terumbu karang enam negara.Kata kunci: pengelolaan, WOC, CTI, lintas negara

  9. KERAGAAN PENGETAHUAN GIZI DAN PENGETAHUAN PRAKTEK PEMBERIAN MAKANAN BAYI DAN ANAK DARI IBU DENGAN BALITA GIZI BURUK DI DAERAH BOGOR DAN SEKITARNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermina Hermina

    2012-11-01

    Full Text Available Dalam upaya menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk telah banyak dilakukan berbagai usaha misalnya melalui kegiatan Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK. Namun demikian sampai saat ini masih banyak ditemukan anak balita yang menderita gizi kurang dan gizi buruk serta masih tetap merupakan masalah utama dalam bidang gizi dan kesehatan. Temuan dari telaahan terdahulu menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi konsumsi pangan dan status gizi anak balita. Tujuan penelitian ini: menggali keragaman di lapangan berkenaan dengan pengetahuan gizi dan pengetahuan praktik pemberian makanan bayi dan anak dari ibu balita gizi buruk guna meningkatkan program KIE gizi dalam penyusunan model penyuluhan terarah untuk mencegah terjadinya gizi kurang dan gizi buruk pada usia dini. Penelitian dilakukan di daerah Bogor dan sekitarnya. Responden penelitian adalah ibu-ibu dari anak balita penderita gizi buruk (n=32 yang berobat di Klinik Gizi Puslitbang Gizi, Bogor. Sebagai kontrol diambil 30 responden yang mempunyai anak balita gizi baik dan menjadi tetangga dari anak balita gizi buruk dengan dasar pelayanan kesehatan yang sama yaitu Puskesmas dan Posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu dengan balita gizi buruk berbeda dan lebih rendah dibandingkan dengan ibu balita gizi baik, sementara pengetahuan praktik cara pemberian makanan bayi dan anak dari ibu balita gizi buruk juga berbeda dan lebih rendah dibandingkan dengan ibu balita gizi baik. Pengetahuan gizi yang kurang dan pengetahuan praktik pemberian makanan bayi dan anak dari ibu-ibu balita yang cenderung kurang tepat cukup berperan dan menentukan keadaan gizi yang kurang dan kemungkinan akan bertambah buruk jika hal-hal tersebut tidak segera mendapat pelayanan kesehatan yang tepat guna baik di Puskesmas maupun di Posyandu.

  10. Pengaruh Lama Perendaman dan Jenis Minuman Beralkohol Bir dan Tuak terhadap Kekerasan Email Gigi Manusia (In Vitro)

    OpenAIRE

    Magista, Malida; Nuryanti, Archadian; Wahyudi, Ivan Arie

    2014-01-01

    Erosi gigi merupakan hilangnya lapisan email gigi karena asam. Jenis asam, pH rendah, serta kandungan kalsium, fosfat, dan fluoride pada bir dan tuak diduga merupakan faktor kimiawi penyebab erosi gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan jenis minuman beralkohol bir dan tuak terhadap kekerasan email gigi manusia (in vitro). Penelitian ini menggunakan 14 sampel gigi premolar pertama atas. Setiap gigi dibagi menjadi 2 bagian, bukal dan palatal. kemudian dibagi m...

  11. Pengaruh Lama Perendaman Dan Jenis Minuman Beralkohol Bir Dan Tuak Terhadap Kekerasan Email Gigi Manusia (in Vitro)

    OpenAIRE

    Magista, Malida; Nuryanti, Archadian; Wahyudi, Ivan Arie

    2014-01-01

    Erosi gigi merupakan hilangnya lapisan email gigi karena asam. Jenis asam, pH rendah, serta kandungan kalsium, fosfat, dan fluoride pada bir dan tuak diduga merupakan faktor kimiawi penyebab erosi gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan jenis minuman beralkohol bir dan tuak terhadap kekerasan email gigi manusia (in vitro). Penelitian ini menggunakan 14 sampel gigi premolar pertama atas. Setiap gigi dibagi menjadi 2 bagian, bukal dan palatal. kemudian dibagi m...

  12. Perancangan Aplikasi Sistem Inventori Toko dan POS (Point Of Sale) dengan Visual Basic 6.0 danMySQL

    OpenAIRE

    Pulungan, Siti Kholilah

    2015-01-01

    Pada penulisan tugas akhir ini, penulis membuat aplikasi sistem inventori toko dan POS (point of sale). Metode dan rancangan aplikasi ini dibuat dengan menggunakan perangkat lunak Visual Basic 6.0 sebagai bahasa pemrogramannya, editor skrip program, dan juga digunakan untuk mendesain sebuah aplikasi penjualan dan persediaan barang. Selain itu penulis juga menggunakan MySQL sebagai bahasa pemrograman untuk pengolahan database pada aplikasi penjualan dan persediaan barang. ...

  13. Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai Badan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kabupaten Bengkalis

    OpenAIRE

    Amsal, Chairul; Ningsih, Dewita Suryati; Roqibun, Muhammad

    2014-01-01

    The research was conducted on Badan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kabupaten Bengkalis in order to determine the influences of Work Motivation and Work Dicipline either simultaneously or partially on Employee Performance in Badan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kabupaten Bengkalis. The methodology in this study is: Work Motivation and Work Dicipline significant influence on employee performance in Badan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kabupaten Bengkalis and the dominant factor affecting ...

  14. Gambaran Bullying dan Hubungannya dengan Masalah Emosi dan Perilaku pada Anak Sekolah Dasar

    OpenAIRE

    Soedjatmiko Soedjatmiko; Waldi Nurhamzah; Anastasia Maureen; Tjhin Wiguna

    2016-01-01

    Latar belakang. Prevalensi bullying pada anak SD di Indonesia belum diketahui. Tujuan. Mengetahui gambaran dan prevalensi bullying, pemahaman pelajar mengenai istilah bullying, hubungan antara status bullying dengan masalah emosi, dan perilaku serta prestasi akademis. Metode. Penelitian potong lintang dengan subyek pelajar SD kelas V usia 9-11 tahun di SDN Cikini 02 Pagi dan SDS Tunas Bangsa pada bulan Oktober 2011. Bullying dinilai menggunakan Olweus Bully/Victim Questionnaire yang dim...

  15. Status Oral Higiene Dan Periodontal Pada Pasien Diabetes Melitus Dan Non- Diabetes Di RSUD Dr. Pirngadi

    OpenAIRE

    Butar-Butar, Mardiah Rizqo

    2014-01-01

    Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit sistemik yang berperan sebagai faktor risiko penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status oral higiene dan periodontal dan odd rasio periodontitis pada pasien Diabetes melitus dan non-Diabetes. Rancangan penelitian adalah case-control. Popul...

  16. Penskalaan Butir Format Respons Pilihan dan Respons Bebas Berdasarkan Model Rasch dan Partial Credit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Hariadi

    2007-06-01

    Full Text Available Penelitian melihat pengaruh jumlah parameter butir, kategori respons bebas (RB, pengaruh sampel terhadap akurasi estimasi parameter kemampuan untuk menghasilkan estimasi yang stabil dan pengaruh pembobotan butir RP dan butir RB terhadap kesalahan baku. Penelitian dalam dua tahap, simulasi menggunakan 30 kondisi dengan replikasi 50 dengan variabel panjang tes, jumlah kategori, dan jumlah parameter butir, dan analisis deskriptif, dilanjutkan penerapan penskalaan gabungan butir tipe respons pilihan (rp dan butir respons bebas (rb pada konstruksi tes elektronika yang terdiri 40 butir pilihan ganda dan 4 butir jawaban tersusun, 3 butir memiliki lima kategori jawaban dan 1 butir dengan 4 kategori jawaban, melibatkan 355 siswa. Hasil penelitian menunjukkan: ukuran sampel kurang berpengaruh pada root mean square error atau (RSME> dan korelasi antara 9 dengan 0, namun berpengaruh terhadap akurasi estimasi parameter butir pilihan ganda (/>/y,dan parameter butir respons tersusun (3^- Jumlah parameter butir berpengaruh terhadap parameter kemampuan, tetapi tidak berpengaruh terhadap akurasi dari b^, dan S„,. Estimasi dari parameter tingkat kesulitan butir jawaban tersusun tiga kategori lebih akurat daripada butir jawaban tersusun lima kategori. Estimasi tahan {robust untuk parameter kesulitan butir jawaban tersusun 5 kategori memerlukan sampel minimal 250 responden, sedangkan untuk butir respons tersusun 3 kategori memerlukan sampel minimal 100 responden. Estimasi parameter kemampuan dari skor total (0^^ tidak sama dengan rata-rata jumlah tbeta dari masing-masing subtes (0^ + 0CR. Theta dari tes yang dikalibrasi bersama-sama berbeda dengan theta dari total subtes yang dikalibrasi secara terpisah. Korelasi kemampuan yang mengunakan pembobotan dan kemampuan tanpa pembobotan mempunyai suatu rentang dari 0,988 sampai 0,948. Kata kunci: penyekaiaan, model rash dan partial credit.

  17. Pengaruh Media Dan Tempat Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Anakan Eucalyptus Urophylla Dan Eucalyptus Pellita

    OpenAIRE

    Komarayati, Sri; Gusmailina, Gusmailina

    2010-01-01

    Tulisan ini menyajikan hasil penelitian penggunaan pupuk organik dan pupuk organik mikoriza dari sludge industri pulp pada dua jenis anakan Ekaliptus selama lima bulan di Rumah Kaca. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan pupuk organik, tablet pupuk organik mikoriza dan tempat sapih terhadap pertumbuhan anakan Eucalyptus urophylla dan Eucalyptus pellita.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tempat sapih berupapolybag memberikan pengaruh yang terbaik terhadap pertumbuhan ta...

  18. VARASI DAN SPECIES TUMBUHAN DI WILAYAH KONSERVASI (WILDLIFE CONSERVATION DAN UPAYA PELESTARIANNYA DI UNIVERSITAS LA TROBE, BUNDOORA DAN BENDIGO, MELBOURNE, AUSTRALIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Munandar

    2008-12-01

    Full Text Available Penelitian deskriptif ini difokuskan pada tiga permasalahan hal yaitu pertama penelitian flora yang terdapat di kampus Universitas La Trobe dan di lingkungan SMU wilayah Bendigo, Melbourne Utara. Kedua jenis-jenis tumbuhan apa saja yang sudah dikembangkan/diteliti universitas tersebut untuk kepentingan industri dan bisnis. Ketiga mengobservasi upaya-upaya mereka dalam melestarikan flora asli Australia melalui pendidikan. Landasan teoritik yang berkaitan dengan masalah ini adalah hubungan antara klimatologi dengan flora yang terdapat di daerah sub tropis. Faktor-faktor klimatologi ini adalah: Suhu, kelembaban, cahaya dsb., yang berbeda dengan daerah tropis, demikian halnya dengan floranya. Hasil pengamatan (observasi di universitas ini menunjukkan bahwa implementasi oendidikan untuk memanfaatkan flora untuk industri dan oengelolaan lingkungan: oelestarian flora, fauna, konservasi air dan tanah sudah diwujudkan baik dalam teori maupun praktek. Metode penelitian dilakukan dengan metode dan pendekatan: tanya jawab, diskusi dan mengamati langsung flora yang terdapat di lingkungan universitas dan sekolah, serta pemanfaatannya. Kesimpulan: pertama, flora di daerah ini menunjukkan variasinya sedikit, namun jumlahnya besar (a.l. Eycalyptus sp.. Pemanfaatan flora yang terdapat di lingkungan kampus untuk keperluan industri dan farmasi, dilakukan melalui Riset dan Pengembangan (Research and Development secara teratur dan terus menerus. Hal yang sama pada pelestarian flora dengan malalui implementasi pendidikan. Rekomendasi: Variasi flora di suatu wilayah local, regional, nasional dan internasional seyogyanya dipelajari dengan baik dan dicari guna manfaatnya dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk serta berupaya melestarikannya untuk generasi yang akan dating, yang dilakukan melalui pendidikan di sekolah dan universitas.

  19. Prinsip Transparansi dalam Perjanjian TBT dan SPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Widyaputri Kariodimedjo

    2012-02-01

    Full Text Available Transparency principle in the TBT and SPS Agreement is implemented by notification. Its application is prepared by related agencies through the making of regulations, establishment of enquiry points, building capacity and infrastructure. It guarantees certainty, predictability and credibility of Indonesia in international trade, and its application should not undermine national trade policy. Prinsip transparansi dalam Perjanjian TBT dan SPS diterapkan melalui notifikasi. Penerapan prinsip ini dilakukan oleh instansi-instansi terkait melalui pembuatan peraturan, upaya terkait kelembagaan, SDM dan infrastruktur. Prinsip yang bertujuan menciptakan kepastian, konsistensi bagi perdagangan dan kredibilitas Indonesia dalam perdagangan internasional, harus dilakukan tanpa mengorbankan kepentingan untuk mengamankan kebijakan impor nasional.

  20. Media Sosial dan Perkembangan Komunikasi Korporat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Juwita

    2017-07-01

    Full Text Available Kehadiran media sosial telah mengubah aktivitas komunikasi korporat dan dengan cepat merevolusi bagaimana kampanye atau program public relations berjalan. Jika dibandingkan dengan cara tradisional yang mengandalkan pada output murni, media sosial memaksa komunikasi korporat beralih pada proses dialog dimana para pemangku kepentingan, dan bukan hanya perusahaan sama-sama memiliki kekuasaan terhadap pesan yang beredar. Media sosial merupakan alat komunikasi revolusioner yang mengubah secara cepat bagaimana praktik PR menjadi bagian integral dari komunikasi korporat bagi sejumlah perusahaan dan menawarkan pilihan baru bagi para praktisi PR pada setiap aspek proses komunikasi yang dilakukan.

  1. NUSYUZ: ANTARA KEKERASAN FISIK DAN SEKSUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Faizah

    2016-05-01

    ketentuan nusyu>z dalam KHI yang hanya diberlakukan terhadap isteri saja dan tidak berlaku bagi suami. Ketentuan nusyu>z dalam KHI juga membenarkan tindakan KDRT, terutama dalam hal pemaksaan hubungan seksual oleh suami terhadap isterinya. Artikel ini memberikan penjelasan bahwa sebenarnya persoalan nusyu>z adalah bagi isteri dan suami. Namun pada dataran empirik, KHI dalam menjelaskan ketentuan nusyu>z hanya berlaku untuk isteri saja. Di sinilah KHI telah memarginalkan dan mendehumanisasi perempuan.

  2. SPIRITUALITAS MURIA: AKOMODASI TRADISI DAN WISATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Falah

    2012-12-01

    Tradisi “nyekar” sangat dikenal oleh orang Jawa, khususnya di makam Muria Kudus Jawa Tengah. Penelitian ini mengungkap bahwa kebanyakan peziarah makam ini bertujuan untuk mendapatkan keberkahan (tabarrukan, keamanan dan kemudahan dalam hidup, menguasai ilmu linuwih, disembuhkan dari penyakit, dan mengharapkan kebaikan dari nenek moyang. Kunjungan mereka ke makam itu memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat, baik secara ekonomi maupun sosial. Dalam perspektif ekonomi, lebih dari 1.500 tenaga kerja tergantung pada keberadaan makam Muria. Dampak yang lain adalah slidaritas setempat, kompetisi sosial, dan kesempatan kerja yang mengakibatkan munculnya tumbuhnya pragmatisme di kalangan anggota masyarakat Muria.

  3. Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengelolaan Keuangan Modul Bendahara Menggunakan Teknologi Java dan PostgreSQL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfie Satria Hidayat

    2012-09-01

    Full Text Available Penerapan sistem informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan yang krusial bagi proses bisnis instansi pemerintah. Direktorat Jenderal Perbendaharaan adalah salah satu instansi pemerintah di bawah Kementerian Keuangan yang memiliki tugas pokok dan fungsi terkait dengan siklus anggaran (budget cycle mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pertanggungjawaban anggaran. Saat ini terdapat banyak aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk membantu satuan kerja sebagai mitra kerja dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Namun, aplikasi-aplikasi tersebut belum terintegrasi padahal dalam proses bisnisnya semuanya saling terkait dan berurutan. Selain itu, beberapa aplikasi menggunakan database yang sama sehingga dimungkinkan terjadi duplikasi data dan memerlukan sinkronisasi jika terjadi perubahan. Diantara aplikasi yang ada, salah satunya terdapat aplikasi pembukuan bendahara. Melalui penelitian ini, penulis akan membuat Sistem Informasi Akuntansi dan Pengelolaan Keuangan (SIAPKAN  khususnya modul bendahara sebagai solusi untuk menjawab permasalahan dengan mengintegrasikan semua aplikasi yang terkait dalam proses siklus anggaran. Aplikasi ini merupakan aplikasi berbasis web yang akan dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Java (Servlet dan JSP. Aplikasi ini akan menggunakan single database yaitu dengan database PostgreSQL sehingga data yang diolah dan disajikan lebih akurat dan proses bisnis akan berjalan lebih efektif dan efisien.

  4. EKSISTENSI DAN SEBARAN NYAMUK AEDES AEGYPTI DAN AEDES ALBOPICTUS DI KAMPUS UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yosefina Dota T

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui eksistensi dan sebaran nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus telah dilakukan di Kampus Universitas Hasanuddin, Kec. Tamalanrea, Makassar. Penelitian bersifat eksploratif dengan melakukan sampling terhadap lima lokasi yaitu : a Fak. Peternakan (Utara, b Fak. Hukum (Timur, c Pusat Kegiatan Penelitian/PKP (Selatan, d Workshop/Dekat Pondokan mahasiswa (Barat dan e Fak. MIPA (Tengah. Sampling nyamuk menggunakan metode ovitrap (menggunakan attraktan Eluisine Indica L. dan survei terhadap berbagai tempat penampungan air. Sampel telur dan larva nyamuk yang diperoleh disimpan dalam microtube berisi alkohol 70% kemudian diidentifikasi berdasarkan Rueda (2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyamuk Ae. aegypti dan Ae. albopictus ditemukan hidup dan berkembang biak di kampus Universitas Hasanuddin, Makassar. Eksistensi dan sebaran kedua jenis nyamuk tersebut dipengaruhi oleh faktor adanya manusia/masyarakat kampus yang beraktivitas baik di dalam ruangan (indoor maupun di luar ruangan (outdoor, adanya berbagai tempat penampungan air baik buatan (bak mandi, ember maupun barang bekas (botol/kaleng bekas, tempurung kelapa, vegetasi/tanaman dan berbagai macam hewan yang berada di sekitaran kampus. Hasil penelitian dalam ruangan (indoor menunjukkan bahwa nyamuk Ae. aegypti lebih banyak ditemukan hidup di dalam ruangan gedung PKP sedangkan Ae.albopictus lebih banyak di Fak. Hukum. Hasil penelitian di luar ruangan (outdoor menunjukkan bahwa nyamuk Ae. aegypti lebih banyak ditemukan hidup di area Workshop sedangkan Ae.albopictus lebih banyak di area PKP.

  5. Isolasi dan Identifikasi Mikroba Lipolitik dari Limbah Cair Surimi dan Rajungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devi Ambarwati Oktavia

    2017-05-01

    Full Text Available Industri pengolahan hasil perikanan di sepanjang pantai Utara Jawa seperti pengalengan rajungan di Cirebon (Jawa Barat dan pengolahan surimi di Kendal (Jawa Tengah, menghasilkan air limbah yang mengandung banyak protein dan lemak. Bakteri yang hidup di limbah yang banyak mengandung protein dan lemak tersebut diperkirakan memiliki kemampuan untuk menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioremedian alami bagi penanganan air limbah hasil perikanan di tempat lain. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penapisan dan identifikasi bakteri lipolitik potensial sebagai bioremedian air limbah perikanan. Penapisan dilakukan terhadap 11 isolat bakteri lipolitik dari air limbah yang diambil dari industri pengalengan rajungan di Cirebon dan pengolahan surimi di Kendal dengan menggunakan media spesifik agar tributirin. Isolat bakteri lipolitik potensial ditentukan berdasarkan zona bening yang terbentuk di sekitar koloni, yaitu sekurang-kurangnya 6 mm. Isolat bakteri potensial ini selanjutnya diidentifikasi secara molekuler berdasarkan analisis sekuen 16S-rDNA. Dari penapisan diperoleh empat isolat bakteri potensial, yaitu isolat SPB, SHj, SOr dan SKn. Identifikasi molekuler menunjukkan bahwa isolat SPB dan SHj masing-masing adalah Serratia fonticola 10AdanBacillus cereus strain 103.2.2dengan kemiripan 97%, isolat SOr memiliki kemiripan 96% dengan Bacillus pumilus strain vit bac1 dan isolat SK